Pengertian, Fungsi dan Prosedur Evaluasi Pembelajaran

Jum'at, 05-03-2010 15:36 WIB | Perpus Pasca Sarjana UNP | hit: 65718 | komentar: 10 | Sosial Networking |

Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation) kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi. Evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Bila ditinjau dari tujuannya, evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif, penempatan, formatif dan sumatif. Bila ditinjau dari sasarannya, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasi konteks, input, proses, hasil dan outcom. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan. Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran

A. Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi : 1. Evaluasi diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya. 2. Evaluasi selektif Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. 3. Evaluasi penempatan Eva;uasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. 4. Evaluasi formatif 5. Evaluasi formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar. 6. Evaluasi sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan bekajra siswa. B. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran : 1. Evaluasi konteks Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan 2. Evaluasi input Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. 3. Evaluasi proses Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya. 4. Evaluasi hasil atau produk Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan. 5. Evaluasi outcom atau lulusan Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yankni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat. C. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran :

tugas. dan atau pengamatan oleh dosen. Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi Berdasarkan objek : 1.1. isi program pembelajaran. Evaluasi program pembelajaran Evaluais yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran. Evaluasi eksternal 3. Evaluasi output Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran. Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator. kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. misalnya orangtua. D. ditinjau dalam aspek kognitif. Evaluasi internal Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator. ujian akhir semester. psikomotorik. 2. afektif. baik umum maupun khusus. Evaluasi tnsformasi Evaluasi terhadao unsur-unsur transformasi proses pembelajaran anatara lain materi. 3. Pembobotan masing-masing unsur penilaian ditetapkan dengan kesepakatan antara dosen pembina matakuliah dan mahasiswa berdasarkan silabus matakuliah yang diatur dalam pedoman akademik masing-masing fakultas/program studi setara fakultas dan program pascasarjana. Evaluasi input Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian. keyakinan. aspe-aspek program pembelajaran yang lain. dan ujian tugas akhir. Evaluasi hasil pembelajaran Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan. prak-tikum. sikap. metode dan lain-lain. 2. sumber ==================================== Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan penilaian kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa yang dilakukan secara berkala berbentuk ujian. Bentuk ujian meliputi ujian tengah semester. . kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Berdasarkan subjek : 1. 2. 3. media. misalnya guru. strategi belajar mengajar. masyarakat. Evaluasi proses pembelajaran Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan.

Tabel 4. magang. 2. memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan oleh fakultas/program studi setara fakultas. praktek lapangan. tesis.100 Sangat baik B . telah menyelesaikan semua matakuliah yang ditentukan oleh fakultas/ program studi setara fakultas tanpa nilai E dengan IPK ≥ 2. apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. kehadiran ≥ 75% dari jumlah tatap muka untuk setiap matakuliah yang diprogram. kuliah kerja. mahasiswa menyerahkan formulir persetujuan ujian susulan yang telah ditandatangani oleh Ketua Jurusan kepada Operator Fakultas untuk dimintakan persetujuan Dekan atau Pembantu Dekan I. mahasiswa mendaftar ujian susulan secara on-line dan mencetak formulir persetujuan (F1) dari SIAKAD serta melampirkan surat dokter atau surat tugas. Penilaian prestasi hasil belajar mahasiswa dikelompokkan berdasarkan kriteria rentang nilai. Mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. mahasiswa menyerahkan formulir persetujuan ujian susulan yang telah ditandatangani oleh dosen pengampu/pembina matakuliah kepada Operator Program Studi/Jurusan untuk dimintakan persetujuan Ketua Jurusan. 3. Prosedur ujian susulan sebagai berikut: 1. ketentuan lain yang ditetapkan oleh fakultas/program studi setara fakultas dan program pascasarjana. kecuali ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. PP ≥ 85% (untuk Ilmu-ilmu Kesehatan PP ≥ 90%).00. dan 2. dan 2.Suatu matakuliah (kecuali matakuliah seminar. skripsi. Pengelompokan tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut. atau disertasi). mahasiswa meminta persetujuan kepada dosen pengampu/pembina matakuliah dengan membawa formulir Permohonan Ujian Susulan (F1). dan tugas akhir) boleh diujikan pada akhir semester apabila jumlah pertemuan/tatap muka sekurang-kurangnya 80% dari total tatap muka.4 Pengelompokan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa Huruf Nilai Rentang Nilai Penggolongan A 4. 4. Mahasiswa dapat mengikuti ujian tugas akhir (laporan. Mahasiswa diperkenankan mengikuti ujian susulan apabila sakit atau melaksanakan tugas dari institusi.0 80 .

Komponen yang dievaluasi meliputi: 1. kesesuaian antara sarana dan tujuan pembelajaran.0 50 .69 Cukup D 1. sumber ==================================== PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN (TEORI DAN PRAKTIK) . juga dilakukan evaluasi terhadap proses belajar-mengajar. nilai yang diakui adalah nilai yang diperoleh pada program terakhir. peran serta mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.59 Kurang E 0 0 .0 60 . Semua matakuliah yang diprogram ulang. kelengkapan dan kesesuaian antara perencanaan (silabus) dan pelaksanaan pembelajaran.0 70 .49 Sangat kurang Matakuliah dengan nilai B. C. Di samping evaluasi pembelajaran terhadap kemajuan belajar mahasiswa. dan 3. 2.79 Baik C 2. dan D pada semua program pendidikan dapat diprogram ulang.3. Pelaksanaan evaluasi proses belajar-mengajar dilakukan oleh fakultas/program studi setara fakultas.

Pd. Lektor Kepala Pada FIP-UPI . MTs.Zainal Arifin. dan MA Di Lingkungan Departemen Agama Provinsi Jawa Barat Pada Tanggal 01-02 September 2009 Disusun Oleh : Drs.MAKALAH Disampaikan Dalam Rangka Workshop Monev Pelaksanaan KTSP Bagi Guru MI. M.

Penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal. seperti konsultan yang disewa untuk mengevaluasi suatu program. Baik guru maupun supervisor adalah orang-orang yang menjadi bagian dari sistem pendidikan. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 21 dijelaskan bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. Adapun perbedaannya terletak pada konteks penggunaannya. . 2. Pengertian Evaluasi 1. Adapun evaluasi digunakan dalam konteks yang lebih luas dan biasanya dilaksanakan secara eksternal. atau supervisor menilai guru.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab I pasal 1 ayat 17 dikemukakan bahwa “penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik”. penjaminan.JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2009 BAB I KONSEP DASAR EVALUASI A. yakni oleh orang-orang yang menjadi bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan. Persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. baik pada level terbatas maupun pada level yang luas. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. seperti guru menilai hasil belajar murid. 3. Dalam UU No. Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003 : 1) secara eksplisit mengemukakan bahwa antara evaluasi dan penilaian mempunyai persamaan dan perbedaan. Dalam PP. jenjang.

Secara khusus. Sebagai suatu alat ukur. dan (c) mengetahui efisiensi dan efektifitas strategi pembelajaran yang digunakan guru. (b) mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses belajar. media maupun sumber-sumber belajar. 1991). Hopkins dan Antes (1990) mengartikan pengukuran sebagai “suatu proses yang menghasilkan gambaran berupa angka-angka berdasarkan hasil pengamatan mengenai beberapa ciri(atribute) tentang suatu objek. (c) secara didaktis-metodis. Mampu dalam arti dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristiknya. Istilah pengukuran (measurement) mengandung arti “the act or process of ascertaining the extent or quantity of something” (Wand and Brown dalam Zainal Arifin. baik dalam rangka menentukan jenis pendidikan. sehingga ia merasakan kepuasan dan ketenangan. tujuan evaluasi adalah untuk : (a) mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. sedang atau kurang. (d) untuk mengetahui kedudukan peserta didik diantara teman-temannya. B. Tes yang baik adalah tes yang memenuhi persyaratan validitas (ketepatan/kesahihan) dan reliabilitas(ketetapan/keajegan). dalam proses pengukuran diperlukan alat ukur yang standar. evaluasi dan penilaian berkenaan dengan kualitas daripada sesuatu. Fungsi evaluasi adalah (a) secara psikologis. dan (e) menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuannya. (c) memperbaiki. untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat. 3. baik dalam tes maupun nontes. Tes adalah alat atau cara yang sistematis untuk mengukur suatu sampel perilaku. Tujuan dan Fungsi Evaluasi 1. Secara umum. (f) untuk membantu guru dalam memberikan bimbingan dan seleksi. peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya. (b) secara sosiologis. 2. . Dengan demikian. 5. orang atau peristiwa”. evaluasi berfungsi untuk membantu guru dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya masing-masing. (b) memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan guru. baik yang menyangkut metode. (e) untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh program pendidikannya. (g) secara administratif. tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Oleh karena itu. apakah ia termasuk anak yang pandai. menyempurnakan dan mengembangkan program belajar-mengajar. sedangkan pengukuran berkenaan dengan kuantitas (yang menunjukkan angka-angka) daripada sesuatu. maka di dalam tes terdapat berbagai item atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik. sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial teaching. jurusan maupun kenaikan tingkat/kelas. (d) mengetahui kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh siswa selama kegiatan belajar dan mencarikan jalan keluarnya. Depdiknas (2003 : 6) mengemukakan tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk (a) melihat produktivitas dan efektivitas kegiatan belajar-mengajar.4.

menentukan angka (nilai) sebagai bahan keputusan kenaikan kelas dan laporan perkembangan belajar. (c) agar hasilnya objektif. 2. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Evaluasi Prinsip-prinsip umum evaluasi adalah : kontinuitas. evaluasi juga harus memperhatikan prinsip keterpaduan. (b) menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. evaluasi pembelajaran hendaknya (a) dirancang sedemikian rupa. Rumpun pelajaran merupakan kumpulan dari mata pelajaran atau disiplin ilmu yang lebih spesifik. prinsip berorientasi kepada kompetensi dan kecakapan hidup. yaitu dapat mengetahui latar belakang peserta didik (psikologis. termasuk peserta didik itu sendiri. akuntabilitas. Penilaian Kompetensi Rumpun Pelajaran. ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian berbasis kelas adalah : 1. materi yang akan dievaluasi. (d) seleksi dan penempatan. evaluasi harus menggunakan berbagai alat (instrumen) dan sifatnya komprehensif. Kompetensi dasar pada hakikatnya adalah pengetahuan. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek atau subjek mata pelajaran tertentu. Fungsi evaluasi dapat dilihat berdasarkan jenis evaluasi itu sendiri. guru/instruktur. alat evaluasi dan interpretasi hasil evaluasi. kompetensi rumpun pelajaran pada hakikatnya merupakan pengetahuan. Dengan demikian. (b) sumatif. sehingga jelas abilitas yang harus dievaluasi. dan lingkungan) yang mengalami kesulitan belajar. kooperatif. yaitu memberikan feed back bagi guru/instruktur sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial bagi peserta didik yang belum menguasai sepenuhnya materi yang dipelajari. prinsip belajar aktif. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran Sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. 4. fisik. (c) diagnostik. . keterampilan. Di samping itu. D. mendidik. dan praktis. yaitu hasil evaluasi dapat dijadikan dasar untuk menyeleksi dan menempatkan peserta didik sesuai dengan minat dan kemampuannya. keterampilan. pimpinan/kepala sekolah. dan prinsip diskriminalitas.evaluasi berfungsi untuk memberikan laporan tentang kemajuan peserta didik kepada pemerintah. sikap dan nilai-nilai yang direfeksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan rumpun pelajaran tersebut. serta dapat meningkatkan motivasi belajar. komprehensif. yaitu : (a) formatif. objektivitas. Dengan demikian. yaitu mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran. C. prinsip koherensi. Penilaian kompetensi dasar mata pelajaran. (d) diikuti dengan tindak lanjut.

keterampilan mempengaruhi orang lain. berpikir sistematis. keterampilan mencipta produk dengan menggunakan konsep. Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi yang harus dicapai melalui seluruh rumpun pelajaran dalam kurikulum. kolaborasi. Keterampilan sosial : keterampilan berkomunikasi lisan dan tertulis. prosedur untuk mengerjakan suatu tugas. 4. e. kompetensi rumpun pelajaran dan kompetensi tamatan melalui berbagai pengalaman belajar juga memberikan efek positif (nurturan effects) dalam bentuk kecakapan hidup (life skills). BAB II TEKNIK DAN BENTUK EVALUASI . Keterampilan vokasional : keterampilan menemukan algoritma. komitmen. Kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar ini. Keterampilan diri (keterampilan personal) : penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan YME. Penilaian Terhadap Pencapaian Keterampilan Hidup.3. keterampilan. keterampilan berpartisipasi. juga perlu dinilai sejauhmana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya di lingkungan keluarga. Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan. Penilaian Kompetensi Lintas Kurikulum. c. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan kecakapan hidup yang harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secara berkesinambungan. motivasi berprestasi. terampil menyusun rencana dan memecahkan masalah secara sistematis. keterampilan. d. Penguasaan berbagai kompetensi dasar. Penilaian Kompetensi Tamatan. prinsip. Keterampilan berpikir rasional : berpikir kritis dan logis. Penilaian ketercapaian kompetensi lintas kurikulum ini dilakukan terhadap hasil belajar dari setiap rumpun pelajaran dalam kurikulum. dan mandiri. keterampilan mentransfer dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitian untuk memecahkan masalah. 5. Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dinilai antara lain : a. baik berupa proses maupun produk. keterampilan mengelola konflik. keterampilan bekerjasama. model. Kompetensi lintas kurikulum pada hakikatnya merupakan pengetahuan. melaksanakan. keterampilan membuat karya tulis ilmiah. keterampilan melaksanakan prosedur. bahan dan alat yang telah dipelajari. sekolah dan masyarakat. dan melaporkan hasil penelitian ilmiah. Keterampilan akademik : keterampilan merancang. kompetensi lintas kurikulum. b. percaya diri. lobi. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang tertentu.

teknik dan bentuk evaluasi dapat digambarkan sebagai berikut : <o > > </o .Secara keseluruhan.

Berdasarkan jumlah peserta. Tes uraian (essay test) adalah tes yang menuntut anak untuk menguraikan jawabannya secara tertulis dengan kata-kata sendiri dalam bentuk. Tes uraian ada dua bentuk. Contoh uraian terbatas : 1) Jelaskan bagaimana masuknya Islam di Indonesia dilihat dari segi ekonomi dan politik. yaitu tes buatan guru (teacher-made test) dantes yang distandardisasi (standardized test). yaitu tes kelompok dan tes perorangan. yang didalamnya terdapat berbagai item atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh anak didik. Tes tertulis (written test). Tes uraian sering disebut juga tes subjektif. dan gayanya sendiri. Dilihat dari sudut penyusunannya. dan untuk soal tertentu. teknik. Tes Tes adalah suatu teknik atau cara dalam rangka melaksanakan kegiatan evaluasi. a. 2) Sebutkan lima rukum Islam ! . yaitu tes yang menuntut jawaban dari siswa secara tertulis. kemudian pekerjaan dan jawaban itu menghasilkan nilai tentang perilaku anak didik tersebut. yaitu uraian terbatas dan uraian bebas. tes hasil belajar dapat dibedakan atas dua jenis. Tes tertulis diberikan kepada seorang atau sekelompok murid pada waktu. 1. tempat. tes hasil belajar dapat dibedakan atas dua jenis.A.

yaitu (1) whole method. Dalam pelaksanaan pengoreksian. Hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan. guru boleh memilih salah satu di antara ketiga metode tersebut. atau mungkin menggunakannya secara bervariasi. Materi Ya Tidak No 01 Soal sesuai dengan indikator . ada tiga cara yang dapat digunakan. yaitu metode per nomor. yaitu metode per lembar.Contoh uraian bebas : 1) Jelaskan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia ! 2) Bagaimana peranan pendidikan Islam dalam memecahkan masalah-masalah pokok pendidikan di Indonesia ? Untuk mengoreksi tes uraian. dan (3) cross method. KARTU TELAAH SOAL BENTUK URAIAN Nomor Soal : Perangkat : ASPEK YANG DITELAAH A. (2) separated method. yaitu metode bersilang.

B. Rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.02 Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan jelas Isi materi sesuai dengan tujuan tes. dan kelas. Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik. Tidak menggunakan bahasa lokal/daerah. grafik. tabel. dan sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca. Catatan : 10 11 12 13 . Ada pedoman penskoran. Bahasa 06 07 08 09 Rumusan kalimat soal komunikatif. Konstruksi 03 04 05 Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai. jenis sekolah. Gambar. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. C. Isi materi sesuai dengan jenjang. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. diagram.

melainkan Ya – Tidak. dan melengkapi atau jawaban singkat. Contoh : a) Ya – Tidak : Dajjal adalah seorang laki-laki dari kaum Yahudi. Tes objektif sangat cocok untuk menilai kemampuan peserta didik yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi seperti kemampuan mengingat kembali. dan kemampuan mengaplikasikan prinsip-prinsip. 1) Bentuk Benar–Salah (true false) : Contoh : Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada huruf B jika jawabannya benar dan huruf S bila jawabannya salah. pilihan ganda. Bentuk benar-salah yang lain adalah jawabannya telah disediakan. dan melengkapi pertanyaan atau pernyataan yang belum sempurna. c) B – S : Surat Al-Fatihah termasuk surat Makiyyah. d) B – S : Terbitnya matahari sebelah barat merupakan ciri besar hari kiamat. Tes objektif Tes objektif (objective test) menuntut peserta didik untuk memilih jawaban yang benar diantara kemungkinan jawaban yang telah disediakan. tetapi jawaban yang disediakan itu bukan B – S. b) B – S : Yaumul hasyri artinya hari kebangkitan. pengertian. a) B – S : Waqaf berarti menghentikan bacaan karena ada tanda waqaf. Tes objektif terdiri atas beberapa bentuk.b. kemampuan mengenal kembali. . b) Ya – Tidak : Dabbatul ardhi berarti keluarnya binatang bumi. memberikan jawaban singkat. menjodohkan. yaitu benar-salah.

pengertian. yaitu option yang bukan merupakan jawaban yang benar. e) B – S : Nikmat yang diberikan Allah wajib disyukuri SEBAB nikmat Allah tak sama untuk setiap orang. Semua urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya Munculnya Dajjal. Sedangkan pilihan jawaban itu mungkin berbentuk perkataan. bilangan atau kalimat dan sering disebut option. Contoh : Salah satu tanda besar menjelang hari kiamat adalah : a. tahlil dan tahmid SEBAB malam Idul Fitri adalah malam menjelang 1 Syawal. analisis. Bentuk pilihan-ganda terdiri atas pembawa pokok persoalan dan pilihan jawaban. d) B – S : Puasa wajib dimulai tanggal 1 Ramadhan SEBAB puasa diakhiri tanggal 1 Syawal. Ada beberapa jenis bentuk pilihan-ganda ini. Bentuk soal benar-salah dapat juga digunakan untuk mengukur kemampuan tentang sebab-akibat. d. sintesis dan evaluasi. Contoh : a) B – S : Sholat rawatib dilaksanakan dua rakaat SEBAB sholat rawatib merupakan sholat sunat. c. Banyak terjadi pembunuhan dimana-mana Beratnya orang Islam untuk menjalankan syariat agamanya . b. Pembawa pokok persoalan dapat dikemukakan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan (statement) yang belum sempurna yang sering disebut stem. aplikasi. c) B – S : Pada malam Idul Fitri umat Islam mengumandangkan kalimat takbir. d) Ya – Tidak : Rahasia hari kiamat dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Ikhlas. antara lain: a) Distracters. 2) Bentuk Pilihan-Ganda (multiple choice) Soal tes bentuk pilihan-ganda dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan dengan aspek ingatan. b) B – S : Nabi sangat mencela orang yang lalai membayar hutang SEBAB hutang harus segera dilunasi.c) Ya – Tidak : Kematian manusia termasuk kiamat kubra.

kecuali : . c) Variasi negatif. Pilihan: 1. 2. Minuman keras sudah dianggap biasa b) Analisis hubungan antar hal. dan alasan merupakan sebab dari pernyataan. 3.s adalah. Jika pernyataan salah.e. Tugas siswa adalah memilih jawaban yang salah tersebut. tetapi alasan salah 4. jawaban yang betul adalah A. Jawaban : Jadi. Contoh : Pada soal di bawah ini terdapat kalimat yang terdiri atas pernyataan (statement) dan alasan (reason). tetapi alasan bukan merupakan sebab dari pernyataan. Penjelasan: a. dan alasan salah. Soal: Gubernur Jawa Barat tinggal di Bandung SEBAB Bandung merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat. yaitu untuk melihat kemampuan peserta didik dalam menganalisis hubungan antara pernyataan dengan alasan (sebab-akibat). “Bandung merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat” merupakan alasan yang benar dan merupakan sebab dari pernyataan. tetapi alasan benar. Jika pernyataan benar. Jika pernyataan benar. 5. alasan benar. Jika pernyataan salah. b. Contoh : Teladan yang bisa diambil dari kisah Nabi Musa a. alasan benar. Jika pernyataan benar. “Gubernur Jawa Barat tinggal di Bandung” merupakan pernyataan yang benar. yaitu setiap pertanyaan atau pernyataan mempunyai beberapa kemungkinan jawaban dan disediakan satu kemungkinan jawaban yang salah.

. . 8 ayat yang dibaca . sesama teman b. 6 ayat yang dibaca . guru-gurunya c. Tugas siswa adalah memilih jawaban yang paling betul itu. Perbedaannya adalah pilihan ganda terdiri atas stem dan option. Berani menegakkan kebenaran d. orang tuanya d. . 3) Bentuk Menjodohkan (matching) Soal tes bentuk menjodohkan sebenarnya masih merupakan pilihan ganda. . Contoh : Para siswa hendaknya menghormati . . Artinya . tetapi ada satu jawaban yang paling betul. d) Variasi berganda. guru. Konsekwen terhadap janji c. . yaitu memilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang semuanya betul. . . . 7 ayat yang dibaca . b. .. teman. 5 ayat yang dibaca .. yaitu pertanyaan atau pernyataan yang memiliki beberapa kemungkinan jawaban yang belum lengkap. Sikap ragu-ragu. . . dan orang tuanya e) Variasi yang tidak lengkap. a. . . . Tugas siswa adalah mencari satu kemungkinan jawaban yang tepat dan melengkapinya. d...a. . Menolong tanpa pamrih b. Contoh : Surat Al-Fatiha disebut juga sab’ul matsani. a. . c.

. .. Sedangkan bentuk menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya disusun pada dua kolom yang berbeda. . .: Ilmu membaca Al-Quran 1. sedangkan sebelah kanan adalah istilah. Sebelah kiri adalah pengertian.. aftar A .kemudian testi tinggal memilih salah satu option yang diberikan. . Tajwid Contoh 2 : Petunjuk : Berikut ini terdapat dua buah daftar nama. .. . Makhroj 5. Ikhfa 6. . . Neraka 4. . Pengertian : Istilah : . Jumlah alternatif jawaban harus dibuat lebih banyak dari jumlah soal. 2. Haram 3. . 3. . . Halal .. Sorga . Wajib ... . .. Contoh 1 : Petunjuk : Di bawah ini terdapat dua daftar.. .. . .. ... .. Qana’ah .. .. . ... Pilihlah pengertian tersebut sesuai dengan nama konsepnya dengan menuliskan angka 1.. . . .. .. . .... Idzhar .. . yaitu daftar A dan daftar B.. . . . Kolom sebelah kiri menunjukkan kumpulan soal dan kolom sebelah kanan menunjukkan kumpulan jawaban.. . Tiap-tiap kata yang terdapat pada daftar A mempunyai pasangannya masing-masing pada daftar B. . . . sunat 1. . Hadits . . . .. al-Ikhlas 2... . . Tajwid Daftar B . Tulislah nomor kata yang anda pilih itu di depan pasangannya masing-masing. ... . Anda harus mencari pasangan-pasangan itu.: Perkataan Rasulullah 3. dan seterusnya pada tempat yang telah disediakan.. . Surat 7.: Tempat keluarnya huruf 2.

...... Tasamuh .. Rasulullah..... d) e) Neraka jahannam diperuntukkan bagi orang-orang ........ Makhraj 6...... sedangkan sunnah adalah ................ Soal bentuk jawaban singkat biasanya dikemukakan dalam bentuk pertanyaan.............: Perbuatan Rasulullah 4......... Hukum akikah adalah sunah .. Sunah 7..... Qalqalah 4) Bentuk Jawaban Singkat (short answer) dan Melengkapi (completion) : Kedua bentuk tes ini masing-masing menghendaki jawaban dengan kalimat dan atau angka-angka yang hanya dapat dinilai benar atau salah....: Sikap rela menerima 5.. di negeri ................... c) Hadis adalah .s lahir pada zaman raja .. Contoh : a) Siapakah malaikat yang menanyai di alam kubur ? b) c) d) ? e) Apa nama agamamu ? Siapa nama Tuhan-mu ? Apa nama kitab sucimu Apa nama kiblatmu ? Sedangkan soal bentuk melengkapi (completion) dikemukakan dalam kalimat yang tidak lengkap. ... b) Nabi Musa a... Rasulullah......... Contoh : a) Alam barzakh disebut juga alam ..

yaitu pada saat penyusunan program tahun berikutnya b. Tes Sumatif Tes sumatif diberikan saat satuan pengalaman belajar dianggap telah selesai. Tujuan utama tes formatif adalah untuk memperbaiki proses belajar. Misalnya. Tes formatif Tes formatif dimaksudkan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar berlangsung. Tes tersebut lebih tepat disebut sebagai subtes sumatif. maka maksud itu baru terlaksana pada jangka panjang. bukan untuk menentukan tingkat kemampuan anak. serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan.Cara mengoreksi bentuk tes objektif : Sesudah item disusun. yaitu bentuk tes yang menuntut jawaban siswa dalam bentuk perilaku. yaitu suatu bentuk tes yang menuntut jawaban siswa dalam bentuk bahasa lisan. bergantung kepada tugas-tugas belajar(learning tasks) dalam program pengajaran yang akan dinilai. Jika kunci jawaban ini sudah disediakan. sehingga hasil belajar-mengajar menjadi lebih baik. Soal-soal tes formatif ada yang mudah dan ada pula yang sukar. maka selanjutnya kita mengoreksi jawaban siswa dari tiap item yang diberikan. Untuk mengoreksi jawaban tersebut kita harus menggunakan kunci jawaban (scoring key) sebagai acuan dan patokan yang pokok. Tes formatif yang diberikan pada akhir satuan pelajaran sesungguhnya bukan sebagai tes formatif lagi. tindakan. Jika dimaksudkan untuk perbaikan proses belajar. kemudian diadakan tes. Peserta didik bertindak sesuai dengan apa yang diperintahkan dan ditanyakan. untuk memberikan balikan (feed back) bagi penyempurnaan program belajar-mengajar. Tes formatif sesungguhnya merupakancriterion-referenced test. 2. coba praktikkan bagaimana cara melaksanakan sholat yang baik dan benar. Peserta didik akan mengucapkan jawaban dengan kata-katanya sendiri sesuai dengan pertanyaan ataupun perintah yang diberikan. Tes Lisan (oral test). Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk menetapkan apakah seorang siswa . 4. 3. atau perbuatan. Jenis Tes Hasil Belajar a. maka siapapun dapat mengoreksi jawaban tersebut secara cepat dan tepat. sebab data-data yang diperoleh akhirnya digunakan untuk menentukan tingkat hasil belajar siswa. Tes Perbuatan (performance test).

Tujuan tes sumatif adalah untuk menentukan angka berdasarkan tingkatan hasil belajar siswa yang selanjutnya dipakai sebagai angka rapor. Cakupan materinya lebih luas dan soal-soalnya meliputi tingkat mudah. Tes Diagnostik Tes diagnostik dimaksudkan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami peserta didik berdasarkan hasil tes formatif sebelumnya. angket. keterampilan dan sikap. check list. sedangkan untuk yang kedua berkaitan dengan kesesuaian program pembelajaran dengan siswa. c.berhasil mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan atau tidak. Hasil pelajaran dapat berupa pengetahuan teoritis. Oleh karena itu. BAB III . sedang. Hasil tes sumatif jga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran. Tes Penempatan (placement test) Pada umunya tes penempatan dibuat sebagai prates (pretest). d. tes diagnostik semacam itu disebut juga test of entering behavior. misalnya observasi. Soal-soal tersebut bervariasi dan difokuskan pada kesulitan. B. dan rating scale. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah peserta didik telah memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengikuti suatu program belajar dan sampai di mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi dasar) sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mereka. Tes sumatif termasuk norm-referenced test. Tes diagnostik memerlukan sejumlah soal untuk satu bidang yang diperkirakan merupakan kesulitan bagi peserta didik. kita harus menggunakan teknik tes dan nontes. sebab hasil-hasil pelajaran bersifat aneka ragam. Tes diagnostik biasanya dilaksanakan sebelum suatu pelajaran dimulai. apakah peserta didik sudah mempunyai pengetahuan dan keterampilan tertentu yang diperlukan untuk dapat mengikuti suatu bahan pelajaran lain. Tes diagnostik diadakan untuk menjajaki pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang telah dikuasai mereka. Ujian akhir dan ulangan umum pada akhir caturwulan atau semester termasuk ke dalam tes sumatif. Pengetahuan teoritis dapat diukur dengan menggunakan teknik tes. Nontes Para ahli berpendapat bahwa dalam mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar. skala sikap. dan sulit. wawancara. Dalam hubungan dengan tujuan yang pertama masalahnya berkaitan dengan kesiapan siswa menghadapi program yang baru. Keterampilan dapat diukur dengan menggunakan tes perbuatan. Adapun perubahan sikap dan petumbuhan peserta didik dalam psikologi hanya dapat diukur dengan teknik nontes.

c. yang meliputi : menyusun kisi-kisi dan uji-coba. (3) mengolah data. Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indicator dan bentuk soal yang ditetapkan.PROSEDUR EVALUASI PEMBELAJARAN Prosedur yang dimaksud adalah langkah-langkah pokok yang harus ditempuh dalam kegiatan evaluasi. dan (5) menyusun laporan A. Contoh Kisi-kisi Soal : :…………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… Nama Madrasah Program/Jurusan Mata Pelajaran Semester / Tahun Kurikulum Acuan Alokasi Waktu Jumlah Soal Standar Kompetensi . jelas. Membuat Perencanaan Evaluasi 1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan. Komponen-komponennya rinci. yaitu : (1) membuat perencanaan. (2) mengumpulkan data. b. Menyusun Kisi-kisi (Layout/Blue-Print/Table of Specification) Kisi-kisi adalah suatu format yang berisi komponen identitas dan komponen matriks untuk memetakan soal dari berbagai topik/ satuan bahasan sesuai dengan kompetensi dasarnya masing-masing. Adapun syarat-syarat kisi-kisi yang baik adalah : a. Fungsi adalah sebagai pedoman bagi guru untuk membuat soal menjadi tes. (4) menafsirkan data. dan mudah dipahami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful