P. 1
Pr Elka Dasar - Tm 2011

Pr Elka Dasar - Tm 2011

|Views: 413|Likes:
Published by mas_yer

More info:

Published by: mas_yer on Sep 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

Sections

  • C. Petunjuk Penggunaan Modul
  • D. Tujuan Akhir
  • E. Kompetensi
  • F. Cek Kemampuan
  • A. Rencana Belajar Siswa
  • B. Kegiatan Belajar 1. Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika
  • a. Tujuan Pemelajaran 1
  • b. Uraian Materi Belajar 1
  • c. Rangkuman Materi Belajar 1
  • d. Tugas Belajar 1
  • f. Kunci Jawaban 1
  • 2. Kegiatan Belajar 2: Ohmmeter (bagian 1, 2)
  • b. Uraian Materi Belajar 2
  • c. Rangkuman Materi Belajar 2
  • d. Tugas Belajar 2
  • f. Kunci Jawaban 2
  • a. Tujuan Pemelajaran 3
  • b. Uraian Materi Belajar 3
  • c. Rangkuman Materi Belajar 3
  • d. Tugas Belajar 3
  • f. Kunci Jawaban 3
  • a. Tujuan Pemelajaran 4
  • b. Uraian Materi Belajar 4
  • c. Rangkuman Materi Belajar 4
  • d. Tugas Belajar 4
  • f. Kunci Jawaban 4
  • a. Tujuan Pemelajaran 5
  • b. Uraian Materi Belajar 5
  • c. Rangkuman Materi Belajar 5
  • d. Tugas Belajar 5
  • e. Tes Formatif 5
  • f. Kunci Jawaban 5
  • g. Lembar Kerja 5
  • a. Tujuan Pemelajaran 6
  • b. Uraian Materi Belajar 6
  • c. Rangkuman Materi Belajar 6
  • d. Tugas Belajar 6
  • f. Kunci Jawaban 6
  • a. Tujuan Pemelajaran 7
  • c. Rangkuman Materi Belajar 7
  • d. Tugas Belajar 7
  • f. Kunci Jawaban 7
  • a. Tujuan Pemelajaran 8
  • b. Uraian Materi Belajar 8
  • c. Rangkuman Materi Belajar 8
  • d. Tugas Belajar 8
  • f. Kunci Jawaban 8
  • b. Uraian Materi Belajar 9

MODUL

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

OLEH : YUSUF EKO ROHMADI

TEKNIK MESIN POLITEKNIK PRATAMA MULIA SURAKARTA 2011
JL. HARYO PANULAR 18A SURAKARTA, TELP (0271)712637 Website : http//www.politama.ac.id e-Mail : poltek@politama.ac.id

KATA PENGANTAR

Puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan rahmat-Nya, pada kesempatan ini kami selaku Direktur Politeknik Pratama Mulia Surakarta menyampaikan terima kasih atas segala usaha dari Dosen Pengampu untuk menyusun Modul ini. Modul Praktikum Elektronika Dasar ini diterbitkan dalam upaya meningkatkan dan mengefektifkan proses belajar mengajar di Politeknik Pratama Mulia Surakarta. Untuk Mendalami masalah Praktikum Elektronika Dasar tidak hanya berpegangan pada buku ini saja, Mahasiswa diharapkan membaca bukubuku referensi yang lain. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penerbitan buku ini. Saran dan kritik yang konstruktif dari para dosen, pembaca dan Mahasiswa sangat diharapkan, demi perbaikan dan penyempurnaan penerbitan di masa akan datang. Semoga buku ini bermanfaat bagi para pemakai dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Politeknik Pratama Mulia Surakarta.

Surakarta, Agustus 2011 Direktur

Drs. Ardi Widyatmoko
NIK. 1593.065

ii

PRAKATA

Puji sukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT dengan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan Modul Praktikum Elektronika Dasar ini dapat diselesaikan. Modul Praktikum Elektronika Dasar ini dibuat sebagai pedoman pembelajaran bagi Mahasiswa Teknik Mesin semester 5 pada mata kuliah Praktikum Elektronika Dasar. Modul ini berisi tentang beberapa komponen elektronika dasar berserta cara pengecekannya; alat ukur dan pengukuran hambatan, tegangan dan arus pada rangkaian seri dan pararel; rangkaian aplikasi penyearah, timer, thyristor. Sifat isi dari modul ini adalah materi dasar elektronika sehingga untuk bisa menggunakannya mahasiswa diharuskan membaca dan mempelajari terlebih dahulu materi-materi yang berhubungan dengan isi modul untuk menunjang pengetahuan di dalamnya. Atau bisa dengan mengembangkan isi materi berdasarkan teori singkat yang disertakan dalam modul ini di dalam setiap babnya. Semoga Modul ini dapat bermanfaat bagi semua yang menggunakannya, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan pikiran dan ide hingga tersusunnya Modul Praktikum Elektronika Dasar ini.

Surakarta, Penyusun

Agustus 2011

Yusuf Eko Rohmadi

iii

Tugas Belajar 2 ---------------------------------------------e. Cek Kemampuan --------------------------------------------------Bab 2 Pembelajaran -----------------------------------------------------------A. Tujuan Pemelajaran 2 ------------------------------------b. Kegiatan Belajar----------------------------------------------------1. Tes Formatif 3 ----------------------------------------------f. Tugas Belajar 3 ---------------------------------------------e. Lembar Kerja 2 ---------------------------------------------3. 2) ------------a. Tujuan Pemelajaran 1 ------------------------------------b. Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika -------------a. Tujuan Pemelajaran 3 ------------------------------------b. Uraian Materi Belajar 2 ----------------------------------c. Tes Formatif 1 ----------------------------------------------f. Rangkuman Materi Belajar 2 ---------------------------d. Uraian Materi Belajar 1 ----------------------------------c. Tugas Belajar 1 ---------------------------------------------e. Lembar Kerja 1 ---------------------------------------------2. Rangkuman Materi Belajar 3 ---------------------------d. Kunci Jawaban 2 -------------------------------------------g. Uraian Materi Belajar 3 ----------------------------------c. Kegiatan Belajar 2: Ohmmeter (bagian 1. Prasarat -------------------------------------------------------------C.DAFTAR ISI Halaman Franchis -------------------------------------------------------------------Kata Pengantar ----------------------------------------------------------------------Prakata --------------------------------------------------------------------------------Daftar Isi ------------------------------------------------------------------------------BAB 1 Pendahuluan ------------------------------------------------------------A. Tujuan Akhir--------------------------------------------------------E. Petunjuk Penggunaan Modul ----------------------------------D. Kompetensi --------------------------------------------------------F. Kegiatan Belajar 4: -------------------------------------------iv i ii iii iv 1 1 1 1 2 3 7 8 8 10 10 10 10 14 15 15 15 16 17 17 17 21 22 22 22 22 26 26 27 28 28 28 28 28 30 . Rangkuman Materi Belajar 1 ---------------------------d. Kunci Jawaban 1 -------------------------------------------g. Tes Formatif 2 ----------------------------------------------f. Kegiatan Belajar 3: -------------------------------------------a. Lembar Kerja 3 ---------------------------------------------4. Kunci Jawaban 3 -------------------------------------------g. Deskripsi ------------------------------------------------------------B. Rencana Belajar Siswa --------------------------------------------B.

Kunci Jawaban 5 -------------------------------------------g. Tujuan Pemelajaran 9 ------------------------------------b. Tes Formatif 5 ----------------------------------------------f. Tujuan Pemelajaran 6 ------------------------------------b. Lembar Kerja 4 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 5: -------------------------------------------a. Rangkuman Materi Belajar 4 ---------------------------d. Kunci Jawaban 8 -------------------------------------------g. Tujuan Pemelajaran 4 ------------------------------------b. Kunci Jawaban 7 -------------------------------------------g. Tes Formatif 8 ----------------------------------------------f. Lembar Kerja 8 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 9: -------------------------------------------a. Uraian Materi Belajar 4 ----------------------------------c. Uraian Materi Belajar 6 ----------------------------------c. Tes Formatif 6 ----------------------------------------------f. Kunci Jawaban 4 -------------------------------------------g.5. a. Rangkuman Materi Belajar 5 ---------------------------d. Kunci Jawaban 6 -------------------------------------------g. 7. Tes Formatif 7 ----------------------------------------------f. Rangkuman Materi Belajar 6 ---------------------------d. Tugas Belajar 4 ---------------------------------------------e. Lembar Kerja 7 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 8: -------------------------------------------a. 6. Tugas Belajar 5 ---------------------------------------------e. Lembar Kerja 5 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 6: -------------------------------------------a. Tujuan Pemelajaran 8 ------------------------------------b. Uraian Materi Belajar 7 ----------------------------------c. Uraian Materi Belajar 8 ----------------------------------c. Rangkuman Materi Belajar 7 ---------------------------d. Tugas Belajar 7 ---------------------------------------------e. Tes Formatif 4 ----------------------------------------------f. Lembar Kerja 6 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 7: -------------------------------------------a. Uraian Materi Belajar 9 ----------------------------------v 30 30 33 33 34 34 34 36 36 36 38 38 38 38 39 40 40 41 41 42 42 43 44 46 46 46 50 50 51 51 51 54 54 54 54 54 55 55 55 56 56 56 . Rangkuman Materi Belajar 8 ---------------------------d. Tugas Belajar 6 ---------------------------------------------e. Tujuan Pemelajaran 7 ------------------------------------b. 9. Tujuan Pemelajaran 5 ------------------------------------b. 8. Tugas Belajar 8 ---------------------------------------------e. Uraian Materi Belajar 5 ----------------------------------c.

Tes Formatif 9 ----------------------------------------------f.Kegiatan Belajar 10: ------------------------------------------a. Kunci Jawaban 9 -------------------------------------------g. Kunci Jawaban 10 -----------------------------------------g. Tugas Belajar 10 -------------------------------------------e. Lembar Kerja 9 ---------------------------------------------10.Kegiatan Belajar 11: ------------------------------------------a. Tujuan Pemelajaran 11 ----------------------------------b. Tugas Belajar 9 ---------------------------------------------e. Rangkuman Materi Belajar 10 -------------------------d. Lembar Kerja Belajar 11 ---------------------------------- 57 57 58 58 58 59 59 59 61 62 62 62 63 64 64 64 vi . Rangkuman Materi Belajar 9 ---------------------------d. Tes Formatif 10 --------------------------------------------f. Tujuan Pemelajaran 10 ----------------------------------b. Lembar Kerja 10 -------------------------------------------11. Uraian Materi Belajar 10 --------------------------------c.c.

Kerjakan soal Cek Kemampuan sebelum Anda lebih lanjut mempelajari isi modul. timer dan dimmer. Pemahaman dan kemahiran dalam teknik ukur tersebut kemudian diaplikasikan dalam rangkaian aplikasi sederhana seperti rangkaian penyearah. untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan Anda tentang isi modul! 3. tegangan dan arus baik pada komponen tunggal maupun beberapa komponen yang tersusun dalam sebuah rangkaian seri dan pararel atau campuran beserta cara perhitungan dengan rumus. Jika hasil dari cek kemampuan telah memenuhi sarat minimal kemampuan yaitu 70% maka Anda bisa mengerjakan soal evaluasi. saklar elektronik. alat ukur dan pengukuran yaitu mengenai bagaimana teknik ukur untuk beberapa besaran diantaranya pada besaran hambatan. Petunjuk Penggunaan Modul 1. karena secara umum teknik pengukuran pada beberapa instrumen mempunyai kesamaan dalam hal ketelitian dan keselamatan kerja. sehingga untuk bisa mempelajari modul ini Anda harus terlebih dahulu mempelajari komponen elektronika beserta karakteristiknya dari buku referensi. Dan jika hasil Anda kurang dari nilai minimal maka Anda harus mengikuti pemelajaran modul satu persatu! 1 . alam modul ini Anda akan mempelajari dasar-dasar elektronika diantaranya pengenalan komponen dasar elektronika beserta cara cek komponennya mengenai kondisi baik dan tidaknya serta nama-nama kaki dari komponen tersebut serta simbol yang digunakan. ada jurusan Teknik Mesin modul ini merupakan materi baru. Selain itu Anda juga harus terlebih dahulu menguasai teknik-teknik ukur walaupun instrumen yang digunakan berbeda dengan instrumen elektronika. Prasarat P C. Pelajari Daftar Isi dengan cermat untuk mengetahui isi secara keseluruhan dari modul! 2. Deskripsi D B.BAB 1 PENDAHULUAN A.

6. Perhatikan langkah-langkah praktik dan kerjakan secara urut sehingga diperoleh pemahanan. Memahami dan mampu menjelaskan cara kerja rangkaian aplikasi elektronika. Mengetahui beberapa macam komponen elektronika. Mampu merangkai komponen elektronika pada konfigurasi seri.4. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: 1. Konsultasikan setiap langkah kerja praktik yang telah selesai dikerjakan kepada dosen pengajar atau pembimbing. 5. Langkah kerja praktik dalam satu bab bisa dikerjakan pada lebih dari satu kali pertemuan. Hasil praktik dicatat pada lembar kertas folio bergaris sesuai urutan langkah kerja disertai kesimpulan-kesimpulan atau catatan penting yang Anda temui ketika mengerjakan praktik. Mengetahui dan mampu mengecek komponen elektronika. D. Untuk itu setiap selesai jam kerja praktik Anda diharuskan menunjukkan hasil praktik yang telah dikerjakan untuk diberikan paraf oleh dosen pengajar sebagai laporan sementara praktikum. Memahami dan menguasai penggunaan alat ukur ohmmeter. Format laporan resmi dapat Anda lihat pada lampiran modul ini. 3. Pengumpulan laporan resmi selambat-lambatnya satu minggu setelah penyelesaian satu bab. 5. 6. 9. Laporan satu bab ini adalah laporan resmi praktikum. 7. Laporan resmi dikumpulkan dalam bentuk tulisan tangan. 10. maka Anda harus membuat laporan praktikum satu bab tersebut dengan melampirkan laporan sementara. voltmeter dan amperemeter. 2. paralel dan campuran. 4. Jika telah selesai satu bab. untuk mengetahui kebenaran hasil praktik dari langkahlangkah yang telah dikerjakan dan selanjutnya untuk memperoleh bimbingan jika terjadi kesalahan hasil kerja praktik. 11. 2 . Mengetahui beberapa rangkaian aplikasi elektronika. 8.

Mampu melakukan peracangan rangkaian elektronika sederhana dan mengaplikasikannya dalam sebuah rangkaian nyata.7. 3 . E. penguasaan alat ukur elektronika. dan analisa kerja rangkaian elektronika. Kompetensi Kompetensi yang dicapai adalah menguasai kemampuan dasar elektronika dalam hal pengetahuan dasar komponen elektronika.

Disiplin 2. Memahami persiapan kerja 2. Memahami cara hitung kode warna resistor 5. Membaca nilai/ kode komponen elektronika 3. Kecepatan pembacaan komponen mengenai nilai dan jenisnya 1. Memahami cara baca kode komponen 4. Bekerja sesuai dengan prosedur 3. KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA dan ALAT UKUR OHMMETER KRITERIA KINERJA 1. Memahami macam-macam komponen 3. Kemampuan menggunakan pengali ohmmeter dengan tepat 4. Mengecek kaki-kaki komponen elektronika 7. Memahami cara menentukan nama kaki komponen 9.Tabel kompetensi SUB KOMPETENSI 1. Kemampuan membaca hasil ukur 5. Memahami perbedaan hasil peritungan dan hasil ukur hambatan resistor 8. Penempatan alat dan bahan 2. Memahami cara mengetahui 1. Menyebutkan dan menjelaskan jenis dan tipe komponen dasar elektronika 4. Mengetahui kondisi komponen LINGKUP BELAJAR 1. Menjelaskan dan menunjukkan bentuk fisik komponen elektronika 2. Memahami cara ukur resistor tunggal 7. Memperhatikan keselamatan kerja 4 . Mengukur hambatan pada komponen resistor tunggal 6. Kemampuan menjelaskan SIKAP MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN 1. Kalibrasi ohmmeter 3. Persiapan kerja 2. Pelaksanaan 3. Memahami cara kalibarasi ohmmeter 6. Menunjukkan alat ukur Ohmmeter 5.

Disiplin 2. Persiapan kerja 2. ANALISA KERJA RANGKAIAN 1. Kemampuan menjelaskan 1. Bekerja sesuai dengan prosedur 3. Memahami hubungan antara besar niali komponen terhadap arus dan tegangan 4.kondisi baik dan buruk komponen 2. 1. Persiapan kerja voltmeter dan 2. Mengukur tegangan sumber. Memahami cara kerja rangkaian 1. arus tiap komponen dan arus total rangkaian. Kemampuan merangkai 2. Memahami cara hitung dan cara ukur hambatan total rangkaian resistor 2. Menghitung dan mengukur hambatan total pada rangkaian resistor 5. Kalibrasi voltmeter dan amperemeter 3. Pelaksanaan ampermeter 3. Memahami perbedaan hasil perhitungan dan hasil ukur 3. paralel dan campuran 4. ALAT UKUR dan PENGUKURAN 1. Pelaksanaan 3. Menjelaskan fungsi menjelaskan masing-masing alat ukur tersebut 3. Memperhatikan keselamatan kerja 1. Mengukur arus sumber. Merancang rangkaian driver (LED) 2. Merangkai komponen resistor pada konfigurasi seri . Merangkai rangkaian penyearah dioda 3. Memperhatikan keselematan kerja 1. Kemampuan mengukur tegangan dan arus 5. Memahami karakteristik tegangan pararel dan serial 5. Kemampuan merangkai 4. Kemampuan penggunaan skala dan batas ukur 6. kemampuan membaca hasil ukur 3. Merangkai rangkaian penyearah dengan 1. Memahami perbedaan perancangan dengan hasil ukur praktik 2. Kemampuan mengukur hasil kerja praktik 5 . Bekerja sesuai dengan prosedur 3. tegangan tiap komponen dan tegangan total rangkaian 6. Kemampuan menarik kesimpulan 4. Penempatan alat dan bahan 2. Disiplin 2. Menunjukkan alat ukur 1. Memahami karakteristik arus serial dan paralel 1. Kemampuan 2.

Memahami cara kerja rangkaian dimmer 6 . Memahami fungsi komponen regulator pada penyearah 4. Merangkai rangkaian saklar elektronik 5. Merangkai rangkaian dimmer penyearah 3. Merangkai rangkaian timer (IC 555) 6.regulator (simetris/ variabel) 4. Memahami cara kerja rangkaian timer 5.

Ada berapakah tipe transistor itu? Sebutkan! 7. Gambarkan letak alat ukur.Gambarkan skema rangkaian: a. tegangan (VR1 dan V1) dan arus (IR1 dan IS) pada rangkaian di bawah ini.2 volt dengan tegangan sumber (Vs) 9 volt. Sebutkan macam-mcam komponen elektronika menurut macamnya! 3. Apakah maksud kode warna resistor? 5. Berapakah nilai Resistor yang harus dipasangkan. Ohmmeter b. Saklar elektronik dengan transistor c. kemudian jelaskan! 9. Sebutkan jenis-jenis dioda! 6. dan berapa nilai arus R tersebut? 10. Penyearah dioda bridge dengan output simetris ± 9 volt b. Jelaskan apa yang dimaksud dengan : a. bagaimana cara ukur hambatan (R1). Gambarkan simbol-simbol dari komponen-komponen tersebut! 4. Jelaskan apakah komponen aktif dan komponen pasif itu! 2.F. Voltmeter c. Amperemeter 8. Cek Kemampuan 1. Lakukan perancangan LED driver berikut dengan ketentuan arus LED 10mA dengan tegangan LED (VLED) 2. Rangkaian dimmer lampu pijar dengan SCR 7 . Rangkaian timer dengan output frekwensi 1 KHz d.

Mengukur hambatan resistor a. Merangkai rangkaian seri. Mengukur hambatan total rangkaian Tanggal Waktu 1 x pert Tempat Perubahan L. Rencana Belajar Siswa Berikut ini adalah rencana belajar dalam modul ini. kapasitor c. Elka 8 . Elka 3 1 x pert L. Elka 4 1 x pert L. paralel dan campuran d. transistor. No 1 Jenis Kegiatan Mengenal komponen (menuliskan ciri dan tipe) resistor. paralel dan campuran c. induktor. isilah tabel dengan meminta tanda tangan kepada dosen pengajar/ pembimbing jika tugas telah selesai dikerjakan. Mengenal ohmmeter (bagian2) b. thyristor. Elka Ttd 2 1 x pert L. IC a. Membaca nilai resistor dan menghitung toleransi a. kapasitor. Mengecek kaki komponen dioda. dioda. transistor.BAB 2 PEMBELAJARAN A. Menghitung hambatan total rangkaian seri. Ohmmeter (bagian 3) b. Mengenal ohmmeter (bagian1) b.

Elka 8 9 a. Mengenal alat ukur amperemeter dc b. Merencanakan regulator Zener 11 a. Elka 7 1 x pert L. Merangkai penyearah 2 dioda 1 x pert L. Menghitung V dan I MID SEMESTER 1 x pert L. Elka 6 1 x pert L. Mengukur tegangan tiap komponen pada rangkaian d. Elka 10 a. Menghitung arus tiap komponen pada rangkaian 1 x pert L. Led) b. Merencanakan rangkaian driver LED b.5 a. Mengukur tegangan efektif transformator c. Menghitung tegangan tiap komponen pada rangkaian a. Merangkai rangkaian R dan Dioda (Si. Mengukur arus tiap komponen pada rangkaian c. Menghitung tegangan maksimal transformator a. Mengenal alat ukur voltmeter ac b. Ze. Mengukur tegangan sumber (adaptor) c. Elka 9 . Merangkai penyearah 1 dioda (afiltered. Elka 1 x pert L. Mengukur V dan I c. Mengenal alat ukur voltmeter dc b. Ge. filtered) b.

triac) 14 a. Elka UJIAN AKHIR SEMESTER B. 10 . Merangkai saklar elektronik transistor dengan LED b. Tujuan Pemelajaran 1 1) Mahasiswa mengenal komponen elektronika dasar 2) Mahasiswa mengetahui nama-nama kaki komponen elektronika dan sifatnya 3) Mahasiswa mengetahui simbol-simbol komponen elektronika b. Komponen aktif adalah komponen yang di dalam kerjanya membutuhkan sumber tegangan tersendiri. yaitu komponen aktif dan komponen pasif. MOC. filtered) d. Kebalikan dengan komponen pasif. Merangkai penyearah 4 dioda (afiltered. Proyek akhir (Multivibrator). Merangkai saklar elektronik transistor dengan relay 13 a. Merangkai flasher (timer. filtered) c. membuat rangkaian kontrol starting motor 3 phasa (layout pcb hingga jadi) 1 x pert L. Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika a. Elka 2 x pert L. Merangkai dimmer SCR c.(afiltered. Elka 2 x pert L. Kegiatan Belajar 1. Uraian Materi Belajar 1 Komponen elektronika dibagi menjadi dua jenis. Merangkai timer 555 b. Merangkai penyearah teregulasi 12 a.

LDR 2. Resistor tetap (fixed resistor). b. diantaranya: metal film. Macam-macam komponen pasif: 1. 2. ceramic encased wirewound. Macam-macam resistor: 1.yaitu komponen yang di dalam kerjanya tidak membutuhkan sumber tegangan atau arus tersendiri. Menurut bahan pembuatannya: a. Transistor Dioda 3. Kawat/ metal b. thermister. 3. Oksida logam c. IC (integrated circuit) Resistor (R) Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Resistor tidak tetap (variable resistor). trimpot. Resistor Kapasitor Induktor Macam-macam komponen aktif: 1. Menurut nilainya/ fungsinya: a. 2. diantaranya: potensiometer. Karbon 11 . metal oxide. carbon film.

Resistor fixed Gambar 2. Contoh: mylar. Menurut polaritas a. Kapasitor polar (mempunyai kutup + dan -). kertas. Kapasitor tetap. mempunyai nilai tetap. Kapasitor variabel. polyester. tantalum b. kertas.Gambar 1. Kapasitor non polar (tidak mempunyai kutub). Contoh: varco. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. keramik 2. mempunyai nilai tidak tetap. tantalum b. Menurut fungsinya a. Resistor variabel Kapasitor (c) Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. contoh: Elco. elco. contoh: kapasitor milar. trimer 12 . mika. Macam-macam kapasitor: 1.

Variable Capacitor Dioda (D) Dioda merupakan komponen semikonduktor yang hanya bisa menghantar arus listrik pada satu arah. Dioda Silikon Gambar 6. sehingga terdapat dua jenis dioda yaitu dioda silikon dan dioda germanium. Dioda terbuat dari bahan sislikon dan germanium. Gambar 5. Fixed Capacitor Gambar 4.Gambar 3. Dioda Zener 13 .

PTC 14 . sedangkan komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam kerjanya tidak membutuhkan sumber listrik secara tersendiri. Gambar 9. Rangkuman Materi Belajar 1 Komponen elektronika dibedakan menjadi dua bagian. LED Transistor (Tr): BJT (bipolar Junction transistor) Transistor adalah komponen aktif elektronika yang dibentuk oleh dua buah dioda yang digabung menjadi satu. BJT mempunyai dua buah sambungan. sedangkan UJT hanya mempunyai satu sambungan. Terdapat dua jenis transistor yaitu BJT dan UJT (uni junction transistor). Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam kerjanya membutuhkan sumber listrik secara tersendiri. Terdapat dua tipe transistor berdasar cara pembentukannya yaitu. Dioda Germaniumr Gambar 8. LED. seperti LDR. Macam-macam komponen aktif: 1) Transistor 2) Thyristor 3) Dioda 4) Komponen Tranducer. Dalam bab ini yang akan dipelajari adalah transistor jenis BJT.Gambar 7. transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. NTC. yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Transistor c.

Kunci Jawaban 1 1) Ciri resistor:  Warna dasar coklat/ biru  Berkaki 2  Terdapat gelang warna Ciri kapasitor:  Berbentuk tabung/kotak  Berkaki 2  Pada body terdapat tanda minus Ciri transistor:  Berkaki tiga 15 . dioda. zener dan LED? f. sebutkan masingmasing 4 nama tipe! 5) Gambarkan simbol-simbol komponen elektronika. radio.Macam-macam komponen pasif: 1) Resistor 2) Kapasitor 3) Induktor d. 2) Sebutkan ciri-ciri komponen tersebut dan tuliskan keterangan yang terdapat di dalamnya! 3) Sebutkan komponen terbanyak yang terpasang pada perangkat tersebut! 4) Carilah nama tipe dari komponen transistor dan SCR. Tugas Belajar 1 1) Lakukan pengamatan terhadap bentuk dan macam komponen elektronika yang bisa Anda temui pada perangkat elektronika (TV. e. Test Formatif 1 1) Bagaimanakah ciri dari komponen resistor. kapasitor. germanium. transistor dan SCR? 2) Bagaimanakah kita mengenali nama/tipe/nilai dari masing-masing komponen tersebut? 3) Bagaimana kita membedakan antara transistor dan scr? 4) Bagaimana kita membedakan dioda silikon. HP atau yang lain).

g. setengah lingkaran. b) Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan c) Siapkan kertas folio bergaris d) Lakukan pengamatan terhadap komponen-komponen e) Tulislah ciri-ciri tiap-tiap komponen f) Tuliskan nama/ nilai komponen yang tertera di dalamnya g) Konsultasikan hasil kerja kepada instruktor h) Mintakan tandatangan kepada pengajar sebagai laporan sementara! 16 . Lembar Kerja Belajar 1 1) Alat dan Bahan a) Komponen resistor b) Komponen dioda c) Komponen kapasitor d) Komponen transistor e) Komponen SCR 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack b) Perhatikan instruksi dari pengajar c) Jangan mematahkan kaki komponen 3) Langkah Kerja a) Berdoalah sebelum bekerja. 3) Untuk membedakannya dengan melihat datasheet/ buku manual. atau dengan mengetahui kode-kode huruf yang biasa dipakai pada komponen transistor maupun SCR 4) Untuk membedakannya dengan melihat bentuk fisik komponen dioda tersebut. tabung (besi) Ciri SCR:  Berkaki tiga  Warna dasar hitan  Berbentuk kotak 2) Komponen resistor nilainya terdapat pada warna gelang dengan perhitungan tertentu. sedangkan selain itu nilai/ tipe komponen tertera pada bodi. Warna dasar hitam  Berbentuk kotak.

2) a. Uraian Materi Belajar 2 Ohmmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan atau resistansi suatu komponen. Bagian pengali/ selektor Pengali adalah multiple dari hasil penunjukan jarum pada panel skala. Pada ohmmeter angka n g “nol” pada panel skala ini dimulai dari kanan. Penggunaannya disesuaikan dengan besar hambatan yang akan diukur. Ohmmeter analog a n Bagian-bagian pada ohmmeter: 1. Tujuan Kegiatan Belajar 2 1) Mahasiswa mengetahui fungsi ohmmeter sebagai alat uji komponen 2) Mahasiswa mengetahui nama-nama kaki komponen elektronika 3) Mahasiswa mampu menentukan kaki dan mengecek kondisi komponen elektronika 4) Mahasiswa mampu membaca nilai resistor dan toleransinya 5) Mahasiswa mampu mengukur hambatan resistor tunggal 6) Mahasiswa mengetahui kalibrasi setiap pengali dalam ohmmeter b. lSehingga dalam kondisi netral jarum pengukuran i akan menunjukkan angka tak-terhingga. Panel Skala p e Adalah tempat jarum pengukuran menunjukkan angka.2. Bagian panel skala B a g i Gambar 9. 2. Kegiatan Belajar 2: Ohmmeter (bagian 1. Satuan pengukuran yang digunakan adalah ohm dengan simbol ohmmega Ω. yaitu hasil penunjukan jarum ukur dikalikan dengan selektor pengali. 17 . angka tertinggi pada panel ini a adalah tak-terhingga (∞).

Mengkalibrasi ohmmeter sebelum pengukuran. Probe (kabel ukur) Probe terdiri dari dua buah kabel. Gambar 10. Perlu diketahui bahwa pada ohmmeter kabel warna merah mengandung baterai negatip sedangkan kabel hitam mengandung baterai positip. 2. kemudian menghubungkan probe pada masing-masing kaki komponen. yaitu warna merah dan warna hitam. Contoh pengukuran adalah sebagai berikut : selector switch terpasang pada x 1K jarum menunjuk angka 2 18 . maka mencoba selektor satu per satu hingga terpilih selektor yang paling tepat. Contoh mengukur sebuah resistor Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika megukur hambatan: 1. 3. Panel Skala Cara ukur komponen: Gambar 10.3. Kedua kaki komponen tidak boleh dipegang oleh si pengukur. ini karena tubuh manusia mempunyai hambatan. Menentukan selektor pengali yang sesuai jika nilai hambatan komponen yang akan diukur tertulis di dalamnya. jika komponen yang akan diukur tidak mempunyai nilai hambatan tertulis.

dan jika dibalik (bias mundur) maka jarum harus diam (tidak bergerak). tipe NPN dan PNP. Pada gambar 10 dapat dilihat gambaran bagaimana cara ukur komponen elektronika. baterai pada gambar di atas dapat diganti dengan ohmmeter. yaitu: dengan bias maju (forward bias) dan bias mundur (reverse bias). Dioda mempunyai dua elektroda yaitu: anoda (A) sebagai terminal positip dan katoda (K) sebagai terminal negatip. fungsi alat ini dapat digunakan untuk mengetahui kondisi baik atau buruk. layak atau tidak layak. Bias maju adalah dimana sumber tegangan positip dihubungkan pada kaki anoda dan sumber tegangan negatip dihubungkan pada kaki katoda. 19 . putus atau nyambung suatu komponen. 2) Menentukan Kaki-kaki transistor Terdapat dua tipe transistor yaitu. kolektor dan emitor. diantaranya adalah dioda dan transistor. sedangkan kakikaki transistor ada tiga macam yaitu: basis. mati atau tidak. Kaki komponen elektro yang bisa ditentukan dengan alat ukur ohmmeter adalah komponen elektro jenis komponen aktif. Dioda yang baik ketika dioda dibias maju maka jarum akan menyimpang menuju ke arah nol. dan ini berlaku secara umum untuk seluruh komponen elektronika kecuali komponen-komponen yang berkaki tiga mempunyai metode tersendiri.2 jadi hasil pembacaan adalah 2 x 1K : 2 Kohm (2 KΩ) 1K Dalam fungsinya sebagai pengukur hambatan. Berikut cara menentukan kaki-kaki komponen aktif tersebut. 1) Menentukan kaki Komponen Dioda Cara mengaktifkan komponen dioda ada dua macam. Bias maju bias mundur Untuk mengetahui kaki anoda dan katoda.

Transistor Tipe NPN dan PNP Tipe transistor dapat diketahui setelah tahu kaki basisnya menggunakan ohmmeter. menunjukkan dua kali jarum menyimpang dan dua kali jarum diam.  Jika bias Dioda 1 dan 2 dibalik maka jarum tidak akan menyimpang. Diagram pengukuran kaki basis transistor  Langkah pertama adalah menganggab salah satu kaki sebagai kaki basis ( pada contoh ini kaki no. kaki anoda ( persambungan ) dihubungkan dengan probe hitam (+) dan kaki katoda terhubung dengan probe merah (-). Berikut adalah cara menentukan kaki-kaki transistor: a) Kaki basis transistor Gambar 12. 20 .  Maka kaki no. sedangkan kaki-kaki yang lain dapat dicar setelahnya. 2 adalah kaki basis. 2 sebagai tumpuan ). sehingga jarum akan menyimpang.(a) Simbol Transistor NPN (b) Equivalensi Transistor NPN (a) Simbol Transistor PNP (b) Equivalensi Transistor PNP Gambar 11.  Dioda 1 dan 2 terbias maju.

Dapat diketahui bahwa tipe dari transistor adalah NPN. Pada keadaan ini kaki no.  Bandingkan hasil ukuran resistansi yang terukur. Diagram pengukuran kaki colektor-emitor transistor  Anggab salah satu kaki sebagai kaki colector ( pada contoh ini kaki 1 dianggab sebagai kaki colector )  Berikan resistansi kecil secara pararel terhadap kaki basis dengan jari.  Berikan resistansi pada kaki yang lain ( kaki 3 ). c. b) Kaki Colektor dan emitor Gambar 13. jika pada pengali x1 tidak menunjukkan penyimpangan jarum.2 terhubung oleh probe Hitam (+) sehingga basis adalah positif.  Jika probe penggerak kaki no. Rangkuman Materi Belajar 2 1) Ohmmeter adalah alat ukur hambatan pada suatu komponen. 2) Besaran hambatan dinyatakan dalam Ohm (Ω) 21 .  Besarkan pengali yang digunakan untuk mencari kaki colector dan emitor. Kaki colector mempunyai resistansi yang lebih kecil dibanding kaki emitor.2 adalah merah (-) maka tipe transistor adalah PNP.  Hubungkan probe hitam ( sesuai tipe transistor ) ke kaki yang dianggap colector dan probe merah ke kaki yang lain. kemudian amati penyimpangan jarum dan catat besar resistansi yang terukur. lakukan langkah yang sama dan catat besar reistansi yang terukur. Atau kaki colector ditunjukkan dengan penyimpangan jarum yang lebih besar dibanding kaki emitor.

5) Dengan cara menghubungkan kedua kabel probe. jelaskan! 5) Bagaimanakah cara kalibrasi ohmmeter? f. sehingga akan mengurani hasil pengukuran. 2) Lakukan pengamatan alat ukur ohmmeter di luar jam kuliah di laboratorium yang menyediakan alat ukur ohmmeter. 22 . g. Kunci Jawaban 2 1) Ohmmeter adalah alat ukur hambatan suatu komponen. Tugas Belajar 2 1) Pelajari alat ukur ohmmeter pada referensi-referensi yang relevan. d. Lembar Kerja Belajar 2 1) Alat dan Bahan a) Ohmmeter b) Komponen elektronika 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack b) Perhatikan instruksi dari pengajar c) Jangan mematahkan kaki komponen d) Perhatikan pemilihan selektor pengali. 4) Karena manusia mempunyai hambatan. untuk menghindari shock ukur e) Matikan ohmmeter pada posisi off ketika selesai menggunakannya. e. kemudian melihat jarum ukur. jelaskan! 4) Mengapa dalam mengukur tidak boleh menyentuh kedua kaki komponen. Ketika jarum tidak menunjukkan angka nol sebelah kanan maka potensio kalibrasi ohmmeter diputar hingga jarum menunjuk angka nol. 2) Besaran yang digunakan adalah ohm (Ω) 3) Jara ukur hambatan adalah dengan cara diparalelkan dengan komponen terukur. Test Formatif 2 1) Apakah fungsi ohmmeter? 2) Besaran apakah yang digunakan untuk menyatakan hasil ukur ohmmeter? 3) Bagaimanakah cara ukur hambatan suatu komponen.3) Pengukuran komponen dilakukan secara paralel dengan tidak boleh menyentuh kedua kaki komponen yang akan diukur.

(a) LED bias Maju (b) (b) LED bias mundur 23 . LED. Dioda ( Si dan Ge) bias mundur (reverse bias) Gambar 15.3) Langkah kerja a) Siapkan alat dan bahan b) Posisikan alat ukur pada ohmmeter c) Posisikan selektor pengali pada x1. amati jarum menyimpang ke kanan. Dioda (Si dan Ge) bias Maju (forward bias) (a) Gambar 16. Jika belum “nol” maka putarlah potensio kalibrasi hingga jarum menunjuk “nol”. lakukan kalibrasi dengan cara hubungkan kedua kabel probe (hitam dan merah). dioda zener. dioda germanium. d) Lakukan pengecekan pada dioda silikon. Gambar 14.

g) Masukkan hasil pengamatan pada langkah e dan f pada tabel di bawah ini! Tabel 2. Pengamatan Resistor No Kode Warna 1 Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 24 Hasil Baca Toleransi Max-Min Ukur Kondisi .(a) Gambar 17. Masukkan hasil pengamatan pada tabel berikut ini: Tabel 1. kemudian gambarlah sketsa pengukurannya. lengkap dengan keterangannya (pengali dan hasil ukur). dan hitunglah besar toleransinya! f) Ukurlah ke-10 resistor tersebut (pada langkah nomor ‘e’). (a) LED bias Maju (b) (b) LED bias mundur ** Penting untuk diperhatikan bahwa Probe Merah pada Ohmmeter mengandung baterai Negatip dan Probe Hitam mengandung baterai Positip. Pengecekan Dioda Jenis Dioda Silikon Germanium LED zener Konfigurasi Bias maju Bias mundur Bias maju Bias mundur Bias maju Bias mundur Bias maju Bias mundur Bergerak Ya/ Tidak Keterangan Menyala Ya/ Tidak Kondisi Baik/ buruk e) Tentukan nilai resistor (10 buah) berdasar kode warna.

Pengamatan dilakukan pada pergerakan jarum pengukuran. kemudian tentukan tipenya! Tabel 4. Pengamatan kaki basis Transistor Kode Seri dan sketsa Transistor Probe Merah 1 Probe Hitam 2 25 Keterangan (gerak/ diam) Kaki Basis Kondisi (baik/ buruk) . (a) Kapasitor polar bias Maju (b) (b) Kapasitor polar bias mundur i) Masukkan hasil pengamatan pada tebel berikut ini! Tabel 3. (a) Gambar 18. Pengamatan Kapasitor Nilai Jenis (polar/non) Pengali (Ω) Pengisian (detik) Pengosongan (detik) Pengukuran kapasitansi j) Lakukan pengukuran pada transistor untuk menentukan kaki basis transistor. Lakukan pengamatan terhadap waktu yang dibutuhkan untuk mengisi muatan (bias maju) dan waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan muatan (bias mundur).2 Gelang 4 (Gelang 5) Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 Gelang 4 (Gelang 5) dst h) Lakukan pengecekan dan pengamatan pada komponen kapasitor (C).

paralel dan campuran 2) Mahasiswa mampu mengukur hambatan total pada rangkaian resistor 26 . Tujuan Pemelajaran 3 1) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian resistor secara seri. 3. Kegiatan Belajar 3: Alat Ukur Ohmmeter (Bagian 3) a.1 2 3 2 1 3 3 1 2 Transistor 2 1 2 3 2 1 3 3 1 2 dst 3 1 1 3 2 1 2 3 2 3 1 1 3 2 1 2 3 k) Tentukan kaki-kaki emitor dan colektor dari hasil uji langkah no (j).

Rangkaian Seri Gambar 20. Dari gambar 19 dapat dirumuskan: ∑ -------------------------. Dapat diartikan bahwa rangkaian seri digunakan untuk mendapatkan nilai R tertentu dari gabungan beberapa resistor secara seri.b. Rangkaian Pararel Gambar 21. Pada gambar 20 dapat dirumuskan: 27 . Gambar 19. resistor yang dirangkai paralel akan mempunyai hambatan total di bawah nilai resistor terkecil pada rangkaian tersebut. diantaranya: konfigurasi seri (deret) dan konfigurasi paralel (berjajar).(rumus 1) Sifat rangkaian paralel adalah saling mengurangkan hambatan. Uraian Materi Belajar 3 Rangkaian resistor mempunyai dua bentuk konfigurasi. Rangkaian Campuran Sifat rangkaian seri adalah menjumlah hambatan. sehingga resistor yang terangkai seri akan mempunyai hambatan total yang merupakan penjumlahan dari resistor yang diserikan.

dan gabungan keduanya yaitu campuran. 2) ∑ 3) ∑ ( ( ) ) ------------------------------------(rumus 3) atau 2. Lembar Kerja Belajar 3 1) Alat dan Bahan 28 .3333 Kohm g. yaitu rangkaian berbentuk jajar. yaitu: 1) Rangkaian seri. Hambatan total yang dihasilkan adalah sesuai dengan bentuk konfigurasinya. pada intinya kedua perhitungan secara seri dan paralel digabungkan menjadi satu. 2) Rangkaian paralel. yaitu rangkaian berbentuk deret. 3) Jika masing-msing R mempunyai nilai 1 KOhm. d. 3) Rangkaian campuran. Test formatif 3 1) Sebutkan bentuk konfigurasi rangkaian resistor! 2) Tuliskan rumus penyelesaian gambar 21. berapa hambatan totalnya? f. kemudian diseri lagi dengan dua buah resistor tersusun paralel dengan nilai masing-masing 2 Kohm? e. Tugas Belajar 3 1) Carilah dan gambarkan 5 model rangkaian resistor! 2) Hitunglah hambatan total dari rangkaian tersebut (soal no 1)! 3) Berapakah nilai hambatan total jika diketahui dua resistor dengan nilai 1 Kohm terhubung secara seri. Rangkuman Materi Belajar 3 Terdapat dua macam konfigurasi rangkaian resistor. Kunci Jawaban 3 1) Konfigurasi rangkaian resistor ada dua yaitu seri dan paralel.(rumus 2) c.∑ ( ) ----------------------------------------------------. Hambatan total yang dihasilkan di bawah dari nilai resistor terkecil. Hambatan total yang dihasilkan adalah penjumlahan seluruh resistor. yaitu rangkaian resistor yang mempunyai konfigurasi perpaduan antara seri dan paralel.

4 ------------.skema 3. untuk menghindari shock ukur e) Matikan ohmmeter pada posisi off ketika selesai menggunakannya.skema 3.2 -----------------------------.skema 3. 3) Langkah Kerja a) Susunlah skema rangkaian di bawah ini pada papan rangkaian! -------------. dan cantumkan pada gambar skema Anda! c) Hitung dan ukurlah hambatan total rangkaian! 29 .a) Multitester (Ohmmeter) b) Papan rangkaian c) Beberapa resistor 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack b) Perhatikan instruksi dari pengajar c) Jangan mematahkan kaki komponen d) Perhatikan pemilihan selektor pengali.skema 3.skema 3.3 ---------------.1 ------------------------------------------------.5 b) Tentukan nilai-nilai resistor yang Anda pasang (bebas).

Kegiatan Belajar 4: Alat Ukur Voltmeter (DC. satuan A R = hambatan (resistansi). Sumber arus ini bisa dijumpai pada Adaptor.(rumus 4) V = tegangan (volt). Masing-masing mempunyai fungsi sama hanya bentuk sumber listriknya saja yang berbeda. tegangan dan hambatan dapat dijelaskan melalui hukum ohm tentang arus dan tegangan. baterai. Hubungan ketiga variabel tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------. berikan kesimpulan dan alasan Anda! 4. AC) a. Sumber listrik ini bisa dijumpai pada jala-jala listrik PLN seperti output dari Transformator. satuan Ω 30 . Tujuan Pemelajaran 4 1) Mahasiswa menguasai alat ukur voltmeter DC 2) Mahasiswa mampu mengeset keluaran adapator variabel sebagai sumber tegangan 3) Mahasiswa mampu mengukur tegangan tiap komponen dalam rangkaian 4) Mahasiswa mengetahui sifat tegangan pada rangkaian seri dan paralel 5) Mahasiswa menguasai alat ukur voltmeter AC 6) Mahasiswa mampu mengukur tegangan efektif transformator 7) Mahasiswa mengetahui perbedaan transformator CT dan transformator tunggal b. Accumulator dan lain-lain. Hubungan antara arus. Tegangan DC (direct current) adalah sebuah sumber listrik arus searah. Uraian Materi Belajar 4 Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik. Sedangkan tegangan AC ( alternating current) adalah sebuah sumber listrik arus bolak balik.d) Bandingkan hasil ukur dan hasil perhitungan. satuan V I = arus (Ampere). Generator Listrik (Genset) dan lain-lain. Voltemeter dibedakan menjadi dua menurut variabelnya yaitu: voltmeter DC dan voltmeter AC.

2 0. Batas Ukur Voltmeter.Di dalam alat ukur voltmeter (analog) ini terdapat beberapa batas ukur pengukuran.2 0.2 0.2 0-50 1 1 1 1 1 1 1 0-250 5 5 5 5 5 5 5 Voltmeter AC Batas Ukur 10 50 250 750 Nilai skala per strip normal 0-10 0.25 2.2 0.2 0. sehingga memungkinkan alat tersebut untuk dapat digunakan dalam pengukuran tegangan berskala besar bahkan hingga 250 KV DC dan 187.2 0.2 0-50 1 1 1 1 0-250 5 5 5 5 Pengali atau pembagi 0-10 :1 X5 X 25 X 75 0-50 :5 X1 X5 X 15 0-250 : 25 :5 X1 X3 Pengali atau pembagi 0-10 : 100 : 40 :4 :1 X5 X 25 X 100 0-50 : 500 : 200 : 20 :5 X1 X5 X 20 0-250 : 2500 : 1000 : 100 : 25 :5 X1 X4 31 .5 10 50 250 1000 Nilai skala per strip normal 0-10 0.5 KV AC.2 0. skala dan pembagian nilai skala (diambil contoh dari Voltmeter DC SANWA YX360TRF) Voltmeter DC Batas Ukur 0. Tabel 5.2 0.1 0.2 0.

com/_jolKCzsLInk/TDWl7aAFD_I/AAAAAAAAAJU/wIjMVdElb54/s1600/P708117 7.blogspot. Multimeter analog http://2. 32 .75 volt.JPG Contoh pengukuran: R1 + Vcc Hasil ukur penunjukan jarum pada gambar di atas dapat dihitung pada 3 skala:  Skala 0-10 Batas ukur (BU) Jarum ukur Pembagi/ pengali Hasil ukur : 2.bp.Gambar 22.5 :3 :4 : (penunjukan jarum ukur ): (pembagi) : 3/4  0.

Nilai tegangan terukur pada sumber arus searah (DC) dinamakan tegangan efektif.5 : 75 : 100 : (penunjukan jarum ukur ): (pembagi) : 75/100  0. 2) Voltmeter dibedakan menjadi dua yaitu voltmeter DC dan voltmeter AC. d. sehingga diantara ketiga skala bisa digunakan salah satu saja. begitu pula pada pengukuran tegangan pada sumber arus listrik bolak balik (AC). : 2. accumulator 4) Contoh sumber tegangan AC: transformator.75 volt. 3) Contoh sumber tegangan DC: adaptor. Kesimpulan: hasil pembacaan pada ketiga skala adalah sama. baterai.75 volt. Tugas Belajar 4 1) Pelajari hukum kirchoff tentang tegangan! 2) Pelajari cara perhitungan tegangan resistor pada rangkaian! 33 . Untuk mencari nilainilai tersebut dapat dihitung dengan rumus di bawah ini: √ --------------------------------------------------(rumus 5) --------------------------------------------------(rumus 6) c. generator set 5) Pengukuran tegangan harus menyesuaikan kemampuan alat ukur dengan melihat batas ukur. 6) Salah dalam pemilihan batas ukur akan mengakibatkan hasil yang kurang akurat atau bahkan akan merusak alat ukur tersebut.5 : 15 : 20 : (penunjukan jarum ukur ): (pembagi) : 15/20  0. jala-jala listrik PLN. Rangkuman Materi Belajar 4 1) Voltmeter adalah alat ukur tegangan listrik. Skala 0-50 Batas ukur (BU) Jarum ukur Pembagi/ pengali Hasil ukur  Skala 0-250 Batas ukur (BU) Jarum ukur Pembagi/ pengali Hasil ukur : 2. Akan tetapi pada pengukuran tegangan AC dapat diketahui besaran-besaran lain seperti tegangan maksimal (Vmax) dan Amplitudo (A).

Test Formatif 4 1) Apakah fungsi voltmeter ? 2) Sebutkan cara kalibrasi voltmeter! 3) Jelaskan bagaimana cara ukur tegangan sustu komponen disertai gambar! 4) Tuliskan rumus V! f. jika tidak maka atur trimpot yang ada di bawah kaca panel skala sehingga jarum ukur tepat berhimpit pada angka nol.3) Amati alat ukur voltmeter yang Anda miliki atau yang tersedia di laboratorium! e. 3) Cara ukur tegangan pada komponen adalah dengan cara diparalel dengan voltmeter. Lembar Kerja belajar 4 1) Alat dan Bahan a) Multimeter (voltmeter) b) Papan rangkaian c) Adaptor dc variabel 34 . Kunci Jawaban 4 1) Voltmeter berfungsi sebagai alat pengukur tegangan. 2) Kalibrasi voltmeter analog dengan cara melihat jarum ukur pada panel. R1 + Vcc 4) Rumus tegangan: g. Perhatikan apakah jarum menunjuk pada angka nol sebelah kiri atau tidak.

d) Perhatikan pemilihan batas ukur.1 --------------------------------------. c) Jangan mematahkan kaki komponen. 12V c) Rangkaialah skema rangkaian di bawah ini: --------------------------------------. f) Matikan adaptor.skema 4. 3) Langkah Kerja a) Ukurlah tegangan maksimal dan minimal adapator variabel. 9V. 3.d) transformator e) Komponen resistor f) Kabel jumper/ kabel penghubung 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. 5V.7V.2 35 . b) Perhatikan instruksi dari pengajar. transformator dari sumber tegangan AC jika sudah selesai.skema 4. kemudian gambar sketsa pengukurannya dan tentukan berapa hasil ukurnya! b) Aturlah keluaran adaptor 2V. e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik.

----------------------------------. Tujuan Pemelajaran 5 1) Mahasiswa menguasai alat ukur Amperemeter 2) Mahasiswa mampu mengukur arus tiap komponen dan arus total rangkaian 3) Mahasiswa mengetahui sifat arus pada rangkaian seri dan paralel b. 36 .net). sedangkan untuk arus yang besar ditambahkan dengan hambatan shunt. amperemeter biasanya digunakan untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar.3 d) Ukurlah besar tegangan tiap-tiap R pada rangkaian di atas. disertai sketsa ukurnya! e) Hitunglah besar tegangan tiap-tiap R pada rangkaian di atas! f) Buatlah kesimpulan dari hasil praktik Anda!  Jelaskan mengenai besar tegagan pada rangkaian paralel 1  Jelaskan mengenai besar tegangan pada rangkaian seri !  Jelaskan dari hasil praktek mengenai hukum kirchof tentang tegangan! g) Ukurlah keluaran transformator CT sebanyak 6 kombinasi! h) Gambarlah sketsa ukurnya! i) Hitung tegangan maksimal masing-masing pengukuran! 5. Dalam praktikum sumber listrik arus searah . Kegiatan Belajar 5: Alat Ukur Amperemeter DC a.skema 4. Amperemeter biasanya dipasang secara seri (berderet) dengan elemen listrik. Uraian Materi Belajar 5 Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik (http://www. Ampermeter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil.edukasi.

skala dan pembagian nilai skala (diambil contoh dari Voltmeter DC SANWA YX360TRF) Amperemeter DC Batas Ukur 50 µ 2. amperemeter mempunyai batas ukur maksimal yang ditunjukkan pada selector switch. Sedangkan cara membaca nilai ukur amperemeter sama dengan pembacaan hasil ukur tegangan. hanya saja berbeda pada satuan arusnya tergantung pada satuan yang terdapat pada batas ukur.2 0. lebih parah lagi apabila sampai jarum penunjuk putus.2 0.2 0. Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Sama halnya dengan voltmeter. Tabel 6. yaitu: ---------------------------------------------------------------------(rumus 7) Berbeda dengan cara ukur tegangan.25 Nilai skala per strip normal 0-10 0. Batas Ukur Amperemeter. cara mengukur arus adalah dengan cara menserikan amperemeter pada komponen yang akan diukur arusnya.2 0-50 1 1 1 1 0-250 5 5 5 5 Pengali atau pembagi 0-10 x (5) : (4) x (2.Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar pula simpangannya. Kesalahan sedikit saja akan bisa membuat fuse/sekring amperemetermenjadi putus. Dari rumus 4 dapat dihitung besar arus suatu sumber atau suatu komponen.5) : (40) 0-50 x (10) : (20) : (2) : (200) 0-250 : (5) : (100) x (10) : (1000) 37 .5m 25m 0. Amperemeter akan lebih riskan terjadi kerusakan daripada volmeter.

karena kesalahan pemakaian batas ukur yang terlalu kecil dari besar arus yang diukur akan menyebabkan kerusakan pada amperemeter. 2) Cara ukur arus adalah secara berderet pada komponen yang akan diukur 38 . Kunci Jawaban 5 1) Amperemeter adalaha alat ukur arus pada suatu sumber listrik atau komponen. d. --------------------------------------------------.skema 5.1 3) Jika pada skema 5. Tes Formatif 5 1) Apakah yang dimaksud dengan Amperemeter? 2) Dimanakah letak amperemeter pada rangkaian berikut ini ketika mengukur arus R1. 2) Cara ukur arus adalah dengan cara menserikan alat ukur amperemeter pada komponen atau sumber arus yang akan diukur. 3) Batas ukur yang digunakan harus disesuaikan dengan besar arus yang akan diukur. Tugas Belajar 5 1) Pelajari hukum kirchoff tentang arus! 2) Pelajari cara perhitungan arus resistor pada rangkaian! 3) Amati alat ukur amperemeter yang Anda miliki atau yang tersedia di laboratorium! e.c. Rangkuman Materi Belajar 5 1) Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar arus suatu sumber atau komponen.1 diberikan nilai V1 = 5 volt dan R1 = 1Kohm berapa besar IR1 ? f.

f) Matikan adaptor jika sudah selesai.3) Karena skema di atas merupakan skema tunggal (1 sumber dengan 1 beban) maka arus resistor (IR ) sama dengan arus sumber (IT). c) Jangan mematahkan kaki komponen. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. Sehingga dengan menggunakan rumus 7 dapat dicari arus resistor tersebut: g. d) Perhatikan pemilihan batas ukur. e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik. Lembar Kerja 5 1) Alat dan Bahan a) Multimeter (amperemeter) b) Papan rangkaian c) Adaptor dc variabel d) Komponen resistor e) Kabel jumper/ kabel penghubung 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. 3) Langkah Kerja a) Susunlah rangkaian di bawah ini pada papan rangkaian: 39 .

1 --------------------------------------. Tujuan Pemelajaran 6 1) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian R dan Dioda pada bias maju dan mundur 40 . Kegiatan Belajar 6: Rangkaian Dioda a.skema 5.2 -------------------------------. mengenai:  Jelaskan mengenai besar arus pada rangkaian paralel 1  Jelaskan mengenai besar arus pada rangkaian seri !  Jelaskan dari hasil praktek mengenai hukum kirchof tentang arus! 6.3 b) Ukurlah arus tiap resistor pada rangkaian-rangkaian di atas.--------------------------------------. dengan menyertakan sketsa pengukurannya! c) Hitunglah arus tiap-tiap resistor pada rangkaian-rangkaian di atas! d) Buatlah kesimpulan dari hasil praktikum.skema 5.skema 5.

Penggunaan bias maju dan mundur tergantung pada dioda tersebut difungsikan sebagai apa dalam sebuah rangkaian. Umumnya di pasaran tegangan zener berkisar diantara 2 volt s/d 200 volt. dioda jenis zener akan terbias mundur ketika dia digunakan pada sebuah rangkaian regulator.3 volt. c. Misal.7 volt. untuk dioda germanium mempunyai tegangan saturasi 0. Uraian Materi Belajar 6 Dioda dapat dikonfigurasi pada dua jalan. Dikatakan dioda terbias maju ketika kaki anoda disambung dengan sumber listrik positip dan kaki katoda disambung dengan sumber listrik negatip. yaitu bias maju (forward) dan bias mundur (reverse). 41 . yaitu sumber listrik positip disambung dengan kaki katoda dan sumber listrik negatip disambung pada kaki anoda. Rangkuman Materi Belajar 6 1) Dioda dapat diaktifkan dengan dua cara yaitu bias maju dan bias mundur.2) Mahasiswa mampu mengukur tegangan dan arus komponen dioda dan resistor 3) Mahasiswa mengetahui perbedaan tegangan saturasi beberapa macam dioda 4) Mahasiswa mengetahui tegangan breakdown dioda zener 5) Mahasiswa mengetahui kebutuhan tegangan pada dioda jenis LED 6) Mahasiswa mampu merancang rangkaian driver LED 7) Mahasiswa mampu merancang rangkaian regulator zener b. (a) Dioda bias maju (b) Dioda bias mundur Dioda dari bahan silikon mempunyai tegangan saturasi 0. sedangkan untuk dioda zener mempunyai tegangan breakdown (bias mundur) sesuai dengan tipe dioda zener itu sendiri. Kebalikan dari bias maju adalah bias mundur. dioda jenis LED mempunyai kebutuhan tegangan ± 2 Volt. (a) (b) Gambar 23.

2 diberikan tegangan sumber (Vs) = 7 volt dengan arus dioda silikon (Id) = 15 mA.3 volt. dan mempunyai tegangan breakdown (Vdr) sebesar tegangan zener sesuai dengan tipenya. d.2) Dioda dari bahan silikon mempunyai tegangan (Vdf) sebesar 0. Tugas Belajar 6 1) Tuliskan 5 tipe dioda silikon dan tuliskan datasheet nya! 2) Tuliskan 2 tipe dioda germanium dan tuliskan datasheet nya! 3) Tuliskan 5 tipe dioda zener dan tuliskan datasheet nya! 4) Tuliskan datasheet dari beberapa macam LED berdasar warnanya! e.7 volt. jelaskan menurut gambar di bawah ini: (a) 5) Jelaskan gambar di bawah ini: (b) 42 . 3) Dioda dari bahan germanium mempunyai tegangan (Vdf) sebesar 0.8 volt. Berapakah R1 yang harus dipasangkan? 4) Apa yang terjadi ketika Lampu di-seri dengan dioda silikon. Test Formatif 6 1) Bagaimanakah cara mengaktifkan dioda? Sebutkan dan jelaskan! 2) jelaskan fungsi resistor pada rangkaian di bawah ini: 3) Jika pada soal no. 4) Dioda zener mempunyai tegangan (Vdf) sebesara 0.

(a) f. Kunci Jawaban 6 1) Ada dua cara:

(b)

a) Bias maju (forward bias) : yaitu kaki anoda disambung dengan sumber listrik positip, dan kaki katoda disambung dengan sumber listrik negatip. b) Bias mundur (reverse bias) : yaitu kaki anoda diasmbung dengan sumber listrik negatip, dan kaki katoda disambung dengan sumber listrik positip. 2) Fungsi resistor pada rangkaian tersebut adalah sebagai pembatas arus, jika arus yang mengalir pada rangkaian melebihi dari arus dioda yang diijinkan maka akan dibuang panasnya melalui resistor. 3) Vs = 7 V Id = 15 mA Vd = 0,7 V (dioda silikon) R1? Jawab: Vs = Vd + VR 7V = 0,7V + VR VR = 7V – 0,7V = 6,3 Volt Id = 15 mA, arus pada resistor adalah sama dengan Id karena

terangkai seri dan Id merupakan arus sumber karena rangkaian tersebut merupakan rangkaian seri tunggal tidak bercabang. VR 6,3V = IR x R = 15mA x R

R = 6,3V / 15mA = 420 Ω Sehingga R yang dibutuhkan sebagai pembatas arus Dioda adalah 420 Ω.
43

4) Pada gambar (a) dioda silikon terbias maju terhadap Lampu, sehingga lampu tersebut akan tetap menyala walaupun tegangan seumber telah dikurangi 0,7 volt yang merupakan tegangan dioda. Pada gamabr (b) dioda silikon terbias mundur terhadap lampu, sehingga lampu akan Mati karena dioda silikon terbias mundur berfungsi sebagai saklar terbuka. 5) Pada gambar (a), dioda zener terbias maju. Jika Vs > VDz maka tegangan dioda zener sebesar 0,8 Volt. Pada gambar (b), dioda zener terbias mundur. Jika Vs>VDz maka tegangan dioda yang muncul akan sama dengan tegangan zener itu sendiri. g. Lembar Kerja Belajar 6 1) Alat dan Bahan a) Dioda (silikon, germanium, zener, LED) b) Resistor c) Papan rangkaian d) Kabel penghubung/ jumper e) Adaptor variable f) Voltmeter, amperemeter 2) Kesalamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. c) Jangan mematahkan kaki komponen. d) Perhatikan pemilihan batas ukur pada alat ukur e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik. f) Matikan adaptor jika sudah selesai. 3) Langkah Kerja Tegangan saturasi Dioda a) Rangkailah sirkuit di bawah ini (bias maju dan mundur), kemudian ukurlah VD , ID dan masukkan hasilnya ke dalam tabel 7!

44

---- skema Dioda Si, Ge - 6.1

--- skema Dioda Zener – 6.2

Tabel 7. Pengamatan dioda Silikon Germanium Vs (volt) 0 0,2 0,3 0,5 0,7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 b) Amati kebutuhan tegangan pada beberapa macam warna LED Dioda Silikon forward reverse Vd Id Vd Id Dioda Germanium forward reverse Vd Id Vd Id Dioda Zener forward reverse Vd Id Vd Id

----------------------------------- skema LED – 6.3
45

yaitu half wave rectifier (penyearah setengah gelombang) dan full wave rectifier (penyearah gelombang penuh). 46 . Pilih salah satu warna LED! d) Rancanglah sebuah regulator zener dengan keluaran 7. Fungsi penyearah adalah sebagai pengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Mahasiswa mengetahui perbedaan tegangan output yang dihasilkan oleh kedua penyearah tersebut.Putarlah pengatur tegangan pada adapator variable hingga didapatkan nyala LED dalam tiga keadaan. Uraian Materi Belajar 7 Penyearah dioa tanpa filter Salah satu fungsi dioda adalah sebagai penyearah. Dalam hal ini dioda yang digunakan adalah dioda silicon. kemudian ukurlah tegangan dan arus LED tersebut! Tabel 8. Led Kuning Vd Id Led Merah Vd Id Led Hijau Vd Id ----------------------------------. berdasar hasil praktek no. Kegiatan Belajar 7: “Penyearah Dioda” a.skema 6.5 volt. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian penyearah dioda dengan filter kapasitor. Pengamatan dioda LED Nyala Redup Terang Sangat Terang Perancangan Driver Dioda c) Rancanglah sebuah driver LED. Tujuan Pemelajaran 7 1) 2) 3) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian penyearah dioda tanpa filter kapasitor. 4) Mahasiswa mampu merangkai dan mengukur rangkaian penyearah dengan regulator b.4 7. Ada dua macam konfigurasi dasar dari penyearah dioda tanpa filter ini. b (tabel 8) yang tersambung pada tegangan sumber 7.5 Volt untuk ID = 17 mA.

Bentuk gelombang AC VPP VP VRMS = Voltage Peak to Peak = tegangan puncak ke puncak (amplitudo). Skema Penyearah gelombang setengah dan bentuk gelombang outputnya 47 .Gambar 24. = ½ VPP = tegangan puncak (Vm) = Veff = tegangan efektif (tegangan kerja) √ Vm Vdc 180 360 180 360 Gambar 25.

Skema Penyearah gelombang penuh 2 dioda dan bentuk gelombang outputnya Gambar 27. sehingga hasil tegangan yang dihasilkan akan lebih halus dan membentuk garis lurus. Fungsi kapasitor pada penyearah adalah sebagai penyaring gelombang output.Gambar 26. Skema Penyearah gelombang penuh 4 dioda dan bentuk gelombang outputnya Penyearah Dioda dengan filter Kapasitor Bentuk gelombang output pada penyearah tanpa filter menunjukkan bahwa tegangan dc yang dihasilkan belum menunjukkan garis lurus. karena salah satu ciri dari gelombang dc adalah tidak mempunyai frekuensi. 48 .

Jika diperbesar maka bentuk gelombang riak adalah sebagai beikut : Gambar 29. Rangkaian penyearah dengan filter akan menhasilkan tegangan dc yang halus. Skema Penyearah gelombang penuh 4 dioda dengan filter kapasitor Penyearah Teregulasi Rangkaian penyearah berfungsi untuk menghasilkan tegangan searah yang diperoleh dari perubahan tegangan AC dari jala-jala PLN melalui transformator stepdown. yaitu akan menghasilkan ripple yang kecil.Gambar 28. Bentuk Gelombang ripple pada sinyal DC Gambar 30. dinamakan dengan ripple / riak. sehingga output dari rangkaian penyearah dengan filter akan menghasilkan bentuk garis lurus. Bentuk Gelombang DC ideal Akan tetapi dalam garis lurus tersebut masih terdapat gelombang ac yang masih tertinggal. 49 .

79xx) 4.Setelah tegangan DC yang halus diperoleh maka output dari penyearah ini dapat dismbungkan pada rangkaian regulator. dll Gambar 31. Regulator zener 2. LM317. Rangkaian regulator simetris 5 volt c. 3) Fungsi filter kapasitor pada penyearah adalah sebagai penghalus keluaran penyearah sehingga dihasilkan keluaran DC yang ideal dengan ripple mendekati nol 4) Hasil penyearahan dapat ditentukan pada nilai tertentu dengan menambahkan sebuah komponen regulator. 2) Penyearah dioda dibedakan menjadi dua yaitu penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh. Rangkuman Materi Belajar 7 1) Rangkaian penyearah digunakan untuk menghasilkan atau mengubah masukan bentuk AC mejadi DC. Tugas Belajar 7 1) Gambarkan sebuah rangkaian penyearah simetris dengan filter kapasitor pada konfigurasi satu dioda! 50 . Regulator zener dengan pass transistor 3. Regulator simetris (78xx. Macam-macam rangkaian regulator: 1. d. Regulator variable IC LM723. Regulator tegangan berfungsi menghasilkan tegangan output DC yang sesuai dengan keinginan kita atau sesuai dengan kebutuhan.

dioda zener. Kunci Jawaban 7 1) Rangkaian penyearah adalah sebuah rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengubah sinyal AC menjadi sinyal DC. 4) Penyearah simetris adalah sebuah penyearah yang menghasilkan 2 output tegangan DC. g. Test Formatif 7 1) Apakah yang dimaksud dengan rangkaian penyearah! 2) Sebutkan macam-macam rangkaian penyearah! 3) Apakah fungsi komponen regulator pada penyearah? 4) Apakah yang dimaksud dengan penyearah simetris? 5) Sebutkan beberapa contoh komponen regulator! f. Lembar Kerja Belajar 7 1) Alat dan Bahan a) Voltmeter dan amperemeter b) Papan rangkaian c) Kabel jumper d) Dioda silikon e) Resistor f) Kapasitor g) IC regulator 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. IC LM317. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. 3) Komponen regulator berfungsi sebagai penghasil tegangan output DC tertentu sesuai dengan tipe komponen regulator tersebut. 51 . 2) Rangkaian penyearah setengah gelombang (1 dioda) dan rangkaian penyearah gelombang penuh (2 dioda dan 4 dioda).2) Gambarkan sebuah penyearah yang memanfaatkan IC LM317 sebagai regulatornya! 3) Gambarkan sebuah penyearah yang memanfaatkan IC LM723 sebagai regulatornya! e. yaitu tegangan (+) dan tegangan (-) dan (0) sebagai ground nya. contoh: adaptor dll. IC LM723. 5) Komponen regulator: IC LM78xx dan 79xx.

kemudian ukur besar tegangan outputnya dan masukkan ke dalam tabel 9. -----------------.1 -----------------. d) Perhatikan pemilihan batas ukur pada alat ukur e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik.c) Jangan mematahkan kaki komponen.2 -----------------.3 Tabel 9.skema 7. Pengamatan penyearah tanpa filter RL 560 Ω 1 KΩ 1K5 Ω 15 KΩ 52 Veff Ukur 1 dioda VDC 2 Dioda VDC 4 Dioda VDC .skema 7. f) Berhati-hatilah dengan transformator. 3) Langkah Kerja a) Susunlah rangkaian berikut ini.skema 7.

---------. dan ukurlah tegangan outputnya! skema 7. Pengamatan Penyearah 4 dioda dengan Filter kapasitor RL 1 KΩ 560 Ω 1K5 Ω 15 KΩ Capacitor 47 uF 100 uF 1000 uF 470 uF Veff Ukur VDC ukur e) Pada kondisi pertama dengan RL tetap.5 53 .skema 7. pada rangkaian manakah dihasilkan VDC tertinggi? d) Susunlah rangkaian berikut ini.4 Tabel 11. Adakah pengaruhnya terhadap VDC ? f) Pada kondisi kedua dengan C tetap. RL berubah-ubah. C berubah-ubah. Adakah pengaruhnya terhadap VDC ? g) Susunlah rangkaian berikut ini.b) Bagaimanakah pengaruh pergantian RL pada hasil VDC ? c) Diantara pengukuran-pengukuran tersebut. kemudian ukur besar tegangan outputnya dan masukkan ke dalam tabel 10.

Uraian Materi Belajar 8 Transistor bipolar dapat difungsikan sebagai saklar elektronik dengan memanfaatkan dua keadaan transistor yaitu keadaan saturasi (saklar tertutup) dan keadaan cut off (saklar terbuka).2V). b. 2) Transistor dalam keadaan cutt-off yaitu transistor dalam keadaan OFF (saklar mati) ketika tegangan colektor-emitor sama dengan tegangan sumber (VCC). Pada saat saturasi maka arus kolektor adalah Pada saat cut off tegangan colektor emitor sama dengan tegangan sumber colektor dan arus basis mendekati nol ampere. Tugas Belajar 8 1) Carilah dan gambarkan bentuk gelombang VCE ketika transistor difungsikan sebagai sebuah saklar. d. Untuk mencari arus basis pada keadaan resistor basis terpasang dapat dihitung dengan persamaan : c. 54 . Kegiatan Belajar 8: “Transistor Sebagai Saklar” a. Rangkuman Materi Belajar 8 1) Transistor dalam keadaan saturasi yaitu transistor dalam keadaan ON (saklar hidup) ketika tegangan colektor-emitor (VCE) mendekati 0 volt (0.8. Tujuan Pemelajaran 8 1) Mahasiswa memahami cara kerja rangkaian transistor sebagai saklar. 2) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian transistor sebagai saklar 3) Mahasiswa mampu mengukur besaran-besaran pada rangkaian transistor sebagai saklar.

g.2) Gambarkan sebuah rangkaian transistor sebagai saklar dengan tranducer LDR. Lembar Kerja Belajar 8 1) Alat dan Bahan a) Voltmeter. 2) Keadaan saturasi adalah dimana tegangan colektor-emitor mempunyai tegangan mendekati nol (0. Kunci Jawaban 8 1) Transistor sebagai saklar adalah memanfaatkan transistor sebagai switch yang bekerja secara elektronik dan bukan secara mekanik.2 volt). Test Formatif 8 1) Apakah yang dimaksud dengan transistor sebagai saklar? 2) Apakah yang dimaksud dengan keadaan saturasi dan cut off pada transistor? f. Sedangkan keadaan cut off adalah dimana tegangan colektor-emitor mempunyai nilai yang sama dengan tegangan sumber (VCC). amperemeter b) Papan rangkaian c) Kabel penghubung d) Adaptor variabel e) Transistor f) LED g) Resistor 55 . e.

Uraian Materi Belajar 9 Timing sangat diperlukan dalam elektronika digital. 56 . kemudian ukurlah besaran-besaran yang ada di dalamnya! --------------------------------------.1 b) Gantilah komponen LED dengan sebuah relay 9V atau 12V. Kegiatan Belajar 9: “Timer 555” a. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. d) Perhatikan pemilihan batas ukur pada alat ukur e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik. kemudian gantilah pada bagian kaki basis (komponen RB) dengan sebuah tranducer LDR sehingga ketika LDR terkena cahaya atau tertutup cahaya relay akan berubah kondisi.skema 8. c) Jangan mematahkan kaki komponen. Rangkaian ini harus dirancang agar berosilasi pada frekuensi tertentu. oscilator clock digunakan untuk memicu counter dan register geser. 9.h) Relay 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. f) Matikan adaptor jika tidak digunakan 3) Langkah Kerja a) Susunlah rangkaian di bawah ini. Tujuan Kegiatan Belajar 9 1) Mahasiswa mampu merangkai dan merancang rangkaian timer 555 2) Mahasiswa memahami cara kerja IC timer 555 b.

: multivibrator yang dipicu bebas pada frekuensi kerja tertentu dengan siklus kerja tertentu 3. 3) Ada tiga jenis multivibrator antara lain: astabil multivibrator. serta prosentase antara kedua pewaktuan tersebut disebut dengan duty cycle (D). dimana nilai resistor dan kapasitor eksternal tersebut akan berpengaruh pada periode sinyal yang dihasilkan. Rumus untuk menghitung waktu (time) pada output multivibrator ada dua macam yaitu: waktu bawah (TLO) dan waktu tinggi (THI). yaitu : 1. monostable multivibrator dan bistabil multivibarator.Multivibrator adalah rangkaian yang berubah antara 2 level digital. Agar dapat membentuk sinyal multivibrator. 2) Multivibrator adalah suatu rangkaian yang mengeluarkan tegangan berbentuk blok/ kotak. Tugas Belajar 9 1) Gambarkan ketiga rangkaian multivibrator yang tersusun dari komponen transistor. 57 . Astabil : multivibrator yang dipicu pada satu dari 2 kondisi digital. maka diperlukan resistor dan kapasitor eksternal. dan tergantung pada sumber triger eksternal. IC pembalik schmitt trigger (74HC14). Rangkuman Materi Belajar 9 1) IC timer 555 adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai multivibrator. Monostabil : (one shot) pulsa keluaran tunggal pada lebar waktu tertentu Untuk membentuk multivibrator dapat dilakukan dengan menggunakan IC Timer 555. Multivibrator terbagi dalam 3 golongan. yaitu dengan memanfaatkan waktu pengisian dan pengosongan kapasitor.1 c. Bistabil 2. berdasar pada skema 9. IC multivibrator monostabil (74121 atau 74123) ataupun osilator kristal. d.

Lembar Kerja Belajar 9 1) Alat dan Bahan a) Papan rangkaian b) Adaptor variabel c) Kabel penghubung d) IC 555 e) LED f) Resistor g) Kapasitor 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. 2) Rangkaian schimit trigger g. c) Jangan mematahkan kaki komponen.2) Apa yang dimaksud dengan astable multivibrator. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. Kunci Jawaban 9 1) Multivibrator adalah rangkaian yang berubah antara 2 level digital. e. Tes Formatif 9 1) Apakah yang dimaksud dengan multivibrator? 2) Selain multivibrator. monostable multivibrator dan bistable multivibrator? 3) Tuliskan rumus-rumus yang berkenaan dengan multivibrator. d) Matikan adaptor jika tidak digunakan 3) Langkah Kerja a) Rangkailah multivibrator astabil berikut ini: 58 . dan tergantung pada sumber triger eksternal. rangkaian apakah yang bisa memicu bentuk tegangan blok/ kotak? f.

Uraian Materi Belajar 10 Banyak sekali jenis thyiristor. 59 .7kΩ R2 10kΩ 8 VCC 4 7 6 2 5 RST DIS THR TRI CON GND 1 OUT 3 LED1 680pF C1 C2 10nF LM555CN ----------. D dan T nya! d) Rancanglah sebuah multivibrator dengan D = 50% dan T = 1 detik 10.VCC 6V U1 R1 4. TRIAC dan DIAC. THI . SCR) 2) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian dimmer lampu 220V 3) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian flasher lampu 220V (MOC. SCR tepat digunakan sebagai saklar solid state dan dikategorikan menurut jumlah arus yang dapat beroperasi. SCR dapat digunakan untuk penghubung arus pada beban yang dihubungkan pada sumber tegangan AC. photo SCR dan lain-lain.skema 9. Karena SCR adalah penyearah. diantaranya UJT (uni junction transistor). Tujuan Kegiatan Belajar 10 1) Mahasiswa mengetahui jenis-jenis thyristor (Diac. SCR SCR atau silicon controlled rectifier mempunyai tiga terminal. Timer) b. katoda dan gate. maka hanya dapat menghantarkan setengah dari gelombang input AC. triac. diantaranya: anoda. antara hidup dan matinya! c) Hitunglah TLO .1 b) Amati waktu nyala LED. GTO (gate turn off gate). Akan tetapi pada bab ini akan diulas mengenai macam-macam thyiristor jenis SCR. sedangkan arus tinggi dapat menangani arus beban ribuan ampere. TRIAC. Kegiatan Belajar 10 : “Rangkaian Dimmer dan Rangkaian Flasher” a. SCR arus rendah dapat beroperasi dengan arus anoda kurang dari 1 ampere.

SCR memerlukan penggeser fasa supaya mempunyai output yang variabel. Ketika SCR dihubungkan pada sumber tegangan AC. Perhitungan komponen pendukung SCR DIAC DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR. Simbol DIAC 60 . bentuknya adalah bentuk gelombang DC yang berdenyut setengah gelombang. Gambar 32. (Irving. namun memiliki dua terminal (elektroda) saja yaitu T1 dan T2.1987). SCR adalah komponen yang prinsip kerjanya mirip dengan dioda namun dilengkapi dengan gate untuk mengatur besarnya fasa yang dilalukan.Oleh karena itu. SCR dapat juga digunakan untuk merubah atau mengatur jumlah daya yang diberikan pada beban. Gambar 34. output maksimum yang diberikan adalah 50%. Simbol SCR Gambar 33.

dan sebagainya. Simbol DIAC Pemanfaatan pada komponen thyristor umumnya berhubungan dengan variabel tegangan AC.Umumnya DIAC digunakan sebagai pemicu TRIAC supaya ON pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi (misal pada rangkaian dimmer). seperti dimmer lampu. begitu juga sebaliknya. serta dapat dihidupkan dengan menggunakan tegangan bolak-balik pada Gate. TRIAC banyak digunakan pada rangkaian pengedali dan pensaklaran. flasher lampu yang digabungkan dengan aplikasi IC 555. c. Rangkuman Materi Belajar 10 1) Macam-macam thyristor antara lain: a) UJT b) GTO c) Photo SCR 61 . T1 TRIAC G T2 Gambar 35. Setelah terkonduksi. tetapi TRIAC dapat dipicu dengan tegangan polaritas positif dan negatif. Berbeda dengan SCR yang hanya melewatkan tegangan dengan polaritas positif saja. TRIAC merupakan dua buah SCR yang dihubungkan secara paralel berkebalikan dengan terminal gate bersama. sebuah TRIAC akan tetap bekerja selama arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih besar dari arus penahan (IH) walaupun arus gate dihilangkan. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi directional. Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) TRIAC adalah dengan mengurangi arus IT di bawah arus IH. TRIAC TRIAC tersusun dari lima buah lapis semikonduktor yang banyak digunakan pada pensaklaran elektronik. TRIAC hanya akan aktif ketika polaritas pada Anoda lebih positif dibandingkan Katodanya dan gate-nya diberi polaritas positif.

e. Tugas Belajar 10 1) Gambarkan pembentukan macam-macam thyristor dari bahannya! 2) Carilah rangkaian aplikasi SCR. Jadi PUT adalah salah satu macam thyristor jenis UJT yang bisa dijalankan melaui sebuah program. Tes Formatif 10 1) salah satu macam thyristor adalah jenis PUT. apakah PUT itu? 2) Gambarkan struktur thyristor menurut bahannya dan equivalensi dari transistor! 3) Bagaimanakah car uji SCR. terminal pada Triac adalah T1-T2-Gate. sebutkan dengan gambar! f. terminal pada Diac adalah T1T2. d. 3) Carilah dan tuliskan cara pengecekan SCR. 2) Struktur thyiristor menurut bahannya: Struktur thyristor dari transistor: 62 . 3) Contoh aplikasi pada macam-macam thyristor adalah rangkaian aplikasi dimmer dan flasher. Triac dan Diac.d) SCR e) Triac f) Diac 2) Terminal pada SCR adalah Anoda-Katoda-Gate. Kunci Jawaban 10 1) PUT kependekan dari Programable Uni Junction Transistor.

b) Perhatikan instruksi dari pengajar. Lembar Kerja Belajar 10 1) Alat dan Bahan a) Papan rangkaian b) Catudaya DC clock c) Sumber listrik 220V d) Lampu pijar e) Papan rangkaian f) Kabel penghubung g) SCR.3) Cara uji SCR g. Triac. Diac h) MOC 3041 i) IC 555 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. 63 .

3 64 .skema 10. perhatikan apa yang terjadi pada beban (lampu) c) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: -----.1 b) Putarlah potensio R1. d) Berhati-hatilah dengan jala-jala PLN 3) Langkah Kerja a) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: ---------------------.2 d) Rangkailah MOC 3041 sebagai saklar elektronik yang dikendalikan melalui timer 555 .skema 10.skema 10.c) Jangan mematahkan kaki komponen.

65 . b. 2) Mahasiswa mampu membuat layout pcb rangkaian kontrol starting motor 3 phasa. Lembar Kerja Belajar 11 1) Bukalah alamat website www.com 2) Download skema rangkaian kontrol starting motor 3 phasa 3) Lakukan ujicoba pada papan rangkaian 4) Buatlah Layout pada PCB dan pasanglah komponen-komponen yang diperlukan.blogspot. Tujuan Kegiatan Belajar 11 1) Mahasiswa mampu mensimulasikan rangkaian kontrol starting motor 3 phasa.masyer. Kegiatan Bealajar 11 : “Proyek akhir membuat Layout Rangkaian Kontrol Starting Motor 3 Phasa” a.11.

begitu juga sebaliknya. Simbol DIAC Umumnya DIAC digunakan sebagai pemicu TRIAC supaya ON pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi (misal pada rangkaian dimmer). serta dapat dihidupkan dengan menggunakan tegangan bolak-balik pada Gate. Berbeda dengan SCR yang hanya melewatkan tegangan dengan polaritas positif saja. TRIAC merupakan dua buah SCR yang dihubungkan secara paralel berkebalikan dengan terminal gate bersama. TRIAC banyak digunakan pada rangkaian pengedali dan pensaklaran. TRIAC hanya akan aktif ketika polaritas pada Anoda lebih positif dibandingkan Katodanya dan gate-nya diberi polaritas positif. TRIAC TRIAC tersusun dari lima buah lapis semikonduktor yang banyak digunakan pada pensaklaran elektronik. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi directional. Simbol DIAC 64 .Gambar 34. Setelah terkonduksi. Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) TRIAC adalah dengan mengurangi arus IT di bawah arus IH. sebuah TRIAC akan tetap bekerja selama arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih besar dari arus penahan (IH) walaupun arus gate dihilangkan. T1 TRIAC G T2 Gambar 35. tetapi TRIAC dapat dipicu dengan tegangan polaritas positif dan negatif.

sebutkan dengan gambar! a. terminal pada Triac adalah T1-T2-Gate. Jadi PUT adalah salah satu macam thyristor jenis UJT yang bisa dijalankan melaui sebuah program. 2) Contoh aplikasi pada macam-macam thyristor adalah rangkaian aplikasi dimmer dan flasher. Tes Formatif 10 1) salah satu macam thyristor adalah jenis PUT. b.Pemanfaatan pada komponen thyristor umumnya berhubungan dengan variabel tegangan AC. terminal pada Diac adalah T1-T2. apakah PUT itu? 2) Gambarkan struktur thyristor menurut bahannya dan equivalensi dari transistor! 3) Bagaimanakah car uji SCR. 2) Struktur thyiristor menurut bahannya: pembentukan macam-macam thyristor dari 65 . dan sebagainya. Triac dan Diac. 3) Carilah dan tuliskan cara pengecekan SCR. seperti dimmer lampu. flasher lampu yang digabungkan dengan aplikasi IC 555. a. Rangkuman Materi Belajar 10 1) Macam-macam thyristor antara lain: a) UJT b) GTO c) Photo SCR d) SCR e) Triac f) Diac 1) Terminal pada SCR adalah Anoda-Katoda-Gate. Kunci Jawaban 10 1) PUT kependekan dari Programable Uni Junction Transistor. a. Tugas Belajar 10 1) Gambarkan bahannya! 2) Carilah rangkaian aplikasi SCR.

Struktur thyristor dari transistor: 3) Cara uji SCR a. Lembar Kerja Belajar 10 1) Alat dan Bahan a) Papan rangkaian b) Catudaya DC clock 66 .

1 b) Putarlah potensio R1. b) Perhatikan instruksi dari pengajar.c) Sumber listrik 220V d) Lampu pijar e) Papan rangkaian f) Kabel penghubung g) SCR. Diac h) MOC 3041 i) IC 555 1) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. perhatikan apa yang terjadi pada beban (lampu) c) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: 67 . d) Berhati-hatilah dengan jala-jala PLN 1) Langkah Kerja a) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: M R1 50% VAC R2 Lampu D1 SCR C ----------------skema 10. c) Jangan mematahkan kaki komponen. Triac.

Lembar Kerja Belajar 11 1) Bukalah alamat website www.com 2) Download skema rangkaian kontrol starting motor 3 phasa 3) Lakukan ujicoba pada papan rangkaian 4) Buatlah Layout pada PCB komponen yang diperlukan. dan pasanglah komponen- 68 .2 d) Rangkailah MOC 3041 sebagai saklar elektronik yang dikendalikan melalui timer 555 -----skema 10. Tujuan Kegiatan Belajar 11 1) Mahasiswa mampu mensimulasikan rangkaian kontrol starting motor 3 phasa.masyer.-skema 10. 2) Mahasiswa mampu membuat layout pcb rangkaian kontrol starting motor 3 phasa.blogspot.LAMP 68kΩ V1 220 Vrms 50 Hz 0° C1 100K 5% MT2 Triac Diac 220nF MT1 .3 1. a. Kegiatan Bealajar 11 : “Proyek akhir membuat Layout Rangkaian Kontrol Starting Motor 3 Phasa” a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->