Kultum Ramadhan (3) Kesalahan Orang Berpuasa

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah meringankan hati kita dan memudahkan langkah kita bertemu dalam majelis ini. Semoga keselamatan dan kedamaian tercurah kepada nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat yang mulia, serta penerus risalahnya hingga hari akhir nanti. Kaum muslimin yang berbahagia ... Sesungguhnya setiap ibadah mempunyai dua potensi yang selalu beriringan satu sama lainnya. Satu sisi sebuah ibadah mungkin akan menjadi ladang pahala kita yang akan kita panen di kampung akhirat nanti. Tapi sisi lain, jika kita tidak memenuhi syarat, adab dan rukunnya bisa jadi sebuah ibadah justru menjadi fitnah bagi kita di hari akhir nanti. Naudzu billah min dzalika ... Contoh yang paling jelas dalam masalah ini terdapat dalam sebuah ayat yang sudah sama-sama kita hafal bersama, dalam surat al-Maun disebutkan ancaman Allah SWT kepada orang-orang yang shalat. Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia : “ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya” (QS Al Maun 3) Ayat di atas begitu lugas mengingatkan pada kita bahwa sholat bisa menjadi fitnah dan ancaman di akhirat nanti saat kita menjalankan tidak sesuai aturannya. Kaum muslimin yang berbahagia ... Lalu bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan kita ? Apakah ada ancaman tentang puasa yang kita jalankan ? Sungguh setidaknya ada dua dalil yang juga mengingatkan kita dengan gamblang tentang bahayanya orang berpuasa jika tidak memenuhi adab dan aturannya. Dalil pertama, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi bagaimana banyak orang yang berpuasa tanpa hasil apapun keculai hanya lapar dahaga. Beliau bersabda dari lisannya yang mulia :

ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ٍ ِ َ ّ ُ َ ُ ُ ْ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ٍ ِ َ ‫ُب‬ ‫ر ّ صائم ليس له من صيامه إل الجوع ، ورب قائم ليس له من قيامه إل‬ ُ َّ ‫.السهر‬
“ Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja” (HR An-NAsai) Dalil di atas seharusnya menjadi warning atau peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari Ramadhan kita, agar tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tanpa pahala. Peringatan berikutnya adalah dalam lafadz doa Jibril alaihissalam, dimana ia mendoakan keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah SWT. Diriwayatkan dalam hadits yang panjang : “Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda:

Pertama : Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di telinga kita : Innamal a’maalu binniyaaat. karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan Allah SWT. sudah jatuh tertimpa tangga.R. Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel dan materai. dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa. menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja.. belum lagi ditambah doa laknat dati Jibril alaihissalam yang diaminkan oleh Rasulullah SAW yang mulia . Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian. Semua itu sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia. Pertanyaannya adalah. Rasulullah SAW bersabda : Dari Abu Hurairah ra. karena mampu menyelesaikan puasa dengan sempurna. kemudian Jibril berkata lagi. Kemudian Jibril berkata lagi. Kaum muslimin yang berbahagia . Amin’. atau mungkin ingin eksis di tengah rekan sejawat. Tapi sungguh sayang sekali.. ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup. harta maupun kecenderungan diri pribadi. namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’. maka kukatakan.( HR Muttafaqi Alaih). ada juga yang berpuasa dengan bersemangat. Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu. “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’. Amin. dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia adalah miliknya. bukan karena kewajiban semata tetapi juga karena keinginan pribadi untuk diet dan menurunkan berat badan. wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda. Bukhari). ‘Amin’. Tidak mendapatkan ampunan dalam ramadhan sudah merupakan musibah luar biasa. sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya. ibaratnya dalam pepatah bahasa kita. mari bersama merenungkannya. maka aku berkata: ‘Amin’. Puasa diliputi riya. mungkin saja ini lebih banyak terjadi pada anak-anak kita yang mengidamkan hadiah dari para orangtua saat lebaran nanti. . karena ingin dianggap. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’. (H..‘Amin. atau takut dengan pimpinan di kantor. kecuali puasa. dan kita terjerumus dalam golongan mereka yang berpuasa tanpa pahala. Ada pula orang yang berpuasa karena mengincar harta. Bisa jadi karena ewuh pakewuh dengan mertua.. Setidaknya ada empat kesalahan orang berpuasa yang bisa menjerumuskan mereka dalam dosa dan kehinaan.. ternyata masih ada yang ternoda keikhlasannya dalam berpuasa karena godaan riya.. puasa semestinya melatih orang untuk ikhlas. Selain itu. akan mengotori keikhlasan puasa kita. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya . Sungguh ini semua jika tidak dihapus dalam hati. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang disebutkan dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas. maka kukatakan. ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah dishahihkan oleh Albani ) Naudzu billah tsumma naudzu billah ..!.

lalu makan pestapora di malam hari. Rasulullah SAW bersabda :“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah.. marah dan berkata dusta. Yang kedua adalah mereka yang berpuasa tanpa ilmu. Dari Ibnu Abbas. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak terjerumus dalam empat golongan mereka yang berpuasa tapi celaka. syetan-syetan dibelenggu. semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahalan dan keutamannya. ditutup pintu-pintu neraka. Tidak pula berusaha untuk bersedakah. atau memahami tidak dengan sepenuhnya benar. tilawah dan tadarus. Kaum muslimin yang berbahagia . tetapi lebih dari itu ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan. puasa mereka menjadi begitu rapuh dan tanpa makna. memberi berbuka pada orang yang berpuasa. Kaum muslimin yang berbahagia . Atau tidak pula menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum.. Mereka hanya berpuasa dan menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari. Yang keempat adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kemalasan. Mereka tidak menyadari dan memahami bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja. agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna. berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan ( HR Ahmad) Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan. Mari terus membaca. Wahai pencari kejahatan. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah. Wallahu a’lam bisshowab . maka Allah SWT tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya” (HR Bukhori) Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya.Kaum muslimin yang berbahagia . Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam himbauan rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini : ُ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ ٌ َ َ ّ َ ْ ََ ِ ِ َ َ َ ْ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ‫من لم يدع قول الزور والعمل به فليس ل حاجة في أن يدع طعامه وشرابه‬ ِ “Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan. sambutlah. dalam arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah. Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukum-hukum seputarnya. Golongan orang berpuasa yang celaka ketiga adalah mereka yang berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata. atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan. (HR Ibnu Majah).. Maka mereka menjalani puasa tanpa aturan. Akibatnya. mengkaji dan bertanya. Rasulullah SAW bersabda tentang bulan mulia ini : “(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga. dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa. Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Akhirnya.

dan melupakan tujuan perjuangan. berpikir. untuk apa anda tetap berpayahpayah di daerah?” “Sia-sia semua yang kalian kerjakan. bukan di kantoran. Sayang sekali. Ilmuku adalah ilmu lapangan. Merekam detail hikmah . Aku segera menceritakan makna ikhlas bagi kader yang berada di lapangan. Banyak beban dakwah dan beban kehidupan harus dihadapi sendiri. Cukup banyak sudah isu dikumpulkan. air bah kekecewaan mengalir sangat deras tidak terbendung. Lalu. Seakan-akan semua yang mereka ungkapkan adalah dalil pembenaran untuk meninggalkan gelanggang perjuangan. Mereka telah gila dunia dan melupakan akhirat”. ilmu aplikasi. Ia mulai merenung. gumpalan beban menghimpit dada dan hatinya. Apa kalian masih akan bertahan ?” “Lihatlah apa yang terjadi pada kalian. Aku tidak bisa menjelaskan dengan rangkaian teori yang “tinggi-tinggi”. Air matanya tumpah ruah saat bercerita tentang kepedihan hatinya. kecewa. Mereka telah mengejar harta. entah dari siapa. Setiap hari bertabur berita jelek di media. jenuh. tahta dan wanita. maka mungkin engkau pernah mendengar ucapan-ucapan seperti ini. semua semakin melemahkan semangat dakwahnya. Aku hanya kader lapangan.Oleh : Cahyadi Takariawan Engkau aktif dalam kegiatan dakwah ? Engkau telah bekerja melakukan berbagai upaya menebarkan kebaikan di daerah ? Jika ya. Itu menandakan aktivitas dakwah kalian sudah jauh menyimpang. lalu semua yang mendengarkan diharapkan segera beriman. Di hadapanku ia curahkan semua isi hatinya. dan mempertimbangkan langkah mundur ke belakang. “Luar biasa aktivitas anda membesarkan dakwah di daerah. dan akhirnya merasa semakin lemah. Ia mulai menghitung ulang keterlibatannya dalam aktivitas dakwah. Aku merasakan bendungan perasaan itu ambrol. senior anda yang di pusat justru mengkhianati perjuangan anda. Aktivitas dakwah yang semula menumpuk setiap hari. berisi pengalaman dan akumulasi rekaman kejadian setiap hari. Lelah. waktuku habis di jalan. yang aku dapatkan langsung dari medan perjuangan. Dahsyat. Hasilnya dirampas oleh sebagian kecil elit di antara kalian. Sesak. Seakan-akan semua yang diucapkannya adalah kebenaran. Alkisah. penat. Semua kata-kata itu keluar begitu saja dari mereka yang tidak mengerti makna ucapannya sendiri. Teoriku adalah teori kehidupan. Dia belanja isu tentang kehidupan para pimpinan dakwah. karena kerakusan para pemimpin kalian. bercampur aduk…. Seakan-akan yang disampaikan adalah data dan fakta yang telah teruji kebenarannya. luar biasa…. sedih. Dikumpulkannya “kata orang” tentang pemimpinnya. perlahan mulai dikurangi. seorang kader dakwah merasa tengah mengalami titik kejenuhan.

saudaraku ? Berjalanlah. Saudaraku. polusi itu justru ada di sini. bertemu kader-kader dakwah di setiap daerah. Lalu apa yang menyemangati kita ? Mari berjalan menikmati hijaunya lahan-lahan semaian dakwah yang telah kita rawat lebih dari dua puluh tahun lamanya. Yogyakarta. berita televisi. lihat wajah-wajah cerah yang tampak di setiap pertemuan. akan merasakan kesegaran udara yang sangat jernih. dengarkan sendiri kata-kata mutiara yang muncul dari lapangan. Di sebuah gedung pertemuan di Masamba. Bergeraklah di lapangan dakwah. Lalu apa yang melemahkanmu. Subhanallah. Luwu Utara. Di Papua. Sulawesi Selatan. lihat sendiri. dan kita rawat dengan sepenuh cinta dan kasih sayang. tempat kita menyemai cinta. kepal tangan yang terangkat kuat menandakan tak akan menyerah menghadapi kendala dakwah. bukan diluaskannya. Rasakan sendiri. aku merasakan detak jantung penuh cinta. Tulisan yang saya khawatirkan justru menyempitkan makna kesetiaan dan keikhlasan setiap titik perjuangan kader di seluruh bumi Allah. saat menyaksikan hasil semaian di ladang-ladang dakwah kita. apalagi jika yang dihadapi hanya koran. Rasa jenuh dan lelah bisa hinggap pada hati dan pikiran siapa saja. dimanapun engkau bergerak. Di sebuah mushalla kecil di kecamatan Piyungan. Di Nusa Tenggara Barat. Baciro. Pekerjaan rutin seharihari membuat kita mudah mengalami kejenuhan. aku merasakan optimisme dan membuncahnya harapan. Bantul. Di berbagai belahan Kalimantan aku mendapatkan suasana gelegak kehangatan tak terkalahkan. dan semua daerah ini adalah bumi perjuangan. Di sebuah ruangan di Baubau. benih itu tumbuh subur menghijau. menyapa dan membersamai aktivitas mereka. yang muncul hanyalah optimisme menghadapi medan perjuangan. Di Maluku. Di sepanjang bumi Sumatera aku melihat dan merasakan pancaran semangat yang membara. dan semua wilayah ini adalah bumi dakwah. Dimanapun engkau berjalan. Tidak berkegiatan membuat hatimu selalu dalam kebimbangan dan keputusasaan. Di sebuah ruang sederhana di Gendeng. minoritas bukanlah alasan untuk merasa lemah dan kalah. Sulawesi Tenggara. engkau akan menemukan sangat banyak harapan dan untaian mutiara kesabaran. Subhanallah. berjalanlah. Tulisan yang tak mampu menggambarkan betapa besar sesungguhnya ukuran cinta dan harapan yang ada pada dada para kader di sepanjang wilayah dakwah. membuat takjub siapapun yang melihat dan merasakan detak pertumbuhannya. Maka bergeraklah. segera hilang sirna dengan sempurna. Tak ada polusi di sana. Diam telah membuatmu merasakan kejenuhan. Dunia disempitkan oleh media. aku menjadi saksi kesetiaan tanpa jeda.yang muncul dari perjalanan di sepanjang wilayah dakwah. beraktivitaslah bersama kafilah dakwah. Tidak bergerak menyebabkan pikiranmu dipenuhi pesimisme dan kegalauan. di tulisan ini. Kita sirami benih itu. Perasaan lelah dan jenuh menghadapi berbagai kendala. . Kota Jogja. Bergeraklah. aku merasakan getar kesadaran akan kemenangan. Berjalan. internet dan kata orang. tempat kita menanamkan harapan. aku ajak engkau melihat benih-benih yang kita semai di ladang-ladang dakwah di berbagai wilayah.

caci maki dan sumpah serapah ? Siapa yang akan bisa memberikan cinta. Di sebuah pojok ruang di Manokwari. Kemanapun engkau melangkah. saudaraku ? Lihat sendiri. Siapa menyangka ternyata kecintaan dan kesetiaan yang tulus dimiliki oleh mereka yang tinggal jauh di ujung Indonesia. Bahkan mereka menghantarkan aku hingga di depan tangga pesawat terbang. apa yang menggelisahkanmu saudaraku ? Seorang kader dakwah di Paniai. Papua. dendam dan kesumat. telah memahatkan sayang di hati sanubari semua benih dakwah di sepanjang daerah. Genggaman tangan sangat kuat dan hangat masih aku rasakan. apa yang melemahkanmu. Mamuju dan Mamasa ? Mungkin engkau belum pernah mencarinya di dalam peta. bagaimana wajah-wajah penuh kecintaan akan selalu engkau dapatkan. Majene. telah menorehkan kasih. “Yang sangat kami perlukan adalah kehadiran para Pembina. telah menanamkan benih-benih di berbagai wilayah. Papua. di Wamena.Jadi. Para pembina telah mencurahkan cinta. Paniai bahkan tidak engkau kenal wilayahnya ada dimana. menitipkan pesan penting saat aku kesana. seperti terbawa mimpi. lalu menyuburkannya hanya dengan pupuk isu serta gosip sepanjang masa? Bisakah engkau menciptakan lahan-lahan yang akan tersuburkan dengan fitnah. di sana tidak ada polusi? Karena polusi itu ada di sini. Bisakah engkau menanamkan bibit-bibit kebencian. Kemanapun engkau pergi. Itu nama-nama kabupaten yang ada di Sulawesi Barat. Benar kan. jika yang engkau tanam adalah benih-benih permusuhan ? Siapa yang akan memberikan ketulusan. jika yang engkau keluarkan untuk mereka adalah dendam membara ? Siapa yang akan memberikan kesetiaan. tak kalah semangat menjalani aktivitas perjuangan. hal apa lagi yang meresahkanmu. semula kita membayangkan akan kesulitan menanam benih di lahan yang teramat kering kehitaman. Semangat demikian tinggi mengharap kehadiran kita untuk menyaksikan pertumbuhan. dan ternyata lahan-lahan kering itu sedemikian suburnya. aku mendapatkan dan merasakan gelora semangat yang sedemikian membahana. Sekelompok kader telah bekerja melakukan apa yang mereka bisa. Tak dinyana. Demikian pula di Merauke. Irian Jaya Barat. di tulisan ini. Subhanallah. karena benih telah dirawat dan dipelihara dengan sepenuh jiwa. Di sebuah ruang sederhana. yang engkau temui adalah benih-benih tersemai dengan pupuk keimanan dan keutamaan. Namun taburan benih tak ada yang sia-sia. jika yang engkau taburkan adalah kebencian ? Jadi. seakan tak mau melepaskan. Insyaallah pahala berlipat telah Allah limpahkan untuk mereka. dengan mata kepalamu sendiri. Aku telah melawat berhari-hari . Kisah-kisah heroik aku dapatkan selama menemani mereka menyemai benih di bumi Irian Jaya Barat. Beberapa gelintir generasi dakwah. yang engkau dapatkan adalah buah-buah yang terawat oleh cinta dan kasih sayang para pembina. kemarahan. Jadi. saudaraku ? Pernahkah engkau mendengar Polewali. Tulisan yang tak mampu merangkum kuatnya kecintaan dan tulusnya harapan dari kader-kader di daerah. Kami sangat optimis dengan medan dakwah di sini”. Engkau tidak mengetahui bahwa di tempat yang sangat jauh dari keramaian kota itu ada banyak harapan untuk kebaikan. propinsi yang terbentuk setelah dimekarkan dari Sulawesi Selatan.

namun tidak menyurutkan semangat dan memadamkan gairah yang menggelora di dada. padahal tidak ada yang memberi upah. aku menemukan kenyataan cinta itu hidup segar. yang tampak adalah dinamika berkegiatan. sehingga mereka terus menerus bekerja tanpa mengenal lelah. yang terhirup adalah udara jernih. Luar biasa. Berau. Sepanjang mata memandang. Tangan-tangan halus para pembina telah membentuk karakter yang kuat pada para aktivis dakwah. Mereka menjemput kesetiaan dengan melakukan sangat banyak kegiatan. Kutai Timur. apakah masih ada artinya jika engkau telah menghirup nafas dari udara yang sangat jernih di wilayah dakwah ? Apakah masih membuatmu gelisah jika tubuhmu telah basah oleh keringat dari perjalanan panjang yang sangat menyenangkan di berbagai daerah ? Apakah masih membuatmu ragu jika matamu telah memandang kehijauan lahan-lahan yang kita semai di sepanjang bumi Allah ? Apakah masih membuatmu gundah jika hatimu telah bertaut dengan aktivitas kader-kader . bersemi indah dan terawat dengan cermat. Para kader telah bertahan di medan perjuangan dengan segenap kecintaan dan harapan. Samarinda. Berbagai kekurangan dan kelemahan mereka miliki. berbuat. aku mendengarkan degup jantung penuh kecintaan. Aku merasakan gairah pertumbuhan. aku menikmati cita rasa kesetiaan. Maka aku tak mau mendengarkannya. Di sudut-sudut ruangan. saudaraku ? Suara-suara itu. pikiran. Mereka menjemput kesetiaan dengan selalu bergerak. Lhokseumawe. tuduhan-tuduhan itu. aku melihat gurat keteguhan. aku mencium harum aroma kemenangan. Di tulisan ini. Di sepanjang ruas jalan yang aku lalui di Balikpapan. Hanya Allah yang menjadi tumpuan harapan kerja mereka. menemukan bongkahan semangat yang sangat potensial. kecuali upaya memberikan yang terbaik bagi perjuangan. Tidak ada yang terbayang dalam benak mereka. apa yang meragukanmu. Waktu. karena sama sekali tidak ada artinya bagiku. Luar biasa semangat kader-kader dakwah di sana. Langsa. Waktuku habis di jalan. yang terasakan hanyalah semangat berkontribusi tanpa henti. Sumbawa. Pidie.lamanya. Lombok. Aku menjadi saksi betapa suburnya cinta dan kesetiaan kader di sepanjang jalan dakwah. berlomba mencetak prestasi dan karya besar bagi bangsa dan negara. Tulisan yang tak mampu mengkabarkan dengan tepat betapa keutuhan dan ketulusan langkah perjuangan kader-kader dakwah di sepanjang wilayah. tenaga. Demikian pula saat aku menapaki Banda Aceh. Kutai Kertanegara. Meulaboh. Aku juga mengunjungi dan menyapa kader-kader di Mataram. karena polusi itu adanya di sini. caci maki itu. tuduhan-tuduhan itu. Tak ada polusi di sana. bahwa kemenangan itu dekat waktunya. Bukan duduk diam menunggu sesuatu. harta benda bahkan jiwa telah mereka sumbangkan dengan sepenuh kesadaran. katakata itu ? Aku bukan seseorang yang berwenang menjelaskan. beraktivitas di lapangan. Aku hanyalah seorang kader lapangan. Mereka yakin akan janji-janji Ketuhanan. bukan di kantoran. bukti kemurnian tujuan perjuangan. di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi. Maka. Suara-suara itu. di sepanjang bumi Allah. Penajam. Dompu dan Bima. atau melamunkan sesuatu. Sangat banyak luapan energi yang siap untuk mencerahkan wilayahnya. berlomba melakukan hal terbaik yang bisa mereka lakukan.

. kader-kader di daerah mengerti betapa besar cinta kami kepada lahanlahan yang tumbuh bersemi. beritahukan kepada kader-kader yang setia berjaga di garis kesadaran dan harapan. Selamanya. betapa hati kami selalu tertambat kepada mereka. Ya Allah sampaikan kepada para kader yang telah bekerja sepenuh jiwa. Aku juga berharap. agar semangat dan gairah dakwah tidak pernah melemah. Aku selalu memohon kepada Allah. Aku selalu memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah. Ya Allah. betapa besar cinta kami kepada mereka. semoga Allah selalu melindungi dan menjaga dakwah dan para qiyadah. cinta kami sangat tulus untuk mereka. Aku menjadi saksi hasrat dan kecintaan mereka yang sedemikian besar kepada perjuangan dakwah. aku menjadi saksi kesetiaan mereka di sepanjang jalan dakwah. Beritahukan ya Allah.dakwah yang menjemput kesetiaan dengan berjaga dan bertahan di berbagai medan perjuangan ? Sungguh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful