P. 1
Analisis Awal Pengelolaan Limbah

Analisis Awal Pengelolaan Limbah

5.0

|Views: 460|Likes:
Published by api-3697419

More info:

Published by: api-3697419 on Oct 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

Rabu, 05 Januari 2005

PANTURA

Pesisiran

Analisis Awal Pengelolaan Limbah
Oleh: Heri Setiardi MENCERMATI berbagai peristiwa yang menyangkut pengelolaan limbah, baik limbah home industry maupun industri besar, baik itu yang menyangkut persampahan ataupun sisa-sisa hasil produksi yang terbuang. Perlu mendapat perhatian yang serius agar dalam pelaksanaannya tidak timbul konflik. Seperti sering kita dengar saat ini, seperti halnya kasus TPA Bojong Jawa Barat ataupun konflik pembangunan saluran limbah tahu di Kabupaten Tegal. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi bila persiapan awal memang benar-benar dibicarakan dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Terutama bagi pihak yang terkena secara langsung dari sebaran dampak atas efek yang timbul dari adanya pembangunan saluran limbah tahu tersebut. Diskripsi pelaksanaan harus disosialisasikan kepada pihak-pihak yang sekiranya mendapat sebaran dampak dari adanya pembangunan saluran pembuangan limbah, sehingga mereka akan mengerti maksud dan tujuan dibangunnya saluran tersebut. Rona lingkungan awal digambarkan sedemikian rupa sehingga mereka akan menangkap kesan dengan adanya penambahan saluran limbah akan memberi efek yang lebih baik, daripada sebelumnya. Rona lingkungan awal ini sebagai gambaran pembanding antara sebelum dibangunnya suatu saluran dan sesudahnya, di dalamnya diceritakan secara rinci baik-buruknya suatu pembangunan pembuangan limbah. Dengan hal seperti itu nantinya akan ada antisipasi dari gambaran yang diberikan pada pihak terkait. Antisipasi inilah nantinya dimasukkan sebagai perencanaan lanjutan atas rencana yang sudah ada. Dengan adanya dialogis rona lingkungan awal terhadap pihak-pihak terkait akan tersusun identifikasi masalah yang sekiranya akan timbul. Seperti halnya akan adanya pencemaran air akibat saluran limbah yang dibuang ke sungai, pencemaran udara akibat limbah yang berbau menyengat, ruskanya ekosistem air akibat limbah yang beracun dan lain sebagainya. Apalagi bila saluran pembuang tersebut melintas perkampungan warga perlu adanya penanaman kesadaran yang terusmenerus lewat sosialisasi program, sehingga mereka bisa sadar dan bisa menerima atas pembangunan saluran limbah tersebut. Proses pembangunan saluran limbah home industry tidak semudah membangun saluran air/irigasi biasa karena saluran limbah mempunyai ciri khusus berupa risiko pencemaran air, tanah, udara, dan

kerusakan ekosistem air yang akan mengganggu kenyamanan hidup bagi warga sekitarnya. Identifikasi sebaran dampak atas pembangunan saluran limbah yang telah didapat dari hasil analisis secara langsung di lapangan, baik yang menyangkut secara teknis pembangunan maupun situasi dinamika sosial masyarakat, perlu dilakukan upayaupaya peminimalisiran efek negatif yang timbul dari pembangunan saluran limbah tersebut. Upaya minimalisasi efek negatif ini meliputi perencanaan atas antisipasi dampak sebaran, upaya pengelolaan lingkungan atas dampak yang ditimbulkan, sampai pada masalah waktu dan frekuensi pengelolaan secara berkala. Hal yang terpenting adalah selalu adanya pemantauan dari pihak terkait, terutama dari Bapedalda Kabupaten sehingga cepat mengantisipasi segala sesuatunya yang mungkin timbul ke permukaan terutama yang menyangkut pencemaran lingkungan dan konflik sosial. Hal yang perlu mendapat perhatian atas upaya tersebut adalah siapa pihak-pihak sebagai stake holder yang nantinya akan berperan di dalamnya, baik sebagai pelaksana di lapangan, pemantau dan penanggungjawabnya. Dengan kejelasannya adanya pihak-pihak sebagai pengelola tersebut yang diperkuat dengan adanya dukungan instansi terkait, baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif, akan memberikan kemudahan dalam mengomunikasikan setiap permasalahan yang timbul. Dengan demikian apabila kita bisa menganalisis rona lingkungan awal maka akan memberi kemudahan bagi pelaksanaan pembangunan berbagai proyek/program, karena pihak-pihak terkait akan lebih memahami dan menyadari bahwa hal tersebut akan memberikan dampak yang lebih baik bagi masyarakat. (14)

- Heri Setiardi, Direktur Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Balapulang Tegal.
Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas Budaya | Wacana Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->