PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran. penculikan. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia. Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull.yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara . (“. ataupun penerimaan/pemberian bayaran. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. pemindahan. transportasi. for the purposes of exploitation. Namun kemajuan teknologi informasi. of deception. pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan. at a minimum. tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri.. the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. komersialisasi seks terus berkembang. tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana. Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia. penyembunyian atau penerimaan seseorang. by means of the threat or use of force or other forms of coercion. transfer. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. Pada masa penjajahan Belanda. Pengertian. of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) .. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum. rekrutmen. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain. pemalsuan.dengan sangat halus menjerat mangsanya. transportation. penipuan atau pencurangan. Sulistyaningsih dan Jones 1997).. Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau . forced labour or services. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur. harbouring or receipt of persons. Exploitation shall include. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi. atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi.. antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. servitude or the removal of organs. Raja mempunyai kekuasan penuh. of abduction.masa itu. of fraud. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP). the recruitment. slavery or practices similar to slavery. Pelaku perdagangan orang (trafficker) .

dengan cara ancaman. dan penjualan organ tubuh. pemindahtanganan. transfer. di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). dan lain-lain). jebakan hutang. pembantu rumah tangga. Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah .bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”). Tujuan: eksploitasi. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya. pengantin pesanan. karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. pengedaran obat terlarang. 2. Dari ketiga unsur tersebut. mengemis. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. penculikan. terisolasi. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman. harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). Perbuatan: merekrut. memindahkan. Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. menyembunyikan atau menerima. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi. kerja paksa. penghambaan. pengangkutan antar daerah dan antar negara. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. pekerjaan jermal. tipu muslihat. penculikan. berbagai bentuk kekerasan. perbudakan. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan. yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan. penipuan. 2003). ketergantungan obat. kerja atau pelayanan paksa. yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. pengambilan organ tubuh. penipuan. adalah: 1. bahwa: The recruitment. adopsi anak. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). penggunaan kekerasan verbal dan fisik. penggunaan paksaan. buruh migran legal maupun ilegal. pemberangkatan. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya. industri pornografi. transportation. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. mengangkut. Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). 3. kecurangan.

Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. tidak disiksa. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. social and economic cost yang tinggi. dipalsukan. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia. atau memperkosa. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan. menyekap. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. selain menimbulkan human. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis . yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. kebebasan pribadi. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. pikiran dan hati nurani. kehamilan yang tak dikehendaki. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. menculik. mengawini atau memacari. suami/orang tua sakit keras. menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual. dirampas agen atau majikan. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap. Kejahatan terhadap HAM. politik dan sosial yang serius. dan lainnya. Kelompok Rentan. psikis. juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. yang terlibat masalah ekonomi. menjerat dengan hutang. dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. perempuan dan anak jalanan.mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. beragama. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. para pencari kerja (termasuk buruh migran). seksual. Dalam perdagangan orang. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan.orang dewasa dan anak-anak. menipu atau janji palsu. hak untuk tidak diperbudak. atau meninggal dunia. korban kekerasan fisik. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. mengancam. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM. korban penculikan. anakanak putus sekolah. janda cerai akibat pernikahan dini. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. menjebak. menyalahgunakan wewenang. Bagi anak yang dilacurkan. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. seperti misalnya: laki-laki. Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan.

rumah bordil dan rumah hiburan lain. Berdasarkan berbagai studi. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor). Dalam pemrosesannya. Jika menolak. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Untuk ke luar negeri. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. Daerah Sumber.entertainment. Di tempat tujuan. mall. di keramaian pesta-pesta pantai. korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya. Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali. Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. mereka dilengkapi dengan visa turis. kafe atau di restauran. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. pub. dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. Transit dan Penerima. Tabel 1. Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. menggunakan pesawat terbang. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. RT/RW. Daerah sumber. juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. mereka ditakut-takuti atau diancam. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. Di dunia internasional. Sumatera Utara: . salon kecantikan.

Madiun. Dairi. -Prop. Nusa Tenggara Barat - . Asahan. Belawan. Timika. Sumatera Utara Medan. Tapanuli Selatan. Watampone. -Prop. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Asia Tenggara (Singapura. Prop. Dumai. Daerah sumber. Nganjuk. Bekasi. Jawa Tengah Solo Prop. Jawa Tengah: Banyumas. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Bali . Korea Selatan.-Prop. . Cianjur. Sengkang. Prop. Riau: Tanjungbalai Karimun. Timur. Simalungun. Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Bandung. Sulawesi Utara: Manado Bitung. Barat. Cilacap. Indramayu. 2004. Kuningan. Jawa Timur: Banyuwangi. Thailand). Ciroyom. Sumbawa. Ubud. Gresik. Serdang Bedagai. Deli Serdang. Jepang. Sulawesi Selatan: Pare-pare. Nusa Tenggara Barat Mataram.-Prop. Karawang. Pekalongan. Tegal. Prop. Boyolali Cilacap. Asahan. Selatan. Solo. Gianyar. Kalimantan Barat Pontianak. Nunukan. Serdang Bedagai. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri. Sawangan Depok. Pekanbaru. Riau Batam. Kepulauan Riau: Batam. Jepara. Deli Serdang. Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Medan. Australia. Tarakan. Sulawesi Utara . Bangli Denpasar. Filipina. Utara. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. Solo Baturaden. Barat. Amerika Selatan. Tuban. Sumber: Rosenberg. Purwokerto. Blitar. Medan. Samarinda. Prop.Prop. Maluku Utara: Ternate . Pontianak Pontianak Prop. Bali: Denpasar. Fak-fak. Losari-Cirebon . Karangasem. Sulawesi Tenggara -. Bogor.Prop.Prop. Tabel 2. Dumai Tanjung Balai Karimun. 2003. Padang Bulan. Tangerang. Brunei. Pantai Senggigi. Candi Dasa dan Denpasar. Papua: Serui Biak. Binjai Belawan. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop. Harkristuti Harkrisnowo. 2003. Prop. Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. Tanjung Pangkor Batam -Prop.Prop. Labuhan Batu. Jakarta Pusat. Grobogan. Purwodadi. Bandung. Trunyan. Tebing Tinggi. -Prop. Bekasi. Taiwan.Prop. Surabaya Surabaya Prop. Cirebon. PKPA. Timur. Prop. Balikpapan. Jawa Timur Surabaya Prop. Selatan. Jawa Barat: Sukabumi. Lampung . Nusa Tenggara Timur -. Pematang Siantar.Prop. Kediri. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan.Medan. Jakarta Jakarta. Kintamani. Legian. Jawa Barat . Serdang Bedagai.Prop. Langkat. Nusa Dua. Surabaya. Jember. Timur Tengah (Arab Saudi). Hong Kong. Denpasar. Kuta. Sanur. Simalungun. Magelang. Prop. Langkat. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Entikong Prop. Utara. Semarang. Makassar. Malaysia.

atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang. berdasar Pasal 289. Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. penipuan. Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. teman. Propinsi Riau. Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. Pelaku (trafficker). menjeratnya dalam libatan utang. atau pemalsuan dokumen. dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. Cina. Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga. 2003.Sumber: Rosenberg. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). sementara agen. Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam.. .. Pemilik atau pengelola rumah bordil. dan 506 KUHP. calo. Selain menjadi negara sumber. menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak. Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. Para germo. atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. . Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia. 296. memaksa untuk terus bekerja. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”. Perdagangan orang melibatkan laki-laki. membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. . melakukan kekerasan fisik atau seksual. majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya. atau bahkan kepala desa. menyekap pekerja. 2004. Taiwan. PKPA. tidak membayar gajinya. 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan. perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg.

Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. menempatkannya dalam status budak. maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. Rencana Aksi Dalam perkembangannya.. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. Pengguna. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya. penurut. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya. merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. atau memaksanya melakukan prostitusi. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. Mereka tergiur dengan . Laki-laki hidung belang. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. . mudah diatur dan mudah ditakut-takuti. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang.Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya.

maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. 1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. Sikap Pemerintah RI. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat. Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati. perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan. Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat.

88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). menjual. tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya.(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No.000. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88.000. perdagangan anak. serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No. tidak saja untuk upaya pencegahan. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. RAN P3A.000 (dua ratus juta rupiah). 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa. Pada tahun 2002. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.000. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan. 39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. psikotropika. Indonesia mengesahkan Undang-undang No. Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No. . penculikan. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. dan zat adiktif lainnya”.000 (enam puluh juta rupiah). Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah.

Child Prostitution and Child Pornography. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”. 2. menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). rehabilitasi. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. pendidikan dan pelatihan keterampilan. 3. Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya. termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. 4. Undang-undang Perkawinan. dan Prococol to Prevent. konseling. Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. 2. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). . serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Sedang tujuan khusus adalah: 1. 3. serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. 4. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga).

Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah. 87 Tahun 2002). kerjasama antar negara. 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. Kepala POLRI. 2. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. peningkatan pendapatan. Organisasi Wanita Keagamaan. Selain RAN P3A.5. 10. dan Kepala BPS. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. 59 Tahun 2002). dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. antar daerah. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. 8. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1. baik di tingkat nasional. RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya. . dan pelayanan sosial. Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia. Organisasi Pengusaha Wanita. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. serta 10 orang dari unsur LSM. 7. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun. 6. Kepala Badan Narkotika Nasional. regional maupun internasional. penyaluran. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). propinsi maupun di kabupaten/kota. 40 Tahun 2004). Keputusan Presiden No. pelatihan. ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. 9. Gugus Tugas. Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen.

Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. Sesuai dengan tujuannya. Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. Daerah sumber. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. regional. Otonomi Daerah. 1 Tahun 2004). daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah. 12 Tahun 2001). Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No.3. Kerjasama nasional. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. pusat dan daerah. 77 Tahun 2003). 560/1134/PMD/2003. tetapi juga . kesehatan dan kurangnya pendidikan. 5. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak. 4. dilaksanakan secara lintas sektor. Selain Gugus Tugas RAN P3A. di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. Dalam era otonomi. 181 Tahun 1998). melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. 87 Tahun 2002). dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan).

6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 58 Tahun 1998. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 3. 4. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur. dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 1. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. Propinsi Jawa Tengah: . 2004). Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 6. DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. dan hal-hal lain yang berkaitan. Tahun 2004. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau. 5. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus. 2. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan . 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak. 9.Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. 7. Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. 10. Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang. dan Perdagangan Anak. juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005. 8. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya. Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. 350/ K. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran.

lembaga kemasyarakatan dan LSM. menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu. Dilihat dari sudut korbannya. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan. termasuk bayi. akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual. padahal ada bentuk- .melalui Surat Keputusan Gubernur No. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. kepada masyarakat umum.214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003). Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. Menurutnya. dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja. Kejaksaan. Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia. advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. Namun pihak Kepolisian. hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur. Kejaksaan dan Pengadilan). 11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa. Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. 11. 463/K. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual.

Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan. 15 tahun. Selain KUHP. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja.000. Lebih lanjut dalam Undangundang No. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur. . dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa. Undangundang No. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak. Sementara itu. ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. Undang-undang No. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan. tidak dapat dikenakan Undangundang ini. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia. tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. Tetapi dalam undang-undang ini. menjual. Seperti diketahui. menurut Burgerligh Wetbook (BW). Di samping Pasal 297 KUHP. namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.000 (enam puluh juta rupiah).000. sementara menurut Undangundang No. pembantu rumah tangga. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian. termasuk anak yang masih dalam kandungan”.000 (dua ratus juta rupiah). atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.

Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. No. dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. Pihak Kepolisian juga melaporkan. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. Pada tahun 2003. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan. . 8. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. Undang-undang No. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban. rancangan undang-undang tersebut belum dibahas. maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi.Menurut analisis para pengamat hukum.

Kejahatan. Memberantas. 33. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. No. 31. Bab XIV. dan Menghukum Perdagangan. Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. No. Pelanggaran. 2003). Buku Ketiga. dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. No. terutama Perempuan dan Anak. Bab II. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. No. 25. No. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. 32. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Pelanggaran Ketertiban Umum: . Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. 22. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana. 21. 26. Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 27. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. and Punish Trafficking in Person. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua. Especially Woman dan Children). namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent. No. Suppress. Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban.No. 28. No.

paling banyak 1. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. Bogor bekerjasama dengan ICITAP. germo.5 juta rupiah)”. Derap Warapsasi. diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana. Dalam RUU ini. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya. ancaman (secara halus). Kejaksaan. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Kriminilogi UI. . Kepolisian Perancis. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. 2. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta. Pengadilan. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004). dan Jurnal Perempuan. YMKK. pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan. dan LSM Mitra Perempuan. 3. diikuti oleh 51 orang peserta. ancaman hukumannya terlalu rendah. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. pelanggan. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. Dep. diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1.Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. 1 tahun. dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum.

Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. 6. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons. dan Derap Warapsari. Kepolisian Filipina. Medan Propinsi Sumatera Utara. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. diikuti 179 peserta. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. Batam Prop. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. Kriminolog UI. 7. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Hakim Bandung dan LSM. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. 5. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. Dumai Propinsi Riau. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. diikuti 30 orang peserta. diikuti oleh 40 orang peserta. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. . Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. Medan. Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. Kepulauan Riau. Sumatera Utara. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. diikuti oleh 25 orang peserta.4.

2000 24 16 66. Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. 1999 173 134 77. Karena itu. yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan. jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir. beberapa aparat Kepolisian Daerah. Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21).Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. diakses 15 Maret 2005).67 . Tabel 3. 2003 125 67 53. Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi. serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak.46 2. Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No. Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi. Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online.60 No. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari.

Jawa Barat. 2002 155 90 58. Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring. Jawa Timur. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya . Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1. Kepulauan Riau. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. Riau. 2001 179 129 72. masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara. dan sedang menunggu putusan Pengadilan.semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online. Sumatera Selatan. Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan. Kalimantan Timur. 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun. Penggunaan Undangundang No. 2.  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. Jakarta. Lampung.06 6. . Jawa Tengah. 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005). Tabel 4. Kalimantan Barat. Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No. Bangka-Belitung. 11 Desember 2004). dalam proses pengajuan ke Kejaksaan. Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan.3. telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya.07 4. 2004 43 23 53. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan.

Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Keesokan harinya. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI. memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit. Singapura dan Indonesia. Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). . Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu. Akhir-akhir ini. Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. dan Undang-undang No. William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional. organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang. Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Sebagai bagian dari transnational organized crime. 15 Februari 2004). Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria. wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia.

Sabah. Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara). Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang. Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching. Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga. Pontianak. dan komunitas lokal. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”. Batam. dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003). Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea.6 % berupa daratan. Entikong (Kalimantan Barat). Tanjung Pinang (Kepulauan Riau).2 juta orang (Imigresen Malaysia. Awal tahun 2005. Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17. Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1.000 pulau-pulau seluas total 1. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5. Tanjung Balai Karimun (Riau). mudah ditembus dengan berbagai cara. Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS. 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia. American Center for International Labor Solidarity (ACILS). International Catholic Migration Commision (ICMC).termasuk kepada Indonesia.193. Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut. memberikan bantuan. sangat mudah ditembus. dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau. Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya.904. dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia.252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. kelompok masyarakat madani Indonesia. yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara. serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker). Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur). Dumai. .

Dumai (Riau). juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta). Surabaya (Jawa Timur). juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. baik di dalam maupun di luar negeri. rumah tangga. dan juga di perkotaan (kedai. . Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. kotor. dan Nunukan (Kalimantan Timur). pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. dan terkadang nekat. Pare-pare (Sulawesi Selatan). Entikong (Kalimantan Barat). nasional maupun internasional. membantu. pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. kuat. Tanjung Uban (Kepulauan Riau). serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. Semarang (Jawa Tengah). pabrik. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata. rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi. perlindungan.Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. kebun karet). organisasi masyarakat. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). psikis). Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi. dan bantuan administratif. dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini. atau bangunan). Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. kebun sawit. pasar. konseling.

Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. Departemen Luar Negeri. psikis. RS Bhayangkara Dumai. POL. Kepulauan Riau 7. penyidik POLRI. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat. 5. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. Menteri Kesehatan. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4. maupun aspek sosial dan hukum. menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya. 2. Lampung RS Bhayangkara Lampung. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri. . diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian.B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. 75/HUK/2002. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. 3. Oleh karena itu. 9. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini.PP/Dep. Jambi RS Bhayangkara Jambi. serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban. 6. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia. psikolog. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu. Tabel 5. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh.V/X/2002. Di dalam negeri. agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler. sangat sulit mengakses perlindungan ini. perlindungan dalam bentuk perawatan medis. 1329/MENKES/SKB/X/2002. Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. 8.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1.

30. RPSA memberikan layanan perlindungan. 20. 31. LSM. 15. DI Yogyakarta 16. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. Porong. 19. 2005. Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari. Makassar. Bali RS Bhayangkara Trijata. 28. Semarang. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Surabaya. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram. Denpasar. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. RS Bhayangkara Kediri. RS Bhayangkara Lumajang. 18. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. 23. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak. Sukabumi. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. Bandung. RS Akademi Kepolisian. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. . RS Bhayangkara Tulungagung. Kramatjati. Papua RS Bhayangkara Papua. 17. RS Gasum. RS Brimob Kelapa Dua. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. 29. 14. 25. 26. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang.10. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. Cimanggis. Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso. Bangka Belitung 11. Jayapura. Maluku RS Bhayangkara Ambon. Banten 12. 27. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). 21. RS Secapa. 22. 13. RS Bhayangkara Nganjuk.

Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia. Jawa Timur 44 31. Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Jawa Tengah 34 29. Jambi 5 20. Jawa Barat 29 28. Kalimantan Selatan 1 4. Maluku Utara 14. Sumatera Barat 5 19. Gorontalo 7. Sulawesi Tengah 1 8. Metro Jakarta Raya 10 27. Tabel 6. Sulawesi Selatan 6 9. Bali 9 11. Sumatera Selatan 10 22. Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Riau 3 21. Kalimantan Barat 4 2. 2005. . Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). Banten 26. Bengkulu 1 23. Nangroe Aceh Darussalam 1 17. Bangka Belitung 25. Nusa Tenggara Barat 7 12. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Sulawesi Utara 1 6. Sumatera Utara 16 18. Nusa Tenggara Timur 14 13. DI Yogyakarta 3 30. Lampung 7 24.Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Kalimantan Tengah 1 3. MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia. Maluku 15. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat. Kalimantan Timur 10 5. Sulawesi Tenggara 1 10.

LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index.Di samping itu.org/w/index.wikimedia. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). 3. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. Trauma Center. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai. DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre. Palembang. Jakarta.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none.}</style><script type="text/javascript" src="http://meta. Propinsi WCC.php?title=Pengguna:-iNu/switches. Bandung. Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. 6. Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon. Trauma Center. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre.pBody {padding-right: 0. Tabel 7. Bengkulu 8. 7.} #p-tb . 9. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). Batam. Padang 4. Bandung. 5. Women‟s Crisis Centre. . Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center. Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI. Shelter Pemerintah Kota Batam. Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB).js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). speak: none. Medan. Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs. Women‟s Crisis Center. Shelter atau Drop in Center 1. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu. 2.

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). Jakarta. YKAI Jakarta Pusat. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. Women‟s Crisis Center Jombang. Yogyakarta 12. Jakarta Timur. Jakarta Selatan. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh. Komisi Hukum Nasional. Manado. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). rehabilitatif. Mataram. Palembang. Propinsi WCC. Gema Perempuan. Ujung Pandang. JARAK. Medan. Manado dan Mataram. Surabaya. Padang. Palembang. Jayapura. Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. 13. Yogyakarta. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. Samarinda. Bali. Jakarta.10. 11. Medan. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI). Malang. Sumber: Kemenko Kesra. psikologis. Shelter atau Drop in Center 14. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Shelter LSM Anak Bangsa. Medan. Padang. 2005. Lampung. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Makassar 15. Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. Entikong. Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Makassar. Jakarta. Purwokerto. Palembang. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. . Pontianak. Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Bandung. Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah. Jakarta Selatan.

Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut. Di samping lembaga bantuan hukum tersebut.. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka . dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang. diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya. Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya. dan lain-lain. . Kupang. namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. Makassar. Pontianak.Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK). Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker). dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan. transit maupun daerah tujuan perdagangan orang. Malang. sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut. Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang. Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I).

dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal. ACILS. migran ilegal atau undocumented migrant. Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker. dan lain-lain. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. remaja perempuan di pedesaan. telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli. advokasi dan monitoring ke Daerah. juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal. . petugas pendamping korban. petugas shelter. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. merahasiakan identitas korban. Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh.

SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak). Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu. Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini. Perwakilan RI di luar negeri. pelatihan. Sekitar 90 persen dari 240. Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. . hanya tidak terungkap. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji.000. transit. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina. Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. Mereka bekerja 16-18 jam sehari. LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang.000 sampai Rp 990. tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan. sementara dokumen mereka ditahan oleh agen. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1.Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang.2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. mulai dari perekrutan. atau oleh majikan. PJTKI. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. aparat Pemerintah Pusat dan Daerah. ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan. di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi. 26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama.

Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. dan berubah lagi menjadi Januari 2005. penyekapan. Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. sembunyi-sembunyi. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. Banglades.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri. TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay. Karena itu. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. upah rendah. Dengan tidak adanya visa kerja. dan Vietnam. Mau kembali kepalang tanggung. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . TKI yang masuk ke Malaysia secara legal. uang sudah habis. posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. Ketika visa kunjungan telah habis. agen tenaga kerja yang tidak baik. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. India. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. Di samping modus tersebut. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. dan lemahnya penegakan hukum. gaji tak dibayar. status mereka otomatis menjadi ilegal. dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. penawanan. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. Untuk menahan gelombang migrasi ini. dianiaya. atau diperkosa). sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. Namun menjelang Idul Fitri 1425H. Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. tetapi ternyata bohong. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia.

masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia. 106 Tahun 2004.985 10. Tabel 8. sejak berangkat dari Malaysia.255 4. Pare-pare 29. Jakarta 16. Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1. dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya. 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia. (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan).664 Jumlah 120 347.532 5. yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat). Semarang 1. Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No. Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat. Tanjungpinang 84.819 2. Dumai 120 120 35. Program amnesti ini diperpanjang dua kali. Medan 15. (3) Dumai.784 9. Surabaya 55. Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia. kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh. sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia.691 8. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing.248 7.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004. Tarakan 687 12. .185 11. Tanjungbalai Karimun 18. Entikong 7. (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau). Nunukan 66.bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya. Batam 15. Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara). Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004.382 3.464 6. di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya.

15 Februari 2005).8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan. maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal. dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia. kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. transportasi. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara. khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran . Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. Sesampainya di pelabuhan entry point. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. Sekitar 500. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. penampungan.Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. Saat ini terdapat 8.000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan. SPLP). sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor.

gender. penampungan. laki-laki dan perempuan. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. Selama kurun waktu 5 tahun. pada umumnya berasal dari keluarga miskin.kepulangannya ke daerah asal. saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya. Untuk wilayah Serawak. Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. akses terhadap barang dan jasa. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya. Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan. lokasi. Malaysia Timur. diberikan bantuan layanan kesehatan. Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. geografis. Di propinsi daerah asal. Kabupaten Sanggau.sampai ke propinsi daerah asal. pendidikan. yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. kesehatan. antara lain: tingkat pendapatan. Kalimantan Barat. Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan .2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu . dan kondisi lingkungan. kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak. dan bagi mereka yang memerlukan. dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut. permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan. Malaysia. kurang pendidikan. Dalam hubungan ini. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. Oleh sebab itu. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. permakanan dan bantuan transportasi . Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan.

Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. nasional dan global. Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). perdesaan. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. serta antara laki-laki dan perempuan. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup. pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan. sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. pelayanan kesehatan yang bermutu. terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman. Millenium Development Goals. pendidikan keluarga. antara perkotaan dan perdesaan. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal. pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara. Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. karena merupakan alat yang tak tergantikan. memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. Kelompok . serta peningkatan keadilan sosial. meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. B dan C. antara penduduk kaya dan miskin.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia.mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5. terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. dan lainnya. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata. putus sekolah.

meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. koordinasi. dan televisi kepada masyarakat. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hubungan itu. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa. meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. Namun demikian. pemantauan. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No. . eksploitasi. masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. radio. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan.Belajar Usaha. pelaksanaan. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga. sektor dan daerah masingmasing. memperkuat kelembagaan. meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi. kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus.

Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. Dumai (Propinsi Riau). Yayasan Pokmas Mandiri (YPM). Surabaya (Propinsi Jawa Timur). Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi). yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar. dan menjahit. Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35. jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8. Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. . Yayasan Paluma. Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005. katering. Semarang (Propinsi Jawa Tengah). Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang).996 orang. kemudian Dumai (162 orang). di Medan. Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang. Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP).. obatobatan tradisional. warung.499 orang). Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan). Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk . telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. kain.rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001. City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta. Jakarta (DKI Jakarta). Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.805 orang. dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta.Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia. Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia. Yayasan Paluma. Yayasan Mitra Usaha (YMU). yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26. Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat). beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau). Medan (100 orang). terbanyak melalui Nunukan (8. Tanjung Uban (133 orang).809 orang.

PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah. dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya. pelatihan. terutama menjadi pekerja rumah tangga. dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis. Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya. yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. (www. Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga. Propinsi Jawa Barat. . badanbadan internasional. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. organisasi masyarakat. Propinsi Jawa Barat. Bekasi dan 1. perseorangan dan mass media. Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar.200 keluarga miskin di Sukatani. Propinsi Sumatera Utara. peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1. peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. LSM (nasional dan internasional). anak jalanan. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut.com. Dengan pendidikan yang dimilikinya. diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. Semarang.500 keluarga di Pedes. swasta.jurnalperempuan. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. 15 Desember 2004). Karawang.

Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda. Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. dunia usaha kuga dapat membantu dengan . diakses 16 Maret 2005). LPK Setia Bakti. Tangerang. diakses 15 Maret 2005). Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi.2 % yang tersantuni. sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun. YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF. Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. Karawaci. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149. di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah. Jakarta Selatan. Selain bea siswa. Bupati Sidoarjo. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. Babby sitter. masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. Jakarta. Selain beasiswa. sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. 16 Maret 2004). sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat. dan tata kecantikan rambut. Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. 22 Juli 2004). Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. Tahun Anggaran 2004 ini. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. bordir dan menjahit. Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. melaksanakan pendidikan Life Skills. Bulan Maret 2004. dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai. Pola pengembalian kredit tersebut.4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah.

Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. . Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup. sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP). penjual koran. penyemir sepatu. Bogor. diakses 15 Maret 2005). Selain Jakarta. Direktorat Pendidikan Masyarakat. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). pelecehan dan prostitusi. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. bahkan sampai universitas. serta Genteng dan Pabean (Surabaya). pedagang asongan. Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya. (Kompas. YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). peminta-minta. 4 Februari 2005). tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya. Pemerintah Kabupaten Brebes.sidoarjo. Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang. membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU.id diakses 15 Maret 2005). dan kadang-kadang bersikap antisosial. terlibat tindakan atau korban kekerasan. terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor.meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www. pengamen. gangguan ketertiban lalu lintas. kriminal. Pada tahun 2004. pengais sayur-sayuran di pasar tradisional. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah. Jakarta. dan sebagainya. Propinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online.go. Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005). agar mereka lebih siap menapak masa depannya.

citibank.citibank. Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir. Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti. Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www.citibank.itcwatch. Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas. Dengan demikian diharapkan ke . Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www. dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar.co. Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin.id). Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik. Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu.com). LSM ERa AKu. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut. melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu.com). antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.id). Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah.anjal.sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). Jakarta dengan 75 murid (www. YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta. Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www.co. yang rata-rata mereka adalah tunawisma. ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan.id).blockdrive.co. Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari". Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur. 27 Juli 2004).

Dalam masalah peningkatan pendidikan ini. Dalam bentuk ceramah. SMU . untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. diakses 15 Maret 2005). Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. Instansi terkait. Dharma Wanita Persatuan Bali. Dalam hubungan itu. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali. yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. keberpihakan. ASA. dan dukungan massa. PKK. dan Kepolisian. Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005. LSM. maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. dan Cabang Dinas Pendidikan. Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit. Industri Pariwisata. Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO .

15 Februari 2005). Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No. berita umum (Liputan-6. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. Sergap. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. dan Undang-undang No. Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia. Seputar Indonesia. dan Manado (September 2004). 2004) Pekanbaru. Undang-undang No. Hello Bali. Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak.kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. melatih. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio. Jakarta. menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. Sidik. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura. Sejak Oktober 2004. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Batam. Pontianak (Juni. menampung.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang. Program yang sama juga diadakan di Batam. Lintas-5. Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. Makassar (Agustus 2004). leaflet. Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. dan lain-lain) termasuk talk. Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . Selain itu. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. dan lain-lain). majalah: Tempo. dan Garuda Inflight Magazine. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran. Matra. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. sticker dan poster. Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. Padang. Kontradiksi.

88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. Selain kerjasama antar daerah atau negara. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. 21 April 2004). memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. Untuk mengatasinya. transit dan tujuan. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. Secara institusional.dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri. karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi. diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri. Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan. akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya. karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. Kerjasama tersebut sangat penting. antara daerah asal. maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. mengirimkan calon di bawah umur. Tahun 2003. 26 Juli 2004).

dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. Hening Tyas Sutji dan lain-lain. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. women‟s crisis center. Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. Magdalena Pardede. hotline service. Soedarso Pontianak. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW). Indyra. Sarah Gumelar. WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional . dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. dan LSM. Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. Malaysia. Selain mengembangkan media. fungsi dan kewenangannya masing-masing. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan.keterbatasan personil dan perlengkapannya. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. Shelter RSUD dr. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. Birgit Ulrike Hau. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. LBH-APIK. (Website Warta Pemprov Kalbar. Nani Sakri. untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah.

IOM. Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Makassar. Sumatera Utara. termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. 2005).untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. Jombang. ICMC. Propinsi Riau. Terre des Hommes. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Surabaya. Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. Save the Children US. juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). Dumai dan Tanjungbalai Karimun. yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan. adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. Sampai dengan tahun 2004. ACILS. Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Bandung. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. Untuk tingkat regional dan internasional. Bone. Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya. Palembang. transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. Padang dan Labuhan Batu. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . Maumere. adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. Bengkulu. dan Undangundang No. Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. peningkatan kapasitas. 106 Tahun 2004.

Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). dapat dilaporkan bahwa: 1. 2. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent. beberapa kemajuan telah dicapai. Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. 88 Tahun 2002. mereka membiayai sendiri kepulangannya. namun sungguh.bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. penampungan sementara termasuk permakanannya. laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat. Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. and Punish Trafficking in Person. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Tetapi bagi mereka yang memerlukan. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. 2003. telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005. Memberantas. dan Menghukum Perdagangan. RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. 23 Tahun 2004. Suppress. dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat. selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No.P badan-badan internasional. RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban. . gaji dipotong. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. terutama Perempuan dan Anak. Bagi TKI yang mampu. dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. Especially Woman dan Children).

Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga. Drop In Center. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. pelatihan. Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). 9. dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah. Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). RUU tentang (Revisi) Kitab Undang. lembaga kredit mikro. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan.Undang Hukum Pidana. peningkatan pendapatan. Terima kasih kepada pihak perbankan. 7. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini. dan pelayanan sosial telah dilakukan.3. 5. dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. 8. 4. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). Women‟s Crisis Center dan yang serupa. Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. regional maupun internasional telah dilaksanakan. Undangundang No. Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . 10. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. 6. kerjasama antar negara. Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No. program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran. perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko. antar daerah. Oleh karena itu. RUU tentang Narkotika (Revisi). 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter.

kelompok pengajian. dan lain-lain. kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan. Demikianlah. Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga. Insya Allah. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia. kelompok gereja. Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya. Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara.akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya. atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional. Jakarta. 30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI .

3.3/03.347-.3-:.3.347.:5./.9/03.9:8:9.5. .85..33 .  %09./.33.3.50.9. 5.3.7:5..3&3/.803..33  .5/.2:3/.:/03/.3-.3.3 :3/.7.907-.3 :3/.. 9/..3.3.9.: 507/.3..#5  /:..

 !.3 :3/.3!03..8!##9.9.:20307.3 7./.3-07. $03.3.320308549.3027.25.3 -.3.34  %.3..90780-:98:9:39:/:3.3.843.07203:3.907:3..8.3%3/.:.3503.3 507/./013870829039.747.780...5.-:/.: 507/.5:8.47..347.347.2.3203../..47-.:5:32:332032-:.9.07.3.3. .2..9.3 7.8/.25.11.3 :3/.38073 -07..3.:3  80-.3$.3907.9.597.49039.503:39:9./.3.34 %.8.07..33.390780-:9-0:2 /-.9..8./03./...3.3!073/:3.3203.8:8502:.-072.33.3027.380507928.790.3 :3/.-0.5:8.3 &5..87.3:8.9.3&3/. 202-07.347.3 5035:.305.3 9.3::2...80-.3%03.3. 5.7..3.:.9047.79.7..2070.47.11.3!073/:3.5.:3  !020739.39039.2:38.9.8.3./03.208.25.&!9039.7.380347.30:.-07.3   4  #..59../8./.5.3:3/.3-0-07.:507.:.3/.3 47.3507/0-.790.1   50/.39&3/.3%7.3/.3/....07.:3 9039.347-.03:7:9.3..0724.2.3%3/.809.80-.503.9079.5/.3 3.3.0548.3..7::2.3 :3/.305.5.//.3 :3/.709  808:3:3..8.50.3.:39039..3/03.5:8.:80-./.3-07.3!47347...8./.347-.3 207.. 7...307:.:5:3&3/.3/03.!/.3503/079..9.25749.3/03./..8903.3803/7/.2&! &3/. 94-07 8.802.320707:9-07-0/.8:9/./. 2./.3.3!03.3/-.3&3/.3/4308.3/808:.3203:..3.3:3/.3.3!03.9..8    .187.3-07-0/.!07/.33.8.-0780/.3.7..3.3 47./.547.39/.:3 90.3:.73.3.347-..!##.20303.3./.8.3 !.!/.3-.3:3/.790.3907.3 :3/...3-07.3/8./..:3  7.3.8.3 &3/..8.3 :3/.3..3/03./703   50/. 90753..7 .703.3  .3.3.3  .3..3 :3/..3.39/.507025:..:.3.3.3&3/. !7403.3 /.3 .8:/.9::2 /03.2..3.:202-.!##:39:/-.3.07.3903. -.3/.3.3./.3 808047.3.5405.8:.2!747.3.3.11.5..90 5.8.20. 2.885.25.907/7/.8!02:%.202.3 9079:8-.!07/.9..39:.8 . 203:8:3#...33.3 507/. 202507:.3 5073.3.3.8.3507/.39:/:.3..9.350702-.305..3!.3.38073./.3:8:83.703.8/.-8...3.3&3/.9 203:3.3.-07:9  50/.3.39/.3.3.3..25:3.7.80207/0.3.8.3#. 503:3.349.3 :.9..3.  !03:39:9.#90.3:.3. /.703.:39039.3 .&! .3!..3.3./.97.39.3.3 3.257.3/8:8:3!##  #./.202.805.3.5.3.3 :3/.320303/.3. 503.347.9.9./03.202.3.9:39:203/::3503.3.34 9.3 /03.

308:8..3.3!74944:39:03.:.749.  02-07.3.3.39.3 907:9.8&3/.  4  #.9-:../.3.3&.33 !07843 850.3$.3.347.3.8 &390/.2.3.3-..9...:.3 .7.3%3/.30:39:3.3.3.39039.38.3..3.03039..9.039438. 7.7.9:0.38.2 &!80-..3 !.3.3.3&3/.320.1/.3.3.8/..3.:3 9039.3.3.  4  #.8&3/.5.9.3.3!47347.3 :3/.3 /03.!/.7.:5/.4  #.3.9.320.3.. 0.30/720  4  #..9.:7 9/.5/.:202-.:202:/.3/././03.3&3/..9.80.3 :3/.3 /.380-.34 %.9. 0.3  4  #.3203..3 :3/.8.- !0.3..3 :3/.2..:3  9039.3 :3/..9072..:50.9..508:8.39.  ::09.3/.347:58   &390/.038!0.7.3.0.509079-.8.-0.943843.2/03.3 .9.3..3/703  4  #.3007.38.3.389 %7.30472..039 $:557088 .!/.38.3.:39039.749.3.3.3!0308.9.7.:..3..9.9.38 3.303::2!07/.8. !0.3&3/.39039.8..7.843. !03.808047.3&3/..3.3!0308..9.3 :3/.3.3!0308.3 :3/.:7.3.20.39039..3&2:2 ..3..7.3.3.3.3202.309079-..80-..038!07807.39039.3  4  #.3.2:3 203/..:.39.34  %..3/.3::2!/..2.3%3/..508:8.320307.3 7.9:-/.3803.39039.347.39039.3.3507-:.507/.3.5..943.3.3. .494!70.3 :3/./.3 0.39039.3!4734.3.:3  !.3  4  #.3203/474392-:3.3&3/.3&3/..%0747..!07025:..3..-' 0.3  3/4308.2.9.8  4  #.3!07:-.7.!07/.3 &3/.3.2..3 907.11.87-: 7:5.5.50.3.03943.3 :3/.703.3.3.9..38.3 /.3 :3/.39039.843.7.3 :3/.-.7.-:/03.3 .3 47.3/.3907.42.9.. $:50203 43.3007..33..35/.383.343.3%7.3&3/.03839073.9.3!073/:3.:3025./03/.3:2:2 80-./.5.503..93/.39039.2.3507-:9.8.9.943843.:7.8.9./.39..3.0..3% (( !7494.:0-../.3.343.50.3907.93/.3 :3/.3..3&3/.3:39: 20..8. 3.!03.5.-: /..347-.9:9.398477:5943     $.3507-:.3.8 /..39&3/.35/.3&3/.3!07:-.3.3/.-&3/.3.08589/3.8. 503./03.2030-.5.33.2.34 %.503.3..3.-07:9 ::0/:.3.3/!:38%7..:.3.802-.

9..3.:7:3./.33.0.9:9.50.8../.:7.:3  !./.5.3..-:8047../.35/. 5..580-.508:8.3 203././.203.3 /..3.38:.7.7.503.25.3/....70:39:3.-:803.7.3..3.3.907907.80-.3.35./..3.8..3 907.187.:50.820207:..9/.3:2:2  $0-.&!90780-:92.2.39. 5. .!.7507-:.509079-.38.3.5.9.3-.8...9.8.2/03.3907.9.9. 507-:.0.90780-:9/.3.8 2.9:503.9.8.8.3.3502-47/.2.

 0.. 9. 40&!9/.9.:3.7..-.3.3-070.3.9.31.5.5/.907.9:2:2/03.35/.5.8.3::2/9::.3 !03.305.3 :3/..3203..7:5.93/.8./03/.3.3.:/03/.2:3.9/.3./03/.9.3.390.9202-07...  5.9.3/. -:..50.380-.3-.33.:/9025.85030.3/.2..95030.9.  !033.3.8&!!. .:3 5.3.2.503.9.8 !033.3503003.3-.3.../.8...7.2:3/.3.5.3.5. /723.:7..8:39:-07. 803.::2 0548..7. .7./.7./03.:8 502..39::.89./.3#0...5-07:5.2.33.89.3...350.3/7  /5/.3 $09.  7.8.3/...3  0.20.5.3 -:.5.:.:7.4.:3.  50.19  /3.380/9 7-:7:5.50304.2#.3 9.2025:3.3 .8.3 207:5.50.547.3.3. 503:3.3.3..3.3 &3/..3 -070.393/.320.89.9047 /03/.973.3/.007. :9./3.3.01007.38073.3::2.3..:703/.9.2...9.35/..7.32030/.:7./.3 80.8.380805..3 0724 /.3.3 3.3::2.38:33.909.3.3.2#&&3 .3/7:39:/.50.35.2.8.3.3 .

30 :39:.39.7 9039.3.850 .33!078438 /:94047. /8003...3/.3#080780723 0.3.80-.3.8  /.34:3907%7.220207.3 /:94047.33.8..9.:..3:8:83.3508079.7.33.3:8:80548.9.  0.9.2..3/. :5.3.507025:. /8003..3202-07.8.31.3/./:.:5.3-:.89.3.3508079.3:73.7: 07.3/./03.507843.7$0.9.9.5.70/:9.89./03.33!07843880-..7.7: 0548../03.3.89.3.7.7.5 .35033.7.3  .11./. .3/03.3.850507/.32.947/.3.947/.2.3 /:94047..5.98079.9.3.2.3  /03..3/.#:.3&  /03.3.3:.3.11...3502-0.3   !0.8.9!03//.5:8.!07025:.8 05 7234& /.3!:8.  !0.3.8079.3508079.-08!47.3907.357 9039.503.3...907-07.!07025:.3!0.70548.3 $97.3$0.203/:3 447-007.3!07.3.31..3-:.58.:.340.-08!47-007./:. /8003./..7.503..3.3/03.3 47.3!073/:3.9.3. /.3%!   !0.9.3...3-:.8.3 %7.3#080780723 !47-007.7..308.9  /.

38.3-:.3.89.8.&9.2.9.7.3:3 9039.:5:3202-.7: 0548.3./.3087.3/#08947.33!078438 /:9 47.947/.0 $8902 /:9508079.9.8.3!03.305.8 /./:..9.3$0.39039.3.8.7./.3 50.5.3.3./.3/9::.-.0.33!078438 /:940 47...5./.58.3848.8.3&/03.2.9.07843.905.347.:25:7/.9  /.8 !03./.30802-07 9039.5:8.3!07025:.!74538#.3. .3202-07.11.3$   $023.27.  /8003..2.3!07/./.9.8.3202-07.3. .-20..8.3.343805.3/.4././.3447/3.:3.!74538.89.3.7.3 5073/:3..3.79.3-:.3. ..7985.80903.3947.3.3.3 !7453805:.3 508079..8   !0.7.3 !439. 0203907.3!745 $:2.907.947/.: :2.8/. 47.39.3. /03.:3 /0/..5.947/.9.9.08$0.5.3$07.3.3:897.3!07/.3#/.3./ !74538$:2.:/.980.5:8.947/./.3#.7   !0.3.3087.0:89.380389.3%./.30.33/./...5033./.27.39..3503.3-007.3.9./.3  .07./03.3# 0.3447/3.3%7.3%2:7  0203907.!74538.89.2.3%2:7 0/.....7 5073/:3.2.3#.8.-08!47-007./03.89.347-.3447/3.3:353.27./03.3.3!07.9050/:.39:47-./03.9!07.#$..3.70548.39.-08!47-007.33.3/.: 0/.73/.34.33 /.3.7.:3 /$.9.3-075.3::8%:.39.7 0548.33.5.347./.7.3#03.31.3!07025:./.7.72033.353.3/09.3:3:.8.08&9.2/.32.39.31.9..3!02-07/..8.907.8/...5.9.3.3.8$/.3  /03.7.3#080780723!47-007.7.340.3$:.3 1.342-.8. -07./4 !74538$:..8.3.07.3 50.:39:203/4743502-039:.203.3.: :2./..8.39:5. 72344& .308.903/07. !0.3 508079.7.8.5033.3..3.4.7.3!74538..7.5.07.2503.3 . /8003..2.7& .39.790203%03. 0.3.33.8 02.9.3-:..8/.393%7. /8003.73/.-007.307.4.3508079.547.8/.3 !74538$:2.3203. 0203907.7.35033.3 507/..2.30 9039.:39: 2033.30!07.3.!74538#.890.3...3087.11.9.30548..947/.30548.3.3!07...2!745 05:.:.3/.33078 /..7.3507/..2.&9.9.5:8.2.39. /:94047.&9.3503:8:3..3/:3/.3/./03..9.7.907.5.3%7.:3 /0/:9.3.. /8003.0.2.9.3!073/:3.2.203003.89..9.9.9.3-.79039.347.3.20.89.3805.8/.8.7.-08!47-007.8.89.3947!03:-:3438:.3.:..9.20302-.2.3.3$.9..947/.3  05.7#/ :.3.07.!03..3507/.3&  0.9.3.33 /. 0..3.   0203907.3827.2202-./../..347..9.3 7.5033.3&/.8.

2..79:2:33.5.8:8 507/..2.8.3#080780723$! #5.8:890780-:980-.8:8507/.:.89.3.380./.-0 .3.8-007.790203$48./.2.3.2.2:39/.3$203.703.:. !020739.:/.8:8507/.8..:3 203:8:324/:50.2.2/!03. !03./03..!03.5.090/703-007.:3/.3..3/.!74538$:2.3!07025:.33.8.305./.3.3.3..::5 /8008.%2:7 !020739..3:7:$/.3503:3../03.3.8.5.2070.:/.7 47./.:/.3507025:.: /03.8..203.2.3 8079.8./.3503:.3 080.3!07/../.9.3-.2..8!03//.-007.3$%!/3/7.3/4308..709   /.9..907..3.8.2.07.7.82.:3 9.3.3/4308.8.39.33.3947.9./03.3!073/:3.907.2 !03.3/.-:5.5.3  %..3..:4...3$48.3.9 0548.3/.390780-:9 /507:3.300.390.3 /3./503:7:3.8.5.347.3.9.8../.2!03.3!07/.3!.3827.3 ! .3!07/.3/..3400548.7.547.3.8:8!07/.347./.3389.0.79.203..3.33.:3 9039.9 !020739.9.903%::3.05.80.:3 907... !74538#.9.5.7907.:3:2.8.3..33.7.8...3827.3$4./.9.3$#20.320...303./574808/.8$48.3%7./03. 330 /.703.3!07025:.3..302:/.3 %2/..9809..3.7.3:39::7:/.9574538  $...47-.  05.8:8 .9/93.903 3/7.3/.3.7.8008.-:5.903 3/7../.:3/.7.7.9.5..438::2.8.3508079...  !020739...89.-:5.5:8.3..347.3 90780-:98.3/.5:8.33..  9..20.9:/. /907:8.&9.2503.-.3...38.5.8:8 80./.8$9039.7 !74538 -0-07.89...3-07.05./.7.3507/.3.400548.8.3.820.7  05.3503.3.-:5.2!03.7.8.808.5.2.3./.!74538..-03.3803.3 7.3/3/4308.3.3 :.30.3.3 3.0.95020739..8:890.30 0. .38!020739. 2.5.32.3  .3!07902:./.8.8/.3 .2.07.39.9.3/.:0:.3:93. .3&3/.790203%03.3.3!07803                ..7.750309.9.8:8 ../././.3 5033.:3        4 %...8.3!07/.8!747.3.3..33.4.7 .8.940$/..%./.3!07025:.7 -03.07.3%7...3/.3907.2./.3/25.7.790203%03./.9: :2.2 5747.8:8  07/.73.:-007.3:39:574808503:39:9./03.9.347..:3907.3 :3/.5400.7.5.98:9:39:/.7.8:825.&9./..3.380-.7.3.5..90790780-:9 0/.34 %.3/9.9.3.9.5:8.3.3/.8.9.9!020739.9033/7.3503:.3 :3/.

7.305./.2.3  O %/.$0..9:8/././.2.07.8:2-07    8.289.3 /.38.9.3-07.7 /.3 9.3/03/.:3-:.8...9.7../.8./..3503.9:.0548.%.3203/.. !03:3.:-.390.'438::2.3    ::2.8.3::2.3.3/3/4308.:.7.:.7.5.907.438::2./.11.7-:..../.8.3.07/ 574538 $:2./.79.:3 80-0:23.3.30548./5:9:8 2.5.7.9/09.11.7.3 !073/:3.8.8.:3%07/..33.7.%03.5..::2.3.203.3 .3802./.39.3-07.7. .3::2.3::2.9..3  ./25.7.90--07.3:3/.3.8/./.9 ..7.3.380-0:23.-08!47/.8  '438::2.:3        ::2.3/./.9 ./..9./.: $:2..8 /.$! #    . .7$02-73 $02039.30070/.47.-:. 7.8:8!07/.3-078.3.907939.438503. ./.393/.3 /03.25030/.32033/.%2:7 .38093 933. 808:.8.3 0!03.9:39:9..30 203.05..7.3-0-.5.:39:503:39:9.97./.907. #.203/.370..3/.3 90.9/.34 %..97.3.:../:5.:3 #.9:. 9.33.38:/.2574808503.253907/.. .0.3-.#5 :9./3.:8.0. 0.9:!03.3/.3 4.202-:..3.8.7.90.9:.07$9.7-07-.380/.7.5.7.3203:3:5:9:8./.:3503..0.38073/:3.3 7.3::2. 802.3700..25.305.-078.3/.2 07/.3007 %0-3%3:.:3 0.3-.#5 :9.39.3./.3503.3/.3!03.8.:3 9039.3 $:.9.3/03..3 ..3.9:. /.11.3.39.3 .39/03.3.703.:7 $:.39078.9.25:3  .9:.3 .47.3.3.438::2. 09:3 ..8..07803.11.3#080780723.35.3::2.9-.438::2.7.350.547.39:39:9.:3    4 %.390.05.3!48 /./.97.7-0-07.9.438/..8:83.3./.30 0...3.4./03.3/03...                         $:2-07.438.39.3-.0708!78./.8.9 ./.08&9.8:2-07 . 2070./.7.-0 !:9:8...:39:/.203/.3.8.3/.&9.3#.:3503.3848.8:8.7::2.39.3&3/./.5.203:.7.:3 9. 330 0802-07   %.35..3/03/.39.7-07-.: 05:..3%2:7 /.3/..97. 907939.3...3.7.  !03.3.390.3-07.25.8./.7 -:.8/:25:.39078.

8:/.32..7..30897.47-.!/.99078 /..2.9..320./:3.347.::23/4308..39.  $0-.33/4308.3.330.30.3..3/.320308549. /507:.347.3.33.3.9-08.3 :3/.3:897..  94  .39/.3.83/.5:7. 20207.2.23007..30.3-.25:202-07.5033/.390/89 5.907/0.3.39.507.9503//./.47-.39/./.8.503.:8. . .3..8..3-073.#-07:8. 0.3 /::3.950393/.347.7.7.34  %./:-007.7.9203/:30/:5.9 03/7-07.8:/..38./-3.3.508079.3507/.90.7!03.2.8.3-.38.3/.. 907-039:0:.5:7.3/:897.0 1103/078 7 ..9.:9:  07.3:8..909.3.339073.7$ 47.80507928.8:2-07.33.7.9.$3.5.502-.820.3:8.720 507/.:39039.9:20.5.8..3&3/.3.:80..3::2 !07/.35..30.7..7-. .8.9.30.33.-.380-07...7.8:8..3/./.080.3::239073.905./.3 !020739./.330.3/03.2.:897.34343 .7.7.0./.3507/..3/02-..-:.3 97.3 -073/:3/30.3.80.3/.203.7.8:8.880.:80-.39074./03.347.4343:39:!0307.7   207. 30.7.32033.7. .0.3 :3/.2/902:.8.30..2/..:.7.95030.703.3.9//././..3!07/.3./740:9./03.33.3.%03.7!020739.3..9.3.9.3.3.33.39:3 /7/803..389  .2.202-:.3.2..3!07.7.73007.5:7./:.3!0308.5..80-. 9::.7././.33. .3.3.30  20.7:8/-3.8-.3507/.3.5...11.9/507.7.. 0.#05:-3/4308.8330.37 7002039 -09003904.2.3 47.20303...7$:39:3/4308..3!07809::..39..7./:8. .40 !03.38790780-:9  07.3.9:5./.39.3.330.2.9.20303.-:.7./.3. .7.9./03./.39 507-:/.3...7.3.703..-079::.8 2.7.3 /./.3/./8:2-07 503./7 47.3!020739.7.920325.39:.9 -07.3..7.7.:3 9039.07 /.../.3!020739..97.34 %./03. 431070383:.73.7 .7.9/.3203.3$3./..3 /03....3 30.83 2.9.3 7.3..7::2...39..2.:..43:9:.3/904.19.7.08.79743.380-.03723.39.383.9:.7.307.3.8.98.: 43107038!030..07.347.3/4308.5:.347.0732039413/4308.7:8-078.3:..3.3/..9039.35078047.30.9429203-078.9::.3.3 /7/. $3.3%2-.7.2.3007.  431070383/.909.7.507.3.07.2./03.7.7.8.39./.943.!020739.3 907-..8.9.20250/:..3/.32.843..9 09003#.3 202-07.3::2.47-.93.073203941434314790$:7703/0741 :9.9.2-:.3203.3/.90.7.3 .90.7.73 !020739.9./.3.843.3503.47-.3...797..39/.9.3.57.#05:- 3/4308.3.:3503.3/903.3803.5.7.39.8350./.30.3.3 07.8.2!48 0-7:..!020739.03/7%--40.203. %70.503/0548.9.:507/.30 /5:9:8::2.2 $9:.47.0548. -0..:&3/.3 80.3 7.:50/41.9..3.-.703./8-.803/7 803/7402.32.93/4308.7.339.83 :.9..3:. .7.3.7.$07.350/4105.8507/.:39:203::250.3::2..30..3.39.3/.79./.3:39: 202-:.3 0-7:.8889./.3.30/.02-.3#  07.02..3!0308.7..7.7.39.:897.3. 0084.7..3 ..%07..2.3!0.9..347. :39:203.8..23.!033/.

:3  207././.11.7./.5030.33/4308.3907. -07:5.9.339.90780-:9 /9::.7.8949.-:5..090/703 $ 207.3507/..3507/.303/4308./.347.8 /.27. /. 07.3703907.3.202507:..339073.3 .3:..7..347./.:80:.9:.9803.943.3805079$.8 0.943.  !03.9.33.03.3503:..79 $ 39073.3.9.843. $39073.839. 207.3/.389.7.$07.9.8 -.9. ..943.847-.8.903.9 :5./.3-08.9203. .3.3.&$ :9.///.00.3.3.3.3:39:503.2.20..8.3/4308.08.3 429203/::3.3:.943422843   /.84.230073/4308.3 5073/:3...:9.3.   2803.3/4308....9. :5.:3 /.  042542.33.8.3-..-47$4/.3...320...8.38!020739.207:5...: 39.83. 202-07./.92.9.3 97.3/.08.350.94. /.8.3.943   -007.3..3/.9..39.07  $0-.-.2.3::2:39:203039.7/.8.9:025.3/4308.3.: 5:.99.:93...307.303907147 39073.2025:3.347.9072.8.3.9.$07...9.  2907/7 /.2.7.:507/.780-.3#05:-3/4308.3-.9431477././.8-.20207.39:.:503//.0.3 7.7 5:.38079.3507/.7.3/.347...3 -.25074/0.342:39.7..7.8:05.:0907.. 7.

:32070.9..:.2503.3-070:.08&9....3.9.47..39.32:33./.907./. 49.8...3-07:3:380-.38050790/.9 5474:8 2:/.//.8.7.9./.9 :3:..39. 203/:30907-.320./.2.. 53.5.3..920.9././03.7.80-.39.-079./.7. !./843.574538 574538/!:.7.93.: .3.3/03. /.3-07-...-.8.3.72:3 #. /03./.847.   /2. %.-07.3.92:/. /03.7.7.2.:7...3$3.8.507-.  !07-..23007 2.39.2 %.73007 #4803-07    %3.3 507-.7.3.8.9:..3./.  /.7.3202.9502-07.38./././8.3.:3  !020739.83/.97.3574538//.3.9.35:..7. :9.3.3!03/.2.39./902-:8 02.507-.804.%2:7 $07.203.3.3-07.35:..3.9 05474:8.:5:3/03..//507-.3 05:.39. .07.:.3 !%  030.203.3 .3:3.39.383%..3/.347.389.92:/.0:30.380.3:3. -.. $0.8.5.3#..8.9.3:2.3%2:7203::%.35.8.:9 8.509.3:3!3.//.7.330.39.3/.-.8./03.9:8!%:..33/4308..3!%/30.3 $0203.7./.3%2:7 /.97.3..7..9.3.90780-:9  . /0.8.73/4308.203.3!.3.3507/.3 503025.2.2.3 $07.7.9.2.9203:::.: .. 3943 . 93.8.9.9.3/03.5:.!%90780-:9.9.3907..9.8.907..8.3..!..:/.:3 9.8.2.39:3 $:.3 . .9.7.90780-:9 8073./.0/:. 02..39.909.389/.8..7.7.380.3$./902-:8/03...5:. 8.8.7 .: $.39025.574538/.347-.2.  49.&9.330.30:..38:/.7.40!020739.3 $:2.07.503/:/:30.3-.3 270803.3. 4.3..7.3.7.:$:2..3.3 .907:3.3 .3. :2.: !439.5:7.:/.49.7./03.3%.2.909.3202:.39:8 /.3.

/50749.8.8.3.8.7.42.7.:5:339073..35078047.7007  !073/:3.2&3/..9.9 /.3-0723./03.!020739.9:7/.7..8 502:.253.3  &39:2033...3 502:.-070..3503.. 47.:0/.::2/.3..909.3:-:3..3:3/..3/..3297..3:3:.8 5.350/:/03.907.8::5.30385007.-07.39.9.3 ..02-.3 :9.3 ::2/.3.:03:3...3.39:.9..203:8./.33.7.39:.-07.8.  .302.32070.35073/:3.3/4308..8. $02.3/9025. %03.8.23007 9072.  !...3 &5.9.07.73007.805.3/507:.843.3-007.8.8.9.203.3 :8.79...3.29025.-070.8./.9 0-:3.7.:5:3/:.35073/:3.340!020739.2.07.3 /.2.03/4308.8.!03..2.5.9072.2.9.3 04342 503//.!.3$.3 .9.-9..320325:32070.3.9!07:7:..3/.32. !07.3.3 %2:7 :.203:8.3.!0.507-..7.3/-07. 5007. .70 5.9:7..8 503.:09 :.3 05:...9:9.7 .3503.7..-/.747-.843.8.2.339073.9.:39..3205:90.07..70 $:.30.909.7.3503./.!07.7.3.3.3.8 !020739.:02. $-..2507/...3 0-:3 8. -.7 4947 907.3-.9 /.3::2-.2.9.3503.00:..9. 5../.843.3%3 /.7.8.3.7..7.:80-.502-07.25:.2-.843.:39039.%03...39: /..8.3.9.3 $:2.7../9025.3./ ./..3907.3 2070.39/..2.3.3 .79.39.380.:.32.7.3202-07.3:3.3.7..5 /03..9 02-.3.3 :3/.3-07-./.3:39:202-07.//...73007  808:. 3/4308.9.3  808-9.-.3 .318 588 703907.73007 !07.3-.305./03.. .3507/.: 3943 .3 !020739./:.7.5/507:. 502-07/.30.3./.3#/:./239.3.3/4308.8503/:/:39.-7 5.5073/:3.8.-.9202-039:02-.3.3 202-.3:5.20307. 3.:39:/5007.8:202-07.9....22.39:..2..3-.7..3/..30.   80-./. #.#202-07..33.-202-07..8./..305..709 /.3:39:202:.3.38079.3507:3/.5:3/.3080.7.9.25:3.3.7.!%9:202...3. %.9:39:-007.3 -079.3/50/..4.3:.&9.25:3.3 .82.%2:7  !#& # 073/:3.7.-.3. $:7.3/99/ /. /.3 43803 /.%03.3 0/.#-078.7.  !.3!/.0 3/4308.: :2..3 8079.2. 30.3.3..347-.7..907.2:7.93.3 70.%2:7 !.8./..9 /.8-.3-.3/.9.91  :.3:7.3#05:- 3/4308.. 7:2.8079.9 .3 3/4308.30-.3:5.33.3.805079..9:..9..3#05:-3/4308.3507..2.:-.02-.35073/:3..330.38.2 :8.3502:./2..8.3.703. //.3.3  070.3/.3::23/4308..9 9025.3.9.3 0/..347.08$0..9:/0/.9070-.3 .3080.8-.302-..3503/.3.3 -8.9..3  5073/:3.8.347-. .8.-.8./23897.3#./.9-07-.30..3.3 47.3.3!%5..3:3&-.3:.3:3.03.8050799: 803.34 %..9..

/03..208:9.703.203.7007  %03.9  /.3 507:/80-.3..8085073/:3.9.3 03907$48.50.790203:.-.. 0548.  /:. 9/..203.5/ 9025.2070.33.8:.!74944/./.2.3.9: 31472.308025.7:7.730075.9.3/.32.3./.8.8...3/.8.8.8.3::23/4308.9:30.07.3-.-07.3.20.3./809471472.!02-07/.302./.07...33 3.73007-07.3 203.9..343803 9072.-..808.20.3/4:203027.3.3/80.8503.3/.3507/.7!07.9/. 0805.3.73007. .03503025.33  0.305.7.5.3.54740.2.98:9203..3-007.73007 8:/.2.:2:23..9:8..8:08:..3.30.70828073../9.3 03907080.3.07.23007 5073/:3..-0727..3. -.47-..30/.3/4308.3502:.3-007./.31:383.9..23007 803.320/8 58448/././.3.9!073/:3.347././.32./:.3:3.7..9..39:.9./9. /70947.-07-./-07.39:.8.9//.3.2-039:507.8.7:8/.039070.3 !07025:.3 :39:203.2:3:39:903.33.3./.3 70947.  47-.3/..9.-80947 80947808:.903/07..3/.3/.3078.:2.9..7.3438:07  05..:.9.808.99079039: 8.703.3.8.#4247....3203.:9/.3#/:.:.7. 203.. % .9.3.:79/./.547.820303.7:.2.2-.8/.3-.447/3./80947 31472.8.8:503.32070./:.:.25:3.320.703.

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

#$.85253..3%075.3%075.3..3-.3..$0././. 447/3./4907/.9:2:2!:8. /::/.9/03.3/507:.3...-0 !:8.3.5.3!:8.3/.8.3-.7...9-007..3507.5.8.3 2:/.7.7.!...8./..9/.9!0.7:2./:/-.3/.9 #$.8079.3007./:47-.7.25:3#$.2..3%075..3  %.   05:..!0.!.7.3  #$.50.907.35007.9!0.2-#$.3740.2-   #.7:  #$.7:88./:/-0-07.3  ..: #$.:5:3.33.3:9.3.3.9!0..3.9075.850848.90548.2#$.3-078.7.9907.7.3.3.07.7.3!0...3.5 !07025:.907.3/3/4308.#:2../03.3%075.7.5.3/..3 .9 5844  503/! # 8079.3/03.3.%0-3%3  .7../:#$0548.7...80.3.3%07...3202-039:!:8.:   $:2.9!0./.3..9..747-.85020/8 588 2.3 ::2 $0-.3.3. 7:2.808.203.3   $:2.07.:.8.3#.3.848.907.7.$.0   $:2.:2.!:8..03::   ./:.3%075./:.0.  0548.3./.0/.3.02-.3.3   03::#$.25:3  .3#$. 9039.&9.90548.7..8.3.

790203$48.318/.3.83   $:.93/...3  #$.39.380947907.   .%7.8 ..0.09:3   ..202-039:#:2./03.:.2-43   .79.3%2:7#$.9.:3  #$.370.2. #!$ / ..38...7.7..3903   0974.9  #$724-0.3203/::30-071:38.#$.3.3.%2:7 #$.8  . !073/:3.43/8. 2.305.72.3.389:.7.5:7.7.3$48.3  $:.9..3  #$.4 0548.907.35073/:3.3/. ..39.7.7./4   47439.7.55.9..3.3/...:2.2.$0794484 $:7.-08!47    05.3%03.2   :8.. #$!45:8$:.7..7.3   .7.89..#$.3080.907:.::&9.7.2.3.39...3.3.33.3/:3  #$$0.7.%03.3.8.3   .38.8 .358448 50302-.3   4.3.3..:   $:.5. ! $ 47.3.-.3$0.#$.3./..8!74538 02-.8..!.7.7.7...50302-.007.89..08&9.7:38:73.3..#$.!073/:3.9 #$.7.3.$.7.3 502:.3.8.3.2.9:39: 20257.33:3.3.9.7..3.%03.5:.9.8.3.3./020548.907.7.90548.9#$.79.$.3 $02.3/./848.3. .08$0.5.7.90   !.2-:5:8.3.07.3/./.$02.39.:3 90.  #$.7.   .08%03.9#$.5./..3#$. /.7   :8.3.38   .3...9.-:2   .7.%::3.3#$. 035.3.. #$.574538 #!$202-07.3.#:2.3.3 203.::#$.!..8848.3:  #$.95:8.:5..394 7.3.3.8848.!439.5:.. /./.9/93.%03.7.7.7. 47.9.7.80/:5.5...!./. #!$390..7.3.7..%073.  $:2-07.5...:.3.33.3848.  .3.3$:2.#$.79./03.5.3 .7   .7.3507.8:2 !4743   .&9.%2:7#$..7.7   $:.   .0/7  #$.3.2.03/.70872.08%03....3..79.3703.3.3.#$.88.3.3/0/.3 .3#!$/-07-.7..3 20::/.7.#$.7.7.5..3. $:..#.

&39:202507:.8.3-0:2./.3.-08.3 #08479 ..3.903.3#$&/49.!:8.07.9!0.-:5..3.3 !0.3./.3.:..3//.3 -..3.3./:.07.3.3/.7 $! #202-039:#:.3:8:8 #! /0548./..30548.3%075./#$0548. !74538 0548.8..

305.34.8:47-.3:8:83.30.49.3.7.390780-.. -07./3/4308.3!0.3.39.3 %.203.8803. .:39:202-07.47-./.3..3 9072./.903.3507/.3#08479 .-:5.3.. -07.50548. 507025:.40!48. #:.8/-039:#!803.07.9./:39.:3 90.3.5.809..:2.257/80:7: 0548.3907:8/507:.3/04.3/.3.3.3./..

/./. #! :39  0548.7.7.&9./.8/..305.39:.3/7/..7.3848.3503//..3740.8.  :2.3.8 05.07.:   $:.9.502:.385479.7.27.5.25.393/./..007.-07:5.70872.7.3%7.    :8.3.72070.3 8079.3!0.3827.397.8.%03.2-039:-..5.2./-07...389 /0-.3:39:-.305.8..3    47439.8502:.202-.3/.305.39.   $:2.3/.3507/.9   :8.:3./..92.3903   .3/.4   03::   $:.347.3:8:8 #! 0548./9::. 5007.3 0907.347-.25: 202507400/:5.39.::   .3:.3.   $:2.350.9.3   .   .. #! :39   .7.39:202-07.   .07.25:3   $:.8%03.907.7.$0.07.%03.2.::&9.3...2.79.305.3.3.-08!47    .   4.790203%03.3/3/4308.3 -.08%03..   .3-072.9. $:2-07.3   .9  .25:3..%2:7   !.7.7.9.202-07.3 503.8:47-.3./.   .3..7.47-.  %.7:88.9   .#.07.39.3%03.790203$48.08$0.3.3 %7.3507/.3/./2...8.%03..3.08&9.08%03.27.   0548.9.7.3%2:7    #...39:.9   $:2.0.347...35007.7.3$0.2-   .07.07.3-072.9   .97.8.503.%2:7  .2..7.:8:83.907. 9072.32.   0974../.3827.3.3.49.:.. /80:7:3/4308.3.3.79.907.09:3   $:.5:.39.3//.   .-0 #:.2  .

3 /8003./: 4203 878803907 %7..3:../239./-07./.47-.3::2/.347.3/.3507/.3-.30/:/:.253./.3.7/80:2.3..3507/...3...347.:745303907./.5.3-07. 05.9!0.3. $/.82.47-.7./.3.3 %075.03907 $0907...32.3 ::2-07.9.7.38./-07.3:.8.340!020739.9.9.3/03.-08.8.305.347.33.38073.2038.:2.2539: .8.3.574538/3/4308.39:.07.3.49../ -0-07.759 950909.340!:8.

..75987..8..

.

3/0 55990!03:3. : .

08 8 .950909..9437.89. .

8.759 /439..4:39208...

759890 950909.8.

883907!740/85.//3 79 <.3430<5 9- 54/5.3430850..

8908.759950909.

759 87..995...8.

.

209. 20/. 47.

.

948.3/0 55990&807!./.

7598.$.

950909.&808 8 .9437. ..

4:39208.8.759 /439....

 !74538 $0907.3.3   $:2..759.907.. $/.:2.3!07025:.348:43 /70303907/4.8 503:38..907.0.9!0...33.  .&9..3 .9..3#.3 !02-3.7...9./.905.2 $0907 !020739..3:3/.9.!07025:.3%075.3.7...!07025:.7:88./: !02-07/.9.3  #.3!07025:.3/:3  ..3..34203 878803970 !..3740.8 .9:7.7.:$0907.3/.:2.$0..398:3.3.2%7.-0 4203 878803970 %7.3.3..3.   05:.03970/!/0/.97.79.340!020739.8.33.3!:8.8.745303907!:8.. ! !:8.49.34203 878803970 03::  .9!0..3%03.07.9!02-0.8.07.02-..  %.9...-07-:.34203 878803970 !.39./0 %# 4203 878803907 .3%7-:.3745303907 .3   03::./8.8.8-.7.. !! 0/.3/8003..%:3.79.3!073/:3.:$0907!:8./.3 !%! ./:! # .3%075.907.907.07.3/:3!:8.:.8. !!.03907 $0907/.390..9/3/4308.9745303907.38:. .!07025:.97.2   $:2..9!0.11.:745303907  .8. .: !# /:2.38.07..347-.9 .3 7.7.2   $:2.3!073/:3.34203 878803970 .#.

79.8/.. .0 0/.2202-07..3-07..3-079.3  !.3 203.//4743:39: 202-07.97. 3943  !74538 $0907./..3  8.8.4203 878803907$:7.39:.47-.5.78803907 ! $0907$3.79.39.39...:5:3 -.3:8:83.5030.3/.3507/.02-.9.%2:7 .07...347.79.  .#1.7.2: .8!07025:.3::2.3 !439.3!073/:3..2-./4/.3447/3.88.91.3/.3 ! .03907.9  02.25:3 .8.403 #02.!0725:3.7203:39:9/.338..$2021.3 !..30.7.3 /8.94203 87880397097.3::2  .02-... ./.3::2:39:.79.3 3/4308.2  $:2-0702034087.!07025:..3 !.02-.7..!:8.%03.340!020739.338.$:7.-9.91 2.3 !!  4203 878803970.7.%03.38...-.33.. 438:9.8 7.  8848.39007.. .9/.   !439. ..7.3::2/.9.805. : ..!07025:.8..30:.3::2:39:../././.8.39.3::23/4308.3!09.%2:7$./. ./.79.79..3::220.7..253.39.2  428::2.5!07025:.2.8::2/.3.27.3.79.7.47-.:2.3 !./.::2../.5.7 ..5:7..3!007.3  .80507928.3 .3..79.8.8502-07.9.3-..9$0907.3/4308./4 &:3!..905.38!03.4203 878803907 4..3  .843.08$0.39:.805079 02-.9:...3!03.33/4308..3 .3%07.9..3/:3 4.02-.5.253-.9.9:89.3./.39:.:745303907  $:.  !:8..9.3.3. $:7..34203 87880397047:2!0207. 2.3.3.3.3.7  :8.3::205..89.4203 878803907 42-.4. 0/.39:.3::2.!:8..30:..3/80/.02-.3::2.39:.79.3.3.3# .  02-.9.79./.:02-./.8.3 !.7. .34203 878803907 ! !:740794   4.7.3 .:39:0../.-.3802.39:.3::205.39:./.3. !07025:.3.320/8 58448 70.3.$0.-07-.3..8.9:.8/.07  07-..38.91 202-07. .$0.!07025:.2..3 ! 3/4308. $. 438:9.3 .33.73/.39:.-.7./.  .8.3848.39:./-0-07. ! .39:.9.3-.8/..0 0/../.    0-07.3::290.3. /.4....88.11.302-.3   .

3 80-.3 .8:2070.808-.9.3-.3/.3/507:.3.980/.3/507..3 503.02-.438:9..3 0.3-07-.8/.9 !439..././..8./.-.331472....9.:/.33.38:33.3 .3 202:9.5.3::2!07025:.7985.393/.3907./...:..:5:3/.305.3.3:. /.-:7:27.9.7..3 . ..3 078.3.347../.9..3.7. 47-.3.8. /.8/.5.3.3/903.07.:5:38:/.8:2-07 97.8.202-07.9:9/.  .438478:2!02-0.7:8/507:.38.347.3 503:39:9.39:./. 9072.3::2  :899.07 507/.20893.8/.3 2..3!03.3/.39:./03.39:..:.3.8... .3!073/:3.305.203798307.3892.90780-:9/.$.3::290780-:9 .8..39.720.3. 503.3!07025:...25302-.347.8...3./.3.3803..3507/.9:::2.7..3.3..3.9503/.5 50.39:.73.3203025:.9.347.. .3  3.::2 0548.85.305.8.82. 2070..3-072. .5.8. 08...007.3  /.202:/.3:7.3$7.3/574538 .32.3.88.8  -.22033/.3:2..50.347.8.3:5..25:3  02-.0.72070./.380-.9::..39:.3 97.07.7  02-.253.3503/.3  8.5507/.39..5.3-07..3.3.350.:47-.5.11..9.  !& ..503.90780-:9 /5077.32025:3..3507/..3  !07805847-..3::2/.90780-:9 !020739.::247-. 02-..8.../.8./../03.33/4308./.347.9:8.:580:7:49..3../.3507/.9.11.50.3.3.320303.07.25..32070.33/4308.380925....347.  .3438:9..30.9.47-..8.3907.07.::23.3:9-075...:5:38:/.7:8/3/:39/./.70 .2:5.347..3.908/-07-. 80-.9 5:8.3::2/.3507/...: 97.7/80:7:574538/3/4308.33/4308...3././.:5.02-.502-07.253.5.3::2.:.8.8.390780-. .3 ::2  :899.:7:7.3-0703.9.47-.07.0.3::205./47-.3.35..9.3!02-07/./.3:8.  ! . 042542.3503/.3/.3207:5.9..7.07../.203/.:507/..11. 803.3503.3 03. 80-.2.9.8202-07.3!0..07  02-.3202.3947.:-.2070..2:32.39:.:8207:5.7/.3/.75:8.3907./.5030.7.347./.2.3./. :5.. /.8-0:2203.3  !! ..3574808::23./.2..3507/.950.3 !.3::2.39:.'0743.7..3.8/.39:./.5.73.7.5.: 97.3-.7.3.:39:0.805.3.3.347.3  02-.3.37039.347-.7.5..0 503.:5:38.25:3 .35073/:3.33./..8.$ ./.:507/..203.8.3203.3/.3.#907:8203/4743 9:2-:3.07 /907:8...5033.3.33.3897.$/.3 0. 5030.302-.9//.50702-..3/.07.3.80/...7.3380..9/..  02-..7.

880907 509:.5.507025:..3-..9...947/.:.8&39:0.3&$90..07.380. .331472.7.3.3././.3.8-.8.35.5.3/.740#4803-07   -.3.3..8503/.253 47-.3 $/...3.3./3.347.3$.5.07.909.3!07025:.33.7.2.380.89039.3/..3/0399.3-.3 /.3508.3.32030:.339073./.202507.3 09039:.8423-007.042542.90548.9/.3./03.  $48..  -007.5007..35073/:3.9.3/.5:.580..8  .2070.2507-.3.8.35030.723..8.3 507/..3!020739./-.9/50740 90.2:32.380.5.5:3203.331472..3-07-./..3!07025:.3/.203..589:.3.907.::5202-07.347.9.847-.8.. 803/7.3 0.7 !020739.9.30.3 507.3.3//8023.9.7.3.3 70. .8./.305.9.39.907...39:.3 05..20/.9025...7:83..3 $ /./03.2-93/.305..350/: .3.380./. 20307-9.7!07.709042548..3 203.3  /.9.3.9.20.9203.2502-079.3507/.350/:/80:7:3/4308.3  8023.8 /3..90!07/.:39:203/.32.3.90548.805..3 93/.3033/..3-07.3.-.3:39:20207.8.03/07:3203.3.3 /..397.2..7:.2070.2.380507928.7.3-079:..7/..73007 3..3:39:/503:9/.3 ...23.9/ .27.07 202-07..3&$20307-9.8.7.35073.9.02.:.8203.8.3  $0.70.9.3.3400203907.809039:.:20390/27.380.3 //8023.347.:./.809025.9  !02-07.3.30203907.3  202-07.305.32:33/902:/9025.3/:.3/3..3/-0-07..27. .37039. 2.3/..8.5.843.20.3.53./.3-07.39/.3...109 /..38:3 05..3907.3#/:.3805079. :.8079.0-20:.9.3./.73.3 47:2.8.8.7..3/-07.3.7.4....2.3..723.847-.2.7..9.3..9/..9.3-0:2202./.3092-.3 05.2.39/.9.30203907.7.503.3/83.35073/:3.3.7.3 2.2-007.4..804.7:8/-07.3/. 702./.9.33.5..3:./:5.:/.8907./03.3 .:.3$..3.9.7.:./47-..380.347.7.3 .:.:2.80-..::3/4.7.5 507/.80.3.47-.39::39:/80-.3./03.3.3 :.3!020739..3-4409.2070.. ./03.25.7.:0.042542.3/9025.37.3-078./..3:39:5747.3848./. 207.. !.9842 !09:.:/2.3!02-07/..30-.8.11.331472.9.3/3.3 .3502:.9.3.3 80507928.. .2070.9.39:.80-.3/.347-.3!020739.3#.7.320.40 !020739.. .3 ./-07.809.47-.:/-07.32.3 /3/:3  .305../.07.88.3!7.438038079../03.7.8.8.2./3.3-::8..2.3/.7.435007.:.33.9.7. 80507928.38.5.80-.203/:3/72070.3447/3..:07.3.8..8/.3/0399.3/0:.50.3/.8..39  07-.3507/.3202-.3!02-07/././.30.5.3/03..3. %09.8.3 509:.3:8.8./.3080..8/.3.8-.2.9.8.3/03.8/.3 .380507:3.809025. .9 80507928. 27.3..3/50/08.3507.7..3 ..5.80.3.32070.3/.3080.380-0:2502-07.8 /3.2. ./.8.9/.7039.805.324394730..3 /.3/.3.2.  $-007.73.3!:..:97.3.

/.!073/:3.280. 9072.22.27.907.203.7.3!02:..3.202-07.8848.!020739.3.:3 !0/42.3.3 / .5.9.3.7..3. .9072./.05.2070.32033.3#/30.33.383 %..38.7 507.3. -0-07.3.35073/:3.3202:.305.8.25.80..3-007.7.. !% $/.:.3.920309.20.3.:..!020739.3 7.-07503/.3 !% /30.3-078..3!07025:.-0780/.3#98. :9.7./..3.32..9-..7..002-.-07.9.3  $ !3/.3/2:.. 9.5.3:2.3 507/. .3 &5.3-07-..90 57.9.3 !020739.3:2.7.3:9...2.9//..3!02-07/./.3507/.8.3/. /.-9.5.3 #! !07.3!03/.3907:8/848.347-.3.2 30079072.:.435007./.!:8.47..54390203907.9-0793/./.5.7!07.3.73/4308.7.203..5.347..2202507.5.5. # .9.3$48...7.3.305.3!03.790203$48.3 05.9/.3 !07/..3.: #:2.39.:3 203.347.3.5.8..72070.3.9:2:2803.8.350.350.0.3.8 $48.5..9. .3.30.7..2.8.7.7.3/.3!07.347-.3$9./03./03.314.5.802.3!07/./.3 30./.3/.8:$/.3#/:.8:.3:.9/..3/0:.9425..8:05.3#0.3#/:.347..3.347.39070-.8.3/.909.9::..730078..7.350/:/.3.07.257.&39:802..3.9.3.7./.3  #05.33..33.3 507/.350/42.39.5./..8./.3.340 05.5.38.3..9./. 5747..3..8 : .305./.347.80-0:23.5.3-07:/: 3/4308.35.347.3/.39.3-./.5..!7480/:7 $ ! !02:.8/.7. 02-.97.3.547....3-007.:3 90..3 09.47-.8.80-.9!020739.3.90507/.3../.3.35.3/:./.50304.38:/.7 3007 .2.3203:8:324/: 24/:503//.# /03.3  .!%90780-:9-.47-..8.347-./.843.3/8:8:39.3!03.3.7:83..0548./.

3500.3-07..3809475:-  .!020739.8.5.3 907. .9/.3:5..307..-079.8/.39././03.3/9./../3.7::3.-07.3/.7 7..8.9070-.- ..203:7./.3507:.3./9..8:/.3. /95:/2. 3/4308.3503.53.202-:.750707:9.33 .350..280.35007.3.30385007.8.8.8.9.5.4:804/4707 8#98%7.3. .7:/.3.309.3-:7:27.5...0.59./:7:3/.507025:.3/..907./.03 .8..:38090.7:2..805.9.33/4308../4:2032070.3..  802039..7./.8808547/./.3 2.3  0-07./.33.3.340. 070./.2.90507/.7:5.7081203/47433/:897-07-.90-.#5 .-:7:27.9.8.808:.89:203:8:78408549.07..2.3 070.3 97.03/4308.59/.79./.. $0.7 0-!#%.3.8.8:/.-007./....25.250/ 203.8907. 070.9.8/.8.30.79.3 /..907:3.39..02-.3.38:3 ./.007.3..389 /9025.3..!#%...3.347.7.90780-:9. !#% /.5.#5  8.3 /.3..:7903.203072.7./9..7.7 9::.443.7..3/85.34342 .9.30.39. 07:8:.7 507803/.8..9/.: 0-.5 $9:.9.7.3  50.9../.39/.3.78023:/03.38:827.3-.3.804342.:402.7.7.3. . 09.8 2:.8./2:.2 57.:3 /:.5/809.380.3  $09.7.43/8/.3:3.50.

..:02-.7.-07. -079././.390795:. /4:20320.9..59073.: . .3 2.3/507-:7:/03. 09.3..8.8.:92030.2-039:503.072.07./4:203 708280-..3903.3.203.307..8. 5030.7.52. 2070.-:7:27.3.39/.3.3/93.8.8  8.80.3.390780-:980.:9 .3/. /.-.7-./-/.3-07-.27.3.5..8.8..3/-/.3 03.35079:2-:...0.8..20.3 -007.3042-./507-.9.3/4308.2030-.8.202-07.8.8..07.3./.3.3.3..9.93..7.802.9.35..%0..320.39/.9.7.3.547.3/4308.3/.9.3.07..9.8.8.9.83 !020739. 802039. .27..39.3 -.33.3$07.89.347:5 .3:3.3/.3./ .0-/.8.8..32.0789./.39.07..80.750/08.5030..3.38:/.3:8..0-. /03.90.  %09.8547/ 903.3202.34047.507/.:79:8 .5:. 90.07.2.3.:.7.3.3.7-0./. :3:3.304342 .3. 20250792-. $.3.3.3507025:.3/-075.8547 :5.8% !% 20383.3'093.8./.330. 909..3.7.:.2  0.03903.30.-../.-8 %90780-:9 203.3.203/47435079:2-:..3:3  :.7.2070.3.3/4308.3/05479.  .8202-03/:327.3.390..3/08549.9.9: 09:7:3.3-0-07.3-..8.203.3 .4/03.39././.8.90.890780-:9/.5-:7:27.5.3.3:39:/08549.3. !07-. .9.3..-.9.81..7%.5./30077..-07.3%03...39.:./50749.05.7.703.9/.2070.3.39./..3 5073/:3..39/.35.7.302.8:.:8.7:939.33.5 802-:3 802-:3 /.3.../08 3/.31.3/42089.-..3503.8.203.3 503. 9039:.43:250..4.7.3%:.3.. /.7.39/..7.. /.78.3.3507-.7.:.3 47.35.3.3 /.3203...37039.8:3..31.880.8. 43/890780-:9802..3..2.:7/805..3-0-..$90.35.-202.9.:39:20372.3.33/:897 %03..3:1.3 .-443 .703./9.3203.3-.3/.9:.703/.:3:3.-.7049.9.32.3 0:.3  .8./0.202-:.730.:.327.7.0.. ...27. .8/.8.3/03.-8 .3.3...5.3 507.9:7/.5.3 507..25324/:890780-:9 -.0./7. ./809475079....8./::3..3.390.8!02:.33.:.39..347-. ..90703/..3 5474:8 .35:.8%2447/3.35007.35.2:39/.2..38.8:0./2./.3:2.7.3../03.3./.3 -.4380:0383.8.3 ::2 &39:203.39.343897:88079.3$.35007.3 ./. :5.203:3:5.5007.0-:9:.5202-.9..38:/.3....9/.8. /503:405007.723.

3.9.:3  /.:-07.703./:974.03%-078.5.:/50748..3 89..9./03.9 ..830.902./-.7#.8::..: 507. 8050309..3.3.2070./.3 .  %.02-07  /.3/4308..3. 54883.3907./.4942..72. ...340!020739.7.98203./8090.23089 .3.:. 503:87.8.3.3 703.9: .9:82070. 5007.0.80.7.7/..3.3-07:-.:..92.3.880-.3. .8..85472070.$05902-07 909.9..32. /50.3./.-.:.-9079039: 28.8.9.30-.203.7.3203.- 80-.3/:97 !020739..3!%/.203.5...2:3 2030.8.8.7.20.9.3:. .  !02:./2:.8:0.35..8.3.3502-07.7  ..32.3:9.5/:-.3.703.7 /..:/50./../90758.39./0..2030:.9.8.

70.7.3     !.3.3./.:.30802-07  02:/.3  $:7..3.3.7.832.0 !020739.3 05.07.7. 5.380.3/4308./574808909.303/4308.3/-039:20.3.3% 072.3203.8. 4502-07 8.8.9.:3   808:..8..7..38:3/.97.8:/-07-.:%2447/3.9..3:.8.2/.3:3-.25./03.2025075.3.3898.%-072.9/.3.3./.3.2      %..3.03975439-.3 $:2.3/.3.3!07/.8.   :2.:9  0.../.3.3 /. 2.:   :3:.3030.7.3..3!02:.5/3..8:.3      ..5.83   !020739.3.3  !020739.7.70 $:. 5079.-0 .7 507.39. 2030.:..32.3.07.2..07.-.8 47-..3.3.3!07/..3. .70    :2.8.3.3      %.59/..&9.3202.3%-072.3-07.25.9:39: 8007.2.380:-:3.      $02.502:.3:/./.8.309..3%03./903.3  . .0 3/4308.  ...4.3/03..025.709  7.347-./.33..3/4308..9 .2 05:.72:3 #..8.08$0.7 . 80..      3943      :3:.39..79.3  %.03907.2.!%.3.  $02.3./. -03.  0/.2./.7.70 5.9.79..-072.3.7#5 2. 0 /.7:39:202-07. .3 0:.3:3 !3..3:3-.230898.4.!02:.   0/.7.23089:39:5:./03.07.3.9.33.320.3#.8./.380-08.9.3/:.3.3.3...      $:2-070/.3 7..8.3      $:7./03./.2.3 ..72:3      .        %..3:353.230893/5075.-.31.3.7.25.73...3/.90.8...3  ..!%.5:.7.9 /2.25.30-7:.3574547843.39079..8.398:3.3.-.#20309.03975439/.70 5.7.   !0.3-.3/.3%2:7   !..:   %.3.3.808:/.907..7 !020739.-07.7.843./.  %.3%072.39:202-07.8.#20.3.%.7  :.3 7..072.02-07  !747.. % !% .7 94-07 8.8. 5747.8.7:/.3/.3..  !020739.0/.8!02:..5:.205:.8.8.3947034087.3      :2.202-.7.3503:.:0557084  %.:3    4  0-.8.8.8.3...2.07.7.9.#203.9  3943 ./.3..7.

7..9.3503.3..3/.25.0 .3080.3.25:202-.2-.32.3./.9020703...3 97.393.3 !020739.:39: .2.3:8..38.9.7039754390-:49..02.95072. 502:.502:.9.. 80/.503:3.% 23089.3.3.5.39:.3/.32070.3.3 0:.3/03.3-.-:5.25:.25:3.3.9/-07.9-../507:.90780-:9.8.205:9.8.0/.3/..3.385479.3/.80-.8 503....!:8.8..574538.39:-.033..3/.9.3 05.../03./.7574538.30548.903..07.3 808:.83 2.8.3202-.2.3 /..8.7%230892.3-07.3-08..2507.:20302:.33.3  5072.83 2.3.39/..3.8. .9.

.49.25.8.00:7.3.

 5073/:3.:574808.3%7.7.257 507803/.3503:7:8.308549.35747.303975439 05....3503079-.9.7%:39:202-.9047./9.39:903.3 8007.5./50.3:3.3.8 2.3.7.3/.25. .9..3/..33.8.:.3-08.3907.47.3-8.3 0-7:.3.93.503/:/:7.903.8:8.3#/.3502-0.303/4308..07.3/..253.8547  $!! &39:202-.331472.3  .-$.9.3$!! /..73007 80.8 027.3507..#/8./.3#03907.-$.-!020739.3.8.39/.3.9073./72./8.3.3.25: !020739./..5 5.2.38./.8:8.3807:8.3 02:/. .3 05.390997..357.3.20325./.380-.... 03907%03.503.3.507.-07.30. 3/4308.07..7. !.7  -:7:27.:/  ..7.38.3/03.3 5:.33/4308..:.9807:8 $.32.8 !02:.73/4308.2.8.3-078.5.907.2578.3203:5.8/.7.502-:..3203...5507025:.. 805..943.3..3907:8203...3/.8.3.203.3.2070.3..35:.39039..182.. .3/4308.3.25::39:202-.3.5..3.%0.7.3/4308..3.:/../...3/ 7.3..202.3-.3/4308.-.23089!020739. 203:7.203:3:574808::2./.5./.3#/:.9:7.39./.2.32.3%-072.2.7..3:9 507843/.3..3202-.3/507:..3!#%.73./.33.8.820303.2.3/-07.3507/.:203.3#203:3.-07-.3202-0-.3.: .....550..38..8.-$.9.3.3-:7:27.7   !02:.7.547.35072..3 !020739.3:9.-:7:27.  $08.3::2 ::2 /.07.9./30.39:05:.3.2. /!07.25:3.80./.3!020739.7.32070.3  .-07.27.8..3080.305.3-..39.-$.350.-072.3507-:7:./.-072.8.3.903.347.8.547.8..2.8.3/4:203027.-$.3.305. :. $:7. -078././7.3.3.3.3/4308.:/:39:20.3. 43/8 50.8.9.9 :9.30:.8.3..3  :8:83.9!07.-072. /-07.3.5-:7:27..07.3 .7 .9.5007.3.3. 502-07.9 907..07.350784.547..38079.8:8 .7.331472..5./23897.-.39:0.390780-:9203/4:2039.8 508..31.-$...3./08.5007.3903.28549./70.8.8.3/.39470783$.7:2.3275507-:/.90 57.-:../ .25:  /-07.90.8.!.:5:32039.3/./03.:/203.83-007..3..03/4308.-072.:/ .32..07.3/-:80417. .3.33.3/.3809025.9:/../.7.203./ !07.2.%2:7%03..3/4308...47-.7 3007 $3.8.:/ $09.-07.7507025:...3503./.380-.3.3#    .93907/.385479.8./.8.8.3827./.05.:/ 7./7.07.:.5.8/.

7:40-07-.3207:5.38.3.43/8848.7.8.3/.-:5.20.207.2:-:3.:800425447../.8..3..3507/.3 9/.3.393. .33..3.0/.:800425447..25:3.3507025:.907503:3.843.:39:202-08.3 080.3-0703.3-.5.9.3..3.2.3 503//.5 02.39.3203..3..3 .502:.3207:5.3.39/.  &39:.33.8.3.8.43/8808047.../.8..5/:...7.3..9/.3.3.8.397.3.503.3 438:9.3 203:39:3.7...9.27.3.:7:3.307.:3 8079.8. 47.8.3/503.3.3.39..3 5072.80-.947-..3-.3/73.:5..25.39.93.25:3.3 .5./.8.3 507.3.80-.3:8.47-...843...80.38.2574808::2./.385479./.5-.9./8..3.3/. .7.3 502-3. /./.2. .7.:.3 .3/.347.73.70:.2.3:3.305../.1..2503.25.5/.82. 203.3.3 8...9.3 0548.3.38.3:7.380-0:2.32039..3903.3.2../..3.9 .2070.-9: 502-07/.3-07084/.3/.9.: 3943 05.8/.!02-. 2.9 0283.: ..3 $0-.3-07.05:.903 $.907.343/83:3./03..3 080./.547.07.2.809/.3.3. 2070.59.07.3.3:39:203./.30907.3/..70.3./03.3.3/03..3.30/:5.3 5007..3.3 -072.30283.8:. /.3.50702-.909.305..5.32.3-.3 :7.3/5:.-072.38.38079.3-07084 5.  4.33.2.8:8507/.9.3 -07.39:.3:...800:.3/8.25:3.3202-.9/.3207:5...3947!03:-:3438:.39:.283 :7.7.7!020739.-.3....9./.9. .3.3 /-07.03/4308.3 /.3507/.9/80..07.3507025:.3 503.3.47-./$07..39:05:.07.903/07.3.902-.790203$48.7.5.3 503//.-:/.5.2.7..25:3...3-.%2:7 .99073/.3.3..3..:/:././03.8 9072.8. .3/:.5.3-0./..203..3.9.3/.303/4308.305..8.39:202-07.8.8.907503:..3-.9.8:503. 07.3./70:31...3 5072.9.72././.39:/.33.7.3#4803-07   5741507025:.304342909.$07.503/:/:283/.8.3.2070.9.47.320207:.307.253/-07.8502-.3.3.7.#49.3  .39.347.7/.8. 3-.0303.38.347-..8/.5:7.3.320302-.5:.3/4308.3./.3 .3 .3-07.3 80-..3 :.5.3 47.3..8.0$3.807:8./.33.8.  080-.3.3/.380..93/-.2.9.30/:5.808907.7/.950393/. $0:2.33.47-.9 -07:7.:39:2025079.3/.3:-:3.3-072. .3.79. .3/4308..3/.0574538/.. 574538/. 203/.3502:.3-...9072:.38.331472.25: .    $0.3 /.8.0 7:2...3503. -007.3.18 03/07 /.9503/.202-.:3 90.3.8 047.2.:3 :2..2 7./.3-.9:9.:2:23.19 #03.8.3.947.3-.2 507/...790203$48.32.5.3. .3.3.3507/.2070.33 0283.02-../507:./:. 3/4308.3.9070-.309/..2070..47-.  !02-07/.3:3.9..5.-072.9  &5.42508..5-.3.8.380.39:./.3.390780-:9  0283.3/.2.909.347.9:57479.3..3  05.3/. -007. /-.3-:.2203.9..3..3 8.3503.3.2202-07.3/..79./ 5./.3.8. ..3507-0/.-07..25:..3.38.32../.3.3 .8../3943 .-./.73.27.

7.347/$:22943 $:89.9.3.93./.3.0.2/.3 503//.8.3503..59.3-.3:3.3:8.8.5 502. 04254 .843.3.2.20302-.30283.3./47-.3.39.0-:9:.3/:5907.7.7.9.0452039.907../.7.3:39:2033.- 0.3-072:9:/..7.3.8.3:3.30180382.203/..9.3.3 503//..3 5033.307.820 8079.007.3.5033.9./ 5..39.8.3.3/:5 /.9 203/:3/.33.35.3-07.3 8.7.32033.3/.0-:9:..39..3/./.39.7804.3 503//.3507:-.3503933.320302-.308025.9-:9.203:7.9.50749.32:9:8079.38/.7985.3 50309.8/.3/50790.390.3-07084 203..9..30283.9.8 /.843.8.203.9.9..7.7.3080.2.3202:33..5..39.7.3.39:39:9.3.390793.380-.-:/.2.3 90344 803/.3.:50.3..8..3-072:9::39:2.39.38079.7..25:203..7. .7.9.. 5:9:8804.3503//.705.5.50747.3 907.3507025:.303/07 502.3/.9&&.203/..:/. ./.25:203.8.2:9:503//./.3:39:203472.8/..3.30--08.503//.8.3:7.39.3. -07.907-:..3/..  /.9//.9:.30-.9.30/:5.:3 /03.8.9.30.809.2507:2:8.3.35:-  !03//.8.233.7!.3.80847.3907.3:..3.039434390#9841/ 03:20.3-..790750393/.8..7 93/..2.3907-:..8.31. 042540..34-.04520394.342508  %:./. .05.3.907./..8.7.9.8.39.547...3/.3/.3 207.9..32030.8.9..3/720.8.3503//../.3//::340 89..3/. /.808..3-.3/..9.7042542./022033.3...547.3203.20/:5.8././.3507/.5..57...3:3.3507:. 43..8/:52.3.7.09 /.3503//.  0-.7%..3.9/../.3..30.2.30809.9  -. 809.3.38.7.33.../:203/.20250792-..9.207:5.:50203:.32.30-:9:.9.3. /:.805079!03//.7.3-07:8.30809.9.34.-00.3 39073...3203/.32:9:9:7.3.3:39:2.3/.3/..30:.  !02-..907-:.8.3.33.3 907503.3/0...2350207.9907503:3..9  .7-078/..5. .08025..:..3848.9.2...3503:39./.3 9073/:33./.3/.8.380-.700.:3 503//.907503:3.9:5.3808:.8/:53.3:39:5747.3:39: 203./03..3/.-07.3!..3503.33.038...-9.3503//.3  !02-.3 ./.33.9.5907.8.3.3-072:9:50.7..3907.503//..3:7.3:8.804342.380.3-072:9:/.3..3:.0203503//...3.3.3:.943147 43.324/0502-0.31.3:.3..3.3.7./.3:.7..7.30.8.8.33431472.3.431/.5.9 503//.7.3/.42:3.9.3/9.82.3.3507:2.2.8.3..3 5033.9./-:9:. :39:203/.5../02080.3909.:507.07/./03./../.43/8:39:2.9283 205:90. 3. 3.843.72./.39..347.:39: 503.93.23/.8.3 2.72:50309.32.  .7.3 503//.3:.9.89.30.2033.3.3503//.8.5.808-..507025:.809.:.30805.3 20203:.5. ..2 503//.3.22033.25.8. 80-.::5.2.3 507/08.  0-.3&39:$02:.3503//.9.3 /.39..7.3  .7..07.38:2-07/.3/.503/:/:.3.3 .9283 507/08.3/:3.3 .3-:/.3. .30/:5.320. 202-07.31:3843.703.3.33/.843.808907.3283 8079..8 203.507025:..3-.9./.30.73.

3/03..802-.203./.30/.2.32033897:8.303/07/.3.:5..331472...8.3848.92./.3429203 42920339073.520307:8.380.3 50304.9 43/8 047.2033907.9 20207:.8.907/...5507025:..//./:/.. :..3 /.3.7.89..35747...3...:2507025:.32:33/.9.880507947.2070.8.39007. 2.3.5:8.3 447/3.90714:8/03.3 /..8/:5 /.8/./.7.5033.3 0-:9:.9.30907..38.32..7:.307.8 /.3 -...39..320.3 0907-.7.3.3804..9::25/.25./.3503.8/.3/8003.3.3/.25.: 80:7:.3.3848.3.:5:35020739.8-. !747.9 002-.53/.30.3/.33.39:5007.7.3:.9.9.-./-/.98903/078079.30907.3203.2 80947/..8:50203:.3:39:2033.73..93/.3.35073/:3.3090758.9.331472.9.07.8.3/.303/07/.. .5.3507025:.30..3.2574808549/.25./.3907.2:3/02.5...9:.25:20302-..3:8.7.8-..890780-:905.20.3.3.2.9.007..8.5:7 !07:-.3.32033.202-.042548..9:2.7985.9...3/7:2.7:203-.3.507025:.8..5.2!02-.3.8.3/.3..9.33.9.7.2.3-07.:502-3.9.3-0:2907. .3-007.7.0-.37039.:5:3$ :39:2030-.22.3080../.8:/08.39...202507:.3.38:2-07/.3./.3  :/.3507/.-/.:8. /.3502-.-0:2203.2 0:.3.3/.. -:/.2::7.83   .:39:-007.802:.3..38.3/03...3574/:8/.7-07-..39: 0-..2:-:3.:2502039.347.30307.9 805079907..3:..3.3900.3:3.183/4308.3.3402.3..-/../.3 47.35:-2033.3 7.:..8..3 -0747039..5:39:203/:3 809.38:2-07/.9.3 24/./.7.3.:8..3 2.2.3..320207:.3507:-.8207:5..2 -039:8890242:3.7.32033.3507025:.3502-07/.3 /.25747.3/::/.3080..8.2/.:.9.3  50./4 /...9.5033.7./.8. -:/.3 /.7.250703.25.809.80/./03.393.385020739.:202. /239...8.8.8../03...9:88:-47/3.90503.3 502-.3503:.9..89039.9.3:3843..3  507025:.8.90907-.25.9../.9.9.7.43/843.3..3.75:.507/08.503//.390780-:9..1503//.3 /50792-.9.9./:5.8.7&8.8..7/.3 42:3.390780-:9-.07.3 507025:..8 3897:8!708/03#4 %. 2025488..82.25..  :7...5020739.3..389.97..: 5:.3909.:3 9039.7:8 /.89072.85.3907/7/.3-07.2502-07/.347.3.9.93/4308.94 3..805.3090780/.3:3..2.820.832.9  .30.3907.25:.203025:73./.30-03.8803.3:3...843.8 /..2..3!03.3/03...3.8. .3907:8 20307:8  09/.3 502.3/.3 .3.92033./.303/078050799:/9.3.3/8723.3 08549.3..  5030/.7.27:2.3/.503..8.3:9/2.907.0..9.3/.3808:.8..7.7:8 :9.320.32.331472.38079.309/.3.:.3/80..2033..5389.3.8..7-07-.3/.35.3/02. 8073.8.32.2.8079.302.3 5747.8. .910 8805079!#%!:8 .3 9072.8.07.-.35...:.5507/..3  $97.7.8:007.3507.3/.:39:20250793:.39034431472.7:82.331472..909!.3503.7..:38:7-..3.7:8:9.7809./.30907.

32.3.3 !7453805:./843...3$.3!0.3.3/.-..3:3.5507/.   47.39.9 4-.320..32070.9 ! .397.3.79.347.2..2.2003%7:89/..3042542.7974:54:3/.29-.3:3.3..7.390780-:9203072.02-..../03.3 !74538.7.7.3/02.5.:7.3/7 ! /0/.8.2.8..9 ! .7.9.5/-039:/80-0./.30-7:..3..8.3$.3. $:7.2 !74538:8.7.08$0.3..3/4308.3$9.-.3/5:.9.:39: 0:..05.5203..-.3/-07..79-.9:9.0.302:/.3203.7.%2:7 3943 !74538.37..: :2.3!..9!./.3 47.709     .3 307.8.3 !.8.70 !74538 $:.77.7 #5 7-:  7-:   .9:9.3  $02.3.3.8./.32025:3.9.0805.7.9!.3.3 . 90.:.3 907-. 549038-08.7...9.2.3:5./.3!0.3.0397. !023.3/.3%2:7 !././03. .3. .8095439/3/4308.3.:2./..3/.7 ....:.8.8..3/.3.7.:9.3 4-../. %.8/.7.7985..3202-07.8.0789.  !0.2 5.9/03.7 :2.8.33943 47.!740./. 05.3 02:/.0397.3 47. & /.3.2!0.2003%7:89:39: .0.3...3503:7:8.7.5.02-.3 !42..8.38.9::5. $ /.%2:7  $.3202-..3/-:.7:3 .72...709  5../80/.353.8$0-0.. .. 20.502-07/.:2.3 %.9.3 !74538:8..3 /. 0.3805079:8.5..-.70/9274/3/4308.5..202-07.9 ! 203.83.3../03.302-.3.8.704254.27.9.$...7.9/$:7../.37.:38:7270803.347.903.3:2.. .9.3/.3.3 907.&8./. .397..80-08.9073 /. 47.%..203..0:..3 9.80-08.. :2.37039.:7...8. 7. !0/:/./.3  47.!740.7. .9 /.3-07:8.283/.7.3 $0-0:2-074507..33.709  -0-07.3.37039./.8 4342&3. !74538#.25.907.:39:203025.3 .3./..7:39:-075.3.709$:7.  47.9.5.%03.2502-07/.9:9.8:/.3949.353...709 80:2.703.203.8/.: .35747..8.47..3/4:20327.390...8.3:3&-...3 ..02-. 90.3!020739.79. 2070.7.3-.7/.:7....25.39:.7 #5 7-:80.72...3$.3%:39:02-.80-.%..0...3 .3#.3/03..25.39:2070.3.. .7.9:9..7.5507/.&9./.:2:23.3!0..503..79../.9:9.8./.370/9 24/..307./.370/905.30.3 0/./.9.%03./.9:/0.3$.70 5..9..::3:.3 !74538 $:2.39:.9 :3:. 47..0 .79.8..943:39:203/::3 02-. !74538.3 !74538.-..5007.20.3  47.:.3 .7.9.8.8.. %03.:./.7.5 . $02..2.07.59::.3907.8.350304.-/.3!.5. 7.3 03.8.%03.3!020739.8.320.3./03.5:39:202:/..39.3.-007. -072..8.07.9.39.79.8.9  .3.3:3&-..3$.7..8.507-.9.

:-07-.:5:3:.80:7:.8..320207:.3.32.7.:0:.3.3.9/03.9075.73007 5033.-.8:20.8.3848.83.38.809.283 . 31472.703.507/..82. .3   0:.9..:502-07.   :73.7.3..22.3.32034.3/03 $02.3 .843.8.73/7.2//08.23.39072.3503/./::3.:39:9::.3503//.3 8..5.850.2.3/7..79../..203.3.203/./9::.77.8.3:9..7.7.370/9 24/.9.. /.802.5.7.503//./..:8:83.9.7.3 503//.3 :5./!0/08 .7 907:9.7.9:.8.3/.7.3.3/..347.35033.90780-:9 !020739.7. !74538.503//. 90780-:920-..843..7././.3.8...7.3/7 ! 203.808-9.. /.397./.3.3804.3 /.3507/.3.5..9.8.380:7:809475020739.3...3.2003%7:89:39:20.93/7.503.7.920..320.93.8/.7/03.9.3/420892.3 5007.9.3-08079.390780-:9 907:9.7.  !033.2.39:.3 0:.3.3. &39:2033.8..0.73007:39:20307./.339073. 203:5..507025:.203.3802:. & 203.347./.:7.3.32070.3-0...91-.3/ 3/4308.3/.: ./.9.7.2.8.7.3/./.305.808:.3!03//.3././.3.:50209.3.: 203.7.05./...:8.3 57..3/..9.043428 $073.05.3.8 !03//./.5..3.3.9.8820/.3../.370/924/.503//.9./..3/.30--.33.3!42....339073.77. 7:2.9.8.283/.5070:..350.89.:-.:39:202-07.3:...3.8.2003%7:89..3.9../.05.3503//..3 50.3.  0:..9   .3/23.%..3/.9039.:7.32. $ 203.9 5078047.35007.3.32.42 0802-07   .33.9073.3.  ! !03.7.3.350309.9.8-.3 -07-.:$41. -.2070.283/$:.0:.9   . ...9-08.34397-:85.5:8..370/924/..3.30-075.0:.9 :8:83.. 5.3:39: -.. .7./.3.7:2.:39: 20250740503//.804.3507025:.3..843.0.3.2:2.20/./03.:3 03.3.3/.3507/.3.390.3-..0:.9 3/7.3502-07.3.3.3..3907.2003%7:89:39:70/924/.850 .3 !033.5.3.3.&8..8:/03././.507025:. .8. .8.  897:5.. 05.3/:3.7..8079. 47.3$9.8.9703/.:.3 -.&9..:7.3.2.8 80:.3503//.2503.3/.503//.3./.3..7..9.:../5007.202-0..7.3 0.320.3507/.3/:5.7.203.3.5. 5023.331472.3/.  0:. -.3   .3/.804.8.3.3 !74538$:2./.2.503//.3..77./507./.05/.38..920.9.3.9.70:.3 !74538./..3./.2.907.7.32070.5./5.:8. &5.8 :.7. 8....8..7:8574/:9180.347.32.7/.2.390780/. $ 3...9/./.88.3.3.3507025:.3 5033.

9.3&2.:$! 802039..38:340502-0707.507.202-07.9:20.3 ! 97.3/.80-..9. !.:3.79.7...32.25...:3/..3:3.::593   !033./.07..7...!745382037247./:..3.905.::8.8.7.3./:.23.5..3%.3 2.507....32..7./.3$%/.709    ./4250343!072.7. .-- 89907 3.7..90207.9.3-0-.8.8. %.3!02-07/.9.:39: 50.07.3-.9202-039:042542.. !$09.: 5747.79. 02-.3#5 :9.5.3 -:.79./.397.3/-07..3!7.9203:9:78:83. ..73007 0.3503//.73007 :.8907:8202-07.3.3!02-.4.34.88.380-0:23.-.9-007.2-0.3 .39:.943 !&  .3:7.90.7.:4.7.7.3.9..92 5.3/4308..3   -0.3.8.:..9. 8.9:/03.!03//.3.20372903.3-. 202-.9283.39: 4.3.2.3903.8:/..39:2073.-.!745384.3.9 .9.79. .. $07.3.9.88.25:907:9.073088 .33.3-0723.380-.38:7...3:9:704:3/.3.9 !4....25..8.33/.3.307..50302-.2.709  !020739.3 .3 70/9:39:503//..340!020739. 0/.3 $..$0.79.073088202.--89907:39:::8.3507.8.370/990780-:9 /..3 /.3503//.9 :2.  .30907.8.

/..3.:3.3   :2.7.88.. 802039.2.:39: 50.#5:9.9.5.7.7..

709    .3!74538../03...0-/.33.72..3 3 !& 20703../.9. 20.8.-075..3 007.3./..7. %.3 -0.9:.3 503//.%03.7&8.:33.7985...310$8 042540.88.:...3 ! !74538.3-0.8.%03.39.8/.3 503//.88.808.!078.88.25033.2.3.8!03//.3202-07.7 503072.05. 0-890!&  /.3.2.

3-0.32.2!0/:.3/03.%03.38..:39:2.7:8.2-:9  .$ 802039.88.7985.39078. $! /.7:  ..9203:2 -47/7/.!078.39.37.3.39:3 $0.39:/03.3507.55747.3/. /.804.39.!078.80 3/4308.88..3/7207:5.$ #5 7-:507-:.9..3:. !747.3:39:88. 804.09809..3/7:39:.72.9202-.3#57-:507-:.72.808./..3!74.5.709    050/:./. /:3..:.3-..3 ... 5:97.3:39:88.2:78:8507-030.:8.5503//.3:8:85:97..3/7907.7.3202-07.3.#5 7-:507 9.3 5038.3.3. !0/:.88.202-07.0.9.80507928.8/:3.3:7.3/.88. 0-890! /.:39:50/: 907.79.39.:3 $0.804.3.//.3.3.2503//.88.2.9425:9075.3 0:39:3.3/5074.2-039:502-07.5.3 5:9:8804./.%03.9:..3.3:39:88.3-0.:380-08.39:507.07.39.3.3-.3../..349. :   :5. .:8.9$/4.74 !74538.5. /.324/.3/7 342!439.25:-07:5.202-.%2:720239.3203.3!74.9:././.38.3-0.3/::/..3.79.3..3/7:.3 :39:04254-0.39:....7#57-:507 -:..3-0./.7...:39:2:7/283.9 /.

3203...3/80-:9.2.3/7/.8.3 .3/.2-/.3803. .:39.9: 50/.3 503027805.808.8  0-7:.9.2 .39:2:7/ 2:7/..3  8/4.3:7.3 723.9./. 03.3...3/. 70947.3907.3:.203 50239.-07.3.3-079::.8.74 4 //..8025././.9-0.3 503//.3:.-0. 0-890!024970-08 /.3/:#.9.9.3.9.9:39:8./..79./843.8.3-0.  /.3.8 /.9 05.503.709    $09..9...0-8.39:.3/.9:39:203..7. 070.7985.7.!74538.88.3.3..79.../05..3303970 % /90:70:5 447  425.3 5030/. .:7.32.38.9-075.:3.3 503//.2804.2.39:.9.950.3:3. .3 8079.202-07.88.03903/.3. 239.7.3007.2 503//..90.3.2 2033.757..9/.9.790203!03//.-.3 503:.3.3-0.38..3.3.3.5..2070..3.3 .2027.388.47../.3 503.503//.3 07.3/.9.9 330 /.25: .983 !..2025:3..%03.503//.30.3-.9.31.7..7. 500.9907.88.907.3!03//.9../503:3.3-.3/5.32.3503//.3.80-.3-0.5.3503933..  !:.3.720380.3.34290$04.--078. 3.25747.:203/.3-0.:5030/.7.3.39.3 $:7.5747.5.9/.30-:9:.::5:39:202-.9$& -.3.3.3-.3 .3 .9 2027..380-.5.3574899:8 90703.#.-:5.8.357./.9.8..308025. .32.3389.7/. /.5 54:8:/.9!.:503//. 20304..3.202-07.2..97039.903!.203:25:.3080..7 .39:. 803./.7..32.25.%03.5:9:8804..3 0:.3 907-.3 202-:9:. :../.30./.797.702.25: 803.9.:7 8./.320.7   070.2:7/ :7.:0.3-07.:5:3-.88.3.502:33.25.4.808..88.8/.3. 2:7/.808. !.9203.. !./.32./3/7.3...3203/::35747.2./.320302-./.7#5:9.2....2#:2.  .89..5.304342:39:/7/.3.8.8. 503.3/0:.3/..33.8.3-0724947 .2.203.3/.3 $ /.503//.3.709   !020739.747.90370-08 !74538.9.9.3.0789.913...8/:.7.9.709    $04...0.90.203:7. .3:39:-007.8.943.72039%7.2033.920207:.3.3.3:..303/.3 09079-.3:.2/!443.3.2.39:.8.9 4-..3080.3.3 90780-:920.05.79...3/:..39:88.25:202-2-3/. .:7. .808.2.72070.!747.39848...5.-:5..503//.3 909.39039.!37.3.!:8.3.843.5:9:8804.8. 804.25:/.:5.8.5203.9!03//.35072. 070.3207:5.8.0-/.:47-.3 ! .3 !..30.8 $0.709   !020739.:39:202-.33..9073.7.7.3.2202.20-/.993/.843.3/.93.:3  80:2.3.05.3.7.320.3507.3 0-890!/.2-:./03. .390780-:9-0:2.302-./.3203.7.  .3$!..7.3907.3-07..94:80!747.8.38/.3.3 907.8/:5. 202-.3-078.3 0/.3  .3/39073.9.../.7.4-. -09:50/:/.3803.20893.3 !:.7.

3:39:2025:3.30--.3:2:2/./094807.305./..897:9:7. $ 203/7.9-.3 0.3:7.3.:7203.-. ! 202-0-07.0283.9.3!.8$04.  .8.7.3..5.83.3 .3/5.3-.3.2070.3. 8...5.3. -4.8.:39:203.3.5078.9..3/$04..42   $:8:8!.3/.:5:9:8804..3.503//.3.72.:39:202-07.. 8093.7.9  .2.9..3503933.093.502.3425:907-..380.:5.7 .-07.3.39:503/.3:5 7.7025.7./.92:.703.3.5.203.../.39:20203:0-:9:.3.8//.3:7:$.8079.3.9$/0.3.5.7/:8 .90780-:990.-074.3.83907309 90780-:98:/.8...3.3207:5./03.3203.8.8.7.3.3:8..3/.3/.!03/430..703... .7:2.....3..3.8. & 203/7.350....-0.35:8.82.3.3.9...98.2.2../.3:39:.9503//.32.1472.30:.9.73.3/4308.7..3.. 9-.3.3.3247.33..3503//.3.3.9 3.7.3 7.5038:3.83%03../5:7  3.7.5.3:..: %.3./4.9-. 03.3 :7.3.3/803/03.8.370.7:39:202-. $04.20203:.79..29-. .32025:3.7:39:.28:39:203//...331472.3.9:3.$007..947:2 425:9078....3.3/03.30 .3503//.3 503//.3.3.3.:3.380.3:./. 2.8.4 /   $#.3: .  20.3-2-3.3.804.9.9025..3 .8.75747. .3.37.3./..:/.79.30.3/4.9.7 ..3.7 9025.90780-:9/-07.38..3/.3.7.%2:7  2-3.094807.39:.9.5007.5:8. ./.9.:.8-. .805079.3#5 7-:507.3804.8.3/../5.:/.25:80./.7..0 .3 !07.3..3 5702.3203.3/.382.8.  ..4 /   .:3.2.8:/.3!0.3:39:.357.25: /.3 .3.3 $ 4250%.7.32022:7//..5:9:8804.3/-07-.3.3 -.3/.8.3...8.305.3.804.:.7/..390- -0708025.  !03.5.7/...3./2.9-.3./7..2.3./03.3.9$04.. 202-.3&8.73.3 .907.39.3..790780-:9 .503//.3.320207:.703. .9202-.8.3 203/.8.07.390780-:9 425.3.3503//.203.7804.8 :    .3.79..3203.8 203:-.247.7.3.339.9 02-.-47.3.3-071:38-. .3  . -07804. .2070.3/-07..3.2.2. /03.35:9:8804.5.32:7/  ..9.39.3..7.3202./.8!.7 .39:.370.3.73.32.34930$:7.38.380-..4 /   .3/..7.350309.3 ..8:7./. 7..9503//.202-././.3.809.42  .. .9 /. ..3-:/50079 2025:3..5702.73:/..:.3/...8.7: % .82:50309.9:9.3!0.35:9:8804. $04.3/..3.3!74538.20307:3.3.2.38..320307022:3.-08.-425:907.3.3 &5..../3  9.3/02...7/804.39075.8.3/.32030..79..3-.

8.2070.7 /9::.:380.30 203.8.3453 0-075...2503//.203.8808:.38023.34930/.8.09..3507/..3/9::.9 $ .3/808:.7   $48.7:8..3.3  .33.3.3/5.$.3/4308.2.3 47./3/4308./8003.5:9:8804.3./.354.27.3../.907.3.3/0974%'9..3.-: -:.3.:.3/.3/23.30--.9.39: :7: 2025:3.3/.3.22.2./03.3. 2.3:38:7-072.8/.7..2202-07.34930-007.90780-:9/8.. 2...3203./.39039. !4.42078.30548.9:-:3..3.3!07025:.8.3507025:.3:39:2033..:2. 330 /...0..!07025:.3335:3. ! /..7.331472.3./.8.388.2 203.3 .9 0/../03.808.3.8.3..8.. 8.340 .3/.72070.39070-./.:.8.7.-:.3239!07/..2.: .3/.37  0:9.25.8..709    .3/.0-7:.3507/.33.3.3/.3/.2.78../..3/0..3 /...7985.3203.:  8079.99.32.3 503.3507025:.8!. 202..347.9 ..3./03.3.3508079./..3.2.2:-:3.3 .-:5./80-:.32083.32.3 :39:80.8. .3..912.57.309039.38907..3703...3-007.3...848.8 808:..3.23/..3.07.. .. /...9:.-43 !747.88.3 !! 3/7.3507/.308549..9/.3/7.3 702.808 . .3.50302-..8 !073/:3.2-039:...3  $ /.3.3.3.8 /3.32.3../03.7.2-:/.709   !030-.3 507025:.3.7 $0/.3203/.3.3.3 /.7 508079...3-0.7.0.:39:20./..9: 05.8:8507/.:.7..5033..347.7.3.  3/:897!.07..-...7804...7985.27.7/.&9.507/.5:8.8..0802-07  0-890.3:.9.8.8.  0203907..3. :7::./.25.3.9.3.3507025:.!07025:.:20/.507025:.3.!02-07/.3507/.8 !030-.9 /53..3./05.$%! $& .7:.39507/.5..3507025:..3.3..39::..!078.305.3- 2./3:3. :5.848..3-07-.78./.3.8!03//. 2025079.3.332.33.39038.3.703.8-....347:242:3.3.7.3.3-2-3.9:9.: !74538. 389..3.3 47.307.3%070804208/..3-07.3/.3.39.8. 20309..3/.5.3503.8 9039.25..3!.3.3.3 /.3/..8.: 9.2:5..3.8/.3:73.3.3..3203..5:3.:3207:5.33.3503//.9.3 7.3!02:9.3/.507/..7503.7.3-07:5..3/03.8.202-07.331472..2./.:3./. 507/.350/:5../.3:73.72025:3.8.2203.8.3848.39. .2-.$.2.0802-07 /3/7.8434203..25..8..78.7:.3-.2.3.3003.9./...331472.30-:/..3./.2-. .804.3..3408.7.9/03.507.8/!020739.3/:940 47.27.72.3.33./ .3!.39/..320.7.3. /3.2.9..3/03.-075.08./.3.3..8..3./740809.:5:3/.3.3!07025:.3507025:.//9/.0.25:.7./03.. 47. 503.3.3507025:..78.3.3 /::3.8.88..2./.9.302..305.8/3/7.33 039070.2.79039. /03.35.0907.8:.3!07025:.9033/7.331472.9:39:-0..8:8 .350/:/03.:.9202-07..8.3.950393507..8.7:30.  .:5:3009743 /.3.73.3.2507/.2.3804./.5:8.

 /.32:.:3/.3903. .9...503..3 !03025.8!%9/.11.3/. !% /.3 0-7:.30903.3/-..-4:9 $0:.88.220707:9 203./...7:..:./2.:2:2 5:9.89..3/.3..325.3 .3 .%4:789.347.3!..3%7.2:7:3.2070.907-..3.3 .3$05902-07 //897-:8.790203%03. 0/.39. $0..8.07./03.9..07.3..3-.203.347.3.549.820239..7. 507:8.3.3.07.3&3/.1077/.32025075.3.3070.890.3/.2.5.90..7   .38.8..3.3827.3.2.%4:7824.5.3 .-05.2  !.8.2:39:9:78 /.7 :89:8  /.3 /. /.3/..3 -079.843./.2 .3 0/.3/%'#  .7.340 !020739.9.203079-.::89  .305:9!033.39072.349.202-079.2.349..3/.3.:3 9039.3 .0-890 :...3:897. 39.3.4 . 04..8.. 8490..7:.3:7:502-2-33.7985.9/..:7.: 97.97.3 4 %../.7745.3... $9. 07-.3 &3/.3 :3/. 2.9.3%7.7.5:7.9.8.3.3!07808.8.80-0:2/.-:...790 4.3 020...8.347....3  $05:9.9/47./:.850307..8.30-:/.9 203.2.7.3/4308.:3 9039...7.:!##803..9.820303. !747.8.:5:3009743 7.3202-07..203.7:.9..3/..8.3!073/:3.07..9.3.8 $3.9.3 /03./4 $05902-07   0203907..3.3827.30.2.3!03.7.9:0/43.94341/703 /2:.9.3/-..3//::340 2.3. 903.3&3/..:..07.3507025:.3 5007.-:9 34507.7.903.3%'  .73/4308../.3  9072. ..8507:8.. 94-07  05.3. !% :39:8007.3907.5:8.3.723.3  $0.3 07.43903.07./909.%07803:2 /2:./.50.8.3 .3./9.390.!020739.3/-.8:83.25:3 20.8.3!48907/5.7: ..9/%7.22030-./.8.5/03.3/90723.27.3/.3.8-.:.3$:3.3.3.2. %03..5747..073.9..  7-:08025.  007.3/4308. /.0.8.34 9..848.2......3. 207.2-93/.7.0732039 843.3900.3 :3/.3.3..3548907 .3./03..-.3.109-07:5...#.:203079-.:.340-07-..3/. :3   !0.32.3./4/.8:93/.109 89.%0254 ../2.5..390.3.3 :3/.9./.54507.2 2.3-07:5.78.790 .-075..7..07.2..8/0990.:.3.3.2:5.3/4308.30503.7.3 .3-07-....80/.7.3.9.28079.3 2.7/ % 202-:.805./%.5.503.319.3%7.0..3/.3:-:3..2-93/.91/.2..39/..3-07.390.31.2.8:9.580:2.5.73007 &5.3-07-./..3/.3...07.3 !03008.39..: 03907203.3/.3.7.9.:3 2030:.07 3.90.79.008/8: .9.3  0.331472.  !033.34 9.3.3 !020739.9.507/.8%03.7/.../..3..848..3503.9.39: 80:2..:.7.3!%.2.3 05.8.83./8 /..3.-0-07.9.3.3203.7./4 900.07/.350707:9..:39:2030-.3.8!74538. :807 $/ $07.8 :../.8.9:.3507/.3/4308./2:.  035.5 /.3.32.3.8  4397.700720303.-079.30.8.8/.2  !439..38...:3 9039.3827.8/.39/.8 3.5./9::.9.:9.39.7..507:8.9/.30 .7:/.3././.07.07/..507/.-. 2.7007 03907%03../.09..3 .3/.27.33..2033./.3 :3/.3-07:5.9/%'-07/:7.88.2-40.3 0/.3./.3025.3 507/.3/4308..-.3%03..3/4308..7/..3/93/.0:.3.8.3/4:203 /.33/:897.920.7.3./.3907.

309039:...!07:8.%03..73007 %./. !% .35007..07.3947.3808:.9:7.3..07/0.3947.-.3.7.3.3 %.39/..:.9.%03.3.3%80.0.8:2:7.202.07..3..%03./.30.3/.3/.3947 .507025:.3/7240.!%.9.350707:9.3:.0-.43%.8./03.3807:5..:3   3.-:9380/93.%0./.3 $:.4 .9203.8%03.7..././ /.8.907.9/03..340.07.7.!74.3!%/.3 .07.7.8%03..3//:...3/4308.3..3!% .3.8..703...2033/.35:.520..%90./..08...32070..2/.350372.3 /.7.3/9025. 57   3..703..7...07..9.3507/.703.0.3..-.38:8..3 -072.203.30903.%03.805079 28.4.9.

.52.38:2-07/.3202-07.3/.83.8././.3 07.07...22032502039..3!07025:.9080.3!.-08.3!07/.35.4.:..9.% 20372.547.520372..8.90780-:98.9 8:7.7 2. 0557084 %.3899:843.383.390747.3..3 2.9:.8:3.390780-:92025:3.3 .3 0.0:.3$48.8..203/0908907. .7.39/.39/.3:39:202-07503...3-07:2.3:.8507.!020739.387/03..347. :2..809.3.307.2.703.3-0703.8909.3./ 3/4308.3.503.7/.:203:..8: 9039..3.50.203. -08.73007 .803...07..3./. 97.3..3 /.5.:3  :.4347-.  #$ 03.2/./..503..3.79.91 :   $0:-:3.3431-07803.8.897.8.3/.350309./.3/:. -:..9.347./. 503003.30./. 2..8.0.3:39:203.3.73./ .3.3./.34080-:.93.-.3 /4:2038050798:7.9.8.07.3.8./09.305..83.3#03.3..950393 .39.347.../..3%. 47...3//.2..8 $0.34507../.80:7:5.5.9.43/-.3:5202-.3 9/.3.95039380507928.9/% %02543907.2-.2025:3.3 507/...2..3-.507:8.:7.!%8.$579:.9.73.8. /.20907-.3/8.720507/.-07.3/9. %2:7/./3.2./-0-07.39.3202-:.3503...3903.843.9:/. /.:503..50.73007.943.7.3 .8.3:9. ..33.003.5:8.347.3.3/.8.07...79.7.9.9.33.9.9.50.907.3. $0:2..39...3:38:7 :38:7503.843.:.:30.8.3/8:.07.-07.7.!48..5:8.3/.!020739.8.3.39475:8..380507990747820 431848.9.9.79.5:8../.11.3-08.3  07..8.3/.:39:203/::35747.3!.3503.7307.3:39:203:3.47-.9.39...3.305.3:39: /08549.843.3/03./-07.203025: 897.:.07 /.8.303.9.3. %2:7 3.2..597.5:8.3.32:335073.50372.3203.33/5078.!020739.9::.2.-8...3/.90503.3.07..9-.202 3503/7.3 .//.703.0.389/.7.7.3080.98.07.07..38:2-07/. ...5.28.3 8. !020739./.30802-07 20.30/.0548.7/.3.3.33.3!9/..2/./.3.3 507/. !03.3 &39:203.!74538.30..9:0.3.8:.3 203.3/.. ..8.39..35073.3.39$48.334507./.8.3:2.8.339073.8./.8:.:.307..33.3.8:.2:32033.25:3 . .9/.3/./.305.3. /507:.7.3507/.3 5073/:3.3.3  $0./.7.3:39:203./.39::.039.8:8507/..9..320302:..843. 07.703.8.3.:2:7 202..

32.3.3.27.2202-07.3.3/03.39.8.#5:9...3.307.0/05.3. 8007.:39:9:/507:.9 /.$  4203 8.3.3..39.202-3./93/.3.3!:8.390.3  !020739.9./.390.7./3/4308./03. .:38:7:38:7 503./:#:2.3/-:9:.3:9  .#:.2.307.3 2:3320207:./3.39:.0907-.3507843/.3:8:8 0548.$..7..2-203.2./:5.7.2.347.3..35034-.8.3/04.3.3.7.3/.9.3.2.350703..3.2.:3...9 :39:20331472.0. 803.3-.$0907.3!0.8.3.3.9.3-.8..39:.5.9..35.38..!74538.3907..:800/./.182./-..:3 202-07..05././.3.380907.73..757...343/847-.9.!48803.3.3.3507/./.5.5:8. 944.9-.307.3/09.3:39:203039:..3%075. 949.33.8.788./03. 5.3/::3.3808:.7 -079:.380:2..05.:5:3588 -2-3.3..7..03907 /.9!0. /.3-..

3207:5.347.-.39...3.8390../...!74538.9.-:5.809.27.9:39:0:.73.39:.3.83 %. 507/.9025..  47:2. .39..784!439..8 /03.34.3!020739.30$.3..3/.3.07.302-.9  0-890.8.3 007.3:8:80548.20309.39.8..3 202-039:4.:5.9 80-.302-.3/..38.3447/3.3 -07.43803.39.-:5.3 507/.347.3/.9.3$ 4. #:.2....3::2!07025:. .8/93.2.2.7/.203447/3.3:39:202-039:4.349..3..5:38:790.3!0. 203:8:3!7480/:7%09.5803.380/.3503..3 507/.8...7.7   !74538.9:147:2.27:2. .3./:/.2.3.839%7.928..3.8/.    $0907#$&/7 $40/./.3  ! !439.39.8:3..307.3-07447/3.33/4308.2..3.980.83 2.3207398/.3%2:7/.72.3207085438933.7  0-7:.39.3.3.3.-:5.8 7.347-.33.!02574.903:3:.8.2..3/903.3./:.11.. :39:0.:9:.3 -07.7.3!020739.2.7.347.3%2:7  ! /.9./.903  .3.33/.50372.3.-.79.3 003.80-.5:8.09075...8.8:./.8 1:38/.3%2:7 %.7.903:3:.349.3.92 .

8!07025:.:20..$3.3/..2.3.47.343803 4930807.3.2:.7.4:3907 97./.5.202-07.3:8.-8./.809./. 90780-:95./.3203.7 3/7.39..3  039:07.38.3-007.80/.22.32.3.843.3$.8.3. .2.3/-:9:./.7.!...47-.8.3...-.3..2..3.3::2-. 44748.0 -. $./03.3/.30.507:5.33-079::.320302-.3 5844/.11.9.:2:23.3:3 08.9.7.3 !..2 2030.-07902./..3.805079.9. .&39:.34507.3 $0.3507/.347..-078.:..7/ -07-.3/.207.3 .9.25.25.3.3: 203..3-078.39:.2 :39:202-.320/.9./!:.3020.7.5:-:39:503:././..: .350.3/.7/0/0  033%.2.7..3. .7 .:..2 .8$:9/./.203.7.9.3.7.8.3/.203.8.27.3 4203878803907  /3/4308. 79&70.3 40423.07.30 47:2.7 47.890780-.35..3.30.207.3-07:2..3503/.3.3./.38.25..208:9...3.75.03.3507/.8037:5.331472. /.8.3.

07.7.3/2494740!!0/..3.: .:3  9039../.3.3 9.8.3/..253.7..3 :897.8..3.25307.:39:-.2.34 %.:-:3.-0-07.090/703&$   .9.35007.389..8203447/3.3.3.:!74538..07.2.390758.380.3/ :897.-.805079&/.3.3507/.7.3809.347.843.305..43 43:39:!0307.7.02-.:2070 42-./.3.8.3!07.47-.803.30.347.80/.3 !.9.39.3507/. 9072..9.3.3.2..#05:-3/4308.5.3/903.07.8.34 %.390./. .20303.3 47.3:3-.9.3/8003.5.40.903$.9:-039:07.:39039.3/.347.3%.3#.3!020739.2.3 $ 02-..320/8/.3./.07.3 .8 :2...38.843..:%.390.39.-:5..1472.7.&9..207.3  &39:93.380. 503.2.2 202-3.5:8./ /.3.-.-07...3/-:.7 ... &.:3  %2390.8..5:8.8.3.3820502-07.43:9:.9../.3$48.389805079!74538....907.3.3:3/.3.7.3/4308. % !% 20.3:353.3!07809::.307. 40::8%:.2.5./..-./..07./.203. -0-07.08&9.3.3!07025:.3/904...2..307.90./03.9.47-../.9.8./.3!708/03#4   %.8.3!0308.3/./.843.9.99078 /.8.9.#05:-3/4308.3 5033.3.3/04.33./03.3./.3!7453805:..9-007.80-.5:8.3503/.8#03.7.3.3.3.8.-:..3507/../..7.3!020739.39.25:203:.7.3 -.2038543847507902:.03723.3.2.2 7.7.93..843..7.07./ !:3/!07025:..2.389.:3  .3903.8./::.3502-039:.3    -07-.7.7.80-08.$:39: 0-2033.8889.3:73..3/:5.3907:8 /93.9.07.843.3/4308.3502:.7!07025:. &39:.7.3-.38050793.-007.7./.-0-07..3/03.3 803.39:..80507990780-:9/.37043././. 202::89:...3  $./.25.3 .347-..3...3/03.8/.339073.5/:.2.8: 20739807.8.502-039:./03.7::2.89.0.9380/./.8...0732039413/4308..3. /.:05:9:8.89./.8.909003#.0 1103/078 :.3.3.3 $./.3 05. &3/.502:.3!0./.3   $ %0770/0842208 $.3 !07/.33.3/7398 /1..35073/:3./03...2.3/.07.:3  !:3/!07025:.3. .9: !.2.:39:0.3% 072. .2./.39.3/4308.!07025:.30-/.3507/./ /.3%2447/3.3.!/.9.97043../.3.:./.39.3507/.8:2-07 97.3..3&3/.3.3503.. 07.32033.8.339073.3. # ! 80/.35073/:3.8203..8/.3.5.8.3.3503:.70-#5:9.8..34292037043..3 :3/../.8!07025:.7..9 /5074020.3.3/03./.3 $:7.2.347./4 430  ..3.907:9.3$39073.073203941434314790$:7703/0741:9.0.8.2.-07905. -.3.8.380-.3//4743 907-039:3.3/.3.3/.8.3 5073././.2503.07.503. %70.30.5.339073.3.507-.380-0.390./.$ 39073./..%2:7 $:2.3.7.:/07.3 97.9.8.35073/:3. % -072./.980507993/.3207:5.3/4308.77-:% .8.709 .39.47-.9.8. .3//4743:39:802.0.8.3!0308./.3.8.3/:3 03:: !..8.2.:/.843.27.3.9..5:8.8 /..!020739.33.307.39. $:.9203./..3 !..3%2-.7.07..8!02:.3.3 8. &39:02.9$..3:8.7:7.!03..3.3907-:7:-....3!020739.2:5./03.7.30:.3/..:380.380-.3: -07../.3 90.9  .3$4..7423.390.9::.9.3 .503...97..88.9.30:..37 7002039-0900390 4.9::.72:3 !74538 #..3507/./.8.38079.07.

.3.33.038!0./..8:#&&!0308.8!7479.2.3/. 80.%... 803/705:..90 57.9:9.7.3007./8:8:3/.38!020739.39/..943.5-.3..30/ 720 /.: /.3.3 %  !7494.2.8.380.33.7./.35...705:..3#03..2021.3$.3-007.88079.8.343.38.3:.7%-072.  07/.3.843.:05:9:8.8./.:5:3:/.8 %.8 5./.8.33.:3.3.9.3../.3..383. .0.0.2#:2.3 -.33/4308.2070.890780-:920.347-.83 %09.:39:02-..25:20207. !03.2.3.3802039. 8079..347-.3!073/:3.07.9180.90507/.9180:7::38:72.33/4308.  !0.3$.038!07807.3 /703 90.07.2.2.8.3/.3907.8:/.8/..35.3 /..8.8.757.3 #&& !0308.2.3#&&9039..7..:3:3.843.38.8:.3.3 /5007.3 39073.9. :39:9:%2.390.53/.9/03.7/:.383.9.7389.3 ....3 #&&9039.547.3.3/03.11. !0..385479.3/4308.843.3/4308./8.7.7.0.380-.7985.!/.:3  9072.3/.5:8. $:5020343.2.0-/.990.3/./.0 /./8:8:3/.3 03::2!07/.3.3..3/4308.3-.2.8.25:3.20.2!747.503025.3!07/.:.3 20207:.3:5.0/.387.9/.3.3/!:38%7.9.-007.#03.3 -.90.3!07025:.343/89070549.3.8547/9.89.30.8/.9.5 9073. 503.42.3 80-0:23./2.8..843. 90747.1/.03943.7.03975439/3/4308.3/.!07025:.9.383.07..3!4734.25.350372.3/5070-:3...3#&&9039.8. !7403.80.-079.8. 7.8 !7479.!03.3.8.5. .3 5007..9 .3 :3/..8. &3/.:380./03.843.27..:3   .8.8.5.9: -039:07.32070.3.3/.3202507.90.5.8.8:5072.039 $:557088 .3!07/.32.3..9 .7.%.30:.3/.390./03./...8:/. 02-07..3.-  !&%&!020739.095439/3/4308./.8/.2!7403. -.2.9:.3/.331472.9: 9.7...0.2..03839073.494!70.3 7.3/.3080.92030..5.907447/3.7..-..8.3. !-.33!07843 850.3/03.3 907:9.3:39:-.7..3402070./.32.397.34 %.9.208. :5.3..80.503.7#03.30.397.70548.32.8.80. 9.9:207:5.-072.83 2.:.3/.8.5.38.  #03.8.843.-078. ..383/.2:38:3: -0-07..32...5:8.8 /..9 3.347.9072. 270803 :39:202-07.83 2.33.3 :3/..07.39.3.83/03.843./. /.3.27.9:39:2.7.03039.8:20.2.339073.389%7.8 &390/..380-.3$.. /.3%3/.8.3.93909.39039.943843.&3/.8..3..8803.38.39...843.3 ./:202-07. /909./54943 9079 :9.3:3.343.347.3 /.3 503.3!03.:..5.:3  $02039.3.3  503.89.07.383.5.:3  :.843./.39:. 02:/.3../03.25: 2070./.9075.8%.3.9...380.3!47347.3.8547/.3202-07.8.8.3$3.3.3 %7.2070.33.3507/..202-..3/..3!708/03#4 %..3 !020739.#&&9039.3.7.3.3 47:58     &3/.5007.7..3..:92.3/4308./507:./.7.%0747./..3 :3/.33..5.3!020739...5:8.25:2021.3!74944:39:03.!07/.3!07025:..8  90.3/-039:/80-0.5:8..302:/.3903.02...3!0308.

3507.:.8848.3.390.9.399.9. %07.9.3.  0.3 #0. $0./09.33.3.7.320.3.89:.890780-:9 /2:9.7/. -07/. 89:.3/.3.5:83.3:9...7.3.3.390.3 50.3-070/4202-07..#&& 9039.3 02-./4347 202-07.8!7479. 203/::30.3.2.:39:20250740 503//.3 #0.90.3503.3..3803.3/.3. .8.3&.8.843.-075.730.39070-/03.9.7. &$  /.   !033.9./909.::5 20.73.889.2.3 5033.8/.30.:.5./8:8:3/.9.3 .7-.2203/::3/.-03.9..3.90780-:92.7.8.3. .8 -0-07.3  %072.3/.3788/.72438.8:/.547.3/../.:.9.703.-03.3 203:.3.305.3/.85072.7.38.843.&3/.3203.3.3807:5.843.97.3./5033.3/.3:39:203.3/.8079.3.2..7503..3 5007.7985./.3507025:.8:8..3.34 %.7/:.5:8.3!073/:3.:3 9039.9..:/.:5:3/.3.390.350.3-007.39.843.39.9:.703.8.8.. #!$ /.30297.8..8.843./3/4308./.9.3 #0.7.203.3.3.9.0.9/./.90.805.70/9274 /.9.3%0:. -0./503:7:3.3..3/.380/.8.3/03.547.8:.3:. 907.3 7.7.:5:339073..3:9./8:8:3 /.9.8.3.33   !033.9.4.:2:290.3507025:.   !03.:3503.0:..3 0./.8/.73  ...:503.:39:70.3$48.5.3!07/.39:.40$4...7.8.3:.9.3 :3/.3503/.3027.8%.3... 80.3/..3.3/. 7043.3./.7.80907 745303907 4203 878803907/.-039:507/.3..9.7907.3 5747.3!03.9.39:./.2:3/.8-0:2.!7480/:7 $ ! !02:.802.3.3./03..5.3 /.8.0-/.320:.9.3.3/.3507/.3 05.3.302-.3507/.9:7.07. /.9:.2.:/..350.79::.3-.33.3:9509..33   !02-039:.3&3/.3..0740!03.3!073/:3. 509.3 !03025.33.9/.07./..3:.8.8.2.7.34 %. $4./..9.3/..3/.3/./.8.3-007.3.3 503:8:3.-07.30-..3.393/..9!0..3-.3/..5:8.307.3.8:80..3.307. 202-039:#:2.90 57.3848.3..3-.8.8./434739073.5.8::2.320.503:8:3.:.7 -03.07.07.3.749.90507/. &5.3907:8/.0907-..399.2::23.3.3/.37.3.3:3/./.3 .390780-:92.2./. 5.:70..35033.89:/.3 &3/.3/...:3    03.3..8 9.3.3/03..347-.5.3 .390.. 07./3/4308.9.3/5074080.3/8:8:324/: 24/::39:50. 3/4308.-08!47907.  .3.302-.739073.3.0/.32..35020739.9/.3.3..3 &3/.3.320.547-.0.3 /.8./434739073.3.//. :8:83..3/.2..7.7/./.3-.3 %072.3 #&&9039.33.557.8 #&&9039.7 507.3 3.7.3-07-./503:7:3..3::2.340$ 507:7:.3..3::2!/.3.8:8 ./...3/04.7-.2:2.843...843..3..3.305.90.328.3 0.:3 9039.2!7403.3703907.3:-:3.8/.3507025:.3./.3.3-.8/. 309473 /..808-9.3.73.8.02.507-.3  %09.3.8.302-.5.-07084  $0.!073/:3.907.91-07/.3.-9.02-.3/.9 ...3907.2:3/8.390. #0. 80.5.8 #&&9039.8 90.8!:8.11.347.2/../ 5:8.:.:3907.3.547.9: .3.5/.3507025:.39.3 :3/.   $9.805.507025:.8-.700790.3.8:8507/./03..-&3/.9.

8079.3 39073.8 80.843.3/.3/03..350./..-.8.3907:8203:5.8.3/.2....  0.3.7307.7..3#03./03.3.3.3.3503025:73.3808.-.9.3:93.3$4.9..39507-:/./..35033.30..

3..2/.7.2:3..7.7.3..357410843.  .324/073320.7/7/.7-07-..9/:3..  04254503. /3...7.25:202-07.20.947/.387-.0/42.3-07050393.89039..9.9.9#  ...7985.3..5747...3  05.. 2.331472.9.0.7.3 :..32...330.38..320207:.397.8.8.9-.907.3.3#.:38:730.7.843.-0780/.3.2.72070..3/.8.807.3080. .3203..38079.25:203./.39.38..7 93/.320207.3 .3 04254070.38.  .2 503. 079.9..347.5..32.802:.32.82.709  0203907.30.:002-.38:/.843.3447/3.73007390.-.#/.85488#05:-3/4308.3:8:83.3 ..32.02-./.3/:5-.3.3/8:8:380-.5:8.3..89.3!020739.20.3507-:/.05..8.3.3..9.. /.79.47-.8:.3/1./..347.2.:2:23..80.38:3./3/4308./.3202-039:02-. .3.72.:04254 04254 .35073/:3..3.8.390747.8/.3... .507025:.8.  02. 54.91 -075.907-039: 38.3/4308../.3507/./.90747./.20.5.3-.39073...387 507/.:/03..383.3/4308.72.3 ../.7.805079#::3%09.25:202.. 80-.9 $ .9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful