P. 1
Mikrobiologi lanjutan

Mikrobiologi lanjutan

|Views: 169|Likes:
Published by Sipry El Barca

More info:

Published by: Sipry El Barca on Sep 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2012

pdf

text

original

Pengertian mikrobiologi pangan Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil yang

hanya dapat dilihat dengan menggunakan lensa pembesar atau mikroskop. Makhluk yang sangat kecil tersebut disebut mikroorganisme atau mikroba, dan ilmu yang mempelajari tentang mikroba yang sering ditemukan pada pangan disebut mikrobiologi pangan. Yang dimaksud dengan pangan disini mencakup semua makanan, baik bahan baku pangan maupun yang sudah diolah. Pertumbuhan mikroba pada pangan dapat menimbulkan berbagai perubahan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. Mikroba yang merugikan misalnya yang menyebabkan kerusakan atau kebusukan pangan, dan yang sering menimbulkan penyakit atau keracunan pangan. Sedangkan mikroba yang menguntungkan adalah yang berperan dalam proses fermentasi pangan, misalnya dalam pembuatan tempe,oncom, kecap, tauco, tape, dll. Oleh sebab itu dengan mengetahui sifat-sifat mikroba pada pangan kita dapat mengatur kondisi sedemikian rupa sehingga pertumbuhan mikroba yang merugikan dapat dicegah, sedangkan mikroba yang menguntungkan dirangsang pertumbuhannya. Mikroba terdapat dimana-mana, misalnya di dalam air, tanah, udara, tanaman, hewan, dan manusia. Oleh karena itu mikroba dapat masuk ke dalam pangan melalui berbagai cara, misalnya melalui air yang digunakan untuk menyiram tanaman pangan atau mencuci bahan baku pangan, terutama bila air tersebut tercemar oleh kotoran hewan atau manusia. Mikroba juga dapat masuk ke dalam pangan melalui tanah selama penanaman atau pemanenan sayuran, melalui debu dan udara, melalui hewan dan manusia, dan pencemaran selama tahap-tahap penanganan dan pengolahan pangan. Dengan mengetahui berbagai sumber pencemaran mikroba, kita dapat melakukan tindakan untuk mencegah masuknya mikroba pada pangan. Pangan yang berasal dari tanaman membawa mikroba pada permukaannya dari sejak ditanam, ditambah dengan pencemaran dari sumber-sumber lainnya seperti air dan tanah. Air merupakan sumber pencemaran bakteri yang berasal dari kotoran hewan dan manusia, termasuk di antaranya bakteri-bakteri penyebab penyakit saluran pencemaan. Tanah merupakan sumber pencemaran bakteri-bakteri yang berasal dari tanah, terutama bakteri pembentuk spora yang sangat tahan terhadap keadaan kering. Pada pangan yang berasal dari hewan, mikroba mungkin berasal dari kulit dan bulu hewan tersebut dan dari saluran pencemaan, ditambah dengan pencemaran dari lingkungan di sekitamya. Pangan yang berasal dari tanaman dan hewan yang terkena penyakit dengan sendirinya juga membawa mikroba patogen yang menyebabkan penyakit tersebut. Tangan manusia merupakan sumber pencemaran bakteri yang berasal dari luka atau infeksi kulit, dan salah satu bakteri yang berasal dari tangan manusia, yaitu Staphylococcus, dapat menyebabkan keracunan pangan. Selain itu orang yang sedang menderita atau baru sembuh dari penyakit infeksi saluran pencemaan seperti tifus, kolera dan disenteri, juga merupakan pembawa bakteri penyebab penyakit tersebut sampai beberapa hari atau beberapa minggu setelah sembuh. Oleh karena itu orang tersebut dapat menjadi sumber pencemaran pangan jika ditugaskan menangani atau mengolah pangan.

Sedangkan jika perubahan yang terjadi pada bahan pangan dikehendaki. pengeluaran barang. saat panen. peternakan. Banyak orang yang menganggap dalam hal makanan yang terpenting adalah rasa yang enak dan penampilan yang menarik. Hygiene bahan pangan merupakan hal penting. Kehadiran mikroorganisme pada bahan pangan senantiasa menyebabkan terjadinya perubahan tekstur. karena akan mempengaruhi pada kualitas makanan yang akan dikonsumsi. tekstur. Jika perubahan yang terjadi tidak dikehendaki disebut kontaminan. tambak. kegiatan menjaga . tetapi semakin kompleks. kapang atau khamir yang menghasilkan enzim-enzim amilolitik. seperti protein. Enzim-enzim ini bekerja mengubah molekul-molekul kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga makanan lebih mudah dicerna oleh usus manusia. Dewasa ini masyarakat semakin selektif dalam menentukan kebutuhan akan makanan dengan pertimbangan adalah faktor keamanan makanan. yaitu dari: daerah asal bahan pangan tersebut dipanen meliputi daerah pertanian. persiapan pengolahan. Perubahan yang terjadi ada yang dikendaki dan ada yang tidak dikehendaki oleh manusia. Sumber: http://id.shvoong. pembelian bahan. Hal ini berkaitan pula dengan keamanan pangan. Kehadiran mikroorganisme kontaminan pada bahan pangan merupakan indikator kualitas bahan pangan.Mikrobiologi Pangan Kehadiran mikroorganisme pada bahan pangan dapat merugikan manusia. penyimpanan. Fermentasi makanan memanfaatkan kelompok bakteri. jika jumlah dan macam mikroorganismenya masih memenuhi nilai batas maksimum cemaran yang ditetapkan secara nasional dan internasional. Pengolahan makanan secara fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi makanan tersebut. Tetapi bagaimana membuat penampilan yang bersih. Kualitas makanan juga dapat diupayakan dengan memperbaiki aroma. dan aman untuk dimakan belum sepenuhnya menjadi perhatian. karbohidrat. Masyarakat semakin sadar bahwa pangan merupakan sumber utama pemenuhan kebutuhan zatzat gizi. warna. maka mikroorganismenya sengaja ditumbuhkan untuk membuat makanan fermentasi. Masalah sanitasi bahan makanan ini nampaknya masih banyak orang yang mengabaikannya. vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan tubuh.com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/2058466pengantar-mikrobiologi-pangan/#ixzz1YNo1q5Zh Faktor-faktor yang mempengruhi kualitas makanan Pangan atau makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar atau primer bagi manusia. Kontaminasi bahan pangan dapat terjadi dari beberapa sumber. Sanitasi dan higiene diperlukan mulai dari perencanaan menu. Tujuan mengkonsumsi makanan bukan lagi sekedar mengatasi rasa lapar. pengolahan. Bahan pangan kualitasnya dapat dikatakan baik. penerimaan barang. suasana dan penampilan. proteolitik atau lipolitik. dan pengolahan pasca panen meliputi semua proses pengolahan sampai konsumsi siap makan. rasa dan aroma. baik. tuntutan dan perhatian terhadap kualitas pangan yang akan dikonsumsi semakin besar. Semakin maju suatu bangsa. tetapi dapat pula menguntungkan.

c. Untuk “Danger Zone” (zona bahaya) 37ºC hingga 69ºC dimana bakteri bisa berkembang secara cepat dengan kelipatan 2 (dua). Maka penting sekali agar membeli jamur hanya dari sumber yang dapat diandalkan.jenis yang tidak mengandung toksin dan beracun jika dimakan mentah ataupun dimasak. Hidangan hasil laut Beberapa bahan makanan hasil laut mangandung racun atau logam – logam berat. Keracunan makanan oleh bakteri Bakteri berkembang biak dengan membelah diri menjadi 2 bagian atau disebut juga Mitosis.makanan sebelum disajikan. b. Bakteri Patogen berkembang biak pada suhu 37 ºC sama dengan suhu tubuh manusia. kerang dan segolongan ikan. kegiatan penyajian. Margarine Yoghurt. Bakteri ini dapat tertularkan melalui makanan yang tersentuh oleh tangan kotor. sampai pada kegiatan pencucian dan perawatan. Buah–buahan dan sayur–sayuran disimpan pada temperature 10ºC. Untuk telur disimpan pada temperature -6ºC hingga 7ºC. Keracunan Makanan Kimiawi Makanan bisa tanpa sengaja tercemar oleh racun kimiawi disepanjang jalur produksi. dan apa yang bisa dilakukan untuk pencegahannya. Kentang yang hijau harus senantiasa dibuang. lap kotor dan berdebu. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hygiene bahan makanan atau pangan : a. Seafood dapat disimpan pada temperature 2ºC hingga 5ºC. Bagaimana itu terjadi. Pada temperature dingin bakteri akan beristirahat. Pada temperature 30ºC hingga 41ºC jumlahnya akan bertambah dua kali lipat setiap 15 menit dan dalam 5 jam menjadi 1 juta. Bahan–bahan makanan seperti Milk. Bakteri akan berhenti berkembang biak pada temperature di atas 74ºC dan di bawah 4ºC. Butter. Kentang Hijau Ini mangandung solanin yang bisa menimbulkan sakit atau kematian jika dimakan dalam jumlah besar. Maka penting sekali bahwa penyediaan bahan makanan hasil laut akan diperoleh dari sumber – sumber yang terpercaya. meja dan peralatan dapur yang kotor. Diantaranya termasuk : Jamur Tanaman jamur yang mengandung toksin dari tampak luarnya mirip sekali dengan jenis. Cheese dapat disimpan pada temperature 4 ºC. Termasuk dalam ini tiram. meliputi hal – hal sebagai berikut: . Keracuanan Makanan Biologis Berbagai macam tanaman dan hewan mangandung toksin–toksin alami yang bisa menimbulkan keracunan jika dimakan. Daging disimpan pada temperature 5ºC hingga 8ºC.

terutama penderita asma sangat peka terhadap tambahan – tambahan yang dipakai dalam pengolahan dan / atau pembuatan makanan. Juga jangan menyimpan makanan didalam tempat tempat terbuat dari tembaga. yaitu semakin tinggi tingkat pencemaran mikroba maka pangan akan semakin mudah rusak. mangandung pati masak.Tingkat pencemaran mikroba pada pangan. Beberapa jenis makanan khususnya merupakan sumber baik dari zat makanannya. obat semprot serangga. Undang – undang kesehatan mencantumkan makanan seperti itu pada daftar “Bahan Makanan Yang Bisa Membahayakan” karena bakteri peracun makanan cepat tumbuh dan berkembang biak didalamnya. .Kecepatan pertumbuhan mikroba yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang telah dijelaskan di atas. Kerusakan mikrobiologis pada pangan Kerusakan mikrobiologis pada pangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tempat Penyimpanan Makanan Keracunan seng bisa timbul apabila makanan yang berkadar asam dibiarkan terlalu lama didalam kaleng berlapis seng. .Sisa penyemprotan bahan kimia atau obat anti hama Maka jadikan kebiasaan yang baik untuk mencuci semua sayuran dan buah – buahan sebelum dipakai. Bahan tambahan dalam makanan Segolongan orang. Diantara tambahan itu yang memicu reaksi alergi terhadap MSG (monosodium glutamate). bahan pembersih. alat dan perkakas dapur yang dipergunakan untuk membuat makanan. oksigen. Zat Makanan Semua organisme mikro membutuhkan zat makanan untuk bisa tahan hidup. racun tikus Bahan– bahan kimia tersebut harus disimpan terpisah dari makanan. Bahan makanan tersebut pada umumnya mengandung protein yang cukup tinggi. lembab dan rendah kadar asamnya. yaitu: . dan kelembaban. Pembasmi kuman terbuat dari bahan kimia. suhu. pH. kandungan gizi. senyawa antimikroba. yaitu aw. tartrazine (pewarna kuning untuk makanan) serta produk–produk belerang yang dipakai untuk memperlambat oksidasi (misalnya pemutih kentang atau sayuran dan juga yang dipakai dalam pengawetan buah– buahan yang dikeringkan). Dan harus merupakan bahan – bahan yang diperbolehkan untuk dipakai sekitar lingkungan makanan dan harus dipergunakan semata – mata sesuai spesifikasi pabriknya.

com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/2058520tanda-tanda-kerusakan-mikrobiologis-pada/#ixzz1YNssZDwL Contoh : Kerusakan makanan kaleng dapat dibedakan atas kerusakan fisik. terbentuknya warna hitam. parasit. Berikut ini dijelaskan tanda-tanda kerusakan. yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pembentuk spora yang memecah protein dan menghasilkan hidrogen sulfida (H2S) sehingga makanan kaleng menjadi busuk dan berwarna hitam karena reaksi antara sulfida dengan besi. terutama pangan yang telah dikeringkan seperti biji-bijian dan kacangkacangan kering. termasuk C. pemanasan. misalnya terjadinya penyokpenyok karena benturan yang keras. daging ayam. rasa. dan lain-lain. terutama pangan yang berasal dari hewan seperti daging sapi.. yaitu: .Pembentukan gas. . sedangkan tutup . kekentalan.Tidak terbentuk gas sehingga kaleng tetap terlihat normal yaitu tidak kembung. Penampakan kaleng yang kembung dapat dibedakan atas beberapa jenis sebagai berikut: • Flipper. maka pangan secara umum dapat dibedakan atas tiga kelompok berdasarkan mudah tidaknya mengalami kerusakan. ikan. gula. pengeringan. atau terjadi pengkaratan kaleng. Beberapa kerusakan kimia yang sering terjadi pada makanan kaleng misalnya kaleng menjadi kembung karena terbentuknya gas hidrogen. tutup lainnya akan menggembung. yang disebabkan oleh pembentukan asam oleh beberapa bakteri pembentuk spora yang tergolong Bacillus dan busuk sulfida. kimia dan mikrobiologi. terutama kerusakan mikrobiologis. Kerusakan fisik pada umumnya tidak membahayakan konsumen. serangga.Pangan yang agak mudah rusak seperti sayuran dan buah-buahan. mikroba. Beberapa contoh kerusakan semacam ini adalah: Busuk asam. .Pangan yang mudah rusak. yaitu: . bau. reaksi kimia. Kerusakan kimia dapat berupa kerusakan zat-zat gizi.Pangan yang awet. tetapi bila salah satu tutupnya ditekan dengan jari. Perubahan-perubahan tersebut mungkin disebabkan oleh benturan fisik. pemudaran warna. dan lain-lain. Sumber: http://id. Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas.Proses pengolahan yang telah diterapkan pada pangan. dan lain-lain. roti. yaitu disebabkan oleh pertumbuhan berbagai spesies bakteri pembentuk spora yang bersifat anaerobik yang tergolong Clostridium. misalnya pencucian. atau aktivitas organisme seperti tikus. dan lain-lain. susu. . Kerusakan mikrobiologis pada makanan kaleng dapat dibedakan atas 2 kelompok. botulinum yang memproduksi racun yang sangat mematikan. dan kue-kue. yaitu salah satu tutup kaleng terlihat normal. Pangan yang mengalami kerusakan akan mengalami perubahan-perubahan seperti perubahan warna. yaitu kaleng terlihat normal. • Kembung sebelah atau springer. atau penggunaan jenis wadah kaleng yang tidak sesuai untuk jenis makanan tertentu sehingga terjadi reaksi kimia antara kaleng dengan makanan didalamnya. terutama hidrogen (H2) dan karbon dioksida (CO2) sehingga kaleng menjadi kembung. tekstur. dan telur.shvoong. pendinginan. yang sering terjadi pada pangan.

Mikroorganisme dapat dikendalikan dengan beberapa cara.shvoong.lainnya kembung. . Ada dua metode yang sering digunakan. • Kembung lunak. Ada beberapa cara untuk mengendalikan jumlah populasi mikroorganisme. proses cepat. Desinfeksi diaplikasikan pada benda dan hanya berguna untuk membunuh sel vegetatif saja. Pada kerusakan yang sudah lanjut dimana gas yang terbentuk sudah sangat banyak. Prinsip cleaning dan sanitasi adalah menciptakan lingkungan yang tidak dapat menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sekaligus membunuh sebagian besar populasi mikroba. kosmetika dan lainnya. Tetapi jika bagian yang kembung ditekan akan masuk ke dalam. tidak mampu membunuh spora. yaitu kedua tutup kaleng kembung dan keras sehingga tidak dapat ditekan dengan ibu jari.Antiseptis Merupakan aplikasi senyawa kimia yang bersifat antiseptis terhadap tubuh untuk melawan infeksi atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menghancurkan atau menghambat aktivitas mikroba. c). obat-obatan. yaitu kedua tutup kaleng kembung tetapi tidak keras dan masih dapat ditekan dengan ibu jari. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. lantai. dapat dengan diminimalisir.Cleaning (kebersihan) dan Sanitasi Cleaning dan Sanitasi sangat penting di dalam mengurangi jumlah populasi mikroorganisme pada suatu ruang/tempat.Desinfeksi Adalah proses pengaplikasian bahan kimia (desinfektans) terhadap peralatan. autoklaf (autoclave) dan retort. • Kembung keras. Sumber: http://id. diantaranya adalah sebagai berikut : a). sedangkan tutup lainnya yang tadinya normal akan menjadi kembung. d). daya tembus kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur. Sangat efektif untuk sterilisasi karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih.Sterilisasi Proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. dihambat dan dibunuh dengan sarana atau proses fisika atau bahan kimia. Alat yang digunakan : pressure cooker. kaleng dapat meledak karena sambungan kaleng tidak dapat menahan tekanan gas dari dalam.com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/2058691tanda-tanda-kerusakan-mikrobiologis-pada/#ixzz1YNwN9sae PENGENDALIAN MIKROORGANISME Filed under: Mikrobiologi Pengendalian mikroorganisme sangat esensial dan penting di dalam industri dan produksi pangan. 2) Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi 3) Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme. dinding atau lainnya untuk membunuh sel vegetatif mikrobial. Suhu efektifnya adalah 121oC pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit. b). Alasan utama pengendalian organisme adalah : 1) Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi. yaitu : 1) Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan.

dimana yang tersaring hanyalah bakteri saja. d) Red heating : Pemanasan langsung di atas api bunsen burner (pembakar spiritus) sampai berpijar merah. b) Sinar Ionisasi : yang termasuk sinar ionisasi adalah sinar X. anggur dan makanan asam lainnya. Tyndalisasi dapat membunuh sel vegetatif sekaligus spora mikroba tanpa merusak zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang diproses. Penelitian dan penemuan senyawa kimia baru terus berkembang. antibiotika. b) Tyndalisasi : Pemanasan yang dilakukan biasanya pada makanan dan minuman kaleng. Alat yang digunakan pada umumnya adalah oven. telah banyak agen kimia yang berpotensi untuk membunuh atau menghambat mikroba. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit.Pengendalian Mikroba dengan Filtrasi Ada dua filter. Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat yang sederhana seperti jarum ose. Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. Sinar gamma : Kekuatan radiasinya besar dan efektif untuk sterilisasi bahan makanan. Biasanya dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi. e) Flaming : Pembakaran langsung alat-alat laboratorium diatas pembakar bunsen dengan alkohol atau spiritus tanpa terjadinya pemijaran.Pengendalian Mikroba dengan Suhu Panas lainnya a) Pasteurisasi : Proses pembunuhan mikroba patogen dengan suhu terkendali berdasarkan waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi. Sinar X : Daya penetrasi baik namun perlu energi besar. e). a) Sinar UV : Bakteri yang berada di udara atau yang berada di lapisan permukaan suatu benda yang terpapar sinar UV akan mati. f).2) Panas kering. Pasteurisasi biasanya dilakukan untuk susu. dll. Seitz (dari asbes) dan seluosa. yaitu filter bakteriologis dan filter udara. Sterilisasi dengan sinar ionisasi memerlukan biaya yang besar dan biasanya hanya digunakan pada industri farmasi maupun industri kedokteran. pipet. Agen kimia yang baik adalah . Sinar beta : Daya penetrasinya sedikit lebih besar daripada sinar X. b) Filter udara berefisiensi tinggi untuk menyaring udara berisikan partikel (High Efficiency Particulate Air Filter atau HEPA) memungkinkan dialirkannya udara bersih ke dalam ruang tertutup dengan sistem aliran udara laminar (Laminar Air Flow) h). Chamberland (dari porselen). a) Filter bakteriologis biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang tidak tahan terhadap pemanasan. alat suntik.Pengendalian Mikroba dengan Bahan Kimia Saat ini. sinar alfa. Namun spora dan beberapa virus masih dapat hidup. Suhu efektifnya adalah 160oC selama 2 jam. Diantara jenis filter bakteri yang umum digunakan adalah : Berkefeld (dari fosil diatomae). c) Boiling : Pemanasan dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan pada suhu 100oC selama 10-15 menit.Pengendalian Mikroba dengan Radiasi Bakteri terutama bentuk sel vegetatifnya dapat terbunuh dengan penyinaran sinar ultraviolet (UV) dan sinar-sinar ionisasi. sinar beta dan sinar gamma. serum. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit dalam waktu tiga hari berturut-turut. biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium. rum. misalnya larutan gula. Boiling dapat membunuh sel vegetatif bakteri yang patogen maupun non patogen. g). antitoksin. Sinar alfa : Memiliki sifat bakterisidal tetapi tidak memiliki daya penetrasi. dll. Teknik filtrasi prinsipnya menggunakan penyaringan.

2. Semakin tinggi konsentrasinya maka efektivitasnya semakin meningkat. Golongan oksidator seperti golongan halogen. b) Agen Kimia merusak enzim 1. cara kerja agen kimia ini digolongkan menjadi : a) Agen kimia yang merusak membran sel mikroba. b) Agen kimia yang merusak enzim mikroba. yaitu : a) Konsentrasi agen kimia yang digunakan. dll. d) Adanya bahan organik dan ekstra. c) Agen Kimia yang menyebabkan denaturasi protein Agen kimiawi yang menyebabkan terjadinya koagulasi dan presipitasi protoplasma. seperti alkohol. peroksida hidrogen dan formaldehid.yang memiliki kemampuan membunuh mikroba secara cepat dengan dosis yang rendah tanpa merusak bahan atau alat yang didisinfeksi. Pada prinsipnya. c) Sifat dan jenis mikroba. merkuri. e) pH atau derajat keasaman. kationik dan nonionik. Mikroba yang berkapsul dan berspora lebih resisten dibandingkan yang berkapsul dan berspora. gliserol dan bahan-bahan asam dan alkalis. . c) Agen kimia yang mendenaturasi protein. Efektivitas bahan kimia dapat berubah seiring dengan perubahan pH. Golongan Surfaktans (Surface Active Agents). a) Agen Kimia yang merusak membran sel 1. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas agen kimia di dalam mengendalikan mikroba. Adanya bahan-bahan organik dapat menurunkan efektivitas agen kimia. Semakin lama bahan tersebut kontak dengan bahan yang disterilkan maka hasilnya akan semakin baik. Golongan logam berat seperti arsen. 2. yaitu golongan anionik. b) Waktu kontak. perak. Golongan fenol.

..25./-:..79.7304:79 0080/.3/.3. 9:907. :2.305.5.902507..3.9..:.   - 07.:3.3.:/80-:9:../.947.3.3.9:70  .3:39:503. ..3./..5.9202503. 902507.35.9 %072./.3-079.34947   ..3/..3805079 :9907 .907-8.3-8.3.2032-:.9.-.3.3 .340-.3.32.../.05.3448 07-.7407..99079:.3.78:2-07 8:2-07.5.3 8..8..9:70  &39:90:7/825.:.3. .3./805.380-0:2/8.9.73.380443.3/825.3 /.3.9..3.3.38::9:-:2./..3.3.3.7...:7.3 .-.9 ..  !.-07:9 .7.3   /.8:  ...32.9./.3.380..25.:9 0-07.8 /.3 07...35....3.7:8803.5.3. -08.2 4.3-.:3.3.30./03.3.3 0.9/.3-8.3 8.1.  :.5030/.3203..9/03.902507.7202-0..5.2.8::  8.2.5.: 32.947 1.3. -.9.2..3.3507.80-.2-./.902507..3..:2.3/.2:2./. .907 ..3.2:7 %.3.907..3/:39483/. .-.35.7 039.3/./03.5:7.3-..54947/..3.3  ..9.78:2-07.3/.:7 8. 07.0..3-... 5039380.3.3/./7203..:92.9:70/33-.5.-0702-..:.902507../2.3.2.9.3-07897.3   07:9.3/.3/:37./.307430  43..9.35.  &39: .9072.9/825.9809..   .3.144//.9. -:.3/:39483/.2 07./:9.3/.3507.9488  !... 07.27580.9:70/.5..9.203.32.52039/...9:70 3..8.3-8.   $0.2032-:.3..:.3/50740/.3038 038 ../:..3   039.3./2...320./2.:7574/:8 .5.32.8.29.3/825.:5:3/2.2:7.3.:3.907./../03.3-07039-0702-.3-07..907!.34947 .2./ /.3.9:70  3.907.2.907-0702-.2.:..32.:4./.8: /.3-..32.3/.  3.32039.33..7.3/-.3503.3.9.:5.2:7.39.39/..2203.9403-0702-.0./.2-07.5.9./-.3/:39483 9483.9/825.5039380. 205:9.9:70 3..3 2.3.3503.3.8..:02. /2.5.3907507.35.9.3. 902507.:9.38./.2.02.8.:3..3.7.:32.2397.803.3 /:.39078039: 409.39.7:030-.9073/.   ./.3:8.902507.33.35.9:70 3.902507.3/:384.:3.3 -.3-8.3202-0.3..3-07/0-: 20.

/.85.7:8207:5.503025749.3..85081.3.3.3/..8/.3 907:9. $8.9/..3-.3..9..3803-8..30-..3.72.7:8/825.3//.809.3 /507-40.//..9..2-..39.390758.99025.2-.3 $0443.39..950.3/.3502-078  7.3 /5...2.3 -.5:7 .380-0:2 /5.9907-:.3..3507.3 -.3.82:2.98025749807.347.8.73:3.3-. -.8.7:8/507:3.8.32.:.3.2.3 . 808:.7 902-.3. 2.:39:203.25034..3..3/507:3.802:.. .2.3:39:/5./.3/./.9/.32.-.22.3-:.3..:..3907-:.03-07.3.3....7.907.:39:8 .. 4-.....3907./.92-:...2-.3.....2 .32.   !02-./.3/.3 .2/-.9.2.320325.9!0325.   %025.3.29025.3-..32.82.3 07.:3. -:...   ..59.32.503/079..3.3.7-.-73.8.3802.3 9.9/.:7.3-07..3..3.3:39:202-:.9.58803 :.5.:4-.90780-:9..7.92.

/.38050799:5..38:2-07-.35079:2-:.390./0.9 2.8.2-.9:802.3.7 .3274-4485.19..948/.7:401.3:8:83.1.5.5$ 243484/:2:9.32:/./.05.3820274202-:9:.32.3/:3574903./. 2.:8.: 70.39..3.3802.3.9.09...7.::593 2....3080.47.9: %3..3703/../.3:.3/:3.8..038 2.:2:23.5.3:39:-8.02..3... 8:: 4803 /.9:.9../.9503.9.3/503.3.-/.3/ .3.3..703.38.3  .05.3002-.574/: 574/:-007.9.  0.3-0702-.3/:35.3.947 .39:.8 28.:502-:.99:2-:/.2-..92.3.3 :3/.5.02.203.7.3 /073.3.:33:39: 2.3 2.3/5..39274-.3.3..:7.3274-..3..3.32.07907.7..23.3 .3. 02-.39:2.3 8079.7.3.-.9.8.3 203..02-. .:32.3/./.3.3.3.390780-:95.33..73.9.2503. &3/..92.3 .5.3/503.7:40-07-.3-:.9.3../.3..9.207:5..30 50.3   .-.3/5.3274-.9503.9. 5 .3202.23.797.3..3  .:39:202507.//.947.. 502:9039.947 1...3/:5 0-07.7./. -:.39393.3 $02:.2.8 .3 803.90 9..5.3274-..7:8./.3.907507..3-.    ¾ff°¯ –¾½f f½f°–f° 07:8.3.8.

3   $:2-07995.3.3 8:8: /.3 503073.3-07.3..3..3203.:7. /.5.5.:.32:/.5  /.:.3.7..3 507:-.8.38.503....9.380.390..38208050799:8 5.3/.:2:2/.8050798.3 .3   07/.3.3-:./.3  503/33.7:8.3.8.8.947 1.3 .207:8.2:/.5.3.5.94790780-:9/.-. 274-.3..9/-0/.3.207:8.390780-:92:33 /80-.340-039:7.3 07:93/0.3.2507:-.3 749 /. -:.7.3.. !748085034.3 .3   !.203.3. .38073907.3274-448 .3..9/.5..3 /.9: !.2./.9./.3203.3 28.3.3/.7.3.3.3.3. 907:9.9.9.5.3805079- -.3. 07:8.. 04254-07/..70. /./073.9.07:8..../5.39.82.. 9..35.8 2.3 .3805079507:-.2.3.3.3 /.7:8.89  807.73.8.3073 :..3.3.3.3.3.3.3.: 7.5.3 .3:0 :0  !.3 !07:-.3 .09 907:9.390.3 .3 507:-./907...318 70.7.847.3/. -.3...2.89.3 907:9.3805079/..3 502. 9089:7 0039.32:/.2 .8.390:7  !.8..31.3.3/.3..

.

443 .42./ 8.

.0.08.03.9 8.

-40330073 .3/ -490.344.

/. 9..3/.3/.3 274-448 5.  9. 07:8.

9.8.3.7.9 .8 907:9.3.074-./503.3..03/03.439407:8. .9 .3..3-.9/-0/...32..32020..8: -49:3:2.38073 907.25..3.8803.03/.7. 80/...-.5.32..302-:3/.8..340502-039:.73. 70.5.3./3.3.-039:7.:857307 .33. .5.73.32.38.3 /80-.907.2 .808:.9.8 07:8.7.32..2.320302-:3  W02-:380-0.:39:0382.9:.703.9.03907.03.9:9/.907-039:.3203.9.3.9/.03.5./ 70.8 /7403 907-039:3..2.9:9:9:5.5.3-07-.-.9-07:5./.:907.3274-4485.9./.39074434897/:2 9072.3.:3 ../.3.2.   803./03.3 -0781.3 /74038:1/...8.39/.3-08  !02-039:.7-43/48/.../.907502-039:8547.03   07:8..8.3.3202574/:87.82.703.07:8.9.3.202-.03907..3....574903/.318 2.:2:23..0328.9:8..3.9.9.9/-0/.9:9:9:53..907-039:3.39..7.5.9202..2 40-0-07.. $ 803.73.907502-039:8547./../.: 503:3.3.88    4394 07:8.3405079:2-:.07:8..93472.39.39079039:803.3./-:8:/.703.23./90.:8/.5034 5034.03909...03203.3..02-:3 0-07.807:8../02-:3.3.8.9..3.9: %/. 909.5.-.8.93472.907.8-0-07.23.907502-039:8547..850808-.3.7 9:9:5 .3..3438:203 28.39:9:5 ./5.5-.3-:8:8:1/.9/-0/..3038.8.3//....3..804254 ..-07:9 W5507 .5.5907.3/80-.9:/80-.3..3405079:2-:.2 502:/.:8:.038 80-./ 02-:3 .93472.2.3./.2.3 !03.9..307.03203./7403  /.-.3185.. .03203.3.3907443.3274-44  07:8.03/.3. 0-07.3802.9.8:1/.3-07..3..3/03.

8 .3:9/2.0302-:3/. .07:8...3203.8.3907-039:8:/./02-:3  W02-:3:3.03/.7 /.3.3 /03..9:9:5.3 /03.2 80/.307.5.9:0/:.9200/.02-:3 %09.33.039/.9/90.3 9:9:5./.390.9 -..8./3.2-:3.59/.3.7  W02-:307.3.3472.3. .07.3.32.703.3.../.33.302-:3/90..3-:.3...9:0/:.-.38:/.8:0/.3.5.9/90.9/.32.9:9:5.7 !.5.8803.2   $:2-07995..3./.0302-:3909.5...3-:.39.8.8/.9203.5.8/.8/..3.

.

42./ 8.443 .

0.03.9 8.08..

344.-40330073 .3/ -490.

  9./. 9.3/. 07:8.3 274-448 5..3/.

3574/:8 5.0.3 4-.7.3820/.23/:897/....3820  7447.545:.2-.  03.3820 5.350393//.87  /.:39:20303/.3/..3$.39073108  03.7./..3.327447.38208..3820./.3-.39.9.3507:8.8:.3.  /.3:9.950393//.8227447.3 48209.32.347.8 0.3820 /.5..9/03/.3 /. 80-.-0-07./.3.39..7..3.50303/..0.502-:8:.88.9/03.7. . 0.33108   02-.3$.38205..5.3.3.2.3/-:3:/03.3.-07:9 ..5.39.9/.38.0  !# #$ 0/:3/0774-44 !0303/.9:7:./.3/232.34027447./.3.2203:7.827447.33/.:57480818.. /.3503...3:2.3.545:./..33.8.33 0-078.7.9 4-.9..3:2.9/.:-.9..3/03.908038.3-0-07.827447..8.5.5030-.

39.-03/.3 ..8274-.574808503../.5079:2-:.25:202-:3:8547.9..91274-.902-:8:.9:  !./.9./.:39:202-:3:80.9.9.0.203. 2030/.38:2-073:978-.38.9 !7385.3002-.5.4.38 907.203./8907 $9078.38::././:.3.7.3..3.59.9..80.9 /.32030-.5.9/.3.3802:.39..327447..9.703.2.9025.:.-/03..:.3.8.0. /.  .009.3:.3503..-.8803.3.503:-0790.3.3.  ..: .-.3 9/.5.8 /.009.9./.: 203.3. 3980598 07:5.9 93803.8274-..2025072:/.:/.857490380 80274-..:8202-:3: 80-.33.3 $.3-08.:203.899// 574808.3 3108.3803./.5.7545:.380.:7.33:3.3..33/.5./.88073.3.45.92030/. -07:3.35.32.3820/03.:39:202-:3:80. 083108 /.5.9..2.2-..3.918.3..3/03.5507.203. 083108/.802-.3-. /3/3..3274-.3 .0380/:5.8. 9/..901091:39:89078. /083109..8.3-0781.8.:7  $::010913.3.3:/.:7.38.59:-::39:20.3.38073/:3.3980598907.8 !74808203.90.2094/0.3.9.05.5079:2-:.7.8.  / $9078./.

1 .2/03.9.3709479  .3.:94.0 /.4407 .3 /:3..9:89....:94.357088:70.72039 .3/.

3 /2.. .91-.4. $::502.9.9.3  $3.397.-.3.8073 -.3.3./.23..2070-:8-.7:97.907./03.8..8-.9:9.3.$3.-0701803893:39:203.3 907.8502-./:3.3.3:.503097.3.7:907:8-0702-.8.301091:39:89078.3-0-07.942./3...3 032.-078.3.3.7 .8-.9403.3274-.22.3.7-:3803/03.3..7./03.9180.3..9..9.9:1907-.907:/.9./..7:9.8.9 ...3.22.9075030-.8-08 /.9907-:3:/03.73.3 -.:! 202:33./.5.9 .75..8.38:3.3803.35.907.22.890:78.2:3507:0307-08.8.3-07.0:.9 ./.3/03.3/:3//..3.-07/./.  !0309.380:48.9.3-.2.2.2574808 5.3/.5. $.32..009..35.3.3:39:20389078.9274-.35.3.7-09./03.2.3/.33.9.-08.  2039/.3/574808 $::502.:./.503097..:5:33/:8970/4907./.39/.3.7438.-0780/.3/:8971.-039:80.7.947:2 $:: 010913.-.480./.5.38:.7/.3.23.7438..5-:3803-:7307 502-.33.383..33.3-.7.75478003 $09 /.907.374-.7 .907448-..83.-47.2 .7.323:2...2..3.:5:3343 5..2:3 9/.3./.83.8.3.23!02-.5./.3 2.35.3/.3:7/.9 .:. 2039 43/.009.8 .3:39:2038907./03. 83.3$::!. ..350302:.207:8.3:39:8:8: 7:2 .9403 .39075. 0381907-.9.5.8-.7207.3.80/90--08./.7:82.8.3-..98:39 5509 /  / #0/0.27:.3.9.7.3-..... 807:2 .7:2480  0 ././.480.9/:5 .3. !.3-./.37.8.7...-.8  ../.94032..7&'... /:3.913.9202-:3:80.3-08.3907-:3:.5.1...503097.-.202/.8.8.7.9075.9.83.7148/./:.8/.9 0/4907.383..32.9078/.9-.72.8 /..3.2:38547.7 83.3:2:2/:3.907.39072.8.8/.39072.032.3.32.7.9..907.8.2.35.3.3.3 9079:9:5/03.7.7/..323:2.8/03.7-079:7:9 9:7:9  ..3/8907.3:/.3.783.9202-:3:80. $9078...-47.35.35./..7.-0-:8:.388902.5502.:.9078..8.25.73:/.8!74808502-:3:.2. . 2039  ./.9  .907907.7.03.35033. .3-.9505.-.0 .3.82..9.907448/. .7&'.3/:3.. 907-.8.3.3/.:88547.9.:..././.203:3.8.9.37088903:39:/-.38::90703/.78579:8 8..9403/..  .3.947:2/.820207:.3 907..774   !0303/..7.3. !.383.3.8.9.58.8:83.8.35072:...3 .33.7438.374-.7.93!02..502.7.31907:/./.3 28.03  %3/..7/.3#../.7./.0281..909./.7.  .35..3.2-..2.03   0 !0303/.7.3.890:78.790 11.83.39-49./:3.3/.374-. $3.. 480..:/.:8579:89.8.7  $3. !.93 90.38:3/. -075.7  $3.383.8..5.1907 .890:78.3.5.:.3/ /.8.2.%3/.:2:23..274-.3-07549038:39:202-:3:./.3 ..:203./.1.44.8 573853.59/.33.82 .-.9403/03.8.2.3  1 !0303/. 43!02.805079. !.8.3   !0303/.3.907907:9.73.009..5.374-.39078./:/.380/07.3:39:2038907.399483 / %03197.7 83.3.3.8:: 4 80.79.3503..8.3.9:02.07010/ /.7.39.3 ...7-09.7.7438.9: -03/.35..8!02.2-07..8  $3.3-07.3.3.../:3..409 &' /.

-.3 $02.9.58:/...3203.2/.-.5.2.207:8.3207:8.1.-.4.44 8074/.  .947805079443.8574945.220303/. 74-.0..34.8574903  /.3/:3. 4380397.35.032...32033. .  / /.2..380  443./.9203:7:3.3203/03.3.....  .38 $:71.3$:71.8-.3-07.31034  .30897.320202.947.-.3/03...:/07.3570859.3.3207:8.3934380397.00398 .8.9:7.3.31472.9805079.032.347..8/./7403/.83.2.3.032274-.05..3.573853.3-078547.7. 032. $1.3-.9.9-07:-.9. 207:8.3.//.3207:8.3/./ ./03.  0 5. 032.032.3507:-. /.3 34343   443.3 0109.348/..58:/.2-07.90.943/.8.8..3-078547.3-..9/03.-0-07.3-07..9.:.9.5..-.8   .032  443..3..3/.9/..3-..8574903 032.25:.. .802.82.3//83108  !...3907.80.3/488.380274-..3.83./3.9: . 0109.0-7088903/-.3 5  .032.3/443.9.343 .9..-..9:439.:.347.032.202-7.9:443.3/8907.3.7803 507.32030-.32./.8. $02.9. 032.9:7.  .3703/..5. 032.3802.7:0109.83.8...9  .32030-.3 -.390780-:9439.9.032.3038274-.3 109.7.3 ../0/  .9.32.3 -.403 50748/.3202503. . 805079 . 207:7 /   443.8073/03.07.3/3.3202-:3:274-..202-7..3 274-.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->