P. 1
(4) Makalah Seni, Budaya Dan Iptek Dalam Pandangan Islam

(4) Makalah Seni, Budaya Dan Iptek Dalam Pandangan Islam

|Views: 1,804|Likes:
Published by Irpan Harahap

More info:

Published by: Irpan Harahap on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2013

pdf

text

original

SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

Rumusan Masalah.2.3.4. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1. BAB II Animisme. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.2. 1.3. media cetak. budaya Indonesia. Metode Penulisan 1. Dinamisme. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.1. 1. dan perkembangan iptek 1. 1. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. DAFTAR PUSTAKA 5 .3. 1.2.5. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.3.4. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam.1.2.1. dinamisme.1.2. 1. 1.2. budaya dan kejawen Indonesia.5. Tujuan Penulisan.2. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.2. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.4.4. 1.2.

Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. Benda adalah tetap benda. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. Allah berfirman. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. DINAMISME. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. Islam tidak membenarkannya. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS.BAB II ANIMISME. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. apakah benda itu berwujud sebutir batu. 6 . bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. nilainya sama saja. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu.

Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. gigi binatang dan sebagainya. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya.1. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. hidup di gunung. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. di batu besar fetish dan sebagainya. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. yaitu : 1. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. orang-perorangan. di pohon kayu. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. kotak. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. ataupun kelompok. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. Karena fetish itu berkarya. 2. Bila orang meninggal. roh-roh pendusta. roh-roh pembohong saja. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. 2. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia.

agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Allah menciptakan dunia.2. Hidup adalah keutuhan. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. 8 . Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. 6 : 60). dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. tumbuhtumbuhan.menghidupkan hati manusia. untuk makanan. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. 2. 2. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. 39 : 42). Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. binatang. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini.

dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. 53 : 24 . Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. demikian Honig mengartikannya. 3 : 169 . melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. 2. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. yaitu. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. yang tingkat kebudayaannya 9 . ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. Jadi kalau demikian artinya. Dr. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”.3. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan.3. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. serta keharusan menyerah kepada-Nya. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan.170). yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q.

Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. karena takut kepada-Nya. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 .S.G. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. berupa langit dan bumi. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. 13 : 13). tumbuh-tumbuhan. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. 10 . Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). misalnya dalam api. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. 30 : 24). Dinamisme disebut juga preanismisme. binatang dan manusia. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). pada beberapa hewan dan juga manusia. 2. T. batubatu. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka.masih rendah sekali. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q.

Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. dinamisme itu bukan agama. yang di Jawa disebut Japamantra. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. maka dia menjadi lain sama sekali. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . Do’a menjadi rumus yang sakti. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. kurban. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. lepas dari ikatan ketuhanan. Maka. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Kembali kepada dinamisme. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. dalam dinamisme diubah bentuknya. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. agam daerah atau agama etnis-premitif). Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. Do’a menjadi mantera. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya.

nglowong. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. ritual. atau olah rohani. Tirakat. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. wirid tertentu. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. minum. tidur dan tidak boleh kena cahaya). ngebleng dan lain-lain. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Khodam disebut juga Qorin. tapi juga bukan banci. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. pantangan. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Anda perlu mengisi energi. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Penabungan Energi. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. mantra. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Khodam. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu.

13 . Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. bahkan menganggap wali atau orang suci. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Perlu diterangkan. Oleh kerena itu. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.biasa. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati.

karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. 2. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. misalnya puasa.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. 1. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Hizib Kekuatan Batin. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Di Indonesia. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. khususnya orang jawa. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Sahadad Pamungkas dll.

Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. melihat jarak jauh. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. 5. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. minyak panas dan air keras. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. tembus pandang dan lain-lain. meskipun sama-sama berbadan ghaib. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. 4. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. 3. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan.

Menjalankan Tirakat. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. susah dapat rezeki. 3.sesungguhnya. yaitu dengan cara pengisian. mantra. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. menderita saat 16 . Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Pengisian. 6. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Warisan Keturunan. bisa sakit jiwa (gila). pantangan. 2. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. ilmu kuat seks. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Yaitu: 1. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Ilmu-ilmu pengobatan.

Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Karena tindakannya itu. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Ronggolawe. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman.akan mati dll. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Namun sebagai Muslim. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Ayahnya 17 . Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Sayangnya. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Jadi bukan karena Ilmunya. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Adipati Tuban.

Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. karena alasan ajaran agama. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Karena itu.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sebagai Perampok. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Dari hasil rampokannya itu.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini.

klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). 19 . Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. Kemudian secara logika. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Logikanya. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. Padahal. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. Karena itu. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. dalam pendapat saya. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). silakan anda pikirkan masak-masak. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak.Secara sintaksis. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. puasa. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu.

Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. namanya tak lagi disebut-sebut. Dari sini sajasudah jelas. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). dan masih banyak istilah lainnya. Mulud (dari Maulid). Suro (dari Syura’). 20 . Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Kesultanan Banten. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. ‘Joko Said’. ia adalahseorang Qadli. Kesultanan Cirebon. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Logikanya ialah. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. bukan praktisi Kejawenisme. Sunan Giri. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. bila saat itu beliau masih hidup. Bila riwayat ini benar. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Kesultanan Demak. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam.

beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. beliau menerimanya. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Perkiraan saya. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah.dekat Demak. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. bahwa beliau bisa terbang. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Buktinya sangat banyak sekali. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia.

Misalnya. Ramayana. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. baju takwa. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah.didekati secara bertahap. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. gamelan. Maksudnya. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Dalam hal ini. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. wayang. Maksudnya. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. Dalam hal ini. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. misalnya Layang Kalimasada. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. Secara filosofis. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. 4. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. grebeg maulud. dll. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. Seni ukir. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Nalaa Qaarin. ‘Simaar’ yang artinya Paku. dan lainnya. 1. Petruk. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. 5. ini sama dengan 22 . seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Bagong. perayaan sekatenan. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. Kurawa. Maksudnya. Simaaruddunyaa. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. 3. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’.

Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. peraturan pemerintah dan lain-lain. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Kemudian Marcopolo menyebutkan. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. Sebagai islam adalah agama yang moderat. Begitu juga dalam mengajarkan agama. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. Harian Duta Masyarakat mengungkap. melalui berbagai pertunjukan seni. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. bukan ahli Kejawen. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Begitu pula Ibnu Bathuthah. ciri. pengembara muslim. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati.

dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. shalat. Lalu berusaha menarik simpati mereka. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. memperhatikan kebudayaan dan adat. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. 28-30 Maret 2007). Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. dan sebagainya. Walisongo belajar bahasa lokal. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. tapi diisi 24 .. mereka diajak membaca syahadat. dalam Ensiklopedi Islam. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. Pertama-pertama. Misalnya. Setelah penduduk tertarik. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Walisongo berdakwah dengan cara damai. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. gamelan. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Afrika. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Misalnya. selama tak ada larangan dalam nash syariat. diajari wudhu’. Kisah Para Wali karya Hariwijaya.

dan sedekah. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Sebelum Islam datang ke Aceh. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Selain itu. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”.pembacaan tahlil. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. untuk mendidik calon-calon dai. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. doa. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. mirip kata sanggar.

hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada.13 masehi. mengungkap Islam masa lampau. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. atau mungkin sebelumnya. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. tetapi lebih rumit lagi. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Penolakan B.J. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR.ummatnya.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. yang telah surut pemikirannya. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam.

dan lebih melekat dengan budaya Islam. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". bukan kelas mujtahid. Maka wajar hingga abad ini. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. khususnya bagi orang jawa. namun khsusunya bagi orang jawa. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. bukan kualitas. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama.com tentunya dari internet. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. Pada kenyataannya. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI.kelas dua. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. berbeda dengan Ahmadiah. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. berdasarkan perasaan. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Masih juga menurut Yos Rizal. intuisi dan imajinasi. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. yang irrasional. karena "kejawen" berwarna abu-abu. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru.

Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. namun dimasa kehidupan beliau. Karena itu. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga.(Sumber:Radar Bojonegoro). salah satunya dari paparan di atas. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. juga menekankan aspek perilaku. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. lelakon yang harus dilakukan manusia. 28 . Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". Oleh karena itu. puasa. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. Dalam ajaran Jawa. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Saat ini.tidaklah dianggap nabi. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. bukan hanya tekstual. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. "Yakni. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. Selain itu. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. "kejawen" tetaplah "kejawen". Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. masih menurut Soenarjo. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua.

Budha. Islam. Meskipun berupa percampuran.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. dan santri. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. istilah aliran kepercayaan. Dikalangan para peniliti. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. 29 . yaiyu Hindu. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. priyayi.yaitu tempat-tempat suci. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. khususnya masyarakat Jawa. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. dan Kristen. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. yaitu Islam abangan. lengkap dengan filosofi. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. Dengan membaca buku ini. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam.

justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. Islam tidaklah datang dari langit. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. kesenian. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. Pandangan di atas. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. Islam merupakan produk kebudayaan. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). yang harus dibiasakannya dengan belajar. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. sistem dan organisasi kemasyarakatan. BUDAYA INDONESIA. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. merupakan produk dari 30 . bahasa. Dengan demikian. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. sistem mata pencaharian hidup. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. sistem pengetahuan. sistem religi.BAB III SENI.

Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. fitrah manusia.kerancuan pemahaman tersebut. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”.

32 . Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Dr. agama adalah bagian dari kebudayaan. termasuk kebudayaan. sebuah peradaban. Agama adalah sesuatu yang final.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. Agama memerlukan sistem simbol. Dengan pemahaman di atas. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Islam justru membangun sebuah budaya. sedangkan di Islam. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Sementara Prof. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. relatif dan temporer. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. budaya didefinisikan oleh agama(vii). Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. universal. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. Oleh karena itu. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam.

yaitu. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. nilainya adalah agama. Misalnya. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Oleh karena itu. budaya lokal. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. dalam menyambut anak yang baru lahir. Kedua. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Agama. agama dapat mempengaruhi simbol agama. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. tetapi memiliki tujuan yang sama. Dan ketiga. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. karya.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. Baik agama maupun kebudayaan. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Karena seni tradisi.

Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. . akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. Dengan demikian. sebagai salah satunya. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. dan sebagainya. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. perkawinan. kematian. Sehingga. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. Pada konteks selanjutnya. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. Pertama. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. yakni Islam dipahami sebagai 34 . masyarakat harus memuliakan kelahiran. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. yang mulia. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. melainkan beraneka ragam. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’.

dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Kedua. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Dalam pengertian. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. otentifikasi. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Seperti diketahui. Dengan demikian. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Ketiga. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Karena itulah. Dengan demikian. Dalam konteks inilah. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Dengan demikian. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman.

Fazlur Rahman. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. Demikianlah. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. etika. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. Inilah yang dalam pandangan Mark R. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. Sistem-sistem doktrinal. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. begitu kata Mark R. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. sufi dan tarekat. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. ritual.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. deligitimasisasi. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. soteriologi. Woodward selanjutnya. sebagaimana kitab suci yang lainnya. biasanya 36 .

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. mengikuti premis Weber di atas. nyadran. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. [19] Dengan demikian. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. bukan pengamat. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). sekaten maupun tahlilan. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . Realitas ialah realitas untuk pelakunya. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). jika ingin ditampakkan. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan.

Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Timur Tengah. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. forum pengajian. Meskipun secara pelan. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. apalagi sampai menumpahkan darah. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. pagelaran seni dan sastra. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Benar. Ini terbukti. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tepatnya di daerah Glagahwangi. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya.

arsitektur Barat.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Pada mulanya. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Dengan 43 . Namun. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Sekali lagi. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. bukan oleh agama. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Islam dan ihsan. Islam. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. iman. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. demikian juga Hindu. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. hakikat dan makrifat. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf.

Namun. Jadi. Akhirnya.fakta ini. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . dengan caranya sendiri. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Pengaruh arsitektur India misalnya. Pada periode berikutnya. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Demikian juga NU. Saat itu terlihat dua arus besar. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Namun. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini.

Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. bahkan bisa disebut subkultur. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Sebaliknya. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah.

kebodohan dalam pendidikan dan politik. tampaknya. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. 46 .keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. Ketegangan pun terus terjadi. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Tetapi. Selalu ada dua faktor. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. Pengamatan sepintas. Kembali kepada khittah 26. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun.

Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Dengan demikian. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. Dalam ilmu sosial. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Padahal 47 . pluralis dan ramah. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Dari sinilah. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Karenanya.Dengan demikian. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab.

dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. tepatnya daerah Hijaz. Dengan demikian. tempat Islam akan ?disemaikan.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. sebagai kritik terhadap budaya lokal. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. Oleh karenanya. Oleh karena itu. sistem budaya. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. Islam di Persia maupun Islam di Arab.universalisme Islam. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. dalam bentuknya yang ada. problem. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. Kedua. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. kapasitas intelektual. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. kita harus menyadari bahwa Pertama. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. misalnya. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. yang gaib. Tetapi di saat yang sama. Hukum syari?at. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. Dalam konteks sosial tertentu. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu.

Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. ketika Islam telah dikembangkan. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Meskipun begitu. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. apa yang telah dirasa sebagai Islam. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. dipandang dari sudut historis. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. Di Indonesia. semakin luas lingkupnya. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. pada kenyataannya. tentu saja telah sangat bervariasi. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. Kadang-kadang. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. dan karena itu. dalam halhal tertentu. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. pada babak ini dalam sejarah. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 .

kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. Namun demikian. Dan ketiga. 50 . pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. kecenderungan legalistik. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Pertama. Penolakan total terhadap tradisi lokal. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. dialogis. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". formalistik. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. Kedua. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan.

membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. dengan tatanan Islam. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. dan ada kalanya dengan cara kasar. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. misalnya dalam bentuk money politics. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. dan sebagainya. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. Namun.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. menjelekjelekkan partai lain. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. dan sebagainya. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 .

para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. dan (d) mencegah massa. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. Hanya. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Namun. Sementara itu. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. Oleh karena itu. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. jujur dan adil. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. Adalah suatu keharusan. Dalam konteks ini. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. di tengah arus 52 . (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik.

umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. takaful. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. sudah berubah. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal.transisi politik sekarang ini. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. keadilan. Dengan tema-tema semaam itu. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. Seperti di kemukakan di atas. Tanpa kesadaran ini. Dalam konteks inilah. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Karena itulah. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. Bahkan. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). Berdasarkan fungsi ini. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak.

Disamping sebagai 54 . Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Islam mempunyai karakter dinamis. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. ilham atau wali misalnya. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya.substansi dari ajarannya. Yang patut diamati pula. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. keyakinan. Taruhlah. Pada saat yang sama. Istilah-istilah seperti wahyu. Oleh karenanya. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal.

Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Nilai seni. kuasa dan teori. Nilai teori. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. perasaan. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. 55 . agama. 5. alam adalah tantangan yang harus diatasi. yaitu : ekonomi.fasilitas. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. 3. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. 4. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Nilai ekonomi. solidaritas. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. maka manusia mengenal nilai seni. Berbeda dengan hewan. maka manusia mengenal nilai agama. 1. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. Nilai agama. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Nilai kuasa. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. 2. seni.

politisi yang pejuang. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. seniman. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. sehingga ada sosok orang yang materialis. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. menghargai orang lain. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat.6. ulama yang rasionil. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. persahabatan dan simpati sesama manusia. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Nilai solidaritas. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. pekerja sosial an sebagainya. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 .

Ambil contoh penciptaan citra 57 . serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. yaitu efisiensi waktu. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. yang notabene juga karya seni. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Ia tak bisa produktif menulis novel. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. di Amerika misalnya. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. Bahkan. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. Bahkan di masyarakat modern sekalipun.

h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. imperialisme kultural. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. 2006: 49). hedonisme. Seni. Amerika. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. Di sinilah uniknya. dsb. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. (Berger. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . sebuah copy lebih indah dari aslinya. modernitas. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi.

Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati.penciptaan jagat raya ini. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. sampai mereka memegang dan merabanya. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. Wawasan Al-Qur’an]. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6].” [M Quraish Shihab.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Beliau turun kembali. Karena itu. Suatu ketika dikisahkan.

pernah berkata. khalifah kedua. India. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. dan Seljuk. 60 . dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. tidak menentangnya. Karena itu. Di daerah-daerah tersebut. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Mesir. Spanyol. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. Bahkan. pada masa itu. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Moor. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. maka sunnah Nabi mendukung. dan Eropa. Bizantium.” Ucapan ini benar adanya. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. Asia Kecil. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. Mongolia. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya.

Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. Dengan begitu. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. Tentu saja. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. seorang Saudi kaya. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Titus Burckhardt. 61 . Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. Namun.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia.” Ia menambahkan. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Biar bagaimanapun. memiliki identitas dan esensi yang satu. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. mau menanamkan uang sebesar $9.

terutama sejak 11/9. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. Lebanon. misalnya. Pakistan. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. Di Eropa Barat. kebudayaan selalu menjadi alat politik. rencananya dibuka pada 2009. Turki. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. Dan. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. untuk menampung koleksi Islaminya.Namun gejolak politik di Israel. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. Gaza. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. Dengan kata lain. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . dan Bangladesh. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. Bahkan dewasa ini. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius.

ia menyerap berbagai pengaruh baru. Kemudian. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. kemudian. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. kendi kaca. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani." Tim Stanley. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. dan Ottoman.. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. khususnya dari Cina. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. peti gading. Dengan kata lain. dan metal. Namun demikian.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Jepang. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. hingga ke Asia. dengan ketiadaan pendeta. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. vas keramik. Dan di sini. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. Tetapi seni sekuler. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. Qajar. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. Selama pembangunan Galeri Jameel. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda.D. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 .

Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. buahbuahan. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. atau sekitar 11 kali 5 meter. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat." Berukuran 36 kali 16 kaki. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. Sebaliknya. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . juga berasal dari abad ke-16 M Persia. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. tergantung tidak jauh. Di masa lalu. dan hewan. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. demikian juga Yahudi. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. Sekarang. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “.

seperti Pater Jan Bakker. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. Ilmu Pengetahuan. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. pantun. arsitektur) . berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. way of life. Bahasa dan Kesustraan 3. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. musik. seperti sarana ( candi. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. adat istiadat. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. filsafat kebudayaan dan sejarah ).bangunan . kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. ilmu dll). seni pertunjukan ( tari.dan penuh penderitaan. Putra. Untuk memudahkan pembahasan. Kesenian 4. Kehidupan Spritual 2. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. makanan. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. pernikahan. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. kesenian . dan kelakuan. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. karena menurutnya. seperti kepercayaan. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. patung nenek moyang. perahu ). tata hukum. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Keyakinan ini disebut Iman. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. novel-novel. visual arts dan performing arts. peralatan ( pakaian. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. 65 . kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. Adapun menurut para ahli Antropologi. seperti upacara-upacara ( kelahiran. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. 149. Bahkan menurut Hegel. seni rupa ( melukis). tatanegara. syair. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. A. Aspek kehidupan Spritual. akhlak. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. kesenian. Heddy S. Sebaliknya sebagian ahli. yang mencakup . tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Sejarah 5. akal budi. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. alat-alat upacara). mencakup kebudayaan fisik. Juga mencakup sistem sosial.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. kesenian dan adat istiadat.

Sedangkan manusia. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. Dan kelompok ketiga. pembisik dari malaikat . Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Kelompok kedua. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. sebagaimana tersebut di atas. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. masih menurut ahli antropogi. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. penglihatan dan hati. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut.bukanlah diatur oleh ayat. dan pembisik dari syetan. . maka unsur malaikatlah yang menang. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. karena diciptkan dari api. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Di sini. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. maka unsur syetanlah yang menang. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. selain memberikan bekal. saling bertentangan dan tarik menarik. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. Di sinilah. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Berbagai tingkah laku keagamaan. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. Dari keterangan di atas. sebagai aplikasi dari unsur tanah. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. karena diciptakan dari unsur cahaya. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker.masing agama. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri.ayat dari kitab suci.Hal itu. Oleh karena itu.

maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. norma dan pedoman. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. Tetapi yang perlu dicatat. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. di dalam masyarakat Aceh. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. pasal 32. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Teori seperti ini. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. berasal dari agama. sebagaimana telah diterangkan di atas. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. berkemajuan. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. yang merupakan bagian dari budaya manusia. umpamanya. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri.karya manusia. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. budaya dan persatuan. dibolehkan memakai arsitektur Persia. 67 . Dengan demikian. keluarga wanita biasanya. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Pernyataan seperti itu tidak benar. Dari situ. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. Prinsip semacam ini. Sampai disini. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Dalam penjelasan UUD pasal 32. seperti . Menentukan bentuk bangunan Masjid. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat.

Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia.. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. sebuah upacara pembakaran mayat.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . juga memerlukan biaya yang besar. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. untuk memakamkan orang yan meninggal. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. maka sesuatu itu baik “ 68 . hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Jawa tengah. Dan karena tradisi. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Islam melarangnya. Sedang nash syareat. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash.Contoh yang paling jelas. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Bedanya. Di daerah Toraja. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. Dan juga. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu.malam lebaran. dan secara besar-besaran. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. Seperti. setelah terbukti ke-autentikannya. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. Kemudian kalau sudah tiba masanya. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. dan persatuan. maka nash jauh lebih kuat. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan.

1996). Sekarang dengan naik pesawat terbang.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. dan transportasi. 16/01/1995). dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. kita hanya perlu 12 jam saja. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. komunikasi. menjadi lebih berbahaya. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Lingkungan hidup seperti laut.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Berbagai sarana modern industri. Dengan ditemukannya mesin jahit. misalnya. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Elenna adik Luigi (Kompas. dengan sarana komunikasi canggih. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). seorang bayi Italia. 1997). Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). 2004). terbukti amat bermanfaat. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. Elizabetta. dunia hanya perlu waktu 1. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Pada tahun 1995. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. atmosfer udara. 1995). dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Subhanallah… Tapi di sisi lain. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Tapi pada 1969.

dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Ini 70 . menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. mesin. Pengetahuan termasuk. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Sebagai aktivitas manusia. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Akan tetapi. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Pertama. Di sinilah. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. kekerasan. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. konsep. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. dan perjudian. teori. hipotesis. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki.

pincang. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. Kedua. sedang yang bertentangan dengannya. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Standar syariah ini mengatur. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. ekonomi dan militernya. Kemajuan Iptek di Barat.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan.

materialisme-sekuler. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Minamata Jepang. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. 72 . ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Krisis ekologis. seperti yang terjadi di Buyat. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. perak dan tembaga. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. dan di India. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. dll. Rusia. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami.

(yaitu) 73 . pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Keindahan dan Kemuliaan. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. kelaparan. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin).Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Islam. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. mengamati. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. busung lapar. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan.

Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Wujud yang wajib. Maha Suci Engkau. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. prinsipprinsip dan hukum alam). Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Keduanya saling membutuhkan. Zabur. 74 . keduanya bila dibaca. maka peliharalah kami dari siksa neraka. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. pengenalan. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. Diakui atau tidak. melalui mata. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. dalam pandangan hidup. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. diamati dan direnungkan. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. Tuhan Yang Maha Kuasa. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. gaya hidup.” (QS. dipelajari. Injil dan Al Quran). saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. holistik dan integratif. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain.

Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. geologi. Fushshilat [41]: 11-12). 2005: 113). Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. 1996: 12). dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. bukan berarti bahwa ilmu astronomi.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Nuh [71]: 16). bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. dan seterusnya. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. agronomi. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. Berarti. manusia sekarang bukan 75 . Artinya. Ringkasnya. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. Jadi. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. dan seterusnya. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. ath-Thalaq [65]: 12). an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. maka konsep itu berarti harus ditolak. tapi yang dimaksud. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. harus didasarkan pada ayat tertentu. atau hadis tertentu.

yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. Implikasi lain dari prinsip ini. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Nabi Adam AS. al-Hujuraat [49]: 13). Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. as-Sajdah [32]: 7).” (Qs. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Iptek yang boleh dimanfaatkan. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir.keturunan manusia pertama. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. Antara lain firman Allah: 76 . “Hai manusia.” (Qs. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). 2001). bagaimana pun juga bentuknya. Jadi. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Adam AS adalah manusia pertama. dan bukan sumber iptek. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek.

Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. tidak berperikemanusiaan. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs.“Maka demi Tuhanmu. mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. maka perbuatan itu tertolak. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). Selama sesuatu itu bermanfaat. dan seterusnya. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan bertentangan dengan nilai agama. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya.” [HR. al-A’raaf [7]: 3). sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. bukan seksual). Dengan rentang waku yang cukup 77 . Muslim]. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. Karena itu. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. Kontras dengan ini. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). an-Nisaa` [4]: 65).

Sebut saja. Andalusia pada tahun 913 M. Di era ini. Tradisi keilmuan berkembang pesat. 78 .5:1. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Hasilnya.panjang. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. 5. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. 4. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Tapi jangan khawatir. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. sekitar 767 tahun. Hebatnya. Pada abad ke-8 dan 9 M. Algoritma (logaritma). Blue Mosque di Konstantinopel. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Masa kejayaan Islam. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Dr Muhammad Lutfi. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Saat itu. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi.

Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. ditambah tenaga ahli. bahkan lebih percaya tahyul. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan.Saat itu. Pada abad ke-14. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. jika ada orang gila. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Di sisi lain. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. Ketika Jerman kalah. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. kata Luthfi. Sebelum Islam datang. Saat itu di Barat. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. seorang Zionis Turki. 79 . Tanggal 3 Maret 1924.” jelas Luthfi. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Dalam bidang kedoteran. misalnya. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. kata Lutfi. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk.

”Ibaratnya paku. sangat sulit. jelasnya. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). fikih.Kini 82 tahun berlalu. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi.” kata dia. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. dan janganlah kalian bercerai berai.” Konsep khilafah Islamiyah.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI.” ujarnya. Sistem pemerintahan Iran ini. 700 tahun pertama Islam berjaya. menurut Luthfi. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. tauhid. Di Iran. hadis. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. Yang pertama adalah merapatkan barisan. Islam akan semakin menancap dengan kuat. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis.”ujarnya. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. akhlaq. ada dua jenis ilmu. kata Luthfi. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. ujar Ridwan. Dalam Islam. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Sementara itu. 80 . Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. ”Seperti janji Allah. umat Muslim tercerai berai. semakin ditekan.

Jadi. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). paradigma Islam. dan bukannya paradigma sekuler. Kedua. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. Wallahu a’lam 81 . matematika.syariah. Pertama. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). psikologi. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. al-A’raaf [7]: 96). maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. dan cabang-cabangnya. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. syariah Islam-lah. Jadi. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. dan cabang sains lainnya.” (Qs. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek.

2.BAB IV PENUTUP 4. Saran 82 .1. Kesimpulan 4.

1995. Januari 2005. ----------. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Menengok Kejayaan Islam. 1999. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. 7. Abdurrahman. Vol I. No. 1999. Nurchalis et. 83 . Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. Hasan. 9. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”.al. Jakarta: Media Da’wah. Bahreisj. hal. Nizham Al-Islam. Natsir. 1. Bustanudin. 1994. Al-Baghdadi. Hossein. Ahmed. M. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. An-Nabhani. 3. Farghal. Jurnal Al-Insan. 104-114. Bagil : Al-Izzah. Bangil : Al-Izzah. Arsyad. Agus. 4. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Surabaya : PT. Taqiyuddin.DAFTAR PUSTAKA h1. Bina Ilmu 8.al. 2001. Bakry. 2005. 1996. 2. 5. Shabir et. 1992. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Jakarta : Gema Insani Press. 6. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. 1996. Jakarta : Gema Insani Press. Bandung : Penerbit Mizan. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam.

Shoelhi (Ed. 1995. 12. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika.wikipedia. 11. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. 14. Myers. 1997.hypermart.10. Jakarta : Gema Insani Press. Syeichul. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Ramly. Yogyakarta : Tajidu Press. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Qaradhawi. Zallum. 18. Jujun S. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). http://id. A. Eugene A. Zahoor. el-Khoiry. 2004. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. A. 17. Yogyakarta : LKiS. Ilmu Dalam Perspektif Moral. ----------. 2003. 1992.org/wiki/Qiyas http://www. dan Politik. Hadipermono. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 13. Sosial. Jakarta : Bina Mitra Press. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Cetakan X. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. RA & M.). Jakarta : PT Gramedia 16. Menerapkan. 20.nursyifa. 2000. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. Andi Muawiyah.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Gunadi. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. dan Menyebarluaskannya. 19. Yusuf. Suriasumantri. 2003. Abdul Qadim. Charis. 2001. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. Surabaya : Wali Demak Press. Winarno.2003.1986. Alih bahasa M. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru.M. 15. Zubair.htm 84 . Budi. 1997. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Jakarta : Penerbit Republika.

85 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->