Bagaimanakah cara kerja indikator

Indikator sebagai asam lemah Lakmus Lakmus adalah asam lemah. Lakmus memiliki molekul yang sungguh rumit yang akan kita sederhanakan menjadi HLit. "H" adalah proton yang dapat diberikan kepada yang lain. "Lit" adalah molekul asam lemah. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kesetimbangan ketika asam ini dilarutkan dalam air. Pengambilan versi yang disederhanakan kesetimbangan ini:

Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah, ketika terionisasi adalah biru. Sekarang gunakan Prinsip Le Chatelier untuk menemukan apa yang terjadi jika anda menambahkan ion hidroksida atau beberapa ion hidrogen yang lebih banyak pada kesetimbangan ini. Penambahan ion hidroksida:

Penambahan ion hidrogen:

Jika konsentrasi Hlit dan Lit- sebanding: Pada beberapa titik selama terjadi pergerakan posisi kesetimbangan, konsentrasi dari kedua warna akan menjadi sebanding. Warna yang anda lihat merupakan pencampuran dari keduanya.

Alasan untuk membubuhkan tanda kutip disekitar kata "netral" adalah bahwa tidak terdapat alasan yang tepat kenapa kedua konsentrasi menjadi sebanding pada pH 7. Untuk lakmus, terjadi perbandingan warna mendekati 50 / 50 pada saat pH 7 – hal itulah yang menjadi alasan kenapa lakmus banyak digunakan untuk

Anda sebaiknya mencari sendiri kenapa terjadi perubahan warna ketika anda menambahkan asam atau basa. Seperti yang akan anda lihat pada bagian berikutnya. . Pada kasus jingga metil. ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada ikatan rangkap nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan seperti berikut ini: Anda memiliki kesetimbangan yang sama antara dua bentuk jingga metil seperti pada kasus lakmus – tetapi warnanya berbeda. ion hidrogen akan ditangkap oleh yang bermuatan negatif oksigen. Fenolftalein Fenolftalein adalah indikator titrasi yang lain yang sering digunakan. Itulah tempat yang jelas untuk memulainya.7 – mendekati netral. Pada larutan yang bersifat basa. pada setengah tingkat dimana campuran merah dan kuning menghasilkan warna jingga terjadi pada pH 3.pengujian asam dan basa. hal itu tidak benar untuk indikator yang lain. Tidak begitu! Pada faktanya. Jingga metil (Methyl orange) Jingga metil adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam titrasi. Ini akan diekplorasi dengan lebih lanjut pada bagian bawah halaman. jingga metil berwarna kuning dan strukturnya adalah: Sekarang. dan fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain. anda mungkin berfikir bahwa ketika anda menambahkan asam. Penjelasannya identik dengan kasus lakmus – bedanya adalah warna.

Pada kasus ini.3. Pikirkanlah apa yang terjadi pada setengah reaksi selama terjadinya perubahan warna. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi kesetimbangan ke arah kiri. hal ini sulit untuk mendeteksinya dengan akurat! Rentang pH indikator Pentingnya pKind Berpikirlah tentang indikator yang umum. Jika anda menyusun ulang persamaan yang terakhir pada bagian sebelah kiri. Kita akan menyebutnya Kind untuk memberikan penekanan bahwa yang kita bicarakan di sini adalah mengenai indikator. Setengah tingkat terjadi pada pH 9. Karena pencampuran warna merah muda dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat. Pada titik ini konsentrasi asam dan ion-nya adalah sebanding. HInd – dimana "Ind" adalah bagian indikator yang terlepas dari ion hidrogen yang diberikan keluar: Karena hal ini hanya seperti asam lemah yang lain. keduanya akan menghapuskan ungkapan Kind.5 . Untuk indikator yang kita miliki dapat dilihat dibawah ini: indikator lakmus pKind 6. anda dapat menggunakan hal ini untuk menentukan pH pada titik reaksi searah. Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kanan untuk menggantikannya – mengubah indikator menjadi merah muda. dan mengubah indikator menjadi tak berwarna. dan kemudian mengubahnya pada pH dan pKind. anda akan memperoleh: Hal itu berarti bahwa titik akhir untuk indikator bergantung seluruhnya pada harga pKind. anda dapat menuliskan ungkapan Ka untuk indikator tersebut. asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah muda terang. Pada kasus tersebut.

5 3.4 8. Terjadi perubahan kecil yang berangsur-angsur dari satu warna menjadi warna yang lain.7 9. jika anda menggunakan jingga metil pada larutan yang bersifat basa maka warna yang dominan adalah kuning. Malahan.3 5–8 3. Berikut ini dapat dilihat dengan lebih mudah dalam bentuk diagram.0 Perubahan warna lakmus terjadi tidak selalu pada rentang pH yang besar. Selama terjadi pergeseran kesetimbangan.7 9.1 – 4. Jingga metil atau fenolftalein sedikit kurang berguna. perubahan yang tampak menempati sekitar 1 unit pH pada tiap sisi harga pKind. Pada beberapa titik akan cukup banyak adanya bentuk merah dari jingga metil yang menunjukkan bahwa larutan akan mulai memberi warna jingga.3 – 10. . tetapi lakmus berguna untuk mendeteksi asam dan basa pada lab karena perubahan warnanya sekitar 7.jingga metil fenolftalein 3. Sebagai contoh. anda akan memulai untuk mendapatkan lebih banyak dan lebih banyak lagi pembentukan warna yang kedua.3 Rentang pH indikator Indikator tidak berubah warna dengan sangat mencolok pada satu pH tertentu (diberikan oleh harga pK ind-nya). menempati rentang pH. Secara kasar "aturan ibu jari". Harga yang pasti untuk tiga indikator dapat kita lihat sebagai berikut: indikator lakmus jingga metil fenolftalein pKind pH rentang pH 6. warna merah akhirnya akan menjadi dominan yang mana anda tidak lagi melihat warna kuning. Dengan mengasumsikan kesetimbangan benar-benar mengarah pada salah satu sisi. tetapi sekarang anda menambahkan sesuatu untuk memulai pergeseran tersebut. mereka mengubah sedikit rentang pH. Sekarang mulai tambahkan asam karena itu kesetimbangan akan mulai bergeser. dan pada beberapa titik mata akan mulai mendeteksinya. Selama anda melakukan penambahan asam lebih banyak.

Pemilihan indikator untuk titrasi Harus diingat bahwa titik ekivalen titrasi yang mana anda memiliki campuran dua zat pada perbandingan yang tepat sama. Akan tetapi. . Indikator yang dipilih bervariasi dari satu titrasi ke titirasi yang lain. Jika anda mengguanakan fenolftalein. anda dapat melihat bahwa tidak terdapat perubahan indikator pada titik ekivalen. Hal ini tidak dapat dibedakan antara asam lemah dengan pH 5 atau basa kuat dengan pH 14.Sebagai contoh. anda tak pelak lagi membutuhkan pemilihan indikator yang perubahan warnanya mendekati titik ekivalen.4. Asam kuat vs basa kuat Diagram berikut menunjukkan kurva pH untuk penambahan asam kuat pada basa kuat. gambar menurun tajam pada titik ekivalen tersebut yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada volume asam yang ditambahkan apapun indikator yang anda pilih.8) karena itu adalah titik terdekat untuk mendapatkan titik ekivalen. hal tersebut berguna pada titrasi untuk memilihih kemungkinan warna terbaik melalui penggunaan tiap indikator. Akan tetapi. Bagian yang diarsir pada gambar tersebut adalah rentang pH untuk jingga metil dan fenolftalein. anda akan mentitrasi sampai fenolftalein berubah menjadi tak berwarna (pada pH 8. jingga metil akan berwarna kuning pada tiap larutan dengan pH lebih besar dari 4.

Asam lemah vs basa lemah Kurva berikut adalah untuk kasus dimana asam dan basa keduanya sebanding lemahnya – sebagai contoh. Asam kuat vs basa lemah Kali ini adalah sangat jelas bahwa fenolftalein akan lebih tidak berguna. Pada kasus yang lain. Asam lemah vs basa kuat Kali ini. Akan tetapi jingga metil mulai berubah dari kuning menjadi jingga sangat mendekati titik ekivalen. Jika larutan berubah menjadi merah. anda memiliki pilihan indiaktor yang berubah warna pada bagian kurva yang curam. jingga metil sia-sia! Akan tetapi. fenolftalein berubah warna dengan tepat pada tempat yang anda inginkan. asam etanoat dan larutan amonia. titik ekivalen akan terletak pada pH yang lain. anda akan mentitrasi sampai bagian pertama kali muncul warna jingga dalam larutan. . dengan menggunakan jingga metil. anda mendapatkan titik yang lebih jauh dari titik ekivalen.Dilain pihak.

Jika anda menggunakan fenolftalein atau jingga metil. dan jingga metil jauh ke bawah sekali. karena pH titik ekivalen berbeda dari kasus yang satu ke kasus yang lain. Perubahan warna jingga metil dengan tepat terjadi pada pH titik ekivalen bagian kedua reaksi. . anda tidak dapat mengeneralisirnya. Ini memungkinkan untuk menemukan indiaktor yang memulai perubahan warna atau mengakhirinya pada titik eqivalen. keduanya akan memberikan hasil titirasi yang benar – akan tetapi harga dengan fenolftalein akan lebih tepat dibandingkan dengan bagian jingga metil yang lain. Secara keseluruhan. anda tidak akan pernah mentitrasi asam lemah dan asam basa melalui adanya indikator. Larutan natrium karbonat dan asam hidroklorida encer Berikut ini adalah kasus yang menarik. Hal ini terjadi bahwa fenolftalein selesai mengalami perubahan warnanya pada pH yang tepat dengan titik ekivalen pada saat untuk pertamakalinya natrium hidrogenkarbonat terbentuk.Anda dapat melihat bahwa kedua indikator tidak dapat digunakan. Fenolftalein akan berakhir perubahannya sebelum tercapai titik ekivalen.

dan menggunakan 0. Zat ini adalah natrium 1-(1hodroksi-2-naftilazo)-6-nitro-2-naftol-4-sulfonat(II). (c) senyawaan yang mengandung suatu gugus aminometildikarboksimetil: banyak dari antara ini adalah juga senyawaansenyawaan trifenil metana. dikocok dengan seksama. zat warna itu cenderung untuk berpolimerisasi menjadi produk yang coklat-merah.2-0.14645.I. . kita dapat membuat suatu campuran dari indicator itu dengan NaCl murni dalam angka banding 1:500. Setiap hari cairan supernatant yang lama didekantasi. yang terdiri dari 0. dan membiarkan bagian – bagian yang tak melarut untuk mengendap (mengendap turun). perubahan warna pada titik akhir adalah dari merah menjadi violet biru. tetapi jauh dari ideal. Mureksida(Gambar I) adalah garam ammonium dari asam purpurat. dan akibatnya indikator itu jarang digunakan dalam titrasi EDTA dari larutan-larutan yang lebih asam daripada pH = 6. dan residu diolah dengan air seperti sebelumnya untuk menghasilkan larutan ndikator yang segar. Perubahan warna pada titrasi langsungdari nikel pada pH 10-11 adalah dari kuning menjadi violet biru. dan mempunyai acuan Indeks Warna C.5 g gram zat warna yang telah dijadikan bubuk dalam air.4 gram dalam setiap titrasi.5. Dalam larutan yang sangat asam. menjadi biru mendadak. Satu indikator terlapis.5 gram Hijau Naftol B. Perubahan warna untuk kalsium adalah dari hijau zaitun melalui abu-abu.dan 100 gram NaCl murni yang digerus bersama untuk membentuk campuran yang berwarna seragam. Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T) (Gambar II).2 gram mureksida. telah disarankan. dan anionnya mempunyai struktur Mureksida Mureksida dapat digunakan untuk titrasi langsung dengan EDTA terhadap kalsium pada pH = 11.Contoh Indikator Ion Logam Ditulis oleh Ikhsan Firdaus pada 05-03-2009 Indikator metalokromik visual yang penting dapat masuk dalam tiga golongan utama: (a) senyawaan hidroksiazo. 0. (b) senyawaan fenolat dari trifenilmetana yang tersubstitusi oleh hidroksi. Cairan supernatant yang jenuh digunakan untuk titrasi. Larutan indikator ini dapat disiapkan dengan mensuspensikan 0. kira-kira 0. Pilihan lain.2 gram campuran ini adalah sesuai untuk 1 cm3.

nama ini boleh disingkat menjadi HHSNNA. Dalam jangkau pH 7-11. Perubahan warna yang tajam dari merah angur menjadi biru murni diperoleh bila ion-ion kalsium dititrasi dengan EDTA pada nilai pH antara 12 dan 14. Suatu larutan 0.4 percent dari zat warna ini yang murni dalm methanol akan tetap baik untuk digunakan selama paling sedikt satu bulan.5 ia berwaarna jingga-kekuningan (disebabkan oleh D3-). Di bawah pH = 5. reagensia ini stabil untuk beberapa bulan. Indikator Patton dan Reeder (Gambar III) adalah asam 2-hidroksil-1-(2-hidroksi-4-sulfat1-naftilazo)-3-naftoat(III). penambahan garam logam mengjhasilkan perubahan warna yang cemerlang dari biru menjadi merah.3 dan 11.5. 1 gram campuran digunakan pada setiap titrasi indicator ini tak terlalu stabil dalam larutan basa.5. larutan Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T) adalah merah (disebabkan oleh H2D-). yang merupakan perhatian paling utama bagi penggunaan indikator ion logam. dan di atas pH = 11. terutama dengan adanya magnesium. Larutan indicator ini disiapkan dengan melarutkan 0. Indikator Patton dan Reeder Zat warna ini dicampur dengan seksama dengan Natriumsulfat yang 100x lipatnya.2 gram zat warna dalam 15 cm3trietanolamina dengan penambahan 5 cm3 etanol absolute untuk mengurangi viskositas. anatara pH 7 dan 11 warnanya biru (disebabkan oleh HD 2-).Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T) Gugus asam sulfonat itu menyerahkan protonnya lama sebelum jangkau pH 7-12. Penggunaannya yang utama adalah dalam titrasi langsung dari kalsium. Kedua nilai pK untuk atom-atom hidrogen ini masingmasing adalah 6. .

Kalmagit (Gambar V). zat ini sebenarnya adalah Natrium 1-(2-Hidroksi-1-naftilazo)-2-nafto-4-sulfonat. terionisasi secara bertahap dengan pK masingmasing 7. Biru tua Solokrom atau kalkon Perubahan warna adalah dari merah jambu menjadi biru murni. Zat ini digunakan sebagai ganti Hitam Solokrom (HItam eriokrom T) tanpa mengubah eksperimen untuk titrasi kalsium ditambah magnesium. Pada kondisi-kondisi ini.2 gram zat warna dalam 50cm3 metanol. yang diperoleh dengan suatu buffer dietilamina). Suatu keuntungan yang penting adalah bahwa larutan-air indicator itu stabil hamper tanpa batas waktu. Suatu penerapan penting dari indicator ini adalah pada titrasi kalsium secara kompleksometri dengan adanya magnesium. Zat warna ini mempunyai 2 atom hydrogen fenolat yang dapat terionisasi. Larutan indicator disiapkan dengan melarutkan 0.4 dan 13.3 (misalnya. ini harus dilakukan pada pH kira-kira 12. mempunyai perubahan warna yang sama seperti hitam solokrom (Hitam Eriokrom T). proton-proton ini.Biru tua Solokrom atau kalkon (Gambar IV) kadang-kadang dsb Hitam Eriokrom RC. tetapi perubahan warnyanya agak lebih jelas dan tajam.5. Indikator ini. Kalmagit Kalmagit berfungsi sebagai suatu indicator asam basa : . magnesium diendapkan secara kuantitatif sebagai hidroksidanya. asam 1-(1-hidroksil-4-metil-2-fenilazo)-2-naftaol-4-sulfonat (V).

asam siklotris-7-(-1-1azo-8hidroksinaftalena-3. Zat ini sebenarnya tidak begitu sesuai sebagai indikator untuk titrasi EDTA.6-disulfat) (VI).05 g Kalmagit dalam 100 cm3 air. . adanya amonia atau piridina diperlukan untuk pembentukan warna. karena mempunya stuktur lingkara. maka indikator ini memberi hasil yang baik untuk kalsium dengan adanya banyak barium dan sedikit strontium. pH = 10 dicapai dengan menggunakan campuran buffer larutan amonia-amonium khlorida dal. karena perubahan warnanya tidak begitu tajam. Indikator ini. Pada titrasi langsung tembaga dalam larutan amoniakal.Warna biru dari Kalmagit pada pH = 10 berubah menjadi merah dengan penambahan ion magnesium. Kalsikrom (calcichcrome) Hitam Sulfon F Permanen (Gambar VII). Dalam larutan amoniakal. perubahan warna pada titik akhir adalah dari magenta (ungu kemerahan) atau (bergantung pada konsentrasi ion-ion tembaga (II) biru pucat.uar biasa.am titrasi EDTA. Zat warna ini adalah garam natrium dari asam 1hidroksi-8-(2-hidroksinaftilazo)-2-(sulfonaftilazo)-3. Reaksi warnanya boleh dikatakan spesifik untuk ion tembaga.6-disulfat (VII). menjadi hijau terang. tetapi jika EDTA diganti dengan CDTA. Kalsikrom (calcichcrome) (Gambar VI). dan sangat selektif untuk kalsium. zat ini membentuk kompleks hanya dengan tembaga dan nikel. dan perubahan ini adalah reversible : Ini merupakan dasara dari aksi indicator itu dal.am air. Ia stabil selama paling sedikit 12 bulan bila di simpan dalam botol dari politena tanpa terkena cahaya matahari. adalah . Larutan indicator ini disiapkan dengan melarutkan 0.

warnanya biru ( anion D4-). dan diatas pH = 10. Violet Katekol (Catechol Violet) (Gambar VIII). Larutan air (dari) Violet Katekol berwarna kuning. bila kation tertentu (misalnya. Violet Katekol (Catechol Violet) Violet Katekol membentuk senyawaan berwarna (biasanya biru atau biru-hijau) dengan banyak logam. pada pH = 7 berwarna violet (anion H2D2-).5 warnanya merah. kation bismut dan torium) ditambahkan kepada larutan indikator. Larutan biru yang sangat basa tidak stabil. .5 persen. dan warnanya cukup cepat hilang. pada pH di bawah 1. Larutan indikator ini disiapkan dengan melarutkan 0. Larutan stabil selama beberapa minggu. Perubahan warna ini disebabkan oleh ionisasi berangsur-angdur dari gugusgugus hidroksil. ia berwarna kuning antara pH = 2 dan 6 (anion H3D-). sehingga terjadi perubahan warna yang tajam dan kuning menjadi biru. adalah sulfonftalein (VIII).1 g zat warna dalam 100 cm3 air. yang paling stabil dari kompleks-kompleks ini terbenuuk dalam jangkau pH 2-6. Indikator ini juga dinamakan Violet Pirokatekol(Pyrocatechol Violet).Hitam Sulfon F Permanen Larutan indikator ini terdiri dari larutan air 0.(H4D). Ia juga memiliki sifat indikator asam basa. mungkin disebabkan oleh oksidasi oleh atmosfer.

Jingga Xilenol (Xylenol Orange) Larutan indikator ini disiapkan dengan melarutkan 0. dan bereaksi hanya dalam medium basa. adalah 3. Indikator ini.Larutan asam (dari) indikator ini.N-di(karboksimetil)-aminometil)]-o-kresolsulfonftalein (X). antar lain. zat ini juga memiliki sifat kuning-jinggadalam larutan yang sagat asam. dan violet sampai biru dalam larutan basa. Zat warna ini membentuk kompleks-kompleks berwarna dengan banyak kation. Zat warna ini tetap mempertahankan sifat asam-basa (dari) Merah Kresol dan memperlihatkan sifat-sifat indikator logam.5 g Jingga Xilenol dalam 100 cm3 air. Komplekson Timolftalein (Timolftalein) (Gambar XI). bismut (pH = 2-3. merah anggur dalam larutan yang hampir netral. yang dibuat dengan kondensasi o-kresolsulfonftalein (Merah Kresol) dengan formaldehida dan asam iminodiasetat. Ini adalah asam timolftalein di(metil-iminadiasetat) (XI). 3 etanol Jingga Xilenol (Xylenol Orange) (Gambar X).Merah Bromopirogalol ( Bromopyrogalol Red) (Gambar IX). titik akhir biru ke merah anggur). berwarna kuning-lemon dan larutan kompleks logamnya berwarna merah kuat.05 g reagensia padat dalam 100 cm 50%. bahkan dalam larutan yang asam (pH = 3-5). zat ini mengandung satu cincin lakton. . larutan asam nitrat. dan lebih tahan terhadap oksidasi ketimbang Violet Katekol.3′bis[N. Ia sangat berharga untuk penetapan. Indikator ion logam ini adalah dibromopirogalol sulfonftalein (IX). Merah Bromopirogalol ( Bromopyrogalol Red) Larutan indikator ini disipakan dengan melarutakn 0.

ion-ion kalsium mengurai kompleks. Zn-EGTA. baik dalam suasana asama maupun dalam suasana basa. Biru Metiltimol (Komplekson Biru Metiltimol) Zinkon (Zincon) (Gambar XIII) adalah 1-(2-hidroksi-5-sulfofenil)-3-5-(2-karboksifenil)-formazan (XIII) yang merupakan suatu indikator spesifik untuk zink pada pH9-10. Biru Metiltimol (Komplekson Biru Metiltimol) (Gambar XII) . Namun. dan digunakan sebagai zat padat: 1 bagian kalium nitrat. darimana ia diturunkan dengan mengganti penggugusan lakton itu dengan suatu gugusan asam sulfonat.Indikator ini dapat digunakan untuk titrasi dari kalsium. dengan jangkau mulai dari pH = 0 pada kondisi mana bismut dapat dititrasi dengan perubahan warna dari biru menjadi tak berwarna. Indikator ini tidak tahan baik dalam larutan. dapat digunakan. perubahan warna dari biru menjadi tak berwarna (atau sedikit merah-jambu keunguan). Pilihan lain. dan pada kondisi-kondisi ini. dengan menggunakan komplekson EGTA. sebagai kontras. kegunaan yang paling penting adalah sebagai indikator untuk titrasi kalsium dengan adanya magnesium. senyawaan ini akan berfungsi. Segera setelah . yang memberi warna biru dengan indikator. suatu campuran (1:100) dengan kalium nitrat pro analisis yang digerus halus.5 persen dalam etanol. Titrasi dilakukan dalam suatu buffer pada pH 10. Senyawaan ini (XII) sangat serupa dalam struktur dengan senyawaan yang sebelum ini. merupakan ion-ion zink. Komplekson Timolftalein (Timolftalein) Larutan indikator terdiri dari larutan 0. Namun.

jadi dengan penggunaan indikator redoks yang tepat. 37255) (Gambar XIV). baik secara potensiometri. . kelebihan EGTA mengubah kembali ion-ion zink menjadi kompleks EGTA. yang dapat digunakan pada titrasi kompleksometri dari besi(III). maka titikn akhir dapat dideteksi. Titik nakhir pada suatu EDTA. ataupun dengan indikator redoks. sehingga terjadi penurunan yang tiba-tiba dalam potensial redoks. kadang-kadang dapat dideteksi dari perubahan-perubahan dalam potensial redoks. Bila suatu campuran dari besi(II) dan (III) telah ditambahkan pFe(III) naik mendadak.I. Satu contoh yang sangat baik sekali adalah Biru Variamina (4-metoksi-4-amino-difenilamina). Zinkon Biru Variamina (C. Larutan indikator ini adalah larutan 1 persen basa dalam air.semua kalsium dititrasi. dan larutan memperoelh warna jingga dari indikator yang bebas logam.

/.. ./.203/.7-08  .3  90./.5.38.8:.3/.993.8 00-.8:2/997.7.25:7.84.43 433203./..3/.8:.7     .3 /.802:..4394.7-08  /.02-.80..907..8.33/.7:9.9 $.5.//03.5./503:7:3.3/.3 507:-.7' %93..3 20250740.2   343 7:'.9/:3.73/.9.94770/48  .9-..23.94770/48.7/.3507803-./.84250842097/.9:..73.350  3./.7:9.33/.35.3 .7:'.234 /103...9//0908 -./42508% /. 803.70/48 2.3-0-./.3.70/48 . /9.9:% .2-.. 9-../.7.9 //0908/.23.2.9:.54903842097 .3..997.23.     .7507:-.3.33/.2549038.75.2-.3503:3.2549038.7:9.  20948  ..3 905./.3.39-.:5:3/03.3%203:-...947.80.9473.7./.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful