Hukum Kepler

Johannes Keppler Pada waktu itu, hukum Kepler ini adalah klaim radikal; yang berlaku kepercayaan (terutama di epicycle berbasis teori) adalah bahwa orbit harus didasarkan pada lingkaran yang sempurna. Pengamatan Kepler adalah dukungan yang signifikan bagi pandangan Copernicus Semesta, dan masih memiliki relevansi dalam konteks modern. Sebuah lingkaran adalah bentuk elips, dan sebagian besar planet orbit rendah mengikuti eksentrisitas, yang dapat lebih dekat diperkirakan sebagai lingkaran, sehingga tidak segera jelas bahwa orbit yang elips. Rinci perhitungan orbit planet Mars untuk pertama menunjukkan bentuk elips Kepler nya, dan ia menyimpulkan bahwa benda-benda langit lainnya, termasuk yang lebih jauh dari Matahari, memiliki orbit elips juga. Yang memungkinkan juga untuk orbit yang sangat eksentrik (seperti yang sangat panjang mengulurkan lingkaran). Tubuh dengan orbit yang sangat eksentrik telah diidentifikasi, di antaranya adalah komet dan banyak asteroid, ditemukan setelah Kepler waktu. The planet kerdil Pluto ditemukan hingga akhir tahun 1929, penundaan sebagian besar karena ukurannya yang kecil, jarak jauh, dan optik pingsan. Benda-benda langit seperti komet dengan parabola atau bahkan hiperbolik orbit yang mungkin di bawah teori Newton dan telah diamati. Untuk memahami hukum kedua mari kita andaikan sebuah planet memerlukan waktu satu hari untuk perjalanan dari titik A ke titik B. Garis dari matahari ke titik A dan B, bersama-sama dengan orbit planet, akan menetapkan (sekitar segitiga) daerah. Daerah yang sama ini akan dicakup setiap hari di manapun dalam orbitnya planet ini. Sekarang sebagai hukum pertama menyatakan bahwa berikut planet elips, planet berada pada jarak yang berbeda dari Matahari pada bagian-bagian yang berbeda dalam orbitnya.

Sekitar tahun 1605. Isaac Newton mendeduksi Hukum Kepler dari rumusan hukum karyanya. Ungkapan Kepler bahwa Bumi beredar sekeliling. . Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari. Karya Kepler didasari oleh data pengamatan Tycho Brahe. yang menjelaskan gerakan planet di dalam tata surya. hukum Kepler digunakan untuk aproksimasi orbit satelit dan benda-benda yang mengorbit matahari. Hukum di atas menjabarkan gerakan dua benda yang saling mengorbit. atau relativitas (contoh: prosesi preihelion merkurius). dan keberadaan benda lainnya dapat membuat hasil hitungan tidak akurat dalam berbagai keperluan. Hampir seabad kemudian.Di dalam astronomi. yang diterbitkannya sebagai 'Rudolphine tables'. Hukum ini kemudian diaplikasikan untuk semua benda kecil yang mengorbit benda lain yang jauh lebih besar. Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama. hukum gerak dan hukum gravitasi Newton. dengan menggunakan Euclidean geometri klasik. Ketiga hukum diatas ditemukan oleh ahli matematika dan astronomi Jerman: Johannes Kepler (1571–1630). berbentuk elips dan bukannya epicycle. tiga Hukum Gerakan Planet Kepler adalah: • • • Setiap planet bergerak dengan lintasan elips. matahari berada di salah satu fokusnya. yang semuanya belum ditemukan pada saat Kepler hidup (contoh: planet luar dan asteroid). Hukum Kepler mempertanyakan kebenaran astronomi dan fisika warisan zaman Aristoteles dan Ptolemaeus. Pada era modern. mengubah astronomi dan fisika. dan membuktikan bahwa kecepatan gerak planet bervariasi. walaupun beberapa aspek seperti gesekan atmosfer (contoh: gerakan di orbit rendah). Kepler menyimpulkan bahwa data posisi planet hasil pengamatan Brahe mengikuti rumusan matematika cukup sederhana yang tercantum di atas.

Kepercayaan yang berlaku (terutama yang berbasis teori epicycle) adalah bahwa orbit harus didasari lingkaran sempurna. dari bukti perhitungan Kepler. . seperti komet dan asteroid.Hukum Pertama Figure 2: Hukum Kepler pertama menempatkan Matahari di satu titik fokus edaran elips. tidak jelas kalau orbit sebuah planet adalah elips. Jadi." Pada zaman Kepler. terutama terlambat diketemukan karena bentuk orbitnya yang sangat elips dan kecil ukurannya. Meski secara teknis elips yang tidak sama dengan lingkaran. jadi secara kasar bisa dibilang mengaproksimasi lingkaran. Pluto. Namun. Sebagai contoh. Ini tidak berarti ia kehilangan relevansi dalam konteks yang lebih modern. matahari berada di salah satu fokusnya. Benda-benda angkasa ini tentunya sudah banyak dicatat oleh ahli astronomi. Pengamatan ini sangat penting pada saat itu karena mendukung pandangan alam semesta menurut Kopernikus. yang diamati pada akhir tahun 1930. "Setiap planet bergerak dengan lintasan elips. klaim di atas adalah radikal. tetapi sebagian besar planet planet mengikuti orbit yang bereksentrisitas rendah. orbitorbit itu adalah elips. kalau ditilik dari pengamatan jalan edaran planet. yang juga memeperbolehkan benda-benda angkasa yang jauh dari matahari untuk memiliki orbit elips.

jumlah area adalah sama pada jangka waktu tertentu." Secara matematis: dengan P adalah perioda orbit planet dan a adalah sumbu semimajor orbitnya. Hukum Kepler ketiga menjabarkan hal tersebut secara kuantitatif. Bahwa Planet bergerak lebih cepat di dekat matahari dan lambat di jarak yang jauh.Hukum Kedua Figure 3: Illustrasi hukum Kepler kedua. Hukum Ketiga Planet yang terletak jauh dari matahari memiliki perioda orbit yang lebih panjang dari planet yang dekat letaknya." Secara matematis: dimana adalah "areal velocity". Sehingga. "Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama. Konstant proporsionalitasnya adalah semua sama untuk planet yang mengedar matahari. "Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful