SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

dinamisme.1. Tujuan Penulisan. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1.4.3.3. 1. Dinamisme. 1. 1.5. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.2.1.3.4.1.2. 1. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. budaya dan kejawen Indonesia.2. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. 1.2. dan perkembangan iptek 1.2.2. BAB II Animisme. Metode Penulisan 1.4. DAFTAR PUSTAKA 5 . 1.2.4.5. 1. budaya Indonesia. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.3. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.1.2. media cetak.2. Rumusan Masalah.

yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka.BAB II ANIMISME. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. Benda adalah tetap benda. nilainya sama saja. DINAMISME. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. apakah benda itu berwujud sebutir batu. Islam tidak membenarkannya. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . Allah berfirman. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. 6 .[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. orang yang menjalankannya disebut Musyrik.

Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. hidup di gunung. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. Bila orang meninggal. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). 2. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. ataupun kelompok. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak.1. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. di pohon kayu. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. 2. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. kotak. di batu besar fetish dan sebagainya. Karena fetish itu berkarya. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. roh-roh pendusta. roh-roh pembohong saja. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. yaitu : 1. gigi binatang dan sebagainya. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. orang-perorangan. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita.

Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. 2. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. Hidup adalah keutuhan.2. 8 . Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. 6 : 60). karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi.menghidupkan hati manusia. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. tumbuhtumbuhan. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Allah menciptakan dunia. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. 39 : 42). Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. untuk makanan. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. binatang. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. 2. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya.

maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. 3 : 169 . sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. Dr. demikian Honig mengartikannya.3. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. yang tingkat kebudayaannya 9 . gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah.3. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. 2. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Jadi kalau demikian artinya. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. serta keharusan menyerah kepada-Nya. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. yaitu. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak.170). 53 : 24 .

Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. 2. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. karena takut kepada-Nya. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. 13 : 13). Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. 30 : 24).S. berupa langit dan bumi. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. 10 .masih rendah sekali. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. misalnya dalam api. tumbuh-tumbuhan. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia.G. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. T. binatang dan manusia. pada beberapa hewan dan juga manusia. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dinamisme disebut juga preanismisme. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. batubatu.

Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. maka dia menjadi lain sama sekali. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. Do’a menjadi mantera. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. Maka. agam daerah atau agama etnis-premitif). Kembali kepada dinamisme. dinamisme itu bukan agama. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. lepas dari ikatan ketuhanan. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. kurban. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . Do’a menjadi rumus yang sakti. yang di Jawa disebut Japamantra. dalam dinamisme diubah bentuknya.

Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. tapi juga bukan banci. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Khodam. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. ngebleng dan lain-lain.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. mantra. minum. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. pantangan. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . nglowong. wirid tertentu. atau olah rohani. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. ritual. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. Penabungan Energi. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Tirakat. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Khodam disebut juga Qorin. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut.

Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Perlu diterangkan. Oleh kerena itu. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. 13 . Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. bahkan menganggap wali atau orang suci. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut.biasa. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari.

Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. misalnya puasa. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. khususnya orang jawa. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. 1. Sahadad Pamungkas dll. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. 2. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Hizib Kekuatan Batin.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Di Indonesia. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said).

Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. minyak panas dan air keras. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. 3. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. 5. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. meskipun sama-sama berbadan ghaib. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. melihat jarak jauh. 4. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. tembus pandang dan lain-lain. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 .

3. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. 2. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. yaitu dengan cara pengisian. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. pantangan. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Pengisian. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan).sesungguhnya. Warisan Keturunan. Menjalankan Tirakat. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. mantra. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Yaitu: 1. Ilmu-ilmu pengobatan. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. susah dapat rezeki. 6. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. bisa sakit jiwa (gila). ilmu kuat seks. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. menderita saat 16 . Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural.

Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Namun sebagai Muslim. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Sayangnya. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Karena tindakannya itu. Ronggolawe. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Adipati Tuban. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Jadi bukan karena Ilmunya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Ayahnya 17 .akan mati dll.

Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Karena itu. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Dari hasil rampokannya itu. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. karena alasan ajaran agama. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Sebagai Perampok.

tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). 19 . Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. dalam pendapat saya. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. Logikanya. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. Karena itu. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Padahal. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. silakan anda pikirkan masak-masak. puasa.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Kemudian secara logika. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat.Secara sintaksis. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun.

Sunan Giri. Kesultanan Demak. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. ia adalahseorang Qadli. bila saat itu beliau masih hidup. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. dan masih banyak istilah lainnya. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. ‘Joko Said’. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Kesultanan Banten. Mulud (dari Maulid). Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Dari sini sajasudah jelas. 20 . Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Bila riwayat ini benar. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Logikanya ialah. namanya tak lagi disebut-sebut. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. bukan praktisi Kejawenisme. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Suro (dari Syura’). Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. Kesultanan Cirebon.

Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. beliau menerimanya. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Buktinya sangat banyak sekali. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. bahwa beliau bisa terbang. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Perkiraan saya. Beberapa kisah aneh itu antara lain. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki.dekat Demak. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah.

Kurawa. Maksudnya. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. 3. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. wayang. 5. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Maksudnya. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. Misalnya. Seni ukir. Dalam hal ini. 1. Bagong. Dalam hal ini. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. grebeg maulud. 4. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. perayaan sekatenan. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Maksudnya. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. baju takwa. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. misalnya Layang Kalimasada. ini sama dengan 22 . dan lainnya.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. Ramayana. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Nalaa Qaarin. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. ‘Simaar’ yang artinya Paku. gamelan. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. Petruk. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. dll.didekati secara bertahap. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. Simaaruddunyaa. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Secara filosofis.

Begitu juga dalam mengajarkan agama. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Kemudian Marcopolo menyebutkan. Sebagai islam adalah agama yang moderat. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. peraturan pemerintah dan lain-lain. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. Harian Duta Masyarakat mengungkap. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. ciri. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. pengembara muslim. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. bukan ahli Kejawen. melalui berbagai pertunjukan seni. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Begitu pula Ibnu Bathuthah. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat.

Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). memperhatikan kebudayaan dan adat. mereka diajak membaca syahadat. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. 28-30 Maret 2007). sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Misalnya. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. selama tak ada larangan dalam nash syariat. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. gamelan. shalat. tapi diisi 24 . Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Pertama-pertama.. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. Walisongo belajar bahasa lokal. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Misalnya. Lalu berusaha menarik simpati mereka.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. dalam Ensiklopedi Islam. Walisongo berdakwah dengan cara damai. Setelah penduduk tertarik. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Afrika. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. dan sebagainya. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. diajari wudhu’. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi.

orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur.pembacaan tahlil. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. dan sedekah. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. Selain itu. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . mirip kata sanggar. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. untuk mendidik calon-calon dai. doa. Sebelum Islam datang ke Aceh.

Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. tetapi lebih rumit lagi. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. atau mungkin sebelumnya. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. mengungkap Islam masa lampau. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto.13 masehi. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. yang telah surut pemikirannya. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah.J. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa.ummatnya. Penolakan B.

berbeda dengan Ahmadiah. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. yang irrasional. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. namun khsusunya bagi orang jawa. Pada kenyataannya. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. intuisi dan imajinasi.kelas dua. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama.com tentunya dari internet. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. Maka wajar hingga abad ini. Masih juga menurut Yos Rizal. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. bukan kualitas. dan lebih melekat dengan budaya Islam. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. khususnya bagi orang jawa. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". berdasarkan perasaan. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. bukan kelas mujtahid. karena "kejawen" berwarna abu-abu. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups.

benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. lelakon yang harus dilakukan manusia. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. Karena itu. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. "kejawen" tetaplah "kejawen". salah satunya dari paparan di atas. Oleh karena itu.(Sumber:Radar Bojonegoro). kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. bukan hanya tekstual. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. Saat ini. namun dimasa kehidupan beliau. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. juga menekankan aspek perilaku. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. Selain itu. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. puasa. "Yakni.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. masih menurut Soenarjo. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Dalam ajaran Jawa. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. 28 . yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”.tidaklah dianggap nabi.

dan Kristen. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. yaitu Islam abangan. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. istilah aliran kepercayaan. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Dikalangan para peniliti. lengkap dengan filosofi. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. Dengan membaca buku ini. 29 .dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). yaiyu Hindu. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. priyayi. Islam. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. khususnya masyarakat Jawa.yaitu tempat-tempat suci. Budha. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. dan santri. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. Meskipun berupa percampuran.

tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. sistem pengetahuan. yang harus dibiasakannya dengan belajar. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari.BAB III SENI. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . Pandangan di atas. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Islam merupakan produk kebudayaan. merupakan produk dari 30 . maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. sistem mata pencaharian hidup. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. Islam tidaklah datang dari langit. sistem religi. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. Dengan demikian. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. kesenian. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. sistem dan organisasi kemasyarakatan. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. BUDAYA INDONESIA. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. bahasa.

Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. fitrah manusia.kerancuan pemahaman tersebut.

Sementara Prof. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Agama memerlukan sistem simbol. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. sebuah peradaban. budaya didefinisikan oleh agama(vii). Agama adalah sesuatu yang final. termasuk kebudayaan. Oleh karena itu. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. Tetapi keduanya perlu dibedakan. 32 . Sebagai sebuah kenyatan sejarah. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. Islam justru membangun sebuah budaya. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. Dr. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Dengan pemahaman di atas. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. sedangkan di Islam. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. relatif dan temporer. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. universal. agama adalah bagian dari kebudayaan. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain.

Karena seni tradisi. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. dalam menyambut anak yang baru lahir. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. tetapi memiliki tujuan yang sama. yaitu. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. karya. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Kedua. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. budaya lokal. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Oleh karena itu. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. nilainya adalah agama. Agama. Misalnya. agama dapat mempengaruhi simbol agama. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Baik agama maupun kebudayaan. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. Dan ketiga. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan.

Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. Dengan demikian. sebagai salah satunya. dan sebagainya. Pertama. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. kematian. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. masyarakat harus memuliakan kelahiran. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. melainkan beraneka ragam. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. Sehingga. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. yakni Islam dipahami sebagai 34 . akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. Pada konteks selanjutnya. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. . Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. yang mulia. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. perkawinan. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat.

Dengan demikian. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Dengan demikian. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Seperti diketahui. Ketiga. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. otentifikasi. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Karena itulah. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Dalam pengertian. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. Kedua.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Dalam konteks inilah.

Sistem-sistem doktrinal. begitu kata Mark R. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. biasanya 36 . etika. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. ritual. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. sufi dan tarekat. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. sebagaimana kitab suci yang lainnya. Woodward selanjutnya. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. deligitimasisasi. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. Demikianlah. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Fazlur Rahman. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Inilah yang dalam pandangan Mark R. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. soteriologi.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. mengikuti premis Weber di atas. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. bukan pengamat. [19] Dengan demikian. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. sekaten maupun tahlilan. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. jika ingin ditampakkan. nyadran. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik).

Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Ini terbukti. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Benar. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. pagelaran seni dan sastra. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Timur Tengah. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. forum pengajian. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. apalagi sampai menumpahkan darah. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . tepatnya di daerah Glagahwangi. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Meskipun secara pelan.

Dengan 43 . Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Islam. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. iman. Namun. Sekali lagi. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. arsitektur Barat. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. bukan oleh agama. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. demikian juga Hindu. Pada mulanya. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. hakikat dan makrifat. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Islam dan ihsan. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun.

Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat.fakta ini. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Namun. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Akhirnya. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. Pengaruh arsitektur India misalnya. Demikian juga NU. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. dengan caranya sendiri. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. Namun. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Saat itu terlihat dua arus besar. Pada periode berikutnya. Jadi.

bahkan bisa disebut subkultur. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Sebaliknya. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut.

Pengamatan sepintas. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Kembali kepada khittah 26. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Selalu ada dua faktor. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. tampaknya. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Ketegangan pun terus terjadi. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Tetapi. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. kebodohan dalam pendidikan dan politik. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. 46 .

Padahal 47 . banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Karenanya. Dengan demikian. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. pluralis dan ramah. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Dalam ilmu sosial. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam.Dengan demikian. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. Dari sinilah. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam.

dalam bentuknya yang ada. Islam di Persia maupun Islam di Arab. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. Kedua. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Tetapi di saat yang sama. yang gaib. sistem budaya. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal.universalisme Islam. Dengan demikian. Oleh karena itu. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. kita harus menyadari bahwa Pertama. problem. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. tepatnya daerah Hijaz. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. misalnya. Dalam konteks sosial tertentu. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. kapasitas intelektual. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. Oleh karenanya. tempat Islam akan ?disemaikan. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. sebagai kritik terhadap budaya lokal. Hukum syari?at.

kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. dan karena itu. apa yang telah dirasa sebagai Islam. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. Kadang-kadang. semakin luas lingkupnya. ketika Islam telah dikembangkan. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. dalam halhal tertentu. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. Meskipun begitu. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. tentu saja telah sangat bervariasi. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. pada kenyataannya. dipandang dari sudut historis. pada babak ini dalam sejarah. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. Di Indonesia.

50 . Namun demikian. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. formalistik. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. dialogis. Pertama. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. Penolakan total terhadap tradisi lokal. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. kecenderungan legalistik. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. Kedua. Dan ketiga. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri.

misalnya dalam bentuk money politics.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. dan ada kalanya dengan cara kasar. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. Namun. menjelekjelekkan partai lain. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. dan sebagainya. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. dengan tatanan Islam. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". dan sebagainya.

terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. dan (d) mencegah massa. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). Namun. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). Adalah suatu keharusan. Dalam konteks ini. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. Hanya. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). di tengah arus 52 . para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. Oleh karena itu. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. Sementara itu. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). jujur dan adil.

Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . keadilan. Dengan tema-tema semaam itu. takaful.transisi politik sekarang ini. Tanpa kesadaran ini. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. Dalam konteks inilah. Berdasarkan fungsi ini. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Bahkan. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. sudah berubah. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). Karena itulah. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Seperti di kemukakan di atas. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat.

Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. ilham atau wali misalnya. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi".substansi dari ajarannya. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Istilah-istilah seperti wahyu. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. keyakinan. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. Disamping sebagai 54 . Pada saat yang sama. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. Taruhlah. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Islam mempunyai karakter dinamis. Oleh karenanya. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Yang patut diamati pula. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat.

maka manusia mengenal nilai seni. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. seni. 4. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Nilai ekonomi. Nilai seni. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. 5. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. maka manusia mengenal nilai agama. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. Nilai kuasa. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . Berbeda dengan hewan. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. 2. 55 . Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. agama. Nilai teori. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. perasaan. solidaritas. alam adalah tantangan yang harus diatasi.fasilitas. kuasa dan teori. 1. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. 3. yaitu : ekonomi. Nilai agama.

sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru.6. politisi yang pejuang. pekerja sosial an sebagainya. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. Nilai solidaritas. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. persahabatan dan simpati sesama manusia. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. seniman. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. ulama yang rasionil. menghargai orang lain. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. sehingga ada sosok orang yang materialis. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final.

Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. Ambil contoh penciptaan citra 57 . yaitu efisiensi waktu. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. yang notabene juga karya seni. Ia tak bisa produktif menulis novel. Bahkan. di Amerika misalnya. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. Bahkan di masyarakat modern sekalipun.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan.

Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. Amerika. imperialisme kultural. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . modernitas. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. 2006: 49). Seni. (Berger. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. dsb. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. sebuah copy lebih indah dari aslinya. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. hedonisme. Di sinilah uniknya. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. Beliau turun kembali. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. sampai mereka memegang dan merabanya.penciptaan jagat raya ini. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. Karena itu. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. Suatu ketika dikisahkan. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. Wawasan Al-Qur’an]. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. atau oleh alat musik dan getaran nadanya.” [M Quraish Shihab. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain.

pernah berkata. Mesir. Bizantium. 60 . khalifah kedua. India. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. Mongolia. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. Moor. Di daerah-daerah tersebut. pada masa itu. Asia Kecil. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Bahkan. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. dan Seljuk.” Ucapan ini benar adanya. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. Karena itu. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. dan Eropa. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. tidak menentangnya. maka sunnah Nabi mendukung. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. Spanyol.

salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. Tentu saja. Titus Burckhardt. Biar bagaimanapun. Dengan begitu.” Ia menambahkan. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Namun. memiliki identitas dan esensi yang satu. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. 61 . bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. mau menanamkan uang sebesar $9. seorang Saudi kaya. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru.

seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Gaza. Bahkan dewasa ini. untuk menampung koleksi Islaminya. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. dan Bangladesh. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. Turki. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . Lebanon. Dan. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. rencananya dibuka pada 2009. misalnya. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. terutama sejak 11/9. Pakistan.Namun gejolak politik di Israel. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. Dengan kata lain. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. Di Eropa Barat. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. kebudayaan selalu menjadi alat politik. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim.

. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. Jepang. ia menyerap berbagai pengaruh baru. Dengan kata lain.D. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. kemudian. dengan ketiadaan pendeta. Selama pembangunan Galeri Jameel. Kemudian.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. Tetapi seni sekuler." Tim Stanley. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. Namun demikian. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. dan metal. Qajar. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. khususnya dari Cina. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. vas keramik. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. dan Ottoman. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. hingga ke Asia. peti gading. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. Dan di sini. kendi kaca. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan.

yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. Di masa lalu. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. dan hewan. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. buahbuahan. demikian juga Yahudi. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. Sebaliknya. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. tergantung tidak jauh. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. atau sekitar 11 kali 5 meter. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan." Berukuran 36 kali 16 kaki. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. Sekarang.

Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. seni rupa ( melukis). Bahasa dan Kesustraan 3. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . syair. arsitektur) . Aspek kehidupan Spritual. pernikahan. pantun. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Untuk memudahkan pembahasan. seperti kepercayaan. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. filsafat kebudayaan dan sejarah ). kesenian. Keyakinan ini disebut Iman. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. alat-alat upacara). dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. seperti upacara-upacara ( kelahiran. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. yang mencakup . Sejarah 5. seperti sarana ( candi. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. seperti Pater Jan Bakker. musik. akhlak.dan penuh penderitaan. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. kesenian dan adat istiadat. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. patung nenek moyang. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. Sebaliknya sebagian ahli. Adapun menurut para ahli Antropologi. adat istiadat. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Putra. Bahkan menurut Hegel. Ilmu Pengetahuan. mencakup kebudayaan fisik. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. tata hukum. karena menurutnya. dan kelakuan. Kesenian 4. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. tatanegara. visual arts dan performing arts. 65 . peralatan ( pakaian. perahu ). ilmu dll).Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. way of life. novel-novel. Heddy S. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. makanan. A. akal budi. seni pertunjukan ( tari.bangunan . Juga mencakup sistem sosial. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. kesenian . 149. Kehidupan Spritual 2.

penglihatan dan hati. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. Dari keterangan di atas. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . Kelompok kedua. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. masih menurut ahli antropogi. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. saling bertentangan dan tarik menarik. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. . dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Di sini. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. Dan kelompok ketiga. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut.Hal itu. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Berbagai tingkah laku keagamaan. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker.masing agama. Sedangkan manusia. karena diciptakan dari unsur cahaya. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. sebagaimana tersebut di atas. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. maka unsur malaikatlah yang menang. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. selain memberikan bekal. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. sebagai aplikasi dari unsur tanah. Di sinilah.ayat dari kitab suci. Oleh karena itu. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . dan pembisik dari syetan. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. karena diciptkan dari api. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. maka unsur syetanlah yang menang. pembisik dari malaikat . Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik.bukanlah diatur oleh ayat. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ).

Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. Menentukan bentuk bangunan Masjid. di dalam masyarakat Aceh. berkemajuan. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. seperti . mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Prinsip semacam ini. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Pernyataan seperti itu tidak benar. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. Dalam penjelasan UUD pasal 32. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam.karya manusia. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Dari situ. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. sebagaimana telah diterangkan di atas. dibolehkan memakai arsitektur Persia. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. pasal 32. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. norma dan pedoman. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. umpamanya. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Dengan demikian. Teori seperti ini. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Sampai disini. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. Tetapi yang perlu dicatat. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. berasal dari agama. budaya dan persatuan. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. yang merupakan bagian dari budaya manusia. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. 67 . untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. keluarga wanita biasanya.

Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . untuk memakamkan orang yan meninggal. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . dan persatuan. Bedanya. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. Dan juga. Kemudian kalau sudah tiba masanya. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. maka sesuatu itu baik “ 68 . salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. juga memerlukan biaya yang besar. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita.. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. Sedang nash syareat. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. setelah terbukti ke-autentikannya. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ .malam lebaran. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Di daerah Toraja. sebuah upacara pembakaran mayat. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Islam melarangnya.Contoh yang paling jelas. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. maka nash jauh lebih kuat. dan secara besar-besaran. Dan karena tradisi. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Seperti. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. Jawa tengah.

menjadi lebih berbahaya. Dengan ditemukannya mesin jahit. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. 1996). dunia hanya perlu waktu 1. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. 16/01/1995). Subhanallah… Tapi di sisi lain. Pada tahun 1995. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. kita hanya perlu 12 jam saja. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). Elizabetta. Sekarang dengan naik pesawat terbang. Tapi pada 1969. 1997). dengan sarana komunikasi canggih.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Elenna adik Luigi (Kompas. misalnya. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). komunikasi. atmosfer udara. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. 1995). hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. dan transportasi. terbukti amat bermanfaat. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. seorang bayi Italia. Lingkungan hidup seperti laut. Berbagai sarana modern industri. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . 2004). yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia.

teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Sebagai aktivitas manusia. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. teori. mesin. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. kekerasan. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. Ini 70 . hipotesis. Pertama. Akan tetapi. konsep. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Di sinilah. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Pengetahuan termasuk. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. dan perjudian. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut.

walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Kemajuan Iptek di Barat. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. sedang yang bertentangan dengannya. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. ekonomi dan militernya. Standar syariah ini mengatur. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. pincang. Kedua. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Minamata Jepang. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis.materialisme-sekuler. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. 72 . dll. seperti yang terjadi di Buyat. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Rusia. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. dan di India. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. perak dan tembaga. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Krisis ekologis. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua.

Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. Keindahan dan Kemuliaan.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. busung lapar. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. mengamati. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. (yaitu) 73 . Islam. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. ekonomi dan moral bangsa dan umat. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. kelaparan. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam.

prinsipprinsip dan hukum alam). diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Wujud yang wajib. Maha Suci Engkau. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. dalam pandangan hidup. Diakui atau tidak. Keduanya saling membutuhkan. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Tuhan Yang Maha Kuasa. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Zabur. Injil dan Al Quran). kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). dipelajari.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. keduanya bila dibaca. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. gaya hidup. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. diamati dan direnungkan. maka peliharalah kami dari siksa neraka. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. holistik dan integratif. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek.” (QS. 74 . melalui mata. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Jadi agama dan ilmu pengetahuan. pengenalan.

Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. Nuh [71]: 16). itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. geologi. tapi yang dimaksud. ath-Thalaq [65]: 12). maka konsep itu berarti harus ditolak. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. 2005: 113). dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. dan seterusnya. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Ringkasnya. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. agronomi. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. dan seterusnya. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. atau hadis tertentu. Fushshilat [41]: 11-12). Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. manusia sekarang bukan 75 . Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. 1996: 12). dan bukannya sumber (mashdar) iptek. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. harus didasarkan pada ayat tertentu. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Berarti. Jadi.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Artinya. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs.

tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Adam AS adalah manusia pertama. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). dan bukan sumber iptek. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. “Hai manusia. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. bagaimana pun juga bentuknya. Jadi. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). 2001). sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. al-Hujuraat [49]: 13). iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Antara lain firman Allah: 76 . dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu.” (Qs.” (Qs. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Nabi Adam AS. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Implikasi lain dari prinsip ini. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. Iptek yang boleh dimanfaatkan.keturunan manusia pertama. as-Sajdah [32]: 7). Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan.

Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. Dengan rentang waku yang cukup 77 . apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. an-Nisaa` [4]: 65).“Maka demi Tuhanmu. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. dan bertentangan dengan nilai agama. maka perbuatan itu tertolak. Karena itu. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H.” [HR. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. Kontras dengan ini. dan seterusnya. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. bukan seksual). mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Selama sesuatu itu bermanfaat. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). al-A’raaf [7]: 3). Muslim]. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. tidak berperikemanusiaan. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia.

Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Masa kejayaan Islam. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. Tapi jangan khawatir. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Hasilnya. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Blue Mosque di Konstantinopel. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Sebut saja. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Hebatnya. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. 78 . Tradisi keilmuan berkembang pesat. 5.panjang. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. 4. Pada abad ke-8 dan 9 M. sekitar 767 tahun.5:1. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. Andalusia pada tahun 913 M. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Saat itu. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. Di era ini. Algoritma (logaritma). Dr Muhammad Lutfi.

Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Di sisi lain. jika ada orang gila. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan.” jelas Luthfi. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Tanggal 3 Maret 1924. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. 79 . Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. Pada abad ke-14. Dalam bidang kedoteran. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. kata Lutfi. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. ditambah tenaga ahli. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. kata Luthfi. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Saat itu di Barat. bahkan lebih percaya tahyul. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Ketika Jerman kalah. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. seorang Zionis Turki. Sebelum Islam datang.Saat itu. misalnya.

Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. ”Seperti janji Allah. Sistem pemerintahan Iran ini. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. 80 . ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. menurut Luthfi. semakin ditekan. ada dua jenis ilmu.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). kata Luthfi. Dalam Islam.Kini 82 tahun berlalu. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam.” kata dia. tauhid.” Konsep khilafah Islamiyah. dan janganlah kalian bercerai berai. Di Iran. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini.” ujarnya. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. hadis. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Yang pertama adalah merapatkan barisan. jelasnya. umat Muslim tercerai berai. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. Sementara itu. fikih. ”Ibaratnya paku. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. akhlaq. ujar Ridwan. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. sangat sulit. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. 700 tahun pertama Islam berjaya.”ujarnya. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. Islam akan semakin menancap dengan kuat.

bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.” (Qs. Jadi. Wallahu a’lam 81 . matematika. dan bukannya paradigma sekuler. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. paradigma Islam. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. Pertama. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. al-A’raaf [7]: 96). Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia.syariah. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. syariah Islam-lah. dan cabang-cabangnya. Kedua. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. dan cabang sains lainnya. psikologi. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Jadi. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam.

BAB IV PENUTUP 4.2.1. Kesimpulan 4. Saran 82 .

----------. 7. 1999. Nurchalis et. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. 1. Natsir. Nizham Al-Islam. Farghal. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. Bina Ilmu 8. Januari 2005. hal. An-Nabhani. 1999. Hossein. 2005. No. Bagil : Al-Izzah. Al-Baghdadi. Taqiyuddin. Ahmed. Shabir et. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. 3. Bandung : Penerbit Mizan. 2. M. Bahreisj. Abdurrahman. Surabaya : PT. Jurnal Al-Insan. Jakarta : Gema Insani Press. 9. Arsyad. 1994. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Bangil : Al-Izzah. 104-114. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam.DAFTAR PUSTAKA h1. 1992.al. Islam dan Ilmu Pengetahuan.al. 5. Vol I. Agus. Jakarta : Gema Insani Press. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Hasan. Bakry. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. 1995. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Menengok Kejayaan Islam. Jakarta: Media Da’wah. 6. 2001. 83 . Bustanudin. 1996. 4. 1996. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam.

Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. 17. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam.nursyifa. ----------. 2003. Suriasumantri.org/wiki/Qiyas http://www. dan Politik. 2001. Jakarta : Penerbit Republika. 12. 11. Alih bahasa M. Hadipermono. Myers. Eugene A. 1995. Andi Muawiyah. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 19. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). Ilmu Dalam Perspektif Moral. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Qaradhawi. 2004. 2000. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. Abdul Qadim. A. Jakarta : PT Gramedia 16. Yusuf. 1997. 20.M. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 14. Charis. 1992. Yogyakarta : Tajidu Press.hypermart. Cetakan X. Sosial. Jakarta : Bina Mitra Press. Jakarta : Gema Insani Press.2003. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Zubair. Syeichul. 1997. Yogyakarta : LKiS. Ramly. dan Menyebarluaskannya. RA & M.10. A. 13. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. http://id. el-Khoiry.wikipedia. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. 2003.1986. Surabaya : Wali Demak Press. 15. Gunadi. Shoelhi (Ed. Winarno.htm 84 . 18. Zahoor. Zallum. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Menerapkan.). Budi. Jujun S.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful