P. 1
METODE SQ3R

METODE SQ3R

|Views: 802|Likes:
Published by Nurul Afriyani

More info:

Published by: Nurul Afriyani on Sep 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

Membaca I

HAKEKAT MEMBACA
Drs.Kholid A.Harras
Pendahuluan Membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia, terlebih pada era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Membaca juaga merupakan sebuah jembatan bagi siapa saja dan di mana saja yang berkeinginan merih kemajuan dan kesuksesan, baik di lingkungan dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan. Oleh karena itu para pakar sepakat bahwa kemahiran membaca membaca (reading literacy) merupakan conditio sine quanon (prsayarat mutlak) bagi setiap insan yang ingin beroleh kemajuan. Meskipun demikian untuk memperoleh kemahiran membaca yang layak bukanlah perkara yang gampang. Mengapa demikian? Salah satu jawabannya karena faktor-faktor yang melingkupinya sangat kompleks. Atau dengan perkataan lain banyak hal yang mempengaruhi terwujudnya salah satu aspek keterampilan berbahasa tersebut. Apa sesungguhnya peranan membaca dalam kehidupan itu? Apa pengertian dan hakikat membaca itu? Unsur-unsur apa saja yang terlibat dalam setiap kegiatan atau proses membaca itu? Kemudian faktor-faktor apa yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang? Serta bagaimana supaya meningkatkan minat baca kepada para siswa kita. Lewat modul 1 ini kita akan mencoba membongkar seputar persoalan tersebut. Dengan demikian setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas seputar hal-ihwal membaca sebagaimana dikemukakan diatas. Secara lebih rinci yakni Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan peranan, pengertian dan proses membaca, 2. 3. menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, menjelaskan upaya meningkatkan minat baca.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mepelajari modul ini Anda disarankan untuk memulai membaca setiap konsep, definisi, uraian dan contoh yang terdapat pada bagian awal setiap kegiatan belajar. Jika anda menemukan kata atau istilah-istilah yang sulit silahkan Anda buka bagian glosarium. Jika Anda telah memahami bagian tersebut, kerjakan bagian latihan dengan penuh kesungguhan. Usahakan anda jangan dulu melihat rambu-rambu jawaban sebelum Anda kerjakan selurun bagian latihan tersebut. Jika Anda belum berhasil menjawab dengan benar semua soal latihan perhatikan baik-baik sekali lagi petunjuk jawaban latihan. Jika Anda menganggap perlu, silahkan baca kembali konsep, uraian dan contoh sehubungan jawaban latihan ini. Akan tetapi jika Anda telah berhasil menjawab sebagian besar soal latihan tersebut silahkan Anda lanjutkan mengerjakan tes formatif.

Membaca I

Dalam mengerjakan tes formatif sebaiknya Anda jawab dahulu semua soal yang ada, baru kemudian Anda mencocokannya dengan kunci jawabannya. Sebelum Anda beralih pada kegiatan belajar selanjutnya Anda harus merasa yakin bahwa Anda telah berhasil memahami seluruh isi kegiatan belajar yang sudah Anda pelajari tersebut serta seluruh latihan-latihannya. Yang perlu Anda catat, bahwa model soalsoal tes formatif yang terdapat dalam setiap kegiatan belajar akan sama dengan model soal-soal yang terdapat pada ujian akhir semester (UAS) mata kuliah ini. Dengan demikian bila Anda sudah terbiasa mengerjakan tes formatif yang terdapat dalam setiap kegiatan belajar dengan sebaik-baiknya maka Anda akan mempunyai modal yang cukup besar saat menghadapi UAS nanti.

Membaca I

1 PERANAN, PENGERTIAN DAN PROSES MEMBACA
Peranan Membaca Bahwa membaca memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia tampaknya sudah kita pahami bersama. Meskipun demikian untuk memberikan wawasan serta perspektif yang lebih luas kepada Anda mari kita simak cerita berikut ini. Dalam sebuah kesempatan Prof. Leo fay (1980) mantan presiden IRA (International Reading Asociation) pernah meyakinkan para koleganya dengan sebuah kalimat yang berbunyi, To read is to possess a power for transcending whatever physical human can muster. Kemudian Hartoonian salah seorang politikus AS diwawancarai oleh seorang wartawan ihwal apa yang harus dilakukan bangsa Amerika untuk mempertahankan supremasinya sebagai negara adidaya yang disegani oleh bangsabangsa lain di kolong langit ini. Hartoonian menjawab, If me want to be a super power we must have individuals with much higher levels of literacy (jika kita menginginkan menjadi bangsa adidaya kita harus memiliki lebih banyak lagi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam hal litearsi (baca-tulis). Berlebihankah ucapan Leo Fay dan Hartoonian tersebut? Sebagian orang boleh jadi akan menganggapnya demikian. Mungkin mereka akan bertanya apa hubungan membaca dengan kedigjayaan suatu bangsa atau kualitas seorang manusia? Namun hika kita kaji masalah tersebut secara mendalam sesungguhnya ucapan keduanya sangatlah realistis. Mengapa? Sebab bagi masyarakat yang hidup dalam babakan pasca industri, atau yang lazim disebut era sumber daya manusia, atau erasibernatika seperti sekarang ini, kemahiran membaca dan menulis atau yang lazim disebut literacy memang telah dirasakan sebagai conditio sine quanon alias prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagai sebuah bukti, konon para ahli ekonomi telah membuat prakiraan bahwa kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang hanya ada pada manusia, yakni daya nalarnya. Sebab daya nalar tersebut merupakan sumber utama yang dimiliki oleh manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mereka mampu memacu kehidupan dalam jaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang ini. Nalar manusia hanya akan berkembang secara maksimal jika ia diasah melalui pendidikan. Dan jantung dari pendidikan adalah kegiatan berliterasi atau kegiatan baca tulis. Dengan demikian dalam konteks perekonomian era pasca industri mendatang, di mana sumber daya manusia (human resources) merupakan tiang penyangga utamanya, kemahiran baca tulis yanglayak merupakan prasyarat mutlak bagi siapa saja dan bangsa mana saja yang memimpin kemajuan dan kejayaan. Tanpa adanya kemahiran tersebut, betapa kaya rayanya sumber daya alam (nature resources) yang dimiliki oleh suatu bangsa misalnya hal itu akan sulit mengangkat

Begitu pula sebaliknya. Dengan perkataan lain kedudukan kemahiran berliterasi pada abad informasi seperti sekarang ini sesungguhnya serta kesejahteraan penghidupannya. Sebelum bangsa Jepang melakukan gerakan Restorasi Meiji. di mana mereka melakukan terjemahan besar-besaran terhadap buku-buku ilmu pengetahuan dan teknologi dan mengupayakan budaya baca-tulis kepada masyarakatnya pada sekitar paruh abad ke-18. Hampir semua fakta sejarah membuktikan bahwasannya tidak ada bangsa manapun di dunia ini yang berhasil mencapai puncak-puncak kebudayaannya yang tidak ditopang oleh budaya literasi masyarakatnya. Atau sebagian orang menyebutnya Jepang merupakan negara Asia Timur yang menjadi catur (pembicaraan-red) dunia. Mereka mengatakan bahwa budaya literasi merupakan sesuatu yang memegang peranan penting dalam merentas kemajuan penghidupan dan ketinggian kebudayaan umat manusia. mengaitkan peranan litersi dengan pengembangan karier seseorang. semakin rendah aktivitas literasinya maka akan semakin rendah pula tingkat peradaban mereka.• Membaca I derajat bangsa tersebut ke pentas percaturan dunia serta dapat diperhitungkan oleh bagnsa-bangsa lain. Oleh karena jika pada zaman ini orang tidak memiliki kemahiran membaca yang layak maka dirinya akan mudah terombang- . Oleh karena itu untu mengukur sejauh mana ketinggian peradaban suatu bangsa kita dapat kita dapat melihatnya dari sejauh mana bangsa tersebut pernah mengalami persentuhan dengan aktivitas litersi atau kegiatan baca-tulisnya. menyatakan bahwasanya dengan gencarnya arus informasi seperti sekarang ini tuntutan untuk membaca akan semakin besar pula. Kalau kita rajin membolak-balik buku-buku sejarah mengenai pasang surut perjalanan peradaban bangsa-bangsa di dunia ini sesungguhnya penjelasan Leo Fay serta Hartoonian diatas bukan hal yang luar biasa. bangsa Jepang hampir tidak pernah memperhitungkan keberadaannya oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Semakin tinggi aktivitas literasi suatu bangsa maka secara hipotesis akan semakin tinggi pula tingkat peradaban bangsa tersebut. Menurutnya hanya melalui kegiatan berlitersi yang layaklah orang akan dapat mengembangkan diri dalam bidangnya masing-masing secara maksimal serta akan selalu dapat mengikuti perkembangan baru yang terjadi. Tetapi setelah mereka melakukan gerakan tersebut dan masyarakat telah memiliki tingkat literasi yang merata hanya dalam tempo kurang dari satu abad bangsa Jepang akhirnya muncul sebagai salah satu kekuatan baru yang sangat diperhitungkan keberadaannya sekaligus disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. sedang atau primitif kita dapat melihatnya dari aktivitas literasi (baca-tulis) yang dilakukan oleh bangsa tersebut. salah seorang pakar pendidikan. Padahal waktu yang tersedia akan semakin terbatas. Dalam tulisannya Membaca Cepat Menjawab Tantangan Abad Informasi (1987). Contoh yang paling actual mengenai fenomena tersebut yakni bangsa Jepang. Roijakers (1980). Soedarso. Atau tegasnya untuk melihat apakah bangsa itu telah memiliki peradaban yang tinggi. Ihwal peran literasi sebagai penopang utama kemajuan umat manusia tersebut juga disitir oleh para pakar antropologi budaya.

maka proses bersekolah pada dasarnya boleh dianggap sebagai hal yang mubazir atau sia-sia. Ihwal peran mebaca dalam konteks dunia pendidikan ini marilah kita simak salah satu bagian lain dari pidato pengukuhan guru besar Prof. Dalam dunia pendidikan kemahiran berliterasi juga merupakan hal yang sangat fundamental. Baker bahwa 85% kegiatan belajar di perguruan tinggin meliputi membaca. Dan jika dunia sekolah tidak mampu merealisasikan misi tersebut. Sebab hanya masyarakat yang memiliki kebudayaan literatlah atau masyarkat yang melek wacana. berbudi perkerti luhur. Mengomentari betapa pentingnya kaitan antara literasi dengan dunia persekolahan tersebut. tangguh dan bertanggungjawab. mandiri. secara tamsil Andre Morois.• Membaca I ambingkan. Secara lengkap beliau berujar. yang kini belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ahmadsslamet Harjasujana (1988) juga menyinggung ihwal peran kemahiran membaca ini sebagai prasyarat bagi bangsa Indonesia untuk dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaannya. Hanya masyarakat yang literatlah yang mampu menjadi masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. salah seorang sastrawan terkenal asal Perancis mengatakan bahwa pada hakekatnya salah satu tugas atau misi penting kehadiran dunia persekolahan dari mulai SD hingga PT/universitas yakni mengantarkan para peserta didiknya agar kelak mereka mampu “membuka pintu perpustakaan” sendiri alias manusia yang mencetak manusia-manusia yang berkebudayaan literasi (bacatulis). baldatun toyyibatun wa robbun ghafur. Mengapa demikian? Sebab selain semua proses belajar sesungguhnya didasarkan atas kegiatan membaca dan menulis juga hanya dengan melalui kegiatan literasi membaca dan menuliskan kita dapat menjelajahi luasnya dunia ilmu yang terhampar luas dari berbagai penjuru dunia dan dari berbagai babakan jaman. gemah ripah repah rapih. Dengan perkataan lain. Jika kita memimpikan Nusantara ini sebagai negara kerta raharja. Menurut William D. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohaninya”. Mengapa? Karena keterampilan membaca merupakan katalisator atau penghantar yang sangat ampuh untuk mendayagunakan sumberdaya manusia Indoensia yang jumlahnya demikian dahsyat. maka rakyat Nusantara dituntut untuk menjadi masyarkat yang literal. Ahmadslamet Harjasujana: “Tujuan Pendidikan Nasional yang telah ditetapkan oleh MPR dan kemudian dituangkan dalam GBHN kita itu sesungguhnya hanya akan tercapai jika masyarakat Indoensia telah berliteral. bahkan akan tergilas oleh arus informasi tersebut. yakni masyarakat yang menjadikan aktivitas baca-tulis sebagai bagian dari budaya hidupnya. yang akan sanggup menyerap dan menganalisis. kemahiran baca-tulis merupakan batu loncatan bagi kebersilan seorang di sekolah dan dalam kehidupan selanjutnya di masyarakat. bekerja keras dan berkualitas. ujar Moris. berkepribadian. Kemudian dalam bagian lain dari pidatonya beliau juga menyatakan: . kemudian membuat sintesis dan evaluasi tentang informasi yang tercetak sebelum dirinya mengambil keputusan menurut kemampuan nalar dan intuisinya.

Oleh karena itu seyogyanya para guru bidang studi perlu membekali diri dengan berbagai kompetensi pengajaran membaca yang relevan jika mereka benar-benar menghendaki anak-anak didik mencapai prestasi yang diharapkan. Bagi anak-anak SD kelas 2 keatas pengertian membaca sebagaimana disebutkan oleh Anderson di atas tentunya sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Tetapkah pengertian membaca seperti itu? Jawabannya bisa ya bisa juga tidak. Para pakar hingga saat ini umumnya masih memberikan batasan yang berbeda-beda. . kalimat dan seterusnya. Atau dengan perkataan lain saat mereka harus dapat memahami maksud atau tujuan arti lambang-lambang bunyi bahasa tulis yang dibacanya. Selain itu pengertian tersebut mengisyaratkan seakan-akan proses membaca merupakan proses yang pasif belaka. Itu berarti mata kuliah keterampilan membaca perlu diajarkan kepada seluruh mahasiswa calon guru”. Sebab tuntutan pada level mereka ketika mereka melakukan kegiatan proses membaca adalah pemahaman. Pengertian dan Proses Membaca Apa yang dimaksud dengan membaca? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan sangat luas dan beragam. Oleh karena itu Finnochiaro dan Bonomo (1973:119) mencoba mendefinisikan membaca sebagai proses memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahasa tulis (reading is bringing meaning to and getting meaning from printed or witten material). yakni bahwasannya unsur yang harus ada dalamsetiap kegiatan membaca yakni pemahaman (understanding). Perkara apakah dirinya mengerti atau tidak arti atau makna dari seluruh rangkaian lambang-lambang bahasa tulis tersebut tidak begitu menjadi persoalan benar. kemudian menjadi frasa. pengertian membaca semacam itu sudah bisa dikatakan tepat. dari huruf menjadi kata. bergantung dari sudut mana kita hendak meninjaunya. Bagi Budi yang masih duduk dikelas 1 SD misalnya. Sebab kegiatan membaca yang tidak disertai dengan pemahaman bukanlah kegiatan membaca. Guru yang dapat memberikan bantuan yang tepat dan efektif kepada para siswa yang ditugasi membaca materi untuk bidang studi yang khusus ialahpara guru bidang studi itu sendiri. Alasannya karena ketika dia melakukankegiatan membaca dia hanya terbtas mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang-lambang bahasa tulis yang dilihatnya. Seperti diakui oleh William (1984:2). Meskipun demikian menurutnya ada satu yang disepakati oleh seluruh pakar ihwal membaca.• Membaca I “Sehubungan hal itu maka program-program pendidikan guru seyogyanya diperpanjang waktunya dan ditingkatkan kualitasnya. hingga saat ini menurutnya para pakar masih bersilang pendapat dalam memberikan definisi membaca yang benar-benar akurat. Kegiatan membaca semacam itu tentunya merupakan level yang paling rendah. Anderson (1972:209) secara singkat dan sederhana mencoba mendefinisikan embaca sebagai proses kegiatan mencocokan huruf atau melafalkan lambing-lambang bahasa tulis atau reading is a recording and decoding process.

Pengertian membaca yang sebagaimana diaktakan oleh Finnochiaro dan Banomo di atas untuk anak-anak SLTP ke atas tampaknya sudah tidak tepat lagi. Sekali lagi pengertian atau definisi membaca itu banyak sekali ragamnya. Oleh karena itu membaca dapat kita definisikan sebagai kegiatan memetik makna atau pengertian bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading the lines). Atas dasar pijakan tersebut Ahmadslamet Harjasujana (1987:36) mengatakan bahwa membaca dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan komunikasiu interaktif yang memberi kesempatan kepada pembaca dan penulis untuk membawa latar belakang. Pembuka tidak lagi menangkap makna yang lebih dalam lagi yaitu makna di balik baris-baris tersebut. Oleh karena itu seorang pakar bahasa mengibaratkan proses membaca itu bagaikan proses menangkap bola dalam sebuah permainan bola basket. Artinya. Artinya seorang pembaca harus dengan aktif berusaha menangkap isi bacaan yang dibacanya tidak boleh hanya menerimanya saja. dan hasrat masing-masing. Dengan demikian dalam tataran yang lebih tinggi membaca bukan hanya sekedar memahami lambing-lambang bahasa tulis belaka melainkan pula berusaha memahami. Dengan perkataan lain membaca merupakan proses yang menuntut pembaca melakukan pertukaran ide dengan penulis melalui teks. melainkan juga makna yang terdapat di antara baris (reading between the lines). dan bukannya proses menerimanya bingkisan lebaran misalnya. Selain itu dalam prosesnya kegiatan membaca ini juga tidak lagi pasif melainkan sebagai proses yang aktif. Oleh karena itu Thorndike mengatakan bahwa proses membaca itu tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang berpikir atau bernalar (reading as thinking or reading as reasoning). pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam bacaan atau informasi yang ada dalam baris-baris bacaan (reading the lines). membandingkan dan meyakini pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh si pengarang. bahkan juga makna yang terdapat dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines). . Kemudian membaca bukanlah merupakan proses yang pasif melainkan aktif. menolak. Oleh karena yang penting bagi kita bukan menghafalkan aneka definisi-definisi tersebut. menerima. Mengapa demikian? Jawabannya karena bagi mereka ketika membaca bukan hanya dituntut untuk memahami informasi-informasi yang tersurat saja tapi juga yang tersirat. Dalam kajian membaca jenis membaca semacam ini digolongkan kedalam membaca kritis serta membaca kreatif. Atau sebagaimana dikatakan oleh Goodman (1967:127) bahwa ketika seseorang membaca bukan hanya sekedar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak melainkan juga menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna. Membaca semacam ini masih mencerminkan sebagai kegiatan yang pasif.• Membaca I Kedua jenis kegiatan membaca tersebut oleh para pakar membaca umumnya digolongkan sebagai kegiatan membaca literal. Yang lebih penting bagi kita ialah memahami alasan-alasan yang melatarbelakangi dari definisi-definisi mereka itu.

Bola akan akan tertangkap dengan baik kemudian menggiring dan memasukannya ke dalam keranjang basket. serta oleh tingkat perkembangan dirinya. Pembaca harus berusaha menangkap pesan yang terdapat dalam bacaannya secar aktif. Selanjutnya proses membaca juga tidak selamanya identik dengan proses mengingat. Guru yang baik tidak akan memberi tugas kepada anak-anak menderita penglihatan semacam ini untuk . Pada tingkat awal anak-anak menunjukkan kemampuan yang secara umum sekali disebut membaca. Hal lain untuk mengatasi hal ini ialah dengan jalan membawa para siswa secara teratur ke poliklinik terdapat untuk diperiksa kesehatan matanya. Begitu pula halnya dengan kegiatan membaca.• Membaca I Sebagaimana kita maklumi seorang pemain basket yang baik harus berusaha memperhatikan gerakan-gerakan bola yang lemparkan. Stimulus masuk lewat indera penglihatan. Membaca sebagai suatu proses psikologis Yang dimaksud dengan membaca sebagai proses psikologis yakni bahwasannya kesiapan dan kemampuan membaca seseorang itu dipengaruhi serta berkaitan erat dengan faktor-faktor yang bersifat psikis seperti motivasi. Membaca bukan harus hafal kata demi kata atau kalimat demi kalimat yang terdapat dalam bacaan. yakni dimulai dari melihat (bagi mereka yang matanya normal) atau meraba (bagi mereka yang tuna netra). baik oleh kawan maupun lawan main. atau pandangan jauh. Akan tetapi pada usia tersebut karena anak merupakan pribadi-pribadi dengan pola kepribadian yang berbeda dalam pertumbuhan dan perkemvanannya kita harus memiliki pengetahuanpengetahuan yang layak tentang hal-hal yang pantas diperhatikan. Salah satu jenis keliru sipi itu adalah hipermetropia. minat. latar belakang sosial ekonomi. mata. Kelemahan penglihatan yang umum diderita anak-anak ialah kekeliruan kesipian (refrective eror). dan kalau perlu mengomentarinya. a. Pada usia tersebut anak dianggap telah memiliki kompetensi koordinasi binakular. Untuk mengetahui kelemahan tersebut sekolah harus menyediakan alat uji penglihatan. Para saat permulaan itu anak mulai sadar bahwa tanda lambang-lambang tersebut itu dirangkai-rangkaikan maka akan tersusunlah suatu pembicaraan. yakni kondisi mata yang tidak dapat terpusat. setelah itu memahami lebih lanjut isi yang terdapat di dalamnya. seperti intelegensi dan usia mental (mental age). Jadi tidak begitu saja menerima seluruh pesan yang disampaikan seperti halnya saat menerima bingkisan lebaran tadi. Yang lebih penting ialah menangkap pesan atau ide pokok bacaan dengan baik. persepsi yang dalam pemfokusan pengaturan dan pengubahan perasaan secara bebas. Membaca sebagai proses sensoris Membaca itu pada awalnya merupakan proses sensoris. b. Terkadang dia harus lompat kanan lompat kiri untuk dapat menangkap. Kapankah anak-anak telah memiliki kesiapan penglihatan untuk memulai membaca buku? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya anak mempunyai kesiapan penglihatan untuk membaca pada usia 5-6 tahun.

Vernon (!962) memberikan penjelasan bahwa proses perseptual dalam membaca itu terdiri atas empat bagian: 1) kesadaran akan rangsangan visual. mengecap. dan tidak mendapatkan pengajaran yang layak. mendengar. keteganan dan rendahnya minat untuk melakukan kegiatan membaca. Jenis sipi yang kedua ialah myopia atau pandangan dekat. 3) klasifikasi lambing-lambang visual untuk kata-kata yang ada di dalam kelas yang umum. yakni melihat dan mendengar. Hal yang perlu diperhatikan oleh para guru ialah bahwa bila seorang anak kehilangan daya dengarnya namun masih mempunyai untuk belajar membaca. hal tersebut tidak akan menjadi rintangan baginya. tidak memiliki tingkat kepercayaan diri. Oleh karena itu Anda harus waspada untuk tidak mempertukarkannya. c. Membaca sebagai proses perceptual Proses perceptual dalam membaca mempunyai kaitan yang erat dengan proses sensoris. Penderita cacat penglihatan ini mempunyai jarak pandang yang tidak sama untuk kedua bola matanya. mendeteksi irama dan sejenisnya. dan meraba. 4) identifikasi kata-kata yang dilakukan dengan jalan menyebutkannya. Meskipun penyakit-penyakit tersebut tidak pernah dimasukan ke dalam faktor yang ikut serta menimbulkan ketidak mampuan membaca. namun jelaslah peranannya sebagai faktor yang ikut serta menimbulkan gangguan dalam membaca serta ketidakbetahan. Anak-anak yang merupakan pembaca pemula harus mampu mendengarkan kesamaan di antara bunyi-bunyi huruf yang terdapat dalam setiap kata. Boleh jadi salah satu bola matanya menderita miopi sedangkan bola mata satu laginya menderita hipermetropik. 2) kesadaran akan persamaan pokok untuk mengadakan klasifikasi umum kata-kata. Sedangkan eror refraktif ketiga ialah astigmatisme. mencium. Namun demikian dalam proses membaca cukup hanya memperhatikan kedua hal yang pertama. Penderita myopia tidak sebanyak hipermetropia pada permulaan pengajaran membaca dan akibat yang ditimbulkannya pun tidaklah begitu parah. Seperti halnya dalam proses sensoris. . kemampuan mencari kompensasi. dia tidak akan memenuhi kesulitan dalam penguasaan bahan bacaannya itu. mendeteksi kata-kata yang mulai berakhir dengan bunyi yang sama. secara umum persepsi dimulai dari melihat. dan bahan pengajaran yang diselaraskan. Sebaliknya seorang anak yang mempunyai cacat pendengaran yang tidak seberapa bisa saja akan menemui kegagalan dalam penguasaan bacaannya jika dia tidak memiliki motivasi yang tinggi. Kalaupun ada kesulitan.• Membaca I membaca benda-benda yang terlalu dekat atau menyuruhnya membaca dalam waktu yang terlalu lama secara terus-menerus.

Dengan kata lain pada setiap anak haruslah terjadi semacam mediasi atau pengalihan pengalaman. kata dan kalimat dalam wacana. pengalaman.• Membaca I Meskipun Vernon bermaksud memperuntukkan langkah-langkah tersebut dapat diterapkan pada persepsi auditoris. Untuk mengembangkan kemampuan membacanya anak harus pula dapat memodifikasi dan menghubungkan pengalamannya dengan stimulus-stimulus yang ada dalam konteks dan lingkungan yang sedang dialaminya. Antara lain oleh kebudayaan. Fungsi utama stimulus. Bagian terpenting dari stimulus ialah kemampuannya mengisolasikan dan membedakan berbagai stimuli. yakni tanda berhenti. menyintesis dan sebagainya. Semakin luas dan bervariasi pengalaman seorang anak akan semakin luas dan semakin terbuka kesempatan baginya untuk mengembangkan konsep-konsep dan . atau bunyi /b/ yang berbeda dengan bunyi /d/ tidaklah memberikan makna apapun. jika dalam konteks kode morsetitik hitam itu boleh jadi akan dimaknai sebagai huruf e atau mungkin merupakan tanda lambing vokal dalam bahasa orang Yahudi. bagi anak hanyalah merupakan masukan permulaan yang mempermudah proses pengenalan dan identifikasi. langkah pertama ialah stimulus seringkali disalah artikan sebagai keseluruhan persepsi. tetapi kita membawa makna kepadanya. Kita tidak memperoleh makna dari lambing atau bunyi itu. mulai dari daerah-daerah yang kongkret sangat nyata dan khusus hingga ke daerahdaerah yang abstrak atau tidak jelas batas-batasnya. Pada daerah itulah sebenarnya kita harus mengasah kemampuan anak-anak agar dapat menggeneralisasikan. maka ia harus terlebih dahulu mengetahui beda keduanya itu. Dengan demikian seyogyanyalah anak-anak sudah terlebih dahulu memiliki banyak pengalaman sebelum dirinya pertama kali mengenal huruf. Meskipun yang demikian itu merupakan persepsi. Persepsi itu sesungguhnya merentang di antara batas-batas daerah yang sangat luas. Sebaliknya pengenalan terhadap b yang berbeda dengan d. boleh jadi kita akan menginterpretasikannya sebagai letak sebuah kota. Persepsi seorang anak dalam membaca berpengaruh dan dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang banyak jumlahnya. Pada umumnya orang sepakat bahwa persepsi itu mengandung stimulus asosiasi makna dan interpretasinya berdasarkan pengalaman tentang stimulus itu serta respon yang menghubungkan makna dengan stimulus atau lambing. Jadi jika kita tidak pernah dapat mengasosiasikan sebuah titik hitam itu dengan makna apapun maka titik hitam itu tidak akan pernah bermakna. menganalisis. kematangan bahkan kepribadian anak yang bersakutan. Sebagai contoh. emosi. sesuai dengan namanya ialah meminta. Kekeliruan semacam itu mudah dikenal dengan jalan mencamkan bahwa stimulus itu sendiri sesungguhnya tidak mempunyai makna. Seperti yang pernah kita singgung. kalau kita melihat sebuah titik hitampada selembar kertas makna titik hitam tersebut sesungguhnya tidak mempunyai makna apa-apa bagi kita. Sebelum anak dapat merespons perbedaan antara huruf b dan d. Akan tetapi jika titik hitam itu tampak di akhir deretan kata-kata yang membentuk kalimat maka ia baru mempunyai makna. Jika titik hitam itu diletakkan pada sebuah peta.

Pertama. Demikian juga untuk perkembangan kemampuan membaca. cerita. Meskipun membaca itu merupakan proses perkembangan gerakannya tidaklah berada dalam jarak-jarak yang beraturan dan tidak tentu waktunya. Guru tidak boleh memiliki pandangan mata pelajaran yang dikelolanya itu sebagai sebuah tujuan akhir. . Dengan demikian membaca harus dipandang sebagai suatu alat dan bukan sebagai suatu tugas. berjalan pada usia delapan bulan dan lari pada usia sembilan bulan. Tidak ada seorang anak yang dapat membaca dengan jalan melihat orang lain membaca misalnya. anak yang tidak dapat membaca karena belum cukup matang akan meminta kesabaran guru untuk menanti dia sampai pada tingkat kematangannya. Membaca juga bukanlah merupakan proses instinktif. Kesiapan anak didik itu harus dikembangkan pada setiap taraf perkembangan kemampuannya. permainan bersama. Kita tidak tahu kapan perkembangannya itu mulai dan kapan akan berakhir. Oleh karena itu untuk menjamin adanya kesiapan anak pada tingkat perkembangan yang berikutnya guru harus betul-betul menyiapkan kesiapan anak tersebut pada taraf sebelumnya. guru harus selalu sadar bahwa membaca merupakan sesuatu yang diajarkan dan bukan sesuatu yang terjadi secara insidental. Hal kedua yang patut diperhitungkan oleh para guru ialah keyakinan bahwa membaca bukanlah suatu objek melainkan suatu proses. Seorang anak bisa berdiri pada usia tujuh bulan. namun keistimewaan-keistimewaan tertentu bisa terjadi pada setiap anak. Kemajuan kemampuan membaca pada umumnya memang bergerak tarataur. melainkan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan. gambar dan seterusnya. Kemampuan yang demikian teratur jaraknya itu tidak dapat kita harapkan terjadi pada setiap anak. Misalnya melalui kegiatan karyawisata. Oleh karena itu mata pelajarannya harus menarik dan layak. Dalam upaya mencamkan membaca sebagai proses perkembangan ada dua hal yang harus mendapat perhatian guru. membaca merupakan proses yang dipelajari yang pemerolehannya akan sangat bergantung dari upaya yang dilakukan dan prosedur yang dijalani. guru harus mempunyai kejelian dalam memperhatikan kemajuan setiap anak didiknya. Anak yang dapat menguasai berbagai tingkatan proses membaca akan merasakan membaca sebagai sumber pertolongan terpenting dalam menghadapi segala persoalan dalam kehidupan kesehariannya.• Membaca I memperbaiki persepsinya. Masalah yang dihadapi setiap anak ada yang bersifat problematik dan ada pula yang bersifat alami. Membaca Sebagai Proses Perkembangan Membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan yang terjadi sepanjang hayat seseorang. Dan setiap perkembangan baru itu sesungguhnya merupakan kelanjutan dari perkembangan sebelumnya.

Latihan Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini kerjakan secara berpasangan latihan berikut ini! 1. kimia biologi. dan seterusnya. ataupun tingkatan-tingkatan akademis. Keterampilan itu mempunyai sifat berlanjut Meskipun keterampilan itu terikat pada tingkatan kelas anak. namun kaitannya tetap tampak. Jika anak telah dapat menguasai cara memahami kata secara mandiri. keterampilan membaca hanya akan dapat dicapai dengan baik jika disertai dengan upaya latihan yang sungguh-sungguh. Sifat proses perkembangan keterampilan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. keterampilan itu bersifat tergeneralisasikan. Keterampilan itu dapat digeneralisasikan Di samping objektif dan bertahap. baik dalam konteks ilmu matematika. Ini tidak berarti bahwa Anda harus mengajarkan konsonan awal sebelum mengajarkan konsonan akhir. Anak akan mampu mencari materi sumber secara mandiri setelah mereka menguasai keterampilan-keterampilan prasyarat. berbicara dan menulis (Tarigan. Keterampilan tersebut bersifat objektif Salah satu hal yang mula-mula kita sadari meneliti proses perkembangan keterampilan membaa itu ialah bahwa perkembangan keterampilan membaca itu bersifat objektif. yakni menyimak. tanda titik sebelum tanda tanya. fisika.• Membaca I Membaca Sebagai Proses Perkembangan Keterampilan Berbahasa Membaca merupakan salah satu dari empat komponen keterampilan berbahasa. Sebagai suatu keterampilan sebagaimana keterampilan-keterampilan lainnya. maka baginya tidak akan merupakan masalah dalam memahami kata tersebut di mana pun kata tersebut diposisikan dalam sebuah tataran kalimat. 1980). 3. 2. Bentuk-bentuk latihan dapat dilakukan per aspek atau per komponen keterampilan tertentu atau dapat pula secara sekaligus langsung mempraktikannya. metode. atau membaca fakta sebelum membaca untuk mencari ide tama. Hal tersebut dipandang objektif karena dalam perkembangannya tidak tergantung pada materi. Hal apakah yang harus ada dari definisi membaca itu seperti yang dinyatakan oleh William? . Keterampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah dapat menguasai keterampilan tersebut dituntut untuk dapat menerapkannya kapan saja dan di mana saja jika situasi dan kondisi menghendaki penggeneralisasian itu. Buktikan bahwa membaca memegang peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia abad ini! 2.

dimana sumber daya manusia (human resource) merupakan tiang penyangga utamanya. Sebab daya nalar tersebut merupakan sumber utama yang dimiliki oleh manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mereka mampu memacu kehidupan dalam jaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang ini. konon para ahli ekonomi telah membuat prakiraan bahwa kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang hanya ada pada manusia. Kegiatan membaca yang tidak disetai dengan pemahaman bukanlah kegiatan membaca. Sebagai sebuah bukti. Nalar mausia hanya dan hanya akan berkembang secara maksimal jikaia diasah melalui pendidikan. yakni daya nalarnya. Nalar manusia hanya dan hanya akan berkembang secar maksimal jika ia diasah melalui pendidikan. kemahiran membaca dan menulis atau yang lazim disebut literacy memang telah dirasakan sebagai conditio sine quanon alias prasyarat mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. atau yang lazim disebut era sumber daya manusia. yang memimpikan kemajuan dan keberjayaan. Dan jantung dari pendidikan adalah kegiatan berliterasi atau kegiatan bata-tulis. Sebagai sebuah bukti. betapa kaya rayanya sumber daya alam (nature resources) yang dimiliki oleh suatu bangsa misalnya hal itu akan sulit mengangkat derajat bangsa tersebut bangsa tersebut ke pentas percanturan dunia serta dapat diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain.• Membaca I Petunjuk Jawaban Latihan Jika Anda telah selesai. Dengan demikian dalam perekonomian pada era pasca industri mendatang. kemahiran baca-tulis yang layak merupakan prasyarat mutlak bagi siapa saja dan bangsa mana saja. 2. Tanpa adanya kemahiran tersebut. yakni daya nalar tersebut merupakan sumber utama yang dimiliki oleh manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mereka mampu memacu kehidupan dalam jaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang ini. periksalah latihan Anda dengan memperhatikan ramburambu berikut ini! 1. Dengan demikian kedudukan kemahiran . atau era sibermatika seperti sekerang ini. Yakni pemahaman (understanding). konon para ahli ekonomi telah membuat prakiraan bahwa kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatanya pada kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang ada pada manusia. Rangkuman Bagi masyarakat yang hidup dalam babakan pasca industri.

Meskipun demikian mengupayakan keterampilan membaca memang bukanlah persoalan yang sederhana. Hal ini karena membaca merupakan proses yang sangat kompleks. 1-3 pilihlah satu jawaban yang paling tepat A.. C. B. Meskipun demikian hal yang harus ada dalam kegiatan membaca yakni unsur pemahaman (understanding). Sebab selain semua proses belajar sesungguhnya didasarkan atas kegaitan membaca dan menulis juga hanya dengan melalui kegaitan literasi membaca dan menulislah kita dapat menjelajahi luasnya dunia ilmu yang terhampar luas dari berbagai penjuru dunia dan dari berbagai babakan jaman.. proses keterampilan berbahasa. Selain itu merupakan proses sensoris membaca juga merupakan proses psikologis. Tes Formatif Petunjuk : Untuk soal-soal no. proses perkembangan. Anderson Goodman Finnochiaro Bonnomo . Sebab kegiatan membaca yang tidak disertai dengan pemahaman bukanlah kegiatan membaca. Pendapat ini dikemukakan oleh…. Dengan demikian dunia pendidikan dan persekolahan memiliki tugas untuk mengupayakan kehadiran salah satu aspek keterampilan berbahasa ini kepada para siswanya. C.• Membaca I berliterasi pada abad informasi seperti sekarang ini sesungguhnya merupakan modal utama bagi siapa saja yang berkehendak meningkatkan kemampuan serta kesejahteraan penghidupannya. A. Dalam dunia pendidikan kemahiran berliterasi juga merupakan hal yang sangat fundamental. C. alam ekonomi manusia politik 2) Pada tataran yang lebih rendah membaca didefinisikan sebagai proses kegiatan mencocokkan lambing-lambang bunyi bahasa. D. atau D)! 1) Salah satu faktor yang sangat penting yang akan mengantarkan keberhasilan umat manusia dalam bidang ekonomi pada abad informasi dan teknologi canggih seperti sekarang ini ialah kepemilikan sumber daya …. D. A. Banyak definisi yang telah dikemukakan oleh para pakar tentang membaca. B. B.

6) Pada awalnya membaca itu merupakan proses sensoris Sebab Proses sensoris ialah proses memberi makna terhadap kata-kata yang dibaca. A. Sebab Keterampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah dapat menguasai keterampilan tersebut dituntut untuk dapat menerapkannya kapan saja dan di mana saja jika situasi dan kondisi menghendaki penggeneralisasian itu. keterampilan membaca itu bersifat tergeneralisasikan. Jika pernyataan benar. B. C. C. tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat. Jika (1). Jika (1) dan (2) benar. kecuali…. Jika pernyataan dan alasan salah. Jika pernyataan benar. Jika (1) dan (3) benar. 4-6.• Membaca I 3) Dibawah ini merupakan faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kemampuan membaca. motivasi persepsi konsisi sosial ekonomi kondisi penglihatan Petunjuk: Untuk soal no. pilihlah: A. dan (3) benar.. (2). B. . alasan benar. alasan benar. C. D.. Jika (2) dan (3) benar. Petunjuk: Untuk soal no. D. B. 5) Disamping objektif dan bertahap. 4) Dalam dunia pendidikan kemahiran membaca merupakan hal yang sangat penting Sebab Semua proses belajar hampir dapat dikatakan tidak mungkin dilepaskan dari kegiatan membaca. D. 7-10 pilihlah: A. Jika pernyataan benar. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan benar.

Antara lain …..• Membaca I 7) Membaca merupakan proses interaksi ….. (1) (2) (3) kebudayaan dan pengalaman emosi dan kematangan kepribadian atau watak Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat pada bagian akhir modul ini! Hitung jumlah jawaban yang benar. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus: Tingkat penguasaan = Arti tingkat 90% .79% < 70% Jumlah jawaban Anda yang benar Χ100 10 penguasaan yang Anda capai = Amat baik = baik = cukup = kurang Jika Anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Bagus! Tetapi jika tingkat penguasaan Anda kurang .100% 80% .89% 70% ... Anda dapat melanjutkan Kegiatan Belajar 2. (1) (2) (3) melihat bagi yang normal mendengar bagi yang tuli meraba bagi yang buta 9) Sebagai guru kita harus yakin bahwa …. (1) (2) (3) keterampilan membaca itu harus diajarkan kepada para siswa keterampilan membaca bukanlah bawaan alami keterampilan membaca tidak terjadi dengan sendirinya 10) Persepsi seorang anak dalam membaca berpengaruh dan dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang banyak jumlahnya. (1) (2) (3) antara penulis dan pembaca bersifat tidak langsung aktif dan rekreatif 8) Kesiapan membaca itu dimulai dari ….

. terutama bagian yang belum Anda kuasai.• Membaca I dari 80% Anda harus kembali mempelajari materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini.

khususnya apa yang dikenal dengan stimulus-respons.• Membaca I 2 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MEMBACA Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang? Sebelum kita membahas lebih jauh persoalan tersebut sejenak mari kita tinjau terlebih dahulu ihwal landasan teoritis mengenai belajar membaca ini. Gagasan behavioristik tentang belajar bahasa terutama didasarkan pada teori belajar yang menitikberatkan peran lingkungan. Sebaliknya mereka beranggapan bahwa selama belajar bahasa pertama sedikit-demi sedikit seorang pembelajar akan membuka kemampuan lingualnya yang secara generic telah diprogramkan pada dirinya. khususnya bahasa pertama. Dalam pandangan behavioristik anak dianggap sebagai penerima pasif dari lingkungannya. Oleh . Landasan teoritis mengenai belajar membaca sebenarnya tidak berbeda dengan landasan teoritis mengenai belajar bahasa. Oleh karena itu mereka beranggapan bahwa proses perkembangan bahasa sangat ditentukan oleh lamanya latihan yang dilakukan oleh lingkungannya. Artinya proses penguasaan dan kemampuan berbahasa itu. Para pengusung aliran ini tidak memandang penting pengaruh dari lingkungan sekitar si pembelajar. Sebagaimana kita ketahui dalam belajar bahasa terdapat tiga acuan pendekatan yang biasa digunakan sebagai landasan-pijak bagi proses dan pendekatan prosedural. dikendalikan dari luar si pembelajar dan diperoleh sebagai akibat adanya berbagai rangsangan yang disodorkan kepada sang pembelajar dan diperoleh sebagai akibat adanya berbagai rangsangan yang disodorkan kepada sang pembelajar melalui lingkungannya. baik verbal maupun non-verbal dalam pemerolehan hasil belajar. Gagasan mentalistik atau nativisik menekankan pada aspek kapasitas bawaan (innate).

begitu pula sebaliknya. yakni yang meyakini bahwa pemerolehan kemampuan membaca seseorang itu sebagian besar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal fari lingkungan. lingkungann fisik dan sejenisnya. menurut Yap jika kita berniat untuk meningkatkan kualitas kemampuan membaca seseorang maka perbanyaklah melakukan aktivitas membaca. Pemerolehan bahsa menurut mereka terlalu kompleks dan mustahil dipelajari dalam waktu yang singkat melalui peniruan. Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar membaca ini. Jadi beberapa aspek penting yang menyangkut sistem bahasa pasti sudah ada pada manusia secara ilmiah. Burmenister mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu ditentukan oleh faktor intelegensinya (IQ). Artinya proses penguasaan dan kemampuan berbahasa seseorang itu selain ditentukan oleh faktorfaktor yang bawaan juga sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka mendapat latihan-latihan. Sedangkan pendekatan prosedural mencoba menjembatani kedua kubu ekstrim tersebut dengan memadukan interaksi antara faktor-faktor internal dengan faktor-faktor eksternal dalam belajar bahasa. emosional. Tegasnya. kemampuan berbahasa seseorang itu sangat ditentukan oleh pengaruh sejauh mana (lamanya) seseorang melakukan aktivitas membaca. khususnya lewat kegiatan pembelajaran. dan 10% oleh faktor-faktor lain berupa lingkungan sosial. Ibarat seorang penerbang. Dengan demikian Yap termasuk seorang pakar membaca yang beraliran behavioristik. kubu-kubu ekstrim sebagaimana disebutkan di atas nampak juga dari hasil-hasil riset para pakar membaca. 25% oleh faktor IQ.• Membaca I karena itu para pengikuti aliran ini lebih condong pada anggapan bahwa bahasa merupakan pemberian secara biologis. Untuk menguatkan pendapatnya itu Yap melaporkan hasil penelitiannya ihwal perbandingan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca tersebut sebagai berikut: 65% ditentukan oleh banyaknya waktu yang digunakan untuk membaca. Berbeda dengan Yap. Yap (1978) misalnya melaporkan bahwa kemampuan membaca seseorang sangat ditentukan oleh faktor kuantitas membacanya. semakin tinggi jam terbang yang dimilikinya maka akan semakin piawai kemampuan terbangnya. Dengan demikian. Hasil riset yang dilakukan .

(3) kebudayaannya. . yang skor IQ-nya di bawah 50 akan mengalami kesulitan dalam memahami materi bacaan yang abstrak dan materi-materi lainnya yang sukar. kepribadian siswa. Meskipun demikian mereka tetap mengingatkan bahwa intelegensi bukanlah segalanya. akan tetapi kemampuannya itu tidak akan melebihi kemampuan peringkat keempat. dan mereka yang skor IQ-nya merentang di antara 50 hingga 70 akhirnya akan mampu membaca juga. kebiasaan dan lingkungan sosial ekonomi mereka. biasanya tidak pernah mecapai kematangan mental yang layak untuk belajar membaca. Ia hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang dapat mempengaruhi belajar membaca. dan (4) situasi sekolah. dan pengalaman membaca.(2) keluarganya. gaya kognitif. Karena faktor tersebut merupakan angka rata-rata lain sangat jelas. Begitu pula Omagio (1984) berpendapat bahwa pemahaman bacaan bergantung pada gabungan pengetahuan bahasa. Smith dan Mc Ginnis (1982) juga mengatakan bahwa orang yang memiliki intelegensi rata-rataa atau intelegensinya yang lebih baik cenderung dapat menjadi pembaca-pembaca yang baik. Sedangkan Ebel (1972:35) berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan pemahaman bacaan yang dapat dicapai oleh siswa dan perkembangan minat bacaannya tergantung pada faktor-faktor berikut: (1) siswa yang bersangkutan.• Membaca I oleh Anderson dan Freeboddy (1981) secara implicit dapat dikatakan menyokong pendapat Burmeister tersebut. Jika ditinjau dari teori belajar di atas. Ahli lain seperti Alexander (1983-146) berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan pemahaman bacaan meliputi program pengajaran membaca. Mereka berkesimpulan bahwa seseorang yang memiliki skor IQ di bawah 25. Harris (1970) juga berpendapat bahwa faktor yang terpenting dalam masalah kesiapan membaca ialah kepemilikan intelegensi umum. yakni unsur intelensi tersebut. Mereka mengatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara IQ yang dimiliki oleh seseorang dengan kemampuannya memahami membaca. motivasi. Witty dan Kopel pun mempunyai pendapat serupa. para pakar tersebut termasuk mereka yang beraliran mentalistik karena mereka beranggapan bahwa kemampuan membaca itu sangat dipengaruhii oleh unsur-unsur yang bersifat bawaan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Coleman (1940). (e) Sikap dan minta (attitude and interest). (f) Kematangan emosi dan sosial (emotional and sosial maturity). Wolfguy Michel dan Sterhagel (dalam Zielparache (1979) mencoba menggambarkan faktor-faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan proses komunikasi membaca ini sebagai berikut: TEKS Konstruksi Struktur bahasa Isi teks Cirri-ciri teks Cara penyusunan Aktualitas Hubungan konteks PEMBACA Kondisi Kelompok masyarakat Kepribadian Lingkungan (umum. Mereka berkesimpulan anak-anak yang berasal dari status sosial ekonomi rendah umumnya kemampuan membacanya juga rendah. (b) Latar belakang pengalaman (backround experience). khusus.• Membaca I Ihwal kaitan status sosial ekonomi dengan kemampuan serta minat membaca seorang anak ini Benson (1969) menyatakan bahwa kemampuan serta minat membaca anak-anak yang berasal dari masyarakat kelas sosial ekonomi rendah dapat mencapai 80%. Mereka mengajukan enam hal yang dipandang penting dalam mempertimbangkan reading readness ini. yakni: (a) Kepemilikan fasilitas bahasa lisan (oral language facility). Sosial. serta Gough. (d) Intelegensi (intelligence). (c) Diskriminasi auditori dan visual (auditory & visual discrimination). actual Tujuan Motivasi . Burron Claybaugh (1977:25-35) mengatakan bahwa pada tahap-tahap awal tingkat pencapaian kemampuan dan minat membaca seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka namakan “kesiapan membaca” (reading readness).

unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan.• Membaca I INTERAKSI HASIL Keduanya mengatakan bahwa hasil dari kegiatan membaca tersebut akan sangat tegantung pada sejauh mana teks dan kondisi pembaca saling mempengaruhi. Kemudian dari sekian banyak pendapat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan serta minat membaca. model pengajaran dan lain-lain (Pearson. Selanjutnya Hafni juga mencoba merumuskan beberapa penyebab kesulitan memahami bacaan ke dalam beberapa alasan. Mengapa demikian karena sebagaimana yang telah kita bahas pada kegiatan belajar 2 pada dasarnya proses membaca sendiri sesungguhnya tidaklah tunggal. Rumus-rumus yang digunakannya didasarkan pada pendapat Swan (1979) yang berpandangan bahwa beberapa penyebab kesukaran memahami isi bacaan berakar pada kebiasaan baca yang salah. Dari penjelasan tersebut tampak jelas bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan serta membaca seseorang itu pada hakikatnya tidaklah tunggal. yakni pertama. Kebiasaan-kebiasaan dimaksudkan meliputi: (1) Terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks. Faktor-faktor instrinsik antara lain meliputi kepemilikan faktor-faktor ekstrinsik dibagi menjadi dua katagori. 1981: 2-3). 1978 dalam Hafni. unsur-unsur yang berasal dari lingkungan baca. yakni pertama. dan kedua. saling membantu. Menurutnya faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan serta minat membaca dapat diklasifikasikan ke dalam dua katori. agaknya pendapat Pearson-lah yang dapat dianggapsebagai cermin dari kesimpulan. yakni faktor-faktor yang bersifat intrisik (yang berasal dari dalam pembaca) dan faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik (berasal dari luar pembaca). Katagori pertama berkenaan dengan keterbacaan (readability) dan organisasi teks atau wacana. . guru. Sedangkan katagori kedua berkenaan dengan fasilitas. unsur-unsur yang berasal dari faktorfaktor ekstrinsik dibagi menjadi dua kategori.

kata hubung. pertama. Tradisi literasi sendiri konon baru dikenal secara terbatas oleh bangsa kita sekitar paruh abad VIII. keruwetan sintaksis dapat menyebabkan kesulitan pada pembacanya. secara histories-kultural masyarakat kita mengantongi warisan budaya lisan atau budaya tutur yang memfosil. dengan demikian pembaca akan menafsirkan makna teks dari sudut pengetahuan dan pengalamannya sendiri. juga dapat menimbulkan kesulitan pada bacaannya. (3) Terlalu imajinatif. (7) Penggunaan kata yang tidak akrab dengan pembacaanya juga merupakan kendala bagi pemahaman bacaan. kata modal luput dari perhatian pembaca. (4) Kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks mempunyai kompleksitas yang tinggi. sebagai akibat persentuhan dengan agama serta kebudayaan Hindu. Budha kemudian Islam. Hampir berabad-abad lamanya perilaku komunikasi masyarakat kita lebih banyak berlangsung dalam tataran yang serba melisan (omong-dengar) ketimbang tradisi litersi (baca-tulis). kata ingkar. Selain hal-hal di atas dalam konteks Indonesia beberapa faktor lain yang juga merupakan faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca bangsa kita antara lain. (5) Gaya penulisan yang bertipe mengulang-mengulang gagasan dengan ungkapanungkapan dan kata-kata yang khusus juga dapat menimbulkan kesulitan pada pembacanya. Dan . terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tersebut.• Membaca I (2) Kurang memberi perhatian kepada detail. seperti. Itu pun hanya hanya hadir pada sekelompokk kecil masyarakat elit priyayi sebagai akibat didirikannya lembaga persekolahan oleh kolonial Belanda sebagai pengejawantahan dari politic etic. sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu. (6) Gaya pengungkapan pokok pikiran penting secara tidak langsung yang mengharuskan pembaca mengambil inferensi atas informasi-informasi yang tidak tersurat dalam bacaan. tradisi kelisanan (orality) masih menjadi semacam penyumbat dalam kantong memori linguistik masyakat kita. Seperti kita tahu. dengan demikian unsur-unsur kecil dalam bacaan.

proses pembejalaran yang dibangun dalam dunia persekolahan kita pada umumnya lebih banyak berbasis dalam tataran lisan (guru terlalu banyak menjadi pembicara dan murid terlalu banyak menjadi pendengar) tinibang dalam tataran keberaksaraan (guru dan murid bersama menjadi seorang pembaca dan penulis). Jadi perkenaan masyarakat kita kegiatan membaca dan menulis memang masih relatif baru. sebagaimana dikemukakakn oleh Prof. . konon membutuhkan waktu satu abad lamanya. Sebagaimana kita tahu. sebab bukanlah transer ilmu yang dilakukan oleh para guru tidak mengacu serta bersumber dari sejumlah buku melainkan dari omongan sang guru yang disampaikan secara lisan? Dengan kondisi semacam itu. Sebagai bahan perbandingan. Kedua. Cukuplah menjadi pendengar yang baik-baik saja. Ahmad Slamet Harjasuajana. masyarakat Eropa memerlukan waktu tidak kurang dua abad untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian tradisi hidup masyarakatnya. yakni manusia-manusia yang bias membaca tetapi mereka memilih untuk tidak membaca. Begitu pula dengan proses terbentuknya tradisi literasi pada bangsa Jepang. Bahkan berbagai pendekatan yang dipahami serta diperlakukan dalam perspektif kelisanan. karena memang kegiatan membaca hanya sekedar kegiatan yang tidak terlalu mendapat penekanan utama dalam dunia pendidikan kita. Padahal untuk mengubah tradisi lisan menuju budaya literasi membutuhkan waktu yang cukup lama. yakni dimulai dari perancangan Restorasi Meiji. Oleh karena itu secara anekdot dikatakan bahwa untuk dapat sukses belajar di sekolah seorang siswa tidak dituntut harus terampil atau banyak membaca buku. yakni dimulai dari zaman renesans yang kemudian dilanjutkan dengan zaman industrialisasi. akibat sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi keberaksaraan (literacy) atau tradisi membaca pada para peserta didik. Para guru pada umumnya jarang mejadikan kegiatan membaca sebagai kerangka pijak (frame of reference) pembelajaran yang ia lakukan kepada para siswanya. tidak heran manusia-manusia yang dihasilkan oleh persekolahan kita masih merupakan masyarakat yang aliterat.• Membaca I baru setelah kita merdeka dan mendirikan sekolah-sekolah kegiatan membaca dan menulis tersebut mulai menyentuh secara lebih luas kepada masyarakat umum. apalagi memilikinya.

Membaca I

Jika dihungkan dengan pembicaraan ihwal tiga aliran teori belajar bahasa sebagaimana kita bicarakan pada awal pembahasan di atas, maka dapat kita katakana bahwa pandangan-pandangan terakhir ini dapat kita masukkan sebagai para pakar yang beraliran prosedural, yakni yang beranggapan bahwa kemampuan membaca seseorang itu selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat intrinsic atau yang berasal dari dalam diri si pembaca juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik atau luaran. Sebagai seorang guru sebaiknya kita berpihak pada pendapat yang ketiga di atas. Sebab dengan demikian kita dapat mendudukan posisi anak secara proposional. Betul bahwa anak memiliki kapasitas atau potensi bahwaan, seperti IQ, yang sangat besar pengaruhnya terhadap sukses tidaknya mereka memiliki aneka kemahiran, termasuk dalam hal ini kemahiran membaca. Namun potensi bahwaan tersebut akan sulit berkembang dengan baik jika tidak mendapatkan penempatan lewat proses pembelajaran yang baik dan maksimal. Begitu pula sebaliknya, walaupun sang anak telah mendapatkan tempaan proses pembelajaran yang baik dan maksimal akan tetapi jika modal dasarnya kurang, misalnya IQ-nya rendah sekali maka akan susah juga mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini kerjakan secaraperpasangan latihan berikut! 1. Jelaskan secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang! 2. Mengapa kita sebagai guru sebaiknya berpihak kepada kaum prosedural dalam melibatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang itu?

Petunjuk jawaban latihan
Jika anda telah selesai, periksalah latihan Anda dengan memperhatikan ramburambu berikut ini! 1. Yakni faktor-fakro yang bersifat intrinsic (yang berasal dari dalam pembaca) dan faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik (berasall dari luar pembaca). Faktor-faktor

Membaca I

intrinsic antara lain meliputi kepemilikan kompetensi bahasa, motivasi, dan kemmapuan membacanya. Sedangkan faktor-faktor ekstrinsik di bagi menjadi dua katagori, yakni unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan (keterbacaan dan organisasi teks) dan kedua, unsur-unsur yang berasal dari lingkungan baca (fasilitas, guru, model pengajaran dan lain-lain). 2. Sebagai seorang guru sebaiknya berpihak pada pendapat kaum prosedural yang berpandangan bahwa kemampuan membaca seseorang itu selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat instrinsik juga oleh faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik karena dengan demikian kita dapat mendudukkan posisi anak secara proporsional. Betul bahwa anak memiliki kapasitas atau potensi bawaan, seperti IQ, yang sangat besar pengaruhnya terhadap sukses tidaknya mereka memiliki aneka kemahiran, termasuk dalam hal ini kemahiran membaca. Namun potensi bawaan tersebut akan sulit berkembang dengan baik jika tidak mendapatkan penempaan lewat proses pembelajaran yang baik dan maksimal. Begitu pula sebaliknya walaupun sang anak telah mendapat tempaan proses pembelajaran yang baik dan maksimal namun jika modal dasar mereka kurang begitu memadai, misalnya IQ-nya rendah sekali, maka mereka akan sulit juga untuk ditingkatkan secara maksimal kemampuan

membacanya itu.

Rangkuman
Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan serta minat membaca seseorang. Namun secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yakni faktor-faktor yang bersifat intrinsic (yang berasal dalam pembaca). Faktor-faktor intrinsic antara lain meliputi kepemilikan kompentensi bahasa, minat, motivasi, dan kemampuan membacanya. Sedangkan faktor-faktor ekstrinsik dibagi menjadi dua kategori, yakni unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan (keterbacaan dan organisasi teks), dan kedua, unsur-unsur yang berasal dari lingkungan (fasilitas, guru, model pengajaran dan lain-lain). Sebagai seorang guru sebaiknya berpihak pada pendapat kaum prosedural yang berpandangan bahwa kemampuan membaca seseorang itu selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat instrinsik juga oleh faktor-faktor yang bersifat ekstrinsik.

Membaca I

Selanjutnya beberapa penyebab kesulitan memahami bacaan antara lain berakar pada kebiasaan baca yang salah. Kebiasan-kebiasaan dimaksud meliputi (1) terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks (2) kurang memberi perhatian kepada detail, sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu, (3) terlalu imajinatif, terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tersebut, (4) kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks mempunyai tingkat kompleksitas yang tinggi, (5) gaya penulisan yang bertipe mengulang-ulang gagasan dengan ungkapan-ungkapan dan kata-kata yang khusus (6) gaya pengungkapan pokok pikiran yang tidak langsung sehingga mengharuskan pembaca mengambil inferensi atas informasi-informasi yang tidak tersurat dalam bacaan, (7) penggunaan kosakata yang tidak akrab dengan pembaca. Beberapa faktor yang lain juga merupakan faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca bangsa kita antara lain, pertama, tradisi kelisanan (orality) masih menjadi semacam penyumbatan dalam kantong memori linguistik masyarakat kita, kedua, akibat sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi keberaksaraan (literacy) atau tradisi membaca pada para pererta didik.

Petunjuk: Untuk soal-soal no. 1-3 pilihlah satu jawaban yang paling tepat A, B, C atau D) 1) Kaum behavioristik beranggapan bahwa kemampuan membaca seseorang itu sangat dipengaruhi oleh faktor………. A. B. C. Instrinsik Ekstrinsik Ekstrinsik dan instrinsik

4-6. pilihlah: A. Jika pernyataan benar. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan benar. Jika pernyataan benar. alasan benar. Kepemilikan fasilitas bahasa lisan. D. Anggapan semacam itu diyakini oleh kaum……. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat B. Semuanya benar 2) Faktor ekstrinsik di yakini sebagai faktor dominan dalam mempengaruhi kemampuan membaca seseorang. B. Behavioral Mentalistik Prosedural Semuanya benar 3) Manakah di bawah ini yang tidak termasuk ke dalam komponen kesiapan membaca (reading readnness)? A. Sikap dan mental Intelegensi. D. C. Petunjuk: untuk soal no. Jika pernyataan dan alasan salah 4) Yap mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu diibaratkan seperti kemampuan seorang penerbang: semakin banyak terbang maka akan semakin piawailah kemampuan terbangnya. D. Jika pernyataan benar. Sebab Berdasarkan hasil penelitian bahwa kemampuan hampir 65% kemampuan membaca seseorang ditentukan oleh kuantitas membacanya 5) Burmeinster serta beberapa pakar lainnya mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu di tentukan oleh faktor intelegensinya (IQ) Sebab . A. C.• Membaca I D. Kondisi sosial ekonomi. tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. B. C. alasan benar.

Petunjuk: untuku soal no. IQ. Jika (2) dan (3) benar. 8) Beberapa faktor ekstrinsik yang mempengaruhi kemampuan membaca ialah (1) (2) (3) Motivasi. C. 6) Status sosial ekonomi seseorang ternyata berkorelasi dengan kemampuan serta minat membaca seseorang. hobi Keterbacaan dan organisasi teks Fasilitas. guru.(2). Ia hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar membaca. dan (3) benar. D. (3) Guru tidak mentradisikan membaca kepada para peserta didik.• Membaca I Menurut Harris IQ yang dimiliki seseorang memang sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kemampuan membaca seseorang. Sebab Benson (1969) menyatakan bahwa kemampuan serta minat membaca anak-anak yang berasal dari masyarakat kelas sosial ekonomi rendah dapat mencapai 80%. (2) Sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi keberaksaraan (lliteracy). Jika (1) dan (2) benar. Kebiasaan-kebiasaan dimaksud meliputi: (1) Terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks. 7) Dalam konteks masyarakat Indonesia beberapa faktor lain yang juga merupakan penyebab rendahnya kemampuan membaca bangsa kita antara lain yaitu: (1) Tradisi kelisanan (orality) masih menjadi semacam penyumbat dalam kantong memori linguistik masyakat kita. B. Jika (1). Jika (1) dan (3) benar. 7-10 pilihlah: A. namun IQ bukanlah segalanya. model pengajaran 9) Beberapa penyebab kesulitan memahami bacaan antara lain berakar pada kebiasaan baca yang salah. .

Bagus! Tetapi jika tingkat penguasaan Anda kurang dari 80% Anda harus kembali mempelajari materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini. . Cocokan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat pada bagian akhir modul ini! Hitung jumlah jawaban yang benar. (3) Terlalu imajinatif. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100% = Amat baik 80% . sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu. berarti Anda dapat melanjutkan dengan Kegiatan Belajar 3. Mendudukan posisi anak secara proporsional. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Χ100 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% . 10) Guru sebaiknya berpihak kepada kaum prosedural sebab dengan demikian mereka akan dapat: (1) Bersikap arif dan bijaksana dalam melihat keberbagian kemampuannya yang dimiliki oleh para siswa. terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tersebut.• Membaca I (2) Kurang memberi perhatian kepada detai. (2) (3) Melakkukan penilaian yang objektif kepada para siswa.89% = Baik 70% .79% = Cukup < 70% = Kurang Jika anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih.

• Membaca I 3 Upaya meningkatkan Minat Baca B jika kita ditanya. baik secara materi ataupun non.walaupun untuk itu dirinya harus melakukan sebuah pengorbanan.materi. Ya. Contoh mengenai hal ini dengan mudah dapat kita saksikan dalam kehidupan seharihari. Salah satu jawabannya ialah karena factor minat.karena ia merupakan salah satu fakror alasan pendorong yang sangat kuat pada diri seseorang untuk berbuat dan meningkatkan keberhasilan aktivitas membaca. Kendati misalnya mereka harus mengeluarkan biaya yang tisak sedikit untuk mereka dapat mengikuti olahraga tersebut serta harus rela berjemur di tengah terik matahari untuk memainkannya mereka akan menghadapinya dengan segala kesungguhan dan penuh kesenangan. hal apakah yang dapat mendorong atau menggerakan hati seseorang melakukan suatu perbuatan dengan penuh senang hati seseorang melakukan suatu perbuatan dengan penuh senang hati dan sukarela?. maka dirinya umumnya akan dengan senang dan sukarela mengerjakan hal yang di minatinya tersebut. Atau dengan perkataan lain peranan minat dalam membaca menduduki tempat yang sangat penting. Jadi sekali lagi peranan minat dalam membaca menduduki posisi yang sangat sentral dan penting. Oleh karena itu para guru di sekolah serta . orang yang di dalam dirinya telah memiliki minat yang tinggi terhadap sesuatu hal. Begitu pula halnya dalam konteks membaca ini. karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca. Misalnya orang yang berminat terhadap permainan golf. bukan hanya dengan senang dan sukarela melakukannya tetapi juga mereka dengan penuh kerelaan melakukan pengorbanan untuk dapat melakukannya. Orang yang telah memiliki minat yang baik.

Bagaimana dengan kelompok mahasiswa seperti halnya Anda? Menurut penelitian kalau Anda ingin selalu luls ujian dengan hasil yang memuaskan. majalah wanita dan berbagai novel baru. khususnya terhadap aneka upaya untuk menumbuhkannya. 5 April1990) umumnya waktu yang digunakan oleh sebagian besar mahasiswa kita untuk membaca rata-rata kurang dari dua jam pada setiap harinya. begitu pula sebaliknya.Kondisi yang terjadi saat ini menurut penelitian Syahbadyni (Kompas. Sebagai gambaran kaum ibu di Amerika sana pada setiap minggunya mereka sedikitnya dituntut melahap 400. yaitu: α. Dengan perkataan lain.• Membaca I para orang tua di rumah seyogyanya lebih memahami benar seputar persoalan minat baca ini. seseorang yang mempunyai minat membaca akan banyak melakukan kegiatan membaca.yang berasal dari sumber-sumber bacaan sepertisurat kabar. Kalau kecepatan efektif membaca mereka hanya sekitar 250 kata per menit maka setiap harinya ratarata waktu yang harus mereka luangkan untuk membaca berkisar antara2-3 jam pada setiap harinya.000 kata/minggu. Berapa lamakah sebaiknya seseorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalm setiap harinya? Jawabannya akan sangat bergantung pada tuntutan kebutuhan orang tersebut (profesi yang mereka sandang) serta kecepatan membaca yang dimilikinya. Frekuensi dan kuantitas Membaca Maksudnya bagaimana frekuensi (keseringan) dan waktu yang digunakan oleh seseorang untuk membaca.sementara KEM yang Anda miliki hanya berkisar hanya 250 kata/ 8jam/hari karena volumebacaan yang harus Anda lahap pada setiap minggunya harus mencapai 850. Persoalannya sekarang indicator-indikator apakah yang dapat kita jadikan parameter untuk mengetahui apakah seseoarang telah memiliki minat baca yang tinggi atau masih rendah? Salah seorang pakar mencoba menawarkan beberapa indikatornya.000 kata. Kuantitas sumber bacaan . 2. Orang yang telah memiliki minat baca yang tinggi umumnya frekuensi membacanya pun sangat tinggi dan waktu yang di pergunakannya pun akan sangat tinggi pula.

kelompok orang yang melakukan aktivitas membaca hanya sekedar mencari hiburan atau kesenangan. tetapi juga akan membaca jeniss-jenis bacaan lain.jurnal berkala serta buku-buku ilmu pengetahuan (khususnya buku-buku teks atau buku pelajaran). Sejauh mana aktivitas membaca yang dilakukan oleh bangsa kita dan jenis bacaan apasaja yang umumnya mereka konsumsi? Menurut penelitian Edward Kimman (1984) aktivitas membaca masyarakat Indonesia beserta jenis bacaan yang mereka lahap secara garis besar dapat dipilih dalam empat kategori. Jenis bacaan mereka terutama surat kabar. Jenis bacaan kelompok ini antara lain komik. serta majalah-majalah hiburan dan koran-koran kuning seperti Pos Kota misalnya. Jumlah dari kelompok ini juga diperkirakan meliputi sepertiga dari komunitas bangsa kita. kelompok masyarakat yang membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi. Keempat. Ketiga. Jumlah kelompok ini menurut Kimman diperkirakan 15% dari komunitas bangsa kita. Para siswa dan mahasiswa termasuk kedalam kategori ketiga ini. Jenis bacaan kelompokini sangat variatf. Menurut Kimman kelompok inilah yang sesungguhnya merupakan konsumen terbesar dari hasil-hasil penerbitan kita (media cetak dan buku-buku). novel-novel pop (picisan).• Membaca I Orang yang mempunyai minat baca yang baik umumnya akan berusaha melahap aneka bacaan atau bacaannya akan sama variatif. Artinya kelompok orang tersebut hanya akan melakukan aktivitas membaca kalau ada tuntutan harus membaca. Jumlah masyarakat kita yang termasuk kelompok ini diperkirakan meliputi sepertiga dari komunitas bangsa Indonesia. Kedua. Merka bukan hanya akan membaca jenis-jenis bacaan yang memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan atau profesi dirinya saja. Karena frekuensinya tidak pasti maka menurut Kimman jenis bacaan yang mereka baca pun menjadi sulit diidentisifikasi. Hanya sayangnya jumlah kelompok masyarakat kita yang termasuk kedalam kategori ini masih kurang dari 10% dari seluruh komunitas penduduk Indonesia yang jumlahnya saat ini lebih dari 200 juta orang ini. kelompok orang yang hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca. majalah berita. . Pertama. seperti kala menerima surat misalnya. kelompok orang yang melakukan aktivitas karena hal itu telah menjadi bagian dari kebutuhan hidupnya.

pemahaman terhadap konsep maupun perkembangan bahasanya. ditumbuhkan serta dipupuk dan dibina sejak anak-anak masih dini. analisis lebih jauh di negara-negara yang anak-anaknya memiliki minat serta keterampilan membaca yang unggul. Menurut mereka.Berdasarkan hasilpenelitian yang ia lakukan di lima belas Negara termasuk di dalamnya negara-negara berkembang. Bahakn Thorndike menyatakan bahwa tidak terdapat indikasi bahwa anak-anak yang memiliki minat serta kemahiran membaca unggul sebagai akibat langsung (pengaruh) dari pengajaran membaca yang diselenggarakan di sekolah-sekolah. Pendapat senada dengan Thorndike juga direkomendasikan dalam laporan penelitian slah satu badan Unesco. IAEA (International Achievment Education Asociation) (1988).Minat baca harus ditanam. pemerintah. Dengan demikian penanaman aneka kebiasaan pada periode ini akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya. antara lain: perkembangan motorik. emosi. Hal senada juga dinyatakan oleh Thorndike (1986). Sebaliknya berkat pengaruh serta dukungan keluargalah minat serta keterampilan mmbaca mereka terbentuk. seperti Finlandia. serta yang tidak kalah pentingnya yakni dukungan dari pihak keluarga. Menurut mereka karakteristik anak-anak. lingkungan masyarakat. perkembangan social. Ihwal pentingnya penciptaan minat sedari kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga ini disokong oleh para pakar psikologi perkembangan. Khususnya pada usia persekolahan (2-6 tahun) tengah mengalami yang pesat pada beberapa aspeknya. khususnya kepada anak-anak? Ajip Rosidi (1971:1819) menjelaskan bahwa kegemaran membaca bukanlah sesuatu yang tumbuh secara otomatis dengan sendirinya.di antara berbagai factor eksternal membaca (dia menyebutnya faktor sosiologi) dia menyebutkan konon pengaruh keluargalah yang sangat tinggi konstribusinya dalam mempengaruhi terbentuknya minat serta kemahiran membaca pada anak-anak.• Membaca I Upaya apa yang perlu kita lakukan untuk menumbuhkan minat baca. Oleh karena itu untuk mengupayakannya diperlukan bantuan serta partisipasi aktif dari komponen masyarakat dari mulai lingkungan sekolah (guru). AS atau negara-negara Eropa (pada penelitian ini anak-anak Indonesia menduduki peringkat ke 29 dari 30 negara yang menjadi sample penelitian mereka) pada umumnya memiliki akses kemudahan dalam mendapatkan berbagai bahan bacaan yang .

• Membaca I berkualitas. Upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak tersebut? Inilah beberapa upaya yang dapat kita lakukan. ibu dan saudara-saudara). dan terutama di rumah-rumahnya. b. seperti dengan ayah-ibunya maupun saudara-saudara lainnya. Bacakan aneka cerita-cerita yang menarik kepada mereka Anak-anak prasekolah umumnya mempunyairasa ingin tau yang sangat besar. Oleh karena itu seyogyanyalah orang tua mampu memberikan dan mengarahkan rasa ingin tau mereka dengan benar untuk membina minat anak alangkah yang dapat dilakukan oleh para orang tua adalah dengan sering membacakan cerita-cerita menarik atau lucu kepada mereka sesuai dengan usia dengan perkemabangan kejiwaan mereka. Dengan cara semacam itu lambat laun anak-anak akan tertarik untuk memperhatikan dan mulai membuka-buka buku bacaan tersebut. Janganlah anakanak terlalu banyak dilarang apalagi dihardik saat mereka ikut mengganggu orang tua atau anggota keluarganya tengah melakukan aktivitas membaca. Kenalkan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak dini Anak usia prasekolah umumnya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan para anggota keluarganya. Sehubungan dengan kenyataan tersebut IAEA merekomendasikan bahwa faktor dukungan keluarga merupakan salah satu kunci utama dalam pembentukan minat serta ketermpilan membaca pada anak-anak. c. Sediakan bahan bacaan yang cocok untuk mereka Menurut Donna Norton (1989). Untuk itu biasanya anak akan mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya itu. Wujud dukungan keluarga tersebut antara lain penciptaan tradisi membaca di dalam lingkungan keluarga (ayah. Sebab bila hal itu kerap dilakukan maka boleh jadi mereka akan memiliki persepsi yang salah terhadp membaca : seolah-olah membaca itu merupakan kegiatan yang serius dan penuh dengan kerut kening dan bukan kegiatan yang bukan membahagiakan. α. seorang pakar membaca dari Universitas Texas mengatakan sesungguhnya mereka sebuah presepsi yang salah jika banyak orang tua . serta penyediaan bahan-bahan bacaan yang sesuai dengan anakanak. baik di perpustakaan sekolah. Oleh karenanya libatkanlah mereka ketika orang tua atau anggota keluarga lainnya tengah melakukan kegiatan membaca.

Oleh karena itu menurutnya untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak salah satu caranya sediakan saja bacaan yang mereka sukai. periksalah latiha Anda dengan memperhatikan rambu-rambu berikut ini! 1. Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang materi yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran kegiatan ini kerjakan secara perpasangan latihan berikut ini! 1.• Membaca I yang mengatakan bahwa anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. lingkungan masyarakat dan juga pemerintah. Dan dalam mengupayakannya sebagaimana dikemukakan oleh Ajip Rosidi diperlukan adanya sokongan dan bantuan serta kerjasama antara berbagai pihak. Menurut hasil-hasil penelitian yang ia lakukan. Atau dengan perkataan lain peranan minat dalam membaca menduduki . karena ia merupakan salah satu faktor alasan pendorong yang sangat kuat pada dri seseorang untuk berbuat dan meningkatkan keberhasilan aktivitas membaca. Peranan minat dalam membaca menduduki posisi yang sangat sentral dan penting. baik dari segi isi maupun bahasanya. dia berkesimpulan bahwa pada dasarnya semua anak senang melakukannya. Mengapa minat menduduki tempat yang sangat penting dalam kegiatan membaca? 2. Mengupayakan agar anak-anak gemar dan mahir membaca. memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan murah. keluarga. Mengapa mengupayakan penumbuhan minat baca pada anak-anak dinilai bukan Perkara yang mudah dan murah? Petunjuk jawaban latihan Jika Anda telah selesai.seperti pihak sekolah. Penyebabnya selain karena factor-faktor yang turut mempengaruhi minat serta kemahiran membaca pada diri seseorang itu tidaklah tunggal. pasti anak-anak dengan penuh suka cita akan melakukannya. Hanya saja syaratnya pihak orang tua harus mau menyediakan buku-buku bacaan yang memang cocok dengan kondisi mereka. jika tidak mau dikatakan cukup kompleks. juga karena kemampuan membaca bukanlah harus kemampuan bawaan (innate) tetapi kemampuan yang kehadirannya diupayakan.

Penyebabnya selain karena factor-faktor yang turut mempengaruhi minat serta kemahiran membaca pada diri seseorang itu tidaklah tunggal.1-3 pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat A. Peranan minat membaca menduduki tempat yang sangat penting. Petunjuk: Untuk soal-soal no. serta bahanbahan bacaan yang cocok untuk mereka. dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat dari mulai lingkungan sekolah (guru). jika tidak mau dikatakan cukup kompleks. maka ia harus ditanam. juga karena kemampuan membaca bukanlah kemampuan bawaan (innate) tetapi kemampuan yang kehadirannya yang harus diupayakan. Karena kegemaran membaca bukanlah merupakan sesuatu yang tumbuh secara otomatis dengan sendirinya. ditumbuhkan serta dipupuk dan dibina sejak masa anak-anak. Upaya-upaya yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak antara lain mengenalkan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak dini. Tuntutan kebutuhan yang disandang oleh seseorang Kedudukan yang disandang oleh seseorang . Mengupayakan agar anak-anak gemar dan mahir membaca. atau D! 1) Ukuran lamanya seseorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalam setiap harinya antara lain akan sangat bergantung pada…… A. lingkungan masyarakat. C. Beberapa indikator yang dapat kita jadikan parameter untuk mengetahui minat baca antara lain frekuensi dan kuantitas membaca yang digunakan seseorang untuk membaca dan kuantitas sumber bacaan yang dibaca. serta yang tidak kalah pentingnya yakni dukungan dari pihak keluarga. karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca. 2. karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca. pemerintah. B. Selain itu untuk mengupayakannya diperlukan bantuan. memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan murah. B. Dan menurut hasil penelitian Edward Kimman jika dilihat dari kedua indicator tersebut minat baca masyarakat Indonesia masih sangat memprihatinkan. membacakan kepada anak-anak aneka cerita-cerita yang menarik.• Membaca I tempat yang sangat penting.

tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. pilihlah: A. Sebab . benar. Koran-koran kuning Novel picisan Surat-surat yang mereka terima Tidak ada yang benar Petunjuk: Untuk soal no. D. Jika pernyataan benar. B. alasan benar. A. 2) Status social yang disandang oleh seseorang Jabatan yang disandang oleh seseorang Menurut penelitian berapa banyak volume bacaan yang harus dilahap oleh seorang mahasiswa pada setiap minggunya ialah…. 3) harus mencapai 750.000 kata semuanya betul Menurut penelitian Edward Kimman kelompok orang yang hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca. jenis bacaan mereka antara lain…. C. A. D. Menurut para pakar psikologi perkembangan penciptaan minat baca harus Jika pernyataan benar. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat. 4) Jika pernyataan dan alasan salah.• Membaca I C. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan diupayakan sejak kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga. Jika pernyataan benar. 4-6. C.000 kata harus mencapai 950. B. 5) Donna. C.000 kata harus mencapai 850. B. alasan benar. D. D. Sebab Para pakar psikologi perkembangan menyatakan bahwa penanaman aneka kebiasaan pada masa anak-anak akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya. Norton mengatakan bahwa adalah sebuah persepsi yang salh jika banyak orang tua yang menganggap seolah-olah anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku.

7-10 pilihlah: A. B. 8) Bentuk-bentuk dukungan pemerintah dalam mengupayakan penumbuhan minat baca masyarakat antara lain: (1) (2) (3) 9) memberantas pembajakan buku mendirikan perpustakaan di daerah-daerah terpencil pencanangan program KMD (Koran masuk desa). Salah satu bentuk pelibatan anak-anakdengan kegiatan membaca di Mendongeng sangat baik sebagai alat untuk menumbuhkan minat baca anak- lingkungan rumah antara lain: (1) (2) menyuruh mereka membaca secara mandiri mengajak mereka saat anggota keluarga lainnya tengah melakukan kegiatan membaca (3) janganlah mereka dihardik saat mereka ikut serta membaca bersama- sama dengan anggota keluarga lainnya. C. Mereka yang digolongkan sebagai kelompok masyarakat yang membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi antara lain: (1) (2) (3) 10) (1) (2) (3) guru mahasiswa pelajar SLTA Faktor-faktor yang turut mempengaruhi minat baca seseorang antara lain: kebutuhan terhadap informasi kesenangan atau hobi pengaruh budaya keluarga .• Membaca I Membaca harus dapat menyenangkan dan menggembirakan anak-anak 6) anak. Sebab Dongeng merupakan cerita untuk mengembangkan daya imajinasi anak-anak. Jika (1) dan (3) benar. Jika (1). dan (3) benar. Petunjuk: Untuk saol no. 7) Jika (1) dan (2) benar. D. (2). Jika (2) dan (3) benar.

3. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai 90% .• Membaca I Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat pada bagian akhir modul ini! Hitung jumlah jawaban yang benar. × 100% KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. A Pada tataran yang lebih rendah membaca diidentidifikasi sebagai proses kegiatan mencocokan lambang-lambang bunyi bahasa. terutama bagian-bagian yang belum Anda ketahui.89% = Baik 70% . Pendapat ini dikemukakan oleh Anderson. persepsi. Bagus! Akan tetapi jika tingkat penguasaan kurang dari 80% Anda harus kembali mempelajari materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini.100% = Amat baik 80% . Kondisi penglihatan termasuk factor sensoris .79% = cukup < 70% = kurang Jika Anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Anda berhasil dapat melanjutkan dengan modul selanjutnya. C Salah satu factor yang sangat penting yang akan mengantarkan umat manusia pada abad informasi dan teknologi kepemilikan sumber daya keberhasilan canggih seperti sekarang ini ialah manusia. D Faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kemampuan membaca. antara lain motivasi. 2. dan kondisi social ekonomi.

. melihat bagi yang normal dan meraba bagi yang buta. Proses sensoris bukan merupakan proses memberi makna terhadap kata-kata yang dibaca akan tetapi proses melihat. 9. D Persepsi seorang anak dalam membaca berpengaruh dan dipengaruhi oleh kebudayaan dan pengalaman. Kedua pernyataan tersebut benar akan tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.• Membaca I 4. Pernyataan pertama benar sedangkan pernyataan kedua salah. serta factor-faktor kepribadian atau watak. A Membaca merupakan prosese interaksi antara penulis dan pembaca dan bersifat tidak langsung. 7. Tes Formatif 2 1. 6. keterampilan membaca itu bersifat tergeneralisasikan. A Dalam dunia pendidikan kemahiran membaca merupakan hal yang sangat penting. 3. B Di samping objektif dan bertahap. B Pada awalnya membaca itu merupakan proses sensoris. 2. Keterampilan dasar dalam membaca dapat digeneralisasikan sehingga anak yang telah dapat menguasai keterampilan tersebut dituntut untuk dapat menarapkannya kapan saja dan dimana saja jika situasi dan kondisi menghendakinya penggeneralisaian itu. Kedua pernyataan menunjukkan hubungan sebab-akibat. A Penjelasan sam dengan nomor D Faktor sosial ekonomi termasuk kedalam komponen kesiapan membaca (reading readness). emosi dan kematangan. B Kaum behavioristik beranggapan bahwa factor yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca seaseorang adalah factor-faktor yang bersifat ekstrinsik. 8. D Sebagai guru kita harus yakin bahwa keterampilan membaca itu harus diajarkan kepada para siswa dan bukanlah bawaan alami serta tidak terjadi dengan sendirinya. 10. B Kesiapan membaca itu dimulai dari. 5. sebab proses belajar hampir dapat dikatakan tidak mungkin dilepaskan dari kegiatan membaca.

Kebiasaan-kebiasaan dimaksud meliputi (1) dari keberaksaraan (literacy) atau tradisi terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi sehingga gagal memberi makna pada teks. kedua unsur-unsur yang berasal lingkungan baca (fasilitas. A Status sosial ekonomi seseorang berkorelasi dengan kemampuan membaca seseorang 7. sehingga meskipun maksud umum bacaan tertangkap secara utuh namun gagal dalam memahami butir-butir tertentu. (3) terlalu imajinatif. A Beberapa faktor lain yang juga merupakan faktor penyebab kemampuan membaca bangsa kita antara lain.• Membaca I 4. terutama bila pembaca menganggap telah mengetahui topik tertentu yang dibicarakan . Harris juga mengatakan bahwa IQ yang dimiliki seseorang memang sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kemampuan membaca seseorang. Kedua pernyataan tersebut benar namun tidaksaling menunjukkan hubungan sebab-akibat. namun IQ bukanlah segalanya.Untuk memperkuat pendapatnya itu Yap mengemukakan hasil penelitiannya bahwa hamper 65% kemampuan membaca seseorang itu ditentukan oleh kuantitas membacanya. A Yap mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu diibaratkan seperti. 9.Ia hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak factor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar membaca. model pengajaran dan lain-lain). 5. (2) kurang memberi perhatian kepada detail. 8. B Burmeinster serta beberapa pakar lainnya mengatakan bahwa kemampuan membaca seseorang itu ditentukan oleh intelegensinya (IQ). yakni unsur-unsur yang berasal dari dalam teks bacaan (keterbacaan dan organisasi teks). kedua. kemampuan seorang penerbang: semakin banyak terbangnya maka akan semakin piawailah kemampuan terbangnya. 6. tradisi (orality) masih menjadi semacam penyumbat dalam kantong rendahnya kelisanan memori linguistik masyarakat kita. D Salah satu penyebab kesulitan memahami bacaan antara lain berakar pada kebiasaan baca yang salah. C Faktor-faktor ekstrinsik yang mempengaruhi kemampuan membaca dibagi menjadi dua katagori. pertama. akibat sistem persekolahan kita yang kurang memberikan peluang yang cukup bagi hadirnya tradisi membaca kepada para peserta didik. guru.

kelompok orang yang hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca. Jumlah masyarakat kita yang meliputi sepertiga dan komunitas ada kelompok tuntutan orang harus Karena frekuensinya tidak pasti baca pun menjadi sulit mereka termasuk kelompok ini diperkirakan bangsa Indonesia. B Menurut penelitian banyaknya volume bacaan yang harus dilahap oleh seorang mahasiswa pada setiap minggunya harus mencapai 850. D Menurut penelitian Edward Kimman (1984) aktivitas membaca masyarakat Indonesia beserta jenis bacaan yang mereka lahap secara garis besar dapat dipilah ke dalam empat katagori. Artinya tersebut hanya akan melakukan aktivitas membaca kala membaca. . inferensi atas informasi-informasi yang tidak penggunaan kosakata yang tidak akrab dengan 10. seperti kala menerima surat misalnya.kata pengungkapan pokok pikiran penting yang bertipe yang mengulang-ulang fundamen (6) gaya tidak langsung sehingga mengharuskan pem baca mengambil tersurat dalam bacaan. Dengan posisi anak secara proporsional. 3. (4) kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks mempunyai kompleksitas yang tinggi. (7) pembaca. maka menurut Kimman jenis bacaan yang diidentifikasi. Pertama.• Membaca I dalam bahan bacaan atau mempunyai pendapat yang kuat tentang topik tingkat tersebut. 2. D Guru sebaiknya berpihak kepada kaum prosedural sebab dengan mereka akan dapat bersikap arif dan bijaksana dalam melihat kemampuan yang dimiliki oleh para siswa serta dapat yang objektif kepada para siswa. (5) gaya penulisan yang gagasan dengan ungkapan-ungkapan dan kata. A Lamanya seorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalam setiap harinya sangat bergantung pada tuntutan kebutuhan orang tersebut (profesi yang mereka sandang) serta kecepatan membaca yang dimilikinya.000 kata. demikian keberbagian penilaian melakukan perkataan lain dapat mendudukan Tes Forrnatif 3 1.

6. Donna N. Dengan perkataan lain membaca harus dapat menyenangkan dan rnenggembirakan anak-anak. A Menurut Donna Norton (1989). C Salah satu bentuk pelibatan anak-anak dengan kegiatan membaca di lingkungan rumah antara lain dengan mengajak mereka saat anggota keluarga Iainnya tengah melakukan membaca serta janganlah mereka dihardik saat mereka ikut serta membaca bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.• Membaca I 4. B Menurut para pakar psikologi perkembangan penciptaan minat baca harus diupayakan sejak kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga. D Bentuk-bentuk pemberantasan kegiatan pembajakan buku. baik dari segi isi maupun bahasanya. pasti anak-anak dengan penuh suka cita akan melakukannya. Menurut hasil-hasil penelitian yang ia lakukan. Norton mengatakan bahwa adalah sebuah persepsi yang salah jika banyak orang tua yang menganggap seolah-olah anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. Mereka juga menyatakan bahwa penanaman aneka kebiasaan pada masa anak-anak akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya. dia berkesimpulan bahwa pada dasarnya semua anak senang melakukannya. pernyataan menunjukkan hubungan sebab akibat. 5. Oleh karena itu menurutnya untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak salah satu caranya sediakan saja bacaan yang mereka sukai. seorang pakar membaca dari Universitas Texas mengatakan sesungguhnya merupakan sebuah persepsi yang salah jika banyak orang tua yang mengatakan bahwa anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. B anak Mendongeng sangat baik sebagai alat untuk menumbuhkan minat baca Dongeng juga merupakan Tapi kedua cerita untuk rnengembangkan tersebut tidak daya saling saling imajinasi anak-anak. Hanya saja syaratnya pihak orang tua harus mau menyediakan buku-buku bacaan yang memang cocok dengan kondisi mereka. mendirikan program perpustakaan di daerah-daerah terpencil serta pencanangan . 8.tidak menunjukkan sebab akibat. 7. Kedua pernyataan tersebut benar akan tetapi keduanya.

majalah berita. 10. kesenangan atau hobi membaca. Jenis bacaan mereka terutama surat kabar. C Mahasiswa dan Pelajar SLTA oleh Edward Kimman digolongkan sebagai kelompok orang yang melakukan aktivitas membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi.• Membaca I KMD (koran masuk desa) merupakan bentuk-bentuk dukungan pemerintah dalam mengupayakan penumbuhan minat baca masyarakat. . 9. serta pengaruh budaya keluarga termasuk faktor-faktor yang turut mempengaruhi minat baca seseorang. D Kebutuhan terhadap informasi. Jumlah kelompok ini menurut Kimman diperkirakan sekitar 15% dan komunitas bangsa kita. jurnal berkala serta buku-buku ilmu pengetahuan (khususnya buku-buku teks atau buku pelajaran).

Teaching Reading in Secondary School Content Subject: Bookthinking Process. 1988. NewYork: Holt.• Membaca I DAFTARPUSTAKA Bwialster L. London: Lawrence Erlbaum Asociates Publisher. California: Addison-Wesley Publishing Company. Carl B. Bandung: penerbit CV. Theodore (et. Jakarta: Universitas Terbuka .al) (ed): 1983. Reading in the Language Classroom.).E. London: Macmillam Publishing Ltd. (1984).: 1986. 1987. 1987 Understanding Reading: a Psikolinguistic Analysis of Reading and Learning to Read. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. H. Frank. Harris. (dkk.G. Nurhadi. Eddie William. Materi Pokok Membaca. A. Dictionary of Reading and Related Term. Membaca Cepat dan Efektif (Teori dan Latihan). (1978). Reading Strategies for Middler and Secondary School. Rinehart and Wiston. Harjasujana. L. Smith. Smith. Sinar Baru. Tarigan. (et all). London: International Reading Asociation. Bandung: Angkasa.

Norton. Tarigan dan Kholid A. Pembinaan Minat Baca. (Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada FPBS IKIP Bandung). Harras K. Insight and Strategies for Teaching Reading. Sydney: Harcourt Brace Jovanovich Group. Mulyati. Colombus. Tesis Pascasarjana IKIP Bandung. 1985. and Learning.al) (ed. A. Literacy. dan Penelitian Sastra. David (et.A. Jakarta: Panitia Tahun Buku Internasional. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Olson. Toronto: Charles E. Donna. Widyamartaya A. Content Area Reading.A. Ajip. 1993. Language. Harras K.). Tampubolon D. Boston: Scott. 1994. Apresiasi. 1987. Nusantara yang Literat: Secercah Sumbangsaran terhadap Upaya Pengingkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. Merril Publishing Company. Pemilihan dan Pengembangan Bahan Pengajaran Membaca. Richard T. Model Pelatihan dalam Bimbingan Membaca Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Pemahaman Bacaan. . 1983. Seni Membaca Untuk Studi. R.XXII 1995. 1981. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien.P. Yeti. Bandung: Penerbit Mimbar Pendidikan Bahasa dan Seni. Hafni. 1973. Mengembangkan Bahasa Anak-anak Melalui Bacaan Sastra dalam Sastra dan Perkembangan Insani Anak-anak (H. London: Cambridge University. 1989.• Membaca I Harjasujana. 1995.). 1988. Rosidi. Through the Eyes of a Child: An Introduction to Children Literature. 1992. Foresman and Company.. Membaca Minat Baca Masyarakat Kita dalam jurnal Mimbar Bahasa dan Seni No. Burnes Don and Glenda Page (ed. Vacca and Jo Annel Vacca.G. Harras ed). Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. Bandung: Angkasa. 1988.

menjelaskan pengertian dan jenis-jenis teknik membaca ekstensif dan intensif. 1989. Harras Pendahuluan Dalam kajian membaca dikenal banyak jenis membaca. membaca dapat kita golongkan ke dalam membaca ekstensif (extensive reading) dan membaca intensif (intensive). kita akan mencoba mengulas aneka jenis teknik membaca sebagaimana disebutkan di atas. Membaca dalarn Kehidupan. Dilihat dari sudut cakupan bahan bacaan yang dibacanya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mempelajari modul ini Anda disarankan untuk memulai membaca setiap konsep. membaca dapat digolongkan ke dalam tiga jenis. dan contoh yang . Secara lebih rinci setelah mempelajari ini. dan membaca kreatif (creati reading). Kkolid A. Dilihat dari tingkatan kedalamannya atau levelnya. Anda diharapkan dapat: 1. Anda diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan wawasan seputar jenis-jenis teknik membaca ini. menjelaskan pengertian membaca nyaring dan membaca dalam hati. Ditinjau dan terdengar tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca. yakni membaca literal (literary reading).• Membaca I Tarigan.G. Kholid dan A. membaca kritis (critical reading). Dengan demikian setelah mempelajari modul ini. 2. baik menyangkut pengertian maupun aspek-aspek yang terlibat di dalamnya. kritis dan kreatif. Bandung: Angkasa. Ruhendi Saefullah (ed). 3.. uraian. kita dapat membagi membaca menjadi dua jenis. menjelaskan pengertian membaca literal. serta membaca nyaring atau membaca bersuara (oral reading or aloud reading). yakni membaca dalam hati (silent reading). ANEKA JENIS MEMBACA Drs. Lewat modul 2 ini. denfisi. H. Dasar pijakan dalam melakukan pembagian atau penggolongan jenis-jenis membaca tersebut tentunya bermacam-macam.

Usahakan tidak melihat rambu-rambu jawaban terlebih dahulu sebelum anda mengerjakan seluruh bagian latihan tersebut. perhatikan baik-baik sekali lagi petunjuk jawaban latihan. akan mempunyai modal yang cukup besar saat menghadapi UAS nanti. dan contoh sehubungan dengan jawaban latihan ini. Sebelum Auth beralih ada kegiatan belajar selanjutnya. Anda mencocokkannya dengan kunci jawabannya. bahwa model soal-soal tes formatif yang terdapat dalam setiap kegiatan belajar akan saina dengan model soal-soal yang terdapat pada ujian akhir semester (UAS) mata kuhah mu Dengan demikian. Anda harus ‘akiu bahwa Anda telah berhasil memahami seluruh isi kegiatan belajar yang sudah dipelajari serta seluruh latihan-latihanuya. Akan tetapi. Jika Anda menemukan kesulitan berupa kata atau istilah-istilah silakan anda buka bagian glosarium. bila Anda sudah terbiasa mengerjakan tes formatif yang terdapat dalam kegiatan belajar dengan sebaukbaaknya maka Auth. baru kemudian. uraian. Yang perlu Anda catat. silakan baca kembali konsep. jika Anda telah berhasil menjawab sebagian besar soal latihan tersebut silakan Anda lanjutkan untuk mulai mengerjakan tes formatif Dalam mengerjakan tes formatif sebaiknya Anda jawab dahulu semua soal yang ada. Selamatbelajar’ . Jika Anda menganggap perlu. Setalah Anda memahami bagian tersebut kerjakanlah bagian latihan dengan sungguh-sungguh. Jika Anda belum berhasil menjawab dengan benar semua soal latihan.• Membaca I terdapat pada bagian awal setiap kegiatan belajar.

1 . skimming = kegiatan membaca secara cepat dan selektif serta bertujuan. Informasi ini memegang peranan yang sangat penting dalam proses membaca karena dapat memprediksi suatu bahan bacaan sehingga mendapatkan suatu pemahaman. iformasi non-visual = informasi yang telah dimiliki oleh seseorang sebelumnya.• Membaca I GLOSARIUM oral reading silent reading ingatan visual kemudian = kegiatan membaca nyaring atau membaca bersuara = kegiatan membaca dalam hati atau membaca senyap = ingatan yang diperoleh melalui penglihatan yang diendapkan di dalam otak kita.

misalnya padá anak-anak SD kelas I yang baru belajar membaca tentu saja pengertian semacam itu tidaklah salah. Untuk memberikan pemahaman yang luas kepada Anda ihwal kedua jenis membaca ini. serta membaca nyaring atau membaca bersuara (oral reading or aloud reading). A. mari ikuti penjelasan berikut. Pada tataran yang paling rendah. yakni kegiatan membaca dengan mengeluarkan suara atau kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras. pengertian membaca nyaring pada dasarnya bukanlah kegiatan membaca untuk kepentingan diri sendiri. melainkan juga dituntut harus mampu melakukan ‘proses pengolahan’ . Hanya dalam tataran yang lebih tinggi. Sebagaimana dijelaskan dalam Dictionary of Reading (193:221): oral reading is the process of reading aloud to communicate to another to anaudience. membaca nyaring dianggap sebagai kegiatan membaca yang sangat mudah dan siapa pun seolah-olah dapat melakukannya. tetapi membaca untuk kepentingan orang lain (pendengar). kita dapat membagi membaca menjadi dua jenis. Membaca nyaring merupakan proses mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain. yakni membaca dalan hati (silent reading).• Membaca I Membaca Nyaring dan Membaca Dalam Hati Ditinjau dari terdengar tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca. Karena tujuan utamanya pengkomunikasian isi bacaan maka si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambang. Membaca Nyaring Selama ini banyak orang memberikan pengertian ihwal membaca nyaring ini secara sederhana sekali. misalnya pada anak-anak sudah mulai lancar membaca.lambang bunyi bahasa saja. Akibat pengertian seperti itu.

seperti tanda pungtuasi serta tanda-tanda baca lainnya. misalnya tanda titik. untuk mendapatkan keterampilan membaca jenis ini sangat mutlak diperlukan àdanya proses latihan secara terencana dan sungguh-sungguh di bawah asuhan guru-guru yang profesional. koma. membaca dengan jelas dan tidak terbata-bata. harus mempelajari keterampilan menafsirkan lambang-lambang tertulis. Karena tujuan akhir yang diharapkan dari membaca nyaring adalah kefasihan (fluency): mampu mempergunakan ucapan yang tepat. Gates (1974) dalam Dictionary of Reading (1983:221) dikatakan bahwasanya membaca nyaring lebih sulit dibandingkan dengan membaca dalam hati: oral reading is much more difficult procces than silent reading. maka hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pembaca nyaring secara umum antara lain: a) b) harus mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan bacaan. seru. jelaslah bahwa proses membaca nyaring sesungguhnya bukanlah hal yang mudah Menurut A. Dengan demikian. tanya. Dalam hal ini yang aktif adalah mata (pandangan atau penglihatan dan ingatan). Kesulitan proses membaca nyaring ini juga dapat dilihat dari tingkat keterlibatan organ-organ tubuh yang turut bereaktivitas. seperti alat-alat ucap kita. sedangkan dalam membaca nyaring selain penglihatan dan ingatan turut juga aktif ingatan pendengaran (auditory memory) dan ingatan yang bersangkutan dengan otot-otot kita (motor memory). membaca dengan menggunakan intonasi dan lagu yang tepat dan jelas.• Membaca I agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambang-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang yang mendengarnya. kita hanya menggunakan ingatan visual (visual memory). dan sejenisnya agar dirinya dapat menyusun kata-kata dengan intonasi yang sesuai dengan maksud si penulis serta ucapan-ucapan yang disampaikannya terasa hidup. . Dalam membaca dalam hati.. membaca dengan tidak terus menerus melihat pada bahan bacaaan. Oleh karena itu.

Masalah kepercayaan diri ini merupakan hal yang penting untuk dicermati dalam membaca nyaring karena seperti yang telah dijelaskan bahwa pada hakekatnya kegiatan membaca nyaring ini diperuntukkan bagi orang lain (pendengar). Oleh karena itu. seperti dilanda rasa gugup. Selain keempat hal tersebut.• Membaca I c) harus memiliki kecepatan penglihatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh.G. Selanjutnya. Tarigan (1986:26) untuk membantu para pendengar menangkap serta memahami maksud sang pengarang. maka pembaca nyaring haruslah menggunakan berbagai cara. H . Tarigan juga menjelaskan bahwasannya keterampilan keterampilan membaca nyaring akan berkembang secara wajar dan alamiah dalam membaca teks drama. dirinya akan banyak mendapatkan kesulitan. menjelaskan klimaks-klimaks dengan gaya dan ekspresi yang baik dan tepat. Dalam pengajaran bahasa asing kegiatan membaca nyaring . menjaga suaranya agar senantiasa nyaring dan jelas. Dengan demikian sang pembaca. merencanakan kesatuan ide pikiran di dalam satuan kalimat. Kalau tingkat kepercayaan dirinya rapuh maka boleh jadi saat dia melakukan kegiatan membaca nyaring. menurutnya dalam pengajaran membaca nyaring para guru dapat menggunakan teks-teks drama sebagai bahannya. menjelaskan perubahan dari satu ide ke ide berikutnya. selain teks jenis narasi lainnya. d) harus dapat mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat agar jelas maknanya bagi para pendengar. baik langsung maupun tidak langsung saat dia melakukan kegiatan membaca harus berhadapan dengan orang lain (pendengarnya). angara lain : a) b) c) d) e) menyoroti ide-ide baru dengan menggunakan penekanan yang jelas.G. karena dia harus melihat pada bacaan untuk memelihara kontak dengan para pendengar. Menurut H. untuk mendapat kefasihan dalam membaca nyaring maka seorang pembaca dituntut untuk memiliki tingkat kepercayaan diri (self confidence) yang baik.

membaca dengan penuh pemahaman. b. c. atau Kelas II a.G.• Membaca I sangat cocok untuk melatih keterampilan ucapan (pronounciation) daripada pemahaman (comprehension). membaca dengan terang dan jelas. kecepatan mata dan saat membaca yakni 3 kata dalam satu detik. memiliki sikap yang baik dalam merawat buku. seperti tanda titik. b. . e. mempergunakan frasa yang tepat (bukan kata demi kata). H. Kelas IV a. mempergunakan ucapan yang tepat. d. mempergunakan intonasi suara yang wajar agar makna mudah dipahami. b. Kelas III a. yaitu: Kelas I a. Taringan (1986:24-25) menyebutkan aneka keterampilan yang dituntut dalam membaca nyaring. membaca dengan penuh perasaan dan ekspresi. menguasai tanda-tanda baca sederhana. membaca dengan penuh perasaan dan ekspresi. koma. b. c. memahami bahan bacaan pada tingkat dasar. Dengan mengutip pendapat Barbe & Abbot (1975). seru. tanya. membaca tanpa tertegun-tegun atau terbata-bata.

membaca nyaring dengan penuh perasaan.• Membaca I KelasV a. Membaca dalam hati Dalam Dictionary of Reading (1983:296) disebut silint reading is reading without saying aloud what is read. mulai dapat membaca nyaring tanpa harus terus-menerus melihat pada teks. atau membaca dengan menunjuk baris bacaan (kata demi kata) dengan jari. membaca dengan penuh pemahaman dan perasaan. c. Sedangkan yang aktif bekerja hanya mata dan otak atau kognisi kita saja. tetapi pada saat yang sama alat ucap mereká turut aktif. dan ekspresi. Jadi dalam membaca dalam hati atau membaca diam memang tidak ada suara yang keluar. b. membaca sambil bersuara seperti berbisik. sebab hingga saat ini masih banyak anak anak saat mereka membaca dalam hati. Kelas VI a. Ihwal diamnya alat ucap ini saat melakukan kegiatan membaca dalarn hati perlu dicermati oleh kita sebagai guru. Sebagaimana disebutkan dalam Dictionary of Reading (1983:275) . membaca dengan penuh kepercayaan diri. pensil atau alat lainnya. Misalnya. frasa dan susunan kata yang tepat. b. Hal-hal semacam itu secara perlahan harus segera dihilangkan karena akan dapat menghambat kelancaran membaca dalam hati. yakni kegiatan mengulang kembali bagian bacaan yang telah dilalui karena merasa diri gagal mendapatkan pemahaman. Selain peristiwa di atas. atau membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan. in silent reading one reads to oneself not other. atau dengan bibir bergerak-gerak. B. mampu menggunakan. kebiasaan yang juga dapat menghambat dalam proses membaca dalam hati ialah kebiasaan melakukan regresi.

Oleh karena itu. Taringan (1986:37-38) menyebutkan aneka keterampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati. Jika setelah selesai keseluruhan bacaan tersebut kita masih juga belum memahaminya. terlalu terpaku pada detil. menemui kata-kata yang sulit. Kita harus meyakini bahwasanya sebuah bacaan pada hakekatnya memiliki suatu gagasan yang utuh. Menurut Frank Smith (1986:156) sedikitnya ada 6 hal yang dapat rnenyebabkan seseorang terjebak melakukan refresi sewaktu melakukan kegiatan membaca. Hanya saja dalam hal penyampaiannya gagasan-gagasan tersebut boleh jadi berceceran pada sepanjang teks dan penataan urutannya tidak sistematis. tidak konsentrasi dalam membaca. a back word eye movement in reading continous text. Untuk mengatasi masalah regresi. saat sedang melakukan aktivitas membaca kemudian di tengah-tengah menemukan hal-hal yang tidak kita pahami benar. Mengapa demikian? Jawabannya karena boleh jadi bagian yang belum kita mengerti tersebut akan mendapatkan penjelasannya pada bagianbagian teks berikutnya. specially. sering tergoda melakukan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan cetak. Dengan mengutip pendapat Barbe & Abbot (1975) H. antara lain: a) b) c) d) e) f) akibat kurang memiliki kepercayaan diri. harus terus melanjutkan membacanya hingga usai.G. terlalu cepat dalam melakukan penafsiran. yakni: Kelas I .• Membaca I regression is movement backwards. yang paling panting ialah dengan kepercayaan diri dan sikap yang benar saat melakukan aktivitas membaca. baru mengulanginya (review) dari awal lagi.

2. kecepatan mata dalam membaca berkisar 3 kata perdetik. b. b. Kelas III a. Kelas VI 1. membaca tanpa gerakan bibir atau kepala. b. menikmati bahan bacaan yang dibaca dalam hati itu dengan penuh senang hati. lebih cepat membaca dalam hati daripada membaca nyaring. c mernahami bahan bacaan yang dibaca secara diam atau di dalam hati saja. bibir. . b. tanpa komat-kamit.• Membaca I a. 3. mengerti serta memahamit bahan bacaan pada tingkat dasar. membaca tanpa gerakan bibir. membaca tanpa bersuara. membaca dengan pemahaman yang baik. Kelas V 1. membaca dalam hati tanpa menunjuk-nunjuk dengan jari dan tanpa gerakan Kelas IV a. Kelas II a. tanpa berbisik membaca tanpa gerakan kepala. membaca tanpa gerakan bibir atau kepala atau menunjuk-nunjuk dengan Jari. membaca lebih cepat dalam hati ketimbang dengan bersuara. tanpa menggerak-gerakan bibir.

dalam membaca dalam hati kita hanya menggunakan ingatan visual (visual memory) dan yang aktif hanya mata dan ingatan saja. periksalah latihan Anda dengan memperhatikan rambu-rambu berikut ini! 1. dapat menyesuaikan kecepatan membaca dengan tingkat kesukaran yang terdapat bahan bacaan. 3. Kedua. si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambang-lambang bunyi bahasa saja. Pertama. sedangkan dalam membaca nyaring selain penglihatan dan ingatan turut juga aktif ingatan pendengaran (auditory memory) dan ingatan yang . Mengapa pada tahap yang lebih tinggi membaca nyaring dianggap sebagai kegiatan membaca yang cukup sulit dibandingkan dengan kegiatan membaca dalam hati? 2. dilihat dari tingkat keterlibatan organ-organ tubuh yang turut beraktivitas. Latihan Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian kedua jenis membaca ini jawablah pertanyaan latihan berikut ini! 1. melainkan juga dituntut harus mampu melakukan ‘proses pengolahan’ agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambang-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang yang mendengarnya. dapat membaca 180 kata dalam satu menit pada bacaan fiksi tingkat dasar. beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengharnbat kelancaran membaca nyaring! Pelunjuk Jawaban Lalihan Jika Anda telah selesai. tujuan utamanya pengkomunikasian isi bacaan. Sebutkan. Oleh karena itu.• Membaca I 2.

Membaca dalam hati merupakan proses membaca tanpa mengeluarkan suara. Rangkuman Ditinjau dari terdengar dan tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca. C. kita dapat membagi membaca menjadi dua jenis yakni membaca dalam hati (silent reading)..• Membaca I bersangkutan dengan otot-otot kita (motor memory). Tes Formatif 1 Petunjuk: Untuk soal-soal nomor 1-3 pilihlah satu jawaban yang paling tepat! (A. Ketiga tujuan akhir dari membaca nyaring adalah kefasihan (fluency). atau membaca dengan menunjuk baris bacaan (kata demi kata) dengan jari. 1.. serta melakukan regresi. seperti alat-alat ucap kita.. sedangkan pada tataran yang lebih tinggi membaca nyaring merupakan proses pengkomunikasian isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain (pendengar). .B. 2) Membaca sambil bersuara seperti berbisik. Salah satu alasan membaca nyaring pada tingkat yang lebih tinggi dinilai lebih sulit dibandingkan membaca dalam hati ialah . Untuk menanarnkan kemahiran kedua jenis membaca ini diperlukan adanya proses latihan secara terencana dan sungguh-sungguh di bawah asuhan guru-guru profesional. atau dengan bibir bergerak-gerak. serta membaca nyaring atau membaca bersuara (oral reading or aloud reading). pensil atau alat lainnya. atau membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan. Yang aktif bekerja hanya mata dan otak atau kognisi saja. Pada tataran yang paling rendah membaca nyaring merupakan aktivitas membaca sebatas melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras. atau D).

tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. mata dan hati 3. mata dan ingatan C. A. . Jika pernyataan benar. menjelaskan perubahan dari satu ide ke ide berikutnya C. menyoroti ide-ide baru dengan menggunakan penekanan yang jelas B. Membaca nyaring dituntut mampu melakukan proses pengolahan makna agar dapat ditangkap maksudnya sedangkan membaca dalam hati tidak D. pikiran di dalam satuan kalimat. merencanakan kesatuan ide. Alat utama yang paling berperan dalam proses membaca dalam hati yaitu….• Membaca I A. Membaca nyaring lebih banyak mengeluarkan suara sedangkan dalam hati tidak C. A. D. B. alasan benar. Jika pernyataan benar. antara lain…. pilihlah A. mata dan kognisi B. sernuanya benar Petunjuk: Untuk soal nomor 4-6. mata dan memory visual D. alasan benar. maka seorang pembaca nyaring haruslah menggunakan berbagai cara. Membaca nyaring lebih banyak melibatkan visual memory sedangkan membaca dalam hati tidak melibatkan visual memory B. Untuk membantu para pendengar menangkap serta memahami maksud sang membaca pengarang. dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat. Membaca nyaring merupakan kegiatan membaca untuk kepentingan orang lain sedangkan membaca dalam hati untuk kepentingan diri sendiri 2.

Petunjuk: Untuk soal nomor 7-10 pilihlah: A. Pembaca dalarn hati yang baik saat melakukan kegiatan membaca dirinya tidak menggerak-gerakkan bibir atau menunjuk teks bacaan dengan menggunakan jari atau alat tunjuk lainnya sebab Hal itu akan dapat merusak pemahaman terhadap bacaan yang tengah dibacanya 5. D. Jika pernyataan benar. 6. 4. Salah satu sebab terjadinya regresi atau pengulangan kembali terhadap bagian- bagian yang telah dibaca dalam membaca dalam hati yakni akibat pembaca kurang memiliki harga diri. sebab Harga diri merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang pembaca nyaring. alasan salah atau jika pernyataan salah alasan Jika pernyataan dan alasan salah.• Membaca I C. Jika (1) dan (2) benar Jika (1) dan (3)benar Jika (2) dan (3) benar Jika (1). benar D. Salah satu tujuan membaca nyaring adalah kefasihan sebab Membaca nyaring pada hakekatnya merupakan kegiatan membaca untuk kepentingan orang lain. C. 7. dan (3) benar Tuntutan kemampuan membaca dalam hati untuk anak SD Kelas V menurut Barbe dan Abbot antara lain: . (2). B.

seperti tanda pungtuasi serta tanda-tanda baca lainnya (3) jelas harus dapat mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat agar rnaknanya bagi dirinya Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. (1) (2) (3) membaca berita di TV membaca puisi membaca koran 10.• Membaca I (1) membaca tanpa gerakan-gerakan bibir atau kepala atau menunjuk- nunjuk dengan jari (2) membaca dengan pemahaman yang baik (3) dapat membaca dengan kecepatan 180 kata dalam satu menit pada bacaan fiksi tingkat dasar 8) Tuntutan kemampuan membaca nyaring untuk anak SD kelas VI menurut Barbe dan Abbot antara lain…. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pembaca nyaring secara umum antar lain…. (1) (2) (3) 9. (1) bacaan (2) harus mempelajari keterampilan-keterampilan menafsirkan atas harus mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan lambang lambang tertulis. Hitunglah jawaban Anda yang benar. kemudian . membaca nyaring dengan penuh perasaan dan ekspresi membaca nyaring dengan penuh kesungguhan mampu menggunakan frasa dan susunan kata yang tepat Contoh aplikasi membaca nyaring tingkat lanjut misalnya….

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. . terutama bagian yang belum Anda kuasai.• Membaca I gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%.x 100% 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% 100% = 89% 79% < = = 70% baik sekali balk cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 1. Rumus: Jumlah jawaban yang Anda benar Tingkat penguasaan = ---------------------------------------.

Pada saat ini. kita harus mempunyai cara untuk mensiasati bahan bacaan agar dapat memahaminya dengan baik. yang terbagi atas dua pokok bahasan. seperti membaca surat kabar atau bacaan lainnya. terutama bahan bacaan yang berkaitan dengan buku-buku untuk keperluan studi atau bukubuku ilmiah lainnya. Lilis Siti Sulistyaningsih K egiatan berbahasa meliputi empat keterampilan yaitu menyimak berbicara membaca dan menulis. dan sekaligus membahas bagaimana cara menerapkan metode ini untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca. Selain itu. Modul ini berjudul metode SQ3R. Membaca sebagai salah satu keterampilan berbahasa sudah selayaknya kita memiliki dengan baik karena ia sudah merupakan kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu. akan dibahas langkahlangkah penggunaan metode SQ3R. Begitu pula seorang siswa atau mahasiswa akan sering berhadapan dengan buku-buku yang harus dibacanya.• Membaca I METODE SQ3R Dra. banyak orang yang mengawali kegiatan pagi hari dengan membaca. Dalam modul ini akan dibahas cara atau metode yang dapat digunakan untuk memahami sebuah buku atau bacaan lainnya. yang biasanya dianggap lebih sulit dipahami daripada buku cerita. terutama yang berkaitan dengan buku-buku pelajaran. yaitu (1) hakikat metode SQ3R dengan subpokok bahasan: .

karakteristik metode SQ3R. dan langkah-langkah metode SQ3R.• Membaca I pengertian metode SQ3R. maka materi dalam modul ini akan dituangkan dalam tiga kegiatan belajar Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar 2 mambahas Hakikat Metode SQ3R. (2) penerapan metode SQ3R dengan subpokok bahasan: keuntungan dan manfaat metode SQ3R. 2. Metode SQ3R merupakan rangkaian modul-modul sebelumnya. Selain itu. akan membantu Anda untuk meningkatkan kemampuan membaca untuk keperluan studi. . Setelah mempelajari modul ini. Secara lebih rinci. tujuan yang ingin dicapai adalah agar Anda dapat : 1. maka Anda harus mempelajari setiap kegiatan belajar dalam modul ini dengan cermat sesuai dengan petunjuk yang diberikan. menerapkan metode SQ3R untuk meningkatkan kemampuan membaca studi. Anda diharapkan memiliki wawasan yang luas tentang metode membaca untuk studi. akan mempermudah Anda untuk memahami buku atau bacaan lain karena modul ini berfungsi sebagai pisau yang digunakan untuk membedah sebuah buku agar buku itu dapat dipahami dengan baik. langkah-langkah metode SQ3R. menjelaskan hakikat metode SQ3R. Penguasaan materi modul ini. yang meliputi pengertian metode SQ3R. dan penerapan metode SQ3R dalam kegiatan membaca untuk studi. Oleh karena itu. bagi Peningkatan Kemempuan membaca Supaya Anda berhasil memahami modul ini dan tujuan yang telah ditetapkan tercapai dengan baik. Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. dan penerapan metode SQ3R bagi peningkatan kemampuan membaca. yang meliputi keuntungan dan manfaat metode SQ3R. membahas Penerapan Metode SQ3R. untuk mendapat pemahaman yang baik terhadap modul ini Anda harus memahami modul-modul sebelumnya. karakteristik metode SQ3R.

lebih berbobot. . 1992). kita dituntut untuk (relational thinking) (Widyamartaya. Mengapa demikian? Banyak orang yang membaca sebuah buku atau bacaan lain dengan cara membaca keseluruhan bacaan itu sekaligus. dan lebih utuh. Selamat belajar semoga berhasil! 1 Hakikat Metode SQ3R 1. kemudian dilanjutkan dengan membaca secara intensif. Kita tidak hanya membaca buku itu secara meluas. Tidak jarang untuk memahami sebuah bacaan. orang tersebut beranggapan akan dapat memahami bacaan tersebut dengan baik. Membaca sebuah buku dapat kita mulai dengan membaca sekilas atau skiming. Ternyata anggapan tersebut tidak terlalu tepat untuk memahami suatu bacaan. Pengertian Metode SQ3R S ering kita mengalamai kesulitan dalam memahami sebuah buku atau bahan bacaan lainnya. tetapi juga perlu membaca secara mendalam. Dengan cara itu. kita membaca lebih dari satu kali. kita tidak sekedar membaca. Membaca sekilas bertujuan untuk memperoleh kesan umum dari sebuah buku. Untuk membaca kegiatan seperti itu.• Membaca I Diskusikan dengan teman Anda bila mengalami kesulitan dan gunakan glosarium (daftar kata-kata sulit) yang tersedia jika Anda menemukan katakata atau istilah yang belum Anda pahami maknanya. buku itu juga harus kita pelajari secara intensif. lebih kental. Kerjakan semua latihan dan tes formatif sesuai dengan petunjuk yang ada dalam modul tersebut. Kita memerlukan strategi yang tepat agar memahami bacaan itu dengan cepat dengan hasil yang baik. Akan tetapi. Membaca secara intensif diperlukan untuk memperoleh informasi yang lebih bermutu.

kita mensurvei terlebih dahulu judul buku. rincian yang penting dari bacaan. nama penerbit. pada saat akan membaca buku. barulah kita membaca. Karakteristik Metode SQ3R Dalam menggunakan metode ini. tahun terbit. sebelum membaca kita melakukan survei untuk memperoleh gambaran umum dari suatu bacaan dengan cara melihat bagain permulaan dan akhir. metode ini merupakan metode salah satu membaca yang makin lama makin dikenal orang dan banyak digunakan. Question (= bertanya). Misalnya. Metode membaca studi ini diajaurkan oleh seorang guru besar pisikologi dari Ohio State Univercity. yaitu: 1. kata pengantar. nama pengarang. kita perlu menguasai kosa kata struktur tulisan dengan baik. kita kita merumuskan beberapa pertanyaan untuk diri sendiri tentang bacaan tersebut yang diharapkan jawabannya ada dalam buku itu. Oleh karena itu. Survei (= penelaahan pendahuluan). 3. 5. Robinson tahun 1941. yaitu Prof. Hal itu akan membantu dan menuntun kita memahami bacaan. Setelah mensurvei buku. Kegiatan membaca dengan menggunakan metode SQ3R mencakup lima langkah. apakah SQ3R itu? SQ3R merupakan suatu metode membaca yang sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. 4. Read (= baca). Dengan bekal rumusan pertanyaan-pertanyaan tadi. 2.• Membaca I Pemahaman bacaan merupakan kemampuan untuk mengerti ide-ide pokok. Banyak cara atau metode yang telah dikembangkan dalam keterampilan membaca dalam kurun waktu lima puluh tahun terakhir ini. daftar isi. Pertanyaan itu merupakan penentuan yang dapat . Recite (= mengutarakan kembali). Salah satu diantaranya ialah metode SQ3R. dan daftar pustaka. rangkuman. dan pengertian yang menyeluruh terhadap bacaan itu. 2. Review (= mengulang kembali). Francis P.

tetapi kita hanya memeriksa bagain-bagain yang dianggap penting yang memberikan gambaran keseluruhan dari bacaan. Kegiatan membaca dengan menggunakan metode SQ3R diakhiri dengan kegiatan meninjau kembali/ mengulang kembali apa yang sudah kita baca. question.• Membaca I membantu pembaca menemukan informasi yang diinginkannya dengan cepat. . 3. Begitulah gambaran singkat kegiatan membaca yang menggunakan metode SQ3R. question. juga untuk menemukan hal-hal penting yang mungkin terlewat pada saat kita membaca sebelumnya. read. Kelima langkah itu akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini. Untuk membantu daya ingat kita membuat catatancatatan kecil. dan review. recite. dan review. Langkah-langkah Metode SQ3R Langkah 1: Survei Jika Anda membaca sebuah buku. yaitu survei. kita lakukan kegiatan menceritakan/ mengutarakan kembali dengan kata-kata sendiri. Kita tidak perlu membaca ulang bacaan itu secara keseluruhan. untuk mengetahui penguasaan kita terhadap bacaan. metode SQ3R mempunyai lima langkah kegiatan. biasanya orang menyediakan waktu beberapa menit untuk mengenal keseluruhan anatomi buku. yaitu survei. recite. yang dimaksud dengan SQ3R adalah suatu metode membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukungnya serta untuk membantu mengingat agar lebih tahan lama melalui lima langkah kegiatan. Caranya dengan membuka-buka buku secara cepat dan keseluruhan yang langsung tampak. Setelah membaca. Yang dimaksud dengan anatomi tersebut meliputi (1) bagian pendahuluan. apa yang pertama-tama Anda lakukan? Apakah Anda langsung membaca buku tersebut? Sebelum kita membaca. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Dengan demikian. read.

daftar isi. Perlambat cara membaca Anda dibagian-bagian yang penting atau yang Anda anggap sulit dan percepat kembali pada bagianbagian yang tidak penting atau yang telah Anda ketahui. daftar pustaka. kegiatan membaca Anda relatif lebih cepat dan efektif. Tidak perlu semua kalimat. saran atau rekomendasi. dan indeks. dalam membaca buku. tempat penerbit. tahun terbit. Jadi.• Membaca I yang meliputi halaman judul (judul. Anda mulai melakukan kegiatan membaca. Anda boleh mengkritik dan mempertanyakan apa yang dikatakan pengarang sambil nanti melihat buktinya. yaitu berisi kesimpulan. pertanyaan-pertanyaan itu dapat menuntun kita memahami bacaan. (2) bagian isi buku. dan kemanfaatan buku yang baik (bersifat ilmiah) hendaknya mengandung bagian-bagian buku tersebut. kemenarikan. grafik. kita tidak langsung masuk ke dalam batang tubuh bacaan tersebut. yang menggambarkan urutan dan tata penyajian isi buku. daftar tabel dan daftar gambar (jika ada daftar tabel. dan mengarahkan pikiran pada isi bacaan yang akan dimasuki sehingga Anda bersikap aktif. dan gambar). penerbit. dan abstraksi. Anda dapat membaca dengan dituntun oleh pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan. halaman ucapan terima kasih. nama pengarang. Anda tidak hanya mengikuti saja apa yang dikatakan pengarang. (3) bagian akhir buku. Apakah Anda juga melakukan hal yang sama sebelum membaca? Langkah 2 : Question Pada saat Anda menghadapi sebuah bacaan. tetapi pemahaman . barang kali juga halaman yang berisi persetujuan yang berwenang menerbitkan buku tersebut. Langkah 3 : Read Setelah Anda menyurvei dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan. Dengan demikian. dan sebagainya). Semua unsur dilihat secara sekilas. minimal untuk memberikan gambaran isi. pernahkan Anda mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hal-hal yang berkaitan dengan bacaan.

Latihan Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda terhadap uraian dalam kegiatan belajar 1. ulangi sekali lagi membaca bagian yang sulit itu. Jika Anda masih mengalami kesulitan.• Membaca I yang menyeluruh tentang bacaan atau buku tersebut telah Anda dapatkan. Catatan-catatan tersebut akan membantu Anda untuk mengingat apa yang sudah dibaca agar tidak sampai terjadi begitu selesai membaca. Pengulangan kembali ini akan membantu daya ingat Anda untuk memperjelas pemahaman terhadap bacaan. Langkah 4 : Recite Setiap Anda selesai membaca satu bagian berhentilah sejenak. kita juga mendapatkan isi buku secara keseluruhan. lakukan itu terus sampai Anda selesai membaca. simpulan. Selain itu. Dari uraian di atas. Buatlah catatan-catatan penting tentang bagian yang dibaca itu dengan kata-kata sendiri. tinjau kembali hal-hal penting yang telah Anda baca. Catatan itu dapat berupa kutipan. terutama hal-hal yang telah diberi tanda atau digarisbawahi. juga membantu kita menemukan hal penting yang mungkin terlewat sebelumnya. atau komentar Anda. kerjakanlah latihan berikut ini! Jika Anda menemukan hal-hal yang sulit. Pada langkah ini konsentrasi diri sangatlah penting. hilang pula apa yang telah Anda Baca. Langkah 5 : Review Setelah Anda selesai membaca buku secara keseluruhan. Kadang-kadang kita menemukan sebuah buku yang sulit untuk dibaca/ dipahami dengan satu kali baca. diskusikanlah dengan teman Anda. kita mengetahui bahwa kegiatan membaca dengan menggunakan metode SQ3R akan lebih efektif dan efisien serta memungkinkan memberikan hasil yang maksimal. Diskusikanlah dengan . 1. Temukan bagian-bagian penting yang perlu untuk diingat kembali.

SQ3R ialah metode membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukung ide pokok juga membantu pembaca dapat mengingat lebih lama. Metode SQ3R memiliki lima langkah kegiatan. Ada hal-hal yang menyebabkan sebuah buku sulit untuk dipahami. yakni organisasi tulisan atau cara menata buku tersebut. read. Rangkuman SQ3R merupakan metode membaca yang makin populer dan banyak digunakan. dengan fungsinya masing-masing. Kelima langkah tersebut harus ditempuh secara berurutan sesuai. Untuk menjawab latihan nomor 3. Berikan contoh langkah ke 1 (survei) dalam kegiatan membaca sehari-hari. dan review. faktor-faktor yang menyebabkan sebuah buku sulit untuk dipahami! 2. periksalah hasil latihan Anda tersebut dengan memperhatikan rambu-rambu jawaban berikut ini! Petunjuk Jawaban Latihan 1. Untuk mensurvei sebuah buku. 3. yang mencakup kosa kata. . Dapatkah kelima langkah tersebut ditukar urutannya ? Jelaskan pendapat Anda! 3. 2. jangan lupa Anda memperhatikan bagian-bagian buku tersebut. serta dari setruktur dasar penulisan. dan struktur kalimat. Metode ini dianggap sebagai metode membaca yang cukup efektif dan dapat menghasilkan pemahaman yang baik. dan bagian akhir buku. Apabila Anda selesai mengerjakan latihan di atas. di ……. Anda harus berpedoman pada langkah-langkah SQ3R. yaitu survei. question. yaitu bagian prelimunaries. isi buku.• Membaca I teman Anda. recite. Anda harus mengetahui anatomi buku yang terdiri atas tiga bagian. Pada saat Anda memberikan contoh langkah 1 (survei). Tidak semua buku mudah untuk kita pahami. antara lain aspek kebahasaannya. Hal-hal tersebut harus menjadi acuan untuk jawaban Anda.

kecuali …. A. isi bab. menulis. menyimak. C. . A. berbicara. question. read. D.. membaca. C. A. survei…. ideks. read. B.. Gambaran umum bacaan atau buku yang kita baca akan kita dapat melalui kegiatan …. daftar isi. 4. D.• Membaca I Tes Formatif 1 Petunjuk : Kerjakanlah soal berikut dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang Anda anggap tepat ! 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mensurvei sebuah buku adalah sebagai berikut. A. 2. D. recite. B. Keterampilan berbahasa yang bersifat menerima informasi dari bahan tertulis disebut ……. C. B. review. B. 3. Mengutarakan kembali isi bacaan yang telah dibaca dengan katakata sendiri termasuk kegiatan dalam ……. judul buku.

. Untuk nomor 6sampai dengan nomor 8. sebab Dengan metode SQ3R. survei. recite. 5. review. jika kedua pertanyaan benar. A. review. Sebab Pemahaman bacaan merupakan kemampuan untuk mengerti ide-ide pokok. jika pernyataan pertama dan kedua benar dan keduanya menunjukan hubungan sebab akibat. D. question. recite. C. pilihlah. recite. question. question. recite. sebab . survei. Langkah keempat dari metode SQ3R adalah mengutarakan kembali dengan kata-kata sendiri apa yang telah dibacanya dengan bantuan catatan-catatan kecil. question. A. atau D. kita akan membaca secara lebih mendalam dan dapat berfikir secara saling berhubungan.• Membaca I C. read. tetapi keduanya tidak berhubungan sebab akibat. recite. B. dan pengertian yang meyeluruh terhadap bacaan itu. survei. D. review. 6. survei. SQ3R merupakan suatu metode membaca yang sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. Pemahaman sesorang terhadap bacaan akan dipengaruhi oleh faktor internal (dari dalam dirinya sendir) dan faktor eksternal (lingkungan). read. jika pernyataan pertama dan kedua salah. C. B. jika salah satu pertanyaan benar. 8. read. question. rincian yang penting dari bacaan. 7. Langkah SQ3R yang paling tepat adalah …. read. review.

Jika hanya 4 yang benar. Jika 1 dan 3 benar. Sebelum sampai pada kegiatan itu. C. Jika 2 dan 4 benar. Hitunglah jawaban Anda yang benar.100% = baik sekali 80% 70% 89% = baik 79% = cukup X 100% . Yang termasuk bagian pendahuluan dalam anatomi buku ialah (1) (2) (3) halam judul. Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. Anda membuat pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun kita pada waktu membaca. Untuk nomor 9.2 dan 3 benar. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. 9. pilihlah. dilakukan pengecekan atas penguasaan isi bacaan. dan 10. Jika 1. 10. halam daftar isi halaman abstraksi. A. langkah yang ditempuh oleh pembaca adalah …… (1) (2) (3) survei question read. B.• Membaca I Pada langkah recite. Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . Setelah membaca sebuah buku. D.

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. . yaitu (a) kesehatan. Tanpa adanya konsentrasi. ketenangan rohani dan jasmani. Ada tiga kondisi yang harus dipersiapkan agar dapat membaca dengan penuh konsentrasi. baik pikiran pokok maupun pikiran-pikiran penjelas sehingga pemahaman yang komprehensif (mendalam dan utuh) tentang isi buku tercapai.• Membaca I < 70% = kurang Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. 2 Penerapan Metode SQ3R 1. Keuntungan dan Manfaat Metode SQ3R agi seorang pelajar atau mahasiswa. pembaca perlu melakukan persiapan tertentu dan mengetahui metode yang efektif dan efisien. Keterangan dari salah satu ketiganya dapat mengganggu konsentrasi pembaca. terutama bagian yang belum Anda kuasai. kegiatan membaca bukanlah B sekedar mengisi waktu luang atau untuk bersantai. Membaca untuk studi ialah membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 1. Untuk mencapai hal tersebut. tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. (b) kesegaran dan ketenangan tempat serta. Salah satu di antara metode tersebut adalah metode SQ3R. Salah satu syarat penting untuk membaca studi ialah konsentrasi atau pemusatan pikiran. (c) keteraturan waktu. maka pemahaman yang diharapkan pun tidak akan tercapai. melainkan kegiatan yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena kepentingan studi.

Oleh karena itu. tidak lembap ataupun panas. atau malam. sore. Jika keteraturan waktu ini telah terbina dan telah menjadi kebiasaan. Pemilihan waktu ini tentu tidak mungkin sama bagi setiap orang. Langkah selanjutnya dalam membaca untuk studi ialah menentukan metode yang efektif dan efisien. Yang penting adalah bahwa waktu untuk belajar perlu teratur dan tetap. tentu pemilihan metode ini didasarkan pada pertimbangan bahwa metode SQ3R merupakan metode membaca yang semakin populer digunakan. kerapihan. Banyak faktor yang mempengaruhinya. dan keteraturan ruang studi menimbulkan kesegaran dan ketenangan. Kebersihan. tape. dan lain-lain). Akan tetapi. Sebaiknya suara-suara yang mengganggu dihindarkan. adalah kondisi-kondisi umum yang biasanya membuat pembaca mencapai hasil yang maksimal. maka kebiasaan membaca yang baik ini telah menjadi miliknya. Selain itu. Memang ada juga orang yang dapat membaca (belajar) sambil mendengarkan musik (radio. kita akan lebih mudah mencari referensi tentang hal itu. tetapi ini pun jika diteliti ternyata akan menggangu konsentrasi pikiran. ketenangan dan kebersihan lingkungan juga perlu ada karena berpengaruh juga pada konsentrasi. usahakanlah ruangan belajar bersuhu segar.• Membaca I Membaca untuk studi memerlukan ketenangan dan kesegaran tempat. Membaca dengan SQ3R harus kita lakukan dengan mengikuti langkah-langkah yang tersurat dalam singkatan SQ3R tersebut. Penerangan yang cukup perlu ada dalam ruangan belajar agar mata tidak menjadi sakit. Selain itu. Membaca juga perlu ditentukan waktunya. Di dalam ruang belajar harus tersedia alat-alat tulis yang diperlukan termasuk meja tulis yang baik. Setiap orang sudah tentu dapat membina suatu kebiasaan tertentu yang berbeda dengan orang lain. tidak baik hanya memakai lampu meja yang hanya meyorot buku bacaan karena dapat mengurangi daya tahan mata. apakah pagi hari. Salah satu metode untuk kepentingan membaca studi ialah SQ3R. situasi kerja. seperti cuaca. persiapan-persiapan yang dikemukakan di atas. Ada .

Membaca I

beberapa

keuntungan

atau

manfaat

yang

kita

peroleh

dengan

menggunakan metode tersebut. 2) dengan menyurvei buku terlebih dahulu, kita akan mengenal organisasi tulisan dan memperoleh kesan umum dari buku. Hal ini akan mempercepat pemahamn terhadap buku tersebut. 3) Pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tetang apa yang kita baca akan membangkitkan keingintahuan dan membantu kita

untuk membaca dengan tujuan mencari jawaban-jawaban yang penting (relevan), serta akhirnya akan meningkatkan pemahaman dan mempercepat penguasaan seluruh isi buku. 4) Dapat melakukan kegiatan membaca secara lebih cepat karena dipandu oleh langkah-langkah sebelumnya, yaitu menyurvei buku dan menyusun pertanyaan tentang bacaan. 5) Catatan-catatan tentang buku yang dibaca dapat membantu kita memahami secara cepat dan membantu ingatan kita. Mencatat fakta-fakta serta ide-ide yang penting akan menamkan kesan yang mendalam pada ingatan kita. 6) Melalui langkah terakhir, yaitu review atau mengulangi, kita akan memperoleh penguasaan bulat, menyeluruh atas bahan yang kita baca. Berdasarkan uraian di atas, diungkapkan bahwa metode SQ3R sangat efektif dalam membaca untuk studi. Usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan: (1) mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah dipahami (2) mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain, atau dengan menghubungkan pengalaman atau konteks yang Anda hadapi.

Latihan Setelah Anda selesai membaca uraian di atas, Anda kerjakanlah latihan berikut ini. Jika Anda mengalami kesulitan diskusikanlah dengan teman.

Membaca I

1.

Jelaskan, mengapa konsentrasi merupakan syarat penting dalam membaca untuk studi!

2.

Untuk dapat membaca dengan penuh konsentrasi, kondisi yang bagaimankah yang harus dipersiapkan?

3.

Mengapa untuk membentuk kebiasaan membaca yang baik , diperlukan keteraturan waktu membaca?

4.

jelaskan keuntungan mensurvei buku dalam membaca untuk studi!

Petunjuk Jawaban Latihan 1. Untuk menjawab latihan nomor 2, Anda hendaknya mengacu pada pengertian konsentrasi fungsi membaca untuk studi dan hubungan dari keduanya, maksdudnya peranan konsentrasi untuk membaca studi. 2. Jawaban Anda berkaiatan dengan berbagai persiapan untuk membaca, antaranya: a) b) c) d) keadaan ruangan/ kondisi ruangan yang baik kesiapan diri baik fisik maupun mental suasana lingkungan sarana penunjang lainnya.

3. Jawaban Anda hendaknya memperhatikan : a) b) syarat-sayarat pembentukan kebiasaan peranan disiplin menggunakan waktu

4. Jawaban Anda berkaitan dengan: a) b) c) fungsi survei dalam membaca buku tujuan survei dalam membaca buku manfaat survei dalam membaca buku

Membaca I

Rangkuman Membaca untuk studi harus dilakukan dengan sunguh-sungguh. Membaca untuk studi ialah membaca untuk memahami isi buku secara keseluruhan, baik pikiran pokok maupun pikiran-pikiran penjelas sehingga pemahaman yang komprehensif (mendalam dan utuh) tentang isi buku tercapai. Membaca studi memrlukan konsentrasi atau pemusatan pikiran. Dengan konsentrasi, pemahaman bacaan akan tercapai dengan baik. Tiga kondisi yang harus dipersiapkan untuk membaca dengan penuh konsentrasi, yaitu: 1) kesehata, kesegaran, dan ketenangan jasmani dan rohani, 2) kesegaran dan ketenangan tempat, serta 3) keteraturan waktu baca Membaca dengan menggunakan metode SQ3R memiliki menjawab berikut: 1) Dengan mensurvei buku terlebih dahulu, kita akan mengenal organisasi tulisan dengan memperoleh kesan umum dari buku. Hal ini akan mempercepat pemahaman terhadap buku tersebut. 2) Pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tentang apa yang akan dibaca dapat membangkitkan keingintahuan pembaca untuk mencari jawaban-jawaban yang penting (relevan). Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan pemahaman dan mempercepat penguasaan seluruh isi buku. 3) Dapat melakukan kegiatan membaca secara lebih cepat karena dipandu oleh langkah-langkah sebelumnya, yaitu mensurvei buku dan menyusun pertanyaan tentang bacaan. 4) Catatan-catatan hasil membaca dapat membantu daya pemahaman dan daya ingat kita. 5) Melalui langkah terakhir, yaitu review atau mengulangi, kita akan memperoleh penguasaan utuh dan menyeluruh atas bahan yang kita baca. Usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan: (1) mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah dipahami dan (2) mengkaitkan fakta yang satu dengan yang lain, atau dengan menghubungkan pengalaman atau konteks yang Anda hadapi.

A. . Kondisi yang harus dipersiapkan agar dapat berkonsentrasi dalam membaca ialah seperti berikut. badan yang sehat. membaca untuk studi. C. Untuk menciptakan ruang belajar yang tenang dan segar. A. banyak perabotannya. A. C. adanya buku bacaan. keteraturan waktu. Metode SQ3R lebih tepat untuk melakukan kegiatan……. B. bersih dan rapi. waktu yang panjang. A. membaca cerpen. kecuali ………. C. ketenangan rohani dan jasmani B. B. D. B. hendaknya ruangan itu ……. suara nyaring. 2. Konsentrasi. D. membaca sekilas.• Membaca I Tes Formatif 2a Kerjakanlah tes berikut dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang Anda anggap paling tepat! 1. 4.. membaca dangkal. D. ketenangan tempat. Syarat yang paling penting membaca studi ialah ………. 3..

jika ada waktu senggang. Untuk nomor 6 sampai dengan nomor 8. jika salah satu pernyataan pertama dan kedua salah 6.• Membaca I C. 8. 7. C. sebab Membuat catatan dari buku yang dibaca hanya untuk mengisi waktu luang. Pada waktu membaca kita harus sehat jasmani dan rohani. 5. Untuk nomor 9 dan 10 pilihlah: A. sebab Pernyataan-pernyataan dapat memandu pembaca untuk mempercepat penguasaan isi buku. jika salah satu pernyataan pertama dan benar. jika pernyataan pertama dan kedua benar. tetapi keduanya tidak berhubungan sebab akibat C.. D. ruangannya luas. A. B. D. jika (1) dan (2) benar. sebab Membaca memerlukan konsentrasi penuh. catnya baru. B. . kedua-duanya memiliki hubungan sebab akibat B. Malam hari ketika orang sedang tidur. pilihlah: A. Mencatat fakta-fakta dan ide-ide yang penting akan menanamkan kesan yang mendalam pada ingatan kita. Membauat pernyataan merupakan langkah metode SQ3R yang dapat membantu memahami bacaan. jika pernyataan pertama dan benar. jika (1) dan (3) benar. teratur dan tetap. Waktu untuk belajar termasuk membaca hendaknya……. atau D. kapan saja.

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 a yang terdapat dibagian akhir Modul ini. atau D. Hal-hal yang penting dalam membaca untuk studi ialah. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai.(2). keadaan santai. Untuk mempersiapkan kondisi berikut. jika (1). metode SQ3R. Hitunglah jawaban Anda yang benar. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 2. 9. (1) (2) (3) sehat jasmani dan rohani. (1) (2) (3) konsentrasi. tempat membaca segar dan tenang.100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas.• Membaca I C. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. kita perlu 10. dan (3) benar. bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Rumus Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . dapat berkonsentrasi dalam membaca. dilakukan secara teratur. Akan tetapi. . jika (2) dan (3) benar.

ada yang perlu diringkas. 1988) survei buku dilakukan tidak perlu lama hanya beberapa menit saja. mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan. mulai dari survei artikel. Hal itu akan sangat membantu mencapai tujuan membaca. Sebelum membaca sebuah buku dengan menggunakan metode SQ3R. Kita mulai dengan survei artikel. ada yang langsung dibuang saja karena pembaca merasa tidak berkepentingan. mendapatkan abstrak. Akan tetapi. memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah (Soedarso. kita melakukan survei terhadap buku yang akan kita baca. kita akan cepat menemukan ideide penting dan organisasi bacaan. dengan cara yang sistematis. mengetahui ide-ide yang penting.• Membaca I 2. melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut. Oleh karena itu. Survei buku juga digunakan untuk melihat suatu artikel atau majalah dan memilih buku di perpustakaan atau di toko buku untuk mengetahui apakah tulisan atau buku itu cocok dengan kebutuhan kita. Anda akan mempelajari penerapan metode SQ3R dalam kegiatan membaca. ada yang perlu dikaji kembali. ada yang perlu ditimbang-timbang. Survei atau prabaca ialah teknik untuk mengenal bacaan sebelum membacanya secara lengkap. Survei atau prabaca banyak macamnya. Artikel yang dibaca oleh seseorang dapat diperlakukan terus dibaca. bab buku atau buku itu sendiri bahkan survei kliping. sebelum membaca artikel itu . Hal ini dilakukan untuk mengenal organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud: 1) 2) 3) 4) 5) 6) mempercepat menangkap arti. Penerapan Metode SQ3R Pada uraian kegiatan belajar ini.

Selanjutnya kita akan melakukan survei terhadap buku. Organisasi tulisan artikel umumnya terbagi atas beberapa bagian. adakalanya kalimat pertama ini hanya kalimat transisi atau hanya untuk menarik perhatian pembaca. terutama buku nonfiksi. cerita.• Membaca I secara lengkap. baca dua paragraf pertama dengan kecepatan yang tinggi. latar. 6. yaitu pendahuluan. Baca semua subjudul. Akan tetapi. Setiap paragraf dalam artikel itu mempunyai kalimat tajuk yang memuat pokok pikiran. Kalimat ini sering mengulangi gagasan utama paragraf itu. Baca judul. baca saja kalimat pertama dan kedua. Judul tidak hanya menunjukan masalah yang dibahas dalam artikel itu. skema atau peta yang memperjelas isi. Subjudul dibaca dengan cepat. hendaknya Anda menyurveinya dahulu. 5. Kalau artikel itu tidak sesuai dengan kebutuhan Anda. 4. isi. baca kalimat terakhir kalimat. Pengantar pada tulisan akan membantu pembaca memahami isi. 1. bila dipandang perlu. Subjudul umumnya menunjukan fokus yang khusu serta aspek-aspek yang mengacu pada keseluruhan topik 3. Baca kalimat pertama subbab. suasana. Dengan cara ini kita akan mendapatkan ide. Apabila paragraf itu terlalu panjang. nada. dan gaya penulisannya. Jika ada amati juga tabel. tidak perlu Anda membacanya. Kegiatan surveinya dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Setelah itu. Hal ini akan membantu pembaca membentuk pengertian yang menyeluruh. Jika demikian. Dibuang atau dimanfaatkan. Banyak bagian komunikasi yang dapat menolong kita untuk . dan penutup atau kesimpulan. Baca pengantar. Apabila tidak ada pengantar. Anda dapat membacanya lebih serius. Sebaliknya. tetapi juga untuk merangsang pembaca berfikir: a) apa yang Anda dapatkan dari judul tersebut? b) gagasan apa saja yang ada? c) hal apa yang telah Anda ketahui? 2. Kalimat pertama sering menuturkan isi bagian tulisan itu. jika diperlukan kita dapat membacanya secara keseluruhan.

pengantar/ pendahuluan. Lalu melihat nama penulis dan atributnya yang biasanya memberikan petunjuk isi tulisan. Jangan juga tambahan atau apendiks ini. Untuk melihat aktual atau tindakannya buku tersebut lihat tahun penerbitnya. tentu saja kita mencari buku yang tahun terbitnya lebih baru. Sayangnya buku-buku yang terbit di Indonesia lebih banyak yang tidak dilengkapi dengan apendiks. gambar. Karena itu. Jika kita pergi ke perpustakaan. dan lain-lain. 5) Telusuri indeks. indeks pun tidak dicantumkan dalam buku-buku di Indonesia.bagian buku ini dapat memperjelas dan mempercepat pemahaman isi buku. gambar. 3) Lihat tabel. glosarium. grafik. indeks. biasanya penulis membatasi permasalahan yang dibahas dalam pengantar. sering juga kita dihadapkan pada pilihan lain. Akan tetapi. tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah memperhatikan judul buku dan mengajukan pertanyaan tentang topik yang terkandung di dalamnya. dan lain-lain. Biasanya memberikan tambahan infomasi yang berharga bagi pembaca.• Membaca I mengetahui isinya dan membantu mencapai tujuan kita membaca buku tersebut. pengantar dilewati waktu kita membaca. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan ialah: 1) Telusuri daftar isi. Daftar isi kita baca untuk mendapatkan keseluruhan organisasi buku/informasi. Jadi. Bagian itu adalah daftar isi. baca juga sampul buku bagian belakang yang memuat pesan penerbit mengenai hal penting dari buku. tabel. . Sama halnya dengan apendiks. serta berisi topik-topik utama dan subtopik lainnya yang terdapat dalam buku. Dapatkan kat-kata kunci untuk mencocokan dengan tujuan dan kebutuhan kita. 2) Baca pengantar. bab. Daftar isi memuat kerangka dan gambaran umum buku. Mungkin kita dapat menyempitkan pilihan berdasarkan tahun penerbitannya. Jika ada. Dalam menyurvei buku. 4) Apendiks. adakalanya kita dihadapkan pada deretan buku yang mengupas hal yang sama.

seperti grafik. Ihtisar atau ringkasan tentang bab terkadang dituliskan oleh penulis pada bagian tersendiri. Penulis berusaha dengan susah payah memberikan subjudul pada setiap bab. 1) Perhatikan judul. Anda dapat . Anda baca dahulu ringkasan itu untuk mendapatkan gambaran umum tentang bab itu. padahal subjudul itu banyak memperjelas isi bab tersebut. Jika Anda mengetahui identitasnya atau telah mengenal mutu dan pembahasan sebelumnya. Kadang-kadang penulis menggunakan paragraf itu untuk menyampaikan apa yang akan dibicarakan dalam bab itu atau ringkasan dan kesimpulan bab itu. banyak pembaca justru mengabaikan hal itu. Lalu. Apakah Anda perlu membacanya secara lengkap dari bab pertama atau langsung membaca bab lain? Kalau demikian. Survei bab lebih teliti dibandingkan survai secara keseluruhan buku. Sebelum Anda membaca suatu bab. pembaca makin mengetahui hubungan bagian-bagian isi buku itu. Anda mengamati subjudul-subjudul. gambar. lakukanlah survei terhadap kliping tersebut dengan cara berikut. adakan survei terlebih dahulu. Anda dapat menentukan sikap.• Membaca I Setelah melakukan survei terhadap buku yang akan dibaca. 2) Perhatikan penulisannya. Untuk mendapatkan bahan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita secara cepat. Dengan subjudul. Selain itu. 2) Ringkasan. apakah akan langsung membaca bab itu? Anda juga harus melakukan survei bab itu terlebih dahulu. 3) Subjudul. Perhatikan hal-hal berikut ini: 1) Paragraf pertama dan akhir. “sejauh mana Anda akan membaca buku tersebut?”. Amati juga alat-alat bantu visual yang ada di bab itu. Bahan bacaan yang lain yang diperlukan untuk studi adalah kliping surat bakar atau majalah. biasanya mendahului bab itu. Umumnya judul mencerminkan topik dan fokus pembahasan. Sayangnya. peta.

tetapi setelah Anda menyurvei subjudul atau menyurvei bab ke bab pertanyaan-pertanyaan itu lebih spesifik lagi. membaca merupakan langkah ketiga bukan pertama dan bukan satu-satunya langkah untuk menguasai bacaan. barulah Anda memasuki kegiatan membaca. di mana. mungkin pertanyaan Anda masih terlalu umum. Satu pertanyaan dapat dijabarkan menjadi beberapa pertanyaan lain tentang isi bacaan secara lebih mendalam. Kita dapat menggunakan kat-kata tanya: apa. Anda dapat memutuskan dengan cepat apakah lemabaran atau bahan itu sesuai dengan kebutuhan Anda. dan mengapa. Sejalan dengan langkah survei. subjudul “Variasi bahasa”. Apa yang dimaksud dengan variasi bahasa? Mengapa terjadi variasi bahasa? Pada waktu Anda melakukan survei buku secara keseluruhan. 3) Selanjutnya lakukan seperti survei artikel. Misalnya. cara membaca kita menjadi lebih aktif dan lebih mudah menangkap gagasan yang ada daripada kalau hanya asal membaca. dapat diubah dengan bertanya. Sambil membaca bagianbagian itu carilah jawaban atas pertanyaan yang Anda buat berdasarkan judul-judul bagian atau pertanyaan lain yang muncul sehubungan dengan topik bacaan itu. Jangan lama-lama dengan satu artikel atau satu berita. Cara yang dapat kita gunakan ialah dengan mengubah judul dan subjudul atau yang lebih kecil dari subjudul menjadi suatu pertanyaan. Bacalah tulisan itu bagian demi bagian.• Membaca I memperkirakan isinya dan membuat keputusan untuk membacanya atau tidak. Cepatlah balik lembaran berikutnya. . 4) Dengan survei. Setelah Anda melewati dua langkah tersebut. kapan. siapa. Cara membaca pun harus kritis karena membaca dengan metode SQ3R digunakan untuk membaca studi. Lakukanlah survei dengan segera. Jadi. Dengan adanya berbagai pertanyaan itu. pembaca mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan.

untuk tujuan mampu . (2) Jangan membuat tanda-tanda. Pilihlah bagian-bagian yang penting saja. Garais besar atau out line Garis besar memberi pandangan menyeluruh secara tepat. (1) Jangan membuat catatan-catatan yang berlebihan. catatan-catatan itu janganlah terlalu ringkas. Hal ini akan memperlambat Anda dalam membaca. Untuk mempelajari ulang bahan . seperti garis bawah pada kata maupun frase tertentu karena belum tentu yang digarisbawahi itu sudah sesuai dengan keperluan Anda.• Membaca I Pada tahap ini sangat diperlukan konsentrasi terhadap penguasaan ide pokok serta rincian yang penting. Berbeda dengan langkah ketiga yang tidak boleh membuat catatan secara berlebihan karena akan mengganggu kegiatan membaca. 2. kita dapat membuat catatan walupun seperlunya. Garis besar menunjukkan kombinasi dan subordinasi gagasan dengan jelas serta menunjukkan pikiran utama dan pikiran penjelas serta jenis dan pengembangan paragraf. 1. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan membaca. Ringkasan Ringkasan mengandalkan kemampuan kita dalam menulis secara ringkas. ringkasan mungkin tidak memberikan kecepatan sebesar yang diberikan oleh garis besar. percepat kembali membaca Anda. Agar catatan-catatan yang kita buat dapat sungguh-sungguh berguna untuk belajar maupun untuk mengarang. untuk studi konstruktif yang lebih kuat. Bentuk catatan untuk membaca studi antara lain ada tiga macam. Jadi. Akan tetapi. perlambat membaca Anda dan pada bagian-bagian yang tidak penting atau yang Anda telah ketahui. Pada bagian-bagian yang penting atau yang Anda anggap sulit. Catatan-catatan ini dapat membantu kita untuk memahami bacaan. maka pada langkah keempat yaitu recite atau mengutarakan kembali. yang mendukung ide pokok. bentuk cacatan dengan garis besar sangat berguna untuk belajar cepat.

Membaca I

menyampaikan gagasan secara ringkas, tepat , dan jelas membuat ringkasan dapat memainkan peranan yang nyata.

3. Tanya jawab Catatan yang berupa serangkaian pertanyaan dan jawaban bernilai untuk mampu merumuskan pertanyaan dan jawaban dalam kalimat tanya dan kalimat afirmatif yang baik. Dengan catatan tanya jawab ini, membaca untuk studi lebih berhasil. Bahkan pemahaman dan penguasaan bahan pun lebih kuat. Adapun alasan membuat catatan, yaitu: 1. Informasi atau ide yang dikandung dalam bacaan itu kita perlukan; 2. Kita tidak dapat mencoret-coret buku (buku pinjaman, dan lain-lain); 3. Untuk memudahkan mencari kembali bila kita memerlukan ide yang kita perlukan itu. Catatan pada saat membaca berguna untuk : 1) membantu melihat struktur apa yang dibaca; 2) mengambil pokok yang menarik, berguna, atau sesuatu yang diperlukan; 3) mengingat-ingat materi yang penting; 4) sebagai bahan acuan bila suatu ketika diperlukan; serta 5) membantu konsentrasi dan memudahkan mengingat apa yang kita baca. Jadi, dengan membuat ringkasan mengambil intisari suatu bab, bagian, atau paragraf, kita akan menguasai ide yang dikandungnya dengan lebih baik. Catatan yang kita buat secukupnya, yang diperkirakan dapat membantu pemahaman kita. Yang dimaksud secukupnya ialah mencatat hal-hal yang meliputi: 1) bagian-bagian kunci termasuk ide sentral soal-soal besar, atau

informasi penting; 2) tujuan dan asumsi penulis tentang segi-segi tertentu;

Membaca I

3) rincian dan fakta yang kita perlukan, misalnya statistik atau hal lain yang dapat menunjang kebutuhan kita; 4) pokok-pokok pikiran yang menarik atau yang perlu diikuti, seperti gagasan baru, ide yang memancing komentar yang menantang, kata yang masih asing, penjelasan atau soal yang tidak kita mengerti, dan pendapat. Cacatan dari berbagai sumber yang telah kita buat sebaiknya dikumpulkan karena pada suatu saat kita akan membutuhkannya lagi, seperti untuk membuat makalah. Dengan mengunakan catatan dari banyak sumber, kita akan mendapatkan beberapa keuntungan. 1) Apabila catatan hanya dari satu sumber, kita akan terjebak dalam contek-mencontek, sekalipun menggunakan kata-kata sendiri, tetapi hal itu merupakan gagasan orang lain. 2) Dengan menggunakan catatan dari banyak sumber, ide akan lebih kaya. 3) Informasi penting tidak akan akurat jika hanya dari satu sumber. Lebih baik kita kumpulkan ide dari banyak sumber daripada hanya berkonsentrasi pada ide seseorang. 4) Ide kita tidak akan berkembang karena dengan hanya satu sumber, kita tidak berkesempatan membandingkan ide kita dengan orang lain dan kita tidak dapat mengambil kesimpulan yang baik. Jika kita akan membuat catatan, hendaknya memperhatikan ketepatan. Dengan kata lain, catatan itu harus tepat atau akurat. Maksudnya: 1) ringkasan harus merupakan refleksi dari teks; 2) catatlah kutipan dengan tepat, dengan memakai tanda petik; 3) tulislah sumbernya, seperti nama penulis, judul tulisan, penerbit, dan lain-lain seperti yang dilazimkan karena berguna untuk referensi. Catatan umumnya kita buat dalam lembaran kertas lepas atau buku tulis. Kelebihan catatan dalam lembar kertas adalah kita dapat melihat jelas apa yang terjilid. Akan tetapi, keduanya memiliki kekurangan yaitu: 1) sulit untuk menambahkan sesuatu jika ada yang tertinggal;

Membaca I

2) sulit diatur berdasarkan kebutuhan. Catatan yang mulai digemari dan lebih leluasa pemakaiannya adalah sistem kartu. Ada kelemahan dari sistem kartu ini ialah mudah tercecer dan tercampur, kecuali jika Anda mengikatnya. Kelebihan sistem ini ialah: 1) mudah diatur kembali menurut kebutuhan berdasarkan kelompok masalah; 2) mudah menambahkan informasi baru, gagasan baru, atau catatan lain; 3) satu kartu hanya untuk satu topik dan satu sumber.

Di atas telah disebutkan tiga bentuk catatan yang dapat kita gunakan. Berikut ini merupakan contoh dari ketiga bentuk catatan tersebut.

1) Catatan berupa garis besar Contoh: Jenis wacana, I. Jenis wacana berdasarkan bentuknya: A. Wacana prosa B. Wacana puisi II. Jenis wacana berdasarkan pemakaiannya: A. Wacana Narasi B. Wacana Deskripsi C. Wacana Eksposisi D. Wacana Argumentasi

2) Catatan berupa ringkasan Bacalah kutipan berikut ini! Masalah-masalah yang dihadapi dalam bidang pendidikan pada saat akan dimulainya pelaksanaan Repelita I sangat berat dan mendesak. Di bidang kurikulum terasa sekali kebutuhan akan pembaharuan agar sistem pendidikan dapat memenuhi tuntutan pembangunan dan kemajuan. Disamping itu, terdapat ketidakseimbangan di antara

Demikian pula. mutu keahlian tenaga-tenaga tersebut perlu ditingkatkan. jumlah anak yang putus sekolah (drop-out) jauh lebih besar daripada mereka yang berhasil menyelesaikan satu tahap pendidikan. Apa bila mendengarkan sebuah ceramah. Demikian pula. dan kurangnya mutu keahlian dan fasilitas. penampungan murid. seperti gedung dan luar sekolah sangat tidak mencukupi.• Membaca I berbagai jenis pendidikan (horizontal) maupun di antara berbagai tingkat pendidikan (vertikal). organisasi dan pengelolaan pendidikan dan kebudayaan baik di pusat maupun di daerah belum mencerminkan kerja sama yang serasi. (dari buku Komposisi ) Bacalah ringkasannya seperti disampaikan dalam buku Komposisi juga! Banyak masalah berat yang dihadapi pada awal Repelita I: masalah kurikulum. Selanjutnya. ketidakseimbangan. Di samping itu. kita tidak mungkin mencatat semua ucapan penceramah. kita juga sering membuat ringkasan dari sebuah ceramah. Selain ringkasan dari sebuah tulisan. Akhirnya. Prasarana pendidikan. ataupun laboratorium dan tempat praktik. belum ada sistem informasi pendidikan atau keperluan perencanaan yang terarah. dst. . tetapi kita akan membuat ringkasan dengan cara menuliskan butir-butir penting secara penomoran: 1. sedikit sekali sekolah yang mempunyai perpustakaan. akhirnya masalah kurangnya kerja sama dan tidak ada sistem informasi. 2. Kecuali itu. jumlah anak yang berusia sekolah yang tidak tertampung di sekolah jauh lebih besar dari jumlah anak yang bersekolah. tenaga-tenaga yang bekerja di dalam pendidikan baik teknis maupun administratif sangat kurang jumlahnya. alat-alat peraga. 3. Sementara itu. dan masalah putus sekolah. Buku-buku sangat sedikit jumlahnya. kemudian masalah kurangnya tenaga pendidikan.

Dalam perkembangan daya bicara seseorang ada ketidak serasian. anak perempuan memang umumnya lebih tabah menghadapi stressdari pada anak laki-laki. Benar. Menganggap dapat hilang dengan sendirinya kalau keadaan Sekelilingnya bengangsur-angsur membaik. melainkan suatu kelainan perkembangan semata-mata. meskipun aneh. Selama itu anak paling cepat belajar. meskipun aneh. Mulai umur berapa mengapa dapat timbul? Menganggap dapat mulai antara umur dua dan lima tahun. Benarkah lebih banyak pria yang menggagap daripada wanita? Benar. terutama bapak dan ibunya. Perbandingannya sekitar 3 lawan 1. Kalau selama itu hubungan anak dan lingkunagn. anak perempuan memang umumnya lebih tabah menghadapi stressdari pada anak laki-laki.• Membaca I 3) catatan berupa tanya jawab PENGGAGAPAN. dapat timbul efek negatif berupa penganggapan itu. . tidak baik. atau kemungkinan lain: kelainan itu tetap atau malahan bertambah buruk. Perbandingannya sekitar 3 lawan 1. Apakah menggagap itu penyakit? Bagaimana sembuhnya? Mengganggap bukan proses patologis. perkembangan daya bicaranya paling intensif dan paling peka. Maka perpisahan atau perceraian orang tua dapat pula merupakan sebab timbulnya penggagapan si anak karena hubungan anak dengan yang mengajarnya bicara terganggu.

Mereka suka beristirahat.bapak. Kalau ia membiarkan dirinya marah. Apakah penyaluran agresif dapat merupakan terapi? Ya. Seorang penggagap mengalami kelainan agresif. Orang dewasa yang menggagap umumnya mempunyai suatu teknik untuk menekan kekurangannya.dan dirinya sendiri-maka akibatnya ia tidak dapat bicara.• Membaca I Mengapa dapat disembuhkan pada umur berapa saja? Bilamana menggagap dapat timbul? Bila orang marah atau tegang tetapi menekan kemarahannya itu agar tidak meledak dan mengacau segala-galanya. Menggagapnya dapat berkurang. misalnya setelah kawin dan merasa bahagia tetapi tidak dapat hilang sama sekali. Apakah pada orang dewasa penggagapan tidak dapat hilang sama sekal? Rupanya tidak dapat. Lebih tua. Demikian juga kalau ia tidak perduli apakah ia menggap atau tidak. bernafas dalam-dalam pada saat . lebih cepat dia marah. bicaranya dapat menjadi lancar. ibu. Sebab dengan demikian ia tidak berusaha menekan diri.

yaitu “sekalipun pada waktu membaca kita menguasai isi bacaan sebanyak 85%. pemahaman kita tinggal 20%”. kita mengulang kembali untuk menelusuri judul-judul dan subjudul serta bagian-bagian yang penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok yang penting yang perludiingat kemabli. Tahap/langkah ini sangat membantu daya ingat kita dan memperjelas pemahaman juga. yaitu review. Daya ingat sangat berguna dalam kegiatan membaca. kemampuan kita dalam waktu 8 jam untuk mengingat rincian yang penting tinggal 40%. Ada yang mampu mengingat banyak hal dalam waktu yang lama. . apalagi membaca untuk studi. Lebih parah lagi orang yang hanya dapat mengingat sedikit hal dalam waktu sebentar. mengulang kembali .• Membaca I Setiap orang memiliki daya ingat yang berbeda-beda. tetapi ada pula yang hanya mampu dalam waktu sebentar. Dengan daya ingat. pada waktu membaca. setelah selesai membaca seluruh isi bacaan. Ada peryataan yang mendukung keterbatasan daya ingat seseorang pada waktu membaca. Dalam tempo dua minggu. seseorang akan dapat memunculkan kembali apa yang telah dibacanya. Biasanya anak-anak akan lebih lama daya ingatnya dibandingkan denga orang dewasa. kita jangan melewatkan langkah terakhir dari metode SQ3R ini. Oleh karena itu.

kita akan mudah mencari dan membaca topik yang kita minati terlebih dahulu. kita dapat melihat tiap pokok bahasan dan topik-topik atau subtopik-subtopik beserta halam atau tiap topik/subtopik. Semua itu adalah tabel dan tentu jasa masih banyak tabel-tabel yang lain. nama penerbit. kata pengantar. Tabel memberikan berbagai macam informasi dalam kolom-kolom yang jelas dan padat. Bagainbagian pendukung buku meliputi: halaman judul. ‘halaman judul memberikan informasi tentang judul buku dan subjudul (kalau ada). Informasi yang lebih banyak tentang data-data penerbitan diberikan pada halaman dibalik halaman judul. tetapi memperhatikan juga bagain-bagain lain sebagai pendukung buku tersebut. dan kimia. fisika. Kita mengetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api atau tabel-tabel matematika. daftar pustaka. dan indeks. pengetahuan tentang penulis buku akan memberikan motivasi yang lebih besar untuk membacanya. kota penerbit. kita perlu memahami alat-alat bantu yang ada dalam sebuah buku. Daftar isi memberikan gambaran umum bahan yang dibicarakan. Kata pengantar dari penulis atau orang lain dapat menerangkan tujuan. Kita tidak boleh harus meneliti halaman judul apabila kita akan menyiapkan daftar pustaka (bibliografi) dengan membuat kartu-kartu bibliografi terlebih dahulu atau hendak menyusun catatan-catatan dengan sistem kartu. daftar isi. akan diuraikan secara singkat bagian-bagian tersebut.• Membaca I Untuk dapat menggunakan metode SQ3R dengan baik. dan tahun penerbitan buku yang bersangkutan. gambar/foto. Sebelum membaca bab-bab buku. Sebuah buku yang baik. Karena dalam daftar isi. . penataan dan metode penyajian buku yang ditulisnya selain itu. Selanjutnya. lampiran. Bagian-bagian pendukung itu akan membantu kita dalam mempelajari isi buku. Selain itu. nama pengarang berikut jabatan dan tempat kerjanya. tidak hanya mementingkan isi buku. sering ada petunjuk-petunjuk dari penulis untuk pembaca. tabel. daftar istilah. grafik. perlu mempunyai kesan umum mengenai isinya. bagan diagram. peta.

Dalam daftar pustaka. misalnya pengarang yang namanya terdiri atas dua katanama terakhir ditempatkan diawal lalu pakai 3 tanda koma I. Diagram akan menunjukkan. antara lain: grafik garis. Irisan-irisan dalam grafik lingkaran menggambarkan ukuran sesuatu dalam keseluruhan itu. grafik lingkaran. Pada grafik lingkaran ada bagian-bagian yang menyerupai irisan-irisan bola. indeks ini sangat membantu. Lingkaran menggambarkan keseluruhan dari suatu informasi khusus.• Membaca I Tabel merupakan referensi yang cepat. tetapi membacanya juga harus cermat. dilengkapi dengan nomor halaman. atau dengan kata lain susunannya dibalik. Ada beberap jenis grafik. dan sebagainya. Daftar istilah atau glosarium memuat semua istilah yang digunakan dalam buku disertai arti tiap-tiap istilah itu. peristiwa penting. Bagan juga sangat berguna untuk membrikan gambaran menyeluruh secara cepat tentang kata kerja. nama pengarang. Untuk mencari kembali penjelasan tentang istilah yang kurang kita pahami dan sebagainya. nama akhir penulis ditempatkan pertama. misalnya sifat-sifat suatu bangun geometris. Hal ini tentu saja merupakan alat belajar yang sangat berguna. Misalnya peta perpindahan bangsa-bangsa. atau proses suatu kegiatan. hal yang satu diukur pada sumbu tegak dan hal yang lain diukur pada sumbu mendatar. . Diagram juga dapat menunjukan susunan atau kerja suatu benda atau sistem. baru nama kedua ditulis. Daftra pustaka berisi sumber-sumber informasi digunakan secara langsung maupun secara tidak langsung yang disusun secara alfabetis. Peta sangat berguna untuk memberikan gambaran menyeluruh secara cepat. kata organisasi. grafik batang. indeks mendaftar secara alfabetis semua hal penting yang ada dalam buku: istilah. seperti segitiga atau trapesium atau lingkaran. Grafik dapat mengilustrasikan hubungan atau perbandingan antara dua hal. nama tempat.

Tidaklah sukar sama sekali membaca grafik dan semacamnya itu karena bahan-bahan tersebut telah disusun oleh para ahli dengan menerapkan empat sifat penting. dalil. 2) Sederhana. 4) Tepat. Dalam mempelajari bahan-bahan nonverbal itu. cermat. tempat. sebagai bagian dari teks keseluruhan.• Membaca I Lampiran merupakan tambahan untuk teks pokok. rumusan. definisi. dapat kita simpan dalam pikiran kita baik sebagai data verbal maupun sebagai data visual. Dengan sifat tersebut di atas. gambar. seperti grafik. bahkan membantu pembaca mempermudah memahami bacaan. bahan-bahan visual. dan sebagainya berisi informasi visual yang sama pentingnya dengan informasi verbal. kita hanya ingin. Data-data dicek secara seksama. Buku pelajaran. informasi visual itu dapat kita kuasai dengan baik. kita perlu berpikir sunguh-sungguh. menghadapi buku yang berjudul Metode Pengajaran Bahasa. Sering kita hanya ingin membaca kembali keterangan tentang suatu topik tertentu saja. Hanya bentuk-bentuk grafik yang akurat saja yang digunakan. Bahan-bahan/alat-alat visual disusun untuk menarik perhatian langsung terhadap informasi yang harus dilihat. diagram. Informasi itu ditata dengan seksama. nama. buku acuan. dan teliti. asumsi. Rincian-rincian yang tidak perlu disingkirkan 3) Jelas. hasil. gambar. fakta. Misalnya. tetapi harus dengan sungguh-sungguh. Garafik. Dengan demikian. yaitu: 1) Langsung. Mengapa? Sebab kita perlu dan mengubah informasi visual itu menjadi informasi verbal. buku laporan penelitian. dan segala macam topik yang lain. Baik wujud visualnya maupun artinya dikemukakan secara jelas. tabel tidak membingungkan pembaca. membaca atau membaca kembali . Oleh karena itu. Hasilnya informasi itu dapat kita pahami dan kita ingat dengan jelas dalam waktu yang lama. hipotesis. waktu. eksperimen. janganlah bahanbahan nonverbal itu kita lihat sambil atau hanya selayang pandang. tabel. peristiwa. dan buku karangan ilmiah lainnya memuat banyak sekali informasi. yang ditempatkan terpisah pada bagian belakang. tokoh.

metode langsung halaman 86. langsung.• Membaca I pembicaraan tentang macam-macam metode pengajaran bahasa Indonesia. sering nama-nama tokoh dibuatkan indeks tersendiri. Selain indeks. Ternyata entri tersebut ada lengkap dengan rinciannya dan nomor halaman untuk tiap-tiap rincian. Indeks nama mungkin mencakup nama-nama yayasan. pendukung buku yang lain ialah daftar istilah atau glosarium. Sering kita ingin mempelajari kembali definisi istilah dalam bidang ilmu yang dibicarakan dalam buku acuan yang telah kita baca. 94. kita akan mencari pertolongan dalam indeks. Daripada mebalik-balik halaman-halaman untuk mencari istilah dan definisinya. kita cari saja istilah dan definisi itu dalam daftar istilah atau glosarium. . Kita sekarang mengetahui bahwa metode Audiolingual dibicarakan pada halaman 79. dan nomor halaman buku tempat istilah-istilah tersebut. Indeks mendaftarkan semua topik atau butir informasi yang penting-penting secara alfabetis dan rinci dengan dilengkapi nomor halaman buku yang memuat tentang pembicaraan setiap butir informasi tersebut. Dalam keadaan seperti ini. Apabila di dalam buku banyak sekali tokoh yang dibicarakan. Daftar istilah atau glosarium memuat istilah-istilah atau kata-kata teknis secara alfabetis dan mendefinisikan atau menerangkan istilah-istilah tersebut kalau mungkin dengan contoh-contoh. dan media. lembaga. 79.Sugestopedia. Penempatan glosarium ini ada yang didepan atau dibelakang buku. Kita mencari dalam indeks itu entri “metode”. Tertulis dalam indeks itu: metode Audiolingual. dan metode Sugestopedia halam 94. gambaran-gambaran. terpisah dari topik-topik yang lain maka pada akhir buku sering kita temukan dua macam indeks: indeks pokok soal (subject index) dan indeks nama (name index). 86. Indeks merupakan salah satu sarana yang penting untuk menggunakan buku sebagai sumber belajar. Kita tidak tahu atau lupa pada halaman beberapa macammacam metode itu dibicarakan.

78. 69. dengan f dan ff. 220ff. Misalnya 62 dst. 5-6 akibat. yang dilekatkan pada nomor halaman buku. 63-65 alinea penghubung. 73ff. Dalam bahasa Indonesia singkatan et seqq mungkin dapat diungkapkan dengan dst. Aman Surana. 198. 240ff. Contoh indeks nama INDEKS Abdul Karim Amrullah. Dalam bahasa Inggris. sedangkan ff halaman terusannya lebih dari satu halaman.207. singkatan et seqq berasal dari bahasa Latin. bunyi voka. 2.306 adaptasi sosial. 336-337 alinea. 294. 375f Alphabet. pengertian dan seterusnya dinyatakan buku pelengkap. 2. 170-173. 278 (diambil dari indeks yang terdapat dalam buku Komposisi). Maksudnya uraian alinea terdapat pada halaman 62 dan halamanhalaman seterusnya. 66. 93 alat komunikasi. contoh.• Membaca I Contoh indeks pokok soal Abstract. . 333. Contoh: Abbreviations. 195f. 234f. 90-91. 1-5 alat peraga. misalnya 62 et seqq artinya dan seterusnya. 168ff. 65 alinea penutup. 339-341. f menyatakan halaman terusannya hanya satu halaman. 294 abstract. bunyi. 222. catatan. alur. catatan: Keterangan et seqq di belakang nomor halaman buku. buku referensi. 195 dst. 193 et seqq. catatan penjelas.226 Abdul Malik Karim Amrullah. 89ff. cara menganalisis.208. Amar Pasaribu. 62 et seqq alinea pembuka. 114. Haji. catatan kaki.

bagan. tabel tidaklah terlalu sulit karena grafik.144.138. 36 Amir Hamzah. Membaca grafik. Anda membuat catatan. kerjakanlah latihan berikut ini. Pada waktu Anda melakukan langkah keempat dari metode SQ3R.61-63. untuk memantapkan pemahaman Anda. 50 Abdul Rivai. bagan. Manfaat yang Anda peroleh dari catatan tersebut? Jelaskan! 4. Abdul Muis.76. 128. Moderen Indonesian Latihan Setelah Anda selesai membaca uraian di atas.28. 223 Abdullah ibu Abdul Kadir Munsyi.Teew).46. tabel telah disusun secara cermat dengan memperhatikan sifat-sifat penting yang akan .140 Angkatan 45. 119. Sya’ir.109. 1. 79. Apabila Anda mengalamai kesulitan diskusikanlah dengan teman.220 Ambon (ex). see Yogi Amsterdam. Bagan.80 Abdul Muluk.67.107. tabel ataupun yang lainnya. 6.160. Anda membaca subjudul” Kekurangan Tenaga Ahli ilmiah dan Teknis”. Hasan.243. 24. Apakah yang harus Anda lakukan bila buku dengan menggunakan langkah survei? 2.45-46.19. Coba Anda susun pertanyaan-pertanyaan tersebut! 3. American. Amir.• Membaca I see Hamka Abbas.1. Anda harus menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan subjudul tersebut.200. 114-120 (Diambil dari indeks yang terdapat dalam buku Literatur oleh A. Dalam sebuah buku sering kita menemukan grafik.229.79. Dengan menggunakan langkah bertanya. M.

• Membaca I mempermudah orang untuk membacanya. 4) melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut. 4. mengamati tabel skema. Anda membuat catatan-catatan. Organisasi artikel terdiri atas pendahuluan. atau pesta. Untuk menjawab pertanyaan di atas perhatikan langkah-langkah survei buku. ada langkah-langkah yang dapat Anda ikuti agar kegiatan Anda lebih efektif. Untuk mensurvei sebuah buku. 3. membaca pengantar. Recite. Langkah-langkah survei artikel adalah membaca judul dan semua sub judul. Jawaban Anda berkaitan dengan manfaat membuat catatan. Yang tidak ada kaitannya jangan Anda rumuskan. dan mengambil keputusan untuk . isi dan penutup atau kesimpulan. dan kliping. Review Survei digunakan untuk mengenal organisasi tulisan dan ikhtisar umum suatu bacaan. kalimat pertama subbab. untuk mengutarakan kembali apa yang telah dibaca. Read. bagan. 3) mengetahui ide-ide yang penting. periksalah hasil latihan Anda dengan memperhatikan rabu-rambu jawaban berikut ini! 1. dan sebagainya Rangkuman SQ3R terdiri atas Survei. Pada waktu menyusun pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan subjudul tersebut. perhatikan hal-hal yang kira-kira tercakup di dalam subjudul itu. Jawaban Anda harus memperhatikan empat sifat penting dalam membuat grafik. Jelaskan sifat-sifat tersebut! Petunjuk Jawaban Latihan Apabila Anda telah selesai mengerjakan latihan. table. Adapun manfaatnya ialah: 1) mempercepat menangkap arti. 2) mendapatkan abstrak. 6) membantu mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah. Kegiatan survei bacaan dapat dipergunakan untuk mensurvei artikel bab buku atau buku itu sendiri. 5) mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan. Question. 2.

4) memperhatikan ringkasan bab. dan sebagainya. Didalam Questions.• Membaca I Langkah-langkah mensurvei bab. 4) memutuskan untuk menggunakan atau mengabaikan kliping. 2) mengamati alat-alat bantu visual yang ada dalam bab itu. 3) memperhatikan paragraf pertama dan akhir. seperti tabel. grafik. yaitu: 1) mengamati subjudul –subjudul dengan semua kaitannya. 5) memperhatikan subjudul. Pertanyaan ini mulai dari pertanyaan yang bersifat umu7m sampai yang lebih spesifik. Langkah-langkah mensurvei kliping. Bentuk catatan terdiri atas : 1) garis besar atau outline 2) ringkasan atau summary 3) tanya jawab . 3) melakukan survei seperti menyurvei artikel. yaitu: 1) memperhatikan judul 2) memperhatikan penulisannya. disusun sejumlah pertanyaan tentang pokok masalah yang ada dalam bacaan. Catatan merupakan penunjang langkah keempat atau recite untuk membantu pemahaman kita terhadap bacaan.

3) menulis sumber kutipan dengan lengkap. Hal-hal yang perlu dicatat ialah 1) bagian-bagian kunci. Tes Formatif 2b . 4) paktor-paktor pikiran yang menarik atau yang perlu diikuti. 2) membedakan kutipan dan bukan kutipan secara jelas. 2) tujuan ada asumsi penulis tentang segi-segi tertentu. 3) mengingat yang perlu diingat. menarik. atau yang diperlukan. 4) menjadi acuan kepada kesempatan lain. 5) membantu konsentrasi dan pemahamanbacaan. 3) rincian dan fakta yang kita perlukan. Catatan harus tepat dan akurat. artinya catatan khusus: 1) merupakan refleksi dari teks. berguna.• Membaca I 2) mendapatkan ide penting.

ikhtisar 5. A. membaca kritis B. Apakah kita membaca sebuah buku. informasi atau ide yang dikandung dalam bacaan itu kita perlukan . A. kecuali……… A. menelusuri daftar indeks 3. membaca santai C. yang pertama kali harus kita lakukan adalah…. ringkasan B. menelusuri daftar isi D. garis besar D. memperoleh kesan umum bacaan 2. mengenal gaya tulisan D. Kegiatan membaca yang dilakukan pada langkah ketiga metode SQ3R. tanya jawab C. membaca dangkal 4. membaca sekilas D. Alasan membuat catatan adalah sebagai berikut. A. sebaiknya …… A. mengenal organisasi tulisan C. memperhatikan judul buku dan mengajukan pertanyaan yang berkaiatan dengan topik yang terkandung di dalamnya C. sekedar membuka-buka buku B.• Membaca I Kerjakanlah tes berikut dengan cara memilih salah satu alternatif jawaban yang dianggap paling tepat! 1. Survei terhadap suatu buku dimaksudkan untuk …. membaca kata pengantar B. Bentuk catatan yang menunjukan koordinasi dan subodinasi gagasan dengan jelas ialah…….

pilihlah: A. Membaca untuk studi harus dilakukan dengan cara membaca kritis. Jika (1) dan (3) benar C. sebab Membaca kritis ialah membaca dengan melakuykan kritik terhadap bacaan. Jika (1) dan (2) benar B. sebab Pembuatan catatan yang berlebihan akan menggangu dan meperlambat membaca kita. (2). dan (3) benar 9. sebab Daya ingat yang kuat sangat dibutuhkan dalam membaca untuk studi 7. kita jangan membuat catatan yang berlebihan. Pada waktu melakukan langkah kedua dari metode SQ3R. pilihlah: A. jika pernyataan pertama dan kedua salah 6. jika pernyataan pertama dan kedua benar. Jika (1). Untuk nomor 6 sampai dengan nimor 8. untuk memudahkan mencari kembali informasi yang dibutuhkan. kita tidak dapat mencoret-coret buku pelajaran D.• Membaca I B. 8. Jika (2) dan (3) benar D. tetapi keduanya tidak berhubungan sebab akibat. mengisi waktu luang dan meperbanyak tulisan C. dan keduanya menunjukan hubungan sebab akibat. Untuk nomor 9 dan 10. (1) (2) (3) daftar istiah daftar pustaka glosarium . C. Catatan akan membantu daya ingat kita dalam membaca untuk studi. jika salah satu pernyataan benar. B. jika pernyataan pertama dan kedua benar. atau sebaliknya D. bagian buku yang berisi istilah-istilah berikut artinya disebut ialah ….

terutama bagian yang belum Anda kuasai. (1) (2) (3) tepat. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% . teliti jelas sederhana Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2b yang terdapat di bagian akhir Modul ini.• Membaca I 10. dan semacamnya antara lain …. sifat-sifat yang penting dalam membuat grafik.100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Jika Anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. tabel. . Hitunglah jawaban Anda yang benar. cermat. Bagus! tetapi jika ttingkat penguasaan Anda kurang dari 80%. Anda harus mempelajari materi dalam kegiatan belajar 2. berarti Anda telah berhasil dan dapat melanjutkan mempelajari materi yang ada dalam modul berikutnya.

C Isi bab merupakan tubuh dari bacaan dan akan didapatkan oleh pembaca ketika kita sudah membaca dan memahami bacaan itu 3. 4. B Mengutarakan kemabli isi bacaan yang telah dibacanya dengan kata-kata sendiri merupakan langkah keempat atau recite. . 2. C Membaca merupakan keterampilan berbahasa untuk menerima dan memahami informasi tertulis dan dilakukan oleh diri sendiri. A Survei merupakan langkah pertama dari Metode SQ3R yang bertujuan memperoleh gambaran umum dari bacaan atau buku yang kita baca.• Membaca I KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1.

alasan salah Sebelum membaca buku ilmiah sebaiknya kita mengenal buku itu secara sekilas agar kita memperoleh gambaran umum tentang buku itu. B Metode SQ3R ialah suatu metode membaca yang memiliki tahapan atau langkah-langkah yang harus dilalui oleh pembaca. question. 7. dan review. kata pengantar. ketenangan tenpat. Tes Formatif 2a 1. Untuk membaca buku-buku tersebut harus dilakukan dengan penuh perhatian dan sungguh-sungguh. read. yaitu ketenangan rohani dan jasmani. tetapi keduanya tidak ada hubungan sebab akibat 8. alasan benar. A Pernyataan benar. recite. daftar isi. . alasan benar dan keduanya mempunyai hubungan sebab akibat. abstrak dan sebagainya. Bagian ini terdiri atas halaman judul. 6. 9. D Pada umumnya sebuah buku terbagi atas tiga bagian. D SQ3R singkatan dari survei. A Membaca untuk studi ialah membaca yang harus dilakukan oleh pelajar dengan buku-buku ilmiahnya. C Untuk dapat berkonsentrasi dalam membaca kita harus memersiapkan kondisi yang dibutuhkan. dan keteraturan waktu. 2. Biasanya metode ini digunakan untuk membaca buku-buku ilmiah secara intensif. yang sekaligus merupakan langkah-langkah dari metode tersebut.• Membaca I 5. 3. 10. B Pernyataan benar. Salah satu di antaranya ialah bagaian pembukaan (preliminaries). C D Pernyataan benar.

B Apabila kita melihat buku. Dan pada waktu membaca itu kita harus aktif dan kritis mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. D Kegiatan membaca harus dilakukan secara teratur tetapsupaya kita memiliki kebiasaan membaca yang baik. D Sebelum membaca buku sebaiknya kita melakukan survei terhadap buku yang akan dibaca dengan maksud untuk mengenal organisasi dan kesan umum bacaan tersebu. A Pernyataan benar. 6. Untuk menciptakan ruangan itu menjadi tenang dan segar harus bersih dan rapih. 5. 10. A Ruang belajar hendaknya tenang dan segar. alasan salah Membaca untuk studi tidak dapat dilakukan hanya secara santai.• Membaca I 4. kesegaran. D Kondisi-kondisi yang dapat membantu pembaca berkonsentrasi dalam membaca ialah (a) kesehatan. alasan benar. sejalan dengan itumengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan topik yang terkandung di dalamnya. tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat. B Pernyataan benar. . dan dan ketenangan jasmani dan rohan. A Kegiatan membaca yang merupakan langkah ketiga dari metode SQ3R harus dilakukan dengan cara membaca kritis karena membaca ini telah dipandu dengan pertanyaan – pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. tetapi harus penuh konsentrasi dan menggunakan metode membaca dengan tepat antara lain SQ3R. 7. (b) kesegaran dan ketenangan tenpat. 8 9. C B Pernyataan benar. 3. maka yang pertama kali yang kita lakukan terhadap buku itu ialah memperhatikan judulnya buku. 2. (c) keteraturan waktu Tes Fomatif 2b 1. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat .

Bandung FPBS IKIP Bandung. Soedarso. Bagaimana Meningkatkan kemampuan Membaca? Bandung Sinar Baru Richards. Henry Guntur. C Salah satu bentuk catatan yang dapat kita gunakan ialah garis besar yang menunjukan koordinasi dan subordinasi gagasan dengan jelas. Bandung CV Sinar Baru ___________. 7. tidak dapat mencoretcoret buku pinjaman. Syamsuddin A. 1994. A Pernyataan benar. tabel. dan semacamnya harus memperhatikan sifat-sifat yang penting.Komposisi. memudahkan mencari kembali informasi pokok bila kita memerlukannya. Tarigan . alasan salah Bagian buku yang berisi istilah-istilah disebut daftar istilah beserta definisinya ialah glosarium. Bandung: Angkasa . Jakarta : Gramedia . sederhana. 1987. A Untuk membuat grafik. B Pernyataan benar. Flores: Nusa Indah Nurhadi. cermat. Jack. 1988. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Group UK Limited. B Alasan membuat catatan karena kita melakukan informasi atau ide yang terkandung dalam bacaan itu. C B Pernyataan benar.R. Longman Dictionary of AppliedLinguistics. Jhon Platt. teliti. 1987. tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat. 1989. 1986. DAFTAR PUSTAKA Keraf. 1992. 10. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat . Membaca Cepat dan efektif. dan Heidi Weber.• Membaca I 4. Studi Wacana : Teori-Analisis-Pengajaran. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Goris. jelas. yaitu tepat. 5. 8 9. alasan benar. 6. dan. England: Longma.

Kemampuan Membaca : Teknik Membaca Efektif dan Efisien.P. D. Yogyakarta Kanisius GLOSARIUM anatomi buku akurat aetail fokus yang khusus hasil yang maksimal intensif konsentrasi : kerangka buku : tepat : rinci : topik yang khusus : hasil yang tinggi : sungguh-sungguh dan mendalam : memusatkan perhatian terhadap apa yang kita hadapi kalimat transisi konteks kondisi literatur : kalimat penghubung : situasi. keadaan yang ada di sekeliling kita : keadaan : buku-buku . 1987.• Membaca I Tampubolon. Seni membaca untuk Studi. Bandung: Angkasa Widyamartaya. 1992. A.

• Membaca I motivasi populer referensi relevan strategi : dorongan untuk melakukan sesuatu : terkenal : acuan. kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sudah semakin meningkat. rujukan : sesuai : teknik atau cara TEORI SKEMA Dra. Lilis Siti Sulistyaningsih P baik Kepemilikan keterampilan membaca pada masa sekarang ini merupakan hal yang sangat mendesak baik oleh kalangan masyarakat biasa. Dewasa ini. Denagna memiliki keterampilan membaca yang kita dapat meyerap banyak informasi. mulai dari informasi yang sederhana sampaidengan informasi yang kompleks danh bervariasi. antara lain program wajar (wajib belajar 9 tahun). apalagi ditunjang dengan adanya beberapa program pemerintah. Dengan banyak memperoleh informasi kita tentunya akan dapat menempa dirinya ke arah kemajuan. .

yaitu pelatihan membaca tingkat mekanis. Dalam modul ini akan dibahas salah satu teknik membaca dengan cara menghubung-hubungkan bahan bacaan yang sedang dibaca dengan pengetahuan yang dimiliki pembaca sebelumnya. Artinya dapat dipelajari tanpa dikaitkan dengan teknik membaca yang lainnya. Tanpa memiliki kemampuan membaca. Modul ini berjudul membaca dengan Skema. kemampuan diri. terbagi atas dua pokok bahasan. (2) Penerapan Pengembangan Teknik Skemata dalam Proses Belajar Mengajar Membaca dengan tiga subpokok bahasan. Keterampilan membaca adalah modal utamanya. niscaya kita tidak mungkin dapat belajar secara mandiri. kita perlu memiliki keterampilan membaca yang baik dan mentukan strategi yang tepat. bahan ajar. yaitu pengertian dan konsep teori skema. masyarakat semakin maju dean berkembang serta sumber daya manusia yang potensial semakin meningkat. Gambaran yang lebih jelas tentang modul ini sebagai berikut. Dengan kata lain membaca dengan menggunakan latar belakang pengetahuan yang ada. strategi membaca frase. minat. kebiasaan. Penguasaan terhadap materi modul ini dengan baik dapat membantu Anda memahami bacaan dengan mudah dan cepat sehingga Anda akan memperoleh informasi melalui . Pemahaman terhadap modul ini dapat dilakukan secara mandiri. dan pengembangan teknik skema dalam proses belajar mengajar membaca. pelatihan membaca tingkat konseptual. motivasi diri. Kesadaran memperoleh pengetahuan dengan cara belajar sendiri sangatlah penting dan perlu dibangkitkan. yaitu (1) Hakikat Teori Skema dengan tiga subpokok bahasan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang di dalam membaca terutama membaca secara mandiri.• Membaca I gerakan orang tua asuh (GN OTA). Untuk itu. antara lain. Dengan demikian. dan cara menyiasati bahan bacaan tersebut. Kita sering dihadapkan pada materi-materi bacaan yang tidak begitu akrab dengan kehidupan kita. yang sudah dibahas sebelumnya. dan peranan teori skema dalam membaca frase. Strategi seperti ini disebut teknik membaca dengan skema.

Kegiatan Belajar 2 tentang Peranan Pengembangan Teknik Skema delam Proses Belajar Mengajar Membaca. menjelaskan Hakikat Teori Skema. strategi membaca frase. tujuan yang ingin dicapai adalah agar Anda dapat: 1. kerjakanlah latihan satu per satu lebih dahulu. Anda juga diharapkan memiliki pengetahuan tentang teori skema serta penggunaan teori ini untuk kegiatan membaca sehari-hari dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Anda secara lebih rinci. yang meliputi pelatihan membaca tingkat mekanis. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. setelah mempelajari modul ini. setelah memahami uraian dan contoh dalam kegiatan belajar. Atau dengan perkataan lain dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca Anda. Jika perlu. baca kembali . maka materi dalam modul ini akan dituangkan dalam dua kegiatan belajar. Apabila Anda belum berhasil menjawab dengan benar semua soal latihan terlebih dahulu perhatikan baik-baik semua petunjuk jawaban latihan. akan tetapi jangan melihat ranbu-rambu jawaban latihan. yaitu: Kegiatan Belajar 1 tentang Hakikat Yeori Skema.• Membaca I bacaan itu dengan hasil yang memuaskan. dan pengembangan teknik skema dalam proses belajar mengajar membaca. pelatihan membaca tingkat konseptual. 2. Agar Anda berhasil memahami modul ini serta dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan baik. dan peranan teori skema dalam membaca frase. Diskusikanlah dengan teman Anda bila mengalami kesulitan dan gunakan glosarium (daftar kata-kata sulit) yang tersedia apabila Anda menemukan kata-kata atau istilah yang belum Anda pahami maknanya. menerapkan Pengembangan Teknik Skemata dalam Pengajaran Membaca. baca kembali uraian dan contoh sehubungan dengan jawaban latihan. Selanjutnya. Selanjutnya. maka Anda haruis mempelajari setiap kegiatan belajar dalam modul ini dengan cermat dan mengikuti petunjuk yang ada. Jika perlu. yang meliputi pengertia dan konsep teori skema.

kata “skema” merupakan padanan dari bagan. Dewasa ini. Gunakan kembali latihan setra penjelasan uraian dan contoh untuk membantu Anda. Kata ini sudah lama milik bahasa Indonesia {merupakan kata sarapan yang berasal dari bahasa Inggris schema). baru setelah itu cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang tersedia. maka Anda boleh melanjutkan dengan mengerjakan tes formatif. Pusatkan perhatian Anda secara penuh terhadap aktivitas menjawab soal. Saat ini para siswa SD/SMP pun telah mengenal kata tersebut. 1 Hakikat Teori Skema 1) Pengertian dan Konsep Teori Skema IStilah “skema” sebenarnya bukan hal yang baru bagi kita. jawablah terlebih dahulu semua soal. Cobalah amati dengan cermat dan temukan materi mana yang masih belum Anda pahami. rangkarangka. rancangan.• Membaca I uraian dan contoh sehubungan dengan jawaban latihan tersebut. Janganlah Anda ingin segera melihat kunci jawaban tes formatif. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Akan tetapi. jika Anda berhasil menjawab sebagain besar soal latihan. Dalam mengerjakan tes formatif. Yang dimaksud dengan skema dalam tulisan ini bukanlah yang bermakna seperti . frekuensi penggunaan kata skema cukup meluas.

Caplin mengemukakan empat macam keterangan tentang skema itu ialah: 1) Skema sebagai suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi 2) Skema sebagai kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa atau data. skema mempunyai bentuk jamak “ skemata”. tetapi merupakan homonim kata skema tersebut. 3) Skema adalah suatu cerita yang melahirkan kenyataan yang disimpan dalam pikiran. Dalam hal ini. Karena pentingnya konsep skema ini. Keterangan yang cukup lengkap dikemukakan oleh Chaplin (1981) yang terdapat dalam Dictionary of Psychology.” 2) Skema adalah suatu sistem yang konseptual yang perlu untuk memahami sesuatu. suatu rencana ataustruktur. 3) Skema sebagai suatu model. 4) Sekam sebagai suatu kerangka referensi yang terdiri atas responrespon yang pernah diberikan. Ada beberap sumber yang menjelaskan pengertian skema ini. Dari sejumlah pengertian skema di atas. kita dapat menangkap pengertian yang sederhana tentang skema itu yakin sebagai latar belakang atau asosiasi-asosiasi yang dapat bangkit dan muncul/ membayang kembali . Dalam kamus A Dictionary of reading (1981) dijelaskan tentang makna skema sebagai berikut: 1) Skema adalah suatu pemberian yang digeneralisasikan. seperti yang digunakan dalam kalimat “Skema proses membaca setiap orang boleh dikatakan tidak pernah sama. tetapi tidak ditransformasikan lewat pikiran (Piaget). Maka kita perlu mengembangkannya untuk kepentingan pengajaran bahasa.• Membaca I pernyataan di atas. Contoh skema tentang kebudayaan yang dimiliki oleh si A dapat menolong pemahamannya dalam bidang bahasa. yang kemudian menjadi standarbagi respon-respon selanjutnya.

Pengembangan skema dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman sebanyak-banyaknya kepada anak-anak. Semakin banyak pengalaman mereka maka akan semakin bertamabah pulalah penguasaan skemanya. orang yang riang bermain-maian dengan air laut. sayang. ibu. Betapa penting skema pada seorang pembaca/pelajar dalam membantumemahami suatu bacaan. skema seseorang tidak akan sama dengan yang lainnya. berkemah di tepi pantai dan seterusnya. dan dikembangkan untuk mencapai kesempurnaan. rumah. dan lain-lain). diuperkaya. skema seseorang sangat bergantung pada pengalaman yang dimilikinya. semakin banyak pengalaman seseorang semakin bertambah pulalah penyempurnaan skemanya. pasar. Berdasarkan uraian di atas. bioskop. pohon nyiur yang indah melambai-lambai. berbagai kegiatan (sepak bola. seperti: gemuruh ombak. frase. Banyak skema yang dapat kita miliki tentang objek-objek tertentu . dan lain-lain).• Membaca I pada saat seseorang melihat atau membaca kata. atau kalimat. skema yang telah ada perlu dipertahankan/ dipelihara. tempat (sekolah. Mungkin juga skema tentang pantai dapat berasosiasi dengan rencana berikutnya untuk pergi kepantai yang lebih mudah. Dengan demikian skema sangat membantu terhadap pemahaman sesuatu yang didengar atau dibaca. dan lain-lain). tentang perasaan (kekasih. sehingga terjadi interaksi antara pengetahuannya dengan informasi barau tersebut. Waktu membaca atau mendengar kata “pantai”. atau sinar lembayung saat matahari terbenam. senang. benci. pikiran kita mungkin akan mengasosiaskan atau menghubungkan konsep pantai itu dengan berbagai konsep lain yang dekat hubungannya dengan pantai. bahagia. dan lian-lain). Pemahaman terhadap isi bacaan bergantung pada kemampuan pembaca menghubungkan pengetahuan yang telah ada dengan informasi yang terdapat dalam teks. Dengan kata lain. pertunjukan sandiwara. kakak. tentang peranan (ayah. pesta ulang tahun. Dengan demikian. misalnya. Oleh karena itu. guru. . bolehlah kita mengatakan bahwa skema adalah abstraksi pengalaman yang secara tetap mengalami pemantapan sesuai dengan informasi baru yang diperoleh. Dengan demikian.

antara lain . Di dalam memberikan pengalaman kepada anak-anak melalui kegiatan membaca. mari kita ungkap kembali pengertian membaca untuk lebih memantapkan pemahaman kita terhadap kegiatan membaca. baik bagi keperluan perseorangan maupun bagi kepentingan masyarakat. Sebab hal itu tidak akan dapat mengembangkan pola skemata dengan sevbai-bainya. Ada asumsi dengan teori skema bahwa teks yang kita baca atau kita dengar itu tidaklah dengan sendirinya menyampaikan makna kepada kita. seseorang akan berupaya memahami teks yang dibacanya atau didengarkannya. Kekurangan skema seseorang akan menghambat keberhasilan membaca pemahaman. Kegiatan membaca berfungsi sebagai keterampilan dasar dalam kehidupan masyarakat. Beberapa orang pakar membaca memberi pengertian membaca. Anak-anak perlu dibimbing. Tanpa kemampuan membaca yang baik maka harapan anak mencapai pendidikan yang lebih tinggi tidak akan mungkin menjadi kenyataan. mengunjungi musium. Sebelum kita membicarakan masalah skema lebih lanjut. Teks hanya memberikan petunjuk kepada pembaca atau pendegaran untuk menyusun pengertian/ pemahaman berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. untuk dapat menerima informasi baru perluadanya skema tentang informasi lama yang berkenaan dengan informasi baru tersebut. tidaklah baik membiarkan mereka asyik dalam kegiatannya masing-masing di perpustakaan. kebun binatang. Membaca mempunyai keddudukan penting bagi manusia. diarahkan. atau tempattempat lainnya.• Membaca I Pengalamn tersebut dapat berupa kegiatan membaca atau kegiatan lain. sehingga terjalin interaksi dan di situlah terjadi pemahaman. seperti: karya wisata. Skema dan membaca merupakanb dua hal yang saling berkaitan erat. Dengan bantuan skema yang ada. dan diberi petunjuk .

Membaca I

1) Membaca adalah suatu proses yang dilakukan atau dipergunakan oelh pembaca untuk emmperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Tarigan, 1986). 2) Membaca adalah bringing meaning, memetik serta memahami arti/ makna yang terkandung di dalam bahan tertulis (Finochiaro dan Bonomo, 1973). 3) Membaca adalah sutu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat, melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis (Anderson, 1972). 4) Membaca adalah proces of indentifying, interpreting, and evaluating ides in termsof the mental content or total awareness of the reader (Mc Ginnis, 1982). Melihat batasan membaca di atas dapat disimpilkan bahwa pengertian membaca bergerak dari pengertian yang sederhana sampai pada pengertian yang kompleks, yang melibat berbagai aspek kegiatan. Membaca terbagi dua yakni membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca lanjut pada dasarnya menuju pemahaman bahan tulisan. Seperti yang diungkapkan oleh Tarigan (19987) bahwa tujuan utama membaca adalah pemahaman bukan hanya kecepatan. Namun akan lebih baik lagi apabila kita dapat membaca dengan cepat dan memahaminya dengan sebaik-baiknya. Membaca merupakan proses yang kompleks , karena mencakup berbagai hal: perkemabngan bahasa individu, latar belakang pengalaman, kemampuan kognitif, dan sikap terhadap pembaca. Kemampuan membaca dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Makna bacaan tidak terletak pada cetakan tertulis, tetapi berada pada pikiran pembaca. Dengan demikian, makna itu akan berubah. Seperti dikatakan oleh Anderson (1972) bahwa makna itu akan berubah, karena setiap pembaca mempunyai pengalam yang berbeda-beda yang dia pergunakan sebagai alat untuk menginterpretasi kata-kata tersebut. Pemberian makna tersebut akan terjadi dengan baik apabila pembaca mempunyai skema yang cukup baik. Atau dengan perkataan lain,

Membaca I

keberhasilan seseorang dalam membaca pemahaman akan banyak ditunjang oleh kekayaan skema yang dimilikinya. Sebaliknya kekurangan pada skema akan dapat menjadi hamabatan bagi keberhasilan membaca. Sebagaimana kita ketahui, membaca pemahamn menuntut pembaca untuk dapat mengidentifikasi, menginterpretasi, dan mengevaluasi ide-ide dengan kesadaran penuh. Selain itu menuntut pembaca untuk dapat menentukan bagian bacaan yang pentying dan mengemukakan informasi apa yang tidak tersajikan dalam teks. Untuk kebutuhan tersebut dapat dikatakan selalu didasarkan pada skamata yang ada. Dalam kegiatan membaca ada tiga macam proses pemahaman yang berbeda, ialah proses bottom up (bawah-atas), proses top-down (atasbawah), dan proses interaktif (timbal balik). Dalam proses membaca bawahatas, pemmbaca mulai dengan pengenalan huruf lalu bergerak

kepengenalan kalimat. Proses ini timbul karena adanya data masukan. Pembaca yang emmpergunakan cara ini umumnya merupakan pembaca pemula. Dengan kata lain, proses ini terjadi apabila pembaca membaca sebuah teks yang baru dikenalnya atau masih asing. Dalam proses membaca atas-bawah, pembaca mulai melakukan interpretasi terhadap teks yang dibacanya. Mereka telah memiliki later belakang/ skema tentang teks tersebut. Proses ini memberi pertolongan kepada pembaca dalam upaya mengatasi keragu-raguan atau dalam pemilihan interpretasi terhadap data yang masuk. Dalam proses timbal balik, pemabaca mengarahkan perhatiannya secara interaktif. Mereka membaca dengan mempergunakan pengetahuan yang lalu dan secara terus-menerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat menguasai bagain-bagaian yang terinci sebagaimana mestinya. Dalam proses interaktif ini, proses bawah-atas dan proses atas-bawah harus berlangsungsecara simultan, serempak dan berkelanjutan. Dari ketiga proses tersebut, kita sebaiknya dapat melakukan membaca melalui proses interaktif (timbal balik). Apabila seorang pembaca hanya untuk menggantungkan diri pada proses bawah-atas atau proses

Membaca I

atas-bawah saja, maka pembaca tersebut tergolong sebagai pembaca yang cacat skemanya.

Latihan Setelah Anda selesai membaca “uraian Kegiatan Belajar 1” kerjakanlah latihan-latihan berikut ini agar pemahaman Anda semakin mantap. Apabila Anda mengalami kesulitan diskusikanlah dengan teman.

1. Skema adalah abstraksi pengalaman yang secara konstan mengalami pemantapan sesuai dengan informasi baru yang diperoleh. Jelaskan pertanyaan tersebut! 2. Setiap orang yang berasal dari lingkungan yang sama dan menerima rangsangan yang sama, akan menghasilkan skema yang relatif sama. Benarkah demikian? Jelaskan! 3. mengapa semakinbanyak pengalaman seseorang, semakin bertambah pulalah kesempurnaan skemanya? Jelaskan! 4. Kegiatan-kegiatan seperti karya wisata, kunjungan ke musium, menonton pementasan drama, untuk akan mendapat daya

mengembangkan

pengalaman

memperbaiki

skema pembaca. Jelaskan maksud pernyataan tersebut! 5. Untuk memupuk daya skema pembaca, sebaiknya kita sebagai guru membiarkan anak membaca secara mandiri agar konsentrasinya tidak terganggu. Benarkah demikian? Jelaskan!

Petunjuk jawaban latihan Apabila Anda telah selesai mengerjakan latihan, periksalah hasil latihan Anda dengan memperhatikan rambu-rambu jawaban berikut ini. 1. Jawaban berkaitan dengan batasan skema. 2. Jawaban hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang dapat

mempengaruhi skema seseorang.

Skema tentang kebudayaan yang dimiliki oleh seseorang akan membantu pemahamnnya dalam bidang bahasa. 3) skema sebagai suatu model. rangka. Secara singkat disimpulkan bahwa skema adalah abstraksi pemngalaman yang secar tetap mengalami pemantapan sesuai dengan informasi yang baru diperoleh. . yaitu akan berkembang jika ada stimulus. seperti yang digunakan dalam kalimat “Skema proses membaca setiap orang dikatakan tidak pernah sama”. tetapi tidak ditranspormasikan melalui pikiran. 2) skema sebagai kerangka refernsi untuk merekam berbagai peristiwa atau data. rancangan.• Membaca I 3. 4) skema sebagai suatu kerangka referensi yang terdiri atas responrespon yang pernah diberikan kemudian yang menjadi standar bagi respon-renspon berikutnya. adalah suatu cerita yang melahirkan kenyataan yang disimpan dalam pikiran. Jawaban Anda berkaitan dengan maksud dan tujuan kegiatan sekolah dan pengaruhnya terhadap pengembangan skema. 4. Pengertian dalam kaitannya dengan proses membaca ialah : 1) Skema merupakan suatu pengertian yang digeneralisasikan. 3) Skema seperti yang diterangkan oleh Piaget. 5. Kata skema berasal dari bahasa Latin/ Yunani schema dan mempunyai bentuk jamak skemata (schemata). Jawaban berkaitan dengan sifat skema. 2) Sekema adalah suatu sistem yang konseptual yang diperlukan untuk memahami sesuatu. suatu rencana atau struktur. Pengertian skema menurut istilah psikologi ialah : 1) skema sebagai suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi. Jawaban Anda berkaitan dengan cara memelihara skema agar dapat berkemabang dengan baik Rangkuman Dalam bahasa Indonesia kata skema berpadanan dengan katakata bagamn.

. 1973). 3) Membaca adalah sutu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat. interpreting. 4) Membaca adalah proces of indentifying. melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis (Anderson. yaitu 1) proses bawah-atas. 1972). 1986). 2) Membaca adalah bringing meaning.• Membaca I Pengertian membaca antara lain: 1) Membaca adalah suatu proses yang dilakukan atau dipergunakan oelh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Tarigan. memetik serta memahami arti/ makna yang terkandung di dalam bahan tertulis (Finochiaro dan Bonomo. Ada tiga macam proses pemahamn dalam membaca yang berkaitan dengan skema. and evaluating ides in termsof the mental content or total awareness of the reader (Mc Ginnis. 1982).

kekurangan pada skema seseorang dapat merupakan hambatan terhadap keberhasilan membaca pemahaman. skema sebagai kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa yang ada D. terutama pengambilan keputusan. B. hakim C. jaksa . kecuali …… A. skema sebagai peta kognitif 2) Pernyataan-peryataan berikut ini benar. pengambilan keputusan boleh dikatakan selalu didasarkan pada informasi dalam skemata. semakin bertambah kesempurnaan skemanya. skema proses membaca setiap orang selalu sama. skema adalah suatu sistem konseptual untuk memahami sesuatu C. C. 3) Deretan kata-kata yang dapat diklarifikasikan ke dalam satu kelompok skemata kata pengadilan antara lain sebagai berikut. semakin banyak pengalaman. kecuali…… A. skema sebagai suatu model B.• Membaca I Tes Formatif 1 Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dan berita tanda silang (X) 1) Makna sekama menurut A Dictionary of Reading 1 ialah…. polisi B. D. A.

alasan salah D. dalam memahami bacaan. jika (1) dan (2) benar. jika (1). alasan benar 5) Skema dan kegiatan membaca berkaitan erat satu sama lainnya sebab Skema dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang. B. objek benda B. jika (2) dan (3) benar. terutama dalam pengambilan keputusan 7) Anak dibiarkan belajar sendiri supaya daya skemanya berkemabang Sebab Skema dalam proses membaca setiap orang relatif tidak pernah sama Untuk nomor 8 sampai dengan nomor 10. jika pernyataan benar. pilihlah: A. jika pernyataan salah. jika pernyataan benar. atau D. 6) Semakin banyak pengalaman seseorang. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan B.(2). . terdakwa 4) Indonesia memroklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17-81945. jika (1) dan (3) benar. pilihlah A. peristiwa D. ide abstrak C. alasan benar tetapi keduanya tidak hubungan C. dan (3) benar. merupakan salah satu contoh skema ……… A. tempat Untuk nomor 5 sampai dengan nomor 7. jika pernyataan benar.• Membaca I D. C. semakin bertambah kesempurnaan skemanya Sebab Kekurangan pada skema seseorang dapat menghambat keberhasilan membaca komprehensif.

bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 1. yaitu……. (1) rindu (2) sayang (3) bersiul 10) Frase yang tepat untuk melengkapi pernyataan yang tidak lengkap ini: orang yang tinggi itu mengambil tas …… (1) di warung kelontong Bi Siti (2) yang disimpan di rak paling atas (3) yang tergantung di sudut kanan atas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah . kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajari 1 ! Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% .• Membaca I 8) Pada setiap hari Minggu mereka pergi ke …….100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. (1) gereja (2) mesjid (3) kelenteng 9) Contoh skema tentang perasaan. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2.. Hitunglah jawaban Anda yang benar.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. sudah sepantasnya para guru berupa agar para siswa/ pelajar memiliki kemampuan membaca yang baik. Selain itu. membaca juga merupakan kunci untuk membuka pintu ilmu pengetahuan. . Pernyataan ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh YAP (1978). Dia memperoleh bukti bahwa tingkat keterampilan membaca seseorang ditentukan 65% oleh banyaknya dia membaca. Pernyataanperyataan seperti itu memperlihatkan dengan jelas betapa pentingnya peranan membaca. Oleh karena itu. 2) Strategi Membaca Frase Sebelum kita membicarakan peranan skema dalam membaca. di antaranya dengan jalan membaca. akan semakin meningkat pula kemampuan membacanya. para guru harus waspada karena hasil penelitian itu memberi isyarat kepada kita bahwa mereka harus berusaha agar murud-muridnya banyak membaca jika ia berkeinginan agar murid-muridnya itu menjadi pembaca yang mahir. Seperti yang dikatakan oleh Harjasujana bahwa “minat baca mempunyai peranan penting dalam mencapai kemampuan membaca”.• Membaca I 80%. sedangkan membaca merupakan kuncinya”. Seperti pribahasa yang sering kita dengar. “ Buku adalah gudangnya ilmu pengetahuan. Para pakar teori skema menyatakan bahwa latar belakang pengalaman yang kaya akan sangat membantukeberhasilan belajar. penulis akan mengajak Anda untuk melihat kondisi dan berbagai aspek yang berkaitan dengan kegiatan membaca. Pengalaman yang banyak bisa diperoleh dengan berbagai car. Kemampuan membaca yang baik akan tercapai jika para siswa memiliki minat baca yang baik pula. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Berdasarkan hasil penelitian Yap (1978) tersebut. Semakin banyak seseorang membaca. Bahkan sebagain pakar mengatakan bahwa membaca merupakan urat nadi pendidikan. Pada uraian terdahulu telah dikatakan bahwa membaca memiliki peranan yang sangat penting.

Strategi ini digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih tinggi. Pembaca dituntut dapat menginterpretasikan gagasan-gagasan informasi lain yang dibacanya melalui membaca frase. membaca frase merupakan strategi membaca yang mengharuskan pembaca membaca kalimat-kalimat dalam bacaan itu frase demi frase bukan kata demi kata. kita banyak dituntut untuk menunjukan kemampuan membaca kepada anak didik kita. kita perlu mengusahakan cara yang terbaik bagi mereka. yaitu tahap mekanis dan tahap konseptual. Dengan demikian. untuk itu. Membaca frase adalah suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan satu kesatuan harus dapat dilihat dalam satu kali pandangan. kata frase dibatasi sebagai kelompok kata yang mempunyai arti/makna. Untuk meningkatkan minat baca murid ada banyak upaya yang dapat dilakukan oleh guru (Harjasujana. Jika hal initidak terpengaruhi maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik. Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu strategi membaca hanya yang dapat mengingkatkan daya baca seseorang yakni dengan menggunakan strategi membaca frase. dan . Tahap mekanis menekan pada gerakan mata. 1988). Sebagai guru. Kata frase sudah lama kita kenal di dalam tata bahasa. Kecepatan dan pemahaman kita dalam membaca akan menggugah anak-anak untuk mengikuti upaya kita . Mata didorong untuk bergerak lebih cepat melihat kelompokkelompokkata yang berbentuk frase pada baris-baris kalimat dalam teks. guru harus berupaya agar muridnya mempunyai minat baca yang tinggi. Strategi membaca frase tahap mekanis ini terasa lebih efisien dan sangat menunjang terhadap pemahaman makna secara lebih efektif. Untuk keperluan pemahaman bacaan. Strategi membaca frase ini dapat dikembangkan melalui dua tahap. Makna frase sebagai strategi membaca tidak sama persis dengan makna frase dalam tata bahasa. seperti halnya kita melihat sebuah kata.• Membaca I Supaya murid mau membaca banyak.

Apabila membaca kata dalam satu detik seorang pembaca akan dapat membaca dua sampai enam kata saja. Pernyataan tersebut didukung oleh Tampubolon (1987). membaca tidak lain merupakan rentetan hentian-hentian visual. begitulah seterusnya. seorang pembaca frase akan berhenti lebih jarang dan selalu menghemat waktu ketimbang pembaca kata demi kata. Kecepatan pembaca yang membaca kata demi kata akan sangat terbatas kecepatan mereka membaca dalam hati sekitar 250 samapi 300 kata/ menit. Pada saat berhenti (ini tidak disadari karena cepatnya). dan waktu itulah informasi bacaan diserap “ . Dengan demikian. mata bergerak mengikuti baris-baris bacaan dengan gerakan terhenti-henti. Kalau mata kita terus bergerak. Sedengkan dengan membaca frase seseorang akan lebih mudah menentukan kata kunci dan kata-kata yang boleh dihilangkan. Sedangkan dengan menggunakan teknik membaca frase seseorang akan dapat membaca lebih banyak lagi karena mereka membaca hanya melalui kelompok –kelompok kata. berdasarkan pernyataan tersebut maka menurut pandangan mekanis. mata mengadakan fiksasi (pemusatan penglihatan). Stategi membaca frase akan lebih banyak lagi hasilnya bila dipadukan dengan strategi lainnya. yang menyatakan bahwa “ Pada waktu membaca. saat itu piula dengan segera mata melompat ke arah tulisan berikutnya dan setelah itu terjadi lagi hentia. Pada saat melakukan hentian.• Membaca I Membaca Frase Mekanis Pada waktu membaca sesungguhnya mata kita berhenti sejenak untuk dapat menafsirkan kata-kata atau menemukan sesuatu. Pembaca frase demi frase cenderung melakukan perhentian mata setiap membaca sebuah frase. kita hanyalah akan memperoleh bayangan kabu. .

Banyak orang berfikir dengan ide-ide. dan merasa puas bila telah dapat membaca satu atau dua buah kata setiap hentian. Kelemahan lain seseorang yang membaca kata ia akan sering melakukan “reges” (lompatan ulang).• Membaca I Membaca frase menuntut kekuatan visual seorang pembaca. Akan tetapi. tidak banyak orang berusaha untuk mengembangkan kemampuan itu. Mereka lebih mudah mengenali kata ketimbang frase. yakni penalaran dan pemahamn yang terjadi selama membaca. tetapi sering mereka membaca dalam kata. Pada umumnya. kita harus dapat menggunakan kapasitas melihat sejumlah kata untuk kepentingan pemahamn bacaan. Mereka akan lebih banyak lagi membaca. Dan ini akan menimbulkan sikap yang positif terhadap kegiatan membaca. Hal ini disebabkan usahanya untuk mencari ide-ide tidak didapatkannya dari tiap-tiap kata yang dibacanya. Dengan demikan maka kemampuan mere pun akan bertambah. Pembaca frase akan mudah dapat cepat menangkap ide-ide tidak didapatkannya dari tiap-tiap kata yang dibacanya. Hal ini terjadi karena mereka menganggap bahwa membaca frase lebih kompleks daripada membaca kata. Kelemahan ini dapat dihindari dengan jalan membaca frase. Pembaca frase akan mudah dan cepat menangkap ide-ide dan dapat menghindari lompatan balik. Kelemahan ini dapat dihindari dengan jalan membaca frase. Di dalam membaca frase. Dampaknya seorang pembaca frase akan dapat menikmati bacaan lebih baik daripada pembaca kata demi kata. orang mempunyai potensi untuk melihat lima atau enam kata dalam setiap hentian. Denga latar belakang atau skema tentang frase yang telah dimilikinya anggapan di atas tidak akan terjadi karena mereka telah memiliki bekal latar belakang seperangkat pengetahuan . Sering terjadi pandangan mata melomnpat pada baris yang sama telah dibacanya. Membaca Frase Konseptual Membaca frase tahap ini lebih banyak memperhatikan aspek-aspek konseptual.

kita kan menyadari bahwa banyak frase-frase yang digunakan secara berulang dan telah kita kenal. dan kelancaran ayunan pandangan mata dari frase yang satu ke frase yang lainnya. Apabali kita mau berlatih menggunakan membaca frase. Dengan demikian. Contoh lain: Keindahan Bandung di waktu malam . maka kita akan dapat menerka frase berikutnya untuk melengkapi kalimat. Jika kita banyak melakukan latihan membaca frase. Sebenarnya proses membaca frase itu sendiri bukanlah suatu hal yang menarik. Dengan bantuan skema yang baik pemahaman wacanapun akan baik pula. Perlu selalu diingat ada beberapa hal yang ingin dicapai delam membaca frase ini. membaca frase akan sama mudahnya seperti membaca kata. tanda baca sangat membantu mempermudah proses membaca frase. seperti kita mengenal kata. 3) Peranan Skema dalam Membaca Frase Pemahaman terhadap wacana bergantung pada informasi grafis dan informasi yang merupakan skemata. Bagaimana kita dapat membaca frase apabila belum memiliki skema tentang struktur frase? Sebagai contoh: Waktu Anda berlatih membaca frase camkanlah dalam ingatan bahwa frase adalah unit arti yang terkeci. kecepatan menangkap makna. Kemampuan membaca frase akan ditunjang pula dengan skema tentang frase dan kalimat yang dimilikinya.• Membaca I tentang frase dan sturktur kalima. Bila sesorang telah memiliki skema tentang frase maka akan mengelompokan kalimat tersebut menjadi frase-frase sebagai berikut: Waktu Anda berlatih membaca frase/camkanlah dalam ingatan/ bahwa frase dalam unit arti yang terkecil/. antar lain: kecepatan membaca. Pemahaman wacana dengan cepat sangat ditunjang oleh kemampuan membaca frase dengan baik.

sedangkan pada gelombang pendek dan gelombang panjang. kita perlu banyak mengisi skema kita dfengan pengetahuan tentang tatbahasa. Sebagai contoh: Mengidonesiakan jkata dhortwave dan longwave tidak sama dengan mengidonesiakan kata microwave. . Hal ini akan lebih baik bila kita telah mengenal pola frase. antar. tentu saja akan mengatakan kelompok kata itu sebagai frase. dengan sendirinya akan meningkatkan pemahaman terhadap bacaan.• Membaca I Pembaca tidak akan mengetahui bahwa kelompok kata itu frase tidak mempunyai skema tentang struktur kalimat. dan antar.jika kita tidak banyak memiliki pengetahuan tentang ini. kesalahan mengindonesiakan ungkapan-ungkapan asing akan banyak terjadi. pengalaman pengalaman selama latihan yang yang disimpan di dalam ingatan kita serta latar belakang pengetahuan tentang frase dan struktur kalimat sangat diperlukan untuk membantu lancarnya proses membaca. Kedua kata pertama diindonesiakan menjadi gelombang pendek dan gelombang panjang sedangkan microwave menjadi mikrogelombang. Alasannya karena bentuk mikro pada kata mikrogelombang merupakan bentuk gabung yang tidak mandiri. Oleh karena itu. terletak di muka kata yang diikutinya. Dan pembaca yang telah memiliki skema struktur kalimat. Penempatan mikro. pasca. Pengindonesiaan ungkapan asing yang tidak mengikuti pola yang berlaku terasa sanagt kacau. dan sebagainya. dan berbagai pengetahuan lainnya. seperti pasca. kata pendek dan kata panjang merupakan kata yang mandiri sehingga dalam mengindonesiakan kata shortwave dan longwave menjadi gelombang pendek dan gelombang panjang. Di dalam membaca frase.

Tujuannya untuk menanamkan kebiasaan pada mata untuk bergerak dengan cepat dan irama yang tepat. (c) Tarikalah garis penghubung angka-anga itu dengan pensil mengikuti uratan angak 1 samapi 60. Mata dilatih untuk dapat bergerak dengan cepat.• Membaca I 2 Penerapan Pengembangan Teknik Skema dalam Proses Belajar-Mengajar Membaca 1) Pelatihan pada Tingkat Mekanis Latihan ini dititikberatkan pada bagian mata. a) Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Mata: (b) Sediakan sejumlah angka yang ditulis tidak beraturan misalnya. angka 1 samapi 60. .

Untuk lebih jelas tentang latihan di atas lihat Gambar 1. Harsu diingat betul. Sesungguhnya dalam latiahan ini skema kita ikuti berperan. Ayunkan dengan segera pandangan kita pada bagian berikutnya. kita dapat menarik garis penghubung itu dengan cepat. selama membaca perhatian terutama harus ditujukan pada makna kelompokkata. Lihat Gambar 2. b) Latihan Ayunan Visual Dalam usaha untuk mengembangkan kepercayaan terhadap kemampuan untuk membuat ayunan-ayunan visual waktu membaca frase. Jangan sekali-kali berhenti di antara dua tanda hitam. (e) Lakukan latihan tersebut secara berulang. Sebelum mulai membaca. halam 22. Bergeraklah dengan cepat sampai bagian . kepala jangan ikut bergerak pula. Skema tentang urutan kata yang telah kita miliki sangat membantu gerakan tangan kita pada saat menarik garis penghubung angka-angka dari 1 secara berurutan sampai 60. c) Latihan Membaca dengan Ayunan Visual Latihan ini menerapkan latihan ayunan visual pada bacaan.• Membaca I (d) Catatlah waktu yang dipergunakan dalam menyelesaikan latihan itu. Dengan demikian. ikutilah pola ini dengan tekun: (f) (g) (h) (i) (j) Mata kita hanya boleh berhenti sejenak pada setiap tanda hitam. halaman 22. Gunakanlah halaman buku yang terbuka di hadapan kita sebagai tempat berlatih. Ayunkan pandangan mata secepat-cepatnya melewati setiap bagian di antara dua tanda hitam dengan irama yang tetap. Buatlah bagian awal dan bagian akhir setiap baris sebagai target. Latihan ayunan mata/ visual ini diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan lompatan balik (regresi). dianjurkan untuk mengadakan pemanasan. (k) Lakukan latihan ini dua atau tiga kali untuk mengawali setiap kegiatan membaca sebagai pemanasan. Pada saat menggerakan mata.

(c) Cobalah cari makna kelompok-kelompok kata itu dengan tidak memperhatikan kata demi kata. Ikutilah langkah-langkah berikut ini: (a) Pada bacaan kita buatlah pengelompokan kata-kata yang terdiri atas dua samapai lima kata. Di dalam latihan ini bukan hanya berusaha mengelompokan katakata melainkan kelompok kata itu harus benar-benar bermakna. yang berangsur-angsur secara cepat. (d) Mulailah membuat pengelompokan kata itu secara lamabat.• Membaca I bawah halam tanpa memperhatikan makna. Tujuan pemanasan ini ialah untuk memperoleh irama gerak mata yang lancar. (e) Bacalah pragraf yang telah ditandai itu tiga atau empat kali sampai dapat menangkap makna setiap frase itu dengan cepat. Oleh karena itu. terutamadalam pengelompokan kata skema tentang struktur frase dan kalimat itumembantu sekali. maka tiba saatnya kita beralih pada usaha untuk memperoleh makna bacaan. kita perlu memperkaya skemata dengan pengetahuan tentang struktur frase atau kalimat sebanyak-banyanya. Mulailah membaca dengan menggerakan semua keterampilan yang pernah dipelajar. Setelah kita merasakan gerakan mata yang licin tidak kaku lagi. skema yang kita milikilebih banyak lagi berperan. Pda latihan tahap ini . . Kita dapat memulai latihan ini dengan bacaan-bacaan yang ringan. 2) Pelatihan pada Tingkat Konseptual a) Latihan Penandaan dengan Garis Latihan ini merupakan langkah selanjutnya dari latihan secara mekanis. (b) Kelompok kata yang dibuat itu harus mempunyai makna. Mustahil kita dapoat mengelompokan kata skema tentang frase atau kalimat.

Lakukanlah latihan seperti itu beberapa lama. Lakukan latihan ini selam kurang lebih 30 menit. cenderung memusatkan perhatiannya bagian-bagian yang kecil sehingga berhasil untuk memproses makna yang . Anggapan seperti itu sering menyebabkan pembaca enggan mencoba mencapai kecepatan yang optimal yang dapat dicapainya. Mengapa? Pada awal kegiatan membaca. Memang pada mulanya kita akan merasakan bahwa pemahaman kita tidak mantap. kita harus bertahan untuk tidak kembali pada kebiasaan lama membaca kata demi kata. Kita mencoba membuat pengelompokan kata yang mengandung makna dengan menggunakan kemampuan yang kita miliki dengan tidak menggunakan tanda-tanda apapun.• Membaca I b) Latiahn Tanpa Tanda Setelah melakukan berbagai latihan. 3) Pengembangan Teknik Skema dalam Proses Belajar Mengajar Membaca Sering kita menemukan pembaca yang tidak dapat mengembangkan teknik skema yang layak pada waktu dia membac. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa didalam kegiatan membaca ada tiga macam proses yang dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pemahaman. mereka sudah melakukan proses-proses yang tidak terarah pada tujuan yang tepat. Padahal menurut penelitian. atas-bawah dan timbal balik. Percayalah pada diri sendiri agar merasa yakin dapat melakukan membaca frase dengan baik. Pembaca yang biasa menggunakan strategi ini. Akan tetapi. yaitu proses bawah-atas. Ada orang yang menganggap bahwa membaca dengan kecepatan tinggi akan mengganggu pemahaman. Dan kita akan merasakan perubahan yang jelas pada pemahaman kita. membaca lambat bukan merupakan jaminan pemahaman yang baik. sudah saatnya kita mendekati membaca frase yang sebenarnya. Oleh karena itu dalam membaca capailah kecepatan yang optimal.engenalkan huruf lalu bergerak ke pengenalan kjalimat. Didalam proses bawah-atas. pembaca mulai membaca dengan m.

hal-hal yang dapat diperkaya. Suruh mereka menghentikan Anda membaca. pembaca mengarahkan perhatiannya secara interaktif. 1) Pilihlah teks yang layak yang berisi suatu topik yang akrab dengan anak-anak. frase. Pada umumnya. Dalam proses atas-bawah. Mereka membaca hanya untuk memeriksa dan memperbaiki bacaan. cobalah bagaian berikut ini untuk memperbaiki kebiasaannya tersebut. Karena itu.• Membaca I sebanyak-banyaknya. Tanyakan kepada mereka apa sebab hal tersebut tidak jelas. pembaca yang cacat skema akan mempunyai kecenderungan menguntungkan diri pada proses yang pertama dan kedua di atas. dan secara terusmenerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat menguasai bagianbagian yang terinci sebagaimana mestinya. mereka sering tidak menangkap bagian-bagian yang terinci dalam bacaan-bacaan yang teknis yang bersifat ilmiah atau bagian-bagian bahasa yang pelik yang diungkapkan dalam puisi. Mereka membaca dengan menggunakan pengetahuan yang lalu. dan secara terus-menerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat diterkanya. Bacalah teks tersebut di depan anak-anak yang akan diperbaiki kebiasaan membacanya. dan kalimat yang memiliki makna istimewa atau khusus. Mereka membaca hanya untuk memeriksa dan memperbaiki bacaan. jika ada hal-hal yang tidak dapat mereka pahami. Mereka sering tidak mampu menggunakan hak-hak yang telah dimiliki sebagai alat untuk memproses dan mengevaluasi bacaan. pembaca mulai membaca dengan mengikuti langkah-langkahyang aktif. Dalam proses timbal balik. Apabila Anda sebagai guru menjumpai anak yang terlalu bergantung pada proses bawah-atas. mereka sering tidak menangkap bagianbagian yang terinci dalam bacaan-bacaan yang teknis yang bersifat ilmiah atau bagian-bagian bahasa yang pelik yang dungkapkan dalam puisi. . Karena itu.ssipkanlah ke dalam teks tersebut kata-kata. Dalam proses atas-bawah. pembaca dengan mengikuti langkalangkah yang aktif.

dan sebagainya.. “sholat”.• Membaca I 2) Selanjutnya buatlah suasana membacadan mendengarkan. 3) Menyadarkan anak-anak bahwa mereka sering menghadapi bacaan yang berisi petunjuk. “ menyapu”. Apabila Anda menjumpai anak-anak-anak yang mempunyai kebiasaan membaca dengan proses atas-bawah. “ mencuci”. yang pertama pilihan yang jelas salah. Buatlah tiga pilihan. Istilah ruang pertama dengan kata-kata “berbelanja”.. atau atauran untuk membuat atau melakukan sesuatu. kata yang tepat maknanya hanya satu. resep. Kesadaran akan hal tersenut akan mengubah sikapnya sebagai pembaca yang terlalu mengikuti proses atasbawah menjadi poembaca yang dimiliki kecermatan dan fleksibilitas. “membaca” .(pasar)…….(warung) 2) menyuruh anak-anak berkelompok untuk mengerjakan tugas seperti yang diberikan dalam tugas yang pertama di atas dengan menggunakan berbagai variasi dan dengan dua ruang yang dikosongkan.strategi berikut ini akan dapat menolong Anda: 1) Menyuruh para siswa untuk melengkapikalimat dengan kata-kata yang tersedia yang bersamaan maknanya dengan cara memilihnya. Kebiasaan dan kemampuan mempoerkirakan dan menempatkan kata-kata yang tepat dapat mempercepat membaca dan mempertinggi pemahaman mereka. maka strategi. Kemudian diskusikan bagian-bagian yang dirasakan sulit oleh anak-anak itu dan tanyakan kepada mereka mengapa hal itu danggap sulit. dan berilah anak-anak teks yang benar. Suruhlah anak-anak itumemberi tanda pada bagian-bagian yang tidak dipahami seraya mengikuti bacaan Anda. dan suruhlah anak-anak mengisi ruang kedua dengan kata-kata yang cocok. . 4) Anak –anak diberi pertanyaan pilihan ganda untuk meyertaibahan bacaan. “menjahit”. (toko)…. Buatlah teks yang sama dengan yang digunakan pada langkah pertama. Misalnya : Setiap hari ibuku berbelanja di……. seperti dalam contoh di bawah ini: Setiap pagi ibuku……… di……. “masak”.

• Membaca I yang kedua pilihan yang benar. lalu menunjukan pilihan yang mana yang diambil dari teks. e) membuat kesimpula. sebaiknya kita mengambil inisiatif untuk mengadakan penelitian yang lebih mendalam selain yang pernah dilakukan orang selama ini tentang makna dan manfaat skema dalam pengajaran membaca. Penjelasan di atas merupakan gambaran bagaiman pengetahuan diolah oleh sesaeorang sehingga memberikan hasil bagi interpretasinya. c) memberi perhatian yang lebih terhadap bagian-bagian yang penting dari teks. kurang penting. Sebagai uraian terakhir penulis ingin menegaskan kembali hal-hal yang berkaitan deengan skema ini. Selain itu. Berdasarkan uraian di atas. d) memilih inti-intiyang terpenting. teori skema memberi suatu dasar untuk: a) menyaring informasi dari suatu teks. yang diambil dari teks. b) membuat penggalian yang sejalan dengan pesan yang dikandung dalam teks. Langkah seperti ini akan menumbuhkansikap positif terhadap teks sebagai sumber informasi yang penting tanpa menjadikan anak-anak itu budak teks yang dibacanya. tetapi tidak diambil dari teks. Latihan . dan f) membuat suatu persamaan yang bisa membuat orang mengerti tentang hal-hal (pesan) tersebut.. samapi dengan yang tidak penting. Skema yang dimiliki seseorang akan menjadi dasar dalam menginterpretasikan dan menggali informasi tentang sesuatu yang didengar atau dibacanya. Suruh siswa memilih kedua pilihan yang benar. dan yang ketiga pilihan yang benar.

Jawaban Anda berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan membaca. 3. strategi apa yang Anda gunakan untuk mengatasinya? Jelaskan! Petunjuk Jawaban Latihan Apabila Anda telah selesai mengerjakan latihan. Betulkah demikia? Jelaska! 3. Semakin banyak seseorang membaca. 2. kerjakanlah latihan berikut ini. Memilih teks yang layak tentang suatu topik yang akrab dengan anak menyisipkan kata. Skema yang dimiliki sesorang akan menjadi dasar bagi interpretasi terhadap apa yang didengar atau dilihatnya. Jelaskan pernyataan tersebut! 5. frase. yang mempunyai kebiasaan membaca dengan proses bawah-atas. akan semakin meningkat pula kemampuan membacanya.• Membaca I Setelah Anda selesai membaca uraian di atas. Mengapa demikian? Jelaskan! 2. Apabila Anda mengalamai kesulitan diskusikanlah dengan teman. 1. periksalah hasil latihan Anda dengan memperhatikan rabu-rambu jawaban berikut ini. Jawaban Anda berkaitan dengan strategi yang digunakan oleh guru untuk menghadapi anak. Contoh yang Anda buat merupakan strategi untuk meluruskan kebiasaan model atas-bawah. untuk memantapkan pemahaman Anda. . Jangan lupa syarat pembuatan kalimatnya. berikan 3 contoh kalimat yang merupakan strategi yang dapat meluruskan kebiasaan membaca model atas-bawah! 4. Aoakah Anda menjumpai anak yang mempunyai kebiasaan membaca dengan proses pemahamannya atas-bawah. atau kalimat-kalimat yang bermakna istimewa sangat cocok untuk meluruskan kebiasaan membaca bawah-atas. 1.

Kemampuan membaca hendaknya dimiliki oleh para siswa. yaitu: 1) Latihan pada Tingkat mekanis. Jawaban Anda harus memperhatikan langkah-langkah strategi penanggulangan kebiasaan membaca model atas-bawah. yaitu: A. 2) Latihan pada Tingkat Konseptual (1) Latihan penandaan dengan garis. membaca frase konseptual Untuk dapat membaca frase dengan baik.• Membaca I 4. Ada dua cara dalam membaca frase. terdiri atas: (1) Latihan untuk meningkatkan keterampilan mata. . (2) Latihan ayunan visual. Ada dua tahap membaca frase. Semakin baik minat baca seseorang. Pencapaian kemampuan membaca sangat dipengaruhi oleh minat baca dan kekerapan membaca. Salah satu strategi membaca yang dapat meningkatkan daya baca seseorang ialah strategi membaca frase. semakin sering orang itu membaca akan semakin meningkat pula kemampuan membacanya. membaca frase mekanis B. (3) Latihan membaca dengan ayunan visual. perlu melakukan latihan. Guru hendaknya berusaha agar para siswanya banyak membaca. 5. Jawaban berkaitan dengan pemahaman Anda terhadap makna skema.

• Membaca I Gambar 1: Latihan Meningkatkan Keterampilan Mata .

Tes Formayif 2 Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang palimh tepat dan berilah tanda silang (x). timbal balik .• Membaca I Gambar 2: Latihan Ayunan Visual ………………………______……………………………_________…………… ……………_________……………………………_________………………… ……………………………. ………………………______……………………………_________…………… ……………_________……………………………_________………………… ……………………………. kekuatan visual pada saat membaca B. gerakan mata mengikuti baris-baris bacaan 2) proses membaca yang cocok untuk mengembangkan skema anak ialah model …… A. perhentian visual pada waktu membaca D. 1) membaca aspek…… frase konseptual lebih memperhatikan aspek- A._________…………………________……………. penalaran dan pemahaman yang terjadi selam membaca C._________…………………________……………. bawah-atas B. atas-bawah C.

alasan benar. ketiga-tiganya benar 4) kata “penjara” dapat menimbulkan skema yang bermacammacam. pilihan A. D. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan. alasan benar tetapi keduanya tidak memiliki hubungan. Orang yang kuat itu membuat ringkasan buku sebelum tidur.. membuat panggilan pesan sejalan dengan pesan dalam teks C. C. ketiga-tiganya benar 3) Teori skema memberi suatu dasar untuk…. Orang yang tinggi itu membeli petasan di pasar minggu. B. C. jika pernyataan salah. menyaring informasi dari teks B. B. Bangunan yang terdiri dari kamar-kamar kecil yang sempit. Orang botak membaca koran sambil sarapan pagi. Seorang hakim yang bijaksana dan ulet C. A. memberikan perhatian yang lebih terhadap bagian-bagian penting dari teks. jika pernyataan benar. jika pernyataan benar. Tunjukan skema yang dapat diklasifikasikan pada kelompok pembuatan ……. A. alasan salah. . Menipu uang dalam jumlah ratusan juta rupiah. D. D. Untuk soal nomor 6 sampaidengan nomor 8. jika pernyataan benar. D. Mang Karim yang sudah tiga bulan menjadi penghuni di sana 5) Manakah pernyataan berikut yang menunjukan kesesuaian hubungan antara fakta dan kegiatan …….• Membaca I D. A. B. Orang yang tinggi itu membeli petasan yang berada di rak paling atas.

jika (2) dan (3) benar. jika (1) dan (2) benar. . dan (3) benar. Makin singgi minat bacanya makin sering seseorang untuk membaca akan semakin meningkat kemampuan membacanya. Untuk nomor 9 dan 10. suku kata. jika (1) dan (3) benar. D. C. jika (1). B. dan kata-kata meyebabkan terlepasnya skema anak sebab Teori skema memberi suatu dasar untuk menjaring informasi dari teks 7) Skema yang dimiliki seseorang akan menhadi dasar dalam menginterpretasikan dan menggali informasi yang didengar atau dibacanya sebab Guru harsu mampu menyadarkan kesalahan interpretasi tentang sesuatu siswanya terhadap teks yang dibacanya dan membiarkan siswa merenungi kesalahannya 8) Kemampuan membaca banyak dipengaruhi oleh minat baca dan kekerapan emmbaca seseorang sebab Minat baca merupakan dorongan bagi seseorang untuk membaca.(2). pilihlah A.• Membaca I 6) Perhatian yang terlampau tertuju pada analisis visual tentang huruf.

(1) Latihan penandaan dengan garis (2) Latihan ayunan visual (3) Latihan tanpa tanda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir Modul ini. kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari! Rumus : Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan = 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% .. . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100% = baik sekali 80% 70% < 89% = baik 79% = cukup 70% = kurang X 100% Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas. bagus! Anda cukup memahami kegiatan belajar 2.• Membaca I 9) Bacaan yang dapat menyadarkan sikapnya yang terlalu mengandalkan proses membaca atas-bawah ialah…. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya . (1) resep (2) petunjuk untuk melakukan sesuatu (3) aturan pemakaian obat 10) Latihan pada Tingkat Konseptual dapat dilakukan dengan cara ….

b.• Membaca I KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1) Berdasarkan A Dictionary of Reading ada beberapa makna skema. sedangkan pertanyaan c salah karena skema prosesmembaca setiap orang tidak selalu sama. anata lainskema adalah suatu sistem yang konseptual yang perlu untuk memehami sesuatu. sangat bergantung pada berbagai faktor antara lain pengalam yang dimiliki orang itu. Jawaban yang benar C .dan c benar seperti itu. Jawaban yang benar B 2) Pernyataan a. Contoh skema tentang kebudayaan yang dimiliki oleh si A dapat menolong pemahamannya dalam bidang bahasa.

alasan salah Jawaban yang benar D 8) Umat Kristen dan kong hutsyu biasa menggunakan hari minggu untuk melakukan kegiatan keagamaan di gereja atau di kelenteng. Jawaban yang benar B . sedangkan kata polisi keterkaitannya yang tidak hanya dengan pengadilan. apabila kita mengdengar kata hari Minggu. sehingga apabila orang mendengar pengadilan maka skemanya akan bekerja mencari kosa kata yang berkaitan dengan kata pengadilan tersebut. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17-8-1945 merupakanperistiwa yang pernah terjadi. Oleh karena itu. tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebabakibat. misalnya tentang tempat (sekolah. maka skema kita akan mencari hal-hal yang berkaitan dengan itu.• Membaca I 3) Kata hakim. perasaan (kasih. Jawaban yang benar C 5) Pernyataan benar. tepai dengan hal-hal lain. juga tentang peristiwa (Bandung lautan api). antara lain ke gereja dan ke kelenten. jaksa dan terdakwa sangat berkaitan dengan pengadilan. Karena itu. termasuk salah satu contoh skema peristiwa. kata polisi tidak diklasifikasikan ke dalam kelompok skemata kata pengadilan. Karena itu. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat Jawaban yang benar A 6) Pernyataan benar. Jawaban yang benar B 7) Pernyataan salah. pasar). sedih. Jawaban yang benar A 4) Banyak skema yang dapat kita miliki tentang objek-objek tertentu. sehingga hari Minggu bagi mereka merupaka hari untuk melakukan ibadat. alasan salah. benci dan sebagainya). seperti kamtibnas.

antara lain: kasih. Proses membaca seperti itu sangat cocok untuk mengembangkan skema anak karena anak akan lebih aktif dalam membaca dan memungkinkan untuk dapat memelihara skemanya. Mereka membaca dengan menggunakan pengetahuan yang lalu dan secar terusmenerus menyusun pengetahuannya itu agar dapat menguasaibagian-bagian yang terinci sebagiman mestinya.• Membaca I 9) Skema yang kita miliki sangat beragam. Jawaban yang benar C Tes formatif 2 1) Membaca frase konseptual tidak hanya sekedar membaca dengan gerakan mata yang cepat mengikuti baris-baris bacaan. sayang. tempat. Jawaban yang benar A 10) Skema kita gunakan untuk menghubungkan apa yang sedang kita baca atau dengar dengan apa yang telah kita miliki sebelumnya. Jawaban yang benar C . dapat pula kita gunakan untuk melengkapi kalimat yang kita tuturkan. dan perasaan. tetapi lebih banyak memperhatikan aspek-0aspek penalaran dan pemahaman yang terjadi selama membaca. sehingga kalimat tersebut memiliki kesesuaian hubungan antara fakta dan kegiatannya. peristiwa.akan tetapi. sedih. Untuyk contoh yang lain lihat penjelasan pada nomor 1 dan 2 sedangkan yang termasuk skema tentang perasaan. membaca mengarahkan perhatiannya secara interaktif. baik tentang objek benda. perbuatan. benci. Jawaban yang benar B 2) Dalam proses membaca dengan model timbal balik.

tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebabakibat. Jawaban yang benar C 8) Pernyataan benar. Jawaban yang benar A 6) Pernyataan benar. c) memberi perhatian yang lebih terhadap bagian-bagian yang penting dari teks. d) memilih inti-intiyang terpenting. Apabila kita mendengar merupakan kelompok kata penjara kama skema ialah pernyataan yang yang perbuatan.. membuat penggalian yang sejalan dengan pesan yang dikandung dalam teks. Jawaban yang benar A . Jawaban yang benar D 4) Banyak skema yang kita miliki tentang berbagai objek tertentu. menyatakan perbuatan yang mengarah pada kejahatan pada akhirnya masuk penjara.• Membaca I 3) Pada dasarnya teori skema memberi suatu dasar untuk : a) b) menyaring informasi dari suatu teks. Jawaban yang benar C 5) Pernyataan yang menunjukan kesesuaian hubungan fakta dan kegiatan dapat membangkitkan skema seseorang dengan baik. kurang penting. alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat. Jawaban yang benar B 7) Pernyataan benar. pernyataan A merupakan pernyataan yang dimaksud. Di antara keempat pernyataan tersebut. alasan salah. e) f) membuat kesimpula. samapi dengan yang tidak penting. alasan benar. dan membuat suatu persamaan yang bisa membuat orang mengerti tentang hal-hal (pesan) tersebut.

Buku Materi Pokok Keterampilan Membaca. Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Jakarta: Karunika. yaitu latihan penandaan dengan garis dan latihan tanpa tanda. Yvonne. Henry Guntur. NH: Heinemann. 1982. Second Edition. dan Ruth Beall Heining. DP 1987. Tampubolon. Analyzing and Treating Reading Problems. Tarigan. Ahmad S. dkk 1986. atau aturan membuat sesuatu merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh guru untuk meluruskan kebiasaan anak yang terlalu tergantung pada proses atas-bawah.Bandung: Angkasa. Mc Ginnis. resep. Portsminth.• Membaca I 9) Bacaan yang berisi petunjuk untuk melakukan sesuatu. Universitas Terbuka. Jawaban yang benar D 10) Membaca frase konseptual sangat memperhatikan aspek-aspek penalaran dan pemahaman terhadap bacaan. Untuk hal ini diperlukan latihan. Doroty J. 1988. David Freeman. Harjasujana. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Nusantara yang Literat. Jawaban yang benar D DAFTAR PUSTAKA Freenam. Latiahn yang dimaksud mengarah pada memperoleh penalaran dan pemahaman bacaan. 1986. New York: Macmillan Publishing Company Inc. Secercah Sumbang Saran terhadap Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia. Kemampuan Membaca. Reading Process and Practice. ________. Bandung : Angkasa . 1994.

. teknik : berdasarkan penglihatan. mampu : Kegiatan yang menggunakan gerak fisik saja.• Membaca I GLOSARIUM Ayunan visual : Pandangan mata yang bergerak dengan cepat melihat baris bacaan interpretasi kapasitas konseptual mahir mekanis : penafsiran : kemampuan : berdasarkan konsep : terampil. dan belum melibatkan pemahaman membaca frase minat baca optimal : membaca secara kelompok kata kelompok kata : dorongan dari dalam dirinya sendiri untuk membaca : pencapaian sesuatu samapai batas kemampuan yang terbaik strategi visual : cara.

• Membaca I .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->