P. 1
laporan telkom 2010

laporan telkom 2010

|Views: 1,124|Likes:
Published by BaRbie Nad Nath

More info:

Published by: BaRbie Nad Nath on Sep 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. UMUM
  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
  • 3. AKUISISI AD MEDIKA
  • 4. KAS DAN SETARA KAS
  • 5. PIUTANG USAHA
  • 6. PERSEDIAAN
  • 7. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA
  • 8. ASET LANCAR LAINNYA
  • 9. PENYERTAAN JANGKA PANJANG
  • 10. ASET TETAP
  • 11. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan)
  • 12. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan)
  • 13. REKENING ESCROW
  • 14. HUTANG USAHA
  • 15. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
  • 16. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
  • 17. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
  • 18. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG
  • 19. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS)
  • 20. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR
  • 21. HUTANG BANK
  • 22. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN
  • 23. HAK MINORITAS
  • 24. MODAL SAHAM (lanjutan)
  • 25. TAMBAHAN MODAL DISETOR
  • 26. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI
  • 27. SELISIH TRANSAKSI RESTRUKTURISASI DAN TRANSAKSI LAINNYA ENTITAS SEPENGENDALI
  • 28. PENDAPATAN TELEPON
  • 29. PENDAPATAN INTERKONEKSI
  • 30. PENDAPATAN DATA, INTERNET, DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA
  • 31. PENDAPATAN JARINGAN
  • 32. PENDAPATAN JASA TELEKOMUNIKASI LAINNYA
  • 33. BEBAN USAHA - KARYAWAN
  • 34. BEBAN USAHA - OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI
  • 35. BEBAN USAHA - UMUM DAN ADMINISTRASI
  • 36. BEBAN USAHA - INTERKONEKSI
  • 37. PERPAJAKAN
  • 38. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
  • 39. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM
  • 40. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA
  • 41. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”)
  • 42. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA
  • 43. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
  • 44. INFORMASI SEGMEN
  • 45. POLA BAGI HASIL (“PBH”)
  • 46. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI
  • 47. IKATAN
  • 48. KONTINJENSI
  • 49. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING
  • 50. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN
  • 51. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
  • 52. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA
  • 53. REKLASIFIKASI AKUN
  • 54. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.S. GAAP
  • 55. REKONSILIASI LABA BERSIH KE KAS BERSIH YANG DIPEROLEH DARI KEGIATAN OPERASI

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk

Kami telah mengaudit neraca konsolidasian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, serta laporan laba rugi konsolidasian, laporan perubahan ekuitas konsolidasian dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008. Laporan keuangan konsolidasian adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan konsolidasian berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia dan standar yang ditetapkan Public Company Accounting Oversight Board (United States). Standar-standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, serta hasil usaha dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 and 2008, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2p atas laporan keuangan konsolidasian, pada tahun 2010 Perusahaan dan anak perusahaan mengadopsi Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 (PPSAK 1) yang antara lain mencabut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 35 “Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi.” Sehubungan dengan hal ini, Perusahaan dan anak perusahaan telah mengubah metode akuntansi untuk pendapatan interkoneksi, pendapatan dari instalasi dan sambungan, dan perjanjian pola bagi hasil, dan menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian komparatif. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia berbeda secara signifikan dalam hal-hal tertentu dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Amerika Serikat. Informasi mengenai perbedaan dan pengaruhnya disajikan dalam Catatan 54 atas laporan keuangan konsolidasian. JAKARTA, 29 Maret 2011

Chrisna A. Wardhana, CPA

Surat Ijin Praktek Akuntan Publik No. 04.1.0943

Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan
Plaza 89, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No.6 Jakarta 12940 - INDONESIA, P.O. Box 2473 JKP 10001 T: +62 21 5212901, F:+ 62 21 52905555 / 52905050, www.pwc.com/id
Nomor Izin Usaha: KEP-151/KM.1/2010.

A110329002/DC2/CAW/II/2011.A

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian ……………………………………………………. Laporan Arus Kas Konsolidasian. 2009.…………………………………………………………………. 1-3 4 5-7 8-9 10-173 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian ………………………………………………………….PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Laporan Laba Rugi Konsolidasian …………………………………………………………………... DAN 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Konsolidasian Neraca Konsolidasian ………………………………………………………………………………..T..

056 715.441.43 2010 2009* 9.2e.244 2.53 2c.408 988 3.8.3. 1 .433 7.37 1.849 370.031 133.730.2p.525 41.43.832.378 juta di tahun 2010 dan Rp72.18.351 379.40.784.768 3.37 Aset lancar lainnya 2c.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.419.294.850 151.483 juta di tahun 2009 Pihak ketiga .304 juta di tahun 2010 dan Rp9.428.43 2r.052.507 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp151.43 2c. 10.43 Persediaan .160 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.47 253.2q.13.517 juta di tahun 2009 2c.43 2c.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.17.45 2c.805.024 2f.140 128.712.067 juta di tahun 2009 Piutang lain-lain .553 75.280 44.662 61.628.496.692 81.T.174 juta di tahun 2009 2h.716.35 Uang muka dan beban dibayar di muka 2c. 21.186.3.266 juta di tahun 2010 dan Rp93.2g.814.078 juta di tahun 2010 dan Rp1.627 435.37 Pajak dibayar di muka 2r.570.732 125.43 Tagihan restitusi pajak 2r.027.2n. lihat Catatan 2p 780.bersih Aset tetap .11.7.119.447 2.820 99.043 604.136 97.032 juta di tahun 2010 dan Rp7.setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp83.758. 27.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp6.460 359.659 juta di tahun 2009 Rekening escrow Aset pajak tangguhan .953 81.488. 5.184.695 76.563.025 515.bersih Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET * Dinyatakan kembali.2l.079 juta di tahun 2009 Pensiun dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Goodwill dan aset tidak berwujud lainnya setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp9.35.094.6.897 497 2.842 2d.43 2c. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Penyertaan sementara Piutang usaha 2c.2s.539 666.180.2k.2g.286 juta di tahun 2010 dan Rp72.536 3.9 2k.43 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Penyertaan jangka panjang .12.4.114 94.2f.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp83.2j.916 90.698 1.482 16.175 18.2i.666 3.

40.705 55.16 2c.40.356 43.518 1.2l.776 808.893.43 1.2p.409.43 4.575 3.038.43 2c.050.175 4.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Obligasi dan wesel bayar Hutang bank Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah Kewajiban Jangka Panjang JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS * Dinyatakan kembali.18.801.586 3.347 23 11. 2 .553 10.716.946.777 11.14.874 6.bersih Pendapatan diterima di muka Kewajiban penghargaan masa kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Hutang jangka panjang .921 20.898 1.2p.994 2.545 3.468 8.029 242.162 1.18.814 312.21.22 408.125 2r.335.18 2c.18.2q.079 21.43 2c.2q.2p.510 393.149 1.996.43 2c.220.681.078 212.472.094.43 2r.2p.249. lihat Catatan 2p 2010 2009* 2c.379 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.37 2p 2c.073.43 2c.867 2.19.18.43 2p.15.303 3.688 108.532 111.690 255.317 2l.43 2c.789 405.030 536. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Hutang dividen Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban pajak tangguhan .213 26.870.483 499.343.110 68.37 2u 2c.256.990 3.766 43.428 48.041 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.T.741.086.10.356.42.831 5.636 20.303.2q.850 7.664 541.118.260 2.20.749.228.41.17.205 22.933.33.953 735.153.setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban sewa pembiayaan Pinjaman penerusan .759.43 18.

333 2t.160 2p.746 20.595 18.040.972 38.000 385.2d (4. 3 .418.136 230.000 1.570.378 (484.000 385.999.742 99.574.24 2t.629) 15.758.25 5.073.500 lembar saham di tahun 2010 dan 2009 Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS * Dinyatakan kembali.073.792.652.159. lihat Catatan 2p dan 2s 2010 2009* 1c.260 97.999.27 2f 2f 2f 1d.T.999.040.444) 15.814.595 49.264.073) 478.695 233.447 (4.333 5.279 saham Seri B Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali 490.nilai nominal Rp250 per saham untuk saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B Modal dasar .000 1.26 2d.697 44.2s Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.073) 478.264.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.746 26.995 (439. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Catatan EKUITAS Modal saham .999 saham Seri B Modal ditempatkan dan disetor penuh 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.336.1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.336.

185 3.053.786 2v.074. 2009.366.286.398.43 2p.866.332.460 44.376 19.333.549.312 16.642 18.997) 20.54 23.076 9.542) 2c.218 46.2p.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.429 2c.742 (2.362.586 (1.475 718. 40.32 14.38 21.834 20.804 8.28 12.529.123) 12.Bersih LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) * Dinyatakan kembali.072) 11.788 2.2q.41.947 349.644.157 14.801.12.525. 6.882 22.43 2c.413 2.511.60 579.647 26.29.960.398.725.536.046.262.183 1.260 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.491.999 (4.43 2o 2p 421.166.52 23.615) 22.T.10.974.962 (340.394) (876.159 1.530 3.013 1.2p.138.729 41.2p.978) 972.671.53 2c.042.42. pemeliharaan.735.35.422) (6.2p.677.098 4.116.2p.769) 21.43 2g.715) (2.611.120 13.429 23 (4.566 14.558) 150.701) (374.061 22. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.636 462.971 (5.645) (5.669.301.313) 11.259.181 2k.43 2f.729.929.133.629.097 1.889.263.80 540.516.461 22.416.826 (4.673.351 2p.414 2.20 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. kecuali data per saham dan per ADS) Catatan PENDAPATAN USAHA Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Data.768.968 671.928.2p.035) 42.007 29.212 28.021 (6.169 (29.37 (4.641. lihat Catatan 2p 2010 2009* 2008* 2p.404.436.940.759) 524.43 2p.2p.534 67.277 2.870.31.787.bersih LABA SEBELUM PAJAK (BEBAN) MANFAAT PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI .30 2c.354 (13.622) (1.587 1.643) 10.546.532.948 402.823.38 586.461.643.613.079.086.595 3.518 16.2l.33.533.2p. 11.53 2c.34.146 3.460 64.029. dan jasa telekomunikasi Umum dan administrasi Interkoneksi Pemasaran Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN Pendapatan bunga Bagian (rugi) laba bersih perusahaan asosiasi Beban bunga Laba (rugi) selisih kurs .43 2p 14.470 16.947 68.218.095.349.2r.016 (5.634 12.560 2.180. 4 .352.355 2.36.458 7.708.058.bersih Beban lain-lain .471 (1. internet.615.447. dan jasa teknologi informatika Jaringan Jasa telekomunikasi lainnya Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Penyusutan dan amortisasi Karyawan Operasi.15.9 2c.039) 15.2h.898 14.bersih Lain-lain .037.285) (1.5.

652.595 18.000 385.39 5.264.695 1.378 (45.040.39 2u.185) (484.T.157) 11.157 ) 11.735 (91.000 1.595 18. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Uraian Saldo.336.972 38.792.444) 15.260 2s 5. 5 .561.073) 478.073) 478.333 (4.264. 2009.880 ) (526.418. 31 Desember 2010 Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya* Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas 5.559 2f.697 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.880) (526.999 44.2b 1d.559 - - - - 31.073.999 26.073) 478.629) 15.136 230.822 (45.141. 1 Januari 2010 dinyatakan kembali Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No.9 - - - - - - 561 - - - 561 1d.333 (4.822 233.701.000 1.333 (4.237) 20.444) 15.000 385.023 2f - - - - - 31.040.536.55 (Revisi 2006) Saldo.185) (5.746 (5.264.570.000 385. 1 Januari 2010 setelah penyesuaian Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan Akuisisi 20% kepemilikan Sigma Dividen kas Dividen interim Laba bersih tahun berjalan Saldo.336.2d 2u.237) 38.746 20.073.746 (91.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. lihat Catatan 2p dan 2s Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.536.073.141.995 (439.136 230.000 1.336.995 (439.742 * Dinyatakan kembali.595 49.040.

557.595 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 238. 1 Januari 2009 dinyatakan kembali Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan Akuisisi 49% kepemilikan Infomedia Kompensasi atas terminasi dini Hak eksklusif Dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Dividen interim Laba bersih tahun berjalandinyatakan kembali Saldo.826 38.805 Ditentukan penggunaannya 10.264.073) 360.826 20.985 Jumlah ekuitas 33. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.136 (579) 230.000 Laba (rugi) belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual (19.398.9 - - - - - - (6.000 478.T.909.745) - - - (6.444) 4. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi Modal saham lainnya yang diperoleh entitas kembali sepengendali (4.840.537. 31 Desember 2009 dinyatakan kembali Catatan Modal saham 5.2d 27 2u.708) (4.792.898 2f - - - - - 37.000 385. 6 .708) (524.778.202 - - - - 37.040.39 39 2u.190) 11.746 (5.840.398.073.2b 1d.073.761 15.778.000 (5.202 2f.972 (579) (439. 2009.761) (524.39 5.264.595 18.444) (439.260 * Dinyatakan kembali.995 (439.444) 118.333 Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi 385. lihat Catatan 2p Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.652.066) Selisih transaksi akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan - Uraian Saldo.073) 118.319 Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya* 20.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.190) 11.040.000 1.333 (4.336.745) 1d.000 Tambahan modal disetor 1.

748.000 (8. 31 Desember 2008 dinyatakan kembali * Dinyatakan kembali.303) 8. lihat Catatan 2p 2t 5.000 1.700.harga perolehan Laba bersih tahun berjalan dinyatakan kembali Saldo.462) 10.333 1.017 8.700.073. 7 .176.640 (8.857.786 33.487 (185) 238.000 385.237 230.786 20.489 ) 21.462) (4.671.106 ) 10.292.515 ) (3.034.898 2f 2f 1d.879 3.000 360.040.805 (456.319 6.034.000 385.129 33.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.333 (2.000 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.017 6.087.611) 270.214. 1 Januari 2008 .557.671.073.090 (30.106 10.333 (2. 2b 27 2u 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.073. 2009.595 11.066) 230.040. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) (Rugi) laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Uraian Catatan Modal saham Tambahan modal disetor Modal saham yang diperoleh kembali Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya* Ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Saldo.985 (456.489) 33.073) 270.176.237 (30.595 385.857.000 90.595 11.757.T.264.879 22.000 1.909. 1 Januari 2008 dinyatakan kembali Rugi belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan anak perusahaan Kompensasi atas terminasi dini hak eksklusif Dividen kas Penentuan penyisihan cadangan umum Modal saham yang diperoleh kembali .040.087.611) (2.303) (19.537.515) (2.487 (185) 90.yang dinyatakan sebelumnya Penyesuaian sehubungan dengan Penerapan PPSAK 1 “Pencabutan PSAK 35 (Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi)” Saldo.579 2p 5.

DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan usaha Telepon Tidak bergerak Seluler Interkoneksi Data.799) (5.021 29.081) 12.335.545.079.019 659.168) 33.127) (287.796.519) 36.273 (21.575 (18.763 13.420 14.196.414 3.727) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.056. dan jasa teknologi informatika Jasa lainnya Jumlah penerimaan kas dari pendapatan usaha Pembayaran kas untuk beban usaha Pembayaran kas kepada karyawan Penerimaan (pengembalian) kas dari (kepada) pelanggan Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Pembayaran bunga Pembayaran pajak penghasilan Penerimaan tagihan restitusi pajak Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil dari penjualan penyertaan sementara dan pencairan deposito berjangka yang jatuh tempo Pembelian penyertaan sementara dan penempatan deposito berjangka Hasil dari penjualan aset tetap Hasil dari klaim asuransi Pembelian aset tetap (Kenaikan) penurunan uang muka pembelian aset tetap Penurunan (kenaikan) uang muka.281 3. 8 .671) 11.438 (116.512 (25.520.296 1. setelah dikurangi kas yang diperoleh Pembelian aset tidak berwujud Pembelian kepemilikan minoritas pada anak perusahaan Penerimaan dividen kas Pembelian penyertaan jangka panjang Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi * Dinyatakan kembali.188 28.830 66.463) 348. 2009.248) (8. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.450 (1. internet.166) 88.333.760 (20.965 (2.208 63.974.130) (95.353 68.460) 74. lihat Catatan 2p 2009* 2008* 12.249) (16.384.758.576 (1.440.721) (9.031.369 20.840.035.358) (16.035.185.503) (723.167.418.850 (101.045) (5.304 (5.887) 3.637 (28.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.820 (80. aset lainnya.304.291 (112.904.553.290 34.826.518.740 26.598 11.836 419.880 471.304) 24.935.582) 3.551.529 28.321 2.879) 28.925 26.403) (366.811.943.840) 224.154) 2.607.760) (21.563 2.879.432) (663. dan rekening escrow Pembayaran atas transaksi penggabungan usaha.159 (15.702) (600.T.153) (32.096 4.855) (1.864) (641.863.818 27.718) (9.937 18.702 (14.465 (20.422) 658.296) 24.552.528) (9.828.635.212.576) 4.604 15.670.951.520 (115.630.479.438) 386.489.676 (158.829.522.

9 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.586.798) 2.624.460 9.898) (2.578) 1.000 (4.759 291.388 9.536.827.058 (19.516) (11.831.990.401) 54.558 (6.087.732.840.673 (118.420. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.492) 7.195) 8.974) (6.000 (4.958 38.460 327.462) (200.516) 6.T.945 4.235 (582.055 693.252 (8.250) 4.889.694) 1. 2009.341 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.813) (571.020 10.033.748.819.292 57.873) (9.669.023) 117.077) 35. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen kas Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham minoritas anak perusahaan Hasil dari pinjaman jangka pendek Pembayaran pinjaman jangka pendek Hasil wesel jangka menengah Pembayaran wesel jangka menengah Hasil dari pinjaman jangka panjang Pembayaran pinjaman jangka panjang Hasil dari obligasi Pembayaran untuk pembelian kembali saham yang telah diterbitkan Hasil dari wesel bayar Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang sewa pembiayaan Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: Akuisisi aset tetap yang dibiayai dengan hutang usaha Akuisisi aset tetap melalui sewa pembiayaan * Dinyatakan kembali.031 (2.529) 70.522 7.511) (3.866) (106.133 (151. lihat Catatan 2p 2009* (6.089) 163.889.919.433.715.401) (5.849 (318.945 7.865.881 (123.791 6.000 9.805.334.741) (206.119.234.417.364.574) 2008* (8.952) (3.805.140.064) (3.927) (364.577.

Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Merencanakan. dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 37 tanggal 24 Juni 2010 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No.02. 52 tanggal 3 April 1884. fasilitas pendidikan dan pelatihan. mengembangkan. LLM. menyediakan. mengoperasikan. 5 tanggal 17 Januari 1992.. informatika. Perusahaan menjalankan kegiatan yang meliputi: a. serta optimalisasi sumber daya Perusahaan. C2-6870.01. 2009.H. Usaha utama: i. UMUM a. AHU-35876.01.T. Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perusahaan. ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. 128 tanggal 24 September 1991. kecuali dinyatakan lain) 1. memasarkan atau menjual. Jawa Barat. berdasarkan akta notaris A. mengembangkan. Pendirian dan informasi umum Perusahaan Perseroan (Persero) P. Bandung.01. dan meningkatkan layanan jasa telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. 210.HT. Partomuan Pohan. Merencanakan.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. S. ii. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Japati No. 25 tahun 1991. menyediakan. dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perubahan terakhir dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Indonesia (“BAPEPAM-LK”) No. memasarkan atau menjual. Pada tahun 1991. Tambahan No. dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika dengan memperhatikan perundangan-undangan yang berlaku.AH. status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”).E. antara lain pemanfaatan aktiva tetap dan aktiva bergerak. membangun. fasilitas sistem informasi. IX. serta dalam rangka penambahan maksud dan tujuan Perusahaan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. ii. Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi dan informatika. 10 . S. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik dan Peraturan BAPEPAM-LK No. Usaha penunjang: i. menyewakan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. tahun 2010 tanggal 19 Juli 2010. No. Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah. No.T. 1. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan.H.Th.J. b. IX. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. berdasarkan Peraturan Pemerintah No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”) No. Pemerintah mengakhiri hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara jaringan jasa lokal dan SLJJ. 52 tahun 2000 yang mengatur mengenai pembebanan biaya interkoneksi kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi asal sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui dua penyelenggara jaringan telekomunikasi atau lebih. 36 mengenai Telekomunikasi.T. ditetapkan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 2002. masa hak eksklusif yang diberikan kepada Perusahaan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan tetap lokal dan SLJJ telah dipersingkat masing-masing dari masa berakhir periode pada Desember 2010 menjadi Agustus 2002 dan dari Desember 2005 menjadi Agustus 2003. 11 . Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”). Badan Usaha Swasta. Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) menerbitkan Undang-Undang No. Pemerintah diharuskan membayar kompensasi kepada Perusahaan (Catatan 11 dan 27). 1718/UM/VIII/2000 tanggal 2 Agustus 2000. Pada tanggal 1 Agustus 2002. No. Undang-Undang Telekomunikasi ini melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Sehubungan dengan Undang-Undang ini. PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (“Indosat”) diberikan lisensi untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi lokal dan SLJJ. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan Koperasi diizinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. 05/HMS/JP/VIII/2000 tanggal 1 Agustus 2000 dan ralat atas siaran pers tersebut. Sesuai siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada tanggal 31 Juli 2002. dan diharapkan dapat membuka jalan menuju liberalisasi pasar. kecuali dinyatakan lain) 1. Sebagai gantinya. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Pada tahun 1999. yang berlaku efektif pada bulan September 2000. telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. UMUM (lanjutan) a. 2009. Undang-Undang ini menyatakan bahwa kegiatan telekomunikasi meliputi: (1) (2) (3) Jaringan telekomunikasi. Instansi Pemerintah. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sedangkan telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan. Jasa telekomunikasi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. serta Telekomunikasi khusus. Badan Usaha Milik Daerah.

2009. dan kontribusi pelayanan universal. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.KOMINFO/ 11/2010 Jenis jasa Jaringan tetap lokal dan jasa teleponi dasar Jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh dan jasa teleponi dasar Jaringan tetap sambungan internasional dan jasa teleponi dasar Jaringan tetap tertutup 28 Oktober 2010 28 Oktober 2010 12 November 2010 ITKP 29 November 2010 12 .KOMINFO/ 10/2010 398/KEP/ M. Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jasa berdasarkan izin-izin tersebut diatas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. jumlah pelanggan. Untuk setiap izin.KOMINFO/ 10/2010 382/KEP/ M.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. lalu lintas. UMUM (lanjutan) a. pencapaian standar kualitas jasa.KOMINFO/ 10/2010 383/KEP/ M.KOMINFO/ 11/2010 384/KEP/DJPT /M. Laporan tersebut meliputi beberapa informasi seperti kemajuan pengembangan jaringan.T. pembayaran izin. segmen pelanggan. evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi secara menyeluruh dilakukan setiap 5 (lima) tahun. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Perusahaan menerima beberapa izin telekomunikasi dari Pemerintah Indonesia yang berlaku untuk periode yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada undang-undang dan peraturan telekomunikasi yang berlaku dan melakukan kewajiban sebagaimana tercantum dalam izin-izin tersebut. dan pendapatan kotor. kecuali dinyatakan lain) 1. sementara untuk Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (“ITKP”) terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan seperti kinerja operasi. Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut: Tanggal penetapan/ perpanjangan 28 Oktober 2010 Izin Izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal dan jasa teleponi dasar Izin penyelenggaraan jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh dan jasa teleponi dasar Izin penyelenggaraan jaringan tetap sambungan internasional dan jasa teleponi dasar Izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup Izin penyelenggaraan jasa internet teleponi untuk keperluan publik No izin 381/KEP/ M. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

Dewan Komisaris. kecuali dinyatakan lain) 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan keputusan-keputusan yang dibuat pada (i) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No. A. S. Partomuan Pohan. UMUM (lanjutan) b.A Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam * Meninggal dunia pada tanggal 7 September 2010.. LLM. pada tanggal 17 Desember 2010. dan (iii) RUPSLB yang dinyatakan dalam akta notaris No. mengangkat Jusman Syafii Djamal sebagai Komisaris Utama. Rudiantara sebagai Komisaris Independen. jabatan tidak terisi pada tanggal 31 Desember 2010 **COO dirangkap oleh Direktur Jaringan dan Solusi di tahun 2010 dan 2009 Berdasarkan RUPSLB Perusahaan. Direksi. (ii) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris No.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 22 tanggal 12 Juni 2009 oleh Dr. 33 tanggal 17 Desember 2010 oleh notaris yang sama.A Nazief Mahmuddin Yasin Arif Arryman* Petrus Sartono Rinaldi Firmansyah ** (lihat Catatan di bawah) Sudiro Asno Ermady Dahlan Arief Yahya I Nyoman Gede Wiryanata Prasetio Indra Utoyo Faisal Syam 2009 Tanri Abeng Bobby A.. Komite Audit.H.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 18 tanggal 11 Juni 2010 oleh notaris yang sama. mengangkat kembali Rinaldi Firmansyah sebagai Direktur Utama dan Arief Yahya sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale dengan masa jabatan terhitung sejak ditutupnya RUPSLB dan berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2015. dan karyawan Perusahaan 1. dan Johnny Swandi Sjam sebagai Komisaris Independen dengan masa jabatan terhitung sejak 1 Januari 2011 dan berakhir pada tanggal RUPST Perusahaan 2015. 2009. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebagai berikut: 2010 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Wakil Direktur Utama/Chief Operating Officer (“COO”) Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Solusi Direktur Enterprise dan Wholesale Direktur Konsumer Direktur Compliance dan Risk Management Direktur Teknologi Informasi Direktur Human Capital dan General Affairs (“HCGA”) Tanri Abeng Bobby A. 13 . 2. para pemegang saham Perusahaan setuju antara lain untuk: 1. Corporate Secretary.

Komite Audit.A.000.334. Pada bulan Mei 1999. Corporate Secretary. Pada tanggal 14 November 1995. dan penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas 700. Nazief Petrus Sartono Sahat Pardede Jarot Kristiono Mohammad Ghazali Latief Agus Murdiyatno 14 . yang terdiri dari 8.000. kecuali dinyatakan lain) 1.399. Pemerintah menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933. Dewan Komisaris.A. Terdapat 35. 2009.000 saham Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997.000 saham baru Seri B dan 233.300 saham Seri B sebagai insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun terhitung sejak tanggal IPO. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. adalah sebagai berikut: 2010 Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Corporate Secretary 3.847 orang dan 28. Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).750 orang (diaudit). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Pemerintah membagikan 2. Direksi. Nazief Agus Yulianto Sahat Pardede Agus Murdiyatno 2009 Arif Arryman Salam Bobby A.670.T. dan karyawan Perusahaan (lanjutan) 2.000. c. Penawaran umum efek Perusahaan Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (“Initial Public Offering” atau “IPO”) adalah 8.000.000. UMUM (lanjutan) b. Petrus Sartono Salam Bobby A.400.333.000 saham Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah.000. Pemerintah kembali menjual 898. Komite Audit dan Corporate Secretary Susunan Komite Audit dan Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.999. Karyawan Jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan per tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah 26.000 saham Seri B. Pada bulan Desember 1996.

DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.666. Pemberlakuan Undang-Undang No. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.995. Pada bulan Desember 2001.640 lembar saham. 15 . Pada bulan Juli 2002.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.T.000.999 saham Seri B.200. 40 tahun 2007 tidak berdampak terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Partomuan Pohan. Undang-Undang No.999. Pada tanggal 16 Agustus 2007. pada RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999. Pemerintah kembali menjual 312. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamandemen dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.000 saham atau 11.005.079.266 ADS telah dicatatkan pada NYSE dan LSE (Catatan 24). 26 tanggal 30 Juli 2004.000 saham atau 3.000. obligasi Perusahaan yang masih terhutang yang merupakan obligasi Rupiah kedua dan diterbitkan pada tanggal 25 Juni 2010 masing-masing sebesar Rp1.000 juta untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan dicatatkan di BEI (Catatan 20a)..999.000 juta untuk Seri A yang berjangka waktu 5 (lima) tahun dan Rp1.999 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.9% dari jumlah saham Seri B yang beredar. kecuali dinyatakan lain) 1. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-Undang tersebut. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Pada tanggal 31 Desember 2010. Pemerintah menjual 1.159. setiap ADS mewakili 40 saham Seri B. Pada tanggal 31 Desember 2010.1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.999.H. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A. dan III untuk pembelian kembali saham Seri B (Catatan 26). UMUM (lanjutan) c. para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor melalui pembagian saham bonus sejumlah 746. 2009. Setelah pemecahan saham. S.999. RUPST Perusahaan tanggal 29 Juni 2007. seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan 59. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku efektif pada tanggal yang sama.279 saham Seri B. No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan jumlah modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 10.874. Berdasarkan keputusan RUPSLB Perusahaan tanggal 21 Desember 2005. para pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I. LLM.999. dan RUPST Perusahaan tanggal 20 Juni 2008. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan) Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. Pembagian saham bonus kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. II.

UMUM (lanjutan) d.177 Anak perusahaan/ domisili PT Telekomunikasi Selular (”Telkomsel”). Indonesia 1995 100 100 433.373. Indonesia PT Pramindo Ikat Nusantara (”Pramindo”).394 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.25% kepemilikan oleh Metra) 99. Indonesia PT Indonusa Telemedia (”Indonusa”).T. Indonesia PT Multimedia Nusantara (”Metra”).536. Jakarta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Indonesia PT Infomedia Nusantara (“Infomedia”). dan pengembang/ 25 April 2001 1982 263.695 578.343.99 343. Indonesia 1998 100 100 1.591 PT Dayamitra Telekomunikasi (”Dayamitra”).057 178.689 1. dan jasa call center/ 22 September 1999 Telekomunikasi/ 17 Mei 2001 1984 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 100 (termasuk melalui 49% kepemilikan oleh Metra) 648.376 2009 59.199. Perusahaan mengkonsolidasi laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung sehubungan dengan kepemilikan mayoritas (Catatan 2b dan 2d): (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”)/26 Mei 1995 Jasa jaringan telekomunikasi & multimedia/ 9 Mei 2003 Telekomunikasi/ 31 Juli 2003 Tanggal operasi komersial 1995 Persentase hak kepemilikan 2010 65 2009 65 Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 57.117.99 100 (termasuk melalui 1. Jakarta. kecuali dinyatakan lain) 1. Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International (”TII”). 2009.80% kepemilikan oleh Metra) 99.757. Jakarta.361 1995 100 100 1. Jakarta.023 1.835 381. Anak perusahaan Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. konsultan sipil. Jakarta.759 Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan.872.192 201.227. Jakarta.061 Jasa data dan informasi menyediakan jasa informasi telekomunikasi dan jasa informasi lainnya dalam bentuk cetak dan media elektronik. Indonesia PT Graha Sarana Duta (”GSD”). Jakarta.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Jakarta.824 Jasa dan pembangunan telekomunikasi/ 15 Agustus 2002 1995 100 100 1.841 16 .326 TV berlangganan dan jasa konten/ 7 Mei 1997 1997 100 (termasuk melalui 0.

Jakarta. Indonesia PT Metra-Net (”Metra-Net”). kecuali dinyatakan lain) 1. dan pemeliharaan lisensi dan peranti lunak/ 1 Mei 1987 Telekomunikasi/ 6 Desember 2007 Tanggal operasi komersial 1988 Persentase hak kepemilikan 2010 100 (melalui 100% kepemilikan oleh Metra) 2009 80 (melalui 80% kepemilikan oleh Metra) Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 503.910 Anak perusahaan/ domisili Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh Perusahaan Tanggal operasi komersial 1999.465 17 .922 49. Jakarta.. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Voice Over Data (VOD). 2009.476 2009 460. berhenti beroperasi pada tanggal 13 Januari 2006 PT Napsindo Telekomunikasi Primatel menyediakan Network Internasional Access Point (NAP).294 188. wesel bayar. Indonesia PT Administrasi Medika (“Ad Medika”). Ltd. Amsterdam. meminjamkan.V.796 Percetakan/ 1 Oktober 2003 2000 86. (”TFBV”).687 8. (“Napsindo”).didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meminjam.560 Anak perusahaan/ domisili PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”).. Tangerang. atau instrumen hutang/ 7 Februari 2005 2005 7. Anak perusahaan (lanjutan) (i) Anak perusahaan dengan kepemilikan langsung: (lanjutan) Persentase hak kepemilikan 2010 60 2009 60 Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 4. Indonesia dan jasa terkait lainnya/ 29 Desember 1998 (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Jasa teknologi informatika implementasi dan integrasi sistem.970 - Jasa portal multimedia/ 17 April 2009 2009 100 (melalui 100% kepemilikan oleh Metra) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 42.198 Keuangan . Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia International Pte.031 6. Indonesia Telkomsel Finance B.T.440 Data dan komunikasi perbankan/ 31 Oktober 2005 2006 71. outsourcing. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan mengumpulkan dana. Indonesia PT Finnet Indonesia (”Finnet”).992 Jasa administrasi asuransi kesehatan/ 25 Februari 2010 2010 59. termasuk menerbitkan obligasi. Jakarta. Singapura PT Balebat Dedikasi Prima (“Balebat”). The Netherlands 2008 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) 75 (melalui 75% kepemilikan oleh Metra) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh Metra) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 65 (melalui 65% kepemilikan oleh Infomedia) 60 (melalui 60% kepemilikan oleh Metra) - 256.910 2009 4. Jakarta.068 76. Bogor. UMUM (lanjutan) d.

Hongkong Aria West International Finance B. Anak perusahaan (lanjutan) (ii) Anak perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung: (lanjutan) Jenis usaha/ tanggal pendirian atau akuisisi oleh anak perusahaan Telekomunikasi/ 8 Desember 2010 Persentase hak kepemilikan 2010 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 2009 Jumlah aset sebelum eliminasi 2010 2. 2009.V.T. Penyediaan layanan 3G secara komersial telah dimulai sejak September 2006. 19/KEP/M. Lisensi dapat diperpanjang setelah melalui proses evaluasi (Catatan 12. Telkomsel mendapatkan lisensi International Mobile Telecommunications-2000 (“IMT-2000”) atau 3rd Generation Technology (“3G”) pada pita frekuensi 2. dan (iii) Layanan telekomunikasi dasar. Mauritius Tanggal operasi komersial 2010 Didirikan untuk memberikan jasa di bidang perdagangan dan keuangan/ 3 Juni 1996 Keuangan didirikan untuk mengumpulkan dana untuk pengembangan bisnis Telkomsel melalui penerbitan saham debenture. atau surat berharga lainnya/22 April 2002 1996.KOMINFO/2/2006. obligasi. (ii) Layanan telekomunikasi bergerak IMT-2000 dengan pita frekuensi radio di 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.iii dan 47c. yang akan dievaluasi secara tahunan. termasuk sanksisanksi yang relevan. hipotek. The Netherlands Telekomunikasi Selular Finance Limited (“TSFL”). (“AWI BV”).i). 18 . berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli 2003 2002 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 100 (melalui 100% kepemilikan oleh TII) 311 623 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 (melalui 100% kepemilikan oleh Telkomsel) 65 24 (a) Telkomsel Pada tanggal 14 Februari 2006. Lisensi tersebut memiliki masa berlaku tidak terbatas.KOMINFO/10/2006 tanggal 11 Oktober 2006..1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Menkominfo”) No. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.1 GHz (3G). lisensi operasi Telkomsel diperbaharui dengan memberikan hak kepada Telkomsel untuk menyediakan: (i) Layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi radio di 900 Megahertz (“MHz”) dan 1800 MHz. kecuali dinyatakan lain) 1. 101/KEP/M. Lisensi tersebut di atas mengatur tentang hak dan kewajiban Telkomsel. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.640 2009 - Anak perusahaan/ domisili PT Telekomunikasi Indonesia International Ltd. UMUM (lanjutan) d.

Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Lisensi tersebut memiliki masa berlaku tidak terbatas. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009. para pemegang saham Metra menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp418. Anak perusahaan (lanjutan) (a) Telkomsel (lanjutan) Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. kecuali dinyatakan lain) 1. para pemegang saham Metra juga menyetujui pendirian anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa portal multimedia dan konten..KOMINFO/9/2009 tanggal 1 September 2009. Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui DJPT memberikan Telkomsel lisensi operasi untuk menyediakan jasa internet. dapat diperpanjang tergantung hasil evaluasi (Catatan 46h). 38/DIRJEN/2004. masing-masing pada tanggal 25 Januari 2010 dan 28 Januari 2010. Telkomsel mendapatkan lisensi operasi untuk menyediakan jasa VoIP di beberapa daerah. yang akan dievaluasi setiap tahun atau setiap lima tahun. Lisensi tersebut memiliki masa berlaku tidak terbatas. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No 39/KEP/M. S.KOMINFO/01/2010. yang akan dievaluasi setiap tahun atau setiap lima tahun. 268/KEP/M.850 juta menjadi Rp485. M. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (“Depkominfo”) melalui DJPT memberikan Telkomsel izin prinsip untuk menyediakan Jasa Teleponi Internet (Voice over Internet Protocol atau “VoIP”). Metra telah menandatangani Conditional Sales Purchase Agreement (“CSPA”) dengan PT Elnusa Tbk (“Elnusa”) untuk transaksi akuisisi 49% saham Infomedia dari Elnusa (Catatan 1d.829 juta dan setoran tunai sebesar Rp32.d). 213/DIRJEN//2010 tanggal 17 Juni 2010. yang menggantikan Surat Keputusan No. 19 . No. Pemerintah memberikan Telkomsel lisensi operasi untuk menyediakan jaringan tetap lokal dalam program Kewajiban Pelayanan Universal (“KPU”).KOMINFO/01/2010 dan No.i). dengan masa berlaku satu tahun bergantung pada uji layak operasi. Lisensi berlaku sampai dengan berakhirnya masa perjanjian. 41/KEP/M.000 juta.1 Gigahertz (“GHz”) untuk periode 10 tahun sejak tanggal surat keputusan (Catatan 12iii dan 47c. 226/DIRJEN/2009 tanggal 24 September 2009. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 10/632/DASP tanggal 12 Agustus 2008.000 per saham. Berdasarkan Surat Bank Indonesia (“BI”) No.Kn. Pada tanggal 29 Mei 2009. Pemerintah memberikan Telkomsel tambahan lisensi IMT-2000 pada pita frekuensi 2. 213/DIRJEN/2008 tanggal 4 Agustus 2008. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. (b) Metra Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 23 Maret 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sutjipto. pada tanggal 12 Agustus 2008 Telkomsel terdaftar sebagai penyedia jasa pengiriman uang dengan nomor registrasi 10/12/DASP/10 untuk menyediakan jasa pengiriman uang. Selain itu. UMUM (lanjutan) d. 64 tanggal 16 April 2009.679 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. melalui konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap) sebesar Rp34.H.

UMUM (lanjutan) d. kecuali dinyatakan lain) 1.000. S. para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1. 25 tanggal 30 Juni 2009.H.233.179 juta menjadi Rp1. Perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas Infomedia.000 juta (Catatan 1d.000. 2009.084.T.H.179 juta dengan mengeluarkan tambahan 5.101.233. 1 tanggal 2 Februari 2010. Pada tanggal 1 Juli 2009.H. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Metra melakukan pembayaran nilai transaksi untuk pembelian 49% saham Infomedia dari Elnusa sebesar Rp598. Selanjutnya pada tanggal 25 Februari 2010.d). Metra telah menandatangani Sales Purchase Agreement (“SPA”) Saham untuk melakukan pembelian 205. 20 .179 juta dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.H.179 juta dengan mengeluarkan tambahan 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. No.077 juta. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler Metra pada tanggal 24 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Wahyu Nurani.679 juta menjadi Rp1. S. Metra menandatangani SPA dengan para pemegang saham Ad Medika atas transaksi pembelian saham tersebut sebesar Rp130. berdasarkan akta notaris Myra Yuwono. Metra telah menandatangani CSPA dengan para pemegang saham Administrasi Medika (“Ad Medika”) untuk membeli 75% saham beredar Ad Medika (Catatan 3). para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1. Pada tanggal 4 Maret 2010. para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1.444 juta dan dicatat sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” pada akun ekuitas (Catatan 2d).000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan akuisisi Ad Medika (Catatan 3). berdasarkan akta notaris Myra Yuwono. Pada tanggal 30 Juni 2009.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.179 juta dengan mengeluarkan tambahan 13.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan penambahan modal ditempatkan pada Metra-Net. No.000 lembar saham.101.084. S. Pada tanggal 2 Februari 2010. berdasarkan akta notaris Myra Yuwono. 5 tanggal 4 Maret 2010.200.H.000 juta menjadi Rp2.700.000 juta yang terbagi atas 200.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10. Pada tanggal transaksi. Pada tanggal 25 Januari 2010. berdasarkan akta notaris Sjaaf De Carya Siregar. S.179 juta menjadi Rp1.000.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan pembentukan perusahaan patungan bersama SK Telecom (Catatan 9ii).000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan. 8 tanggal 24 Juli 2009.000 lembar saham Infomedia atau 49% dari total kepemilikan dengan nilai transaksi sebesar Rp598. No. dan (2) penambahan modal ditempatkan dari Rp485. Pada tanggal 22 Juni 2010.284. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Selisih antara nilai pembelian dengan nilai kepemilikan minoritas sebesar Rp439. No. 20 tanggal 22 Juni 2010. para pemegang saham Metra menyetujui: (1) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp1. No.800.000 juta dari Elnusa. S.100.179 juta menjadi Rp1. sehingga transaksi ini merupakan akuisisi kepemilikan minoritas pada anak perusahaan.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) d. Anak perusahaan (lanjutan) (b) Metra (lanjutan) Pada tanggal 30 Agustus 2010, berdasarkan akta notaris Myra Yuwono, S.H. No. 59 tanggal 30 Agustus 2010, para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1.284.179 juta menjadi Rp1.327.179 juta dengan mengeluarkan 4.300.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan penambahan modal ditempatkan pada Metra-Net. Pada tanggal 31 Agustus 2010, berdasarkan akta notaris Myra Yuwono, S.H. No. 60 tanggal 31 Agustus 2010, para pemegang saham Metra menyetujui penambahan modal ditempatkan dari Rp1.327.179 juta menjadi Rp1.422.901 juta dengan mengeluarkan 9.572.206 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 per saham yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan untuk keperluan melakukan eksekusi put option 20% saham Sigma yang dimiliki oleh PT Sigma Citra Harmoni (“SCH”). (c) TII Pada tanggal 1 Juni 2009, berdasarkan Amandemen Ketiga dan Pengalihan terhadap Perjanjian Pengadaan & Pemasangan Proyek Batam Singapore Cable System (“BSCS”), Perusahaan mengalihkan seluruh hak dan kewajibannya dalam Proyek BSCS kepada TII. Pada tanggal 22 Oktober 2009, berdasarkan Notice of Assignment Acceptance kepada Komite Manajemen Asia America Gateway (“AAG”) dan anggota konsorsium AAG, Perusahaan mengalihkan seluruh hak dan kewajibannya dalam konsorsium AAG kepada TII. Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 22 Desember 2009, para pemegang saham TII menyetujui pengakuan hutang yang timbul dari pengalihan proyek pembangunan infrastruktur internasional (on going project) Perusahaan kepada TII yang terdiri dari proyek BSCS dan AAG sebesar Rp463.105 juta. Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 22 Desember 2009, yang dinyatakan dalam akta notaris Siti Safarijah, S.H. No. 12 tanggal 21 Januari 2010, yang kemudian ditegaskan kembali melalui Perjanjian Pengakuan Hutang dan Konversi Hutang Menjadi Penyertaan Saham antara Perusahaan dan TII pada tanggal 23 Desember 2009, para pemegang saham TII menyetujui: (1) penambahan modal ditempatkan sebesar Rp593.191 juta dengan mengeluarkan 5.203.427 saham baru; (2) pengeluaran keseluruhan saham baru yang akan ditempatkan dan disetor penuh oleh Perusahaan melalui konversi hutang menjadi penambahan modal disetor (debt to equity swap) sebesar Rp463.105 juta dan setoran tunai sebesar Rp130.086 juta; dan (3) peningkatan modal dasar dari Rp308.306 juta yang terbagi atas 2.704.440 lembar saham dengan nilai nominal Rp114.000 menjadi Rp2.052.000 juta yang terbagi atas 18.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp114.000. Pada tanggal 28 Desember 2009, Perusahaan telah melakukan pembayaran untuk peningkatan modal kepada TII sebesar Rp130.086 juta. Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 11 Januari 2010, para pemegang saham TII menyetujui keikutsertaan TII dalam konsorsium Kabel Laut South East Asia-Japan Cable System (SJC) dan peningkatan kapasitas ke Amerika Serikat dengan jumlah investasi sebesar US$45,2 juta. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, tidak ada pembayaran yang dilakukan TII kepada konsorsium.

21

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) d. Anak perusahaan (lanjutan) (c) TII (lanjutan) Berdasarkan RUPS Sirkuler TII pada tanggal 10 November 2010, yang dinyatakan dalam akta notaris Siti Safarijah, S.H. No. 28 tanggal 30 November 2010, para pemegang saham TII menyetujui konversi hutang sebesar Rp164.708 juta menjadi saham ditempatkan dan disetor penuh (debt to equity swap) sehingga menjadi Rp1.066.205 juta. (d) Infomedia Berdasarkan RUPS Sirkuler Infomedia pada tanggal 5 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar, S.H. No. 10 tanggal 5 Juni 2009, para pemegang saham Infomedia menyetujui: (1) kapitalisasi bagian saldo laba ditahan perseroan dalam bentuk pembagian dividen saham; (2) peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100.000 juta menjadi Rp500.000 juta yang terbagi atas 1.000.000.000 lembar saham; dan (3) peningkatan modal disetor perseroan dari Rp40.000 juta menjadi Rp210.000 juta yang terbagi atas 420.000.000 lembar saham. Berdasarkan SPA antara Elnusa dan Metra pada tanggal 30 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta notaris Sjaaf De Carya Siregar, S.H. No. 25 tanggal 30 Juni 2009, para pihak menyetujui pemindahan hak atas saham milik Elnusa sejumlah 205.800.000 lembar saham kepada Metra (Catatan 1d.b). (e) Indonusa Pada tanggal 10 Desember 2010, berdasarkan akta notaris Dr. A. Partomuan, S.H. No. 6 tanggal 6 Januari 2011, para pemegang saham Indonusa menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh dari 481.426.353 lembar saham menjadi 753.426.353 lembar saham dengan mengeluarkan tambahan 272.000.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp500 per saham yang disetor penuh oleh Perusahaan.

e. Kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 29 Maret 2011.

22

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (“GAAP Indonesia”) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”, dan Surat Edaran No. SE-02/PM/2002 tentang “Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Telekomunikasi”. GAAP Indonesia berbeda dalam beberapa hal secara signifikan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Amerika Serikat (“U.S. GAAP”). Informasi terkait dengan sifat dan pengaruh perbedaan-perbedaan tersebut dijelaskan pada Catatan 54. a. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang dicatat berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. Angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam dan dibulatkan menjadi jutaan Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain. b. Prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaannya dimana Perusahaan, baik secara langsung ataupun tidak langsung, memiliki kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50% dan memiliki kemampuan mengendalikan entitas, atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun penyertaan sahamnya lebih kecil atau sama dengan 50%. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal ketika Perusahaan memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal pelepasannya. Seluruh saldo dan transaksi antarperusahaan yang signifikan telah dieliminasi pada laporan keuangan konsolidasian. c. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Definisi pihak yang memiliki hubungan istimewa yang digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7, mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Pihak-pihak yang dianggap mempunyai hubungan istimewa adalah bila satu pihak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pihak lain atau mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional. d. Akuisisi anak perusahaan Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. Harga perolehan akuisisi dialokasikan ke dalam aset dan kewajiban yang teridentifikasi dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal transaksi. Selisih harga perolehan dari bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang teridentifikasi dicatat sebagai goodwill, dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang pada umumnya diperkirakan tidak lebih dari lima tahun, periode yang lebih panjang dari lima tahun diperkenankan apabila tidak lebih dari dua puluh tahun.

23

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar efek untuk diperdagangkan disajikan dalam laporan laba rugi di dalam (beban) penghasilan lain-lain dalam periode timbulnya keuntungan atau kerugian tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Akuisisi anak perusahaan (lanjutan) Perusahaan secara berkesinambungan mengevaluasi apakah terdapat suatu kejadian atau telah terjadi perubahan kondisi yang mengharuskan adanya perubahan terhadap estimasi sisa masa manfaat aset tidak berwujud dan goodwill. ii. Jika terdapat indikasi impairment. Akuisisi dengan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan nilai buku seperti metode penyatuan kepemilikan (carryover basis). Laba atau rugi yang telah direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian dan dihitung berdasarkan metode identifikasi khusus. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Penurunan nilai efek yang tersedia untuk dijual di bawah harga perolehannya yang bersifat non-temporer dan dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. 2009. f. tetapi dilaporkan sebagai komponen terpisah pada bagian ekuitas hingga terealisasi. 24 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih Transaksi Akuisisi Kepemilikan Minoritas pada Anak Perusahaan” (Catatan 1d. diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” pada bagian ekuitas. Penyertaan pada efek Penyertaan pada efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dan efek untuk diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai wajarnya. dan semua deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya.T. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek yang tersedia untuk dijual tidak diakui pada laporan laba rugi tahun berjalan. atau adanya indikasi penurunan nilai (“impairment”).b). Penyertaan i. Saldo “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian ketika tidak terdapat lagi hubungan sepengendali antara pihakpihak yang bertransaksi. nilai aset tidak berwujud dan goodwill yang dapat terpulihkan (recoverable) ditentukan berdasarkan nilai diskonto dari estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar terhadap nilai waktu dari uang (time value of money) dan risiko spesifik dari aset terkait. Selisih yang timbul dari jumlah bayar dengan nilai tercatat hak minoritas yang didebitkan. Selisih harga pengalihan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Deposito berjangka Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai penyertaan sementara. e. setelah memperhitungkan dampak pajak penghasilan (“PPh”) yang berlaku. kecuali dinyatakan lain) 2. yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan.

aset dan kewajiban kedua perusahaan ini pada tanggal neraca masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Ketika bagian Perusahaan atas rugi melebihi nilai tercatat dari perusahaan asosiasi. sekurang-kurangnya di setiap akhir tahun. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai terendah antara harga kuotasi pasar (jika ada) dan nilai diskonto arus kas. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) f. Secara berkesinambungan.”) dan mata uang fungsional Scicom (MSC) Berhad adalah Ringgit Malaysia (“RM”). dan dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan keuangan dan operasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Penyertaan pada joint venture dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dimana bagian partisipasi pada suatu joint venture pada awalnya dibukukan sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan terhadap perubahan dalam bagian venturer atas aset bersih dari joint venture yang terjadi setelah perolehan. Penurunan nilai yang harus diakui diukur berdasarkan selisih lebih antara nilai tercatat penyertaan dengan nilai wajarnya. 25 . Perusahaan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi secara proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh signifikan tersebut. atau teknik penilaian lain yang tepat. kondisi keuangan dan prospek bisnis dari setiap perusahaan asosiasi. Untuk tujuan pelaporan investasi tersebut dengan metode ekuitas.T. dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian saat penyertaan dijual sesuai persentase kepemilikan yang dijual. lamanya nilai wajar penyertaan berada di bawah nilai tercatat penyertaan. dan faktor-faktor relevan lainnya. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama tahun tersebut. Perubahan nilai penyertaan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan asosiasi yang timbul dari transaksi ekuitas antara perusahaan asosiasi dengan pihak lain diakui sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi”. nilai tercatat penyertaan diturunkan hingga nihil dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan kecuali apabila Perusahaan menjamin kewajiban perusahaan asosiasi atau mempunyai komitmen untuk menyediakan dukungan keuangan kepada perusahaan asosiasi. kecuali dinyatakan lain) 2. Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi nilai tercatat penyertaannya pada perusahaan asosiasi terhadap kemungkinan penurunan nilai.S. Mata uang fungsional PT Pasifik Satelit Nusantara (“PSN”) dan PT Citra Sari Makmur (“CSM”) adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar A. Selisih yang sebelumnya langsung dikreditkan ke ekuitas sebagai dampak transaksi ekuitas di perusahaan asosiasi. Penyertaan pada perusahaan asosiasi Penyertaan pada perusahaan-perusahaan di mana Perusahaan memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Penyertaan (lanjutan) iii. nilai wajar penyertaan dibandingkan dengan nilai tercatat penyertaan. Faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan adanya indikasi penurunan nilai selain penurunan nilai sementara adalah pencapaian tujuan dan tahapan rencana usaha termasuk proyeksi arus kas dan hasil dari aktivitas pendanaan yang direncanakan. Berdasarkan metode ini. 2009. dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.

Apabila nilai tercatat aset tidak berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan estimasi masa manfaat. kecuali dinyatakan lain) 2. Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008) “Persediaan”. Penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk berdasarkan evaluasi manajemen terhadap tingkat ketertagihan saldo piutang. yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif. h. harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut.T. Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”). Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada masa depan. 2009. Aset tidak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. modem wireless broadband dan vaucer prabayar yang dibebankan pada saat penjualan. kartu Removable User Identity Module (“RUIM”). Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan peranti lunak komputer. Perusahaan dan anak perusahaan harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tidak berwujud. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang untuk komponen. Piutang dihapuskan dalam periode ketika piutang tersebut dipastikan tidak dapat ditagih. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tidak berwujud sebagai berikut: Tahun Lisensi 10 Aset tidak berwujud lainnya 2-10 26 . kartu SIM. lisensi. Aset tidak berwujud diakui jika Perusahaan dan anak perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tidak berwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Aset tidak berwujud Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang berasal dari akuisisi anak perusahaan/bisnis. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih. set top box. Aset tidak berwujud. pesawat telepon. i. kartu RUIM. setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi. jika ada. j. yang kemudian dibebankan atau dialihkan ke aset tetap pada saat pemakaian. Persediaan terdiri dari komponen dan modul. dan vaucer prabayar dan metode identifikasi khusus untuk persediaan modul. Persediaan Sejak 1 Januari 2009.

teleks. Setiap bagian aset tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. dan komunikasi data 5-15 Peralatan dan instalasi transmisi 5-25 Satelit. Berdasarkan interpretasi manajemen terhadap ketentuan lisensi tersebut dan konfirmasi tertulis dari DJPT. disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan 20-40 Prasarana bangunan 3-7 Peralatan sentral telepon 5-15 Peralatan telegraf. kecuali dinyatakan lain) 2. Telkomsel diberikan lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (Catatan 12. 2009. (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya. dan peralatannya 3-20 Jaringan kabel 5-25 Catu daya 3-10 Peralatan pengolahan data 3-10 Peralatan telekomunikasi lainnya 5 Peralatan kantor 2-5 Kendaraan 5-8 Peralatan lainnya 5 27 . sejak aset terkait dengan pengoperasian tersebut tersedia untuk digunakan. dan (c) estimasi biaya awal pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Oleh karena itu. Telkomsel diharuskan membayar uang muka (up-front fee) dan iuran tahunan biaya hak penggunaan (“BHP”) selama sepuluh tahun (Catatan 43a.i). Aset tetap . DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset tidak berwujud (lanjutan) Pada tahun 2006. Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan lisensi tersebut setiap tahun. Nilai residu dan masa manfaat aset tetap harus direview minimum setiap akhir tahun buku. lisensi tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa iuran tahunan BHP. kecuali tanah. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) j.ii dan 47c. Uang muka (up-front fee) dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa lisensi pengoperasian seluler bergerak 3G (10 tahun).T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Amortisasi dimulai pada tahun 2006.iii). Aset tetap yang diperoleh secara langsung diakui berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.perolehan langsung Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan. Telkomsel mengakui iuran tahunan BHP sebagai beban pada saat terjadinya. stasiun bumi. k. Aset tetap.

Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual. Aset dalam pembangunan diakui sebesar harga perolehan hingga pembangunan selesai. Aset tetap . Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. dan antena dan tower (merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi.perolehan langsung (lanjutan) Terkait dengan PSAK 16R. Perusahaan dan anak perusahaan secara periodik menelaah kemungkinan terjadinya penurunan nilai aset tetap. biaya pinjaman. berdasarkan review masa manfaat di industri telekomunikasi yang sejenis dengan Perusahaan dan ekspektasi penggunaan berdasarkan spesifikasi teknis. Peralatan yang untuk sementara tidak digunakan direklasifikasi sebagai peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaatnya. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) / Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) (merupakan bagian dari peralatan dan instalasi transmisi) dari 20 tahun menjadi 25 tahun. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. Suku cadang dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan dan diakui sebagai bagian dari laba atau rugi pada saat dikonsumsi. Dalam kondisi tersebut. peranti lunak komputer tersebut harus dicatat sebagai bagian dari aset tidak berwujud.iii). nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Selama masa pembangunan. yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih atau nilai pakai. Jika peranti lunak komputer berdiri sendiri dari peranti keras komputernya. dan satelit. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai dan aset tetap siap untuk digunakan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat instalasi bangunan dan bangunan kantor (merupakan bagian dari bangunan) dari 20 tahun menjadi 40 tahun. peranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari peranti keras komputer. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dimana terdapat kejadian dan kondisi yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tetap tidak dapat diperoleh kembali. yang kemudian direklasifikasi secara spesifik menjadi aset tetap yang terkait. Peranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan peranti lunak komputer tertentu. Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari 12 bulan dicatat sebagai bagian aset tetap. dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi pengeluaran selama periode tersebut.T. 2009. sejak 1 Januari 2010. 28 . dan laba atau rugi yang timbul dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. stasiun bumi dan peralatannya) dari 15 tahun menjadi 20 tahun. Pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut diperhitungkan secara prospektif dan menghasilkan pengurangan dalam beban yang dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2010 (Catatan 10d. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. yang termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul untuk membiayai pembangunan aset. Pemugaran dan penambahan yang signifikan dikapitalisasi.

T. m.hak atas tanah Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan dan perpanjangan masa hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode hak atas tanah tersebut. diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Pendapatan Minimum Telkom (“Minimum Telkom Revenue” atau “MTR”) dan bagian Perusahaan atas Pendapatan KSO yang Harus Dibagi (“Distributable KSO Revenues” atau “DKSOR”). 2009. 29 . Aset sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat ekonomisnya. setelah dikurangi MTR dan beban operasi Unit KSO. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l. kecuali dinyatakan lain) 2. Bagian Perusahaan atas DKSOR diakui berdasarkan persentase bagian Perusahaan atas pendapatan KSO. MTR diakui setiap bulan berdasarkan perhitungan jumlah MTR yang diperjanjikan untuk tahun berjalan. setelah dikurangi dengan seluruh beban langsung yang berkaitan dengan perjanjian KSO dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan masa KSO yaitu 15 tahun sejak tanggal 1 Januari 1996. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. “Akuntansi Kerja Sama Operasi”. nilai kini pembayaran sewa minimum. Aset tetap sewa pembiayaan Klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk kontraknya. Kompensasi yang diterima dari mitra KSO dicatat sebagai pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. Biaya langsung awal yang dikeluarkan perusahaan dan anak perusahaan ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas. Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sesuai dengan perjanjian KSO. Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau jika lebih rendah. aset yang dibangun oleh mitra KSO dalam rangka KSO dicatat dalam pembukuan mitra KSO yang mengoperasikan aset tersebut dan akan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa KSO atau saat penghentian perjanjian KSO. Kerja Sama Operasi (“KSO”) Pendapatan dari KSO mencakup amortisasi pendapatan dari pembayaran para mitra KSO yang ditangguhkan. n. Berdasarkan PSAK 39. Beban tangguhan .

420 13. antara lain.591 102. dan pencatatan perjanjian Pola Bagi Hasil (“PBH”) dengan cara yang sama dengan sewa pembiayaan.005 12. Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Penerapan PPSAK 1 “Pencabutan PSAK 35 (Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi)” Pada bulan Juni 2009. Penjabaran valuta asing Mata uang fungsional Perusahaan dan anak perusahaan adalah Rupiah dan pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah.025 110. penangguhan pendapatan dari instalasi dan sambungan termasuk biaya tambahan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan (Catatan 2p.430 13. p. kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi.05 2009 Jual 9. Semua pendapatan yang dihasilkan dari PBH diakui sebagai bagian pendapatan yang berasal dari operasi. PPSAK 1. dimana aset dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian masing-masing sebagai “Aset tetap” dan “Kewajiban sewa pembiayaan PBH”. reklasifikasi panggilan keluar (outgoing calls) kepada operator lain dari pendapatan interkoneksi ke pendapatan telepon. Pengakuan pendapatan dan beban i.iii). 2009. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (DSAK) menerbitkan Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan No.82 Beli 9. Pada tanggal neraca konsolidasian. aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal neraca konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan dan anak perusahaan 2010 Beli Dolar Amerika Serikat (“US$”) 1 Euro1 Yen1 9.68 Jual 9. kecuali dinyatakan lain) 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. baik yang telah maupun yang belum direalisasi. 30 .ii dan 2p.20 Laba atau rugi selisih kurs yang timbul. dimana pinjaman dapat diatribusikan terhadap pembangunan aset tersebut (Catatan 2k). 1 (“PPSAK 1”). mencabut PSAK 35 "Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi".011 110.574 102. Dampak dari penerapan tersebut termasuk: • • • • penyajian pendapatan interkoneksi dari penyajian neto menjadi bruto. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) o. sementara sebagian dari pendapatan yang merupakan bagian mitra usaha dicatat sebagai beban bunga dan disajikan sebagai pengurang atas kewajiban PBH.T. Perusahaan dan anak perusahaan mengadopsi PPSAK 1 sejak 1 Januari 2010 dan menerapkan secara retrospektif. efektif sejak periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010.015 12. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

398.574 (6.80 29.677.330) 86.711) (416.997) 20.619.747) Dinyatakan kembali 254.494) Beban Lain-Lain (253. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.373.73 Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 21.030 (96.889. 2009.786 540.639.428) (38.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.729.847) 52.382.896.447.047) 66.971 (5.470 Laba Per Saham Dasar Laba bersih per saham 537.38 21.316 2.021 (6.689. Penerapan PPSAK 1 “Pencabutan PSAK 35 (Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi)” (lanjutan) Sebagai akibat dari perubahan penyajian tersebut.717.166.65 106.762) 97. maka laporan keuangan konsolidasian komparatif telah dinyatakan kembali sebagai berikut: Sebelum dinyatakan kembali NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009: Aset Tidak Lancar Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas 81.180.045.125) (21.487 Setelah dinyatakan kembali 81.373.993.330) 337.6 67.429 (41. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) i.309) Beban Lain-Lain (1.123) 11.398.615.604 (6.652.882) (340.152) (43.989.826 579.163 (33.645 (3.335.853) Laba Sebelum Pajak 22.615) 22.893.596.652. kecuali dinyatakan lain) 2.509.748.811.542) 10.686 3.784 Beban Usaha (38.919.414) (20.635 Beban Usaha (41.20 31 .733 (31.20 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009: Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan 3.404.667) Laba Sebelum Pajak 20.715. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) p.628.076) Laba Bersih 11.39 135.140 Laba Per Saham Dasar Laba bersih per saham 576.030) 29.673.00 64.080.554 (175.098) (38.883 (2.312.694) LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008: Pendapatan Usaha 60.461) (2.136 (26.332.T.037.388) (86. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.664) 96.260) LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009: Pendapatan Usaha 64.582 (26.994.349.20 3.13 Laba bersih per ADS (40 saham Seri B per ADS) 23.808 Beban Pajak (5.288 Beban Pajak (6.476.347.671.695) Laba Bersih 10.52 23.518 (44.

Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) i.628) 24. Penjualan vaucer pulsa isi ulang (baik digabungkan dalam paket perdana ataupun dijual secara terpisah) diakui pertama kali sebagai pendapatan diterima di muka dan secara proporsional diakui sebagai pendapatan berdasarkan jangka waktu dan jumlah panggilan yang berhasil dilakukan dan pemakaian jasa nilai tambah oleh pelanggan atau pada saat sisa pulsa pada vaucer prabayar telah habis masa berlakunya.064) ii. penyalur. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) p. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.348.925 (11. • Pendapatan dalam rangka KPU diakui saat akses telekomunikasi siap dan jasa tersebut diserahkan. Potongan promosi yang belum digunakan disajikan sebagai pengurang pendapatan diterima di muka. Biaya abonemen berlangganan. yang terdiri dari penjualan kartu perdana (yang berisi kartu SIM untuk telepon seluler atau kartu RUIM untuk telepon nirkabel dan vaucer perdana) dan vaucer isi ulang diakui sebagai berikut: • • Penjualan kartu SIM dan RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat kartu perdana tersebut diserahkan kepada distributor. kecuali dinyatakan lain) 2.553. Pendapatan telepon seluler dan jaringan tetap nirkabel Pendapatan dari jasa pasca bayar. 2009.316.297 (11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Biaya abonemen bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan berlangganan.T. Penerapan Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (“PPSAK”) 1 (lanjutan) Sebelum dinyatakan kembali LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008: Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan Dinyatakan kembali Setelah dinyatakan kembali 24. yang terdiri dari pendapatan penggunaan dan biaya abonemen bulanan diakui sebagai berikut: • Pendapatan dari jasa instalasi sambungan telepon ditangguhkan termasuk biaya tambahan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan Pendapatan pulsa dan biaya pemakaian atas jasa nilai tambah diakui berdasarkan penggunaan pelanggan. 32 . Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak Pendapatan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak ditangguhkan termasuk biaya tambahan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan.586. iii. Pendapatan dari pemakaian telepon diakui pada saat pelanggan memakai telepon tersebut. bulanan diakui sebagai pendapatan pada saat pelanggan • • Pendapatan dari jasa prabayar.628 (237. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.436) 237. atau langsung kepada pelanggan.

sementara pendapatan yang merupakan bagian mitra usaha dicatat sebagai beban bunga dan pengurang kewajiban PBH. Beban Beban diakui berdasarkan metode akrual. viii. 2009. dan instalasi diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan atau instalasi perangkat. dan jasa teknologi informatika Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) iv. 33 . vi. Pendapatan data. Pendapatan jasa atau barang telekomunikasi lainnya diakui pada saat jasa dan atau barang diserahkan kepada pelanggan. Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya terdiri dari pendapatan PBH dan penjualan jasa atau barang telekomunikasi lainnya. Pendapatan dari jasa pengembangan peranti lunak komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) p. Pendapatan interkoneksi Pendapatan dari interkoneksi jaringan dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan internasional diakui pada saat terjadinya berdasarkan perjanjian. Pendapatan jaringan Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit yang diakui pada periode saat jasa diberikan. jasa pemasangan jaringan data komputer. Semua pendapatan yang dihasilkan dari perjanjian PBH diakui sebagai bagian pendapatan yang berasal dari operasi. Pendapatan dari penjualan. dimana aset dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian. kecuali dinyatakan lain) 2. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. instalasi dan implementasi peranti lunak dan perangkat keras komputer. Pendapatan interkoneksi terdiri dari pendapatan yang berasal dari panggilan pelanggan operator lain kepada pelanggan operator Perusahaan dan anak perusahaan (incoming) serta panggilan antar pelanggan operator lain yang melalui jaringan Perusahaan dan anak perusahaan (transit). PBH dicatat sama seperti sewa pembiayaan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. internet. vii. v. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya bersih berkala untuk tahun iuran tersebut terutang dan dicatat sebagai biaya karyawan. Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan perubahan asumsi aktuaria. kecuali dinyatakan lain) 2. 34 . diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu. yang melebihi nilai tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program. Pensiun dini (“Pendi”) Beban Pendi diakui pada saat Perusahaan berkomitmen untuk memberi imbalan Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Perusahaan agar karyawan terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. dan hanya jika. Pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu. tergantung persetujuan manajemen.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi dengan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban yang bersangkutan. Kewajiban sehubungan dengan LSA dan LSL dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. dikurangi dengan nilai wajar dari aset program pensiun setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria yang tidak diakui.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Imbalan kerja i. dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Biaya jasa lalu diakui jika telah menjadi hak (vested) atau diamortisasi selama periode vesting. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Untuk program iuran pasti. dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja. ii. 2009. Perusahaan telah memiliki rencana Pendi formal yang tidak dapat dibatalkan. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Penghargaan masa kerja (“Long Service Awards” atau “LSA”) dan cuti masa kerja (“Long Service Leave” atau “LSL”) Anak perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi konsolidasian selama sisa masa kerja rata-rata karyawan yang bersangkutan. iii. Laba atau rugi aktuaria yang muncul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan asumsi aktuarial. Perusahaan dianggap berkomitmen untuk melakukan Pendi jika. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai.

jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar (probable). Manfaat tersebut dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. atau memberikan imbalan yang lebih rendah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini. dimana bagian yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan. bonus. 2009. fasilitas kesehatan. dimana karyawan mulai tidak aktif selama 6 bulan sebelum memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. v. Pajak Penghasilan (“PPh”) Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer aset dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Aset dan kewajban pajak tangguhan disajikan saling hapus di neraca konsolidasian. ketika hasil banding sudah diputuskan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. libur tahunan. Selama masa MPP. Imbalan kerja (lanjutan) iv. Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan tetap berlaku terhadap laba kena pajak untuk tahun-tahun dimana perbedaan temporer tersebut terpulihkan atau direalisasi. dan tunjangan lainnya.T. Manfaat yang diberikan kepada karyawan yang memasuki MPP dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. 35 . Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. atau apabila dilakukan banding. dalam hal mana PPh-nya juga dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. seperti kompensasi rugi fiskal. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. misalnya selisih nilai transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali dan efek penyesuaian penjabaran mata uang asing untuk penyertaan tertentu di perusahaan asosiasi. Masa persiapan pensiun (“MPP”) Karyawan Perusahaan memperoleh manfaat selama MPP. kecuali apabila pajak tersebut berkaitan dengan pos-pos yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti. kecuali dinyatakan lain) 2. Perusahaan dan anak perusahaan juga mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan. termasuk. PPh dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. Imbalan pasca kerja lainnya Karyawan memperoleh tunjangan persiapan pensiun dan tunjangan fasilitas perumahan terakhir pada saat memasuki masa pensiun pada usia 56 tahun. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan pajak. karyawan masih akan menerima manfaat yang diberikan kepada karyawan aktif. r. kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda. Aset dan kewajiban pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diharapkan dapat diperoleh atau dibayar dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. tetapi tidak terbatas pada gaji rutin.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Instrumen keuangan Pada tahun 2006, DSAK menerbitkan PSAK 50 (Revisi 2006) ”Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK 55 (Revisi 2006) ”Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. Kedua pernyataan ini menggantikan PSAK 50 ”Akuntansi Investasi Efek Tertentu” dan PSAK 55 ”Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. Kedua pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Penerapan standar-standar tersebut tidak mengakibatkan dampak yang material terhadap hasil usaha dari Perusahaan dan anak perusahaan. Sesuai dengan ketentuan transisi PSAK No. 55 (Revisi 2006), dampak yang berasal dari perhitungan ulang atas cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp91.237 juta telah disesuaikan ke saldo laba per 1 Januari 2010. Dalam rangka penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006), Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan kewajiban keuangan. i. Aset keuangan Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya sebagai (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo, atau (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. a. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan dalam jangka pendek. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi terdiri dari surat berharga yang diperdagangkan yang dicatat sebagai penyertaan sementara. b. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi, antara lain, piutang usaha, piutang lainlain, aset keuangan lancar lainnya, dan aset keuangan tidak lancar lainnya. c. Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali: a) investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan Perusahaan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; b) investasi yang ditetapkan oleh Perusahaan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan c) investasi yang memiliki definisi pinjaman yang diberikan dan piutang. 36

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Aset keuangan (lanjutan) c. Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo (lanjutan) Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasi sebagai kelompok dimiliki hingga jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. d. Aset keuangan tersedia untuk dijual Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditujukan untuk dimiliki sampai periode yang tidak ditentukan, yang mana dapat dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan tersedia untuk dijual terdiri dari surat berharga yang tersedia untuk dijual yang dicatat sebagai penyertaan sementara. Perusahaan dan anak perusahaan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian untuk penjualan dan pembelian reguler aset keuangan. ii. Kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan kewajiban keuangannya sebagai (i) kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau (ii) kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. a. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah kewajiban keuangan yang diperdagangkan. Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk mengambil keuntungan jangka pendek. Tidak ada kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diperdagangkan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. b. Kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain hutang usaha, hutang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, pinjaman, obligasi, dan wesel bayar.

37

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) t. Modal saham yang diperoleh kembali Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang ekuitas pemegang saham. Harga pokok dari penjualan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode ratarata tertimbang. Selisih antara harga perolehan kembali dan harga jual kembali saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”. u. Dividen Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai kewajiban berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Komisaris. v. Laba per saham dan laba per ADS Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun tersebut. Laba bersih per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 40, yaitu jumlah saham per ADS. w. Informasi segmen Informasi segmen Perusahaan dan anak perusahaan disajikan menurut segmen usaha. Segmen usaha adalah unit yang dapat dibedakan (distinguishable unit) yang menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda dan dikelola secara terpisah. Informasi segmen usaha konsisten dengan informasi operasi yang secara rutin dilaporkan kepada tingkat pengambil keputusan operasional tertinggi di Perusahaan. x. Penggunaan taksiran Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Pos-pos signifikan yang terkait dengan taksiran dan asumsi antara lain termasuk, nilai tercatat aset tetap dan aset tidak berwujud, penyisihan untuk piutang, dan kewajiban yang berhubungan dengan imbalan karyawan. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran tersebut. Dalam menentukan beberapa taksiran, manajemen menggunakan tenaga ahli pihak ketiga sebagaimana dipersyaratkan. Dalam menggunakan tenaga ahli untuk membantu dengan model dan perhitungan, manajemen mereview asumsi dasar dan menilai perhitungan yang terkait kewajaran dalam konteks keadaan Perusahaan.

38

Ravi Varma Kanason. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Akuisisi Ad Medika dicatat dengan menggunakan metode pembelian. Arthur Tahya (PT Swadayanusa Kencana Raharja). sebagai tanggal neraca terdekat. Ad Medika adalah perusahaan yang bergerak di bidang electronic health care network.145) 44.404 17. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut: Rp Aset dan kewajiban yang berasal dari akuisisi adalah sebagai berikut: Aset lancar Aset tetap Aset tidak berwujud Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Kewajiban pajak tangguhan Hak minoritas Nilai wajar aset bersih yang diakuisisi Goodwill Jumlah harga perolehan Dikurangi: Kas dan setara kas pada anak perusahaan yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akuisisi 26.236 130. dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban yang ditanggung. kecuali dinyatakan lain) 3. Metra telah menandatangani CSPA dengan para pemegang saham Ad Medika. Perusahaan memulai untuk menyediakan jasa Insure Net sebagai cikal bakal program ehealth nasional.077 (13.b).503 Metra memperoleh kendali atas Ad Medika pada tanggal 25 Februari 2010 dan penilaian dilakukan oleh penilai independen dengan menggunakan saldo neraca pada tanggal 28 Februari 2010. Melalui akuisisi ini. merek dagang.919) (4.057) (8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. untuk membeli 75% saham beredar Ad Medika. dan kontrak perjanjian untuk tidak berkompetisi (Catatan 12). hubungan baik dengan pelanggan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Aset tidak berwujud yang diperoleh termasuk kontrak perjanjian dan hubungan dengan konsumen.T. Hasil usaha konsolidasian Perusahaan meliputi hasil usaha Ad Medika terhitung sejak 1 Maret 2010. Ad Medika merupakan perusahaan pengelola administrasi layanan kesehatan terbesar di Indonesia. 39 . AKUISISI AD MEDIKA Pada tanggal 25 Januari 2010. yang masing-masing merupakan pihak ketiga. Metra menandatangani SPA dengan para pemegang saham Ad Medika atas transaksi pembelian saham tersebut dengan harga perolehan sebesar Rp130.591 (22.110 45. Selanjutnya pada tanggal 25 Februari 2010. Sofian Susantio. dan Shia Kok Fat.077 juta (termasuk biaya konsultan akusisi) (Catatan 1d.841 85.574) 116.143) (9. 2009.

075 200.265 8. kecuali dinyatakan lain) 4.611 146.513 2.874 1.226 40 .789 10.858 136 29.405 999 450 645.035 8.221 210.369 75.T.165 276.213 2009 6.916 81.608 99.287 27.882 169.005 891 165 227.680 6.096 46 5.447 19.348 198.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.A.272 201.753 2. N.581 7 367.193 873. KAS DAN SETARA KAS 2010 Kas Bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) PT Bank Pos Nusantara Mata uang asing Bank Mandiri BNI BRI BSM Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah ABN AMRO Bank (“AAB”) Deutsche Bank AG (“DB”) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (“BII”) PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (”Bank Ekonomi”) PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”) PT Bank Permata Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) PT Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya PT Bank ICB Bumiputera Tbk (“Bank Bumiputera”) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) Mata uang asing The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.529 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.018 12.758 8.030 164.326 1.169 2.570 321 1.397 38.830 560 776 2.556 21.940 8.004 3. (“HSBC”) Bank Ekonomi DB Citibank.245 15.575 15.369 7.176 14.372 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.490 17. (“Citibank”) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) Sub-jumlah Jumlah bank 4.607 2.692 485. 2009.980 5.076 8.618 696.313 46.132 57.149.207 97.131 35.730 439.942 377 242 117.196 5.

000 500 300 1.161 270.000 395.315.000 25.141 4.000 2.500 127.000 1.000 6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.500 10.223.500 237.980 116.428. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2010 Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah BRI Bank Mandiri BNI BTN BSM Mata uang asing BRI BNI Bank Mandiri Sub-jumlah Pihak ketiga Rupiah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (“Bank Jabar”) PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) Bank Bukopin Bank CIMB Niaga PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Pan Indonesia Bank Tbk BII PT Bank UOB Buana Tbk PT Bank Yudha Bhakti PT Bank Muamalat Indonesia PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) PT Bank Capital Indonesia Tbk Bank Bumiputera PT Bank Syariah Mega Indonesia (“Bank Syariah Mega”) DB BCA PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC NISP”) Bank Ekonomi 2009 2.191 330.220 344.148.560 100.755 165.000 5.117 116.162 6.664 1.623.556.582 390.700 30.850 173. kecuali dinyatakan lain) 4.289 1.000 30.100 660.570.065.472.000 3.000 2.000 9.899 393.817 24.690 557.560 176.000 95.032.000 10. 2009.309 832.300 2.477 1.T.215 635.500 10.317 1.000 10.000 2.831 495.000 40. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.849.735 1.946 2.538. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.377 1.957 41 .000 2.400.

DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.067 17. 42 .656 57.251 (93.450 91.849 480.797 48.122 2.266) 780. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.629.00 % .504 7.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.408 901 80.75% Pihak yang mempunyai hubungan istimewa dimana Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penempatan dananya merupakan bank milik negara.768 Piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu disajikan bersih setelah memperhitungkan kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan kepada pihak yang sama berdasarkan hak untuk melakukan saling hapus yang disepakati oleh kedua belah pihak.716 480.05% . PIUTANG USAHA Piutang usaha sehubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail. Berdasarkan pelanggan (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2010 Instansi Pemerintah CSM Indosat PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) PT Graha Informatika Nusantara (“Gratika”) PSN Koperasi Pegawai Telkom (“Kopegtel”) PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 759.483) 604.049 1.00% 2009 4.869 3.00% .805.395.4. kecuali dinyatakan lain) 4.4.673 7.993 6. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.985 931.50% 0.098 3.366 33.812 7.309 (151.461 6. dengan rincian sebagai berikut: a.279 6.189 9. 5.460 Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut: 2010 Rupiah Mata uang asing 4.171 698.119.043 2009 553.230 1.50% 0.451 24. 2009.102.792 5.784 2.921 14.966.9.716 2.T. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank-bank tersebut karena mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan secara keuangan dianggap aman karena dimiliki oleh negara. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2010 Deposito berjangka (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Mata uang asing BCA Bank Ekonomi Bank Bukopin Sub-jumlah Jumlah deposito berjangka Jumlah 2009 64.13.05% .170 5.

180.180. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih 902.920 4.916 43 .063 367.085 1.744 (1.078) 3. 2009.251 (93.983 (1.078) 3.483) 604.309 (151.666 2009 3.708.552 698.983 (1.266) 780.031.771 4.875 28.251 (93.309 (151.857.916 559.768 4.563. Berdasarkan pelanggan (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2010 Pelanggan individual dan bisnis Penyelenggara jasa telekomunikasi internasional luar negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih b. kecuali dinyatakan lain) 5. Berdasarkan umur (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2010 Sampai dengan 6 bulan 7 sampai dengan 12 bulan Lebih dari 12 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih (ii) Pihak ketiga 2010 Sampai dengan 3 bulan Lebih dari 3 bulan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih c.184.294.480.898 4.043 2009 672.534 214.333.067) 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.184.666 2009 3.768 3.198 698. PIUTANG USAHA (lanjutan) a.857.053 26.266) 780.364.744 (1.434 931.973 1.997.069 210.875 4.630 71.076 931.148.067) 3.043 2009 416.699 157.T.483) 604.364.563.S.869 376.294. Berdasarkan mata uang (i) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2010 Rupiah Dolar A. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

100. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang.294.155 (283. Piutang usaha tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 17 dan 21).364. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.203.758 1.415 (428. Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu 2010 Saldo awal Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No.078) 3. kecuali dinyatakan lain) 5. 2009.666 2009 3.55 (Revisi 2006) (Catatan 2s) Penambahan (Catatan 35) Penghapusbukuan piutang tak tertagih Saldo akhir 1.905 561.983 (1.550 91.273.550 2008 1.563. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.143.344 2009 1. 44 .487 4 4.706) 1.180.737.456 387.858) 1.916 Penghapusbukuan piutang tak tertagih merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak ketiga. Berdasarkan mata uang (lanjutan) (ii) Pihak ketiga 2010 Rupiah Dolar A.T.744 (1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.857. PIUTANG USAHA (lanjutan) c. Euro Dolar Singapura Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah bersih d.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.067) 3.578 712.273.S.184.905 4.237 509.492 627.203.408 4.162 (491.445.517) 1.

217) 72.479 147.701 10.174 15.795 (647) 64. Total nilai pertanggungan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp128. kartu RUIM.233) 83.795) (10) (72.244 Komponen dan modul terdiri dari pesawat telepon.849 12.174) 435. suku cadang instalasi transmisi.542 (5.286) 515. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan cukup untuk menutup kerugian akibat dari penurunan nilai persediaan karena usang.000 juta.406 juta dan Rp10.032 111. 45 .184 juta (Catatan 43d.367 juta dan Rp89.264) (6. dan vaucer prabayar Jumlah Jumlah bersih Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal Penambahan (Catatan 35) Penghapusbukuan persediaan Saldo akhir 72.345 (4.419 598.vii).822 (76. Modul dan komponen yang dimiliki oleh anak perusahaan tertentu telah diasuransikan terhadap semua risiko industri dan risiko kehilangan pada saat pengiriman dengan total nilai pertanggungan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp15.369) (6. PERSEDIAAN 2010 Modul Komponen Kartu SIM. set top box. dan persediaan suku cadang lainnya. set top box.849 292.T. Pada 31 Desember 2010 dan 2009. kartu RUIM. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. pencurian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.924 158.536 2009 233. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 6.286 2009 64. dan risiko lain.937) (85) (83. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan tertentu yang mungkin dialami Perusahaan. Persediaan tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 17 dan 21).567 507. dan vaucer prabayar Jumlah Penyisihan persediaan usang Modul Komponen Kartu SIM.819 162.174 2008 54.418 (65. modul dan komponen yang dimiliki oleh Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran. 2009. kabel.

589 338.102 0.200 141.356 3.140 2.558 1. kecuali dinyatakan lain) 7.723. 8.441.496.393.769 45.127 29.282 3.539 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.513 67. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.575 962 5.iii) Sewa Gaji Uang muka Biaya penerbitan buku petunjuk telepon Asuransi Lain-lain Jumlah 2.492 3.175 2009 Mata uang asal (dalam jutaan) 0.712 66.010 380.793 12.031 2009 1. ASET LANCAR LAINNYA Aset lancar lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.482 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka milik Perusahaan dan anak perusahaan yang dijadikan jaminan untuk garansi bank kepada beberapa bank.569 Setara Rupiah 102. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2010 Izin penggunaan frekuensi (Catatan 47c. terdiri dari deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebagai berikut: 2010 Mata uang BNI Perusahaan TII Metra Bank Mandiri Perusahaan Metra BRI Metra Bank Ekonomi Metra Jumlah Rp US$ US$ Rp Rp Rp Rp Rp Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah 593 235 347 1.868 1.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.639 741. 2009.671 3.i dan 47c.305 347 144 125.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 46 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

PENYERTAAN JANGKA PANJANG 2010 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Persentase kepemilikan Penyertaan jangka panjang pada perusahaan asosiasi: Scicom (MSC) Berhad (“Scicom”) PT Melon Indonesia (“Melon”) Patrakom CSM PSN Penyertaan jangka panjang lainnya: Bridge Mobile Pte.86 10.146 - (33.146 253.920) 124 3.686 15.760 18.068 1. Scicom Scicom bergerak dalam bidang penyediaan jasa call center di Malaysia.00 22. TII melakukan tambahan pembelian saham Scicom sejumlah 3.715) - 49.124 40. 47 .358 51.00 5.T.745) 44.00 2.400 lembar saham dengan nilai transaksi sebesar US$0.949 117. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.905 juta).622) 561 20.850 Persentase kepemilikan Penyertaan jangka panjang pada perusahaan asosiasi: CSM Patrakom PSN Penyertaan jangka panjang lainnya: Scicom BMPL BBT Bangtelindo Saldo awal Penambahan Bagian (rugi) laba Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo akhir 25.721 20. Sebagai akibatnya.553 115.360 587 199 52.175) 3.867 (6.42 juta (setara dengan Rp3.102 32.704 10.409 80. Pada tanggal 3 Februari 2010.358 (4.894 561 232.358 2009 (13.360 587 199 21.01%.659 (12.107 169.00 25.00 40.715) (6.618 51.277 36.360 587 199 70.360 587 199 21.197 32.00 2.00 5.00 40.760 18.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.38 84.760 (29. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 115.622) (541) 108.460 (29.00 22. 2009.961 20. tingkat kepemilikan TII di Scicom meningkat menjadi 17.745) 151.38 49.277 130.745) (6.042.253 18.485) (13. (“BMPL”) PT Batam Bintan Telekomunikasi (“BBT”) PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (“Bangtelindo”) Saldo awal Penambahan Bagian (rugi) laba Saldo akhir 29.71 51. kecuali dinyatakan lain) 9.721 36.409 44.407 64.11 30.146 151.553 i.11 20. Ltd.

suatu perusahaan asosiasi dari Telkomsel. PSN PSN bergerak dalam bidang penyewaan transponder satelit dan penyelenggaraan jasa komunikasi berbasis satelit di wilayah Asia Pasifik. oleh karena itu nilai penyertaannya telah menjadi Rp nihil.200. Metra membentuk perusahaan patungan bersama SK Telecom bernama PT Melon Indonesia (“Melon”) dengan kepemilikan 51% (Catatan 1d. DCEH adalah jenis koneksi baru untuk mendistribusikan konten digital. iv. Sebagai akibatnya. Pada 31 Desember 2010 dan 2009. Melon Pada tanggal 16 Agustus 2010. iii. Penambahan modal disetor ini mengakibatkan kepemilikan TII di Scicom terdilusi menjadi 29.b). Scicom (lanjutan) Pada tanggal 6 Mei dan 16 Juni 2010. Metra tidak memiliki kemampuan mengendalikan Melon dan mencatat Melon dengan menggunakan metode ekuitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000. kecuali dinyatakan lain) 9. vi. permainan dan klip video yang dapat diakses oleh konsumen. v.897 juta) dan US$5.870. toko musik online.71%. Pulau Batam serta di Bintan Beach International Resort dan Kawasan Industri Bintan di Pulau Bintan. PENYERTAAN JANGKA PANJANG (lanjutan) i. jasa aplikasi jaringan.000 (setara dengan Rp20. Melon bergerak dalam bidang penyediaan jasa Digital Content Exchange Hub (“DCEH”). BBT BBT bergerak dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi tidak bergerak di Kawasan Industri Batamindo di Muka Kuning. Patrakom Patrakom bergerak dalam bidang penyediaan jasa sistem komunikasi satelit.000 lembar saham dengan nilai transaksi masing-masing sebesar US$0. Bagian rugi Perusahaan dari PSN telah melebihi nilai penyertaannya sejak 2001. para pemegang saham Scicom menyetujui penambahan modal disetor sejumlah 1. vii. BMPL BMPL (Singapore).79 juta (setara dengan Rp53.Bangtelindo Bangtelindo terutama bergerak dalam bidang penyediaan jasa konsultasi untuk pemasangan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. dan jasa konsultasi mengenai teknologi telekomunikasi dan sarana lain yang terkait. 48 .000 lembar saham dengan nilai sebesar RM126.360 juta) mencerminkan 10% kepemilikan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 (setara dengan Rp356 juta). berupa file musik.260. dan operator telepon berbasis kabel dan seluler.76 juta (setara dengan Rp6.556 juta). TII melakukan tambahan pembelian saham Scicom masingmasing sejumlah 4. bergerak dalam penyediaan jasa seluler regional di wilayah Asia Pasifik. kontribusi Telkomsel sebesar US$2.85%. Pada tanggal 11 Agustus 2010.T. CSM CSM bergerak dalam bidang penyediaan Sistem Komunikasi Stasiun Bumi Mikro (“Very Small Aperture Terminal” atau “VSAT”). 2009. jasa-jasa dan sarana terkait untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perminyakan.000 dan 30. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. berdasarkan keputusan RUPS Sirkuler Scicom. ii. viii. tingkat kepemilikan TII di Scicom meningkat menjadi 29.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP
1 Januari 2010* Harga perolehan: Aset tetap pemilikan langsung Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Aset PBH: Tanah Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Akusisi Ad Medika Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2010

781.275 2.978.417 526.770 28.948.306 20.716 67.228.748 6.795.379 23.621.586 7.368.721 7.602.865 476.705 576.098 110.216 103.310 89.926 466 48.588 358.562 2.856 52.167 16.008 288.766 260.782 247.897 61.220 21.778 1.267 92.990 43.383 406.570 3.638 149.135.976

8.104 6.307 31 1.185 1.045 438 17.110

34.642 75.255 74.277 121.488 2.120.862 41.242 1.166.157 176.926 157.904 16.988 69.578 3.223 4.000 126.440 91.421 1.035.446 5.537.094 68.559 4.492 726.252 777.145 2.542 42.977 12.003 12.486.913

(701) (29.892) (959) (812.180) (248.929) (16.041) (615.396) (8.259) (846) (220.236) (8.168) (1.961.607)

(8.104) 144.534 1.085.011 5.461.497 85.505 2.273 738.714 749.774 5.031 885 (158.078) (1.083.991) (5.606.953) (42.324) (828) (738.155) (725.036) 10.801 (6.039) (14.365) (8.976) (15.682) (9.050) (50) (133.606)

815.917 3.203.812 601.078 30.124.913 19.757 73.998.927 6.922.126 24.541.087 8.268.320 7.896.332 493.693 643.493 113.031 108.195 58.288 91.887 43 288.703 26.235 6.520 40.264 68.117 302.109 297.720 25.299 53.052 21.778 1.267 84.014 27.701 397.520 3.588 159.544.786

* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

49

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)
1 Januari 2010* Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap pemilikan langsung Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Aset PBH: Tanah Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih Akuisisi Ad Medika Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2010

1.485.234 381.536 18.425.673 17.391 24.794.959 3.136.685 14.688.600 2.932.127 5.094.420 351.875 465.291 94.693 87.228 227.193 116.540 201.039 29.133 4.545 981 29.759 26.396 122.085 2.696 72.716.079 76.419.897

-

97.475 60.528 2.524.695 742 6.321.602 475.860 1.109.526 937.712 1.315.718 14.594 43.169 5.507 5.361 21.177 52.835 29.275 16.176 2.273 64 6.976 5.582 37.194 250 13.084.291

(151) (29.892) (959) (812.916) (248.928) (11.995) (615.394) (8.025) (622) (220.236) (5.268) (1.954.386)

(5.296) 565 (8.558) (114.375) 7.500 (20.022) (2.213) 23.544 (352) 8.922 37 724 2.575 1.245 (5.568) (7.061) (10.135) (5.088) (50) (133.606)

1.577.262 442.629 20.911.918 17.174 30.189.270 3.620.045 15.529.176 3.855.631 5.818.288 366.117 509.357 99.615 93.313 250.945 170.620 4.510 40.041 6.818 1.045 29.674 21.843 154.191 2.896 83.712.378 75.832.408

* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

50

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)
1 Januari 2009* Harga perolehan: Aset tetap pemilikan langsung Tanah Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset dalam pembangunan: Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset customer premise equipment (“CPE”) Aset PBH*: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2009*

684.768 2.721.804 460.836 26.356.172 139.165 56.572.954 6.502.198 21.857.982 5.838.258 7.184.767 545.194 678.640 127.274 105.386 60.099 17.155 1.173.830 384 13.131 427.698 284.978 236.240 437.705 56.998 23.307 1.313 338 152.776 100.072 461.315 10.547 133.233.284

59.887 48.130 65.934 83.741 2.165.254 369.718 1.848.996 311.784 257.806 26.524 58.794 1.576 10.033 215.868 466 2.539.676 7.681.570 18.119 14.565 1.285.359 830.352 3.788 30.027 4.211 362 17.932.540

(3.810) (36.713) (10.540) (407) (4.822) (14.364) (536) (8.574) (117) (194.019) (127) (274.029)

36.620 212.293 2.508.393 (118.449) 8.527.253 (65.997) (84.985) 1.223.501 174.656 (94.477) (152.762) (18.517) (12.109) (186.041) (2.508.243) (8.496.838) (18.119) (12.093) (1.246.323) (1.242.042) (5.485) 3.987 (1.529) (46) (338) (59.786) (56.689) (54.745) (6.909) (1.755.819)

781.275 2.978.417 526.770 28.948.306 20.716 67.228.748 6.795.379 23.621.586 7.368.721 7.602.865 476.705 576.098 110.216 103.310 89.926 466 48.588 358.562 2.856 52.167 16.008 288.766 260.782 247.897 61.220 21.778 1.267 92.990 43.383 406.570 3.638 149.135.976

* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

51

127 5.351.685 14.506.759 26.391 24.193 116.810) (14.932. dan peralatannya Jaringan kabel Catu daya Peralatan pengolahan data Peralatan telekomunikasi lainnya Peralatan kantor Kendaraan Peralatan lainnya Aset sewa pembiayaan Peralatan dan instalasi transmisi Peralatan pengolahan data Peralatan kantor Kendaraan Aset CPE Aset PBH*: Tanah Bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan dan instalasi transmisi Jaringan kabel Peralatan telekomunikasi lainnya Jumlah Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2009* 1.688.929 17.902 4.073 108.674 39.926. teleks.877 462.875 465. kecuali dinyatakan lain) 10.323 60.929) (139.234 9.536 18.334 135.325) (536) (5.333.485.893 (3.606) 308 (105.014 8.432 926 61 69. dan komunikasi data Peralatan dan instalasi transmisi Satelit.262 103.430) (512.732. 2009.040 71.717 11.167. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.302.878) 1.220.418) (60.T.018) (48) (247.392 64 20 11.085 2.696 72.314 2.420 351. stasiun bumi.061 57.600 1.794.116 411 (172) (279) (9) (81) (51.540 201.066.291 94.094.847 13.132 49.673 17.162 290.283) (83.743) (6.680) (63) (194.208 561.195) (12.959 3.425.396 122.305 62.693 87.612 2.560) (33.244 146.234 381.053 4.959 686.079 76.224) (120.282 116.894.731.487 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.983) (14.713 2.976) (8.545 981 29. lihat Catatan 2p 52 .897 * Dinyatakan kembali.350 474.479) (305.866 207.136.202 5.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.723 11.039 29.228 227. ASET TETAP (lanjutan) 1 Januari 2009* Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai: Aset tetap pemilikan langsung Bangunan Prasarana bangunan Peralatan sentral telepon Peralatan telegraf.605.855) (120.318 2.585) (10.528.313 543 5.492 19.130) 2.588.133 4.600 2.594 279 12.032.870 54.304) (19.899 53.974) (118.716.049 94.910 15.327 19.538) (390) (3.154) (35.888) (1.640 2.589 323.419.

nilai buku aset tetap ini masing-masing sebesar Rp710. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO IV yang telah diakuisisi tetap berada di MGTI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. Penurunan nilai aset dan klaim terkait (i) Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. masa manfaat instalasi bangunan dan bangunan kantor. 2009. (ii) Pada tanggal 7 April 2010.025 juta yang diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2010 (Catatan 2k).053) (13. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat. c.T. dan Antena dan Tower Perusahaan mengalami perubahan dan diperhitungkan secara prospektif. (ii) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO IV dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (“MGTI”).257) (15. Secara berangsur-angsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak Juni 2010. nilai buku bersih aset tetap ini masing-masing sebesar Rp161. Telkom-1 dan Telkom-2.588) 2008 3. Perusahaan mengoperasikan dua satelit.702 (7. Pada tanggal 31 Desember 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. hak kepemilikan secara legal atas aset tetap di KSO VII yang telah diakuisisi tetap berada di BSI sampai akhir masa KSO yaitu pada tanggal 31 Desember 2010. terutama sebagai backbone hubungan transmisi untuk jaringan milik Perusahaan sendiri serta untuk penyediaan jasa up-linking dan down-linking satelit stasiun bumi untuk para pengguna domestik dan internasional. terjadi gempa bumi di Nangroe Aceh Darussalam dan sekitarnya. (ii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk tahun 2010. (iii) Pada tahun 2010. (iii) Pada tanggal 16 Juni 2010.462 juta. 2009. SKKL/SKSO. 2009. dan 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 53 11.465 (26.212 juta dan Rp263. Laba (rugi) dari pelepasan atau penjualan aset tetap 2010 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku bersih Laba (rugi) dari pelepasan atau penjualan aset tetap b. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Secara berangsur-angsur gedung dan perangkat-perangkat yang terkena dampak telah beroperasi kembali sejak April 2010.484 juta dan Rp818.138 juta. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.659) . terjadi gempa bumi di kepulauan Papua dan sekitarnya. kecuali dinyatakan lain) 10. d. dan proses klaim asuransi penggantian aset tetap telah dibuat. Dampak dari perubahan penyusutan tersebut adalah pengurangan jumlah beban penyusutan sebesar Rp126.598 (19. tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat satelit Perusahaan kemungkinan tidak dapat terpulihkan. ASET TETAP (lanjutan) a. Perjanjian kepemilikan aset KSO (i) Sehubungan dengan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian KSO VII dengan PT Bukaka Singtel International (“BSI”). Lain-lain (i) Tidak ada bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk tahun 2010.481 2009 12. dan 2008.221) 4.

Telkom-1 dan Telkom-2 diasuransikan terpisah dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$22. Telkomsel memutuskan untuk mengganti peralatan tertentu (bagian dari prasarana) dengan nilai tercatat bersih sebesar Rp55.827 juta yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2010.00 juta. peralatan tertentu Telkomsel dengan harga perolehan Rp774.T. Pada saat penghentian pengakuannya peralatan tersebut telah disusutkan sepenuhnya.163. PT Asuransi Ramayana Tbk. Di samping itu.328 juta (pada 31 Agustus 2010) dan merencanakan pengggunaan peralatan tersebut sampai dengan September 2010. (x) Pada tanggal 31 Desember 2010. Pada saat penghentian pengakuannya peralatan tersebut telah disusutkan sepenuhnya. Sehubungan dengan pengalihan hak kepemilikan secara hukum atas tanah tersebut kepada Perusahaan masih dalam proses. Oleh karena itu. PT Asuransi Wahana Tata. EUR0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.91 juta dan US$43. dan SGD9. Telkomsel mengubah masa manfaat peralatan tersebut. (ix) Perusahaan diberikan hak untuk menggunakan beberapa bidang tanah tertentu oleh Depkominfo (dahulu Departemen Pariwisata. Dampak percepatan penyusutan tersebut adalah tambahan beban penyusutan sebesar Rp82. (v) Pada bulan April 2010. besaran jumlah pengalihan tersebut belum dapat ditentukan.48 juta. dan PT Asuransi Mitra Maparya terhadap risiko kebakaran. masa manfaat peralatan tertentu Telkomsel (bagian dari peralatan penunjang) mengalami perubahan dari 10 tahun menjadi 5 tahun agar mencerminkan masa manfaat aset saat ini. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak tersebut. ASET TETAP (lanjutan) d. PT Sarana Janesia Utama. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. dan basis kerugian pertama Rp6. Dampak percepatan penyusutan tersebut adalah tambahan beban penyusutan sebesar Rp27. (vi) Pada bulan Desember 2009. Dampak percepatan penyusutan tersebut adalah tambahan beban penyusutan sebesar Rp51. gempa bumi. PT Asuransi Ekspor Indonesia. pencurian. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. PT Asuransi Sinar Mas.046 juta dihentikan pengakuannya. US$13.408 juta termasuk pemulihan kegiatan usaha sebesar Rp324. dan Telekomunikasi Republik Indonesia (“DPPT”)) dimana hak kepemilikan secara hukum atas beberapa bidang tanah tersebut tercatat atas nama DPPT dan Departemen Perhubungan Republik Indonesia. 54 . 2009.288 juta yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. Ltd. aset tetap milik Perusahaan dan anak perusahaan kecuali tanah. (viii)Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 15-45 tahun yang akan habis masa berlakunya antara tahun 2011 hingga 2052. PT Asuransi Astra Buana. dan risiko lainnya dengan nilai maksimum klaim kerugian sebesar Rp852.556 juta ini selanjutnya dihentikan pengakuannya pada bulan November 2010. Lain-lain (lanjutan) (iv) Pada bulan Agustus 2010. PT Asuransi Central Asia.121. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. HSBC Insurance (Singapore) Pte. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Telkomsel mengubah masa manfaat peralatan tersebut. Pos. senilai Rp73.000 juta dengan Automatic Reinstatement of Loss Clause.200 juta diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (“Jasindo”). Peralatan dengan harga perolehan sebesar Rp643. Oleh karena itu. Telkomsel memutuskan untuk mengganti peranti lunak dan peralatan tertentu (bagian dari prasarana dan peralatan penunjang) dengan nilai tercatat bersih sebesar Rp1.657 juta (pada 31 Desember 2009) dan merencanakan pengggunaan peranti lunak dan peralatan tersebut sampai dengan Juni 2011. (vii) Pada tahun 2009. kecuali dinyatakan lain) 10.22 juta.230.42 juta.355 juta.653 juta yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009.

639 1. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.334.594) 780. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.734 (202.207 68.473 987.873 3.675 24.842 55 .534 62. dan Aset CPE dengan hak opsi untuk membeli aset-aset pembiayaan tertentu pada akhir masa sewa pembiayaan.805) 606. 2009.32% dari nilai kontrak dengan perkiraan tanggal penyelesaian antara Januari 2011 dan Desember 2011.383 141. peralatan dan instalasi transmisi.247 (301.331 447. Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa depan untuk aset sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Selanjutnya Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga Nilai kini bersih atas pembayaran minimum sewa pembiayaan Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) * Dinyatakan kembali. Lain-lain (lanjutan) (xi) Pada tanggal 31 Desember 2010.078) 541.179 459.579 98. kendaraan.052.374 80. (xii)Aset tetap tertentu anak perusahaan telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 17 dan 21).257 203.907 89. tingkat penyelesaian aset dalam pembangunan sekitar 63. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. kecuali dinyatakan lain) 10.929 (198.691 2.867 2009* 355.607 76. peralatan pengolahan data.141 809.setelah dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 7) Beban tangguhan Kas yang dibatasi penggunaannya Setoran jaminan Peralatan yang tidak digunakan dalam operasi . lihat Catatan 2p 2010 286.082.T.573 20. (xiii)Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan dengan sewa pembiayaan untuk aset tetap PBH.575 11.178 1.485 37.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. ASET TETAP (lanjutan) d.965 186.174 101.792 128. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Uang muka dan aset tidak lancar lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 terdiri dari: Uang muka pembelian aset tetap Sewa dibayar di muka .062) 408. lihat Catatan 2p 2010 1.052.653 (239.798 244.488.695 2009* 693.234 222.bersih Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali. peralatan kantor.469 29.

147) (8.38 tahun (7.509 9.147) (9.568 130.226) (15.236 191.085.373) (7.059.530 20 tahun (7. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.286 543. 31 Desember 2010 Akumulasi amortisasi: Saldo.385. Beban penyusutan Telkomsel yang dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebesar Rp303 juta dan Rp37.557 (21.661 10.661 9. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (i) Perubahan nilai tercatat goodwill dan aset tidak berwujud lainnya untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Aset tidak berwujud lainnya 9.418 juta.032) 1. 31 Desember 2009 Penambahan: Peranti lunak Perusahaan Peranti lunak anak perusahaan Lisensi anak perusahaan Akuisisi Ad Medika Reklasifikasi Saldo. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Pada tanggal 31 Desember 2009. 2009.862) 1. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank yang diantaranya untuk kontrak KPU (Catatan 46h).525 56 .276 45.814. Pada tanggal 31 Desember 2010.584) (249.659) (1.T. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.336) (86.035 juta.544 85. beban amortisasi untuk beban tangguhan masing-masing sebesar Rp18.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.250) 162. UANG MUKA DAN ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) Beban tangguhan mencerminkan beban PBH tangguhan.413.950) (1.568 812.998. kas yang dibatasi penggunaannya merupakan kas yang diterima dari Pemerintah sebagai pembayaran kompensasi terminasi dini hak eksklusif untuk pendanaan pembangunan infrastruktur yang telah ditentukan (Catatan 1a dan 27) dan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang dijaminkan untuk garansi bank.99 tahun (163.486 6. dan biaya hak atas tanah tangguhan.286 543.429 Jumlah 9.570.765) (15.780 Lisensi 806.877) (29.861 5.348 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo. 31 Desember 2009 Beban amortisasi tahun berjalan Reklasifikasi Saldo. kecuali dinyatakan lain) 11.276 5. peralatan yang tidak digunakan dalam operasi merupakan Base Transceiver Station (BTS) dan peralatan lainnya milik Perusahaan dan Telkomsel yang untuk sementara tidak digunakan dalam operasi tetapi direncanakan akan dipasang kembali.920) 562. 12.939 174. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.591 25. beban tangguhan Hak Penggunaan yang Tidak Dapat Dibatalkan (Indefeasible Right of Use atau “IRU”).784.508.534 174.094.874. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.878.827 25.638 juta dan Rp18. 31 Desember 2010 Nilai Buku Bersih Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106.

280 (ii) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma tahun 2008.512.000 juta yang dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi yaitu 10 tahun (Catatan 1d. 2j.000 806.385.041 (7.335) (1. nilai yang dapat diperoleh kembali lebih tinggi daripada nilai bukunya. 43a. Sejak 1 Januari 2009. 31 Desember 2009 Akumulasi amortisasi: Saldo.093 25. 31 Desember 2009 Nilai Buku Bersih Rata-rata tertimbang jangka waktu amortisasi 106. Perusahaan memperhitungkan secara prospektif pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. dan KSO VII.T.998.599 281. GOODWILL DAN ASET TIDAK BERWUJUD LAINNYA (lanjutan) Aset tidak berwujud lainnya 8.650 juta. Biaya izin awal dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi yaitu 10 tahun.066) 9. Perusahaan memperhitungkan secara prospektif pengaruh atas perubahan estimasi manfaat tersebut pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 juta diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi selama masa manfaat lisensi 3G.63 tahun (6.544 Lisensi 436. Perusahaan mendapatkan lisensi sebagai penyelenggara jaringan lokal tetap berbasis paket switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2.a) Peranti lunak Sigma Pengurangan Reklasifikasi Saldo. 31 Desember 2008 Penambahan: Peranti lunak Perusahaan Wireless broadband Perusahaan 3G Telkomsel (Catatan 1d.085.000 50.584 6.659) 2.229) (163. tetapi berdasarkan evaluasi Perusahaan.544 106. terdapat indikasi penurunan nilai untuk aset tidak berwujud lainnya. Pramindo.699.327.180) (1.000 11.a. KSO IV. Telkomsel mendapatkan tambahan lisensi 3G senilai Rp320.324.759 50. dan merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO. (iv) Pada tahun 2009.171 20 tahun (6. (iii) Beban dibayar di muka yang dibayar Telkomsel di bulan Februari 2006 untuk lisensi 3G sebesar Rp436.950) 1.84 tahun (105.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat peranti lunak dari 510 tahun menjadi 3-5 tahun.107) (58.082 (119.093 25. Aset tidak berwujud lainnya juga termasuk akuisisi Dayamitra.861 Jumlah 9.066) 9.759 11.041 (7. Perusahaan telah mengubah estimasi masa manfaat goodwill dari 5 tahun menjadi 20 tahun (Catatan 2d). Indonusa tahun 2008. 57 .202.082 (119.325) (21. (vii) Pada tanggal 31 Desember 2010.ii.373) 85. 31 Desember 2008 Beban amortisasi tahun berjalan Pengurangan Reklasifikasi Saldo. 2009.i).861 320. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan Ad Medika tahun 2010 (Catatan 3).570.048) (4. Pada tahun 2009.143 281. dan 47c.390. TII.840) (57.939 (17.840) (57.3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband).336) 643. kecuali dinyatakan lain) 12.525 9.969. (v) Sejak 1 Januari 2009.904) 119.861 320. (vi) Estimasi beban amortisasi tahunan aset tidak berwujud lainnya sejak 1 Januari 2011 adalah kurang lebih sebesar Rp479.428.534 Goodwill Nilai tercatat bruto: Saldo.458) 119.

667 10.468 7.051 1.S.798. dan jasa Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Jumlah Jumlah 556.038.253 87.004 110 44.054 Hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 2010 Rupiah Dolar A. 58 .921 7.128 1.686 203.510. lihat Catatan 2p 2009* 5. barang. Euro Dolar Singapura Ringgit Malaysia Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali. REKENING ESCROW Rekening escrow pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 terdiri dari: Bank Mandiri Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 2010 41.759. 2009. barang.075 3.144 2.332. HUTANG USAHA 2010 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pembelian peralatan.798.378. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.795 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.126.755 1. dan jasa Beban pemakaian frekuensi radio.179 7. beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal Hutang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya Jumlah Pihak ketiga Pembelian peralatan.586 9.989.269.054 4.114 Rekening escrow pada Bank Mandiri dibentuk sehubungan dengan Perjanjian Konsorsium Konstruksi dan Pemeliharaan (Construction and Maintenance Agreement atau ”C&MA”) Palapa Ring sebagai setoran awal 5% dari nilai ikatan (Catatan 47c.484 393.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.356.ii).624 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.433 2009* 214. kecuali dinyatakan lain) 13.209.933 270.153.552 110 41.274.662 2009 44.510.655 8.795 1. 14.668 6.095 243.931 48.501 940 9.645 1.T. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.874 6.377 1.474 4.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. SK.512 215.850 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.702. 59 . administrasi.183 122.359 16. Akrualisasi manfaat Pendi pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp1. timbul dari Keputusan Direktur HCGA No. lihat Catatan 2p 2009* 1.200 22.753 1. Infomedia telah mengakui kewajiban berdasarkan jumlah karyawan yang berhak.227 2. dan yang mendaftar.639 juta dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009 (Catatan 33). berdasarkan tingkat jabatan.532 17. berdasarkan tingkat jabatan dan yang diharapkan mendaftar.220 131.704/PS940/HRC-60/2009 dan No. pemeliharaan.650 9.367 226.122 122.831 2009 12.000 juta dan telah dibebankan di laporan laba rugi konsolidasian (Catatan 33).794 894. dan jasa telekomunikasi Gaji dan tunjangan Umum.000 43. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.043. kecuali dinyatakan lain) 15.099 131.994 1.733 514. HUTANG BANK JANGKA PENDEK Kreditur Bank CIMB Niaga Bank Ekonomi PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) Jumlah Mata uang Rp Rp Rp 2010 35.472 4.773. Berdasarkan keputusan Dewan Komisaris Infomedia No.409.681.097 596.483 2009 2.IN/DEKOM/74000/09012 tanggal 23 Desember 2009 tentang Program Pensiun Dini. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 2010 Kartu pulsa prabayar Jasa telekomunikasi lainnya Lain-lain Jumlah 2.18/PS940/HRC-60/2010 tentang Penetapan Peserta Pensiun Dini Tahun Anggaran 2009 masing-masing pada tanggal 23 Desember 2009 dan 15 Januari 2010 dan sebagaimana dikomunikasikan kepada seluruh karyawan pada tanggal 23 Oktober 2009.366 3. SK.028. Perusahaan telah mengakui kewajiban berdasarkan jumlah karyawan yang berhak.419.000 55.993 743.639 4. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2010 Operasi.164 2.118.519. 16.946.260 Beban yang masih harus dibayar untuk Pendi 2009. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan pemasaran Bunga dan beban bank Program pensiun dini (“Pendi”) (Catatan 33) Jumlah * Dinyatakan kembali. 2009.T. Akrualisasi manfaat Pendi pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp15.

asuransi.50% Sigma Sigma US$ Rp 0.00% 10.30% 1 September 2010 Balebat Rp 15. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10).00% Aset tetap (Catatan 10). dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10).000 28. kecuali dinyatakan lain) 17. a b Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 24 Mei 2010 Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 8 Desember 2010 c Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 1 Juli 2010 d Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 1 Juli 2010 60 . HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) 12. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 Periode pembayaran bunga Bulanan Tingkat suku bunga per tahun 11. persediaan (Catatan 6). persediaan (Catatan 6). dan piutang usaha (Catatan 5) Fasilitas hutang bank yang diperoleh anak perusahaan tersebut digunakan untuk keperluan modal kerja.50% 18 Oktober 2005b 14 Mei 2010 Bank Ekonomi 11 Februari 2009c 7 Agustus 2009 d GSD Infomedia Rp Rp 19.000 13 Juni 2011 1 Juli 2011 Bulanan Bulanan 6.50% Peminjam Bank CIMB Niaga 25 April 2005a Balebat Mata uang Rp Jadwal pembayaran 29 Mei 2011 Jaminan Aset tetap (Catatan 10).50% Piutang usaha (Catatan 5) Piutang usaha (Catatan 5) dan aset tetap (Catatan 10) PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) 20 Agustus 2009 Balebat Rp 15. piutang usaha (Catatan 5).000 20 Agustus 2010 Bulanan 15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan letter of comfort Aset tetap (Catatan 10).000 18 Januari 2011 14 Mei 2011 Bulanan Bulanan 10.000 29 Mei 2011 Bulanan 11. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) Piutang usaha (Catatan 5) 29 April 2008a Balebat Rp 5.25% 12. 2009.000 30 Agustus 2011 Bulanan 14. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. persediaan (Catatan 6).T.50% 29 April 2008a Balebat Rp 500 29 Mei 2011 Bulanan 11.55 35. persediaan (Catatan 6). persediaan (Catatan 6).

363 198.9 19.8 16. kecuali dinyatakan lain) 18.46 139.0 3.719 105.5 3.245 5.221.347 423.T.131.078 5.741.1 325.407.0 3.080 3.2 3.518.136.812.983) 3.191.421.2 2.363) 2.368.3 152.005.706.104.6 112.76 2009 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 11.826.8 327.213 21 19 10 20 22 b.088.0 1.983 239.4 160. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terhutang dalam valuta asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan.995.518 1.57 120.518.3 408. Bagian jangka panjang (Dalam miliaran Rupiah) Catatan Hutang bank Obligasi dan wesel bayar Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Jumlah 21 20 19 10 Jumlah 2012 2013 2014 2015 Selanjutnya 404. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) Pinjaman penerusan adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. lihat Catatan 2p 2010 4.303 Setara Rupiah 1.177.1 1.741.827 1.649 3.8 4.093 (423. JATUH TEMPO HUTANG JANGKA PANJANG a. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.3 3.655.287 7.0 59. 2009.636 2009* 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.2 2.9 397.750. 2010 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) 10. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994 dicatat dan terhutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman.666 (395.4 45.8 15.0 1.901.186 1.1 2.5 10.2 83.110 Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) 61 .303.716. Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Catatan Hutang bank Pinjaman penerusan (two-step loans) Hutang sewa pembiayaan Obligasi dan wesel bayar Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Jumlah * Dinyatakan kembali.639 856.316.64 - Kreditur Bank luar negeri Mata uang Yen US$ Rp Setara Rupiah 1.478.094.2 322.256.024.378 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.267.062 126.4 30.0 2.249.247 395.2 756.

5:1 dan 1. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir. ZTE Indonesia (“ZTE”) Huawei Tech Mata uang Rp Rp - 1.000 1.000 23.376.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.777 Jumlah Yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) 62 .249. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi masing-masing 1.098 (126. PINJAMAN PENERUSAN (TWO-STEP LOANS) (lanjutan) Periode pembayaran bunga Semesteran Semesteran Semesteran Kreditur Bank luar negeri Mata uang US$ Rp Yen Jadwal pembayaran Semesteran Semesteran Semesteran Tingkat suku bunga per tahun 4%-6.000 4.000 30.46 47. Sejak 2008.295 74.995. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan beban bunga) harus melebihi masing-masing 50% dan 20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman yang masing-masing berasal dari Bank Dunia dan ADB. Pada tanggal 31 Desember 2010.524 3. 20.750 63.295 (5. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR 2010 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah 2009 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah Obligasi dan wesel bayar Obligasi Seri A Seri B Wesel bayar jangka menengah (Medium Term Notes atau “MTN”) Metra Sigma Finnet Promes PT.719) 3.08 23.57% 3. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.46 - 30.T. 2009.000 - - Rp Rp Rp US$ US$ 7.824 211. kecuali dinyatakan lain) 19.2:1 untuk pinjaman penerusan yang berasal dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (“ADB”). Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.005. Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: a. b.67% 7.000 30.000 10.379 0.10% Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang telekomunikasi. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.518) 68.

softswitching. b. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Bahana Securities. MTN MTN Pokok hutang Tanggal terbit Jatuh tempo Periode pembayaran bunga Metra Tahap 1 Tahap 2 Sigma Finnet Tahap 1 Tahap 2 30. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR (lanjutan) a. peringkat obligasi yang diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAAA (stable outlook). metro network.000 10. internet protocol. Rasio debt service coverage sebesar 125% menaati semua Pada tanggal 31 Desember 2010. Bank Mega bertindak sebagai Wali Amanat.000 30. Pada tanggal 31 Desember 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Perusahaan diharuskan untuk pembatasan.005. Sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT CIMB Niaga Tbk. seluruhnya akan dipergunakan untuk meningkatkan belanja modal yang meliputi: wave broadband (pita lebar.000 15. 2. dan system satelit). Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi.000 9 Juni 2009 1 Februari 2010 16 Oktober 2009 16 Oktober 2009 18 Maret 2010 19 Juni 2012 2 Februari 2013 17 November 2014 17 November 2012 24 Maret 2013 Kuartalan Kuartalan Semesteran Bulanan Bulanan Bertindak sebagai Arranger atas MTN adalah PT Bahana Securities. dan KSEI bertindak sebagai Agen Pembayar dan Jasa Penitipan Kolektif (Kustodian). Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan. teknologi informasi dan lainnya). 2009. 63 . DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 20.000 Penerbit Perusahaan Perusahaan Tempat pencatatan BEI BEI Tanggal terbit 25 Juni 2010 25 Juni 2010 Jatuh tempo 6 Juli 2015 6 Juli 2020 Periode pembayaran bunga Kuartalan Kuartalan Tingkat bunga per tahun 9.995. infrastruktur (backbone. regional metro junction.000 1. Perusahaan memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas.20% Obligasi tersebut dijamin dengan seluruh aset yang dimiliki perusahaan. datakom. Rasio debt to equity tidak lebih dari 2:1.000.60% 10.T. dan optimisasi legacy dan fasilitas penunjang (fixed wireline dan wireless).000 20. Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini pada tanggal 6 Juli 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 3. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1. Hutang obligasi Obligasi Seri A Seri B Total Pokok hutang 1. Rasio EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 5:1 3.

Metra dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN. Debt to Equity maksimal 2.5. kecuali dinyatakan lain) 20. Metra memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 20%. dan ketiga Tanggal Penerbitan. Metra memberikan jaminan dengan nilai minimal 40% dari nilai Pokok MTN yang masih terhutang.T. Hutang yang dibiayai dan EBITDA maksimal lima kali di tahun 2009.5:1 (dua koma lima berbanding satu). Bunga MTN dihitung dengan menggunakan tingkat bunga mengambang untuk tahun pertama masing-masing sebesar 15. MTN tidak dijamin dengan jaminan khusus. 2. Untuk tahun kedua dan ketiga.01% untuk tahap pertama dan tahap kedua.5% dan untuk tahun kedua sampai dengan tahun kelima terhitung sejak Tanggal Penerbitan adalah rata-rata suku bunga SBI berjangka waktu satu bulan ditambah premi 800 basis poin. Pelunasan pokok secara bertahap sebesar 10%. Debt to Equity maksimal 1. yang dihitung berdasarkan tingkat rata-rata suku bunga SBI berjangka waktu satu bulan selama 6 bulan terakhir pada saat penetapan bunga MTN. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. MTN (lanjutan) i. Sigma memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. Pada tanggal 31 Desember 2010.5:1 (satu koma lima berbanding satu). Metra Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha dan modal kerja. Sigma diharuskan untuk menaati semua pembatasan. tiga setengah kali di tahun 2010 dan dua setengah kali di tahun 2011. Pada tanggal 31 Desember 2010. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR (lanjutan) b.05% dan 12. ii. dan 70% pada ulang tahun pertama. Maksimal 60% nilai pokok MTN yang masih terhutang tidak dijamin dan setiap saat diperlakukan sama (pari passu) dengan kewajiban Metra lainnya yang tidak dijamin. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Sigma baik barang bergerak maupun tidak bergerak. tingkat bunga tahap pertama dan tahap kedua adalah sebesar tingkat pengembalian rata-rata (yield) dari tiga Surat Utang Negara yang memiliki sisa jangka waktu yang sama dengan waktu MTN tahun kedua dan ketiga ditambah dengan premi sebesar 4. 2009. kedua. 2. baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang MTN pari passu tanpa preferen dengan hakhak kreditur lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.02%. Sigma Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha. Metra diharuskan untuk menaati semua pembatasan. Bunga MTN untuk tahun pertama sebesar 14. 64 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

MTN tidak dijamin dengan jaminan khusus. Finnet dapat membeli kembali seluruh atau sebagian MTN pada saat kapanpun sebelum tanggal jatuh tempo MTN.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. pembangunan proyek. c. dan pembayaran bridging loan untuk pelaksanaan proyek. 2009. Finnet memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio tersebut di atas. 2. Pelunasan pokok MTN tahap pertama masing-masing 1% pada setiap bulan ke-7 sampai ke-12.5:1 (dua koma lima berbanding satu)(hanya jika MTN diberikan oleh Finnet kepada pihak ketiga). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.5% Semesteran 6 bln LIBOR+2. Debt to Equity maksimal 2. MTN (lanjutan) iii.Finnet Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut digunakan untuk investasi perangkat keras dan lunak. tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Finnet baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak.T. Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan MTN. OBLIGASI DAN WESEL BAYAR (lanjutan) b. Pada tanggal 31 Desember 2010. kecuali dinyatakan lain) 20. termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: 1.5. sisa pokok sebesar 48% pada tanggal 17 November 2012. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang MTN pari passu tanpa preferen dengan hak-hak kreditur Finnet lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 65 .25% per tahun.5% Berdasarkan perjanjian antara Perusahaan dengan ZTE dan Huawei Tech (Agreement of Frame Supply and Deferred Payment Arrangement). Bunga MTN sebesar 16. Promes yang dikeluarkan Perusahaan kepada ZTE dan Huawei Tech tersebut merupakan fasilitas pembiayaan pemasok tanpa jaminan untuk pembayaran 85% dari nilai berita acara serah terima proyek-proyek dengan ZTE dan Huawei Tech. Finnet diharuskan untuk menaati semua pembatasan. Promes Pokok pinjaman (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat bunga per tahun Pemasok PT ZTE Indonesia (“ZTE”) Mata uang Tanggal perjanjian Tanggal pembayaran US$ 100 20 Agustus 2009 PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) US$ 300 19 Juni 2009 Semesteran 10 Juni 201025 Mei 2013 Semesteran 19 Sept 201023 Juni 2013 Semesteran 6 bln LIBOR+2. sisa pokok sebesar 30% pada tanggal 24 Maret 2013. masing-masing 2% pada setiap bulan ke-13 sampai bulan ke-35. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. EBITDA to Interest Ratio minimum 2. Pelunasan pokok MTN tahap kedua masing-masing 2% pada setiap bulan-bulan berikutnya sampai bulan ke-35.

989 3.76 54.783 158.000 25..T.215 822.605 3.150.378 4.000 16.68 16.000 487. Total fasilitas (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat suku bunga per tahun Peminjam The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) 27 Agustus 2003a Perusahaan Mata uang Jadwal pembayaran Jaminan US$ 124 Semesteran Semesteran (30 Desember 200630 Juni 2011) 5.826.000.452 (4.697 (105.247) 10. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.839.000 1.V.58 53.000 2.000 35 - 332.959 149.000 74.086.200.075.734.035 16.000 79.084 502 14.68% Tidak ada 66 .556 1.272 5.347 ) 11.035 (5.106 416.600 444.256.000 500.688 177.000 24.556 2.245) 14.205 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Stockholm (“AAB Stockholm”) dan Standard Chartered Bank Industrial and Commercial Bank of China Limited (“ICBC”) Bank of China (“BoC”) Finnish Export Credit Ltd Japan Bank for International Cooperation (“JBIC”) BTN PT Bank Index Selindo (“Bank Index”) Jumlah Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi Hutang bank yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 18a) Bagian jangka panjang (Catatan 18b) US$ Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp US$ US$ US$ US$ US$ Rp Rp 11. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.330.913. HUTANG BANK 2010 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah 2009 Saldo terhutang Mata uang asal (dalam jutaan) Setara Rupiah Kreditur Mata uang The Export-Import Bank of Korea (“Korea Eximbank”) Bank Mandiri BCA Citibank BNI Bank CIMB Niaga Bank Bukopin BRI Bank Ekonomi Sindikasi bank PT ANZ Panin Bank (“ANZ Panin”) BII PT Bank OCBC Indonesia (“OCBC Indonesia”) OCBC NISP ABN Amro Bank N.100.000 1.36 17.500.550.000 200.18 46.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.755.913. kecuali dinyatakan lain) 21.301 857 2. 2009.478.90 - 105.600.907 7.062 485.

000. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 23 November 2007 GSD Rp 8.000 Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada BCA 14 Juli 2008 b 3 Juli 2009 b 5 Juli 2010 b Telkomsel Rp 1.000 Telkomsel Rp Rp 750.200 Bulanan (29 Desember 200428 Juni 2010) Bulanan 21 Maret 2007 GSD Rp 20.09% Tidak ada BNI b 24 Oktober 2007 Telkomsel 14 Juli 2008 b 3 Juli 2009 b Telkomsel Rp Rp 750.T.20% 3 bulan JIBOR +1.000.50% 3 bulan JIBOR +3.25% 3 bulan JIBOR +1.000 2.000 Kuartalan (April 2007Juli 2015) Bulanan (23 Desember 200723 November 2012) Bulanan 13% Aset tetap (Catatan 10).25% 14% Tidak ada Tidak ada Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada Balebat Rp 2.000 Periode pembayaran bunga Kuartalan Tingkat suku bunga per tahun 3 bulan JIBOR +1.50% 3 bulan JIBOR +1.000 Semesteran (25 Desember 200825 Desember 2010) Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.17% 1 bulan JIBOR +1.000.17% 3 bulan JIBOR +2.000. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) Aset tetap (Catatan 10) Bulanan 11% 67 .000 Telkomsel Telkomsel Rp Rp 2. kecuali dinyatakan lain) 21.000.000 2.000 3. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 16 Desember 2010 Citibank 24 Oktober 2007 b TII Rp 200.00% 3 bulan JIBOR +1.000.50% 3 bulan JIBOR +1.000. 2009. persediaan (Catatan 6).20% Peminjam Bank Mandiri 15 Juni 2007b&c 24 Oktober 2007b Telkomsel Mata uang Rp Jadwal pembayaran Semesteran (30 Januari 200830 Januari 2010) Semesteran (30 April 200830 April 2010) Semesteran (30 Juli 200930 Juli 2011) Semesteran (9 Januari 20109 Januari 2014) Semesteran (7 Januari 20127 Januari 2016) Jaminan Tidak ada Telkomsel Rp Rp 750.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. HUTANG BANK (lanjutan) Total Fasilitas (dalam jutaan) 700.000 1.000 13 Oktober 2010 h Perusahaan Bank CIMB Niaga 28 Desember 2004d Semesteran (30 April 200830 April 2010) Semesteran (21 Januari 200921 Januari 2011) Semesteran (3 Januari 20113 Januari 2015) Semesteran Kuartalan Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.000 Kuartalan Bulanan Tidak ada Tidak ada 23 Desember 2008b Telkomsel 3 Juli 2009 b 5 Juli 2010 b Telkomsel Telkomsel Rp Rp 2.000 Semesteran (21 Januari 200921 Januari 2011) Semesteran (9 Januari 20109 Januari 2014) Semesteran (7 Januari 20127 Januari 2016) Semesteran Kuartalan 1 bulan JIBOR +1.25% Tidak ada Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada Kuartalan Tidak ada Telkomsel Rp 500.25% 3 bulan JIBOR +1.50% 3 bulan JIBOR +1.000 1.300.

50% 3 bulan JIBOR +1.50% 3 bulan JIBOR +1.25% Tidak ada Kuartalan Kuartalan Tidak ada Tidak ada Kuartalan Tidak ada Sigma Rp 14.000. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) 24 Mei 2010 Balebat Rp 3.17% 1 bulan JIBOR +1.000 Semesteran Kuartalan 3 bulan JIBOR +1. HUTANG BANK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) 2.50% 7 Agustus 2009 f Sigma Rp 20. 2009.50% 7 Agustus 2009 f&g Sigma Rp 35. dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10).000.T. persediaan (Catatan 6).300 Bulanan ( Mei 2005Desember 2010) Bulanan 15% BRI 24 Oktober 2007b 28 Juli 2008 b Telkomsel Rp 2.50% 68 .50% Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) 9 Maret 2007 f Sigma Rp 13.000 Bulanan (12 Desember 200612 Desember 2012) Bulanan 10.743 Periode pembayaran bunga Bulanan Tingkat suku bunga per tahun 11. persediaan (Catatan 6).000 Bulanan 10.000 Bulanan (Januari 2008Desember 2012) Bulanan (April 2009Maret 2015 Bulanan beberapa cicilan (4 September 200925 Agustus 2013) Bulanan beberapa cicilan (19 November 20094 Agustus 2014) Bulanan 10.000 Bulanan 10.000 Bulanan (9 Juni 20108 Juni 2015) Bulanan 11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.50% Peminjam Bank CIMB Niaga (lanjutan) 28 Juli 2009e Balebat Mata uang Rp Jadwal pembayaran Bulanan ( Maret 2010Februari 2015) Jaminan Aset tetap (Catatan 10).000 Semesteran (8 Maret 20108 Maret 2014) 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 Bulanan 10.000.000 Telkomsel Rp Rp 2 September 2009b Telkomsel 13 Oktober 2010 h Perusahaan Bank Ekonomi 7 Desember 2006f Rp Semesteran (25 Desember 200825 Desember 2010) 1.50% 10 September 2008 f Sigma Rp 33.50% Bank Bukopin 11 Mei 2005 Infomedia Rp 5.000 Semesteran (4 Februari 20094 Februari 2011) 800. kecuali dinyatakan lain) 21.

75% Tidak ada BII 15 September 2009 b Telkomsel Rp 500.000 2.000 Semesteran (29 Maret 201029 Maret 2014) Kuartalan 3 bulan JIBOR +2.000 Semesteran (2 November 20102 November 2014) Semesteran (2 November 20102 November 2014) Kuartalan 3 bulan JIBOR +3.45% Tidak ada Tidak ada PT ANZ Panin Bank (“ANZ Panin”) 4 September 2009 b Telkomsel Rp 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 Kuartalan 3 bulan JIBOR +3. kecuali dinyatakan lain) 21.T.20% Tidak ada Bank of China (“BoC”) 30 Desember 2009 b Telkomsel US$ 100 Semesteran Semesteran 6 bulan LIBOR (30 Juni 2012+2.82% Tidak ada Industrial and Commercial Bank of China Limited (“ICBC”) 30 Desember 2009b&j Telkomsel US$ 266 Semesteran (April 2011Oktober 2016) Semesteran 6 bulan LIBOR +1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. BRI. Stockholm (“AAB Stockholm”) dan Standard Chartered Bank b&i 30 Desember 2009 Telkomsel US$ 318 Semesteran (April 2011Oktober 2016) Semesteran 6 bulan LIBOR +0.20% 3 bulan JIBOR +2.700.00% Tidak ada Telkomsel Rp 500.50% Tidak ada 69 .55% 30 Desember 2017) Tidak ada Finnish Export Credit Ltd 2 Maret 2010 b&k Telkomsel US$ 264 Semesteran (Januari 2011Juli 2015) Semesteran CIRR+2.400. dan Bank Jabar) 16 Juni 2009 h (BNI dan BRI) Mata uang Jadwal pembayaran Jaminan Perusahaan Perusahaan Rp Rp 2.06% Tidak ada PT Bank OCBC Indonesia (“OCBC Indonesia”) 2 November 2009 b Telkomsel OCBC NISP 2 November 2009 b Rp 200. 2009.000 Semesteran (8 Maret 20108 Maret 2014) Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.00% Tidak ada ABN Amro Bank N.V.000.. HUTANG BANK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat suku bunga per tahun Peminjam Sindikasi bank 29 Juli 2008 h (BNI.000 Semesteran (25 Februari 201028 Juli 2013) Semesteran (25 Januari 201115 Juni 2014) Kuartalan Kuartalan 3 bulan JIBOR +1.

a Fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan tersebut digunakan untuk membiayai pengadaan Code Division Multiple Access (“CDMA”) dari konsorsium Samsung. kecuali dinyatakan lain) 21. 70 . dan membayar piutang pemegang saham. Sigma memenuhi persyaratan tersebut di atas. g Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 17 September 2009. Persyaratan dari perjanjian yang relevan juga meliputi klausul gagal bayar dan gagal bayar silang. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.56% dan 6 bulan LIBOR +0. 2009. Pada tanggal 31 Desember 2010. f Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut memuat beberapa pembatasan tertentu yang mewajibkan Sigma untuk mendapatkan izin tertulis dari Bank Ekonomi sebelum menjadi penjamin atas hutang pihak ketiga.70% Tidak ada BTN 10 September 2009 Ad Medika Rp 9. mengharuskan ketaatan terhadap sejumlah jaminan dan larangan termasuk persyaratan keuangan dan lainnya.00% Aset tetap (Catatan 10) Tidak ada Standard Chartered Bank 6 Desember 2010 TII US$ 8 Bulanan 2. mengubah status hukum Sigma. menyewakan tanah ke pihak ketiga.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. c Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 24 Juli 2007. diantaranya pembatasan atas jumlah dividen dan bentuk distribusi laba lainnya yang dapat berdampak buruk pada kemampuan Telkomsel untuk memenuhi persyaratan dari fasilitasfasilitas tersebut. Telkomsel memenuhi persyaratan tersebut di atas. d Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 28 Juli 2009.89 Semesteran (26 Oktober 201026 April 2015) Semesteran 4. membayar atau menyatakan dividen. Persyaratan dari berbagai pinjaman antara Telkomsel dengan krediturnya dan penyedia dana. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.500 Bulanan (10 September 200910 September 2014) Bulanan 13. HUTANG BANK (lanjutan) Total fasilitas (dalam jutaan) Periode pembayaran bunga Tingkat suku bunga per tahun Peminjam Mata uang Jadwal pembayaran Jaminan Japan Bank for International Cooperation (“JBIC”) 26 Maret 2010 l&m Perusahaan US$ 59.50% Aset tetap (Catatan 10) dan piutang usaha (Catatan 5) Bank Index 12 Mei 2010 Balebat Rp 590 Bulanan (September 2010Agustus 2012) Bulanan Bulanan 14.00% Fasilitas hutang bank yang diperoleh Perusahaan dan anak perusahaan tersebut digunakan untuk keperluan modal kerja.T. b Telkomsel tidak memberikan jaminan apa pun atas setiap pinjaman atau fasilitas kredit lainnya. Pada tanggal 31 Desember 2010. menarik dana fasilitas kredit melebih batas maksimum. menjaminkan tanah ke bank lain atau pihak ketiga. e Berdasarkan amandemen terakhir pada tanggal 24 Mei 2010.

Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1. Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas 1 dan 2 masingmasing sebesar US$127 juta dan US$137 juta. Telkomsel mengadakan perjanjian EKN-Backed Facility (“fasilitas”) dengan ABN Amro Bank N. and HSBC Bank Plc (sebagai “the agent”) untuk pengadaan peralatan dan jasa Nokia Siemens Networks. Telkomsel menandatangani perjanjian Finnvera-backed facility dengan Finnish Export Credit Ltd (“FEC”) (sebagai “the original lender”). untuk pengadaan peralatan telekomunikasi dan jasa dari Konsorsium NSW-Fujitsu. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 31 Desember 2010. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (“HSBC”) limited (sebagai “the arranger” and “the FEC counterparty”). “the arranger”. Standard Chartered Bank (sebagai “the original lender”. PT Nokia Siemens Networks dan Nokia Siemens Networks GmbH & Co. Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas 1 dan 2 masing-masing sebesar US$166 juta dan US$100 juta.. Perusahaan diharuskan untuk mentaati semua persyaratan atau batasan termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan dimana Perusahaan telah mentaatinya pada tanggal 31 Desember 2010. Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan JBIC. 71 .V. “the facility agent” dan “the EKN agent”). cabang Jakarta dan Credit Suisse AG.ii). Telkomsel mengadakan perjanjian Sinosure-Backed Facility dengan ICBC untuk pengadaan peralatan telekomunikasi dan jasa dari Huawei. Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas A dan B masing-masing sebesar US$36 juta dan US$24 juta.V.A. k Sehubungan dengan perjanjian kemitraan dengan Nokia Siemens Networks Oy. 2.T. Hong Kong (sebagai “the arranger”) untuk pengadaan peralatan telekomunikasi dan jasa dari Ericsson.ii). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. US$106 juta. l Sehubungan dengan perjanjian dengan Konsorsium NSW-Fujitsu. ABN Amro Bank N. m Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. Citibank. dan US$95juta. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 125%.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. KG (Catatan 47a. (“Huawei International”) dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei Tech”) (Catatan 47a. Fasilitas tersebut terdiri dari fasilitas 1. dan 3 masing-masing sebesar US$117 juta. Zurich (sebagai “the arrangers”).. termasuk premi sebesar US$16 juta. i Sehubungan dengan perjanjian kemitraan dengan PT Ericsson Indonesia (“Ericsson Indonesia”) dan Ericsson AB (Catatan 47a. N. kecuali dinyatakan lain) 21. HUTANG BANK (lanjutan) h Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian. termasuk premi sebesar US$14 juta. the international arm of Japan Finance Corporation. 2.Ltd. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. cabang Stockholm (sebagai “the original lender”). j Sehubungan dengan perjanjian kemitraan dengan Huawei International Pte. Rasio debt service coverage harus melebihi dari 150%. sebagai berikut: 1. sebagai berikut: 1. 2009.ii). Rasio hutang terhadap ekuitas tidak boleh melebihi 2:1. 2.

925 juta yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar Rp2. Transaksi KSO IV Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO IV merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO IV oleh Perusahaan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.876) 801. masing-masing sebesar US$6. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada MGTI.245 (105.366 (1. dan ke BSI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO VII.setelah dikurangi diskonto (Catatan 18b) a.3%.693 43. kecuali dinyatakan lain) 22.362 juta) yang merupakan nilai kini dari pembayaran bulanan dalam jumlah tetap (seluruhnya sebesar US$517.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.359.524 (40. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. Berdasarkan perjanjian.524 juta. berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan MGTI pada tanggal 20 Januari 2004.329.245) 2009 835. Transaksi KSO VII Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan yang berasal dari transaksi KSO VII merupakan saldo yang berasal dari akuisisi KSO VII oleh Perusahaan.83 juta (setara dengan Rp61. saldo pembayaran bulanan yang masih harus dibayar kepada BSI. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO VII. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. yang harus dibayar kepada BSI sejak Oktober 2006 sampai dengan Januari 2011 dengan tingkat diskonto 15%.944 1.079 72 .770. yang harus dibayar kepada MGTI sejak Februari 2004 sampai dengan Januari 2011 dengan tingkat diskonto 8.287) 108. Perusahaan menyetujui untuk membayar MGTI dengan nilai total pembelian berkisar US$390. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.58 juta (setara dengan Rp835.285.693 juta dan Rp568. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.552 juta) dan US$88.298 juta). dengan penjelasan sebagai berikut: 2010 Transaksi KSO IV MGTI Dikurangi diskonto Transaksi KSO VII BSI Dikurangi diskonto Jumlah Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah dikurangi diskonto (Catatan 18a) Bagian jangka panjang . Berdasarkan perjanjian. Perusahaan memperoleh hak secara hukum untuk dapat mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional di KSO IV.230 juta). berdasarkan amandemen dan pernyataan kembali perjanjian KSO yang dilakukan oleh Perusahaan dan BSI pada tanggal 19 Oktober 2006. ditambah dengan biaya langsung dari penggabungan usaha. NILAI PEROLEHAN PENGGABUNGAN USAHA YANG DITANGGUHKAN Nilai perolehan yang ditangguhkan merupakan kewajiban Perusahaan kepada Pemegang Saham Penjual MGTI atas akuisisi Perusahaan terhadap KSO IV. masing-masing sebesar Rp43.7 juta (setara dengan Rp3.422 568.552 43.T.580) 527.298 (33. 61.552 61. sebelum dikurangi diskonto yang belum diamortisasi.221.693 105.1 juta). b. Perusahaan menyetujui untuk membayar BSI dengan nilai total pembelian berkisar Rp1. 2009.

00 Jumlah modal disetor 2.407 57.669.280 Persentase kepemilikan 52.574.326.903 54.159.053.960.508 6.605.T.300 19.041 2009 2009 10.347 2008 4.394.311 7.35 100.970.890 17.840 11.996.424.868.410 5.953. kecuali dinyatakan lain) 23.610 1.356 122. 2009.999.128 37. MODAL SAHAM 2010 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah The Bank of New York Mellon Corporation Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 26) Jumlah Jumlah saham 1 10.780 490.917.490 4.135 1.711 2.580.500 20.320.997.738.970.334 4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 73 .743 4 1 1.270 10.040.643 24.605 4. HAK MINORITAS 2010 Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan: Telkomsel Metra Infomedia Jumlah 2010 Hak minoritas atas laba anak perusahaan: Telkomsel Metra Infomedia Jumlah 11.118 598.670 7.933.656 17.18 35.644.333.935 968 4.00 100.470.072 3. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.644 5.47 12. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.313 4.604 5.

669.424.788. dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi.580.00 Jumlah modal disetor 2. Saham Seri B memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal kepada seluruh pemegang Saham Seri B.666 (373.333. 25.500 20.073.508 7.999.356 122.000 Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun. serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. TAMBAHAN MODAL DISETOR 2010 Hasil penjualan 933.470. kecuali dinyatakan lain) 24.183 4 1 1. 2009.040. MODAL SAHAM (lanjutan) 2009 Keterangan Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Saham Seri B Pemerintah The Bank of New York Mellon Corporation Direksi (Catatan 1b): Ermady Dahlan Indra Utoyo Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Jumlah Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 26) Jumlah Jumlah saham 1 10.900 19.09 38.711 1.280 Persentase kepemilikan 52.666 (373. penerbitan saham baru.073.446.200.917.00 100.890.560.T.780 490.333 74 .333) 1.000 saham di atas nilai nominal melalui IPO pada tahun 1995 Kapitalisasi menjadi 746. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.333) 1.666.730.056 17.050 4.574.604 5.118 447.320.47 9.333 2009 1.446.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.44 100.159.644 5. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.640 saham Seri B pada tahun 1999 Jumlah 1.

dan (iv) untuk keperluan pendanaan. dan III berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan (Catatan 1c). Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.DJPT dan amandemennya pada tanggal 18 Oktober 2006. XI. Perusahaan telah menerima pembayaran dengan total masing-masing sejumlah Rp478. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000 juta terkait dengan kompensasi atas terminasi dini dari hak eksklusif yang dibayarkan tahunan oleh Pemerintah sejak 2005 sampai dengan 2008 masing-masing sebesar Rp90. atau menggunakan saham yang diperoleh kembali untuk tujuan lain sesuai dengan ketentuan BAPEPAM-LK No. II. bersih setelah pajak. sebagai berikut: (i) dijual baik di bursa efek maupun di luar bursa efek. (ii) ditarik kembali dengan cara pengurangan modal. Pemerintah menyetujui untuk membayar sebesar Rp478. 2009. 27. XI.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Kep-401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.574. dan III. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 11 Juni 2010. akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp537.000 juta berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri. dengan total pembelian masing-masing sebesar Rp4. Selain itu. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.500 saham dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. Perusahaan mencatat jumlah ini sebagai “Selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas.43% dari modal saham Seri B yang ditempatkan dan beredar. para pemegang saham Perusahaan menyetujui perubahan rencana Perusahaan atas penggunaan saham yang diperoleh kembali dari hasil pembelian kembali saham tahap I. Perusahaan telah membeli kembali masingmasing 490. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.264. 75 . MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Perusahaan telah melakukan pembelian kembali saham Seri B tahap I. Seperti dijelaskan pada Catatan 1a. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.773 juta.000 juta dan terakhir pada tanggal 25 Agustus 2009 sebesar Rp118. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. (iii) pelaksanaan konversi efek bersifat ekuitas.B.073 juta hingga 2010 dan 2009 (sudah termasuk biaya jasa perantara dan kustodian). masingmasing setara dengan 2. dan pada saat kondisi pasar berpotensi krisis berdasarkan Ketentuan BAPEPAM-LK No.000 juta. Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi.304 juta dan Rp416. Perusahaan merencanakan untuk mempertahankan. II. Jumlah ini dicatat sebagai bagian dari ekuitas karena Pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali atas Perusahaan.2 dan UU No. kecuali dinyatakan lain) 26.T. SELISIH TRANSAKSI SEPENGENDALI RESTRUKTURISASI DAN TRANSAKSI LAINNYA ENTITAS Saldo akun ini berjumlah Rp478. Perusahaan menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Kompensasi Terminasi Dini Hak Eksklusifitas dengan Menkominfo . menjual. Berdasarkan perjanjian ini.000 juta. pada tanggal 15 Desember 2005.B. kepada Perusahaan secara bertahap selama lima tahun.

173.400 7.085 722.322. Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.T.237.079 483.337. PENDAPATAN INTERKONEKSI 2010 Interkoneksi domestik dan transit Interkoneksi internasional Jumlah * Dinyatakan kembali.845 28.818.499. dan jasa teknologi informatika VoIP e-Business Jumlah * Dinyatakan kembali.286. lihat Catatan 2p 2009* 2. komunikasi data. DAN JASA TEKNOLOGI INFORMATIKA 2010 Short Messaging Service (“SMS”) Internet.866. PENDAPATAN DATA.961 1.681 3.621. kecuali dinyatakan lain) 28.691 39.449 581.708.459 1.511 223.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.335.075 270.134 284. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.664.528.503 14.007 28.649 4. 30.573 180.296 223.773 487.472 19.682 29.587 2008* 9.735. lihat Catatan 2p 2009* 10.095 423.098 43.402.376 Berdasarkan Peraturan Menkominfo No.073.506.532.297. PENDAPATAN TELEPON 2010 Tidak bergerak Pendapatan pemakaian Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan instalasi Lain-lain Jumlah Seluler Pendapatan pemakaian Fitur Pendapatan abonemen bulanan Pendapatan jasa sambungan Jumlah Jumlah Pendapatan Telepon * Dinyatakan kembali.423 3.183 11.506 18.288.752 185.537 3.212 27.561.529.443 3.786 197.768.566 2.952 26.653.486 196.704 36.633 8.024.KOMINFO/02/2006.804 186. 08/Per/M.107 4.741.742 2008* 12.602 29. INTERNET.953 1.731 18.896.186 12.605.642 2008* 2.647 25.458 37.250.286.927 186.745 9.133.988 179.462 3.801.530 42.511.595 42. 2009.871 14.940.789.097 76 . menetapkan bahwa implementasi tarif interkoneksi berbasis alokasi biaya mulai diterapkan tanggal 1 Januari 2007 (Catatan 46). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. lihat Catatan 2p 2009* 10.742 16.362.676 240.

533.329 1.205 10.218.460 851. 2009.534 2008* 380.056 207.547 504.710 1.043.613 1.876 22.470 2009 3.457 9.T.468 20.906 8.475 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.994 445. 32.008 1.569 16.396 718. BEBAN USAHA . lihat Catatan 2p 2009* 721.462 333.038 85.273 2.516.051 47.128.602 4.116.241.300 83.970 1.157 2008 2.079.KARYAWAN 2010 Gaji dan tunjangan Cuti.440 2.087 153.546 370.028 1.005 475.765 387.056.788 340.320 32.437 706.409 674.838 7.368 35.250 342. kecuali dinyatakan lain) 31.797 215.058.920 19.335.639 18.453 901.374 321.947 33.634 77 .323 65. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.254 216. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.035 795.956.426 625.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.608 1.120 116.921 78. insentif.612 238.494 22.714.776 331. PENDAPATAN JASA TELEKOMUNIKASI LAINNYA 2010 Customer Premise Equipment (“CPE”) dan terminal Kompensasi Pelayanan Universal (KPU) Directory assistance Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali.013 2008 691.159 2009 743.262.562 81.318 788. PENDAPATAN JARINGAN 2010 Sewa sirkit Sewa transponder satelit Jumlah 687. dan tunjangan lainnya PPh karyawan Beban pensiun berkala bersih (Catatan 40a) Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih (Catatan 42) Perumahan Asuransi Beban LSA (Catatan 41) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 40c) Program Pendi (Catatan 15) Lain-lain Jumlah 2.960.106 2.775.

OPERASI.105 2.972 12.447.352 2. gas.533 91. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.UMUM DAN ADMINISTRASI 2010 Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang (Catatan 5d dan 6) Beban penagihan Sumbangan sosial dan umum Perjalanan Pelatihan. set top box.185 36.463 81.980.155 1.678 14.247 259.INTERKONEKSI 2010 1.029 71.965 87. dan RUIM Listrik.301.380 283.101.960 724.141.482 3.850 238.366.139 18. pendidikan.400.788 2008 397.950 583.178.078 1.549.620 64.296 16.582 223.ii dan 47c.153 204.835.988. BEBAN USAHA .290 Operasi dan pemeliharaan Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 43a.707 215.547 232.150 3.639 2008* 5.086. kecuali dinyatakan lain) 34.T.929.282 241.095. PEMELIHARAAN.385 184. dan rekruitmen Keamanan dan screening Jasa profesional Rapat Alat tulis dan cetakan Sewa kendaraan Penelitian dan pengembangan Lain-lain Jumlah 524.882 2.237 60.069 312.704 717.656 2.892.750 204.077 1.277 Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.146 2009 573.644 66.414 1.iii) Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal (Catatan 43a.205 1.888 8.698 214.055. lihat Catatan 2p Lihat Catatan 43 untuk rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.753 42.784.734 265.367 383.561 79.455 2.413 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 2009.085.874.854 88. kartu SIM.375 366.815 19.560 Interkoneksi domestik dan transit Interkoneksi internasional Jumlah * Dinyatakan kembali.425 258.889 2. 35.260 2008* 2.287 50.055 214.510 1.787 162.106.352. BEBAN USAHA .413 64.844 220.ii dan 43a.260 384.399 474.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.871 141.746 2.239 288.826 200.751 1.309 59.263. dan air Asuransi Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung Sewa sirkit dan CPE Beban pokok jasa teknologi informatika Perjalanan Lain-lain Jumlah * Dinyatakan kembali. 78 .340 105.iii) Beban pokok penjualan telepon.740 50. BEBAN USAHA . DAN JASA TELEKOMUNIKASI 2010 8.136.307 841. lihat Catatan 2p 1.196 181.170 5.001 9.282 2009* 7.643.317 266.046.067.546 76.355 2009* 1.176.548 558.760 401.867 40.

434 140.763 405. Pajak dibayar di muka 6.Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .Penyerahan jasa Pasal 26 .491 781.393.023 2.067 1.066 1.698 715.564 379.260 45.953 35.902 213 216.478 18.073 109.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.PPh pribadi luar negeri Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) 15.T.732 b.121 51. 2009.Penyerahan jasa Pasal 25 .690 16.863 17.377 2.Kurang bayar PPh badan PPN 2009 2009 449.927 735.566 594.467 47.749.Angsuran PPh badan Pasal 26 .056 2010 Perusahaan PPh badan Anak perusahaan PPh badan PPN PPh Pasal 23 .PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .Pajak final Pasal 21 .Pajak final Pasal 21 .Kurang bayar PPh badan PPN Anak perusahaan PPh Pasal 4 (2) .723 15.208 715. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.236 666. kecuali dinyatakan lain) 37.473 471 124.979 66. Tagihan restitusi pajak 2010 Anak perusahaan PPh badan PPh Pasal 23 .285 2 34.789 79 . DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Penyerahan jasa Pasal 25 .433 8.168 85.351 2009 255.087 45.PPh pribadi luar negeri 666.Angsuran PPh badan Pasal 26 .642 11.PPh pribadi Pasal 22 .867 61.089 317.Penyerahan jasa Pasal 26 .385 707 9.PPh pribadi Pasal 22 .763 6.232 170.391 32.551 2.822 2 42. Hutang pajak 2010 Perusahaan PPh Pasal 4 (2) .Penyerahan barang dan impor Pasal 23 .698 c.696 170. PERPAJAKAN a.PPh pribadi luar negeri Pasal 29 .225 13.349 28.348 15.899 356.550 133.018 27.081 35.069 36.

869 206.029.650 30.317.801.412.417 1.088 2.452.228.720 2.558 (200.039 * Dinyatakan kembali.351 8.313 4.662 1.640.975 2009* 22.289) 282.287 1.577 1.Perusahaan Beban PPh .622.472) 11.416 (183.960.404.750.823.111.779) 73.312 2.814) 5.170. lihat Catatan 2p e.966 2008* 20.123 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.061.bersih Jumlah beban PPh konsolidasian * Dinyatakan kembali.011.901 111.671 (18.T.302.111) 12. lihat Catatan 2p 2010 21.416.046 140. kecuali dinyatakan lain) 37.542 Tangguhan Perusahaan Anak perusahaan 669.166.376 374.931 61.351 10.422 6.546.404.076.292 (150.308) 50.719 (740.619 (16.918.016) 5.863 4.776 876.268 29.493 5.371.765.407) 11.919) 11.560 (656. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.210.398.252.387 5.679) 12.971 7.447.182 4.546.151.040 6.820 (1.645) 459.667 28.204) 1.638 (16.399 (632. Komponen beban (manfaat) pajak adalah sebagai berikut: 2010 2009* 2008* Kini Perusahaan Anak perusahaan 558.061.021.219.322.626.661 5.857 42. 2009. PERPAJAKAN (lanjutan) d.707 5.201 94.251 1. PPh badan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai entitas yang terpisah (laporan keuangan konsolidasian tidak berlaku untuk perhitungan PPh badan di Indonesia).669.471.220) 12. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.694.575 14.394 1.018. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan dan beban PPh konsolidasian adalah sebagai berikut: Laba sebelum pajak konsolidasian Penambahan kembali eliminasi konsolidasian Laba konsolidasian sebelum pajak dan eliminasi Dikurangi: laba sebelum pajak anak perusahaan Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final Pajak dihitung dengan tarif yang berlaku Penghasilan tidak kena pajak Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak Kewajiban (aset) pajak tangguhan yang tidak dapat digunakan .910.021 8.785) 390.081 4.bersih Efek penurunan tarif di masa depan terhadap kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .123 (413.069 (142.anak perusahaan Efek penurunan tarif di masa depan terhadap kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .941.645 5.701 234.542 80 .916.616.171 4.932.328 (1.344 (1.673.673.039 6.bersih Beban PPh badan PPh ditanggung Pemerintah Beban PPh final Jumlah beban PPh .

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PERPAJAKAN (lanjutan) e. (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak Perusahaan dengan estimasi laba kena pajak untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010, 2009, dan 2008 adalah sebagai berikut:
Laba sebelum pajak Perusahaan Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final Perbedaan temporer: Amortisasi aset tidak berwujud Penyusutan aset tetap Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan beban karyawan Sewa pembiayaan (Keuntungan) kerugian selisih kurs atas nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan persediaan usang Amortisasi hak atas tanah Penghapusan persediaan Laba atas penjualan aset tetap Penghapusan piutang Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Pembayaran nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan beban Pendi Pendapatan instalasi tangguhan Penyisihan lain-lain Jumlah perbedaan temporer Perbedaan tetap: Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar Restitusi pajak - bersih Bagian laba bersih perusahaan asosiasi dan anak perusahaan Kompensasi terminasi dini hak eksklusifitas (Catatan 27) Lain-lain Jumlah perbedaan tetap Laba kena pajak Beban Pajak kini PPh ditanggung Pemerintah (Catatan 27) Beban Pajak final Jumlah beban pajak kini - Perusahaan Beban pajak kini - anak perusahaan Jumlah pajak kini
* Dinyatakan kembali, lihat Catatan 2p

2010 12.694.399 (632.679) 12.061.720 1.010.850 (797.667) 325.728 5.064 (28.895)

2009* 12.616.560 (656.472) 11.960.088 1.055.716 (372.240) 410.341 6.609 (33.874)

2008* 11.801.719 (740.407) 11.061.312 847.193 51.233 285.661 (241.304) (179.474)

(31.229) 15.331 (4.353) (6.785) (331.044) (337.233) (298.779) (1.204.178) (1.028.639) (87.284) (31.061) (2.830.174)

(155.860) 12.047 (4.084) (8.842) (20.658) (367.292) (344.072) (1.163.695) 240.433 (92.959) 53.635 (784.795)

252.457 10.163 (3.837) (6.824) (7.282) (323.234) (267.999) (958.050) 788.206 (64.536) (91.818) 90.555

229.174 27.645 (8.201.443) 1.198.389 (6.746.235) 2.485.311 497.062 61.251 558.313 4.111.081 4.669.394

318.439 520 (6.906) (8.441.933) 620.779 1.064.345 (6.444.756) 4.730.537 1.088.023 (142.779) 73.417 1.018.661 5.011.040 6.029.701

891.404 8.277 (3.577) (7.643.138) 701.252 (6.045.782) 5.106.085 1.276.509 94.662 1.371.171 4.452.387 5.823.558

Surat Pemberitahuan (“SPT”) Tahunan PPh Badan untuk tahun fiskal 2010 akan dilaporkan berdasarkan peraturan yang berlaku. Jumlah PPh badan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 telah sesuai dengan yang dilaporkan dalam SPT Tahunan. 81

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PERPAJAKAN (lanjutan) f. Pemeriksaan pajak (i) Perusahaan Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) telah melakukan pemeriksaan pajak terhadap lebih bayar pajak penghasilan badan Perusahaan sebesar Rp255 miliar yang dilaporkan pada tahun fiskal 2008. Pada tanggal 16 Juni 2010, DJP menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) pajak penghasilan badan sebesar Rp228 miliar. Selisih antara SKPLB dengan tagihan restitusi pajak Perusahaan sebesar Rp27 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) PPN sebesar Rp1,69 miliar termasuk denda pajak sebesar Rp0,5 miliar yang dikompensasikan dengan SKPLB PPh badan. Dengan demikian Perusahaan menerima pengembalian dari DJP sebesar Rp226,5 miliar. Pada tanggal 9 Juli 2010, Perusahaan telah menerima pengembalian atas SKPLB pajak penghasilan badan tahun fiskal 2008. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan pelaksanaan pemungutan atas PPh pihak ketiga (withholding tax) untuk tahun fiskal 2008 masih dalam proses. (ii) Telkomsel Sehubungan dengan pengajuan keberatannya pada Pengadilan Pajak pada tanggal 23 Februari 2009 untuk penolakan keberatan PPN yang meliputi tahun 2004 dan 2005 oleh Otoritas Pajak sebesar Rp215 miliar, Telkomsel mengakuinya sebagai tagihan retitusi pajak. Berdasarkan keputusan Pengadilan Pajak pada bulan Maret 2010, keberatan Telkomsel atas PPN diterima dan selanjutnya Telkomsel menerima pengembalian sebesar Rp215 miliar di bulan Juni 2010 termasuk bunga sebesar Rp103 miliar. Pada tanggal 10 Agustus 2010, Otoritas Pajak mengajukan uji materi kepada Mahkamah Agung (“MA”) atas keputusan Pengadilan Pajak. Pada tanggal 24 September 2010 Telkomsel mengajukan kontra memori kepada MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, pengajuan kontra memori tersebut masih dalam proses. Pada tanggal 25 Februari 2009, Otoritas Pajak mengajukan uji materi kepada MA, atas keputusan Pengadilan Pajak yang menerima keberatan Telkomsel untuk withholding tax untuk tahun fiskal 2002 sebesar Rp115 miliar. Pada tanggal 3 April 2009, Telkomsel mengajukan kontra memori kepada MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, uji materi tersebut masih dalam proses.

82

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009, DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PERPAJAKAN (lanjutan) f. Pemeriksaan pajak (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 12 Februari 2009, Telkomsel menerima Surat Tagihan Pajak (“STP”) atas kurang bayar PPh pasal 25 untuk periode Desember 2008 sebesar Rp429 miliar (termasuk denda sebesar Rp8 miliar). Pada tanggal 3 Maret 2009, Telkomsel mengajukan keberatan dan memohon Otoritas Pajak untuk membatalkan STP tersebut. Pada tanggal 28 April 2009, Otoritas Pajak menolak keberatan yang diajukan. Oleh karena itu pada tanggal 28 Mei 2009, Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas penolakan Otoritas Pajak. Pada bulan Agustus 2009, Telkomsel membayar sebagian dari denda tersebut sebesar Rp4,2 miliar. Pada tanggal 21 Desember 2009, Pengadilan Pajak menyetujui permohonan banding Telkomsel dan meminta Otoritas Pajak untuk membatalkan STP. Pada tanggal 29 Desember 2009, berdasarkan hasil pemeriksaan pajak, Telkomsel menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp439 miliar. Bagian yang ditolak oleh Otoritas Pajak sebesar Rp3 miliar dibebankan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. Pada tanggal 28 Januari dan 12 Februari 2010, Telkomsel menerima tagihan atas restitusi pajak masing-masing sebesar Rp439 miliar dan Rp4,2 miliar. Pada tanggal 21 April 2010, Telkomsel menerima pemberitahuan dari Pengadilan Pajak tentang pengajuan banding Otoritas Pajak kepada MA terkait putusan Pengadilan Pajak mengenai pembatalan STP atas kurang bayar PPh pasal 25 untuk periode Desember 2008. Pada bulan Mei 2010, Telkomsel mengajukan kontra memori kepada MA. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, kontra memori tersebut masih dalam proses. Pada tahun 2010, Telkomsel diperiksa atas kurang bayar PPh badan, withholding tax, dan PPN, untuk tahun fiskal 2006 sebesar Rp212 miliar (termasuk denda Rp69 miliar). Pada tanggal 23 Desember 2010, Telkomsel mengajukan keberatan kepada DJP atas kurang bayar potongan PPh dan PPN sebesar Rp116 miliar (termasuk denda Rp38 miliar) dan dicatat sebagai tagihan restitusi pajak. Bagian yang diterima sebesar Rp50 miliar telah diakui dan dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2008 sementara bagian sisanya sebesar Rp46 miliar dibebankan pada laporan keuangan konsolidasian tahun 2010. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, proses keberatan tersebut masih dalam proses. Pada bulan Oktober dan November 2010, Telkomsel menerima STP atas kurang bayar PPh pasal 25 untuk tahun fiskal 2010 sebesar Rp229 miliar (termasuk denda Rp11 miliar). STP tersebut telah dibayar pada bulan November dan Desember 2010. Pembayaran pokok sebesar Rp218 miliar diperhitungkan sebagai pembayaran di muka dalam menghitung PPh badan tahun 2010 yang pada akhirnya menghasilkan lebih bayar Rp600 miliar. Kelebihan bayar dan denda diakui sebagai pajak dibayar di muka pada 31 Desember 2010. Melalui suratnya di bulan November 2010, Telkomsel meminta Otoritas Pajak untuk membatalkan STP tersebut. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini, permintaan pembatalan masih dalam proses.

83

409 268.160 84.294) (18.bersih Akuisisi Ad Medika 31 Desember 2010 335.220.202) (1.870) (173.200) (5.113 1.292 617.957.239 257.672 128.224) (6.781 85.895) (39. lihat Catatan 2p 84 .340.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .919) (9.774 (21.286 (1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.446 106.310 36.814) 61.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.821) (670.719 17.261) (9.733.197) (4.807) (31.958.796) (670.996 20.692 * Dinyatakan kembali. 2009.587) (271.747) (2.385) (33. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.073.049 (308. Aset dan kewajiban pajak tangguhan Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian 31 Desember 2009* Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Penyisihan persediaan usang Pendapatan sambungan tangguhan Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi dan pajak Hak atas tanah Sewa pembiayaan Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan .712 893 (669.172 (74.903) (1.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .650.707) 252.695) (30.427 160.088) (7. kecuali dinyatakan lain) 37.919) - (1.288.617) (2.599 85.763) (3.763) - 26.615 5.490) (1.515) (843.160) 1.557 286.953 ( 243.277 2.852) 18.510) 94.893. PERPAJAKAN (lanjutan) g.T.549.bersih Jumlah aset pajak tangguhan .458) (257.024) (1.

160 84.427 160. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun fiskal 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.048 259. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.431) 4.549.200) (5. Perusahaan dan anak perusahaan yakin bahwa kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba fiskal masa depan.288. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Pajak No.011) (436. lihat Catatan 2p * Termasuk penyesuaian akibat perubahan tarif pajak (Catatan 37h) 31 Desember 2009** 698. Perusahaan dan anak perusahaan telah menghitung efek dari perubahan tarif atas perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhannya sesuai dengan estimasi realisasinya. Aset dan kewajiban pajak tangguhan (lanjutan) (Dibebankan) dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian* 31 Desember 2008** Perusahaan Aset pajak tangguhan: Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Penyisihan piutang ragu-ragu Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya berkala bersih Beban yang masih harus dibayar Beban Pendi Penyisihan beban karyawan Penyisihan persediaan usang Pendapatan sambungan tangguhan Jumlah aset pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan: Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi dan pajak Hak atas tanah Sewa pembiayaan Aset tidak berwujud Jumlah kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Perusahaan . Jumlah aset pajak tangguhan tersebut dipertimbangkan dapat direalisasi. Administrasi Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia.215 (234.751.046) (235. DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.049 (1.807) (31. Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008.314. dan 25% di tahun 2010.698 93.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.113 1.T.201 169.201.310 (1. 2009.239 257.763) (3.220.bersih Jumlah aset pajak tangguhan . h. Perusahaan dan tiap anak perusahaan melaporkan pajak terutang berdasarkan perhitungan sendiri (self-assessment).261) (79.434) (2. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.329) (469.922) (51.641) (885) 20.135) - (362.409 268.741 31. Peraturan ini mengatur pengenaan tarif tunggal untuk perhitungan pajak badan sebesar 28% di tahun 2009 (dimana sebelumnya dihitung dengan tarif progresif dari 10% sampai 30%).025 302.719 17.612) (573.877 220.462 (8.316) 1.202) (1.650.232 (115.362 36. PERPAJAKAN (lanjutan) g.559) (4. namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari pada yang diestimasikan.918) (2.471 (41.764.570.402) (476.bersih Kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan .701) (2. Presiden Republik Indonesia dan Menkumham telah menandatangani dan mengundangkan Undang-Undang Pajak No. 85 .747) (2.035 16. Pada tanggal 23 September 2008.716 242. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut. mana yang lebih awal.958. kecuali dinyatakan lain) 37.587) (271.796) (670.310 36.953 Realisasi dari aset pajak tangguhan tersebut tergantung kepada kemampuan menghasilkan laba di masa depan.195 275.515 1.bersih ** Dinyatakan kembali. 7 tahun 1983 tentang PPh.953 335.bersih Jumlah kewajiban pajak tangguhan .639) 9.510) 94. atau akhir tahun 2013.672 128.375) 94.

Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 37. 19. dan 19. 2005. dan 2008. 2009. Selain itu. telah memperhitungkan penurunan tarif pajak sebesar 5%. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar masing-masing sejumlah 19. dalam Undang-Undang Pajak No. 2007. 2008.424. Rp579. 2009.669.424.9 miliar. 86 .254 pada tahun 2010.T. 38.54. Ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dalam waktu paling singkat 6 bulan dalam jangka waktu satu tahun fiskal. Laba bersih per saham dasar masing-masing sejumlah Rp586. dan Rp2.669. dan 2006 masing-masing sebesar Rp1. Administrasi (lanjutan) Selain perubahan tarif. dan Telkomsel untuk tahun fiskal 2003 sebesar Rp1. 2006.9 miliar.748. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.52. 2007.8 miliar. Pemeriksaan pajak telah diselesaikan untuk tahun-tahun fiskal lainnya. Pada tahun 2008. Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003. dan 2009 bagi Telkomsel. Rp2. Pemeriksaan pajak telah diselesaikan untuk tahun-tahun fiskal lainnya.780.574. Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilusi. kecuali jika ditemukan bukti baru yang mengharuskan DJP melakukan pemeriksaan dan penyidikan. yang tercatat dan memperdagangkan sahamnya di BEI yang memenuhi persyaratan bahwa paling sedikit 40% dari jumlah seluruh saham yang disetor dan diperdagangkan di BEI dan saham tersebut dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya masing-masing tidak boleh melebihi dari 5%. Perusahaan menyetor pajak kurang bayar untuk tahun fiskal 2003. Perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. 36 tahun 2008 juga diatur pengurangan tarif sebesar 5% dari tarif tertinggi diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat. dan Rp540.4 miliar. Perusahaan dan Telkomsel telah memanfaatkan program sunset policy tersebut melalui pembetulan SPT. 2005. maka perhitungan beban dan kewajiban pajak penghasilan Perusahaan periode 31 Desember 2010 dan 2009. maka pemeriksaan akan dilakukan. DJP telah mengeluarkan program sunset policy berupa pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan SPT Tahunan tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang bayar dengan imbalan dibebaskan dari sanksi administrasi dan tidak dilakukan pemeriksaan atas tahun fiskal tersebut.38 (nilai penuh) untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Perusahaan mendapatkan sertifikat dari DJP berupa pembebasan pemeriksaan pajak untuk tahun fiskal 2007. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 2009 kecuali jika Perusahaan melaporkan SPT Tahunan Lebih Bayar. PERPAJAKAN (lanjutan) h. dan 2009 bagi Perusahaan. 2009. dan 2008.780.

070 juta atau Rp288.T.183 75. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA 2010 Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pensiun Perusahaan Telkomsel Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar Imbalan pasca kerja lainnya Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Beban manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban manfaat pensiun dibayar di muka Beban pensiun berkala bersih Perusahaan Telkomsel Infomedia Beban pensiun berkala bersih (Catatan 33) Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 33) Imbalan karyawan lainnya (Catatan 33) 2009 2008 61.75 per lembar saham kepada pemegang saham Perusahaan.934 775.761 juta.708 juta atau Rp296. Pada tanggal 30 Desember 2010.990 988 430.889 208.776 81.778.028 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.141. LLM.157 juta atau Rp26. Perusahaan telah melakukan pembayaran dividen kas interim sebesar Rp276.317 497 570. Perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen kas interim tahun buku 2010 sebesar Rp526. Partomuan Pohan.798 97 643. Pada tanggal 1 Desember 2010.318 87 . Partomuan Pohan.627 87.H.618 62.612 65.657 92.468 20.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.072 juta (Catatan 51c).608 54.65 per lembar saham dibagikan sebagai dividen kas interim di bulan November 2009). 2009. S.453 83.. 22 tertanggal 12 Juni 2009.209 112.920 808.933 240.991 523. No. 40.840.019 816 706. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2009 sebesar Rp5.876 22.044 147. LLM. S. kecuali dinyatakan lain) 39.966 (524) 504.H. 17 tertanggal 11 Juni 2010. Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A.084 210.369 536.06 per lembar saham (Rp524.666.94 per lembar saham dan menetapkan cadangan umum sebesar Rp4.190 juta atau Rp26.170 74. para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas untuk 2008 sebesar Rp5.569 16.427 868. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam akta notaris A..200 209.345 63. No. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.695 473 625.430 410.

4%) dari gaji pokok ke dana pensiun. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).300.593 (1.469.657) 88 .349) (410.061 44.835 889.418 (803.476 1.T.718 485.439 2008 10. kecuali dinyatakan lain) 40. Program pensiun manfaat pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. dan 2008 untuk program pensiun manfaat pasti: 2010 Perubahan kewajiban manfaat pensiun Kewajiban manfaat pensiun pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program pensiun Rugi (laba) aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Perubahan manfaat Kewajiban manfaat pensiun pada akhir tahun Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Perkiraan pengembalian atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program pensiun Laba (rugi) aktuaria Perkiraan pembayaran pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada akhir tahun Status pendanaan Beban jasa lalu yang belum diakui Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar 11.209) 9.061 44.713.975 12.809) 8.001 juta.371 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8.181 1.753. 2009.276.266) 9.371 1.819) (775.154.181 546.168. status pendanaan program pensiun. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.174 44.396 juta.747 (620. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.453) (61.134 1.375 (453.688 1. Pensiun 1.090 1. 2009.516. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Pembayaran kontribusi Perusahaan ke dana pensiun untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.497. Program ini dikelola oleh suatu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).969 44.207.061 juta.254 42.734 1.516.019.286. 2009.199.030.713.439 330. perubahan aset program pensiun.044) 8. 2009.148) 434.538.773. dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp485. Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa kerja karyawan. dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp4.392 930.975 14.812 282. Rp3.829 889.742 1.174.078.975 284.727.651) 11.418 1.027.654) (411.719 (1.753. Perusahaan Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti.578 2009 9.300.110 1.557) 1.603. Rp889.231) 12. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban manfaat pensiun.267) (446.076.583) 15.299 (2. Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan yang untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.097.841 juta.399.971 42.236 (916. dan nilai bersih yang tercatat pada neraca konsolidasian Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.254 juta.233.628 (405. dan Rp889.593 (2.476 2.398 (2.034.061 juta. dan Rp3.

dan (Rp842.044 2009 775. Perusahaan (lanjutan) Pada tahun 2007.209 2008 1.481) 410.058. MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun.890. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.608 1.457 juta. Pensiun (lanjutan) 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. aset program pensiun sebagian besar terdiri dari obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.054. Perusahaan menggantikan uniformulation dengan Manfaat Pensiun Sekaligus (“MPS”).89% dari keseluruhan aset program Dapen pada tahun tersebut.465 juta.484 (780.170 1.700 juta yang merupakan 1. atau cacat sejak 1 Februari 2009. Rp3. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B sebesar Rp355.9 tahun hingga 2016. Perusahaan memberlakukan uniformulation manfaat pensiun yang sama bagi peserta sebelum 20 April 1992 dengan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung 1 Februari 2009. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp434. 2009.78% dan 1.801 juta dan Rp155. aset program pensiun termasuk penempatan pada saham Seri B dan obligasi yang diterbitkan Perusahaan masing-masing dengan nilai wajar Rp268. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.657 570.097 643. Pada tanggal 31 Desember 2010. dan 2008. 89 . Pada tanggal 31 Desember 2009.583 juta yang akan diamortisasi selama 9.618 1. Perubahan manfaat ini berdampak adanya penambahan kewajiban Perusahaan sebesar Rp698.T.371 juta yang merupakan 2. Mutasi beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar selama tahun yang berakhir 31 Desember 2010.03% dari keseluruhan aset program Dapen pada tahun tersebut.209 430.425 (937. kematian. kecuali dinyatakan lain) 40. Hasil aktual aset program adalah Rp2. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.657 Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan Dibebankan kepada anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar pada akhir tahun 410.819) juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 2009.975 juta yang akan diamortisasi selama 8.819) 61.518) 775.63 tahun hingga 2018. 2009. Pada tahun 2010.460 (923.

dan Rp33.199. Sampai dengan tahun 2004. dan 2008.030. Kontribusi Telkomsel ke Jiwasraya berjumlah Rp40.7% 8% 2009 10.718) 312. para karyawan berhak atas manfaat pensiun berdasarkan gaji dasar terakhir atau gaji bersih yang diterima dan masa kerja karyawan. di bawah suatu kontrak asuransi anuitas.969 (930. 2009. Perusahaan (lanjutan) Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40b) dilakukan berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2010.076. Rp34.835) 221.T. Mulai tahun 2005.511) 645.154. kecuali dinyatakan lain) 40.723) 572.663 juta masing-masing untuk 2010.078 (1.321 (4.5% 8% 2008 12% 11.5% 9.174 (1. kontribusi ditanggung sepenuhnya oleh Telkomsel. Pensiun (lanjutan) 1.618 2.484) 2009 284.074 (124.5% 8% Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut: 2010 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset atas program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Laba aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih Dibebankan kepada anak perusahaan berdasarkan perjanjian Beban pensiun berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan (Catatan 33) 330. 30 Maret 2010.321 (56. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.134 1. 2009. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2010. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 9.067 juta. 2009.407) 431.654 (1.460) 430.170 570. dan 31 Maret 2009 oleh PT Towers Watson Purbajaga (“TWP”) (dahulu PT Watson Wyatt Purbajaga). 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.286.734 1.090 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.971 (1.131 juta.829) 221.75% 10. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. pada laporan tertanggal 15 Maret 2011.425) 2008 282. aktuaris independen yang berasosiasi dengan Towers Watson (“TW”) (dahulu Watson Wyatt Worldwide). Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (“Jiwasraya”).033 (1. perusahaan asuransi jiwa milik negara. kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok bulanan dan kontribusi atas sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel. Berdasarkan program ini. 90 .608 643. Telkomsel Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya. dan 2008.

289 (147.802) 245.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan 12 Februari 2009 yang dilakukan oleh TWP. Pensiun (lanjutan) 2.T. kecuali dinyatakan lain) 40. 2009.156) 115 5.084 (15.091 (245.233) 639 268. dan 2008 untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 9% 9% 8% 2009 10. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 8 Februari 2010.817) 2009 (399.5% 8% 2008 12% 12% 9% 91 .564 (112. Asumsi dasar aktuaris independen berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2010. Telkomsel (lanjutan) Rekonsiliasi antara program pensiun yang tidak didanai dan jumlah kewajiban yang disajikan di neraca konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2010.586 74. 2009.400) 154.309) 2008 (284.507 41.267) 115 5.937 (92. 2009.303 62. 2009.889) 754 131. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Yang tidak dilakukan pendanaan Komponen yang tidak diakui di neraca konsolidasian: Beban jasa lalu yang belum diakui Rugi aktuaria bersih yang belum diakui Beban manfaat pensiun yang masih harus dibayar (662.914 (16.5% 10.295 30. dengan laporan tertanggal masing-masing 23 Februari 2011. aktuaris independen yang berasosiasi dengan TW.966 2009 33. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.004 54.695 2008 37. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.991) 869 61.091 (155.324) 129.019 Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria pada tanggal 31 Desember 2010.456) 115 2.573 (11.948 34.985 (416.427) Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut: 2010 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian aset program pensiun Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Beban pensiun berkala bersih (Catatan 33) 43. dan 2008.

bersih (Catatan 33) 18.208) 9.826 4.013) 7.900 6. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Kewajiban manfaat pensiun Nilai wajar aset program pensiun Status pendanaan Beban manfaat pensiun dibayar di muka (8.826 6.345 Komponen beban imbalan pasca 31 Desember 2010.630) 209.061 83.T.569 (68. dan Rp816 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 2009.754 81. dan 2008: 2010 Beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan pasca kerja lainnya Pembayaran manfaat oleh Perusahaan Jumlah beban imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar pada akhir tahun 209.183 2008 195. 2009.460 65.432) 240.569 Beban jasa Beban bunga Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Jumlah beban imbalan pasca kerja lainnya .625 41. Imbalan pasca kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (BFPT) dan Biaya Perjalanan Pensiun dan Purnabhakti (BPP).183 65.934 6. 2009.876 (34. Infomedia Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya.345 81. b.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.729 46.196 988 988 2009 (7. Rekonsiliasi antara status pendanaan program pensiun dengan jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2010.119) 5.285) 210. 2009.468 yang berakhir 2008 22. 2009.690 35.876 92 . Rp473 juta.826 12. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Pensiun (lanjutan) 3. Imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja. Mutasi imbalan pasca kerja lainnya untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.510 497 497 2008 (5.627 2009 210.216 97 97 (Pendapatan) beban pensiun berkala bersih Infomedia adalah sebesar (Rp524) juta.184 83. dan 2008: kerja lainnya 2010 untuk tahun-tahun 2009 21.468 (82.159 6. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 2008 (Catatan 33). kecuali dinyatakan lain) 40. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) a.

dan Rp16.318 juta masing-masing untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang No. Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal 1 November 1995. Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan) c.562 juta. 2009. Rp116.117 juta. diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum tertentu.757 juta. 2009. dan Rp35. 93 .024 juta. Rp20. kecuali dinyatakan lain) 40. Rp22.323 juta.028 juta. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai. tergantung persetujuan manajemen. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. sebesar Rp242. kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.920 juta. jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan. Kontribusi pembayaran Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan. Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari 20 tahun pada saat pensiun. 2009. Jumlah tercatat kewajiban tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp87.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.430 juta dan Rp75. dan 2008 (Catatan 33). termasuk LSA dan LSL. LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat pemutusan hubungan kerja.149 juta dan Rp212. 41.300 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 2009. dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp20. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar Rp22. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom (“Yakes”). dan 2008 (Catatan 33). dan Rp24. Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar Rp78.T. Ketentuan untuk masa kerja selama 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. 42.934 juta. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” ATAU “LSA”) Telkomsel memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu.518 juta masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Catatan 43).

dan (Rp236.839 (579. Komponen beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut: 2010 Beban jasa Beban bunga Perkiraan pengembalian atas aset program (Laba) rugi aktuaria yang diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke anak perusahaan berdasarkan perjanjian Jumlah beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan (Catatan 33) 83.942 (688) 2009 72. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.612 143.030) 5.688 690. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.872) (221.995) 5.224 72.018. status pendanaan program imbalan kesehatan pasca kerja.165. kecuali dinyatakan lain) 42.767 (410.924) 8.054 (736.981 903. Rp1.056 901.689) (221.100.007 686.022.419 juta dan Rp85.579 (523) 2008 143.022.817) 331.925.570.343 juta.693 (1.378 1.263 (1.801.005 (264.172 343.921 744.034.100.065) (1.189) (2.050. dan jumlah bersih yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010.836.523 757.498 (343. 2009.384 juta.263 589.376.711) (658.224 3.636 (839) 238.366 1.324) juta masingmasing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.855.973) (1.366) 198.T.111 6.312 (264.498 (3.530) 238.336) 7.027 juta.924) 8.530 990.167.995) 4.280.378) (16.921 744.776) 8.007 686. perubahan aset program imbalan kesehatan pasca kerja.797 Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.974 4.165.018.720) Hasil aktual aset program adalah Rp1.336) 6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. aset program meliputi saham Seri B yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing sebesar Rp34.981 903.693 410.551 1.895.497 (287.741. 94 . dan 2008.143. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja.057) (313. dan 2008: 2010 Perubahan kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Rugi (laba) aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja pada akhir tahun Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Perkiraan pengembalian aset program Kontribusi pemberi kerja Laba (rugi) aktuaria Perkiraan pembayaran imbalan kesehatan pasca kerja Nilai wajar aset program pada akhir tahun Status pendanaan Laba aktuaria bersih yang belum diakui Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar 2009 2008 7.855. 2009.767 816.523 902.589 (287.551 (589.005.531) (734. 2009.254 331.974 83.

923 238.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan 2008.25% 12% 8% 2011 Peningkatan 1% pada perkiraan pertumbuhan beban kesehatan akan memberikan dampak sebagai berikut: 2010 Beban jasa dan beban bunga Akumulasi kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja 1.5% 8.21% 8% 8% 2011 2009 10. Asumsi dasar yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2010.570.523) 1.021. aktuaris independen yang berasosiasi dengan TW.311.839) 2. 2009.797 839 (1.030 331.722 95 .100.720 Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember 2010. 2009.050.25% 10% 8% 2012 2008 12% 9.352 10. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 31 Maret 2009 oleh TWP.294. 2009.676 2009 968.776 2009 2. 30 Maret 2010. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 9.75% 9.721. IMBALAN KESEHATAN PASCA KERJA (lanjutan) Mutasi beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.T.254 688 (990. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada awal tahun Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan (Catatan 33) Jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan berdasarkan perjanjian Kontribusi pemberi kerja Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar pada akhir tahun 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.570.212 8. 2009.100.768.801.801.776 901.720 2008 2.688) 1.707 2008 879.056 523 (1. pada laporan masing-masing tertanggal 15 Maret 2011. kecuali dinyatakan lain) 42.993 6.

yang mencerminkan 6. yang mencerminkan 0. pemegang saham mayoritas Perusahaan (Catatan 19).1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.522 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.944 juta. dan 5. dan 2008.5% dari jumlah beban bunga pada masing-masing tahun. dan 10.7%.2%.639 juta. dan Rp632. dan 1. 2009.5%.5% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 96 . TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usahanya.619 juta. kecuali dinyatakan lain) 43. dan 2008 (Catatan 34) yang mencerminkan 1. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah. dan 2008 (Catatan 34). Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp163. 1. Rp327. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.T. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Rp809. Telkomsel membayar up front fee untuk lisensi 3G sebesar Rp756.209 juta. 11. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa.8%. Mulai tahun 2005.784.892. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Depkominfo. 6.400.7%. Beban KPU adalah sebesar Rp834. Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp2.290 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005.8% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.000 juta dan mencatat sebagai aset tidak berwujud (Catatan 12.8 %. 2009. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban KPU kepada Depkominfo sesuai dengan Peraturan Menkominfo No. ii. dan Rp172.282 juta. Rp2. dan Rp462. iii.iii).529 juta. Pemerintah i.8%. 15/Per/M.555 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp341. dan 2008 (Catatan 34). 2009. 2009.981 juta. 2009.895 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan Rp2. Rp247. Berikut adalah perjanjian/transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a.132 juta .3%. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 8. 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan 1.

311 juta. dan teleconferencing.3%. Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan. Rp52. Remunerasi Komisaris dan Direktur i. kecuali untuk sirkit langganan dan telepon umum yang berada di sentral gerbang internasional. 2009. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) b. yang memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 43. televisi. dan Rp123. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp165. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp53.923 juta. Perusahaan menyediakan jaringan lokal bagi pelanggan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon internasional. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris. Indosat Perusahaan memperlakukan Indosat sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena Pemerintah masih memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan keuangan dan operasi Indosat terkait dengan hak untuk menunjuk satu Direktur dan satu Komisaris. sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. dan 2008. Rp139. dan Rp53. 2009. Indosat menyediakan jaringan internasional bagi pelanggan. ii. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.255 juta. 97 . Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan kewajiban interkoneksi terkait.590 juta masing-masing untuk tahun 2010. iv. 2009. yang mencerminkan 0. telegram. c. Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP). kecuali pelanggan di daerah perbatasan tertentu.790 juta. Alternate Voice/Data Telecommunications (AVD).4%. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Direksi.273 juta masing-masing untuk tahun 2010. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan dengan menekan “007”. Jasa telekomunikasi internasional mencakup telepon. 0. Perusahaan dan Indosat bertanggung jawab atas sarana telekomunikasi masing-masing. hotline. Perusahaan menerima kompensasi untuk jasa yang disebutkan dalam butir pertama di atas berdasarkan tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan (“Menhub”). Indosat untuk menyelenggarakan jasa Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i.T. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan telekomunikasi internasional kepada masyarakat. Pembuatan kuitansi tagihan dan penagihan kepada pelanggan. iii. teleks. ii.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. dan 2008. dan 0. yang mencerminkan 0. teleprinter. dilakukan oleh Perusahaan.

8 tahun 2006 (Catatan 46).2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun. Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan bergerak seluler GSM.353 juta. Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan SLI.424. ditambah dengan beban pemrosesan tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). Beban atas penggunaan fasilitas tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 98 . 2009. Indosat berhak atas sebagian pendapatan Telkomsel sebagai kompensasi atas jasa interkoneksi.05% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. iv. besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi tagihan dan penagihan. dan 3. dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. yang mencerminkan masing-masing 1. 2009. iii. ii. Rp1.444 juta. Peralatan interkoneksi yang dipasang oleh salah satu pihak di lokasi milik pihak lain tetap merupakan milik pihak pemasang peralatan tersebut. Pada tanggal 28 Desember 2006. Telkomsel juga mengadakan perjanjian atas penggunaan fasilitas telekomunikasi Indosat. instalasi dan pemeliharaan ditanggung oleh Telkomsel. Beban interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.970 juta.439. dan 2008 masing-masing sebesar Rp912. Pada tahun 2009. dapat diubah berdasarkan tinjauan tahunan dan kesepakatan bersama kedua belah pihak. Atas interkoneksi ini. Rp10.927 juta.3%. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dihubungkan dengan gerbang pertukaran internasional milik Indosat agar dapat melakukan atau menerima panggilan internasional. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009.472 juta.01%.488 juta. Perusahaan dan Indosat menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal.049. Rp1. 1. 2009. Pada tanggal 11 Desember 2008. dan 2008 masing-masing sebesar Rp905.446 juta. perjanjian tersebut diperpanjang untuk 5 (lima) tahun sampai dengan 1 April 2014. Pendapatan interkoneksi Perusahaan dan anak perusahaan dari Indosat untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Indosat (lanjutan) Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada pelanggan untuk Indosat.556 juta. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Kesepakatan ini berlaku efektif mulai bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2010.922 juta yang mencerminkan 0.119. dan dapat diberlakukan sampai ada Berita Acara Kesepakatan baru. dan 0. dan 2008 masing-masing sebesar Rp3. dan Rp1. Beban yang timbul sehubungan dengan pengadaan peralatan. kecuali dinyatakan lain) 43.T.0%.7%. Jaringan telekomunikasi bergerak seluler GSM milik Telkomsel dan milik Indosat telah dihubungkan untuk memungkinkan komunikasi antar jaringan oleh pelanggan dari kedua belah pihak. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan Rp21. 2. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. yang mencerminkan masing-masing 2. Perjanjian yang dibuat tahun 1997 dan berlaku selama sebelas tahun tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan 2. Hal-hal pokok dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: i. Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995.5% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.02%. 0. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung. dan Rp1.3%. SLJJ.

dan 2008 masing-masing sebesar Rp132.154 juta. dan Indosat (“Pihak-pihak”) mengadakan perjanjian pembangunan dan pemeliharaan Sistem Kabel J-S dan berlaku selama 25 tahun.1 juta.2%. 2009.210 juta pada tahun 1994 sementara sisanya sebesar Rp25. Pada tahun 2000.813 juta belum dibayar karena Hak Pengelolaan Lahan (HPL) tidak dapat diperoleh sebagaimana disebutkan dalam perjanjian.730 juta yang mencerminkan 0.092 juta.T. Satelindo telah membayar sejumlah Rp17. ii. Pada tahun 1994. Satelindo melakukan pembayaran tambahan sejumlah Rp59. Pada tahun 2001. yaitu PT Indosat Mega Media. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Hak kepemilikan atas tanah tersebut tetap berada pada Perusahaan. pembayaran di muka dari Satelindo ini disajikan di neraca konsolidasian sebagai “Uang muka pelanggan dan pemasok” . 99 . Perjanjian IRU (IRU Agreement) Pada tanggal 21 September 2000. dan 2008. PT Satelit Palapa Indonesia (“Satelindo”).2%. Telkomsel menanggung 19. Perusahaan dan Satelindo menyetujui alternatif penyelesaian dengan memperhitungkan pembayaran Satelindo di atas sebagai beban sewa sampai tahun 2006. Telkomsel diberikan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan kapasitas tertentu dari jaringan tersebut mulai tanggal 21 September 2000 hingga 20 September 2015 sebagai imbalan atas pembayaran di muka sejumlah US$2. 0. Berdasarkan perjanjian. Perjanjian Pembangunan dan Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta-Surabaya (“J-S Cable System”) Pada tanggal 10 Oktober 1996. Rp137. dan Rp171. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010. Berdasarkan perjanjian pengalihan.7 juta (Catatan 11). TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan anak perusahaan. Lintasarta. Beban operasi dan pemeliharaan dibagi berdasarkan formula yang telah disetujui bersama. dan Rp467 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.023 juta kepada Perusahaan untuk hak penggunaan tanah selama 30 tahun. Perusahaan mengalihkan hak penggunaan sebidang tanah di Jakarta yang dimiliki Perusahaan kepada Satelindo. Bagian Telkomsel dalam beban operasi dan pemeliharaan dari sistem kabel adalah sebesar Rp562 juta. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. Rp1. Satelindo diberi hak untuk menggunakan tanah tersebut selama 30 tahun dan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh hak mendirikan bangunan di atasnya. 2009. kecuali dinyatakan lain) 43.325% dari jumlah biaya pembangunan. telegraf.223 juta. teleks. Sebagai tambahan pembayaran di muka. 2009. yang sebelumnya disewakan kepada Telekomindo. Indosat (lanjutan) Perjanjian lainnya antara Telkomsel dan Indosat adalah sebagai berikut: i. dan PT Sistelindo Mitralintas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon. Pembangunan sistem kabel selesai pada tahun 1998. Telkomsel. Lintasarta.860 juta sebagai beban sewa sampai tahun 2024. Telkomsel juga dikenakan beban operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar US$0. dan 0. data. atau jasa telekomunikasi lainnya. faksimili. Satelindo setuju untuk membayar sejumlah Rp43. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Indosat mengenai penggunaan SEA-ME-WE 3 dan Tail Link di Jakarta dan Medan. Berdasarkan perjanjian.3% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.

1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 2008 sebesar Rp26. yaitu: (i) Perusahaan menyediakan jasa telekomunikasi kepada Instansi Pemerintah di Indonesia.530 juta yang mencerminkan 0. PSN. Rp340.9% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing tahun. dan Rp33.568 juta. Pembelian dari INTI pada tahun 2010. 0. dan Rp21.461 juta.972 juta. (v) 100 .5%. Rp30. dan 3. Indosat (lanjutan) Lintasarta menggunakan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan.1% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.T. dan 2008 masingmasing sebesar Rp141. 2009. 2009.7%. dan Gratika.434 juta. termasuk jasa konstruksi dan instalasi bagi Telkomsel. yang diperlakukan sebagaimana layaknya transaksi dengan pihak ketiga. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010.692 juta yang mencerminkan 0.815 juta yang mencerminkan kurang dari 0. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) c. 2009. dan Rp110.160 juta yang mencerminkan 0.464 juta. faksimili. (iv) Perusahaan membeli aset tetap termasuk jasa pembangunan dan instalasi dari sejumlah pihak yang mempunyai hubungan istimewa meliputi.929 juta yang mencerminkan 0. Patrakom. dan Rp624.9%. Lain-lain Transaksi dengan seluruh BUMN diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. kecuali dinyatakan lain) 43. dan Rp62. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan PSN untuk penggunaan transponder satelit atau kanal frekuensi satelit telekomunikasi Perusahaan. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan jasa telekomunikasi lainnya. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (“INTI”) dan Kopegtel. 2009.107 juta. d. yaitu CSM. 2009. (ii) (iii) Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada perusahaan asosiasi.2% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.706 juta yang mencerminkan 0. teleks. Rp36. dan 2008 masingmasing sebesar Rp123.631 juta. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Lintasarta (berlaku sampai dengan 31 Oktober 2010) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) (berlaku sampai dengan bulan Mei 2008) (39. Rp140. telegraf. dan 0.8% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Indosat) untuk pemakaian sistem jaringan komunikasi data. dan 2008 masing-masing sebesar Rp37.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.9%. dan 2008 masing-masing sebesar Rp133. dan 2008 masing-masing sebesar Rp43.702 juta. dan Rp124. Sirkit langganan ini dapat digunakan perusahaan asosiasi tersebut untuk hubungan telepon.252 juta. 2009. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Instansi Pemerintah dan perusahaan asosiasi yaitu CSM. Pembelian yang dilakukan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut pada tahun 2010. INTI juga merupakan kontraktor dan pemasok utama yang menyediakan peralatan.118 juta. diantaranya. data.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.037 juta. 2009. Beban pemakaian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Rp103. Rp39.822 juta. 1. Patrakom.8% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing tahun.

Rp313.01%. 2009.8% dari jumlah beban usaha pada masingmasing tahun. 42. (viii) Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai rekening giro dan deposito berjangka pada beberapa bank milik negara.577 juta masingmasing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010.433 juta.807 juta. 2009. dan Rp8. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp4. yang mencerminkan 1. dan 2008.3% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. dan 2008 masing-masing sebesar Rp391. dan 1. Beban yang timbul dari transaksi tersebut berjumlah Rp607. dan 46% dari jumlah pendapatan bunga pada masing-masing tahun. 101 (x) (xi) .1%. 2009. 1. 50.875 juta.2%. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d. Di samping itu. dan 0.338 juta. kecuali dinyatakan lain) 43.350 juta yang mencerminkan 0. Perusahaan dan anak perusahaan menerima pendapatan interkoneksi bersih dari PSN.1%. dan 0.3%.5%. yang mencerminkan 0.127 juta.600 juta pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.yayasan yang dikelola oleh Dharma Wanita Telkom. beberapa bank tersebut ditunjuk sebagai agen penagihan Perusahaan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan Rp139. Rp5. membeli barang dan jasa pembangunan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.627.8% dari jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.01%. anak perusahaan dari Yayasan Sandikara Putra Telkom . dan Rp6.075 juta. Dan membayar beban interkoneksi dari PSN. yang mencerminkan 0. dan 2008. dan Rp710.067 juta.1%. dan 0.561 juta yang mencerminkan 48.047.449 juta yang mencerminkan 0.1% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.266 juta. dan Rp310.8%. dan 2008 masing-masing sebesar Rp176. (vii) Perusahaan dan anak perusahaan mengasuransikan aset tetap. (ix) Perusahaan dan anak perusahaan melakukan pinjaman dari beberapa bank milik negara.9% dan 5. dan reksa dana masing-masing berjumlah Rp7.533 juta dan Rp5. Rp195.0%. 2009.806 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010. Premi asuransi tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan 2008 masing-masing sebesar Rp202.3% dari jumlah beban bunga pada masing-masing tahun.887. 0. Berdasarkan perjanjian yang dibuat tanggal 14 Maret 2001. Rp5. dan menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya pada Jasindo. yang masing-masing mencerminkan 7. Jumlah penempatan Perusahaan pada bank milik negara dalam bentuk rekening giro dan deposito berjangka. Pendapatan bunga yang diakui untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan 2008 masing-masing sebesar Rp888. Perjanjian ini telah diperpanjang hingga 13 Maret 2011.946 juta.921 juta.02% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun.896 juta masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010. Beban sewa untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan Jiwasraya yang merupakan perusahaan asuransi milik negara.T. yang mencerminkan 46. jangka waktu sewa minimum adalah 2 tahun sejak pengoperasian jaringan transmisi dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. dan Rp335. dan 2008. Perusahaan menyewa bangunan. menyewa mobil. Rp1. 2009. Rp204. 2009. 2009. persediaan.4%. 0.7%. dan 43.900 juta.248 juta. Beban bunga dari pinjaman tersebut untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan 0. dan Rp456. Rp478.478 juta. 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 0. dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp4.01% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun.278 juta.01%. dan menggunakan jasa pemeliharaan dan kebersihan dari Kopegtel dan PT Sandhy Putra Makmur (“SPM”). kurang dari 0. Lain-lain (lanjutan) (vi) Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PSN untuk sewa jaringan transmisi PSN.494 juta. PT Asuransi Tenaga Kerja.01%.

102 . (xiii) Telkomsel mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Patrakom dan CSM sehubungan dengan penggunaan jaringan transmisi mereka untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang.4% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. 2009.837 juta.01%. dan Rp2. dan 2008 adalah sebesar Rp195. 0. yang mencerminkan 3.342 juta untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Lain-lain (lanjutan) (xii) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Kopegtel.06%. dan Rp40. 3. dan 0. (xiv) Koperasi Pegawai Telkomsel (“Kisel”) adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan Telkomsel. 2009. bagian dari pendapatan yang harus dibagikan kepada Kopegtel adalah masing-masing sebesar Rp796 juta.629 juta masing-masing untuk tahun 2010.234 juta.086.739 juta pada tahun 2010.08% dari jumlah beban usaha pada masing-masing tahun. Jumlah kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang yang dijual ke Kisel sebesar Rp2. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) d.28%.3% dari pendapatan usaha pada masing-masing tahun. dan 2008.229.26% dari jumlah pembelian aset tetap pada masing-masing tahun. 1. 2009.842 juta. Jumlah pengadaan untuk pemeliharaan peralatan sebesar Rp25.938 juta.992 juta. (xv) Telkomsel mengadakan perjanjian pengadaan dengan Gratika. Beban sewa untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. dan 2008. Rp2. 0. dan 3. dan Rp34.207 juta. yang mencerminkan kurang dari 0. dan 0.744 juta. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Rp56. dan 1.1%. Rp51. 2009.3%. 2009. Kisel membebankan Telkomsel masing-masing sebesar Rp634.154. Jumlah pengadaan untuk instalasi peralatan sebesar Rp28. Rp3.868 juta. 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan Rp11. Pada tahun 2010. pencetakan dan distribusi tagihan pelanggan. dan 2008. bergerak dalam jasa penyewaan mobil. dan Rp542.19%. sehubungan PBH.401 juta.3%. yang mencerminkan 1. dan 0.288 juta. yang mencerminkan 0. dan 0.570 juta masing-masing untuk tahun 2010. dan jasa-jasa lainnya yang bermanfaat bagi Telkomsel. yang mencerminkan 0. dan Rp158.T.4%.651 juta.12%.5%. penagihan. Rp228.4%.02% dari jumlah pendapatan usaha pada masing-masing tahun. yang mencerminkan 0. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 2009.921 juta. yang merupakan anak perusahaan dari Dapen untuk instalasi dan pemeliharaan peralatan. kecuali dinyatakan lain) 43. Telkomsel juga mengadakan perjanjian penyaluran dengan Kisel untuk pendistribusian kartu SIM dan vaucer pulsa isi ulang. dan 2008. dan 2008. Untuk jasa-jasa ini.545 juta.01%. 0. Rp586. 0.3% dari beban usaha pada masing-masing tahun.

Penyertaan sementara c.00 Jumlah a.829 217 18.443.977 780.62 0.978 1. kecuali dinyatakan lain) 43.13 0. Aset lancar lainnya (Catatan 8) BNI BRI Bank Mandiri Jumlah g.bersih (Catatan 5) d.01 2.523 604.00 0.01 0.00 0.10 0.28 0.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.439 276.02 0.733.544 5.098 125.00 0. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.00 0.893 347 16.298 44.452 300.338 497 94. Pensiun dibayar di muka (Catatan 40) h.00 0. Piutang lain-lain Bank milik negara (bunga) Patrakom Instansi Pemerintah Kopegtel Lainnya Jumlah e. Kas dan setara kas (Catatan 4) b.378 813 223.13 0.78 0.02 1.107 124.00 0.004 0. lihat Catatan 2p 103 .277 108.768 9.401.00 0.020 813 100.01 0.T.41 0.552 0.46 0.05 * Dinyatakan kembali.08 0.00 0.00 0.23 0.00 0.10 0.00 0. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Saldo akun dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2010 % terhadap jumlah aset 7.01 0.377 41.958.78 0.065 4.043 13.175 988 Jumlah 4.987 2. Piutang usaha . 2009.01 0.688 278 3.077 1.00 0.11 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.888 784 32 305 16.386 593 347 235 1. Uang Muka dan beban dibayar di muka (Catatan 7) f. Rekening escrow (Catatan 13) 7.30 0.00 0.00 0.00 2009* % terhadap jumlah aset 5.09 0.04 98. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya (Catatan 11) BNI Bank Mandiri Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) Jumlah i.

000 3. Pinjaman penerusan (Catatan 19) q.468 894. Kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja (Catatan 42) o.68 23. Beban yang masih harus dibayar (Catatan 15) Karyawan Instansi Pemerintah dan bank milik negara PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Jumlah l.66 2009* % terhadap jumlah kewajiban 2.149 1.802 2.518.736 368.00 0.24 0.342 2.00 0.03 0.280.03 0. Hutang usaha (Catatan 14) Instansi Pemerintah BUMN Kopegtel Indosat Yakes Gratika INTI SPM Patrakom PSN CSM Lain-lain Jumlah k.522 22.66 0.990 3.07 0.153.76 0.00 0.66 Jumlah j.030 536. lihat Catatan 2p 104 .026. Kewajiban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 40) p.000 3.28 0.24 7.56 2.02 0.032 132.138 13.871 3.24 6.43 3.15 9.759.748.92 7.15 0.459 12.08 0.801.904 4.T.627 1.23 8.562 33.829 690 1 1. Kewajiban LSA (Catatan 41) n.09 5.700 1.480.71 0.178.369 60.233 38.000 212.733 65.00 0.136.450.238 287.67 0.093 70.515 13. kecuali dinyatakan lain) 43.08 0.01 0.74 1.05 4.02 0.917 12. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.00 0.518 1.874 Jumlah 1.317 3.000 7. 2009.52 0.68 7.700.13 0.750 3.073.92 0.07 0. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.197.860 22.14 0.42 1. Obligasi dan wesel bayar (Catatan 20) r.00 0.14 0.000 4.65 7.095 8.652 63.02 20.050. Hutang bank jangka pendek (Catatan 17) BSM 400.666 100.387 2. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) 2010 % terhadap jumlah kewajiban 0.012 207.776 808.33 2.84 m.000 11. Hutang bank jangka panjang (Catatan 21) BNI Bank Mandiri BRI BTN Jumlah * Dinyatakan kembali.000 3.32 0.311 62.000 242.084 9.695 1.433 140.27 0.649 982.83 1.44 3.03 0.398 9.03 0.330.786.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.05 2.31 0.446 837 551 141.

649.618. SLJJ.948 402.125.343.611.185) (123. khususnya jasa telekomunikasi seluler bergerak.606) (34.913) (14. sambungan nirkabel tidak bergerak.658) (336.086) (30. Pendapatan dan beban segmen meliputi transaksi antar segmen usaha dan dinilai sebesar nilai pasar.319. Segmen seluler menyediakan jasa telekomunikasi dasar.039 3.760) 2. dan jasa telekomunikasi lainnya (termasuk di antaranya sirkit langganan.760) 105 .870. 2009.555) (28.261.210. dan VSAT).238) 263. Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang menawarkan pelanggannya kemampuan untuk menggunakan pesawat telepon nirkabel dengan area terbatas (dalam kode wilayah lokal). Segmen usaha yang secara individu tidak melebihi 10% dari pendapatan usaha Perusahaan disajikan sebagai “Lain-lain”.354 42.712 (24.135) (46.177 (46.951.515) (4.343.862.424 27.183 21.134.343.114 (18.651.996) (8.850 99.343.967.565 (2.211.481.052.359 917.032.757 - 57. yang terdiri dari usaha layanan informasi teknologi.818 Jumlah konsolidasian 68.431.611.847) (12.283. Segmen sambungan kabel tidak bergerak menyediakan jasa telepon lokal.345) (89. dan internasional. dan pengelolaan gedung.996 76.714 Sambungan nirkabel tidak bergerak 2.913.138.630) (1.181 8.586 (5.061) 22.283.203) (8.120 (1.231.440) (826.867 45.bersih Penghasilan lain-lain .463) (4.928.183) - 99.739.591.654) (33.976.664) (12. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.491.716) 179.867 20.688) (6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.780 253.302 (46.546.181 68.813) (9.333. buku petunjuk telepon.198.486.930.666 1.197.039) (13.629.138.035) 421. dan seluler.854.061) (8.629.400) 4.298 59.120 744.053) (2.636. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tiga segmen usaha utama yang beroperasi di Indonesia.312 (4. satelit.758.313) 11.181 (46.999 38.308 - 102.450) (4.522.678.486.053. 2010 Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Keuntungan selisih kurs .005) 17.070 Eliminasi (8. transponder.466.298) (54.T.504.bersih Beban PPh Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Beban non-kas lain-lain (21.434. serta jasa pendukungnya.298 8.848 233.283.340) (3. kecuali dinyatakan lain) 44.913) (14.222.060) (22.327 Jumlah sebelum eliminasi 68.480. yaitu sambungan kabel tidak bergerak.690 5.526 174.098) (23.061) - Seluler 43.629.536.845 1.447 (43. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.138.622) 15.506) (148.002.458) (524. teleks.087) (348.786 (1.850 (2.597 253.458) (524.359) 22.491 5.784) (146.165.707 Lain-lain 467.976.983) (730.996) 8.388.

540) (13.742 (5.804) (573.298 1.974.472) (3.309) (32.123 40.641. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.787.826 34.729.201.588 3.125 (21.768 20.760 21. 2009.540) (13. kecuali dinyatakan lain) 44.704 4.734.780.002) (182.947 349.169 972.612 346.978) 462.166.160 (48.148 25.159) 279.932. lihat Catatan 2p 2008* Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .814.274 (19.172 Sambungan nirkabel tidak bergerak 3.446.T.232.729.859.518 (44.090) (156.bersih Penghasilan lain-lain .444) 6.814) 21.034.763.069) (3.834 (1.bersih Penghasilan lain-lain .889.203.095.444 70.395 Jumlah sebelum eliminasi 67.202 (19.350) - 97.869) 22.696.762) (2.072) 11.367.974.819.129) (51.729.677.bersih Beban PPh Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain 22.204.636 (2.509.873 (41.228.709.612.932.607 151.212.968 (1.519) (637.493.542) 20.408 (44.889.353 578.741.639.053) (21.518 67.746.165) (28.059 Jumlah konsolidasian 64.890 74.429 (4.882) (6.993) (25.237.038) (3.360 760.633.612.429 64.295.158) 18.804.967 Lain-lain 403.353 6.360.794) 16.539 Jumlah konsolidasian 67.780.554 - 59.882) - Seluler 42.615.201.061) (40.643) 10.209.461) (6.313) (17.255) (281.297.424) (21.042.534.488.037 Sambungan nirkabel tidak bergerak 3.987) (51.034.bersih Beban PPh Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas yang tidak dapat dialokasi Laba bersih Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Beban non-kas lain-lain (20.050) (461.877 (711.524.507 - 100.613.725.890) (6.353) (48.285) 671.786 Seluler 38.663.083.067 Eliminasi (6.266) (8.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.678) (2.429 (41.395) (642.603 3.662.397.166.461) (41.209.833.167.626 (2.079 2.644.920.858.243.123) (29.165) (3.909 * Dinyatakan kembali.621) (108.565 325.159 731.412 Jumlah sebelum eliminasi 64.102) 3.951 208.430.684.518 6.700 3.553 97.461) 22.872) (744.671.957 151.038 208.704) * Dinyatakan kembali.312 728.469.780.889.534. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.097 (44.962 (6. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2009* Sambungan kabel tidak bergerak Hasil segmen Pendapatan usaha eksternal Pendapatan antar segmen Jumlah pendapatan segmen Beban usaha eksternal Beban usaha antar segmen Beban usaha segmen Hasil segmen Beban bunga Pendapatan bunga Kerugian selisih kurs .987 270.322) (23.827 44.166.997) (12.927.534.212) (2.214) 1.554 (3.677.217) (1.429 6.771 (610.865) (32.804.739.311.398.201.815) 3.404.898 (4.193 5.553 (3.506.622.553) (17.737) (15.890) 6.320) (2.677.471 14.496.882) 22.696.640.517.759) 524.704) 89.128 131.444) (6.662.877.715) 16.519.408 Lain-lain 385.804.860) Eliminasi (6.695.704) 3.987 6.766) (4.856.968) (4.673.436.804) (573.053.959.852 (19.989) (30. lihat Catatan 2p 106 .574 25.694.

897 15. kecuali dinyatakan lain) 44.684.997 169. Pada umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan untuk biaya instalasi sambungan telepon menjadi hak mitra usaha sepenuhnya. mitra usaha akan mengalihkan kepemilikan atas sarana telekomunikasi tersebut kepada Perusahaan pada harga nominal tertentu. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.680 169.639) (15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.708. Pada akhir setiap masa bagi hasil.250 (23.748) (12.469) (21.748) (12. Berdasarkan perjanjian PBH.086.478) (55.760) (4. data dan jaringan internet.597. Pendapatan dari pulsa telepon outgoing dan biaya bulanan pelanggan dibagi antara mitra usaha dan Perusahaan berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati.721.251 148.271.584. instalasi telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya). Pada tahun 2009.364.240) * Dinyatakan kembali. Nilai buku bersih aset tetap PBH yang telah dialihkan menjadi aset tetap Perusahaan (Catatan 2p.735.952) - (55.893 7. Setelah pembangunan selesai. 2009.937.644) (408.247. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.662.360 760.T.334) (335.370. POLA BAGI HASIL (“PBH”) Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa mitra usaha secara terpisah berdasarkan perjanjian PBH yang dimaksudkan untuk membangun sambungan tidak bergerak.866) (7.370) (1. Secara hukum.467) - (29.348.572) (21. 107 .870) (341.318) (54. Mataram dan Kupang dengan periode penyelenggaraan antara 80 sampai dengan 148 bulan.071) (390. Perusahaan memiliki 17 perjanjian PBH dengan 15 mitra usaha.629.253 (7.698.505.332.062) (1. Pare-pare. Denpasar. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2008* Sambungan kabel tidak bergerak Sambungan nirkabel tidak bergerak Jumlah sebelum eliminasi Jumlah konsolidasian Seluler Lain-lain Eliminasi Informasi lain Aset segmen Investasi pada perusahaan asosiasi Jumlah aset konsolidasian Jumlah kewajiban konsolidasian Pembelian barang modal Penyusutan dan amortisasi Beban non-kas lain-lain 33.240) 7. Jawa Timur.027 - 56. Lokasi PBH paling banyak berada di Pekanbaru. Manado. mitra usaha berhak atas aset tetap yang dibangun mitra usaha selama periode bagi hasil. Pada tanggal 31 Desember 2010.683) - 91.735. mitra usaha menanggung biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan sarana telekomunikasi.424 juta dan Rp51.046 20.793) (62.078 juta (Catatan 10).i) pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar Rp11.995 - (47. lihat Catatan 2p 45.254. Perusahaan melakukan amandemen atas beberapa perjanjian PBH dengan memperpanjang periode PBH serta rasio PBH antara Perusahaan dengan mitra usaha. Makassar.076) (390. Kalimantan.256.356 - 98. Perusahaan mengelola dan mengoperasikan sarana telekomunikasi tersebut dan menanggung beban perbaikan dan pemeliharaan selama periode bagi hasil.975) (4.253 91. dan fasilitas pendukung telekomunikasi terkait.925.

Berdasarkan Peraturan tersebut. Menkominfo menerbitkan Peraturan Menteri No.KOMINFO/04/2008 tentang ”Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular” yang memberikan pedoman untuk menentukan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari unsur biaya elemen jaringan dan biaya aktivitas layanan retail.9%. tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI Berdasarkan UU No. tarif penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi ditentukan oleh penyelenggara berdasarkan kategori tarif. tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SMS mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 42.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Berdasarkan Peraturan Menteri No.5% hingga kenaikan 8. a. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Tarif dihitung berdasarkan jenis formula yang terdiri dari : • Biaya elemen jaringan (network element cost). Tarif telepon seluler Pada tanggal 7 April 2008.7%. kecuali dinyatakan lain) 46. struktur dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi tidak bergerak yang ditentukan oleh Pemerintah. Perusahaan menyesuaikan tarif yang berlaku sejak 1 Agustus 2008 sebagai berikut: • Tarif lokal mengalami penurunan berkisar dari 2. 15/Per/M.KOMINFO/02/2006. 52 tahun 2000. tergantung pada penggunaan jasa dan segmen pelanggan • Tarif SLJJ mengalami penurunan rata-rata berkisar dari 36. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tanggal 7 April 2008 bahwa tarif seluler terdiri dari: • Tarif jasa teleponi dasar • Tarif jelajah • Tarif jasa multimedia.9% hingga kenaikan rata-rata 13. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya No. • Biaya aktivitas layanan retail ditambah margin (retail services activity cost plus margin).KOMINFO/4/2008 tanggal 30 April 2008 tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Jasa Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No.8% hingga 49. dengan struktur sebagai berikut: • Biaya sambungan • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaan • Biaya fasilitas tambahan. 2009. 09/PER/M.7%. 108 . struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari: • Biaya sambungan • Biaya berlangganan bulanan • Biaya penggunaaan • Biaya fasilitas tambahan Berdasarkan Peraturan tersebut. Tarif telepon tidak bergerak Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif baru yang diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 12/PER/M.T. b.

DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan seluruh penyelenggara jaringan menandatangani amandemen atas perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal.KOMINFO/02/2006. Amandemen ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2007. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan tetap domestik sebesar Rp560/menit. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap lokal sebesar Rp73/menit. Tarif telepon seluler (lanjutan) Biaya elemen jaringan dihitung dengan menggunakan Metode Long Run Incremental Cost (LRIC) Bottom Up. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan jarak jauh) sebesar Rp203/menit. Penyelenggara dapat melakukan de-average biaya pengunaan jasa teleponi dasar dan menerapkan sistem pentarifan bundling. d. 08/Per/M. 2009. Tarif layanan terminasi domestik dari jaringan internasional sebesar Rp612/menit. tidak melebihi jumlah dari tarif pungut dihitung dengan menggunakan metode tersebut di atas. b. adalah sebagai berikut : (1) Sambungan tidak bergerak a. Tarif layanan transit lokal sebesar Rp69/menit. h. SLJJ. i. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan tetap domestik (panggilan lokal) sebesar Rp73/menit. Tarif layanan transit jarak jauh sebesar Rp295/menit.T. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp203/menit. Tarif layanan terminasi lokal dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp204/menit. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) b. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp626/menit. 205 tahun 2008 tanggal 11 April 2008. 109 . c. n. e. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. tentang persetujuan terhadap Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (Operating Revenues) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggaraan telekomunikasi dalam segmentasi layanannya. j. g. c. m. yang berlaku untuk periode satu tahun. kecuali dinyatakan lain) 46. Tarif layanan originasi internasional dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jaringan tetap internasional sebesar Rp612/menit k. Tarif interkoneksi Pada tanggal 28 Desember 2006. Tarif layanan originasi lokal untuk panggilan jarak jauh dari jaringan tetap domestik ke penyelenggara jasa SLJJ sebesar Rp203/menit. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak satelit sebesar Rp613/menit. dan internasional) dan bergerak dalam rangka implementasi kewajiban tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. l. Tarif layanan transit internasional sebesar Rp316/menit. f.

PJN harus menyediakan SKTT dalam jangka waktu 6 bulan. KM. dan PSTN domestik dan efektif sejak tanggal 1 Juli 2011 untuk akses nirkabel tidak bergerak dengan mobilitas terbatas.4 per data percakapan (call data record). Pada tanggal 11 Maret 2004. 31 tahun 2004 yang menentukan bahwa tarif beban interkoneksi untuk VoIP akan ditetapkan oleh Menhub. PJN ditetapkan untuk mengadakan proses kliring interkoneksi suara dengan syarat-syarat sebagai berikut: • Tarif sebesar Rp0. kemampuan PJN untuk: • Menyediakan sistem dalam periode yang disebutkan di atas. penyelesaian DPI baru masih dalam proses. Sampai dengan ditetapkannya tarif yang baru tersebut. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) c. Menkominfo belum menetapkan tarif beban interkoneksi VoIP yang baru. d. Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. pengoperasian kliring interkoneksi suara oleh PJN belum diterapkan. Perusahaan masih akan tetap menerima jumlah per menit yang telah disepakati untuk panggilan yang berasal dari atau diakhiri di jaringan sambungan tidak bergerak milik Perusahaan. dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian dari kedua belah pihak atau dapat dihentikan sebelum periode tersebut. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Perjanjian tersebut berlaku selama sepuluh tahun. beban akses dan beban sewa jaringan untuk penyediaan layanan VoIP harus disepakati antara operator jaringan dan operator VoIP. 227/BRTI/XII/2010 tanggal 31 Desember 2010. b. • Mengubah Anggaran Dasarnya sesuai dengan Undang-Undang No.T. d. c. tergantung pada antara lain. memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 untuk seluler. Saat ini. e. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Menhub menerbitkan Keputusan No. interkoneksi antar operator diselesaikan melalui proses kliring trafik telekomunikasi. Tarif interkoneksi (lanjutan) (2) Seluler a. berdasarkan Keputusan Menhub No. dalam suratnya No. 12 penyelenggara telekomunikasi dan PT Pratama Jaringan Nusantara (“PJN”) menandatangani perjanjian pengoperasian Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”). Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan bergerak seluler sebesar Rp493/menit. Tarif layanan terminasi lokal dan originasi lokal sebesar Rp261/menit. 110 . 23 tahun 2002. Pada tanggal 2 Maret 2009. Tarif interkoneksi VoIP Sebelumnya. Tarif layanan terminasi internasional dan originasi internasional sebesar Rp498/menit. • Untuk mendukung proses tersebut. Tarif layanan terminasi jarak jauh dari jaringan satelit sebesar Rp501/menit.KOMINFO/02/2009 tanggal 25 Februari 2009. satelit. Tarif layanan terminasi jarak jauh dan originasi jarak jauh sebesar Rp380/menit. Fungsi kliring ditangani secara bersama-sama oleh operator-operator dibawah pengawasan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia. 2009. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). kecuali dinyatakan lain) 46. dalam jangka waktu satu bulan. 14/PER/M. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.

TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) e. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menkominfo tersebut. berupa: • Besaran biaya aktivasi sewa jaringan mulai Rp2. Perusahaan menurunkan tarif jasa internet rata-rata 22% tergantung paket berlangganan yang diikuti konsumen. Tarif warung telekomunikasi (“wartel”) Menhub menerbitkan Keputusan Menteri No. g.05/PER/M. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. • Besaran tarif pemakaian bulanan untuk end to end lokal (di bawah 25km) bervariasi mulai Rp3. Tarif jasa lainnya Tarif sewa satelit dan jasa teleponi dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. KM.000 tergantung pada kapasitas. kecuali dinyatakan lain) 46.000.000 tergantung pada besaran kapasitas.000 tergantung pada kapasitas. Tarif sewa jaringan Melalui Peraturan Menkominfo No. jenis.000 hingga Rp74. Pemerintah hanya menetapkan formula tarif untuk layanan teleponi dasar.000 hingga Rp482. dan pemakaian bulanan point to point jarak jauh (di atas 25km) mulai Rp4.000 hingga Rp519. dan formula tarif layanan untuk sewa jaringan. Besaran Tarif sewa Jaringan. 46 tahun 2002 tanggal 7 Agustus 2002 mengenai penyelenggaraan wartel yang digantikan oleh Peraturan Menkominfo No.400. 111 .200.700. struktur tarif. maka Pemerintah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui Kepdirjen Postel No.100. 2009.800.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan. sebagai persetujuan atas usulan Perusahaan. Kualitas Layanan Sewa Jaringan.000 hingga Rp37.800. Pada tanggal 27 September 2010. pemerintah mengatur bentuk. PM. • Besaran tarif pemakaian bulanan untuk point to point lokal (di bawah 25 km) bervariasi mulai Rp1. dan pemakaian bulanan end to end jarak jauh (di atas 25 km) mulai Rp7. f. Perusahaan mengeluarkan tarif sewa jaringan yang mulai berlaku tanggal 21 Januari 2010. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasajasa lainnya.000 tergantung pada besaran kapasitas.KOMINFO/1/2007 tanggal 26 Januari 2007 tentang Sewa Jaringan. Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan.500. 115/Dirjen/2008 tanggal 24 Maret 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan. 03/PER/M.400.KOMINFO/I/2006 tanggal 30 Januari 2006 dimana Perusahaan berhak memperoleh maksimum 70% dari tarif dasar wartel atas percakapan dalam negeri dan maksimum 92% dari tarif dasar wartel atas percakapan internasional.T.500.

112 .KOMINFO/04/2007 tanggal 13 April 2007 dan Surat Keputusan Menkominfo No. Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. besaran kontribusi diubah menjadi 1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Pada tanggal 16 Januari 2009 dan 23 Januari 2009. Sulawesi Barat.25% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban sambungan). Telkomsel menerima pembayaran bertahap dari BTIP sebesar Rp260.79 miliar dari keseluruhan jumlah pendapatan yang diakui pada masing-masing tahun. Telkomsel memperoleh lisensi operasi dari kementerian untuk menyediakan jasa jaringan tetap lokal dalam program KPU (Catatan 1d. yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. untuk menyediakan pusat layanan jasa akses internet KPU kecamatan yang bersifat bergerak senilai Rp527. 7 tahun 2009 tanggal 16 Januari 2009. Kalimantan Tengah. Perusahaan ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP.KOMINFO/10/2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menggantikan Surat Keputusan Menkominfo No.KOMINFO/9/2005 tanggal 30 September 2005. Sulawesi Utara. 2009.98 miliar dan Rp47. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan) h. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP. perjanjian-perjanjian tersebut telah diubah dan perubahan terakhir pada tanggal 2 Juni 2010. Kewajiban Pelayanan Universal (“KPU”) Menkominfo menerbitkan Peraturan No. penyelenggara ditentukan melalui serangkaian proses seleksi oleh Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (“BTIP”) yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No.T. Maluku. yang meliputi seluruh wilayah Indonesia kecuali Sulawesi. dalam menyediakan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU). untuk menyediakan pusat layanan jasa akses internet KPU kecamatan senilai Rp322. untuk menyediakan serta mengoperasikan akses dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil (Program KPU) senilai Rp1. Sulawesi Tengah. Riau. Sulawesi Selatan.a). 15/PER/M.KOMINFO/9/2007 tanggal 20 September 2007. Papua. meliputi. dan Sulawesi Tenggara.390 MHz-2. 35/PER/M. Selanjutnya. Telkomsel juga akan mendapatkan lisensi jaringan tetap lokal dan hak untuk menggunakan frekuensi radio pada pita frekuensi 2. Pada tahun 2010 dan 2009. yang antara lain mengatur bahwa. Sumatera Utara. Telkomsel ditunjuk sebagai pemenang tender oleh Pemerintah melalui BTIP. Gorontalo. Pada tanggal 12 Maret 2010. kecuali dinyatakan lain) 46. dan Papua. Kepulauan Riau. Pada bulan Januari 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.400 MHz.KOMINFO/11/2006 tanggal 30 November 2006. yang mengatur kebijakan program KPU dan mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 0. Sulawesi Tengah. 32/PER/M. antara lain. 38/Per/M. Gorontalo.355 juta. Sulawesi Selatan. untuk mengubah harga menjadi Rp1. dan Irian Jaya Barat. Sulawesi Tenggara.630 juta. yang meliputi Jambi. 11/PER/M. Sulawesi Utara. Pada tanggal 23 Desember 2010.66 triliun.758 triliun. Sulawesi Barat.75% dari pendapatan kotornya (dengan mempertimbangkan piutang tak tertagih dan beban interkoneksi) untuk pengembangan KPU.

233 juta Rp8.150.438 Perusahaan dan Konsorsium G-Pas Perusahaan dan PT Konsorsium JemboKarteksi-Tridayasa Perusahaan dan Konsorsium G-Pas 18 April 2008 Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-8 Divre VII Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-9 Netre Sumbagut Area Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik 2008 paket-10 Netre Sumbagsel Area Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Outside Plant Fiber Optik paket-12 Netre Jakarta dan Jawa Barat Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Tera Router 2008 di Divre I.741 4. IKATAN a.226 juta 18 April 2008 Rp93.9 juta US$116. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan jaringan kabel.111 juta 461 1 3. terutama sehubungan dengan pengadaan dan instalasi peralatan sentral telepon.3 juta 113 .096 juta Perusahaan dan PT Brimbun Raya Indah 18 April 2008 Rp170.5 juta 23 Maret 2009 US$18.834 juta Perusahaan dan PT Datacraft Indonesia Perusahaan dan ISS Reshetnev Perusahaan dan APT Satellite Company Limited 4 Desember 2008 Rp216.347 juta Rp31.490 7.437 juta Rp17.189 juta 18 April 2008 Rp241. adalah sebagai berikut: Jumlah dalam mata uang asing Mata uang (dalam jutaan) Setara Rupiah Rupiah Dolar A. Pembelian barang modal Pada tanggal 31 Desember 2010. Euro Jumlah Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut: (i) Perusahaan Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai Kontrak Nilai ikatan pada tanggal 31 Desember 2010 Rp62.5 juta US$13.207 15.546.712. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. peralatan transmisi. Divre II. jumlah ikatan pembelian barang modal berdasarkan kontrak.246 juta 2 Maret 2009 US$178.S. dan Divre V Perjanjian Pengadaan Satelit Telkom-3 Perjanjian Kerjasama Posisi Orbit 142E Derajat (142E Degree Orbital Position Cooperation Agreement) Rp192.T.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.248 juta Rp3. kecuali dinyatakan lain) 47. 2009.

076 juta Rp55. kecuali dinyatakan lain) 47.098 juta 15 Juni 2009 Perusahaan dan Konsorsium ZTE 2 Juni 2009 Perusahaan dan PT Aldomaru Perusahaan dan PT Dharma Kumala Utama 11 Juni 2009 29 Juli 2009 Perusahaan dan Konsorsium Sansaine Huawei 3 Agustus 2009 Perusahaan dan Konsorsium Sansaine Huawei Perusahaan dan Konsorsium TekkenDMT Perusahaan dan Konsorsium NEC NSN Perusahaan dan ZTE 24 November 2009 25 November 2009 16 Desember 2009 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-1 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-2 Perjanjian Pengadaan Roll Out Infusion PL 2009 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi Kabel Serat Optik Akses dan RMJ Tahun 2009 Lokasi Jawa Tengah & Jawa Timur Paket-1 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi Softswitch dan MSAN Modernisasi Divre I.276 juta Rp105.2 juta dan Rp119.083 juta Perusahaan dan Konsorsium Sansaine Huawei 27 Mei 2009 a. US$15.3 juta dan Rp101.461 juta Rp47.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.050 juta US$5.7 juta dan Rp147.760 juta US$54.2 juta dan Rp31.841 juta US$45.390 juta Rp905 juta 21 Desember 2009 Rp85.914 juta US$15. Divre III dan Divre IV Kontrak untuk Pengadaan dan Instalasi Proyek Palapa Ring Mataram-Kupang Cable System Project (MKCS) Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Kabel Serat Optik Akses Divre VI Kalimantan Perjanjian Kerjasama untuk Pengadaan dan Instalasi Perluasan Kapasitas Ring JASUKA Backbone 2009 Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi Improvement & Upgrade Jawa Backbone 2009 Perjanjian Harga Satuan Pengadaan dan Instalasi Insert Card IP-DSLAM Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Insert Card IPDSLAM b.5 juta dan Rp117. IKATAN (lanjutan) a. 2009.2 juta dan Rp108.276 juta US$9. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.0 juta dan Rp204.841 juta Rp48.193 juta US$20. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.5 juta dan Rp79.187 juta Rp14.937 juta Rp104.951 juta US$33. juta Rp28.890 juta Rp76. Perjanjian Kerjasama Pengadaan dan Instalasi MSAN ALU dan Akses Sekunder 2008 paket-3 US$12. Pembelian barang modal (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian Jumlah nilai kontrak Nilai ikatan pada tanggal 31 Desember 2010 US$6.0 juta dan Rp83.802juta Rp33.T.538 juta 114 .388 juta Perusahaan dan PT Huawei 16 April 2010 Rp70. Divre II.767.399 juta Perusahaan dan ZTE 29 April 2010 Rp105.4 juta dan Rp62.799 juta US$20.8 juta dan Rp58.

Berdasarkan surat dari Telkomsel. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel Pada bulan Agustus 2007. 115 . Telkomsel. KG. PT Ericsson Indonesia dan Siemens Network GmbH & Co. dan Siemens AG). PT Ericsson Indonesia. pada bulan September dan Oktober 2006. KG menandatangani perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network Rollout Agreements). PT Nokia Siemens Networks. atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. dan Nokia Siemens Network GmbH & Co. serta Siemens Network GmbH & Co. Perjanjian tersebut berlaku efektif pada saat tanggal pelaksanaan oleh semua pihak terkait (tanggal efektif) sampai dengan tanggal yang paling akhir antara 31 Desember 2008 atau tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum 31 Desember 2008. pada tanggal 17 April 2008. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. berdasarkan surat dari Ericsson AB dan PT Ericsson Indonesia dan Nokia Siemens Networks (yang saat ini mewakili Nokia Corporation. kecuali untuk beberapa PO tertentu yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2007 yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2007). Nokia Siemens Networks Oy.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Ericsson AB dan PT Ericsson Indonesia. Selanjutnya. untuk pembangunan jaringan (Rollout Agreement) dan PT Nokia Networks. Telkomsel mengadakan perjanjian dengan Nokia Corporation dan PT Nokia Networks. dengan ketentuan bahwa pemasok dapat memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam PO. Untuk penyediaan jasa telekomunikasi berteknologi 3G. KG untuk perawatan dan pengoperasian jaringan (Managed Operations Agreement and Technical Support Agreement). Ericsson AB. IKATAN (lanjutan) a. Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya (17 April 2008. PT Nokia Networks. kecuali dinyatakan lain) 47. 2009. Perjanjian Perawatan dan Pengoperasian dengan perusahaan-perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 30 Juni 2008. perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui untuk: • • memperpanjang masa berlakunya perjanjian pemeliharaan dan pengadaan peralatan serta jasa terkait yang diadakan pada bulan Agustus 2004 sampai dengan perjanjian yang baru antara Telkomsel dan perusahaan-perusahaan lainnya ini telah dibuat dan sebelum tanggal berlakunya perjanjian yang baru secara efektif.T. secara retroaktif berlaku harga berdasarkan perjanjian yang baru (penyesuaian harga retroaktif) terhadap PO untuk pengadaan peralatan dan jasa BSS yang dikeluarkan oleh Telkomsel setelah 1 Juli 2007 dengan menggunakan daftar harga sebelumnya. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.

dan tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. 116 . Telkomsel. Nokia Siemens Networks Oy. IKATAN (lanjutan) a. Pada 2008. Telkomsel. dan PT Nokia Siemens Networks menandatangani TSA untuk dukungan teknik untuk Jaringan Kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G and 3G CS Core Network).68 miliar) dan Rp18. Telkomsel mengadakan perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia.T.4 miliar telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2009. Perjanjian tersebut antara lain berisi: • • Penyediaan rancangan. PT Huawei Tech Investment. termasuk antara lain: • berpartisipasi dalam proses Perencanaan Bersama (Joint Planning). Ltd. pada tanggal jasa pengalihan (transition-out) telah diselesaikan sesuai dengan Perjanjian Pengoperasian Jaringan 3G (3G Managed Operations Agreement). instalasi. Berdasarkan keputusan Telkomsel.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. untuk proyek-proyek yang lain. • menyediakan Pekerjaan SITAC dan CME. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 17 April 2008. dan PT Huawei Tech Investment sebagai peserta uji-coba (“Trial Participants”). dan PT ZTE Indonesia menandatangani perjanjian pembangunan jaringan 2G BSS dan 3G UTRAN Rollout (2G BSS and 3G UTRAN Rollout Agreements) sebagai provisi dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS Radio Access Network). pemasok harus menyediakan peralatan dan jasa terkait. • menyediakan Lisensi peranti lunak. pada Tanggal Efektif. PT ZTE Indonesia.. peserta uji-coba harus mengalihkan kepemilikan kepada Telkomsel atas 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network tertentu. Pada bulan Maret dan Juni 2009.2 juta (setara dengan Rp67. PT Ericsson Indonesia. Sehubungan dengan berakhirnya periode uji-coba perjanjian uji-coba jaringan (Network Trial Agreements atau NTA) 2G BSS dan 3G UTRAN dengan PT Alcatel-Lucent Indonesia. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan berlanjut sampai dengan tanggal yang paling akhir antara: • • tiga tahun setelah tanggal efektifnya. integrasi. Telkomsel setuju untuk memberi kompensasi kepada PT Alcatel-Lucent Indonesia sebesar US$7. berdasarkan Perjanjian Penyelesaian pada tanggal 5 Februari 2010. Berdasarkan perjanjian tersebut. Perjanjian ini dimulai pada saat: • • berkaitan hanya dengan proyek bulan Agustus 2007 saja. pasokan. dan pengawasan pelaksanaan dari 2G GSM BSS dan 3G UMTS radio access network dan jasa teknik untuk penyediaan sub-sistem dan jaringan tersebut oleh peserta uji-coba. pengiriman. PT Nokia Siemens Networks. Huawei International Pte. kecuali dinyatakan lain) 47. Ericsson AB. PT Ericsson Indonesia. 2009.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. IKATAN (lanjutan) a. Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Provisi peralatan dan jasa harus selaras dengan perjanjian lain seperti perjanjian pembangunan jaringan kombinasi 2G dan 3G (Combined 2G BSS and 3G CS Core Network Rollout and Technical Support Agreements) tanggal 17 April 2008. PT Huawei Tech Investment. Sebagian dari vaucer sebesar US$170. Pada tanggal 3 Februari 2010. kecuali dinyatakan lain) 47. dan • Tanggal dimana PO terakhir sesuai perjanjian berakhir atau kadaluarsa berkaitan dengan PO yang diterbitkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. Selama berlakunya perjanjian tersebut. disediakan pemasok sebagai penyesuaian harga yang tercantum dalam PO yang terbit sejak 1 Juli 2007. Telkomsel dapat memperpanjang perjanjian tersebut untuk periode tidak lebih dari dua tahun. Telkomsel dapat memperpanjang perjanjian untuk periode sampai dengan 12 bulan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.172 miliar). Ltd.T.05 juta (setara dengan Rp1. dan • Next Generation Convergence Core Transport Rollout and Technical Support dengan PT Datacraft Indonesia dan PT Huawei Tech Investment. pemasok (kecuali Huawei International Pte. dan • tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode tiga tahun. Perjanjian ini berlaku paling lambat sampai dengan: • tiga tahun setelah tanggal efektifnya. Telkomsel menandatangani perjanjian untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan dan jasa terkait: • Next Generation Convergence IP RAN Rollout and Technical Support dengan PT Packet Systems Indonesia dan PT Huawei Tech Investment. peralatan gratis. Perjanjian tersebut berlaku sejak tanggal efektif dan paling lambat sampai dengan: • Tanggal dimana tiga tahun setelah tanggal efektifnya. dan PT ZTE Indonesia) setuju untuk menyediakan vaucer. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 117 . 2009. dan insentif komersial lainnya pada Telkomsel..

Amandemen terakhir dibuat pada tanggal 30 September 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.000 juta masing-masing dari BNI dan Bank Mandiri.224 juta dan US$0. Telkomsel telah menggunakan fasilitas bank garansi sebesar Rp20. IKATAN (lanjutan) a. Fasilitas-fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2011. Atas fasilitas-fasilitas ini.T. pelaksanaan (performance bond). sampai dengan tanggal 31 Desember 2010. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. Perjanjian berlaku sejak tanggal efektif dan paling lambat sampai dengan: • Tanggal dimana lima tahun setelah tanggal efektifnya.905 juta dan US$0. Fasilitas-fasilitas ini akan berakhir masing-masing pada tanggal 31 Maret 2010 dan 23 Desember 2011. Telkomsel menandatangani Perjanjian Online Charging System and Service Control Points System Solution Development dengan Amdocs Software Solutions Limited Liability Company dan PT Application Solutions.000 juta (setara dengan US$2.22 juta (setara dengan Rp2. sampai dengan tanggal 31 Desember 2010. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Jakarta. b. dan • Tanggal dimana PO terakhir sesuai perjanjian berakhir atau kadaluarsa berkaitan dengan PO yang diterbitkan sebelum berakhirnya perjanjian dalam periode lima tahun. kecuali dinyatakan lain) 47. fasilitas standby letter of credit. 2009.i).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. setoran jaminan. Atas fasilitas-fasilitas ini. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (i) Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi.000 juta dan Rp60. sebesar Rp190.05 juta (setara dengan Rp458 juta) untuk jaminan penawaran. Bank garansi tersebut berakhir pada 24 Maret 2010 dan selanjutnya telah diperpanjang sampai dengan 24 Maret 2012.020 juta) dan dari Bank Mandiri sebesar Rp46.2 juta) untuk jaminan pelaksanaan (performance bond) 3G (Catatan 47c. 118 . Pembelian barang modal (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) Pada tanggal 8 Februari 2010. Telkomsel dapat memperpanjang perjanjian tersebut untuk periode tidak lebih dari tiga tahun. dan uang muka berbagai proyek Telkom. perpanjangan fasilitas bank garansi dari BNI masih dalam proses. dan fasilitas nilai tukar mata uang asing sebesar US$3 juta dari SCB. (ii) Telkomsel memiliki fasilitas jaminan dan bank garansi. Perusahaan telah menggunakan fasilitas bank garansi masing-masing dari BNI sebesar Rp129.

atau jika Telkomsel memutuskan untuk mengembalikan lisensi secara sukarela. (Catatan 1d. Menyediakan akses roaming untuk operator 3G lainnya. Telkomsel diharuskan antara lain untuk: 1. kecuali dinyatakan lain) 47. Komitmen yang timbul dari BHP pada tanggal 31 Desember 2010 dan sampai dengan berakhirnya lisensi dengan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan adalah sebagai berikut: Tarif penggunaan frekuensi radio Tahun Kurs BI (%) Indeks (pengali) Lisensi sebelumnya Lisensi tambahan 1 20% x HL 100% x HL 2 R1 I1 = (1 + R1) 40% x I1 x HL 100% x I1 x HL 3 R2 I2 = I1(1 + R2) 60% x I2 x HL 100% x I2 x HL 4 R3 I3 = I2(1 + R3) 100% x I3 x HL 100% x I3 x HL 5 R4 I4 = I3(1 + R4) 130% x I4 x HL 100% x I4 x HL 6 R5 I5 = I4(1 + R5) 130% x I5 x HL 100% x I5 x HL 7 R6 I6 = I5(1 + R6) 130% x I6 x HL 100% x I6 x HL 8 R7 I7 = I6(1 + R7) 130% x I7 x HL 100% x I7 x HL 9 R8 I8 = I7(1 + R8) 130% x I8 x HL 100% x I8 x HL 10 R9 I9 = I8(1 + R9) 130% x I9 x HL 100% x I9 x HL Catatan: Ri = tingkat bunga rata-rata BI tahun sebelumnya Harga Lelang (HL) = Rp160. 07/PER/M. 119 .a dan 2j). Berkontribusi pada pengembangan Kewajiban Pelayanan Universal. Performance bond ini akan dicairkan oleh Pemerintah jika Telkomsel tidak mampu untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan tersebut di atas atau saat lisensi dibatalkan atau berakhir. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 2009. Membayar iuran tahunan BHP yang dihitung berdasarkan formula tertentu selama jangka waktu lisensi (10 tahun). 4. Lainnya (i) Lisensi 3G Mengacu pada Surat Keputusan Menkominfo No.KOMINFO/2/2006 dan No. BHP tahun kelima untuk perolehan lisensi pertama dibayar pada bulan Februari 2010 dan tahun kedua untuk lisensi tambahan pada bulan September 2010 (Catatan 12iii). IKATAN (lanjutan) c. 268/KEP/M. Membangun jaringan 3G yang meliputi setidaknya sejumlah propinsi berikut: Tahun 1 2 3 4 5 6 Jumlah minimum provinsi 2 5 8 10 12 14 5.KOMINFO/9/2009.000 juta Indeks = penyesuaian atas harga tender untuk tahun berjalan BHP terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. Menerbitkan jaminan pelaksanaan (performance bond) setiap tahun dengan jumlah mana yang lebih tinggi antara Rp20.000 juta atau 5% dari biaya tahunan untuk dibayarkan pada tahun berikutnya. 2.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. biaya penggunaan frekuensi radio tahunan untuk pita frekuensi 800MHz. 7 tanggal 16 Januari 2009.X Ζ = sisa biaya penggunaan frekuensi radio tahunan berdasarkan peraturan sebelumnya pada tanggal 15 Desember 2010 Sebagai penerapan atas Peraturan Pemerintah tersebut diatas. (iii) Pemakaian frekuensi radio Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. dan 1800MHz ditentukan menggunakan formula sebagai berikut: NxKxlxCxB Catatan: N = faktor normalisasi menggunakan indeks harga konsumen. 2 perusahaan mengundurkan diri. Konsorsium ini dibuat untuk membangun jaringan serat optik di 32 kota di kawasan Indonesia Timur dengan total investasi awal sekitar Rp2. 900MHz. Melalui konsorsium ini Perusahaan akan memperoleh bandwidth sebesar 4 lambda dari total kapasitas sebesar 8. 76 tanggal 15 Desember 2010 yang menggantikan Peraturan Pemerintah No. 2009.7 miliar dan dibayar pada tanggal 27 Desember 2010. 5039/T/DJPT. kecuali dinyatakan lain) 47. Menkominfo menentukan bahwa biaya penggunaan frekuensi radio tahunan Perusahaan tahun pertama (Y1) untuk pita frekuensi 800MHz adalah sebesar Rp51. Perusahaan masuk kedalam Konsorsium Palapa Ring dengan menandatangi C&MA dengan 5 perusahaan lainnya. Pada tahun 2008.KOMINFO/12/2010.44 lambda (Catatan 13). Menkominfo menentukan bahwa biaya penggunaan frekuensi radio tahunan Telkomsel tahun pertama (Y1) untuk pita frekuensi 900MHz dan 1800MHz adalah sebesar Rp716 miliar dan dibayar pada tanggal 30 Desember 2010. 456A/KEP/M. IKATAN (lanjutan) c. pada tanggal 15 Desember 2010.070.T. dapat disesuaikan tergantung dari target penerimaan negara bukan pajak K = faktor penyesuaian dengan mempertimbangkan nilai ekonomi pita frekuensi l = harga dasar C = populasi penduduk (dalam ribuan) B = lebar pita Biaya selama 5 tahun ditentukan dengan menggunkan formula sebagai berikut: Tahun 1 2 3 4 5 Formula Y1 = X + {(20% x ∆) -Ζ} Y2 = X + (40% x ∆) Y3 = X + (60% x ∆) Y4 = X + (80% x ∆) Y5 = X + (100% x ∆) Catatan: Yn = biaya penggunaan frekuensi untuk tiap tahun X = biaya penggunaan frekuensi untuk periode 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2009 ∆ = (N x K x l x C x B) .336 juta. Berdasarkan surat keputusan yang sama di atas dan Surat Keputusan No.4/KOMINFO/12/2010 pada tanggal 16 Desember 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Lainnya (lanjutan) (ii) Konsorsium Palapa Ring Pada tanggal 10 November 2007. 120 . sehingga jumlah anggota Konsorsium Palapa Ring menjadi 4 termasuk Perusahaan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dalam Surat Keputusan No.

Kantor Kejaksaan Agung mengadakan suatu pemeriksaan terhadap pelanggaran atas penyalahgunaan fasilitas telekomunikasi dalam hubungannya dengan penyediaan jasa VoIP. dan 500. sesuai dengan perundangundangan dan peraturan telekomunikasi yang berlaku. kecuali stasiun radio yang menggunakan pita frekuensi 2.244 Sewa operasi Sewa operasi merupakan perjanjian sewa kantor beberapa anak perusahaan yang tidak dapat dibatalkan.887 162. Perusahaan dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan tanah. dengan biaya berkisar dari Rp0. operator diwajibkan untuk mendaftarkan stasiun radionya kepada DJPT untuk mendapatkan lisensi penggunaan frekuensi. dan dua karyawan lainnya didakwa di Pengadilan Negeri Denpasar untuk pelanggaran korupsi yang mereka lakukan di KSO VII.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. IKATAN (lanjutan) c. kecuali dinyatakan lain) 47. (iv) Apple.07 juta hingga Rp17.795 juta pada tanggal 31 Desember 2010. (v) Sewa Operasi Pembayaran sewa minimum Jumlah Kurang dari 1-5 1 tahun tahun 257. 48. Inc Pada tanggal 9 Januari 2009.000. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.i). 2010. Perusahaan dan anak perusahaan mencadangkan sebesar Rp63.55 juta untuk tiap TX dan dari Rp3. satu mantan karyawan dan dua karyawan Perusahaan didakwa di Pengadilan Negeri Makassar. Jumlah minimum kumulatif iPhone yang harus dibeli pada 31 Desember 2009. KONTINJENSI a. praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Inc untuk pembelian produk iPhone dan pemasaran kepada para pelanggan bekerjasama dengan pihak ketiga (PT Trikomsel OKE). 2009.1 GHz (Catatan 47c. serta penyediaan layanan jaringannya. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya.4 juta hingga Rp15. Berdasarkan estimasi manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian dari kasus-kasus tersebut. dimana satu mantan karyawan dan empat karyawan Perusahaan di KSO VII dijadikan tersangka. 300.000.000 unit.784 Lebih dari 5 tahun 28. 121 .915 66. Hasil dari pemeriksaan tersebut. Lainnya (lanjutan) (iii) Pemakaian frekuensi radio (lanjutan) Sebelum penerbitan Peraturan Pemerintah tersebut diatas. b.9 juta untuk tiap TRX (Catatan 7). Pada tanggal 2 Januari 2006. Biaya pemakaian frekuensi radio tersebut terhutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran dari DJPT. Biaya ditentukan berdasarkan jumlah carrier (“TX”) untuk Telkom dan transceivers (“TRX”) untuk Telkomsel yang terdaftar dari stasiun radio. Telkomsel menandatangani perjanjian dengan Apple. dan 2011 masing-masing sebesar 125.T. dan praktik kartel SMS.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. memberitahukan Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus No.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari tarif yang berlaku. denda Rp500 juta. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November 2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh Telkomsel. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp15 miliar. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui suratnya tanggal 5 Desember 2007. Pada tanggal 3 Maret 2008. Pengadilan Negeri telah mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara lain sebagai berikut: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25. Perusahaan menerima keputusan MA yang menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman berupa penjara selama enam tahun. (lanjutan) Pada tanggal 29 Januari 2008. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan bahwa para terdakwa bersalah dan menjatuhkan masing-masing tersangka hukuman berupa penjara selama satu tahun enam bulan dan satu tahun serta denda masing-masing Rp50 juta. Jaksa penuntut umum telah mengajukan kasasi kepada MA terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. menyatakan antara lain: • Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25.b Undang-Undang tersebut. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada masing-masing perusahaan dalam batas waktu dua belas bulan dari tanggal keputusan ini telah menjadi final dan mengikat secara hukum syaratsyarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 10%. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini.b Undang-Undang tersebut. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. salah seorang terdakwa di Pengadilan Tinggi Bali mengajukan kasasi ke MA. • Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk menentukan tarif tersebut. dan uang pengganti sebesar Rp30.1. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings.1 Undang-Undang tersebut. sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai pelanggaran Undang-Undang No. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. KONTINJENSI (lanjutan) b. kecuali dinyatakan lain) 48.1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Pada tanggal 5 November 2008. • Telkomsel telah melanggar pasal 17. Pada tanggal 22 Maret 2010. Pada tanggal 16 Januari 2009.115 juta secara tanggung renteng. Pada tanggal 4 Mei 2010. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. c. • Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai berikut: Jumlah maksimum persentase kepemilikan untuk masing-masing pembeli adalah 5%.1 Undang-Undang tersebut. Kantor Kejaksaan Agung sedang meninjau hasil keputusan tersebut untuk menentukan tindakan pembelaan selanjutnya termasuk opsi untuk uji materiil oleh MA. MA menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Pembeli tidak memiliki hubungan dengan Temasek Holdings. 2009. Pengadilan Negeri Makassar telah menyatakan bahwa para terdakwa tidak bersalah. Para terdakwa mengajukan peninjauan kembali ke MA atas keputusan tersebut. Para terdakwa telah mengajukan keberatan kepada Pengadilan Tinggi Bali terhadap penetapan Pengadilan Negeri tersebut. 122 . • Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar Rp25. belum terdapat keputusan atas peninjauan kembali tersebut.T. Pengadilan Tinggi Bali menyatakan bahwa para terdakwa bersalah. Pada tanggal 9 Mei 2008.

Telkomsel belum menerima keputusan resmi dari MA. MA menyetujui tuntutan para pelanggan. dalam keputusannya No.Sus/2009. dan PT XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama Tbk) yang berdomisili di Bekasi. 01K/Pdt. Namun. berdasarkan keputusan pengadilan. mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke pengadilan untuk menggugat Telkomsel. Pada tanggal 24 Mei 2010. Pada tanggal 27 Januari 2010. Pelanggan tertentu Telkomsel. Pada tanggal 14 Mei 2009. yang diwakili oleh Penasehat Hukum. Pada tanggal 14 Agustus 2008. gugatan perwakilan kelompok (class-action) diproses secara terpisah pada masing-masing pengadilan. MA mencabut keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel. Pemerintah. Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel telah mengenakan tarif sesuai dengan peraturan. Pada tanggal 5 Mei 2010. Tangerang. oleh karena itu. Temasek Holdings. KONTINJENSI (lanjutan) c. kecuali dinyatakan lain) 48. gugatan perwakilan kelompok (class-action) di Tangerang dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus. Pada tanggal 8 Juli 2008. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Para pihak digugat melakukan praktik pengenaan tarif tinggi yang berpotensi merugikan para pelanggan tersebut. (lanjutan) Pada tanggal 22 Mei 2008. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. dan berbagai wilayah lainnya.T. Telkomsel tidak dapat memperkirakan hasil dari kasus tersebut. 123 . Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan hukum ke MA. 2009. dan perusahaanperusahaan afiliasinya (”Para Pihak”). atau memperkirakan berbagai dampak yang mungkin terhadap laporan keuangan atas status gugatan hukum yang diberikan saat ini. Indosat. Perusahaan. Pada tanggal 21 Januari 2009. Indosat. Pada tanggal 9 September 2008. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. MA mengumumkan penolakannya atas pengajuan peninjauan kembali tersebut. sehingga gugatan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Bekasi untuk menggugat Telkomsel oleh beberapa pelanggan tertentu. Telkomsel mengajukan peninjauan kembali ke MA atas keputusan tersebut. telah ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. Telkomsel telah mengajukan kasasi kepada MA. gugatan perwakilan kelompok (class-action) ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk menggugat Para Pihak oleh beberapa pelanggan tertentu.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. tetapi selanjutnya telah membayar denda atas kasus KPPU tersebut (Catatan 51b). d. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan menolak gugatan perwakilan kelompok (class-action) oleh beberapa pelanggan tertentu di berbagai wilayah lainnya. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

Telkomsel.22 7.00 0.073.317 100 43 79.52 2.751 518.39 8. KONTINJENSI (lanjutan) e.03 0.000 juta. Sehubungan dengan Keputusan KPPU tanggal 17 Juni 2008. beserta tujuh operator telekomunikasi domestik lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan melakukan praktik kartel SMS.S. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini. dan beberapa operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No.198 627.35 0.935 44.834 26. Euro Dolar Singapura Piutang lain-lain Dolar A. Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Dolar A.67 1.S. kecuali dinyatakan lain) 48.07 12.747.67 2. 49. masing-masing pada tanggal 14 Juli 2008 dan 11 Juli 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.408 4. Pound sterling Inggris Euro Dolar Singapura Aset lancar lainnya Dolar A.61 1. Perusahaan dan Telkomsel telah mengajukan keberatan masing-masing ke Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Telkomsel.S. Perusahaan.00 0.12 0.16 79.06 0.71 38.82 2.994 916 198 90 6. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada praktik kartel yang dilakukan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku.434 712.01 0. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut: 2010 Valuta asing (dalam jutaan) Aset Kas dan setara kas Dolar A. Atas kasus-kasus tersebut di atas.64 0.307.758 1.64 0.27 4. KPPU menyatakan bahwa Perusahaan. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar Rp18.S.321 1.552 2.55 4.48 0.19 0.331 121 43 24. Hasil dari pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008.121 19.78 66.566 28. 2009. Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.S. Pihak ketiga Dolar A.004 3. Euro Dolar Singapura Dolar Hongkong Ringgit Malaysia Yen Jepang Investasi sementara Dolar A.54 2.T.242.000 juta dan Rp25.24 0.577 311 41.84 3.S. belum terdapat keputusan atas pengajuan keberatan tersebut.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.318 23.766 124 .00 2. Dolar Hongkong Rekening escrow Dolar A.799 2.S.01 0.73 0.03 0.487 4 5.392 150.599 95 22 70. Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa dampak material terhadap keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. Jumlah aset Setara Rupiah 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 138.873 185.01 0.

Pada tanggal 31 Desember 2009 saldo kewajiban moneter bersih Perusahaan dan anak perusahaan dalam valuta asing sebesar US$467.33 767.81 453.90 30.46 140.54 240.05 0.85 juta.S.657 4.624 613 453 81 15 17 588 357.707 8.982.114 243.00 0. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar A.559 3.67 juta dan JPY11.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.074.73 341.106.468 4.57 1.73 0.069 (5.268. Euro Dolar Singapura Yen Jepang Uang muka pelanggan dan pemasok Dolar A.55 0. Jika Perusahaan dan anak perusahaan melaporkan aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2010 menggunakan kurs tanggal 29 Maret 2011.T. Euro Dolar Singapura Ringgit Malaysia Pound sterling Inggris Dolar Australia Yen Jepang Franc Swiss Dolar Hongkong Hutang lain-lain Dolar A.72 0.559.51 0.09 1.07 39.789.833 juta.80 0.168. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2010 Valuta asing (dalam jutaan) Kewajiban Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dolar A.199 10.279 7.377 1.250 8. dan tingkat bunga.479 4.S. Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan membuka kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga pasar surat hutang dan efek.71 10.099 275.343 10.01 0.872 1.S.14 63.S.667 10. Biaya yang masih harus dibayar Dolar A. nilai tukar mata uang asing.55 0.393. keuntungan selisih kurs yang belum terealisasi bertambah sebesar Rp186.18 0.90 0.35 0.05 10.319.295 1.326.553.585 2.098.38 38.114 6.S.S.85 1.06 0.24 0.11 767.90 51. 2009.S. Yen Jepang Wesel bayar Dolar A. kecuali dinyatakan lain) 49.196) 125.181.80 18.750. Pihak ketiga Dolar A.56 0.501 873 52 15 515 99.26 juta.645 1. 125 . Yen Jepang Jumlah kewajiban Kewajiban bersih Setara Rupiah 2009 Valuta asing (dalam jutaan) Setara Rupiah 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.981 4.128 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.136 9.861.348 2. Hutang jangka panjang Dolar A.474 85.835 78.748 78.698 (5.061 1.S.67 703.76 9.932) Pada tanggal 31 Desember 2010 saldo kewajiban moneter bersih Perusahaan dan anak perusahaan dalam valuta asing sebesar US$500.55 juta dan JPY10.55 41.04 1.04 0.00 0.

Secara keseluruhan. dan 21). Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan diharapkan dapat dikompensasi dengan deposito berjangka dan piutang dalam mata uang asing yang ditetapkan minimal 25% dari kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 (satu) tahun dengan memperhatikan kecenderungan perubahan nilai tukar di masa yang akan datang. mengevaluasi. 2009. 126 . hutang.19. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan analisa pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga. Dolar Singapura dan Poundsterling Inggris. Yen Jepang. Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh unit Treasury Management di bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Risiko tingkat suku bunga Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi keuangan. seperti risiko pasar (termasuk risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat suku bunga). program manajemen risiko keuangan Perusahaan dan anak perusahaan bertujuan untuk meminimalkan kerugian atas nilai aset dan kewajiban yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN 1. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Perusahaan dan anak perusahaan terpapar risiko tingkat suku bunga (Catatan 17. dan kewajiban dalam mata uang asing yang diantaranya adalah Dolar Amerika Serikat. 20. risiko kredit dan risiko likuiditas. kecuali dinyatakan lain) 50. Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan. Risiko nilai tukar mata uang asing Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai saldo piutang. b. Unit Treasury Management mengidentifikasi. Manajemen risiko keuangan Aktivitas Perusahaan dan anak perusahaan mengandung berbagai macam risiko keuangan. dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan. a. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.T. Euro.

127 .136.414 15.433 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.444 5.411 Lebih dari satu tahun 101.057 16.636 254.460 55.053 96.245 14. kecuali dinyatakan lain) 50.038 5.655.408. Risiko kredit Perusahaan dan anak perusahaan terpapar risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain.534 Tidak dikenakan bunga 4.507.831 3.497 Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko kredit yang minimal.297.023. dimana Perusahaan dan anak perusahaan telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.098 105. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.313.799.515 Jumlah 9.348 105.213 115.600 1.017 3.376.734.119.036 2.T.833 62.175 9. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan) Tabel di bawah ini menggambarkan detail jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. 2009.996 80.245 14.347) c.469 182. Manajemen risiko keuangan (lanjutan) b.408 3.429.935.666 3. Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit dan konsentrasi risiko yang dimiliki Perusahaan dan anak perusahaan: Konsentrasi Risiko Kredit Korporasi Piutang usaha Piutang lain-lain 2.572.831 856.428.175 164.292 (11.465 Eksposur maksimum 5.452 21. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN (lanjutan) 1.076 ) 2.371.750 305.649 352. 31 Desember 2010 Satu tahun atau kurang Aset Kas dan setara kas Penyertaan sementara Aset lancar lainnya Aset tidak lancar lainnya Jumlah aset keuangan Kewajiban Hutang bank jangka pendek Pinjaman penerusan Obligasi dan wesel bayar Nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan Hutang bank Jumlah kewajiban keuangan Jumlah gap repricing suku bunga 9.491.789. Risiko kredit dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan piutang usaha dan piutang lain-lain.003 9.032 Lain-lain 3. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.280.115.849 370.271) - 55.805 (5.608.885.534 101.487 (6.

2. atau kewajiban dapat diselesaikan dengan transaksi arms-length. Perusahaan dan anak perusahaan secara terus menerus melakukan analisa untuk mengawasi rasio-rasio likuiditas neraca. Nilai wajar aset dan kewajiban keuangan Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana aset dapat ditukar. seperti antara lain. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.452 Nilai Wajar 3.511.666 3. b. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.778 3. 51.376.085 juta (Catatan 39). sebagai dampak dari pendiskontoannya yang tidak signifikan. kecuali dinyatakan lain) 50. rasio likuiditas.475 Perusahaan dan anak perusahaan memperhitungkan nilai wajar dari aset dan kewajiban keuangan jangka pendek mendekati nilai tercatatnya. Telkomsel telah melunasi saldo hutang jangka menengah dari BNI dan BCA yang diperoleh pada tahun 2008 masing-masing sebesar Rp400 miliar dan Rp200 miliar (Catatan 21).136. Kewajiban Kontinjensi. kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar. Risiko likuiditas Risiko likuiditas timbul apabila Perusahaan dan anak perusahaan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban keuangan ketika kewajiban keuangan tersebut jatuh tempo. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a. d. untuk tidak diungkapkan karena hal ini dapat menimbulkan prasangka terlalu dini terhadap hasil dari gugatan tersebut. Manajemen risiko keuangan (lanjutan) d.734. 128 . c.227. Telkomsel menerima pemberitahuan dari Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bahwa serikat pekerja Telkomsel (“SEPAKAT”) telah mengajukan gugatan terhadap Telkomsel melalui Pengadilan sehubungan dengan perselisihan tertentu dengan Telkomsel terkait pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”). Perusahaan melakukan pembayaran dividen kas interim sebesar Rp250.T. Pada tanggal 10 Januari 2011. Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan kewajiban keuangan yang tidak disajikan di neraca konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan pada nilai wajarnya: 31 Desember 2010 Nilai Buku Pinjaman penerusan Obligasi dan wesel bayar Hutang bank 3. Pada tanggal 21 Januari 2011. Pada tanggal 6 Januari 2011. Telkomsel membayar denda atas kasus KPPU sebesar Rp15 miliar (Catatan 48c).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. dan Aset Kontinjensi. ASET DAN KEWAJIBAN KEUANGAN (lanjutan) 1. Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dan setara kas dalam upaya pemenuhan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan. Manajemen Telkomsel berkeyakinan bahwa Telkomsel telah melaksanakan PKB tersebut secara memadai dan gugatan tersebut akan berhasil ditolak oleh Telkomsel. Informasi tersebut umumnya dipersyaratkan oleh PSAK 57: Kewajiban Diestimasi. Pada tanggal 7 Januari 2011. rasio debt equity terhadap persyaratanpersyaratan yang diharuskan perjanjian hutang.423 14.886. 2009. Nilai wajar dari kewajiban keuangan jangka panjang diestimasikan pada nilai kini arus kas masa depan dari tiap kewajiban pada tingkat bunga yang saat ini ditawarkan oleh bank kepada Perusahaan dan anak perusahaan untuk hutang dengan jatuh tempo sejenis.098 14.

824 juta menjadi saham ditempatkan dan disetor penuh (debt to equity swap) sehingga menjadi Rp551. persyaratan minimum isi laporan keuangan dan mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan untuk menerbitkan laporan keuangan yang lengkap yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan. Pada tanggal 27 Januari 2011. A. 52. S. Laporan Arus Kas. berdasarkan RUPS Sirkuler Indonusa yang dinyatakan dalam akta notaris Dr. Telkomsel telah melunasi saldo hutang jangka menengah dari BRI yang diperoleh pada tahun 2008 sebesar Rp200 miliar (Catatan 21). h. 18 tanggal 14 Maret 2011.T. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA Standar Akuntansi Baru di Indonesia yang relevan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: (i) PSAK 1 (Revisi 2009). dan STO Injoko sebesar Rp96. Pada tanggal 23 Februari 2011. 83 juta (setara dengan Rp514. Laporan Perubahan Ekuitas.537 juta. “Penyajian Laporan Keuangan” Pada bulan Desember 2009. PSAK 1 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Partomuan Pohan.. f. “Penyajian Laporan Keuangan”. sebesar US$56. agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. PSAK 1 (Revisi 2009). STO Gandaria.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. “Penyajian Laporan Keuangan” diperkirakan akan memiliki dampak yang signifikan terhadap penyajian laporan keuangan konsolidasian dan pengungkapan yang terkait. No. j. 2009.74 miliar). PSAK 1 (Revisi 2009) menentukan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum. Pada tanggal 4 Februari 2011. Catatan atas Laporan Keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya. Pada tanggal 24 Januari 2011 dan 25 Februari 2011. DSAK mengeluarkan PSAK 1 (Revisi 2009). Perusahaan dan INTI menandatangani perjanjian surat pesanan Perjanjian Pengadaan dan Instalasi Modernisasi Jaringan Kabel Tembaga Melalui Optimalisasi Aset Jaringan Kabel Tembaga dengan Pola Trade In/Trade Off masing-masing untuk STO Cengkareng. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Pada tanggal 8 Maret 2011. Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan. Telkomsel menerima Surat Tagihan Pajak atas keterlambatan pembayaran pajak penghasilan pasal 25 untuk tahun fiskal 2010 dengan denda sebesar Rp8 miliar.H. LLM. 129 . Laporan Laba Rugi Komprehensif. para pemegang saham Indonusa menyetujui konversi hutang sebesar Rp174. i. Telkomsel menandatangani perjanjian pembangunan Soft HLR (Soft HLR Roll Out Agreement) dengan PT Nokia Siemens Networks dan Nokia Siemens Networks Oy dan perjanjian jasa teknik Soft HLR (Soft HLR Technical Support Agreement) dengan PT Nokia Siemens Networks. Telkomsel menarik fasilitas dari Finnish Export Credit Ltd. PSAK 1 (Revisi 2009) mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan. kecuali dinyatakan lain) 51. Pada tanggal 28 Januari 2011. g. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.036 juta dan untuk STO Semanggi sebesar Rp44.338 juta. struktur laporan keuangan. “Penyajian Laporan Keuangan” yang menggantikan PSAK 1 (1998). PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (lanjutan) e. atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

”Penurunan Nilai Aset” yang menggantikan PSAK 48. (v) PSAK 7 (Revisi 2010). Rugi penurunan nilai harus dialokasikan untuk mengurangi jumlah tercatat atas setiap goodwill yang dialokasikan ke unit penghasil kas tersebut dan ke aset lain dari unit tersebut dibagi pro rata atas dasar jumlah tercatat setiap aset di dalam unit tersebut. PSAK 48 (Revisi 2009) memberikan pedoman untuk mengidentifikasikan unit penghasil kas dan mengukur penurunan nilai aset. (iv) ISAK 10 (Revisi 2009). Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 5 (Revisi 2009). “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi” Pada Februari 2010. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 7 (Revisi 2010). “Segmen Operasi” Pada bulan Desember 2009. DSAK mengeluarkan PSAK 7 (Revisi 2010). ISAK 10 (Revisi 2009) mengharuskan imbalan tersebut diidentifikasi secara terpisah dan diukur dengan mengacu pada nilai wajarnya. PSAK 48 (Revisi 2009) mengharuskan perusahaan dan anak perusahaan untuk menilai pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi-indikasi yang menunjukkan bahwa suatu aset mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai yang diakui pada periode sebelumnya untuk aset lain selain goodwill sudah tidak terdapat lagi. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PSAK 7 (Revisi 2010) memberikan pedoman pengungkapan hubungan. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan ISAK 10 (Revisi 2009). PSAK 5 (Revisi 2009) memperluas definisi segmen operasi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melaporkan segmen operasi. DSAK mengeluarkan PSAK 48 (Revisi 2009). PSAK 7 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. “Pelaporan Segmen”. (iii) PSAK 48 (Revisi 2009). “Pengungkapan Pihakpihak Berelasi” yang menggantikan PSAK 7. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (ii) PSAK 5 (Revisi 2009). Suatu rugi penurunan nilai harus dicatat untuk suatu unit penghasil kas ketika jumlah terpulihkan dari unit tersebut lebih kecil dari nilai tercatatnya. 2009. “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi” terhadap laporan keuangan konsolidasian.T. “Segmen Operasi” terhadap laporan keuangan konsolidasian. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 48 (Revisi 2009). DSAK mengeluarkan PSAK 5 (Revisi 2009). DSAK mengeluarkan ISAK 10 (Revisi 2009). “Program Loyalitas Pelanggan” terhadap laporan keuangan konsolidasian. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. “Program Loyalitas Pelanggan”. PSAK 48 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 dan diterapkan secara prospektif. ISAK 10 (Revisi 2009) memberikan pedoman untuk mencatat dan mengukur penghargaan kredit kepada pelanggan. 130 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaannya untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan konsolidasian untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis. transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi. termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian. “Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. “Program Loyalitas Pelanggan” Pada Desember 2009. ISAK 10 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. PSAK 5 (Revisi 2009) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. “Penurunan Nilai Aset” Pada bulan Desember 2009. “Penurunan Nilai Aset” terhadap laporan keuangan konsolidasian. ”Penurunan Nilai Aset”. kecuali dinyatakan lain) 52. “Segmen Operasi” yang menggantikan PSAK 5 (Revisi 2000).

“Pendapatan”. “Kombinasi Bisnis” Pada Januari 2010.876) 1.069.185) . 53.501) 1. DSAK mengeluarkan PSAK 19 (Revisi 2010).876 (13.076) (2. “Kombinasi Bisnis” terhadap laporan keuangan konsolidasian. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. PSAK 19 (Revisi 2010) memberikan pedoman untuk mengakui dan mengukur jumlah tercatat aset takberwujud.332. “Aset Tidak Berwujud”.052. “Akuntansi Penggabungan Usaha”.575) (3. STANDAR AKUNTANSI BARU DI INDONESIA (lanjutan) (vi) PSAK 19 (Revisi 2010). PSAK 19 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.664) (1.408.565.262.628. serta menentukan pengungkapan yang disyaratkan tentang aset takberwujud. DSAK mengeluarkan PSAK 23 (Revisi 2010). Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 19 (Revisi 2009). PSAK 22 (Revisi 2010) memberikan pedoman untuk mengakui dan mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh. “Aset Takberwujud” yang menggantikan PSAK 19 (Revisi 2000).788) (11. “Kombinasi Bisnis” yang menggantikan PSAK 22. (viii) PSAK 23 (Revisi 2010).262. kecuali dinyatakan lain) 52. liabilitas yang diambil-alih dan kepentingan non-pengendali dari pihak yang diakuisisi. serta goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis dalam laporan keuangan.974.T. “Aset Takberwujud” Pada Februari 2010. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. “Aset Takberwujud” terhadap laporan keuangan konsolidasian.501 (12. PSAK 22 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 22 (Revisi 2010).408. 2009. dengan rincian reklasifikasi akun yang signifikan adalah sebagai berikut : Sebelum reklasifikasi LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009: Beban Usaha Penyusutan dan amortisasi Umum dan administrasi LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008: Beban Usaha Penyusutan dan amortisasi Umum dan administrasi 131 Reklasifikasi Setelah reklasifikasi (12. DSAK mengeluarkan PSAK 22 (Revisi 2010). PSAK 23 (Revisi 2010) mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu.643. REKLASIFIKASI AKUN Beberapa akun tertentu dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010.928) (4.686) (1.366. “Pendapatan” yang menggantikan PSAK 23.804) (2. “Pendapatan” terhadap laporan keuangan konsolidasian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. (vii) PSAK 22 (Revisi 2010). PSAK 23 (Revisi 2010) berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. “Pendapatan” Pada Februari 2010. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan PSAK 23 (Revisi 2010).

GAAP. Kapitalisasi laba rugi selisih kurs dihentikan pada saat pembangunan secara substansial telah selesai dan aset yang dibangun siap digunakan. disusun berdasarkan GAAP Indonesia. “Statement of Cash Flows” (“SFAS 95”.S.S. tidak terdapat pengecualian yang sama dengan kondisi di atas untuk derivatif valuta asing sehubungan dengan kontrak yang didenominasi dalam mata uang yang lazim digunakan dalam transaksi bisnis lokal.T. GAAP. GAAP. GAAP Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan. Kapitalisasi selisih kurs ke aset dalam konstruksi Berdasarkan GAAP Indonesia. GAAP a.S. Instrumen derivatif melekat Perusahaan dan anak perusahaan melakukan perjanjian dengan pemasok yang mengharuskan pembayaran dengan menggunakan berbagai mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional dari kedua belah pihak. b. laba rugi selisih kurs langsung dikreditkan dan dibebankan pada laba atau rugi konsolidasian pada saat terjadinya. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Laporan arus kas konsolidasian beserta rekonsiliasi pada Catatan 55 disusun sesuai dengan Statement of Financial Accounting Standard (“SFAS”) 95. c.S.S. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Jika kriteria tersebut tidak terpenuhi. Derivatif melekat harus diakui kecuali pembayaran kontrak utama atas harga barang atau jasa secara rutin didenominasi dalam mata uang yang lazim digunakan dalam perdagangan internasional. Uraian perbedaanperbedaan dan pengaruhnya terhadap laba bersih dan ekuitas adalah sebagai berikut: (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. 132 . Berdasarkan U. Imbalan pemutusan kontrak kerja secara sukarela Berdasarkan GAAP Indonesia. perjanjian yang mengharuskan pembayaran dalam mata uang asing yang berbeda dengan mata uang fungsional salah satu pihak atau pihak yang terkait dengan perjanjian dianggap tidak mengandung instrumen derivatif mata uang asing melekat jika mata uang tersebut lazim digunakan dalam transaksi bisnis lokal.S. Berdasarkan GAAP Indonesia.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. imbalan pemutusan kontrak kerja secara sukarela diakui sebagai kewajiban apabila karyawan telah menerima tawaran pemutusan kontrak kerja dan jumlah imbalan dapat diestimasi dengan andal. laba atau rugi selisih kurs yang timbul dari pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan aset yang memenuhi syarat dikapitalisasi sebagai bagian dari harga perolehan dari suatu aset yang memenuhi syarat tersebut. kini Accounting Standard Codification (“ASC”) 230 “Statement of Cash Flow”). maka derivatif valuta asing melekat harus diakui secara terpisah. 2009. imbalan pemutusan kontrak kerja secara sukarela diakui sebagai kewajiban apabila Perusahaan telah menunjukkan komitmen untuk memberikan imbalan pemutusan kontrak kerja atas penawaran yang diberikan untuk mendorong minat karyawan untuk mengundurkan diri secara sukarela. yang berbeda secara signifikan dalam hal-hal tertentu dengan U. kecuali dinyatakan lain) 54. GAAP. Berdasarkan U.

Pendapatan bunga yang timbul dari pinjaman yang tidak digunakan diakui langsung sebagai pendapatan pada laporan laba rugi konsolidasian.S. Apabila pinjaman digunakan secara khusus untuk memperoleh suatu aset tertentu. dengan penerapan PPSAK 1 (Catatan 2p). aset tetap yang dibangun oleh mitra usaha berdasarkan perjanjian PBH diakui sebagai aset tetap PBH oleh pihak yang akan menerima pengalihan kepemilikan aset tetap tersebut pada akhir masa bagi hasil. berdasarkan GAAP Indonesia sebelumnya.S.S. Penyesuaian U. Efektif sejak 1 Januari 2010. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. tidak ada lagi batasan waktu 12 bulan dimana bunga dapat dikapitalisasi. Kapitalisasi biaya bunga ke aset dalam konstruksi Sebelum tahun 2010. GAAP terkait dengan kapitalisasi biaya bunga ke aset dalam konstruksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 disebabkan oleh perbedaan pada tahun-tahun sebelumnya. sedangkan pendapatan tangguhan diamortisasi selama masa bagi hasil. aset tertentu yang memenuhi syarat atas kapitalisasi biaya bunga adalah aset yang membutuhkan waktu minimum 12 bulan untuk siap digunakan atau dijual. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan U. GAAP. Oleh karena itu. GAAP. dimana aset tetap dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian. dengan akun tandingan pendapatan tangguhan. berdasarkan GAAP Indonesia. Jumlah beban bunga yang dikapitalisasi selama suatu periode ditentukan dengan menghitung tingkat bunga dikalikan dengan rata-rata akumulasi pengeluaran untuk aset tersebut selama periode tersebut. Efektif sejak 1 Januari 2010. Beban bunga tersebut tidak harus berasal dari pinjaman yang digunakan secara khusus untuk memperoleh suatu aset tertentu. maka jumlah biaya bunga yang dikapitalisasi adalah seluruh biaya bunga yang timbul selama periode konstruksi tersebut dikurangi dengan pendapatan yang diperoleh dari investasi sementara atas dana hasil pinjaman tersebut.S. Perusahaan mencatat bagiannya atas pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi bagian mitra usaha. kecuali dinyatakan lain) 54. sejak 1 Januari 2010 tidak terdapat perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. berdasarkan PSAK 26 (revisi 2008). Aset tetap tersebut disusutkan selama masa manfaatnya. Perusahaan menerapkan kriteria baru ini secara prospektif.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. 2009. Jumlah beban bunga yang dikapitalisasi ke aset yang memenuhi syarat adalah beban bunga selama masa konstruksi yang secara teoritis dapat dihindari apabila pengeluaran untuk aset tersebut tidak dilakukan.S. e. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. 133 . PBH dicatat sama dengan sewa pembiayaan. PBH Sebelum tahun 2010. GAAP (lanjutan) d. tidak ada batasan jangka waktu minimum pembangunan (misalnya minimum 12 bulan masa konstruksi) dimana biaya bunga dapat dikapitalisasi.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.

tidak terdapat lagi perbedaan antara GAAP Indonesia dan U.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. beban jasa lalu langsung diakui apabila karyawan telah berhak (vested) atau diamortisasi dengan menggunakan garis lurus selama periode ratarata sampai dengan karyawan berhak memperoleh manfaat. f. Perbedaan perlakuan akuntansi untuk manfaat pensiun. ditangguhkan. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. ii.S. pada saat penerapan PSAK 24 (Revisi 2004). dimana aset tetap dan kewajiban PBH disajikan pada neraca konsolidasian. kewajiban dari penerapan SFAS 87 dan SFAS 106 kemudian diamortisasi secara sistematis masing-masing selama estimasi sisa masa kerja untuk karyawan aktif dan 20 tahun. Amortisasi dicatat sebagai komponen beban manfaat berkala bersih pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. GAAP. Lebih lanjut. Biaya jasa lalu Berdasarkan GAAP Indonesia. biaya jasa lalu (vested and non-vested benefits) ditangguhkan dan diamortisasi secara sistematis selama estimasi sisa masa kerja karyawan aktif dan jumlah yang diakui dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian. GAAP. sementara pendapatan yang merupakan bagian mitra usaha dicatat sebagai beban bunga dan pengurang kewajiban PBH. imbalan kesehatan pasca kerja dan imbalan pasca kerja lainnya untuk tujuan pelaporan keuangan berdasarkan GAAP Indonesia. GAAP (lanjutan) e. PBH (lanjutan) Berdasarkan U.S.S. Semua pendapatan yang dihasilkan dari perjanjian PBH diakui sebagai bagian pendapatan yang berasal dari operasi. kewajiban transisi yang timbul dari penerapan SFAS 87 ”Employers’ Accounting for Pensions” pada tanggal 1 Januari 1992 dan SFAS 106 ”Employers’ Accounting for Postretirement Benefits Other Than Pensions” pada tanggal 1 Januari 1995 (keduanya kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”). perbedaan tanggal penerapan menyebabkan perbedaan yang signifikan pada akumulasi laba rugi aktuaria yang belum diakui. Berdasarkan U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Kewajiban transisi untuk manfaat pensiun dan imbalan kesehatan pasca kerja Berdasarkan GAAP Indonesia.S. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U.S. kecuali dinyatakan lain) 54. Imbalan kerja Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi 2004) dalam mencatat biaya manfaat pensiun. kewajiban transisi diakui pada tanggal 1 Januari 2004. GAAP adalah sebagai berikut: i. GAAP.T. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Berdasarkan U. imbalan kesehatan pasca kerja dan imbalan pasca kerja lainnya antara GAAP Indonesia dan U. Oleh karena itu. 2009.S. GAAP. PBH dicatat sama seperti sewa pembiayaan. 134 .

Penggunaan atas tanah dilakukan melalui hak atas tanah. Pengakuan pendapatan Sebelum tahun 2010. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. dan SFAS 112. kecuali dinyatakan lain) 54. h. dimana pemegang hak menikmati penggunaan penuh atas tanah untuk masa yang telah ditentukan. yang berkisar dari 15 sampai 45 tahun. GAAP dan GAAP Indonesia di tingkat perusahaan asosiasi pada akun investasi dan bagian laba atau rugi dan laba atau rugi komprehensif lainnya atas perusahaan asosiasi tersebut.an amendment of FASB Statement No. Perusahaan dan anak perusahaan mengakui pengaruh perbedaan antara U. kepemilikan tanah tidak disusutkan kecuali jika diperkirakan bahwa kecil kemungkinan pemegang hak dapat memperoleh perpanjangan atau pembaharuan atas hak tersebut. Penjualan kartu perdana (starter pack) diakui sebagai pendapatan pada saat pengiriman kepada distributor. Rugi aktuarial yang belum diakui. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Pendapatan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak diakui pada saat instalasi. 2009. Selanjutnya saldo tersebut akan diamortisasi dan dilaporkan sebagai komponen beban imbalan berkala bersih dalam laporan laba rugi konsolidasian sesuai dengan SFAS 87. SFAS 106. yaitu masa kontrak penggunaan hak atas tanah. Bagian laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi Perusahaan dan anak perusahaan mencatat bagian atas laba atau rugi perusahaan asosiasi berdasarkan laporan keuangan perusahaan asosiasi yang telah disusun berdasarkan GAAP Indonesia.S. Berdasarkan U. g. 88. Imbalan kerja (lanjutan) Pada bulan September 2006. Untuk tujuan pelaporan keuangan yang didasarkan pada U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S. 87. GAAP. Hak atas tanah Di Indonesia. harga atas tanah diamortisasi selama masa manfaat. Financial Accounting Standard Board (“FASB”) mengeluarkan SFAS 158 ”Employers’ Accounting for Defined Benefit Pension and Other Postretirement Plans . penyalur. atau pelanggan (untuk jasa pra bayar). DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. hak kepemilikan atas tanah ada pada Negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Agraria No. Berdasarkan GAAP Indonesia. dan dapat diperpanjang.T. SFAS 158 mensyaratkan pengakuan status pendanaan di neraca. GAAP (lanjutan) f. Hak atas tanah pada umumnya dapat diperdagangkan dengan bebas dan dapat diagunkan sebagai jaminan atas pinjaman.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. GAAP. pendapatan koneksi seluler. 5 tahun 1960.S. beban jasa lalu.S. dan jaringan tetap nirkabel diakui pada saat sambungan terjadi (untuk jasa pasca bayar).S. 135 . i. 106 (kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”) and 132R” (“SFAS 158”). berdasarkan GAAP Indonesia. dan kewajiban transisi diakui pada saldo akumulasi laba komprehensif lainnya bersih setelah pajak.

berdasarkan PSAK 30R. namun tidak melebihi pendapatan sambungan baru. jika tidak. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. tetapi tidak melebihi pendapatannya. namun periode amortisasi lebih panjang diperbolehkan. dan (d) nilai kini seluruh pembayaran sewa pembiayaan mencapai minimum 90% dari nilai wajar aset. ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan.S. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. jaringan tetap nirkabel. tidak terdapat lagi perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. 136 . Oleh karena itu. aset sewa pembiayaan dikapitalisasi jika salah satu kriteria berikut terpenuhi: (a) terdapat pengalihan kepemilikan secara otomatis pada akhir periode sewa. sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. pendapatan dari pemasangan sambungan baru dan biaya tambahan terkait.S. melainkan diuji setiap tahun apakah telah mengalami penurunan nilai. Berdasarkan U. dan (c) masa sewa minimum 2 tahun. GAAP.T. GAAP. (b) jumlah pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa ditambah nilai sisa mencakup harga perolehan aset yang disewakan beserta bunganya. Perusahaan telah menerapkan kriteria baru tersebut secara prospektif untuk sewa baru yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2008. Efektif sejak 1 Januari 2008.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. k. j. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.S.S. Berdasarkan U. kecuali dinyatakan lain) 54.S. GAAP. sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Berdasarkan U. apabila terdapat dasar yang tepat. Amortisasi goodwill Berdasarkan GAAP Indonesia. Pengakuan pendapatan (lanjutan) Sejak 1 Januari 2010. dan biaya tambahan sampai dengan. (b) perjanjian sewa memberikan hak opsi untuk membeli. ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sepanjang estimasi periode hubungan dengan pelanggan. (c) masa sewa mencakup 75% atau lebih dari masa manfaat ekonomis aset.S. sepanjang tidak lebih dari 20 tahun. aset sewa pembiayaan dikapitalisasi hanya jika semua kriteria berikut terpenuhi: (a) penyewa memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa pada akhir masa sewa dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa. Sewa pembiayaan Sebelum tahun 2008. goodwill tidak diamortisasi. GAAP. 2009. GAAP (lanjutan) i. periode amortisasi goodwill tidak lebih dari 5 tahun. pendapatan dari instalasi sambungan telepon tidak bergerak. dengan implementasi PPSAK 1 (Catatan 2p). berdasarkan GAAP Indonesia. dari koneksi seluler.

GAAP Indonesia. Pengaruh dari penerapan PSAK 30R pada sewa pembiayaan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008 karena pengaruh pada tahun-tahun sebelumnya tidak signifikan. terdapat perlakuan klasifikasi sewa yang sama. Perusahaan memperoleh 90.S. GAAP dieliminasi sebagaimana disajikan dalam ikhtisar penyesuaian terhadap laba bersih konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008. berdasarkan penilaian perusahaan. pembangunan. kewajiban yang timbul dari penghentian penggunaan aset diakui sebagai kewajiban dan jumlah yang sama dikapitalisasi ke aset terkait dan disusutkan selama masa manfaat aset tersebut.32% kepemilikan di Dayamitra dan sekaligus memperoleh opsi beli (call option) untuk membeli sisa kepemilikan sebesar 9. perbedaan sebelumnya antara prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan U.68% di Dayamitra sebagai kepemilikan minoritas dan mulai mengkonsolidasi 9. Pajak tangguhan Berdasarkan GAAP Indonesia.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. pada tanggal eksekusi opsi tersebut. berdasarkan GAAP Indonesia.S.68% mengakibatkan adanya perbedaan pengakuan atas jumlah aset tidak berwujud dan beban amortisasi. Berdasarkan GAAP Indonesia. sepanjang hal tersebut material. Berdasarkan U. Untuk tujuan pelaporan keuangan. akumulasi efek perbedaan tersebut dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008. dalam hal tertentu berbeda dengan ketentuan U. efektif sejak 1 Januari 2008. n.68% kepemilikan yang tersisa tersebut pada tanggal 14 Desember 2004. kewajiban yang timbul sehubungan dengan penghentian suatu aset tetap yang berasal dari pengadaan. l. Sewa pembiayaan (lanjutan) Meskipun GAAP Indonesia kurang mengatur ketentuan rinci atas kriteria sewa dibandingkan US GAAP. 2009. konstruksi. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.68% dengan harga yang telah ditentukan pada tanggal yang telah disepakati. dan/atau dalam kegiatan normal aset tersebut.S. Perusahaan mencatat sisa kepemilikan 9. Perusahaan dan anak perusahaan tidak melakukan pengakuan pajak tangguhan atas beda temporer antara nilai tercatat dan dasar pengenaan pajak investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas apabila perbedaan tersebut tidak akan terpulihkan pada masa depan. GAAP. kecuali dinyatakan lain) 54. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. GAAP khususnya dalam menentukan nilai kini kewajiban dan beban. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. 137 . dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian periode berjalan pada saat terjadinya. aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan sebagai akun-akun tidak lancar. Perbedaan waktu pengakuan kepemilikan 9. Akuisisi Dayamitra Pada tanggal 17 Mei 2001. Berdasarkan GAAP Indonesia yang telah direvisi. GAAP (lanjutan) k. Kewajiban yang timbul dari penghentian penggunaan aset (Assets retirement obligations) Sebelum tahun 2008.T. m. Namun. karena dampaknya tidak signifikan terhadap periode-periode sebelumnya. Perusahaan mengkonsolidasi 100% kepemilikan Dayamitra. Oleh karena itu. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U.S.

Berdasarkan U. 2009. o.S.S. Penurunan nilai aset Berdasarkan GAAP Indonesia.T. Pajak tangguhan (lanjutan) Berdasarkan U. laba usaha akan menjadi lebih tinggi (rendah) masing-masing sebesar Rp4. tidak terdapat rugi penurunan nilai aset yang diakui baik berdasarkan GAAP Indonesia dan U. 2009. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Laba (rugi) pelepasan aset tetap Berdasarkan GAAP Indonesia. Pemulihan kerugian penurunan nilai aset sebelumnya tidak diperkenankan.481 juta.S. Berdasarkan U. bersih setelah dikurangi penyusutan. dan pendapatan (beban) lain-lain akan menjadi lebih (tinggi) rendah sebesar jumlah yang sama terkait dengan diperhitungkannya laba (rugi) pelepasan aset tetap dalam menentukan laba usaha.588) juta. GAAP. Pada tanggal 31 Desember 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan sebagai akun-akun lancar dan tidak lancar berdasarkan realisasi yang diharapkan dari aset dan kewajiban yang terkait. GAAP.S.S. dan 2008. Aset yang mengalami penurunan nilai diturunkan nilainya menjadi nilai wajar yang didasarkan pada harga kuotasi pasar di pasar aktif atau nilai diskonto taksiran arus kas di masa depan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. kerugian penurunan nilai aset diakui apabila nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas dimana aset tersebut berada melebihi nilai yang dapat dipulihkan (recoverable amount). Nilai aset tetap yang dapat dipulihkan adalah nilai yang lebih besar antara harga jual bersih dengan nilai pakainya (value in use).S. Kerugian penurunan nilai aset dapat dipulihkan hanya jika terjadi perubahan dalam taksiran yang digunakan dalam menentukan nilai aset yang dapat dipulihkan. Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan laba (rugi) pelepasan aset tetap sebagai bagian dari pendapatan (beban) lain-lain dan tidak diperhitungkan dalam menentukan laba usaha. kerugian penurunan nilai aset diakui apabila jumlah arus kas di masa depan yang diharapkan dari aset yang bersangkutan (tanpa didiskontokan dan biaya bunga) lebih kecil dari nilai tercatat aset yang bersangkutan. GAAP. dan (Rp15. kecuali dinyatakan lain) 54. p. GAAP. taksiran arus kas di masa depan (future cash flow) didiskontokan menjadi nilai kini dengan menggunakan tarif diskonto sebelum pajak yang mencerminkan taksiran sekarang mengenai nilai waktu uang dan risiko spesifik yang terkait dengan aset tersebut. (Rp13. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. Untuk periode-periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Perusahaan mengakui pajak tangguhan atas seluruh beda temporer antara nilai tercatat dan dasar pengenaan pajak investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. GAAP (lanjutan) n. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Dalam menentukan nilai pakai. 138 .659) juta. Untuk tujuan pelaporan keuangan. Pemulihan penurunan nilai aset tidak boleh dilakukan melebihi nilai tercatat yang seharusnya diakui. laba (rugi) pelepasan aset tetap diklasifikasikan sebagai bagian dari beban usaha dan oleh karena itu diperhitungkan dalam menentukan laba usaha. seandainya pada tahun sebelumnya tidak ada pengakuan rugi penurunan nilai aset.

GAAP (lanjutan) q. D-108 “Use of the Residual Method to Value Acquired Assets Other Than Goodwill”. s. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. Hasil dari penjabaran tersebut dilaporkan sebagai bagian dari “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan konsolidasian” pada bagian ekuitas.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Aset tidak berwujud dinilai secara langsung untuk menentukan nilai wajarnya sesuai dengan persyaratan dalam EITF Topic No. investasi pada perusahaan asing dengan menggunakan metode ekuitas dilaporkan dengan menjabarkan aset dan kewajiban perusahaan asing tersebut dengan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca. GAAP. Berdasarkan GAAP Indonesia.S. r.S. Untuk tujuan pelaporan keuangan yang didasarkan pada U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.3 tahun.S. Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan nilai tukar pada tanggal transaksi atau rata-rata nilai tukar pada tahun berjalan untuk tujuan kepraktisan.S.S. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan konsolidasian Berdasarkan GAAP Indonesia. GAAP. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Berdasarkan U. 139 . dan diamortisasi selama sisa masa perjanjian KSO VII yaitu 4. selisih lebih harga perolehan atas kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar aset teridentifikasi yang diperoleh dan kewajiban yang diakui dicatat sebagai goodwill. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. nilai sisa yang didapat dialokasikan sebagai aset tidak berwujud yang merupakan hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO VII.386 juta diakui sebagai goodwill. hak untuk mengoperasikan bisnis di wilayah KSO VII merupakan hak yang diperoleh kembali dan diakui oleh Perusahaan sebagai sebuah aset tidak berwujud terpisah berdasarkan Emerging Issues Task Force (“EITF”) 04-1 “Accounting for Preexisting Relationships between the Parties to a Business Combination” (kini ASC 805 “Business Combination”). Berdasarkan U. tidak ada pengakuan goodwill berdasarkan GAAP Indonesia. kecuali dinyatakan lain) 54. GAAP. Oleh karena itu. 2009. efek tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya dan perubahan nilai wajar diakui sebagai “Laba (rugi) belum direalisasi atas pemilikan efek yang tersedia untuk dijual” pada ekuitas. Amandemen dan pernyataan kembali KSO VII Perusahaan telah mencatat amandemen dan pernyataan kembali atas perjanjian KSO VII sebagai sebuah penyatuan usaha dengan menggunakan metode pembelian. Selisih nilai pembelian atas nilai bersih yang dialokasikan atas aset yang diakuisisi dan kewajiban sebesar Rp61. selisih penjabaran tersebut dilaporkan dalam akumulasi laba komprehensif lainnya pada bagian ekuitas. efek tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya dan laba atau rugi yang belum direalisasikan dilaporkan sebagai komponen dalam akumulasi laba komprehensif lainnya pada bagian ekuitas. Efek tersedia untuk dijual Berdasarkan GAAP Indonesia. Setelah melakukan alokasi atas harga perolehan terhadap semua aset dan kewajiban yang teridentifikasi.T.

T. 140 .S. secara terpisah dari ekuitas induk. Namun dalam hal tertentu terdapat beberapa standar akuntansi yang mensyaratkan atau mengijinkan pengukuran dengan menggunakan nilai wajar sebagai dasar pengukuran. kepemilikan non-pengendali disajikan sebagai bagian ekuitas dalam neraca konsolidasian. Pengukuran nilai wajar Berdasarkan GAAP Indonesia. informasi terkait dengan hirarki nilai wajar harus diungkapkan.51 (kini ASC 810 “Consolidation”). Jika tidak terdapat kontrak penjualan yang mengikat. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. FAS 160 harus diterapkan secara prospektif. “Kepemilikan Non-pengendali dalam Laporan Keuangan Konsolidasi – Amandemen atas ARB No.S. u. GAAP (lanjutan) (1) Penjelasan perbedaan antara GAAP Indonesia dan U. Penyajian Kepemilikan Non-pengendali Berdasarkan GAAP Indonesia. Bukti nilai wajar yang paling andal adalah harga yang digunakan pada suatu kontrak penjualan yang mengikat dalam suatu transaksi normal. nilai wajar didasarkan pada informasi yang paling andal yang merefleksikan suatu jumlah yang dapat diperoleh Perusahaan pada akhir periode pelaporan. Basis pengukuran yang digunakan untuk menentukan nilai wajar harus diungkapkan. GAAP. GAAP (lanjutan) t. kepemilikan non-pengendali harus disajikan sesuai dengan FAS 160. kepemilikan non-pengendali disajikan dalam neraca konsolidasian diantara bagian kewajiban dan ekuitas. kecuali dinyatakan lain) 54.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. tidak ada standar akuntansi yang secara khusus menentukan pengukuran nilai wajar. dengan melakukan pemisahan terhadap pengukuran nilai wajar yang menggunakan informasi harga kuotasi di pasar aktif untuk aset atau kewajiban yang identik (Level 1).S.51” (kini ASC 810 “Consolidation”) yang efektif untuk laporan keuangan yang dimulai atau setelah 15 Desember 2008. GAAP. Berdasarkan U. informasi signifikan lainnya yang dapat diobservasi (Level 2) dan informasi signifikan lainnya yang tidak dapat diobservasi (Level 3). “Kepemilikan Non-pengendali dalam Laporan Keuangan Konsolidasi – Amandemen atas ARB No. Berdasarkan FAS 160. Arus kas untuk akuisisi kepemilikan non-pengendali di anak perusahaan dilaporkan sebagai arus kas pendanaan sesuai dengan FAS 160. 2009.S.

536. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.072 juta di tahun 2010. dan Rp12.927) 44.612) (2.671.612 juta.S. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. 2009. 2009.867 72. Berikut adalah ikhtisar penyesuaian yang signifikan terhadap laba bersih konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010. 2009.S. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.598 335. dan 2008 (d) 2010 2009 2008 11.504 141 .726) 12.398. dan Rp42.940) 50.T. GAAP diterapkan sebagai pengganti GAAP Indonesia.002 (679.432) (48. GAAP kenaikan (penurunan) disebabkan oleh: Imbalan atas pemutusan kontrak kerja secara sukarela (a) Pembalikan penyusutan atas kapitalisasi selisih kurs (b) Laba selisih kurs . kecuali dinyatakan lain) 54. 2009.540 juta. dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian: Catatan Laba bersih menurut laporan laba rugi konsolidasian yang disusun berdasarkan GAAP Indonesia Penyesuaian ke U. dan 2008 (c) Kapitalisasi beban bunga atas aset dalam pembangunan setelah dikurangi penyusutan masing-masing sebesar Rp48. dan 2008 yang diperlukan seandainya U. Rp(2.005.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. atas kontrakkontrak yang mengandung instrumen derivatif valuta asing melekat di tahun 2010.729 (627.661 juta. Rp45.826 10.999 11.615 2. GAAP (lanjutan) (2) a.690 749.setelah dikurangi penyusutan masing-masing sebesar Rp74.786 (69.757 juta.265) juta.

S.670) 919.S.269 (91.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.503) (36.567 12.34 142 .097) (20.S.237) - - 2.266) 17.092. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.272 (95.661 (9.025) (52. kecuali dinyatakan lain) 54. 55 (Revisi 2006) Pajak tangguhan: Pajak tangguhan atas penyertaan yang dicatat dengan metode ekuitas dan selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (n) Pengaruh Pajak tangguhan terhadap penyesuaian ke U.923 (226. GAAP .80 24. (lanjutan) Catatan Penyesuaian ke U.269 77.604) 92.484.dalam Rupiah penuh (40 saham Seri B per ADS) 2010 2009 2008 (162. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.T.619) 4.269 32. GAAP kenaikan (penurunan) disebabkan oleh: (lanjutan) Pendapatan PBH (e) Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (f) Imbalan kesehatan pasca kerja (f) Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi (g) Amortisasi hak atas tanah (h) Pengakuan pendapatan (i) Amortisasi goodwill (j) Sewa pembiayaan (k) Penyesuaian konsolidasian Dayamitra (l) Asset retirement obligations (m) Amandemen dan pernyataan kembali KSO VII (s) Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No.669 12.222 10.043) (327) (34.145) (5.216) 7.628 11.393 (1.854) (41.048 11.438 10.768 (123.78 550.224 583.591.122) 11. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.387 25.877 18.819) (94.359) (366) (31.25 22.025.477) (32.325) (286) (36. GAAP (lanjutan) (2) (lanjutan) a.877 (366. GAAP Kepentingan non-pengendali Penyesuaian bersih Laba bersih berdasarkan U.S.356) 693.GAAP .874.S.89 614. GAAP diatribusikan kepada Perusahaan Laba bersih per saham berdasarkan U.S.325 13.959 109.735 16.498 16.244 16.355.479 202.608) (24. 2009.63 23.dalam Rupiah penuh Laba bersih per ADS berdasarkan U.

GAAP Kepentingan non-pengendali Penyesuaian bersih Ekuitas pemegang saham berdasarkan U.068 1.601 110.398 46.260 (143.961.143 292.310 (64.setelah dikurangi penyusutan.S. atas kontrakkontrak yang mengandung instrumen derivatif valuta asing melekat (c) Kapitalisasi beban bunga atas aset dalam pembangunan .026 658.setelah dikurangi penyusutan (d) Pendapatan PBH (e) Pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (f) Imbalan kesehatan pasca kerja (f) Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi (g) Amortisasi hak atas tanah (h) Pengakuan pendapatan (i) Amortisasi goodwill (j) Sewa pembiayaan (k) Penyesuaian konsolidasian Dayamitra (l) Assets retirement obligations (m) Amandemen dan pernyataan kembali KSO VII (s) Pajak tangguhan: Pajak tangguhan atas penyertaan yang dicatat dengan metode ekuitas dan selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (n) Pengaruh Pajak tangguhan terhadap penyesuaian ke U.652.742 38.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.S.874 34.442.T.609.190. GAAP diterapkan.771. Berikut adalah ikhtisar penyesuaian yang signifikan terhadap ekuitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 yang diperlukan seandainya U.736 (133. GAAP Jumlah penyesuaian U. kecuali dinyatakan lain) 54.213 110.907 313.309.081) 2. 2009. GAAP .S.697) 2. sebagai pengganti GAAP Indonesia.973 (20.380 (118.234 (632. dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian: Catatan Ekuitas menurut neraca konsolidasian yang disusun berdasarkan GAAP Indonesia Penyesuaian ke U.299 143 .554) (12.039 40.498) 52.435.927 (187.312) 115.861) (187.S.309.983) 2.147) (223.134) 1.453 243.S.187 (45.040 708.040 701.418.982) 2. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.885) 69.528) 123.066 (19.132) 69.S.140 32.kenaikan (penurunan) disebabkan oleh: Imbalan atas pemutusan kontrak kerja secara sukarela (a) Pembalikan penyusutan atas kapitalisasi selisih kurs (b) Laba selisih kurs . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. GAAP (lanjutan) (2) (lanjutan) b. GAAP 2010 2009 44.169 (552.

907 4.233.318.961.565 57. akhir tahun 11.892.609.923 83.597 (46.034.877 (5.185) 46.S.S. awal tahun Perubahan selama tahun berjalan: Laba bersih berdasarkan U.452.727.522.393 (6.484.462 101.489.217 18.609.T.776 (3. Ikhtisar neraca konsolidasian berdasarkan U.067.944.092.234) 4. GAAP untuk tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010.S.795) 11.847 2008 29.299 2009 9.952) 40. GAAP yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali Laba komprehensif lainnya Jumlah laba komprehensif Dampak akuisisi Distribusi Kepentingan non-pengendali. GAAP Dividen Akumulasi laba komprehensif lainnya.849) 12.115.100. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 54.401 3.115.194 (156.462) 34.615 83.930.022 46.287 12.874.067.037) (123. dan 2008 adalah sebagai berikut: Ekuitas pemegang saham.813 10. Perubahan ekuitas dan kepentingan non-pengendali berdasarkan U.668.067.055 12. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. awal tahun Perubahan selama tahun berjalan: Laba bersih berdasarkan U.759.604.217 20.140 103.515) 4.380.077 144 .299 11.294 103. GAAP (lanjutan) (2) (lanjutan) c.770) (3.077 26.035.870.067.545.000 (2.598 24.322.164 12.732.140 2010 Kepentingan non-pengendali.734 11.847 d.353.S.044 40.299 101.044 2009 34.040 49. akhir tahun 2010 40.727. bersih setelah pajak Kompensasi terminasi dini hak eksklusifitas Modal saham yang diperoleh kembali Dampak akuisisi kepemilikan non-pengendali Ekuitas pemegang saham.481.401) 9.000 (443.338 (34.694 22.604.866.961.087.202) (3. 2009.044 3.956.364.457 45.428 (18.852. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.469 118.224 (8.759.223.287 2008 9.898) 832. 2009.814) (45.481.S.741) 4.961. GAAP adalah sebagai berikut: 2010 2009 Neraca konsolidasian Aset lancar Aset tidak lancar Jumlah aset Kewajiban jangka pendek Kewajiban jangka panjang Jumlah kewajiban Ekuitas Kepentingan non-pengendali Ekuitas pemegang saham Jumlah kewajiban dan ekuitas 19.227 90.817.022 4.

299 43.643 37.786 (236.301 54. kecuali dinyatakan lain) 54.903 1.742.637 76.999 106. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.150. GAAP adalah sebagai berikut: 2010 Laba sebelum pajak konsolidasian berdasarkan U.S.603) 369.976) 61.651 145 .936 (637.779. SEC a. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.S.924 (9.733 39.758 2008 20.917.530 69. GAAP menurut tarif pajak yang berlaku Pengaruh beban yang tidak dapat dikurangkan (pendapatan yang bukan merupakan objek pajak) berdasarkan tarif pajak yang berlaku : Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala bersih Amortisasi diskonto wesel bayar dan biaya pinjaman lainnya Denda pajak Imbalan kerja karyawan Perbedaan tetap atas Unit KSO Pendapatan yang telah dikenakan PPh final Efek penurunan tarif di masa datang terhadap kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan . 2009.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S.855 248.035 24.S.S.S.670 1.416.040 5. GAAP 21.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.738) 50.442 (112. GAAP dan U. PPh (i) Rekonsiliasi antara perkiraan penyisihan PPh berdasarkan U.S.450 (167.494 40.251 5. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.509.473 (122.499.550 5.680.543) 139.776) 240.308 2009 23.579.848 363.355 429.992) 5. GAAP PPh berdasarkan U.685 6. GAAP dengan penyisihan PPh aktual berdasarkan U.305 6.bersih Lainnya Jumlah Beban penyisihan PPh berdasarkan U.

272.624 98. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.160 Tidak Lancar Penyertaan jangka panjang Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Pendapatan sambungan telepon tangguhan Lain-lain 29.008 21.T.409 29. 2009. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.182 1.559) (4.384 232.590) (292.753 21. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.125 77.844 114 1.269 25.187.776) 146 .973 335.316 362.077 20.337 26.921.394) (29.304.891.431 78.661) (4.220) Jumlah kewajiban pajak tangguhan (sebelum offset) (5.119 (41.558 28.S.382) (5.655 Total aset pajak tangguhan (sebelum offset) Kewajiban pajak tangguhan Lancar Beban dibayar di muka Tidak lancar Aset tetap Aset tidak berwujud 692.598. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.285 830 545.071.978 27.969) (4.106) (44.061 17.577 146.S.829 98.231.S.288) (5. GAAP dan U. PPh (lanjutan) (ii) Pajak tangguhan 2010 Aset pajak tangguhan Lancar Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan persediaan usang Rugi fiskal yang dapat dikompensasikan Beban yang masih harus dibayar Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Pendapatan sambungan telepon tangguhan Lain-lain 2009 349.261 18.639 17.464 308.575 3. SEC (lanjutan) a.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. kecuali dinyatakan lain) 54.

lancar Aset pajak tangguhan .disajikan setelah offset dalam neraca konsolidasian adalah sebagai berikut: Aset pajak tangguhan . 2009. bahwa posisi tersebut akan dapat dipertahankan dalam audit pajak oleh DJP. Jumlah manfaat pajak yang diakui adalah jumlah terbesar dari manfaat pajak tersebut yang mempunyai kemungkinan dapat direalisasikan lebih besar daripada lima puluh persen dalam putusan final perpajakan.tidak lancar Kewajiban pajak tangguhan .723) Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.346 (4. Perusahaan dan anak perusahaan menyimpulkan bahwa tidak terdapat dampak yang material terhadap laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun fiskal yang belum diaudit.712.346 juta.lancar Kewajiban pajak tangguhan . Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa posisi saat ini untuk tidak mengakui manfaat pajak tidak akan berubah secara signifikan dalam 12 bulan ke depan. kecuali dinyatakan lain) 54. manfaat pajak dari suatu ketidakpastian posisi pajak diakui apabila besar kemungkinan terjadi.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. PPh (lanjutan) (ii) Pajak tangguhan (lanjutan) 2010 Kewajiban pajak tangguhan bersih . langsung pada akumulasi laba komprehensif lainnya.090. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. berdasarkan pertimbangan seluruh aspek teknis dari posisi pajak tersebut. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Perusahaan dan anak perusahaan mengadopsi SFAS 158 (kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”) dan mengakui secara langsung aset pajak tangguhan yang berasal dari kewajiban masa transisi.605 (10. Berdasarkan analisis atas seluruh posisi pajak Perusahaan dan anak perusahaan yang terkait PPh yang diatur oleh SFAS 109 (kini ASC 740 “Income Taxes”). Berdasarkan FIN 48.052. kini ASC 740 “Income Taxes”) yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2007.204) 1.288) 53. GAAP dan U. (iii) Akuntansi untuk ketidakpastian PPh Perusahan dan anak perusahaan menerapkan FASB Interpretation 48 “Uncertainty in Income Tax: an Interpretation of SFAS 109” (“FIN 48”. SEC (lanjutan) a. FIN 48 mengatur penentuan apakah suatu manfaat pajak yang diklaim atau diharapkan akan diklaim dalam pelaporan pajak harus diakui dalam Laporan Keuangan.465 (5.tidak lancar 2009 504. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. 147 . Aset pajak tangguhan dari nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan berasal dari pengurangan pajak yang dapat diklaim atas pembayaran tetap bulanan kepada MGTI dan BSI untuk perhitungan PPh badan.082 5.S. serta pengakuan atas manfaat pajak yang tidak diakui tidak akan berdampak material terhadap tingkat pajak efektif untuk tahun-tahun tersebut. biaya jasa lalu dan rugi aktuaria masing-masing sebesar Rp115.148 juta dan Rp169.T.S.

2009. GAAP. GAAP dan U. Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003. Tidak ada pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk tahun fiskal 2003. Pemeriksaan pajak telah selesai dilakukan untuk seluruh tahun fiskal lainnya. 2007. Model ini menekankan pada penggunaan input nilai pasar yang dapat diobservasi yang meliputi harga forward dan spot mata uang. b.S. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. masing-masing sebagai beban bunga dan beban lain-lain dalam laporan keuangan konsolidasian. (ii) Hutang bank jangka pendek Nilai tercatat akun ini mendekati nilai wajarnya karena jangka waktu instrumen kewajiban yang singkat. kecuali dinyatakan lain) 54. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan model internal. 2007. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. (iii) Instrumen derivatif melekat Piutang dan hutang derivatif terdiri atas derivatif melekat yang diakui berdasarkan U. dan 2009 bagi Perusahaan. jika ada. 148 . (iv) Hutang jangka panjang Nilai wajar hutang jangka panjang diestimasi dengan mendiskontokan arus kas mendatang masing-masing instrumen menggunakan tingkat bunga terkini yang ditawarkan oleh bank-bank kreditur Perusahaan dan anak perusahaan untuk instrumen hutang serupa dengan jangka waktu yang setara. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. 2006.S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. SEC (lanjutan) a. dan 2009 bagi Telkomsel. Nilai wajar instrumen keuangan Metode dan asumsi berikut digunakan dalam menentukan taksiran nilai wajar tiap kelompok instrumen keuangan: (i) Kas dan setara kas dan penyertaan sementara Nilai tercatat akun ini mendekati nilai wajarnya karena jangka waktu instrumen yang singkat. 2005. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.S.S.T. Pemeriksaan pajak telah selesai dilakukan untuk seluruh tahun fiskal lainnya. PPh (lanjutan) (iii) Akuntansi untuk ketidakpastian PPh (lanjutan) Perusahaan dan anak perusahaan mencatat bunga dan denda untuk PPh kurang bayar.

329.666 3.227.831 105.849 370.036.036.734.093 74. SEC (lanjutan) b.S.467 55.518.511.323.S.423 14.119. kecuali dinyatakan lain) 54.850 7. termasuk hal-hal sebagai berikut: a.849 370. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) (v) Estimasi nilai wajar aset dan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: Nilai Nilai tercatat wajar 2010 Kas dan setara kas Penyertaan sementara Piutang derivatif Hutang derivatif Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang: Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Pinjaman penerusan Obligasi dan wesel bayar Hutang bank 2009 Kas dan setara kas Penyertaan sementara Piutang derivatif Hutang derivatif Hutang bank jangka pendek Hutang jangka panjang: Nilai perolehan penggabungan usaha tangguhan Pinjaman penerusan Wesel bayar Hutang bank 9. GAAP dan U. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.460 359. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.433 552. Taksiran nilai wajar belum tentu mengindikasikan jumlah yang akan dicatat oleh Perusahaan dan anak perusahaan pada saat pelepasan/penghentian aset dan kewajiban keuangan.913.246 3.429.553 2.972.433 552.246 3.123 15.886.S. b. 149 .347 3. 2009.507 1.326 873 43.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.805.460 359. Nilai wajar yang disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi nilai tukar mata uang di masa depan.035 1.119.778 3.507 1.136.850 1.058 74.326 873 43.295 16.376.366 3.T.098 14.553 2.615 Metode dan asumsi yang digunakan dalam menentukan taksiran nilai wajar pada dasarnya mengandung unsur pertimbangan dan memiliki berbagai keterbatasan.831 9.475 7.452 105. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.805.467 55.

787 (191.361.877 4.748) (1.145.063 15.898.246 2008 (19.216.104.898. 2009.811 4.194.874.056 5.944.224 3. GAAP Diatribusikan kepada Perusahaan Diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali Laba (rugi) yang belum direalisasi atas pemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi.S. bersih setelah pajak masing-masing sebesar Rp596 juta.448 18.484. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Rp(13.363.467 (362.777.136 173. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.056 3.423 770.597 11.428 37.194 12.679.506) (152.393 4. 2009.S.173 (1.013 Komponen akumulasi laba komprehensif lainnya yang diatribusikan kepada pemegang saham adalah sebagai berikut: 2010 Laba (rugi) yang belum direalisasi atas pemilikan efek yang tersedia untuk dijual Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi Penyesuaian atas adopsi SFAS 158 (kini ASC 715 “Compensation Retirement Benefits”): Kewajiban transisi Biaya jasa lalu Rugi aktuaria 49.901) 15.941. kecuali dinyatakan lain) 54.T.491 juta untuk tahun 2010. dan Rp2.862 17.610 17. GAAP dan U.747) juta. dan 2008 Rugi aktuaria yang belum diakui.033 2009 18.870. kewajiban transisi. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.066) 166.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.164 (30.S.117 18. Laba komprehensif 2010 Laba bersih berdasarkan U.338 31.176) 604.679.823 (99.318) 173. bersih setelah pajak Laba komprehensif Laba komprehensif diatribusikan kepada: Kepentingan non-pengendali Perusahaan Jumlah 11.S.092.956. beban jasa lalu.695 175.353.201) (1.303) 1.202 2008 10.852.325) (123.559 2009 12. SEC (lanjutan) c.324 (486.924.660 6.607) 715.013 4. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.777.975) 150 .587) (1.318.660 4.565 14.

156 151 .907 (1.498 (1.174 282.030. Imbalan kerja (i) Perusahaan a.325 24.921 744.969 83.154.366) 333.S. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.564 - (99) (367) 15.767 143. kecuali dinyatakan lain) 54.325 593.378) (343.971 284.872 695.484) (1.076.721 28.924 - 5.981 903.829) (930.622 996. GAAP dan U.460) (688) (523) (839) Jumlah beban imbalan berkala bersih setelah dikurangi jumlah yang dibebankan kepada anak perusahaan 592.T.388 694.978 283.530) (410.267 372.286. 2009.S.477 740.007 686.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.734 1. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.325 24.006 262. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.090 1.S.634 24.052 739.995 (1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.579 372.835) (589. Analisa terhadap beban imbalan berkala bersih adalah sebagai berikut: Pensiun 2010 Komponen beban imbalan berkala bersih Beban jasa Beban bunga Taksiran pengembalian aset program Amortisasi beban (laba) jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban transisi Beban imbalan berkala bersih Jumlah yang dibebankan ke anak perusahaan berdasarkan perjanjian 2009 2008 2010 Kesehatan 2009 2008 330.466 263.551 72.425) (1. SEC (lanjutan) d.718) (1.134 1.099 996.564 283.243) - - - 268.199.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.734 1.019.692 1.018.516.741.154.207.688 1.022. 2009.027 990.336) 6.924) 8.711) Jumlah yang diakui dalam neraca konsolidasian: Pensiun 2010 Aset .336) 7.589 (287.921 744.711) 152 .476 (405.418 3.980) Kesehatan 2010 (736.057) 4.143.143.236 (916.300.688 (287.174 44.713.007 686.022.005.165.lancar Kewajiban – tidak lancar 1.300.097.439 7.S. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.S.054 (736.174.078.003.090 1.110 8.167.034.231) 12.181 546. GAAP pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009: Pensiun 2010 Perubahan kewajiban imbalan Kewajiban imbalan pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Kontribusi peserta program Rugi aktuaria Pembayaran imbalan Dampak perubahan imbalan Kewajiban imbalan pada akhir tahun Perubahan aset program Nilai wajar aset program pada awal tahun Pengembalian aktual aset program Kontribusi pemberi kerja Kontribusi peserta program Pembayaran imbalan Nilai wajar aset program pada akhir tahun Status pendanaan pada akhir tahun 2009 2010 Kesehatan 2009 11.280.057) 2009 1.038) (419. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) b.439 330.975 14.199.578 9.148) 434.T.457 889. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.376 (453.974 284.181 2.924) 8.588.753.884) (473.971 42.583) 15.767 816.263 (1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.100.476 1.465 485.111 5.254 42. GAAP dan U.371 (620.742 6.651) 11.313 (264.551 1. kecuali dinyatakan lain) 54. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban imbalan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.974 (36.S.974 12.371 1.S.855.384 1.058. SEC (lanjutan) d. perubahan aset program.890.753.tidak lancar Kewajiban .634 (37.263 1.854 ) 2009 (1.165.974 83.523 (264.223 72. dan bagian lancar dan tidak lancar dari aset dan kewajiban yang diakui dalam neraca konsolidasian Perusahaan berdasarkan U.061 44.

T.5% 8% 2009 10. GAAP dan U.25% 8% 8% 8% - - - f.5% Kesehatan 2009 10.5% 2009 10. kecuali dinyatakan lain) 54. Taksiran tingkat pertumbuhan beban kesehatan pada tanggal 31 Desember 2010. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan kewajiban imbalan untuk masing-masing program pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Pensiun 2010 Tingkat diskonto Tingkat kenaikan kompensasi 9.75% 2008 12% 9.75% - e. d.7% 10. 2009. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Taksiran tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan Tingkat pertumbuhan akhir beban kesehatan Tahun tercapainya tingkat pertumbuhan akhir 8% 8% 2011 2009 10% 8% 2012 2008 12% 8% 2011 153 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. 2009.25% 9. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. SEC (lanjutan) d.50% 11.75% 8% 2010 9. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) c.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan 2008 adalah sebagai berikut: Pensiun 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program Tingkat kenaikan kompensasi 9.21% 9. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.75% 2008 12% 2010 9. 2009.S. Tanggal pengukuran yang digunakan dalam menentukan manfaat pensiun dan imbalan kesehatan adalah 31 Desember untuk setiap tahunnya.5% Kesehatan 2009 10.5% 8. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan beban imbalan berkala bersih masing-masing program untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember Desember 2010.S.

Dapen dan Yakes mempertimbangkan komposisi aset dalam investasi program. Pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program ditentukan berdasarkan tingkat pengembalian rata-rata yang diharapkan dapat diperoleh melalui aset program yang mempertimbangkan portofolio aset dan tingkat pengembalian atas aset secara individual.T. Asumsi tingkat pengembalian atas obligasi Pemerintah adalah sebesar 8% yang ditentukan berdasarkan tingkat pengembalian rata-rata saat ini atas obligasi Pemerintah yang akan jatuh tempo dalam waktu rata-rata 5 (lima) tahun. Dalam penentuan asumsi tingkat pengembalian jangka panjang. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. Tingkat diskonto ditentukan berdasarkan kisaran suku bunga obligasi pemerintah. 22 Januari 2010.7% dan 8. 2009. 2009. Penilaian aktuaria untuk program pensiun imbalan pasti dan program imbalan kesehatan pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2010.S.S. untuk menghasilkan manfaat yang termasuk di dalam proyeksi kewajiban imbalan.21%. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) g. dan 31 Maret 2009 oleh aktuaris independen. informasi pasar terkini atas tingkat pengembalian jangka panjang dan alokasi aset kini dalam kategori aset. dan 2008 dilakukan masing-masing pada tanggal 15 Maret 2011. GAAP dan U. yang mana untuk tahun 2011 mencerminkan tingkat ratarata pengembalian yang diharapkan atas dana yang telah atau akan diinvestasikan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. tingkat pengembalian historis atas aset program. kecuali dinyatakan lain) 54. Dapen dan Yakes menentukan tingkat pengembalian atas saham bursa sebesar 13% dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian historis selama 10 tahun terakhir.5% untuk Dapen dan Yakes. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. SEC (lanjutan) d. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Tingkat pengembalian jangka panjang reksa dana ditentukan berdasarkan tingkat pengembalian dari aset terkait masing-masing sebesar 13.5% yang ditentukan dengan menggunakan kurva obligasi Pemerintah dengan tambahan sebesar 2% untuk mengakomodasi tingkat risiko yang lebih tinggi.25% dan 8. Tingkat pengembalian atas obligasi korporasi adalah sebesar 8. 154 .S. Tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program Dapen dan Yakes masing-masing sebesar 9. Alokasi target ditentukan berdasarkan strategi portofolio Dapen dan Yakes. Asumsi tingkat pertumbuhan kompensasi ditetapkan berdasarkan tingkat inflasi jangka panjang dengan kisaran antara 4% dan 6%.

(lanjutan) Asumsi tingkat pertumbuhan beban kesehatan mempunyai dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan untuk program imbalan kesehatan. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. Perubahan sebesar satu persen pada asumsi tingkat pertumbuhan beban kesehatan pasca kerja akan memberikan dampak sebagai berikut: 1-persen kenaikan Pengaruh terhadap keseluruhan komponen beban jasa dan bunga Pengaruh terhadap kewajiban imbalan kesehatan pasca kerja 160.S. Dapen menerapkan diversifikasi dan pengendalian risiko untuk meminimalkan konsentrasi risiko.S. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. 2009. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) g. Aset dialokasikan berdasarkan risiko jangka panjang dan taksiran pengembalian. Tabel dibawah ini menunjukkan alokasi aset yang ditetapkan oleh Dapen: Jenis Investasi Dari Kas dan setara kas Efek berpendapatan tetap Properti Saham bursa Saham non-publik 1% 50% 0% 10% 0% Proporsi Sampai 20% 80% 15% 40% 5% Target alokasi di atas akan bervariasi sepanjang waktu dan dapat berubah jika ada perubahan yang signifikan pada kondisi perekonomian. Strategi investasi Dapen secara keseluruhan adalah untuk memperoleh suatu gabungan aset yang memungkinkan Dapen untuk memenuhi proyeksi pembayaran manfaat pensiun dengan mempertimbangkan risiko dan pengembalian. 155 .170) h. kecuali dinyatakan lain) 54. industri.268. operasional dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. GAAP dan U. SEC (lanjutan) d. Tidak terdapat konsentrasi risiko yang signifikan dalam hal sektor. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.565 1-persen penurunan (130.S.570. geografi. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Strategi portofolio Dapen menekankan pada tingkat pengembalian optimum yang ditetapkan secara tahunan dengan mempertimbangkan risiko keuangan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. atau nama-nama perusahaan.838 1.530) (1.

775 - 69.753 4.856 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.609 57.212 1.060.753 4.364 263.112 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 945.944.T.856 1.212 1.900 114. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. SEC (lanjutan) d.027 - 53.857 168.060.045 263. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.615 2.760. 2009.857 168.802 4.615 2.803.112 Efek berpendapatan tetap Surat berharga Pemerintah Indonesia Obligasi Korporasi Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana campuran Efek beragun aset dari KIK EBA Reksa dana penyertaan terbatas (”RDPT”) berbasis hutang Sub-jumlah Tanah dan Bangunan Sub-jumlah Saham bursa Reksa dana saham Sub-jumlah 5.856 - Properti Saham bursa Saham non-publik Penyertaan saham RDPT berbasis saham non-publik Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 102.364 15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.819 76.841 350.763 - 51.121 - 51.851.S.010.364 263.694 52.984 65.121 - 69.851.630 4.097.688 5.630 5.856 76.044 104.010.694 52.685.609 8.856 76.674.044 8.S. kecuali dinyatakan lain) 54. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.856 3. Nilai wajar aset program Dapen pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 berdasarkan kategori aset adalah sebagai berikut: 2010 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 945. GAAP dan U.127 102.364 8.906 76.984 65.842.324 3.674.841 263.680.685.S.516 Lainnya Jumlah 156 .900 114.813.

000 7.164.255 12.625 649.467 4.739.255 188. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.539.625 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 479.245 110.S.215 4.104 - 5.000 170. SEC (lanjutan) d.995 - - 64.625 649.682 5.625 Efek berpendapatan tetap Surat berharga Pemerintah Obligasi Korporasi Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana campuran Efek beragun aset dari KIK EBA Sub-jumlah Tanah dan Bangunan Sub-jumlah 5.181 188.707 - 193. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.967 369. kecuali dinyatakan lain) 54. Aset tersebut dinilai dengan menggunakan nilai nominalnya yang mencerminkan nilai wajarnya.104 Properti 64.967 110.108 3.870 7.995 Saham bursa Saham bursa Reksa dana saham Sub-jumlah Penyertaan saham Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 2.200 806.391.215 4.066 Lainnya Jumlah Kas dan setara kas termasuk deposito berjangka dan deposit on call dalam mata uang Rupiah. sehingga diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar.539.538 2.255 188.000 7. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.300.369.811 4.T.255 4.545. (lanjutan) 2009 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 479.S.108 3.967 110.200 806. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.308 2. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i.967 188.245 193.538 2.995 64. 2009.741.S.739.164.000 170.467 5. 157 .995 64.545. GAAP dan U.031 8.562.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.308 - - Saham non-publik 110.

nilai wajar dari efek berpendapatan tetap didasari oleh harga yang bisa diobservasi untuk aset sejenis atau yang bisa diperbandingkan. kurangnya tingkat likuiditas. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. Aset tersebut diklasifikasikan dalam level 1. RDPT berbasis hutang adalah reksa dana yang diinvestasikan pada surat berharga hutang yang diterbitkan oleh perusahaan infrastruktur. kurangnya tingkat likuiditas. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. GAAP dan U. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. Karena investasi tersebut memiliki batasanbatasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. (lanjutan) Efek berpendapatan tetap termasuk surat berharga pemerintah. Perusahaan melakukan perhitungan internal untuk mengukur nilai wajar obligasi tertentu yang nilai pasarnya tidak tersedia dengan menyesuaikan premi risiko kreditnya. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. Investasi pada properti menunjukkan kepemilikan pada tanah dan bangunan. Nilai wajar investasi ditentukan dengan menggunakan pendekatan biaya dan mempertimbangkan estimasi harga pasar dari aset sejenis. dan sifat jangka panjang dari aset maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar.T. RDPT berbasis saham non-publik adalah reksa dana yang diinvestasikan pada penyertaan saham di perusahaan pembangunan dermaga. dan sifat jangka panjang dari aset. 2. 158 . RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Saham bursa adalah investasi pada saham biasa perusahaan domestik yang terdaftar di BEI dan reksa dana tertentu. dan properti. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S. kecuali dinyatakan lain) 54. SEC (lanjutan) d. perbankan. Nilai wajar dari penyertaan saham langsung dinilai dengan menggunakan teknik pendekatan pendapatan dan pasar yang melibatkan beberapa pertimbangan yang signifikan dari manajemen. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i.S. kurangnya tingkat likuiditas. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar.S. obligasi. atau 3 pada hirarki nilai wajar. dan reksa dana tertentu. 2009. Jika tersedia. hotel. Saham non-publik terdiri dari penyertaan saham langsung dan RDPT berbasis saham non-publik. Karena tidak adanya harga kuotasi pasar. Penyertaan saham langsung dilakukan pada beberapa perusahaan domestik yang bergerak dalam industri telekomunikasi. Investasi tersebut dinilai dengan menggunakan harga kuotasi pasar dan diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. dan sifat jangka panjang dari aset.

983) 102. 2009.S. SEC (lanjutan) d. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.000) 53.000) 350.000 116.995 110. j.516 159 .S. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) i. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.793 76.343) 122.T.984 901 116. (lanjutan) Aset lainnya terutama terdiri dari kupon atas surat berharga.775 5. Mutasi selama periode berjalan atas nilai wajar aset program yang pengukurannya menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi dan RDPT berbasis saham non-publik yang informasi NAB per unit penyertaannya tidak tersedia untuk umum (level 3): 2010 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Penyertaan saham Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2009 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada tanggal pelaporan Pembelian Transfer keluar dari level 3 Saldo akhir per 31 Desember 2010 Properti Reksa dana Jumlah 193. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 54.793 (50.S. GAAP dan U.856 (7.068 6.104 64.329) (50.967 - 369.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Kupon tersebut diklasifikasikan dalam level 1 atau 2 pada hirarki nilai wajar berdasarkan klasifikasi surat berharga tersebut.066 - - - - - (89.901 (91.

DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Yakes menerapkan diversifikasi dan pengendalian risiko untuk meminimalkan konsentrasi risiko. industri.995 (19.436 7.940 Penyertaan saham 130.967 (8. kecuali dinyatakan lain) 54.S. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) j. Strategi portofolio Yakes menekankan pada tingkat pengembalian optimum yang ditetapkan secara tahunan dengan mempertimbangkan risiko keuangan. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. operasional dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. 160 .055 64.370) 50.000 369. geografi. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.000 193. GAAP dan U. Tabel dibawah ini menunjukkan alokasi aset yang ditetapkan oleh Yakes: Jenis Investasi Dari Kas dan setara kas Efek berpendapatan tetap Saham bursa Properti Saham non-publik 1% 40% 10% 0% 0% Proporsi Sampai 20% 85% 40% 15% 10% Target alokasi di atas akan bervariasi sepanjang waktu dan dapat berubah jika ada perubahan yang signifikan pada kondisi perekonomian.066 k. 2009.T.S.S. Tidak terdapat konsentrasi risiko yang signifikan dalam hal sektor.104 3. Aset dialokasikan berdasarkan risiko jangka panjang dan taksiran pengembalian. atau namanama perusahaan. SEC (lanjutan) d.121 Jumlah 327. (lanjutan) 2009 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2008 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada Tanggal pelaporan Pembelian Saldo akhir per 31 Desember 2009 135. Strategi investasi Yakes secara keseluruhan adalah untuk memperoleh suatu gabungan aset yang memungkinkan Yakes untuk memenuhi proyeksi pembayaran klaim biaya pengobatan dengan mempertimbangkan risiko dan pengembalian.154) 110. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.375 Properti 61.729 50.

kecuali dinyatakan lain) 54.140 23.766 1.401 887.152 8. 2009.730 Lainnya Jumlah 161 . TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.362 157. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.104.010 Efek berpendapatan tetap Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana terproteksi Reksa dana campuran RDPT berbasis hutang Sub-jumlah Saham bursa Reksa dana saham Reksa dana berbentuk KIK penyertaan terbatas berbasis saham Sub-jumlah Saham bursa 54.733 887.152 15.561.166 54.933.030 6.830 1.152 15.010 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) 3.900 1.616.405 65. GAAP dan U.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.005.053 15.152 4.900 1.209 1.262 117.864 Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) 45.S.166 - Saham non-publik Penyertaan saham RDPT berbasis saham non-publik Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 6. Nilai wajar aset program Yakes pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 berdasarkan kategori aset adalah sebagai berikut: 2010 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 778.864 3.600 54. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. SEC (lanjutan) d.857 72. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.293 3.590 217.590 217.468 - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 778.158.468 45.S.S.752.T.540.362 157.240 439.240 439.830 1.752.262 15.166 1.561.140 23.332 5.857 72.218.405 65.607.218. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) l.209 3.271.

2009.603 737.540.867 4.450.466 Lainnya Jumlah 162 .207 23. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.656 - 26.890 372.682 213.259 - 372.022.978 6.092 1.690 211. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) l.642 65.187.850 - - 5.207 5.047 1.978 23.688 737.664.536.690 211.S.682 213.628. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.383 - 26. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S.259 - Saham bursa Sub-jumlah Saham non-publik Penyertaan saham Sub-jumlah Lainnya Sub-jumlah 965. SEC (lanjutan) d.207 5.S.978 23.890 2.935 362.141 2.628.207 31.656 5.867 2. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.960 227.850 965.935 362.625 Efek berpendapatan tetap Surat berharga Pemerintah Obligasi Korporasi Reksa dana pendapatan tetap Reksa dana terproteksi Reksa dana campuran Rekasa dana berbentuk KIK penyertaan berbasis hutang Sub-jumlah Saham bursa Reksa dana saham 1.273 848.263 23.092 65.978 3.450. GAAP dan U.625 Input signifikan yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) - Kelompok Kas dan setara kas Kategori aset Deposito rupiah Deposits on Call Sub-jumlah Jumlah 150.960 227.536. kecuali dinyatakan lain) 54.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.047 1. (lanjutan) 2009 Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset yang identik (level 1) 150.T.273 822.

SEC (lanjutan) d. Investasi tersebut dinilai dengan menggunakan harga kuotasi pasar dan diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar. kurangnya tingkat likuiditas. kecuali dinyatakan lain) 54. 2009. nilai wajar dari efek berpendapatan tetap didasari oleh harga yang bisa diobservasi untuk aset sejenis atau yang bisa diperbandingkan. 163 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Efek berpendapatan tetap terdiri dari surat berharga Pemerintah. Nilai wajar dari investasi ini dinilai dengan menggunakan pendekatan biaya. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S.S. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Kupon tersebut diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar berdasarkan klasifikasi surat berharga tersebut. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. kurangnya tingkat likuiditas. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.S. obligasi Korporasi. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) l. RDPT berbasis saham non-publik adalah reksa dana yang diinvestasikan pada penyertaan saham di perusahaan pembangunan dermaga. dan sifat jangka panjang dari aset.T. GAAP dan U. Aset tersebut diklasifikasikan dalam level 1 atau 2 pada hirarki nilai wajar. Untuk itu obligasi tersebut diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. Aset lainnya terutama terdiri dari kupon atas surat berharga. dan sifat jangka panjang dari aset. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. Saham bursa adalah investasi pada saham biasa perusahaan domestik yang terdaftar di BEI dan reksa dana tertentu. dan reksa dana. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. Jika tersedia. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. Aset tersebut dinilai dengan menggunakan nilai nominalnya yang mencerminkan nilai wajarnya. Saham non-publik terdiri dari 100% penyertaan saham langsung pada perusahaan farmasi yang baru didirikan dan RDPT berbasis saham non-publik. RDPT berbasis hutang tertentu merupakan reksa dana yang diinvestasikan pada obligasi Korporasi dan Pemerintah. Perusahaan melakukan perhitungan internal untuk mengukur nilai wajar dari beberapa obligasi yang nilai pasarnya tidak tersedia dengan menyesuaikan premi risiko kredit masingmasing. (lanjutan) Kas dan setara kas termasuk deposito berjangka dan deposit on call dalam mata uang Rupiah. sehingga diklasifikasikan dalam level 1 pada hirarki nilai wajar.

207 Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2008 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada tanggal pelaporan Pembelian Saldo akhir per 31 Desember 2009 Jumlah 2. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.T.466 164 .259 208 4.468 117.325 1. kecuali dinyatakan lain) 54.405 (143) 66.000 26. 2009. Mutasi selama periode berjalan atas nilai wajar aset program yang pengukurannya menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi dan RDPT berbasis hutang dan saham non-publik yang informasi NAB per unit penyertaannya tidak tersedia untuk umum (level 3): 2010 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Penyertaan saham Obligasi Saldo awal per 31 Desember 2009 Pengembalian aktual aset program: Aset terjual selama periode berjalan Aset masih dimiliki pada tanggal pelaporan Pembelian (penjualan) Transfer ke dalam level 3 Saldo akhir per 31 Desember 2010 Reksa dana Jumlah 26.467 28. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.999 5.999 31.259) - 1.466 (26.730 2009 Pengukuran nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Penyertaan saham 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) m.207 31. SEC (lanjutan) d.S. GAAP dan U.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S.000 45.468 111.259 24.198 6.741 45.055 39. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.259 5.

2009. perubahan aset program dan bagian jangka pendek dan jangka panjang kewajiban yang diakui pada neraca Telkomsel berdasarkan U.958 40.000juta (ii) Telkomsel a.935 (14.344 458 69.S.480 165 . Imbalan kerja (lanjutan) (i) Perusahaan (lanjutan) n.433) 24 2. Taksiran kontribusi yang akan dibayarkan oleh Perusahaan di tahun 2011 untuk program pensiun imbalan pasti sebesar Rp192. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.031 (1.569 (13.S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.480 50.028 180.307 2009 40.033) 715.939 b.857 2008 43. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. GAAP dan U. kecuali dinyatakan lain) 54.285 42.108) 451.807juta dan program imbalan kesehatan pasca kerja sebesar Rp360.285 (18.209 458 63.314 39. SEC (lanjutan) d.843 458 84. Program pensiun 2010 Beban jasa Beban bunga Taksiran tingkat pengembalian aset program Amortisasi beban jasa lalu Rugi aktuaria yang diakui Amortisasi kewajiban transisi Beban pensiun berkala bersih 50.028 (19.067 47.314 39.568) 24 5. Tabel berikut ini menyajikan perubahan kewajiban.S.067 47.T. GAAP pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009: 2010 Perubahan kewajiban pensiun Kewajiban pada awal tahun Beban jasa Beban bunga Rugi aktuaria Pembayaran pensiun Kewajiban pada akhir tahun 451.113) 24 5.S. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.477 2009 330.112 34.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

611 61.611 (265.112 (1. Imbalan kerja (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) b.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.S.jangka panjang c.S.378 45.518) (430. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.284 (437.193) 157.052) Penilaian aktuaria untuk program pensiun dilakukan oleh aktuaris independen. GAAP dan U.869) Jumlah yang diakui dalam neraca: 2010 Kewajiban .586) 41.328 (14.jangka pendek Kewajiban .033) 278.108) 185. 166 .675) 2009 (6. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.S. (lanjutan) 2010 Perubahan aset program pensiun Nilai wajar aset program pensiun pada awal tahun Pengembalian aktual atas aset program pensiun Kontribusi pemberi kerja Pembayaran Nilai wajar aset program pensiun pada akhir tahun Status pendanaan pada akhir tahun 2009 185.T. (6. SEC (lanjutan) d.817) (259.193 (11. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. kecuali dinyatakan lain) 54. Tanggal pengukuran yang digunakan untuk menentukan manfaat pensiun untuk program pensiun adalah tanggal 31 Desember setiap tahunnya. 2009.

742 1. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan kewajiban imbalan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Tingkat kenaikan kompensasi 9% 8% 2009 10.T.334 828. GAAP dan U. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. dan 2008 adalah sebagai berikut: 2010 Tingkat diskonto Taksiran tingkat pengembalian jangka panjang aset program pensiun Tingkat kenaikan kompensasi 9% 2009 10.5% 2008 12% 9% 8% 10.359 926.320 853.5% 8% e.683 238. 2009. (iii) Perkiraan pembayaran imbalan Perkiraan pembayaran imbalan oleh Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: Pensiun Kesehatan 2011 2012 2013 2014 2015 2016 .S. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.725 1. perusahaan asuransi milik negara (Catatan 40a.062 167 .503. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menentukan beban pensiun berkala bersih pada tanggal 31 Desember 2010. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.434.997 250.S.475 219.2020 699.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.S.2). kecuali dinyatakan lain) 54. Imbalan kerja (lanjutan) (ii) Telkomsel (lanjutan) d. 2009.103 228.5% 8% 12% 9% Program pensiun Telkomsel dikelola oleh Jiwasraya.112.961 9. SEC (lanjutan) d.044 263.

324) 711.619 Imbalan pasca kerja lainnya 22.994 (3.733 374.655 114.325 24. GAAP dan U.346 Kewajiban transisi.467) 553.767 133.621.888 Imbalan pensiun Kewajiban transisi Beban jasa lalu Rugi (laba) aktuaria Jumlah 2.892 11.145.301 Imbalan kesehatan pasca kerja 24.678 Jumlah 99. 2009. SEC (lanjutan) d.068 82.497.242 87.205) 826.144 2009 Imbalan kesehatan pasca kerja 121.325 24.216.624 (75.832 1.S.S.773) 45.659 84.869 (213.881) 115.234 Pajak tangguhan 708 381.849 4. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.456 1.299 268.201 1. Imbalan kerja (lanjutan) (iv) Jumlah yang diakui sebagai akumulasi laba komprehensif lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 terdiri dari: 2010 Imbalan kesehatan pasca kerja 97.886 8.900 Bersih setelah pajak 99.T.607 (715.767 248.957 18.527.224) 331.137 Jumlah 24.623 340.320 365. kecuali dinyatakan lain) 54.314 Bersih setelah pajak 123.296.800 (1.231) 169.476 (928.536 1.712 14. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.851 Imbalan pasca kerja lainnya 29.479 286.197 Pajak tangguhan 634 405.325 Imbalan pasca kerja lainnya 6.658) 304.598.763 168 .698) 723.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.748 1.176 (604.567 (895.S.391 (290.053 Imbalan pensiun Kewajiban transisi Beban jasa lalu Rugi (laba) aktuaria Jumlah 2.817 (937.580) 563. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.133 155.069 Jumlah 124. beban jasa masa lalu dan rugi aktuaria bersih tercakup dalam akumulasi laba komprehensif lainnya pada tanggal 31 Desember 2010 dan diperkirakan diakui pada beban periodik bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Pensiun Kewajiban transisi Beban jasa lalu Rugi (laba) aktuaria Kotor sebelum pajak Pajak tangguhan Bersih sesudah pajak 298 333.835 1.

dan 2015.S.553 610. 2013. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.821 57.890 juta.927 juta. kendaraan.467 169 .467 - - 2.600 254.269 juta masing-masing untuk tahun 2011.803 juta.585. dan Rp1.962 552.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. SEC (lanjutan) e. kecuali dinyatakan lain) 54. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan anak perusahaan mencatat beban sewa untuk tanah.T. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. dan 2008. Beberapa anak perusahaan melakukan perjanjian sewa kantor yang tidak dapat dibatalkan.317 juta. 2009. bangunan. Pengukuran nilai wajar Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dari instrumen keuangan yang diukur dengan nilai wajar dan RDPT berbasis hutang yang informasi NAB per unit penyertaannya tidak tersedia untuk umum: 31 Desember 2010 Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan menggunakan Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset atau kewajiban yang identik (level 1) Input signifikan lainnya yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Saldo Aset Surat berharga Diperdagangkan Surat berharga tersedia untuk dijual Piutang derivatif Jumlah 50 50 - - 370.553 922. 2012.066.383 552.467 2. GAAP dan U.271 juta. dan infrastruktur telekomunikasi masing-masing sejumlah Rp1. 2014. Rp65.467 2. f.871 254. Rp68.600 57. Pembayaran sewa minimum per tahun untuk lima tahun ke depan sebesar Rp66.972. dan Rp12.S.986 57. Sewa operasi Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Rp2. Rp16.887 juta.S. 2009.587 juta. peralatan kantor. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U.515 Kewajiban Hutang derivatif Jumlah 2.

T.036.S.S.064 354.594 (179) 73 2.036.869 - 254.125) 988.S.036.962 610. 2009.833 873 873 53 104.326 482.557 887.467 Level 3 2009 47. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. kecuali dinyatakan lain) 54.191) (354.326 1.036.515 873 106 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U.326 873 873 Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk instrumen keuangan yang diukur dengan nilai wajar menggunakan input signifikan yang tidak dapat diobservasi pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Level 3 2010 Piutang derivatif dan reksa dana Saldo 1 Januari Bagian dari laporan laba rugi konsolidasian Laba yang direalisasi Laba (rugi) yang belum direalisasi Penambahan aset Penambahan beban operasional dan pemeliharaan Transfer ke dalam (keluar) level 3 RDPT Saldo 31 Desember Hutang derivatif Saldo 1 Januari Bagian dari laporan laba rugi konsolidasian Rugi yang direalisasi Rugi (laba) yang belum direalisasi Penambahan (pengurangan) aset Penambahan (pengurangan) beban operasional dan pemeliharaan Saldo 31 Desember 1.638 254.454 1.638 - 1.819 57.282 1.395.816 104.326 1. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.560 1.843 1. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.773) 895.326 (897. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) 31 Desember 2009 Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan menggunakan Harga kuotasi di pasar aktif untuk aset atau kewajiban yang identik (level 1) Input signifikan lainnya yang dapat diobservasi (level 2) Input signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) Saldo Aset Surat berharga diperdagangkan Surat berharga tersedia untuk dijual Piutang derivatif Jumlah Kewajiban Hutang derivatif Jumlah 53 359.769 (889. SEC (lanjutan) f.036.379) (483. GAAP dan U.158 (481.127) (31) 873 170 .

Karena tidak aktif diperdagangkan di pasar yang aktif.S.S. kurangnya tingkat likuiditas. Pada tanggal neraca tidak terdapat aset dan kewajiban non-keuangan yang dicatat dengan menggunakan nilai wajar. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan model internal. Penyesuaian nilai wajar untuk aset dan kewajiban non-keuangan tersebut dilakukan hanya dalam kondisi tertentu (misalnya ketika terdapat bukti penurunan nilai). RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) Penyertaan sementara terutama terdiri dari saham. kecuali dinyatakan lain) 54. Piutang dan hutang derivatif yang termasuk dalam level 3 meliputi kontrak pengadaan yang mengandung instrumen derivatif valuta asing melekat. FASB mengeluarkan ASU 2009-13 “Revenue Recognition (Topic 605)” (“ASU 2009-13”). Obligasi Korporasi dan Pemerintah dicatat pada nilai wajar menggunakan basis surat berharga sejenis pada tanggal neraca. Karena investasi tersebut memiliki batasan-batasan dalam hal penjualan (seperti batasan transfer dan batasan periode awal) dan aktivitas yang bisa diobservasi untuk investasi tersebut terbatas. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. 171 . ASU 2009-13 memberikan hirarki penentuan harga penjualan dari suatu penyerahan apakah menggunakan vendor specific objective evidence (VSOE) jika tersedia. atau menggunakan estimasi harga penjualan jika VSOE maupun bukti dari pihak ketiga tidak tersedia. RDPT berbasis hutang adalah reksa dana yang diinvestasikan pada obligasi Korporasi dan Pemerintah. ASU 2009-13 memberikan pedoman akuntansi bagi multiple deliverable arrangement untuk memudahkan perusahaan dalam mencatat barang atau jasa secara terpisah bukan sebagai unit gabungan. reksa dana serta obligasi Korporasi dan Pemerintah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.S. ASU 2009-13 berlaku efektif untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah 15 Juni 2010 dan diterapkan secara prospektif. dan sifat jangka panjang dari aset.S. GAAP dan U. Piutang dan hutang derivatif terdiri atas derivatif melekat yang diakui berdasarkan U. Model ini menekankan pada penggunaan input nilai pasar yang dapat diobservasi yang meliputi harga forward dan spot mata uang. 2009. Saham dan reksa dana yang tersedia di pasar aktif dicatat pada nilai wajar menggunakan harga kuotasi pasar dan diklasifikasikan sebagai level 1.T. maka investasi ini diklasifikasikan dalam level 3 pada hirarki nilai wajar. bukti dari pihak ketiga jika VSOE tidak tersedia. GAAP. Standar akuntansi baru di Amerika Serikat Pada bulan Oktober 2009. SEC (lanjutan) f. surat berharga ini diklasifikasikan sebagai level 2. g. Penilaian atas investasi ini membutuhkan pertimbangan yang signifikan dari manajemen mengingat tidak adanya harga kuotasi pasar. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.

“Software (Certain Revenue Arrangements That Include Software Elements)” (“ASU 2009-14”). Penerapan dini ASU 2010-29 diperkenankan.S. Perusahaan dan anak perusahaan sedang mengevaluasi dampak penerapan standar diatas terhadap laporan keuangan konsolidasian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. FASB mengeluarkan ASU 2010-29. entitas tersebut harus mengungkapkan pendapatan dan penghasilan dari entitas yang dikombinasikan seolah-olah penggabungan usaha yang terjadi selama tahun berjalan sudah terjadi pada awal periode laporan tahunan sebelumnya yang diperbandingkan. “Business Combination (Topic 805). FASB mengeluarkan ASU 2009-14.S. Penerapan dini ASU 2009-14 diperkenankan. ASU 2010-29 berlaku efektif secara prospektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya pada atau sesudah permulaan periode pelaporan tahunan pertama yang dimulai pada atau setelah 15 Desember 2010. When to Perform Step 2 of the Goodwill Impairment Test for Reporting Units with Zero or Negative Carrying Amounts (a consensus of the FASB Emerging Issues Task Force)”. “Intangibles – Goodwill and Other (Topic 350). Pada bulan Desember 2010. Tahap 2 pengujian penurunan nilai goodwill sebagaimana diatur dalam ASC 350-20-35.S. jika ada. ASU 2010-29 menyatakan bahwa jika suatu entitas publik menyajikan laporan keuangan komparatif. Intangibles – Goodwill and Other. (“ASU 2010-29”). Disclosure of Supplementary Pro Forma Information for Business Combinations (a consensus of the FASB Emerging Issues Task Force)”. Penerapan dini ASU 2010-28 tidak diperkenankan untuk perusahaan publik. ASU 2010-28 berlaku efektif untuk laporan keuangan yang diterbitkan pada tahun-tahun fiskal dan periode-periode interim yang dimulai setelah 15 Desember 2010. 172 . yang mengharuskan entitas untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya indikasi penurunan nilai goodwill untuk setiap unit pelaporan dengan nilai tercatat 0 (nol) atau negatif. Standar akuntansi baru di Amerika Serikat (lanjutan) Pada bulan Oktober 2009. ASU 2009-14 berlaku efektif untuk kontrak pendapatan yang terjadi atau diubah secara material untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah tanggal 15 Juni 2010 dan diterapkan secara prospektif. GAAP dan U. kecuali dinyatakan lain) 54. Pada bulan Desember 2010. ASU 2010-28 memodifikasi pengujian penurunan nilai goodwill untuk unit pelaporan dengan nilai tercatat 0 (nol) atau negatif yang terdapat dalam Topic 350. (“ASU 2010-28”). 2009. FASB mengeluarkan ASU 2010-28. ASU 2009-14 memberikan pedoman akuntansi atas kontrak pendapatan yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. ASU 2010-29 juga mengharuskan pengungkapan pro forma tambahan berupa deskripsi sifat dan jumlah penyesuaian pro froma yang material dan tidak berulang yang secara langsung teratribusi terhadap kombinasi bisnis yang dilaporkan dalam pendapatan dan penghasilan pro forma.T. Jika terdapat indikasi penurunan nilai. GAAP (lanjutan) (3) Pengungkapan tambahan atas laporan keuangan konsolidasian yang dipersyaratkan oleh U. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA GAAP INDONESIA DENGAN U. SEC (lanjutan) g. Intangibles – Goodwill and Other: Goodwill. harus dilakukan untuk mengukur jumlah kerugian penurunan nilai goodwill.

386) 29.349 (272.106) (237.944) (2.390.826 2008 10.759 401.525 (20.622 (4.458 (106.755) 24.546.095.465 (671.978 (355.207) (185.422) 658.758.763 12.751 398.679) 223.928.565.673.077) (19.035 109.641 (62.542 4.671.113 (198.576 (5.852 (310.035.604 11.T.032 (29.201) (944.987 (621.882.797 5.481) 1.471) 15.001) (742.811.551.159) 1.768) (93.834) 1.746) (1.631 (751.084.113 (6.150) 64.643 (480.786 13.575 16.885 (768.489.553.928 (462.749 85.221.053.068) 1. kecuali dinyatakan lain) 55.333.296) 13.164 90.775) (333.288) 448.681) 35.356 17.404.778 29.588 1.313 (95.398.715 13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) P.818 16.760 5.659 (11.412.704 6.142.382 (18.313 (1.072 (841.285 775.799) 471. 2009.965 (5.764 27.999 2009 11.988) (108. DAN 2008 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010.123 4.002) (448.243.508.289) (909.829.021 18.594 (421.463) 348.162) (307.139 24.629) (50.259) 388.169) 2.638) (10.450 (8.536.485 13.505) 21.987) 29.226 (122.826. REKONSILIASI LABA BERSIH KE KAS BERSIH YANG DIPEROLEH DARI KEGIATAN OPERASI Tabel berikut ini menyajikan rekonsiliasi dari laba bersih ke arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi berdasarkan SFAS 95: 2010 Laba bersih berdasarkan GAAP Indonesia Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih menjadi kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi: Penyusutan aset tetap (Laba)/rugi dari penyelesaian awal atas PBH Pendapatan bunga Beban bunga Rugi (laba) selisih kurs Bagian (laba) rugi bersih perusahaan asosiasi Rugi (laba) penjualan aset tetap Hasil dari klaim asuransi Amortisasi goodwill dan aset tidak berwujud lainnya Amortisasi pendapatan tangguhan Amortisasi beban tangguhan Penyisihan piutang ragu-ragu dan persediaan usang Beban PPh Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Perubahan aset dan kewajiban: Piutang usaha Piutang lain-lain Persediaan Pajak dibayar di muka Beban dibayar di muka Uang muka dan aset tidak lancar lainnya Hutang usaha Hutang lain-lain Hutang pajak Beban yang masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang muka pelanggan dan pemasok Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya yang masih harus dibayar Beban LSA yang masih harus dibayar Beban imbalan kesehatan pasca kerja yang masih harus dibayar Pembayaran bunga Penerimaan bunga Pembayaran PPh Penerimaan tagihan restitusi pajak Jumlah penyesuaian Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 11.925 173 .363) (293.039 4.203) (1.810 (230) (226.755 573.983) 96.693) 258.345.481) 109.354) 1.644.638 524.942) 18.248) 659.045) 419.402 220.069.185.035) 28.641.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->