PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur. the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. pemalsuan.. atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. transportasi. komersialisasi seks terus berkembang. Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia. Pada masa penjajahan Belanda. Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull. penyembunyian atau penerimaan seseorang. pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan. the recruitment. ataupun penerimaan/pemberian bayaran.. atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi. for the purposes of exploitation. harbouring or receipt of persons. Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). slavery or practices similar to slavery. Exploitation shall include. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP). Raja mempunyai kekuasan penuh. Pelaku perdagangan orang (trafficker) . tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri.masa itu. rekrutmen. servitude or the removal of organs.. penipuan atau pencurangan. at a minimum. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi. (“.. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum.yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara . forced labour or services. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. of abduction. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran. transfer. transportation. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) . of fraud. by means of the threat or use of force or other forms of coercion. pemindahan. of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. penculikan. Namun kemajuan teknologi informasi. Pengertian. of deception.dengan sangat halus menjerat mangsanya. yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau . Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. Sulistyaningsih dan Jones 1997). tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu.

adopsi anak. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. pengantin pesanan.dengan cara ancaman. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. pengambilan organ tubuh. berbagai bentuk kekerasan. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya. tipu muslihat. penggunaan paksaan. buruh migran legal maupun ilegal. penipuan. harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah . mengemis. menyembunyikan atau menerima. terisolasi. 3. pemindahtanganan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya. kerja paksa. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”). pengangkutan antar daerah dan antar negara. kecurangan. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. jebakan hutang. yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. memindahkan. adalah: 1. serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. penggunaan kekerasan verbal dan fisik. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. Tujuan: eksploitasi. dan penjualan organ tubuh. tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. penipuan. bahwa: The recruitment. Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. transportation. Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). penculikan. perbudakan. ketergantungan obat. pemberangkatan. mengangkut. pengedaran obat terlarang. transfer. pembantu rumah tangga. penghambaan. Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan. karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. dan lain-lain). pekerjaan jermal. di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). 2. Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman. Dari ketiga unsur tersebut. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan. penculikan. Perbuatan: merekrut. 2003). kerja atau pelayanan paksa.bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. industri pornografi.

korban kekerasan fisik. Bagi anak yang dilacurkan. terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. menculik. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan. menipu atau janji palsu. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. hak untuk tidak diperbudak. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. mengawini atau memacari. juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. menjebak. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. dan lainnya. Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. janda cerai akibat pernikahan dini. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang. atau memperkosa. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan.mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. Kejahatan terhadap HAM. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan. dipalsukan. menyalahgunakan wewenang. Dalam perdagangan orang. kehamilan yang tak dikehendaki. pikiran dan hati nurani. yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. suami/orang tua sakit keras. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia. tidak disiksa. atau meninggal dunia. perempuan dan anak jalanan. beragama. menjerat dengan hutang. seperti misalnya: laki-laki. psikis. Kelompok Rentan. politik dan sosial yang serius. menyekap. dirampas agen atau majikan. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. social and economic cost yang tinggi. selain menimbulkan human. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja. para pencari kerja (termasuk buruh migran). menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual.orang dewasa dan anak-anak. kebebasan pribadi. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. yang terlibat masalah ekonomi. seksual. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. mengancam. korban penculikan. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis . anakanak putus sekolah. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua.

karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor). Jika menolak. di keramaian pesta-pesta pantai. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. Berdasarkan berbagai studi. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. mereka dilengkapi dengan visa turis. juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. Daerah Sumber. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. kafe atau di restauran. menggunakan pesawat terbang. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. Sumatera Utara: . Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali. Di tempat tujuan. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang. kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. Untuk ke luar negeri. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. RT/RW. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. salon kecantikan. pub. Dalam pemrosesannya. mall. rumah bordil dan rumah hiburan lain. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Di dunia internasional. mereka ditakut-takuti atau diancam.entertainment. dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. Daerah sumber. korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya. Tabel 1. Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. Transit dan Penerima. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan.

Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. Solo. Candi Dasa dan Denpasar. Fak-fak. Serdang Bedagai. Bogor. Medan. Sulawesi Utara . Sawangan Depok. Tangerang.-Prop. Papua: Serui Biak. . Pekanbaru. Sulawesi Tenggara -. Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Hong Kong. Binjai Belawan. Deli Serdang. Nganjuk. Legian. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri. Tabel 2. Timur. Sanur. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Jawa Timur: Banyuwangi.Prop. Sumber: Rosenberg. Cianjur. Bekasi. Asahan.Prop. Jawa Tengah Solo Prop. Serdang Bedagai. Tebing Tinggi. Nusa Tenggara Barat - . Ubud. Entikong Prop. Prop. Langkat. Solo Baturaden.Prop. Kuningan. Makassar. Pematang Siantar. Prop.-Prop. Sumbawa. Deli Serdang. Barat. PKPA. Blitar. Nusa Dua. Kuta. 2004. Losari-Cirebon . Bali: Denpasar. Jepara. Jakarta Pusat. Utara. Korea Selatan. Selatan. Gianyar. Jakarta Jakarta. Purwodadi. Prop. Bali . Nusa Tenggara Barat Mataram. Harkristuti Harkrisnowo. Bandung. Tuban. Surabaya. Jawa Tengah: Banyumas. Kalimantan Barat Pontianak. Gresik. Barat. Sulawesi Selatan: Pare-pare. Asia Tenggara (Singapura. Madiun. Ciroyom. Karawang. Filipina. Dumai. Medan. Pontianak Pontianak Prop. Trunyan.Prop. Pantai Senggigi. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Jawa Timur Surabaya Prop. -Prop.Prop. Jember. Sumatera Utara Medan. Indramayu. Boyolali Cilacap. Kediri. Jepang. Dairi. Magelang. Amerika Selatan. Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Simalungun. Langkat. Karangasem. Grobogan. Belawan. Labuhan Batu. Australia. Nunukan. Jawa Barat . Prop. Tegal. Bangli Denpasar. Dumai Tanjung Balai Karimun. Simalungun.Prop. Sulawesi Utara: Manado Bitung. Denpasar. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Tapanuli Selatan. Padang Bulan. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan. Tarakan. 2003. Riau: Tanjungbalai Karimun. Watampone. Timur Tengah (Arab Saudi). Tanjung Pangkor Batam -Prop. Prop. Kepulauan Riau: Batam. Brunei. Prop. Thailand). 2003. Serdang Bedagai.Prop. Jawa Barat: Sukabumi. Balikpapan. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. -Prop. Daerah sumber. Sengkang. Selatan. Cirebon. Purwokerto. -Prop. Maluku Utara: Ternate . Nusa Tenggara Timur -. Lampung . Riau Batam. Samarinda. Timur. Taiwan. Kintamani. Utara. Timika. Prop. Asahan. Cilacap. Bandung. Semarang. Bekasi. Surabaya Surabaya Prop. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop.Medan. Pekalongan. Malaysia.

Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. penipuan. PKPA. menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak. . dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. Perdagangan orang melibatkan laki-laki. Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. . atau pemalsuan dokumen.. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”. perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg. Pelaku (trafficker). Selain menjadi negara sumber. 296. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). tidak membayar gajinya. menjeratnya dalam libatan utang. menyekap pekerja. calo. memaksa untuk terus bekerja. 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan. majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya.Sumber: Rosenberg. Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. Para germo. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. Taiwan. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. . atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. 2003. teman. Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga. 2004. atau bahkan kepala desa. melakukan kekerasan fisik atau seksual. membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. sementara agen. Cina. Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam. Propinsi Riau. dan 506 KUHP. Pemilik atau pengelola rumah bordil. berdasar Pasal 289.. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga. atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang.

pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. atau memaksanya melakukan prostitusi. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya.Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya. Pengguna. . Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. Rencana Aksi Dalam perkembangannya. Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab.. mudah diatur dan mudah ditakut-takuti. Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. Mereka tergiur dengan . merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya. Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya. penurut. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. Laki-laki hidung belang. menempatkannya dalam status budak.

keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No. Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. 1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Sikap Pemerintah RI. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat. perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945.

39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan. penculikan.000. perdagangan anak. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. Indonesia mengesahkan Undang-undang No. . atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan. RAN P3A. tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya. Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No. kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa. Pada tahun 2002. tidak saja untuk upaya pencegahan. diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No. menjual.000 (dua ratus juta rupiah).000. dan zat adiktif lainnya”.(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. psikotropika.000.000 (enam puluh juta rupiah). 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

4. serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. 3. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum. Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. 2. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Child Prostitution and Child Pornography. Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. 3. 2. Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”. pendidikan dan pelatihan keterampilan. Sedang tujuan khusus adalah: 1.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga). Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. konseling. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). . Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya. rehabilitasi. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. dan Prococol to Prevent. serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. 4. Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. Undang-undang Perkawinan. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan.

2. Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI. ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. regional maupun internasional. kerjasama antar negara. 6. pelatihan. 8. baik di tingkat nasional. serta 10 orang dari unsur LSM. 59 Tahun 2002). peningkatan pendapatan. Gugus Tugas. Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen. 9. 40 Tahun 2004). 7. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1.5. dan Kepala BPS. propinsi maupun di kabupaten/kota. Keputusan Presiden No. Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). Selain RAN P3A. Organisasi Pengusaha Wanita. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia. antar daerah. Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. penyaluran. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. 87 Tahun 2002). . 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. Organisasi Wanita Keagamaan. Kepala Badan Narkotika Nasional. dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun. RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya. 10. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. dan pelayanan sosial. Kepala POLRI.

dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. Sesuai dengan tujuannya. regional. Kerjasama nasional. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. 181 Tahun 1998). Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. kesehatan dan kurangnya pendidikan. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia).3. 5. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan). 12 Tahun 2001). di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia. dilaksanakan secara lintas sektor. 4. Dalam era otonomi. Otonomi Daerah. tetapi juga . 77 Tahun 2003). Daerah sumber. 1 Tahun 2004). juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. 560/1134/PMD/2003. Selain Gugus Tugas RAN P3A. 87 Tahun 2002). Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak. Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. pusat dan daerah.

2004). Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 1. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No. 6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. dan hal-hal lain yang berkaitan. 6. Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. 4.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. 5. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus. Propinsi Jawa Tengah: . 58 Tahun 1998. 2. dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara. 3. dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. 43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. Tahun 2004. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah.

Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan . juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005. dan Perdagangan Anak.Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang. Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. 9. 350/ K. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. 10. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya. 8. 7. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No. Eksploitasi Seksual Komersial Anak.

dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan. Namun pihak Kepolisian. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker. 11. 11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa. Kejaksaan. lembaga kemasyarakatan dan LSM. ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. padahal ada bentuk- . advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu. kepada masyarakat umum. Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan. Dilihat dari sudut korbannya. dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. Kejaksaan dan Pengadilan). hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur.214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja.melalui Surat Keputusan Gubernur No. Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003). 463/K. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. Menurutnya. artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. termasuk bayi. Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual.

Lebih lanjut dalam Undangundang No. namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun. Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur. tidak dapat dikenakan Undangundang ini. menurut Burgerligh Wetbook (BW). Selain KUHP. Undang-undang No.000. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia. menjual. 15 tahun. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. sementara menurut Undangundang No. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi. Seperti diketahui. Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan. pembantu rumah tangga. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja. ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. Di samping Pasal 297 KUHP. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian.000 (enam puluh juta rupiah). 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini.000. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah. Undangundang No. . termasuk anak yang masih dalam kandungan”.000 (dua ratus juta rupiah). Tetapi dalam undang-undang ini.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak.000. dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟. Sementara itu.

bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. Pihak Kepolisian juga melaporkan.Menurut analisis para pengamat hukum. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua. Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. 8. Undang-undang No. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi. rancangan undang-undang tersebut belum dibahas. Pada tahun 2003. maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. No. Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. . 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian.

2003). diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. Bab XIV. 32. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent. Bab II. 28. Suppress. Especially Woman dan Children). 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. No. No. Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. No. Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. Pelanggaran. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 27. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. 22. Pelanggaran Ketertiban Umum: . dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. and Punish Trafficking in Person. 26. Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 33. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). No. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. Memberantas. Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Buku Ketiga. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua. No. 21. Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. No. No. Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. 31. 25. No. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. terutama Perempuan dan Anak. Kejahatan. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi.No. dan Menghukum Perdagangan.

Dep. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya. YMKK. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. 1 tahun. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana.Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. pelanggan. Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004). Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. Bogor bekerjasama dengan ICITAP. dan Jurnal Perempuan. Pengadilan. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. diikuti oleh 51 orang peserta. germo. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola. 2. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1. dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri. Derap Warapsasi. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Dalam RUU ini. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta. dan LSM Mitra Perempuan. ancaman (secara halus). diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. ancaman hukumannya terlalu rendah. Kriminilogi UI. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. . diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. 3. Kejaksaan. dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan.5 juta rupiah)”. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. Kepolisian Perancis. paling banyak 1. pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan.

Dumai Propinsi Riau. Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. Hakim Bandung dan LSM. Batam Prop. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. dan Derap Warapsari. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. diikuti 179 peserta. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. 7. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. Kepolisian Filipina. Medan Propinsi Sumatera Utara. diikuti oleh 40 orang peserta. Kepulauan Riau. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. .4. Medan. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. diikuti oleh 25 orang peserta. 6. diikuti 30 orang peserta. Kriminolog UI. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. 5. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. Tabel 3.Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak.67 . yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan. Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir. serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. 2003 125 67 53. 2000 24 16 66. Karena itu. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21). Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian. 1999 173 134 77. Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi. Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur. diakses 15 Maret 2005). Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No. Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi. beberapa aparat Kepolisian Daerah. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman. Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari. Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5.46 2.60 No.

Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan. Penggunaan Undangundang No. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. Riau. Jawa Timur. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan. 2004 43 23 53.06 6. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun. Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan.3. 2002 155 90 58. Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No. Kalimantan Timur.semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1. dalam proses pengajuan ke Kejaksaan. Jawa Barat. 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun. Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring. Tabel 4.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005). dan sedang menunggu putusan Pengadilan. Jakarta. Jawa Tengah. Bangka-Belitung. 2. 11 Desember 2004). Kepulauan Riau. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil.  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. Sumatera Selatan. Kalimantan Barat. 2001 179 129 72. masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara.07 4. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya . Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online. 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. . Lampung.

Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. 15 Februari 2004). Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat. Akhir-akhir ini. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia. wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya. memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit. William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. . dan Undang-undang No. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria. Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu. Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. Singapura dan Indonesia. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional. Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI. Sebagai bagian dari transnational organized crime. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Keesokan harinya.

193. Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau. Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya. Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang. Dumai. American Center for International Labor Solidarity (ACILS). kelompok masyarakat madani Indonesia. dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia. mudah ditembus dengan berbagai cara. sangat mudah ditembus. Tanjung Balai Karimun (Riau). Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS. Batam. Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17. dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003). Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut. International Catholic Migration Commision (ICMC). Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”.904. 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. memberikan bantuan. dan komunitas lokal. .termasuk kepada Indonesia. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5.6 % berupa daratan. Entikong (Kalimantan Barat). serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker).000 pulau-pulau seluas total 1. yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara. Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur). Awal tahun 2005. Pontianak.252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga. Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara). dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia. Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea. Sabah.2 juta orang (Imigresen Malaysia.

pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. pabrik. Dumai (Riau). Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. nasional maupun internasional. psikis). membantu. kebun karet). dan juga di perkotaan (kedai. Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. dan terkadang nekat. rumah tangga. Surabaya (Jawa Timur). Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. perlindungan. baik di dalam maupun di luar negeri. Pare-pare (Sulawesi Selatan). dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini. pasar. rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. Semarang (Jawa Tengah). dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. Entikong (Kalimantan Barat). organisasi masyarakat. atau bangunan). kebun sawit. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata. Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. kuat. dan bantuan administratif. . konseling. juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. dan Nunukan (Kalimantan Timur). pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta). kotor. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. Tanjung Uban (Kepulauan Riau). reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi. Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur).

1329/MENKES/SKB/X/2002. psikolog. Jambi RS Bhayangkara Jambi. diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian. agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri. maupun aspek sosial dan hukum. serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat. Di dalam negeri. penyidik POLRI. .B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. RS Bhayangkara Dumai. 5. psikis.V/X/2002. 6. Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1. Lampung RS Bhayangkara Lampung. Kepulauan Riau 7. Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. Departemen Luar Negeri. 9. sangat sulit mengakses perlindungan ini. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4. 2. POL. Menteri Kesehatan. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. Tabel 5. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. Oleh karena itu. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”. menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men. Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu. Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. 75/HUK/2002. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini. 8. perlindungan dalam bentuk perawatan medis. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.PP/Dep. 3.

Bali RS Bhayangkara Trijata. 23. 13. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. Makassar. Banten 12. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. Semarang. 22. DI Yogyakarta 16. RS Akademi Kepolisian. Surabaya. Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. 15. RPSA memberikan layanan perlindungan. Papua RS Bhayangkara Papua. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. 29. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. 25. 2005. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. 14. 18. RS Secapa. 28. 26. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari.10. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. 21. RS Bhayangkara Kediri. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. Sukabumi. Bangka Belitung 11. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Kramatjati. Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso. . RS Bhayangkara Tulungagung. RS Gasum. Bandung. Cimanggis. 17. 27. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. Maluku RS Bhayangkara Ambon. Denpasar. 20. RS Brimob Kelapa Dua. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. Jayapura. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. 19. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram. RS Bhayangkara Nganjuk. LSM. RS Bhayangkara Lumajang. 30. Porong. Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. 31. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak.

Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Tabel 6. Maluku Utara 14. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat. Jawa Tengah 34 29. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). DI Yogyakarta 3 30. . Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia. Kalimantan Barat 4 2.Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Nangroe Aceh Darussalam 1 17. Bali 9 11. Kalimantan Tengah 1 3. Sulawesi Utara 1 6. Sumatera Selatan 10 22. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Gorontalo 7. Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Sulawesi Selatan 6 9. Bangka Belitung 25. Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia. Bengkulu 1 23. Jawa Barat 29 28. Kalimantan Timur 10 5. Nusa Tenggara Barat 7 12. Banten 26. Lampung 7 24. MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). 2005. Jawa Timur 44 31. Kalimantan Selatan 1 4. Riau 3 21. Maluku 15. Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Sulawesi Tengah 1 8. Metro Jakarta Raya 10 27. Jambi 5 20. Sulawesi Tenggara 1 10. Nusa Tenggara Timur 14 13. Sumatera Utara 16 18. Sumatera Barat 5 19.

Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Palembang. Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI.org/w/index. speak: none. Bandung. Shelter atau Drop in Center 1. Batam. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre. Trauma Center.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none. Women‟s Crisis Centre. DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai. 6. 9. Medan. Propinsi WCC. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB).wikimedia.pBody {padding-right: 0. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre.} #p-tb . Jakarta. Padang 4. Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon. LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index. 7.js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center. Tabel 7. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu. Shelter Pemerintah Kota Batam. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). 2. Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Women‟s Crisis Center. 3. 5. Bandung. Bengkulu 8.php?title=Pengguna:-iNu/switches. Trauma Center.php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs. Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre.}</style><script type="text/javascript" src="http://meta. .Di samping itu. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD.

Malang. Mataram. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Jayapura. Padang. YKAI Jakarta Pusat. Purwokerto. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). Lampung. Komisi Hukum Nasional. Manado. Jakarta Timur. Medan. Bandung. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. . Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Bali. Ujung Pandang. Entikong. Medan. 13. Palembang. Jakarta. Medan. 11. Pontianak. Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Yogyakarta. maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. Jakarta Selatan. Makassar. Palembang. Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. Palembang. Jakarta. Shelter LSM Anak Bangsa. Makassar 15. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. Jakarta. DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. Surabaya. Shelter atau Drop in Center 14. Manado dan Mataram. Women‟s Crisis Center Jombang. Propinsi WCC. Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). Sumber: Kemenko Kesra. Gema Perempuan. Jakarta Selatan. Yogyakarta 12. Samarinda. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). rehabilitatif. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh. Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. Padang. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah. Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI).10. 2005. JARAK. psikologis.

Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I). Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka . dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker). Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan. dan lain-lain. penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang. Makassar. . Malang. Kupang. sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut. namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya. Di samping lembaga bantuan hukum tersebut.. yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang. Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi. Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya.Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK). Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. Pontianak. transit maupun daerah tujuan perdagangan orang.

telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker. . advokasi dan monitoring ke Daerah. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran. ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya. Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal. juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. petugas pendamping korban. merahasiakan identitas korban. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh. dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan. Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC. petugas shelter. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. dan lain-lain. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. migran ilegal atau undocumented migrant. remaja perempuan di pedesaan. ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. ACILS.

Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas.000. 26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama. atau oleh majikan. PJTKI. Sekitar 90 persen dari 240. Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji. hanya tidak terungkap. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. sementara dokumen mereka ditahan oleh agen. mulai dari perekrutan. Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa. SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak). .2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang. pelatihan. Mereka bekerja 16-18 jam sehari. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan. ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang.000 sampai Rp 990. Perwakilan RI di luar negeri.Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang. Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi. aparat Pemerintah Pusat dan Daerah. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). transit. di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia. Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu.

Mau kembali kepalang tanggung. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. agen tenaga kerja yang tidak baik. atau diperkosa). Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. dan berubah lagi menjadi Januari 2005. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. Karena itu. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. dianiaya. India. TKI yang masuk ke Malaysia secara legal.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. dan lemahnya penegakan hukum. sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia. Dengan tidak adanya visa kerja. sembunyi-sembunyi. jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. Ketika visa kunjungan telah habis. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. Untuk menahan gelombang migrasi ini. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. upah rendah. Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. uang sudah habis. tetapi ternyata bohong. banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. gaji tak dibayar. Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. penyekapan. dan Vietnam. Di samping modus tersebut. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . Banglades. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. penawanan. TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay. Namun menjelang Idul Fitri 1425H. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. status mereka otomatis menjadi ilegal.

Entikong 7. Tarakan 687 12. Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan). yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat).bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya. dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya.464 6. Jakarta 16. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004. Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1. Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat. (3) Dumai. Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara). sejak berangkat dari Malaysia. di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing. Program amnesti ini diperpanjang dua kali. 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia. 106 Tahun 2004. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004.255 4.819 2.985 10. sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia.664 Jumlah 120 347. Semarang 1. Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia. Surabaya 55.691 8. Batam 15.784 9. Nunukan 66. Medan 15.248 7. masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia. Pare-pare 29. (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau).532 5. Tanjungbalai Karimun 18. Tanjungpinang 84.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra. Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005.382 3. . Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No. Dumai 120 120 35. kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh.185 11. Tabel 8.

Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal.000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran . SPLP). maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia.Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia. Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. 15 Februari 2005). dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana. Saat ini terdapat 8. dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan. khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟. sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. penampungan. Sesampainya di pelabuhan entry point. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu. Sekitar 500. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan.8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi. sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. transportasi.

saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya.2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu . dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. laki-laki dan perempuan. akses terhadap barang dan jasa. Kalimantan Barat. Selama kurun waktu 5 tahun. Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching. dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. kesehatan. kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut. pada umumnya berasal dari keluarga miskin.sampai ke propinsi daerah asal. Malaysia. profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. Untuk wilayah Serawak. Oleh sebab itu. antara lain: tingkat pendapatan. gender. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. permakanan dan bantuan transportasi . geografis. diberikan bantuan layanan kesehatan. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. Di propinsi daerah asal. Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). dan kondisi lingkungan. yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. lokasi. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. dan bagi mereka yang memerlukan. Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan. pendidikan. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. Malaysia Timur. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan . Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. kurang pendidikan.kepulangannya ke daerah asal. Kabupaten Sanggau. penampungan. Dalam hubungan ini. permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan. Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan.

meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau. pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin. nasional dan global.mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. dan lainnya. antara penduduk kaya dan miskin. terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman. memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. perdesaan. pelayanan kesehatan yang bermutu. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. Kelompok . terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. serta antara laki-laki dan perempuan. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia. serta peningkatan keadilan sosial. dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal. Millenium Development Goals.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. putus sekolah. B dan C. terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). karena merupakan alat yang tak tergantikan. antara perkotaan dan perdesaan. Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup. terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata. pendidikan keluarga. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan.

kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. eksploitasi. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. dan televisi kepada masyarakat. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. sektor dan daerah masingmasing. pemantauan. meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa.Belajar Usaha. meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. Namun demikian. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. Dalam hubungan itu. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. pelaksanaan. meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi. koordinasi. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. . radio. dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan. memperkuat kelembagaan. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur. masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan.

. Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang). Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia. di Medan. kemudian Dumai (162 orang).809 orang. Jakarta (DKI Jakarta). Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau). Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk . obatobatan tradisional. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM).996 orang. Medan (100 orang). katering. dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35.499 orang). warung. Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. terbanyak melalui Nunukan (8. jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8. Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. Yayasan Paluma. Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005.rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001. Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang. yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar. kain. dan menjahit. Tanjung Uban (133 orang). beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta. Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat).Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia. telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. Surabaya (Propinsi Jawa Timur). Yayasan Paluma. Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan). . Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP). Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi). City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta. yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26.805 orang. Yayasan Mitra Usaha (YMU). Dumai (Propinsi Riau). Semarang (Propinsi Jawa Tengah).

Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis.jurnalperempuan. Propinsi Jawa Barat. Propinsi Sumatera Utara. Bekasi dan 1. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. . peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut. Propinsi Jawa Barat. Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. anak jalanan. perseorangan dan mass media. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah. Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya. yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan.200 keluarga miskin di Sukatani.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1. Karawang. peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya.500 keluarga di Pedes. terutama menjadi pekerja rumah tangga. swasta. dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya. pelatihan. PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. 15 Desember 2004). dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. LSM (nasional dan internasional). Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar. organisasi masyarakat. (www. Semarang. Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga.com. badanbadan internasional. Dengan pendidikan yang dimilikinya.

Tangerang. Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri. Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul. LPK Setia Bakti. Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat. Tahun Anggaran 2004 ini. 22 Juli 2004). Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. melaksanakan pendidikan Life Skills. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. Babby sitter. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. Pola pengembalian kredit tersebut. Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. dunia usaha kuga dapat membantu dengan . dan tata kecantikan rambut. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess. diakses 16 Maret 2005).4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. Selain beasiswa. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. 16 Maret 2004). bordir dan menjahit. masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi. dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai. Jakarta. Bupati Sidoarjo. Selain bea siswa. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. Bulan Maret 2004.2 % yang tersantuni. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149. Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. Karawaci. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah.Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda. Jakarta Selatan. di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah. diakses 15 Maret 2005). sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun. YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF.

Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. dan sebagainya. Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP). Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan.sidoarjo. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah. YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU. Direktorat Pendidikan Masyarakat. tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. diakses 15 Maret 2005). penjual koran. Selain Jakarta. Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup.go. kriminal. agar mereka lebih siap menapak masa depannya. Bogor. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya. Propinsi Jawa Tengah. dan kadang-kadang bersikap antisosial. . peminta-minta.meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www. Jakarta. pedagang asongan. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang.id diakses 15 Maret 2005). pengais sayur-sayuran di pasar tradisional. terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Pemerintah Kabupaten Brebes. gangguan ketertiban lalu lintas. 4 Februari 2005). Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online. diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005). pengamen. (Kompas. Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. bahkan sampai universitas. penyemir sepatu. serta Genteng dan Pabean (Surabaya). sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. Pada tahun 2004. pelecehan dan prostitusi. terlibat tindakan atau korban kekerasan.

melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta. Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas. Dengan demikian diharapkan ke . Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin.id).id).co. dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar.com). antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www. Jakarta dengan 75 murid (www.com).itcwatch. Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan.citibank. Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan.citibank. Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www.co.blockdrive. LSM ERa AKu. Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik. 27 Juli 2004).id). Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur.sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti. Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu.anjal. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari".citibank. Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir.co. ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan. yang rata-rata mereka adalah tunawisma. Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www.

SMU . Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit. untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). PKK. Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. Dalam masalah peningkatan pendidikan ini. yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. diakses 15 Maret 2005). dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. Instansi terkait. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali. maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. Industri Pariwisata. dan dukungan massa. serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005. ASA. Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. LSM. Dharma Wanita Persatuan Bali. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. Dalam hubungan itu. Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO . tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. dan Kepolisian. guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. keberpihakan. dan Cabang Dinas Pendidikan. Dalam bentuk ceramah.

menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. 2004) Pekanbaru. Hello Bali. sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau. Makassar (Agustus 2004). menampung. Matra. melatih. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol. Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Padang. Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. Sejak Oktober 2004. dan lain-lain). Undang-undang No. dan lain-lain) termasuk talk. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . berita umum (Liputan-6. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. Batam. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser. Selain itu.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang.kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. leaflet. 15 Februari 2005). Sergap. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. Lintas-5. Kontradiksi. Jakarta. Seputar Indonesia. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. majalah: Tempo. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. dan Manado (September 2004). dan Garuda Inflight Magazine. dan Undang-undang No. Sidik. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. sticker dan poster. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura. Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. Pontianak (Juni. Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. Program yang sama juga diadakan di Batam. Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia.

maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur. KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. Selain kerjasama antar daerah atau negara. memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia. Secara institusional. Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri.dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. 26 Juli 2004). transit dan tujuan. Untuk mengatasinya. 88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi. maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan. karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. Kerjasama tersebut sangat penting. TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. antara daerah asal. mengirimkan calon di bawah umur. 21 April 2004). Tahun 2003. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya. akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

Selain mengembangkan media. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. Magdalena Pardede. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. Indyra. Birgit Ulrike Hau. Malaysia. (Website Warta Pemprov Kalbar. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. LBH-APIK. WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional . untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. Hening Tyas Sutji dan lain-lain. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW). Sarah Gumelar.keterbatasan personil dan perlengkapannya. Soedarso Pontianak. fungsi dan kewenangannya masing-masing. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga. dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah. Nani Sakri. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat. women‟s crisis center. Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. Shelter RSUD dr. hotline service. sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. dan LSM. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten.

Terre des Hommes. kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan. peningkatan kapasitas. 2005). dan Undangundang No. Bengkulu. Jombang. Makassar. Bone. Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. 106 Tahun 2004. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur. Palembang. Sampai dengan tahun 2004. transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. Bandung. juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan. IOM. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . Padang dan Labuhan Batu. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas. Maumere. Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. Propinsi Riau. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Dumai dan Tanjungbalai Karimun.untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. ACILS. lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. Sumatera Utara. oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). Untuk tingkat regional dan internasional. termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. Save the Children US. ICMC. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya. Surabaya.

laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. Especially Woman dan Children). dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat. . 2.bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah.P badan-badan internasional. 2003. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. 88 Tahun 2002. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. terutama Perempuan dan Anak. mereka membiayai sendiri kepulangannya. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005. Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. 23 Tahun 2004. Bagi TKI yang mampu. Tetapi bagi mereka yang memerlukan. selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No. penampungan sementara termasuk permakanannya. Memberantas. namun sungguh. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. gaji dipotong. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan. dapat dilaporkan bahwa: 1. beberapa kemajuan telah dicapai. dan Menghukum Perdagangan. and Punish Trafficking in Person. Suppress. Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent.

Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. RUU tentang Narkotika (Revisi). dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. kerjasama antar negara. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat. Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. antar daerah. dan pelayanan sosial telah dilakukan. RUU tentang (Revisi) Kitab Undang. 8. Terima kasih kepada pihak perbankan. Drop In Center. 4. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. 10. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”.Undang Hukum Pidana. regional maupun internasional telah dilaksanakan. 5. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. Oleh karena itu. Undangundang No. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran. 6.3. program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. lembaga kredit mikro. RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). pelatihan. peningkatan pendapatan. Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No. 9. dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter. Women‟s Crisis Center dan yang serupa. Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. 7. perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan.

Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. Insya Allah. kelompok pengajian. Demikianlah. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. dan lain-lain. 30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI . Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya. Jakarta.akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga. atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional. kelompok gereja. Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan.

7:5.50.7.:5.9:8:9.5/.3.3.3-.3..33. 9/..3.803.3&3/.3-:.#5  /:..907-.347.3./.: 507/.5.33  .85. 5.3.3..33 ./.3 :3/.:/03/.3/03..3 :3/.9.2:3/.9/03.. .3.347-..9.  %09.

3-0-07.3:8.8.3.5.97.3.3907.//..3.87.5..3 :3/.9.3.3&3/.802.8:/.3.9..907:3.305.34  %.8:9/.3..3..3 47.3$.3!03..2.9.9047.39/.8    .3907./.3::2.3.3.8.3.2&! &3/..3.8.3 :3/.73...9.&!9039..8.: 507/.34 9.. 7.3:./.5.347-.3 !.3/808:.:.3&3/.3.8.3&3/.8.9.5405..07.39:.3   4  #.!##:39:/-.3./8..8.39.703..3 &3/..38073 -07.:202-.3  .790.8.39/.3..8./..3-07./.7::2.59..:3  80-. ..3./..33.3:3/.3.885.5:8.3!03. 5..3.8.3.:.-07./.9..!07/.790.:3  7.5.25.07.3-07. 2.547.3 5073.3.3.11.9::2 /03.39:/:.8. 503.3./.3.503..3.3/.350702-.0724.39039.03:7:9./.2./.39&3/.3.11./03./.!/.3%03. /.3 507/.3.3/03.:.9:39:203/::3503.38073.3 :3/..3/.9079.3.3.3203:.50./03.8.7..:39039.3.3:.07203:3.8/.&! .9.0548.3 :3/.11.3 .3507/.3. -.!07/.780.  !03:39:9..25:3.25.25749. 94-07 8.3. !. 90753.:5:32:332032-:.3!03.3 :3/.3!47347.3507/0-.:3 90.3 :3/.80-.3/.2.3  .790.47.../013870829039.9 203:3.3-07-0/.3.3.3 9079:8-.3.320308549.:39039.07.347.3 -.3.-072.347-.202.3027..3.3!.3/03.3.907/7/.3 :3/.3/03.7 .709  808:3:3.3.809../.33.3/8.:80-.9.:20307.3 :.3.187.843.9.3 :3/..9.7.3 3..8/.3/..3 .3-.8:. 203:8:3#. $03.3-07..9.805.3 3.-07:9  50/.305..3 /.2:38.3&3/.2!747.3.47-..:3  !020739./.3...3 207.3%3/.3203.30:.747.3.3.1   50/.20303.3 7.9..320707:9-07-0/..8.202.3803/7/.703.3.3.3. 503:3. 202507:.3/03.3.202.208.3 /03.20.3!.-8.3:3/.380507928.3 &5.!##.8!##9.3.703.9.5:8.80207/0.8!02:%.:507..7.5..:5:3&3/.8903./.307:.07.5/.39/.380347.34 %.3..33..-0780/. !7403.3%3/./..3 808047.3.3203.3 507/. 202-07.3!073/:3.3%7.390780-:9-0:2 /-.257.3. 2.3:3/.3.3.5:8..3 9.90 5.347.3 47.503:39:9.3.49039.320303/.347.25.3./03..5.597.47.:3 9039.!/.#90.8:8502:.3.90780-:98:9:39:/:3.2070.3.3 :3/.7..:.80-..3503..25.3..3.3#./703   50/..79.349.3503/079./.3!073/:3.3903.../.9.3027.3 7.507025:..3.-:/.347-.3/-...3/4308.2.3:8:83.7./..347.8 .3 5035:..3/8:8:3!##  #.-0.305.33..

39. 0..7.8&3/.5.3  4  #.7.703.2:3 203/.3.3 :3/..3.3.3!07:-./03.3$.8.503.3&3/.508:8.3!0308.3.33.:50.80.3%7..038!0.:5/.. !0.802-.- !0.-' 0.8.38.:0-.494!70.943843..7.-..-:/03.3/.:7.3 :3/.3!07:-.3!0308.9.303::2!07/.!03.93/.8.-&3/.7..5.308:8.3.3!0308.3.39.3.!07/..3/.3::2!/..038!07807.3&3/.  4  #..3/.39039.3!47347.2030-. 7.11..3  4  #.9.3:2:2 80-.3 47.3.3.3.39039..%0747.!/..3.5.9.808047.3.3 907:9.9.3  3/4308./.9.7..2.87-: 7:5.08589/3.:202:/.39039.3 907.3.3 :3/.3 :3/.3&3/..3-.3507-:.343.3803.9072.38 3.5/.3&3/..3&3/.320.3 0.:.8. 503.2/03.8 &390/...9.943.380-. 0.383.9.3 /.3/.9.508:8.-: /.3!74944:39:03.38.3.3&3/..3 :3/.34  %..8.3.3907.33 !07843 850..3 !.8&3/.3007.:.3.39&3/.30:39:3.347.:.!/.2.3/.2.3 :3/.3 :3/.:3025.3./.03039.8.2.:.3. !03.3.3 :3/.3%3/.8.3..80-.843.9.3.3/703  4  #.8 /.9.3!073/:3.  4  #.3/!:38%7.3 /03.3..38.9.93/..9:0./.  02-07..9.3203.3 7.7...3.3:39: 20.3.509079-.3.39039.:7.3..34 %.039 $:557088 ...309079-. 3.3203/474392-:3..3.39039.03943.35/.843.7.3.50.39..3.3507-:..3007.3.20.34 %.3.33.9.:7 9/.320307.38.3.30/720  4  #.4  #.3.9.-07:9 ::0/:..3.:202-.50.347-.9-:.  ::09.0.3.7.3.3.8  4  #.:3  9039.9.3&3/..39039..3.3.9.507/.8/.320.2.3.3 &3/..3.7.3&.2.5.3.9.3.39039.389 %7.38. $:50203 43.39039..3% (( !7494.3&3/...-0.039438.3./03/.3&3/.:3 9039.749.3 .3%3/./.3./.3 ./03..30472.39..398477:5943     $.3 :3/./.35/.3 :3/.3.0.3.3.2.3.3..1/..3..347..8.9.749..2 &!80-..3.42.3 .943843.3..3. ..:3  !.3  4  #..:39039.3907.3..5.9:9.3507-:9.3 :3/.3..347:58   &390/.!07025:.03839073.:.3 /..3!4734.39039.5.9:-/.7.343.503.3 :3/.3202.9.3&2:2 .3.

:3  !.3.8.3/..35/.3:2:2  $0-.3-.3502-47/.&!90780-:92./.:7:3.9..2./.!..-:803.8.0././.503.9:503.80-.9...3 203.3.5. .35.:50.3.9./.25.2/03..8.580-.820207:.2.8..33.3.7.7..-:8047.8.38:..508:8./.8.3.907907.3.3 907.3.3 /.. 507-:.9./.39.8 2.70:39:3.7.9.50.3.203..3.38..3.509079-.0.3907.90780-:9/.9..187.9:9... 5.:7.5.3.7507-:. 5.9/.

50..5-07:5.:7.393/.32030/.5..3.3 ..909.3503003.3..5/. 503:3.9:2:2/03... 40&!9/.50.7.:.89.3 :3/.3::2./3.7.3. 803.9. :9.7.:3 5..9.3.35/.3 $09.93/..3.3..3.. .3 0724 /.3/7  /5/.547.50...5.9.7.9..2#.9/./03/.8 !033..35.50304.3 !03.8.3/7:39:/.3-.7.305.3::2.907.9.8.5.3/. /723.85030.-.320.350.2#&&3 .3.2.38:33.3.31.:7..::2 0548.95030.2.4.3.3./. -:.3 -070.:3.3/.19  /3.3.3/.  50..3. .  5.3-070.9.3.3.33.503..3.20../03/.3203.5.35/.007.3 &3/.3.2:3/. 9.3#0.89.5.9047 /03/..3 207:5./03.  0.3.9202-07.3.01007..2.3 3.3.8..3 9.3 -:.973.3/.3..39::.8&!!.3 .3::2/9::.380/9 7-:7:5.  !033.3.:703/.2025:3.:3...5.:/9025.7:5.9.380805.8:39:-07.89.2:3.9./.2.3 80.8.7.:7../.  7.3  0.:8 502.33.8.3-.38073.380-..8.3./.8..2..390.:/03/.

9.98079.8.:...5.2.8.8 05 7234& /.33!078438 /:94047.3  .3.7.907-07.32.39.89.31.3508079.58.3:73.7..3.7: 0548.11.-08!47-007.947/.340. /8003..7..203/:3 447-007..3%!   !0.3!:8.9.3&  /03.9.8079.3502-0.3.3508079.3202-07.70548./03..3./03.3/.3.3/03.3   !0.31.3/.7.3:.33.3.:5.7.507025:.3..3907.!07025:.3/.7.34:3907%7.3#080780723 0.  !0.9.3-:...3/.3.9!03//.8. .3.33!07843880-.3!073/:3.3.5 .3.89.#:..3-:.503.507843.5./:..3!07.3.850 .3 /:94047.503..3$0.3:8:80548./:. /8003.. /.3508079.33.3 /:94047.:.30 :39:.35033.308.11.3:8:83.-08!47.89.3-:.220207.3.3/03.3 47.7 9039.3/.8  /../.9.!07025:.2...3!0.9./.357 9039.3  /03.3.3.7$0.9.947/. /8003.  0.9  /.7: 07.3 $97.5:8.3..3#080780723 !47-007.80-.7..9.3.850507/./03. :5.8..2.70/:9.3 %7.3.

3-.5.5.2.7985.-.. ./03.3  /03.3.3 1.33.7   !0.3!073/:3.3.#$.3:3 9039.3947.9!07..3.3.8.30./..7.3%7.:/.33078 /.:39:203/4743502-039:.73/.:3 /0/:9.5./.3&/.3.3:3:.3!07025:.3447/3.2./..3./:.2.8.3 !7453805:.9.20.30!07.3/.   0203907.393%7.3.&9.9.3!02-07/.89.3.2!745 05:.9..9.3.8.....3.:.2. 0. /:94047.8.08&9.-08!47-007. /03.:3 /0/.3 50.39.3-075./03.39:47-.7 0548.3:897.-08!47-007.3.7.8 02.3&/03.3!07025:.907.5.8 !03.3447/3.3!07.35033.3 5073/:3.3/./.8/..3 507/.: :2.7.3203.3.07.3  05.8..3&  0.33 /.3947!03:-:3438:.8.347.305.7.3447/3..5:8.3/.3/#08947.3/9::.9.7.3!07/.3.890.9..5:8.89.08$0.903/07.3#..39.:5:3202-. 0203907.5.3!07/.3.380389..3.3./.907.905.2503.8.342-.2202-.7.3#03./...33 /. 0.5.!74538.0././.3#/..8.-007.7./.30 9039..3 !74538$:2...3-:.9.3!745 $:2.307.7.3 .2.. /8003.9.: :2./4 !74538$:..2.07.3$07./.11.3.9.3 7.8/.7& .3-:.3.9..3087.547./.4.7.3202-07.38.5033. .8.2.:3 /$./.2.8$/.07843.8/.!74538#.80903.34./. /8003./.3508079.7.3827.9.5./03.947/./...  /8003.3805.9.9..3./.347.3 !439.8.3.3.980. 0203907.9.3.33.8.3%2:7  0203907.3.5033.3087..3.7 5073/:3.3!74538.31.5:8./.39.33.:25:7/.2.9.20302-..4.3 508079. ..7: 0548.3::8%:.3.3 50.33!078438 /:9 47.72033./ !74538$:2.947/.3.947/.343805.39.89.8   !0.3848.39.203.27.3503:8:3..3.3.3  .3.3# 0.8.308.7.7#/ :.&9.3.8.3 508079.70548.7.39./03.203003.3/:3/.73/.3.3503.07.4.7.3.30548.3!03..3#.7.347.9.8 /.!74538.32.3!07.3...79.3.-20.:.8.3:353.39039.-08!47-007..3.3%7.89.27.3/09..!03.2. !0.3-007.:3.0:89.31.7.!74538#.9..347-./.347.947/.8.0..2/.33/. 47.9.9.3./03.8.2.5.39.3$0.11.9.3.947/. -07...9.3507/.3087.30802-07 9039.30548.3%.9.58.&9.3.9.353.3#080780723!47-007.0 $8902 /:9508079.:39: 2033..947/.89..07.9  /.27.5033.3507/.3$.89.7..79039.907.9050/:.33!078438 /:940 47.3202-07.8/.: 0/.39:5.3%2:7 0/.790203%03..2.8/... 72344& . /8003.3-:.3$   $023.89.3$:.3/.340.

2/!03.300.!74538.:3 907.3 :3/..9033/7.390780-:9 /507:3.5..3.8.3!07025:..347.:-007.3...8:825.2...8..2503.3.3#080780723$! #5.7.8.8!747.320.8.3!07025:.3$#20.20.39.302:/..3..5.39.9.3:39:574808503:39:9.  !020739.8.9!020739.3503:./.:/. 330 /. .7.2.3.8././.3947.3/.05...9.940$/.  05.7 .:.89..3-.9.5.438::2.907.347.2..790203%03.903 3/7.5400.9.3 5033.090/703-007.3/3/4308.790203$48./03.3507/.33.90790780-:9 0/./..3/.:3 203:8:324/:50..3!07902:. !03.98:9:39:/./.3/..82.3827.203.8:8507/.3 :3/.3 /3.8-007.907.8:8507/.3.0.9.8:8 507/.5.3$48.5./574808/.:0:.7907.9 !020739.2070./.3$4..3.3.9574538  $.33./03.3.3!.3.3:7:$/.-007.9809.79:2:33.7.2 !03.3.-:5.3/../.3!07/..9.3/9.8$48.3.0./503:7:3.3.&9.  9.3..4.3503:3.3./03.5./.7.790203%03..:3:2.. .:3/.3.703...5././.3.3.3.808.2..3!07/.3%7.8.:3/./.303.9:/.7.8..9.8..3%7.7.9 0548.%2:7 !020739.3./.!03.7 -03.3$%!/3/7.7.3.3-07.07.95020739.7 47.:3        4 %..3.3 3.3!073/:3..:3907.709   /.5.8/. !020739..3!07803                .3.3 080.703..9.8.2...3.9./.3/4308.903 3/7.305.38..2.3.33..3 :.2!03.3&3/.3/.3 %2/.3827. 2.:4.8.8.9.2!03.2.9.80.-.7.%.3!07/.547.:/.3.8!03//.3!07/.750309.8.3/.8:8!07/.7  05.8:890780-:980-.:3 9039.7 !74538 -0-07.7.-:5....2.3508079.9.9/93.30.2.3 8079.8$9039./03..3  %.5../... /907:8. !74538#.-:5.3./03.400548..347.5..9: :2.3/.3 7.380-.:..-03.:/.5:8.3!07025:.07.2:39/.34 %.7.3/25.3.3.7.3  .3.3.3.32.3/.3 .8./.:3 9..-0 .3503.::5 /8008.3907.3/4308.8..8:8  07/.3:39::7:/.3./..7..!74538$:2.8:8 80.-:5../.&9.820..33.3503:..390.3400548.203.07.903%::3.9.30 0.5.3 ! .2.33.8008..5:8.347.47-.9.3/..3.05.: /03.3389.3507025:.38!020739.8:8 .8.3803.2 5747././.380./..73./.33.89..5.8.8.7.2.8:8 .7.89.5:8..8:890.3 90780-:98.79.8..3$203.3:93.

:3-:.8 /.39..438503.34 %.3/03.:39:/.3 .:3 0.9 .8.3 7. 330 0802-07   %./. . .390.8:2-07    8. 808:.3.38:/...2 07/.438.7-07-.7-07-.33.07..350.:3 9.3503.3/.:.9:.08&9.33.8.&9.3.3    ::2..7.8/:25:..7.7..438::2.380-0:23.3.3. #.11.9/.3-./25.9:..9:!03.9./:5.11. 802.907.7 /.3-078.9 ./. !03:3.8.0708!78.3802.:3503.-078.3/.#5 :9.8.3.3/03/.202-:.7.: $:2./.30070/.8:83.9.3-07.390.203:.305.9:8/.3.3 .3/..3.438/../.3!48 /.0.3-07.8/..8./5:9:8 2.2.3 0!03.07/ 574538 $:2.3&3/...3-07.38093 933.97.0.3:3/.7.3 .$0..39./.3 4.././.97.39./.380/.8:2-07 ..97.11.%03.3./.9:39:9.11..8.:.39./.7.390./.7.30 203.25.3%2:7 /.:-.8  '438::2..8.9:.39:39:9./03.253907/.3/03/.3  O %/..7-:.9.3.8.393/.  !03..370.3-0-. .9.3..38.3.203/.05..-0 !:9:8.7 -:. 0.0.7./.703. 09:3 ./.97.:3 80-0:23.$! #    .438::2.3 $:.3 9.7./.25030/.3.:3503.35././.9/09.7::2.305.3::2.2.-:..3#.9:./.90--07.3!03.9.3.9-.7...3..39/03.8.                         $:2-07.7..90.8:8./.8..3/3/4308.:.3.3#080780723.%2:7 .7-0-07.3203/.3.79.25.9.3 .8./.5.7.:3        ::2.3007 %0-3%3:.3::2.30 0.-08!47/./.:39:503:39:9./.5.289.7.3-..:7 $:.47.3.9 ..7.3-.:3 #.07803. .39078.39078.:8./.:3    4 %.:3%07/.2574808503.907..3 !073/:3.. 7.: 05:..547. /.3/.8.8.3700.47.3203:3:5:9:8.3.3.907939..9:. 9.05.3::2. 907939.5.7.7.::2.203/.#5 :9.3  .5.0548.'438::2.3 /.7.%..3503.32033/.438::2.30548.3 90.3.3::2.35.3 /03.3/03.39.3.7$02-73 $02039.203.25:3  .4.38073/:3.5.3/.7.07$9.8:8!07/.../. 2070.5.3/.39.:3 9039.3/.../.3848.3::2.9../3.

0 1103/078 7 .8. 0.7.9 09003#..:80. 9::.3./.: 43107038!030.:.3...39/.8.9503//.3.3.:8..3..330../.920325././:.90.383.703.33.3.7.3. 20207.2.3&3/.39./..37 7002039 -09003904.9429203-078.797./.9..3./8:2-07 503. .39./7 47.5:7.73 !020739../.3.3507/.3!020739... .9.7.508079.3 7.3503.03/7%--40.2 $9:.::23/4308.3/.9.99078 /. $3.2-:.3 30.3/903.:507/. %70.843..8.39074.3 /7/.502-.347.33.2.3.3. .9..3 47.9.2.8 2.3..!033/.9/.83 2.30..33.803/7 803/7402..390/89 5.39..7.3/.2.7$ 47..98.%03..7.5:7.-079::..347.02-.7.3 /03.5.80507928..5.:50/41.3/.7.7..34 %.47-.0548.:80-.5.7.7$:39:3/4308.38.909.2.9./:3..7. -0..320308549.7.3 80./.2.7.347.8../.9-08.950393/.3.9.:3503.-:.3..30.93/4308.0.3 7.7.:./03..39/.8:8.3.3.34  %.33.7.7.20303.7.3.3..03723.2!48 0-7:.2.3 907-./03...339073.330.7   207.2.3:897.#05:- 3/4308.5:.32..3007..3.35078047. 431070383:.39.97..7.7.:39039.073203941434314790$:7703/0741 :9..9.3 :3/.  94  .5.3507/.3 0-7:..3.32033. /507:.907/0..20303..3.3.32.39. 0084.23007.3.:39:203::250.3203..3:8.8:8.3:8.  $0-.73007.8:/.3/904..8...:897.2. 0.3/.8./.9.3/.347.#05:-3/4308./.7!03.9 03/7-07. 907-039:0:.23./..7.79.7.9 -07..3.3.507.3/03.39:..330...47.3.39.%07.3 -073/:3/30.:3 9039.3.3/...9.307.30.39:3 /7/803.339.943.7!020739.9.33.3-./.8:2-07.3!0.3:.33.3 97.347.3.7.07..02.3.3 202-07.#-07:8../..203.30.203.3!07.3::239073.20250/:.30897.93.4343:39:!0307./.8..30 /5:9:8::2.703.7:8/-3.30./.7..9.7..7./03.3:39: 202-:.:897.:9:  07.3 :3/./:8.380-07.7.503.7.507.3/:897.8.80.3 /::3.73.8350./03.3!07809::.35.3/.8.7.!020739.3$3.3.../.07 /.202-:.3%2-.$07.33/4308.95030.34343 .3-..7:8-078.3507/.3/02-.3#  07.7.40 !03.909.3803.9...7....820./-3.7.7.5:7.7.$3.9::.3.843...38.3.3/.:&3/.9039.3!0308.503/0548...9:20.9.3.30  20./..9.9/507.90.25:202-07..19./740:9../8-.30.7..!/.08.3 .47-.7.43:9:.3.2/. .90.8507/.905.2.79743.3 !020739.347./.0732039413/4308.83/..39 507-:/.7.389  ./03.0.39..3::2.3.39.3/4308.080.07. .30/.9.5033/.703.3.9..39.80-.39.720 507/.3.-:.7.47-.3/.380-.3.2.-.11.83 :.7.880.2.7.7-.3::2 !07/. :39:203.3 07.47-.8:/.7 .3. .3!020739..350/4105.  431070383/.347.7.9:.3-073.3 /.39/./.9:5.-.!020739.8.2/902:.57.3.3203.3./..320.7.3!0308.32.8-. 30.3.8330./:-007.3!07/.9203/:30/:5.30.3:.3::2./.38790780-:9  07..8889.7::2.5.7.3. .9//.30.3 . .8.

2.943.$07.3 97.3:39:503.92..-:5..3907.7.3.839.943422843   /.9 :5.9803.3 .090/703 $ 207./.3-.:3 /.3 -..8.33/4308.3507/.7..9431477.90780-:9 /9::.350.3 429203/::3. /. $39073.3.:9.03.39:..320.3703907.3.943   -007.943.3 7.8.8:05.307.-47$4/. 207.207:5. :5../.9.3/.3507/.  !03.3#05:-3/4308.84.202507:.847-.943.3.38!020739. .9..389..8.9.3/.342:39..9.:80:.3.3/./..3805079$.9203.3:.&$ :9.9.8.3/4308.8.303907147 39073.3.33.3:.5030.339.00.07  $0-.2025:3.: 5:.25074/0.347..3::2:39:203039..230073/4308.9..: 39.3/.347.3. ..3.7/.7.  042542.9:.303/4308.7.11.:93.8 0..99.9.3/4308...   2803.:503//../././.3/4308.39..:507/.20. 07..$07.2.9.8 /.903.7.3.8-.  2907/7 /.94.7.347.9:025.0.7.780-.. 202-07.8 -..3 5073/:3.3507/.83.33.///.8.08.7. -07:5..2.9./.3.27.. /. 7.9072.-./.3-.3503:..79 $ 39073.38079..843.3.7 5:./.20207.:0907..347.08.3..8949.3.3-08..:3  207.8..339073.9.

.2.//.&9.7..9. /03.3/03.3..8.:7..3!%/30.73/4308.909.39. :2.:/.7.90780-:9 8073.:./.9:8!%:.73007 #4803-07    %3.9.08&9.3 .5:..383%. 53.39.38:/.3/03.3.23007 2.7. 3943 .3.:5:3/03.3.3 .7.389/. 49.203..907. -.7.3!.3 05:.8.7. $0.3 ..2.  /.35:.:/. 93.39:3 $:.3:3.3..8.7.3$.3.38.320.:$:2.2.3.92:/..9.//507-.3 ./03.7.30:.3!03/.07.7./.3 $07.9.3%2:7 /.93.39025.3.39.3 !%  030..9502-07....:./..9:.2..3-07:3:380-.35:.!%90780-:9....97.9.7.9.907.49.907:3.3%..-07.3 $:2.7.2.389.3:3!3..32:33.920.380.//..3.39:8 /.3202:..2..7.3 503025./843.2.3:3./.3-07.3-.7.330.39.3.:9 8.5. 203/:30907-.0/:./..3$3.8.3.8.347-.: $.90780-:9  ..8..3-07-.  !07-.9.3 270803.8.330.3.92:/.   /2. /0.2.80-.3 $0203.: .8./03./8..:32070.3#./.9 5474:8 2:/.7 . 4.8.3.3/..3907..3.. .3:2.3.39.47.: .3202.3 507-.7.83/.8. .:3 9.9 :3:..509.3507/. /.8.347..9.5:./.574538/.7.3.: !439.7.3.9 05474:8./.2. /03.-.503/:/:30.8./03.38050790/. :9.3.847..3.2503./.3-070:.9.804./.203. !..7. 8./902-:8 02.!.8.72:3 #.8.8.3.39.8. %.7.3.7.-.3574538//.33/4308.-079.9203:::..2 %.9.0:30.39. 02./.507-.909.39.%2:7 $07.3/./902-:8/03.380.07.9.9.3./..35.97.507-.:3  !020739.7.574538 574538/!:.  49.39.5.40!020739..3%2:7203::%.5:7.203.9..

8503/:/:39./9025.8.3503.380.9.30.:09 :.318 588 703907.3  070.3.8050799: 803.3  &39:2033. 5007. $:7..805079. %03.9072.25:3..3 /.. 502-07/.38079.3  808-9.9:39:-007.747-.30385007..2&3/.8079.3..3205:90.203:8.9.3.7.4.7 4947 907.82.3/-07. .3507:3/.3 05:..7./:.38.3::23/4308..9 02-..73007  808:.3 70.. #.3!%5.2. 7:2.2.3..8.3 !020739..20307...3502:.3.305. .3!/.30..3 0-:3 8.843.35073/:3..7..3#05:- 3/4308.::2/.5/507:. //.3:..9..3 2070.70 $:.3:-:3.3  5073/:3..35078047.3503.3-.3:7.203:8.8..3 202-. %.9070-.%2:7 !.9.3:3.../239.3...7.:39.5:3/.8.  !.9 /.3 0/.7. 47. 3/4308.3 :8.:39039../.7.3 %2:7 :.3503/.3#/:.3503./..3/4308.2.2-.3:3/.8.:80-.3/.:5:339073.2.7.8.3./.  !.330./03.:.320325:32070.7 .-..32.7.3./.3 $:2. $02..:02.2.3080.8.8 5..3 .3.#202-07.3 -079.3/50/.9.2.3#05:-3/4308.3:3&-.3::2-.7.9..8-..00:..7..8.&9.79.%2:7  !#& # 073/:3.35073/:3.3 3/4308. 3..909.5 /03..3:39:202-07..9.3 ..3 .3.3503.-.:0/.5.3.3./50749.2 :8.23007 9072.39:./.91  :.8..203./.9 0-:3..3 :3/.: :2.3-0723.22..3..7.3/.3 47...3/507:.3 .7.08$0.5073/:3.3.7.9.703.3 04342 503//.02-.30./ .2:7.347-.-070..39.8.302-.3-07-.3/4308.3:.   80-.340!020739.-9.8...7.#-078.8.%03.302.:-.-.2507/. .709 /.3.07.7007  !073/:3.33..9 .3.907.39: /.3907.9:.7.9.3.73007.7.03/4308.32.:39:/5007.9.3..42.3 43803 /.9!07:7:.3507.3 502:.3 .3$.:03:3.!%9:202.03.8.8..8 502:.25:.9:7.9-07-.3 :9.2.3507/.3 &5..3/.-7 5..8. /.7.339073.32070..39:.7..8.8.3-.9:9.507-.8.25:3.3..3080.7.350/:/03.3%3 /.8 503..3 -8./.29025.843.907.3297.3. !07.3:5..35073/:3.9:7/.9.3 0/.0 3/4308.%03./03./23897..909. -..3/.8.9.07.3.8-.-.253.33.502-07.3.2.3 .07.3..33.-202-07.3.!03.8:202-07.-07.3:3:.347.805./2.../.3202-07.3-007...3. 30.9.3:3.34 %.: 3943 ..3.30-..9.:5:3/:./.9.9 9025./.3/9025.93..3 ::2/.3...3.-07./..3-.!..2.8::5.!020739.9 /.39/.9202-039:02-.7..3:39:202:..3.//.843.305.3.79.3.39:.-/.70 5.9.3/99/ /...30.-070.3 8079. $-.!07.02-...3:5...73007 !07.9 /.3.843.3/.!0.9..7.8 !020739.3..  ..9.39.7.8.3#..9:/0/.9.2. 5.347-.3-.

2.3.33 3.8.8.32.9.9:30..31:383../03.9.-07.9.3/..-80947 80947808:.3.8.2070.9//.820303./9.2-.3./.3/4308.3502:.54740...:.3-.347.47-./:. 9/. 203./80947 31472./.730075.8.:2.8..9.3.5.3 70947.!02-07/.  /:.9..33.7.3.3::23/4308.3:3..3 507:/80-.203.305.8.3/.308025.:79/.-.7.9..039070.3/4:203027.39:. % ..07.3078.3.3 203.99079039: 8.903/07.8.7.3507/..3-007.2... .9/./.30/./.32070.3.73007..8.320.20..808.03503025.8.9:8..3.8085073/:3.3/.8:503.808.3 03907$48.73007-07.73007 8:/.07..703.50. /70947.3-007./.9!073/:3.3/.3..7:7.7:8/.-07-.20.703.343803 9072..3../9. -.3/80.790203:.23007 5073/:3.2-039:507.2..:9/.:2:23.8:.203.2:3:39:903.#4247.5/ 9025.7007  %03.9.447/3.:..3.39:.3 03907080.8:08:.302.3/./-07.!74944/.3 !07025:.9: 31472.9.70828073.8503.8/.-0727./..3.3203./..9.3.33.208:9. 0548./.3438:07  05.7:.7!07.. 0805.07.547.2./809471472.9  /.:./.3/..703.7.3.320/8 58448/.-./:.3#/:./.33  0.9.98:9203.25:3.3.3-.3.3 :39:203.23007 803.  47-..32.30...

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

3.7.3  #$.3%075./:.3!0.07.3.3/.:2...9 #$./.3-078.3.3/507:..3.3.7:2.7.9!0.3-.907.3%07.   05:./.7.:.907.7..../.3/.07.%0-3%3  .3.#$.$0..203.9907.3.3/.747-.3%075.3   03::#$.$.0/.3.9.3-..3  %.9!0.7.9:2:2!:8.9/03.7.3.848..3.8.7.../4907/.:5:3..850848.90548.3%075.8.9!0.3#.9!0.2-#$.90548.25:3#$.3.3.7../:47-.35007.  0548.3507./:/-0-07..7..2#$.50.85020/8 588 2.7.3 ::2 $0-.!:8..&9.02-.-0 !:8. 9039.8079.9075.2.7.7..: #$.8.3/3/4308.9-007.5.3 .808. /::/./.3  ..0   $:2..80..3. 447/3.3740.3.9 5844  503/! # 8079./.3!:8..3.3.03::   .8.3%075.0.3   $:2.3007..3.!0.5 !07025:./:#$0548.5. 7:2..7:88..!.3 2:/.3.3.3#$.!.3%075.7:  #$.33.907.2-   #.3:9../:.3.9/.3/03.3202-039:!:8.25:3  .:   $:2.85253.#:2../:/-....8.5./03.7.

/.:..8.2.!...7.9..3.2.80/:5.7..50302-..3703.   .5.93/.7.79.8848..3080.7   :8.3$48.3.389:.3%2:7#$.3./020548..#$.7..3848.3.. #!$ / .:2.%03.7   $:. $:.7.9 #$..%7.3:  #$.#$.08$0.7.3.79...9.4 0548..0/7  #$.3 .2   :8.7.2-:5:8..3.89.-:2   .7.90548.$02. ./848.3#$.79..43/8./..394 7..3$0.3.#$.8!74538 02-..9#$./.3.3. .3.39.!.$.907:.2.7.3..03/...33:3.5:.9.3.7.#.3.38.:3 90./.7.7.3.08%03.7.#$./03.2. /.7.3.3.2-43   .3.. !073/:3..39.3.. 47..7.:   $:.. #!$390.790203$48. 035.&9.5.5.7.#$.3  $:.7.0.8 .907.89.3 502:.3  #$./4   47439.318/.9/93.9.3.   .3..07.8848.7.3.370.3..39..3.3/.3#$.358448 50302-.3/.5:.%::3./.::&9.3%03.79.3.5.3.5.::#$.574538 #!$202-07.33..7:38:73.55.7..7.90   !.3.9.3903   0974.%073.72.3  #$.3   .7.3 20::/.3.  $:2-07.3 .7.3.3   4.88.7.380947907.9.#$.$0794484 $:7.38.8..3/.70872.3.  .8.08&9.08%03.95:8.7.:5.9#$.2.305. #$!45:8$:.3/.:.%03.3#!$/-07-..39...9  #$724-0.   .3/:3  #$$0. #$.09:3   .35073/:3.3   .$..%2:7#$..7.!439.3.907..  #$.5:7.33.5..3.3/0/...7.8 . /.3.9:39: 20257..3.7.7.7.#$.7.8:2 !4743   .3./03.7..3.007.!..8.3 $02.3.38   .9.%2:7 #$..-.7.8  .3.3.3$:2.3 203.-08!47    05.3203/::30-071:38.5.202-039:#:2.%03.83   $:. ! $ 47.7   . 2.:3  #$.#:2.!073/:3.3.3507..7.7.

7 $! #202-039:#:..3//.-:5.903.3 #08479 .3/.3 !0..07.-08./#$0548.3.:. !74538 0548.3#$&/49.07..3.3-0:2..8.3.3.8..9!0.3././.3%075.&39:202507:./:.3./.3 -.3.3.!:8.3:8:8 #! /0548..30548.

8803..:2./.3.3#08479 .3!0.3:8:83..34.3./:39.3/. 507025:.3507/.809. -07.3907:8/507:.-:5.3.3 9072..3.30. #:.390780-.47-. ..39.257/80:7: 0548.8/-039:#!803.49.3.3.:39:202-07.903.203.07.40!48./..:3 90./3/4308.9.7./.3/04.50548.3 %.5. -07.305.3.8:47-.3.

/.2-   .3-072. #! :39   .09:3   $:.3   .3827.907.2./.07.25: 202507400/:5.397.70872.7.3/3/4308.2  .79. /80:7:3/4308.907.#.27./.%2:7   !./9::.39..::   ..9   :8.39:..3.7..2..39.3.3 0907.7:88.07.9.3.8.9.3.   4.08%03./..347-.7.-08!47    .3740.8%03.8.3%7.9   .8502:.   .&9.3.3//.3    47439.3.3-072.97.  %.%03./.7.790203$48..305..08$0.   .3:8:8 #! 0548..3/.3.3 8079.08%03.%03.25.39:202-07.8.305.3903   .79..7.8 05.8:47-.5:./-07.202-.   0548. 9072..2.07.502:.2.3/.8.39.   .7.3.-0 #:.  :2.07.72070.   0974.3:39:-.7.7.25:3.   $:2.3:..393/.3507/..$0.9.9   $:2.5.305.47-.3 503.3%03..::&9.8/.347./.385479.3.347./.3%2:7    #.3$0.9   .007.:8:83.   ..0.92.3.7.3 %7.3503//.4   03::   $:.:.3 -..39:.:3..32.3.7.3.350.9.:   $:.3..3   .    :8.9./2..3848.9  .   $:2.39. $:2-07.8.3507/.%03.07.3/.%2:7  .3/7/.08&9.2-039:-.25:3   $:. #! :39  0548.-07:5.3..7..3!0.7..27.202-07.3/.7.389 /0-..790203%03.305.3827.5. 5007.   .35007.49..907..07.503.

38073.3/03.30/:/:.33.8.03907 $0907./.2539: . $/.8.3.3.3.759 950909.3.3507/..340!:8.253.3/.9..9!0.3....38.:745303907.3 ::2-07.9.347.82./239.347.5.47-.3507/./ -0-07.3 %075.8.3:./.340!020739./-07.:2.7../-07.9..47-.2038.3 /8003.-08..32.7/80:2.49.574538/3/4308./: 4203 878803907 %7.39:./.305.7.3-.3.3./.347.. 05.3-07..3::2/.07.3:.

.8...75987..

.

 : .3/0 55990!03:3.

08 8 ..89. .950909.9437.

4:39208...759 /439.8..

759890 950909.8.

.//3 79 <.883907!740/85.3430<5 9- 54/5.3430850.

759950909.8908.

995...8.759 87..

.

47. 20/.209.

.

/.3/0 55990&807!.948.

$.7598.

9437.&808 8 . .950909..

759 /439.8..4:39208...

3 .0.34203 878803970 ..7.3.3 !02-3.8..38.33...398:3..3%03.745303907!:8.2   $:2.%:3..   05:.9:7./..2%7.9...:2./0 %# 4203 878803907 .3745303907 .9 .8././:! # .2   $:2.  %.34203 878803970 03::  .3740.3.: !# /:2..-07-:.:2. !! 0/.3.348:43 /70303907/4.3/:3  .3!07025:.3.3.3!07025:..340!020739..!07025:..907.34203 878803970 !..#. $/.9!02-0..8-.8 503:38./: !02-07/.2 $0907 !020739.3:3/.:745303907  .3..$0.79..3.3%075.38:. !!.97.&9.33.3!073/:3.9.3   $:2.7.7.07.02-.3  #.3!073/:3.8.:$0907.9745303907.9.3/8003. ! !:8.-0 4203 878803970 %7.3 7.34203 878803970 !.907.7:88.8.07..390.79.39./8.8.9!0.!07025:.3 !%! ...7.3/.7.  .97.3   03::.07.9!0..!07025:.9/3/4308..  !74538 $0907.:.49.9.11.9. .3%075.03970/!/0/...759.8 . ..3#.907.907.347-.3%7-:.9!0..905.3/:3!:8.8..:$0907!:8.07.3!:8.03907 $0907/.

.97.7  :8.2  $:2-0702034087.3::220.3-. .02-.3::2:39:.9.7..::2..30:.94203 87880397097.5:7..3.3 !.3...8.#1.403 #02.-.39:.  02-.4.5. !07025:.:745303907  $:..3  .-.79...3 !./.8.3 !.3.3# .8!07025:.3.47-.3 3/4308..3::23/4308. .39:.9.3   .$2021.3 ! 3/4308.34203 878803907 ! !:740794   4./.!07025:.3 .8 7.9/.. .3::2.    0-07.3/.3802.7..25:3 .3.805..07  07-.9  02.:2.7. .3447/3.39007.  !:8...%03.-07-..!0725:3.%2:7$../. : . 438:9.2.320/8 58448 70.3.38. ..79.302-.38.9:.3.$0.843. 0/..33.3-07. $:7.3 ....88./.79..5.79.3::2..7203:39:9/..3::2.3/:3 4...3::290..:02-..39.02-.3.3 /8.%2:7 .39:.39:..39:. /.8.27.3.8::2/.3 !!  4203 878803970.9.38!03.91 2.  .3.805079 02-.7.8/.39:.34203 87880397047:2!0207.3.4203 878803907 4.8.3!09.3.3/4308.79..7..   !439.338.79.0 0/.8/.7.39:.7.8.3  !.3-079.02-.3 .80507928.9.9$0907.8/.3 !439.91 202-07..30.$:7.3  8.2202-07. .47-./.!07025:.3848./..:39:0...30:.. 3943  !74538 $0907..3./..91.!:8.338.905.39.3::2/.89.02-./././.%03.7.79.!07025:.. ./..3::2:39:.9.3 !.//4743:39: 202-07.2.5!07025:.3 ! .7.8.9.-9.39:./.3!03.4203 878803907$:7.9:./4/.7 .02-.4203 878803907 42-.2: .8502-07.39.8.9.3!073/:3.07.39:.3.03907.79.3:8:83.3  . 2.88.78803907 ! $0907$3.11.3507/..7.3::2  .33.39.5030.5./.79..2  428::2.39:.73/.3!007.  8848.3 .79..253-.4. ! ../4 &:3!.3.3-.3::205..340!020739.3/80/.9.2-.9:89./..3::205./.  .8.-.$0.!:8.33/4308.:5:3 -.0 0/. $.3/.3%07..3 203.././-0-07.3.3.347.253.. 438:9.08$0.

320303..720./.8.5507/..3203...  .3 503.3.3/507:.33/4308.$ .3 .7.503.3503.25. 042542.3507/.9.3.. 80-.70 .8.07 /907:8.3/..390780-..8.3.: 97.3.3!02-07/.3-072.3503/.3  3..:5:38./. .5 50.9503/..'0743.73.11.3.3:.3  /.  .3  02-.8.32.::2 0548.39:.808-.25:3  02-.3203025:.347-.3$7.7.9//.75:8.9 5:8.3!07025:.302-.3 03.2:5.3/.39:.7.8..3507/..-:7:27.:8207:5.3.5.25:3 .7.3::205.8.3 202:9.33.3::2!07025:.9:::2.39:..203798307./.: 97.:507/...3 ./47-./.80/.3  !07805847-.3-.3.07 507/.8:2070./03.7..8-0:2203.0 503.5.305.  ! .9.3/.72070.  !& .347..  02-.8.3/574538 .0.7  02-..39:...8  -. 08.9..7.3. /.380-.. .3 97.3803..9 !439. /.3..33/4308.:.3892..3 !.39:.38.5..3  8..3::290780-:9 ./.8:2-07 97.3/.../.7.32025:3.9.85.9/./.3./.3!03..7.3507/.3  !! .47-.3 503:39:9.9../.:5:3/..9. ..9:9/.38:33.50..3:9-075..9.3::2  :899.73./.39:.5.3.3..3897..3 078.3.253..3::2/./.3.347.90780-:9/..502-07.3503/...9:8./....07.3 ::2  :899. 47-.07..980/.82.11.3/.3.02-..7/.5.11./..3../.347..3!073/:3.3.253.3:5.3-0703.3907.20893..3438:9.90780-:9 !020739../.:.37039.8/.3:7.07.:39:0..:5:38:/.3 80-.331472.33./.3./03.3-07. 503.347.3.5. 5030.3.203.203/.3507/.:5.5030.3.3507/.347.:5:38:/..380925. .07  02-..347..3 0.7.:580:7:49.347.:47-.438:9..7.::247-..202-07. 02-.3.:.-.7.39.3/.7:8/507:.805..88.3.9.3207:5.22033/.3907..02-./. :5.9::.3 0.:7:7.8..8202-07..347..07.8.8/.3907./.3!0.9.5......:/.7985.3..9.$/.::23..3-07-.33.347.9.3202.908/-07-.3380.. 2070.39./.3.8.3.3/507.07.8.202:/.3::2.8/.8.3.25302-.. 80-. 9072..3:8..2.8.3947.3-..305./.5./.$.5.:-.3574808::23.47-.30.39:.8..3:2.35.007.3.8.50702-../. . 803.8/.39:.07.#907:8203/4743 9:2-:3.393/./.7:8/3/:39/.3 2..9.3::2/.3::2.0.2:32.3/903.950.3 .50.5033..438478:2!02-0.3./.35073/:3. /.2.7/80:7:574538/3/4308.3.305.07..2070..350.2.8.3..90780-:9 /5077.347.33/4308..:507/.32070.

3..7!07.7.3$.9/50740 90.  $48.3 2.109 /.3..380.3508..3 .8.8203./.3 .9025.80-.8.3.70.7..3!02-07/.3805079.:.3447/3.20.80.3.8-.3/03./.07.9.3507/..8907.8503/.  $-007.3!7.3 ..2..7.042542.9/. 803/7.35073/:3..3..3/0399.3-079:..:.203.3!07025:.3/.8.5:.3848.3 09039:.:2.3/.3 /.9.2507-.39/..35030.8/.3 /.32:33/902:/9025.805.3-.39/.8/.2502-079.347.347...32.:.:/./.3 80507928.3:39:5747.3033/.5. .90!07/./03..5:3203.3-::8.:/-07.3/.  -007.809025.805.847-.90548.:..3/3.3&$20307-9..331472.73.5007.9.53.723.3!020739.3./.305.3 /3/:3  .20/./03. ..3.8.3 05.38:3 05.9..3-07-.3.5.90548.::5202-07...9..8/.:.3080.3/.5..709042548..3 .305.305.2070..3202-..7.7.8..3507/..909.2-007./03..3!02-07/./-07.39:.305.3#/:.9./.380.3-4409..47-.907.380.7..5 507/.3.3/0399.80-.4./.3.3.3.:.0-20:.3.3.3 203..3//8023..30203907..3/:.20.8  .3.7.8..8.89039.3  $0.253 47-.3!020739.2.7039.9. 702./03../3.380. .73.380-0:2502-07.5.7:83.8..723.3/...7.507025:.5.::3/4.3!020739.3.7 !020739.3$.2.8-.3/.947/.3:39:/503:9/.7.5...8.9.30203907.3/.././03.3.8423-007. 2.9.11..8079.3.7:8/-07. 80507928.3 70.9.3.3!07025:./.2:32.8./.9203.9. .2.35073/:3.3502:..380..3./.438038079./.7.3/.740#4803-07   -.:07.347.03/07:3203.7..88.3..3-.80..3 93/.39.8.9.3.33./3.3/9025.3/-07./47-.9.25.042542.8..3.397....3 47:2.35.3  /.503.3..9  !02-07.3.:39:203/.:97.202507.324394730.3/0:. :.843.3.339073.3./03.3 0.350/:/80:7:3/4308.8.8..07.3 .30.331472..8.37039.:0.7.435007.9842 !09:.3 507/.3.9.32070.203/:3/72070.:/2.2070.8...847-.320.7.9.809039:.3080.3/3.9.02.4..3092-.07 202-07..73007 3.7.9/ ..9.80-...3400203907.9..2.380.3:39:20207.7:.. 27.3 .2-93/.07.3 /....3/.3&$90.5.5.3:8.580.380507:3.3.2070.3/../. ./.7.37.30.347-.33./.3 509:.:20390/27.3. 20307-9.40 !020739.880907 509:.350/: .3 .3  8023.3.8.380507928..3.5..3 05.39::39:/80-.27.7.3!:.9./.39  07-.9.2.8 /3./.3-078.9 80507928.3.8.23.27.3/-0-07.8&39:0.2070.2.35073././-.47-. %09.8.33.8 /3.589:.9/.39:.3/03.7.804..3/83.809025.-..2.. !.32.9.3.3/50/08./.3 507.3 :.3 $ /.2. .3.331472..347.809. 207.3#.7.30-.50.9/.38./:5.3/...3-07.8.3-0:2202.3907..3 $/.:.3:.907. .3 //8023.3.3. .3.2..3507.7/.3-07.3  202-07.7.32030:.3.2.

5..314.350.90 57.:.7.5.7.3-07:/: 3/4308.3..2 30079072.3.7..3#/:.8 : .202-07.7.3.3$48. !% $/..257.:.3.50304.8:.3-007.3#/30.3.920309.3:.3. # .7.47..7.3.27.9.9-.9/.435007..5.7:83.305.3 05./.3...347-.347-./.35073/:3.!073/:3.3..-0780/.347.7.35.2202507.8.203.8.802.3. . 02-.5.7./03.3/0:.3.20..-07503/.8.730078.38:/.3 #! !07.8 $48.3.80.3$9.8.5.3-07-.5.33. ..002-.907./..0548.8848.3.3  .305.39.5.3.8:05.33./.../.9::. 9.7!07.347.7 3007 .38../03.7 507..2.9.3.3  $ !3/..280./.3..97. 9072.3.8:$/.3!03.3/.9.9.80-.72070../.340 05.3!02-07/..3!07..8.3./../.3!02:.3 507/.347.3 !% /30.7..3  #05.3-078.3#/:.3/.3.3203:8:324/: 24/:503//..3907:8/848.3!03.8...39.9//.5..3 30.8..9072.05.3/2:.3/:.547.3/..39..3 !020739. -0-07.909.7.350/:/..3 &5..8.39070-.32..3-.!020739..54390203907.9/.3!07/.-07./.3!07025:.# /03.:3 203.5.3.5.3#0.32033.3:2.-9././.347.3:2. /.&39:802. .07.9.9!020739.3 09..7.5./..3.8/..2070.47-.8.9:2:2803./.9.9-0793/.22..203.3 !07/..7.3.35.3/8:8:39.5.0.:.:3 !0/42.2. 5747.9425.3.3.47-.3.3/.347.3.7.347.!%90780-:9-.80-0:23.350.3!03/.3:9.3-007.3 7.3#98.7.!020739.30.3202:.3.73/4308./.9..2.38.305..3 / .3.!7480/:7 $ ! !02:.3 507/.90507/..33..5..350/42.3507/.790203$48.3./.!:8.347-.:3 90.3.25.: #:2./.843.3/./. :9.383 %.5.

9/.3 /.: 0-.3809475:-  .:7903.33/4308.9/.9.309.90507/.02-../.03 .340. $0.9..9..8.7.38:827.9.07..8.8.7./.-:7:27.!#%.3  $09.250/ 203. 09.89:203:8:78408549. /95:/2.:402.33 .78023:/03.380.907. 070.59/.43/8/.8..805.35007./.3 070.3.33./9.-007.3./3.9070-../:7:3/.7:/.50.03/4308.280.- ..39/.79..5 $9:.3.347. !#% /.-07.7 0-!#%.7.5/809.3-.8.8..8/.507025:.3  50.3.808:..907:3..350.3.#5  8.9.39.3...2.!020739.30..3503..30385007.804342.3  0-07.34342 .90-././.:38090.3.:3 /:./03.8.38:3 .0.9. .../9.7. .3:5.203072.7..8:/..30.8:/.007.8/.3.7 9::.3.3:3.389 /9025./.3.5./.7:5. 070.7:2.9..8808547/.8907.3/.8.7.3 907./...7 507803/.202-:. 3/4308.3.203:7..7::3.8. .59.5.3-:7:27...3/..7081203/47433/:897-07-.39.79.3/85.2./4:2032070.4:804/4707 8#98%7.8..3 /.3.8.7.5.3500.3.3/9.#5 ../.3.443.3.5.307.3 2./2:.  802039.3 97.-079.3-07.7./.90780-:9.53.3507:.../.7.2 57.25.7 7.39. 07:8:../.750707:9.3..8 2:.

31.3:3  :..5.7./507-.8.0./.390780-:980.347-.343897:88079.390.3.3:39:/08549. 909.203. /503:405007.8:3.3202.7-.3.3.39/.52.93.3.3.3 5073/:3.3./03..3 .0789.8.3.390795:.35007.3.3.33.3  .3.3:1.38:/. 2070.0.5007.3-0-07.9.:8..8..8.07..78.3.27..  ./30077.3 ::2 &39:203.25324/:890780-:9 -..203/47435079:2-:.3 47.9.39.3/05479./.80.5..703./.8/...3.3%03.05.3 .8..8./50749.8.5.3-0-..8. 5030.390.3/.8..59073.203.2-039:503.3/4308.3:3../.3'093..3 2.750/08.-.2  0.3-07-.3/.:9 .7.203.$90.5:.8:0.5 802-:3 802-:3 /./4:203 708280-.30.3/-/. .:.33..7.:39:20372.:92030.3 -.3 .39.3:8.9.90.-07.7.3/08549.9/.9.3.3.7...32.3/..9: 09:7:3.3042-.3903. .07.3$07.27.7.20.38... 9039:.3/-075..5..3/507-:7:/03.-.3.-202.8.4380:0383.3.89.330.072.. /.8202-03/:327..35:.:.3.:..5202-.31. /4:20320. .3.3/4308..81.39/.8.3/..33/:897 %03.3....90.3203.7. /.2030-.703/.8.7%..9.3/4308...3.3./08 3/.32./..:02-.3$.3/42089.3 -007.9:..3.39/./0.:.7.2..33.:7/805.3-.35.2:39/.3.4..8% !% 20383./..03903.7.35.9.83 !020739.3.0.5-:7:27.9.2070.7.3.9.202-07.3.2.3 503.8547 :5.3 -.. !07-.3.8.:3:3..8.8.9...-./.-8 .302.39/.3.38:/.3.0-/.8.39.3 /./ .8:..: .9.:. /03.3 0:..203:3:5./-/.07.8.34047. -079./.39.703. ..304342 . $. 20250792-.8.307..3.:79:8 . . ./.9:7/./::3.8  8./.35007.8..3.7..-..  %09.3.35..8%2447/3.7049.8..3-.3:2.8!02:.723. :5.3.3.8.2. . :3:3.27..9/.3./.90703/.0-...3.4/03.7:939..8547/ 903.80.3507-.3 5474:8 .8.3203.3.-443 ./9.35079:2-:.39.7.2070..35.39.0-:9:.9../2.320.-:7:27.3.327.9.:.8.37039.7./.730.202-:.880.07.547.7.07.-.8.5030.9.3.3%:.35.43:250.3507025:.802..3/93.347:5 . 43/890780-:9802..../.3.3 507.3/03.9.7. 09.3503../7../809475079.%0.7-0...-8 %90780-:9 203. 802039.-07.507/.890780-:9/. 90.5.3 03.3 507..39. /..

/90758.9./0.:/50.3.  !02:.3.880-. 5007.3.5.7.3..20.30-..03%-078..3:9.3!%/./.  %.902.23089 .:.703.7/..9.830.0../03.3.4942.32....3 89.8.8.5/:-..:-07.2030:.3.72.2:3 2030./8090.3-07:-.203.8.39.7.8.80.9.2070.9:82070.8:0././.7.703.9./2:. ...3:.8.3203..340!020739.98203.92.7#.9.- 80-. 8050309.5.8..3.9.85472070.7..:3  /.9: .35.:. ./.3502-07.... 503:87.: 507.$05902-07 909.3/4308.:/50748.-9079039: 28.02-07  /.7  .. . /50./:974.32. 54883.3.3.8.-.3.3907.3 703.3..:.203.9 .3..3/:97 !020739.8::..7 /.3 ./-.

7.3% 072..8 47-.2./.7.. 4502-07 8.70 5.3/03..3.3/4308.7:39:202-07.:   :3:.3-07.3.25.8.3.380:-:3.8:.7#5 2..8..#203..303/4308. 2.3/.3  !020739.-072. % !% ....3 .2.7 507.38:3/./.:.8.33.7..!%. .4.59/./03.8.83   !020739.3      %.8.9:39: 8007.0 3/4308.3.  !020739.8..3  $:7./574808909.3.202-.23089:39:5:.3/4308..9.30-7:.3.8.3898.7..03975439-.9/.-.   :2. 0 /.7.39079..8.8.8.70    :2.  $02.-0 .39.25.3!02:.97.07.808:/.:%2447/3.2 05:..7.3.3..03907./.3      :2.3!07/.907.3!07/...3  %...33./.832.3-.3.3:3-..7.3.3./03.3%-072..      $02.8.  .3:353.3      $:7..3.-..3 05.8:/-07-.9 . 5079.3/.9./03.8.4.79.3#.843.3 7..8.3      .2025075.7.8.  0/.398:3.-07.7  :.9./903.230898.7.32.2.07.5.70 $:.7.5/3.072.380.3%03. 5747./.3202.79./.7 .70 5. 80..3.:3   808:.3:3-.3.9.205:.:3    4  0-..%-072..:.025.5:.90.3.  %.3. 2030.3947034087../. .3.08$0.07.72:3      .0 !020739.230893/5075.70.7.709  7./.!02:.3.2.3.5:.3  .72:3 #.3:/.07.3 7.9.3.   0/.3574547843.8.31..3.3.39:202-07.2/.3 /.3../.9.-.30802-07  02:/.02-07  !747.3/..9  3943 .#20309.3.3.2.3%072...3:../...:9  0. 5.8.7:/.0/.3%2:7   !.7.309.   !0..3203...3/:.39.3.3 $:2.9 /2.3.380-08..8!02:.3503:.%.3.      3943      :3:.:   %..8. -03.7.8.3  .3.8....07.!%.2.3.73.03975439/.7.8.7 !020739.347-.        %.      $:2-070/.25.3030.&9. .:0557084  %.25.3 0:.3..320.7 94-07 8.3/-039:20.3..2      %./.3:3 !3.7.3.3     !.3/.502:.3.#20.

503:3..3-08.0/.39:.3/.205:9.8.5.502:.3 05.25:3.....9.7574538.393.3080.8 503.3  5072...8.3.32070.3503.3/..7%230892.7039754390-:49.3.9.95072.90780-:9..3.30548. .903./.3/.83 2.3.3.-:5.:20302:./507:.39/.9020703.3..033..3/.3../.8.3 !020739. 80/.9.9.9/-07.3 /. 502:..7.07.2.83 2.2507.3202-.2-.39:-./03.3 97.38.33.9-.8.25:..3 808:.2.3:8.80-.9.25.3.3/03..:39: ..3..385479.0 .3.3-07.25:202-.3-.8..02.574538.!:8.% 23089.8.3/.3 0:.32...

8.00:7.25.3..49.

.27.3..93..7.9.23089!020739.2.3202-././70..25: !020739. 203:7.5-:7:27..3 02:/.3:3.3/03./03...203. 3/4308.380-../.3.3%7./72.73/4308..:..-$./50.:574808.3/.5507025:.07.3 !020739.90. 43/8 50.8.32..503.3807:8.25::39:202-.9:/.:/ 7.3203:5.:/  ..3503079-.3/4308.3202-0-.9073.3.32.35:.8.357.9 :9.38.07.07. .305.3507-:7:.5.3/4:203027.3080.39039..7 .7./.3!#%.:203.3:9 507843/.5.33.5007..257 507803/.3503.-07-.-072. 03907%03. /-07.3.8..-072.3:9.3..3809025.38.3.8.30.350784..7.35747.8..9 907.3 8007.9807:8 $./.5.38.3..3..39470783$.3/507:...8..3.-07.3..:/:39:20.39:0.-!020739..-:.../9./. :.3903.25.8.3.3/.3.8.390997.80..#/8.305.203:3:574808::2.3/4308..-.3/ 7.3.3-078.8.7.3 05.-$.3..9.331472..3-08.39:903.347.20325.3 0-7:.:.8.8:8 .547.03/4308..8.9047. 5073/:3.390780-:9203/4:2039.5 5.35072.8547  $!! &39:202-.8.3.3./.3.547.33.5007. !.331472.2070.8../.903.8:8.2578.5.3 .3/.3/...:5:32039.7   !02:...3.:/ $09..2.47-.3507/.9.3.202.8.73.%0.  $08.3275507-:/.-$.3/4308.3203. /!07.: ./.7.3/-07.3./7.3 5:.3..3/./23897.7:2.2.3.-:7:27.05.07..385479.380-.3-.39.2.8 !02:.07.8:8.07.93907/.503/:/:7.32.5.8 508.3.3%-072.3503:7:8..7.8 027.3/-:80417.-.3.:/.8.8.:/ .7.-$./.83-007.30:.3#03907..-07.3/. -078.8/.9.:/203.3..3#/..9.907.3907.8 2..3#    .303/4308.7.73007 80..3907:8203.3..2./.2.182././.3.3. ...32070.8/.550.7./.-$. .33/4308../ .8.7 3007 $3.2.3/4308.3..9!07.3#/:..25:3./08.3507.-072.3/.9.-07.3827. 805./7.547.3-:7:27../.47.3::2 ::2 /.8. 502-07.7.7  -:7:27.39/. .3.5.3.31..3.%2:7%03.253.9:7.3..3  ..203..25:  /-07..-072.7%:39:202-.38079.3!020739./30.33.28549.3-.8.308549.:.507.07./8././ !07.3-8.3  :8:83.!.2.350..3/4308...3502-0.-$.303975439 05.502-:.9.820303.39.7507025:. $:7.943.3...3  .3.3.7.3#203:3.90 57.../.39:05:.903.8.3$!! /.

.3/503.3./ 5.8.2574808::2.5..07.7.380.3.47-.3/4308.99073/.3-07.3 502-3.3507/.2.307.2..33.-.9.9/80.9 ./.3.42508.2.380.07..8 9072.3.3/..: 3943 05.3. 3/4308.2.303/4308.9.3-.3202-../.0/.347.3207:5.790203$48. .3.33.3 080.3.3 503.-072.3/73. 3-.3/.3.3.39:/..3.47-.:2:23.903 $.32.3 203:39:3.-9: 502-07/..3 5007.3-.7!020739.8./.5.320302-.8../.32039.38.2.3-:..3..:39:202-08.207..9....5.20.3.907503:.3 .73./$07.3/:...70:.950393/.  !02-07/.:.347-.:/:../.3..39.3/8.93/-. ..3.380-0:2.3.9.3.3./.7/.39:05:.808907.3203.25: .5.!02-./.8.390780-:9  0283.3/.3-07.47-..3./.3-..203.39.8.2:-:3.0$3.5.3/.3.3.  4.3/..3.3 :7.. .305.3:.25:3./..3 -072.3507/.3.8.809/.3-0.9..:39:2025079.2.347. /-.8.3..3 ..    $0.3.3:3.8/.39:.79. $0:2.3.3.3.80-.25:3. 203/.843.3.73.7.5.3.3.343/83:3.3..9  &5..8.202-.  080-.  &39:.947-.3#4803-07   5741507025:..9.3-07084/..3.43/8848...909.5 02..3 9/..9.843.25.7.3..3.7.503.#49.9/.:5.3/.-:5.3.02-.8./03. .70.8.-072.3.72.9./03.79.47.38.3 .3 503//.8:503.5./.3502:.3  .2 507/. 574538/.8:8507/./.5.9:57479..3 8. ..9070-.3 438:9.8502-.33./.3207:5./:.309/..38.3..$07.9.80-.7.397..32.33./.30/:5.3 80-..18 03/07 /..3 0548.7.38079.3.39/. 2.3 .8. -007.3.3 /.5-.47-.3/5:.80.39.2503.547. .33.2070. 203.3 080.3947!03:-:3438:.3207:5.305.:3 90...8./3943 .3:3..3-.3:-:3.25:3..3.50702-./70:31.:3 8079.807:8.2 7.3 47.3 $0-.9.3/.5-./.:800425447.3.304342909..790203$48.30283.3507-0/.3 -07.502:..9.3.3/. 2070.38.25:.3/..3-.5.3-0703.3903.2.3-. .0 7:2.3.907.9.5/./.5/:.19 #03.7.3.7/.30/:5.32.385479..3:7.3/.3.8.947./.:3 :2./.-:/..3.3/4308.503/:/:283/../03. 07..07.38..03/4308.3.-07.38.7.305.-.. 47.:800425447.3..30907.0574538/..07.9..2.05:.3 :./8../.3507025:.2202-07..3-07084 5.9/.907503:3..5:.3/.3 .9503/.3 5072.93.3503.27..38.9 -07:7.902-.25.3.253/-07..903/07.3503.2..39:.:7:3..9 0283.3:39:203.800:.: .3.3-.9:9.909./.331472.59.8 047./.3/.39:../.7:40-07-.3.%2:7 .3.27.3./507:..82.25:3.3-072.8.9.39.5:7.3 507.33 0283.9072:.3507/.8.3 503//.43/8808047..3. .3  05.3.8..8.3507025:.3-.8.8:....39:202-07. -007..3 /-07./.0303.3.7.3 .33.3/03.3 5072.2070. .8.347.8/.7.9.8...3..393.. /..8.3 8..3:8.2070.3.3.283 :7.8. /.3.2.307.1..2203.3.320207:...2070.3 /.3.

3-.3//::340 89.30283. .  0-.33.33/.38079.3.35..3/./.3503933.3-07:8.3.3 9073/:33.3-..3.31.2507:2:8.9283 205:90./.703.2.2.30--08.3..20302-.07/.3/50790. .33.3503//./-:9:.:..7..:50./.9&&.50749.809.7042542...9.3:39: 203.9  ..7.8.3 8.8.33.3.- 0.3.3:3.3-:/.390.790750393/.203..347.50747.25.9.3..  !02-.503//.04520394.30180382... 3.9.7.7.42:3.0452039.3.:/.9..3:7.3/:5 /.8..30.72.804342.33.9907503:3.3.3:39:2.9 503//.9.8.2:9:503//.9  -..39.30809..3-07....2.3-07084 203.9.7985.390793.9.347/$:22943 $:89.7.39./.3.7!.43/8:39:2.207:5.:.30.39:39:9.5 502..3/.8.3.3503:39.3./03.007.82.3 .07.3907-:.3503//.72:50309.038.7.8.3.38/.3:.507025:.039434390#9841/ 03:20.5. .8./.3848.:3 /03.3.7.93.. 809..9.23/.8/:53.3 20203:./02080.0-:9:.30..3 2.38:2-07/..3/:3.3-.3:.7.0.31:3843.30283.3.7.39.3  .3 90344 803/.30805. 80-.907-:.3.503//.-:/.20/:5.3907.507025:.9283 507/08.7.3/0.9.59.5.7.2033.8.3-.907-:.3:39:2033.08025.3503//.25:203.  .5.3./..8.9.8..9.320.7.30/:5..3:39:5747..2/.-9.3:39:203472. /.3.3:3.8./.30.3:8.7..39..8..3/720.3.3.32030.3/../.3909.39.8..3  !02-..9 203/:3/.3503.8.9./.39..9.3.5.324/0502-0.7.3 .3.547.3 50309..3/..3:7..7.3-072:9::39:2.8.9..3:.39.3.73. .3..943147 43..320302-.3.3503//.3/.380-.  0-. 3..3 907. 202-07.8.3 907503.7 93/.3.9-:9.3/9.7.3.3507/.8 203.30/:5..820 8079.503/:/:.::5.38.3 503//.30809.05.3507025:. 042540.32..2.7%.30.3/..3/.9.843.:507.547.3503//.3..3-072:9:/.3202:33.3!.0203503//.3503//.808.8 /./. 04254 .3507:-.3:.89./.809.31.705.3..32:9:8079.700. 43.3.9/.25:203.32:9:9:7.7.09 /..8.203/.:39: 503.3 507/08..3.5907.3203/./..3:8.3283 8079.3503.. /:.3.2.9.5.3 503//.20250792-.3/.7.34.8.22033.303/07 502.3.30:..3/.308025.39.805079!03//.7..3 39073.808907.7-078/..7..3/.8..2.3203.. .808-.9. .80847....7./.30-..307.3 503//./:203/.3/:5907./.3080./47-.3.3507:2.8/:52.3/../.5033.3..3/. :39:203/.39.9.843.203/.3../03.2 503//.57.8. -07..:3 503//.8...-00.2.8/.3 503//.907.3..9.5.9././.9.5.9...2350207.3/.93..907503:3..3:3.380.3 207...34-.3-072:9:50.3-072:9:/.39.2.9//.3.7804.8..:50203:.3&39:$02:.3 5033.8/./022033.843.3907../...32033.907.9.843.33431472.8.8.3.3:. 5:9:8804.431/.8.32.3808:.9.3.3 5033.9.380-.  /.3/.203:7.7.3 /.3.9:.7.35:-  !03//.233../ 5..3.7.9.-07.3 ./.0-:9:.8..3507:.5.30-:9:.342508  %:.9:5.3:.33..

.9.8.3080.3507025:./-/..3900..7985.39:5007.7.9.90907-.30.2 80947/..3 -.302.30./4 /..303/07/.7:203-.82..25:.3  $97.3./03..3  507025:.8207:5.3/./:/. -:/.202-.5020739.8.331472.3..3.390780-:9.3/8003.3.8.9.3.3/.7-07-.3907/7/.203025:73././.39.38079.9.3-0:2907...3:..910 8805079!#%!:8 .331472..3/.347.7.7.3.7..3 50304.90503.7-07-.3:3843....9  .98903/078079.30907.8/:5 /...3/03./.3507/.8803..3 08549.3.3 507025:.83   .8 /...:5:3$ :39:2030-.3:39:2033.3:.  :7..3 2. -:/.202507:.203./.7&8.3 /50792-.. .  5030/.2 -039:8890242:3.347..3 502-.3-07.380.:5.3:3.3 5747..331472./.32.:502-3.3..3907.2033907.3 /.2.32033897:8. .38.7:8 /.8-..3 502.3.:2507025:.307.520307:8.7..: 5:.25..33.53/.9.042548.:8.27:2.-/.3909.2502-07/.3.9.8.9.:.07.2574808549/..92.2.9..7./...3.3502-.7.907/.:.//.880507947.3/8723.3/03.3503.9.25.:39:20250793:.32..37039.8.2.39: 0-.8.9.5:39:203/:3 809.30-03..39.507025:.:3 9039.9.3.007.3.3/7:2.8 /.3.3.89.25.8 3897:8!708/03#4 %. 8073.3-07.-.39034431472.250703.802:...9.503.30/..3:3..25747.3507:-..0-..9 805079907..2.7/.3/.9 43/8 047.3..3907:8 20307:8  09/..07./.:2502039..3 /.3 -0747039.8:/08.3/03.9 20207:..802-.3/80..93/..3/::/..3.8...9 002-.9.90714:8/03..:8.8.320207:.832.5033.5507025:.7:82.2::7.5:7 !07:-.3...309/./03..93/4308.393. .890780-:905.9.0.303/07/.. /239.3!03.9..25.2033.3429203 42920339073.3.8.2/./.7.3.85.35073/:3.7:.5507/.3 9072./:5.9.3-007.3 42:3.5:8.8.35:-2033.3.5.89072.3/./.3507.32.35.-0:2203.7.3502-07/.9.7..:38:7-.3/.3.3. 2025488.7..909!.3  50.3.8.7.3. !747..: 80:7:...3503:.32:33/..33.:5:35020739.8.38.32033.9.3/.2.9::25/.5.503//.07..183/4308.89039.3090758.5033.38:2-07/. :..25./.3.2070.92033..320.75:.2..30907.8-.8.8/.3090780/..73.3 24/.385020739.2:3/02.3503.9:2.97.3.507/08.8:007.35.3 0907-.20.8079../.94 3.:39:-007.9:88:-47/3.3.8. /.7:8 :9..820.3...3.3..3 .9:..-...3 47.3:9/2.43/843.8/.2.3 447/3....7.3804.3402.809.7.8.1503//.3507025:..3:8. 2./.3 0-:9:..3080.8.5.9.3.9.3.35747.3574/:8/.3.8. .:.3..8.8:50203:.9..3/.3/.3848..8.843.3/02.:202.390780-:9-.39007.7809.303/078050799:/9.331472.3  :/.3808:.3:3.22...2!02-..7:8:9.30.8.907..30907.8.5389.7..38:2-07/.8..3 7.25:20302-..:.3907.32033.3848.80/.-/./.7.389.805..320..2 0:.9.9...3/..25./.30307.8.3203.3 /.3.2:-:3.3 /.

907.3/....&8.8. !023.3 !74538.3.25..503.59::.3$.507-.350304.30.3 307.3  47..39:2070.-.7.9:/0.37.347.7.:7.0397.!740. .9/03. !0/:/.5/-039:/80-0.3.35747.2003%7:89:39: .9:9./.!740.5507/./..3.2.05.3949.3/.9 ! .7...8/.3./.72.3/-:.903. 0. .7..07.....79...:.3.9/$:7.3:2.8.353..5203.32025:3.283/.-/..8.9./80/..3-07:8.5.9..502-07/.3.3 %..7.5.70/9274/3/4308.203.3503:7:8.:.8../.:.8.3/.72.. .3.3 9.3 .0 .320.8..709  5.3 0/.9 /. 549038-08.9..8..3.  47.3202-.33943 47.3!020739.:2:23.0:.2502-07/.370/905.3 /.3 47.2003%7:89/.7:39:-075.7 .5.2.5.3!0.3..3/.9 4-./..-007.8. %.3 !42. :2.2. 90.2 !74538:8..8:/. 7.703.39..79..8.3#.38. ./.2 5.397.320.20..3.3!020739. $ /..3.3.0397.9 :3:.32070.8.3042542.%.9...9:9.  !0.8.70 !74538 $:.0.3..3.&9.7..3 907..3 4-./.5 .3.-.302-.3$./.3$9.3%:39:02-.3%2:7 !.3  $02.%03.3!.83..: :2./03.:7.9073 /..8.7/.3.3.202-07.3!0.3805079:8..7.9:9./.3 03.8.3.25.37039.9.3  47..3..8..8 4342&3./03.47.3:3..3 907-.8/.80-08.3 !7453805:..3 02:/.9 ! .3.07./..709     ...:2.5:39:202:/.3-.3.:9..27..%.3/..8..9!.08$0.9. 7.307.32.3:3../. $02.9:9.%2:7 3943 !74538..%03.9:9. 05.370/9 24/./.9..0805.:7.9..704254.80-08.3/4:20327.390780-:9203072. %03../..:2./.302:/./.3./843. -072.2.8./.5.3/5:.30-7:.7.. .7...2.3 47..3/4308.5007.7.3:3&-.390.9. !74538#..-.7.7985.9  .709 80:2.29-..397.-./../.:39: 0:.0. 47.3/02.02-..3..3/-07.3 ..0.37.3:3&-.: .25..3 !./03..%2:7  $..39.3 !74538 $:2. 2070.8..70 5.7..79.8.7. !74538...3 !74538:8..3202-07./03./.3!.8.3 $0-0:2-074507.02-.   47..347.709$:7.7.8.3$.79-.7.:.7..$.3.9 ! 203.9.7.:39:203025.3:5.7.9!.39:.3.5.709  -0-07.9::5. ..3 .02-.3/7 ! /0/.7 #5 7-:80.:38:7270803.3 !74538..7:3 .203.5507/.9.. $:7.7974:54:3/.79. 20.9.8$0-0.3!0.8.%03..7..39:.::3:.80-..8.3$.7 #5 7-:  7-:   ./.7.77.943:39:203/::3 02-.-.353.79.8.3 .0789.3907.. ..3.3$..33.2!0.8.8..37039. 47.3203.3/03. 90.3 ..9. & /.7 :2.39.8095439/3/4308.

3/7..808:.73007 5033.7.05.0...203.2070.:7.  897:5.3507/..9.05.3-08079.7.202-0.38. ..043428 $073. .3.9   .9.32.7.32.7.:39:202-07.32070.73007:39:20307..9../.3.9039.3 !74538../.:-07-. $ 203.83.90780-:9 !020739. ..203./.:. 90780-:920-.503//.0:....347.3.3./.3.3/..3/.38.3.7.3/.7.907.3..7.9.39072.3/.:7./03.3 !033.503//./!0/08 .5.3   .3 57.3/23.370/924/.8/.30-075.7 907:9.7./507.283/.....3.3 5033.3 5007.9703/.507025:.2.&9.3/.2003%7:89.503//.3/.3 0.33..9.3.  0:..3.7. .3.8820/.3.350309.8.:$41.8.7./.32034.3 0:.7..843../9::.8079..3.3.920.&8./.3. 47.3 503//. 05.3.:-.3503//.9./.3/:5.8:/03..703..3..3!03//.507/.503.5.3-0.3.82.34397-:85.3503//.380:7:809475020739..7/..3./.8.8. .2./..3/420892.9   .9.9./.390780/.3 8.3503/.809.5.850 .7.:5:3:. !74538.850./.32.2003%7:89:39:70/924/.3.3.3..2../..73/7.:8:83.3.7./.  ! !03.7.397.:3 03.0. -.8-.8./.7./5...320207:.2//08.3. &39:2033.:7.7.3   0:.3:9.9073.3.80:7:.305./.390780-:9 907:9.7.:8.3..8:20.3.3 -07-.843.3.507025:.7:8574/:9180.: .3907..9..3-..  !033.9/03../.3./.88.339073. & 203.3804.30--.347.3../.3.3:39: -.8.3.8.. 8.:.93/7.91-.843.503//.3. /.3 /. 5.3/.79.5.2.70:.3802:..7.370/9 24/.5.9-08..3507/.39:.9....3507025:.503//.3507/.3/.2.3 !74538$:2.3/.3/.5:8.7.9 5078047.203.3.3 50.77.3.:502-07.8 80:.3.3:.331472.3 -.3.-.3..5..2.3!42.9.320.7/03.339073./5007.3.93.8.9.:8.3 .320.3.  0:. 31472.2003%7:89:39:20..35007. &5.35033..9.9 :8:83.7.804.0:.0:.3503//.9.8 :..:0:.05/.2503.8...283/$:..350..:39:9::.3/ 3/4308./.: 203.283 .7./.808-9.05.3.   :73.9:.23.8.9/.9 3/7.7. $ 3..3.3507025:../.8...3.77.42 0802-07   .89.22.9075.8..3848...3.3 :5. 7:2.3/03 $02..7.920.3502-07. /. 5023.9.3.8.3/7 ! 203.802.390.3.2.20/.9. 203:5.7:2./. -.:50209./...203/.3$9../::3.3.33.%.3/:3.:39: 20250740503//.370/924/../.3/.7.804.3.347..8.8 !03//.32.3.5.8.8.32070..77.2:2./.5070:.

.3503//.33/.7.3 .3 2.!745382037247.7.9 !4./:.9:/03.9-007...79.34..$0.3:9:704:3/..2.3%.25:907:9....3./.90.2-0...3.8.79.32.8.33.:39: 50.370/990780-:9 /.3 ! 97.07.--89907:39:::8.3507.79. .20372903.25.88..3/-07...9.943 !&  .8...:3.3!02-.9 :2. .3 $.4.709  !020739..:.  ./:.9.8.380-0:23.3 -:..3#5 :9.3!7. 8.3.8.!03//.3:7.202-07. 02-.9.79.3.8.507.397./../..3-0-.:$! 802039.88.7.73007 0..-- 89907 3..905.90207.25.2.23.38:7.3.79.3 . !$09.7.3903.9..3.9.9283.380-.9.340!020739.50302-.3.3.9202-039:042542.709    .39:2073.3:3.38:340502-0707.: 5747.3.9.9:20.3503//.3.073088202.5..8:/.3!02-07/.7..39: 4.9 ..::593   !033.7.8.3-0723.3/4308.3-.073088 ...92 5. !.32.:3/.7.3$%/.3   -0.-.3.07..7..307.3/.::8./4250343!072.3 70/9:39:503//.5.. 0/.507.:4.3-. . $07. 202-..7.39:.30907.73007 :. %.9203:9:78:83..8907:8202-07..80-.9.!745384..3 /.-.3&2..

3.:3.9.:39: 50.7.2....88.5.#5:9.3   :2.7. 802039.7./.

/....8!03//.%03.8.3.9:.:.3 503//..!078.3 007. %./.8.3-0.:33.0-/.39.25033.310$8 042540.-075.3 ! !74538.3.7.8/. 0-890!&  /.72.9.2. 20./03.3!74538.88.%03..808.709    .7985..88.3..3202-07...88..7 503072.7&8.3 503//.33..05.3 -0.3 3 !& 20703.2.

7:  . 5:97.88. /.80507928..88.808.3 .07.709    050/:.80 3/4308.. $! /.324/../.3 0:39:3.38.88. :   :5.7:8.3-0.:39:50/: 907.3 5038.2!0/:..39.3:8:85:97...3!74..3/7 342!439.:8.3/03.5.3/.3.3!74.88.3-0.3/7207:5.39:.7#57-:507 -:.3.79.3#57-:507-:.2503//..9$/4.7.72.0.9:.55747.:39:2.. .3/..3. 0-890! /.804.09809.72..9202-. !0/:.3...3/5074.9203:2 -47/7/.$ #5 7-:507-:.3-.3:39:88..5503//.3.804.%03.5.3.9425:9075./.%03.:3 $0.349./.5.88.3-0.32.3.3:. 804.3.2:78:8507-030.//.:8.202-07.25:-07:5.:39:2:7/283..39:/03.!078.7.3/7:..3203.3 :39:04254-0.%2:720239.2.2-039:502-07..8/:3. !747.7985./.3/::/.74 !74538.39:3 $0.39.9 /.37.3/7907.$ 802039.:..2-:9  .9.#5 7-:507 9. /.3-0.3.3:7.3.39.:380-08.3.9.9:.202-..3:39:88.39078.39./.79.3-...3 5:9:8804.38.!078.39:507.3507.3./. /:3.3/7:39:..3202-07./.3:39:88.

3 ! .3.3-0.:39:202-..3.8/.3-079::..88.7.:47-.9.-. 3./05.808../843.3:. .3:.3080.90.39.3080.3 $ /.203:7..!747.25.2.7.. 20304.8..9.7.-07.3.3.9.2 2033.7#5:9.2202.9$& -.--078.2025:3. 0-890!024970-08 /.3 07.30-:9:.3 90780-:920.9.30.3.3/.390780-:9-0:2./. !.5.3.7985.3.3-.2804./.3 0:.2.#.9 05.388.3  8/4.3.503. 500. 803.34290$04.357.3/.  /...8..05.3507.808.3-0.4..8.503//.39:2:7/ 2:7/.25:/.3 503027805.3.9./.3.3 503.3 8079.!:8. :.5.843. .2 .0-8.2../.88..9.3.747.!37.9.3.7. ../.-:5.:0...3907.3 202-:9:...3:3..3503933.20893.:203/.3.93.9-0.32.983 !.7.79.:39.3/:.0789.3:7.7.9:39:8.3$!..9:39:203.320.5:9:8804.79.32.:5.38..9.39039.320302-.3 503//.9/..3.39:..709    $04..3:.33.2/!443./.:3  80:2.39:.:5:3-./.3203/::35747.3.30.808.2.7.3/39073.9 4-.32.2033.5:9:8804.3-0.97039.:7.5.80-.2070.9.2.8 /./.9.943.2:7/ :7.2-:.3-078.3. 239.8.203.3203.39:.790203!03//.920207:.31.9.3..8.8.9: 50/.3.39:..503//.8.3.3 .38.502:33.3/.25: 803./..25:202-2-3/..-:5.3-.3.39:88.720380.%03.9. 03.88.7..7 .3 .3.3.3/:#.33.03903/.3/../.3.3.2.8 $0./.2. 70947.3 09079-.9907..72039%7.20-/.39848.8.3503//..3.9.3.913..9!.2 503//.3/0:.702..3 723. . . /. 070.0.9.7   070.30..5.993/.3/7/.3-07. 503. .25747.203:25:.25..3 503//.320.709   !020739.3 0/.:7 8..5203..3/.3.3..903!..7.94:80!747.709    $09.5 54:8:/.9.3.3803../3/7.8.3-07.90.907.3803.3 5030/.7.3-0724947 .3203.3303970 % /90:70:5 447  425..3907.3..9203.950.8025.8.3 909.3.72070.843..47.9!03//.4-. 070.503//.3:.3574899:8 90703.3.89.3-.2-/. 804.8.303/.8/:..9073.380-.2#:2.88.8/:5.%03.0-/.::5:39:202-.35072.203 50239.5.  .9/.202-07././..503//.. . .  . -09:50/:/.5.3 907.202-07. 202-.304342:39:/7/.8.3207:5.302-.7.3:39:-007..308025...3.9 2027.5747./03.79.709   !020739.05.3/.88..9.3/.  !:.7.3/80-:9.8.9 330 /..:7...3-0.7/.3/5..797. !..3 0-890!/.32.7.2027.3 .9.!74538.2..3389.7..:3.32.3.8  0-7:. 2:7/.3 503:.3007./503:3.3 !:.3  .3 $:7..-0.3 907-...:5030/.90370-08 !74538.757.7.74 4 //./.3 !.38/./.25: .808.3!03//.8..3 .3.:503//.9-075.3.

8. $04..4 /   .3 :7..5..-074..3/03./2.3203.3503//.2.370...5..3./.3:7.3.2...7.9.3.804..3.7:39:.3-.2.8.:/. $ 203/7.703.8079./..7.-47...3503933.3.30 ...30--./.3.3503//./.4 /   .9202-.203. $04.82:50309.809.3.3.8//.4 /   $#.3..3!.3203..3/.39../5.503//.34930$:7.357..7/.3.9.3.7..9503//.39:503/..8..:/.9.3..3 .-07.3/. . . /03.:39:203.8.3/.3/.7 .-425:907. .90780-:9/-07.3425:907-.7.3/.25:80.3/..320307022:3. ! 202-0-07.3 !07.3.5.3.3 0.3..30:.3./...3.3.35:9:8804.3.3.3/5.5.3:39:.305.3 203/.7/..8 :    .3!74538.3-071:38-.9-.38.25: /.3203..3.5038:3.9  .3:.3.9$04.5702.3.3.3/4.3-2-3..3..3/$04.07.8../.!03/430.2.3...3.9.3.33.7 .79.8.5.: %.90780-:990.9.3 $ 4250%.0 .3.305.3.9:3.8..3.3/./03.3./.83.3..8.3.7025..2.3: ..73:/.5:9:8804./.-08. .3.2.3202./.3 &5.502.  ..3/.9-.3&8.3:39:2025:3..3.380-.30..8.907.5078.32.202-.320207:.0283.3.350309.39:..331472. 8.3..380.3.83%03.3 ..382. 7.98. 2.2.5007. . 8093.83907309 90780-:98:/.8.:.3..:39:202-07.5..82./4.3:7:$.7./.3.8 203:-. 03..7: % ..7.3:8..3/02.29-.92:.3 503//.35:9:8804.9 /.9:9..73. .703.72.3.3.$007.8-..3.3!0.39075.39:..3.8..3-.:5.38.32:7/  .9503//.8!..8:7.3.3/-07..3/803/03.3 5702.805079.79.5:8. 9-.3.7.370..3.3/4308.3..390780-:9 425.8.3..32025:3.3207:5.7../5:7  3..79.3:2:2/./.9-.947:2 425:9078.503//.42   $:8:8!..339...3 -.7.3804.:3.9. . . & 203/7.7.  .32030..79.3./.9 3..390- -0708025.8.  !03.9.3 .3.37.8$04.28:39:203//.093.39.1472.7:2.790780-:9 .3247.3503//.7804.7.:3.8.73.2.3#5 7-:507..7.3..3!0. -4.9$/0.39:20203:0-:9:..3:.380.3/.3:39:. 202-.7:39:202-.32.20203:.897:9:7./3  9.32022:7//.. .3 . .3.3  .7 9025.:5:9:8804.247.20307:3.7 .9.42  .:./7.3/./094807.5.-0.8:/.2070. -07804.3/-07-.3...3/.:.9..3.75747.9 02-.7/:8 .%2:7  2-3....350.9.8.9025.2070.8.804.:7203.  20..703.3:5 7.35:8..73.3-:/50079 2025:3.203.3.3..7.7/804..3 7.3 ./03.8..094807..38.3.-.

2202-07.7..: !74538.37  0:9..  3/:897!.3.3.:380.2070.27..5033..!02-07/.3/.0.07.2:-:3.79039.25..3.8. 47.0.2-.3/03.9.30-:/.3453 0-075.39070-.9/03.3 503.331472.8.33.8.//9/.5..5:8./03.38023.3. 8./03. .3.3:39:2033./.3.39039.9: 05. :7::.3 ..39: :7: 2025:3.3408.703.3. 330 /.8.3.3.808./.709   !030-..3 /..3.3.3...:39:20.331472...3/03.8.25.....07.3/.8808:.3-.39.3 7.3.3507025:../.203. /.3.8:.8.3..2.350/:/03./.&9..9033/7.3848..3.35.3 :39:80.3503.3. ./03.3203/.507/...0907.8-.-075..3..7:.9:39:-0.38907.3507025:.3203..5..340 .3:73.3.3507025:./.3/0974%'9.8/!020739.9:-:3.3/23.9/...7985.7985.57.7.9 0/.350/:5./.3/808:.3..3/5.8434203.3/4308.78....3-07:5.25:.2:5.8 9039.78.42078.7 /9::./05....3003.3804.32.... 507/.3.2.3/0.7..9./740809. !4....3.3-07.388.3..2..8/./ .3507025:...8.3!.3!07025:./.9:9.2.8.3!07025:.8.3.9202-07..3 47. 202.9.3..2 203.7.2.332.3.34930-007.8.3/. 389.88.99.39507/.3 /.2-.507.7:8.3-2-3.3 /.7.7.3./3/4308.347./..2.3!07025:.3.9.73.3:38:7-072.27.$..39::.27./.:3.507025:.  0203907.33.305.3203./03..3.3.5:9:8804.9.8 !030-.8./.9.90780-:9/8.7.3 507025:.3.2203..3 !! 3/7.3..3- 2.09.3.3507025:.3. 2. .:.7:30..3.!07025:./80-:.3503//.9:.3/.2./.:5:3/.33.808 ./.: 9.3507025:.8:8507/.347:242:3.2507/.202-07. 2.3507/.8 /3...3203.3.3..23/.8.2-:/.3/..3.3508079.30--..../.7503.3507/.3-07-.3.  .3.9 /53.3./.3703. 2025079.8.8.912.5:3.3/.950393507./. /03.3.848..2.:.302.-:.30548.7.307.8!.3 /::3.25.3 ..:20/.88.8 808:.-43 !747.7   $48.7804.3./8003..22.3 47.7/.8.3..25.308549.8.9..309039.8:8 .5:8.39038.3/..3.3335:3.7..-:5.804.8.709    .7:..08.3-007.34930/.3  $ /.3..8.7..8..:2.3.!078.8 !073/:3..3/.3.907.33 039070..8/3/7./3:3..3..7 508079.-: -:.2./03..3.78..8.:..32083.... 20309.2.39/.3!02:9.72.0802-07  0-890..:5:3009743 /.7.8!03//.78.9 .2503//.3/.320.33.33.3/7.$.3.3/9::.2.3.50302-. /3.3/:940 47.8.3%070804208/.3.848. :5.39.:3207:5.72070..354.72025:3.9 $ .3239!07/.:  8079..3507/.8..3..30 203...2-039:.3.: ../.0-7:.:.3.2..0.!07025:.3.3.331472.3.3!.347.3  .3 702.0802-07 /3/7.3..7 $0/.8.3/.3.3/. ! /..32.331472.3. 503.-.3-0. .32. .3507/.507/./.305.3:.7.8/.3:73..$%! $& ....3./.

2..7745.3./..3.07..3.3 :3/.8.8!74538.2:5.33.7.39: 80:2.8.7.5.25:3 20.97.3 05. 07-...3/90723.3.848.3. 903.9/%7. !747.  007.3$05902-07 //897-:8.-079.3..3.9/%'-07/:7.3  9072...8.347.3/.3!%.9.340-07-.0732039 843.3.3/.8.3:897..3025.3.8:9..8:93/.2  !.0.7: .3  $05:9...3$:3..39.9.2 2.32.2.07. ./2..3/.9..3&3/.:3 9039.073..3. $9./..3/-../.9.3/-.3 5007.3/-.1077/.94341/703 /2:..3827.390.3 !020739.:!##803.-075.319./.3%7.503...202-079.5/03.7..3 !03025.305:9!033.3 4 %.790 .3  0.. $0.5:7..7.7007 03907%03.3.:9.%07803:2 /2:.07.3/.9.3507025:.347.3/..2..2.3.3. !% :39:8007..:5:3009743 7.7.7   .7/ % 202-:.3.9/..7 :89:8  /..700720303..3!07808.39..3/./2:.3827..109-07:5.3 0-7:.8.3  $0.0:.. 0/.8.././9::.8 3.:.2-93/....3 .507/.3./4 900.3-07-.5.3 :3/.-4:9 $0:./.3.203.3/.3 /.3!03.848.8 $3.790 4.3.:3/.:3 9039.7985.5 /..3.27.8/.3..3 :3/.::89  .07.3.8:83.5747.:..580:2.54507.07.2.820239.503../.3/4308.3827.78.3.3070.30-:/.8/..-.2-93/.3.09././03.3.3. 207.3.2.%0254 .:2:2 5:9../.-:.390.:.7:. :3   !0.907-.9.  035..3%7. 507:8.3.7.9 203.3 07..9.2.07/..9.2.39/./2..3.9/47.3203.....3-07-.:.3!48907/5.3%03...2:39:9:78 /.3%'  .3900.3.:.008/8: .843.7.3!073/:3.349.9:0/43..3-07:5.9.3/4308.805.34 9.4 .90.3/.3 .3//::340 2.3/.30503./.3.80/.3/..3/4308.790203%03./.3 .39.0.7.3 !03008.2..920.. !% /.3..7.3 507/./:.88.3.2-40.3.43903./../9.9.3903.3:7:502-2-33.8%03..9.#.8.8./4/.3/. /.7.3.3/4308.:3 9039.11.5....3 /03..0-890 :.3.07.  !033..3.2..27.350707:9.8507:8../%./8 /.9:.88.2  !439.3.%4:7824..83..07/.8 :.3.203..3.3 .8.-0-07.2 .3 -079.73/4308..3 .5.73007 &5...3/93/.3&3/.5.22030-.3907.723.: 03907203..8..32025075.3 .2.2:7:3.3.3.3202-07.3%7.9.8.9.820303...8-.32:.3 ..91/.3507/.3.331472.9.7/.3.340 !020739./...3-07:5..7.507:8.3548907 .3/4:203 /.549.3-07.3.347.3 2..38.%4:789.:7.3.31.50.!020739..38.7:..8.903.8.3/%'#  .390.-05.34 9..:39:2030-.7.8.5:8.89.7:/./.3:-:3. /..3..7/.9.8/0990.8./.7:.30903.8!%9/.79.32.325. 2.39/..3!.3 .3-. %03.7..507/.07. :807 $/ $07.07 3./909... 39./03.2070./.. 2.3 0/.30 .: 97..5.220707:9 203.9.203079-..9.90.28079.109 89.3 :3/.7.:203079-.3/4308.8.3/4308.:3 2030:..-..850307. 94-07  05.9/..3503.3907.8.8  4397.80-0:2/... . 04.9.30.7.30.3/.3 &3/.-./4 $05902-07   0203907.:..890.3 020.-:9 34507.349.9..2033.07.  7-:08025.07.7.39072..8.3 0/. /.33/:897. 8490.

39/.3/9025.3 $:.0.-.08.203.9/03.0-..8.3.3 -072...7. !% .7.0.9...9203.3808:..././03.....3:.35007.907.!74.703.%03./.43%.7.:..3!% .8%03.8:2:7./ /.520..7.32070..3..3947.8.07..3!%/.3.%90.30903.8...3947 .3.-..73007 %..07.3/7240.3 %.350707:9.3%80.350372.9.3/4308.!07:8.8%03.38:8.507025:.9.2033/.2/.9.../.3 /.805079 28.3/.3.3947.7.4 .%0./.202.%03./..%03.3/.3507/...3.3 .309039:.3//:..30.3..07/0.!%..3.9:7.7.:3   3.. 57   3.%03..703.4.07.35:.3807:5.07.703.07.340..-:9380/93.

3.73..307.3.9.3 2.9.3 203.39.3  07..50.507:8./.07.950393 .//..3$48.3.38:2-07/./.5..2.7/.390747.39::..4..3/8:..3080.8.07.!020739.8:.8 $0.3 07.3!9/.8.503..39475:8.8.-07. 07..3-0703.7/..91 :   $0:-:3.3.50.35073.3.7307..3.3:39:203.5:8.387/03.843.0:.3 507/.3.:.3503./-07.9 8:7.5:8..8909.50.:30.79.8.3-.897.3.350309. ..3!07025:.39.-07./.9.47-.33..347. %2:7 3..:7.33/5078..3.:.73.3./-0-07.703.307./.8:.5:8.73007 .3!.7 2.809.2/.803.:203:.907. .3/03..2.9.. !020739...8.34507. 0557084 %.3.38:2-07/./.32:335073./.79./.347.!48...39.83.3 /.7.39/./3.380507990747820 431848.3.843.9:/.% 20372.3.07.305.3:39: /08549.3.3/.3:.3 /4:2038050798:7.039..5:8. ..2025:3..383..3903.:3  :.334507.22032502039.3 ./.3503..:.003.35.0.843.9.3.3!.  #$ 03.9.8:3. .!%8.3%.4347-.. $0:2.. -:.-08.8.98. -08.7.39./ .389/.3202-:.5..9-./.8.9/% %02543907.25:3 .3:39:202-07503.30/.8.843..203.3 8.39$48.0.8:8507/..7.3.3/.3/..3..9/.703.90503.07.52./.:503./...3.3/.9..3/:.202 3503/7.-8.93.8..347.3/.7.50372.!74538.3/8. /.3..9.3.8. . 503003..8507./.79.:2:7 202.2..3:39:203..8. 97.9.720507/.305.2:32033.943.3:39:203:3.9..3-07:2.3:38:7 :38:7503.3.203/0908907.2...8. !03.8.3507/.8:.:39:203/::35747.2/.:.305. %2:7/.9.3!07/.20907-..3 9/.33.83./.3  $0.3.$579:.28.07...3/.3 5073/:3.../.9.520372..73007. /507:.3202-07.7.07 /.547.8.3/..3431-07803.39.11.3:5202-..3.3203.597.95039380507928.90780-:98.3/9.3899:843.7..!020739..33.3./.5. 2./ 3/4308..303.3 .9080.9.43/-.3//.2..339073./.0548..!020739.3/.9:.3-08.33.8.9:0.8.3 &39:203..7.07. :2.3.703./.07.3:2.9./.3 .3.80:7:5.2.30.3 507/.8.203025: 897./09.320302:.3..3 0.30802-07 20.7.503..3#03.07.390780-:92025:3.3. 47.2-.3..8..8. /..9::.39/.30.34080-:.8: 9039.347.3:9..-..8.3.

/3/4308.3/09.3.27.33.#:..5.3-...3.2202-07.9!0.380:2.8../.3  !020739.7 -079:.$  4203 8.3-..202-3.7.:39:9:/507:.380907.#5:9..182.:5:3588 -2-3.307./.390.8.307.9 :39:20331472.3:9  .2-203.390.3 2:3320207:.0907-. 944.7.35.9.39:.350703...7.3..3507/.3!0.3-.39:...0/05.03907 /.3.5:8.757. 5.$./03.5..7.3.3...39.9.3.05./93/.$0907.39..3./:5../3.35034-.!74538././.8../:#:2..2.2..307./03.3.8.3/03.. 803.3!:8.3.3.3.9 /.3:8:8 0548.3507843/..2.3808:.:800/. /.3/04./-.9-.9.38.3.3.347.!48803.3.3/.0.343/847-.8.32.3%075.9. 949.3.:3./.05.3.7.2.:38:7:38:7 503.3/::3.3:39:203039:.3.:3 202-07. .2.. 8007..9.3/-:9:.788.3.73.3907.

9 80-.34.3:8:80548.8.7/..:9:. .9.39..3.3.903:3:.2. .9.3 507/.3  ! !439.349.8.203447/3.3 003.980./.  47:2. #:.39.8/93.3-07447/3.928.307.3.9:39:0:.8390..-.8.839%7.2.3. :39:0.09075.43803.3.8 /03.3.380/./:/.7   !74538..9025.3 -07.3.3.27.3..3.    $0907#$&/7 $40/.5:38:790.2.3.784!439.-.2.3./.92 .347.2.3%2:7  ! /.33/.-:5...5803.8.3447/3.3 507/.2..39:.9.83 %.39...3/..50372.79. 507/.9:147:2..3%2:7 %..07.73.3 -07.8 7.3 202-039:4.347...347-./.!74538....72./:.8/.3207:5.8:.7.3/.!02574. ..347.-:5. 203:8:3!7480/:7%09.903  .7  0-7:.-:5.3207085438933.8:3.302-..39..83 2.302-....80-..3 007.3/903.7.3%2:7/.7.3::2!07025:.9  0-890.33.3!0.20309.7.3503.5:8.3.27:2./.3.33/4308.39.38.3.3/.809..30$.2.39.3:39:202-039:4.3.903:3:.3207398/.:5.3!020739.8 1:38/.11.8.3$ 4.3!020739.349.

:.3:3 08..3/.8037:5..39:.3.30.80/..7././!:.9.3/.-.25.3-007. /.3203.25.890780-.30.3507/.3.8.8.3.35.7.3 !.3:8./.203.11..7.3/.3507/.2:.2..3.8!07025:. 90780-:95.9./.350.30 47:2.8.2 :39:202-.2./.331472..207.38...3..5:-:39:503:./.3.3.7.2.9.3. 79&70.03..3.8..: .27.3.7.34507.3 $0..347..3.5.343803 4930807.3/-:9:.!./.3.3  039:07.7 3/7.&39:.3 40423..47.3: 203.8.-078.:20./03.3$.:2:23././..3 4203878803907  /3/4308.3.7.0 -.7 .-07902.809.2.843..207. .32.3-07:2.39.3020.3::2-./.202-07.7/0/0  033%.9.3.:.7/ -07-.75. 44748.320302-.3503/.33-079::.208:9.805079.320/.3.3-078.47-.507:5.7 47..7.4:3907 97..3 5844/.25.203..22.07.3 .2 2030.9...2 ..8$:9/.$3. $.3/.3./. .9.3/.38. .-8.

3$39073.8.3.843.805079&/.3//4743:39:802...-..3.3/4308.3.5:8.7.903$..0.203.9.8/.25307.907:9..9::..3/7398 /1..3.3!0308...3.8 :2.3.:-:3.9203./4 430  .:.-07..3 9.8.3.8.5.3 ..3 :897.:3  %2390.39..2503.3507/.3.307. 503.-07905.80-.347.803.37043.9./.3/.8.5:8.:/.3././03.20303.7423.2..:3  .%2:7 $:2.3.3%2-.-0-07..3 !07/.3% 072..5.3.3207:5...9.8!07025:.3.3!0.7.3.34 %.. .3   $ %0770/0842208 $.9.390758.339073.8.38050793.47-..3907:8 /93.5.3/4308.3.7./.07.7.3.3/:3 03:: !.2.8..8..37 7002039-0900390 4.3!020739.#05:-3/4308.7..3507/.2.3 5073.8:2-07 97.3507/.8. % -072.3/8003.. # ! 80/.3&3/.-.380-.8!02:.9:-039:07.3!07.3.3:73.07.380...-:../.$:39: 0-2033.7.2..8.8.3#./.07.43:9:.253...347.843.8./.307.5:8.3503/.2.390./..38.97043.8..3..3507/.07.7.35073/:3.502:./ /.47-..7 . &.503..89.30.320/8/./03.:39:-.2..3//4743 907-039:3.8.3 :3/.25.2.3:3-.7. .3$4.7.88.709 .2038543847507902:..0732039413/4308.3.2:5. $:.3 !..2 7.80/.:380.3.3  &39:93.07./.389.9  .2 202-3.39.39:./03.3.9 /5074020.3$48...:05:9:8.3!0308.90.0.$ 39073.3502-039:./03.7.35073/:3.30:.. &39:.8.07.3 8./ /.9$.:39039.3/.305.3!020739..35073/:3..07.39..35007...7.93.3 $. .8 /.3    -07-.389.3/4308.07.07..3/.07.2./. -.:39:0.3!708/03#4   %.8.3.502-039:.25:203:./..30.7..3./.9.5.3-..:3  9039./..40.3.:3  !:3/!07025:.9380/.843.3/4308.7.!07025:.3907-:7:-./::.3 $ 02-.3.3809.77-:% .3.3 5033.8.3!7453805:..-:5./.3%2447/3.2..3: -07./.8.7./.3.307.././.7.3!07809::.2.3503.3!020739.3/04./..3 -. 07.3  $.980507993/.3.33.80507990780-:9/.9.-0-07.3507/.3.5:8..3 05.909003#./.2.390.3:3/.3.08&9..3!07025:..39.8/.9..:2070 42-.3.7.3. .39./03.2.380-0.8: 20739807.-007.0..43 43:39:!0307.339073.8.8.3.3.8.380.39.3507/.02-.8.8.!03..30:.07.3/03../.!020739..5.3:8.9.34292037043..9.9-007....3.-. /.7!07025:.339073.:!74538..34 %.7:7.503.843.!/./.3/:5.9.8.0 1103/078 :.97.32033.8203.3.8203447/3. 40::8%:.3820502-07./.:%.347.8.3 47./.99078 /./.9.3 .3. %70.907.3 .33..843.2.507-.72:3 !74538 #./././.7::2././.843.3..207.090/703&$   .27.1472.9./..3.89. &3/..073203941434314790$:7703/0741:9.3/903.: ...3..9: !.3.2.30-/.3/03...7.80-08.2.3903.390.3 90.3/.3.5/:..3 803.3/-:..2.8.3/2494740!!0/. -0-07.7.3.9./.:/07.389805079!74538./.47-.3%.&9.39.3:353.3/904.3 97.8. &39:02. 202::89:.#05:-3/4308.8889.3/ :897.3/.3 !.3503:.390.3/.3 $:7. % !% 20./.70-#5:9.33.3/03.8..7.9::.9.380-./.9.03723.3. 9072./ !:3/!07025:.347-.347.3/.38079.8#03./.3502:.9...

9.  !0..3/.3 503.843. .3!07/.3/.3080.8.390.3 7.3:39:-.89.3$3.35.32.3!74944:39:03.8 &390/.2.:3  9072.3.32.3!07025:.8547/.3.9072.8/.80. $:5020343...3$.:92..3/.25:2021.83 2.095439/3/4308.8. !03./.3/. &3/.7. :39:9:%2.8803.8.3 #&& !0308.3 -..2.3/!:38%7.32.90 57../.39.2.:3   ..3 :3/.33.32070.8 /. 02-07.3!47347./2.34 %...843.. /./.9: -039:07.3/.3.350372.83/03..8:/.3.8.9 3.8:5072. 803/705:.9: 9.3.25:20207.3.:.27. 7.5.3/.397.9180. 9.343.5:8.93909..83 %09.2.3!07025:.03943.90.843.11..3/03.3!020739.5 9073.3/4308.9 .3-007.3!0308.2.7.8.3 47:58     &3/..8.../.2021.70548.33!07843 850.3 80-0:23.9.0.347.3. 02:/..202-./507:. 503.-  !&%&!020739..383. :5. 80..5:8.83 2.9075.907447/3.7#03. 270803 :39:202-07.302:/.9/.02.%.3/.0.3!4734.. 90747.2.943843..9.3....33/4308./.27.3 .:05:9:8.494!70.705:.33.383.-072.990.0 /.8.843.9 ..0. .3 03::2!07/.3!03.0/.!03.3/5070-:3.9/03.3.3.3$./03.3 /5007.8:20..1/.2:38:3: -0-07.8 %.0.208.5.30.5:8.7...5.:3:3.53/./.390.3.843./.3 20207:.3:.3 /./:202-07./..%0747.038!0.07.3 39073.380-.387.8./.5:8./8:8:3/.8...39/./.843.2#:2.5007.3 #&&9039..8.3/4308.8..7%-072.3 %7..5.8/.8  90.8547/9.9.32..35.!07/.3  503.389%7.: /..3802039.3/4308.38!020739.843.7985.8. !-.8./03.80..25:3.3-.#&&9039.3 :3/.3.3.3 :3/.347-.9.3/.8./.. -.07.3.9.2!7403.!/.7.7.8..8.7.3/-039:/80-0.03839073.8!7479.8%.33.3.-079.3/./8:8:3/.3..3.. /.&3/.8.343/89070549.2.7.3.397.3:5.0-/.3202-07.20.3907.339073.3.30:.39:../54943 9079 :9.8.38.7.07.:3  :.88079.25.3/03.2070.8:/.%.3%3/..9180:7::38:72. !7403.383.07./.3!07/.3#&&9039.3 %  !7494.8 !7479..8.:.2!747.:3  $02039.38. .7/:.3007...#03.:..39.2..30.343..383/.25: 2070..8.33.9.385479.503.:5:3:/.-078.38.39039.3 /703 90.03975439/3/4308.5.7.3/..42.347. /909.  #03.3.8:.5-.2.383.3#03.7.3#&&9039.3.3 907:9./.7.8/.3.3 ..3.3.  07/.....3 !020739.503025.3:3.3.3 -.380.33../8.-.3..331472.2.92030.8.890780-:920. !0.30/ 720 /./.07.3 5007.3/.380-.547..3903.7389.:39:02-.3202507.7.-007....9.90.2070.843.7.5.3 /...039 $:557088 .9:.757.5.3/4308..3!708/03#4 %.3.38./03.038!07807..:3.89.380.3..3!073/:3.!07025:.943.347-..8.8:#&&!0308...3.33/4308.843.3507/.:380.80.8.3402070. 8079..7.9:9.3.3.5.2.8 5.9:39:2..3.90507/.8.03039.3$.9:207:5.33..

9.390.9.703.3/.3.:503.9.3/.843.38.8%..8848../4347 202-07.3 /.3.3.3/03.-07084  $0.3:.7-.5.80907 745303907 4203 878803907/.8 #&&9039.302-.203./.3507025:..3.8.8. /.507-.3.7.33   !033..3.3/.7.07.739073.:3 9039.72438.3803.3/.9/.3 #&&9039.3  %09.2.&3/.347.8:.3.390780-:92.3!07/..8..3..328./5033.:2:290.3:9. $0.39070-/03./503:7:3.340$ 507:7:. ..9.9.390. $4.805.843.-9.5.3-.39..3.305.3.3 3.3848.8 90.33.3%0:.3 05.3:.:3    03.40$4.89:/.547.3-.3507/.90 57..3.2.3 5007....73..5:8./.8!:8.-07.3&.9.3/.5.7/.73.320.3-.:3907.3!03.9./..2.3$48..8.9:.547.:70./.9!0.8 -0-07.9./434739073.7 507.557.7/:.700790.547./3/4308.7.802.3 :3/.3/. #0.3.::5 20.3.3::2.37.8.3-070/4202-07.9.34 %.7.//.90. 907..9 .3./03.9:./503:7:3.30-..307..35033.393/.5/.3.30.5.3.8/.9.8.8.3..30297.  0.8/.3/..347-.39:. 3/4308. %07.7.3-.91-07/.9./ 5:8..3 50.9..3.3 7.8..7985.3.9/.33..9.3 0./09.  .3&3/.:.3. 202-039:#:2./.!7480/:7 $ ! !02:. 5.-039:507/.7.3..7./.33.8.843.3-07-.8.3-.73  .89:.2!7403.90780-:92.-&3/.3 #0..-03.3507025:.3 5747..3 &3/./03.3.3 #0.39.. 203/::30..:39:20250740 503//.3.3 :3/.:.3 &3/.320:..843..97.3/.3.7.8::2./.:3 9039.2:2.3/..0..3/./.3.3  %072.8.8.3703907.8!7479.302-.3.2:3/8.3./.3788/.0/.5:83.3/..3..39:...3.8:/.5. &5.4.2::23.320.#&& 9039.35020739./3/4308.843.85072.90. 80./8:8:3 /.9/.!073/:3.3507/.70/9274 /.390.3..   !03... :8:83.9.3/.843.3 /...503:8:3.3907:8/.3907.350.3/5074080.3807:5.79::..3 %072. 509.:5:339073.3507.808-9.5.3.3.7503.3. 80./.3 02-.3.8.3/.547-.3/. &$  /.3503..2:3/.390.3. 7043.8.7. #!$ /.9.380/.2/.7 -03./.3..3:.3.703.8.5..3:-:3.3.3 5033.3:9509.805. 309473 /..3.02-.3/.7..-03.3.3.9: .2. 07.33   !02-039:../. -07/.3:9.7...9:7.3 0.3/.3-007../.3..3027.9.7907.3507025:.07.8079..3.3/.:3503. -0.843.8.320.90.3 503:8:3.8.3.3:3/.7-./..3.:/. .0..3.5:8.3:39:203.:/.3 !03025.11.3.9.:.90507/.9.3.3../.889.302-.:39:70.02.3-007.3 .3/8:8:324/: 24/::39:50.   !033.749.307.33.890780-:9 /2:9.2.3::2!/./8:8:3/.7.8:80.8:8 .8/.0-/.3/03.:5:3/.399.-075.   $9.3/..3/04.3503/.9.8-0:2.2203/::3/.305.:.7/.3 .07.3 203:.8-.3.0907-.350.3!073/:3.8 #&&9039.3.34 %.907..8/.8.3!073/:3.8 9.9.8:8.507025:.399.07.3 #0.730.9.39.3.8.3/.3.-08!47907.0740!03.8:8507/.2./434739073.2.3203.3.3./909.0:.390.3.3507025:. 89:.3.3.32.3.:.3 .

8079.3../..843.2.3:93..8.3$4.30.3/.8.9.3#03.  0.8 80./03...3 39073.350..-.-.7307.3.7..39507-:/.3.9.35033.3907:8203:5./.3/..3503025:73.3808.3..3/03.

38.3.././3/4308.39073.3.947/.3.7.387 507/. 079..347.8. 80-.90747..:2:23.20.7/7/.320207:.3 .5:8.39.85488#05:-3/4308.:38:730..357410843..2/. .79..38.390747.347.. /3.3!020739./.387-.32.89039.802:. 54.843.7 93/.9#  .7.805079#::3%09./.709  0203907.7985.80.3203.7-07-./../.91 -075.8:.9/:3.8.9.807.3./.:04254 04254 .330.3.3/4308..82.0.38:3...-..3507-:/.383.  04254503.  .3./.25:202-07.3/:5-...397.3507/... /...9.25:202.32.5.324/073320.25:203.3.72.3/4308.8.331472.-0780/.907-039: 38.20.3.5..30.3/..02-...2..3 ..9-.. 2.2:3.3.:002-.9 $ .320207.38079.. .5747.73007390.3-07050393.3 :.  .35073/:3... ..72.2 503.3-.3..7.05.#/.3  05.3080...  02.9.47-.7.7.3..20.9.3/8:8:380-.8..0/42.7.907..507025:.8.72070.:/03..3:8:83.9..2.89..3/1.7.8..3202-039:02-.3.3447/3.32.3 .843.9.3#.38./.3 04254070.8/.32.38:/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful