P. 1
penkes

penkes

|Views: 453|Likes:
Published by Wihdatul Ummah

More info:

Published by: Wihdatul Ummah on Sep 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pendidikan Kesehatan 2.1.1. Definisi Pendidikan Kesehatan Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Dari batasan ini tersirat unsur- unsur pendidikan yakni ; input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan), proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain), output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku) (Notoatmodjo, 2005). Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik faktor internal (dari dalam diri manusia) maupun faktor eksternal (di luar diri manusia). Faktor internal ini terdiri dari faktor fisik dan psikis. Faktor eksternal terdiri dari berbagai faktor antara lain ; sosial, budaya masyarakat, lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2005). Sedangkan pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan pendidikan di dalam bidang kesehatan. Secara operasional pendidikan kesehatan adalah semua kegiatan untuk memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktek baik individu, kelompok atau masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo, 2005). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan kesehatan adalah kegiatan di bidang penyuluhan

Universitas Sumatera Utara

kesehatan umum dengan tujuan menyadarkan dan mengubah sikap serta perilaku masyarakat agar tercapai tingkat kesehatan yang diinginkan. 2.1.2. Metode Pendidikan Kesehatan 1. Metode pendidikan Individual (perorangan) Bentuk dari metode individual ada 2 (dua) bentuk : a. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling) b. Wawancara (Interview) 2. Metode Pendidikan Kelompok Metode pendidikan kelompok harus memperhatikan apakah kelompok itu besar atau kecil, karena metodenya akan lain. Efektifitas metodenya pun akan tergantung pada besarnya sasaran pendidikan. a. Kelompok besar 1. Ceramah ; metode yang cocok untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. 2. Seminar ; hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari satu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di masyarakat. b. Kelompok kecil 1. Diskusi kelompok ; dibuat sedemikian rupa sehingga saling berhadapan, pimpinan diskusi/penyuluh duduk diantara peserta agar tidak ada kesan lebih tinggi, tiap kelompok punya kebebasan mengeluarkan pendapat, pimpinan diskusi

Universitas Sumatera Utara

tiap anggota mengomentari. Memainkan peranan (Role Play) . Bola salju (Snow Balling) . 5. setelah lebih kurang 5 menit tiap 2 pasang bergabung menjadi satu. dll. 3. merupakan modifikasi diskusi kelompok. Kelompok kecil-kecil (Buzz group) . kemudian dilontarkan suatu permasalahan sama/tidak sama dengan kelompok lain. Curah pendapat (Brain Storming) . dimulai dengan memberikan satu masalah. sebelum semuanya mencurahkan pendapat tidak boleh ada komentar dari siapa pun. tiap orang dibagi menjadi pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang). dan akhirnya terjadi diskusi. kelompok langsung dibagi menjadi kelompok kecil-kecil. beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peranan tertentu untuk memainkan peranan tertentu.memberikan pancingan. Selanjutnya kesimpulan dari tiap kesimpulannya. 4. mengarahkan. tanggapan/jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart/papan tulis. Kemudian tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas. dan mengatur sehingga diskusi berjalan hidup dan tak ada dominasi dari salah satu peserta. misalnya sebagai dokter puskesmas. sebagai perawat atau bidan. dan masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. kemudian peserta memberikan jawaban/tanggapan. dan mencari kesimpulannya. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut. Kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah. baru setelah semuanya mengemukaan pendapat. 2. sedangkan anggota kelompok tersebut dan dicari Universitas Sumatera Utara .

Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli dengan menggunakan dadu. Metode pendidikan Massa Pada umumnya bentuk pendekatan (cara) ini adalah tidak langsung. Beberapa orang menjadi pemain. Leaflet : melalui lembar yang dilipat. gaco (penunjuk arah). 3. merupakan gambaran role play dan diskusi kelompok. dimana tiap lembar (halaman) berisi gambar Universitas Sumatera Utara . 2. isi pesan bisa gambar/tulisan atau keduanya. elektronik. Flyer (selebaran) .lainnya sebagai pasien/anggota masyarakat. seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan. 6. Flip chart (lembar Balik) . 4. Media pendidikan kesehatan Media pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah alat bantu pendidikan (audio visual aids/AVA). dan papan main. Media cetak 1. Biasanya menggunakan atau melalui media massa. 3. Permainan simulasi (Simulation Game) . 2.3. Biasanya dalam bentuk buku. media papan (bill board) 1. Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan (media). Pesan-pesan disajikan dalam bentuk permainan seperti permainan monopoli. Mereka memperagakan bagaimana interaksi/komunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas. baik tulisan maupun gambar. media ini dibagi menjadi 3 : cetak. dan sebagian lagi berperan sebagai nara sumber. Booklet : untuk menyampaikan pesan dalam bentuk buku. pesan/informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik.1.

2003). sandiwara. 5. Televisi . radio spot. 7. ceramah. Video Compact Disc (VCD) 4. dapat dalam bentuk sinetron. Slide : slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi kesehatan. Media papan di sini juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan umum (bus/taksi) (Notoatmodjo. Film strip juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kesehatan. dll. bisa dalam bentuk obrolan/tanya jawab. Media papan (bill board) Papan/bill board yang dipasang di tempat-tempat umum dapat dipakai diisi dengan pesan-pesan atau informasi – informasi kesehatan. Foto. Rubrik/tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah. dll. yang mengungkapkan informasi-informasi kesehatan.peragaan dan di baliknya berisi kalimat sebagai pesan/informasi berkaitan dengan gambar tersebut. quiz. Universitas Sumatera Utara . pidato/ceramah. atau di kendaraan umum. 3. yang biasanya ditempel di tembok-tembok. 2. 3. atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Poster ialah bentuk media cetak berisi pesan-pesan/informasi kesehatan. atau cerdas cermat. Spot. TV. Media elektronik 1. 2. 6. mengenai bahasan suatu masalah kesehatan. 5. forum diskusi/tanya jawab. Radio . di tempat-tempat umum. sandiwara radio.

2003). Sikap Menurut Kwick sikap adalah suatu kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu objek dengan suatu cara yang menyatakan adanya tandatanda untuk menyenangi/tidak menyenangi objek tersebut. penciuman serta rasa dan raba. ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap sesuatu melalui panca indera. yaitu: indera penglihatan. dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu (Notoatmodjo. Pengetahuan merupakan hasil tahu. menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak. Pengetahuan Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh seseorang tentang sesuatu hal yang didapat secara formal maupun informal. Newcomb. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas. akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia (Notoatmodjo.2.3. Sikap merupakan Universitas Sumatera Utara . bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. 2003). 2. pendengaran. Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang.2. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Pengetahuan yang dimiliki sangat penting untuk terbentuknya sikap dan tindakan (Notoatmodjo. 2003). salah seorang ahli psikologis sosial.

ide. lateral bawah. Bagian terbesar kanker payudara terletak pada kwadran lateral atas dengan penjalarannya ke arah ketiak (Dalimartha.4. Universitas Sumatera Utara .1. 2. konsep terhadap suatu konsep.4. Daerah sentral adalah daerah sekitar putting susu. Kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sehingga sel ini tumbuh dan berkembang biak tanpa dapat dikendalikan (Mardiana. 3. saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara. Definisi Kanker Payudara Kanker Payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara yang berasal dari kelenjar. Kanker Payudara 2. Untuk menentukan lokasi tumor. Menurut Allport 1954 bahwa sikap mempunyai tiga komponen pokok yaitu : 1. Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh dalam pembentukan sikap yang utuh ini. Kwadran lateral (pinggir) atas. 2003). pengetahuan. keyakinan. Keyakinan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek. Kecenderungan untuk bertindak. medial (tengah) atas. 2. 2004). dan medial bawah. dan emosional memegang peranan yang sangat penting. berpikir. payudara dibagi menjadi empat kwadran. 2004).kesiapan untuk beraksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek (Notoatmodjo. Kepercayaan.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun. 7. tidak menikah. 2008). Pemakaian obat-obatan. Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara. Pola makan yang tidak seimbang yang menyebabkan resiko munculnya penyakit kanker antara lain kebiasaan makanan cepat saji (fast food). Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas. misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon esterogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara. ada beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker payudara. melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun. 2. Genetik. Namun.4. adalah (Yayasan Kanker Indonesia. Etiologi Kanker Payudara Penyebab pasti kanker payudara sampai saat ini belum diketahui. Diet yang tidak sehat/tidak seimbang. 5. menikah tapi tidak punya anak. Beberapa diantaranya.2. 6. Usia. Paparan di tempat kerja ( paparan dari gelombang elektromagnetik).2. Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah. 4. tidak pernah menyusui anak. maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun. Universitas Sumatera Utara . 1. 3.

2. Gejala Kanker Payudara Kanker payudara pada tahap dini biasanya tidak menimbulkan keluhan. atau cairan encer dari putting atau keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil atau tidak sedang menyusui.4. dan tidak terganggu aktivitasnya. tidak merasa nyeri. Wanita yang obesitas (kegemukan) pasca menopause. 4. Teraba benjolan pada payudara. berbeda dari sebelumnya. dan konsumsi alkohol berlebihan (Setiati. Terdapat hubungan yang bermakna antara terjadinya kanker payudara dengan berat badan yang berlebih. Luka pada payudara sudah lama tidak sembuh walau diobati. 5. 3. Beberapa keluhannya antara lain (Dalimartha.5 %. terutama setelah menopause. kejadian kanker payudara pada obesitas dengan usia > 15 tahun sebanyak 10. 2004): 1. Tanda yang mungkin dirasakan pada stadium dini adalah teraba benjolan kecil di payudara.3 %. Bentuk dan ukuran payudara berubah. Keluar darah. nanah. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasae Indonesia (RISKESDAS) tahun 2007. Keluhan baru timbul bila penyakitnya sudah lanjut. Asupan energi yang berlebihan pada obesitas menstimulasi produksi hormon estrogen.4 %. Universitas Sumatera Utara . Penderita merasa sehat. 2. mengkonsumsi lemak. overweight pada wanita 6-14 tahun sebanyak 6. 2009). Sedangkan berdasarkan Data WHO. diet yang tidak seimbang serta kurangnya aktifitas. Eksim pada putting susu dan sekitarnya. dan lakilaki 6-14 tahun sebanyak 9. Faktor Obesitas menyebabkan 30% resiko terjadinya kanker.8.3. kejadian obesitas usia 5-17 tahun sebanyak 10 %.

dapat berupa borok.6.4. 7. tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya . Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (peau d’orange). edema atau bengkak. Pada sistim TNM dinilai tiga faktor utama yaitu "T" yaitu Tumor size atau ukuran tumor . ukuran tumor :      T 0 : tidak ditemukan tumor primer T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang T 2 : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm T 4 : ukuran tumor berapa saja. juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA) . kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama Universitas Sumatera Utara . Pada kanker payudara. namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistim TNM yang direkomendasikan oleh AJCC. Klasifikasi Kanker Payudara Banyak sekali cara untuk menentukan stadium.M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi. 2005) : • T (Tumor size). "N" yaitu Node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T.N.4. 1992 (American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons). 2. Puting susu tertarik kedalam. penilaian TNM sebagai berikut (Tjindarbumi.

N. Pencegahan Kanker Payudara Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini.4. kelenjar getah bening regional (kgb) :     N 0 : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak / aksilla N 1 : ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan N 2 : ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan N 3 : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum • M (Metastasis) . penyebaran jauh :    M x : metastasis jauh belum dapat dinilai M 0 : tidak terdapat metastasis jauh M 1 : terdapat metastasis jauh Setelah masing-masing faktot T. ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut : • Stadium 0 : T0 N0 M0 • Stadium 1 : T1 N0 M0 • Stadium II A : T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0 • Stadium II B : T2 N1 M0 / T3 N0 M0 • Stadium III A : T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0 • Stadium III B : T4 N0 M0 / T4 N1 M0 / T4 N2 M0 • Stadium IV : Tiap T-Tiap N -M1 2. Universitas Sumatera Utara .• N (Node).M didapatkan.5..

2000). pencegahan sekunder dan pencegahan tertier (Sukardja. serta melaksanakan pola hidup sehat karena diperkirakan hampir seluruk kasus kanker disebabkan oleh karsinogen yang ada dilingkunagan kita. Menurut beberapa penelitian. dan sebagian besar ada hubungannya dengan tembakau dan alkohol. menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan SADARI dibandingkan yang tidak. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup Universitas Sumatera Utara . Setiap wanita yang normal dan memilki siklus haid normal merupakan population at risk dari kanker payudara. Menurut Nina (2002) dalam Hawari (2004). Menurut IUCC (1987) dalam Sukardja (2000). Diantaranya adalah dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan skrining melalui mammografi. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecacatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. pencegahan yang dilakukan antara lain berupa pencegahan primer. pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang sehat melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan dari kontak karsinogen dan berbagai faktor resiko. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Pencegahan tersier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki resiko untuk terkena kanker payudara.Begitu pula pada kanker payudara.

2. akan memberikan harapan kesembuhan dan harapan hidup yang semakin besar (Luwia. SADARI dilakukan dengan posisi tegak menghadap kaca dan berbaring. Pemeriksaan payudara secara rutin sangat diperlukan untuk mendeteksi adanya kanker atau tumor pada payudara sedini mungkin.penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan (Hawari. 2004). Bagi wanita yang telah Universitas Sumatera Utara . Semakin dini kanker tersebut ditemukan dan segera ditangani. Pada wanita produktif. dilakukan pengamatan dan perabaan payudara secara sistematis (Dalimartha. SADARI harus dilakukan sebulan sekali. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang sangat mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mencari benjolan atau kelainan lainnya. Jangan melakukan pada waktu sebelumnya.85% keganasan payudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) (Dalimartha. Hal ini terutama bagi wanita yang memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara. Ternyata 75% . 2003).6. 1 minggu setelah haid berakhir. Deteksi Dini Kanker Payudara Tujuan utama deteksi dini kanker payudara adalah menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatannya menjadi lebih baik. karena pada masa pertengahan siklus haid sampai menjelang haid. sehingga pemeriksaan akan lebih sulit dilakukan secara akurat. 2004). payudara biasanya membengkak akibat pengaruh kelenjar susu oleh hormon estrogen dan progesteron. 2. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan sebagai deteksi dini kanker payudara.5. 2004).

Pemeriksaan di kamar mandi Periksa payudara anda sewaktu mandi pada waktu tangan dapat meluncur dengan mudah diatas kulit yang basah. Periksa adanya benjolan. SADARI dapat dilakukan kapan pun setiap bulan. Cara yang paling tepat adalah dengan memilih tanggal lahir agar selalu ingat untuk melakukan SADARI secara rutin setiap bulan (Luwia. Selanjutnya angkat kedua lengan anda setinggi diatas kepala.jari yang bersusun rata gerakan secara mantap meliputi setiap bagian dari masing-masing payudara. 2. paling mudah untuk merasakan payudaranya adalah ketika payudaranya sedang basah dan licin. yaitu (Indonesian Breast Selft Examination.mengalami menopause. sehingga paling cocok adalah ketika sedang mandi dibawah shower. Cara Melakukan SADARI Ada 3 langkah tata laksana yang sederhana dalam melakukan SADARI. Pemeriksaan di depan cermin Amatilah payudara dengan lengan berada disamping. Dengan jari. massa yang keras atau penebalan. Gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara sebelah kiri dan tangan kiri untuk payudara sebelah kanan. 2003). Perhatikan apakah ada tanda-tanda Universitas Sumatera Utara . Bagi kebanyakan wanita. 2003): 1.

Tekan secara mantap dengan gerakan lingkaran kecil. Geserkan jari-jari tersebut dari satu posisi ke posisi selanjutnya. Tempatkan tangan kanan dibelakang kepala. lekukanlekukan pada kulit atau perubahan-perubahan pada puting susu. pelepasan cairan. tulang dada dan daerah dibawah lengan. Dalam pemeriksaan tersebut temukan tanda-tanda seperti benjolan. penebalan atau keadaan yang tidak normal bagi anda. Pada gambar ditunjukkan 3 contoh yang disukai oleh kaum wanita dan dokter mereka. Universitas Sumatera Utara . Kemudian letakkan kedua tangan pada pinggang dan tekan kearah bawah dengan mantap untuk melengkungkan otot-otot dada. Gunakan 3 jari tengah dari tangan kiri dan susun jari-jari tersebut dalam keadaan rata. Pemeriksaan keseluruhan payudara meliputi tulang selangka. Posisi ini membuat penyebaran jaringan payudara merata diatas dada.perubahan bentuk kedua payudara seperti pembengkakan. letakkan bantal atau handuk yang dilipat dibawah bahu kanan anda. 3. Jangan angkat jari-jari lepas dari payudara sebelum keseluruhan jaringan payudara telah diperiksa. Pemeriksaan dalam posisi baring Untuk memeriksa payudara anda sebelah kanan.

Pilihlah cara yang termudah bagi anda dan gunakan cara tersebut setiap kali melakukan pemeriksaan payudara.7. usia saat remaja memasuki sekolah menengah tingkat Universitas Sumatera Utara . Masa remaja dianggap setelah anak matang secara seksual dan berakhir sampai matang secara hukum. Pada akhir pemeriksaan.7. REMAJA 2. Secara umum masa remaja dibagi menjadi dua bagian yaitu dewasa awal dan dewasa akhir. masa dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama.1. Setelah selesai melakukan pemeriksaan lengkap pada buah dada sebelah kanan. sebaiknya laporkan pada dokter anda secepat mungkin. Bandingkan apa yang ditemukan pada kedua buah dada. lakukan juga pemeriksaan pada buah dada sebelah kiri dengan cara yang sama. Bila ditemukan adanya pelepasan cairan jernih atau darah. 2. Defenisi Secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. pijat puting susu dari masing-masing payudara secara lembut diantara ibu jari dan jari telunjuk. garis pemisah antara dewasa awal dan dewasa akhir terletak disekitar usia tujuh belas tahun.

atas. Masa remaja sebagai periode perubahan dan usia bermasalah Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik. 1999). Periode remaja juga merupakan periode peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dalam setiap periode peralihan.2. nilai dan sifat yang paling sesuai bagi dirinya (Hurlock. Perubahan fisik yang terjadi selama awal masa remaja mempengaruhi tingkat prilaku individu dan mengakibatkan diadakannya penilaian kembali penyesuaian nilai-nilai. dan remaja selalu mencoba gaya hidup yang berbeda serta menentukan sendiri pola prilaku. psikologis dan sosial.7. dan akhir masa remaja bermula dari usia tujuh belas tahun sampai delapan belas tahun yaitu usia matang secara hukum. apa yang terjadi di masa anak-anak biasanya meninggalkan bekas pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang. Masa remaja sebagai periode yang penting dan periode peralihan Periode remaja merupakan periode yang sangat penting karena mulai terjadi perubahan baik secara fisik. 2. Ada empat perubahan yang sama yang hampir Universitas Sumatera Utara . 1999). 1999). status individu tidak jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. 2. Awal masa remaja berlangsung dari tiga belas tahun sampai enam belas tahun atau tujuh belas tahun. Perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental terutama pada awal masa remaja. Semua perkembangan itu menimbulkan perlunya penyesuaian mental. dengan demikian akhir masa remaja merupakan periode yang sangat singkat (Hurlock. Ciri-ciri Masa Remaja 1. sikap dan minat terhadap sesuatu hal yang dianggap baru oleh remaja terutama remaja awal (Tunner dalam Hurlock.

seperti anak perempuan mengalami haid pada awal masa remaja Universitas Sumatera Utara .7. Rentannya kehidupan remaja terhadap pengaruh lingkungan di luar keluarganya memudahkan remaja memilih gaya hidup yang sesuai dengan minat dan keinginan mereka (Hurlock. Perbedaan fisik individu dipengaruhi oleh usia kematangan. 2. minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial. sebagian besar remaja bersifat ambivalen terhadap setiap perubahan. Penampilan fisik beserta identitas seksualnya merupakan ciri pribadi yang paling jelas dan paling mudah dikenali oleh orang lain dalam interaksi sosial (Hurlock. perubahan tubuh. maka nilai-nilai juga berubah. lebih tinggi dan lebih gemuk dibanding dengan anak yang matangnya terlambat. 1999). dengan berubahnya minat dan pola prilaku. 1999).3. karena remaja merasa mampu mangatasi masalahnya sendiri menurut cara yang mereka yakini sehingga kadang-kadang masalah itu selesai dengan cara yang tidak sesuai dengan nilai sosial. Keempat. Pertumbuhan organ seksual yang mengalami kematangan seiring dengan bertambahnya usia. 1999). anak perempuan yang matang lebih awal biasanya lebih berat.bersifat universal yang pertama adalah meningginya emosi yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. dan juga belum sepenuhnya sempurna pada awal masa remaja. Masa remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi. Ketiga. mereka menginginkan dan menuntut kebebasan tetapi mereka sering takut bertanggung jawab (Hurlock. Kedua. Perubahan Fisik Selama Masa Remaja Pertumbuhan fisik masih jauh dari sempurna pada saat masa puber berakhir.

Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan studi kepustakaan dapat disusun kerangka konsep penelitian sebagai berikut : Pengetahuan Remaja Putri Sebelum Perlakuan Pendidikan Kesehatan Tentang SADARI dengan Metode Ceramah.1.biasanya tidak teratur tapi seiring bertambahnya kematangan organ seksual atau reproduksi haid menjadi teratur dan lancar. praktek dan tanya jawab terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam upaya deteksi dini kanker payudara. 2. Pertumbuhan payudara yang membedakan dengan anak laki-laki mengalami pembesaran yang simetris antara kanan dan kiri (Hurlock. Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap sebelum dilakukan intervensi diukur dengan pretest dan untuk melihat sejauh mana pengaruh metode tersebut diukur dengan postest. Praktek & Tanya jawab Sikap Remaja Putri Sebelum Perlakuan Sikap Remaja Putri Sesudah Perlakuan Pengetahuan Remaja Putri Sesudah Perlakuan Gambar 2. Universitas Sumatera Utara . 1999). Kerangka Konsep Penelitian Kerangka konsep ini menggambarkan bahwa yang diteliti adalah pengaruh pendidikan kesehatan tentang SADARI dengan menggunakan metode ceramah.8.

tujuan penelitian dan kerangka konsep dapat dirumuskan hipotesis penelitian yaitu : 1.9. Sikap remaja putri SMK BM AP Bina Satria Medan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang SADARI lebih baik dari sikap sebelumnya. 2. Pengetahuan remaja putri SMK BM AP Bina Satria Medan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang SADARI lebih baik dari pengetahuan sebelumnya. Hipotesis Penelitian Berdasarkan permasalahan.2. Universitas Sumatera Utara .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->