PENGANTAR Dalam era kemerdekaan yang demokratis dengan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi Hak Asasi

Manusia, Bangsa Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mensejahterakan kehidupan Bangsa melalui upaya-upaya yang diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan dalam melindungi warga negaranya antara lain dari praktek-praktek perdagangan orang dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. Penguatan komitmen Bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Keputusan Presiden No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) serta pembentukan Gugus Tugas lintas sektoral untuk implementasinya, telah menggiatkan upaya memerangi perbudakan modern perdagangan orang secara lebih terencana, terintegrasi dengan langkah-langkah untuk mengatasi akar masalahnya: kemiskinan, kurangnya pendidikan dan keterampilan, kurangnya akses, kesempatan dan informasi serta nilai-nilai sosial budaya yang memarginalkan dan mensubordinasikan kaum perempuan. Kerjasama antar unsur internal dalam negeri dan dengan negara sahabat serta lembaga internasional semakin meluas dan menguat, dan akan terus dibina sehingga terwujud sumber daya yang lebih kuat untuk memerangi perdagangan orang yang telah menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir. Perhatian khususnya ditujukan untuk melindungi korban, tetapi dalam waktu yang bersamaan, melalui pembinaan aparat dan komunitas masyarakat, diupayakan penindakan hukum yang lebih keras kepada trafficker agar menimbulkan efek jera. Berbagai upaya penyuluhan, kampanye, dan peningkatan kepedulian masyarakat juga terus dilakukan untuk mencegah terjeratnya kelompok rentan dalam perdagangan orang. Bangsa Indonesia telah menapak maju tetapi masih jauh dari tujuan. Sementara itu kita juga sadar bahwa trafficker dengan segala tipu dayanya juga tidak akan mudah menyerah begitu saja. Oleh karena itu, dengan didukung oleh negara sahabat dan lembaga internasional, dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah s.w.t., kita harus semakin bersemangat dan berupaya melangkah lebih cepat dan lebih lebar sehingga segera sampai ke tujuan. Kepada negara sahabat, lembaga donor, LSM nasional dan internasional serta semua pihak khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah menggerakkan Gugus Tugas termasuk memberikan masukan dan informasi guna penyusunan Position Paper Tahun 2005 (kurun waktu April 2004-Maret 2005) ini, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati usaha kita semua. Jakarta, 30 Maret 2005 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,

Dr. Alwi Shihab

RINGKASAN Penguatan komitmen Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang tercermin dari Keputusan Presiden RI No. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) dan pengajuan Rencana Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU PTPPO) kepada DPR RI untuk disahkan. Dalam Program Legislasi Nasional 2005-2009, RUU Tindak Pidana Perdagangan Orang berada di urutan 22 dari 55 prioritas RUU yang akan dibahas Tahun 2005. Penindakan hukum kepada pelaku (trafficker) digiatkan melalui peningkatan kapasitas penegak hukum serta peningkatan kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain dan pihak penegak hukum negara sahabat sehingga Kepolisian RI berhasil memproses 23 kasus dari 43 kasus yang terungkap. Pada tahun 2004-2005 (Maret), sebanyak 53 terdakwa telah mendapat vonis Pengadilan dengan putusan: bebas, dan hukuman penjara 6 bulan sampai yang terberat 13 tahun penjara atau rata-rata hukuman 3 tahun 3 bulan. Sosialisasi dan advokasi dari berbagai pihak kepada aparat penegak hukum telah membuahkan dijatuhkannya vonis hukuman yang cukup berat kepada trafficker. Peningkatan perlindungan kepada korban perdagangan orang dilaksanakan dengan meningkatkan aksesibilitas layanan melalui pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Kepolisian Pusat dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah. Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang dikelola oleh Polisi Wanita semakin ditambah yang kini jumlahnya mencapai 226 unit di 26 Kepolisian Daerah (Propinsi) dan masih akan terus diperluas ke Kepolisian Daerah yang lain dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Di samping itu juga semakin banyak LSM dan organisasi masyarakat yang mendirikan women‟s crisis centre, Drop In Center, atau shelter yang kini jumlahnya 23 unit yang tersebar di 15 propinsi. Di samping itu, untuk pengungsi di Aceh telah didirikan sedikitnya 20 unit Children Center “Jambo Anak Metuah” bekerjasama dengan UNICEF dan Departemen Sosial. Lembaga bantuan hukum dan LSM yang sebagian tugasnya juga memberikan bantuan hukum kepada korban perdagangan orang kini semakin banyak tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepanjang tahun 2004 sampai 14 Maret 2005, Pemerintah telah memulangkan sedikitnya 120 orang korban perdagangan orang dari Malaysia, dan 347.696 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia. Beberapa pihak berpendapat bahwa para TKI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka dikirim ke Malaysia menggunakan paspor dan visa kunjungan atau wisata untuk bekerja di sana. Dengan tidak adanya visa kerja, telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor, upah rendah, penyekapan, bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. Ketika visa kunjungan telah habis, TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay, dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak: LSM lokal, nasional dan internasional serta

dengan badan-badan dunia mengupayakan program pemberdayaan para mantan korban perdagangan orang pasca reintegrasi untuk mencegah mereka terjebak kembali dalam perdagangan orang demikian pula untuk keompok masyarakat yang rentan. Program pemberdayaan ini terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan yang ditengarai merupakan akar masalah dari perdagangan orang. Pola imigrasi dan emigrasi, dengan bantuan perguruan tinggi dan LSM, telah dipelajari Pemerintah sehingga dapat diketahui pola pergerakan transportasi perdagangan orang. Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk masuk dan keluar daerah perbatasan, khususnya yang berkaitan dengan pengiriman TKI ke Malaysia telah dibentuk lembaga Pelayanan Satu Atap di sebelas exit point di Indonesia yang terdiri dari petugas instansi terkait Indonesia dengan pihak Imigresen Malaysia. Keterlibatan LSM dalam dan luar negeri, organisasi masyarakat dan media massa (koran, majalah, TV, radio) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak sepanjang tahun 2004 sangat menggembirakan. Namun disadari bahwa jangkauannya masih perlu diperluas terutama kepada mereka yang ada di daerah yang belum terjangkau, dan perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang pada gilirannya mampu merubah perilaku masyarakat yang harus tidak mentolerir perbudakan (trafficking in persons) di jaman modern ini. Bangsa Indonesia telah membuat kemajuan dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, namun masih jauh dari tujuan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdaganan Perempuan dan Anak, yaitu: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. Oleh karena itu, penguatan jejaring kerja perlu ditingkatkan agar kedholiman terhadap perempuan dan anak Indonesia dapat segera dihapuskan. *** DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN Perdagangan Orang di Indonesia 1 Pengertian 2 Kejahatan terhadap HAM 3 Kelompok Rentan 4 Daerah Sumber, Transit dan Penerima 5 Pelaku (trafficker) 7 Pengguna 8 Rencana Aksi 8

Sikap Pemerintah RI 8 Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) 9 Gugus Tugas 11 Otonomi Daerah 12

II. PENINDAKAN HUKUM Penguatan Dasar Hukum 14 Peningkatan Kapasitas 17 Kasus 19 Vonis Hukuman 20 Kerjasama Penindakan Hukum 21 Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas 22

III. PERLINDUNGAN KORBAN Aksesibilitas Layanan 23 Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan 28 Repatriasi dan Pemulangan Korban Pemulihan dan Reintegrasi Pemberdayaan

IV. PENCEGAHAN Peningkatan Pendidikan Penyebarluasan Informasi Peningkatan Pengawasan

V. KERJASAMA

VI. PENUTUP REFERENSI

PENDAHULUAN Hak Asasi Manusia: “Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudara-an. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi” (Pasal 3, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun” (Pasal 4, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhamba. Perbudakan atau perhambaan, pedagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapun yang tujuannya serupa, dilarang” (Pasal 20, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya” (Pasal 65, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). “Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan perundangan lain, dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang diterima oleh negara Republik Indonesia. Kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah tersebut meliputi langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain” (Pasal 71 dan 72, Undang-undang No. 39/1999 tentang HAM). Perdagangan Orang di Indonesia Perbudakan atau penghambaan pernah ada dalam sejarah Bangsa Indonesia. Pada jaman raja-raja Jawa dahulu, perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal. Pada

antara lain tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Jepang juga membawa banyak perempuan ke Jawa dari Singapura. of fraud. tetapi dengan sangat kejam mengeksploitasinya dengan berbagai cara sehingga korban menjadi tidak berdaya untuk membebaskan diri. Pengertian. penculikan. (“. pemindahan. Dalam era kemerdekaan terlebih di era reformasi yang sangat menghargai Hak Asasi Manusia. Dalam protokol tersebut yang dimaksudkan dengan perdagangan orang adalah: (a) .. tetapi ada juga yang berasal dari lingkungan kelas bawah yang di-“jual” atau diserahkan oleh keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan keluarga istana. Malaysia dan Hong Kong untuk melayani para perwira tinggi Jepang (Hull. yang beroperasi secara tertutup dan bergerak di luar hukum..yang dengan cepat berkembang menjadi sindikasi lintas batas negara .dengan sangat halus menjerat mangsanya. masalah perbudakan atau penghambaan tidak ditolerir lebih jauh keberadaannya. of deception.. of the abuse of power or of a position of vulnerability or of the giving or receiving of payments or benefits to achieve the consent of a person having control over another person. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children Suplementing the United Nation Convention Against Transnational Organized Crime tahun 2000. juga dimanfaatkan oleh hamba kejahatan untuk menyelubungi perbudakan dan penghambaan itu ke dalam bentuknya yang baru yaitu: perdagangan orang (trafficking in persons). penyembunyian atau penerimaan seseorang. rekrutmen. Raja mempunyai kekuasan penuh. penipuan atau pencurangan. Pelaku perdagangan orang (trafficker) . konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai yang agung dan mulia. slavery or practices similar to slavery. the exploitation of the prostitution of others or other forms of sexual exploitation. the recruitment. Pada masa pendudukan Jepang (1941-1945). at a minimum. ataupun penerimaan/pemberian bayaran. Namun kemajuan teknologi informasi. Pada masa penjajahan Belanda. Definisi mengenai perdagangan orang mengalami perkembangan sampai ditetapkannya Protocol to Prevent. servitude or the removal of organs. transfer. Sistem feodal ini belum menunjukkan keberadaan suatu industri seks tetapi telah membentuk landasan dengan meletakkan perempuan sebagai barang dagangan untuk memenuhi nafsu lelaki dan untuk menunjukkan adanya kekuasaan dan kemakmuran. komersialisasi seks terus berkembang. Sulistyaningsih dan Jones 1997). transportasi.. pedagang dan para utusan yang pada umumnya adalah bujangan. komunikasi dan transportasi yang meng-akselerasi terjadinya globalisasi. yang secara minimal termasuk ekspolitasi lewat prostitusi atau . Exploitation shall include. Beberapa orang dari selir tersebut adalah putri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. industri seks menjadi lebih terorganisir dan berkembang pesat yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemuasan seks masyarakat Eropa seperti serdadu. atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang tersebut untuk dieksploitasi. forced labour or services. transportation. Selain memaksa perempuan pribumi dan perempuan Belanda menjadi pelacur. of abduction. pemalsuan. harbouring or receipt of persons. Secara hukum Bangsa Indonesia menyatakan bahwa perbudakan atau penghambaan merupakan kejahatan terhadap kemerdekaan orang yang diancam dengan pidana penjara lima sampai dengan lima belas tahun (Pasal 324-337 KUHP). for the purposes of exploitation. dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk tekanan lain. sebagian lagi persembahan dari kerajaan lain. atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan.masa itu. by means of the threat or use of force or other forms of coercion.

Perbuatan: merekrut. memanfaatkan posisi kerentanan (misalnya ketika seseorang tidak memiliki pilihan lain. bahwa: The recruitment. mengemis. penerimaan dan penampungan sementara atau di tempat tujuan – perempuan dan anak . adalah: 1. tetapi tujuannya tetap harus untuk eksploitasi. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. adopsi ilegal atau pengambilan organ-organ tubuh”). penipuan. Tujuan: eksploitasi. serta bentuk-bentuk eksploitasi lainnya”. pengangkutan antar daerah dan antar negara. Sementara kalau perdagangan orang dari sejak awal sudah . harbouring or receipt of a child for the purpose of exploitation shall be considered “trafficking in persons” even if this does not involve any of the means set forth in subparagraph (a). penghambaan. memberikan atau menerima pembayaran atau keuntungan.dengan cara ancaman. penggunaan kekerasan verbal dan fisik. penculikan. pengantin pesanan. transfer. dan penjualan organ tubuh. Sarana (cara) untuk mengendalikan korban: ancaman. penculikan. penggunaan paksaan. buruh migran legal maupun ilegal. kerja atau pelayanan paksa. setidaknya untuk prostitusi atau bentuk ekspoitasi seksual lainnya.bentuk-bentuk eksploitasi seksual lainnya. Definisi ini diperluas dengan ketentuan yang berkaitan dengan anak di bawah umur (di bawah 18 tahun). transportation. menyembunyikan atau menerima. ketergantungan obat. jebakan hutang. Pengertian menurut Protocol tersebut menjiwai definisi perdagangan perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. kerja paksa. adopsi anak. kecurangan. berbagai bentuk kekerasan. 2003). yang menyatakan: “Perdagangan perempuan dan anak adalah segala tindakan pelaku (trafficker) yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan. pengambilan organ tubuh. pengedaran obat terlarang. mengangkut. karena walaupun untuk korban anak-anak tidak dibatasi masalah penggunaan sarananya. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dari perdagangan orang (Harkristuti. Penyelundupan orang lebih menekankan pada pengiriman orang secara illegal dari suatu negara ke negara lain yang menghasilkan keuntungan bagi penyelundup. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. pemindahtanganan. dalam arti tidak terkandung adanya eksploitasi terhadapnya. dan lain-lain). yang perlu diperhatikan adalah unsur tujuan. pemberangkatan. industri pornografi. pembantu rumah tangga. perbudakan. Perdagangan orang berbeda dengan penyeludupan orang (people smuggling). memindahkan. terisolasi. tipu muslihat. pekerjaan jermal. 2. Mungkin saja terjadi timbul korban dalam penyelundupan orang. perbudakan atau praktekpraktek yang menyerupainya. tetapi itu lebih merupakan resiko dari kegiatan yang dilakukan dan bukan merupakan sesuatu yang telah diniatkan sebelumnya. penipuan. Dari ketiga unsur tersebut. di mana perempuan dan anak digunakan untuk tujuan pelacuran dan eksploitasi seksual (termasuk phaedopili). 3.

atau meninggal dunia. Kelompok Rentan.orang dewasa dan anak-anak. menempatkan mereka pada posisi yang sangat beresiko khususnya yang berkaitan dengan kesehatannya baik fisik maupun mental spiritual. tidak disiksa. anakanak putus sekolah. yang berarti merusak sumber daya manusia yang vital untuk pembangunan bangsa. juga menyebarkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. Modus operandi rekrutmen terhadap kelompok rentan tersebut biasanya dengan rayuan. seperti misalnya: laki-laki. dirampas agen atau majikan. Perdagangan orang dapat mengambil korban dari siapapun: orang. menjerat dengan hutang. kehamilan yang tak dikehendaki. menipu atau janji palsu. Penipuan dan pemaksaan atau kekerasan merupakan unsur yang esensiil dalam perdagangan orang. Perdagangan orang merupakan kejahatan yang keji terhadap HAM. Kondisi perempuan dan anak yang seperti itu akan mengancam kualitas Ibu Bangsa dan generasi penerus Bangsa Indonesia. mereka yang berpendidikan dan berpengetahuan terbatas. pelecehan seksual dan pemerasan yang dialaminya. politik dan sosial yang serius. mereka yang mendapat tekanan dari orang tua atau lingkungannya untuk bekerja. janda cerai akibat pernikahan dini. menyalahgunakan wewenang. menjebak.mempunyai tujuan yaitu orang yang dikirim merupakan obyek ekploitasi. suami/orang tua sakit keras. terampaslah peluang mereka untuk memperoleh pendidikan dan untuk mencapai potensi pengembangan sepenuhnya. korbannya mendapat perlakuan sebagai migran ilegal. korban kekerasan fisik. Modus lain berkedok mencari tenaga kerja untuk bisnis . selain menimbulkan human. mengawini atau memacari. dan lainnya. Perdagangan orang telah memasukkan banyak migran yang kurang “berkualitas”. yang terlibat masalah ekonomi. menjanjikan berbagai kesenangan dan kemewahan. yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. perempuan dan anak-anak dari keluarga miskin yang berasal dari pedesaan atau daerah kumuh perkotaan. dan bagi para korban sering kehilangan haknya dan jatuh dalam kehidupan yang tidak manusiawi. anggota keluarga yang menghadapi krisis ekonomi seperti hilangnya pendapatan suami/orang tua. seksual. Dalam perdagangan orang. kebebasan pribadi. laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya berada dalam kondisi rentan. para pencari kerja (termasuk buruh migran). dan infeksi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. sosial dan psikologis yang dideritanya akibat kekerasan fisik. Kejahatan terhadap HAM. beragama. atau memperkosa. hak untuk tidak diperbudak. Perempuan dan anak adalah yang paling banyak menjadi korban perdagangan orang. psikis. pikiran dan hati nurani. perempuan dan anak jalanan. sehingga mereka mendapat ancaman hukuman. Sebetulnya mereka lebih memerlukan perlindungan dan pelayanan khusus karena trauma fisik. social and economic cost yang tinggi. korban penculikan. bahkan pekerja seks yang menganggap bahwa bekerja di luar negeri menjanjikan pendapatan lebih. dan sangat rentan terhadap tindak kekerasan. sering karena dokumen imigrasinya tidak lengkap. menculik. menyekap. mengancam. Industri seks sebagai salah satu pengguna perdagangan orang. dipalsukan. yang mengabaikan hak seseorang untuk hidup bebas. Bagi anak yang dilacurkan.

korban diminta membayar kembali biaya perjalanan dan “tebusan” dari agen atau calo yang membawanya. Jumlah yang biasanya membengkak itu menjadi hutang yang harus ditanggung oleh korban. Kelurahan dan Kecamatan dapat terlibat pemalsuan KTP atau Akte Kelahiran. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop. rumah bordil dan rumah hiburan lain. Di tempat tujuan. Mereka diminta menandatangani kontrak yang tidak mereka mengerti isinya. Agen dan calo perdagangan orang mendekati korbannya di rumah-rumah pedesaan. kerja di perkebunan atau bidang jasa di luar negeri dengan upah besar. Transit dan Penerima. Tabel 1. RT/RW. mereka dilengkapi dengan visa turis. kafe atau di restauran. di keramaian pesta-pesta pantai. Memalsu identitas banyak dilakukan terutama untuk perdagangan orang ke luar negeri. namun kemudian dijual kepada yang menginginkan. tetapi seluruh dokumen dipegang oleh agen termasuk dalam penanganan masalah keuangan. juga melibatkan dinas-dinas yang tidak cermat meneliti kesesuaian identitas dengan subyeknya. Dalam pemrosesannya. salon kecantikan. Korban yang direkrut di bawa ke tempat transit atau ke tempat tujuan sendiri-sendiri atau dalam rombongan. Para agen atau calo ini bekerja dalam kelompok dan seringkali menyaru sebagai remaja yang sedang bersenang-senang atau sebagai agen pencari tenaga kerja. Tetapi kemudian mereka dibawa ke bar. Bila muncul keinginan korban untuk kembali pulang. Daerah sumber. kapal atau mobil tergantung pada tujuannya. Seringkali perjalanan dibuat memutar untuk memberi kesan bahwa perjalanan yang ditempuh sangat jauh sehingga sulit untuk kembali. transit dan penerima perdagangan orang di Indonesia. Di dunia internasional. mereka tinggal di rumah penampungan untuk beberapa minggu menunggu penempatan kerja yang dijanjikan. Biasanya agen atau calo menyertai mereka dan menanggung biaya perjalanan. Daerah Sumber. Ibu-ibu hamil yang kesulitan biaya untuk melahirkan atau membesarkan anak dibujuk dengan jeratan utang supaya anaknya boleh diadopsi agar dapat hidup lebih baik. Berdasarkan berbagai studi. Sumatera Utara: . menggunakan pesawat terbang. ditengarai bahwa ada beberapa propinsi di Indonesia yang utamanya merupakan daerah sumber namun ada beberapa kabupaten/kota di propinsi itu yang juga diketahui sebagai daerah penerima atau yang berfungsi sebagai daerah transit. pub. mall. mereka ditakut-takuti atau diancam. Anak-anak di bawah umur dibujuk agar bersedia melayani para pedofil dengan memberikan barangbarang keperluan mereka bahkan janji untuk disekolahkan. Jika menolak. Untuk ke luar negeri. Indonesia dikenal sebagai daerah sumber dalam perdagangan orang.entertainment. karena adanya syarat umur tertentu yang dituntut oleh agen untuk pengurusan dokumen (paspor). dan mulai dilibatkan dalam kegiatan prostitusi.

Tegal.Medan. Labuhan Batu. Blitar. Kediri. Simalungun. Boyolali Cilacap. Dumai. Kuningan. Prop. Cilacap. Gianyar. Asahan. Fak-fak. Asahan. Bali: Denpasar. Tangerang. Jember. Prop. Cianjur. Lampung Lampung Selatan Lampung Selatan -Prop. Tuban. Prop. Bekasi. Bandung. Australia.Prop. Brunei. Binjai Belawan. Sulawesi Selatan: Pare-pare. Nusa Tenggara Timur -. Ubud.-Prop. Selatan. Dumai Tanjung Balai Karimun. Tabel 2. Bogor. Daerah Sumber Transit Daerah Penerima Prop.Prop. Kalimantan Barat: Pontianak Entikong. Dairi. DKI Jakarta: Jakarta Pusat. Grobogan. Magelang. Pematang Siantar. Timika. Jawa Tengah: Banyumas. 2004.Prop. Serdang Bedagai. Kalimantan Timur Nunukan Prop. Bangli Denpasar. Bali . Kuta. Pontianak Pontianak Prop. Utara. Riau: Tanjungbalai Karimun. Belawan. Sumatera Utara Medan. Medan. Surabaya Surabaya Prop. 2003. Sumber: Rosenberg. Nunukan. Purwokerto. Prop. Simalungun. Kepulauan Riau: Batam. Jepara. Bandung. Surabaya. transit dan penerima perdagangan orang ke luar negeri. Madiun. Sulawesi Utara . Hong Kong. Papua: Serui Biak. Barat. Balikpapan. Harkristuti Harkrisnowo. Korea Selatan. Kintamani. Perempuan dan anak Indonesia juga banyak yang diperdagangkan ke luar negeri dengan jalur transportasi melalui daerah transit yang pada umumnya berada di daerah perbatasan atau kotakota besar yang mempunyai fasilitas perhubungan yang baik. Karangasem. Sumbawa. Gresik. Jawa Timur Surabaya Prop. Daerah sumber. Makassar. Semarang. -Prop. Nusa Tenggara Barat - . Entikong Prop. Sulawesi Tenggara -. 2003. Kalimantan Barat Pontianak. Deli Serdang. Langkat. Losari-Cirebon . Sulawesi Utara: Manado Bitung. Utara. Pekalongan. Tanjung Balai maupun Kabupaten Labuhan Batu Deli Serdang. Nusa Tenggara Barat Mataram. Sanur. Prop. Barat. Trunyan. Medan. Sawangan Depok. Tarakan. Jawa Timur: Banyuwangi. -Prop. Denpasar. Nusa Dua. Tapanuli Selatan. Indramayu. PKPA. Daerah Sumber Transit Negara Penerima Prop. Lampung . . Jepang.-Prop. Purwodadi. Timur. Amerika Selatan. Maluku Utara: Ternate . Nganjuk. Timur. Jawa Tengah Solo Prop. Ciroyom. Tebing Tinggi. Pekanbaru. Solo. Langkat. Jawa Barat: Sukabumi. Watampone. Prop. Jakarta Pusat.Prop. -Prop.Prop. Samarinda. Asia Tenggara (Singapura. Serdang Bedagai.Prop. Padang Bulan. Jakarta Jakarta. Candi Dasa dan Denpasar. Prop. Selatan. Cirebon. Taiwan. Malaysia. Serdang Bedagai. Bekasi. Thailand). Tanjung Pangkor Batam -Prop. Kalimantan Timur: Samarinda Balikpapan. Jawa Barat . Pantai Senggigi. Sengkang. Timur Tengah (Arab Saudi). Filipina.Prop. Legian. Riau Batam. Deli Serdang. Karawang. Solo Baturaden.

perseorangan dan bahkan tokoh masyarakat yang seringkali tidak menyadari keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan orang (Rosenberg. atau sindikat bertindak sebagai yang “memperdagangkan (trafficker)”. dan menempatkan mereka dalam pekerjaan yang berbeda atau secara paksa memasukkannya ke industri seks. . melakukan kekerasan fisik atau seksual. baru-baru ini muncul indikasi bahwa Indonesia mungkin juga menjadi negara penerima dan atau transit untuk perdagangan orang internasional. Hong Kong dan beberapa negara Eropa termasuk Norwegia (Rosenberg 2003). . PKPA. dan 506 KUHP. 2003. penipuan.. Pemilik atau pengelola rumah bordil. menjeratnya dalam libatan utang. Para perempuan itu kabarnya berasal dari Thailand. Agen atau calo-calo bisa orang luar tetapi bisa juga seorang tetangga. 2004. Aparat pemerintah adalah trafficker manakala terlibat dalam pemalsuan dokumen. Selain menjadi negara sumber. teman. tidak membayar gajinya. menyekap dan membatasi kebebasannya bergerak. Termasuk dalam kategori pengguna adalah lelaki hidung belang atau pedofil yang mengencani perempuan dan anak yang dipaksa menjadi pelacur. Majikan adalah trafficker manakala menempatkan pekerjanya dalam kondisi eksploitatif seperti: tidak membayar gaji. memaksa untuk terus bekerja. menyekap pekerja. 2003): Perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaringan agen/calo-calonya di daerah adalah trafficker manakala mereka memfasilitasi pemalsuan KTP dan paspor serta secara ilegal menyekap calon pekerja migran di penampungan. atau merekrut dan mempekerjakan anak (di bawah 18 tahun). Para germo.. sementara agen. atau bahkan kepala desa. berdasar Pasal 289. . membiarkan terjadinya pelanggaran dan memfasilitasi penyeberangan melintasi perbatasan secara ilegal. Cina. Pelaku (trafficker).Sumber: Rosenberg. Calo pernikahan adalah trafficker manakala pernikahan yang diaturnya telah mengakibatkan pihak isteri terjerumus dalam kondisi serupa perbudakan dan eksploitatif walaupun mungkin calo yang bersangkutan tidak menyadari sifat eksploitatif pernikahan yang akan dilangsungkan. yang dianggap trafficker manakala dalam perekrutan mereka menggunakan kebohongan. Perdagangan orang melibatkan laki-laki. Dia menyelundupkan ratusan orang China ke Indonesia dengan iming-iming gaji besar namun ternyata hanya dijadikan pedagang barang-barang buatan China. Media Indonesia pada 11 Maret 2004 kembali melaporkan ditangkapnya warga negara Republik Rakyat China yang diduga sebagai otak penyelundupan dan perdagangan manusia. majikan atau pengelola tempat hiburan adalah “pengguna” yang mengeksploitasi korban untuk keuntungan mereka yang seringkali dilakukan dengan sangat halus sehingga korban tidak menyadarinya. dapat dianggap melanggar hukum terlebih jika mereka memaksa perempuan bekerja di luar kemauannya. atau menjerat pekerja dalam lilitan utang. perempuan dan anakanak bahkan bayi sebagai “korban”. atau penerima donor organ yang berasal dari korban perdagangan orang. Propinsi Riau. 296. Taiwan. Jakarta Post pada 13 Desember 2002 melaporkan bahwa 150 pekerja seks asing beroperasi di luar hotel-hotel di Batam. calo. Pelaku perdagangan orang (trafficker) tidak saja melibatkan organisasi kejahatan lintas batas tetapi juga melibatkan lembaga. atau pemalsuan dokumen.

. Laki-laki hidung belang. Keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. penurut. Demikian pula jika orang tua menawarkan layanan dari anak mereka guna melunasi utangnya dan menjerat anaknya dalam libatan utang. antara lain adalah : Germo dan pengelola rumah bordil yang membutuhkan perempuan dan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai pelacur. maupun yang tidak langsung melakukan eksploitasi. Sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringannya. Suami adalah trafficker manakala ia menikahi perempuan tetapi kemudian mengirim isterinya ke tempat lain untuk mengeksploitirnya demi keuntungan ekonomi. Keluarga yang ingin mengadopsi anak. Rencana Aksi Dalam perkembangannya. Agen penyalur tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. Mereka tergiur dengan . pengidap pedofilia dan kelainan seks lainnya serta para pekerja asing (ekspatriat) dan pebisnis internasional yang tinggal sementara di suatu negara. menempatkannya dalam status budak. merupakan yang terbesar ke tiga setelah perdagangan obat-obatan terlarang dan perdagangan senjata. Laki-laki China dari luar negeri yang menginginkan perempuan “tradisionil” sebagai pengantinnya. Para pengusaha yang membutuhkan pekerja anak yang murah. atau memaksanya melakukan prostitusi. Para pebisnis di bidang pariwisata yang juga menawarkan jasa layanan wisata seks. Sehingga tidak mengherankan jika kejahatan internasional yang terorganisir kemudian menjadikan prostitusi internasional dan jaringan perdagangan orang sebagai fokus utama kegiatannya.Orang tua dan sanak saudara adalah trafficker manakala mereka secara sadar menjual anak atau saudaranya baik langsung atau melalui calo kepada majikan di sektor industri seks atau lainnya. perdagangan orang telah menjadi bisnis yang kuat dan lintas negara karena walaupun ilegal hasilnya sangat menggiurkan. Pengusaha bisnis hiburan yang memerlukan perempuan muda untuk dipekerjakan di panti pijat. Pengguna (user) perdagangan orang baik yang secara langsung mengambil keuntungan dari korban. mudah diatur dan mudah ditakut-takuti. . Atau jika mereka menerima pembayaran di muka untuk penghasilan yang akan diterima oleh anak mereka nantinya. karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. Pengguna.

perdagangan orang pada dasarnya adalah bagian dari shadow economy: berjalan dengan tak terlihat. Perbudakan dan penghambaan dalam bentuk perdagangan orang juga dikriminalisasi dalam sistem hukum Indonesia sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana . diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Seperti halnya bisnis narkoba yang beromzet besar dan sangat menguntungkan serta bebas pajak pula. sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wet boek van Strafrecht yang terakhir diubah dengan Undang-undang RI No. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. amat menguntungkan tetapi juga merupakan perbuatan kriminal yang sangat jahat. 1 Tahun 1946) yang mengatur: Pasal 324: Barangsiapa dengan biaya sendiri atau biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut di atas. diperlukan komitmen Pemerintah yang lebih kuat. diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. perbudakan dan penghambaan telah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar hukum dan dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan orang. Pasal 333 (1): Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian. bertindak dengan langkahlangkah yang terencana dan konsisten serta melibatkan jaringan luas baik antar daerah di dalam negeri maupun dengan pemerintah negara sahabat dan lembaga internasional. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dengan sumber daya yang kuat seperti itu. Sejak Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945.keuntungan bebas pajak dan tetap menerima income dari korban yang sama dengan tingkat resiko kecil. Pasal 333 (2): Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat. Sikap Pemerintah RI. Pasal 333 (4): Pidana yang ditentukan dalam pasal ini diterapkan juga bagi orang yang dengan sengaja dan melawan hukum memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan. Pasal 333 (3): Jika mengakibatkan mati.

dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. Pada tahun 2002. RUU ini pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2005 berada pada urutan 22 dari 55 RUU yang akan dibahas oleh DPRI Hasil Pemilu 2004. 39 Tahun 1999 tentang HAM: “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual.000 (dua ratus juta rupiah). Indonesia mengesahkan Undang-undang No.000. kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan baik formal. tidak saja untuk upaya pencegahan. Pasal 83: Setiap orang yang memperdagangkan. serta pengajuan Rencana Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai usul inisiatif Pemerintah ke DPR RI pada tahun 2004. . 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang juga mengkriminalisasi perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika. Pasal 88: Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.000. perdagangan anak.(KUHP) Pasal 297 dan Pasal 65 Undang-undang No. RAN P3A. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A) merupakan rencana aksi yang terpadu lintas program dan lintas pelaku pusat maupun daerah. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. penegakan hukum dan perlindungan kepada korban.000. dan zat adiktif lainnya”. 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN P3A). penculikan. psikotropika. Sikap Pemerintah RI untuk memerangi perdagangan orang dipertegas kembali dalam Keputusan Presiden RI No.000 (enam puluh juta rupiah). diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun” Pasal 65 UU No. menjual. tetapi juga terintegrasi dengan penanggulangan akar masalahnya. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 297 KUHP: “Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. Implementasi RAN P3A dibarengi dengan langkah-langkah nyata di bidang penanggulangan kemiskinan.

4. Suppress and Punish Trafficking in Persons Especially Women and Children). Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Adapun Sasaran RAN-P3A adalah: 1. pendidikan dan pelatihan keterampilan. Adanya harmonisasi standar internasional berkaitan dengan dengan perdagangan orang ke dalam hukum nasional melalui revisi terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Upaya penghapusan perdagangan orang meliputi tindakan-tindakan pencegahan (prevention). konseling. Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Diperolehnya peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak. maka kerjasama antar negara baik secara bilateral maupun regional serta kerjasama dengan badan-badan dan LSM internasional akan terus dibina dan dikembangkan. 3. Undang-undang Perkawinan. rehabilitasi. Teratifikasinya konvensi kejahatan terorganisir antar negara dan dua protokol tentang perdagangan manusia dan anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child (1989) on the Sale of Children. serta kegiatan pemberdayaan lainnya yang relevan. 2. . Undang-undang tentang Perlindungan Buruh Migran dan aturan-aturan pelaksanaannya. Adanya norma hukum dan tindakan hukum terhadap pelaku perdagangan perempuan dan anak. serta melindungi (protection) korban melalui upaya repatriasi. Terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan perdagangan perempuan dan anak antar instansi di tingkat nasional dan internasional. Terlaksananya pencegahan segala bentuk praktek perdagangan perempuan dan anak di keluarga dan masyarakat. 4. Mengingat bahwa perdagangan orang berkaitan dengan kejahatan terorganisir lintas negara. Disahkannya Undang-undang tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. Undang-undang Keimigrasian dan Undang-undang Peradilan HAM. 2. 3. Terlaksananya rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban perdagangan perempuan dan anak yang dijamin secara hukum. Child Prostitution and Child Pornography. menindak dan menghukum (prosecution) dengan tegas pelaku perdagangan orang (trafficker). Tujuan umum RAN-P3A adalah: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak”. dan Prococol to Prevent.non-formal maupun informal (pendidikan dalam keluarga). termasuk menjamin hal-hal yang berkaitan dengan HAM-nya agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. Sedang tujuan khusus adalah: 1.

6.5. 40 Tahun 2004). . ada beberapa rencana aksi yang lain yang berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang. penyaluran. dan pelayanan sosial. Gugus Tugas. dan Kepala BPS. 9. peningkatan pendapatan. 88 Tahun 2002 juga menetapkan adanya Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Gugus Tugas RANP3A) yang terdiri dari TIM PENGARAH yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan beranggotakan 10 orang Menteri. Adanya jaminan aksesibiitas bagi keluarga. yaitu: Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. serta 10 orang dari unsur LSM. pelatihan. dan penempatan tenaga kerja utamanya pada penyaluran buruh migran. baik di tingkat nasional. Kepala Badan Narkotika Nasional. antar daerah. Direktur Reserse Pidana Umum MABES POLRI. 7. Kepala POLRI. 59 Tahun 2002). Terbentuknya jaringan kerja (networking) dalam kemitraan baik di pusat dan daerah. propinsi maupun di kabupaten/kota. 87 Tahun 2002). Pengkoordinasian pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sesuai dengan tugas fungsi dan/atau kualifikasi masing-masing. Organisasi Pengusaha Wanita. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. Advokasi dan sosialisasi trafiking dan RAN-P3A pada pemangku kepentingan (stakeholders). Adanya model/mekanisme perlindungan terhadap anak dan perempuan dalam proses rekruitmen. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban. 2. RAN P3A dilengkapi dengan lampiran yang memuat bentuk-bentuk kegiatan yang terjadwal lengkap dengan penangungjawab kegiatannya. dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 20042009 (Keputusan Presiden RI No. Organisasi Wanita Keagamaan. 8. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. regional maupun internasional. 10. kerjasama antar negara. serta TIM PELAKSANA yang diketuai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan beranggotakan Pejabat Eselon I dari 16 Intitusi Pemerintah. Keputusan Presiden No. Terjadi penurunan jumlah kasus perdagangan perempuan dan anak serta meningkatnya jumlah kasus yang diproses sampai ke pengadilan minimal 10 % per tahun. Selain RAN P3A. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban perdagangan perempuan dan anak terutama di daerah beresiko. Adapun tugas dari Gugus Tugas RAN-P3A adalah: 1. Kamar Dagang dan Industri dan Persatuan Wartawan Indonesia.

Daerah sumber. Di beberapa propinsi dan kabupaten/kota. dilaksanakan secara lintas sektor. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Keputusan Presiden RI No. 87 Tahun 2002). 1 Tahun 2004). 181 Tahun 1998). Gugus Tugas memfokuskan diri pada upaya penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. melalui penyelenggaraan pertemuan koordinasi kedinasan di daerah dengan tujuan: (1) Menyusun standar minimum dalam pemenuhan hak-hak anak (2) Pembentukan satuan tugas penanggulangan perdagangan orang di daerah (3) Melakukan pengawasan ketat terhadap perekrutan tenaga kerja (4) Mengalokasikan dana APBD untuk keperluan tersebut. Sesuai dengan tujuannya. Dalam era otonomi. Pemantauan dan evaluasi baik secara periodik maupun insidentil serta penyampaian permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan RAN-P3A kepada instansi yang berwenang untuk penanganan dan penyelesaian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Dalam surat edaran tersebut diarahkan bahwa sebagai focal point pelaksanaan penghapusan perdagangan orang di daerah. kesehatan dan kurangnya pendidikan. Kerjasama nasional. dilaksanakan oleh unit kerja di jajaran pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan menangani urusan perempuan dan anak. 560/1134/PMD/2003. juga ada gugus tugas yang lain yang masih berkaitan dengan penghapusan perdagangan orang seperti misalnya Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (Keputusan Presiden RI No. Pelaporan perkembangan pelaksanaan upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak kepada Presiden dan masyarakat. sementara untuk menanggulangi akar masalahnya: kemiskinan (dalam berbagai bidang kehidupan). Selain Gugus Tugas RAN P3A. di tingkat propinsi dan kabupaten/kota diharapkan dibentuk pula gugus tugas serupa yang akan menyusun rencana aksi daerah. 5. Otonomi Daerah. gugus tugas yang dibentuk seringkali tidak mengkhususkan diri pada masalah penghapusan perdagangan perempuan dan anak. tetapi juga . 12 Tahun 2001). Menteri Dalam Negeri telah memberikan dukungan melalui Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No.3. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (dimandatkan oleh Undangundang No. Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Keputusan Presiden RI No. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Keputusan Presiden RI No. 4. daerah transit dan daerah perbatasan merupakan tempat-tempat yang dipriotaskan untuk segera dibentuk gugus tugas penghapusan perdagangan orang tingkat daerah. dan internasional untuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dalam upaya penghapusan perdagangan (trafiking) perempuan dan anak. pusat dan daerah. dan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Keputusan Presiden RI No. di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia. regional. 77 Tahun 2003).

3. DPRD Kota Bekasi bulan Mei 2004 mengesahkan Peraturan Daerah tentang Larangan Perbuatan Tuna Susila sebagai perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bekasi No.menangani masalah penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. 1099 Tahun 1994 mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan tentang Peningkatan Kesejahteraan bagi Pekerja Rumah Tangga di DKI Jakarta. 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. dan menyusun Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. bulan Januari 2005 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak dan sedang dalam tahapan menyusun Rencana Aksi Daerah. penghapusan bentukbentuk pekerjaan terburuk bagi anak. 43 Tahun 2004 membentuk Komite Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur No. Peraturan Daerah ini menjelaskan secara rinci definisi pelacur. Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah No. dan membentuk Gugus Tugas RANP3A Sumatera Utara. Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 2004). Propinsi Riau: Pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau. Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Surat Keputusan Gubernur No. 2. Pemerintah Kota Bandung membentuk Komite Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak dan menyusun Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak (Agustus. 6. 1. 58 Tahun 1998. dan melalui Surat Keputusan Gubernur No. 5. 130 Tahun 2004 membentuk Gugus Tugas Anti Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 4. 6 Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan yang pasal-pasal di antaranya mengatur tentang buruh anak dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. dan hal-hal lain yang berkaitan. Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara mengeluarkan Peraturan Daerah No. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun Rencana Aksi Penghapusan Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. Tahun 2004. pelacuran dan tempat pelacuran yang ditengarai menjadi salah satu pendotong terjadinya perdagangan orang. Pemerintah Kabupaten Sumedang membentuk Komite Penghapusan Bentukbentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. Propinsi Jawa Tengah: .

Rencana Aksi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Draft Peraturan Daerah tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak telah disusun dan dalam proses pengesahan oleh DPRD. dan Rencana Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak tahun 2004-2008 direncanakan akan ditetapkan bulan Februari 2005. Rencana Aksi Propinsi Jawa Timur tentang Penghapusan Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak. Propinsi Kalimantan Barat: Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Praktek-praktek Perdagangan Orang. Pemerintah Kabupaten Blitar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Indonesia Blitar dan Anggota Keluarganya.36/2004 tanggal 25 Maret 2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking (KAT) Kalimantan Timur dan . Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun draft Peraturan Daerah tentang Hubungan Kerja antara Pekerja Rumah Tangga dengan Majikan di Propinsi DI Yogyakarta. dan Perdagangan Anak. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Surat Keputusan Bupati No. juga telah menyusun Rencana Aksi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak yang akan ditetapkan bulan Februari 2005. 10. 8.Pemerintah Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah menyusun draft Peraturan Daerah tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran di Luar Negeri. 9. Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 188/145/ KPTS/013/2003 membentuk Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang. Eksploitasi Seksual Komersial Anak dan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. 350/ K. Pemerintah Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah telah menyusun Rencana Aksi tentang Penghapusan Perdagangan Orang Khususnya Perempuan dan Anak. 844 Tahun 2004 membentuk Komisi Perlindungan Anak. Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. Pemerintah Kota Ponorogo mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pekerja Migran. Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur No. 7. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membentuk Komite Perlindungan Anak berkaitan dengan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak.

11 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal Sumbawa. menyaksikan atau mengindikasi adanya kegiatan perdagangan orang atau hal-hal yang dapat diduga menjurus kepada terjadinya kejahatan itu. pengaturan tentang perdagangan orang dalam perundang-undangan Indonesia yang ada. advokat/pengacara dan pengamat yang peduli terhadap masalah perdagangan orang mengeluhkan adanya kendala di bidang perundangundangan yang menyebabkan hukuman yang diberlakukan kepada trafficker tidak cukup berat dan tidak menimbulkan efek jera bagi mereka. Penguatan Dasar Hukum Beberapa tahun terakhir ini. Menurut Harkristuti Harkrisnowo (2003). ada beberapa pasal dalam KUHP yang dapat digunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang walaupun tak lepas dari berbagai kelemahan. yaitu dengan adanya korban laki-laki dewasa maka selayaknya peraturan ini diperluas dan tidak membatasi korbannya hanya pada wanita dan anak laki-laki di bawah umur saja. dan pihak Kepolisian akan segera menanggapi dan menindaklanjuti informasi yang diberikan. Kelemahan lain dari pasal 297 KUHP ini adalah hanya membatasi ruang lingkup pada eksploitasi seksual. Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini. padahal ada bentuk- . Nusa Tenggara Barat: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengeluarkan Peraturan Daerah No. Hanya sebagian kecil kasus yang menyangkut tenaga kerja Indonesia. akan tetapi mengingat perdagangan orang merupakan tindak kejahatan yang beroperasi diam-diam. yang korbannya juga lakilaki dewasa yang berarti tidak masuk dalam korban yang dilindungi oleh pasal 297 KUHP. 463/K. Kejaksaan. artinya pasal ini baru dapat menjaring perdagangan manusia apabila korbannya digunakan untuk kegiatan yang bersifat eksploitasi seksual.melalui Surat Keputusan Gubernur No. dinilai sangat kurang memadai dikaitkan dengan luasnya pengertian tentang perdagangan orang sehingga tidak dapat digunakan untuk menjaring semua perbuatan dalam batasan yang berlaku sekarang. Dilihat dari sudut korbannya. hampir seluruh kasus yang ditemukan korbannya adalah perempuan dan anak-anak di bawah umur. sesuai dengan kewenangannya diselenggarakan oleh yang berwajib (Kepolisian. Pasal 297 KUHP secara khusus mengatur perdagangan perempuan dan anak laki-laki di bawah umur. Menurutnya. Namun pihak Kepolisian. Kejaksaan dan Pengadilan). kepada masyarakat umum. lembaga kemasyarakatan dan LSM. termasuk bayi. Pihak Kepolisian di seluruh wilayah telah membuka hot-line yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melaporkan adanya tindak kejahatan.214/2004 membentuk Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak. pihak yang berwajib telah banyak melakukan tindakan hukum kepada para trafficker dan memproses mereka secara hukum serta mengajukannya ke Pengadilan. PENINDAKAN HUKUM Penindakan hukum kepada trafficker. 11. disosialisasikan agar ikut berpartisipasi aktif dalam mengungkap kejahatan ini dengan cara memberikan informasi kepada yang berwenang jika melihat.

Undangundang No. batas usia belum dewasa adalah belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. bahkan untuk adposi ilegal anak dan bayi. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga dapat dipergunakan untuk menjaring trafficker sebagaimana diatur dalam Pasal 83 dan Pasal 88. Disini dapat ditafsirkan bahwa seseorang di bawah umur 18 tahun yang sudan kawin berarti tidak masuk kategori „anak‟ lagi. Lebih lanjut dalam Undangundang No. Sementara itu. cakupannya hanya terbatas pada anak sehingga pelaku perdagangan orang dengan korban yang bukan anak-anak.000 (enam puluh juta rupiah). Permasalahan lain yang berkaitan dengan pasal 297 KUHP adalah tentang batas usia belum dewasa (di bawah umur) bagi anak laki-laki yang diperdagangkan.000. Pasal 88: “Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Tetapi dalam undang-undang ini. . menjual. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. Dalam pasal-pasal yang mengatur tentang korban di bawah umur. sementara menurut Undangundang No. termasuk anak yang masih dalam kandungan”. menurut Burgerligh Wetbook (BW). ada pasal yang hanya sekedar menyebutkan bahwa korbannya harus di bawah umur.000. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa yang dimaksud dengan anak adalah “seseorang yang belum berusia 18 tahun. 15 tahun. Mengenai batasan usia ini harus ada satu ketentuan yang tegas agar hanya ada satu pengertian. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak juga menyatakan bahwa anak adalah „orang yang mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin‟. Pasal 83: “Setiap orang yang memperdagangkan.000.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000 (dua ratus juta rupiah). tetapi ada pula pasalpasal yang secara khusus menyebutkan usia 12 tahun. tidak dapat dikenakan Undangundang ini. Seperti diketahui. Undang-undang No. 17 tahun sehingga tidak ada patokan yang jelas untuk masalah umur ini. dalam KUHP tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas memberikan batasan usia belum dewasa ataupun usia dewasa. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. pembantu rumah tangga. Selain KUHP. usia belum dewasa adalah di bawah 21 tahun atau belum menikah.bentuk eksploitasi lain yang menjadikan korbannya sebagai tenaga kerja. Pasal 324 juga dapat dipergunakan untuk menjaring sebagian perbuatan perdagangan orang karena pasal ini melarang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia. Di samping Pasal 297 KUHP. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. namun obyeknya disebutkan secara khusus yaitu budak belian sehingga keberlakuan pasal ini menjadi sempit sekali.

sesungguhnya dapat menggunakan Pasal 324 KUHP. karena „anak asuhan‟-nya bersedia „memberikan‟ pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seiijin orang tua. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang No. rancangan undang-undang tersebut belum dibahas. Rancangan Undang-undang tentang Keimigrasian Pengganti Undang-undang No. 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian. maka di dalam praktek pasal-pasal tersebut sulit untuk digunakan. dengan tidak adanya definisi resmi tentang perdagangan orang baik dalam KUHP. Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2005-2009 yang disusun DPR RI. Sehingga jika ia tertangkap oleh pihak berwajib. Banyak kalangan menghendaki adanya dasar hukum yang kuat untuk mendukung penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak. bahwa pelaku perdagangan orang sering kali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada setiap tahapan perdagangan orang seperti misalnya orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. Penuntutan terhadap trafficker yang menjual dan mengeksploitasi tenaga kerja sebagaimana banyak terungkap dari kasus pemulangan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan keluarganya dari Malaysia dari sejak Oktober 2004 sampai dengan Maret 2005. Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan beberapa rancangan undang-undang terkait lainnya masuk dalam 55 prioitas rancangan undang-undang yang akan dibahas DPR RI tahun 2005.Menurut analisis para pengamat hukum. namun sampai terpilihnya anggota DPR RI Hasil Pemilu Tahun 2004. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 8. Upaya penuntutan kepada para germo yang sering berlaku sebagai trafficker menggunakan Pasal 333 KUHP tentang „merampas kemerdekaan seseorang‟ juga sulit dilakukan. No. paling hanya bisa dikenakan tuduhan penipuan atau perlakuan tidak menyenangkan yang ancaman hukumannya ringan tidak sepadan dengan penderitaan dan kerugian korban. Undang-undang No. Pemerintah RI telah menyusun Rancangan Undang-undang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan tahun 2004 telah disampaikan kepada DPR RI untuk dibahas dan disahkan. Pihak Kepolisian juga melaporkan. sebagai berikut: Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Rancangan Undang-Undang Pornografi. . Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Trafficking in children. Wikipedia memiliki artikel yang berkaitan dengan:Perlindungan Saksi dan Korban. dan lain lagi orang yang menampung atau menyerahkan korban kepada pengguna. walaupun mungkin menimbulkan perdebatan karena adanya penafsiran analogi tentang pengkategorian tenaga kerja sebagai budak belian atau karena memperluas arti kata yang disesuaikan dengan perkembangan. Pada tahun 2003.

Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban. 32. 28. 22. 25. and Punish Trafficking in Person. sebagaimana termaktub dalam KUHP sebagai berikut: Buku Kedua. dan Menghukum Perdagangan. Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang No. 21. No. Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. terutama Perempuan dan Anak. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi. Pasal 296: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbutan cabul dengan orang lain. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Rancangan Undang-undang tentang Narkotika Pengganti Undang-undang No. Bab XIV. 33. Suppress. No. Memberantas. 2003). No. No. 26. 27. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Trans-nasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime). Especially Woman dan Children). Kejahatan terhadap Kesusilaan: Pasal 289: Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Pelanggaran Ketertiban Umum: . diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah. Salah satu kegiatan yang mendorong timbulnya perdagangan orang adalah pelacuran. Pelanggaran. Bab II. No. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. No. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. 31. No. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. Buku Ketiga. Kejahatan. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC]] (Protocol to Prevent.No. dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan. No. Rancangan Undang-undang tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Rancangan Undang-undang tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa Menentang Korupsi. 2003 (United Nations Conventions Againts Corruption. namun mendapatkan keuntungan dan melacurkan orang lain adalah tindakan yang dianggap kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Di Indonesia „kegiatan melacur‟ tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai tindak pidana.

diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. Dep. dan LSM Mitra Perempuan. dinyatakan: “Setiap orang yang bergelandangan dan berkeliaran di jalan atau di tempat umum dengan tujuan melacurkan diri.Pasal 506: Barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian. dilakukan dengan memberikan pembekalan materi berkaitan dengan aspek-aspek perdagangan orang khususnya perempuan dan anak serta upaya-upaya penghapusannya. germo. dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I (denda paling sedikit 150 ribu rupiah. pemaksaan dan menyediakan fasilitas untuk berlangsungnya pelacuran telah dikriminalisasikan. Kegiatan para pelacur yang menjajakan diri untuk dapat memberikan pelayanan seks kepada penggunanya. Pasal-pasal KUHP tersebut masih memerlukan suatu penafsiran bahwa pelacuran adalah perbuatan cabul sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kesusilaan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum. paling banyak 1. namun ancaman hukumannya sangat ringan (4 bulan. Pelatihan bulan Mei 2004 untuk awak Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian dalam memerangi Trafficking in Persons. Pelatihan bulan Januari 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak sebanyak dua angkatan diikuti oleh 65 orang peserta. pelanggan. diikuti oleh 51 orang peserta. Sebagaimana tertera dalam pasal-pasal tersebut di atas. advocat/pengacara) dan aparat serta personil lainnya yang terkait. paling lama 9 tahun atau denda) sehingga tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya. 2. 3. diselenggarakan Pusat Pendidikan Reserse Kriminil Megamendung. Bogor bekerjasama dengan ICITAP. dan Jurnal Perempuan. . 1 tahun.5 juta rupiah)”. dengan fasilitator dari Kedutaan Besar Selandia Baru. diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. bukan merupakan ancaman pidana penjara tetapi berupa denda. YMKK. ancaman (secara halus). Kriminilogi UI. dengan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Kepolisian Perancis. maka kegiatan pemilik bordil/ pengelola. dan penyelenggara yang seringkali melakukan tindak kekerasan. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. Pelatihan bulan April 2004 tentang Counter Trafficking in Persons sebanyak dua angkatan diikuti oleh 51 orang peserta. oleh KUHP tidak dinyatakan sebagai tindak pidana. Derap Warapsasi. Kejaksaan. Dalam RUU ini. Peningkatan Kapasitas Peningkatan kapasitas penegakan hukum ditujukan kepada aparat penegak hukum (Kepolisian. ancaman hukumannya terlalu rendah. Pengadilan. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh Mabes Polri antara lain adalah: 1. Namun dalam Rancangan Undang-undang Revisi KUHP Pasal 509 (Draft 2004).

Pelatihan bulan Mei 2004 tentang Trafficking in Persons. Kementerian Koordinator Bidang Kesra. diikuti oleh 25 orang peserta. diikuti oleh 40 orang peserta. dan Derap Warapsari. dan Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Medan. Dumai Propinsi Riau dan Manado Propinsi Sulawesi Utara. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengadakan lokalatih kepada 40 orang pegawai Pengawas Ketenagakerjaan tentang Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak di Propinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. perlindungan korban maupun membantu pihak berwajib melaporkan adanya kejahatan perdagangan orang yang diketahuinya. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dengan fasiltator dari UNICEF Kantor Jakarta dan Kepolisian Perancis. Batam dan Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. Dumai Propinsi Riau. 7. 6. Kepolisian Filipina. Kementerian Koordinator Bidang Kesra bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Perwakilan RI di Malaysia untuk meningkatkan sensitivitas dalam membantu korban perdagangan orang yang mencari perlindungan ke Perwakilan RI. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2004 di Medan Prop. 5. Kepulauan Riau.4. diselenggarakan Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF dan fasilitator dari Kepolisian Selandia Baru. Batam Prop. Hakim Bandung dan LSM. Sumatera Utara. Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerjasama dengan UNICEF. diselenggarakan Badan Reserse Kriminil Polri bekerjasama dengan IOM. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Kedutaan Besar RI di Kualalumpur dan Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Sabah dan Serawak di Kuching. Medan Propinsi Sumatera Utara. Kegiatan peningkatan kapasitas yang ditujukan kepada aparat selain Kepolisian antara lain adalah: Kementerian Koordinator Bidang Kesra menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas aparat Daerah untuk mendorong pembentukan Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan Orang dan penyusunan Rencana Aksi Daerah. diikuti 179 peserta. Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC memberikan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas LSM dan organisasi kemasyarakatan agar meningkat kepeduliannya dan berpartisipasi dalam kegiatan penghapusan perdagangan orang baik dalam pencegahan. Seminar tentang Peradilan Anak mengembangkan konsep Diversion and Restorative Justice System. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004 di Samarinda dan Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. diikuti 30 orang peserta. Pelatihan bulan Desember 2004 tentang Perlindungan Hak-hak Anak. dengan fasilitator dari Kepolisian Australia dan Inggeris. . Kriminolog UI. Pelatihan bulan Juni 2004 tentang Combanting Trafficking in Persons.

diakses 15 Maret 2005). Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 1999-2004 5. 2000 24 16 66. Karena itu. Kasus Berdasarkan data dari Badan Reserse Kriminil MABES POLRI pada tahun 2004 tercatat ada 43 kasus perdagangan orang yang ditangani oleh Kepolisian. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Riau dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak melalui lokakarya selama lima hari. Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan YKAI kemudian melatih sekitar 100 orang guru SD dan SLTP di Indramayu dengan materi tersebut (Media Indonesia Online. Kasus-kasus tersebut sebanyak 23 kasus telah selesai diproses dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21). beberapa aparat Kepolisian Daerah. Tabel 3. serta Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dalam Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak.60 No. Departemen Sosial bekerjasama dengan ACILS mengadakan Pertemuan Sosialisasi Program Pencegahan Perdagangan Anak dengan peserta Dinas Sosial dari 30 Propinsi. Save the Children bekerjasama dengan LSM lokal mengadakan penguatan kapasitas aparat Pemerintah Propinsi Jawa Timur. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kepada para hakim di Pengadilan telah dilaksanakan sehingga undang-undang tersebut dipergunakan sebagai dasar penetapan vonis hukuman. 1999 173 134 77.67 . Advokasi LSM tentang penggunaan Undang-undang No. Di luar itu mungkin ada kasus-kasus perdagangan orang yang dicatat oleh LSM dan organisasi masyarakat lainnya namun tidak diteruskan ke pihak yang berwajib karena korban atau keluarganya menganggap cukup diselesaikan di antara mereka saja. Tahun Jumlah Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan Persen 1. yang selanjutnya oleh Kepolisian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan dan pengadilan.Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan LSM JARAK melakukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah di kawasan Pantai Utara Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu dan Bekasi dalam hal Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. 2003 125 67 53.46 2. Pengadilan dan instansi Pemerintah yang terkait di tingkat propinsi. jumlah kasus perdagangan orang yang dilaporkan tersebut sangat sulit untuk dijadikan bahan analisa apakah benar-benar terjadi penurunan kasus selama tahun-tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Malang. Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan ILO Kantor Jakarta dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) tahun 2004 menyusun modul pelatihan untuk guru dalam program pencegahan perdagangan anak dan perempuan.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber.  ) Tidak jelas vonis yang dijatuhkan Diolah dari berbagai sumber (2005) Di samping 53 terdakwa yang sudah diputus. Kalimantan Timur. yang mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dilaksanakan sebelumnya telah membuahkan hasil. dalam proses pengajuan ke Kejaksaan. 2. Jawa Barat. 2004 43 23 53. dan Sulawesi Utara) yang berada dalam status: dalam penyelidikan Polisi. Lampung. Dari laporan Mabes Polri dapat diketahui bahwa pihak Kepolisian Daerah – sesuai dengan kasusnya . Riau. 2002 155 90 58.48 Sumber: Badan Reserse Kriminal MABES POLRI (2005). .semakin banyak yang mendasarkan tuntutannya kepada dasar hukum yang relevan dengan tindak kejahatan para trafficker sehingga tuntutan hukuman yang dikenakan kepada mereka diupayakan setinggi-tingginya. dan sedang menunggu putusan Pengadilan.3. 11 Desember 2004). 2003-2004 84 27 Hukuman yang dijatuhkan berkisar dari 5-6 bulan hukuman penjara sampai tertinggi 4 tahun. Jawa Timur. ada 53 orang tersangka yang telah mendapat vonis pengadilan dengan hukuman yang relatih lebih berat dari vonis hukuman tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu Pengadilan Negeri Tebing Tinggi juga menjatuhkan hukuman berat bagi trafficker Desi Prisanti dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta karena dinilai bersalah menjual 11 anak usia 16-24 tahun ke Malaysia untuk dijadikan pelacur (Suara Karya Online. masih ada 98 orang tersangka trafficker di 13 propinsi (Sumatera Utara. Putusan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia Tahun 2003-2004 No. Jakarta. Penggunaan Undangundang No. Rata-rata hukuman: 3 tahun 3 bulan. Vonis Hukuman Dari beberapa kasus yang telah dilimpahkan Kepolisian kepada pihak Kejaksaan. Tabel 4. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. 2001 179 129 72. divonis hukuman penjara dari 6 bulan sampai tertinggi 13 tahun.06 6. telah diajukan ke Pengadilan dan banyak di antaranya yang telah mendapat vonis dari Hakim. 2004-2005 53 44 9 *) Hukuman yang dijatuhkan ada yang bebas. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak untuk penuntutan semakin sering digunakan. Pengadilan Negeri Medan pada bulan Mei 2004 menjatuhkan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta kepada trafficker Siti Mawar Sembiring. Bangka-Belitung. Kalimantan Barat. Tahun Terdakwa Vonis Hukuman 1.07 4. Sumatera Selatan.

Keesokan harinya. Pemerintah RI berusaha membuka kembali pembicaraan dengan Pemerintah Singapura mengenai perjanjian ekstradiksi bagi penjahat Indonesia yang berlindung di negara pulau itu. Sebagai bagian dari transnational organized crime. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). William Stuart Brown warga negara Australia bulan Mei 2004 diputus hukuman 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bali. perdagangan orang tidak dapat diperangi secara partial atau secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Amerika Serikat yang ditengarai sebagai negara tujuan perdagangan orang. Singapura dan Indonesia. memberikan dukungan kuat kepada negara-negara lain sebagai daerah sumber atau sebagai daerah transit. Kejahatan lintas batas ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia karena korbannya: pria. wanita dan anak-anak diperjual-belikan dengan tidak ada rasa kemanusiaan dan tidak mempedulikan akibat kejiwaan dan penyakit yang dapat menimpa korbannya. organisasi masyarakat dan perseorangan dalam dan luar negeri harus dibina dan dikembangkan sehingga terbentuk kekuatan yang mampu memberantas kejahatan teroganisir tersebut. Malaysia dan Singapura untuk mengatasi perdagangan orang (Batam Pos. . Kerjasama dengan negara tetangga terdekat sangat penting dilakukan antara lain melalui Konferensi Penegakan Hukum Internasional tentang Perdagangan Orang di Batam bulan Februari 2004 yang dihadiri 50 orang aparat penyidik dari Malaysia. dan Undang-undang No. Negaranegara yang anti perbudakan dan berniat melindungi kehidupan warganegaranya harus bersatu padu bekerjasama memerangi perdagangan orang. Konferensi ini juga bertujuan untuk membuat komitmen bersama antara aparat penegak hukum Indonesia. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Kasus lain adalah Hendrik Tibboel warga negara Belanda yang pada bulan Mei 2004 melakukan pedofili kepada korbannya di Nusa Tenggara Barat. Kerjasama Penindakan Hukum Perdagangan orang menjadi ancaman bagi keamanan dalam negeri karena telah menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi sindikat kejahatan internasional. William ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di selnya. 15 Februari 2004). Kerjasama penindakan hukum antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga dan negara tujuan lainnya sudah lama dibina seperti misalnya dengan Pemerintah Australia dan Hong Kong yaitu melalui Undang-undang No. Akhir-akhir ini. Konferensi ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia yang mengajak penyidik Kepolisian negara peserta untuk menghukum pelaku perdagangan orang (trafficker) dan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan hukuman seberat-beratnya. Kerjasama antar Pemerintah (G-to-G) antar LSM. Hendrik berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (Wanted List) pihak Kepolisian RI.Tercatat ada dua perkara yang erat kaitannya dengan perdagangan anak yaitu kasus warga negara asing pelaku pedofili yang mengeksploitasi secara halus anak laki-laki korbannya.

904. yang memang secara tradisional ke dua penduduk negara tersebut sering kali saling berkunjung sebagai saudara.termasuk kepada Indonesia. Dumai. Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Batam. American Center for International Labor Solidarity (ACILS). Kota-kota di daerah perbatasan seperti: Medan (Sumatera Utara). 2004) di mana 80 % di antaranya berasal dari Indonesia.443 km2 sehingga batas-batas antar wilayah kabupaten/kota dan propinsi di dalam negeri. dalam rangka memerangi perdagangan orang lintas batas dari dan ke Indonesia. Daratan yang ada merupakan rangkaian dari 17. Para PATI tersebut ada yang sudah tinggal lama di Malaysia bahkan berkeluarga dan beranak-pinak dengan status PATI juga. Selama bertahun-tahun mereka tinggal di Malaysia dan selama itu hanya didiamkan saja oleh Pemerintah Malaysia seolah-olah melindungi keterlibatan bahkan mungkin adanya sindikasi orang Malaysia dalam penyaluran dan penempatan PATI di negara tersebut. Serawak atau dari Kalimantan Timur menuju Tawau. Amerika Serikat menyatakan penguatan komitmen dukungannya melalui keterikatan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat senilai US$ 9 juta dalam periode waktu empat tahun. Sebagai executing agencies adalah LSM internasional dan badan-badan seperti Save the Children-AS. Demikian pula yang terjadi di perbatasan antara Papua dengan Papua New Guinea. Awal tahun 2005. mudah ditembus dengan berbagai cara.2 juta orang (Imigresen Malaysia. dan Bitung (Sulawesi Utara) dikenal sebagai daerah transit dan tempat pemberangkatan korban perdagangan orang ke luar negeri (Rosenberg 2003). Demikian pula perbatasan antara propinsi di Kalimantan dengan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) sangat mudah dilewati melalui “jalan-jalan tikus” dari Kalimantan Barat menuju Kuching. Pengawasan Lalu-lintas Lintas Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luasnya 5. dan komunitas lokal. Tingkat “keporousan” perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terungkap ketika pada tahun 2004 Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) ke negaranya yang jumlahnya mencapai 1. Sabah. serta memperkuat upaya-upaya penegakan hukum untuk menghentikan pelaku perdagangan orang (trafficker). International Catholic Migration Commision (ICMC). Perbatasan antara propinsi-propinsi di Pulau Sumatera dengan Singapura dan dengan Semenanjung Malaysia yang melalui laut. kelompok masyarakat madani Indonesia.193.252 km2 terdiri dari sebagian besar lautan dan hanya 36. perlindungan dan reintegrasi korban perdagangan orang. memberikan bantuan. sangat mudah ditembus. Entikong (Kalimantan Barat). . dan International Organization for Migration (IOM) bekerja sama Instansi Pemerintah Indonesia.000 pulau-pulau seluas total 1. Tanjung Balai Karimun (Riau). Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Timur).6 % berupa daratan. Pontianak. maupun dengan negara tetangga menjadi sangat “porous”. dan juga yang terjadi di dalam negeri Indonesia. Kerjasama tersebut ditujukan untuk: pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan cara lainnya.

pabrik. mereka tetap diperlukan dan diakui sebagai pekerja ulet. dan bantuan administratif. 7 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. karena berani bekerja di tempat-tempat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. Semarang (Jawa Tengah). nasional maupun internasional. perlindungan. Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan perlindungan. kuat. pasar. Entikong (Kalimantan Barat). konseling. membantu. Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi. dan perseorangan yang peduli dengan masalah ini. Dumai (Riau). Untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas penduduk lintas batas. dan terkadang nekat. rumah tangga. pendidikan) agar korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. Pare-pare (Sulawesi Selatan). Pasal 19: Perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan pengayoman. pemulangan (ke daerah asalnya atau ke dalam negeri) termasuk upaya pemberian bantuan hukum dan pendampingan. baik di dalam maupun di luar negeri. Perlindungan yang diberikan selain layanan kesehatan. reintegrasi (penyatuan kembali ke keluarganya atau ke lingkungan masyarakatnya) dan upaya pemberdayaan (ekonomi. psikis). kebun sawit. juga di daerah lainnya seperti Jakarta (DKI Jakarta).Para PATI itu memang diperlukan di Malaysia untuk dipekerjakan di pedalaman (hutan. PERLINDUNGAN KORBAN erlindungan korban perdagangan orang meliputi kegiatan: penampunganP dalam tempat yang aman. kebun karet). terkadang berbahaya tetapi dengan gaji murah. Perwakilan RI di luar negeri adalah lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri. . atau bangunan). Tanjung Uban (Kepulauan Riau). Surabaya (Jawa Timur). Mereka diminta mengerjakan jenis pekerjaan yang kasar. Upaya perlindungan korban dilaksanakan oleh Pemerintah RI bersama dengan mitranya: LSM baik lokal. dan Nunukan (Kalimantan Timur). sesuai dengan peraturan perundangundangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. serta mengusahakan untuk memulangkan mereka ke Indonesia atas biaya negara. Aksesibilitas Layanan Pemerintah RI memberikan perlindungan kepada warga negaranya di manapun dia berada. rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik. Masyarakat Malaysia enggan dan kurang berminat untuk bekerja seperti itu sehingga walau kemampuan PATI pas-pasan. organisasi masyarakat. Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membentuk Lembaga Pelayanan Satu Atap yang ditempatkan di 11 titik di daerah perbatasan Malaysia-Indonesia yaitu di Medan (Sumatera Utara). Pasal 21: Dalam hal warga negara Indonesia tercancam bahaya nyata. dan juga di perkotaan (kedai. juga termasuk memberikan penampungan yang aman serta mengusahakan pemulangannya ke Indonesia. Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). dan menghimpun mereka di wilayah yang aman. kotor.

serta dapat bekerjasama dengan pekerja sosial secara terpadu di bawah koordinasi pimpinan Pusat Pelayanan Terpadu yang bersangkutan.B/3048/X/ 2002 tentang Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Sumatera Selatan RS Bhayangkara Palembang. Riau RS Bhayangkara Pekanbaru. Sumatera Utara RS Bhayangkara Medan. 9. 1329/MENKES/SKB/X/2002. RS Bhayangkara Dumai. 5. perlu disebarluaskan ke masyarakat di dalam negeri sehingga bila suatu saat karena berbagai alasan mereka berada di luar negeri. . psikis. Sebagai pelaksana Pusat Pelayanan Terpadu adalah dokter dan perawat terkait. 6. Korban perdagangan orang yang biasanya ditahan dokumen keimigrasiannya dan disekap di tempat tertentu. penyidik POLRI. 2. agar korban dapat dengan mudah mengakses layanan yang diperlukan baik aspek medis. Pusat Pelayanan Terpadu RS Kepolisian di Indonesia.PP/Dep. Lampung RS Bhayangkara Lampung. sangat sulit mengakses perlindungan ini. Di dalam negeri. psikologis dan konseling termasuk penampungan dan pemulangan ke daerah asal korban. Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 1. maupun aspek sosial dan hukum. Bengkulu RS Bhayangkara Bengkulu. Menteri Sosial dan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor: 14/Men. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal di luar negeri pada umumnya tidak mengalami kesulitan mengakses layanan ini. namun untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dan masuk ke suatu negara melalui jalur tidak resmi seringkali mengalami hambatan untuk mengakses layanan dan bantuan dari Perwakilan RI di luar negeri karena biasanya mereka tidak melapor atau tidak diberikan kesempatan melapor oleh agen penempatan atau majikannya. Tabel 5. Jambi RS Bhayangkara Jambi. Menteri Kesehatan. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler. 3. diwujudkan dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu di beberapa rumah sakit umum Pusat dan Daerah serta rumah sakit Kepolisian. RS Bhayangkara Tebing Tinggi 4.Koordinasi penanganan masalah WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) di luar negeri berada di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Departemen Luar Negeri. 75/HUK/2002. informasi mengenai “bagaimana bermigrasi yang aman”. Sumatera Barat RS Bhayangkara Padang. POL. 8. sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi keadaan darurat. Kesepakatan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Nangroe Aceh Darussalam RS Bhayangkara NAD Banda Aceh. Oleh karena itu. psikolog. Kepulauan Riau 7. menjadi tanggung jawab sektorsektor sesuai dengan tugas dan fungsinya. perlindungan dalam bentuk perawatan medis.V/X/2002.

Jayapura. Denpasar. pengembangan relasi sosial dan mewujudkan situasi kehidupan dan lingkungan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya tindak kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. Banten 12. 20. Sukabumi. RS Brimob Kelapa Dua. Bali RS Bhayangkara Trijata. RPSA ini telah disosialisasikan kepada 80 orang dari unsur Dinas Propinsi. Sulawesi Utara RS Bhayangkara Manado. 29. Kalimantan Timur RS Bhayangkara Balikpapan. 26. 17. Kalimantan Tengah RS Bhayangkara Palangkaraya. 2005.10. Kramatjati. RS Gasum. 23. RPSA memberikan layanan perlindungan. Kalimantan Selatan RS Bhayangkara Banjarmasin. pemulihan kesehatan fisik dan psikologis. Porong. 31. 27. Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Cimanggis. organisasi sosial dan sektor terkait di tingkat pusat untuk memprakondisikan rencana pengembangan RPSA di berbagai propinsi. Papua RS Bhayangkara Papua. 15. 13. 19. Sulawesi Tenggara RS Bhayangkara Kendari. Sumber: Bareskrim Mabes Polri. RS Bhayangkara Lumajang. RS Akademi Kepolisian. 28. Sulawesi Selatan RS Bhayangkara Andi Mappa Odang. Jawa Barat RS Bhayangkara Sartika Asih. 22. RS Bhayangkara Tulungagung. 21. Maluku RS Bhayangkara Ambon. Nusa Tenggara Barat RS Bhayangkara Mataram. DI Yogyakarta 16. RS Bhayangkara Kediri. LSM. Bangka Belitung 11. Gorontalo -Kepolisian Daerah Rumah Sakit Kepolisian 24. Metro Jakarta Raya RS Polpus Sukanto. Makassar. RS Secapa. Departemen Sosial tahun 2004 telah membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus Jakarta dengan kapasitas 30 anak. Bandung. Semarang. Nusa Tenggara Timur RS Bhayangkara Kupang. . Jawa Timur RS Bhayangkara HS Mertoyoso. 18. dan di Medan Sumatera Utara dengan kapasitas 170 anak. RS Bhayangkara Nganjuk. Sulawesi Tengah RS Bhayangkara Palu. 25. Jawa Tengah RS Bhayangkara Semarang. Maluku Utara RS Bhayangkara Ternate. Surabaya. 14. Kalimantan Barat RS Bhayangkara Pontianak. 30.

Bali 9 11. Maluku 15. Sulawesi Tenggara 1 10. Nangroe Aceh Darussalam 1 17. 2005. MABES POLRI membentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) di Kepolisian Daerah (Propinsi). Lampung 7 24. Departemen Sosial juga membantu memberikan bantuan untuk biaya pemulangan korban tindak kekerasan dan pekerja migran yang bermasalah (termasuk korban perdagangan orang) serta berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang sosial agar mereka dapat mandiri dan mampu memperoleh kehidupan yang layak di masyarakat. .Untuk memperluas jangkauan layanan di daerah yang belum ada Pusat Pelayanan Terpadu yang biasanya ada di RS Kepolisian dan RSUD di kota besar. Jawa Barat 29 28. Layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Daerah khususnya ditujukan kepada pekerja migran yang bermasalah dalam bentuk bantuan transportasi pemulangan dan penampungan di daerah transit (debarkasi). Kalimantan Barat 4 2. Sulawesi Selatan 6 9. Jambi 5 20. Banten 26. Sulawesi Tengah 1 8. Sumatera Barat 5 19. Sumatera Selatan 10 22. Jawa Tengah 34 29. Bengkulu 1 23. Nusa Tenggara Barat 7 12. Tabel 6. Kepolisian Daerah RPK (unit) Kepolisian Daerah RPK (unit) 1. Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian di Indonesia. Sumatera Utara 16 18. Riau 3 21. Metro Jakarta Raya 10 27. Papua 1 J u m l a h 226 Sumber: Bareskrim Mabes Polri. Jawa Timur 44 31. Ruang Pelayanan Khusus ini akan terus diperluas sehingga berada pada setiap Kepolisian Resort (Kabupaten/ Kota) di seluruh Indonesia. Maluku Utara 14. Nusa Tenggara Timur 14 13. Kalimantan Selatan 1 4. Tahun 2004 telah berhasil dibentuk 18 RPK sehingga jumlahnya menjadi 226 unit yang tersebar hampir di seluruh Kepolisan Daerah di Indonesia. DI Yogyakarta 3 30. Kalimantan Tengah 1 3. Sulawesi Utara 1 6. Gorontalo 7. Kepolisian Wilayah dan Kepolisian Resort (Kabupaten/Kota) yang dikelola oleh Polisi Wanita untuk memberikan layanan kepada perempuan dan anak korban kejahatan (termasuk korban perdagangan oang). Kalimantan Timur 10 5. Bangka Belitung 25.

Padang 4. Sumatera Barat Nurani Perempuan Women‟s Crisis Centre. . Trauma Center.org/w/index. Shelter dan Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. 6. Children Center di lokasi pengungsian korban tsunami NAD. Women‟s Crisis Center. Jawa Barat Drop In Center Yayasan Bahtera. Tabel 7. Bandung. Bengkulu 8. Bandung. Shelter atau Drop in Center 1.Di samping itu. Yayasan Tribhuana Tunggadewi (YATRIWI) Women‟s Crisis Center. Batam.wikimedia. 7. Propinsi WCC. layanan kepada korban perdagangan orang juga diberikan oleh Pusat Pelayanan Terpadu.js&action=raw&ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script><style type="text/css">#interProyek {display: none. Nangroe Aceh Darussalam Trauma Centre di Pidie dan Lhoksukon. Palembang.} #p-tb . LSM dan organisasi masyarakat yang berada di beberapa kota besar di sejumlah propinsi di Indonesia Kepada korban perdagangan orang juga diberikan layanan bantuan hukum dan dampingan hukum berkaitan dengan masalahnya dan kedudukannya yang seringkali diminta men<script type="text/javascript" src="/w/index. 9. Trauma Center. Sumatera Selatan Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Women‟s Crisis Centre. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2). 2. 5. Riau Shelter Yayasan Perlindungan Anak Riau (YPAR)-ICMC di Dumai. speak: none. Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB). 3. Jakarta.php?title=User:Pathoschild/Scripts/Usejs.php?title=Pengguna:-iNu/switches. DKI Jakarta Mitra Perempuan Women‟s Crisis Centre. Shelter Pemerintah Kota Batam.}</style><script type="text/javascript" src="http://meta. Shelter atau Drop in Center yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.js&action=raw &ctype=text/javascript&dontcountme=s"></script>jadi saksi bagi trafficker yang telah berbuat jahat kepadanya. LSM dan Organisasi Masyarakat di Indonesia. Sumatera Utara Drop in Center Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). Women‟s Crisis Centre. Medan.pBody {padding-right: 0. Bengkulu Cahaya Perempuan Women‟s Crisis Centre. Kepulauan Riau Shelter Pusat Pelayanan Tenaga Kerja Wanita (PP Nakerwan). Pusat Pelayanan Terpadu PIKORI.

Lampung. Aliansi Pengacara Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Purwokerto. Bandung. Makassar 15. Entikong. Medan. YKAI Jakarta Pusat. Jayapura. Pontianak. Jakarta. disamping aktif memberikan sosialisasi dan advokasi kepada para penegak hukum agar menuntut dan menjatuhkan hukuman yang berat kepada trafficker. Makassar. Komisi Hukum Nasional. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. Sulawesi Selatan Women‟s Crisis Centre Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP). Di samping bantuan hukum yang disediakan oleh Pemerintah. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI). Beberapa LSM memfasilitasi pemberian layanan medis. psikologis. Yogyakarta. Samarinda. Women‟s Crisis Centre Yayasan Pengkajian Pekerja Indonesia. Jawa Tengah Lentera Perempuan Women‟s Crisis Center (LPWCC). Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga. Nusa Tenggara Barat Women‟s Crisis Centre Mitra Annisa. Perempuan Khatulistiwa Crisis Center (PKCC). Malang. maupun bantuan hukum kepada korban perdagangan orang khususnya anak seperti misalnya oleh: Klinik Remaja Yayasan Pelita Ilmu. Mataram. Gema Perempuan. JARAK. Palembang. Sumber: Kemenko Kesra. LBH Assosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. 2005. Propinsi WCC. Jawa Timur Savy Amira Surabaya Women‟s Crisis Center Surabaya. Palembang. Yogyakarta 12. Berbagai Lembaga Bantuan Hukum telah ada di beberapa daerah seperti: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh. Women‟s Crisis Center Jombang. Ujung Pandang. Shelter atau Drop in Center 14. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum untuk Wanita dan Keluarga (LKBHuWK). Kalimantan Barat Shelter Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Pontianak. Padang. rehabilitatif. Bali.10. Palembang. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Padang. 11. Jakarta Timur. Shelter LSM Anak Bangsa. Manado. 13. DI Yogyakarta Rifka Annisa Women‟s Crisis Center. . Jakarta Selatan. Jakarta. Medan. masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan hukum melalui lembaga berbadan hukum yang semakin bertambah jumlah dan keaktifannya dalam memberikan bantuan hukum kepada korban. Jakarta Selatan. Surabaya. Medan. Manado dan Mataram. Jakarta.

dan bagi pelaku (trafficker) diteruskan proses hukumnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman setimpal dengan kejahatan yang dilakukannya. Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Justitia. dan lain-lain. Lembaga-lembaga tersebut di atas memberikan pendampingan kepada korban tindak kekerasan atau korban perdagangan orang agar mereka mendapatkan hak-hak hukumnya (sebagai saksi) baik pada saat penyidikan.. ada Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI) yang memiliki jaringan di 14 propinsi. dan berbagai LSM lainnya yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Makassar. Lembaga Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (LBH HAM) Kalimantan Barat. Kejaksaan dan Pengadilan) agar hakhak hukum korban sebagai pihak yang harus dilindungi tidak dilanggar dan korban diperlakukan sebagaimana mestinya. Dengan adanya kesiapan aparat di daerah tersebut.Kantor Bantuan Hukum Lampung (KBH Lampung) Lembaga Konsultasi dan Pelayanan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LKPH PIK). mereka juga mengkritisi kinerja lembaga penegakan hukum dalam menindak para pelaku perdagangan orang (trafficker). Di samping lembaga bantuan hukum tersebut. sehingga upaya kewaspadaan aparat dan masyarakat harus diperluas ke daerah-daerah tersebut. Persepsi Korban terhadap Layanan Perlindungan Patut diakui bahwa walaupun sudah ada peningkatan upaya pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang mengenai hak-hak mereka . yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga memberikan bantuan hukum kepada buruh migran yang bermasalah termasuk mereka yang menjadi korban perdagangan orang. Pontianak. namun masih belum mencakup seluruh kota yang strategis di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. Malang. Bersama dengan LSM Migrant Care yang mempunyai jaringan di Malaysia. Pemerintah RI terus mendorong tumbuhnya LSM dan organisasi masyarakat yang berkenan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan perlindungan kepada para korban perdagangan orang. Lembaga Bantuan Hukum dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBH-P2I). diperkirakan pelaku perdagangan orang akan menempuh jalan memutar melalui daerah yang kurang pengawasannya. Kegiatan pendampingan ini sekaligus merupakan pengawasan pada lembaga penegak hukum (Kepolisian. Kupang. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Veronika Atus. . transit maupun daerah tujuan perdagangan orang. Walaupun sudah ada perkembangan jumlah dan aktivitas dari pusat-pusat pelayanan kepada korban perdagangan orang sehingga memudahkan mereka mengakses bantuan yang diperlukan. penuntutan maupun saat sedang berlangsungnya pengadilan terhadap pelaku (trafficker) perdagangan orang.

juga diberikan secara lebih meluas kepada aparat Kepolisian dan juga media massa agar dalam pemberitaan identitas korban dijaga dan dilindungi. Pemberian informasi kepada kelompok masyarakat yang rentan selain dilakukan secara langsung kepada target kelompok sasaran.(seandainya menjadi korban) seperti misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan dari Pemerintah negara setempat dan dari Perwakilan RI di luar negeri. juga dilakukan melalui aparat yang bertugas menangani korban perdagangan orang seperti misalnya aparat Kepolisian. petugas shelter. memberikan bantuan pemulihan kesehatan dan atau trauma konseling serta hak-hak lainnya. Berbagai hal yang disinyalir oleh Rosenberg (2003) bahwa pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja migran sebelum pemberangkatan (yang tidak selalu diberikan) yang dinilai tidak cukup memberikan informasi tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran dan berbagai masalah yang mungkin ditemui di tempat kerjanya nanti dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri atau di mana bantuan dapat diperoleh. advokasi dan monitoring ke Daerah. seperti misalnya penyampaian leaflet dan booklet yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang didiseminasikan kepada dinas-dinas dan Pemerintah Daerah setiap kali melakukan sosialisasi. Sosialisasi dan advokasi ketentuan-ketentuan internasional yang berkaitan dengan perlakuan yang harus diberikan kepada korban perdagangan orang berkaitan dengan hak-hak mereka seperti misalnya tidak memperlakukan mereka sebagai kriminal. dapat mengambil tindakan-tindakan penyelamatan seperlunya. ICMC bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. telah diupayakan untuk dipenuhi tidak saja oleh Pemerintah tetapi juga melalui kerjasama dengan LSM yang peduli. antara lain: Forum 182 Batam bekerjasama dengan ICMC. namun masih banyak korban yang belum memahami layanan yang seharusnya dan sewajarnya mereka dapatkan ketimbang perlakuan Pemerintah setempat yang lebih cenderung menganggapnya sebagai kriminal. ACILS. memberikan perlindungan dari ancaman trafficker. Selalu Ada jalan Pulang” kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap perdagangan orang seperti anak-anak sekolah. dan Pemerintah Daerah serta dinas-dinas terkait. migran ilegal atau undocumented migrant. dan USAID telah menerbitkan dan membagikan secara gratis komik “Petualangan Wening dan Kawan-kawan. Diseminasi komik ini bekerjasama dengan jaringan LSM yang peduli di seluruh Indonesia. . dan lain-lain. Tetapi seandainya pun menghadapi situasi yang rawan. merahasiakan identitas korban. petugas pendamping korban. ACILS bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang ditempatkan pada kemasan makanan untuk program perbaikan gizi masyarakat yang berisikan pesan untuk memerangi perdagangan orang di beberapa tempat di Jawa Barat. remaja perempuan di pedesaan. ACILS dan USAID menerbitkan buku saku kecil “Panduan Informasi Untuk Melawan Praktek Perdagangan Manusia” yang didiseminasikan kepada mereka yang pernah dibantu untuk disebarluaskan kepada rekan-rekannya agar jangan mengalami nasib yang sama dengannya.

Pemerintah RI dengan focal point Kementerian Pemberdayaan Perempuan bekerjasama dengan ICMC pada tahun 2004 telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang dan menyusun modul-modul pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola program sejak dari Perwakilan RI di luar negeri sampai ke lembaga-lembaga terkait di dalam negeri termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan yang peduli dalam masalah ini. LSM dan organisasi sosial termasuk kepada calon pekerja migran dan masyarakat umum sehingga mereka dapat mengetahui hak-haknya dan kepada aparat dapat bertindak sebagaimana seharusnya dalam memperlakukan korban perdagangan orang. Situasi itu menyusul risiko eksploitasi dan pelanggaran yang dihadapi di setiap tahapan siklus migrasi. Mereka bekerja 16-18 jam sehari. di tempat kerja dan ketika kembali ke Indonesia. beberapa pihak berpendapat bahwa para PATI tersebut banyak di antaranya yang terjebak dalam praktek-praktek perdagangan orang. Mereka terjebak dalam praktek perdagangan orang dan kerja paksa. mulai dari perekrutan. PJTKI. transit. . ditipu di mana kondisi dan jenis pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan yang ditawarkan. akan terus disosialisasikan kepada pihak Kepolisian (RPK). Laporan Human Rights Watch (HRW) yang dimuat Kompas. hanya tidak terungkap. tujuh hari seminggu dengan upah antara Rp 870.Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada korban perdagangan orang.2 juta orang yang 80 % di antaranya berasal dari Indonesia. Perwakilan RI di luar negeri. pelatihan. Upaya ini akan dilakukan juga kepada Pemerintah negara tetangga dan negara tujuan lainnya agar mereka bersedia memberikan perlindungan kepada korban perdagangan orang bekerjasama dengan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. Selama ini masalah tersebut hanya ditangani penyalur tenaga kerja yang acap kali tidak bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan pelecehan. sementara dokumen mereka ditahan oleh agen. Mereka dikurung dan tidak menerima gaji. yang berarti hanya separuh dari upah PRT asal Filipina.000 lebih PRT yang ada di Malaysia adalah perempuan warga negara Indonesia. Sekitar 90 persen dari 240. atau oleh majikan. Kebijakan ini yang secara agresif mendorong industri berbasis ekspor dan perluasan sektor publik. 26 Juli 2004 yang berjudul: “Indonesia/Malaysia: Household Worker‟s Rights Trampled” menyatakan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia sudah berlangsung lama.000 sampai Rp 990. aparat Pemerintah Pusat dan Daerah.000. Keberadaan buruh migran Indonesia di Malaysia sudah dimulai tahun 1971 (dua tahun setelah kerusuhan antar-ras di Malaysia) ketika Pemerintah Malaysia membuat "Kebijakan Ekonomi Baru" guna mengurangi disparitas ekonomi antara golongan China dan Melayu. Repatriasi dan Pemulangan Korban Ketika Pemerintah Malaysia pada tahun 2004 menyatakan akan memulangkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) di negaranya yang jumlahnya mencapai 1. SOP ini dan berbagai panduan yang sudah ada sebelumnya antara lain yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial (termasuk yang disusun tahun 2004: Pedoman Penanganan Anak melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak dan pedoman Pencegahan Perdagangan Anak dan Rehabilitasi Sosial Anak).

TKI tersebut menjadi ilegal karena overstay. apalagi di perbatasan sudah menunggu para makelar TKI yang siap membawa mereka ke Malaysia. Di samping modus tersebut. Ketika visa kunjungan telah habis. telah menyebabkan banyak di antaranya yang dieksploitasi dalam bentuk penahanan paspor. bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi. status mereka otomatis menjadi ilegal. dan deportasi secara rutin tanpa mempertimbangkan latar belakang korban. atau dipecat majikan tanpa sepengetahuan agen TKI bersangkutan. gaji tak dibayar. Hal ini biasa dilakukan karena dulunya mereka berasal dari satu keturunan/suku yang menjadi terpisah dengan adanya batas negara Indonesia dan Malaysia. mensinyalir bahwa kebijakan bebas visa kunjungan atau wisata antar negara ASEAN telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanipulasi fasilitas tersebut dan memanfaatkannya untuk mengirimkan WNI bekerja di negeri jiran. Perbatasan darat dan laut yang “porous” antara Indonesia dengan Malaysia dan dengan negara lain telah membuka jalan bagi perdagangan perempuan dan anak-anak. dan Vietnam. Pemulangan PATI dari Malaysia pada tahun 2004. dipenuhi oleh pekerja migran asal Indonesia. dianiaya. Tenaga kerja Malaysia dari pedesaan mengalir ke kota. penyekapan. Karena itu. Tetapi masuknya pekerja migran ke Malaysia menjadi tak terkendali. Dengan tidak adanya visa kerja. tentu atas "jasa baik" aparat nakal lainnya. posisinya juga sangat lemah karena paspor mereka dipegang majikan. sementara kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur dan konstruksi serta di sektor pertanian dan domestik yang ditinggalkan pekerja Malaysia. Banyak juga WNI yang masuk ke Malaysia secara gelap. dan tanpa dokumen melalui “jalur tikus” yang jumlahnya lebih dari 86 jalur di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. Namun menjelang Idul Fitri 1425H. sembunyi-sembunyi. dan lemahnya penegakan hukum. dilakukan oleh Pemerintah Malaysia melalui Operasi Nyah (pengusiran) rencananya dimulai 1 September 2004 tetapi diubah menjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 16 November 2004. uang sudah habis. banyak WNI yang tertipu calo dengan janji akan diberi paspor di tengah laut menjelang masuk Malaysia. agen tenaga kerja yang tidak baik. upah rendah. Mau kembali kepalang tanggung. Untuk menahan gelombang migrasi ini. Pemerintah Malaysia telah melakukan beberapa upaya namun tidak berhasil membendung migrasi ilegal dan gagal pula memberikan perlindungan pada hak-hak buruh migran. penawanan. Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pemberian amnesti . Banglades. India. atau diperkosa). Malaysia menganggap buruh migran tanpa dokumen resmi sebagai kriminal dan melakukan penahanan. Maka jadilah mereka TKI ilegal dengan berbagai konsekuensinya. jika mereka lari dari majikan atas sebab-sebab tertentu (misalnya pekerjaan terlalu berat. Laporan Satuan Tugas Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (Satgas TK-PTKIB). dan hal ini menjadikannya semakin rentan untuk dieksploitasi. tetapi ternyata bohong. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan adanya oknum pejabat yang korup. TKI yang masuk ke Malaysia secara legal. Kehadiran pekerja migran tersebut secara nyata telah mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. dan berubah lagi menjadi Januari 2005.mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja di perkotaan dan di bidang industri.

248 7.985 10. Tarakan 687 12.691 8. Surabaya 55. Medan 15. Debarkasi Korban Perdagangan Orang TKI Bermasalah (Orang) 1. ke daerah transit sampai ke daerah asalnya masingmasing. Batam 15. Tanjungbalai Karimun 18. Entikong 7.664 Jumlah 120 347.382 3. . Jalan laut: (2) Belawan (Sumatera Utara). di mana PATI yang tertangkap tidak diproses tetapi dinasihati untuk segera pulang ke negaranya.819 2. Nunukan 66. Tabel 8. yang melalui jalan darat: (1) Entikong (Kalimantan Barat). Pemerintah RI melalui Tim Koordinasi Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) yang dibentuk melalui Keppres No. Pemerintah RI menetapkan 13 daerah entry point bagi pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia. (4) Pekanbaru dan (5) Tanjungbalai Karimun (Riau). kemudian sehubungan dengan adanya bencana nasional gempa dan tsunami di Aceh. (3) Dumai.696 Sumber: Media Center Kantor Menko Kesra. Program amnesti ini diperpanjang dua kali. Tanjungpinang 84. 106 Tahun 2004. masuk di berbagai entry point di wilayah Indonesia.784 9. sesuai dengan penugasannya telah membantu memberikan layanan yang proporsional dan layak pada WNI yang menjadi tenaga kerja bermasalah di Malaysia dalam kepulangannya ke Indonesia. (6) Tanjung Pinang dan (7) Batam (Kepulauan Riau) (8) Nunukan (Kalimantan Timur) (9) Pare-pare (Sulawesi Selatan). sejak berangkat dari Malaysia. Semarang 1.464 6.185 11. Data Pemulangan Korban Perdagangan Orang dari Malaysia dan Pemulangan TKI Bermasalah Tahun 2004-2005 No. yang berlangsung dari 29 Oktober sampai 14 November 2004. Jakarta 16. pertama sesudah tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 31 Desember 2004. Dumai 120 120 35. Bulan Februari 2005 Pemerintah Malaysia menggelar Operasi Nasihat.87 milyar untuk memberikan layanan kepada TKI bermasalah yang memanfaatkan masa amnesti untuk pulang ke Indonesia.532 5.bagi PATI yang secara sukarela pulang ke tanah airnya.255 4. Pare-pare 29. Pemerintah Malaysia memperpanjang lagi program amnesti sampai dengan 31 Januari 2005. dan jalan udara: (10) Medan (11) Jakarta (12) Semarang (13) Surabaya. 14 Maret 2005 Pemerintah RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26.

khususnya terhadap perempuan buruh migran PRT yang dikategorikan sebagai „kondisi pelanggaran yang sangat serius‟. diberikan layanan informasi mengenai berbagai hal yang membantu kelancaran . Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan segera ke Arab Saudi untuk melakukan penertiban atau menangani kasus-kasus yang dihadapi para pekerja Indonesia disana. Saat ini terdapat 8. Sesampainya di pelabuhan entry point. Pemulihan dan Reintegrasi Pemulihan kesehatan baik fisik maupun mental. Laporan HRW mengungkapkan kegagalan Pemerintah Arab Saudi menjalankan hukum-hukum dan peraturan perburuhannya menghadapi pelanggaran serius yang dilakukan majikan setempat terhadap buruh migran. selama menunggu proses hukum atau proses administrasi keimigrasian yang diperlukan. Sekitar 500. kapal) di Perwakilan RI di Malaysia bersamaan dengan pengurusan dokumen keimigrasiannya (Surat Perjalanan Laksana Paspor. juga akan menangani kasus yang sama di negara Timur Tengah yang persoalannya hampir sama beratnya dengan yang di Malaysia. sepanjang masih mampu untuk membiayai perjalanan pulang mereka.Mengingat bahwa sebagian besar TKI Amnesti mampu membiayai pemulangan mereka dan keluarganya sampai ke daerah asal masing-masing. dan mengupayakan kapal pengangkut personil dari TNI AL untuk membantu kepulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah dari Malaysia ke Indonesia. Laporan HRW (2004) „Bad Dreams: Exploitation and Abuse of Migrant Workers in Saudi Arabia‟ menguraikan tentang eksploitasi dan pelanggaran terhadap hak-hak buruh migran di Arab Saudi. Pemerintah RI di samping akan terus menangani TKI bermasalah di Malaysia. diberikan layanan informasi dan kemudahan pembelian tiket transportasi (pesawat udara. dapat diberikan bantuan sesuai dengan tingkat permasalahannya meliputi layanan kesehatan. Pada akhirnya nanti hanya TKI legal yang bisa dikirimkan ke luar negeri (Sinar Harapan. Untuk membantu tenaga kerja Indonesia bermasalah yang tidak mampu.8 juta orang asing bekerja di Arab Saudi atau hampir 50 persen dari jumlah penduduk Arab Saudi. 15 Februari 2005). kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah yang mampu. Kepada tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia yang akan pulang ke Indonesia memanfaatkan program amnesti Pemerintah Malaysia. maka penggunaan dana tersebut hanya untuk hal-hal yang sangat emergency yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. Pemerintah Pusat akan membantu biaya pemulangan dari entry point ke ibukota propinsi asal. penampungan. pemberian penampungan dan permakanan serta perlindungan kepada korban perdagangan orang diberikan kepada mereka selama berada di Perwakilan RI di luar negeri. sedang dari propinsi asal ke kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa asalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. SPLP). Masalah yang sama ternyata juga menimpa kepada pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia bahkan membebaskan biaya pembuatan SPLP. Laporan tersebut mendokumentasikan praktek-praktek yang mirip perbudakan. permakanan dan pengawalan Kepolisian jika diperlukan. Kepada TKI Amnesti yang tidak mampu atau menemui hambatan dalam perjalanan.000 buruh migran di antaranya berasal dari Indonesia yang sebagian besar perempuan. transportasi.

antara lain: tingkat pendapatan. Di propinsi daerah asal. dan bagi mereka yang beresiko dapat terhindar dari kejahatan keji terhadap kemanusiaan tersebut. Sejumlah 32 anak yang dijual tetapi dapat diselamatkan. gender. pada umumnya berasal dari keluarga miskin. Dalam rangka pemulihan sebelum akhirnya direunifikasi ke keluarganya atau pihak lain. diberikan bantuan layanan kesehatan. Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang. Kalimantan Barat. Kepada korban di samping diberikan bantuan penampungan. Selama kurun waktu 5 tahun. kemiskinan bukan sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi orang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. mereka mendapat layanan yang sama dari Pemerintah Daerah yang membantu kepulangannya sampai ke rumah tinggalnya.2 % pada tahun 2009 serta terciptanya lapangan kerja yang mampu . akses terhadap barang dan jasa. konsultasi dan pemulangan kepada korban perdagangan orang dan pekerja migran yang bermasalah di Serawak. Departemen Sosial tahun 2004 telah menangani kasus perdagangan bayi sebanyak 37 anak. dan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. yang dipulangkan ke Indonesia melalui Entikong. bekerjasama dengan Yayasan Anak Bangsa di Entikong. Kemiskinan dan ketidakmerataan merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. laki-laki dan perempuan. Kantor Penghubung Konsulat Jenderal RI Kota Kinibalu di Kuching.kepulangannya ke daerah asal. Dalam hubungan ini. kesehatan. geografis. juga dibantu dalam proses hukum yang berkaitan dengan hubungan kerjanya dengan bekas majikan. Pemberdayaan Sebagaimana dilaporkan Rosenberg (2003). Yayasan Anak Bangsa secara swadaya membantu memberikan layanan penampungan. dan kondisi lingkungan. saat ini di bawah asuhan Departemen Sosial bekerjasama dengan yayasan yang berwenang untuk menanganinya. lokasi.sampai ke propinsi daerah asal. Kabupaten Sanggau. pemberdayaan perempuan dan anak menjadi sangat penting dilaksanakan agar mantan korban tidak terjebak kembali dalam perdagangan orang. penampungan.termasuk pengawalan Kepolisian jika diperlukan . profil perempuan dan anak korban perdagangan orang serta mereka yang beresiko. pendidikan. dan bagi mereka yang memerlukan. permakanan dan pembinaan mental untuk membesarkan hati korban selama mereka dalam penampungan. yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Malaysia Timur. jumlah penduduk miskin diharapkan dapat berkurang menjadi 8. kurang informasi dan berada pada kondisi sosial budaya yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya. dalam memberikan layanan kepada korban perdagangan orang dan tenaga kerja Indonesia bermasalah. kurang pendidikan. Oleh sebab itu. permakanan dan bantuan transportasi . Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam (Draft) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009. Lima orang anak dijual ke Singapura tetapi dua di antaranya dapat kembali ke Indonesia. Untuk wilayah Serawak. Malaysia.

terpenuhinya kebutuhan air bersih dan aman. Pembangunan pendidikan yang akan dilaksanakan telah mempertimbangkan kesepakatan internasional seperti Pendidikan Untuk Semua (Education for All). terjamin dan terlindunginya hak perorangan dan hak komunal atas tanah. nasional dan global. Pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat miskin. Kebijakan penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk menghormati. dan meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antar kelompok masyarakat antara wilayah maju dan tertinggal. pelayanan kesehatan yang bermutu. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan mengembangkan model pembelajaran untuk program pendidikan luar sekolah (Kelompok Belajar Paket A. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia. antara penduduk kaya dan miskin. terjaminnya rasa aman dari tindak kekerasan. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. terbukanya akses terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan terjaganya lingkungan hidup. Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. B dan C. pemahaman nilainilai budaya dan multikulturalisme. pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata. putus sekolah. karena merupakan alat yang tak tergantikan. terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat. akan ditanggulangi melalui percepatan penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. dan World Summit on Sustainable Development yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk penanggulangan kemiskinan. serta antara laki-laki dan perempuan. perdesaan. Millenium Development Goals. dan lainnya. dan Pasal 31 Ayat (1) yang mengamanatkan bahwa setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. sebagaimana dibutuhkan bagi setiap orang dalam kehidupan dunia yang kompleks. pendidikan keluarga. Kebijakan pendidikan nasional diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup. pendidikan keaksaraan fungsional dengan perluasan akses bagi perempuan. meliputi: kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau. yang memungkinkan individu mendapatkan pengetahuan sebagai prakondisi untuk mampu mengatasi masalah. antara perkotaan dan perdesaan. serta peningkatan keadilan sosial. Masalah mutu pendidikan dan kurangnya pendidikan bagi perempuan dan anak yang beresiko menjadi korban perdagagan orang. terpencil dan masyarakat di daerah konflik. Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of Child). pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat buta aksara. melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin. Kelompok .mengurangi pengangguran terbuka menjadi 5.1 % pada tahun 2009 dengan didukung oleh stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. Tugas “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah amanat UUD 1945 yang dipertegas dalam pasal 28B Ayat (1) bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. peningkatan keadilan dan kesetaraan gender. serta meningkatnya partisipasi dalam perumusan kebijakan publik.

Dalam hubungan itu. menyempurnakan perangkat hukum pidana yang lebih lengkap untuk melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan. penyediaan data dan statistik gender serta peningkatan partisipasi masyarakat. meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. kebijakan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk: meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah.Belajar Usaha. memperkuat kelembagaan. seringkali “memposisikan” perempuan pada status subordinat. Budaya patriarki yang masih banyak dianut di masyarakat Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memang memerlukan teknologi informasi dan komunikasi yang harus mampu menjembatani keterpisahan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk sistem komunikasi melalui satelit Palapa. Strategi penyampaian informasi tentang penghapusan perdagangan orang dengan demikian harus dilaksanakan secara terfokus dengan mengajak semua unsur baik pemerintah maupun LSM untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada kelompok sasaran daam masyarakat yang dipertimbangkan rentan terhadap perdagangan orang. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender seperti itu ditanggulangi melalui implementasi Instruksi Presiden RI No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam program. . radio. dan evaluasi dari berbagai kebijakan. masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau layanan tersebut bahkan “koran masuk desa” juga belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. koordinasi. seperti terlihat jika terdapat keterbatasan sumber daya dalam keluarga. Kurang informasi merupakan salah satu masalah kondisional yang berkaitan dengan ketersediaan moda penyampaian informasi seperti koran. eksploitasi. termasuk pemenuhan komitmen-komitmen internasional. program dan kegiatan pembangunan di segala bidang. dan televisi kepada masyarakat. sektor dan daerah masingmasing. meningkatkan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. pemantauan. Program Keaksaraan Fungsional serta Diklat life-skill seperti PRT Plus) yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dan diskriminasi termasuk kekerasan dalam rumah tangga. meningkatkan penguasaan keterampilan dasar dan keterampilan pengelolaan usaha di bidang jasa dan produksi. pelaksanaan. maka adik laki-laki yang tetap meneruskan sekolah sedang kakak perempuannya diminta untuk bekerja membantu pekerjaan di rumah dengan argumen bahwa mereka toh nantinya jika menikah juga akan bekerja di dapur. Perubahan sosial-budaya masyarakat memerlukan waktu yang sangat lama bahkan mungkin dalam ukuran generasi sehingga upaya yang berkaitan dengan perubahan sosial-budaya diupayakan melalui pembinaan yang terusmenerus. Namun demikian. dan jaringan pengarus-utamaan gender dan anak dalam perencanaan.

Kepada mereka disediakan Pelayanan Satu Atap untuk memudahkan pengurusan dokumen imigrasi dan ijin kerja di Malaysia karena dalam Pelayanan Satu Atap itu juga ada unsur Imigresen Malaysia. Semarang (68 orang) dan Entikong (34 orang). beberapa daerah sudah ada yang memberangkatkan TKI untuk kembali bekerja ke Malaysia. Tanjung Uban (133 orang). Sampai dengan 14 Maret 2005 (pagi).Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah kepada para tenaga kerja Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia adalah kesepakatan yang dibuat dengan Pemerintah Malaysia untuk menempatkan mereka kembali sebagai pekerja migran legal di Malaysia. Diharapkan kemudahan ini akan membantu mereka untuk keluar dari kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang. Yayasan Mitra Usaha (YMU). yang sampai dengan 28 Februari 2005 jumlahnya mencapai 26. Semarang (Propinsi Jawa Tengah).rata sebesar Rp 500 ribu sejak yayasan tersebut menerima dana bantuan dari Citibank Peka® pada Maret 2001. City Bank melalui Grameen Trust dan program Citibank Peka® (Peduli dan Berkarya) telah menyalurkan dana dari Citigroup Foundation untuk mendukung lembaga kredit mikro di Indonesia: Bangun Karya Central Java Project di Surakarta. obatobatan tradisional. Bangun Karya Central Java Project (BKCJP) adalah lembaga pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM). . Jawa Tengah dengan pinjaman rata-rata sebesar Rp 200 ribu – 250 ribu. Jakarta (DKI Jakarta). Dengan demikian total TKI yang telah kembali ke Malaysia sampai dengan 14 Maret 2005 sejumlah 35.499 orang).805 orang. Surabaya (Propinsi Jawa Timur). di Medan. yang melakukan pengelolaan bantuan kredit modal bagi 885 keluarga miskin di Karanganyar. jumlah TKI yang diberangkatkan kembali ke Malaysia melalui Layanan Satu Atap mencapai 8. dan Kupang (Propinsi Nusa Tenggara Timur). dan menjahit. Pihak perbankan mempunyai potensi besar untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan kelompok masyarakat yang rentan terhadap perdagangan orang. kain. Entikong (Propinsi Kalimantan Barat). Yayasan Paluma. katering. warung. Pare-pare (Propinsi Sulawesi Selatan). Nunukan (Propinsi Kalimantan Timur). Sebelum beroperasinya Layanan Satu Atap 1 Maret 2005. Peminjam pada umumnya adalah wanita yang berusaha kecil-kecilan seperti usaha makanan. Medan (100 orang). Yayasan Paluma.809 orang. dan Yayasan Siti Khadijah (YSK) di Jakarta. Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP).. Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat (YDBP) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk .996 orang. Dumai (Propinsi Riau). Pelayanan Satu Atap dibentuk di sebelas exit point di Indonesia yaitu di: Belawan (Propinsi Sumatera Utara). terbanyak melalui Nunukan (8. kemudian Dumai (162 orang). Mataram (Propinsi Nusa Tenggara Barat). telah memberikan kredit kepada 44 orang dengan pinjaman rata. Tanjung Uban (Propinsi Kepulauan Riau).

Seringkali dengan berbagai cara anak dipaksa untuk memberikan kontribusi pada keluarga. Bekasi dan 1.kegiatan pemberian kredit modal kepada 1. PENCEGAHAN Pencegahan perdagangan orang diupayakan melalui pemetaan masalah perdagangan orang di Indonesia baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. Dengan pendidikan yang dimilikinya. organisasi masyarakat. perseorangan dan mass media. padahal dukungan keluarga pada pendidikan anak sangat rendah. peningkatan pendidikan masyarakat khususnya pendidikan alternatif bagi anak-anak dan perempuan termasuk dengan sarana dan prasarana pendidikannya. Karawang. Yayasan Siti Khadijah (YSK) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk kredit modal kepda 750 keluarga yang memerlukan di Mijen. Pendidikan adalah masuk melawan perdagangan perempuan dan anak. yang dilakukan melalui berbagai media yang tersedia serta mengupayakan adanya jaminan aksesibilitas bagi keluarga khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. swasta. (www. LSM (nasional dan internasional). Yayasan Mitra Usaha (YMU) menyalurkan dana dari Grameen Trust yang digunakan untuk bantuan kredit modal kepada 640 peminjam di desa Taruma Jaya. Propinsi Jawa Barat. terutama menjadi pekerja rumah tangga. Semarang. badanbadan internasional. Pemerintah Indramayu menganggarkan bea siswa pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dasar dalam jumlah yang sangat besar dengan harapan mereka memiliki bekal pendidikan dasar 9 tahun. peningkatan pendapatan dan pelayanan sosial. diharapkan mereka akan lebih banyak mendapatkan dan mengolah informasi. 15 Desember 2004). Akibatnya anak terpaksa pergi ke luar Indramayu atau ke luar negeri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar. pelatihan. dan juga kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan sekolahnya. anak jalanan. .500 keluarga di Pedes. Upaya tersebut melibatkan seluruh sektor pemerintah. dan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi seluas-luasnya tentang perdagangan orang beserta seluruh aspek-aspek yang terkait dengan upaya penghapusannya.jurnalperempuan. Istri Bupati Indramayu Sofiana menyatakan ada semacam penilaian dalam masyarakat Indramayu bahwa anak adalah aset yang harus produktif secara ekonomis.200 keluarga miskin di Sukatani. Peningkatan Pendidikan Peningkatan pendidikan telah menjadi perhatian semua pihak dan keberpihakan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin. Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak tersebut. Propinsi Jawa Barat. Yayasan Pokmas Mandiri (YPM) menyalurkan dana dari Grameen Trust untuk melayani kredit modal kepada 785 keluarga miskin di Galang. Propinsi Sumatera Utara.com.

Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan modal dan peralatan untuk kelompok belajar usaha (Website DWP. dan tata kecantikan rambut. diakses 15 Maret 2005). Program Peduli Mandiri merupakan penyisihan 1-3 % keuntungan yang diperolah Bank Mandiri (Inkom Pontianak. DI Yogyakarta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu terutama yatim-piatu melalui program beasiswa. 16 Maret 2004). 22 Juli 2004). Babby sitter. dunia usaha kuga dapat membantu dengan . sementara lulusan SLTA dapat mengikuti kursus nanny atau governess.4 juta untuk 192 pelajar/mahasiswa. LPK Setia Bakti.2 % yang tersantuni. Tangerang. bordir dan menjahit. diakses 16 Maret 2005). Pola pengembalian kredit tersebut. Selain beasiswa. Selain bea siswa. Jakarta. di Jakarta 39 sekolah dan luar Jakarta 63 sekolah. Propinsi Jawa Timur meminta partisipasi dunia usaha di daerahnya untuk peduli terhadap program pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk murid miskin yang baru 19. diangsur langsung oleh pemberi kerja di luar negeri ke Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta (Media. Yayasan Tiara Mampang Prapatan. Rp 50 ribu per bulan untuk siswa SMP. dan Rp 75 ribu per bulan untuk siswa SMA. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. Bupati Sidoarjo. melaksanakan pendidikan Life Skills. Yayasan Pemberdayaan Umat-Human Future Foundation (YPU-HFF) Bantul. sementara pada tahun ajaran 2003-2004 jumlahnya Rp 296 juta untuk 284 pelajar/mahasiswa. Bank Mandiri juga membantu perangkat komputer pada 102 sekolah se Indonesia. Peningkatan pendidikan sebagaimana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta sangat membentu kelompok masyarakat miskin yaitu dengan cara memberikan jaminan bantuan kredit untuk pendidikan perawat kepada warganya yang berminat bekerja di luar negeri. Tahun Anggaran 2004 ini. masih terus memberikan pendidikan dan latihan babbysitter untuk lulusan SD atau SMP. Bulan Maret 2004. Pemerintah Propinsi DIY mengirim 142 orang tenaga perawat ke Malaysia bahkan 3 bulan sebelumnya juga sudah mengirim tenaga kerja Indonesia sebagai perawat ke Amerika Serikat. Karawaci. nanny dan governess memiliki gaji yang cukup tinggi. Pada tahun ajaran 2002-2003 beasiswa yang diberikan Rp 149. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Propinsi Jawa Tengah juga berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan. sementara untuk mahasiswa Rp 500 ribu per tahun. Kepedulian Bank Mandiri terhadap pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian bea siswa Peduli Mandiri untuk anak yang kurang mampu berupa paket setahun sebesar Rp 25 ribu per bulan untuk siswa SD. Kelompok Belajar Usaha dan bea siswa/magang khusus putra-putri yang putus sekolah dan anggota Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah seperti misalnya dalam kursus perbengkelan dan cat milenium. Jakarta Selatan.Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Citra Bunda. YPU-HFF merencanakan akan memberikan beasiswa kepada lebih dari 300 penerima (Website YPU-HFF. dan Yayasan Citra Abadi Komplek Binong Permai.

Bantuan tersebut belum cukup untuk membantu murid-murid yang membutuhkan sehingga Bupati Pati mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bidang pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah (Pati Online. dan kadang-kadang bersikap antisosial. sehingga mereka tidak berada lagi di jalanan untuk bekerja mengumpulkan uang (Website YKAP diakses 19 Maret 2005). pelecehan dan prostitusi. Pada tahun 2004. Anak-anak yang terlayani dalam program lebih dari 376 orang. Mereka sangat rentan terhadap kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang. terlibat tindakan atau korban kekerasan. YKAP juga mengelola Program Rumah Pusat Kegiatan (Activity House Program) yang bertujuan penyediakan kegiatan pendidikan dan fasilitas di luar jam sekolah. Mereka tidak lagi sempat memikirkan pentingnya pendidikan. serta Genteng dan Pabean (Surabaya). dan sebagainya. Sekitar 50 anak remaja putus sekolah di Indramayu mendapat pelatihan tentang garmen selama enam bulan di International Garment Training Centre (IGTC) di Citeureup. Mereka yang disebut "anak jalanan" adalah para penjaja dagangan. Yayasan Kesejahteraan Anak Pinggiran (YKAP). gangguan ketertiban lalu lintas. bahkan sampai universitas. (Kompas. diakses 15 Maret 2005). Bogor. Jakarta telah begitu peduli dan berkarya nyata dalam memandu anak-anak yang sangat memerlukan bantuan. membaktikan diri dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak jalanan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan dari pra-sekolah sampai tingkat SMU. Propinsi Jawa Tengah.go. Jakarta. Direktorat Pendidikan Masyarakat. . Selain Jakarta. penjual koran. pedagang asongan. peminta-minta. Pemerintah Kabupaten Brebes.sidoarjo. kriminal. pengamen. sejumlah lebih dari Rp 938 juta dialokasikan ke Kabupaten Pati untuk sarana dan prasarana pendidikan dan beasiswa kepada murid yang kurang mampu. YKAP juga mempunyai wilayah program di Polonia dan Belawan (Medan). Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ) dan LSM Pandu Rakyat Miskin (PaRaM). terkena gangguan kesehatan dari asap (polusi udara) yang dikeluarkan kendaraan bermotor. tetapi hanya memikirkan kebutuhan ekonomi untuk diri dan keluarganya.id diakses 15 Maret 2005). agar mereka lebih siap menapak masa depannya. 4 Februari 2005).meningkatkan kesempatan magang ataupun bantuan peralatan yang mendukung program pendidikan (www. penyemir sepatu. diakses 15 Maret 2005) Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa untuk membantu siswa kurang mampu sehingga mengurangi siswa putus sekolah. pengais sayur-sayuran di pasar tradisional. juga memberikan beasiswa kepada murid kurang mampu dan menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama (Website Pemkot Brebes. Departemen Pendidikan Nasional menggalang kerjasama dengan instansi dan lembaga masyarakat terkait untuk menangani permasalahan tersebut melalui pendidikan yang mampu membimbing dan mengembalikan hak-hak pendidikan anak jalanan sehingga dapat belajar dan berkarya sebagaimana mestinya.

Anak-anak yang putus sekolah tersebut diberikan pendidikan selama satu tahun agar dapat kembali belajar di sekolah formal (www. Yayasan Hotline Surabaya menerjunkan relawannya untuk memberikan bimbingan kepada 124 anak sekolah Dasar dari empat SD di kecamatan Licin. Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN).anjal.id).id). melaksanakan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu. Sekolah tersebut telah berhasil mengubah "etos kerja mencuri" menjadi "etos kerja mencari". Pengajarnya adalah pensiunan guru SDN I Mawar yang terpanggil secara moral untuk mengajar anak-anak jalanan tersebut (Kompas.citibank. 27 Juli 2004). Lab komputer yang dipasang di Sekolah Anak Jalanan (SAJ) komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dimaksudkan sebagai upaya memenuhi hak atas ilmu pengetahuan dan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu secara struktural seperti anak jalanan.citibank. Sekolah yang mendapatkan bantuan dari program Citibank Peka® berlokasi di daerah Pendongkelan.citibank. antara lain dengan mencari kardus yang menghasilkan Rp 10 ribu per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.co. Yayasan Bintang Pancasila (YBP) memiliki beberapa rumah singgah serta sekitar 12 sekolah setingkat Sekolah Dasar untuk anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. Di tempat ini anak-anak diajarkan pengetahuan umum dan keahlian praktis yang diselingi dengan pendidikan moral dan budi pekerti.blockdrive. Yayasan Usaha Mulia (YUM) mendirikan sekolah persiapan untuk anak-anak sekolah dasar yang putus sekolah di lokasi Jurang Mangu. ICT Watch dan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) mendirikan laboratorium komputer swadaya yang berfungsi bagi pendidikan dan pelatihan komputer bagi anak jalanan. yang rata-rata mereka adalah tunawisma.sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Jakarta dengan 75 murid (www. SD Khusus Pasar Lama yang merupakan Filial SD Negeri I Mawar Banjarmasin Tengah membawa misi untuk mendidik anak-anak jalanan dan mengerem munculnya preman-preman kecil di pasar tersebut.co. LSM ERa AKu. Perangkat keras internet tersebut sudah ketinggalan jaman dan memerlukan up-grading (www.co.id). Upaya ini sangat mulia dan sangat membantu karena masih banyak anak-anak Indonesia yang karena kemiskinan lalu putus sekolah (www.com). Citibank Peka® membantu pendanaan dan relawan di lokasi Pasar Minggu dan Kramat Jati (www. Dengan demikian diharapkan ke .itcwatch. Banyuwangi Propinsi Jawa Timur. Bimbingan yang diberikan menekankan kepada anak-anak pada pemahaman pentingnya bersekolah karena dengan mempunyai pendidikan yang memadai jika besar nanti lebih berkesempatan untuk mempunyai pekerjaan yang lebih baik. YNDN mempunyai 15 pusat pendidikan di berbagai tempat di Jakarta.com). dan menjalankan pusat pendidikan untuk anak jalanan dan anak pasar. Jakarta yang memiliki 42 murid dan juga di Cipulir.

maupun dalam rangka mengajak mereka berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimilikinya dalam upaya-upaya penghapusannya. Iklan layanan masyarakat dari Yayasan Jurnal Perempuan tentang penghapusan perdagangan orang di launching di Metro TV tanggal 7 Februari 2005. Kepada ibuibu yang ingin punya keterampilan menjahit. Dalam bentuk ceramah. Pola yang dipakai dalam memberikan bimbingan disesuaikan dengan pola pikir anak-anak.depan tidak ada lagi yang terjebak dalam perdagangan perempuan dan anak. Dalam masalah peningkatan pendidikan ini. Dharma Wanita Persatuan Bali. tanggal 9 Desember 2004 di Indramayu. Dalam hubungan itu. keberpihakan. dengan lebih banyak memasukkan unsur bermain agar mempunyai kesan mendalam bagi anak-anak itu. diakses 15 Maret 2005). Acara sosialisasi di Indramayu ini merupakan rangkaian awal sosialisasi anti perdagangan perempuan dan anak yang rencananya akan digelar di tujuh wilayah di Indonesia dengan tujuan agar usaha untuk melawan perdagangan perempuan dan anak akan menjadi sebuah gerakan sosial. Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa sekolah sangat penting peranannya dalam mencegah perdagangan perempuan karena kegiatan belajar dan berada di lingkungan sekolah yang aman akan menjauhkan perempuan dari pengaruh negatif masyarakat. serta LSM yang peduli pada perempuan dan anak. dan Kepolisian. dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Indramayu. Sedang remajanya diajarkan anyam-menganyam bambu dan teknik sablon. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bulan Mei 2004 mengadakan seminar tentang pencegahan eksploitasi seksual komersial anak yang erat hubungannya dengan perdagangan perempuan dan anak di Bali yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Dinas Pariwisata Bali. ASA. Instansi terkait. guru mempunyai peranan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan dengan berupaya mempertahankan agar anak didik tidak putus sekolah. yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari sekolah. Program ini dilaksanakan Yayasan Hotline bekerjasama dengan ILO . LSM. dan dukungan massa. SMU . dipinjamkan mesin jahit untuk belajar. dan Cabang Dinas Pendidikan. Penyebarluasan Informasi Penyebarluasan informasi dilakukan oleh siapapun yang peduli dengan masalah perdagangan orang dan ditujukan kepada khalayak luas baik dalam rangka memberikan informasi agar mereka mengetahui masalah perdagangan oranbg. Kampanye tentang kasus-kasus perdagangan orang dilakukan melalui media massa (cetak maupun elektronik) dalam rangka pengembangan opini. untuk selama satu tahun sejak Januari sampai Desember 2005 (Website Yayasan Hotline diakses 18 Maret 2005). Industri Pariwisata. PKK. masalah tersebut disampaikan kepada 100 orang siswa SLTP. Sosialisasi dan Pemutaran Film Anti Perdagangan Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan Teres De Homes dan Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP) Indramayu. Guru juga dapat memberikan informasi tentang berbagai hal terkait dengan perdagangan anak dan perempuan yang kini marak di kawasan Pantai Utara Indramayu. Propinsi Jawa Barat (Media Indonesia Online. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr.

Denpasar dan di terminal ferry dan Bandara Hang Nadim Batam. Media website juga telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi mengenai hal ini dilengkapi dengan berbagai program yang telah mereka jalankan dalam upaya penghapusan perdagangan perempuan dan anak. Berbagai acara tayangan televisi baik berita kriminal (Buser. Sidik. Kontradiksi. Jakarta. majalah: Tempo. melatih. Makassar (Agustus 2004). Iklan berupa artikel “Biarkan Mereka Tersenyum” dimuat di koran Media Indonesia. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meminta asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk segera menertibkan anggotanya yang tidak baik sebelum diambil tindakan oleh Pemerintah. dan Undang-undang No. berita umum (Liputan-6. 2004) Pekanbaru. Hello Bali. Amerika dan Australia sedang di batam untuk turis dari Malaysia dan Sungapura. Menteri mengatakan kalau asosiasi PJTKI tidak mau menertibkan anggotanya maka Pemerintah akan mengambil tindakan tegas (Sinar Harapan. dan lain-lain) termasuk talk. dan Manado (September 2004). leaflet. Media massa baik cetak maupun elektronik (radio. Selain itu. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Upaya ini didukung oleh masyarakat melalui DPR RI sehingga beberapa undang-undang telah ditetapkan: Undang-undang No. Sejak Oktober 2004. Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dalam merekrut. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sepanjang tahun 2004 mengeluarkan berbagai iklan. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Iklan Layanan Masyarakat di TV berdurasi 16 detik telah ditayangkan di TVRI (20 kali) dan ANTV (60 kali). Padang. Iklan berupa artikel “Government‟s Concern about Sexual Exploitation of Children” dimuat di Travel News Edisi July-august 2004. Peningkatan Pengawasan Dalam rangka pencegahan perdagangan orang yang salah satu kedoknya mengatasnamakan pekerja migran. Lintas-5.kelas 1 dan 2 Bali dan guru pembimbingnya. Dalam majalah yang terakhir juga dimuat wawancara dengan Deputi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Luar Negeri mengenai hal ini. dan Garuda Inflight Magazine. Matra. Sergap. Bekerjasama dengan Bali Tourism Board (BTB) membuat leaflet berupa Tourist Map sejumlah 10 ribu eksemplar dan mulai bulan September 2004 didistribusikan di Bandara Ngurah Rai. dan lain-lain). Pontianak (Juni. menampung. Batam. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang kegiatan perekrutan calon tenaga kerja Indonesia yang . Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mencabut ijin operasi 28 perusahaan PJTKI yang empat diantaranya kasusnya diajukan ke pengadilan. Seputar Indonesia. Program yang sama juga diadakan di Batam.show telah banyak memberitakan masalah perdagangan orang. Manado dan Mataram serta di Taman Impian Jaya Ancol. Di Bali utamanya ditujukan kepada wisatawan mancanegara dari Eropa. sejumlah 40 perusahaan lainnya juga akan ditindak dan 10 diantaranya akan diajukan ke meja hijau. televisi) juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan masalah perdagangan orang termasuk tindakan yang diambil oleh yang berwajib kepada pelaku (trafficker)-nya. Undang-undang No. sticker dan poster. Dalam kurun waktu yang tidak terbatas. Sticker dan Poster dipasang dan dibagikan di bandara Bali. 15 Februari 2005). menyiapkan dokumen dan memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

karena kerap melanggar aturan ketenagakerjaan. 88 Tahun 2002) juga menempuh strategi penyatuan unsur-unsur penangkal dalam satu jejaring kerja yang kenyal sehingga jaringan tersebut mempunyai kekuatan untuk menghambat dan memberantas transnational organized crime perdagangan orang. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menangkap trafficker. Untuk mengatasinya. memalsukan dokumen seperti surat-surat syarat kesehatan hingga visa kerja. Jumlah PJTKI saat ini ada 97 perusahaan. karena penghapusan perdagangan orang di daerah tujuan tidak akan pernah berhasil jika daerah asal masih tetap mengirimkan calon korban untuk dieksploitasi. antara daerah asal. dan membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman tenaga kerja. maka Pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Keppres No. dan hutang luar negeri yang berjumlah besar. Kerjasama tersebut sangat penting. konflik sosial dan konflik bersenjata di beberapa daerah di Indonesia. Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta bulan Desember 2004 melakukan penelitian dan menemukan bahwa Yayasan PK tidak memiliki izin pendirian dan izin operasional penyelenggaraan kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak milik Yayasan PK yang ada di Jakarta Timur dan Tangerang. diperlukan kerjasama seluruh pihak baik di dalam dan di luar negeri. Sehubungan dengan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh sebuah yayasan di Jakarta Timur. kerjasama antara pelaku penghapusan perdagangan orang di suatu daerah juga sangat penting seperti misalnya pihak Kepolisian tidak akan mungkin pernah bisa mendeteksi terjadinya setiap kejahatan di wilayahnya karena . KERJASAMA Menghadapi kejahatan internasional yang terorganisir dengan sumberdaya yang besar dan sanggup membiayai pengadaan dan operasionalisasi peralatan yang canggih untuk menunjang kegiatan jaringannya. Yayasan ini diperiksa Polisi karena diketahui menjual anak-anak yang diasuhnya. Sejumlah 86 anak-anak yang ditampung. dan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung program dan kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban. lima di antaranya berkantor pusat di NTB (Tempo Interaktif. Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat mencabut izin sedikitnya tiga Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Namun mengingat bahwa Pemerintah juga menghadapi masalah besar lain seperti terorisme. mengirimkan calon di bawah umur. maka kegiatan penghapusan perdagangan orang menjadi berada dalam keterbatasan. Dinas Tenaga Kerja NTB telah menindak 15 PJTKI karena kesalahan serupa seperti misalnya memanipulasi umur calon TKI/TKW. Tahun 2003. 26 Juli 2004). akan disalurkan kepada panti dan yayasan yang berwenang untuk memberi pengasuhan kepada anak. Secara institusional.dilakukan oleh kantor-kantor cabang PJTKI di Jawa Tengah karena adanya kegiatan perekrutan dan pengiriman TKI secara ilegal terkait dengan perdagangan pekerja perempuan dan anak di dalam dan luar negeri. transit dan tujuan. 21 April 2004). TKI Jawa Tengah kebanyakan ditempatkan di Malaysia dan mereka yang bermasalah adalah TKI ilegal yang dikirim oleh calo-calo yang diduga dari kantor cabang PJTKI yang tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan (Suara Merdeka. Selain kerjasama antar daerah atau negara.

Birgit Ulrike Hau. Forum 182 Batam juga memberikan layanan konseling. database dan informasi yang dibutuhkan dalam kampanye. membentuk Koalisi Anti Trafficking Kalimantan Timur (KAT Kaltim) yang beranggotakan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. fungsi dan kewenangannya masing-masing. untuk membangun kesadaran bersama dalamm kampanye melawan kejahatan perdagangan manusia (counter trafficking). Bentuk kerjasama juga bisa diadakan dalam rangka menggalang dana seperti yang dilaksanakan oleh Komnas Perempuan bekerjasama dengan para perupa dan pecinta senirupa dalam menggelar pameran karya bersama bertema ”Karya Untuk Kawanku II”. pada tahun 2004 memberikan bantuan sejumlah total Rp 25 juta kepada Shelter/Konseling Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW). Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Sarah Gumelar. Magdalena Pardede. hotline service. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK) Pontianak. 4 Februari 2005) Propinsi Kalimantan Timur dalam rangka mengkoordinasikan penghapusan perdagangan orang. Soedarso Pontianak. Shelter RSUD dr. Kabupaten Nunukan ditengarai sebagai tempat untuk keluar masuknya pengiriman korban perdagangan orang dari dan ke Sabah. bimbingan agama atau sekedar bertukar pikiran sambil mengarahkan untuk menentukan langkah-langkah ke depan. dalam memberikan layanan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi korban yang mungkin memerlukan pengobatan baik fisik maupun psikis. sehingga untuk itu diperlukan bantuan masyarakat untuk menginformasikan terjadinya kejahatan yang diketahuinya kepada Polisi sehingga dapa segera ditindaklanjuti. Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat. LBH-APIK. dalam rangka membina jaringan kerja unsurunsur penghapusan perdagangan orang di wilayahnya. menampilkan 41 karya Dolorosa Sinaga. WCC tersebut pada umumnya mengalami kesulitan pendanaan operasional . sebagai langkah awal upaya keterpaduan merespons tingginya angka perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Barat. Malaysia. Nani Sakri. women‟s crisis center. Jalinan kerjasama yang telah diupayakan antara lain: kerjasama Ruang Pelayanan Khusus Kepolisian yang telah ada di banyak wilayah di Indonesia dengan shelter yang dikelola LSM. Hening Tyas Sutji dan lain-lain. (Website Warta Pemprov Kalbar. Koalisi ini telah menyusun Prosedur Tetap sehingga setiap unsur telah mengetahui tugas. Selain mengembangkan media. bantuan psikologi dan layanan hukum bagi para korban kejahatan perdagangan orang. dan Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit bahkan dengan dukungan para tokoh agama. KAT Kaltim saat sekarang sedang merintis dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membentuk koalisi di tingkat kabupaten. Forum 182 Batam adalah suatu forum yang merupakan koalisi dan jaringan kerja yang beranggotakan individu dan lembaga/organisasi yang ada di Pulau Batam. Indyra. Pameran ini bertujuan menggalang dana publik untuk penguatan Womens Crisis Center (WCC ) di Indonesia yang berjumlah sekitar 60 organisasi tersebar di berbagai daerah. dan LSM.keterbatasan personil dan perlengkapannya.

Bone. Pada tahun 2003 “Karya Untuk Kawanku I” berhasil menggalang dana sebesar lebih Rp 122 juta. yang dibuat menjadi dana abadi ”Pundi Perempuan” bagi WCC. Dumai dan Tanjungbalai Karimun. lembaga yang terpisah dari Komnas Perempuan. Sumatera Utara. Pundi Perempuan telah mampu menguatkan sebelas WCC di Manado. Tim ini telah berhasil mengkoordinasikan pemulangan lebih dari 347 ribu TKI . Save the Children US. ICMC. Terre des Hommes. Salah satu bentuk kerjasama dalam rangka pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dan keluarganya dari Malaysia adalah pembentukan Tim Koordinasi Pemulangan TKI Bermasalah dan Keluarganya dari Malaysia (TK-PTKIB) melalui Keputusan Presiden RI No. transit atau derah tujuan serta di daerah perbatasan dengan Malaysia. UNICEF antara lain telah mensponsori pertemuan regional tingkat ASEAN yang dimotori oleh PKPA Medan sehingga menghasilkan Deklarasi Medan yang merupakan komitmen regional ASEAN untuk lebih meningkatkan kerjasama dalam penghapusan perdagangan orang di wilayah ini. dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. Palembang. Pameran seperti ini akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 Maret (Yayasan Jurnal Perempuan. adalah beberapa di antara LSM internasional yang selama ini telah erat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dan penguatan LSM lokal untuk kegiatan pencegahan dan perlindungan kepada korban perdagangan orang. adalah beberapa daerah yang saat ini sedang diupayakan pembentukannya. Sampai dengan tahun 2004. 106 Tahun 2004. Propinsi Riau. Dana ini dikelola oleh Yayasan Sosial Indonesia Untuk Kemanusiaan (YSIK). Daerah asal dan transit seperti Propinsi Jawa Timur.untuk biaya darurat seperti tindakan medis dan pendampingan korban. dan Undangundang No. Sulawesi Utara dan lainnya yang telah memiliki gugus tugas akan didorong untuk semakin meningkatkan kerjasamanya. Makassar. kerjasama penghapusan perdagangan orang terus ditingkatkan. Jombang. Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau. peningkatan kapasitas. ACILS. Surabaya. 2005). Padang dan Labuhan Batu. Di samping kerjasama yang secara legal formal telah dikukuhkan sebagaimana Undang-undang No. juga dilaksanakan kerjasama dengan LSM internasional terutama dalam upaya pencegahan. oleh Gugus Tugas Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (RAN-P3A) sedang dirintis. difasilitasi dan didorong terbentuknya kerjasama seperti tersebut di atas. IOM. termasuk merintis kerjasama antara daerah transit atau daerah tujuan dengan daerah asal sehingga dapat diperoleh mekanisme pemberian perlindungan yang sebaik-baiknya bagi korban perdagangan orang. 1 Tahun 2001 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hong Kong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Hong Kong for the Surrender of Fugitive Offenders). Bandung. Maumere. Untuk tingkat regional dan internasional. Di berbagai daerah yang ditengarai sebagai daerah sumber. 1 Tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty Between RI and Australia on Mutual Assistance in Criminal Matters). Badan internasional seperti UNICEF dan ILO adalah beberapa di antaranya yang telah bekerjasama dengan baik dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka penghapusan perdagangan anak dan pekerjaan terburuk bagi anak. Bengkulu.

Bagi TKI yang mampu. Pelayanan Satu Atap yang dibentuk di sebelas daerah exit point di Indonesia adalah salah satu bentuk kerjasama antar Instansi Pemerintah Indonesia yang terkait dengan masalah penempatan pekerja migran Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Imigresen) untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran Indonesia untuk kembali bekerja di Malaysia secara legal. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. mereka membiayai sendiri kepulangannya. Pelayanan Satu Atap ini diharapkan dapat menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Especially Woman dan Children). terlilit hutang untuk biaya makan dan sebagainya). PENUTUP emerintah Indonesia bersama dengan LSM nasional dan internasional. serta partisipasi aktif seluruh unsur masyarkat telah melakukan upaya-upaya penghapusan perdagangan orang secara terkoordinatif sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. selama lebih dari dua tahun sejak ditetapkannya Rencana Aksi tersebut melalui Keputusan Presiden RI No. beberapa kemajuan telah dicapai. 23 Tahun 2004. Suplemen Konvensi PBB Melawan TOC (Protocol to Prevent. 88 Tahun 2002. Dua tahun adalah waktu yang singkat untuk mampu memerangi sindikat kejahatan transnasional terorganisir yang kuat. Sementara RUU tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. and Punish Trafficking in Person. dan telah mampu memfasilitasi sehingga mereka sampai ke daerah asalnya masing-masing dengan selamat. penampungan sementara termasuk permakanannya. laut maupun udara masuk melalui 13 daerah entry point di Indonesia. Pemerintah Indonesia secara terpadu memberikan layanan kesehatan. Suppress. RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban. kemudian dipekerjakan di perkebunan dengan kondisi terekploitasi (paspor ditahan. gaji dipotong. . Rencana Undang-undang (RUU) Pengesahan Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisasi (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime).bermasalah dan keluarganya dari Malaysia via jalan darat. Memberantas. Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah disahkan sebagai Undang-undang No. 2003. terutama Perempuan dan Anak. bantuan transportasi serta pengamanan dan pengawalan dari Kepolisian jika diperlukan. 2. Banyak dari TKI bermasalah itu merupakan korban dari praktek-praktek perdagangan orang: dijanjikan bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi tetapi ternyata dimasukkan ke Malaysia dengan paspor dan visa kunungan wisata. untuk itu Tim hanya memfasilitasi dan memberikan informasi hal-hal yang memperlancar kepulangan mereka ke daerah masing-masing. Tetapi bagi mereka yang memerlukan. dan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Mencegah.P badan-badan internasional. Berdasarkan pada sasaran dari Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak. dapat dilaporkan bahwa: 1. RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi. termasuk RUU Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi. dan Menghukum Perdagangan. namun sungguh. telah disusun dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2005.

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulangan Korban Perdagangan Orang telah disusun dan bekerjasama dengan ICMC sedang disusun modul-modul untuk pelatihan kepada pihakpihak yang akan melaksanakan di lapangan. peningkatan pendapatan. Namun disadari bahwa kemajuan tersebut masih jauh dari tujuan utama: “Terhapusnya segala bentuk perdagangan perempuan dan anak di Indonesia”. telah disusun dan masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2005. Drop In Center. khususnya perempuan dan anak untuk memperoleh pendidikan. pelatihan. Pengalokasian anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap korban telah dilaksanakan walaupun dalam jumlah kecil karena keterbatasan anggaran. regional maupun internasional telah dilaksanakan. 8. Secara berlanjut peta situasi tersebut dimutakhirkan terlebih dengan adanya bencana nasional di Aceh yang rawan terhadap praktekpraktek perdagangan perempuan dan anak yang berkedok memberikan bantuan mencarikan pekerjaan atau pengasuhan anak. 9. dan lembaga donor internasional serta LSM lokal yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan ini. Terima kasih kepada pihak perbankan. peta situasi permasalahan dan kasus-kasus kejahatan perdagangan perempuan dan anak di Indonesia secara umum telah diketahui dan dijadikan dasar bagi penyusunan kebijakan. 10. RUU tentang Narkotika (Revisi). 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri telah ditetapkan. 5. Peningkatan aksesibiitas bagi keluarga. dan bekerjasama dengan lembaga donor memberikan bantuan kepada shelter. Tetapi dapat dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas hukuman yang dijatuhkan kepada trafficker oleh Pengadilan yang telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No.Undang Hukum Pidana. Peningkatan kuantitas dan kualitas Pusat Pelayanan Krisis dilaksanakan dengan misalnya membentuk Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA). program dan kegiatan penghapusan perdagangan perempuan dan anak. dan pelayanan sosial telah dilakukan. Pembentukan dan peningkatan hubungan jaringan kerja (networking) dan kemitraan baik di pusat dan daerah.3. lembaga kredit mikro. RUU tentang Keimigrasian (Revisi). Upaya harmonisasi standar internasional ke dalam hukum nasional dilaksanakan melalui revisi beberapa Undang-undang. Secara kuantitatif berdasarkan laporan Mabes Polri terjadi penurunan kasus yang dilaporkan. Dengan berbagai studi yang dilakukan oleh LSM. perguruan tinggi dan lembaga lainnya. dan akan dilanjutkan dengan penyusunan peraturan pelaksanaannya. Terima kasih kepada lembaga donor internasional (USAID. namun data tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk menyatakan bahwa benar-benar terjadi penurunan kasus perdagangan orang. antar daerah. RUU tentang Pencucian Uang (Revisi). Undangundang No. 6. Women‟s Crisis Center dan yang serupa. Bangsa Indonesia – belajar dari pengalaman yang diperoleh selama lebih dari dua tahun terakhir ini – . RUU tentang (Revisi) Kitab Undang. kerjasama antar negara. ILO dan lain-lain) yang telah mendukung kegiatan ini. yang dikelola oleh LSM lokal di daerah beresiko. 4. 7. Oleh karena itu. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sehingga jaringan kerja semakin meluas dan menguat.

Jakarta. yang memerlukan informasi tentang kegiatan Pemerintah RI dalam penghapusan perdagangan orang khususnya perempuan dan anak di Indonesia. Insya Allah. Bangsa Indonesia akan mampu memagari diri dari tindak kedzoliman yang mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. Kepada masyarakat bangsa Indonesia akan difasilitasi agar mereka bersedia secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan memerangi perbudakan modern ini melalui kelompok-kelompok yang terorganisir baik melalui kelembagaan masyarakat yang sudah ada seperti Rukun Tetangga.akan terus mengupayakan penyempurnaan dan peningkatan pelaksanaan Rencana Aksi selanjutnya. Demikianlah. kertas posisi Republik Indonesia ini disusun sebagai masukan bagi semua pihak yang berkepentingan. dan lain-lain. kelompok gereja. 30 Maret 2005 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI . Jika jalinan antar berbagai unsur negara baik dalam dan luar negeri ini telah terbentuk. Jejaring kerja dengan sesama negara sahabat yang anti perbudakan dan dengan LSM lokal dan internasional serta badan/lembaga internasional dan masyarakat dunia pada umumnya. dinilai sebagai program kunci agar mampu mengatasi gerak-polah kejahatan transnasional terorganisir perdagangan orang serta agar mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban. atau dengan membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang profesional. kelompok pengajian.

:5.85.  %09.3.:/03/.3.50.33  ..9/03.33.3.347.: 507/.3.9:8:9.#5  /:.3&3/.3-:.907-...3.3 :3/.7:5.7.3-.5.3.803.3/03./. 5.3..33 ./. 9/..9..3 :3/.347-. .9.3.5/..2:3/.

7.3   4  #..3:.8.790.0724.347.8/.3$.5:8.7 .809.3.3 5073.34 9..!/.3 &5.885.3:3/.3.07.3.3.3:8.8.-8.8:8502:. 503.8.3503/079.7.5:8.3203.3%7.3 :3/../8.:507. 90753.703.39/.9...3907.47-.3.3/03.3 &3/.3!03.3.!07/.11.709  808:3:3.25./.38073 -07.3 :.2.3.3.3 3..347. -.3.!/..7::2.-0..3 9..:.:202-.9.3 :3/..305.3  .8:9/../.9047..5...3 /.3/03.3507/0-.8:/.3.3.703.5.9::2 /03.39039.!##:39:/-.3::2.202.#90.:..25:3. /.3:8:83.3&3/.790.5.: 507/.3 7.503:39:9.3.3.3/8:8:3!##  #.347-./.3.47.97.7.3..:3  !020739.3..3 9079:8-.3 :3/..3 ..780.3%3/.90780-:98:9:39:/:3.3..3!47347.3./..3&3/.3!073/:3../.0548.320707:9-07-0/. 2.30:.350702-.:3 9039.3!03.-:/. 203:8:3#./03.3.3.9./.:39039.3/808:.3.3%03.3./.8/...3:3/.3 :3/.9..8.50.8!##9.507025:.3.39:/:./. !.3 /03.3:.79..3.3.  !03:39:9.3/8.3%3/.3  ...8.3...3.2.8903.9:39:203/::3503.3!03.2&! &3/.3 808047.3/03.307:.3!.:.3-07.:39039.3/03.3.3 7./.3 -.-07.47..9.8.8.3.547.3.3/.8..:80-..3.3.257..3 5035:.3.:3  7.3907.39.8.!##. 94-07 8.3/4308..3/-.597.3 :3/.20303.503.8:.2070.3.39/./..2.347-.33./.3.3803/7/.3 47.11.907/7/.390780-:9-0:2 /-.747.03:7:9.8.5405.3-07..!07/.3 3.11.73. 202507:.25.8.39&3/.3 :3/.3 :3/.8.:3 90..34 %.:5:32:332032-:...80-.20.802. $03.33.5.305.90 5.8...3507/.3!073/:3./..3203.3.87.5.3 507/.39:.9.9.3:3/.9 203:3.202.3.8!02:%.380347..3.3&3/.9. 503:3.49039.5:8.3.1   50/. 202-07.3 .3.3.347.320303/.3-07-0/.3#.3-0-07..3.3903.3 :3/.3&3/.9..3-.&! .5.3027.843.34  %.3.&!9039..3503.9.347-.202.7..33.9./. 7.3/.:5:3&3/. 2.3/.80-./03.3.3.347.25749.2!747. !7403.305..790.3!.-07:9  50/./703   50/.3.07203:3.3.3 :3/.3 47..3.38073.3..208.//.2.3203:..3./.380507928.33./013870829039.9.25.-072.:.07.907:3.07./.3.320308549.7..3.80207/0.805..3.3.07.3 !..:20307.3027.349.3.3.3.703..3/.3./.:3  80-./03.5/.187./.-0780/.3 207.39/.9.2:38. .59.25.3-07.9079.. 5...8    .3.8 ..9.3 507/.

.7.2030-.3.39039.3.3.5.347-.3.3...!07025:.34 %.:39039.3%7.  4  #.34 %.2.3007.!03.9:-/.3&3/.:.3907.943843..8.9-:.7.3&3/.3...3&2:2 .!/.:.3 7.8.3!0308.3.3-.7.03943.3.3&3/.9.3!07:-.3.03839073.3.320.3.3/.398477:5943     $.7.507/./03.3!4734.3/.3/.:7.3 :3/.-' 0.508:8.3 :3/.3.3.038!07807..3.3/.35/.  ::09..347.3.3203/474392-:3.5.3.380-.7.8  4  #..3 /03.3.2/03.3%3/.0.2.3 :3/.50.3202.9.3.843.:50..3!07:-.3507-:.3.3./.33.7.703.03039.9.039 $:557088 .8...93/.3203.3.3 /.42.503. !0.3 907..30472.:3  9039..8 &390/.9:0.808047.3 ..8.3.3!47347.38.347.39039.3803..347:58   &390/.3 :3/.3.3. !03.9..%0747.9..3.3  4  #.3.3.3.3.:3  !.30:39:3./. 7.9...389 %7.3&./03.39.:3 9039.39.749.3./03/.. 0.2.9072./.39039.8/.11..3.9.5.3.80.  02-07.3..3.383.3/703  4  #.3&3/.8.2.:0-.3.!/.-0.!07/.-&3/.3 :3/.08589/3.39039.2 &!80-.320.3!0308.3 :3/. 503. 0.8&3/.-07:9 ::0/:..3:2:2 80-.:.3. 3.3$.35/..9.8..9..3907.:202:/..38.8 /..-.33..3..- !0.7.:7.:.5..3!74944:39:03.3 !.38 3.3!073/:3.5.39&3/.3..2:3 203/.343..508:8.494!70..3:39: 20.39039.7.9.3.87-: 7:5.3::2!/.20.509079-./.3.:3025.-:/03.843.3 :3/.3&3/.309079-.2..3&3/.3 :3/. $:50203 43.:.-: /.39039.038!0.8.3007.9:9.503.39.38.3 :3/.3.3.3  4  #.33 !07843 850.9.802-../.3 /.3.3  3/4308.5..3 &3/.749.3 47.3 :3/.9.3.5/.3.9..3 :3/..943./.3507-:..3.8.343.39039.9.:202-. .320307.30/720  4  #..7.38...3507-:9.3..3..9.039438.2.3 .  4  #.39039.3.39.3&3/.3.308:8.3&3/.7.3.3 907:9.50..3.3/.:5/..9.3%3/.3 0.80-.1/..3...3.303::2!07/.9.8&3/.3% (( !7494.93/.38.9..4  #.3.2.3.39039.3&3/..943843.3.34  %.3!0308.3  4  #.0.9.:7 9/.3/!:38%7..3 .3 :3/.

9.35.39.25.35/.820207:... 5.-:8047.3/..8..:3  !.50./.&!90780-:92.0...38:./.5.7.3.-:803.3.0.503.3907.3 203.8 2. 507-:.80-.33.3. 5.3502-47/.8./.5..8.3:2:2  $0-.9.203.9../.8.9:9.907907.7507-:.9:503.2.90780-:9/.3 907.3./...2.:50.3..3.508:8.7.3.509079-.3. .!.38.8.:7:3..3.9/.580-...9.70:39:3.2/03.9.9.3 /.3.:7.187.3.3-././.7.8..

8&!!.9.380805.:3.-./.3/7  /5/.973.3....350.909..3.35/.3.3. -:.3.93/.9.2.:/9025.3 $09.50..:7.907.3.3#0.  !033.3./.7.393/.2:3/./.2#..8.50304.305.3 &3/.3-.3.3.9/.  50.5.38073.  0.3203..5.. 803.2:3.503.5..5/.20.3/.007.8.3/.38:33.39::.3 :3/.7.8:39:-07.2.2.9.2./..7.3 .50..3 3.9.:.33.3::2.... 503:3.50./3.7..2.3..35/.3/..:8 502.:7.89.380-.4./03.9.3.::2 0548..8 !033.3::2.3.3.9.3 -070..9047 /03/.89..:7.89.9:2:2/03.5-07:5..8.31. 40&!9/.:703/.3..32030/.8./03/.3.3.3 0724 /. /723.5.3.35.3.3.:3.7.3.3.3 9.3 207:5. :9.9.3 .  7..85030.8.5.2#&&3 . .390.:/03/.9202-07.5.9.7:5.3/.95030.320.3503003.3/7:39:/../03/. 9.8.33.2025:3.  5.3 80.:3 5.01007.3 !03.547.3::2/9::.3  0.3 -:.8.3-070. .3.19  /3...3.380/9 7-:7:5..7..3-.

3$0. /8003.35033..3502-0.31.11.340.7: 07.11./03.3:8:83.7.3 $97.3:8:80548.3%!   !0.34:3907%7.503.8.33.850507/.3508079.3.!07025:.31.:5.3.3:73.3...3/.:..2.3.5 .33!07843880-.30 :39:.5..3  /03./03.9.9  /../03.3.947/.:.7..32.3-:.220207.89.3.9.3.3.#:.3 /:94047... /. /8003.3/03.850 ./:.70/:9.7.9.3 /:94047.7..3...3202-07.9!03//.3:.3.3/.3/./. /8003.203/:3 447-007.33!078438 /:94047./.507025:.947/.-08!47-007.39...3.8.3 47.8.89.3.2.5:8. :5.7 9039.3#080780723 !47-007..3.3.3.3/.7$0.3907..3508079.70548.3   !0.8  /.503.3 %7.9.8. .7...9.507843.3!07.9.9..33.8079.7: 0548.3!073/:3.8 05 7234& /.3.-08!47.3/03.3!:8.907-07.7.3  .89.!07025:.5.3.3.3508079.357 9039.58.3!0.3-:.308.3&  /03.3/.7..  !0.3#080780723 0.2./:.  0.9.3-:.80-.98079.

3202-07.547.39:47-.7.7../.353.3503:8:3.3..!74538#.907...39.3&/.5033.347-./03.8.3087.8.2. 72344& .7 5073/:3.3# 0.0.8/.89.947/.3507/.7985.30548./.   0203907.33 /.!74538...3!07.3&  0..3  .9.3-:..9050/:.30 9039. 0203907.9.:25:7/.3 !7453805:.9.8/.3.3 50.7.5.-007.!74538#.32.3!07025:.3#03.3  05.3 507/.39.3./.3447/3.8 !03.11.30802-07 9039.:.3.3 !439..:3 /$.-20../03.2!745 05:.5033.33.3  /03.3827.-08!47-007.3..3947!03:-:3438:.07.3.3..!03.2503.73/.9. /:94047.2/./.33!078438 /:940 47.8.3#/.903/07.8..3&/03.2.89.3.3!07/.:39: 2033..9.347..947/.203.8/.7.347.&9.3 50.9.9.30548.7   !0.11.7.9.3::8%:.8.8..8 02.8.3203.9!07.3:353.3202-07.7.3508079.-08!47-007.8/..:3.: :2.07.9.89../.0 $8902 /:9508079.3 508079.3.3#080780723!47-007.31..3.3/.34.3/.3.3/.980./.9./.3805. /8003.3$0.9.3.343805.8 /..347.3.3.947/.79039.907.3.7..3$07.3:3 9039.3.8.3 !74538$:2.2202-..3 1./. -07.3087. !0./:.73/.3!745 $:2.3.3!073/:3.. 0.:/. .7./03.07.307. .33..8$/.3/09.:3 /0/.5.8./.5.340.27.89.39039.2.33!078438 /:9 47.308./03.5:8.2.3.7#/ :..3.3.:3 /0/:9..27.9.20.80903.9.3.3 7.9.3 .3.8.3!02-07/.3.342-.2..3/.380389.3 5073/:3.3-007.7.72033./.8.3.8./.4.0.33 /.08&9./.305.3.7.30!07.. /8003.203003.:5:3202-.39.&9.58.33078 /.3.947/.905.38.31.3!07.20302-.3:897.3.7..347...70548.3.3-075.5.3.89.89.3 508079.9.3$   $023.27../4 !74538$:.3/:3/..7.3%2:7 0/.3.39.2.3-:.3!03.!74538.7 0548.3947.3:3:.07843.3447/3.:./.#$.5./..8.2.3$.07.3!07025:.3.3447/3.9.9.. /03..3%2:7  0203907.39.  /8003.2.3-.89.../.3%7..7& ..8/.4.3507/./.890.947/.79.2.3.5033.39.907..3#.3%7.3.2.5.:39:203/4743502-039:./.7. 0203907./03.5.3.3/9::.3..9.39:5.3.5:8./ !74538$:2..3087.-08!47-007.3848.33/.33. 47.8.9.7.08$0.7./.9..3%.393%7.3/#08947.8.35033.3.5.3!07/.3-:.3.30.3$:.. /8003.3503.9  /.9.9.. .7: 0548.39.7.8.4. 0.0:89.9.2.947/.-.3!74538.2.5:8.3#.8   !0.: :2.: 0/.&9.790203%03.

907.80.8:8!07/.320.903 3/7.347.:4.3..5.790203%03.7.8!03//..7 47.34 %.3 .9.3 8079.3.903 3/7.9.:.2.3803.-:5..39.5.7.3:7:$/.8../.3 5033.3$48...89.89.-:5.:/.8./.&9.9574538  $.9.3./.3!07902:./.9 0548.:3907../.3..3/..5.8/.090/703-007..5:8..9.3.82.5400.3.3/.9..:-007./.9.8.30 0.33.9.3 /3..8:8 80..7.. !74538#.2.8:8  07/..9809. /907:8../.3!07025:.3$%!/3/7.8.7907.3.3.2.0.8.3947...3/.2.8:825.95020739.8.790203$48.703.2070.3-.8.3503:.3..9.703.203.9033/7.3..!74538..3...302:/.3 90780-:98.3/3/4308.380.3!.98:9:39:/..3!07/./03.05.3!07025:.9 !020739.7./.8.9.7.::5 /8008.8.8:8507/.3389.303.9.0./..2/!03.7..3:39:574808503:39:9.3.2!03.07.3.. !020739..203..:3 9.3$203.7../03.38.400548.3..3/.07.8.8.3.750309.2.9: :2.2.8-007. !03.47-.3.3!07/.3-07././.3.7 .547.3 3.:3:2.3$#20.7.8.8.5:8.3!07/.-0 ..3 :3/.3/4308.7.:3 9039.438::2.3503:3.8!747.2 5747.%./03.3.3  %.907.%2:7 !020739..5.9:/. 330 /.: /03..903%::3.-007../574808/.3.808.3.820.3.-:5.305.:/..390.8:8 .8:8 507/..3 ! ./...3/.90790780-:9 0/.347.8008.8./503:7:3.3!073/:3.5.3/.9!020739.39.-03.7.3.3.7  05.3.3:93..380-..  05.!03.347..3.3$4.:0:.!74538$:2.79:2:33../.8.2././.3 :.:3        4 %.3507025:.2.8.20.3507/.2:39/.:/.2.8$9039.3/4308./03.9. .89.9.3503:..709   /..790203%03.8.3 080.3/25..3%7./.8:890780-:980-.8:8 .5.5.33.05.3&3/. 2.8:8507/..32.-.3503.-:5.07.3.2.5.3!07025:.3/9.:3/.3508079.390780-:9 /507:3.5..3907.7.3.:.8. ./03.  9.4.3  .7.:3/.9./.79.3400548.33..347.  !020739.3.8:890.7 -03.940$/./.3!07803                ..5:8.&9.3 %2/.3827.2!03.3/.33.7 !74538 -0-07.2...8.3#080780723$! #5./.3/.3.73.30.3827./...9/93.5.3/..33.3.3..3.7.38!020739.5...3.9.3:39::7:/.:3 203:8:324/:50.:3 907./.2 !03.2503.5.8$48.7.3%7.3!07/.3 :3/.3 7.33.3.300.

3!48 /.$! #    .3503.3./.3-07.3 7.3.9:./././.7.9:!03.:-.8.3 ./../:5.38:/. .:3503.33.25../.3::2.3#.30 203. #.3::2.390.90. 7.25.7-07-.5.8.3  . !03:3.: $:2.438::2.8..907.438/.7.8.38. 907939.30 0.8.39.547.907..%.3 90./.:3-:.3-.3..:..7..                         $:2-07..7-07-. .05.203.8  '438::2./.3802.97.7-:.#5 :9.  !03.3::2..:.07803.4.:3 80-0:23.907939.3/..8.30070/.39.5.3 9.07.47.3/.7..3  O %/.:3    4 %..3.#5 :9.8.:3503. 330 0802-07   %.8:2-07 . 2070.8:8!07/.39078.&9.: 05:./.3.3/.:39:/.2.39.3 0!03.438.-078..3.9:.3.8:2-07    8./.:3 #.3-.9 ..3..0.3-078.25030/..3.3-07.25:3  .97..3.203/./3. ..7./.7. /.3 .:8./.3&3/..3 .393/.:3 9039.3.3 !073/:3.3 $:.8 /.3/3/4308./../.:.07/ 574538 $:2.:3%07/.3 /03..3.39.3.0.305.9:8/.3.7.438::2..9:.3.%2:7 .35.-08!47/.05./.438503.7.39.3/.9:.5.8/:25:.3    ::2.9:..3700../.7.9/09.39:39:9.3#080780723.3../. 9. 0.7.3-.3.3.3/.5.7...9.11.390.90--07.350.07$9.9..438::2.7$02-73 $02039.2 07/.8.39/03.3:3/.30548.7::2.2574808503.8:8.7../03.8:83.380-0:23.38093 933./.:3 0../.9 .8.3-07.5.9.8./5:9:8 2.:39:503:39:9.97.11..:3 9.3503.3848./.3/.::2..9.33.9:39:9.3 /..11.7.3-0-..203:.35.5.3!03.-0 !:9:8.3/03.8.253907/.305.9-.390.3/03/./25.9...3.%03.7-0-07.$0./.3/03/.9.8/.0548.3203:3:5:9:8..7.7 -:.289..2.7. 808:.8./.9 .3007 %0-3%3:.202-:.3 .7.703.7 /. .8.7.9/.79.97.'438::2.11.0708!78.3.34 %.3::2.380/.3.3/.7.203/...08&9.9.:7 $:.3::2.39078.47.3 4.39. 802.32033/. 09:3 .0.:3        ::2./.370.3%2:7 /.-:./.3203/.38073/:3.3/03.

9.39..7.9. -0.3::239073.3/.39/..34343 .3.2./03.::23/4308.3 :3/./:8.9.339.7.3!07.380-07./.20303.9203/:30/:5.3 .7.843.3...7.34  %.3/. :39:203.7.8.3/.8:8./8:2-07 503..3 .9 09003#.3 -073/:3/30.703. 9::. 907-039:0:.8330.35.02..7-.507.3!07/./..330.9./:-007..3!07809::.0732039413/4308.:.83/.943.7:8/-3..3..30..2-:.7.3!0308.3203.3 /::3.90.7.2.3-.9./.7..9.9.32.3.347./03.95030.7../.7.3:.7..5...3/4308.$3./. .7.820. 0.8.3.3 /.202-:.3/.30.:3 9039.720 507/.7$:39:3/4308.3 :3/.. ././8-.907/0..7.8..:39:203::250.34 %..38.3...3.7.502-.:.9//.80507928.30.3.07 /.3503.#-07:8.2.330.3/.880.03/7%--40.8 2.7.98.3.7.3!0308.347./:3.32.3:8. 0084.203.7./.3.30.33.7.20303.47-.7.39.39.7.8:/.9. ./.8./.47-.3507/.3.3.8.347.20250/:.8:2-07.80.2.3507/.7!020739.797.7.3..73 !020739.25:202-07.3/02-.2.9.0..389  ./.93.3.5.23.2/902:.7. .3.:9:  07.7.5.#05:- 3/4308.03723.39.3%2-.:897..39.8:/.:897.!/.9::.80-.73007.383.-.3::2 !07/.30 /5:9:8::2./.9.503.3/./.3 97.30897.:80.320.508079..4343:39:!0307.3!020739.320308549.#05:-3/4308.3..23007.30  20.503/0548.843..8..9.: 43107038!030.-:..909..307.9..2../.07.920325..3.8.3 7.8.3#  07.!033/.7.33.7.%07.3.%03.3:39: 202-:..3/03.19..3/.7.5. 431070383:.3.347..39.3.909.3.330.30/.35078047..3 30./7 47.  94  .7::2.3/903.8350.8:8. /507:. 20207...7$ 47./740:9.7./.30././..2.3 202-07.0548.9-08.3 0-7:.9039.507.9:5.:8..3.347.347.39 507-:/.$07.7.7. $3.3!0.30.33.32. .347.8..08./.3.339073.3.8889./.2/.7.3..90..9:.3 07.90.9 -07.3-073.7!03.7.7:8-078..39.7   207.3:897.5:7.7.8-.080../03.703.3203.8.9:20.7.!020739.7.3...47-.3.2. ..30..803/7 803/7402.9.  $0-.3 !020739.703.3.2..38790780-:9  07.2.02-.3 /7/.0.3.9/507.:50/41./-3.47-..40 !03.11.3 /03.33.7.3/:897.3.9429203-078.3 907-./.  431070383/.79743.-:.33.8..99078 /.3:8./.9.9. .....39.5033/.:80-.7.9.3:.32033./03.073203941434314790$:7703/0741 :9.350/4105.3.3/904.3.3..43:9:..39:.390/89 5. %70..7.39/.3.3 47..3-.:&3/..3&3/.3. 0.3 7.7 .3::2..7.33.93/4308.2.7.7../03.3.-.:507/.. 30.3.39.33/4308.83 2.07..-079::.3../:.3007.9503//.97.3803.37 7002039 -09003904.3/.5.57.3!020739.39074.9/.3/.5:..3 80.2.3507/.950393/.47.5:7..380-.0 1103/078 7 .9.2 $9:.3..73..3.:39039.:3503..9 03/7-07.3.39:3 /7/803./...5:7.3.8507/.30.38.7.79.39.!020739.3::2.3.3$3. .39/.83 :.203..905.2!48 0-7:.

8.. 07.3 .347.9:.9.03.3:39:503.:507/.7.   2803.320.8949.  2907/7 /.3.99.230073/4308.3/.-47$4/.:80:.3:.33/4308.0.3/4308..:93. 207.3507/.9.2.3./.389.///.83.33.3/4308.8.94.: 39.3:./.84..9431477..3/4308.$07.7.3 429203/::3.9.3 97.27.839.:9./.2..943   -007./.  042542.: 5:..7. .3-./..08.8:05..3507/.3/.39:...3-...-:5.2025:3..3503:.090/703 $ 207.3.38079.9:025.3 5073/:3.3907.9.847-.3/..3/.3.8.9.3.7.38!020739.347.90780-:9 /9::..7 5:.3703907./.. :5.303/4308...3.9.79 $ 39073.8-.943..3-08. /.08...3.39.7..:3  207..3.3 -.9.350.  !03.:3 /..5030.8.9072..11.8 -.9203.8.8 /.&$ :9./.943422843   /..3::2:39:203039.347.9 :5.3507/.339073.:0907.3.3..2.3805079$.347.33.:503//.8 0.25074/0. -07:5.943.7./.. .9.-..207:5. /.943.9..9803.3.202507:.843.3.903.3 7.307.303907147 39073. 202-07.92.7.3.$07.9.780-.20.3#05:-3/4308.7/.8.8./.20207. 7.00.07  $0-.7.342:39. $39073.339.

.49.8.39../03.:.8.9.3:3.39.9.  /.5:7..3..:/..3/03.203.. :9.3907..5./.9 05474:8.3 !%  030. 53... /03.3:2.38.9./902-:8 02.3.9502-07.5:.3.3.7.. 49..93. 93.35:./..7.!.380.  49..320.30:.3 $:2.383%.:/.//507-./902-:8/03. !.9.7.3.: .3%./.7.3. /0.38:/.   /2.8.3.3-.3!%/30. 4.39025.:3  !020739..8.7.7 .39./03.3.3.2 %....32:33.2503.90780-:9 8073.9.3:3!3.-.7.3202:./.73007 #4803-07    %3. ./..3.7.3-07-.3%2:7203::%.9:./843.3 503025.&9.5:.804.97.//.7..0:30.8. /.9.39.-.3$3.9.9.9203:::.9.39.8. ...7.39:3 $:.8.08&9.3 .-07.9.330.574538/.23007 2.9:8!%:.7.7.3574538//.3.8.3/..347-. %. 02. 8.503/:/:30.:7..7.: !439.2.8.3.3.7.-079..3/.33/4308./.3507/.38050790/.907.:$:2.:5:3/03..3 .5.97./8. $0..920.2.92:/.8.9.90780-:9  . -..07.3 $0203.47.3 270803.39:8 /.7.8..509..8.3#.389/.3 .3-070:.73/4308.3 05:.507-.0/:.507-.3-07:3:380-.3!03/.!%90780-:9.//.347.2.203.2.8.35:.3.7.2.39.07.8.847.:32070.9. 203/:30907-..574538 574538/!:.39./03.39.39.3.3 ..203.%2:7 $07.:.7.92:/.7.909./.3.3..3%2:7 /.3.3 507-.2.7.2.909.8..3 $07.2.:3 9.3:3. /03.40!020739./.3202..7.: .9 5474:8 2:/.3.3!./.35../.907.:9 8..72:3 #..: $.907:3.2./.  !07-.3$..330.389. 3943 .9 :3:.9. :2.3./.3-07.3.8.7.380.83/.3.3/03.80-.

79.42. $-..3-.7.34 %.9.8 502:...3:39:202:..:0/..3...9..7..909.35073/:3.70 $:.3 04342 503//. #. $:7...9.3 47.-070..03...3503.3/4308.3::23/4308.9:/0/.2.3 ::2/.8::5.20307..9:39:-007.9070-.3.8.7.3507/.9 .9 02-.32.3 :9.9. !07.3.339073.3.3297..8.5 /03..747-.02-.3.843.73007  808:.3 :8.#-078.8.3 -079.2-.7...3/4308..2.2.7.3:7.5/507:.3 3/4308.5.-202-07./9025.909.9 0-:3..7.3:.8..:5:3/:.93.347-.3/9025.:39:/5007.9..9...2.2.253.3080.2507/.2.3:3.3 ...03/4308.2 :8.3:-:3...3..9-07-.3.9.3.30-.07.79.8079.3-07-.07.%2:7  !#& # 073/:3.8.91  :.82..23007 9072.318 588 703907.3-..25:.7.302..38079..2:7.3503././03.3 502:.5073/:3./. ..!.: 3943 .3.../.340!020739.3.8.703.!020739..32070.3.39: /.39:.3 /.203..3.3080..:39039.2.3-0723.39:.. 5.4.38. 3/4308.3#05:-3/4308.203:8.502-07.00:./.   80-.: :2.3.8.9!07:7:.3$.3503.8050799: 803.3-007..843.843.:80-.3:3..::2/.7..9.9.3.3:5.3:5.9.//.3.3503/.9.%03.3 0/.907..3/99/ /.3 %2:7 :.302-.39.347-.3::2-.3:./2.07.3 202-.3  070./.3/.3.8./50749...3.9:..-7 5.8.9 9025.30.7.3%3 /.3.7 .-.3 0-:3 8.9202-039:02-.8:202-07.:03:3.3:39:202-07.-07..305.:02.08$0.9./.5:3/.39.7 4947 907.9:9../.3 &5.35073/:3.:5:339073.73007.3.8.3/50/.3 43803 /.8-.8-.3202-07.3 ./.8.3  &39:2033.8.2&3/.3 05:.-070..8.-.3 70.3!%5.39:./:.33..9 /.330.39/.7./239..8 503.3 $:2.3 ..7../ .29025.. 7:2. 30.320325:32070.3-.-07.843..73007 !07..-.8.33.  !.3/.3..3205:90.7.9072.-.3/.3!/.32. .7.3.7.  !..3/. %.3 0/./03..3..3-.9 /.380./..0 3/4308.25:3.7.!%9:202.:. $02.02-.3  808-9..3/-07.-/.:09 :.3 ../.907.3 !020739.9.#202-07...9.3.8.8..350/:/03.3507:3/.3.3502:.3907.%03.3.9.  .3#/:.3 .9.3 8079.:39.7.805079.3. 3.8503/:/:39..7..3#. //.3  5073/:3..8.:-.805.3 :3/. .9:7. 47..3.2.22. 5007.9.35078047..7.3:3&-.3.8.9:7/..3/..%2:7 !.8 !020739.9 /.3../23897.8 5. -.507-.30.3 -8.203:8.3 2070.347.!0.8.33.7.3#05:- 3/4308.3.30..&9.3/507:..2.7007  !073/:3.8.3.25:3..7.305.9..70 5.!07.35073/:3.3:3:.7..3.30.3:3/.7.3507.!03.3503./.2.30385007. /.-9. 502-07/. %03.709 /.3..3 .9.

.25:3..98:9203.3507/.32./.3/.203. 0548.!74944/.3::23/4308.8.33 3././:.8.8.703.703.3/.2070..23007 803.8.3..9..7.:79/.31:383.7.2-..3.3-007.9./.9.:..  47-.3..20.3 :39:203.8503.2.8.9.3078..3.208:9.:2.9: 31472.3502:.:9/.3 70947./80947 31472.2.-07-.32070.790203:.9.9.3438:07  05.8.320.99079039: 8.33.9. 0805.32..9!073/:3.703...  /:. .50.3.3.-07.447/3.808.30.3.2..3203.305./.547.3.8.3-.07./:.3/4308.47-..3.2:3:39:903.8/.73007 8:/.3.23007 5073/:3.73007..30/././-07.7!07..2.:.!02-07/./.-./9.9.3.:. -.9.-.3-.39:. 203.302.7:7.#4247.73007-07./.3#/:.3.308025..9:30.8:503.3 507:/80-.7.9  /.8..3:3. /70947.730075.9//.03503025.903/07.2-039:507.3..5/ 9025.7007  %03...7.3/..3/.3 03907080.07.343803 9072.3/4:203027. % .70828073./809471472..3-007.3/80./9. 9/.-0727.3.33  0.8:.347.9/./.7:.9:8.7:8/.33.-80947 80947808:.808.8:08:./../03..3 203.3/.3..:2:23..039070.8085073/:3.39:.8./..20.203.3/.3 03907$48.3..3 !07025:.07.54740.9.820303.5.320/8 58448/.

03 !!.

05 '.

.

 .

$.

$.

.

  .

&.

 !  .

 .

.

0   $:2..3   03::#$.7..8.2-#$.9-007.3/3/4308.$0.0/.8.3:9.33.3%075.3202-039:!:8.3.3.3!:8.  0548../:/-.848.3.907.9!0.25:3#$.7.90548.3   $:2./:/-0-07./:47-..3/.3%075.#:2.7.3.3%075.7:88.3!0.80././4907/.3..3/.850848.9/03.3..3.3  #$.!0.7:2.3.3/507:.3.907.85253..7.3%07.7../.2#$.3740.3 .:   $:2...5..3  .3..747-./..0.3-.3/03.3.7.85020/8 588 2.90548./.9907./.:5:3.8079.:2..7./:#$0548.9 #$.-0 !:8.50.7.35007..3007.3.07.9!0.3.9/.808.3.../:.3-078.!:8.7...07.3#$.5.8.3.3.3%075.25:3  .: #$.3.8..$..7.#$.2..03::   .3 2:/.3%075. 7:2.!.3.3.3. /::/..7.02-.3 ::2 $0-.:.7..203....3507.&9./03.907.   05:.9075.8.5 !07025:.3#.3-.9.7:  #$.5.%0-3%3  .3  %./:. 447/3. 9039..2-   #.!.3/.9 5844  503/! # 8079.9:2:2!:8..9!0.7.9!0.

:3 90.3.35073/:3..3. #!$ / . /.3$0.%::3.3#$.9 #$.3   .::#$.3.7   .33..3080.!.38.3848.#$.3.8.5.7..7.$0794484 $:7..39.-.7.8  .8:2 !4743   .7   $:.89.7.7:38:73.7.3.7.5..3.3%03..%03. ../4   47439.3.9/93.7.9#$.%2:7 #$.7..7.:2.43/8.9#$.$.72./.5:.%2:7#$.3..:.$02.08%03.3.3.5..90548.7.7.-:2   .3703..3   4.95:8./03.370.!073/:3.3..83   $:..38   .!439.8!74538 02-.7.4 0548.7..3.3./03.09:3   .   . #$.5:7.39.358448 50302-.5..3...3$48.3  #$.7.9.7.38...3507.2.3.3/.2-43   .39.3.5.7.#$.2. 47...3.... /.7..3.79.2.3/0/.2   :8.7.08%03.380947907.&9.3 502:.08&9.3%2:7#$.7..8.5:.790203$48..907..3#!$/-07-.7./.3.3/:3  #$$0.93/.9.7   :8.  $:2-07..3.55.%03.5.3...0/7  #$.3203/::30-071:38.79. 2.!. !073/:3.3 $02.8.3./.3.3.3.::&9.305..3.3.7.7.318/.-08!47    05.3/.0.9.#$.8848.!.9.7.%7.03/.3903   0974.7./.7.#$.  #$.:   $:. ! $ 47.7.9  #$724-0.2-:5:8.5.3$:2.33.8 .89.007.90   !..08$0.$.70872.3.7.3  $:.394 7.3   .#:2.#$.#$.33:3./020548..#$.907:.:.07. 035.:5.3  #$..3.   . #$!45:8$:.3.9:39: 20257.7.3 20::/.3/.2.39.3. #!$390..7..3#$..3:  #$.3.   .%073.  .88.3 ./..3.80/:5..2./848.202-039:#:2.3.%03.:3  #$.8 ..3.3.8.50302-.3.3.7.79.3 .389:. ..3 203.3.8848.907...9.574538 #!$202-07.9.7. $:..#.7.79.7..3/.7.9..

3.8.!:8..3#$&/49..3 -.3/.3.-:5.3..3%075.3-0:2./.903.8.3.&39:202507:.3 !0.3 #08479 ..3:8:8 #! /0548./:./.3.30548.:./.9!0. !74538 0548.3.7 $! #202-039:#:.3.07./#$0548.-08..07.3.3//..

8:47-.3907:8/507:.39./:39.3 9072./.3.3.:3 90.34.3 %.3.40!48.3507/..49.203.257/80:7: 0548. .305.:39:202-07.3/.47-.. #:.5.3.:2.8803.3.3:8:83..30.3!0./3/4308./.903.3/04. -07..3.7. 507025:.-:5.9.. -07.3./.07.8/-039:#!803.50548.809.390780-.3.3#08479 .

39.07.::   .70872.9   $:2.35007. /80:7:3/4308.202-07.3507/.385479.3848.2.393/.3 -.7.  :2..3.8.790203$48.2-039:-.3 0907.3.3..:8:83.  %.   .9.3/.907.3.3%2:7    #.5. $:2-07.3..25:3   $:...3-072.305.2./.07.3:.39:./.3503//.   0548.3827.8:47-.9  .   .%2:7  .   .3827.08%03./.49..305.07.7..7.9.:   $:..   $:2.07..347-.2.2  .%03.3 %7.5:.7.007. #! :39  0548.08&9.3-072.79.3$0.4   03::   $:.5.3.07.#.7.347.3//.27.%03.-07:5.9././2.3..-08!47    .7.25: 202507400/:5.3..3740.3!0.7..3%03.07.0..   0974.3:39:-.3   .347..27.39.9   ./-07.    :8.7.   .7.3.8502:.8.503.3.9.3/.3.3.25. #! :39   .   .32.:3.39..97.92..9   .3    47439.25:3./.389 /0-.9   :8.7.39:.305.3/7/.::&9.3.   4.8./.   $:2.7:88.%2:7   !..907.202-. 9072.39:202-07.3 8079.305.:.39.8/.8%03.790203%03.08$0.3/3/4308.350./9::.7.3 503.2-   ..397.. 5007../.09:3   $:.502:.08%03.3/.$0..907.3:8:8 #! 0548.&9.3/.8.79.3   .3..3903   ..2.8..7.72070.-0 #:..3507/.8 05.7.47-.%03.3%7.9.

9.2539: .47-.305.3.7.3-.38.3/03.3.340!020739.8.:2./.30/:/:..3..7/80:2.3::2/.49./-07.9!0...347.3507/.574538/3/4308.. $/./.3./-07..3.347.3:.8.-08.3 ::2-07.2038./..33.3 %075./ -0-07. 05.3-07.39:.759 950909.8.3507/.3/..82.03907 $0907.340!:8.38073...347.3./: 4203 878803907 %7./239.253./.3 /8003.07.5.3:.9.7.47-.32.:745303907.3.9.

8...75987...

.

 : .3/0 55990!03:3.

08 8 .89.. .950909.9437.

...8.4:39208.759 /439.

759890 950909.8.

//3 79 <..3430<5 9- 54/5.883907!740/85.3430850.

8908.759950909.

759 87.8.995....

.

20/.209. 47.

.

948.3/0 55990&807!./.

$.7598.

950909.9437.&808 8 . ..

4:39208...8.759 /439..

2   $:2.907.3740.34203 878803970 .  .!07025:.3..   05:.905.33.7.9:7. $/./0 %# 4203 878803907 .7.3.03907 $0907/.%:3.8-..3!073/:3./.907.!07025:.07.3!073/:3.3:3/../:! # .8.:.34203 878803970 03::  .2   $:2.02-.3%03.3%7-:.3  #..9745303907.97.7.7.79.. !!.907.8 503:38..9!0.9 .8 .8..34203 878803970 !.745303907!:8.3/:3  .49.: !# /:2.3..348:43 /70303907/4..3.390.2 $0907 !020739./8../: !02-07/.907.3 ..39.97.398:3..3!:8.3#.3/8003.:2.3/:3!:8.8.0.:$0907!:8...-0 4203 878803970 %7.3.3.07.07...3/.3!07025:./.38.79.3 !%! .9.3   03::.9/3/4308.3745303907 .$0.7.03970/!/0/...3.11..340!020739..38:.9.9!0..3   $:2.347-. ..07.:$0907.. ! !:8..-07-:.8.3%075.33.!07025:.7:88.2%7.3 !02-3.8.  %.9.9.759. !! 0/.34203 878803970 !.3%075. ..9!0.&9.9.3 7.  !74538 $0907.8.3!07025:..#.:745303907  .9!02-0.:2..

.3!09./.9.4203 878803907$:7.07.5030.03907.78803907 ! $0907$3.3-07. 2.3.79.38.39.3.3::2././.$2021..3-. : .8./.88. .$0.3::205.3  !.3  .3.8.7203:39:9/.$:7. .9.39007.3 /8.79.3# .%2:7$..253.!07025:.5..8/.8.905.7.3-079.4.    0-07..7  :8.%03.%03.3 ...3 !!  4203 878803970.3/.3-.3447/3.79.9.39:.3 203.47-.3::290..8502-07...33. $.9  02. .3%07..89.7.-.!:8./.3.../.25:3 ..!07025:.3 ! ..39:.9./.11. /.3/4308./.3.3. 3943  !74538 $0907./. .3.38.3!007..3.   !439.79.3.79.3.9$0907...38!03.39.0 0/..  .7.91 202-07.::2.34203 87880397047:2!0207.2..:39:0.7.8/. !07025:. .-07-.47-.3::2/.  !:8.39:.3 !.5.320/8 58448 70.5:7..39:.3 !439.7.:745303907  $:.39:..02-.3:8:83..39..9.30:.33/4308. 438:9.340!020739.02-.3 !.33...39:.#1.2  $:2-0702034087.79.  .//4743:39: 202-07./.3::2.07  07-..39:.3::2  .3.79..3.  02-..3!03. .9..91.8. 0/.8::2/.3.8.!:8.30.91 2.27.3::2.3.3::205.3..2: .338.  8848.30:...:02-..843.8 7.0 0/.-.08$0../-0-07.02-.$0..253-.!07025:..79.97.9.338.3.3848.39:.3802.5.3 3/4308.3!073/:3../.9:.2-.8.7./..:5:3 -.8/..3 ! 3/4308.39:.9.73/.7.3 ..!0725:3.302-..4203 878803907 42-.4.80507928.805..3::2:39:.3 .8!07025:.88.2202-07.403 #02.9:89.39.3::2:39:../4/./.%2:7 ..02-.34203 878803907 ! !:740794   4.9:..3 !./.2. $:7.79.3   .9/./.8. .7.-9. ! .3  .805079 02-...-./4 &:3!.3  8.02-..3 !.3507/.7 ../.3::220.3::23/4308.347.3/.5!07025:. 438:9.3/:3 4.3 .3/80/.39:.94203 87880397097.:2.8.7.3.7.4203 878803907 4.79.2  428::2.

.39:.25302-.202-07..47-.3.-.3.3203.8/.7..33/4308.3::205.3 ::2  :899.0..7  02-.3 .3  !07805847-.3 80-.9/. /.8.3 202:9. 80-.:5:3/.253.:5./. .347.. .3 .3.30.3.8:2-07 97.5.8./.8/.9.07.33/4308../.3 97.8/./...3/.7..8.3507/.438478:2!02-0.38.3.3..3503/. /..7.:.3!07025:.3503/..5.3/507.9 !439.3.::23..3  !! .... :5./.808-.33.3 503:39:9..3./... 503.39:./.3803.. 80-.3::2/.3..39:...7/.3947.7..7985.07..20893.2.3.3.: 97.3-07-.253.3:9-075.5030.3.07./. .47-.5 50.5./.3:8.3:2..347.9//.88.9.73.9::.5507/..5.  02-.5./.  .980/.3892. 9072.3907.-:7:27./.3/.305...9:::2.3574808::23.11.347.:507/.$.'0743.0 503.347.390780-.3::2  :899.3.9.25../.07 507/.:5:38:/.8  -.7:8/3/:39/.3  02-.80/...3  8.82.9..007.3 2..8.07.3.720.347..8..9.3.. 803.8.8-0:2203./.3./.39:.8.3-..3907.3/574538 ..8.11..32025:3. 5030.:8207:5.3 078. 2070.8:2070.347.2.#907:8203/4743 9:2-:3.  .07  02-.39..::247-.3..3 503..:47-.3380.2.3-..22033/.3 0.3507/.3/./..3.7.3./../03.38:33.9:8.3../.7.:7:7...33.35073/:3.3...0./..8.3::2. 08. .347.$ .7.7.3 .07 /907:8.70 ../.3507/.9..3897.8202-07./.37039.8/..3!02-07/.502-07...3.02-.7.7:8/507:..7/80:7:574538/3/4308.73..331472. ..9:9/.90780-:9/.8.3..3 0.3507/.2070.::2 0548.90780-:9 /5077..3507/.3207:5.302-.75:8..5.3/.3.5033.203798307.39:.3!03.8.2:32.3907.: 97. /./.347..3/903.3/507:.$/..:507/.32070.50.7.3  /.305.3-0703.  ! .380-..72070.3:7.9.3./.3::2..39:.305.. 042542.02-.3/.85.350./03.9503/.202:/.39:.3 !.9.  !& ..11.5.3 03...320303.3202.:5:38:/.3::2!07025:.25:3 .8.39././.393/.5.:580:7:49.7.3.9.347-...35.. 02-.347..503.9.3.3/.438:9.5.3.3::290780-:9 .32.908/-07-.3:.8.3-072.203/.3203025:.3!0.3.380925.33.90780-:9 !020739.07..347.2:5.3.:.3-07.8.3  3..805.8./47-.9.3::2/.25:3  02-.9 5:8.3503.33/4308.39:.50702-... 47-.3..950.:5:38.9.50.:39:0.3!073/:3.:.203.07.3$7.07.:-.8.3438:9..:/.3:5.

3/83.5.8.3 507.9.3.9/50740 90.3/-0-07.331472..2-93/.3/03.3 $/.3 /3/:3  . .709042548.3.9/.9.109 /.3!07025:.3 203.3..9 80507928.7 !020739. .20/.:.9842 !09:. .7..7.3 .3 05.2502-079.3 80507928.3 05.2..30203907.3507/.8.9.3./..3&$90.3.7.3 //8023.4.3.3 .30203907...8.9.8.5.38.3.3.39:.3..3/9025.2.40 !020739..3 /.3!020739.80.80-.8.380507928./.3!7.7.3/.8..8..305.9/ .3:.8..347.3  $0.27.9025.3/.8&39:0./.3$.3-07.947/.3.:.3.350/: .:2.3/.740#4803-07   -.32070.88.3507..3.....:.3:39:5747.9.8  ..880907 509:.3.305..37039.35.9/.80.3../-.7.580.203.47-.203/:3/72070.380507:3..3.339073..3 .380.2./.3 507/.3.3/.07.3907.39::39:/80-.30.8 /3.11..2.7.30-.9203.3/.3!020739.7:83.3502:.32.7.5.8907.3//8023./..:/.3 :..380.20./. 27.:39:203/.503.3/0:.8.347..23..39:.3/03.8../03./03./3.53..3-078.9.3/.32./03./.9..3-079:./.2.3 2.2.3...2070.847-.3..347-.3 ..39..3/.9.35073/:3.3.8/.8-.7/.3080.:.32030:.7039.3-..805.3.3.02.0-20:.38:3 05.9.3092-.5.37./. 207.2.8../.3.324394730.3/3.9.8079.8.7:.7:8/-07.70.3:39:/503:9/.5007..39/.5 507/.5.73007 3.35030.33.909.8.723.3!02-07/.3033/. .8.331472.. 803/7. .5.8.:07.2:32.9.07..3080.::5202-07.7!07.3.7.80-.2.3  /.5.202507.350/:/80:7:3/4308.:0.042542.  $-007./.27../.809025.9. 80507928.9..3 93/./47-.3$.2-007./.3507/.809025..7... .3.3447/3.9.8/.3 .253 47-.9.2507-.7.7.9.8.7.9..3..435007. 702.380.7.39  07-.5.. !.2.589:.90548.320.3.7. :.3-.3...3/-07.5.90!07/.07.3-::8.804.3 509:.:.9.723.3/50/08.9..3.7.33.3-07.2070.8.3 .50...2070.3/:.8/.347.:.3.3848.3202-.907.03/07:3203.380.7.33.3.7.3508.3-0:2202..9/.3 $ /.3  8023..3#.8423-007./.3:39:20207.3..8.3.397.3.73. %09.380..3!:..3 /.9  !02-07.9.8 /3.3.847-.:/2..809039:.042542.2..:97.. 2.3/.5:3203. .9. .3...  -007..32:33/902:/9025.3&$20307-9./-07.7.8-.3!020739./03. 20307-9.35073....47-.3  202-07.8503/.:/-07.:..507025:..3/0399.:20390/27.3 0.30.89039.80-.3-4409.3!07025:.305.331472.843.3 70.907.3#/:..3/./.3/3.4.3 09039:.39/.3400203907.25.438038079.3 /.347../.305./:5..3!02-07/./03.3/.3 47:2.2..3-07-..3805079..35073/:3.3/.3:8./.8./03.20..90548.8.380.3.73.7.809.3./.07 202-07.3.2070.3 .5:.::3/4.8203.-..3.805.  $48./3.380-0:2502-07.3/0399.

3..54390203907.. !% $/..3.22.3!07.347.8 $48.350/42.3-.7:83.347... 9.38.32033.8./.3 / .3 7.3 05.3.347.3!07025:.3  #05.3:..3.7..05.3.35./.3.347-.3 #! !07..9!020739.5.3 !% /30.257.8.202-07./03.3/.3.843.3/.802.!073/:3.9..350.38.3.9-0793/..: #:2.5..3-07:/: 3/4308.!020739.35.7./.9.80-./.3.39.3.35073/:3..:.2070.:.3 507/.9. :9.3 !07/.5..3/.383 %../.7.3  .&39:802.:3 90.9::.3  $ !3/.9/.3203:8:324/: 24/:503//.-07..2.3#/:...3 507/..3!02:.3!03/.7.80-0:23.8848.3.:3 203.. .07./.33.7.3202:.39070-.2.9425.7..305...7.0.3907:8/848.!020739././.3.8:$/.8.7.347-.9//.3$9./.305.5.3#0.47-.!:8..3#/30. 9072..3.7.90507/.5.5.9.39./.80.3-07-.97.3 &5.002-.-0780/.3/.3.3:2.8 : .3/8:8:39.5.3/:.3#98./. 5747.7..8. .-9.3!02-07/.9.3-078.3.5.203.3.8.3-007.3!03.9-.3.314.280.9.3.8.347.47.!7480/:7 $ ! !02:./.39.27.340 05.7...7 507.. # .8.347./.33.2 30079072.3507/.3/.547. .305..790203$48.73/4308.-07503/.25.0548.3.!%90780-:9-.5.3$48.5.3.3.8/.50304.# /03.3..5.3:2.47-..3...72070.3!03.7...909.920309.3 !020739.8.9072.:3 !0/42.3#/:.3-007.3..9/..203./.3.3!07/.8:.3..:.3..7!07.20.435007.347-.350. -0-07..5. /..3.2202507.90 57.7 3007 .7./03.8:05./.3:9.907.30...3 30.350/:/.3.32.3./.3/0:.8.5.9.347.9:2:2803.2.730078. 02-.33.7.5.3 09.38:/./.3/2:../.

03/4308.07..3.78023:/03.3.:7903..9/.203072./4:2032070. ..7.39.59/.3 /.3./.907.79.2 57.. .7:/.7 9::././..3 2.. /95:/2.280.750707:9. 3/4308..808:.3/.5.7.3  50.8.-079.309.3./2:..8.:3 /:.3500.8.34342 .9070-.8.389 /9025.33/4308.3  0-07.79.3 070..8.3.3/9./:7:3/.8.7./9..3.5.3.9.3..307.90780-:9./.9. 07:8:.7 507803/.3.9.50.0.35007./3..89:203:8:78408549.#5 ../.8.90-.39.4:804/4707 8#98%7.#5  8.33.3.3/85.3-:7:27.43/8/.3.3507:.202-:.39/. .250/ 203.3 /.39./03..2.203:7.90507/.3503.8..8808547/.5.8:/.9.347.:402.7:5.9/...  802039.8/.7.805..7081203/47433/:897-07-..././.: 0-.350.007.53. 09.3.3/.-07.30385007... 070./9.507025:.5 $9:.3.3:3.2.38:3 ./.!020739..8:/.907:3..5.3.- .30.7.02-.7.3.38:827./..8/..3 907.7::3.7.3-.3  $09..3.804342.03 ./... $0.-:7:27./.33 .8.7:2.5/809..443.9.7./.3809475:-  ..7.8907.:38090.3-07.8 2:.380.!#%..25. 070.-007.3 97.9.8.30.7 7.340.8.9.59.3:5.7 0-!#%. !#% /.

33/:897 %03.8.2-039:503..33..3-.9.2.203:3:5.:.3%03..7-.3.3.. 5030.35..7.8:0.3$..7.35.3./::3.35007. /4:20320.. .37039.3.8..3.81.5030..3/42089.2030-.: .3/...8.2:39/.59073..:8. ../03.39/.-8 ..%0.8.7.3 503.39.7:939.7049.9.3.3..35079:2-:.-.3:3.9.3.39.9:.3/4308.:.  %09.4/03.8.39/..5.39.3202.31..3:39:/08549./.347:5 ..7.304342 .3. 20250792-.32.30.39. ./ .202-07.8.0-:9:.2070.5007.8.8.3..730....8.8.3.8.3.3203...07.7..8./.3.390780-:980.9.3../4:203 708280-.723..327.3507025:.8/.8  8..9./809475079.3 507.3.8:3.9/.3.-07.31./..80.8.8202-03/:327.890780-:9/.3. 09.8547 :5.9..78.3.5:.3:8.9..390.07./.3 ..3. !07-.9. /.52.39.3/.703.8.5.0-.3 0:..8.390795:.3.39/..3:2...33.0.:9 .3903./08 3/.3-0-.202-:.7. :3:3.3.3.3/.:92030.32.3-07-.-07.27.4380:0383.:.8.27.35.3203.3 .8% !% 20383.34047.39.:.3 5474:8 ./..3/-075.3 /.38.3 .. /03.3$07..3.3.3-.3 2.:39:20372.:7/805.3/03.8.07. 909.33..7././.3507-.3:3  :.3/507-:7:/03.203..3.3 -..3.3.2./9.$90.2.3503.203/47435079:2-:.3%:.3.-8 %90780-:9 203...9.3.:./507-./.5.072.25324/:890780-:9 -. /.7.38:/.9.9: 09:7:3.35./.07.8.343897:88079.8.3'093.5.83 !020739.8.3 ::2 &39:203.3..8. .3 -007.307. 90. 9039:.35..3 03.7-0.89...3 5073/:3.39.8:. .80.3 47.5 802-:3 802-:3 /.2070. 43/890780-:9802.-.390.3.:3:3../.330.3.3.0. 802039.9.3:1.-.203.8./0.-..3. :5.3.27. .880..03903.3/93.:02-.320./-/.07.3 507.302.90.547..-./30077.7.3/08549.3 -.8%2447/3./..-443 .8. $.3/4308.3042-..5-:7:27.35007.8!02:.. /.3.347-.9..7%.7.802.39/.7.2  0..35:.38:/../.3.4.3  .90.93..203.8.3/05479.703.8547/ 903.5..90703/./7..05.7./...0-/.20.3/-/. /503:405007.703/./2.5202-..9/. .507/.0.3/.7.-:7:27.7.9:7/. 2070.3/4308.43:250.3-0-07.3./50749.3.7.3. -079...-202.0789.9.:79:8 ..9.750/08.  .:..

:3  /.32.3.830.3/4308..8.3./90758..880-.3..  !02:.7../..92.. 5007.3-07:-.:/50..3. 503:87.02-07  /.3.703.5/:-.8..-.- 80-.3.-9079039: 28.3!%/./8090.9: .  %.3..../:974.703./-.2070.7.:/50748.7#. ./.:.9.3 89. ./2:.20.$05902-07 909.902.8.3.4942.7  .8.5. 54883.203.5.7.98203..2030:.0.8..9 .8:0.23089 .203.7 /...8::..9.3.: 507.9.85472070.3203.3./..32.:..3:9.340!020739.30-.9./03. .8.72.3/:97 !020739.2:3 2030.8.80..7/..03%-078.9:82070.3.9.9.3502-07./.3.:-07.3 ./0.3907.7. /50.:.35.3:.3 703. 8050309..39.

      $02.8.3-./.   0/.3/..8!02:.3-07.08$0.832....808:/.3!02:.3%2:7   !.31.9.9.:0557084  %.9.8.320./903.8.3.3.7.38:3/.7.380:-:3.03975439-..3 .-.072..:%2447/3.:3   808:../.3.8.3./.39079..3  %...72:3 #. -03..3/:.3.3. 0 /.8.7:39:202-07.3 0:.:9  0.3/./03.30-7:.7.3.8.3.7.7#5 2..3:3-. 2..230893/5075.0/.3.3 05./.3 7.7.2/.7.07.3  .73.30802-07  02:/.7.5/3.8:.303/4308.25.9..79.3.9..8:/-07-.83   !020739.07.502:.03975439/...8 47-.2.39:202-07..3/4308.07.39.%-072...2025075.3203.3. 2030./.70 5.8.2 05:.33.9 .:.3%-072.3898.8.8.3..205:.02-07  !747.7 .3.709  7.3      .  .39.2      %.!02:.202-..      3943      :3:..3     !.&9.-07.   :2..3947034087.230898..2. 80./..3..3!07/.3  .3/4308.25.8.  %.3!07/.59/..3574547843./.7.3./.3      %.:   :3:.3%072.3 $:2.3 /.3202.3..4.-0 .8./574808909.3.7:/.8.%.32./.8.  $02.03907.3  !020739. 4502-07 8..70 $:.2.-072.3      :2.7.:.#20.#203.5:.3% 072.  0/.3.3.3:3 !3.3.5:.3..9/.8..7.9.8.25.-.07.398:3. .:3    4  0-.7  :..79.7./03.3/. 5..3#.309.3:353.3.7.3.3:/..3.3..3:..843.3.70    :2..33.:   %.907. % !% .3/-039:20.8. 5747.8.0 !020739.        %.3%03.3.97.!%.2..3.3.      $:2-070/.7 507.3.   !0.3.3030.9 /2.7.3.!%.7.4.7 !020739.23089:39:5:.3..3503:.9:39: 8007.9  3943 .70.380.8..3  $:7. 5079.3/03./.025.5.380-08.3 7./.. .2.72:3      .07.  !020739.8.2.-.3/.0 3/4308.3.3      $:7.../03..7.7 94-07 8...25.70 5.3:3-. .#20309.90.8.347-.

:39: .3.503:3.38..3/.39/.9-.3/.3/.9020703.385479./03.2.7039754390-:49.8.07..7574538.3  5072.-:5.2507.3 !020739.3/.3.83 2.3 97.9..9..3.205:9.25:3.3-08..8.80-.% 23089.3.3 05.3:8.3.83 2. 80/..8.9.2../..033.32070.3.90780-:9.. .25.3-07.3503....39:.7%230892.:20302:.02..8..0/.9/-07.33.3080.3.25:202-..3 0:.2-.95072.3-.7./.3 /.0 ...574538./507:.8.3 808:.9.3/03.3202-.3.25:..502:.3.32. 502:..903.8.5.393.!:8.8 503.9.3..3/.30548.39:-.

49.3.8..25.00:7.

3 .7./03.-$.07.7 3007 $3.25:  /-07.8:8..8.7.3/.2.5007.3$!! /.3.../8.903./.:5:32039.380-.8/.8..33..07.9073.9./.:.3502-0.3/03.2.%0.3...38.305.9.7.7507025:.-07.38. /!07..3 5:.:/203.907..3202-.3.8.05.547.8.9 907..-.3  .3.3203./.547.3/4308.253../72.3.3#/:.8/. .3::2 ::2 /.-$. 03907%03.357.5..203:3:574808::2..5..7..5.820303.7   !02:.3903.390997.3.3-.3/4308.331472.3#/.3907:8203.3#03907..30:.:/:39:20.:574808..3203:5..8.32070.-07.7%:39:202-.3.07.31.%2:7%03. /-07.. 5073/:3.5.47.:.3/.3..3507/./.9 :9.9././.-07.28549.3/-07.3-8.3.3!020739.3507.8.3!#%.3.33.3.5.3  .3/507:.3507-:7:..3:3.3503:7:8.303/4308.203.3.39470783$.:/ $09.331472.39:05:.3  :8:83.73.3%-072.3.550..7 ./23897.3/.380-.-07-.3503.503/:/:7..3#    .3/4308.2.39/.39.25:3./.8 508.8.257 507803/..8 2./.3.!.2.8.2578..8.3/.507.23089!020739.9...3:9 507843/.308549.3-:7:27.:/ .303975439 05..3 0-7:.../70.3.83-007./.-072.:/.3-078.20325.9:7.33/4308. 43/8 50.3./..3/4308.93907/.-$..32..3-08.-$.7.3.-$.93.3/4308.25: !020739..9:/.3.8.547.3080.27.:/  ..3-.5-:7:27.9.32.25::39:202-.9.3..202.3.9!07.3 8007.5.182. !.3/ 7./50..30.-072..47-.3.39:0.3.8.8.2.8.39039.3. 805.3:9. ..350784./..943.03/4308.25.-!020739.3.3.3275507-:/.3./.350.39:903. 3/4308.39.3%7.3......3/...35:.8..-072.503.8.:203.7.#/8. .3809025.3807:8.7...9047.903.-:.8:8 .2.8..8 027.9./ !07./.3..07.9807:8 $..73/4308.8 !02:.3..38./30. 502-07.90..07.3202-0-.-:7:27.8.3827..90 57.7..: .8.80.3#203:3.3..502-:.7:2.5007.:.7.:/ 7./7.390780-:9203/4:2039././08.-072..385479.2. :./7.2070. -078.8547  $!! &39:202-.3...3. ./9..33.  $08.305.3 !020739../.203.73007 80.3.8.5507025:.3 05. 203:7. $:7.32..2.3./.38079.347.8.3907.35072..5 5.3/.3/4:203027.3.3/.-$.8:8.7.7  -:7:27.07.3.3 02:/./ .7.3503079-.35747.3/-:80417.-.07.

.3 5007.385479.9503/.38..3/.3503.3/.3:./.0574538/.3 $0-.3207:5.3..809/.5.3.2.9/80.8..39:.5.307.3 0548.3 507.903 $./ 5././.320302-.5.03/4308.8.3..3/.3202-..32.8..8..1.800:.3 438:9.3 :7..843.3.3/.30/:5.3/8.3/4308. 07.3..3 ..  &39:..3 080..3.25.320207:.8.93.8.8/.33 0283.8.7:40-07-.3.3-.3-072.43/8808047.8.3.8:8507/.38.3.70.3/4308..-.3207:5.3.#49.907.3.32.2070.3 8.3 080.9.99073/.3-.3:39:203.3/503.5..3/:..3/.347.3.380.30283....380.7.25:3.3947!03:-:3438:.305./.39:202-07.3  05.3/.3/73.3..39.3 80-.5:7.397.3.3/./.3.3 47..-9: 502-07/.9:57479. 47.3.7.950393/. 203.3:-:3.3..39:/.32.3507/.3.3.305./.3#4803-07   5741507025:.3.82.2.9.8.. .3-. .42508.3.:3 8079.331472./.79.3.283 :7.3.7.0$3./03.9 -07:7.2 7..5.39.7.39.2.25: .9.3.3.25:3.3/5:.  080-.3 8.2070.3/.3.343/83:3.7./3943 .3502:.347.3.3-:.3..3.3507/.38.39/.-:/.8.50702-.3:7.253/-07.8 047.3.3.3-.-072.3.32039.3..3 ..9./507:.3.25.2.3 5072.02-.38.30/:5./. ..8./.307.5 02./..390780-:9  0283. $0:2.79.3..3/.3 503//.3 .47-.5/:.3-0703..3 203:39:3.3 5072.7!020739.8502-.7. 203/.-07..3503.80-...38..947.07.3 9/. .9  &5.3-07084 5.304342909./8..8:.5./$07... -007./.2.947-.7.59.9 .05:..3 503//.3/.3-0.0303.:800425447.9.3..0 7:2.3 /-07.3 502-3.2. .907503:.%2:7 ...9. 574538/...3..  !02-07/. .207.3. 2070..:2:23./.39:05:.2.0/.33..3 .3.7.902-.2070.503/:/:283/.07.5/..3507025:.25:3.73./03.:800425447./.2..9070-.9/.9..8./:.93/-..3 -072..3.:5.    $0.2203.5.3 ..3.380-0:2.47-..19 #03.7.38. /.547.33.:39:2025079.18 03/07 /. -007.3-07.3.47-.8.8:503..9:9.3-07.8 9072.39:.9072:.38.39.7/.33. /-.33.3207:5. 3-.:3 :2./.3 /.38079.25:.3..3:3..70:.3-.903/07.80./.347-. 2.3.2:-:3.3  ./70:31...25:3.9...3.73.9.502:.3/03.  4.8.33.3/.07.:.3:3..: 3943 05.503.3 /.9.203.909.3 503..2503. /.9..843.3507-0/.27.790203$48.790203$48...305.907503:3.8.7.3.3/.7/.47.33..3903.2574808::2./.43/8848.8.3..5-..9.3.202-.808907.9.39:./..$07.3... 3/4308.: ..309/.3-.9..3.3507/.8.347..909.3 ..3.72.3.3.9 0283.3 -07./..2202-07.3507025:.8.3-07084/.5:../../.:7:3.5-.8./.30907.8/.:3 90.07..-:5.9/.3 :.8. . .-072.393.8..5.3.3.5.3:8.2070.303/4308.2.3-..3.2 507/.2.:/:.!02-./.3.3.9.80-.27.8...3./03.3203. .20.3-.:39:202-08.807:8.3.3.-.47-.3.

3203.3-.9283 205:90.431/.3.3503//.38:2-07/./.3:.3-072:9:/.3:7..3.3503./.:50.3  .8/. 3.9  .3-07084 203.503/:/:.3507025:.7.507025:.380-.2350207.809.3:39:203472.3 503//./. 202-07..39.5.38/.843.8.7.9.7.3!./03.33.:.7.3-072:9::39:2.320.7.  0-.9 203/:3/.93../:203/.7%.7 93/.3503//.39.3:..2:9:503//.3 .3.7.9.7.3/0...3:.3:3.3/.9&&..507025:.3/.3 503//.31.../022033.7.3 50309..3...9.8././.30.30283.3 ..3503//.3907. ..5.9....547.33.3/.-:/.843.23/.9.39.31:3843.30--08..9.8.3.7804.843.390.39.3/.9..82.-9./-:9:.:.3.72:50309.3907..9.8. 43.5907.30283.9..3.7.0.9.7..04520394.57.3 503//.8/.43/8:39:2.3507/.3/.9.303/07 502.3-07:8.33431472..907-:.843.907.:3 503//.3909.33.805079!03//.5033.7.8.9.8 /.3-072:9:50..:/..943147 43.3&39:$02:.30:.3 5033.30/:5.8.39.3503933.9.8.:507.808.:39: 503.- 0../.9.3/9.3:8..35.9.3-07.8 203...3 .50749.9283 507/08.5.  !02-.3-.5..2/./.30.7..22033.9.9..3503//.7985.3/. :39:203/.820 8079.::5.39.3/:5907.3507:2.20/:5.3 207./. /:.35:-  !03//..09 /.9907503:3.3/.3.3//::340 89.30809.3/..38079.3:39:2033.907.320302-.3 907..7!.30.9./ 5.5.3:.5 502.3.3/. 3.9.7.8.3808:.32.7.07.7./.9:5.007.2...0203503//.9.390793.3 2.2.9.8.33.0452039..3.3/.8.3:39:5747..3:7..33/.347.0-:9:.30180382.3 507/08.503//.703.3507:.3.3/.8..3:3..203.8.9  -.3/50790.3:.7.347/$:22943 $:89..3/. .5.7-078/.808907.2.2.3503//.34-.-00.3507:-.3/720.7.8...3.705.  0-.3:3.20250792-.:3 /03.3.3.2 503//.203/.380.9.  .8/:53.3.80847.2507:2:8.7.7.3:39:2.308025...7.3:. .307.32030..08025.42:3.31.3.9 503//.203/.30.39:39:9..8.9.3.039434390#9841/ 03:20.  /.9.038.3 /.3 9073/:33.342508  %:.5.207:5./.7.3080.07/.25:203.32:9:8079.05.9/..3202:33.8.8.3..3 20203:.30/:5.3.2..73.39.3907-:.3. 80-.3.0-:9:.503//.3-072:9:/.3.380-.3.3 5033..790750393/..8.3 503//.9.547.3.3.39.8.3.3848. 809.808-.8.809.3./.3..3 39073.3:8.804342..2.8..3-.3.. 5:9:8804./03.30.34.3/:5 /./02080./.3-.3.9-:9./.89..3 8..39.3..9.../47-.8.93.3/.8.32:9:9:7..3 90344 803/..3..3.:50203:.7.324/0502-0.20302-...3.39.8.3..30-:9:.3.7.8/:52.3.3 907503.8.38.3503.8.203:7.3/:3.59./.3503//..3-:/..2.907503:3.2.30-.3. /.700.3  !02-.233./../.3..3..30805.3/....3.... .33.72. -07.32.-07.3283 8079.3503:39.8. 04254 . .7.50747.25:203./.././. .25..907-:.32033.2033.30809.5.9//.3:39: 203. 042540.3203/.9:.7042542.3.

3907..3.2:3/02.5033..3.25. -:/.3 50304.3.9.9:2.9..7985.3203.:5:3$ :39:2030-.3 0907-.203025:73.3/..3-07.9.3 08549.8.3 9072.92.32.520307:8..:39:20250793:...202507:.83   .2.37039. !747..8.320207:.9.39.347.9.3  $97.32:33/.3/02.3/.3...39.8.3..32. 2025488.3  :/.809.320.07..3900.3-07.843.85.8 /.2033.3502-.7809.30907.25747.3. :..303/07/.805.35.8..503.3 /. ..90503.9 002-.3/03..331472.20.89039./.5:39:203/:3 809.3..8.:2502039.8 3897:8!708/03#4 %.8207:5.38:2-07/..3.5./03.07.8./.-.3.9../-/.73..3...042548..347.3.8...27:2.8803.8/:5 /..3.9 805079907..9::25/..3848.38.3:8..30907.8..8.7.-/...2..2/.9.907/.5.3 5747.: 80:7:.25.43/843.3507/...3:9/2.35073/:3..3:.3804.33..7.3/::/...3:3. .3 24/.80/.0-.3/80.3.3/.//.3./.3.3.3080.8. 8073.2::7.2.3 -0747039. /239.8.3402....820.7:8 /.89072.2.7.2070.22.9.3.9.8 /.3 /.3!03.9.75:.7.3907.302.9:88:-47/3.8...3/7:2.82.98903/078079.-0:2203.9.3507025:.25:20302-.7:..250703..3848.3:39:2033.8.7:203-.:39:-007.9.3909.25.8.7.:202.5507/.5507025:.3503.507025:.3 502-.3907/7/.8..8.:8.9.38..3/03.39007.307.3.  :7.3429203 42920339073.880507947.3/.9:.2 80947/.320.832.2.. .3507.2502-07/.3/.3..2!02-..5020739.: 5:.-/.309/....3/.3..503//.8079.8-.3.3 0-:9:.:5..3 2...3.30..202-.2033907.9.7.3 /.3/03...9.9 43/8 047..39:5007.8..8-.3 502.35.3.3  507025:.5:8..7..3080.53/.:8.7..3..:.8:50203:.380.8.9 20207:.90714:8/03.3/.  5030/.38079.3.35747.33.89.8/.7-07-..30307.32./.2.7&8..7/.3907:8 20307:8  09/.35:-2033.910 8805079!#%!:8 ..7..9.3 507025:./.:38:7-.802-..2 -039:8890242:3.3:3.25.802:. -:/..507/08..5389.7.3503:.07.183/4308./.:5:35020739..9..8/.-.3 /50792-.331472.93/../03.5.3.3502-07/.890780-:905...3808:.0..90907-.3.5033.9.7. /./:/.7:82..94 3..8:/08.:502-3.97.3  50./:5...7:8 :9.2:-:3.:3 9039.909!.907.303/07/..3574/:8/.2./.93/4308.32033897:8.9.7.3-007.3507:-.9  .3 /..2574808549/.:2507025:.007../.3507025:.3 7.39034431472.25.3/.3 -.3/.8.3/.7.8:007..3503.5:7 !07:-.3/8003.3.385020739.331472.8.393.303/078050799:/9.389.9..390780-:9.30907.1503//.30..7:8:9.3.25.2 0:.25:..32033.39: 0-.9..8.92033.3-0:2907.3 47.3:./.3090780/.:.30.38:2-07/.8.9.203..7.9..3:3./.3090758.3.32033. 2.3 447/3.331472.3.:./4 /.././.30-03.:.3.3.3:3843.7-07-././. .3.3 42:3.3.8.3.3 .7.390780-:9-..30/.7.3/8723.

3:3.2003%7:89/...3 907-.3!.3%2:7 !..9073 /.2.7.3.8..07.7.8.33943 47.. !74538#.3/-:.8.3.9 ! ./.../..3 . -072.5507/.79.3.704254.33..3503:7:8.353. 20.9.8. !023.703.7.350304.83.70 !74538 $:.3/03.:2:23.32025:3.320..7 #5 7-:  7-:   .0.3/.5.9::5.8. ..&8.8./03..3..3/4308...25.3.8./843..3/7 ! /0/.7974:54:3/.9.7.3:2.8.8 4342&3..3/..3$.3 /..%03.2!0.:39:203025.9..0.709 80:2.2 5.2003%7:89:39: ..5 .9 ! 203.../03./.5203.:2.79..80-08.%2:7  $.70/9274/3/4308. .32070.353.3/-07.. %03.5..3$.9:9. .7..3 !74538 $:2. .7 #5 7-:80.3/. !74538.3 %../..:7. 05..!740.37.3$9..3!020739.02-.9:9.370/9 24/./03.3 !7453805:.370/905..9.%.8.3. 7.9.3.7.:39: 0:./.8.8..3/5:.:38:7270803.-.47.709     .7.390.8:/. :2.3.9/03.9.943:39:203/::3 02-.3:5.39:2070.390780-:9203072. & /.9.9 :3:..7. 0. 2070.2.302:/../03./.08$0.3.8.3.302-.7/.25.397..7.3 03.9:/0.8/.3202-.%2:7 3943 !74538.203.. 90.%././...32..7.5:39:202:/...9.5.-. 7..8.3 . %.5/-039:/80-0.3..9.3./.3!0. 47.. !0/:/..-007.: :2.9:9...&9..7.79.2 !74538:8.8095439/3/4308.709  -0-07.79-.283/.3 47.0 .3.0:.202-07.70 5./.3!.347.507-./.8.3$.3202-07.3.3  $02..3 .9.0789.3042542.3.3 !74538:8./..3:3&-. $ /.3 907...3.3.307.72..39:./..3.:7.5.7:39:-075.7.%03.3/.: .9 ! .8.320.3907.8.9:9.-..:9. .503.30.347.07..3203.3#.27..30-7:.9/$:7.80-.0397.3805079:8.8.:..2.3 !74538..37039.:.:..:2.7 .3/02.39. $02.709$:7..7.3%:39:02-.7.9!.5..02-.3 ./.77.8. ...3949.5.0..5007./..3.8.502-07/.02-.25../.7:3 .9.8.3!0.37039.7.9 /.709  5.72..3 .38.907.::3:.3..7.203..3  47.!740..-.3:3. 47.7./.-/.59::.39..39.3.3  47.  !0.5507/.3 47./.3.80-08..$./.7..:./.2./80/.....29-.9  .   47.7.0805..9!..3!0.7.-..  47.8/.7 :2.8.8$0-0.3 !74538.2502-07/.9 4-. .3-07:8.3 02:/.3 0/.3$.3$.%03.8.37.3:3&-.:7.2.79.0397..3 4-.3-.8. 90.3 307.3.3/.39:.3 !42.05.35747.8.397.7985.9. 549038-08.3!020739.20.8. $:7.3.3..9:9.903....9.3 $0-0:2-074507.3 !.3.3/4:20327.79.3 9...

850 .83.7.3507/.3 0.9 :8:83.703.3./.77.0.3.8.91-.3/..39:.42 0802-07   .3 !033.9073.9.3../.3/.3...3/.3.3./5007.93.3.30--./.507/.3./..3.9.3..3!42.: 203.93/7. &5.90780-:9 !020739.%./507.370/924/./.3.:8:83./03.:.8.7.7:8574/:9180.3 /.5./::3.5.9/../!0/08 .39072.9 5078047.05.3:9.7.  0:.305.390780/..920..38.. $ 203.0:././.3.3.507025:.503//.8.8.3 503//.9703/. & 203..80:7:.9.3.7...503//.3907.7.3 .8.3. . /..8079.3/.8.8./.2... /.8.3$9.  0:..:39:202-07.35033.804.3 57..05.8././.9.3.9:.3.3.503..3.3 8.3 :5.:8..3/.7.38.3.3.843.. -...3/.:7.7. 31472..203.3.3.. 8.3-. 90780-:920-..350309...843.7.9.283 .9   . .370/924/.79.3 !74538.7.:-07-./.503//.507025:. !74538.. 47./.32034..32.320207:.8.73007:39:20307.347./.7..  !033../.9.20/.3804.7.3 !74538$:2.9-08. &39:2033./...3.809.  897:5. ../.9..33.7.3   0:..3.390780-:9 907:9.203/.3.7.8:/03.3./.804.203..2:2.3..3.350.808:.3/7 ! 203.3.8..:39:9::.2503.-.05/.9.339073./.0.7.3.22.23.3/420892.3.3/....380:7:809475020739.32.347.8.3!03//.3 5007.82.3.   :73. 7:2.3-08079.:8.5..2003%7:89:39:20.347.7.3/:5.283/..3.8:20.2./.32070..3 0:././.5.320.3 -.3/23.339073.9 3/7.32./.7/03.7.3848.3503//.3503//.2//08.77.3/..390..802.043428 $073.:5:3:.2070.:3 03.9075.2.397.5070:.2.331472.3/:3.3503//.3/ 3/4308.0:.843.8820/.7 907:9.5.2.7.3/.3..8..0:.3503/.:0:.88.3:39: -..33.:7..7:2.9039./.73007 5033..7.89.3/.7. $ 3.3.9.9/03./9::.9.32070..3.9.. 05.&8.202-0.:39: 20250740503//.34397-:85... .3.3802:..7.503//.3.320./.3/7.:50209.77.2.7/.283/$:. .2003%7:89:39:70/924/./.3507025:.:-..8.3.3.3502-07..  ! !03...2003%7:89..7.73/7.3.:$41.8.3   .3 -07-.5:8.35007.8 !03//.3-0.907.. -.9.7.3.8 80:.3.:.3:.2.9.3 50.8/.: .3.3507025:.8 :.8-. 5.&9. 203:5.3/.32.3.7.5.808-9.05.8..3 5033.920.3507/.3.:7.:502-07..3507/.5.203.7.30-075.9.. 5023..9.70:.370/9 24/.3/03 $02../5.9   .503//.850.9.3.3.

 8./:.3./.507.34..073088202../4250343!072.3..79. 202-.7.073088 .5.3-.::593   !033..:$! 802039./:.3/-07.3.25.340!020739.25:907:9..8:/.90207... !..8.::8.943 !&  ...9.79. .3503//..3.9203:9:78:83.2.9.3-0-...23.3.: 5747.3$%/.50302-.07.9 !4.. %.--89907:39:::8.3 .905.!03//.3503//./.3507.:3/.307.8..-- 89907 3. ..73007 :.25.3!02-.7.7..3%.!745384.3 $.3.07.88.3 2..3903.90.:..8.7.-.709    ...20372903. .8.3.8.709  !020739. $07.79. !$09.9. 02-.7.92 5.3 -:.7.:3.380-0:23.3/4308.38:340502-0707.9.:39: 50.3 70/9:39:503//..9.79.3 ! 97.3..30907.9:/03.2-0.3 /.$0.9-007.3:9:704:3/..3#5 :9.33.32.73007 0.39:..3   -0..5.507.9202-039:042542.380-.9:20.202-07.9 :2.3-0723.3 ..3!02-07/.7...39: 4.3.9.2.7.9 ..397. 0/./.8.!745382037247.39:2073..32.3.9.3.9.79.:4..38:7.3:3.4.8.3&2.80-.3/.370/990780-:9 /.-.3!7.33/.88..8907:8202-07.3:7.7..  .3-..9283.

..:39: 50.2./.3.5.#5:9.88.7.3   :2. 802039.9.7..7.:3.

3 3 !& 20703..2..9..808..7.%03. %.3 ! !74538./.3202-07.3-0..709    .8.7 503072..39. 0-890!&  /.:33.:.0-/.7&8.2.3 007.3.33..7985.3.72.3 -0.88. 20..8!03//.!078.25033.88..3 503//../03.3 503//.3.310$8 042540.8/./.8.88.-075..05.3!74538.9:.%03.

808.:39:2. !0/:..3 5:9:8804.$ #5 7-:507-:.3/5074.%2:720239./.7.7:8.:39:50/: 907.80507928.3.79.25:-07:5.2:78:8507-030.5.3 0:39:3.3 .3:7.3 :39:04254-0./..8/:3.7.:39:2:7/283.79.804.0.3/7 342!439.9425:9075..:8.3/7207:5. /.2!0/:.3:.3/7:.3.9203:2 -47/7/.39:3 $0.3./.3-0.3-..9 /. .202-07..5.%03.:..7985.3#57-:507-:.39.88.55747.3203.2..2-:9  .3-0.5.72.88.3. 5:97.3-.349.39.3:39:88.39:/03.3507.202-./.3/7907.9:..:3 $0.74 !74538...3 5038.5503//./...804.3.3.3:8:85:97.39.3/7:39:.39:507.3!74.80 3/4308.3:39:88.$ 802039..:380-08.09809.3/.3-0. /.9$/4. :   :5.7#57-:507 -:.324/.88..38.3. /:3.9:. 804.3.709    050/:.3.32.3-0.!078.2503//..3!74.3.07. $! /.3/. !747.39:.!078..7:  .3/::/./.3202-07..9.. 0-890! /.3:39:88.9.9202-.%03.88.#5 7-:507 9.38..3/03.72.2-039:502-07..88.37.3...3.:8.//./.39078.39.

88.25:202-2-3/.3-0.202-07.3.25747. !.34290$04.3.7./.3./.3:.7.:0.9. 239.05.!:8.8/./.30-:9:.:5:3-.:5.3 90780-:920.:39.32.7.30.7.9 330 /.%03.8.3/0:.39:.47.3..5.3.05.3:.3-078.3 907.320302-.3/.907.7#5:9.::5:39:202-.94:80!747..8.30.943.3/.:39:202-.3:39:-007.7 .3.3..3 0-890!/.5..:3  80:2.39:.8.3 202-:9:.-07.3.8 /.3  8/4.39:.. :.709   !020739.3-0724947 .39:88..3207:5.88.9.808.3!03//.3 ./503:3..3389.90.32.25: .5:9:8804.3 8079.9.  !:. ..9.20893. 070.9-075.2. .7.9907.79.993/.9!.2025:3.720380.2 503//.503//.8  0-7:. 20304..3503//.303/.8.3/..9.20-/..203.:5030/.:47-.0-8.3.9.808.03903/.9.!37./.3007.920207:. ..3/.33.3.3303970 % /90:70:5 447  425.8.808./03...3.950.5 54:8:/..709    $04.3 ! .9.843../.790203!03//./. 500.3503933.3803.3-079::.8..9203..2033. 3.8/:5.3 $:7. 202-..3-0.3/:.9!03//.3$!.74 4 //.3 0/.3-0.3203.7..3/../. 803./05.2.2.33.3 ..3 .9.2.5747.3.3.5.:3.9..2.-:5.3..3-.8.9.:7.3/39073.9./3/7..9: 50/.3.7.9/.9 4-.3..9073. .3. 0-890!024970-08 /.93. -09:50/:/. ..3907.3..308025.32.39..2.357.39039..  /.503. !...3-07.3 5030/.903!./.9:39:8.8/:.3203.:203/.2:7/ :7.3/5.3-.3 09079-.3803.9$& -.3/.4.3.3....79.3.3 503027805.97039.502:33..320.2-/.3:. .3-.2 2033.9 2027.7/.25: 803.3080.79.7.32.388.3  .2/!443.3080..!747.3.35072.3 0:.9.90.390780-:9-0:2.8.%03.3 $ /.3.#.80-.39:.9..8.3.380-.3 503//..983 !./..3.3-07.709   !020739.3.3 .72039%7.7.3507.3 907-.2 ...3:.320.8 $0.9 05.9:39:203.7985.-:5.5.8025.3 503//.3.5:9:8804.3.5203.2.3907..2027.90370-08 !74538.2070.304342:39:/7/..9.2-:.0-/./.709    $09..0.7.203:25:.25.  .8.3.3/80-:9.7. 70947.9. ....:7 8.3.88.32.3.2./.202-07./.38/.7.:7.0789.5.3 909. 03..9-0.9.843.25:/.38.3 503.2804.39848.203:7.3.2202.72070..30.302-.8.7.8.9/.5.89.3.7.3 07.. 503.3574899:8 90703.38.  . 2:7/.88..503//.3 503:.7.3/7/.3 !.3 !:.7   070.3:7...3/:#.8.39:2:7/ 2:7/..503//.!74538.808..3.757.31.88.702.2#:2.3.747.4-..-0.3/..913.. 070.8.3.3:3.--078.797.3 723..-.3203/::35747.3-0./.203 50239.25.:503//. /.. 804./. ./843./.503//.

9-..382.9 02-.203..3.3#5 7-:507.%2:7  2-3.:.3/.9.8-.  20...9$04.35:9:8804..5.3/4...247.5038:3..804.380.3  .9-.3..3.3.8$04.-074.3..5:9:8804.-0.  . .3/.9.3/5.790780-:9 ..9 /.3.3.3.3./...094807.3.82..5078.5.7 .3 203/. .331472.3.3/.093.3.502.3.. -4.-08.32.3203.3....92:.:3.3/02.39:503/.3/4308.7.8..32030.9.-. 202-.20203:.503//../.3.3503//..3..35:9:8804.3 0.38.83%03. .3.8.2..8.339.38.8//.2.79../.3/.98..73:/./7..370.3!0.3..7. .3425:907-.3.3&8.. 8093.3.3 ..3503//.3/.3:.8.3203..3. & 203/7.:5:9:8804..  !03.30:.380.:39:202-07./094807.3207:5.3-...3.3.3804.9503//.7.8:7.:3.3.35:8.3..82:50309.3/.3: .7 9025.79.3503933.8.  .73.8 203:-.3.5../4.3 &5./..3.8.. $04.3.8.3 .9.5702.83907309 90780-:98:/.7..2..897:9:7.9503//.7804.20307:3.4 /   $#.8.350309.8.9 3.3.39075.3202.25: /.3. $ 203/7.3. 2.39:20203:0-:9:.39:.3/$04.0 .3 :7.3. .5:8.3 $ 4250%.3.3503//.90780-:990.79.34930$:7.703.3.3203..203..947:2 425:9078./5.3 7.8.8079.3.28:39:203//..3/-07-.3../3  9..9025.73.3 .3/./.7.7..4 /   .42  .7:2.3./.39.8.7/:8 .79.3:2:2/.9.8.3!0.3247./..805079..3..8.3 . -07804.32.73...3:...3/.3-...42   $:8:8!.3/...3/. ..3:39:.7/.!03/430.7 .7.3-:/50079 2025:3.30 .9:9..7.503//.3-2-3./03.3.3.3. ! 202-0-07.$007..32025:3.390- -0708025.3:39:2025:3.320307022:3.3../5:7  3.30.30--.9-.8.:5.703.90780-:9/-07./.39:.380-.3 -./03.3..9  ..9-. .7 .370. 7...804.:/.8.:.:39:203.7.39.7/.4 /   .5.:.33.3/.9.5.3.3:5 7.3 503//.8!.32:7/  .7.350.3.7:39:202-.3.3:7.3:8.305.3:39:.3/-07.390780-:9 425. 03.7.7: % .-47..3.3.29-.3/803/03.2.38.8.3!.2..3.7:39:./..25:80.3-071:38-.-425:907..3. /03./.9..: %. $04..7.9.9202-.2070.0283.3 .1472.357.5..5.9.3.3!74538.3.83.37./2.9:3...320207:.809.32022:7//.7025.3 5702.202-.907.-07. .2.. 8.8 :    .305.3.3./. ./.3.5007.2...2070...2.3.:/.3 !07.3/03.8.3. .3:7:$.3.75747.7/804.7.:7203.9$/0.3...07.9.703.8:/..72.

3.3-07-.0802-07  0-890.3...$.8.7../3/4308..!02-07/./.-:5...3.3!. ! /.3.34930-007.33 039070.7.3.&9.7.3.30-:/.8/.3/03.8!03//.34930/.3/5.3/./..3/.2-:/.3  .32083.3/.3.32.8.-43 !747.5:8.8 !073/:3.9.:.3..-:.9 $ ./8003.: .8.50302-.3.3-2-3.8.8.3507/./.$.2. 507/..804.8:.8.3.3.2.3..3/0974%'9. .:  8079./. .9:9.8/3/7./03..7..203. 503.808 .8..3.2:-:3.3503.7 508079.3203/.:.3848.25.8.3 /.:2.3.:5:3/.-075./ .2.7..: !74538.3:73.3 .808.38907.8!.9.0802-07 /3/7.3.32./.3!07025:.:20/./.3/.3- 2.88...!07025:.3..3.2.347:242:3.2..8..30 203..3.3/.3/03. :5.2.35.9:-:3.7.3335:3..7.3. 20309..9.!078.9:.320.709    ..:3207:5.3.3%070804208/..3.848.3.73.3!07025:.3203.3508079..99.3804.8/.3.3. :7::.202-07.507025:..9: 05..8434203.3.2-039:..3.3/.2.07.0.3507025:..23/.9..2..3/:940 47../03.. 389.3...3.3/9::.305. /.5.8.507...703..3. 202..3/808:.38023. 2..3. .39039./05.2503//..3.8.33.2. 8.9.7:.-.7:30... 47.3/.3.3:73.7:8.2.: 9..3 .30--.8..2.709   !030-.3..347.0.8.57.:5:3009743 /.30548..8.7.8:8 ..3./740809..3.7.39: :7: 2025:3./03.331472.7985.3.354....3/4308.5:8.3/0.3.8.9/03.350/:/03.8808:.33.3203.8 /3.8..388.3.3..9033/7. !4.2202-07.27.3.3507025:.8.350/:5.331472.39070-.3507025:..:3.78.3003.3../3:3.25.3.39::.308549.8.2 203..3/..8../.3/.3503//.507/.3.78.33.90780-:9/8. 2.3.3.3.0907. ./.3....78.8 9039./.3  $ /.7/.:39:20...25.72025:3.0../.2-.9 /53.3.$%! $& .  0203907.:380.  .7:.2070./.305. ..7...3/.3 :39:80.2-.3 47./.3.8/!020739.25:.848.3507025:..340 .3-007..3507/.07.347./03..27. 330 /.5.8:8507/.88.302.3:39:2033.3-..39..//9/....7503.3.32.3.3203.3-07:5..3.8../80-:.3507/.3.25..8-.3/23..9.3../.3!02:9..3507/.0-7:.3 503..950393507.39/.22.3507025:.3.-: -:./.7.78....5033.3 47..912.3408.9202-07.3 702.9 0/./.:.332.72.3/7.7804.  3/:897!..3703..42078.8.:.7985.5:9:8804.7 /9::.331472.3239!07/..2203.3.8.3-07.39507/.72070.9:39:-0.7 $0/.33.3.907.3!.33...309039.3507025:.3:.2.3..3.3 507025:.39.5:3..331472.7.2507/.8 !030-.37  0:9.3.8 808:.3:38:7-072.3 /::3.3 !! 3/7.79039.3/.507/... 2025079.3 /.307.39038./03.3-0.3.!07025:. /3.09.8.2:5.7   $48.9/././.3453 0-075.3!07025:.3..9 .27. /03.3 7..3 /.08.9./.3.

3 :3/.8.347... 2./.5.38.9.8  4397.5:8..3/. /./8 /....:3/.7.7.3.07..2.7.39/.2...3-.3.3/.3 !03025.:.3 ..3.32:.2-93/.8.3 5007.3.580:2. .3 .3%03.2..203.07.3.8507:8.7.3025.3/4308.5.3 .39.9..7...3.3/.90.8 3.3../4/.3..3/.0-890 :.3%7.3.903.3 .3548907 .305:9!033.3 2.202-079.7007 03907%03.790 ./%..32025075.7.  035. 2.5.3:7:502-2-33./.3/90723./2.3/4308...3&3/.3.3 !03008. !747..-0-07..3:897.8. 903.3 507/.::89  .7:/.8-.9/%'-07/:7..331472. 07-.9 203.3.30-:/./.8.11.340 !020739../..7/..78.89.9.2:5..3.7   .07.%4:7824.3//::340 2./909..9..2..3..3..2033.30.33.3.3.3!..3 07.3!03.7.5 /.8/.390.3-07:5.:7.2-40.3..3827.8.:3 9039.07.:!##803./03.850307../.907-.7 :89:8  /./..%4:789.7..3/4308.-05.8:83.8.9../.27.3827.5.. 0/.39.3./.008/8: . 04.9.  !033.3.2.7/.0.8!74538.220707:9 203.843.:3 9039..3  $05:9.:5:3009743 7./..:.3907./4 $05902-07   0203907....9.25:3 20.3.:3 2030:. 94-07  05.8 $3.7.549.07 3.325.3!48907/5.8.73007 &5.7.3/4308. .2 .3 0/.2.2070.3 :3/.3903..  007.:9./2.805.34 9.3 /.7985.39.9.7.8 :.#.3 .94341/703 /2:.3$05902-07 //897-:8.90..3/4308.....3  9072.3827.8.9.-079.8%03.4 .349..790203%03.390.88.3 :3/.07/.3/..2.32.820303. /.3-07:5./2:.347.30.:..8/.3 -079..: 97.31.8:9.8./03.54507.3  0..2-93/..8.27.30903..3-07-.109 89.2  !439.507/.3/.79.-:9 34507.5./9::.3..7..3./.3%'  ..3900.9/.33/:897.3.3&3/.3907...109-07:5.: 03907203.2:7:3.9/%7.28079.3.07. !% /.-.9/./..7:.3.:.3..07..3503.7..5..3 ..30503.9.34 9. !% :39:8007.5:7.3/4308.3507/.83.3/93/.3.3 :3/.790 4..203079-.3 020. :3   !0.9.0732039 843.7/ % 202-:.3.-.39/..07/.3$:3.9..0:.3!073/:3.3-07-.3507025:.3 0-7:. 507:8.349. 207.3202-07.8.3.3.9.8.3.07..3/-.80-0:2/.3.507/../4 900..3070.347.9:0/43.9.9.32.3!%.3.3/4:203 /.203..:3 9039..3/.3 &3/.3 4 %..3 .2.9:.3.%07803:2 /2:. 39.507:8.80/.:.3/.8.30 .-4:9 $0:.2  !.09..3 !020739.2..2.3. $9.1077/./..7.3. $0.8.3.7:.91/.8/0990.700720303.848.8:93/.3 /03.340-07-.3..5/03..8!%9/.9.3-07../9./...073../:.8.319.8..3:-:3. /. :807 $/ $07.7.2:39:9:78 /.920.7: ./.39: 80:2.88.7:.890..5747.3%7.3/-..3 0/.503. 8490..2.3/.8. %03.%0254 .:39:2030-.3/-.503.22030-.390.3/%'#  .-075.07..9.3203.97..3.3/.3!07808..3..3 05.9./.3.2 2.350707:9.50.-:...:.43903.8.848.723.39072..07.9/47.!020739..3.3/.3%7.3/.3.3  $0.7745..7.3.-.73/4308.3.:203079-.38.9../.820239..0..3 .:2:2 5:9..  7-:08025.

4.3%80.35:.07.-.703.3.309039:.8. 57   3.32070..0..8%03..203..7..7.0-.3/.8%03. !% ./.08.:.3507/.3/4308.07.!%.30903.350707:9.3 .8.3807:5.9..%90...:3   3.3.....-:9380/93..%03.3/9025.07.3947..8:2:7.73007 %.3.3!% ..39/.3/.2/.3 $:.9203.07..7././03..3947.9.3/7240.3 /.3.%03.3.3947 ./.340.3.3.907.30..703.!07:8.9:7../ /..7..9.3.3808:.202../..9/03.507025:.43%..07/0.38:8.!74..4 .703.7.350372.0.3 %.%0.3//:...%03.3 -072./..8..07.35007.9.805079 28.7.-..520.2033/.3!%/.3:.%03..

39.8: 9039.39/.7307.34080-:.50.3202-07..9:/.2.3  07.3!./.809.3/03.3/.380507990747820 431848.3.0:..2. :2.347.. .3..:2:7 202.5:8.3!07/.!020739./.39.07..390747.9.2.8.9.3/.5:8.7.703.:. 0557084 %.3 0.7..203025: 897.43/-.9.33/5078.!48.307. .!020739.39.503.3 /.2:32033..3202-:.9:.:3  :.843.3./.2-./-0-07.. -:.9.07.907.303.07.0.7..3.-8.4..950393 .597./.8.:..8./.07.3 07.203.202 3503/7.9./ .% 20372.3.8:3.3:5202-.3./.79.35.3.. %2:7 3.039.8.3.39475:8.83.3.703./.3. 2./..3 .7/.5:8.3!9/.943..0.79.07.803..3 507/.720507/.3 507/./..3..8.3 /4:2038050798:7.3./..3/.33. /507:.8.07.34507.9.305..3:39:203.8.80:7:5.//.25:3 .79.3503.91 :   $0:-:3.3 5073/:3.8.$579:..390780-:92025:3.3 .9.3 8.3!07025:.9.3:39: /08549.003.8.8:..95039380507928..-07...7.!%8.3.9080.2/. 503003.:.350309.3/.73..:7.3/8.90503..334507.3  $0.3. /.7..2/.39/.:503.3.32:335073.:203:..83...-. 07.8.3080.  #$ 03../.3203..8.3.347./09.320302:.520372.8.8. 47.:..3:.3..73007.8.0548.-07..33.98. .9.3/.3//.305.7 2.8:8507/.507:8.3.9.2025:3.347.3%.. $0:2.73.3#03.3 2.8.3:39:203:3..3/8:..843..38:2-07/.07.!020739.8..50372.3-08.../3..3 &39:203.3. !020739..3:2.3/:.35073.3431-07803.9 8:7.305.3.3.9..3..5.!74538./..3:39:202-07503.9.3899:843.703.3-0703.8:..3.843.203/0908907.3-.8909.3.3507/.347.3 9/.52.7./ 3/4308...07.3503. .3/.3.547.3.7./-07.90780-:98..3!.8.7/.8 $0.3.3 203.7.5.9/.:30. 97.5.3..503.3903. %2:7/.3:39:203.389/.3:9.2.3.33.897..././.07 /..9::.30802-07 20.383.73007 ...39.9:0. /..339073.2.50.38:2-07/.39$48.843.387/03.307.30.30/.93.39.9-...3/.47-.33.3/. !03. -08.9/% %02543907..3:38:7 :38:7503.3$48.3-07:2.3.20907-.11.5:8.3 .30.8.39::.-08.2.8.8507..4347-.50./. .22032502039..9../.28.8:..9.3/9.8./.:39:203/::35747./..

3.:38:7:38:7 503.5. 949..2.0907-...:39:9:/507:.$0907.3%075..350703.:3.7.3!0.39.3-.73.343/847-.3./.307.39...9.390.9-./3/4308.380:2..3507/.380907. /.2.3..3.3.2./-.3.9!0. 5../:#:2.3-.#5:9.182.9.3-.8.39:.3..$..38.3.05.35.7..3.3:9  .307.3.3.3/03..3../3. 803. 944.03907 /.3/.9.3. ./.8.3./.8.8.3.3.0.2.3.:5:3588 -2-3.3/09.0/05..7.7./:5./93/.05.3 2:3320207:.2-203..39:.202-3.2.347.788.33.9 /./03.7 -079:. 8007...3808:.:800/.9.27.3!:8.757.3:39:203039:.307..3/04..8...390./.5:8.!74538.7.3:8:8 0548.#:.2202-07.3  !020739.3/::3..35034-.3.3/-:9:./03.9 :39:20331472.3507843/.3.9./.!48803.5.3907.32.$  4203 8.:3 202-07.

347-.07.3-07447/3.3.3 -07.3%2:7/.:5.20309.39.7.3.9025...8 /03.3.8:3..3!020739.39..79./.3..5803.8.8.3%2:7 %.72. .33..3447/3.9.8.7   !74538...784!439.3!0.3503.3%2:7  ! /.3...3. #:.  47:2.8:.980..903  .27:2.-:5.349.73.9 80-.7  0-7:.8 1:38/.-.38.!74538. :39:0.7/.3 -07.-:5.2.39:.39.8/.50372.928.3..3207398/. 507/.80-.92 .3.3/903.3$ 4.3.8/93.7.2.. .../:/./.8.. .5:38:790...09075.9.3.3::2!07025:..3/.2.-.2.3!020739.7.903:3:..809.8390.903:3:.43803.33/4308.8.11.3 507/.!02574.3.203447/3.8 7..3:8:80548.33/.3 007.-:5.2./..83 %..347.839%7.3 202-039:4.34.9  0-890.3207085438933.349.30$.302-.3.27.39.83 2.39.3  ! !439.3.302-.3207:5./:.3.    $0907#$&/7 $40/.9.347.9:147:2..2.7.3.3/.380/.307.2./.3 003.. 203:8:3!7480/:7%09.:9:.3 507/.9:39:0:.39.5:8.347.3/.3:39:202-039:4..3.

805079.203.3-07:2. $.3  039:07./.3.3/.202-07..890780-.3.9.7/0/0  033%.208:9..: .0 -.7.7/ -07-.3507/.:2:23..&39:.3./.2.3/-:9:.$3./.30 47:2.8.3.8.3$.33-079::.3.3..9.203. 79&70.3./03.3 $0.3. /..3 .507:5.3 5844/.. .30.25.25./.3.47.7 47./..3503/.347.38. 44748..331472.3.3..8$:9/. ../.3:3 08.9.!.2.7.11./..8.7.5.-07902.3-078.2 :39:202-.2:.3: 203.3507/.5:-:39:503:.47-.80/./.3.2.8037:5.39.8.8!07025:.3::2-.809.3.2.34507..2 ./. 90780-:95.03..3/.7.32.7.75.320302-..3203.343803 4930807..843.3/.38.8.3-007..-8.3 40423.7.3.3.07..7 3/7.22..7.3 !.3/..3:8.9.:.25..3 4203878803907  /3/4308.:./!:..3/.-.2 2030.350./.30.27.320/.7 .:20.35.3..207.39:. .3020.207.9.-078.4:3907 97.9.

7./.8.390758.8.2.8..3% 072.3$39073.72:3 !74538 #.307.9380/.3 -./.5.380.#05:-3/4308.7!07025:./ /.5:8.3/.3%.3/. /.97043.!020739.39..3/.347./.390..3 05.9.37 7002039-0900390 4.9 /5074020..3.7.!07025:.9.8.7.380-0././ !:3/!07025:.339073./03..8.3503/.8.7.25.307.907:9.33.:3  9039.07./.: .843./ /....!03. ./...3507/.3!07025:.339073.3507/.507-..3   $ %0770/0842208 $..7 ..3:3-.35073/:3.3//4743 907-039:3.3.25:203:.3 :897.8!02:..07.3&3/..380-.8.3 5033.3!7453805:...93.8#03..347-.307.7.2.38050793.0.9..9. 40::8%:./. 07.7..3 :3/.3.2..843.07..:%./.3:8.3-.43:9:.-07.3//4743:39:802./. ...389.07.47-.8/.903$.9: !.30.3.80/.9203././.3/7398 /1.3.3.5:8...3/4308.339073....2.3 $.02-.3 $:7.8:2-07 97.3/.8203.3.3903.3: -07.0.8.7::2. % -072.8.3 97.32033. &39:. 503.#05:-3/4308.80507990780-:9/. 9072.502:.3$48..$:39: 0-2033.25307.7./.3%2-.7.3.9$.3207:5.07.8203447/3./.3!020739.3/4308.1472.907...3 9.3/904.38079.8 :2.30:.89..3..2./.3. &39:02.805079&/..35073/:3.3/:5.3503:.9-007.90...07...27.253.9./.2.3    -07-.305.3#.8. % !% 20.347.3 803.:3  !:3/!07025:.39.07.30-/.3!708/03#4   %.9  .../.2 7.3:73...:39:0.:3  ././...3507/./03.803.07.33.3.2.502-039:.3.3 .909003#..843.:!74538.-.3 !07/.3 8.2.3 !.-:.20303.7. $:.&9..0 1103/078 :.3.2. # ! 80/.3.9.7.34 %./.:/.07.2.3.9..3!07. %70.2./.5.88.39.2.380.3/..3/04.3..3.3/ :897..34 %.3/03.34292037043.9.-.38.3:3/.3.3.320/8/.3!07809::. 202::89:./.3./.2.!/.3.3502:.3.47-.9::.7.2038543847507902:.0732039413/4308.99078 /. &3/.390.980507993/.:380.3%2447/3..8..3/-:.39./03.843.3 47.5:8.3507/.090/703&$   .8.843.8.35073/:3.8..3/03.35007.3!0308.8!07025:.8.3507/.9.390.9./.77-:% .3907:8 /93.5.3. .:39:-.8.3503.%2:7 $:2.-.30:.8..3 .3.2503.80-.7.3809.390.3/./.-:5./03.:2070 42-.3 $ 02-.9:-039:07.3.7...8: 20739807.3..40.3.2.8 /.-0-07.3$4.-0-07. -.3/8003.3!0308.3507/.3.5.2.97.9::.80-08...389.7.9.7:7.3  $.2 202-3.30.3 !.9.709 .3!020739..3./.7.39:.3.37043..3.3./::..203.5:8.380-.3.:05:9:8.843.8.39.9.3502-039:.8.8.7...07.347.347.3820502-07.8889.3.8.503./.-07905.39.3.9.8./..3/:3 03:: !.3/903.03723./.207..:39039.3!020739.8..:.5/:..3.3 5073.08&9..89.:/07.7.9./../.3/.47-.7423. &..0.33.8.8.389805079!74538. ./.3/2494740!!0/.3.3 .3/03. -0-07./4 430  .3.3907-:7:-.2:5..3./.9.70-#5:9.7.39.3.43 43:39:!0307...3 90.503.-007./.07.3.3.:-:3..3..3/4308./.2./....:3  %2390.8/.8.$ 39073.7..073203941434314790$:7703/0741:9./03.3  &39:93.3:353.8.3!0.3/4308.5.

!03.83 %09.8 5... /.07..380.383/.39.843.038!0..39.8.705:.3:3. 80.39:. :5.3.8.8!7479.8547/9.33/4308.3!07/.7.9075. .3#&&9039.3/03.339073./8:8:3/.8.25: 2070.30:.8.890780-:920.3.33.8.80.547.2!747. 8079.3..-072.943.2.8./.%.208.38.83 2.8:5072..8 %.70548.8.7.347-..347-.3!073/:3.3#&&9039.  !0.3 /.5.-078.03839073.83 2.8 &390/.9072.8.3802039.3$.3/4308.3.%.095439/3/4308./03.3.2.3/.32./.3 5007.35.8:20.7.8.7.-  !&%&!020739.843.5:8.3!07025:.!07/../.343.9 .3$.397.3 !020739.9180.3/!:38%7.3/..7/:.3/..5:8../03.8:/.347.3:.39039..380. 803/705:.-079.2:38:3: -0-07.8.07. 02:/.03039..8../.503.53/.9/03.3/-039:/80-0.3 /5007.92030.3202507.5 9073.3!4734.503025.3/03. 503.38.07../.3./507:.8.2#:2..3 :3/.383.2.3/.3 .8.843.8 !7479.9:39:2.7#03..8%.390..:39:02-.380-.:...9.1/..89.8803.7.494!70.3 :3/..3.8..3.038!07807..8547/.83/03./8.38.03943.%0747....2021.3.0.3.3/.8.32.33/4308.3!07/.5:8.9.5007.0.80.3903.: /.5:8.9/.8.3.3. .3/.38../.07. :39:9:%2.9 .7.3!07025:.8:/..2../..3.3.3%3/.34 %.3..3 03::2!07/...25:2021.5.9 3.8.3/4308.3/.3 503.33.32070.3:5.3202-07.9.2.3/./.3.20.3..-..3.383.3. 90747.3907. /..7.390.25:3.8 /.5..3...5.07.3-007.30. 270803 :39:202-07.8.9.3 39073.. 9..9.843.2. !0.3!020739. !03.3!708/03#4 %./.843.3.#03.202-.7%-072.8  90.7389..33!07843 850./:202-07..843.39/.7.943843.42.8.89./.:05:9:8.:380.2!7403..3.2.03975439/3/4308.-007.2070.3.843.33.0 /.9.02.5-.3 47:58     &3/.2.7.30/ 720 /..90 57.8/./.&3/.32..3 %  !7494.3$.8.9:.2.3:39:-.8.383..3/. &3/.33..:.25.3507/.  #03.039 $:557088 .3 /703 90.385479.3!74944:39:03.3!03. !-.90507/.3!0308.9: 9.3!47347.3/5070-:3.27.25:20207.9.7..3..843..3 .:.350372..347.3-.  07/.7..3$3.33.11.8/.3..380-.8:#&&!0308.90.387.:92.:3   .2070..757.3 %7.30.5.389%7.90.3#03.3 20207:.!07025:.397..3 80-0:23. .3.. $:5020343.32.27.3 907:9./.:3  9072./.2.8.7..5.0/.3./54943 9079 :9.9:207:5.0. 02-07.990..3 /.2.8/./03.93909.331472.343/89070549.#&&9039.:3:3.3.8:. !7403..3 #&& !0308..5./8:8:3/..3 :3/.3 7.383.8..35.:5:3:/.9180:7::38:72.3/.3 -..80.3/.5.9:9. 7.302:/.:3  :.7985.3080. /909.88079.3402070.!/.907447/3./2.38!020739.3 #&&9039.3/4308.3/4308.7..3007.:3.9...3.3...9: -039:07. -.:3  $02039..343.0-/.843.3 -.0./..3.7.3.8.33.3  503..

7.3.8.843..:70.0:.2.8/.302-.5/.3!073/:3.3. 202-039:#:2.399.5..3 #&&9039.7.3-..3/.3503/.0907-.9.350.8:8507/.9:.8:/.3 3.2:3/. 80..7-..7 -03..3 !03025..3.5.9. 07.8 #&&9039..3/5074080.3:.3.3-007...507-.3!073/:3./434739073.390.5.3.3 &3/.3.8.9: .3 503:8:3.9.305.3.843.3.3507.. 80.9 .7985.#&& 9039.3/.3/.3 5007.2/../3/4308.7 507. $0.5.   !03.9:7.3/03.3/.90780-:92.   !033.9.3  %072..90.3.399...8.30-.3507025:.8 90.3.2!7403.3027.3-007. #!$ /.3507/./.703. $4.3/./.8 -0-07.8!7479.9.347-./909.3 02-.3907:8/.73..3.3-.3.8:8.3203.3::2!/.7.393/.37.2::23.3.3.30.3.3.7/.:.3 05.749.-9.3 :3/. &$  /.3 ..3 7.5.8.3 0.9..3 &3/..3.390.:/..07. 5.3.3/.:503.390.8 #&&9039...3 203:.07.39:.7/:.90 57.320./.73  .&3/.907./03.328.33.3 #0.2.8%.7/.557.4.9/.3.9.90.39:../.3/.9.3/.35020739.808-9..9.39.3/.390780-:92.  0.547-.3.!7480/:7 $ ! !02:..3:9.3 0.8.3..7. 7043.9..//.32.. -07/./ 5:8.:.9/.3/.2:2.35033.-03.2.9.3.5:8.8.8.302-.8848./.3:39:203./5033.. 3/4308./.3.3.  . 203/::30.33.:2:290.3./.:5:3/.7907.3/. :8:83.5./8:8:3/.302-..843.3 #0.390./03.3./09.3 50..:.843.!073/:3.33   !02-039:.507025:.:3503.9/.:39:70..3::2. #0.33.3 :3/.3&3/.34 %..320.8.8:..   $9.3507/.3/..8-.-07.8 9. .700790.7.39.0.3!07/.8-0:2.8.2.:3 9039.02.3.3/03.-07084  $0..9!0..8/.3-070/4202-07.-039:507/.203.30297. /..8.3../././4347 202-07.3:9.85072..3 /./.34 %.2203/::3/..320:.3.9.7.3/.11.3 5033.547./.0-/.7.3 5747.307./503:7:3. 309473 /.3507025:.3907.3.3 .3.91-07/.390.3..5.8./.40$4.3  %09.3.0.3./.7. 509.547.3..3/.7.7503..3788/.8/.9.8:8 .9.3507025:.07...3.3807:5..73.3:3/.33   !033./503:7:3.9.:3 9039.3848.3-.72438.3..3/. -0. 907.89:.320.8:80.380/.340$ 507:7:.8!:8..70/9274 /./8:8:3 /.3 %072.7.90507/.2.305.3.-&3/.33.3.90.9.::5 20.89:/..:.2.3/./.3703907..0/.3.9.8.843.350.3503.843.79::.3. %07.3/04.3.547.3.3!03.7-.307.3:.-08!47907.39.9:.890780-:9 /2:9.3.805.3$48...:.3.3:-:3..703.7.805./3/4308.3.3 /.3-.739073.3:9509.3/. . &5.3..3:..3-.-075.07.3/8:8:324/: 24/::39:50..3.3.5:8.347.3&.3.39070-/03.:3907.8.8/..503:8:3.3803.9..3 #0. 89:.9.0740!03.3.02-.9.7.8.3.3-07-.8..38.80907 745303907 4203 878803907/.889.5:83.3%0:.-03.2:3/8.:/.3.843.9.3.730.:5:339073.:39:20250740 503//.2.3.97.3/.3/.8.:3    03./.3.8./434739073.3.8.3.3507025:.3.802.8::2.8079.3 .8.

8...3$4.-..8079..3..7.7307./.3/03.35033..8.3503025:73..3.3:93.9.3/.3/.3 39073.-.2./.39507-:/.9..3#03.843.3.3907:8203:5./03..8 80.  0.3.30.350.3808.

7..5.38.25:203.7.7-07-.3/4308..383.2/.9..3/.9-.907.38:/.3-..8...320207:.3. 80-.#/.843.7/7/..  .80.39073.3203.72070.3.25:202.:/03...8.8.39. 079.9. .2.3.9...2.  ./.89.:2:23.-0780/.390747.8/.3!020739.3.9#  ..802:...:04254 04254 .32.35073/:3.05..324/073320..73007390.3  05.9..807.3202-039:02-.3 :.38.91 -075.3.8.7.3507-:/.8:.3 04254070..-...32.9 $ ./3/4308..89039.. .:002-.3. /3.5747.20.3:8:83.387 507/...5:8.2:3.397.3/4308.3 .7..3080./.5.90747.8.3.347..38:3.20.3.3#.357410843.843.. .  02.72.3.3-07050393. /./.3.02-.47-..947/.3 .330.3/:5-.  04254503./.7 93/.3/1.3.9/:3. 2.38...38079.7./.72./.3507/..387-.3447/3.8..:38:730.30.0/42.507025:././.347.0.907-039: 38. 54..25:202-07..7.20.3 .7985.2 503.79.3..331472.3/8:8:380-.82.7..9..85488#05:-3/4308..709  0203907..32.32.805079#::3%09.9.320207.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful