Fungsi dan Tujuan Seni Rupa Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 1.

Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. 2.Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto. Sebagai unsur budaya, seni hadir atau diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik lahir maupun batin. Sebuah unsur budaya akan tetap terpelihara keberadaannya jika unsur budaya tersebut masih berfungsi dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan seharihari kita dapat merasakan betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dalam menikmati keindahan bentuk. Berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan manusia, seni dipilah menjadi beberapa kelompok. Yaitu : 1. Fungsi Individual Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi. a. Fisik Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik, seperti; busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya. b. Emosional Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film dan sebagainya. 2. Fungsi Sosial Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relative bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa bidang. a. Rekreasi / hiburan Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Contoh: film, komedi, tempat rekreasi dan sebagainya. b. Komunikasi Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: iklan, poster, spanduk, dan lain-lain. c. Edukasi / Pendidikan Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya, contoh; gambar ilustrasi pada buku pelajaran, poster ilmiah, foto dan sebagainya. d. Religi / Keagamaan Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contohnya; kaligrafi, arsitektur tempat ibadah, busana keagamaan dan sebagainya

1

. pita jepang.Teknik karya seni rupa terapan dua dimensi Teknik yang digunakan membuata karya seni rupa terapan dua dimensi dapat berupa : teknik batik. tenun. dilorong (dibersihkan malamnya). kertas yang diiris-iris.Batik tradisional dengan teknik menulis/menggambar pada kain dengan alat canting dan bahan malam yang dipanaskan. antara lain: A.Anyaman sasak 2 . dibilas (dicuci). =>Bahan anyaman dapat berupa: -Daun pandan -Daun lontar -Menong -Bambu -Plastik. dan dikeringkan dengaqn tidak terkena panas matahari langsung. Umumnya dikerjakan dengan tangan yang terampil. menempel. -Macam corak anyaman antara lain: -Anyaman lilit -Anyaman bintang -Anyaman bilik atau anyaman kepang . Selanjutnya diberi warna. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat. sulam. dan anyam. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa terapan daserah setempat sangat sederhana. bordir.Teknik Karya Seni Rupa Terapan Nusantara Pengertian teknik adalah suatu cara yang digunakan untuk proses pembuatan karya seni rupa. b lok. arsir. -Batik modern menggunakan teknik caplak atau klise dan teknik printing (sablon)  Teknik anyaman Anyaman adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengankat dan menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman . setak.  Teknik batik digunakan untuk membuat kerajinan kain batik Seni batik.

sehingga dapat dibersihkan beberapa benda dengan satu macam bentuk. plastisi. antara lain dengan teknik : . alat putar ini ada yang diputar dengan kaki. papan alas.Cetak . -Cetak Menggunakan cetakan. terutama untuk benda yang berbentuk silindris (tabung). -Analitik 3 . hanya menggunakan alat telapak tangan dan alat lain (kayu.B. antara lain membentuk teknik: -Kontruksi Teknik kontruksi macamnya ada tiga. tangan atau mesin. dan -Merakit/membangun   Teknik butsir. .Butsir.Membentuk (modeling) . elastis. paku.Putar Dengan menggunakan alat putar. lentur antara lain tanah liat.Teknik karya seni rupa terapan tiga dimensi Teknik yang digunakan dapat berbagai macam tergantung media (bahan) yang digunakan. lidi Bahan dari tanah liat.Plester atau dengan kerangka .Sambung atau menempel . dan -Teknik spiral. plastisi Membentuk (modeling) Dengan menggunakan beberapa teknik lagi.Pahat . Bahan yang digunakan lunak. yaitu: -Teknik lempeng -Teknik pijat. kawat) sederhana. Alatnya berupa sudip (alat pengukur dari kayu).

kayu. kerajinan seni ukir terutama ukiran kayu dengan menggunakan teknik pahat. membuat kalung. membuat wayang rumput. Ada yang dibuat sket pola lebih rinci (detail). media yang digunakan antara lain : tempat dn batang korek api dan bahan dari alam sekitar. Bahan (media) yang digunakan adalah bahan keras seperti batu . paku. membuat boneka. karton. ditarik. kayu. lem. Contoh: membuat maket. tali. Alatnya: pisau.  Teknik Pahat atau ukir Yaitu cara pembuatannya dengan menggunakan alat pahat (tatah) atau ukir dengan martil. spidol. benang tali. membuat akuarium. setelah selesai dihaluskan (diamplas). kawat. kawat. benda-benda bekas.Membentuk dari bentuk global (utuh). replika. kertas. sedotan. kardus. gunting.  Merakit dan Membangun Merakit dan membangun yaitu kegiatan yang mencakup aktivitas menyusun berbagai komponen untuk dijadikan benda trimatra (tiga dimensi). kerucut. 4 . tanah liat kering. membuat mobil-mobilan. gips. dan rumput. membuat benda berongga (kubus. membuat diorama. cadas. -Sintetik yaitu menambah/menempelkan bagian-bagian bentuk sehingga menjadi bentuk kesatuan bentuk. Alat yang digunakan seperangkat pahat atau tatah ukir dengan berbagai ukuran. tabung). ditekan. cutter. piramida. Contoh pembutan kerajinan patung dan ukiran atau relief. Dikurangi hingga menjadi bentuk yang dikehendaki. dan kuas.

Garis lurus berkesan tegas dan keras. sedangkan garis spiral berkesan luwes.Unsur-unsur Seni Rupa Karya seni rupa. Setiap menyentuhkan pensil untuk pertama kali pada kertas akan menghasilkan titik. Ada empat macam garis yaitu garis lurus. dan tersier. Dari perpaduan selaras unsur-unsur inilah terbentuk karya-karya seni rupa yang indah. dan kriya. Warna tersier (ketiga) terjadi dari campuran warna sekunder dengan warna sekunder lain atau dengan warna primer. Kelompok warna sekunder (kedua) terbentuk dari campuran warna primer dan warna primer lain. garis patah-patah. Bidang dapat dibedakan menjadi dua. garis lengkung. sekunder. interior. 2. ruang. warna. terutama karya seni rupa dua dimensi. dan jingga. prisma. Kelompok warna sekunder terdiri dari tiga warna. Warna Warna merupakan unsur rupa yang terbuat dari pigmen (zat warna). bidang. Bidang Bidang merupakan unsur rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. arsitektur.C. dan nongeometris. Bentuk Bentuk adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang atau volume. dan gelap terang. sedangkan garis lengkung berkesan lembut dan lentur. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga. ungu. kuning (yellow). taman. kerucut (geometris). Warna primer (pertama) maksudnya. yaitu kelompok warna primer. tekstur. yaitu bidang geometris dan nongeometris. Titik Titik merupakan unsur rupa yang paling sederhana. dan biru (cyan). Bidang nongeometris adalah bidang yang tidak beraturan. Kelompok warna primer terdiri dari tiga warna. yaitu hijau. silindris. yaitu merah (magenta). dan garis spiral atau pilin. Garis Garis merupakan unsur rupa yang terbuat dari rangkaian titik yang terjalin memanjang menjadi satu. 4. Bidang geometris adalah bidang yang beraturan dan digunakan dalam ilmu ukur. bola. Kelompok warna tersier merupak warna-warna yang senada dengan warna sekunder namun dengan tingkat warna primer yang berbeda-beda 5 . Bidang inilah yang seringkali terdapat pada bentuk-bentuk alami. 5. limas. warna tersebut bukan terbuat dari campuran warna lain mana pun. Unsur titik akan tampak berarti pada karya seni rupa apabila jumlahnya cukup banyak ayau ukurannya diperbesar hingga menjadi bintik. Unsur bentuk secara nyata diterapkan pada unsur seni patung. Macammacam bentuk dalam seni rupa adalah bentuk kubistis. Garis patah-patah berkesan kaku. garis. 1. 3. terdiri dari unsur-unsur titik.

Pakian Adat Pengaruh budaya setempat juga sangat terlihat pada pakaian adat. 6 .Seni Rupa Terapan Setempat 1. 3. nenek moyang dan para dewa-dewi. Demikian pula dengan masjid Demak yang struktur bangunannya sangat dekat dengan struktur rumah joglo. kesenian wayang selalu dimanfaatkan sebagai media yang popular dan efektif untuk dakwah keagamaan. dan tempat beribadah. menyerap berbagai ajaran tentang penghormatan kepada alam. Kesenian wayang umumnya memuat ajaran keagamaan dan kehidupan. gesper. sepatu. lumbung padi.Selain itu penghormatan semacam itu dilakukan sebagai bentuk hubungan manusia dengan Tuhan. Busana adat Jawa Tengah mendapat pengaruh dari Eropa pada era Kolonial Belanda. Seni Bangun / Arsitektur Seni bangun merupakan salah satu hasil budaya masyarakat. Penghormatan itu dilakukan oleh manusia sebagai keinginan dasar untuk berhubungan dengan kekuatan adikodrati (supranatural). Wayang dalam perkembangannya sebagai sumber nilai. Pada masa penyebaran agama Hindu-Budha dan juga Islam dan Kristen. melainkan juga sumber nilai. 2. Wayang selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan konteks keagamaan dan zamannya. Busana tersebut berupa kaos kaki sutera. dan jas beludru yang dihiasi dengan jalinan berpita emas. Misalnya pada busana kenegaraan abdi dalem yang mengiringi kereta kuda Sultan Yogyakarta dan Surakarta dalam iring-iringan upacara. kepemimpinan dan kepahlawanan. Masyarakat Nusantara membuat bangunan dalam berbagai fungsi. Di Jawa Tengah terdapat rumah Joglo yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sekaligus menjadi ciri khas budaya masyarakatnya. Pada masa sekarang busana adat Jawa Tengah sering kita lihat pada upacara-upacara perkawinan Di Jawa Tengah pakaian adat menjadi pakaian resmi yang terpengaruh dari kalangan istana yang biasa digunakan untuk upacara kerajaaan atau upacara-upacara Keraton. Wayang Pertunjukan wayang di Indonesia bukan saja sebuah kesenian. dan juga hubungan manusia dengan manusia lain. yaitu tempat tinggal.

membatik dan mewarnai kain. Dia seorang putrid dari Coromandel.Meskipun sudah berkembang sejak masa Hindu-Buddha. Wayang Beber. Mitos tersebut bercerita tentang istri Pangeran Jenggala. Hingga sekarang rumah-rumah dan perabotan orang Indonesia banyak mengandung unsur arsitektur yang mencerminkan kebesaran pemerintah Belanda. Perabot rumah tangga mulai digunakan di kalangan istana karena pada masa itu Sultan tidak dapat menerima perbedaan yang kontras antara dirinya dengan orang-orang Eropa. Sejak itu kain batik dengan berbagai motif tertentu menjadi bagian dari identitas busana dan budaya raja. Namun catatan tertulis tentang batik baru muncul pada tahun 1518. terutama di tempat kegiatan. Mitos awal tentang batik sudah ada sejak sekitar taun 700 Masehi. seperti kursi atau sofa sedangkan dirinya duduk di lantai atau tikar. kesenian wayang di Jawa mendapat sentuhan kreatif pada masa Islam. Akhirnya Sultanpun mulai menggunakan kursi. perabot rumah tangga yang lain banyak juga yang disertai hiasan dengan motif gaya Eropa. Perabot dan Benda Rumah Tangga Perabot rumah tangga di Indonesia khususnya di Jawa banyak dipengaruhi gaya Eropa dan muncul pertama kali di kalangan istana. di wilayah Galuh di wilayah Barat laut Jawa. Orang Eropa duduk di tempat yang tinggi. serta saat Sultan dan pegawai belanda muncul bersamaan. Ia mengajari orang Jawa menenun. Batik Seperti halnya kesenian wayang. Lembu Ami Luhur. . 4. permaisuri dan keluarga 7 istana pada masa kerajaan Hindu. Wayang Golek. wayang tetap mengandung pakem-pakem cerita utama. seperti Ramayana dan Mahabarata. Perabot rumah tangga asli didatangkan kalangan istana dan orang-orang Eropa serta dipakai sebagai lambang kebesaran. Wayang Kayu. Wayang Krucil.Selain kursi. Meskipun begitu. Dari kesenian wayang yang bernafaskan Islam tersebut lahirlah sejumlah jenis wayang antara lain Wayang Kulit. Sentuhan itu bukan saja terlihat dalam bentuknya melainkan juga pada tema-temanya. bahkan Wayang Suket. 5. Kesenian wayang di Jawa menjadi alas dakwah dan pendidikan paling efektif dan telah diterima masyarakat sehingga tetap hidup dalam berbagai bentuk perkembangannya sampai sekarang. jauh sebelum masuknya Islam. Pola-pola hiasnya kemudian ditiru oleh para perajin lokal. batik telah menjadi bagian dari kekayaan seni rupa tradisional di Nusantara.

Membatik sebagai kegiatan sambilan wong cilik. Batikpun dibuat dan dipakai oleh banyak kalangan. Membatik sebagai tradisi kalangan bangsawan. Pewarna yang digunakan adalah indigosol yang cukup tahan gosokan dan sinar matahari. Ragam . orang-orang Cina mulai merintis dan membuka peruahaan batik sendiri. Para pekerjanya adalah warga pribumi dengan disiplin kerja yang ketat. Selain terjun sebagai pengusaha. b. Hasanuddin dalam bukunya yang berjudul Batik Pesisiran menyebutkan bahwa kegiatan membatik didasarkan pada lima motivasi dasar. Membatik sebagai kebutuhan seni atau desain dengan konsep kontemporer. e. Masjid. Di samping itu motif Cina sangat kental pada motif batik. yaitu: a. Dalam mitologi Cina. Pada masa Islam motif animisme dan Hinduisme yang muncul pada masa kerajaan Hindu diperkaya dengan motif Kaligrafi Arab. ketika nilai-nilai keistanaan meluntur. 6. Kakbah dan permadani. terutama dalam kekayaan motif dan arti perlambangannya. Kegiatan membatik sebagai komoditas. perdagangan batik di Indonesia berkembang pesat. Oleh sebab itu mutu batiknya cukup baik 8 Batik produksi pengusaha Cina cenderung menggunakan warna terang dan beraneka ragam. Pada masa Islam dan masa sebelumnya. burung Huk melambangkan keberuntungan.Pada masa Islam batik terus berkembang. Kegiatan membatik sebagau usaha dagang orang Cina dan Indo-Belanda yang ragam hias dan fungsinya diperuntukan bagi kalangan terbatas. Raja Islam pertam Mataram (1613-1645) memakai batik dengan motif burung Huk. Ragam Hias / Pola Wastra Pada abad ke 18 dan 19. d. Oleh karena kepesatan tersebut mulailah orang-orang Cina terjun sebagai pedagang batik dalam skala kecil maupun besar. tradisi batik memang cenderung menjadi bagian dari tradisi istana. c. nilai-nilai batik menjadi memasyarakat. Namun dalam perkembangannya. Dalam sebuah cerita disebutkan bahwa Sultan Agung.

Batik Cirebon juga dikenal karena penggunaan pola ragam hias Cina. ungu.Batik . yaitu awan dan batu. Hal itu jelas menandakan adanya pengaruh Cina. meander dan swastika. dan warna batik Cina dan pribumi saling mempengaruhi dan melengkapi. Di daerah Lasem misalnya. kuning. Dalam proses perkembangannya susunan corak. ragam hias batik Cina lebih rumit dan datar. serta memadukan lukisan burung dan bunga. Warna yang digunakan antara lain merah. Perkembangan ragam hias batik Cina dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan selera konsumen. Batik yang dibuat di daerah Pantai Utara Laut Jawa menggunakan corak terang. dan cokelat.Berikut contoh-contoh seni rupa terapan nusantara : 1. Ragam hias model ini banyak dipakai pada selendang lokcan berbahan sutera. 9 E. biru. Pengaruh Cina juga terdapat pada sarung songket yang berbenang emas dari Bali dan Sumatera serta kain perada Bali. ragam hias.hias yang batik yang paling popular adalah burung funiks yang berekor panjang.

Wayang .10 2.

11 .

3.Lukisan / 2 dimensi 5.Relief 12 .Patung / 3 dimensi 4.

.38.3802.9503.8.3:.809025.3 .3 $0.9:9025..3.8.8./.2..3:8.9907.3:.5..3/././.7:/. 02.30/:5./4/7.443..202:.....-:8.:.2..32.3:3.9.5..33.3-..33.3 !079:3:.380-.7.9 8:57..-:.3.3 503472.8:2-073...3.5.2.3.203/./.2. :5..39039..97:2.48.  :8../:3..380..7.3   .3 20...9 !..7.3/.3.3:2:23.2.34.80-.3. :5..3/7/03..3-0759..3897:9:7 -.9...39:503472../03.35.7745.7.3907503.9:.3.7:39:-07:-:3.2/.02.79.5.3203730709.305.2.. /0 !03472.3.3.9-07-.3/: :/.2 303024...3/3/4308..07.3.5-07-./ /.3:5./.80...   ..07.33.::5...7.3/./ .3/.8:907.44   !.3-071:3880-.3:8.9: 08507 /..8/03.3545:./5.:-:3.9/0...2.%03....030..9:.7/.3.3.38..7..9.  ..3 . 0502253.3.8-:/.9.3/.39:/..-//.7:-:/.-039::-:3.9.3.8.20/...5.9 ./0.305.7:/.7.3/.%03.8.2..3.9.3-:8. 0.3 .3:8.3.907/..44..3/.7.. !.3.033.79.3 402./.7.8.7..8-0:/7:.3:3.%03./..$:9.3:3207:5.0803.3897:9:77:2. 805.7......9203.35:./.380-..3.378903 0803.3.250702-.95.2.8:2-073.02 .8.80739..:8203..3.3/.3:39: :5..3/..8.90780-:9-07:5.8.9 -.2-07-.3. :2-:35.943 8..3 2.1:38 .3.%03..37082.9.3..7.3:./.993.7..993.8.80-.380.7.9:7.3/03.80-:.3 0803./.389.95.8..320308:.3 80.../.5.30.9.3439080.9025.: /2.:-07:-.3.0.32.30:.507.3$:7.273 73. .3 /..9:8./././.8-:/.39./03.3%:.07.93.3. 5030-.:/.3:8.301091:39:/./.31.3.39025.:. 20307.8/02.7./03./.32.8 :8..9/03.7./.7.:5..202-:.78909:7 $03-...9 !03.9.29: /..  .3/.7...

079.3 .-0.2./.0723..8047. 20.:3 .7. .9..80-.34397. 80..39./.24919079039:203.-..3 2:3...8:7/.0803.507-0/.3...703.3  .3:78 507.2:3.370.3/.3-./.3 8079. 5072.907.2 948.34..9/03.3.7..9... 8.8.079..30-08.  7.3.8..74742..3.507.3/73.02 5.7 /0399.3.: . 80/.38037:5../.347.3/ .3 -.2 90780-:9 .../:8.2./73.30-08./.7.3.5 /:5 /.9.8.39079:89039.3 :..8/.8079.3-./.203..3.0.3 503//...32491.203.2.9.7 0803.2 $039:. /9072.38.303. 0803.:9..30:..990.3/8079.33/4308.3 80..3.340 -..745..35:32:././.3/03.:80-0:22.   .3.9 803. 2.. .3 89..7. 80:2.3 .389.37:.307.3.745.:.9 /.9.2 -07-.3.347..3-..3.347.7..3/./.  085:3 -09:  ..7..5. 203.085:3 8:/.%.9.3897!.3 9:-:./:/:/.3 !07.-497:2.3.3..39. $0./-. 7:2.3 / .8//.8:3.7..5.3.9.303/.39.3 ./-.9.8.3.5.9.9$:9.-497:2.8.9 $05079. -0702-.3.747.3.#:2.-.1..02:/. 2.3.8.3..7.70..915.3./:/:/9025.3 .2.9039.$:9.7 73./. 203/.7..7:.3/..9039.9 8039:.2:.3.3745.3 909.9:.3 47.2 -039:3.3 -073.3/.8-:8.39.7..3.8.3 $0.80..80 94890780-:9-07. 2..-49 7:2.20303:3 202-..  89.83.3 -.9:$:9..3-07-. 038 .  . :9.3 90./.7.33/: .3745.3/97:405./3/4308.39/.2.:9.-49/.. 3./.3.  0803.3.:-078.2.:/. 805079#.:3  /.8...3/:3 5.:5..9-.3 7:2.7.9.. 54. !07.9.8.7.3.3.3/:3:38:7.5 203.203./.389. -039: 50702-.3:78  907:9.3 !4.7..78909:7. 02-: 2::7 ./:3.9. !07.350./843.3 .3/.3 47.3/0 .5.8.9/./..3 01091 /.809../.3/. 97. .25./..79..393 805079:78..3507.07.:8:83.3 .9.02 ..9.35020739.320.2-..3 5.-.3 :9  .98:/.3-:/. 5.8.-49.3 0-07  .. 3/: ://.3$:09   !07..35:97//..:841.3..:5079.73.3. /03. .90..2. 902.33.3 8../9025.3../503.3.. 902.9203072.3 203. 909.-497:2.7:2:3.3745.2:3. 80./5.203:3.

33.8.-.980-.. 2.2 -::3.9.33./8 89.253 9: 2491 3.2 .32820 /..3 2491 .3 -07:/: ..3 2:3.80-0:23..9 !0887. $:9..3  907:9. 3.. /.343.9. 40 -.!. 97. 8.079.8.3/03.8. 02-.9 907:8 -0702-.3438054390254707   #.8  0 02-./8-.8/.3://3 /. -.9 203.2    202. 3.9.3 /..3 5072.3. /.././.980-.9//./8.9202.980-...2.8..33.3803.980-. 5.3 2030-:9.7.9.7.3 -.7.0.35..3 /5.424/9.3.9.8  ././.229443.1 7...32.3  !. 089.2 50702-.3-.3.2-. .3  . 2. 8.8/.3  / 0.2 .:/08.9 /.3.  !.2.2 5079.3/.8../.3..3. 8.2.3-.8.. -.  09.9...8.::8..2.0.2 -. . 2. 02-.2-.2:3 /...0-:9:.31:383. /03.9 039. 07..  - 0.3907-.249.38.3 .3202-..3-.33/4 0././507:39:.2 0.: 5.3 20:39:7  3.9  .. 3.3.95:3 /-:.2/.03/07:3203.9  .37.8..347.3 3/: /507.. /80-:9.8/  .9: .3. -:7:3:20./. 8.3 :3  #.3202-.97.2 2491 .30-07:39:3.3.3 2491 /. 2491 -.2 80-:.3   8.8.79 507.980-..9.9 /03.2-./ 202.3202-.7../.3.7 97.3.  .38.8.8..3 2491 -:7:3 : .../-.3 3/:820 .7 ... . ./..

703./. .73.93.3 /.57-:2/03.73..2 .9 574/:8 503:8.. 7. 47... !.3 47.3.47.3508.33.3-..2:. 0508.207398/..3/.3 .3907:380-..03/07:3 203:3.3-..28./...503:8.3 507/.3./.:5:3-08..3-.3/85307.-.7.9  0.. .907:380-..9/. 2.-9:2:9:-.33.5007.897.3202-:.0./0/.3/484.7 $0...3.9  080-.!4. 907.3/:3.9.50/.9/3/4308.3.::5-.-0702-.3 47.9.::59. 507:..3484.7......2  !0.390780-:92:. 3...3 -07..9803/7 !.30.383..7 #.309.72..

354.3.3 507..../.:9 .73...38007.37.3-07-03.3.9:.07.39.8/.3./.7:3.3.83.9 3. .47.3 .95./503.                          n° n°¾ °½f f½f°°¾f°ff    f .5  .  -7:  :3:  :33  /.9 .9 70-43 :.07.  !0702-.. 9: 0.0-7:29/. -.3 2003..3 .80228.9 / /..8-.503:3.3/./.3-..5. 7./:.3 -:7:3/./.3/.7:401..3.93.3 .3/:3. -:7:3 1:38 .3.907/. /. #.7:384309. 203:3.438:203  /.3./03.3 . &9. 202..9  .34....89...907.3 57-:2 8.2 .  7.3 8.8-.8 203.8079.93.8 ./5./.  .39...3-07-.9 .3-:3.3 207..8.2.7.7.2.703.7.3 -07047 5. .2 574808 50702-.40.8  /.73. 907..3  8079..:.33. .503.3/.302.824/03-.3 545:.7: 3.7 .3 .2 .7 .7: /.3 5.3$:2.9473:3.3  20.3 /-:. .8003/.38:907. !.7..9: !03.3/.2.3 :8.3 -.3 202503.9. 8:8:3./.3/07 /.5.47.

                        Jff°– .

     .

 9f°–$ ¯ °¾    ¾f°$ ¯ °¾      €        .