P. 1
PENGANTAR

PENGANTAR

|Views: 48|Likes:

More info:

Published by: Diki Shodikin Nugraha on Sep 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

.. Pelaku perdagangan orang (trafficker) . at a minimum. penipuan atau pencurangan.masa itu. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain. Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. by means of the threat or use of force or other forms of coercion. slavery or practices similar to slavery. Sulistyaningsih dan Jones 1997). pemindahan. penculikan. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain.yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara . yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau . for the purposes of exploitation. pemalsuan.dengan sangat halus menjerat mangsanya. the recruitment. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum. harbouring or receipt of persons. rekrutmen. antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Pada masa penjajahan Belanda. of fraud. Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull. servitude or the removal of organs. transportation. of abduction. atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia. (“. Raja mempunyai kekuasan penuh. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. Pengertian. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) . of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan.. forced labour or services. penyembunyian atau penerimaan seseorang.. Exploitation shall include. Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). of deception. transfer. Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia. Namun kemajuan teknologi informasi. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. ataupun penerimaan/pemberian bayaran. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP). Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran. tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana. industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. komersialisasi seks terus berkembang. transportasi.

serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. penculikan. memindahkan. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman.dengan cara ancaman. ketergantungan obat. mengangkut. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. adalah: 1. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. pembantu rumah tangga. dan lain-lain). pengantin pesanan. pemberangkatan. transfer. bahwa: The recruitment. 2003). Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan. pengedaran obat terlarang. jebakan hutang. mengemis. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). penipuan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. penghambaan. menyembunyikan atau menerima. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan. karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. Dari ketiga unsur tersebut. penggunaan kekerasan verbal dan fisik. penipuan. yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. kerja atau pelayanan paksa. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya. perbudakan. Perbuatan: merekrut. 2. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya. berbagai bentuk kekerasan. pemindahtanganan. harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). penculikan. dan penjualan organ tubuh. Tujuan: eksploitasi. 3. pengangkutan antar daerah dan antar negara. pengambilan organ tubuh. transportation. Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah . pekerjaan jermal. Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. buruh migran legal maupun ilegal. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”). di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). terisolasi. tipu muslihat. kerja paksa. tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi. penggunaan paksaan.bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. industri pornografi. adopsi anak. kecurangan.

juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua. menjebak. perempuan dan anak jalanan. tidak disiksa. Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. yang terlibat masalah ekonomi. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. anakanak putus sekolah. atau memperkosa. kehamilan yang tak dikehendaki. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya. menjerat dengan hutang. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang. mengancam. Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. dirampas agen atau majikan. pikiran dan hati nurani. dan lainnya. atau meninggal dunia. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis . dipalsukan. terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. social and economic cost yang tinggi. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan. mengawini atau memacari. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. psikis. hak untuk tidak diperbudak. dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM.orang dewasa dan anak-anak. para pencari kerja (termasuk buruh migran). selain menimbulkan human. korban penculikan. menyekap. Dalam perdagangan orang. seperti misalnya: laki-laki. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. suami/orang tua sakit keras. Kelompok Rentan. politik dan sosial yang serius. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. seksual. korban kekerasan fisik. kebebasan pribadi.mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. beragama. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap. janda cerai akibat pernikahan dini. menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. Bagi anak yang dilacurkan. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. Kejahatan terhadap HAM. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. menipu atau janji palsu. menyalahgunakan wewenang. menculik.

kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. Berdasarkan berbagai studi. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan. mereka ditakut-takuti atau diancam. Di tempat tujuan. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban.entertainment. kafe atau di restauran. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. salon kecantikan. Jika menolak. Dalam pemrosesannya. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. menggunakan pesawat terbang. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. Di dunia internasional. RT/RW. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang. Transit dan Penerima. Untuk ke luar negeri. mereka dilengkapi dengan visa turis. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. Daerah Sumber. rumah bordil dan rumah hiburan lain. mall. pub. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor). Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. Sumatera Utara: . juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. di keramaian pesta-pesta pantai. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. Tabel 1. korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya. Daerah sumber.

Nusa Tenggara Barat - . Utara. Pontianak Pontianak Prop. Sulawesi Utara: Manado Bitung. Denpasar. Fak-fak. Sumatera Utara Medan. Sengkang. Timur. Sanur. Medan.Prop. Madiun. Prop. Magelang. Asahan. Selatan. Simalungun. Karawang. Nusa Tenggara Barat Mataram. Makassar. Kediri. Kintamani. Maluku Utara: Ternate . Sulawesi Selatan: Pare-pare. Amerika Selatan. Nganjuk. Pantai Senggigi. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Dumai Tanjung Balai Karimun. Candi Dasa dan Denpasar. Bandung. Bogor. Malaysia. Jakarta Pusat. Prop. Jawa Barat . Ubud. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Jepara. Trunyan. Tapanuli Selatan. Purwodadi. Entikong Prop. Deli Serdang. Prop. Serdang Bedagai. Blitar. Bali: Denpasar. Belawan. Jawa Timur: Banyuwangi. Simalungun. Pekalongan. Tarakan. 2003. Tegal.Prop. Prop. Purwokerto. Bandung.-Prop. Jawa Tengah: Banyumas. Asia Tenggara (Singapura. Nunukan. Solo. Bangli Denpasar. Jawa Timur Surabaya Prop. Surabaya Surabaya Prop. Serdang Bedagai. Brunei. Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Indramayu. Tuban. Grobogan. Harkristuti Harkrisnowo. Boyolali Cilacap. Deli Serdang. Jember. Barat. Prop. Sawangan Depok. -Prop. Barat. Solo Baturaden. Losari-Cirebon . Jakarta Jakarta. 2004. Kuningan. Nusa Tenggara Timur -. Prop. Padang Bulan. Utara. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. Daerah sumber.Prop. Samarinda. Gresik. Dumai. Papua: Serui Biak. Kalimantan Barat Pontianak. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop. Legian. Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. Tebing Tinggi. Cilacap. Tabel 2. Pekanbaru. Karangasem. Bekasi. Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Timur Tengah (Arab Saudi). Timur. Tangerang. Langkat. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri. Bali . Taiwan. Asahan. Jepang. Jawa Barat: Sukabumi. Selatan. Ciroyom. Timika. Gianyar. Sulawesi Utara .Medan. Filipina. Medan.Prop. Pematang Siantar. Semarang. Watampone. PKPA.Prop. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop.Prop. -Prop. . Bekasi. Nusa Dua. Serdang Bedagai. Labuhan Batu. Tanjung Pangkor Batam -Prop. Langkat. Cianjur. 2003. Sumbawa. Riau: Tanjungbalai Karimun. Kepulauan Riau: Batam. Binjai Belawan. Balikpapan. Kuta. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan. Dairi. Sulawesi Tenggara -.Prop. Surabaya. Australia. -Prop. Thailand). Jawa Tengah Solo Prop. Sumber: Rosenberg. Korea Selatan.-Prop. Cirebon. Lampung . Riau Batam. Hong Kong. Prop.

2004. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. calo. Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan. atau bahkan kepala desa. Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia. Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. . dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. . menjeratnya dalam libatan utang. perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg. Cina. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. berdasar Pasal 289. Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. sementara agen. Pelaku (trafficker). PKPA. Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga.. melakukan kekerasan fisik atau seksual. . memaksa untuk terus bekerja. Propinsi Riau. atau pemalsuan dokumen. Selain menjadi negara sumber. tidak membayar gajinya. dan 506 KUHP. Pemilik atau pengelola rumah bordil. menyekap pekerja. penipuan. 2003. 296. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”. menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak.. teman. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. Para germo. Taiwan. atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang. Perdagangan orang melibatkan laki-laki.Sumber: Rosenberg. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam. Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga.

merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya. Laki-laki hidung belang. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. atau memaksanya melakukan prostitusi. Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang.. mudah diatur dan mudah ditakut-takuti. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya.Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya. Pengguna. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya. menempatkannya dalam status budak. Mereka tergiur dengan . Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. penurut. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. . Rencana Aksi Dalam perkembangannya.

Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. 1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang. amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati.keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. Sikap Pemerintah RI. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat. perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

000 (dua ratus juta rupiah). Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004. dan zat adiktif lainnya”.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban. tidak saja untuk upaya pencegahan. Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan. perdagangan anak. tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya. psikotropika. RAN P3A.000.000. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No. penculikan. Pada tahun 2002. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. Indonesia mengesahkan Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa. . 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan.000 (enam puluh juta rupiah). menjual. 39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual.(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No.

. konseling. 4. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. rehabilitasi. Sedang tujuan khusus adalah: 1. Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. 2. dan Prococol to Prevent. Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). 4. Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak. pendidikan dan pelatihan keterampilan. termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. 2. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Undang-undang Perkawinan. 3.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga). Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. 3. Child Prostitution and Child Pornography. menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

40 Tahun 2004). serta 10 orang dari unsur LSM. Keputusan Presiden No. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. dan Kepala BPS. pelatihan. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. 10. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. Kepala Badan Narkotika Nasional. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No. . Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya. Kepala POLRI. Selain RAN P3A. 59 Tahun 2002). kerjasama antar negara. 6. Organisasi Wanita Keagamaan. 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. peningkatan pendapatan. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI. antar daerah. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1. 8. 87 Tahun 2002). 9. penyaluran. 7. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. Gugus Tugas. regional maupun internasional. dan pelayanan sosial. Organisasi Pengusaha Wanita. baik di tingkat nasional.5. 2. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun. propinsi maupun di kabupaten/kota. Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia. Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. tetapi juga . Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan). Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. 560/1134/PMD/2003. 1 Tahun 2004). 12 Tahun 2001). kesehatan dan kurangnya pendidikan. daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah. di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. 87 Tahun 2002).3. regional. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Otonomi Daerah. dilaksanakan secara lintas sektor. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. Kerjasama nasional. 77 Tahun 2003). di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia. 4. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. pusat dan daerah. dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. Sesuai dengan tujuannya. Dalam era otonomi. Selain Gugus Tugas RAN P3A. 181 Tahun 1998). 5. Daerah sumber. dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak.

DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. 3. 2. 5. Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau. Tahun 2004. Propinsi Jawa Tengah: . 43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. dan hal-hal lain yang berkaitan. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 2004). dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 58 Tahun 1998. 6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 1. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. 4.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara. 6.

10. Eksploitasi Seksual Komersial Anak.Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD. 350/ K. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya. juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005. 9. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan . 8. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. 7. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. dan Perdagangan Anak. 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No. Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak.

menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja. termasuk bayi. kepada masyarakat umum. Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur. 463/K. dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. padahal ada bentuk- . dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan.melalui Surat Keputusan Gubernur No. advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia. Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. Namun pihak Kepolisian. artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual. Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. Menurutnya. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP. 11. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat. Kejaksaan. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. Kejaksaan dan Pengadilan). Dilihat dari sudut korbannya. lembaga kemasyarakatan dan LSM. 11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa. Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003).214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker.

menurut Burgerligh Wetbook (BW). Undang-undang No. Seperti diketahui. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. Lebih lanjut dalam Undangundang No.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi. termasuk anak yang masih dalam kandungan”. Undangundang No.000 (enam puluh juta rupiah). dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak.000 (dua ratus juta rupiah). atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. tidak dapat dikenakan Undangundang ini. Sementara itu. Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur. pembantu rumah tangga.000. sementara menurut Undangundang No. tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi. Di samping Pasal 297 KUHP. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian.000. Selain KUHP. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini. Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan. namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 15 tahun. menjual. .000. ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah. Tetapi dalam undang-undang ini.

sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. No. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan. rancangan undang-undang tersebut belum dibahas.Menurut analisis para pengamat hukum. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005. maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. Pada tahun 2003. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 8. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. Undang-undang No. Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. Pihak Kepolisian juga melaporkan. . Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban.

Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. No. Bab II. 2003). 33. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua. 21. No. 27. namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi. No. 28. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana. 32. Pelanggaran Ketertiban Umum: . No. terutama Perempuan dan Anak. No. dan Menghukum Perdagangan. No. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). and Punish Trafficking in Person. No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. Memberantas. 26. 25. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. Especially Woman dan Children). Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. 22. Buku Ketiga. Kejahatan. Pelanggaran. Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. Bab XIV. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. 31. Suppress.No. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. No. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

5 juta rupiah)”. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. 3. paling banyak 1. diikuti oleh 51 orang peserta. dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan. diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana. pelanggan. dan LSM Mitra Perempuan. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya. 1 tahun. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. Pengadilan. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola. pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan. Kejaksaan. YMKK. Kriminilogi UI. Kepolisian Perancis. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004). dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. . germo. Dep. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. Bogor bekerjasama dengan ICITAP. Derap Warapsasi. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. 2. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. Dalam RUU ini. ancaman (secara halus). Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. dan Jurnal Perempuan.Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. ancaman hukumannya terlalu rendah. Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian.

. Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. Sumatera Utara. 6. dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. diikuti 179 peserta. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. 5. diikuti oleh 25 orang peserta. Kepolisian Filipina. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. dan Derap Warapsari. Kepulauan Riau. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Medan Propinsi Sumatera Utara. Dumai Propinsi Riau. Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. Batam Prop. Kriminolog UI. diikuti oleh 40 orang peserta. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. diikuti 30 orang peserta. 7. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Medan. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis.4. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. Hakim Bandung dan LSM. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat.

Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan. Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan.46 2. Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian. 2003 125 67 53. diakses 15 Maret 2005). serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi. 1999 173 134 77. jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir. Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online. Karena itu. Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No. Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21). Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. Tabel 3. 2000 24 16 66. beberapa aparat Kepolisian Daerah.Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak.67 . Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur.60 No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman.

Tabel 4. dalam proses pengajuan ke Kejaksaan. telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. Jakarta. 2002 155 90 58.  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur. Penggunaan Undangundang No.3. Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No. Jawa Barat. 2001 179 129 72. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya. Lampung. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil. Kepulauan Riau. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan. Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan. Sumatera Selatan. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. 2004 43 23 53. Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1. Bangka-Belitung. 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun. Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online.07 4. . masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara. Riau.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005).06 6. 2. Jawa Tengah.semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun. Jawa Timur. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya . 11 Desember 2004). 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. dan sedang menunggu putusan Pengadilan. Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan.

Akhir-akhir ini. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional. . wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI. Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat. William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. Sebagai bagian dari transnational organized crime. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria. Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. 15 Februari 2004). Keesokan harinya. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia. organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya. dan Undang-undang No. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. Singapura dan Indonesia. Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu.

dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003). sangat mudah ditembus. Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga. American Center for International Labor Solidarity (ACILS). dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia. Pontianak. Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”.000 pulau-pulau seluas total 1.termasuk kepada Indonesia. serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker). Batam.6 % berupa daratan. Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya. kelompok masyarakat madani Indonesia. . Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur).904.2 juta orang (Imigresen Malaysia. Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau. memberikan bantuan. Tanjung Balai Karimun (Riau). dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia. Awal tahun 2005.252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. Dumai. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5. Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS. Sabah. Entikong (Kalimantan Barat). Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17. dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching. Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara). perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang.193. Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. mudah ditembus dengan berbagai cara. dan komunitas lokal. Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut. Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. International Catholic Migration Commision (ICMC). yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara.

reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi. Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). kebun sawit. dan Nunukan (Kalimantan Timur). terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. kebun karet). pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta). Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi. psikis). Surabaya (Jawa Timur). PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. membantu. rumah tangga. dan juga di perkotaan (kedai. organisasi masyarakat. Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. atau bangunan). perlindungan. Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. kotor.Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. dan terkadang nekat. pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. Dumai (Riau). Entikong (Kalimantan Barat). mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. dan bantuan administratif. . pasar. baik di dalam maupun di luar negeri. konseling. Pare-pare (Sulawesi Selatan). Tanjung Uban (Kepulauan Riau). Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini. nasional maupun internasional. serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. pabrik. Semarang (Jawa Tengah). Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan. Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. kuat. Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata.

. Menteri Kesehatan. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri.V/X/2002. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia. agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler. Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1. 2. menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Departemen Luar Negeri. Kepulauan Riau 7. penyidik POLRI. serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan.B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. perlindungan dalam bentuk perawatan medis. psikolog. psikis. 8. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. Oleh karena itu. maupun aspek sosial dan hukum.PP/Dep. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh. Jambi RS Bhayangkara Jambi. Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. 3. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4. 5. 9. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. 75/HUK/2002. Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu. RS Bhayangkara Dumai. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang. sangat sulit mengakses perlindungan ini. 1329/MENKES/SKB/X/2002. Di dalam negeri. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”. Lampung RS Bhayangkara Lampung. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban. 6. Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. Tabel 5. POL.

26. RS Brimob Kelapa Dua. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. . Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang. 20. Denpasar. 25. 13. Bandung. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Makassar. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak. 27. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. Jayapura. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. 2005. Semarang. Kramatjati. 29. 22. Cimanggis. Porong. Bangka Belitung 11. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Bali RS Bhayangkara Trijata. 17. 18. LSM. RS Bhayangkara Lumajang. 28. Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari. 19. 21. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan.10. RPSA memberikan layanan perlindungan. Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. 14. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. 31. 23. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. RS Secapa. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. Banten 12. Surabaya. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. 30. 15. Sukabumi. RS Akademi Kepolisian. DI Yogyakarta 16. RS Bhayangkara Nganjuk. RS Bhayangkara Kediri. Papua RS Bhayangkara Papua. RS Bhayangkara Tulungagung. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. Maluku RS Bhayangkara Ambon. RS Gasum. Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso.

Gorontalo 7. Nangroe Aceh Darussalam 1 17. Tabel 6. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). Maluku Utara 14. Sumatera Utara 16 18. Bali 9 11. Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia. Riau 3 21. Jambi 5 20. DI Yogyakarta 3 30. Kalimantan Tengah 1 3. Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia. Sulawesi Tengah 1 8. Lampung 7 24. Jawa Tengah 34 29. Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. 2005. MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Sulawesi Utara 1 6. Sumatera Barat 5 19. Bangka Belitung 25. Sulawesi Tenggara 1 10. Kalimantan Barat 4 2.Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Maluku 15. Sulawesi Selatan 6 9. Jawa Timur 44 31. Bengkulu 1 23. . Banten 26. Jawa Barat 29 28. Nusa Tenggara Barat 7 12. Kalimantan Timur 10 5. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat. Nusa Tenggara Timur 14 13. Metro Jakarta Raya 10 27. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Kalimantan Selatan 1 4. Sumatera Selatan 10 22.

DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre. 3. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre. Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI. Padang 4. 2. Batam. Shelter Pemerintah Kota Batam. LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai.wikimedia. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). Bandung. 7.org/w/index. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre. Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs. Shelter atau Drop in Center 1. 6.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none.Di samping itu. Palembang. Propinsi WCC.pBody {padding-right: 0.js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. Bandung. Bengkulu 8. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). speak: none.php?title=Pengguna:-iNu/switches. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu. Women‟s Crisis Centre. Medan. Women‟s Crisis Center. Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon. 9. . 5. Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center. Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre. Trauma Center. Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). Trauma Center. Jakarta. Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB).} #p-tb .}</style><script type="text/javascript" src="http://meta. Tabel 7.

JARAK. Yogyakarta 12. Manado. DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. 13. Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah. Makassar 15. Women‟s Crisis Center Jombang. 11. rehabilitatif. Entikong. Medan. Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. Bandung. Jakarta. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh. Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. Jakarta Selatan. 2005. Manado dan Mataram. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. . Purwokerto. Jakarta Timur. Padang. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. Jakarta. YKAI Jakarta Pusat. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Jakarta Selatan. psikologis. Yogyakarta. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. Pontianak. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. Medan. Bali. Gema Perempuan. Shelter LSM Anak Bangsa. maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. Mataram. Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). Jakarta. Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Ujung Pandang. Makassar. Palembang. Komisi Hukum Nasional. Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). Palembang. Surabaya. Shelter atau Drop in Center 14. Medan.10. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Jayapura. Padang. Palembang. Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Samarinda. Sumber: Kemenko Kesra. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI). Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Propinsi WCC. Lampung. Malang.

. Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut.Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK). Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya. Kupang. Makassar. Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. . Di samping lembaga bantuan hukum tersebut. Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I). dan lain-lain. namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi. dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka . yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang. Malang. penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang. Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya. mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker). dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. transit maupun daerah tujuan perdagangan orang. Pontianak. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut.

Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. petugas pendamping korban.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. dan lain-lain. ACILS. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli. dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal. Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC. ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya. Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal. migran ilegal atau undocumented migrant. ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran. petugas shelter. Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker. merahasiakan identitas korban. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. . juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. remaja perempuan di pedesaan. advokasi dan monitoring ke Daerah.

Perwakilan RI di luar negeri. SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak). Mereka bekerja 16-18 jam sehari. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. sementara dokumen mereka ditahan oleh agen. Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa. Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas. LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi. Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina. PJTKI. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. 26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama.000 sampai Rp 990. tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870.000. aparat Pemerintah Pusat dan Daerah. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan.Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1.2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. mulai dari perekrutan. Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu. ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan. transit. pelatihan. hanya tidak terungkap. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. . di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia. Sekitar 90 persen dari 240. atau oleh majikan.

Namun menjelang Idul Fitri 1425H. Karena itu. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. dan berubah lagi menjadi Januari 2005. upah rendah. dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. atau diperkosa). atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. status mereka otomatis menjadi ilegal. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. Untuk menahan gelombang migrasi ini. Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). agen tenaga kerja yang tidak baik. dan Vietnam. dan lemahnya penegakan hukum. dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. tetapi ternyata bohong. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia. TKI yang masuk ke Malaysia secara legal. TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay. jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. gaji tak dibayar. Ketika visa kunjungan telah habis. banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. sembunyi-sembunyi. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. penawanan. posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. penyekapan. Banglades. uang sudah habis. sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. dianiaya. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. Dengan tidak adanya visa kerja. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. Mau kembali kepalang tanggung.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri. Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. Di samping modus tersebut. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. India.

Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1. kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh. Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No. sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia. Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat. (3) Dumai. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26. (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau). Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia.248 7.464 6. Entikong 7. Tabel 8.691 8. Surabaya 55. Batam 15. Tarakan 687 12. Tanjungpinang 84. Jakarta 16.664 Jumlah 120 347. dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya. Medan 15. Dumai 120 120 35. yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat).819 2.382 3.bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya. (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan). di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya.985 10. Nunukan 66. masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia.784 9.255 4. Semarang 1. Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra.532 5. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004.185 11. . Tanjungbalai Karimun 18.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia. Program amnesti ini diperpanjang dua kali. Pare-pare 29. 106 Tahun 2004. sejak berangkat dari Malaysia. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing. Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara).

15 Februari 2005). Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. Sekitar 500. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran . kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu. Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. penampungan. Saat ini terdapat 8. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia. SPLP). transportasi. Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia. Sesampainya di pelabuhan entry point.Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟.000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara. Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana. Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan.8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi. sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka. sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia.

lokasi. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya. antara lain: tingkat pendapatan. akses terhadap barang dan jasa. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut. kurang pendidikan. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. Kabupaten Sanggau. Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. Selama kurun waktu 5 tahun. profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. dan bagi mereka yang memerlukan. Oleh sebab itu.kepulangannya ke daerah asal. pendidikan. Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. Di propinsi daerah asal. yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. kesehatan. Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching. permakanan dan bantuan transportasi . yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Kalimantan Barat. Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan.2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu . dan kondisi lingkungan. Dalam hubungan ini. pada umumnya berasal dari keluarga miskin. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. geografis. saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya. Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. penampungan. laki-laki dan perempuan. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. gender. Malaysia. kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.sampai ke propinsi daerah asal. Untuk wilayah Serawak. permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan . Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). Malaysia Timur. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. diberikan bantuan layanan kesehatan.

dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman. sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. karena merupakan alat yang tak tergantikan. putus sekolah. serta peningkatan keadilan sosial. dan lainnya. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. antara perkotaan dan perdesaan. perdesaan. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. nasional dan global. serta antara laki-laki dan perempuan. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. antara penduduk kaya dan miskin. Kelompok . terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan.mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. pendidikan keluarga. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. Millenium Development Goals. meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. B dan C. pelayanan kesehatan yang bermutu. pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin.

meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. Namun demikian. dan televisi kepada masyarakat. meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No. meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. eksploitasi. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. . 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. koordinasi. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan. masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. pemantauan. pelaksanaan. Dalam hubungan itu. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. radio. sektor dan daerah masingmasing. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. memperkuat kelembagaan. dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia.Belajar Usaha. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak.

warung. Medan (100 orang). Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang. Surabaya (Propinsi Jawa Timur). dan menjahit. terbanyak melalui Nunukan (8. Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005. Yayasan Paluma.rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001. Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8. Yayasan Paluma. Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia. katering. beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM). di Medan. Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi). Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan). . Dumai (Propinsi Riau).499 orang). Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau). Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat). Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk . Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP).809 orang.Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia. Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). obatobatan tradisional.805 orang.996 orang.. telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. Yayasan Mitra Usaha (YMU). Tanjung Uban (133 orang). Semarang (Propinsi Jawa Tengah). kain. Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang). kemudian Dumai (162 orang). City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta. Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35. dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta. yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar. Jakarta (DKI Jakarta).

badanbadan internasional. LSM (nasional dan internasional). swasta. Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis. diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. Bekasi dan 1. Propinsi Jawa Barat. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan.com. Propinsi Sumatera Utara. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut. anak jalanan. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga. peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya. PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. perseorangan dan mass media. (www.200 keluarga miskin di Sukatani. . Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar. terutama menjadi pekerja rumah tangga. Semarang. dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya. Propinsi Jawa Barat.500 keluarga di Pedes. organisasi masyarakat. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Karawang. 15 Desember 2004).jurnalperempuan. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah. Dengan pendidikan yang dimilikinya. Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. pelatihan. Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya.

diakses 15 Maret 2005). Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. Tahun Anggaran 2004 ini.4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. diakses 16 Maret 2005). Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess. melaksanakan pendidikan Life Skills. Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. Selain bea siswa. Pola pengembalian kredit tersebut. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. Bupati Sidoarjo. sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun. sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. Karawaci. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. dan tata kecantikan rambut. Jakarta. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149. Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri. diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. 22 Juli 2004).2 % yang tersantuni. dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai. LPK Setia Bakti. YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF. Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. bordir dan menjahit. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul. Jakarta Selatan. Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat. Babby sitter. Selain beasiswa. 16 Maret 2004). dunia usaha kuga dapat membantu dengan . Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah. Tangerang. Bulan Maret 2004.Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda.

Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. pengamen. terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor. pelecehan dan prostitusi. peminta-minta. Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online. pengais sayur-sayuran di pasar tradisional.meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www. sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. penyemir sepatu. Bogor. YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). 4 Februari 2005). Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup. dan kadang-kadang bersikap antisosial. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005). Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). gangguan ketertiban lalu lintas. dan sebagainya. membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU.sidoarjo. kriminal. Propinsi Jawa Tengah. Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang. bahkan sampai universitas. . penjual koran. Direktorat Pendidikan Masyarakat. agar mereka lebih siap menapak masa depannya. Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP). tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya. terlibat tindakan atau korban kekerasan. Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. (Kompas. diakses 15 Maret 2005). Selain Jakarta. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. pedagang asongan.id diakses 15 Maret 2005). Pemerintah Kabupaten Brebes. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya.go. serta Genteng dan Pabean (Surabaya). Pada tahun 2004. Jakarta.

Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www. Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan.citibank. LSM ERa AKu.co.co.sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari". Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas. Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik.citibank. Jakarta dengan 75 murid (www.id).co. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur.com).anjal. Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan. Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www. Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir. Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta. yang rata-rata mereka adalah tunawisma. Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti.com). 27 Juli 2004). antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www.id). Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin. melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu. Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut.blockdrive. Dengan demikian diharapkan ke . dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar. ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan.id).itcwatch. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN).citibank.

PKK. Dalam hubungan itu. Instansi terkait. Industri Pariwisata. tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. Dalam masalah peningkatan pendidikan ini. Dalam bentuk ceramah. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. SMU . Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. dan Cabang Dinas Pendidikan. dan dukungan massa. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. ASA. Dharma Wanita Persatuan Bali. dan Kepolisian. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). LSM.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. keberpihakan. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali. Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO . yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak. Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. diakses 15 Maret 2005). Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005. guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak.

Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. Makassar (Agustus 2004). melatih. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut. Pontianak (Juni. Padang. Lintas-5. Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. dan Manado (September 2004). Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang. Sergap. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. 2004) Pekanbaru. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol.kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. Sejak Oktober 2004. menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Batam. Sidik. majalah: Tempo. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. dan lain-lain). Jakarta. berita umum (Liputan-6. dan Undang-undang No. Hello Bali. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. Program yang sama juga diadakan di Batam. Matra. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. dan lain-lain) termasuk talk. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). leaflet. Selain itu. Seputar Indonesia. Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia. menampung. Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. 15 Februari 2005). sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No. Kontradiksi. sticker dan poster. dan Garuda Inflight Magazine. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran.

antara daerah asal. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya. Selain kerjasama antar daerah atau negara. 88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. 21 April 2004). akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur.dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri. maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. mengirimkan calon di bawah umur. Untuk mengatasinya. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi. Secara institusional. Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia. Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. Kerjasama tersebut sangat penting. 26 Juli 2004). Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . Tahun 2003. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. transit dan tujuan. KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri. maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan.

Selain mengembangkan media. Indyra. WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional . hotline service. Soedarso Pontianak. dan LSM. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. Nani Sakri. Hening Tyas Sutji dan lain-lain. (Website Warta Pemprov Kalbar. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. LBH-APIK. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. fungsi dan kewenangannya masing-masing. Shelter RSUD dr. women‟s crisis center. Sarah Gumelar. dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. Malaysia. sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah. untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Birgit Ulrike Hau.keterbatasan personil dan perlengkapannya. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga. Magdalena Pardede. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW).

yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. IOM. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. Dumai dan Tanjungbalai Karimun. Surabaya. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. 2005). Untuk tingkat regional dan internasional. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. Jombang. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang.untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. ICMC. juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. Makassar. Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. Padang dan Labuhan Batu. Maumere. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No. Sumatera Utara. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. Palembang. ACILS. transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya. UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. Bengkulu. Terre des Hommes. Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur. Sampai dengan tahun 2004. Propinsi Riau. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . dan Undangundang No. kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan. 106 Tahun 2004. peningkatan kapasitas. Bandung. Bone. Save the Children US.

dapat dilaporkan bahwa: 1. and Punish Trafficking in Person. 2003. telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan. Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban. gaji dipotong.P badan-badan internasional. 2. beberapa kemajuan telah dicapai. Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat. laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. 88 Tahun 2002. . 23 Tahun 2004. namun sungguh. dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). Especially Woman dan Children). Bagi TKI yang mampu. dan Menghukum Perdagangan.bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. terutama Perempuan dan Anak. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No. PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. penampungan sementara termasuk permakanannya. Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat. terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent. Suppress. Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. Memberantas. mereka membiayai sendiri kepulangannya. Tetapi bagi mereka yang memerlukan.

Undangundang No. 6. 7. antar daerah. Drop In Center. program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. RUU tentang (Revisi) Kitab Undang. Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga. perguruan tinggi dan lembaga lainnya. 8. dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. 4. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini. dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya. 10. Oleh karena itu. RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). peningkatan pendapatan. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko.3. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat. Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . 9. Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter. Terima kasih kepada pihak perbankan. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. lembaga kredit mikro. Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Women‟s Crisis Center dan yang serupa. Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. kerjasama antar negara. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan.Undang Hukum Pidana. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. RUU tentang Narkotika (Revisi). regional maupun internasional telah dilaksanakan. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. 5. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran. pelatihan. dan pelayanan sosial telah dilakukan.

atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional. 30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI . dan lain-lain. Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya.akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya. Demikianlah. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia. kelompok pengajian. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga. kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan. kelompok gereja. Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. Insya Allah. Jakarta.

7. 9/.803.3.3-.33  .3 :3/.33..3.3...: 507/.85..9/03..7:5.3. .347-.9.3&3/.50.3. 5.5/.3.5.2:3/.  %09.3/03./.#5  /:.3.907-.3-:.33 ./...3.:5.9:8:9.347.3 :3/.9.:/03/.

.:5:32:332032-:..!##.790.90780-:98:9:39:/:3.3./03.202.3:8.350702-.257...3 9.907:3.3.3.3 808047.-0780/.3:..347./.9.3 :3/.9079.3.3907.3!03.9.&! .7.3..3 9079:8-./.39:/:.-072.3../.3-07.3.9.8.-07..347-. 202-07.3 5035:.47.5:8.2:38.3.347-.3.3!03.:.307:.5.3:3/.320303/.3. $03..3:3/..3.90 5.0724.9.33.3:.50.20303.390780-:9-0:2 /-.8.3/808:..790.503:39:9./.3./8.3203. 202507:..07203:3.8.3 &5.25749.3 :3/.3.:3 90.38073.8. 5.9.25..80-.3!073/:3.  !03:39:9.3/03...03:7:9.9.3 :3/.:202-.3&3/.9047.187.3.33.:3  80-.3 :3/.8.805.8. 203:8:3#.305.-8./03.3..!/.3&3/.0548.3./.3.34 9.8:9/.25.3.3 507/./.3.8.39..3 :3/.1   50/.07.3 !./..885.8:..!/. 503. 94-07 8..305.3/03.3.8:/./..3.3 . 7.39/.3.3%3/.3 :3/.3   4  #.3:8:83.3 47.3.7.3.:.3/03.:507.:39039.3.8903.39/.5.3%7.3203..!07/.80-.5.34 %.3!47347..347-.11.9::2 /03.703.3 3.503.8.8!02:%.3.3.5/.3/.25.347.9.380347.8..3.2070.3#..-0...:3  !020739.320308549.809.347.97.././.:3  7.:.2.3.3 7...3.3027.843.3 3.47-.9.49039../.79.9.3 5073..:20307.3.//..3!.3.3.11.8..: 507/. 2. !7403..5.3903.3.3.3 &3/..3.202.5:8.3 :3/.2.25.2!747.9.802. /.3503/079..3  .3.3.3. 503:3./.3.3/.3-07.3.8.:.3.87. !.!07/.3.59..../.39&3/.3907...33. -.&!9039.3.9.5405.320707:9-07-0/.11..349.39/..3203:.7.2&! &3/.-:/.2.3%3/.3&3/.3 :.8/.3:3/.!##:39:/-.3-0-07.5.3&3/.9.:80-.3/03.3803/7/.2.3::2.3.7.-07:9  50/./013870829039.3.3/4308.305...780./703   50/.07.3 :3/.3./.202.73.3 507/.3/-.9.3 :3/.3 /.8:8502:..703.547.3503.34  %.3/8.3507/0-.3.7::2..07..380507928.747. 2.3.20.3.:39039.3-07-0/.3 /03.3.597..347.3  .208.07.9:39:203/::3503.3507/..3 7. 90753.38073 -07.709  808:3:3.3!03..39:.790..3$.703.:3 9039.3-.8.9..507025:..7.3 47.5.3027.3./.3.3 .3.3.3/.5:8.8!##9.907/7/./03...8.39039.33.3%03./.3.3/.3!073/:3./.3-07.3 207.3.8 .3.3.8/... .3 -.:5:3&3/.3!.80207/0.3/8:8:3!##  #.30:.8    .#90.47.7 ..9 203:3.25:3.

2:3 203/.3.3907.-&3/.9.7.2.8&3/.3.-0.3.3  4  #.5.494!70.34 %...42.3..3&3/..03943.3.9.320.843.380-.:.3!073/:3.:.33 !07843 850.3 /.3.9:9.39039.4  #.3..3 :3/... 3.8.3007.:50.39039.8 /.3907.  02-07..3.93/.:5/.038!07807.3:2:2 80-. !03.7.3.:202:/..3&3/./.398477:5943     $.039438.3.7.3.9072.320307.38.3/.3.39039.749.!/.3..3 .30472.39.8 &390/.343..3 :3/..2 &!80-.8.3..3/.039 $:557088 .3&3/.3 .5.39039..9.3.39./.3.30:39:3.703.749.3!07:-.33..3&3/.3 /03.3. 0.08589/3../03.5.3.3-./.038!0..2.-: /.39039.-' 0.3 907:9.2.347:58   &390/.5/.3.9.:202-..509079-.3.3 :3/. $:50203 43.7.3 :3/.9.3.3  4  #.308:8.3 0..8.8/.3007.8  4  #.3202.3!07:-.38.3.../03/.3!74944:39:03.7.2.3.8.3:39: 20.8&3/.-.9.8.3!0308.80-...%0747.39&3/..3/.3.:3025.3&3/.3 &3/.3.:.3/!:38%7.3 :3/.:7..3/.9.9:-/..3.3 7.3.39039.309079-.3.3&2:2 . 0.3.!07/.!03.38.35/.3507-:.9..5.802-.3.7...:.  4  #.3/..3  4  #.3.9.303::2!07/.9.3 .9.9.3..- !0.3%7.3!0308...20. .35/.3..3&3/.39039.9..3.3.50.9.39039.39.507/.943..3..3.:0-.3./.3.87-: 7:5.:..7.3 /..508:8.30/720  4  #.93/.8..2.5.3 907.9-:.383.3.3!4734.03839073.503.320.3.:3 9039.3.843.0./03.3.:3  9039.3.3203/474392-:3.50.3&3/..3!47347.3!0308...:39039.3.39.3&.943843.7.!07025:.1/.347.343..3 :3/./.2.3507-:.3 :3/.3..3 :3/.3 !.  ::09.9:0.3/703  4  #.3.:7 9/. 503.9.3.3::2!/.80.808047.9.3.34  %. !0.  4  #.0.03039..3.3&3/.:7.3%3/.3803.3 :3/./.3507-:9...-07:9 ::0/:.3  3/4308.-:/03.2/03.9.347.3.38.39039.943843.3.38 3.8.3.9.3&3/..3 :3/..3%3/.38.389 %7..3.3.2.3% (( !7494.33.3.3$.2030-.508:8..3 47.347-..3203.3 :3/. 7.:3  !..34 %.9.7.11.3.503.7.8.5.3 :3/.!/.

7.35/. . 507-:.3.:50.38:.3.3.2. 5.3-.8.3/./.3.9:9..3502-47/.2/03.8.8 2.38./.820207:.!.3. 5..39..0.3.508:8..503.25./..3 /./.3.3.8.2.9..203.9:503.3..9.80-.:7.3 203.5./..9/.907907.8.9.9.3907./.7.5.:3  !.3:2:2  $0-.:7:3./.509079-.90780-:9/.50.9.3 907.-:8047.8..187..70:39:3.9..3.3.0.&!90780-:92..-:803.8.580-...33.7507-:.35..7.

3.35/.95030.2..3.3.3 $09.2.3 :3/.3 -:..89../3.89. 803.2#&&3 ./.9.9047 /03/.3::2./03.3.8..9..907.3-... /723.50.3-..32030/.9.19  /3..909..2#.:7.5.9:2:2/03.380-.2.  50.7..3203.3.3..3-070./..3.. -:.35/.:.7:5.3.2025:3.503.50.:703/.:3..3::2.7.390.3./03/.3.8.:3 5.305.5..:7..007.2.31.2.9.:/03/.9/.  !033.3.3 0724 /.8.39::..3.3.:8 502.9.20.  0../.38:33.:/9025.3.  5.9202-07.5.3.5.8&!!.380/9 7-:7:5.-.8.3.3 -070. . 9.3 &3/.01007..973.3/7:39:/.7.3 80.  7.8 !033.3.3.3.3 .3#0.7.4.::2 0548.320..2:3.5/.7.350. :9.3503003.3./.3/.50.93/.. 40&!9/.8:39:-07..38073./03/.8..547.3::2/9::.3/..89.3.380805.35.3 9. 503:3.3 !03.3  0.393/.33.33.3/7  /5/.9.50304..3 3.3/.8.9.2:3/.3 . .9.:3.3/.5.5.7..3.3 207:5.85030..8.5-07:5.:7.3.

:./03.39.11... /.9.3.3.!07025:./:.3%!   !0.5.9.98079.70548.503.5:8.7$0.7.3:8:83.33.7.3-:.3 47.7..3  /03.3.503..35033.3#080780723 !47-007.3$0.#:.7.3508079.80-.8.9.11.9.3202-07.3:73.5.33.3&  /03. /8003.2...9.8.3.3:8:80548. :5./.9.31..3 /:94047.9  /.340.7 9039.3..850 .3/03.3:.3508079.3/./.5 .3#080780723 0.7: 07.3.3...8..947/.3/.30 :39:.3 /:94047.  0.33!078438 /:94047.308. /8003.33!07843880-.7. /8003.3/03..3.357 9039.34:3907%7.3907.7..2..3 %7.7.9.3-:.32.3502-0.31.907-07.:5.-08!47.3.-08!47-007.507843..3 $97.8 05 7234& /..220207.3./03.89.7: 0548.9. ..3!073/:3.3!07..58.3508079.3..3..3.3.3  .3/.3.89.3   !0.:.947/.3.2.203/:3 447-007.3/.3!:8.8079.70/:9.8.9!03//./03.3!0.3.3.3/.507025:.89.!07025:.3-:.  !0.8  /./:.850507/.

3..342-..89.39.89./.89.8.3.33!078438 /:940 47..5.3 !74538$:2.8.3/9::.3 !439. 0203907.3-007.980.08$0.347./.3..3!745 $:2. /03.3.8   !0./.89.3447/3.#$..3.3#080780723!47-007..3/.39.3.7 0548.70548.3!07/.7& .8.3805..3 508079.307.8.947/.3508079.3.0:89.3..203003.7..:3 /$.9.72033.3203.7.7 5073/:3./. 0.3-:.2.5..347.3%7.38.947/.2.3503.5:8.3/.3.3$07.305.08&9..9.8.3%2:7  0203907.4.947/.9  /.   0203907.2.3503:8:3.8/.3.8 !03.2.39:47-.7.9.79039.3.4.8.!74538.3# 0.80903.30 9039...3 507/.308.33!078438 /:9 47.3./.905./03.3./.7#/ :.3!07025:.:/.-007.7.8.5.3&  0./.33078 /.7.07.39.39.9.4..: :2.3.203.5.30548.3-075.3:897..9.3&/03.7985.07.33 /.  /8003.2.3.9.7..!74538.3.3!03.340.3:3 9039.3!02-07/../. !0.-20.9!07.9.3-:.89. /:94047.7.:25:7/.7: 0548.8/.31.3./.: :2.393%7.3947.31.3::8%:.8.8/./..7.2202-./03.0.9.5..3  05.8. 0203907.7.3087.:39:203/4743502-039:.&9.8 02.27.33.9.3$:.890.3!073/:3.3202-07.7.3  ./03..3.32.2.5:8.5033.3 50.-08!47-007.3..:.39.3.33 /.:39: 2033.3$0.8.. 72344& .-..3 50.39.3.2..20..79. .:3./:.3848.3 ./03.8.35033.33..7.3%2:7 0/.39:5.3$   $023.07. /8003.9..11.0.3.3447/3.2..39.347.-08!47-007.9.7.8.3.&9. /8003.3 508079.3087.9.353.3/..3!74538..7.3.!03.: 0/.3/:3/./.30.30548.3.9..89.73/.!74538#.9././.3#..3/#08947. -07./4 !74538$:.:3 /0/:9.8/. .9.89..3. 0.9.2.:3 /0/...3087.947/.3!07025:. 47.3%7.3&/.9.3/09.27.9.3#03.3!07.3.9.3:3:.7./.903/07.3 5073/:3.343805.3#/.&9..5033..07843.9.3.2.-08!47-007.380389.7   !0.34.347-..3:353.7.3!07.5.2!745 05:.:. .!74538#.3.5.3827.9...3507/.58./.3.3./.5033.3.5:8.07.2.33.8.20302-.3.947/.9./.3447/3..947/.3.3-:.3!07/.3.547./.3$./03.30802-07 9039.:5:3202-.3947!03:-:3438:.3#. /8003.3..3507/.39039.3 !7453805:.3202-07.907.8..11.907.8./ !74538$:2.27.8$/.3%.8..73/.3 7.2503.3.3/.33/.2/.9050/:..907.7.3-.9.8 /.2.8/.3.0 $8902 /:9508079.3 1.790203%03.5.30!07.3  /03.347..

5.8$48.5:8..9:/..8:8 507/./03.2.: /03.33.3:93./.7.2.903 3/7.380.-:5.3/4308.3507/.8/./.20.3:7:$/./.8.7.8-007.8.3!07803                ..3.9!020739.5.438::2.3.7.8:8 80.9.3....30..9./503:7:3.203.709   /.3.3 080.07.7907...2.3803.940$/..3.:3/.7 !74538 -0-07.::5 /8008.3.8008.5.3 %2/.:3        4 %.8..3/..9.3!07025:.2.8.89.3507025:.347.3!07025:.4..3!07/..2.347..8:8!07/.80.89.0.5.32./574808/.. !020739.8:8507/.3/.!03./.3!07/..3.3/4308.5....2.347.-.%2:7 !020739.3503:.2..7.3./03../03.33..907.3.3.3 :3/.!74538$:2.9 0548.3/.:3907.73.33.-03.9.3.3.8./..3/.3!..9809..3 .302:/.05.8../.750309.-:5..3827.:3 9.:-007.9.3503. .5:8.8.90790780-:9 0/.2 5747.8..320.3.090/703-007.3.400548.9.39.3!073/:3.3827.8:8  07/.3 3.8.47-.9: :2.3:39:574808503:39:9..5:8.8:890780-:980-.3503:3./..907.33.8.7.3!07/.8.3400548.303.3.34 %./..3 ! .820.390.9574538  $.2070.3 7.3!07/.3/.3.3&3/.7./.7 47.3  %.8.82.  05.8...790203%03.3.3.300..2503.3.89.-:5.7.547.98:9:39:/.3  .33.:3/.3.5..3508079.&9.. /907:8./.7.8.3/.30 0../.8.2.9.79:2:33.3.7 .3./.38!020739.8.:4.38../.3 5033.3$#20.3!07902:.7.39.203.  !020739.9..&9..3503:.2!03.3%7..3.790203%03.3..3$48.3 /3.3$4.2..3./03.8.380-.:3:2.8:8 .7.3 :3/.3.305.3389.:0:.5.3/25.:3 203:8:324/:50.3.2:39/.3/3/4308.9 !020739. .9/93.7.  9.3-.%.9.3..:3 9039.07.. 330 /..2/!03.9.3/.7  05.7 -03.9./.8!03//..2!03././.:/./..9..8./.903 3/7.790203$48.-:5.9033/7. 2.5.3 :.808.95020739.3!07025:.703. !03.0.3 90780-:98..3.2 !03.703...8:8 .5.3:39::7:/.!74538.347.5.-0 .8:825.:.33.7.5.:/.3%7.2.3#080780723$! #5.3 8079.3/.903%::3./..3./.2.8:8507/.3/9.3.3907..9.3..8!747.8$9039..8.3././03.05.8:890. !74538#.3.3$%!/3/7.79.:3 907.390780-:9 /507:3.:/...9.5.-007.3947.5400.7.7.:.3-07.3/.07.3$203.

3/.#5 :9.3/..9.7..380/.39078.8.5.8.-078.11.:8.203/.3.3.3.8.3203/.07$9.30548.3-07.3/03.9:.390.8:2-07    8. 802./.11.8/:25:.-0 !:9:8./.5./.#5 :9.9.305.3.::2..3.32033/.5./.3-.8/./25.7$02-73 $02039.438::2.3 4./.3/../.39.9.9-.:3 0. . 2070.3/.3#.7-07-.3700..7../.0.08&9.3::2.8.7.3503. !03:3.9/.3203:3:5:9:8.3/3/4308..3/03/.3 9.5.7-0-07.0.30 203.25:3  .3 /.38.9../.  !03.3:3/.3 . .9:.8.3&3/./.39.3 .3.9:39:9. 808:.3  ...253907/.3.8.:3503.25.90--07.:3 9039.-08!47/.7.8.3.438/.3.:3    4 %.:39:/.8..203/.3 .2574808503..7.39:39:9.07.9:.8.8./.390./.././.: $:2..202-:.9 .8 /.3-078.25.$! #    ..7./.&9...11.33.3 90.:.:3 80-0:23.7.5..3.07803.:3%07/.39/03.38073/:3.907939.9.: 05:.39.%03./.3 0!03.370.3/.7.3  O %/.34 %. .393/..3/03/. #.7.35...11.8:8.3..4.3.33.3    ::2.38:/.9:!03.5.:39:503:39:9.35..:3503.3.8:83.3!03.0548.:7 $:..9.7.07/ 574538 $:2.8:8!07/.%.3/./:5.3007 %0-3%3:.:3 9.7.39078.9:.$0.3-07.8.7.9 .7./5:9:8 2.97.438503.30070/.203.7.3-07..0708!78./03.97.3 .:.350.3.%2:7 .7.7 -:.438././.3.3::2..3-0-.:3-:.3.8  '438::2..3 $:.9:.3./.47. 907939.3#080780723. 7. 0.305.289...3/. /.7-07-.8.39.3 /03. 09:3 .7 /.38093 933.                         $:2-07.3%2:7 /./.05.907.97.3::2.05.203:.39.3::2.3503.9. 330 0802-07   %.3..8:2-07 .9:8/.2.25030/./.2 07/.3-..547.:3 #../..3::2.3/03.2.7./3.907.0.79.39. 9.3848.3!48 /.3802.7...7.3.-:.90.3..380-0:23. .3-.3 !073/:3.9 ./..:.8../.438::2.7-:.30 0.3 7.97..47.3.703.390..438::2.:-.9/09.:3        ::2.7::2.'438::2./.

.!020739.843.3.909..:9:  07..79.-079::.3/.3.3 .2.7.2.3#  07.3&3/.7. 9::.8330.8-.703.39074.7$:39:3/4308./.3203.9039.30.39.7.8..907/0.07./.11.347.8889.7..!/.8:8. /507:.7.7.320308549..3 07.507..7.3..33.3:8.389  .7$ 47./.7. 0.40 !03.9.3.39.3/4308...32..%07..3!07/.0732039413/4308.8:/.3 -073/:3/30..47-.30.5.9.20303.:507/.3./7 47.33.20250/:.03/7%--40.39/..30 /5:9:8::2.83/.35078047.5:7.3:.347.39/.909..7.3.9.8.35..347.83 2.9..:39:203::250.9.02.9:.34343 .80507928.3 /.7. .7.!020739.843.7.7.7././.0 1103/078 7 .3.803/7 803/7402.3%2-.4343:39:!0307.7.3.3!0308.3/:897.3.9203/:30/:5.30. 30..:8.:50/41.3.7.7./.3507/..3/. .3!0308../03.9.330.820.34 %.0548..3:39: 202-:..2..  94  .3-073..3/.3.202-:.3..7./03.32.:897. ..20303.3 47.3.2.7.3 :3/.7.80-.30/..347.0.7.3/903.  431070383/.19.3/.3 7.320.9/507..32.39:3 /7/803.:&3/.9../.33..3.7.79743.90.$07.9.9/.7..3.43:9:..3 7.797./..3 907-..347..:.2./.33/4308.0.32033.3503.5.  $0-.920325.93./.97.02-.38790780-:9  07.83 :./:8.073203941434314790$:7703/0741 :9.. 431070383:.-.3.3007.8.7. $3.350/4105.5:7.3.3:8.7-.#05:- 3/4308.3 /7/.#05:-3/4308.73.9//.39.703.#-07:8./03.3. 0.30./.3.30.:897.7...!033/.3.9:5./8:2-07 503.7.8.503..203./.703.7.3./:-007.03723.8./740:9.7..3803.3./.7.7.380-07.8.39.3.30  20.9503//..3/02-.9./:3.95030.73 !020739.3!020739./:.2!48 0-7:.3::239073.34  %..3.3/.3...3!020739..3/.3.7.. %70.3-.::23/4308.3 80.3/03.37 7002039 -09003904.3 30.3:.9 09003#..39/.$3.2.7   207.3/.9./-3...47.: 43107038!030. .3 :3/...8.90.950393/.:39039.3/904.99078 /.720 507/../.2 $9:. 907-039:0:.3.3::2.33.5.7.39.3.3..39.3.3 202-07..3. :39:203.9:20./. -0.7.2.5:7.8.39:.339073.3!07.9 03/7-07.9.347..507.3.25:202-07.3 0-7:.30.7.8.3.9..39 507-:/./.57.47-.30.3 97.8:2-07.502-...7::2.7.307. .943.339.73007.7.:80.2./.3!0.8:8.23007.508079.:80-.07 /.33.7:8/-3.7 .47-.9..3 /::3.3 !020739.8507/.330.-.3/../.98.880.7!020739.8.7!03.503/0548..380-.39./03.:3 9039.:.3::2 !07/.347.2/902:.8.3::2.8 2..39.3 . ..5.3.. 0084..080.390/89 5.-:..905..3.9::.33.9429203-078..3./8-.39.30..383.39.203../.7.7. .30897..08.2.3507/.47-.3.38.7:8-078.80.9..5:.:3503..5033/.7.3 /03.8350.3.2.9-08.5.23.3.9 -07.-:.93/4308.90..3.7.3.330.8:/. .%03.3!07809::.2/. 20207.3$3.2-:..38..3./03./.9.3/.3-.2.07.9.2.3507/.3203.3:897.7.9.3./.

39.08.7/.943.347...-47$4/.:9.3#05:-3/4308./. 202-07.. -07:5.$07.03.99.3507/.33.8.20.3.33.  !03..83.3-.8:05.9.84.90780-:9 /9::..79 $ 39073. 7..3805079$.:93.3.8.847-.350.207:5.339073.07  $0-..8 /.3./.3:39:503.3.943   -007.9:.7.3503:.3/.943422843   /.3 -.  042542.3/.: 39.2.943.:3  207.7.9..3:.&$ :9.8.:0907./.230073/4308.903.27.7./. /..:3 /.090/703 $ 207./.. 207./.3/4308..3.9.8-.20207.8949. :5.0.9.8 0.3...303/4308.. .25074/0..3.38!020739./.8.9:025..:80:.9.347.8 -.9.5030.347.320..347....00.:507/.307.843.3 .3::2:39:203039.943.39:.3.2.9.3 97.3 429203/::3. /.9.$07..9803../.3-.3-08.7 5:.780-. $39073.3/4308.: 5:.3703907..7. 07..8. .3 5073/:3.3.339.9431477.11.3/.3/4308.839..3507/.  2907/7 /.3:.38079.-.92.3 7./.:503//..7.9.389.3.9.2.3507/.///.8.-:5.202507:..08.303907147 39073.3907.342:39.9203..   2803.33/4308.7.7.8.2025:3.3.3..9 :5.9072.3/.94.3..7.

.7.7..330..847.: !439.574538/.. .3507/.3.8.7.9.97.97.9.39.73007 #4803-07    %3.3/..7.3.:.3 503025...3. /03.3/03.3 .-079.3 507-./.3-07.3./.3202:..8.8.32:33./.3!.3 $:2.9.:7..3574538//..3-07:3:380-.3$3.72:3 #.8.39:8 /..3.203.92:/.!.8.203.3%2:7203::%.8.5:7.2.3 $07.7.9203:::.07.39.507-.8..3.7./. /./03.3/.3.9:8!%:.8.3... 02.2..9.8. !..93.:3  !020739.3. 93.380. .:9 8.3%2:7 /.320.3 ./.3.3.8.3:3.8..35:.: .38:/..5:.9.  !07-.3 05:.35:.7.3 $0203.90780-:9  .7.9..92:/.0/:.3!03/.907.2.39.7.383%.9..389/.3.08&9.2.39.//.3.-./.9502-07.80-.9.2503. -.39.35. 4...909.5:.9.7.3.3#./.9.3. 203/:30907-.3:3.8.3-070:.7../03.39.3202.39.3:3!3../843.&9.39.804.3%.5.2. /0.9 5474:8 2:/.507-. :9.907. $0..07. 53. :2. 3943 .0:30.503/:/:30./.:32070.920.7 ./902-:8/03.509..   /2..3$.//507-.3..389.8.3./.8. /03.9..3/03.203.9:..3-. 49.3.7.90780-:9 8073.3907.3 !%  030..: $.  /./03.347.//.:.40!020739.347-.:$:2.2.3.907:3.49.2.-.  49.7.39:3 $:.2./902-:8 02..3-07-../.8.5.:5:3/03.574538 574538/!:.7.23007 2.9 :3:.3 .7.33/4308.9.39.!%90780-:9.909.7. 8.39025.2.-07.3 .330.:/./8./..%2:7 $07.3 270803.:3 9.73/4308..7.. %.9 05474:8./.3.:/.47.30:.38.2 %.380.83/.3.3!%/30.3.7.: ...8.38050790/.7.7.9.3:2.

3 47.:5:3/:.23007 9072.3/.9:7/.2..843..3.9070-../. %... /.3.3#...3 /.8 503..8.3507/.3  &39:2033.25:.8-.8.8.3.3.3.843.:5:339073.7.#202-07...8.30385007.7.:39039..07.::2/.!020739.7.3297.39.7..2.00:..8-.909.. 5./9025.3.33.9072.347-.3.2.380...3/. #.:39.8079.3502:.25:3.8 5.8.703.3 $:2.3.7.9!07:7:..9. !07.3 .7007  !073/:3.9./2.  !..-./.!....3 2070.34 %..08$0.8.7 .2-.3 .9 /.: 3943 .7../.-070.02-.3..  .7.9.35073/:3.7.305.8.3/4308./239.3.73007./03..3 :3/..3..9.30.07.9:/0/. .3 202-. 5007.9.9:9.2507/.3:3.3 502:../.30.3.-./.8 502:./:.8.70 5.35073/:3.330.3.%03.!%9:202..3.3/.3503.9:7.3..3 ..0 3/4308.9:39:-007.8.9 .909.2.-202-07.39:..843.8:202-07.-.7.  !.8.%03..8.7.5073/:3.5:3/..8.305.22.3#05:- 3/4308.7 4947 907.3503.91  :.203:8.3  5073/:3./.3:3:.8::5.39: /. 502-07/..3. 3/4308.3507.3/50/.8.3:39:202-07..3/.:39:/5007.#-078.3 :8. 30..3:.3:5.2.30.20307./03..3.3-../.30-.3:..8050799: 803.%2:7 !..7.3.!07.8...347.3 -079.507-.9 /../ .3-.3-.39:.3..318 588 703907...42.3 0/.3/-07.7.&9.3.32.3 8079..33.3080.2.:0/.-.7..-07.3:5.302.35073/:3.9.03/4308.3. .9.907.3907.:02...73007 !07.3-07-.9 9025.9..9. $02.79.38079.93./23897.3 43803 /.2&3/.7.35078047.8.203:8..9.3/.3  070.3%3 /.3202-07.2.3 :9.3 0/.3-.339073..320325:32070.3.805.9-07-.//.3. $-..9.3-0723.3#/:..3:3&-.3  808-9.3. //.:.907.9202-039:02-.39.3 70.3:-:3.73007  808:.5 /03.7.7.302-.79.-7 5.3:3.347-..3 .7.70 $:.!0./.3/4308.4.3.8.3503/..7./..!03. %03..340!020739.25:3.5.32070.8.253.33..3!%5.3:39:202:.-070..3205:90.8 !020739.:09 :..2:7./.9.8.9.3 %2:7 :.2.3.39:.:03:3.:-.: :2.3!/.2...3 !020739..3080.32.38.   80-. 7:2. 3.3$.3::2-.8.7.3 &5.03.7.3..5/507:.39/..29025..3:3/.82./.3 04342 503//.8503/:/:39.-/..3.%2:7  !#& # 073/:3.9 0-:3.3/507:.3 ::2/.3.3.747-.3.9.3 .709 /.3507:3/..3503.3/9025. $:7.3/99/ /.3 0-:3 8.../50749.805079.9.2 :8.3#05:-3/4308.7.3-007..9 /.350/:/03.843. ...3::23/4308.3 05:..3 3/4308.02-.9 02-..-9.2.30.9.-07.203. 47.8.502-07.9.3:7.9:..9.3 -8..:80-.3..3503.3.3 .07..9.7. -.

3203..3078.47-.3 507:/80-../.730075..70828073./:.3:3.3/..-.7.9./03.. 0548..3/4:203027.3-007.32.447/3.820303.305.07.:.3.7. % .3502:.3./.50.3/.547.:2..9.8:08:.8/.33  0.07.3.99079039: 8./.3/.8.:.2.2-039:507..33 3.3.3.7:./..3.  47-.3 03907080./..790203:.7.203.-0727.3-.308025.3::23/4308./.3.32070..9.039070.03503025...8.347.3/80.73007.320.703.9.9.-. -.203.8.:2:23.33.302.7:7.3...3.-80947 80947808:.9.:.343803 9072.9//...3. 203.3 !07025:.3.33.703.3 203.9..9.3.7007  %03.8./.:9/.7:8/.7.9: 31472..30.3-.703.808.2070.9:30.5/ 9025.8:503.3/.9:8.3438:07  05.3507/..-07-./9../.2:3:39:903.9!073/:3.:79/.30/.2.8./-07.8..3.!74944/.20./80947 31472..8. 0805./:.208:9.3#/:..3.3 70947.31:383.320/8 58448/.54740.3/. 9/./9.3 03907$48.2..8085073/:3. .7!07.5.3/4308.3.  /:...25:3.2-./.3-007.98:9203.73007 8:/.3 :39:203.32.9.9.39:.9  /.8.#4247.07.8.3/.8:.2.23007 803.39:..20./.73007-07.808.!02-07/.-07..23007 5073/:3.9/./809471472. /70947.903/07.8503.3.

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

.0   $:2./.3  ..:5:3.9:2:2!:8.7:88.3..50.848..3%075.3.3507.3202-039:!:8.3%075.3/.0/.90548.3-.5 !07025:./:..3%07.   05:.35007.02-..3  %.7:  #$.7..3  #$.3 2:/.0.#$.3.7..03::   ./:/-.8.3.203..!. 447/3.3!:8.$.850848.3/3/4308.9!0.25:3#$.907.%0-3%3  .3#.3!0.3/.: #$.7.3 ::2 $0-./:#$0548.33..9907.3/507:./.3   $:2.7.8.3.8.3740.907.9!0. 7:2.3   03::#$.3.7.9!0.7.7.:   $:2..9.3007.2-   #./03...3.747-.:..#:2..3..9-007.3%075./:.9075.7:2.9 5844  503/! # 8079.  0548.3.9/03.808.9/.9 #$.2#$. 9039.85020/8 588 2.07.3.8.90548..3..8079.5.!0.../4907/.3/..3-.3.3/03.!.-0 !:8./.&9.7.3..3.$0.3-078.07.3 ..3%075././:/-0-07.3.25:3  .3%075.3#$.5.80.7.7.2.3.3.:2.8.9!0..3...3:9.!:8.5..2-#$.907.7./:47-.7.. /::/.7.3.3..85253./.

2.7.2.8..9 #$.3.95:8.. #$.3#!$/-07-.4 0548.   .2.$.3.. 47.3/. 2.7.3.7.3$48.7   :8.7   $:.2.7.79.:. .3.7.3$0.:. /.89.9.3   .9#$.8.  $:2-07.3.08%03.3.38   .-../.318/..3. #$!45:8$:.3.3.-:2   .33.5.3.!.%03.33:3.3.3.!.   ..3.!439.7.39.3.202-039:#:2.08%03.358448 50302-.9  #$724-0..3.7.  #$.7.5.. $:.9.7.3.7.7.!073/:3.89.#$.#..3#$. .7.79.305.3.3...:2.:5.93/.09:3   .3..%073..::#$.$.#$..3.&9.9.:3  #$.7..9.9.#:2./03..3..5.3/.9#$.790203$48.8:2 !4743   .38..370.3 203.50302-.7.7.574538 #!$202-07.5:7.3..5..7.8848..3  #$.2-:5:8.8 .83   $:.3.907.#$.#$..7.33.3./.3.7..8!74538 02-...5.3 .%2:7#$.5.3203/::30-071:38.907. ! $ 47.7.#$.80/:5.380947907.90   !.7.72.:   $:.3.2-43   .!.3/.7.39.8848.03/.3.394 7.9/93.. #!$ / .55.3080.7.3.$02.2   :8.3 20::/./.3 .3.3   .88./03./.3/:3  #$$0.7.3848.8.9.5:.3%03. /.$0794484 $:7.3:  #$.7..3..3../848.3%2:7#$.70872..8 .39.08$0.3/0/.7.7.7   .3903   0974..7.0/7  #$.7.-08!47    05.%::3.90548.%03.5.3#$.3.3...   .08&9..3.43/8..3.%7. 035.3...3  #$..3  $:.::&9.0.7:38:73.5:...3703.9.7.2.3 502:.#$.7.%03./020548.7.:3 90.3/.9:39: 20257.3..3$:2..907:..389:.7.3 $02.8  ..8..007. #!$390.7.38..%2:7 #$.  ./..3./4   47439.35073/:3.7.07.79.3. !073/:3.3507.3   4.79.#$.39.

3.3:8:8 #! /0548...3.3 -.3//.!:8.8../.8.3/.3 !0./:.3.3.3.07. !74538 0548./.07.903.3 #08479 .3..3-0:2./#$0548.&39:202507:..3.:.-08.3.30548.3#$&/49.9!0.3%075./.-:5.7 $! #202-039:#:..

47-.30.903.8:47-.:39:202-07.3.3!0.257/80:7: 0548.3.3.5.9.40!48.3./3/4308. -07.3507/.3 %.3907:8/507:.203.:2.07./.809. #:.8803.39.49.3/.3/04.34.-:5...390780-.3. 507025:.:3 90.. .50548.3:8:83./:39.7./..3.305.3. -07.8/-039:#!803.3 9072../.3.3#08479 .

790203$48.25.9   :8.2-039:-.    :8.25:3.79.5:.::&9.32.2.%2:7  .9   .8.08%03.07.2.-08!47    .502:.350.8/..393/.39:202-07.347.:   $:.2  ..   0974./.  :2..3.39:.   4..305.503.%03.3%7.385479.3740.7.3503//.07.9   $:2.3.7.3.25: 202507400/:5.8.3.3 -..3   .07.8.3..   ..2.3.907.202-07.%03.. 9072.39./.3:39:-.7..5.0..3 503.70872.9   .3848.-0 #:.3/...#.790203%03../2.3:8:8 #! 0548.   .3    47439.::   .3..397. #! :39   .49.08$0.3   .3-072.47-.08&9. #! :39  0548.%2:7   !.3$0.39.:3.   $:2.08%03.3903   .:8:83.8.3 %7.3//.  %.305./.305.92.907.3/..39.3.   .2. /80:7:3/4308.9.7.3507/.3/7/..3./-07.7.$0.8%03.347-.907.35007. $:2-07.27.7.79.389 /0-.27.7.7.3 0907.39:.&9. 5007.3:.8502:.72070.3507/..:..   .3.3 8079.9.3/3/4308.9.3.347.-07:5..305.97./9::..%03.   $:2.3827./.4   03::   $:.8 05./.8.7.3%03.3/.3.8:47-.5.7.09:3   $:.9  .25:3   $:.07.9..7.7.007.7.07.3%2:7    #..9.202-.3.3-072.3.3!0.   0548.3827.../.2-   .7:88./.07.   .39.3/..

07.2038..47-.7.7..3 /8003.3 %075.8.03907 $0907.30/:/:.38073./.347.3.38.340!020739.3 ::2-07./.9.340!:8.47-.3.3.3.3.32./-07.8./-07.347.7/80:2.:2.3507/.3507/.8../: 4203 878803907 %7./.9..3/.759 950909.9!0.3/03..5.39:.9./.3:.3::2/.3-. $/..3-07../ -0-07.33. 05.3:.253./239.82..:745303907.-08.574538/3/4308.2539: .3.305..49.347.3..

8.....75987.

.

 : .3/0 55990!03:3.

.9437. .950909.08 8 .89.

4:39208.759 /439....8.

8.759890 950909.

.883907!740/85.3430850.3430<5 9- 54/5.//3 79 <.

759950909.8908.

759 87.8...995..

.

20/.209. 47.

.

/.948.3/0 55990&807!.

7598.$.

 .&808 8 .9437.950909..

759 /439...8.4:39208..

9.907.3...9/3/4308./:! # .8-..9!0.#.9 .-0 4203 878803970 %7.3   03::.3%7-:.8.3 7..907.8.:2.8../0 %# 4203 878803907 .9.7.7:88.!07025:..34203 878803970 .3!07025:.3..39.3 !%! .07. ! !:8...8.:2.8.: !# /:2.97.34203 878803970 !.907./..3745303907 ..$0.2   $:2.7.7.  !74538 $0907.3  #.:745303907  .3%075..:..3%075..8 503:38..3!07025:.03907 $0907/.907./8.3!:8.!07025:.07.&9..79.0.905..02-.759.745303907!:8..9.07.07.9!02-0.3/8003.. !!.:$0907.347-.9!0.9745303907./: !02-07/. .34203 878803970 !. .3.-07-:.7.3/.3/:3  .79.8 .3/:3!:8.3.8.3#.340!020739..2   $:2.348:43 /70303907/4.38:.!07025:.3:3/.9.11.33....9!0.3!073/:3.34203 878803970 03::  ..3740.390.3%03. !! 0/.  %.03970/!/0/.398:3.2 $0907 !020739.3 !02-3.3.3!073/:3.  .7..   05:.9:7.9.:$0907!:8..3.33.2%7. $/.3.38.49.3 .%:3./.3   $:2..97.

   0-07..-.3.!07025:.79.3!073/:3.8/..3.02-.34203 87880397047:2!0207.$0././4 &:3!.3-.0 0/.403 #02..%2:7 .9..:745303907  $:.94203 87880397097.39:./.80507928.4.:39:0.47-..8.!07025:.79.39:.3507/.34203 878803907 ! !:740794   4. ..2-.3./.%03./..3.3  8..905.9:.7.!:8.8..3 !.7.3!03./.3::2  . .5.8..8..91..39.39:.8502-07.. 438:9.302-.-07-.  .27...3..5.8./4/.39:. .3./.3.39.338.3-079.2: .9  02.3::2:39:.3 /8. 2.  !:8.3# ./.7.9.3447/3..3 ! 3/4308.8.3%07.79.5.4203 878803907$:7.2.2  $:2-0702034087.89.-..08$0..3..3 !439.3.7 .:02-.39:..0 0/.33/4308..9.8/.88.253.8. ..33.30:./..3.3.25:3 .:5:3 -.3 .3/.%2:7$..33.   !439.3-07.47-.3 .30.39.02-.3::2/.3!007.3  .5030.4203 878803907 4.5:7..2  428::2.79.253-.3::220.3 . ..$2021.3.39007.3.3::205.9.340!020739.07  07-. .79..:2.2.-9.79.3-.... 0/.39:.4..!07025:.02-.3::2:39:./../. /. : .  8848.7.9$0907.3 203.. 3943  !74538 $0907././-0-07.79..$0..9:89.320/8 58448 70.79.7.07.9./.4203 878803907 42-.338.3 3/4308.9:.3 .3/:3 4.7203:39:9/.7./..8::2/.3::2. ! .3::2.805.8.02-.30:.3::23/4308.3 !.38.3.3::205..38!03.347.9...7  :8.9.3/4308.03907./.8/.  02-.3:8:83..3 !.88.91 202-07.79.7.3 ! ...3  .843.3/80/.39:.39:.9/.. !07025:.!0725:3. ..79.7.91 2.3848.8 7. $.7.8!07025:.3. 438:9.3.38..3/.%03.3::2.11.-.9.3!09.39:.02-..!:8.3   .$:7.5!07025:.39.97.39:./..2202-07.::2.3802.//4743:39: 202-07. $:7.7.78803907 ! $0907$3.73/../.3  !.3.  .3::290.3 !..3 !!  4203 878803970.805079 02-.#1.

07. 80-.7./.25:3 .3::2.:507/..90780-:9/./.5. /./47-.3/903.3::2/.3.:5:38:/.3803. . 08.8..9.3 0.3-07-.::247-.7.:7:7.7:8/507:.7/80:7:574538/3/4308.8.0..2:32.3::2..5.11.3 97.202:/.3-07.8/../.3  /.3..8./.3/507:..8-0:2203..438478:2!02-0..3.2.33/4308.. :5.50.805.5033.9.72070.7.3 202:9..07.3203025:. .438:9.202-07.$ ./..35..:8207:5.3.720.75:8..3.347.90780-:9 !020739.39.3 ::2  :899./.. .. .3.253.3  8.2.3 03.347.3/./. /.22033/./.9/.9.3:5..07.39.39:.32025:3.3  3.:.3503/...3.347.11.8/..25.7985.07.3.9:::2.8.3380.3.'0743.3202..3:8.3!0.3!07025:.2.3.80/.3.7:8/3/:39/.-:7:27.3892.25302-.3.8..3907.73.8202-07.3:9-075. 803.: 97.203..253..808-.5...3.9:8.3947.::23.007./03.9 5:8.9503/.39:./.3.3-.33/4308.3907. /.50./.3 !.3503/.305.2:5.3  !! ..380-.3/507.3::290780-:9 .3507/./03.3207:5.5030.9..88.39:.9../.-.07 /907:8.:507/.8:2070.:5:38:/.:5:38.. 2070.  .9.3  !07805847-.3:2.9 !439..07  02-.3203.  ! .5.5507/.3!03...7.3::2  :899...302-. 80-.347...9::.2070. .3/../.:...73..3 078.3./..3::2/.02-.3.9. 5030.8  -.39:..3-072.8.347.9:9/.47-.38.07.. 47-.11.7  02-..3$7.203/.3..3.33.331472.39:.  02-.8/..3507/.347.390780-.30... 9072.3907.347-.3 ..8.3507/.35073/:3.980/.8.  !& .3:.7..39:.32070.8.50702-.$./.9..5.3/.7/.3 2.3  02-.70 .8... 042542.39:..5.20893.:-..347.38:33.8..8.3 80-.8:2-07 97.37039.3.90780-:9 /5077.8.39:..393/.3.3!073/:3.82..3 0.3507/.07.908/-07-..:47-.350..85.3 .3507/.3.32..950.3/.3-.47-.9.02-.3 ..9.:..33/4308.::2 0548.3..503.8/.3/574538 .305..25:3  02-.: 97.3574808::23.07 507/...7.3...7./.8.3.:5:3/.347./. 02-./..305.:5.0 503.07..203798307..3:7.5 50.:580:7:49.3 503.#907:8203/4743 9:2-:3.380925..3..3. 503.9.:/.3.8.320303.7..3/./.:39:0.  .5.3..5.502-07.3.8.7.347.33.3::205.9.7./.3503.3::2!07025:././.33.347.$/.7.3!02-07/.5.3438:9.3.../.3-0703./.3.0.3 503:39:9..3/..9//./.3897.

8503/.3447/3.. .2-007.8-.3/:...80-.3.7.7.30203907.3/.8-./-07..3..::3/4./:5.3.3  /.3-::8.253 47-.109 /.:/.3/0399.3/.3/03.7..847-.7..5.9..3/.:/-07.3.380.3!07025:.8.8&39:0.3 05.39:..3 //8023. .9../.3507...9 80507928.380507928.9.3 /3/:3  .3.3202-.2502-079.3 509:.:0.2070..3-.30./.9/ ..347-./.39::39:/80-.2070.3/0399.380-0:2502-07.320.8.7.5:3203.7.3/.3..7!07..3 80507928./.2.3 .380..3/83.39.880907 509:./3.3 /.3.7 !020739.:.907.9.-.5:.07.32..07.38.9/.3 .35073.507025:. .3.5.3.5.32.8.7.:07./..  $48.331472.3.:97. ../.7:8/-07.33.3.339073.:.9.8.8.7.3/-07.3/3.2-93/.8907.9.8.3 47:2..7.11.9..7/.9../.8.80.5.:.3/.8.9.3..9203..347..9.8.8 /3.89039.90548.39  07-..203/:3/72070.947/.8..8.:20390/27.39/.435007.3 .740#4803-07   -.2./.3. 80507928. 27. .3-078.3.723..3  202-07. !.3/..8.3-07.3$.3/-0-07. 2.3.80-.2070.9.3 /./.3#/:.2./03.8 /3.7.2.39:.380.3.3.35.3 $ /.3:39:20207.37039.30..3.:.3 0. 702.5.3 .90!07/.809039:..7.8. 803/7.5.324394730./03..331472.3..3:39:/503:9/.347.3-.::5202-07..3.809.3 .3  8023.9.8/.3#.23.3 /.  -007.70.27.2....40 !020739.3-0:2202../.3 ./.03/07:3203..07 202-07.02.589:.843.:39:203/. .397.350/:/80:7:3/4308.8.2.20/.35073/:3.3/.9842 !09:.7:83.2:32.380.3 203.3/.  $-007.9./.3848.305..3/9025./03.8.47-.3.9.50.38:3 05..3 507.503.9.3508.5 507/.3 05.347.3 70.804.2507-.3.3//8023.3.7.3/03.3 :.3$.47-./.9./03.3 2.:.90548.73..88.3!020739.331472.9/.305.3!020739.../.805.5007.27.0-20:.3080./-..3/50/08..3 $/.7.3&$90.3.9.35030.8423-007..4.3/. :.3. .32070.3/.042542.5.3.3.809025.3-07.3 93/./...8.3.80-. .3:8.7.5./.32030:.3!020739.9.3.3  $0.438038079.3.80. 20307-9.9025.5.9.3!07025:.042542.380.3507/.8079..3.7.39/.53.3092-.3:.3805079.3-079:.723..3....9/..3507/../03.:.202507.3!7. %09.847-./..3!02-07/.7.20.3:39:5747.8.347.8/.9/50740 90.305..25.3/3.3!02-07/.7.8  .:/2....2.3/..809025.3400203907.30203907.8/..8.4./47-.37.3.580.3.3.3-07-.3 507/.907.203..380..9.3033/.3..9.7.3 .2.2./3.350/: .35073/:3.2070.73./03...3. 207.3../.73007 3.909.3502:.:2.380507:3.805...3!:.305.7.7:.20.33.2.3 09039:..30-..9  !02-07.32:33/902:/9025.2..3/0:.3..3907.8.:.7039.8..3080.3-4409.709042548.3&$20307-9.07.33.8203.

3-078.90507/.3!03/.3.7.8.347-.3...3 05.27.3:.3...3.3.3507/.7:83.:3 90.3202:.8.:.33.!7480/:7 $ ! !02:.3./.9..9/.347..3907:8/848.3 30.257.97.2..3-007./.80-0:23.90 57.3 !020739.:.9072.3 / .3#/:..9//.-07.5.3-07-.3!02-07/.383 %.35./.3!02:.07..9.8 $48.3.843.7..8.3#/:.!:8.3/.3.3 !% /30..8.9/..3 507/.920309.3#/30.3.3#0..80-..347.3/2:.2.47.!020739.202-07.39.7 3007 .3-07:/: 3/4308.3/.2070.47-.80.3.305.3.2.3.32033.8/.3.3 &5.9::.3.39./..3.5.5. .314.05.3.909.305.3.350...50304.!020739.7..35.7.5.3:2.7.3!07025:.. -0-07.!073/:3..3.9./..3  #05.3!07/.347.907.347.3-007.:3 !0/42.3.3.3/8:8:39.72070. !% $/.8.# /03.3/.730078./.3.3:2..73/4308..3$48.3/:.7!07. ../.547.8.3  $ !3/.8:05.-0780/.3-.9-..5.0.5.347./. .-9..3.3.7.3.39.7. 9....350/42..347.347-.20./. /.9.280.: #:2./.3!03.5.203.38..9-0793/.5..3 !07/..203./.22.3./03.3. 9072.5..54390203907.3$9.7.3 #! !07.3.3 09.9.8.3!03.:3 203.7.2202507.7.340 05.802.305.5. 5747.350/:/.2 30079072.33.9.39070-...0548.3203:8:324/: 24/:503//.3:9.!%90780-:9-.8:.33.3.3!07.. 02-.435007./.3 507/.38./03.002-.5./.30.7.3  .3/./.7.7.9:2:2803.3#98.8848.8.9!020739.&39:802.350.9.8 : . # ..47-..8:$/.38:/./.3.3.7.9425../.3 7..8.5./..3/.35073/:3./.790203$48.7 507..25.-07503/.:.5. :9.32.347-..5.3/0:.

8907.3-.347. 070./9.443./.9070-..8:/.340.507025:.30.5.2.39.350..202-:.007.7 9::.8.4:804/4707 8#98%7.3507:.3.3.38:827..805.03/4308.2.-079.3.250/ 203./.3/9.3503.7.90780-:9.59.9..!#%.3/.7 507803/.5.9.7 7.7.9/./2:.8 2:.3  $09.389 /9025.7. .90507/.3. .8.-07.38:3 .7..8/.3  0-07.7:2.9.5..7081203/47433/:897-07-..3 /.7.0.3.3..2 57.35007.90-.5.3/85./.89:203:8:78408549..3-07..9.808:.907:3./.8.02-..5/809.3-:7:27././03. 07:8:.  802039.39.3 /..8.8.3./4:2032070.. 3/4308.8./9./:7:3/.9/..7:/.7:5.5 $9:.. .8.53. /95:/2...203:7..3:3.!020739.78023:/03.33 .:402.8:/.25.309.3500.7./...3:5....8808547/.30...8/.33././.3.3.7::3../3.43/8/..3809475:-  .07.3.- ./.380.8..3.8.:7903.:38090./. 09.7.3.804342..3/.7 0-!#%.59/./.3.30385007.-:7:27.3.3 97.39/.9.33/4308.307.8.3  50.3. 070.3 070.#5  8.7.9. !#% /.750707:9..7.-007.3 2.9..3 907.3..03 . $0.79.280.907.: 0-.79./.34342 .#5 .50.203072.:3 /:.8.39.

.3.3.38:/..7.:..-202./30077.39.9.:./.9.302.35007.3 .5030.3  .05.3.-8 %90780-:9 203.52.3 03.39.3.3.7.347-.3507-..  .0-.3 ::2 &39:203..0789. ./08 3/.07.8547 :5. 09.8.390795:.8/./. 802039.3.38:/.-..$90.8.. .9..9.78. 43/890780-:9802.59073.3202.3/-/./. /.203.7.:7/805./2..07.2:39/.:3:3.2070.5./507-.. 909.8.8%2447/3.9.9/.3 .35.35079:2-:.3..0-/.3 47.27.3.80.507/.5007..7..30...3.3903.2  0.3. :5.39/.802.3/42089..5.7.8% !% 20383.8:0..8.390780-:980.390.3/. 9039:.8.723..9:7/.3$.3.5:.37039. .:02-..-07. /503:405007.7.7.3..7-..3.7..3 503.8.3/-075.2.3/03.3./03.-8 .3..3.7:939.3.880..3507025:.4/03....:79:8 .34047.39/.%0.25324/:890780-:9 -.3%03.3.3.9.3:39:/08549./.3.202-:.9.-.9.3.:8.3-0-07.90.9.93...8.3.:39:20372.7049.3/./ .8:3.8.35:.:.3.0.3.0..9:. .8  8. /03.-..7./::3.347:5 .3.3'093..3.3-.90.547.7.3.3.3:3  :.203.-443 .3.3.3:8....07.7..8.43:250.3/4308.. .330.83 !020739.03903.3.3 507. /.33.5 802-:3 802-:3 /..39/..3 -.39.38.32. -079.:.90703/.3503../0.27.3 5474:8 .3 5073/:3.39.390.39.-07.27.9/.8..8!02:.304342 ..39.8.3:1.35007./.89.8./.8.-.3/08549.3.9: 09:7:3.4380:0383.7..3/4308..-.3203.8.8.8..3/93.80..... :3:3../.3 507. 20250792-.2-039:503.3$07.3 -.:./.7%.203.35. 5030.3.703/./809475079..07..32../50749..39.33/:897 %03.3-..3 . $.2070.8.:9 .33.2.343897:88079.202-07..: .203/47435079:2-:.3 0:..3.3.3042-.8.3/.31./.35./7.:.7.4.3 -007..07..8202-03/:327.8.20.890780-:9/. !07-.203:3:5.5202-./4:203 708280-./.81.730./-/.703././.8:..3/05479.8.3:2.3/.5.0.8547/ 903.5..3-07-.  %09. 2070.8../.327.3:3.3 2.750/08.9.33.0-:9:.307..9.3.7.3.9.3%:..-:7:27.3 /.. /4:20320..:92030.3/507-:7:/03.5-:7:27.2030-.3/4308.703./9.320. .8.35. .8.31.39/.8.3-0-.3.9.3.3.3203.7-0.072..5.35. 90.. /.2.9.7.

3:9.3 89. 54883.5/:-.2030:.3 703.7.3:..3./.85472070.. .- 80-.9./03./8090.39.8..9 .3502-07.703.:.3././2:.8.3.2:3 2030..3907.$05902-07 909.80.8.  !02:.98203.9.3-07:-.203.203.902./:974.3203.3..3.:/50748.8.3/:97 !020739.. 503:87.30-..3... /50.32.9:82070.3.7.4942..02-07  /./.3.9: .5..7/.:/50.:.7.:.3..3.7  .7.35.72.8.7 /.8:0.:3  /..7#.3.830.703.880-.3!%/.-9079039: 28..9./-.: 507..9..8.. .:-07.2070./0.23089 ../90758.8. 5007.20.9..5.. 8050309.32.-.3.92.3/4308..  %./.8::. .03%-078.0.340!020739.3 .9.

#20.25.303/4308. .  %./.202-.8..9.8.7.7..3 7..3.3:3 !3.3.3.03907.3898.70 $:.3.:   %.380-08.39:202-07.3.502:.3%072.        %... 5./03.3  $:7.39.32..-.2.3 $:2.8. 5747.79./903..  $02.7  :.8.70.3./574808909.8.7:39:202-07./.-.7 507.33.3/.9 /2.7..3.2.320.8.3  .025.07.3!07/.3/4308.8.97.3574547843.380:-:3.8. -03.8.07.7.3/-039:20./.8.3.8.3  %./.3 0:.5.7.25.39..3     !.07.7. 4502-07 8.. .9.3      :2.   !0.  .3/:.#20309. 80..4.8.#203.39079./.!02:./.2. 2030.8.7 .5:.%.205:.380.3!07/.3.0/.3.   :2.03975439/.8.7.3.7.3947034087.3 .3.7.9  3943 ..-072..59/./.3/.:.%-072.8.8.23089:39:5:.5:.25. 5079.7.3.8.3  .3  !020739. 0 /...3.3.3      %.3030.3/4308..230893/5075.907.73..3.3.&9.7...:.30802-07  02:/.  !020739.8.3. .83   !020739. 2.3.:0557084  %.3#.5/3.90.3:/.-07.7.7.8:./.3.2025075.3 05.3:3-.7 !020739.3:3-.3/03.347-...:%2447/3.8..2      %.3.7#5 2.3./.9/..9:39: 8007.230898.3../.3.08$0.25.3 7.72:3      .3%03.2.7 94-07 8.3/.3.72:3 #.9.3.0 3/4308.2 05:./03..70    :2.709  7.3% 072.7.3.3.. % !% ...3 /.0 !020739..9 ..3:353..:3   808:.3.3-07...7:/..3      $:7..3..8 47-.3      .3:..!%.7..9..3.      $02.3.      3943      :3:.3-.2.2/..70 5..70 5.832./.8:/-07-.79.3%-072.8!02:.30-7:.3202.2.9.4.31..3.072.  0/./03.-.398:3.3!02:.8.9.-0 ..      $:2-070/..03975439-.808:/.!%.3.07..3/..:   :3:.38:3/.843.:3    4  0-.3%2:7   !.3503:.   0/.309.07.33.:9  0..3203.02-07  !747.

25:3.8.205:9.25:202-.3/.393.:20302:.2.7574538.9.3 97.2-.30548.9.32070.3-07..502:..3/.2.3-.25.9.39:.3 0:.3/.8.3.5...3..3.3202-..3080..3:8.././03..8.3  5072..:39: .3/03.% 23089.25:.8.3 !020739.80-..32.07. .903.574538.9/-07.3.0 .39:-..33.8.83 2.9.9020703.033.0/.39/..3 05.3 /..-:5.385479..3.8.7.7%230892.3./507:..3.3./..83 2.38.3503.2507.3/.7039754390-:49.3.3 808:..9.8 503.9-.3-08.90780-:9..95072.02.3/. 80/.!:8.3.503:3.. 502:.

8.49.00:7..25.3.

8.3.8 508../23897.73..80.-07.3.3#03907. 03907%03.3.33.-$.5.3.7.820303.8.8.8:8..3.3:9..7.3.390780-:9203/4:2039...390997.25::39:202-.7:2.2578.547./.3-078.3..503. !. 805.2.30:.3.:574808. 502-07..3807:8.39470783$...3.903.3.-07-.305.35:.:/  .3-08. /!07.8.3503079-..07.9.7  -:7:27.%0..3/4:203027.-:7:27.9073..8./.-072.257 507803/.:/.8 027.3.#/8.-.3/4308.38079.9 907./.07.28549.203.39:05:./7.8 2..3/4308.-07.3.25.3#/..503/:/:7.9.8.7   !02:.8.303/4308.-072.33.3 02:/./8.8./7.3:9 507843/.3080.../.3.3/.8/.33/4308.9:/.253./.3.3 0-7:.305.182.3:3.3203:5.9807:8 $.3-.2.9 :9.3503:7:8...73007 80.8.:/ 7.3-.547.2.3./....3/.3../.3809025.3.32./72.7.3$!! /.3827..:/ .39039.3..: .07.:.3...38.-072.32.9:7./.:/203.-$...8547  $!! &39:202-..-$.:203./ .25:  /-07...3/.3!#%.3.9. -078.3.. 43/8 50.3.25:3.2. .3/.3./.7.47.2..3.. .3/4308.357.7 ./9. .3 !020739.5007.73/4308./..3..%2:7%03.3202-0-.8..3/-:80417.2./03./.8.07.202.7.32.9.3 05.-$.5.3/03.5..35072.5.3./08.3/4308.33.3507-:7:.8. 5073/:3...3/ 7./.3!020739..203:3:574808::2.20325.8:8.-$.3-:7:27.8. 3/4308.8.90 57.308549.3./50.27.3  ./70.3.3507. 203:7.7.07./30.38../.3203.5 5.3 5:.39:0.303975439 05.8 !02:../.  $08.39.39/.350784.9..2..5-:7:27.07.7.380-.30..380-.32070.:/:39:20.8.3 8007.9047.203..5007.31.90.38.3.03/4308.3502-0..!.3::2 ::2 /..83-007.8.3907.25: !020739. /-07.:5:32039..3.3%7./.3/-07..350..3 .3#    .-.3/507:.7.3507/.3  .3.5.3/4308.23089!020739.-:.7..35747.3/..:.3#/:. :.3907:8203.3-8.331472.47-.8.9!07.507.2070.:/ $09.05.347.8/.7.943.8.3/.3./../ !07.39:903..907..39.3903..-$.-!020739.3/.. .9.93.5507025:.2.3  :8:83.903.5.7507025:.-072..-07.3275507-:/.3202-.8.3.8:8 .550.547.3.3.3%-072.502-:.3503.7%:39:202-.331472.385479.7.3...9. $:7..07.8.7 3007 $3.3#203:3..:.93907/.

3-.:/:.3.7.39.../..903/07..5 02.  &39:.  080-.3/.3 :.3  05.5.8/.3.3:-:3.3-.305./.2 7.9/80.39.202-..5.3 47.27.-. .3 5072./.3.3/:.843./70:31.:2:23.808907.3. 203.547.809/.5/:./.3 080.3..79.3.33.38.25:3.380-0:2./8.9 .:3 90.3.-072.-:5..3 ..80-.3 503.59.82.-..3 .3207:5..3..8.3903.70:..39:05:.9 -07:7../3943 .3..:5.47-.3/4308. 07..3-07084 5..3.8.3507/.9..8..07.390780-:9  0283.3-.    $0.:800425447.3.38079..2.909./03.3207:5.3 :7.5.:800425447..8.2202-07.2.3. $0:2.38.5-.9.7.3#4803-07   5741507025:./.7.3.2.3.3.:39:202-08. .3.3/. /-../. -007.347-..8 047.3.2.7.3503.18 03/07 /.9.3-./ 5.9072:..393../.#49.203. 47.3.3/.3-.39:202-07.5.-07...3/...20.283 :7.843./.19 #03.8.790203$48.9  &5.3.3..3:3. .33 0283.5.38.3.5/.3:39:203.3./. 2.2574808::2.3/.3 /-07.303/4308.-9: 502-07/.7..3203.3:3.3.07.3507/. 3-.947-.7/.25:.3 5007.8:.3./.3-.0 7:2.3 502-3. 3/4308. /.8.3. /.3507/.38..2.9503/...7.5.9/..3.30907.8.3/.304342909..8.99073/.3.2.907.3..:39:2025079./.380.3 /.3503..73.800:.5.  !02-07/.3 $0-.3 ..2070.50702-.. .253/-07.3 -07.43/8808047.2.39:.3.8.0303.3 8.9.3-.902-.3.3:.2203.39...3.3:7.9070-.30283.3.9.5:..33.:.33.2070.3..907503:3../03.3.!02-..25:3..7./.8 9072.3.%2:7 .25.3 .3/503.3..9.3947!03:-:3438:./.3.-072.8.3 -072.07.380.$07.503.: .25.2503.3.307.. .: 3943 05.3-..80..9/. .502:...3507-0/.3/.3207:5..33..9.3/.3:8.8.3/.25:3.8.73..9:57479... 574538/.3.305..790203$48.3  .8.7!020739.3 503//.3.03/4308.3.347.3 503//. .3..72.47-. 203/.1..3.947.3/.07.3-0703..3.-:/.3 8.47-..33.:7:3.3.3502:. -007.3-:.950393/.38.347..80-.3 .3.8502-.8.8:8507/.5. 2070.3-07.32.3507025:..3 9/..807:8..3 438:9.2.3.3./.3 .3..3.2:-:3.33.3. .5.7/.385479.3/03.3/4308.32./.8.38.3507025:.2.32039.:3 :2.5:7./:.3../.3.8.8.42508.39:.9.0/./.  4.0574538/..79.93.5-.93/-.8:503.47.32.27.:3 8079.30/:5./$07.397.3.0$3..343/83:3.9.3/.3/73..3-0.3 5072.503/:/:283/.3 /.9:9../.3.207.309/.3./507:.3/5:./03.7.39/./.2 507/.3 0548./.38.05:.2070.9.909..907503:.3.25: .47-..43/8848.7.39:.903 $.2070.3.3 203:39:3.3/.347.3..305.3.320207:.307.3 080.9.70.8.02-.3 80-..320302-..3202-..3-072.. .8.8.8.3/8.9.3-07.3...8...9.3.39:/./.8/.3 507.39.9./.9.331472.7..9 0283.30/:5.3-07084/.7:40-07-.2.25:3.

3 5033.380-.08025./:203/.5.  /.3.04520394.8.3-.808907.3. .3.3...3:.3.3.-:/.39.7804.3..30809..3 503//..30180382.507025:.42:3.  0-.3:./.3/.3:8..3 5033../47-. 43.3 207..3503.8/:52.7!..38079.3/.3/.547. 809.3 503//.9..9  .31..32.9-:9.  0-.3:.35.30-.3 50309.804342..3.33.9.3 8.8.7.33/.203.7985...3.2.2507:2:8.039434390#9841/ 03:20./.3/.9  -.8/:53..3 907503.3/.3503..9.203/.3:3.7%..7.7.303/07 502..30805.8.89..3.703.09 /./03.3/:3.547.808-.3/0./.8 /..907./.33.3 907.320302-.30:.3-:/./.380./.3808:.8.3-072:9:/.9.9./.3/.3/9./... 3.3 .7.324/0502-0.3 39073.9.3907-:.3:3.347/$:22943 $:89.3.:507.../..9//.7.3 90344 803/..503//.3:3.39.2033.30-:9:..59.50749..5033..8.9.5907.30809.3907. .431/.9..:/.9.3..820 8079.  !02-.503/:/:.57.3:8..:.3 503//.3 /.9:5.3:.843.7.3 9073/:33.3 .2350207.3/:5 /.:39: 503.8./022033.30.39:39:9.3-07:8.3 .7.9/.80847.943147 43.32:9:9:7.8/.3.7.30/:5.7.38./ 5. :39:203/.7 93/.25:203.705.9.7..3..5.3./...7.7.39.9.8.8.3.39./02080.39.8.30.9&&..390793..805079!03//.-00.9907503:3.3.8. /:./. 80-./..3-07..31..7.30283.8.3!.30.3.3.0452039.203:7.:50.72:50309./.20/:5.9.8.5.3.3-.23/.907.9.3503//.35:-  !03//.7042542.907-:.7..3507025:.8.308025.39.3507/.32.9.3503//.5..9.3  ...9.3283 8079.9.05.20250792-.3/.33. .3..3.3:7.82..07/.3.7-078/..3:.:.. /.3..380-.3.3&39:$02:.3./..320..3507:./.9.3/.3503//.30.3:7.8.9.7.3.3./.3080.3-072:9:/.3 503//.9..2.39.390.-9.3/50790.3503//.:3 503//.38/.43/8:39:2..3.3.8.843.8.3.::5.809.3.3:..22033.3 2.5.30--08.39.-07.3//::340 89.3/.- 0.700.3./..843.25:203.3.8.30.39.3503:39.34.33431472.8.233...3 507/08.3503933.9.8.3503//.007.30283.8.39.9.:50203:.038.843.3:39:5747.3.2.9 203/:3/.3/.3-072:9:50./.207:5.3/.2.93.3:39:2033..38:2-07/.342508  %:.2/..3.907503:3.809..5 502. 202-07.3 20203:.8.3507:-.3:39: 203.9:.93..7.../-:9:. 5:9:8804.3203/.2:9:503//.8/..07.33.2 503//.8.3/.8.0-:9:..3:39:203472.0-:9:.33.3909.3.7...2.7.7.790750393/.25.9.32:9:8079..7.3503//.203/.2.5.3507:2..347.503//.9 503//.5.907-:. 04254 .3/.  .50747.808.9283 507/08.8 203.3  !02-.5.2.9.72.3203..8..8.31:3843.3.3-072:9::39:2../. 3.3907.507025:.3:39:2..3/:5907.7..3/.2.32030.3-.34-.9./03.73.:3 /03.. .3-07084 203.3.20302-. 042540.30/:5.. -07.9.3/720.8.307.7.3. .7.0.. .0203503//..3...3.7..3-.3848.3202:33.32033.9283 205:90.

9.39:5007.7&8..97.8.8 3897:8!708/03#4 %.2 0:./.380.8.5033.2.30907./03.9.2::7.-/.9 43/8 047..30307.909!.30.8.3804.8.7.3/.3.9.30907..8./.3./..3/03.3.3/03. .35747.3:3.33.3.7:8 :9..3:3843..2070.3.832.8:50203:..331472.042548..32.3!03...07.3507025:.35:-2033.385020739.9.7.3-0:2907.393..3.32.92033.3.:.: 80:7:.007.3.:502-3.1503//.8.3848.3848./4 /.507025:.9.307..8/:5 /.890780-:905.5020739./...9.3/./.3429203 42920339073.7..30/.2.3 08549.:3 9039.8207:5..33.3..9. -:/.9::25/.843.8./.8-.7809.9.2574808549/..9  .3574/:8/.3/::/..:39:20250793:.7/.25747...8..3 42:3.3907:8 20307:8  09/.2 -039:8890242:3.802-.9:2.3.25.. !747.89039.8 /.7:82.3900.9.3.3/.331472.331472.8./..3.3402.25:20302-.202507:. /239.5:8.2/.331472..38:2-07/.  :7.7..7:8 /. 2025488.9 20207:.390780-:9-.9.0-.3/.3  :/.:..30-03.3.3.3.320./.3:3./.3 0-:9:./.3 /.93/.89072.:8.32033897:8..32033.3907.3:3...389./:5..7.:5.2.37039. .. .5.2502-07/.8:/08..907..39.802:..3203.3.3907/7/.3.98903/078079.5507025:.35..82.8..:5:35020739.8.3503.0.35073/:3.:2507025:.7. :.3/.8079.38079...503//.3.503.9.:...:5:3$ :39:2030-.92.-.39: 0-.3/8723.3/03.3507:-.9.203025:73.7:203-..8...9.3080.809.3.7.25.3.7:.3507025:.:2502039...7985.27:2.:39:-007.9.3/8003.30.3..7-07-.250703..8.3.9.20.2!02-.3909.3 -0747039.3.73.8-.3/.3  507025:.85.3503:..83   .././03..303/07/..3503.3-07...-.3  $97.: 5:.5:7 !07:-..3 502...8.303/078050799:/9.25.-0:2203..2.3.3/.7.3/.7.7-07-.. -:/.3..9 002-.3 447/3.2033907.. /..3907.3  50.93/4308.3/..302.9.9.3 /50792-. 8073.3./-/.8 /.39034431472./.3...910 8805079!#%!:8 .-/.347.3.3 24/.3 0907-..5507/.3:.7.30907.3808:.3.7..2:-:3.3/.3:9/2.390780-:9.3.3 502-..32.25.3:8.8803.805..347.94 3.3 2.//.3.8/.2..3 7. 2.9.25.53/.3.7.9.25.32033.2 80947/.3 .:202.38:2-07/..8.3 9072.3080.9..7:8:9.3 /.5.22.3 /..7.8.202-.3.303/07/.8..3507/.7...5:39:203/:3 809.3:39:2033.320207:..2:3/02.2033..8.3/02.907/.820.3 /.3 -.35.25:..5389.2.3502-..3502-07/.320..3-07.07.3:. ././:/..3-007.43/843.520307:8..3.203.8.:38:7-..880507947..8.89.38.39.:8.80/.2.  5030/...90503.8./.39007..30.9.32:33/.3/7:2.5.183/4308.9.3..3/80.5033.3 50304.3507.9:.7.9...07.3 5747.:.90907-.8/.8.75:.3090758.9 805079907.309/.3.3 47.3 507025:.507/08..38..8:007..3090780/..9:88:-47/3.7..90714:8/03.8.

!740.3:3.3 907.8..3 ..2.... ..3 .3./.397.5..2.3/. 05.80-08.709  -0-07.7.7:39:-075.8095439/3/4308.9:9.:.7.347.././...79. .. $:7.7.3.0397..3!020739.9/03.3 %.2 5.: :2...%03..347.:..8..3.7:3 ..5007.$.7.3 9.3.79..39:2070..07..3.7.8.3 !42.7.3/-07.30../.83..353.7.80-..3.9 ! .8.907.3.3/02.%..8:/.3 307.3.3 ./.3/-:.3 907-./.3.3/.  !0.8..3.3$.8.3.3:5.:2.02-.7985..25.7..9 ! 203.9.8$0-0.8.:9.. !74538#. :2..3.3!020739.02-..8. 7..3 4-.390780-:9203072.3/.0.0 .2!0.9.0:. 47.8/..3 47.3../.3. 20.3%2:7 !.70/9274/3/4308.7.2.8..3 /.3/5:..7.9!.2502-07/../.08$0.3/./.:.370/9 24/.77.3#.39..&8.3 . 90.320.8.3$.:39:203025.  47.25.7 .79.3!0.9!.3!0.:7. 2070.37.9.80-08.7974:54:3/.3!0./03.5/-039:/80-0. 47.9/$:7.35747.704254.3.!740.72...9  .8.0.3!.9:/0./843..3 !74538 $:2.3 $0-0:2-074507.397.29-./03.350304.8.7/.9:9./.&9..709     .3  47.9.9 :3:..3203.3$.5.0805..3 !74538:8./03..9.9::5.:2:23.3.3 03....8.. .37039.9 ! .3/03.07.32.25.9:9.:2.30-7:.-.05. !023.7..02-.9..302:/.7.:39: 0:.-.3 .-007.3.7./03.2 !74538:8.283/./..7. 0.3 0/.%.3$9.7 #5 7-:80.3.-/..3...3-07:8..0397./.5. .8.3042542. 549038-08.33.9 4-.9..9.370/905.7.%2:7 3943 !74538..5..709$:7..320.70 !74538 $:. ./.%03..8.32070.3 02:/..502-07/.27.3/7 ! /0/. !0/:/./.7.3-.390..3 !7453805:.7..8.507-.0789..%2:7  $.3 !74538.9073 /.39.3.8 4342&3.943:39:203/::3 02-.8.9:9.3.5507/.307.3/4308.9 /.703.0.-. .3.3:2.38.: .3$.8.%03.   47.5./.33943 47. -072.3/.79-.3%:39:02-./. 7. %. !74538.3.903..3.7.7 :2.3907.7.8..7.39:..9..79.:7..2003%7:89/.-./.8..3  $02. .. $ /.3:3&-.5 .2003%7:89:39: .8.3805079:8.3202-.20..5:39:202:/..203.9.5507/.503./.5203.59::.203.:38:7270803../..3 !.2.70 5./.39:.3/4:20327.-.8.::3:.79..:.3503:7:8.. %03.3 !74538..3$.2.3..47.32025:3.709  5.8/./80/..39.72..9. & /.3:3&-.:7.3202-07.9.3 47.9.8.8.37.9:9. 90..709 80:2...3:3.3!.37039.3  47.3949..202-07.353..302-..3.5..8. $02.7 #5 7-:  7-:   .

./.3/. .203/.9.3$9.20/. $ 203..82.203.703.3 503//..8 !03//..8/.370/924/.3..7./.30-075.8.05.503//. 5.8.0.7.3-0.32034.3/.32./..77./.9073. !74538.3.3507025:.3503/../::3.89. 90780-:920-.9   .  0:.8./.3.320.3 0.503//.3507/.3/:5.7.3 .32.:0:..0.7/./.8.   :73.: 203.:8./.9.339073.39:..3   0:./.9039.70:.8. .7.7.350..34397-:85..850.3 0:.7.8.:.203..507025:..73007:39:20307.3/7.3.9.7.35007.:7.3.380:7:809475020739.:50209.  897:5.9.7./5. 7:2.3/.3/:3.5.0:.2070././.2.8.397.7/03.7..3. -../.7../5007.7.305.8079. 5023./9::.8.. 47.370/9 24/.3507/.9/.30--.390.0:.0:.3.5:8.8.203.3...3 -07-.3.91-..9 :8:83. /..9.9.2:2./!0/08 .7.:7.2003%7:89:39:70/924/.3907.05..&8.7 907:9. 8.3503//.3. 05.3. 203:5.5..8.42 0802-07   .804././.8.3. .7.9 3/7.38.:502-07..339073. .3.7..83.2.503//.3.7.3.9-08.9 5078047.:3 03.9   .9.8.331472.3503//.920.3/.:8:83.7.:.3/7 ! 203.3/.507/.3.32..:8.2//08.9....2.3/.2503.%.3..3../507..350309.3./../.3.3 5007.9..7..507025:. $ 3.3. -.9075.80:7:.93/7../.7././.7.90780-:9 !020739.8.907.320207:.7.3.3.3/03 $02.3 57.9.2.3.8 :.347.3..32070.2.3507025:.  !033../.9...&9.3 !033.:$41. & 203.7.370/924/./.8820/.32070.3../.3 50.843.3/420892.33.3507/.3.93.3-08079./...3.3804.843.:-.:39:9::.3/ 3/4308..9:.390780-:9 907:9.804.8-.5.3!03//.3848./..7.3.8.7.3/.3...3. .:39: 20250740503//.320..5.9703/..808-9.05.3.8:/03.8:20. /.05/. 31472.390780/..:-07-.3.7:8574/:9180.3./...3...3 5033.9/03./.3.73007 5033.  ! !03.3-.:39:202-07.3:9.:7.802.283 .. &39:2033.88..9.3..3.283/.3/..202-0.3/.79.3 8..  0:.3.7:2.850 ..808:.3/..:5:3:.3 /..3.38.-.2.3.32../03.22.3.3:39: -..5070:.73/7.3.9.3502-07.3 !74538...8.: .9.77.3.2003%7:89.347.5.843.3 -.3.3.3 :5.7.503//.503.3/23.77.3802:.39072.347.3.3:.2.3503//.23.5.3.3.35033.283/$:.2003%7:89:39:20.3 !74538$:2. &5.8.9.3/.5...33..3   .043428 $073.3!42.9.503//.920.809.8 80:.

3!02-.:39: 50.32.88..33/.7.33.2.:$! 802039.73007 :...-.3!7.3/4308.3503//.5.9283.3/.3:3.34. 8./.3.20372903.507.3 2.380-.38:7./4250343!072.3503//.9 !4. 02-.9-007..8.3.!745384..8..--89907:39:::8..073088202.3-.9203:9:78:83.88.9.9./:.. %.3...3 .7.3 -:.3&2.3...8:/.73007 0.3 /.3 .507.9. .3!02-07/.50302-.3-..3 ! 97. 202-..3   -0.79.90.370/990780-:9 /.25.38:340502-0707.9.073088 .. .3.7.3%.709    .9 .:3/..7. !.7.307..:3.3-0-.32..8.-./..8.80-.8907:8202-07.39: 4.9:/03.3507./.7.3.3 $.3.39:.8...:4.3$%/.79..3..::8.3#5 :9.380-0:23.9.4.: 5747.7.!745382037247.7.79.3903...:. $07..943 !&  .5..23.709  !020739./:.3/-07.07.79.3:7.340!020739.90207.2.2-0.. 0/.07.92 5.3.905.9 :2.397.9. !$09.8.8.202-07.!03//..$0..39:2073.7...3 70/9:39:503//.  .30907.::593   !033.-- 89907 3.3.3:9:704:3/.9.25..3...9.3-0723.9202-039:042542. .9:20.25:907:9.79.

3.7.9.2.:3. 802039.5.7.88..7..#5:9.:39: 50./.3   :2..

3 503//.33.%03.3.3.39.3202-07.8/.25033. 20.7 503072.709    ..8.88.3 3 !& 20703.2.2.3 ! !74538.:33....3!74538.7985...9:..-075.310$8 042540.72.3 -0.88.7&8.. 0-890!&  /.!078../03.0-/.7./.8.8!03//.808.88..%03./.3. %.05.3-0.3 007.:..3 503//.9.

3:39:88.3.3.3/7207:5..2:78:8507-030. 804.39.349..3/7907.3..2-:9  ./.!078.3.88.3/7 342!439. !747.3/.3.88.//.:8.3.7.324/.09809. /:3.$ 802039.07.5.39.39:.7:  .3/7:.37.9 /.3/5074.5503//.38./..9$/4.3..3/::/.5.9202-.3:39:88.39.3 5038.79.3.3:.7.39:/03.7:8.74 !74538.3:39:88. /.9.3-../.%03.3 .3:7.2-039:502-07.3 5:9:8804.3-0..3.#5 7-:507 9./.:39:2:7/283. 5:97..32.3202-07.80507928.88.79.39:507.3/.202-07.7#57-:507 -:.7985.$ #5 7-:507-:.3.804.804. $! /..2503//..55747.8/:3.3-.39.80 3/4308.:39:50/: 907.9:.:39:2..:3 $0.808..3!74.39:3 $0./.3507.202-.:8.9203:2 -47/7/.3#57-:507-:.3203.3 0:39:3..709    050/:. 0-890! /. !0/:.25:-07:5.3-0.38.3..3/7:39:.72.:..88.3:8:85:97.3 :39:04254-0.0.3!74..88.9./. ..%03./. /.5.3/03.2.%2:720239.:380-08.2!0/:...3-0...39078. :   :5..9425:9075.9:.!078.72.3.3-0.

808.2025:3.3-0724947 .94:80!747.903!.2.7985. 500.  .05. .::5:39:202-.3203.203...31./.79.:203/.3/.503//.9203.3907.202-07.90.320.  !:. .3.380-.2:7/ :7.3/80-:9.5:9:8804.5.0.72070.38/./.30.7#5:9.3/5. ..993/.39:.7.3.32. . :.3 $:7..-0.9..843..3 .-:5...3 503:.3-.3389.9 05.3:7.5747./.3-078.30.5.2033.7.502:33.3.88..7/.3.9.3.8/:5.89..25:/.9!.8025.3/.34290$04. 2:7/.2 .7 .9: 50/.202-07.3503933.39:.3803.32.2.3.3.7.33.503.:39:202-.5.3-07.302-.2./.32..3/39073.983 !.32.3:.790203!03//.3.9.-.3803.808..3 ..9:39:8..3 907-.7.3/7/.3/.8.3..5.3..843../843..8.9:39:203.3/0:.3. 804.7.3574899:8 90703.30./503:3.8/..33.3-.8. -09:50/:/.388..3 0/.9.2804.3-0.79...-:5. .3.2 2033.3.9 330 /.3 907.3080.203 50239.3..8.3 909.:503//.0-8.0789.30-:9:...05.25:202-2-3/.9.3007..03903/.%03.304342:39:/7/../.3 503027805.8.39039.9.3/:.97039.8.... 0-890!024970-08 /.!37.3 503//.3203/::35747.2027.3507.8.950..3:.9-075.9 2027.39:.9-0.3  .3:.503//.7.3.3.3303970 % /90:70:5 447  425.3..9.:39.3/.20893.3 8079. 070.2202.2..3/.74 4 //..702.9.808.25.90370-08 !74538.7.38.9. 70947.88.8..38.!:8.5:9:8804.3 503//.7.3 $ /.3-0.3-0. ..9.3.3.913.3.5..35072./.2070.3 0:./.357./.79. 202-. .9..5./.:3  80:2.3 5030/.2-/..3-0.3.:7.303/.757.90.7.8. 070.9./.3.320302-..:47-.:0.709   !020739.3.8/:. !./..88.9.8 $0.3/. 803... 239.3 90780-:920.:7.....3 ..3-.9..39848..308025.9.3 .:7 8.3.797.2/!443.503//. 3.3.2.2-:.9.-07..3-07.:5:3-.3.25: .3$!..3.--078.503//..907.9/.3  8/4.2#:2.203:7. !.3203.!74538.3-079::.8  0-7:.9!03//.25747..3 07.20-/.3 0-890!/./.!747.709   !020739.3.88.:3.709    $04.920207:. 20304.3.7..3.72039%7./03.  .8.3:.8 /./3/7..747.3080. /. .9$& -..47..3 09079-.320.  /.3207:5.39.203:25:.3.7.720380.3/:#.4.3.9 4-..7.39:.3907.3:39:-007.8.943.2 503//.2.2.9073.8.3!03//.3./.3 503.709    $09.25: 803.3..9.390780-:9-0:2.3503//..3 202-:9:.4-.3/.5203.8.39:2:7/ 2:7/.7   070./05.3 !.8./.9/.3.3.9907.88.2.39:88.:5030/.5 54:8:/.32.7.3 !:.7.0-/.3 ! .808. 503.80-.3 723.7./.#.:5.%03.25.3:3. 03.93.

.7.32022:7//.-0.3..0 .5702.305...9-.5../7.5038:3.9503//.73:/.3.9./094807.79.9.:5.5.30.8..3/.380-.2.3 .8:/..9202-.897:9:7.83%03.350309.. $04.. 9-.3.3.502.3 :7.390780-:9 425.8.8./5..3 0.503//.7 .38...3.247.:39:203.8.42  .8 :    .3:2:2/.3 .-....$007.-074.804.3!74538.:.29-.37.. ./2.9.3.98.3 . ! 202-0-07..202-.. 8.9..809.3/..3.:.. .7/.39:.3 -.3.2.3.3:.8.331472.3.:5:9:8804. 2.7/:8 .8-.3.3.907.380.203.3/-07.7.3/.5078..3..3..82.3202.093.!03/430.3.3.32.2.3.390- -0708025.3 7.%2:7  2-3.3.3.7..3.503//.  20...7.9..7804.35:8.8:7.9  .3/.3 .3.7.9.:39:202-07.3#5 7-:507.39:.3/./4.3.3.3.3 $ 4250%.3:8..320207:..3.3.7./.8.3203./..3/02.-47..:7203.8.3.28:39:203//.3/.9..3..7:39:202-..1472.7: % .3-071:38-.804.3. /03..3:7:$.42   $:8:8!.3:39:2025:3.3503//.8//.3.4 /   $#..  . & 203/7.../.7 9025.3207:5.370.382. .3.3!0.8.: %..9 02-.39:503/../.:3.2070.73..73.3/.83907309 90780-:98:/.3.20203:.8!..3..3.3/.8.3.3  .3:39:.2..79.2.805079.7.9..32.9 /./.:/.380.3503//.9.3.82:50309.3-...7:39:.3 203/. -4..9025.3.3.3.72. 8093.9.3:39:.703..3: .9-..203.3804.3:....8./03.5.8. .2070.3. .3.3/03. .9 3.39:20203:0-:9:..8.3..7.73.-425:907.3.3.39075.3 .3/.3.357...3/4.3503933..3:7.3.25: /.30--.90780-:9/-07.07.7/804.8..75747./5:7  3. 03.7.3203.3/5.. . -07804.32:7/  .3./03.3..790780-:9 . .5. $ 203/7./.320307022:3.703.35:9:8804.350./.5.3.7:2.38.9:3.8 203:-.8. 7.370..9$/0...305./.39.79.8.33..3 5702.3425:907-.9:9.30:.2.3.3/803/03.3:5 7.3-:/50079 2025:3.:.79..7..34930$:7.9503//.7.7.3503//./.3!0./.3/..30 .8.3. .20307:3.3.5. .339.0283.7025.094807..90780-:990.38.3-2-3.5.3/-07-.3.4 /   .  !03.5:8..3..-07. 202-.3.83.703.2. $04.-08.3-..3!.3/4308.5007..32025:3..32030./3  9.9-..3.5:9:8804..:3.7..39...7/.3247.3/$04.2.35:9:8804.9$04.92:./.  ..:/.3.8079.7 .3 &5.947:2 425:9078.7 .3&8./.4 /   .3.25:80.3 503//.3203.3/.8.3.3 !07.8$04.

3/23.07./03..3507025:.9202-07.23/../.8.7 /9::.3.5:8.7. ! /.350/:/03.3/03.3203/..3/5..331472.8 9039.3.../.8..3.3%070804208/.203.:  8079.3/03.3/.33.3.804.3 47.3.3...3453 0-075..3.9/03.72025:3.32.39.3 /.33.3.3- 2.848.8434203.8.3.3503//.&9.8 808:./.22..3-007.3!02:9.78.3507/./03.3..30548.8!03//..3!.9033/7.2...331472....0.3..9.3:38:7-072.-075.25:. 8.2070.5:8.3.39::.:.3 507025:.25././/9/.3.34930/...350/:5.7.3/7.8.$%! $& .3507/.  3/:897!.3 !! 3/7.3  $ /.9.3.2507/.7:.3/808:.7.8.3.25.38023.907..2202-07.79039.:20/.27.8../.0-7:.8.9 ./.3/0.3507025:.32.2.3.8.2503//..27.3-07:5..:5:3009743 /.3203.3.3.507/.0802-07  0-890.. /3./.3:..3..7.9.30-:/.8.42078.8:8 .3.8.2-:/.3/0974%'9../.30--. !4.3.-: -:..99./03..:3.3..9 $ ..3..309039...3.72070.9 /53.3/..9.7..: 9..08.308549.$.3.2.340 . .78.3..3.3!07025:.3.3..2-039:.3 /.3239!07/.3 702.3508079.3!.3/./.3 /./ .:.39507/.3.32083./..3..3507/...8..:3207:5.09.709   !030-.9:39:-0.7985.8.7.3203.2. 2.3/.39070-.:39:20...7804.2./80-:.3507025:..33..8:.3-0.8.3/.35.2:5.8.: !74538.57.3  .3 47.7   $48.2203.:380.9/.3203.3-.507025:.33 039070..3804.:5:3/.!02-07/.3.307.: .7.0..8.. 47.3/.3. 389.7/.3/:940 47.8/.302.8.:.3.3848.3.39/..3408.0907.3.3 .2.0../03.507/.$.8.5033.3/.2.332.78. 2.3.:. 20309...-:.7:8.808..3.3.8 !073/:3.320..3 :39:80..39039./.30 203.2 203.9:9.3.3.3/4308.848.3-2-3.3/9::.8. 503..3-07-. .72.8!..33.  0203907.88.3!07025:..7:30.388..3.8.3 7.8..3.-:5..7503.39038..8.33.7 508079.9:. 202.3.3!07025:.25.7.7..!07025:.9.8 !030-./.7.8 /3./.912. 507/..27.3.2.5:3.3335:3.347.3507025:.3.-.8/. 2025079. /03..3.3.3:73.808 .2-.../.7 $0/.32.2...7../3:3.5:9:8804.3...3..2.3.7.5. /.703.9 0/..8:8507/..8808:. .3-07. 330 /..7:.3/..3.07..3.34930-007.:2.202-07. ..3.2.8-..3 /::3.2:-:3.3 503.9:-:3..25.3/.3:73.-43 !747.3..2.39./03.. :7::.9.3507025:.950393507.37  0:9.331472./8003.3503.3/.!07025:. :5.3507025:..354.3.9.88./.!078./.507.90780-:9/8.  .347.8..3703.3003.9: 05.38907./.3/.331472.3..3.347:242:3./3/4308.8/!020739.305..50302-.3..3 .3..709    ..3507/./.3:39:2033.2-.305../740809.. ./05.78.3.39: :7: 2025:3.3.0802-07 /3/7.8/3/7.7985..73.8.3.5.

.3. 2.3 0-7:.390..2.07.848. $9.3/.2-40.820303.3/..97..3/.32.3/..3!073/:3.8 3...8.3.3:897.7:.07.3 0/.3 !03008.73/4308. %03. /.3.4 .3 .8!%9/..3.7.3.347.2  !439.39.2  !..3 :3/.8.5747.3-07.:.3507/.9.2.0732039 843..11.22030-.3!07808.  !033.9.7   .30903.340 !020739.3..3/90723.3/....3.54507.8  4397.8/0990.3.9:.39.90.43903.83.8.8:83.8./%.2033..07 3...3 &3/.073.!020739.3.7.80/..7:/.203079-.390.07..3&3/.38..3/.9..3.3 .-:9 34507.2:5......9.. 2..7.:...503.7.3.347.3/-.5.3/.09...3 .. 07-.3907.3548907 .07.3!03.8.903./9.790 .700720303.7..3 2..3./.89.907-.3!..3/4308.0.30.3-. !% :39:8007.80-0:2/.3.723.3 /..2-93/.507/.88.7745.9.3827. 39.9.3/93/.94341/703 /2:.9.:5:3009743 7. .8/.3903.-:.::89  ./.2./909.31.07/.8:9./2.5:7././.920.3-07-.07/.5 /.3/4308.8.843.30503. 04.3 .3  $0./8 /./03.3.9.2.3./03.7007 03907%03.7.3.9/47.0-890 :.:.8.347.5:8.91/.8%03....3.2:39:9:78 /.8.3.3%03.. /.9./9::.7.3//::340 2./2.2.30 ../:. :807 $/ $07.9/%7../.3/4308.8:93/./. 207.9.109 89.:..8.%4:789.3 020..9..7/.7./2:...9.:.9.:!##803.9.:3 9039.:3 9039.3&3/..3$:3..3 -079.%0254 .9.:7.3/4308.503..848.. 0/.39072.390.8. /. $0..88.349.1077/./4 900.-075.3/4:203 /./..8/.7.3  9072.3.8 $3.3 !020739.3/.7:.  035..25:3 20.#./4/.3 :3/..8507:8.39: 80:2.3.3..7..3  $05:9..3/.3/-.8.:9.%07803:2 /2:..-..3 .3.3!48907/5.9/.2070.890.507/.3/.7 :89:8  /.549.9:0/43.3..3 .39/..3.3.9.3/4308..2..3 :3/.3 5007.3../. :3   !0..8.30-:/.3 07.:3/.32.805..3202-07.2.3.3/.3070./.008/8: .3./.3 0/.8.-05.7.27.7.38.:....3203.202-079.5.3 /03.7.3.07.  7-:08025.7.5.33/:897.7: .3.3907..790 4.8.34 9..8. 8490.3 !03025.5.3.2.305:9!033.220707:9 203...-0-07.9 203.28079..340-07-.2.325.3:-:3.3.319.8.3.%4:7824.3 507/.79.3..90.2 .07.3%7.3/-.  007..349.3  0..9..2 2.39/../4 $05902-07   0203907.3.07..0./.9.3/4308.30...8 :.34 9.3/%'#  .9/.7/.39. !747..3827.507:8..3025..3503.2.7985.3:7:502-2-33.7:.07..3%'  .7..9..32:.3 05..3 .350707:9.:3 9039.580:2.3..78.8!74538.3.109-07:5.:203079-.3%7.3 :3/.3-07:5..8.3.7.73007 &5.3.5.-4:9 $0:.3$05902-07 //897-:8.: 97.5. 507:8.3!%.3.3827.3507025:.27.:39:2030-.-.3 4 %.: 03907203.203.3.:2:2 5:9.331472..7/ % 202-:.3/.:3 2030:./.3. 94-07  05...50.32025075.8..3.203./..8-.2-93/.3.33..3 .3-07:5..790203%03./.2.2:7:3.5/03.0:. !% /.-.-079.07. 903.820239. ..9/%'-07/:7.3900.850307..3.3-07-././.3%7.

3.805079 28.907..3//:.3/4308.3.8:2:7..703.9. 57   3.520.2/.3!%/.3/.32070.3 /.8.9.9.%03..4 .3..9/03..703.4.2033/.08..3.8%03.:.3 .%90./.3%80.3 %.!74.3947.7.38:8.3:.7.../03.3..3/7240./.07.3 -072.0.!07:8.3.3 $:.-...8.35:../ /.350707:9../..202.3/9025..203...7..73007 %...-.7.07.703.3507/..7.3808:.3807:5.%03.39/.!%.%03.8.:3   3.9./.8%03.9203.43%.3!% .3947 .%0...3947. !% .%03..7..35007.309039:.07./.30903.0-.07.9:7.3..350372..3.507025:..-:9380/93.0.340.3/...07/0.07.30..

8:.:.307. 07.3:39: /08549.07.39.9.3!.90780-:98.7.:./.7.843..3899:843.3...3.50.2.8.3 8.:.8909./.73.9:0.3.3.9.9.390747.3/.22032502039.7. ...8:3.3#03.....7..809..8./-0-07..8.3 507/.30/.-8.8 $0.3 &39:203.5./.79.7.320302:.3 0. !03.07 /.-08. 503003.3/..3:39:203..3 .3 507/.8.3..303.-.4.3.339073.9./. /507:. 0557084 %.!020739.703.3%.3...8./.334507.3:39:203:3.202 3503/7.2.:503.3  07.. 97.9-.3 ..07.3.305.7307..9..3-.3/8.3903..07.3.7/..79.307. !020739.3.73007 .3503. %2:7 3.!020739.503..843. /.943.8.843.3.347..//.5:8.3.39..3 /.34507..79.8:. /.9.3 07.-07./.8.3:5202-.3..:2:7 202.3/9. .597...:203:.07.30.3202-:.3:2.8.3!.2/.!020739.4347-..8./.:39:203/::35747.503.3..8.3  $0.33.8:8507/.9/..0548..3./.5.3..28..11.20907-.52.347.039./.9..3/03.3/..8..3/8:.347.50. $0:2. .907.9.3-0703.47-.7..39.3202-07.8: 9039.:30./.3!07025:.3. %2:7/.07.3.3431-07803.2025:3..2.2-.39::.3 5073/:3.897. 2.347...3:9. .2.3.:3  :.35073.90503./.07.2:32033.3!9/.83...9.39/.3 2.50.3-07:2./.3 9/. :2.383.9:/.7 2.33/5078.389/.3..  #$ 03.2./.9 8:7.703.!48.7/.73.39.2/.39/.950393 .:7.9::..3503.39.8507..8.3.0.3203.350309.5:8.203/0908907./ 3/4308.30802-07 20.43/-.3:39:202-07503.$579:.3/.91 :   $0:-:3./.8. -08. .8./-07.305.30.3507/..8.5:8.:.0:.547.38:2-07/.. -:.3/.203.39$48.9.3:38:7 :38:7503.9..9...3/.% 20372.3..-07.9:.3$48..80:7:5.9.25:3 .720507/.843..50372.0.9/% %02543907.3 203.3//.98.390780-:92025:3.33./.3/./. 47.803.5.39475:8./09.93.8./3.3.3.8:.3.2.5:8.7../ .33.34080-:.3.8.3../.380507990747820 431848..3.3.3!07/.3080.95039380507928.!%8.3/:.703.387/03..9080.!74538.305.7.8.520372.07.07.3 /4:2038050798:7.35.3 .8.3..3/./.73007.38:2-07/..507:8..203025: 897.83..32:335073.3-08.003.8..3:.3:39:203.33..9.

03907 /. 803.3. 5..5./03.2./03...3/04..390.#:.8./.7.3507843/.32.350703./././:5..3 2:3320207:.3  !020739.5.:3.$.3/::3.39.3.3!0.2...:5:3588 -2-3.3.3.3.380907.7../.39:.3%075.7.9.7 -079:.3./-.3:9  .!48803.2.39:.3808:.307.9.3.:800/.:39:9:/507:.3..27.2.8...757.$  4203 8.182.9-.347.39. 949.35.9. /.35034-.9!0.2-203..3!:8.3.307.:38:7:38:7 503.. ./93/.05.9.05.788.3/..3. 8007.0.3:39:203039:.3.8.3-.3.3.#5:9.3..2....0907-.3.3507/.3907.33..3-./:#:2./3/4308.9. 944.3-..8.!74538.8.343/847-.3.3.:3 202-07.3/-:9:.5:8.3..7.38./.3/03.3:8:8 0548.$0907.307.3/09.380:2.7.390./3..3.202-3..73.2202-07.9 :39:20331472.9 /.0/05.

 :39:0..809.79..3%2:7 %.33/4308.-:5.3.349.38.9  0-890.8/.    $0907#$&/7 $40/. .3.302-.39:.8 7. 507/.9.2. .39.839%7.3$ 4.39..3 507/.7.3..8.9.8/93./:/.3!020739.3.73.784!439..3 003.980.2.07.2.8.3503.33/..3.3207085438933.27.3:8:80548.3 -07.3.2.50372.!74538. 203:8:3!7480/:7%09..39.:9:.5:38:790.34.  47:2.9025.903:3:...5803.5:8.3 -07..903:3:.33.3 202-039:4.9.../.347-.347..8.8...3207398/.3-07447/3.9:39:0:. #:.83 %.3.3.83 2..72.2.3:39:202-039:4.3 507/.3.8 /03.7   !74538.:5.30$.20309.9:147:2.80-./..3.92 .3./.43803.380/.903  ..203447/3./.7/.-:5.3/903.3/.349..928.302-.3..39./:.8..2.27:2.347.3207:5.3%2:7/.2.307.7..11.7  0-7:.3  ! !439.9 80-.3%2:7  ! /.3!0.3.3447/3. .3.3.-:5..8 1:38/...3..3!020739.7.7.-.347.!02574.8:.-.3::2!07025:.3/.39.8390.3/.3 007.39.09075.8:3.

9..7/0/0  033%. 44748.3..7.39:.:2:23.03. 90780-:95.7.2 :39:202-.805079.203.-07902.:.3.3./.30.38.843.3-078..39.3507/.!.3/.3.350..8.25.07.9..32.3-07:2..3::2-.25./.35.8./03.809..3.5.:..3020..3/.7 47.7 3/7.8$:9/.8.3$. .9.: .2.:20.3/..3.3507/.3/.3 4203878803907  /3/4308.3.3 $0.34507.4:3907 97.-8.3./.33-079::.2:.8037:5./../.3 !.47-.3  039:07.5:-:39:503:.7 .3 .8.331472.202-07.7.&39:.207.7..347.80/.. /.3.2.7.8!07025:.75.9./. $..207./.3: 203.3203.3-007.$3.22..3.0 -.3.320/.890780-.3:3 08.7. .7.320302-.38.11.2 2030.2.343803 4930807.2 ...507:5.203./.9.3.27.-078.3 40423../!:../.3.25.3503/.3. 79&70.8. .7/ -07-../.30 47:2.30.3/-:9:.208:9.2.3/.47.3.3.3 5844/.3:8.9.-...

3./.34 %.3.8.3 05././.8.!03.38079.88.80-08.7423.5:8.3-.389805079!74538.9-007.2.9.07.3!0308.389.3.7..-0-07.380.307.3.7..7.2:5.3/4308.7:7.2.-0-07..3.3   $ %0770/0842208 $.347..7::2.3507/.72:3 !74538 #.2. # ! 80/.80507990780-:9/..0 1103/078 :.20303. 202::89:.8 :2...07.843.8889.843./.8!02:./.8..3/03.27.2 202-3.803.347.503.3 $..8:2-07 97.25.7!07025:..-:5. -0-07..7.3 !07/.3/.3.339073.38050793..3.307.3!07025:.3.3/.30.3/8003.7./03.3..3$48.30./.8.35007.!07025:.390.07./03.8.507-.9.. 07.3/ :897.903$..9203.9  .9.07..39./4 430  .7./..8.30:.3 90.7.8: 20739807./.07.2. % !% 20.380-.7.7.2038543847507902:..907:9.39.3  $.3 :3/.25307.3:3/..33..3.8.89.3%.3:8.502-039:.2.9380/.3/7398 /1.:/././ /.3/:5.709 ./.3503/.#05:-3/4308.3903.39:.35073/:3.3!020739.3% 072.8./.380-.8#03.843.3/903..5.9.3./.7.7.9: !..7 .2.:39039.77-:% ..97043.9.3 .8/.07./.3809..3.33.3$39073.909003#.07.9.:39:-.390..9.090/703&$   .-007./.8!07025:. .3./.&9.0.2.3/4308.3 5033.3:353..390758.3.3.8.7.!/./03.3503.3!020739.07.08&9.3507/.3.3    -07-.3.1472.3/.3 97.-.-07905.-.3907-:7:-.2.3/2494740!!0/.:3  .9.3 !..43 43:39:!0307.8.!020739.3/.35073/:3.7.3/.3/4308.3/-:.97.07. % -072..9.320/8/.5:8..93..07.$:39: 0-2033.3/03..../03.503.3.38.3#.5:8...3/.3:73.3.9::./::.2.390./.9../.. $:.37043.39.30-/..3.3.2././ !:3/!07025:.:3  !:3/!07025:.380-0..3: -07...%2:7 $:2..305./.9:-039:07.3 803.2.8.203..8...3..30:../.0732039413/4308.3502-039:.8.3:3-./.8..3 8..3./.3 .3!7453805:.:-:3.339073..8.3.3!708/03#4   %.3  &39:93.../.35073/:3./ /.: ./.3.7..3%2447/3.5:8../. ..3/.3!0.8..99078 /..3//4743:39:802.9. 40::8%:.339073..3. &39:.-..80-.33.347.8.3. /.3.3. .3 ..47-.3!0308.347.0.3503:.3.2./.02-.:2070 42-.3!020739.3.3507/.9.7.805079&/.8.$ 39073.3%2-.40.7. %70.347-..03723.907. &. 503.8.980507993/.380.3 47.3&3/.:3  9039.39.3./.37 7002039-0900390 4.0.9$.8.3. -.3$4./..90.3 5073.25:203:.9 /5074020.9.9::.9.8203.89./.3.9./.3 9.70-#5:9.:39:0.7.8203447/3. &39:02..3507/.3//4743 907-039:3.7.3207:5.39.43:9:.2..34292037043.3/:3 03:: !.3.3 $ 02-.253.3.3 :897.34 %.843.3!07809::.3..2 7...07.7.-07..8.3.. .5.47-.:.3502:.5.3/04.2.9../.8./.3 $:7.39.3...8./.:380.8.:!74538.3.:%.-:.073203941434314790$:7703/0741:9.8 /.5.307..3/4308./..2.3/03.#05:-3/4308./03.5.3 -..3.843..3!07.32033.3 !..8/.389.:3  %2390..207./.8.3507/. &3/.843.2503.3.3/904.3820502-07.3907:8 /93.2.390..80/.3.:05:9:8.47-.:/07.. 9072..39.8.8.3507/.502:.5/:.

9..3..70548.25..3.0.8.3/03.757..3.32.7.33.8.5.3 .. !0.3 /5007.397..5 9073.-..3 03::2!07/.3/..7/:.90.202-.3-007./:202-07.8 %.8 /.843.3.302:/.3..5.03975439/3/4308.0-/. -.3#03.3#&&9039..3..3080.383/./.:3  $02039.03039.7.343.3202-07.2!7403.9072.380-.9.33!07843 850.:5:3:/.038!0.3../.9/.07.3%3/.3:5.32070.3!0308. $:5020343.3507/.347-. 80..8  90.:3.30.3 39073..3./54943 9079 :9./.32.53/.3 #&&9039.03943.93909.3202507.943843.3.705:.5:8.35.3/-039:/80-0.9075.3!020739.8.. .5.380-.7.3 :3/. &3/.3  503.3/./03.:380...20.3!07/.83 %09.25:20207.2070.3.943. 02:/..9 . /..3 -.843.83 2.7985. !-..7.27.#&&9039..-007.3.90.038!07807.8..32.3 80-0:23.:05:9:8.30.3!073/:3.%.8.8..3/.%.3.3!74944:39:03.83/03.7.8547/.347-.38!020739.03839073. 803/705:.9:39:2..8 5.8./.3$.07.2:38:3: -0-07.!07025:..9.8.8.8..8.9:.8:.&3/. !03.5:8.3 !020739.3.. .843.3!4734.89.-  !&%&!020739.9.9..2.3 %7.843.843.3907.339073.8803..3$3. 90747.039 $:557088 .3.208.38.3/.2./03.3 /703 90..30/ 720 /.890780-:920.503. /909.07./8:8:3/.2070.7%-072.2#:2.3007.8.!/.  07/..:39:02-./.3-.8:/..39.7389.8:/./.8.7#03.8.. ..390..3!07/.0 /..83 2. :5.42.80.!07/.3!07025:..30:.3 -.:3:3.3!47347.3!07025:.7.3#&&9039.88079.33/4308..3/.390..3 503.7.5:8.9./..3 907:9.33.92030.383.38..3 .90507/.547...3/.3/.7.843.3 :3/./03.5-. 7.3$.3/4308. :39:9:%2.3:.  #03.347.3.8.3802039.0.33.35.9.80.9: 9.-072.8/./.2.-078..3 %  !7494.3903.#03..3 /. /.!03.5:8.25:3.5007.3/4308.:../2.9180:7::38:72.39/.9: -039:07.3.3. !7403.9:207:5..2. 02-07.3.3.9..8 &390/.347.095439/3/4308.8.89.2.38.5.385479.32.7.2.843.2!747.3:3.02.33/4308.3.27..2.3/..331472.3 20207:.2.3 7.8%.8.8.: /.8!7479.343.3..8/..383...383.990.7..11.3!03. 8079.:3  :.3. 270803 :39:202-07.3:39:-.80.:.3.8.503025.07.0.383.389%7.2.3402070.:3  9072..8.843.387.25:2021.7.3/.3/03.33.1/.3..2021./.0.3/!:38%7./8..9/03.3.3.3/.3./8:8:3/.25: 2070.5.3./...397./507:.  !0.3/4308..-079.3/.3$.3 /.90 57.2.:.8.494!70.3.8547/9.7.380.3 #&& !0308.7.3/5070-:3.:92.3.:3   .3 5007.9:9.8:5072./..8:#&&!0308..33.5....350372.8.2.07. 503.8 !7479.3/4308.9180.39039.5..3..8.33.%0747.9 3./../.39:.843.907447/3.3!708/03#4 %.343/89070549.38.39../.5.3 :3/.9 .3 47:58     &3/.. 9...3.380.8.8:20.7.8/.34 %.0/.

8:8507/. :8:83..9.805.3. 3/4308.3/.305.2:2.-9.843..3.8.:.33.3907..0.3.3..37.3.3:-:3.3.8/.507-.350.7.39070-/03..9/..7 -03.33.:3 9039. 7043.7.0740!03.  0.8.5.3.8 90.3./434739073.-&3/./5033.3/.5.90.8 #&&9039..557.::5 20..3/.3/03.9.3507025:.3::2!/.3..:.3.390.9.3/./.3::2.507025:.8.. $0.:.. /.3  %072.89:/.3!07/.8848.3 %072.-08!47907.3 #0.3503. 309473 /.8!7479...-07084  $0.3.9.8 9.5.3 :3/.3  %09.3.3 7.4.:39:20250740 503//..2::23.&3/.3507025:./.3507/.305.3/.7./ 5:8. -07/.   $9.7907..907.320:.3/.33. $4. 89:.2. &5.07.9.9.547./.3 503:8:3./. 202-039:#:2.3.8.302-.3.3.703..89:....8.390.843...302-.3203.8./.!7480/:7 $ ! !02:..3 3..:5:3/. 5..35020739.390.3703907..3:3/.749.3.8/./3/4308.9.85072.8:.38.0:.32.347-./..:.39./503:7:3.802.39.5./8:8:3/.34 %.808-9.3/./.8. 203/::30.   !03.8.5/.:/.340$ 507:7:.30.7..3503/.:2:290.0/.80907 745303907 4203 878803907/.3.7985.39:.380/.3/.3.843.0907-.-075.2.3.8.//.3027.3507.2.320.90 57.8079.73  .889...7.73.2!7403.8 -0-07.390.3.3 /.3/.3.3-.3 02-.390780-:92...9 .7.3.3.9.:70./8:8:3 /.-039:507/.7503.320.3:. 80.3.3.3.8..7/..3 !03025.547./.393/.3 0.3.0.  .3.730.350.7-.07.02..3.5:8.7-.9.307.8/.7.3..3.3.3.843.3 203:.8.#&& 9039.3..3-007.3!073/:3./909.9.3/5074080.07.399.!073/:3..07.890780-:9 /2:9.3.3%0:.3:9.97.11.3 05.3-07-.320.3:..5.3/./4347 202-07.2/./03.79::.8.8:/.307.3 .   !033./.3$48.3/.3.8:80... 80.5:8.9!0.5.328. 07.3-.7.9.0-/.3.8/.3&3/.7.2./.547-.5:83..3.34 %.9: .:39:70.90.3:39:203.3 /.3.:3907.9/.90780-:92.9/..703./.3788/.3507025:.547./.843.3 .3 &3/.35033.9.9:.3/03.2:3/.3/04...203.3/.3807:5..3..3&.3/.:3 9039.3-007.-07.3:9509.-03./03.:5:339073.8.3/8:8:324/: 24/::39:50.:3    03.9.3907:8/.9:7.9./09.3. %07..9.3 5033.72438.33.7 507./3/4308.3 0.2.3.302-.3.73. 907.8-.3.843.8.3..:..3.9.02-.3:9.3/.739073.:3503./503:7:3. -0./.8.3.390.3/.9..3 5747.-03.3 50.3.7..3-.3-070/4202-07.3. .399.3507/.3 #0./.3.3!073/:3.3 #0.7.30-.40$4.8..8.3-.90507/..2:3/8.8.3.8!:8.:503.3:.8:8 .9.3.8.3. #0.3 5007.. #!$ /.39:.3/.3..2.3/... &$  /.3.5.7/. .3..805.3 :3/.39.91-07/.843.9.9:.3 &3/.347.8 #&&9039.7.8%./.3./434739073.3-.33   !033.700790.3507025:.9.3!03.3/.70/9274 /. 509..:/.3 #&&9039.30297.33   !02-039:..7/:.3.8-0:2.2203/::3/.503:8:3.3803.3.8::2.90.3/.9.2.8:8.3 .3848.

3.843.3 39073./.8079.3/03.39507-:/.3/.3/.3:93.9.3808../03.3#03.9..3..8 80.3907:8203:5...3$4..3503025:73.350.3.-.2.3./.8.8.-..7.  0.30.7307..35033..

/..38079.3.5747.3507/.7. .3#.89.05.91 -075./..3203.8.3202-039:02-.320207..02-.8.85488#05:-3/4308.20.32.9.7.947/.90747.3/4308.320207:..3507-:/..7985.8/.3 .3 .82.7/7/.7 93/.7..8./.357410843.32.-.3-. /3.843.8.39.89039...387 507/.807.397.:/03.2.25:203..72.7. ..3/8:8:380-. .3.80.0.3.3.3.38.  ..324/073320.. 079.3 04254070.9.3/:5-.:38:730..2:3.347.802:.2 503.2.9. 80-.9.30.35073/:3.32..72070.3!020739../3/4308.507025:.47-./.-0780/.  .5. /.25:202.5:8.#/.... 54.3..:2:23.805079#::3%09../..7.38:3.7-07-.8.3/..3.25:202-07..3...383.331472../.79..3.  02.9/:3.3/4308..8:.:04254 04254 .907-039: 38.390747.3.39073.3.387-.0/42..347.330..5.3-07050393.20.32..73007390..709  0203907.:002-.3  05..72.843..3:8:83.3447/3.3.  04254503...2/.7.9-.9 $ .38..3/1.9.3080. 2..3 .20./.7.3 :.907./.9#  .38:/..8.38.9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->