P. 1
Hukum Kepler I II III

Hukum Kepler I II III

|Views: 1,148|Likes:
Published by Onny

More info:

Published by: Onny on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

Hukum Kepler

Johannes Keppler Pada waktu itu, hukum Kepler ini adalah klaim radikal; yang berlaku kepercayaan (terutama di epicycle berbasis teori) adalah bahwa orbit harus didasarkan pada lingkaran yang sempurna. Pengamatan Kepler adalah dukungan yang signifikan bagi pandangan Copernicus Semesta, dan masih memiliki relevansi dalam konteks modern. Sebuah lingkaran adalah bentuk elips, dan sebagian besar planet orbit rendah mengikuti eksentrisitas, yang dapat lebih dekat diperkirakan sebagai lingkaran, sehingga tidak segera jelas bahwa orbit yang elips. Rinci perhitungan orbit planet Mars untuk pertama menunjukkan bentuk elips Kepler nya, dan ia menyimpulkan bahwa benda-benda langit lainnya, termasuk yang lebih jauh dari Matahari, memiliki orbit elips juga. Yang memungkinkan juga untuk orbit yang sangat eksentrik (seperti yang sangat panjang mengulurkan lingkaran). Tubuh dengan orbit yang sangat eksentrik telah diidentifikasi, di antaranya adalah komet dan banyak asteroid, ditemukan setelah Kepler waktu. The planet kerdil Pluto ditemukan hingga akhir tahun 1929, penundaan sebagian besar karena ukurannya yang kecil, jarak jauh, dan optik pingsan. Benda-benda langit seperti komet dengan parabola atau bahkan hiperbolik orbit yang mungkin di bawah teori Newton dan telah diamati. Untuk memahami hukum kedua mari kita andaikan sebuah planet memerlukan waktu satu hari untuk perjalanan dari titik A ke titik B. Garis dari matahari ke titik A dan B, bersama-sama dengan orbit planet, akan menetapkan (sekitar segitiga) daerah. Daerah yang sama ini akan dicakup setiap hari di manapun dalam orbitnya planet ini. Sekarang sebagai hukum pertama menyatakan bahwa berikut planet elips, planet berada pada jarak yang berbeda dari Matahari pada bagian-bagian yang berbeda dalam orbitnya.

Ketiga hukum diatas ditemukan oleh ahli matematika dan astronomi Jerman: Johannes Kepler (1571–1630). Hukum Kepler mempertanyakan kebenaran astronomi dan fisika warisan zaman Aristoteles dan Ptolemaeus. atau relativitas (contoh: prosesi preihelion merkurius). hukum gerak dan hukum gravitasi Newton. Ungkapan Kepler bahwa Bumi beredar sekeliling. hukum Kepler digunakan untuk aproksimasi orbit satelit dan benda-benda yang mengorbit matahari. Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari. Hukum ini kemudian diaplikasikan untuk semua benda kecil yang mengorbit benda lain yang jauh lebih besar. dan membuktikan bahwa kecepatan gerak planet bervariasi. dan keberadaan benda lainnya dapat membuat hasil hitungan tidak akurat dalam berbagai keperluan. mengubah astronomi dan fisika. dengan menggunakan Euclidean geometri klasik. Hampir seabad kemudian. yang menjelaskan gerakan planet di dalam tata surya.Di dalam astronomi. tiga Hukum Gerakan Planet Kepler adalah: • • • Setiap planet bergerak dengan lintasan elips. Hukum di atas menjabarkan gerakan dua benda yang saling mengorbit. Pada era modern. Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama. berbentuk elips dan bukannya epicycle. yang diterbitkannya sebagai 'Rudolphine tables'. Karya Kepler didasari oleh data pengamatan Tycho Brahe. . walaupun beberapa aspek seperti gesekan atmosfer (contoh: gerakan di orbit rendah). yang semuanya belum ditemukan pada saat Kepler hidup (contoh: planet luar dan asteroid). Isaac Newton mendeduksi Hukum Kepler dari rumusan hukum karyanya. matahari berada di salah satu fokusnya. Sekitar tahun 1605. Kepler menyimpulkan bahwa data posisi planet hasil pengamatan Brahe mengikuti rumusan matematika cukup sederhana yang tercantum di atas.

Ini tidak berarti ia kehilangan relevansi dalam konteks yang lebih modern. orbitorbit itu adalah elips. kalau ditilik dari pengamatan jalan edaran planet. terutama terlambat diketemukan karena bentuk orbitnya yang sangat elips dan kecil ukurannya." Pada zaman Kepler. yang diamati pada akhir tahun 1930. tetapi sebagian besar planet planet mengikuti orbit yang bereksentrisitas rendah. Meski secara teknis elips yang tidak sama dengan lingkaran. Pengamatan ini sangat penting pada saat itu karena mendukung pandangan alam semesta menurut Kopernikus. Namun. Jadi. Sebagai contoh. dari bukti perhitungan Kepler. jadi secara kasar bisa dibilang mengaproksimasi lingkaran. seperti komet dan asteroid. klaim di atas adalah radikal. matahari berada di salah satu fokusnya. . Kepercayaan yang berlaku (terutama yang berbasis teori epicycle) adalah bahwa orbit harus didasari lingkaran sempurna. yang juga memeperbolehkan benda-benda angkasa yang jauh dari matahari untuk memiliki orbit elips. "Setiap planet bergerak dengan lintasan elips. Pluto. tidak jelas kalau orbit sebuah planet adalah elips.Hukum Pertama Figure 2: Hukum Kepler pertama menempatkan Matahari di satu titik fokus edaran elips. Benda-benda angkasa ini tentunya sudah banyak dicatat oleh ahli astronomi.

"Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari." Secara matematis: dengan P adalah perioda orbit planet dan a adalah sumbu semimajor orbitnya. "Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama. jumlah area adalah sama pada jangka waktu tertentu. Sehingga. .Hukum Kedua Figure 3: Illustrasi hukum Kepler kedua." Secara matematis: dimana adalah "areal velocity". Hukum Ketiga Planet yang terletak jauh dari matahari memiliki perioda orbit yang lebih panjang dari planet yang dekat letaknya. Bahwa Planet bergerak lebih cepat di dekat matahari dan lambat di jarak yang jauh. Konstant proporsionalitasnya adalah semua sama untuk planet yang mengedar matahari. Hukum Kepler ketiga menjabarkan hal tersebut secara kuantitatif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->