SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

5. Tujuan Penulisan. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.2.2.2.2. 1. BAB II Animisme.1.4. Rumusan Masalah. budaya dan kejawen Indonesia. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. dan perkembangan iptek 1.4. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.4.2. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku. 1. 1.1.4.3. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. DAFTAR PUSTAKA 5 .3. budaya Indonesia.1.5. dinamisme. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam.2. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1. 1. 1. Metode Penulisan 1.2.3. media cetak. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. Dinamisme. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang.3. 1. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1.1.2.2. 1.

Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). Islam tidak membenarkannya. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. DINAMISME. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. Benda adalah tetap benda. Allah berfirman. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. 6 . sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. nilainya sama saja. apakah benda itu berwujud sebutir batu. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil.BAB II ANIMISME.

Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita.1. gigi binatang dan sebagainya. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. 2. orang-perorangan. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. di batu besar fetish dan sebagainya.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . hidup di gunung. ataupun kelompok. Karena fetish itu berkarya. kotak. Bila orang meninggal. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. di pohon kayu. roh-roh pendusta. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). 2. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. yaitu : 1. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. roh-roh pembohong saja.

dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. 6 : 60). Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. 2. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. Hidup adalah keutuhan. binatang. Allah menciptakan dunia. Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. 8 .2. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. tumbuhtumbuhan. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. untuk makanan. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. 2. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. 39 : 42). bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”.menghidupkan hati manusia. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh.

dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki.3.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. yang tingkat kebudayaannya 9 . serta keharusan menyerah kepada-Nya. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. 2. Jadi kalau demikian artinya. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. demikian Honig mengartikannya. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. 53 : 24 . kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat.3. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q.170). 3 : 169 .25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. yaitu. Dr. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan.

karena takut kepada-Nya. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q.masih rendah sekali. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. pada beberapa hewan dan juga manusia. berupa langit dan bumi. batubatu. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. 2. misalnya dalam api. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. 13 : 13). Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. T. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. tumbuh-tumbuhan. 30 : 24).1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dinamisme disebut juga preanismisme.G. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 .S. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. 10 . Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. binatang dan manusia.

suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. Maka. agam daerah atau agama etnis-premitif). Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. dalam dinamisme diubah bentuknya. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. Do’a menjadi rumus yang sakti. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . Kembali kepada dinamisme. kurban. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. dinamisme itu bukan agama. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. yang di Jawa disebut Japamantra. lepas dari ikatan ketuhanan. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. maka dia menjadi lain sama sekali. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Do’a menjadi mantera. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku.

Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. pantangan. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. mantra. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. ngebleng dan lain-lain. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. tidur dan tidak boleh kena cahaya). ritual. minum. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . atau olah rohani. wirid tertentu. Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Tirakat. Khodam. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Khodam disebut juga Qorin. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Anda perlu mengisi energi. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. tapi juga bukan banci. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. nglowong.

kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari.biasa. Perlu diterangkan. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Oleh kerena itu. 13 . kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. bahkan menganggap wali atau orang suci. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia.

1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. misalnya puasa. Di Indonesia. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. khususnya orang jawa. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Hizib Kekuatan Batin. Sahadad Pamungkas dll. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . 2. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga.

maka kuasailah ilmu trawangan. tembus pandang dan lain-lain. 4. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. meskipun sama-sama berbadan ghaib. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. 3. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. 5. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. melihat jarak jauh. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan.

puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Warisan Keturunan. 6. mantra. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. bisa sakit jiwa (gila). 2. Yaitu: 1. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. yaitu dengan cara pengisian. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Menjalankan Tirakat. pantangan. ilmu kuat seks. Pengisian. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. menderita saat 16 . Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. 3. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Ilmu-ilmu pengobatan. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. susah dapat rezeki.sesungguhnya.

Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Ayahnya 17 . Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Adipati Tuban. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Ronggolawe. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Namun sebagai Muslim. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh.akan mati dll. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Karena tindakannya itu. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Jadi bukan karena Ilmunya. Sayangnya.

Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Karena itu. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Dari hasil rampokannya itu. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Sebagai Perampok. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. karena alasan ajaran agama. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’.

Kemudian secara logika. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. Padahal. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. silakan anda pikirkan masak-masak. dalam pendapat saya. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Logikanya. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Karena itu. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. puasa. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. 19 . tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat.Secara sintaksis. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu.

Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. namanya tak lagi disebut-sebut. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. Logikanya ialah. Sunan Giri. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. Kesultanan Demak. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). bukan praktisi Kejawenisme. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Mulud (dari Maulid). Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Kesultanan Cirebon. 20 . Kesultanan Banten. ‘Joko Said’. Suro (dari Syura’). Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dari sini sajasudah jelas. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. ia adalahseorang Qadli. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). dan masih banyak istilah lainnya. bila saat itu beliau masih hidup. Bila riwayat ini benar.

Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Buktinya sangat banyak sekali. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Perkiraan saya. bahwa beliau bisa terbang. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah.dekat Demak. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. beliau menerimanya. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah.

serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. wayang. Dalam hal ini. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Bagong.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. Petruk. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Secara filosofis. Seni ukir. Kurawa. Simaaruddunyaa. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. 4. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Maksudnya. Ramayana. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Maksudnya. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. 5. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Dalam hal ini. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. ini sama dengan 22 . gamelan. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. Maksudnya. dan lainnya. 3.didekati secara bertahap. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. Misalnya. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Nalaa Qaarin. grebeg maulud. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. 1. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. perayaan sekatenan. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. baju takwa. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. dll. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. ‘Simaar’ yang artinya Paku. misalnya Layang Kalimasada. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata.

ciri. melalui berbagai pertunjukan seni. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. Begitu pula Ibnu Bathuthah. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Begitu juga dalam mengajarkan agama. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. Kemudian Marcopolo menyebutkan. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. peraturan pemerintah dan lain-lain. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. Sebagai islam adalah agama yang moderat. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. pengembara muslim. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. bukan ahli Kejawen. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M.

Pertama-pertama. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. selama tak ada larangan dalam nash syariat. dalam Ensiklopedi Islam. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Lalu berusaha menarik simpati mereka. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. memperhatikan kebudayaan dan adat. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Misalnya. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Setelah penduduk tertarik. Misalnya. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. gamelan. 28-30 Maret 2007). Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Walisongo belajar bahasa lokal. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. tapi diisi 24 . dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. dan sebagainya.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. mereka diajak membaca syahadat. Walisongo berdakwah dengan cara damai. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat.. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. Afrika. diajari wudhu’. shalat.

Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Selain itu. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. untuk mendidik calon-calon dai. dan sedekah. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Sebelum Islam datang ke Aceh. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat.pembacaan tahlil. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. doa. mirip kata sanggar. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka.

Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. atau mungkin sebelumnya. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam.ummatnya.13 masehi. mengungkap Islam masa lampau. Penolakan B. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. tetapi lebih rumit lagi. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. yang telah surut pemikirannya. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”.J. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa.

pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. bukan kualitas. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu.com tentunya dari internet. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. karena "kejawen" berwarna abu-abu. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. intuisi dan imajinasi. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. khususnya bagi orang jawa. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. Pada kenyataannya. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. berdasarkan perasaan. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". Maka wajar hingga abad ini. namun khsusunya bagi orang jawa. berbeda dengan Ahmadiah. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. dan lebih melekat dengan budaya Islam. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. bukan kelas mujtahid. Masih juga menurut Yos Rizal. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama.kelas dua. yang irrasional. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM.

jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. bukan hanya tekstual. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. masih menurut Soenarjo. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. namun dimasa kehidupan beliau. Oleh karena itu. puasa. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. Karena itu. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi.(Sumber:Radar Bojonegoro). kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. salah satunya dari paparan di atas. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. Dalam ajaran Jawa. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. juga menekankan aspek perilaku. 28 .tidaklah dianggap nabi. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. "kejawen" tetaplah "kejawen". Saat ini. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. "Yakni. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Selain itu. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. lelakon yang harus dilakukan manusia.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua.

Budha.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan).yaitu tempat-tempat suci. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. 29 . dan santri. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. Islam. Dengan membaca buku ini. Dikalangan para peniliti. dan Kristen. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. lengkap dengan filosofi. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. istilah aliran kepercayaan. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. khususnya masyarakat Jawa. yaitu Islam abangan. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. Meskipun berupa percampuran. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. yaiyu Hindu. priyayi.

Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. Islam tidaklah datang dari langit. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. Dengan demikian. BUDAYA INDONESIA. sistem pengetahuan. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. yang harus dibiasakannya dengan belajar. sistem dan organisasi kemasyarakatan. Islam merupakan produk kebudayaan. merupakan produk dari 30 . ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia.BAB III SENI. sistem religi. Pandangan di atas. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. bahasa. kesenian. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. sistem mata pencaharian hidup.

bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii).kerancuan pemahaman tersebut. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. fitrah manusia. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu.

sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. termasuk kebudayaan. Tetapi keduanya perlu dibedakan. budaya didefinisikan oleh agama(vii). kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. relatif dan temporer. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. 32 . Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. universal. sedangkan di Islam. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. sebuah peradaban. Dr. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). Agama adalah sesuatu yang final. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Agama memerlukan sistem simbol. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Dengan pemahaman di atas. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). Sementara Prof. Oleh karena itu. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. Islam justru membangun sebuah budaya. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. agama adalah bagian dari kebudayaan.

bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. Kedua. Misalnya. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. nilainya adalah agama. Karena seni tradisi. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . budaya lokal. karya. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. Agama. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. Baik agama maupun kebudayaan. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. agama dapat mempengaruhi simbol agama. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. dalam menyambut anak yang baru lahir. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. Dan ketiga. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. yaitu. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Oleh karena itu. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. tetapi memiliki tujuan yang sama. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan.

sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. Sehingga. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. masyarakat harus memuliakan kelahiran. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. dan sebagainya. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. melainkan beraneka ragam. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. sebagai salah satunya. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. Dengan demikian. Pada konteks selanjutnya. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. perkawinan. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. kematian. yakni Islam dipahami sebagai 34 . Pertama. . Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. yang mulia.

Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Ketiga. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. Karena itulah. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. otentifikasi. Dengan demikian. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Seperti diketahui. Dalam pengertian. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Kedua. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Dalam konteks inilah. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Dengan demikian. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Dengan demikian.

Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. sufi dan tarekat. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. Demikianlah. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. Fazlur Rahman. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10].[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. biasanya 36 . ritual. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. Woodward selanjutnya. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. Inilah yang dalam pandangan Mark R. deligitimasisasi. soteriologi.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. begitu kata Mark R. Sistem-sistem doktrinal. etika. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. sebagaimana kitab suci yang lainnya. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. dan aspek-aspek keagamaan lainnya.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

Dalam tradisi tahlilan misalnya. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . jika ingin ditampakkan. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). nyadran. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. sekaten maupun tahlilan. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. [19] Dengan demikian. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. bukan pengamat. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. mengikuti premis Weber di atas. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada.

Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. Timur Tengah. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. Benar. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . forum pengajian. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. Meskipun secara pelan. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. apalagi sampai menumpahkan darah. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Ini terbukti. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tepatnya di daerah Glagahwangi. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. pagelaran seni dan sastra. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya.

Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Dengan 43 . di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. arsitektur Barat. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. hakikat dan makrifat. iman. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Islam. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Pada mulanya. Islam dan ihsan. demikian juga Hindu. bukan oleh agama. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Sekali lagi. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Namun.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya.

fakta ini. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. Saat itu terlihat dua arus besar. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Pada periode berikutnya. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. dengan caranya sendiri. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Jadi. Pengaruh arsitektur India misalnya. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Demikian juga NU. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Namun. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. Akhirnya. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Namun. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat.

Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Sebaliknya. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. bahkan bisa disebut subkultur.

Ketegangan pun terus terjadi. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Kembali kepada khittah 26. Tetapi. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. 46 . Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. Pengamatan sepintas. Selalu ada dua faktor. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. tampaknya. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. kebodohan dalam pendidikan dan politik.

Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Dengan demikian. Padahal 47 . kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. pluralis dan ramah. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Dari sinilah. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Dalam ilmu sosial. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Karenanya.Dengan demikian. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab.

betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. kapasitas intelektual. tempat Islam akan ?disemaikan. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. misalnya. Dengan demikian. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. kita harus menyadari bahwa Pertama. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. Tetapi di saat yang sama. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. Hukum syari?at. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama.universalisme Islam. Oleh karena itu. Oleh karenanya. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. Islam di Persia maupun Islam di Arab. sistem budaya. sebagai kritik terhadap budaya lokal. yang gaib. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. Dalam konteks sosial tertentu. Kedua. problem. tepatnya daerah Hijaz. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. dalam bentuknya yang ada. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup.

tentu saja telah sangat bervariasi. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. dipandang dari sudut historis. ketika Islam telah dikembangkan. apa yang telah dirasa sebagai Islam. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. pada kenyataannya. dan karena itu. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. Kadang-kadang. Di Indonesia. dalam halhal tertentu.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. pada babak ini dalam sejarah. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. semakin luas lingkupnya. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. Meskipun begitu. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 .

formalistik. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". dialogis. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. Namun demikian. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. Penolakan total terhadap tradisi lokal. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. kecenderungan legalistik. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. Kedua. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. 50 . yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. Dan ketiga. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Pertama. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama.

kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . misalnya dalam bentuk money politics. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. dan sebagainya. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. dengan tatanan Islam. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. dan sebagainya. menjelekjelekkan partai lain. Namun. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. dan ada kalanya dengan cara kasar.

Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. dan (d) mencegah massa. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. Namun. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. Adalah suatu keharusan. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. Oleh karena itu. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. Dalam konteks ini. Hanya. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). jujur dan adil. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. Sementara itu. di tengah arus 52 . (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi.

diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. Dalam konteks inilah. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. Karena itulah. Seperti di kemukakan di atas. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. Bahkan. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. takaful.transisi politik sekarang ini. sudah berubah. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. Tanpa kesadaran ini. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. Dengan tema-tema semaam itu. Berdasarkan fungsi ini. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. keadilan. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam.

segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Islam mempunyai karakter dinamis. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi".substansi dari ajarannya. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Pada saat yang sama. ilham atau wali misalnya. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. Taruhlah. Yang patut diamati pula. Oleh karenanya. Disamping sebagai 54 . keyakinan. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. Istilah-istilah seperti wahyu. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer.

Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. kuasa dan teori. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa.fasilitas. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. Nilai ekonomi. perasaan. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. yaitu : ekonomi. Nilai kuasa. maka manusia mengenal nilai seni. 55 . solidaritas. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. alam adalah tantangan yang harus diatasi. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. Nilai teori. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. 2. Berbeda dengan hewan. Nilai agama. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . 4. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. agama. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. Nilai seni. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. seni. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. 5. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. 1. maka manusia mengenal nilai agama. 3.

dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Nilai solidaritas. pekerja sosial an sebagainya. menghargai orang lain. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. persahabatan dan simpati sesama manusia. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. politisi yang pejuang. seniman. ulama yang rasionil. sehingga ada sosok orang yang materialis. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat.6. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan.

Ambil contoh penciptaan citra 57 . Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. Bahkan. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. yang notabene juga karya seni. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. yaitu efisiensi waktu. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. di Amerika misalnya. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Ia tak bisa produktif menulis novel.

Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. 2006: 49). Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. sebuah copy lebih indah dari aslinya. Seni.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. hedonisme. Amerika. (Berger. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. imperialisme kultural. modernitas. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. dsb. Di sinilah uniknya.

sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. sampai mereka memegang dan merabanya. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Karena itu. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. Wawasan Al-Qur’an]. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. Suatu ketika dikisahkan. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Beliau turun kembali.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun.penciptaan jagat raya ini. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu.” [M Quraish Shihab. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan.

Karena itu. India. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. 60 . Mongolia. Mesir. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya.” Ucapan ini benar adanya. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. maka sunnah Nabi mendukung. dan Eropa. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. tidak menentangnya. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. Asia Kecil. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. khalifah kedua. Bizantium. Di daerah-daerah tersebut. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. pada masa itu. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. dan Seljuk. Bahkan. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. Moor. Spanyol. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. pernah berkata. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu.

Biar bagaimanapun. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. mau menanamkan uang sebesar $9. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Tentu saja. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. memiliki identitas dan esensi yang satu. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan.” Ia menambahkan. Namun. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. Dengan begitu. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. 61 . seorang Saudi kaya. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Titus Burckhardt.

untuk menampung koleksi Islaminya. Bahkan dewasa ini. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. Turki. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. Dengan kata lain. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. kebudayaan selalu menjadi alat politik. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. dan Bangladesh. Dan. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. Di Eropa Barat. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. rencananya dibuka pada 2009. Pakistan. Lebanon. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 .Namun gejolak politik di Israel. Gaza. terutama sejak 11/9. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. misalnya. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat.

yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 .000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. Namun demikian. dengan ketiadaan pendeta. Jepang. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. ia menyerap berbagai pengaruh baru. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak.. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid.D. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. khususnya dari Cina. dan Ottoman. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. Kemudian. kendi kaca. peti gading. vas keramik. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. Dan di sini. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar." Tim Stanley. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". Selama pembangunan Galeri Jameel. hingga ke Asia. kemudian. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. Tetapi seni sekuler. dan metal. Qajar. Dengan kata lain.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid.

atau sekitar 11 kali 5 meter. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. Di masa lalu. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. tergantung tidak jauh.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. Sebaliknya. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. seperti membangkitkan kesan surga di bumi." Berukuran 36 kali 16 kaki. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. buahbuahan. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. demikian juga Yahudi. Sekarang. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. dan hewan. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat.

kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. tata hukum. Juga mencakup sistem sosial. kesenian. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya.dan penuh penderitaan. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. Ilmu Pengetahuan. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Bahkan menurut Hegel. dan kelakuan. Putra. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. perahu ). Adapun menurut para ahli Antropologi. patung nenek moyang. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . seni pertunjukan ( tari. yang mencakup . Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. novel-novel. makanan. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. Sebaliknya sebagian ahli. arsitektur) . Untuk memudahkan pembahasan. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. musik. Sejarah 5. mencakup kebudayaan fisik. visual arts dan performing arts. syair. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. tatanegara. kesenian .bangunan . dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. seperti upacara-upacara ( kelahiran. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. kesenian dan adat istiadat. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. pernikahan. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. 149. seperti kepercayaan. karena menurutnya. A. akal budi. pantun. Heddy S. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. adat istiadat. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. seperti Pater Jan Bakker. akhlak. Keyakinan ini disebut Iman. Bahasa dan Kesustraan 3. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. 65 . Aspek kehidupan Spritual. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Kehidupan Spritual 2. way of life. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. alat-alat upacara). ilmu dll). filsafat kebudayaan dan sejarah ). seni rupa ( melukis). peralatan ( pakaian. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Kesenian 4. seperti sarana ( candi. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya.

sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. maka unsur syetanlah yang menang. selain memberikan bekal. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. pembisik dari malaikat . masih menurut ahli antropogi. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. karena diciptkan dari api. Di sinilah. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik .Hal itu. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. Kelompok kedua.bukanlah diatur oleh ayat. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. Di sini. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. . yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. Dan kelompok ketiga. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 .ayat dari kitab suci. Sedangkan manusia. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. Oleh karena itu. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja.masing agama. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Dari keterangan di atas. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. sebagaimana tersebut di atas. sebagai aplikasi dari unsur tanah. dan pembisik dari syetan. saling bertentangan dan tarik menarik. penglihatan dan hati. karena diciptakan dari unsur cahaya. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Berbagai tingkah laku keagamaan. maka unsur malaikatlah yang menang.

akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. dibolehkan memakai arsitektur Persia. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. Pernyataan seperti itu tidak benar. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. di dalam masyarakat Aceh. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Dalam penjelasan UUD pasal 32. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. yang merupakan bagian dari budaya manusia. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. Menentukan bentuk bangunan Masjid. Teori seperti ini. budaya dan persatuan. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. berkemajuan. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. sebagaimana telah diterangkan di atas. umpamanya. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. Sampai disini. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Dari situ. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. norma dan pedoman. berasal dari agama. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “.karya manusia. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Prinsip semacam ini. 67 . disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. keluarga wanita biasanya. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. Dengan demikian. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Tetapi yang perlu dicatat. seperti . pasal 32. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo.

Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. dan persatuan. maka sesuatu itu baik “ 68 . Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. Bedanya. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Sedang nash syareat. untuk memakamkan orang yan meninggal. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. maka nash jauh lebih kuat. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. Seperti. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. dan secara besar-besaran. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan.Contoh yang paling jelas. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. Kemudian kalau sudah tiba masanya. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Islam melarangnya. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. sebuah upacara pembakaran mayat.. Dan karena tradisi. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam .malam lebaran. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. setelah terbukti ke-autentikannya. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Di daerah Toraja. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. Dan juga. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. Jawa tengah.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. juga memerlukan biaya yang besar.

terbukti amat bermanfaat. Elizabetta. misalnya. Tapi pada 1969. 16/01/1995). dunia hanya perlu waktu 1. Elenna adik Luigi (Kompas. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. 1995). Pada tahun 1995. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). seorang bayi Italia. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. atmosfer udara. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. menjadi lebih berbahaya. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. kita hanya perlu 12 jam saja. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Berbagai sarana modern industri. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Sekarang dengan naik pesawat terbang. dan transportasi.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Lingkungan hidup seperti laut. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. 1996). komunikasi. Dengan ditemukannya mesin jahit. dengan sarana komunikasi canggih. 2004). misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. 1997). Subhanallah… Tapi di sisi lain.

seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). konsep. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. teori. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. mesin. Sebagai aktivitas manusia. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. hipotesis. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. Pertama. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Ini 70 . menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. dan perjudian. kekerasan. Akan tetapi. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pengetahuan termasuk. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Di sinilah. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan.

ekonomi dan militernya. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. sedang yang bertentangan dengannya. Kedua. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. pincang. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. Standar syariah ini mengatur. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. Kemajuan Iptek di Barat. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan.

namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. dll. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. seperti yang terjadi di Buyat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Rusia. perak dan tembaga. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama.materialisme-sekuler. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. dan di India. Krisis ekologis. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. 72 . Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Minamata Jepang.

Islam. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. kelaparan. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Keindahan dan Kemuliaan. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. (yaitu) 73 . Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. busung lapar. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. mengamati. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular.

keduanya bila dibaca. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Injil dan Al Quran). Diakui atau tidak. Zabur. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. dipelajari. pengenalan.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Maha Suci Engkau. Keduanya saling membutuhkan. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. dalam pandangan hidup. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. melalui mata. 74 . gaya hidup. Wujud yang wajib. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Tuhan Yang Maha Kuasa.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. holistik dan integratif. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. prinsipprinsip dan hukum alam). Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). diamati dan direnungkan. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek.

Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. atau hadis tertentu. Jadi. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. dan seterusnya. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. maka konsep itu berarti harus ditolak. tapi yang dimaksud. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. agronomi. ath-Thalaq [65]: 12). Nuh [71]: 16). Ringkasnya. Fushshilat [41]: 11-12). geologi. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. manusia sekarang bukan 75 . dan bukannya sumber (mashdar) iptek. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. dan seterusnya. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. 2005: 113). Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. Berarti. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. harus didasarkan pada ayat tertentu. 1996: 12). yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. Artinya. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs.

adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. al-Hujuraat [49]: 13). as-Sajdah [32]: 7). Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani).” (Qs. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. Iptek yang boleh dimanfaatkan.” (Qs. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. bagaimana pun juga bentuknya. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. Implikasi lain dari prinsip ini. 2001). padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Antara lain firman Allah: 76 . iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Adam AS adalah manusia pertama. “Hai manusia. dan bukan sumber iptek. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. Jadi. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.keturunan manusia pertama. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). Nabi Adam AS. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman.

Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). Kontras dengan ini. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. tidak berperikemanusiaan. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. bukan seksual). al-A’raaf [7]: 3). Karena itu.“Maka demi Tuhanmu. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Selama sesuatu itu bermanfaat. Dengan rentang waku yang cukup 77 . Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. dan seterusnya. maka perbuatan itu tertolak. an-Nisaa` [4]: 65).” [HR. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Muslim]. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. dan bertentangan dengan nilai agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa.

Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Dr Muhammad Lutfi. Hasilnya. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Algoritma (logaritma). atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Blue Mosque di Konstantinopel. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Masa kejayaan Islam. Tradisi keilmuan berkembang pesat. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. 5. Hebatnya. Sebut saja.5:1. sekitar 767 tahun. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. Andalusia pada tahun 913 M.panjang. 4. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. Di era ini. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Pada abad ke-8 dan 9 M. 78 . Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Tapi jangan khawatir. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Saat itu. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia.

mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. Di sisi lain.” jelas Luthfi. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. bahkan lebih percaya tahyul. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. Tanggal 3 Maret 1924. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. Saat itu di Barat. 79 . misalnya. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. jika ada orang gila. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Ketika Jerman kalah. kata Luthfi. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam.Saat itu. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. ditambah tenaga ahli. Sebelum Islam datang. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Pada abad ke-14. Dalam bidang kedoteran. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. seorang Zionis Turki. kata Lutfi. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah.

Kini 82 tahun berlalu. ada dua jenis ilmu.”ujarnya. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. jelasnya. 80 . ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. Islam akan semakin menancap dengan kuat. hadis. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Sementara itu. umat Muslim tercerai berai. sangat sulit.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. Di Iran.” Konsep khilafah Islamiyah. 700 tahun pertama Islam berjaya. Dalam Islam. Sistem pemerintahan Iran ini. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. menurut Luthfi.” ujarnya. ujar Ridwan. semakin ditekan. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. akhlaq. fikih. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. dan janganlah kalian bercerai berai. Yang pertama adalah merapatkan barisan. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. tauhid. kata Luthfi. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran.” kata dia. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. ”Seperti janji Allah. ”Ibaratnya paku.

Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). Kedua. Pertama. dan cabang-cabangnya. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. dan bukannya paradigma sekuler.” (Qs. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. paradigma Islam.syariah. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. syariah Islam-lah. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). al-A’raaf [7]: 96). Wallahu a’lam 81 . psikologi. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. Jadi. Jadi. dan cabang sains lainnya. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. matematika. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran.

2.BAB IV PENUTUP 4.1. Saran 82 . Kesimpulan 4.

Ahmed.al. 1995. Farghal. Vol I. Jurnal Al-Insan. Hossein. Arsyad. 104-114. Taqiyuddin. 1999. Januari 2005. Bakry. 4. 1996. Jakarta: Media Da’wah. Bagil : Al-Izzah. 2005. 83 . Shabir et. Menengok Kejayaan Islam. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. 1999. Hasan. 1992. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. An-Nabhani. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. ----------. Al-Baghdadi. 1994. Bina Ilmu 8. 2.al. 5. Natsir. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. 7. 1. 2001. Bandung : Penerbit Mizan. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Bustanudin. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Nurchalis et. M. hal. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Abdurrahman. Bahreisj. Jakarta : Gema Insani Press. No. Surabaya : PT. Bangil : Al-Izzah. 9. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Nizham Al-Islam. 6.DAFTAR PUSTAKA h1. 1996. 3. Agus. Jakarta : Gema Insani Press. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”.

Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Menerapkan.nursyifa. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). Ilmu Dalam Perspektif Moral. 1997. Surabaya : Wali Demak Press. 18. Jakarta : PT Gramedia 16. Sosial. Jakarta : Gema Insani Press. Zubair. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Budi. 14. Charis. Eugene A. 1992. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. 13. 20.10. 2000. 2003. el-Khoiry.hypermart. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Yusuf. ----------. dan Menyebarluaskannya. Shoelhi (Ed. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Hadipermono. Syeichul. Winarno. Norma dan Etika Ekonomi Islam.wikipedia. dan Politik. 11. 2004. 1995. Jujun S.M. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. 1997. Jakarta : Bina Mitra Press. 19. Cetakan X. Myers. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. Suriasumantri. A. Abdul Qadim. Andi Muawiyah.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. 15. Gunadi.htm 84 . Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Qaradhawi. 17. Alih bahasa M. 2001. Yogyakarta : LKiS.org/wiki/Qiyas http://www. http://id.1986. RA & M. Yogyakarta : Tajidu Press. 12. 2003. Zahoor. Zallum. Jakarta : Penerbit Republika.). A. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M.2003. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Ramly.

85 .