Tanggal : Judul

1 Oktober 2010

: Pemisahan anion

Tujuan : Siswa mampu memahami prosedur identifikasi anion dengan baik dan benar Siswa mampu melaksanakn setiap proses yang terjadi pada analisis kualitatif anion Dapat melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan dari hasil analisis yang diperoleh Siswa dapat mengidentifikasi sampel apakah terdapat anion

Dasar teori : Analisa anion adalah analisa yang bertujuan untuk menganalisa adanya ion dalam sampel. Sedangkan analisa kualitatif dilakukan untuk mengetahui jenis unsur atau ion yang terdapat dalam suatu sampel. Jadi, analisa anion secara kualitatif merupakan analisa yang dilakukan untuk mengetahui adanya anion serta jenis anion apa saja yang terdapat dalam suatu sampel. Anion merupakan ion bermuatan negtif. Dalam analisa anion dikenal adanya analisa pendahuluan yang meliputi analisa kering dan analisa basah. Analisa kering meliputi pemeriksaan organoleptis (warna, bau, rasa) dan pemanasan. Analisa basah adalah analisa dengan melarutkan zat-zat dalam larutan. Analisa basah meliputi pemeriksaan kelarutan dalam air, reaksi pengendapan, filtrasi atau penyaringan, dan pencucian endapan. Dalam analisa anion juga ada uji anion saling mengganggu, misal Co3 2- dan SO32-, NO3- dan NO2-, dll. Kemungkinan adanya Anion dapat diperkirakan dengan mengetahui kepastian kation apa saja yang terdapat dalam larutan sampel pada percobaan terdahulu yaitu Percobaan Analisis Kation. Pengujian antara reaksi asam sulfat encer dan pekat merupakan salah satu cara untuk mengetahui anion apa saja yang terdapat dalam larutan sampel. Hal tersebut dikarenakan asam sulfat yang merupakan asam kuat mampu mendesak anion lemah keluar dari senyawanya. Sebagai contoh, larutan yang mengandung garam karbonat akan keluar dan terurai menjadi air dan gas karbondioksida dengan bantuan

Reagensia C.P. Zat kimia kualitas teknis. dan (B) proses yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan. garam karbonat tidak larut dalam sulfida. (Vogel. ini hanya dianggap berguna untuk memberi indikasi dari keterbatasan pada metode ini. seringkali jauh lebih murni daripada reagensia U. Uji untuk zat pereduksi 3. reagensia atau pereaksi yang dapat dipakai adalah: a. dan filtrat atau ekstrak soda (ES) dipakai untuk pengujian anion. dan garam zinknya. bergantung pada kelarutan garam peraknya.S. c. Anion dapat dipisahkan dalam golongan-golongan utama. Uji dengan larutan perak nitrat 5. 1985) Untuk keperluan sampel didihkan dengan larutan Na2CO3 jenuh. Misalnya garam sulfida tidak larut dalam asam. (Vogel. Uji dengan larutan Kalsium klorida 6. 1985) Secara kasar. b. Reagensia U. Uji sulfat 2. jenis anion yang terdapat dalam larutan bisa diperkirakan. 1985). Untuk mendeteksi anion tidak diperlukan metode sistematik seperti pada kation. Namun. kemurnian yang d. 1986) Pengujian anion dalam larutan hendaknya dilakukan menurut urutan: 1. (Vogel. .P. garam kalsium atau bariumnya. Uji dengan larutan besi (III) klorida.P yaitu memenuhi persyaratan ditetapkan oleh United States Pharmacopoeia. Zat kimia bermuu ragensia (reagent-grade) memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Komite Reagensia Analitis dari Masyarakat Kimia Amerika Serikat. (Underwood. Proses-proses yang dipakai dapat dibagi kedalam (A) proses yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah menguap.S. praktis semua ion logam mengendap sebagai karbonat. Uji untuk zat pengoksid 4. Dengan memperhatikan daftar kelarutan berbagai garam dalam air dan pelarut yang lain.asam sulfat yang mendesak asam karbonat.

2004) Alat dan Bahan Alat Tabung reaksi Tabung sentrifuge Sentrifuge Pipet tetes Penjepit tabung Pipet ukur Rak tabung Cawan penguap Bahan Aquades H2SO4 3M KMnO4 difenilamin HCl 1M Cd(NO3)2 BaCl2 Br2 CH3COONa CaCl2 . Kelompok Nitrat 2.1. (Rahmad. Kelompok Sulfat 3. Kelompok lain. Kelompok Halogenida 4.

HNO3 6M FeCl3 AgNO3 HNO3 pekat (NH4)2CO3 Kbr AgCl H2O2 10% CHCl3 Ag2CO3 HOAc 6M Ureum 10% HNO2 NaOH 2M H2S Na2CO3 Pembahasan : 1. HCl encer : untuk menyempurnakan pembebasan gas CO2 dan CO32.untuk pengujian anion reduktor (S2-. pekat . 8. 3. Ba(OH)2 : untuk menguji adanya ion karbonat.untuk pengujian anion konduktor.melalui reaksi cincin coklat. 2. . yang itunjukkan dengan adanya endapan hasil reaksi antara logam berat dan ion karbonat. bila ion ini bereaksi dengan H2SO4 encer akan membentuk H2O + CO2 (ion CO32mengeruhkan air kapur/air barit).dengan membentuk reaksi cincin coklat. 10. 7. I-. 5. 6. H2SO4 : pekat untuk mengidentifikasi NO2. mengasamkan FeSO4 pekat yang membentuk endapan coklat dalam uji NO2-. 4. HNO3 encer dan : untuk uji AgNO3.dan NO2. FeSO4 : untuk pengujian NO2.sehingga tidak mengganggu uji sulfat. BaC12 : untuk uji sulfat dengan terbentuknya endapan BaSO4 9. S2O32. .). SO32-. Br-. NO2-. Na2CO3 : untuk menguji adanya logam berat dalam sampel. NO2-. Karbon aktif : untuk menyerap warna zat. Cl-. H2SO4 encer : – untuk pengujian CO32-. KMnO4 : sebagai oksidator dalam uji anion SO32-.

21. Butir seng : untuk mengidentifikasi bersama AgNO3. 16. Ed 5. Chemical principle. I12. Fluoressein : bersama H2SO4 dan PbO2 untuk mengidentifikasi Br-. Pb asetat : bersama H2SO4 untuk menguji S220. PO4315. C2O52-. 19.wordpress. 17. NH4OH encer : untuk membuat tepat basa pada CaC12 dan FeCl3. CH3COOH : untuk menguji PO43. CaCI2 : untuk mengendapkan Cl-. et al. C2O42-.. et al. NaOH : untuk pengujian nitrat jika terdapat Br -. NaC1 yang diasamkan : untuk mengoksidasi iodat yang ditunjukkan dengan hilangnya warna lembayung. FeCl3 : untuk mengendapkan CH3COOH (endapan merah coklat) PO43-(endapan kuning).dan C2O4218. Saunders College Publ. CCl4 : untuk mengoksidasi bromida menjadi brom. 14. Kesimpulan : Daftar pustaka : http://blogkita. I-.S.com/2009/04/19/masteran-anion/ Masterton. 1990 Zumdahl.L.W.C Heath and Cmp. 13. Br-. D. AgNO3 : untuk pengujian PO43-.info/analisis-anion/ http://levenspiel. . Chemistry.S. 1990 .11. C1-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful