SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. Metode Penulisan 1. media cetak. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.2. BAB II Animisme.3. budaya dan kejawen Indonesia.4.2. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. 1. budaya Indonesia.1.1. 1.2. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. 1.2.2. dinamisme.1.4.4. dan perkembangan iptek 1. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku. Rumusan Masalah. Dinamisme.3. DAFTAR PUSTAKA 5 .3. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.4. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.2. 1.1. 1. 1.2.2. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.5.3.5. Tujuan Penulisan.2. 1.

Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. 6 . sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah.BAB II ANIMISME. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. DINAMISME. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. apakah benda itu berwujud sebutir batu. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. Allah berfirman. Islam tidak membenarkannya. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. Benda adalah tetap benda. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. nilainya sama saja. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka.

Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. di batu besar fetish dan sebagainya. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. 2. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. yaitu : 1. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. ataupun kelompok. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. hidup di gunung. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. roh-roh pembohong saja. Bila orang meninggal. kotak. orang-perorangan. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. Karena fetish itu berkarya. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 .1. roh-roh pendusta. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. di pohon kayu. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. 2. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. gigi binatang dan sebagainya. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh).

untuk makanan.menghidupkan hati manusia. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. 2. Hidup adalah keutuhan. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. 39 : 42). Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Allah menciptakan dunia. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. 8 . Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. tumbuhtumbuhan. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. 2. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”.2. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. binatang. 6 : 60).

kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan.3. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. Jadi kalau demikian artinya.3. serta keharusan menyerah kepada-Nya.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. yaitu. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. yang tingkat kebudayaannya 9 . Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. 2.170). Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. 3 : 169 . demikian Honig mengartikannya. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. Dr. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. 53 : 24 . Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan.

Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. batubatu. karena takut kepada-Nya. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. 2. berupa langit dan bumi. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. 30 : 24). 13 : 13). T. Dinamisme disebut juga preanismisme. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian.G.masih rendah sekali. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. 10 . Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. tumbuh-tumbuhan. misalnya dalam api. binatang dan manusia. pada beberapa hewan dan juga manusia.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1.S. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 .

sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . dalam dinamisme diubah bentuknya. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. yang di Jawa disebut Japamantra. dinamisme itu bukan agama. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. lepas dari ikatan ketuhanan. Kembali kepada dinamisme. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. Maka. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. Do’a menjadi rumus yang sakti. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. Do’a menjadi mantera. kurban. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. maka dia menjadi lain sama sekali. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. agam daerah atau agama etnis-premitif). tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah.

Tirakat. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Khodam. pantangan. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. ritual. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Anda perlu mengisi energi. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. nglowong. mantra.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. atau olah rohani. minum. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Penabungan Energi. Khodam disebut juga Qorin. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. tapi juga bukan banci. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. ngebleng dan lain-lain. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid tertentu.

Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Perlu diterangkan. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. bahkan menganggap wali atau orang suci. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Oleh kerena itu. 13 . Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam.biasa. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.

Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Di Indonesia. Hizib Kekuatan Batin. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. misalnya puasa. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. khususnya orang jawa. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Sahadad Pamungkas dll. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. 2. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. 1. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah.

sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. maka kuasailah ilmu trawangan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. tembus pandang dan lain-lain. 4. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. 3. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. 5. melihat jarak jauh. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang.

Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Menjalankan Tirakat. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. ilmu kuat seks. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). 3. bisa sakit jiwa (gila). Warisan Keturunan. menderita saat 16 . 6. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. pantangan. Ilmu-ilmu pengobatan. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut.sesungguhnya. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. yaitu dengan cara pengisian. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. susah dapat rezeki. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. 2. Pengisian. mantra. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Yaitu: 1.

Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Jadi bukan karena Ilmunya. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Sayangnya. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini.akan mati dll. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Adipati Tuban. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ronggolawe. Namun sebagai Muslim. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Ayahnya 17 . bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Karena tindakannya itu. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M.

Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. karena alasan ajaran agama. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Dari hasil rampokannya itu. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Sebagai Perampok. Karena itu.

Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. silakan anda pikirkan masak-masak. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. Logikanya. 19 . Padahal. puasa. Karena itu. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). dalam pendapat saya. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an.Secara sintaksis. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Kemudian secara logika.

20 . Kesultanan Cirebon. Kesultanan Demak. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. dan masih banyak istilah lainnya. Suro (dari Syura’). Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Dari sini sajasudah jelas. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Mulud (dari Maulid). Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. Kesultanan Banten. namanya tak lagi disebut-sebut. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. bukan praktisi Kejawenisme. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. bila saat itu beliau masih hidup. Logikanya ialah. Bila riwayat ini benar. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Sunan Giri. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. ‘Joko Said’. ia adalahseorang Qadli.

beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. beliau menerimanya. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak.dekat Demak. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Buktinya sangat banyak sekali. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Perkiraan saya. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. bahwa beliau bisa terbang.

Nalaa Qaarin. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. dan lainnya. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. 3. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Dalam hal ini. Dalam hal ini. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. Seni ukir. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Maksudnya. 5. Kurawa. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. ‘Simaar’ yang artinya Paku. gamelan. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. grebeg maulud. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. Secara filosofis. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. misalnya Layang Kalimasada. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. Bagong. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. Ramayana. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. dll. ini sama dengan 22 . Maksudnya. Simaaruddunyaa. Petruk. baju takwa. 1. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. wayang. perayaan sekatenan. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat.didekati secara bertahap. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. Maksudnya. 4. Misalnya. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya.

sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. bukan ahli Kejawen. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. Sebagai islam adalah agama yang moderat. Begitu juga dalam mengajarkan agama. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Kemudian Marcopolo menyebutkan. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. melalui berbagai pertunjukan seni. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. Begitu pula Ibnu Bathuthah. peraturan pemerintah dan lain-lain. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Harian Duta Masyarakat mengungkap. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. pengembara muslim. ciri.

Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Lalu berusaha menarik simpati mereka. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. shalat. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. gamelan. Misalnya. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. mereka diajak membaca syahadat. selama tak ada larangan dalam nash syariat. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Walisongo berdakwah dengan cara damai. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. diajari wudhu’. 28-30 Maret 2007).. memperhatikan kebudayaan dan adat. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. Setelah penduduk tertarik. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. Misalnya. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. Walisongo belajar bahasa lokal. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Pertama-pertama. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Afrika. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. dalam Ensiklopedi Islam. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. dan sebagainya. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. tapi diisi 24 .

Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. untuk mendidik calon-calon dai. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh.pembacaan tahlil. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. Selain itu. doa. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . mirip kata sanggar. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. dan sedekah. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Sebelum Islam datang ke Aceh. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain.

maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Penolakan B. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan.J. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya.13 masehi. yang telah surut pemikirannya. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. tetapi lebih rumit lagi. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa.ummatnya. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. atau mungkin sebelumnya. mengungkap Islam masa lampau.

Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. Maka wajar hingga abad ini. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. khususnya bagi orang jawa.kelas dua. bukan kualitas. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. karena "kejawen" berwarna abu-abu. intuisi dan imajinasi. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. Masih juga menurut Yos Rizal. Pada kenyataannya. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. bukan kelas mujtahid. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama.com tentunya dari internet. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . dan lebih melekat dengan budaya Islam. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. namun khsusunya bagi orang jawa. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. yang irrasional. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". berdasarkan perasaan. berbeda dengan Ahmadiah. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM.

Selain itu. Saat ini. juga menekankan aspek perilaku. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu.(Sumber:Radar Bojonegoro). Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. salah satunya dari paparan di atas. puasa. lelakon yang harus dilakukan manusia. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. bukan hanya tekstual. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. Oleh karena itu. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Karena itu. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. masih menurut Soenarjo.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini.tidaklah dianggap nabi. namun dimasa kehidupan beliau. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. Dalam ajaran Jawa. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". 28 . "Yakni. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. "kejawen" tetaplah "kejawen". Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah.

Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. lengkap dengan filosofi.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. priyayi. 29 . Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. Meskipun berupa percampuran. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. yaiyu Hindu. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. dan santri. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. Islam. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. khususnya masyarakat Jawa. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. Budha. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. yaitu Islam abangan.yaitu tempat-tempat suci. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. dan Kristen. Dikalangan para peniliti. istilah aliran kepercayaan. Dengan membaca buku ini.

maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. BUDAYA INDONESIA. sistem religi. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Pandangan di atas. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. Islam merupakan produk kebudayaan. bahasa. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. sistem pengetahuan. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. kesenian. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. Dengan demikian. Islam tidaklah datang dari langit. sistem mata pencaharian hidup. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. sistem dan organisasi kemasyarakatan. merupakan produk dari 30 . Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia.BAB III SENI. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. yang harus dibiasakannya dengan belajar.

Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja.kerancuan pemahaman tersebut. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). fitrah manusia. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv).

Islam justru membangun sebuah budaya. 32 . budaya didefinisikan oleh agama(vii). Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Agama memerlukan sistem simbol. universal. Sementara Prof. sebuah peradaban. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. Oleh karena itu. termasuk kebudayaan. Dr. sedangkan di Islam. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Dengan pemahaman di atas.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. agama adalah bagian dari kebudayaan. relatif dan temporer. Agama adalah sesuatu yang final. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih.

tetapi memiliki tujuan yang sama. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. Karena seni tradisi. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . tetapi simbolnya adalah kebudayaan. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. yaitu. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. nilainya adalah agama. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. Kedua. dalam menyambut anak yang baru lahir. Agama. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. karya. budaya lokal. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Dan ketiga. Baik agama maupun kebudayaan. Misalnya. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. Oleh karena itu. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. agama dapat mempengaruhi simbol agama.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan.

melainkan beraneka ragam. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. Pada konteks selanjutnya. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. kematian. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. perkawinan. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. sebagai salah satunya. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. dan sebagainya. . Pertama. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. yakni Islam dipahami sebagai 34 . Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. Dengan demikian. Sehingga. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. masyarakat harus memuliakan kelahiran. yang mulia. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6].

Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Karena itulah. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah).ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. Seperti diketahui. otentifikasi. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Dengan demikian. Dalam pengertian. Dengan demikian. Dalam konteks inilah. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Kedua. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Ketiga. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam.

sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. Demikianlah.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. ritual. Woodward selanjutnya. begitu kata Mark R. etika. Sistem-sistem doktrinal. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. biasanya 36 . Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. Inilah yang dalam pandangan Mark R. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. deligitimasisasi. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. Fazlur Rahman. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. soteriologi. sebagaimana kitab suci yang lainnya. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. sufi dan tarekat. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. Dalam tradisi tahlilan misalnya. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. bukan pengamat. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. mengikuti premis Weber di atas. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. [19] Dengan demikian. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. nyadran. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. jika ingin ditampakkan. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). sekaten maupun tahlilan. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini.

tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. Timur Tengah. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. pagelaran seni dan sastra. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Meskipun secara pelan. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. tepatnya di daerah Glagahwangi. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . apalagi sampai menumpahkan darah. forum pengajian. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. Benar. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Ini terbukti.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis.

Islam. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Dengan 43 . arsitektur Barat. Islam dan ihsan. hakikat dan makrifat. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. bukan oleh agama. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Pada mulanya. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. iman. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Sekali lagi. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. demikian juga Hindu. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Namun. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai.

Saat itu terlihat dua arus besar. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Akhirnya. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam.fakta ini. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Namun. dengan caranya sendiri. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Demikian juga NU. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Pengaruh arsitektur India misalnya. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. Pada periode berikutnya. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Namun. Jadi. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini.

Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Sebaliknya. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. bahkan bisa disebut subkultur. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas.

Selalu ada dua faktor. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. Kembali kepada khittah 26. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. kebodohan dalam pendidikan dan politik. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Ketegangan pun terus terjadi. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. tampaknya. 46 . Tetapi. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Pengamatan sepintas. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki.

Dengan demikian. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Karenanya. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Dari sinilah. pluralis dan ramah. Padahal 47 . dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Dalam ilmu sosial.Dengan demikian. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu.

Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. Islam di Persia maupun Islam di Arab. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. Hukum syari?at. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. Dengan demikian. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 .universalisme Islam. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. kapasitas intelektual. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. misalnya. Oleh karena itu. problem. sistem budaya. Dalam konteks sosial tertentu. dalam bentuknya yang ada. Tetapi di saat yang sama. yang gaib. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. Kedua. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. tepatnya daerah Hijaz. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. sebagai kritik terhadap budaya lokal. kita harus menyadari bahwa Pertama. tempat Islam akan ?disemaikan. Oleh karenanya. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik.

dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. semakin luas lingkupnya. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. apa yang telah dirasa sebagai Islam. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. Meskipun begitu. ketika Islam telah dikembangkan. tentu saja telah sangat bervariasi. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. Di Indonesia. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. dipandang dari sudut historis. dan karena itu. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . dalam halhal tertentu. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. pada kenyataannya. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. Kadang-kadang. pada babak ini dalam sejarah. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok.

kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. Namun demikian. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. Pertama. dialogis. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. kecenderungan legalistik. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Penolakan total terhadap tradisi lokal. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. Kedua. Dan ketiga. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. 50 . kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. formalistik. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini.

yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. dengan tatanan Islam. menjelekjelekkan partai lain. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. misalnya dalam bentuk money politics. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. Namun. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. dan sebagainya. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. dan ada kalanya dengan cara kasar.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. dan sebagainya. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. Memang hal ini bisa membawa dampak positif.

mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Adalah suatu keharusan. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. di tengah arus 52 . Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. dan (d) mencegah massa. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. Oleh karena itu. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. Hanya. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. Dalam konteks ini. Namun. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). Sementara itu. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. jujur dan adil. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara.

kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Bahkan. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. Dengan tema-tema semaam itu. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. takaful. Tanpa kesadaran ini. Seperti di kemukakan di atas. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. Karena itulah. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya.transisi politik sekarang ini. keadilan. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. Dalam konteks inilah. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). Berdasarkan fungsi ini. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. sudah berubah. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati.

Yang patut diamati pula. Disamping sebagai 54 . selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. ilham atau wali misalnya. Istilah-istilah seperti wahyu. keyakinan. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Islam mempunyai karakter dinamis. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia.substansi dari ajarannya. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. Oleh karenanya. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Taruhlah. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. Pada saat yang sama. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam.

Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. agama. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. 55 . maka manusia mengenal nilai seni. solidaritas. 4. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. kuasa dan teori. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. 2. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. 3. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi.fasilitas. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . norma-normanya dan kemauan-kemauannya. perasaan. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. 1. Nilai seni. yaitu : ekonomi. Nilai ekonomi. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Nilai teori. Nilai agama. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. 5. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. Berbeda dengan hewan. maka manusia mengenal nilai agama. seni. Nilai kuasa.

ilmuwan yang mistis dan sebagainya. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. seniman. ulama yang rasionil. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. Nilai solidaritas. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. pekerja sosial an sebagainya. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. persahabatan dan simpati sesama manusia. sehingga ada sosok orang yang materialis. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi.6. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. politisi yang pejuang. menghargai orang lain. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram.

Bahkan. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. di Amerika misalnya. Ambil contoh penciptaan citra 57 . Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. Ia tak bisa produktif menulis novel. yang notabene juga karya seni. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. yaitu efisiensi waktu. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni.

modernitas. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . Seni. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. Di sinilah uniknya. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. imperialisme kultural. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. 2006: 49). hedonisme. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. Amerika. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Berger. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. dsb. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. sebuah copy lebih indah dari aslinya.

lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Karena itu. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. Wawasan Al-Qur’an]. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Suatu ketika dikisahkan. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. sampai mereka memegang dan merabanya. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. Beliau turun kembali. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan.” [M Quraish Shihab. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata.penciptaan jagat raya ini. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan.

Karena itu. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. Bizantium. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. Spanyol. Di daerah-daerah tersebut. tidak menentangnya. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. 60 . Moor. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. Asia Kecil. dan Seljuk. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. pada masa itu. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. Mongolia. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Bahkan. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. maka sunnah Nabi mendukung. pernah berkata. khalifah kedua. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. India. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. Mesir. dan Eropa.” Ucapan ini benar adanya. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia.

seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. memiliki identitas dan esensi yang satu. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. Biar bagaimanapun. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. seorang Saudi kaya. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. 61 . Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran.” Ia menambahkan. Titus Burckhardt. Dengan begitu. mau menanamkan uang sebesar $9. Tentu saja. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. Namun. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah.

Namun gejolak politik di Israel. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. kebudayaan selalu menjadi alat politik. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. rencananya dibuka pada 2009. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Dan. terutama sejak 11/9. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Bahkan dewasa ini. untuk menampung koleksi Islaminya. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. Dengan kata lain. Pakistan. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. misalnya. Lebanon. dan Bangladesh. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Turki. Di Eropa Barat. Gaza. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni.

dengan ketiadaan pendeta. Namun demikian. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. Qajar. Kemudian. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. peti gading. Tetapi seni sekuler. Dengan kata lain." Tim Stanley. Selama pembangunan Galeri Jameel. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. Jepang. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. vas keramik. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. kendi kaca. kemudian. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. dan metal. hingga ke Asia. ia menyerap berbagai pengaruh baru. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. khususnya dari Cina. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . Dan di sini.D. dan Ottoman. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid..

sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. demikian juga Yahudi. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. dan hewan. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. atau sekitar 11 kali 5 meter. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. buahbuahan. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. Sekarang. tergantung tidak jauh. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea." Berukuran 36 kali 16 kaki. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. Sebaliknya. Di masa lalu. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat.

) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Bahkan menurut Hegel. seni rupa ( melukis). Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. yang mencakup . alat-alat upacara). berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. Kesenian 4. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. arsitektur) . Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. visual arts dan performing arts. syair. peralatan ( pakaian. seni pertunjukan ( tari. seperti sarana ( candi. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. 149. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. tata hukum. Sebaliknya sebagian ahli. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. seperti upacara-upacara ( kelahiran. seperti Pater Jan Bakker. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Sejarah 5. Aspek kehidupan Spritual. 65 . pernikahan. seperti kepercayaan. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. akhlak. makanan. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Keyakinan ini disebut Iman. Ilmu Pengetahuan. tatanegara. kesenian . kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. filsafat kebudayaan dan sejarah ). adat istiadat. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. Heddy S. akal budi. perahu ). kesenian dan adat istiadat. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. mencakup kebudayaan fisik.dan penuh penderitaan. kesenian. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. musik. Putra. pantun. ilmu dll). keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. karena menurutnya. novel-novel. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. Untuk memudahkan pembahasan. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Adapun menurut para ahli Antropologi. dan kelakuan. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. A. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. Juga mencakup sistem sosial. sebagai jawaban atas panggilan ilahi.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. way of life. patung nenek moyang. Bahasa dan Kesustraan 3. Kehidupan Spritual 2. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya.bangunan .

Oleh karena itu. karena diciptakan dari unsur cahaya. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . sebagaimana tersebut di atas. saling bertentangan dan tarik menarik.bukanlah diatur oleh ayat. Dari keterangan di atas. maka unsur syetanlah yang menang. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. Berbagai tingkah laku keagamaan. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya.masing agama. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini.Hal itu.ayat dari kitab suci. dan pembisik dari syetan. Dan kelompok ketiga. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). Di sini. pembisik dari malaikat . Kelompok kedua. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. masih menurut ahli antropogi. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. sebagai aplikasi dari unsur tanah. Sedangkan manusia. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. penglihatan dan hati. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. selain memberikan bekal. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. Di sinilah. maka unsur malaikatlah yang menang. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . . Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. karena diciptkan dari api. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik .

sebagaimana telah diterangkan di atas. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. seperti . maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. Dalam penjelasan UUD pasal 32. budaya dan persatuan. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Sampai disini. Dengan demikian. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. Tetapi yang perlu dicatat. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Menentukan bentuk bangunan Masjid. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. dibolehkan memakai arsitektur Persia. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. 67 . Dari situ. Pernyataan seperti itu tidak benar. Prinsip semacam ini. umpamanya. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. norma dan pedoman. pasal 32. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. berkemajuan. di dalam masyarakat Aceh.karya manusia. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. Teori seperti ini. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. yang merupakan bagian dari budaya manusia. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. berasal dari agama. keluarga wanita biasanya. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah.

serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Dan juga. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. sebuah upacara pembakaran mayat. dan secara besar-besaran. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jawa tengah. Dan karena tradisi. Sedang nash syareat. Bedanya. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu.malam lebaran. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap.. maka sesuatu itu baik “ 68 . sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. juga memerlukan biaya yang besar. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. Di daerah Toraja. Islam melarangnya. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. Kemudian kalau sudah tiba masanya. dan persatuan. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam .Contoh yang paling jelas. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Seperti. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. untuk memakamkan orang yan meninggal. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. setelah terbukti ke-autentikannya. maka nash jauh lebih kuat. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya.

misalnya. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. kita hanya perlu 12 jam saja. 1997).PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. seorang bayi Italia. Lingkungan hidup seperti laut. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Tapi pada 1969. komunikasi. menjadi lebih berbahaya. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. dengan sarana komunikasi canggih. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Elizabetta. Elenna adik Luigi (Kompas. Sekarang dengan naik pesawat terbang. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Subhanallah… Tapi di sisi lain. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. 1996). 2004). Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . dan transportasi. dunia hanya perlu waktu 1. terbukti amat bermanfaat. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. 16/01/1995). yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Dengan ditemukannya mesin jahit. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. atmosfer udara. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Berbagai sarana modern industri. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Pada tahun 1995. 1995).

Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. teori. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. dan perjudian. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Pengetahuan termasuk. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Akan tetapi. konsep. kekerasan. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Ini 70 . Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. Pertama. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. hipotesis. Sebagai aktivitas manusia. Di sinilah. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. mesin. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti.

jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. sedang yang bertentangan dengannya. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. pincang. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. ekonomi dan militernya.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. Standar syariah ini mengatur. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. Kemajuan Iptek di Barat. Kedua.

Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Krisis ekologis. 72 . Minamata Jepang. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. seperti yang terjadi di Buyat. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). justru kini terpuruk di negerinya sendiri. dll. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin.materialisme-sekuler. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. Rusia. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. dan di India. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. perak dan tembaga.

Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). Keindahan dan Kemuliaan. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. busung lapar. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. kelaparan. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. Islam. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. (yaitu) 73 . Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. mengamati. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah.

Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). Jadi agama dan ilmu pengetahuan. gaya hidup.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. prinsipprinsip dan hukum alam). Injil dan Al Quran). termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. Diakui atau tidak. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. 74 . Keduanya saling membutuhkan. keduanya bila dibaca. melalui mata. Tuhan Yang Maha Kuasa. Maha Suci Engkau.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. pengenalan. dalam pandangan hidup. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Zabur. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. dipelajari. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. holistik dan integratif. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang.” (QS. diamati dan direnungkan. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Wujud yang wajib.

Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. maka konsep itu berarti harus ditolak. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. manusia sekarang bukan 75 . bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. tapi yang dimaksud. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. Jadi. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. dan seterusnya. agronomi. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. Ringkasnya. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. harus didasarkan pada ayat tertentu. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. dan seterusnya. Nuh [71]: 16). Fushshilat [41]: 11-12). Berarti. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. atau hadis tertentu. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. Artinya. 2005: 113).Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. 1996: 12). an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. geologi. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. ath-Thalaq [65]: 12). bukan berarti bahwa ilmu astronomi.

2001).keturunan manusia pertama. al-Hujuraat [49]: 13). Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Jadi. Iptek yang boleh dimanfaatkan. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. Antara lain firman Allah: 76 .” (Qs. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. Adam AS adalah manusia pertama. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan.” (Qs. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. “Hai manusia. Nabi Adam AS. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Implikasi lain dari prinsip ini. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. bagaimana pun juga bentuknya. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). as-Sajdah [32]: 7). dan bukan sumber iptek. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.

Muslim]. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Kontras dengan ini. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama.” [HR. Karena itu. tidak berperikemanusiaan. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. dan seterusnya. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). maka perbuatan itu tertolak. dan bertentangan dengan nilai agama. bukan seksual). Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. al-A’raaf [7]: 3). “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Selama sesuatu itu bermanfaat. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. an-Nisaa` [4]: 65). Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. Dengan rentang waku yang cukup 77 . mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H.“Maka demi Tuhanmu. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517).

panjang. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. 5. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. Tradisi keilmuan berkembang pesat. 4. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia.5:1. Pada abad ke-8 dan 9 M. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. 78 . Di era ini. sekitar 767 tahun. Andalusia pada tahun 913 M. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Hebatnya. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Blue Mosque di Konstantinopel. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Saat itu. Algoritma (logaritma). dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Hasilnya. Dr Muhammad Lutfi. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Sebut saja. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Tapi jangan khawatir. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Masa kejayaan Islam.

Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. jika ada orang gila. kata Lutfi. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Sebelum Islam datang. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. Saat itu di Barat. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. misalnya. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. kata Luthfi. ditambah tenaga ahli. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. Pada abad ke-14. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. seorang Zionis Turki. 79 . Di sisi lain. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api.” jelas Luthfi. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah.Saat itu. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Tanggal 3 Maret 1924. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. bahkan lebih percaya tahyul. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Dalam bidang kedoteran. Ketika Jerman kalah. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir.

Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. tauhid.” ujarnya. ujar Ridwan.Kini 82 tahun berlalu. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. semakin ditekan. 700 tahun pertama Islam berjaya. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. Yang pertama adalah merapatkan barisan. fikih.” Konsep khilafah Islamiyah. Dalam Islam. ”Seperti janji Allah.”ujarnya. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. menurut Luthfi. umat Muslim tercerai berai. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. hadis. jelasnya. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. ”Ibaratnya paku. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. 80 .” kata dia. Di Iran. ada dua jenis ilmu. Sistem pemerintahan Iran ini. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. Islam akan semakin menancap dengan kuat. akhlaq. dan janganlah kalian bercerai berai. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. Sementara itu. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. kata Luthfi. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. sangat sulit.

bukannya standar manfaat (utilitarianisme). yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. matematika. Jadi. dan cabang sains lainnya. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. paradigma Islam. dan bukannya paradigma sekuler. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Pertama. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. Kedua. psikologi. dan cabang-cabangnya. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam 81 . menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.” (Qs. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. syariah Islam-lah. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. al-A’raaf [7]: 96). Jadi.syariah.

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan 4. Saran 82 .2.

Jakarta: Media Da’wah. Shabir et. 6. Bagil : Al-Izzah. Jakarta : Gema Insani Press. M. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. Bahreisj. Agus. Hasan. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. 1999. Ahmed. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. 2005. Vol I. Hossein. Jurnal Al-Insan. Bangil : Al-Izzah. Bandung : Penerbit Mizan. Januari 2005. 1994. 2001. Islam dan Ilmu Pengetahuan. 7. Nizham Al-Islam. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Bakry. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Jakarta : Gema Insani Press. hal. 4. 1992. Nurchalis et. No. Farghal. Natsir. ----------. 1999. Arsyad. 83 .al. 9. 3.DAFTAR PUSTAKA h1. Bustanudin. Menengok Kejayaan Islam. Bina Ilmu 8. An-Nabhani. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Al-Baghdadi. Abdurrahman. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. Taqiyuddin. 2. 1. 1996. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Surabaya : PT.al. 1996. 1995. 5. 104-114.

Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 18. Menerapkan. Sosial. 2003.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits.nursyifa. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika.). Zahoor. 1997.hypermart. Suriasumantri. Jakarta : Penerbit Republika. Alih bahasa M. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). 1992. Jujun S. 2001. Zallum. el-Khoiry. Ilmu Dalam Perspektif Moral. 20. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil.10. Budi. A. RA & M.1986. Yusuf. Yogyakarta : LKiS. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Cetakan X. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. Hadipermono. Qaradhawi. 19. Jakarta : PT Gramedia 16. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. 2003. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. 13. Syeichul. Surabaya : Wali Demak Press. http://id. Eugene A. Winarno. 2004. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Myers. 12.2003. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Jakarta : Gema Insani Press. Andi Muawiyah. 14. dan Menyebarluaskannya. Ramly. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. A. 17. Charis. Gunadi. Norma dan Etika Ekonomi Islam. ----------. Zubair. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Yogyakarta : Tajidu Press.htm 84 . 15. Shoelhi (Ed. 2000.M.wikipedia. 1995. 11. dan Politik. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis].org/wiki/Qiyas http://www. Jakarta : Bina Mitra Press. 1997. Abdul Qadim.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful