P. 1
AKSI POTENSIAL

AKSI POTENSIAL

|Views: 1,556|Likes:
Published by adambitor1713

More info:

Published by: adambitor1713 on Sep 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Sistem saraf manusia adalah suatu jalinan jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur kebanyakan aktivitas system – system tubuh lainnya. Karena pengaturan saraf tersebut maka terjalin komunikasi antara berbagai system tubuh hingga menyebabkan tubuh berfungsi sebagai unit yang harmonis. Dalam system inilah berasal segala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan. Jadi kemampuan untuk dapat memahami, belajar dan memberi respon terhadap suatu rangsangan merupakan hasil kerja integrasi dari system saraf yang puncaknya dalam bentuk kepribadian dan tingkah laku individu. Potensial aksi yang terjadi atau impuls pada saat terjadi depolarisasi dialirkan ke ujung saraf dan mencapai ujung akson ( akson terminal ). Saat potensial aksi mencapai akson terminal akan dikeluarkanlah neurotransmitter, yang melintasi synaps dan dapat saja merangsang saraf berikutnya. Timbulnya kontraksi pada otot rangka mulai dengan potensial aksi dalam serabut- serabut otot. Potensial aksi ini menimbulkan arus listrik yang menyebar ke bagian dalam serabut, dimana menyebabkan dilepaskannya ion – ion kalsium dari retikulum sarkoplasma. Selanjutnya ion kalsium menimbulkan peristiwaperistiwa kimia proses kontraksi. B. TUJUAN Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk mengetahui fisiologi aksi potensial.

1

BAB II PEMBAHASAN A. Neuron dapat dihiperpolarisasikan dengan stimulus yang membuka saluran Kalium dan didepolarisasikan penurunan gradient listrik0 oleh stimulus yang membuka saluran Natrium. MEKANISME POTENSIAL AKSI Perbedaan konsentrasi realatif kation dan anion pada sisi yang berseberangan pada membran plasma menyebabkan sisi sitoplasmik membran bermuatan negatif dibandingkan sisi ekstraseluler. lalu menjadi potensial aksi pada serabut saraf. Langkah awal pengolahan informasi indra adalah transformasi energi stimulus menjadi potensial reseptor. Pola potensial aksi merupakan kode informasi mengenai dunia. PENGERTIAN Potensial aksi adalah aliran ionik positif dan negatif yang bergerak di membran sel. Stimulus yang mendepolarisasikan dengan kekuatan memadai akan mengubah potensial membran ke level kritis yang disebut potensial ambang sehingga memicu potensial aksi atau impuls saraf. Perbedaan muatan ini disebut potensial membran. Potensial aksi ada pada tiap hewan. 2 . Neuron memiliki saluran ion bergerbang gated ion channel) yang memungkinkan sel mengubah potensial membrannya. B. walaupun kadang-kadang kode yang disampaikan berbeda dari yang akan disampaikan.

Potensial aksi tidak bergantung pada kekuatan stimulus pendepolarisasi. Semakin besar diameter akson semakin cepat penghantaran potensial aksi karena tahanan arus listrik berbanding terbalik dengan luas penampang penghantar arus tersebut. Depolarisasi potensial pertama telah menyebar ke wilayah bersebelahan pada membran tersebut. Cairan ekstraseluler juga berhubungan dengan membran akson namun melompat dari satu nodus ke nodus lain melewati daerah yang berinsulasi myelin pada 3 . Saluran ion yang pembukaan gerbangnya diatur oleh voltase yang menghasilkan potensial aksi hanya berkonsentrasi di sekitar nodus Ranvier.Potensial aksi adalah peristiwa listrik yang terlokalisir yaitu depolarissai membran pada titik perangsangan yang spesifik. Pada lokasi potensial aksi pertama membran mengalami repolarisasi ketika K= mengalir keluar. Potensial aksi ketiga merambat secara berurutan saat repolarisasi berlangsung. Melalui mekanisme ini aliran ion lokal menembus membran plasma dan menghasilkan impuls saarf yang merambat sepanjang akson tersebut. mendepolarisasi wilayah ini dan memulai potensial aksi kedua. Potensial aksi dibangkitkan ketika ion Natrium mengalir ke dalam melintasi membran.

Perubahan tersebut adalah dari negatif di sisi dalam berubah menjadi positif dan kemudian kembali lagi menjadi negatif. Perubahan ini menghasilkan suatu impuls tegangan yang disebut potensial aksi (action potential). Bila sel yang dalam keadaan istirahat/polarisasi ini diberi rangsangan yang sesuai dan dengan level yang cukup maka sel tersebut akan berubah dari keadaan istirahat menuju ke keadaan aktif. POTENSIAL AKSI SEL Pada sebuah sel yang dalam keadaan istirahat terdapat beda potensial di antara kedua sisi membrannya. 4 . Aktivitas sel dari keadaan polarisasi menjadi depolarisasi dan kemudian kembali ke polarisasi lagi disertai dengan terjadinya perubahan-perubahan pada potensial membran sel. Mekanisme ini disebut penghantaran bersalto salvatory conduction. maka dikatakan sel dalam keadaan istirahat atau keadaan polarisai kembali dan siap untuk menerima rangsangan berikutnya. Bila seluruh membran sel sudah bermuatan negatif di sisi dalam. Setelah mengalami depolarisasi sempurna. Keadaan sel seperti ini disebut dalam keadaan depolarisasi. Bila seluruh permukaan membran sudah bermuatan positif di sisi dalam. Repolarisasi dimulai dari suatu titik dan merambat ke seluruh permukaan membran sel. potensial membran berubah dari positif di sisi dalam menuju kembali ke negatif di sisi dalam. sel selanjutnya melakukan repolarisasi. Depolarisasi ini dimulai dari suatu titik di permukaan membran sel dan merambat ke seluruh permukaan membran.membran di antara nodus itu. Berikut ini akan diuraikan bagaimana proses terjadinya potensial aksi dari suatu sel yang semula dalam keadaan istirahat. Dalam keadaan repolarisasi. Keadaan sel yang seperti ini disebut keadaan polarisasi. Potensial aksi dari suatu sel akan dapat memicu aktivitas sel-sel lain yang ada di sekitarnya. Dalam keadaan aktif. C. maka sel disebut dalam keadaan depolarisasi sempurna. potensial membran sel mengalami perubahan dari negatif di sisi dalam berubah menjadi positif di sisi dalam.

Untuk kanal sodium. Salah satunya yaitu untuk menentukan selektivitas terhadap ion. maka hal ini akan menyebabkan terjadinya perubahan konformasi dalam gerbang aktivasi. sehingga ion-ion sodium dapat dengan cepat masuk ke dalam sel melalui kanal ini. Bila karena sesuatu sebab potensial membran di sisi dalam berubah menjadi kurang negatif.Kanal Sodium dan Potasium yang Terpicu-Tegangan (Voltage-Gated) Yang berperan dalam proses depolarisasi maupun repolarisasi selama berlangsungnya potensial aksi adalah kanal-kanal sodium dan potasium yang terpicu-tegangan. gerbang inaktivasi terbuka tetapi gerbang aktivasi tertutup sehingga menghalangi masuknya ion sodium ke sisi dalam membran melalui kanal tersebut. Kanal terpicu-tegangan Sebuah kanal (misalnya sodium) terpicu-tegangan mempunyai beberapa bagian fungsional. Masuknya ion sodium ke dalam sel melalui kanal 5 . Keadaan ini disebut keadaan teraktivasi. Gerbang tersebut dikendalikan oleh sebuah sensor tegangan. yang menanggapi level potensial membran. yang menaikkan permeabilitas membran terhadap ion sodium manjadi 500 sampai 5000 kali lipat. Bagian lainnya yaitu berfungsi sebagai gerbang (gate) yang dapat membuka atau menutup. hanya dapat melewatkan ion sodium saja tidak untuk ion yang lain misalnya potasium. Ada dua macam gerbang yaitu gerbang aktivasi dan gerbang inaktivasi. Gambar 4 mengilustrasikan kanal terpicu tegangan tersebut. Ketika potensial membran normal yaitu -90 mV. yaitu manjadi sekitar antara -70 dan -50 mV. Gambar 4. sehingga gerbang tersebut menjadi terbuka.

Terbukanya kanal kalsium-sodium memungkinkan ion kalsium masuk ke dalam sel. Dalam proses repolarisasi. disamping kanal sodium terpicu-tegangan terdapat juga kanal kalsium-sodium terpicu-tegangan yang juga ikut berperan dalam proses depolarisasi. gerbang kanal ini tertutup sehingga ion potasium tidak dapat mengalir melalui kanal ini. Oleh karena itu. Pada saat potensial membran naik dari -90 mV menuju nol. maka masuknya ion ini ke dalam sel mengakibatkan perpanjangan proses depolarisasi. Berbeda dengan gerbang aktivasi yang membuka dengan cepat. Proses ini disebut repolarisasi. atau dengan kata lain terjadi penundaan proses repolarisasi.sodium terpicu-tegangan ini menyebabkan kenaikan potensial membran dengan cepat dari -90 mV menjadi +35 mV. Penutupan ini terjadi sekitar 0. kanal potasium ini terbuka pada 6 . Gerbang inaktivasi yang tertutup tersebut akan tetap tertutup sampai potensial membran kembali ke atau mendekati level potensial istirahat. sedang kanal sodium disebut kanal cepat. yaitu memerlukan waktu 10 sampai 20 kali lebih lama dibanding kanal sodium terpicu-tegangan. Jika kanal ini terbuka maka ion-ion kalsium dan sodium dapat mengalir ke dalam sel. Dalam otot jantung. yang juga ikut berperan adalah kanal kalsium terpicu-tegangan. gerbang inaktivasi ini menutup secara lambat.1 ms setelah terbukanya gerbang aktivasi. sehingga potensial membran berubah menuju ke keadaan istirahat. Kanal ini permeabel terhadap ion kalsium maupun sodium. Tertutupnya gerbang inaktivasi mengakibatkan ion sodium tidak lagi dapat mengalir ke dalam sel melalui kanal ini. Dalam keadaan istirahat. pada kanal ini terjadi pembukaan konformasi gerbang sehingga ion potasium dapat mengalir keluar sel melalui kanal ini. Kanal ini teraktivasi dengan lambat. Kenaikan potensial membran sel tersebut menyebabkan gerbang inaktivasi yang semula terbuka menjadi tertutup. Akan tetapi. Oleh karena itu kanal ini disebut sebagai kanal lambat. Karena ion kalsium bermuatan positif. biasanya kanal sodium terpicu-tegangan tidak dapat terbuka kembali sebelum sel kembali ke keadaan repolarisasi terlebih dahulu. karena adanya sedikit penundaan (delay).

dan membukanya kanal potasium terpicu-tegangan. 2. Perubahan-perubahan potensial membran mulai keadaan istirahat. Fase ini disebut plateau. 1. 0. Fase 4 adalah fase istirahat sel. Gambar 5. membukanya kanal kalsium-sodium terpicu-tegangan (kanal lambat). Fase 1 adalah fase pada saat kanal potasium mulai membuka (dengan lambat). dan 3. depolarisasi. Perubahan potensial tersebut berupa impuls yang disebut potensial aksi sel. Ada lima fase dalam potensial aksi tersebut yaitu fase 4. repolarisasi.saat yang bersamaan dengan mulai tertutupnya kanal sodium. Potensial aksi sel Fase 0 adalah fase pada saat kanal sodium terpicu-tegangan (kanal cepat) terbuka sehingga ion-ion sodium dengan cepat masuk ke dalam sel. Fase 3 adalah fase kombinasi 7 . Kombinasi antara berkurangnya ion sodium yang masuk ke dalam sel dan bertambahnya ion potasium yang keluar sel mengakibatkan peningkatan kecepatan proses repolarisasi menuju potensial membran istirahat. Fase 2 adalah kombinasi fase menutupnya kanal sodium terpicu-tegangan. dan kembali istrahat diperlihatkan dalam Gambar 5.

Langkah awal pengolahan informasi indra adalah transformasi energi stimulus menjadi potensial reseptor. Perbedaan muatan ini disebut potensial membran. SARAN 8 . Stimulus yang mendepolarisasikan dengan kekuatan memadai akan mengubah potensial membran ke level kritis yang disebut potensial ambang sehingga memicu potensial aksi atau impuls saraf. BAB III PENUTUP A. lalu menjadi potensial aksi pada serabut saraf. Selanjutnya sel kembali ke fase 4. Potensial aksi ada pada tiap hewan.menutupnya kanal-kanal sodium dan kalsium-sodium terpicu-tegangan serta membukanya kanal potasium terpicu-tegangan. Neuron memiliki saluran ion bergerbang gated ion channel) yang memungkinkan sel mengubah potensial membrannya. walaupun kadang-kadang kode yang disampaikan berbeda dari yang akan disampaikan. KESIMPULAN Potensial aksi adalah aliran ionik positif dan negatif yang bergerak di membran sel. yaitu fase Pompa Na+-K+. Neuron dapat dihiperpolarisasikan dengan stimulus yang membuka saluran Kalium dan didepolarisasikan penurunan gradient listrik0 oleh stimulus yang membuka saluran Natrium. Pola potensial aksi merupakan kode informasi mengenai dunia. Perbedaan konsentrasi realatif kation dan anion pada sisi yang berseberangan pada membran plasma menyebabkan sisi sitoplasmik membran bermuatan negatif dibandingkan sisi ekstraseluler. B.

Gross Anatomy. Jakarta. Chap. California. 901 – 929. DAFTAR PUSTAKA Guyton. . Konsep Klinis Proses – proses Penyakit. EGC. James H. Dorothy S. p.. 5 : 88 – 92. Silvia. Vander. Arthur C. KW. oleh karena itu diharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Edisi ke 5. Elaine N. Marieb. Chung. EGC. Chap.6 : 117 – 125. Benjamin / Cumming Publishing Co. 1993. 113 – 122. Luciano. PhD. Fisiologi Kedokteran. Patofisiologi. Wilson. 9 . Human Function and Structure. Price. 148 – 168. A. 1988. 1987. Second edition. M.Kami mengakui bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Sherman. 1995. Lorraine. 1021 – 1022. Binarupa Aksara.. Mc Graw Hill International Book Co. Jakarta. Jakarta. 1988. Essentials of Human Anatomy & Fisiologi. Arthur J. 7-8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->