CONTOH PROPOSAL SKRIPSI BAHASA INDONESIA tentang kajian pembelajaran unsur intrinsik roman “kemelut hidup” karya ramadhan

k. h. dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa sman 1 rajagaluh tahun pelajaran 2008-2009. PROPOSAL PENELITIAN 1. Judul Skripsi kajian pembelajaran unsur intrinsik roman “kemelut hidup” karya ramadhan k. h. dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa sman 1 rajagaluh tahun pelajaran 2008-2009. 2. Bidang Ilmu Dikbasasinda ( Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah ) 3. Pendahuluan Hakikat Sastra pada dasarnya adalah segala apa yang ditulis dalam peradaban atau kebudayaan suatu bangsa. Sastra tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan bangsa. Sastra selalu merekam kehidupan manusia. Sastra merangsang hati dan perasaan kita terhadap kemanusiaan, kehidupan dan alam sekitar. Kehidupan merupakan jantung sastra. Sastra menjadikan hati kita memahami dan menghayati kehidupan. Sastra bukan merumuskan dan mengabstrakan kehidupan tetapi menampilkan dan mengkongkritkanya. Interaksi budaya yang terjadi di suatu negeri tidak terlepas kajian sastra. “Apabila karya sastra dianggap tidak berguna, tidak bermanfaat lagi untuk menafsirkan dan memahami masalah-masalah dunia nyata, maka tentu saja pengajaran sastra tidak ada gunanya lagi diadakan. Namun jika dapat ditunjukan bahwa sastra itu mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia nyata, maka pengajaran sastra harus dipandang sebagai sesuatu yang penting yang patut menduduki tempat selayaknya” (Rahamanto, 1988:15) Pengajaran sastra tidak hanya berisikan tentang pengertian sastra, contoh-contoh nama pengarang dan karyanya tetapi yang lebih penting adalah mengenal, memahami dan memanfaatkan karya sastra sebagai sarana penambahan pengalaman, wawasan dan kematangan berfikir. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Rusnyana (1984:313) yang mengatakan: “Pengajaran sastra dalam pendidikan siswa dilibatkan kedalam pengalaman agar mereka mampu mengapreasikan nilai-nilai serta memahami dan mengapresiasi hubungan sebagai makhluk hidup dengan kholiq-Nya”. Memperhatikan hal di atas, penyusun berpendapat bahwa, tujuan pengajaran sastra yaitu agar siswa dapat melakukan penginderaan dan pengimajinasian. Dengan demikian siswa menjadi temotivasi untuk memahami, menikmati dan menghargai karya sastra sebagai bagian dari dirinya, “Kegiatan menggauli karya sastra secara sungguh-sungguh sehingga menumbuhkan pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra”. Aminudin, (1991: 35) Untuk mencapai hal tersebut, siswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang memadai sehingga dapat melakukan pengkajian terhadap unsur-unsur dalam karya sastra, baik itu puisi, Cerpen atau Roman. Terdapat beberapa macam teknik pembelajaran yang dikemukakan oleh Roestiyah (1991: 4) yaitu 1. Teknik Diskusi 2. Teknik kerja kelompok

Teknik Sumbang Saran / Brain Storning 8. Teknik Mikro Teacing 7. Teknik Teacing 6.3. Tugas semacam itu disebut resitasi. Teknik Demontrasi 11. Teknik Penyajian karya lapangan 13. yaitu teknik resitasi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ahmadi (1997: 137) yang mengatakan bahwa “Teknik resitasi ini memiliki kebaikan sebagai teknik penyajian siswa mengalami dan mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Ahmadi (1997: 134) yang menyatakan. Pengkajian intrinsik sebuah cerpen rekaan membutuhkan waktu yang cukup lama. Teknik Sosio Drama / Bermain Peran / Role Playing 14.H. pengimajinasian dan kritis terhadap karya sastra. maka pengetahuan itu akan tinggal lama dijiwanya. kemudian menyusun laporan / resume. teknik resitasi dapat diterapkan dalam pembelajaran unsur intrinsik sebuah cerita pendek. Teknik Penyajian Secara sistem beregu / Team Teacing 16. Tugas itu dapat berubah perintah. Esok harinya laporan itu dibacakan di depan kelas. Teknik Karya Wisata 12. Teknik resitasi yaitu: teknik pembelajaran dengan cara penugasan dan hapalan yang diucapkan siswa di dalam kelas. kemudian siswa mempelajari bersama temannya atau sendiri. Teknik Penyajian dengan interaksi Masa Salah satu teknik pembelajaran dalam upaya meningkatkan apresiasi pembelajaran sastra khususnya pembelajaran unsur intrinsik cerita pendek. Teknik penemuan ( Discovery ) 4. Penyusun memilih cerpen tersebut karena unsur-unsur intrinsik dalam Roman tersebut sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari oleh siswa. Teknik Latihan / Drill 17. Sebab proses pengkajian memerlukan pemahaman yang mendalam. sedangkan pembelajaran prosa yang mendalam sangat sulit diajarkan di sekolah. Teknik Pemberian Tugas dan Resitasi 19. Tugas-tugas semacam ini dapat dikerjakan di luar jam pelajaran. Roman pilihan dalam pembelajaran unsur-unsur intrinsik dengan menggunakan teknik resitasi dapat menggunakan Roman yang Berjudul Kemelut hidup Ramadhan K. Teknik Inquiry 9. Teknik Simulasi 5. Penerapan teknik resitasi ini didasarkan pada banyak kegiatan pendidikan di sekolah. Teknik Penyajian Secara Kasus 15. Teknik Penyajian Dengan Tanya Jawab 18. apalagi sekarang dituntut kelulusan dari UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional). Untuk mengatasi keadaan tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas diluar jam pelajaran sebagai selingan atau variasi teknik penyajian. sehingga pembelajaran lebih ditekankan pada latihan soal-soal. Ceramah 20. di rumah maupun sebelum pulang sehingga dapat dikerjakan bersama-sama secara kelompok. . Menurut penyusun. yaitu menyusun laporan sebagai hasil dari materi yang telah dipelajari. Teknik Eksperimen 10.

amanat dan latar yang terdapat pada Roman Kemelut hidup Ramadhan K. Memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan dan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” Karya Ramadhan K. H yang tidak menggunakan teknik resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 3) Bagaimana efektivitas teknik resitasi bila dibandingkan dengan teknik non resitasi dalam pembelajaran unsur intrinsik Roman Kemelut Hidup karya Ramadhan K. maksud. atau hasil yang ingin dicapai dalam penelitian yang dilakukan. K. Dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 2. Manfaat Penelitian Manfaat hasil dari penelitian ini di harapkan berguna untuk berbagai pihak. 5. 6.H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun pelajaran 2008 /2009 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” Karya Ramadhan K. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1.H.H dilihat protes kelas eksperimen dan kelas kontrol. Keefektifan teknik resitasi dalam pembelajaran Roman Kemelut Hidup karya Ramadhan K. sebagai berikut: 1.H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 3. Mengetahui sejauh mana efektifitas teknik resitasi bila dibandingkan dengan teknik non resitasi dalam pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” karya Ramadhan K. baik secara teoritis maupun secara praktis. Mengetahui hasil pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman Kemelut Manusia Ramadhan K.H dilihat dari nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pembatasan Masalah Supaya penelitian ini lebih terarah dalam membahas permasalahan diperlukan adanya perbatasan masalah dalam penelitian ini. H 2. Secara teoritis Secara teoritis diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam upanya meningkatkan pembelajaran apresiasi cerita pendek dan memberikan sumbangan pemikiran sebagai perkembangan dunia sastra Indonesia khususnya pada tataran pembelajaran apresiasi sastra. 7. diantaranya sebagai berikut: 1.Bertolak dari uraian di atas penyusun tertarik untuk mengadakan penelitian tentang kajian unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa kelas XII SMAN Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 4. Perumusan Masalah Bertolak pada latar belakang di atas penyusun merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup“ karya Ramadhan. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan arah. H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun pelajaran 2008/2009. Unsur intrinsik yang dijadikan bahan pembelajaran dibatasi pada tema. sasaran. .

Secara Praktis Secara praktis penelitian ini dapat memberikan sumbangan kepada: a. memiliki wawasan pengetahuan serta keterampilan : 3) Siswa aktif belajar dan termotivasi untuk meningkatkan hasil belajarnya : 4) Memupuk inisiatif dan tanggung jawab. b. Agar teknik resitasi ini efektif. Lembaga Dapat memberikan konstribusi kepada sekolah untuk berupaya dalam peningkatan mutu lulusannya dalam dengan jalan melengkapi sarana belajar dan meningkatkan profesionalisme guru dalam mendidik siswa d. Untuk memberikan keleluasaan pada siswa. Kelebihan teknik Resitasi. sehingga dapat menambah pengetahuan. dan 4) Penyiapan evaluasi yang tepat. Ahmad (1997: 13) menjelaskan bahwa. Guru Khususnya Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai imformasi pentingnya menerapkan teknik yang relevan dalam proses belajar mengajar dalam upanya meningkatkan prestasi belajar siswa. 2) Siswa memperoleh pengetahuan. maka metode yang tepat digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Resitadi. Hal itu sejalan dengan pendapat Surakmad (1994: 131) yang mengatakan. misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis. . c. guru perlu memperhatikan beberapa hal: 1) Tujuan yang ingin dicapai dengan penerapan teknik resitasi: 2) Tugas yang diberikan pada siswa harus jelas . serta dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya-karya sastra. dan 5) Memberikan kesadaran pada siswa pentingnya memanfaatkan waktu luang dengan baik. 3) Adanya pengawasan guru. diantaranya: 1) Siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu setelah penyelidikan memperhitungkan kewajaranya ditinjau dari tujuan serta situasi penyelidikan” Sesuai dengan batasan di atas. “ Teknik resitasi adalah teknik pemberian tugas pada siswa untuk mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pembelajaran dan siswa dituntut untuk memberikan laporan hasil yang dicapainya”.2. 8. Siswa Memperoleh pembelajaran apresiasi cerita pendek dengan baik. “Cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan. pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang pendidikan khususnya bahasa dan sastra Indonesia. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mencapai tujuan dari penelitian yang dilakukan. Penyusun Memberikan pengalaman berfikir ilmiah melalui penyusunan dan penulisan Skripsi. 1) Merumuskan tujuan Kasus dari tugas yang diberikan. Langkah-langkah proses belajar mengajar dengan teknik resitasi. tugas yang diberikan oleh guru dapat dikerjakan diluar jam pelajaran baik secara perorangan maupun kelompok.

9. H. dan 5) Menyiapkan alat evaluasi. H. Populasi Dalam setiap penelitian unsur populasi mutlak dipergunakan. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah merupakan titik tolak yang dijadikan dasar penelitian. kuantitatif maupun kualitatif dan karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya”. 2) Penelitian unsur-unsur karya sastra merupakan cara untuk mengapresiasi karya sastra : 3) Hasil kajian terhadap pembelajaran sastra merupakan sumbangan pemikiran bagi peningkatan prestasi belajar siswa . 4) Menetapkan bentuk resitasi yang akan dilaksanakan. 1991 : 37) dan menurut Surakhmad (1994 : 68) yaitu Hipotesis adalah sebuah kesimpulan yang masih harus dibuktikan kebenarannya. Menurut Sudjana (1982: 57) “Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. Pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh. Teknik Penelitian Data yang dikumpulkan berupa hasil pembelajaran apresiasi Roman Kemelut Hidup “karya Ramadhan k. Dan pengertian tersebut jelas bahwa populasi adalah semua unsur yang akan diteliti dari sekumpulan objek yang . Data tersebut diperoleh dengan cara mengujicobakan teknik resitasi pada kelas eksperimen dan teknik non resitasi pada kelas kontrol dalam hal ini teknik ceramah.2) Mempertimbangkan apakah pemilihan teknik resitasi ini tepat / sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. sebab populasi merupakan sumber data yang akan teliti. Berdasarkan pengertian hipotesis diatas. baik hasil menghitung maupun pengukuran. 3) Merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dipahami. 10. Kegiatan ujicoba mengajar tersebut diakhiri dengan pelaksanaan tes akhir (postes). penyusun merumuskan hipotesis sebagai berikut. Hasil kegiatan tes tersebut berupa nilai tes tersebut berupa nilai tes dari kedua kelas yang menjadi sampel penelitian. sehingga siswa pasti mengerjakannya karena bentuknya telah pasti. 11. Dengan menggunakan teknik resitasi. 12. Adapun anggapan dasar yang penyusun kemukakan dalam penelitian ini adalah: 1) Penelitian karya sastra dapat membantu meningkatkan apresiasi seseorang . Penggunaan teknik resitasi sangat efektif untuk pembelajaran unsur-unsur intrinsik Roman Kemelut Kehidupan karya Ramadhan K. Hipotesis Hipotesis berarti pendapat yang kebenarannya masih rendah atau kadar kebenarannya masih belum meyakinkan kebenaran pendapat tersebut perlu diuji atau dibuktikan (Sudjana. Nilai tes tersebut oleh penyusun dijadikan bahan dalam melakukan penganalisaan. pendapat senada dikatakan oleh Ali (1993 : 43) “Yaitu hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah yang dirumuskan atau dasar terkaan yang akan diuji dengan data. dan 4) Penerapan teknik yang dapat merupakan salah satu strategi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pendapat tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Surakhmad (1994: 107) bahwa dasar adalah suatu titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik itu. terutama dalam suatu pola pemikiran pemecahan masalah.

Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih.. penulis menggunakan sistem undian. Menurut Surakhmad (1994: 96) Sistem undian atau lotre dapat memberikan kesempatan pada setiap unsur untuk dipilih cara mengundi kelas yang berjumlah 3 kelas. Sampel Pengertian sampai menurut Surakhmad (1994: 93) sampai adalah penarikan sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi. 4) Penulis mengocok gelas tersebut.. kemudian digulungkan dan dimasukan kedalam gelas.lengkap. “untuk ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100. Adapun langkah-langkah dalam penentuan sampel random dengan cara undian. caranya setelah satu gulungan kertas diketahui kelasnya kemudian dicatat sebagai kelas eksperimen dan . Sampel random memiliki kelebihan seperti yang dikemukakan oleh Surakmad (1994. sehingga secara umum siswa kelas XII memiliki kemampuan yang hampir sama dalam menyerap pembelajaran.. jumlah kelas ada tiga kelas yaitu: NOMOR UNDIAN POPULASI KELAS NOMOR XII IPA 01 XII IPS 02 XII BAHASA 03 2) Nomor Nomor tesebut ditulis pada secarik kertas. penyusun uraikan di bawah ini: 1) Setiap kelas diberi nomor. Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dengan populasinya” (Sudjana 1982: 71) Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampel random. pendapat yang sama dikemukakan oleh pakar berikut ini.. 13.. Walaupun yang menjadi populasi adalah siswanya bukan kelasnya. 3) Gelas tesebut kemudian ditutup dengan kertas yang sudah dilubangi sedikit. Selain itu dilihat dari segi usia dan sistem proses belajar mengajarkan pada masing-masing kelas hampir sama atau relatif tidak jauh berbeda.. alasan penggunaan random dibesarkan pada asumsi bahwa siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh tergolong homogen. Berdasarkan pengertian diatas.. 96) Cara yang terbaik untuk mengurangi kesalahan kedua (karena memihak) ini tidak dari pada mempergunakan teknik yang meniadakan kemungkinan memihak itu dengan teknik sampel random. disebut homogen karena pendistribusian siswa dilakukan secara merata pada setiap kelas. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Arikunto (1997: 120) yang mengatakan. Penyusun berasumsi bahwa jumlah siswa dalam setiap kelas tersebut relatif hampir sama sehingga untuk undian tersebut cukup diundi kelasnya saja jumlah sampel dalam penelitian ini sekitar 25 % yaitu satu kelas dari delapan kelas. maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh tahun pelajaran 2008/2009. Dalam pengertian tersebut maka sampel yang baik adalah sampel yang betul-betul dapat mewakili populasi.. Dalam menentukan sampel random tersebut. agar kelas bercampur 5) Penulis mengeluarkan gulungan kertas untuk memilih dua kelas yang dijadikan sampel penelitian. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitan populasi.

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Metode Pengajaran Sastra. Strategi Belajar Mengajar. 14. Apresiasi adalah penghargaan (terhadap karya sastra) yang didasarkan pada pemahaman. Metodologi Research Dasar. Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra Malang YAS. Permadi Rahmanto (1988). Jakarta. Kanisius. Bandung. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. model adalah kerangka pemikiran dan pembelajaran yang terpusat pada hasil belajar tertentu. sebagai berikut: 16. Rencana Penelitian Penelitian ini direncanakan dapat selesai dalam waktu enam bulan.gulungan kertas tersebut dimasukan kembali. Rineka Cipta. Definisi Operasional Untuk menghindari kesimpangsiuran pemahaman terhadap istilah yang digunakan dalam judul penelitian ini. kemudian mengeluarkan kembali gulungan kertas yang kedua lalu dicatat sebagai kelas kontrol. Bandung Tarsito. yaitu usaha yang terjadinya perubahan tingkah laku pada dari siswa. Rusyana (1984). dengan diawali studi pendahuluan dan diakhiri. Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat siswa belajar. Dengan publikasi hasil penelitian. Surakhmad. Nurgana (1985). Bandung Diponogoro. Sinar Baru Arikunto (1997). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Yogyakarta. Statistik untuk Penelitian. (1991). (1994). Roman. Roestilah. Yogyakarta. Pembelajaran. Roman berarti cerita prosa yang melukiskan pengalaman-pengalaman batin dari beberapa orang yang berhubungan satu yang lain dalam suatu keadaan (Van Leuwen. lewat Jassin 1961: 70) Unsur yang mendukungnya Kemelut hidup adalah sebuah judul Roman karya Ramadhan. Metode dan Teknik. 15. Teknik resitasi adalah teknik pembelajaran dengan cara penugasan dan hapalan yang diucapkan siswa di dalam kelas. maka penulis mendefinisikan istilah-istilah tersebut sebagai berikut: Model. Strategi Belajar Mengajar. Aminudin (1991 ). Adapun rincian tersebut. H. Apresiasi. Daftar Pustaka Sementara Ahmad (1997). Bandung. . Teknik Resitasi. Rineka Cipta.

¯ f° ¾f ff°½f f¾¾f½ °°–°f¯ ¯f°€fff°ff°– °–f° f  –f ° ¾f¾° € € –½ ¯ ¯½ ff° f½ff  %@©f°f°–°–° nf½f °–f°½ ° f½f° ° ¾f¾  %@–f¾f°–  f°½f f¾¾ff¾© f¾  % f°f½ °–ff¾f°–  f° %9 °f½f° ff¾f°– ½f  f°–f f°–f½¾ ¾ f©f¯ °–f©f °–f° ° ¾f¾  %.fff¯f f°– –°ff°°¯ °nf½f©f° ¯¾f°f°¯ °–©¾ f°–ff°½ ¾¾  °–f° ¯ ¯½ –°ff° °¾ fff ff  °¾  f½ °  f°¯ ¯½ °–f° f©ff°f °©f f©f°¾ f¾f¾½ °  f°#  ¾f °–f° ff¾f° ff¾ ¯ff¯  f°– ½f –°ff° ff¯½ ° f°°f¯    ¾f  ¯f % %¯ °© f¾f° ff #@ ° ¾f¾f ff °½ ¯ f°–f¾½f f ¾¾f°¯ °– ©ff°¾ ¾ff°– ff° °–f°¯f ½ ¯ f©ff° f°¾¾f °° ¯ ¯ f°f½f°f¾f°– nf½f°f#  D°¯ ¯ f°  f¾ff°½f f¾¾f –f¾f°–  f° – f½f  ©ff° f©f¯ ½ f©ff° f¾ nff½ f°–f°¯f½° ¯½    f° ° ¾f¾  f°ff°f  %¾f¯ ¯f¾ f©ff°– ¯f°f½  %¾f¯ ¯½  ½ °– ff° ¯ ¯ff¾f°½ °– ff°¾ f  f¯½f°  %¾ff€ f©f f° ¯f¾°¯ °°–ff°f¾ f©f°f  %. ¯¾f°©f°f¾¾ f–f¾f°–  f°  . ¯½°¾f€ f°f°––°–©ff  f° %.

-f©f–f    9½f¾ ff¯¾ f½½ ° f°°¾½½f¾¯f ½ –°ff° ¾ f ½½f¾¯ ½ff°¾¯  ff f°–ff°  . ¯¾f°–f¾ –f¾ °–f°© f¾ f°¯ f ½ff¯  %. ¯½ ¯ f°–f°f½ff½ ¯f° ° ¾f¾° ½f$¾ ¾f °–f°©f°f°– ¯¾f°  %.%. ° f½f° ° ¾f¾f°–ff° f¾f°ff° ¾ °––f¾¾f½f¾¯ °– ©ff°°ff °f °°f f½f¾  f° %. °f½f°ff ff¾    @ °9 ° f° fff°– ¯½f° ½ff¾½ ¯ f©ff°f½ ¾f¾¯f° ¯  ½#fff¯f f°    °–f°¯ °––°ff° ° ¾f¾ ff ¾  ½   °–f°nff¯ °–©n ff° °  ¾f¾½f f f¾ ¾½ ¯ ° f° °°° ¾f¾½f f f¾° ff¯f° °n f¯f   –ff°©n f¯ °–f©f ¾  f °–f°½ f¾f°ff° ¾f%½¾ ¾% f¾ –ff° ¾  ¾  ½f°f ¾ ¾  ½f°f ¾ f f f¾f°–¯ °©f ¾f¯½ ½ ° f° -f  ¾ ¾  ½ °¾° ©f f° ff° ff¯¯ ff°½ °–f°f¾ff°    °––f½f°f¾f °––f½f° f¾ff ff¯ ½ff°ff°– ©f f° f¾f½ ° f°  f¯f ff¯¾f ½f½ ¯f°½ ¯ nff°¯f¾ff 9 ° f½f ¾ ¾ ¾f °–f°f°–  ¯ff°  f¯f % % ff f¾ff ff¾ff½ ¯f°f°– °ff°°f  ¯f  ½ °    f½°f°––f½f° f¾ff°–½ °¾° ¯ff° ff¯½ ° f°°f ff  %9 ° f°ff¾f¾f f½f¯ ¯ f°¯ °°–ff°f½ ¾f¾¾ ¾ f°–  %9 ° f°°¾ °¾ff¾f¾f¯ ½ff°nff°¯ °–f½ ¾f¾ff¾f¾f  %f¾f©f° f f½½ ¯ f©ff°¾f¾f¯ ½ff°¾¯ f°–f°½ ¯f° f–½ °°–ff° ½ ¾f¾ f©f¾¾f  f° %9 ° f½f° °f°– f½f¯ ½ff°¾ff¾f¾f – ff¯¯ °nf½f©f°½ ¯ f©ff°    ½ ¾¾ ½ ¾¾ f½ ° f½ff°– °ff°°f¯f¾ ° ffff f °ff°°f¯f¾ ¯ ¯ f°f° °ff°½ ° f½f ¾ ½  ©ff  f°% ©f°f  % f°¯ ° f¯f % %f½ ¾¾f ff¾ f ¾¯½f°f°–¯f¾f¾  f°  °ff°°f ½ ° f½f¾ °f f fff° % %#f½ ¾¾½ ° f°f ff ©ff f°¾ ¯ °ff f f½¯f¾fff°– ¯¾f°ff f¾f ff°f°–ff° © °–f° ff   f¾ff°½ °– f°½ ¾¾ ff¾ ½ °¾°¯ ¯¾f°½ ¾¾¾ f–f  9 °––°ff°  ° ¾f¾¾f°–f € €°½ ¯ f©ff°°¾ °¾°°¾¯f° ¯   ½f°ff f¯f f°  9f f¾¾f f¾O. ° ©f°f% %#9½f¾f ffff¾¾ ¯f°ff°–¯°–°  f f¾¯ °–°–¯f½°½ °–f° f°f€¯f½°ff€ f°ff ¾  ° ¯ °– °f¾ ¯½f° ©  °–f½ f°© f¾f°–°–° ½ f©f¾€f ¾€f°f# f°½ °– f°  ¾ © f¾ ff½½f¾f ff¾ ¯f°¾f°–ff°   f¾ ¯½f° © f°– .

-f©f–ff°½ f©ff°$    f¯½  9 °– f°¾f¯½f¯ °f¯f % %¾f¯½ff ff½ °ff°¾ f–f° f½½f¾ °¯ f¾ ½½f¾  ff¯½ °– f° ¾ ¯ff¾f¯½ f°– ff ff¾f¯½ f°–   f½f¯ f ½½f¾ ½ ° f½ff°–¾f¯f  ¯ff° ½ff ° f¯½ f ff¾ f–f° f ½½f¾f°–¯ ¯¾€f ¾€ff°–¾f¯f °–f°½½f¾°f#% ©f°f % 9 ° °f°¾f¯½  ff¯½ ° f°°f¯ °––°ff°¾f¯½ f° ¯ ff¾f°½ °––°ff°f° ¯  ¾ff°½f ff¾¯¾ ff¾¾f f¾O.-f©f–f –°–¯– °  ¾ ¯– ° f °f½ ° ¾ ¾f°¾¾f ff°¾ nff¯ ff½f f¾ f½ f¾ ¾ °––f¾ nff¯¯¾¾f  f¾O¯ ¯ ¯f¯½f°f°–f¯½¾f¯f ff¯¯ ° f½½ ¯ f©ff°  f° f f ¾ –¾f f°¾¾ ¯½¾ ¾ f©f¯ °–f©ff°½f f¯f¾°– ¯f¾°– f¾f¯½¾f¯fff f€  f©f  f f¯½ f° ¯¯ ¯  f°¾ ½ f°–  ¯ff° f¯f %  %. °–f½   f¾ff°½ °– f° ff¾ ¯fff°–¯ °©f ½½f¾ ff¯½ ° f°°f ff¾ ¾¾f  f¾O.

fff°–  f°¯ °–f°– ¾fff° f%f °f¯ ¯f%° f f½f f ¯ ¯½ –°ff° °f°–¯ °f ff° ¯°–°f°¯ ¯f °–f° °¾f¯½ f° ¯  ff¯¯ ° °f°¾f¯½ f° ¯ ¾  ½ °¾¯ °––°ff°¾¾ ¯° f° .D--99D -. O9 O9 O   %-¯ -¯ ¾  ¾½f f¾ nf f¾  ¯ f° –°–f° f° ¯f¾f° ff¯– f¾  % f¾ ¾  ¯ f° ½ °–f° f¾f°–¾ f  f°–¾   %9 °¾¯ °–n– f¾ ¾  f–f f¾ nf¯½ %9 °¾¯ °– ff°–°–f° f¾°¯ ¯ f f¾f°– ©f f°¾f¯½ ½ ° f°  nff°f¾  f¾f–°–f° f¾  f f¾°f ¯ f° nff¾ f–f f¾ ¾½ ¯ ° f° . °f¯f  % %¾ ¯° f°ff  f½f¯ ¯ f° ¾ ¯½ff°½f f¾ f½°¾° ½nff ¯ °–°  f¾f°– ©¯f f¾ Jff½°f°–¯ °©f ½½f¾f ff¾¾f°f f°  f¾°f 9 °¾° f¾¯¾ ff©¯f¾¾f ff¯¾ f½ f¾ ¾  f€f¯½¾f¯f ¾ °––f°° f° ¾ n½ °  f¾°f¾f©f©¯f¾f¯½  ff¯½ ° f°°¾ f f¾f f¾ f f½f° f¾ f ¾ ¾ ©ff° °–f°½ ° f½f°% %f°– ¯ °–fff° #°f°n  f°n ¯fff½f f¾ © °ff°– f   f f¯ ¾ ¯f ¾ °––f½ ° f°°f¯ ½ff°½ ° f°½½f¾  f°©°f©f©¯f¾ © °f ¾f f½f f¯ f°ff  ff  ff    f½°f°–f f°–f ff¯½ ° °f°¾f¯½ f° ¯ °–f°nff° f° ½ °¾°ff°  ff°  % f½ f¾  °¯ ©¯f f¾f f–f f¾f  -.

  ¯ f ff f°–f½ ¯f° f°½ ¯ f©ff°f°– ½¾f½f ff¾ f©f  °  9 ¯ f©ff° 9 ¯ f©ff°f ff¾f¾ff°¯ ¯ f¾¾f f©f f¾fff°–  ©f °f½  ff°°–ff½f f f¾¾f  ½ ¾f¾ ½ ¾f¾f ff½ °–f–ff°% f f½ff¾f¾f%f°–  f¾ff°½f f½ ¯ff¯f°  ¯f° ¯f° fn f½¾ff°–¯ ¾f°½ °–ff¯f° ½ °–ff¯f° f° f f½f f°–f°–  °–f°¾ff°–f° ff¯¾f f ff°%If°  °  ff¾¾° % D°¾f°–¯ ° °–°f ¯  ½f ff¾ f© ¯f°fff¯f f°   @ ° ¾f¾ @ ° ¾f¾f ff °½ ¯ f©ff° °–f°nff½ °–f¾f° f°f½ff°f°– nf½f°¾¾f  ff¯ f¾     °nf°f9 ° f° 9 ° f°°  °nf°ff° f½f¾  ¾f ff¯f °f¯ f°  °–f° ff¾ ½ ° ff° f° f  °–f°½ f¾f¾½ ° f°  f½°°nf° ¾  ¾ f–f     f€f9¾ff ¯ °ff ¯f %% f – f©f.–°–f° f¾ ¾  ¯f¾f° ¯ f  ¯ f°¯ °– ff° ¯ f–°–f° f¾f°–  ff nff¾ f–f f¾°     €°¾½ f¾°f D°¯ °–° f ¾¯½f°–¾f°½ ¯ff¯f° f f½¾ff°– –°ff° ff¯©  ½ ° f°° ¯ff½ °¾¯ ° €°¾f°¾f ¾f ¾ ¾ f–f   . °–f©f   f¯½f°  ff¾f f°½ ¾f¾f¾f.ff°–  ¯° °%% 9 °–f°f½ ¾f¾fff¾f  f° °– °f f °%% 9¾ 9 ° f°f9 ° ff°9f  –fff ° f.

 9 °–f©ff°f¾f –fff f°¾¾   ¾f %% f – f©f.½f  -–f°f%% f¾°9 ° f°  f° °– 9 ¯f  f¯f°%% . °–f©f fff ° f.

 – ¾ fnf¾f .½f  ¾f°f%%  ff¾f f°f¾f ff¯f¯f°9 °  f°  f° °–½°–  f¯f %% .   f°@ °  f° °–@f¾  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.