Kesultanan Tidore

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Kesultanan Tidore adalah kerajaan Islam yang berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara, Indonesia sekarang. Pada masa kejayaannya (sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18), kerajaan ini menguasai sebagian besar Halmahera selatan, Pulau Buru, Ambon, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua barat. Pada tahun 1521, Sultan Mansur dari Tidore menerima Spanyol sebagai sekutu untuk mengimbangi kekuatan Kesultanan Ternate saingannya yang bersekutu dengan Portugis. Setelah mundurnya Spanyol dari wilayah tersebut pada tahun 1663 karena protes dari pihak Portugis sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Tordesillas 1494, Tidore menjadi salah kerajaan paling independen di wilayah Maluku. Terutama di bawah kepemimpinan Sultan Saifuddin (memerintah 1657-1689), Tidore berhasil menolak pengusaan VOC terhadap wilayahnya dan tetap menjadi daerah merdeka hingga akhir abad ke-18.

Menelusuri JEJAK SEJARAH Kekuasaan KESULTANAN TIDORE di Halmahera Selatan dan Tanah Papua
Posted on 15 Desember 2008 by ANTO LATIF DOA New Editing………(10 April 2009)……. ( Oleh : Busranto Latif Doa )

SEJARAH SINGKAT TENTANG TIDORE

Tidore merupakan salah satu pulau kecil yang terdapat di gugusan kepulauan Maluku Utara, tepatnya di sebelah barat pantai pulau Halmahera. Sebelum Islam datang ke bumi Nusantara, pulau Tidore dikenal dengan nama; “Limau Duko” atau “Kie Duko”, yang berarti pulau yang bergunung api. Penamaan ini sesuai dengan kondisi topografi Tidore yang memiliki gunung api –bahkan tertinggi di gugusan kepulauan Maluku– yang mereka namakan gunung “Kie

Marijang”. Saat ini, gunung Marijang sudah tidak aktif lagi. Nama Tidore berasal dari gabungan tiga rangkaian kata bahasa Tidore, yaitu : To ado re, artinya, „aku telah sampai’.

View of Tidore Island (behind me, took from Ternate beach at Dufa-Dufa – near from my house) Sejak awal berdirinya hingga raja yang ke-4, pusat kerajaan Tidore belum bisa dipastikan. Barulah pada era Jou Kolano Balibunga, informasi mengenai pusat kerajaan Tidore sedikit terkuak, itupun masih dalam perdebatan. Tempat tersebut adalah Balibunga, namun para pemerhati sejarah berbeda pendapat dalam menentukan di mana sebenarnya Balibunga ini. Ada yang mengatakannya di Utara Tidore, dan adapula yang mengatakannya di daerah pedalaman Tidore selatan. Pada tahun 1495 M, Sultan Ciriliyati naik tahta dan menjadi penguasa Tidore pertama yang memakai gelar Sultan. Saat itu, pusat kerajaan berada di Gam Tina. Ketika Sultan Mansyur naik tahta tahun 1512 M, ia memindahkan pusat kerajaan dengan mendirikan perkampungan baru di Rum Tidore Utara. Posisi ibukota baru ini berdekatan dengan Ternate, dan diapit oleh Tanjung Mafugogo dan pulau Maitara. Dengan keadaan laut yang indah dan tenang, lokasi ibukota baru ini cepat berkembang dan menjadi pelabuhan yang ramai. Dalam sejarahnya, terjadi beberapa kali perpindahan ibukota karena sebab yang beraneka ragam. Pada tahun 1600 M, ibukota dipindahkan oleh Sultan Mole Majimo (Ala ud-din Syah) ke Toloa di selatan Tidore. Perpindahan ini disebabkan meruncingnya hubungan dengan Ternate, sementara posisi ibukota sangat dekat, sehingga sangat rawan mendapat serangan. Pendapat lain menambahkan bahwa, perpindahan didorong oleh keinginan untuk berdakwah membina komunitas Kolano Toma Banga yang masih animis agar memeluk Islam. Perpindahan ibukota yang terakhir adalah ke Limau Timore di masa Sultan Saif ud-din (Jou Kota). Limau Timore ini kemudian berganti nama menjadi Soa-Sio hingga saat ini.

Tidore & Maitara Islands) EKSPANSI TIDORE KE TIMUR NUSANTARA Selain Kerajaan Ternate. Papua Gam Sio . yaitu: 1. Sultan Tidore yang ke 12. a. ialah Sultan Mansyur.The Sultan of Tidore (today) (behind. Waktu itu. Nyili Gam a.H. Nyili Gamtumdi c. Sultan Tidore yang ke 36. yang dinobatkan di Tidore pada tanggal 27 Perbruari 1947. Kerajaan Tidore juga merupakan salah satu Kerajaan besar di jazirah Maluku Utara yang mengembangkan kekuasaannya terutama ke wilayah selatan pulau Halmahera dan kawasan Papua bagian barat. Nyili Papua (Nyili Gulu-Gulu). Nyili Lofo-Lofo 2. Sejak 600 tahun yang lalu Kerajaan ini telah mempunyai hubungan kekuasaan hingga sampai ke Irian Barat (Pesisir Tanah Papua) sebagai wilayah taklukannya. Nyili Gamtufkange d. yang memegang kendali kekuasaan pemerintahan di Kerajaan Tidore. Menurut (Almarhum) Sultan Zainal Abidin “Alting” Syah. yang bertepatan dengan tanggal 26 Rabiulawal 1366. bahwa Kerajaan Tidore terdiri dari 2 bagian. Yade Soa-Sio se Sangadji se Gimelaha b. Kolano Ngaruha (Raja Ampat) b.

kembolau gira toma saat enarige ona jou Mantri moi-moi yo marimoi idin enarige. pulau Patani.c. Weda. Kepulauan Tanimbar. terus ine toma Papua Gam Sio. Raisi karehe Jou Kolano se ona Kapita ona rigee yowako rora tulu toma Salawati. Gira2 tigee ona Kapita moi2 yomote Jou Kolano ine toma Gebe lalu turus toma Salawati. Waigeo._Tombuku and Banggai were under the rule of the Kingdom of Ternate before Dutch rule”. Sultan Tidore yang pernah mengadakan expedisi ke pulau Halmahera bagian selatan sampai di “Papua” dan pulau-pulau sekitarnya. juga termasuk dibawah naungan Kerajaan Tidore. tiya Mantri moi2 yo holila se yojaga toma aman se dame madoya. Ngori totagi tosari daerah ngone majoma karena daerah ngone enareni yokene foli. Lantas gaitigee Jou Kolano wowako sewolololi ino toma lolinga majiko wotagi ia toma Bobaneigo lantas gaitigee womaku tomake se Jou Kolano Ternate. Bicoli se Patani ona yomote una terus toma Gebe la supaya yohoda kiye mega yoru-ruru. Bicoli. Jou Kolano Tidore woterus toma Lolobata. Gorong. Lantas kagee Jou Kolano wolahi Kapita2 kagee toma Maba. “Jou Kolano Komala” Gira Jou Kolano ona ngamalofo rigee yo maku yamu rai se yo maku sawera sewowaje. Maba. Waigama. Mavor Soa Raha (This statement allegedly made by Zainal Abidin Syah) Dalam catatan tersebut dengan sendirinya bukanlah “Irian Barat” yang disebutkan. Selain dari Papua. Jou Kolano Ternate tagi turus ia toma Kao. melainkan “Papua“. se Mavor Soa-Raha. Kepulauan Kei. all legal documents were first sent to the ―The Kingdom of Tidore for oka before being used in the above mentioned provinces. hamoi yali toma Waigeo. Maba se Patani. se hamoi yali toma Masowol . Buli. gena e lebe laha Jou Kolano nowako koliho mote toma lolinga karena kagee seba foloi. Sorong. ―Madero toma jaman yuke ia gena e jaman ―Jou Kolano Mansyur‖ Jou Lamo yangu moju giraa2 maga i tigee Jou Kolano una Mantri una moi2 lantas wocatu idin te ona: Ni Kolano Jou Ngori ri nyinga magaro ngori totiya gam enareni. gena e lebe laha Jou Kolano nowako koliho mote toma lolinga madomong kataa. wotia Kapita hamoi se woangkat una wodadi Kolano kagee. Misowol (Misol). lantas Jou Kolano una rigee wotagi wopane oti isa toma Haleyora (Halmahera) wodae toma rimoi maronga Sisimaake wouci kagee lalu wotagi ine toma Akelamo lantas kagee wotomake jarita yowaje coba Jou Kolano mau hoda ngolo madomong kataa. juga pulau-pulau di sekitarnya seperti pulau Gebe. which were once the property of the Kingdom of Tidore. Disebutkan “Under the Dutch rule. yo bapo ino uwa. toma Gebe madulu se I ronga ―Papua‖. Di bawah ini adalah salinan catatan sejarahnya dalam “Bahasa Tidore” ketika Sultan Mansyur. hamoi yali toma Waigama.

Beliau menetapkan untuk keluar mencari daerah tambahan. Di Bobaneigo bertemu dengan Sri Sultan Ternate Bernama “Komala“. Bicoli dan Patani turut dengan beliau ke pulau Gebe untuk menyelidiki pulau2 apa yang terapung di belakang pulau Gebe. masa kekuasaan Sultan Tidore yang bernama “Mansyur“. (Admin. Terjemahan (Admin) :_ “Bahwa pada masa dahulu kala. Catatan Admin . Kedua Sultan tersebut kemudian saling bertanya dan akhirnya menyepakati untuk membagi pulau Halmahera menjadi dua wilayah kekuasaannya masing. menjaga agar supaya berada aman dan damai. Bicoli.(Misol). maka sebaiknya beliau melewati jalan di Dodinga. tiba pada sebuah tempat namanya Sismaake. Kapita-kapita ngaruha onarigee Jou Kolano woangkat ona yodai Kolano teuna ipai maalu gena e mangale Kolano Ona Ngaruha rigee ngapala Kapita Patani. Buli dan Pulau Patani. Di Akelamo beliau mendapat keterangan/ceritera dan mendapat saran dari orang di Akelamo. ona ngaruha yoparentah yodo toma Papua Gam Sio se Mavor Soa Raha”. mungkin yang dimaksud adalah Sultan Ternate yang ke XVI). Sri Sultan Mansyur kembali dari Akelamo menuju Dodinga dan dari Dodinga berjalan kaki ke Bobaneigo. maka beliau berfikir. karena di Dodinga sangat dekat dengan lautan sebelah. singgah . Lalu dengan sebuah perahu biduk beliau beserta beberapa pengawal dan pengikutnya bertolak dari pulau Tidore ke Halmahera tengah dan selatan. Pada saat itu juga Kapitan2 tersebut turut dengan beliau ke Gebe. Maba. terus ke Salawati. antara pulau yang satu dengan lain (tidak berdekatan): “Papua”. yang saat ini dijadikan dasar oleh Pemerintah untuk menetapkan batas wilayah Kabupaten sejak jaman Indonesia merdeka). Pada kenyataannya hingga saat ini pulau Halmahera tepatnya di daerah (Dodinga) merupakan batas wilayah kultur antara kedua Kerajaan ini. Waigama. Di sana Beliau turun dan berjalan kaki ke Akelamo. Di sana beliau minta supaya Kapitan2 dari Maba. terus ke daerah yang disebutkan: Papua Gam Sio (Negeri Sembilan di tanah Papua) dan Mavor Soa Raha Empat Soa/Klan di Mavor).masing. Waigeo. Para Menteri beliau berhadap dan titah beliau. bahwa atas maunya sendiri bertolak nanti dari Tidore untuk maksud yang utama dan kepada Menteri2 beliau tinggalkan kerajaannya untuk dijalankan oleh para Menteri. Menteri bersatu dan menerima baik yang dititahkan. katanya jika beliau hendak melihat lautan sebelah (lautan di teluk Kao Halmahera). dimana daerah kekuasaannya belum/tidak luas. Kemudian selanjutnya Sultan Mansyur berkelana menuju daerah Lolobata. Sesudah itu Sri Sultan Mansyur dan Kapitan2nya kembali. Misowol. bahwa wilayah Kerajaan di Tidore pada masa itu memang terlalu kecil yakni hanya di pulau Tidore. yaitu Sultan Ternate berkuasa dari Dodinga ke utara sedangkan Sultan Tidore membatasi wilayah kekuasaannya dari Dodinga ke selatan. Buli.

dengan pengertian bahwa mereka berempat menjadi Raja itu harus mendengar perintah dari Sultan Tidore. (1317 – ………) Kolano Kie Matiti 7.di Salawati. dan keempat : Sultan Akhmad-ul Mansyur yang memerintah (tahun 1822–1856). pertama : Sultan Mansyur yang memerintah (tahun 1512–1526). (……… – ………) Kolano Metagena . namun yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah Sultan Mansyur yang mana?!. Waigama dan Misowol. (……… – ………) Kolano Subu 4. antara lain. adalah sebagai berikut : 1. Sumber / referensi tersebut di atas bila dikaji dengan menggunakan Analisa Historiografi. (……… – ………) Kolano Sele 8. 2). ketiga : Sultan Abdul Falal al-Mansyur yang memerintah (tahun 1700– 1708). (……… – ………) Kolano Bosamuangi 3. maka masih terdapat beberapa kelemahan. Kekuasaan ke-empat Raja itu sampai di daerah yang disekitarnya yang kemudian disebut Papua Gam Sio dan dearah Mavor Soa-Raha”. (……… – ………) Kolano Sah Jati 2. berikut ini adalah namanama Kolano / Sultan dan tahun pemerintahannya pernah menjadi penguasa di Kerajaan Tidore yang saya olah dan susun dari beberapa sumber baik lokal maupun sumber asing yang menjadi referensi kajian saya. (……… – ………) Kolano Balibunga 5. diantaranya : 1).Kolano). Sebagai pembanding dalam argument saya pada catatan tersebut di atas. karena dari berbagai referensi yang saya telusuri dan hunting selama ini. mereka berempat disebutkan “Raja Empat” yang masih dibawah naungan payung kekuasaan Sri Sultan Mansyur Sang Penguasa dari Tidore. sejarah telah mencatat bahwa beberapa daerah diluar pulau Tidore. Terlepas dari itu semua. Tidak jelaskan tahun berapa yang merupakan ―tempos‖ atau kurun waktu kejadian dari apa yang diuraikan dalam sumber ini. bahwa terdapat 4 (empat) Sultan Tidore yang menggunakan nama ―Mansyur‖ sebagai nama mereka. Waigeo. (……… – ………) Kolano Duku Madoya 6. mulai dari Papua barat hingga pulau-pulau di selatan Pasifik pernah menjadi wilayah kerajaan ini. kedua : Sultan Kie Mansyur yang memerintah (tahun 1547–1569). Tokoh sentral yang dijelaskan dalam sumber ini adalah ―Sultan Mansyur‖._ Catatan Admin . dan disana beliau mengangkat Kapita2 berempat orang itu menjadi Raja setempat yang bergelar seperti dirinya (.

(1334 – 1372) Kolano Nur ud-din 10. 16. seorang puteri dari Sultan Babu’llah Datu Syah ibni Sultan Khair ul-Jamil. (1599 – 1626) Sultan Mole Majimu alias Molemgini Jamal ud-din alias ‘Ala ud-din Syah 18. (1373 – …?…) Kolano Hasan Syah 11. (1529 – 1547) Sultan Amir ud-din Iskandar Zulkarnain 14. (1586 – 1599) Sultan Gapi Maguna alias Sultan Zainal Abidin Siraj ud-din alias Kaicil Siraj ul-Arafin. (1689 – 1700) Sultan Hamzah Fakhr ud-din ibni al-Marhum Sultan Syaif ud-din 23. (1780 – 1784) Sultan Patra Alam 28. kawin dengan Boki Randan Gagalo. (1784 – 1797) Sultan Kamal ud-din . (1708 – 1728) Sultan Hasan ud-din 25. (1653 – 1657) Sultan Magiau alias Sultan Said ud-din ibni Sultan ‘Ala ud-din alias Kaicil Saidi 21. (1728 – 1756) Sultan Amir Muhid-din Bi-fallil-ajij alias Kaicil Bisalalihi 26. (1700 – 1708) Sultan Abul Falal al-Mansyur 24. (1547 – 1569) Sultan Kie Mansyur 15. (1626 – 1633) Sultan Ngora Malamo alias Sultan ‘Ala ud-din ibni Sultan Jamal ud-din 19. yang kawin dengan Boki Filola pada tahun 1585 seorang puteri dari sultan Ternate Sultan Said ud-din Barakat Syah ibni al-Marhum Sultan Babullah Datu Syah 17. (1633 – 1653) Sultan Gorontalo alias Kaicil Sehe 20. (1569 – 1586) Sultan Miri Tadu Iskandar Sani Amir ul-Muzlimi. (1657 – 1689) Sultan Syaif ud-din alias Kaicili Golofino 22. (1512 – 1526) Sultan Mansyur 13. (1756 – 1780) Sultan Jamal ud-din 27.9. (1495 – 1512) Sultan Ciriliati alias Jamal ud-din 12.

(1810 – 1822) Sultan Mohammad Tahir (Wafat : 17 November 1821) 32. (1797 – 1805) Sultan Nuku alias Sultan Said-ul Jehad Muhammad al-Mabus Amir uddin Syah alias Kaicil Paparangan alias Jou Barakati 30.29. . (1822 – 1856) Sultan Akhmad-ul Mansyur (Dinobatkan 19 April 1822. (1867 – 1894) Sultan Johar Alam (Dinobatkan Agustus 1867) 35.? Kesultanan Tidore mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Nuku alias Sultan Said-ul Jehad Muhammad al-Mabus Amir ud-din Syah alias Kaicil Paparangan yang oleh kawula Tidore dikenal dengan sebutan Jou Barakati. 27 Perbruari 1947. (Dinobatkan Juli 1849) Pada masa ini Keraton Tidore dibumihanguskan sebagai sikap protes terhadap kebijakan pihak Belanda yang merugikan Tidore) 36. 26 Rabiulawal 1366-H) 37. wafat 11 Juli 1856) 33. wilayah Kerajaan Tidore mencakup kawasan yang cukup luas hingga mencapai Tanah Papua. (1894 – 1905) Sultan Akhmad Kawi ud-din Alting alias Kaicil Syahjoan. Pada masa kekuasaannya 1797 – 1805). (Sekarang) Sultan Djafar “Dano Yunus” Syah. (1805 – 1810) Sultan Mohammad Zain al-Abidin 31. (1857 – 1865) Sultan Akhmad Safi ud-din alias Khalifat ul-Mukarram Sayid-din Kaulaini ila Jaabatil Tidore alias Jou Kota (Dinobatkan April 1857) 34.hingga sekarang) The Sultan with the Crown Royal of Tidore (Tolu Kolano) APAKAH EKSPANSI SULTAN NUKU SAMPAI KE KAWASAN KEPULAUAN PASIFIK BAGIAN SELATAN…. bertepatan dengan tgl. (1947 – …….) Sultan Zain al-Abidin “Alting” Syah (Dinobatkan di Tidore pada tgl. (Dinobatkan ————.

Walaupun demikian. Melanesia. Kerajaan Tidore mencapai masa kegemilangan dan menjadi kerajaan besar yang wilayahnya paling luas dan disegani di seluruh kawasan itu. Nuku Oro dan Nuku Nono.Wilayah sekitar pulau Tidore yang menjadi bagian wilayahnya adalah Papua. Masa hidup Sultan Nuku lebih banyak digunakan untuk berjuang melawan Belanda. Menurut beberapa tulisan di berbagai situs internet. Fiji. Juga tidak ditemukan jejak-jejak hadirnya orang-orang Tidore di daerah ini. Tidak adanya pengakuan dari penduduk setempat di Pasific Selatan bahwa mereka mempunyai kaitan sejarah dengan Sultan Nuku. Perlu penelitian tersendiri. 2. kepulauan Marshal. STRUKTUR PEMERINTAHAN DI KERAJAAN TIDORE . 3. Nuku Maboro. 6. Vanuatu dan kepulauan Kapita Gamrange. Jika memang kekuasaan Sultan Tidore telah sampai ke sana tentu ada jejak-jejak Islam ditemukan di sana. tidak ditemukan catatan sejarah tempat-tempat dimaksud yang menjelaskan bahwa mereka mempunyai kaitan sejarah dengan Kesultanan Tidore dengan Sultan Nuku-nya. diantaranya. Mikronesia. termasuk oleh kolonial Eropa. Disebutkan pula bahwa hingga hari ini beberapa pulau atau kota masih menggunakan identitas nama daerah dengan embelembel Nuku. 5. gugusan pulaupulau Raja Ampat dan pulau Seram Timur. terlepas dari “perdebatan” permasalahan ini. kepulauan Solomon. Pasific Selatan terlalu jauh dari Tidore. fakta sejarah mencatat bahwa di masa Sultan Nuku yang hanya berkuasa sekitar delapan tahun inilah. Nuku Alova. 4. Sultan Nuku hidup ketika penjajah Eropa sudah berdatangan ke wilayah Timur dan wilayah Pasific Selatan diduduki oleh mereka. di Wikipedia misalnya. 7. karena kalo kita menjelajahi beberapa situs internet. Nuku Haifa. Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas tidaklah mudah. kepulauan Marianas. antara lain. Nuku Fetau. Nuku Wange. Masyarakat Pasific Selatan saat ini mayoritas beragama Kristen. Argumentasi ini sangat beralasan. Alasan bantahan terhadap hal ini didasarkan pada argumennya bahwa : 1. Hal ini juga dibantah oleh salah satu Dosen Jurusan Sejarah Fakultas Sastera Universitas Khairun Ternate yang tidak mau menyebutkan namanya. Lebih lanjut dikatakan bahwa “agak mustahil” kekuasaan Sultan Nuku bisa sampai ke ke kawasan pasific. kepulauan Nuku Lae-lae. Nuku Nau. Ngulu. dituliskan bahwa kekuasaan Tidore sampai ke beberapa kepulauan di pasifik selatan. Adanya nama Nuku di depan nama kota atau tempat di sana bukanlah bukti yang bermakna kuat karena bisa saja kata “Nuku” di sana mempunyai arti yang berbeda. Tidak ada bukti-bukti dan catatan tertulis tentang kapan dan bagaimana Sultan Nuku data ng dan memberi nama pulau-pulau tersebut.

Urusan Pertahanan dikepalai oleh Kapita2/Mayor : a. Selanjutnya mengenai Struktur Pemerintahan Kerajaan Tidore sejak Sultan Tidore yang pertama yaitu Sultan Syah Jati alias Mohammad Nakel yang kemudian mengalami perobahan2 mengenai bentuknya pemerintahan di jaman Sultan Cirlaliati. Jodati2 d.Ketika Tidore mencapai masa kejayaan di era Sultan Nuku tersebut. Serjanti2 . Fola Rum dan Fola Bagus. Sistem dan Struktur Pemerintahan yang dijalankan di Kerajaan Tidore pada masa lampau cukup mapan dan berjalan dengan baik. Anggota2nya : a. Dari nama-nama ini. kerajaan Jailolo. Bobato ini bertugas untuk mengatur dan melaksanakan keputusan Dewan Wazir. Saat itu. dapat diuraikan sebagai berikut : KOLANO SEI BOBATO PEHAK RAHA. yang terdiri dari : 1. dan di jaman Sultan Syafi ud-din dengan gelarannya Khalifat ul-mukarram Sayid-din Kaulaini ila Jaabatil Tidore. Menariknya. Pehak Kompania. Gimalaha2 d. Pehak Bobato. sistem pemerintahan di Tidore telah ditata dengan baik. Fomanyira2 2. Urusan Pemerintahan dikepalai oleh Jogugu. Fola Ake Sahu. Anggota Dewan wazir terdiri dari Bobato Pehak Raha (Bobato empat pihak) dan wakil dari wilayah kekuasan. kemudian dipilih satu di antaranya untuk menjadi Sultan Tidore. yang terdiri dari Fola Yade. di keempat Kerajaan di Jazirah Maluku Utara yang dikenal dengan “MOLOKU KIE RAHA” yaitu. Hukum2 b. Sangadji2 c.–beberapa sumber menyebutkan Sultan ini yang pertama kali mulai masuk Islam–. Leitenan2 b. Sultan (Kolano) dibantu oleh suatu Dewan Wazir. Seleksi seseorang untuk menjadi Sultan dilakukan melalui mekanisme seleksi caloncalon yang diajukan dari pihak Dano-dano Folaraha (wakil-wakil marga dari Folaraha). artinya : Sultan dan 4 Kementeriannya dengan pegawai. kerajaan Bacan. Dewan ini dipimpin oleh Sultan dan pelaksana tugasnya diserahkan kepada Joujau (Perdana Menteri). Alfiris2 c. dalam bahasa Tidore disebut Syaraa. Struktur tertinggi kekuasaan berada di tangan Sultan. adat se Nakudi. kerajaan Ternate dan termasuk di kerajaan Tidore tidak mengenal sistem putra mahkota sebagaimana kerajaan-kerajaan lainnya di kawasan Nusantara.

dan g. Sowohi Cina. Kapita Laut. (Panglima Perang) 3. Sowohi Kiye. Pehak Lebee. (Protokoler Khusus Urusan Orang Cina). (Uurusan Dalam Kerajaan) . yaitu: 1. Anggota2nya : a. 4.e. (Kepala Rumah Tangga Kerajaan) 2. terdiri dari : 1. Anggota2nya : a. Bobato Yade Soa2 dan Sangadji se Gimalaha di pusat. Sadaha. Hukum Yade. urusan Agama/Syari‟ah dikepalai oleh seorang Kadhi. (Urusan Administrasi Pelayaran). (Urusan Luar Kerajaan) 4. Khotib2. Fomanyira Ngare. Imam2. Modin2. 5. Sahabandar. 3. Jurutulis Loaloa b. Hukum Soa2. (Public Relation Kerajaan) 4. seperti Gonone yang membidangi intelijen dan Surang Oli yang membidangi urusan propaganda. Jogugu / Jojau 2. c. Pehak Jurutulis. PEJABAT DALAM KEDUDUKAN MENURUT TINGKAT JABATAN I. b. Jou Mayor. * Selain struktur tersebut di atas masih terdapat Jabatan lain yang membantu menjalankan tugas pemerintahan. Kapita Ngofa 3. Beberapa Menteri Dalam. Kapita Kie f. Urusan Tata-Usaha dikepalai oleh Tullamo (Sekneg). (Protokoler Kerajaan Bidang Kerohanian).

Gimalaha Sibu 10. Gimalaha Samafu 18. Fomanyira Tasuma 27. Gimalaha Kalaodi 14. Fomanyira Sosale 23. Gimalaha Doyado 17. Fomanyira Cobo 25. Fomanyira Jawa 24. Gimalaha Soa Konora 15. Gimalaha Sibuamabelo (Sambelo) 12. Gimalaha Matagena 11. (Urusan Kabinet) 6. Sangadji Moti 9. Gimalaha Simobe 16. Fomanyira Tomadou .5. Gimalaha Togubu 13. Fomanyira Yaba 22. Gimalaha Marsaoly 7. Fomanyira Failuku 20. Fomanyira Tomacala 21. Fomanyira Dikitobo 26. Gimalaha Folaraha 8. Bobato Ngofa. Gimalaha Maliga 19.

Gimalaha Tomalouw 32. Sngagaji Laisa Mareku 30. Gimalaha Tomanyili 38. Tomanyira Tofoju 6. Fomanyira Tomawange 5. Fomanyira Gurabati IIb. Fomanyira Tambula . Gimalaha Tongowai 33. Gimalaha Tomaidi 36. terdiri dari : 1. Gimalaha Tuguiha 35. terdiri dari : 1. Gimalaha Gamtohe 39. Gimalaha Banawa IIa. Fomanyira Tambula 3. Bobato Nyili Gamtumdi. Gimalaha Dokiri 40. Gimalaha Tomoyau 2. Gimalaha Mare 34. Fomanyiira Taran 4.28. Fomanyira Rum 29. Gimalaha Seli 2. Sangadji Laho Mareku 31. Gimalaha Tahisa 37. Bobato Nyili Gamtufkange.

Sangadji Maba 2. (1 s/d 12 disebutkan Gamrange. Gimalaha Akelamo 14. Sangadji Bicoli 4. Fomanyira Goto 7. Gimalaha Akemayora . terdiri dari : 1. Fomanyira Ngosi 4. Fomanyira Tunguwai 6. Sangadji Kacepi 8. Sangadji Soa Gimalaha 3. Himalaha Wayamli 5. Fomanyira Sautu 8. Gimalaha Sanafi 9 Sangadji Weda 10 Gimalaha Soa Cina 11. Nyili Lofo2. Gimalaha Payahe 15.–Tiga Negeri–) 13. Fomanyira Tomagoba IIc.3. Gimalaha Wama 16. Gimalaha Kipay 7. Gimalaha Somola. Sangadji Somola 12. Sangadji Patani 6. Fomanyira Tobaru 5.

(1 s/d 4=Raja Ampat). Sangadji Rummansar 16. 5. Sangadji Waropon. Sangadji Anggaradifu 17. Sangadji Barey 8. Fomanyira Tauno 19. (14 s/d=Mavor Soa-Raha (4 Soa). Gimalaha Usboa 7. Gimalaha Tafaga 18. Sangadji Mar 13. Sangadji Beser 9. 4. Gimalaha Kafdarun 10. Sangadji Umka 6. terdi i dari : 1. (Miyan). Kalaodi Maidi. 14. (Lilintinta). (5 s/d 13 -Papua Gam Sio – (9 Soa). Sangadji Rumbarpon 15. Kolano Salawati 3. Bobato Nyili Gulu2 (Papua). Sangadji Wakeri 11. Gimalaha Warasay. Gimalaha Warijo 12.17. Kolano Waigama. Kolano Waigeo 2. Fomanyira Loko 20 Fomanyira Taba 21. (13 s/d 21 distrik Oba) IId. . Kolano Misowol.

To ado re. ternyata beberapa orang momole yang bertikai tersebut tiba pada saat yang sama.busranto. Terlepas dari itu semua. Wallahu wa‟lam……. Sebelum Islam datang ke bumi nusantara. Menurut kisahnya. mulai dari Papua barat hingga pulau-pulau di selatan Pasifik pernah menjadi wilayah kerajaan ini. Pertemuan disepakati di atas sebuah batu besar di kaki gunung Marijang. kajian historis ini. karena merasa dialah yang datang pertama kali dan menjadi pemenang. bila dipahami. Penamaan ini sesuai dengan kondisi topografi Tidore yang memiliki gunung api –bahkan tertinggi di gugusan kepulauan Maluku– yang mereka namakan gunung Marijang.Catatan Akhir dari Admin .. ‘aku telah sampai’ dan bahasa Arab dialek Irak anta thadore yang berarti ‘kamu datang’. sejarah telah mencatat bahwa beberapa daerah diluar pulau Tidore. Penggabungan dua rangkaian kata dari dua bahasa ini bermula dari suatu peristiwa yang terjadi di Tidore. rombongan Ibnu Chardazabah.. Kalau ditanya mengapa saya berargumen demikian? Maka jawaban saya adalah . Dari Sabang sampai Merauke…….! (www. yang berarti pulau yang bergunung api. 1.Tanpa Tidore. sehingga Malaysia.blogspot. diharapkan akan menjadi motivasi bagi para para pemimpin lokal di daerah ini untuk menata masa depan Tidore dan sekitarnya yang lebih baik. namun pada akhirnya. setiap momole yang sampai ke lokasi pertemuan selalu meneriakkan To ado re. Singapura dan Timor Leste tidak dimasukan sebagai wilayah NKRI.com) 1. Tidore dikenal dengan nama Kie Duko. Terakhir……. Saat ini. di Tidore sedang terjadi pertikaian antar momole. barangkali yang ada di pikiran mereka hanya kekuasaan dan kekayaan tanpa mikirkan hak dan kepentingan rakyat yang dipimpinnya…. gunung Marijang sudah tidak aktif lagi.” 2. Dalam peristiwa itu. momole yang tiba paling cepat ke lokasi pertemuan akan menjadi pemenang dan memimpin pertemuan. kenapa jaman kita saat ini tidak mampu? Pilkada saja berantam melulu. bernama Syech Yakub turun tangan dengan memfasilitasi perundingan yang disebut dengan Togorebo. Kesepakatannya. “……. artinya. diperkirakan tahun 846 M. tak akan ada lagu. Sejarah Tidore merupakan salah satu pulau yang terdapat di gugusan kepulauan Maluku. utusan Khalifah al-Mutawakkil dari Kerajaan Abbasiyah di Baghdad tiba di Tidore. diputuskan bahwa hanya bekas jajahan kerajan Belanda saja yang menjadi wilayah RI. Untuk meredakan dan menyelesaikan pertikaian tersebut. Suatu ketika. Namun. Pada saat itu. sehingga . salah seorang anggota rombongan Ibnu Chardazabah. di daerah Tidore ini sering terjadi pertikaian antar para Momole (kepala suku). Pertikaian tersebut seringkali menimbulkan pertumpahan darah. Nama Tidore berasal dari gabungan dua rangkaian kata bahasa Tidore dan Arab dialek Irak: bahasa Tidore. Presiden RI pertama Sukarno semula ingin memasukan seluruh wilayah kekuasaan kerajaan tidore ini menjadi bagian dari NKRI. Usaha untuk mengatasi pertikaian tersebut selalu mengalami kegagalan. Sukarno pernah berkata. yang didukung oleh anggota komunitasnya masing-masing dalam memperebutkan wilayah kekuasaan persukuan. Karena para pemimpin masa lampau di daerah ini yang yang berpola pikir ratusan tahun yang lalu saja mampu dan bisa menjalankan birokrasi yang baik menata pemerintahan daerah.

Darajati. yang lainnya adalah Ternate. sementara posisi ibukota sangat dekat. pendiri kesultanan Makian. ia memindahkan pusat kerajaan dengan mendirikan perkampungan baru di Rum Tidore Utara. yang menurunkan Marsaoli dan Mardike. Dalam sejarahnya. namun para pemerhati sejarah berbeda pendapat dalam menentukan dimana sebenarnya Balibunga ini. Pendapat lain menambahkan bahwa. Kaicil Buka. tampak bahwa empat kerajaan ini berasal dari moyang yang sama: Djafar Noh dan Siti Nursafa. Bab Mansur Malamo. dan adapula yang mengatakannya di daerah pedalaman Tidore selatan. Berdasarkan legenda asal usul di atas. perpindahan . Namun. Ada yang mengatakannya di Utara Tidore. sehingga sangat rawan mendapat serangan. yaitu: Ternate. Sultan Ciriliyati naik tahta dan menjadi penguasa Tidore pertama yang memakai gelar sultan. yang menurunkan raja-raja Tobungku. dan Boki Cita Dewi. Karena para momole datang pada saat yang bersamaan. kerajaan ini berdiri sejak Jou Kolano Sahjati naik tahta pada 12 Rabiul Awal 502 H (1108 M). Tempat tersebut adalah Balibunga. Pada tahun 1495 M. sejak saat itu mulai dikenal kata Tidore. Makian dan Moti) sehingga mereka kemudian melegitimasinya dengan sebuah mitos asal-usul. Ketika Sultan Mansur naik tahta tahun 1512 M. Barulah pada era Jou Kolano Bunga Mabunga Balibung. Boki Sagarnawi. Kerajaan Tidore merupakan salah satu pilar yang membentuk Kie Raha. Boki Sadarnawi. Perpindahan ini disebabkan meruncingnya hubungan dengan Ternate. Sejak awal berdirinya hingga raja yang ke-4. informasi mengenai pusat kerajaan Tidore sedikit terkuak. Tidore. Menurut catatan Kesultanan Tidore. lahir empat orang putra dan empat orang putri. Dengan keadaan laut yang indah dan tenang. Sedangkan empat orang putri adalah: Boki Saharnawi. Posisi ibukota baru ini berdekatan dengan Ternate. Syech Yakub yang menjadi fasilitator juga tiba di lokasi dan berujar dengan dialek Iraknya: Anta thadore. kata Tidore akhirnya menggantikan kata Kie Duko dan menjadi nama sebuah kerajaan besar. maka tidak ada yang menjadi pemenang. bernama Siti Nursafa.tidak ada yang kalah dan menang. Dari perkawinan tersebut. Demikianlah. pendiri kesultanan Ternate. akhirnya yang diangkat sebagai pemimpin adalah Syech Yakub. kombinasi dari dua kata: Ta ado re dan Thadore. itupun masih dalam perdebatan. pusat kerajaan berada di Gam Tina. Berselang beberapa saat kemudian. ibukota dipindahkan oleh Sultan Mole Majimo (Alauddin Syah) ke Toloa di selatan Tidore. Pada tahun 1600 M. lokasi ibukota baru ini cepat berkembang dan menjadi pelabuhan yang ramai. Makian dan Moti. dan diapit oleh Tanjung Mafugogo dan pulau Maitara. Empat putra tersebut adalah: Sahjati. Asal usul Sahjati bisa dirunut dari kisah kedatangan Djafar Noh dari negeri Maghribi di Tidore. yang menurunkan raja-raja Banggai. kemunculan dan perkembangan legenda asal-usul tersebut secara jelas menunjukkan adanya kesadaran persaudaraan di antara kerajaan Kie Raha (gabungan empat kerajaan utama di Maluku Utara. pendiri kerajaan Tidore. Terlepas dari benar atau salah. Saat itu. Konon. yang menurunkan raja-raja Loloda. pendiri kesultanan Moti. Noh kemudian mempersunting seorang gadis setempat. pusat kerajaan Tidore belum bisa dipastikan. terjadi beberapa kali perpindahan ibukota karena sebab yang beraneka ragam. sumber tersebut tidak menjelaskan secara jelas lokasi pusat kerajaan pada saat itu.

Bacan dan Jailolo kembali merdeka dari kekuasaan asing. . ia berjuang untuk mengusir Belanda dari seluruh kepulauan Maluku. Ternate. Dengan itu. datang Belanda ke Tidore dengan tujuan yang sama: memonopoli dan menguasai Tidore demi keuntungan Belanda sendiri. Limau Timore ini kemudian berganti nama menjadi Soasio hingga saat ini. Bacan dan Jailolo bersekutu sehingga kolonial Eropa tersebut mengalami kesulitan untuk menaklukkan Tidore dan kerajaan lainnya. sehingga relasi antara kedua belah pihak berjalan cukup harmonis. Ternate. telah berkuasa 38 orang sultan di Tidore. Di masa Sultan Nuku inilah. telah terjadi beberapa kali pertempuran antara kerajaaan-kerajaan di Kepulauan Maluku melawan kolonial Portugis dan Spanyol. maka agama ini tidak berhasil mengembangkan pengaruhnya di Tidore. Dalam sejarah perjuangan di Tidore. Nuku Fetau dan Nuku Nono. Di masa Sultan Nuku juga.didorong oleh keinginan untuk berdakwah membina komunitas Kolano Tomabanga yang masih animis agar memeluk Islam. Namun. Sepeninggal Portugis. karena pengaruh Islam yang sudah begitu mengakar. setelah itu. yang berkuasa adalah Sultan Hi. Perpindahan ibukota yang terakhir adalah ke Limau Timore di masa Sultan Saifudin (Jou Kota). Dalam usaha untuk mempertahankan diri. Pada abad ke 16 M. agama Kristen juga masuk ke Tidore. Selama bertahun-tahun. Setelah Indonesia merdeka. 2. Djafar Syah. Tidore. Seiring dengan masuknya kolonial Eropa. Nuku Maboro. termasuk oleh kolonial Eropa. Sultan Nuku sendiri yang datang dan memberi nama pulau-pulau yang ia kuasai. dan mengadakan perjanjian damai dengan Sultan Nuku. Nuku Oro. Tidore menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (nama dan silsilah para sultan lainnya. Nuku Lae-lae. termasuk Ternate. Tidore mencapai masa kegemilangan dan menjadi kerajaan besar yang disegani di seluruh kawasan itu. Periode Pemerintahan Kerajaan Tidore berdiri sejak 1108 M dan berdiri sebagai kerajaan merdeka hingga akhir abad ke-18 M. Nama-nama pulau yang masih memakai nama Nuku hingga saat ini adalah Nuku Hifa. sultan yang dikenal paling gigih dan sukses melawan Belanda adalah Sultan Nuku (1738-1805 M). orang Portugis dan Spanyol datang ke Maluku –termasuk Tidore– untuk mencari rempah-rempah. Bacan dan Jailolo. Terkadang. 3. dari awal hingga yang ke37 masih dalam proses pengumpulan data). kerajaan Tidore berada dalam kekuasaan kolonial Belanda. kekuasaan Tidore sampai ke Kepulauan Pasifik. Silsilah Dari sejak awal berdirinya hingga saat ini. dari Mikronesia hingga Melanesia dan Kepulauan Solomon. Tidore. Menurut catatan sejarah Tidore. Nuku Nau. Inggris yang juga ikut membantu Tidore dalam mengusir Belanda kemudian diberi kebebasan untuk menguasai Ambon dan Banda. momonopoli perdagangan kemudian menguasai dan menjajah negeri kepulauan tersebut. Saat ini. Perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan menyerahnya Belanda pada Sultan Nuku pada 21 Juni 1801 M.

Wilayah sekitar pulau Tidore yang menjadi bagian wilayahnya adalah Papua. Jou Mayor dan Kapita Ngofa. Kuatnya relasi antara masyarakat Tidore dengan Islam tersimbol . Struktur tertinggi kekuasaan berada di tangan sultan. Bobato ini bertugas untuk mengatur dan melaksanakan keputusan Dewan Wazir. Menariknya. Dewan ini dipimpin oleh sultan dan pelaksana tugasnya diserahkan kepada Joujau (perdana menteri). dan Tidore sendiri telah menjadi pusat pengembangan agama Islam di kawasan kepulauan timur Indonesia sejak dulu kala. sultan (kolano) dibantu oleh suatu Dewan Wazir. Nuku Fetau. semcam departemen) dan wakil dari wilayah kekuasan. Melanesia. Ketika Tidore mencapai masa kejayaan di era Sultan Nuku. (2) pehak adat bidang pemerintahan dan kemasyarakatan yang terdiri dari Jojau. Anggota Dewan wazir terdiri dari Bobato pehak raha (empat pihak bobato. dalam bahasa Tidore disebut Syara. Kepulauan Marianas. Di bawahnya ada Sadaha (kepala rumah tangga). Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat di Kesultanan Tidore merupakan penganut agama Islam yang taat. seperti Gonone yang membidangi intelijen dan Serang oli yang membidangi urusan propaganda. Fola Rum dan Fola Bagus. Wilayah lainnya yang termasuk dalam kekuasaan Tidore adalah Haiti dan Kepulauan Nuku Lae-lae. Ngulu. Sowohi Kie (protokoler kerajaan bidang kerohanian). Sowohi Cina (protokoler khusus urusan orang Cina). Di Kepulauan Pasifik. Nuku Maboro dan Nuku Nau. Fola Ake Sahu. wilayah kerajaan Tidore mencakup kawasan yang cukup luas hingga mencapai Kepulauan Pasifik. imam. Fomanyira Ngare (public relation kesultanan) dan Syahbandar (urusan administrasi pelayaran). gugusan pulau-pulau Raja Ampat dan pulau Seram. yang terdiri dari Fola Yade. Saat itu. Dari nama-nama ini. masih ada jabatan lain yang membantu menjalankan tugas pemerintahan. (4) pehak juru tulis yang dipimpin oleh seorang berpangkat Tullamo (sekretaris kerajaan). Struktur Pemerintahan Sistem pemerintahan di Tidore cukup mapan dan berjalan dengan baik. khatib dan modim. Tidore tidak mengenal sistem putra mahkota sebagaimana kerajaan-kerajaan lainnya di kawasan Nusantara. Nuku Wange dan Nuku Nono. Selain struktur di atas. Empat bobato tersebut adalah: (1) pehak labe. (3) Pehak Kompania (bidang pertahanan keamanan) yang terdiri dari Kapita Kie. Wilayah Kekuasaan Pada masa kejayaannya. Nuku Oro. 6. adat se nakudi. Kapita Lau (panglima perang). Hukum Yade (menteri urusan luar). Hukum Soasio (menteri urusan dalam) dan Bobato Ngofa (menteri urusan kabinet). Anggota pehak labe terdiri dari para kadhi. semacam departemen agama yang membidangi masalah syariah. Kepulauan Kapita Gamrange. kemudian dipilih satu di antaranya untuk menjadi sultan. Kepulauan Solomon dan beberapa pulau yang masih menggunakan identitas Nuku. sistem pemerintahan di Tidore telah berjalan dengan baik. kekuasaan Tidore mencakup Mikronesia. Karena kuatnya pengaruh agama Islam dalam kehidupan mereka. 5. Marshal. seperti Nuku Haifa. Seleksi sultan dilakukan melalui mekanisme seleksi calon-calon yang diajukan dari Dano-dano Folaraha (wakil-wakil marga dari Folaraha).4. maka para ulama memiliki status dan peran yang penting di masyarakat.

kabata (sastra lisan yang dipertunjukkan oleh dua regu dalam jumlah yang genap. Klen patrilineal yang terpenting mereka sebut soa. argumennya dalam bentuk syair. Syara mauri Kitabullah (Adat bersendi Syara. apakah di lingkungan kerabat suami atau istri. orang Tidore kemudian mengembangkan sastra lisan dan tulisan. Sebagian di antara satra lisan ini disampaikan dan dipertunjukkan dengan iringan alat tifa. Dengan bahasa ini pula. upacara Lufu Kie daera se Toloku (mengitari wilayah diiringi pembacaan doa selamat). Dalam sistem adat Tidore. Syara bersendi Kitabullah). Dalam antropologi sering disebut dengan utrolokal. Joko Hale dan sebagainya.dalam ungkapan adat mereka: Adat ge mauri Syara. Dan boleh jadi. perkawinan ideal adalah perkawinan antar saudara sepupu (kufu). Di antara upacara tersebut adalah upacara Legu Gam Adat Negeri. juga banyak ditanam cengkeh. bidal dsb). Setelah pernikahan. orang Tidore menggunakan bahasa Tidore yang tergolong dalam rumpun non-Austronesia. sejenis gendang. dalil tifa (ungkapan filosofis yang diiringi alat tifa atau gendang). Sasra tulisan juga cukup baik berkembang di Tidore. masyarakat Tidore menyelenggarakan berbagai jenis upacara adat. hal ini bisa dilihat dari peninggalan manuskrip kesultanan Tidore yang masih tersimpan di Museun Nasional Jakarta. pala dan kelapa. Dalam usaha untuk menjaga keharmonisan dengan alam. India dan Arab. Tanaman yang banyak ditanam adalah padi. dan akhirnya menjadi rebutan para kolonial kulit putih. upacara Ngam Fugo. Untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. tampaknya terjadi perubahan ke arah patrilineal seiring dengan menguatnya pengaruh Islam di Tidore. Namun. masyarakat Tidore menganut sistem matrilineal. setiap pasangan baru bebas memilih lokasi tempat tinggal. jagung. Inilah rempah-rempah yang menjadikan Tidore terkenal. ubi jalar dan ubi kayu. gurindam. Perpaduan ini berlangsung harmonis hingga saat ini Berkenaan dengan garis kekerabatan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bentuk satra lisan yang populer adalah dola bololo (semacam peribahasa atau pantun kilat). Dola Gumi. dikunjungi para pedagang asing Cina. manuskrip-manuskrip tersebut masih banyak tersebar di tangan masyarakat secara individual. orang-orang Tidore banyak yang bercocok tanam di ladang. . Selain itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful