PENGANTAR

PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

komersialisasi seks terus berkembang. rekrutmen. harbouring or receipt of persons.. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) .masa itu. Sulistyaningsih dan Jones 1997). servitude or the removal of organs. of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. transportation. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia. antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. pemindahan. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau .. of fraud. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. Pada masa penjajahan Belanda. of abduction. penculikan. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain.yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara . Raja mempunyai kekuasan penuh. forced labour or services. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. transportasi. Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. Pelaku perdagangan orang (trafficker) . slavery or practices similar to slavery. (“. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur.dengan sangat halus menjerat mangsanya. tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain. penipuan atau pencurangan. Namun kemajuan teknologi informasi. for the purposes of exploitation. pemalsuan. ataupun penerimaan/pemberian bayaran. by means of the threat or use of force or other forms of coercion.. the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. of deception. atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi.. atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran. industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu. Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP). pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan. at a minimum. penyembunyian atau penerimaan seseorang. Exploitation shall include. the recruitment. Pengertian. transfer. tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana. Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi.

jebakan hutang. dan lain-lain). yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan. transportation. Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah . kerja atau pelayanan paksa. bahwa: The recruitment. penculikan. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. pengantin pesanan. mengemis. pengambilan organ tubuh. Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). penipuan. yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. kecurangan. penggunaan paksaan. pembantu rumah tangga. adalah: 1. di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). 2003). karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. penipuan. pemberangkatan. harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). pemindahtanganan. 2. perbudakan. Tujuan: eksploitasi. adopsi anak. Perbuatan: merekrut. penggunaan kekerasan verbal dan fisik. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya. Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman. Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). pengedaran obat terlarang. industri pornografi. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. terisolasi. tipu muslihat.dengan cara ancaman. Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. mengangkut. dan penjualan organ tubuh. kerja paksa. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan. ketergantungan obat. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. penculikan. 3. berbagai bentuk kekerasan. pekerjaan jermal.bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. transfer. pengangkutan antar daerah dan antar negara. menyembunyikan atau menerima. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya. Dari ketiga unsur tersebut. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. buruh migran legal maupun ilegal. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”). serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . memindahkan. penghambaan. tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi.

dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. tidak disiksa. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. suami/orang tua sakit keras. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. menipu atau janji palsu. atau memperkosa. Kelompok Rentan. yang terlibat masalah ekonomi. anakanak putus sekolah. seperti misalnya: laki-laki. menyekap. kebebasan pribadi. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. mengawini atau memacari. Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. beragama. menculik. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya. menyalahgunakan wewenang. dirampas agen atau majikan. Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. mengancam. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. hak untuk tidak diperbudak. Kejahatan terhadap HAM. para pencari kerja (termasuk buruh migran). janda cerai akibat pernikahan dini. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual. korban penculikan. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat.orang dewasa dan anak-anak. dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. seksual. atau meninggal dunia. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia. menjerat dengan hutang. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis . korban kekerasan fisik. selain menimbulkan human. menjebak. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua. kehamilan yang tak dikehendaki. psikis. pikiran dan hati nurani. yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. social and economic cost yang tinggi. Bagi anak yang dilacurkan. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan. perempuan dan anak jalanan. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang. dipalsukan.mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. dan lainnya. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. Dalam perdagangan orang. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. politik dan sosial yang serius. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap.

entertainment. rumah bordil dan rumah hiburan lain. juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. menggunakan pesawat terbang. karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor). Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. Dalam pemrosesannya. salon kecantikan. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan. Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. Di dunia internasional. Sumatera Utara: . Transit dan Penerima. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. Daerah Sumber. mereka ditakut-takuti atau diancam. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. RT/RW. mall. Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali. Tabel 1. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Di tempat tujuan. di keramaian pesta-pesta pantai. dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi. Jika menolak. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. kafe atau di restauran. Berdasarkan berbagai studi. Daerah sumber. pub. Untuk ke luar negeri. korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya. mereka dilengkapi dengan visa turis.

Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Karawang. Madiun. Utara. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Gianyar. Solo. Serdang Bedagai. Sulawesi Selatan: Pare-pare. Serdang Bedagai. Semarang. Prop. Nunukan. Tarakan. Dairi. Jakarta Jakarta. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop. Jawa Tengah: Banyumas.Prop. Amerika Selatan. Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. Tabel 2. Watampone. Magelang. Timur Tengah (Arab Saudi). Sulawesi Utara: Manado Bitung. Australia. Prop. Barat. Riau: Tanjungbalai Karimun. Asahan. Tebing Tinggi. Sengkang. Hong Kong. Jakarta Pusat.Prop. Selatan. Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Riau Batam. Losari-Cirebon . Utara. Kediri. PKPA. Prop. Grobogan. Samarinda. Langkat.Prop. Nusa Tenggara Barat Mataram. Korea Selatan. Purwodadi.-Prop. Filipina. Sanur. Sulawesi Utara . Prop. Sawangan Depok. Timur. Fak-fak. Balikpapan. Jepang. Simalungun. Daerah sumber. Malaysia. Pematang Siantar. Boyolali Cilacap. -Prop. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan.Prop. Karangasem. Kepulauan Riau: Batam.-Prop. Kuta. Timika. Thailand). Blitar. . Bangli Denpasar. Padang Bulan. Belawan. Bogor. Bali: Denpasar. Tanjung Pangkor Batam -Prop. Asahan. Selatan. Nusa Tenggara Timur -. 2004. Nusa Dua. Pekanbaru. Sumber: Rosenberg. Sulawesi Tenggara -. Prop. Indramayu. Bandung. Surabaya Surabaya Prop. Jawa Timur: Banyuwangi. -Prop. Ciroyom.Prop. Makassar. Lampung . Solo Baturaden. Taiwan. Kuningan. Jepara. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Jawa Barat . Labuhan Batu. Nganjuk. Jawa Barat: Sukabumi. Gresik. Purwokerto. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. Kintamani. Asia Tenggara (Singapura. Deli Serdang.Prop. 2003. Nusa Tenggara Barat - .Prop. Bekasi. Dumai Tanjung Balai Karimun. Brunei. Surabaya. Prop. Tuban. Jawa Timur Surabaya Prop. Candi Dasa dan Denpasar. Tegal.Medan. Entikong Prop. Pontianak Pontianak Prop. Dumai. Kalimantan Barat Pontianak. Simalungun. Tangerang. Jember. Langkat. Cirebon. Pantai Senggigi. Jawa Tengah Solo Prop. Binjai Belawan. -Prop. Sumbawa. 2003. Legian. Papua: Serui Biak. Maluku Utara: Ternate . Pekalongan. Serdang Bedagai. Cianjur. Bekasi. Barat. Prop. Cilacap. Denpasar. Medan. Trunyan. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri. Bandung. Medan. Tapanuli Selatan. Sumatera Utara Medan. Ubud. Timur. Deli Serdang. Harkristuti Harkrisnowo. Bali .

tidak membayar gajinya. berdasar Pasal 289. menyekap pekerja. PKPA. Pelaku (trafficker). Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. . menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak. teman. penipuan. Propinsi Riau. Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam.Sumber: Rosenberg. Cina. 296. perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan.. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. Perdagangan orang melibatkan laki-laki. Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”. memaksa untuk terus bekerja. majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya. melakukan kekerasan fisik atau seksual. dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. . Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang.. Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. Pemilik atau pengelola rumah bordil. atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. Para germo. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. 2004. . Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga. atau pemalsuan dokumen. Selain menjadi negara sumber. 2003. Taiwan. sementara agen. atau bahkan kepala desa. Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia. dan 506 KUHP. Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). calo. Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). menjeratnya dalam libatan utang.

Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. Mereka tergiur dengan . merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. . mudah diatur dan mudah ditakut-takuti. Rencana Aksi Dalam perkembangannya. Pengguna. atau memaksanya melakukan prostitusi. Laki-laki hidung belang.Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. menempatkannya dalam status budak. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya.. penurut. Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya.

diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. 1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang. Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati. Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan. perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat.keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Sikap Pemerintah RI.

Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah. psikotropika. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa.000 (dua ratus juta rupiah). 39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. Indonesia mengesahkan Undang-undang No.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban. tidak saja untuk upaya pencegahan.000 (enam puluh juta rupiah). serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan. . penculikan. tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). menjual. perdagangan anak. dan zat adiktif lainnya”.(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No. Pada tahun 2002. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.000. Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.000. RAN P3A.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.

menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). 3. Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga). serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak. konseling. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan. Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). 4. Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. pendidikan dan pelatihan keterampilan. . Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. Undang-undang Perkawinan. rehabilitasi. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). 2. dan Prococol to Prevent. 4. Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”. 3. Child Prostitution and Child Pornography. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. 2. Sedang tujuan khusus adalah: 1. Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum.

Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia. 40 Tahun 2004). baik di tingkat nasional. serta 10 orang dari unsur LSM. 2. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. Keputusan Presiden No. 9. peningkatan pendapatan. penyaluran. Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya. kerjasama antar negara. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. Organisasi Wanita Keagamaan. dan pelayanan sosial. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. propinsi maupun di kabupaten/kota. Gugus Tugas. 6. Kepala POLRI.5. antar daerah. 10. 7. dan Kepala BPS. Selain RAN P3A. Organisasi Pengusaha Wanita. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. 87 Tahun 2002). 8. Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah. . dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. 59 Tahun 2002). Kepala Badan Narkotika Nasional. regional maupun internasional. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. pelatihan. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1. ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI.

181 Tahun 1998). 87 Tahun 2002). di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. Kerjasama nasional. melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. Dalam era otonomi. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Sesuai dengan tujuannya. dilaksanakan secara lintas sektor. 77 Tahun 2003). Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. Selain Gugus Tugas RAN P3A. 1 Tahun 2004). regional. daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah.3. Otonomi Daerah. 5. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No. kesehatan dan kurangnya pendidikan. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. 12 Tahun 2001). Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. pusat dan daerah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. Daerah sumber. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan). di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. tetapi juga . 4. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. 560/1134/PMD/2003. dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia.

43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 4. Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. dan hal-hal lain yang berkaitan. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah. Tahun 2004. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau. penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. 6. dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. 1. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 2. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. 5. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. Propinsi Jawa Tengah: . 3. DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No. 58 Tahun 1998. 6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. 2004). Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak.

10. 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak. juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005. 9.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan .Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. 350/ K. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. dan Perdagangan Anak. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya. 8. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. 7.

melalui Surat Keputusan Gubernur No. Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003). 463/K. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. lembaga kemasyarakatan dan LSM.214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat. Kejaksaan. 11. ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. Dilihat dari sudut korbannya. kepada masyarakat umum. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja. padahal ada bentuk- . dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual. Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia. artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual. 11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan. hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP. Namun pihak Kepolisian. Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. termasuk bayi. Kejaksaan dan Pengadilan). Menurutnya. menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu.

namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini. Sementara itu. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah. menurut Burgerligh Wetbook (BW).000. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun. menjual. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.000.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Seperti diketahui. Tetapi dalam undang-undang ini. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. 15 tahun. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia.000 (dua ratus juta rupiah). . Selain KUHP. Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur. Undang-undang No. Di samping Pasal 297 KUHP. sementara menurut Undangundang No. Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan. tidak dapat dikenakan Undangundang ini. pembantu rumah tangga. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan. Undangundang No. dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa. Lebih lanjut dalam Undangundang No. tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000 (enam puluh juta rupiah).000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. termasuk anak yang masih dalam kandungan”. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟.

Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban. bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. 8. . maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan. rancangan undang-undang tersebut belum dibahas. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children.Menurut analisis para pengamat hukum. No. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. Pada tahun 2003. Undang-undang No. Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pihak Kepolisian juga melaporkan. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua. Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi.

and Punish Trafficking in Person. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. dan Menghukum Perdagangan. Kejahatan. 21. Suppress. 22. Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bab II. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). 25. terutama Perempuan dan Anak. Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 28. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Buku Ketiga. Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi. 27. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent. namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. Pelanggaran Ketertiban Umum: . No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. No. Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. 33. 2003). Especially Woman dan Children). Bab XIV. dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. 26. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. Memberantas. Pelanggaran. 32. No. No. No. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. No. No. 31. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan.No. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. No. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua.

Kriminilogi UI. Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana. germo. pelanggan. dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri. paling banyak 1. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. Kejaksaan. ancaman (secara halus). dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan. Derap Warapsasi. 1 tahun. ancaman hukumannya terlalu rendah. Pengadilan. 2. dan LSM Mitra Perempuan. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM.Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. YMKK. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola. 3. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. . dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya. Dep. diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004). Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian. Dalam RUU ini.5 juta rupiah)”. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1. pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan. Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. Bogor bekerjasama dengan ICITAP. Kepolisian Perancis. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. diikuti oleh 51 orang peserta. dan Jurnal Perempuan. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta.

diikuti oleh 40 orang peserta. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. 7. 6. diikuti 179 peserta.4. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons. diikuti oleh 25 orang peserta. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Kepolisian Filipina. Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. Batam Prop. Medan. Hakim Bandung dan LSM. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. 5. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. diikuti 30 orang peserta. Kriminolog UI. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. Sumatera Utara. dan Derap Warapsari. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. . dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. Medan Propinsi Sumatera Utara. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Dumai Propinsi Riau. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System.

Tabel 3. Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi. beberapa aparat Kepolisian Daerah.46 2.60 No. Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online. 1999 173 134 77. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari. Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. 2000 24 16 66. Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian.Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Karena itu. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21). jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman. Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5. serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. 2003 125 67 53. diakses 15 Maret 2005).67 . Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan. yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan. Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No.

06 6. Bangka-Belitung. 2004 43 23 53. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan. . Jawa Timur. 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya. Jawa Tengah. Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring. 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. Kepulauan Riau. Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan. Sumatera Selatan.3.07 4.semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. 2002 155 90 58. Jakarta. telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online. dalam proses pengajuan ke Kejaksaan. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya . 2. Kalimantan Barat. Jawa Barat. 2001 179 129 72. Kalimantan Timur. Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No. masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara.  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. Penggunaan Undangundang No. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber. Riau. Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan. Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1. dan sedang menunggu putusan Pengadilan. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun. Tabel 4.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005). Lampung. 11 Desember 2004).

organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. . Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang. Sebagai bagian dari transnational organized crime. 15 Februari 2004). Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu. dan Undang-undang No. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional. Singapura dan Indonesia. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI. wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya. Akhir-akhir ini. William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. Keesokan harinya. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit.

Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS. Tanjung Balai Karimun (Riau). Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea. Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur). dan komunitas lokal. sangat mudah ditembus.904. Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Sabah.193. dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia.000 pulau-pulau seluas total 1.6 % berupa daratan. Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Entikong (Kalimantan Barat).252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia. Batam. Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga. Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut.termasuk kepada Indonesia. Pontianak. Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching. Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya.2 juta orang (Imigresen Malaysia. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5. 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. memberikan bantuan. International Catholic Migration Commision (ICMC). perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang. American Center for International Labor Solidarity (ACILS). mudah ditembus dengan berbagai cara. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”. dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003). Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara). serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker). . Awal tahun 2005. Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17. Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. Dumai. yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara. kelompok masyarakat madani Indonesia.

membantu. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. atau bangunan). baik di dalam maupun di luar negeri. serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini. organisasi masyarakat. Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. kebun sawit. juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta). Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi. dan bantuan administratif. konseling. Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi. pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. kuat. rumah tangga. pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. pasar. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. Tanjung Uban (Kepulauan Riau). Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. Semarang (Jawa Tengah). kotor. Entikong (Kalimantan Barat). PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. dan juga di perkotaan (kedai. pabrik. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). Surabaya (Jawa Timur). juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. dan Nunukan (Kalimantan Timur). kebun karet). mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. . Dumai (Riau). perlindungan. dan terkadang nekat. Pare-pare (Sulawesi Selatan). psikis). Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan.Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. nasional maupun internasional. Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata.

menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya.PP/Dep. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. POL. Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1. penyidik POLRI. Menteri Kesehatan. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. 75/HUK/2002. psikis. 6. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat. 5. Tabel 5. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler. Oleh karena itu. serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan. Lampung RS Bhayangkara Lampung. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri. 8. Departemen Luar Negeri. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4. . agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban. 3. Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. 1329/MENKES/SKB/X/2002. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. 9. psikolog. Jambi RS Bhayangkara Jambi.V/X/2002. 2. sangat sulit mengakses perlindungan ini. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”.B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian. Di dalam negeri. Kepulauan Riau 7. perlindungan dalam bentuk perawatan medis. maupun aspek sosial dan hukum. RS Bhayangkara Dumai. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang.

RS Bhayangkara Tulungagung. 17. Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso. RS Bhayangkara Kediri. 18. 19. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. DI Yogyakarta 16. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. 30. 2005. LSM. Porong. RS Gasum. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. Kramatjati. 31. Papua RS Bhayangkara Papua. 26. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). RS Secapa. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. 29. RS Bhayangkara Lumajang. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. Banten 12. Jayapura. 14. Maluku RS Bhayangkara Ambon. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. Sukabumi. 15. 13.10. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. RPSA memberikan layanan perlindungan. 25. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. 20. 27. 23. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. . Semarang. Makassar. RS Akademi Kepolisian. Bandung. Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. RS Brimob Kelapa Dua. Denpasar. Surabaya. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. 21. Bangka Belitung 11. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak. RS Bhayangkara Nganjuk. 22. Cimanggis. 28. Bali RS Bhayangkara Trijata. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram.

Nangroe Aceh Darussalam 1 17. Bali 9 11. Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia. Jawa Timur 44 31. Maluku 15. Jawa Tengah 34 29. Kalimantan Timur 10 5. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). Riau 3 21. Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Sumatera Barat 5 19. Sumatera Selatan 10 22. Kalimantan Barat 4 2. Sulawesi Tengah 1 8. Sulawesi Utara 1 6. Gorontalo 7. Kalimantan Tengah 1 3. Banten 26. 2005. Nusa Tenggara Timur 14 13. Nusa Tenggara Barat 7 12.Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Kalimantan Selatan 1 4. Tabel 6. Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Jambi 5 20. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Bengkulu 1 23. Maluku Utara 14. DI Yogyakarta 3 30. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat. Lampung 7 24. Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Sulawesi Selatan 6 9. Jawa Barat 29 28. . MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). Sumatera Utara 16 18. Bangka Belitung 25. Sulawesi Tenggara 1 10. Metro Jakarta Raya 10 27. Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia.

} #p-tb . Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. Jakarta. Tabel 7. Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya. 5.}</style><script type="text/javascript" src="http://meta. Shelter Pemerintah Kota Batam. Medan. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre. 3.Di samping itu.pBody {padding-right: 0.php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs. DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu.wikimedia. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB). 9. Bandung. 6.php?title=Pengguna:-iNu/switches. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). Women‟s Crisis Center. Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI. Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon. Bandung. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai. Palembang. Trauma Center. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. Shelter atau Drop in Center 1. LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD. 7. Women‟s Crisis Centre. Propinsi WCC.org/w/index. Batam. Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. speak: none. Bengkulu 8. Padang 4. 2. Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). Trauma Center. Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. .

Palembang. rehabilitatif. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. psikologis. Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. 11. Bali. Palembang. maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. Ujung Pandang. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Sumber: Kemenko Kesra. Makassar. Yogyakarta. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. 13. Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah. Mataram. Surabaya. Padang. Samarinda. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Shelter LSM Anak Bangsa. Purwokerto. Jakarta. . Entikong. 2005. Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). Women‟s Crisis Center Jombang. JARAK. Propinsi WCC. Shelter atau Drop in Center 14. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI). YKAI Jakarta Pusat. Medan. Jakarta Selatan. Jakarta. Jayapura. Bandung. Medan. Jakarta. Malang. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. Jakarta Timur. Gema Perempuan. Jakarta Selatan. Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Palembang. Yogyakarta 12. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. Padang.10. Manado. Pontianak. DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. Lampung. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Makassar 15. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Manado dan Mataram. Medan. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. Komisi Hukum Nasional.

penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang. dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. transit maupun daerah tujuan perdagangan orang. sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut. . dan lain-lain. Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut. Di samping lembaga bantuan hukum tersebut. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka .Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK). Kupang. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi.. mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker). Makassar. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya. Pontianak. Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya. Malang. Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I). yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang.

ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya. advokasi dan monitoring ke Daerah. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. migran ilegal atau undocumented migrant.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. petugas shelter. Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker. dan lain-lain. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. petugas pendamping korban. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal. juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. merahasiakan identitas korban. Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran. remaja perempuan di pedesaan. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan. ACILS. . Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh.

26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan.000 sampai Rp 990. . aparat Pemerintah Pusat dan Daerah. Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa. SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak).000. mulai dari perekrutan.Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang. Sekitar 90 persen dari 240. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). Mereka bekerja 16-18 jam sehari. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas. di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia. ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan. PJTKI. Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini. hanya tidak terungkap. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina. atau oleh majikan. Perwakilan RI di luar negeri. sementara dokumen mereka ditahan oleh agen. pelatihan.2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. transit. LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji. Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870.

Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. penawanan.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri. Banglades. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. dianiaya. atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. Di samping modus tersebut. Mau kembali kepalang tanggung. dan Vietnam. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. Namun menjelang Idul Fitri 1425H. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . tetapi ternyata bohong. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia. Untuk menahan gelombang migrasi ini. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. Ketika visa kunjungan telah habis. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. status mereka otomatis menjadi ilegal. sembunyi-sembunyi. sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay. uang sudah habis. atau diperkosa). banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. agen tenaga kerja yang tidak baik. dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. upah rendah. posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). penyekapan. gaji tak dibayar. Karena itu. dan lemahnya penegakan hukum. Dengan tidak adanya visa kerja. India. dan berubah lagi menjadi Januari 2005. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. TKI yang masuk ke Malaysia secara legal.

Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya.464 6. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004.382 3. Pare-pare 29. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004. sejak berangkat dari Malaysia. Nunukan 66. Surabaya 55. (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan). (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau).bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya. . Tanjungpinang 84. yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat). Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat. Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara).985 10. Batam 15. Tabel 8.664 Jumlah 120 347. 106 Tahun 2004. Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005. di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya.819 2. (3) Dumai. Tarakan 687 12. Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No. sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra. Dumai 120 120 35. Entikong 7. Jakarta 16. Tanjungbalai Karimun 18. Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1. Semarang 1.185 11. 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26. Program amnesti ini diperpanjang dua kali.691 8.532 5.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia.784 9. kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh. Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia. Medan 15. masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia.255 4.248 7.

8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi. 15 Februari 2005). Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan. Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu. dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara.Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. transportasi. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. SPLP). dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia. Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. penampungan. maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. Saat ini terdapat 8. sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. Sesampainya di pelabuhan entry point. Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal.000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran . Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan. Sekitar 500. kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu.

dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. Kabupaten Sanggau. Oleh sebab itu. profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. kurang pendidikan. lokasi. kesehatan. antara lain: tingkat pendapatan. Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching. pendidikan. Untuk wilayah Serawak. penampungan. Dalam hubungan ini. Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. dan bagi mereka yang memerlukan. akses terhadap barang dan jasa. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya. Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. Selama kurun waktu 5 tahun. gender. Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya. geografis. pada umumnya berasal dari keluarga miskin. permakanan dan bantuan transportasi . yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. dan kondisi lingkungan. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. diberikan bantuan layanan kesehatan.kepulangannya ke daerah asal. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak.2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu . permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan. kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan . Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). laki-laki dan perempuan. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang.sampai ke propinsi daerah asal. Di propinsi daerah asal. dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. Kalimantan Barat. Malaysia Timur. Malaysia.

nasional dan global. dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal. Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman. B dan C. antara penduduk kaya dan miskin. serta peningkatan keadilan sosial. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. putus sekolah. sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup. Kelompok . serta antara laki-laki dan perempuan. Millenium Development Goals. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau. terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. perdesaan. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). antara perkotaan dan perdesaan. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. karena merupakan alat yang tak tergantikan. terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin. dan lainnya. Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang.mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. pelayanan kesehatan yang bermutu. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan. pendidikan keluarga. terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia.

kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. Namun demikian. koordinasi. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. Dalam hubungan itu. pelaksanaan. pemantauan. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. radio. meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan. Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. sektor dan daerah masingmasing. .Belajar Usaha. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No. dan televisi kepada masyarakat. meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa. memperkuat kelembagaan. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan. eksploitasi.

terbanyak melalui Nunukan (8. dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8. Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. Surabaya (Propinsi Jawa Timur). . obatobatan tradisional. warung. Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan).rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001. Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang. dan menjahit. Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005. Dumai (Propinsi Riau).809 orang. yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26. Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35. Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). Yayasan Paluma.805 orang. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM). Medan (100 orang). di Medan.. Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. Yayasan Mitra Usaha (YMU). katering. telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta.499 orang). Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP). Semarang (Propinsi Jawa Tengah). Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang).Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia. yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar. kain. Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk . Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi). kemudian Dumai (162 orang). dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta. Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat). Yayasan Paluma.996 orang. Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. Jakarta (DKI Jakarta). Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia. Tanjung Uban (133 orang). Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau).

Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. Karawang. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. terutama menjadi pekerja rumah tangga. Bekasi dan 1. Propinsi Jawa Barat. badanbadan internasional. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah. PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri.com. Propinsi Jawa Barat. Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis.jurnalperempuan. peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya. Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. (www. Propinsi Sumatera Utara. Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1. Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya. swasta. pelatihan.500 keluarga di Pedes. peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. LSM (nasional dan internasional). organisasi masyarakat.200 keluarga miskin di Sukatani. dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya. anak jalanan. Semarang. yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. 15 Desember 2004). diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut. Dengan pendidikan yang dimilikinya. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. perseorangan dan mass media. .

16 Maret 2004). LPK Setia Bakti. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat. sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. Selain beasiswa. Pola pengembalian kredit tersebut. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri. melaksanakan pendidikan Life Skills. sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess. Tangerang. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149. 22 Juli 2004).Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda. diakses 15 Maret 2005). Babby sitter. diakses 16 Maret 2005). sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. bordir dan menjahit. Bupati Sidoarjo. Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF.2 % yang tersantuni. Bulan Maret 2004. Jakarta. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. Karawaci. Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah. nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. dunia usaha kuga dapat membantu dengan . masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. Tahun Anggaran 2004 ini. dan tata kecantikan rambut.4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul. Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. Jakarta Selatan. Selain bea siswa.

Selain Jakarta. dan kadang-kadang bersikap antisosial. pengais sayur-sayuran di pasar tradisional. diakses 15 Maret 2005). Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan. gangguan ketertiban lalu lintas. tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya. Direktorat Pendidikan Masyarakat. membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya. sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. dan sebagainya.go. diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). agar mereka lebih siap menapak masa depannya. Jakarta. pedagang asongan. pelecehan dan prostitusi. Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah. penyemir sepatu. terlibat tindakan atau korban kekerasan. Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). peminta-minta. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005).meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www.id diakses 15 Maret 2005). Pada tahun 2004. (Kompas. 4 Februari 2005). serta Genteng dan Pabean (Surabaya). penjual koran. bahkan sampai universitas. Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online. Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. Propinsi Jawa Tengah.sidoarjo. kriminal. pengamen. Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP). Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup. Bogor. Pemerintah Kabupaten Brebes. .

27 Juli 2004). Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas. YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan. Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. Dengan demikian diharapkan ke . Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www. melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur.com). antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan.citibank. Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir.citibank.co. Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik.co. dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar.blockdrive. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut. yang rata-rata mereka adalah tunawisma. LSM ERa AKu. Jakarta dengan 75 murid (www. Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti.anjal. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari". Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www.sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www.itcwatch.id). Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www.com). Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu.co. Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan.citibank.id).id).

dan Kepolisian. dan Cabang Dinas Pendidikan. tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. SMU . LSM. maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Dalam masalah peningkatan pendidikan ini. Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005. dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. PKK. keberpihakan. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. diakses 15 Maret 2005). Dharma Wanita Persatuan Bali. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. Dalam bentuk ceramah. untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). Instansi terkait. Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. ASA. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. dan dukungan massa. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO . Dalam hubungan itu. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak. Industri Pariwisata.

Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. dan Garuda Inflight Magazine. Padang.kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. berita umum (Liputan-6. menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran. Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura. Batam. 15 Februari 2005). melatih. Seputar Indonesia. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau. Selain itu. dan Manado (September 2004). Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. leaflet. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio. Kontradiksi. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. Lintas-5. Hello Bali. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Program yang sama juga diadakan di Batam. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . Jakarta. Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. Pontianak (Juni. dan Undang-undang No. Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. menampung. sticker dan poster. Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. Sejak Oktober 2004. majalah: Tempo. Sidik. Undang-undang No. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. Sergap. Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak. dan lain-lain). 2004) Pekanbaru. Matra. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. dan lain-lain) termasuk talk. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. Makassar (Agustus 2004).

Secara institusional. KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. antara daerah asal. Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. 26 Juli 2004). karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia. 21 April 2004). diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri. maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. Tahun 2003. 88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. Untuk mengatasinya. TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan. Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. Selain kerjasama antar daerah atau negara. transit dan tujuan. Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). mengirimkan calon di bawah umur. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur. Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. Kerjasama tersebut sangat penting.dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri.

(Website Warta Pemprov Kalbar. Nani Sakri. Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. fungsi dan kewenangannya masing-masing. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan. Selain mengembangkan media. dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah. hotline service. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW). Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Birgit Ulrike Hau. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. Sarah Gumelar. Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. Indyra. dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. women‟s crisis center. Soedarso Pontianak. database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. Malaysia. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. Shelter RSUD dr. Hening Tyas Sutji dan lain-lain. untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional .keterbatasan personil dan perlengkapannya. LBH-APIK. dan LSM. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. Magdalena Pardede. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga.

adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. Surabaya. peningkatan kapasitas. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan. Bandung. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). IOM. Jombang. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Untuk tingkat regional dan internasional. Dumai dan Tanjungbalai Karimun. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. ACILS. Bengkulu. Sumatera Utara. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. Save the Children US. ICMC. UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. 106 Tahun 2004. 2005). transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. Bone. Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. Padang dan Labuhan Batu. dan Undangundang No. termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. Makassar. adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. Sampai dengan tahun 2004. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya. Propinsi Riau. Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No.untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur. oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . Maumere. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Palembang. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas. Terre des Hommes.

mereka membiayai sendiri kepulangannya. Suppress. terutama Perempuan dan Anak. namun sungguh. RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban. 2003. telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005. . RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Memberantas.P badan-badan internasional. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent. Tetapi bagi mereka yang memerlukan. 23 Tahun 2004. and Punish Trafficking in Person. dapat dilaporkan bahwa: 1. dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. beberapa kemajuan telah dicapai. Bagi TKI yang mampu. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. gaji dipotong. Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. 2. PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat. Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat. Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. Especially Woman dan Children). 88 Tahun 2002.bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. dan Menghukum Perdagangan. Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. penampungan sementara termasuk permakanannya. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan. laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No.

Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. antar daerah. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko. Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga. Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. dan pelayanan sosial telah dilakukan. program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. 9. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. peningkatan pendapatan. dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter. RUU tentang (Revisi) Kitab Undang. lembaga kredit mikro. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. perguruan tinggi dan lembaga lainnya. 8. kerjasama antar negara. Oleh karena itu. Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No. RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya.Undang Hukum Pidana. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. regional maupun internasional telah dilaksanakan. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini. 4. 5. RUU tentang Narkotika (Revisi). Terima kasih kepada pihak perbankan. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah. 6. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat.3. 10. pelatihan. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. Undangundang No. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran. 7. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. Drop In Center. Women‟s Crisis Center dan yang serupa.

Demikianlah. atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional. kelompok gereja.akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya. kelompok pengajian. 30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI . kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan. Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya. Jakarta. dan lain-lain. Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. Insya Allah. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga.

.9/03.3..3 :3/.803.3.3.50.33  .3.3./.347-.907-.5.9:8:9. 9/.: 507/.:/03/. 5.3.7.:5.7:5.#5  /:.5/.33 .3.33.2:3/.9.3 :3/.347..3.3&3/..  %09.3/03.9....85./.3-:.3-. .

47.3&3/.3903.9.//.03:7:9.2..3./..349. .3.9047.1   50/.07.3 /.3!..3 -.5:8.9.3.11.9.3027.:507./.07./.90780-:98:9:39:/:3..5:8.3.3/03. !7403.3 .9 203:3.3.3!.5/.3./03./.703.8.8:.-:/.3  ..9.80207/0.8.7./..:5:32:332032-:./03../703   50/.3 :3/.:3  80-.07..3. 503:3.3907. 203:8:3#.187.3/.3.503:39:9.  !03:39:9.0724. !.307:./.07..9.38073.-8...8:9/.: 507/.34 9.3 9.3 &5.9.20..-072...747.11.3.3%03.347-.&!9039.47-./.39/.:.9:39:203/::3503.3/8:8:3!##  #.3503/079.3 !.3 :3/.257.3. -.3203:.8    .3-07.3.39&3/.8.3 9079:8-.3.39.59.3.3 808047./.:39039.3-07.80-.3.3!03./8.3 :3/.3!03.809.25.3.39:.3..25.8/./..!07/.:.802.3 :3/. 503. /.3. 7.3.3.3507/..3.0548.3.33.25.8.3!073/:3.3 3.780...3.3 5035:.8...5:8.25:3.9.5.503.3  .3/03.3 :3/.347.:202-.20303.2:38.!##.2!747.3..709  808:3:3./.!/.3.:.8.3 47.703.350702-./.07203:3.73.:20307.3.202.305.3 :3/.3.3.7 .3 7.!##:39:/-.547.3.9.907/7/.. 202507:...34  %.3 47.:39039.3/.3.3/808:.3   4  #.79.3.9.347..703.8.3.3&3/.3.8/.49039.-07.3 507/.. 2.3&3/.3.:3 9039.9..39039.3. 5.9.47.347.3.843.208.3!073/:3.7.202.8.3 :3/.2070.3 7..3 /03.3/03./.3203..3 .347.5..3!03.5.3/8.-0.8:/.30:..3.790..320707:9-07-0/.3907.9::2 /03./.3 :./..:5:3&3/.3%7.3.8./.2&! &3/..3-07.3/-.9.!/.3.3./.3#.33...3.3.3.320303/.3%3/.3 207.380347.790..!07/.5.9079. $03.305..8903.320308549...33.80-.3803/7/.. 90753.5.3.2.3.390780-:9-0:2 /-.3/.3../.3.3:8:83.3-0-07.7.3.3:....25.305.2.3.5.:3  !020739.97.2.3.3/.347-..3503..8!##9.:3  7.33.805./03.3!47347.8.3:3/.3.885.38073 -07.90 5.3 507/.:.9.7.:80-./013870829039.202.507025:.3$.50.3 :3/.-0780/.3..3/03.3::2.3:3/.87..3:3/.3507/0-.3&3/.790..3027..3%3/.11.3 &3/.3 5073..3.9.3.3.380507928.8.3:8.3..3...8.3 :3/.&! .39/..34 %.597.907:3.8:8502:..3.3/4308. 2.8.39/.3 3.7.8 .3-07-0/.-07:9  50/.5405.39:/:.3203.3:.25749.8!02:%.7::2.#90.347-.3.. 202-07..3-.3.:3 90. 94-07 8.

93/.3 /.9.943843.7.2..%0747.508:8.3 7.3.9:-/.8&3/.3.:.0.11.80-.3 :3/.8.3!0308.8 /.!03.3.3&3/.-0.3. 0.3907.  4  #.34 %..3.3.3. 3.3.3!47347.5.3.2.3 :3/. !03.3007.9..3/./03.494!70.802-.3/.3.3.3&3/..3 :3/.3$.3.380-..- !0..3.5/.3:2:2 80-.3&3/.3/.3!073/:3.3.309079-.3.-:/03.3 907.3 :3/.:50.38.3% (( !7494....3%7.38 3.3 :3/.3.39039.3.3907.3&3/.7.7.3..3.8.2.39039.3!0308..87-: 7:5../.3203/474392-:3.320307.3.3.2.3!74944:39:03..39039..3&3/.39039.9.3 /03.:202:/.3203.4  #.8.3.30472..:3025.2.3 47.  02-07.398477:5943     $.39.08589/3.3507-:9.3 .9./. 0..508:8.509079-.33 !07843 850..03039..39&3/.3&3/.:39039..2030-..3&3/.9072.3 :3/..30/720  4  #.843.3.347.5.347:58   &390/..503.9-:.3.039 $:557088 . 7.3.3  4  #.9.8.320.3.9.3.3/703  4  #.39039.5.347.3..038!07807.35/.3.2.!/.9:0.320.!/..3 /..50.3.39039.3.3.3.3.3.3.3 &3/..3-.:202-.9.50..3!07:-.3..:.383.3.943.3  3/4308.93/.3 :3/.7.3 :3/.8..80.3 !.3 .3...:3  !.:0-.3.3.39.3!4734.039438.39039.3202..3  4  #.:..8  4  #.7.843.39039.3&2:2 ./.3.-07:9 ::0/:.!07/.3803.343.:7 9/.3 :3/.3.35/.3.34 %.9.38.389 %7.347-../03. 503.5.3.3.9.303::2!07/.703.9.3!07:-.9.3%3/.808047.3007..3  4  #.3:39: 20.9.3 :3/./.3 :3/.5..9..7.39.749.38.:3  9039.  4  #.749.0.3!0308.7..3 907:9.... !0.-.2/03.!07025:...34  %.8.03943.3.33.3..3.3 0.3.343.3507-:.3.3/.30:39:3.  ::09.3.38.:3 9039..42.3 .3./.:5/.3&3/.308:8.3.7.2.20.1/..3..39039.038!0.-&3/.38.9:9.3...3%3/.:7. .:7.8.3.2 &!80-.8.507/.03839073.8/.9.9.3::2!/.3/!:38%7.-: /.8 &390/..3 :3/.7.33.5..39.:.3&./..:.3&3/.7.3507-:.2:3 203/.9./03/.9.-' 0..9..3/.8&3/.503.943843. $:50203 43.9.

.!./.3.8.5.39.:7:3..8.&!90780-:92.3/.9.203.3502-47/...7507-:..9.3.8 2.3.3.3. 5.:3  !.3 203.907907.9:9.90780-:9/. .3 /.7.3907.2.9.8.3-..187..3 907.-:803./.580-...80-.3..8.-:8047./..0.5.820207:.9.33.3:2:2  $0-..3.2.509079-.35/.8.25.38:. 5.3.2/03.3.70:39:3./. 507-:.7./.0.8.:50.9.9..508:8.50./..503./.9:503.:7.3..9/.35.7.38.3.

393/.3.93/.2.350.89.:3.3/.19  /3.9202-07.3 .2#.3/.3  0.3 :3/.3 !03. :9.3.20.7.2.9047 /03/.35.3#0.5/...320.5.547.:.5..3..3.7.2.3.:8 502.9.3 ..7:5./.  5.:/03/.5.9.. .3.3.3 -070.3 &3/./..50304.3./..31.5.::2 0548.:7.3.50.380805.85030..3 $09.:7.3::2..8:39:-07.50.305.8.3.  !033.909.2:3.33.50.9.9./.8. 40&!9/.2025:3.8&!!..-.2:3/.3.2.3-.503.3503003..  50. 803./03/.3-070.7..9.3.3.32030/.3.9.39::.3/7:39:/.9:2:2/03.973.35/.8..9..5-07:5. 9.8 !033.3. /723.3 -:.. 503:3.38:33..01007.5.3.9/.8..89.380-..:3.3 9.3.3.:3 5.95030. .3.89.:7.33.3-.3 0724 /.3.38073.2#&&3 .2.9.3.380/9 7-:7:5.35/.7.3.:/9025.7..  7..007.  0.3::2./03/.8.907..8..3.3 80./03.3203.8.5.7./3. -:..3/7  /5/.390.3::2/9::.3/...3 3..3/.4.3 207:5..:703/.

39.3!0.!07025:.3.9.8079..!07025:./03.3508079..3.3.3:.5:8.3  /03.947/.3$0.89./. /. /8003.3%!   !0...203/:3 447-007.3./.3.3202-07.3/.2.58..:.507025:.3. /8003.220207.#:.9.34:3907%7.9.3502-0..98079. :5.3-:.850 .3:8:83.3:73.3.3 /:94047.7.8.7.3.3!073/:3.70/:9.7.507843.8  /.3 /:94047.9..3/.8.35033.3.9  /.9.3-:..3/03.3!07.340.3.3!:8.7$0.7: 0548.-08!47-007..5 .7: 07.33.3/03.3.3/.3&  /03.9.3907.7.907-07.2.3 47.30 :39:.5.31.3/.89.3./:.3-:.8.3#080780723 !47-007.3.11. ...308.89.-08!47.3:8:80548.33!07843880-.80-.32..3#080780723 0..9.3508079.850507/.7.3..11.9!03//.7.357 9039.33.3 %7.503.9.:.  !0.3  .3.33!078438 /:94047.31.503.7..  0.8 05 7234& /. /8003./03.8./:.5.2..3.947/.:5.70548./03.7 9039.3.3....3 $97.3   !0.3/..3508079.

33078 /.3503:8:3.3:353.347.3507/./ !74538$:2.79.0 $8902 /:9508079.3827.:25:7/.2.08$0.3/#08947.9.3/09.20302-.. 72344& .72033. !0../03.347.33!078438 /:9 47.3 50.3.89.7.5.39.39:47-.9!07.-007.73/.3/:3/.3!07025:.8/.30.9.3947!03:-:3438:.3!74538.7& .9.307.08&9.7./.3447/3.32.2.58.20.2.3%7. /:94047.3087.3$.07843.3087.2/...8.8.3447/3.5.7.3!07.5:8.33..3././.2. /8003.-08!47-007.947/.   0203907.3 !439..3/.30!07.9.3!745 $:2..2..3202-07.27.3.&9.33/. 0..!74538#.3.790203%03.:3 /0/.3 1.347.3 507/.5033..3.947/..3$   $023.3 508079.3#.:3 /0/:9./03.33!078438 /:940 47.3.: 0/.:. /8003.5./03.9.89.3 .947/.. 0203907.3$07.39..308. .3.3%2:7  0203907.3.3/.3::8%:.34.79039.3.:/.9. /8003..3202-07.7. .907.30548.3503.33 /.39.3!073/:3.947/.35033.3  05.3 5073/:3.3..7985.547.!74538.9..5.3!03.340.8.8   !0.9.3!07.3#/./.3-.4.3%7.3 50.89.-20.342-.30 9039.3-:...33 /.3.7.3%.2.3#.7#/ :.8/.9.!74538#..3.3947. /03.3/9::..3-:.3805.3..9..3.9050/:./03.:3.3  .8$/.7.11.3.2./.27.3. .203.7..7.3.3..39..3.. 0203907.11.2503.8/.3  /03.5.89.8.30548.39:5.5.2.4.5:8.3.393%7.  /8003.3./03.39....7..3!07025:.-08!47-007.8.3.9.!74538./.0:89.905././.39.3507/.3:3:.3!02-07/.3&/.9.7 5073/:3.8.3.8/.2.3.9.73/.3 !7453805:.8.07.9.07.8./.2.9  /.305.3 7.3.947/.3.07.7.-.3:897./.8.353.89.3-:.5033.9./.3203.3-007.9./.3-075.9.8./.80903.3&  0..3$:.:./.2.3.8..31.3/.3.3/.8.:5:3202-.3 508079.347.89..3.#$../.:3 /$.31.3%2:7 0/.:39:203/4743502-039:.8.30802-07 9039.: :2.380389.27..2.980.7..3447/3.9..3848.0.8 !03.&9..907.07.8 02.3.5.2!745 05:..: :2. -07.3.3$0.89..9.3./.3&/03..33.8.903/07.3.-08!47-007.!03.9.7 0548.0.7.2202-.947/.7   !0.907.5033.5:8. 47.3#03.3.3.7./.33.9.8.347-.343805.70548.8/.3.3087.7.890.:39: 2033....39.8 /.5..203003.8.3.7.3!07/.9.7.3# 0.3:3 9039.3#080780723!47-007.&9.3!07/.3508079. 0.4.3./:.3 !74538$:2.38..9.7: 0548./.39039./4 !74538$:.

.:0:.3  %.89.7 -03.-.47-.3.3..&9.3 %2/.5.05.9.3!07/..3$48.7907.3$#20.8..8:8 80.:3        4 %. .7.-:5.7.8:825..8$48...3/.8..9: :2.2.!03.3400548.3.33.5.2.3.3/.703.8.9..8:8 507/..3 080..8.2.5.3...8./....8:8507/.703.:/../03.90790780-:9 0/../.:3 9039./..7.790203%03.!74538.3-.2:39/.3.5.3.2 5747..9.790203$48.33.3/.5:8.5:8./03.%.7.3.7.709   /.3/.907.3503:3.3/25.0.3#080780723$! #5.3 8079.8-007..3/4308.3./.3 /3.-007.9.8...8:8 .-:5.3507/..:3/.:3 203:8:324/:50.30 0.3.2.3$203.3 :3/.79:2:33.4.3827.3.9..8!03//.2.: /03./.3.3:39::7:/.30..9.8.940$/..05.9.9 !020739.33.3.3503:.3.8.82.3.-03.9.347.9./...:/.98:9:39:/.5.3827.9809.39.38.3.8.300...8. !020739.2.903 3/7./.9:/.8:8!07/.95020739.750309.3&3/..3.3947.3/3/4308../..33./574808/.5400.903%::3.3.390.9033/7.3503.3 :.5:8.-0 .07.7.3:39:574808503:39:9.:3 9./.3:7:$/.3/.3  .390780-:9 /507:3.3%7.7.3!07/.33.7.3!073/:3./.:.5.5.3 .33.8.3/4308.9.::5 /8008.7 ...8.3.3.903 3/7.302:/..89.808./. 2.8./.3 90780-:98..73.7 !74538 -0-07.3././03..3....8:8  07/.3.305.3$4.380..7./03.3.9574538  $.2/!03.79. /907:8..8.9..438::2.3!07/.20.303.3.3!07902:..5.89..0.3503:.347.:.3-07.:4.820.5.5.3508079.3.38!020739.3 7.07.  05.2..:3/.3.7.3803.3!07025:.8/.380-.9.:3907.3!07/.347.:3:2.5.3.8008.3/.3.400548.39.:-007.547.3%7.2./503:7:3.:/. !03./03.9.2.3 ! .2!03.8./.7 47..9/93.8.8$9039.8:890780-:980-.7.8./..8!747.-:5. 330 /.7.8.3!..203..3 :3/./.3/.3507025:.2.7  05.3 5033.2.347..3389.3.-:5.3/9.090/703-007.9.7..07../.2 !03./.%2:7 !020739.2070.7.34 %. .203.5.9 0548.  9.32.3/.3:93.3.3/.8:8 .3.80./.  !020739.!74538$:2.3 3.8:890..320.3907.3./.3!07803                .8.3$%!/3/7.790203%03.8:8507/. !74538#..9!020739..3../.3!07025:.2503.3!07025:.2!03.&9.907.:3 907.

07$9.3 9.3 $:.393/.9 .30070/.3203:3:5:9:8.05.33.2 07/.289./.3.3.7-07-.3    ::2.0708!78..438::2.3-07.5.8:2-07    8. /././.7.-:. 330 0802-07   %..:-.7-07-.8  '438::2.380/.: $:2.8/.38:/.9/..-0 !:9:8.3/.#5 :9.7.11.30 0.3-.8:8!07/.47.:3%07/.7.32033/.8...:3 0.25:3  .39:39:9.703.3/03/.9:8/.438/./25.-08!47/.7.9.3.3-.3.3!48 /.203:.0./.9:.  !03.7.3.39.9.:..                         $:2-07.3 90.8:2-07 .$0.97.. 0.3.3./.-078..:3    4 %.9:.7.:3        ::2.0.3848..3503.3 0!03.3 .7$02-73 $02039. !03:3.38093 933.380-0:23.'438::2. 808:. .7.07803..305.:3 #.0.3/.3./3.39.438503./.3/3/4308.9:.3/03.:3503.370./.3/./.&9.907.07.8.08&9.3007 %0-3%3:.3#080780723./.5.39078.8.907.07/ 574538 $:2.7 /.3%2:7 /.3  .$! #    .90--07.8:8.97.3.3.9:.3..3802.8..7 -:.7-:.8.7./.7.9 ../. 2070. ..3  O %/.438::2./.:3 80-0:23.39..:3-:.438.390.3/03/..3::2..7.8.3-.:7 $:..38.79.7.350.9:39:9..3./.2574808503.47.7...3700.3 .8:83.5./:5.3 7.:3 9.3:3/.7.:3503.3-0-.3.%.39.3.9./.3.8..39.33. #..97.3 /03.5.97.:.35.9:!03.3 /...7.%2:7 .9.2.34 %.3::2..:39:503:39:9.3203/..3.9 .:3 9039./. 907939.25030/.::2.8.7-0-07./.253907/.8.7..5.3 . .7.:8.3&3/.11....3#...90.7.3/.547.8 /./.9.3 !073/:3.438::2.:.3::2.305.: 05:.202-:..9/09.25.203.3 4./5:9:8 2./.05.3.35.9../.3. 802.5.3::2.3!03.4.25././03.39.3./.8.#5 :9../.9-..8.7::2.3/.8/:25:.3 .30 203.203/. 7. 9.3::2.7.3/03. 09:3 . .38073/:3.11.8.3.9.3/.%03..0548.390..3./.8..907939.9:.30548.203/.3503.3-07.3-07.11.39078.3-078.:39:/.3/.390.2./.39/03.

3 07.9.::23/4308.:8.3.3...38.#05:-3/4308.3!020739.32.7././8:2-07 503./..2/.8889.3::2.!020739.39074.20303../03../8-.30897.3::2 !07/.8.57.80-. %70..-:.08.8:/.3.7.330.3.3 80.8.3.503.320.7!03.3!07.3007.3.7.32033..703.3507/..73.97.30.390/89 5.3 30.3.3.07 /.703.3/.3..39/.23007.7..7.03723..389  .843.3 97.-079::.30. .907/0./03.2-:.3203.203.3 907-.7.350/4105.820./7 47.3..47-.73007.3-.39.43:9:.30.347.5.0 1103/078 7 .3..33.507.3507/..3&3/.3.7.83/.20250/:..5:7.347..73 !020739.3 !020739..:897.3.7.:3503.2./.7   207.39.5:.:&3/.7:8/-3.!020739.3!0.3-073..8...07.2 $9:.3/.9.9:5.99078 /.19.30 /5:9:8::2.:9:  07.503/0548.5:7./740:9.8 2.3:./.33.33.8. 0..../03.307.3.3 /::3. .3.920325..07.7.703.9.2.3 0-7:.7 .0..  431070383/.9 -07.339.$3.33.9039.38790780-:9  07.3$3.7.7.0548.39/.3-.347.7::2.3203.202-:.073203941434314790$:7703/0741 :9.#05:- 3/4308.5:7.03/7%--40.3 /.3.:39039.02.9//.3803.797.9.7.8:8./.20303.7.9.3%2-.25:202-07.3#  07.2./.7..2.347.383.3507/.7.3.34343 ..2/902:..2. .:../.9.2.7.90.9-08./:-007./.803/7 803/7402.3 /7/.34 %.:50/41.7.3!07809::.7.. 431070383:.502-..2../.. 907-039:0:. .9203/:30/:5..7. ..83 :.9.3 .3:897..7:8-078..3:39: 202-:.3 ..:897. $3.9429203-078.3.507./-3.8.3.7.9/507.8350.2.39:3 /7/803.34  %.3 :3/.9.2.30.:3 9039. 9::.9 03/7-07.080.7./.720 507/.23.02-...30.8...3.3./..-.3 /03.8..: 43107038!030.7.3.330.32.909...347.3.32.7.5033/.3:8.7.3!0308.83 2.2..3/.7.7-.7.3!07/.3.3.93.40 !03.7./.30.95030.8.380-07.  94  . 30.347.3.7.3/. .:80.39./.35078047. /507:.5.79743.3:8./.9.3.7.203.508079.3../:.843./.:80-.30.3/.47-.4343:39:!0307.3 -073/:3/30..98.943. 20207.9:..380-..47-./.!033/..:./..7.3::2..950393/.7.9503//.0732039413/4308.7.9.39.9.8330.3.90.2.3/.3.  $0-..3.3.7..3503.30.880..39.3 202-07.905.339073.8507/./03.79.3 47.47./:3.7. .7$:39:3/4308.47-.320308549.#-07:8.9.!/.3.3.909..3/.90.9.3/..11.7.39.7.3 7.3:.3!0308.9.$07.9::.39. 0084.3.9.3!020739.5.:507/..9.39.3/.9:20.3/:897.7!020739.8.3 :3/.%07.330.8. ..:39:203::250.9 09003#.3..93/4308.3/903..7.39 507-:/.30/. 0.7.80507928././:8.8..39.3/904.39:../03..-./.-:.33/4308.3.35.3/02-.3::239073.3/03..30  20.37 7002039 -09003904.3.5.8:2-07.7.7.33..33..347.3/4308.2!48 0-7:.39.3..2.39/.80...3.7$ 47..38.9/.9./.3.3../.8-.8:/.8:8. :39:203. -0.%03.3.3 7.5.0..7..

943.903.3.8 /.7.303/4308.2025:3.:507/.3.20207.  042542./. 207.07  $0-.25074/0.9 :5.. 7.83..   2803.7.20.3507/..9. 202-07.  !03.8.7.943.:93.7/.9.3..27.8:05.389./.9.39:.3 97.8.38079..7.5030.92.8-..7.3.:3  207.-47$4/.$07.$07. -07:5.:3 /...3.2.03.  2907/7 /.090/703 $ 207.33.-:5.347..7.3..347..11.943422843   /. /.00.3-.3/4308.3#05:-3/4308.: 5:.3507/.38!020739.9072.3. ...33..7.3.3-..843..8 0.///./.839.99.3:39:503.3 .8 -.3:.:503//..8949.39.08.347.84..3::2:39:203039..8./.&$ :9. :5.9.320.3:..-..3805079$.9431477.3.3-08..202507:./.780-..2./.307. 07.:80:.303907147 39073./.3/.3/4308./..79 $ 39073.9.3 5073/:3.339.3.8.339073.9.3 -.3703907...:0907.7.3.230073/4308.0.2.943.8.3907..350.3 429203/::3.33/4308.90780-:9 /9::.3503:. ./.3/.847-.3 7.: 39.347.9.9:025.9.9.08.8.3507/.9803.3/4308.:9. /.94.342:39.3/..3/.9.3.9:.943   -007.8.3.207:5.9203.7 5:. $39073...

320.3-07:3:380-..7.39.30:.9.9.3507/.3202.503/:/:30.3.:.509. $0.9:.: ..507-.72:3 #.//.3 ..3.7.8.:3  !020739..-./843.90780-:9  .8...49..3.//.39:3 $:.3.380.8.347./.383%.3 $0203.3/03./03.7.507-. 02./.3 503025.3 $07.. ./. -.3907.8.7.3.39. /03..08&9.39..7.2.389.39.33/4308.97.330.203.3 507-.!..3-070:.3#.3.9..3$.-07.3./902-:8 02.2 %.7.35:.3!%/30.920.5:.-.7 . /03.3 .8.39:8 /.203.8.7. 3943 .8.3./03.8. 203/:30907-.3 270803..9. :2.%2:7 $07.3..7.7.3..90780-:9 8073.380. 4.7./..73/4308.8.9203:::.7.80-.3:3.92:/.9 :3:.8./.8.39.2.9..8.7.:3 9.907:3..: !439.5:.3.9.3:3!3.: $.9.07.2.9.:/.8.39.39025.35:.3%2:7 /.3 $:2.3 !%  030.. .:7.3.7.2.:/.907.0:30..330.97.907.38:/.3/03.3 ..7.73007 #4803-07    %3. %. 93.07.3-07. :9.203.3 .9.&9.7.2..347-...3:3.-079.3.3/..7.3!. !.3.8.0/:.3%2:7203::%.5.3./03..909.3./8.3!03/.39.3574538//.3:2.3/.3-07-.39. /0.23007 2.83/./.. 49. 53.9..9 05474:8.  49.5:7..3 05:..  /.40!020739.8.2.2./.9.92:/.574538/.3.  !07-./.804.:32070.3..35.: .:9 8.:.7.3.3$3..574538 574538/!:.38.9502-07.47./.7.3%.2..2.93.:5:3/03.//507-.7./.909./.!%90780-:9../.39.3.9..38050790/.3-.3.7.8. 8.2503.847...5.   /2.9.9:8!%:.32:33.:$:2.389/.9 5474:8 2:/.3./902-:8/03.3202:.. /.

9 /.:39:/5007.3..3503.:39039.907.3503.8.8-. 3/4308.!07..3.30... .7.25:3..39:././.2507/.502-07.3503.3503.507-.7.2.7.3.39.38..7.9./..9.318 588 703907.!0.843.3.3507/./03.3:3&-.7.../03.:.2-./.9.9!07:7:.3-0723.:02.%03.3 8079.9.8-.3:-:3.3 :9.8.20307./239.3080.-9.7.340!020739. 3.93.347..3..9..3:3..00:..3. 47.3 05:..3 .3 !020739.8.7 4947 907.747-..3!%5.3/9025.8..3 ::2/.9 /..2.-.  !...3.9.3-.7.3/. -.805..7 .3.. 30.7.:39.9:/0/.  .8. //..-07..3297. .9202-039:02-.805079.8.#202-07.347-.3/-07.3 3/4308.8./:.9.8.3:7.39:.79.3:5.5 /03.3.73007 !07...3.35073/:3.8079.3 47.2.3205:90././2.70 $:.3$.3 202-.39.2 :8.9.3::23/4308.32070.3502:.3 $:2.3-007.%2:7  !#& # 073/:3.3.07.8.../.2.3.7.2&3/. $02.330.5:3/.//.42.8 5.3  808-9...9.3 &5.:0/.03/4308.350/:/03.9:7.25:3.73007...39: /..3507.3 43803 /.-202-07..3:.8.3 502:.-070.8..3%3 /.#-078.3!/.2.30-.3/..34 %.9072.8.3507:3/.30.7.3503/.3..-/. #.8..8.3#05:- 3/4308.9.203:8..07.9.909.3.2.9 9025.3.3 2070.8 !020739../ .:5:3/:.3..9 /.9. $:7.5.3202-07.8./...!03.9070-.07.4..3 :8.8050799: 803.3/.3.0 3/4308...30.32.909.::2/.7.3 0-:3 8.3.302.&9.30. .8.7./50749.7.3:3/.3/4308.3.8::5..30385007..33.33.3 .3.35078047.9.3:3:.7.8 502:.302-.3::2-.339073.3 :3/.843.02-.203.3/4308.9:9..3 -8.203:8.3-...3 04342 503//..03.8503/:/:39.3.35073/:3.3..3/507:.3 .843..   80-...:5:339073.3.7007  !073/:3.907.3:39:202-07.7..9:7/.32...-.8..3/99/ /.3080.3:5.3#05:-3/4308./23897./.3 ..9.-070...%03. 502-07/.70 5.3.3:39:202:.!020739..3  &39:2033.9:39:-007..7.02-.2.91  :.9.347-..3907.9.3#.:80-.-7 5.3.9 02-..3/50/.9 0-:3.-.9 .3-.73007  808:.7.79...3 -079.3 0/./.7.25:.3.3#/:.7. 5007.7.:09 :.!./.3.3:.: 3943 .39:. $-.3.8.380.3 /.5073/:3.%2:7 !.3.  !. 5.9:..3  5073/:3.3:3.3 0/.08$0.3 70.9.9-07-.305.82.843.35073/:3.2:7.5/507:. /..9./.8.3.3..29025.2..8.9.8:202-07.703.253.3 .3 .../9025..3. 7:2.3  070. %03.!%9:202..3..3 %2:7 :.33.: :2.:-.320325:32070.22.7.-. %.3/..23007 9072..39/.8 503.:03:3.2.7..3/..3-.709 /.38079.2.3-07-. !07.-07.305.

8.73007 8:/.3/.:.903/07..7.3-007.33  0.25:3. -.3 03907$48.808.73007.8.47-.7:.3.:.9.3.9//. 203.3 70947.-0727.3/80..3/4:203027.  47-.3-007.7:8/.3.3/4308.30.7.3/./.3/.8503.3.!02-07/.3-.:9/.3/..07./9./:.32.70828073.3.3.33..3 507:/80-.820303.30/.9.54740../.50..3.7.3::23/4308.9:30.3:3.2.#4247.8.32.8.  /:.320./.3#/:.9!073/:3...:./-07. 0548...:2:23././809471472.3203.3502:..07.9: 31472.305. % .2070.3 203.33 3.447/3..7:7.203.8.9. ..20.8:503.-07...5/ 9025.343803 9072.3 :39:203.8.3.73007-07../..730075.703.31:383.808. 0805.9.547././.8/.23007 803.3507/.98:9203.3-./03..32070.-07-.3.790203:.9.7!07.703. /70947.9.99079039: 8.320/8 58448/.302./.208:9.:2.8..3.33.7./.07.8085073/:3...9.3.8.2-039:507.3 03907080.039070.03503025.9:8.-80947 80947808:.2-./9.3078./...3.2...2:3:39:903.8.3 !07025:.. 9/.3/.23007 5073/:3.308025.9.8:08:.3438:07  05.5.3./80947 31472.39:.9  /.2.7007  %03.8:.-./:.9.3.703.203.9.2.-..20.3..9/.:79/.347.3/.39:.!74944/..3.

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

/:..3740.8.3/..3-078.7..90548.3!0. /::/.5.7.2.3  %.3/.3  #$.7.3/507:.3   $:2..:.85253.7.7.3%07.9:2:2!:8.3007. 447/3.3./:/-...$0.. 7:2...03::   .3:9.3.3 ::2 $0-.7:2.25:3  .80.8.9!0.5.907.3.: #$.9-007.02-.9!0.3-.../.:2.9/03..9907.   05:.850848./:/-0-07.3202-039:!:8.5 !07025:.90548.3.#:2.!0.3 . 9039./.3.50.3.3.:   $:2..3%075.3.3%075.9/.3.3#.3%075.3...7..9 5844  503/! # 8079./03.%0-3%3  .203.7:88..907..3507.3./.!:8..9 #$.9.3   03::#$.3.0   $:2.9!0..7:  #$.907.3  ./.3-.  0548.747-.3/.!..25:3#$.33.3/03./:.3.&9.8.3 2:/..3.85020/8 588 2.7.0/.7..2-#$.2-   #.3/3/4308.3%075.5.07.$.7.3.#$./4907/.3#$./:#$0548..7.8.3.!.-0 !:8.0.:5:3.2#$.3.3.7.7.808.7..3./:47-./.8079.3!:8.3%075..3..8.35007..9!0.07.9075..848.

/../4   47439...7.8 .3   .3.3.7.90   !.%03.2   :8. /. ./.7...:.$.3.%03.5:.370.  $:2-07.7.3 20::/..8848..0/7  #$.9#$.8.:3  #$.3#$.08%03..2-43   .7.3/:3  #$$0.   .7.3 $02..3080.3  $:.03/.7.   .80/:5.:5.3 .907:.8:2 !4743   ....3507.89.:.33..5:7.:   $:.39..33.9 #$.7.4 0548.5.!073/:3.39.08%03.#.3.7.3.202-039:#:2.95:8.7.79..#$.93/.3.3. ! $ 47.5.9.7.90548.7   .9  #$724-0..  ..3.3$0.2./.08$0.  #$.574538 #!$202-07.8.38..8848.3#$.7.9/93.9.%03. !073/:3.3.07.7.3..9.9.5.907.3. .7.!. #!$390...9.394 7.#$..$.7.0.305.3%03.3903   0974.7.5.3.7.3/.7.88.79..3.%2:7#$..!..3.3.3.8 .3$:2. #$..7..3848.3.8./020548.#$.39.7.:2. 47.3. 035.3 502:.7.3$48.3.3.5:.33:3..9.3   4. /.!439.5.89.9:39: 20257.08&9./.7.!.$02.7..43/8..2.3.7.38.-.#:2.7   :8.%073.3  #$.3  #$..   .72..3..380947907.&9.-:2   .2.3.3..3.39.7.::&9.#$.3.$0794484 $:7. #$!45:8$:..3..3./848.#$.3:  #$.8.%::3.7..38   .358448 50302-.3/.#$.%2:7 #$.7.7.09:3   .3/.3203/::30-071:38./03.5.9#$.3 203.%7. 2.2.79.9.3.7.:3 90..907.3../.3.7.7.3..3.50302-...8!74538 02-.3/.35073/:3.7   $:.-08!47    05.7.2.2-:5:8.3..3703.3#!$/-07-.389:./03.3 .8  .3.3/0/.3%2:7#$.7. $:.::#$.318/..#$.3   . #!$ / .3.55..7:38:73.3.5.3.7.70872.3.007...83   $:.790203$48.79.

3./#$0548.3 !0.3:8:8 #! /0548.3.8..07.3#$&/49./.3.3.07.-:5.-08..8..3..9!0.&39:202507:.3/.3./:.:.903.3-0:2.7 $! #202-039:#:.3.3..3 #08479 ./..30548.3//.3%075.!:8. !74538 0548.3 -./.

.3907:8/507:.:2.3/.49.809.3.40!48..3.903.3.3.8:47-./../.30. #:. -07.3./.257/80:7: 0548. 507025:.8/-039:#!803. .203.47-.3:8:83. -07.5.3 9072./3/4308.3.:39:202-07..390780-.8803.3/04.9.:3 90.305.34./:39..-:5.07.50548.3.7.3!0.39.3#08479 .3.3 %.3507/.

.   $:2.25: 202507400/:5.3 -.92..79.07.27.   0974.. #! :39  0548.39.  %./.3.3.08%03.9   .25:3.2.25.3$0.08&9.7.3./.8502:.3507/.   .347-.790203%03.&9.3   .39:.07.2  .3    47439.3-072.2-039:-..09:3   $:.07. 9072.503.3.3:8:8 #! 0548.3:39:-.9   ..8.3!0.7.:.907.3740.:8:83./.3./.502:.3-072.3//.  :2.9.8:47-.9   :8.347.3.5.39:.8..72070..   0548.5.   $:2.2. /80:7:3/4308...    :8.3 8079.%03.4   03::   $:.-07:5.3507/.305.5:.   4. #! :39   .79.32.3827.907.9.3.9  .8/.   .7.::   .202-07.07.9   $:2..   .97.3%7.9.8.%03.27.   .:   $:./9::.8.%2:7  ./-07.7.3/.393/.07./2.8%03.3./.-08!47    .3.8 05.7.39.7..350.$0.3..3827.-0 #:.2-   ..39.7.7.3   .7..0.3%2:7    #.39..7:88.47-.907.39:202-07.3 503.3503//. 5007.3903   ..08%03.3.7.202-.385479. $:2-07.7.7..3:.3/....3848.3/.3 0907.70872.3././.3/.397.::&9.790203$48.3%03..%2:7   !.3/7/.:3.2.08$0.25:3   $:.305.#.   .305.347.389 /0-.3.9.2.007.35007.49.07.%03.3 %7..3...3/3/4308.8.305.7..9.

3507/.39:.9.3:.82.3-07.9.574538/3/4308.253..:745303907./-07.3 %075.9./-07.3....3/03./..03907 $0907..8./.3.9!0..3:.30/:/:.347.347.3.3/.33.759 950909.2539: .3507/.3 ::2-07.340!:8.3.7.3 /8003.38073.2038.3::2/./.8.340!020739.5. 05.-08.8..7/80:2. $/./239.3..7.3-.32.07.3.:2.47-.38./ -0-07./.47-..49.305.3./: 4203 878803907 %7.347.

..8..75987..

.

3/0 55990!03:3. : .

.9437.89. .950909.08 8 .

.759 /439..8.4:39208..

8.759890 950909.

3430850.//3 79 <..883907!740/85.3430<5 9- 54/5.

759950909.8908.

759 87...995..8.

.

20/.209. 47.

.

/.948.3/0 55990&807!.

7598.$.

&808 8 .9437. ..950909.

..4:39208.759 /439..8.

9..9.907.2 $0907 !020739.7..34203 878803970 !.3.:2.3!07025:./: !02-07/.9!0.3#...9. ! !:8.9!0.3/.3/:3  .97.!07025:.398:3.8.-07-:.  !74538 $0907.03970/!/0/.9.3!073/:3../:! # .-0 4203 878803970 %7.:.&9..3!07025:.8..34203 878803970 . .3   $:2.3  #.8.:$0907!:8.7.%:3.: !# /:2.:$0907.348:43 /70303907/4..9. !! 0/.3 !02-3.7.905.3%075..3.07.  %.8.38.11..2%7.907.:2.2   $:2.9/3/4308.7:88.2   $:2.79.3:3/. $/.3%03.759.!07025:.907.38:.3%7-:.39.../8.  ..3.8.3!:8.33..8 503:38.#./.745303907!:8.07.49..3.3 7.390..907.3.79..!07025:..02-.8 .9745303907.3/8003.3.3/:3!:8.9:7.3   03::.9 .9!0..8.03907 $0907/./0 %# 4203 878803907 .0..3740. !!.07.07...34203 878803970 03::  .7.33.3!073/:3.3%075.3..9!02-0.8-.347-. ./..3 .97.340!020739..$0...34203 878803970 !.3 !%! .:745303907  .7.   05:.3745303907 .

.403 #02.. 2..02-.0 0/.338.3::2/...-.7.   !439.07.3 .3::2./.4203 878803907$:7.805079 02-./.38.347.89.79. .3!03./.2../.8.02-..3 !.3/4308.8502-07.30.8..47-.08$0.39:.340!020739.-07-.905...39:.47-.9:.$2021.3::220.9.3::23/4308.3-.!07025:.9.253.3::2./.7./.3  .  8848.$0.253-.3/.91 202-07.8/.3.0 0/.%2:7 .!:8..3 !.3/.8!07025:.39:..5030.::2.8 7.88.3:8:83.7  :8.8..  !:8.3 !!  4203 878803970.88.9.73/.-9..-.9.79./.3::290.33/4308..3.79.3.3.!:8.4.  02-.34203 878803907 ! !:740794   4.  .!07025:.3!073/:3.9. : .30:.78803907 ! $0907$3..7.320/8 58448 70.39. .38!03./.33.3 /8.39:./...:02-./. 3943  !74538 $0907. .5:7.5.3 !..:5:3 -..34203 87880397047:2!0207.8/.3-079.3/:3 4.2  428::2.3 203./.9$0907.39.3::205..3./.5.8::2/.7203:39:9/./4 &:3!.3 ..7. 438:9.3 .8.3# ./.7.91.3  .9:.3::2:39:.97.3!007.03907./....8/. $:7.2.3848.2  $:2-0702034087./.8.91 2.9  02..38.25:3 .805..:2.3507/.3::2:39:.3  !.3 ! 3/4308.3/80/..3 3/4308. 438:9..4203 878803907 42-.!07025:.3%07. $.3-07./.02-.3.3....79.#1.33. .3447/3.3.94203 87880397097.3::205..27.5.3 !.  ..8.2202-07.02-.39.843.79.$0.3   .:39:0..9:89.7.79..//4743:39: 202-07.3802.3.39:.4.3. .%03...39. !07025:.39007..7.3-.9/.3.3 .39:.8.39:./4/..3.79.9.302-.4203 878803907 4.3::2.07  07-..39:.79.3..9.7. .2: .7.3 ! .3 !439.%2:7$.3::2  ...    0-07./-0-07.80507928.7 .79. /.3.79.39:. ! .3!09.30:.5!07025:.$:7. 0/.!0725:3.338..8.2-...7..39:.02-.9.3.:745303907  $:.3  8.-.%03..3.3. .11..

347..39:.3. 5030.3.203.3/.3/.380925..8./.9.908/-07-.22033/..3/903.90780-:9/.39:./.7.3892.331472.:580:7:49.3/.9/../.39:.7  02-.202:/./..3.3.:507/.720.3202..3/507:./.347-. 80-.8/.9.3574808::23.39:..5.2. .8:2070.8/..3.3507/.3::205.8-0:2203.70 .3.2.39:.5 50.3/.3 ::2  :899.:5:3/..38:33...8.8.3503/../47-.3.3 078. 80-.305.7.3.::2 0548.47-.9.808-.3507/.3 503:39:9.50..3  8.:. .9 5:8.:507/.3. ./.8.253..:5:38:/.:/.3.5.347.8.980/.3./.2.9:::2.3:8./. /./.8.9.. 08.:.3..07  02-.8..3-072..347.07.:5:38.3:9-075.347.007.9.9.7.3  !! .3/507.3 202:9..8202-07.3.33.3..72070.9:9/.8.33/4308.07./.32070.35073/:3..:-.9.32025:3.5..$/.3. 042542..25:3  02-.3::2  :899./03..0. 2070.502-07.390780-. :5.-.: 97./.3507/.85.25.$.3.3 2.8./.3::2/.90780-:9 /5077.:7:7.320303...3-07-.73...:5:38:/.$ . .3.39.3::2.3203025:.305...8....7.32.11.50702-...3-0703.9.5030.39:..8.9./.37039.3 ./.47-.3:5.3$7.3::290780-:9 .3 97.3.::247-.07.3  02-.5.9.3438:9.35.07.90780-:9 !020739.0 503..30.3:2.5033.9 !439.347. /.9::.5.7/.3::2!07025:.3507/.3897.02-.2:32.#907:8203/4743 9:2-:3.3 .3 03..3:..3..347.  02-.3.3..25302-.203/..3  /.3507/. 803.39:.3::2.33/4308..3 !.3503/.380-.-:7:27..02-.347.8.07.9.7./.0..8.:47-.3.5.3/.39..5.7:8/3/:39/.11.3-07. /.3  3.9..3.8  -..3!03.8:2-07 97.3.3-.73.3.3907.3  !07805847-.438478:2!02-0.. .202-07.203798307.  !& ..  ! .347.:5.8/.3./..2:5.20893..3947././..350.07 507/..3.. 47-.07 /907:8..3.5.3!07025:.  ..3:7.3/574538 .805.2070.33.3803.75:8. 9072.3-...:39:0.3!02-07/.3::2/...9//...3.3 80-./.9:8.7.393/..'0743. 503.3907.33..302-.3907.8/.  ...88./..7...8.:8207:5.33/4308.305.438:9.3 503.7985.11.../.82..50.9503/.5.347.7/80:7:574538/3/4308../.3!0.25:3 .3!073/:3.3203.7:8/507:. 02-.:.3380.: 97.3 .3207:5...80/.503.8.39:.3.38./.07.253.07.8.3 0.3 0.7.7../..3503.7.3/..5507/.3.950..347./03..7.::23.

909.3 /.30203907...3.2.3-07.3 ..3 05.7.3447/3.8.7...3/0:.:/.809025.347.9.5007...5.7.3 /3/:3  .380-0:2502-07.:2.5.305.435007.3!07025:.9.9.042542.80-.3..3.:.3.3..33.3 507/.9.3.3 0./3.11.8.9.:.3..27.8..39/.30203907.9.042542.8.3$.88...3:39:20207.9.8.3!7.8.3.7..3/.35073/:3..3$.3-07. 702.....3/-0-07.80.3/.380.7.3/50/08./-07.331472.. .2.305./.73007 3.3.2507-.8. .:39:203/.3 70./03.2.38:3 05.:.3  $0..8423-007. ..4.70.804.7. .723.3/..3848.7.20.880907 509:.7.7 !020739.07.0-20:...3/3.39::39:/80-. ./03.03/07:3203.3.90548.39.2070.3080.847-.9842 !09:.27.23.9.32030:.3/:.3 /..37.3/0399.3.331472.202507.3 05.3 .3/83.8 /3.3.380.3/-07.507025:.3/../.7..3./03.35073/:3.:0.:.  -007.9.8-.4.73.843.2.9.350/: .. %09..203.3-::8.47-.253 47-.3 509:.2.9/ .80-.3!02-07/.3-.8 /3.3:.38./.::3/4.3/9025.3!020739.3 80507928.:/-07.3//8023.:.20.3 47:2.3.3..3.9/.580..723.3 203.7!07. 27.7..8.30.39  07-.3 .907.:.5.  $48.:07.3 .3/.3..5:3203.3.438038079.3/03./.9.8..9.8/.3 507.3-07-.7.8.8.2-93/.809039:.3.02.3/.7./03.9  !02-07./.90548..324394730.2.07 202-07.380507:3.3/.8.2070.3.33.347..9.53.709042548.  $-007.9.9.2.331472.3 /.8907.7.3.2502-079..30.8.8.7:8/-07. 80507928.805.347-./.5.5..3-.33.8/../.3.3./.8503/.47-./.347.9./.3.3-0:2202.2. ..25./3. :.7:83.35030.380.7.3&$90.2070..9. 20307-9.:20390/27..2:32..380.32:33/902:/9025.3907./03.320..3.. 803/7...3!:. 207.3502:.39:../.3/.8.:.3 //8023.....2./03.2070.3-4409.::5202-07.589:.5.07.8  .5.3080.3507/.32.2.3.3./:5.3  /..-.3 $/.8.3/.7:. !.3.7.3/3.80-.3 :.380.3 2..80..9/50740 90.8079.350/:/80:7:3/4308.07.203/:3/72070..3!02-07/.7039.3../.9/.3!07025:.32.397.3#/:.305.8.30-.9 80507928.3  8023..39:.3 09039:.847-./.3 93/...3/.3 $ /.3:8.5:.740#4803-07   -..3#.3-078..5 507/.3-079:.9025.503.9.109 /../.3.3!020739. 2.9.7.9203. ..809.8-.3.7.3507.347.8203.7..3/./47-..3033/.:/2.5.3507/.3 .35073.3/0399.3400203907.947/..35.:97.305..39/./.3 .9/.7.5..3.3.50.3/03.73.3!020739.3 .3.40 !020739.90!07/.3.3  202-07.3.809025.3202-.8./-.8&39:0.3:39:5747.9.2.3.8.3&$20307-9.907.3.3.89039.7/...3805079.3:39:/503:9/.3092-.37039.3508.32070./.9.8/.2-007. ./.20/..380./..8..339073...380507928.805.

/.35073/:3.3-078.350/:/../.907.257.3.33.2.3!02:.90 57.2202507.3-.9425.3.39070-.3 !% /30.202-07.8.3 09..5.730078.39.3$48.. :9. /.2070...383 %.3!02-07/.3:2./.3  #05. ..8 : .80-.!020739.3..3 7.9/.9.5.:3 90.3/:.:3 !0/42..347.:.8848.203.3 507/.3.3.3:.5.3.5.7.39.920309. -0-07.5.8 $48.:.32033./.347-./.0548.9.: #:2.7..8./.35....9.9::..38./..7.3-007.8.305.7 3007 . .3./.305..2.347./.38:/.3!03.3/.3 !020739.3.3.:3 203./.!020739...-07503/.3#98.30.20.47-.3 05.3  .9.314././.3:9.!073/:3.9!020739.9:2:2803.5.3 / .7.3.347.909.7.47-.. 02-.3  $ !3/.-9.3 507/.7:83.&39:802.3202:..80-0:23.8:05.3#/:.. !% $/.72070..3907:8/848..3...3 30.3.50304.3$9.9//.. 9.3.22.2.5.3.347-..347-...9/./..9-0793/.-0780/.3/0:.54390203907.350/42.3#0.5.843.7.9. 5747.35.7.07.9.5..8.7.3..32.340 05.7..350.38.80.97.3/.3.3#/:.3.25.3/8:8:39.347.5.3.5.203.8/.3.8.3.47. # .5..3 #! !07.3-07-.# /03.05.3.3 !07/.3-07:/: 3/4308..3!03.3.3#/30.8./.3!07/.73/4308.7.3.8:$/..9-.305./03.3/2:.9.8.3.3/.5.!:8.3-007..3!07.347.3.!7480/:7 $ ! !02:.27.7.3.3203:8:324/: 24/:503//.435007..3507/.. .9072.2 30079072..8.!%90780-:9-.8:./03.002-.7!07.8.3 &5.-07.90507/.3!07025:.3..3/.3/.33.7.0.547.7.7.7 507./.790203$48.3../.3!03/./.347...3.3.350.802..280.:. 9072.39.3:2.5.33./.

./.8907.:7903.3.3/.38:3 .#5  8./4:2032070..2.804342.8/.07..8:/.280.3.8.30385007..2. .79.39/.7:5.3-.59.9..8.309..8./.7.9/..3 97.33/4308.7 0-!#%.: 0-.3.- .7 9::./:7:3/.8 2:.50.-079.3 /.5..3...90-.59/.89:203:8:78408549.750707:9.808:.350../.3/..39.-007.7././3..-07.7:/.907.7 7./.:3 /:.35007.43/8/. 07:8:.9.805.507025:.33.2 57.3 070.0.380.  802039.3.34342 .3-07./9.3..8.8.5.7.3.8.!#%.3/85..3.443.4:804/4707 8#98%7.33 .#5 .7081203/47433/:897-07-. $0.03 .3  0-07.53.:402.90507/.3 2.907:3./.3./.78023:/03.90780-:9.8:/./. .9..9/./.3  $09..5..7::3.3:5.3500. ....25.7.30.9070-.3.38:827.79.3 /.3..30.8808547/. 070.5/809.347.7./.-:7:27.203072. 3/4308. !#% /.340.3  50.:38090..3./9.!020739.5 $9:.03/4308..3503.8.5.389 /9025./.9.9..250/ 203.203:7.39.7:2./.3.8./03.8. /95:/2. 070...39.8.02-....3809475:-  ./2:.307.3/9.3 907.3-:7:27.7.9.3.007.3.7 507803/.8.3.3507:.9.202-:.. 09.8/.7.3:3.7.7..

 20250792-.3/..83 !020739....05.8. /503:405007./4:203 708280-. 802039.07.3.327.3/42089.9:7/.3.43:250.8.3  . /03. .347:5 .35007.3/08549.3:2.3-..8.390795:...3$07..39/.8.38:/.3203.38.35.5:.5.8.3.9.8:3.-443 .33/:897 %03.7.3 -..9/.39..-202.9.0..3202.-07.-.3..8.8!02:.304342 .7.8..7%./.3.3.... :5.39.33.8:.35:./0.3.203/47435079:2-:.8/./.5.390780-:980.7-.-8 .3%03.3..3/507-:7:/03. 90.3203.3 /..7...8.2:39/.35./9.52.81.3.90.-.202-:..750/08./. . :3:3..3/03.3.27.3..3$.:79:8 ..0.072.390. 9039:.8.:02-../..3507025:.-07.9.8.9../.7.78.8.7.-:7:27.3:39:/08549..3503..27..7049.3.20.5.3/. .343897:88079.:39:20372. ./.37039.3/../507-.3.3/-/.7.27.35007.3.3./.59073.3.3 .3/05479.:7/805.7.5202-.9..:3:3.07.8.90.3 ::2 &39:203.39.703/.2-039:503.8202-03/:327./. 43/890780-:9802./2./08 3/.7.3 .7.3 .25324/:890780-:9 -.:92030.  %09..7...9.703.9../..0789.3/4308.5.202-07.3.4/03.3/4308.:..2  0.3.3.3.:9 .3.3.3-07-.4380:0383. .3./7.3.3903. $../.. /.3.8. .3-0-07.9..07.8.33.3.: .3 -.3.8  8..8.203:3:5./03.35079:2-:..3:3.3 03.3/-075.39.39/...:.8.93.07.0.0-:9:.3 507.5. /4:20320.80.-.07...3 5474:8 .320.3 503.:8.3/93.3..31../ .:..33.:.0-..703.5030.39/.3/4308.8% !% 20383.3:8.9.31.3..347-.03903.3.3 507.-.3.34047.. !07-./.3.3 0:. 5030..3507-.89..9.330.5007.../-/.%0.3/.3.39.  .203.3.7.8.4./30077.302.8.3-.802.7.723.3'093. -079.3.2.8:0.880.730.9: 09:7:3. /.8.3.7-0.2070.5 802-:3 802-:3 /.35.. 09..80.390.3042-.7./809475079.30./50749.547.$90..507/.7.8./::3.3%:..9.32.0-/.3 5073/:3.8..39..90703/.3.35.8.3.-8 %90780-:9 203.9/.8547/ 903..2.3 47.:.8.3:3  :.7.3 2.3.3 -007.9.:.5-:7:27.9:.203.. 2070.-.7:939.39/./. .35.8%2447/3.203.890780-:9/.2030-. 909.8547 :5.3..9.32.3-0-.8.2070..3:1.9./..39.38:/. /.2.307.

.902.3:9.3..203.:3  /./.8./90758.7.3..8::.80.3.  %../0.3/:97 !020739./:974.3-07:-..9...8. .:. 503:87..32.3907.3 703..:-07.3203.39.3 .7./8090.:.8.$05902-07 909.:/50.3502-07..9.9:82070.8.703.3.72. 5007.3/4308.35.7  .5.-9079039: 28. 8050309.:./..3.98203.: 507.5/:-.02-07  /. 54883.340!020739.92.32....880-.203..3./2:.  !02:.8.8..7.7. ./.3.30-..7#.9 .3.8. /50.7/.3.830./.3.2030:.3..3:.- 80-.9.23089 ..9: ./03.2:3 2030.2070..-.7 /.20.9.:/50748./-. .9.703.03%-078.9.8:0.3!%/.3 89..5.0.3.4942.85472070.

/03.3.9:39: 8007.7....39079.8.39...8.3%072..-.25.8.5/3.79.8 47-.33.3  $:7. 2030.9.3.3.8.3.9..3  .07.23089:39:5:.3./03.7:39:202-07.97.8:/-07-..3././03...7.9.79.-072..3!02:./. ..3.3.2      %.70 $:.   0/.3.9./.303/4308.7.8!02:.!02:.4.#20309.07..0 !020739.3#..709  7.07.3/-039:20.03975439/. 4502-07 8.:%2447/3.3 .8.3...9/.08$0.380.3.3-07.8.  . 2.2.3/4308.. .3      .3030..7.3574547843.72:3 #.3!07/.-07.25.2.7.72:3      .      $:2-070/.7../903..2..:0557084  %.072.3      %.3:.380-08.03907.3/4308.90.8.3.31..8.70    :2.:3    4  0-.:9  0. 5079.73.3-.3%-072.30-7:.9  3943 .        %.7..3/.3 0:.7 !020739.8.%.205:.3./.3:3-.3.8.3..309.-.3.502:.0 3/4308.07.!%.&9.3.3 7.7  :.8.3 7..3:3-.8.2.2/.!%.3      $:7.7..9.7.9.8../.3202.0/.8.3.3947034087.7 94-07 8.07.3 05.7. -03.7 507.3  %..3%2:7   !..59/.3.3!07/.8:.2025075.03975439-.3 /.70 5..3.7.9 /2.843...3.8.8.347-.  0/.%-072. % !% .3..  !020739..25.39:202-07.:   %..3.8.70 5.8./.:.02-07  !747.8.  %.3  .3503:.38:3/..32.33./.3.3/. 5747.3.:..3/03.30802-07  02:/.832.3.5.398:3.   !0./.7.3 $:2.83   !020739.7#5 2..202-.7.8.320. 80.7.3%03.5:.  $02.3898..25.2.:   :3:...230893/5075.-0 .3/.2 05:.3:/.230898.808:/.      3943      :3:.9 .-.3.380:-:3.3. 0 /.3203.3:353.7.      $02. .3      :2...3.39.3  !020739.7:/.3..7 .:3   808:./..   :2.3. 5.025.3% 072./574808909.2.4...3:3 !3.3/:.3.5:./.70.3./.#20.3.3     !.907.#203.3/.

 502:.!:8.9-.9020703.83 2.32.3 /.3/.90780-:9.3.385479.502:./03.80-.3 05.3/.02.39:..7%230892.8..3.95072.3 !020739.30548.3 97..3 808:.0 .8.3..3/.39/.% 23089...5......-:5.3.2507.32070.3  5072.39:-.9.9.:39: ..3.8..9.8 503./507:.9.9.0/.3 0:.3-07.393.25:202-.3.2.3...07.38.3202-.25:..3.3/.3/..:20302:./.8.9/-07..25.7.3/03./.503:3.83 2.2-..033.574538.7039754390-:49.3080.3.903.8.3.3:8.25:3.3-08. .7574538. 80/.205:9.3-.8.3503.2.33..

8.25.3..49.00:7.

3-8.9047.8.3/ 7..5. :.9 :9..-07.7   !02:.07.-$.07.-07.203.7.5.%2:7%03..8:8..3507/.:.:203.202.7.3  .547. .305..3.3./7..3. 43/8 50. ...-$.8 2.3.3.30:.3:3.83-007..2578..:/.25: !020739.3.3.3903.35072.9!07.903.390780-:9203/4:2039.39:05:.3#203:3.35:.2.308549.3/4308.25.2./..5..73/4308.3/. ./.8/.3507-:7:.3827.3 5:.7./7.3275507-:/.3.8/...3.3.8.305..2.503.3#/..3907.3907:8203..3!020739.8..8:8. 3/4308.7507025:.8.8 !02:.-.07.3/-07.07..2070.8547  $!! &39:202-.32.././23897.9.547.9.:574808.90.3%-072.3-.7 3007 $3..07.8./03..350784.943.7  -:7:27.3:9..7. 03907%03.-07-.385479.203.3203..3202-0-.7%:39:202-.7.8 027.  $08. 502-07.3202-.3.3/4308.3!#%.5./.8.3.3. -078.3/.3-.05.303975439 05.07.5507025:.80.33/4308.2.3.3203:5../.3-:7:27.20325. 203:7.8.3.3.3#03907./30./.3809025.3 0-7:.390997.9 907.7 ..547..33.303/4308.39/.-$.3080.820303./.8.39:0.8.8..47..27..7.3/4:203027.3%7..25:  /-07...47-.3 8007.9073.3.907.-$.3/././.:/ .90 57.8.3503079-. $:7.3  :8:83. !.-072./08./.33.3:9 507843/. 5073/:3./8.3 02:/.3.2.8 508.8.3..7:2.38079.73..-072.3/4308.5-:7:27.182..5007.../.07..38.3-08.3..38.9.39039.03/4308.7.3/..3/.3#    ..31.3507.3./.3 .3.3-078.93. /-07.3502-0.380-.9807:8 $.-072.-:.3.3/03.350..2.8.3.503/:/:7..39.8.9.-.23089!020739..39:903.3/507:.:/203..3807:8.2.%0.-07.8.3503.5 5.8.3/4308.3.. .9:7.: .32.9.../72.8:8 .3.3::2 ::2 /.5007.7./9.-:7:27.380-.!.9.3.331472.#/8..3  .3503:7:8.7.8..3.8.3.3...550.331472.7.93907/.3.3..3 !020739.-!020739./50.2.3.3 05..35747.-072.8.:./.:.903.507...3.8.-$.73007 80.9.3/-:80417.:/ $09.:/ 7.253.347.28549. /!07.3..5./ !07.3/4308.5.502-:.3#/:..39470783$.3/.32./.:/  .:/:39:20.7..38...:5:32039.3$!! /.32070. 805./ .203:3:574808::2./70.3/.25::39:202-.-$.3.257 507803/./....357.25:3.9:/.39./.30.33.

39:.../.3/03. ...47.3/4308.5.3/.39:..3..8.5..9.3 5072.3.3  05.3 .947.3.3.903/07.3.3 47.    $0...33 0283.3-0..32.18 03/07 /.3.19 #03.380.503.3/.3#4803-07   5741507025:.3..3./.8:8507/.3.9 -07:7.39.3/./3943 .3 :.:..3:8.8.397..3 5007.5-.3 8.902-.8.3.39:/.3.8..9070-.320207:.39:.3.73.3.38079.3.320302-.3203.79.909.3-.3/..3-.30/:5.#49.3947!03:-:3438:.39.8 047.3/.843.2.9/80.../.2070.347-.2203.3 $0-.:2:23.2.305.2..38.3 438:9. 07...385479.9.309/.8. /-.73.3-..8502-..3..3-07..33.2.8.9/.9.:3 8079.909.7/./.3..3.3/:.7..3.70:.347.547.-.25:3.8.3507025:..30907....80-.3.3 9/.30283.:/:..  &39:.3.3.7...70.3.3 -07.25:3..3/.0574538/. .9. ./8.5/:.3 080..-072.:5.947-.903 $.3.3/.47-.3 503..3.8/.8.  080-.:39:202-08.9.25:..5.3-.8 9072.3..305.8:.:800425447..2.283 :7.7/.93/-.8.  !02-07/.9.3 503//.2.3.3.9 .3.3..3903.347.0303.3503.. . 3-.02-.39.790203$48. 47..843.27.3.8.5 02..7.3 .43/8848. 2. ..-072.8./.3.3/8.38.3 80-..2503.25:3.3507025:...3507/.25.9. 574538/.8.3.3/..203./.3 :7. $0:2.  4.-..202-.-:5.3.207.32.3 080.5:7.03/4308. -007..3-.790203$48..3.503/:/:283/.47-.3 .5:.9./.3:39:203..93..9:9.2.5.3.3 /-07.07.3. /.8.07.3/./. 3/4308..8.$07.907503:./ 5.3 .3.2 507/.809/.38.3-07084/.3/4308.3.39:202-07.303/4308.3.3 502-3.3.7!020739../.3207:5.307..800:. -007.3.0$3.33.47-.99073/.3 .33.3:3.7.:3 90.3:3.82./03.3-.3.3-07./...8.2 7...3-07084 5.47-..5-.9.5..25: .9:57479.38.3-.3 -072.5.25.33.-:/.7.3/5:.7.347..0 7:2.8.8.3 .8/././.3207:5.3-.3/73.3.9..380.9.3 503//../03. 203.3/503./70:31.2.3.3./.2070.9503/.7..3.3.3:7...9../507:.50702-.7.3-:.3.25:3.3207:5.42508.393.7:40-07-.32.390780-:9  0283.8:503.1./.9  &5.3507/.3-0703.38.07.80.3507/.43/8808047.3.3 8.3 507.2202-07.3.0/..907503:3.8.: 3943 05.5./.3..3502:. .305.3.7..9.3../.72./.5.343/83:3.79..27.3.9.3/.3/.:39:2025079.-9: 502-07/.307.5.33.2070.32039.808907.33.%2:7 .20.3 /.:3 :2.3 203:39:3.950393/.-07.2574808::2..3.:800425447..39:05:. . /.3/.80-./.2.253/-07.3.3  ./$07.2:-:3.3 5072./.9072:.907.3503.2.39/./.9 0283.304342909..8. .59.. .3.3.39.3202-.502:.3.../:. 203/.5/.8.8..8./.331472.3507-0/.2070.: .38.05:.3 0548.9.3:.3.807:8.3.30/:5.07.3 /./.:7:3.!02-.380-0:2..38.3..9/.3:-:3..7. 2070.3-072./03.

9.9&&.04520394.2..38/..  .9.72:50309.3..3:8.3/.3.347/$:22943 $:89.007.3..907503:3.:3 /03.25:203.39:39:9.547.3/0.43/8:39:2.8.9.3 .32.3.3:.. /.9.8/:53../.73.3/9.33.2./.8.3.30805.3503./.507025:.3/:3.8.20/:5..8.380-.039434390#9841/ 03:20..7.9.2.:50.9.3-07:8.30809...3203/.8.39.8.:3 503//.39.08025.23/. 43.808.34.25..3 39073.3:.7..907..5.82... 3./47-...8.3. ..5033.3 5033.3:3.3.3907-:.  0-.9 503//.3.3-072:9:/.20302-.8.30283.../03.30.39.3-07.3:7.203.2.809.9./.9.3 907503.3.3507/.7985.7.- 0..8.-9.8.:/.3.3:39:5747.8.2350207.547.3..::5.38..3.3..9.2.843.3.7.9-:9.503/:/:.3283 8079./.3/.3:39:2.8.3/.38079.32030..9:..8.8/.3. 80-.3503./.790750393/.3:3..33431472. -07.39.3848.3-072:9:/.8/.09 /..3/.431/.3:.9  .705./.3-.3:39:203472.7.3/:5 /.5907.3 9073/:33.0203503//./..7.:50203:.3.9:5./.3. 042540.33..3.3503933.3202:33.9.8..2 503//.7.805079!03//.-00.9//.203/.57.203:7.3 /.20250792-././..3503//.390793.39.. 5:9:8804.3907.7.2507:2:8.3-07084 203.7.8 /./.5.8/:52..31:3843.9. /:..8 203.7.307.808-.3/.33..7. .3507025:.8.3/.25:203.3:8.30283.3:3.35:-  !03//.3.3/.9.3:39: 203.7.3//::340 89..32033.7..7!.8..7.  !02-..3 503//.3:39:2033.3 907.3 .9907503:3./.3507:-.3.2.907-:.-07.3503//.2.703.../022033.7%.3:..3 2.05.3 .808907.3/. :39:203/.72.3.2033.7.30.0...3 20203:.320..93.:.. .700.9.809.8.3/.32:9:9:7.3-072:9:50./ 5. .8.324/0502-0.8.89.30/:5.7-078/.50747..3/..7..33..9 203/:3/.35.3..9.07.3.  /.8.3/.3/.39..0452039.7.30.943147 43.3!.3/.9.9  -../02080.3.30-.9.8.3/720.-:/.8.3.3..3503//.347.3&39:$02:.42:3..380.39.30:.3/.3-.843.3503//.3-072:9::39:2. .30809.39.07/.7.203/.59.3507:.3 503//.9.207:5../././.3080.3..3 507/08.3 8.3.30...7.32. 809. 04254 ..3.3-./:203/.9. 3.804342.7.907-:.0-:9:.038.503//.:507.3.8.30--08.22033.3.3507:2.3.50749.9.390.3909.3 503//.3 50309..3 90344 803/.3.907.7....9/.31.7 93/.3503//.33/.2.507025:.3:.0-:9:.3907.3..30/:5.3-:/.39..30.2:9:503//.843.3.3503:39./.3  !02-.38:2-07/.7042542.5 502.8.9./.3503//./.3. 202-07.80847.8../03..820 8079.:...233...7.5...32:9:8079.31.3 207..843.503//.3 5033.3:7.3.33.342508  %:.9.3.3808:.7.9.9.3:..8..5.3.3203.3/:5907.3/50790.9283 507/08../-:9:.9. .  0-.2/.5.5.5.3.3 503//.303/07 502.3.34-.3-.3  .5.3..380-.320302-.39.30180382.30-:9:.9.7804.7.93..308025.9283 205:90.:39: 503.9..

3 24/.9:2. -:/.3.3/02..39: 0-.9.3  50.3.80/.9.8:50203:..389.2 80947/.:8.7985.203..30/.30-03.843..3090758.3.3907.3 -0747039.2 -039:8890242:3.8.3 42:3.: 5:..3/.2:3/02..7809.: 80:7:.30.8207:5.303/07/.32:33/.37039.3:3843.7.8.3507/.93/.7:8 :9..820.89039.8.203025:73.3-07.7.7.39.507/08.32. .90907-.3.2:-:3.32. /239./.3..3848.0.3503:.3574/:8/.3:3.9:.3/.2.3:9/2.3. -:/.92033.503//..25.3090780/... 2025488.3/.2/.9.:5..3/.3.2033907.5...25.9...:3 9039.8803./03.:5:3$ :39:2030-.33.8.3.3 /. .9.35.7&8.3/8003.9.38079..3/03.3/.2..3-007.3907:8 20307:8  09/....8.39007./-/..2574808549/.75:.:5:35020739.:.7.:2507025:..:39:20250793:...5:7 !07:-.393...3/7:2..39034431472../.9./:/.7:8:9..7:203-..303/078050799:/9.8.9 002-.3907.910 8805079!#%!:8 .3 0907-.98903/078079.5.9.9.30907.7.32033.2::7.1503//.39.3.7.907/.3.331472...880507947./.8.3  :/.8.3907/7/.3 47.3/.97.:2502039.8/:5 /.3.3 5747.3.9..5:39:203/:3 809.9 805079907..385020739.8.3 /.347.3507.8.3503.2..9.3 50304.8:007.:8.8 /.5033.25..8 3897:8!708/03#4 %..3909.183/4308.3..5389...320207:.3.3.9 20207:.5033.:202.802-.8:/08./.83   .07.3.3 /50792-.3 0-:9:.520307:8./.32.8/..320..8.3.25.3./.8..8-..9::25/.90503.7-07-.302...3 /.3!03.907.507025:.85...5507025:.30907..3507:-..25..3.8..7.30.9.8.3203.3..8.82./:5..3/.3.7.3:8.20.25:..5507/.8.3.7-07-..202-./.832.3 502-.35747.5...3.2. .303/07/.89072.3402.3 2..3.9.7.9 43/8 047..331472.38.3.3502-07/.-0:2203.3507025:.3/.9.320.9.3804.3  507025:.3 9072.390780-:9-..35:-2033. :.-.8 /.:.007.73.7:.32033.8-.307.331472.2070..7.. ..//.3/.:./03..32033897:8.30907.3 502.3429203 42920339073..94 3..-..3./.30.:38:7-.3..5020739././. 2./.2!02-.30307.8.-/.53/.3/.3502-.33.2 0:.3.347.3/80.38.. !747.3808:..35073/:3.8/..:..38:2-07/. /.9..9:88:-47/3.3 -.92.3 /.3503.8.8.2.8.7:8 /../...3 507025:..7.7.93/4308.503... 8073..3/03.22.890780-:905.3080.9.3900.390780-:9.3 7.3848.89.8.042548.3:.802:...8079..39:5007.3 .3/03.5:8.9.0-.3 08549..7/.3.43/843..7..-/.2.7.3507025:...07.2033..3-0:2907..380.3.3.202507:.250703.909!.805.3  $97.3/::/..:502-3.331472.3:.809.3-07.3080.7.8.9./.25.3..38:2-07/..07.3.9.27:2.7.3.3.2.9  .3:39:2033.3/8723.3 447/3.309/.9.3.2502-07/.7:82.9.90714:8/03.3:3./4 /.9.35./.  :7.:39:-007.8.  5030/.3:3.25:20302-..25747.

507-..0397.3.7 #5 7-:  7-:   .7.33943 47.9..709 80:2.709  -0-07.8.29-.7.. !74538.-.30-7:.3 /.8. :2. 549038-08.02-.3949.70/9274/3/4308..9  . $ /./843.350304.39.7974:54:3/.3 .8..8095439/3/4308.9!.3805079:8.30.. 47.  47.-/.70 5.8.3 47..3.9. !0/:/.3.3.:39: 0:.:2..8.2..79. !74538#.3.37..7.7.202-07.709$:7.203.2003%7:89/.283/.2 5.3202-07./.7.83.3042542.3.709     ..9/$:7.5.3.503.72.9..8.8.7/.9. 90.79-..9.7.3 02:/...39:2070.9 ! .3  $02../. 2070.9.7 :2.3 !. 0.77.3/-07.08$0.3 !7453805:.390..:7.397.3./03.80-08. 7.5.8.2 !74538:8..3.8.3-07:8..8.3 47./03....8/.37039.8 4342&3./.9 /.%03..7.7.0397.5 .. 05. 7.3.9.0805.390780-:9203072.8.9:9.:39:203025.203../..7.47.:. %.25.39.%2:7  $.3 .704254./.7985.7.:2:23.9:9.-007.27.3  47.5/-039:/80-0.5203.8$0-0.-..79.37039.3 .353.5007.8.... .2502-07/.3.59::.9073 /..9 4-.%.5507/.8./.3/.39:..:7.353..3/. -072.7.7..9.8. !023.8.-.9.3 0/....79.5..302-.3..3!0.3:2..7:39:-075.:7./..8.3 03.3 !74538./.8/.5:39:202:/..79.3/7 ! /0/.0..:38:7270803.7:3 .9:/0.9 ! 203.. .2!0.3  47./.80-.7 #5 7-:80..0.3.-.37. %03.!740.3 %.07.3/..9.07.3/4308.3.3.: :2.20..9:9.%2:7 3943 !74538.3.3!020739.32070.5507/.3/-:..3907.2..%03./.3 .347.502-07/.3/03.72...3-.7..$..3.   47././.5.3%2:7 !.5.8.02-..3$.%03.0.320..0789.3$9.302:/. $02.39:.  !0. . ../.32.3/..25.3!0.7./03.32025:3. . $:7.9 :3:..8..3!0. 47.3.. 20..79..9.::3:.9....907.9.3.39.05.3. .:9.307.-.8.3 9.8.5.3 !74538 $:2.3!./.2003%7:89:39: .3 !42.70 !74538 $:.7.3 !74538:8.3..8..3.3 907.3/.3/5:.9:9..3!.!740.943:39:203/::3 02-..7.7 .7.&8...0:.35747. ..370/9 24/.7.703. 90.7.2.3$.:.3%:39:02-.3 .9:9.3$.3503:7:8./.././.8.8.9 ! .3 307..9!..:2.397./80/..8.3 4-.320.903.9::5.2.8:/.3$..3/4:20327.3/02.3:3../03.3#../.3..3 907-.9/03.370/905.3 !74538.3202-.3203..347.2..: .3:5..3:3&-.%.3:3...3$.80-08..25.38.709  5..3.&9.3:3&-.0 .02-.:./.3!020739.3./.3 $0-0:2-074507.8.3.33. & /..:..7.

..3 /.73/7.3 5033.32.3-.%.3.3507025:.:7./.3802:.3/7 ! 203.9..3/.203/.8..:8.:39: 20250740503//.3/. 8..2..8.3./::3. 5.77.9/03.:7.8.22.3/. 90780-:920-.9 :8:83.05./507.8. -.305.3..3 57.347.3502-07..8.3.3.3.347.7.:..7/.9.32070.350.503//.3.843.7 907:9.331472.3-0.390780-:9 907:9.93.3503/.3.370/9 24/.9 3/7.8.3/.3.804.9. 47.2.7..390780/....3848.2070.8.39072.. .8 !03//.3.5. &5./.3507/./.7.2//08. .3804./03.32070.3.:7..32. $ 3. &39:2033.920.7.0:.3.3./..507025:.8 80:.79.9-08.:.3!42.5:8.83.:$41.35007..9.3507/.70:.7.808:.0...9..7. /.3.&8.80:7:.5.9.8820/.33.9   .93/7.3.2003%7:89:39:70/924/.9703/.3 0. 203:5.34397-:85..:502-07.9./..32034...5.7..3.77.850 . !74538.9.507025:.3/.390.3 50.3:9..8:/03.3..32.3507/.0:.88.339073.7:2./..3.05.3.-.5.9.3.7.043428 $073.3 !74538.8.  !033./.  0:...920.3.203. 31472./.89..2. .3   0:.9:.3.7.3.7.3 -07-.5.23....3 503//.3 -.808-9.3.8.8.843.7.: 203.9   .283/.8-.8.3.8.3 !74538$:2...:8:83.7./../.  0:./.05.5.:3 03.503//.0./5.8/. /..3 !033.:5:3:.8.9073.3/.5070:..3 8.3/.3../.9.9.:-07-.503.3.9075.:39:202-07./..05/.38..: .3/:5.370/924/.. .:50209.3503//.3/.507/.3 5007..3503//.8 :.9039.370/924/.320.320207:.8..9.3/../9::..202-0..2.907.7./.3.2003%7:89.9/.39:.3:.3.3   .90780-:9 !020739.3.7:8574/:9180.3.82./.9.0:.3./!0/08 .7.3/.3..3.283 .30-075.843.3.5.2.3:39: -..  ! !03..:39:9::.3.9./.3/23.503//.38..7.7.   :73.7/03.3/.2.33...7.809.3/ 3/4308. & 203.&9.320.3/03 $02.:-.3. 5023././.802....503//.380:7:809475020739.3/420892.3.203.2503.8.347./.30--.3 :5.3/7.73007 5033.:0:./..7.3.7.3.804.283/$:. 05.  897:5.3 0:.3$9.8./5007.3.350309.73007:39:20307./.7.3.203.42 0802-07   .77.7..3.8079.3.3507025:.3.. $ 203.2:2.7./.3.3.503//.3907.9 5078047..91-.3-08079.3!03//.3/:3..9.32./.. .9..3503//. 7:2.35033..850.703.2003%7:89:39:20.339073...397.7.20/. -..3./.3..7.3 .2./.:8.8:20.

397.8.905.3-0-..8907:8202-07.3..3 ! 97./:.90. 8.3503//..32./..33/. .943 !&  .79.88.3&2.07.709    .3 -:.:3/.7..3-0723... .25:907:9.79..90207.7.25.  . %.3/..3.3..20372903.:4.07.39:2073..370/990780-:9 /..::8.9..3#5 :9. $07. 202-..8.3 .9:20.79.4..3 $.3$%/.9.. 02-..::593   !033./4250343!072.8.7..380-.!745382037247.7.80-.3..9:/03..8:/.9283..3..7..3903.3 /.9.2-0.3.3-.202-07..5.7.73007 0.8.25.79.7.3 70/9:39:503//..7.:3.3 2.9.23..5..9-007..: 5747.3503//.39: 4.3.:39: 50.9.3 .-.380-0:23.2.$0..--89907:39:::8.73007 :.3:7..30907.-.38:7.3-.92 5..32.3!02-.88.9203:9:78:83.507.2.-- 89907 3.3!7.38:340502-0707./. 0/.39:.3.8.50302-.:$! 802039.073088 .3.9.34.9202-039:042542.7.33.3/4308.073088202.:.3.3/-07.!745384.9 :2.3:3.507.8.3   -0.3507.3!02-07/.340!020739...3%.9 !4. !.9..9./:. .709  !020739.3:9:704:3/./..3.8.!03//.79.9 .307. !$09.

3   :2.9.88.7.:3.#5:9..2.:39: 50.3./.5..7.7. 802039..

.%03.9. 20.!078.3..3..%03.39.3 503//..3 ! !74538..72.7985.:. 0-890!&  /.7&8.:33..8!03//.33./.88.3202-07.9:.-075.3 007.3!74538.709    .05.3. %.2.88..3-0.0-/.310$8 042540..3 3 !& 20703.808.8.25033.3 503//.8./.88.7./03.2....8/.7 503072.3 -0.

3 5038.3.39:/03. 804..39:3 $0.$ 802039..88.7:8..38.88.3/5074./.3203.7:  .:8.3!74.804..804.3..3.3/7:.3-0..709    050/:.3:39:88..%03.74 !74538..7985.39.7#57-:507 -:.3.324/.5. /./. 5:97.. :   :5...0.55747.3:39:88.7.09809.$ #5 7-:507-:.9.3/7907.2-039:502-07.9:.39.3.72.//.32.2:78:8507-030.808.3.79.07.39.:8.9425:9075.39078.!078.3-..3507. $! /.3202-07.#5 7-:507 9.:380-08.!078. !747.3/.2-:9  .:39:2:7/283.202-.88.79.:39:2./.3-.%03. /:3..88./. 0-890! /.2!0/:.2.3-0.9203:2 -47/7/.3:7.:. !0/:.2503//.3:39:88...3.:39:50/: 907.5./.39:507..349.3.5.3 0:39:3.3.9$/4.8/:3.72. /.39. .3.3-0.3...3/03..88.80 3/4308.202-07.:3 $0.9 /.3./.3/7207:5.9:.38.3/::/.%2:720239.3-0.3/7:39:.3:8:85:97....3 :39:04254-0.37.3/7 342!439.3 .9.39:.3!74.3#57-:507-:.3 5:9:8804.25:-07:5./.5503//.9202-.3/.80507928.3:.7.

.:39.9073.30.8.3.3/:.709   !020739..2.25747.9 330 /./03.3:7..808.7.5.3.9.3.3.3-0724947 .3080.:5030/.7.-:5.3.2. 070.34290$04.3 .47...25.3.3/.790203!03//.9.0-/.7985./843.2 2033./.7.5 54:8:/.!74538.9./503:3..88.2-:.74 4 //.9!03//.38/.503.!:8.503//.2...907.32. 202-.503//.2.79.2202.3:39:-007./05. /.20-/.:39:202-.3007.3$!.9!. .3 0-890!/.7.913.983 !. .. .3 09079-.8..8.304342:39:/7/.320302-.3207:5.3/0:.0-8.3080.9.-0.3/....::5:39:202-.3/:#.9.80-.5.709   !020739.3.3.3.2804.380-.9-075..3503//.3/.2:7/ :7./. 20304.9203..8.3. 03..9.3-07.79.702.808.3...3803.-.3 !.39:. 3. 804.747..7 .2033.3.97039.9 4-..3. .3. 70947..:0.!37.2#:2..05.503//.3.2 503//.8.7.3 90780-:920.757..3/.90370-08 !74538.3.8.3907.3 907-.3/39073.3.--078./.:5..3:3././.. :.03903/.32. 500.3 503027805.0789.3389..903!..8.  .-:5.30-:9:.3..4-.3.5:9:8804.3 .7.3.3203/::35747. !.4..7#5:9.3 $:7././.3 503:.-07.7.3574899:8 90703./.3 5030/.8.3-0..94:80!747.3.:203/.3.3.3 ..9.0.390780-:9-0:2.7./3/7.203 50239.72039%7..8025.!747.25:202-2-3/.3 503//.203.39:..32.3 . !.3 07.3..9/.3:.3!03//.88.3-079::.5747.5.89.. 239.9/.943.7.3/7/.9$& -.3-0.3 723.:7.2027.8.8 /.3-.39:.25.8/.90.38.503//..3503933.8.203:7.709    $09.9.9.3:.:3  80:2.7/.2-/.843.7   070.39:2:7/ 2:7/.39039.3/80-:9./.993/.9.3. .9:39:8. 2:7/.7.3 $ /..9..3303970 % /90:70:5 447  425.8.9.303/.357. 070.3/..3:.9.3-0.203:25:.3/. .9.88.3 ! .2 .3203.5:9:8804..920207:.3/5..93. -09:50/:/.2.8.3 0/.9.33.3../.3-07.7.%03.3.8/:..20893.3.2070.3.3. 503.2025:3..72070.3203.843.8.9 05.2/!443.3..9907.3..30.:7.#.32.3.202-07..  /.25:/.32.7.90.:47-.5.9: 50/..39:..3/./.3:.8  0-7:. 0-890!024970-08 /.2..33.7.  !:.797.79.:503//.:3.9-0.3 503//.3  8/4.35072.3 !:..3-.388.3-0.320.808.3-078.320.308025.2.5./.3 8079.9 2027.%03.5203...950.9.3 907...05./.3.:7 8.5.3-.9:39:203.88../.3803.3907.  .3..709    $04.3 202-:9:..302-.8 $0.7. .. 803.39.202-07. ..808.2.7.720380.39848.38.25: 803.502:33.88.25: ..8.31.8/:5.3 909.30.9.3./.3  .:5:3-.3 0:.3507.39:88.3 503.

.39:.703..38.3 !07.4 /   ..9:9.8.8./.7:2.32025:3.3-:/50079 2025:3...8.20307:3.8.3.3:../03.. 202-./2.3:..-07..39. .42   $:8:8!.2. ! 202-0-07.7 9025.502.28:39:203//.3.7804.339..3!74538.7../4.3.3.3.7025..8.30..3207:5.90780-:9/-07.!03/430.305.8./.202-.98.3.9 3./5.3./.8.3.75747.5078.503//.3  ..3!0.. 8.7.20203:.3/03. .7.8. 2.3.380-..32030.3203..390- -0708025.3/02.2.3.3 503//..3.7/804.380.9-.3.3/..390780-:9 425.83907309 90780-:98:/.3-.3:2:2/.2../094807.25:80.3-071:38-.3 $ 4250%.3/-07.094807.90780-:990.8.3 -.2070.703.39:.3.:.3-2-3.5.9.3..8.8079..2./.3/-07-.3247.3.32.3 ..38.8-.29-./.5.3 .3. .5.3:8...3503//.247..907.$007.3/.8!.203..3...5.3/. 9-.34930$:7.3.3/.3 &5.9.  20.3.3.79.82.:39:203.3.7.7./.093.30:..8:7.-425:907.9025..350309.804.3. . .3202.3804. & 203/7.3:39:2025:3.3!.5:8.8.3203. $04.897:9:7..3.3. 7.2..3.3203.9  .3.5702.72.203.3.370..3.3.8.3/.3 7.3.9...3.9:3.38.3. .3503//.  !03.3.7.8.-0. $04.83.3.3!0.7.305.92:.3503933.3.73.8$04.79.9202-./03.8.-074.33.:5:9:8804.3&8.8//./...7:39:202-..3/5.3.9-.7/.8.:3.804.320207:.2070.3.1472.7 ..3.503//.7..790780-:9 .0283.2.2.357.4 /   $#../7..3. .4 /   ...9503//.3-.3/.9$04..39:503/.3.79.380. /03.83%03.. 03.3..350.3#5 7-:507.3/803/03. -4../3  9.5038:3.  .3: .7.-47.3.3.7.3503//.7 .7./..73..3.39:20203:0-:9:.32.:.39075.3/..9 /.. ..3.809.3.7..9 02-.3/.9.0 .25: /.8 203:-.3 0.3 .07.:3.3:7.:.9.3..-08.5:9:8804.79.7:39:.35:9:8804.:39:202-07.:5.3/..7.8.9./.35:8..3425:907-.3 .3.5.3/$04.82:50309.3:5 7.3:39:.39.9503//...:7203..805079.3.73.3/. $ 203/7.35:9:8804..3. 8093.3.7: % .3.-..8.3.320307022:3.3.8 :    ..7 .:/.331472.382.32:7/  .  . ..3/4.%2:7  2-3.8:/.3.3/.5..3..9.3..30--../.9$/0.9.3:7:$.30 .947:2 425:9078.3.370.3/4308. . -07804.9..3 5702.37.: %..3 :7./5:7  3./..9...5..3 203/.:/.7/..2.3 .42  .73:/./.5007...3:39:...7/:8 .9-.32022:7//.703..3.

 8.9:39:-0.3507/.347.3.27./.7:.25.8....848. /03.3:73./8003.7.3/.3203/.33.3.7 $0/..88.331472.3.7 508079.33.8 !030-.//9/.-:5.354.9 $ .8 /3./.25:.3.3848.305.9.3503.39::.3.8.3./. 20309.3.3508079.7.848.:.5.:20/.!078.2. .3.0802-07  0-890.3 /.2070.3239!07/.3:39:2033..42078.3.9:9.33.3..0907..9/./03.$.950393507.3./.3/.3%070804208/...709   !030-.9033/7.3.3.5.2.3 507025:././.2507/.:5:3009743 /.3507025:.507.3..9: 05.5:8.:2.3.3-07:5.2.9.3/0974%'9.9/03... :5.3003.8.30-:/..:380.3../740809.90780-:9/8.3.30--.2-039:./.35..7   $48...3!07025:.3507025:.3203.8 808:.8434203..8/.2.22./3:3.0.3.3-007.3507/..3/03.8 !073/:3..3.3/:940 47.3408.3 702.3507025:.34930-007.3!.3 !! 3/7.8.7..39038./...3507/. 389.808 .3503//.  0203907..340 .32. 2..!07025:.3../..3/.3 /.: .25.0802-07 /3/7..8:8507/.8:8 .2.3!02:9.3.7.$.-.7 /9::.507025:..3  $ /..3..3.2.2.8./03.8!03//..3507025:..3.3/03.2.8.3.3203.2 203.:39:20.3 .2-..302..3 47.3.8..309039..8.388.3  .3.3.7503..8. 202...331472.  .3335:3.5:8.3507/.3.2.3/.2.3-07.3703..8..3.72070..8.9.!02-07/.3.38907.3 :39:80..5:3.3.7985.: !74538..38023.3.37  0:9.:3207:5.8...0.39/.:...8.78.3!07025:././.347.907..7.27.3:38:7-072.3/5.3/.7..3507025:.73..:5:3/.3/./03.3!07025:..25.2-:/. 503.7.8.8/!020739.32083..2202-07.0-7:..3:.8.3..33.3 503.3- 2....3.8.2503//.331472./3/4308.3-2-3.3././03..347:242:3..08.8/..3.7./.3/808:.8. 507/.305.3..307.709    .3.308549.8.3.3.7:8.39.9....3.23/..9202-07. 47.507/.3.3/.3-0..34930/.3.3.3/23..2-.8.:3.8./.3 47.2.350/:/03./.3!.50302-.3 7.7/...-43 !747.39: :7: 2025:3.3.9:-:3.3/0.-075.3.3/9::. .72.8:.332./..3.-: -:.0..-:.57.3-07-..$%! $& .8/3/7.2.2:5.99.3.5033.8-.3/..7:.3.3453 0-075.8.202-07..3..912./80-:.3/.72025:3.9.9.3.&9.3/. ! /.320.8!./...2:-:3..9..5:9:8804..39070-.3.3 /::3.3 .39039.9 /53.507/.7804.78.:  8079.203./05. 2.3. 2025079.3.2203..3.3/4308.39.703..7.!07025:.3.78.3-..7.3..3/./ .:.3203.8808:..32.39507/.7985.3. .3.3.79039.27.30548..9 ..3507025:. !4. /.3:73.33 039070.3804...350/:5.8..3 /.30 203./.07.78.7.09.: 9.88.3.:.. 330 /./03.3.  3/:897!.. /3.32.331472.07.8 9039. :7::...7:30. .3/7...808.8.25.33.7. .9:.9 0/.804.

3/93/.9.3%03..2-40..3900..3/4308.7/ % 202-:.3 !020739..3507/.5./2.3/4308.2..5747.390.33.5.3.7.3/4308.8./03.8!%9/./..3/./.8.07.7/.790203%03./.3.3.-:.0. 2.39.94341/703 /2:...91/. $9.:2:2 5:9.9.3 .3202-07..2:39:9:78 /.9/.2  !.3..3$:3.3!%.3  $0.90.3203.25:3 20.#.:3/. $0.3-.7:/.2..3/4308..3 ..3%7.8..:.31..39: 80:2.340 !020739.3.8.2-93/.39.347.39/. :3   !0.%07803:2 /2:.7.8 3..3/.3.3 :3/.32:.8507:8.3 020.3507025:.54507.848.78.2.:3 2030:.89..2070.3..3 . 94-07  05...7.1077/.3.88./.-0-07..8/.33/:897..././..%4:7824.3.07.3 05.3&3/.8/0990. !% /.2 .3 2.7 :89:8  /..8.8:93/.3.3!073/:3.7   .8%03.07.07.3..-:9 34507.11.::89  ..2.349. 903.-079.920.3 0/.3%'  ./.3.8.3/../4 900.3..-075.....3 4 %.7: .%4:789.9.9/47.7745.:.3.3.3  9072. 8490.8..9/%7./%.-.34 9.09.507/.7..8.2 2.8.3.2.9..07/. /.3903.220707:9 203./909./.203079-.5.2.-05.350707:9.340-07-.9..7985.07 3.202-079.4 .30 .790 4.3/-.3.27.3!03../9.2:5.8/.3.3/%'#  .700720303.9/.850307.3-07-.9.8./..008/8: .3.3  0.2.073.3 :3/.3070.790 .:7.7. 2.9.  007.3 -079.3.8 :.8./.2.  035.7.3.3/-.3025.9./4 $05902-07   0203907..3.0732039 843.390.3./2.5:8..3/..8!74538.3-07-.:9.:3 9039./2:.30903.73/4308.43903.3 :3/...07.....3.:3 9039..7:...3 .79.325.39.38.820239.32.723..3.7/.39072. 04.7007 03907%03.9:0/43.07.:!##803./.7.503.3./.907-../8 /.3 /03..30503. /.9. 507:8.8.3:897.9..3/..: 03907203..07.3//::340 2.%0254 ..3 0/. /.9. 39..7.:203079-.32025075.34 9.3..8..9.3/. !% :39:8007.3/.347.8  4397.0-890 :..3  $05:9.903.22030-.3 507/.30-:/.319.2  !439.3../.3%7.3503.3.2...3.3/.-..843.3/4308..8.07/.2..7.890.3 /.3-07:5.3-07.9./.347.3 .88.7:.9..3/4308.3827.3./.97.305:9!033.38.. . 207.3 !03008.3!48907/5...5/03. %03.331472.73007 &5.3/-.. 0/.349.7..3/.203.3:7:502-2-33.3 !03025.0.5 /.0:.3827..80-0:2/.5:7.50.:.3.8.07.390.3/..3 ..7.3/90723.109 89.203.3$05902-07 //897-:8.820303..  !033...:.549.3.2.90..848.3.3907.3 07.8:9.2-93/....3-07:5.3827. !747.27..3...9/%'-07/:7.30. 07-.5.3.3.805.3.9.3 :3/.:39:2030-.3 .80/.507:8.9.: 97..3 5007.3.9./03.8 $3....507/.3/4:203 /.3/.3!.:3 9039.7:./:.3 &3/.503.9...-.3!07808.3907.28079.109-07:5.7.  7-:08025.3%7.83....7.7.3.3 0-7:.-4:9 $0:.9 203.3:-:3. :807 $/ $07.:.8:83.3 ..8-.7.5.32.7.9:.3..580:2.:.3548907 ./9::.8../4/.3.30.8..!020739.2:7:3.5.:5:3009743 7.9.3.2033./.3.39/.3.3/...07.8.3&3/. .

..3..8%03.:3   3.9.-.3947 .!74./.3947.3.907..0.9203./..8..3 $:.%0.0-.3...3807:5.3/9025..8%03.3.%03.3//:. 57   3.9:7.3 %./ /.9.3!%/.350372./03.38:8.3!% ..4.-:9380/93.4 ..9/03.-.07.9..7..7.3808:...30903..202.3 -072.3:.:.3%80.3 .3. !% .7.805079 28.340..8.73007 %.703.8:2:7....2033/.32070..%03.%90./.3 /.43%.07.35007.3/7240.520.3/.3.703.07/0.2/.3947.3507/.07.35:....07.7.3/..309039:./..203.%03.7.7..08..3/4308.30.39/.07.%03..8.3.!07:8../.!%.0.3.350707:9.9.507025:.703..

547.39::.43/-./.3.8:.:30.3!....07 /.3202-07.9:/.3-.30802-07 20..8.307..3/03.8..3.597.8: 9039.3899:843.3/..8909.!020739.3.30..8.22032502039.-07.0. /.83.8.2.3/.303.:..8.2.3 .3!.98.07.3.3:39:203.3:38:7 :38:7503..703.3  $0.3/./-07./.8.3%.3.:.9.:3  :.3.8:8507/.3:39:202-07503. $0:2./.3-08.3 9/.11.//.7..3.2025:3...73007 .38:2-07/..5.30/.9.50.39..3. 2.34507.3 2.703..503.7. /.8./...8.3 &39:203.-08.3.5:8.3 /..3/8.20907-. .!020739.8.28.33.8.3..35073.07..0548.:7.3/.3:.843.3.3431-07803.3:2.809.8 $0./.305.9:../.2.90503..50372.52./.2.8.39/.3/./-0-07.347./..2./09.7./ .3#03.3  07.8..3.39/. %2:7 3.320302:.30.9.390747.339073..07.9../.3.3.305.80:7:5..:.803.3 /4:2038050798:7.34080-:.347.843.!74538.3.5:8.25:3 .!48.32:335073.7 2.7307.3/8:.3!07/.9::.897.07.3.5...3 5073/:3.3/9.003.3/:.9.350309./.7/.3..383.380507990747820 431848..3/.3903.3.47-..3.!020739.7/.9080.9./..3.:203:.3-0703.907...9.39.3202-:.7.9.95039380507928.305. .3.-.2..38:2-07/.203.9/% %02543907.79..8..:2:7 202.2-..3:9.07. !020739.3 0.7.!%8.33.8.0.3$48.39..3.39.3/.3 507/.4347-.5:8.8.3507/.50./.33..73007.3:39:203:3. ..-07.39..307.. %2:7/.703.2/.3:5202-.. /507:.3!9/.3:39: /08549..7./.33/5078.3503./3..9.% 20372.390780-:92025:3.83.:503.73.8:.91 :   $0:-:3.50.347.79.3:39:203. !03.3.-8.039.8:.. .3203.7.:. 503003.9.3 .3.3.9.5...3 .3080.8././.3 07.520372.07.8../.3.9-.8.843.. 47.843.:39:203/::35747.347.35.90780-:98.389/.33.3-07:2.3/.8:3..720507/./ 3/4308.3!07025:. 07.93..79. 0557084 %.3//.07.202 3503/7.3.9 8:7..943.3 8./.203025: 897..3 507/.$579:.950393 .3 203..8.3.  #$ 03.507:8..0:.9/. -08..3. :2.203/0908907. 97.9.9.5:8.07..387/03.334507..9:0.3503.9.39475:8.503.8507..3.4..7../.39$48. ..2:32033.8.73.2/. -:.

/.3%075./:5.3808:.5.33.39:. /.2.3.2.05.3..3.:5:3588 -2-3. 949./.3/::3.8..3!0.3/03.39:.9.3.9 /.3./.:3 202-07.788.3-....390./03.3.3.27.:39:9:/507:.7.03907 /.3/.380:2.#:..3/-:9:.390..3-.3:39:203039:.8.307.2. 5.3/04.9.3.343/847-.8.8.182.3..!74538.3.3:9  .3:8:8 0548./.$  4203 8.347.. .35.:800/.9. 944.35034-./3/4308./-..!48803.8.3/09.:3.3.307.3.7.39.7./3.2-203.350703.3 2:3320207:../93/.7.3.2202-07.0/05.380907.5.39.3.32.2.0907-..2.3.38./03. 803...$0907...7.3  !020739..7 -079:.3!:8.757..307..3.202-3.9-.3.5:8.0.3..#5:9.3-..3.9..05.$.9!0.9./.73.9 :39:20331472..:38:7:38:7 503.3507/./:#:2.3907.3507843/. 8007.

8/.38.2.3. :39:0.307..8 /03.3.!74538.72.27:2.380/.09075.-. 507/.8:3.20309..3 -07..5803.3!020739.839%7.3:8:80548..-.3..  47:2.39.3447/3.39.3 202-039:4.83 2.3.3.3207085438933.11.83 %.3 -07.3  ! !439..73.!02574.5:38:790.2./:/..43803.9:147:2.9 80-.8.3!020739. .:9:..50372.7/.3-07447/3.3207398/.3/.2.7.784!439.3. 203:8:3!7480/:7%09.3./.8.980.3/.39.8.. #:. .7..8 1:38/.809.79.33/4308..8:.9025..33/..9  0-890..5:8. ..07.928.3 507/.7.3.3 007.3%2:7/.27.3%2:7 %.347-.9.347.3.3!0.302-..3.3207:5.3 507/..347..3:39:202-039:4..9.39./.39.3$ 4.903:3:.7   !74538.7  0-7:.8.-:5.2.3/903..349.92 .39.203447/3.3::2!07025:.8/93.349./.3.80-..-:5.903:3:..3%2:7  ! /.3 003.3.3.3503../:.30$.8 7.7.33.8.302-.2..3/.-:5.8390.2..3.2.39:.:5.    $0907#$&/7 $40/.3.347.9.3.9:39:0:../.903  .34.

.3.5.3 $0.3.3:8./.3 5844/...3..3203.30. 90780-:95.8.32.202-07..30 47:2..3/.3507/.-07902.:./.7.75.3 !.8$:9/.8..8.8!07025:.8037:5..3$.3 40423.843..3.35.3.47-.7/0/0  033%.$3.4:3907 97.-.3/../.207. 79&70.3.3/-:9:.207.7 47.208:9.3/./.890780-.11.:20...507:5. . .8. /.3.25.9./.331472.&39:.2.3.:2:23.3..2.3-07:2.30.203.-078.25.3503/..22.3/.34507.7.3::2-.39. 44748.7./.3 .3.3  039:07.3.8.3/.80/.5:-:39:503:.2./.3020.3 4203878803907  /3/4308.03.9.343803 4930807.3507/.9.3: 203.2.39:. .2 ...9..3.!.3-007.38.805079.3.: ./03.3.7/ -07-.3.3:3 08.809.9..2 :39:202-.38.47.7./.7 .347.2 2030.7..7 3/7..25.320302-.7./.-8./.2:.:.350.33-079::.3.27.07. $.203...3-078.9.320/.7./!:.0 -.

843.80-.30.:3  9039.507-.08&9.7::2./..3!07809::.3%2-..3.39.3.3503:.3.5:8.8...9.709 .9.03723.8.3&3/. &.!020739.3%2447/3.3503/.3/.#05:-3/4308..#05:-3/4308.2.389805079!74538..3/4308.33.8.3./...7.2 202-3.7. 503.7.8: 20739807..3: -07.8!07025:.9  ..25307.2.97.&9.7.3  &39:93..5/:..89.:!74538..88../.20303./03.8.3 !..5.2503.3 $:7.35073/:3.3:73./.38050793.3:3/..34 %.7.:%..37043.9:-039:07.3.2.3820502-07./.:/07.35073/:3.:39039.7.3 .347.3    -07-../ !:3/!07025:..:3  %2390.93./.3!0308.97043.203.3.7.3.3!020739..073203941434314790$:7703/0741:9..7.39..07.30:.9.7.9.3  $. &39:.9.$ 39073.07. %70.-:.-.907.../.-07.80507990780-:9/.8.3/03.0732039413/4308.3..-:5..2:5.9.80-08.3 $ 02-.3/2494740!!0/.3.07.:3  ..47-.3507/.27.39. ...7.7./03.3.380..3/.07.8:2-07 97.843.339073.43:9:..3 $./.380-./.../..8.3/-:.5:8./.39./.3 :3/. # ! 80/.: .2.8 /.3.07../.39.7.80/.3 97..3809.3!0.8.3!708/03#4   %..207./.:/.3.5.253.!/.3!07025:.3.3./03.3 !07/.9.9..70-#5:9.43 43:39:!0307././.3.909003#...3.3$48.843.3 !.3./.7.9-007..35073/:3.8.3/.3/04./03. 07.3.3!020739.305.3%.347-.3.39.390..9.3907-:7:-.30:....3!07.347.7.3/.32033.9.8.8 :2.843..3503..5.07.3502:..3 8./4 430  ./.3.3//4743:39:802. 40::8%:.47-.8.-..8..1472.9./03.843.2.907:9.3 5073.7 .7!07025:.307.803.-07905.40.3.0.2.. -.502-039:..8/.980507993/.3#..339073..090/703&$   .390758.$:39: 0-2033.07.2 7..-.2.3.8...307.. &3/.503. ./.:39:-./.3.3 90.07.89. $:.3.8.2.9::.502:./.77-:% .3502-039:. % !% 20. 9072.3/904.3/4308.843.2.8.33.9.3.7.9203.2.3.8.3907:8 /93.3.-007.3/:5.9.3!020739.0.33.0. -0-07.389.3:3-.0 1103/078 :.3$4.8.3/903.8./..3/7398 /1.9.3-.3/.:2070 42-.8.3 47.3 :897.8!02:...3/4308../.3.7.9.307...9$.8.34292037043.380.320/8/.07.8.7.:.:380./.5.5.30-/.:05:9:8./.:3  !:3/!07025:.37 7002039-0900390 4.380-.9 /5074020./..7..!07025:.5:8.3.3 5033.25.3.7:7.:39:0.47-.347.3.2.339073.7423.39.38079.8889.3903.2..%2:7 $:2..2.5:8.8203.3!7453805:..3 .3507/.3/.02-.3507/.2.390. 202::89:.3507/.3/ :897./. .3.3!0308.3.347.8..9380/.503.3/.3/4308.38.-0-07.:-:3./.3//4743 907-039:3.3:8.3 05.3507/.2..8/./.39:.3.8203447/3. .2038543847507902:..9.25:203:.3 ./.389.72:3 !74538 #./..07.3 -.-0-07.3.3$39073.3507/..90.8.8.3.9: !.390.805079&/.903$. % -072..3. /...!03.3.3.7.3 803./.34 %.3/8003.3/03. &39:02.390.3.8.3:353.99078 /.07./ /..3./.35007..2.30../::.3   $ %0770/0842208 $.3.380-0.3/03././.8#03.8.8.3.9::..3 9.3207:5./ /.8.3/:3 03:: !.3% 072.

3!4734./..2. /...3 907:9.3/./54943 9079 :9.8547/..3/.3802039.302:/.53/.907447/3.3202507.88079.7#03.3 5007..943.:.33.8.547.-078./8:8:3/.3!073/:3.3907.3:5./2.9:9.9. !0.39..:.8.397.3/03.3!07025:.80.3..&3/.92030.095439/3/4308.7/:.7%-072.843.5.8:#&&!0308.8  90.3..:05:9:8.3903.9. 02:/.3. 803/705:.9180.7.3 -./03. !03.5:8.5:8.2:38:3: -0-07.30.90 57..7985.3 :3/.503025.331472.347-.3!708/03#4 %.07.3-007.90..2.843.3.9/03.03839073.9:39:2.705:.:92. 9.39:.8.03975439/3/4308.90.3 47:58     &3/.397.8.3 /703 90..9/..3.9..2. !7403. :39:9:%2..3$..8 &390/.32070.383.2. 270803 :39:202-07.  #03.2!7403.3507/.: /.3#&&9039.33.83 2.990.9075.!07025:.33.70548..3!03...!/.9.8:.3:39:-.07..3!07025:. .11.!07/.3.7389.30.3.83/03..80..9 3.:5:3:/.3 %7.380..89.9./.7. .8!7479.25:20207.9..843.25: 2070.843.3.02..3/4308.3-.8./...7.3.7.7.5.7..843.38. &3/.3 -./.20.0-/.339073. 8079.3 !020739.33/4308.3/. 80.2./.3 #&&9039. 7.3  503..:3  :.3.9:207:5.35.7..33/4308.3/.5-.. :5.8/.5:8.32.8.34 %./.8..39.843.27.3/4308..:3.8.3/..38./03.2./.343.#&&9039.5.2.3.2021.3!07/.383.202-.3/.3.8.8.8.3.3/5070-:3.843.03039./.83 2..:39:02-.8..3#03.#03.32. $:5020343.3!74944:39:03.7.27.8.33.3!07/.3 20207:./03.3$3.. -...9.390../.30/ 720 /../8:8:3/.2#:2.8:20.8.42.3.2070.9:..38!020739.3!47347.380-. ..208.7.8.3.038!0.89. /..347..3$.0/.0.5 9073.3 03::2!07/.25:3.%0747.3.3#&&9039.3 %  !7494.343.3.3 .8803..3.8 /.389%7.3./.5:8...380-...25.3/!:38%7.8.39/.5.3202-07..8.3 :3/.9 ..3/-039:/80-0.943843.5.90507/.1/.3 :3/.-007..9.!03.8.83 %09.0.:380..3 503.-.33!07843 850.3..3 7.343/89070549...3.3 /.0 /.3080. 90747.%..9180:7::38:72.3.3.8.3/03.:3  $02039.347.93909./..80./.5.9: 9.9 .8 !7479.8 %.33./:202-07.350372..494!70.7.3/.8%.0.7./8.7.3:.3:3.30:./.03943.5.385479.3.:3   .07.2. 503..3$... 02-07..387.383/.3%3/.35..3!020739.38.843.8:/.3 #&& !0308..07.3.32.8.383.39039.2.3.8/..3.3.3/.2.3 .3 39073.7..32.3.0.38.3007.5..8. !-.  07/.3..380..3 80-0:23.9072.2!747.%.7.:3:3.383.3/4308./507:.8:/.2.8:5072.-  !&%&!020739.07.:.3/.8.3 /.3 /5007.-079.3.33.757.503.25:2021.3!0308.9: -039:07.390.843.2070.-072.8/.039 $:557088 .3/.3.8547/9...3402070.8 5.8..038!07807.  !0.8.:3  9072.890780-:920.3/.3/4308.5007. /909./.347-.

:.8848.:.3.-&3/.-039:507/.320.3 503:8:3./.3 :3/. #0.3027.3.3 5007.3/.8..305.7.0/.3.802.7/.8../.-03.3 7....39./...3.#&& 9039.805.3/.3..9.3.9..3/..3-070/4202-07.9.0907-.7503.3/03.3.3907:8/.3/.7.393/.547.347.8.805.70/9274 /.3.:5:339073.700790.3.9.39:..  0.3.843.3/5074080./8:8:3/.3:9.3.3 /.11.:3 9039.3.3..9:.2!7403.8/.5:8.9.843. $0.7.8.8..:503.3/03.:.3.739073.3:39:203.3.3 :3/.3$48..557.90507/.33.307.4.:3    03.749.3.33.9: .:39:70. $4.8/.39.7./909.3-. :8:83.3/./.0.3-.9:././ 5:8.3/.39.328.38.340$ 507:7:.:.3.8.9!0.3:-:3.7.3/.302-.5.547.8:80.:.203.320.07.:39:20250740 503//.-03.8%. .33.73  .89:/.97.02.3.:/.5.:70.3. 80.:3 9039.2.7.2.507-.7/:..79::.8:8507/./.3/.3..3.&3/.39070-/03./3/4308.399.8:8 ..3. 80./..2.-07084  $0.35020739.3:..3.7.547.347-./3/4308.890780-:9 /2:9.503:8:3.73.7/.34 %. %07.8:8.90 57.3-.  ..9.3!073/:3.0.3 #0.3 &3/..8.390.3 50.85072.350.9 ..3.3.3::2.9.3..90780-:92.9.3/.3/8:8:324/: 24/::39:50.390.3507025:.380/.3 0.3-.73.3 &3/.34 %.7.5.3/.3 !03025.5:83.7907.9../09./.3/.8079.3&3/.302-..3. 89:.3  %072.907.8. -07/.7 -03.. 5.02-./5033.3. #!$ /..3-007.3.35033.3.390.3:3/.7.3../434739073.5.8-.8 90. 3/4308.-07.3 %072..:3907.3 203:.2:2. 907.730.72438.3..2.-075.3 /.3!07/.89:.:3503.-9.9.3507.843.   !033.3807:5. /./434739073..07.9.3/.843.3.91-07/.9..::5 20.9.3/.3-.9/./503:7:3.3 #&&9039.7985.3!03.3&.320:.3 05.. .7..3507025:.3.8/.3788/.3.3503.5.843.8.3803.8-0:2..!7480/:7 $ ! !02:.3 .3..8..3/.507025:./.9..3.3.9.703.3.3.. &$  /.3:.0:.3.. 309473 /.30297.8./.3703907.3 5747.3 .2/.3./.5/.390.350.8.8 -0-07..843.3.390.   !03. 7043.3..30-.07.3::2!/.3.9.3/.3507025:..9:7.. 509.8.3:9.30.9.8./.9.7-.3 02-.   $9.3.7 507./03...-08!47907.33.3 .2:3/.7-.:/.8 #&&9039.3./8:8:3 /.40$4.32. &5./..8:/.2.3/./.3.843.!073/:3.8/.3.:2:290.3%0:.3:.33   !033..3848.3.3.2203/::3/.3.3503/..703.:5:3/..3.8. 203/::30.8::2.3 #0.8.39:.3/. 202-039:#:2.320.2::23.9..3 #0...07..305./4347 202-07.8:.3!073/:3.3 0.2. 07.0-/.9/.3-007../503:7:3.547-.90.9/.3507/.90.37.5..3 5033.3/04.3203.3507025:.3.3/.808-9.8!:8.3.3:9509.3907..3.2:3/8./.3.0740!03..5:8.7.7.90.399./03.33   !02-039:.5.8 9.390780-:92.9.3507/.2.3.3  %09.889..3 3.8.3-07-.80907 745303907 4203 878803907/. -0.8.3/.307..8!7479.9.//.8 #&&9039.3.302-.8.

2./.3/.3..  0.843.8079..3$4./.3#03..30.8 80.9..3..3/.9.3..3/03.35033.39507-:/..3.7307.8.350.8.3:93.-.3808..-.3907:8203:5.3503025:73.3 39073./03.7..

80..32.907-039: 38..2/.  02..3203.35073/:3.72.3#.0...38.25:202-07.3 ...347..709  0203907...3202-039:02-.947/.9...390747..02-.  .38.3 .9.843..3.3/.843.383.3.3/8:8:380-.2.32.9.8/.7.3507-:/.0/42.2:3.. 079..:/03.2.  04254503.73007390.:04254 04254 ..39.331472.72070./.5...25:203./.8.3.89039.  .9 $ . .7. 80-.805079#::3%09.5.3..3!020739.3.7/7/.3507/.807.320207..72..20..05.9./3/4308.387 507/.3-.3447/3..320207:.7.:38:730./.3/:5-.3.3  05..3 04254070.387-.8:.7-07-.38:3.5747.32..:2:23../.397.2 503.907...25:202..8.7.3 :.38079.507025:./.38:/.9#  ..347.-0780/.324/073320./.8.3.-.8..3.30.20.:002-.91 -075.3.32.9/:3.85488#05:-3/4308.. /.5:8.8.802:.7 93/./.3080.3.89.3.8.3/4308.330.3 .. .82.9./.7985.38.9.7.3.3:8:83.#/.79..39073.20..3/1..7. 54. 2. . /3.47-.90747.3-07050393.9-..7.357410843..3/4308.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful