SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

5.2. 1.2. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.4. Mengetahui pandangan islam terhadap animism. 1.2.1. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.2.2. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. dinamisme.1. 1. 1. 1. DAFTAR PUSTAKA 5 .4. BAB II Animisme. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. 1.3.3. budaya dan kejawen Indonesia.3.5. dan perkembangan iptek 1. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. Dinamisme. Metode Penulisan 1.1.2. media cetak. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang.2. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1.1. 1.4. Rumusan Masalah.4.3.2. Tujuan Penulisan. budaya Indonesia. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.2.

Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. Allah berfirman. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. nilainya sama saja. memanggil roh orang telah mati memang mungkin.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. 6 . Benda adalah tetap benda. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. Islam tidak membenarkannya. DINAMISME. apakah benda itu berwujud sebutir batu. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi.BAB II ANIMISME. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya .

yaitu : 1. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. hidup di gunung. roh-roh pendusta. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya.1. kotak. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. 2. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. Karena fetish itu berkarya. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. gigi binatang dan sebagainya. orang-perorangan. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. Bila orang meninggal. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. roh-roh pembohong saja. di pohon kayu. di batu besar fetish dan sebagainya. 2. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. ataupun kelompok.

dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. Hidup adalah keutuhan. binatang. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. 2. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. 2. untuk makanan. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. 8 . namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad.menghidupkan hati manusia. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. tumbuhtumbuhan. 6 : 60). Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. 39 : 42). yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Allah menciptakan dunia.2.

yang tingkat kebudayaannya 9 . Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. 3 : 169 .170). kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. demikian Honig mengartikannya. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. 53 : 24 . pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. Dr.3. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. 2. yaitu. serta keharusan menyerah kepada-Nya.3. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. Jadi kalau demikian artinya. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif.

Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. binatang dan manusia.masih rendah sekali. 13 : 13). Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). T. 10 . Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. 30 : 24). Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. berupa langit dan bumi. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi.G. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. batubatu. Dinamisme disebut juga preanismisme.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). tumbuh-tumbuhan. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. misalnya dalam api. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. 2. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat.S. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. pada beberapa hewan dan juga manusia. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. karena takut kepada-Nya.

Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. yang di Jawa disebut Japamantra. agam daerah atau agama etnis-premitif). maka dia menjadi lain sama sekali. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. Do’a menjadi rumus yang sakti. dinamisme itu bukan agama. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. kurban. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. lepas dari ikatan ketuhanan. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. Kembali kepada dinamisme. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Do’a menjadi mantera. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. dalam dinamisme diubah bentuknya. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. Maka. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib.

Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. wirid tertentu. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. ritual. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. minum. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. pantangan. tapi juga bukan banci. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. nglowong. Anda perlu mengisi energi. atau olah rohani. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Tirakat. Khodam disebut juga Qorin. mantra. Penabungan Energi. Khodam. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. ngebleng dan lain-lain.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang.

Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Perlu diterangkan. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Oleh kerena itu. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. 13 . Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. bahkan menganggap wali atau orang suci. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari.biasa.

Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Di Indonesia. Sahadad Pamungkas dll. Hizib Kekuatan Batin. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. 2. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. khususnya orang jawa. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. 1. misalnya puasa.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami.

melihat jarak jauh. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . 3. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. maka kuasailah ilmu trawangan. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. 5. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. minyak panas dan air keras. tembus pandang dan lain-lain. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. 4. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. meskipun sama-sama berbadan ghaib. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.

yaitu dengan cara pengisian. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. ilmu kuat seks. Yaitu: 1. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan).sesungguhnya. pantangan. Warisan Keturunan. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. 2. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. Ilmu-ilmu pengobatan. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Pengisian. menderita saat 16 . Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. susah dapat rezeki. bisa sakit jiwa (gila). 3. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. 6. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Menjalankan Tirakat. mantra. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Karena tindakannya itu. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Jadi bukan karena Ilmunya. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Ronggolawe. Sayangnya. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Adipati Tuban. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Ayahnya 17 . bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa.akan mati dll. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Namun sebagai Muslim. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya.

Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 .sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Dari hasil rampokannya itu.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Karena itu. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Sebagai Perampok. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. karena alasan ajaran agama.

Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. 19 . maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”.Secara sintaksis. dalam pendapat saya. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Kemudian secara logika. Padahal. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. Logikanya. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. puasa. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). silakan anda pikirkan masak-masak. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Karena itu. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati.

Kesultanan Demak. ia adalahseorang Qadli. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. bukan praktisi Kejawenisme. dan masih banyak istilah lainnya. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. bila saat itu beliau masih hidup. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. ‘Joko Said’. Bila riwayat ini benar. Kesultanan Cirebon. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. namanya tak lagi disebut-sebut. Dari sini sajasudah jelas. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Kesultanan Banten. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). 20 . Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Suro (dari Syura’). Logikanya ialah. Sunan Giri. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Mulud (dari Maulid). Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak.

Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Perkiraan saya. Buktinya sangat banyak sekali. bahwa beliau bisa terbang. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.dekat Demak. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Beberapa kisah aneh itu antara lain. beliau menerimanya. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri.

serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. Simaaruddunyaa. Dalam hal ini. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. baju takwa. Petruk. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. dan lainnya. 5. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. 1. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Maksudnya. Kurawa. dll. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Misalnya. Seni ukir. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Ramayana. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. 4. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Maksudnya. wayang. perayaan sekatenan. 3. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. gamelan. Bagong. Secara filosofis.didekati secara bertahap. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. Dalam hal ini. grebeg maulud. misalnya Layang Kalimasada. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Maksudnya. ini sama dengan 22 . Nalaa Qaarin.

Kemudian Marcopolo menyebutkan. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. melalui berbagai pertunjukan seni.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. pengembara muslim. Harian Duta Masyarakat mengungkap. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. Sebagai islam adalah agama yang moderat. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). ciri. Begitu juga dalam mengajarkan agama. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. bukan ahli Kejawen. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. peraturan pemerintah dan lain-lain. Begitu pula Ibnu Bathuthah.

dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan..15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. dan sebagainya. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Pertama-pertama. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. mereka diajak membaca syahadat. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Walisongo berdakwah dengan cara damai. Walisongo belajar bahasa lokal. tapi diisi 24 . Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). Afrika. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. dalam Ensiklopedi Islam. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. diajari wudhu’. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Lalu berusaha menarik simpati mereka. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Misalnya. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. gamelan. selama tak ada larangan dalam nash syariat. Setelah penduduk tertarik. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. memperhatikan kebudayaan dan adat. Misalnya. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. 28-30 Maret 2007). shalat.

Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Selain itu. doa. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa.pembacaan tahlil. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. dan sedekah. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. mirip kata sanggar. untuk mendidik calon-calon dai. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Sebelum Islam datang ke Aceh.

Penolakan B. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. mengungkap Islam masa lampau. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. tetapi lebih rumit lagi. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan.ummatnya. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi.13 masehi. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. yang telah surut pemikirannya. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam.J. atau mungkin sebelumnya. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru.

bukan kelas mujtahid. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. karena "kejawen" berwarna abu-abu. bukan kualitas. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). Maka wajar hingga abad ini.com tentunya dari internet. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. berbeda dengan Ahmadiah. Pada kenyataannya. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. berdasarkan perasaan. dan lebih melekat dengan budaya Islam. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. intuisi dan imajinasi. namun khsusunya bagi orang jawa. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. khususnya bagi orang jawa. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI.kelas dua. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. Masih juga menurut Yos Rizal. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. yang irrasional.

Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. bukan hanya tekstual. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. lelakon yang harus dilakukan manusia.tidaklah dianggap nabi. juga menekankan aspek perilaku. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. puasa. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir.(Sumber:Radar Bojonegoro). Oleh karena itu.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. Saat ini. namun dimasa kehidupan beliau. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. masih menurut Soenarjo. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. salah satunya dari paparan di atas. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. Selain itu. "kejawen" tetaplah "kejawen". Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. Dalam ajaran Jawa. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. Karena itu. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. 28 . ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. "Yakni.

sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Dengan membaca buku ini. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. yaiyu Hindu. dan Kristen. dan santri. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. Budha. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. khususnya masyarakat Jawa. Meskipun berupa percampuran. priyayi. Dikalangan para peniliti. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. yaitu Islam abangan.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. 29 . namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. lengkap dengan filosofi. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. istilah aliran kepercayaan. Islam. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.yaitu tempat-tempat suci.

BAB III SENI. Islam tidaklah datang dari langit. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. sistem religi. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. sistem mata pencaharian hidup. sistem pengetahuan. Islam merupakan produk kebudayaan. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . merupakan produk dari 30 . Pandangan di atas. Dengan demikian. BUDAYA INDONESIA. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. sistem dan organisasi kemasyarakatan. yang harus dibiasakannya dengan belajar. bahasa. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. kesenian. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas.

Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Hal itulah yang universal dalam diri manusia. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. fitrah manusia. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v).kerancuan pemahaman tersebut. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya.

Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. Oleh karena itu. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. 32 . Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. Dengan pemahaman di atas. agama adalah bagian dari kebudayaan. universal. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. sedangkan di Islam. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). sebuah peradaban. Islam justru membangun sebuah budaya. Agama memerlukan sistem simbol. Sementara Prof. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Agama adalah sesuatu yang final. Dr. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. Tetapi keduanya perlu dibedakan. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. relatif dan temporer. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. budaya didefinisikan oleh agama(vii). Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. termasuk kebudayaan.

Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. karya. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Karena seni tradisi. Misalnya. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. yaitu. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. nilainya adalah agama. Kedua. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. Oleh karena itu. Dan ketiga. budaya lokal. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. tetapi memiliki tujuan yang sama. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. dalam menyambut anak yang baru lahir. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Baik agama maupun kebudayaan. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. Agama. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . agama dapat mempengaruhi simbol agama. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan.

sebagai salah satunya. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. dan sebagainya. Sehingga. Dengan demikian. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. perkawinan. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. Pertama. masyarakat harus memuliakan kelahiran. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. Pada konteks selanjutnya.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. yakni Islam dipahami sebagai 34 . . kematian. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. melainkan beraneka ragam. yang mulia. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’.

Ketiga. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Karena itulah. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Kedua. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Dalam konteks inilah. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. Dengan demikian. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Dalam pengertian. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. Dengan demikian. otentifikasi. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam).ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Seperti diketahui. Dengan demikian. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7].

karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. begitu kata Mark R. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. sufi dan tarekat. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. Woodward selanjutnya. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. Demikianlah. biasanya 36 . Sistem-sistem doktrinal. sebagaimana kitab suci yang lainnya. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. soteriologi.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. etika.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. Inilah yang dalam pandangan Mark R. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. Fazlur Rahman. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. deligitimasisasi. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. ritual. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. jika ingin ditampakkan. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . Dalam tradisi tahlilan misalnya. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. bukan pengamat. nyadran. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. sekaten maupun tahlilan. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). mengikuti premis Weber di atas. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. [19] Dengan demikian. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya.

tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. Ini terbukti. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. Timur Tengah. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . apalagi sampai menumpahkan darah. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. Meskipun secara pelan. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. tepatnya di daerah Glagahwangi. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. forum pengajian. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. pagelaran seni dan sastra. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. Benar.

di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. demikian juga Hindu. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. hakikat dan makrifat. Islam dan ihsan. Namun. Sekali lagi. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Islam. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Pada mulanya.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. bukan oleh agama. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. iman. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. arsitektur Barat. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Dengan 43 .

membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Jadi. Akhirnya. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. Pengaruh arsitektur India misalnya. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Pada periode berikutnya. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Namun. Saat itu terlihat dua arus besar. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Namun. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. Demikian juga NU. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih.fakta ini. dengan caranya sendiri. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis.

Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Sebaliknya. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. bahkan bisa disebut subkultur. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 .

keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. 46 . Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. Ketegangan pun terus terjadi. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. Pengamatan sepintas. Selalu ada dua faktor. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. Tetapi. Kembali kepada khittah 26. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. tampaknya. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. kebodohan dalam pendidikan dan politik. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa.

Dengan demikian. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Karenanya. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Dalam ilmu sosial. Dengan demikian. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. pluralis dan ramah. Padahal 47 . proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Dari sinilah. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam.

Oleh karenanya. misalnya. Dengan demikian.universalisme Islam. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. kita harus menyadari bahwa Pertama. Tetapi di saat yang sama. Kedua. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. tempat Islam akan ?disemaikan. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. tepatnya daerah Hijaz. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. yang gaib. Islam di Persia maupun Islam di Arab. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. sebagai kritik terhadap budaya lokal. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. Dalam konteks sosial tertentu. problem. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. dalam bentuknya yang ada. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. kapasitas intelektual. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. Oleh karena itu.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. Hukum syari?at. sistem budaya. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya.

Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. apa yang telah dirasa sebagai Islam. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. semakin luas lingkupnya. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. pada babak ini dalam sejarah. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. dalam halhal tertentu.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. dipandang dari sudut historis. ketika Islam telah dikembangkan. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. pada kenyataannya. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. tentu saja telah sangat bervariasi. Meskipun begitu. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. Di Indonesia. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. Kadang-kadang. dan karena itu. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok.

Dan ketiga. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Kedua. Namun demikian. formalistik. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. Penolakan total terhadap tradisi lokal. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. Pertama. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". kecenderungan legalistik. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. dialogis. 50 . sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial.

yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". Namun. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. misalnya dalam bentuk money politics. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. dan sebagainya. dan ada kalanya dengan cara kasar. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. menjelekjelekkan partai lain. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. dan sebagainya. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. dengan tatanan Islam. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu.

para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. Sementara itu. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). Adalah suatu keharusan. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. dan (d) mencegah massa. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. di tengah arus 52 . Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Hanya. jujur dan adil. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). Dalam konteks ini. Oleh karena itu. Namun. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran).

Dengan tema-tema semaam itu. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. Tanpa kesadaran ini. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. takaful. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. Berdasarkan fungsi ini. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). Dalam konteks inilah. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. keadilan. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. Seperti di kemukakan di atas. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. sudah berubah. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Karena itulah. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas.transisi politik sekarang ini. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. Bahkan. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces).

dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. keyakinan. Disamping sebagai 54 . Taruhlah. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Istilah-istilah seperti wahyu. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. Islam mempunyai karakter dinamis. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Pada saat yang sama. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. ilham atau wali misalnya. Yang patut diamati pula. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan.substansi dari ajarannya. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. Oleh karenanya. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri.

Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. agama.fasilitas. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. 5. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. 1. solidaritas. kuasa dan teori. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. perasaan. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. yaitu : ekonomi. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. Nilai teori. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. maka manusia mengenal nilai seni. Nilai agama. 4. 55 . Nilai ekonomi. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Berbeda dengan hewan. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. seni. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . Nilai seni. 2. 3. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. maka manusia mengenal nilai agama. Nilai kuasa. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib.

dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta.6. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. seniman. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. politisi yang pejuang. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . Nilai solidaritas. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). pekerja sosial an sebagainya. persahabatan dan simpati sesama manusia. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. ulama yang rasionil. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. sehingga ada sosok orang yang materialis. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. menghargai orang lain. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru.

Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. yaitu efisiensi waktu. Ambil contoh penciptaan citra 57 . serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. Ia tak bisa produktif menulis novel. Bahkan. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. yang notabene juga karya seni.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. di Amerika misalnya. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi.

dsb. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. Amerika. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. sebuah copy lebih indah dari aslinya. modernitas. Di sinilah uniknya. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. Seni. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. 2006: 49). imperialisme kultural. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. (Berger. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. hedonisme. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan.

” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. Karena itu. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. sampai mereka memegang dan merabanya. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya.penciptaan jagat raya ini.” [M Quraish Shihab. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Suatu ketika dikisahkan. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. Wawasan Al-Qur’an]. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Beliau turun kembali.

mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. Moor. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. dan Seljuk. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. tidak menentangnya.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Mongolia. Karena itu. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. maka sunnah Nabi mendukung. Bizantium. khalifah kedua. Mesir. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. 60 .” Ucapan ini benar adanya. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. dan Eropa. Spanyol. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. Bahkan. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. Asia Kecil. pada masa itu. Di daerah-daerah tersebut. India. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. pernah berkata.

Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru.” Ia menambahkan. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. Namun. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Titus Burckhardt. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. Biar bagaimanapun. Dengan begitu. seorang Saudi kaya. memiliki identitas dan esensi yang satu. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. Tentu saja. mau menanamkan uang sebesar $9. 61 .

dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . Pakistan. misalnya. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. Dan. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. rencananya dibuka pada 2009. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. Bahkan dewasa ini. Dengan kata lain. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. kebudayaan selalu menjadi alat politik. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Lebanon. Turki. terutama sejak 11/9. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. Di Eropa Barat. Gaza. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri.Namun gejolak politik di Israel. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. untuk menampung koleksi Islaminya. dan Bangladesh. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim.

Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. vas keramik. Namun demikian. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. Kemudian. Jepang. hingga ke Asia.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Tetapi seni sekuler. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. Dengan kata lain. dan Ottoman. Selama pembangunan Galeri Jameel. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". Dan walaupun kaligrafi tetap penting. dengan ketiadaan pendeta. dan metal. peti gading. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 .kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. Dan di sini. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. khususnya dari Cina. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak.D. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10." Tim Stanley. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. ia menyerap berbagai pengaruh baru. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. kendi kaca.. kemudian. Qajar.

rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Sebaliknya. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. Sekarang. dan hewan. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. buahbuahan. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo." Berukuran 36 kali 16 kaki. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. atau sekitar 11 kali 5 meter. tergantung tidak jauh. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. Di masa lalu. demikian juga Yahudi. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir.

syair. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. Kesenian 4. Bahasa dan Kesustraan 3. Sebaliknya sebagian ahli. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. Adapun menurut para ahli Antropologi. A. seperti Pater Jan Bakker. Juga mencakup sistem sosial. seperti sarana ( candi. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. dan kelakuan. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. karena menurutnya. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. perahu ). Untuk memudahkan pembahasan. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. mencakup kebudayaan fisik. Putra. Heddy S. seni rupa ( melukis). Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini.dan penuh penderitaan. 65 . peralatan ( pakaian. akal budi. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. tata hukum. Sejarah 5. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. yang mencakup . Aspek kehidupan Spritual. way of life. tatanegara. Bahkan menurut Hegel. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. seperti upacara-upacara ( kelahiran. kesenian . Keyakinan ini disebut Iman. seperti kepercayaan. Ilmu Pengetahuan. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran.bangunan . 149. makanan. visual arts dan performing arts. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. alat-alat upacara). dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. pantun. akhlak. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. Kehidupan Spritual 2. ilmu dll). novel-novel. arsitektur) . keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. filsafat kebudayaan dan sejarah ). Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. patung nenek moyang.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. adat istiadat. kesenian. seni pertunjukan ( tari. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. pernikahan. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. kesenian dan adat istiadat. musik.

. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Dan kelompok ketiga. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. penglihatan dan hati. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. Sedangkan manusia. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri.bukanlah diatur oleh ayat. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. saling bertentangan dan tarik menarik. Dari keterangan di atas. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. selain memberikan bekal. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . maka unsur syetanlah yang menang. maka unsur malaikatlah yang menang. dan pembisik dari syetan. Di sini. karena diciptakan dari unsur cahaya. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Pendapat ini diwakili oleh Hegel. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia.masing agama. masih menurut ahli antropogi. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . Kelompok kedua. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. sebagaimana tersebut di atas. karena diciptkan dari api. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. pembisik dari malaikat .ayat dari kitab suci. sebagai aplikasi dari unsur tanah. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja.Hal itu. Di sinilah. Oleh karena itu. Berbagai tingkah laku keagamaan. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya.

Prinsip semacam ini. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. Teori seperti ini. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. 67 . Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. budaya dan persatuan. Dalam penjelasan UUD pasal 32. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. berasal dari agama. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. Menentukan bentuk bangunan Masjid. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. keluarga wanita biasanya. sebagaimana telah diterangkan di atas. seperti . maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. norma dan pedoman. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. Tetapi yang perlu dicatat. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Dari situ. di dalam masyarakat Aceh. umpamanya. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. pasal 32. yang merupakan bagian dari budaya manusia. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Dengan demikian. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. Pernyataan seperti itu tidak benar. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Sampai disini. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. dibolehkan memakai arsitektur Persia.karya manusia. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. berkemajuan. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang.

setelah terbukti ke-autentikannya. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “.Contoh yang paling jelas. maka sesuatu itu baik “ 68 . Dan juga. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. juga memerlukan biaya yang besar. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. maka nash jauh lebih kuat. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam.malam lebaran. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. sebuah upacara pembakaran mayat. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Seperti. Islam melarangnya.. dan persatuan. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. Sedang nash syareat. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Bedanya. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. untuk memakamkan orang yan meninggal.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. dan secara besar-besaran. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. Dan karena tradisi. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . thowaf di Ka’bah dengan telanjang. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. Di daerah Toraja. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. Kemudian kalau sudah tiba masanya. Jawa tengah. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah.

PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. Dengan ditemukannya mesin jahit. komunikasi. 2004). Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Subhanallah… Tapi di sisi lain. Pada tahun 1995. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. 1997). lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. 16/01/1995). terbukti amat bermanfaat. 1996). Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). kita hanya perlu 12 jam saja. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. atmosfer udara. Tapi pada 1969. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. Lingkungan hidup seperti laut. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Elenna adik Luigi (Kompas. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. seorang bayi Italia. dan transportasi. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. 1995). Berbagai sarana modern industri.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Sekarang dengan naik pesawat terbang. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. dunia hanya perlu waktu 1. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. menjadi lebih berbahaya. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Elizabetta. misalnya. dengan sarana komunikasi canggih. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning).

Sebagai aktivitas manusia. mesin. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Ini 70 . Pengetahuan termasuk. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. teori. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. kekerasan. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. hipotesis. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Akan tetapi. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Di sinilah. konsep. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Pertama. dan perjudian. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua).

Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. pincang. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. sedang yang bertentangan dengannya. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. ekonomi dan militernya. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. Kedua. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. Standar syariah ini mengatur. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. Kemajuan Iptek di Barat. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang.

maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. dan di India. Krisis ekologis. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. dll. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Minamata Jepang. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. perak dan tembaga. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Rusia. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju.materialisme-sekuler. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). seperti yang terjadi di Buyat. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. 72 . gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas.

Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Keindahan dan Kemuliaan. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. busung lapar. mengamati. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. (yaitu) 73 . ekonomi dan moral bangsa dan umat. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. kelaparan. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). Islam. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia.

termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. melalui mata. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram.” (QS. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. gaya hidup. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). 74 . Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. pengenalan. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. prinsipprinsip dan hukum alam). holistik dan integratif.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). Wujud yang wajib. diamati dan direnungkan. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Keduanya saling membutuhkan. keduanya bila dibaca. Injil dan Al Quran). Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Maha Suci Engkau. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Diakui atau tidak. dipelajari. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. dalam pandangan hidup. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Zabur. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Tuhan Yang Maha Kuasa. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam.

Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. Berarti. Jadi. ath-Thalaq [65]: 12). dan seterusnya. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. agronomi. 1996: 12). harus didasarkan pada ayat tertentu. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. dan seterusnya. Fushshilat [41]: 11-12). Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. 2005: 113). geologi. Artinya.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. Nuh [71]: 16). dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. Ringkasnya. atau hadis tertentu. manusia sekarang bukan 75 . maka konsep itu berarti harus ditolak. tapi yang dimaksud. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu.

iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. 2001). adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. Antara lain firman Allah: 76 . dan bukan sumber iptek. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. bagaimana pun juga bentuknya. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. Implikasi lain dari prinsip ini. Jadi. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Adam AS adalah manusia pertama. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. Nabi Adam AS. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen.” (Qs. as-Sajdah [32]: 7).” (Qs. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. Iptek yang boleh dimanfaatkan. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara).keturunan manusia pertama. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. “Hai manusia. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. al-Hujuraat [49]: 13).

mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. bukan seksual). mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. dan seterusnya. Karena itu. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. maka perbuatan itu tertolak. Selama sesuatu itu bermanfaat. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia.” [HR. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. Dengan rentang waku yang cukup 77 . tidak berperikemanusiaan. an-Nisaa` [4]: 65). Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya.“Maka demi Tuhanmu. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). al-A’raaf [7]: 3). Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Kontras dengan ini. dan bertentangan dengan nilai agama. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Muslim]. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs.

Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. 4. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. 78 . Hasilnya.5:1. sekitar 767 tahun. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Andalusia pada tahun 913 M. Di era ini. Sebut saja. Blue Mosque di Konstantinopel. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. 5. Algoritma (logaritma). Pada abad ke-8 dan 9 M. Saat itu. Dr Muhammad Lutfi. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Tradisi keilmuan berkembang pesat.panjang. Hebatnya. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Masa kejayaan Islam. Tapi jangan khawatir. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.

”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Ketika Jerman kalah. 79 . khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. kata Lutfi. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. seorang Zionis Turki. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Tanggal 3 Maret 1924. misalnya. Saat itu di Barat. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. jika ada orang gila. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis.Saat itu. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Sebelum Islam datang. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Dalam bidang kedoteran. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu.” jelas Luthfi. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Di sisi lain. bahkan lebih percaya tahyul. Pada abad ke-14. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. kata Luthfi. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. ditambah tenaga ahli. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern.

Islam akan semakin menancap dengan kuat. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam.” Konsep khilafah Islamiyah. jelasnya.Kini 82 tahun berlalu.” ujarnya. ujar Ridwan. dan janganlah kalian bercerai berai. ”Ibaratnya paku. Yang pertama adalah merapatkan barisan. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. 700 tahun pertama Islam berjaya. Sistem pemerintahan Iran ini. akhlaq. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. ada dua jenis ilmu. sangat sulit. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. umat Muslim tercerai berai. hadis. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Sementara itu. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. 80 . fikih. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. menurut Luthfi.” kata dia. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. kata Luthfi. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). Di Iran. semakin ditekan. Dalam Islam.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden.”ujarnya. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. tauhid. ”Seperti janji Allah.

menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. dan bukannya paradigma sekuler. dan cabang sains lainnya. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik.” (Qs. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. Kedua. Wallahu a’lam 81 . syariah Islam-lah.syariah. matematika. paradigma Islam. Jadi. Pertama. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. Jadi. dan cabang-cabangnya. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. psikologi. al-A’raaf [7]: 96).

Kesimpulan 4.BAB IV PENUTUP 4.1.2. Saran 82 .

“Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. 7. Bandung : Penerbit Mizan. Bustanudin. Hasan. Bagil : Al-Izzah. 1999. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. 1996. Vol I. Bangil : Al-Izzah. 83 . Abdurrahman. Taqiyuddin. Nizham Al-Islam. Bahreisj. 2005. Arsyad.DAFTAR PUSTAKA h1. Hossein. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. ----------. Jakarta : Gema Insani Press. 1994. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. Shabir et. Jakarta: Media Da’wah. Bina Ilmu 8. Surabaya : PT. Nurchalis et.al. 9. hal. No. 6.al. 1992. Al-Baghdadi. An-Nabhani. Natsir. Menengok Kejayaan Islam. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. 5. 3. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. M. Jakarta : Gema Insani Press. 1. 1996. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. Bakry. 4. 1999. Jurnal Al-Insan. 2001. Farghal. 1995. 2. Ahmed. Islam dan Ilmu Pengetahuan. 104-114. Agus. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Januari 2005.

Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. Sosial. Hadipermono. Zubair. 14. 1992. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Cetakan X. 15. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. 17. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Myers. dan Menyebarluaskannya. 2000. Charis.2003. el-Khoiry. 11. http://id. 1997. Qaradhawi. 20. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. Andi Muawiyah. Yogyakarta : LKiS. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. 2003. Yusuf. RA & M.wikipedia. Winarno. Ilmu Dalam Perspektif Moral. Menerapkan. 2004. Zahoor. Eugene A. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. 12. 19. Alih bahasa M. 1997. Syeichul. Suriasumantri. dan Politik.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits.).htm 84 . Yogyakarta : Tajidu Press. A. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam).hypermart. Abdul Qadim. Jakarta : Penerbit Republika. Jakarta : Gema Insani Press. 1995.M. 18. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Ramly. Budi. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. ----------. Jujun S. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. 2001. Jakarta : PT Gramedia 16.10. Jakarta : Bina Mitra Press. Surabaya : Wali Demak Press. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.1986. Shoelhi (Ed.org/wiki/Qiyas http://www. Zallum. 2003. A. 13. Gunadi.nursyifa.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful