BAB II DASAR TEORI

2.1 Pengertian Tentang Motor Bakar Motor bakar adalah salah satu jenis dari mesin kalor, yaitu mesin yang mengubah energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau mengubah tenaga kimia bahan bakar menjadi tenaga mekanis. Energi diperoleh dari proses pembakaran, proses pembakaran juga pengubahan enegi tersebut dilaksanakan di dalam mesin dan ada yang dilakukan di luar mesin kalor (Kiyaku dan Murdhana, 1998). Ada dua jenis mesin kalor dilihat dari cara kerjanya yaitu : 1. Mesin pembakaran dalam atau sering disebut juga sebagai internal combustion engine (ICE), yaitu dimana proses pembakarannya berlangsung di dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja. Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran dalam yaitu : a. pemakaian bahan bakar irit . b. berat tiap satuan tenaga mekanis lebih kecil. c. konstruksi lebih sederhana, karena tidak memerlukan ketel uap, condenser dan sebagainya. 2. Mesin pembakaran luar atau sering disebut juga sebagai eksternal combustion engine (ECE), yaitu dimana proses pembakarannya terjadi di luar mesin.

Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran luar yaitu : a. dapat memakai semua bentuk bahan bakar. b. dapat memakai bahan bakar yang bermutu rendah. c. cocok untuk melayani beban-beban besar dalam satu poros. d. lebih cocok dipakai untuk daya tinggi Pada motor bakar torak tidak terdapat proses pemindahan kalor gas pembakaran ke fluida kerja, karena itu jumlah komponen motor bakar sedikit, cukup sederhana, lebih kompak, dan lebih ringan dibandingkan dengan mesin pembakaran luar (mesin uap). Karena itu pula penggunaan motor bakar sangat banyak dan menguntungkan. Penggunaan motor bakar dalam masyrakat antara lain adalah dalam bidang transportasi, penerangan, dan sebagainya.

2.2 Prestasi Motor Bakar Pada motor bakar torak, daya yang berguna adalah daya poros, karena daya poros itulah yang menggerakkan beban. Daya poros dibangkitkan oleh daya indikator yang merupakan daya gas pembakaran yang menggerakkan torak.. Unjuk kerja motor bakar tergantung dari daya poros yang dapat ditimbulkan. Unjuk kerja ini biasanya dinyatakan dalam daya kuda (PS) atau KW persatuan isi langkah. Isi langkah Vi = penampang silinder x langkah (m3)

Efisiensi volumetric ηv =jumlah udara yang dihisap dalam satu siklus : jumlah udara yang diisikan dalam silinder Vi pada kondisi atmosfer. Jumlah udara = 1,293 ×

tekanan 273 × ×V i(kg ) o 273 + t ( C ) tekanannormal

Dari formula diatas dapat dilihat kalau suhunya lebih rendah, maka tekanan udara yang masuk lebih besar dan jumlah udara yang akan dihisap lebih besar pula. Sebagai hasil akan diperoleh daya yang lebih besar pula karena sejumlah bahan bakar dapat terbakar dengan baik. Karena itu dalam merancang motor bakar torak, terutama motor diesel, hendaklah diusahakan agar tekanan maksimum dapat dibatasi apabila perbandingan kompresinya hendak dipertinggi. (Soenarto & Furuhama 1995).
a. Volume Silinder

Volume silinder antara TMA dan TMB disebut volume langkah torak (V1). Sedangkan volume antara TMA dan kepala silinder (tutup silinder) disebut volume sisa (Vs). Volume total (Vt) ialah isi ruang antara torak ketika ia berada di TMB sampai tutup silinder. Vt =V1+Vs ………………..(1) Volume langkah mempunyai satuan yang tergantung pada satuan diameter silinder (D) dan panjang langlah torak (L) biasanya mempunyai satuan centimetercubic (cc) atau cubic inch (cu.in). V1 = luas lingkaran x panjang langkah V1 = π r2 x L

maka perbandingan kompresinya adalah : C= 56 =8 7 Hal diatas menunjukkan bahwa selama langkah kompresi. muatan yang ada diatas torak dimampatkan 8 kali lipat dari volume terakhirnya.V1 = π ⎜ D ⎟ × L Dengan demikian besaran dan ukuran motor bakar menurut volume silinder tergantung dari banyaknya silinder yang digunakan dan besarnya volume silinder (Kiyuku & Murdhana 1998). (Kiyuku & Murdhana. karena motor pembakaran yang menggunakan busi akan menimbulkan suara .(2) Vs Vs Dimana : V1 = volume langkah torak Vs = volume sisa Jadi. b. bila suatu motor mempunyai volume total 56 cu. Perbandingan kompresi tidak dapat naik tanpa batas.in.in dan volume sisa 7 cu. maka makin tinggi tekanannya dan temperatur akhir kompresi. Perbandingan Kompresi ⎛1 ⎝2 ⎞ ⎠ 2 Hasil bagi volume total dengan volume sisa disebut sebagai perbandingan kompresi C= V1 + Vs V = 1 + 1 …………. Makin tinggi perbandingan kompresi. 1998).

maka motor . Unjuk kerja motor bakar pertama-tama tergantung dari daya yang ditimbulkan (Soenarta & Furuhama.1 Alat tes Prestasi Motor Bakar (Sumber : Soenarta & Furuhama.1) diatas menunjukkan peralatan yang dipergunakan untuk mengukur nilai yang berhubungan dengan keluaran motor pembakaran yang seimbang dengan hambatan atau beban pada kecepatan putaran konstan (n). c. Kalau n berubah. Daya Mesin Pada motor bakar daya yang berguna adalah daya poros seperti telah dijelaskan diatas.menggelitik kalau perbandingan kompresinya terlalu tinggi (Soenarta & Furuhama. 1995). 1995) Gambar 2.1995) Gambar (2. Daya poros ditimbulkan oleh bahan bakar yang dibakar dalam silinder dan selanjutnya menggerakkan semua mekanisme.

Baik tekanan maupun suhunya akan turun waktu gas berekspansi. Rotornya diikatkan pada poros yang akan mengaduk air yang ada didalamnya. Hambatan ini akan menimbulkan torsi (T).(3) 60000 Dimana : n = putaran mesin (rpm) T = torsi (Nm) Torak yang didorong oleh gas membuat usaha. Energi panas diubah menjadi usaha mekanis.n. Nilai P1. Konsumsi energi panas ditunjukkan langsung oleh turunnya suhu. Tekanan Efektif Rata-rata Besar nilai P1 merupakan tekanan efektif rata-rata indikator (indicator mean effective pressure : IMEP). d.. dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : . Motor pembakaran ini dihubungkan dengan dynamometer dengan maksud mendapatkan keluaran dari motor pembakaran dengan cara menghubungkan poros motor dengan poros dynamometer. Kalau toraknya tidak mendapatkan hambatan dan tidak menghasilkan usaha gas tidak akan berubah meskipun tekanannya turun.pembakaran menghasilkan daya untuk mempercepat atau memperlambat bagian yang berputar. sehingga nilai daya (P) dapat ditentukan sebagai berikut : P= 2π .T (kW ) …………….

N..(5) Dimana : V1= volume langkah (m3) Pi = tekanan efektif rata-rata indicator (kPa) n = putaran mesin (rpm) Pada mesin 2 langkah besar nilai Pi dihasilkan pada tiap putaran. tetapi pada umumnya besar nilai Pi pada mesin 2 langkah lebih kecil dibandingkan dengan 4 langkah.n/2 (kW)…………………. 2 (kW)…………(6) . BMEP. maka secara teoritis nilai Ni akan menjadi dua kali lebih besar jika dibandingkan pada persamaan 4.. Daya yang dapat dimanfaatkan untuk memutar mesin disebut sebagai keluaran efektif (brake mean out put) nilai Ne dapat dirumuskan sebagai berikut : Ne = V1.P1 = Wi ………………………………(4) Vs Penggunaan nilai Pi dapat memudahkan perhitungan besar usaha indikator Wi pada tekanan konstan selam torak pada langkah ekspansi.. sehingga besar nilai Ni indikator dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : Dengan satuan Si ( m3. disebabkan oleh adanya tekanan pada torak. kPa dan rps) Ni =V1. Nilai Ni disebut sebagai keluaran indikator yang menyatakan keluaran.P1. Pada mesin 4 langkah besar nilai Pi terjadi setiap 2 putaran.

Besar nilai BMEP dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut : BMEP = Dimana : P = daya (kW) N = putaran mesin (rpm) Vd= volume langkah total silinder (m3) Z = sistem siklus (4 langkah =2. Nilai BMEP adalah merupakan tekanan efektif rata-rata (brake mean effective pressure). kecepatan putaran n dan BMEP yang berhubungan dengan tekanan gas rata-rata merupakan keluaran suatu pembakaran yang bermanfaat. 1995).Besar keluaran efektif dapat diukur dengan menggunakan sebuah dynamometer. 2 langkah =1) e.P. Menentukan Efisiensi Energi 1. BMEP adalah besar nilai yang menunjukkan daya mesin tiap satuan volume silinder pada putaran tertentu dan tidak tergantung dari ukuran motor bakar (Soenarta &Furuhama.Z ……………………(7) Vd . Efisiensi Thermis 60.n Perbandingan antara energi yang dihasilkan dan energi yang dimasukkan pada proses pembakaran bahan bakar disebut efisiensi thermis rem (brake thermal efficiency) dan ditentukan sebagai berikut : . Besar nilai Ne yang ditentukan oleh produk dari volume langkah V1.

(9) Dimana : SFC = konsunsi bahan bakar spesifik (kg/kWh) P = daya mesin (kW) . Pada umumnya semakin tinggi berat jenis maka semakin rendah nilai kalornya (Kiyaku & Murdhana. Angka ini akan naik sampai 48% untuk motor disel dengan putaran rendah. 2. Besar nilai SFC adalah kebalikan dari pada ηbt.η bt = 860 × 100(%) ……………(8) SFC. Besar Penggunaan Bahan Bakar Besar pemakaian bahan bakar spesifik (SFC) ditentukan dalam g/PSh atau g/kWh dan lebih umum digunakan dari pada ηbt. pada motor dua langkah akan turun lagi (Soenarta & Furuhama. Penggunaan bahan bakar dalam gram per jam Ne dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut : SFC = mf P [kg / kWh]…………………. motor otto 25-28%. 1995). Besar efisiensi thermis (ηbt) bervariasi tergantung dari tipe motor dan cara pengoperasiannya. sedang pada motor diesel biasanya 30-50%.h Dimana : H = nilai kalor untuk bahan bakar premium = 10500 kcal/kg. 1998). nilai kalor untuk minyak gas = 10400 kcal/kg. SFC = konsumsi bahan bakar spesifik Nilai kalor mempunyai hubungan dengan berat jenis.

2 Diagram P vs V dari siklus volume konstan (Sumber : Soenarta & Furuhama. 3. Siklus Udara Volume Konstan Siklus udara volume konstan (siklus Otto). dapat digambarkan dengan grafik Pdan V seperti terlihat pada (Gb2.1995).Nilai mf didapat dari persamaan sebagai berikut : mf = b 3600 ⋅ ⋅ ρ bb ……………….(10) t 1000 Dimana : b = volume 3 buret (cc) t = waktu (detik) ρbb = berat jenis bahan bakar (kg/l) mf = adalah penggunaan bahan bakar per jam pada kondisi tertentu (Sumber : Soenarta & Furuhama.1995) .2) dibawah ini: Gambar 2..

tetapi pada langkah isap berikutnya akan msuk sejumlah fluida yang sama. . Langkah buang (1-0) ialah proses tekanan konstan. atau gas yang berada didalam silinder pada titik 1 dapat dikeluarkan dari dalam silinder pada waktu langkah buang. Langkah isap (0-1) merupakan proses tekanan konstan. artinya siklus ini berlangsung dengan fluida kerja yang sama.3. Proses pembakaran volume konstan (2-3) dianggap sebagai proses pemasukan kalor pada volume konstan.fluida kerja dianggap sebagai gas ideal dengan kalor spesifik yang konstan. 2.3 Sistem Kerja Motor Bakar 2.1 Motor Bensin 4 Langkah Motor 4 langkah adalah motor yang setiap satu kali pembakaran bahan bakar memerlukan empat langkah dan dua kali putaran poros engkol. Langkah kompresi (1-2) ialah proses isentropic. Proses pembuangan (4-1) dianggap sebagai proses pengeluaran kalor pada volume konstan. Siklus dianggap ’tertutup’. Langkah kerja (3-4) ialah proses isentropic.

2. 4. Torak bergerak dari TMA ke TMB. 3. . Campuran bahan bakar dengan udara yang telah tercampur di dalam karburator masuk ke dalam silinder melalui katup masuk. Torak bergerak dari TMB ke TMA.3 skema gerakan torak 4 langkah (Sumber : Arends BPM. Prinsip kerja motor 4 langkah dapat dijelaskan sebagai berikut : Langkah Isap : 1. 1980) Gambar 2. katup buang terbuka. Katup masuk terbuka. Saat torak berada di TMB katup masuk akan tertutup. Katup masuk dan katup buang kedua-duanya tertutup sehingga gas yang telah dihisap tidak keluar pada waktu ditekan oleh torakyang mengakibatkan tekanan gas akan naik. 2.Gambar 2.H Berenschot.3 menunjukan skema langkah kerja pada motor 4 langkah. Langkah Kompresi : 1.

tekanan akan naik menjadi kira-kira tiga kali lipat. 5. Gas terbakar dengan tekanan yang tinggi akan mengembang kemudian menekan torak turun ke bawah dari TMA ke TMB.3. 4. . Gas sisa pembakaran terdorong oleh torak keluar melalui katup buang. Tenaga ini disalurkan melalui batang penggerak. 2. 2. Saat ini kedua katup masih dalam keadaan tertutup. 2. Motor bensin 2 langkah Motor bensin 2 langkah adalah mesin yang proses pembakarannya lebih sederhana dari motor 4 langkah yaitu dilakukan pada satu kali putaran poros engkol yang berakibat dua kali langkah piston. Katup buang terbuka. 3. katup masuk tertutup. 3.3. Langkah Kerja/ ekspansi : 1.2. Torak bergerak dari TMB ke TMA. Beberapa saat sebelum torak mencapai TMA busi mengeluarkan bunga api listrik. selanjutnya oleh poros engkol diubah menjadi gerak berputar. Langkah Pembuangan : 1. Akibat pembakaran bahan bakar. Gas bahan bakar yang telah mencapai tekanan tinggi terbakar.

Skema gerakan torak 2 langkah (Sumber : Arends BPM.Gambar 2. Dalam hal ini gas dalam ruang bakar dikompresikan. Torak bergerak dari TMA keTMB. Prinsip kerja dari motor 2 langkah adalah sebagai berikut : Langkah Pengisapan : 1. Sementara itu gas baru masuk ke ruang engkol. H Berenschot) Gambar 2. . beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA.4 menunjukkan skema langkah kerja pada motor 2 langkah. busi akan meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran bahan bakar. jika piston bergerak naik dari TMB ke TMB maka saluran bilas dan saluran buang akan tertutup.4.

gas sisa pembakaran dari hasil pembakaran sebelumnya sudah mulai terbuang keluar saluran buang. Saat itu torak turun sambil mengkompresi bahan bakar baru didalam bak mesin. Menjelang torak mencapai TMB. . Torak kembali dari TMA ke TMB akibat tekanan besar yang terjadi pada waktu pembakaran bahan bakar. Torak bergerak dari TMA ke TMB. 2. Pada saat yang sama bahan bakar baru masuk ke dalam ruang bahan bakar melalui rongga bilas. terjadi langkah kompresi dan setelah mencapai tekanan tinggi busi memercikkan bunga api listrik untuk membakar campuran bensin dengan udara tadi. Rongga bilas dan rongga buang tertutup. campuran bensin dengan udara mengalir melalui saluran bilas terus masuk ke dalam ruang bakar. saluran buang terbuka dan gas sisa pembakaran mengalir terbuang keluar. Saat saluran bilas sudah terbuka. Pada saat yang bersamaan. di dalam bak mesin terjadi kompresi terhadap campuran bensin dengan udara. Langkah Buang : 1. 3. 2. Di atas torak. 3. 2. 4.2. Langkah Kerja/ekspansi : 1. Langkah Kompresi : 1. Pada saat saluran bilas masih tertutup oleh torak. di bawah (di dalam bak mesin) bahan bakar yang baru masuk kedalam bak mesin melalui saluran masuk.

f.4 Sistem Pada Motor Bakar 2. Kadar belerang. 2. Denotasi (knocking) Terbakarnya bagian-bagian yang belum terbakar (dikenai oleh api). b. yang berlangsung sangat cepat dan menyebabkan kenaikan tekanan yang sangat tinggi. sepeda motor. Sifat-sifat penting yang diperhatikan pada bahan bakar bensin adalah : a. Kecepatan menguap (volatility). Kualitas pengetukan (kecenderungan berdenotasi). Setelah mencapai TMB kembali. e. Titik nyala. Titik beku. Peristiwa pembakaran yang demikian disebut denotasi. sehingga menimbulkan suara ketukan (nglitik). .3. dan juga untuk motor pesawat terbang. Motor bensin kebanyakkan dipakai sebagai kendaraan bermotor yang berdaya kecil seperti mobil. d.4.1 Sistem Bahan Bakar Motor bensin merupakan jenis dari motor bakar. torak mencapai TMB untuk mengadakan langkah sebagai pengulangan dari yang dijelaskan diatas. Bensin premium mempunyai sifat anti ketukan yang baik dan dapat dipakai pada mesin kompresi tinggi pada semua kondisi. c. Berat jenis.

3. makin tinggi angka oktan semakin berkurang kemungkinan untuk terjadi denotasi (knocking). Dengan berkurangnya intensitas untuk berdenotasi. maka campuran bahan bakar dan udara yang dikompresikan oleh torak menjadi lebih baik sehingga tenaga motor akan lebih besar dan pemakaian bahan bakar menjadi lebih hemat. 2. Pelampung (floater) Pelampung (floater) berfungsi untuk mengatur agar posisi bahan bakar tetap berada di dalam mangkok karburator. Karburator memiliki beberapa bagian komponen yang masingmasing mempunyai tugas tertentu untuk memenuhi fungsi yang dibebankan pada karburator. Dengan kata lain. Mangkok karburator (float chamber) Mangkok karburator (float chamber) berfungsi untuk menyimpan bahan bakar pada waktu belum digunakan.Angka oktan Angka oktan pada bensin adalah suatu bilangan yang menunjukkan sifat anti ketukan/berdenotasi. . Klep/jarum pelampung (floater valve) Klep/jarum pelampung (floater valve) berfungsi untuk memasukkan bahan bakar ke dalam mangkok karburator. Bagian-bagian dari karburator adalah sebagai berikut : 1.

6. Pemancar kecil/stationer (slow jet) Pemancar kecil/stationer (slow jet) berfungsi memancarkan bahan bakar waktu stasioner. Sekrup udara/baut udara (air screw) Sekrup udara/baut udara (air screw) berfungsi mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan bakar. besarnya diatur oleh terangkatnya jarun skep. Jarum skep/jarum gas (needle jet) Jarum skep/jarum gas (needle jet) berfungsi mengatur besarnya semprotan bahan bakar dari pemancar jarum (main nozzle) pada waktu digas. 8. Sekrup gas/baut gas (throttle screw) Sekrup gas/baut gas (throttle screw) berfungsi menyetel posisi skep sebelum digas. 10. 9.4. Pemancar besar (main jet) Pemancar besar (main jet) berfungsi memancarkan bahan bakar waktu throtle ditarik penuh (tinggi). 7. . Pemancar jarum (main nozzle/needle jet) Pemancar jarum (main nozzle/needle jet) berfungsi memancarkan bahan bakar waktu digas. Skep/katup gas (throttle valve) Skep/katup gas (throttle valve) berfungsi mengatur banyaknya campuran bahan bakar yang masuk ke dalam silinder 5.

Sistem penyalaan terdiri dari : 1. sesuai dengan beban dan putaran motor. Sedangkan listrik tegangan tinggi tersebut diperoleh dengan memanfaatkan magnet atau kumparan induksi dalam koil. Distributor 4.11. Sumber api diambil dari tenaga listrik tegangan tinggi yang dialirkan ke kabel busi dan diteruskan ke busi sehingga busi akan menghasilkan percikan bunga api diantara elektroda busi tersebut. Kontak pemutus 6. 2. Kondensator 5. Sistem Pengapian Fungsi pengapian adalah memulai pembakaran atau menyalakan campuran bahan bakar dan udara pada saat dibutuhkan. umumnya dibagi atas 2 macam sistem pengapian. Baterai.2. 3. sistem pengapian dengan magnet dan sistem pengapian dengan baterai. Katup cuk (choke valve) Katup cuk (choke valve) berfungsi menutup udara luar yang masuk ke dalam karburator sehingga gas menjadi kaya. 2.yaitu. Busi Penyalaan api pada motor bakar. digunakan pada waktu start. Kumparan penyala (ignition coil).4. .

Bak mesin umumnya dibuat dari bahan logam aluminium paduan. Bahan logam yang digunakan adalah bahan logam yang berkualitas baik sehingga tahan lama. Akibat dari adanya tekanan tinggi dan gesekan-gesekan dinding torak dengan dinding silindernya. teliti dan baik.5. Bagian-bagian Motor 2. Pada motor 4 langkah bak mesin merupakan tempat minyak . Silinder Silinder merupakan tempat pembakaran campuran bahan bakar dengan udara untuk mendapatkan tekanan dan temperature yang tinggi. 2.1.2.2. Untuk menghindarkan kebocoran gas terutama pada langkah kompresi maka pemasangan paking dan pemasangan sekrup untuk merapatkan kepala silinder terhadap silindernya harus seteliti mungkin. 2.5.5.3. serta tahan terhadap temperatur tinggi. Pada umumnya silinder dibuat dari baja tuang untuk mesin besar dan untuk mesin kecil terbuat dari bahan logam aluminium. tahan gesekan. maka pembuatan silinder harus dikerjakan dengan halus. Kepala Silinder Pada umunya kepala silinder dibuat dari bahan aluminium paduan.Bak Mesin Bak mesin merupakan tempat penempatan poros engkol dan gigi transmisi. Pada jenis motor 2 langkah pada bagian bak mesinnya terdapat saluran yang dihubungkan dengan karburator sebagai pemasukan bahan bakar.5.

5) menunjukkan bagian-bagian dari torak. 2.4. Torak dan Pena Torak (Sumber : Crouse. Cincin Torak Cincin torak adalah cincin yang memisahkan dua bagian.5. Torak Gambar 2. 2. Torak atau piston terbuat dari bahan aluminium paduan yang mempunyai sifat : a. Pemuaian kecil d.5. Angling 1994) Gambar (2. Tahan terhadap keausan akibat gesekan e.5. Penghantar panas yang baik c.pelumas sekaligus juga sebagai pendingin minyak pelumas di dalam sirkulasinya. Fungsi cincin torak adalah untuk mempertahankan kerapatan antara torak dan dinding silinder agar tidak ada kebocoran gas dari ruang bakar ke dalam bak mesin. yaitu torak dan silinder. Kekuatan yang tinggi terutama pada temperature tinggi. Ringan b. Cincin torak juga berfungsi membantu pengontrolan lapisan minyak pelumas di dinding silinder.5. .

Pada dasarnya cincin kompresi berfungsi untuk memisahkan (sil/perapat) agar mencegah gas dalam ruang pembakaran melewati bak mesin. Ring oli besi tuang (Slotted cast iron oil ring) yang dibuat satu buah 2.5. pena torak juga berfungsi sebagai pemindah tenaga . Selain itu. Pena Torak Pena torak berfungsi sebagai pengikat torak terhadap batang penggerak.Cincin torak dibuat dari besi tuang atau baja campuran dan digunakan sebagai penekan arah radial ke dinding silinder untuk membentuk suatu sil antara silinder dan torak. Ring pengontrol oli Ring ini dipasang pada bagian bawah dan merupakan ring tunggal yang berfungsi untuk meratakan minyak pada dinding silinder dan mengalirkan kembali ke panci oli. 2.6. Ring oli pada dasarnya terdiri dari tiga jenis. b. Cincin torak terbagi dua jenis dasar : a. yaitu : 1. Rincin kompresi Cincin kompresi yang secara normal dipasang pada bagian atas terdiri dari dua cincin. Satu ekspander atau pengembang yang dipasang di belakang segmen berfungsi sebagai pendorong keluar pada dinding silinder. Ring oli bentuk segmen terdiri dari dua atau empat buah 3.

batang penggerak mengubah gerakan bolak-balik torak dengan gerakan putaran dari poros engkol dan roda gigi. 2. Anglin. Batang penggerak pada umumnya terbuat dari campuran baja.5. Ketika berhubungan dengan poros engkol. Poros engkol dan bagian-bagiannya (Sumber : Crouse.8. 2.7. 1994) Gambar (2.torak ke batang penggerak agar gerak bolak-balik dari torak dapat diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol.6.6) menunjukkan bagian-bagian dari poros engkol. Batang Penggerak Batang penggerak menghubungkan torak atau piston ke poros engkol. Poros Engkol Gambar 2. Pada umumnya poros engkol dibuat dari bahan baja. Batang penggerak memindahkan gaya torak dan memutar poros engkol.5. Pena torak terbuat dari bahan baja paduan yang bermutu tiggi dan tahan terhadap beban yang sangat besar. Poros engkol berfungsi mengubah gerakan bolak-balik yang diterima dari torak menjadi gerakan .

Roda penerus atau disebut juga roda gila dalam pembuatannya harus dibuat seimbang agar putaran mesin rata tanpa getaran-getaran. Roda gaya (Sumber : Daryanto.5. Pada poros engkol biasanya terdapat counter weight yang berfungsi untuk mengubah gaya-gaya yang tidak setimbang dari komponen poros engkol atau dari komponen mesin yang berputar pada poros engkol menjadi balance.9. 2. Bantalan utama juga berfungsi sebagai penumpu dari poros engkol agar tidak mudah terpuntir dan berubah bentuk.7) merupakan gambar roda gaya. Bagian poros engkol yang berfungsi sebagai poros disebut journal yang ditumpu oleh dua buah lempengan bantalan yang disebut bantalan utama (main bearing). 2003) Gambar (2. Berputarnya poros engkol secara terus menerus adalah akibat adanya tenaga gerak (energi kinetik) yang disimpan pada roda penerus sebagai kelebihan pada saat langkah kerja.berputar. Roda Gaya atau Roda Penerus Gambar 2. .7.

Roda gigi timing mereduksi roda gigi yang memindahkan gerakan dari poros engkol ke poros kam sehimgga membuka dan menutup katup menurut kecepatan waktu. Dengan hubungan roda gigi b. seirama dengan posisi langkah toraknya.8.5.8) merupakan gambar roda gigi taiming dan penggeraknya. 1994) Gambar (2. Dengan hubungan rantai c. Anglin. Cara yang digunakan untuk mengerakkan poros kam cukup bervariasi.2. Dengan hubungan sabuk puli bergigi . Roda gigi timing dan penggeraknya (Sumber : Crouse. yaitu : a. Roda Gigi Timing dan Penggerak Poros Kam Gambar 2. Tiga dasar yang digunakan untuk menggerakkan roda gigi timing.10.

Poros kam adalah sebuah poros yang terdapat kam dengan bentuk bulat telur dan berputar eksentrik. Poros kam umumnya terbuat dari baja tuang atau baja tempa. Poros kam berfungsi untuk mengoperasikan katup pada masing-masing silinder mesin. 1994) Gambar (2. Poros kam (Sumber : Crouse.2.9) merupakan gambar bagian-bagian poros kam. . Anglin.5.11.9. Poros Kam Gambar 2.

Katup harus mampu menahan tekanan tinggi akibat terbakarnya campuran bahan bakar dan udara.10) merupakan gambar katup dan bagian-bagiannya.10. .2. Katup Gambar 2. Katup mesin berfungsi untuk mengontrol aliran gas yang masuk dan keluar dari ruang pembakaran.5. 2002) Gambar (2.12. Katup terdiri dari batang dan kepala katup yang dibuka oleh gaya dorong dari kam dan ditutup oleh gaya pegas. Mekanisme katup (Sumber : Aris munandar.

Adapun prinsip kerja femax combo adalah sebagai berikut : . Dengan menguapkan bahan bakar minyak berarti memperhalus butiran bahan bakar minyak dan memudahkan proses pembakaran.2. Dengan alat tambahan tersebut. Medan magnet dan electric preheater dari produk FEMAX dan exciter dari produk MEGATOP.11) menunjukkan gambar FEMAX combo. Alat ini berupaya untuk memanaskan bahan bakar minyak sebelum masuk kedalam ruang bakar agar cairan bahan bakar menjadi uap. maka pembakaran bahan bakar minyak dalam ruang bakar berlangsung lebih efisien.6. Alat tersebut dipasang pada saluran pasokan bahan bakar minyak menuju karburator atau pompa injeksi. FEMAX combo Gambar (2.11. Alat ini merupakan kombinasi antara medan induksi magnet permanent dan preheater elektrik dari 12 volt accu. Gambar 2. dengan demikian uap bahan bakar minyak akan terbakar seluruhnya.

. lalu diikuti injeksi electron menggunakan fluksi magnet. uap bahan bakar mudah digetarkan (vibrasi) dengan perlakuan induksi magnet. 2. Pemanasan dimaksudkan meregangkan ikatan molekul bahan bakar minyak. Dalam kondisi semacam itu. Merekayasa reaksi fisika terhadap perlakuan kimia bahan bakar minyak. Pada Electric Gas Booster (EGB). baik bensin ataupun solar menjadi lebih reaktif. Reaktifitas bahan bakar minyak dilakukan dengan cara menambah kecepatan putaran elektron kimia baham bakar dengan pemanasan dan ionisasi. 3. Pada saat bahan bakar akan menuju karburator. maka bahan bakar itu dalam kondisi siap bakar. Penambahan elektron pada molekul bahan bakar menyebabkan ketidakseimbangan electron bahan bakar dan mencoba mencari keseimbangan kembali. sehingga proses pembakaran pada mesin akan menjadi lebih baik atau sempurna. Dengan mengubah struktur molekul berbagai jenis bahan bakar.1.pada akhirnya kinerja mesin meningkat. memproses bahan bakar menjadi kualitas tinggi.

.12 diatas. Exciter Gambar (2. Bahan dari alat ini adalah campuran fero exide dengan ceramic yang disenyawakan pada temperatur tinggi. kabel tersebut menghantarkan arus listrik dari koil menuju busi. Arus listrik tersebut membangkitkan busi sehingga memercikan bunga api dan akan membakar campuran bahan bakar dan udara yang ada dalam ruang bakar.Gambar 2. Exiter adalah alat uji yang digunakan untuk menyempurnakan arus listrik kabel busi. Alat ini dipasang pada kabel busi seperti terlihat pada gambar 2.12) menunjukkan gambar Exciter.12.