PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi. Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia. slavery or practices similar to slavery. yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau . (“. the recruitment. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). transportasi. Raja mempunyai kekuasan penuh. Pengertian.. rekrutmen. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP). pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan. Pelaku perdagangan orang (trafficker) . ataupun penerimaan/pemberian bayaran. transportation.masa itu. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi. Sulistyaningsih dan Jones 1997). of abduction. Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull. penipuan atau pencurangan. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) . of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. penyembunyian atau penerimaan seseorang. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. transfer. servitude or the removal of organs.. for the purposes of exploitation. of deception. at a minimum.yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara . tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana.. of fraud. industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu. Pada masa penjajahan Belanda. Namun kemajuan teknologi informasi. tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. by means of the threat or use of force or other forms of coercion. Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. komersialisasi seks terus berkembang. pemalsuan. antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain. Exploitation shall include. atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. harbouring or receipt of persons. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain. forced labour or services. penculikan. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia.dengan sangat halus menjerat mangsanya.. Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran. pemindahan. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur.

penculikan. 2. kecurangan. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan.bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. perbudakan. pengangkutan antar daerah dan antar negara.dengan cara ancaman. pemberangkatan. buruh migran legal maupun ilegal. kerja paksa. terisolasi. Dari ketiga unsur tersebut. bahwa: The recruitment. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. berbagai bentuk kekerasan. mengemis. penipuan. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”). pemindahtanganan. pengambilan organ tubuh. adopsi anak. karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. penipuan. Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). penggunaan kekerasan verbal dan fisik. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya. 2003). penghambaan. menyembunyikan atau menerima. pembantu rumah tangga. ketergantungan obat. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan. yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. adalah: 1. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah . penggunaan paksaan. pekerjaan jermal. pengedaran obat terlarang. pengantin pesanan. Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman. transportation. memindahkan. kerja atau pelayanan paksa. jebakan hutang. harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. dan penjualan organ tubuh. mengangkut. Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). dan lain-lain). tipu muslihat. 3. penculikan. Tujuan: eksploitasi. Perbuatan: merekrut. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi. industri pornografi. transfer. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya.

menjerat dengan hutang. menyekap. kehamilan yang tak dikehendaki. suami/orang tua sakit keras. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan. para pencari kerja (termasuk buruh migran). terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. hak untuk tidak diperbudak. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya. dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM. korban penculikan. menipu atau janji palsu. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. Dalam perdagangan orang. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja.mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. pikiran dan hati nurani. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan. Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. social and economic cost yang tinggi. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. dan lainnya. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis . kebebasan pribadi. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. anakanak putus sekolah. seksual. mengawini atau memacari. Kelompok Rentan. selain menimbulkan human.orang dewasa dan anak-anak. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia. yang terlibat masalah ekonomi. politik dan sosial yang serius. dipalsukan. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. tidak disiksa. menculik. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. psikis. dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. Kejahatan terhadap HAM. beragama. korban kekerasan fisik. atau memperkosa. juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. perempuan dan anak jalanan. menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual. mengancam. yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan. dirampas agen atau majikan. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. Bagi anak yang dilacurkan. janda cerai akibat pernikahan dini. seperti misalnya: laki-laki. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua. atau meninggal dunia. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. menyalahgunakan wewenang. menjebak. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap.

mereka ditakut-takuti atau diancam. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. Daerah Sumber. di keramaian pesta-pesta pantai. rumah bordil dan rumah hiburan lain. pub. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. RT/RW. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Berdasarkan berbagai studi. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali.entertainment. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. kafe atau di restauran. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. Di tempat tujuan. Transit dan Penerima. Sumatera Utara: . menggunakan pesawat terbang. Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. salon kecantikan. Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. Daerah sumber. mall. kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. Di dunia internasional. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. Dalam pemrosesannya. Jika menolak. karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor). juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. Untuk ke luar negeri. mereka dilengkapi dengan visa turis. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. Tabel 1. korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya.

Dumai Tanjung Balai Karimun. Jepara. Daerah sumber. Asahan. PKPA. -Prop. Langkat.Prop. Sulawesi Selatan: Pare-pare. Prop. Nusa Dua. Karangasem. Purwokerto.-Prop. Jepang. Jawa Barat . 2003. Grobogan. 2003. Entikong Prop.-Prop. Surabaya Surabaya Prop.Medan. Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Prop. Tuban. Sulawesi Utara: Manado Bitung. Pematang Siantar.Prop. Sumber: Rosenberg. Trunyan. Timur. Madiun. Deli Serdang. Prop. Makassar. Filipina. Tangerang. Gianyar. Bandung. Bangli Denpasar. Indramayu. Solo Baturaden. Langkat. Taiwan. Prop. Binjai Belawan. Labuhan Batu. Pantai Senggigi. Serdang Bedagai. Sawangan Depok. Solo. Surabaya. Legian. Kuningan. Prop. Selatan. Asia Tenggara (Singapura. Kuta. Nusa Tenggara Barat - . Utara. Nusa Tenggara Barat Mataram. Hong Kong. Papua: Serui Biak. Jakarta Pusat. Cianjur. Lampung . Jawa Barat: Sukabumi. Timur Tengah (Arab Saudi). Bandung. Riau Batam. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan. Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Prop. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Deli Serdang. Tabel 2. Nusa Tenggara Timur -. Prop. Barat. Samarinda. Jawa Timur Surabaya Prop. Kalimantan Barat Pontianak. Malaysia. Kepulauan Riau: Batam.Prop. Pekanbaru. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Simalungun. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop. Balikpapan. Tebing Tinggi. Jawa Tengah Solo Prop. Tapanuli Selatan. Semarang. Bekasi. Losari-Cirebon . Kediri. Fak-fak. Riau: Tanjungbalai Karimun. Sulawesi Tenggara -. Nunukan. 2004. Timika. Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. Blitar. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Bekasi. Australia. Dairi.Prop. Maluku Utara: Ternate . Cilacap. Jawa Tengah: Banyumas. Cirebon. Ubud. Jakarta Jakarta. Simalungun. Thailand). Dumai. Ciroyom. Tanjung Pangkor Batam -Prop. Selatan. Amerika Selatan.Prop. Bali . -Prop. Sumatera Utara Medan. Brunei.Prop. Pekalongan. Medan. Watampone. Serdang Bedagai. . Kintamani. Korea Selatan. Bali: Denpasar. Timur. Sumbawa. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri. Karawang. Sengkang. Harkristuti Harkrisnowo. Nganjuk.Prop. Serdang Bedagai. Purwodadi. Padang Bulan. Magelang. -Prop. Candi Dasa dan Denpasar. Sanur. Boyolali Cilacap. Jawa Timur: Banyuwangi. Medan. Sulawesi Utara . Bogor. Tegal. Pontianak Pontianak Prop. Utara. Asahan. Jember. Barat. Denpasar. Gresik. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. Tarakan. Belawan.

. penipuan. PKPA. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. Pelaku (trafficker). Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. Perdagangan orang melibatkan laki-laki. Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga. 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam. membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. calo. tidak membayar gajinya. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak. Cina. Taiwan. . Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). atau pemalsuan dokumen. atau bahkan kepala desa. dan 506 KUHP. 2003. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. menjeratnya dalam libatan utang. sementara agen. majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya. . 2004. menyekap pekerja. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”. memaksa untuk terus bekerja. teman. dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. melakukan kekerasan fisik atau seksual. .. atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang. atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia. Propinsi Riau. berdasar Pasal 289. Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga. 296.Sumber: Rosenberg. perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg. Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. Para germo. Selain menjadi negara sumber. Pemilik atau pengelola rumah bordil.

Mereka tergiur dengan . Rencana Aksi Dalam perkembangannya. Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang. Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. Pengguna. . maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. Laki-laki hidung belang. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya. atau memaksanya melakukan prostitusi. mudah diatur dan mudah ditakut-takuti.Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. penurut. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. menempatkannya dalam status budak. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat.. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab.

1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan.keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945. perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Sikap Pemerintah RI. amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu.

tidak saja untuk upaya pencegahan. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88.(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004. serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). . menjual. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.000. psikotropika. penculikan. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. perdagangan anak.000. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa.000. diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No. Indonesia mengesahkan Undang-undang No. RAN P3A.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. Pada tahun 2002. dan zat adiktif lainnya”. Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No.000 (dua ratus juta rupiah). Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah.000 (enam puluh juta rupiah). tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya.

Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”. Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. 4. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan. Child Prostitution and Child Pornography. 4. menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). konseling. Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. dan Prococol to Prevent.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga). Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. 3. Sedang tujuan khusus adalah: 1. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. 3. Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum. Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. rehabilitasi. Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. 2. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. pendidikan dan pelatihan keterampilan. 2. Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya. . Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). Undang-undang Perkawinan. termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak.

Kepala Badan Narkotika Nasional. Selain RAN P3A. dan Kepala BPS. 59 Tahun 2002). Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. 8. regional maupun internasional. 87 Tahun 2002). dan pelayanan sosial. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun.5. propinsi maupun di kabupaten/kota. Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI. pelatihan. dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). Keputusan Presiden No. Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen. penyaluran. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. Kepala POLRI. 10. . 2. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. Gugus Tugas. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1. 40 Tahun 2004). Organisasi Wanita Keagamaan. 7. antar daerah. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya. 9. baik di tingkat nasional. 6. peningkatan pendapatan. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah. Organisasi Pengusaha Wanita. 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. kerjasama antar negara. serta 10 orang dari unsur LSM. ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. Sesuai dengan tujuannya. pusat dan daerah. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. dilaksanakan secara lintas sektor. 560/1134/PMD/2003. Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Otonomi Daerah. Kerjasama nasional. tetapi juga . 4. 1 Tahun 2004). dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia. 5. daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan). kesehatan dan kurangnya pendidikan. Daerah sumber. di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. 12 Tahun 2001). juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. 77 Tahun 2003). Selain Gugus Tugas RAN P3A. 181 Tahun 1998). regional. di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.3. Dalam era otonomi. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. 87 Tahun 2002).

6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. 43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 2004). penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No. Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau. 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. 5. dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara. dan hal-hal lain yang berkaitan. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. 1. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 4. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Tahun 2004. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. Propinsi Jawa Tengah: . 2. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 3. Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 58 Tahun 1998. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah. 6.

Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya. Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. 7. 8. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan .Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005. 9. 350/ K. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. dan Perdagangan Anak. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. 10. Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005.

Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. Kejaksaan. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat. 11. menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker. lembaga kemasyarakatan dan LSM. Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. Namun pihak Kepolisian. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia. padahal ada bentuk- . artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual. Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. Kejaksaan dan Pengadilan). akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur. advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja. Menurutnya. Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003).melalui Surat Keputusan Gubernur No.214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. 463/K. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP. termasuk bayi. Dilihat dari sudut korbannya. kepada masyarakat umum. Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan. 11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa.

atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. Sementara itu. Selain KUHP. Undangundang No. Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan. Tetapi dalam undang-undang ini.000. namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah. Seperti diketahui. Lebih lanjut dalam Undangundang No. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur.000 (enam puluh juta rupiah). sementara menurut Undangundang No.000. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia. ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur. Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88.000 (dua ratus juta rupiah). 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. tidak dapat dikenakan Undangundang ini. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi.000. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. Di samping Pasal 297 KUHP. menurut Burgerligh Wetbook (BW). termasuk anak yang masih dalam kandungan”. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. 15 tahun. pembantu rumah tangga. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini. menjual. tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan. . dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan.

dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. Pada tahun 2003.Menurut analisis para pengamat hukum. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. No. Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005. 8. . sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. rancangan undang-undang tersebut belum dibahas. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. Undang-undang No. sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua. maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. Pihak Kepolisian juga melaporkan. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan.

diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. 32. 25. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana. Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bab II. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. Memberantas. Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. 27. Especially Woman dan Children). diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. 26. No. Bab XIV. Suppress. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.No. No. 31. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. and Punish Trafficking in Person. No. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. terutama Perempuan dan Anak. Buku Ketiga. dan Menghukum Perdagangan. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. No. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua. Pelanggaran. Kejahatan. 22. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. No. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. No. dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. 2003). Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). No. No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. 33. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. Pelanggaran Ketertiban Umum: . Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. 28. 21. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent. Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. ancaman hukumannya terlalu rendah. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. diikuti oleh 51 orang peserta.5 juta rupiah)”. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004). pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya. Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. Dep. Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. Dalam RUU ini. Bogor bekerjasama dengan ICITAP. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola. Kejaksaan. Kepolisian Perancis. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. . paling banyak 1. 3. diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. Derap Warapsasi. dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri. pelanggan. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. germo. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana. dan Jurnal Perempuan. dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. YMKK. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. 2. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta. Kriminilogi UI. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. Pengadilan. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. 1 tahun. ancaman (secara halus). dan LSM Mitra Perempuan.

dan Derap Warapsari. diikuti oleh 25 orang peserta. Medan Propinsi Sumatera Utara. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. 5. Dumai Propinsi Riau. Kriminolog UI. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. 6. Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. Kepolisian Filipina. 7. diikuti oleh 40 orang peserta. Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. Batam Prop. Hakim Bandung dan LSM. . diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. Medan. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. diikuti 179 peserta. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons. Sumatera Utara. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. Kepulauan Riau. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. diikuti 30 orang peserta.4.

beberapa aparat Kepolisian Daerah. diakses 15 Maret 2005). yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan. 2000 24 16 66. Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur.67 . Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi. Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian. Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi.60 No. jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir. serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. 2003 125 67 53. Karena itu.46 2. Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari. Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21). Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online.Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5. 1999 173 134 77. Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. Tabel 3.

Riau. masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya .  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online. Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya. Kepulauan Riau. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. 11 Desember 2004). Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring. Jawa Barat. 2. Jawa Tengah. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil. 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. dan sedang menunggu putusan Pengadilan. 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun. Lampung. 2002 155 90 58. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber.06 6. Tabel 4. Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1. 2001 179 129 72. Bangka-Belitung. 2004 43 23 53.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005). Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No. dalam proses pengajuan ke Kejaksaan.07 4.semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. Jawa Timur. . Jakarta. Kalimantan Barat. Penggunaan Undangundang No. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun. Kalimantan Timur. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan. telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. Sumatera Selatan.3. Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan.

William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya. . 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). 15 Februari 2004). wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. Sebagai bagian dari transnational organized crime. organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang. Singapura dan Indonesia. Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu. Akhir-akhir ini. Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. dan Undang-undang No. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria. Keesokan harinya. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional.

Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching.2 juta orang (Imigresen Malaysia.904.193. Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17. mudah ditembus dengan berbagai cara. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”. 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. American Center for International Labor Solidarity (ACILS). Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. Sabah. sangat mudah ditembus. dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia. Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara). Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Pontianak. Tanjung Balai Karimun (Riau). Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya. dan komunitas lokal. Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea.6 % berupa daratan. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5.252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. Batam.000 pulau-pulau seluas total 1. . Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau. Dumai. dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker). kelompok masyarakat madani Indonesia. Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga. International Catholic Migration Commision (ICMC). Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut. Awal tahun 2005. dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia. Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur).termasuk kepada Indonesia. memberikan bantuan. yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara. perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang. Entikong (Kalimantan Barat). dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003).

pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata. kebun karet). rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. atau bangunan). juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. pabrik. terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. kotor. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. pasar. dan Nunukan (Kalimantan Timur). dan juga di perkotaan (kedai. perlindungan. dan bantuan administratif. Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. psikis). Semarang (Jawa Tengah). rumah tangga. Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. Entikong (Kalimantan Barat). juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta). Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). dan terkadang nekat. membantu. dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini. sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. nasional maupun internasional. Dumai (Riau). Pare-pare (Sulawesi Selatan). serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). kuat. Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi.Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. Tanjung Uban (Kepulauan Riau). organisasi masyarakat. baik di dalam maupun di luar negeri. . dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. konseling. Surabaya (Jawa Timur). PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi. Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan. kebun sawit.

Menteri Kesehatan. RS Bhayangkara Dumai. perlindungan dalam bentuk perawatan medis. 6. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh. Departemen Luar Negeri. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian. Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1. 1329/MENKES/SKB/X/2002. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan. Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. psikis.PP/Dep. Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4. sangat sulit mengakses perlindungan ini. Di dalam negeri. 9. penyidik POLRI.B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. Kepulauan Riau 7. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler.V/X/2002. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”. 5. menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. 8. Oleh karena itu. Tabel 5. maupun aspek sosial dan hukum. Lampung RS Bhayangkara Lampung. . Jambi RS Bhayangkara Jambi. 2. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban. 75/HUK/2002. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat. POL. 3. agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri. psikolog.

Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari. 15. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. RPSA memberikan layanan perlindungan. RS Secapa. 21. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. 18. Bangka Belitung 11. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso. Bali RS Bhayangkara Trijata. DI Yogyakarta 16. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan. 29.10. 19. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. Semarang. RS Gasum. 31. Surabaya. Maluku RS Bhayangkara Ambon. 30. 14. Kramatjati. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. 13. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak. LSM. 26. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. Cimanggis. 23. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. Makassar. RS Bhayangkara Kediri. Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. 22. . RS Bhayangkara Tulungagung. Denpasar. Jayapura. Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). 27. 17. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. Sukabumi. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. RS Bhayangkara Nganjuk. 20. RS Brimob Kelapa Dua. Papua RS Bhayangkara Papua. 2005. Porong. RS Bhayangkara Lumajang. Bandung. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. RS Akademi Kepolisian. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. 25. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang. Banten 12. 28.

Sumatera Selatan 10 22. Jawa Barat 29 28. Sulawesi Tengah 1 8. Lampung 7 24. Sumatera Utara 16 18. Sumatera Barat 5 19. Jambi 5 20. MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). 2005. Banten 26. Sulawesi Tenggara 1 10. Nusa Tenggara Barat 7 12. Bangka Belitung 25. Nusa Tenggara Timur 14 13. . Jawa Timur 44 31. Kalimantan Timur 10 5. Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Kalimantan Barat 4 2.Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia. Jawa Tengah 34 29. DI Yogyakarta 3 30. Sulawesi Utara 1 6. Tabel 6. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Riau 3 21. Bengkulu 1 23. Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia. Kalimantan Selatan 1 4. Kalimantan Tengah 1 3. Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Maluku Utara 14. Maluku 15. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). Gorontalo 7. Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Nangroe Aceh Darussalam 1 17. Sulawesi Selatan 6 9. Bali 9 11. Metro Jakarta Raya 10 27. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat.

Shelter atau Drop in Center 1. Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI. 2. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center.pBody {padding-right: 0. Bandung. LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index. Women‟s Crisis Centre.Di samping itu.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre. Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre. Bandung. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu. . Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon.php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs. Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.wikimedia.php?title=Pengguna:-iNu/switches.js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya. Bengkulu 8. DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre.}</style><script type="text/javascript" src="http://meta. Women‟s Crisis Center.} #p-tb . Medan. Trauma Center. Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). 7. 3. 6. Shelter Pemerintah Kota Batam. speak: none. Palembang. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB). Jakarta. 9. 5. Trauma Center. Tabel 7. Propinsi WCC. Padang 4.org/w/index. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. Batam. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai.

Lampung. 2005. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. Yogyakarta 12. Palembang. Jakarta. 13. Malang. Shelter LSM Anak Bangsa. Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Propinsi WCC. Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. JARAK. Medan. Jakarta.10. Medan. Bali. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. YKAI Jakarta Pusat. Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Komisi Hukum Nasional. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. Sumber: Kemenko Kesra. Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah. Jakarta Selatan. Palembang. Mataram. rehabilitatif. Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). Manado dan Mataram. Surabaya. Samarinda. Pontianak. Manado. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI). Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). Makassar 15. psikologis. Jayapura. Ujung Pandang. 11. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Shelter atau Drop in Center 14. Makassar. Padang. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. Bandung. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Jakarta. . Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). Yogyakarta. Palembang. Entikong. Gema Perempuan. Purwokerto. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. Medan. Jakarta Timur. Padang. Women‟s Crisis Center Jombang. Jakarta Selatan. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh.

yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang. Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. . dan lain-lain. Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. transit maupun daerah tujuan perdagangan orang. Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. Kupang. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut. Pontianak. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya. dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi. Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker). namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber.. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan. Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I). Malang. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka . Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut. dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. Di samping lembaga bantuan hukum tersebut. Makassar. diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya.Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK).

Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC. . Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. migran ilegal atau undocumented migrant. Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. petugas shelter. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. dan lain-lain. advokasi dan monitoring ke Daerah. ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. remaja perempuan di pedesaan. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. petugas pendamping korban. ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal. merahasiakan identitas korban. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran. juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh. Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. ACILS. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli.

26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas. Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi. mulai dari perekrutan. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. aparat Pemerintah Pusat dan Daerah. atau oleh majikan.000. ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan. LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang. hanya tidak terungkap. di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia. pelatihan. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. Perwakilan RI di luar negeri. Mereka bekerja 16-18 jam sehari. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina.000 sampai Rp 990. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. . sementara dokumen mereka ditahan oleh agen. Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa.Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang.2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. PJTKI. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji. Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. Sekitar 90 persen dari 240. Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu. tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870. transit. SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak).

Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. dianiaya. TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri. Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). agen tenaga kerja yang tidak baik. atau diperkosa). tetapi ternyata bohong. sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. upah rendah. Di samping modus tersebut. dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. dan Vietnam. TKI yang masuk ke Malaysia secara legal. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. sembunyi-sembunyi. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . India. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. Untuk menahan gelombang migrasi ini. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. Ketika visa kunjungan telah habis. dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. penyekapan. Dengan tidak adanya visa kerja. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. Mau kembali kepalang tanggung. dan lemahnya penegakan hukum. Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. Karena itu. Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. Banglades. uang sudah habis. status mereka otomatis menjadi ilegal. Namun menjelang Idul Fitri 1425H. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia. dan berubah lagi menjadi Januari 2005. posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. gaji tak dibayar. jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. penawanan.

sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia. Medan 15. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing. Dumai 120 120 35. dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya. (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau). Jakarta 16. Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005.185 11. Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara).691 8.664 Jumlah 120 347.819 2. kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh. Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia. Batam 15. (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan). 106 Tahun 2004.985 10. Pare-pare 29. Tabel 8.255 4. Semarang 1. Program amnesti ini diperpanjang dua kali. Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No.382 3. Surabaya 55. sejak berangkat dari Malaysia. Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra. Nunukan 66. Tarakan 687 12. masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia.464 6. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004. Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. Tanjungpinang 84. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004.bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya. di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya. (3) Dumai.784 9. Tanjungbalai Karimun 18. yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat). Entikong 7.532 5.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia.248 7. . Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1. 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26.

penampungan. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu. Sesampainya di pelabuhan entry point. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran .000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. 15 Februari 2005). Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. transportasi. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu. Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia. khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟.8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi. sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia. Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. Sekitar 500. Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana. SPLP).Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. Saat ini terdapat 8.

kepulangannya ke daerah asal.2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu . lokasi. antara lain: tingkat pendapatan. profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. Kalimantan Barat. permakanan dan bantuan transportasi . Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. gender. dan kondisi lingkungan. Dalam hubungan ini. Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. Untuk wilayah Serawak. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. Malaysia. diberikan bantuan layanan kesehatan. Selama kurun waktu 5 tahun.sampai ke propinsi daerah asal.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan . saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya. pendidikan. penampungan. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak. dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. dan bagi mereka yang memerlukan. Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya. Di propinsi daerah asal. Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching. laki-laki dan perempuan. yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan. kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. pada umumnya berasal dari keluarga miskin. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. Malaysia Timur. dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Oleh sebab itu. Kabupaten Sanggau. Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. kesehatan. Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). akses terhadap barang dan jasa. Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan. kurang pendidikan. geografis. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut.

Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata.mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5. meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau. terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. antara penduduk kaya dan miskin. pelayanan kesehatan yang bermutu. pendidikan keluarga. terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin. terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). perdesaan. karena merupakan alat yang tak tergantikan. B dan C. serta antara laki-laki dan perempuan. nasional dan global. dan lainnya. pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. putus sekolah. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. serta peningkatan keadilan sosial. terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang. Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara. Kelompok . sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. antara perkotaan dan perdesaan. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). Millenium Development Goals. terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal.

masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. memperkuat kelembagaan. pelaksanaan. radio. Namun demikian. . koordinasi. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi.Belajar Usaha. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus. sektor dan daerah masingmasing. Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. pemantauan. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan. meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. eksploitasi. dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. Dalam hubungan itu. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. dan televisi kepada masyarakat. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur.

Medan (100 orang).809 orang. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM). dan menjahit. Yayasan Mitra Usaha (YMU).996 orang. yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar. Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang.. Yayasan Paluma. Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi). kemudian Dumai (162 orang).rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001. Yayasan Paluma. yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26. jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8. . Surabaya (Propinsi Jawa Timur). Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang). Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35. Jakarta (DKI Jakarta). Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). kain. Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau). Semarang (Propinsi Jawa Tengah). Tanjung Uban (133 orang). di Medan. Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta. Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan). Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005. Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia.Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia. beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat). Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. terbanyak melalui Nunukan (8. Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk . warung. katering. Dumai (Propinsi Riau). dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta. obatobatan tradisional. Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP).805 orang. telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.499 orang).

peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar. Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. Propinsi Jawa Barat. Dengan pendidikan yang dimilikinya. . dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut. (www. anak jalanan. organisasi masyarakat. Propinsi Sumatera Utara. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. terutama menjadi pekerja rumah tangga. perseorangan dan mass media. PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya. Propinsi Jawa Barat. LSM (nasional dan internasional).jurnalperempuan.500 keluarga di Pedes. peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. Karawang.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah. Bekasi dan 1. 15 Desember 2004). dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. badanbadan internasional. Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga. swasta. Semarang.com.200 keluarga miskin di Sukatani. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. pelatihan.

Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. diakses 16 Maret 2005).Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess. Bupati Sidoarjo. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149. Tangerang. 22 Juli 2004). nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi. sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. Tahun Anggaran 2004 ini. Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. dunia usaha kuga dapat membantu dengan . diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. dan tata kecantikan rambut. sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun. Selain beasiswa. Bulan Maret 2004. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. 16 Maret 2004). dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai. Babby sitter. Jakarta Selatan. Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri. Pola pengembalian kredit tersebut.4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul. Jakarta. YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF. bordir dan menjahit.2 % yang tersantuni. diakses 15 Maret 2005). Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. melaksanakan pendidikan Life Skills. Karawaci. Selain bea siswa. Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. LPK Setia Bakti. Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat.

go. Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. serta Genteng dan Pabean (Surabaya). dan kadang-kadang bersikap antisosial.sidoarjo. Jakarta. Propinsi Jawa Tengah. Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan. pelecehan dan prostitusi. Selain Jakarta. Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang. agar mereka lebih siap menapak masa depannya. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. diakses 15 Maret 2005). gangguan ketertiban lalu lintas.id diakses 15 Maret 2005). Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup. Direktorat Pendidikan Masyarakat. Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. terlibat tindakan atau korban kekerasan. Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online. terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor. penyemir sepatu. 4 Februari 2005). . pedagang asongan. pengais sayur-sayuran di pasar tradisional. kriminal. membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU. Bogor. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. Pada tahun 2004. peminta-minta. pengamen. YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). bahkan sampai universitas.meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www. tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya. (Kompas. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah. sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005). Pemerintah Kabupaten Brebes. dan sebagainya. penjual koran. Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP).

citibank.id). ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan.itcwatch.com).com).co.citibank. Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas. antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik.co. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut. Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www. Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah.co.sama dengan saudara-saudaranya yang lain.anjal. Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www.id). Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan. LSM ERa AKu. YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta.citibank. Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu. 27 Juli 2004). Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www. dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar. Jakarta dengan 75 murid (www. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur. Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www.blockdrive. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). Dengan demikian diharapkan ke . Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari". yang rata-rata mereka adalah tunawisma. Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin.id). melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu. Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan.

Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. ASA. Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak. Dharma Wanita Persatuan Bali. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. Dalam bentuk ceramah. yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. keberpihakan. maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO . diakses 15 Maret 2005). Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. Industri Pariwisata. Instansi terkait. SMU . Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005. dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. LSM. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. Dalam masalah peningkatan pendidikan ini. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. dan Cabang Dinas Pendidikan. dan dukungan massa. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. PKK. Dalam hubungan itu. dan Kepolisian.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit.

Batam. menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. melatih. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. leaflet. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. Lintas-5. Program yang sama juga diadakan di Batam. dan lain-lain) termasuk talk. Matra. Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. Undang-undang No. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio. Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. menampung. Makassar (Agustus 2004). Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. Sergap. Kontradiksi. Pontianak (Juni. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura. Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). berita umum (Liputan-6. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. Sejak Oktober 2004. dan Undang-undang No. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . dan lain-lain). Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Padang. 2004) Pekanbaru. Hello Bali. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang. Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. 15 Februari 2005). Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser.kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. Seputar Indonesia. majalah: Tempo. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran. dan Garuda Inflight Magazine. Selain itu. sticker dan poster. Jakarta. Sidik. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. dan Manado (September 2004). sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau.

dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . mengirimkan calon di bawah umur. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia. Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. Selain kerjasama antar daerah atau negara. 88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya. Secara institusional. 26 Juli 2004). Kerjasama tersebut sangat penting. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. Untuk mengatasinya. transit dan tujuan. Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan. akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur. diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri. Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. Tahun 2003. antara daerah asal. 21 April 2004).

fungsi dan kewenangannya masing-masing. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat.keterbatasan personil dan perlengkapannya. Hening Tyas Sutji dan lain-lain. Magdalena Pardede. dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. Malaysia. Birgit Ulrike Hau. Shelter RSUD dr. sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. Sarah Gumelar. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. LBH-APIK. women‟s crisis center. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. (Website Warta Pemprov Kalbar. Soedarso Pontianak. hotline service. Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional . dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. Selain mengembangkan media. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW). database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. Nani Sakri. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga. dan LSM. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Indyra.

Maumere. transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. Untuk tingkat regional dan internasional. peningkatan kapasitas. Surabaya. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No. Dumai dan Tanjungbalai Karimun. Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. 2005). Bengkulu. adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya. yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. Palembang. ICMC. IOM. Save the Children US. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. ACILS. Jombang. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. 106 Tahun 2004. Bone. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. Propinsi Riau. Sumatera Utara. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. Terre des Hommes. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan.untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur. dan Undangundang No. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas. Sampai dengan tahun 2004. Bandung. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Makassar. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Padang dan Labuhan Batu. juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan.

laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. namun sungguh. dapat dilaporkan bahwa: 1. Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. gaji dipotong. Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. Especially Woman dan Children). Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat. . RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. dan Menghukum Perdagangan. mereka membiayai sendiri kepulangannya. 88 Tahun 2002. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. terutama Perempuan dan Anak. dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah.P badan-badan internasional. Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent. Tetapi bagi mereka yang memerlukan. beberapa kemajuan telah dicapai. dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat. 23 Tahun 2004. Bagi TKI yang mampu. RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban.bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Memberantas. 2003. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). and Punish Trafficking in Person. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan. penampungan sementara termasuk permakanannya. terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Suppress. PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No. telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005. 2.

namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. kerjasama antar negara. Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). antar daerah. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan. 5. 4. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. Women‟s Crisis Center dan yang serupa. pelatihan. Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No. 9. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini. RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). Undangundang No. peningkatan pendapatan. 10. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran. RUU tentang Narkotika (Revisi). 8. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya. perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah. Terima kasih kepada pihak perbankan. 6. Drop In Center. Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. lembaga kredit mikro.3. dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter. Oleh karena itu. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). dan pelayanan sosial telah dilakukan. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. RUU tentang (Revisi) Kitab Undang.Undang Hukum Pidana. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . regional maupun internasional telah dilaksanakan. program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. 7. Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga.

30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI .akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya. kelompok pengajian. kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan. Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga. dan lain-lain. Demikianlah. Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya. atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional. Insya Allah. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. kelompok gereja. Jakarta. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia.

#5  /:.33 ./...3.9/03.:/03/.7:5.3-.3.3.803../..3 :3/.9.3/03.85.3.3-:. .9.5.3..2:3/. 5.907-. 9/.3&3/..347.50.3.:5.  %09.347-.: 507/..3.33  .33.3 :3/.7.9:8:9.5/.3.

3.3:8:83. 5.3.8.3.3 808047.33.3.33.380347.:3  !020739.47..3%03..3 207.3:3/.:3 9039.80-.3.503:39:9.3/-.3:3/.347.59...:20307.703.9..7.39:/:.3 :3/.3:.!##. 2..9::2 /03.3.#90..34 %./..3!03.3 :3/.8.3. 203:8:3#.11.9.380507928./.!/.&! .25...39/.8..3.3&3/.780./.305.3/03.2./03.790..5.3.3 5073..3!47347..3&3/..347.3 3..9047.9.:3 90.20. -..3-07.25749.:.3503/079.7::2.-0.!07/.3203:.07.8./..07203:3.8.8.202.3.3-07.3203.305.90 5.3/03.8:/.5/.347-.3.3&3/./.3  .7.8903. 202-07.3903.07.2!747. 94-07 8.3!.9:39:203/::3503.3!03.3/808:.3./703   50/.3 &3/.3/4308.3.3.3.802../8.//.347. 503:3.25.3.2070.49039.3 :3/.7..9.3.503.3!073/:3..3!03.:202-.5:8.320707:9-07-0/.3503.347-. 7.87.0724.9 203:3....3 :3/..8:9/.3./.9.:5:32:332032-:.:3  7.9. 503.202.73..3 :3/.3.34 9.3027.3.7.3.3/03.3 :.3 47. !.-0780/.3/.3%3/.3203.2&! &3/.843.39:.39&3/.703...25.3 7.9079.79.47-.:507..5:8.3%3/.3 .187.349.3.5.9./.3 &5.597..38073 -07.1   50/.3.!##:39:/-.9.3.3/.3 :3/.3.:.3..9.5:8.2:38.3 .3 :3/.  !03:39:9.3.208.3/8:8:3!##  #.39/./.907/7/.790./.3.3 :3/.3.3.7...3   4  #.8..8.8.3/.3.8..8    .3!073/:3.:.9.3:3/./.3!.2.320308549.3.3-0-07.5.39/.3-07-0/...5.80-...:.3::2.3 /..3.3.805.03:7:9.3/03./03.8/.97.3#.5.507025:.709  808:3:3.9.07. !7403.3.-072..3-07.34  %.: 507/.3.3%7.305.2..347-.8.3.11.3.9..3.50.8 .3 9079:8-.&!9039.547./03./.38073.3.-8. 90753.-07.8!##9.3 -..3.790..-:/...3.8:8502:.3 7.3507/.5405.3..8/.347.3 !.3.747.3.3 5035:../.3/.3803/7/.5.3 507/.33.3&3/.3..90780-:98:9:39:/:3.20303.3.703. /.25.3027.8:..7 .257.9.. .3.3 :3/.809.350702-.8./..885.3907.3 9.907:3.3-.3.07.3:8.39.:3  80-.8!02:%.2.8.80207/0.3 507/.3.3 47.. $03.-07:9  50/.3507/0-.47.3.0548.!07/.3/8..39039.11./.3907.202.3.:39039.3  ./.3..3.320303/./..:5:3&3/./013870829039.3 /03.3$. 202507:.3.:80-.9.25:3.3 3..3. 2.:39039./.30:.307:.3.3.3.3:...33.390780-:9-0:2 /-.!/.

- !0.3::2!/.3.-: /...39..9.507/.3!07:-.347-..3.3.039438.93/.8  4  #.3.3.3 :3/. 3.3.3 /.11.39039.8.3!0308.3&3/.7.2.3 :3/.9:9.3.3$.39.:..9..9.3.3&3/.508:8.808047..3203.3 :3/.:0-..3 :3/.39039.503.38.9072.3.8.!/.3:2:2 80-..749.8 &390/.7.3  4  #.3!4734...:7.9..3  4  #.30472.30:39:3./..9.:39039.9.2.8.3.3203/474392-:3.2 &!80-.843.. 503.3.5.3. !03.3!07:-..5.3.7.343.9.3 47.3 :3/.802-..39039./.39039.3.38 3.!07/..3507-:.3.3/.038!0..-0.3.3 7.-&3/.:7.3.3  3/4308.5.3.3 :3/.39.3 /.38.5.3..749.34 %.7.:3  !.3.3.3 0.9.347.34 %./03/.8 /./.50.703..03839073./03.-..3.:.80.39039.3&3/.8.08589/3. 0.2030-.3&3/.3.3.3.3..3. $:50203 43.508:8.3.3/.3.0.39039.03039.9.3.3.3.3007.  ::09.:202:/.!07025:.9.5.3.3.:3  9039.3!073/:3.39039.7.347.8.843.9.9.3 :3/.3-.8..3 907:9.943843.9:-/.3&3/.39&3/.:.39039.2.3 /03..30/720  4  #..3:39: 20..3&..%0747..3507-:..:7 9/.3.9.320307.93/.2.3/.3 :3/. 0..503.038!07807.3/.3.9-:....347:58   &390/.943843.2..3%3/..9:0.3./03.3 .3!74944:39:03..8.3..3!47347..3 .9.:5/.3.3.!/. !0..3&2:2 .34  %.5.  02-07..9..3.7.3% (( !7494.3.7.3..8.3.3&3/..38.  4  #..:202-..3.4  #.-:/03..38.2/03.380-.:50.3&3/.3 &3/.383.39039.87-: 7:5.7.35/.320.3!0308.3 :3/.!03.3&3/.-' 0.494!70.2. 7.03943.8/.3&3/.33./.7.3.33 !07843 850.3.3./.3..3.3!0308.8&3/.3907./..50.3507-:9.2:3 203/.9.2.5/.3.3 !.9.3.9.3.943.8&3/.3907.3 907..3803.320.9.3/703  4  #.38.039 $:557088 .3 :3/.3.-07:9 ::0/:.3.3.7.303::2!07/.1/.3 .3/..398477:5943     $.:3025.20.509079-.3 :3/..309079-.0.35/.343.80-. .:.3.389 %7.3  4  #.308:8.42.3%7.39.  4  #...3/!:38%7.33.:3 9039.3%3/..3007.3 :3/.3202.:.

90780-:9/.3502-47/.5..8.35/..8.7.508:8.-:803.2.3 907.9:503..38:.3.33.:7.907907. 5..3/.7.9.3 203.3907.70:39:3.3 /. .8.38..3.3.5.2/03.9.../.9.9.820207:.8 2.187.0..25. 5.. 507-:.3..2.9/.8.9.&!90780-:92.9./.35.580-.3-.0.3.3.503.39.509079-.7507-:.203.:50.9:9.:3  !..3.:7:3..50../../.-:8047./.3.7./.3.3.8..!.3.3:2:2  $0-.80-.8./.

3.38:33.380-. :9. .2:3/.8.3 &3/.3.3 9.3/7  /5/.35/.35.3..  0.320.5.9202-07.. ..7.33.8.93/..:/03/.20.3/..7:5.3..85030..7.3.50.8.:8 502.31..3.3 :3/.89.5/..35/.3/7:39:/.19  /3.3.:7.50. /723.3 3.3.9.:.9. 40&!9/.  5.9.2.3 !03.2..5.3.8.3503003.3.8. 503:3.5.:7.3.2..:3.7.  !033.909. 803.3-.5-07:5.33.9.-.503.2:3.3.50304./03/.5..9/.4.007.3 .2#.::2 0548./.390.3 0724 /.32030/.8 !033.3.2. -:.9047 /03/.9:2:2/03.3::2..3.9.01007..3-./3./.973.95030.3.:3.2.89.3.3 -:..380/9 7-:7:5.3.7.2#&&3 .3.907.7.3::2/9::.7.2025:3. 9..3/.3203..3 -070./03/.50.3.5.8.3 .547.:3 5.3  0.9.3 207:5.3 $09.89.393/..380805./..8&!!.....9.39::.3#0.3/.3-070.  50.3 80./.3.305.3/.  7.8:39:-07.9..3.:703/.8.:/9025./03..3::2.3.:7.350.5..38073...3.

/03.3.3.507843.7...3.3/.340.3:.#:.-08!47.!07025:.70/:9.9!03//.7.3-:...3..9.33.98079.7: 0548.3:8:80548.7.9.3!0.3.:.33!07843880-.5.3. /8003..34:3907%7.3/03.33!078438 /:94047. /8003..70548..3%!   !0.3/.7 9039.31./:.8.3202-07.7.9.5:8.3508079.357 9039.3:8:83.7$0.5 ../.  !0.  0.9.3!:8.3.9  /.3   !0.3.33.3/03.32.7.2.30 :39:.3/./:. .3.3../.3  /03.3 $97.3 47.3 %7.58.31.3.3!07. /.3$0.3-:.8  /.850 ..3508079.9.8.3/.39.9.503.8079.220207..3.3508079.89.3!073/:3.2.7: 07.3907.11.3-:.203/:3 447-007. /8003.89.3.7.35033.5.3.9.3&  /03.3/..8. :5...8.9..3 /:94047.11.3..947/.850507/.907-07./03.3.-08!47-007.308.89.3#080780723 0.503.3./03.3.!07025:.80-.3  ..947/.3502-0.2.3#080780723 !47-007.507025:.3 /:94047.7..:5..8 05 7234& /.3:73.:.

947/. .3 !74538$:2.30!07.27.3/.39./..5.9.3503:8:3..947/.3.89.3. /03.3%7.3.3507/.903/07..2.5.393%7.8.547. 0203907.89.:5:3202-..07.9.33078 /.7985..7. 0.3-:..2/.5.3!07/.3/:3/.7.   0203907.307.3.3$0..3508079.5:8.947/.9.2. /8003.7.3!07.3!07025:.0.3087..3%2:7 0/.30802-07 9039.33.9.3.380389.7./.07.8/.!74538.9.308.3.3/..9.3 50. -07.20302-. 47.58./. .3# 0.3.39.3/.3/.5..3#.203.5:8.3.7.790203%03.3202-07.8/..5.3  05.4.33.3:3 9039.7./.32.4.8/.7.7 5073/:3.73/.8.5033./03.3!07.30548.7& .7.3..39.39.3#080780723!47-007.3.3.347.7#/ :.!74538#.: 0/.33 /.27.08&9.3&  0.3 .!03.33!078438 /:9 47.31.5033.:/.3848.39.3$   $023.3!745 $:2..3087.11..9.33 /..3 50.:3 /0/:9.-.305../.3-:.3#.31.3 !7453805:.2.347.905.: :2.79039..39:47-./.3.35033.7.9.07843.!74538#..39:5.9.:3 /0/.../.3447/3./.342-.79.3  /03.8.27.907.9.343805.7.:39:203/4743502-039:.3&/03./:.3  .3!073/:3.89.8   !0.3 7.2./03.20..0 $8902 /:9508079./03..-08!47-007.8.39039.5..8.3-:.8..2.3.9.3507/.353.7. 0203907../.&9.7: 0548.:3 /$.3.3$:..9050/:. .3::8%:.2.33.9./.9  /./.9.38.33!078438 /:940 47.3!07/.30548.70548.8/.&9.8 /./03. !0.30 9039.8.7.5033.9!07.3503.2503..907././.34.8 02.3#/.3 507/.  /8003.3-.8 !03.2..3447/3../.0:89.0.3.2202-.7 0548.3.9.8.3.3.3:353.3 !439.347./.3 508079./ !74538$:2.890..3805.3/9::.3. /8003./.-007...3/09.: :2.3&/.3. 0.8.89.347-.9.3947.947/.80903./4 !74538$:.:39: 2033.. /:94047.3.8.2.9.4.8..947/.7   !0..3.203003.11.2.-08!47-007..3.3%2:7  0203907.2.:.7.89.8.5.347.9.3.8.:.3.3.8/.#$.3$07.9.3!02-07/.-20.3.3!03.3.3.-08!47-007.3.7.3-007.3.08$0.&9..39.9.947/.89.3.3.3 5073/:3..3!74538..2.3#03.5.3087.!74538..3%7.3947!03:-:3438:..89..3%.8$/..3:897.3202-07.3$.9.3203..3 508079.7.3447/3.07.72033.8.7.980.2.8.3827.07.33/.73/. /8003.3.340.907.39. 72344& .3..30.9.2!745 05:..3:3:.8.5:8./03.3.3/#08947./.3.3 1./.3.3-075.3!07025:.:3.9.:25:7/.9.

95020739.3.3827.3508079./03.3 /3.8.8:8!07/.8:8 80..7.3803.3.400548.3507/.3/3/4308.703. !020739.0..3 5033.7../..3$203...:.3503:./.%.5.8.&9.8$48. .33././.2.:3:2.05.2070.89..8:825.73.07.3 7.3/.3.3 3.3.2.3.3./03.-0 .:3        4 %..5.203.34 %.3.8.:3 907.:/.79:2:33.5.5.8.8:8 .5./.3%7.  05.8008.3:7:$/.3/4308.:3 9039..390780-:9 /507:3..3.8.: /03./03.7 ..8:8  07/.3/.547.090/703-007.2:39/.!03.30 0.790203%03.3.2 !03.2.  !020739. 330 /.39.709   /.3.8..8.8!747.:3 9.3!07/.5.3..2.5:8.7.%2:7 !020739..89.3/.3-.79.2/!03.3.302:/..2!03.3/.7.3..7 !74538 -0-07.3907.380..9 0548.3 :3/.3.3  %.3!07/.3...347./.:/.-03..9..-:5.3.3 :.::5 /8008..8.:3/.8!03//.3$4.790203%03.5./..3&3/..3!07/..8.2./503:7:3.8.903 3/7.3./574808/.-.7.!74538$:2. 2.3827.3/9.7.8.703./03.3!07025:.7907..5:8.8:8507/.2.5.3!.:..32.-:5.820.3503.9.7 47.89..3 080.3%7.3:93.7./..940$/.303.790203$48.9.8:8 507/.33.2!03.320.7.47-.8$9039./.3$48.3$%!/3/7.9809.9.8-007.7  05./.90790780-:9 0/. !74538#.8:890780-:980-.3:39:574808503:39:9...347.20.3-07.438::2.2.380-.9: :2.9 !020739.05.390..3389.3 8079.8:890.903 3/7.3/.907.3...:0:./.3 ! ..5..8:8507/.9.3/.9..2.9.07.3..3/25.:/.808.98:9:39:/.8/..3.8:8 ..3 %2/.8.3/4308.-:5.:4.9..5.8.2.07.7./.9/93.347..3!073/:3./../.!74538.9033/7.&9..9:/...5..3400548.3..  9./.7 -03..9.903%::3.3#080780723$! #5.305.3503:3.:3/./.9!020739.2.3..3  .7. !03./.907.38!020739.8.5400.9.33.7....8..9.3.7.-007.9574538  $.2503./.9.3!07803                .3!07025:.7.3./.39./03.3/.7..3.0.3.8./.3.203.3.3.33.3.2 5747.3507025:.3.3. /907:8.4..8.:3907.38...8.-:5.3 .82..3 90780-:98.:3 203:8:324/:50.3!07902:.8.9.3!07/.3/.3.3947.30.:-007.2.33.9. .3503:./.33.750309.3/.3!07025:.347.5.3.5:8.80.3:39::7:/.3 :3/.3$#20.300.

:3        ::2..:.39./..39.$0.3..34 %.289.380-0:23..32033/.390. 808:.390.7..39:39:9../.3-.9..39.:3 0.3007 %0-3%3:..8.5.90.5.3.7-07-.3 90.3 ./.3 /03.7.::2.0.3/.9.39.907.305.38:/..7. 7.3.438503./.9-./.3  O %/.3 .3802./.:. ..3!03.:39:/.3::2.3-.3/.7././.3.3&3/.3.9 .3203:3:5:9:8.3::2.8  '438::2..8..8./03.5.7::2./.47.3.: 05:.3.:3-:.390..3#080780723.25.:3 9..907./.3/03/.25.07803.&9.3/03.:3 80-0:23. 9.3 /.8/:25:.8./. ./3.7.438/.3    ::2.370.. !03:3.-078.07/ 574538 $:2. .7-0-07.350.11./.380/.3503.7-07-.7.8. . 802.8./..3 9.$! #    .8.3700.3.39078.7.907939.3/03.38.38073/:3.79./:5.:3    4 %.3!48 /.9:.33.9.. /.7.30 203.8.3:3/.  !03..9:.3#.393/.3/.7.8.:8.11.3...:3503.3.:3%07/.9.3.33.25:3  ..3::2.7.7.3503./.-08!47/.07..97..203/.8:2-07    8.9:.7..3::2.97.3%2:7 /.9 .%2:7 ..30070/..3.4. 907939.3./.438::2.5.9:./.5.3.7.0.97.703.:7 $:.8:2-07 ..30548./25.05.08&9.'438::2.7..3 0!03.3 $:.7 -:.3.07$9.438::2..547.97..25030/.39..438.203/.:39:503:39:9.3./.11..39/03.:.90--07.0708!78./.:-. 330 0802-07   %.2..8 /.. 2070.8:8.7..:3 #././.8:8!07/.7.3/./5:9:8 2.39078.0548. 0.8:83.2 07/..7.5.8.7.:3 9039.05.7-:.:3503. 09:3 .#5 :9.35.305./.3 4.47.2574808503./.9.3/03/.3.8.3::2.2.                         $:2-07.9.3  ..11.3.3/.203:.253907/..0.3/.9:!03.3 .203.8.3 7.3.#5 :9.3203/.9:8/.-:.9.3/.9:.3. #.9:39:9.35.38093 933.8/.3-.3 .438::2.8.9/.3 !073/:3.3.3/3/4308./.3-0-.30 0./.9/09.7 /..3848.%.3-07.39.7$02-73 $02039.3-07.-0 !:9:8..3-07.3-078.202-:.: $:2.9 .%03.

#05:- 3/4308.7.%03.203.-:.820.3.!/.3 47.943.7.93/4308..:8./03./03.3/903./..39074.339.3/4308.9.7.9.3 97.79.33.39/.8:8.3.3.9:5.3/..703. :39:203.34343 .3507/...7!020739.:897..507..7!03..30.3.383.703.347.-.30.3.30. .19.3 7./.307.33/4308..2.2.3/03./.3:./.5:7..07.9503//...3.8. ./..5.3!0308.909..080. 30.7:8-078.503/0548.3.7. .39.7.:&3/.3.7./.95030.$07.9-08..3 .9203/:30/:5.3 907-....:39:203::250.3.3::239073.30/.703.203.3:8.8-.3:897./.83 :.3507/.80-.2..9.3 /03.93.7.2.7.-:.8:/./.. .9./:..8 2.47-.:.3007.39:.3. . 431070383:./:8.79743.9.97.47-.3/:897...!020739.3 !020739.3.0./03.390/89 5. .39/.3 .34  %..73. 0../.3!07/.3-.3.90.0548.39.8:/.803/7 803/7402.350/4105.8:8..3.7$ 47.:39039.3/.2-:.3 202-07.-079::..30.39.9:20.339073.347..2.07 /.  431070383/.:50/41.3.: 43107038!030.3!020739.25:202-07.8:2-07.3.389  ..9 -07.3::2.32033..3.33. .30897.843.7::2.8.3 /::3.37 7002039 -09003904.20303.33.320.3/...2/.03723.47-.:9:  07.3!07.7.32.7.3.$3.9/507.39.3.3.843..08.9.7..9.9//.30  20.30 /5:9:8::2.9.3/904.2.7.39.7..02...7.3/.3 7.3/.073203941434314790$:7703/0741 :9../03./.3.7.8...7.8.3 80.39...2..3.3 0-7:.7.9.35078047.508079.32.380-07.909.8.9039.40 !03. 0.3.30.9.905.3$3.7.4343:39:!0307.2.2.3 /.39..9:.7.07.7.3::2..32.3.3.330.7./:-007.2.3.3.503.9..720 507/.3.30../.33.3:8.0732039413/4308.3/. -0..8..8330.90.347.907/0.80507928.30.11./8-.#05:-3/4308.5:7../.7./740:9.7.80.7.38. 0084.3/.3..57.3!020739.9::.7.8889.!020739./8:2-07 503.7./.43:9:..3203.3.3:39: 202-:.35.39.3507/./7 47.7.347.23007.7.3503.347. 20207.3!07809::.2!48 0-7:.:3503.5..8.3&3/.3./.2.3-073.83 2. 907-039:0:./.5033/.:80.3-.9/./..9.39..5:.3/.2 $9:./.7-.. 9::.3::2 !07/.3 /7/.#-07:8.3. /507:.. ./..9 03/7-07..7.3.3.83/.9.5:7./.502-.3.8507/./03.5.3.3. %70.8.9.320308549.!033/.:80-.::23/4308.7.7.7.20303.7....0 1103/078 7 .7.202-:.3 :3/.73 !020739..30.:507/.2.3:.0./.3.7 .7../.7:8/-3..347.39 507-:/..23.3.47.  94  .507.3..797.8.-.3/.5.330.03/7%--40..:3 9039./-3.5.90.3/02-..9429203-078.98..34 %.8.7.  $0-.347.39.880.20250/:.8350.380-.3203.99078 /.3 30.7. $3.9.9.3!0.950393/..3!0308.3.7.39/./:3.3.02-..9 09003#.3 :3/.3%2-.%07.38.2/902:.7   207.38790780-:9  07.3.33.7$:39:3/4308.3 -073/:3/30.3#  07.47-.7..33..3.9.39:3 /7/803..:.330.3803.7.8.73007.7.3 07..:897.920325.

03.342:39.320..2.943422843   /.8.9.3/.07  $0-.3/. .38079.9.: 5:./.9.8. 202-07..&$ :9.3:39:503.3/4308..0../../.8./.8.3/4308.3 429203/::3.303/4308..90780-:9 /9::.780-..  042542.303907147 39073.3.347.$07.9.3907..3.3/4308.2025:3..8 /. 207.9 :5.9./.25074/0.8.843.00..7.7.090/703 $ 207.3.33.///.839.339073.94.3503:.3-08.3 7.3#05:-3/4308.903.7.: 39..347.:3  207. 7.3-.. :5.350.3.9072.:3 /.8-.:503//.8.943.943.3:.33/4308.2.  2907/7 /.99.8.9203.3/.:9..9./.3 -.339.7... /.202507:.:0907.7.27.3:.9803.   2803.79 $ 39073.3805079$.8949..-:5.83.:93.3 .943.9.3.8 -.20207.-47$4/.20.3.307.7.9.207:5./.:507/.9.11..../.943   -007.3703907. .7.3 5073/:3.08..3.3 97.3.9431477. $39073.347. 07.8 0..3.7/.$07..230073/4308..3507/.. -07:5.3.38!020739.08.2.3507/.33.7 5:.9.84..347..847-.9:.7./..389.3.92.  !03.3-.3/.39:.-.3.5030.3::2:39:203039.3507/..3...:80:.9:025.8:05. /.39.

9.39025.: $.574538/..7.907.7.08&9.49.72:3 #.40!020739.9502-07..35:./.7.380.&9..3:3.30:.7.380.7.920.3.2503.-07..3202:.2 %..7.3574538//...9:..  49.0/:.3/03.:$:2.   /2.3:3!3.8..2.8.:/.3.5:.3!./.8.3-070:.9.3 $0203.39:8 /.804.39./03..8. 49.3 503025.3#.5.3 $:2.3.3-07-.847.8.: !439. 53.3..7.9.3.8.3.3 .90780-:9  ...39.3./.3.3 270803.39.: .3-07:3:380-.907:3./.9.83/..:/...909.5.3!03/.3%.3..3.3 .3-.3$3..320. !./902-:8 02.92:/./.. :2.:3  !020739.9.:3 9.35..347.39:3 $:.38./843.33/4308.73007 #4803-07    %3.3-07../.3:3.//.-079./902-:8/03.3. .38:/.//507-.7.39..39.2.3. 3943 .330...32:33.3%2:7 /.73/4308. /0.3 05:.9.8.3 .203.92:/.2.9.7.907..97.8.7..9 :3:.8.7.90780-:9 8073.3.8.2././.  /.203.2.507-. $0.. .9.8.7.3. 8.2.347-. -.  !07-.3/.3././/.8.47. 93.-..9203:::.9.507-.%2:7 $07.39.509..3507/.3/03..80-.9./8./.39..3!%/30.39.38050790/./.9 05474:8. 4.!%90780-:9.39.503/:/:30.574538 574538/!:. 203/:30907-./03. /03..909..3 .389/.: .3 507-.3907.3 $07.3:2.:9 8.3.3. 02.5:.7.93.8.3202. /03.7.97.!.9 5474:8 2:/.7.7.. %.:7./03.7.:5:3/03.7.9.8.2.3/.330..3.07.3.9:8!%:.7 .2.:. :9.383%.23007 2.389.3.3%2:7203::%.9.. /.5:7.:32070.2.:.9.3../.8.8.-.7.3.0:30.3$.35:.7.07..3 !%  030.203.

.9.909..3-.:39039.02-.9.9202-039:02-.39/.507-.8-.9.25:3.03/4308.3./.253.3 :8.:.203:8.9!07:7:.7.3.347-.2-.3 47.3/4308.7.3:..3503/.9..3. .-070...3..&9.3-.%2:7  !#& # 073/:3.3..330.70 5.3.. $:7...3 2070.3507:3/.9:7/.2 :8.  .3$.3#..3/..#-078.-.38079..3503.3 202-..9.5073/:3.34 %.8./23897.25:.3 !020739..318 588 703907..2.3 . $02.3./. #..843.3:7.3::23/4308.. %03..3%3 /..347.9.3 502:.3 0/.7 .9..9 /..502-07.3503.3202-07./03. 5007./ .9 .-.5 /03.2.5...9 9025.2.2&3/.3503.: :2.2.8./.3.:39:/5007..3 .3:.3:3&-.9 02-.3.3.:09 :.3 -8.7.7..-7 5.7./:.3.%2:7 !.3!/.07./50749.8.3..8...805.08$0.3:5.8..3#05:-3/4308..8 5..3.9 /.33.9 0-:3.3#05:- 3/4308.9.3 ::2/.3 .32.. $-.79.9.805079.7007  !073/:3.907.3507..9:/0/.7.30..73007.3-.07. 3./..9070-.8.3/99/ /.2.3.3 &5.38.8.9.../..7 4947 907.8.2..8.3:3:.7.8.30.3.7..7.3 .8.:5:3/:././.3 0-:3 8.5:3/..703.3080.32..339073.35073/:3.-.3.8.29025...!0.7.8503/:/:39.3 /.0 3/4308.3/507:.3-0723.3#/:.3 0/..3:39:202-07.3 :3/.33.3 $:2./.3 70.  !.-202-07.3./2.30385007.9.9.9. 3/4308..3.340!020739./.7...30.843.3  808-9.3297. 7:2.. /.7.3!%5..20307.3502:.:5:339073..2:7.:39.!07.::2/.   80-.747-.203.3 :9..843.3 04342 503//.7.3205:90.42.:0/.843. .3 43803 /.39:.-9.25:3. 47.7..3 3/4308.9.3/../.9.39: /.7.-/.3.8.02-.350/:/03./03.907. -.3 8079.39.8.: 3943 .3/-07.9 /.3507/.32070.9072.7.3/9025.3.305.3:3. %.203:8.7.:-...7.8 !020739.22.3 .-07.00:..-.3 . 5.8050799: 803.3..2...7.-070.302.3  &39:2033.79.3-007..3..#202-07.347-.909.8.3-.3::2-.35073/:3.8.../.8.3.73007  808:.3. 502-07/.93.3.3:3.7.3907.3 %2:7 :.9.8::5.3..03.!020739.30-.8079.3  070.73007 !07.:02.3. .8:202-07.70 $:.380./9025.3/.3080..3/4308.8 502:.8.33.2507/.%03.23007 9072.7.3:39:202:.//. 30.9:39:-007.2.9.3/.8-.!%9:202.8 503.82.3 -079..07.9:9.2.9.3-07-..8.:80-.3...2..9:7.4.709 /.!03.9-07-.91  :.302-..39:.3503.39...35078047.30.3/50/./239. //.3/.3.3:-:3..3  5073/:3.3.  !.305.320325:32070..5/507:...3.-07.3 05:.39:.3..3.7.:03:3.8.35073/:3.3:3/.9:.9.. !07.3:5.!.%03.

/9.7./.8.8.7.8503.8..7!07.547..8085073/:3.32070.3.203.3.8:503./9..3 507:/80-.3.308025.8.:2:23.9. 0548.3.305.3-007.3-..:9/.3-.9  /.23007 5073/:3.7..3.-07.3.:2..703.2.#4247.320.3/80..2:3:39:903..25:3..3 :39:203./-07.039070..3502:.5/ 9025.9.3./.9!073/:3.730075..9//.3.3.703./.23007 803.9.3/.30.8.50.3078..-..2-.808.7..39:.!02-07/.-80947 80947808:.7:8/.32.9..808..07.:.208:9.3/4:203027.3/.3::23/4308..2-039:507.3.8.-07-.7007  %03..3 03907080.3 !07025:.54740.9.3/.07.33.447/3..-0727.3 70947.  47-...33.903/07.343803 9072././.07.5././809471472.73007 8:/./80947 31472.8.790203:.3/.3 03907$48.. .!74944/.8:./.2.302..73007-07..-.9: 31472.47-.:79/.2070.33 3.8:08:..99079039: 8..3438:07  05.:.9./.3 203.3-007./.347. /70947.:.3/.70828073.8/.8.3.3:3./:.20.2. 0805.3507/.9./.2.98:9203.  /:.73007.703..8.7:. -. % . 9/..3203.3.7:7.03503025.39:.20.9.320/8 58448/.31:383. 203./:.3.203.32.9.820303.9:8.3.9:30./03..30/.9/.3.3/.3/4308.9.3#/:.33  0.3.

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

/:..9/03.!.3..907.2-   #.907...8.3/507:./03.0/.3#.3  #$.3-.3  .3.3/03.3/3/4308./:47-.25:3  .: #$.5 !07025:.3740.3%075.3/./:..3.3   03::#$.9!0.2.7.#:2.50./:/-.9907..3.   05:.0   $:2..747-./.  0548...7./.848./:#$0548..3  %.3..9:2:2!:8..:   $:2./:/-0-07.9 #$..3/.2-#$.3   $:2..3%07.7:  #$.3.907.3007.:2.7.3 .7.8..3.$0.5.3.3..7.7:2.:5:3.3!0.3!:8.85253.3. /::/.33.3.8.9075.. 7:2.7:88.7...9/.3%075.808.80.3.3 2:/.9!0.3.3.3-.850848.8..9-007...203.3 ::2 $0-.7.0.90548.$./.02-.3%075..7./.3.25:3#$.9!0.3.3:9.35007.9 5844  503/! # 8079. 447/3.5.3202-039:!:8.3-078.3%075.3..7.2#$../4907/.%0-3%3  .5.9!0.7..-0 !:8./.3507.90548.8.3..#$.3%075.9.!.8079.7.03::   .07.3#$..7. 9039.85020/8 588 2.7.3.&9..!:8.3.:.3/.07.!0.

#$.3/..9.33:3.8  .:   $:.3.93/.7.90548.370.79...3.7   .   .3 203.5:.72.7.7.-:2   .7.9..3  #$.3.3/0/.08&9./.7. $:.%2:7 #$.  .7.7   :8..389:.3080.358448 50302-.  #$.3/.3   4.3#!$/-07-.39.35073/:3.39.9.70872.3  #$.8.3..:.#$.3.3$48.7.!.08%03.80/:5..7.3.7.3203/::30-071:38..%::3.8:2 !4743   ...8 .9  #$724-0..$02.8 .202-039:#:2.7.3.8!74538 02-..3.7.7.3/.79.8848.3..7.7.3.9..5.9 #$.2-43   .3   ..907.3.3848. #$. #$!45:8$:.38   . #!$ / ..3/:3  #$$0.3 .#$.  $:2-07.79.8848. #!$390./.%7.007.89.03/.33...9:39: 20257.   .0/7  #$.3%03.7.5:.#.3... .89.#$...7.38.5.2.33.08$0.2.3.3.7.7.95:8./848.83   $:.7.3%2:7#$.3703.#$./. ..3507..%03.!.90   !.3  $:.7.. 035..:3 90.9.$0794484 $:7.07.3. 47..8...#$.318/..907.7... ! $ 47.%03.39.. /.7:38:73..7./4   47439.3.3903   0974..3.3   .:5.790203$48.3./03.5.9#$.&9.3.3 .9..3.50302-.::#$..!073/:3.7.574538 #!$202-07.3.39.8.7..79.2.3. /.8.3.!439.%03.::&9.7.-.-08!47    05.38.55.0.3#$.3 20::/.3.3.5.3.3#$.3. 2..%073.3..3:  #$.09:3   .9/93..$.3 502:.#$.43/8.7   $:.:../.2.7.08%03...9.7..4 0548.!.3.3.5.3.%2:7#$.3.3.5.7.7.3$0.3$:2.394 7..#:2.3./020548./..:3  #$.3./03.3.$.   .5.3.3/.2   :8.7.7.380947907.907:.7.88. !073/:3.3 $02.2-:5:8.9#$.3.305.:2.3.7.2.5:7.7.

/#$0548.7 $! #202-039:#:.3 #08479 . !74538 0548.3%075.9!0.3..-08..-:5.3#$&/49.3 -.07..3..3.30548.07./:.3./.3//.3.3 !0.&39:202507:./.3/.3-0:2.!:8.3:8:8 #! /0548.3.8.903./...8.3.:.3.

3./3/4308.8/-039:#!803.3..305.203.:3 90./.8:47-..390780-.3.50548.3.3/04.3.9. #:.07./.903. -07.3 %.47-.3.:2.257/80:7: 0548. .7.3 9072.5./.39.809.3:8:83.34.3507/.3907:8/507:.:39:202-07.30.3!0.3.-:5. -07..49.40!48..3#08479 .8803.3/./:39..3. 507025:.

2-039:-.9  ..    :8.%03.7.07.3   .7.3%03.2.3/.3/..7..39:..9   .502:....   $:2.7.%2:7   !.39.9   .3507/.3.7./..:3.3%2:7    #.49.3//.:   $:.2  .08&9.7.7.-0 #:.   4.3    47439.47-..3/.39.393/.9.907.   0548./.3827.32.202-07.9.347.   .7..3./2.8%03.   $:2.347.07..3/3/4308.3.3 0907.350.3   .397..%03..8.25: 202507400/:5./-07.08$0.07.5:.9./9::..79.3..8502:.70872.8:47-.79.3740. #! :39  0548.3$0.  %.9   $:2.202-.3/7/.  :2.3:39:-..3-072.5./.3 %7.::&9.3.   .305.3.3..7..3503//./..07.8.%03.790203$48.   0974.790203%03..25.35007.907.305.3.3.3!0.907.3903   .7:88.:.-08!47    .3827.389 /0-.39:202-07.7..$0.3:8:8 #! 0548.305.3.385479.8/.2.8. 9072.27.7.8.   .9.3507/.08%03.09:3   $:.::   .9. 5007.39.8 05./.3.3..25:3   $:..   .3.&9./.4   03::   $:.%2:7  .7.7. #! :39   .92.2.5. $:2-07.-07:5.3/.97..3 503.07.39.#.9   :8.347-.39:.0.3 -. /80:7:3/4308.08%03.503.07.:8:83.8.72070.007.2./.27.3 8079.3.3848.3-072.3:.25:3.   ..3%7.305.2-   .

3.340!:8. 05.3:./.347.5.3507/.3:.38.:745303907.7/80:2..3/.3 ::2-07.340!020739.38073.82.3.574538/3/4308.2038.3/03.3.30/:/:.3-07.47-.347.47-.49..:2.9./-07.8./.3 %075.3-.-08.759 950909.8./ -0-07.07./.. $/.3 /8003.8.32.03907 $0907.305./-07.7.3..3.7.9../: 4203 878803907 %7.3.3..9.3::2/..9!0./239.39:..33.2539: ../..3507/.253.347.

.8....75987.

.

3/0 55990!03:3. : .

9437.08 8 .950909..89. .

..8.4:39208.759 /439..

759890 950909.8.

//3 79 <..883907!740/85.3430<5 9- 54/5.3430850.

8908.759950909.

8...759 87.995..

.

209. 47. 20/.

.

/.3/0 55990&807!.948.

$.7598.

.950909.9437.&808 8 . .

4:39208..8...759 /439.

34203 878803970 !.2%7.3!073/:3..8./:! # .905.8 503:38.3..7.-07-:.907.39.!07025:./0 %# 4203 878803907 .  .9/3/4308..3   $:2.3  #.97.3 !%! . .3.97.79.9!0.33...9 ..  !74538 $0907.03970/!/0/.:745303907  ...347-.907..9.!07025:.79. !! 0/.3!073/:3..34203 878803970 !.745303907!:8.2   $:2.!07025:.7:88.03907 $0907/.:2..3%03....49.07.3..348:43 /70303907/4.:..07.3%075.9!0.7..8.9.340!020739.   05:.9:7.3740.7.34203 878803970 03::  .3 !02-3.3#..3 7.$0.:2.9.3.398:3.3!07025:.8.8.3%075.3.9!02-0.3745303907 .: !# /:2.3   03::.3/:3  ...0.3. $/.11.:$0907..3:3/.07.3/8003.3 .3%7-:.2   $:2.3!:8.9.3/:3!:8.02-.7..2 $0907 !020739..390./8.7..#.  %.38./: !02-07/.-0 4203 878803970 %7.907. ! !:8..8 .907.&9.:$0907!:8. !!.8-..%:3./..33.34203 878803970 ./.3.8. .9.3!07025:.07.9!0.38:.759.8.3/.9745303907.

340!020739.7.3::205.91 202-07.8 7.%03.34203 87880397047:2!0207. .9.02-..79.4203 878803907 4.302-.5./.  02-.347.3848.2: .9.3.4.253-.9./..9:./...7.8/..5!07025:.39:..91..25:3 .3.3 /8. : .8::2/....!07025:.8.91 2.$:7.3/80/.338.805079 02-.5.9.38. $..7.7./..2  428::2.3::2. .8502-07.-.:2.9$0907.%2:7$.7.03907.3 !.8.79.3 203.89.3 !439.5. $:7.8/.3.08$0.3!09.3.02-.9.7.4.3 .39:.3::2.97.3  ....39:.33..3.9  02.3!007.3 ! 3/4308.3::205.73/./.3 !.0 0/.3.9.5030.79.8.39.3::290.3 ..02-./4 &:3!.$0.78803907 ! $0907$3./.3 !.2202-07.47-.39.3 .34203 878803907 ! !:740794   4.8!07025:.39:.8.79.805.38!03..3 !!  4203 878803970.3/.88.47-...3 !.9. .3-079.33.79.905.320/8 58448 70.403 #02.%2:7 .3::2:39:.%03. !07025:.253.3::23/4308.79.3.3/4308. 3943  !74538 $0907.3447/3.7  :8.3-07..$0..3 .!:8.3.    0-07.8.3.39:.79.3.-9..3  8./.8..9:89. .7.39:.30:. .3802.3   .:745303907  $:.39007././4/.. 0/..3 ! .. /.0 0/.80507928.2-..#1.338.79.88.3/.3!073/:3.02-.  8848.!07025:./.94203 87880397097.   !439.-.3.33/4308.3:8:83.30./-0-07.7.27.39:.2  $:2-0702034087..9/./. ! .9:.3::220.79.39:.  .3  . .39:.  !:8..79.843./.:5:3 -.!0725:3.//4743:39: 202-07.3 3/4308.7 ..5:7.39. .3%07..3/:3 4.3-..3!03.9..:39:0./..07  07-.3::2:39:. 438:9../.3  !..-07-..3.39../..7.:02-.8.8.!:8.3.39:.02-.3.3./.4203 878803907$:7.7.$2021..7203:39:9/.2..11.3::2  .::2.!07025:...  .8/.. 2. 438:9.3# .3./.-.3::2/...38.2.3.30:.4203 878803907 42-.3-.3507/.07.3::2....

/.3!03.3..:8207:5.50702-.90780-:9 !020739.3 80-.7.50./.3:8.22033/../.7.07 507/.3/903.73.3!02-07/..:580:7:49.39:.8  -.3.3507/.8202-07.202:/.3503.3..7:8/3/:39/.7.9.3 0..2..320303...3/507:.82.3  3..38./.347.5.3/574538 .3.9.808-. 803.253..  ! .3438:9.2.8:2070.7985./03..8.3/.3 .3.35.3.203798307.203.75:8...11.50.:507/..3  /.3:. . /.:7:7. 5030.3-07.3507/.3947.3/.$ .380-.25:3  02-.9.3/../.07  02-.3:9-075.9.9.8.#907:8203/4743 9:2-:3.8.07..305..3!0.3207:5.3.347.380925.. 02-.503.007.:.7.25..30.9/.253.2.805..3::2!07025:.7.'0743.5.3!073/:3./.347..347.8/. 80-.3  02-.5507/.07..39:.5.8../.3 078.5./../.203/.32025:3.47-.980/.:5:38:/.:/..33/4308.3507/..9:8.11.8-0:2203../..3./.32070.9 5:8...8.347...3.../.2:32.8:2-07 97.502-07.305.:39:0.3507/.3203025:.3.::2 0548./.3.9..5033.  02-. 80-. .3 ::2  :899..302-.3!07025:. /..9./..3.3.3$7..305.3.39.39:.  !& .2070.3380.:5:38.3 202:9.7/80:7:574538/3/4308.3..3::205.5.202-07.5.: 97.:5..20893.3/..347.73.9./.$.. .3507/...3-.3.9:9/.7/.3:5..3.347.3907.:-.3  8.7.8.3:7.07.3.3 503.8.:..85.8.3 ./47-.25:3 .07.3::290780-:9 ..9//.3::2/.3 503:39:9./.39:.07.02-...02-..39:.9.8/.908/-07-.347.33.3::2.3 0.. ..3-07-.9503/.::247-.720./.347.: 97. 9072.11.5.3.9 !439.393/.32. :5.33/4308.  .5 50.39:....7  02-.438478:2!02-0..8.9.3....8.3.-:7:27./03..39:.3.88.3.8. 503.07.8.3 .3..8.3503/..3/507.3574808::23.5.33/4308.80/./.8/.3 03. 08../...9.8./.39. 042542./. ..38:33.33.$/.3-072.3:2..:507/.3-.0 503.:5:38:/.07 /907:8.347-..3907.3.. /.3 97...3  !07805847-.37039.7./...3::2/. 47-.07.3897.7.3.7:8/507:.39:..3-0703.0.  .347.3  !! .:.47-.3::2  :899. 2070.9:::2.3/.72070.33.3::2.3.438:9.3 !.331472.8.950.390780-.8.::23.8/.9::.0.7.3.3.35073/:3.3892..25302-.5.:47-.3803.90780-:9/.9.3/./.3503/.2:5..3203.:5:3/.-.90780-:9 /5077.7..3 2.3202.70 ./..3907.5030..350.3.3.7..

3./.8.3.37.::5202-07./-.3/50/08.27.9.3/.7.3  202-07.347.32./3..8907.80-.8 /3..843.380.  $-007.8  .947/..30.305.33.3/.2.3!020739.3507.109 /.9./03.3 93/.2.9203..3.3..2.805.253 47-.32070.380507928.3/-07. :.3.3 .8.3508.380./03.8.3-0:2202.2..9.39/.331472.3.3 .5 507/.3502:.380.3.32:33/902:/9025.9./.3/0:.07.3/.:/./47-..2070.39/.339073.3/-0-07.2.3$.397.:..3.9.40 !020739.507025:.8503/.9025.80..3.3.331472./.320.3 0.3-07.350/: .8.8.7!07. 2.7./.33.3-07-.3.0-20:.5:3203.38:3 05.3080.589:.9  !02-07.3!:.30-.5.2:32..709042548.8/.3.3:39:/503:9/.3&$20307-9.9.5007.  -007.847-.9.73...7.47-.3  /.8.435007.5.:.30.7:83.580..90548.5.3/.9/.35073/:3.909.847-.3033/.3/../3.3!07025:.3.9/.11...347.7:8/-07.:07.35.3//8023. 27.350/:/80:7:3/4308..3!02-07/.3-07./..2.8. ..5.7039.3/3.3202-.8-.3.3. .20/.2.3-078.8.3/.3.3.25...3/:.7.8.305.9.3&$90. ....32030:.38.4.3.380..3400203907.9.8079./.3.3!02-07/./-07.9842 !09:./.8.380-0:2502-07.32.3 ..3.././.331472.73.7.3 203.35073/:3.8/.3.80-.3 05.02.3 80507928.3..  $48.73007 3./03.20..2502-079.3./.2.305.723.3 /.07.2070.:.3.3:8.907.3 ..8.3/.7.3/.7.30203907.8203.-.3 47:2./.3 $/.809025.53..9.2070.07.:.809. . %09.:97.3!020739.907..3/0399.20.3  8023.37039.3/../.5.9/.3 509:..:..3 2..3/.8&39:0..70.9.89039.:/2.3092-.8 /3.3.3:39:5747.3 ..:0.7....3080../.07 202-07.3$.3848.7 !020739..3507/.347-.3 . 702..3#/:.9.3 09039:.3-::8. !../03.2./.3..9.9..347.3.8.809039:.8.33.3.9/50740 90.3.3 70.7..27.. .9..::3/4.3 $ /.:..39.3-4409.:.3 507/.3.5.39::39:/80-.:39:203/.042542.809025./:5..3..:2.438038079./.7/.39:..7..3 /3/:3  .7.7:. .....9.380.3  $0.3 //8023.3 /.740#4803-07   -.3-. .305.:/-07.7.347./.880907 509:.3/9025./03..8.3 .8./.80.3 :.3447/3. 207.3:39:20207.804.203..3805079.7.3 507.5:.7.. 803/7.5..2-93/..8.9/ .5.8.042542.9.7...2.8/.8.7...90!07/.380507:3.:20390/27.80-.39  07-.7.3-079:.47-.3/3.202507.3!07025:.2507-.8.23.8423-007.3.3.3!7.3 05.2070.50. 80507928.2.3.30203907.3-.8-..39:. 20307-9.3507/.723.5..203/:3/72070..805.7..8.324394730.3:.3.9..35030.88.3/83.3 /.3907.3!020739.7.9..3#.2-007.3/0399.503.90548./.3/. .3/03./03.9 80507928.9.3.3..9.4.35073..3.380.03/07:3203..3.3/03.

8 $48.:.3. .920309.47-.7.347-.3 &5. 9.7.3/.!7480/:7 $ ! !02:.3!07.33..3.54390203907.3./.73/4308.3.350/:/.!:8.3.347.3:2.7!07.3$9.3!07/.2..07.3/.314.47-..3!02:.9.3:.3.72070.340 05. ./.3.347.383 %.8 : ..8:$/.907.9.7.5./.435007.3.9!020739..347..35..7..3./.32033..8:05.3.7...3-..8/. 9072.3-07:/: 3/4308./03.-07.-0780/.2202507.002-.0.7.9/.3.39./03.3 507/./../.347-.3..32.3-007.305.3  .!073/:3..3/.3203:8:324/: 24/:503//.2.20.8848.305.5.&39:802.3/.:3 !0/42.802.8.05.9072.9.3!03/.8././.350.3.39.3.350/42.9.3#/:.90 57..3  $ !3/.3  #05./.3 !07/.../.3 507/.347.!020739.9-0793/.33.3907:8/848.547.9::.5.8.3-07-.3507/. .-07503/.5.3.8. /.3 !020739...0548.3.3 30.3.25./..5.9/.3202:. 5747.80-0:23.3/0:.3:2..7..7. !% $/.909..30.3 7.3/8:8:39././.9-.5.3.5.47.3 / .2.843..3!03.80.3.22..27.39070-.3-078.7.7 3007 .203.3.790203$48.5. -0-07.3.3.7. # ..2 30079072.3.3.2070.3 !% /30.8..38..38:/.5...7.90507/.3!07025:.8.:3 203.3.9.:./.7:83.3.9:2:2803.3#0./.347.7.257..5.: #:2./..8.3#/30.3-007.5.3!03..3/.3!02-07/.!020739.50304...3$48.3 09.203.7 507.730078.39.7.3:9..3.3 #! !07.9425.3.:3 90.3.9.305.5.3#/:.80-.7..35.!%90780-:9-./.. 02-.202-07.35073/:3.:.3/:.3 05.8.3#98.# /03.280.9.5.3/2:..-9.97..8:. :9.9//.38.3.350..347./..33.5..347-.8.

. 070.3..3.3.5/809.3/85.7:5.9.59/.8808547/. !#% /.7:2.#5  8.39..3  50.7.7.3/9.:3 /:.90780-:9./.7::3..2 57.9.39. 09.2.507025:. .3 2.5.:38090.3 /./03.-007.007.59...3-.203072.  802039. 070.9070-.30385007..3/.35007.380.8.0.280.907.3  0-07../.3-07./.8 2:.3 /. .-079.7:/.9..39/.3.- ./.8:/..7.4:804/4707 8#98%7./4:2032070.03/4308.9..!#%.53.7 507803/./.3.3:5.3./:7:3/.33/4308.7 9::.8..2.309./.33 .-07.3507:.3 97.8/.3.250/ 203.#5 ./3./.3  $09.3 907.9/../.3-:7:27.: 0-.79.8.7.8. 07:8:.!020739.89:203:8:78408549.3.3:3.202-:./9.808:./.25.389 /9025.02-..39..8.3.07.7.7 7.8.9.907:3.3..3 070..203:7.5.805.50./. .8.8.30.3/./.804342..750707:9.38:3 .9.7.03 .:7903..3500.79.90-.8.3.-:7:27.3809475:-  .347./.7.340.30..3.7.38:827.7.34342 .78023:/03.3503. $0.3..8907...43/8/..307.8:/....350. /95:/2.33.443.9../9../2:.:402.8/.9/.5.3.5.5 $9:.3. 3/4308.3.7081203/47433/:897-07-.8..7 0-!#%.8...90507/.

..-.3:2...-202.8.78.07.5-:7:27.0-/.9.8:0.27.3.9.35007.32.:.3 -./03.%0.3/.8.3. -079.:..38.33.3./507-.7.3:1.9.7.802.8.$90.7%.9.8.547.4/03.8.3.-.7..8..3.39.3$.35.3.39. ..3/-075.83 !020739..93./0.9. .80..8547/ 903./.3-.27.35.3.3:3.7.880..8202-03/:327.8..:79:8 .3/4308..3 5474:8 .:39:20372.3-07-.5.3.33..3.3. 43/890780-:9802.43:250./.9.7.8  8.307....37039.7.3./.3203.3 03. /.8..8./. .2.3.59073.-07.3042-.2-039:503. 5030. /.38:/..347:5 ./.39....80.9:7/.3/93.35. /4:20320.3./.2:39/.. /03.4. /.34047.703.8% !% 20383.3.39/.8..:8.8547 :5. !07-. .8.3:8.35007.3/4308.5030./08 3/.5007.3 503.8.3.7.730..9.343897:88079.39/.8.9.3:39:/08549./.0.:9 .3.3.8/. ...3/.7.35.3.35.2030-.9..07.  %09.3-./ .20.3.3.072.:7/805.25324/:890780-:9 -..-:7:27..31.3 507.-8 %90780-:9 203.3.8..-.3 2.8.3/-/.-.07.3/4308.0789.:.39.:.90. 2070.8%2447/3.90.8.9. :5./.3.0..7-..203:3:5.8.7.52.39/.9/.3 /.3.3. 90.89.81..  .3/42089./.8.3.302.. 802039.390795:.3.-8 .8.35079:2-:.3 5073/:3.9/.5202-.3-0-07.327.0./30077.33.3 .3:3  :.7-0.7.3.203.3.:02-.5.32.3...7:939.203..5:.3203.-443 ..3.8.390.3 ::2 &39:203.39.3%:.8.-07.:.3507-.07...2070.3/03.5.203./2.4380:0383.3 -007.8!02:.7049.3 .9:.3  ..3'093.8..3503.7. /503:405007. 9039:.03903.390780-:980.3.:3:3.507/..39..3.-.2.0-.:92030. 909./9.39.2  0.3903.9..750/08.5 802-:3 802-:3 /../.39/.320.3/507-:7:/03..30.8.703/.2070. ./7.3507025:..7.9.8:.3/.38:/.9: 09:7:3.9.7..3.07.. :3:3..8.2.390.202-07.05.3/05479.: .:.3$07.8:3.27../::3..3../.202-:.90703/. 20250792-.7.7.3..../.330.5./50749.3...3 507. 09..3 0:.3/./4:203 708280-..3 .33/:897 %03.5...3 -. .. $.3.3-0-./.35:.3.723.3202.703.890780-:9/.3%03.9.3..0-:9:..203/47435079:2-:.304342 ./809475079./-/.3..3 47.3/08549.31.347-.

..03%-078.3203.:/50.3.23089 ./..-9079039: 28.3.9 . 8050309..3.3502-07.20.203.2070./.3.3. 54883.80.:/50748..4942.880-.9.0.8.3.3/:97 !020739.  %. .8.3.7./.$05902-07 909.5./8090.8.3.3./..9.9: .902.3907.3:.02-07  /.8.9.98203.3...7.8..9../03.3:9.3.:-07.7.:.35.7/.7 /.- 80-...7#.39./2:.5.9:82070.9.32.3 89.3!%/..3-07:-.2:3 2030.85472070.3 . ./-. 5007./90758.8.3/4308.340!020739. .30-..8::..:3  /../0.3.  !02:.203.92.5/:-..8.830.3 703.2030:.:.9.72. /50.32..: 507.703..7  .8:0. 503:87..703..:./:974.7.-.

7 94-07 8..%.8..3      %..9.      $:2-070/.8.   !0.7:39:202-07.:   :3:...%-072. 5079.-072.3:/.2.4.3.70 5.202-..3...5:.3.320.5/3.2/./.3.309.8.3.8.3.2      %.3.3:3-. 4502-07 8.07.3/4308.7:/. .23089:39:5:..205:. 80.7.30802-07  02:/.3/03.3.5:.3.380-08.:..-07.3.3.3..0/.3 7.59/.7.3..3.3-.8.9..0 3/4308.7.3.2.3:353.07.39:202-07.3!07/.2 05:.90.07././.9 .07..907.3.7.3/.3.02-07  !747.70.:9  0..3-07.3      $:7. -03.3.-.32.#20309.9.!02:./. .3 0:..709  7.3.25.97.#203../. 2030..3 05.7 !020739.7.25.39.3.843.3.30-7:.3.7.2025075.3  .-0 .230893/5075.9 /2.7.3:..  0/.3..808:/.3/-039:20.31.3.7..3:3-.7 .3.. 5747.7.3/4308.      $02..3.3%072.72:3 #.8.79.8:.2.3:3 !3.3 .2.303/4308.8!02:.   :2.9  3943 .3#.73.3/.3947034087.-.8.7  :.38:3/..3%2:7   !..230898.3.3     !../.3% 072.  $02.:./903./..3202.70    :2.8.8 47-...39079.03975439/./.3%-072.9. .8.  !020739.9:39: 8007.9.3.7.. 5.7.7#5 2.3574547843.3.3503:.3 $:2.8.:3    4  0-..  %.3  %.4..3.5..3898....832. % !% ./.72:3      .8..3/.3030.:3   808:.7.8..398:3.3  !020739.8../..3203.8.347-.!%.3      :2.!%./574808909.3      .8:/-07-..7. 2.8.3 /.3/:.25.:0557084  %.03975439-.&9.8.3!02:.        %.8.83   !020739.70 5././03.07.7 507.072.025.7.   0/.7.380:-:3.2.25./03.9.3.3/.2.33.3.8.3  $:7.39.3.0 !020739...:%2447/3.9/.3%03.3!07/.:   %.03907.  ../03.#20..3 7.3  .79. 0 /..8.8.3.70 $:.-.08$0.502:..      3943      :3:.380.33.

.3..503:3.90780-:9.07.3 /.:20302:.83 2.3 97.3/.9..!:8.8..% 23089.0/.8..3:8.033...5./507:.903.2.9.9..3.3/03.39:-.9020703.3 0:. .:39: ./. 80/.25.3.7..205:9..32..39:.3.3.3 !020739./.3.3/.3 05.3  5072.3-08.393.2.3.3/.3.25:202-.3.7574538.38.8 503.39/.3.574538.3/....25:3.9-..2-.3503.25:.0 .3202-.7039754390-:49.8.3/.8.9/-07.-:5.3 808:..32070.9.385479.3-.33..95072.30548.8..83 2.9.7%230892. 502:.8./03.2507..80-.02.3-07..3080.502:.

8..49.00:7.25.3.

9.-$..3::2 ::2 /./.5 5..507.3..8.547.3-..3.-072.5.27.2.8:8 ..-$..9..7.3$!! /.: .:/:39:20./.3#/.8.3:3.!.2./50.547.7..3507/.3..3..3/-07.:..3 8007.. !.7.3 !020739.3.03/4308.73007 80.3/4308..3/..:/203..3/4308.3/507:.3./.3/4308./.:/ 7.3.3203:5.3.7 3007 $3.9.3-:7:27..3202-0-.25.9.5..903.:/.39470783$. .503.35072.35747.3 .3...:5:32039.8 !02:.3275507-:/.23089!020739.3-078.9047.32.3#/:.8547  $!! &39:202-.-!020739../70..3503:7:8.8/.05. .3!020739.3809025.8 2.3.:574808.3!#%..8.3/4308.3-8.7   !02:.380-.38..9073.:/ $09./.9.390997.3907:8203.32.39.5-:7:27.90.547.20325.3.33.8.907.8.39039.3. 3/4308.7:2.7%:39:202-.3/4:203027.8 027./.203..3#03907./.3.3507-:7:.3.39:903.8.-$.9 907./23897.3.80..2./30.3.3../8.3#    .3827.39:0.390780-:9203/4:2039.357../.203.3-08.-. 03907%03..3.07..8.. $:7.8.25:3.-07.380-.-072.35:.3  :8:83. 203:7.:.3.3.... 5073/:3./.7.9!07.253./72.3.331472.347.3%-072. .820303.2.3.8:8.502-:.7.8./08.73/4308.39.385479.30:.07.3807:8.-07-.9..2.8...8.7...350784.943.3.%0.73.3  .-07.93907/..-:7:27...-$.3:9 507843/.2.07.8. 43/8 50..3/-:80417.93..257 507803/.7.39/.182..5.:.3503.303/4308.47.9:/..3 05.5.9807:8 $.8..:/  . 502-07.3. .28549.90 57./ .202.3.3/./.:/ .32.5..:203.8.9 :9.3/4308.25::39:202-.7507025:.3 02:/.3. 805.33.3%7./9./03.550...3.8 508.8/.5007.07.3/.3/.3080../.-.3907.3/..32070. /-07.8:8..3.  $08.47-. /!07./.%2:7%03.350.8..-072.3.5007.33/4308.-:.331472.3203.38079.33.07./7.8.07.25:  /-07.3 0-7:.3.7./.3#203:3..7.305.903.203:3:574808::2.3-.3903.3.3/03.3  ./7./ !07.38..-07..25: !020739../..7.303975439 05.3/.07.3.2..2578.3.3/.8.-$.9././.7  -:7:27.-072.3502-0..7. -078.5.3.3/ 7.305.38.8.39:05:.7 .3503079-.3.-$.30.3507.8.503/:/:7.#/8..9:7.3. :..3202-..3:9.308549.3 5:.2.2070..83-007.8..31.5507025:.

3:-:3.33 0283.93/-.    $0.3. -007.7.:3 8079.3202-.947-.843..8..3 503//.3.5.39:.2.3 438:9.3.  !02-07/.3.2574808::2..3.8502-.27.347.3..5.50702-..9503/.3 /-07...3...3  05. $0:2.:800425447.3507025:.3.38./03.307.3:3.307.27.3-07.3.3. .39.-072.390780-:9  0283.39:.303/4308.3.25: .3507/.3.39:/./.3.38...3..8..9./$07... .03/4308....385479./.2070.3/.0/.3..9  &5..2.: .2:-:3.38.8.3.3 8..5:7.3.5.25..3-.3.3207:5..2..3.3207:5.8:503.3.305.3 $0-..3/.8:8507/.2 507/.2.3/.902-..3:8. .30907.9.39:.3.3.9 -07:7.#49./507:.0303.3.9:9.9:57479.02-.3.7.3 /.30283.207./.3-0703.3:3.5.05:.3 .8.30/:5. .8.32.73./.3 47.3..3 507.43/8808047.3903.3./.3.3-07084/.2070.3-. 574538/.7.99073/.202-.5:.2.3507025:.347..:3 90...3 .809/..3.808907.393...9.80.5 02.-.3.72.3../.3.7.3/4308.9070-.3.25:3..3507/.59.3 :7. .!02-.305.380.38.7..3#4803-07   5741507025:.3/.39/.18 03/07 /.3.3/4308.3 .3/.907503:.$07..3 080.903 $.3 5072.:/:..32.909. -007.9...3503..-9: 502-07/.3..807:8.380./. .3 80-. /.33.9072:..2202-07./.07./..9.70.3 502-3.2..25:3.3 .5.7!020739.9.9.8. /-.%2:7 .42508.25:3.3.3:7.309/./..9.9 0283.:5.3503.3-072...0574538/.47.-072.380-0:2.8.1...3.320207:.8.3-./:.502:.3/5:.70:.3.3 5007. 47.9../3943 .503/:/:283/.5/:.3 :.2.3.3507-0/..8.07.3.5..305.8:.5..2./.  &39:.547.3 9/./.3.3:..950393/.3.2070.347-.8.80-.800:.39:202-07.3.3507/. 2070..3203.47-./03.347.-:/.3/.33.331472.80-.3.7:40-07-.3-..253/-07.9.:2:23.8.  4.82.3.8.-.8.283 :7.19 #03. 3/4308.7/...3.8..../. 2.25:3./.8.3.3 8.8.3-07.3:39:203./.3/:.43/8848.503.3/73. 3-.947.3.203.3.2203./8.38..304342909.79..73.7.9/..20.9/80.3 503//.32039.9.3-.3502:.3/.843./ 5.5/.3/.343/83:3..39.5.:800425447.33.8..:39:202-08.3..3 0548.3-:.39.3 ..3/.:39:2025079.. 203/.5.3.3/.3.3/.47-.79.3 080.3-.07.39:05:.3-.3.93.8.3.790203$48.2503.909.8 047.47-../03./.-07.8..:3 :2.3 503.3.3..8..3 -072.3 -07.3/03.: 3943 05.38.790203$48.8/.9/./.8 9072.5-.3 203:39:3...903/07.33...3 ..47-.9.0 7:2.2 7.9.9.30/:5.33.:7:3.33. /.38.8..3  .-:5.9 .07.3/.320302-../. .7/.3.3947!03:-:3438:.2. .3/8.907503:3.397.2070..25:.0$3.3-0.7.3-.907.8./.  080-.25.39./.2.3207:5..5-.3.38079./.7.3. 203.3/503.7. 07.3-07084 5.9.3 5072.8/.3./.:.7..3./70:31.3.3.32. .3 /.

3.3&39:$02:.43/8:39:2.380-.3 503//..8.907. 042540.3 5033..203:7.31:3843.9.3.39.7./..347/$:22943 $:89.3503..3/.8.2.25../ 5.7%.30-.9..9:5.390.30/:5.3/:5907.25:203./03..7.5.3/.7.3:39:203472.3.3 50309..320.. 3.808907..7..2 503//..9./-:9:.39.3907.3  .30805.9-:9.20250792-.3/.380.39.33431472.3-07:8.32030.7-078/.3.3-:/../.3-07084 203.809.3/0.7.  0-.9283 507/08.72:50309.3.30-:9:....3:3.790750393/.:/.3.3 207./.9/.../.3/.32:9:8079.907-:.3 .7985.3. 5:9:8804.9.3-.3/.3507/.3:39:2.9 503//.3 9073/:33.3907-:.3.808-..3 /.33.3.39.3.8.9.3/50790. .7042542..3.9//.3.3/.3/.3507:-..5.8.09 /..3907./:203/.3503.907.3503//...:507.-00.3:7.3-072:9:/.808.3503//.3/.5907.9.342508  %:.5.3/..2. :39:203/.3.9.3503//.3 503//.34.9.233.  ..3/.3:7.8.07. /:.907503:3..9.- 0.30..20302-.::5.-07.3507:.3...3..2.8.38079.8.39.8..30283.8/.08025./03.3.2.3.7.:50...35:-  !03//..843.3:.3.7.32033.3.30..3808:.31.9.805079!03//..3 5033.3 90344 803/.3-072:9::39:2.3503//..3./47-.. 809.9.820 8079.0203503//..7.3202:33.38/....8/:53.5033. .32.0-:9:.3503:39.7..2507:2:8.3.503/:/:../..2/./.3.8.30/:5.3 39073.3 20203:.3.2.33/.3507:2...:50203:./.039434390#9841/ 03:20.8.-:/. 43.324/0502-0. . .3...503//.5.04520394.3:.39..59.303/07 502.34-.  0-.9.:..3 507/08.8.3:8.  /.3-072:9:/.3503//.431/..9:.72.7.8/:52.0-:9:.3.9.843.390793.5 502.703.9283 205:90.25:203.507025:.30.0.31.3-072:9:50.3!.39.2033. 80-.30.3:3.8..3-07.320302-.50749.9907503:3.3/.3203/.3848.30.9  ..07/.3/..:3 503//.3 2.3.307.9  -.8.  !02-.8.9.3:.3..3:39: 203.5.7.:39: 503.7./.9...3503//./.3/:3.3//::340 89.38:2-07/.9.380-.9.2:9:503//.39:39:9.3.3/.8 /.804342.38.8.3:39:5747.2350207...3283 8079.3:39:2033.7.308025.207:5.30180382.3 .3.943147 43./022033.8..22033.35.2.3 8.33.3.3.8.39.8.3/9./...547./02080..9.3.2..907-:.7.9..33.3:3.8.7.33./.80847.23/. 3.3...30809.39.7.809.2.93.0452039.203/.9./..9.-9.7 93/. .3507025:. -07.93./.3. 202-07.5.7.8/.503//.3-.7..5.3 503//.57.843.7.347.3.20/:5.3 ./.843.3909. ..7.33.82.203/.507025:.3 907.3..7!..8./.3.3  !02-.547..3-.3.3.3 907503.3-.30:.203.3:.05.9&&.8././.3080.5.39.3 503//..7.8..9.30283.9 203/:3/.8.3.7.3..7804.9.9.42:3...9.50747.705.32:9:9:7.3/720.3503933..3203.3:8.8 203.32.8.:.700.8..30809.9.73.8.3:./.3/:5 /.007.3:./.7.89.:3 /03. 04254 .7. /.3.30--08.3/.038.

507/08.042548.8.3/.: 80:7:.. -:/.3/02.9.2.92033./.7.0-.8:/08.3 47.3!03.3....3:39:2033..2 0:..3507.3-07.7.25.9:88:-47/3.2033907.9.9.20..3.8.9.7:82.-/.890780-:905.3.3 /.38079..53/.33.8/.7:.3907/7/.503//..520307:8..3203.8..: 5:.3:3.203.507025:.8.832...9.3.303/07/.7-07-.75:.3848.5033.9.909!.2::7.93/4308.32033..8:007.33.:5.2.9.7.8...203025:73.3907:8 20307:8  09/.5:7 !07:-.2 80947/.25..7985.3-07.3.:8.90714:8/03.. :.3.//.:8.3  :/.9::25/.3 447/3.8.3/.-0:2203.3 42:3.3503..320.250703..5:39:203/:3 809..3.:5:3$ :39:2030-.8.39...5:8.3:.3900.82.3.:5:35020739..30307.3909.2!02-..8/:5 /..3/.32.7.:3 9039./-/.9 805079907.3507:-.9 20207:.3 9072.3 5747.. !747.007.3804.35.92.8.3..7.5020739.2:3/02.3:.2033.5033./. /.8.8.07.3  50.7.809.9.3.9...35747.3/8723.3574/:8/.202-.3507025:.8..3.39034431472.8/..3503:.97..3-007.3507025:. .5507/.3/8003.9:2...309/..9 002-.3.9.9..8207:5..8.3.2:-:3.3429203 42920339073.3090780/.805.3:3.3.8803.3907. .3..303/078050799:/9..89039.7:8 /.3808:.3/.3:8..  5030/. 2.3..7.2/.3402..5.:202.3../.30.....9.:39:-007.80/./.3848./.7:8 :9..2.32.30907.3 0907-.331472.3/./03.3.2.7&8.7./.3/7:2.3507/.9.320207:.8.390780-:9.:2502039.2 -039:8890242:3.3503.35:-2033.7809..25.3:9/2.-.3502-.38:2-07/.2.35.7.3.3502-07/.802:.3.8-..907.25....3 2..390780-:9-...9:. 2025488.910 8805079!#%!:8 ./:/..32033.8.7.3090758.389.3/::/..-.3/80..7.3 7..39007.7.3 502-.73.7:203-..37039.3/03.3 08549....2574808549/.843.98903/078079.7-07-.3..3080.30907.3/..25.5507025:..393../.3.3/.7.3/././..9 43/8 047.202507:.85.331472./03.7:8:9./.3:3.30.3 -0747039.1503//.9.3080.30907.:2507025:.3 /50792-. ./.8.9.39: 0-.89072.25747.32:33/.3  507025:.8..:38:7-.302.3 /.3.39:5007.27:2.880507947./4 /..8.8:50203:./:5.90503.385020739...820.3 502./..38... -:/.07.0.3 0-:9:.3. /239.8 3897:8!708/03#4 %.9.331472.32033897:8.9..3 .3907.:502-3.9.3:3843...89..8.3  $97.3 /.3.3/.30-03.3.9.503..3.3...802-.25:20302-.39.3/03.5.8-..93/.-/.2.8 /.:.380.43/843.90907-.9.2502-07/.907/.:.25.8 /.183/4308. 8073.3.:39:20250793:.3..8079..331472.3.3.9.3 24/.2...3/03.22.7.38:2-07/..2070.303/07/.32..38.3 507025:.3-0:2907..3 /.30.9..8.9.5.07.:.30/.94 3.8.3.347.347..320.3./.35073/:3.25:.8.83   ./..3.9  .3 50304. .3/.8.3.5389.7.307.7.3 -.  :7.8.:..7/.

%.3#.9!.3907.7.2.37039..2502-07/./...3-.507-..3 ...79.77.. 7.3.3 03.3 !42.8.8/..5507/.9...05..8..3 ./.397.2.:.0. $ /.80-08.370/905.3  $02.3.  47.2003%7:89/.0..35747. .3$...72.3042542./.:.703.-.3$. %..3 907.:39:203025.7.8.25.8.3.3:5..%2:7 3943 !74538.: .:7..9:/0.7./.39:.. :2. 549038-08.3  47..3..320. .  !0.8.9 :3:.3.3 !7453805:..33943 47./.9.9073 /..7 .3/.3 !74538.3/./.907.. 90.70 !74538 $:.8$0-0.7.8.3.5..3/.7 :2.3%2:7 !.3 907-.39:.3$9.9..8.3.8.3.3!0.3/5:..39:2070. 05.7.3!0.3:3.3/-07.7974:54:3/.8.202-07.9 4-.8.83.3.!740..72.3/03..8.7.9 ! .08$0..:7.3/02.:.5203.2.%.3 0/.3.709  5.9.5.:. & /.8.307...07.02-.0397..320.27.3503:7:8.:9. 20./.943:39:203/::3 02-.8.283/.347. .. %03.3 9..5507/..0.3!020739.9.3..29-.5..37.79.59::.7..39.7/.7:39:-075.3 .8.32025:3.   47.0397.9/$:7..9:9./. 47.%03.8.38.347.3.8.25..&8.3$.7:3 .9:9.503./03.903.9:9.3.302:/.!740..3. 2070.3 !74538 $:2.0789./843.3 /.7.20..9.3.3 %.3/4:20327.79.9.8.9..02-.709     .-/. ./03..2 5.-007.7 #5 7-:80.3!.3/4308.7.3!.7.::3:.. .3!020739.7 #5 7-:  7-:   .9 ! 203.9.9 ! .5007.3203.3... 47.3805079:8../.5 .02-. 90.8...9.3/.709 80:2...3 !74538:8.3/7 ! /0/.2 !74538:8.:2.$.8.2003%7:89:39: .7.37.9.3 4-..-...32070.3.%03./.80-.5./80/.3.:2:23. 0. .9  .9::5.25.9:9.33..3!0.3.07.8.8/.8 4342&3..3 !..3 $0-0:2-074507.-.5:39:202:/../.350304.3  47.3 ..3/-:.3..3$./.3/..80-08.:7.....704254.70/9274/3/4308..203.:39: 0:../.37039..3%:39:02-.%2:7  $.8:/.7.30-7:.3 307. -072.9:9./03..9/03...3$....3 ..%03..9.7.70 5.47.7.302-.8.8.. !74538#.39.203.7.3.3 47.3202-07.32./.39..7985..3949. !0/:/.3 !74538.5.3.0 .79.: :2.3.3 02:/..9.3 47.397. $02..-.390780-:9203072.8.7.3.-.2!0.2.7.:2. .8.5.709$:7.502-07/.3:3&-.2.79..3.30. 7..353.9 /.7.3:2./.7./../.79-.0:.3:3.7.. !74538.709  -0-07.353.9!.. $:7.&9.3.390./.5/-039:/80-0.3:3&-././.370/9 24/..0805.:38:7270803.8.8095439/3/4308.3-07:8. !023./03.3202-.

3 503//..843.3/.305.320.05..  0:./.283 .907.3-08079../.23../.30--.3./.7./5.3..7..3/420892./03..283/$:.9073.8820/....: .380:7:809475020739.3.32.20/.3507025:.3...3/. .:7.9:.:-.3.3.93/7.3848./!0/08 .33.7.5.370/924/. 203:5.5070:.2./.804.3503//.503//.3 -07-..9   ..9.804.88.203.9.3   0:.3.9.350309.:0:. 90780-:920-.3...8.3/. -./507.  0:.8..3....3.3.3/.82..3.3-0...-.7. /.350.3 0:.8.:3 03.0.3/ 3/4308.3 ..3/23.34397-:85.3507025:.8 :.:5:3:.:8../.203..202-0.7.8 !03//.73/7..9.8:20.3.0.05/.7.3907.. &5.3502-07.9.3$9.3/7.3./.70:..920.3503//.5.9.7.7..3.3 50.3/.507/.3.507025:.8...503//.:502-07.7/.:39:9::.7.3.3.3.3.9 5078047.8:/03.3.2.3.8079..3..3/:3.32034.320.3.9.8 80:.8.:39:202-07.32.9 3/7.503//.9/03.843..3 5033.90780-:9 !020739..3.3/.8.  897:5.8.: 203.370/9 24/.370/924/.7.3/:5.3802:.3 5007./::3.3/.703.3/. 5023.7.35033.3/03 $02.80:7:.77. -. .:8:83.22.  !033.2503.9.3 !74538$:2.347. 31472.8.2.3/7 ! 203..32070.42 0802-07   ..9..3 !033.3!03//.850.843.89.3.203/.3.7.3 8. 05.. &39:2033./.802.9.3.0:.91-.39072.2003%7:89:39:20.7.9.:39: 20250740503//.7.3.3507/./.397.83..7.390780-:9 907:9. $ 3.390..9. 7:2. 8.3..3.390780/.8..79.3/.:$41.3 !74538./.:8.7..9/.9.73007 5033../..3507/.. .9.33.&8.3..3.8-.3.35007./..3503//.3.8.3503/./.2003%7:89.77.  ! !03.503//./.8./.3.3/.3.339073..9039.3.05.3:9.7 907:9.3   .32070.320207:. 47.0:.:-07-.2070./9::..3.503.05.9. !74538./.2..3507/.:.7:8574/:9180..339073.:50209././.38.3/.30-075.5. .7:2..808:.7.7.2.3.8.9   ..3.7/03..9-08.3:.9703/.0:././.39:.9075.2003%7:89:39:70/924/.920.32.2//08.:7.5.7..283/.77. /. & 203..3-.%.043428 $073.3 /.9 :8:83.5:8.3.3.347.347. $ 203.3.93.808-9.7.3 57./.9.5.73007:39:20307.3!42.8.2.2:2.:7.. .503//.3...3:39: -...8/./.507025:./.38.32.3.:.8..7.7.3. 5.7.5./.8.2.5./5007.   :73.3 :5.3 0.809.3.3 -../.8.203.331472.3804.3...&9.850 ..7.

3.-- 89907 3.39: 4.3&2..3/...80-. !$09.::8.397..--89907:39:::8.3:9:704:3/..8....34.9 .9..90.9..9..3 -:.8.20372903.3. 0/.79..3!02-07/.9203:9:78:83.30907.3$%/./.307.::593   !033...5.3/4308.8.79.79.905.8:/.202-07..32.8907:8202-07.!745382037247.9.88.:4.3 .73007 0.3/-07.7.073088202.:3/.:39: 50.25:907:9.3.25.3 70/9:39:503//..3:3..3 .3 /..33.07..7.943 !&  ./.507.38:7.3.7. 8.7..3507.8.25.3 ! 97.32.9.90207.3:7. .3-./4250343!072.3503//.7.7.9202-039:042542.73007 :.23.3503//.-.3 2.3!02-.9:/03.9:20.39:.370/990780-:9 /.88.3.3   -0.!03//.7./:.9.3-.79.9.9-007.39:2073.2.8. %.:.3!7..33/.4.7.:$! 802039.79.3 $.: 5747...3-0723.38:340502-0707.3.9.3903.3#5 :9..92 5.-.!745384.2-0.2.9 !4.3-0-.. $07..5.380-.709  !020739./.$0.3%. !.340!020739.3.3./:..50302-..380-0:23.3.9 :2.709    ..3. 202-.507.... .3.. .073088 .8.7.8..:3.. 02-.07.  .9283.

.#5:9./.2.9.7.:39: 50. 802039.5.3   :2.88...3.:3.7.7.

8.88.3202-07.0-/.8.3.709    .808. 0-890!&  /.33.7985.88.7../.8/.3 ! !74538...3 503//.:.310$8 042540.39. %.%03.7&8.3 007.3-0.../.05.88.:33.7 503072...2.%03.72.....9:.3.!078.3!74538.8!03//.3./03.2.3 503//.25033. 20.3 -0.3 3 !& 20703.-075.9.

5.!078.:3 $0...38..:39:2:7/283.3/5074.9202-.55747..39:507.././..39.3/7 342!439.3 5038. /.804.3.3507.709    050/:.7.3-0.7985.3..%03.2!0/:.3 0:39:3.. 804.3-0..:8.:8.3!74./.3!74.7.2.349. .3/7:.3.3/. 5:97.%03.9.3..7#57-:507 -:..3:39:88.9.88.3:8:85:97.:.0.#5 7-:507 9. !0/:..3:7.5..74 !74538.88.808./..38.3. :   :5.9$/4.202-07..3-0.202-.3-.!078. /.3.2-039:502-07.88.:39:50/: 907.3203.72..79.79.3.5503//.7:8..:380-08.%2:720239.$ 802039.39:.32.2:78:8507-030.3-0.2503//.9425:9075.3/.39.39. !747. $! /.804.9:./..//.37./.3.3:39:88.$ #5 7-:507-:.88.09809.9:.3 5:9:8804.3 :39:04254-0.3#57-:507-:./.39078..5.88.3.3:. /:3.3/7907.3.3.3:39:88.:39:2.39.3 .25:-07:5..2-:9  .80 3/4308.7:  .8/:3.3/7207:5. 0-890! /.3/::/.9203:2 -47/7/.9 /.80507928.3202-07..3-.3/7:39:.39:/03.39:3 $0.72..3/03.07.3.324/.

 2:7/.3/.203:25:.25: 803.8/.9 4-.:3.3 907.3.843.3/5.3..-.3303970 % /90:70:5 447  425.:503//.!:8..8 /.3:39:-007.30. ..8.304342:39:/7/.3.9!.843.:5.390780-:9-0:2.3503//.0-8.9.9/.-0.913. 202-.3/7/.25: ..8  0-7:.33.202-07.9-075.3 503027805...2-:..  /.25.3.:7.9..943.3-0.3 .32.202-07.80-.2#:2.7/. 03.5.3 8079.720380.7.3207:5.:7 8.3 503//.808.5..3:7.2 ./843. .5..2.503.2070..7.47.3. .39:88.388.3!03//.3-.3.320302-.203. 0-890!024970-08 /./03.503//.--078.9.9..8.38/.0. -09:50/:/.2:7/ :7.3/39073.9.34290$04.-:5.3 07.5747.  ..3 723.8.3/.709    $04.709   !020739.3:.3389.3...8.3/:#. 804.!37.8..3/80-:9.3/..9 2027.709   !020739.303/.94:80!747..9!03//.3 $ /.3203.7 .3-.72039%7.3-07.4-.7.9.503//.380-.7#5:9.88.2/!443.3907.3.3.3907.88.5:9:8804.3080.3.2.3-078.39039.9-0.:203/.502:33... 803.7.3 909.808.8.7.39.32. 20304.2 2033.3 $:7. 3./.3503933.05. !..%03.88.5203.7..9/./.-07.747.7.8.25:202-2-3/./. /..3 .8/:.3/0:.8.3203/::35747.9203. 070.#..39848.93.8.9$& -..9.72070..3.503//.2.:0../05.3 503//./..5. 239.3 ! .39:.7   070.7.8./.757.5:9:8804.5.3 90780-:920.88.709    $09.3507..8.3.302-.25.8/:5. ...9.3.9.3:.203 50239.3.3-.3.:5:3-.3. .9.7..3$!.3 503.3:.:3  80:2.3 907-.5.:47-.2027./.88..702./.30-:9:.3/.3.808.74 4 //./.39:.907.9.31.7.3.3.8 $0.35072..993/.808.3 09079-..39:.9.25:/.3.3..920207:.8025.3-0.5 54:8:/.320.  .!747. 500.320. .90..79./503:3..:39:202-.3 .0789.39:2:7/ 2:7/.9.3-0724947 .9.3.3-0.90..9907.3/.8. ./.2202.:5030/.3007.9..3.89..4.3.3.3./..357. .7.3 5030/. 070..3803.20-/.:7. :.3  .03903/.3 !:. 503.3.20893.2.3..3-079::./.3/.3 202-:9:...3.3 0:.3  8/4..32.0-/.05.3/:..2.950.3.8.3.7.-:5..38.3.9..7985.  !:./.30.97039.3803../.797.3-07.3:3.2.. !.79.3..790203!03//.7.983 !.3.9 330 /.3.33.:39.3 503:. 70947.3 0-890!/..3080./..3-0.2804.30..2 503//.2.2-/.3.2033.::5:39:202-.8.79.903!.203:7..25747.3 !..3/.9.7.308025./.3 0/.3203.2025:3.38..%03.32.7./3/7.90370-08 !74538.9:39:8..9:39:203.39:.32.2.3:..3 .9 05.503//.9073.9: 50/.3574899:8 90703.!74538.

/094807.3.3247.3 0.8.20203:./03.7 . 9-.3/.9  .79.3!0.3804..5. 2.3.3/-07.947:2 425:9078.703.3425:907-.3./.9:9.8.897:9:7. $04. ..75747..3.39.3 .72.2.73.9:3.25: /..8..3.30--.093.3503//.3503//.3:39:.3 .3.4 /   $#..8.5078.3: .703.7804.  .8.7 .7:2.9. ..3.305.3 5702.7./.7.32..38../.39:.3203.73.8.7.3.7.8!. .203.3:.3:2:2/..9 02-.320307022:3.3..9.: %..  20.380..3/03.3/-07-.9 3.9025.3 503//..3202.35:9:8804.9.3203.370.. & 203/7.3.3. .3.3 203/.3.0 .3.5.3. 03.8 203:-.8.%2:7  2-3.907.:/.5:9:8804. .3/5.20307:3.2.3..8$04. .3.3.3. $04.3....-.5007.3203.7:39:202-.3.32022:7//.3:.3.3/.3.3.3/803/03.3./.390780-:9 425.  .:5./. /03.42  .3:7.247.3:39:2025:3..3-071:38-.:39:202-07.3/.:3.-47..3/02.....8.9-./.3.3...9-..33.9.3207:5.:3.9 /.3..../.370....79.  !03.2070..82.3..2.809.8:/.42   $:8:8!.3.8-.....3  ...357. -07804.350.98. .9.7: % .3-. -4.5:8.804. ! 202-0-07....32.8079./5:7  3..3!74538.7/.3./4.9$04.4 /   .30 ..3/.8:7.83./3  9.32030.3. 7.3..7.9-..3/.2.202-./.502.350309.-07.804.3..29-..38.3.3:8..2070..9.34930$:7.5.:39:203.3..-425:907.82:50309./03../2.3/.83%03.3 -.7/:8 .9202-.3 .90780-:990.38.3.39075..3/.390- -0708025.28:39:203//..7 9025..7.8 :    . 202-.9..3.3.320207:.3.2.3.8.3.7.3#5 7-:507.35:9:8804.3.3 7.805079...503//.3/.83907309 90780-:98:/..3.3.$007.7:39:.8.3..3/$04.2.:.339..9.25:80. ..3:39:.!03/430.8.32:7/  .3.3!0.2..1472.3.790780-:9 .7 .79.305.35:8./7..7/804.-08.5702.3 .39.3-:/50079 2025:3..5.8.3:7:$.9503//.3:5 7.0283.32025:3.094807.3.503//.3.3/.:7203.9.7.7.3.30:.203.8.8.37.3 $ 4250%.:.7.3.. 8093..2.8.3/4.92:.3 &5.380..7/.8.703.9$/0..79.3.3./.7.5.3..3/.9..39:.7. $ 203/7.3-..30..3-2-3.90780-:9/-07./.39:20203:0-:9:.3.73.9503//.3&8.:5:9:8804..3.3.3 :7./5..3 .8//.5038:3.3/4308.3503933..8.:/.5.4 /   .3/..07.3!.-0.3 !07. .73:/././.:.7025.380-. .5.-074. 8.39:503/.3503//.331472.382.7.3..

30--.3.8./.3. .3/..3503./03.3...8434203.39507/.25.8.:3207:5..3.5:3. ! /...9:-:3.3.3 /.5:8.2507/.3/.27.331472.: !74538.907..3..2.7.:.34930/.3.7:.32.2.3804..7.-:.3.2-..3...9 /53.!07025:.. 2025079..3203.203..  0203907.08.8... /03.3/23.3.709   !030-.507.:2.3507025:.22.3 507025:.3 /...331472.../..709    .2.848.3.99.3!07025:.7..2-.3/..39::.34930-007.39070-.8.72025:3.7:8.8808:..2.$%! $& .3.7.9033/7..33.8./.388.3848. .3-07-.3 . 389..3.2202-07.804.3/0974%'9.3.8/!020739.2.3507025:.0.7   $48.8.. .!07025:.:5:3/.3. 503.3.:.3 :39:80.3408.33.73.!02-07/.: .3/808:.:5:3009743 /.5..354.3503//.3!.23/.3.25...7. 202.2503//.3:39:2033..//9/..347:242:3.331472.2..3.  .3./..3.3.3./ .3507/.3.3507/..78.309039.8.7985.79039.32083.3:73.7 508079.27.3 503.-43 !747.8..39/.5:9:8804.3.3/.5:8.5033./740809./.7.3.8/3/7.7 $0/.302.8:8 .3.8/..8..3.3.39: :7: 2025:3../.2-:/.3-07:5.8 !073/:3.3/9::..7.3/7.:.8/.848..3507025:./03.2.7..3/5.3.3.3  $ /.3...3/.507025:./.3..3203...8.3507025:.7.9/03.3507025:.3  .39038..3/.57.3.: 9.507/.8..703.:  8079./..307.3.3.32../.09.39039.38023../3:3..90780-:9/8./.50302-.3-007.33.9.5.9:39:-0..07.308549.37  0:9.3/:940 47.33..3:38:7-072.3!02:9.:20/.350/:/03.39.8 9039.3508079.39.9..3!07025:.3/.9/. 507/.347.8./.9.3 /..3..2.8!03//.-:5../.2-039:.3703.0907...808 .8..35..7.3.305.7.33.3.9 0/.3239!07/.7.340 ...347. :5.3!07025:.3!.8 /3..8..8:8507/.2./80-:.2203./.3507025:.3335:3.  3/:897!. !4..25:. 330 /.78.27.8.30 203.2070.42078.3. .9.-.9202-07. 47.3/4308.2 203.3/..3-0....350/:5.3.3.3.7/.2. 8..8..3 7.3.9 $ .3/.3.7503./03.332.3-2-3.320.!078.3:.8 808:.3 47.9: 05.. 2.0.8./8003. :7::.3.7:30.3- 2.3507/.3.8.3.3.3.9:9.3.$.3..0802-07  0-890.3/03. 20309./03./.07.7 /9::.3:73.88..7985..2.:.38907.8:..3.3.88.9.3.:3....8!.3.33 039070..0802-07 /3/7.2:5.3/.7:.0-7:.9. 2.25./.3.78...9 .8.305.9:.8.3 47./.912.3203.3.8.3/03.$.3 !! 3/7.3 .2:-:3.3507/.3.3.3-07.../03.32.&9..3/0.8.. .950393507.3453 0-075.3003.8.:380.30-:/.8 !030-.-075..25.3 /::3. /.3/.:39:20.78.9./..3 702.8-. /3.-: -:.3-..0./.3%070804208/.30548.2./3/4308..72070.3....3.72.3..3./05.808.202-07.7804.3203/.507/.331472.

3 .9:0/43.39..3 :3/.5.5/03.38.-079..3 /03.-075..9/. /.3!03.325.30503.:3 9039.3-07:5.39.34 9..3/4:203 /.3.5747.790 4.340 !020739. !747.9..3%03.73007 &5. .3903.8. 507:8.:2:2 5:9.3.3/./9::.!020739..3.347.-.3.3..507:8..850307.88.-0-07..: 97.0:.848. 2..../.3.-.008/8: .2:39:9:78 /..3.3/4308.3/-.:7.3.3827.7: .9.%07803:2 /2:.3!. 8490...:3/.3907..5.9/%7../4 $05902-07   0203907..350707:9.7./.8.3$:3.:..2..-4:9 $0:..2.3/%'#  .3-07.30.3..-05.3//::340 2.  007. !% /..07.28079..347.3/.80/. !% :39:8007..7   .903.97..39/.:3 9039.30-:/.7.25:3 20.7:.3/...3&3/.319.2-40.3%7.3/.3 .7.9.7745.89.8 $3.3/.7.:!##803.3$05902-07 //897-:8.3!073/:3...5.5 /..3202-07.3%7.3:897.8..07...3/4308.700720303.3/93/.3  9072.3.8.5:8.30 .7.349...3..3 0-7:./.:./.9.3 5007.3.3 .0.3/.390.2-93/.8.3907.3.8/.2:7:3.848...8.3/.3900..34 9....7.3..820303.8.2.109-07:5.3.3/4308. $0.9.2070.843.0732039 843.220707:9 203. 07-.2.9 203.3.3 !020739..390.3827..2  !.549.507/.3.8-.3/-. 903.2 .30903.8 :.9.3507025:.3%'  .79. 94-07  05.54507.07.3.07 3./03.3/.3 020.8  4397.27.8/0990.3...9/.3  0.::89  .3:7:502-2-33.3..11.4 .32.920.109 89.3/././.3-07-.31.8507:8..3025..:39:2030-.%4:789..3.3-07:5.: 03907203..8....503.9.90.3!%. %03.9..3.8.3!07808.9..:3 9039.22030-.503.203079-.2.790203%03./2.3  $05:9.33.91/.3/-..7.39.3203.7.331472. $9./%.305:9!033.3 05.8!74538.32:.9.8!%9/./..3 -079./2.3 .  7-:08025.7.3.3.3.073.7:.-.:..3 /.:203079-...3.%4:7824.3 507/.8:9.7.507/.390.80-0:2/..07.8:93/.3 4 %.2.9..:.3 &3/./.723.347.3. :3   !0.3.7.32.07.805.2.2-93/.09.27.94341/703 /2:. /.8%03.././909.3 .580:2..3%7.3-07-. /.3.3...8.07/. 2.3 .43903.07..38.%0254 .8.8.820239.3 :3/.3 !03025..7:/.349./.7/.3 2.8:83.7985.  !033../.2. 39.3.3..33/:897.2.5.39/.-:..3.9/47..7007 03907%03..2 2..:.7.:5:3009743 7.2..90.:.3./.32025075.7/ % 202-:.3 .890.-:9 34507.3.9./.3/.3-.2033.9.88...83.07.5.3548907 .8..3 0/.3070.7:.1077/.30.3/.9.3:-:3.07.3827..790 ./4/.8/... 0/.9/%'-07/:7.3&3/...3.8 3.73/4308./2:.2. 04.907-.8.0.3/..0-890 :.3507/. :807 $/ $07./.3./9.7.9.9./.3.2:5.3!48907/5.07...3 ..39: 80:2.3 :3/...50..8.5.3.:3 2030:.7/../03..#../8 /./..202-079.07/.3503.3./:.3/4308.340-07-.9.3.3.:9.7.3..3..5:7. .3  $0..8.3 :3/.9:.8. 207.7.3 !03008.7 :89:8  /.203.7.3/4308.3 0/.39072.3/90723.3 07.  035.203./4 900.8.9.78.3..9.3/4308.2  !439..

.3/.3947..07.!%.3./03.2/...08.43%.9.7.-:9380/93..703.7.703...3 .-..4..32070.%03.35007.07..:.3.0-.3//:.%03...520.3 %.9/03.3:.%0.!07:8.9203.%90.3.8.07././ /.%03.0..340..30.8%03..3.3 /.4 .35:..9...30903.3/9025./.-.39/. !% .%03..3!%/.9.350707:9.07.3807:5...3!% .3808:.38:8.3947.7.3947 ...203.3.3 -072.805079 28.!74.3.2033/..3/.202.3/4308.7.07/0.0..309039:.3..3/7240.73007 %.7.3 $:.3%80.907..07. 57   3....:3   3.350372.3.8.9./.8:2:7.3507/..8.507025:.9:7.8%03./.7.703./.

./.3.38:2-07/.:30.347.3/.2-.3:.8./..3/.3080.30.3...203.3!.8:8507/.!74538./-07.30/.7.% 20372...3/.3/9.:503.3-07:2.8.503.3.:.950393 .07...9::. %2:7 3.8507.3  07../.307.39.3.3 2. 97.8909.3 .79.52.8.3:39:203.:2:7 202.3/.22032502039.83..3 507/./.3.2.-08.3/03.32:335073. 503003.9/% %02543907.90780-:98.3431-07803... .0548. /507:. :2./.8.843..8:..07.33..3:39:203:3.39$48.3. 07.9.943.3:9.4./.5.33.3-0703.07.9/.7/.07.91 :   $0:-:3..9:0.809.39.3/8.20907-.:.-07.9.9.0.5.95039380507928.907.3!07/..3/8:././.39.3/:.:203:.2/..3 203.5:8.:..305....3 .!%8.3.039. !03.897.8:3.50372.350309.5:8.3.!020739...  #$ 03..7.35.320302:.3%..8../-0-07.9080.8.39475:8.2.3..07.8.50.3 /4:2038050798:7. -:.8 $0.39/.3.80:7:5.9.73007 .3503..7 2.3!9/.7.3.9..8..5.5:8.203/0908907.3 507/.3.3. 0557084 %.334507.5:8.3.503. .307.4347-..$579:.3:39:203.389/.843./.3.0.390780-:92025:3....39::..-8.347.703.. /.3/.9:/.30802-07 20.347.47-.003.8..843.3.39.2.8.8.3-.39.7/./.33.:39:203/::35747.347.73007.2.8.3899:843.30.83./.3!07025:.520372.3.07.39/.8.803..3 &39:203. .8..73.3.3.3.8./09...3//.!48.3203.387/03.50.3$48.8: 9039.3202-07..-07..8.720507/.35073.3:2.07.3:39:202-07503.9.597.:7.34507.8:.305.8. !020739.9 8:7.9-..!020739.:3  :.3  $0..07.7307.3202-:.547.79..2.9.3.11..8:.3:39: /08549.305./3.3.3503.3.3.33/5078.3.7.339073..3:38:7 :38:7503.2/. %2:7/..3 07. -08..3/.0:.7..73./.3/.9.9:.3!./..9../.93.3 5073/:3.703.3.3-08. 47.3.33.2:32033./.3/.203025: 897.8.98..8. ...3507/.2.3 8.202 3503/7.:..3903.50.!020739.3../.703..7.28./ .34080-:.25:3 .3 0.//.9..9.390747..8.3#03.3.9.9.380507990747820 431848.07 /.-.3.90503.3 ..507:8. .. /./.2025:3.3:5202-.383./.9.303. $0:2.38:2-07/./ 3/4308.843.7. 2..3 9/.79.43/-.7.3 /..

757.9 :39:20331472.2202-07.8.9..3-.307.390.39.380:2.2./3/4308..3/-:9:.3/09.3./03.3!:8.$  4203 8.:800/..:5:3588 -2-3.3:39:203039:. /./-.3..3  !020739.202-3.3.343/847-.8.3%075.3./:5.3.03907 /./93/. 8007.350703.0907-.!48803.35.2..35034-.39.7.:3 202-07..9./.3.3.$.3/04.3/::3...73.32.182.!74538.3507/.#:.3-.3..8./.8.3.../.3.3808:.7 -079:.7..:39:9:/507:. 803.38.3.3 2:3320207:.9.3/03./:#:2.7.307.3.9.2.2./03.2..#5:9.3.9 /.7.2-203.5...0..390. 5. 949..33.3...39:.7.3:8:8 0548.05.3507843/.:38:7:38:7 503.3907.347.9!0./..3!0.3. .3.380907.3./3.27.3/.3:9  .3.307.8.$0907..9-.3-.0/05.5.39:.05.5:8.9.3..:3. 944.788../.

.347.9:147:2.980.3:8:80548.3 007.2.3!020739.3503.3!020739.27:2.903:3:.7..09075.3.9 80-.349.7.307.73.!02574.7/.92 .3.3.347...3:39:202-039:4./:/.7.3  ! !439. .2.9  0-890.8. 507/..39.-.5:38:790.20309.3...  47:2.11.9025.9.7  0-7:.3 -07.!74538.-:5.8 1:38/..8 /03.349.3.39. #:.:5.3447/3.3%2:7  ! /..347-.8:3.3 507/.39.3.8.8/.3.79.809.39.80-./.203447/3.347.8. :39:0.839%7.3207398/.3/.72../:.27.33..8/93.5:8.8:.43803.3207:5.83 %..39.2.3/.928.302-.3/.33/4308.2.9:39:0:.3-07447/3.3. .302-.3.3.380/..3.903  .83 2.-.8390.8 7.3/903.3.3%2:7 %.3%2:7/.3.3::2!07025:.3!0.8.39:....784!439.2.    $0907#$&/7 $40/./.3 202-039:4.3 507/./.-:5.7   !74538..2.07.. .50372.3$ 4.903:3:..2./.3.3207085438933.3.7.3 -07..38..:9:.3.9...8..33/. 203:8:3!7480/:7%09..39..34.9.3 003.-:5.30$.5803.

03.3-007... 90780-:95.2.2:.8!07025:./.11./.3/./.30.3.7.8.3 .75.202-07..8$:9/.331472..-078.2 :39:202-.350. .47.3. .22.2 2030.27./.7/ -07-.07.25.9.3:8.33-079::.3.3 40423./03.208:9.&39:..2.7..203.3-07:2.-8.8./.3:3 08...2 .343803 4930807. /.207. $.9.7/0/0  033%.7 47.9.9.8.25./.34507.3  039:07.3 $0.203.2..:.47-.8..$3.:20.809.30.3/.5:-:39:503:.3/.320302-.5.207.3.: .320/.3.507:5.3507/.890780-.3503/.-07902..25.3./.3.7 3/7.3/.3::2-.3203..7.843.8.:2:23....3$.3.7.805079.9. 79&70. 44748.3.3.347.38./!:.4:3907 97. ..39:.30 47:2.3 5844/.7.3/-:9:./.7 .9.3.3.:.3.7..39.-.38..0 -.2.3020.3 4203878803907  /3/4308.!.3 !.32./.../.7.3.3.3: 203.8037:5..3.3/..35.80/.3507/.3-078.

.3. % -072.3 .307../..3907:8 /93.2./.8.9.5:8.7.3 $ 02-.2.3 :897.9-007.3/.3.0732039413/4308.3-.502:.3 9.390.70-#5:9.08&9.8./. $:. &3/.5.3$39073.97.090/703&$   .07. &39:.3.47-.3.47-..390758./.8././.3502:.25307.:/.35073/:3.3   $ %0770/0842208 $..07.3/4308./.3/4308.3.3.25..8.2.30:.7.30.3./.843.3!708/03#4   %.2.2 202-3.3.!/.0 1103/078 :.8.39.3!7453805:.8203447/3.25:203:./.!020739.380-.7.:39:0.380.9::.3503:.. &39:02.8 /.9::..88.7.#05:-3/4308.3.9./::.8.8.3507/.3:3-.3!0.80-08.8.3 5033.2.3.37 7002039-0900390 4..8. -.8.8.&9.3    -07-.3/4308...9: !. /.3..9.5/:.9.3.390.07...7 . 07.3/:3 03:: !./.7.5:8..8!02:.3.3.8: 20739807.320/8/.3 8./.903$.3/.30-/.3.3903.7..9.339073.3 :3/.843.7.3507/.3/.90..8..3.3820502-07. % !% 20.3$4../ /..:/07.3 97.3..3.!03.3...3/.#05:-3/4308..709 .9././..07.3507/./.89./.40.32033./.39:. 503.8.-..3$48.3.:!74538. -0-07.3:353.8.93.7.39.347.8.9380/.805079&/.3!020739.7.7!07025:.3 !.39.07.:%.:39:-.7.2. 40::8%:..305.7:7....43 43:39:!0307.980507993/.7.8.3.89./.347-.3!020739..3.7./03..3.3%2447/3.3#.390.34292037043.1472.07.7.8..2038543847507902:.-:.3 90.0.7::2.-07.503.03723.2..502-039:../.3%.9.35073/:3.253.3.9203.3/:5.3 47.7.3/04.5:8../03.3502-039:.3507/.3.390.3!020739.347./..2./03././.3/03./.307.339073.3/2494740!!0/.5.3/.843.507-.8.8:2-07 97.3!07..:3  !:3/!07025:.9..347.07.9.8 :2./. # ! 80/.33...3207:5../.9 /5074020.3 !07/..3809.3. ..3.9:-039:07.3.35073/:3.3.3..27.8..9.907..3../..380.2.3. ./ !:3/!07025:.909003#./ /..3 !...34 %.99078 /.80-.3/03.3/903.3 $:7.3&3/. ./03.3507/.8/..3907-:7:-.%2:7 $:2.3507/. .8.07.: .39.:2070 42-.503..34 %.38050793.3  $. %70.3.9../4 430  ...843.339073.:-:3.8.380-.30.2.7.307..3/.!07025:.380-0.35007.3503/.3:8.:..3.2503.3 .073203941434314790$:7703/0741:9.347.3/ :897.389.8#03.5.843.3.3.37043.-./.3!0308./.3/7398 /1.02-.7..3.5:8.8.3//4743 907-039:3...3/4308.39.3//4743:39:802.2.3: -07.8203.2.8.803.5.8889.907:9./.3:3/../..7.3!07809::.33.203.3/-:.9.77-:% .$ 39073.3  &39:93..8.72:3 !74538 #.2.3 5073.8!07025:.2 7.3./..9  .2.2:5.207..3/.-../.3% 072.9$.43:9:.:3  9039..38079.07. &.7.38.80/..9.07.3.3./.-0-07.07.7. 202::89:..3 -.389..8.3 803.3.389805079!74538.3.3!07025:./03..9.39.30:./..7423.97043.:39039.9.3/904.-07905..8/.3 05.33.:380.8.843.3!0308.:05:9:8.3.2.39..3 .:3  .$:39: 0-2033.-:5.3503.3/8003.8.47-...3:73.9.-0-07./. 9072.:3  %2390.0.20303.-007..3 $.3%2-..3/03.80507990780-:9/.2..5./.0.

3$.3-007.038!07807.7..90.:3.3 80-0:23...2.843.3!07025:./8. :39:9:%2.89.25: 2070..3 #&&9039.%.  07/.843./03.:3  9072.3./.3. /.7/:.7.-078. /.387.3!073/:3.8.8:/.5:8..3.8.. !0.331472.3!07/.7./.350372.90.038!0.-072.3/4308..8 &390/.7%-072.8. !03.390.943.8.02.35..3!47347.3/.9:207:5.#&&9039.8. -.3!07025:.:..3 #&& !0308..7#03.3202507...0-/..9: 9.7.53/./2..390.8.1/. 503.30:..33.27.03839073.3.38.343/89070549.3.  !0.9 3.3./03.3 %7..2.9:39:2./..3.%.383./03.80.3/-039:/80-0..5:8.38.8:/.0 /.25.3080...3 20207:.7.3 %  !7494.3/.3 7.3. &3/..3 /.8 %../:202-07.38.33/4308.!07025:.3/.380.3$3.#03.3/.3 5007.3.3 907:9../..2.-007.93909.5:8.!/.8.8 !7479. 9.503025.3.3..35. !7403.25:2021.347-.383.8.. :5.0..  #03.8.9 .8!7479.494!70.27.757.8547/9.33/4308.3. 02:/...843..385479.7.3.9 ../.33.7.3!0308.3.3!03.5-.3.83 2.705:.3./8:8:3/.503.9.3.39039.:3:3.3/. /909. 90747.3 !020739.8.3/.90507/.83 2.8.389%7.3 /703 90. !-.3.90 57..5.3/4308.3 :3/.2.3.:05:9:8.8/..:.843. 270803 :39:202-07./.3 -.3.%0747.-..3 .2:38:3: -0-07.3/4308.339073.3!708/03#4 %.9.990.2021.7.0.3 /. $:5020343.: /. .8...2..3.3#&&9039. 803/705:.3!4734.943843.3 503.11.3507/.3.9.3/.25:20207./..9075..8 5.!03.42.8.07.202-.2#:2.3.5:8..9/.32../.095439/3/4308.3907.3202-07.39..-079.5.380..07.3/.3 -./.38!020739.2070.3..343.2./.0/.9.7.3 47:58     &3/.383/.30.7.347.5./54943 9079 :9.3:.547..3/!:38%7.9180:7::38:72.890780-:920.8547/.3 /5007.3802039.70548.3!74944:39:03..89.80.32. .8.8:.8/.9072.2!747.3#03..3007.7.:3   .3/.3.9:9.3:5.8 /..397..8  90.2..383..843.30/ 720 /.38..3$.39:..2.:5:3:/.5.32.3:3.3.32.7.843.3 .32070.3.83 %09.8/.03975439/3/4308.:380.5 9073.3/. 7.88079.30.8:20.3/4308. 02-07.8.380-.92030.3 :3/.347..3.7985./8:8:3/.5007.8.:39:02-.343./.33!07843 850.3  503.3 03::2!07/.07.9180.3..3402070.843.8.3903.8:#&&!0308./.33. 8079..39.0.8.3.3!07/.8803.33.:. 80.:92.3/03...302:/.80.34 %.03943.:3  :.5.3:39:-.!07/.8:5072.8.-  !&%&!020739..843.380-.25:3.397.0..9: -039:07.39/.7.3 39073.8%.03039.8.2.9.9:.347-./.3%3/.8..:3  $02039..20.....9.3$./..3-..2!7403..3/5070-:3.8.3!020739.3/03.2. .843.383.3#&&9039.3 :3/.33.5.33.5.8.907447/3.07.3/.8.2..9/03.7.5.208.3.07..7389.2070.83/03.3..&3/.039 $:557088 .9./507:..9.

.3%0:.3/.2/..5:8..2:3/.3.3 /.3 3.3/.3.8.9/./03.8..3/8:8:324/: 24/::39:50..   !03../09..350.7.3.:39:20250740 503//.8.8:/.8/.802.843.8.3 5033./3/4308.3/.9.307.3.4.399.390780-:92.3/.:5:339073./.9:..8.80907 745303907 4203 878803907/.9/./.8.3. %07.3.805.5..3.507025:.#&& 9039.7...547-.3 &3/.5.9: .9 .8.7-.3.3!073/:3.7 -03.3 05..2:2.9.02.3::2.3 &3/. 80.3/.843.11.0.8:8507/.3:.33   !033.9:..7/:.. 80.9.390..3-070/4202-07.9. 89:.3/.3  %09.8:8 . 309473 /.380/.3 :3/.3:.:. :8:83.9..9.73  .3.3 203:.390.7/..3 5007.:/. &5.3 :3/.39.2. 7043./503:7:3.-07084  $0.38. -07/.7.3/03.3/.3.39:.2:3/8.:503.3.8-.302-.5/.3 5747..843./.33.89:.2.3 #&&9039.302-. $4.3...3.2!7403. /.-03./.9.3..0907-..34 %.328. .9.90780-:92.700790.3/.3.90507/.5.3. 5..33..:/.399.0/.3507/..8.320:.7.307.3-.320..390.:2:290.3!073/:3..3848.3::2!/.9.9.   $9.3/03.3:39:203.8:80.8.8.302-.3 503:8:3.3.90./3/4308.8/.8.3.9...3./434739073.8.547.9.3.3507..2203/::3/.2.7..3.97..7.39:..3503/.8079.8./.72438.7.843.3.2::23.3.7907.:3907.3:.843.33../909.3.739073.70/9274 /.3507025:.3507025:.3 0./.3788/.3/.0-/. #0.7.3:3/.3.39070-/03. 907.3.3-.8:.9:7.3027. #!$ /.3-.3.39./ 5:8. &$  /.703./.320.3/.3507025:.843..30297.-07./.703.547.3.40$4.  .3/.-039:507/.9.3703907.5:8.9.:39:70..3.3!07/..::5 20.3907:8/.33   !02-039:.8.3-07-.3/.79::.3.3/.0.3807:5.3.3 02-..90.8.3-..3. 07.3 50.!073/:3.547.:70..3:9.&3/.73. 202-039:#:2.3/.3907.   !033..07.9.:.8.3..3.7/.5.3.3 #0.3.3.3-007.305.././8:8:3/.90.3.2..3803.3/5074080.9.3././..890780-:9 /2:9././4347 202-07.35033.8..8 #&&9039.:3 9039.:./.9./5033.30-.:3 9039.3.749.07.02-.340$ 507:7:.3&..:..8!:8.32.3.3.0740!03..5.3503.8 9.3 #0.7.320.203.347-..3.3$48.8!7479.7 507. 3/4308.2.3:-:3.808-9.3.9.7-.3-.3  %072.3.3 .8 90./..3 .:3503..90 57.3.3-007.-03.7.3/.9..8.557.3 7.33..07.8.347.3 0.37.-&3/.9.8 -0-07./.730.3.8/./03.889.8::2.8/.5:83.3 !03025.3.9.805.3507025:.305.8%.3.3203.393/.3.8-0:2.503:8:3.3507/..85072.!7480/:7 $ ! !02:.-08!47907.5.7503.0:.7985.3 #0.3. 203/::30.3!03.5..3&3/. -0.7./503:7:3.8 #&&9039..907.89:/.73.:3    03.3/.3.3 ..2.34 %.-075.. . 509.-9.3/.350.2.3.91-07/.3:9509..30.3.390.9/.3.3.9!0.8:8.3:9.3 %072./8:8:3 /.:5:3/.390.843./434739073.//.07.39.7. $0.3.3 /.507-.35020739.3/04.3/.3/.3.  0.:.3.8848.

3/...7.-.3.3./.30.3808.8.9.3.8.3#03.  0.3$4.3/.-...8 80.3.2.3503025:73..3/03.3 39073.39507-:/.9././03..350..8079.3:93.7307.35033..3907:8203:5.843..

320207.90747.7-07-.387 507/.3.3./.89039.-.843.3:8:83.8/.3/.2..3./.3 :.32.3203.80..9#  .3/:5-.-0780/. 80-.3/1.3#.397.5747...3.9..  .387-.947/./.05.72./3/4308.2/..20. 2..25:202-07..30.73007390.8.39.  02../.3 04254070.3080.9..2.3 .347..3./....907-039: 38...7..3..8..3507/.3/4308.3 .20.38:3./.9.3507-:/..9 $ ...709  0203907.320207:.20.5.38..25:202.32.0/42.347..802:.:2:23...0.82..:/03.72.32.843.3/8:8:380-.8:.3.331472.38.7..72070.7 93/.3447/3.25:203.330.907.:38:730.85488#05:-3/4308.357410843.79.7985.3-.47-.2 503.38:/.3  05.7.507025:.9/:3.  04254503..3.9. 079.7.:04254 04254 .32.8.807.324/073320... .5./.3 .7.38079./.9-.3.35073/:3. 54.3/4308.7...9.89.#/..3.  ..3202-039:02-.3.9. .02-.:002-..91 -075.805079#::3%09..390747.383.38.5:8.8..39073. /.2:3.. .7.7/7/. /3.3-07050393.3!020739.8.8.3.