P. 1
Artikel Tentang Bahan Kimia Bercun Dan Bahaya Bahan Kimia Pada Kesehatan Manusia Dan Lingkungan

Artikel Tentang Bahan Kimia Bercun Dan Bahaya Bahan Kimia Pada Kesehatan Manusia Dan Lingkungan

|Views: 3,119|Likes:
Published by WiNdy SLalu CEria

More info:

Published by: WiNdy SLalu CEria on Sep 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

ARTIKEL TENTANG BAHAN KIMIA BERCUN DAN BAHAYA BAHAN KIMIA PADA KESEHATAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN

1. Zat-zat Kimia Beracun Yang Sering Dimakan Manusia Sering tidak kita sadari bahwa dalam makanan yang kita konsumsi seharihari ternyata mengandung zat-zat kimia yang bersifat racun, baik itu sebagai pewarna, penyedap rasa dan dan bahan campuran lain. Za-zat kimia ini berpengaruh terhadap tubuh kita dalam level sel, sehingga kebanyakan kita akan mengetahui dampaknya dalam waktu yang lama.Dampak negatif yang bisa terjadi adalah dapat memicu kanker, kelainan genetik, cacat bawaan ketika lahir, dan lain-lain.Tidak ada cara untuk menghindar 100% dari bahanbahan kimia itu dalam kehidupan kita sehari-hari, yang perlu kita lakukan adalah meminimalkan penggunaannya sehingga tidak melewati ambang batas yang disarankan. Karena selain banyak tersedia di pasaran, bahan-bahan tersebut juga harganya yang relatif sangat murah.Berikut adalah contoh bahanbahan yang bersifat racun yang sering kita jumpai dalam kehidupan seharihari 1.Sakarin Saccharin) Sakarin adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan sangat manis, kira-kira 550 kali lebih manis dari pada gula biasa. Oleh karena itu ia sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula.Tikus-tikus percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukkan kanker mukosa kandung kemih (dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa seumur hidup).Sekalipun hasil penelitian ini masih kontroversial, namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin memang meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kira-kira 60% lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki. Food and Drug Administation (FDA) Amerika menganjurkan untuk :

membatasi penggunaan sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak melampaui 1 gram setiap harinya. 2. Siklamat (Cyclamate) Siklamat adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan kira-kira 30 kali lebih mains dari pada gula tebu (dengan kadar siklamat kira-kira 0,17%). Bilamana kadar larutan dinaikkan sampai dengan 0,5%, maka akan terasa getir dan pahit.Siklamat dengan kadar 200 mg per ml dalam medium biakan sel leukosit dan monolayer manusia (in vitro) dapat mengakibatkan kromosom sel-sel tersebut pecah. Tetapi hewan percobaan yang diberi sikiamat dalam jangka lama tidak menunjukkan pertumbuhan ganda. Di Inggris penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang, demikian pula di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.

3. Nitrosamin Sodium nitrit adalah bahan kristal yang tak berwama atau sedikit semu kuning. Ia dapat berbentuk sebagai bubuk, butir-butir atau bongkahan dan tidak berbau. Garam ini sangat digemari, antara lain untuk mempertahankan warna asli daging serta memberikan aroma yang khas seperti sosis, keju, kornet, dendeng, ham, dan lain-lain.Untuk pembuatan keju dianjurkan supaya kandungan sodium nitrit tidak melampaui 50 ppm, sedangkan untuk bahan pengawet daging dan pemberi aroma yang khas bervariasi antara 150 – 500 ppm. Sodium nitrit adalah precursor dari nitrosamines, dan nitrosammes sudah dibuktikan bersifat karsinogenik pada berbagai jenis hewan percobaan. Oleh karena itu, pemakaian sodium nitrit harus hati-hati dan tidak boleh melampaui 500 ppm.Makanan bayi sama sekali dilarang mengandung sodium nitrit.

4. Zat Pewarna Sintetis

Dari hasil pengamatan di pasar-pasar ditemukan 5 zat pewarna sintetis yang paling banyak digemari di Indonesia adalah warna merah, kuning, jingga, hijau dan coklat. Dua dari lima zat pewarna tersebut, yaitu merah dan kuning adalah Rhodamine-B dan metanil yellow. Kedua zat pewarna ini termasuk golongan zat pewarna industri untuk mewarnai kertas, tekstil, cat, kulit dsb. dan bukan untuk makanan dan minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kedua zat warna tersebut kepada tikus dan mencit mengakibatkan limfoma.Selain itu, boraks, juga merupakan zat pewarna favorit yang sering digunakan oleh produsen makanan 5. Monosodium Glutamat (MSG) Monosodium glutamat (MSG) atau vetsin adalah penyedap masakan dan sangat populer di kalangan para ibu rumahtangga, warung nasi dan rumah makan. Hampir setiap jenis makanan masa kini dari mulai camilan untuk anak-anak seperti chiki dan sejenisnya, mie bakso, masakan cina sampai makanan tradisional sayur asam, lodeh dan bahkan sebagian masakan padang sudah dibubuhi MSG atau vetsin.Pada hewaan percobaan, MSG dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosi sel-sel neuron, degenerasi dan nekrosis sel-sel syaraf lapisan dalam retina, menyebabkan mutasi sel, mengakibatkan kanker kolon dan hati, kanker ginjal, kanker otak dan merusak jaringan lemak. Bahaya di Masa Mendatang Dari beberapa contoh bahan kimia beracun yang sehari-hari dipergunakan sebagai zat tambahan dalam makanan dan dipakai secara meluas di kalangan masyarakat, maka bahaya dalam jangka panjang sudah dapat perkirakan. Untuk mencegah hal ini, pemerintah harus sudah berani melakukan tindakan preventif mulai sekarang dan jangan menunggu-nunggu kalau sudah ada korban. Hal lain yang perlu diingatkan, cara pemakaian MSG atau vetsin yang sudah

dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis. Zat Aditif Makanan Sekitar bulan Oktober 2007 ini. dan anti gumpal. seperti untuk meningkatkan nilai gizi. penyedap. Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan. khusus terhadap hati. pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. memantapkan bentuk dan rupa. zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin. Provinsi Lampung. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya. baik susunan kimia. penulis akan menginformasikan terlebih dahulu tentang apa itu zat aditif makanan. tahu. dan lain sebagainya. dan lain-lain. zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. cita rasa. asam sitrat. pengumpal. maupun sifat metabolismenya seperti karoten. pengental. ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. pengawet. zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja. yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan. ginjal. dan lain-lain. Pada . Secara umum. mengendalikan keasaman dan kebasaan. Secara ilmiah. (b) aditif tidak sengaja. yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. pengemulsi. Sebelum menginformasikan lebih lanjut beberapa hasil survei. pemucat. Bila dilihat dari sumbernya. penulis dengan beberapa dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung telah melakukan suatu survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif (bahan tambahan) yang dikhususkan pada penggunaan zat aditif makanan/bahan tambahan pangan (BTP) di beberapa penduduk desa di Lampung Timur. kolon. pemantap. asam askorbat. antioksidan. Dan kedua.sangat meluas dan berlebihan pada saat ini perlu mendapat perhatian khusus. otak dan lain-lain. karena MSG sangat mutagenik dan karsinogenik. Zat Aditif Makanan Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota. Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna.

wortel (orange) Pewarna Sunsetyellow FCF (orange). Siklamat diabetes. magnesium pangan dalam bentuk bubuk oksida Penutup Zat aditif . lebih Pengatur Aluminium amonium/kalium/natrium basa.umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan. kalsium silikat. Natrium Nitrat. Tartrazine (kuning). dll Butil hidroksi anisol (BHA). oksida klor. Ditambahkan ke dalam Anti Gumpal magnesium karbonat. Penyedap alami ketumbar Penyedap Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa). Penyedap sintesis benzaldehida. atau menetralkan keasaman sulfat. asam laktat makanan Aluminium silikat. berikut adalah beberapa contoh zat aditif : Contoh Keterangan Daun pandan (hijau). kunyit (kuning). lebih stabil. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan. Pewarna alami buah coklat (coklat). Carmoisine (Merah). tokoferol Hidrogen peroksida. Beberapa Contoh Zat Aditif Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan. dan lebih murah. Pemutih benzoil peroksida. butil Antioksidan Mencegah Ketengikan hidroksi toluena (BHT). Brilliant Blue Pewarna sintesis FCF (biru). laos. kunyit. amil asetat. natrium hipoklorit Baik dikonsumsi penderita Pemanis Sakarin. mengkonsumsi zat pengawet Pengawet Asam Sitrat. Dulsin. Khusus siklamat bukan gula bersifat karsinogen Menjadi lebih asam. dan kadang-kadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia. dll Terlalu banyak Natrium benzoat. Asam Sorbat. yaitu lebih pekat. cabai. asam cuka. merica. Formalin akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit Pala.

Diharapkan masyarakat akan dapat lebih cerdas dalam penggunaan dosis atau takaran dari penggunaan zat aditif dan dapat mengetahui zat-zat aditif mana saja yang dapat dikonsumsi dan zat mana saja yang berbahaya bagi manusia. walaupun terdapat kesadaran yang mumpuni dari masyarakat untuk menggunakan dosis zat aditif secukupnya. dan rasa yang kuat. . pembasmi hama penyakit tanaman dalam pertanian’. Sosio-kultural yang dimaksud disini adalah dengan mempertimbangkan latar pendidikan masyarakat. Dengan cara berhati-hati dalam memilih.Sebagaimana telah diuraikan diatas. dan untuk membasmi lalat. warna. diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif sangat rendah sekali. Janganjangan makanan atau minuman tersebut sudah ditambahi dengan bahan-bahan kimia berbahaya supaya menarik. dan latar belakang dari pekerjaan penduduk. bentuk. bau dan rasa. bahwasanya telah dilakukan survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat desa di Lampung Timur mengenai zat aditif. Karenanya produsen makanan membuat makanan yang berwana cerah. Sebagai konsumen Kita harus lebih cerdas dari produsen makanan tsb. jangan hanya tertarik dengan penampilan luar baik warna. 4 Bahan Kimia berbahaya dalam Makanan & Minuman Yang Sering Dijumpai!! Sebagai konsumen produk makanan atau minuman Kita harus teliti. Kabar ini merupakan peluang bagi para kimiawan untuk melakukan penyuluhan lebih intensif mengenai zat aditif kepada masyarakat di daerahnya masing-masing. Tetapi kabar gembiranya adalah terdapat kecenderungan dari masyarakat desa (walaupun didominasi dengan latar pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD)) untuk tidak masa bodoh terhadap informasi-informasi mengenai zat aditif. Formalin Bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembalseman (pengawetan mayat). Dari hasil observasi yang penulis lakukan (diluar kesimpulan riset secara umum). kekenyalan dsb. Bentuk-bentuk penyuluhan yang tepat guna dalam penyebarluasan informasi zat aditif ini dapatlah disesuaikan dengan sosio-kultural masyarakat setempat dan kemampuan dari team penyuluh. 4 bahan kimia berbahaya yang dilarang antara lain: 1. kehidupan sosial masyarakatnya. Karena produsen makanan tahu betul kelemahan konsumen yang sering tergoda dengan penampilan makanan. bau yang dominan.

Boraks biasanya dijumpai dalam : kerupuk. 2011 Pada dasarnya. buah-buahan dan lain-lainnya. pisang goring. es puter. dimana zat yang termakan sebagai reduktor dan zat korosif sebagai oksidator. Boraks Merupakan senyawa kimia yang berbahaya yang biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen. formalin menimbulkan aroma menyengat. Metanyl Yellow (Pewarna Kuning) Metanyl Yellow adalah zat pewarna sintetis yang biasanya untuk perwna tekstil dan zat. Rhodamin B (Pewarna Merah) Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. tahu. ikan basah. bakso. mie. mie basah. tahu. mengurangi kesadahan air. tahu. ayam. ubi goring dan pangan jajanan lain yang berwarna kuning 4. • Pada mie basah. Bahan Kimia Korosif Posted on June 25. mie basah. dan bersifat antiseftic. Metahnyl Yellow biasanya dijumpai dalam : kerupuk. produk ini tidak akan cepat busuk (lebih awet) • Formalin pada ikan asin menyebabkan ikan asin tidak berbau khas ikan asin dan struktur tubunya tidak mudah hancur • Tidak dihinggapi lalat meskipun diletakkan ditempat terbuka.serta serangga lainnya. ikan basah. Ciri-ciri produk berformalin diantaranya: • • Warnanya bersifat cerah Meskipun sudah lama disimpan. . korosif adalah peristiwa terkikisnya suatu zat oleh zat lain yang merupakan rangkaian dari reaksi oksidasi reduksi. 2. 3. karena pengaruh formalin pada bahan makanan tersebut. Oleh produsen makanan yang tidak bertanggung jawab digunakan sebagai bahan tambahan untuk pengawet: ikan asin. Rhodamin biasa ditemui pada : kerupuk. es sirop dan lain-lainnya. dan lain-lain.

dkk. CaC2. Contoh bahan korosif yang berwujud cair: • • • Asam mineral: asam nitrat. fosfat. proses pelarutan (denaturasi) protein pada kulit akibat gangguan keseimbangan membran dan tekanan osmosis pada kulit. asam karbonat.. asam sulfat. bagian tubuh yang lembab atau berlendir seperti mata dan saluran pernapasan merupakan bagian yang rawan. bahan korosif biasa dikatakan pula sebagai bahan iritan.Kalau masalah batas pH dari suatu asam lemah yang tidak korosif. hidrokarbon tetraklorinasi. nitrat Bahan Korosif Gas Bentuk gas paling berbahaya dibandingkan dengan bahan padat atau cair. perak. natrium. Bahan korosif dapat dikelompokkan berdasarkan wujudnya: cair. KOH. Ca(CN)2 Asam: trikloroasetat Lain-lain: fenol. Contoh zat korosif yang berwujud padat adalah : • • • Basa: NaOH. asam florida Asam organik: asam formiat. padat dan gas (Hala. terpentin Bahan Korosif Padat Sifat korosif dan panas yang ditimbulkan akibat proses pelarutan adalah penyebab iritasi yang sangat tergantung pada kelarutan zat pada kulit yang lembab. Jenis iritan dapat . tergantung pada zat/unsut yang ditetesi oleh asam tersebut. Bahan Korosif Cair Dapat menimbulkan iritasi setempat sebagai akibat reaksi langsung dengan kulit. Natrium silikat. 2005). adap pula zat yang dapat berkorosi dengan pH yang tidak terlalu asam. Bahan kimia korosif jika bersentuhan dengan kulit dapat menimbulkan kerusakan berupa rangsangan atau iritasi dan peradangan. asam klorida. asam monokloro asetat Pelarut organik: petroleum. kalsium. karbondisulfida. Oleh karena itu. ada zat yang memerlukan pH yang rendah untuk dapat terjadi peristiwa korosi. Pengaruhnya akan bergantung pada konsentrasi dan lamanya kontak dengan kulit. CaO. karena bahan gas akan menyerang saluran pernapasan yang ditentukan oleh kelarutan gas dalam permukaan saluran yang lembab atau berlendir. asam asetat. Selain kulit. asam fosfat. Asam sulfat pekat dapat menimbulkan luka yang sulit untuk dipulihkan.

arsen tri klorida.I. bahwa kegiatan industri yang mengolah. menyimpan. efek pada saluran pernapasan bagian atas dan lebih dalam (bronchin) : belerang oksida. asam asetat. efek iritasi oleh mekanisme bukan pelarutan: akrolein. HCl. 1.KEP. sulfur klorida. b. fosforpentaklorida Lain-lain. tionil klorida. lingkungan maupun sumber daya lainnya. mengangkut dan mempergunakan bahanbahan kimia berbahaya akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan pembangunan sehingga berpotensi untuk menimbulkan bahaya besar bagi industri. bahwa untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. NO. kloro pikrin KEPMENAKER 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R. . sulfuril klorida Kelarutan sedang. dikloroetil sulfida. tenaga kerja.digolongkan pada kecilnya kelarutan yang juga menetukan daerah serangan pada alat pernapasan sebagai berikut: • • • Kelarutan tinggi. dimetil sulfat. dikloro metil eter. mengedarkan. Menimbang a. 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA R. akibat penggunaan Kahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perlu diatur pengendaliannya.I. formaldehid. HF. dengan daerah serangan pada bagian atas saluran pernapasan: amoniak. klorin.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.Kep. 2918). 04 / Men / 1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA BAB I KETENTUAN UMUM . Mengingat 1. 4. 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.1. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri. 122 / M tahun 1998 tentang Pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan. 02/Men/1992 tentang Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara tahun 1970 No. Tambahan Lembaran Negara No.c. 612 / Men / 1989 tentang Penyediaan Data Bahan Berbahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja sudah tidak sesuai lagimaka perlu disempurnakan. 02 / Men / 1980 2 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja. bahwa Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 5. Per. 2. d. Keputusan Presiden No. Undang-undang No.

Orang.Pasal 1 a. instalasi dan lingkungan. Orang. Lethal Dose 50 (LD 50) adalah dosis yang menyebabkan kematian pada 50% binatang percobaan. d. Lethal Concentration 50 (LC 50) adalah konsentrasi yang menyebabkan 3 kematian pada 50% binatang percobaan. e. b. f. Nilai Ambang Kuantitas yang selanjutnya disebut NAK adalah standar kuantitas bahan kimia berbahaya untuk menetapkan potensi bahaya bahan kimia di tempat kerja. alat-alat kerja dan lingkungan . Pengendalian bahan kimia berbahaya adalah upaya dan atau kegiatan yang dilakukan untuk mencegah dan atau mengurangi resiko akibat penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja terhadap tenaga kerja. Pengusaha adalah : 1. persekutuan atau badan hukum yang secara . Bahan Kimia Berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia dan atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja. 2. c. perseorangan. perseorangan. persekutuan atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri.

Pengurus adalah orang yang ditunjuk untuk memimpin langsung suatu kegiatan kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. g. j. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan atau yang seri ng dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha. k. tertutup atau terbuka. Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dan luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. h. Direktur adalah pejabat yang ditunjuk oleh Menaker sebagaimana dimaksud .berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. l. bergerak atau tetap. Orang. persekutuan atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. Tenaga kerja adalah orang yang bekerja pada tempat kerja dengan menerima upah. perseorangan. 3. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. i.

penyediaan lembar data keselamatan bahan (LDKB) dan label. 1 tahun 1970. . Pasal 3 Pengendalian berbahaya kimia berbahaya sebagaimana dimaksud pasal 2 meliputi : a. identitas bahan dan perusahaan.dalam pasal I ayat 4 UU No. Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. m. /PT BAB II PENYEDIAAN DAN PENYAMPAIAN LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN DAN LABEL Pasal 4 (1) Lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan tentang : a. memakai. penunjukan petugas K3 Kimia dan Ahli K3 Kimia. memproduksi dan mengangkut bahan kimia berbahaya di tempat kerja wajib mengendalikan bahan kimia berbahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. b. Pasal 2 Pengusaha atau Pengurus yang menggunakan. menyimpan.

n. sifat fisika dan kimia. tindakan mengatasi kebocoran dan tumpahan. g. p. k. komposisi bahan. penyimpanan dan penanganan bahan. 5 l.b. d. informasi lain yang diperlukan. pembuangan limbah. f. e. h. informasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengangkutan bahan. informasi toksikologi. o. pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri. stabilitas dan reaktifitas bahan. i. tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). c. Pasal 5 . informasi ekologi. j. tindakan penanggulangan kebakaran. (2) Rincian isi lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seperti tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri ini. identifikasi bahaya. m.

f. i. BAB III PENETAPAN POTENSI BAHAYA INSTALASI Pasal 7 (1) Pengusaha atau Pengurus wajib menyampaikan Daftar Nama. uraian resiko dan penanggulangannya. nama. d. c. telepon pabrik pembuat dan atau distributor. Pasal 6 Lembar Data Keselamatan Bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dan Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 diletakkan ditempat yang mudah diketahui oleh tenaga kerja dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. e. nama produk. h. instruksi tumpahan atau bocoran. instruksi pengisian dan penyimpanan. Sifat dan . identifikasi bahaya. referensi. tanda bahaya dan artinya.Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan mengenai: a. instruksi dalam hal terkena atau terpapar. alamat dan no. j. b. g. instruksi kebakaran. k. tindakan pencegahan.

Kriteria serta Nilai Ambang Kuantitas (NAK) Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja. bahaya menengah (4) Kategori potensi bahaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Nama. b. Pasal 9 Kriteria bahan kimia berbahaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (3) terdiri dari : a. Pasal 8 (2) Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (2) Kantor Departemen/Dinas Tenaga Kerja setempat menetapkan kategori potensi bahaya perusahaan atau industri yang bersangkutan. 7 .Kuantitas Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja dengan mengisi formulir sesuai contoh seperti tercantum dalam Lampiran II Keputusan Menteri ini kepada Kantor Departemen /Dinas Tenaga Kerja setempat dan tembusannya disampaikan kepada Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat. bahaya besar. bahan beracun. (3) Potensi bahaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a.

f. bahan oksidator. cairan mudah terbakar. Pasal 10 (1) Bahan kimia termasuk kriteria bahan beracun atau sangat beracun sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf a dan b. h. bahan sangat beracun. d. b.b. (2). bahan sangat beracun dalam hal pemajanan melalui Mulut : LD 50 ◊ 25 mg/kg berat badan atau Kulit : LD 50 ◊ 50 mg/kg berat badan. bahan kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). bahan beracun dalam hal pemajanan melalui Mulut : LD 50 > 25 atau < 200 mg/kg berat badan atau Kulit : LD 50 > 25 atau < 400 mg/kg berat badan atau Pernafasan : LC 50 > 0. ditetapkan dengan memperhatikan sifat kimia. cairan sangat mudah terbakar. gas mudah terbakar. ditetapkan sebagai berikut : a.5 mg/1 dan < 2 mg/l. c. e. fisika dan toksik. bahan mudah meledak. atau . g. fisika dan toksik. Sifat kimia. bahan reaktif.

dan e ditetapkan dengan memperhatikan sifat kimia dan fisika. Pasal 12 (1) Bahan kimia ditetapkan termasuk kriteria mudah meledak sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf f apabila reaksi kimia bahan tersebut menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi. cairan sangat mudah terbakar dan gas mudah terbakar. c.pernafasan : LC 50 ◊ 0. . d. cairan mudah terbakar dalam hal titik nyala > 21OC dan < 55 OC pada tekanan 1 (satu) atmosfir. b. Sifat fisika dan kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut: a. Bahan kimia termasuk kriteria cairan sangat mudah terbakar.5 mg/1. 8 (2). sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c. gas mudah terbakar dalam hal titik didih < 20 OC pada tekanan 1 (satu) atmosfir. Pasal 11 (1). cairan sangat mudah terbakar dalam hal titik nyala < 21OC dan titik didih > 20OC pada tekanan 1 (satu) atmosfir.

sebagaimana . (2) Bahan kimia termasuk kriteria reaktif sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf g apabila bahan tersebut: a. Pasal 13 Nilai Ambang Kuantitas ( NAK ) bahan kimia yang termasuk kriteria beracun atau 9 sangat beracun. ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran III Keputusan Menteri ini. sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1) dan ayat (2). bereaksi dengan asam mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar atau beracun atau korosif. bereaksi dengan air mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar.sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya. Pasal 14 Nilai Ambang Kuantitas (NAK) bahan kimia selain yang dimaksud dalam pasal 13 ditetapkan sebagai berikut : kriteria oksidator. (3) Bahan kimia ditetapkan termasuk dimaksud dalam pasal 9 huruf h apabila reaksi kimia atau penguraiannya menghasilkan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran. atau b.

bahan kimia kriteria cairan sangat mudah terbakar : 100 ton. bahan kimia kriteria gas mudah terbakar : 50 ton. bahan kimia kriteria sangat beracun : 5 ton. h. d. b. Pasal 15 (1) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas melebihi Nilai Ambang Kuantitas (NAK) sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya besar. bahan kimia kriteria mudah meledak : 10 ton. bahan kimia kriteria beracun : 10 ton. bahan kimia kriteria oksidator : 10 ton. BAB IV . c. g. f. (2) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas sama atau lebih kecil dari Nilai Ambang Kuantitas ( NAK ) sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya menengah.a. bahan kimia kriteria reaktif : 50 ton. e. bahan kimia kriteria cairan mudah terbakar : 200 ton.

. melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia. e. (2) Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dan f dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang. proses dan modifikasi instalasi yang digunakan. melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali. d. mempekerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1 (satu) orang.KEWAJIBAN PENGUSAHA ATAU PENGURUS Pasal 16 (1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya besar sebagai mana dimaksud pada pasal 15 ayat (1) wajib : a. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun sekali. membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar. mempekerjakan petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non shift sekurang kurangnya 2 (dua) orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja shift sekurang-kurangnya 5 (lima) orang. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali. g. b. f. c.

e. f. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun sekali. b. (2) Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dan e dapat dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang. c. proses dan modifikasi instalasi yang digunakan.Pasal 17 (1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah sebagaimana dimaksud pada pasal 15 ayat (2) wajib : a. mempunyai petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja yang non shift sekurangkurangnya 1 (satu) orang dan 11 apabila dipekerjakan dengan mempergunakan shift sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. d. melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali. membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah. Pasal 18 . melaporkan setiap terjadi peruhahan mengenai nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia.

Hasil pengujian faktor kimia dan instalasi sebagai mana dimaksud pada pasal 16 ayat (2) dan 17 ayat (2) dipergunakan sebagai acuan dalam melakukan pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja. kegiatan pembinaan tenaga kerja di tempat kerja. Pasal 19 (1) Dokumen pengendalian potensi bahaya besar sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf c sekurang-kurangnya memuat : a. penilaian dan pengendalian resiko. b. prosedur kerja aman (2) Tata cara pembuatan dan rincian isi dokumen pengendalian instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) diatur lebih lanjut dengan keputusan Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. kegiatan tehnis. rancang bangun. c. pemilihan bahan kimia serta pengoperasian dan pemeliharaan instalasi. identifikasi bahaya. konstruksi. Pasal 20 (1) Dokumen pengendalian potensi bahaya besar sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (1) disampaikan kepada Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja dengan tembusan kepada Kantor Departemen / Dinas Tenaga Kerja . d.

(2) Dokumen pengendalian potensi bahaya menengah sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) disampaikan kepada Kantor Departemen /Dinas Tenaga Kerja setempat. Pasal 21 (1) Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja dan Kantor Departemen/ Dinas Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah menerima dokumen pengendalian sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 ayat (1) dan (2) melakukan penelitian kebenaran isi dokumen tersebut. BAB V PENUNJUKKAN PETUGAS K3 KIMIA DAN AHLI K3 KIMIA Pasal 22 kebenarannya sesuai ayat (2) digunakan sebagai acuan . (3) Dokumen pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang telah dinyatakan pengawasan pelaksanaan K3 di tempat kerja.setempat. (2) Kebenaran isi dokumen sebagaimana tersebut pada ayat (1) harus dinyatakan secara tertulis dengan membubuhkan tanda persetujuan.

mengembangkan pengetahuan k3 bidang kimia. (2) Untuk dapat ditunjuk sebagai Petugas K3 Kimia ditetapkan : a. telah mengikuti kursus tehnis K3 Kimia. (3) Kursus tehnis Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. b. dilaksanakan oleh perusahaan sendiri. c.(1) Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat ( I ) huruf a pasal 17 ayat (I) huruf a mempunyai kewajiban : a. melakukan identifikasi bahaya. c. b. melaksanakan prosedur kerja aman. perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang dengan kurikulum seperti yang tercantum dalam lampiran IV Keputusan Menteri ini. bekerja pada perusahaan yang bersangkutan. d. d. tidak dalam masa percobaan. (4) Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebelum melakukan kursus harus melaporkan rencana pelaksanaan kursus teknis kepada Kantor Departemen/Dinas Tenaga Kerja setempat . hubungan kerja tidak didasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). melaksanakan prosedur penanggulangan keadaan darurat.

membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang¬undangan K3 bahan kimia berbahaya. c. Pasal 24 (1) Penunjukan Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ditetapkan berdasarkan permohonan tertulis dari Pengusaha atau Pengurus kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. penunjukan Ahli K3 Kimia sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ahli K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf b mempunyai kewajiban : a.Pasal 23 a. melakukan identifikasi bahaya. f. menyusun program kerja pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja. b. b. memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya. e. penilaian dan pengendalian resiko. . merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia perusahaan atau instansi yang didapat karena jabatannya. mengusulkan pembuatan prosedur kerja aman dan penanggulangan keadaan darurat kepada pengusaha atau pengurus. d.

Pasal 26 Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini. surat keterangan berbadan sehat dari dokter.Kep.612/Men/1989 tentang Penyediaan Data Bahan Berbahaya Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja dinyatakan tidak berlaku lagi.(2) Permohonan penunjukan Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melampirkan : a. maka Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. sertifikat kursus teknis petugas K3 Kimia. surat keterangan pernyataan beketja penuh dari perusahaan yang bersangkutan. b. fotocopy ijasah atau surat tanda tamat belajar terakhir. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 25 Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan me1aksanakan pengawasan terhadap ditaatinya Keputusan Menteri ini. d. daftar riwayat hidup. Pasal 27 . c. e.

Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Nama perusahaan (pembuat) Alamat Phone . 187//VIen/1999 Tanggal : 29-9-1999 LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN 1. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 29-9-1999 MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA ttd FAHMI IDRIS 16 Lampiran I : Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : Kep. Identitas Bahan dan Perusahaan Nama bahan Rumus kimia Code produksi Synonim Nama perusahaan (pembuat) atau distributor atau importir : a.

b. Nama distributor Alamat Phone c. Identifikasi Bahaya • Ringkasan bahaya yang penting : • Akibatnya terhadap kesehatan : o Mata 17 o Kulit o Tertelan o Terhirup o Karsinogenik o Teratogenik o Reproduksi 4. Batas pemajanan ………. 3. Komposisi Bahan Bahan … % berat CAS No…. Nama importir Alamat Phone 2.. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) .

OC (……OF) b.. Daerah mudah terbakar : • Batas terendah mudah terbakar : ……………% • Batas tertinggi mudah terbakar : ……………% d.. 6. Alat pelindung diri yang digunakan 18 .... Tumpahan dan kebocoran kecil b.. Tindakan Penanggulangan Kebakaran a.OC c. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran a. Instruksi pemadaman api : ……….. Suhu nyala sendiri : ……….Terkena pada : • Mata • Kulit • Tertelan • Terhirup 5. Bahaya khusus : …………… f.. Sifat-sifat bahan mudah terbakar : …………… Titik nyala : ……. Media pemadaman api : …………… e. Tumpahan dan kebocoran besar c..

tangan. Pengendalian Pemajanan dan Alat Pelindung Diri a. Syarat khusus penyimpanan bahan 8.7.Bau : c. Penyimpanan dan Penanganan Bahan a. Reaktifitas dan Stabilitas . Penyimpanan e.Bentuk : padat/cair/gas b. Titik lebur : g. Sifat-sifat Fisika dan Kimia a. Alat pelindung diri : o Pelindung pemajanan. Masa jenis : e. dll. Pengendalian teknis b. Tekanan uap : h. Titik didih : f. kulit. Warna : d. 9. Pencegahan terhadap pemajanan c. Tindakan pencegahan terhadap kebakaran dan peledakan d. mata. P H : 10. Penanganan bahan b. Kelarutan dalam air : i.

Pemaparan jangka pendek (akut) : h. Pemaparan jangka panjang (kronik) : • Karsinogen • Teratogen • Reproduksi • Mutagen . Nilai Ambang Batas (NAB) : ……………. Tertelan LD 50 (mulut) : d. Sifat reaktifitas : b. ppm b. Efek lokal : g.a. Terkena mata : c. Informasi Toksikologi a. Terhirup LC 50 (pernafasan) : f. Kondisi yang harus dihindari : d. Sifat stabilitas : c. Terkena kulit : e. Bahan yang harus dihindari (incompatibility) : e. Bahaya polimerisasi : 11.. Bahan dekomposisi : 19 f.

12. Peraturan Perundang-undangan 16. Informasi lain yang diperlukan Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 29-9-1999 ----------------------------------------MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA ttd FAHMI IDRIS Diposkan oleh Gresby di 02:45 . Pembuangan Limbah 14. Pengangkutan laut d. Informasi Ekologi a. Peraturan internasional b. Bio akumulasi 13. Pengangkutan : a. Pengangkutan darat c. Degradasi lingkungan c. Kemungkinan dampaknya terhadap lingkungan b. Pengangkutan udara 15.

. gangguan terhadap pe.. . Mewakili pihak manajemen untuk mengkoordinir keadaan tanggap darurat.Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Entri Populer • SKENARIO SIMULASI TANGGAP DARURAT SKENARIO SIMULASI PENANGANAN KEADAAN DARURAT KEBAKARAN... b. kerusakan barang.. • PROSEDUR PELAPORAN KECELAKAAN Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan yang dapat berakibat cedera pada manusia. Lokasi kejadian Keadaan darurat kebakaran terjadi di ge. 1.. • PROSEDUR EVAKUASI Segera tinggalkan gedung sesuai dengan petunjuk team evakuasi tanggap darurat atau ikuti arah jalur evakuasi/arah tanda kelua. KOORDINATOR a. • TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM TANGGAP DARURAT 1. • PROSEDUR KERJA DI KETINGGIAN Pekerja boleh mengerjakan pekerjaan di ketinggian dengan syarat : a..... Mengkoo. Dipasang pijakan kaki dan penghalang yang cukup kuat at.

.9% vo. .. • PROSEDUR GEMPA BUMI 1. Arsip Blog • • • April (13) Juli (8) Agustus (1) Tampilan slide ......I. Setiap karyawan yang melihat kebakaran di area pabrik jangan panik dan harus teriak minta tolong (kebakaraaan. ke.. • MSDS ARGON (Ar) Argon (Ar) Argon adalah suatu unsure yang pada suhu dan tekanan atmosfir berbentuk gas.KEP.. NO. • PROSEDUR KEBAKARAN 1.!. kebakaraaan. 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA MENTERI TENA.• KEPMENAKER 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R. yang dapat memberikan perlindungan dan udara segar. Segera berlindung dibawah meja atau bagian lain perabotan yang kuat.... Setiap karyawan yang melihat kebakaran di area pabrik jangan panik dan harus teriak minta tolong (kebakaraaan. Kandungan argon dalam udara kurang lebih 0. • PROSEDUR KEBAKARAN 1. kebakaraaan......

.

.

.

.

.

.

.I. NO.KEP.KEPMENAKER 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R. 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA R.I.

Per. mengangkut dan mempergunakan bahanbahan kimia berbahaya akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan pembangunan sehingga berpotensi untuk menimbulkan bahaya besar bagi industri. 4. 02 / Men / 1980 2 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Menimbang a. 2.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara tahun 1970 No. mengedarkan. Per. d. bahwa kegiatan industri yang mengolah. Tambahan Lembaran Negara No. bahwa untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. 04 / Men / 1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja MEMUTUSKAN : . Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 02/Men/1992 tentang Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 3. Keputusan Presiden No. b. lingkungan maupun sumber daya lainnya. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri.1. 5. Mengingat 1. 2918). tenaga kerja. bahwa Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 122 / M tahun 1998 tentang Pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan. Undang-undang No.Kep. akibat penggunaan Kahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perlu diatur pengendaliannya. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. c.1. Per. 612 / Men / 1989 tentang Penyediaan Data Bahan Berbahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja sudah tidak sesuai lagimaka perlu disempurnakan. menyimpan.

d. alat-alat kerja dan lingkungan . Nilai Ambang Kuantitas yang selanjutnya disebut NAK adalah standar kuantitas bahan kimia berbahaya untuk menetapkan potensi bahaya bahan kimia di tempat kerja.Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 a. e. Bahan Kimia Berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia dan atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja. Lethal Dose 50 (LD 50) adalah dosis yang menyebabkan kematian pada 50% binatang percobaan. Pengendalian bahan kimia berbahaya adalah upaya dan atau kegiatan yang dilakukan untuk mencegah dan atau mengurangi resiko akibat penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja terhadap tenaga kerja. Lethal Concentration 50 (LC 50) adalah konsentrasi yang menyebabkan . instalasi dan lingkungan. b. c.

Pengurus adalah orang yang ditunjuk untuk memimpin langsung suatu kegiatan kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. perseorangan. dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. Tenaga kerja adalah orang yang bekerja pada tempat kerja dengan menerima upah. j. perseorangan. persekutuan atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. 3. bergerak atau tetap. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan atau yang seri ng dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha. tertutup atau terbuka. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tenaga teknis berkeahlian . Orang. perseorangan. i. Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. persekutuan atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. f. 2. h. Orang. persekutuan atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri.3 kematian pada 50% binatang percobaan. Orang. Pengusaha adalah : 1. g.

khusus dan luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. memproduksi dan mengangkut bahan kimia berbahaya di tempat kerja wajib mengendalikan bahan kimia berbahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Pasal 3 Pengendalian berbahaya kimia berbahaya sebagaimana dimaksud pasal 2 meliputi : a. /PT BAB II . Pasal 2 Pengusaha atau Pengurus yang menggunakan. l. penunjukan petugas K3 Kimia dan Ahli K3 Kimia. menyimpan. Direktur adalah pejabat yang ditunjuk oleh Menaker sebagaimana dimaksud dalam pasal I ayat 4 UU No. penyediaan lembar data keselamatan bahan (LDKB) dan label. b. 1 tahun 1970. Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. m. k. memakai.

n. c. e. stabilitas dan reaktifitas bahan.PENYEDIAAN DAN PENYAMPAIAN LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN DAN LABEL Pasal 4 (1) Lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan tentang : a. 5 l. d. sifat fisika dan kimia. komposisi bahan. f. pembuangan limbah. informasi ekologi. informasi toksikologi. b. tindakan penanggulangan kebakaran. m. h. tindakan mengatasi kebocoran dan tumpahan. k. . pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri. penyimpanan dan penanganan bahan. tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). i. g. j. pengangkutan bahan. identifikasi bahaya. identitas bahan dan perusahaan.

p. instruksi dalam hal terkena atau terpapar. tindakan pencegahan. alamat dan no. h. nama. g. Pasal 6 Lembar Data Keselamatan Bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dan Label . informasi lain yang diperlukan. telepon pabrik pembuat dan atau distributor. j. Pasal 5 Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan mengenai: a. nama produk. k. instruksi tumpahan atau bocoran. i. identifikasi bahaya. uraian resiko dan penanggulangannya. informasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. tanda bahaya dan artinya. d. instruksi pengisian dan penyimpanan. f. c. b. (2) Rincian isi lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seperti tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri ini. e. referensi. instruksi kebakaran.o.

BAB III PENETAPAN POTENSI BAHAYA INSTALASI Pasal 7 (1) Pengusaha atau Pengurus wajib menyampaikan Daftar Nama. Sifat dan Kuantitas Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja dengan mengisi formulir sesuai contoh seperti tercantum dalam Lampiran II Keputusan Menteri ini kepada Kantor Departemen /Dinas Tenaga Kerja setempat dan tembusannya disampaikan kepada Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat. b. bahaya menengah (4) Kategori potensi bahaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Nama.sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 diletakkan ditempat yang mudah diketahui oleh tenaga kerja dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. bahaya besar. Pasal 8 (2) Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (2) Kantor Departemen/Dinas Tenaga Kerja setempat menetapkan kategori potensi bahaya perusahaan atau industri yang bersangkutan. (3) Potensi bahaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. Kriteria serta Nilai Ambang Kuantitas (NAK) Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja. .

(2). gas mudah terbakar. c. 7 b. Sifat kimia. bahan mudah meledak. ditetapkan dengan memperhatikan sifat kimia. bahan sangat beracun. ditetapkan sebagai berikut : . bahan reaktif. f. cairan sangat mudah terbakar. g. e. cairan mudah terbakar. bahan oksidator. Pasal 10 (1) Bahan kimia termasuk kriteria bahan beracun atau sangat beracun sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf a dan b.Pasal 9 Kriteria bahan kimia berbahaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (3) terdiri dari : a. fisika dan toksik. h. bahan kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). fisika dan toksik. d. bahan beracun.

b. atau pernafasan : LC 50 ◊ 0. c. Pasal 11 (1).5 mg/1 dan < 2 mg/l. cairan mudah terbakar dalam hal titik nyala > 21OC dan < 55 OC pada tekanan 1 (satu) atmosfir. b. Sifat fisika dan kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut: a. 8 (2). gas mudah terbakar dalam hal titik didih < 20 OC pada tekanan 1 (satu) . bahan sangat beracun dalam hal pemajanan melalui Mulut : LD 50 ◊ 25 mg/kg berat badan atau Kulit : LD 50 ◊ 50 mg/kg berat badan. d. bahan beracun dalam hal pemajanan melalui Mulut : LD 50 > 25 atau < 200 mg/kg berat badan atau Kulit : LD 50 > 25 atau < 400 mg/kg berat badan atau Pernafasan : LC 50 > 0. cairan sangat mudah terbakar dalam hal titik nyala < 21OC dan titik didih > 20OC pada tekanan 1 (satu) atmosfir. cairan sangat mudah terbakar dan gas mudah terbakar. dan e ditetapkan dengan memperhatikan sifat kimia dan fisika.5 mg/1. sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c. Bahan kimia termasuk kriteria cairan sangat mudah terbakar.a.

atau b. bereaksi dengan asam mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar atau beracun atau korosif.atmosfir. Pasal 13 Nilai Ambang Kuantitas ( NAK ) bahan kimia yang termasuk kriteria beracun atau 9 kriteria oksidator. sebagaimana . Pasal 12 (1) Bahan kimia ditetapkan termasuk kriteria mudah meledak sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf f apabila reaksi kimia bahan tersebut menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi. bereaksi dengan air mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar. (3) Bahan kimia ditetapkan termasuk dimaksud dalam pasal 9 huruf h apabila reaksi kimia atau penguraiannya menghasilkan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran. sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya. (2) Bahan kimia termasuk kriteria reaktif sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf g apabila bahan tersebut: a.

bahan kimia kriteria cairan mudah terbakar : 200 ton. f. bahan kimia kriteria sangat beracun : 5 ton. bahan kimia kriteria mudah meledak : 10 ton. bahan kimia kriteria oksidator : 10 ton. d. bahan kimia kriteria gas mudah terbakar : 50 ton. b. . g. bahan kimia kriteria reaktif : 50 ton. bahan kimia kriteria cairan sangat mudah terbakar : 100 ton. ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran III Keputusan Menteri ini. e.sangat beracun. bahan kimia kriteria beracun : 10 ton. Pasal 15 (1) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas melebihi Nilai Ambang Kuantitas (NAK) sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya besar. c. sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1) dan ayat (2). h. Pasal 14 Nilai Ambang Kuantitas (NAK) bahan kimia selain yang dimaksud dalam pasal 13 ditetapkan sebagai berikut : a.

e. mempekerjakan petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non shift sekurang kurangnya 2 (dua) orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja shift sekurang-kurangnya 5 (lima) orang. membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar. c. proses dan modifikasi instalasi yang digunakan. b. melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali. mempekerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1 (satu) orang. d. BAB IV KEWAJIBAN PENGUSAHA ATAU PENGURUS Pasal 16 (1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya besar sebagai mana dimaksud pada pasal 15 ayat (1) wajib : a.(2) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas sama atau lebih kecil dari Nilai Ambang Kuantitas ( NAK ) sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya menengah. . melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia.

membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah. b. c. proses dan modifikasi instalasi yang digunakan. Pasal 17 (1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah sebagaimana dimaksud pada pasal 15 ayat (2) wajib : a. d. g.f. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja . melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali. e. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun sekali. melaporkan setiap terjadi peruhahan mengenai nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali. mempunyai petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja yang non shift sekurangkurangnya 1 (satu) orang dan 11 apabila dipekerjakan dengan mempergunakan shift sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. (2) Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dan f dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang.

kegiatan pembinaan tenaga kerja di tempat kerja. kegiatan tehnis. (2) Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dan e dapat dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang. identifikasi bahaya.sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. rancang bangun. Pasal 19 (1) Dokumen pengendalian potensi bahaya besar sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf c sekurang-kurangnya memuat : a. prosedur kerja aman (2) Tata cara pembuatan dan rincian isi dokumen pengendalian instalasi . Pasal 18 Hasil pengujian faktor kimia dan instalasi sebagai mana dimaksud pada pasal 16 ayat (2) dan 17 ayat (2) dipergunakan sebagai acuan dalam melakukan pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja. c. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun sekali. d. f. konstruksi. pemilihan bahan kimia serta pengoperasian dan pemeliharaan instalasi. penilaian dan pengendalian resiko. b.

Pasal 21 (1) Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja dan Kantor Departemen/ Dinas Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah menerima dokumen pengendalian sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 ayat (1) dan (2) melakukan penelitian kebenaran isi dokumen tersebut. Pasal 20 (1) Dokumen pengendalian potensi bahaya besar sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (1) disampaikan kepada Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja dengan tembusan kepada Kantor Departemen / Dinas Tenaga Kerja setempat. (3) Dokumen pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang telah .sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) diatur lebih lanjut dengan keputusan Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. (2) Dokumen pengendalian potensi bahaya menengah sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) disampaikan kepada Kantor Departemen /Dinas Tenaga Kerja setempat. (2) Kebenaran isi dokumen sebagaimana tersebut pada ayat (1) harus dinyatakan secara tertulis dengan membubuhkan tanda persetujuan.

d. telah mengikuti kursus tehnis K3 Kimia. b. melakukan identifikasi bahaya. BAB V PENUNJUKKAN PETUGAS K3 KIMIA DAN AHLI K3 KIMIA Pasal 22 (1) Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat ( I ) huruf a pasal 17 ayat (I) huruf a mempunyai kewajiban : a. melaksanakan prosedur penanggulangan keadaan darurat. c. hubungan kerja tidak didasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). bekerja pada perusahaan yang bersangkutan. d. c. mengembangkan pengetahuan k3 bidang kimia. melaksanakan prosedur kerja aman.dinyatakan pengawasan kebenarannya sesuai ayat (2) digunakan sebagai acuan pelaksanaan K3 di tempat kerja. . (2) Untuk dapat ditunjuk sebagai Petugas K3 Kimia ditetapkan : a. b. tidak dalam masa percobaan. (3) Kursus tehnis Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d.

mengusulkan pembuatan prosedur kerja aman dan penanggulangan keadaan darurat kepada pengusaha atau pengurus. menyusun program kerja pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja. melakukan identifikasi bahaya. Ahli K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf b mempunyai kewajiban : a.dilaksanakan oleh perusahaan sendiri. b. memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya. penilaian dan pengendalian resiko. f. perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang dengan kurikulum seperti yang tercantum dalam lampiran IV Keputusan Menteri ini. . d. e. merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia perusahaan atau instansi yang didapat karena jabatannya. membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang¬undangan K3 bahan kimia berbahaya. (4) Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebelum melakukan kursus harus melaporkan rencana pelaksanaan kursus teknis kepada Kantor Departemen/Dinas Tenaga Kerja setempat Pasal 23 a. c.

. penunjukan Ahli K3 Kimia sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. fotocopy ijasah atau surat tanda tamat belajar terakhir. e. c. daftar riwayat hidup.b. d. Pasal 24 (1) Penunjukan Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ditetapkan berdasarkan permohonan tertulis dari Pengusaha atau Pengurus kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. surat keterangan pernyataan beketja penuh dari perusahaan yang bersangkutan. sertifikat kursus teknis petugas K3 Kimia. surat keterangan berbadan sehat dari dokter. b. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 25 Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan me1aksanakan pengawasan terhadap ditaatinya Keputusan Menteri ini. (2) Permohonan penunjukan Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melampirkan : a.

Pasal 26 Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini. Pasal 27 Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Kep. Identitas Bahan dan Perusahaan Nama bahan . maka Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 29-9-1999 MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA ttd FAHMI IDRIS 16 Lampiran I : Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : Kep. 187//VIen/1999 Tanggal : 29-9-1999 LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN 1.612/Men/1989 tentang Penyediaan Data Bahan Berbahaya Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja dinyatakan tidak berlaku lagi.

Komposisi Bahan Bahan … % berat CAS No…. Nama perusahaan (pembuat) Alamat Phone b. 3. Nama distributor Alamat Phone c.Rumus kimia Code produksi Synonim Nama perusahaan (pembuat) atau distributor atau importir : a.. Batas pemajanan ………. Nama importir Alamat Phone 2. Identifikasi Bahaya • Ringkasan bahaya yang penting : • Akibatnya terhadap kesehatan : o Mata 17 .

.OC (……OF) b.OC c.o Kulit o Tertelan o Terhirup o Karsinogenik o Teratogenik o Reproduksi 4. Daerah mudah terbakar : • Batas terendah mudah terbakar : ……………% • Batas tertinggi mudah terbakar : ……………% d. Sifat-sifat bahan mudah terbakar : …………… Titik nyala : ……. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Terkena pada : • Mata • Kulit • Tertelan • Terhirup 5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran a. Media pemadaman api : …………… . Suhu nyala sendiri : ……….

Tumpahan dan kebocoran besar c. tangan. Penyimpanan e.. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran a. 9.. Instruksi pemadaman api : ………. Sifat-sifat Fisika dan Kimia a. dll. mata. Pengendalian Pemajanan dan Alat Pelindung Diri a. Warna : . kulit. Alat pelindung diri : o Pelindung pemajanan.Bentuk : padat/cair/gas b. Alat pelindung diri yang digunakan 18 7...e. Penanganan bahan b. Pencegahan terhadap pemajanan c... Penyimpanan dan Penanganan Bahan a. 6. Bahaya khusus : …………… f. Tumpahan dan kebocoran kecil b. Pengendalian teknis b. Syarat khusus penyimpanan bahan 8..Bau : c. Tindakan pencegahan terhadap kebakaran dan peledakan d..

Sifat stabilitas : c. Informasi Toksikologi a. Efek lokal : . Tertelan LD 50 (mulut) : d. Masa jenis : e. Tekanan uap : h.d. Bahan yang harus dihindari (incompatibility) : e. Bahaya polimerisasi : 11. Terkena mata : c. Nilai Ambang Batas (NAB) : ……………. Titik lebur : g. Titik didih : f. Terkena kulit : e. Kondisi yang harus dihindari : d. Bahan dekomposisi : 19 f.. Reaktifitas dan Stabilitas a. Kelarutan dalam air : i. ppm b. Sifat reaktifitas : b. Terhirup LC 50 (pernafasan) : f. P H : 10.

Pengangkutan darat c. Degradasi lingkungan c. Peraturan Perundang-undangan 16. Pembuangan Limbah 14. Bio akumulasi 13.g. Pemaparan jangka pendek (akut) : h. Pengangkutan : a. Pengangkutan udara 15. Informasi lain yang diperlukan Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 29-9-1999 . Pengangkutan laut d. Pemaparan jangka panjang (kronik) : • Karsinogen • Teratogen • Reproduksi • Mutagen 12. Kemungkinan dampaknya terhadap lingkungan b. Peraturan internasional b. Informasi Ekologi a.

Mengkoo.. KOORDINATOR a. Lokasi kejadian Keadaan darurat kebakaran terjadi di ge. gangguan terhadap pe.----------------------------------------MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA ttd FAHMI IDRIS Diposkan oleh Gresby di 02:45 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Entri Populer • SKENARIO SIMULASI TANGGAP DARURAT SKENARIO SIMULASI PENANGANAN KEADAAN DARURAT KEBAKARAN. ... kerusakan barang.. 1.. • PROSEDUR PELAPORAN KECELAKAAN Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan yang dapat berakibat cedera pada manusia. b. Mewakili pihak manajemen untuk mengkoordinir keadaan tanggap darurat.. • TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM TANGGAP DARURAT 1.

.... • PROSEDUR GEMPA BUMI 1.. 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA MENTERI TENA.... • KEPMENAKER 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R. Kandungan argon dalam udara kurang lebih 0.. Segera berlindung dibawah meja atau bagian lain perabotan yang kuat. NO... • PROSEDUR KERJA DI KETINGGIAN Pekerja boleh mengerjakan pekerjaan di ketinggian dengan syarat : a.• PROSEDUR EVAKUASI Segera tinggalkan gedung sesuai dengan petunjuk team evakuasi tanggap darurat atau ikuti arah jalur evakuasi/arah tanda kelua. Dipasang pijakan kaki dan penghalang yang cukup kuat at.. yang dapat memberikan perlindungan dan udara segar.. .!. • PROSEDUR KEBAKARAN 1... ke..9% vo. Setiap karyawan yang melihat kebakaran di area pabrik jangan panik dan harus teriak minta tolong (kebakaraaan. • MSDS ARGON (Ar) Argon (Ar) Argon adalah suatu unsure yang pada suhu dan tekanan atmosfir berbentuk gas... • PROSEDUR KEBAKARAN 1. kebakaraaan. ... kebakaraaan.I. Setiap karyawan yang melihat kebakaran di area pabrik jangan panik dan harus teriak minta tolong (kebakaraaan.KEP..

Arsip Blog • • • April (13) Juli (8) Agustus (1) Tampilan slide .

.

.

.

.

.

NO. 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA R.KEP. .KEPMENAKER 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I.I.

2918). c.Kep. 3. Per. Tambahan Lembaran Negara No. Undang-undang No. 612 / Men / 1989 tentang Penyediaan Data Bahan Berbahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja sudah tidak sesuai lagimaka perlu disempurnakan. mengedarkan. 4. lingkungan maupun sumber daya lainnya. 2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. akibat penggunaan Kahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perlu diatur pengendaliannya.1. tenaga kerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 122 / M tahun 1998 tentang Pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan. 02/Men/1992 tentang Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja. bahwa kegiatan industri yang mengolah. b. mengangkut dan mempergunakan bahanbahan kimia berbahaya akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan pembangunan sehingga berpotensi untuk menimbulkan bahaya besar bagi industri. Keputusan Presiden No. menyimpan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. bahwa untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.1. Per. 04 / Men / 1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja MEMUTUSKAN : . Per. 5.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara tahun 1970 No. Mengingat 1. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri. Menimbang a. 02 / Men / 1980 2 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja. bahwa Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. d.

instalasi dan lingkungan. alat-alat kerja dan lingkungan . Nilai Ambang Kuantitas yang selanjutnya disebut NAK adalah standar kuantitas bahan kimia berbahaya untuk menetapkan potensi bahaya bahan kimia di tempat kerja. c.Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 a. Bahan Kimia Berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia dan atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja. Lethal Concentration 50 (LC 50) adalah konsentrasi yang menyebabkan . e. Pengendalian bahan kimia berbahaya adalah upaya dan atau kegiatan yang dilakukan untuk mencegah dan atau mengurangi resiko akibat penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja terhadap tenaga kerja. b. d. Lethal Dose 50 (LD 50) adalah dosis yang menyebabkan kematian pada 50% binatang percobaan.

g. h.3 kematian pada 50% binatang percobaan. persekutuan atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia. perseorangan. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tenaga teknis berkeahlian . Pengurus adalah orang yang ditunjuk untuk memimpin langsung suatu kegiatan kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. Orang. f. 2. Orang. 3. Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan. persekutuan atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya. perseorangan. Tenaga kerja adalah orang yang bekerja pada tempat kerja dengan menerima upah. Pengusaha adalah : 1. bergerak atau tetap. persekutuan atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri. Orang. perseorangan. dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. j. tertutup atau terbuka. i. dimana tenaga kerja melakukan pekerjaan atau yang seri ng dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha.

/PT BAB II . penunjukan petugas K3 Kimia dan Ahli K3 Kimia. Pasal 2 Pengusaha atau Pengurus yang menggunakan.khusus dan luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Menteri adalah Menteri yang membidangi ketenagakerjaan. penyediaan lembar data keselamatan bahan (LDKB) dan label. memproduksi dan mengangkut bahan kimia berbahaya di tempat kerja wajib mengendalikan bahan kimia berbahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. b. Pasal 3 Pengendalian berbahaya kimia berbahaya sebagaimana dimaksud pasal 2 meliputi : a. 1 tahun 1970. memakai. l. k. menyimpan. Direktur adalah pejabat yang ditunjuk oleh Menaker sebagaimana dimaksud dalam pasal I ayat 4 UU No. m. Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.

pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri. d. j. informasi ekologi. tindakan penanggulangan kebakaran. identifikasi bahaya. h. m. sifat fisika dan kimia. k. . pembuangan limbah. 5 l. g. n. komposisi bahan. i. c. e. b. informasi toksikologi. stabilitas dan reaktifitas bahan.PENYEDIAAN DAN PENYAMPAIAN LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN DAN LABEL Pasal 4 (1) Lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan tentang : a. f. identitas bahan dan perusahaan. pengangkutan bahan. penyimpanan dan penanganan bahan. tindakan mengatasi kebocoran dan tumpahan. tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

i. Pasal 6 Lembar Data Keselamatan Bahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 dan Label . nama. instruksi pengisian dan penyimpanan. informasi lain yang diperlukan. informasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. identifikasi bahaya. g. instruksi tumpahan atau bocoran. alamat dan no. j. f. tanda bahaya dan artinya. referensi. Pasal 5 Label sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a meliputi keterangan mengenai: a. telepon pabrik pembuat dan atau distributor. k. uraian resiko dan penanggulangannya. h. instruksi kebakaran. p. (2) Rincian isi lembar data keselamatan bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seperti tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri ini. e. instruksi dalam hal terkena atau terpapar. b. d. c. tindakan pencegahan.o. nama produk.

(3) Potensi bahaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. . BAB III PENETAPAN POTENSI BAHAYA INSTALASI Pasal 7 (1) Pengusaha atau Pengurus wajib menyampaikan Daftar Nama. Sifat dan Kuantitas Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja dengan mengisi formulir sesuai contoh seperti tercantum dalam Lampiran II Keputusan Menteri ini kepada Kantor Departemen /Dinas Tenaga Kerja setempat dan tembusannya disampaikan kepada Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat. Pasal 8 (2) Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (2) Kantor Departemen/Dinas Tenaga Kerja setempat menetapkan kategori potensi bahaya perusahaan atau industri yang bersangkutan. bahaya besar.sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 diletakkan ditempat yang mudah diketahui oleh tenaga kerja dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. Kriteria serta Nilai Ambang Kuantitas (NAK) Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja. b. bahaya menengah (4) Kategori potensi bahaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Nama.

bahan sangat beracun. gas mudah terbakar. fisika dan toksik. Sifat kimia. Pasal 10 (1) Bahan kimia termasuk kriteria bahan beracun atau sangat beracun sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf a dan b. h. g.Pasal 9 Kriteria bahan kimia berbahaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (3) terdiri dari : a. c. bahan mudah meledak. f. bahan kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). fisika dan toksik. (2). bahan beracun. d. bahan oksidator. ditetapkan sebagai berikut : . e. 7 b. cairan sangat mudah terbakar. bahan reaktif. ditetapkan dengan memperhatikan sifat kimia. cairan mudah terbakar.

5 mg/1 dan < 2 mg/l. cairan mudah terbakar dalam hal titik nyala > 21OC dan < 55 OC pada tekanan 1 (satu) atmosfir. bahan sangat beracun dalam hal pemajanan melalui Mulut : LD 50 ◊ 25 mg/kg berat badan atau Kulit : LD 50 ◊ 50 mg/kg berat badan.5 mg/1. Bahan kimia termasuk kriteria cairan sangat mudah terbakar.a. b. dan e ditetapkan dengan memperhatikan sifat kimia dan fisika. c. b. d. Pasal 11 (1). cairan sangat mudah terbakar dan gas mudah terbakar. gas mudah terbakar dalam hal titik didih < 20 OC pada tekanan 1 (satu) . cairan sangat mudah terbakar dalam hal titik nyala < 21OC dan titik didih > 20OC pada tekanan 1 (satu) atmosfir. sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c. 8 (2). Sifat fisika dan kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut: a. atau pernafasan : LC 50 ◊ 0. bahan beracun dalam hal pemajanan melalui Mulut : LD 50 > 25 atau < 200 mg/kg berat badan atau Kulit : LD 50 > 25 atau < 400 mg/kg berat badan atau Pernafasan : LC 50 > 0.

Pasal 13 Nilai Ambang Kuantitas ( NAK ) bahan kimia yang termasuk kriteria beracun atau 9 kriteria oksidator. bereaksi dengan asam mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar atau beracun atau korosif. (3) Bahan kimia ditetapkan termasuk dimaksud dalam pasal 9 huruf h apabila reaksi kimia atau penguraiannya menghasilkan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran. Pasal 12 (1) Bahan kimia ditetapkan termasuk kriteria mudah meledak sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf f apabila reaksi kimia bahan tersebut menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi. (2) Bahan kimia termasuk kriteria reaktif sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf g apabila bahan tersebut: a.atmosfir. sebagaimana . atau b. sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya. bereaksi dengan air mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar.

sangat beracun, sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1) dan ayat (2), ditetapkan sebagaimana tercantum dalam lampiran III Keputusan Menteri ini. Pasal 14 Nilai Ambang Kuantitas (NAK) bahan kimia selain yang dimaksud dalam pasal 13 ditetapkan sebagai berikut : a. bahan kimia kriteria beracun : 10 ton. b. bahan kimia kriteria sangat beracun : 5 ton. c. bahan kimia kriteria reaktif : 50 ton. d. bahan kimia kriteria mudah meledak : 10 ton. e. bahan kimia kriteria oksidator : 10 ton. f. bahan kimia kriteria cairan mudah terbakar : 200 ton. g. bahan kimia kriteria cairan sangat mudah terbakar : 100 ton. h. bahan kimia kriteria gas mudah terbakar : 50 ton. Pasal 15 (1) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas melebihi Nilai Ambang Kuantitas (NAK) sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya besar.

(2) Perusahaan atau industri yang mempergunakan bahan kimia berbahaya dengan kuantitas sama atau lebih kecil dari Nilai Ambang Kuantitas ( NAK ) sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan 14 dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai potensi bahaya menengah. BAB IV KEWAJIBAN PENGUSAHA ATAU PENGURUS Pasal 16 (1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya besar sebagai mana dimaksud pada pasal 15 ayat (1) wajib : a. mempekerjakan petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja non shift sekurang kurangnya 2 (dua) orang dan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja shift sekurang-kurangnya 5 (lima) orang. b. mempekerjakan ahli K3 Kimia sekurang-kurangnya 1 (satu) orang. c. membuat dokumen pengendalian potensi bahaya besar. d. melaporkan setiap perubahan nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi instalasi yang digunakan. e. melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

f. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali. g. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun sekali. (2) Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dan f dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang. Pasal 17 (1) Perusahaan yang dikategorikan mempunyai potensi bahaya menengah sebagaimana dimaksud pada pasal 15 ayat (2) wajib : a. mempunyai petugas K3 Kimia dengan ketentuan apabila dipekerjakan dengan sistem kerja yang non shift sekurangkurangnya 1 (satu) orang dan 11 apabila dipekerjakan dengan mempergunakan shift sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. b. membuat dokumen pengendalian potensi bahaya menengah. c. melaporkan setiap terjadi peruhahan mengenai nama bahan kimia dan kuantitas bahan kimia, proses dan modifikasi instalasi yang digunakan. d. melakukan pemeriksaan dan pengujian faktor kimia yang ada di tempat kerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali. e. melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi yang ada di tempat kerja

sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. f. melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang kurangnya 1 (satu) tahun sekali. (2) Pengujian faktor kimia dan instalasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dan e dapat dilakukan oleh perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang. Pasal 18 Hasil pengujian faktor kimia dan instalasi sebagai mana dimaksud pada pasal 16 ayat (2) dan 17 ayat (2) dipergunakan sebagai acuan dalam melakukan

pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja. Pasal 19 (1) Dokumen pengendalian potensi bahaya besar sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf c sekurang-kurangnya memuat : a. identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko. b. kegiatan tehnis, rancang bangun, konstruksi, pemilihan bahan kimia serta pengoperasian dan pemeliharaan instalasi. c. kegiatan pembinaan tenaga kerja di tempat kerja. d. prosedur kerja aman (2) Tata cara pembuatan dan rincian isi dokumen pengendalian instalasi

Pasal 20 (1) Dokumen pengendalian potensi bahaya besar sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (1) disampaikan kepada Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja dengan tembusan kepada Kantor Departemen / Dinas Tenaga Kerja setempat. Pasal 21 (1) Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja dan Kantor Departemen/ Dinas Tenaga Kerja setempat selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah menerima dokumen pengendalian sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 ayat (1) dan (2) melakukan penelitian kebenaran isi dokumen tersebut. (2) Dokumen pengendalian potensi bahaya menengah sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) disampaikan kepada Kantor Departemen /Dinas Tenaga Kerja setempat.sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) diatur lebih lanjut dengan keputusan Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. (3) Dokumen pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang telah . (2) Kebenaran isi dokumen sebagaimana tersebut pada ayat (1) harus dinyatakan secara tertulis dengan membubuhkan tanda persetujuan.

hubungan kerja tidak didasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). d. c. b. . melaksanakan prosedur penanggulangan keadaan darurat. (3) Kursus tehnis Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. c. telah mengikuti kursus tehnis K3 Kimia. melaksanakan prosedur kerja aman. melakukan identifikasi bahaya. (2) Untuk dapat ditunjuk sebagai Petugas K3 Kimia ditetapkan : a. d. b. tidak dalam masa percobaan. BAB V PENUNJUKKAN PETUGAS K3 KIMIA DAN AHLI K3 KIMIA Pasal 22 (1) Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat ( I ) huruf a pasal 17 ayat (I) huruf a mempunyai kewajiban : a. bekerja pada perusahaan yang bersangkutan. mengembangkan pengetahuan k3 bidang kimia.dinyatakan pengawasan kebenarannya sesuai ayat (2) digunakan sebagai acuan pelaksanaan K3 di tempat kerja.

c. e. b. (4) Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebelum melakukan kursus harus melaporkan rencana pelaksanaan kursus teknis kepada Kantor Departemen/Dinas Tenaga Kerja setempat Pasal 23 a. f. perusahaan jasa K3 atau instansi yang berwenang dengan kurikulum seperti yang tercantum dalam lampiran IV Keputusan Menteri ini. melakukan identifikasi bahaya. merahasiakan segala keterangan yang berkaitan dengan rahasia perusahaan atau instansi yang didapat karena jabatannya. . penilaian dan pengendalian resiko. Ahli K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf b mempunyai kewajiban : a. membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang¬undangan K3 bahan kimia berbahaya. d. menyusun program kerja pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja. memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai hasil pelaksanaan tugasnya. mengusulkan pembuatan prosedur kerja aman dan penanggulangan keadaan darurat kepada pengusaha atau pengurus.dilaksanakan oleh perusahaan sendiri.

daftar riwayat hidup. b. fotocopy ijasah atau surat tanda tamat belajar terakhir. d. e. surat keterangan pernyataan beketja penuh dari perusahaan yang bersangkutan. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 25 Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan me1aksanakan pengawasan terhadap ditaatinya Keputusan Menteri ini. Pasal 24 (1) Penunjukan Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ditetapkan berdasarkan permohonan tertulis dari Pengusaha atau Pengurus kepada Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. . surat keterangan berbadan sehat dari dokter. c.b. penunjukan Ahli K3 Kimia sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Permohonan penunjukan Petugas K3 Kimia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melampirkan : a. sertifikat kursus teknis petugas K3 Kimia.

187//VIen/1999 Tanggal : 29-9-1999 LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN 1.Pasal 26 Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini.Kep. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 29-9-1999 MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA ttd FAHMI IDRIS 16 Lampiran I : Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : Kep. Pasal 27 Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.612/Men/1989 tentang Penyediaan Data Bahan Berbahaya Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja dinyatakan tidak berlaku lagi. maka Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Identitas Bahan dan Perusahaan Nama bahan .

Batas pemajanan ………. Komposisi Bahan Bahan … % berat CAS No….. Nama importir Alamat Phone 2. Nama perusahaan (pembuat) Alamat Phone b. Nama distributor Alamat Phone c. Identifikasi Bahaya • Ringkasan bahaya yang penting : • Akibatnya terhadap kesehatan : o Mata 17 . 3.Rumus kimia Code produksi Synonim Nama perusahaan (pembuat) atau distributor atau importir : a.

Tindakan Penanggulangan Kebakaran a. Sifat-sifat bahan mudah terbakar : …………… Titik nyala : ……. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Terkena pada : • Mata • Kulit • Tertelan • Terhirup 5.OC c. Media pemadaman api : …………… . Daerah mudah terbakar : • Batas terendah mudah terbakar : ……………% • Batas tertinggi mudah terbakar : ……………% d.OC (……OF) b..o Kulit o Tertelan o Terhirup o Karsinogenik o Teratogenik o Reproduksi 4. Suhu nyala sendiri : ……….

Bahaya khusus : …………… f. 6. Alat pelindung diri yang digunakan 18 7.. Penyimpanan dan Penanganan Bahan a.. Pengendalian Pemajanan dan Alat Pelindung Diri a. dll. Tindakan Terhadap Tumpahan dan Kebocoran a. Warna : . 9. Tumpahan dan kebocoran besar c.. Instruksi pemadaman api : ………. Pengendalian teknis b. mata.e. Sifat-sifat Fisika dan Kimia a. Syarat khusus penyimpanan bahan 8. Penyimpanan e.. Tindakan pencegahan terhadap kebakaran dan peledakan d.. kulit.. Alat pelindung diri : o Pelindung pemajanan. Penanganan bahan b. Tumpahan dan kebocoran kecil b.. Pencegahan terhadap pemajanan c.Bau : c.. tangan.Bentuk : padat/cair/gas b.

Nilai Ambang Batas (NAB) : ……………. Terhirup LC 50 (pernafasan) : f. Titik lebur : g.d. Masa jenis : e.. Sifat stabilitas : c. Bahan yang harus dihindari (incompatibility) : e. Bahaya polimerisasi : 11. Kondisi yang harus dihindari : d. Sifat reaktifitas : b. Informasi Toksikologi a. Reaktifitas dan Stabilitas a. Efek lokal : . Terkena mata : c. Tertelan LD 50 (mulut) : d. ppm b. Titik didih : f. Terkena kulit : e. Bahan dekomposisi : 19 f. Tekanan uap : h. P H : 10. Kelarutan dalam air : i.

g. Degradasi lingkungan c. Pengangkutan darat c. Pembuangan Limbah 14. Bio akumulasi 13. Kemungkinan dampaknya terhadap lingkungan b. Pemaparan jangka panjang (kronik) : • Karsinogen • Teratogen • Reproduksi • Mutagen 12. Pengangkutan laut d. Pengangkutan : a. Peraturan Perundang-undangan 16. Pemaparan jangka pendek (akut) : h. Pengangkutan udara 15. Informasi lain yang diperlukan Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 29-9-1999 . Informasi Ekologi a. Peraturan internasional b.

... Mewakili pihak manajemen untuk mengkoordinir keadaan tanggap darurat. kerusakan barang. 1. . • PROSEDUR PELAPORAN KECELAKAAN Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan yang dapat berakibat cedera pada manusia. b. Mengkoo. • TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM TANGGAP DARURAT 1. KOORDINATOR a.. Lokasi kejadian Keadaan darurat kebakaran terjadi di ge... gangguan terhadap pe.----------------------------------------MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA ttd FAHMI IDRIS Diposkan oleh Gresby di 02:45 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Entri Populer • SKENARIO SIMULASI TANGGAP DARURAT SKENARIO SIMULASI PENANGANAN KEADAAN DARURAT KEBAKARAN.

9% vo.... . Kandungan argon dalam udara kurang lebih 0. • KEPMENAKER 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.. • PROSEDUR KEBAKARAN 1. kebakaraaan.. Segera berlindung dibawah meja atau bagian lain perabotan yang kuat.• PROSEDUR EVAKUASI Segera tinggalkan gedung sesuai dengan petunjuk team evakuasi tanggap darurat atau ikuti arah jalur evakuasi/arah tanda kelua.. • PROSEDUR KERJA DI KETINGGIAN Pekerja boleh mengerjakan pekerjaan di ketinggian dengan syarat : a. 187/MEN/1999 TENTANG PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI TEMPAT KERJA MENTERI TENA.. yang dapat memberikan perlindungan dan udara segar. Setiap karyawan yang melihat kebakaran di area pabrik jangan panik dan harus teriak minta tolong (kebakaraaan. • PROSEDUR GEMPA BUMI 1.I.. kebakaraaan. • MSDS ARGON (Ar) Argon (Ar) Argon adalah suatu unsure yang pada suhu dan tekanan atmosfir berbentuk gas. .!.. • PROSEDUR KEBAKARAN 1...... Dipasang pijakan kaki dan penghalang yang cukup kuat at... Setiap karyawan yang melihat kebakaran di area pabrik jangan panik dan harus teriak minta tolong (kebakaraaan.KEP.. ke..... NO.

Arsip Blog • • • April (13) Juli (8) Agustus (1) Tampilan slide .

.

.

.Bahaya Merokok bagi Kesehatan Tubuh Manusia Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok (perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka).

yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri. karbon monoksida. . Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini. 3. dsb. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. nikotin. 4. 2. sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. 5. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar.1. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin. sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. 6.

pahala. penggunaan ini semakin berkembang.catatanteknisi. persepsi positif.html#ixzz1UE7tpBZc Zat Kimia Dalam Wewangian Parfum atau pewangi telah digunakan sejak zaman dahulu kala terutama oleh kaum wanita. dan lain sebagainya. . karena memang kesan bersih. Penggunaanya mulai dari upacara keagamaan. Namun apakah penambahan zat pewangi atau parfum pada beberapa produk harian atau kosmetik tersebut aman bagi penggunanya? Bagaimana dengan ibu hamil yang mengirupnya apakah wangi tersebut benar-benar murni terbuat dari campuran bunga dan buah seperti yang dicantum pada kemasan atau pada iklan produk tersebut.Kesimpulan : Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang. kesehatan. Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. kehidupan sosial. Produk yang memiliki wewangian yang khas dan menarik memang cukup digemari oleh masyarakat. mulai dari produk kebutuhan wanita. Seiring dengan perkembangan zaman. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. segar dan menyenangkan akan ditimbulkan dari wewangian tersebut. Mungkinkah kita mendapatkan wewangian yang benar-benar asli dan aman dengan harga yang sangat murah? Dibawah ini akan kita lihat beberapa tabel yang memberikan informasi tentang kandungan wewangian sintesis serta beberapa efek samping yang akan ditimbulkan jika terhirup dalam jumlah yang banyak dan kontinyu. karena anda adalah orang yang smart / pandai. Pewangi atau parfum digunakan pada setiap produk. Read more: http://www. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok. hingga produk kebutuhan rumah tangga seperti cairan pembersih bahkan obat anti nyamuk. pernikahan atau bahkan kematian dimana setiap moment memiliki aroma tersendiri.com/2011/05/bahaya-merokok-bagikesehatan-tubuh.

Mengganggu sistem pernafasan. kerusakan paru-paru. 50% BungaBouquet Benzal asetat Kanker pankreas. Alpha Peradangan lapisan mucus pada-paru. peradangan mata buahan Oil 100 linalool. kehilangan 88. peradangan mata. sakit perut dan diare. vertigo.Aroma Jeruk . BuahBergamont lomonin. FCC koordinasi anggota badan. 10 – dan kulit. konjunktivitas. Peppermint 1-Menthol 10 Pepermint vertigo. halusinasi. peradangan pada mata dan kulit Gangguan pernafasan Peradangan pada mata dan kulit. bungaan Floral 3881 10 – 50% saluran pernafasan dan batuk. lemon Lavender Bahan Yang di Kandung Fruityfragrance 86173 Lavenderfragrance 93054 Tomato Oil 010 (% Berat Bersih) Limonin > 50% Linalool 1050% Tanda Keracunan kanker. bunga Fragrance 50% peradangan mata.5% F.5% kebakaran dan kesan terbakar pada kulit. Jika tertelan menyebabkan Manis 950 50% muntah. Gangguan pernafasan. 5975 Lesu lemah mual. sakit kepala. pusing. merusakkan sistem pertahanan badan. Sinamik Peradangan sistem pernafasan dan kulit. Cemara P&F 97. denyutan Wangi Alpha Pinene a-Pinen jantung meningkat. hilang keseimbangan pergerakan 501 – 50% anggota badan. Kulit Kayu Cinnamon Oil Aldehid > mengantuk. Spring Musim Flowers Karbitol 10 – Gangguan pernafasan dan sistem saraf. a-Terpineol Lila Terpineol P & pneumonitis. jika Propilin glikol Tomat tertelan dan terhirup dapat menyebabkan > 50% pingsan dan tak sadar Spearmint oil Karvon > Menyebabkan peradangan pada mata dan Pepermint 660 50% kulit. sakit perut. Kandungan Wangian . mengantuk dan koma Linalil asetat. muntah. susah bernafas.

Identifikasi ini dapat ditemukan baik dalam jangka panjang atau pendek Pada tahap awal keracunan dapat diidentifikasi melalui reaksi seseorang terhadap suatu produk tertentu yang dicurigai mengandung bahan pewangi sintetik yang mengandung zat kimia yang berbahaya. minyak wangi semprot. dan lain-lain . lioanalol yang sering terdapat dalam kosmetik. Walaupun pada tahap ini hanya sebagian orang yang sensitif yang menunjukkan tanda-tanda keracunan. cacat janin pada bayi dalam kandungan. shampoo. gangguan pada syaraf. Persentase kandungan bahan kimia dalam parfum antara kisaran 30 % tergantung dari jenis produknya. seperti Parkinson . keguguran. sama bentuknya seperti seseorang yang alergi terhadap debu. hairspray. aldehid atau zat yang umumnya terkenal beracun. yang dicurigai mengakibatkan sakit kepala dan juga bersifat karsinogenik meskipun pada kandungan yang lemah. pemutih pakaian. benzil alcohol. bahan kimia seperti alfa-terpineol. benzil asetat. bahan-bahan ini dicurigai sering memberikan efek samping pada kulit pemakai. Bahaya Kesehatan Salah satu ciri keracunan yang disebabkan oleh bahan kimia yang terdapat dalam zat pewangi yang ditambahkan dalam suatu produk pembersih dan kosmetik adalah asma. pelembut . paruparu dan seterusnya keanggota tubuh bagian lain yang disalurkan melalui sistem peredaran darah. Produk yang dapat memberikan efek langsung kepada pemakai sehingga dapat diidetifikasi tanda keracunan adalah produk yang biasanya berkontak langsung dengan sistem pernafasan. 95 % bahan kimia yang terkandung di dalam produk wangian adalah bahan kimia sintetik yang berbahan dasar petroleum yang merupakan turunan benzena. dll. limonin. kanker. seperti pengharum ruangan. alzeimer. Sedangkan sebagian individu yang lain bisa jadi tidak menunjukkan reaksi apapun pada tahap awal pemakaian produk. Berdasarkan riset dari FDA pada tahun 1968-1972. Salah satu organisasi di Amerika yang menangani masalah kesehatan lingkungan menemukan zat kimia beracun dari 815 sampel yang mereka ambil. kuteks. Namun dari beberapa analisa pasar. Namun pada pemakaian produk yang sama dalam jangka waktu lama dan berulang-ulang barulah terlihat gejala keracunan dengan kondisi yang akut dan sulit disembuhkan seperti kanker atau penyakit berat lainnya. Untuk produk yang digunakan pada bagian luar yaitu pada kulit seperti sabun. colone. Efek akan lebih berbahaya terutama pemakaian yang bersifat semburan pada bagian tubuh dalam bentuk gas. detergen. Selain itu juga terdapat pengharum yang beraroma musk. laring. Tes yang dilakukan pada tahun 1991 menemukan zat-zat yang terkandung adalah kloroform yang dapat juga ditemui pada pelembut pakaian dan p-diklorobenzena yang telah diketahui bersifat karsinogenik pada produk penyegar ruangan dengan dosis yang tinggi. sehingga terjadi kontak langsung pada sistem pernafasan mulai dari bagian hidung. faring. krim pencukur.Setiap produk wewangian mengandung pelarut tambahan yang berfungsi sebagai media atau fondation baik parfum itu asli atau sintesis.

Pingsan. lesu. Sakit kepala. yang terkandung dalam produk rumah tangga dan kosmetik yang mengandung parfum atau pewangi seperti minyak wangi. Peradangan pada mata dan bagian atas sistem pernafasan. colone. p-tert. pusing. saluran pernafasan paruKarbitol paru. pusing. Peradangan pada kulit. gangguan sistem reproduktif butil-alfa-metil pada pria kanker. 2. hairspray. Alergi pada kulit. dan lain sebagainya proses keracunan terjadi saat produk yang dipakai menyerap pada pori-pori kulit dan memasuki aliran darah dan seterusnya pada bagian anggota tubuh bagian dalam. mata dan saluran pernafasan. pusing. pusing. kekurangan Etil asetat darah. Dibawah ini table bahan kimia dan efek samping yang biasa di rasakan oleh manusia. tenggorokkan. lesu.. kulit kering dan pecah-pecah. dan koma. deodorant.60bis(1. mata. lesu dan tak sadarkan diri.pakaian. kesulitan bernafas. kanker Hidrosinamaldehid. Peradangan pada sistem pernafasan. dimetileti)-4-metil Mengganggu sistem saraf pusat. kerusakan hati dan ginjal. lelah. detergent dan lain sebagainya. paru-paru. lesu. sakit perut dan kerusakan ginjal. tekanan darah rendah. hilang keseimbangan. kesemutan. penyegar udara. sakit kepala. hidung dan Kamper (kapur barus) tenggorokkan. Peradangan pada mata. Peradangan pada mata dan saluran pernafasan Fenol. Tanda Keracunan . peradangan pada Benzaldehid mulut. hilang keseimbangan. penglihatan yang kabur. Ester Gangguan sistem saraf. pusing. sulit bernafas. Lesu. sabun pencuci piring. kekeringan pada mulut dan tenggorokan. Peradangan pada mata. Kandungan Bahan Kimia 3-Butane-2-one Aseton Siklopentana(g)-2benzopiran Etanol Tanda keracunan / Efek samping Peradangan pada kulit dan sistem pernafasan Menganggu sistem saraf pusat.1Gangguan pada janin dan sistem reproduksi. Benzil alkohol muntah. sensitif Phenol. kulit. gangguan sistem saraf. tidak sadarkan diri. sesak nafas (karena dimetabolisme karbon Metilen Klorida monoksida). kulit.

alergi ringitis. 2010 oleh adit Bahan kimia adalah bahan yang menyusun suatu zat. kemurungan. dan sebaiknya jauhkan pemakian produk yang mnegandung zat kimia yang berbahaya pada anak-anak dan juga ikuti cara pemakaian dan keselamatan pada kemasan yang tertera. sulit bernafas. Bahan kimia pembersih Dalam kehidupan sehari-hari. 3. Botol bermulut sempit dan tertutup rapat: zat yang mudah menguap. yaitu sebagai berikut. bronkitis. kehilangan ingatan bertahap. denyutan jantung yang tidak teratur atau lebih cepat. Sabun dan deterjen dapat menjadikan lemak dan minyak yang tadinya tidak dapat bercampur dengan air menjadi mudah .Pada umumnya keracunan zat pewangi di tandai oleh beberapa gejala berikut berdasarkan departemen kesehatan di Kanada (tahun 1990) yaitu mata berair. Bahan Kimia Nonpangan dalam Kehidupan Ada beberapa macam bahan kimia non pangan yang sering digunakan. pusing. 2. Botol atau kaleng: zat cair yang mengandung bahan kimia berbahaya. sesak nafas. sinusitis. perubahan tingkah laku. yaitu: • Mudah sekali terbakar • Mudah sekali meledak • Korosif (bahan yang menyebabkan pengikisan) • Serta Beracun Sifat-Sifat Bahan Kimia Sifat bahan kimia dapat dikenali dari kemasannya. migrain. ketegangan. tidak semua produk pewangi aman buat manusia ! Bahan kimia berbahaya dalam kehdupan sehari-hari * * * 3 pemilih 14.234 views | May 3. alergi akut. di antaranya seperti sabun dan deterjen. Berbahan kertas: zat padat yang mengandung bahan kimia tetapi tidak berbahaya. yaitu: 1. 1. memar pada kulit. tinunitus. Jjadi ingatlah. sakit. bersin. batuk. sesak nafas. vertigo. peradangan otot dan sendi. asma. Kaleng atau botol yang tidak tembus pandang: bahan kimianya mudah sekali rusak karena adanya pengaruh dari cahaya atau sinar Matahari langsung. kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih. Bahan kimia itu dapat dikelompokan berdasarkan sifatnya. lemah. anafilaksis. disorientasi. penglihatan berganda. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk membaca label pada produk yang akan dibeli untuk mengetahui kandungan kimia yang digunakan apakah zat yang terkandung cukup aman untuk manusia.

seledri. parfum. 3. d. Sering kali pasta gigi itu ditambahkan zat pewarna. Berikut ini adalah macam-macam bahan kimia pembersih sebagi berikut. Pada pembuatan sabun secara modern. Bahkan. pengharum pakaian. Deterjen Bahan dasar pembuatan deterjen adalah Alkyl Benzene Sulfonat (ABS). fluoride. Sampo Sampo itu terbuat dari basa natrium hidroksida (NaOH). seperti kayak krim. Bahan pemutih Pemutih biasanya digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sulit sekali dihilangkan pada pakaian/bahan tekstil. urang-aring. pemberi napas segar. Pewangi Pewangi merupakan bahan kimia yang biasanya terdapat dalam parfum. sedangkan sabun yang terbuat dari kalium hidroksida disebut dengan sabun lunak. vitamin. selain menggunakan salah satu dari basa NaOH atau KOH. Pasta gigi Pasta gigi merupakan pembersih yang fungsinya untuk membersihkan gigi dari segala jenis kotoran. Pasta gigi itu dibuat dari kalsium karbonat yang dihaluskan dan dicampurkan dengan gliserin. pewarna. Aroma harum pada bahan pewangi dapat diperoleh dari bahan alami. dan antiseptik beruna untuk membunuh kuman. seperti Vitamin E. deterjen itui dapat bekerja pada air sadah lho…. sedangkan vitamin berfungsi untuk meremajakan kulit. Sabun Sabun adalah garam basa yang dapat diperoleh dari berbagai asam lemak. rasa manis. dan antiseptik.bercampur. dan zat yang fungsinya untuk mencegah dan mengobati ketombe. a. pewarna untuk menambah daya tarik. Kelemahan deterjen dibandingkan sabun adalah deterjen sukar sekali diuraikan oleh mkroorganisme sehingga dapat mencemari lingkungan di sekitarnya c. Sampo juga sering sekali ditambahkan zat lain. Sabun yang terbuat dari natrium hidroksida disebut dengan sabun keras. dan kalsium. Larutan pemutih yang dijual biasanya itu mengandung bahan aktif natrium hipoklorit (NaOCI) sekitar 5%. Krim itu fungsinya untuk menghaluskan kulit. Daya cuci deterjen itu tenyata jauh lebih kuat dibandingkan dengan sabun. kalau parfum memberi aroma wangi pada sabun. b. 2. pengharum ruangan. seperti: . kondisioner. Sabun dan deterjen dalam air dapat melepaskan sejenis ion yang dapat bersatu dengan air (hidrofilik) sehingga sabun dan detergen dapat larut dalam air dan bagian yang tidak dapat bersatu dengan air (hidrofobik) akan terlarut dalam minyak atau lemak. Reaksi penyabunan disebut dengan yang namanya saponifikasi. Sabun itu fungsinya untuk membersihkan kotoran pada pakaian dan kulit yang sulit dibersihkan dengan menggunakan air. pengharum lantai. ditambahkan pula bahan lain. ekstrak ginseng. dan pengharum toilet.

yaitu kloroflurokarbon (CFC). bahkan kanker gigi karena kandungan merkuri di dalamnya. Racun luar tubuh Racun luar tubuh adalah bahan kimia yang akan membunuh serangga jika terjadi kontak langsung antara bahan kimia dan serangga. Castorium -> dari kelenjar kaki rusa betina yang ada diAmerika Utara dan Siberia f. Gray amber -> dari sperma ikan hiu e. C/Vet -> dari kelenjar musang Ethiopia Bahan pewangi umumnya terdiri atas tiga bentuk. misalnya kayak bedak. b. Bahan pembasmi serangga Insektisida ada tiga macam. Fenil alkohol -> terdapat pada bunga mawar b. Penggunaan pemutih gigi dapat menyebabkan gusi mengalami iritasi. 4. misalnyakayak deodoran. yaitu: a. pupuk fosfor. Pupuk Pupuk buatan yang umum digunakan adalah pupuk nitrogen. Sitrat -> buahjeruk c. Pewangi cair. Pemberian pupuk secara beriebihan dapat menimbulkan pencemaran tanah. Pewangi berbentuk aerosol cair menggunakan senyawa kimia pendorong (propelan) agar dihasilkan aerosol. Efek Samping Penggunaan Bahan bagi Lingkungan dan Manusia 1. Racun pencernaan Racun pencernaan adalah bahan kimia yang jika termakan oleh serangga akan merusak saluran pencernaan sehingga serangga akan mati. yaitu: a. Pewangi padat. Ambergis -> dari ekstrak usus ikan paus d. Misalnya seperti: • BHC • Asam sianida • Karbon disulfida 5. c. Misalnya seperti : • DDT • Dieldrin • BHC • Aldrin c. . Beberapa bahan kimia disinyalir merupakan pemicu kanker dan alergi. 2.a. Racun pernapasan Racun pernapasan adalah bahan kimia yang jika terhirup atau dihirup oleh serangga akan merusak saluran pernapasannya sehingga menyebabkan serangga itu mati. Pewangi aerosol cair. Misalnya: • DDT = dikloro difenil trikloretan • BHC = benzena heksa klorida b. misalnya kaya parfum. dan pupuk natrium.

Entah karena tidak tahu atau ndableg. Kesalahan penggunaan sabun/deterjen dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Sebenarnya penyemprotan tanaman yang mau dipanen mestinya sudah harus dihentikan pada dua minggu hingga sepuluh hari sebelum dipanen. 5. siapa lagi kalau bukan mereka yang dengan gegabah menggunakan pembasmi serangga serta mereka yang tidak sadar bahwa beberapa jenis bahan pangan yang mereka beli dari pasar. . 2. 7. 4. Senyawa klorofluorokarbon (CFC) atau karbon dioksida (C02) dalam aerosol cair atau bahan kimia semprot mengakibatkan penyebab utama penipisan ozon dan efek rumah kaca {green house effect). Jangan mencampur bahan kimia pemutih dengan bahan kimia lain tanpa petunjuk penggunaan yang jelas.3. 8. 5. Gunakan bahan kimia secukupnya saja. dan pembersih tubuh yang memilki pH seimbang. mungkin saja mengandung residu pestisida yang membahayakan. Korban keracunan di lapangan sudah tentu adalah para petani atau keluarganya. 6. akibat tindak keteledoran para petani sayur dalam memperlakukan pestisida dengan dosis yang berlebih. 4. 6. Pestisida juga bisa saja nyasar ke dalam makanan. Pilihlah sabun. Gunakan sarung tangan ketika menggunakan pembersih kamar mandi. sedangkan korban keracunan di dalam rumah. ARTIKEL TOXIN & DETOXIFIKASI Pestisida Dalam Makanan PESTISIDA yang seharusnya untuk membasmi serangga dan hama tanaman. Jangan membakar sampah yang mengandung kemasan bahan kimia berbentuk aerosol cair. khususnya buah dan sayuran. tidak mengandung merkuri atau timbal yang berbahaya bagi lingkungan. sampo. Ini menyebabkan terjadinya Alga yang melimpah dan akan menjadi sampah organik sehingga perairan kekurangan oksigen. Keracunan yang dikarenakan tidak disadari. Selalu membaca label peringatan serta petunjuk penggunaan pada label kemasan. 3. Gunakan pupuk secukupnya. merupakan kelaziman bahwa petani kita masih ada saja atau suka menyemprotkan pestisidanya sehari sebelum panen. kebanyakan akibat pemakaian pestisida di lapangan dan di dalam rumah. nyata-nyata banyak pula meracuni manusia. Limbah cair dari kegiatan mencuci menyebabkan terjadinya eutrofikasi (perairan menjadi subur). Limbah plastik dan styrofoam tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Gunakan cat yang aman. Pencegahan Efek Samping Bahan Kimia 1.

Ada dua jenis keracunan yang di akibatkan oleh pestisida. khususnya di daerah pedesaan. residu pestisida juga banyak yang sampai ke air dan tanah. Di sini pestisida berpengaruh pada biota air dan tanah. ditemukan berbagai jenis residu seperti aldrin. Diperkirakan. yaitu keracunan akut dan sedang. Sesuai namanya. Sedangkan keracunan sedang. perendaman dalam air panas (blanching) juga dapat menurunkan residu. Walaupun kadar residu yang ada dalam buah dan sayuran tidak tinggi (masih dibawah nilai ambang yang diperbolehkan). di dalam sayuran yang menggunakan penyemprotan pestisida. jumlah masyarakat yang terkena efek ini sangat besar. bukan dengan air diam. serta tentu saja manusia jika memang menggunakan air tersebut. menjadi steril dan bahkan kerusakan otak. yang notabene masih menggunakan sumber air sembarangan. Jika yang kita gunakan air diam (direndam) justru sangat memungkinkan racun yang telah larut menempel kembali ke sayuran. dan khlorpyrifos. seperti pusing-pusing. Tentu fatal akibatnya. itu sama artinya dengan meracuni mereka yang akan menyantap hasil panennya. finitrothion. Berbagai penelitian para ahli membuktikan. ginjal. biasanya korban tidak sampai dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit karena gejala umumnya hanya sub-klinis. keracunan akut adalah akibat mengkonsumsi residu pestisida (pestisida) dalam jumlah banyak sekaligus. kelumpuhan. dieldrin. Selain menempel di tanaman.Tenggang waktu tersebut diperlukan untuk memberikan kesempatan pestisida agar mengalami penguraian sehingga dalam kadar residu yang tidak membahayakan. Efek samar Para ahli menyebut efek samar atau subklinik untuk jenis keracunan seperti ini. toh kalau hal itu berlangsung terus menerus pada gilirannya bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Mencuci sayur sebaiknya jangan lupa membersihkan bagian-bagian yang terlindung mengingat bagian ini pun tak luput dari semprotan petani. paru-paru. Berbagai percobaan menunjukkan bahwa pencucian bisa menurunkan residu sebanyak 70 persen untuk jenis pestisida karbaril dan hampir 50 persen untuk DDT. diazinon. Makin banyak petani menggunakan dosisnya sudah tentu memerlukan tenggang waktu makin lama. antara lain dengan mencucinya secara bersih dengan menggunakan air yang mengalir. Ada baiknya kita mengurangi konsumsi sayur yang . Untuk kubis misalnya. mual atau berkeringat berlebihan. Sungguh mengerikan akibat yang bisa timbul oleh efek samar ini yaitu dengan kemungkinan munculnya kerusakan hati. fenfoat. Sebab meski yang masuk ke dalam tubuh kita dalam jumlah rendah. Mengurangi residu Ada beberapa langkah untuk mengurangi residu yang menempel pada sayuran. Tetapi kalau petani menyemprotnya baru dua atau tiga hari. karena bisa mematikan. Selain pencucian. namun bukan berarti tak perlu diwaspadai. lazim kita lihat petani mengarahkan belalai alat semprot ke arah krop (bagian bulat dari kubis yang dimakan) sehingga memungkinkan pestisida masuk ke bagian dalam krop.

Tanda orang yang keracunan pestisida dalam jumlah cukup tinggi bermacam-macam. menggunakan bahan ini untuk membungkus makanan mereka. kehati-hatian sangatlah dituntut dalam hal ini. terikat dalam jaringan tubuh. Tetapi paling aman pastilah kalau kita menghasilkan sayuran sendiri. namun kita tetap perlu waspada. kita harus waspada karena bahan aktif pestisida tidak terbuang ke luar melainkan cenderung berakumulasi. Akumulasi yang terus menerus akan menyebabkan bersirat karsinogenik alias berpotensi memicu timbulnya kanker atau tumor. bahkan ada yang sampai kehilangan kesadaran. Namun bukan berati styrofoam (polystyrene) jadi berkurang dan hilang. pada umumnya berupa sakit kepala. mual sampai muntah.Ma.masih mentah karena diperkirakan mengandung residu lebih tinggi dibanding kalau sudah dimasak terlebih dulu. Alasannya. Pemasakan atau pengolahan baik dalam skala rumah tangga atau industri terbukti dapat menekan tekanan kandungan residu pestisida pada sayuran. A. Sayur-sayuran memang diperlukan tubuh untuk mencukupi kebutuhan kita akan berbagai mineral dan vitamin penting. yang jelas. dengan pot sekalipun. tergantung jenis pestisida yang digunakan. Mulai dari restoran cepat sampai ketukang-tukang makanan di pinggir jalan. ginjal dan paru-paru. Namun. Akan halnya keracunan samar-samar. Tanda keracunan Apakah semua sayuran yang ada di pasar mengandung residu pestisida? Tentunya kita harapkan tidak demikian adanya. Keputusan ini menyusul hal serupa oleh perusahaanperusahaan makanan siap saji lainnya. kejang. Namun. Sangat mudah menemukannya dimana-mana. ( Rudi Setiadi dan Eulis Kuraesin. gemetar. . Ada baiknya memang kalau kita tahu dari mana sayur itu dihasilkan. Malahan di Indonesia. pusing. dengan memanfaatkan pekarangan rumah. gejala agak sulit dideteksi karena masuknya residu itu secara sedikit-sedikit tetapi berkepanjangan. karena di sana ada bahaya. Mc Donalds mengumumkan akan mengganti wadah styrofoam dengan kertas. penglihatan kabur.) Bahaya Styrofoam Bagi Kesehatan Beberapa tahun lalu. Tetapi.Pd. ingin praktis dan tampil lebih baik. Para ahli lingkungan menyebutkan keputusan itu sebagai ”kemenangan lingkungan” karena styrofoam sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. berair liur banyak. Akumulasi bahan aktif pestisida dalam tubuh juga memungkinkan lahirnya kerusakan hati. Padahal di balik kemasan yang terlihat bersih itu ada bahaya besar yang mengancam. penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan makin menjamur.

Terbayang’kan. styrofoam akan menumpuk begitu saja dan . sehingga benda didalamnya tetap dingin atau hangat lebih lama dari pada kertas atau bahan lainnya. semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan. Penelitian juga membuktikan. badan menjadi gemetaran. Buruk Bagi Lingkungan Selain berefek negatif bagi kesehatan. Padahal benzana termasuk zat yang bisa menimbulkan banyak penyakit. Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-tukang makanan di pinggir jalan. mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan. bahwa semakin panas suatu makanan. benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Dan yang paling berbahaya. Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid. zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan.. styrofoam digunakan untuk membungkus makanan yang baru masak. mempercepat detak jantung. Karena tidak bisa diuraikan oleh alam. bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. Efek lainnya. makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan. Karena bisa menahan suhu itulah. sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Beberapa lembaga dunia seperti World Health Organization’ s International Agency for Research on Cancer dan EPA (Enviromental Protection Agency) styrofoam telah dikategorikan sebagai bahan karsinogen(bahan yang dapat menyebabkan kanker) Makin Berlemak Makin Cepat Saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam. styrofoam juga tak ramah lingkungan.Dalam industri. Dibeberapa kasus. akhirnya banyak yang ’salah kaprah’ menggunakannya sebagai gelas minuman dan wadah makanan. betapa banyaknya zat kimia yang pindah ke makanan kita dan akhirnya masuk ke dalam tubuh kita. Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman makin tinggi. zat ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat. styrofoam sebenarnya hanya digunakan sebagai bahan insulasi. Saat benzana termakan. Selain itu. Bahan ini memang bisa menahan suhu. dan menjadi mudah gelisah. Malahan ada gerai makanan cepat saji yang memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave. Berbahaya Bagi Kesehatan Mengapa styrofoam berbahaya? Styrofoam jadi berbahaya karena terbuat dari butiran-butiran styrene. Pada wanita. yang diprosese dengan menggunakan benzana (alias benzene). sulit tidur. dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit anemia.

kulitnya akan mengalami oksidasi. Orang yang terkena langsung dengan cairan hidrogen peroksida misalnya.mencemari lingkungan. yang dilakukan hanya menghancurkan styrofoam lama. proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap yang mengganggu pernapasan dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara Bahaya Kimia Industri Fakta mengenai potensi bahaya yang bersumber dari bahan kimia di dunia industri memang tak terbantahkan. limbah berbahaya yang dihasilkan dari proses pembuatan styrofoam sangat banyak. Hal itu menyebabkan EPA mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. akan dapat merusak ekosistem dan biota laut. Termasuk pula di dalamnya jenis alat keselamatan kerja yang harus dikenakan pada saat kita sedang menangani bahan kimia tersebut. Karena hampir dapat dipastikan setiap jenis industri kimia mempergunakan bahan kimia berbahaya. Proses pembuatan styrofoam juga bisa mencemari lingkungan. yaitu menyebabkan kematian bila sampai menghirup gas karbon monoksida dengan konsentrasi tertentu. Informasi tentang potensi bahaya bahan kimia. Tereksposnya tubuh oleh bahan kimia berbahaya bisa berakibat buruk baik terhadap keselamatan maupun terganggunya kesehatan seseorang. membentuknya menjadi styrofoam baru dan menggunakannya kembali menjadi wadah makanan dan minuman. Styrofoam yang terbawa ke laut. Bahkan mungkin anggota organ dalam tubuh lainnya pun akan mengalami gangguan pula. baik yang berupa gas. Pemakaian alat keselamatan di tempat kerja (tugas) merupakan upaya menghindari tereksposnya tubuh oleh bahaya kimia . Dalam MSDS juga dijelaskan bagaimana menghindari bahaya berkenaan dengan bahan kimia yang dimaksud. Selain itu. akan cenderung memiliki gangguan pada organ ginjalnya. dapat kita dapatkan dari lembar keselamatan bahan atau MSDS (Material Safety Data Sheet). Bahkan pada industri kimia yang menggunakan gas karbon monoksida (CO). Data EPA (Enviromental Protection Agency) di tahun 1986 menyebutkan. Beberapa perusahaan memang mendaur ulang styrofoam. potensi bahayanya bisa lebih fatal. Namun sebenarnya. berubah warnanya menjadi putih disertai dengan rasa perih dan gatal. cairan maupun padatan. Sedangkan orang yang terus-menerus dalam kurun waktu yang cukup lama menghirup uap pelarut organik tertentu seperti benzene misalnya. baik terhadap keselamatan maupun kesehatan.

bahan kimia beracun. tidak stabil. hidrida. Bahan kimia berbahaya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori yaitu. dan pelatihan. alkil kuat. asam organik kuat. keselamatan di laboratorium. Beberapa langkah yang harus ditempuh dalam penanganan bahan kimia berbahaya meliputi manajemen. dan gas yang berbahaya. serapaan pada kulit (cairan). penyimpanan dan pelabelan. Bahan kimia yang korosif (asam anorganik kuat. logam aktif. disposal. sangat reaktif. Zat-zat Berbahaya Yang Terdapat Dalam Produk Kosmetik 7 Januari 2011 oleh Gombhal . pelarut organik). alkil logam. prosedur keadaan darurat. dan bahan kimia karsinogenik (memicu pertumbuhan sel kanker). bahan kimia yang eksplosif (oksidator. dan teratogenik. atau bahkan tertelan melalui mulut untuk padatan dan cairan. dan uap yang mudah terbakar). pengendalian dan pengontrolan tempat kerja. bersifat racun. Bahan kimia dapat menyebabkan kecelakaan melalui pernafasan (seperti gas beracun). senyawa tidak stabil secara termodinamika.Sumber bahaya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja Bahan Kimia Meliputi bahan mudah terbakar. asam anorganik lemah. gas yang mudah terbakar. cara pengatasan. dekontaminasi. Bahan kimia yang merusak paru-paru (asbes). korosif. baik karena sifatnya yang berbahaya maupun cara yang ditempuh dalam penanganannya. Penggunaan senyawa yang bersifat karsinogenik dalam industri maupun laboratorium merupakan problem yang signifikan. asam organik lemah. kesehatan pribadi para pekerja. pengoksidasi.

NDEA dapat diserap dengan mudah oleh kulit. Zat kimia ini tidak berbahaya. Tapi. propil. sabun dan shampoo. Akan tetapi. 1. ethylparaben atau butylparaben. Sebuah studi yang dilakukan FDA menyatakan bahwa paraben memang tidak berbahaya pada tingkat pemakaian yang sangat kecil. jika dikombinasikan dengan bahan lainnya. kemungkinan besar parabens akan mengancam kesehatan dan hidup Anda. bahkan kanker.Kebanyakan dari kita menggunakan beberapa jenis kosmetik atau produk perawatan kulit secara rutin. Parabens pada umumnya dikenal sebagai metil. Beberapa laporan menyebutkan bahwa zat tersebut memberikan resiko kanker payudara. 2. . DEA dapat menjelma sebagai karsinogen yang disebut nitrosodiethanolamine (NDEA). dengan ribuan dan ribuan produk yang mengandung paraben. Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui jika lebih dari 90 persen kosmetik setidaknya mengandung satu atau beberapa bahan kimia dan sintetis yang bias menyebabkan kelainan kulit. Diethanolamine (DEA) bisa ditemukan dalam produk lotion.

pasta gigi. and quaternium-15. tangan dan lengan. 4. Beberapa dari mereka yang digunakan sebagai pengawet alternatif untuk Paraben. beberapa fakta mengatakan bahwa petrolatum dapat menimbulkan jerawat dan penuaan dini. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) banyak digunakan dalam sabun dan shampoo. pewarna rambut biasanya akan di dahi atau telinga dan Anda meninggalkannya selama minimal 25 menit. kanker dan asma. 5. Triclosan merupakan bahan aktif yang terdapat di hampir semua sabun antibakteri cair. Formaldehyde yang juga dikenal sebagai DMDM hydantoin diazolidinyl urea. Juga diketahui sebagai penyebab iritasi tenggorokan. Ada juga laporan yang menyebutkan bahwa keduanya mengakibatkan rambut kusut. hidung. mata. Formaldehida telah dikategorikan sebagai karsinogen sejak pertengahan tahun 2004. Zat ini menjadi topik hangat karena diduga mengganggu sistem endokrin yang dapat menyebabkan efek samping pada reproduksi dan neurologis pria dan wanita. 6. mata. 8. Imidazalidol urea Sodium hydroxymethylglycinate. Phthalates terutama dipakai dalam cat kuku.3. 7. Namun. Juga menyebabkan pembengkakan wajah. Selain itu juga menyebabkan kekebalan terhadap kontaminasi rendah menurun. Meskipun PPD tidak disetujui untuk produk yang datang dalam kontak dengan kulit. Petrolatum sering digunakan dalam industri kosmetik karena harganya murah. N(Hydroxymethyl) glycine. kulit kepala. Triclosan terakumulasi di dalam lemak dan dapat berkembang biak dalam tubuh . Fenilendiamin (PPD) sering digunakan dalam pewarna kosmetik. monosodium salt. perawatan jerawat dan deodoran. adalah bahan umum yang digunakan dalam sejumlah produk kecantikan. SLS dan SLES menyebabkan iritasi kulit.

11. 13. bahan kimia. 10. Trietanolamina (TEA) digunakan untuk menyeimbangkan PH dan merupakan bahan kosmetik untuk melembutkan kulit. menurunkan kekebalan tubuh. perubahan warna kulit. Keduanya merupakan zat beracun bagi hati. Zat ini mengandung banyak senyawa yang bersifat karsinogenik atau beracun. Anda juga dapat menemukannya pada beberapa makanan. Gejala-gejala akibat gangguan fragrance di antaranya sakit kepala. mengganggu pernapasan dan sistem saraf. iritasi kulit dan alergi. batuk. selain mengurangi melanin. 9. . dan Eropa. karet dan cat kuku. juga dapat meningkatkan penetrasi UVA dan UVB pada kulit. Hydroquinone adalah bahan pencerah kulit yang ilegal di Jepang. zat pelarut yang digunakan dalam pembuatan cat. shampoo dan beberapa produk bayi. Fragrance terdapat pada tabir surya. BHA (butil hydroxyanisole) dan BHT (butil hidroksitoluen) dapat ditemukan dalam produk tabir surya dan lipstik. Tanda-tandanya adalah alergi. Toluena adalah racun bagi sistem saraf dan pernapasan dalam sehingga dapat menyebabkan Anda menderita vertigo dan sakit kepala. Toluena.manusia dan hewan. Bahan kimia ini diperbolehkan dalam produk perawatan pribadi di Amerika Serikat dengan konsentrasi maksimum 2 persen. pusing. Hydroquinone digunakan dalam krim pemutih kulit. perawatan tubuh dan kulit. mata merah dan iritasi 12. muntah. Juga diduga bias menyebabkan keguguran dan bayi lahir. Efek negatifnya adalah dapat menyebabkan disfungsi tiroid dan bereaksi dengan klorin. TEA diserap tubuh melalui kulit dan sebagai hasilnya bisa menjadi racun. ruam. Efeknya. rambut dan kulit kering. Australia. farmasi.

eye shadow.14. tetapi usaha mereka up to date telah gagal. Zat ini bisa meresap ke dalam aliran darah. Talc hadir dalam kosmetik sehari-hari seperti rouge dan bedak bayi. 15. stres oksidatif dan kerusakan sel. US Department of Health’s National Institutes of Health (NIH) telah mendorong mengklasifikasikannya sebagai karsinogen. tabir surya dan lotion. sumber Kain – Bahaya Beracun dari pelembut Fabric dan Lembar pengering Banyak orang akan ingat iklan TV terkenal di mana ras seorang wanita untuk mesin cuci nya pelembut kain di tangan hanya untuk tiba tepat sebagai ujung mencuci. Partikelnano adalah bahan yang ditambahkan pada bronzers. Layanan Binatu Berikut ini adalah daftar hanya beberapa bahan kimia yang ditemukan di pelunak kain dan lembaran pengering Benzil asetat Terkait dengan kanker pankreas Benzil Alkohol iritasi saluran pernapasan Atas . Meskipun mereka dapat membuat pakaian Anda terasa lembut dan bau segar pelembut kain dan lembaran pengering adalah beberapa produk yang paling beracun di sekitar. Dan… dapat mengakibatkan buruknya respon inflamasi. Wanita yang lupa iklan pelembut kain itu benar-benar melakukan dirinya dan keluarganya bantuan. Dan kemungkinan bahwa persen mengejutkan orang Amerika yang menggunakan deterjen komersial umum pelembut kain pemutih dan Penghilang noda akan berpikir dua kali jika mereka tahu bahwa mereka mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker dan kerusakan otak.

Etanol Pada EPA Daftar Limbah Berbahaya Badan Perlindungan Lingkungan dan dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat Limonene Dikenal karsinogen A-terpineol Dapat menyebabkan masalah pernapasan termasuk edema fatal dan pusat kerusakan sistem saraf Etil Asetat Sebuah narkotika di daftar Berbahaya EPA Limbah Kamper Penyebab gangguan sistem saraf pusat Kloroform neurotoksik anestesi dan karsinogenik Linalool Sebuah narkotika yang menyebabkan pusat gangguan sistem saraf Pentana Sebuah kimia yang dikenal berbahaya jika dihirup Jadi bagaimana mungkin produk dengan nama-nama cantik seperti Mist Samudra Lembut Summer Orchard dan April Segar begitu berbahaya Dengan kata lain menghapus semua aroma menambahkan bahwa endears orang untuk pelembut kain dan – seperti clich Apakah Soft Pakaian Worth It Gangguan sistem saraf pusat Sakit kepala Mual Muntah Pusing Tekanan darah pengurangan Iritasi pada kulit selaput lendir dan saluran pernapasan Kanker pankreas .

Bayi Fabric Lembutkan Pakaian Anda Aman Dengan ini Tips Bahkan jika Anda tidak merasakan efek dari bahan kimia saat ini mereka dapat mempengaruhi Anda secara bertahap dari waktu ke waktu dan anak-anak yang sistem masih berkembang sangat beresiko.com dan akan membuat Anda lebih menyadari pervasiveness bahan kimia berbahaya yang dapat dihilangkan dari rumah Anda. Bukan saja mereka lebih aman bagi Anda keluarga Anda dan lingkungan tapi mereka jauh lebih ekonomis juga Tambahkan seperempat cangkir baking soda untuk mencuci siklus untuk melunakkan kain Tambahkan seperempat cangkir cuka putih untuk membilas untuk melunakkan kain dan menghilangkan melekat Periksa kesehatan setempat toko makanan untuk pelembut kain alami yang menggunakan basis alam seperti kedelai ketimbang kimia Kemungkinan bahwa kain pelembut dan lembaran pengering bukan hanya produk beracun di rumah Anda. Banyak produk rumah tangga yang konsumen anggap aman juga penuh bahan kimia beracun. . Ada benar ada alasan untuk mengekspos diri sendiri untuk bahan kimia ini berisiko ketika alternatif alami ada. Artikel sebelumnya kami pada Senyawa PEG dalam Kosmetik dan Fenol dalam Pembersih Rumah Tangga umum adalah dua dari semua waktu artikel yang paling populer di SixWise.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->