P. 1
CONTOH PROPOSAL SKRIPSI BAHASA INDONESIA Tentang Kajian Pembelajaran Unsur Intrinsik Roman

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI BAHASA INDONESIA Tentang Kajian Pembelajaran Unsur Intrinsik Roman

|Views: 1,074|Likes:

More info:

Published by: Muhamad Res OryzaSativa on Sep 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI BAHASA INDONESIA tentang kajian pembelajaran unsur intrinsik roman “kemelut hidup” karya ramadhan

k. h. dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa sman 1 rajagaluh tahun pelajaran 2008-2009. PROPOSAL PENELITIAN 1. Judul Skripsi kajian pembelajaran unsur intrinsik roman “kemelut hidup” karya ramadhan k. h. dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa sman 1 rajagaluh tahun pelajaran 2008-2009. 2. Bidang Ilmu Dikbasasinda ( Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah ) 3. Pendahuluan Hakikat Sastra pada dasarnya adalah segala apa yang ditulis dalam peradaban atau kebudayaan suatu bangsa. Sastra tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan bangsa. Sastra selalu merekam kehidupan manusia. Sastra merangsang hati dan perasaan kita terhadap kemanusiaan, kehidupan dan alam sekitar. Kehidupan merupakan jantung sastra. Sastra menjadikan hati kita memahami dan menghayati kehidupan. Sastra bukan merumuskan dan mengabstrakan kehidupan tetapi menampilkan dan mengkongkritkanya. Interaksi budaya yang terjadi di suatu negeri tidak terlepas kajian sastra. “Apabila karya sastra dianggap tidak berguna, tidak bermanfaat lagi untuk menafsirkan dan memahami masalah-masalah dunia nyata, maka tentu saja pengajaran sastra tidak ada gunanya lagi diadakan. Namun jika dapat ditunjukan bahwa sastra itu mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia nyata, maka pengajaran sastra harus dipandang sebagai sesuatu yang penting yang patut menduduki tempat selayaknya” (Rahamanto, 1988:15) Pengajaran sastra tidak hanya berisikan tentang pengertian sastra, contoh-contoh nama pengarang dan karyanya tetapi yang lebih penting adalah mengenal, memahami dan memanfaatkan karya sastra sebagai sarana penambahan pengalaman, wawasan dan kematangan berfikir. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Rusnyana (1984:313) yang mengatakan: “Pengajaran sastra dalam pendidikan siswa dilibatkan kedalam pengalaman agar mereka mampu mengapreasikan nilai-nilai serta memahami dan mengapresiasi hubungan sebagai makhluk hidup dengan kholiq-Nya”. Memperhatikan hal di atas, penyusun berpendapat bahwa, tujuan pengajaran sastra yaitu agar siswa dapat melakukan penginderaan dan pengimajinasian. Dengan demikian siswa menjadi temotivasi untuk memahami, menikmati dan menghargai karya sastra sebagai bagian dari dirinya, “Kegiatan menggauli karya sastra secara sungguh-sungguh sehingga menumbuhkan pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra”. Aminudin, (1991: 35) Untuk mencapai hal tersebut, siswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang memadai sehingga dapat melakukan pengkajian terhadap unsur-unsur dalam karya sastra, baik itu puisi, Cerpen atau Roman. Terdapat beberapa macam teknik pembelajaran yang dikemukakan oleh Roestiyah (1991: 4) yaitu 1. Teknik Diskusi 2. Teknik kerja kelompok

Teknik Karya Wisata 12. apalagi sekarang dituntut kelulusan dari UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional).H. Teknik Sosio Drama / Bermain Peran / Role Playing 14. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ahmadi (1997: 137) yang mengatakan bahwa “Teknik resitasi ini memiliki kebaikan sebagai teknik penyajian siswa mengalami dan mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya. Ceramah 20. Teknik Demontrasi 11. Teknik Teacing 6. Teknik Simulasi 5. kemudian menyusun laporan / resume. sedangkan pembelajaran prosa yang mendalam sangat sulit diajarkan di sekolah. Teknik Inquiry 9. Teknik Penyajian dengan interaksi Masa Salah satu teknik pembelajaran dalam upaya meningkatkan apresiasi pembelajaran sastra khususnya pembelajaran unsur intrinsik cerita pendek. yaitu teknik resitasi. Menurut penyusun. sehingga pembelajaran lebih ditekankan pada latihan soal-soal. Teknik Mikro Teacing 7. Teknik Latihan / Drill 17. Teknik Penyajian Secara sistem beregu / Team Teacing 16. yaitu menyusun laporan sebagai hasil dari materi yang telah dipelajari. Untuk mengatasi keadaan tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas diluar jam pelajaran sebagai selingan atau variasi teknik penyajian. Pengkajian intrinsik sebuah cerpen rekaan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tugas itu dapat berubah perintah. Roman pilihan dalam pembelajaran unsur-unsur intrinsik dengan menggunakan teknik resitasi dapat menggunakan Roman yang Berjudul Kemelut hidup Ramadhan K. Sebab proses pengkajian memerlukan pemahaman yang mendalam. Teknik Pemberian Tugas dan Resitasi 19. Teknik Penyajian karya lapangan 13. Hal ini sesuai dengan pendapat Ahmadi (1997: 134) yang menyatakan. Teknik Penyajian Secara Kasus 15. Tugas semacam itu disebut resitasi. teknik resitasi dapat diterapkan dalam pembelajaran unsur intrinsik sebuah cerita pendek. . Penerapan teknik resitasi ini didasarkan pada banyak kegiatan pendidikan di sekolah. di rumah maupun sebelum pulang sehingga dapat dikerjakan bersama-sama secara kelompok. Esok harinya laporan itu dibacakan di depan kelas. pengimajinasian dan kritis terhadap karya sastra. Teknik resitasi yaitu: teknik pembelajaran dengan cara penugasan dan hapalan yang diucapkan siswa di dalam kelas. Tugas-tugas semacam ini dapat dikerjakan di luar jam pelajaran. Penyusun memilih cerpen tersebut karena unsur-unsur intrinsik dalam Roman tersebut sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari oleh siswa. Teknik Penyajian Dengan Tanya Jawab 18. maka pengetahuan itu akan tinggal lama dijiwanya. Teknik Sumbang Saran / Brain Storning 8. Teknik penemuan ( Discovery ) 4.3. Teknik Eksperimen 10. kemudian siswa mempelajari bersama temannya atau sendiri.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun pelajaran 2008/2009. Pembatasan Masalah Supaya penelitian ini lebih terarah dalam membahas permasalahan diperlukan adanya perbatasan masalah dalam penelitian ini. 6. Secara teoritis Secara teoritis diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam upanya meningkatkan pembelajaran apresiasi cerita pendek dan memberikan sumbangan pemikiran sebagai perkembangan dunia sastra Indonesia khususnya pada tataran pembelajaran apresiasi sastra. 5.H dilihat protes kelas eksperimen dan kelas kontrol. atau hasil yang ingin dicapai dalam penelitian yang dilakukan. Memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan dan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” Karya Ramadhan K. Mengetahui hasil pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman Kemelut Manusia Ramadhan K.H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 3. . sasaran. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan arah. Perumusan Masalah Bertolak pada latar belakang di atas penyusun merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup“ karya Ramadhan. Dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 2. amanat dan latar yang terdapat pada Roman Kemelut hidup Ramadhan K. K. 7. baik secara teoritis maupun secara praktis. H yang tidak menggunakan teknik resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 3) Bagaimana efektivitas teknik resitasi bila dibandingkan dengan teknik non resitasi dalam pembelajaran unsur intrinsik Roman Kemelut Hidup karya Ramadhan K. H 2.H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun pelajaran 2008 /2009 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” Karya Ramadhan K. sebagai berikut: 1.Bertolak dari uraian di atas penyusun tertarik untuk mengadakan penelitian tentang kajian unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa kelas XII SMAN Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 4. diantaranya sebagai berikut: 1. Mengetahui sejauh mana efektifitas teknik resitasi bila dibandingkan dengan teknik non resitasi dalam pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” karya Ramadhan K. Keefektifan teknik resitasi dalam pembelajaran Roman Kemelut Hidup karya Ramadhan K. Unsur intrinsik yang dijadikan bahan pembelajaran dibatasi pada tema.H dilihat dari nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontrol.H. maksud. Manfaat Penelitian Manfaat hasil dari penelitian ini di harapkan berguna untuk berbagai pihak.

2) Siswa memperoleh pengetahuan. c. Guru Khususnya Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai imformasi pentingnya menerapkan teknik yang relevan dalam proses belajar mengajar dalam upanya meningkatkan prestasi belajar siswa. pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang pendidikan khususnya bahasa dan sastra Indonesia. serta dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya-karya sastra. “Cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan. Lembaga Dapat memberikan konstribusi kepada sekolah untuk berupaya dalam peningkatan mutu lulusannya dalam dengan jalan melengkapi sarana belajar dan meningkatkan profesionalisme guru dalam mendidik siswa d. 3) Adanya pengawasan guru. tugas yang diberikan oleh guru dapat dikerjakan diluar jam pelajaran baik secara perorangan maupun kelompok. b. memiliki wawasan pengetahuan serta keterampilan : 3) Siswa aktif belajar dan termotivasi untuk meningkatkan hasil belajarnya : 4) Memupuk inisiatif dan tanggung jawab. guru perlu memperhatikan beberapa hal: 1) Tujuan yang ingin dicapai dengan penerapan teknik resitasi: 2) Tugas yang diberikan pada siswa harus jelas . Ahmad (1997: 13) menjelaskan bahwa. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mencapai tujuan dari penelitian yang dilakukan. misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis. Penyusun Memberikan pengalaman berfikir ilmiah melalui penyusunan dan penulisan Skripsi. . dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu setelah penyelidikan memperhitungkan kewajaranya ditinjau dari tujuan serta situasi penyelidikan” Sesuai dengan batasan di atas. diantaranya: 1) Siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. dan 5) Memberikan kesadaran pada siswa pentingnya memanfaatkan waktu luang dengan baik. Secara Praktis Secara praktis penelitian ini dapat memberikan sumbangan kepada: a. dan 4) Penyiapan evaluasi yang tepat. Langkah-langkah proses belajar mengajar dengan teknik resitasi. “ Teknik resitasi adalah teknik pemberian tugas pada siswa untuk mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pembelajaran dan siswa dituntut untuk memberikan laporan hasil yang dicapainya”. Hal itu sejalan dengan pendapat Surakmad (1994: 131) yang mengatakan. sehingga dapat menambah pengetahuan. Siswa Memperoleh pembelajaran apresiasi cerita pendek dengan baik. 1) Merumuskan tujuan Kasus dari tugas yang diberikan. Kelebihan teknik Resitasi. maka metode yang tepat digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Resitadi. Agar teknik resitasi ini efektif. 8.2. Untuk memberikan keleluasaan pada siswa.

Populasi Dalam setiap penelitian unsur populasi mutlak dipergunakan. 1991 : 37) dan menurut Surakhmad (1994 : 68) yaitu Hipotesis adalah sebuah kesimpulan yang masih harus dibuktikan kebenarannya. 3) Merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dipahami. Pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh. 2) Penelitian unsur-unsur karya sastra merupakan cara untuk mengapresiasi karya sastra : 3) Hasil kajian terhadap pembelajaran sastra merupakan sumbangan pemikiran bagi peningkatan prestasi belajar siswa . Hasil kegiatan tes tersebut berupa nilai tes tersebut berupa nilai tes dari kedua kelas yang menjadi sampel penelitian. 11. pendapat senada dikatakan oleh Ali (1993 : 43) “Yaitu hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah yang dirumuskan atau dasar terkaan yang akan diuji dengan data. Nilai tes tersebut oleh penyusun dijadikan bahan dalam melakukan penganalisaan. 10. Pendapat tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Surakhmad (1994: 107) bahwa dasar adalah suatu titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik itu. 12. Berdasarkan pengertian hipotesis diatas. penyusun merumuskan hipotesis sebagai berikut.2) Mempertimbangkan apakah pemilihan teknik resitasi ini tepat / sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. Kegiatan ujicoba mengajar tersebut diakhiri dengan pelaksanaan tes akhir (postes). sehingga siswa pasti mengerjakannya karena bentuknya telah pasti. Hipotesis Hipotesis berarti pendapat yang kebenarannya masih rendah atau kadar kebenarannya masih belum meyakinkan kebenaran pendapat tersebut perlu diuji atau dibuktikan (Sudjana. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah merupakan titik tolak yang dijadikan dasar penelitian. H. H. sebab populasi merupakan sumber data yang akan teliti. Teknik Penelitian Data yang dikumpulkan berupa hasil pembelajaran apresiasi Roman Kemelut Hidup “karya Ramadhan k. Adapun anggapan dasar yang penyusun kemukakan dalam penelitian ini adalah: 1) Penelitian karya sastra dapat membantu meningkatkan apresiasi seseorang . Menurut Sudjana (1982: 57) “Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. Penggunaan teknik resitasi sangat efektif untuk pembelajaran unsur-unsur intrinsik Roman Kemelut Kehidupan karya Ramadhan K. dan 4) Penerapan teknik yang dapat merupakan salah satu strategi dalam mencapai tujuan pembelajaran. 4) Menetapkan bentuk resitasi yang akan dilaksanakan. kuantitatif maupun kualitatif dan karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya”. baik hasil menghitung maupun pengukuran. Dengan menggunakan teknik resitasi. dan 5) Menyiapkan alat evaluasi. 9. terutama dalam suatu pola pemikiran pemecahan masalah. Dan pengertian tersebut jelas bahwa populasi adalah semua unsur yang akan diteliti dari sekumpulan objek yang . Data tersebut diperoleh dengan cara mengujicobakan teknik resitasi pada kelas eksperimen dan teknik non resitasi pada kelas kontrol dalam hal ini teknik ceramah.

alasan penggunaan random dibesarkan pada asumsi bahwa siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh tergolong homogen. Menurut Surakhmad (1994: 96) Sistem undian atau lotre dapat memberikan kesempatan pada setiap unsur untuk dipilih cara mengundi kelas yang berjumlah 3 kelas. “untuk ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100.. penyusun uraikan di bawah ini: 1) Setiap kelas diberi nomor. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih. Berdasarkan pengertian diatas.. Walaupun yang menjadi populasi adalah siswanya bukan kelasnya. 13. Sampel Pengertian sampai menurut Surakhmad (1994: 93) sampai adalah penarikan sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi. maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh tahun pelajaran 2008/2009. agar kelas bercampur 5) Penulis mengeluarkan gulungan kertas untuk memilih dua kelas yang dijadikan sampel penelitian... 96) Cara yang terbaik untuk mengurangi kesalahan kedua (karena memihak) ini tidak dari pada mempergunakan teknik yang meniadakan kemungkinan memihak itu dengan teknik sampel random. jumlah kelas ada tiga kelas yaitu: NOMOR UNDIAN POPULASI KELAS NOMOR XII IPA 01 XII IPS 02 XII BAHASA 03 2) Nomor Nomor tesebut ditulis pada secarik kertas. Selain itu dilihat dari segi usia dan sistem proses belajar mengajarkan pada masing-masing kelas hampir sama atau relatif tidak jauh berbeda. Dalam pengertian tersebut maka sampel yang baik adalah sampel yang betul-betul dapat mewakili populasi.. caranya setelah satu gulungan kertas diketahui kelasnya kemudian dicatat sebagai kelas eksperimen dan . 3) Gelas tesebut kemudian ditutup dengan kertas yang sudah dilubangi sedikit. Adapun langkah-langkah dalam penentuan sampel random dengan cara undian.. Sampel random memiliki kelebihan seperti yang dikemukakan oleh Surakmad (1994. penulis menggunakan sistem undian. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Arikunto (1997: 120) yang mengatakan.. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitan populasi. 4) Penulis mengocok gelas tersebut. kemudian digulungkan dan dimasukan kedalam gelas. Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dengan populasinya” (Sudjana 1982: 71) Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampel random. disebut homogen karena pendistribusian siswa dilakukan secara merata pada setiap kelas.lengkap. sehingga secara umum siswa kelas XII memiliki kemampuan yang hampir sama dalam menyerap pembelajaran.. Penyusun berasumsi bahwa jumlah siswa dalam setiap kelas tersebut relatif hampir sama sehingga untuk undian tersebut cukup diundi kelasnya saja jumlah sampel dalam penelitian ini sekitar 25 % yaitu satu kelas dari delapan kelas. pendapat yang sama dikemukakan oleh pakar berikut ini. Dalam menentukan sampel random tersebut.

gulungan kertas tersebut dimasukan kembali. Dengan publikasi hasil penelitian. Bandung. . Permadi Rahmanto (1988). maka penulis mendefinisikan istilah-istilah tersebut sebagai berikut: Model. Rencana Penelitian Penelitian ini direncanakan dapat selesai dalam waktu enam bulan. kemudian mengeluarkan kembali gulungan kertas yang kedua lalu dicatat sebagai kelas kontrol. Roman. Strategi Belajar Mengajar. lewat Jassin 1961: 70) Unsur yang mendukungnya Kemelut hidup adalah sebuah judul Roman karya Ramadhan. Bandung Tarsito. Roman berarti cerita prosa yang melukiskan pengalaman-pengalaman batin dari beberapa orang yang berhubungan satu yang lain dalam suatu keadaan (Van Leuwen. Teknik resitasi adalah teknik pembelajaran dengan cara penugasan dan hapalan yang diucapkan siswa di dalam kelas. Teknik Resitasi. Rineka Cipta. Apresiasi. Jakarta. Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat siswa belajar. H. yaitu usaha yang terjadinya perubahan tingkah laku pada dari siswa. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. model adalah kerangka pemikiran dan pembelajaran yang terpusat pada hasil belajar tertentu. Metode dan Teknik. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Nurgana (1985). Apresiasi adalah penghargaan (terhadap karya sastra) yang didasarkan pada pemahaman. Roestilah. Adapun rincian tersebut. dengan diawali studi pendahuluan dan diakhiri. Yogyakarta. Strategi Belajar Mengajar. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Metodologi Research Dasar. (1994). sebagai berikut: 16. Bandung Diponogoro. Yogyakarta. Statistik untuk Penelitian. Rusyana (1984). Surakhmad. Bandung. Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra Malang YAS. (1991). Aminudin (1991 ). Definisi Operasional Untuk menghindari kesimpangsiuran pemahaman terhadap istilah yang digunakan dalam judul penelitian ini. Daftar Pustaka Sementara Ahmad (1997). Rineka Cipta. Metode Pengajaran Sastra. Sinar Baru Arikunto (1997). Kanisius. 14. Pembelajaran. 15.

¯¾f°©f°f¾¾ f–f¾f°–  f°  . ¯ f° ¾f ff°½f f¾¾f½ °°–°f¯ ¯f°€fff°ff°– °–f° f  –f ° ¾f¾° € € –½ ¯ ¯½ ff° f½ff  %@©f°f°–°–° nf½f °–f°½ ° f½f° ° ¾f¾  %@–f¾f°–  f°½f f¾¾ff¾© f¾  % f°f½ °–ff¾f°–  f° %9 °f½f° ff¾f°– ½f  f°–f f°–f½¾ ¾ f©f¯ °–f©f °–f° ° ¾f¾  %. ¯½°¾f€ f°f°––°–©ff  f° %.fff¯f f°– –°ff°°¯ °nf½f©f° ¯¾f°f°¯ °–©¾ f°–ff°½ ¾¾  °–f° ¯ ¯½ –°ff° °¾ fff ff  °¾  f½ °  f°¯ ¯½ °–f° f©ff°f °©f f©f°¾ f¾f¾½ °  f°#  ¾f °–f° ff¾f° ff¾ ¯ff¯  f°– ½f –°ff° ff¯½ ° f°°f¯    ¾f  ¯f % %¯ °© f¾f° ff #@ ° ¾f¾f ff °½ ¯ f°–f¾½f f ¾¾f°¯ °– ©ff°¾ ¾ff°– ff° °–f°¯f ½ ¯ f©ff° f°¾¾f °° ¯ ¯ f°f½f°f¾f°– nf½f°f#  D°¯ ¯ f°  f¾ff°½f f¾¾f –f¾f°–  f° – f½f  ©ff° f©f¯ ½ f©ff° f¾ nff½ f°–f°¯f½° ¯½    f° ° ¾f¾  f°ff°f  %¾f¯ ¯f¾ f©ff°– ¯f°f½  %¾f¯ ¯½  ½ °– ff° ¯ ¯ff¾f°½ °– ff°¾ f  f¯½f°  %¾ff€ f©f f° ¯f¾°¯ °°–ff°f¾ f©f°f  %.

° ©f°f% %#9½f¾f ffff¾¾ ¯f°ff°–¯°–°  f f¾¯ °–°–¯f½°½ °–f° f°f€¯f½°ff€ f°ff ¾  ° ¯ °– °f¾ ¯½f° ©  °–f½ f°© f¾f°–°–° ½ f©f¾€f ¾€f°f# f°½ °– f°  ¾ © f¾ ff½½f¾f ff¾ ¯f°¾f°–ff°   f¾ ¯½f° © f°– .-f©f–f    9½f¾ ff¯¾ f½½ ° f°°¾½½f¾¯f ½ –°ff° ¾ f ½½f¾¯ ½ff°¾¯  ff f°–ff°  .%. ° f½f° ° ¾f¾f°–ff° f¾f°ff° ¾ °––f¾¾f½f¾¯ °– ©ff°°ff °f °°f f½f¾  f° %. ¯¾f°–f¾ –f¾ °–f°© f¾ f°¯ f ½ff¯  %. °f½f°ff ff¾    @ °9 ° f° fff°– ¯½f° ½ff¾½ ¯ f©ff°f½ ¾f¾¯f° ¯  ½#fff¯f f°    °–f°¯ °––°ff° ° ¾f¾ ff ¾  ½   °–f°nff¯ °–©n ff° °  ¾f¾½f f f¾ ¾½ ¯ ° f° °°° ¾f¾½f f f¾° ff¯f° °n f¯f   –ff°©n f¯ °–f©f ¾  f °–f°½ f¾f°ff° ¾f%½¾ ¾% f¾ –ff° ¾  ¾  ½f°f ¾ ¾  ½f°f ¾ f f f¾f°–¯ °©f ¾f¯½ ½ ° f° -f  ¾ ¾  ½ °¾° ©f f° ff° ff¯¯ ff°½ °–f°f¾ff°    °––f½f°f¾f °––f½f° f¾ff ff¯ ½ff°ff°– ©f f° f¾f½ ° f°  f¯f ff¯¾f ½f½ ¯f°½ ¯ nff°¯f¾ff 9 ° f½f ¾ ¾ ¾f °–f°f°–  ¯ff°  f¯f % % ff f¾ff ff¾ff½ ¯f°f°– °ff°°f  ¯f  ½ °    f½°f°––f½f° f¾ff°–½ °¾° ¯ff° ff¯½ ° f°°f ff  %9 ° f°ff¾f¾f f½f¯ ¯ f°¯ °°–ff°f½ ¾f¾¾ ¾ f°–  %9 ° f°°¾ °¾ff¾f¾f¯ ½ff°nff°¯ °–f½ ¾f¾ff¾f¾f  %f¾f©f° f f½½ ¯ f©ff°¾f¾f¯ ½ff°¾¯ f°–f°½ ¯f° f–½ °°–ff° ½ ¾f¾ f©f¾¾f  f° %9 ° f½f° °f°– f½f¯ ½ff°¾ff¾f¾f – ff¯¯ °nf½f©f°½ ¯ f©ff°    ½ ¾¾ ½ ¾¾ f½ ° f½ff°– °ff°°f¯f¾ ° ffff f °ff°°f¯f¾ ¯ ¯ f°f° °ff°½ ° f½f ¾ ½  ©ff  f°% ©f°f  % f°¯ ° f¯f % %f½ ¾¾f ff¾ f ¾¯½f°f°–¯f¾f¾  f°  °ff°°f ½ ° f½f¾ °f f fff° % %#f½ ¾¾½ ° f°f ff ©ff f°¾ ¯ °ff f f½¯f¾fff°– ¯¾f°ff f¾f ff°f°–ff° © °–f° ff   f¾ff°½ °– f°½ ¾¾ ff¾ ½ °¾°¯ ¯¾f°½ ¾¾¾ f–f  9 °––°ff°  ° ¾f¾¾f°–f € €°½ ¯ f©ff°°¾ °¾°°¾¯f° ¯   ½f°ff f¯f f°  9f f¾¾f f¾O. ¯½ ¯ f°–f°f½ff½ ¯f° ° ¾f¾° ½f$¾ ¾f °–f°©f°f°– ¯¾f°  %.

 °–f½   f¾ff°½ °– f° ff¾ ¯fff°–¯ °©f ½½f¾ ff¯½ ° f°°f ff¾ ¾¾f  f¾O.-f©f–f –°–¯– °  ¾ ¯– ° f °f½ ° ¾ ¾f°¾¾f ff°¾ nff¯ ff½f f¾ f½ f¾ ¾ °––f¾ nff¯¯¾¾f  f¾O¯ ¯ ¯f¯½f°f°–f¯½¾f¯f ff¯¯ ° f½½ ¯ f©ff°  f° f f ¾ –¾f f°¾¾ ¯½¾ ¾ f©f¯ °–f©ff°½f f¯f¾°– ¯f¾°– f¾f¯½¾f¯fff f€  f©f  f f¯½ f° ¯¯ ¯  f°¾ ½ f°–  ¯ff° f¯f %  %.-f©f–ff°½ f©ff°$    f¯½  9 °– f°¾f¯½f¯ °f¯f % %¾f¯½ff ff½ °ff°¾ f–f° f½½f¾ °¯ f¾ ½½f¾  ff¯½ °– f° ¾ ¯ff¾f¯½ f°– ff ff¾f¯½ f°–   f½f¯ f ½½f¾ ½ ° f½ff°–¾f¯f  ¯ff° ½ff ° f¯½ f ff¾ f–f° f ½½f¾f°–¯ ¯¾€f ¾€ff°–¾f¯f °–f°½½f¾°f#% ©f°f % 9 ° °f°¾f¯½  ff¯½ ° f°°f¯ °––°ff°¾f¯½ f° ¯ ff¾f°½ °––°ff°f° ¯  ¾ff°½f ff¾¯¾ ff¾¾f f¾O.

fff°–  f°¯ °–f°– ¾fff° f%f °f¯ ¯f%° f f½f f ¯ ¯½ –°ff° °f°–¯ °f ff° ¯°–°f°¯ ¯f °–f° °¾f¯½ f° ¯  ff¯¯ ° °f°¾f¯½ f° ¯ ¾  ½ °¾¯ °––°ff°¾¾ ¯° f° .D--99D -. °f¯f  % %¾ ¯° f°ff  f½f¯ ¯ f° ¾ ¯½ff°½f f¾ f½°¾° ½nff ¯ °–°  f¾f°– ©¯f f¾ Jff½°f°–¯ °©f ½½f¾f ff¾¾f°f f°  f¾°f 9 °¾° f¾¯¾ ff©¯f¾¾f ff¯¾ f½ f¾ ¾  f€f¯½¾f¯f ¾ °––f°° f° ¾ n½ °  f¾°f¾f©f©¯f¾f¯½  ff¯½ ° f°°¾ f f¾f f¾ f f½f° f¾ f ¾ ¾ ©ff° °–f°½ ° f½f°% %f°– ¯ °–fff° #°f°n  f°n ¯fff½f f¾ © °ff°– f   f f¯ ¾ ¯f ¾ °––f½ ° f°°f¯ ½ff°½ ° f°½½f¾  f°©°f©f©¯f¾ © °f ¾f f½f f¯ f°ff  ff  ff    f½°f°–f f°–f ff¯½ ° °f°¾f¯½ f° ¯ °–f°nff° f° ½ °¾°ff°  ff°  % f½ f¾  °¯ ©¯f f¾f f–f f¾f  -. O9 O9 O   %-¯ -¯ ¾  ¾½f f¾ nf f¾  ¯ f° –°–f° f° ¯f¾f° ff¯– f¾  % f¾ ¾  ¯ f° ½ °–f° f¾f°–¾ f  f°–¾   %9 °¾¯ °–n– f¾ ¾  f–f f¾ nf¯½ %9 °¾¯ °– ff°–°–f° f¾°¯ ¯ f f¾f°– ©f f°¾f¯½ ½ ° f°  nff°f¾  f¾f–°–f° f¾  f f¾°f ¯ f° nff¾ f–f f¾ ¾½ ¯ ° f° .

–°–f° f¾ ¾  ¯f¾f° ¯ f  ¯ f°¯ °– ff° ¯ f–°–f° f¾f°–  ff nff¾ f–f f¾°     €°¾½ f¾°f D°¯ °–° f ¾¯½f°–¾f°½ ¯ff¯f° f f½¾ff°– –°ff° ff¯©  ½ ° f°° ¯ff½ °¾¯ ° €°¾f°¾f ¾f ¾ ¾ f–f   .ff°–  ¯° °%% 9 °–f°f½ ¾f¾fff¾f  f° °– °f f °%% 9¾ 9 ° f°f9 ° ff°9f  –fff ° f.  ¯ f ff f°–f½ ¯f° f°½ ¯ f©ff°f°– ½¾f½f ff¾ f©f  °  9 ¯ f©ff° 9 ¯ f©ff°f ff¾f¾ff°¯ ¯ f¾¾f f©f f¾fff°–  ©f °f½  ff°°–ff½f f f¾¾f  ½ ¾f¾ ½ ¾f¾f ff½ °–f–ff°% f f½ff¾f¾f%f°–  f¾ff°½f f½ ¯ff¯f°  ¯f° ¯f° fn f½¾ff°–¯ ¾f°½ °–ff¯f° ½ °–ff¯f° f° f f½f f°–f°–  °–f°¾ff°–f° ff¯¾f f ff°%If°  °  ff¾¾° % D°¾f°–¯ ° °–°f ¯  ½f ff¾ f© ¯f°fff¯f f°   @ ° ¾f¾ @ ° ¾f¾f ff °½ ¯ f©ff° °–f°nff½ °–f¾f° f°f½ff°f°– nf½f°¾¾f  ff¯ f¾     °nf°f9 ° f° 9 ° f°°  °nf°ff° f½f¾  ¾f ff¯f °f¯ f°  °–f° ff¾ ½ ° ff° f° f  °–f°½ f¾f¾½ ° f°  f½°°nf° ¾  ¾ f–f     f€f9¾ff ¯ °ff ¯f %% f – f©f. °–f©f   f¯½f°  ff¾f f°½ ¾f¾f¾f.

½f  -–f°f%% f¾°9 ° f°  f° °– 9 ¯f  f¯f°%% . °–f©f fff ° f.  9 °–f©ff°f¾f –fff f°¾¾   ¾f %% f – f©f.

½f  ¾f°f%%  ff¾f f°f¾f ff¯f¯f°9 °  f°  f° °–½°–  f¯f %% .   f°@ °  f° °–@f¾  .  – ¾ fnf¾f .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->