Pengertian mikrobiologi pangan Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil yang

hanya dapat dilihat dengan menggunakan lensa pembesar atau mikroskop. Makhluk yang sangat kecil tersebut disebut mikroorganisme atau mikroba, dan ilmu yang mempelajari tentang mikroba yang sering ditemukan pada pangan disebut mikrobiologi pangan. Yang dimaksud dengan pangan disini mencakup semua makanan, baik bahan baku pangan maupun yang sudah diolah. Pertumbuhan mikroba pada pangan dapat menimbulkan berbagai perubahan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. Mikroba yang merugikan misalnya yang menyebabkan kerusakan atau kebusukan pangan, dan yang sering menimbulkan penyakit atau keracunan pangan. Sedangkan mikroba yang menguntungkan adalah yang berperan dalam proses fermentasi pangan, misalnya dalam pembuatan tempe,oncom, kecap, tauco, tape, dll. Oleh sebab itu dengan mengetahui sifat-sifat mikroba pada pangan kita dapat mengatur kondisi sedemikian rupa sehingga pertumbuhan mikroba yang merugikan dapat dicegah, sedangkan mikroba yang menguntungkan dirangsang pertumbuhannya. Mikroba terdapat dimana-mana, misalnya di dalam air, tanah, udara, tanaman, hewan, dan manusia. Oleh karena itu mikroba dapat masuk ke dalam pangan melalui berbagai cara, misalnya melalui air yang digunakan untuk menyiram tanaman pangan atau mencuci bahan baku pangan, terutama bila air tersebut tercemar oleh kotoran hewan atau manusia. Mikroba juga dapat masuk ke dalam pangan melalui tanah selama penanaman atau pemanenan sayuran, melalui debu dan udara, melalui hewan dan manusia, dan pencemaran selama tahap-tahap penanganan dan pengolahan pangan. Dengan mengetahui berbagai sumber pencemaran mikroba, kita dapat melakukan tindakan untuk mencegah masuknya mikroba pada pangan. Pangan yang berasal dari tanaman membawa mikroba pada permukaannya dari sejak ditanam, ditambah dengan pencemaran dari sumber-sumber lainnya seperti air dan tanah. Air merupakan sumber pencemaran bakteri yang berasal dari kotoran hewan dan manusia, termasuk di antaranya bakteri-bakteri penyebab penyakit saluran pencemaan. Tanah merupakan sumber pencemaran bakteri-bakteri yang berasal dari tanah, terutama bakteri pembentuk spora yang sangat tahan terhadap keadaan kering. Pada pangan yang berasal dari hewan, mikroba mungkin berasal dari kulit dan bulu hewan tersebut dan dari saluran pencemaan, ditambah dengan pencemaran dari lingkungan di sekitamya. Pangan yang berasal dari tanaman dan hewan yang terkena penyakit dengan sendirinya juga membawa mikroba patogen yang menyebabkan penyakit tersebut. Tangan manusia merupakan sumber pencemaran bakteri yang berasal dari luka atau infeksi kulit, dan salah satu bakteri yang berasal dari tangan manusia, yaitu Staphylococcus, dapat menyebabkan keracunan pangan. Selain itu orang yang sedang menderita atau baru sembuh dari penyakit infeksi saluran pencemaan seperti tifus, kolera dan disenteri, juga merupakan pembawa bakteri penyebab penyakit tersebut sampai beberapa hari atau beberapa minggu setelah sembuh. Oleh karena itu orang tersebut dapat menjadi sumber pencemaran pangan jika ditugaskan menangani atau mengolah pangan.

Dewasa ini masyarakat semakin selektif dalam menentukan kebutuhan akan makanan dengan pertimbangan adalah faktor keamanan makanan. Kontaminasi bahan pangan dapat terjadi dari beberapa sumber. pengolahan. peternakan. rasa dan aroma. tuntutan dan perhatian terhadap kualitas pangan yang akan dikonsumsi semakin besar. Sanitasi dan higiene diperlukan mulai dari perencanaan menu. warna. suasana dan penampilan. Kehadiran mikroorganisme pada bahan pangan senantiasa menyebabkan terjadinya perubahan tekstur. karena akan mempengaruhi pada kualitas makanan yang akan dikonsumsi. kegiatan menjaga .shvoong. baik. Tetapi bagaimana membuat penampilan yang bersih. dan aman untuk dimakan belum sepenuhnya menjadi perhatian. maka mikroorganismenya sengaja ditumbuhkan untuk membuat makanan fermentasi. persiapan pengolahan. dan pengolahan pasca panen meliputi semua proses pengolahan sampai konsumsi siap makan. Pengolahan makanan secara fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi makanan tersebut. Enzim-enzim ini bekerja mengubah molekul-molekul kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga makanan lebih mudah dicerna oleh usus manusia. Sumber: http://id. Perubahan yang terjadi ada yang dikendaki dan ada yang tidak dikehendaki oleh manusia. Tujuan mengkonsumsi makanan bukan lagi sekedar mengatasi rasa lapar. saat panen. karbohidrat. Semakin maju suatu bangsa. Banyak orang yang menganggap dalam hal makanan yang terpenting adalah rasa yang enak dan penampilan yang menarik. seperti protein. Hygiene bahan pangan merupakan hal penting. Jika perubahan yang terjadi tidak dikehendaki disebut kontaminan. Kehadiran mikroorganisme kontaminan pada bahan pangan merupakan indikator kualitas bahan pangan.Mikrobiologi Pangan Kehadiran mikroorganisme pada bahan pangan dapat merugikan manusia. pembelian bahan. jika jumlah dan macam mikroorganismenya masih memenuhi nilai batas maksimum cemaran yang ditetapkan secara nasional dan internasional. Fermentasi makanan memanfaatkan kelompok bakteri.com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/2058466pengantar-mikrobiologi-pangan/#ixzz1YNo1q5Zh Faktor-faktor yang mempengruhi kualitas makanan Pangan atau makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar atau primer bagi manusia. tambak. kapang atau khamir yang menghasilkan enzim-enzim amilolitik. Masalah sanitasi bahan makanan ini nampaknya masih banyak orang yang mengabaikannya. tetapi dapat pula menguntungkan. tetapi semakin kompleks. vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan jika perubahan yang terjadi pada bahan pangan dikehendaki. Kualitas makanan juga dapat diupayakan dengan memperbaiki aroma. tekstur. Masyarakat semakin sadar bahwa pangan merupakan sumber utama pemenuhan kebutuhan zatzat gizi. proteolitik atau lipolitik. yaitu dari: daerah asal bahan pangan tersebut dipanen meliputi daerah pertanian. penyimpanan. penerimaan barang. pengeluaran barang. Bahan pangan kualitasnya dapat dikatakan baik. Hal ini berkaitan pula dengan keamanan pangan.

sampai pada kegiatan pencucian dan perawatan. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hygiene bahan makanan atau pangan : a. Butter. Seafood dapat disimpan pada temperature 2ºC hingga 5ºC. Untuk telur disimpan pada temperature -6ºC hingga 7ºC. Keracunan makanan oleh bakteri Bakteri berkembang biak dengan membelah diri menjadi 2 bagian atau disebut juga Mitosis. Diantaranya termasuk : Jamur Tanaman jamur yang mengandung toksin dari tampak luarnya mirip sekali dengan jenis. kerang dan segolongan ikan.makanan sebelum disajikan. c. Pada temperature 30ºC hingga 41ºC jumlahnya akan bertambah dua kali lipat setiap 15 menit dan dalam 5 jam menjadi 1 juta. Margarine Yoghurt. Bahan–bahan makanan seperti Milk. Keracuanan Makanan Biologis Berbagai macam tanaman dan hewan mangandung toksin–toksin alami yang bisa menimbulkan keracunan jika dimakan. kegiatan penyajian. Bakteri akan berhenti berkembang biak pada temperature di atas 74ºC dan di bawah 4ºC. Cheese dapat disimpan pada temperature 4 ºC. Kentang yang hijau harus senantiasa dibuang. Pada temperature dingin bakteri akan beristirahat. Daging disimpan pada temperature 5ºC hingga 8ºC. Kentang Hijau Ini mangandung solanin yang bisa menimbulkan sakit atau kematian jika dimakan dalam jumlah besar. Maka penting sekali agar membeli jamur hanya dari sumber yang dapat diandalkan. Keracunan Makanan Kimiawi Makanan bisa tanpa sengaja tercemar oleh racun kimiawi disepanjang jalur produksi. meja dan peralatan dapur yang kotor. meliputi hal – hal sebagai berikut: . Hidangan hasil laut Beberapa bahan makanan hasil laut mangandung racun atau logam – logam berat. dan apa yang bisa dilakukan untuk pencegahannya. Termasuk dalam ini tiram. Bakteri ini dapat tertularkan melalui makanan yang tersentuh oleh tangan kotor. Bakteri Patogen berkembang biak pada suhu 37 ºC sama dengan suhu tubuh manusia.jenis yang tidak mengandung toksin dan beracun jika dimakan mentah ataupun dimasak. Untuk “Danger Zone” (zona bahaya) 37ºC hingga 69ºC dimana bakteri bisa berkembang secara cepat dengan kelipatan 2 (dua). Maka penting sekali bahwa penyediaan bahan makanan hasil laut akan diperoleh dari sumber – sumber yang terpercaya. lap kotor dan berdebu. Buah–buahan dan sayur–sayuran disimpan pada temperature 10ºC. b. Bagaimana itu terjadi.

yaitu semakin tinggi tingkat pencemaran mikroba maka pangan akan semakin mudah rusak. Dan harus merupakan bahan – bahan yang diperbolehkan untuk dipakai sekitar lingkungan makanan dan harus dipergunakan semata – mata sesuai spesifikasi pabriknya. Bahan tambahan dalam makanan Segolongan orang. racun tikus Bahan– bahan kimia tersebut harus disimpan terpisah dari makanan. yaitu aw. Juga jangan menyimpan makanan didalam tempat tempat terbuat dari tembaga. Kerusakan mikrobiologis pada pangan Kerusakan mikrobiologis pada pangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. kandungan gizi. bahan pembersih. Zat Makanan Semua organisme mikro membutuhkan zat makanan untuk bisa tahan hidup. Bahan makanan tersebut pada umumnya mengandung protein yang cukup tinggi.Kecepatan pertumbuhan mikroba yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang telah dijelaskan di atas.Tingkat pencemaran mikroba pada pangan. Beberapa jenis makanan khususnya merupakan sumber baik dari zat makanannya. Undang – undang kesehatan mencantumkan makanan seperti itu pada daftar “Bahan Makanan Yang Bisa Membahayakan” karena bakteri peracun makanan cepat tumbuh dan berkembang biak didalamnya. . tartrazine (pewarna kuning untuk makanan) serta produk–produk belerang yang dipakai untuk memperlambat oksidasi (misalnya pemutih kentang atau sayuran dan juga yang dipakai dalam pengawetan buah– buahan yang dikeringkan). pH. suhu. Tempat Penyimpanan Makanan Keracunan seng bisa timbul apabila makanan yang berkadar asam dibiarkan terlalu lama didalam kaleng berlapis seng.Sisa penyemprotan bahan kimia atau obat anti hama Maka jadikan kebiasaan yang baik untuk mencuci semua sayuran dan buah – buahan sebelum dipakai. lembab dan rendah kadar asamnya. Diantara tambahan itu yang memicu reaksi alergi terhadap MSG (monosodium glutamate). oksigen. senyawa antimikroba. terutama penderita asma sangat peka terhadap tambahan – tambahan yang dipakai dalam pengolahan dan / atau pembuatan makanan. yaitu: . dan kelembaban. obat semprot serangga. . Pembasmi kuman terbuat dari bahan kimia. mangandung pati masak. alat dan perkakas dapur yang dipergunakan untuk membuat makanan.

Proses pengolahan yang telah diterapkan pada pangan.Pangan yang agak mudah rusak seperti sayuran dan buah-buahan. Sumber: http://id. Beberapa contoh kerusakan semacam ini adalah: Busuk asam. yaitu kaleng terlihat normal.com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/2058520tanda-tanda-kerusakan-mikrobiologis-pada/#ixzz1YNssZDwL Contoh : Kerusakan makanan kaleng dapat dibedakan atas kerusakan fisik. terbentuknya warna hitam. Kerusakan mikrobiologis pada makanan kaleng dapat dibedakan atas 2 kelompok. susu. misalnya terjadinya penyokpenyok karena benturan yang keras.. yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pembentuk spora yang memecah protein dan menghasilkan hidrogen sulfida (H2S) sehingga makanan kaleng menjadi busuk dan berwarna hitam karena reaksi antara sulfida dengan besi. bau. reaksi kimia. tutup lainnya akan menggembung. Berikut ini dijelaskan tanda-tanda kerusakan. terutama pangan yang telah dikeringkan seperti biji-bijian dan kacangkacangan kering. tekstur. Kerusakan kimia dapat berupa kerusakan zat-zat gizi. atau penggunaan jenis wadah kaleng yang tidak sesuai untuk jenis makanan tertentu sehingga terjadi reaksi kimia antara kaleng dengan makanan didalamnya. yang sering terjadi pada pangan. • Kembung sebelah atau springer. dan kue-kue. . Kerusakan fisik pada umumnya tidak membahayakan konsumen. terutama pangan yang berasal dari hewan seperti daging sapi. roti. serangga.shvoong. Pangan yang mengalami kerusakan akan mengalami perubahan-perubahan seperti perubahan warna. yaitu salah satu tutup kaleng terlihat normal. dan lain-lain. dan telur. dan lain-lain. kimia dan mikrobiologi. kekentalan. parasit.Pangan yang mudah rusak. dan lain-lain. gula. atau aktivitas organisme seperti tikus. yaitu: . terutama hidrogen (H2) dan karbon dioksida (CO2) sehingga kaleng menjadi kembung. termasuk C. Perubahan-perubahan tersebut mungkin disebabkan oleh benturan fisik. pemudaran warna. . dan lain-lain.Pembentukan gas. Beberapa kerusakan kimia yang sering terjadi pada makanan kaleng misalnya kaleng menjadi kembung karena terbentuknya gas hidrogen. pemanasan. pengeringan. yaitu disebabkan oleh pertumbuhan berbagai spesies bakteri pembentuk spora yang bersifat anaerobik yang tergolong Clostridium. rasa. maka pangan secara umum dapat dibedakan atas tiga kelompok berdasarkan mudah tidaknya mengalami kerusakan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas.Pangan yang awet. pendinginan. sedangkan tutup .Tidak terbentuk gas sehingga kaleng tetap terlihat normal yaitu tidak kembung. tetapi bila salah satu tutupnya ditekan dengan jari. botulinum yang memproduksi racun yang sangat mematikan. atau terjadi pengkaratan kaleng. Penampakan kaleng yang kembung dapat dibedakan atas beberapa jenis sebagai berikut: • Flipper. yang disebabkan oleh pembentukan asam oleh beberapa bakteri pembentuk spora yang tergolong Bacillus dan busuk sulfida. misalnya pencucian. ikan. mikroba. terutama kerusakan mikrobiologis. . daging ayam. yaitu: .

yaitu : 1) Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. Alasan utama pengendalian organisme adalah : 1) Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi. dinding atau lainnya untuk membunuh sel vegetatif mikrobial. Ada dua metode yang sering digunakan. Prinsip cleaning dan sanitasi adalah menciptakan lingkungan yang tidak dapat menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sekaligus membunuh sebagian besar populasi mikroba. 2) Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi 3) Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme. • Kembung keras.Antiseptis Merupakan aplikasi senyawa kimia yang bersifat antiseptis terhadap tubuh untuk melawan infeksi atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menghancurkan atau menghambat aktivitas mikroba. yaitu kedua tutup kaleng kembung dan keras sehingga tidak dapat ditekan dengan ibu jari.shvoong. Mikroorganisme dapat dikendalikan dengan beberapa cara. d). kosmetika dan lainnya. kaleng dapat meledak karena sambungan kaleng tidak dapat menahan tekanan gas dari dalam.lainnya kembung. Desinfeksi diaplikasikan pada benda dan hanya berguna untuk membunuh sel vegetatif saja. Sumber: http://id.com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/2058691tanda-tanda-kerusakan-mikrobiologis-pada/#ixzz1YNwN9sae PENGENDALIAN MIKROORGANISME Filed under: Mikrobiologi Pengendalian mikroorganisme sangat esensial dan penting di dalam industri dan produksi pangan. tidak mampu membunuh spora. Pada kerusakan yang sudah lanjut dimana gas yang terbentuk sudah sangat banyak. lantai. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. dapat dengan diminimalisir. diantaranya adalah sebagai berikut : a). Ada beberapa cara untuk mengendalikan jumlah populasi mikroorganisme. Sangat efektif untuk sterilisasi karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih. dihambat dan dibunuh dengan sarana atau proses fisika atau bahan kimia.Cleaning (kebersihan) dan Sanitasi Cleaning dan Sanitasi sangat penting di dalam mengurangi jumlah populasi mikroorganisme pada suatu ruang/tempat. obat-obatan. Alat yang digunakan : pressure cooker. yaitu kedua tutup kaleng kembung tetapi tidak keras dan masih dapat ditekan dengan ibu jari.Sterilisasi Proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. b). • Kembung lunak. autoklaf (autoclave) dan retort. .Desinfeksi Adalah proses pengaplikasian bahan kimia (desinfektans) terhadap peralatan. Tetapi jika bagian yang kembung ditekan akan masuk ke dalam. proses cepat. c). daya tembus kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur. sedangkan tutup lainnya yang tadinya normal akan menjadi kembung. Suhu efektifnya adalah 121oC pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit.

antitoksin. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit.Pengendalian Mikroba dengan Bahan Kimia Saat ini. f). sinar alfa. d) Red heating : Pemanasan langsung di atas api bunsen burner (pembakar spiritus) sampai berpijar merah. Agen kimia yang baik adalah . Pasteurisasi biasanya dilakukan untuk susu. Teknik filtrasi prinsipnya menggunakan penyaringan. anggur dan makanan asam lainnya. Biasanya dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi. Sinar gamma : Kekuatan radiasinya besar dan efektif untuk sterilisasi bahan makanan.2) Panas kering.Pengendalian Mikroba dengan Radiasi Bakteri terutama bentuk sel vegetatifnya dapat terbunuh dengan penyinaran sinar ultraviolet (UV) dan sinar-sinar ionisasi. Sinar alfa : Memiliki sifat bakterisidal tetapi tidak memiliki daya penetrasi. Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. Alat yang digunakan pada umumnya adalah oven. e) Flaming : Pembakaran langsung alat-alat laboratorium diatas pembakar bunsen dengan alkohol atau spiritus tanpa terjadinya pemijaran. Sterilisasi dengan sinar ionisasi memerlukan biaya yang besar dan biasanya hanya digunakan pada industri farmasi maupun industri kedokteran. dll. alat suntik. misalnya larutan gula. Namun spora dan beberapa virus masih dapat hidup. yaitu filter bakteriologis dan filter udara. rum. a) Sinar UV : Bakteri yang berada di udara atau yang berada di lapisan permukaan suatu benda yang terpapar sinar UV akan mati. serum. Seitz (dari asbes) dan seluosa. g). Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat yang sederhana seperti jarum ose. sinar beta dan sinar gamma. pipet. biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium. antibiotika. e). b) Tyndalisasi : Pemanasan yang dilakukan biasanya pada makanan dan minuman kaleng. a) Filter bakteriologis biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang tidak tahan terhadap pemanasan. b) Sinar Ionisasi : yang termasuk sinar ionisasi adalah sinar X. Penelitian dan penemuan senyawa kimia baru terus berkembang. b) Filter udara berefisiensi tinggi untuk menyaring udara berisikan partikel (High Efficiency Particulate Air Filter atau HEPA) memungkinkan dialirkannya udara bersih ke dalam ruang tertutup dengan sistem aliran udara laminar (Laminar Air Flow) h). Tyndalisasi dapat membunuh sel vegetatif sekaligus spora mikroba tanpa merusak zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang diproses. dll. Chamberland (dari porselen). telah banyak agen kimia yang berpotensi untuk membunuh atau menghambat mikroba.Pengendalian Mikroba dengan Suhu Panas lainnya a) Pasteurisasi : Proses pembunuhan mikroba patogen dengan suhu terkendali berdasarkan waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi. dimana yang tersaring hanyalah bakteri saja.Pengendalian Mikroba dengan Filtrasi Ada dua filter. Boiling dapat membunuh sel vegetatif bakteri yang patogen maupun non patogen. Suhu efektifnya adalah 160oC selama 2 jam. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit dalam waktu tiga hari berturut-turut. c) Boiling : Pemanasan dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan pada suhu 100oC selama 10-15 menit. Sinar X : Daya penetrasi baik namun perlu energi besar. Diantara jenis filter bakteri yang umum digunakan adalah : Berkefeld (dari fosil diatomae). Sinar beta : Daya penetrasinya sedikit lebih besar daripada sinar X.

c) Sifat dan jenis mikroba. c) Agen kimia yang mendenaturasi protein. Efektivitas bahan kimia dapat berubah seiring dengan perubahan pH. . 2. yaitu golongan anionik. Semakin tinggi konsentrasinya maka efektivitasnya semakin meningkat. Adanya bahan-bahan organik dapat menurunkan efektivitas agen kimia. Golongan logam berat seperti arsen. kationik dan nonionik. dll. Golongan fenol. a) Agen Kimia yang merusak membran sel 1. Mikroba yang berkapsul dan berspora lebih resisten dibandingkan yang berkapsul dan berspora. Golongan oksidator seperti golongan halogen. Semakin lama bahan tersebut kontak dengan bahan yang disterilkan maka hasilnya akan semakin baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas agen kimia di dalam mengendalikan mikroba. gliserol dan bahan-bahan asam dan alkalis. b) Agen Kimia merusak enzim 1. seperti alkohol. yaitu : a) Konsentrasi agen kimia yang digunakan. perak. c) Agen Kimia yang menyebabkan denaturasi protein Agen kimiawi yang menyebabkan terjadinya koagulasi dan presipitasi protoplasma. e) pH atau derajat keasaman.yang memiliki kemampuan membunuh mikroba secara cepat dengan dosis yang rendah tanpa merusak bahan atau alat yang didisinfeksi. Golongan Surfaktans (Surface Active Agents). peroksida hidrogen dan formaldehid. b) Waktu kontak. merkuri. Pada prinsipnya. d) Adanya bahan organik dan ekstra. cara kerja agen kimia ini digolongkan menjadi : a) Agen kimia yang merusak membran sel mikroba. 2. b) Agen kimia yang merusak enzim mikroba.

3 8.5.907...5.:3.3-./-:.9..9.5.3.3.8 /./.2.39.340-..2 4.3.902507.3  .-07:9 .3805079 :9907 .9./.3.3.7202-0.3202-0. .3.:7./7203.:9 0-07.80-./.2-. 07.8::  8.803..29.:9./..-.3/:39483 9483.3/:39483/.907.3.9488  !.3507.:5.  &39: .3/825. -08.3 .7 039. 902507.9.3203.:.35.:7574/:8 .9.30.7..5..2032-:.3.3507.9202503.99079:.3 2..8...9/.144//.3.02.9:70 3..3. -..8..3 /:...9403-0702-.9 %072..3/.25.73. .7:8803.3.39./03.902507. 205:9.3.305.3./.5.3-8.. 5039380.2./-..3 .1.5030/..3..3   07:9..2 07.5.3.3-079.34947 .907!..3./..78:2-07.947 1.5..32.9.947..78:2-07 8:2-07.3.9/03./.5039380.3..35.8.3/:39483/.3.2032-:.3-./.   .9:70  &39:90:7/825.3038 038 .307430  43.3/825.3.35.3.3.3....5:7./03.380443.25.3-07/0-: 20.52039/..:.7:030-. .2..3/50740/.3.907.907 .  :.3/./:9..9.2.33.3-07.9./.9809.39/.9072..:3..:92.380-0:2/8.9:70  .902507.3-8.5.9/825.2:7 %.38.3.7407./.3/.:4.:2.9073/.3.3/.3.:3. 9:907.380.2397..3 07.902507.3./.3.3-07039-0702-.9...3/..3   /.35.2:7.2.3..2-07./. 902507.3 8.3/-.902507.:02.0.35.3.3-./2..3448 07-./03.2../ /.3 /.: 32.9.3/./2.:5:3/2.32039.9:70/.907-8.9:70/33-.9./.   $0.54947/.2:7.3-8.3.3-07897..2:2.32....203.33./805.902507.0.9.3 -. -:./.7304:79 0080/.:32.3907507.32..38::9:-:2.320.907-0702-.3/..3.:..32. 07..9/825.  3.3. :2..   .3/:37.39078039: 409.5.3 0..7.3/:384.-.7.5. .3...:7 8.2..9..8: /. /2..3:8..2.3/.:3.8:  .5.32.3-8.3503.2203.3.3.79.32.3.34947   .3   039.3503.:....9:70 3..-.35.8.3..9:70 3.3.3:39:503..:3.05.-0702-.   - 07.:/80-:9:.3/.3-..3./2.9 .27580..  !.9:70  3.:.7.8.9./:.3..

.8.3/.2-.390758.:3.25034.3 9.3/..2/-..3-:.59..3.5.503025749.   !02-.39.3 .9.3907-:.98025749807../.39.3.:.92-:..32.503/079.9/..32.92..9!0325./.2-.:7.9/.3 07.3/507:3.22.72. 2.-73.3 -.30-.3 $0443.7..-..32.3. 4-.29025.3..9.7 902-..347.3907.3-..90780-:9.8/.950.:39:8 ..3 907:9.8.3//.32.7.7:8/825.3507.   %025.3 ..5:7 .3.3.7:8207:5./.3.32..3:39:202-:..85.2...2..3..2...85081.320325..3.82./.3.3 /507-40.8...03-07.9907-:.9.3.380-0:2 /5.. $8..99025.907.7:8/507:3.9.2 .3/.3./..3:39:/5. -.:.3 -...3 /5.3...3803-8.3.//..3-.3-..3. -:.8.3.3..   .3502-078  7.3.82:2.3-07.7-.802:.3802.73:3..3/. 808:.58803 :.3.2.. .2-.:39:203.9/.:4-....809.

39:.7.948/.3:..3:39:-8.3/503.3.:7.7:401.3./.02-.92.3/:3..9:802.3/./.3/:5 0-07.3./.02..47.    ¾ff°¯ –¾½f f½f°–f° 07:8.3.3  .90 9./.09.9.3.8 .::593 2.:502-:.9.39274-.:32.8.38:2-07-.3274-...23.3.5..7..3002-.3802.05.9503.3. 02-.3080.390.8..7:40-07-.3/:3574903..8 28..5$ 243484/:2:9.:8.9.05..3/:35.9. 8:: 4803 /.32..9: %3.9.3274-.3-:..3 2.2-.3820274202-:9:.574/: 574/:-007..3.7.  0. 5 .9.3.5.3/5..3 $02:.3.07907.32./.19.3202.3...7./.3.3.35079:2-:.3./0.3.9 2.038 2..: 70.3   .8.:39:202507.3.32:/..3.99:2-:/.5.:2:23.../.3/5.3:8:83..3-.39.3..-.703.3 .3703/..947 1.3-0702-...3.3.92.3 .3  .23.1.2.907507.3.5.33.3274-. 2.9:.9.207:5..9./. 502:9039.8.2503.:33:39: 2....38.9503.3.2-.7.3 203./.39393..3 8079.797.3/ .9.39:2.30 50.3.-/.02.7:8.73.5..3 803.38050799:5.7 .-.3274-4485.390780-:95. -:.3.203.//. ...3/503. &3/.947 ..947.3 :3/.3 /073.

3203.3805079/.5.3  503/33.3 907:9.:..5..5.2..3 .3 /.3   $:2-07995.3.5. /.7.3.3. !748085034./.3.3 503073.8.09 907:9.3   07/.3/.82.3 .3.3.3.3 07:93/0./.3..3.390.94790780-:9/..3.89.5.9.2:/.390780-:92:33 /80-.3.3.31.3. /.847..3.3 .3   !.3...3 8:8: /../073.3.8.2507:-.70. -..3. 907:9.39.947 1.3 .8.3.2 .3203./5.340-039:7.7:8.390:7  !.8..9.89  807.07:8.207:8.5  /.390.5.318 70./907. 9.3 /.3.3/.380.32:/.3 .73. 274-... 04254-07/.3.3..3.3/.3.7.3274-448 .-.7.8.3..5.:.3..3 507:-. .3 .9.3.3 507:-../.3:0 :0  !..3-07...3805079- -...:7.38208050799:8 5. 07:8.7:8.3/.: 7. 9089:7 0039.3 .3 28.8050798.3-:. -:.9/-0/.207:8.3 !07:-.3.3.9.203..9/.3805079507:-.3.503.38.8 2.32:/...3073 :.7.3 502.9: !.2..38073907.9.2.35.3 749 /.3.:2:2/.8.3.

.

443 ./ 8.42.

9 8..0.03.08.

-40330073 .3/ -490.344.

3/. 9./.3 274-448 5. 07:8.  9.3/..

2.3.9:..3.3 -0781..703./503..3/03..5034 5034..93472..7..7.2 502:/.38073 907.03909.32..9202...33..8: -49:3:2.39.9:9:9:53.03.3 /74038:1/.807:8.3/80-.9-07:5./02-:3..2 .3405079:2-:..73.:8:..3.39:9:5 . .202-.320302-:3  W02-:380-0.3.7..703..: 503:3..8-0-07.7 9:9:5 .32.03/03..9.3.8:1/.-.-07:9 W5507 ./5./ 70.39.8.318 2.23..5.03203.9/-0/.02-:3 0-07./ 02-:3 .3203..907502-039:8547.3./.2 40-0-07.03   07:8.5-..3.8 /7403 907-039:3.3802.2.9.5.   803.5.5..8./.07:8.3. .5.9..3..3202574/:87..3038.307.074-.3438:203 28.25.9./.9/-0/.32.73.3-.. ..3.8 907:9.39079039:803.3.5907.907502-039:8547..3..2.:907./.9.2.3.8803../03./-:8:/.038 80-.703.32.39074434897/:2 9072../90..907-039:.9.9:9/.3.439407:8..3-:8:8:1/.3.9/-0/.3//.3 !03.808:.3.9:/80-.93472.3.:857307 .804254 .32020..8 07:8.5.3..3.03203.39/..9.3..574903/.340502-039:./.3274-4485.8./...-.9.5.5.2..907502-039:8547.8.9: %/.3..9:9:9:5.3.-. 70. 0-07.:39:0382.3274-44  07:8. 80/.7.:2:23.:8/.3-07-.3.82.88    4394 07:8. 909..8.03/.23.9 .8.3.03203.-039:7.0328.03907.9:8.03907.03/. $ 803.3.3907443.302-:3/...3.8.-.07:8./7403  /.3-07./3..3.9 .907-039:3.3185.9.9/.850808-.907.38.3 /80-.7-43/48/..93472.:3 ..03.9..9./.907.3405079:2-:..3-08  !02-039:.73.

5.3 /03.7 !./.07..5.8803..3907-039:8:/..3203..33.3.9/.3.9:0/:./3.8/.9200/.3..9203./02-:3  W02-:3:3.0302-:3909.33.3.3472. .9:9:5.9/90.8 ./.3 /03.9 -.59/..3 9:9:5./.9:0/:. .32.2-:3.9/90.39.0302-:3/.3.3.5.8:0/.039/.3.3..9:9:5.8..3:9/2.3-:.8.38:/..-.390.7  W02-:307.703...302-:3/90.02-:3 %09..3.3.5.8/.32.8.03/.7 /.2 80/.07:8.2   $:2-07995.5..307.8/.3-:.

.

42./ 8.443 .

0.03.08.9 8..

-40330073 .3/ -490.344.

  9./. 07:8.3/.3 274-448 5.3/.. 9.

5. /..  03.39.3$.327447.3.3:2./.38205.3/03.8.2-.3 4-. 80-.8:.38208..-0-07.3503.2203:7.3.9:7:.:-.827447.50303/.3/....3:9.3/-:3:/03.34027447.3.33/.9/..545:.33108   02-.3.5...3/232...3 48209..5030-.0.39.3././.9.3-.9.3.3820 5.7.502-:8:.3$.3-0-07.3 /.8227447.3.:57480818.5.347.32.3507:8.350393//.2.-07:9 .9/03..3:2.33.7.0  !# #$ 0/:3/0774-44 !0303/...39./.7.545:.88.33 0-078.3.7.39073108  03.  /.8.23/:897/.38.9 4-.3820/. 0.9/03/..3..8 0.:39:20303/./. ./.87  /..908038.3574/:8 5.3820.3820  7447..9.5.827447.0.9/.3820 /.7..950393//.

203..3980598907.901091:39:89078.8 /.9.3..3-08.3...5079:2-:.:203.503:-0790..3.3-.39.3.9.5079:2-:. /083109.8.2.45.802-.8.3.3 9/.:/.25:202-:3:8547.2094/0.39.38073/:3.-. 083108 /.3 $.7../.:39:202-:3:80.9.3803.0.703.3.. /3/3.:8202-:3: 80-. /.327447.3/03.3-0781.9.5.574808503.: .3:.2-..  ..7545:./.  / $9078.: 203.899// 574808.3.5.5.2025072:/.3 .88073.5.38:2-073:978-..3 3108.8.3.3802:.009.009..9.33/.9025.3.:7  $::010913.0380/:5..-.3.38::.9.38..5.-/03. -07:3./8907 $9078.33:3.59././.2.0.:.:7.5507.3.9.3.35.59:-::39:20.857490380 80274-.:7.8.3.92030/./.9:  !.8803.4./.3503.9 /.3.:.9/.8274-. 9/.-03/.80./. 083108/.91274-.  .32030-.380. 2030/.9 93803.. 3980598 07:5.8274-.5.3:/.9.38.3820/03....3.3 .203./:.7./.902-:8:.:39:202-:3:80..38 907.3274-.918..05.3.33.9 !7385.3002-.203.8.9.90.32.8 !74808203.

72039 .2/03.3...3/.:94.9..3 /:3.357088:70..:94.0 /.1 .9:89.4407 .3709479  .

8.3:39:20389078./:3.907448/. $9078.3/574808 $::502.032.8.7.383.7.3-.8.35.8/.39.%3/.9403/.3.3..009./.3.8:83.1907 .9.8!02.3/8907.22. ..94032.3.3803.3/:3//.23.8073 -./03.8.3.3503.7.3 907.3-08.5.-0701803893:39:203.3./.3:39:8:8: 7:2 .3.35.8.2.  2039/.5./.7/..83.3.33..2.3 9079:9:5/03./3.35.5.35.3:39:2038907.35.9202-:3:80. 480.3.:8579:89./.7.3-.9.35.91-.98:39 5509 /  / #0/0.3-07.7..38:.7.8!74808502-:3:.3.3  1 !0303/.3.8..-.0281.8502-.380:48.9 .3.:.-0780/.  !0309.:203.350302:.3.9075030-.. 907-.301091:39:89078.8.907907..3.3.9./:3..890:78. 43!02.9403/03.3/. 807:2 .3 /2./.5.3.44../.:/.907...7.3-07549038:39:202-:3:.009.7/.3./:...2:38547.7.:.3/.8.3..35.-039:80..2574808 5.3:/.820207:.907./.33.7/.39072.2-07.  .323:2././..93!02./.3.73:/.3  $3.3..03.913..8..3/. 0381907-.2.907.7:907:8-0702-..:88547.9. $3.7.907448-.8..8. !.907.2.3.38:3..274-.33./03.3/.35./03.5-:3803-:7307 502-.9.03   0 !0303/..409 &' /.3-.3.9 .502..383.805079.3   !0303/.3.$3.9.39075.-0-:8:. !.4.7438.009../.9 .7:9..59/.8 .8 /.82. .7.22.31907:/.8.380/07.383.909.7&'./. $::502.33./.7.7207.3#.480.-..35.388902.7  $3..9 0/4907..3.7148/.890:78.3/:8971.3:.3..3 032.9.323:2.783.503097.907:/.9078/...480....23..83.9.942..8.9-.../.7.3.8-.3907-:3:..35072:..383.9078.35033.907907:9.8.9403 ..7438./.73..5502.7:82.790 11../.39078.:2:23..9274-.5. 2039  .72.3.890:78.7.:.9././.3.8  $3.80/90--08.9075.9  ..39/.-08.7:2480  0 .907..374-.3/03.9/:5 .3-07.:! 202:33.8:: 4 80.7.38:3/.8  .-47.3-. /:3.7.78579:8 8./.23!02-.93 90...202/.3:39:2038907. !..83.2070-:8-.3$::!.5.8-.503097.203:3./.  .3/./...7:97.3/:3.-47.9 .5. .3-0-07.2.9:9.8-08 /.7..947:2 $:: 010913..32.2-..8.3 -./.25.2 .7-079:7:9 9:7:9  .7 .1.3 .9:02.8/03..7.8.3 ./.3.1.:.8.37.3 .7.9.5.37088903:39:/-. 2039 43/.-.3.3.83.9180.2:3 9/..9202-:3:80..9.22.5.8..3.503097.774   !0303/.:5:3343 5.3.7438.0 .39072.3.3/ /.3.3-.38::90703/.3.9.7&'..3 907.947:2/.-. .7-:3803/03.9:1907-.75478003 $09 /.374-..0:.9505.207:8.8.3.9: -03/.9...3./.79.2:3507:0307-08.2. !..3 28.7 .9.32.. -075.8.374-.39-49.8-.82 .33.3./:/.-078./.75./:3.397.8/.-.3-.. 83.7-09.2.9.07010/ /.73.58.2.3.3:7/.3 2.3:2:2/:3..27:.7438..399483 / %03197.8 573853.7..7 83..:5:33/:8970/4907..7  $3. .7-09.-07/.. $.32.3274-.9907-:3:/03.03  %3/.2.8.3.374-.:.7 83.8.3.8../03.-...9403.

//.3 -.9. 805079 .9203:7:3.32..  ..947.320202.32.9..80.  0 5. .34...3-07.3202503.032.8.347.8073/03.2-07.7.380274-.032  443.3-.1.3.3207:8.9.348/.3/8907.3-078547..-.38 $:71.3 -.35.58:/.573853.802..3. .3907.2.05.9-07:-.032.83..380  443.7:0109.8574945.3/.8574903 032..5.2. 032... 207:7 /   443..9: .9:7.-..3802...3 274-.3703/.4..90.:. 207:8.9.8.. 032.8.9/03.:/07..5.32033. $1.58:/.3//83108  !.-0-07.07. 032.7.3 $02.9.:.3/.9.3/488.0.0-7088903/-.3 34343   443. 032.3/03.3.-./.7803 507..3/3.-..9.947805079443..-.3.. 4380397.207:8.032.3.3207:8.31472./3...9:443.83..032. 0109.8.3934380397.9..9  ./7403/./ .8/.032.9.3.9.82.3570859.3-..9805079.31034  .202-7.220303/.3 0109.-./0/  .3/443.8   .032.9:7..2.3 109.8574903  /.3-.403 50748/.  / /.  .3203/03..3207:8./03.3-078547.44 8074/.032274-.25:.2/.3203.30897.3507:-.3.9/.32030-. /....202-7.5.  .83./.3 .32030-.8-. 74-.00398 .347.3 5  .3202-:3:274-..8. $02.3038274-. .3$:71..3/:3.943/..3.343 .3-07.390780-:9439.3.9:439.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful