PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau . transportation. penculikan. Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). servitude or the removal of organs. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. forced labour or services. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). (“. slavery or practices similar to slavery.. rekrutmen. of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. by means of the threat or use of force or other forms of coercion.. tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri. Exploitation shall include. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia. komersialisasi seks terus berkembang. Pada masa penjajahan Belanda. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. of deception. pemalsuan. atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. of fraud. Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia. the recruitment. the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. for the purposes of exploitation. Raja mempunyai kekuasan penuh. Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull.. atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi. tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) . of abduction. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP). Pelaku perdagangan orang (trafficker) . ataupun penerimaan/pemberian bayaran. Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran.masa itu. penipuan atau pencurangan. at a minimum. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi.dengan sangat halus menjerat mangsanya. Sulistyaningsih dan Jones 1997). pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan. transportasi. transfer.. industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu. penyembunyian atau penerimaan seseorang. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain. pemindahan. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur. Pengertian. Namun kemajuan teknologi informasi. antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya.yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara . Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum. harbouring or receipt of persons.

berbagai bentuk kekerasan. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya. serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. bahwa: The recruitment. 2. ketergantungan obat. pengambilan organ tubuh. adopsi anak. buruh migran legal maupun ilegal. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. transfer. kerja atau pelayanan paksa. kerja paksa.bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. penculikan. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). tipu muslihat. mengemis. mengangkut. perbudakan. yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya. dan lain-lain). di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. penghambaan. penipuan. Perbuatan: merekrut. penggunaan kekerasan verbal dan fisik. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. transportation. pembantu rumah tangga. Dari ketiga unsur tersebut. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . 3. penipuan. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi. pengedaran obat terlarang. harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). jebakan hutang. Tujuan: eksploitasi. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. penggunaan paksaan. Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. pengantin pesanan. pekerjaan jermal. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan. dan penjualan organ tubuh. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman. karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. pemberangkatan. kecurangan. Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah . memindahkan. terisolasi. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”). Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). menyembunyikan atau menerima. adalah: 1. penculikan. 2003).dengan cara ancaman. pengangkutan antar daerah dan antar negara. pemindahtanganan. industri pornografi. yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan.

kebebasan pribadi. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual. menjerat dengan hutang. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. pikiran dan hati nurani. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. dan lainnya. menipu atau janji palsu. social and economic cost yang tinggi. mengawini atau memacari. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. yang terlibat masalah ekonomi. Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. para pencari kerja (termasuk buruh migran). Bagi anak yang dilacurkan. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan. Dalam perdagangan orang. dipalsukan. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan. korban penculikan. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang.mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. atau memperkosa. korban kekerasan fisik. mengancam. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja. dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. psikis. janda cerai akibat pernikahan dini. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan. Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. Kelompok Rentan. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis . menyekap. hak untuk tidak diperbudak.orang dewasa dan anak-anak. atau meninggal dunia. anakanak putus sekolah. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM. menculik. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. perempuan dan anak jalanan. kehamilan yang tak dikehendaki. menyalahgunakan wewenang. politik dan sosial yang serius. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. menjebak. Kejahatan terhadap HAM. suami/orang tua sakit keras. selain menimbulkan human. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua. dirampas agen atau majikan. yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. seperti misalnya: laki-laki. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. beragama. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap. seksual. tidak disiksa.

Di dunia internasional. di keramaian pesta-pesta pantai. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang. Tabel 1. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali. kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. Daerah sumber. Daerah Sumber. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. Berdasarkan berbagai studi.entertainment. korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Jika menolak. mall. Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban. dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. rumah bordil dan rumah hiburan lain. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. Di tempat tujuan. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. menggunakan pesawat terbang. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. mereka dilengkapi dengan visa turis. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan. Untuk ke luar negeri. Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. kafe atau di restauran. Transit dan Penerima. Dalam pemrosesannya. mereka ditakut-takuti atau diancam. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. pub. salon kecantikan. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. Sumatera Utara: . juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. RT/RW. karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor).

Deli Serdang. Losari-Cirebon . Riau: Tanjungbalai Karimun. Watampone. Madiun. Timika. Tanjung Pangkor Batam -Prop.-Prop. 2004. Samarinda. Timur. Tuban. Tegal.Prop. Nusa Dua. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri. Thailand). Purwodadi. -Prop. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Jawa Barat: Sukabumi. Binjai Belawan. Tebing Tinggi. Tangerang. Cirebon. Prop. Asahan. Cilacap. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. Semarang. Ubud. Korea Selatan. Sumber: Rosenberg. Pekanbaru. Ciroyom. Surabaya. Simalungun. Kediri. Jember. Lampung . Kuta. Deli Serdang. Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Filipina. Dumai. Karawang. Bali: Denpasar. Simalungun.Prop. Daerah sumber. -Prop. Fak-fak. Jawa Timur Surabaya Prop. Prop. Jakarta Jakarta. Cianjur. Pantai Senggigi. Hong Kong. Jawa Timur: Banyuwangi. Sulawesi Tenggara -. Tabel 2. Harkristuti Harkrisnowo. Sumatera Utara Medan. Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Pematang Siantar. Tarakan. Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. . Langkat. Prop. Dairi. PKPA. Padang Bulan. -Prop. Langkat. Bekasi. Kepulauan Riau: Batam. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Bali . Prop. Bandung. Trunyan. Asahan. Pekalongan. Sawangan Depok. Solo. Gianyar. Medan. Barat.Prop. Makassar. Taiwan. Kintamani. Pontianak Pontianak Prop. Magelang. Amerika Selatan. Australia. Jepara. Gresik. Utara. Selatan. Dumai Tanjung Balai Karimun.Prop. Sulawesi Utara . Utara. Balikpapan. Kuningan. Brunei. Blitar. Nunukan. Maluku Utara: Ternate . Riau Batam. Denpasar. Tapanuli Selatan.Medan. Kalimantan Barat Pontianak.Prop. Jakarta Pusat. Belawan. Nusa Tenggara Barat Mataram. 2003. Barat.Prop. Prop. Sulawesi Utara: Manado Bitung. Entikong Prop. Boyolali Cilacap. Serdang Bedagai. Indramayu. Bangli Denpasar. Surabaya Surabaya Prop. Nganjuk. Malaysia. 2003. Sumbawa. Jawa Tengah Solo Prop. Jepang. Nusa Tenggara Timur -. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Legian. Nusa Tenggara Barat - . Timur. Purwokerto. Bogor.-Prop. Selatan. Karangasem. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop. Medan. Serdang Bedagai. Jawa Tengah: Banyumas. Sengkang. Sanur. Sulawesi Selatan: Pare-pare. Solo Baturaden. Bandung. Timur Tengah (Arab Saudi). Prop. Asia Tenggara (Singapura. Serdang Bedagai. Grobogan. Prop. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan. Labuhan Batu.Prop. Papua: Serui Biak. Candi Dasa dan Denpasar. Jawa Barat . Bekasi.

Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga. . Taiwan. melakukan kekerasan fisik atau seksual. . perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang. atau bahkan kepala desa. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga. 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan. 296. teman. majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya. Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. atau pemalsuan dokumen. Pemilik atau pengelola rumah bordil. penipuan. dan 506 KUHP. PKPA. 2003. Perdagangan orang melibatkan laki-laki. . Pelaku (trafficker). menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak. dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. tidak membayar gajinya. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). 2004.. Cina. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. memaksa untuk terus bekerja. Propinsi Riau. Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. calo. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”.Sumber: Rosenberg. menyekap pekerja. Para germo. Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. sementara agen. berdasar Pasal 289. menjeratnya dalam libatan utang.. Selain menjadi negara sumber. Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia.

Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya. mudah diatur dan mudah ditakut-takuti. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. . Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya. Rencana Aksi Dalam perkembangannya. Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. Mereka tergiur dengan . Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. penurut. Pengguna. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya.. menempatkannya dalam status budak. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. Laki-laki hidung belang. atau memaksanya melakukan prostitusi.

Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat. perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang.keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. 1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Sikap Pemerintah RI. Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu. Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No.

tidak saja untuk upaya pencegahan. tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya. Pada tahun 2002. RAN P3A. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004.000 (dua ratus juta rupiah). psikotropika. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.000. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. Indonesia mengesahkan Undang-undang No. .(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No. menjual.000 (enam puluh juta rupiah). Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa.000.000. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan. perdagangan anak. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. dan zat adiktif lainnya”. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. penculikan. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah.

Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. 4. dan Prococol to Prevent.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga). Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum. . Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak. Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”. menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). Child Prostitution and Child Pornography. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. 2. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). Undang-undang Perkawinan. Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. 3. pendidikan dan pelatihan keterampilan. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. 2. Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). rehabilitasi. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. 4. serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. 3. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. Sedang tujuan khusus adalah: 1. Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. konseling. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan.

regional maupun internasional. propinsi maupun di kabupaten/kota. RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya. Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah. pelatihan. 59 Tahun 2002). Kepala POLRI. dan pelayanan sosial. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1. kerjasama antar negara. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia. Gugus Tugas. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. 8. 9. dan Kepala BPS. 2. Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen. 40 Tahun 2004). Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. 10. . Selain RAN P3A. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. Organisasi Wanita Keagamaan.5. 7. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun. dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No. ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. Keputusan Presiden No. serta 10 orang dari unsur LSM. Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. Organisasi Pengusaha Wanita. Kepala Badan Narkotika Nasional. peningkatan pendapatan. 6. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. 87 Tahun 2002). antar daerah. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. penyaluran. baik di tingkat nasional.

1 Tahun 2004). dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan). 12 Tahun 2001). 87 Tahun 2002). dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia. Dalam era otonomi. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). 560/1134/PMD/2003. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. 4. 181 Tahun 1998). regional. daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah. Kerjasama nasional. kesehatan dan kurangnya pendidikan. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. pusat dan daerah. Otonomi Daerah. melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. 77 Tahun 2003). dilaksanakan secara lintas sektor. Selain Gugus Tugas RAN P3A. Daerah sumber. 5. di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. tetapi juga . Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No.3. Sesuai dengan tujuannya. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No.

Tahun 2004. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus. dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 6. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 2004). dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara. DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 58 Tahun 1998. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. Propinsi Jawa Tengah: . 43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 4. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. 2. 3. penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. 5. 6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. dan hal-hal lain yang berkaitan. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 1. Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur.

Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya. 350/ K. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No. 7. Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 10. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. dan Perdagangan Anak. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang. juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005. 8.Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan . Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 9.

ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia. lembaga kemasyarakatan dan LSM. Namun pihak Kepolisian. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja. 463/K. padahal ada bentuk- . Kejaksaan. dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan. Menurutnya. menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu. 11. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat.melalui Surat Keputusan Gubernur No. Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. termasuk bayi. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker. Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur. kepada masyarakat umum. Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. 11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa. Dilihat dari sudut korbannya.214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual. Kejaksaan dan Pengadilan). Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual. Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003).

dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa.000. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. pembantu rumah tangga. Di samping Pasal 297 KUHP. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun. Lebih lanjut dalam Undangundang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali.000 (dua ratus juta rupiah). Undangundang No. tidak dapat dikenakan Undangundang ini. sementara menurut Undangundang No. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. 15 tahun. ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur. Undang-undang No. Seperti diketahui.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja. tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. Sementara itu. termasuk anak yang masih dalam kandungan”. menjual.000 (enam puluh juta rupiah). . Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur. menurut Burgerligh Wetbook (BW). Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan.000. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian.000. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. Selain KUHP. Tetapi dalam undang-undang ini.

23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. Undang-undang No. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. Pada tahun 2003. sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. No. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban. maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi.Menurut analisis para pengamat hukum. . Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan. Pihak Kepolisian juga melaporkan. Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. rancangan undang-undang tersebut belum dibahas. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. 8. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua.

and Punish Trafficking in Person. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. Memberantas. Especially Woman dan Children). 31. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent. No. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 2003). 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Kejahatan. 27. 33. Buku Ketiga. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). dan Menghukum Perdagangan. Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. Pelanggaran. Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. 32. 25. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi. 21. Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. Bab XIV. No. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.No. Pelanggaran Ketertiban Umum: . 28. No. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. No. No. terutama Perempuan dan Anak. 26. Bab II. Suppress. No. No. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua. No. 22.

1 tahun. ancaman (secara halus). Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian. diikuti oleh 51 orang peserta. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1. dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan. paling banyak 1. pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan. dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta. dan LSM Mitra Perempuan. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. Bogor bekerjasama dengan ICITAP.5 juta rupiah)”. Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. Derap Warapsasi. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004). Kejaksaan. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. ancaman hukumannya terlalu rendah. 3.Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya. germo. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana. diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. dan Jurnal Perempuan. Kepolisian Perancis. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. Pengadilan. Dalam RUU ini. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. Kriminilogi UI. diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. Dep. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. pelanggan. Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. 2. YMKK. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola. .

Kepolisian Filipina. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. 6. diikuti oleh 40 orang peserta. diikuti 179 peserta. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. 7.4. Medan. dan Derap Warapsari. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. . diikuti oleh 25 orang peserta. diikuti 30 orang peserta. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Dumai Propinsi Riau. Hakim Bandung dan LSM. dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons. Medan Propinsi Sumatera Utara. Kriminolog UI. 5. Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. Batam Prop. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. Sumatera Utara. Kepulauan Riau.

46 2. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman. Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online. Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No. Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. diakses 15 Maret 2005). Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi. beberapa aparat Kepolisian Daerah.Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Tabel 3.67 . 1999 173 134 77. 2003 125 67 53. Karena itu. Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi. yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan.60 No. 2000 24 16 66. Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian. serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21). Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari. Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan. Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir.

Jawa Timur. Lampung. Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan. 11 Desember 2004). Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya . 2.06 6. 2002 155 90 58.  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. . Kalimantan Timur. 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. Kalimantan Barat. Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No. 2004 43 23 53. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan. Bangka-Belitung. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil. Jawa Barat. Tabel 4. Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring.3.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005). Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online. dan sedang menunggu putusan Pengadilan. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun.semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. Riau. Penggunaan Undangundang No. Jawa Tengah. dalam proses pengajuan ke Kejaksaan. Kepulauan Riau. Jakarta. 2001 179 129 72.07 4. Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1. masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara. telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya. Sumatera Selatan. 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun. Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan.

Singapura dan Indonesia. memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria. Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. Sebagai bagian dari transnational organized crime. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali. Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. Akhir-akhir ini.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya. . Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI. William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional. Keesokan harinya. 15 Februari 2004). dan Undang-undang No. Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu. organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia.

American Center for International Labor Solidarity (ACILS). memberikan bantuan. dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia. 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia.000 pulau-pulau seluas total 1. dan komunitas lokal. Sabah. Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara).termasuk kepada Indonesia. perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. Awal tahun 2005. dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia. kelompok masyarakat madani Indonesia. Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau. Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea. yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara. Batam.252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching. serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker). dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003). dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. Tanjung Balai Karimun (Riau). Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur). Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga. Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut. Pontianak. sangat mudah ditembus. Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5. Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17. mudah ditembus dengan berbagai cara.904. Entikong (Kalimantan Barat).2 juta orang (Imigresen Malaysia.193. Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya. Dumai. International Catholic Migration Commision (ICMC).6 % berupa daratan. . Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”.

Dumai (Riau). Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. Surabaya (Jawa Timur). baik di dalam maupun di luar negeri. organisasi masyarakat. pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. rumah tangga. rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. . Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. kotor. pabrik. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. kebun karet). juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. dan bantuan administratif. nasional maupun internasional. Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi. dan juga di perkotaan (kedai. Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. pasar. juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta). dan terkadang nekat. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). psikis). Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. Entikong (Kalimantan Barat). Semarang (Jawa Tengah). Tanjung Uban (Kepulauan Riau). pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. atau bangunan). dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini. Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. perlindungan. Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata. dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. Pare-pare (Sulawesi Selatan). membantu. kuat. kebun sawit. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi.Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. konseling. PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. dan Nunukan (Kalimantan Timur). mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan.

75/HUK/2002. Tabel 5. 5. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri. 1329/MENKES/SKB/X/2002. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kepulauan Riau 7. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu.V/X/2002. . Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. 8. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4. sangat sulit mengakses perlindungan ini. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat. psikis. serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan. Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. 2. Menteri Kesehatan. Departemen Luar Negeri. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. Lampung RS Bhayangkara Lampung. Di dalam negeri. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler. penyidik POLRI. 6. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. 9. 3.PP/Dep. RS Bhayangkara Dumai. POL. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1. psikolog. Oleh karena itu.B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Jambi RS Bhayangkara Jambi. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia. perlindungan dalam bentuk perawatan medis. maupun aspek sosial dan hukum. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men.

14. 30. Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. Surabaya. 23.10. 26. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. 21. RS Bhayangkara Kediri. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. RS Gasum. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak. Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. Bangka Belitung 11. 28. 20. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang. Porong. 25. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. RPSA memberikan layanan perlindungan. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. RS Bhayangkara Tulungagung. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram. 18. RS Bhayangkara Nganjuk. LSM. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. 22. 13. Kramatjati. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. Sukabumi. Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. Papua RS Bhayangkara Papua. RS Secapa. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Bali RS Bhayangkara Trijata. . Jayapura. Makassar. 29. 17. 15. DI Yogyakarta 16. Semarang. 19. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. Bandung. Cimanggis. Banten 12. 2005. RS Akademi Kepolisian. 31. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. 27. RS Bhayangkara Lumajang. RS Brimob Kelapa Dua. Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso. Maluku RS Bhayangkara Ambon. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan. Denpasar.

Bengkulu 1 23. Bangka Belitung 25. DI Yogyakarta 3 30. Sulawesi Selatan 6 9. Banten 26. Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Sulawesi Utara 1 6. Jambi 5 20. Sulawesi Tenggara 1 10. 2005. Nusa Tenggara Barat 7 12. . Nusa Tenggara Timur 14 13. Kalimantan Selatan 1 4. Sumatera Barat 5 19. Jawa Tengah 34 29. Bali 9 11. Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Metro Jakarta Raya 10 27. Maluku 15. Kalimantan Tengah 1 3.Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Tabel 6. Maluku Utara 14. MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). Gorontalo 7. Sumatera Utara 16 18. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). Jawa Timur 44 31. Kalimantan Barat 4 2. Lampung 7 24. Riau 3 21. Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia. Kalimantan Timur 10 5. Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia. Sumatera Selatan 10 22. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat. Sulawesi Tengah 1 8. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Jawa Barat 29 28. Nangroe Aceh Darussalam 1 17.

wikimedia. Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu. Trauma Center.org/w/index. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre. Shelter atau Drop in Center 1. 7. Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. 5. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre. 9. Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). speak: none. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. Tabel 7. LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB). Medan. Batam. Bandung. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai. Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI. 6. Women‟s Crisis Centre. Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center.php?title=Pengguna:-iNu/switches.pBody {padding-right: 0. . 2. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD. Jakarta. 3.php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon. Padang 4. Bengkulu 8.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). Shelter Pemerintah Kota Batam. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre.} #p-tb .}</style><script type="text/javascript" src="http://meta.Di samping itu. Women‟s Crisis Center. Palembang. Propinsi WCC. Trauma Center.js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya. Bandung.

Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI). Makassar 15. 11. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Lampung. Medan. . Jakarta Timur. Entikong. Palembang. Shelter LSM Anak Bangsa. Malang. Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. JARAK. Jakarta.10. Ujung Pandang. Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah. Palembang. Yogyakarta 12. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh. YKAI Jakarta Pusat. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Sumber: Kemenko Kesra. Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Surabaya. DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. Gema Perempuan. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). Komisi Hukum Nasional. psikologis. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Jakarta Selatan. Women‟s Crisis Center Jombang. 13. Propinsi WCC. Shelter atau Drop in Center 14. Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. Jakarta Selatan. rehabilitatif. Pontianak. Jakarta. Palembang. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). 2005. Yogyakarta. Bali. Purwokerto. Jayapura. Makassar. Jakarta. Samarinda. Padang. Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). Manado. Medan. Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. Manado dan Mataram. Mataram. Padang. Bandung. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. Medan. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia.

. transit maupun daerah tujuan perdagangan orang. Malang. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi. Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka . Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. Pontianak. Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker). Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya. Kupang. yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang. Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I). . dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. dan lain-lain. Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang. diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya. Di samping lembaga bantuan hukum tersebut. Makassar. namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber.Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK). sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut.

Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli. dan lain-lain. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal. Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal. ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. ACILS. . advokasi dan monitoring ke Daerah. petugas shelter. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran. merahasiakan identitas korban. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. petugas pendamping korban. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. migran ilegal atau undocumented migrant. juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. remaja perempuan di pedesaan.

mulai dari perekrutan. atau oleh majikan. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi. Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas.000. hanya tidak terungkap. Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini. 26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan.000 sampai Rp 990. . Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. pelatihan. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. Mereka bekerja 16-18 jam sehari. Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu. LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang. aparat Pemerintah Pusat dan Daerah. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan. transit. PJTKI. Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina. Sekitar 90 persen dari 240. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji. tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870. di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia. Perwakilan RI di luar negeri.2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak).Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang. sementara dokumen mereka ditahan oleh agen.

Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. tetapi ternyata bohong. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. gaji tak dibayar. sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. Karena itu. Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. uang sudah habis. Dengan tidak adanya visa kerja. Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). upah rendah. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. dan Vietnam. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . status mereka otomatis menjadi ilegal. India. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. dianiaya. Mau kembali kepalang tanggung. Ketika visa kunjungan telah habis. dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. Untuk menahan gelombang migrasi ini. Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. TKI yang masuk ke Malaysia secara legal. TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay. Banglades. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. dan lemahnya penegakan hukum. Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. Di samping modus tersebut. Namun menjelang Idul Fitri 1425H. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. penawanan. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. dan berubah lagi menjadi Januari 2005. atau diperkosa). jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. penyekapan.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri. sembunyi-sembunyi. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. agen tenaga kerja yang tidak baik.

sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia. Program amnesti ini diperpanjang dua kali. dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya. masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia. Dumai 120 120 35. (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau).464 6. Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat. (3) Dumai. Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing. . Tarakan 687 12.532 5. Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia. Batam 15. kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh. Nunukan 66. yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat). Jakarta 16. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra. Tanjungpinang 84. Tabel 8. Medan 15. Semarang 1.664 Jumlah 120 347.255 4.185 11.bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya.691 8. Pare-pare 29.248 7.784 9. Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1.819 2. di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya. Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan). Entikong 7.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia.382 3. Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No. sejak berangkat dari Malaysia. Tanjungbalai Karimun 18. 106 Tahun 2004. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. Surabaya 55.985 10. Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara). 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26.

Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia. Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. 15 Februari 2005). sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. SPLP). penampungan. kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu. Saat ini terdapat 8. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia. Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan.000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu. dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. transportasi. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara. Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal. Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran .8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi.Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. Sekitar 500. Sesampainya di pelabuhan entry point. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana.

Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching. laki-laki dan perempuan. geografis. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya. dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. kesehatan. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan. antara lain: tingkat pendapatan. lokasi. Malaysia Timur. kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut. Kabupaten Sanggau. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. Kalimantan Barat. Di propinsi daerah asal. Dalam hubungan ini. kurang pendidikan. yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. dan bagi mereka yang memerlukan. pada umumnya berasal dari keluarga miskin. permakanan dan bantuan transportasi . yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Untuk wilayah Serawak. dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. penampungan. diberikan bantuan layanan kesehatan. akses terhadap barang dan jasa.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan .sampai ke propinsi daerah asal. permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan. Malaysia. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan. Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. Oleh sebab itu. gender. dan kondisi lingkungan. saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya. Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak.2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu .kepulangannya ke daerah asal. pendidikan. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). Selama kurun waktu 5 tahun.

B dan C. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau. dan lainnya. Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin. terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman.mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5. dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal. nasional dan global. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. Kelompok . pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. putus sekolah. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. Millenium Development Goals. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). karena merupakan alat yang tak tergantikan. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. perdesaan. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. serta peningkatan keadilan sosial. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup. terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. antara penduduk kaya dan miskin. sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. antara perkotaan dan perdesaan. terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. pendidikan keluarga. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia. memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. pelayanan kesehatan yang bermutu. serta antara laki-laki dan perempuan.

Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur. pemantauan. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. eksploitasi.Belajar Usaha. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga. masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. radio. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No. Namun demikian. . meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. dan televisi kepada masyarakat. koordinasi. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. memperkuat kelembagaan. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus. sektor dan daerah masingmasing. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia. meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi. kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan. Dalam hubungan itu. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan. pelaksanaan.

Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan). obatobatan tradisional. Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26. Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk . Medan (100 orang). Yayasan Paluma.805 orang. Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi). Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang. di Medan. kain. . Jakarta (DKI Jakarta). Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005. Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau).Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia. jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8.499 orang). terbanyak melalui Nunukan (8. beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. Tanjung Uban (133 orang). dan menjahit. Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35. Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia. kemudian Dumai (162 orang).rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001.. Surabaya (Propinsi Jawa Timur). Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. katering. Yayasan Paluma. yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar. Yayasan Mitra Usaha (YMU). telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP). warung.996 orang.809 orang. Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat). Yayasan Pokmas Mandiri (YPM). Semarang (Propinsi Jawa Tengah). Dumai (Propinsi Riau). City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta. Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang). dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta.

jurnalperempuan. Propinsi Sumatera Utara. diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. LSM (nasional dan internasional). . Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga. organisasi masyarakat. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. terutama menjadi pekerja rumah tangga. pelatihan. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. Semarang. anak jalanan. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. 15 Desember 2004). badanbadan internasional. Bekasi dan 1. dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar. PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. perseorangan dan mass media. Dengan pendidikan yang dimilikinya.200 keluarga miskin di Sukatani.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah.500 keluarga di Pedes. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. (www. Propinsi Jawa Barat. Karawang. peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya. Propinsi Jawa Barat. swasta. Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis.com. Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya. yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan.

di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun.2 % yang tersantuni. LPK Setia Bakti. Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. Selain bea siswa. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. 16 Maret 2004). dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai. sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. Karawaci. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. Selain beasiswa. Pola pengembalian kredit tersebut. Jakarta. dan tata kecantikan rambut. Jakarta Selatan. 22 Juli 2004). Bupati Sidoarjo. Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. diakses 16 Maret 2005). dunia usaha kuga dapat membantu dengan . Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul. diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri.Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat. bordir dan menjahit. Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. Tahun Anggaran 2004 ini. nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi. Tangerang. diakses 15 Maret 2005). YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF. Babby sitter. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149.4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. melaksanakan pendidikan Life Skills. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. Bulan Maret 2004.

Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup. penjual koran. gangguan ketertiban lalu lintas. tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya. YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP). pengais sayur-sayuran di pasar tradisional. Bogor. Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online. Pada tahun 2004. serta Genteng dan Pabean (Surabaya). Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor.meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www. Pemerintah Kabupaten Brebes. Propinsi Jawa Tengah. pengamen. Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan. diakses 15 Maret 2005). Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang. Direktorat Pendidikan Masyarakat.go. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah.sidoarjo. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). pelecehan dan prostitusi.id diakses 15 Maret 2005). terlibat tindakan atau korban kekerasan. . dan sebagainya. sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. Selain Jakarta. penyemir sepatu. 4 Februari 2005). agar mereka lebih siap menapak masa depannya. peminta-minta. (Kompas. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005). diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. pedagang asongan. Jakarta. bahkan sampai universitas. membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU. dan kadang-kadang bersikap antisosial. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya. kriminal.

LSM ERa AKu. Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas.citibank. Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan.id). ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan. 27 Juli 2004).citibank. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut.co. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari".id).id). Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www.itcwatch.sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Dengan demikian diharapkan ke . Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir. Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin. Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www.anjal.citibank.com). YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta.co. Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www.com). antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. yang rata-rata mereka adalah tunawisma. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan.co. dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar. Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik. Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu. melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu. Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www.blockdrive. Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti. Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. Jakarta dengan 75 murid (www. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN).

Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. Dharma Wanita Persatuan Bali. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak. SMU . dan dukungan massa. Dalam bentuk ceramah. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. dan Kepolisian. maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. Dalam hubungan itu. Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. Instansi terkait. PKK. LSM. keberpihakan. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. diakses 15 Maret 2005). Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO . Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. dan Cabang Dinas Pendidikan. dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. Industri Pariwisata. Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali. ASA. Dalam masalah peningkatan pendidikan ini.

Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. dan Undang-undang No. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No. Selain itu. menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Pontianak (Juni. Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. Kontradiksi. majalah: Tempo. Sejak Oktober 2004. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Makassar (Agustus 2004). Sergap. Matra. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran. Seputar Indonesia. Undang-undang No. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. Batam. Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser. Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. dan Manado (September 2004). sticker dan poster. leaflet. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. Program yang sama juga diadakan di Batam. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. dan lain-lain). menampung. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol. 15 Februari 2005). 2004) Pekanbaru. Lintas-5. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang. Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. dan lain-lain) termasuk talk. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura.kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. Padang. berita umum (Liputan-6. Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. Jakarta. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. Hello Bali. melatih. dan Garuda Inflight Magazine. sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau. Sidik.

diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri. KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. Tahun 2003. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). 21 April 2004). Kerjasama tersebut sangat penting. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. 26 Juli 2004). maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan. Selain kerjasama antar daerah atau negara. transit dan tujuan. karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. antara daerah asal. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur. Secara institusional. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. mengirimkan calon di bawah umur. Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. 88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia. kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. Untuk mengatasinya. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya.dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi.

WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional . women‟s crisis center. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. Hening Tyas Sutji dan lain-lain. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW). dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten. hotline service. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat.keterbatasan personil dan perlengkapannya. Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. Magdalena Pardede. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang. sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. Sarah Gumelar. Selain mengembangkan media. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. Soedarso Pontianak. dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. dan LSM. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Malaysia. LBH-APIK. Indyra. Birgit Ulrike Hau. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah. fungsi dan kewenangannya masing-masing. Shelter RSUD dr. untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan. Nani Sakri. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga. dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. (Website Warta Pemprov Kalbar.

Bengkulu. Padang dan Labuhan Batu. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. IOM. Dumai dan Tanjungbalai Karimun. adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. 2005). Jombang. Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. 106 Tahun 2004. Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya.untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Propinsi Riau. Bandung. Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No. peningkatan kapasitas. dan Undangundang No. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. Sampai dengan tahun 2004. Sumatera Utara. Surabaya. Terre des Hommes. Bone. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas. Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur. kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan. ACILS. lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. Untuk tingkat regional dan internasional. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). Palembang. yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). ICMC. Maumere. Save the Children US. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. Makassar. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan.

88 Tahun 2002.P badan-badan internasional. Tetapi bagi mereka yang memerlukan. dan Menghukum Perdagangan. laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat. penampungan sementara termasuk permakanannya. PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. 23 Tahun 2004. namun sungguh. and Punish Trafficking in Person. Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat.bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005. Bagi TKI yang mampu. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. 2003. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan. selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No. Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). terutama Perempuan dan Anak. 2. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. . Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. beberapa kemajuan telah dicapai. Memberantas. Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). mereka membiayai sendiri kepulangannya. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. Suppress. gaji dipotong. Especially Woman dan Children). RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. dapat dilaporkan bahwa: 1.

Terima kasih kepada pihak perbankan. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. 4. peningkatan pendapatan. dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya. program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko. lembaga kredit mikro. antar daerah. kerjasama antar negara. 10. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. Women‟s Crisis Center dan yang serupa. 6. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. pelatihan. Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter. Undangundang No. 5. 7. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan.3. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. regional maupun internasional telah dilaksanakan. Drop In Center. dan pelayanan sosial telah dilakukan.Undang Hukum Pidana. Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. 8. 9. Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat. Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah. RUU tentang (Revisi) Kitab Undang. RUU tentang Narkotika (Revisi). Oleh karena itu. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran.

akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya. Jakarta. Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya. dan lain-lain. kelompok pengajian. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. 30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI . kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan. Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. Insya Allah. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga. Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. kelompok gereja. Demikianlah. atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional.

.5.85.33 .9:8:9.7.347-./.50.3.3.:5.33  .  %09..3.#5  /:.3-:.3..9.3&3/.3 :3/.347.2:3/.7:5.907-.33..3..803.9/03.3 :3/..3.: 507/./.3.3. . 5.9. 9/.3/03.:/03/.5/..3-.

 94-07 8.3.3027.3/808:..:39039.3 .59..5.!/.790.39/.2!747.3 808047...843.25./.3.3.703.3 !.9 203:3.3.7.8:/.:39039..3&3/.38073.8.!/.3..25.3 :3/. 503.3..:3 90.8./.3!47347.3:.3./.9.3:8.8.#90.5..-07.0548.3.3-0-07.39/.3 5073.3.3   4  #./.3 /. 202507:..5.3 :3/..8.3..3.3./03.9::2 /03.5405.25.80-..347..3.3!03./03.3907.33.3027.:80-.5:8.307:.8!##9.3. 5.3. 203:8:3#.11.9.208.3 3.3-07-0/.  !03:39:9..9.3.39:/:.3.8903.39:.2.: 507/.7.547.3 7.3.39/.8/.3%3/.3.3!.:5:3&3/.8.7.3::2..3/.50.9.2070.3507/0-.3/03..79.-0.3:8:83.3./.809..347.!##:39:/-.2.3.3.33..3 9.3$.3.07.3 5035:.3..-:/.&! .907/7/./../.703.5/.8....!##..2..3.3..03:7:9.3 :3/.347-.3 47.0724..5.:.747.780.9.:202-.25749.39.3 507/.3503. 90753.39039.390780-:9-0:2 /-. 503:3.3 &3/. /.3!073/:3./8.3. .320707:9-07-0/.34 9.3.7.. 7. 202-07. $03./03.//.39&3/..3#.49039.:3  80-.3/4308.9079.305.:3  7.3%3/.3..347-...34 %.3!03.802.790.90 5.3.3/.11..3.:3 9039.3/8:8:3!##  #.07203:3.9./.87.349.:5:32:332032-:.3.8!02:%.8.47-.3/-.80207/0.3!.3 507/.3/..3&3/.20303.3907./.7.&!9039.9.3.3!073/:3.3 :3/.3.8.3..5.8:8502:./.1   50/.:.3203.:20307.8.202.3 :3/.503:39:9.-0780/.8 .3/03.3/..3.3-07.202.3..5:8././.!07/.97..8.503.805..9.8.80-..3.3. !.!07/.3 /03.3 &5..3:3/.3/8.320308549...3/03.9.3 :3/.3.3.202.3.2:38.507025:.:.3.3 207..3&3/.8    .3/03.3%7.3.3-.:.8:.597.8:9/.3 -./..347. 2.3203.187..8/.30:.3.3:3/.3..3  ..3 :3/.3.3 .3.350702-.11././.2&! &3/.380347.:507.3:.9.7 .3%03.. -.3 7.33.3.3.3 3.07..3-07.-8.9.3. !7403.9.8.34  %.7::2.9:39:203/::3503.907:3.3.709  808:3:3.5./703   50/.25:3.3503/079.73.8.9.305.3203:.-072.3 :3/.3  ./..3.90780-:98:9:39:/:3.2.3 47.33..9047.257.:3  !020739.3507/.3!03..9./..3.320303/.305.3../013870829039.47.3&3/.3.3803/7/.347-.885..703.3 :.38073 -07..3 :3/.347..07.3-07.790..07.3.5:8.3 9079:8-.3:3/.3. 2.47.3903.3.380507928.-07:9  50/.25.20..

3.3.9.2.398477:5943     $. .9.38.3/...93/.347-.2 &!80-.3 :3/..50.320307.-:/03.3 /.3/.3.35/..03039.3.  4  #.2030-.749.%0747.3%7.3.2:3 203/.50.3&3/.3.3 :3/.3203.39039.-.9:-/.3.3 /.9.3./..3507-:.3  3/4308.3.343.3.:50.3 &3/..9.3.347.3.0.3!4734.3/703  4  #.7.3.:.8.:3  9039.3.7.../.343.:202:/.3!07:-.!/.3.03839073.843.3.3507-:9.3 :3/.802-.703.:5/.389 %7..2. 3.-' 0.!/.3.3.3  4  #.320.3 907:9.347:58   &390/....3.!07025:.9./.503.3!07:-.-0.08589/3.:3 9039.8 &390/.3507-:. $:50203 43.3.3-.3 :3/..7.3 .30:39:3.3 :3/.383.3!0308.509079-.494!70.  02-07.3.943843.3.3 .3.34  %.:.308:8.3&.9.7.5.8.3.508:8.3..39039.3..39&3/.3&3/.3.3.-&3/.3 /03.:.9..7.3907.5/.3.3  4  #.1/.3..3..5. 7..039438.3..3..3.3/.3 :3/.2/03.3 :3/.7.38.20....3203/474392-:3.320.3 7.:3025.3.8.9..33 !07843 850.3$.943843.8  4  #.3/..3.8 /..7.38.:7./03..3.3!47347. 0.2..3 :3/.:39039.:7 9/.3803.3..9..3202..749.80.3 .3 47..93/...9.3.3.3.3!0308.9.- !0.5.3 0.3 :3/.8.0.7.87-: 7:5.30/720  4  #.39039.39.3:2:2 80-.30472.3&3/...303::2!07/.3 !.9.3!0308.8.3&3/.3!74944:39:03.5..3&3/.3 :3/.9072.3.39...3.943.3.503.3/.8&3/.3% (( !7494.3  4  #.309079-.3.3 907.3.39039.3&2:2 .7.39039.9.2.347.3.3.8&3/.3 :3/.3:39: 20.3. !0.03943.5..507/.:7./.3.42.  ::09..380-.39039.9.8/.  4  #.4  #.3&3/.3&3/...038!0.808047...38 3.3%3/..39039.3.!03.8.9./03/.2..38.3007./03..:. 0.3.9:9.039 $:557088 .-07:9 ::0/:.9:0.3&3/.33.5.8.3 :3/.35/.11.508:8.3.38.:3  !.34 %.:.3.9-:..33.3&3/./.3.9..2.39039.39.:202-.39.843.9.7.2.39039.3007.3/!:38%7.:0-.9.80-. !03.3.9./.038!07807..34 %. 503.3::2!/.!07/.3907.3!073/:3.-: /..3%3/.8.3..

508:8./.3.0.3 /..820207:./..70:39:3.8.. 5.:3  !.38.0.-:803.2..35/.8.:7.907907.80-.8.25.3.8.9.90780-:9/.9.8 2.3907.503.5..3.:50././.9:9..9:503.. 507-:...509079-.35.9.7.3.33./..9.:7:3./.7507-:.38:.3.3.5.3-.8.3:2:2  $0-.-:8047.9.!.2/03.39..&!90780-:92.50.7.3..3/..3 907.2.187. .7.3...203.3.8.3502-47/.3 203. 5./.3.3.9.580-.9/.

3.:/9025..:703/..3.9..:3.:8 502.9202-07.50.3.:7.3/. 40&!9/...4.320.20..380/9 7-:7:5.5.:7.33.:/03/.9.305.390.:. .5.3.89.8.3 !03.:3. :9.2.350.-.3 -:.3.9:2:2/03..3-070..3. /723.3/.3.31. 803..3.5-07:5..3.9047 /03/.3.01007.  7.19  /3.  50.3/7  /5/. .3203..3 0724 /..9..5.5.50....7:5.35.9.3  0.8.89. -:./3.2:3.2025:3..3.:3 5.380-././03.3.89.32030/.  5.50.8.3.3.7.::2 0548.8:39:-07.2. 9.35/.2#.3.3.  0.7..3..3.9/.3/.33.2.38073.3 80.3./.3 .7.93/.3.2.907.3 &3/././03/.393/..3/.:7.35/.  !033.380805.9.3 :3/.5/.3-.9.503....8.2#&&3 .9..909.3 -070.50304.3503003.007./03/.3 .3::2/9::.3#0.3 207:5..3.973.3/7:39:/.7.8.39::.8.9..3::2.547.5.3.5..8 !033.7.2.3 9.3 3.85030.3.95030.8&!!../.3 $09.2:3/.7.3-. 503:3.3::2.38:33.8.

39.9  /...3.8.3-:... /8003..35033. :5..3  ./03.3202-07.3#080780723 !47-007..58.3 $97..7: 0548..3 %7.9.-08!47-007.9.850 .3:8:83..3!:8.7 9039.98079./:.#:.9.3%!   !0.-08!47.3.3508079.7: 07.507025:.2.3.3.89.907-07.9.3#080780723 0.70548.89.9.33!07843880-.7.3.3/.8 05 7234& /.  0.3-:.2.3508079.3:.7.3/.11..80-.33.7.3.34:3907%7.340.3$0.7..3..947/...3/..5 .!07025:.70/:9.3 /:94047.!07025:.7$0.3.220207.3.5.3.2.8079.:..3/. /.3!073/:3.3-:. /8003.3/03.3!0.30 :39:.9!03//.7.3...507843.3.9.8.3!07.503.850507/.8.357 9039.3.8.89.503.3907.3508079.3&  /03.947/.33!078438 /:94047.203/:3 447-007.3:8:80548.3 47.3/03./:.9.31./03.3.3502-0.33./03.11./.:.5. .3.3 /:94047.31. /8003.5:8.308.3/.3.7.:5.3  /03.  !0.3   !0..3.7.32.3:73.8  /./.9.3.

3.3.5.31.3.3..89...7.27.9../.8.8/.3!07/.3#03.3$0.7 0548.2.3 50.3#.3-075.7.-08!47-007..8 !03.3.07843.353..79. 0.9..11.3.9  /.11.3!07.203. /8003.&9.3%2:7 0/. .3!02-07/.33!078438 /:940 47.0 $8902 /:9508079.-.33078 /.3.8/.7..3.8.: 0/.903/07.:3 /$.2.980.31.9. /:94047.3$:. /8003.947/.!74538./.9.30548.8.9.3947!03:-:3438:.3 !7453805:.2503.5.07.3848.3.3  /03./.33./. .5.58.: :2.3.3/.8./03..7..3507/..3.30.8.3.3 50.9.3087.0:89.:5:3202-..79039.3.3 5073/:3..8 /.8$/.73/.3..3&/..3202-07.89.: :2..3!07.3&/03.8.73/.08&9.3.947/.3./.5.3203.342-.72033.5.&9.9.3# 0..340.307./.7#/ :.3...3 7.:25:7/.-007.27.8 02.7& .3 ./03. 0203907.3..4.2.3.33.34.3$.35033.89.07.5.3/.7..9.3%7.39.9. !0.33 /.3-.3.3/#08947.!74538#.7.3&  0.30802-07 9039.7.8/.9.790203%03.347.3-007.33/.3-:.3-:./.3 507/.3:353./.:/. 0.3507/.308.547.3$07.3!07025:.8/.89..9.3/09.905.2.9..!74538#.9.32..3/.3503.7.7985.33.3.3.3!07/.5:8.8.8..9.20.80903.3.3.  /8003.3!03.7.2.39.7: 0548.8   !0.3447/3.9!07.8. 72344& .9./.8./.2202-.3  .2.3:897.3087./03.#$./.:3.347..3#080780723!47-007. .2.:3 /0/:9.2!745 05:.0. -07.8/..3.3202-07.3.3.0.947/.3508079.33 /.3:3:.2.3.7.3447/3.:39: 2033.38.3.-20./03.89.89.30 9039.9.7.3.3  05.947/.3::8%:..3 !439.:.2.!74538..3-:.2/.-08!47-007./. 0203907. /8003.3 508079.907.3.4..3#.9.2.890.3 !74538$:2.9050/:.3805.9.3.907.27..3!745 $:2.39.3!073/:3.30548.8.7 5073/:3.3.5033.347..907..3!07025:.07.5033.3/9::./.9.3947./.3 1.5:8.9.3!74538..07.3.5:8.2.08$0..39039.3447/3.33!078438 /:9 47.3#/.947/.3/./.39.347../:.   0203907.305.3...3.8.3087..!03./..5.947/.20302-.8.30!07.7.4.3/:3/.&9.70548...3:3 9039./.7   !0.3 508079..39:47-.7. 47.5./.3.7.8.:3 /0/..9.5033.380389.39.7..39./03.3503:8:3.39.:.3%2:7  0203907.203003./ !74538$:2.7.3827.393%7.3%. /03.3$   $023.347-.8..3.9.39:5.:39:203/4743502-039:.-08!47-007.9.8./4 !74538$:.343805.2.89.3%7.

3.33.9.:/.9..3$%!/3/7.3.3 /3..3/.-:5.750309.73.9809.3947.9/93.:.2.8:8 .8-007.3-07.9.05./..3.0.7  05.3!07/.400548.8:8  07/..3/.!74538$:2.8!747.5:8.5.3%7.3.3./.390.7.3 7.3/4308.9.7 47.47-./.07.3.380-.347.9.8.8008.2.3/.7.2!03....9 0548.9: :2.8$48.:3:2...9!020739..8.3.2/!03.3  . !020739.3..3.3 %2/.3/9.-:5.33.8.33..3 080...3.2 !03.  !020739.33.2.4.3.347.:/.3!07803                ..3.!03.5.3503:.3507025:.3.7.347.8.9.3./.3827..3503.9.3:39:574808503:39:9. ./..3907.8./03.3%7.2.3.-03.3:93.8:890780-:980-.2503.:-007.3!07/.7 -03. !03.3/./.903 3/7.3 :3/.07.3#080780723$! #5.390780-:9 /507:3.9.3/3/4308./.8:8507/.3!07025:.7.8.8:8 80.907.2.3$4..5.300.3503:./.3400548.8:8!07/..-.347.:3        4 %.2./03.3.95020739.3803.3/.8:890.3/.8.3:7:$/.33.9574538  $. 2.7.8!03//.9.3$203.39.3!073/:3.3!.703./.3.5./..79:2:33..3 5033.2..9.9.9:/.3./.3.7.3..98:9:39:/.3503:3.438::2.34 %...8:825.305.3507/./.7.: /03.3.:3/.203.30 0.3../03.9.3&3/.:4.303. !74538#.3508079../.8/.3$#20.3.05.3 3.3!07025:.::5 /8008.302:/./03.32.9.3/./.:/.8:8507/.907.  05..2.5.89..8.3.:3/.8..903%::3..9 !020739.3 :3/.0.7.3827.&9.:0:.547..-007.7.&9.-0 .79.!74538. .3..8.940$/.../574808/.3:39::7:/.3 ./.2!03./. 330 /.2.3!07/.3!07025:.3-.%.7.903 3/7.790203%03.  9.3..5.3..7.203.../.320.3 90780-:98.90790780-:9 0/.2070.3..7 !74538 -0-07./03.:3 203:8:324/:50.3/.3$48.5.380.5.3.3389.5:8.3../.790203$48.20.:3907.3.8:8 ./..8.38!020739..3 8079.:..:3 907.8.9..5:8.8.3.:3 9039..33./.8.3!07/.7.8.5.-:5...709   /.7 .8.82.3./.5.3 :..%2:7 !020739....-:5./503:7:3..30.820. /907:8.89.89.8.790203%03.3/..9033/7.8$9039.703.2 5747.8..3/4308.3  %.5.:3 9.5400..2:39/.3!07902:.39.808.80..7.7907..2.07.3.8:8 507/.2.7.090/703-007..5.8.3/25.3 ! .38.

8 /.11.3./...90.5.:3        ::2. !03:3.3#.8/.97.7 /.47.7.8..3  O %/./.:3-:.370.3.39:39:9.3503./.5.39.:3503.3.11.3 /03.3203/./03.8.-:././25.2.38093 933.8:2-07    8.7.3 0!03.2..35.2574808503.438.253907/. .&9.8/:25:.3-078.7.7.438::2.3./.:.%./.9.438/./..././.25030/.30 203.5.%03.35.8.3.7.:3 #.8.0708!78.7-0-07.:3 0.3/03/.0.:..3:3/.7..3.9-.203/.11. 0.:8...3503..-08!47/./.-0 !:9:8.3848./.8.$0./.7. #./..3/03.33.380-0:23.11.3::2...3 7./.::2.3.9:.:3 9039.3-./:5.47.3.9.05./.32033/.:.350. 7.39.30548.2 07/.9:.3.438::2..3::2.8:8!07/. 907939.9:!03.:3%07/.8.3 !073/:3.34 %.7.05.9.3 90.25.08&9. 330 0802-07   %.3-0-.3/.3 .0.07$9..3!03.8.4.:39:/.907.38073/:3.7.3::2.3 ....25:3  .:3 80-0:23.8.3.289.. 09:3 ...30070/.7-:./.3 ./..:3503.203:.07..25.97./.39/03.9:.                         $:2-07. 2070. 802.9/09.7.5.3/..9/.7.97.3. /.:39:503:39:9.380/.39. 9..390.5.7.38:/.'438::2.3.39078.:3    4 %.0548.547.9:8/.3%2:7 /.33.3-..7$02-73 $02039./.203/.3.3-07.907939.390.390.-078.9:.3007 %0-3%3:.3 .907.07803.8:2-07 ./.3.39078.8  '438::2.3203:3:5:9:8.3/.3/3/4308.8..8:83.7.:-.7.8:8.3-07.7-07-./.3/03.3 $:.3!48 /.0.9 . 808:.:7 $:./.  !03.: 05:. .3    ::2.3/.3.90--07.#5 :9...3802.7-07-.8..9..9..07/ 574538 $:2..3.3.9.393/.:3 9.8..305..39.9:39:9. .202-:.3/.9:.3  .438503. .$! #    .3&3/.3::2.%2:7 .3#080780723.3.9.703.30 0.9 .3/.7./3.8.8..305.438::2.3 /.9 .3.3700./.39.3-.7.39.5.: $:2..3/.7 -:.79.38..3 9.3::2.3 4.3.97.7./..3./5:9:8 2.3/03/.7.203.3-07.#5 :9.7::2.

3..3.9:. .8 2..7.7. .9203/:30/:5.502-.08.!020739.9.90.3.3.83 :.7.3...3.39.30.30/.7..073203941434314790$:7703/0741 :9.503/0548./.3.347.9./.32.39 507-:/.39.32.20250/:.3 :3/.3 .. 0.:80.3:39: 202-:.30.3/.9:5.9::.3/.9.:80-./.32.3.3 /::3.30.73007..38.3.7!03.3 .3::2.3!07/.:897..30./.3../03.83 2.3507/..3507/..7.7.3%2-.8./8:2-07 503.330.8. 9::.5:.30.47-./.7..7.3/.2 $9:..3:897.7..%03.20303.:3 9039.::23/4308.3 47.389  .820. $3.9.9.3 !020739./.7.20303.2.7:8-078./.%07.$07.3 :3/./03.7.347.  431070383/.34343 .330.07.3!0.3.7:8/-3.3..8:/.3803.3::239073..39074.3203.2..93.909.7.8.0.80..3....507.38790780-:9  07.  94  .-:.8.8:8.3.. -0.2/902:.2.7.3$3.23.07./-3.73.3.3/.-./03.3.3 -073/:3/30.43:9:.3. ./..503.:8.9503//.9 03/7-07.7.3/.350/4105..3.30 /5:9:8::2.33.3!020739.3..3!0308.83/.39.330.:3503.3 /03..3/903.19.39.-079::.3 907-.3.8330.9..30.3..3-073.. .9-08.380-.30../.7.39.3.73 !020739.3/02-.950393/..3:8.3:.3:8..79743.: 43107038!030.909.7.2. .7.39.33.3.3.7$:39:3/4308.0732039413/4308.3::2.7./.3 7.07 /.34  %./.57.2../03.390/89 5.3.8350.3....347.703.7.0 1103/078 7 .507.7.5.97.3. .40 !03.7..9.98.2.80507928.3-..:39:203::250.35078047.7.907/0.703.7.95030.:&3/..:507/.7.843.8.3:.3 7.9/.03/7%--40.880.9//.9./.3203.5033/./.7!020739./740:9.8..347..3.7..25:202-07.0.7   207.8.3.7.7.02-.3/.9 -07.7.33/4308.7.90.3/03.339073..9:20.5:7.8-..8.3/.30897./03.!033/.7-.203. :39:203.380-07.39.9039.3-.2.9 09003#.8:8.80-.5:7...7.5..!020739..8:2-07.703.:.3&3/.9/507...3/4308.9.905.3/.7::2.47.3.3..-:./.7.39:3 /7/803.3 07.#05:-3/4308.:9:  07.8507/./:-007.3.90../.7.33.3 202-07./. 30./:3..:39039.8:/.3.720 507/.3!07809::.03723.3.2-:.2.79.23007.0548.37 7002039 -09003904.7.3 0-7:.203.99078 /..943.39/..803/7 803/7402.30  20. .3 80.39/.8..3507/. .3503.9... 20207.508079.307.7.5.2. 431070383:.7.3!0308....9429203-078./.4343:39:!0307.2.2/.2!48 0-7:..347.9.3/904.7.3/.39:..8889.7.3!07.:50/41.35.5.320308549.3 30.-.39.7..797.11..320.!/.7$ 47.9.383.47-./.3#  07..3::2 !07/.38. 0084.9.9.3!020739.47-.8.3 /7/.:897.#-07:8.47-.7.3. /507:.3.7.9.. %70..39./:8..9.$3.3.843.93/4308.  $0-.34 %.339.3.3007.3 /../..2..202-:.3./.920325.39. 0. 907-039:0:.3.5./7 47./.#05:- 3/4308.2.8..3.33../:.347.5:7.02.3.080.9.3.3/:897./8-.7 .347.32033.33.33.:..30..3 97.39/.7.

780-./.350.7.07  $0-.7.3 -.847-..3.38079.  2907/7 /.8.9.: 5:.230073/4308.&$ :9.3/4308.3907..7.8.-:5..3 7.20207..3 97. 07..9 :5.:0907.:503//.8.:3 /.9203.389.94.:507/.3.7.8.00./...8 -.8.3/.///.339.3-.9:025.9.08.9.38!020739.3/.83.903.8 /./..8 0.8. /. :5.3.08.8:05..84.03.9431477.3805079$.3::2:39:203039.79 $ 39073.20.3507/./.839. -07:5..3 429203/::3.90780-:9 /9::.33.3507/.9:.339073.3..3/4308.3503:.$07.9072..347././.$07.9.:3  207.3703907.943.843.2..9.:80:.9.3-.7 5:.8-.3/..943422843   /....3.9803.303/4308.943   -007.9.3/4308.7/.  042542. 202-07.3 .9.  !03.25074/0.7. $39073.27.3 5073/:3.3.090/703 $ 207.3-08..347.3:.99. /. .92.3/.8.2..3./. 207.7.3..:9..303907147 39073.0.943.307./.3#05:-3/4308.8949.7.5030..9.3..39.3. 7.39:.7.347.943.2.   2803..:93.3.320./.2025:3.-47$4/.347.11.9...33.. .202507:.33/4308.207:5.3507/..3:39:503.-.3.342:39.3...: 39.3:.

!.0/:./.9..39.40!020739...9 05474:8.. $0.39..90780-:9  .72:3 #.3 05:.3/./03.97.3.320..574538 574538/!:.3:3.: $.:32070.7.32:33.5:7.:9 8.8.3 .8.3 503025.7.:. 3943 .3 .9.8.5.3/03.3.907..3. /03./03.:3 9./.3./843../03.9.39.9.3!%/30.35. :2. 93.3-070:.9:.8.73/4308.3$.7.38:/.92:/.7.8.2...503/:/:30./902-:8/03.383%.920.389/.3-07-.347.3-07./.!%90780-:9.9.7.9 5474:8 2:/.3.39.39.509.389..3574538//../.-07.7.3.8.07.7.5:.7.:.  49.804. !. 53.3/.3!03/...3%.3 .3-07:3:380-.3:2.73007 #4803-07    %3.8./.2.97.3202..3.847./.3 $:2.2.203.330.2.-079.3907.3.90780-:9 8073.507-.30:..9:8!%:.3507/.9..39025.//.2..3%2:7 /.8.8.5:..: .3!. 49.330.:$:2..3. %.7.-.3%2:7203::%.23007 2.507-.9.. . 203/:30907-.8.//.3/03.. 8.. -. :9.7.3.347-.39..3..3.7.2503.: .3.2 %. 4.%2:7 $07. /0. 02.7.2.8.   /2.3.:5:3/03... .7.203.:/.80-.3$3./.3.3.3 507-./.38..3.8.9.3.9.2.39:8 /.9.3.92:/.8.3 270803.907.39.3#./.3:3!3.3202:.  !07-.909.39:3 $:.907:3.. /03.3 .:3  !020739.574538/.9.3-.7..8.93.  /.&9.3 !%  030./902-:8 02.2.//507-.7 .39.9203:::./.380..: !439.0:30..3...3 $07..7.39.9502-07.:7. /./.909.5.8.-.47.7.7.3.33/4308.35:.3:3.38050790/.8.:/..203.3.9.35:..9 :3:.08&9./.7.2.9.7./8.7.49.380..07.83/.3 $0203.

/. 502-07/.302-.203..3:-:3.3$.5/507:..9.3 -079.70 5.3 8079.3 $:2.9.3 :9. 5.9:9.3.3:3/.. 3..3.320325:32070.3:7.3.3-07-.7 4947 907.302.8.9..8:202-07.20307.8 502:.3/50/.3.3..3!/.507-.7.3:3.3-007.340!020739.9.3:39:202:..#-078.9 /.3 ./.-7 5.//.9.3.%03.!07.7. !07.!03.3080.7.502-07.3 /.3 .2.70 $:..3 0-:3 8.3.330.8..7..3-.3/.3 0/.3/.3  5073/:3.3503.8.:-.::2/..-070.42.....9.7..3 .07./.:03:3.843.3 0/.8079.#202-07.2 :8.703.-/.!.3 .3..39/.3/507:.3503... $-..909..8.3907.23007 9072..-..3 %2:7 :..8503/:/:39..203:8.-202-07./03.3:5./03.3:5.8.305./.9072.8.3:.2.8.3/.709 /./ .39:.08$0.347.7..203:8.3.2.3 3/4308.34 %.7.3.: :2.%2:7 !.7.5073/:3.7.3-.9.3507:3/.:80-..3-0723. //..7.79.02-.3 .30.3.3.350/:/03..0 3/4308.33.9:..9.305.3080.:39.3.9 ..25:3.3503.7 .91  :.8.3/. 5007.:0/..805.3202-07..3297..9.8-.03/4308.8 503./. 30.3::23/4308./239.9:7/.3:3:.3#/:./.5 /03.318 588 703907.9-07-.3:3./23897.3  070.3..8. /.3..3  &39:2033.8 5..9 9025.3:39:202-07.3507/.9:/0/.3507..339073.3....7. %03.. .7007  !073/:3.7.3.3 502:...3.79.3.73007  808:.9.380.: 3943 .3502:.9..3 05:.-.9 /....8.35073/:3.-.347-.39: /.3.3.9!07:7:./9025.3!%5.73007 !07..32070.9202-039:02-.9.2.:5:3/:..2507/.3.3 2070./.3/99/ /...9:39:-007.2&3/.:09 :..00:.. 7:2.3.9070-..%03.9.3503/.25:.3-...:39039. 3/4308.82.2.843./2.8..3#05:-3/4308.3.9:7.-07.3 ::2/.8.02-.-.9.3:3&-.9.253.3.805079.:39:/5007.9 /.39:.3 -8..3%3 /.!%9:202.3205:90.8.!0.8.07.:02.2-.  !..9.3-.73007.30.3..03.907.7.93./..7..843.3/..3503.8. %. 47.3 :8.35073/:3.07.7..3 202-./:.&9.907.3..9 02-.2. $02.3/4308.3:.3/4308..8050799: 803.7.%2:7  !#& # 073/:3. -.  !.25:3.8..-07.  . .-9.8-.3.8.2:7.5.30.:5:339073.   80-.7.3 04342 503//.3.3::2-..3 .3 47.7.38079.2.3.30.2.3 43803 /.8 !020739./.2.39:.3 !020739.347-.7.3 &5.!020739.909.2.33.-070.4./.3 70.9.39. #. $:7.7.:. .7..33.3.29025.22.3  808-9.9 0-:3.8::5.8....8..3#.30-.3./50749.3.30385007.843.../.9.3#05:- 3/4308.5:3/.7.35073/:3.3/-07.32.35078047.9.32.8....39...747-.3/9025..3 :3/.38.

33.8:503.8.3078...:.:2:23.3502:.3.3. % .3..7.. 203../.07.3 70947.8.3-.3 203.8..3438:07  05.9: 31472.3/.9.30/..2.-80947 80947808:.....3 :39:203.31:383.2-039:507.7:7.30.703.208:9..5.20./:.308025.#4247.32070.3-007.2.9.8:08:.3 03907080./.33 3.3/4308./.9.:9/.305./.7./80947 31472.39:. -..9.32.7!07.7007  %03..302.9  /.98:9203.3 03907$48.3/4:203027.347..3.54740.23007 5073/:3.33.25:3.07./.3..73007 8:/.3.:2.20./:.3#/:.7.9:8.33  0..547.3.447/3.8..9//.7:8/.3././.  47-.820303.8085073/:3./.3.3203.320/8 58448/.9/.8.203.3507/.8.-07-.3. 9/..!74944/.9:30.903/07./.  /:. .8.3/.3.3-007.703. /70947..9.730075.99079039: 8.73007.320.3 !07025:.-.703.8.343803 9072.3.3/.3-... 0548.7.3/80.8:.3. 0805.3.8.:79/.23007 803.3::23/4308..8/..9..203..3/.-07..!02-07/..50.3 507:/80-.9./.3/.808.2070.7:.70828073.-0727./809471472.3.:.9.73007-07.2.9.2./03..8503.47-.3./9.:.03503025.32.9!073/:3./-07.9.07.3/.039070.808.39:.3:3.-.2:3:39:903./9.5/ 9025.2-.790203:.

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

.07.2.90548.3-.80.808.7.25:3  .7.9907.3-078.%0-3%3  .3#.747-.2#$.9!0.!0.3#$...7.25:3#$.3  . 9039.50..:2..9!0.3../../..8079.&9.8.3   $:2..3./:47-.3 2:/..8.3-.5 !07025:.3.7.3/.8.85253.9075.7:88.   05:.9/.3  #$.-0 !:8.33.3:9.9 5844  503/! # 8079.5.3%075..!:8.7:2./03.3%075.3./:/-0-07..3.3/.7.!.3.3007.907.3/507:.850848.9/03./:#$0548.3 ::2 $0-.#:2../:.907.03::   .5.3 .3/3/4308..#$.3%07.7.3. 447/3..:5:3.9.3.2-   #./. /::/.0.3740.7.848.3%075.3%075.3!:8...85020/8 588 2.3.907.!.3.3.3   03::#$.3...3.3.203.:   $:2.5.8.:.8.3!0.3%075./4907/./.0/.9!0.0   $:2...3/..02-.9:2:2!:8.3507.7./.3.3.07.2-#$..7.3202-039:!:8.: #$.7.3  %.3/03.3.7:  #$.3..$0.  0548./:.9 #$.9-007.7...35007..$.3..7./:/-.3.. 7:2.90548.7.9!0.

3 203.3   .3.79.5.#$.79.3703..33..3.35073/:3.2-43   .3 .5:7.394 7..3507.5.#$.8..3.89.   .3#$.#:2.!439.!.3.79.318/.::&9.3.3.38. #$.3..%03.3..2   :8./.3   4..8.72.&9.3.3$0.43/8.7.7.9:39: 20257./.9.7.08$0.8.3..39.79.7.3.3#!$/-07-.9#$.3/...$0794484 $:7.3.3#$.7.#$.39.7.3.5..#$..5:./.2./848.39.$.907.4 0548..3/:3  #$$0.9/93.7.3.::#$.3..3 20::/..  . $:.3%03..7..38.#$..8 ..305.358448 50302-.2-:5:8.0. #$!45:8$:..7.   .574538 #!$202-07.33:3.3.7   :8.7.7.2.08%03.%073.7.03/.. 47..3/0/..:3 90.%::3.3  $:. . 2.7.09:3   .3848.50302-.39.8848.-:2   .9....380947907.5.5. ! $ 47.%03.7.:3  #$.3/.90548..-08!47    05.5./03.8  .8:2 !4743   .89.9.70872.:5. .3.3080.7   .7.3.#.7..3. #!$390.8!74538 02-.7.9.7.907:.:..3 $02.9 #$..3. /..:   $:...9  #$724-0.3   .3/.88.9#$.3$48.   .%2:7#$.7.3903   0974.3 502:.5:.-. #!$ / .3.9.3  #$.3:  #$.7.08%03..7.3.7.5.7   $:./4   47439./.7.202-039:#:2..790203$48.8848./.907...3.007.7. 035..3.2.3.8.  #$..3./03.8 .9.$02.3203/::30-071:38.7.7. !073/:3.:.80/:5.3.3 .3..3.07.7.0/7  #$..3$:2.3.370.7:38:73.7..3.7.7.3.3.%2:7 #$.7.389:.55.#$.95:8.83   $:.3.2.2.!.7.3.#$.38   .3%2:7#$..90   !.  $:2-07.:2.7..!073/:3.3..%7.33.3.3  #$. /.$.3..9..!.3/.93/.7.%03./020548.08&9.3.

/#$0548.3.&39:202507:.-:5..3.3%075.3 -..9!0.3/.!:8.3.07./..-08.30548..3./..3.3.8./.3:8:8 #! /0548.3//.8.3-0:2.3..3 #08479 .903.3.07.:./:. !74538 0548.7 $! #202-039:#:.3 !0.3#$&/49.

 507025:.3.809./..903.3.3.3.3.3/..390780-.3#08479 ...3 9072.-:5. .7.34.3/04.30.49.3 %..3907:8/507:.9.3!0.39.:3 90./3/4308.3:8:83. #:.5.3.50548.3.:2.3507/./.3./:39.8803.8/-039:#!803.07.47-.257/80:7: 0548.:39:202-07.40!48.8:47-.203./. -07. -07.305.

3740.3503//...3.7./9::.8502:.07.9.8:47-..3!0.9.3:.503.3    47439.3.%2:7   !.8.7.7.347.2./2.79.3:8:8 #! 0548.9   $:2.47-.39.3827.9   ..%03.3:39:-.97.3/.07.347-.   ..3/.7.08$0.3 %7./.08%03./.49.3//.25:3   $:..2.907.5.:3.:   $:..3507/.3.   0974.3 -.3/.32.3.3 503.07.92.$0.   $:2./.9   :8.   0548.9   ..3.4   03::   $:.3 8079.%03.7.  :2..#...   .9..3/3/4308.7.09:3   $:.    :8..3.389 /0-. #! :39   ./. $:2-07.3. #! :39  0548.2.7.8.  %.8 05.-08!47    .25: 202507400/:5.39.08%03.-0 #:.-07:5.3.3   .7.   .350. 9072.3%03.2  ..%03.2-039:-.7.3827.::&9.3/7/.5.39:202-07.3-072.3%7.3.%2:7  .7.393/.:8:83.&9.25.39.3   ..   .8.8./..9.907.397.72070.39.8.3848.25:3.7.3.3903   .3..70872.305.3%2:7    #.27.39:.07../.347.   4./.8%03.08&9.3.202-07.305...907.   .3 0907.07.:.35007.7:88.202-.39:.3.2.9. /80:7:3/4308.9  .790203$48.3... 5007.3-072..::   .305.5:.7.2-   .0.27.3/..7.385479./-07.3$0.3507/.8/.305.   $:2..790203%03.502:.07.79.007.

7/80:2./: 4203 878803907 %7.3.9.9!0.3..7.305./.347.3507/.3-07.3/./.3507/.:745303907.38.8.3./..47-.33.-08.3 /8003.3.2038.32.574538/3/4308.340!:8./239.38073...3 %075.5.3.49..8.7.759 950909.3/03.. $/..3:.:2.3./ -0-07.9.07.340!020739.3-..3.347.347./-07..8.9./-07.253. 05.3:.3::2/.47-./.03907 $0907.2539: .82.30/:/:.39:.3 ::2-07..

.75987.8....

.

3/0 55990!03:3. : .

.950909.08 8 . .89.9437.

4:39208.759 /439...8..

8.759890 950909.

883907!740/85.3430850..//3 79 <.3430<5 9- 54/5.

759950909.8908.

..995.8.759 87..

.

47.209. 20/.

.

3/0 55990&807!./.948.

7598.$.

 ..950909.9437.&808 8 .

759 /439.4:39208....8.

3.907.3.97.9.79.%:3....8 .7.9/3/4308..7.3/:3  .3%075.11.8.03907 $0907/.3:3/..759.  .348:43 /70303907/4.33.-07-:.3   $:2.9.&9..0.3.340!020739.8 503:38.2   $:2..3/:3!:8.3!07025:.:2..34203 878803970 !.3745303907 .9 . ! !:8./.38:. !! 0/.3!073/:3.3740.07.!07025:.3%7-:.3#.9!0..33.   05:.3.347-./:! # ..34203 878803970 03::  ..9:7.7:88..3 !02-3.3.38.3!073/:3...9!0../: !02-07/.8.3!:8.:$0907.49. !!.02-..907...3!07025:.8.97.07.:2.9!02-0..34203 878803970 !.3.#..7..2%7.39.3 7.  %.79.:$0907!:8.3 !%! .3%075.2 $0907 !020739....907.:.9!0.!07025:.8./8.3.3 .34203 878803970 .3  #.2   $:2..9.390.:745303907  .07./0 %# 4203 878803907 .905.3%03.: !# /:2..745303907!:8.9.9. .3/8003. .8-.  !74538 $0907.3/.8.8.03970/!/0/./.398:3.-0 4203 878803970 %7.9745303907. $/.7.907.3   03::.07.7.!07025:..$0.

.3 /8.:39:0./.3::2..79.91 202-07..9. 438:9.39:.$2021./..!07025:.:5:3 -.5.347./../.805079 02-.320/8 58448 70..3:8:83..38!03..03907..8 7.3::2.%2:7$.9:89.3848.27..30.3447/3.39:.3.3 !.253-. .//4743:39: 202-07.39.8.2.8/.3.08$0.  .97.3 !!  4203 878803970.9/.07  07-.3 .   !439.7.3 ./..3/.38.9:..%2:7 .3.338.39..  !:8.3!007.34203 878803907 ! !:740794   4.3/./.905. .02-.9.4203 878803907 4. ./.39:.7.3.253.79..2.39:.79.25:3 .  .3.3::23/4308.3.3   .8.79. : .:745303907  $:./.3.4203 878803907$:7.39007..3  8.39..3.8/.3!09.33/4308.3507/.3 203.2  428::2.3.8.7 .3.3  .3.-07-.!:8. !07025:.8/./.!:8./...5.9.3::220././.79. 438:9.2202-07.39:.!07025:.0 0/.78803907 ! $0907$3.88..73/.403 #02.3!073/:3.30:.2: .3-.3 !.3-.805.89..02-.8.8!07025:.302-.02-. 2.338.2  $:2-0702034087.3.3# .8.3...30:.9.33.3 3/4308. .8...07.$:7....79./.340!020739.9$0907.. .3 ! .7. $:7..79.%03.9:.3::205.79.    0-07.$0.39:.3::205.3 !.94203 87880397097...7.-9.-..3-079.91.9  02.0 0/...!0725:3.47-.3 ./4 &:3!./. ! .39:.8.3::2  .. .3::2:39:..5!07025:.!07025:.9.3/:3 4.:02-.7./.3::290.. 0/..843.38.79.34203 87880397047:2!0207...5.02-.39:.3..%03./4/.8::2/.4.91 2.$0.#1.:2.3802./-0-07.39:.3%07.5:7.3!03.7...7.88.3.4203 878803907 42-.-.7.8.3 ! 3/4308.7.3::2. .7  :8.39:.3..3/4308.-.3 !439.7203:39:9/.3 !.9. $.4.9.39... 3943  !74538 $0907.9./..8502-07.3 .3/80/.  8848.5030.47-.3.33.3  ..::2. /.2-.11.79.80507928.3  !.02-.3::2:39:.3::2/..3-07.7.  02-..

3:7..8/.3  3./. 08.3503.8../.:.88..07  02-.3.07 507/..3574808::23..7.9..$/.39:.3.9::./.20893. /.3  02-..5.7/....3.8  -..3507/.3 97.3892.3 078.3::2.3.3.2.3 503:39:9.32.2. .3.:507/.:5:3/..9.::23.253.3 03.0.7:8/507:.438478:2!02-0.3/507:.7./.11.90780-:9 /5077. 803.8..02-../.5507/.3::2/.3/507.39:.347..5.3.9//./.3/903. :5.305.7  02-.3...7985.8.9.8./..3  8./..90780-:9/.3-. .50.3.7/80:7:574538/3/4308.347-..3507/.3..331472.7.8.3/.50.3503/.39:.380-.:.72070.:507/.3!07025:.8.9.5.203/.9.39:.8.39:.-:7:27..07 /907:8.3.3 503..393/.33/4308.02-.8./. 80-.347..503..25:3  02-..7.7./.:5:38.203..35073/:3. /.3803....253.3203025:./..  ..:5:38:/./03.3.3/.3:8..3207:5.5030.8:2-07 97. /.3 .47-.32070.390780-..3!0.3::2  :899.3 !.:580:7:49.  02-.39:.3.3...3503/.:-.80/.3.5.202-07.3380.5033.3:2.32025:3.'0743.8.3$7...9 5:8.:5:38:/.3.3  !07805847-..3-07.908/-07-.502-07.7..8202-07.3::2.007.11.2070./.39.9:::2..347.3.305.$.::247-.33.3.3507/.::2 0548.9.11.347.07.0.: 97..3 80-. 5030.3-.$ .3/...3 0.347..:8207:5./.3:9-075.438:9.8...07.8/.3::205..3507/.950.3::2/./47-.347..2:5.5 50.8.3!03./..350.7.30.3-072..3.8-0:2203. 9072.3 ../.75:8..-..  !& .7.3438:9.33/4308.3-0703.37039.3/..25.3.3.3202. 02-.35.5.9.3.3907.3  !! .3507/.9 !439.9...3...3 ::2  :899.9/./03./.8.5.3203.70 .980/.#907:8203/4743 9:2-:3./.  .9.38..0 503.3 2..3907.7.7:8/3/:39/..7..07.380925.203798307./..3/.:7:7.3/574538 ./.3.  ! ..:.5.9503/.47-.:39:0.3::2!07025:.9..808-.3!073/:3.2.9.347.. .3..8.3.22033/..2:32.305.07..07.3.3 0.90780-:9 !020739.82..3897.3:5. 47-.3  /. 042542.302-...320303. .9:9/.39:.3.8/.3./.3907.:47-.:/.3/.33.07. 80-....3::290780-:9 .25:3 ...805.3!02-07/.33.: 97.202:/.720.8:2070.347.347.7.3947.3-07-.73./..50702-./.39./.9.3.8.3:.9:8. .3 .8.73.38:33.25302-.85.3.39:.3 202:9.8.8/.347.33/4308.07.:5. 2070.5./.5... 503.

3/9025.3  /.8.3-07.5 507/.3..37039. 702.331472.9.3!:.589:.5.3.2. 80507928.3:..8907.30-./.3 :.3507/.3.3-0:2202.20.347.380.907.7 !020739.:./03.3 93/.3:39:5747.2070.3 47:2.38:3 05../.3.9025.3 80507928.32:33/902:/9025.3/.2.3.8.3/3.3 .:.3.30203907. .3..805../03.3/83..9.9.3.5.9.3.2.33..8.3#/:.5.8.7./.3/.3-.3805079..47-..3.9.9.3080.32070..8 /3.8.347.39..:/2.2.8.438038079.80.:.3033/.8.35073.0-20:.805..3!7.3:8.2-93/.3.9/./03.80-.39:.3507.80../3.20.3-4409.709042548.909.723.. .507025:.8.8.809039:.8&39:0./.3  $0..27.3/:..9.847-.7.9 80507928.3.8..3 $ /.947/.8.580..07.4.5.740#4803-07   -..3/.3.3 509:.73.350/: ../:5.7./.907.:07.3/0:.8.3&$20307-9.203/:3/72070..32.32030:.3 .339073.:97.9.2070..  -007...202507.347-.305.7..3!020739.8.9.7.3.804.203..3.3.3-07.3.3.2-007.38.347.3 $/.3 09039:.9/50740 90.07 202-07.35030.9.3//8023.3 507.3  202-07.9.9/ .3.3!07025:.3 203.07..../.7/.9.07.3$.5..25.8/. %09.3.:2.331472.80-.305..  $-007.3/./-07.397.8/.331472.042542.30203907.347.7.35073/:3.2502-079.39/.-.90548.435007.3.2.3 507/.2.8/...3447/3.39::39:/80-.3400203907..809025.5.. 2./.:.3 .305.2.3.5..9.3.8503/.380./3..7:8/-07..7..3.7.3.3 //8023. ..305.3.7:83./.3 /..350/:/80:7:3/4308.8203.03/07:3203.253 47-.30./.88.9.:39:203/..23..3/..3!020739.4..503.7..3 .. .809025.3!02-07/.3/0399.3/-0-07.70.80-.3. .::5202-07.8-.3/./03...9/. :./.3508.3 2.3.2:32..3848...380.8.11.3.32.380507928.39/..::3/4.9.380507:3.3/.89039.3.3.7039.7.7.8423-007..3 /3/:3  .3/3.3507/.3#.9/.7.320.:20390/27../03.:/-07.5.843.7.:0.3.:/.3 . !.30.:./. ..7:.7.3/03.3 70.723.3.3-.9. 20307-9.3202-.7. 803/7./.9.73007 3.7..3 ..3080.3-::8.2.35073/:3.380.3:39:20207.50..90!07/.3. .3  8023..880907 509:.2070.5:3203.3..:.3/. 207.3./.042542.5:.3!020739.40 !020739.3502:..809./-.5007.20/.7.47-.324394730.9.2.9  !02-07..3 .5..9.53.3-079:.3$.3/0399.8.90548../.8./.8  .8-.3/-07..3 0.3/..3 /. 27.8./03.3!07025:.9.7./.02.3907.8.8.27..2507-.3/50/08..  $48.9203.:.7.3.3.8..3&$90.3!02-07/...3:39:/503:9/.73.380..2...33.3 /.3..3 05.9.3/.35. .3/03.8 /3.3-07-.2.380-0:2502-07.39  07-.2070.37.847-.3 05./.39:.7!07.109 /.8079.3-078.3092-.33.9842 !09:.3/.380./../47-.

47-.2.54390203907.3$48..90507/.802.7.8 : . 9072.8. /.3#/30.3:9./.9..3.9:2:2803.38:/.:3 !0/42. .!020739.3:.347.:3 90.3.39.3-..3.:..3.3-007.3!02:.3!07/.3202:..8 $48.2202507.3/.3.3.3.5.3 30..3.!073/:3./.3  .435007.7.9/.3.3#98.3 507/. !% $/.3!03.9-.2.7.7..3$9.5.3/.347.3#/:..347.. -0-07.3/:.909..3.3/.3.350/:/.347-.3!02-07/.7.3 7..3  $ !3/.3.97.547.8/.47.7:83..3.!020739.!%90780-:9-.3#0.9//.: #:2.07.5.33.3.7./03.35.-07503/.5.305.3!03.3  #05.3 !% /30.202-07.314..790203$48.7.9072../.7.35073/:3.9.7.730078..33.9425.5..350.7 507.347.347..-0780/. .3!07025:.257.843.39.0548.2070..# /03./.5.3.280.9!020739....9-0793/.3.3...3:2.3/..80-0:23..3/.8.25.!:8.20.8.!7480/:7 $ ! !02:./.3-07-.7. 5747.3.38.347-.350.3.32033.3907:8/848...3/2:.5.3.3 !020739.8:$/.3./.7.:.340 05.3 / .8././.:3 203.305..3 09.3507/. :9....5./.3.3/8:8:39.73/4308.203./.05.3.2 30079072.305.72070.8:.27.5././.8.5..9./. .:.32.9.5.347-.3#/:.39070-.9.38.8848./..8:05.3/0:.002-. 02-.907..3:2.9.3 #! !07.5.3-007.30.7.920309.3./..3 &5.3.7.5.3./.90 57..3 507/.&39:802..203.8.7 3007 . # .383 %.8.3-07:/: 3/4308.5./.9::.7.8../.39.3 !07/.3.9/.350/42.3..3 05.3.80-.-07.9. 9.3!03/.3!07.35.347.2..50304..80.3-078.3203:8:324/: 24/:503//..0..22.-9.47-.33.7!07.3./03.8..

/4:2032070.90-.307.5..43/8/.78023:/03. 09.. $0.3/.3  0-07../. .90507/.7.7.7:5.8/.9/./.!020739.9.53.8.3507:.8./.:402.30385007.3/85.3..3-07.8.3809475:-  .7081203/47433/:897-07-...7::3.8.347..3:5..3./:7:3/.3 070.  802039..8.750707:9.59/.#5 .3/9.33.7 507803/..50.3.3503.25.340..33 ./..7.804342../03.9.2 57. !#% /.8808547/.38:827.: 0-.!#%.3 97...7 9::. 07:8:.3 /. 3/4308.203072.380.38:3 .8 2:.-:7:27.:7903.9.3:3.-07.808:.02-.007./.9.2.443./.9/.3  50.3..5.3. 070.7:/.3.39.8.3.8.3.7.9...3-:7:27. ..03/4308.9.3.- ..59.8:/.35007.202-:.-007.3 2.3./.907.5./....8.3 907.3-.389 /9025.5.79.3.8./9. /95:/2.2.3.90780-:9...9070-.8/.250/ 203./.507025:.8907.0..39.4:804/4707 8#98%7.33/4308.3  $09.. 070.3500.5/809.8:/.350.79./9.3/.7.3 /.3.07.8.34342 .39.9.-079./.:38090.:3 /:.280.39/.907:3.8.3.309.03 .30.#5  8.203:7.7 7././3.5 $9:.89:203:8:78408549.30..3.3...7:2.7 0-!#%.7. .7./2:./...805.7.7.

7%.03903.:79:8 .2030-. /. 90.32.072.3 47.8%2447/3./30077.8.7.8.38:/.33/:897 %03.730. .3 5474:8 .390780-:980.8.7049.7./.3$07.9.3 .80.7.5.2-039:503.8.8.7.9/.:.9.8547/ 903.880.3 0:.34047.8/.0-.3.%0.8.8...33.3.35..3 503.90703/.07. .0789.35.27..307.4./809475079.8:3.3.-8 %90780-:9 203./9.547.3%:.5 802-:3 802-:3 /..3507-..89.07.3.  %09..3 .37039.3.3.38..390.-443 .33..3.3%03.4/03.7.. 5030.39..9.3..750/08./..90./4:203 708280-..:.3.890780-:9/.7-.3.39/.2  0..8. /4:20320..3503.3 ::2 &39:203.:92030.07. 2070.5.3.3.39./08 3/.304342 .-202...:9 .. /..39.3/507-:7:/03...202-07.8. !07-./7. /503:405007./.:7/805.5202-.33.3903.3/.39...4380:0383./.39.7-0.3$../.2070.: .2070..802./..507/.203:3:5.8.80.3.7...8  8.-./.3 2.3.8.3203.30.3.5.8.35079:2-:.8547 :5./50749.0./03.390795:..3/08549.203/47435079:2-:.5-:7:27.320.-8 .39/.3.3.7.3'093.5007.7.3507025:.35:.3 -007. 43/890780-:9802.-..5:.:8.-:7:27.3.7..9.3 507.9.3-0-. :3:3. $.3.3.0.93..2.3 507.3:3  :.9. .07.78.3.3:1..8% !% 20383.2. 09..52.0..703/.0-/.39/.7.:02-.59073.3/4308.8:0.9.:.39.9:7/.3.3.$90.8./.. .9./2.3 -.3.20.3.7.9.0-:9:.330.390./::3.3-0-07.3.3/.8.3:3.3.. 20250792-.3/-/.. -079.  .:3:3.3202.. 802039.3/. /..3  .3-07-.8!02:.5.3..7.39/.35.8.3-.3.343897:88079.3/42089.:.3.3/-075./-/.3/4308.3/4308.9.8. 9039:.3042-.347-./.703.2:39/.8.3 5073/:3.32.3.3.27.347:5 .203..7.39.25324/:890780-:9 -.8..7.3 .3-.302.-07.35.3/05479.9: 09:7:3.31.-.202-:.9.27.703.3/.3:2...5..35.43:250..8..-.-07..31.3203.3.3.327... 909.3:39:/08549..38:/.203..3 /.3/03.07.3. .:.8:..2.9.83 !020739./..8.3.35007..:39:20372. :5.9...9.3/93. ../507-..-.05.35007.8.3.8202-03/:327.7:939...8.81.203..723./.3./ .9/.3./.9:.90.7... /03.5030./.:..3.3:8.8.3 03. ./0..8.3 -.

8.  %...3.3. .8.3..7/.9../2:...8..9.830.4942../.32.35. 5007.3/:97 !020739.:/50..3 . 503:87.3/4308.9.3.5..85472070.32..3.03%-078.$05902-07 909.3!%/.7./8090.- 80-.98203.9:82070.8::.3. ./-.3.-9079039: 28.39../90758..203.:. . 54883.203. 8050309./.7.30-./.3./03.-.2030:.3.8..2:3 2030.92..3-07:-..7  .: 507.9 ..9.:.3 89.:.7#.:3  /.8.  !02:.2070./0.3 703.02-07  /.3203.80.3907.3:9..0.3.20.880-.:/50748.9: ./.902.8./:974.5/:-..8.7 /.703.7.:-07.3.23089 .703...9.5.340!020739.8:0. /50.3502-07.9.72.3:.7.3.

.3.8.9.07.9.0/.!%../.3.:.9 .33.3:/.7.8.39.30-7:.  0/.3..709  7..3.-.  .3/.3.3.3.-07.%.-0 .843..  $02.3      .3.07.202-.907.3/..!02:.:0557084  %.33.  %.9.70 $:.-072.70 5.   :2.3503:..03907../03.#20.8./.2. 0 /.#20309.3/-039:20.8.3 $:2.25.7.3-..8.3.3.320..3.3#..3/4308.:%2447/3.07.97.8.39079.3      :2.3.3 7.39.8..3..3/:..3  !020739.3.90.70    :2./.7 .7.3% 072.3/.3      %.        %. 5747.4.9.9.8.25. 5.8.#203.23089:39:5:.3.347-. 80.  !020739./574808909.2.3:3 !3.3.-.3%072.&9..7 94-07 8.3030.2.7#5 2.7. .!%.3.4.3      $:7.7.59/.5:./.3.03975439/.9.7.7.9/.72:3 #..380-08.70 5.3:3-.7.3.380.5/3.07...%-072.3202.8.5.3-07.7.2.309.205:...7 !020739.808:/.3:3-.230893/5075.3.8..:   %.0 3/4308.7:39:202-07.8././903.7  :.70.2025075.8.3.3./.7.      $02.-..39:202-07.3.8.3 05.2 05:.3:353.   !0.79.7.303/4308. 5079.230898.3..08$0. 4502-07 8.8.32.:.25.3 /.7 507...8.3203....832..3 0:.3%-072.8.9  3943 ./03..3898.3/03..3  .:9  0.8 47-. 2./../.07.3574547843..3%2:7   !.3!07/..398:3...9 /2..0 !020739.3 7.      3943      :3:.7:/..3.02-07  !747.3     !...072.7..3.5:.3 ./. ./.3.3!07/.3  %. 2030.:3   808:.3947034087.79.   0/.3  $:7.. .7.25.3:.3.8:.3. % !% .:3    4  0-.7.73.025.2      %.8. -03.3!02:.3.8:/-07-.2.502:.8.2..3.8!02:..03975439-.3.2/.8.3%03.30802-07  02:/.83   !020739.380:-:3...3/4308./.72:3      .3.3/.9:39: 8007.7.3.31.      $:2-070/./03.38:3/.:   :3:..3  .

 80/.90780-:9..9.7039754390-:49.8..502:.:39: .3 0:. 502:.-:5.3:8.2507./.3 /.3080.7.8.3.3.39:-.25:202-.2.3 !020739.3/.3/.3/.3202-.8.25...385479.9020703. .8 503.3-08..39:..205:9.033.9.3-.3.574538.02.9.32...3  5072.!:8.2..3/..3..83 2.2-.3.3/.3.9/-07...3/03.3./.07.25:.32070..33.83 2.3.3 05...7%230892.9.95072.30548.3.7574538..5.9-.3 808:..25:3.903.8.3..3 97.38./507:.9.0 .39/.0/.80-.:20302:.8.393.503:3.3-07.8./03..% 23089.3503.

25.00:7..49.3.8.

/.357.28549.3.. /!07.38079.. 03907%03.7:2.943.3907:8203.32.3.....25..-07-.3202-0-.7..-07. /-07...3.350.9.7.350784.3/.. ..3.:203.3 5:.5507025:..2578.9..3/4308.:/:39:20.-072..390997.#/8..3/ 7.202.-072.  $08.2.3502-0.35747.3 8007../03.3-:7:27..3.39470783$.8 027.3. $:7.3-.:/ $09.7 .3/./..3/-:80417.331472.3507-:7:..3-8..8.39.3.3.7..:/  .-$. .7507025:.3!#%. ..903.8..9 :9..32070./72.9047.2.73.9:7..3 .2.25: !020739.7 3007 $3.3-078.3.8. 203:7..3%7.7  -:7:27...30.2.8...3907./7.3-.3507.380-./70. 5073/:3.07.3.3202-.9.9!07././50.3807:8.503..8.-.90.:5:32039.07.5.305.-07.38.32.8/.503/:/:7.25:3.38../.3.3.907.8547  $!! &39:202-.3..3. -078../7.8.3203..8:8 .331472.3/4308./30.39./.3  .7.3/4308.203:3:574808::2..3/4:203027./23897.385479./08.7.3503.31.3.8/.39039.2./.2./ !07.347.8 !02:.3-08.7.9.83-007.3.182.3.-$.3:9..9807:8 $.502-:..3503:7:8.3.-$./.25:  /-07.5.5.7.27.3:9 507843/.-:7:27.07.8.8.3903..3 !020739..3.8:8.5-:7:27.7%:39:202-.3/.5007.3275507-:/.-$.3.9..9 907.3#    .03/4308.9073.3080./.:/ .7. :.:574808. 805.8.303/4308.3/4308.5.39/...253.8.3::2 ::2 /.3.23089!020739.3/./.2.203.7.3827.33.3.5 5..25::39:202-. .47-.-:.3.3/507:.3/03.:/203.3.33/4308.3#03907./. 3/4308./ .07.507.820303.-072../9..3 05.3$!! /.903.8 508...3/-07.9..3.35:.3/4308.8.8.-!020739..550.80. 502-07.3503079-.8.20325.8.2.39:05:.3 02:/.3/.8.3  .3/.3.90 57./.!.9.-$.257 507803/.3.2070...: .:/ 7.3507/.3.33.:.8.05.%0.%2:7%03..303975439 05.7.:..33.3:3.547.9:/....7   !02:..3203:5..8..308549.5007.380-./.8././.547.3.-$./.39:903./. !.93907/.3!020739.8.07.:.5..38.3/.-07..35072.39:0.3#/.32.93..3#/:.:/.305.547.-072.3  :8:83.390780-:9203/4:2039. 43/8 50.3809025.8:8.8 2.8.3 0-7:.3.3.30:.73/4308.203.3.73007 80.07.07.3%-072.3.47.3./8.3.3..3#203:3.5.-.7.

2070./.38.3:3.3-07..3..7.907503:..07. -007.8.:3 90.2../.70:..3 80-.3. 3/4308. 3-.:2:23..3.9.7.....3./03.8502-.3..32. ./ 5...50702-..0$3.3.8.93../.3..3#4803-07   5741507025:.25.02-../.:39:2025079.3.5.3/03.808907.3 9/.07..3507-0/.5.32.9:57479..3.43/8808047.5.2.320207:.3-0703./.3 503//.3.3207:5..0 7:2.39.25:3./507:.2503.3.3 :7.3.5-.3.8.33 0283.3502:.8.2070.0303.30283.1./$07.790203$48.2.3 0548.3.8.47-.80-.3.5.3.3:7.9070-.380. ./..3/.3 8. 47.0574538/. 2.33.-9: 502-07/.843.07.3/..3 47.3-.3  05.47-.82.25.809/.3.. .304342909.390780-:9  0283.903 $.3 .9...3-072.8.9.9 -07:7.3.3.3207:5..: .950393/.7.3 438:9. $0:2.39:.3207:5..903/07.5-..3.3..2.3.3.347.909.3:8.3.3507/..3 /..3 5072..902-.5.8.9503/.3.800:.30907.3 :. /-./:.39/.3.7:40-07-.#49.3 503//.3-:.8/.3.:3 :2.05:.283 :7.3..3 503.7/.7.8.3903.30/:5..38.33. 203.3..5:..3.331472.38.9.-.503/:/:283/.2. .347-.3 .2 7.47-.3/.3/.3 $0-.253/-07..39:.3 ..3 . /./.9 .39:/.  !02-07/.907.9.3.8.32.9/80.305.39.33.9  &5.3 .7...3.8.38.19 #03..3/.. 2070./. .8.-07...38..3 -072.3..25: .3507/.8:.3203.3.2070.2.-072.3.3.8.207.-.72.7.202-.3-. .3/8.307.380-0:2.8.:7:3..303/4308.32039.2..3 5072.27.203..3.3/.8:503.9. ./.3 8.33.320302-..    $0.42508.3:-:3.9.7.7..3.2574808::2.39:05:.33..8/.3507/.3/4308.9072:..3.3-.9.07..38.3202-.25:3.790203$48.3/.8..03/4308.7!020739.79.3-07084 5.18 03/07 /. -007.3-.3.59.2 507/...3 /-07../..8.8..3  .73...2202-07.909.5/.3 080..5:7.307.3 -07.. .2.  4..73.8.3.347.5.38.39:.  &39:. 203/.79.3.3/5:.20./..9.3 080.7/.380..309/.5.3 203:39:3.3-07084/.. 574538/.5.5/:.3.:.5.38079../.3507025:.27../03.343/83:3.3-.3.9/..3../. /.3.3 502-3..7./.8.3.9..3/.25:3.8 9072.9./70:31.3.3.0/.9 0283.8.9:9.3.3-07.305.3-./..:39:202-08./.9/.8.-072.  080-.25:3.43/8848.2.25:./8...!02-.3./3943 .3.5 02.47.9.3..7.-:5. .907503:3./.3 /.8 047.2:-:3./.3:.:5.547.397.3.: 3943 05.3507025:.39.3.80.947.3 ./.80-.9.3/.807:8..33.-:/.3-.2203..3.:/:.99073/.3/.3/503.39.%2:7 .3.9.3:39:203.385479././03.305..347.93/-.3/.30/:5.3/:.8..2.3503.3/.3.8:8507/.39:202-07.2070.9.503.3 507./.:800425447.3:3.3503./.3/73.47-.947-.3..:3 8079.843.$07.393.3.3 5007.8.3.70.3-. 07.3/4308.3947!03:-:3438:..:800425447.3.3-0.502:.

347.07/..3909.507025:.9  ..503//.7.82.9  -.  0-.04520394.9.3..3:3.  !02-.431/.30.805079!03//.25.30805.9:5.7!..32033.22033.390.3 503//.38/....5.203/.7.30809..3/0.3283 8079.9.9.3848.3:7.3.8.0203503//.3..3:3.843. 80-.3-072:9:50.2.72:50309.9..39.  .3.907-:.3/.3-07.80847.8/:52.808907..39.3-072:9::39:2./03.8/.30809.39. 04254 .20/:5.9.07.380.08025..380-.2350207..3.3 907503..39.3:.8.3.7...3.3.3503//. .8..9-:9..3.843.3:7.3.843.3.9.843./022033..32:9:8079.820 8079.89.:3 503//..3 .703. .8.7.3/..3.5..3503//.7%.3.50747. 042540.9.09 /.32:9:9:7.34.3-:/.3/.59.7.3:39:5747.3./.3.9//.7. .::5.30180382.3/.9.3.8/:53.3503.9.203..7./.33.8.39.-00.7 93/.3.35..9.342508  %:.7.3507:-.3:8../.39.3-072:9:/..8.33/..3.9.33.:50.7.93..3:.8.3:.3503//.20250792-.8/.3 ..9&&.30283.3  !02-..3:39:2.9.3/.804342.3 39073.503/:/:.3907-:.3:39:2033.34-..25:203.3.33431472.8.3907.5.3 90344 803/...3503933.39.30-.3-072:9:/.038.3//::340 89.3-07:8.0-:9:..31:3843.2..3!.2 503//.8.347/$:22943 $:89.31.7.3..233. /.3.8.203:7.7.73.3 907. :39:203/.907503:3..3/.503//.3 503//.700.3.007..-07.3/./47-.3507:2.7.38079.809.3. .8.7. 202-07./..38.2507:2:8.907-:..72...3.9./02080.3/.33..3507025:.- 0.320302-.9.3:..5.547.809.907.30...790750393/.3/:5 /./03.. 5:9:8804.8.8..9.3 5033.32.9 203/:3/.2.9.547..7804.3/9.307.3503//.3:39:203472.30-:9:.93..7.9.31.3/.3:8..039434390#9841/ 03:20.3..7.35:-  !03//.3 207.3/.3-.5 502.7.3/50790.3&39:$02:..3:.3 9073/:33.3 503//.507025:.3-.3.39.7-078/.7.3 5033.30283.3.3503:39./:203/.././.3 20203:.2:9:503//..:39: 503.8.0-:9:.2.30--08.8.9907503:3.33.390793. /:.9.05.8.8....808.3..32. ./..8.9.3/.3 /.3:. 809.9.3202:33.2...9:..8.3  .30:.  0-..8..:.3.5.3507:. -07./.3:39: 203.30/:5./.2.380-.7.9./.3/720.3507/.2.2.3080.9.3203.3 2.907./ 5.3-.3. .3..3/:3.9.7.3.7..3.9 503//.3 .8.-9.8.39:39:9.:/.38:2-07/.5./.3.3503//.3.23/.5.3 8..303/07 502.30.3 503//.308025.57.3203/..30.3808:.2033.3.  /./..324/0502-0.203/...0../.-:/.3.3.3/.943147 43./.5.:.2/.5033.3.3.7985.7042542.42:3.7.705.3/:5907.32030.3907.25:203.33.43/8:39:2.3-.9..50749./.207:5.:507.8./.9283 507/08. 3.3/.3 50309.8 203.3.3-07084 203.39./.9. 43.3503//.0452039.9..20302-. 3.7.39...3:3.808-..3 507/08..3503./-:9:.30/:5.3/.:50203:.8.8.5907././.9/.7.8..9283 205:90..320.3.:3 /03.7..30.8 /.

/.90714:8/03.390780-:9-.:5..:...7:82.3!03.320.3.7-07-.3.3:3.7.3 47.5020739.3.0..:39:20250793:.97.9 20207:.507/08.3507025:.2::7..3080.  5030/.8.25747.3..3402.3.8-.35073/:3.7:8:9.2:3/02.9 43/8 047..3  :/...9.. 8073.07.3203.3 0907-.3848..9.30..5507025:..3/. .3.8-.3090758.:.7809.380. .3.2 80947/.3 -.92.32033897:8.8.3.:./.250703.25.8.3 50304.2033.8:50203:.2 -039:8890242:3.3 7.5:7 !07:-.3.3/::/.802-.389.8 /.3.:38:7-. /.3:3843.3:.9.3.8:/08.2..3.....9..3848.7.8./:/.7:8 /.503//.7-07-.9:88:-47/3.25.7:.39034431472.331472.75:.8207:5.390780-:9. 2...3502-.3/8723.3574/:8/.5:8.202507:.:39:-007.-0:2203.3/7:2....8.8 /..43/843.7.3 .:502-3.9..3 08549.9.1503//.37039.20...8.3507:-.809.5.7.-/.:2507025:...3 /.3 2.9.32.25.8.3.3/. :.832.3/02.303/07/..3/.8.38.3:3.3 -0747039.9 805079907.303/078050799:/9.39: 0-.8/:5 /.3:.393..202-.907/..3.3  50..33..802:..3/.-.3  507025:.3080.3.8./.3507.:8..3-07.3/../.90503.7:8 :9.38079.2502-07/.8.5389.3/.:202..7.7/.8.3:9/2.7.3.8..7.3.39.8.331472.7.. .25:./....3/03../.9.89072.3.3507/.3.3 /.331472.3:8.07..007.3507025:.//..3090780/.3  $97.2033907..3 502-.3.2.25.5033.9...:..32033.3 /50792-.39:5007.93/.:2502039.9.9.: 80:7:.8.3 502.90907-.2..3 507025:.9.8:007.80/.93/4308..3.92033.3..30.-.3 0-:9:.303/07/.32.8.9.25./.8..3900.507025:.30307.3-007.3-0:2907.32033.9:.3/.  :7. .:8.2070.8/.3/.910 8805079!#%!:8 ..7:203-..3.3.8 3897:8!708/03#4 %.7985.35:-2033.9 002-..89039.2.331472.5:39:203/:3 809.35.53/.5033.3./.30/.3 24/.3/03.347.3/.9::25/.3429203 42920339073.3502-07/..2.: 5:.07.0-.3/80.3 5747.2 0:..9.3.9.309/.33. -:/..3 447/3.30907./.3.3 9072.7.2!02-.302.. /239.3907.5.3804..3:39:2033.35.9.30907....5507/.83   .9.25. -:/..7..8.203025:73.8.7.-/.39007..9:2.8..843.183/4308.3.203.82.8079.2574808549/.3-07.3.320207:..347.39.5.3.3/8003.8.890780-:905.3 /.7.2:-:3.3.3..320.38:2-07/..2.89.3907/7/.907.3..909!.:3 9039..9.:5:35020739.3/03.22.8803./.3907:8 20307:8  09/....520307:8...3 /./-/.30. 2025488..8.880507947. !747.805.3/.27:2./:5.2/.3503:.7.042548.2.307.3808:..9../.9.38:2-07/.32.3907..820..9.38..../.9.3909./03..7.94 3...7&8./.3503.3.30-03.3.3503.9  .98903/078079.73.8./..30907.25:20302-.35747.32:33/.8/.:5:3$ :39:2030-../4 /.9..7.385020739.3:3.7.85..3 42:3.3./03.503.8..

.%.5.%2:7 3943 !74538.3#.3/7 ! /0/..29-..3..3 0/..9 ! 203..3/.9./.8.370/905..3!0.8. 549038-08.203..3$.7:3 . -072.../843.3%2:7 !.8.3!0.3..3 .397.9 /..3 02:/.9.3..2 !74538:8..  !0.502-07/.2!0.3 ..:7.0..703.59::.30.83.3!.7.3!020739./03.70 5.3. $02.38.:9.0:.3 907-.3/4308..././80/.47../.7.3 03....:.2.3 !.3 4-.3 .3/-:. & /.:.07.302:/.3/03.37.8/. 0..9!.203./.709 80:2.7.02-.. ..!740.-./.9. !023.8.8.3 47.3/. .79.7.3.. !74538#.3 !7453805:.0.::3:./03.32070.35747.:2:23.%..350304.9:9.390780-:9203072.%03. .0789.30-7:.7.07.3..7985.-007.709  5.7 .2003%7:89:39: ..202-07...3  $02..7.3 !74538.7.390.9 :3:.3. !0/:/.33..3.9.3!0.:7.2003%7:89/.3.5 .08$0.7.9:9.-.3 .370/9 24/.&9.3805079:8..3.8.347./.3$../.3/02..9 ! .3.9!.3 .7:39:-075.8.2502-07/.7 #5 7-:  7-:   .: .3949./.. .9.80-08.3 9.2 5.3 307..3202-.27.8.3/-07.7974:54:3/.7.3...3-.709     ....77.37039.8.8.3:3&-.3 907..72../. .9 ! .3 !74538:8../.9.79..709$:7.05. 7.9.7.:7.7/.3 %.79... 90.5507/....20.3$.3503:7:8.3.2.8$0-0...2.39:.3 !42.9/$:7./.8095439/3/4308.70/9274/3/4308.3:3..3:2.3202-07.79.907.:2.9  .8.3.. 7.2. 90.25.3.79-.3.0.9.5.5:39:202:/./.9/03.3:3&-.3 /..0 . 2070..  47.-.3.7.3.0397..9.3$... .. 05.7.%03..33943 47.3/4:20327.3.:. .8.3 !74538 $:2.5.39.3%:39:02-.80-.903.!740.3-07:8.3.   47.5.943:39:203/::3 02-.7 #5 7-:80./.7 :2.3.37.8.283/.3$.8.3!.8.39:.9073 /././.709  -0-07.:2.8.. !74538.39.5.3/.3$9. 20.704254.3.02-.8..5507/..3.320..3!020739.-/.37039.3042542.3/.25..5203.8./.9:/0.39..72.3  47.:38:7270803.-...3  47.: :2..32.8.7.307.9.353.3.5/-039:/80-0.3 $0-0:2-074507.0397.8/. %03...-.80-08./.3907.9:9.%2:7  $.5.3:3.9.7.3.70 !74538 $:..7.7./03. :2.3203./. 47.353.7.$.8.5007... $ /./03.9:9.0805. 47..397...3/5:.9.347.9::5./.507-.&8.9.8:/.320.9 4-.:39:203025.8.3..3/.3:5.:.3 !74538.%03.:39: 0:..7..2.02-....25.3 47... %.39:2070..8.79.8 4342&3.7.302-.503.7./.8.9:9.32025:3. $:7.8.8.

..35033. ./!0/08 .3 8.%.3.3..9..5.:3 03.7..7.2//08.3.283/..79.32..9.9.8.7.2.3.802../.  !033./.3..370/9 24/.38.5.5:8..503//.39:.3.05.3507/.3.7.34397-:85. & 203./9::.843.320207:.   :73.3 :5.&9.3.3 -.3 0:.9039.3/.3. .3.8079.5. -.350.347.3 5007..33. 203:5..73007:39:20307.3.: .2003%7:89:39:20.:7.:39:9::.380:7:809475020739.9   .8-.3 5033...7.5070:.05.73007 5033.9075.808:.350309.507025:.3-08079.2.3/03 $02..0:.2070..920.3/.39072..8.93/7.3 !74538$:2.9 3/7.8.2./507.32.7. $ 203.347.283 .8.3 503//.7 907:9..32070.3 !033.3.3.:7.9   .82.5.7.3.3. 8.3 /.808-9..9 5078047.8..503//.2.3/420892.3. 47. !74538.3.:-07-.:-.3.: 203.3.3. 05. 7:2. 5.339073.7.23./.3.2:2.3 57.:0:.3.9073.3/.370/924/./.8./.0:./.:8.3.5.3.9.9.:$41.80:7:..3   0:.3/.370/924/.93.42 0802-07   .3.5.8.. .804.3/7.3/7 ! 203.8.5.3:..77. /..809.9.9:.7:2. &39:2033.3/..05././.9703/.843.9.339073../.7.20/.390..83.507025:.7/03.3507/.  0:../5.32034.8.-.89.3!42.8..3507025:..9.3 0.8/.3/.3.3.3848.7.3.283/$:.320.8 !03//.77.32.:39:202-07..9.32070.9. &5.73/7.3/.3/.3/:3.:.203.507/..:50209.8.3-.3:39: -.3/ 3/4308.9.920.8.3. 90780-:920-.390780/.33.203/.3507025:..203.8 :.35007.3.3.3 !74538.503//..7.3/./03.3.9/.0.91-..7.:.2003%7:89:39:70/924/.3 -07-.503//.8820/.:8:83.9.2..503//. 5023. /..3$9.  0:.347.2../.3..:502-07.3-0.3502-07..2503.3507/.907.3   ././.9...850.3/23...3/:5.7.3 ./.7.3503//.3!03//.9 :8:83././..390780-:9 907:9..9/03.9.3907.2.90780-:9 !020739.3 50.305.7.703.3:9.7.0./././.../.7.7..8.7..202-0.././::3.804.9. 31472.203.7.  897:5.9.30--.3.331472.8.  ! !03.:39: 20250740503//..3. -.3802:..8:20.3/.:8.7..043428 $073..8.32.05/./..70:.7.38..:7..3. .3. . $ 3.3.3./.77.22..3503/.:5:3:.3.3.3.....3.3.397.3.320..843.8 80:.0:.8.503.850 .2003%7:89.3.3804././..3503//.7/.7..3.3/./.&8.9-08./5007..3503//.8:/03.88.3.3..7:8574/:9180.7..30-075.

3:3.3 -:.9.:$! 802039..25.-.73007 :.3&2. !.3.-- 89907 3.8.3.8.3 .38:7.9 :2.9:20.7.5.90.7.07.2.3/-07.:..8.20372903.9...073088 . 0/..905..32.25.7.:3.--89907:39:::8..9 .: 5747.9:/03.!03//.8../:.3!02-.73007 0.88.507..202-07..3 ! 97. !$09.7.3.3903.32.9-007.-.3507..2./.8.07..30907.!745384.5.79. 8.3/4308.8:/..380-0:23. ...507.380-.3.370/990780-:9 /.79.3.3!02-07/../:.073088202.9.397.34.9 !4..3$%/.7.39: 4.7.79.9283.33/.$0...9203:9:78:83.3   -0.709  !020739.2-0.9.23.3 $.79. %. .3:7.3. 02-..3 /.3.::8..9.3../.4. $07.3 . .7.3:9:704:3/.:3/.9.3503//.3#5 :9.943 !&  ..3 2..3-0723..709    ..3.:4.39:2073.38:340502-0707.3-0-.33.7.90207.340!020739.50302-.::593   !033.3503//. 202-..307.3 70/9:39:503//.7.3.  .9.79.80-.92 5.:39: 50.9202-039:042542..3-.9.3.3-...3/.39:.3%...3!7.8.8.8907:8202-07./.!745382037247./4250343!072.25:907:9..88...

3   :2..7.#5:9.88.5.:3./..2. 802039.7.9.:39: 50.3..7.

.808. 20.3 007.0-/.7985..2...33.3-0.9:.:.88.7&8.%03./03.88.3 3 !& 20703.2.25033.7 503072.. 0-890!&  /.9.%03.05.7..3..8.3 503//.88.72.3 ! !74538.3 503//.-075..8..:33.3.8!03//.709    . %./..3202-07.39..3.310$8 042540.3!74538.!078.8/./.3 -0.

.3.3-.3/7 342!439.88.3/.3507.5./.3202-07.:39:2.3-.:8.3.09809.3!74..2-:9  .3/7207:5.$ 802039.3:8:85:97.7#57-:507 -:.3..3:39:88.3-0.3/::/.39:/03.%03.//.79./.88.. 804.39:3 $0...3-0.5.80507928.804.38./.3.709    050/:.9.72.3203.2:78:8507-030.%2:720239.3#57-:507-:.72..3. $! /..7.3/03.!078.2-039:502-07.9202-..3!74..39:507.79.2.:.5.7985.:39:50/: 907.:39:2:7/283.:3 $0.$ #5 7-:507-:..9$/4...2503//.07..9 /.0.3:39:88. .8/:3. /. !747..25:-07:5.7:8.3..202-07.7:  .3.88.3/7907..3:.!078.3.88.:8.9425:9075.39.3-0.3 5:9:8804.3:7.#5 7-:507 9.39:. 0-890! /.3 5038.37. /:3.88.3. :   :5.3:39:88.32.7..3.55747.202-.39.9203:2 -47/7/. 5:97.3/..2!0/:.39.3.38.804.9.3/7:39:.3/5074.39././..80 3/4308. /./..39078.3-0.%03.74 !74538.349..9:.3.3 0:39:3. !0/:./.:380-08.3/7:.3 :39:04254-0.3 .324/.808.9:.5503//.

/..3 909.7 .9-075.3/39073.3-.3.:5.3$!.2.3:.3 09079-.-0..5203. .3:.33.9.3.!37.3503//.3 723.3080.3.35072.32.3.7.7.9 05. ./05.9/.843..3-079::.30.3..3 503//.709    $04.0-/./503:3.79.3.320.88.. .843.0-8.3.3 5030/.3803..3-0.3507.3 $:7.3 907-.5747.3.3 .3/80-:9.7.9.. -09:50/:/.3503933.80-.3.3.25747..3.38.202-07..-:5.907.388. 3.3.!747.3-07.3.920207:.202-07.7..8025.9.3.3.950.3 8079.25:/./.#.93.3080.8.3 $ /.9:39:8.5:9:8804.3 90780-:920./.9$& -.88.9907.5 54:8:/..79.3203/::35747.9.3/7/.2804.9073.8/.7.2-:.303/.7985.709   !020739..30.20893.3.25.3 07.8. 070..7/. 803.2:7/ :7... .2.9.203:7.3.3/:#.20-/./.9.380-./.39:2:7/ 2:7/. 70947.5.3907.9.913. 070.3 503:..2202.79.!74538.89..97039.9/.903!./03.9.808.7.3-.3007.7#5:9.808..320..8  0-7:.7.3:7.72039%7..503//.:7.3/0:.5.3/.203 50239.8.39:.7.25: 803.39:.7.3-0.3/.3.2. !../.3  ./.3:.7   070.%03.9. 2:7/.7.  !:.2027.38/.8/:5.:7..3/.709    $09.9 2027.357.8.503//.3 ! .720380.5.:7 8.9..3/.943.32.3 0-890!/.31.72070.3-.2/!443.3. 239..7.3 !:.747.9.3203.:5:3-..790203!03//././.3.3/.7.32.39:.39:88.5.2.3. . .3..0789.3303970 % /90:70:5 447  425.3/.8.25:202-2-3/.3.8/:.3.39:....9.308025.8.--078.8.:39:202-..7.4-./.9.503//.503.8 /.3389.3:39:-007.3 .808.%03.3203./843..3907. ./.3 0:.9.!:8..9!.:39.:203/.05.8.3-0.8.::5:39:202-.3207:5../.. :.03903/.9.2 ..3...8.503//.8./3/7.9203./.9 4-.:47-.39848.3 907.0.-:5.94:80!747.3..304342:39:/7/.8.88..32.9-0.  /.5.:3.3.9.797...302-.4.  .2 2033. 804.8 $0..3.203:25:..7.3-078.25..39.:503//.2.3 503//..3.9:39:203.34290$04.3.-.9!03//.38.9: 50/.3.:5030/./.3 . 503.2070.5.2.709   !020739..05.3:3.3/.3/:.3 0/.. 03.7.. 500.90370-08 !74538.983 !. 202-. 20304.3574899:8 90703.3 !.90.30.3.808..74 4 //.. !.3/5.2./.8.3 .203.:0.3!03//.702..2 503//..8..90.25: .757.3 503027805.3...32.3-0.-07.3.2-/.88.3-07.47.3 503. 0-890!024970-08 /.30-:9:..33.3  8/4.88.390780-:9-0:2.3.3..2#:2.993/.:3  80:2.39039.502:33..320302-. .9..3 202-:9:.3-0724947 .  ..3803.5:9:8804.2033.9 330 /.2.3:.. /.2025:3.

703.502.39.3247.:3.3.8.3 .3.90780-:9/-07.3/.3  .3.7.:3.38...8././094807.38..9:3..-425:907..3503//...72.2.3/.3.3. -07804..3-071:38-.3:7:$.805079.. $04.3:7.. .7/804..9.7.3:39:2025:3.7/:8 ../3  9.3.32.2070.34930$:7.  .3.3:..:/.3/4.3/03.3203.3-:/50079 2025:3.339.07.8.39:.3&8.3.9503//....320207:./.  !03.73.79.3.. .  20.9.390780-:9 425..3.3/.9-.809.:.3.3.3.8079.83%03....3/.2...-08.39:20203:0-:9:.0 .3.5702.2.7.3.7 .83907309 90780-:98:/.35:9:8804.8./5./..-47.382.5./.3.7:2.5..:39:203.79.: %.7/.203..320307022:3.7: % .9.3202.9-..3..8.3 7.3 .7.79.9 3.30:.3.9$04.42   $:8:8!.3/.3/$04.79.8//.3-.3.8./.357.9-.9503//.98./.3 :7.503//. 7.82.8-.305.5:8.3.247.7.4 /   . -4.92:./.3.. .. 2.9.3.5.3.5..30..73.9.3503933.9:9.39:503/...-..9.!03/430.3/803/03.3..094807.7/.7.3.3.370.33.:.. ! 202-0-07..3207:5.3:5 7.25: /.3 .3.3:2:2/.8. .3.3.3.3 !07. & 203/7./. $ 203/7.39:..:.29-.5078.30--.28:39:203//.3.3-2-3.. $04.8!.20307:3.30 .897:9:7...3:8.3:39:.3.350..3.3#5 7-:507.3/.  .35:9:8804.3425:907-.32025:3.380.8 :    ..3..3: .790780-:9 .3 $ 4250%.-074.8$04.370.9025.3203./7.3:.32.380.3./5:7  3..25:80.3 0.../2.8:/.3-.8.1472. /03.. .3.:5.9 02-.2. 03.331472.390- -0708025.9  .90780-:990./03.3 .9.3.3/02..3.703.32022:7//.20203:.-07.5.3..3804.8.2070.3.35:8..%2:7  2-3.8.3/-07-.3..9$/0.3.7.703.5:9:8804.3 -.5.3.4 /   .7 .350309./03. ..7 .7. ..3/.3..9..73..:5:9:8804..73:/.3 &5.:7203.8..380-.32:7/  .0283.202-..5007..4 /   $#.3 ..2..947:2 425:9078..3.8.9202-.3 5702.3/4308.3.9.3!0.:39:202-07.2.7 9025.3.82:50309. .7.3503//..503//.3!0.38.$007.3!74538...42  ..3/-07.3/../.7. 202-.3/5.5.3.3.7025.8 203:-./4.5038:3./. .3.305.203.7804.8..8:7.3/.83.37.2.3..3!.3/..75747.7:39:202-.9 /.804.3:39:. .3.804.3..3 503//.907. 8093.39.3203..2.3.3 203/.3...:/./.7:39:.8..39075.-0.3.3/.3503//..7.3..3.8.8.093.3.7. 8.9.32030./..7.8. 9-.

8.3-07:5.3203/.8434203.3%070804208/./03.3:...3 !! 3/7.0-7:.3/0974%'9.$.. 330 /.9:-:3.3.3!07025:.32.27..7.:.3.3.3..3. 503..3203.9: 05..7:.3..33 039070..  0203907. 389.:.2. !4. .07.39039.388.23/.!07025:./.39038.347.3.2507/. 2.3848..3/23.3.3.507/..9:39:-0..25:./.9033/7.7.8-.3..8 9039.3 7.7.8/..32.8:8507/./.33.8/!020739.3507025:.7.3003..3/.. /3./03.709    . 507/.308549.9.$%! $& .3  .!07025:.8808:.3..808 .9./03.  .8../.22.2.7:8..:380.3/.2.9.307..7/./.3!02:9.3.:20/..2.8.3804.331472.3..3-07..347:242:3.3:38:7-072.3. ..3.. .3- 2.39...912.25. 47.3/.8.32083.3/03.2503//.3.3.7..3/.3.320.3 /::3.3.8..3507025:.8/..3.302.$.350/:5.27..3.33.9:9.8 808:.3.3507025:.3703.2-.39: :7: 2025:3.2.340 .3/.9.3/808:.203..2203.2070.8..-:.8!03//..3 /.3-0.39/.07.33.!078.7.57.8.3.2.347.90780-:9/8.3507025:.3. ! /.8.9.3.35.7804. :7::. 20309.3.5:3.3508079.:.3.88.7.3.3507025:.2.: ..331472.3  $ /.3..2.7985.09.3 ..3/.3503//../3:3.:5:3/.37  0:9.848.3335:3.3507/.7.3 503.38907.-: -:.39507/..507/...5:8. /.39::.3..907..305.30--.3408.2..331472.3..3/:940 47./03.3..3./...72.0802-07  0-890..38023.848.3..7503./3/4308.3.0.3 /.3..78.3507025:.7985..350/:/03.!02-07/.8 !030-..331472.8./.3-07-..2-..9 /53.3..3 702.3.8:.72025:3.79039. 8.9.305.3/.9/.73.3.0.3.34930-007./740809..8/3/7.//9/.3:73.:.25.3!07025:.3 /.5:8.8.3/4308.3-007.709   !030-.3/.3/.9:..3.7.5..309039.3..3507/..5.30548./.3:73.3203.:  8079.2-:/..332.33.7 $0/..7 /9::..3.3507/.39070-. 2.&9./..:2.5033.27./../.. 202.3.32.8.7:30.703.: 9..2.8.8 /3.2 203.7..3.7:.3-2-3..9 $ .8 !073/:3.3239!07/. :5.808..08..507025:.:5:3009743 /.0.8..7.7   $48.2.8:8 .30 203.3/..2:-:3.39.: !74538.-43 !747.72070./8003.7..3/7...8./03..7 508079.:3207:5../80-:...8.  3/:897!.3/03...3.3 .2.5:9:8804.9 .3.9 0/.354.0802-07 /3/7.. .3-.3.3.8. /03.2202-07.-075.3..42078.50302-.25.3.8./05.78..3./.-:5..8!..3/..25.3.3 507025:.950393507.507.8./ .3!./.:39:20.8.3.8.3203.3.3 47.3. .3.3 47.8.-.202-07./.3:39:2033...2:5.88.3.3/9::...3!.3453 0-075.3/0./.3507/.99.2-039:.0907. 2025079.30-:/.:3.9.804.3 :39:80.3!07025:.3.3.3503.9202-07.3.78.8../.8.33../.3..34930/.9/03..3/5.78../.3.

.3.3/.3.3 5007.-0-07.2  !.848.07.349.3.. 39.3...2033.3.3.8 $3.3.5. /. $9.25:3 20..9..347.3-07-. /.:7..5.5:8.3 /.5..%4:789.7:./2:.-:9 34507.3827.5:7.820239.3/%'#  ../. :807 $/ $07.390.3 -079..7007 03907%03.3 020..9.3-07-.3/90723.850307..9/47.39.:3 9039.3$:3..32:..32.507:8.3/93/.3 .31.890.27..:.8507:8.8/.2.3 .07/..7 :89:8  /./.3507/..3%7.3/.3.9.7985.203.07.9.../.507/. :3   !0.3 507/./4 900.8/.3 .3202-07...3-07:5.-:.3.3.7:/.8..723./.3.8-.22030-.7.3:897.30.3!.2.109 89.9.7.:.3 !03025.:.2:39:9:78 /.5/03. 0/.3 :3/.3/4:203 /.390.3 0/./.3.34 9.3:-:3.9.3025.!020739.3900...3 :3/.340 !020739..3/.: 97.38..3203.3907../.8/0990.580:2.5...-.30.3.3/.-..:.3-07:5.  035.3/.7.3!07808.8 3./:.349.3/./.3.907-.8%03..0..319../.790203%03...78.9/%'-07/:7..350707:9.90./03.843.2.9.30903./..5.820303.80/.9 203...3 !020739./03.07 3.805.2-93/.91/.5 /.3.33..07.3!%.3/4308.-079.::89  .347.3 .3.325.3..54507.3 4 %.700720303.9.8.2./4 $05902-07   0203907.90.7.%07803:2 /2:.3.3/.3../9..  007..:3 2030:.3!03.94341/703 /2:.2.-05.503.39072..3..9.8:93/.2..3 0-7:.3 0/.97.203.9:0/43.3/-.3/4308. !% /. 8490.305:9!033.:.%0254 .3 2.9..3 .331472.3-..8.3%'  .07/.2070.340-07-.8..3/4308.8.2  !439.3 /03.3548907 .7..2.27.-4:9 $0:.-075.:.3.:!##803.../%..43903. .8  4397.8.3..  !033.33/:897.09..3!073/:3.9.3/./909..9:.8.390.3 07.7   .2. !747. 94-07  05.3.9/%7..2:5.3  9072./. 04.2.3.3.7: .5747.3 !03008.3&3/.79.7/./4/.3.3.:3 9039.3!48907/5..3.2.07..39.7.88..7.3.30-:/..:3/.:9.549.32.3.3%03.3.903./.3827.0732039 843. 507:8...30 .8. 07-.39: 80:2./.7./.07.3...:203079-./.7:.8.7:..-.83..  7-:08025..3..7/.8:83.8:9..3  0. .73007 &5.7.7.9.:39:2030-.1077/..8.3  $0..2-40.073..07./2..8 :.3 05./8 /.3  $05:9.3%7..920./2.89.8!%9/.:2:2 5:9.3.:5:3009743 7.3 .3.7.4 . 2.8.7745.9.503.347..9.39/.73/4308.3.8. 903.8..3.3 :3/.7.3.9.39.0-890 :.3/-.3 ..3/4308./.50. !% :39:8007.9. %03.3/4308.3:7:502-2-33.3$05902-07 //897-:8.2-93/.9/.3907.:3 9039.3.8.2 2.0:.34 9.7.28079.39/.202-079.88.3903.07.32025075.3..#.507/.3.203079-....848.7../9::. /.220707:9 203.3.3/..8...3.2 .9..2:7:3..3/..109-07:5.3/.790 4.3507025:.30503.2.008/8: .7.5..3827.8.3070.9....07.3 :3/.7..3&3/./.9/...3//::340 2.3-07.3.790 .3503.3.8.7/ % 202-:...8.: 03907203.3 ..9. 207.%4:7824.0.11.3 &3/.07..3/4308.3%7.80-0:2/..38. 2.8!74538.3/.3/-. $0.

07..0-.4 .32070..3 $:.35007./.8%03.3!% .350707:9.3807:5.3/.30903.2/.!07:8.73007 %.3..703.7.3/.%03.3.3947.703..-:9380/93...3/9025..38:8.07.507025:..8..7..07/0.9.202.43%. !% .350372.8.-..30.%90.07./..2033/..8%03.3 /.7.%03.3/4308..07./.3.9.0.%03.3%80.3 .0.3507/./ /.3808:./.:3   3.9.7.3!%/../.3//:.3.3:..8.907.39/.3..3 %..9/03.805079 28./03.9:7..520.9.08.07..7.3947 .%0..9203.3.8:2:7....-..!%..3 -072.%03.3947.203.3.3.340.4.3/7240..309039:..7... 57   3.703.!74.35:.:..

2.3-.843.203.7.39.803.39$48.339073.33.83.8..3/8..3/8:.3-0703.8.3:9.. %2:7 3.3..347.3 . -:. 47..30.34080-:.07.3!07/.3.703.52.8.34507..0:.07.. 07.843..3.5:8.9 8:7.7.9.:203:..2.8.8.8.8:.307.:.07.:2:7 202. 503003.383.9..2.3.39.7 2.8 $0.0548..9.3!..93.8./../..3.:30.3/9.9/% %02543907. 0557084 %.5:8. /.9.9:/.350309.$579:.3:39:203:3. /.-07.4347-.3/.3:2..3%..907.507:8.33.-8.3 &39:203..:.897.. 2.3:39:203...2/.47-.3 /4:2038050798:7.//.3:39:202-07503.3.7/..3 0./.3203.7.4.3 .3 9/.3.039.303.597.3!07025:..50.202 3503/7.3.3.8.3.3//.3:39: /08549.8.50.30802-07 20..3.720507/.9.7307.2-..32:335073.3503..8. :2./3.8.2.8:8507/.:39:203/::35747...39/.3/.!48.8: 9039.-08.3080..8.3.3/.3  $0.320302:.9-.8:.3#03.7/..3$48.25:3 ./09../.33/5078. $0:2. %2:7/.8909.809. 97.07..3.3!.0.38:2-07/.9..503.3.98.35.3/03...7.8.8.07 /. !03./-0-07../.43/-.390780-:92025:3.3.203/0908907.:.38:2-07/././. .2:32033.39475:8.3:38:7 :38:7503.334507.28.9././.3903.79.3.7.:503.943.3 8.9..39.79.8../ .3.33./.3202-:.3  07.3 203.9080.73.3/:.5.!020739.././.3 2.203025: 897..-07.  #$ 03.8:.7.8.9::.9/.11.20907-.3.8.0.3/.30.9.2/.305.33././..91 :   $0:-:3...3 507/.389/.387/03.39::.3507/.3 507/.3202-07.3.347.:7.9.3503.:3  :.79.3.73.3:39:203.3 5073/:3.7.3/.703.30/.39.3/.9:0.90780-:98..:.8.3 .. .. .5.3431-07803.3 /.7.503./..347.2025:3..2...9.39/.5. .-.3.547.80:7:5.73007..3/. ..3.8..8507..!%8.3-08.380507990747820 431848./-07.95039380507928....90503.8.8:3./.3.83. !020739.305..3:5202-.!020739..50372.3.9..07.3./.703.% 20372.. /507:..347.307.2.5:8... -08.3:.3.50.22032502039.5:8..950393 .73007 ./.9:.3 07.3.390747.!020739../ 3/4308.3!9/.843.3899:843.3.843.07..3/.07.9.3-07:2.520372.39.3.9.003.35073.07.!74538.3.305.

 944.2-203..3!:8./:#:2.182.2202-07.390.3.3/04.3507/.5.3.2.9..2./3/4308.8./:5..:5:3588 -2-3.7.3.307... 803.3808:.0/05.5.3/09./.0907-..!48803. 5.3/-:9:.380907..3.9!0.788.3. 8007.05.5:8.3:9  .3.2.3.03907 /.73.390.380:2..#5:9..3:8:8 0548.8.:39:9:/507:.9 :39:20331472.9 /.7.$.27.3-.8.3!0.9-.:38:7:38:7 503./.202-3.0.:3 202-07. /.3/03..2.3.3/::3./-./93/.350703.9.3.3.9.3 2:3320207:./03.307.3.$0907..307..3.3.9.3..8.:3.$  4203 8.39..39:.!74538.:800/.7.343/847-. 949.../.3-.35.05.3.3.3..3907.3  !020739.38.7 -079:.9.33.3/.39..7.757./3.32..3:39:203039:./..39:.3..7..8.3%075.3.35034-./.3507843/.347.3-.#:./03.2. ..

3:8:80548.33/..3 202-039:4./:./:/.5:38:790.3.79.203447/3.2.302-.347.5:8./.3..7   !74538.3.5803.903:3:.39:.3!0.980. :39:0.2.9.:9:.3.27:2.9  0-890.3207:5.3.302-.83 %./.2.30$.3.7/.2.9:147:2..3$ 4.349.3207398/.347-.39.7.72.9.3.09075.3  ! !439. .33.38.3.!74538.3/903.3%2:7/.8/93..8:3.809.7  0-7:.3 -07.-:5.3!020739.3 -07.7.3::2!07025:.11. 507/.784!439..3%2:7 %...20309.39.43803.!02574.3-07447/3.27.8.380/...... ./.7..8.8.3207085438933./.39.3 507/.92 .8 1:38/.3447/3...9..3 003.347.8390.39.39.3..9:39:0:.34.3/.3:39:202-039:4.  47:2.928..80-.50372.3/..3 007.8 /03..07.3.7.9 80-.9025.307.2.3.8 7.    $0907#$&/7 $40/..-:5.3503..:5..-..83 2.8/.3.3/.39.349.-.3.8.3!020739.8.2.3 507/.3.3.903:3:.903  .3. .. #:.3%2:7  ! /.33/4308.8:.347.73.839%7.2.-:5.. 203:8:3!7480/:7%09.

3 !./.9..843.!.75..3507/./.-07902..38.8..7.30 47:2.320302-.25.8$:9/.35.3020.208:9.343803 4930807.203.3.3/.507:5.207.3 $0.3: 203..2.7.:20.38..33-079::./.07.7.3.-.3$./.3.. ././03.9. .3507/.3./. 44748.3  039:07..22.-8.3.11.:2:23.8.&39:..: ..3 40423..8037:5.7.9.39:.3.3. .3/.30.3::2-.7 3/7. /.7 .39.25.0 -..2. $. 79&70.-078./.8..47-.3.2 .3/. 90780-:95.:..7/0/0  033%.30.:.2:.3.3.3:8.7.25.4:3907 97.3-07:2.3.2.3 5844/..9.3/.331472.3.5:-:39:503:.32.2 2030.5.9.3503/.3:3 08.8.7 47.47.$3..3-007.3 4203878803907  /3/4308.8!07025:./.8.27.3/.3 .03.3-078.34507..350..3.3/-:9:.9.80/.7..203.2 :39:202-.3203.3.890780-.3./.202-07./!:.3.805079.809.7/ -07-.347.320/../.2.7..207..

7..3.3 $.47-..9.3 !07/.3507/.8.307.-0-07.3/904. # ! 80/.3/./.2503.:39:-.9$..80-.7.5.2..3.073203941434314790$:7703/0741:9./.97043../.8203447/3.3/7398 /1.80-08.:%.89.3  $.3/8003.2..7!07025:.3..8#03.3/4308.3   $ %0770/0842208 $.47-.07.25.9.3.30.903$.8.9...3903..7.3!0308.. 07.8. .3/2494740!!0/.507-.3.34292037043.35073/:3..3503..07..3:3-.339073..8.347.0./..35007.3./.7..3:8.3.3!708/03#4   %..3.3.9.3.9380/.37043../.3 47.843.07./.!020739.7.3/4308.5../03.$ 39073.././4 430  ./03.25:203:..5:8.9-007./.347.347.3/:5.9:-039:07. &39:..8 :2..:05:9:8..34 %.39.:!74538.43:9:. 503.3. 40::8%:.3503:.3 803. .203.2.:3  9039.0..:3  !:3/!07025:.30:..39.307./../03.9.3.77-:% ./.3-.07..7.380-.347.8.5:8.2..39..7.8.02-.3 :3/.2.3 .339073.3.2.3!7453805:.3 8.0.9: !.503.3502-039:../.3/03..5.33..8.3.305.980507993/.3 $:7./. % !% 20.3&3/.3507/.47-..805079&/..3..3!07.3507/..90.7.9./.88.8!07025:.39.3809.39./.:2070 42-.2.-0-07.3!07809::.3%2447/3.:3  %2390.!/.2:5.8203.3.8.3 05.7.34 %.97.3 .3.3:73./..3507/.3820502-07.8.3.7..7.2038543847507902:.:/.3 :897./.8.3..40.3507/.3.70-#5:9.2./.9.843.07.7...8.3.3907:8 /93.7.3//4743:39:802...3/:3 03:: !...502-039:.2./ /././.39.9.907:9. /.8.-.3:3/.7.93.3/.07.3/4308.380..843.8..380-0.2.8.502:.2.38079../.3.3 -./::.909003#.9 /5074020.3.8.390758.07.35073/:3.0 1103/078 :..3..3/03.3207:5..72:3 !74538 #. -./.3.503.9.7. &.25307./.3.: .5:8.-.3 .7..9..30.9  .!03.2.2.3507/.3 $ 02-.. 9072.3.3!0308.390.. % -072./ /.:380.-07./.9.8!02:. .-:.8: 20739807..3...3 97.3.907./.3    -07-./03.390./.3 !.32033.8.9::./..08&9.3.07.27.3!0.3 !./.2.8/.3/.8:2-07 97..389.090/703&$   .3%2-.43 43:39:!0307.-07905.2 202-3.307.3/.../.3.3.9::.30:.3  &39:93.8.. &3/.39:.33.253.9./.3$4.3/-:.380-.80/.8.3!020739.3/./.99078 /.3!020739..843.3/ :897. 202::89:./.3.#05:-3/4308.3 90..:.8/.380.8.9203.-.207.#05:-3/4308..7423.2.843.8.3.:39:0.8.&9..7.$:39: 0-2033.8.709 .3503/. %70.3502:.1472.3907-:7:-.:39039.339073./.3!020739./ !:3/!07025:..3/..3 5073.-:5.3/03.3.7.0732039413/4308.3#.7::2.347-.3$39073.3:353.843..9.38050793.3//4743 907-039:3.3.3.2.07.3!07025:. ..3/04.5.89.5.8 /..3.3%..7:7.3.389.9. -0-07.20303.3.%2:7 $:2.3.390.37 7002039-0900390 4.390.3% 072.3 5033.80507990780-:9/.39.3.3/903.803.8..3/. $:.:-:3.-007..8.8.7 .38.07.9.07.35073/:3./.320/8/.3: -07.3 9.8.389805079!74538./03..5/:.30-/.7./.9.3.2 7.03723..3$48.8.8889..:3  .:/07..!07025:.5:8. &39:02.3/4308.33.

38.383.8.3 /703 90.38!020739.3.3507/.9075..  #03.3 80-0:23.3.890780-:920.5:8.:92..07.843.34 %.39/.:.7%-072.7.3..8.2..9.7/:./03.8.8. .3/.9 ..3/.-  !&%&!020739.347.8./2.3...3.8/. 8079.7.843.:3   ./8:8:3/.843.3 503.3802039.3202507.3.7.93909..3:.3 /5007.%..8.-.7.3 -.3 !020739.8:.7.:05:9:8.3/4308. -.343/89070549.7.347.:3  $02039.32...3!03..3!07/.8/.8.3-007.3/. :5.:3  :.389%7./.2...8.705:.3. $:5020343.90 57.9:9..3 /.3!708/03#4 %..90.7389.03943.383/..3.3 5007.:3:3.3!07025:.3/..7.-079.3 :3/.390.3 -.8. !0.25:3.8./.380.3 907:9.547..8:/.!07025:..3/..3 #&& !0308.3 20207:.8 5.2#:2.25: 2070.07..5007.3!073/:3./.3.33..42.3$.8.8.07...9 . 9.. .843.2070.2.3.07.2.757..3/4308.8.2.7.:3  9072.9180.3/03.347-.25:20207.5.3!4734.3.8:20.390.347-.:.387.39. 7.3.8..3 #&&9039.!/.503.9180:7::38:72.39./8.5. .32070.32./03.8 &390/.3 %7.8:#&&!0308.3907.9.8%.8. 803/705:. 503.:5:3:/.9.8.0./.!03.343.9: -039:07.8../. !-.5.33.7.3:39:-.038!07807.3.3/..8.5. 80...89.0/.9:207:5.8.3/!:38%7..03039.383.2.3/03.3-.8:5072.2.2021.302:/.3 %  !7494..7.%0747.990.3!74944:39:03..:39:02-.3.0.3 /./03.3903. 02:/./54943 9079 :9.0..32.8.7.494!70..3/.3!020739.9 3.39039.3!47347.1/.  !0.8 /.380-..3/.2!7403.843.25:2021.3/5070-:3.3./.843.3.2:38:3: -0-07.343.095439/3/4308.3:3..9.03975439/3/4308.2.30.9.9.9: 9..32.3. 270803 :39:202-07.30:.9.88079..53/.907447/3.383.843.5...3.380-.9:.. &3/.8  90.9.3.3.80.3/.3/-039:/80-0.8...7.3.07.8.%..30.9:39:2.0 /.3!07/.3402070.35.33/4308. !03.3 39073.90507/.3.-072.3!07025:. :39:9:%2.30/ 720 /.503025.8:/.:.3.3080..2.83 %09.385479.3  503./.3../.3202-07..3#&&9039.3.8.80.9/.3/4308.943.8/.  07/.8547/.27.3.7#03.83 2..3:5./8:8:3/../:202-07.3.83/03..3 47:58     &3/..:3.9/03.843. /909. 02-07.90.38.3 7.3.3..397.#&&9039.-078..#03.202-..039 $:557088 .5:8.5:8.33.25.33.33.3$.03839073.35..8803.0-/.3.397.2.27.11.8!7479.3#&&9039.380.3 :3/./.7985./..: /..89... /.&3/.9072.383.2!747./.3 03::2!07/.7.7.38.33!07843 850./.3/..339073.3$3.2..39:./.-007.8 %.38.92030.5:8.208.80..8547/9.038!0.5.3 :3/..5-.3/4308.943843.. 90747.0. /.20.70548..3%3/.3.:380..3007.2070.3 ./507:.8.33/4308.843.83 2.3/.02. !7403..3$.5.3!0308...!07/.33.5..350372.8 !7479.3#03./.3.331472.5 9073.3 .

3 #0..3.7-.3.3.!073/:3.2.9.3:9509.8./.3 #0.3.3.8.:3 9039.3/8:8:324/: 24/::39:50.07. 203/::30..320.3 .2!7403..:5:3/...302-.30.5:8.3/03.390.805.97..547-. .0-/..89:.3 203:./434739073. 7043.9.2:2.3-.3.8079..02-./03.7.3/.-03.:.557.380/.:2:290./..8:80.7.3803.89:/..3. 907.:3 9039.507-.8/.8.307.85072./.:3    03.3&3/..3..33   !02-039:.3/.8::2.3:./503:7:3. -0.305.3. 07.3::2!/.8!:8./8:8:3/.3 /.39.40$4. &5.3/.3/.9:.:39:20250740 503//.3-070/4202-07.700790.   !033.3.5.3 50..7.843. 80.5.390780-:92.7./.37.9.3-.:/.:3907.90507/.503:8:3.3.3/.3 0.-039:507/.07.2203/::3/.3.7/.:.3 5747. :8:83.8:8 .3. 5.4.3:9.302-..07.547.3%0:.:.3.843.3.7/.3&.547.3 503:8:3.843.703.3/.3-007.9.3 3.3/03.3.-9.3.3907.8.!7480/:7 $ ! !02:.907.730.9.3 #&&9039.9:.3/5074080.:/.3.3.3/.3/.3.:5:339073.3.3788/.8./.3907:8/./434739073.79::.3 %072.302-.73. .5/.390..39.3.3!07/. 89:..3:-:3.-08!47907..347-.33.  0.2./909.8.0..7.9.3.8.3..3503./503:7:3..9. 509..3.3507/.   !03.:3503.34 %.8.33.3/.:39:70.3507/.8.3$48.843.3:3/.340$ 507:7:.3/./03.3.3.9 .7.3.3/..3.350.3 :3/.3 0.889.890780-:9 /2:9.5..3!073/:3.8.749. /...3/.-075..8 #&&9039.802.3507025:.8/.::5 20....3. #!$ /.8 #&&9039.9. $0..:.350.390..-&3/.3.3.:70.3 &3/.7/:.3.8.8 9./..90./5033.3507025:.7-.9.8%.3507.7.203.9/..3.3/.8.305.3.3-007.8..3.35033.3 #0./ 5:8.3::2..8.9.3..3 :3/.7503./...30297.7985..805.3/.547.7.:.9. -07/..&3/.32.38.9./.8:.30-.3-.808-9./.9.3507025:. %07..3.2.328.3503/.3703907.3../.  .3 05.90.9.8-0:2.-07084  $0.8848.8.320:..5./../.3!073/:3./8:8:3 /..3.35020739.8!7479.399.507025:.11.3:9.7907..5.3.90780-:92.3848.33.9/.843.   $9.3.9: .5:83.8.7.703.393/.2.02..9./3/4308.3. $4.3.3/.-07.39070-/03.3:.7.2.8 90.39. 309473 /..3 .843.3 &3/.320.9./.320.307.2.3.. 202-039:#:2.3!03./4347 202-07.9!0.3.3 !03025.90 57...3:.3.3.3/04.3-.8.73.3..:503.3  %09.2/.34 %.3027.9:7.91-07/.3.0.3 7.7.3/.347.72438.390.3 5007.3/.3.3 5033. #0.80907 745303907 4203 878803907/.2::23.8-..8/.33./09.3.7.0/.3./3/4308.3  %072.3-.3:39:203...3. &$  /.7 507.3-07-.843.90..3 ./.3507025:.3 02-..3807:5.0:.8:/.//.-03.2.70/9274 /.8.3./..2:3/..39:.3.9/.9.8:8.#&& 9039.8 -0-07.3.5:8.8.33   !033. 80.9.5.3 /.73  .3/.399.739073.39:.3/.9.9.3.0740!03.9. 3/4308.3203..8:8507/.07.390.5.7 -03.0907-.8/.3.2:3/8.

/.-.3.7307./..3#03...39507-:/.-.3.843.3:93.3/..  0.3907:8203:5.8079.9.3 39073.7.8 80..3808.8.3/.2.3/03.3503025:73.9../03..3$4.35033.3.3.350..30.8..

32...387-...2:3.90747.3 .73007390.947/.8.3. 2..7985.-0780/.7.  02../3/4308.3203.5.3/:5-.8:..3-07050393..3/1..39.3.9 $ .:2:23..32.0/42..79.32..2 503..32./....3 :.8..709  0203907.  .3/.330.3202-039:02-.3 .9.80. /3. 80-. .8/.85488#05:-3/4308. 079.8..  04254503.9-..7.82.9.25:202..7-07-..47-.3:8:83./.3507-:/.3/4308.-.507025:.  .3.805079#::3%09.:/03.7.907.807.8.7./.3  05.02-.3.387 507/..3080.89039.5747.3.89.390747.38.347.8.3..3/4308.38.7.30.7/7/..91 -075.3507/.25:203.39073./.38:3.38079.7 93/.3#.9../.5:8...9.:002-.3447/3..320207:..3.3 04254070..3.2/.8..9..347.:38:730.907-039: 38.383.7. . ./.20.3-.843.3/8:8:380-.357410843...25:202-07. /.9#  .3.397.3!020739. 54.324/073320.35073/:3.2.:04254 04254 ..331472./.843.#/..320207.3.20.20.72.2..5.3 .9.38:/..9/:3..05.7.72070.3.0.802:./.72.38.3.