P. 1
reservasi

reservasi

|Views: 165|Likes:
Published by aulia_nisa98

More info:

Published by: aulia_nisa98 on Sep 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2012

pdf

text

original

Tugas utama reservation staff adalah mencatat dan memproses seluruh pemesanan kamar secara akurat sekaligus mempromosikan

produk hotel serta menciptakan & menjaga citra hotel yang baik melalui pemberian pelayanan yang maksimal. Adapun rincian tugas reservation staff yaitu: 1. Menjual produk hotel dengan cara melakukan tehnik penjualan 2. Mempromosikan produk dan fasilitas hotel 3. Mempertahankan pengetahuan tentang produk dan pelayanan yang ada di hotel seperti harga & fasilitas promosi, harga khusus dll 4. Menjalin hubungan yang baik dengan tamu serta mengantisipasi kebutuhan tamu 5. Mencatat dan memproses pemesanan yang dilakukan dengan berbagai macam media 6. Menerima pemesanan kamar yang ada dalam daftar tunggu (waiting list) 7. Memproses perubahan pemesanan kamar 8. Mencatat metode pembayaran yang sudah di atur khusus untuk tamu rombongan dan konvensi 9. Melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari tamu no show 10. Meminta persetujuan FOM atau finance manager untuk pemesanan kamar yang menginginkan pembayaran kredit 11. Membuat laporan reservasi 12. Mengarsip data pemesanan kamar secara aku Hotel Reservation Hotel yang berarti Sistem Informasi Reservasi Perhotelan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang menawarkan suatu jasa dalam hal pendataan administrasi pada Reservasi perhotelan yang sangat memerlukan ketepatan mekanisme dan penataan yang terorganisir agar data dapat terkemas dan terjaga keamanannya dengan baik dalam bentuk database. Database tersebut dibuat dengan tujuan agar proses kerja lebih optimal dan dapat dilakukan secara cepat dan tepat dengan tingkat kesalahan yang dapat diminimalisasi. Kantor Depan adalah cermin dari kualitas hotel untuk pertama kali bagi tamu saat memasuki suatu Hotel, untuk itu kesiapan, kesigapan, ketepatan serta kemampuan semua karyawan di bagian kantor depan dalam menjalankan fungsi tugas dan tanggung jawabnya sangatlah menentukan dalam memberikan impresi baik maupun kurang baik atau buruk pada para tamu Hotel sebelum para tamu tersebut mendapatkan pelayanan dan pengalaman yang lainnya saat mereka dating untuk menginap maupun tidak di suatu Hotel. Ingat ada dorongan motivasi berupa slogan bagi karyawan kantor depan sebagai berikut: “ WE DO NOT HAVE A SECOND CHANCE TO GIVE GOOD IMPRESSION TO OUR GUESTS ” (Kita tidak pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk memberikan impresi yang baik kepada para tamu kita). Kantor depan hotel(front office) secara operasional berhubungan dengan tamu dan area kerjanya tidak jauh dari lobby, daerah yang paling ramai hilir mudik tamunya, oleh sebab itu bagian ini disebut dengan bagian front office. Kantor depan hotel merupakan salah satu bagian dari hotel

yang paling penting dalam hal mewujudkan tujuan yang akan dicapai oleh hotel. Tujuan dari kantor depan hotel adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan tingkat hunian kamar serta pendapatan hotel dari tahun ke tahun 2. Meningkatkan jumlah tamu langganan 3. Memenuhi kebutuhan dan kepuasan tamu secara baik, tepat dan cepat kepada tamu 4. Membentuk citra hotel yang positif Kantor depan hotel memiliki fungsi dalam mewujudkan tujuan dari hotel, fungsi tersebut dilakukan oleh petugas kantor depan sehari-hari, adapun fungsifungsi tersebut adalah: a. Menjual kamar, kegiatan yang dilakukan antara lain: menerima pemesanan kamar, melakukan pendaftaran tamu, memblok kamar b. Memberikan informasi mengenai seluruh produk, fasilitas, pelayanan dan aktivitas yang ada di hotel maupun diluar hotel c. Mengkoordinasikan kepada bagian lain yang terkait dalam rangka memenuhi keinginan tamu serta memberikan pelayanan yang maksimal d. Melaporkan status kamar yang terkini e. Mencatat, memeriksa pembayaran tamu serta menangani rekening tamu f. Membuat laporan yang dibutuhan oleh hotel g. Memberikan pelayanan telekomunikasi untuk tamu h. Memberikan pelayanan barang bawaan tamu i. Menyelesaikan keluhan tamu Selain mempunyai fungsi yang penting, front office juga berperan penting dalam hal pelayanan dan pencapaian tujuan hotel yakni memberikan pelayanan yang diharapkan oleh tamu, membentuk citra hotel dan pendapatan yang maksimal. Peranan itu antara lain: a. Pemberi informasi Petugas kantor depan diharapkan mampu memberikan informasi yang jelas, benar dan cepat tentang produk, fasilitas, aktivitas, pelayanan yang ada di hotel maupun di luar hotel, informasi yang diberikan tidak hanya terbatas untuk tamu tetapi informasi yang dibutuhkan oleh kolega/teman sejawat lainnya. b. Penjual(sales person) Petugas kantor depan diharuskan mempunyai jiwa menjual, selain dikarenakan fungsi utama menjual produk hotel, bagian ini adalah bagian yang sering berhubungan langsung dengan tamu hotel.c. Wakil manajemenPetugas kantor depan dalam keadaan tertentu dapat berperan sebagai wakil manajemen untuk mengatasi/menyelesaikan masalah yang timbul di luar jam kerja manajemen.d. Penyimpan dataSumber data kegiatan hotel banyak berasal dari laporan yang dibuat oleh petugas kantor depan dan penyimpanan data tersebut juga di bagian kantor depan, oleh sebab itu data yang dibuat dan disimpan harus selalu terkini, sehingga manajemen dapat membuat keputusan dan kebijakan yang tepat untuk masa yang akan datange. DiplomatisPetugas kantor depan pada situasi dan kondisi tertentu diharapkan mampu melakukan tindakan secara diplomatis sehingga dapat menjaga hubungan yang baik dengan tamu dan pihak lain.f. Pemecah masalahPetugas kantor depan diharapkan dapat memecahkan masalah yang dialami oleh tamu, tak terkecuali masalah yang berasal dari bagian lain.g. HumasPetugas kantor depan berperan secara baik, aktif dalam berhubungan dengan tamu dan masyarakat sekitar agar terjadi hubungan yang harmonis dan berdampak pada pembentukan citra hotel yang baik.

Naskah Pidato Bahasa Inggris tentang Pendidikan
Bahasa Inggris Assalamualaikum wr wb. With all due respect to the honorable judges representing, to all of the teachers here attending, and to all of the audiences, ladies and gentlemen, good morning everyone! First of all, let us thank Allah SWT which because of His blessings, we all can gather here on this event. Shalawat and prayer we will say to our greatest prophet, Muhammad SAW, his family, his friends, and all of his followers. Amen! In this opportunity, I would like to tell you my speech about education. The growing quantity of school age children and a large fast growing of each education graduates, were not followed by the enough and fast addition of infrastructure and education facilities. It causes problems for the government to provide "education and teaching" for all citizens as mandated by Basic State Law. This issue is crucial because we have the various levels of social-economic-cultural differences. Then for the first time, the application of Repelita (rencana pembangunan lima tahun or five years development planning) with emphasis on economic development is seen as the foundation for other aspects of national development. In education reform focused attention on efforts to repair and increase the quality of regulation and the opportunity to education. Concerning about this, it is so hard to achieve only if we use a conventional way of the technology and communication, information, radio and television. In 2007 the government has set a national budget for education of 20% for primary, junior secondary and senior secondary school. Programs and activities that are not made solely on the basis of growing number of school buildings, teachers, books and others. We can identify several alternatives, as follows: 1. Adding the capacity of high school that applied together with the addition of new schools. 2. Increasing the capacity of private schools. 3. Development of open schools with the media of correspondence, modules, radio broadcasting, television and others. 4. The establishment of the practical skills courses outside of school for society. Ki Hajar Dewantara (1889-1959) was an educational figure who established education institution in the Taman Siswa. He was familiar with the philosophy of "tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada". Dewantara classify education goal with the term of "tri-nga" (three “nga”, as “nga” is the last letter in the Javanese alphabet). The first "Nga" is "ngerti"(understanding or intellectual aspects), The second "Nga" is "ngrasa" (experiencing or affection aspects), And the third "nga" is "nglakoni" (or aspects of teaching psychomotoric). Formulate educational goals that include aspects of cognitive, affective, and psychomotor. According to Dewantara, it is the right of each person to set himself, therefore teaching must educate children to become independent in mind, thought and energy. Teaching should not only focus on intellectual mind because it can separate the educated people with others. Finally, I hope the Indonesian people to improve and achieve more and create child-students more productive, creative, innovative and useful for the nation and country, creating high quality human resources that can be independent and meet the needs of universe.

Bahasa Indonesia Pertambahan anak umur sekolah yang cepat dan pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yang besar, tapi tidak diikuti penambahan prasarana dan sarana pendidikan yang cepat dan memadai, menimbulkan masalah bagi pemerintah untuk memberikan “pendidikan dan pengajaran” pada semua warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang- undang Dasar. Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yang luas dan terpencar dengan tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural berbeda. Ketika itu untuk pertama kali pelaksanakan REPELITA dengan tekanan pada pembangunan ekonomi yang dipandang sebagai landasan bagi aspekaspek lain dari pembangunan nasional. Dalam pembaruan pendidikan perhatian difokuskan pada upayaupaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta penataan kesempatan mendapat pendidikan. Mengenai yang terakhir ini sulitlah dicapai bila hanya melalui cara-cara konvesial yaitu memanfaatkan teknologi komunikasi dan teknologi ,informasi radio dan televisi. Pada tahun 2007 pemerintah telah menetapkan APBN untuk pendidikan sebesar 20% bagi SD, SLTP dan SLTA. Program dan kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata atas dasar pertambahan jumlah gedung sekolah, guru, buku dan lain-lain.

Alternatif yang didentifikasikan adalah : 1. Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru 2. Peningkatan daya tampung sekolah- sekolah swasta 3. Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespodensi, modul, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain 4. Pembukaan kursus- kursus ketrampilan praktis diluar sekolah sebagai jalur penyaluran kemasyarkat.. Ki Hajar Dewantara (1889-1959) seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat” tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada. Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “ tri-nga”(tiga “nga-nga adalah huruf terakhir dalam abjad jawa ajisak). “Nga” pertama adalah ngerti” (memahami /aspek intelektual). “Nga kedua” adalah “ngrasa” adalah (merasakan aspek afeksi), dan “nga” ketiga adalah “nglakonin” (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Dewantara, adalah hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri, oleh karena itu pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga. Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang tepelajar dengan rakyat. Akhir sampai disini, semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi bangsa dan Negara, Menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global

Posted by masantoganteng at 6:20 AM

Uang Jepang

Uang Dirham

Uang Dollar

Real, Uang Arab

Uang Ringgit, Malaysia

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Firstly, I would like to say thank you very much for the MC and juries who have given me opportunity to deliver this English speech. Ladies and Gentlemen; It is a great honor for me to stand here and give a brief speech entitled “Formal Education in Indonesia” Brothers and Sisters; Education system in our country is divided into two major parts, they are formal and non-formal. A formal education is divided into three levels: primary, secondary and tertiary education. While non-formal education is carried out for the learners who get difficulties to meet the requirements in formal education. An example of non-formal education is PLS (Pendidikan Luar Sekolah). Both formal and non-formal education aim at establishing the education process in our country. Ladies and Gentlemen; As I have stated previously, formal education involves three levels: primary, secondary and tertiary education. Before entering primary or elementary school, children in our country usually have attended kindergarten, or known as Taman Kanak-kanak. But this education is not compulsory for Indonesian citizens, as the aim of this is just to prepare them for primary school. Children ages 7–12 attend primary education at Elementary School or Sekolah Dasar. This level of education is compulsory for all Indonesian citizens. Similar to education systems in the U.S. and Australia, students must study for six years to complete this level. Some schools offer an accelerated learning program, where students who perform well can finish elementary school in five years. The next level is secondary education. After graduating from elementary school, students attend Middle School or Junior High School (Sekolah Menengah Pertama) for three years from the age of 13-15. After three years of schooling and graduation, students may move on to Senior High School. In Indonesia, this school is basically divided into two kinds: SMA (Sekolah Menengah Atas) and SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). SMA is different with SMK in their studies. The students at SMA are prepared to advance to tertiary education or university, while students of SMK as a vocational school are prepared to be ready to work after finishing their school without going to university/college. The last level of education in our country is tertiary education. Students who have graduated from senior high school may attend to university or academy. They can choose any kinds of university or academy based on their interests or scopes of knowledge, for example majoring in English, Mathematics, or teacher training university. Ladies and Gentlemen; Brothers and Sisters; I think that’s all my speech. I hope my brief description on the formal education in our country will be useful for us. Finally, I would like to say sorry if there are mistakes in my speech words. Thank you very much for your attention.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->