CONTOH PROPOSAL BIMBINGAN DAN KONSELING

Oct 15, '07 12:00 AM untuk KORELASI PERLAKUAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN

KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SAMUDRA KULON KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS

A. Latar Belakang Masalah
Dalam proses pendidikan, semua stakeholder yang terkait dengan proses tersebut mempunyai peran dan tanggungjawab sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Masing-masing peran tersebut harus berjalan secara sinergis saling melengkapi sehingga membentuk sustu sistem yang harmonis. Dari peran-peran yang ada, peran guru bimbingan dan konseling sangat diperlukan sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Bimbingan dan konseling merupakan pelayanan dari, untuk, dan oleh manusia memiliki pengertian yang khas. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada individu dengan menggunakan berbagai prosedur, cara dan bahan agar idividu tersebut mampu mandiri dalam memecahakan masalah-masalah yang dihadapinya. Sedangkan konseling merupakan proses pemberian bantuan yang didasarkan pada prosedur wawancara konseling oleh seorang ahli kepada yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Dengan bimbingan dan konseling tersebut, siswa akan melakukan aktifitas belajar sesuai dengan apa yang telah ditentukan, atau telah diatur dalam suatu aturan (norma). Sebagaimana dikemukakan oleh Moeliono (1993: 208) bahwa disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib, aturan, atau norma. Upaya peningkatan pendidikan berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh suatu bangsa. Tidak sedikit pakar dari

Pada umumnya manusia yang beradabsetidak-tidaknya memiliki common sense tentang pendidikan. Pendidikan dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal. membangun berbagai macam organisasi sosial. mengeksploitasikan sumber daya alam. serta melaksanakan pembangunan nasional. 2004: 2). intelektual. emosional. sosial dan spiritual. Pendidikan mempunyai pengaruh yang dinamis dalam kehidupan manusia di masa depan. ekonomi dan politik. Manusia yang merupakan agen-agen aktif akan mengumpulkan modal. 1999 : 455) yang menyatakan bahwa: Sumber daya manusia merupakan modal dasar dari kekayaan suatu bangsa. 2). Dengan demikian jika suatu negara tidak segera mengembangkan keahlian dan pengetahuan rakyatnya. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam seluruh aspek keidupan dan penghidupan (Mikarsa. maka pendidikan dapat dilihat dan dijelaskan dari berbagai sudut . Pendapat di atas dapat dilihat kebenarannya dari kondisi penanganan pendidikan di berbagai Negara dengan kondisi kemajuan kehidupan sosial ekonominya. sesuai dengan tahap perkembangan serta karakteristik lingkungan fisik dan lingkungan sosio budaya di mana dia hidup (Ibid. Karena sifatnya yang kompleks itu. yaitu pengembangan potensi individu yang setinggi-tingginya dalam aspek fisik. bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Negara yang terkenal melimpah dengan kekayaan sumber daya alam tetapi kurang memperhatikan pengembangan sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia akan kalah tingkat kemakmurannya jika dibandingkan dengan Negara yang kurang beruntung dalam hal kekayaan sumber daya alam tetapi berhasil mengembangkan sistem pendidikan yang dapat berperan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya alam. maka Negara tersebut tidak akan dapat mengembangkan apa pun.berbagai cabang ilmu pengetahuan di dunia ini mempunyai pendapat demikian. Modal fisik dan sumber daya alam hanyalah faktor produksi yang pada dasarnya bersifat pasif. Pendidikan merupakan fenomena manusia yang sangat kompleks. Frederick Harbison (1961 dalam Todaro.

remaja. Lebih lanjut Priyanto mengemukakan bahwa permasalahan yang dialami oleh para siswa di sekolah sering kali tidak dapat dihindari meski dengan pengajaran yang baik sekalipun.pandang. Dalam proses pendidikan banyak dijumpai permasalahan yang dialami oleh anak-anak. atau diharapkan. dan keimanan serta ketaqwaan yang dalam. Apabila para siswa tersebut belajar sesuai dengan kehendak sendiri dalam arti tanpa aturan yang jelas. ekonomi. komunikasi dan sebagainya. kesusilaan yang tinggi. Manusia dituntut untuk mampu memperkembangkan dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat. Apalagi tantangan kehidupan sosial dewasa ini semakin kompleks. Dalam hal ini permasalahan siswa tidak boleh dibiarkan begitu saja. diatur. dan pemuda yang menyangkut dimensi kemanusiaan mereka. 25) pengembangan manusia seutuhnya hendaknya mencapai pribadi-pribadi yang pendiriannya matang. Disinilah perlakuan guru bimbingan dan konseling diperlukan untuk mendampingi mereka. Dalam hal ini jika pengaturan waktu berdasarkan kesadaran sendiri maupun arahan pihak lain tidak dilakukan dengan disiplin maka semuanya akan menjadi kacau. Hal tersebut juga disebabkan oleh karena sumber-sumber permasalahan siswa banyak yang disebabkan oleh hal-hal di luar sekolah. Menurut Priyatno (1999. termasuk tantangan dalam mengalokasikan waktu. maka upaya belajar siswa tersebut tidak dapat berjalan dengan efektif. Untuk itu manusia telah dilengkapi dengan berbagai potensi baik yang berkenaan dengan keindahan dan ketinggian derajad kemanusiaan maupun berkenaan dengan dimensi kemanusiaannya yang memungkinkan untuk memenuhi tuntutan kemanusiaannya. seperti dari sudut pandang psikologi. dengan kemampuan sosial yang menyejukan. termasuk perilaku siswa yang tidak dapat mengatur waktu untuk melakukan aktifitas belajar sesuai apa yang dibutuhkan. politik. sosiologi dan antropologi. . Demikian pula dengan kedisiplinan siswa dalam melakukan aktifitas belajar dipadukan aktifitas lain dalam kehidupan sehari-hari.

Kegunaan Penelitian . 2. Untuk mengetahui sejauh korelasi antara perlakuan guru bimbingan dan konseling dengan kedisiplinan belajar siswa terjadi. Permasalahan tersebut mencakup permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.Tujuan Penelitian a. Sejauh korelasi antara perlakuan guru bimbingan dan konseling dengan kedisiplinan belajar siswa terjadi. Untuk mengetahui apakah ada korelasi antara perlakuan guru bimbingan dan konseling dengan kedisiplinan belajar siswa. Disinilah dirasakan perlunya pelayanan bimbingan dan konseling disamping kegiatan pengajaran. B. Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang masalah di atas. dalam penelitian ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. C. b. Manfaat bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling cukup penting bagi seorang siswa untuk mengatasi berbagai permasalahan termasuk dalam mengatasi permasalahan pribadi siswa. 2.Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Dan pelayanan bimbingan dan konseling merupakan peran yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi berbagai permasalahan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Apakah ada korelasi antara perlakuan guru bimbingan dan konseling dengan kedisiplinan belajar siswa.Pelayanan guru bimbingan dan konseling hendaknya berjalan secara efektif membantu siswa mencapai tujuan-tujuan perkembangannnya dan mengatasi permasalahannya termasuk membimbing para siswa untuk berperilaku disiplin.

b. Kedisiplinan Belajar Siswa Dalam Proses Pendidikan Konsep disiplin berkaitan dengan tata tertib. tata tertib atau norma di sekolah yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.a. Semua aktifitas siswa yang dilihat kepatuhannya adalah berkaitan dengan aktifitas pendidikan di sekolah. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka penyempurnaan konsep maupun implementasi praktik pendidikan sebagai upaya yang strategis dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia. Dari pengertian tersebut. dan lain sebagainya. . Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh Driyarkara (1980 dalam Mikarsa. atau norma dalam kehidupan bersama (yang melibatkan orang banyak). Pengangkatan manusia muda ke taraf insani harus diwujudkan dalam seluruh proses atau upaya pendidikan. kepatuhan siswa dalam berpakaian. Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan ilmu pendidikan terutama dikaitkan dengan hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan belajar anak. Tinjauan Teori 1. kepatuhan siswa dalam mengikuti kegiatan sekolah. Menurut Moeliono (1993: 208) disiplin artinya adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib. yang meliputi jam masuk sekolah dan keluar sekolah. dan lain sebagainya. atau norma. Dengan demikian disiplin siswa adalah ketaatan (kepatuhan) dari siswa kepada aturan. aturan. D. Sedangkan pengertian siswa adalah pelajar atau anak (orang) yang melakukan aktifitas belajar ( Ibid: 849). yang juga dikaitkan dengan kehidupan di lingkungan luar sekolah. aturan. kedisiplinan siswa dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) siswa terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan jam belajar di sekolah. 2004:2) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda.

informal. 3. G. dan tingkah laku. yang pada hakekatnya adalah pengembangan potensi individu yang bermanfaat bagi kehidupan pribadinya maupun warga-negara atau negara lainnya. sekolah. sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. 2004: 1. pengajaran. dan non-formal. dan pelatihan.Dalam Dictionary of Education dikemukakan bahwa pendidikan adalah (1) proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan. 2. . 2004) menyatakan bahwa “harus diyakini bahwa fungsi utama pendidikan adalah bimbingan terhadap individu dalam upaya memenuhi kebutuhan dan keinginan yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Kegiatan tersebut harus diwujudkan dalam lingkungan keluarga. Untuk mencapai tujuan tersebut. sehingga dia memperoleh kepuasan dalam seluruh aspek kehidupan pribadi dan kehidupan sosialnya. sikap-sikap. Berdasarkan pengertian tersebut. dan masyarakat yang lazim disebut dengan pendidikan formal. Thomson (1957 dalam Mikarsa.3) merumuskan hakekat pendidikan sebagai suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat. Perlakuan Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Proses Pendidikan Tilaar (1999 dalam Mikarsa 2004: 1. Sedangkan Crow and Crow (1960 dalam Mikarsa. 2. pendidikan perlu melakukan upaya yang disengaja dan terencana yang meliputi upaya bimbingan. Pendidikan harus memiliki tujuan.2) menyatakan bahwa pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan-kebiasaan pemikiran. dapat diberikan beberapa ciri atau unsur umum dalam pendidikan yaitu : 1. sikap dan bentuk-bentuk dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana dia hidup (2) proses sosial dimana sesorang diharapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah).

nasional. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. 30) menyatakan bahwa keberadaan pelayanan bimbingan dan penyuluhan berperan untuk : 1. mengenal lingkungan. . Apabila misi sekolah adalah menyediakan pelayanan yang luas untuk secara efektif membantu siswa mencapai tujuantujuan perkembangannnya dan mengatasi permasalahannya. Dalam hal ini permasalahan siswa tidak boleh dibiarkan begitu saja. Berkaitan dengan guru.membudaya. 2. dan sarana pendukung lainnya. maka segenap kegiatan dan kemudahan yang diselenggarakan sekolah perlu diarahkan kesana. Disinilah dirasakan perlunya pelayanan bimbingan dan konseling disamping kegiatan pengajaran. Bimbingan dalam rangka menemukan siswa dimaksudkan untuk membantu siswa mengenal kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. buku/materi pelajaran. Agar pendidikan dapat berhasil sesuai dengan tujuan diperlukan berbagai sarana atau sumberdaya seperti bangunan sekolah. remaja. Dan pelayanan bimbingan dan konseling merupakan peran yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling. Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing. dan merencanakan masa depan. Priyanto (1999. sebagaimana telah dikemukakan bahwa dalam proses pendidikan banyak dijumpai permasalahan yang dialami oleh anak-anak. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. Dalam Penjelasan PP Nomor 29 Tahun 1990 menyebutkan bahwa : 1. dan pemuda yang menyangkut dimensi kemanusiaan mereka. Hal tersebut juga disebabkan oleh karena sumbersumber permasalahan siswa banyak yang disebabkan oleh hal-hal di luar sekolah. Lebih lanjut Priyanto mengemukakan bahwa permasalahan yang dialami oleh para siswa di sekolah sering kali tidak dapat dihindari meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. dan global. guru.

Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.2. untuk. Pengajaran di kelas-kelas saja tidak cukup memadai untuk menjawab tuntutan penyelenggaraan pendidikan yang luas dan mendalam. dan pemuda sebagian besar berada di luar sekolah. 3. mengingat bahwa sumber permasalahan anak-anak. dalam lembaga-lembaga kerja. dan pemuda bahkan orang-orang dewasa dalam keluarga. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada individu dengan menggunakan berbagai prosedur. Sudah barang tentu upaya tersebut tidak terhindar dari berbagi sumber rintangan penyelenggaraannya perlu dilakukan dan kegagalan sehingga secara luas dan mendalam mencakup segenap segi kehidupan manusia. dan oleh manusia memiliki pengertian yang khas. serta alam yang ada. ekonomi. Bimbingan dan konseling merupakan pelayanan dari. remaja. dan lagi pula bahwa permasalahan yang dialami manusia tidak hanya terdapat disekolah. Sedangkan konseling merupakan proses pemberian bantuan yang didasarkan . Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah telah diterima dan menjadi suatu pekerjaan yang tugas dan ruang lingkupnya cukup penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan. para remaja. cara dan bahan agar idividu tersebut mampu mandiri dalam memecahakan masalah-masalah yang dihadapinya. Anak-anak. Lebih jauh. budaya. dan dalam organisasi serta lembaga-lembaga kemasyarakatan pada umumnya mempunyai kemungkinan untuk menghadapi masalah dalam kehidupan dan dalam rangka mengupayakan pengembangan manusia seutuhnya. Bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan mempersiapkan diri untuk langkah yang dipilihnya setelah tamat belajar pada sekolah menengah serta kariernya di masa depan. maka pelayanan bimbingan dan konseling perlu menjangkau daerah-daerah yang lebih luas di luar sekolah. baik di dunia maupun di akhirat .

Tujuan khusus bimbingan dan konseling langsung terkait pada arah perkembangan klin dan masalah-masalah yang dihadapi. dan sekaligus untuk memurnikan pengertian konseling itu sendiri maka istilah yang hendaknya dipakai dalam pengembangan dan gerakan bimbingan dan konseling di Indonesia adalah istilah konseling. membuat keputusan dan rencana yang realistis. Konsepsi bimbingan dan konseling mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pengertian konseling sering digunakan istilah penyuluhan. padahal istilah penyuluhan telah terlanjur digunakan secara luas di masyarakat untuk pengertian . minat. Bimbingan dan konseling dipakai secara bersamaan dan yang satu memuat yang lain. . Bimbingan dan konseling mempunyai tujuan umum untuk membantu individu untuk mencapai perkembangan secara optimal sesuai dengan bakat. Pada awalnya istilah bimbingan berdiri dan tidak mengandung di dalamnya pengertian konseling. Tujuan-tujuan khusus Bimbingan dan konseling merupakan penjabaran dari tujuan umum yang dikaitkan dengan permasalahan klin baik yang menyangkut perkembangan maupun kehidupannya. Perkembangan selanjutnya istilah konseling berdiri sendiri sekaligus memuat pengertian bimbingan. dan nilainilai serta terpecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh klin. Untuk tidak menimbulkan keracunan di antara istilah – istilah provesional dalam bidang bimbingan dan konseling.pada prosedur wawancara konseling oleh seorang ahli kepada yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. kemampuan. Salah satu tujuan umum bimbingan dan koseling adalah membantu individu agar dapat mandiri dengan ciri mampu memahami dan menerima diri sendiri dan lingkunganya.pengertian yang tidak begitu relevan dengan makna konseling yang sebenarnya . mengarahkan diri sendiri dengan keputusan dan rencananya itu serta pada akhirnya mewujudkan diri sendiri.

kegiatan. penilaian dan tindak lanjut. Penempatan adalah kegiatan membantu para siswa agar memperoleh wadah yang sesuai dengan potensi yang dimiliki dengan tujuan untuk memperoleh prestasi sesuai potensinya sehingga akan mendapatkan wadah yang tepat untuk mengembangkan segala kemampuan pribadinya. Mohammad Surya dan Rahman Natawijaya dalam bukunya yang berjudul Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan (1992:160-161) menyatakan bahwa kegiatan bimbingan dan penyuluhan di sekolah dapat dikelompokan menjadi jenis layanan pengumpulan data. bimbingan dan konseling diselenggarakan menurut berbagai azas. kekinian. dan tut wuri handayani. keahlian. kenormatifan. penyuluhan. pengolahan. Pemberian informasi adalah kegiatan dalam bentuk pemberian informasi kepada dengan tujuan agar para siswa memiliki informasi yang memadai baik informasi tentang dirinya maupun informasi tentang lingkungan sebagai bantuan dalam membuat keputusan secara tepat. Tujuan layanan . penempatan. ahli tangan. Pengumpulan data adalah kegiatan dalam bentuk pengumpulan. alih tangan. kesukarelaan. kemandirian. keterbukaan. yaitu asas kerahasiaan.Sesuai dengan tuntutan keilmuan dan prosedur pelaksanaannya. Penyuluhan adalah kegiatan dalam bentuk layanan untuk menghadapi masalahmasalah pribadi melalui teknik penyuluhan dan pemberian bantuan lainnya. dan penghimpunan berbagai informasi tentang siswa beserta latar belakangnya dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang obyektif terhadap siswa dalam membantu mencapai perkembangan yang optimal. Asas-asas tersebut perlu terlaksana dengan baik demi kelancaran penyelenggaraan serta tercapainya tujuan bimbingan dan konseling yang diharapkan. keterpaduan. pemberian informasi.

Dengan layanan penyuluhan sebagai contoh. Fungsi-fungsi tersebut adalah : a. Penilaian dan tindak lanjut adalah kegiatan layanan dalam bentuk penilaian keberhasilan usaha bimbingan yang telah diberikan yang juga dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program pendidikan secara keseluruhan. Alih tangan adalah kegiatan layanan dalam bentuk pelimpahan kepada pihak yang lebih mampu dan berwenang apa bila masalahan yang ditangani itu di luar kemampuan dan kewenangan petugas pemberi bantuan terdahulu seperti ke dokter umum/spesialis untuk pemeriksaan kesehatan. artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi ini layanan nyang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat . keberhasilan guru bimbingan konseling sangat bermanfaat untuk mengantar siswa menyelesaikan pendidikan dengan baik. Layanan ini diintegrasikan dengan layanan lainnya akan menghasilkan keterpaduan yang baik termasuk dalam mengatasi permasalahan pribadi siswa.ini adalah agar pada akhirnya siswa dalam menghadapi permasalahan mampu untuk memecahkan sendiri. merupakan kegiatan dalam bentuk layanan untuk menghadapi masalah-masalah pribadi melalui teknik penyuluhan dan pemberian bantuan lainnya dengan tujuan agar pada akhirnya siswa dalam menghadapi permasalahan mampu untuk memecahkan sendiri. dan lain sebagainya. sebenarnya jika dilakukan dengan baik sesuai dengan kondisi permasalahan siswa. Masalah-masalah tersebut sangat luas dan kompleks cakupannya termasuk ke masalah pribadi siswa. Dengan pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut. ke psikolog untuk pemeriksaan kondisi psikologi. Menurut Nasution (1992) pelayanan bimbingan dan penyuluhan mempunyai beberapa fungsi. Fungsi pencegahan Pelayanan bimbingan dan penyuluhan dapat berfungsi pencegahan.

minat. . kekurangan informasi. sesuai dengan keadaan pribadinya masing-masing. bantuan dalam: 1) memperoleh jurusan yang tepat. Dalam hubungan ini bimbingan dan penyuluhan membantu siswa mendapatkan kesempatan penyaluran pribadinya masing-masing. dan kemampuan. (seperti bakat. cara-cara belajar. cita-cita. hubungan social. Hal tersebut dapat ditempuh melalui progam bimbingan yang sistematis sehingga hal – hal yang dapat menghambat seperti kesulitam belajar. 3) perkembangan bakat dan minat. informasi pekerjaan. yang membantu para siswa untuk memperoleh pemahaman diri dan lingkungan yang lebih baik serta mengembangkannya ke arah pencapaian karier yang sesuai dengan bakat. minat. tata tertib sekolah. bimbingan dan penyuluhan mengenali masing-masing siswa secara perorangan . kecakapan. Untuk itu setiap siswa hendaknya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan. 2) Program bimbingan karir. fasilitas belajar. Beberapa kegiatan bimbingan yang dapat berfungsi pencegahan. antara lain : 1) Progam orientasi. Bentuk kegiatan bimbingan dan penyuluhan dalam fungsi ini misalnya. Fungsi penyaluran. kebutuhan. dan sebagainya.perkembangannya. Melalui fungsi penyaluran. dan sebagainya). yang memberi kesempatan kepada para siswa untuk lebih mengenal sekolah sebagai lingkungannya yang baru. b. Dalam program ini dapat disampaikan berbagai informasi seperti: kurikulum. dan kemudian membantunya dalam penyaluran kea rah kegiatan atas program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah para siswa perlu dibantu agar memperoleh prestasi yang sebaik-baiknya. 2) menyusun program belajar. masalah social dan sebagainya dapat di hindari.

penentuan sampel. Fungsi Penyesuaian Yang dimaksud dengan fungsi penyesuaian adalah bahwa pelayanan bimbingan dan penyuluhan berfungsi membantu terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya. . Bab IV : Hasil dan Pembahasan Bab ini berisi mengenai deskripsi dari obyek yang diteliti dan analisis data serta pembahasan. serta sistematika penulisan. Bab V : Penutup Merupakan bab yang berisi mengenai kesimpulan yang diperoleh dan saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian. jenis dan sumber data. c. adalah bantuan kepada para siswa agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekolah. adalah bantuan dalam mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan keadaan siswa. Fungsi penyesuaian mempunyai dua arah. Dengan demikian. Bab III : Metode Penelitian Bab ini membahas variabel penelitian. Bab II : Tinjauan Teori Bab ini memuat pembahasan pengertian Disiplin Siswa dan Peran Guru BK dikaitkan dengan Proses Pendidikan. Arah pertama. adanya kesesuaian antara pribadi siswa dan sekolah sebagai lingkungan merupakan sasaran fungsi ini.4) perencanaan karier. Sistematika Penulisan Penulisan skripsi ini dilakukan dengan sistematika sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan Bab ini berisi latar belakang masalah. metode pengumpulan data serta metode analisis. rumusan masalah. E. Arah kedua. tujuan dan kegunaan penelitian.

kedisiplinan belajar siswa: 1) tingkat kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah.Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak . 2. 2) tingkat keteraturan siswa dalam membagi waktu untuk belajar di sekolah. Dari siswa-siswa yang ada di lingkungan Kecamatan Gumelar tempat lokasi penelitian. dan melakukan kegiatan lain secara teratur dan proporsional. Metode Penelitian 1.Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini secara umum adalah data primer dan data sekunder yang berupa data-data dalam proses pendidikan dan hasil pendidikan yang telah tersedia di lokasi penelitian. perlakuan guru BK: 1) intensitas pelaksanaan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh guru BK. 2) kualitas baik/buruknya pelaksanaan fungsi-fungsi guru BK terhadap peserta didik. b. Variabel bebas (X) yaitu variabel perlakuan guru BK. variabel penelitian tersebut dioperasionalkan lagi dengan indikator variabel sebagai berikut : a.F. penulis memilih SD Negeri 1 Samudra Kulon sebagai sampel/lokasi penelitian karena kemudahan akses penelitian dalam mengambil datadata yang diperlukan dalam penelitian ini. belajar di rumah. Sedangkan variabel terpengaruh (Y) adalah kedisiplinan belajar siswa. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung terhadap para responden terpilih yang terdiri dari siswa yang ada pada sekolah tersebut. 3.Variabel Penelitian Dalam penelitian ini. Penentuan Sampel Sampel penelitian berupa para siswa kelas IV di SD Negeri 1 Samudra Kulon Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. variabel yang akan dibahas terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat atau terpengaruh (Y) .

. data yang diperoleh penulis merupakan hasil dari dokumen yang dalam hal ini adalah dokumen pendidikan di lokasi penelitian.langsung dari sumber data tetapi melalui media perantara. 4. Jika memungkinkan. Dengan kata lain. analisis deskriptif tersebut dapat juga didukung dengan analisis kuantitatif dengan tabulasi data hasil penelitian yang dilakukan penulis. Metode Analisis Metode analisis akan dilakukan dengan analisis deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan data-data hasil penelitian untuk menghasilkan suatu kesimpulan mengenai penelitian yang dilakukan.

-0.8  .9.3 -0.7.-0 907503..3 .947.3:7:  390389.8....250309.3:7:  $0/.:.3.7:   .:907503.7.3 .3  '..33/.8  /.7.:.7./03. 507.31:38 1:38..843./..3/.-0!0309.9:.-0907.8-.8907/7/.7:   '.-0-0-.3..340:7:  :. 0/853.9.3.9.-0 50309.:..7 88.-0507.7. 094/0!0309.3.33 ..7..7.7..-0-0-.7..7..-07:9 .3 90780-:9/4507.-080-.  ..3 .850..3/-.

79025.2.30....9:..250 50309.   !03039:.9.9.7 88.388.9:7/.-:7:3.8 ' / $ 007  $.907.380.59.3.250 $./.3 . 88.320.  /.2.7.:43 80-. 5.250.9:7.850309.3 0.3:20.:.   93.5508079.31:38 1:38:7:907. .90907.9.3.2:/7.8  .8.907../.8.9::39:-0.3 503:8 202$007$.. 0.2202-. :43 0.3:2.3 -07:5./.3-0.7/804.9.// - 0/853.3574547843.905.. -0.2:/7. / 3:3..3 :20.7.9079-804.3$./. 88.50.  93.94..-:5.903 .7 .388..788.7/7:2.

.3/:3.3/.9.3 90./. 57207 /.9.3 907/7 /./.7.9.703.57207/.5..3 /. 80:3/07 207:5...3 .8 503//.3 .3 /.9.9.4./..2 203.7. /. 90780/..3 ..3.3 .02:/.. .3/507:.3/.250309.9. ..3 /./.2 574808 503//.7 88.9. .3. /. 9/.850309. 804.3 /. 90780-:9   038/.. /..3 -07:5.:2:2.5 5.3$:2-07.3/.7. / 4.3 20.:.9.38:3 907.250309.80850309.8 .3 /50740 80. .33  !03:25:.9...9.9.3380. 708543/03 9075 . 80:3/07 ..8 50309. 5. /.: 4-807..3.3. .2-/.7.3/.3 ./.

3 /.-:.3 503:8   .3   094/03.3/4.9.3  .9.9 :.88 /087591 90780-:9 /.399./.3 :39: 203.3 .3.88 .3  /..3 8:..3 203/08758.9.8 /. . /4:203 503//.3 .850309.8 50309.2 .3 20303.38:3 /. /.7.3 /50740 503:8 207:5.9: 0825:. 507.7 8:2-07 /. 50309.3 .3 .3 /.39.8 50309.:.9.5.3 .3 9. //::3 /03..8 /.3.8.3 /03. 909.5 20.  03.88 /087591 .:.:.9.9: /03.3.88 094/0 .3 /. .3.3 /. .: 20/..3  . 3 .9.91 /03. 202:33. .88 :.3 /.3 .7 /4:203 ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times