LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN PERSEKUTUAN MAHASISWA KRISTEN FH-UH

hadir ataupun tidak hadir ketika persidangan berlangsung . TEKNIK MEMIMPIN SIDANG Pengertian Sidang Persidangan didefinisikan sebagai pertemuan formal organisasi guna membahas masalah tertentu dalam upaya untuk menghasilkan keputusan yang dijadikan sebagai sebuah Ketetapan. Ketetapan ini sifatnya final sehingga berlaku bagi yang setuju ataupun yang tidak.I. Keputusan dari persidangan ini akan mengikat kepada seluruh elemen organisasi selama belum diadakan perubahan atas ketetapan tersebut.

II. JENIS PERSIDANGAN 1) Sidang Pleno 2) Sidang Paripurna 3) Sidang Komisi .

Sidang Pleno a. 3. Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno c. Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam Komisi tersebut e. Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang 2. Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan b. Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang berhubungan dengan Permusyawaratan Sidang Komisi a. Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari Komisi yang bersangkutan . Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang Sekretaris Sidang Komisi d.1. Sidang Paripurna diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan b. Sidang Pleno dipandu oleh Steering Committee d. c. Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang c. Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Permusyawaratan Sidang Paripurna a. Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing Komisi b.

adalah hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan d). adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan Kewajiban peserta: a. Hak Suara. PIHAK DALAM SIDANG  1. adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan c).Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan b. Hak Bicara. Hak Memilih.III.Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan . Hak Dipilih. mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis b). PESERTA  Hak peserta: a). adalah untuk bertanya.

Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan 3. Presidium Sidang bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya persidangan seperti aturan yang disepakati peserta c). PENINJAU Hak Peninjau: Hak Bicara. Presidium Sidang berkuasa untuk memimpin dan menjalankan tata tertib persidangan .2. adalah untuk bertanya. PRESIDIUM SIDANG a). Presidium Sidang dipilih dari dan oleh peserta Permusyawaratan melalui Sidang Pleno yang dipandu oleh Panitia Pengarah b).Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan b. mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis Kewajiban Peninjau: a.

Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang. d) . c) . Mengesahkan keputusan/kesepakatan peserta sidang poin perpoin (keputusan sementara).Mencabut kembali / membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru.IV.Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh. . e) . ATUR KETUKAN 1.Menskors dan mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang. b). Satu kali ketukan a).

Dua kali ketukan : Untuk menskorsing atau mencabut skorsing dalam waktu yang cukup lama. Lobying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan .2. dan makan. lobying. misalnya istirahat. Skorsing ialah penundaan persidangan untuk sementara waktu.

Membuka/menutup sidang atau acara resmi. Mengesahkan keputusan final atau akhir hasil sidang. Tiga kali ketukan : a). .3. b).

dan jika tidak berhasil diambil melalui suara terbanyak (½ + 1) dari peserta yang hadir di persidangan 3). maka dilakukan lobbying sebelum dilakukan pemungutan suara ulang .V. QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1). Bila dalam pengambilan keputusan melalui suara terbanyak terjadi suara seimbang. Setiap keputusan didasarkan atas musyawarah untuk mufakat. Persidangan dinyatakan syah/quorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ n + 1 dari peserta yang terdaftar pada Panitia (OC) 2).

Apabila dalam persidangan.VI. atas permintaan Presidium Sidang dan atau Peserta Sidang . maka Panitia Pengarah (SC) diberikan wewenang untuk mengambil alih jalannya persidangan.Interupsi dilakukan dengan mengangkat tangan terlebih dahulu. dan berbicara setelah mendapat ijin dari Presidium Sidang 2. Pelaksanaan Interupsi : 1. Presidium Sidang tidak mampu menguasai dan mengendalikan jalannya persidangan.Interupsi diatas interupsi hanya berlaku selama tidak menggangu persidangan 3. INTERUPSI  Ialah suatu bentuk selaan atau memotong pembicaraan dalam     sidang karena adanya masukan yang perlu diperhatikan untuk pelaksanaan sidang tersebut.

dan usulan peserta. . TATA TERTIB & SANKSI  Tata tertib  Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta pada saat persidangan dengan memperhatikan aturan umum organisasi dan nilainilai universal dimasyarakat.VII.  Sanksi  Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dan kewajiban yang ditentukan dalam tata tertib persidangan akan dikenakan sanksi dengan mempertimbangkan saran.

.

yang melibatkan banyak peserta dan membahas banyak permasalahan penting. Dalam pengertian yang luas rapat dapat menjadi sebuah permusyawaratan. rapat dapat berupa diskusi yang hanya melibatkan beberapa peserta dengan pembahasan yang lebih sederhana. TEKNIK RAPAT  Pengertian Rapat mempunyai beberapa pengertian.I. .  Sedangkan dalam pengertian yang lebih kecil.

JENIS RAPAT 1. Rapat Pengurus (Rapat Kerja.Rapat Koordinasi. . Diskusi.dsb).II. Rapat Anggota 2. 3. Rapat Pimpinan.

4. 6. . Menguji alternatif. FUNGSI RAPAT 1.III. Pemecahan masalah 3. Rapat implementasi. Penyampaian informasi 2. 5. Menentukan alternatif. Mengidentifikasi masalah.

PIHAK DALAM RAPAT 1. Tata ruang dan tempat duduk. 5.IV. 3. Peserta Rapat. 2. Pemimpin Rapat. Materi/bahan rapat. 4. . Undangan dan nara sumber.

2. karakter.Memberi kepercayaan dan netral terhadap peserta. 4.Pandai menerapkan gaya kepemimpinan .Memiliki sikap. tingkah laku.V. 3. PERSYARATAN MEMIMPIN RAPAT 1.Menguasai permasalahan. dan penampilan yang baik. dapat mencari jalan keluar.

b.Jika ada pertanyaan seyogyanya tidak dijawab sendiri oleh pimpinan rapat.Rapat jangan buru-buru selesai dan juga terlalu lama. HAL LAIN YANG PERLU a.Hindarkan adanya gangguan dari luar. d.VI. c.Peserta rapat jangan berdebat tentang halhal yang tidak relevan dengan agenda rapat. .

.

lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan.I. . pendapat. TEKNIK DISKUSI  Pengertian Diskusi Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi. dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas.

II. MANFAAT DISKUSI 1. salah satu cara yang baik untuk mengadakan komunikasi dan konsultasi 2. dapat memperdalan wacana Pola-Pola Diskusi . Ditinjau dari segi bahan yang dihadapi. Ditinjau dari aspek kepemimpinan.

Pandai bertanya dan menolak secara halus pendapat lain. 2. b.Sikap tidak memihak .Kesediaan untuk berkompromi. c.Pengertian yang menyeluruh tentang pokok pembicaraan.Tata tertib tidak ketat. e.Bagi pemimpin diskusi : a. menjabarkan dan menganalisa. c.Pandai mendengar. b. 3.Pandai menyimpulkan. PERSYARATAN DISKUSI 1. d.Sikap hati-hati.Bagi peserta diskusi : a.tanggap.Berkomunikasi dalam kelompok dengan catatan : a.Sanggup berpikir bebas dan lugas.Setiap orang diberi kesempatan berbicara c.III.cerdas. b.Mau menerima pendapat orang lain yang benar.

 9@-D #W^[aZS_VSS W[\[ VWZYSZ US`S`SZ  SS`S `W^`T `VS W`S` TW`S\ [^SZY VTW^ W_W\S`SZ TW^TUS^S U W_WVSSZ aZ`a TW^[\^[ #SY\W_W^`S V_a_  S WZYW^`SZ SZYWZ Wa^a `WZ`SZY \[[ \WTUS^SSZ TSZYYa\ TW^\^ TWTS_ VSZ aYS_ U SZVS WZVWZYS^WZSTS^SZ VSZ WZYSZS_S V Sa WZW^S \WZVS\S` [^SZY SZ SZYTWZS^ W SZVS TW^`SZ S VSZ WZ[S _WUS^S Sa_ \WZVS\S` SZ #SY\W\Z V_a_  SS\ S`S`UW^VS_`SZYYS\ T SZVS WZ \aSZ US\ `VS WS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful