PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

at a minimum. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP).yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara .. Pada masa penjajahan Belanda. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran. of abduction. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. Pelaku perdagangan orang (trafficker) . of fraud. Exploitation shall include.. of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur.. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia. the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull. penipuan atau pencurangan. Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. transfer. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. of deception. Sulistyaningsih dan Jones 1997). Raja mempunyai kekuasan penuh. ataupun penerimaan/pemberian bayaran. forced labour or services. pemalsuan. tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum.dengan sangat halus menjerat mangsanya. tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri. transportasi. pemindahan. for the purposes of exploitation. Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia.masa itu. yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau . the recruitment. harbouring or receipt of persons. antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. servitude or the removal of organs. Namun kemajuan teknologi informasi. atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi. (“.. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi. slavery or practices similar to slavery. pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. transportation. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. penyembunyian atau penerimaan seseorang. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain. penculikan. by means of the threat or use of force or other forms of coercion. komersialisasi seks terus berkembang. industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) . Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). Pengertian. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain. rekrutmen.

penipuan. serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). tipu muslihat. pekerjaan jermal. penculikan. transfer. pengantin pesanan. penghambaan. pemberangkatan. penculikan. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. menyembunyikan atau menerima. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya. mengemis. ketergantungan obat. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. terisolasi. pengangkutan antar daerah dan antar negara. Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. penggunaan paksaan. yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. 2. pengedaran obat terlarang. tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi. Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman. 3. adalah: 1.bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. bahwa: The recruitment. mengangkut. Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan. penipuan. kerja paksa. jebakan hutang. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan. Tujuan: eksploitasi. karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. berbagai bentuk kekerasan. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . industri pornografi. buruh migran legal maupun ilegal. adopsi anak. perbudakan. Dari ketiga unsur tersebut. dan penjualan organ tubuh. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”).dengan cara ancaman. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. pengambilan organ tubuh. Perbuatan: merekrut. pemindahtanganan. dan lain-lain). kerja atau pelayanan paksa. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. penggunaan kekerasan verbal dan fisik. Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. pembantu rumah tangga. transportation. 2003). harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). memindahkan. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. kecurangan. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya. Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah .

mengancam. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. Bagi anak yang dilacurkan. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. menjerat dengan hutang. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. menipu atau janji palsu. korban penculikan. hak untuk tidak diperbudak. atau meninggal dunia. social and economic cost yang tinggi. janda cerai akibat pernikahan dini. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. seperti misalnya: laki-laki. Dalam perdagangan orang. dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. suami/orang tua sakit keras. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua. seksual. perempuan dan anak jalanan. Kejahatan terhadap HAM. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis .mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. menyekap. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. menjebak. dipalsukan. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja. yang terlibat masalah ekonomi. dirampas agen atau majikan. korban kekerasan fisik. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia.orang dewasa dan anak-anak. beragama. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan. yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. anakanak putus sekolah. para pencari kerja (termasuk buruh migran). Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. Kelompok Rentan. menculik. politik dan sosial yang serius. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan. mengawini atau memacari. pikiran dan hati nurani. atau memperkosa. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. selain menimbulkan human. terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. menyalahgunakan wewenang. menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang. tidak disiksa. juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. kehamilan yang tak dikehendaki. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. kebebasan pribadi. psikis. dan lainnya. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya.

Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. di keramaian pesta-pesta pantai. Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. Dalam pemrosesannya. kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. mereka dilengkapi dengan visa turis. menggunakan pesawat terbang. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang. salon kecantikan. Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Daerah Sumber. karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor). Transit dan Penerima. Sumatera Utara: . Daerah sumber. Untuk ke luar negeri. Tabel 1. mall. RT/RW. kafe atau di restauran. rumah bordil dan rumah hiburan lain. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. mereka ditakut-takuti atau diancam. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. Jika menolak. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. pub. Di dunia internasional. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali.entertainment. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan. korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya. Berdasarkan berbagai studi. Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. Di tempat tujuan. dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi.

Maluku Utara: Ternate . Prop. Cianjur. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri.Prop. Jakarta Jakarta.-Prop. Jawa Barat . Gresik. Pematang Siantar. Dumai Tanjung Balai Karimun.Prop. Jawa Tengah: Banyumas. Prop. Sawangan Depok. Timur. Tapanuli Selatan.Prop. Nusa Tenggara Barat - . Indramayu. Candi Dasa dan Denpasar. Prop. Tegal. Binjai Belawan. Prop.Prop. Amerika Selatan. Asia Tenggara (Singapura. Karawang. Daerah sumber. Purwokerto. Kintamani. -Prop. Jakarta Pusat. Serdang Bedagai. Medan. Padang Bulan. Taiwan. Sulawesi Utara: Manado Bitung. Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Asahan. Sulawesi Tenggara -. Bali: Denpasar. Semarang. PKPA. Purwodadi. Jawa Barat: Sukabumi. 2003. Belawan. Korea Selatan. Simalungun. 2004. Legian. Bogor. Hong Kong. Utara. Pantai Senggigi.Prop. Kediri. Brunei. Trunyan. Bangli Denpasar. Bali . Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Labuhan Batu. Sanur. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. Sengkang. Timur. Jawa Tengah Solo Prop. Serdang Bedagai. Karangasem. Tangerang. Deli Serdang. -Prop. Jember. Sumatera Utara Medan. Ciroyom. Prop. Grobogan. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Kuningan. Tanjung Pangkor Batam -Prop. Tebing Tinggi. Balikpapan. Prop. Nusa Dua.Medan. Malaysia. Australia. Filipina. Sulawesi Utara . Tuban. Langkat. Watampone. Fak-fak. -Prop. Nganjuk. Prop. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Jawa Timur: Banyuwangi. Riau: Tanjungbalai Karimun. Sulawesi Selatan: Pare-pare. Jawa Timur Surabaya Prop. Riau Batam. Losari-Cirebon . Utara.-Prop. Bekasi. Pekanbaru. Tarakan. Kuta. Surabaya Surabaya Prop. Timur Tengah (Arab Saudi). Solo. Nusa Tenggara Timur -. Timika. Thailand). Madiun. Pekalongan. Cilacap. Makassar. Denpasar. 2003. Bekasi. Medan. Harkristuti Harkrisnowo. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop. Bandung. Langkat. Lampung . Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Barat. Selatan. Dairi. Surabaya. Nunukan. Dumai. Jepara. Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. Sumber: Rosenberg. Blitar. Papua: Serui Biak. Entikong Prop. Nusa Tenggara Barat Mataram. . Boyolali Cilacap. Solo Baturaden. Simalungun. Jepang. Bandung. Asahan. Gianyar. Barat. Sumbawa. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan. Deli Serdang. Serdang Bedagai. Kalimantan Barat Pontianak. Kepulauan Riau: Batam. Cirebon. Pontianak Pontianak Prop. Ubud. Samarinda. Magelang.Prop.Prop. Tabel 2. Selatan.

Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. calo. atau bahkan kepala desa. majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya. Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. . sementara agen. Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga. menyekap pekerja. penipuan. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. ..Sumber: Rosenberg. . 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan. Taiwan. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam. teman. atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang. Selain menjadi negara sumber. dan 506 KUHP. membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. 296. 2004. Propinsi Riau.. Pemilik atau pengelola rumah bordil. menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak. menjeratnya dalam libatan utang. Cina. tidak membayar gajinya. perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg. Pelaku (trafficker). PKPA. Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. Perdagangan orang melibatkan laki-laki. melakukan kekerasan fisik atau seksual. Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga. berdasar Pasal 289. 2003. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). Para germo. memaksa untuk terus bekerja. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. atau pemalsuan dokumen.

Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. Mereka tergiur dengan . Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. atau memaksanya melakukan prostitusi.. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya. Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya.Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya. merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. Pengguna. Laki-laki hidung belang. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. Rencana Aksi Dalam perkembangannya. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. menempatkannya dalam status budak. mudah diatur dan mudah ditakut-takuti. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat. . penurut. pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.

Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan. perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. Sikap Pemerintah RI. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat. Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945. diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . 1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang.keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No. Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). tidak saja untuk upaya pencegahan. dan zat adiktif lainnya”. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000. menjual. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah. Pada tahun 2002. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa.000 (dua ratus juta rupiah). atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.000 (enam puluh juta rupiah). penculikan. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan. Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No. serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya.000. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. perdagangan anak. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004. diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No.(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. 39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual. RAN P3A. Indonesia mengesahkan Undang-undang No. .000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000. psikotropika.

serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. 3. Undang-undang Perkawinan. Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Child Prostitution and Child Pornography. 3. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. 2. Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. konseling. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga). dan Prococol to Prevent. pendidikan dan pelatihan keterampilan. Sedang tujuan khusus adalah: 1. menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). . Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. 2. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. 4. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. rehabilitasi. 4.

Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah. baik di tingkat nasional. Gugus Tugas. . penyaluran. pelatihan. Keputusan Presiden No. 6. 40 Tahun 2004). dan Kepala BPS. RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya.5. regional maupun internasional. antar daerah. serta 10 orang dari unsur LSM. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. 2. Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Selain RAN P3A. kerjasama antar negara. Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia. peningkatan pendapatan. 10. 59 Tahun 2002). Kepala POLRI. 87 Tahun 2002). propinsi maupun di kabupaten/kota. Organisasi Wanita Keagamaan. 8. 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1. 7. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. Kepala Badan Narkotika Nasional. ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. Organisasi Pengusaha Wanita. 9. dan pelayanan sosial. Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No.

regional. Kerjasama nasional. Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. 181 Tahun 1998). di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. 5. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan). 4. 77 Tahun 2003). daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah. di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. 560/1134/PMD/2003. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. 12 Tahun 2001). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak. Daerah sumber. Otonomi Daerah. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). 87 Tahun 2002). 1 Tahun 2004). Dalam era otonomi. Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Selain Gugus Tugas RAN P3A. kesehatan dan kurangnya pendidikan. pusat dan daerah. melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia. tetapi juga . dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. dilaksanakan secara lintas sektor. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No.3. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No. Sesuai dengan tujuannya.

Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur. Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. 1. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 4. 3. 6. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah. 5. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Tahun 2004. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus. dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. dan hal-hal lain yang berkaitan. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. 2004). 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. 43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. 2. Propinsi Jawa Tengah: . 58 Tahun 1998.

Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD.Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang. dan Perdagangan Anak. 9. 10. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No. 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. 8. 7. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan . 350/ K. Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005.

Kejaksaan. Menurutnya. hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker. Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. lembaga kemasyarakatan dan LSM. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. kepada masyarakat umum. Namun pihak Kepolisian. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. 11. Dilihat dari sudut korbannya. dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan. advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. termasuk bayi. akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja. 11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa.melalui Surat Keputusan Gubernur No. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat. 463/K. ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual. Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. padahal ada bentuk- . Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003). Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia.214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. Kejaksaan dan Pengadilan). artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP.

Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. Selain KUHP. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Tetapi dalam undang-undang ini. tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. Seperti diketahui. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian.000.000. pembantu rumah tangga. ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia. Di samping Pasal 297 KUHP. Undangundang No. namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali. termasuk anak yang masih dalam kandungan”. sementara menurut Undangundang No. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini. dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa. Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. menjual. Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan. Sementara itu. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi. 15 tahun.000 (dua ratus juta rupiah). tidak dapat dikenakan Undangundang ini. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟. . Lebih lanjut dalam Undangundang No. menurut Burgerligh Wetbook (BW).000.000 (enam puluh juta rupiah).

Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005. dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pada tahun 2003. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. . rancangan undang-undang tersebut belum dibahas. Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. No. 8.Menurut analisis para pengamat hukum. Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children. Undang-undang No. Pihak Kepolisian juga melaporkan.

Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. No. 26. Bab II. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. Bab XIV. No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. 28. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. dan Menghukum Perdagangan. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana. 27. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. 21. No. Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. No. Especially Woman dan Children). dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Suppress. 32. terutama Perempuan dan Anak. No. No. 31. Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. and Punish Trafficking in Person. 25. Buku Ketiga. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi. namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. Kejahatan.No. No. Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. 2003). dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. Pelanggaran Ketertiban Umum: . 33. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. 22. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. Pelanggaran. No. Memberantas.

diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. dan Jurnal Perempuan. 1 tahun. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004). Dep. Derap Warapsasi. Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. germo. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. pelanggan. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta. diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. Pengadilan. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Kriminilogi UI. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. Kepolisian Perancis. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola.Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. . Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. 3. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1. Bogor bekerjasama dengan ICITAP. dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya.5 juta rupiah)”. pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan. YMKK. 2. Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian. ancaman hukumannya terlalu rendah. dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri. dan LSM Mitra Perempuan. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. Kejaksaan. paling banyak 1. diikuti oleh 51 orang peserta. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. ancaman (secara halus). Dalam RUU ini. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan.

diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. diikuti 179 peserta. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM.4. Medan Propinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. Batam Prop. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. dan Derap Warapsari. diikuti 30 orang peserta. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. diikuti oleh 25 orang peserta. Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. diikuti oleh 40 orang peserta. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis. dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. Hakim Bandung dan LSM. Kepolisian Filipina. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System. Dumai Propinsi Riau. Sumatera Utara. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. . Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. 5. Kepulauan Riau. Kriminolog UI. 6. Medan. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. 7.

Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21). Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. Tabel 3. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman. Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No. Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi.60 No. 2003 125 67 53. beberapa aparat Kepolisian Daerah. yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan. Karena itu. Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian. jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir. Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur. 2000 24 16 66.67 .46 2. 1999 173 134 77. diakses 15 Maret 2005). Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5.Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari. Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan.

telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil. 2001 179 129 72. 2002 155 90 58. Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur. Jawa Timur. Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. Penggunaan Undangundang No. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun.3. dalam proses pengajuan ke Kejaksaan. Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online. 11 Desember 2004). Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya . 2. Kepulauan Riau. dan sedang menunggu putusan Pengadilan. . 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan.07 4. masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara. Tabel 4. 2004 43 23 53. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya. 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. Jawa Tengah. 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun. Jawa Barat.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005). Sumatera Selatan. Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan. Lampung. Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No.semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. Bangka-Belitung. Jakarta.06 6.  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. Riau.

Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat. 15 Februari 2004). Sebagai bagian dari transnational organized crime. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI. organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Keesokan harinya. Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya. memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit. Singapura dan Indonesia. William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali. . Akhir-akhir ini. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional. Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia. Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. dan Undang-undang No.

Tanjung Balai Karimun (Riau). serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker). perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang. Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1. dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003).termasuk kepada Indonesia. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”. Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau.193. dan komunitas lokal. Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17.000 pulau-pulau seluas total 1. memberikan bantuan. Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS. Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia. Dumai. mudah ditembus dengan berbagai cara. American Center for International Labor Solidarity (ACILS). Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga.904.252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5. International Catholic Migration Commision (ICMC). Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea. Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara).2 juta orang (Imigresen Malaysia. Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia. sangat mudah ditembus. Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur). kelompok masyarakat madani Indonesia. Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut. Batam. yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara. Awal tahun 2005.6 % berupa daratan. dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. Sabah. Pontianak. . Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. Entikong (Kalimantan Barat). Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya.

Surabaya (Jawa Timur). rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. Entikong (Kalimantan Barat). psikis). Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. membantu.Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. baik di dalam maupun di luar negeri. kebun sawit. dan bantuan administratif. juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta). Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan. PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. Semarang (Jawa Tengah). serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. kotor. reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). konseling. . Tanjung Uban (Kepulauan Riau). organisasi masyarakat. nasional maupun internasional. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi. dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. kebun karet). Pare-pare (Sulawesi Selatan). terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. Dumai (Riau). pabrik. pasar. juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata. dan juga di perkotaan (kedai. atau bangunan). pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. rumah tangga. kuat. pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. dan terkadang nekat. perlindungan. Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. dan Nunukan (Kalimantan Timur). dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini.

Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu. Oleh karena itu. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. Menteri Kesehatan. 1329/MENKES/SKB/X/2002. agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini. Lampung RS Bhayangkara Lampung. RS Bhayangkara Dumai. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men.V/X/2002. menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya. 3.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. psikolog. 5. diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian.PP/Dep. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang.B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Kepulauan Riau 7. Tabel 5. Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. sangat sulit mengakses perlindungan ini. Jambi RS Bhayangkara Jambi. POL. maupun aspek sosial dan hukum. 8. Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia. psikis. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”. Departemen Luar Negeri. . Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban. Di dalam negeri. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. 6. penyidik POLRI. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler. 9. perlindungan dalam bentuk perawatan medis. 2. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. 75/HUK/2002.

Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram. . RS Bhayangkara Kediri. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan. RS Gasum. Denpasar. Makassar. RS Bhayangkara Lumajang. RS Bhayangkara Tulungagung. 14. Jayapura. 29. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak. 25. Semarang. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. Bali RS Bhayangkara Trijata. 19. RS Akademi Kepolisian. Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Kramatjati. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. Cimanggis. 17. 30. 13. Surabaya. 18. 2005. 31. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang. Sukabumi. Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. Banten 12. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. Porong. RS Bhayangkara Nganjuk. Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Maluku RS Bhayangkara Ambon. 22.10. 23. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. 15. RS Secapa. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. RS Brimob Kelapa Dua. LSM. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. 20. 21. 27. 28. Papua RS Bhayangkara Papua. Bangka Belitung 11. Bandung. RPSA memberikan layanan perlindungan. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. DI Yogyakarta 16. 26.

Tabel 6. Kalimantan Tengah 1 3.Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Sumatera Selatan 10 22. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Sumatera Utara 16 18. Maluku 15. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). Jawa Timur 44 31. MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia. Sulawesi Tenggara 1 10. Sulawesi Utara 1 6. Sulawesi Tengah 1 8. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat. Nusa Tenggara Timur 14 13. Maluku Utara 14. DI Yogyakarta 3 30. 2005. Jambi 5 20. Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Nusa Tenggara Barat 7 12. Jawa Tengah 34 29. Bengkulu 1 23. Nangroe Aceh Darussalam 1 17. Kalimantan Timur 10 5. Jawa Barat 29 28. Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Bali 9 11. Kalimantan Selatan 1 4. Riau 3 21. Metro Jakarta Raya 10 27. Kalimantan Barat 4 2. Banten 26. Lampung 7 24. . Sumatera Barat 5 19. Sulawesi Selatan 6 9. Gorontalo 7. Bangka Belitung 25. Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia.

Tabel 7. Bengkulu 8.php?title=Pengguna:-iNu/switches. Bandung.}</style><script type="text/javascript" src="http://meta. Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). Shelter Pemerintah Kota Batam. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. 3. Trauma Center.pBody {padding-right: 0. Batam.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none. 6. Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre. Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre.} #p-tb .Di samping itu. Trauma Center. DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre. LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index. Propinsi WCC. 9. Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). Women‟s Crisis Center. Medan. 5. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). Jakarta. 7. Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB).wikimedia. Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center. Women‟s Crisis Centre. Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon. .php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs. Palembang. speak: none. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai. Shelter atau Drop in Center 1.org/w/index. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. 2. Bandung. Padang 4.js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya.

DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI). Purwokerto. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. Palembang. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Shelter LSM Anak Bangsa. Medan. Makassar 15. Komisi Hukum Nasional. Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Sumber: Kemenko Kesra. 2005. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. Makassar. Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. Malang. 13. rehabilitatif. Jakarta Selatan. Jakarta. Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Bali. Surabaya. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Jakarta Selatan. Yogyakarta 12. Jayapura. Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). Palembang. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). 11. Ujung Pandang. Palembang. . Jakarta Timur. Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. Propinsi WCC. Bandung. Jakarta. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh. Padang. Pontianak. Manado dan Mataram. Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). JARAK. YKAI Jakarta Pusat. maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Padang. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). Medan. Entikong. Women‟s Crisis Center Jombang.10. Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Mataram. Manado. Yogyakarta. Lampung. Medan. Shelter atau Drop in Center 14. Samarinda. Gema Perempuan. psikologis. Jakarta. Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah.

diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya. Pontianak. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. Malang. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka . dan lain-lain. mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker).Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK). dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Makassar. Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut. Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I). . Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang. Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi. transit maupun daerah tujuan perdagangan orang. Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang. Kupang. sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut. Di samping lembaga bantuan hukum tersebut..

ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. petugas pendamping korban. Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. merahasiakan identitas korban. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran. ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. . Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC. remaja perempuan di pedesaan. juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan. ACILS. Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. dan lain-lain. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker. petugas shelter. Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. migran ilegal atau undocumented migrant. advokasi dan monitoring ke Daerah.

ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini.000 sampai Rp 990. atau oleh majikan. Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. sementara dokumen mereka ditahan oleh agen. 26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama. PJTKI. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia.Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan. Perwakilan RI di luar negeri. Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa. Sekitar 90 persen dari 240. Mereka bekerja 16-18 jam sehari. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1. . LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi. SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak). tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870. pelatihan. hanya tidak terungkap.2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu. aparat Pemerintah Pusat dan Daerah.000. transit.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. mulai dari perekrutan.

Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. uang sudah habis. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. Mau kembali kepalang tanggung. gaji tak dibayar. India. penawanan. Ketika visa kunjungan telah habis. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. Karena itu. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia. TKI yang masuk ke Malaysia secara legal. Untuk menahan gelombang migrasi ini. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. dan Vietnam.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri. penyekapan. agen tenaga kerja yang tidak baik. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. Di samping modus tersebut. banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. dan berubah lagi menjadi Januari 2005. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. upah rendah. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. dan lemahnya penegakan hukum. Banglades. dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. Namun menjelang Idul Fitri 1425H. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . Dengan tidak adanya visa kerja. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. tetapi ternyata bohong. Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. status mereka otomatis menjadi ilegal. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. atau diperkosa). Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. dianiaya. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. sembunyi-sembunyi.

Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia.382 3. (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau). dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya. sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia. Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra.532 5. 106 Tahun 2004.464 6. Entikong 7. Semarang 1.664 Jumlah 120 347.985 10.691 8. Surabaya 55.255 4. sejak berangkat dari Malaysia. kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh. Tarakan 687 12. di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1. Program amnesti ini diperpanjang dua kali. Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat.819 2. Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara). masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia. Tanjungpinang 84.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia. (3) Dumai. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing.185 11. Batam 15. Tanjungbalai Karimun 18.bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya. Nunukan 66. Tabel 8. Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005. Dumai 120 120 35. yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat). (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan). . Medan 15. Pare-pare 29.784 9.248 7. Jakarta 16. Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No.

Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. transportasi. Sesampainya di pelabuhan entry point. penampungan.Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara.000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia. SPLP). Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana. 15 Februari 2005). Saat ini terdapat 8. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu. Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran . sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan. Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia. dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. Sekitar 500. Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan.8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia.

kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan. diberikan bantuan layanan kesehatan. pada umumnya berasal dari keluarga miskin.kepulangannya ke daerah asal. akses terhadap barang dan jasa. dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. kesehatan. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. permakanan dan bantuan transportasi . Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching. gender. Kabupaten Sanggau. Selama kurun waktu 5 tahun. laki-laki dan perempuan. lokasi. Oleh sebab itu. dan bagi mereka yang memerlukan. dan kondisi lingkungan.sampai ke propinsi daerah asal. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. geografis. profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. Kalimantan Barat. Dalam hubungan ini. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. kurang pendidikan.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan . Untuk wilayah Serawak.2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu . Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak. pendidikan. Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Malaysia. antara lain: tingkat pendapatan. Di propinsi daerah asal. yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan. penampungan. Malaysia Timur. yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut. Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang.

Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang. nasional dan global. pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. Millenium Development Goals. sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. antara penduduk kaya dan miskin. terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal. terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. serta antara laki-laki dan perempuan. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. dan lainnya. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). antara perkotaan dan perdesaan. meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. pendidikan keluarga. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. B dan C. perdesaan. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia. terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan. pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara.mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5. putus sekolah.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. Kelompok . terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman. terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata. karena merupakan alat yang tak tergantikan. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. serta peningkatan keadilan sosial. memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. pelayanan kesehatan yang bermutu. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha.

pemantauan. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan. masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa. Dalam hubungan itu. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur. Namun demikian. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. koordinasi. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. memperkuat kelembagaan. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. . dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. radio. dan televisi kepada masyarakat. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. pelaksanaan. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No.Belajar Usaha. meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi. sektor dan daerah masingmasing. meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. eksploitasi. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia. kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga.

Yayasan Mitra Usaha (YMU). Yayasan Paluma.996 orang. Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi). yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26. Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang).. Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005.Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia.805 orang. Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Semarang (Propinsi Jawa Tengah).499 orang). Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk . terbanyak melalui Nunukan (8. di Medan. Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang.809 orang. Dumai (Propinsi Riau). Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM). beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. kain. . Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia. City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta. Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan). katering. obatobatan tradisional. kemudian Dumai (162 orang). telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. Jakarta (DKI Jakarta). jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8. warung. Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). Yayasan Paluma. dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta. Surabaya (Propinsi Jawa Timur). dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35. Medan (100 orang). Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau). Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP). Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. Tanjung Uban (133 orang). Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat). Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). dan menjahit.rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001. yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar.

Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya. PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri.500 keluarga di Pedes. Propinsi Sumatera Utara. terutama menjadi pekerja rumah tangga. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. (www. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. anak jalanan. dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. . Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar. Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga. badanbadan internasional. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut.jurnalperempuan. Dengan pendidikan yang dimilikinya. LSM (nasional dan internasional). yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah. Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis.com. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. Propinsi Jawa Barat. dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya. 15 Desember 2004). Propinsi Jawa Barat. pelatihan. Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. Semarang. Bekasi dan 1. swasta. organisasi masyarakat. diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. perseorangan dan mass media. Karawang.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1.200 keluarga miskin di Sukatani.

Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat. Bulan Maret 2004. dan tata kecantikan rambut. diakses 16 Maret 2005).2 % yang tersantuni. bordir dan menjahit. Jakarta. 16 Maret 2004). Bupati Sidoarjo. dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai. LPK Setia Bakti. diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. Jakarta Selatan. Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. Selain bea siswa. diakses 15 Maret 2005). Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun. Karawaci. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess. masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. Tahun Anggaran 2004 ini. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149. Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. 22 Juli 2004). Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri. Pola pengembalian kredit tersebut. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. dunia usaha kuga dapat membantu dengan . nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi. Babby sitter. YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF.4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. melaksanakan pendidikan Life Skills. Tangerang. Selain beasiswa. di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah.Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda. Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul.

Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. kriminal. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005). Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. bahkan sampai universitas. Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup. penjual koran. Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan. Direktorat Pendidikan Masyarakat. peminta-minta. membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU. Bogor. terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Pemerintah Kabupaten Brebes. tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). serta Genteng dan Pabean (Surabaya). pedagang asongan.meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www. (Kompas.id diakses 15 Maret 2005). dan sebagainya. diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. . gangguan ketertiban lalu lintas. diakses 15 Maret 2005). YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online. terlibat tindakan atau korban kekerasan. Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP). sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. Selain Jakarta. pengamen. pelecehan dan prostitusi. penyemir sepatu.go. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya.sidoarjo. 4 Februari 2005). agar mereka lebih siap menapak masa depannya. Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. dan kadang-kadang bersikap antisosial. Propinsi Jawa Tengah. Jakarta. Pada tahun 2004. pengais sayur-sayuran di pasar tradisional.

Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari". Dengan demikian diharapkan ke . LSM ERa AKu. Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas.com).id). Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut.co. Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www.citibank. Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan. Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www. Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www.com). ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan. Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin.sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan.citibank.id). Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti.co. yang rata-rata mereka adalah tunawisma.id). antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www.itcwatch. melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu. Jakarta dengan 75 murid (www. dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar.citibank. 27 Juli 2004). YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta.anjal.co.blockdrive. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir.

yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). dan dukungan massa.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. Instansi terkait. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. dan Kepolisian. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. diakses 15 Maret 2005). keberpihakan. maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. Dalam bentuk ceramah. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak. PKK. Dalam masalah peningkatan pendidikan ini. Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit. LSM. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali. tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. ASA. Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO . dan Cabang Dinas Pendidikan. SMU . Dalam hubungan itu. Dharma Wanita Persatuan Bali. Industri Pariwisata.

dan lain-lain). Padang. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. Sergap. Selain itu. Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran. Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. Hello Bali. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut. sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. melatih. 15 Februari 2005).kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. Matra. Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia. menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Program yang sama juga diadakan di Batam. Seputar Indonesia. Lintas-5. dan Undang-undang No. Sidik. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. menampung. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol. Undang-undang No. Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang. Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak. leaflet. dan Garuda Inflight Magazine. Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. berita umum (Liputan-6. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). Jakarta. Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser. Kontradiksi. majalah: Tempo. sticker dan poster. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. dan lain-lain) termasuk talk. Sejak Oktober 2004. Pontianak (Juni. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura. dan Manado (September 2004). Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. Batam. 2004) Pekanbaru. Makassar (Agustus 2004).

memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan. maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. Secara institusional. Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . 26 Juli 2004). Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. antara daerah asal. Tahun 2003. karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. 88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. mengirimkan calon di bawah umur. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya. Kerjasama tersebut sangat penting. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur. Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. Selain kerjasama antar daerah atau negara. 21 April 2004). transit dan tujuan. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri.dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri. Untuk mengatasinya. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia.

Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. Nani Sakri. Soedarso Pontianak. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat. dan LSM. Shelter RSUD dr. Birgit Ulrike Hau. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. Magdalena Pardede. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah. dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. fungsi dan kewenangannya masing-masing. Indyra. untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten. Selain mengembangkan media. Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW). Hening Tyas Sutji dan lain-lain. dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional . dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. Malaysia. (Website Warta Pemprov Kalbar. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. women‟s crisis center. Sarah Gumelar. LBH-APIK.keterbatasan personil dan perlengkapannya. hotline service. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang.

yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. Save the Children US. Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). IOM. 2005). Sumatera Utara. Propinsi Riau. dan Undangundang No. ACILS. adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. Palembang. Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur. Sampai dengan tahun 2004. Dumai dan Tanjungbalai Karimun. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. Bone. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Terre des Hommes. ICMC. peningkatan kapasitas. adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya. Bandung. Makassar. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas.untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Surabaya. Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No. Untuk tingkat regional dan internasional. UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan. 106 Tahun 2004. Padang dan Labuhan Batu. Maumere. juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. Jombang. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. Bengkulu.

Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005. terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. namun sungguh. Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. beberapa kemajuan telah dicapai. dan Menghukum Perdagangan. Bagi TKI yang mampu. Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. 2003. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Suppress. laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. penampungan sementara termasuk permakanannya. 23 Tahun 2004. selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No. Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. gaji dipotong. 2. Tetapi bagi mereka yang memerlukan. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent. Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat. . dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. mereka membiayai sendiri kepulangannya.P badan-badan internasional. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. terutama Perempuan dan Anak. and Punish Trafficking in Person. PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. dapat dilaporkan bahwa: 1. Memberantas. 88 Tahun 2002. dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat.bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. Especially Woman dan Children). RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan.

kerjasama antar negara. 7. lembaga kredit mikro. Women‟s Crisis Center dan yang serupa. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. 8. RUU tentang Narkotika (Revisi). telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . Terima kasih kepada pihak perbankan. dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Drop In Center. 9. Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah. Oleh karena itu. regional maupun internasional telah dilaksanakan. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan. Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No. Undangundang No. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). 4. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini.Undang Hukum Pidana. pelatihan. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya. peningkatan pendapatan. 6. RUU tentang (Revisi) Kitab Undang. Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). dan pelayanan sosial telah dilakukan. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). antar daerah. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat. 5. program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. 10. dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter. perguruan tinggi dan lembaga lainnya.3. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan.

kelompok pengajian. Demikianlah. Insya Allah. dan lain-lain. Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. kelompok gereja. Jakarta. Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia. atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan. 30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI . Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara.akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya.

3.2:3/../.347-. 9/.3.3 :3/.9/03.3-. .3/03..33.3.3.85.3.9.907-.:/03/.3./.3 :3/.50..5/.  %09.3.347.9.:5.803.3.7.33 .3&3/.7:5.: 507/..33  .. 5.3-:.9:8:9.#5  /:...5.

07.:3  7.305.703.3-07./8.3.805.305.8.8.:./.3%3/.25.3 9079:8-.3803/7/.8:8502:.25.5.9.3::2.347-.3.3. /.8:9/.:39039.3.8903.3-0-07.9047.07203:3..907:3.3./.-0780/.347-.8./.. !.-07:9  50/.3 :3/.3 /03.3..3507/0-.59.7::2.747. -..-0.:5:3&3/.3 :3/..&!9039.3./.3.3.87.73.2&! &3/.3907.38073 -07.-8.8.25:3.9..3 507/.90780-:98:9:39:/:3..1   50/.3!03.11.503:39:9. 203:8:3#.3 9.3%3/.3-07.347.79.5..:202-.350702-.3:8:83.5:8.:507.3. 503:3.8.5/.:..3%03./.9 203:3..507025:..2.3!.3.3!47347.3!./..202./.3.3..3.39:/:..3.3 507/.257.3.3.!07/.3.8.11.3 :3/.2:38.3..3027.2!747.3.3:3/.3.8.8.347-.8!##9.3203.3 7../..39/.47.202.9.3.3.:.5.320303/.8/.3!073/:3..07.3.8.8:/.97.7.3..3.20303.709  808:3:3.: 507/..9..2070.0548.3903.!##:39:/-.597.-:/.3.3.!/.39/.39.3&3/.#90. 90753.3 :.3/. !7403.20..3.8.33.3..3  ../.3 3.3.3 /.3/.3./.3:3/.3..780..208..3 :3/.3!03.80207/0.3 3.9.80-.202. 2.38073.5:8..3&3/.380507928.3-07-0/.3..790.3!03./..3/-.&! .3 -.:80-.8. 503.7 .9.47-.3:.8    .9.8/.9.:39039.47.:3  80-.3/03.3203:.3 :3/.3:8.187.843.3203.809.3/03.07.380347.9.3/8:8:3!##  #.2.3503/079.3 808047.3.3   4  #.3.0724. 202507:.3 .9.3.!/.802.390780-:9-0:2 /-.30:.07..7.:3  !020739.3 5073.8 .547.790.3-.. $03.347.3/.3:..907/7/.3.49039...03:7:9.3.:20307.:3 9039.3907./.3 :3/.3./03..790.3.320308549.3/4308.885.39&3/..3 &5...3&3/.3:3/.34  %.25.39039.3&3/./03.3507/. 5.3./03.3/808:.7...//.11.3 !..2..3 7.9.3027...703.5.3#.3.3.3%7..3$.90 5.7.!07/./703   50/.5.3-07.3 47.9.3 &3/./.3.5:8.25749.5.:3 90.8.8!02:%./.9:39:203/::3503.:5:32:332032-:.3 207.5405.3.8.50. 202-07.../.3.3503.33. 7.3!073/:3.3  .3 47./013870829039.3.3 ..349. 94-07 8.3..80-.3.-07.-072.25..9.347..3/8.3/03.703. 2..2.3.:..!##.33.8:. .3.7.3 :3/.3...3/03.3/.9./.305.3.33..3.307:.503./.34 %..3 5035:.9::2 /03.34 9.3 :3/.39/.39:..9079.3.347.3.3..3.3 :3/.320707:9-07-0/.  !03:39:9.

8&3/.383..802-..3/..3..7.8.3  3/4308.3.38.3 7.3.08589/3.9.3/..39039.3!4734.38..8  4  #..8.3!74944:39:03.3.-0.- !0.:50.9.3/.943843./03.2.34 %.3007.3.3&3/.3 :3/.:.  4  #.843.9.3.3&2:2 .87-: 7:5.3. 0.9..3.!07/.33.3907. 3. 503.9072..3.3.3.3&3/.8/.3.80.:7 9/.3&3/.3 /.3.3.9..  ::09..8.3/703  4  #.3./03.3 907.9:-/.:202:/.3.%0747.308:8.9.8 /....-' 0.320.3..8 &390/..38.3.3 :3/.038!0.3&3/./.3..3.:3 9039.3 :3/.7..7.39039.3&3/.93/.343.808047.39039.2.-&3/.8.3::2!/.2.5.347-.3/!:38%7.3.!07025:.3.9.3 :3/. .3%7..20.50.3.9..:7.39039.5.03039.3 .-.0..3!07:-..039438.  4  #..3.3  4  #.34 %.309079-.3.2030-.39.:0-.508:8.3% (( !7494.3 0.39.3.398477:5943     $.3.3. 0.320.9.:.39039.. !03.39039.3  4  #.9.!/.3 :3/.9.-:/03.3203.:7.8.30/720  4  #..3.3/.943843.3.3$. !0.2/03.:.7.3  4  #.503.3.3&3/.39&3/.7./.3.38.:3  9039..509079-.3.038!07807.3507-:9..3.34  %.../.-: /.3.843..03943.  02-07.2:3 203/.38 3.3.2.3 47.380-.3.80-.3 .3507-:.39039.3 /.3 .749.3!0308.30472.:5/.9.50.03839073.9.3.3 !.2.11.9.5.3 :3/..320307.9...3 :3/.39..3!07:-.-07:9 ::0/:.3./.507/.3/./.3.3.9.3..3-.3 :3/.039 $:557088 .2.3%3/.347.!03.3.....7.:39039.8&3/.39039..7.9..703.3!47347.347:58   &390/.3.:202-.508:8.343..8.3&3/..3:2:2 80-.3.3&.2 &!80-.3 907:9./03/.3&3/.3.7.7..9.3.2.494!70. $:50203 43.3&3/.3%3/..0.3 &3/.303::2!07/.3!073/:3.943.3:39: 20.3803.3202.3203/474392-:3.39..33 !07843 850.3.3.38./.5..3907.39039.3.3!0308..3 :3/.:3025.4  #.42.7.3507-:.3 :3/.93/.3 /03.35/.5..749.!/.5/.33.:.3.1/.389 %7.3 :3/.30:39:3.:..3.8..3!0308.9-:.503.5. 7.9:0.3.3007.3.347.8...:3  !.35/.3.9.3.3..9:9.3 :3/.

503.580-..&!90780-:92..8.8.3.3 907..38.3.907907.203././.9/.187.3 203.3.9.820207:.3.!.7.39.3.9. 507-:.3.-:8047.8.7507-:. 5..3.9:9./.7./.:3  !..:50.80-.9.3502-47/.3..9:503.3.8.3907.3 /...2.70:39:3.35.2/03.508:8.8 2.33.3/.25.9.9./.0.:7.. ..-:803.5. 5.509079-.../.3.3:2:2  $0-.90780-:9/.2.38:.50.3-.3.8.0..7.9..35/./..8.5.:7:3.

320.3/..3 .2025:3. 803..350.7.3 3./.3.380-.3 .3.3 -:.8.  !033.8&!!.::2 0548.9047 /03/.3#0.50..909./.547.3 0724 /.9/.380/9 7-:7:5.7.3/7:39:/.9.31.  0.2.5. ..3/7  /5/.:7.3-.3/.9:2:2/03..:7.8.8.35/.907..7.. 9. 40&!9/./03/.-.3./3.2#.5/.50.20./.3.3/.3/.:.3 80....3. .3.19  /3.:3.3.4.3 :3/.8.7.93/..:/03/...3 &3/.3.3 207:5.5.305.503..3.3 !03.973.3::2.  7.2#&&3 .5.007...390.89..7.8:39:-07.89.35.39::..38:33.3.95030./03/.2.5.3 $09.5.9.3.3::2/9::.9.3 9.3.85030.:3.:8 502.9..3203.2.38073..3-070./.32030/.3.3::2.380805.3.33.:/9025.9202-07.9.9..01007.2.7.3503003. :9. 503:3.8 !033.3  0.89..3.3.3.2.:3 5.3 -070. -:..35/.  50.3.9.5.2:3...393/.8.:7.8.50.  5. /723.3.7:5.3.3.9./03.:703/..5-07:5..33.50304.2:3/.3..8.3-.3.

9.3.3-:.3  .3/.3508079.33!078438 /:94047./:.3.850507/.8079.8.3/.3$0.9.3508079.507025:.3 %7.220207.3.7./.5:8.3.3  /03.  !0.58.357 9039.9.3.70548.947/.947/.3.8  /.7$0... :5. .3   !0..11.3/03.850 .2.3!0.30 :39:.7: 07.:.32.7.3.7.89.3502-0. /8003...3.3.3-:.3-:.#:.8.31.9.-08!47..98079..3:.3 /:94047.5 .3..907-07.7.9.3202-07.9.3!:8.8 05 7234& /.3%!   !0.3/.9.2.3#080780723 0.3.5..340..3 47.3.503..3 $97./03.3.31. /8003.34:3907%7..3:73.89.33.3..3:8:83..5.3&  /03.33!07843880-.:5.3907.3/03.39./03.3.8.203/:3 447-007.  0.35033.3.33.3!073/:3.308.7...-08!47-007.3/.80-.8. /..70/:9./.89.7.7: 0548.!07025:.9!03//.11../:.503.3:8:80548.7.3/.:.9.507843.3.!07025:.3.3508079.3 /:94047..9  /.7 9039.3#080780723 !47-007. /8003./03..3!07.2.

3.!03.3.8.27.3-075.3!07.2.8..7.3507/.3.33!078438 /:9 47.4..3/:3/.5033./03.8.305.347.9.5.3.0.3  /03.&9.2./.3  05./.:3 /0/:9.79039.8.07.3#080780723!47-007.9.33!078438 /:940 47.&9.9.3./.3.5033.5.7985.947/..3&/./.2.9.8/.8...3./:.3087..3-:.3.4.2.3447/3.3447/3.-20.35033.9  /.!74538#.340.347..9.347./.3.7.3 5073/:3.27..5.32.2.7.3.39. 0203907.9.33. 0203907.342-.8.8$/..8/.905.. ..#$.3!07025:.. -07.2.3.2.7.547.:39:203/4743502-039:.2202-./.3#.89.39.-08!47-007.!74538.3.8/.-.3-:.-08!47-007.89.3#03.203003.947/.3:353.2. 0.3.:3.907.8.3%2:7 0/.3/09.3!07/.89.7.9.3.3!74538.!74538#.39.. .20.34.7 5073/:3.907.3/.3%2:7  0203907.89.08$0.27.3 508079./.: 0/.3:3 9039..3 50.30802-07 9039.3&/03.3087.   0203907./.307.2/.9!07.3203.11.3.3!02-07/.3&  0.3947!03:-:3438:.3%.11.4.33.:/..39.380389.3 7.3 !74538$:2.: :2.9..2!745 05:. ./03..3805.30 9039.:3 /$.353.0:89.!74538.9.  /8003./.3#.3$07.7& . /8003.&9.3/.9.8   !0.5..7#/ :.3503:8:3.20302-.3507/.3-.39.2. /8003. 47.3!07. 72344& .7..8./.-08!47-007.31.3.:.3503.980.39:47-././.3:897.393%7.3/#08947.3.30..7   !0./03.31.2.3. /03.7: 0548.3.9..5:8.:3 /0/.9.3 507/.347-.3...30548.89.7.3202-07.33078 /.8/./ !74538$:2.7.7.9.947/.3!745 $:2./.3947.3/.: :2.30548..58.3 !439.73/.907.3.33 /.3.33.3.7.8 /..39.790203%03.947/.947/.3!07025:.3 1. /:94047.3 50.72033.3$   $023.8.3508079.07...7 0548.903/07.89.2./.343805.3-007.3#/./03..9.9..39:5..33/.7.3# 0.:5:3202-./4 !74538$:..7.3..3.3.947/.8/.3  .5.2503..3./.7.3.8.:25:7/.3../03.3447/3.73/.0 $8902 /:9508079.3.3%7.308.3.5:8.9.9..3/.07./.8.9.89.3848.3:3:. /8003.8..3$0.8.80903.7..30!07.3.3!07/.70548..9..07843.8.9..:39: 2033..3!03.33 /.3.. !0.3$. 0.3-:.8.8.8 !03.9..347..3 .890.8 02.3 508079.3!073/:3.3%7..3202-07.5033.3.9.3.3087.79..5.07.5:8.3.7.38.5.3827./.2.203.39039.7.3/9::.0.39.9.3$:.:.3::8%:./.08&9.5.-007.9050/:.3.3 !7453805:.3.

3503:.3.3 :.2/!03.3:7:$/.:/.:3907.820.9574538  $.3%7.790203%03..95020739.8.5.33.20.8!747.3:39::7:/.7.5./03.090/703-007.2.3/4308.30 0..%2:7 !020739.3.3/.400548.347..3 3.347.  05.-:5.:3:2..-007../.7 47.7 -03.3507/.8:8 .0..3 5033.3827.2!03.3.7.90790780-:9 0/.3 :3/.38!020739.79.9 !020739.:.32.3/.9. !03.:0:././.3.3/.8..302:/.7.7.3:93..3 ! .3.2070..3.2.3!07902:.703.-0 .-..3400548.3/.3/.8-007..3.5:8.709   /.!03.4.3./.:3 9039.3./03. 2.33.3$#20.8.3 90780-:98.8./.2 5747./.39. 330 /.8.3.8:890..3:39:574808503:39:9.5:8.  !020739.3/.5.5.3.303.05.:.3.47-. ..8:890780-:980-.9033/7.33.3$203.73.:/./03.%.80..903 3/7.3..3.07.703.3.3507025:.390.9.2!03..5.2.2 !03.:3 907.2.8..:-007.05./.8:8507/.::5 /8008.3!07025:./.3!07025:.907.9.8..3389.7.:3 9.7.3!07025:.3803.5.:3/.3%7.305.8$9039.3/9.5400..89./.!74538$:2.07.203. !020739..3-.790203$48.8:825.5:8.3..3503:.3947.:/.750309.8:8!07/.3...7907.3!07803                .438::2.390780-:9 /507:3.380-./574808/..2.9.8/.07.7.203..3.5.3  .9809.3/4308.3 080.3./.3!07/./.3!..3.2....547./...:3 203:8:324/:50.8.8:8507/..7.89.3.3!07/.3.3.3.347.39..347./03.9.3.-:5.3!07/.3 :3/.3#080780723$! #5.3503.5.34 %.8!03//.5.8.5.:3/.380.3-07.3 8079.3!073/:3...30.7 .3.3.5.3$48.7.-03. /907:8.2.3/.9.907..9 0548.9: :2.  9./.300.790203%03. ...8.9.:4.2:39/.3508079.8.3 /3.!74538.2.9:/.82.33.903 3/7.3&3/.38.5.7.320..3/.3$4.8:8  07/.3/25.8.9.3!07/../.33./.7 !74538 -0-07.3/3/4308.79:2:33..9./.9/93.8.2503.3827..7  05..8.....3.9./.3.7.9.-:5..3.8:8 .9.8008.../.808.2.3  %.7..8.: /03.-:5.3.&9.3$%!/3/7.. !74538#.9!020739.3907.89.3503:3.2.&9...3.3 7.8.8:8 507/.0./..3 .:3        4 %..9.3./.8.940$/.33./03.2.3/.8....8:8 80.9.903%::3./.7./503:7:3.3.3 %2/.7.98:9:39:/.8$48.8.

9:.8.33.3 90.438::2.3 ..438503.8/./3.3/03/..8:83. 2070.9/09.9.7.7.202-:.9:..9.8.203.380-0:23.%03.3/.350.90--07.7.8.9:... .3%2:7 /..8.3::2.7::2..9:8/.3.3-.5...9.3  O %/.7.3/.3 !073/:3.8..:3-:..3/03.703.438::2.8:2-07 .9:.547.:./03. !03:3.07/ 574538 $:2.3700.380/.0./.2.39.30548.8..5.3#.9 .8. .38:/.07$9.:.0548.3/./.7.:3 #.3/.:3 9.8 /.3. .39.3503. #.3    ::2.3::2.203:. 330 0802-07   %.-0 !:9:8./.. 9.$0.3!03.7.3.8.3007 %0-3%3:..:3 9039.3 ..79./..97.33.3-078./.  !03.35..438/.:7 $:.7$02-73 $02039./...:3503.3/./.11.11./.9 .:3        ::2.25.:3    4 %.39/03.39.-08!47/.11.8.90.438::2.8/:25:.3/03/.0708!78.3-07./25.97.05.4.::2..3 0!03..$! #    .3 ./.8:2-07    8.3 $:.47.3 9.30 0.370./.: 05:..203/..3.47.3.3..3-.3.8.25.3::2.08&9.:-.35. /./.3&3/.3::2.8.:. .289.2 07/././.3-0-.3./.3/03.9.5.3 4.9..203/.7./.#5 :9.:3 80-0:23.3. 802.:3%07/.39:39:9.39078.3-07. 808:.&9. 09:3 .9:!03.:3503.7.9/.3  .2574808503.7.39078.907939.7.3.0.39.38093 933.9:39:9.07803.3:3/.:3 0.390..9:../.7.3503..39.3/3/4308.3 /03.3.907.7-0-07.-078.%..34 %.: $:2.8:8!07/.7.305.3.3 7.3802.7..3.7-07-.3.3 .9.305..07./.3203/.32033/.30 203.9-... 0.97.-:.907.8.97. 7.5.38.253907/.7.3.3::2.8:8...3!48 /.438.39.3848./5:9:8 2..3.3.11./.3.05./.3203:3:5:9:8.7 /.#5 :9.3/.8  '438::2.3/.38073/:3.25030/.9.5./.3#080780723.3.3.3-07./:5.0.7-07-.7-:. 907939.390.:8..30070/.25:3  .                         $:2-07.390.:39:/.393/./.7.8.5.3.9 ..3 /././..7.:39:503:39:9.7 -:.'438::2./.%2:7 .7.3-.7.2..

7./.3-073.39 507-:/.7.:&3/./.3 202-07.3/..20303.9203/:30/:5.3. .  94  ./8-.33.703.30.3::2..83 :.380-07.9:20.7$ 47. .3.3!0.. %70.9039.7.$3.93/4308./:8..8:8.2.502-.3.909..0 1103/078 7 .5033/.843.3203.3.2 $9:.9:. 0.3 /.39.3/.3!0308.320.3/904.47-./.8.3!020739.3..3::2.39.3.3 ./.3.7..0.9.3..3::2 !07/.30.7.3 -073/:3/30. 30.330.30.:39:203::250.3..02-.33.39:.3/02-.  431070383/.843.9.7./.3.8./.39.9.330.!/.38.7-.3.3203.34 %.7.30 /5:9:8::2.3.7.03723.90./:-007.5.30.7.7:8-078.3-.3/.30/.3/.07./:3.7!020739.7.3::239073.9/.7.5:7.3..7.3/.39074.7./.9.5.5:7.. 9::.3%2-.339.307.4343:39:!0307.3-.3.7.23.39.7.3 0-7:..347..79743.3!07/.2.0548.:.07 /.80.8.7.389  .39/.8507/./..3.:.5.347.073203941434314790$:7703/0741 :9..../03.80507928.33..3 /7/.9./.3503.7.3 97.7.../03.!020739.3 :3/. $3.:80.503.3 907-..93.703.203.3 07..7.9.7   207./8:2-07 503.2..9 -07././:.3!07809::.3.3507/. /507:.3#  07..7!03.83/.38..3/.3.3/.0.40 !03. .38790780-:9  07.3.. . .30897.3&3/.330.380-.797..3 /03.383.7.3/:897.2.2/.32.9503//.47-.7.3. 907-039:0:...8330..7.7.:50/41.57.3.%03..3/4308.39./.347.39.3 !020739.9 03/7-07.7.30.%07.3.9.3.3..320308549...3 ..32.8-.3:897..3 /::3.7../.3 7..5:.2.9.7 .30.::23/4308./-3.9.3.2.507..7.$07.39/.7.99078 /.5:7.8:8.8.73.907/0..!020739.503/0548..47-.8..:80-.909.7.3/..8889.3$3.347..9.8.30  20.9 09003#.02.3/.34  %.3..3!020739.-:..943. 0084. .:3 9039.350/4105.3 7.7.3:8.07.33...90...3.7. 0.98.2./03.20250/:...39:3 /7/803.25:202-07.#05:-3/4308..39.37 7002039 -09003904.73007.3!07.2.39.8./7 47.:507/./.03/7%--40..7$:39:3/4308./.-.720 507/.7::2.3.9.3:8..8:/.390/89 5.-079::.3507/./.3.0732039413/4308./.9.9429203-078.30.23007.347..3.9/507.8.3007.3.33. -0.7.9.3.34343 .#-07:8..#05:- 3/4308..95030.8./..7:8/-3.3 :3/.3.3:39: 202-:.3.3 47.90.3.39/.:8./03.97.202-:.8:/...83 2.9.347.8.73 !020739.2.9//.:897.47-./.905.:3503..3.8 2.2!48 0-7:...3.3../.203.35./.:9:  07.!033/..9.80-.3507/.32.8350.3 80././740:9.9.9::.  $0-.: 43107038!030.3:.43:9:.2.7.20303.3/03..08.2.2-:.47.:39039. .508079. .8:2-07..39..5.950393/.30.-:.507.920325../03.7...11.7.3:..3.2/902:.9.3/903.7.9:5.79. 20207.7..803/7 803/7402.39.3.7.2.339073.3 30.3803.3.32033..703.3.7..347.33.3.7.080.7.3.5.820. :39:203.9-08.19.:897.3!0308.35078047. 431070383:.33/4308.880.8.7.-.

.3/4308.20..9.08. 202-07.9.08.3.9431477.:93.:507/..9.0.3:.8 /.9.38!020739.8.90780-:9 /9::.3805079$...8 -.389....3507/.2025:3.780-..943422843   /..07  $0-...92..2.3 5073/:3.8.903.7.8:05.347.3.-47$4/.8 0.8.347./.7.7..3/./.:503//.79 $ 39073.3 7..2.25074/0.2.3-.3507/..230073/4308.8.839.7/. :5./.847-.7 5:.202507:.38079.9.3-08. /.-.3/4308.943.. 207.39:.  042542.3.7.3.:0907..8-..83.7.33.99.9:025.  !03. 7. -07:5.   2803.3.3 429203/::3.3..9203.03.3.7.3/.3507/.350.:3  207..9.3#05:-3/4308. ..339.307.. $39073./.11.3503:.347.: 5:.:80:.9803../.9.342:39.00.3:.090/703 $ 207.303907147 39073.347.3907.:3 /.///.3.8.943   -007. /.3703907.3 ./.5030.&$ :9..3 97.3.$07.84.$07.8.3/4308.3-.9..94.3./.  2907/7 /.8.7.9:.9 :5.33.303/4308.3/.3::2:39:203039.7.:9.943.207:5.339073.8949.9..27.33/4308.3.320./.-:5...3.39.3 -./.9.3/..20207.943. .9072.843.3. 07.: 39.3:39:503.

3.-07./902-:8/03.: .3%2:7203::%.39.8./843./.920.3.:/.!..  !07-.9 05474:8.-079.: .3.907. 49.3507/.8.9./03.3.. 93.39.909.39..:3 9.7 .2.3-07-./8.39. :2.:.7. 53..7.3/.3...347-.7.3574538//.3.507-.9.39.9203:::.3 270803.3.. . /03.507-.389.3202:.3 .3./03../.3..38:/.:3  !020739.2..3-070:. /0.3 05:.574538/.3/03..//.:9 8. 8..203.5:...3$3.9.380. 3943 ././/./.2.3-07:3:380-..574538 574538/!:.330.49.7.7.: !439.07.907:3.08&9..7.3-./.8..97.07.9.3907.. 203/:30907-.23007 2.7.2.0:30.3.9.3%2:7 /.3.3.39..35:..8..9.  /.3..73/4308.3$.39025../03.509.5:7.7./.38050790/.38.3:3./902-:8 02..3.5.92:/.47.3..9.3/.909..3:3!3.320.7.7.39.3:3.3 . 02.: $.-..7.3!%/30..503/:/:30.&9.30:.907.9.!%90780-:9..7.3.2.39..9:./.9:8!%:.380.8.32:33.-.:.   /2. -.:5:3/03. %.3202.3%.3!03/.3/03.3 !%  030.92:/.3 .. :9.9.9 :3:.0/:.347.2.383%.3 507-.3 $:2.3#.7.72:3 #.5:.80-.7.8.2.2503.35. /03.:$:2.90780-:9  .97.:/..389/.3.7..3 503025./.39:3 $:./.2././.33/4308...8.93.804.7.7.7.203. 4.3 $07.8.7.2..9.8.8.3.3 $0203.3.//507-. !.9 5474:8 2:/.2 %.8.39.40!020739.8. $0.9.9.35:.3.83/.8.3..:7.9502-07.:32070.9.5.73007 #4803-07    %3.3.7.3 .3!.3-07.330..847. /.8.3:2.8./.  49.8.39:8 /.%2:7 $07.90780-:9 8073. .203.

82.7.302.3/.3/4308.:02..8.805079.3 0/.9 /.8.3:5.7.93.91  :...3/4308.3.9:39:-007.9.347-.3..3 ..7.3 -8.#-078.39/.5:3/.3$.39.3.3503/.7.35078047.9.3.843.305.3 %2:7 :.-/..3:.3/.3.38.33.3-.3:39:202-07...3907.79.340!020739.2&3/.3  &39:2033.3.30385007.32.8079..2.  !.9.:80-.907.:03:3.3  5073/:3.!%9:202.70 $:.3 05:..03.20307.3:7./.9.3#05:-3/4308..25:3.-.3!/.3/.3..8.3-.7.380.5 /03.07./239.3 0/.33./23897.9072.3..2:7.07.3 2070.:39.909.3 43803 /.: 3943 .9.8.843./.. %.2.3503./9025..4.3.7.3.8 5.8:202-07.2. $:7.8.3 0-:3 8.22.9-07-.-9....3:-:3.29025.7..3:3.8 503./..3:3&-.08$0../:.7. $02.3/50/...73007 !07...8.8-.3503..909. 5007.3.9 .8.9:9.07.3 .:39039./..:5:339073.7.3 04342 503//..&9.-.32070.3507.320325:32070..3 &5. #.9.3!%5..330.7. %03...30..-070.-070.907.30.3.3. 47.3202-07./03.39:.3#.347-.-7 5.3/507:.8.3  070..%03.30.2.35073/:3.9:7/.502-07.253.3507:3/.7.3./..03/4308.. 7:2.9:.3080.347.23007 9072.3.%2:7 !.350/:/03.%03. /.3 !020739..2 :8.3..8.25:.-..5073/:3.3:39:202:.7./..3 202-..3/.38079...3205:90..2. 3/4308.203:8.3 3/4308. //.843..:..7.3 $:2.3-007.. 3.3. ..9.!03.9..9 /.  ./.7./ ...00:.9202-039:02-.9 9025.:39:/5007.2507/.8.8.3297.8.:0/.3.3.9.-07.3080.!020739.02-.73007.9.9.8.3.8 !020739..!.3..3. !07.507-.3 ..7..318 588 703907...9:7.9 /.7 .3.7.3-.3:.7 4947 907./.:09 :..3503.7..3.02-.5.73007  808:.3.7.79.. 502-07/.2..39.2.. . $-.203.747-...3-07-. 5..-. 30.9.3/99/ /.3 .3::2-.39: /.0 3/4308.!07.3.3:5.8.8.8.9 02-.3.2.7.39:.9....#202-07.3:3:./03.9 0-:3.8-.302-.3./.   80-.3 .2.-202-07.305.30.3 47.8::5.3 :8...8.9070-.203:8.8.805.9.-07.3502:..3:3.9.3.%2:7  !#& # 073/:3.3 70.9:/0/...3 .: :2.!0./50749.703..33.3.2-.709 /. -.35073/:3.3 ::2/.8503/:/:39..3/.843.3 -079..3#05:- 3/4308....39:.9.3.7.8050799: 803./. .3 :3/.42.8 502:../.3 /.3 8079.::2/.35073/:3.3.7007  !073/:3.3/-07.3 502:.3#/:.  !..3507/.3-0723.3%3 /.:5:3/:..9.7.8.3:3/.3::23/4308.2.5/507:.339073.:-.7.8.3 :9.3503.70 5.3./2.25:3.3  808-9.9.9.//.9!07:7:.30-.3/9025.32.3-.34 %.

343803 9072. .-07-. % .9.2.3.9.31:383..3 70947.9.7:7.9.3..9:30...9/././9.3438:07  05.703.3.73007 8:/.8/.8.3-..3/4:203027.:2:23.3 203..3.-0727.203.7:./03.447/3..39:./9.70828073.73007-07.9: 31472./80947 31472.:2.5/ 9025.730075.33 3.208:9.07.!02-07/. 9/.99079039: 8.30/.9.8.3 507:/80-.3-007.8085073/:3.347./.2-.25:3.3/.320/8 58448/.3502:../809471472./.3/.7.33.. -. /70947.50.2070.3 :39:203.-.8.3:3.3 !07025:.3.9...30.32.:79/./.  47-.3-007.3-.7.820303.07.8.:.3203..9./:.2:3:39:903.3.3/.305.3.9.3.32070.8503.547.3..9//.3 03907080.8../.8:08:.3.320. 203.808.8.5.  /:..3/.203...03503025.-07./.2-039:507.23007 803.808.9!073/:3.2.8:503.3 03907$48..7:8/.8.308025.54740.20.8..3.73007..23007 5073/:3.7.3/80.9.3.8.9  /.!74944/.903/07.039070.3.3.98:9203.2.39:./.. 0805.8:../.#4247./.3#/:.3::23/4308.07.-.:.9:8.47-.33  0.20./:.7.302..703.32.:.9.3/./-07.790203:.:9/.2.3507/..3/..-80947 80947808:.3/4308.3..33...3. 0548..7007  %03.7!07./.703.3078.

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

8.8.35007.3.07.3/507:.9907.3%075.848...3!0.: #$./4907/.3/.9075.9!0.3.3.#:2.3.5 !07025:.7.$..3./:#$0548.3/3/4308.7:  #$.8.3  .8.85253./:/-0-07../.3%07..3007./.747-.2.9/.%0-3%3  .!.02-.90548.$0..7./.3!:8.0/.!0..7.7.80.9!0.3   $:2.:5:3.25:3#$..3./:./..:2.203.3  %.3.5.907..7..3%075.7.3..7.3.85020/8 588 2.3 ::2 $0-.9!0.3.9.7.-0 !:8.3.7:2.!.3 2:/.3./:/-..3.3/.3.07.2-   #.0.. 9039.9 5844  503/! # 8079.9!0.3#. /::/.7.3%075..3 .2-#$.   05:.7...7.50.3740..3./:./03.3%075..!:8.#$.7.:..3-.&9./:47-.9/03.0   $:2.33.907.907.3/..25:3  ..3202-039:!:8.:   $:2.850848.3.3:9.7:88.3.3...3%075.. 7:2..8079.3  #$.03::   .7.9:2:2!:8.9 #$.5.3   03::#$.  0548. 447/3.808..3..5.8.90548.3-.3-078..2#$.9-007./.3#$.3/03.3.3507.

.3#$. ! $ 47.9..::&9.8.9 #$.3   4.79. $:.7.3903   0974...7.39.2.7.389:.!439.38.9.-08!47    05.7.$.33.3.3 $02.5.:3 90.7..0..39.79.:2.!. #$.2.38   .08%03.2-:5:8.3..50302-.#$..09:3   ..#$..907:.8848.3  $:. .3..305.89.907.9.   .03/.3.3..3.9  #$724-0.7.%073.3.7./.7.%03.  $:2-07.  . !073/:3./.574538 #!$202-07.3.   . #!$ / .3.3..3.%7.318/.3  #$.#$.3/.9.7.3080.380947907.!.7:38:73.%03. 2.#$.007..8.&9.$.8.2.3:  #$.3.790203$48.7..7.55.-:2   .$0794484 $:7.3.08%03.3/.7.3.3.89.7.7   $:.3.3..%2:7 #$.3. #!$390..2.2-43   ..370../.3.3.9/93.8!74538 02-.$02.3/../03.%2:7#$.9..7.3.70872.88.4 0548..%::3.43/8.7.. /..3.7   :8.9:39: 20257.3%2:7#$.07.:..#:2.0/7  #$.   .7. #$!45:8$:.7.7.3848.8848.3..3.2.3.7.3. 47.7.08&9..202-039:#:2.83   $:. 035.3.90   !.3$:2.3507./03.3%03.8:2 !4743   .358448 50302-.::#$.3 20::/.79.7. .5.3#!$/-07-./020548.3.3$0.7.5:.:   $:.7.3/:3  #$$0.3   .3703.3$48.:....7.7.3203/::30-071:38..3 ..7.7.7.#..5.3 502:.907.38.90548.  #$.39.3.#$.9..80/:5.%03.3   .8.9.5.72./4   47439.08$0.8 .5.93/./848.!073/:3..7.95:8.33:3.3 203.. /.-.7.33.!.3/.3.3/0/.5.#$.:5.7.5:..9#$.2   :8.7   .3.5..8 ....3.3.3 .3.79.3#$.:3  #$.3.3.8  .9#$.39.394 7.3.35073/:3.7.7.3  #$./..#$...3.5:7./..3..7..

/.-:5.3.07./#$0548.3./.3.:.30548.3 #08479 .7 $! #202-039:#:../../:.3%075.3.3-0:2.-08.3//..!:8.3 !0.8.3.3/.07. !74538 0548.9!0..&39:202507:..8.3:8:8 #! /0548.3#$&/49.3..3.903.3 -.3.

.49. .5.903.3.3.9.40!48.:3 90.3 9072.30.:39:202-07.3:8:83.3/04.:2.3907:8/507:.3507/.257/80:7: 0548. #:.305.39.3././..-:5.809.3/.3.8803.8:47-. 507025:./. -07..3#08479 ./:39.07.3!0.3..3.34.390780-.3 %.3.3.7.203. -07.47-.50548../3/4308.8/-039:#!803.

5.3507/. 5007.08$0.   .39:.7.   $:2.7.25.07.%03.-0 #:..3!0.347.202-.3/7/.47-...3 -..25: 202507400/:5.7..  %. $:2-07.503.$0.305.9   . #! :39   .9.202-07./.3%03.3/3/4308.   .   .8/.-08!47    .907.4   03::   $:.07.7.3:39:-.25:3.7..:./9::.8%03..9.3 %7.32..5:.7.::   .007.9   :8.8502:..39.70872.305.3740.8..07.502:..3..3%2:7    #.8.9  .347-.8.2.347.2-   .08%03.   0974.08&9./-07.397.::&9.3.305.3./..3:8:8 #! 0548.3 0907.09:3   $:.9   ..3.389 /0-.393/.3827.   4.2.3    47439.7.3%7.7./.8.3 8079.3.#.9.2.790203$48.39:202-07.3848.79.7.39...07.7.   .3 503.3-072.35007.3   .3827.   .2-039:-.%2:7   !./2./.92..27.3/.7.25:3   $:.2  ...49.3/./..3.3.3.   0548.3-072.3903   .350.39:.-07:5.%03.39.3/..08%03.3.3.3507/./. #! :39  0548.07.305..7.3503//.:3.27.97.    :8. 9072..8.2.%03.8:47-.79.907.3$0.9   $:2./.0.&9. /80:7:3/4308.3.39.907.385479..9.7.3:.%2:7  .7:88.  :2.   $:2.3   .3/.:   $:.3.07.3//.3.72070.790203%03..5.9.:8:83.8 05.3.

3 %075../-07.759 950909../-07.49./.7.2038.3-.9../.8.7./ -0-07.253.3.3507/.3:.38073.3.3.32.47-.3.2539: .7/80:2.3:./: 4203 878803907 %7..3./.3.305.:745303907.8.340!020739. $/..39:.347. 05.3/03.340!:8..9.3 ::2-07./239..07.38.:2.347..3.3/.03907 $0907.3507/.47-.3::2/...9.30/:/:.9!0.5./.574538/3/4308.347.33.8.3 /8003.3-07.-08.82.

..8...75987.

.

 : .3/0 55990!03:3.

9437.89. .950909..08 8 .

.8.4:39208.759 /439...

8.759890 950909.

3430850.//3 79 <..3430<5 9- 54/5.883907!740/85.

759950909.8908.

..759 87..8.995.

.

209. 47. 20/.

.

3/0 55990&807!.948./.

$.7598.

9437.&808 8 . ..950909.

4:39208.759 /439....8.

34203 878803970 !.3%075.3 7.33.$0.3.49.07.9.348:43 /70303907/4.38..9!0.3#.9!02-0.7:88.3!07025:..3 !02-3.39..:. !! 0/...3   03::.8..9...&9.3  #.9 ..3!073/:3.3.3!:8.:$0907.9745303907...9/3/4308.7..9:7./.34203 878803970 03::  .0..3.97.:$0907!:8.2%7.!07025:.79..7.9!0.3!073/:3.3..8.#.3/8003. ! !:8..:745303907  .!07025:.398:3.2   $:2. !!...34203 878803970 !. .907. .3/:3  .07./:! # .-0 4203 878803970 %7.%:3.3 .905.  .3.9!0.!07025:..347-.2   $:2.759.  %..745303907!:8.: !# /:2.38:.3:3/../0 %# 4203 878803907 .33.97...3745303907 .9.7.9./8. $/.03907 $0907/..3%03.9.11.3!07025:.79.8 .3740.7.:2.07.02-..-07-:.907.34203 878803970 ..3/.:2.3%075.  !74538 $0907.8./.8-.3   $:2.907.8 503:38.8.390.8.3.3 !%! .2 $0907 !020739.3/:3!:8.7.   05:.07.340!020739.03970/!/0/.8.3%7-:..907./: !02-07/.3.

8/.$0.3447/3.0 0/.!:8.3:8:83./.0 0/./.9./.9..805.//4743:39: 202-07.2./.905.  8848.3!007.38!03. 0/. $:7.03907...3  .8::2/.33/4308.302-.39:.7.8.5.:39:0.3::23/4308..34203 87880397047:2!0207.30..4203 878803907 42-..$2021./.79.3::205.3 .  . 3943  !74538 $0907.  .7.4203 878803907$:7..97.38.3 !.3..3::2  .79..3 !.:5:3 -.8.%2:7 .338.%03.3::2:39:.    0-07.3802.843.8.-.7.3848.253-.39:.!07025:..38.9  02. .3::2/.2.3.39.3-079..39.%2:7$.9/./4 &:3!.91.25:3 .4..8!07025:.47-.8/.8. . .3!09..$0..$:7.34203 878803907 ! !:740794   4.79..  02-. ./.3 !439..91 2.11..3/4308.4./. 2.3 3/4308.3.3/.3 .403 #02.3   .3 203.3::2:39:. ..7.9.94203 87880397097.33.3..39:./.02-.8.7.%03.07  07-..3/..-.3::2.::2.3::205.3..89. $./4/.347.3 !!  4203 878803970.3 ! .3.3. /.-.9.39007. .39:.9:.  !:8.27.88.9:89.3..3-07. ! .3/80/..3 .8 7./.:02-.47-.-07-.80507928./.3507/..39..8.79.3 ! 3/4308.-9./. !07025:.:2.3.79.39:.2  428::2.!:8.3!03..39:..3  !.3::290.338..30:. : ..79.2  $:2-0702034087..8.5!07025:.253.7...3.3# .3..3.7./-0-07.02-.30:.39:./.!0725:3.3/:3 4.88.7.5030.33.3 /8..9.3.9.3 !./.9:.39:.39:.7.8.79.!07025:.2: .9.3::2..3::2.3-.   !439.9.3.../..5:7.7203:39:9/.8/.07.!07025:.3  8...340!020739...2-. 438:9..7 .4203 878803907 4.3%07.8502-07./.3 .78803907 ! $0907$3..3 !.805079 02-. 438:9.3::220.73/.7.3.3!073/:3.39.3  .320/8 58448 70.02-..08$0.3-.3.:745303907  $:.02-.02-.39:.7  :8.79. .5..79.2202-07..9$0907.3..79.5.91 202-07.#1../.

07.7.3::2..9:8.88..3.8..3207:5.3.5.9.:507/..3 03.3..:5.33.8/..253..3././..:.3 .0.3/507:.25302-.:507/. 80-.85.3.3::2/..3.:580:7:49. ./..347././.2.3907.0.347-../..8.38:33.::2 0548..3 ::2  :899./.3.25.73.9.3.8/.3  02-.. 803.:5:38:/.30.3  /.3 078.5.3.3.3::2.3:5.02-.5..3507/.39.202-07./.3!073/:3.347.. 9072.7/..  !& .3.3.3.3-0703..07.38.3/...:-.305.5033.:39:0.302-..8:2070.3!03.3 202:9.:5:38.3::2!07025:.502-07. 80-.25:3  02-.8.8:2-07 97...70 .8./..50.8.3..90780-:9 /5077.3503.3/.3907.3/903.-:7:27.'0743./.3 2.9::.3/.::247-.07.3507/.720..202:/.5507/.9.3  !! . 08.07.347.25:3 .11..07 /907:8.3!07025:.. 47-.9 5:8.3 80-.9/.90780-:9/.808-.3:7.3.3892.35.203.32.3-07.7.950./.20893.3438:9.7  02-..72070..07 507/.  02-.3-.3:9-075.3 ..3.3-07-.07.7:8/507:.393/. .3.3/.380-..8..8..:5:3/.3507/.347.39:.7:8/3/:39/.7.8.9.3803.9..33.3::2/.8-0:2203.2:5.33/4308.  ! .37039.5.3202.3907.350..73...2.3574808::23.3.47-.331472..347.5 50.32025:3.39:.2.7.3!0.:47-..39:.::23./.07..3. .908/-07-.5./.7.347../.3  8.8202-07./.8.3.2070.380925.$..3/.9.5.35073/:3.0 503..07  02-./03..347.3-072.33.5.7/80:7:574538/3/4308.:5:38:/.:7:7.3507/.32070...7...8/.3::205..:.....02-./. /.07.390780-.:..347.347..3..3380./.3  !07805847-. 5030..7..9:9/.3947. /.22033/.#907:8203/4743 9:2-:3../.5.3-.9:::2.3. 042542.7.: 97.9.3503/..80/.11.9503/.5030.8  -.9.3.8. .7.. /.305./.3:8.50702-./47-.7.3/507. :5.8.39:.3.11.$ .007.3$7.8/.47-.980/.503....8.3203..9.8.90780-:9 !020739.3897./. 2070..9...9//.3 503:39:9.82..9 !439. .8.3/.9.3/574538 . 503.3 0.3.7.:/..3 0..805.5.3 !.347.305..320303..7985.: 97.3..8.3.203/.203798307.3507/.3::2  :899.39:..3:.3 503.$/.3  3.3:2.438478:2!02-0.438:9./.50..3.33/4308..39.3::290780-:9 .39:.3203025:. 02-.39:.  .3503/.3!02-07/.2:32..-.33/4308.9.3.8.75:8.  ..3./..3 ././.3 97.:8207:5.253.3.39:./03.

305.3507.7.253 47-.203/:3/72070.73./.350/: ./-07.:.947/.7.32:33/902:/9025.9.80.5.397./.8.203./3. :.47-.3.3 .80-.39:.37039.9..38:3 05. %09.38.3/03..3!02-07/...9.109 /.:/-07.5.3!07025:.3-078.3.847-./03.3/.2.7.8.3 203.9/ ..3.02.7.8.3 . 2.9..3  202-07.7..740#4803-07   -....3.39/.723..9..723..380...3 :.3.:07.9.32070.7.809025..8-.::3/4. ./03.5:3203..3 05.2-93/.507025:.8.7.7:83.7. 80507928.9.3502:.3508.3.809039:.305.3.9. .2. 803/7.3./03.3.804...3 //8023..9 80507928..8.:/2..8203.90548.8.438038079..3!020739./.7.3 93/.8.3.3 .9.30.2.809025.9.3:8./03.3&$90.40 !020739.339073.07.3!7.3.3.7 !020739.89039.3/3.2507-.3.8  .3 /.0-20:.35. .33.3 .88.3 $ /.39  07-...3/:.32030:.8&39:0.347.3 47:2.::5202-07..9.9/.3/-07./.80.5..8 /3.3/.2.9  !02-07.9/..3/50/08.7.3/..4.3/-0-07.:0. !.3-.347.8 /3.3$..:.2..8907.:. .3848.9.042542.3.805./.8.8.880907 509:.202507.347.39:.9.:.3-4409.7:..35030.20/.3/.324394730../3.5.2.3907.3033/.3#/:.3/03.7.2:32../.3.503.331472.3 70.7:8/-07.7.2-007.907.3.3 509:.3.../03.7/.3 507/.90548.3!:.3202-..25.8503/.305.3. ...3 09039:.331472.042542.435007.73.3/9025.3//8023.5.3447/3.8/.3!020739.380.35073.3.305.9.3-07.3:39:20207..2070.3 /3/:3  .3080.3/.3./.3/0399.4.3..9.9.2.347.3 .3080.2..:2../.380507:3./-.:.3..39::39:/80-. ./.3 0.9025.3..3/0:.8.2070.:.380.3!020739. 20307-9.9.3 2.8. 702.3805079.847-.3.03/07:3203.3 .9/50740 90.331472.3507/.  $48./. 27.3-079:.80-.3!02-07/.2070.8.589:.7039.3  /.50.320..3/.350/:/80:7:3/4308.7!07.3:39:5747.3-07...3 $/..3/..  -007.3507/.3/.8.5.8.3!07025:..3/.11.5.3.3.70.3..380.3:.7.30.5:.:.3/83.9.47-.3..3-0:2202.3.5.380...9..3.347-.2.90!07/.33./.7...27.3&$20307-9.3.3 .9.8../.3/3.3$.20../.35073/:3.07.7.3 80507928.8/.9.3./.-.909. ..39/..39. 207./.805.:97.07.5 507/.8.3.2.3/.3:39:/503:9/.07 202-07.5.3 507..32.7.3.37.709042548.23.8423-007.7.843.580..:20390/27./.809.:/.9203.33.8.30203907..35073/:3..32....30203907.3092-...3..30-../.27.3  $0.3 05. ..3.7.3 /..3-.5007.907.3/0399././47-../:5.3.  $-007..380.20.3.2.8.53.380507928.3/.2070.9842 !09:.7.9/.3400203907.3.8.3  8023.80-.73007 3.3-::8.380-0:2502-07.8./03.3#.8/.8-.8079.3-07-.3 /.:39:203/.2502-079.

3-07:/: 3/4308.39070-.3.3507/.9.2070./03.7.3 507/./..-0780/.8..7.3:2.8:.8.347.305.7!07.3:.8.7. 9072.3.9-0793/.8:05.# /03.3 30.9!020739.3$48.7..3/./.30.347. 5747. -0-07.3-.3/.9//.5.:3 !0/42.3  #05.54390203907.435007.32.9/.22.3.3 &5.3-07-.3 / ..:3 203.350/42.3.8/.3!03.350.347-.:.3  $ !3/..7.!020739..203.3!02:./03./.3.7.3 #! !07.9..280.9425.8..3!03.347..3..3.3#/:.347. /.305.7..7.38.3 7.39.350/:/.73/4308.38.347-..2. .347.7 507..002-.3 09.33.07..3!03/./.80-.3 507/.:.5.8:$/.8.32033.8 $48.9.2.3/2:.3.7.3.3..8848.47-.3-007.3.5.790203$48.3. 9.2 30079072.35073/:3.3#0.5.383 %.5.3!07.5...3/8:8:39..3-007.!:8.05.7.3/:.9-.!020739.3 !% /30.3.8 : ..5.8.3./.547..3!07/.50304./.802..33..9/.3202:.340 05.39.5.3#/30./..-9.-07503/.35.!073/:3.203.3  .3!07025:.9./.80...90507/.3-078. 02-.0548.&39:802.350..3.7.314.3:9.33.3/.3..347-..3.3#/:./. :9.90 57.. !% $/.202-07.3907:8/848.8.97./.3.!%90780-:9-.8. ..9072.3$9.3/...25./.7:83.!7480/:7 $ ! !02:.920309.35.5.3...843./.0. # ./..907.7 3007 .347./..9::.5.3..3.3.39.:3 90.909.3203:8:324/: 24/:503//.3.9.38:/.27.3 05./.5.3./.305.72070../.3 !020739.3/...3.20.2.47-.3 !07/.3.:.9.3:2.5..3#98.47.7.2202507.80-0:23.9:2:2803.257..-07.3.3. ..8.3!02-07/.3/0:./.5.9.3.3..5.: #:2.730078.7.7.

8808547/.  802039.3 /.9.30.3.3 070.3503. 3/4308.8./3.2 57.39/.39.-07. $0.309.7:5.3..03/4308.8./03..7.203:7./.39.9..8...9.0.3.805.9.3..8.7 7..250/ 203.280.:402..3/.3/9./.8 2:.8:/.9/.7:2.8.380.5.30. .3/85.78023:/03.7.2.79.9..34342 .347.79./..3-.203072./.89:203:8:78408549..8.3.5/809.804342.!#%.3:3.38:3 .3..3:5.8.43/8/.350.90507/.2.202-:.:3 /:.3.59/.907.3 /. 07:8:..389 /9025.33..5 $9:../9.03 .-079.443./.9. 070.3. .3.7./:7:3/..750707:9./.-007...8/./.: 0-.3.07...33 . 070.3 2.7 507803/.7 0-!#%.- .02-.7.7 9::.8.7.3.5. 09.8.#5  8.7::3.8.!020739.9..59..7:/.3809475:-  .5.3.7081203/47433/:897-07-.90-.8/./2:.9070-.35007.#5 ../4:2032070.5.3.3 907.7.3.007.3  50.3..-:7:27. /95:/2.90780-:9.39.50.3  $09./.8907../.30385007.7../.3-07.7.8:/.307.4:804/4707 8#98%7./..907:3.3  0-07. .53.507025:../.9/.340.3-:7:27. !#% /.808:.3507:.:38090.38:827.25..3 97.7.33/4308..:7903.3/...3.8./9.3500.

5202-.2030-.8.3.3.390.35.:02-.3203.0789./50749.35..3 0:. 90.304342 .80.9.. ..35007.8547 :5.39/.8547/ 903.-./0.0-/.-:7:27./. 20250792-.7. .3 5073/:3.3 .38:/....507/.35:.3.3.-.3 507.$90.-8 %90780-:9 203.8.0..3-0-07.90703/./..7.3 5474:8 ./.43:250.3'093..8.3%03..9:7/.9.3/..37039.203.3/...39/.8/.3:1...3903.7-...-07.7./::3.8:0.:7/805.5:.8%2447/3.0-:9:.25324/:890780-:9 -.3/.83 !020739.2  0.2-039:503..5.39.35.8.3..3 ./2.2070..3.:3:3./.390780-:980.3.3.8.7.. /503:405007.5..202-07..3.3.9.3.3.35007..3.%0.39.78.347-..../809475079.0.343897:88079.3.:.05.7.3 503..3 47.3%:.80.3 -007.3 -. :3:3..3042-. .5-:7:27.327.3.330.39.072.7.4.3$.3503.8.3.3.9/.302..3/-075.07..9.:9 .307. $..3-07-./4:203 708280-.9: 09:7:3.3.27.33..3/93.07.07.3.-.3..3.8.9.39.5030.  %09./.30..3 /./ ./.34047./.:79:8 .9.-. . !07-.:39:20372.8  8.3.. 802039. /.9:.3.4380:0383...35..81.3 2.90.52... ...3-. 909.3 .38:/./-/.59073.03903.8..3:39:/08549.8202-03/:327.8.703.3$07.89.3:3  :.27..3.7.9.8.35079:2-:.31.90.8% !% 20383.33.33/:897 %03.8./.3.3/08549.-. /4:20320. /./.3-0-.3/4308.8.2.3..7.3.7.2:39/.32.3.3.8!02:.8.07.3.31..390..203.-202.7.5007..5.:.3-.7049. /03.:8.9.3/507-:7:/03. 9039:. .7-0.-443 .3.3.9.347:5 .8.320.3202.3..9.3 03.32.802. 2070..547.8:3.3:3.3 ::2 &39:203.390795:.:./.9..9.203.  ....880.8.38...3.7.3203.07. 09.: .890780-:9/.3.33.3/4308.7:939.7.2.:.7%.7.8..202-:.7..35.4/03..723.8.9.3:8.3/4308./7.3/05479.3.3:2./.27.750/08../9.:.. -079.3507025:.7.8:.703/..3 507.-8 .8.5.0.703.0-./30077.3.3./.3/-/.-07.5. 43/890780-:9802.39/.2.93..3.8. /.2070.39/.8.3507-.:92030.3/42089.9.20.3  . 5030.203:3:5.:...39.203/47435079:2-:.3 -./507-.3. :5.8..8.8.9/.3/.730.3/03.8.39./08 3/.5 802-:3 802-:3 /..39. ./03./.

3..7.3./.3.902.$05902-07 909.03%-078..3.30-..3../:974.8.3:9. .72.3:..3.3-07:-.- 80-.2:3 2030.7/.5.:3  /.8.:.3.92.9./8090./0.:-07.02-07  /..7.7.:.8:0.3..  %..3/:97 !020739.3 .-9079039: 28.703.9: .9.880-.85472070.3.3907..: 507.2030:.. /50.3././03.0./-. 5007.. .3502-07.3!%/.-. 503:87..:/50748.8..7.3 703./..35./2:..9.8::.32.7#.703.9:82070..203.23089 .8./.830.9..9..8.5/:-.9 .80. ..7 /.32.98203.:.8.20.4942.7  .:/50.3.9. 8050309.3203.2070.340!020739..3 89.8./90758.39.203. 54883.  !02:.3/4308.3.5..

3 0:.7.3. 0 /..9:39: 8007.2..8.2.3      :2./.07...3:353.70    :2.3!07/.3030./.3/.3 $:2.025..3.9 /2.7.#20309.07.3/4308.3.8./.9.#20..:..3.3..8.25.709  7.3/03...3:/.3%2:7   !.:3    4  0-.&9.03975439/.3.8 47-.3  .7.3202.8.8.398:3.79.79.-.7.3..25.8:/-07-. 5079.7..5.9.:3   808:.38:3/.08$0.90..3..3!02:.:%2447/3.380:-:3.3/4308..%-072.83   !020739.3.0 3/4308..3-07.3..  .3/:.        %.8!02:./.808:/.3  !020739.8.3.:9  0.9 .230898.3.3/. 80.3.9..:   :3:.32.8. ..4.3.3.3.3      %.07.3574547843.3 7.-.3503:./..70 5. -03.3:3 !3./03.3.7.59/.832.70 $:.7:39:202-07.3203..-07.3      .7 !020739.!%..72:3 #..#203.3./.3/..:0557084  %.:   %.3  %.7.   :2.9/.2.30-7:.3/./.5:.   0/..7#5 2..2.23089:39:5:. 2030.7. 4502-07 8.8..25...39..3-.8.5/3./.3947034087./903.8.7.   !0.  !020739.3%03.  %..7./03.3 7.7.3.9  3943 .      3943      :3:.3!07/.8.      $:2-070/.2025075.4.3/-039:20.7  :.!%./.3. .380....309..73.70.3:3-.  0/.230893/5075.2/..7:/.02-07  !747. .72:3      .7 ..33.8./.3.8.2.  $02..320.8.3.8..3.502:.7.70 5.:.2 05:.907.39:202-07.7.!02:.3.3898..3:3-.3#.303/4308.843..9..3.3.8.5:.3.8.3.%.347-.3     !.3./03..3:.39079.2      %.2.380-08.03975439-.8:.8.33.-072.39.3      $:7.07..3.30802-07  02:/.7.03907..7.07.3 05.3  . 2.3  $:7.-0 .3.205:..-.8.7 94-07 8. 5.3%-072. % !% .3% 072.3.25..9.202-. 5747.9.3 .3 /.072./574808909.3.7 507.0/.3./.      $02.31.8.3%072.97.0 !020739.

3..38.0/.02.3503.8..033.502:.3202-.7574538.3 97.% 23089.-:5. 80/.33...3 808:...:20302:.3-07.3 05..83 2.7.:39: .3...3.3/03.3 /.8.83 2..7%230892. .3/..39:./03.2.385479..2507.3.3-08.39:-.574538.25:3.32.8..5.30548.3080.9.32070.7039754390-:49.3..2..9-.9/-07.3.3:8./.3/.3.3/.3-. 502:.9.25:.9.0 .8.3  5072.205:9.3.3.9.3.903.3 !020739.9.2-..3 0:.25:202-..8 503.25.95072.3/.8.3/./507:.393.503:3.90780-:9.!:8.8.9020703../.07..80-..39/.

.25.00:7.49.8.3.

73007 80.33..5007.9:/.8.3::2 ::2 /.39/.28549.331472./.:/203..73.8 2.7.:/ .8.:574808.3.8.8.390997.3.3809025.203./.8./.../.07./08.5007.547.35072.3503.8.507.%0.3.25::39:202-.25:  /-07.93..3..3#203:3.3.:/:39:20..2070.-:. :..3 02:/./.3202-.:5:32039..3:9.943. !.3/507:.39.25:3.9!07./8.:203./50.3  .9:7.2.38079.23089!020739.3507.303975439 05.3.03/4308.3203.820303..-:7:27.30:.3..20325. .38.9..3 .347.3/.8.7%:39:202-.8.3/-07.3.3/.-072./7..-!020739.2.#/8.47-..80.3/.9.3.3.3%7.5.357.202.303/4308..3903.-07.2.9.3275507-:/...3907:8203.3.3.%2:7%03.7.:.2..3203:5.3/.503.39:0.8.3.3 !020739.3..3-.3807:8.8.:.9 907../..  $08.3/-:80417.3.350784.3503:7:8.25.8..3#/.3.5 5.3.3-:7:27.8:8 .3 5:.5507025:.9807:8 $./7./.385479./.7.93907/.5.32070.3.8.90. /-07.-$. 3/4308.3..3-078../..07.9.8 !02:../ ..305.90 57.33/4308.903.3 05.25: !020739.257 507803/.-072. .7  -:7:27.9073.7./.3#    .2.3-08.5./30.7   !02:..3.203. 502-07..3.8..3  :8:83.-072..8 027.3 0-7:.30..3502-0. 5073/:3./.3.8:8.07..3/.07.3/4308.8.3/..7507025:.3/4308./.3.3/4308.7 ./23897.3%-072.35747..3-8.3202-0-. 43/8 50..7.-$.3$!! /.380-.8.:/ 7.7.:/.3:9 507843/.:/ $09.: .9 :9.38.32.3.33./.../ !07..-.503/:/:7.8/..:/  .35:.3507-:7:..-$.253..39039. /!07. 203:7.2578.550..3#/:.7.3/03.3507/..:.390780-:9203/4:2039.9. 03907%03.3080..3.3503079-.380-.33.-.3  .39:05:...9../72.907.8.8..3/4308.350.3.5.9047.39470783$.8/.07.308549..-07-..3/4308..3:3..5-:7:27.331472.3.3.3..-07.3/ 7.-07.3#03907.3!#%.502-:.2.547.3/..3/4:203027.07.!./70..-$../.3. -078.3-.7:2.3 8007..3907..3./9.7.83-007.5.8.38. .07.8.5. 805.31.3..32.32.903.7 3007 $3../.9.7.39:903.3827.8547  $!! &39:202-.7.73/4308.-072.. $:7.3!020739.305.547.3.8 508..-$.-$.27.39.3.8.8:8./03.203:3:574808::2./.2...2.3.05.7.182.3.47. .

..9.5:.79.3 080.25:3. ..950393/.9072:.3/.309/.8.8.59.3507/..5-.38.2:-:3.: .3:.47-.393.3...2503..5.8.  &39:.3-...25:3.2574808::2..9  &5.43/8848.320302-..82.3 .347..3 80-.3..3/.3 5007.3 .-07.50702-.27.47.3.33.    $0.790203$48.8.3 438:9.30/:5.3 8.3./.2..:39:2025079.283 :7.3-:.9.3.27.5 02.7.8/..25:3..3503.5.320207:.3:7.3 /.253/-07..2070.33.3.3.8:503.38. /.9.380-0:2.907503:.39:202-07.9/80.80.907503:3..380..3207:5.%2:7 ./.39.47-.3.25.  080-.9.7!020739.3207:5..3.3-07.70.8 9072.33...3 9/.3#4803-07   5741507025:.3.3.9.3.8.3/.3 :7.343/83:3.380.9.30907.$07. .9.3/./:.3/03.39/.38.3507/./3943 ..3 47.2.503.3 0548.43/8808047.3.8.3.3 203:39:3.3.547.3 503//. /.3.33..3.7.385479.39:05:./.33 0283./70:31.  4.9 0283..9:9..3..3..2.30283.3.3.33.9.07.3.-.3.0303.903/07. -007.3/4308.203.202-..3  05./.7..3-.3/.3 5072.47-.39:/.20..8.72.8. 203/.8:./.9./.3/.39.3./.3.909./03.947-..8/.8.947.9503/.8:8507/.3202-.8.. $0:2.3 /-07.3 502-3.!02-../.8.3-.503/:/:283/.. .843. -007.7/.3903..305. 3-.32.07.390780-:9  0283.3/:.8../. ..07.3 :..5.03/4308.3-..8./.3 503.9 .3 080..25.2070.39.0574538/.8. ./.807:8.790203$48.79.3 /./.5.3.39:.3.32..5.38.3 .3..3.5:7. . .3 .3 .38079.305.9/.0/.3..3-.7.38.3/4308.3.3 5072.3..25:3.3.3 503//.347.3-.3.347.3.:3 90.3.25: .7.3207:5.7.3.3503.347-.2 507/.2202-07.809/.3.:.8.9/...3507025:.30/:5. 2..2.38.2./.73.3.3.3 8. /-.3:39:203.808907.9070-.38.3 507.3.9.3/.3 -07. 574538/..39:.3:3..3.305.32039.3-07084/.0 7:2.2.1./.-:5.93.3507-0/.:/:.9 -07:7..3.800:.-9: 502-07/.3.7./...2203.907..3-07.18 03/07 /.3.5.397.3/. 2070.3507/.5.3.3.05:.07..  !02-07/.3/503.3.-:/./ 5..-072.02-.3..8..3.3 -072.7..:800425447./.7..8.:800425447./8.3...8.93/-./507:. 3/4308.8.3947!03:-:3438:.5-..3..9.3-0.307.33.:39:202-08.2070.3-072.5/.70:.903 $..3-..3/73.2070.331472.909.3-0703.3/.2 7.2.902-.2.25:../03.3./.8502-.. 203..3 .. .:2:23..:7:3.9:57479.3.-.3/8..843.19 #03.8 047.3.303/4308./$07.#49.42508.3 $0-.9.47-.9.././.80-.99073/./03.3-..307.9..8.7.39:.3/5:.:3 :2.2.5. .9.3/..0$3./.:3 8079.8.3:-:3..5.3203.3.3.3502:.3/.7:40-07-.:5.80-.3:3.: 3943 05../.304342909.3.3/.3.5/:.73.32.39../.7/..3.8. 07. 47.3-07084 5.3507025:.3..3:8...3  .3.2..207.-072.502:.

8.805079!03//.808907.3 907.3503//.43/8:39:2.09 /..7..3 .2.30.3/.9.20250792-.33431472.7.3507:.8.3-.843.3/.3503//. .72.7.8.7.8.3/0.5..907-:.3907-:.5.04520394..3.33.308025.80847.7.30/:5.8/.3507/.907./.9:.39.2.  0-.30.9. -07.5..39.3907.7985.3 50309.324/0502-0.3.9907503:3.507025:..30283./....32:9:8079.3!.3:39: 203..809.3  .  /..3./..8.9.3:8.25:203.33.7..38.3.9.:.7.3-:/..3/.39.8/:52. 5:9:8804../03..820 8079..8 203.:39: 503.2.3.2507:2:8.  .3503//..303/07 502.3503//.3:. .507025:.20302-.9/.. 04254 ...3.8.7-078/.3-072:9:50.20/:5.39:39:9.233.7.30805.3 2./.3/. .907-:..:.3/.203/./..790750393/.3.30/:5.703.8.3:7.3..7.73.35:-  !03//.8/:53.3/.3808:..  0-...7...39.3/720.3-072:9:/.9.3283 8079.7.9.7804.9.3507025:.3.-:/.0203503//.705.203.8..5.307../.3..07..3.3.59..9:5.8. ..39.9283 205:90.3/.9..3:8.3.  !02-.3..7!.038./.82. 042540.3 5033.38:2-07/.347../ 5.3.3.3/.203/.3..:50.3-072:9::39:2.8.7 93/.30..7042542.05.31./47-..3:3.33.2033.9.3203/.3 503//.3848. 3.843.3909.9//.32.3.3 907503.320..:/.5.0452039./.8.8.32:9:9:7.804342.907503:3.3 503//.33. 80-.3//::340 89.7.8.3:39:203472.3:../. .9.9.3 /.3/.8.5907..3:.7./.9..3503.2..3 8.7. :39:203/.3 5033.007.3 90344 803/.8.9  -.93.3/:5 /./:203/.9.50749.7.3.8.7.808..8.3503:39./. 3.8.72:50309.039434390#9841/ 03:20./.8/.3.31:3843.342508  %:.3.7.:3 /03.30-:9:..30--08.3.:507.5033./03.3:.8.39.2/.3 .93..42:3.-00. 43.39.30180382.3503..320302-.3&39:$02:.07/.8 /.431/.5..3/.5 502. /:.7...39.700..3:39:2033.7.3-07084 203./.7.3.3/9.::5.8.5.2350207.7.9.33.34-.3/:5907.3503//.3.9.3/./.38079.3907.7..0-:9:.9.3 .-07.- 0..3-072:9:/.3/50790.3.9.3-.22033.32033..3.35.808-.3:39:5747.380-..0-:9:.380.31..30.08025.943147 43.347/$:22943 $:89.3-07...32030.3-07:8.3.547.9.503//.8.3-.3203.3:.39.3.3507:-.3.9-:9../.3507:2.3202:33..547.3503//..3.89.2:9:503//.3/:3. .3:3.39..3.9..9.32..3080..2.30:.2.33/..843.7.3  !02-./02080.9&&.3 39073.3:3. 202-07.3.809././-:9:.8..30809.207:5...23/.503/:/:.3:.3/..-9.3 503//.25.3..7%..3 20203:.9 203/:3/.380-.3:7.390.9.7.3.9.30.8.9  .2 503//.2. 809.50747.8.3..9.0.3./.3..5.9 503//.2.3 207.30809.:3 503//.34.25:203.57.203:7..390793.30283.3...3.8../022033.3.3/.:50203:.3-.3 503//.9.30-..3.907.3:39:2.3./.9.503//. /.3/.9.3 9073/:33./.38/.3503933.9283 507/08.3 507/08.8.843.

.3.3 /.2!02-. -:/.7.90907-.3..3/.39:5007.9.809.3.3...7.3..2.39.8:007.7.9.3/.3507.5033..3 /50792-..38:2-07/.9.3/8723.2033.30907..503.9.93/.8./.97.890780-:905..3 47./03.: 80:7:.7.8:50203:.2:3/02.83   .3.3..347.30.5033...380.331472./-/../.3:.3:39:2033.7.3..309/.7.90714:8/03.3.89.3..32.9.8.25.7:8 :9.8/.3:3.907/.3 -.9:2.//..38:2-07/.3.39034431472..  :7..0-..07.8.3:3.3502-.3..25:.3804.94 3.303/07/.3.8 /.2.3.3090780/./.5.520307:8.8.32033. .9..3  $97.8 /.8/./.:8..880507947.183/4308.7.3.07.907.8.7/..3507:-./4 /.3.3/.3203.3.:5:3$ :39:2030-..3907/7/.3!03.3..: 5:.2.25.3574/:8/.3 42:3.3429203 42920339073.3/.843.8.8207:5.9.30-03.2..8.3 -0747039.3/03.25.3907.73.3402.8 3897:8!708/03#4 %.25747.-/.507025:..9..8.3080..9.92033./03.3848...8.7:82.25.3/.507/08.503//.7:203-..92.805.8.33..203025:73.307.20.9.3.331472.8.8-../.007.3...390780-:9... 2025488...8079.8803. .5:8.8..7.93/4308.:202.9.85./.7985.7..2..90503..7:8 /./.98903/078079.7809..390780-:9-.9 805079907.9.9./.7.3/..27:2..802-.:39:-007.3 7.7-07-.5:39:203/:3 809.43/843.3.3:9/2.:.7:.3503.2.3 0-:9:.38.3.89072.35747.53/.:3 9039..5.2574808549/.3/.909!.9  .9 20207:.3/7:2.3 507025:.30907.3503.9 43/8 047.3..202507:.3/.:38:7-..30907.9.25.331472.32033897:8..3 .:.-/.25.320.250703. .3/03. 2.30307.3 /.2/.3  507025:...2:-:3.8.32.  5030/.7:8:9. /239.3.3.910 8805079!#%!:8 .:502-3.8.2::7...8.3  50./:/.3-007..:../.33.07.9.3900.:2502039.3 5747.8.:2507025:..3:3.:8.3/.802:.75:./.3:3843.5020739..3:8.32.2..320.7.5:7 !07:-.3./:5. 8073.3 447/3.820.22.9..5507/.3:.8./.3./..30. !747.832.1503//.3 24/.320207:.9.82.8:/08.3808:.9::25/.3.3.3907:8 20307:8  09/.9:.2 80947/..3507/.2 -039:8890242:3.:5.3  :/.80/.25:20302-.0.7.35..35073/:3.5...3502-07/..9. /.7-07-.-..042548.389.7.2070.3 /.32033.:.32:33/.331472.3 502-.8.9 002-.3907.3090758.3 08549.39.3.35.3/..303/07/. .:39:20250793:..:5:35020739.2 0:.39007..3 2.9...3-07..35:-2033.393.37039.302....7./.8.9.3 50304.3848.3 0907-.3503:.3..-..8.30.347..39: 0-.3909.3.3/03.3/02.8/:5 /./.3/80.38.89039.203.9..3.8...9.3 502.303/078050799:/9.7..5389..7..3 /..38079.202-.3/8003..8.3507025:.3080..2033907.385020739.9.8-.3-0:2907.3507025:...2502-07/.3.30/.3-07.7&8.3.9:88:-47/3...8.3/::/..3 9072.-0:2203.3.. :.. -:/.5507025:.

:. $02.0397.943:39:203/::3 02-.3.30-7:.3 !74538.7.3949.307.-.3:3&-.  !0....7974:54:3/..3/5:.9....3 !42.%./03.3202-07.3/-:..5507/./.3/.3.3..80-08.3 .2.3:3.8095439/3/4308.-./.3 .7 :2.8. .2502-07/.709  5... .8. !023.70 !74538 $:..9:9..%03.80-08../03.3.8.9.7.-/.3  47..7:3 .7.3%:39:02-.9.3/4:20327..3 907-..3 %.8$0-0.903.7 #5 7-:80.8.3.5.07.3$.8.: .:7..347..3 .709$:7.3#.5:39:202:/.3$.3 !74538.7.3. . -072..3.709  -0-07../.302-.3 !74538 $:2.9.39.703.9 4-.3!0.-.3./...7./..02-.283/.5.5007.3!../.3 47.02-.7.37039.7 #5 7-:  7-:   .79.77.7.2.9:9.32070.5/-039:/80-0. !74538#.3$9.3 02:/.72.709 80:2.3!.:.9:9.320.3/..3.3.7..3  47.5 .3-.$... $:7.8.9 ! .70 5.3!0.3.72.3.3.3203.79.29-..8.3.2!0..32.39:. .8..3.  47.!740..350304.:39: 0:./.7.9..&8./03.3 03.203.7.390780-:9203072.3907./.7.37.:2.. & /.%2:7 3943 !74538.3202-.3:3.79.08$0.....-..502-07/.25.3. 47./.0.:. 549038-08.3 .3:5..%03..2 !74538:8.2..3/4308.2003%7:89:39: .7.25.8.5203.202-07.3$.9::5.3 .&9.83.3:3&-.33.5.:38:7270803.70/9274/3/4308.9.203..8.3 307.9  ..8...27.....0:.3.38.3%2:7 !.9...39. 90.3 !..:2:23.3.5./.37..0.79..3!020739.907. !74538..7 .9.8.0 .8:/.3..3 !7453805:.8.2.:2.9073 /.20.3.8.%03.79-.!740.9 ! 203.79.3$.39:.:7.9././03..5.%2:7  $./.9..9 ! .2.320.8./.8/./.3 907.0789.59::.0.8/./. 7.3 0/.02-.:9.302:/.3$.5.7.0805.39.   47.507-.8 4342&3./843.7.05.9.9:/0./.7.397.8.35747.3 $0-0:2-074507.:39:203025.3. .. !0/:/.3/. 20..9/03.397. :2..370/9 24/.3.8.9!.30...7.3 !74538:8.. %.3805079:8.347.353..3/-07.3/.9!./. 05. ..8.3.503.370/905.::3:.:. 0.80-.37039.39:2070...8.: :2.3..5507/.709     .3 9. 47.3  $02.././.-..9 :3:.7..7/.3.3503:7:8.7.8.07..3.3!0..2003%7:89/.9:9./..3 /.0397.. %03.390.3/02. 7.8.3/03..32025:3..-007.7:39:-075.3 47.47.8..%.9..3042542.:7.9:9.9/$:7.9.7./80/. 90..8.3 4-.... $ /.25..353.9 /.3!020739.7.704254.2 5.33943 47. .3/7 ! /0/...3-07:8.8. 2070.3/.8.3:2.7985.

9.843. .7.2.7:8574/:9180.73007:39:20307.8../.3 /./. /.2//08.9039.3.5. . /.9.:7.202-0.3.3/.90780-:9 !020739.3503//.9:...2003%7:89:39:70/924/.3.3././5007.9./.8 :.3.7.3. 31472..3/./!0/08 .3.3503/.:5:3:.2..-.8:20.3..283/$:.30-075.:-.9.9..3/ 3/4308.39072.9 3/7.203.   :73.7.7.339073.3848..3502-07.73/7.7. -.32070.:7.0.79.843.3/. 7:2.7.3..8.:$41.35007.3 57.8.370/9 24/.2.3/23..3 -.20/.920.3 0.:.7..370/924/..7.: 203.804./.8.88.203/.05.802.7.9075.3/7 ! 203.:39:202-07.9/03.7.3..  0:.9..3./.3/03 $02.347.8.93/7.7.850 .05/.80:7:./.3.3$9.3.3 !74538./...5.809..3   0:.2./5.2003%7:89./.703.3.77.91-.507025:. 5. $ 3.3507/.8.3507/.:0:.9 :8:83.5.3 -07-.3 8.7/.043428 $073.3.3/.3507025:.  897:5.22.3/.5.3507/.3.8...9-08./03.5.8820/.5:8./9::. 5023.8-./..3.33.8 !03//..3/.3.2:2.507025:.8.3907.2..3.920.77.3-08079.7.320207:...3.77.8./..  ! !03.2.7. ..9.2070.3/.7.370/924/. &39:2033.35033./507.&8.347./.3802:.9.3/:3..:8:83.8.3.3:.3. & 203.9.503.32.350309..:50209./::3.39:.3 5033.507/.3./../.: .3 !74538$:2..331472.0:. 05. 90780-:920-.32.0:.9.3.3.3503//.3/:5./.34397-:85.9.83.:7.3/..850.804.7.3 !033./..3.843.9.3.8/.3. !74538.9.2003%7:89:39:20..9073.8.3.3/.32..3!03//. 47.2.3/7.7/03.907.8 80:.3:9.3.503//..3!42.&9.0:. 203:5.73007 5033.9..3..:39: 20250740503//.32070..3./.503//./.3.3-..3804.7.9.3507025:.3 503//..3.7 907:9.3   .5./.3./.7..3 0:.9703/.:39:9::./..9/.5070:.:8.33.203.8.32034..38.808:.8:/03.7.305.7..8.390780-:9 907:9.9   ..:./..7./.93..  0:. -..42 0802-07   .390780/.350.3503//.:-07-..503//.. .3 .89.9 5078047.9.. 8.3-0.7.3/420892.:3 03.3.:502-07.503//.3.3 50. &5.347.8.:8.0. $ 203..%.3/.3.283/.320.3.320.38.3..283 ..../...3.503//.3.  !033.3 5007..2503.9   .3.390.3..3.7.3:39: -./.05.3.5..380:7:809475020739.7..3/. ...3.8079...32.397.30--.203.3 :5.8.8..339073.70:..3.3.23.82.7.808-9..7:2.05.

3%.20372903.9203:9:78:83.3..3.3..:39: 50.3 .-.8.9.$0.370/990780-:9 /.3 ! 97.80-.3903.3!7..3   -0.8907:8202-07.::593   !033.33/...397.-.25.4.7..3.30907.709    ..3#5 :9.:4.3&2..: 5747.3:9:704:3/.. 0/.8. $07.3/-07.9 .3 /..07.33.3503//..39: 4.79.380-.3-0-.8.9. !$09.  ./:.3./.--89907:39:::8.380-0:23.9:20.3503//..79..9.3/4308.3/.73007 :.!03//.3-.34.07.32.8.88.507.3.7.073088202...7.9.9.7.39:.9:/03.38:340502-0707.-- 89907 3.23.79.8..79.9-007.3!02-./..32.9202-039:042542.3507.709  !020739.340!020739...3 -:.9. 8..8.2. .3..25..905.. %.88.38:7./:.3:3..79.::8.50302-.3-.3 70/9:39:503//.90207.9283./4250343!072.25:907:9.7.90.73007 0.92 5.2-0.3.3.2. .3-0723.3 .7.7..8:/.943 !&  ..5.. 202-.5.3!02-07/.:3.073088 ..8.!745384.3.9.507.307.202-07.39:2073... .9.3 $..7.9 :2.3$%/..3 2. !.:3/.:$! 802039.!745382037247.. 02-.7.3:7.:./...3.9 !4.

3   :2. 802039..2.7.#5:9.88.9./..:39: 50.5.7.:3..7.3.

..%03..808.3 503//.3 3 !& 20703.3 007./.88..3!74538.7985.39.709    .3./03.88.8..2.%03.9.!078.8!03//.3.7 503072.:33.3202-07.33.3 ! !74538./.7. 0-890!&  /.3-0.25033..3 -0.7&8.3 503//.. %.72.88.9:.3.8/..310$8 042540.-075.8.:... 20..05.2.0-/.

 $! /.39.07..88.88.38.80 3/4308.88.#5 7-:507 9./.3.7:  .9:..3 ...79. 5:97.3/7 342!439.88.5.3.39.:39:2:7/283.%03.:8.3/./.3-0.3.25:-07:5. /.3:8:85:97..349..39.88.0.9203:2 -47/7/..3.7:8.2:78:8507-030...2-:9  .79.3:39:88.:3 $0.3/7207:5.3:39:88.3-.72.3/7907.804..%03. !747.3-0.324/.3..80507928./..//. /:3..2!0/:.7.3/7:.39:507.3-.38.3.202-.202-07.2-039:502-07. :   :5.5503//..3/::/.32.3507.$ #5 7-:507-:..9202-.$ 802039.9425:9075. !0/:.3..3-0./.3#57-:507-:. /.:380-08.55747.!078.7.3 5:9:8804.3/.3.9:.%2:720239..72.9.709    050/:.3 5038..3 :39:04254-0.3/5074.!078.3.2..8/:3.3203./.3:39:88..804.:.3-0.3:7.3!74.3.7985.9$/4.3202-07.2503//.7#57-:507 -:. .:39:50/: 907..:39:2.39:/03.3.39078.09809.3.:8.3/03.39:3 $0.9 /.5.39:.3!74.37..74 !74538./.3:.9. 804./.5.39.3 0:39:3.3/7:39:. 0-890! /.808.

3-0.8.2:7/ :7.32.!74538.32.502:33.7.88.8./.9073.79.72039%7..9.3 8079.3.5747.3:..5 54:8:/.80-.203.993/.9.:7.20893.94:80!747.9.3-0.::5:39:202-..797.90.-:5.3/0:.913.%03.380-.3..93.5.3 503//.34290$04.:5.2 .3-0.3/.3.:503//./.503//.808. 20304.32.3/.3...2033..25747.8.5:9:8804.388.790203!03//.7.90370-08 !74538.3.:3  80:2..9.30.3. 803.3.3 07.8.2.3203..9..9..2-/.2#:2./03.983 !.2.:3.. .9$& -.303/.././..357.9!..3 09079-..2...89.709    $09.3-0724947 .390780-:9-0:2.5.3.7.9.39:..!747.3 90780-:920./843..320. ..2804. :.31.3 503. !.2070.3.3/:#.720380.3 $:7.3 503027805.39039.7.32.7.3 723./3/7. .3-0.3/80-:9.2 503//..9.3-07.!37.3203.88. /.203:7.79.9/.9.9/..3.3!03//.7#5:9.3.%03.3 ! ../.7   070.9 330 /.:5030/.90.97039..3.3 .3-07.:7 8.3.38/.  ..3080.-0./.0-8.3 503:..25.:47-.3 .30-:9:.5.808.8./05....#.8.2027.39:88.5.25:/.3.3 !.0.9907.25: ..943..8 $0.8.20-/.8.:39./.0-/.0789.3.3. 70947.757.5:9:8804. 500.3.3/.8.503//.3 202-:9:.709    $04.3-078.3 909.2025:3. 804.3 !:..3203/::35747.72070.9 2027..--078.2.25.2.3503933.9203. 3.9. 239.3/5.3 0/.3803.2.320.39:.3503//.3  .7985.-:5.30.3.:7.503//.9: 50/.3:.:5:3-.3.702..3/.3507. .843.3/. .3207:5.3007. 202-..05.7 .03903/.7.3-.903!.:0.3:7.9-0.  /..7.3574899:8 90703.7.39:.3907..32.203:25:..3.. 03.8/:.5203.808.39:2:7/ 2:7/.907... 503../.4.503//.8 /.3 0-890!/./.3:3.202-07.9:39:8.9 4-.3080.9:39:203.25:202-2-3/.920207:.3:. -09:50/:/..2202.3 907.503..9 05.. !.808././.3.4-.3 $ /.202-07.3.05.9-075..88.2-:.2.38.3.9!03//.  ..3.35072..304342:39:/7/.:203/.2 2033.3-079::.3:.-.3 0:...  !:.3.3  8/4.843.3 503//..3907.3/.3.7. 070.7/.33.. .8..8../503:3.88.30.3389.7. .47.3 907-.2.9.8/:5.320302-.8.3-.3/.8/.39:..3/39073.9.3. 070.308025.39848.2/!443.7.747..709   !020739.3 .3.:39:202-./..3$!.3.302-.3.. 0-890!024970-08 /.9.9.3.950.3. 2:7/.3803.3.3/:.74 4 //.8..9.7.88.3.3/7/.79.33.203 50239.25: 803.3303970 % /90:70:5 447  425.39.8.5.3.709   !020739.3 .3 5030/..5.7.7.!:8.8  0-7:.38.3././.9.7.3-. .9.8025.-07./.3:39:-007.

305.703.3:8.7 9025.8..33.07.3 &5.30 .7./.203.3247.3/.-425:907.0283.3 ../.8.35:8.5.8 :    .9025.3503//.7:39:202-.3/$04.350.2.7 .7.3.3.79.3:39:2025:3.3203.3.8:7.907..79.7.8-.8.39.83%03..28:39:203//.5.39:503/.3.3.3.32030.3 503//.73.382.8.32.3.20307:3..3 -.90780-:9/-07.3.9. 2.9.3-071:38-.3/.: %.  20.$007.1472.703.-074./.3/.:7203..32:7/  ..3-:/50079 2025:3.8079.9 /.5007.4 /   ..3:7:$.2.3:39:./.357.3.8!./2.4 /   .79.2.:3.. .39:20203:0-:9:. .72./.. .805079.3.804.0 . $04..8.3207:5.3503933.3/.32...3 203/.3.3..3503//.3/..38.39./094807.320207:.370../5:7  3..-07..7.30--..38./03.  .  !03.3-.5./.37.8.5:8.503//.9:9.7:2.3./.3.3/-07-.503//..3425:907-.5:9:8804.247.947:2 425:9078.9.9$/0..39:.3..7..3..7..3/.39075.82:50309..3: ..8.-47.7/.8.:39:203. ..3:39:.3202.:5:9:8804. 03.3.804.73.9 3. 8093.:.3..9503//.094807.:3.9.9.3 7.  . ./5.3 . .3/03..5702..-08.32022:7//.3!74538.42  .7/804.9-. ! 202-0-07.3..2.3:2:2/.3..8 203:-.339. -4..3/..7.42   $:8:8!.331472.703.:39:202-07. -07804.3..8//.809. 9-. .25: /.3/4.79.3..3.3 0..98.3.5.2.3.3.3.3.8.2..7025.34930$:7.3.3./...390- -0708025./.3.3.3/4308.9.:/.3 !07..3.5038:3.370.3203.3.. 8.3203.3!0.7.20203:.305..2070.29-. ..9.2.3.790780-:9 .8.83./.3!0.7/:8 .3/..3..-0.3 .390780-:9 425.3/5..9  .83907309 90780-:98:/...3:7.4 /   $#.3/.. .3.9202-.3&8.3 .9503//.3.3:.3..5078..9-.7804.9.3.3.:5.7.7.5.8.7.3.320307022:3.7 ...:.202-.7:39:.3..:.093..25:80.9$04.350309.%2:7  2-3.3. 202-..2070.2.3.:/.39:.90780-:990.3:.92:..75747.3/./.8.3..3.8$04.30.3.7. .3804.8.9.73:/.32025:3.8:/.380-..38.3..!03/430./7.7 .3.8..5. /03.897:9:7..9-.502.-.3..3/.9 02-.7: % .3  .3...9:3.3 :7..3503//.3/-07.3.3.3-2-3. & 203/7.7/. 7.5. $04....203.3 5702./03.3.....3../.3.380. $ 203/7.3/803/03..8..3:5 7.30:.3/02.3 .73.380.3!.8.35:9:8804..3.7.3#5 7-:507./3  9./4.3 $ 4250%...9.3-.3.8.82.35:9:8804.

3..7 /9::.3.3%070804208/...3-2-3.3/0974%'9. 507/..7985..3408.8808:./ .3507025:.:380.331472.9 $ .3/0.3.78...3.340 ..3507025:.3.8/....2.3.2..50302-.0-7:.7:.3507025:.3:73./.:20/.3..3.39038.8.3..9.3.:.79039.3./..5:8.3.3 47.331472.2-./80-:..2.305.33.9.507.7..8./03.30--./8003.5033.$..-:.3 .3335:3. 202..5:8.3!07025:.30548.8../.3 7..34930/.3.7:30.3.3/..8:.3.7. 2..350/:5.3804./05.3 /::3...3507025:.3.3!02:9.. .-075.7 $0/. ! /.3453 0-075.3.3203/.2.39.3.9 /53.&9.8.7/.../.320..: .2. .3/.950393507.2:5.72./. 20309.8.3/.3/.347:242:3..3/. :5.3.2 203.33.:5:3/.507025:.3/03.07. .3848.3.7.0.8 !030-.3.3/23.30 203.8./03..7.3.709   !030-..22.3507/.90780-:9/8.3/808:.507/../...848.3/.  3/:897!./.8.354.3/03.3 .7   $48.3.7..25...3.307.:3.3:39:2033.3507025:./03.33.: !74538. /.3.3/4308.3- 2.9 0/.3.2202-07./740809..8434203.808 ..78.3!././.39: :7: 2025:3..3503//.9..33 039070. /03.202-07.3/.8.//9/.347.78.9..!02-07/.8:8507/.38907.3/:940 47.8.2.9202-07.2-039:. .8.39/.33.3..8 9039.3.3507/..32083.9.3/.3  $ /.8!.7..3.331472.3203.2503//..9 .!07025:./. !4.8.3..3.8 808:.5:9:8804.3.2203.39070-..39::.3. 8.3-07:5.3 507025:..39507/.3-07.331472...3507/..25..38023.3239!07/.7 508079.-:5..305.:./.8:8 .32.8.:39:20.3-07-.3.3..39.9:.25../.2:-:3.9.27...7.804.08.848.8/.309039.:5:3009743 /.0802-07  0-890..3..:  8079.$.7804.5.0.-: -:.308549.3003./03.9/.3!07025:.3.73.3..3-.8.7...8/3/7..3.:3207:5.3.  0203907.0..9: 05.3:.2507/..7./3/4308.3..302.!078. /3...8 /3.7:8.30-:/.3.2.-.7503..3..3 /.3.35./.3.27.5:3./03.3.34930-007.808.72070.9/03.3.3.3.37  0:9..3-0.3..3.350/:/03.07.2./.7. 2.8..3503.  .25:.2.8 !073/:3.8. 503.: 9. 330 /.388. :7::..3-007.!07025:.3508079.3:73.7.7:. 2025079.3507/..9:9.:.3.3/.3.8..9:39:-0.347.3 /.7.907./.9.8-.72025:3.3. ..203.39039..:.88.2-.3/.3..42078.8..3.78.8.8.3203....3 47.7985.8/!020739..2-:/.0907.27../3:3.57.:2..8.0802-07 /3/7./.3!.3/9::.3 702.3  .-43 !747.709    ..3 !! 3/7.32.8.25.3 :39:80.3/..8!03//.3.3./.3...09.23/.33.$%! $& .8.3.3 /./.99.8..2.3507025:.9033/7.2.3.3203.3.332..32.2070..912.3.5.507/.3/7...3703.703.3!07025:.3:38:7-072.2.3/5.88..9:-:3. 389. 47.3 503.

723.3/-.8.3!48907/5.3.203.7   .9.3%03.3/.3907.9/.008/8: .3 /.347.0732039 843.3.3507/.2..3.390.3:-:3. $9..3/4308..8..5747.3./.9.33.3/4:203 /.3-07-.331472./909.:.850307.3/-.3%7..33/:897.3070.07/.3/4308.39.9:0/43.3.94341/703 /2:.3&3/.3.:3 9039.-:9 34507.4 .2  !439..:.2-93/.3/%'#  .30503.22030-.8..9.073..5..3..0-890 :.  7-:08025.3-07:5.890.8. 94-07  05.07.3-07:5. 903.34 9.39072.38..5/03.9/47.109 89.3..3.07..3/4308.  007.30...319.8%03..3.7985.3 05./..3..3 .3 &3/./.7: .80/.8:9.30-:/.8/.32.30903.5:8.7/..202-079.3$:3.2.7. /./. 507:8../.3..8.7.54507.43903.8.3507025:.3.3!073/:3.7/.0:..7.3/90723./:.9./9::..7.73/4308.3.8 $3.8-.:3 9039..-05.203.820303. :3   !0.9.90.. %03.3 07.8.920.-079.3&3/.3%7.8/..:203079-.3 :3/.3 4 %.27.8!%9/.. 39.3..2-93/.-.3/.25:3 20.3/.: 03907203.8!74538.3 :3/.3.903..:3 2030:.07.3  9072.#.3 020.8 :.3 .3  $05:9.390./4 $05902-07   0203907.0.2-40..11.203079-..3//::340 2.3/.3-07./.9.820239....2.580:2./.3/..3  0.9..3 5007.3-07-.5.%0254 .848.3/./2:.7:.. /.50..3.7.5.3!03..3 /03.7.3!./.5.2  !..7.27.3.39/.843.5 /.7745..3 !03025.3025.07.8.3:7:502-2-33.89.8..07/.:3/.220707:9 203.3827.790 4..:2:2 5:9./4 900.907-.3/93/.8  4397..790 . 0/.3./.7.-.2.3:897..30./03..350707:9.3 507/..3%7.3 ..2:7:3..790203%03.347.7. .7..3 . /..-:.%4:789..9 203.30 .9/%7.88. !747.9...:9.5.8.:5:3009743 7.3/-. 07-.3/./..9/%'-07/:7.3.8507:8.3.38.../03.%07803:2 /2:...91/.8 3.07.3.9..3 0-7:.. 207.507/.::89  .80-0:2/./.3%'  ../..3.3/.3827.3.-0-07.2.:39:2030-./9..8:83.5:7.09. :807 $/ $07.32:.349.1077/.848.3.3 0/.7/ % 202-:.340-07-.700720303.3.3...3907.3.3.3/4308.7:/..3. 2..8.-4:9 $0:.9.3..3.3/.390.2033.3900.3/.8.7.8.7.9.0.83..3 :3/.2:5.7007 03907%03.3 .07...07 3. $0./4/.9.3.5.:.3/..07.2.:7.-...2./..  !033.8.7 :89:8  /.07.3.:.9/.28079.3!07808..549..3.31../8 /.7.8.305:9!033..2.3.8:93/.3 .3 -079.9.2.805..7...:3 9039.  035..3$05902-07 //897-:8.9.3.2070.2 .3 .:..3  $0.347.3 0/.3 :3/.2 2. 04.8/0990.3903..88.%4:7824...!020739.7:.3.:!##803. 8490.325./.3!%.109-07:5.349.32025075.-075./.73007 &5.3./2.3 .34 9.7:.:.7.8.507/..8.3-..507:8./%.3.07. 2.: 97..3 !020739.9.3 !03008.3/4308.3548907 .2.9:.97.39: 80:2.39..32..79.3.. !% /.9.7.3202-07..9.3/..2:39:9:78 /. !% :39:8007.3./2.3.90..340 !020739..3/4308.3203.2. .39/.3 2.9..503.8.3503..9.39.3827.503.../.78.3.3.

.4 .3/9025.9/03.2033/.%90.3%80.3807:5...32070.9.3507/.7.309039:.73007 %.9203...507025:.-.703.3/7240.340.3947 .7.3 /..3!%/.%03.07..3.%0.520.7.3..202.35007.39/.3.8:2:7..:3   3.8%03.3 %.703...350707:9...7.43%..3!% .3/.3947.3808:.7.3:.9:7.3 -072.%03..2/....!74.3 ./03. 57   3.0-. !% .3947.0.%03.907../ /./.07.9.8.....3//:..8.8%03.3 $:.35:.3././.07./.!07:8.350372.07.203.3/4308.3.3.703.3...:..9.8.08.%03.0.30..07..07/0.3.30903..7.38:8../.3/.-:9380/93.805079 28.!%.4.-.9.

.07.8: 9039.3202-:.... 503003.3 9/.2.:.7/...9080.2:32033./09.3.3/9.38:2-07/.203.7/.:2:7 202.!020739.3.9.73.3.50.203/0908907. .3 ./.39.3503.9:0.3!07025:.3431-07803.39..:203:..9.202 3503/7.50.:503. 07.3/03...3.9.../.79./3.039.3:9.90780-:98.//.8.3.8.3 8.2-..3080..9::.50372.  #$ 03..9.3203././.9..80:7:5.!020739..3./.8.43/-..2.9.3#03.303.7.07.3 ..3./..!48.38:2-07/.2.3.4.334507..5:8.3899:843./ 3/4308.73.3 &39:203.3 507/.305.35073.3. :2./.320302:.39.003.39$48.2025:3. -08...5:8.:39:203/::35747.3.3507/.9-.07.33.33.3//.3 /.3.3/:..547.943..3:.3 0.7.3./..3.3.:.305.803.-.25:3 ./.2.. 2..07 /..2/.3!07/..5:8.!%8../.3.380507990747820 431848.-07..:.3/. 97.307.52.30.8.7307.8:.3 07.9.3/.3:2. -:. 47..3.79.8:.3./..3-08.3202-07.3/.5.8..3/.387/03..8:3.2.8.:.3 203.07. .8909.95039380507928.720507/.98.7 2..50.8.390780-:92025:3.0.3-07:2.703./.3!.33.3-0703.8507... /.39/.07.950393 .07.39::.0:./.350309.32:335073. $0:2./.3:39: /08549.203025: 897.8. 0557084 %.9 8:7.8.3903.3:38:7 :38:7503.3!.3  07.347.93.9....0./.507:8.39475:8.07.7.3:5202-.8.20907-.47-.07..34080-:.39/.3 5073/:3.8.:7.3-.3 2. !020739..703./-07.83.28.9.347.9./.7.389/..35.597.-07..5.73007.3/.8 $0.843..3:39:202-07503.39.3..!74538.809.347.307.897./ .2.8.3.703.5.7.3/8.3.503./.:3  :./.3.3.3/.3%.3.7.3:39:203.3 .9:/.3.9:..9.520372...383..9/% %02543907.4347-.91 :   $0:-:3.3 507/.3  $0.390747.907.30802-07 20.90503.3.-08.3:39:203:3.3/. .3.$579:.!020739. /507:.843.843.5:8..3..3$48....3503.9.3.8:.8.3/.7.8.33.% 20372.339073.3:39:203./-0-07..347.8.33/5078.8:8507/. .39.3.843. !03.3!9/.8.30..3 /4:2038050798:7.83.22032502039.-8. %2:7 3.. %2:7/.305.0548.9/.:30.34507..9.8.503..2/.79.8. ...7..9.73007 . /.8.30/.3/8:.11.8.3..

5.307./.!48803.2.390.3/04..$  4203 8.03907 /. 8007..35.8.39:.:39:9:/507:...757./:#:2..3:39:203039:.788. 5../:5.9-.9 /..39. /./.3507843/.:38:7:38:7 503.3!:8.7.3:8:8 0548.2./-.33.3%075.05./3/4308.!74538.5:8.3.202-3.9!0.2. 944.3507/.../.3  !020739.3/03.:3 202-07..7..7.3/.380:2.:800/.3.2-203.3.3/::3.3907.3 2:3320207:.5.3.3.3.2.2.3.3../.3/09.:3./3.3./. 803.307.:5:3588 -2-3..7.3:9  .32.3.8.27.7.$0907.0/05..3/-:9:.9.9./93/.2202-07.8.3-.3-..73.380907.3!0.38.3..7 -079:.3.8. .3.390.9 :39:20331472.#:..3.. 949.3.9.350703.347.3-.3.3808:.9.0907-..35034-.39..343/847-.3../03.307.8.3.05.0..#5:9.182..3.39:.9./03.$.

07.27:2.3::2!07025:.349.20309.-..9.3447/3.9025.3..83 %./:. .9 80-.3 003.8/.8.33/.9.7/.8 /03..3 202-039:4.784!439.980.2.347-./.8..3%2:7  ! /.2.7..8:3.3.  47:2.3!020739.92 .72. .5:38:790.79.2.302-.3%2:7 %.8.3-07447/3.2. 203:8:3!7480/:7%09.3.-:5..80-.39.3503...9:39:0:.39.33.!02574..3/.3.-:5.3:39:202-039:4.3.347.3%2:7/.    $0907#$&/7 $40/..3..8..-:5.39..7   !74538.8 1:38/.3207085438933.7./..349.347.3.83 2.3.3.3!0.8:.3/.347. .9:147:2.3./.:5..3207398/.2..34.39.3.3.-.2.50372.3 507/..3207:5.809.3.3:8:80548.:9:. :39:0.30$.. #:..9.43803.3  ! !439.3 -07.39.302-.2.!74538.8 7.5803. 507/.3/903.3 007.903:3:.203447/3.3.8390.7..3/.27.09075.7.380/..3.9  0-890.5:8./.3 -07.307../:/.39..39:.33/4308.3.11..3!020739.8..38.8/93.903  .928.3$ 4.3 507/..73.903:3:.839%7.7  0-7:.

.34507.$3.. 90780-:95..8.3 5844/.2.:.343803 4930807.3.2 :39:202-.4:3907 97. .22.3:8..38..7.25.3-007.203.890780-.03.3/.7 47.: ..8$:9/.3: 203..38.3 40423. 44748..33-079::.5.3203.47.3.347.35.-8.3 .350.9.-07902..:20..7.7 3/7.3507/.39:../.203./.3./!:.3/.3/.7/0/0  033%.320302-. /.507:5.3.3$.3 $0.32....3. 79&70.0 -.208:9.7/ -07-./.:2:23.3  039:07.3 4203878803907  /3/4308.2.7. $.7.9.320/.3 !.3-078.3.30.9..2.3.8.805079.7 ..207.3.3. .8.75.3.25./..8.3-07:2.207.2 2030..25.9.843.11./03.3.7.3.2:.3020./.3.5:-:39:503:.7.3::2-.3503/./.&39:.3.9./.331472.8!07025:.8.30.2..07.27.3.8037:5.30 47:2.-./.7..3/./..3507/.2 .80/. .9.3/./.47-..202-07.809.3.!.3/-:9:.39.-078.:.3:3 08.

.3/..3#.3 5033. /.-.3:73.347-.7...80-08.7.9  .3.3..2.3/-:..907:9.33.3!07809::../.3.3/03.07.502:.207.843.3/904.9.5/:.37043.3809...390.3:3-.3507/.2.8.380-0.8.8889.980507993/./.2.389805079!74538.3507/.3%2-.3!020739.3.07.3503.39.3.07..9.8.47-. $:..3507/.8!07025:.8/.3 9.843.2.34292037043.08&9. &.2.!/.3  $.3.2.307.3:353..3../.843.:39039.3207:5.9.:39:-.3502:.27./.#05:-3/4308.347.30.2.7..7.3.. ./03./. 40::8%:../03./.7!07025:.090/703&$   .07.803...:2070 42-.3./ /.9$.30:.3507/.7.99078 /.3././.253.7...9.3 $ 02-.3%.9: !.03723.3503:.503./ !:3/!07025:.-:.3!07025:.3.8:2-07 97.1472.3.80-./.3../.38050793.3..2.3.305.3 :897.3  &39:93..3    -07-.8. -0-07.8: 20739807.: . 202::89:.3.7.843.8.3$48.&9.3!020739.339073.8.7.07.3.3/ :897.320/8/.5:8.8.3.3!0.9.5..9. % -072.8.7.30.9.39.380.3/.3/04.3% 072.7.390758.72:3 !74538 #.380-.9::.380.5.073203941434314790$:7703/0741:9.3.$:39: 0-2033.3/03.:3  .507-.3 $:7.39..!07025:.3//4743 907-039:3.:39:0.$ 39073.3. % !% 20.47-.8.39.907..3: -07. &39:02.2:5..43:9:. .90.07.3 -..2.2 7.8.3//4743:39:802../.3907-:7:-.8!02:.2503.7.3./.8.88.3.:-:3.-007./.3$39073.8./..709 ....7:7.502-039:.380-.2.7..:..3 :3/.9.8.0..97../::.3903.0..39.3!07.89..3820502-07. &3/.3$4.25307...8.3502-039:.07.3 803.8./.34 %.3!0308.8.8 :2.3/.8203./.3 $.3.339073.8.9-007.-.9::.9:-039:07.2.. %70.7.20303.35073/:3.8/./ /.7.2 202-3.8.3/903.3.9..203.9.34 %..25.:!74538.:3  %2390.3.805079&/./.38.3507/. -.37 7002039-0900390 4.39:.80507990780-:9/.7.2.7 .2.5:8.2038543847507902:.3.3 05./. # ! 80/.9..3 !07/.-..3:8.-07905..3!0308.35073/:3.%2:7 $:2.3507/.9203..3 8.-0-07./..9..9./..2.8.43 43:39:!0307.32033./.3&3/.-0-07..8..3!708/03#4   %.3907:8 /93./.307.8.8.3!7453805:./.3 !.3..... 07..80/.3-.2.3.909003#.3 5073.8.390.25:203:.5:8.35007./.7.33./.3/8003.07.3%2447/3.07..389.8 /.5:8.3.8.843...3.3/.47-.3/4308..3/4308.89.07.843..8./03.39..3./4 430  .3 90.07./.7.3.3.3/.3.3.3   $ %0770/0842208 $.307.9.9.3..38079.9./.!020739.3!020739.02-.7::2..3/7398 /1.3:3/.503.#05:-3/4308./03.3 .7423.3..:/.3/03.0732039413/4308.3 .:%.30:.. 503.3/4308.30-/. .3. 9072.347.0 1103/078 :.390./.339073.3/./.5.39.3/:5.3.-:5.3.390.3..5.40.3 47.:3  9039.903$.8.3 !.7.. &39:./.:05:9:8..!03.:/07../..8203447/3.93./.9 /5074020.3/4308.389.2.5.7.77-:% .33..-07.8.8#03. .3/2494740!!0/...3./.347.3/:3 03:: !..3 97.3..9380/.70-#5:9../03..3/./.3503/.:380.35073/:3.0.3 .347.:3  !:3/!07025:../.97043.

#03.3..92030.35.8./.32./.9180:7::38:72..2#:2..07.39039...3507/..38.347.3/4308.3 03::2!07/.8.2!747.397..3/4308.0 /. $:5020343.5:8.383.3.5. :5./.494!70./03.3.039 $:557088 ./.2!7403.3-.0.39/.89.9 3.3 /5007./8:8:3/.8 !7479../8.3 47:58     &3/..7.843.3/5070-:3.8.3.7./.331472.943. 80.5 9073.890780-:920.990.11.3402070.8%.0-/.3.038!0.:3  $02039.93909.3.34 %.8.380.80.3.80. 8079..343.:.. 9.39..7.9180.3/. .8/.27.843. -.3/03. 02:/.943843.3%3/.39:.3$.347.:380.3:.9:.80..33.3./507:.8..3$3.3 -.35.25:20207.0.347-.27.8:/./.339073.:3   .7.3.038!07807.3 7..-079.3 %7.3 39073.3202-07.2..5:8.3/.3 %  !7494.8.390.5-.3!0308.9.9.7%-072.3:39:-.843.33....30. /.8.3.3  503.8.3. /909.0.25.2.3!073/:3..202-.8/.:05:9:8. &3/.208.:.33.53/...3!47347.%0747..3..757.:3:3.3!03.3/!:38%7.38.38.39.8.3 :3/.387. 90747.095439/3/4308.3...3 -...3.8 /.7/:.7.3 .8:5072..3.:3.9.8..383..9:207:5.843.3 907:9.3:5..7.33/4308.9072.3 20207:.9.3 .8.8:.3.03039..:5:3:/.8. .2. !03.03943..2070./.8547/.3903.3-007.9.!/..3/..3$..8803.5007.9:39:2..385479..38.3 /703 90..8.07.25:2021. :39:9:%2.89.07.3#&&9039.30/ 720 /.9: -039:07.33.8.-007.7389.-  !&%&!020739.3.9: 9.3.9..:3  9072..843..3#&&9039.8:/.:.0.3!708/03#4 %...0/.88079.3..302:/..5:8.&3/.3/-039:/80-0.3/.8. 803/705:.5:8.3!4734.3..3802039. 7.90 57.8/.32.3.3080.3202507./:202-07. 270803 :39:202-07. !-.8 5.3.3/4308.!07025:.3/4308.9.33./.380-.7. 503.383.%.  !0.83 2.-078.3$.9075.3 5007.8.503...343.8.5.3 /.3.3!07/.8:#&&!0308.5..33!07843 850.8.3.!03..7.. .3/./.  #03.25: 2070.1/.9/.8 &390/...8.3..83 2.7985./2.:92.07.2.3!07025:.383/...02.3!74944:39:03.7.9.42.33..07.32.907447/3.%.7.503025.843.8:20.390.2021.83/03.32070...3.383.3/03.25:3.8!7479.70548.3 503. 02-07...843.705:.3...8. !7403.3/..8..3 80-0:23.843.7.  07/. /.5..8.3907..9 .3/.90.9/03.30:.3 #&&9039.7.03975439/3/4308.8./03.2.389%7././03.843.380-.90507/.3 :3/.30.:3  :..380.-072.3.33/4308.3!07/.3#03.#&&9039.7./54943 9079 :9.-.:39:02-.8 %.2:38:3: -0-07.347-.3 :3/./8:8:3/..9:9.8  90.: /.7#03.3.3.!07/.5.2.397.2.2.2./. !0.547.2.3/.7.3.83 %09.3 #&& !0308.3/.20.3:3.3007.90.9 ./.2070.3 !020739..3.32.2.3!020739.5.38!020739.3/..8.03839073.5.343/89070549.3/.350372./.5.8547/9./.3!07025:.3 /.

 203/::30.07.33   !02-039:.3!073/:3.!073/:3.8::2.3..3/.3:9509.9.8%.3:.9.7-.3807:5.547.390.5:8.9.3 5033.3503/.3507025:.:.3:-:3.70/9274 /.5/.203.9:.347-.-08!47907.3.3.33.34 %.40$4..3503.320.8 #&&9039.3$48.-03.-03. &$  /.8.3.3!07/..8848.2.9.2::23.7503.320.3/8:8:324/: 24/::39:50.3..3.3507025:.-&3/.&3/.::5 20.380/.3./03.5.35033./434739073./909.3-07-.3/.7.7 507.3  %09.3!03.3-007.808-9. 202-039:#:2.2/.9/.3.390.5.3.8:/.302-.80907 745303907 4203 878803907/.3.703.90.3507025:..85072...302-.8-..8:80.320.3.//.3 .3/.   $9.703./..3 0.320:.8.#&& 9039.340$ 507:7:.30.79::..89:.:3    03.07.3-.3:3/.3/.-07084  $0.3/.!7480/:7 $ ! !02:.328..2!7403.:5:3/.3 %072.5.8.3 #0. 07.3.3.8!:8.:70.9.9/.3507/..3 &3/.3.7.9.:3 9039./09.805.3507025:.3:.. 80./3/4308.39..3.399.73  .7/:..3 50.8079./434739073.-075.739073.907.843.39..9.:39:20250740 503//.507025:.30-.3. &5. 7043.390780-:92.3 .2.11.302-.9.2.399.7/.73.7 -03.39:./03./.3907.97./.3027...9.8.305.90507/.843.3../.73.3/..3-.4.7.07.3:9.5:8.3.547.3.3.:./8:8:3 /.3 :3/..91-07/.3/.3907:8/.3 !03025.8 #&&9039.8.0:..:3907.   !033./.3 05.7985./.307./..:39:70.90..2./3/4308. 80.3.9/.7.843.3.8.8. /.802.3507/. $4. #!$ /.507-.:.2:2.3.3./..3::2!/..:5:339073.8.33.9.749.0740!03.3%0:.8!7479.3 7...90780-:92./8:8:3/.32.:3503.307..3.3-007.305.2:3/. 907.:2:290.:..8..8/.3.3.3.3.889.8/.3.3/. 309473 /.02.3.3203..3/.3.5.3..0907-..730.7.3.3.9.8.5.3 02-.9!0.8 -0-07.-9.3.843.33.3/04.2:3/8.3  %072.9: .-07./.8.9.503:8:3.3.9:7.2.3.8.3./4347 202-07.3/..805.34 %..3/./.8-0:2..7.7.8..3/.3.2.9. 5./5033..9 .39.3&3/. .557.350.3 :3/..0-/.02-.33..   !03. :8:83./503:7:3.3 5007.3.0.8:8 .3-.5. 509..0/.9.3 #0.90.3.:.2.7.:503.3 &3/.35020739./ 5:8.3.3./..3:9... 89:...9.3.3/.9.7.547-.3::2.390.3. -0.8 9.-039:507/.3 /.3703907.8:./.33   !033.700790.3:39:203.3.8/. %07.8../.7.3 3. $0.9.843.3..3..3.5. 3/4308.390.9.8.3. #0.393/./.7/.8.2203/::3/..3788/.3!073/:3.3-070/4202-07.9.3/5074080.3 203:.38.8.0.3-.390.843.7-.7.3.3 503:8:3.3/03.:/.3/.89:/.39:. .39070-/03.8:8507/.3507.  0.347. -07/.72438.7.8:8.7907.3 5747.3.3 /...30297..:/.843..3/03.3:.3803.07./503:7:3.3./.8.9.547.3/.3.3 .8/.3 #&&9039.8 90..3-.90 57.350.9:.3.3/.:3 9039.3..3&.3 0.3.5:83.3/.890780-:9 /2:9..3.3/.9.37.8..3/.3848.  .3 #0..

.-.3.9..350.7..8.35033.39507-:/./..3/.8 80..3:93.30.3808..3907:8203:5.3.3 39073.3$4.2.9./..8079.8.3/03.-.3.7307./03.3/..3.  0.3503025:73.843.3#03..

.8:...2.347.:002-. 2.20.82./.89.3.357410843.320207..9#  .8.5:8.72070./.5.5747..2/.38:/.0/42..:04254 04254 .2 503.32../3/4308. /.90747.947/.805079#::3%09./.  02.709  0203907.3..72.73007390.9 $ ..3  05.8/.3 .3.7.331472..89039.3-07050393.397.7-07-.7 93/...25:203.72.47-.3507-:/.3 .:38:730.#/.390747..802:.38.8.3..3447/3..387-.25:202.907-039: 38. .3.32.320207:.  ..9.8.7985..3.7..3/. 079..38..:/03./...-0780/.32.383.8..05.2:3../. 80-..39073.3/4308.38.9.3.9.3080.3 04254070.9/:3./..  .387 507/.39. .3.32.907.  04254503.30.330.9-.2..7.91 -075.3.38079./.7..3/8:8:380-..0.3507/.9.5./..3.25:202-07.. .85488#05:-3/4308.20.3.3/1. /3.843.7/7/.324/073320..79.20..7.3203.3!020739.347.3.3 :.3202-039:02-..3-.9.3 ..7.807.7. 54.843.35073/:3.3:8:83.02-.507025:.3/4308.8..:2:23..38:3..3/:5-..-.80.9.3#.8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful