SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

4.2.3.2. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. budaya Indonesia. 1.2. 1. 1. BAB II Animisme. budaya dan kejawen Indonesia. 1.5. 1. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.4. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.2. DAFTAR PUSTAKA 5 .4.1.2. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. Rumusan Masalah.2.1.3. Dinamisme.3. Tujuan Penulisan.5.2.2. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku. 1. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. 1. media cetak.2. dinamisme.1. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.1. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni.3. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.4. dan perkembangan iptek 1. Metode Penulisan 1.

BAB II ANIMISME. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. Allah berfirman. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. Islam tidak membenarkannya. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. DINAMISME. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. apakah benda itu berwujud sebutir batu. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. nilainya sama saja. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. 6 . jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. Benda adalah tetap benda. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah.

yaitu : 1. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. di pohon kayu. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa.1. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . ataupun kelompok. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. kotak. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. hidup di gunung. gigi binatang dan sebagainya. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. roh-roh pendusta. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. Karena fetish itu berkarya. 2. di batu besar fetish dan sebagainya. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. roh-roh pembohong saja. 2. Bila orang meninggal. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. orang-perorangan. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung).

bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. binatang. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. 8 . dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. 6 : 60). bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda.menghidupkan hati manusia. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. untuk makanan. Allah menciptakan dunia. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. 39 : 42). dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. 2. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. tumbuhtumbuhan. Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. 2. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. Hidup adalah keutuhan. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) .2.

Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati.3. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. Jadi kalau demikian artinya. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. 53 : 24 . kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. yaitu.3. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. 3 : 169 .25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. serta keharusan menyerah kepada-Nya. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. demikian Honig mengartikannya. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. 2. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. yang tingkat kebudayaannya 9 . Dr.170). yaitu membelokkan kemauan dari tujuan.

karena takut kepada-Nya. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. T. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. 13 : 13). yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . 10 . Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. 2. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. pada beberapa hewan dan juga manusia. misalnya dalam api. batubatu. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q.S. 30 : 24). Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. binatang dan manusia.G. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. Dinamisme disebut juga preanismisme.masih rendah sekali. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. berupa langit dan bumi. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. tumbuh-tumbuhan.

Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. Do’a menjadi mantera. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. yang di Jawa disebut Japamantra. kurban. maka dia menjadi lain sama sekali. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Maka. dinamisme itu bukan agama. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Do’a menjadi rumus yang sakti. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. agam daerah atau agama etnis-premitif). Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. lepas dari ikatan ketuhanan. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. Kembali kepada dinamisme. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 .Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. dalam dinamisme diubah bentuknya. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis.

Penabungan Energi. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Anda perlu mengisi energi. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. nglowong. ritual. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. ngebleng dan lain-lain. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. atau olah rohani. Tirakat.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. minum. Khodam disebut juga Qorin. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. mantra. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. wirid tertentu. Khodam. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. tapi juga bukan banci. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. pantangan. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan.

biasa. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Perlu diterangkan. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. 13 . Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Oleh kerena itu. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. bahkan menganggap wali atau orang suci.

Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. khususnya orang jawa. Sahadad Pamungkas dll. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Di Indonesia. Hizib Kekuatan Batin. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. 2. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. 1. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. misalnya puasa.

Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. maka kuasailah ilmu trawangan. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. tembus pandang dan lain-lain. meskipun sama-sama berbadan ghaib. 3. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. 4. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. 5. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. melihat jarak jauh. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. minyak panas dan air keras.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan.

Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Menjalankan Tirakat. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Pengisian. Yaitu: 1. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. 3. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Warisan Keturunan. ilmu kuat seks. bisa sakit jiwa (gila). Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. pantangan. yaitu dengan cara pengisian. menderita saat 16 . Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan.sesungguhnya. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. susah dapat rezeki. 2. mantra. Ilmu-ilmu pengobatan. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. 6. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati.

Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini.akan mati dll. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Karena tindakannya itu. Ayahnya 17 . Ronggolawe. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Namun sebagai Muslim. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Sayangnya. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Adipati Tuban. Jadi bukan karena Ilmunya. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini.

sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . karena alasan ajaran agama. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Karena itu. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Sebagai Perampok. Dari hasil rampokannya itu.

kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. Logikanya. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). puasa.Secara sintaksis. Karena itu. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. dalam pendapat saya. silakan anda pikirkan masak-masak. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Kemudian secara logika. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Padahal. 19 .

Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Suro (dari Syura’). namanya tak lagi disebut-sebut. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Sunan Giri. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. bukan praktisi Kejawenisme. dan masih banyak istilah lainnya. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Kesultanan Banten. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Dari sini sajasudah jelas. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Mulud (dari Maulid). Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Logikanya ialah. Kesultanan Cirebon. bila saat itu beliau masih hidup. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Bila riwayat ini benar. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. ia adalahseorang Qadli.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Kesultanan Demak. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. 20 . Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. ‘Joko Said’.

Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Buktinya sangat banyak sekali. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Perkiraan saya. beliau menerimanya. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. bahwa beliau bisa terbang. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’.dekat Demak. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal.

‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. Secara filosofis. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. 3. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. misalnya Layang Kalimasada. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Maksudnya. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. 1. gamelan. Ramayana.didekati secara bertahap. Maksudnya. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Maksudnya. dan lainnya. Dalam hal ini. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. grebeg maulud. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Petruk. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. 4. baju takwa. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. dll. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. perayaan sekatenan. Kurawa. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Bagong. ini sama dengan 22 . bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Misalnya. Nalaa Qaarin. Seni ukir.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. Simaaruddunyaa. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. Dalam hal ini. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. 5. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. wayang.

pengembara muslim. Begitu pula Ibnu Bathuthah. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Kemudian Marcopolo menyebutkan. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. peraturan pemerintah dan lain-lain. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. ciri. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. Sebagai islam adalah agama yang moderat. melalui berbagai pertunjukan seni. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. Begitu juga dalam mengajarkan agama. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. bukan ahli Kejawen. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii.

28-30 Maret 2007). Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Setelah penduduk tertarik. selama tak ada larangan dalam nash syariat. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat.. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. gamelan. Walisongo belajar bahasa lokal. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Walisongo berdakwah dengan cara damai. Misalnya. Lalu berusaha menarik simpati mereka. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Misalnya.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. mereka diajak membaca syahadat. memperhatikan kebudayaan dan adat. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. diajari wudhu’. shalat. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Pertama-pertama. Afrika. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. tapi diisi 24 . dalam Ensiklopedi Islam. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. dan sebagainya.

Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. mirip kata sanggar. Selain itu. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 .pembacaan tahlil. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. doa. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. dan sedekah. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. Sebelum Islam datang ke Aceh. untuk mendidik calon-calon dai.

maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. yang telah surut pemikirannya. atau mungkin sebelumnya. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri.J. mengungkap Islam masa lampau. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. tetapi lebih rumit lagi. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden.ummatnya. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Penolakan B.13 masehi. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana.

Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. yang irrasional. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. Pada kenyataannya. khususnya bagi orang jawa. bukan kualitas. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. dan lebih melekat dengan budaya Islam. namun khsusunya bagi orang jawa. Masih juga menurut Yos Rizal. intuisi dan imajinasi. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih.com tentunya dari internet. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu.kelas dua. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. karena "kejawen" berwarna abu-abu. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. berdasarkan perasaan. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. Maka wajar hingga abad ini. bukan kelas mujtahid. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . berbeda dengan Ahmadiah. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen".

”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. lelakon yang harus dilakukan manusia.(Sumber:Radar Bojonegoro). jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. Selain itu. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. namun dimasa kehidupan beliau. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. Dalam ajaran Jawa. "Yakni. puasa.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. "kejawen" tetaplah "kejawen". memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. Karena itu. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. bukan hanya tekstual.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. juga menekankan aspek perilaku. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. 28 . Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup.tidaklah dianggap nabi. salah satunya dari paparan di atas. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. masih menurut Soenarjo. Oleh karena itu. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. Saat ini.

Dengan membaca buku ini.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. istilah aliran kepercayaan. lengkap dengan filosofi.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. dan santri. Meskipun berupa percampuran. Islam. yaitu Islam abangan. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. khususnya masyarakat Jawa. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. dan Kristen. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. priyayi. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik.yaitu tempat-tempat suci. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. Dikalangan para peniliti. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. yaiyu Hindu. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. Budha. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. 29 . Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling.

sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia.BAB III SENI. merupakan produk dari 30 . sistem pengetahuan. sistem mata pencaharian hidup. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. Dengan demikian. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. Islam merupakan produk kebudayaan. kesenian. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. sistem dan organisasi kemasyarakatan. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. BUDAYA INDONESIA. Pandangan di atas. bahasa. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. Islam tidaklah datang dari langit. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. sistem religi. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. yang harus dibiasakannya dengan belajar. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah.

Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan.kerancuan pemahaman tersebut. fitrah manusia. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Hal itulah yang universal dalam diri manusia.

dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Sementara Prof. Oleh karena itu. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Dr. budaya didefinisikan oleh agama(vii). Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. termasuk kebudayaan. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. sebuah peradaban. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). 32 . iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. Agama adalah sesuatu yang final. sedangkan di Islam. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. Agama memerlukan sistem simbol. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Islam justru membangun sebuah budaya.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Dengan pemahaman di atas. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. relatif dan temporer. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. agama adalah bagian dari kebudayaan. universal.

Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. tetapi memiliki tujuan yang sama. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). nilainya adalah agama. Oleh karena itu. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. Baik agama maupun kebudayaan. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. budaya lokal. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. yaitu. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. dalam menyambut anak yang baru lahir. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. agama dapat mempengaruhi simbol agama. Misalnya. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Karena seni tradisi. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. karya. Kedua. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Agama.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Dan ketiga.

sebagai salah satunya. yakni Islam dipahami sebagai 34 . Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. masyarakat harus memuliakan kelahiran. melainkan beraneka ragam. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. dan sebagainya. perkawinan. . ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. kematian. Dengan demikian. Sehingga berangkan dari pemahaman ini.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Sehingga. yang mulia. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Pada konteks selanjutnya. Pertama.

Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Dengan demikian. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Kedua. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Ketiga. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Dengan demikian. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Seperti diketahui. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Karena itulah. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Dalam konteks inilah. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Dalam pengertian. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. otentifikasi. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam.

Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. Demikianlah. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. sebagaimana kitab suci yang lainnya. begitu kata Mark R.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. Inilah yang dalam pandangan Mark R.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. deligitimasisasi. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. biasanya 36 . Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. soteriologi. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. etika. Woodward selanjutnya. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. Sistem-sistem doktrinal. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. Fazlur Rahman. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. ritual. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. sufi dan tarekat. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. [19] Dengan demikian. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. mengikuti premis Weber di atas. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). sekaten maupun tahlilan. bukan pengamat. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. nyadran. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. jika ingin ditampakkan. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan.

Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Benar. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. Timur Tengah. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. pagelaran seni dan sastra. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. Meskipun secara pelan. tepatnya di daerah Glagahwangi. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. forum pengajian. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. apalagi sampai menumpahkan darah. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Ini terbukti. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam.

Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Dengan 43 . Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Sekali lagi. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. demikian juga Hindu. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Islam dan ihsan. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Namun.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. iman. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Pada mulanya. Islam. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. arsitektur Barat. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. hakikat dan makrifat. bukan oleh agama.

kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. Saat itu terlihat dua arus besar. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Pada periode berikutnya. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan.fakta ini. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. dengan caranya sendiri. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Pengaruh arsitektur India misalnya. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. Namun. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Jadi. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. Akhirnya. Demikian juga NU. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Namun. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan.

Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Sebaliknya. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . bahkan bisa disebut subkultur.

Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. kebodohan dalam pendidikan dan politik. tampaknya. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Pengamatan sepintas.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Ketegangan pun terus terjadi. Tetapi. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. Selalu ada dua faktor. 46 . Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Kembali kepada khittah 26.

kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. Dengan demikian. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. Padahal 47 . variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Dari sinilah. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal.Dengan demikian. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Karenanya. pluralis dan ramah. Dalam ilmu sosial. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab.

Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. dalam bentuknya yang ada. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. Kedua. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. Tetapi di saat yang sama. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. Dalam konteks sosial tertentu.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. kapasitas intelektual. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. Oleh karenanya. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. tempat Islam akan ?disemaikan. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. tepatnya daerah Hijaz. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. Islam di Persia maupun Islam di Arab. yang gaib. problem. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. kita harus menyadari bahwa Pertama. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. Hukum syari?at. Oleh karena itu.universalisme Islam. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. sebagai kritik terhadap budaya lokal. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. misalnya. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. sistem budaya. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Dengan demikian. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman.

kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. Di Indonesia. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. Kadang-kadang. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. pada kenyataannya. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. Meskipun begitu. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. dalam halhal tertentu. pada babak ini dalam sejarah. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. dipandang dari sudut historis. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. tentu saja telah sangat bervariasi. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. ketika Islam telah dikembangkan. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. apa yang telah dirasa sebagai Islam. semakin luas lingkupnya. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. dan karena itu.

Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Penolakan total terhadap tradisi lokal. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. 50 . tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. kecenderungan legalistik. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". formalistik. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. Pertama. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. Kedua. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. Dan ketiga. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. Namun demikian. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. dialogis. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial.

kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. dan sebagainya. dengan tatanan Islam. Namun. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. dan ada kalanya dengan cara kasar. misalnya dalam bentuk money politics. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. menjelekjelekkan partai lain. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. dan sebagainya. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak.

Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. Namun. di tengah arus 52 . (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. Hanya. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. jujur dan adil. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. Sementara itu. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. dan (d) mencegah massa. Adalah suatu keharusan. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. Dalam konteks ini. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama).dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu.

Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. Karena itulah. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Dalam konteks inilah. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. takaful. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan.transisi politik sekarang ini. Dengan tema-tema semaam itu. Tanpa kesadaran ini. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. keadilan. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. Seperti di kemukakan di atas. Bahkan. sudah berubah. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. Berdasarkan fungsi ini. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak.

Taruhlah. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. Yang patut diamati pula. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Istilah-istilah seperti wahyu. Islam mempunyai karakter dinamis. ilham atau wali misalnya. Disamping sebagai 54 . Oleh karenanya. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Pada saat yang sama. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam.substansi dari ajarannya. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. keyakinan.

manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. yaitu : ekonomi. maka manusia mengenal nilai agama. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Nilai seni. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. 5. Berbeda dengan hewan. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. solidaritas. Nilai teori. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. Nilai agama. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. 2. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. seni. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Nilai ekonomi. perasaan. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . 55 . Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. alam adalah tantangan yang harus diatasi. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. 4. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan.fasilitas. agama. 3. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. maka manusia mengenal nilai seni. Nilai kuasa. kuasa dan teori. 1.

Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. persahabatan dan simpati sesama manusia. ulama yang rasionil. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. menghargai orang lain. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. politisi yang pejuang. seniman. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. pekerja sosial an sebagainya. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. sehingga ada sosok orang yang materialis. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. Nilai solidaritas. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram.6. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional.

seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. yang notabene juga karya seni. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. Ambil contoh penciptaan citra 57 . di Amerika misalnya. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. yaitu efisiensi waktu. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Ia tak bisa produktif menulis novel. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Bahkan. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya.

sebuah copy lebih indah dari aslinya. imperialisme kultural. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. hedonisme. Di sinilah uniknya. modernitas. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 .tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. Seni. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. dsb. Amerika. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. 2006: 49). (Berger. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan.

Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Suatu ketika dikisahkan. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. Karena itu.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan.” [M Quraish Shihab. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Beliau turun kembali. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan.penciptaan jagat raya ini. sampai mereka memegang dan merabanya. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. Wawasan Al-Qur’an]. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. atau oleh alat musik dan getaran nadanya.

pernah berkata. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. Bahkan. maka sunnah Nabi mendukung. tidak menentangnya. Spanyol. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya].Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. 60 . memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. India. Di daerah-daerah tersebut. Karena itu. khalifah kedua. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. Asia Kecil. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. dan Eropa. pada masa itu. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Mesir. dan Seljuk. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya.” Ucapan ini benar adanya. Bizantium. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Moor. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. Mongolia. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu.

memiliki identitas dan esensi yang satu. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. Titus Burckhardt. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. Dengan begitu. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. seorang Saudi kaya. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental.” Ia menambahkan. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Biar bagaimanapun. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. 61 .Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. mau menanamkan uang sebesar $9. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. Tentu saja. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. Namun.

dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. misalnya. rencananya dibuka pada 2009. terutama sejak 11/9. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Gaza. Bahkan dewasa ini. dan Bangladesh. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. untuk menampung koleksi Islaminya. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. Dan. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Dengan kata lain. Lebanon. Pakistan.Namun gejolak politik di Israel. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. Di Eropa Barat. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. kebudayaan selalu menjadi alat politik. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. Turki. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni.

menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". Variabel-variable ini memasukkan dunia luar.. kemudian. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. dan metal. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Jepang. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. peti gading. dengan ketiadaan pendeta. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. khususnya dari Cina. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. vas keramik. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert.D. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. Dengan kata lain. Selama pembangunan Galeri Jameel. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". "Karakter politik seni Islam bangkit karena. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . dan Ottoman. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. kendi kaca. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda." Tim Stanley. Kemudian. Qajar. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. hingga ke Asia. ia menyerap berbagai pengaruh baru. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. Namun demikian. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. Dan di sini. Tetapi seni sekuler.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang.

Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. tergantung tidak jauh. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. atau sekitar 11 kali 5 meter. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. Di masa lalu. dan hewan. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. Sekarang. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. Sebaliknya. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini." Berukuran 36 kali 16 kaki. demikian juga Yahudi. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. buahbuahan. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran.

bangunan . Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. patung nenek moyang. makanan. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. Keyakinan ini disebut Iman. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. akhlak. seperti sarana ( candi. Bahkan menurut Hegel. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. seni rupa ( melukis). Kehidupan Spritual 2. tata hukum. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. seperti upacara-upacara ( kelahiran. pantun. Sejarah 5. akal budi. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. kesenian . kesenian. Adapun menurut para ahli Antropologi. novel-novel. peralatan ( pakaian. dan kelakuan. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. seni pertunjukan ( tari. Sebaliknya sebagian ahli. seperti kepercayaan. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. Ilmu Pengetahuan. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. 65 . Kesenian 4. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. Putra. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. way of life. ilmu dll). perahu ). mencakup kebudayaan fisik. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. tatanegara. A. Aspek kehidupan Spritual. seperti Pater Jan Bakker. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. Heddy S. Juga mencakup sistem sosial. kesenian dan adat istiadat. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. 149. musik. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. adat istiadat. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. karena menurutnya. syair. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. pernikahan. visual arts dan performing arts. Untuk memudahkan pembahasan.dan penuh penderitaan. arsitektur) . yang mencakup . Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. alat-alat upacara).Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. Bahasa dan Kesustraan 3. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. filsafat kebudayaan dan sejarah ).

Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut.Hal itu. Berbagai tingkah laku keagamaan. . Di sinilah. selain memberikan bekal. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. Di sini. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. maka unsur syetanlah yang menang. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Kelompok kedua. maka unsur malaikatlah yang menang. Oleh karena itu. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Dan kelompok ketiga. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). dan pembisik dari syetan. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. karena diciptakan dari unsur cahaya. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. Sedangkan manusia. sebagai aplikasi dari unsur tanah. penglihatan dan hati. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. sebagaimana tersebut di atas. masih menurut ahli antropogi. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja.bukanlah diatur oleh ayat. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. saling bertentangan dan tarik menarik. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. karena diciptkan dari api. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini.ayat dari kitab suci. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. pembisik dari malaikat . Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia.masing agama. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. Dari keterangan di atas. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut.

datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. budaya dan persatuan. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. keluarga wanita biasanya. Dengan demikian. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. berasal dari agama. sebagaimana telah diterangkan di atas. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri.karya manusia. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Dari situ. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. umpamanya. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Menentukan bentuk bangunan Masjid. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. yang merupakan bagian dari budaya manusia. 67 . pasal 32. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. seperti . Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. Teori seperti ini. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Prinsip semacam ini. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Dalam penjelasan UUD pasal 32. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. norma dan pedoman. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. Pernyataan seperti itu tidak benar. berkemajuan. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Sampai disini. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Tetapi yang perlu dicatat. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. dibolehkan memakai arsitektur Persia. di dalam masyarakat Aceh. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita.

Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. maka sesuatu itu baik “ 68 . Dan karena tradisi. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Dan juga. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. juga memerlukan biaya yang besar. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . Bedanya. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam.Contoh yang paling jelas. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah.. maka nash jauh lebih kuat. dan persatuan. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. Sedang nash syareat. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. sebuah upacara pembakaran mayat. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . Seperti. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Kemudian kalau sudah tiba masanya. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Di daerah Toraja. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. dan secara besar-besaran. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. setelah terbukti ke-autentikannya. Jawa tengah. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “.malam lebaran. untuk memakamkan orang yan meninggal. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. Islam melarangnya. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih.

dan transportasi.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. atmosfer udara. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. seorang bayi Italia. misalnya. Dengan ditemukannya mesin jahit. terbukti amat bermanfaat. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). 1996). Sekarang dengan naik pesawat terbang. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Elizabetta. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. 16/01/1995). Pada tahun 1995. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. 1995). yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. 1997). dunia hanya perlu waktu 1.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. kita hanya perlu 12 jam saja. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. 2004). Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. menjadi lebih berbahaya. Tapi pada 1969. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). Berbagai sarana modern industri. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Subhanallah… Tapi di sisi lain. komunikasi. dengan sarana komunikasi canggih. Lingkungan hidup seperti laut. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . Elenna adik Luigi (Kompas.

Sebagai aktivitas manusia. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. Pertama. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. kekerasan. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). teori. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Akan tetapi. dan perjudian. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. hipotesis. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. mesin. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. konsep. Di sinilah. Pengetahuan termasuk. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Ini 70 . Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

pincang. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. ekonomi dan militernya. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . Standar syariah ini mengatur. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kemajuan Iptek di Barat. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. sedang yang bertentangan dengannya. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. Kedua. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya.

Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. 72 . Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Minamata Jepang. Rusia. Krisis ekologis. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. perak dan tembaga. seperti yang terjadi di Buyat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. dll. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya.materialisme-sekuler. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. dan di India. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya).

Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Keindahan dan Kemuliaan. busung lapar. Islam. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. (yaitu) 73 . dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). kelaparan. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. mengamati.

Wujud yang wajib. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. dipelajari. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Maha Suci Engkau. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. dalam pandangan hidup. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. keduanya bila dibaca. melalui mata. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. gaya hidup. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). Jadi agama dan ilmu pengetahuan. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Keduanya saling membutuhkan.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. holistik dan integratif. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. 74 . maka peliharalah kami dari siksa neraka. prinsipprinsip dan hukum alam). Zabur.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Diakui atau tidak.” (QS. Injil dan Al Quran). pengenalan. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. diamati dan direnungkan. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan.

Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. ath-Thalaq [65]: 12). Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. geologi. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. tapi yang dimaksud.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. atau hadis tertentu. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. Nuh [71]: 16). maka konsep itu berarti harus ditolak. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Artinya. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. Ringkasnya. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Berarti. harus didasarkan pada ayat tertentu. Jadi. Fushshilat [41]: 11-12). Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. 2005: 113). Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. dan seterusnya. 1996: 12). dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. agronomi. dan seterusnya. manusia sekarang bukan 75 . an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini.

keturunan manusia pertama. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Antara lain firman Allah: 76 . Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Iptek yang boleh dimanfaatkan. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Implikasi lain dari prinsip ini. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum.” (Qs. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. bagaimana pun juga bentuknya. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Nabi Adam AS. “Hai manusia. as-Sajdah [32]: 7). Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Jadi. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. al-Hujuraat [49]: 13). sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah.” (Qs. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. dan bukan sumber iptek. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Adam AS adalah manusia pertama. 2001).

sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia.“Maka demi Tuhanmu. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. dan bertentangan dengan nilai agama. Dengan rentang waku yang cukup 77 . maka perbuatan itu tertolak. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. Muslim]. Kontras dengan ini. an-Nisaa` [4]: 65). bukan seksual). adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Karena itu. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. dan seterusnya. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. al-A’raaf [7]: 3).” [HR. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. Selama sesuatu itu bermanfaat. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. tidak berperikemanusiaan. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa.

terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. 78 . Saat itu. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Di era ini. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Tapi jangan khawatir. Dr Muhammad Lutfi. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. Masa kejayaan Islam. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Sebut saja. Hasilnya. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. 5. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Andalusia pada tahun 913 M. Algoritma (logaritma). Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. 4. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Hebatnya. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Blue Mosque di Konstantinopel. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. Pada abad ke-8 dan 9 M.5:1. sekitar 767 tahun.panjang. Tradisi keilmuan berkembang pesat.

seorang Zionis Turki. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. Saat itu di Barat. Sebelum Islam datang. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. kata Luthfi. Ketika Jerman kalah. Di sisi lain. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. Dalam bidang kedoteran. bahkan lebih percaya tahyul. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Tanggal 3 Maret 1924. ditambah tenaga ahli. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Pada abad ke-14. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. 79 . kata Lutfi. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. misalnya. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak.Saat itu. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama.” jelas Luthfi. jika ada orang gila.

Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. umat Muslim tercerai berai.”ujarnya. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. sangat sulit. akhlaq. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam.” Konsep khilafah Islamiyah. ujar Ridwan. ada dua jenis ilmu. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. Yang pertama adalah merapatkan barisan. Dalam Islam. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. tauhid. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. 700 tahun pertama Islam berjaya.” kata dia. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran.Kini 82 tahun berlalu. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden.” ujarnya. 80 . Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Di Iran. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. jelasnya. fikih. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Islam akan semakin menancap dengan kuat. menurut Luthfi. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. kata Luthfi. Sementara itu. Sistem pemerintahan Iran ini. dan janganlah kalian bercerai berai.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. semakin ditekan. ”Seperti janji Allah. hadis. ”Ibaratnya paku. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi.

matematika. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. dan cabang sains lainnya. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Kedua. dan cabang-cabangnya. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. al-A’raaf [7]: 96). menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. syariah Islam-lah. dan bukannya paradigma sekuler. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. psikologi. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami.syariah.” (Qs. Pertama. paradigma Islam. Wallahu a’lam 81 . Jadi. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). Jadi.

BAB IV PENUTUP 4.2. Kesimpulan 4. Saran 82 .1.

83 . 5. 9. Bagil : Al-Izzah. Jakarta : Gema Insani Press. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Jurnal Al-Insan.DAFTAR PUSTAKA h1. Shabir et. Taqiyuddin. Bina Ilmu 8. Abdurrahman. 2005. Bahreisj.al. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir.al. Islam dan Ilmu Pengetahuan. 1996. Januari 2005. Ahmed. Hasan. 1994. 2001. Hossein. Surabaya : PT. Natsir. 1996. Bangil : Al-Izzah. 1995. M. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. 1999. Bustanudin. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. Vol I. Bakry. Agus. 1. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. Bandung : Penerbit Mizan. 6. 104-114. Jakarta : Gema Insani Press. 7. Nurchalis et. An-Nabhani. 4. No. Arsyad. Jakarta: Media Da’wah. 1992. Farghal. Al-Baghdadi. 2. 3. ----------. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. hal. Nizham Al-Islam. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Menengok Kejayaan Islam. 1999. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”.

Zubair.htm 84 . 18.wikipedia. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. Eugene A. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.nursyifa. Yogyakarta : LKiS. Myers. Jujun S. ----------. RA & M. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. Ilmu Dalam Perspektif Moral. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. A. Gunadi.org/wiki/Qiyas http://www. 20. Shoelhi (Ed. Menerapkan. Budi.10.). 1995. Abdul Qadim. 17.1986. 15. 1992. 2001. Yogyakarta : Tajidu Press. Jakarta : Gema Insani Press. Jakarta : Penerbit Republika. 19. 12. 2000. 1997. Ramly. Alih bahasa M. Zallum. Suriasumantri. http://id. Syeichul. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. 11. Charis. 13.M.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Winarno. 2003. dan Politik. Qaradhawi.hypermart. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. dan Menyebarluaskannya. Surabaya : Wali Demak Press. Hadipermono. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu.2003. Sosial. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. Cetakan X. Andi Muawiyah. el-Khoiry. Norma dan Etika Ekonomi Islam. 1997. 14. Yusuf. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Zahoor. A. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. 2004. 2003. Jakarta : Bina Mitra Press. Jakarta : PT Gramedia 16. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis].

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful