Kristal no.

9/Desember/1993

1

AKIBAT ROTASI BUMI
oleh : Sugata Pikatan Bumi kita berputar pada porosnya, semua orang tahu itu. Tetapi kebanyakan dari kita mengetahui rotasi bumi dari pelajaran di sekolah. Sejak dilahirkan kita sudah terbiasa hidup dengan putaran bumi ini, sehingga kita sama sekali tidak merasakan gerakannya. Padahal jika dihitung, laju gerak kita akibat rotasi bumi ini sangat besar. Satu kali putaran ditempuh dalam 24 jam, sedangkan ruji bumi di khatulistiwa besarnya 6375 km, sehingga laju gerak kita di permukaan bumi : v = 2π (6375).cosλ /24 = 1669 cos λ km/jam π λ λ adalah besarnya derajat lintang suatu tempat di permukaan bumi. Faktor cos λ muncul karena tiap titik di permukaan bumi berputar terhadap sumbu putar bumi, bukan terhadap titik pusat bumi. Di khatulistiwa ( λ = 00) laju linier di permukaan bumi sama dengan 463 meter per detik, sudah melampaui besar kecepatan suara di udara ! Laju suara di udara hanya 350 meter per detik. Jadi kita ini setiap saat dibawa permukaan bumi bergerak dengan laju empat per tiga kali kecepatan suara !

Gambar 1. Rotasi bumi Akibat langsung rotasi bumi yang kita rasakan hanyalah perubahan siang dan malam. Matahari terbit dari timur dan tenggelam di sebelah barat, karena bumi berputar dari barat ke timur, atau berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara bumi. Akibat langsung inipun dulu tidak disadari sebagai akibat rotasi bumi, tetapi diyakini sebagai akibat matahari mengitari bumi. Suatu keyakinan egosentris manusia yang ternyata keliru. Dalam tulisan ini kita akan meninjau akibat rotasi bumi secara lebih luas. Agar kita dapat menganalisa akibat-akibat ini dengan mekanika dan matematika dasar, kita r asumsikan bumi berbentuk bola pejal. Vektor kecepatan anguler rotasi bumi (Ω ) mengambil arah sejajar sumbu putar bumi ke utara membentuk sudut 23°27′ terhadap normal bidang ekliptika*, besarnya dapat kita asumsikan konstan juga, yaitu 7,272 × 10-5 rad/s (2π rad/24jam). Sebuah sistem koordinat K yang pusatnya kita letakkan di pusat bumi akan melihat sistem-sistem koordinat di permukaan bumi (misal K′ ) berputar terhadapnya dengan

yakni sebuah sistem yang banyak melibatkan gaya-gaya semu. Kita yang hidup di permukaan bumi selalu memakai sistem koordinat K′. dan merasakan semua efek fisis yang terjadi di dalam sistem koordinat ini. Tentu saja juga ada gaya berat benda (w) beserta gaya normal bidangnya (N). kita tinjau sebuah sistem yang dipercepat lurus seperti sebuah gerbong kereta api yang sedang dipercepat. Gaya ini tentu saja tidak ada. percepatan yang mengubah arah kecepatan. Gaya yang diciptakan oleh orang yang berada dalam sistem non-inersial dengan tujuan agar hukum mekanika berlaku sesuai dengan pengamatannya disebut gaya semu. sifat egosentris manusia membuat penumpang itu selalu menganggap sistemnya tidak dipercepat. Saat itu orang-orang yang berada di dalam gerbong seakan-akan didorong oleh sebuah gaya (P') ke belakang sehingga punggungnya menekan sandaran kursi. sebuah gaya yang dirasakan keberadaannya akibat watak egosentris manusia. maka kesimpulan yang masuk akal baginya adalah gaya dorong ke belakang tadi. Lihat gambar 3. Gaya semu Untuk memahami apa itu gaya semu. gaya semu yang dirasakan mendorong secara radial keluar. Yang menekan sebetulnya adalah sandaran kursi.9/Desember/1993 2 r kecepatan anguler Ω . serta Τ" dan Τ"′ . sandaran kursi menekan punggung penumpang (dengan gaya P) agar tubuh penumpang itu dapat bergerak dengan percepatan yang sama dengan percepatan gerbong. Secara salah kita mengatakan ada gaya sentrifugal yang menarik tangan kita. tangan kita terasa ditarik oleh benda itu. Jadi sistem yang berputar juga merupakan sistem non-inersial. pasangan gaya interaksi antara tali dan benda. . K' dengan demikian adalah sistem yang dipercepat karena ia harus berputar terhadap K. Memang merupakan suatu kenyataan bahwa pada saat kita memutar sebuah benda dengan tali secara horisontal. Gaya dorong semu Sistem yang berputar mengalami percepatan sentripetal. pasangan gaya interaksi antara tali dan tangan. tetapi dirasakan keberadaannya oleh orang-orang di dalam gerbong. Gaya semu yang populer dalam sistem yang berputar adalah gaya sentrifugal.Kristal no. dengan sendirinya K’ juga merupakan sistem yang non-inersial. Padahal gaya-gaya yang ada pada peristiwa ini adalah gaya Τ dan Τ′ . Gambar 2.

sehingga benda tetap ditarik tali dengan gaya tegangan tali T. tangan kita ditarik tali oleh T"′ menuju benda.Kristal no. sedangkan gaya semunya adalah gaya sentrifugal yang diklaim sebagai akibat dari gerak putarnya. yakni gaya sentrifugal. gaya inilah yang berfungsi sebagai gaya sentripetal. Talinya sendiri akan mengalami sepasang gaya tarik di kedua ujungnya.9/Desember/1993 3 Gambar 3. Jika kita berhenti sampai di sini kita akan bingung. Ambil contoh vektot posisi r' dari sebuah benda jika dilihat dari sistem K'. gaya sejati pada benda hanyalah gaya tegangan tali T yang berfungsi sebagai gaya sentripetal. dialah yang menyebabkan terjadinya putaran. Setelah mengetahui bahwa kita dan benda itu sedang melakukan putaran. Jadi tidak ada gaya yang arahnya radial keluar pada benda. Jadi jelaslah sudah. Posisi benda ini akan terlihat sebagai r oleh sistem K. hukum Newton tidak berlaku ! Mestinya dengan adanya gaya T saja benda itu tentu bergerak mendekati tangan kita. yang menarik tangan kita. gaya yang memberikan percepatan sentripetal yang memungkinkan berubahnya arah kecepatan benda. T yang bekerja pada tangan adalah hasil interaksi tangan dengan tali. karena kenyataannya benda itu dapat berada dalam keadaan diam dengan sebuah gaya tunggal pada rah sepanjang tali. Jika kita kemudian juga berputar mengikuti putaran benda itu dan menganggap diri kita beserta benda iti dalam keadaan diam (lingkungan yang kita anggap sedang berputar). agar hukum Newton masih berlaku dalam pengamatan ini kita lantas menyimpulkan bahwa pada benda itu pasti bekerja pula gaya yang arahnya berlawanan dengan T dan besarnya sama dengan T. Gaya-gaya pada putaran Gaya yang bekerja pada benda pada arah radial hanyalah T. Transformasi sistem koordinat Apa yang dilihat oleh pengamat di dalam sistem koordinat K' yang sedang berputar dapat diterjemahkan ke dalam hasil-hasil pengamatan di sistem koordinat K. Disepanjang tali tetap bekerja gaya-gaya T" dan T'. yaitu T′ dan T" yang besarnya sama jika massa tali ′ dapat diabaikan. kita mengklaim gaya misterius itu sebagai akibat dari gerak putaran dan kita beri nama gaya sentrifugal. yaitu : r = r' + R (1) . Tangan kita tertarik oleh T"′ adalah konsekuensi logis pemberian gaya T pada benda melalui hukum interaksi. Nah. yaitu hukum Newton ke tiga. gaya inilah yang kita rasakan sebagai gaya tarik oleh benda. Transformasi yang menghubungkan kedua vektor posisi ini dapat dilihat dengan jelas pada gambar 4.

adalah turunan r' terhadap waktu yang dilakukan di dalam sistem K' sendiri dan harus menggunakan vektor basis yang ada dalam sistem K' (misal i^'. r v = dr/dt = dr'/dt + Ω x R Persamaan (3) ini bukanlah persamaan transformasi untuk kecepatan yang analog dengan persamaan (1) untuk posoisinya. Vektor-vektor basis i^'.9/Desember/1993 4 R adalah vektor posisi pusat koordinat K' terhadap pusat koordinat K.j^' dan k^' ). sebut saja v'.j^' dan k^' adalah vektor-vektor r yang ikut berputar bersama sistem K' dengan kecepatan sudut Ω terhadap sistem K. tetapi dr' / dt bukanlah kecepatan yang terlihat di sistem K'. R adalah vektor posisi pusat koordinat K' yang berputar terhadap sumbu Z dengan kecepatan putar yang sama. Sistem K dan K' Putaran yang dilakukan oleh K' adalah terhadap sumbu putar bumi (sumbu Z) r dengan kecepatan putar konstan Ω . Kecepatan benda di sistem K'. Gambar 4. dr/dt adalah kecepatan benda dilihat oleh pengamat di sistem K. besarnya sama dengan ruji bumi.Kristal no. Hal ini disebabkan karena penurunan terhadap waktu dr' / dt dilakukan di dalam sistem K. sehingga identik dengan persamaan (2) : r d $ ' / dt = r × $ ' i Ω i d $ ' / dt = Ω × $ ' j j r $ ' / dt = Ω × k ' $ dk . Dari gambar 4 kita tahubahwa kecepatan linier sistem K' terhadap K : r V = dR/dt = Ω x R (2) Kecepatan sebuah benda yang posisinya ditunjukkan oleh persamaan(1) segera dapat kita peroleh setelah kita menurunkan persamaan (1) itu terhadap waktu disertai dengan substitusi persamaan (2) ke dalamnya.

yaitu seperti kita semua yang berada di permukaan bumi.Kristal no.2Ω × v' . Dengan melakukan substitusi persamaan (5) dan (7) ke dalam persamaan (6) terjadilah persamaan transformasi percepatannya : r r r a = a' + 2Ω × v' + Ω × (Ω × r) (8) Suku ketiga di ruas kanan tidak terlalu sulit diartikan.Ω × (Ω × r) (9) .9/Desember/1993 5 Maka kita dapat menghitung : $ dr' / dt = d/dt(x' $ ' + y' $ ' + z' k ' ) i j =[ r dx' $ dy ' $ dz' $ i '+ j'+ k' ] + Ω × r' dt dt dt (4) r = v' + Ω × r' dan jika kita substitusikan hasil ini ke dalam persamaan(3) barulah kita peroleh persamaan(3) barulah kita peroleh persamaan transformasi untuk kecepatan di kedua sistem itu : r v = v' + Ω × r' (5) Persamaan (5) mudah sekali dipahami. mari kita turunkan persamaan (5) ini terhadap waktu . sehingga kecepatan terhadap K merupakan jumlahan kecepatannya terhadap K' dengan kecepatan hasil putarannya sendiri mengikuti sistem K' terhadap sistem K. Suku yang kedua adalah fenomena baru bagi kita. Situasi menjadi lebih rumit jika kita ingin mencari vektor percepatannya. Lihat arahnya yang menuju pusat putaran di sumbu Z. Persamaan (8) dapat kita balik untuk pengamatan orang-orang yang berada di sistem K'. r a = dv' / dt + Ω × (dr/dt) (6) Sekali lagi dv' / dt bukanlah percepatan yang terlihat oleh sistem K'. Suku ini adalah percepatan sentripetal yang diperlukan benda untuk mengikuti sistem K' berputar terhadap sumbu Z di dalam sistem K. ia hadir hanya jika benda melakukan gerakan di dalam sistem K' (kecepatan v' ada). efeknya tentu saja membelokkan arah kecepatan v' karena arahnya yang tegak lurus terhadap kecepatan itu (sifat cross product). r r r a' = a . Percepatan ini disebut percepatan Coriolis. dengan cara yang analog dengan penurunan persamaan (4) kita dapatkan : r dv' / dt = a' + Ω × v' (7) a′ adalah vektor percepatan yang terlihat oleh K' karena menggunakan vektor basisnya ′ sendiri. Untuk itu. setiap benda di sistem K' tentu saja juga r terbawa berputar dengan kecepatan putar Ω terhadap K.

814 m/s2. ini merupakan besar ge. Berapa besar percepatan gravitasi yang sesungguhnya dapat kita peroleh setelah kita menghitung besar efek sentrifugal lebih dulu.78 m/s2. karena arahnya yang radial keluar dari pusat putaran di sumbu Z. r r r Ω × (Ω × R) = Ω 2R = 0.9/Desember/1993 6 Efek sentrifugal Untuk benda-benda yang tidak bergerak di permukaan bumi kita dapati v' = 0 dan r = R. Besar percepatan gravitasi di khatulistiwa dengan demikian adalah 9. Efek sentrifugal Jadi arah vertikal yang ditunjukkan oleh ge sedikit melenceng ke selatan di belahan bumi sebelah utara dan sedikit melenceng ke utara di daerah belahan selatan bumi. Faktor lain yang ikut menentukan variasi ini adalah ruji bumi semakin kecil di daerah kutub akibat bentuknya yang pepat. Permukaan air di tempat itu akan mengambil arah yang tegak lurus dengan arah ge. Penyimpangan arah vertikal terhadap arah radial bumi inilah yang menyebabkan bentuk bumi menyimpang dari bentuk bola. Di khatulistiwa arah vertikal tetap menuju ke pusat bumi. Percepatan gravitasi yang terukur di khatulistiwa adalah 9. arah yang akan diambil oleh unting-unting.34 % dari harga percepatan gravitasi yang sesungguhnya.0337 m/s2 Ternyata efek sentrifugal ini cukup kecil yaitu sekitar 0. Efek yang diberikan oleh suku kedua pada persamaan (10) disebut efek sentrifugal. . Percepatan yang dirasakan oleh benda adalah a' yang biasanya kemudian disebut percepatan gravitasi efektif ge.Kristal no. disebut arah horisontal. Akibatnya percepatan gravitasi yang terukur bervariasi dari khatulistiwa ke daerah kutub bumi seperti yang tampak pada tabel berikut. r r ge = g . sehingga a = g). Makin ke arah kutub efek sentrifugal ini besarnya makin kecil. Percepatan yang dialami hanyalah percepatan gravitasi g yang arahnya menuju pusat bumi (menurut K. bentuknya menggembung di daerah khatulistiwa dan pepat di kedua kutubnya. karena bekerjanya faktor cos λ .Ω × (Ω × R) (10) Gambar 5. tetapi besarnya lebih kecil daripada nilai percepatan gravitasi yang sebenarnya. Arah ge inilah yang menentukan arah vertikal di tempat itu.

Untuknya mudahnya gesekan udara kita abaikan dan arah vertikal kita impitkan dengan arah radial.800 Efek Coriolis Jika benda melakukan gerakan di sistem K' (permukaan bumi).812 9. kecuali kalau laju gerak bendanya besar sekali. sehingga arahnya tergantung pada arah kecepatan v'.g. Dari gambar 6 untuk tempat di λ LS : r r $ Ω = -Ω cosλ $ ' .801 9. sehingga arah kecepatannya setiap saat dapat didekati dengan arah vertikal. Dapat diduga bahwa simpangan yang terjadi cukup kecil.t k ′ = -2Ω × v' = 2Ω . efek sentrifugalnya juga kita abaikan.Kristal no.809 9. percepatan Coriolis akan ikut berbicara karena adanya vektor kecepatan v'.782 9.9/Desember/1993 7 Tabel percepatan gravitasi efektif Lokasi Khatulistiwa Panama Honolulu Washington Paris Greenwich Reykjavik Kutub utara Jakarta Melbourne λ(lintang) 0° 9° U 21° U 39° U 49° U 51° U 64° U 90° U 6° S 38° S ge [m/s2] 9.832 9.823 9. Jika kejadiannya itu di Surabaya yang terletak pada lintang 7° LS.782 9.790 9. Percepatan Coriolis pada benda jatuh .Ω sin λ k ' λi $ v' r -g. gambar 6 akan menunjukkan pada kita arah percepatan Coriolis yang terjadi. Pada awal geraknya arah kecepatan v' adalah vertikal ke bawah.t cos λ $ ' Ω j Gambar 6. Kita tinjau misalnya gerak benda jatuh bebas. Percepatan ini akan menyebabkan lintasan benda menyimpang dari arah vertikal.780 9. Arah percepatan ini sudah kita ketahui selalu tegak lurus terhadap arah kecepatan benda di sistem K'.

v' /r . Efek Coriolis pada pesawat udara $ Jika ur adalah vektor radial di K.5 kali kecepatan suara ke arah timur di atas daerah khatulistiwa. Kenyataan ini juga berlaku untuk benda jatuh bebas di belahan bumi sebelah utara. g. penyimpangan ke arah timur yang terjadi setelah benda jatuh bebas 100 meter adalah sebesar y' = 2.Kristal no. Mari kita hitung berapa kira-kira penyimpangan ke arah timur yang terjadi untuk benda yang dijatuhkan dari ketinggian 100 meter dari atas tanah. maka persamaan gaya itu menjadi : $ $ $ $ (-m. Misalnya sebuah pesawat supersonik yang terbang dengan kecepatan 2.r ur 2 f = m(ge .Ω × v' + m.v') Jadi dengan laju pesawat 2.9/Desember/1993 8 Ternyata percepatan ini mengambil arah timur (sumbu Y'). v' ur -m.18 cm.2Ω.Ω. Oleh karena sumbu Y' sejajar dengan arah timur. Gambar 7. sedangkan gaya sentripetal di koordinat K adalah jumlahan gaya beratnya (m. gabungan persamaan (9) menghasilkan persamaan gaya : r r r F = F' + 2m.g) dengan gaya angkat aerodinamik (f). Pesawat udara pun tidak lepas dari pengaruh efek Coriolis ini.g + f) ur = (-mv'2/r) ur -2m.3 % akibat efek Coriolis. . t cos λ Jika nilai-nilai g dan λ di Surabaya 9. gaya angkat aerodinamik yang diperlukannya tidak sebesar gaya angkatnya bila saja bumi tidak berotasi. Tiap kgf (kilogram gaya) berat pesawat membutuhkan gaya angkat sebesar 975 gf (gram gaya).78 m/s2 dan 7° . maka persamaan skalar percepatannya sepanjang sumbu Y' : d2y' /dt2 = 2Ω . Ω 2. Akibatnya benda yang jatuh bebas ini akan menyimpang dari lintasan vertikalnya ke arah timur. Penyimpangan ini terlalu kecil untuk diamati. tetapi akan cukup besar jika sudah menyangkut peluncuran rudal antar benua. Setelah dikalikan dengan massa pesawat (m).5 kali kecepatan suara (v' = 875 m/s).t cosλ Ω λ 1 3 y' = 3 Ω. g. gaya angkat aerodinamiknya terhitung berkurang sebesar 1.Ω × (Ω × r) (12) Gaya sentripetal yang diperlukan pesawat untuk memutari pusat bumi di K' adalah F'.

Tampak bahwa suku terakhir di ruas kanan adalah gaya Coriolis yang tidak sebidang dengan dua gaya di depannya. gaya berat dan gaya tegangan tali berada pada bidang vertikal (sebagai bidang ayunnya). Salah satu cara untuk mendemonstrasikan adanya percepatan Coriolis adalah dengan ayunan bandul yang dapat berputar terhadap sumbu vertikalnya.ω× r ′ .2m. Sebut saja koordinat baru ini K". Arah presesi bidang ayun itu searah dengan jarum jam. ω × (ω × r ' ) (14) Hubungan kecepatan bandul di K" (v") dengan kecepatannya di K' (v') analog dengan persamaan (4) : r v" = v' . Ia mendapati bahwa bidang ayun bandul ternyata berpresesi terhadap sumbu vertikalnya dengan perioda sekitar 32 jam. Dari eksperimen diketahui bahwa bidang ayun ternyata berpresesi dengan laju sudut ω terhadap permukaan bumi. yaitu persamaan (12) : r r r F" = F' . Gambar 8. Kejadian ini dijelaskannya sebagai berikut. di sini bandul akan mengayun pada sebuah bidang yang tak berputar. Demonstrasi ini pertama kali dilakukan oleh fisikawan Perancis Jean Leon Foucault pada tahun 1851 di Paris. semua gaya yang bekerja pada bandul berada sebidang yakni pada bidang ayunannya.Ω × v' . Di koordinat K' gaya yang bekerja dapat diperoleh dari persamaan (12) : r r r F' = (mg + T) .2m. Anda dapat memeriksanya sendiri.2m.Kristal no. maka kita coba menganalisa gerak ayunan ini dari sebuah sistem koordinat baru yang ikut berpresesi bersama bidang ayun.Ω × v' (13) T adalah gaya tegangan tali bandul itu. Terbang ke arah barat ternyata memerlukan gaya angkat aerodinamik yang lebih besar daripada terbang ke arah timur.mΩ × (Ω × r) r = mge + T .9/Desember/1993 9 separo pengurangan ini adalah akibat perjalanannya sendiri mengitari pusat bumi. bahwa efek Coriolis ini akan menambah gaya angkat yang diperlukan jika pesawat itu terbang ke arah barat.ω × v"− m. Bandul Foucault Transformasi gaya antara koordinat K" dan K' bentuknya tentu saja sama dengan transformasi antara K' dan K.

setelah menyeberangi khatulistiwa percepatan Coriolis berbalik ke arah timur.8 jam. Gambar 9. Maka perlu diberikan syarat agar suku Coriolis itu juga terletak pada bidang ayun. agar (ω + Ω ) horisontal syaratnya adalah : r r r (ω + Ω ). Pada semester Maret-September matahari berada di belahan utara mengakibatkan atmosfir di belahan selatan mempunyaikelebihan tekanan.2m(ω + Ω ) × v' + m. sehingga jika vektor (ω + Ω ) kita buat horisontal juga maka hasil crossproductnya dengan v' pasti memiliki arah vertikal yang berarti selalu terletak pada bidang r r r ayun. Angin pasat Maret-September . Efek Coriolis tampak paling jelas jika kita mengamati pola aliran arus laut dan arah angin pasat sepanjang tahun.ge + T) .ω× (ω × r') Di antara gaya-gaya di ruas kanan hanya suku Coriolis saja yang bisa tidak terletak pada bidang ayun. Angin ini adalah angin tenggara pada musim kemarau di pulau Jawa. Gerakan massa udara ke utara ini akan dibelokkan arahnya oleh percepatan Coriolis. Dengan mengambil posisi kota Paris 49° LU kita mendapatkan periode presesinya 31. Artinya ω positif (presesi berlawanan dengan arah jarum jam) di belahan selatan dan negatif (presesi searah dengan jarum jam) di belahan utara. sehingga angin berbelok ke arah timur laut (gambar 9b). kita akan mendapatkan presesi bidang ayun berlawanan dengan arah jarum jam dengan periode sekitar 197 jam. Tampak pula bahwa sudut θ ini lancip (θ = 90° . Kita lihat dulu di belahan selatan (gambar 9a). Oleh karena ayunan dilakukan dengan amplitudo yang kecil. percepatan Coriolis yang diderita udara arahnya ke barat sehingga angin akan berbelok ke barat laut. Selisih sedikit terhadap hasil eksperimen adalah akibat anggapan kita bahwa v' selalu mengambil arah horisontal.Kristal no. Udara dari belahan selatan akan bergerak menyeberangi khatulistiwa ke belahan utara.9/Desember/1993 10 sehingga substitusinya bersama-sama dengan persamaan (13) ke dalam persamaan (14) menghasilkan : r r r r F" = (m. Mengingat ω arahnya vertikal. Jika bandul Foucault ini kita ayunkan di Surabaya.r kecepatan bandul v' setiap saat hampir selalu r horisontal. padahal di K" semua gaya harus berada di bidang ayunnya. ω = 0 ω = -Ω cos θ (15) Pada gambar 8 tampak sudut θ adalah sudut antara arah vertikal dengan sumbu putar bumi.λ) di belahan bumi sebelah utara dan tumpul di belahan selatan (θ = 90° + λ).

Alat ini memiliki sebuah piringan yang diputar dengan cepat terhadap porosnya yang sejajar sumbu X.Kristal no. Menurut hukum Newton kedua untuk rotasi. angin yang berputar ini bisa disebut angin siklon. momentum angulernya bersifat konstan. Angin ini adalah angin barat laut pada musim penghujan di pulau Jawa. Rotasi bebas terhadap sumbu Y dan Z mengakibatkan sistem giroskop ini imun terhadap momen gaya dari luar. misalnya putaran piringan vektor L yang arahnya ke timur. tanpa hadirnya momen gaya luar.9/Desember/1993 11 Pada semester September-Maret yang terjadi adalah sebaliknya. Gambar 11. poros ini dapat berputar bebas baik terhadap sumbu Y maupun terhadap sumbu Z. Hal ini dapat mengakibatkan berputarnya gerakan udara searah jarum jam di belahan utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan selatan. Gambar 10. Angin ke selatan terkena percepatan Coriolis ke barat di belahan utara dan ke timur di belahan selatan. seiring dengan berotasinya bumi dari timur ke barat. Anda periksa sendiri arah-arahnya. Artinya orientasi sumbu putar piringan. Secara ringkas efek Coriolis menyebabkan gerakan angin akan menyimpang ke kiri di belahan selatan dan menyimpang ke kanan di belahan utara. seperti yang tampak pada gambar 11. Putaran piringan memberikan momentum anguler yang vektornya (L) sejajar dengan sumbu X. Giroskop Kita tinjau sebuah giroskop yang diletakkan di khatulistiwa dengan poros piringan sejajar dengan arah timur-barat. dalam hal ini arah sumbu X akan selau tetap di dalam ruang. vektor L yang konstan ini . Angin siklon Giroskop Sebuah alat yang dapat kita pakai untuk memperlihatkan rotasi bumi adalah untuk memperlihatkan rotasi bumi adalah alat yang disebut giriskop.

Gambar 13. bahwa rotasi bumi dapat kita manfaaatkan untuk menentukan arah utara seperti halnya kompas biasa.Kristal no. Peristiwa-peristiwa kacaunya navigasi di segitiga Bermuda adalah karena adanya medan magnet lokal yang amat kuat sehingga kompas biasa tidak lagi mengikuti arah medan magnet bumi. Andaikata titik A dan B tidak dikunci poros piringan akan tampak . Akibatnya pada saat dibawa bumi berputar. setelah enam jam ia akan berada pada arah vertikal ke atas. tetapi seperti gambar 13 di bawah. Arah vektor momen gaya ini r ( τ ) ke utara. enam jam berikutnya ia akan menunjuk arah horisontal ke barat. Kompas giroskop Sekarang vektor L dipaksa tetap horisontal ke timur oleh rotasi bumi. Gambar 12. misalnya dengan mengunci titik-titik A dan B sehingga poros giroskop tidak lagi dapat berputar terhadap sumbu Y. Demikian seterusnya sampai ia kembali menunjuk arah timur setelah 24 jam. karena putaran yang disebabkan berlawanan dengan arah jarum jam dilihat dari kutub utara. Giroskop dan rotasi bumi Watak giroskop yang demikian kemudian memberikan ide. Kompas giroskop adalah giroskop yang poros piringannya dijaga horisontal. kejadiannya tidak sama dengan gambar 12 di atas. Keunggulan kompas giroskop adalah bahwa ia tidak tergantung pada medan magnet bumi. dengan kata lain rotasi bumi memberikan momen gaya kepada giroskop. anomali medan magnet lokal dapat mengacaukan arah yang ditunjukkan kompas biasa.9/Desember/1993 12 tampak ikut berputar.

. John Willey & Sons. Knight.. vol. “Dynamics”. Ruji putarnya mencapai 3 x 1020 meter atau sekitar 30 ribu tahun cahaya. 1971 Kittel. Addison-Wesley Publishing Company. tampaknya ia berputar juga bersama galaksigalaksi lain terhadap suatu pusat yang belum kitaketahui. 1973. M. atau seperseribu laju cahaya di ruang hampa ! Demikian pula galaksi kita itu. 2nd ed. 2nd ed. Rujukan : o o o o o K. dengan laju yang tidak main-main.-Singapore.9/Desember/1993 13 berputar searah jarun jam dilihat dari utara (gambar 12)..R. 3rd ed. R. Inc. vol. Kompas giroskop yang lebih handal ini kini banyak dipakai sebagai alat navigasi baik di bidang pelayaran maupun penerbangan.J. kita juga terbentur pada kenyataan bahwa matahari pun berputar terhadap pusat galaksi Bimasakti..Finn : Fundamental University Physics.Kristal no. E. yaitu sekitar 30 km/detik (lebih dari 80 kali kecepatan suara) ! Tetapi andaikan kita mengambil suatu sistem yang melekat di matahari sebagai acuan.I. Inc. Dapat dibayangkan betapa rumitnya mekanika yang kita pelajari jika semua gerak putar itu diperhitungkan. Addison-Wesley Publishing Company. Inc. Moore : Theoretical Mechanics. 1983 F. McGraw-Hill. Johnston Jr. “Mechanics”. 1980. Adanya momen gaya yang tidak searah dengan vektor L ini mengakibatkan L akan berputar terhadap sumbu vertikal menyejajarkan diri dengan momen gaya tersebut. Ruderman : Berkeley Physics Course.. McGraw-Hill Book Co. Beer. sehingga akhirnya poros piringan giroskop itu akan selalu menghadap ke arah utara. yaitu bahwa sistem K yang melekat pada pusat bumi berada dalam keadaan tidak bergerak.I.Alonso.N..P.”Mechanics and Thermodynamics”. Semua efek rotasi bumi yang kita uraikan di atas berada di bawah satu asumsi. 2nd ed. Padahal kita tahu persis bahwa pusat bumi juga berputar terhadap matahari. E. : Vector Mechanics for Engineers. 1990 ********************************** .. Symon : Mechanics. sedangkan sistem yang tak bergerak yang dapat kita pakai sebagai acuan sejati mungkin tidak pernah ada. sedangkan laju matahari mengitari pusat galaksi menurut kajian spektral (pergeseran Doppler) besarnya fantastis : 300 km per detik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful