MODUL

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

OLEH : YUSUF EKO ROHMADI

TEKNIK MESIN POLITEKNIK PRATAMA MULIA SURAKARTA 2011
JL. HARYO PANULAR 18A SURAKARTA, TELP (0271)712637 Website : http//www.politama.ac.id e-Mail : poltek@politama.ac.id

KATA PENGANTAR

Puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan rahmat-Nya, pada kesempatan ini kami selaku Direktur Politeknik Pratama Mulia Surakarta menyampaikan terima kasih atas segala usaha dari Dosen Pengampu untuk menyusun Modul ini. Modul Praktikum Elektronika Dasar ini diterbitkan dalam upaya meningkatkan dan mengefektifkan proses belajar mengajar di Politeknik Pratama Mulia Surakarta. Untuk Mendalami masalah Praktikum Elektronika Dasar tidak hanya berpegangan pada buku ini saja, Mahasiswa diharapkan membaca bukubuku referensi yang lain. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penerbitan buku ini. Saran dan kritik yang konstruktif dari para dosen, pembaca dan Mahasiswa sangat diharapkan, demi perbaikan dan penyempurnaan penerbitan di masa akan datang. Semoga buku ini bermanfaat bagi para pemakai dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Politeknik Pratama Mulia Surakarta.

Surakarta, Agustus 2011 Direktur

Drs. Ardi Widyatmoko
NIK. 1593.065

ii

PRAKATA

Puji sukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT dengan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan Modul Praktikum Elektronika Dasar ini dapat diselesaikan. Modul Praktikum Elektronika Dasar ini dibuat sebagai pedoman pembelajaran bagi Mahasiswa Teknik Mesin semester 5 pada mata kuliah Praktikum Elektronika Dasar. Modul ini berisi tentang beberapa komponen elektronika dasar berserta cara pengecekannya; alat ukur dan pengukuran hambatan, tegangan dan arus pada rangkaian seri dan pararel; rangkaian aplikasi penyearah, timer, thyristor. Sifat isi dari modul ini adalah materi dasar elektronika sehingga untuk bisa menggunakannya mahasiswa diharuskan membaca dan mempelajari terlebih dahulu materi-materi yang berhubungan dengan isi modul untuk menunjang pengetahuan di dalamnya. Atau bisa dengan mengembangkan isi materi berdasarkan teori singkat yang disertakan dalam modul ini di dalam setiap babnya. Semoga Modul ini dapat bermanfaat bagi semua yang menggunakannya, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan pikiran dan ide hingga tersusunnya Modul Praktikum Elektronika Dasar ini.

Surakarta, Penyusun

Agustus 2011

Yusuf Eko Rohmadi

iii

2) ------------a. Tujuan Pemelajaran 2 ------------------------------------b. Rangkuman Materi Belajar 2 ---------------------------d. Kegiatan Belajar 4: -------------------------------------------iv i ii iii iv 1 1 1 1 2 3 7 8 8 10 10 10 10 14 15 15 15 16 17 17 17 21 22 22 22 22 26 26 27 28 28 28 28 28 30 . Tes Formatif 3 ----------------------------------------------f. Prasarat -------------------------------------------------------------C. Tujuan Pemelajaran 3 ------------------------------------b. Tugas Belajar 2 ---------------------------------------------e. Lembar Kerja 1 ---------------------------------------------2. Kunci Jawaban 1 -------------------------------------------g. Deskripsi ------------------------------------------------------------B. Cek Kemampuan --------------------------------------------------Bab 2 Pembelajaran -----------------------------------------------------------A. Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika -------------a. Kegiatan Belajar 2: Ohmmeter (bagian 1. Rangkuman Materi Belajar 1 ---------------------------d. Uraian Materi Belajar 1 ----------------------------------c. Tujuan Akhir--------------------------------------------------------E. Kunci Jawaban 2 -------------------------------------------g. Uraian Materi Belajar 3 ----------------------------------c. Rangkuman Materi Belajar 3 ---------------------------d. Kegiatan Belajar 3: -------------------------------------------a. Uraian Materi Belajar 2 ----------------------------------c. Rencana Belajar Siswa --------------------------------------------B. Kegiatan Belajar----------------------------------------------------1. Kompetensi --------------------------------------------------------F. Tes Formatif 1 ----------------------------------------------f.DAFTAR ISI Halaman Franchis -------------------------------------------------------------------Kata Pengantar ----------------------------------------------------------------------Prakata --------------------------------------------------------------------------------Daftar Isi ------------------------------------------------------------------------------BAB 1 Pendahuluan ------------------------------------------------------------A. Tes Formatif 2 ----------------------------------------------f. Kunci Jawaban 3 -------------------------------------------g. Tugas Belajar 1 ---------------------------------------------e. Tujuan Pemelajaran 1 ------------------------------------b. Tugas Belajar 3 ---------------------------------------------e. Lembar Kerja 2 ---------------------------------------------3. Petunjuk Penggunaan Modul ----------------------------------D. Lembar Kerja 3 ---------------------------------------------4.

Tujuan Pemelajaran 8 ------------------------------------b. Tujuan Pemelajaran 5 ------------------------------------b. Tugas Belajar 7 ---------------------------------------------e. 8. Tujuan Pemelajaran 4 ------------------------------------b. Tujuan Pemelajaran 6 ------------------------------------b. 6. Uraian Materi Belajar 6 ----------------------------------c. 7. Kunci Jawaban 4 -------------------------------------------g. Tes Formatif 7 ----------------------------------------------f. Tes Formatif 5 ----------------------------------------------f. Lembar Kerja 4 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 5: -------------------------------------------a. Tugas Belajar 5 ---------------------------------------------e. Tugas Belajar 8 ---------------------------------------------e. Tugas Belajar 4 ---------------------------------------------e. Lembar Kerja 6 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 7: -------------------------------------------a. Uraian Materi Belajar 5 ----------------------------------c. Tes Formatif 4 ----------------------------------------------f. Tujuan Pemelajaran 9 ------------------------------------b. Lembar Kerja 8 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 9: -------------------------------------------a. Tugas Belajar 6 ---------------------------------------------e. Kunci Jawaban 8 -------------------------------------------g. Rangkuman Materi Belajar 8 ---------------------------d. Tes Formatif 6 ----------------------------------------------f. Kunci Jawaban 6 -------------------------------------------g. Tes Formatif 8 ----------------------------------------------f. Rangkuman Materi Belajar 4 ---------------------------d. Lembar Kerja 7 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 8: -------------------------------------------a. Tujuan Pemelajaran 7 ------------------------------------b. Lembar Kerja 5 ---------------------------------------------Kegiatan Belajar 6: -------------------------------------------a. Kunci Jawaban 5 -------------------------------------------g. Uraian Materi Belajar 8 ----------------------------------c. Rangkuman Materi Belajar 7 ---------------------------d. Rangkuman Materi Belajar 6 ---------------------------d. a. Uraian Materi Belajar 9 ----------------------------------v 30 30 33 33 34 34 34 36 36 36 38 38 38 38 39 40 40 41 41 42 42 43 44 46 46 46 50 50 51 51 51 54 54 54 54 54 55 55 55 56 56 56 . Rangkuman Materi Belajar 5 ---------------------------d. Uraian Materi Belajar 4 ----------------------------------c. Uraian Materi Belajar 7 ----------------------------------c. 9.5. Kunci Jawaban 7 -------------------------------------------g.

Tugas Belajar 9 ---------------------------------------------e. Tujuan Pemelajaran 11 ----------------------------------b.Kegiatan Belajar 11: ------------------------------------------a. Rangkuman Materi Belajar 9 ---------------------------d. Kunci Jawaban 9 -------------------------------------------g. Lembar Kerja Belajar 11 ---------------------------------- 57 57 58 58 58 59 59 59 61 62 62 62 63 64 64 64 vi . Tes Formatif 9 ----------------------------------------------f.Kegiatan Belajar 10: ------------------------------------------a. Tes Formatif 10 --------------------------------------------f. Kunci Jawaban 10 -----------------------------------------g. Rangkuman Materi Belajar 10 -------------------------d. Tujuan Pemelajaran 10 ----------------------------------b. Lembar Kerja 10 -------------------------------------------11. Uraian Materi Belajar 10 --------------------------------c. Lembar Kerja 9 ---------------------------------------------10. Tugas Belajar 10 -------------------------------------------e.c.

BAB 1 PENDAHULUAN A. karena secara umum teknik pengukuran pada beberapa instrumen mempunyai kesamaan dalam hal ketelitian dan keselamatan kerja. Dan jika hasil Anda kurang dari nilai minimal maka Anda harus mengikuti pemelajaran modul satu persatu! 1 . timer dan dimmer. Petunjuk Penggunaan Modul 1. untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan Anda tentang isi modul! 3. saklar elektronik. Pelajari Daftar Isi dengan cermat untuk mengetahui isi secara keseluruhan dari modul! 2. tegangan dan arus baik pada komponen tunggal maupun beberapa komponen yang tersusun dalam sebuah rangkaian seri dan pararel atau campuran beserta cara perhitungan dengan rumus. Deskripsi D B. Selain itu Anda juga harus terlebih dahulu menguasai teknik-teknik ukur walaupun instrumen yang digunakan berbeda dengan instrumen elektronika. alat ukur dan pengukuran yaitu mengenai bagaimana teknik ukur untuk beberapa besaran diantaranya pada besaran hambatan. Kerjakan soal Cek Kemampuan sebelum Anda lebih lanjut mempelajari isi modul. Pemahaman dan kemahiran dalam teknik ukur tersebut kemudian diaplikasikan dalam rangkaian aplikasi sederhana seperti rangkaian penyearah. alam modul ini Anda akan mempelajari dasar-dasar elektronika diantaranya pengenalan komponen dasar elektronika beserta cara cek komponennya mengenai kondisi baik dan tidaknya serta nama-nama kaki dari komponen tersebut serta simbol yang digunakan. Prasarat P C. sehingga untuk bisa mempelajari modul ini Anda harus terlebih dahulu mempelajari komponen elektronika beserta karakteristiknya dari buku referensi. ada jurusan Teknik Mesin modul ini merupakan materi baru. Jika hasil dari cek kemampuan telah memenuhi sarat minimal kemampuan yaitu 70% maka Anda bisa mengerjakan soal evaluasi.

maka Anda harus membuat laporan praktikum satu bab tersebut dengan melampirkan laporan sementara. Langkah kerja praktik dalam satu bab bisa dikerjakan pada lebih dari satu kali pertemuan. Konsultasikan setiap langkah kerja praktik yang telah selesai dikerjakan kepada dosen pengajar atau pembimbing. Mampu merangkai komponen elektronika pada konfigurasi seri. 9. 5. paralel dan campuran. 10. 3. 11. Pengumpulan laporan resmi selambat-lambatnya satu minggu setelah penyelesaian satu bab. 2 . 4. 8. Memahami dan menguasai penggunaan alat ukur ohmmeter. Mengetahui beberapa macam komponen elektronika. 6. Laporan satu bab ini adalah laporan resmi praktikum. Untuk itu setiap selesai jam kerja praktik Anda diharuskan menunjukkan hasil praktik yang telah dikerjakan untuk diberikan paraf oleh dosen pengajar sebagai laporan sementara praktikum. Perhatikan langkah-langkah praktik dan kerjakan secara urut sehingga diperoleh pemahanan. Hasil praktik dicatat pada lembar kertas folio bergaris sesuai urutan langkah kerja disertai kesimpulan-kesimpulan atau catatan penting yang Anda temui ketika mengerjakan praktik. 6.4. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: 1. D. Memahami dan mampu menjelaskan cara kerja rangkaian aplikasi elektronika. 7. Mengetahui dan mampu mengecek komponen elektronika. Mengetahui beberapa rangkaian aplikasi elektronika. 5. 2. untuk mengetahui kebenaran hasil praktik dari langkahlangkah yang telah dikerjakan dan selanjutnya untuk memperoleh bimbingan jika terjadi kesalahan hasil kerja praktik. voltmeter dan amperemeter. Laporan resmi dikumpulkan dalam bentuk tulisan tangan. Format laporan resmi dapat Anda lihat pada lampiran modul ini. Jika telah selesai satu bab.

Kompetensi Kompetensi yang dicapai adalah menguasai kemampuan dasar elektronika dalam hal pengetahuan dasar komponen elektronika. penguasaan alat ukur elektronika.7. dan analisa kerja rangkaian elektronika. 3 . E. Mampu melakukan peracangan rangkaian elektronika sederhana dan mengaplikasikannya dalam sebuah rangkaian nyata.

Mengukur hambatan pada komponen resistor tunggal 6. Mengetahui kondisi komponen LINGKUP BELAJAR 1. Memahami perbedaan hasil peritungan dan hasil ukur hambatan resistor 8. Memahami cara kalibarasi ohmmeter 6. Disiplin 2. Memahami cara hitung kode warna resistor 5. Menjelaskan dan menunjukkan bentuk fisik komponen elektronika 2. Memahami macam-macam komponen 3. Kalibrasi ohmmeter 3. Kecepatan pembacaan komponen mengenai nilai dan jenisnya 1. Penempatan alat dan bahan 2. Memahami cara ukur resistor tunggal 7. Kemampuan menggunakan pengali ohmmeter dengan tepat 4. Bekerja sesuai dengan prosedur 3. Membaca nilai/ kode komponen elektronika 3. Memahami cara mengetahui 1. Pelaksanaan 3. Memperhatikan keselamatan kerja 4 . Kemampuan membaca hasil ukur 5. Memahami cara baca kode komponen 4. Menyebutkan dan menjelaskan jenis dan tipe komponen dasar elektronika 4. KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA dan ALAT UKUR OHMMETER KRITERIA KINERJA 1. Kemampuan menjelaskan SIKAP MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN 1. Menunjukkan alat ukur Ohmmeter 5. Memahami cara menentukan nama kaki komponen 9. Persiapan kerja 2.Tabel kompetensi SUB KOMPETENSI 1. Memahami persiapan kerja 2. Mengecek kaki-kaki komponen elektronika 7.

Menunjukkan alat ukur 1. Mengukur arus sumber. Memahami karakteristik arus serial dan paralel 1. Menjelaskan fungsi menjelaskan masing-masing alat ukur tersebut 3. Memahami hubungan antara besar niali komponen terhadap arus dan tegangan 4. Memahami perbedaan perancangan dengan hasil ukur praktik 2. ALAT UKUR dan PENGUKURAN 1. Persiapan kerja voltmeter dan 2. Persiapan kerja 2. Kemampuan menjelaskan 1. paralel dan campuran 4. 1. arus tiap komponen dan arus total rangkaian. kemampuan membaca hasil ukur 3. Kemampuan merangkai 4. Memperhatikan keselamatan kerja 1. Merancang rangkaian driver (LED) 2. Bekerja sesuai dengan prosedur 3. Disiplin 2. Pelaksanaan ampermeter 3. Mengukur tegangan sumber. Pelaksanaan 3. Kemampuan mengukur tegangan dan arus 5. Memperhatikan keselematan kerja 1. Penempatan alat dan bahan 2. Kemampuan mengukur hasil kerja praktik 5 .kondisi baik dan buruk komponen 2. Menghitung dan mengukur hambatan total pada rangkaian resistor 5. Kemampuan menarik kesimpulan 4. Memahami karakteristik tegangan pararel dan serial 5. Merangkai rangkaian penyearah dengan 1. Memahami cara hitung dan cara ukur hambatan total rangkaian resistor 2. Merangkai rangkaian penyearah dioda 3. Kemampuan merangkai 2. Kemampuan 2. Merangkai komponen resistor pada konfigurasi seri . Kalibrasi voltmeter dan amperemeter 3. Disiplin 2. Bekerja sesuai dengan prosedur 3. tegangan tiap komponen dan tegangan total rangkaian 6. ANALISA KERJA RANGKAIAN 1. Kemampuan penggunaan skala dan batas ukur 6. Memahami perbedaan hasil perhitungan dan hasil ukur 3. Memahami cara kerja rangkaian 1.

Merangkai rangkaian dimmer penyearah 3. Memahami fungsi komponen regulator pada penyearah 4. Memahami cara kerja rangkaian timer 5. Merangkai rangkaian saklar elektronik 5. Memahami cara kerja rangkaian dimmer 6 .regulator (simetris/ variabel) 4. Merangkai rangkaian timer (IC 555) 6.

F. Apakah maksud kode warna resistor? 5. Voltmeter c.Gambarkan skema rangkaian: a. Amperemeter 8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan : a. Berapakah nilai Resistor yang harus dipasangkan. Jelaskan apakah komponen aktif dan komponen pasif itu! 2. Ada berapakah tipe transistor itu? Sebutkan! 7. Gambarkan letak alat ukur. Saklar elektronik dengan transistor c. bagaimana cara ukur hambatan (R1). Ohmmeter b. Rangkaian dimmer lampu pijar dengan SCR 7 . kemudian jelaskan! 9. Cek Kemampuan 1.2 volt dengan tegangan sumber (Vs) 9 volt. Sebutkan jenis-jenis dioda! 6. tegangan (VR1 dan V1) dan arus (IR1 dan IS) pada rangkaian di bawah ini. Rangkaian timer dengan output frekwensi 1 KHz d. Lakukan perancangan LED driver berikut dengan ketentuan arus LED 10mA dengan tegangan LED (VLED) 2. dan berapa nilai arus R tersebut? 10. Penyearah dioda bridge dengan output simetris ± 9 volt b. Sebutkan macam-mcam komponen elektronika menurut macamnya! 3. Gambarkan simbol-simbol dari komponen-komponen tersebut! 4.

Mengenal ohmmeter (bagian1) b. Membaca nilai resistor dan menghitung toleransi a. Merangkai rangkaian seri. paralel dan campuran c. IC a. transistor. Mengecek kaki komponen dioda. Elka 3 1 x pert L. No 1 Jenis Kegiatan Mengenal komponen (menuliskan ciri dan tipe) resistor. dioda. paralel dan campuran d. Elka 8 . transistor. Rencana Belajar Siswa Berikut ini adalah rencana belajar dalam modul ini. Mengenal ohmmeter (bagian2) b. Ohmmeter (bagian 3) b. Elka Ttd 2 1 x pert L.BAB 2 PEMBELAJARAN A. kapasitor. isilah tabel dengan meminta tanda tangan kepada dosen pengajar/ pembimbing jika tugas telah selesai dikerjakan. induktor. thyristor. Mengukur hambatan resistor a. Menghitung hambatan total rangkaian seri. Elka 4 1 x pert L. kapasitor c. Mengukur hambatan total rangkaian Tanggal Waktu 1 x pert Tempat Perubahan L.

Mengukur tegangan efektif transformator c. Menghitung V dan I MID SEMESTER 1 x pert L. Elka 9 . Menghitung tegangan tiap komponen pada rangkaian a. Mengenal alat ukur voltmeter dc b. Elka 6 1 x pert L. Merencanakan rangkaian driver LED b. Led) b. Mengukur tegangan tiap komponen pada rangkaian d. Elka 10 a. Mengukur arus tiap komponen pada rangkaian c. Mengukur tegangan sumber (adaptor) c. Elka 7 1 x pert L. Merangkai rangkaian R dan Dioda (Si. Mengukur V dan I c.5 a. filtered) b. Merangkai penyearah 2 dioda 1 x pert L. Menghitung tegangan maksimal transformator a. Ge. Merencanakan regulator Zener 11 a. Merangkai penyearah 1 dioda (afiltered. Elka 1 x pert L. Ze. Mengenal alat ukur voltmeter ac b. Mengenal alat ukur amperemeter dc b. Menghitung arus tiap komponen pada rangkaian 1 x pert L. Elka 8 9 a.

Kebalikan dengan komponen pasif. MOC. Merangkai saklar elektronik transistor dengan LED b. Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika a. membuat rangkaian kontrol starting motor 3 phasa (layout pcb hingga jadi) 1 x pert L. Merangkai saklar elektronik transistor dengan relay 13 a. Proyek akhir (Multivibrator). yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif adalah komponen yang di dalam kerjanya membutuhkan sumber tegangan tersendiri. triac) 14 a. Tujuan Pemelajaran 1 1) Mahasiswa mengenal komponen elektronika dasar 2) Mahasiswa mengetahui nama-nama kaki komponen elektronika dan sifatnya 3) Mahasiswa mengetahui simbol-simbol komponen elektronika b. Merangkai timer 555 b. filtered) c. Elka 2 x pert L. Elka 2 x pert L. Merangkai penyearah 4 dioda (afiltered. Uraian Materi Belajar 1 Komponen elektronika dibagi menjadi dua jenis. Merangkai dimmer SCR c. Kegiatan Belajar 1. Merangkai penyearah teregulasi 12 a.(afiltered. Elka UJIAN AKHIR SEMESTER B. filtered) d. Merangkai flasher (timer. 10 .

Macam-macam komponen pasif: 1. Menurut bahan pembuatannya: a.yaitu komponen yang di dalam kerjanya tidak membutuhkan sumber tegangan atau arus tersendiri. Resistor tetap (fixed resistor). Resistor tidak tetap (variable resistor). metal oxide. b. 2. Macam-macam resistor: 1. Menurut nilainya/ fungsinya: a. trimpot. carbon film. thermister. 2. Oksida logam c. 3. diantaranya: potensiometer. IC (integrated circuit) Resistor (R) Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Resistor Kapasitor Induktor Macam-macam komponen aktif: 1. Transistor Dioda 3. LDR 2. Karbon 11 . ceramic encased wirewound. diantaranya: metal film. Kawat/ metal b.

elco. mempunyai nilai tidak tetap. tantalum b. contoh: Elco. Contoh: mylar. Kapasitor polar (mempunyai kutup + dan -). polyester. Menurut polaritas a. keramik 2. trimer 12 . kertas. Kapasitor non polar (tidak mempunyai kutub).Gambar 1. kertas. Kapasitor tetap. Resistor fixed Gambar 2. mika. Contoh: varco. Resistor variabel Kapasitor (c) Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Macam-macam kapasitor: 1. contoh: kapasitor milar. Menurut fungsinya a. tantalum b. Kapasitor variabel. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. mempunyai nilai tetap.

sehingga terdapat dua jenis dioda yaitu dioda silikon dan dioda germanium. Dioda Zener 13 . Gambar 5. Dioda Silikon Gambar 6.Gambar 3. Fixed Capacitor Gambar 4. Dioda terbuat dari bahan sislikon dan germanium. Variable Capacitor Dioda (D) Dioda merupakan komponen semikonduktor yang hanya bisa menghantar arus listrik pada satu arah.

NTC. LED Transistor (Tr): BJT (bipolar Junction transistor) Transistor adalah komponen aktif elektronika yang dibentuk oleh dua buah dioda yang digabung menjadi satu. Macam-macam komponen aktif: 1) Transistor 2) Thyristor 3) Dioda 4) Komponen Tranducer. Gambar 9. sedangkan UJT hanya mempunyai satu sambungan. Transistor c. yaitu komponen aktif dan komponen pasif. LED. Dioda Germaniumr Gambar 8. Terdapat dua jenis transistor yaitu BJT dan UJT (uni junction transistor). PTC 14 . Terdapat dua tipe transistor berdasar cara pembentukannya yaitu. BJT mempunyai dua buah sambungan.Gambar 7. transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Rangkuman Materi Belajar 1 Komponen elektronika dibedakan menjadi dua bagian. sedangkan komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam kerjanya tidak membutuhkan sumber listrik secara tersendiri. Dalam bab ini yang akan dipelajari adalah transistor jenis BJT. Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam kerjanya membutuhkan sumber listrik secara tersendiri. seperti LDR.

Test Formatif 1 1) Bagaimanakah ciri dari komponen resistor. sebutkan masingmasing 4 nama tipe! 5) Gambarkan simbol-simbol komponen elektronika. Kunci Jawaban 1 1) Ciri resistor:  Warna dasar coklat/ biru  Berkaki 2  Terdapat gelang warna Ciri kapasitor:  Berbentuk tabung/kotak  Berkaki 2  Pada body terdapat tanda minus Ciri transistor:  Berkaki tiga 15 . transistor dan SCR? 2) Bagaimanakah kita mengenali nama/tipe/nilai dari masing-masing komponen tersebut? 3) Bagaimana kita membedakan antara transistor dan scr? 4) Bagaimana kita membedakan dioda silikon. zener dan LED? f. 2) Sebutkan ciri-ciri komponen tersebut dan tuliskan keterangan yang terdapat di dalamnya! 3) Sebutkan komponen terbanyak yang terpasang pada perangkat tersebut! 4) Carilah nama tipe dari komponen transistor dan SCR.Macam-macam komponen pasif: 1) Resistor 2) Kapasitor 3) Induktor d. kapasitor. e. radio. HP atau yang lain). dioda. Tugas Belajar 1 1) Lakukan pengamatan terhadap bentuk dan macam komponen elektronika yang bisa Anda temui pada perangkat elektronika (TV. germanium.

sedangkan selain itu nilai/ tipe komponen tertera pada bodi. tabung (besi) Ciri SCR:  Berkaki tiga  Warna dasar hitan  Berbentuk kotak 2) Komponen resistor nilainya terdapat pada warna gelang dengan perhitungan tertentu. setengah lingkaran. b) Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan c) Siapkan kertas folio bergaris d) Lakukan pengamatan terhadap komponen-komponen e) Tulislah ciri-ciri tiap-tiap komponen f) Tuliskan nama/ nilai komponen yang tertera di dalamnya g) Konsultasikan hasil kerja kepada instruktor h) Mintakan tandatangan kepada pengajar sebagai laporan sementara! 16 . atau dengan mengetahui kode-kode huruf yang biasa dipakai pada komponen transistor maupun SCR 4) Untuk membedakannya dengan melihat bentuk fisik komponen dioda tersebut. g. Lembar Kerja Belajar 1 1) Alat dan Bahan a) Komponen resistor b) Komponen dioda c) Komponen kapasitor d) Komponen transistor e) Komponen SCR 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack b) Perhatikan instruksi dari pengajar c) Jangan mematahkan kaki komponen 3) Langkah Kerja a) Berdoalah sebelum bekerja. Warna dasar hitam  Berbentuk kotak. 3) Untuk membedakannya dengan melihat datasheet/ buku manual.

Penggunaannya disesuaikan dengan besar hambatan yang akan diukur. Kegiatan Belajar 2: Ohmmeter (bagian 1. Bagian panel skala B a g i Gambar 9. Bagian pengali/ selektor Pengali adalah multiple dari hasil penunjukan jarum pada panel skala. yaitu hasil penunjukan jarum ukur dikalikan dengan selektor pengali. 2.2. lSehingga dalam kondisi netral jarum pengukuran i akan menunjukkan angka tak-terhingga. 2) a. Uraian Materi Belajar 2 Ohmmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan atau resistansi suatu komponen. 17 . Tujuan Kegiatan Belajar 2 1) Mahasiswa mengetahui fungsi ohmmeter sebagai alat uji komponen 2) Mahasiswa mengetahui nama-nama kaki komponen elektronika 3) Mahasiswa mampu menentukan kaki dan mengecek kondisi komponen elektronika 4) Mahasiswa mampu membaca nilai resistor dan toleransinya 5) Mahasiswa mampu mengukur hambatan resistor tunggal 6) Mahasiswa mengetahui kalibrasi setiap pengali dalam ohmmeter b. Panel Skala p e Adalah tempat jarum pengukuran menunjukkan angka. Ohmmeter analog a n Bagian-bagian pada ohmmeter: 1. Pada ohmmeter angka n g “nol” pada panel skala ini dimulai dari kanan. Satuan pengukuran yang digunakan adalah ohm dengan simbol ohmmega Ω. angka tertinggi pada panel ini a adalah tak-terhingga (∞).

Kedua kaki komponen tidak boleh dipegang oleh si pengukur. Mengkalibrasi ohmmeter sebelum pengukuran. Gambar 10. maka mencoba selektor satu per satu hingga terpilih selektor yang paling tepat. ini karena tubuh manusia mempunyai hambatan. Contoh pengukuran adalah sebagai berikut : selector switch terpasang pada x 1K jarum menunjuk angka 2 18 . Contoh mengukur sebuah resistor Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika megukur hambatan: 1. Perlu diketahui bahwa pada ohmmeter kabel warna merah mengandung baterai negatip sedangkan kabel hitam mengandung baterai positip. jika komponen yang akan diukur tidak mempunyai nilai hambatan tertulis. Panel Skala Cara ukur komponen: Gambar 10. Probe (kabel ukur) Probe terdiri dari dua buah kabel.3. kemudian menghubungkan probe pada masing-masing kaki komponen. 2. Menentukan selektor pengali yang sesuai jika nilai hambatan komponen yang akan diukur tertulis di dalamnya. yaitu warna merah dan warna hitam. 3.

tipe NPN dan PNP. Bias maju adalah dimana sumber tegangan positip dihubungkan pada kaki anoda dan sumber tegangan negatip dihubungkan pada kaki katoda. layak atau tidak layak. sedangkan kakikaki transistor ada tiga macam yaitu: basis. Berikut cara menentukan kaki-kaki komponen aktif tersebut. diantaranya adalah dioda dan transistor. Bias maju bias mundur Untuk mengetahui kaki anoda dan katoda. mati atau tidak. fungsi alat ini dapat digunakan untuk mengetahui kondisi baik atau buruk. kolektor dan emitor. 19 . Dioda mempunyai dua elektroda yaitu: anoda (A) sebagai terminal positip dan katoda (K) sebagai terminal negatip.2 jadi hasil pembacaan adalah 2 x 1K : 2 Kohm (2 KΩ) 1K Dalam fungsinya sebagai pengukur hambatan. Pada gambar 10 dapat dilihat gambaran bagaimana cara ukur komponen elektronika. baterai pada gambar di atas dapat diganti dengan ohmmeter. yaitu: dengan bias maju (forward bias) dan bias mundur (reverse bias). Kaki komponen elektro yang bisa ditentukan dengan alat ukur ohmmeter adalah komponen elektro jenis komponen aktif. Dioda yang baik ketika dioda dibias maju maka jarum akan menyimpang menuju ke arah nol. dan ini berlaku secara umum untuk seluruh komponen elektronika kecuali komponen-komponen yang berkaki tiga mempunyai metode tersendiri. putus atau nyambung suatu komponen. 2) Menentukan Kaki-kaki transistor Terdapat dua tipe transistor yaitu. 1) Menentukan kaki Komponen Dioda Cara mengaktifkan komponen dioda ada dua macam. dan jika dibalik (bias mundur) maka jarum harus diam (tidak bergerak).

sedangkan kaki-kaki yang lain dapat dicar setelahnya.  Maka kaki no.  Dioda 1 dan 2 terbias maju.  Jika bias Dioda 1 dan 2 dibalik maka jarum tidak akan menyimpang. Berikut adalah cara menentukan kaki-kaki transistor: a) Kaki basis transistor Gambar 12. kaki anoda ( persambungan ) dihubungkan dengan probe hitam (+) dan kaki katoda terhubung dengan probe merah (-). 2 adalah kaki basis. sehingga jarum akan menyimpang. menunjukkan dua kali jarum menyimpang dan dua kali jarum diam. 20 . 2 sebagai tumpuan ).(a) Simbol Transistor NPN (b) Equivalensi Transistor NPN (a) Simbol Transistor PNP (b) Equivalensi Transistor PNP Gambar 11. Diagram pengukuran kaki basis transistor  Langkah pertama adalah menganggab salah satu kaki sebagai kaki basis ( pada contoh ini kaki no. Transistor Tipe NPN dan PNP Tipe transistor dapat diketahui setelah tahu kaki basisnya menggunakan ohmmeter.

 Pada keadaan ini kaki no. Dapat diketahui bahwa tipe dari transistor adalah NPN. Kaki colector mempunyai resistansi yang lebih kecil dibanding kaki emitor. Atau kaki colector ditunjukkan dengan penyimpangan jarum yang lebih besar dibanding kaki emitor.2 adalah merah (-) maka tipe transistor adalah PNP. Diagram pengukuran kaki colektor-emitor transistor  Anggab salah satu kaki sebagai kaki colector ( pada contoh ini kaki 1 dianggab sebagai kaki colector )  Berikan resistansi kecil secara pararel terhadap kaki basis dengan jari.  Jika probe penggerak kaki no.  Hubungkan probe hitam ( sesuai tipe transistor ) ke kaki yang dianggap colector dan probe merah ke kaki yang lain. lakukan langkah yang sama dan catat besar reistansi yang terukur. kemudian amati penyimpangan jarum dan catat besar resistansi yang terukur. Rangkuman Materi Belajar 2 1) Ohmmeter adalah alat ukur hambatan pada suatu komponen. 2) Besaran hambatan dinyatakan dalam Ohm (Ω) 21 . b) Kaki Colektor dan emitor Gambar 13. c. jika pada pengali x1 tidak menunjukkan penyimpangan jarum.2 terhubung oleh probe Hitam (+) sehingga basis adalah positif.  Berikan resistansi pada kaki yang lain ( kaki 3 ).  Bandingkan hasil ukuran resistansi yang terukur.  Besarkan pengali yang digunakan untuk mencari kaki colector dan emitor.

2) Besaran yang digunakan adalah ohm (Ω) 3) Jara ukur hambatan adalah dengan cara diparalelkan dengan komponen terukur. Kunci Jawaban 2 1) Ohmmeter adalah alat ukur hambatan suatu komponen. g. e. jelaskan! 4) Mengapa dalam mengukur tidak boleh menyentuh kedua kaki komponen. jelaskan! 5) Bagaimanakah cara kalibrasi ohmmeter? f. 2) Lakukan pengamatan alat ukur ohmmeter di luar jam kuliah di laboratorium yang menyediakan alat ukur ohmmeter. untuk menghindari shock ukur e) Matikan ohmmeter pada posisi off ketika selesai menggunakannya. 5) Dengan cara menghubungkan kedua kabel probe. 22 . Test Formatif 2 1) Apakah fungsi ohmmeter? 2) Besaran apakah yang digunakan untuk menyatakan hasil ukur ohmmeter? 3) Bagaimanakah cara ukur hambatan suatu komponen.3) Pengukuran komponen dilakukan secara paralel dengan tidak boleh menyentuh kedua kaki komponen yang akan diukur. kemudian melihat jarum ukur. 4) Karena manusia mempunyai hambatan. sehingga akan mengurani hasil pengukuran. d. Ketika jarum tidak menunjukkan angka nol sebelah kanan maka potensio kalibrasi ohmmeter diputar hingga jarum menunjuk angka nol. Lembar Kerja Belajar 2 1) Alat dan Bahan a) Ohmmeter b) Komponen elektronika 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack b) Perhatikan instruksi dari pengajar c) Jangan mematahkan kaki komponen d) Perhatikan pemilihan selektor pengali. Tugas Belajar 2 1) Pelajari alat ukur ohmmeter pada referensi-referensi yang relevan.

dioda zener. Gambar 14. dioda germanium.3) Langkah kerja a) Siapkan alat dan bahan b) Posisikan alat ukur pada ohmmeter c) Posisikan selektor pengali pada x1. lakukan kalibrasi dengan cara hubungkan kedua kabel probe (hitam dan merah). Dioda (Si dan Ge) bias Maju (forward bias) (a) Gambar 16. d) Lakukan pengecekan pada dioda silikon. amati jarum menyimpang ke kanan. Jika belum “nol” maka putarlah potensio kalibrasi hingga jarum menunjuk “nol”. (a) LED bias Maju (b) (b) LED bias mundur 23 . Dioda ( Si dan Ge) bias mundur (reverse bias) Gambar 15. LED.

(a) LED bias Maju (b) (b) LED bias mundur ** Penting untuk diperhatikan bahwa Probe Merah pada Ohmmeter mengandung baterai Negatip dan Probe Hitam mengandung baterai Positip.(a) Gambar 17. Pengecekan Dioda Jenis Dioda Silikon Germanium LED zener Konfigurasi Bias maju Bias mundur Bias maju Bias mundur Bias maju Bias mundur Bias maju Bias mundur Bergerak Ya/ Tidak Keterangan Menyala Ya/ Tidak Kondisi Baik/ buruk e) Tentukan nilai resistor (10 buah) berdasar kode warna. Pengamatan Resistor No Kode Warna 1 Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 24 Hasil Baca Toleransi Max-Min Ukur Kondisi . lengkap dengan keterangannya (pengali dan hasil ukur). kemudian gambarlah sketsa pengukurannya. Masukkan hasil pengamatan pada tabel berikut ini: Tabel 1. g) Masukkan hasil pengamatan pada langkah e dan f pada tabel di bawah ini! Tabel 2. dan hitunglah besar toleransinya! f) Ukurlah ke-10 resistor tersebut (pada langkah nomor ‘e’).

Pengamatan kaki basis Transistor Kode Seri dan sketsa Transistor Probe Merah 1 Probe Hitam 2 25 Keterangan (gerak/ diam) Kaki Basis Kondisi (baik/ buruk) . (a) Gambar 18. Pengamatan dilakukan pada pergerakan jarum pengukuran. (a) Kapasitor polar bias Maju (b) (b) Kapasitor polar bias mundur i) Masukkan hasil pengamatan pada tebel berikut ini! Tabel 3. Pengamatan Kapasitor Nilai Jenis (polar/non) Pengali (Ω) Pengisian (detik) Pengosongan (detik) Pengukuran kapasitansi j) Lakukan pengukuran pada transistor untuk menentukan kaki basis transistor.2 Gelang 4 (Gelang 5) Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 Gelang 4 (Gelang 5) dst h) Lakukan pengecekan dan pengamatan pada komponen kapasitor (C). kemudian tentukan tipenya! Tabel 4. Lakukan pengamatan terhadap waktu yang dibutuhkan untuk mengisi muatan (bias maju) dan waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan muatan (bias mundur).

Kegiatan Belajar 3: Alat Ukur Ohmmeter (Bagian 3) a. 3. Tujuan Pemelajaran 3 1) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian resistor secara seri.1 2 3 2 1 3 3 1 2 Transistor 2 1 2 3 2 1 3 3 1 2 dst 3 1 1 3 2 1 2 3 2 3 1 1 3 2 1 2 3 k) Tentukan kaki-kaki emitor dan colektor dari hasil uji langkah no (j). paralel dan campuran 2) Mahasiswa mampu mengukur hambatan total pada rangkaian resistor 26 .

sehingga resistor yang terangkai seri akan mempunyai hambatan total yang merupakan penjumlahan dari resistor yang diserikan. Uraian Materi Belajar 3 Rangkaian resistor mempunyai dua bentuk konfigurasi. Gambar 19. Dari gambar 19 dapat dirumuskan: ∑ -------------------------.(rumus 1) Sifat rangkaian paralel adalah saling mengurangkan hambatan. resistor yang dirangkai paralel akan mempunyai hambatan total di bawah nilai resistor terkecil pada rangkaian tersebut. diantaranya: konfigurasi seri (deret) dan konfigurasi paralel (berjajar). Pada gambar 20 dapat dirumuskan: 27 . Rangkaian Seri Gambar 20.b. Rangkaian Pararel Gambar 21. Rangkaian Campuran Sifat rangkaian seri adalah menjumlah hambatan. Dapat diartikan bahwa rangkaian seri digunakan untuk mendapatkan nilai R tertentu dari gabungan beberapa resistor secara seri.

yaitu rangkaian berbentuk deret. Hambatan total yang dihasilkan adalah penjumlahan seluruh resistor. Kunci Jawaban 3 1) Konfigurasi rangkaian resistor ada dua yaitu seri dan paralel. 3) Rangkaian campuran. Hambatan total yang dihasilkan adalah sesuai dengan bentuk konfigurasinya. Test formatif 3 1) Sebutkan bentuk konfigurasi rangkaian resistor! 2) Tuliskan rumus penyelesaian gambar 21. yaitu rangkaian resistor yang mempunyai konfigurasi perpaduan antara seri dan paralel. yaitu: 1) Rangkaian seri. Lembar Kerja Belajar 3 1) Alat dan Bahan 28 . 2) ∑ 3) ∑ ( ( ) ) ------------------------------------(rumus 3) atau 2. kemudian diseri lagi dengan dua buah resistor tersusun paralel dengan nilai masing-masing 2 Kohm? e. pada intinya kedua perhitungan secara seri dan paralel digabungkan menjadi satu. Hambatan total yang dihasilkan di bawah dari nilai resistor terkecil. 2) Rangkaian paralel. d. Rangkuman Materi Belajar 3 Terdapat dua macam konfigurasi rangkaian resistor.∑ ( ) ----------------------------------------------------. yaitu rangkaian berbentuk jajar. dan gabungan keduanya yaitu campuran. 3) Jika masing-msing R mempunyai nilai 1 KOhm.(rumus 2) c. berapa hambatan totalnya? f.3333 Kohm g. Tugas Belajar 3 1) Carilah dan gambarkan 5 model rangkaian resistor! 2) Hitunglah hambatan total dari rangkaian tersebut (soal no 1)! 3) Berapakah nilai hambatan total jika diketahui dua resistor dengan nilai 1 Kohm terhubung secara seri.

skema 3.a) Multitester (Ohmmeter) b) Papan rangkaian c) Beberapa resistor 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack b) Perhatikan instruksi dari pengajar c) Jangan mematahkan kaki komponen d) Perhatikan pemilihan selektor pengali.skema 3.skema 3.2 -----------------------------.1 ------------------------------------------------. 3) Langkah Kerja a) Susunlah skema rangkaian di bawah ini pada papan rangkaian! -------------.4 ------------.3 ---------------.skema 3.skema 3.5 b) Tentukan nilai-nilai resistor yang Anda pasang (bebas). dan cantumkan pada gambar skema Anda! c) Hitung dan ukurlah hambatan total rangkaian! 29 . untuk menghindari shock ukur e) Matikan ohmmeter pada posisi off ketika selesai menggunakannya.

satuan V I = arus (Ampere). Uraian Materi Belajar 4 Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik. Tujuan Pemelajaran 4 1) Mahasiswa menguasai alat ukur voltmeter DC 2) Mahasiswa mampu mengeset keluaran adapator variabel sebagai sumber tegangan 3) Mahasiswa mampu mengukur tegangan tiap komponen dalam rangkaian 4) Mahasiswa mengetahui sifat tegangan pada rangkaian seri dan paralel 5) Mahasiswa menguasai alat ukur voltmeter AC 6) Mahasiswa mampu mengukur tegangan efektif transformator 7) Mahasiswa mengetahui perbedaan transformator CT dan transformator tunggal b. Masing-masing mempunyai fungsi sama hanya bentuk sumber listriknya saja yang berbeda. Accumulator dan lain-lain. Sumber listrik ini bisa dijumpai pada jala-jala listrik PLN seperti output dari Transformator. berikan kesimpulan dan alasan Anda! 4. satuan A R = hambatan (resistansi). Sedangkan tegangan AC ( alternating current) adalah sebuah sumber listrik arus bolak balik. AC) a. Hubungan ketiga variabel tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------. Voltemeter dibedakan menjadi dua menurut variabelnya yaitu: voltmeter DC dan voltmeter AC. Generator Listrik (Genset) dan lain-lain.d) Bandingkan hasil ukur dan hasil perhitungan.(rumus 4) V = tegangan (volt). Kegiatan Belajar 4: Alat Ukur Voltmeter (DC. Sumber arus ini bisa dijumpai pada Adaptor. baterai. Hubungan antara arus. Tegangan DC (direct current) adalah sebuah sumber listrik arus searah. tegangan dan hambatan dapat dijelaskan melalui hukum ohm tentang arus dan tegangan. satuan Ω 30 .

5 10 50 250 1000 Nilai skala per strip normal 0-10 0. Batas Ukur Voltmeter.25 2. Tabel 5.2 0-50 1 1 1 1 1 1 1 0-250 5 5 5 5 5 5 5 Voltmeter AC Batas Ukur 10 50 250 750 Nilai skala per strip normal 0-10 0.2 0.2 0.1 0.Di dalam alat ukur voltmeter (analog) ini terdapat beberapa batas ukur pengukuran.2 0.5 KV AC.2 0. sehingga memungkinkan alat tersebut untuk dapat digunakan dalam pengukuran tegangan berskala besar bahkan hingga 250 KV DC dan 187.2 0.2 0. skala dan pembagian nilai skala (diambil contoh dari Voltmeter DC SANWA YX360TRF) Voltmeter DC Batas Ukur 0.2 0-50 1 1 1 1 0-250 5 5 5 5 Pengali atau pembagi 0-10 :1 X5 X 25 X 75 0-50 :5 X1 X5 X 15 0-250 : 25 :5 X1 X3 Pengali atau pembagi 0-10 : 100 : 40 :4 :1 X5 X 25 X 100 0-50 : 500 : 200 : 20 :5 X1 X5 X 20 0-250 : 2500 : 1000 : 100 : 25 :5 X1 X4 31 .2 0.2 0.2 0.

blogspot.5 :3 :4 : (penunjukan jarum ukur ): (pembagi) : 3/4  0.com/_jolKCzsLInk/TDWl7aAFD_I/AAAAAAAAAJU/wIjMVdElb54/s1600/P708117 7. Multimeter analog http://2.Gambar 22.75 volt.JPG Contoh pengukuran: R1 + Vcc Hasil ukur penunjukan jarum pada gambar di atas dapat dihitung pada 3 skala:  Skala 0-10 Batas ukur (BU) Jarum ukur Pembagi/ pengali Hasil ukur : 2.bp. 32 .

5 : 15 : 20 : (penunjukan jarum ukur ): (pembagi) : 15/20  0. Tugas Belajar 4 1) Pelajari hukum kirchoff tentang tegangan! 2) Pelajari cara perhitungan tegangan resistor pada rangkaian! 33 . : 2. sehingga diantara ketiga skala bisa digunakan salah satu saja. Untuk mencari nilainilai tersebut dapat dihitung dengan rumus di bawah ini: √ --------------------------------------------------(rumus 5) --------------------------------------------------(rumus 6) c. jala-jala listrik PLN. baterai. 3) Contoh sumber tegangan DC: adaptor. Kesimpulan: hasil pembacaan pada ketiga skala adalah sama.75 volt. Skala 0-50 Batas ukur (BU) Jarum ukur Pembagi/ pengali Hasil ukur  Skala 0-250 Batas ukur (BU) Jarum ukur Pembagi/ pengali Hasil ukur : 2. Nilai tegangan terukur pada sumber arus searah (DC) dinamakan tegangan efektif. begitu pula pada pengukuran tegangan pada sumber arus listrik bolak balik (AC).75 volt. generator set 5) Pengukuran tegangan harus menyesuaikan kemampuan alat ukur dengan melihat batas ukur. Akan tetapi pada pengukuran tegangan AC dapat diketahui besaran-besaran lain seperti tegangan maksimal (Vmax) dan Amplitudo (A). d. accumulator 4) Contoh sumber tegangan AC: transformator. Rangkuman Materi Belajar 4 1) Voltmeter adalah alat ukur tegangan listrik. 6) Salah dalam pemilihan batas ukur akan mengakibatkan hasil yang kurang akurat atau bahkan akan merusak alat ukur tersebut. 2) Voltmeter dibedakan menjadi dua yaitu voltmeter DC dan voltmeter AC.5 : 75 : 100 : (penunjukan jarum ukur ): (pembagi) : 75/100  0.

Perhatikan apakah jarum menunjuk pada angka nol sebelah kiri atau tidak. jika tidak maka atur trimpot yang ada di bawah kaca panel skala sehingga jarum ukur tepat berhimpit pada angka nol. 3) Cara ukur tegangan pada komponen adalah dengan cara diparalel dengan voltmeter. Test Formatif 4 1) Apakah fungsi voltmeter ? 2) Sebutkan cara kalibrasi voltmeter! 3) Jelaskan bagaimana cara ukur tegangan sustu komponen disertai gambar! 4) Tuliskan rumus V! f. 2) Kalibrasi voltmeter analog dengan cara melihat jarum ukur pada panel. Lembar Kerja belajar 4 1) Alat dan Bahan a) Multimeter (voltmeter) b) Papan rangkaian c) Adaptor dc variabel 34 . R1 + Vcc 4) Rumus tegangan: g. Kunci Jawaban 4 1) Voltmeter berfungsi sebagai alat pengukur tegangan.3) Amati alat ukur voltmeter yang Anda miliki atau yang tersedia di laboratorium! e.

c) Jangan mematahkan kaki komponen. 3) Langkah Kerja a) Ukurlah tegangan maksimal dan minimal adapator variabel.1 --------------------------------------. transformator dari sumber tegangan AC jika sudah selesai. kemudian gambar sketsa pengukurannya dan tentukan berapa hasil ukurnya! b) Aturlah keluaran adaptor 2V.skema 4.skema 4. d) Perhatikan pemilihan batas ukur.7V. 5V.2 35 . 9V. 12V c) Rangkaialah skema rangkaian di bawah ini: --------------------------------------. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. 3. e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik. f) Matikan adaptor.d) transformator e) Komponen resistor f) Kabel jumper/ kabel penghubung 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack.

Ampermeter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil.skema 4.3 d) Ukurlah besar tegangan tiap-tiap R pada rangkaian di atas.edukasi. sedangkan untuk arus yang besar ditambahkan dengan hambatan shunt.net). Amperemeter biasanya dipasang secara seri (berderet) dengan elemen listrik. amperemeter biasanya digunakan untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar. Uraian Materi Belajar 5 Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik (http://www.----------------------------------. Dalam praktikum sumber listrik arus searah . disertai sketsa ukurnya! e) Hitunglah besar tegangan tiap-tiap R pada rangkaian di atas! f) Buatlah kesimpulan dari hasil praktik Anda!  Jelaskan mengenai besar tegagan pada rangkaian paralel 1  Jelaskan mengenai besar tegangan pada rangkaian seri !  Jelaskan dari hasil praktek mengenai hukum kirchof tentang tegangan! g) Ukurlah keluaran transformator CT sebanyak 6 kombinasi! h) Gambarlah sketsa ukurnya! i) Hitung tegangan maksimal masing-masing pengukuran! 5. 36 . Tujuan Pemelajaran 5 1) Mahasiswa menguasai alat ukur Amperemeter 2) Mahasiswa mampu mengukur arus tiap komponen dan arus total rangkaian 3) Mahasiswa mengetahui sifat arus pada rangkaian seri dan paralel b. Kegiatan Belajar 5: Alat Ukur Amperemeter DC a.

2 0. Amperemeter akan lebih riskan terjadi kerusakan daripada volmeter.2 0. Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. hanya saja berbeda pada satuan arusnya tergantung pada satuan yang terdapat pada batas ukur. Sedangkan cara membaca nilai ukur amperemeter sama dengan pembacaan hasil ukur tegangan. cara mengukur arus adalah dengan cara menserikan amperemeter pada komponen yang akan diukur arusnya. Sama halnya dengan voltmeter.2 0-50 1 1 1 1 0-250 5 5 5 5 Pengali atau pembagi 0-10 x (5) : (4) x (2. Batas Ukur Amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar pula simpangannya.5m 25m 0.5) : (40) 0-50 x (10) : (20) : (2) : (200) 0-250 : (5) : (100) x (10) : (1000) 37 . skala dan pembagian nilai skala (diambil contoh dari Voltmeter DC SANWA YX360TRF) Amperemeter DC Batas Ukur 50 µ 2. yaitu: ---------------------------------------------------------------------(rumus 7) Berbeda dengan cara ukur tegangan.2 0.25 Nilai skala per strip normal 0-10 0. Tabel 6.Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Kesalahan sedikit saja akan bisa membuat fuse/sekring amperemetermenjadi putus. lebih parah lagi apabila sampai jarum penunjuk putus. Dari rumus 4 dapat dihitung besar arus suatu sumber atau suatu komponen. amperemeter mempunyai batas ukur maksimal yang ditunjukkan pada selector switch.

1 3) Jika pada skema 5. 2) Cara ukur arus adalah secara berderet pada komponen yang akan diukur 38 . --------------------------------------------------. Tugas Belajar 5 1) Pelajari hukum kirchoff tentang arus! 2) Pelajari cara perhitungan arus resistor pada rangkaian! 3) Amati alat ukur amperemeter yang Anda miliki atau yang tersedia di laboratorium! e. Kunci Jawaban 5 1) Amperemeter adalaha alat ukur arus pada suatu sumber listrik atau komponen.1 diberikan nilai V1 = 5 volt dan R1 = 1Kohm berapa besar IR1 ? f. 3) Batas ukur yang digunakan harus disesuaikan dengan besar arus yang akan diukur. Rangkuman Materi Belajar 5 1) Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar arus suatu sumber atau komponen. Tes Formatif 5 1) Apakah yang dimaksud dengan Amperemeter? 2) Dimanakah letak amperemeter pada rangkaian berikut ini ketika mengukur arus R1. 2) Cara ukur arus adalah dengan cara menserikan alat ukur amperemeter pada komponen atau sumber arus yang akan diukur.c. d. karena kesalahan pemakaian batas ukur yang terlalu kecil dari besar arus yang diukur akan menyebabkan kerusakan pada amperemeter.skema 5.

e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. Lembar Kerja 5 1) Alat dan Bahan a) Multimeter (amperemeter) b) Papan rangkaian c) Adaptor dc variabel d) Komponen resistor e) Kabel jumper/ kabel penghubung 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. f) Matikan adaptor jika sudah selesai. 3) Langkah Kerja a) Susunlah rangkaian di bawah ini pada papan rangkaian: 39 . d) Perhatikan pemilihan batas ukur. Sehingga dengan menggunakan rumus 7 dapat dicari arus resistor tersebut: g.3) Karena skema di atas merupakan skema tunggal (1 sumber dengan 1 beban) maka arus resistor (IR ) sama dengan arus sumber (IT). c) Jangan mematahkan kaki komponen.

skema 5. mengenai:  Jelaskan mengenai besar arus pada rangkaian paralel 1  Jelaskan mengenai besar arus pada rangkaian seri !  Jelaskan dari hasil praktek mengenai hukum kirchof tentang arus! 6. Kegiatan Belajar 6: Rangkaian Dioda a. Tujuan Pemelajaran 6 1) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian R dan Dioda pada bias maju dan mundur 40 .skema 5.2 -------------------------------. dengan menyertakan sketsa pengukurannya! c) Hitunglah arus tiap-tiap resistor pada rangkaian-rangkaian di atas! d) Buatlah kesimpulan dari hasil praktikum.--------------------------------------.3 b) Ukurlah arus tiap resistor pada rangkaian-rangkaian di atas.1 --------------------------------------.skema 5.

Dikatakan dioda terbias maju ketika kaki anoda disambung dengan sumber listrik positip dan kaki katoda disambung dengan sumber listrik negatip. c. Uraian Materi Belajar 6 Dioda dapat dikonfigurasi pada dua jalan. Misal. yaitu sumber listrik positip disambung dengan kaki katoda dan sumber listrik negatip disambung pada kaki anoda. Kebalikan dari bias maju adalah bias mundur. Penggunaan bias maju dan mundur tergantung pada dioda tersebut difungsikan sebagai apa dalam sebuah rangkaian. dioda jenis zener akan terbias mundur ketika dia digunakan pada sebuah rangkaian regulator. Umumnya di pasaran tegangan zener berkisar diantara 2 volt s/d 200 volt. untuk dioda germanium mempunyai tegangan saturasi 0. (a) (b) Gambar 23. 41 .3 volt. Rangkuman Materi Belajar 6 1) Dioda dapat diaktifkan dengan dua cara yaitu bias maju dan bias mundur.7 volt. (a) Dioda bias maju (b) Dioda bias mundur Dioda dari bahan silikon mempunyai tegangan saturasi 0. yaitu bias maju (forward) dan bias mundur (reverse). dioda jenis LED mempunyai kebutuhan tegangan ± 2 Volt. sedangkan untuk dioda zener mempunyai tegangan breakdown (bias mundur) sesuai dengan tipe dioda zener itu sendiri.2) Mahasiswa mampu mengukur tegangan dan arus komponen dioda dan resistor 3) Mahasiswa mengetahui perbedaan tegangan saturasi beberapa macam dioda 4) Mahasiswa mengetahui tegangan breakdown dioda zener 5) Mahasiswa mengetahui kebutuhan tegangan pada dioda jenis LED 6) Mahasiswa mampu merancang rangkaian driver LED 7) Mahasiswa mampu merancang rangkaian regulator zener b.

dan mempunyai tegangan breakdown (Vdr) sebesar tegangan zener sesuai dengan tipenya. 4) Dioda zener mempunyai tegangan (Vdf) sebesara 0. Tugas Belajar 6 1) Tuliskan 5 tipe dioda silikon dan tuliskan datasheet nya! 2) Tuliskan 2 tipe dioda germanium dan tuliskan datasheet nya! 3) Tuliskan 5 tipe dioda zener dan tuliskan datasheet nya! 4) Tuliskan datasheet dari beberapa macam LED berdasar warnanya! e. Berapakah R1 yang harus dipasangkan? 4) Apa yang terjadi ketika Lampu di-seri dengan dioda silikon.3 volt. jelaskan menurut gambar di bawah ini: (a) 5) Jelaskan gambar di bawah ini: (b) 42 . d.8 volt. Test Formatif 6 1) Bagaimanakah cara mengaktifkan dioda? Sebutkan dan jelaskan! 2) jelaskan fungsi resistor pada rangkaian di bawah ini: 3) Jika pada soal no. 3) Dioda dari bahan germanium mempunyai tegangan (Vdf) sebesar 0.2) Dioda dari bahan silikon mempunyai tegangan (Vdf) sebesar 0.2 diberikan tegangan sumber (Vs) = 7 volt dengan arus dioda silikon (Id) = 15 mA.7 volt.

(a) f. Kunci Jawaban 6 1) Ada dua cara:

(b)

a) Bias maju (forward bias) : yaitu kaki anoda disambung dengan sumber listrik positip, dan kaki katoda disambung dengan sumber listrik negatip. b) Bias mundur (reverse bias) : yaitu kaki anoda diasmbung dengan sumber listrik negatip, dan kaki katoda disambung dengan sumber listrik positip. 2) Fungsi resistor pada rangkaian tersebut adalah sebagai pembatas arus, jika arus yang mengalir pada rangkaian melebihi dari arus dioda yang diijinkan maka akan dibuang panasnya melalui resistor. 3) Vs = 7 V Id = 15 mA Vd = 0,7 V (dioda silikon) R1? Jawab: Vs = Vd + VR 7V = 0,7V + VR VR = 7V – 0,7V = 6,3 Volt Id = 15 mA, arus pada resistor adalah sama dengan Id karena

terangkai seri dan Id merupakan arus sumber karena rangkaian tersebut merupakan rangkaian seri tunggal tidak bercabang. VR 6,3V = IR x R = 15mA x R

R = 6,3V / 15mA = 420 Ω Sehingga R yang dibutuhkan sebagai pembatas arus Dioda adalah 420 Ω.
43

4) Pada gambar (a) dioda silikon terbias maju terhadap Lampu, sehingga lampu tersebut akan tetap menyala walaupun tegangan seumber telah dikurangi 0,7 volt yang merupakan tegangan dioda. Pada gamabr (b) dioda silikon terbias mundur terhadap lampu, sehingga lampu akan Mati karena dioda silikon terbias mundur berfungsi sebagai saklar terbuka. 5) Pada gambar (a), dioda zener terbias maju. Jika Vs > VDz maka tegangan dioda zener sebesar 0,8 Volt. Pada gambar (b), dioda zener terbias mundur. Jika Vs>VDz maka tegangan dioda yang muncul akan sama dengan tegangan zener itu sendiri. g. Lembar Kerja Belajar 6 1) Alat dan Bahan a) Dioda (silikon, germanium, zener, LED) b) Resistor c) Papan rangkaian d) Kabel penghubung/ jumper e) Adaptor variable f) Voltmeter, amperemeter 2) Kesalamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. c) Jangan mematahkan kaki komponen. d) Perhatikan pemilihan batas ukur pada alat ukur e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik. f) Matikan adaptor jika sudah selesai. 3) Langkah Kerja Tegangan saturasi Dioda a) Rangkailah sirkuit di bawah ini (bias maju dan mundur), kemudian ukurlah VD , ID dan masukkan hasilnya ke dalam tabel 7!

44

---- skema Dioda Si, Ge - 6.1

--- skema Dioda Zener – 6.2

Tabel 7. Pengamatan dioda Silikon Germanium Vs (volt) 0 0,2 0,3 0,5 0,7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 b) Amati kebutuhan tegangan pada beberapa macam warna LED Dioda Silikon forward reverse Vd Id Vd Id Dioda Germanium forward reverse Vd Id Vd Id Dioda Zener forward reverse Vd Id Vd Id

----------------------------------- skema LED – 6.3
45

Uraian Materi Belajar 7 Penyearah dioa tanpa filter Salah satu fungsi dioda adalah sebagai penyearah. kemudian ukurlah tegangan dan arus LED tersebut! Tabel 8. Dalam hal ini dioda yang digunakan adalah dioda silicon. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian penyearah dioda dengan filter kapasitor.Putarlah pengatur tegangan pada adapator variable hingga didapatkan nyala LED dalam tiga keadaan. 4) Mahasiswa mampu merangkai dan mengukur rangkaian penyearah dengan regulator b. Pilih salah satu warna LED! d) Rancanglah sebuah regulator zener dengan keluaran 7. Kegiatan Belajar 7: “Penyearah Dioda” a. Tujuan Pemelajaran 7 1) 2) 3) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian penyearah dioda tanpa filter kapasitor. Ada dua macam konfigurasi dasar dari penyearah dioda tanpa filter ini. Led Kuning Vd Id Led Merah Vd Id Led Hijau Vd Id ----------------------------------.4 7.5 Volt untuk ID = 17 mA. yaitu half wave rectifier (penyearah setengah gelombang) dan full wave rectifier (penyearah gelombang penuh). Fungsi penyearah adalah sebagai pengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.5 volt. berdasar hasil praktek no. Mahasiswa mengetahui perbedaan tegangan output yang dihasilkan oleh kedua penyearah tersebut. b (tabel 8) yang tersambung pada tegangan sumber 7. 46 . Pengamatan dioda LED Nyala Redup Terang Sangat Terang Perancangan Driver Dioda c) Rancanglah sebuah driver LED.skema 6.

Bentuk gelombang AC VPP VP VRMS = Voltage Peak to Peak = tegangan puncak ke puncak (amplitudo). = ½ VPP = tegangan puncak (Vm) = Veff = tegangan efektif (tegangan kerja) √ Vm Vdc 180 360 180 360 Gambar 25.Gambar 24. Skema Penyearah gelombang setengah dan bentuk gelombang outputnya 47 .

Skema Penyearah gelombang penuh 4 dioda dan bentuk gelombang outputnya Penyearah Dioda dengan filter Kapasitor Bentuk gelombang output pada penyearah tanpa filter menunjukkan bahwa tegangan dc yang dihasilkan belum menunjukkan garis lurus. Fungsi kapasitor pada penyearah adalah sebagai penyaring gelombang output. sehingga hasil tegangan yang dihasilkan akan lebih halus dan membentuk garis lurus. karena salah satu ciri dari gelombang dc adalah tidak mempunyai frekuensi.Gambar 26. Skema Penyearah gelombang penuh 2 dioda dan bentuk gelombang outputnya Gambar 27. 48 .

Rangkaian penyearah dengan filter akan menhasilkan tegangan dc yang halus. Skema Penyearah gelombang penuh 4 dioda dengan filter kapasitor Penyearah Teregulasi Rangkaian penyearah berfungsi untuk menghasilkan tegangan searah yang diperoleh dari perubahan tegangan AC dari jala-jala PLN melalui transformator stepdown. Bentuk Gelombang ripple pada sinyal DC Gambar 30. yaitu akan menghasilkan ripple yang kecil.Gambar 28. Bentuk Gelombang DC ideal Akan tetapi dalam garis lurus tersebut masih terdapat gelombang ac yang masih tertinggal. 49 . Jika diperbesar maka bentuk gelombang riak adalah sebagai beikut : Gambar 29. dinamakan dengan ripple / riak. sehingga output dari rangkaian penyearah dengan filter akan menghasilkan bentuk garis lurus.

2) Penyearah dioda dibedakan menjadi dua yaitu penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh. Regulator zener 2. Tugas Belajar 7 1) Gambarkan sebuah rangkaian penyearah simetris dengan filter kapasitor pada konfigurasi satu dioda! 50 . Rangkaian regulator simetris 5 volt c. Regulator simetris (78xx. Regulator tegangan berfungsi menghasilkan tegangan output DC yang sesuai dengan keinginan kita atau sesuai dengan kebutuhan. LM317. dll Gambar 31. Regulator variable IC LM723. d. Regulator zener dengan pass transistor 3. 79xx) 4.Setelah tegangan DC yang halus diperoleh maka output dari penyearah ini dapat dismbungkan pada rangkaian regulator. Macam-macam rangkaian regulator: 1. Rangkuman Materi Belajar 7 1) Rangkaian penyearah digunakan untuk menghasilkan atau mengubah masukan bentuk AC mejadi DC. 3) Fungsi filter kapasitor pada penyearah adalah sebagai penghalus keluaran penyearah sehingga dihasilkan keluaran DC yang ideal dengan ripple mendekati nol 4) Hasil penyearahan dapat ditentukan pada nilai tertentu dengan menambahkan sebuah komponen regulator.

dioda zener. 2) Rangkaian penyearah setengah gelombang (1 dioda) dan rangkaian penyearah gelombang penuh (2 dioda dan 4 dioda).2) Gambarkan sebuah penyearah yang memanfaatkan IC LM317 sebagai regulatornya! 3) Gambarkan sebuah penyearah yang memanfaatkan IC LM723 sebagai regulatornya! e. g. contoh: adaptor dll. IC LM317. yaitu tegangan (+) dan tegangan (-) dan (0) sebagai ground nya. Kunci Jawaban 7 1) Rangkaian penyearah adalah sebuah rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengubah sinyal AC menjadi sinyal DC. 3) Komponen regulator berfungsi sebagai penghasil tegangan output DC tertentu sesuai dengan tipe komponen regulator tersebut. Test Formatif 7 1) Apakah yang dimaksud dengan rangkaian penyearah! 2) Sebutkan macam-macam rangkaian penyearah! 3) Apakah fungsi komponen regulator pada penyearah? 4) Apakah yang dimaksud dengan penyearah simetris? 5) Sebutkan beberapa contoh komponen regulator! f. IC LM723. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. 4) Penyearah simetris adalah sebuah penyearah yang menghasilkan 2 output tegangan DC. Lembar Kerja Belajar 7 1) Alat dan Bahan a) Voltmeter dan amperemeter b) Papan rangkaian c) Kabel jumper d) Dioda silikon e) Resistor f) Kapasitor g) IC regulator 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. 51 . 5) Komponen regulator: IC LM78xx dan 79xx.

2 -----------------. f) Berhati-hatilah dengan transformator.skema 7.skema 7. kemudian ukur besar tegangan outputnya dan masukkan ke dalam tabel 9. 3) Langkah Kerja a) Susunlah rangkaian berikut ini. d) Perhatikan pemilihan batas ukur pada alat ukur e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik.skema 7.3 Tabel 9. -----------------. Pengamatan penyearah tanpa filter RL 560 Ω 1 KΩ 1K5 Ω 15 KΩ 52 Veff Ukur 1 dioda VDC 2 Dioda VDC 4 Dioda VDC .1 -----------------.c) Jangan mematahkan kaki komponen.

dan ukurlah tegangan outputnya! skema 7. ---------.skema 7. RL berubah-ubah. Adakah pengaruhnya terhadap VDC ? g) Susunlah rangkaian berikut ini.4 Tabel 11.5 53 .b) Bagaimanakah pengaruh pergantian RL pada hasil VDC ? c) Diantara pengukuran-pengukuran tersebut. kemudian ukur besar tegangan outputnya dan masukkan ke dalam tabel 10. pada rangkaian manakah dihasilkan VDC tertinggi? d) Susunlah rangkaian berikut ini. C berubah-ubah. Pengamatan Penyearah 4 dioda dengan Filter kapasitor RL 1 KΩ 560 Ω 1K5 Ω 15 KΩ Capacitor 47 uF 100 uF 1000 uF 470 uF Veff Ukur VDC ukur e) Pada kondisi pertama dengan RL tetap. Adakah pengaruhnya terhadap VDC ? f) Pada kondisi kedua dengan C tetap.

Untuk mencari arus basis pada keadaan resistor basis terpasang dapat dihitung dengan persamaan : c. d. 54 . Tugas Belajar 8 1) Carilah dan gambarkan bentuk gelombang VCE ketika transistor difungsikan sebagai sebuah saklar.8. Rangkuman Materi Belajar 8 1) Transistor dalam keadaan saturasi yaitu transistor dalam keadaan ON (saklar hidup) ketika tegangan colektor-emitor (VCE) mendekati 0 volt (0. Pada saat saturasi maka arus kolektor adalah Pada saat cut off tegangan colektor emitor sama dengan tegangan sumber colektor dan arus basis mendekati nol ampere.2V). 2) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian transistor sebagai saklar 3) Mahasiswa mampu mengukur besaran-besaran pada rangkaian transistor sebagai saklar. 2) Transistor dalam keadaan cutt-off yaitu transistor dalam keadaan OFF (saklar mati) ketika tegangan colektor-emitor sama dengan tegangan sumber (VCC). Uraian Materi Belajar 8 Transistor bipolar dapat difungsikan sebagai saklar elektronik dengan memanfaatkan dua keadaan transistor yaitu keadaan saturasi (saklar tertutup) dan keadaan cut off (saklar terbuka). Tujuan Pemelajaran 8 1) Mahasiswa memahami cara kerja rangkaian transistor sebagai saklar. b. Kegiatan Belajar 8: “Transistor Sebagai Saklar” a.

g.2) Gambarkan sebuah rangkaian transistor sebagai saklar dengan tranducer LDR. Kunci Jawaban 8 1) Transistor sebagai saklar adalah memanfaatkan transistor sebagai switch yang bekerja secara elektronik dan bukan secara mekanik. amperemeter b) Papan rangkaian c) Kabel penghubung d) Adaptor variabel e) Transistor f) LED g) Resistor 55 . Lembar Kerja Belajar 8 1) Alat dan Bahan a) Voltmeter. Test Formatif 8 1) Apakah yang dimaksud dengan transistor sebagai saklar? 2) Apakah yang dimaksud dengan keadaan saturasi dan cut off pada transistor? f. e. Sedangkan keadaan cut off adalah dimana tegangan colektor-emitor mempunyai nilai yang sama dengan tegangan sumber (VCC).2 volt). 2) Keadaan saturasi adalah dimana tegangan colektor-emitor mempunyai tegangan mendekati nol (0.

Kegiatan Belajar 9: “Timer 555” a. kemudian ukurlah besaran-besaran yang ada di dalamnya! --------------------------------------. Uraian Materi Belajar 9 Timing sangat diperlukan dalam elektronika digital.1 b) Gantilah komponen LED dengan sebuah relay 9V atau 12V.skema 8. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. 56 . Tujuan Kegiatan Belajar 9 1) Mahasiswa mampu merangkai dan merancang rangkaian timer 555 2) Mahasiswa memahami cara kerja IC timer 555 b. 9. d) Perhatikan pemilihan batas ukur pada alat ukur e) Perhatikan polaritas plus dan minus jangan sampai terbalik. f) Matikan adaptor jika tidak digunakan 3) Langkah Kerja a) Susunlah rangkaian di bawah ini. Rangkaian ini harus dirancang agar berosilasi pada frekuensi tertentu. c) Jangan mematahkan kaki komponen. kemudian gantilah pada bagian kaki basis (komponen RB) dengan sebuah tranducer LDR sehingga ketika LDR terkena cahaya atau tertutup cahaya relay akan berubah kondisi. oscilator clock digunakan untuk memicu counter dan register geser.h) Relay 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack.

3) Ada tiga jenis multivibrator antara lain: astabil multivibrator. Agar dapat membentuk sinyal multivibrator. : multivibrator yang dipicu bebas pada frekuensi kerja tertentu dengan siklus kerja tertentu 3. d. dimana nilai resistor dan kapasitor eksternal tersebut akan berpengaruh pada periode sinyal yang dihasilkan. IC pembalik schmitt trigger (74HC14). dan tergantung pada sumber triger eksternal.1 c. monostable multivibrator dan bistabil multivibarator. yaitu dengan memanfaatkan waktu pengisian dan pengosongan kapasitor. Multivibrator terbagi dalam 3 golongan. Rumus untuk menghitung waktu (time) pada output multivibrator ada dua macam yaitu: waktu bawah (TLO) dan waktu tinggi (THI). berdasar pada skema 9. maka diperlukan resistor dan kapasitor eksternal. yaitu : 1. Bistabil 2.Multivibrator adalah rangkaian yang berubah antara 2 level digital. 57 . Monostabil : (one shot) pulsa keluaran tunggal pada lebar waktu tertentu Untuk membentuk multivibrator dapat dilakukan dengan menggunakan IC Timer 555. Astabil : multivibrator yang dipicu pada satu dari 2 kondisi digital. Tugas Belajar 9 1) Gambarkan ketiga rangkaian multivibrator yang tersusun dari komponen transistor. Rangkuman Materi Belajar 9 1) IC timer 555 adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai multivibrator. 2) Multivibrator adalah suatu rangkaian yang mengeluarkan tegangan berbentuk blok/ kotak. serta prosentase antara kedua pewaktuan tersebut disebut dengan duty cycle (D). IC multivibrator monostabil (74121 atau 74123) ataupun osilator kristal.

2) Rangkaian schimit trigger g. dan tergantung pada sumber triger eksternal. Kunci Jawaban 9 1) Multivibrator adalah rangkaian yang berubah antara 2 level digital. c) Jangan mematahkan kaki komponen. e.2) Apa yang dimaksud dengan astable multivibrator. rangkaian apakah yang bisa memicu bentuk tegangan blok/ kotak? f. d) Matikan adaptor jika tidak digunakan 3) Langkah Kerja a) Rangkailah multivibrator astabil berikut ini: 58 . Lembar Kerja Belajar 9 1) Alat dan Bahan a) Papan rangkaian b) Adaptor variabel c) Kabel penghubung d) IC 555 e) LED f) Resistor g) Kapasitor 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. Tes Formatif 9 1) Apakah yang dimaksud dengan multivibrator? 2) Selain multivibrator. b) Perhatikan instruksi dari pengajar. monostable multivibrator dan bistable multivibrator? 3) Tuliskan rumus-rumus yang berkenaan dengan multivibrator.

Kegiatan Belajar 10 : “Rangkaian Dimmer dan Rangkaian Flasher” a. photo SCR dan lain-lain.7kΩ R2 10kΩ 8 VCC 4 7 6 2 5 RST DIS THR TRI CON GND 1 OUT 3 LED1 680pF C1 C2 10nF LM555CN ----------. diantaranya UJT (uni junction transistor). SCR SCR atau silicon controlled rectifier mempunyai tiga terminal. SCR dapat digunakan untuk penghubung arus pada beban yang dihubungkan pada sumber tegangan AC. SCR tepat digunakan sebagai saklar solid state dan dikategorikan menurut jumlah arus yang dapat beroperasi.skema 9. Uraian Materi Belajar 10 Banyak sekali jenis thyiristor. sedangkan arus tinggi dapat menangani arus beban ribuan ampere. THI . diantaranya: anoda. TRIAC dan DIAC. SCR arus rendah dapat beroperasi dengan arus anoda kurang dari 1 ampere. maka hanya dapat menghantarkan setengah dari gelombang input AC. 59 . antara hidup dan matinya! c) Hitunglah TLO . SCR) 2) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian dimmer lampu 220V 3) Mahasiswa mampu merangkai rangkaian flasher lampu 220V (MOC. Timer) b. triac.1 b) Amati waktu nyala LED.VCC 6V U1 R1 4. katoda dan gate. Tujuan Kegiatan Belajar 10 1) Mahasiswa mengetahui jenis-jenis thyristor (Diac. GTO (gate turn off gate). Karena SCR adalah penyearah. D dan T nya! d) Rancanglah sebuah multivibrator dengan D = 50% dan T = 1 detik 10. TRIAC. Akan tetapi pada bab ini akan diulas mengenai macam-macam thyiristor jenis SCR.

1987). Gambar 32. Simbol SCR Gambar 33. SCR memerlukan penggeser fasa supaya mempunyai output yang variabel. (Irving. output maksimum yang diberikan adalah 50%. Perhitungan komponen pendukung SCR DIAC DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR. SCR adalah komponen yang prinsip kerjanya mirip dengan dioda namun dilengkapi dengan gate untuk mengatur besarnya fasa yang dilalukan. Ketika SCR dihubungkan pada sumber tegangan AC. bentuknya adalah bentuk gelombang DC yang berdenyut setengah gelombang. Simbol DIAC 60 . SCR dapat juga digunakan untuk merubah atau mengatur jumlah daya yang diberikan pada beban. namun memiliki dua terminal (elektroda) saja yaitu T1 dan T2.Oleh karena itu. Gambar 34.

TRIAC merupakan dua buah SCR yang dihubungkan secara paralel berkebalikan dengan terminal gate bersama. sebuah TRIAC akan tetap bekerja selama arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih besar dari arus penahan (IH) walaupun arus gate dihilangkan. TRIAC banyak digunakan pada rangkaian pengedali dan pensaklaran.Umumnya DIAC digunakan sebagai pemicu TRIAC supaya ON pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi (misal pada rangkaian dimmer). Setelah terkonduksi. flasher lampu yang digabungkan dengan aplikasi IC 555. Rangkuman Materi Belajar 10 1) Macam-macam thyristor antara lain: a) UJT b) GTO c) Photo SCR 61 . TRIAC TRIAC tersusun dari lima buah lapis semikonduktor yang banyak digunakan pada pensaklaran elektronik. Berbeda dengan SCR yang hanya melewatkan tegangan dengan polaritas positif saja. begitu juga sebaliknya. Simbol DIAC Pemanfaatan pada komponen thyristor umumnya berhubungan dengan variabel tegangan AC. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi directional. c. serta dapat dihidupkan dengan menggunakan tegangan bolak-balik pada Gate. tetapi TRIAC dapat dipicu dengan tegangan polaritas positif dan negatif. Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) TRIAC adalah dengan mengurangi arus IT di bawah arus IH. seperti dimmer lampu. T1 TRIAC G T2 Gambar 35. TRIAC hanya akan aktif ketika polaritas pada Anoda lebih positif dibandingkan Katodanya dan gate-nya diberi polaritas positif. dan sebagainya.

terminal pada Triac adalah T1-T2-Gate. 2) Struktur thyiristor menurut bahannya: Struktur thyristor dari transistor: 62 .d) SCR e) Triac f) Diac 2) Terminal pada SCR adalah Anoda-Katoda-Gate. Kunci Jawaban 10 1) PUT kependekan dari Programable Uni Junction Transistor. Tes Formatif 10 1) salah satu macam thyristor adalah jenis PUT. 3) Carilah dan tuliskan cara pengecekan SCR. 3) Contoh aplikasi pada macam-macam thyristor adalah rangkaian aplikasi dimmer dan flasher. sebutkan dengan gambar! f. Jadi PUT adalah salah satu macam thyristor jenis UJT yang bisa dijalankan melaui sebuah program. Triac dan Diac. e. d. apakah PUT itu? 2) Gambarkan struktur thyristor menurut bahannya dan equivalensi dari transistor! 3) Bagaimanakah car uji SCR. terminal pada Diac adalah T1T2. Tugas Belajar 10 1) Gambarkan pembentukan macam-macam thyristor dari bahannya! 2) Carilah rangkaian aplikasi SCR.

Diac h) MOC 3041 i) IC 555 2) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. Lembar Kerja Belajar 10 1) Alat dan Bahan a) Papan rangkaian b) Catudaya DC clock c) Sumber listrik 220V d) Lampu pijar e) Papan rangkaian f) Kabel penghubung g) SCR. 63 . b) Perhatikan instruksi dari pengajar. Triac.3) Cara uji SCR g.

d) Berhati-hatilah dengan jala-jala PLN 3) Langkah Kerja a) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: ---------------------.skema 10.2 d) Rangkailah MOC 3041 sebagai saklar elektronik yang dikendalikan melalui timer 555 .1 b) Putarlah potensio R1.skema 10.skema 10.3 64 .c) Jangan mematahkan kaki komponen. perhatikan apa yang terjadi pada beban (lampu) c) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: -----.

Lembar Kerja Belajar 11 1) Bukalah alamat website www. b.com 2) Download skema rangkaian kontrol starting motor 3 phasa 3) Lakukan ujicoba pada papan rangkaian 4) Buatlah Layout pada PCB dan pasanglah komponen-komponen yang diperlukan. Tujuan Kegiatan Belajar 11 1) Mahasiswa mampu mensimulasikan rangkaian kontrol starting motor 3 phasa.masyer. 2) Mahasiswa mampu membuat layout pcb rangkaian kontrol starting motor 3 phasa.blogspot. 65 . Kegiatan Bealajar 11 : “Proyek akhir membuat Layout Rangkaian Kontrol Starting Motor 3 Phasa” a.11.

serta dapat dihidupkan dengan menggunakan tegangan bolak-balik pada Gate. T1 TRIAC G T2 Gambar 35. TRIAC hanya akan aktif ketika polaritas pada Anoda lebih positif dibandingkan Katodanya dan gate-nya diberi polaritas positif. Berbeda dengan SCR yang hanya melewatkan tegangan dengan polaritas positif saja. TRIAC banyak digunakan pada rangkaian pengedali dan pensaklaran. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi directional. begitu juga sebaliknya. Setelah terkonduksi. TRIAC TRIAC tersusun dari lima buah lapis semikonduktor yang banyak digunakan pada pensaklaran elektronik. Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) TRIAC adalah dengan mengurangi arus IT di bawah arus IH. Simbol DIAC Umumnya DIAC digunakan sebagai pemicu TRIAC supaya ON pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi (misal pada rangkaian dimmer). TRIAC merupakan dua buah SCR yang dihubungkan secara paralel berkebalikan dengan terminal gate bersama. sebuah TRIAC akan tetap bekerja selama arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih besar dari arus penahan (IH) walaupun arus gate dihilangkan. tetapi TRIAC dapat dipicu dengan tegangan polaritas positif dan negatif.Gambar 34. Simbol DIAC 64 .

2) Contoh aplikasi pada macam-macam thyristor adalah rangkaian aplikasi dimmer dan flasher. apakah PUT itu? 2) Gambarkan struktur thyristor menurut bahannya dan equivalensi dari transistor! 3) Bagaimanakah car uji SCR. flasher lampu yang digabungkan dengan aplikasi IC 555. Kunci Jawaban 10 1) PUT kependekan dari Programable Uni Junction Transistor. Rangkuman Materi Belajar 10 1) Macam-macam thyristor antara lain: a) UJT b) GTO c) Photo SCR d) SCR e) Triac f) Diac 1) Terminal pada SCR adalah Anoda-Katoda-Gate. Tes Formatif 10 1) salah satu macam thyristor adalah jenis PUT. 3) Carilah dan tuliskan cara pengecekan SCR. terminal pada Triac adalah T1-T2-Gate. sebutkan dengan gambar! a. terminal pada Diac adalah T1-T2.Pemanfaatan pada komponen thyristor umumnya berhubungan dengan variabel tegangan AC. a. Triac dan Diac. dan sebagainya. seperti dimmer lampu. Jadi PUT adalah salah satu macam thyristor jenis UJT yang bisa dijalankan melaui sebuah program. a. 2) Struktur thyiristor menurut bahannya: pembentukan macam-macam thyristor dari 65 . b. Tugas Belajar 10 1) Gambarkan bahannya! 2) Carilah rangkaian aplikasi SCR.

Struktur thyristor dari transistor: 3) Cara uji SCR a. Lembar Kerja Belajar 10 1) Alat dan Bahan a) Papan rangkaian b) Catudaya DC clock 66 .

d) Berhati-hatilah dengan jala-jala PLN 1) Langkah Kerja a) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: M R1 50% VAC R2 Lampu D1 SCR C ----------------skema 10.c) Sumber listrik 220V d) Lampu pijar e) Papan rangkaian f) Kabel penghubung g) SCR. Diac h) MOC 3041 i) IC 555 1) Keselamatan Kerja a) Pakailah jas praktek/ wearpack. perhatikan apa yang terjadi pada beban (lampu) c) Rangkaialah sirkuit di bawah ini: 67 . Triac. c) Jangan mematahkan kaki komponen. b) Perhatikan instruksi dari pengajar.1 b) Putarlah potensio R1.

Lembar Kerja Belajar 11 1) Bukalah alamat website www.LAMP 68kΩ V1 220 Vrms 50 Hz 0° C1 100K 5% MT2 Triac Diac 220nF MT1 .-skema 10. Tujuan Kegiatan Belajar 11 1) Mahasiswa mampu mensimulasikan rangkaian kontrol starting motor 3 phasa.masyer. a.com 2) Download skema rangkaian kontrol starting motor 3 phasa 3) Lakukan ujicoba pada papan rangkaian 4) Buatlah Layout pada PCB komponen yang diperlukan. Kegiatan Bealajar 11 : “Proyek akhir membuat Layout Rangkaian Kontrol Starting Motor 3 Phasa” a. 2) Mahasiswa mampu membuat layout pcb rangkaian kontrol starting motor 3 phasa.3 1. dan pasanglah komponen- 68 .2 d) Rangkailah MOC 3041 sebagai saklar elektronik yang dikendalikan melalui timer 555 -----skema 10.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful