P. 1
Bagaimanakah Cara Kerja Indikator

Bagaimanakah Cara Kerja Indikator

|Views: 232|Likes:

More info:

Published by: Vie NoLuvvie D'ceVior on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2015

pdf

text

original

Bagaimanakah cara kerja indikator

Indikator sebagai asam lemah Lakmus Lakmus adalah asam lemah. Lakmus memiliki molekul yang sungguh rumit yang akan kita sederhanakan menjadi HLit. "H" adalah proton yang dapat diberikan kepada yang lain. "Lit" adalah molekul asam lemah. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kesetimbangan ketika asam ini dilarutkan dalam air. Pengambilan versi yang disederhanakan kesetimbangan ini:

Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah, ketika terionisasi adalah biru. Sekarang gunakan Prinsip Le Chatelier untuk menemukan apa yang terjadi jika anda menambahkan ion hidroksida atau beberapa ion hidrogen yang lebih banyak pada kesetimbangan ini. Penambahan ion hidroksida:

Penambahan ion hidrogen:

Jika konsentrasi Hlit dan Lit- sebanding: Pada beberapa titik selama terjadi pergerakan posisi kesetimbangan, konsentrasi dari kedua warna akan menjadi sebanding. Warna yang anda lihat merupakan pencampuran dari keduanya.

Alasan untuk membubuhkan tanda kutip disekitar kata "netral" adalah bahwa tidak terdapat alasan yang tepat kenapa kedua konsentrasi menjadi sebanding pada pH 7. Untuk lakmus, terjadi perbandingan warna mendekati 50 / 50 pada saat pH 7 – hal itulah yang menjadi alasan kenapa lakmus banyak digunakan untuk

Itulah tempat yang jelas untuk memulainya. Tidak begitu! Pada faktanya. pada setengah tingkat dimana campuran merah dan kuning menghasilkan warna jingga terjadi pada pH 3. Fenolftalein Fenolftalein adalah indikator titrasi yang lain yang sering digunakan. Pada larutan yang bersifat basa. Penjelasannya identik dengan kasus lakmus – bedanya adalah warna.7 – mendekati netral. Pada kasus jingga metil. dan fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain. Jingga metil (Methyl orange) Jingga metil adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam titrasi. anda mungkin berfikir bahwa ketika anda menambahkan asam. Ini akan diekplorasi dengan lebih lanjut pada bagian bawah halaman. jingga metil berwarna kuning dan strukturnya adalah: Sekarang. hal itu tidak benar untuk indikator yang lain. . Anda sebaiknya mencari sendiri kenapa terjadi perubahan warna ketika anda menambahkan asam atau basa. Seperti yang akan anda lihat pada bagian berikutnya.pengujian asam dan basa. ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada ikatan rangkap nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan seperti berikut ini: Anda memiliki kesetimbangan yang sama antara dua bentuk jingga metil seperti pada kasus lakmus – tetapi warnanya berbeda. ion hidrogen akan ditangkap oleh yang bermuatan negatif oksigen.

Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kanan untuk menggantikannya – mengubah indikator menjadi merah muda.Pada kasus ini. anda dapat menggunakan hal ini untuk menentukan pH pada titik reaksi searah. Setengah tingkat terjadi pada pH 9. HInd – dimana "Ind" adalah bagian indikator yang terlepas dari ion hidrogen yang diberikan keluar: Karena hal ini hanya seperti asam lemah yang lain. dan kemudian mengubahnya pada pH dan pKind. Pada kasus tersebut. Karena pencampuran warna merah muda dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat. keduanya akan menghapuskan ungkapan Kind. asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah muda terang. anda akan memperoleh: Hal itu berarti bahwa titik akhir untuk indikator bergantung seluruhnya pada harga pKind.3. Untuk indikator yang kita miliki dapat dilihat dibawah ini: indikator lakmus pKind 6. Pikirkanlah apa yang terjadi pada setengah reaksi selama terjadinya perubahan warna. dan mengubah indikator menjadi tak berwarna. Kita akan menyebutnya Kind untuk memberikan penekanan bahwa yang kita bicarakan di sini adalah mengenai indikator. Jika anda menyusun ulang persamaan yang terakhir pada bagian sebelah kiri. hal ini sulit untuk mendeteksinya dengan akurat! Rentang pH indikator Pentingnya pKind Berpikirlah tentang indikator yang umum.5 . Pada titik ini konsentrasi asam dan ion-nya adalah sebanding. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi kesetimbangan ke arah kiri. anda dapat menuliskan ungkapan Ka untuk indikator tersebut.

