PUSAT ANTAR UNIVERSITAS BIDANG MIKROELEKTRONIKA

BAHAN PENGAJARAN (COURSE MATERIAL)

SISTEM INSTRUMENTASI ELEKTRONIKA ("ELECTRONIC INSTRUMENTATION SYSTEMS")

Oleh : PROF. DR. SAMAUN SAMADIKUN - Ir. S. Reka Rio - Dr. Ir. Tati Mengko 1988/1989

d/a. Laboratorium Elektronika & Komponen Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
-i-

KATA PENGANTAR Diktat Sistem Instrumentasi Elektronika ini merupakan buku pegangan bagi mereka yang ingin mendalami masalah Instrumentasi Elektronika. Diktat ini mencakup pengetahuan dasar mengenai Instrumentasi Elektronika, sampai dengan contoh-contoh penggunaan instrumentasi Elektronika pada berbagai bidang. Dengan tersusunnya diktat ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada PAU Mikroelektronika yang telah memberikan dana hingga terselesaikannya penulisan ini. Juga kepada semua pihak yang telah membantu, tak lupa penulis sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga diktat ini dapat dimanfaatkan bagi siapa saja yang memerlukannya. Bandung, Februari 1989 Samaun Samadikun Reka Rio Tati Mengko

- ii -

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar lsi BAB I. Konsep dasar pengukuran 1.1. Masalah pengukuran 1.2. Penggambaran sistem 1.3. Analisa soal 1.4. Karakteristik dasar alat ukur 1.5. Kalibrasi BAB II. Klasifikasi transduser 2.1. Pengenalan transduser 2.2. Transduser listrik 2.3. Klasifikasi 2.4. Keperluan dasar transduser BAB III. Simpangan 3.1. Pendahuluan 3.2. Prinsip transduksi 3.3. Transduser digital 3.4. Pengukuran permukaan BAB IV. Prinsip dasar akuisisi data BAB V. Beberapa contoh sistem Instrumentasi dalam industri Daftar Pustaka. ii iii 1 1 1 2 3 9 12 12 12 13 14 16 16 16 27 28

- iii -

Parameter besaran-besaran tadi merupakan bahan kegiatan yang penting dalam tiap cabang penelitian ilmu dan proses industri yang berhubungan dengan sistem pengaturan proses. maknit. Dalam empat dekade ini teknik pengukuran telah disempurnakan untuk memenuhi keperluan yang tepat bagi para ahli dan ilmuwan. Mengukur berarti mendapatkan sesuatu yang dinyatakan dengan bilangan. kelautan dan industri. Pengkondisi sinyal mempunyai variasi ke kompleksan mulai dari rangkaian resistor sederhana atau rangkaian maching impedansi hingga yang terdiri dari mulai tingkat penguat. Berbagai variabel yang perlu dalam pengukuran telah diperluas. Transduser didefinisikan sebagai sebuah alat yang bila terkena suatu bentuk energi dapat mengubahnya menjadi bentuk energi yang lain. pengaturan dan analisa data.1 Masalah pengukuran Cara pengukuran merupakan bidang yang sangat luas dipandang dari ilmu pengetahuan dan teknik. sifat atau keadaan) menjadi output listrik yang berguna. instrumentasi proses dan pula reduksi data. kimia. Pengukuran memberikan arti pada kita untuk menjelaskan gejala alam dalam besaran kuantitatif. Dapat dihasilkan pencetakan (print out) numerik (dengan -1- . Kemajuankemajuan elektronika. listrik. Sifat transduksi dapat dari mekanik. Transduser yang mengubah besaran yang diukur (kuantitas yang diukur. fisika dan ilmu bahan telah menghasilkan kemajuan banyak alat pengukur presisi dan canggih yang digunakan dalam berbagai bidang seperti kedirgantaraan. Catu daya listrik memberikan tenaga kepada transduser dan bagian pengkondisi sinyal dan pula untuk alat pemraga.1. b. Informasi yang bersifat kuantitatif dari sebuah pekerjaan penelitian merupakan alat pengukur dan pengatur suatu sifat dengan tepat. demodulator dan filter. detector. Keandalan sebuah pengaturan sangat bergantung pada keandalan pengukuran. c. Besaran yang diukur atau dicatat oleh suatu instrumen termasuk besaran-besaran fisika. listrik. Berbagai macam instrumen telah mulai dikembangkan sejak tahun 1930 karena masuknya elektronika dan fisika terdapat instrumen listrik yang dapat diandalkan untuk pengukuran yang kontinu dan dapat merekam banyak parameter. Sebuah alat pemraga yang sederhana dalam instrumen listrik ialah meterpanil (panelmeter) yang mempunyai skala dan jarum penunjuk. memeragaan informasi tentang besaran yang diukur menggunakan satuan yang dikenal dalam bidang teknik. pengolahan. 1. mekanik. meliputi masalah deteksi. optik dan akustik. Pemraga (read out/display) dapat memberikan pula format analog atau digital yang dapat dibaca atau diintrepretasikan. teknik dan metoda lama didasarkan pada gejala fisika dan kimia yang baru diketemukan juga dikembangkan. ilmu dan teknologi. Pemraga atau alat yang dapat dibaca. KONSEP DASAR PENGUKURAN 1. Pengkondisi sinyal yang mengubah output transduser menjadi besaran listrik yang cocok untuk mengatur perekaman atar pemrogram. Istilah lain dari pengkondisi sinyal adalah pemodifikasi sinyal atau pemroses sinyal.2 Penggambaran sistem Sistem pengukuran umum terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut ditunjukkan pada Gambar 1 a. d. Sinyal output dapat berbentuk analog atau besaran digital. atau optika menjadi bentuk yang lain. Pemraga yang baru seiring dengan perkembangan komputer tidak menggunakan sinyal analog tetapi diubah menjadi sinyal digital memakai sebuah konverter analog ke digital dan seterusnya diperagakan pada panel digital.

Keuntungannya dengan cara-cara ini ialah lebih akurat dan mengurangi kesalahan oleh manusia. dengan jumlah minimal pada perubahan yang bersifat kurang menyenangkan. Untuk itu ada 8 aturan pokok yang harus diikuti pada tiap soal pengukuran. (6) Lakukan semua kalibrasi dan pengetesan pada saat produksi agar dapat dicapai ketelitian yang diperlukan pada kondisi lingkungan tertentu. Harus dilakukan pengetesan penting pada parameter-parameter yang mempengaruhi sifat keseluruhan sistem. Lakukan pengukuran pengaturan kualitas (quality control) dan perbaiki kemampuan pekerja lebih baik dari standar tapi menggunakan biaya yang masih dapat diterima. dengan memperhatikan: o soal pengukuran dinyatakan secara pasti o tujuan primer dan tujuan sekunder o ketelitian yang diperlukan o kemungkinan terdapat kerusakkan pada komponen o ukuran fisik alat o cara pengetesan dan jadwalnya (2) Kumpulkan. 1. Susunlah daftar pertanyaan sebagai berikut : o Apakah instrumentasi yang convensional telah cukup ? Bila tidak dalam hal apa? o Apakah teknik instrumen sama yang telah ada dapat diterapkan untuk memecahkan soal ini ? o Apakah pengembangan alat yang terakhir dapat digunakan dalam soal pengukuran ini ? o Apakah diperlukan penelitian dasar dipandang dari sudut teori ? o Apakah soal harus dipecahkan dengan memakai instrumen spesial ? (3) Carilah fakta yang tidak ada atau informasi yang tertinggal. kemudian pilihlah pendekatan/pemecahan yang mempunyai kemungkinan berhasil terbesar. Sinyal digital dapat direkam dengan berbagai cara misalnya pada teleprinter memakai pita kertas berlubang. Untuk nembuat perancangan yang lebih mendetail perlu dibuat spesifikasi dari alat dan sistem pengukur itu.3 Analisa soal Pada tiap soal pengukuran.angka) menggunakan alat pengetik bila diperlukan pencatatan permanen. Cara ini dapat digunakan pula bila sinyal sangat lambat perubahannya. Semua data teknis dan semua komponen harus bisa didapatkan. Sinyal analog juga dapat direkam dengan menggunakan rekorder dengan kertas bergulung dan sinyal diproses memakai sistem potensiometer dengan penyeimbang sendiri (self-balancing potentiometer) atau pada osilograp tipe galvanometer memakai sinar ultraviolet pada kertas film. jarum galvanometer kuat dengan pena penulis memakai tinta atau filamen panas pada kertas termal. pengkoreksi sinyal dan pemraga atau alat perekam sebelum melaksanakan percobaan. (5) Fabrikasikan/produksikan komponen dan sistem instrumen yang telah dirancang itu. kertas proses. (1) Buatlah unjuk kerja (performance) minimum pada instrumen yang diperlukan. jelas harus dimengerti lebih dahulu tentang transduser listrik. pita maknit dan floppy-disk. sistimatisasikan dan analisakan seluruh data dan fakta yang membantu untuk menentukan soal dan cara pemecahannya. printer-garis. (4) Pilih pendekatan yang logis dan tentukan spesifikasi perancangan. dan lakukan pengetesan komponen untuk menambah kriteria perancangan instrumen. Tekankan pada ketepatan (precission) (berdasarkan data reproduksibilitas) dan ketelitian (accuracy) -2- . printer-mosaik (dot-matrix). Masalah rekayasa/engineering harus diuji. Sediakan grafik atau data kesalahan diduga akan terjadi.

. ketidakstabilan listrik nol (electrical zero) dan lingkungan. Akan dijelaskan masing-masing karakteristik yang sesuai untuk pengukuran... Harga kesalahan ini sama dengan derajat kesalahan pada hasil akhir. kesalahan dinamis. Dari hasil percobaan. dan daya. . Alat ukur harus mampu mendeteksi tiap perubahan dengan teliti dan dapat membangkitkan sinyal peringatan yang menunjukkan perlunya dilakukan pengaturan secara manual atau mengaktifkan peralatan otomatis. Data kalibrasi harus diberikan dengan ketelitian yang diharapkan. + an2 Hal ini dapat dipakai mengingat tidak mungkin semua bagian dari sistem berada dalam kesalahan statis terbesar pada tempat sama dan waktu yang sama. + .a3. temperatur. ±. (8) Bantuan dalam evaluasi data. Untuk mendapatkan sifat unjuk kerja yang optimum maka perlu diperhatikan sejumlah karakteristik dasar.4.4 Karakteristik dasar alat ukur Fungsi alat ukur adalah untuk meraba atau mendeteksi parameter yang terdapat dalam proses industri atau penelitian ilmu pengetahuan seperti : tekanan. ± an adalah ketelitian dari tiap elemen pada sistem instrumen itu. Pada pengukuran.4. ketelitian dipengaruhi oleh batas-batas kesalahan intrinsik. arus listrik. Ketepatan adalah merupakan kedekatan pengukuran masing-masing yang didistribusikan terhadap harga rataratanya. jadi tidak dibandingkan dengan harga standar/baku. Semua instrumen ditentukan dalam klasifikasi yang disebut kelas atau tingkat (grade) yang tergantung dari ketelitian produk itu. dan menentukan ketelitian. aliran. resistansi. A tersebut merupakan ketelitian terendah. ) dimana ± a1.. 1. dan ketepatan yang tinggi tidak menjamin ketelitian yang tinggi (ketelitian dibandingkan dengan harga baku). ± a2. Kadang-kadang sistem yang baik ternyata ditolak sedangkan sistem yang masih ragu diterima bahkan kemudian gagal. . -3- . Ketelitian yang absolut tidak punya arti dalam pengukuran besaran fisika. Ketepatan ini berlainan dengan ketelitian. gerakan.2 Ketepatan Karakteristik lain pada instrumen adalah ketepatan divais/alat.1 Ketelitian (accuracy) Ketelitian pengukuran atau pembacaan merupakan hal yang sifatnya relatif. drift/sifat berubah. +a32.. Dalam praktek dipakai harga rms (root mean square) dari ketelitian masing-masing. 1. Maksudnya merupakan ukuran kesamaan terhadap angka yang diukur sendiri dengan alat yang sama. Ketelitian dari sistem yang lengkap tergantung pada ketelitian individual dari elemen peraba (sensing element) primer dan elemen sekunder. 1. ketelitian dipengaruhi kesalahan statis.. + a22..(7) Berikan secara profesional pada detail teknis pengetesan. Dapat ditulis : A = ± a12. Data harus dipresentasikan dalam sebuah daftar yang berguna agar dapat menyelesaikan soal yang seharusnya. maka A = ± (a1 + a2 + a3 + . Bila A adalah ketelitian seluruh sistem. Ketelitian didefinisikan sebagai kedekatan (closeness) pembacaan terhadap harga standar yang diterima atau harga benar. tegangan. Ketelitian ditentukan dengan mengkalibrasi pada kondisi kerja tertentu dan dinyatakan diantara plus dan minus suatu prosentasi harga pada harga skala yang ditentukan. reproduksibilitas dan non-linier. batas variasi pada indikasi.

Pada kenyataanya tidak demikian. Kesalahan ini dapat direduksi oleh pengamat pada waktu membaca. bersama noise dan drift yang ada dalam pengkondisi sinyal. Kesalahan Sistimatik dan Instrumental Kesalahan yang disebabkan karena karakteristik bahan yang digunakan untuk pembuatan alat pengukur atau sistem disebut kesalahan instrumental atau sistimatik. Biasanya kesalahan dinyatakan dalam persen terhadap output skala penuh (full scale output/FS). sebuah transduser. (membacanya lebih cermat).4. Pada pengukuran sesungguhnya kesalahan transduser telah diketahui secara pasti. Harga kesalahan ini didapatkan secara statistik berdasarkan observasi berulang dalam kondisi yang berbedabeda atau dengan alat yang berbeda (tipe sama). noise/derau. Dengan mengetahui kesalahan individual yang akan dijelaskan lebih lanjut dapat digunakan untuk koreksi dari data akhir maka akan menaikkan ketelitian pengukuran . Kesalahan yang terdapat ketika instrumen salam kondisi referensi disebut kesalahan intrinsik. perbedaan dari harga yang dibaca dengan harga yang benar disebut kesalahan (error). atau gejala lain. Kesalahan sistimatik relatif konstan. grafik atau harga tabel. (a) Kesalahan-kesalahan intrinsik. maka terdapat deviasi yang diukur dengan harga yang benar. Kesalahan tersebut timbul banyak dalam analisa data dinamis. Pada transduser ideal outputnya memberikan harga yang benar. drift. absolut dan relatif. Kesalahan tersebut di atas terdiri dari kumpulan kesalahan individual. Dalam hal tertentu diperlukan kesalahan kelinieran relatif K yang dinyatakan dengan hubungan: Ka . Kesalahan instrumental adalah pengukuran ketepatan pada pembacaan instrumen. Faktor yang menyebabkan ialah perubahan sinyal input yang acak (random). Sedangkan kesalahan relatif yaitu perbandingan kesalahan absolut dengan harga yang benar.Kb K = -------------------Ka dimana Ka = kemiringan rata-rata yang diukur pada pertengahan 80% dari skala penuh. Ketidak menentuan dinyatakan sebagai deviasi rata-rata. Hubungan ini dapat dinyatakan dengan persamaan matemática. Perbandingan kesalahan ini terhadap skala penuh output adalah merupakan ketelitian alat. kemungkinan kesalahan atau deviasi statistik. Harga output ideal tidak memperhatikan keadaan lingkungan (sabient environ-mental) seperti kondisi instruyen sebenarnya. Harga kesalahan diperkirakan sebagai harga dari penyimpangan nilai yang diamati atau dihitung terhadap nilai yang sebenarnya. -4- (b) (c) .1. zero effect. Besar dan arah dari kesalahan tidak diketahui dan tidak dapat ditentukan. dan Kb = kemiringan rata-rata yang diukur pada ekstrim bawah 10% dari skala penuh. Biasanya kesalahan ini dapat dihilangkan menggunakan faktor koreksi. dalam batas jangkauan tertentu dari sebuah transduser terdapat hubungan antara output transduser dengan kurva teoritis.3 Kesalahan Terdapat hubungan antara yang diukur (measurand) dengan output teoritis atau ideal dari. kesalahan disebabkan karena sensitivitas. Hal ini dapat disebabkan karena adanya gesekan atau histerisis pegas. Kesalahan absolut adalah perbedaan yang didapat dari pengurangan harga yang diukur dengan harga yang benar. Gejalanya biasanya tersembunyi tidak mudah terlihat. Pada kenyataannya output transduser memiliki sifat non ideal. Kesalahan acak dan tidak menentu Kesalahan tidak menentu dan acak terlihat bila pengukuran-pengukuran berulang pada besaran sama menghasilkan harga-harga yang berbeda.

Kesalahan lain sebagai kesalahan orang yang disebabkan karena ceroboh. Harus diyakini bahwa alat-alat sebagai standar untuk mengukur resistansi. riak (ripple). Bila x1. pembusuran kontak pada saklar dan relay. Koreksi sangat sumar dihilangkan. xn menyatakan sekumpulan harga besaran yang diukur.(d) (e) (f) (g) (h) (i) Kesalahan interferensi Gangguan yang tidak diinginkan termodulasi pada sinyal input yang rendah misalnya karena noise (derau).. Kesalahan ini timbul karena perubahan sensitivitas alat akibat perubahan temperatur atau fluktuasi tegangan jala-jala.. Kesalahan operasi (kesalahan manusia) Kesalahan ini terjadi bila teknik penggunaan alat sangat buruk. elektomaknit dan listrik statis. bila kondisi instrumen semua konstan. Pada pemakaian jembatan pengukur strain gauge mungkin terlupakan untuk mengatur ke nol terlebih dahulu sebelum pengukuran dilakukan dan dibuat seimbang pada posisi skala penuh. atau dari transien karena saklar dihidupkan. tegangan. x2 . Kesalahan ini nyata besarnya bila alat bekerja di luar jangkauannya seperti : panas yang berlebihan. Ini dapat disebabkan oleh variasi kondisi lingkungan atau karena umur. Kesalahan karena perubahan-perubahan sensitif Kadang-kadang. hum (dengung). ini semua mengakibatkan kesalahan interferensi. skala yang kanan tidak sesuai. Sifat dari kesalahan acak mengikuti distribusi Gauss. walaupun alat sebetulnya akurat dan terpilih baik. pembacaan paralaks. induksi. Kesalahan ini dapat dikurangi dengan pengamatan yang berulang dan kalibrasi statis yang banyak pada input yang konstan. tekanan dan temperatur harus dikalibrasi dengan tepat sebelumnya. Kesalahan maksimum timbul sesaat setelah alat dihidupkan dan mengecil setelah waktu pemanasan. Kesalahan ini dapat diatasi dengan pembacaan instrumen yang dilakukan oleh lebih dari satu orang saja. Misalnya kesalahan timbul karena penyetelan yang tidak sesuai. Isolasi (shielding) terhadap listrik. Kesalahan statistik Kesalahan statistik dalam pengukuran dapat dinyatakan dalam harga rata-rata statistik (statistical mean) dan deviasi standar.dituliskan sebagai : merupakan -5- . Semua alat harus bekerja sesuai dengan batas-batas yang dinyatakan dalam spesifikasi alat oleh pembuatnya. elektrostatis dan lainnya. sumber panas. Kesalahan instalasi (kesalahan pakai) Kesalahan timbal karena pemakaian tidak sesuai dan salah instalasi. diskriminasi frekwensi. masih mungkin timbul. Kesalahan ini dapat dikurangi memakai kompensasi temperatur dan regulator tegangan atau dengan pemakaian penguat diferensial yang seimbang atau penguat dengan stabilisasi chopper (Chopper Stabilized). Noise timbul dari mesin listrik lain. Drift no1 (zero drift) Drift no1 ada1ah deviasi yang terlihat pada output instrumen terhadap waktu dari harga permulaan. Pembacaan berulang oleh pengamat yang terlatih dan pengecekan yang bebas (independent) perlu dilakukan bilamana mungkin. gangguan cuaca. harga rata-rata statistik x dari pembacaan-penbacaan diberikan sebagai : 1 n x = --E x1 n i=1 Deviasi standar derajat dispersi dari pembacaan sekitar harga rata-rata. getaran dan tidak match. Kesalahan ini dapat dikurangi memakai isolasi pada alat. dan operator kurang terlatih. karena kurang pengalaman dan keterbatasan pribadi. medan maknit. standar rusak. kesalahan karena drift pada skala nol atau skala penuh adalah besar dan sifatnya sangat acak.

Kedekatan kurva kalibrasi dengan sebuah garis lurus adalah kelinieran transduser. bagian yang lewat elastis pada bahan mekanik. Linieritas dinyatakan sebagai prosentase penyimpangan dari harga linier. "Linieritas titik ujung" (end point linearity) adalah sebagai garis lurus yang menghubungkan titik-titik ujung eksperimental. Residu adalah deviasi pembacaan-pembacaan output terhadap titik-titik yang bersangkutan pada garis lurus best-fit (kecocokan terbaik). Linieritas absolut berhubungan dengan kesalahan maksimum pada tiap titik pada skala terhadap pengukuran absolut atau garis lurus teoritis. sebuah garis yang berada di tengah antara dua garis lurus paralel dengan kemungkinan jarak terdekat yang menghubungkan semua arah output yang didapatkan selama kalibrasi.4 Linieritas Kebanyakan transduser dirancang untuk mendapatkan output terhadap input yang diukur dengan hubungan linier. "Linieritas kuadrat terkecil" (Least square linearity) ialah garis lurus yang mempunyai jumlah kuadrat-kuadrat dari residu minumum. x input. Linieritas didefinisikan sebagai kemampuan untuk mereproduksi karakteristik input secara simetris.r= 1 ---n n E i=1 di2 (j) r adalah deviasi standar. kesalahan tidak dapat langsung dihitung misalnya: kesalahan pengamatan pengukuran angka Mach sangat bergantung pada kesalahan ukur pada dua harga tekanan. Tiap kesalahan tidak mempengaruhi hasil akhir. “Scatter” adalah sejenisnya. Garis ini digambar tanpa harga-harga yang diukur. yaitu dengan titik-titik ujung teoritis tepat pada output 0 % dan 100 % dari skala penuh. "Linieritas tidak bergantung" (independent linearity) adalah garis lurus yang terbaik. d1 adalah deviasi masing-masing titik dari harga rata-rata. Ketidaklinieran mungkin disebabkan oleh sifat bahan yang tidak linier pada komponen. Gambar 1. b dan c. "Linieritas terminal" (terminal linearity) adalah linieritas kemiringan teoritis dalam hal spesial. Nilainya diberikan sebagai x % dari skala penuh. Titik-titik ujung itu dapat ditentukan seperti yang didapat selama kalibrasi atau seperti pembacaan rata-rata selama dua atau lebih kalibrasi yang berturut-turut. dan ini dapat dirumuskan sebagai y = mx + c. penguat elektronika.x1 dan n adalah jumlah pengamatan. Kesalahan tergantung pada harga-harga yang berhubungan dengan masing-masing pengukuran dan pula dengan interaksi kesalahan pada perhitungan akhir. histerisis mekanik. Ini dapat digambar hanya bila kurva tergambar dengan semua output pembacaan termasuk titik-titik ujungnya. Linieritas diklasifikasikan sebagai berikut "Linieritas kemiringan teoritis" adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik ujung teoritis. didefinisikan sebagai deviasi dari nilai rata-rata dari pengukuran berulang terhadap garis best-fit. m kemiringan dan c titik potong.4. Grafik berikut ini menggambarkan linieritas. ixi . aliran kental atau merayap.2 a. pertama karena ini cendrung dapat lebih teliti. dengan y output. Pembobotan kesalahan Dalam sebuah percobaan. -6- . 1. yaitu deviasi maksimum kurva output dari best-fit garis lurus selama kaliberasi.

Perbedaan maksimum pada output pembacaan selama kalibrasi adalah histerisis dari alat itu. indikator analog dan alat perekam. -7- . Gambar 1.Gambar 1.3. Kesalahan terjadi pada detektor pertama. Linieritas terminal (b). tumpuan yang seret. Harga histerisis biasanya dinyatakan sebagai prosentase output skala penuh yang diukur pada daerah 50 % dan skala penuh itu.3 menunjukkan lengkung histerisis tersebut. hal ini tergantung pada histeri (kejadian) yang lalu pada pembalikan input. pemilihan komponen mekanik. Histerisis yang didapat bila jangkauan (range) lebih kecil dari skala penuh biasanya lebih kecil daripada skala histerisis total (dalam skala penuh) . Histerisis terjadi pada maknit dan pula pada alat mekanik umumnya. waktu yang dihabiskan pada langkah sebelumnya backlash (longgar) pada roda-roda gigi. Linieritas independen (c).4. Kesalahan direduksi dengan perencanaan alat yang lebih sesuai. dan bahan yang elastis. sifat fleksibel besar. kemacetan. (a).2. Maka sifat histerisis lebih rendah untuk defleksi transduser yang lebih kecil. dan memakai bahan yang menggunakan pengerjaan panas (heat treatment) yang tepat. hal ini disebabkan karena adanya gesekan di dalam atau di luar pada saat elemen sensor menerima input parameter yang diukur. gesekan coloumb. output dari kedua pembacaan umumnya berbeda. Linieritas kesesuaian kuadrat terkecil 1.5 Histerisis Bila alat digunakan untuk mengukur parameter. pengukuran dengan arah naik dan kemudian dengan arah turun. Lihatlah pada Gambar 1.

Pada output tidak ada perubahan yang dapat terbaca.1. maka karakteristik ini disebut reproduksibilitas.9 Reliabilitas/keandalan dan dapat dirawat Keandalan suatu sistem didefinisikan sebagai kemungkinan bahwa sistem itu dapat menampilkan fungsi yang direncanakan. Kemudahan pembacaan skala adalah sifat yang tergantung pada instrumen dan pengamatnya. Maka definisi yang lebih sesuai. pekerjaan perawatan dengan kondisi yang diberikan akan memperbaiki sistem dalam waktu tertentu. 1. Dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara dua besaran input yang menghasilkan perubahan terkecil informasi output. kualitas pemeliharaan dan tipe pemakai. digit terakhir (least significant) dapat dipakai sebagai ukuran kemudahan pembacaan skala. Sifat dapat dirawat (maintainability) suatu sistem adalah kemungkinan akan terjadi kerusakan sistem.S).8 Kemampuan ulang (repeatability) Kemampuan ulang didefinisikan sebagai ukuran deviasi dari hasil-hasil test terhadap harga rata-rataanya (mean value) . Ambang dapat memberikan pengaruh pada kisterisis total. Pada meter analog. Maka resolusi dapat didefinisikan sebagai perubahan input yang dapat memberikan perubahan output terkecil yang dapat diukur.Hal ini berhubungan pula dengan sifat beberapa unit atau sistem bila semua penentuannya dilakukan oleh seorang operator dalam kondisi sama. maka pada output terlihat tidak berubah sampai harga perubahan input tertentu dilampaui.4.6 Resolusi dan kemudahan pembacaan skala Resolusi adalah kemampuan sistem pengukur termasuk pengamatnya. Bila input diubah perlahan-Iahan dari sembarang harga yang bukan nol. Ini menyatakan angka yang signifikan (mudah diamati) dan dapat direkam/dicatat sebagai data. Sering diperlukan harga yang kuantitatif yaitu untuk menentukan ambang data yang reproduktif. "Dead band". untuk membedakan harga-harga yang hampir sama. Kedua hal tersebut dapat dinyatakan dalam satuan absolut atau juga dengan prosentase terhadap skala penuh (F.4. Harga minimum ini didefinisikan sebagai ambang instrumen. ambang adalah besaran numerik pada output yang berhubungan dengan perubahan input. perubahan input dilakukan secara searah. Keandalan alat atau sistem dipengaruhi bukan saja oleh komponen sendiri dalam sistem tetapi juga oleh metoda pembuatannya. "dead space" dan "dead zone" merupakan pernyataan lain dari ambang/treshold instrumen.4. Bila pengukuran dilakukan pada selang waktu tertentu dan bila termasuk pula histerisis. -8- . perkiraan keandalan dan dapat dirawat (maintainability) harus telah ada pada saat tawar-menawar antara unjuk-kerja (performance) dengan harga dan jadwal. 1. terdapat harga minimum di bawah harga ini.7 Ambang (threshold) Bila input instrumen dinaikkan secara bertahap dari nol. Pada meter digital. Ini menunjukkan kedekatan (berapa dekat) sekumpulan pengukuran pada input sama pada kondisi kerja yang sama pula. ini tergantung pada ketebalan tanda skala dan jarum penunjuknya. Gejala pada saat besaran ambang dapat diamati yaitu bila output mulai menunjukkan perubahan. Instrumen yang mempunyai histerisis besar belum tentu mempunyai solusi rendah. Kedua faktor tersebut tampak sangat nyata untuk sistem yang kompleks. Perubahan ini disebut resolusi. dalam selang waktu tertentu dengan kondisi yang telah diberikan pula. 1.4.

Dua parameter yang mengkarakterisasi orde kedua sebuah transduser adalah frekuensi natural wn dan ratio peredaman dari sistem. Parameter yang disebutkan di atas untuk orde kesatu dan sistem orde kedua. disebut bentangan (span). Dapat didefinisikan sebagai pembandingan harga spesifik input dan output instrumen terhadap standar referensi yang bersangkutan. Sistem dengan orde yang lebih tinggi dapat dihasilkan bila lebih dari satu sistem orde rendah diserikan. Istilah yang berhubungan dengan mutu (fidelity) dinamis dari peralatan disebut "jangkauan dinamis" Ini merupakan perbandingan input dinamis terbesar terhadap yang terkecil di mana instrumen mengukur dengan yakin.5 Kalibrasi Kalibrasi merupakan hal yang penting pada pengukuran industri dan pengaturan/kontrol.11 Ketelitian dinamis Bila sistem pengukuran mendapat input yang berubah dengan cepat. maka sistem disebut linier dinamis. Bila ini berbentuk persamaan diferensial linier. Karakteristik dinamik dasar tergantung pada orde dari persamaan diferensial sistem itu.4. seperti misalnya bila output transduser orde kedua diberikan ke filter orde kedua lagi. harga konstanta waktu yang rendah berarti ketanggapannya cepat (fast response) maka menghasilkan kesalahan dinamis yang rendah.10 Bentangan (Span) Jangkauan (range) variabel pengukuran pada instrumen yang direncanakan dapat mengukur secara linier. Rasio redaman (damping ratio) menunjukkan stabilitas relatif dari sistem orde kedua. dan merupakan besaran tanpa dimensi. maka memerlukan waktu panjang untuk menuju ke harga seimbang (steady state). Kalibrasi ini memberikan garansi pada alat atau instrumen bahwa ia akan bekerja dengan ketelitian yang dibutuhkan dan jangkauan yang dispesifikasikan dalam lingkungan yang tertentu pula. Tanggapan (response) dinamis sistem dapat dinyatakan dengan persamaan diferensial. sedangkan sistem dengan redaman tinggi menunjukkan tanggapan lamban (sluggish). Harga biasanya dinyatakan dalam desibel. 1. 1. sangat berguna untuk menganalisa tanggapan output fungsi input-waktu sederhana dan juga untuk evaluasi kesalahan dinamis yang timbul. frekuensi natural adalah index dari tanggapan cepat. maka sistem seluruhnya menjadi sistem orde keempat. Instrumen orde pertama (misalnya sensor temperatur) dapat dikarekterisasikan dengan satu parameter yang dikenal sebagai konstanta waktu t (thau) (dalam detik) sistem itu.4. Sistem dengan redaman rendah menghasilkan osilasi pada outputnya bila diberi input transien. Dalam hal sistem orde kedua. Persamaan diferensialnya sebagai berikut : t y + y = x (t) dimana x (t) merupakan fungsi waktu dan y adalah output sistem. Dalam hal sistem orde pertama/kesatu. Kadang-kadang ini menyatakan yang kanan operasi linier pada skala total. Dengan parameter itu persamaan diferensial dapat ditulis sebagai berikut : 1 oo 2 o ---y + ---y + y = x (t) wn2 wn Dimana wn dinyatakan dalam rad/detik.1. Dengan alat yang telah dikalibrasi -9- . hubungan antara input dengan output menjadi berbeda dengan keadaan statik atau kuasistatik (Quasistatic).

Dalam semua prosedur kalibrasi dianjurkan untuk melakukan pembacaan naik dan menurun. Standar ini dapat dimiliki oleh banyak instansi yang dapat ditera dengan standar primer kembali. pemakaian berlebihan. gaya. waktu dan frekuensi yang banyak dibutuhkan industri. tekanan. tidak relatif tetapi pasti. dan juga lingkungan yang standar(standard)/baku pula. Standar yang diterima dapat dikatagorikan sebagai standar primer.pembuat atau pemroses dapat memproduksi barang dengan kualitas sesuai dengan spesifikasi. mempunyai ketelitian setingkat lebih rendah dari standar sekunder. Standar ini sangat mahal untuk membeli dan memeliharanya. Pada transduser mekanik atau elektro-mekanik. temperatur. dan perlu adanya referensi standar yang baik. sekunder dan standar kerja.10 - . Standar primer sangat teliti dan harga satuan absolutnya telah diberi sertifikat oleh Natioanal Standard Institution yang harus berada dalam toleransi yang diizinkan. Absolut memberi arti tidak bergantung/bebas. Kalibrasi tidak menjamin unjuk kerja instrumen tetapi sebagai indikator baik apakah unjuk kerja instrumen memenuhi ketelitian dan spesifikasi jangkauan (range) pada pemakaian alat itu. Kalibrasi kembali selalu diperlukan karena instrumen telah diubah penyetelannya. Kalibrasi harus dilakukan secara periodik untuk menguji kebenaran unjuk kerja alat atau sistem. aliran. Pembandingan ini memerlukan operator yang telah ahli/terlatih. sedangkan dalam alat listrik murni menunjukkan non-linier dan relaktansi maknit . arus listrik. tegangan listrik. . beserta alat kalibrasi untuk simpangan (dispplacement) kecepatan. Standar normal yang diperlukan di industri dan laboratorium. Pada fasilitas kalibrasi industri yang dilengkapi baik harus memiliki standar primer/sekunder. prosedur ini memperlihatkan adanya kerugian karena gesekan. disebut standar kerja (working standard) . percepatan.1 menunjukkan beberapa standar yang dipelihara dengan ketelitian yang dapat dihasilkan. Tabel 1. Jarak waktu kalibrasi standar sekunder bergantung pada ketelitian dan tipe standar yang dipelihara. Standar referensi terkalibrasi yang diturunkan dari standar absolut disebut standar sekunder. Standar sedikitnya mempunyai ketelitian setingkat lebih tinggi daripada instrumen yang akan dikalibrasi. untuk itu diperlukan standar sebagai pembanding kerja. Dengan proses kalibrasi maka kesalahan dan koreksi maka kesalahan dan koreksi dapat ditentukan/dijelaskan. karena berubah dengan waktu/tua. batu direparasi. histerisis atau semacamnya. Setifikat kalibrasi yang telah didapatkan dapat digunakan sebagai tanda verifikasi oleh pembuatnya dan memberikan kepercayaan kepada pemakai alat sebagai jaminan.

mesin testing universal. meter aliran (1x10-4 sampai 1x10-3) Termokopel standar. rota meter turbin. standar berkas rubidium Osilator kristal kuarsa (waktu 20 mikro detik perhari) Voltmeter estándar. meter percepatan standar (2x10-4) Tester bobot mati minyak. meter kopel presisi (1x10-4 sampai 1x10-5) Pipa pitot. nanometer air dan air raksa (1x10-5 sampai 3x10-4) Sel-sel beban standar. pipa bourdon kuarsa.2) frekuensi 1x10-12 mikro detik perhari Potensial efekl Joseph son berhubungan dengan frekuensi (1x10-4) Standar sekunder dan kerja Mikrometer presisi dan alat ukur (1x10-5). potensiometer standar. potensiometer estándar (1x105 ) . nanometer presisi (3x10-5 sampai 1x10-8) Bobot mati standar (1x10-7 sampai 1x108 ) Pengukuran volume massa dan waktu (1x10-5) Potensiometer presisi.11 - . gerakan dan simulasi meja putar Tester bobot mati udara (air dead weight tester). giroskop. pirometer radiasi (20x10-3). tranduser kesetimbangan gaya (force balance). termometer resistansi. titik didih dan titik leleh metal (2x10-3 K) Standar berkas Cesium (waktu 0.Parameter Simpangan/kec epatan/ percepatan Tekanan Gaya/kopel Aliran Temperatur Waktu/ frekuensi Tegangan/ arus Standar primer Panjang distandarkan memakai lampu Krypton 88 (1x10-4) pengukuran gerakan memakai alat standar.

atau pada sistem kontrol adaptif. c. Besarnya sinyal dapat dinyatakan dengan tegangan atau arus. Kelemahan-kelemahan itu banyak dapat diatasi memakai transduser listrik. besaran fisika. resolusi (ketajaman) dan keandalan. Umumnya transduser mekanik mempunyai ketelitian tinggi. mekanik.12 - . optik. kimia. Output yang sama dapat diubah menjadi format digital pemeragaan. dan selanjutnya dapat membangkitkan sinyal yang sesuai dan diteruskan ke sistem transmisi atau media. dimodifikasi atau diperkuat maka sinyal output tersebut dapat direkan pada osilograp perekam multi channel misalnya. Informasi sinyal analog dapat diubah menjadi informasi frequensi atau pulsa. kokoh. Output listrik dapat diperkuat menurut keperluan b. Hubungan antara input dan output merupakan fungsi tertentu yang reproduktif. Dimensi dan bentuk desain dapat dipilih agar tidak mengganggu sifat yang diukur seperti misalnya pada pengukuran turbulensi arus. mungkin berupa besaran fisika. tetapi alat itu mungkin tidak menguntungkan bila dipakai pada pengukuran ilmiah modern dan untuk pengaturan proses karena bekerjanya lambat. ukuran transduser dapat dibuat· kecil sekali. Alat yang bersangkutan mungkin termasuk mekanik. Contoh khusus seperti pada pengukuran angka Mach memakai dua besaran yang diukur. e. energi adalah salah satu bentuk informasi. alat ini telah lama dipakai. tidak cocok untuk pengukuran jarak jauh. d. panas. juga dapat berupa sifat tertentu atau sarat tertentu. Output dapat diubah tergantung keperluan pemeragaan atau mengontrol alat lain. sifat pengulangan. Transduser ini memberikan output yang berguna pada waktu menangkap sinyal input yang diukur. Sebagai contoh transduser mekanik misalnya barometer dengan jarum penunjuk sebagai pemeraganya. Output dapat dilihat dan direkam secara jarak jauh. Parameter penting untuk menilai kemampuan transduser yaitu: linieritas. sistem transmisi atau keadaan fisik diteruskan ke keadaan atau sistem lain. Karena output dapat dimodifikasi. Ukuran dan bentuk transduser dapat disesuaikan dengan rancangan alat untuk mendapatkan berat serta volume optimum. kecuali dapat dibaca/dilihat juga beberapa transduser dapat diproses bersama-sama. Sifat input-output dan output dengan waktu dapat diperkirakan derajat ketelitiannya. mekanik atau optik ditransformasikan langsung menjadi besaran listrik yang berupa tegangan atau arus sebanding dengan besaran yang diukur. Walaupun adanya . Contohnya pada transduser piezoelektrik miniatur. akustik. Sinyal dapat dikondisikan atau dicampur untuk mendapatkan kombinasi output dan transduser sejenis. nuklir atau kombinasi dari itu.2. harga lebih murah dan tidak memerlukan catu daya. Yang digunakan untuk mengukur getaran. Sebenarnya. KLASIFIKASI TRANSDUSER 2. perlu gaya besar untuk mengatasi gesekan. kepekaan dan ketanggapannya dalam keadaan lingkungan tertentu. Keuntungan transduser listrik ialah : a. yaitu yang beasal dari banyak transduser listrik secara bersamaan. ini akan menaikkan frekuensi natural dan menjadi lebih baik.1 Pengenalan transduser Transduser adalah alat yang dapat diberi input penggerak dari sebuah atau lebih media trasmisi. seperti contohnya pada komputer data udara. 2. listrik.2 Transduser listrik Dengan transduser listrik. pencetakan (print-out) atau penghitungan dalam proses (on-line computation). f.

Besaran input dasar serta parameter yang dapat diukur oleh transduser listrik diberikan dalam tabel 2. Table 2. terdapat pula kerugian yang didapat pada sensor/peraba listrik.2 itu dapat dapat diukur memakai berbagai dasar transduksi yang diberikan dalam Tabel 2. Macammacam prinsip transduksi dimana transduser listrik bekerja. contoh lain pada transformator diferensial yang digerakkan dengan sinyal gelombang pembawa. Tetapi sekarang dengan peningkatan teknologi dan rangkaian maka ketelitian dan stabilitasnya naik pula. seperti dengan feedback pada sistem dimana indikasi nol diterapkan dalam pemrosesan. induktansi dan kapasitansi).3 Klasifikasi Semua transduser listrik dapat dibagi dalam dua katagori yaitu transduser aktif dan pasif. bekerja menuruti hukum kekekalan energi. Umumnya alat kurang andal dibanding dengan jenis mekanik karena umur dan drift komponen aktif yang digunakan dapat mempengaruhi besaran listrik.01 %. maka terdapat perbaikan ketelitian tetapi.1. Tiap besaran dalam Tabel 2. bentuk yang sebenarnya tergantung pada kebutuhan. Transduser pasif bekerja berdasarkan prinsip pengontrolan energi.keuntungan-keuntungan tersebut diatas. Teknik spesial.1.2. Mereka bekerja tergantung pada perubahan parameter listrik (resistansi. beberapa hal ketelitian dan resolusi tidak setinggi alat mekanik yang dapat mempunyai ketelitian hingga 0. menurunkan frekuensi naturalnya dan lebih mahal. unjuk kerja/performance dan kondisi lingkungan.1.13 - . ditunjukkan pada tabel 2. Contoh yang khas antara lain pemakaian strain-gauge yang digerakkan sumber listrik arus searah. Mereka dapat membangkitkan sinyal output listrik yang ekuivalen tanpa adanya sumber energi luar. Classification of Electrical Transducers Active Transducers Thermoelectric Piezoelectric Photovoltaic Magnetostrictive Electrokinetic Electrodynamic Electromagnetic Pyroelectric Galvanic Passive Transducers Resistive Inductive Capacitive Photoconductive Piezoresistive Magnetoresistive Thermoresistive Elestoresistive Hall Effect Synchro Gyro Radio-active absorption Ionic conduction . yaitu menimbulkan soal pada pengukuran presisi. menambah kekomplekan sehingga lebih besar ukurannya. spesifikasi. Transduser aktif adalah devais yang dapat membangkitkan sendiri. 2. untuk dapat bekerja diperlukan penggerak atau sumber dari luar diperlukan untuk mengerjakan yang berbentuk energi listrik sekunder. Elemen sensor dan pengkondisi sinyal sinyal relatif mahal.

spectral distribution. gas velocity. stress. velocity. field strength 2. vibration Angular speed. Kokoh (ruggedness) kemampuan untuk bertahan pada beban lebih. Spesifikasi teknis yang diperlukan pada transduser tekanan diberikan pada tabel 2. angular momentum. Efek utamanya adalah : 3. strain. 5.14 - . pressure (absolute. vibration Vibration. pitch and yaw). g. Minimumkan noise yang bersatu dengan devais integrated. f. thrust. statistical distribution Wavelength. sound intensity Gas and liquid expansion. impact (jerk). gauge and differential) flow. Linieritas menyeluruh mempunyai faktor yang diperhatikan. Kemampuan menghasilkan sinyal output yang tepat sama bila mengukur besaran ukur sama secara berulang dalam kondisi lingkungan sama pula. Kemampuan ulang. angle of incidence. temperature. dengan pengaman yang dapat menghentikan memakai proteksi beban lebih. rate of flow. wear. surface temperature. Sifat ini bergantung pada bahan yang dipakai serta umurnya. momentum. density. angular vibration Speed. angle of flow. motion Torque. misalnya dalam instrumen suatu penelitian dasar keperluan-keperluan itu ialah : a. moment of inertia Weight. yang terjadi pada dimensi transduser strain. minimumkan asimitri dan kerusakan lain. Stabilitas dan keandalan tinggi: Kesalahan pengukuran minimum. dalam banyak hal lebih disukai besaran digital. Kemampuan menghasilkan karakteristik input-output yang simetris dan linier. torque. d. Besarnya semakin naik bila beban naik dan temperatur naik. 4. getaran dan variasi keadaan lingkungan. Tanggapan dinamis (dynamic response) baik: Output dapat dipercaya terhadap input bila diambil sebagai fungsi waktu. level. acceleration. width. strain. Histerisis mekanik: Mengakibatkan ketanggapan elemen sensor yang tidak sempurna. angular vibration. Bahan yang mempunyai titik leleh rendah memperlihatkan harga sifat merayap/mengalir yang lebih besar.Table 2. number of events. b. rate of turn (roll. length. force. h. vibration. thickness. surface quality. radiation pressure. e. heat conductivity.4 Keperluan dasar transduser Biasanya transduser dirancang untuk meraba besaran ukur yang spesifik atau hanya tanggap terhadap besaran ukur tertentu saja. Pengetahuan yang lengkap pada karakteristik transduser listrik dan mekanik sangat penting dalam pemilihan pemakaian transduser tertentu. acceleration Altitude. tidak terpengaruh temperatur. Instrumentasi memuaskan: Memberikan sinyal output analog yang tinggi dengan perbandingan sinyal ke noise yang besar pula. power. heat flow. position. angular impact. torque. fluid velocity. . Aliran kental atau merayap (creep): disebabkan karena adanya aliran kental bahan elemen sensor.2. frequency Frequency. Dimensional Relationship Between Parameters Basic Quantity Linear displacement Angular displacement Linear velocity Angular velocity Linear acceleration Angular acceleration Force Temperature Light Time Electromagnetic radiation Measured Parameter (Derived Quantity) Length. Karekteristik mekanik yang baik dapat mempengaruhi unjuk kerja statis kuasistatis dan keadaan dinamis. dan hilang sisa perubahan bentuknya.3. velocity of sound Light flux and density. c. Sifat elastis yang tertinggal (after effect) Perubahan bentuk yang masih berlanjut bila beban diberikan dengan konstan dan kalau beban dilepas maka bentuk secara perlahan-lahan akan kembali keasalnya. fluid flow. Linieritas. Efek ini dianalisa sebagai tanggapan frekuensi. turbulence. berikut pula aspek kebutuhan pemakai.

piezoelectric.S.S. kg/cm2 Case pressure. range.S.S. geophysics. Deviation from transfer function (includes all errors) % F. per °C % F. error function Working level voltage – ac/dc V Smallest change recognizable (% E. output voltage. piezoresistive Diaphragm. vibration. laboratory Resistive.3 Typical Specifications for A Pressure Transducer Characteristics As specified As specified As specified Static/dynamic/absolute/gauge/differential pressure Liquid/gas Full-scale range.S. temperature.15 - . within specification Hours/days. capacitive. special radiation Industrial.S. biomedical. inductive.S.S. shock. in cm W in g Drawing specifications Material used for fabrication Number of cycles/operations. output impedance dc/ac W ohms Range of operating frequency (Hz) % F. Hz Response characteristics indicated through its bandwith in Hz % F. per g (where g is the acceleration due to gravity) Seconds % F. within specifications Types and dimensions Types and dimensions Ancillary parts needed for installation Environmental and range conditions To be specified Effects of temperature. Linear. Parameter General Manufacturer Model/series Identification Measurand Measurand media Measurand range Limitations Applications Electrical Characteristics Operating principle-transduction Sensitive element Sensitivity Transfer function Excitation Resolution Output Characteristics ac or dc Voltage range (V) Power range (W) Impedance (Ω) Frequency range Non-linearity Hysteresis and creep Static error band Zero shift and sensitivity variation with temperature Repeatability Threshold Over range/over load Natural frequeocies Dynamic response Acceleration response Rise time Stability Temperature range Calibration and zero adjustment Mechanical Dimensions (size) Weight Mounting Material of construction Life expectancy Connections Pressure inlet Electrical output Accessories Operational limitations Others Others Environmental characteristics Operating life Storage life Table 2.S. over a period of time Range of operation within specification Facility provided in instrumentation l x b x h. logarithmic. bellows. capsules. % F.S. acceleration. % F.) Nature. and magnetic field Hours of operation.Tabel 2. humidity. Spesifikasi transduser tekanan. aerospace. without determination . % F. bourdon tube m V/V/F.3.

misalnya pada transduser elektromaknit. Sebagai besaran fundamental. Resistansi variabel: potensiometrik/strain gauge. Banyak pengamatan dalam dunia industri atau ilmu pengetahuan yang membutuhkan pengukuran parametet ini secara sangat teliti/akurat. Dalam praktek tipe devais potesiometrik dan induktif paling banyak dipakai. Konstuksi relatif sederhana bila dilihat dari kontak gesek (wiper) bergerak pada elemen resistor linier yang berbentuk kawat atau lapisan plastik konduktif. tergantung kebutuhan untuk memberi kepuasan atau memberi ketelitian pengukuran. Beberapa transduser pengukur simpangan tidak menggunakan hubungan mekanik antara transduser dengan obyek yang diukur. devais pengukur simpangan merupakan sensor yang banyak dipakai pada pengukuran besaran yang dapat diturunkan dari simpangan. seperti gaya. devais elektro-optik dan devais radio aktif. 3. Dapat berupa gerakan linier atau putar dinyatakan dalam besaran absolut maupun relatif. Beberapa tipe juga telah didesain.2 Prinsip transduksi Transduser simpangan dapat diklasifikasikan bekerja berdasarkan prinsip transkonduksi untuk pengukuran. kecepatan dan percepatan. Kapasitansi variabel. Prinsip transduksi listrik yang lazim dpakai ialah : 1. Poros dengan pegas dipakai pada suatu keperluan. Konstruksi dari potensiometer linier dan putar dapat dilihat pada gambar 3. Tranduser simpangan yang memakai elemen transduksi resistansi variabel potensiometrik umumnya sebagai devais hubung poros (shaft coupled). kapasitif atau optik. . tegangan tarik (stress). 3. Pemasangan transduser linier atau putaran biasanya menggunakan mekanik sederhana tetapi pada kopling menggunakan ujung yang berulir. Elemen sensor terdiri dari potensiometer resistor yang memakai kontak penggesek (wiper) yang dapat digerakkan dan dihubungkan memakai poros bahan isolator dengan titik yang diukur. Synchros dan resolver.1 Pendahuluan Simpangan adalah vektor yang menyatakan perubahan posisi dari sebuah benda atau titik terhadap referensi.3.2. tarikan atau kopling memakai bantalan. Resistivitas dan koefisien temperatur dari elemen resistor harganya harus dipilih sesuai dengan resistivitas yang diperlukan dan dapat bekerja dalam batas temperatur yang luas. 4. besarnya simpangan yang diukur dari orde beberapa mikrometer hingga beberapa sentimeter dalam pengukuran linier. Pada tabel 3. misalnya pada transduser dengan output digital.16 - . Akan dibahas hanya transduser elektromekanik yang mengubah besaran simpangan menjadi tegangan/arus listrik.1. 2.1 ditunjukkan beberapa karakteristik unjuk kerja transduser pengukur simpangan yang dipilih. Induktansi variabel/transformator diferensial variabel linier/reluktansi variabel.1 Devais resistansi variabel. Gerakan kontak penggesek dapat translasi atau rotasi atau kombinasi dengan demikian dapat mengukur simpangan translasi dan putar/rotary. SIMPANGAN (DISPLACEMENT) 3. dan pada pengukuran simpangan putar dari beberapa detik sudut sampai 360°. Kebanyakan transduser simpangan statis mengukur simpangan statis atau dinamis memakai poros peraba atau dengan menghubungkan secara mekanik dengan titik atau benda yang diukur. 3.

Gambar 3. toroid. Pegas daun dan penggesek dual dipergunakan agar dapat membuat kontak yang baik dan tahan kejut maupun getaran. mudah dikerjakan (ductile) dan terlindung dari korosi. nikel-khromium dan perak-paladium. dan koefisien temperatur 0.3 mikro Ohm-meter. Kawat harus kuat. tembaga berelium (beryllium copper) dan paduan metal yang dapat bergerak pada elemen kawat resistor dengan faktor geseran minimum.1.4 . pembentuk lilitan dan penggerak. rangkaian Tiga bagian penting pada komponen potensiometer ialah lilitan kawat. Bahan yang dianjurkan ialah: keramik.17 - . . kecuali pada jalur penggosok/wiper harus dilindungi dengan bahan isolator untuk mencegah pengaruh debu atau goresan. Kawat dipanaskan dalam ruangan bebas oksigen agar tidak teroksidasi. gelas atau aluminium yang dianodisasi (terlapisi oksida aluminium sebagai isolator). Penggesek terbuat dari bahan pegas yang terbuat dari perunggu-fosfor (phosphor-bronze). steatite. gerakan sudut (c). Kawat yang biasa dipakai antara lain tembaga-nikel. Pembentuk lilitan (winding former) harus terbuat dari bahan yang dimensinya stabil dan permukaannya berupa isolator. Lilitan dapat linier.01% per derajat Celcius. Toleransi dimensi harus kurang dari 1% dan stabilitas resistansi harus tinggi. Lilitan kawat terdiri dari bahan resistor presisi memakai diameter 25 hingga 50 mikron dan digulung pada silinder mandrel keramik datar.1.002 hingga 0. Transduser sinpangan potensiareter (a). heliks dan mempunyai jarak uniform dan tegangan tarik yang konstan. Resistansi dapat berkisar antara 0. gerakan linier (b). Bagian luar. permukaan memakai lapisan email atau oksida.

5 0. small size. dan kapasitas arus 0. and large reaction forces Small size. Noise/derau listrik biasanya terdapat pada transduser ini. variasi diameter kawat dan ketidakrataan dimensi pembentuk liIitan dan gerakkan penggesek. dan juga pada desain wadah transduser. transduser ini bebas dari noise Johnson.0.1 0. Biasanya mempunyai harga kelinieran sekitar 0. and low range 50 10 0.5 hingga 5 mA.25 0.5 0. Capacitive Variable area (b) Variable gap 4. tetapi noise akibat kontak pengesek tidak dapat diabaikan. high temperature operation. high resolution. sifat tprmolistrik (thermoelectric) karena perbedaan bahan yang digunakan untuk penggesek dan kawat resistor akan timbul tegangan sebagai sumber noise pula. .Tabel 3. and minimum electronics Poor resolution and high noise Versatile. Tipe transduser lapisan-plastik (plasticfilm) sangat ideal untuk putaran yang tidak terbatas walaupun pada jenis ini sukar mendapatkan resolusi lebih baik dari 5 mikron. digital output.1 %.000 Ohm.1 % mudah didapat bila diameter kawat uniform dan juga resistansi jenisnya. Jangkauan kelinieran sangat tergantung pada desain keramik. juga bila kena kotoran atau oksidasi pada jalur kawat dan pada permukaan penggesek. high accuracy and resolution. umumnya pada harga normal mempunyai jangkauan 2 hingga 10 cm (skala penuh/ fulls cale/ f. but interference due to magnetic field Non-contact type.5 2 0. expensive and bulky Elemen transduksi yang telah diterangkan diatas dapat digunakan pada simpangan linier maupun putar. error due to stay 50 5 10 to 500 0. sifatnya sangat acak (random). Pada jenis lilitan kawat. Kadang-kadang. Kelinearan sebesar 0.1. Pilihan optimum dicari agar mendapatkan ketelitian dan resolusi tertinggi. diameter kawat resistor dan jarak antar lilitan. and high output Easy mechanical design. Digital transducer (a) Range mm 100 100 10 5 Linearity % F. terutama bila alat digunakan pada temperatur tinggi. Dalam hal elemen lilitan kawat (wire wound) perbandingan diameter kawat penggesek dengan jarak lilitan biasanya bernilai 10.1 0. Kelinieran yang dihasilkan tergantung pada resolusi minimum yang dapat dihasikan oleh devais/alat tersebut.s. Resistive wire wound potentiometer Conductive strip potentiometer Cantilever with strain gauges 2.18 - . dan resolusi yang dapat dihasilkan 0.5 Temperature Range (°C) -10 to 75 -10 to 75 -10 to 70 -20 to 75 Resolution (microns) 50 10 10 2 Frequency Response (Hz) 5 10 100 100 Remarks Long ranges. non-contact type. Besarnya noise neningkat bila transduser telah aus atau rusak.5 50 capacitance 2000 100 Long range. low range. high resolution. besarnya noise tergantung pada arus dan kecepatan penggesek.1 0. Harga resistansi dan kapasitas arus harus dipilih agar sesuai dengan keperluan.1 0.5 0.S.5 -40 to 200 -10 to 500 -0 to 55 0. high output.5 Repeatability (microns) 50 5 50 0.1 0. Characteristics of Linear Displacement Transducers Transduction Principle 1. Masih ada noise karena getaran (vibrational noise) atau noise keeepatan tinggi disebabkan karena loncatan serta gerakan bergetarnya penggesek. Inductive / variable reluctance Linear variable differential transformer Eddy current (proximity) 3.5 5 -10 to 75 -20 to 80 1 2 1000 5000 Good linearity. economical.1 %. Kelinieran merupakan fungsi jarak ulir liIitan (pitch).05 % . 0.75 0. Besarnya tegangan tergantung pada eara pendinginan dan karakteristik panas kawat potensiometer.). Resolusi alat tergantung pada lebar penggesek. resistansi 100 hingga 50. Bila resolusi yang didapat n % dari skala penuh maka kesalahan kelinieran tidak dapat Iebih kecil dari +1/2 n % dari skala penuh. Besarnya tegangan yang masuk dibatasi oleh besarnya disipasi panas yang menaikkan temperatur pada kawat liIitan.

Prinsip ini diperluas untuk transduser gaya. penyambungan kumparan sekunder (c). Transduser simpangan untuk langkah yang sangat pendek dapat direncanakan memakai sensor strain-gauge (bentuk bonded atau unbonded) dengan presisi tinggi. Pada numerical controlled machine (mesin dikontrol numerik) dan creep-testing machine (mesin pengetes rayapan) banyak memakai LVDT pula. LVDT dipakai pula untuk elemen dasar dari extensiometer. indikator permukaan/level. Memakai jembatan Wheatstone dapat mengukur lebih baik. sangat mudah terkena getaran dan kejut. Transfomator diferensial variabel linier (a). alat pengukur presisi. 3.2. a. karakteristik transfer .1 (c) Kelinieran rangkaian dapat ditentukan memakai perbandingan resistansi potensiometer R1 dengan resistansi R2 seperti terlihat pada gambar. beban. Gerakkan yang diukur disalurkan memakai bahan elastis.2 Transduser induktansi variabel Sensor simpangan yang sederhana dan lebih populer ialah jenis induktansi-variabel dimana perubahan induktansi adalah fungsi simpangan. seperti batang Kantilever. percepatan dapat diukur dengan defleksi/simpangan mekanik maka sudah tentu LVDT dapat digunakan sebagai sensor pada alat-alat ukur tersebut. Kerugian pemakaian transduser simpangan potensiometer adalah lemah pada tanggapan dinamikanya.2. dan adanya tegangan (stress) yang menyebabkan simpangan berhubungan dengan gerak. dan sinyal disertai noise. Beberapa pengukur besaran fisika seperti. didapat dengan variasi induktansi mutual atau induktansi sendiri. Transformator diferensial variabel linier (LVDT) Transduser transformator difaransial variabel (LVDT) linier digunakan pada sistem pengukuran dan kontrol. tekanan dan percepatan. Karena resolusi yang sangat halus. ketelitian tinggi dan stabilitas yang baik maka transduser ini tepat dipakai pada simpangan dengan langkah-pendek.Pengukuran resistansi dapat dilakukan dengan rangkaian sederhana pada gambar 3. tekanan. resolusi yang rendah.2 (a) pada 3 posisi yang berbeda dari inti Gambar 3. Transduser yang termasuk ini masing-masing dikenal sebagai transformator diferensial variabel linier dan sensor reluktansi (reluctance) variabel. konstruksi dasar (b). Kontruksi dasar transformator diferensial digambar pada gambar 3.19 - .

linieritas paling besar dan ukuran yang cocok. np = jumlah lilitan primer.. dan untuk linieritas terbalik bila x << b. ns = jumlah lilitan sekunder. sedangkan yang dijauhi inti menurun. Bila sekarang inti digeser dari posisi nol maka tegangan pada sekunder yang didekati inti naik. Dengan mengatur perancangan kumparan maka besar sinyal output dapat dibuat berubah secara linier terhadap simpangan mekanik inti maknit pada kedua sisi dari posisi nol.2 (b) maka tegangan resultan menjadi nol.. Selanjutnya seluruh transduser dilindungi terhadap medan maknit dengan kotak ferromaknit mencegah gangguan elektromaknit dan pula elektrostatik. Kesensitifan sebanding dengan frekuensi dan arus primer Ip.20 - . pergeseran fasa dapat dideteksi memakai detektor sensitif fasa. Simpangan yang akan diukur disalurkan ke inti maknit itu memakai penghubung yang sesuai.-----. b = lebar kumparan primer. Eksitasi normal sebesar 1 volt pada frekuensi pembawa 2 kHz sampai 10 kHz. Kenaikan frekuensi menyebabkan lebih besar kapasitansi bocor. seperti terlihat pada gambar 3. Kumparan memakai isolator email yang tahan bekerja pada panas yang bersangkutan. Frekuensi pembawa dipilih agar memberi sensitivitas optimum dan demodulasi yang cocok. Output sinyal e0 dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut: eo = 16 n3 f Ip np ns ----------------------109 In (ro / ri) 3 w 2bx ------x2 ( 1 . Tetapi arus Ip yang terlalu besar dapat membuat inti menjadi jenuh dan menyebabkan kenaikan temperatur pada kumparan maka menyebabkan harmonik yang lebih besar pada posisi nol. Bila kumparan primer diberi tegangan bolak-balik (AC carrier wave signal) pada kedua kumparan terinduksi tegangan.) . Titik seimbang itu disebut posisi nol. kumparan diberi jarak secara aksial dan digulung pada pembentuk kumparan berbentuk silinder.1 kali frekuensi . Bila kedua output dihubungkan berlawanan arah seperti pada gambar 3. Inti maknit/besi ini sebagai jalan yang dilalui fluksi medan maknit yang menghubungkan kumparan-kumparan itu. Dalam praktek tegangan sisa kecil pada posisi nol selalu muncul. Ip =arus primer. Dalam praktek. karena hadirnya harmonik dari sinyal eksitasi dan kopling kapasitansi antara kumparan primer dan sekunder.2 (c).1) 2 b2 dengan f = frekuensi sinyal eksitasi. membuat penyetelan menjadi sukar. Bila letak ini simetris (secara listrik) terhadap kedua kumparan sekunder maka tegangan yang diinduksikan sama besarnya pada kumparan sekunder itu. karakteristik kelinieran yang baik didapatkan hingga 0. perbedaan jasa antara input dengan output bergeser 180° bila inti maknit melewati posisi nol. Pengukuran sebetulnya.LVDT terdiri dari sebuah kumparan primer dan dua buah kumparan sekunder yang identik. (3. inti maknit berbentuk batang ditempatkan di tengah susunan kumparan dan dapat bergerak. Tanggapan dinamis LVDT terutama dibatasi oleh frekuensi eksitasi. harga yang dihasilkan tergantung pada letak inti maknit terhadap titik tengah susunan kumparan. maka membuat tegangan nol lebih besar. w = lebar kumparan sekunder. desain dioptimasikan dengan membuat tegangan nol paling rendah. Kumparan digulungkan pada pembentuk (former) dari bahan penolik (phenolic) atau keramik menjamin stabilitas. Inti yang bergerak terbuat dari bahan ferromaknit yang mempunyai permeabilitas besar dan diberi perlakuan panas (heat treatment) untuk mendapatkan sifat maknit terbaik agar unjuk kerja yang optimal. x = simpangan inti. Tegangan output secara ideal sama pada kedua sisi dari nol untuk harga simpangan inti yang sama. Ini menimbulkan perbedaan tegangan output pada transformator. dan r1 = radius dalam kumparan. Pembentuk harus kuat dan stabil secara mekanik agar dapat tahan pada kenaikan temperatur yang membuat kejut panas.

Secara umum. Listrik: Tegangan output linier dan fungsi kontinu pada simpangan mekanik (ke liniaran lebih baik dari O.21 - . Pengukuran simpangan sudut.4.25%). Dalam satu bentuk digunakan dua kumparan L1 dan L2 yang digulung secara merata pada bobbin silinder dengan inti bahan feromaknit yang dapat bergerak di dalamnya. Devais ini cara bekerjanya sama dengan LVDT yang telah diterangkan sebelumnya. Bentuk lain yang memakai inti maknit bentuk E mempunyai dua lilitan pada ujung-ujung yang dilengkapi dengan jangkar (almature) yang dapat menutupi perubahan kutub dengan celah udara yang sesuai. c. kemampuan bekerja pada temperatur tinggi. Tiap perubahan-perubahan posisi inti menyebabkan perubahan induktansi -pribadi (self inductance) kumparan L1 dan L2 seperti terlihat pada gambar 3.3. Sensitivitas tinggi (2 mV/Volt/10 mikron pada eksitasi 4 KHz). 2. gerakan bebas geseran pada inti maka resolusinya tidak terbatas. gaya untuk mengoperasikan dapat diabaikan (berat inti sangat kecil). Pengkondisi sinyal untuk transduser ini sama dengan pada LVDT. Keuntungan transduser ini adalah resolusi yang tidak terbatas dan bekerja linier (lebih baik dari ± 0. Rotary variable differential transformer Bentuk cakram (cam/rotor) berbentuk cardioid terbuat dari bahan maknit digunakan sebagai inti poros input dihubungkan dengan inti yang terpasang di tengah pembentuk kumparan dimana kumparan primer dan sekunder di gulung secara simetris. temperatur operasi dari 40 °C hingga + 100 °C. Dengan adanya IC miniatur maka dimungkinkan dibuat osilator dan demodulator berada dalam kotak transduser. maka seolah-olah bekerja sebagai sistem DC-DC (arus searah). Instrumen yang menggunakan transduser ini dikerjakan memakai penguat gelombang pembawa yang sesuai diikuti detektor sensitif fasa dan filter.3 Gambar 3. tegangan output bervariasi secara linier pada posisi putar dari poros. vibrasi dan kejut. kemampuan bekerja pada frekuensi luas (50 Hz hingga 20 KHz). Untuk simpangan kecil pada kedua jenis di atas berlaku hubungan : . alat ini tergambar pada gambar 3. Output bervariasi antara 0-5 volt dengan catu daya 15 volt DC. Jangkauan normalnya antara 10 mikron hingga 10 mm. Mekanik: Kesederhanaan desain dan mudah dalam fabrikasi dan instalasi. Poros dipasang memakai bantalan (bearing) bola yang presisi untuk meminimumkan geseran dan histerisis mekanik.pembawa. b. Detektor fasa digunakan dalam seluruh pengukuran untuk mencegah kebimbangan arah gerakan. Transformator diferensial variabel putar sangat baik untuk mengukur sudut simpangan sudut. jangkauan simpangan luas. konstruksi kokoh. Transduser relaktansi variabel Sensor simpangan relaktansi variabel sangat berguna pada pengukuran tegangan/ stress di laboratorium juga untuk ketebalan. sensitivitas silang (cross) sangat rendah. output impedansi rendah (100 ohm).5 % pada sekala penuh). resolusi output tidak terbatas (faktor batas teoritis adalah rasio sinyal ke noise dan kondisi stabilitas input). jangkauan linieritas terutama bergantung pada panjang kumparan primer dan sekunder. Bentuk rotor cardioid dipilih agar dihasilkan output yang sangat linier terhadap sudut putar. Keuntungan LVDT untuk sensor simpangan ialah : 1.

Kesalahan yang dapat timbul disebabkan karena inpedansi output variabel.ΔL ----. Agar dapat diatur supaya amplituda dan fasa dapat seimbang. Devais memiliki rotor yang dipasang pada poros transmiter dimana kukparan primer digulung dan statornya dililit dengan kumparan sekunder. Devais ini seperti potensiometer resistor tetapi karena devais itu merupakan komponen tipe induksi maka mempunyai gaya menahan pada rotor yang lebih kecil maka dapat memberikan resolusi lebih tinggi. Potensiometer induksi adalah devais ainkro linier yang dapat memberikan ketelitian dan penunjukkan linier putaran poros sekitar posisi referensi dalam bentuk tegangan dengan polaritasnya. L = induktansi.3 Potensiometer induksi. . efek panas. Transduser simpangan reluktansi variabel (a) Susunan kumparan (b) Rangkaian detektor 3. Dengan sedikit modifikasi devais ini dapat dipakai mengukur kecepatan dan percepatan Gambar 3.5 .4 (b) dengan L1 dan L2 berada pada satu lengan jembatan sedangakan pada lengan yang lain ditempati resistor R1 dan R2 dengan kapasitor C1 dan C2 yang dipararel. Kelinieran yang baik hanya dapat dicapai pada batas simpangan sudut ± 45° walaupun putaran poros kontinu.= L ΔX ---X derigan ΔL = perubahan induktansi. Keuntungan utama dari devais ini ialah sensitivitas dan linieritas yang tinggi 0. Untuk memproses sinyal agar dapat diukur digunakan jembatan Wheatstone seperti digambarkan pada gambar 3. Lilitan dibuat sehingga tegangan output berbanding lurus dengan posisi sudut rotor.22 - .4. ΔX = perubahan posisi jangkar/inti. besarnya sebanding dengan simpangan sudut dan fasanya menunjukkan arah putaran poros (terhadap posisi referensi).2. Devais dapat bekerja dalam berbagai lingkungan berbahaya yaitu dengan membungkus kumparan memakai resin epoxy dan bobbin yang tertutup kedap. devais ini terlihat pada gambar 3.1 % untuk langkah inti 50 cm (ukuran total devais 2 x besar langkah). mekanik yang tidak simitris.5 (a).

23 - . (c). Data posisi poros sudut disalurkan dari satu lokasi ke yang lain melalui sinyal listrik yang dikonversi.5 (b) Sebuah resolver merupakan transformator varabel dengan kopling elektromaknit putar antara lilitan primer dan sekunder. Struktur elektromaknit dasar sebuah sinkro terdiri dari lilitan rotor dan lilitan stator yang diatur konsentris untuk memberikan kopling mutual yang dapat diatur kumparan-kumparan dari dua bagian. Rangkaian listrik resolver dapat dilihat pada gambar 3. Resolusi tak terbatas.25 cm. Bekerja dengan kecepatan tinggi. pada rotor dan stator terjadi efek transformator maka pada stator terinduksi tegangan. Pada jenis yang menggunakan kontak.2. Tidak ada keausan pada putaran kecuali pada slip-ringnya. Secara relatif tidak sensitif terhadap kapasitansi bocor kabel 5. 3. dan jangkauan temperatur baik. atau konstanta dielektrikum k seperti pada gambar 3. Keandalan dan ketelitian tinggi ( 0.kumparan/lilitan rotor atau stator ini tergantung pada pemakaian. luas permukaan yang berhadapan A.5 Transduser kapasitansi variabel Transduser jenis kapasitansi variabel digunakan dalam lapangan pengukuran simpangan yang terbatas dan spesifik. devais transformator kopling variabel terutama dipakai untuk transmisi data sudut (angular) dan sistem komputasi. Sebagai primer dapat digunakan . Bentuk yang lazim pada kapasitor variabel untuk mengukur simpangan adalah terdiri dari kapasitor plat sejajar dengan celah variabel. 3. Sensor tanpa kontak diperlukan agar transduser tidak membebani mekanik pada vibrasi yang diukur. Tegangan output bervariasi secara sinus. Keuntungan sinkro dan resolver adalah : 1. pemakaian sinkro digunakan satu sebagai transmiter dan lain sebagai receiver seperti tergambar pada gambar 3. mempunyai keistimewaan terhadap transduser lain karena dapat dipakai untuk tegangan besar dari 0 . 2.2. Rotor digulung dengan lilitan satu fasa yang padat sedangkan stator dililit terbagi tiga fasa yang dihubungkan bentuk Y. Besarnya tegangan tergantung pada posisi sudut poros rotor terhadap stator.3. Sudut kerja yang berguna 360° dan bekerja secara kontinu.6 Gambar 3.01% dapat diselenggarakan) 6. Dalam satu. Secara ideal transduser ini termasuk sensor dinamik tanpa kontak. Perubahan kapasitansi dapat dilakukan dengan merubah jarak plat d. linier baik kompak. misalnya pada pada pengukuran getaran struktur yang sangat ringan seperti dinding tipis dan diafragma.4 Sinkro dan resolver Pada dasarnya sinkro dan resolver adalah devais elektromekanik AC. Keuntungan devais ini adalah mempunyai sifat sangat stabil. 4. Lilitan diletakkan sedemikian rupa sehingga tegangan outputnya mempunyai amplituda yang sebanding dengan posisi poros rotor terhadap stator. Pada rotor diberi sinyal AC.6. Resolver untuk posisi sudut terdiri dari dua lilitan yang dipasang tegak lurus satu sama lain untuk kedua rotor dan statornya. Transduser kapasitansi variabel .5.

24 - l0 sebanding dengan h dan A . Dengan bergeraknya silinder tengah. Perubahan kapasitansi yang dihasilkan.5) menyatakan hubungan yang eksak. Perubahan kapasitansi yang dihasilkan sebanding dengan simpangan silinder tengah.2% pada jangkauan 25 cm. menunjukkan bahwa luas variabel dan konstanta dielektrik variabel menghasilkan hubungan linier tanpa keterbatasan jangkauan.5 ) c K Rumus (3. l1 ( 3. kapasitansi transduser yang bekerja dengan prinsip variasi kapasitansi karena perubahan luas atau variasi konstanta dielektrik seperti dinyatakan dengan hubungan sebagai berikut : C1 l0 = . maka kapasitansi pada satu silinder naik sedangkan pada silinder yang lain menurun.4) dan (3.6 ) C2 1 = .-------. Rangkaian ini menghasilkan output linier bila : a. kelinieran lebih baik dari ± 0. li d ( 3. Sistim dielektrik variabel dipakai pada pengukuran permukaan/level eairan seperti pada sistem pengukur bahan bakar pada pesawat terbang atau indikator permukaan cairan dalam pabrik kimia. variasi kapasitansi c dapat ditulis sebagai berikut : Δc Δd ---= ---( 3. Untuk perubahan kecil d dari kedudukan mula. Hal yang sama. bila ΔA adalah perubahan luas dan ΔK perubahan konstanta dielektrikum maka : Δc ΔA ---= ---( 3.3 ) c d dengan faktor orde lebih tinggi diabaikan.. Sistem instrumen sederhana untuk pengukuran ujung tunggal (single ended) yang menggunakan penguat operasional dilihat pada gambar 3.4 ) c A dan Δc ΔK ---= ---( 3..Kapasitansi c pada kapasitor plat sejajar KA c = ----(3.2) d Salah satu konstruksi transduser menggunakan satu plat tetap sedangkan yang lain bergerak atau defleksi tergantung pada pengukuran simpangan.8 ) .--C2 KA -------.7. keuntungan dari pemakaian transduser ini ialah: stabilitas baik. Devais kapasitansi variabel linier dalam praktek terdiri dari sebuah silinder yang bergerak konsentris didalam dua silinder lain yang identik dengan celah udara yang konstan. C2 kapasitor tetap dan C1.7 ) ( 3.

Susunan skematis konduktor.. diberikan hubungan : C1 l0 = . li K A l0 sebanding dengan d ( 3. C1 kapasitor tetap dan C2 kapasitor transduser yang bekerja dengan variasi celah.6 Devais Efek Hall Efek Hall dalam beberapa aplikasi digunakan sebagai pengukur posisi. dibuat dari bahan keramik dan ninonic. Ini akan menghasilkan medan listrik yang arahnya tegak lurus pada arah medan maknit dan tegak lurus pada arah arus listrik pula. kendaraan dan pengontrol proses. Efek Hall terjadi bila medan listrik yang jatuh tegak pada konduktor yang menghantar arus listrik.10 ) Untuk ketelitian tinggi digunakan sistem jembatan AC dengan servo rangkaian tertutup (closed loop) seperti dilihat pada gambar 3. dapat digunakan pada pengukuran simpangan sampai temperatur 600 °C. medan maknit dan arah arus listrik ditunjukkan pada gambar 3.8. Strain gauge kapasitansi. Elektron dengan muatan e (aliran elektron yang menghasilkan arus total) bergerak dalam medan maknit B dengan kecepatan v timbul gaya Lorentz F diberikan sebagai berikut : F=e(vxB) ( 3.. Sensor jenis kapasitor banyak dioakai pada pengukuran dan pengamatan dalam bidang metrologo dan pengecekan dimensi dari alat ukur (gauge) saat digurinda dan pada rollspacing dalam mesin milling strip-rolling Drift sangat kecil dan ketelitian tinggi pada jangkauan panjang. 3.9 ) C2 C1 d = . dengan kuat medan yang sebanding dengan perkalian (product) kuat medan maknit dan arus listrik. Output kemudian dibaca pada posisi poros motor dengan presisi tinggi.8 Gambar 3.-------. Motor memutar ke suatu kapasitansi reverensi hingga output jembatan menjadi nol. menghasilkan produk akhir yang dikontrol sangat presisi. khususnya pengukuran simpangan sudut sebuah poros.25 - . Dengan desain yang tepat devais ini dapat digunakan untuk mengukur tekanan dan gaya pada instrumentasi pesawat terbang.9 (a). Rangkaian jembatan servo AC untuk kapasitansi variable Bila terjadi ketidak seimbangan jembatan karena perubahan kapasitas diperkuat dan mengatur motor servo. Devais ini dapat digunakan sebagai extensometer pada pengukuran rayapan (creep) dan tegangan tarik bahan pada waktu lama.11 ) .b.----------.2. l1 ( 3.

15 ) d Fig. .Arus mengalir melalui konduktor dibatasi oleh pinggiran benda padat (konduktor). maka potensial Hall dituliskan sebagai : RH VH = -------. Karena arus yang mengalir pada elemen Hall dibatasi oleh pembuangan panas dan kenaikan temperatur yang diizinkan untuk output daya maksimum.9. Waktu yang diperlukan untuk membuat keseimbangan itu ialah 10-14 detik. Medan listrik dapat dinyatakan sebagai : EH = v x B ( 3.i x B ( 3. (b) Hall affect angular displacement transducer Keseimbangan antara gaya Lorentz dan medan Hall dapat dicapai oleh pembawa arus dengan kecepatan tertentu.I B ( 3. Pada pemakaian lebih baik bila efek Hall dinyatakan bukan memakai medan listrik melainkan tegangan listrik. Arus listrik terus mengalir pada arah asalnya dan tidak terpengaruh lagi oleh medan maknit.12 ) Bila o dan e menyatakan masing-masing sebagai kepadatan dan muatan pembawa. elektronelektron didevleksikan oleh kepadatan fluksi maknit. RH berbanding terbalik dengan kepadatan pembawa dalam benda padat. (a) Hall effect principle. maka padat arus i adalah : i=ρv ( 3.13 ) Medan Hall yang dinyatakan dengan kecepatan sebuah elektron 1 Eh = ----. Muatan yang tertimbun pada satu sisi dari benda padat itu akan menimbulkan medan listrik (dikenal sebagai medan Hall) yang kemudian mengimbangi gaya Lorentz yang terjadi dalam tubuh dari pembawa muatan. 4.14 ) ρ Faktor 1/ρ disebut "Koefisien Hall". Dari Gambar 3. Maka efek Hall sangat jelas nyata dalam benda padat semikonduktor dibanding pada metal.9 (a) dapat dilihat bahwa VH = w EH dan I =iwd.26 - .

mendapat kesukaran bila kecepatan sudutnya terlalu lambat atau terlalu cepat. relaktansi atau kapasitif. 3. jarum jam/lawan jarum jam! Transduser sudut yang menggunakan transduser elektro maknit sebagai pick-up (pengambil). dan resistansi maknit karena kecepatan yang tidak uniform pada pembawa (carriers). Penghitungan deretan pulsa dapat dihitung memakai counter. outputnya akan naik di atas harga yang diset bila didekati oleh sebuah benda dari bahan ferromaknit dalam laju (rate) yang cukup untuk nembangkitkan output dengan adanya perubahan fluksi maknit. Teknik pola interferensi dan Moire digunakan untuk mendapatkan resolusi tinggi. device proksimiti adalah transduser simpangan non-kontak yang mempunyai output dengan kenaikan diskrit pada satu titik dalam jangkauan perjalanan. juga yang menggunakan relaktansi variabel dan kapasitansi variabel. Pada probe Hall dihubungkan dengan catu arus listrik dari sebuah sumber arus tetap melalui kontak-kontak pada ujung probe.2. yaitu dengan mengatur elektromekanik atau elektro optik. tegangan Hall yang timbul pada pasangan kontak yang tegak lurus arah arus. tegangan sisa yang terjadi karena terminal yang salah meluruskan (misalignment of the terminals).27 - . Jangkauannya sangat tergantung pada ukuran transduser. Probe tidak bergerak sedangkan poros dengan maknit permanen dapat berputar. Probe Hall terpasang secara kuat diantara kutub maknit permanen yang dihubungkan dengan poros. Transduser simpangan digital absolut menggunakan konstruksi sama dengan tipe incremental yang disebutkan di atas tetapi diberikan informasi kode yang unik untuk . Transduser digital dapat berupa tipe incremental atau tipe absolut.3 Transduser digital Dengan banyaknya pengolahan data memakai digital untuk pengukuran. Suatu soal yang berhubungan dengan gejala efek Hall adalah noise arus yang terjadi dalam divais. Roda gigi dengan berbagai bentuk gigi diberi kontak listrik atau pick-up induksi elektromaknit. terdapat devais yang dapat mengubah langsung simpangan mekanik menjadi output digital tanpa perantaraan konversi analog ke-digital. Sebuah sensor arah digunakan untuk menentukan gerakan positif/negatif. Devais ini sekarang banyak dipergunakan. besarnya berbanding lurus dengan sinus simpangan putar poros. luas permukaan kutub. seperti Indium Antimonida dan Indium-Arsenida. Bahan tersebut adalah paduan (compound) golongan III -IV. Devais ini bekerja dengan prinsip elektromaknit. dapat dipakai untuk mengukur sudut. 3. Pada devais linier terdiri dari sektor yang sama sepanjang garis lurus. Setiap gerak melangkah (incremental).9 (b). Elemen sensor dapat berupa kontak listrik langsung dalam penggesek (wiper) atau sikat. Skala linier antara output dengan perputaran poros didapatkan pada sudut putar ± 6°.7 Devais proksimiti (proximity) Meskipun tidak lazim dianggap sebagai transduser. Sebuah susunan transduser yang menggunakan gejala efek Hall untuk mendapatkan output yang berbanding lurus dengan simpangan poros putar kecil ditunjukkan pada Gambar 3. atau memakai fotolistrik dengan alur-alur sebagai jendela optis. Pada devais pengukur sudut terdiri dari paras peraba yang dihubungkan dengan cakram (lingkaran) yang terbagi dalam sektor sama pada kelilingnya.maka elemen Hall harus terbuat dari bahan yang mempunyai mobilitas besar. induktif. dan prinsip transduksi yang digunakan. sensor mengeluarkan pulsa yang dapat diukur memakai penghitung (counter). Devais tipe inkremental menggunakan pengukuran linier maupun sudut (angular). Sebuah devais proksimiti elektromaknit.

sinyal output yang dihasilkan diberikan ke prosesor. Sifat efek pengapungan dan perubahan berat jenis pelampung menentukan ketelitian. Kode yang paling kompak adalah kode biner dengan bit menyatakan 20. seperti sistem 8421 BCD. Teknik lain misalnya dengan pengukuran tekanan diferensial yang dibaca dari tinggi permukaan hidrolik pada kolam cairan.28 - . dengan kode ini hanya ada satu shift digit desimal untuk tiap angka berturutan dari 0 ke sembarang angka pada struktur angka Arab. Devais bergerak di bawah sikatsikat atau jendela optik. Gambar 3. masing-masing jalur. 3. Metoda paling sederhana untuk pengukuran permukaan (level) menggunakan pelampung sebagai elemen primer.menyatakan posisitertentu.10. tiap jalur mewakili satu bit. Pada aliran kanal terbuka kecepatan dapat diukur memakai tinggi permukaan pada kolom cairan (liquid colum). Pemilihan kode tergantung pada faktor tersedianya rangkaian komputasi. 22 dan 23. Macam devais yang dipakai tergantung pada ketelitian. kemampuan ulang. Ini diatasi dengan memakai sistem kode desimal biner (BCD).10. jumlah yang dihitung. 8473 = 1000 0100 0111 0011 Kerugian sistem biner dan 8421 adalah terdapat dua atau lebih bit berubah mendadak pada satu langkah perubahan posisi. Modifikasi lain berdasar pada sistem desimal siklis adalah kode Datex. Pelampung dihubungkan dengan sensor simpangan yang sesuai. tiap rangkaian akan on atau off membentuk kode dengan format decimal atau format translator lain. 21. Tiap digit dalam desimal Arab diikuti oleh kode biner. terbagi menjadi bagian konduksi dan isolasi dengan ukuran langkah sekecil mungkin agar mencapai resolusi setinggi mungkin. Kondisi lingkungan dimana sensor permukaan dipakai dapat menjadi hal yang kritis.4 Pengukuran permukaan (level) Pengukuran permukaan cairan digunakan untuk memonitor atau mengukur kuantitas isi cairan dalam reservoir atau tangki. Ketinggian cairan yang sesungguhnya dapat dihitung dengan memperhatikan berat jenis cairan dan melakukan koreksi terhadap temperatur dan . Ini dapat dilaksanakan pada enkoder linier atau enkoder posisi poros seperti gambar 3. sifat pemeragaan yang diperlukan. Kode desimal biner merupakan kombinasi sistem biner dengan desimal Arab. misalnya penggunaan potensiometer atau transformator diferensial variabel untuk indikasi proses kontinu dan untuk rekaman. dan derajat keandalan. yang dipatenkan oleh Giannini Corporation. jangkauan yang diperlukan untuk pemakaian tertentu. Berbagai macam kode digunakan pada enkoder untuk identifikasi yang baik. dimana tiap transisi digit hanya terdapat satu perubahan bit saja. seperti gray code. Ditail enkoder digital untuk pengukuran simpangan linier dan sudut Prinsip enkoder berdasarkan switch on-off dari jalur multi (multiple track).

tepat kalau dipakai untuk cairan dielektrikum seperti bahan bakar. Dengan mendeteksi besarnya radiasi yang sampai pada detektor penerima dapat dihitung level liquid setelah mengetahui besarnya absorbsi radiasi pada cairan itu. Pengukuran memakai teknik gelenbung udara (bubbler).perubahan berat jenis. Dengan mengetahui kecepatan propagasi ultrasonik dalam cairan yang diukur dan melakukan perhitungan interpolasi maka permukaan cairan dapat diukur derigan teliti. perubahan C diukur memakai jembatan AC atau memakai perubahan frekuensi bila sensor tersebut dihubungkan dengan rangkaian retoriator (tank) suatu osilator frekuensi tinggi. Devais kapasitansi terdiri dari probe listrik konsentris dimasukkan ke dalam tangki. Berkas sinar gamma menembus cairan yang diukur. Permukaan cairan dalam satu tempat dapat diukur dengan menimbang tempat berikut isinya. dan sel transduser tidak mengenai cairan yang diproses. Kesalahan pengukuran dapat timbul karena peruhahan berat jenis cairan. Instrumen nuklir untuk mengukur level menggunakan radiasi sinar gamma. dan gas padat. sebuah pipa dimasukkan ke dalam tangki sampai beberapa sentimeter dari dasar tangki dan udara atau gas dipompa melalui pipa ini. ini dapat diukur memakai sensor tekanan diferensial standar. Dua macam sensor permukaan yang banyak digunakan adalah sensor kapasitansi dan transduser ultrasonik. cairan-cairan. Waktu propagasi ultrasonik dari transmiter ke receiver di dalam cairan diukur. Karena temperatur dapat merubah konstanta dielektrikum maka perlu diadakan koreksi pada hasil pengukuran. cairan bertindak sebagai bahan dielektrik.29 - . Dengan menghitung berat cairan setelah dikurangi berat tempat maka permukaan cairan dapat diketahui. berat jenis cairan harus diketahui pula. Memakai sel bahan listrik sebagai transduser untuk mengukur berat. Sistem ini ideal untuk pengukuran karena tidak terkena langsung dengan cairan yang mungkin korosif dan dapat dipakai secara kontinu. meskipun kurang aman tapi memberi ketelitian dan keandalan untuk pengukuran cairan atau benda padat. Permukaan cairan kemudian dapat dihitung melihat berat jenis cairan itu. bila pipa memberikan gelembung maka tekanan dalam pipa sama dengan ketinggian hidrolik (hydrolic head) dari cairan. Probe kapasitansi C berubah tergantung pada tinggi permukaan. . Sensor yang digunakan untuk mengukur tekanan diferensial memakai difragma dari bahan tahan korosi bila dipakai mengukur dalam lingkungan korosif. Digunakan transmiter on-off ultrasonik dan juga transmiter kontinu. Probe kapasitansi tidak dapat dipakai dalam cairan yang berkonduksi. Devais ultrasonik telah dipakai pada bidang temu (interface) gas cairan. Kebocoran radiasi harus aman terhadap personel. maka pengukuran secara kontinu dapat dilakukan.