P. 1
Proposal Penelitian Kuantitatif

Proposal Penelitian Kuantitatif

|Views: 160|Likes:
Published by Luuphy Via

More info:

Published by: Luuphy Via on Sep 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2015

pdf

text

original

Proposal Penelitian Kuantitatif (Skripsi

)

Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangk dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Format Proposal Penelitian Kuantitatif 1. Latar Belakang Masalah Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoreti ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masala yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. (lihat pendahuluan )

2. Rumusan Masalah Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingku masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disus secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan sub penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?. (Tips membua rumusan masalah )

3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika

4. Hipotesis Penelitian (jika ada) Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulankesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masala penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka di dalam latar belakang masala sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya yang ringkas. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keada

mengalikan. mengurangi. Definisi istilah disampaikan secara langsung. dan menggunakan desimal. Dengan kata lain. keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaks dilakukan karena alasan-alasan prosedural. tesis. tesis. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecerdasannya sedang. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel at lebih. Contoh: Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar merek dalam matapelajaran Matematika. padat. keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat. Dalam bagian ini dapat juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabe beserta indikator-indikatornya. Definisi Istilah atau Definisi Operasional Definisi istilah atau definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian ata kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti. tradisi. 5. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. 8. atau disertas Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Asumsi Penelitian (jika diperlukan) Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. ataupun karena faktor logistik. membagi. Misalnya. tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. dan lokasi penelitian. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Definisi istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatui variabel. dalam arti tidak diuraikan asa usulnya. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” adalah kompetensi dala bidang aritmatika yang meliputi menambah. sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian. Asumsi dap bersifat substantif atau metodologis. Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang akan diteliti. Kegunaan Penelitian Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. populasi atau subjek penelitian. dan jelas. teknik penelitian. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi. peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Kedua. Namun keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan ba peneliti untuk mencari data yang diinginkan. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam skripsi. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian. uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan .perbedaan itu. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu. dan disertasi. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan. (c) dirumuskan secara singkat. (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan. 6. Pertama. serta (d) dapat diuji secara empiris. 7.

Jadi. Dalam penelitian eksperimental. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. Instrumen penelitian Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Pada penelitian noneksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. a. Di samping itu. terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam tesis. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan varia yang diukur. sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datany Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. (2) populasi dan sampel. (Lihat beberapa kesalahan dalam desain penelitiian) b. akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian. serta (c) besarnya sampel. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan ha hasil penelitian sampel terhadap populasinya. dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat.memudahkan pengukurannya. (3) instrumen penelitian. eksplanatoris. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi. apakah penelitian eksploratoris. atau penelitian historis. Untuk alat dan baha harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. Di samping itu. Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup . Dalam survai. Sebuah instrumen yang baik juag harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Populasi dan Sampel Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. paling tidak ditinjau dari segi isinya. survai. terutama disertasi. Rancangan Penelitian Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian. dan komparasi kausal. c. (Lihat Glossary) 9. dan (5) analisis data. penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. (4) pengumpulan data. deskriptif. hal-hal yang dibahas dal bagian Populasi dan Sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian. harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Apabi instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti. Metode Penelitian Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup aspek (1) rancangan penelitian. ( prosedur dan teknik pengambilan sampel. dalam bagian i dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan kakarteristik populasinya. korelasional. bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya. terutama penelitian eksperimental. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian.

Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data. terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. bukan kecanggihannya. Untuk disertasi. Analisis Data Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Oleh karena itu. walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung. yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya. Dilihat dari metodenya. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya. misalnya SPSS for Windows. skripsi. maka diperlukan adanya kajian teor yang mendalam. Untuk tesis dan disertasi. subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan. Pengumpulan Data Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dab teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan. serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Sebaliknya. Kajian pustaka memuat dua hal pokok. Selanjutnya. berdasarkan kajian pustak . menemui pejabat yang berwenang. makalah. perl dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. e. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumberkepustakaan primer. disertasi. Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian. buku teks. yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. tetapi juga teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Landasan Teori Dalam kegiatan ilmiah. maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. laporan penelitian. jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer). argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasika teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. tesis. (lihat analisis ) 10. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Landasan Teori atau Kaj Pustaka. yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal. Penerapan statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi). d. Proses mendapatkan ijin penelitian. dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Oleh karena itu. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data. sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrikdan statistik nonparametrik. yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan Bab I.keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti. ada dua jenis statistik yang dapat dipilih. laporan seminar dan diskusi ilmiah.

Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. yaitu eksperimental dan noneksperimental. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Prinsip relevansi diperlukan un menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti. kota tempat penerbitan. dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Makalah ini membatasi pembahasan metode penelitian kuantitatif pada tiga aspek. histories dsb. bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daf rujukan. tesis. survey. Tatacara penulisan daftar rujukan. Istilah tersebut adalah pendekatan. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria. dan teknik. tahun penerbitan 3. Secara umum. Eksperimental dapat dipilah lagi menjadi eksperimen kuasi. Pada bagian akhir kajian pustaka dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji. B. nama tengah. nama penerbit. semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi. yaitu deskriptif. 2. metode penelitian kuantitatif dibedakan atas dua dikotomi besar. Ada beberapa istilah yang sering dirancukan di dalam penelitian. tanpa gelar akademik. historis. Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi: 1. Artinya. Ketiga aspek tersebut adalah bagian dari noneksperimental. judul. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. rencana. yaitu kuantitatif dan kualitatif. Dengan prinsip kemutakhiran. jenis penelitian berdasarkan pendekatan analisisnya dibedakan menjadi dua. desain. subjek tunggal dsb.html Metode Penelitian Kuantitatif Metode Penelitian Kuantitatif A. termasuk subjudul 4. nama awal. Berbagai istilah di dalam penelitian Secara umum. Sedangkan noneksperimental berupa deskriptif. rencana atau desain. Pendekatan ini lazim juga disebut sebagai pendekatan. korelasional.com/Proposal/Proposal-Penelitian-Kuantitatif-Skripsi. komparatif. Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. dan 5. Pembahasan 1. yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. ancangan. 11. http://www. metode. ancangan. Di dalam makalah ini disinggung mengenai perbedaan istilah tersebut untuk didiskusikan dan dicarikan simpulan bersama-sama. dan ex post facto.infoskripsi. ex post facto. Sebaliknya. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir. Pengantar Metode penelitian kuantitatif memiliki cakupan yang sangat luas. .dapatlah diidentifikasi posisi dan peranan penelitian yang sedang dilakukan dalam konteks permasalahan yang lebih luas serta sumbangan yang mungkin dapat diberikan kepada perkembangan ilmu pengetahuan terkait.

Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskritif. dan pelaporan hasil penelitian.Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis penelitian. sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang perlu pembuktian lebih lanjut. Perspektif waktu yang dijangkau. Karenanya mentode ini juga dinamakan studi kasus (status study). kegiatan-kegiatan. penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. adalah waktu sekarang atau sekurangkurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden. suatu objek. Metode penelitian lebih dekat dengan teknik. Dalam rancangan pereperencaan dimulai dengan megadakan observasi dan evaluasi rerhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui. metode deskriptif tersebut dapat dikatakan juga sebagai teknik deskriptif. sikap-sikap. Dengan kata lain. 2. Dalam metode ini juga dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. 2. metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu. pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dengan metode ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau faktor dan memilih hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. faktual dan akurat mengenai fakta-fakta. sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. termasuk tentang hubungan. Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standar-standar sehingga penelitian ini disebut juga survei normatif.2 Tujuan Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi. Misalnya. prosedur dan teknik sampling. suatu set kondisi. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penlitian. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi. sehingga banyak ahli meamakan metode ini dengan nama survei normatif (normatif survei). Dalam metode deskriptif. Penelitian Deskriptif 2.1 Pengertian Metode deskripsi adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia. suatu sistem pemikiran. . analisis data yang terkumpul. pengumpulan data. peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. serta penelitian terhadap fenomenafenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu. ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi prose membuat prcobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variable. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat. gambaran atau lukisan secara sistematis. Whitney (1960) berpendapat. instrument.

Penelitian studi kasus Penelitian analisis pekerjaan dan aktivitas. Metode deskriptif berkesinambungan (continuity descriptive). dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan Mengumpulkan data dengan teknik wawancara dan menggunakan schedule qestionair/interview guide. kriteria umum o Masalah yang dirumuskan harus patut. Peneltian perpustakaan dan dokumenter.5 Kriteria Pokok Metode Deskriptif Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok.2. serta tempat dan waktu. Kriteria tersebut sebagai berikut: 1. 2. 2.3 Ciri-ciri Metode Deskriptif  Untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian. teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti. tetapi :    o o o o o menerangkan hubungan.(secara harafiah) Mencakup penelitian yang lebih luas di luar metode sejarah dan eksperimental. menguji hipotesis-hipotesis membuat prediksi. mendapatkan makna. Penelitian tindakan (action research).4 Jenis-jenis Penelitian Deskriptif Ditinjau dari segi masalah yang diselidiki. sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi data dasar belaka. . Secara umum dinamakan metode survei. Kerja peneliti bukan saja memberi gambaran terhadap fenomena-fenomena. penelitian ini dapat dibagi atas beberapa jenis. yang dapat dibagi atas kriteria umum dan khusus. ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas. yaitu:       Metode survei.

Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada. tidak ada kontrol terhadap variabel. maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah sebagai berikut: 1. 2. o Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas. 4. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan.6 Langkah-langkah Umum dalam Metode Deskriptif Dalam melaksanakan penelitian deskripif. o Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan. 1. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan. Kuranggi penggunaan statistik sampai kepada batas-batas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran yang sepadan. gunakan teknik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian. Membuat tabulasi serta analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. . 2. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisih dari masalah. o Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.o Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum o Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini. 6. 5. karena itu. 3. dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manupulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya. 2. o Fakta-fakta atupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status o Sifat penelitian adalah ex post facto. Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoritis yang digunakan jika kerangka teoritis untukitu telah dikembangkan. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data. Kriteria Khusus o Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value). Merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji baik secara eksplisit maupun implisit. baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta serta study kepustakaan yang dilakukan.

tak reliable. sedang kritik internal menanyakan apabila data itu otentik. sumber primer dipandang sebagai memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesis-hipotesis yang ingin diuji. yang dimaksud memahami dasar-dasarnya diwaktu yang lampau serta relevansinya untuk waktu kini. apabila data tersebut akurat dan relevan. serta mensistensiskan bukti-bukti untukmenegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. 2. sistematis. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yag menganalisis keotentikan. memferivikasi. mengevaluasi. 4. studi ini dimaksudkan juga untuk mentest hipotesis bahwa nilai-nilai social tertentu serta rasa solidaritas memainkan peranan penting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan. Data primer dipoleh dari sumberprimer. Dianatara kedua sumber itu. Kritik eksternal menanyakan dokumen relic itu otentik. seringakali penlitian yang dikatakan sebagai suatu penelitiaan histories hanyalah koleksi informasiinformasi yang tak layak. Untuk menentukan bobot data. 3. dan tutas. Seringkali penelitian yang demikian itu berkaitan dengan hipotesis-hipotesis tertentu. maka perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk diverivikasikan. yaitu kritik eksternal dan kritik internal. dan peningnya sumber-sumbernya. dan keterbatasan si penulis yang mngkin melebih-lebihkan atau mengabaikan . maka kerangka analisis dapat dijabarkan dalam bentuk-bentuk model matematika. Berlainan dengan anggapan yang popular. Bagi ilmu sosial yang telah berkembang baik. Kritik internal harus menguji motif. Contoh penelitian histories adalah studi mengenai praktek “bawon” di daerah pedesaaan di Jawa Tengah.7. apabila data otentik. Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat. dengan cara mengumpulkan. Dan data sekunder diperoleh dan sumber skunder. Penelitian histories lebih bergatung pada data yang diobservasi orang lain dari pada yang diobsevasi oleh peneliti sendiri. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian. yaitu si peneliti (peneliti) secara langsung meakukan observasi atau menyaksikan kejadian-kejadian yang dituliskan. biasa dilakukan dua macam kritik. Penelitian Historis (Historical Researc) 3. penelitian haruslah tertib ketat. keberat sebelahan. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh dan referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan. Penelitian histories tergantung kapada dua macam data.1 Pengertian dan Tujuan Tujuan penelitian histories adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan secara sistematis dan objektif. dan berat sebelah. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiah. 1. yaitu peneliti melaporkan hasil obsevasi orang lain yang satu kali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. ketepatan. 8. 3. 9. yaitu primer dan datasekunder. dan diberi prioritas dalam pengumpulan data. Ciri yang menonjol dari penelitian histories adalah.

Evaluasi kritis inilah yang menyebbkan penelitian histories itu sangat tertib-ketat. 1. penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu terjadi. 1. yang dalam bayak hal lebih disbanding dari pada studi eksperimental. 3. namun cara pendekatan histories adalah tuntas. denganselalu mengingat perbedaan anatara sumber primer dan sumber sekunder. Rumusan tujuan penelitian dan jika mungkin. Walaupun penelitian histories mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian. Evaluasi data yng diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan kritik internal. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri sendiri: 1. sehingga penelitian ini biasanya dipisahkan dengan penelitian eksperimen. Langkah Pokok Untuk Melaksanakan Penlitian Histories Atau Rancangan Penelitian Historis Definisi masalah. Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang variabel-variabel bebasnya telah terjadi perlakuan atau treatment tidak dilakukan pada saat penelitian berlangsung.Dalam pengertian yang lebih khusus. Rancangan Ex Post Facto 4.sesuatu da memberikan informasi yang terpalsu. Suatu keterampilan yangsangat penting dalam penelitian histories adalah cara pencatatan data: dengan system kartu atau dengan system lembaran.1 Pengertian Ex Post Facto Penelitian dengan rancangan ex post facto sering disebut dengan after the fact. penelitian ex post facto dapat dianggap sebagai kebalikan dari penelitian eksperimen. (Furchan. 4. 2. 5. Artinya. 383:2002) menguraikan bahwa penelitian ex post facto adalah penelitian yang dilakukan sesudah perbedaanperbedaan dalam variable bebas terjadi karena perkembangan suatu kejadian secara alami. jika dimungkinkan. apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya sesuatu. Sebagai pengganti dari pengambilan dua kelompok yang sama kemudian diberi perlakuan yang berbeda. Disebut juga sebagai restropective study karena penelitian ini merupakan penelitian penelusuran kembali terhadap suatu peristiwa atau suatu kejadian dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. kedua-duanya dapat dilakukan. 4. Peneliti ingin melacak kembali. Kumpulan data.2 Perbandingan Antara Ex post Facto dengan Eksperimen Dalam beberapa hal. Penelitian histories jga menggaliinformasi-informasi yang lebih tua dari pada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan. rumuskan hipotesis yang akan memberi arahdan focus bagi kegiatan penelitian itu. mencari informasi dan sumber yang lebih luas. dan banyak juga menggali bahan-bahan tak diterbitkan yang tak dikutip dalam bahan acuan yang standar. Studi ex post facto . 4.

Logika dasar pendekatan dalam ex post facto sama dengan penelitian eksperimen. maka diberikan soal dengan tingkat kuantitas dan kualitas kesulitan yang sama. yaitu variabel bebas dan variabel terikat. sementara kelas B menjadi kelas yang netral (pengendali). Pengkondisian kelas dapat dilakukan dengan memberikan sugesti kepada kelas A bahwa ujian yang diberikan akan berpengaruh terhadap kenaikan kelas. pengaruh variabel luar dikendalikan dengan kondisi eksperimental. bahwa dengan adanya kecemasan membuat siswa semakin berpacu untuk mendapatkan yang terbaik. Melalui eksperimen. variabel bebas dapat dimanipulasi menjadi cemas dan tidak cemas. Setelah kelas sudah terkondisikan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dalam variabel-variabelnya sudah terjadi. Ciri dari penelitian eksperimen adalah adanya manipulasi terhadap variabel bebas. Anggapan lain. Dalam penelitian eksperimen. kemudian mencoba menyelidiki ke belakang guna menetapkan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebabnya. semisal. siswa yang memiliki nilai yang rendah bisa dimungkinkan tidak naik kelas. yaitu eksperimen dan eks post facto. Penelitian ex post facto memiliki persamaan dengan penelitian eksperimen. Variabel bebas yang dianggap sebagai penyebab dimanipulasi secara langsung untuk meminimalkan pengaruh terhadap variabel terikat. Dengan pengertian bahwa ujian di kelas B hanyalah untuk mengukur kemampuan pemahaman terhadap suatu kompetensi tanpa adanya pengaruh dari hasil dengan kenaikan kelas. 1) Pendekatan Eksperimen Dalam judul di atas terdapat dua variabel. Masing-masing kelas dimanipulasi kondisinya menjadi kelas A menjadi kelas yang cemas. Variabel terikatnya adalah hasil ujian. Contoh perbedaan antara penelitian ex post facto dengan eksperimen adalah sebagai berikut. Apabila terjadi perbedaan nilai. Perhatiannya dipusatkan untuk mencari atau menetapkan hubungan yang ada di antara variabel-variabel dalam data penelitian. . yang dianggap sebagai akibat dari faktor yang terjadi sebelumnya.dimulai dengan dua kelompok yang berbeda kemudian menetapkan sebab-sebab dari perbedaan tersebut. maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kecemasan ternyata mampu meningkatkan nilai ujian. Artinya. Dengan demikian. peneliti dapat memperoleh bukti tentang hubungan kausal atau hubungan fungsional di antara variabel yang jauh lebih menyakinkan daripada yang dapat diperoleh menggunakan studi ex post facto. Studi ex post facto dimulai dengan melukiskan keadaan sekarang. sebuah kelas terdiri dari kelas A dan B. Peneliti dalam penelitian ex post facto tidak dapat melakukan manipulasi atau pengacakan terhadap variabel-variabel bebasnya. yaitu adanya variabel x dan y. Variabel bebas dalam judul di atas adalah kecemasan siswa dan ujian nasional. Sementara kelas B dikondisikan netral. Furchan (383:2001) menyatakan bahwa dengan tidak adanya kemungkinan peneliti untuk melakukan manipulasi atau pengacakan. Dari kondisi di atas. nilai kelas A lebih tinggi daripada kelas B. Konkritnya. Peneliti dihadapkan kepada masalah bagaimana menetapkan sebab dari akibat yang diamati tersebut. Sebuah penelitian berjudulPengaruh Kecemasan Siswa pada Waktu Mengerjakan Ujian Terhadap Hasil Ujian Mereka dapat didekati dengan dua metode. Kedua metode penelitian tersebut membandingkan dua kelompok yang sama pada kondisi dan situasi tertentu. Pada waktu yang bersamaan. banyak jenis informasi yang diberikan oleh eksperimen dapat juga diperoleh melalui analisis ex post facto. lembar jawaban dikumpulkan bersama dan dilakukan pengoreksian terhadap hasil jawab dari kelas A dan B.

tetapi dapat pula disebabkan oleh sesuatu sebab pada kejadian tertentu dan oleh lain sebab pada kejadian lain. kelas tersebut berjalan secara alami. Dari kasus di atas dapat terlihat satu celah kelemahan bahwa bisa jadi adanya faktor ketiga selain kecemasan yang membuat nilai ujian meningkat. 1. . sedangkan kecerdasan menjadi penunjang utama. 2. Kemudian dihubungkan antara kecemasan dengan hasil nilai. yaitu kecerdasan. mungkin sukar untuk menentukan mana yang sebab dan mana yang akibat. menimbulkan persoalan-persoalan. 4. Dalam kasus di atas. Kenyataan bahwa faktor penyebab bukanlah faktor tunggal. Hal ini dimungkinkan adanya faktor ketiga. Menggolongkan-golongkan subjek ke dalam kategori dikotomi (misalnya golongan pandai dan golongan bodoh) untuk tujuan perbandingan. bisa dimungkinkan bahwa kecemasan adalah situasi lain. Kenyataan bahwa dua. pengaruh kecemasan siswa memang berpengaruh terhadap hasil ujian. bervariasi. Penelitian dengan menggunakan pendekatan ini tentu saja memiliki kekurangan. faktor saling berhubungan tidaklah mesti memberi implikasi adanya hubungan sebab akibat. Dari hasil tersebut. menyebabkan soalnya sangat kompleks. melainkan kombinasi dan interaksi antara berbagai faktor dalam kondisi tertentu untuk menghasilkan efek yang disaksikan. yaitu menjadi lebih baik. maka sukar untuk memperoleh kepastian bahwa faktor-faktor penyebab yang relevan telah benar-benar tercakup dalam kelompok faktor-faktor yang sedang diselidiki. karena kategori-kategori itu sifatnya kabur. Kekurangan Pendekatan Ex Post Facto Pendekatan ex post facto memiliki beberapa kelemahan. Selain kecemasan. dilakukan klasifikasi antara siswa yang memiliki nilai tinggi dengan siswa yang memiliki nilai rendah. Artinya. 1. dan tak mantap. Oleh karena itu. 1. dapat didekati dengan ex post facto dengan melihat situasi kelas A dan B yang sebelumnya tidak diadakan manipulasi. Suatu gejala mungkin tidak hanya merupakan akibat dari sebab-sebab ganda. Tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas. atau lebih. 5. Oleh karena tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas. Apabila saling hubungan antar dua variabel telah diketemukan. Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut. 3.2) Pendekatan Ex post Facto Hal penting dalam pendekatan ex post facto adalah tidak adanya manipulasi terhadap variabel. Misalnya. Misalnya ditemukan kesimpulan bahwa nilai di atas rata-rata dikerjakan oleh siswa yang memiliki kecemasan. hasil ujian kelas A dan B menunjukkan perbedaan dari satu siswa ke siswa lainnya. 1.

Studi komparatif dalam situasi alami tidak memungkinkan pemilihan subyek secara terkontrol. dalam kondisi apa. Keunggulan Penelitian dengan Pendekatan Ex Post Facto Metode ini baik untuk berbagai keadaan kalau metode yang lebih kuat. 1.com/metode-penelitian-kuantitatif/ . 1. 1. dan memanipulasikan faktor-faktor yang perlu untuk menyelidiki hubungan sebab akibat secara langsung. Perbedaan tersebut tampak sebagai berikut. i. http://lubisgrafura. 1. Penelitian historis untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif.wordpress. dan sejenis dengan itu.dengan cara mengumpulkan. C. Penelitian ex post facto bertujuan untuk melacak kembali. Apabila tidak selalu mungkin untuk memilih. yaitu metode eksperimental. apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya sesuatu. jika dimungkinkan. Apabila pengontrolan terhadap semua variabel kecuali variabel bebas sangat tidak realistik dan dibuat-buat. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ketiga metode penelitian kuantitatif memiliki perbedaan jika ditilik dari tujuannya. yang mencegah interaksi normal dengan lain-lain variabel yang berpengaruh. faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu obyek penelitian tertentu 2. metode statistik. pada akhir-akhir ini telah membuat studi kausal komparatif itu lebih dapat dipertanggungjawabkan. Apabila control di laboratorium untuk berbagai tujuan penelitian adalah tidak praktis. mengontrol. mengevaluasi.6. memverifikasi. Studi kausal-komparatif menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalkan: apa sejalan dengan apa. 1. dan rancangan dengan kontrol parsial.Perbaikan-perbaikan dalam hal teknik. Penelitan deskriptif yang biasa juga disebut dengan penelitian survay adalah penelitian yang mencoba Untuk membuat pencandraan/gambaran secara sistematis. serta mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat 3. atau dipandang dari segi etika diragukan atau dipertanyakan. tak dapat digunakan. pada perurutan dan pola yang bagaimana. terlalu mahal. Menempatkan kelompok yang telah ada yang mempunyai kesamaan dalam berbagai hal kecuali dalam hal dihadapkannya kepada variabel bebas adalah sangat sukar.

relative tetap. Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan tingkat keilmiahan (natural setting) objek yang diteliti. sedangkan penelitian terapan adalah bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Borg and Gall (1988) menyatakan bahwa. Pengertian metode penelitian kuantitatif dan kualitatif Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional. terukur. Dalam bidang pendidikan. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. hubungan gejala bersifat interaktif (resiprokal). 1. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. dinamis. terukur. dan disebut pula sebagai metode artistic. Filsafat positifisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. dan penelitian pengembangan. Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sample tertentu yang representative. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistic deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Untuk penelitian analisis kebutuhan sehingga mampu dihasilkan produk yang bersifat hipotetik sering digunakan metode penelitian dasar. yaitu objek yang berkembang apa adanya. karena keduanya terletak pada satu garis kontinum. Filsafat postpositivisme sering juga disebut sebagai paradigma interpretif dan konstrutif. dan hubungan gejala bersifat sebab-akibat. Untuk mengumpulkan data digunakan instrument penelitian. penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. kompleks. dan sistematis. Jujun S. Untuk menguji produk yang bersifat hipotetis tersebut digunakan eksperimen. yang memandang realitas social sebagai suatu yang holistic/utuh. Penelitian dilakukan pada objek yang alamiah. Proses penelitian bersifat deduktif. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika pada objek . Metode ini sebagai metodeilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah.Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif MEI 6 Posted by agung38 Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya. teramati. rasional. objektif. Pada umumnya penelitian R&D bersifat longitudinal (beberapa tahap). suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Setelah produk teruji maka dapat diaplikasikan. metode penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar. karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisisebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic. memecahkan dan mengantisipasi masalah. dimana untuk mejawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. Gay (1977) menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni (dasar) dan terapan secara terpisah. Berdasarkan tujuan. konkrit. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami. karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola). penelititan terapan. yaitu konkret/empiris. penuh makna.

dilakukan pada kondisi alamiah. Untuk dapt menjadi instrument. teramati. terukur Independent. 2. dan karakteristik penelitian. perbedaan aksioma aksioma dalah pandangan dasar. memotret. Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif Perbadaan antara metode kualitatif dan kuantitatif meliputi tiga hal. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar. dan pemahaman Interaktif dengan sumber data supaya memperoleh makna Timbale-balik/interaktif Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu) Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data Sifat realitas Hubungan peneliti dengan yang diteliti Hubungan variable Dapat diklasifikasikan. hubungan penelii dengan yang diteliti. holistic. hubungan variable. 1. Aksioma dasar Metode kuantitatif Metode kualitatif Ganda. . langsung kesumber data dan peneliti adalah instrumen kunci penelitian kualitatif lebig bersifat deskriptif. yaitu perbedaan tentang aksioma. proses penelitian.tersebut. hasil konstruksi. dan peranan nilai. dinamis. sehingga tidak menekankan pada angka. Aksioma penelitian kuantitatif dan kualitatif meliputi aksioma tentang realitas. dan mengkunstruksi situasi social yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna. sehingga mampu bertanya. kemungkinan generalisasi. Instrumentnya adalah peneliti itu sendiri. konkrit. menganalisis. supaya terbangun objektifitas Sebab-akibat (kausal) Kemungkinan generalisasi Cenderung membuat generalisasi Perana nilai Cenderung bebas nilai Karakteristik Penelitian karakteristik penelitian kualitatif menurut Bogdan and Biklen (1982)adalah: terjemah: 1.

menyusun instrument. Pada tahap ini peneliti mereduksi data yang ditemukan pada tahap I untuk memfokuskan pada masalah teertentu. Tahap kedua disebut tahap reduksi/focus. angket/kuesioner. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau outcome penelitian kualitaif melakukan analisis data secara induktif penelitian kualitatif lebih menekankan makna. tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna. mengumpulkan data dan analisisnya adalah merupakan aspek metodologi untuk memverifikasikan hipotesis yang diajukan. untuk pedoman wawancara atau observasi. hipotesis atau ilmu yang baru. maka peneliti dapat membaca referensi teoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir proses penelitian. penggunaan metode kuantitatif      bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Kapan metode kualitatif dan kuantitatif digunakan? 1. berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. Tahap ketiga adalah tahap selection. peneliti kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada ditempat itu.3. bertolak dari studi pendahuluan dari objek yang diteliti untuk mendapatkan yang betul-betul masalah. Peneliti menguraikan focus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistic tertentu. Setelah memasuki objek. . Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara. yang masih bersifat umum. Hasil akhir dari penelitian kualitatif bukan sekedar menghasilkan data atau informasi yang sulit dicari melalui metode kuantitatif. maka peneliti dapat menyusun instrument penelitian. Setelah peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat. Karakteristik metode kuantitatif dan kualitatif penelitian kuantitatif. atau keinginan yang jelas. Penggunaan teori dan konsep yang relevan serta pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian yang mendahului guna menyusun hiputesis merupakan aspek logika. peneliti tentu masih merasa asing terhadap objek tersebut. Peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. proses penelitian kuantitatif. walaupun dalam metode kualitatif peneliti belum belum memiliki masalah. Pada waktu memasuki objek. sedangkan pemilihan metode penelitian. 4. 5. Kesimpulan. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi. Setelah data terkumpul. adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. maka peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkonstruksi data yang diperoleh menjadi sesuatu bangunan pengetahuan. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. proses penelitian kualitatif. Instrument ini digunakan sebagai alat pengumpul data yang dapat berupa tes. Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sample. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain. bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah dan menigkatkan taraf hidup manusia. tetapi dapat langsung memasuki objek lapangan.

com/2011/01/qualitative-and-quantitative-in-ir.blogspot. penggunaan metode kualitatif       bila masalah penelitian belum jelas. http://agungimam. Untuk memahami makna dibalik data yang tampak.Meneliti sejarah perkembangan.com/2011/05/06/metode-penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/ http://www.info/2010/06/metode-penelitian-pendidikan.com/2011/01/09/konsep-penelitian-kuantitatif-dan-kualitatif-2/ http://trionoakhmadmunib. masih remang-remang atau mungkin malah masih gelap. Untuk memahami interaksi social.html .html http://resum.wordpress. 2. Bila ingin menguji terhadap adanya terhadap keragu-raguan tentang validitas pengetahuan. Memahami perasaan orang.wordpress. Untuk memastikan kebenaran data. teori dan produk tertentu.rosyid. Untuk mengembangkan teori.

/09./.9:.7.3/.3    !03079.574/:907:2.9:43709.703.3:39:202./:3.0/:.32094/050309.3-.3.8.3 /:3..3:.3803..38:3-0781.350309.7.9/.3.094/0!0309.3/:3.3-.3/.3 3..5.5.3.5.3:.:2:2/.3-.5. 2.32.3-079::.957..397  203.8.3985..7.3/.8.2094/02.7:..9./880-.39::.9.3502-0./.9 549098073/:3./843.5.8..3 !.3 2094/050309.-0:25073.91/.  203.2-/.2.380.703..3.3..380-0:23.3/.5 &39:50309.90758.3/.20203: .3-0781.82.399../.5.357.7./.::5.784393:2 !0309..:2:73.954909890780-:9 /:3.25:/.8.7 503099.3:.350309.3.3/.80-03.90.3.3 20302:.5. -0-07.5.2503//.9. .390.7-079::.9.9.3:39:20302-.32094/050309..7..8:2.7 50309.2.. $0..3# -0781.2 2020.2094/0:39:50309.3.3..399.9.3:39:2020.20397..9.3.2094/038:/.32094/097.7 /.8.. -079::. 50309.3-.83.3/.3:39: 20302-.3/.:2:23..39. 8:/../...308507203 $090.9/:3.3/.9203:3.3/909  07/.90709.8.98  ::3$ 8:7..3:.9. 038 0382094/0 50309./50740/.32....3.50309.7 &39:203:574/:.9..32:73 /.8./.3907..3:8.50309.3574/:.91  !4890/-.3/.9/.5.3 907.9/..39047/.3203./.3-07/.202507.3.73..: 80/.91/3.9439:/3.98  . .8..81.902.3803.8.3 094/0380-.8.8.3907..50309.8574/: 574/:..39::.91 094/0:.703.3.3/.8:9:39:202-0/..32094/050309.8.3.3.350309.9:7.8./.  203.:..3/.3 207:5.3 47.80993 4-0.7.30:3.. ..0/:5.39/.350302-.5. .3203.3  /.5.9.8.399.2.7.3503//.880-:9:.3-0781..:50309.81./../50309.:3 0...:202.91/.350302-.393.3.3/.3  .2.50309.

3/80-:95:.3.3.388902.3 :.. 094/050309.954891820202.2094/0-. .80-.2.3-07:5.9..02578 4-091 907::7 7.1.50309..399../.380-.57480850309.8.2094/0. /.7989.3.98 094/03/80-:9 :.91/3.7: /.703.9. .370.  8.989.3/../.88203:3.389.9803 :7.703.9.390754.843.3.91.3 0--0781.

0..

5.80-.  8.5.2509079039:.9/825:.:503:25:.3.33897:2039 50309.803.3:93.3489.-0781.5.8880..2.980-.3:-:3./2.3/.9. /087591.9 /.:9047803.7.8208073:.5.91/03.3/7:2:8.3203:3.3705708039./.9:/.3 .907:25:80.9.8:./.9.:.343805.3-0781.8.954895489.35././.9/.390757091/..0909.- .32.3 70.3/.- 7:2:8.3:93.:.:2:23.989.30.:3107038..-./:3..8.399.8..343897:91 .:8.9:./:20.9/0/:91 /2.9.390..1034203.9.3907-:9.9/7:2:8.9.3./80-:980-.7..35.1.3 &39:203:25:.884.3549088.389.81././.0 !7480850309.3202./:3.3549088 54908890780-:9 80..5 907::7  4379 907.9.:9/.9 !0309.9.3 70.9. 545:.5.3.:39:20...9.3/...

.3-0702-.3./2./.5..2./.4-0 .3. !0309. .9:4-0.28 503:2.3.84050309/. :-:3.:. 9/.3503099/.9 3907.202503.91 708574./7.:9: 42508 /3.35:.5.3. .30.4-0.3/.30./.7:/3.35.2.-0781.

3/909203.350309.3-072.8 :-:3.9047/.3.9:507-0/.8/.3:.3 70.399.. 203.3:.91205:99.7.842. ./...50309.3/.8 803./.842.3./3897:2039 2.2.3.8.91/.8.3:. 574808 50309.91/./0-0..3    507-0/.-0 02:33.  !07-0/..91 !07-.842.9.91/.91205:9..399.503099:803/7 &39:/..  ¾¯f f¾f .3.3 203:3897:889:.399.  ff€ f° f ¾n  °f¯¾  f¾°¾¾  f° ½ ¯ff¯f° ° f€ °–f°¾¯  ff¾½ff¯ ¯½   ¯f°f @¯ f f$° f€ @f°¾€ f %f°f ¯°–° ff¯ff° ° ¾ f°f% @ f°f °ff°–  ff½ °  f°¾¯  ff €f ff¾  °–f°½ °  °–f°f°–    °–f°ff   f½f f¾€f¾f°  °  f¯f   ° ½ ° ° ¾½ff   f°–° © €f¾  f f f%f¾f%  ¯°–°f° – ° f¾f¾ .9078950309.7..  f°f€ .50309.884.9.35030/03.3/.7:8 202-0.25:-079.3.88 20249709 /.3.9039.3.8 /.3507..90780-:9 3897:20393.3:. .842.3.3 3.59203.39..../.3:.7 842.9.30307.8.39039.2094/0:.9.3.7.3.3.3.5.3/909 :-:3.3.3:.3 /..

3 . ° °–¯ ¯ f – ° f¾f¾ 9 f°f°f .7.90789!0309.

43/8.91203:7:94/.2030.910--0781.3:.   50309..9.3.38:308:2-07/.3/03  .. .350309.3. 90702.9078950309.2.:.   /.9.3907:25:-07-039:.9. 9/.3897:203:3...3:.2-.9.7./.3.9..9.:./.9/087591 /. .9.35..7 803.  . ° °– f¾°f .35./././.

.120.3/.3  57480850309.::.8.70107038904798.9.3:.:4:9./.309.80./5 2.9..3.5.88/.7.3:./. &39:203.32.8..-7:2:8.9.32.3.3..420   50309..9203:8:3 3897:203950309..3:.802039..3.3700.75./.9503:25:/.7./.50309/.3:.35.3808:.3/03.91 -0794.93.91 $090.9 202-.91/.9.3.3.9..9.3/:91   50309..3:.32.910-2030.9.3-071757480850309.74-0.380-.91 50309.  !0309.7.399..3 -09: -09:2.908  ..5.399.574808/.789:/503/.3/.50309/..574/:.3..  ...399.5.907892094/0:.5.9-07:5.381.2094/050309.3 3897:20393/:3.3/909:39:203/.3:.8.9.910-2030. 2..:.

883.907.3-07:5.3  203:8:33897:2039 203:25:.38:3202.3907.32094/050309..99: ..3-07-039:545:.3:93.:..850309.5.:084307 :39:50/42.3/.3.8.././.3  57480850309.3.9..91.9079039:  0825:.:5:38./..9:202.3.8.3.50/:.8-0781.5.7/.3:.570/:8.8.9150309-0:2-0:22022./..32.54-090780-:9 $090.071.8502094/44:39: 202.9.3.3./..:5:3/...9./..39047/.8:4-0.:::3.250 $090.9..3 203/.8207.3502../80-:99.78:.8..83907.3/03..9.82..: 033.989.:.8:4-0 50309:.390389./.88:39:203.3.8 ./.9.57:2:8./.3203:549088.503.8:4-0 50309 9039:2.203:8:35:9088207:5./9025.907:25: 80..91 .22094/0:.808:..207:5.:..3 2.-.9:5074/050309.202.7.3./.9.5/.3 !.- 7:2:8..30.3.3/.9 80..3.3.:4-807.9.32.3 .3.3/.9:2:2  %.8 !03:25:.. !03:3.3549088./..3.9./.9:./..320.4-09079039: -. 80/.8 909.38079.35...5.3907.3.8504.343805.3/.3700.. .8..

3203..9..2.3-.9.750309.39994..90079039:  %.5.9:-..8.8.3.3/902:..3.9.8.91 909.14.509..5800.8.7:82.3203.:.:.5:39:20214:8.91/.8.3-072.25:203.53503092070/:8/.390.3203/./808:...9:545:./.8..5./03.: 2094/0:./..35./.7:.331472.38:9/.9../.91/:3.8..50309 /.8/.5030920..9.399.9.8.3.9.3:./909..3902.3/50740203.3:8.7203.39.8...91 O -.399.3:..35.399.5.38:/...390.:503.5:.. -.3.3./507405.2907.3  503:3.2.3/50740 2./.9/:3.33/09..9.9. !.9.5.9.  $090.8.3:39:203.3:3.720.82..:31472.7/.9.3/.5/.32094/0:.  .50309./0-73. 2..3 549088..5 5079.91-:..8  O ./.331472.943 !0309203:7.7.3 50309.9.8  O .20343897:8/.5.3/.7:  .31472..1/:52.7.314.:8.:./.7:507.331472.3800/.:2:-.3:.88.8 31472.:2:.32094/0:.3207:5.920302:.3 549088.9.78:.8.9.9.:8 !03092070/:880./.0.5030933203/.

5.9/::7  .:7.8.3/.3  O ./.3.8:/203:54908850309.31034203.5.9 -07/.3  O .302578/..3.3/.50309-072.9.920399079039:907..970.5030933203/.9.7.5.

/.8 2.3 702./.2507.: 7..32094/0:.5  &39:202....3.8702.5.50702-.3  ½ $$f–°–¯f¯  ½ ¾¾ n¯$$$$¯  ½ ° f° ff€ f° f°f€$ ½ $$ ¾ °€$$$¯  ½ ° f° ½ °  f° ¯ ½ $$ ¾¯  ½ ¾¾ n¯$$$$°¾ ½ ½ ° f° f°f€ f° ff€ $ ½ $$°f¯f ¯° –¾½ n¯$$$ff f° f°f °  ¯ .907.507.347..39047  &39:202.25. 030980..39039.  &39:202.3  &39:20302-.30-03.3.3574/: 9079039:   503:3.2.3.23907.884.9.2..  02./-.22.3..3-0:20..850309.80.50309.9.3/./9.:.7./.8.3.:.:2:332.7.39.33203:907.O .8.89.9.91 O O O O O O -..3.3 9047/./.9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->