Makalah Biologi

Stuktur Tubuh Tanaman Dikotil

Kelompok 3:  Carissa Tiono  Emely Halim  Kendy Vincent  Vivian Rianty  Felanita  Andrew  Daniel Kurniawan

XI IPA 1

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Akhir kata.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat Rahmat-nya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Makalah ini berisi tentang struktur dan anatomi tumbuhan dikotil yang khususnya membahas struktur-struktur tumbuhan dikotil . sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan . Harapan saya adalah semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan bagi para pembaca. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan. Agustus 2011 Penulis . Batam .

berkas pengangkut membentuk melingkar dengan pit pusat. seperti eucalyptus. berbentuk herbaceous atau woody (berkayu). berkambium.  Dikotil dicirikan oleh adanya 2 kotiledon pada embrio. Contoh umum. termodifikasi untuk penyimpanan makanan atau absorbsi. tapi karena ini ada dalam benih dan tidak mudah diihat langsung.Sistem Organ Tumbuhan Dikotil  Tanaman berbunga dibagi menjadi Dikotil dan Monokotil. bagian bunga kebanyakan 4 atau 5. atau kotiledon. kentang. Masing – masing biji berisi embrio yang setidaknya memiliki 1 daun khusus. dan daun kebanyakan bertulangdaun menjari. anyelir. Jumlah daun biji merupakan sifat yang digunakan untuk membedakan 1 tanaman dengan yang lainnya. karakteristik lain juga digunakan untuk membedakan antar tanaman. Struktur Tubuh Tumbuhan Dikotil Biji: berkeping dua Daun: Tulang daun menjari atau menyirip . sebagian besar pohon dan semak. Dikotil merupakan grup yang lebih besar dari Monokotil.

Endodermis.Epidermis. . Ikatan pembuluhnya membentuk cincin .s. mengandung zat tepung.Silinder pusat. dan jaringan penguat dengan penebalannya.Batang: Bercabang. Akar: Berakar tunggang Bunga: mahkota bunga kelipatan empat atau lima. a. Terdapat empulur dan perisikel. terdapat floeterma (selaput tepung). .Kortex. mengalami penebalan zat gabus dan kutikula. Jaringan parenkim dengan r. terdapat Berkas Pengangkutan (BP)/Jaringan Pengangkutan (JP) tipe kolateral terbuka. termodifikasi membentuk lenti sel. . .

sistem jaringan dasar berupa korteks. empulur. Pada batang dikotil antara xylem dan floem terdapat jaringan kambium yang kemudian disebut kambium vasikuler. kambium. serta sistem berkas pembuluh. dan empulur. dan jari-jari empulur. Batang dikotil memiliki tipe ikatan pembuluh kolateral terbuka ( terdapat kambium antara xylem dan floem ).Anatomi Tumbuhan Dikotil Struktur Anatomi Akar Secara umum struktur anatomi akar tersusun atas jaringan epidermis. kambium terdiri atas : . Pada penampang melintang batang dikotil. floem. berkas pembuluh angkut terlihat tersusun dalam lingkaran. endodermis. .kambium vasikuler terletak diantara berkas pengangkut dan xylem . Dengan adanya kambium vasikuler. endodermis. yang biasa disebut dengan lingkaran tahun.Berdasarkan letaknya. Struktur Anatomi Batang Batang dikotil tersusun atas jaringan : epidermis.kambium intravasikuler terdapat diantara dua berkas pengangkut. xylem. batang dikotil dapat tumbuh membesar. Pada akar sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang tersusun berselang-seling. korteks .

Struktur Anatomi Daun Daun tumbuhan tersusun atas epidermis yang berkutikula dan terdapat stomata atau trikoma. Sistem jaringan dasar pada daun monokotil dan dikotil dapat dibedakan. Pada tumbuhan dikotil sistem jaringan dasar (mesofil) dapat dibedakan atas jaringan pagar dan bunga karang. tidak demikian halnya pada monokotil khususnya famili Graminae. Sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang terdapat pada tulang daun. .

¾¾ ¯©f°–f° f¾f%¯ ¾€% f½f  ff°ff¾©f°–f°½f–f f° °–fff°–  f ¯f°f°f½f f¯°¾¾°f€f¯f¯°f ¾ ¯ f¾½ ¯   ff¾  ¯ f°€ ¯f°–  f½f½f ff°– f°   .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful