P. 1
Sistem Pentanahanan Single Grounding Di Gudang Semen Tiga Roda Pemalang

Sistem Pentanahanan Single Grounding Di Gudang Semen Tiga Roda Pemalang

|Views: 2,210|Likes:
Published by Osso Achink
Tugas Akhir..
Tugas Akhir..

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Osso Achink on Sep 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

garis tengah di skala DIA, dan teruskan sehingga memotong skala

D ; 6. Titik potong di skala D adalah harga kedalaman yang dicari.

5.

Skema Pentanahan

a.

Sistem Daya

Suatu system daya ditanahkan pada titik – titik yang

cocok menurut skema tertentu untuk memperoleh keuntungan –

keuntungan seperti : mengurangi harga peralatan, menekan biaya

operasi dan biaya pemeliharaan, meningkatkan pengaman,

meningkatkan keterandalan, dan meningkatkan penampilan. Ada

dua metode pentanahan seperti dijelaskan di bawah ini.

1)

Sistem Yang Ditanahkan

Secara Efektif

Apabila suatu Generator, titik – titik netral

Transformer, titik – titik netral penunjang saluran / X – arm,

ditanahkan langsung di titik – titik tertentu pada substasion –

substasion dan sepanjang rangkaian. Dalam system seperti

ini, koefisien pentanahan tidak dapat melebihi 80%.

2)

Sistem Yang Ditanahkan

Secara Tidak Efektif

Dalam hal ini, titik – titik netral system

ditanahkan melalui tahanan – tahanan dan reaktor – reaktor,

22

termasuk di dalamnya penetralisir gangguan ( kumpulan –

kumpulan penekan loncatan listrik atau arc suppression coils)

Di India, system ditanahkan secara efektif.

Koefisien pentanahan tergantung pada system urutan fasa nol

dan urutan fasa positif dan negatif reaktansi dan tahanan.

Penelaahan menyimpulkan, bahwa dalam suatu system

distribusi, koefisien pentanahan sedikit kurang dari 80%.

Pada system – system 110 kV dan 132 kV, umumnya

koefisien tersebut tidak melebihi harga 75 %.

b.

Saluran – saluran dan Substasion –

substasion

Pentanahan saluran – saluran adalah penting karena

alasan – alasan di bawah ini :

1)

Untuk memperoleh urutan fasa nol

impedansi, sehingga dapat diperoleh arus gangguan cukup

besar untuk dapa mengerjakan relai pemutus arus pada saat

terjadi gangguan.

2)

Untuk pengamanan personil dan

ternak.

3)

Untuk mengurangi gangguan

interferensi pada komunikasi dengan menjaga potensia l tanah

tetap rendah.

Setiap pole dari distribusi primer, tiga fasa, system tiga

23

kawat, dengan atau tanpa kabel tanah, harus ditanahkan, dengan

tahanan pentanahan tidak lebih dari 20 – 25 Ohm dan terpasang

sesuai dengan praktek pentanahan pada India Standard Code of

Practive for Earthing. Hal ini lebih menjamin pengamanan dalam

hal ada gangguan. Untuk perlindungan terhadap tegangan lebih

yang lebih baik, disarankan untuk memasang ( pada saluran –

saluran dengan kabel tanah ) suatu kabel tanah pada rentangan

dekat substasion distribusi. Ini akan mengurangi intensitas

gelombang pulsa yang datang, dan meratakan / membagi arus

gangguan dengan adanya jalur paralel, dan dengan demikian

mengurangi / menurunkan potensial – potensial tanah setempat

pada kondisi gangguan.

Sesuai aturan 90 IE :

1)

Semua penyangga logam dari

saluran udara dan semua logam pemegang, harus secara

permanen dan efisien ditanahkan. Untuk maksud ini

digunakan kabel tanah dan dipasangkan secara baik pada

setiap pola dan terhubung ke tanah pada empat titik setiap

1,609 km, dengan jarak antara titik – titik sedapat

mungkin sama. Atau, setiap penyangga dan pemegang

tersebut ditanahkan secara efektif.

2)

Setiap kabel yang tidak

tersambung ( stray wire ) harus ditanahkan dengan jalan yang

24

sama, kecuali berisolasi dan berada pada ketinggian tidak

kurang dari 3,048 meter ( 10 kaki ) dari tanah.

Dalam saluran – saluran, impedansi gangguan

maksimum harus sedemikian, sehingga pada kondisi gangguan,

arus gangguan tidak kurang dari 2,5 kali batas arus pengerjaan

relai, atau arus fasa utama. Urutan impedansi nol saluran dan

tahanan kaki dari kutub dapat dihitung untuk pengecekan syarat

arus gangguan tersebut. Di daerah perkotaan, harus dilengkapi

dengan gardu yang alasnya ditanahkan, baik untuk pemeliharaan

maupun untuk pengamanan personil atau ternak. Di daerah

pedesaan, saluran – saluran dengan atau tanpa kabel tanah harus

dibangun sedemikian rupa sehingga apabila penghantar putus akan

berakibat hubung singkat ke tanah, misalnya harus menyentuh

struktur kutub yang ditanahkan atau kabel tanah.

Pada saluran – saluran 33 kV, 11 kV dan tegangan

rendah cengkeraman penghantar pada tanah bertahanan tinggi

atau tanah kering dengan tahanan sedang, memberikan arus

gangguan yang lemah, dalam hal ini di bawah arus beban penuh

atau arus pengerjaan relai, atau arus fasa, karena kontak yang

kurang baik dan tahanan tanah yang tinggi. Pemutusan saluran

catu dalam hal ini tidak akan bekerja, atau fasa tidak akan putus.

Banyak sekali kecelakaan terjadi karena kondisi cengkeraman

penghantar yang kurang baik, meskipun pada tanah – tanah liat di

25

musim kering. Kecelakaan – kecelakaaan tersebut tidak dapat

dihindari kecuali ada tindakan – tindakan khusus, seperti

membuat agar terjadi hubung singkat ke tanah pada saat terjadi

gangguan dengan suatu perencanaan mekanik khusus dari tangkai

silang atau salurannya, dan lain sebagainya. Tindakan – tindakan

khusus tersebut telah lazim dilakukan di Negeri – negeri sebelah

selatan India ( lihat Gambar II.7. Tindakan lain adalah

memperkecil tahanam pentanahan dari elektroda – elektroda.

Sumber Gambar : Pengetanahan Netral Sistem Tenaga dan Pengetanahan
Peralatan, Erlangga, Jakarta

Gambar II.7. Susunan pentanahan X – arm

c.

Saluran – saluran Tegangan Rendah dan

26

Tempat Tinggal Landasan

Dengan naiknya penggunan listrik untuk pemansan,

memasak dan lain – lain keperluan rumah tangga, jumlah

kecelakaan listrik meningkat sebagai akibat pentanahan yang tidak

memadai untuk kemungkinan arus gangguan yang besar. Dari

berbagai metode pentanahan yang lazim, perlindungan dengan

pentanahan jaman titik – titik netral dengan ikatan tititk – titik

berpotensial yang sama, merupakan yang terbaik yang

memberikan pengamanan maksimal. Hal ini menghindari

penggunaan kabel tanah yang mahal sehingga mengurangi beban

ekonomi. Namun pengguanaan metode tersebut memerlukan

paling sedikit tiga elektroda setiap kilometer saluran, pemasangan

elektroda di tempat langganan, pengisolasian kabel – kabel, dan

sebagainya. Tahanan pentanahan harus cukup dibuat rendah agar

dengan cepat fasa dapat putus ( tidak lebih dari 6 Ohm ). Ini

biasanya dilengkapi dengan tiga buah elektroda 20 Ohm setiap

kilometer, atau lebih banyak lagi elektroda dengan harga Ohm

yang lebih tinggi. Tahanan elektroda tanah dapat direndahkan lagi

di tempat – tempat rawan dengan penggunaan pasak – pasak jamak

secara setempat ( lokal ), dalam hal ini lebih banyak dipilih model

segitiga dengan sisi – sisi paling sedikit dua kali panjang elektroda.

Aturan – aturan 33 dan 90 IE tidak secara khusus

memberikan pentanahan jamak untuk system tegangan rendah.

27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->