Sistem Sosial Budaya Indonesia

CAHYA WULAN 1016031036 Ilmu Komunikasi 010 Genap (B)

lagu daerah. Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dengan sumber daya alam dan sumber daya budaya yang melimpah. Secara spesifik keadaan sosial budaya Indonesia sangat kompleks. dan karya manusia tersebut tidak hilang. multibudaya. kebudayaan didefinisikan sebagai suatu sistem simbol dan makna dalam sebuah masyarakat manusia yang di dalamnya terdapat norma-norma dan nilai-nilai tentang hubungan sosial dan perilaku yang menjadi identitas dari masyarakat bersangkutan. termasuk di dalamnya benda-benda hasil kreativitas dan ciptaan manusia. Semua itu bila dikelola dengan baik dapat dijadikan sebagai potensi untuk memakmurkan rakyat dan memajukan bangsa kita. tindakan. Baik perspektif klasik maupun kontenporer sama-sama mengakui bahwa kebudayaan adalah identitas diri yang akan membedakan dengan bangsa-bangsa lain. Namun dalam perspektif antropologi yang lebih kontemporer.667 pulau.GLOBALISASI DAN PERGESERAN BUDAYA INDONESIA Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai aspek sosial budaya yang beragam banyaknya. Indonesia memiliki 67 budaya induk yang tersebar dari barat sampai ke timur nusantara. dan kesenian daerah lainnya yang diperoleh dengan cara belajar. . Selain itu Indonesia terdiri atas 6000 buah pulau yang terhuni dari jumlah keseluruhan sekitar 13. Contohnya adalah tari daearah. dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan identitas diri manusia yang diperoleh dengan cara belajar. Kebudayaan dalam perspektif klasik pernah didefinisikan oleh Koentjaraningrat sebagai keseluruhan sistem gagasan. karsa. kebudayaan mencakup segala hal yang merupakan keseluruhan hasil cipta. maupun multiagama. Bangsa kita merupakan bangsa yang serba multi. Oleh sebab itu perlu adanya suatu pelestarian secara turun-temurun sehingga cipta. baik itu multibahasa. karsa. Dalam pengertian tersebut. dan karya manusia. mengingat penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 200 juta jiwa dalam 30 kesatuan suku bangsa.

Padahal kesenian itu berasal dari Jawa Barat. Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). gotong royong dan sopan berganti dengan budaya (meminjam istilah Band Zamrud) yang `gaul`. Muncul di media massa tentang sepinya pengunjung untuk menonton kesenian Sunda di salah satu gedung kesenian di Bandung . Telekomunikasi. duapuluh tahun yang lalu. Kesenian adalah aset Indonesia . anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Padahal sebenarnya seni itu indah dan mahal. ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat. Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan �Bapak. ketika teknologi semakin maju. bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII).Pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan. Sebagian besar generasi muda sekarang ini sudah tidak lagi memiliki ketertarikan terhadap kesenian daerah. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya. bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah. Sebagai tunas muda hendaknya memelihara seni budaya kita untuk masa depan anak cucu. Cukup memprihatinkan memang jika kita berusaha mencari jawabannya. Ibu. Pak. dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . `fungky` dan doyan ngucapin `ember`. juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Bu. Anda� dibandingkan dengan �kau atau kamu� sebagai pertimbangan nilai rasa. Saudara. Budaya Indonesia yang dulunya ramahtamah. Perkembangan 3T (Transportasi. remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Bahkan sebutan �Bung� cukup . Mungkin lebih tepat kalau kita menilik terlebih dahulu pada selera atau apresiasi kita masing-masing terhadap seni. Saat ini.

Derasnya arus informasi. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Oleh sebab itu setiap negara berlomba-lomba untuk mentransfer kemajuan ilmu dan teknologi dari negara-negara Barat. Thomas Friedman dalam bukunya The Lexus and the OliveTree (2000) menyatakan bahwa “ancaman globalisasi saat ini adalah globalisasi”. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . No problem dan Yes’. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat kita kurang bisa mengantisipasi masuknya budaya asing. Lihat saja bagaimana takjubnya kita dengan kesenian asal negeri barat.populer saat Presiden Soekarno menggelorakan semangat nasional ketika awal-awal kemerdekaan Indonesia . Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti � OK. . Kita seolah tidak menghargai kesenian tradisional kita. turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Kemacetan budaya ini karena masyarakat kurang mengantisipasi dengan baik pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa sendiri. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. yang juga ditandai dengan hadirnya internet. Artinya sistem di dalam globalisasi itu sendiri menyimpan potensi penghancuran. Ritme cepat globalisasi yang ditentukan oleh negara-negara maju pada gilirannya telah menimbulkan dikotomi baru dalam hubungan antarnegara. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata � gue (saya) dan lu (kamu)�. Dari penjelasan diatas. iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film. sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Negara-negara yang tidak mengikuti irama globalisasi dimasukkan ke dalam katagori negara „primitif‟ atau `ketinggalan jaman`. Boleh dikatakan bahwa budaya yang merupakan sistem simbol dan norma dalam masyarakat Indonesia yang ada sekarang ini macet. jelaslah bahwa globalisasi telah membawa dampak yang negatif dalam pelestarian budaya.

Artinya adalah bahwa antara barat dan timur tidak ada lagi perbedaan. Karena sebenarnya seni itu indah dan mahal. Timur dan Barat telah menyatu dan tidak pernah lagi terpisah�. kesadaran akan kesatuan dunia telah menghentakkan kita.Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Apabila timur dan barat bersatu. telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya. http://indoculture.com/2008/11/08/globalisasi-dan-pergeseran-budaya-indonesia/ . Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. sebagai generasi muda. Caranya adalah dengan penyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Radhakrishnan dalam bukunya Eastern Religion and Western Though (1924) menyatakan “untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia. Atau dengan kata lain kebudayaan kita dilebur dengan kebudayaan asing. Kesenian adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. yang merupakan pewaris budaya bangsa. Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk-bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran. Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia . hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu. Oleh sebab itu.wordpress. entah suka atau tidak. masihkah ada ciri khas kebudayaan kita? Ataukah kita larut dalam budaya bangsa lain tanpa meninggalkan sedikitpun sistem nilai kita? Oleh karena itu perlu dipertahanan aspek sosial budaya Indonesia sebagai identitas bangsa.

Sistem Sosial Budaya Indonesia RIZKI ADEVTA 0916031111 Ilmu Komunikasi 09 Ganjil (A) .

Situasi nasional yang kini mulai memperlihatkan perkembangan ke arah kestabilan khususnya dalam bidang politik dan keamanan akan memberikan jaminan kepercayaan kepada wisatawan asing untuk masuk ke wilayah Indonesia.2% per tahun. pada tahun 1999 sektor pariwisata menghasilkan devisa langsung sebesar US$ 4. Prospek industri pariwisata Indonesia diprediksikan WTO akan semakin cemerlang. Sebagai contoh. Sektor pariwisata memang cukup menjanjikan untuk turut membantu menaikkan cadangan devisa dan secara pragmatis juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. .61% pada PDB dan menyerap 8% angkatan kerja nasional (6. dengan perkiraan pada tahun 2010 akan mengalami pertumbuhan hingga 4. Demikian juga halnya yang berlangsung di Indonesia dalam tiga dasawarsa terakhir. bahwa sektor pariwisata memberikan efek berantai (multiplier effect) terhadap distribusi pendapatan penduduk di kawasan sekitar pariwisata.Pariwisata dan Pergeseran Sosial Budaya Oleh: Mohammad Taufiq A* Paradigma pembangunan di banyak negara kini lebih berorientasi kepada pengembangan sektor jasa dan industri. aktivitas sektor pariwisata telah didorong dan ditanggapi secara positif oleh pemerintah dengan harapan dapat menggantikan sektor migas yang selama ini menjadi primadona dalam penerimaan devisa negara.6 juta orang) pada tahun yang sama. industri pariwisata juga memiliki karakter unik. Selain itu sektor industri pariwisata nasional memberikan kontribusi nasional bagi program pembangunan. elastis terhadap krisis nasional yang terjadi dalam arti tidak terlalu terpengaruh oleh krisi keuangan dalam negeri.7 juta. termasuk di dalamnya adalah industri pariwisata. Selain faktor-faktor di atas. serta menyumbang 9. ramah lingkungan serta kenyataan bahwa industri pariwisata merupakan industri yang nir konflik.

bahasa. saling pengaruh dan saling memperkuat sehingga bisa terbentuk suatu kebudayaan baru. teknologi. Pertemuan ini mengakibatkan saling sentuh. pola hidup dan budaya masyarakat setempat. Berangkat dari pemahaman bahwa model yang digunakan untuk pengembangan kawasan wisata adalah model terbuka maka berarti tidak tertutup kemungkinan akan terjadi kontak antara aktivitas kepariwisataan dengan aktivitas masyarakat sekitar kawasan wisata. Sedangkan perubahan budaya lebih luas dan mencakup segala segi kebudayaan. pengetahuan. Dalam dimensi interaksi kultural dimungkinkan adanya pertemuan antara dua atau lebih warga dari pendukung unsur kebudayaan yang berbeda. Kontak ini apabila terjadi secara massif akan mengakibatkan keterpengaruhan pada perilaku. Interaksi bisnis adalah interaksi di mana kegiatan ekonomi yang menjadi basis materialnya dan ukuran-ukuran yang digunakannya adalah ukuran-ukuran yang bersifat ekonomi. Sunaryo. Kontak-kontak ini tidak bisa dibatasi oleh kekuatan apapun apalagi ditunjang dengan adanya sarana pendukung yang memungkinkan mobilitas masyarakat. Perubahan dipermudah dengan adanya kontak dengan lain-lain kebudayaan yang akhirnya akan terjadi difusi (percampuran budaya). Masyarakat sekitar berperan sebagai penyedia jasa kebutuhan wisatawan. seperti kepercayaan. Kontak yang paling mungkin terjadi adalah kontak antara masyarakat sekitar dengan pengunjung atau wisatawan. 2000).Interaksi dan Perubahan Sosial Pariwisata secara sosiolosis terdiri atas tiga interaksi yaitu interaksi bisnis. dsb. interaksi politik dan interaksi kultural (B. tanpa mengabaikan keberadaan interaksi bisnis dan interaksi politik. Menurut Soekandar Wiraatmaja (1972) yang dimaksud dengan perubahan sosial adalah perubahan proses-proses sosial atau mengenai susunan masyarakat. Kita lihat misalnya bagaimana terjadinya pergeseran kultur kehidupan masyarakat . Sedangkan interaksi kultural adalah suatu bentuk hubungan di mana basis sosial budaya yang menjadi modalnya. Interaksi politik adalah interaksi di mana hubungan budaya dapat membuat ketergantungan dari satu budaya terhadap budaya lain atau dengan kata lain dapat menimbulkan ketergantungan suatu bangsa terhadap bangsa lain yang dipicu oleh kegiatan persentuhan aktivitas pariwisata dengan aktivitas eksistensial sebuah negara.

. dan bisa jadi karena terdorong oleh aspek kesadaran ataupun karena dorongan-dorongan yang sifatnya emosional. Meniru tindakan orang lain adalah kewajaran dari seorang manusia. Dengan demikian pariwisata ditinjau dari dimensi kultural dapat menumbuhkan suatu interaksi antara masyarakat tradisional agraris dengan masyrakat modern industrial. aktivitas industri pariwisata memungkinkan terjadinya suatu perubahan pola budaya masyarakat yang diakibatkan oleh penerimaan masyarakat akan pola-pola kebudayaan luar yang dibawa oleh para pelancong. Artinya. Tindakan meniru atau yang biasa disebut dengan tindakan imitasi bisa terjadi jika ada yang ditiru. akan muncul peniru-peniru perilaku tertentu atau muncul pola perilaku tertentu. orang tersebut tidak sempat lagi untuk memikirkan kenampakan-kenampakan yang paling mungkin untuk muncul ke permukaan. seseorang individu bisa saja meniru perilaku orang lain hanya karena dia melihat bahwa perilaku yang ditampilkan oleh orang lain tersebut nampak indah atau nampak lebih modern. Dari pertemuan atau komunikasi antar pendukung-pendukung kebudayaan yang berbeda tersebut. Di sini faktor emosional dominan bermain karena seseorang tidak akan memikirkan apakah perilaku yang ditiru tersebut sesuai atau tidak dengan keadaaan dirinya. cara berpakaian. penggunaan bahasa serta pola konsumsi yang diadopsi dari wisatawan yang datang berkunjung. Polapola kebudayaan luar ini terekspresikan melalui tingkah laku.sekitar kawasan Candi Borobudur yang semula berbasis dengan aktivitas kehidupan agraris (bertani) bergeser menjadi masyarakat pedagang dan penjual jasa. Apabila tingkat massifitas kedatangan turis ini cukup tinggi maka ada kemungkinan terjadi “perkawinan” antara dua unsur kebudayaan yang berbeda. yang penting bagi dia adalah “aku ingin seperti turis itu karena aku menganggap turis itu keren”. Melalui proses interaksi itu maka memungkinkan adanya suatu pola saling mempengaruhi yang pada akhirnya akan mempengaruhi struktur kehidupan atau pola budaya masyarakat khususnya masyarakat yang menjadi tuan rumah. Dari dimensi struktural budaya. Dengan kata lain. Tindakan ini bisa lahir karena tujuan-tujuan tertentu.

Dengan adanya berbagai sarana penunjang pariwisata itu masyarakat menjadi paham akan adanya pola / sistem penginapan yang bersifat komersial. Ini berarti telah terjadi pola perubahan budaya masyarakat menuju ke arah yang positif yaitu memperkaya kemampuan masyarakat khususnya dalam bidang bahasa. bahasa menjadi faktor determinan. cafe. . Kontak antara masyarakat tuan rumah dengan wisatawan membutuhkan suatu perantara atau media atau alat yang mampu menjalin pengertian antara kedua belah pihak. jasa menjadi guide. perantara atau media tersebut adalah bahasa. melainkan lebih disebabkan karena faktor ekonomi. maupun toko-toko cinderamata di sekitar kawasan wisata adalah variabel yang turut membantu menjelaskan apa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat sekitar kawasan wisata. Demikian pula kemunculan hotel.Kontak selanjutnya antara wisatawan dengan masyarakat tuan rumah adalah komunikasi verbal. untuk dapat komunikatif dalam memasarkan dagangannya (baik produk souvenir. Dorongan itu muncul bukan semata-mata karena motif ingin berhubungan misalnya korespondensi atau yang lain. logika pasar tradisional akan sedikit tergeser dari pola penjualan dengan model tawar-menawar menjadi model harga pas. Akhirnya masyarakat kembali terdorong untuk bisa berbahasa asing. dengan adanya cafe dan toko. dll).

Dengan kata lain bagaimana membuat suatu kawasan wisata yang mampu membuka peluang pelibatan aktif masyarakat sebagai subyek dalam kegiatan industri pariwisata bukan hanya sekedar sebagai obyek.go. Artinya budaya-budaya lama itu mengalami proses adaptasi yang diakibatkan oleh adanya interaksi dengan para pelancong tersebut. Hal itu menuntut adanya perhatian yang lebih dari para pengambil kebijakan sektor pariwisata untuk mempertimbangkan kembali pola pengembangan kawasan wisata agar masyarakat sekitar lebih dapat merasakan manfaatnya. http://www.budpar. artinya kehidupan masyarakat tidak boleh tercerabut dari akar budayanya hanya karena adanya penekanan segi komersial dari tourism. wisata-wisata unik yang sangat peduli pada karakter asli masyarakat setempat. sosial maupun budaya. bahwa faktor kemanusiaan dan entitas budaya lokal tidak boleh diabaikan. karena perkembangan mutakhir dari dunia kepariwisataan adalah beralihnya minat wisatawan dari massive tourism ke etnic tourism.Ketahanan Sosial Budaya Dengan demikian sedikit banyak telah terjadi pergeseran budaya dan tatanan sosial di masyarakat sekitar kawasan wisata. Pun juga. Sekaligus menjadi catatan. Hal itu dimungkinkan juga karena sifat dari budaya itu sendiri yang dinamis terhadap perubahan yang terjadi.id/page. Pariwisata dengan segala aktivitasnya memang telah mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi perubahan masyarakat baik secara ekonomi.php?ic=543&id=148 . jangan sampai penekanan pada aspek ekonomi mengabaikan dimensi lain seperti dimensi ketahanan sosial budaya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.