4 8.3 Rentang pH indikator Indikator tidak berubah warna dengan sangat mencolok pada satu pH tertentu (diberikan oleh harga pK ind-nya). Harga yang pasti untuk tiga indikator dapat kita lihat sebagai berikut: indikator lakmus jingga metil fenolftalein pKind pH rentang pH 6.3 – 10. anda akan memulai untuk mendapatkan lebih banyak dan lebih banyak lagi pembentukan warna yang kedua. mereka mengubah sedikit rentang pH. Selama terjadi pergeseran kesetimbangan. Jingga metil atau fenolftalein sedikit kurang berguna. Selama anda melakukan penambahan asam lebih banyak. Terjadi perubahan kecil yang berangsur-angsur dari satu warna menjadi warna yang lain.7 9. Sebagai contoh. jika anda menggunakan jingga metil pada larutan yang bersifat basa maka warna yang dominan adalah kuning.3 5–8 3. warna merah akhirnya akan menjadi dominan yang mana anda tidak lagi melihat warna kuning. Pada beberapa titik akan cukup banyak adanya bentuk merah dari jingga metil yang menunjukkan bahwa larutan akan mulai memberi warna jingga. tetapi sekarang anda menambahkan sesuatu untuk memulai pergeseran tersebut. menempati rentang pH. dan pada beberapa titik mata akan mulai mendeteksinya. perubahan yang tampak menempati sekitar 1 unit pH pada tiap sisi harga pKind. Secara kasar "aturan ibu jari". Malahan.7 9.5 3.0 Perubahan warna lakmus terjadi tidak selalu pada rentang pH yang besar.1 – 4. Berikut ini dapat dilihat dengan lebih mudah dalam bentuk diagram. tetapi lakmus berguna untuk mendeteksi asam dan basa pada lab karena perubahan warnanya sekitar 7. . Sekarang mulai tambahkan asam karena itu kesetimbangan akan mulai bergeser.jingga metil fenolftalein 3. Dengan mengasumsikan kesetimbangan benar-benar mengarah pada salah satu sisi.

Asam kuat vs basa kuat Diagram berikut menunjukkan kurva pH untuk penambahan asam kuat pada basa kuat. Indikator yang dipilih bervariasi dari satu titrasi ke titirasi yang lain. anda tak pelak lagi membutuhkan pemilihan indikator yang perubahan warnanya mendekati titik ekivalen. Bagian yang diarsir pada gambar tersebut adalah rentang pH untuk jingga metil dan fenolftalein. anda dapat melihat bahwa tidak terdapat perubahan indikator pada titik ekivalen. Akan tetapi. anda akan mentitrasi sampai fenolftalein berubah menjadi tak berwarna (pada pH 8. jingga metil akan berwarna kuning pada tiap larutan dengan pH lebih besar dari 4. Akan tetapi.Sebagai contoh. Jika anda mengguanakan fenolftalein. gambar menurun tajam pada titik ekivalen tersebut yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada volume asam yang ditambahkan apapun indikator yang anda pilih. Hal ini tidak dapat dibedakan antara asam lemah dengan pH 5 atau basa kuat dengan pH 14. Pemilihan indikator untuk titrasi Harus diingat bahwa titik ekivalen titrasi yang mana anda memiliki campuran dua zat pada perbandingan yang tepat sama. hal tersebut berguna pada titrasi untuk memilihih kemungkinan warna terbaik melalui penggunaan tiap indikator. .8) karena itu adalah titik terdekat untuk mendapatkan titik ekivalen.4.

jingga metil sia-sia! Akan tetapi. Asam lemah vs basa kuat Kali ini. . Jika larutan berubah menjadi merah. anda memiliki pilihan indiaktor yang berubah warna pada bagian kurva yang curam. titik ekivalen akan terletak pada pH yang lain. anda mendapatkan titik yang lebih jauh dari titik ekivalen.Dilain pihak. anda akan mentitrasi sampai bagian pertama kali muncul warna jingga dalam larutan. dengan menggunakan jingga metil. Asam lemah vs basa lemah Kurva berikut adalah untuk kasus dimana asam dan basa keduanya sebanding lemahnya – sebagai contoh. asam etanoat dan larutan amonia. Pada kasus yang lain. Asam kuat vs basa lemah Kali ini adalah sangat jelas bahwa fenolftalein akan lebih tidak berguna. fenolftalein berubah warna dengan tepat pada tempat yang anda inginkan. Akan tetapi jingga metil mulai berubah dari kuning menjadi jingga sangat mendekati titik ekivalen.

Fenolftalein akan berakhir perubahannya sebelum tercapai titik ekivalen. Ini memungkinkan untuk menemukan indiaktor yang memulai perubahan warna atau mengakhirinya pada titik eqivalen. anda tidak akan pernah mentitrasi asam lemah dan asam basa melalui adanya indikator. anda tidak dapat mengeneralisirnya. Jika anda menggunakan fenolftalein atau jingga metil. Perubahan warna jingga metil dengan tepat terjadi pada pH titik ekivalen bagian kedua reaksi. dan jingga metil jauh ke bawah sekali. karena pH titik ekivalen berbeda dari kasus yang satu ke kasus yang lain. keduanya akan memberikan hasil titirasi yang benar – akan tetapi harga dengan fenolftalein akan lebih tepat dibandingkan dengan bagian jingga metil yang lain. Larutan natrium karbonat dan asam hidroklorida encer Berikut ini adalah kasus yang menarik.Anda dapat melihat bahwa kedua indikator tidak dapat digunakan. Secara keseluruhan. Hal ini terjadi bahwa fenolftalein selesai mengalami perubahan warnanya pada pH yang tepat dengan titik ekivalen pada saat untuk pertamakalinya natrium hidrogenkarbonat terbentuk. .

Contoh Indikator Ion Logam Ditulis oleh Ikhsan Firdaus pada 05-03-2009 Indikator metalokromik visual yang penting dapat masuk dalam tiga golongan utama: (a) senyawaan hidroksiazo. dan akibatnya indikator itu jarang digunakan dalam titrasi EDTA dari larutan-larutan yang lebih asam daripada pH = 6. Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T) (Gambar II).5 g gram zat warna yang telah dijadikan bubuk dalam air.I. (c) senyawaan yang mengandung suatu gugus aminometildikarboksimetil: banyak dari antara ini adalah juga senyawaansenyawaan trifenil metana.2-0. Satu indikator terlapis.14645. Perubahan warna pada titrasi langsungdari nikel pada pH 10-11 adalah dari kuning menjadi violet biru. tetapi jauh dari ideal.2 gram mureksida. Mureksida(Gambar I) adalah garam ammonium dari asam purpurat.2 gram campuran ini adalah sesuai untuk 1 cm3. dan menggunakan 0. telah disarankan. dikocok dengan seksama. perubahan warna pada titik akhir adalah dari merah menjadi violet biru. Zat ini adalah natrium 1-(1hodroksi-2-naftilazo)-6-nitro-2-naftol-4-sulfonat(II). dan residu diolah dengan air seperti sebelumnya untuk menghasilkan larutan ndikator yang segar.5. zat warna itu cenderung untuk berpolimerisasi menjadi produk yang coklat-merah. dan membiarkan bagian – bagian yang tak melarut untuk mengendap (mengendap turun). dan anionnya mempunyai struktur Mureksida Mureksida dapat digunakan untuk titrasi langsung dengan EDTA terhadap kalsium pada pH = 11. Cairan supernatant yang jenuh digunakan untuk titrasi. Setiap hari cairan supernatant yang lama didekantasi. dan mempunyai acuan Indeks Warna C. kita dapat membuat suatu campuran dari indicator itu dengan NaCl murni dalam angka banding 1:500. kira-kira 0.dan 100 gram NaCl murni yang digerus bersama untuk membentuk campuran yang berwarna seragam. Perubahan warna untuk kalsium adalah dari hijau zaitun melalui abu-abu. Pilihan lain.4 gram dalam setiap titrasi. Larutan indikator ini dapat disiapkan dengan mensuspensikan 0. 0. (b) senyawaan fenolat dari trifenilmetana yang tersubstitusi oleh hidroksi. Dalam larutan yang sangat asam. yang terdiri dari 0. . menjadi biru mendadak.5 gram Hijau Naftol B.

Kedua nilai pK untuk atom-atom hidrogen ini masingmasing adalah 6.5. Penggunaannya yang utama adalah dalam titrasi langsung dari kalsium. nama ini boleh disingkat menjadi HHSNNA. Indikator Patton dan Reeder (Gambar III) adalah asam 2-hidroksil-1-(2-hidroksi-4-sulfat1-naftilazo)-3-naftoat(III). anatara pH 7 dan 11 warnanya biru (disebabkan oleh HD 2-). . larutan Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T) adalah merah (disebabkan oleh H2D-). reagensia ini stabil untuk beberapa bulan. Di bawah pH = 5. penambahan garam logam mengjhasilkan perubahan warna yang cemerlang dari biru menjadi merah.5 ia berwaarna jingga-kekuningan (disebabkan oleh D3-).4 percent dari zat warna ini yang murni dalm methanol akan tetap baik untuk digunakan selama paling sedikt satu bulan. yang merupakan perhatian paling utama bagi penggunaan indikator ion logam.2 gram zat warna dalam 15 cm3trietanolamina dengan penambahan 5 cm3 etanol absolute untuk mengurangi viskositas. Dalam jangkau pH 7-11.Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T) Gugus asam sulfonat itu menyerahkan protonnya lama sebelum jangkau pH 7-12. Larutan indicator ini disiapkan dengan melarutkan 0. 1 gram campuran digunakan pada setiap titrasi indicator ini tak terlalu stabil dalam larutan basa. dan di atas pH = 11. terutama dengan adanya magnesium.5. Suatu larutan 0.3 dan 11. Indikator Patton dan Reeder Zat warna ini dicampur dengan seksama dengan Natriumsulfat yang 100x lipatnya. Perubahan warna yang tajam dari merah angur menjadi biru murni diperoleh bila ion-ion kalsium dititrasi dengan EDTA pada nilai pH antara 12 dan 14.

Suatu penerapan penting dari indicator ini adalah pada titrasi kalsium secara kompleksometri dengan adanya magnesium. mempunyai perubahan warna yang sama seperti hitam solokrom (Hitam Eriokrom T). Kalmagit Kalmagit berfungsi sebagai suatu indicator asam basa : . Indikator ini. Zat warna ini mempunyai 2 atom hydrogen fenolat yang dapat terionisasi.4 dan 13. magnesium diendapkan secara kuantitatif sebagai hidroksidanya. tetapi perubahan warnyanya agak lebih jelas dan tajam. Suatu keuntungan yang penting adalah bahwa larutan-air indicator itu stabil hamper tanpa batas waktu. Larutan indicator disiapkan dengan melarutkan 0.5.3 (misalnya. terionisasi secara bertahap dengan pK masingmasing 7. Biru tua Solokrom atau kalkon Perubahan warna adalah dari merah jambu menjadi biru murni. asam 1-(1-hidroksil-4-metil-2-fenilazo)-2-naftaol-4-sulfonat (V). proton-proton ini.2 gram zat warna dalam 50cm3 metanol.Biru tua Solokrom atau kalkon (Gambar IV) kadang-kadang dsb Hitam Eriokrom RC. Pada kondisi-kondisi ini. Zat ini digunakan sebagai ganti Hitam Solokrom (HItam eriokrom T) tanpa mengubah eksperimen untuk titrasi kalsium ditambah magnesium. yang diperoleh dengan suatu buffer dietilamina). Kalmagit (Gambar V). ini harus dilakukan pada pH kira-kira 12. zat ini sebenarnya adalah Natrium 1-(2-Hidroksi-1-naftilazo)-2-nafto-4-sulfonat.

.am titrasi EDTA.Warna biru dari Kalmagit pada pH = 10 berubah menjadi merah dengan penambahan ion magnesium. Ia stabil selama paling sedikit 12 bulan bila di simpan dalam botol dari politena tanpa terkena cahaya matahari.6-disulfat (VII). Indikator ini. Zat ini sebenarnya tidak begitu sesuai sebagai indikator untuk titrasi EDTA. zat ini membentuk kompleks hanya dengan tembaga dan nikel. pH = 10 dicapai dengan menggunakan campuran buffer larutan amonia-amonium khlorida dal. karena perubahan warnanya tidak begitu tajam.05 g Kalmagit dalam 100 cm3 air. maka indikator ini memberi hasil yang baik untuk kalsium dengan adanya banyak barium dan sedikit strontium. Larutan indicator ini disiapkan dengan melarutkan 0. dan sangat selektif untuk kalsium. adalah .6-disulfat) (VI). tetapi jika EDTA diganti dengan CDTA. dan perubahan ini adalah reversible : Ini merupakan dasara dari aksi indicator itu dal. Dalam larutan amoniakal. karena mempunya stuktur lingkara. adanya amonia atau piridina diperlukan untuk pembentukan warna. asam siklotris-7-(-1-1azo-8hidroksinaftalena-3. perubahan warna pada titik akhir adalah dari magenta (ungu kemerahan) atau (bergantung pada konsentrasi ion-ion tembaga (II) biru pucat. Kalsikrom (calcichcrome) Hitam Sulfon F Permanen (Gambar VII).uar biasa. Pada titrasi langsung tembaga dalam larutan amoniakal. Kalsikrom (calcichcrome) (Gambar VI). Reaksi warnanya boleh dikatakan spesifik untuk ion tembaga. Zat warna ini adalah garam natrium dari asam 1hidroksi-8-(2-hidroksinaftilazo)-2-(sulfonaftilazo)-3. menjadi hijau terang.am air.

Larutan stabil selama beberapa minggu. Ia juga memiliki sifat indikator asam basa.5 warnanya merah. warnanya biru ( anion D4-).5 persen. sehingga terjadi perubahan warna yang tajam dan kuning menjadi biru. Larutan indikator ini disiapkan dengan melarutkan 0. dan warnanya cukup cepat hilang. ia berwarna kuning antara pH = 2 dan 6 (anion H3D-). Violet Katekol (Catechol Violet) Violet Katekol membentuk senyawaan berwarna (biasanya biru atau biru-hijau) dengan banyak logam. adalah sulfonftalein (VIII). bila kation tertentu (misalnya.Hitam Sulfon F Permanen Larutan indikator ini terdiri dari larutan air 0.(H4D). pada pH = 7 berwarna violet (anion H2D2-). Larutan biru yang sangat basa tidak stabil. yang paling stabil dari kompleks-kompleks ini terbenuuk dalam jangkau pH 2-6.1 g zat warna dalam 100 cm3 air. dan diatas pH = 10. kation bismut dan torium) ditambahkan kepada larutan indikator. mungkin disebabkan oleh oksidasi oleh atmosfer. Perubahan warna ini disebabkan oleh ionisasi berangsur-angdur dari gugusgugus hidroksil. Indikator ini juga dinamakan Violet Pirokatekol(Pyrocatechol Violet). Larutan air (dari) Violet Katekol berwarna kuning. pada pH di bawah 1. Violet Katekol (Catechol Violet) (Gambar VIII). .

bahkan dalam larutan yang asam (pH = 3-5).Merah Bromopirogalol ( Bromopyrogalol Red) (Gambar IX). berwarna kuning-lemon dan larutan kompleks logamnya berwarna merah kuat.05 g reagensia padat dalam 100 cm 50%.Larutan asam (dari) indikator ini. antar lain. dan violet sampai biru dalam larutan basa. . Zat warna ini membentuk kompleks-kompleks berwarna dengan banyak kation. Indikator ion logam ini adalah dibromopirogalol sulfonftalein (IX). Ini adalah asam timolftalein di(metil-iminadiasetat) (XI). Zat warna ini tetap mempertahankan sifat asam-basa (dari) Merah Kresol dan memperlihatkan sifat-sifat indikator logam. Merah Bromopirogalol ( Bromopyrogalol Red) Larutan indikator ini disipakan dengan melarutakn 0. merah anggur dalam larutan yang hampir netral.3′bis[N. bismut (pH = 2-3. 3 etanol Jingga Xilenol (Xylenol Orange) (Gambar X). larutan asam nitrat. zat ini juga memiliki sifat kuning-jinggadalam larutan yang sagat asam. Jingga Xilenol (Xylenol Orange) Larutan indikator ini disiapkan dengan melarutkan 0. titik akhir biru ke merah anggur). yang dibuat dengan kondensasi o-kresolsulfonftalein (Merah Kresol) dengan formaldehida dan asam iminodiasetat. zat ini mengandung satu cincin lakton.5 g Jingga Xilenol dalam 100 cm3 air. Indikator ini. dan bereaksi hanya dalam medium basa. adalah 3. Komplekson Timolftalein (Timolftalein) (Gambar XI). dan lebih tahan terhadap oksidasi ketimbang Violet Katekol.N-di(karboksimetil)-aminometil)]-o-kresolsulfonftalein (X). Ia sangat berharga untuk penetapan.

Segera setelah . Zn-EGTA. Senyawaan ini (XII) sangat serupa dalam struktur dengan senyawaan yang sebelum ini. senyawaan ini akan berfungsi. ion-ion kalsium mengurai kompleks. sebagai kontras. yang memberi warna biru dengan indikator. Pilihan lain. kegunaan yang paling penting adalah sebagai indikator untuk titrasi kalsium dengan adanya magnesium. dan pada kondisi-kondisi ini. Biru Metiltimol (Komplekson Biru Metiltimol) (Gambar XII) . merupakan ion-ion zink. Indikator ini tidak tahan baik dalam larutan.5 persen dalam etanol. darimana ia diturunkan dengan mengganti penggugusan lakton itu dengan suatu gugusan asam sulfonat. baik dalam suasana asama maupun dalam suasana basa. dengan jangkau mulai dari pH = 0 pada kondisi mana bismut dapat dititrasi dengan perubahan warna dari biru menjadi tak berwarna. Namun. Biru Metiltimol (Komplekson Biru Metiltimol) Zinkon (Zincon) (Gambar XIII) adalah 1-(2-hidroksi-5-sulfofenil)-3-5-(2-karboksifenil)-formazan (XIII) yang merupakan suatu indikator spesifik untuk zink pada pH9-10. perubahan warna dari biru menjadi tak berwarna (atau sedikit merah-jambu keunguan). dan digunakan sebagai zat padat: 1 bagian kalium nitrat. dapat digunakan.Indikator ini dapat digunakan untuk titrasi dari kalsium. Komplekson Timolftalein (Timolftalein) Larutan indikator terdiri dari larutan 0. Namun. suatu campuran (1:100) dengan kalium nitrat pro analisis yang digerus halus. Titrasi dilakukan dalam suatu buffer pada pH 10. dengan menggunakan komplekson EGTA.

sehingga terjadi penurunan yang tiba-tiba dalam potensial redoks. . 37255) (Gambar XIV). Zinkon Biru Variamina (C. jadi dengan penggunaan indikator redoks yang tepat.semua kalsium dititrasi. baik secara potensiometri. Titik nakhir pada suatu EDTA. yang dapat digunakan pada titrasi kompleksometri dari besi(III). ataupun dengan indikator redoks. dan larutan memperoelh warna jingga dari indikator yang bebas logam. kadang-kadang dapat dideteksi dari perubahan-perubahan dalam potensial redoks. kelebihan EGTA mengubah kembali ion-ion zink menjadi kompleks EGTA.I. Bila suatu campuran dari besi(II) dan (III) telah ditambahkan pFe(III) naik mendadak. maka titikn akhir dapat dideteksi. Larutan indikator ini adalah larutan 1 persen basa dalam air. Satu contoh yang sangat baik sekali adalah Biru Variamina (4-metoksi-4-amino-difenilamina).

3 /.33/.8.8:.3.25:7./.3507803-. /9.3/..33/.7:9. 803.43 433203.3 905..80.802:..33/.9 $.23.02-.73.9:% ././..94770/48  .203/.8:.9473..2-.54903842097 .350  3.39-.75.70/48 .9/:3..3  90.38.23./503:7:3. 9-./.7507:-.3 ..7-08  .7' %93.3/.3%203:-.2-.9:.70/48 2.7-08  /.3/.//03.947..3 20250740..84250842097/.  20948  .7.80.3503:3..3./.4394.8 00-.2.7.35.2549038.7:'.7. .7:9.73/...9-.3.     .3 507:-.:5:3/03.2549038...9:.23./42508% /.7     .7:9.94770/48.5.2   343 7:'.993./..9//0908 -..997.3-0-.9 //0908/.5.7/./.9./.234 /103./.5./.907.84.3.8:2/997.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->