P. 1
Permasalahan Benih Di Indonesia

Permasalahan Benih Di Indonesia

|Views: 751|Likes:
Published by cnenggolan

More info:

Published by: cnenggolan on Sep 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2015

pdf

text

original

Permasalahan benih di Indonesia Blog ini sengaja di buat khusus untuk membicarakan masalah perbenihan tanaman.

Di dalam blog ini terdapat berbagai macam ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian khususnya dalam bidang perbenihan tanaman. Masalah perbenihan di Indonesia tidak dapat disepelekan begitu saja. Karena benih merupakan salah satu faktor penting dalam suatu usaha budidaya tanaman. Benih merupakan suatu parameter keberhasilan produksi tanaman. Artinya, dalam suatu kegiatan budidaya tanaman dapat dilihat dari mutu benih yang digunakan. Apabila benih yang digunakan memiliki mutu yang baik maka hal ini dapat menjamin keberhasilan budidaya tanaman itu sendiri. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1995 Tentang Perbenihan Tanaman telah disebutkan bahwa : “Benih merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman, dalam arti penggunaan benih bermutu mempunyai peranan yang menentukan dalam usaha meningkatkan produksi dan mutu hasil. Untuk mendapatkan benih bermutu diperlukan penemuan varietas unggul yang dilakukan melalui usaha pemuliaan tanaman yang diselenggarakan antara lain melalui kegiatan pencarian, pengumpulan, dan pemanfaatan plasma nutfah baik di dalam maupun di luar habitatnya dan atau melalui usaha introduksi dari luar negeri. Benih dari varietas unggul, untuk dapat menjadi benih bina, terlebih dahulu varietasnya harus dilepas. Produksi benih bina harus melalui proses sertifikasi dan apabila akan diedarkan harus diberi label.” Di Indonesia sebenarnya telah banyak lembaga pemerintah yang bergerak dalam bidang perbenihan. Namun, peran serta dari lembaga pemerintah ini masih harus perlu dipertanyakan. Banyak permasalahan timbul dari lembaga-lembaga berplat merah, walaupun beberapa diantaranya telah berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sekali lagi masalah perbenihan di Indonesia tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Karena peran serta bidang perbenihan tanaman banyak mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia. Pengetahuan petani akan dunia perbenihan di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Banyak petani yang kurang mengenal bagaimana pentingnya mutu benih tanaman serta mengesampingkan berbagai hal yang terkait dengan mutu tersebut. Bahkan hal tersebut diperparah lagi dengan kurangnya pengetahuan akan kultur teknis di lapangan. Sehingga banyak penghambat yang timbul hanya karena kurangnya masalah perbenihan dan kultur teknis tanaman. Melalui blog ini saya ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang dunia perbenihan tanaman. Sehingga pengetahuan akan dunia perbenihan tanaman seharusnya menjadi hal tidak terdengar asing lagi bagi kalangan rakyat Indonesia khususnya para petani. Sehingga hal ini dapat meminimalisir adanya faktor penghambat dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Blog ini juga diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi beberapa kalangan yang bergerak langsung dalam bidang perbenihan tanaman.

hal berikut ini menjadi sangat penting: 1. dengan adanya penurunan tajam dalam hasil produktifitas panen dari hampir seluruh jenis bahan pokok. kemungkinan besar akan berkembang menjadi 80% dari pertumbuhan hasil agraris di masa yang akan datang. Kualitas input yang rendah mempengaruhi produktifitas petani. Fokus dari peran regulasi dari Departemen Pertanian perlu ditata ulang. jagung. oleh karena itu pembangunan ulang riset dan sistem tambahan menjadi sangat menentukan. gula. pertanian Indonesia telah mencapai hasil yang baik dan memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tantangan bagi pemerintahan yang baru adalah untuk menggalakan peningkatan produktifitas diantara penghasil di daerah rural. Dana diperlukan. 4. karantina diperlukan untuk melindungi kepentingan petani dari penyakit dari luar namun pada saat yang bersamaan juga tidak membatasi masuknya . Sebagai penunjang kehidupan berjuta-juta masyarakat Indonesia. Pertanian yang telah memiliki sistem irigasi sangat penting. penanaman padi dari total panen di Malaysia berkurang setengahnya dari 25% di tahun 1972 menjadi 13% di 1998. dan dapat diperoleh dari usaha sementara untuk memenuhi kebutuhan kredit para petani melalui skema kredit yang dibiayai oleh APBN. dan peternakan. dan meningkatkan efisiensi penggunaan air untuk mencapai panen yang lebih optimal hingga setiap tetes air. aktifitas pertanian kehilangan potensi untuk menciptakan tambahan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan. di pertengahan tahun 1980-an sewaktu Indonesia mencapai swasembada beras. Sebaliknya. Sebagai contoh. 41% dari semua lahan pertanian ditanami padi. Dalam menjawab tantangan tersebut. titik berat di padi tidak lagi dapat menjamin segi pendapatan petani maupun program keamanan pangan. pengaruh diversifikasi tetap terbatas hanya pada daerah dankomoditas tertentu di dalam setiap sub-sektor. Walapun telah ada pergeseran menuju bentuk pertanian dengan nilai tambah yang tinggi. sektor pertanian memerlukan pertumbuhan ekonomi yang kukuh dan pesat.Prioritas Masalah Pertanian di Indonesia Pertanian di Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. suatu perubahan yang tidak terlalu besar dalam periode 15 tahun. Akan tetapi. Di masa lampau. yang sekarang ini berkisar 54% dari semua hasil produksi pertanian. Fokus dalam pendapatan para petani. Peningkatan produktifitas adalah kunci dalam peningkatan pendapatan petani. Selain itu seperti tercatat dalam hasil studi baru-baru ini. sementara saat ini hanya 38%. hortikultura. 2. perikanan. Sektor ini juga perlu menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Hal ini dicapai dengan memusatkan perhatian pada bahan-bahan pokok seperti beras. Pengalaman negara tetangga menekankan pentingnya dukungan dalam proses pergeseran tersebut. dan harus dipandang sebagai aktifitas antar sektor. Pemerintah perlu memastikan integritas infrastruktur dengan keterlibatan pengguna irigasi secara lebih intensif. panen beras tidak akan dapat mencapai lebih dari 10% nilai peningkatan pertumbuhan hasil1. Panen beras tetap memegang peranan penting dengan nilai sekitar 29% dari nilai panen agraris. dan menyediakan fondasi jangka panjang dalam peningkatan produktifitas secara terus menerus. 5.dan kacang kedelai. termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan secara drastis. ranting pemilik usaha kecil/ pertanian industrial. Tetapi meskipun disertai dengan tingkat pertumbuhan hasil yang tinggi. ditambah mayoritas petani yang bekerja di sawah kurang dari setengah hektar. 3.

bukan oleh pemerintah. dan standar produk secara terus menerus ditingkatkan di dalam rantai pembelian oleh sektor swasta.bahan baku impor. .

9.89.3 -..3/.3405020739.7.3 / /.2 7.39.3 89.340809478.   . 502-0.: 2547 /..7 574/: 80.-.. -:. 907:8 20307:8 /93.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->