P. 1
Rpp Bahasa Sunda Kelas Ix Semester 1

Rpp Bahasa Sunda Kelas Ix Semester 1

|Views: 8,328|Likes:
Published by Rusyana Anay

More info:

Published by: Rusyana Anay on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-1) A. STANDAR KOMPETENSI 1. Mampu menyimak untuk memahami dan menanggapi wacana lisan yang berupa teks pidato/khotbah, lirik lagu, jenis tembang, dan pembacaan cerita pendek. B. KOMPETENSI DASAR 1.1. Menyimak pidato (biantara/ khotbah/ khutbah) C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membacakan dan menyimak khutbah dengan baik • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam bacaan khutbah dan dapat mengetahui artinya. • Mencari kata-kata yang termasuk kata surupan dari bahasa arab yang terdapat dalam bacaan khutbah dan mencari artinya. • Siswa dapat menulis intisari khutbah D. MATERI PEMBELAJARAN • Ngaregepkeun Hutbah • Kecap Serepan Tina Bahasa Arab • Hutbah Bacaeun E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan Wakt u 1 Kegiatan Awal: 10 Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa mnt Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu parantos ngupingkeun hutbah jum’ah?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. 2 Kegiatan Inti: 65 mnt • Guru menyuruh beberapa siswa untuk membacakan teks hutbah yang sudah tersedia, dan siswa yang lain mendengarkannya. • Guru memperhatikan para siswa, dan menegur siswa jika ada yang keliru saat pembacaan hutbah dan jika ada siswa yang tidak mendengarkan temannya membaca hutbah. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk mendiskusikan tentang: - Pertanyaan seputar bacaan hutbah. - Kecap-kecap yang sulit dimengerti yang ada dalam bacaan hutbah. - Kecap-kecap yang merupakan kecap serapan dari bahasa

Arab. • Guru menyuruh siswasecara acak untuk membacakan hasil diskusi • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk menuliskan kembali intisari dari hutbah yang sudah tersedia. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. 3 Kegiatan Penutup: 5 mnt • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa • Guru menginformasikan judul/sub judul materi pembelajaran yang akan datang. G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Ruangan Kelas • Papan Tulis H. PENILAIAN Jenis Bentuk Indikator Soal Penilaia Penilaia Butir Soal n n Siswa dapat Tertulis Kuis 1. Naon jejer hutbah di luhur? menyimak khutbah 2. Jenengan Allah anu sarae dengan baik disebutna naon? 3. Naon hartina Qur’an ukur jadi kaheureuyan? 4. Akibat tina naon ayana ajab saperti ombak nu ngagalura? 5. Naon ari kufur ni’mat? Siswa dapat mencari Tertulis Uraian 6. Teangan 5 (lima) kecap tina kata-kata yang sulit bacaan hutbah anu kaitung yang terdapat dalam hese, terus diskusikeun bacaan khutbah dan naon hartina jeung dapat mengetahui babaturan sabangku ! artinya Siswa dapat encari Tertulis Uraian 7. Teangan 5 (lima) kecap tina kata-kata yang bacaan hutbah anu kaasup termasuk kata serepan tina bahasa arab, surupan dari bahasa terus diskusikeun naon arab yang terdapat hartina jeung babaturan dalam bacaan sabangku ! khutbah dan mencari artinya Siswa dapat menulis Tertulis Uraian 8. Baca hutbah anu aya dina intisari khutbah buku ! Tuluy tulis deui, naon intisari hutbah na? Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-2) A. STANDAR KOMPETENSI 2. Mampu berbicara untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan dalam bentuk mengemukakan kritik, berpidato, menceritakan isi novel, berdiskusi, bermain peran, dan dramatisasi/musikalisasi puisi B. KOMPETENSI DASAR 2.1. Mengkritik berbagai karya seni C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membacakan teks drama yang berisi ungkapan pikiran, perasaan, keinginan dalam bentuk mengemukakan kritik. • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit dan kata-kata yang berhubungan dengan istilah keilmuan yang terdapat dalam teks drama dan mencari artinya. • Siswa dapat menjelaskan pengertian dan tatacara mengkritik • Siswa dapat mencari karya sastra yang berupa sajak atau cerpen kemudian dapat memberi kritikan. D. MATERI PEMBELAJARAN • Ngritik • Pedaran ngeunaan Ngritik E. METODE PEMBELAJARAN • Diskusi • Demonstrasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu terang naon ari kritikan teh?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh beberapa siswa untuk membacakan teks dialog para siswa tentang “nulis sajak” • Guru memperhatikan para siswa, dan menegur siswa jika ada yang keliru saat pembacaan teks dialog dan jika ada siswa yang tidak mendengarkan temannya membaca teks dialog. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman Wakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

sebangku untuk mendiskusikan tentang: - Pertanyaan seputar bacaan teks dialog. - Kecap-kecap yang sulit dimengerti yang ada dalam bacaan/teks dialog. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. • Guru menjelaskan pengertian dan tatacara mengkritik, dan para siswa menyimak penjelasan dengan baik dan disuruh mencatat bagian yang penting. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan tugas secara individu untuk mencari karya sastra yang berupa sajak atau cerpen kemudian beri kritikan.

10 mnt

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Ruangan Kelas • Papan Tulis H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membacakan teks drama yang berisi ungkapan pikiran, perasaan, keinginan dalam bentuk mengemukakan kritik Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Kuis Butir Soal
1. Di mana barudak the

Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit dan kata-kata yang berhubungan dengan istilah keilmuan yang terdapat dalam teks drama dan mencari artinya Siswa dapat mencari karya sastra yang berupa sajak atau cerpen kemudian dapat memberi kritikan.

Tertulis

Uraian

ngariungna? 2. Naha barudak bisa migawe eta tugas? 3. Naon kritikan kana sajak Suci? 4. Saha wae anu ngritik kana sajak Suci? Kumaha cenah 5. Naon kritikan kana sajak Asep? 6. Teangan 5 (lima) kecap tina bacaan anu kaitung hese, terus diskusikeun naon hartina jeung babaturan sabangku !

Tugas Individ u

Uraian

7. Teangan masing-masing 1

(hiji) conto karya sastra sajak jeung cerpen, tuluy telaah jeung bere kritikan kana eta hasil karya!

Mengetahui:

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran

Kepala MTs Margaharja,

Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-3)

A. STANDAR KOMPETENSI 2. Mampu berbicara untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan dalam bentuk mengemukakan kritik, berpidato, menceritakan isi novel, berdiskusi, bermain peran, dan dramatisasi/musikalisasi puisi B. KOMPETENSI DASAR 2.1. Mengkritik berbagai karya seni C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat mencari karya sastra yang berupa sajak atau cerpen kemudian dapat memberi kritikan. • Siswa dapat menulis dan mengungkapkan kritikan. D. MATERI PEMBELAJARAN • Kritikan Bacaeun E. METODE PEMBELAJARAN • Diskusi • Penugasan F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Tos karenging conto sajak atanapi cerpenna?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh secara bergilir untuk membacakan sajak atau cerpen masing-masing, kemudian membacakan hasil kritikannya. • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. • Guru menyuruh siswa berdiskusi untuk menulis dan mengungkapkan isi kritikan dari bacaan yang sudah disediakan tentang “Ngagambar”. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa Wakt u 10 mnt

2

65 mnt

3

10 mnt

• Guru memberikan kesimpulan.

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Ruangan Kelas • Papan Tulis • Buku, majalah, koran, dll. H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat mencari karya sastra yang berupa sajak atau cerpen kemudian dapat memberi kritikan. Siswa dapat menulis dan mengungkapkan kritikan Jenis Penilai an Tugas Individ u Tertulis Bentuk Penilai an Uraian Butir Soal
1. Teangan masing-masing 1

Uraian

(hiji) conto karya sastra sajak jeung cerpen, tuluy telaah jeung bere kritikan kana eta hasil karya! 2. Tulis/jieun conto kalimah kritikan anu sae ngeunaan salah sahiji hasil karya seni.

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-4) A. STANDAR KOMPETENSI 3. Mempu membaca untuk memahami dan menanggapi bacaan yang berupa artikel, bahasan, puisi, dan naskah drama. B. KOMPETENSI DASAR 2.1. Membaca artikel C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membacakan contoh artikel dengan baik • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam artikel dan mencari artinya • Siswa dapat menyimak isi dari artikel • Siswa dapat membuat kalimah ngantet sumeler D. MATERI PEMBELAJARAN • Maca Artikel • Kalimah Ngantet Sumeler E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Diskusi • Ceramah Berpvariasi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu sok maca koran atawa majalah?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa membaca contoh artikel dengan baik dan benar. • Guru memperhatikan para siswa, dan menegur siswa jika ada yang keliru saat pembacaan artikel dan jika ada siswa yang tidak mendengarkan temannya membaca artikel • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk mendiskusikan tentang: - Pertanyaan seputar bacaan artikel. - Kecap-kecap yang sulit dimengerti yang ada dalam bacaan artikel. - Isi kandungan dalam artikel. Wakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

• Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. • Guru menjelaskan tentang kalimat “Ngantet Sumeler” dan menunjukkan contohnya yang terdapat pada artikel. • Guru menyruruh siswa untuk membuat kalimah ngantet sumeler. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan kalimat ngantet sumeler yang mereka bikin sendiri. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa • Guru memberikan tugas secara individu untuk membuat kliping tentang artikel bahasa sunda.

10 mnt

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Ruangan Kelas • Papan Tulis • Buku, majalah, koran, dll. H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membacakan contoh artikel dengan baik Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Kuis Butir Soal 1. Naon jejer artikel di luhur ? 2. Bener henteu cenah cara kolot kuring ngadidik baheula? 3. Kunaon cenah lamun urang cicing dina lawang panto bet pamali? 4. Kumaha cenah cara tuang nua sae? 5. Ceuk hidep naha “Standing Party” the alus henteu keur dina tatakrama urang? 6. Teangan 5 (lima) kecap tina bacaan artikel anu kaitung hese, terus diskusikeun naon hartina jeung babaturan sabangku ! 7. Jieun 3 conto kalimah ngantet sumeler.

Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam artikel dan mencari artinya Siswa dapat membuat kalimah ngantet sumeler

Tertulis

Uraian

Tugas Individ u

Uraian

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-5) A. STANDAR KOMPETENSI 4. Mampu menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan dalam bentuk surat, berita, teks pidato, hasil wawancara, dan bahasan. B. KOMPETENSI DASAR 4.1. Menulis Surat C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat menulis contoh surat resmi • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam contoh surat resmi dan mencari artinya • Siswa dapat membuat surat resmi • Siswa dapat membuat kalimat dengan menggunakan kecap panambah D. MATERI PEMBELAJARAN • Nulis Surat • Nulis Surat Resmi • Kecap Panambah E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Diskusi • Ceramah F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu gaduh kulawargi di nu tebih?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa membaca contoh surat resmi dengan baik dan benar. • Guru memperhatikan para siswa, dan menegur siswa jika ada yang keliru saat pembacaan surat resmi dan jika ada siswa yang tidak mendengarkan temannya membaca surat resmi • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk mendiskusikan tentang: Wakt u 10 mnt

2

65 mnt

- Pertanyaan seputar bacaan surat resmi. - Kecap-kecap yang sulit dimengerti yang ada dalam

bacaan surat resmi.
- Istilah organisasi.

• Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa • Guru menjelaskan tentang pengertian surat resmi dan cara membuat surat resmi yang baik. • Guru menjelaskan tentang Kecap Panambah dan memberikan contoh kalimat yang menggunakan kata/Kecap Panambah. • Guru menyuruh siswa untuk membuat kalimat dengan menggunakan Kecap Panambah • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil kalimatnya. 3 Kegiatan Penutup: 5 mnt • Guru memberikan tugas secara individu untuk membuat surat resmi bahasa sunda pada buku tugas masing-masing. G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Ruangan Kelas • Papan Tulis H. PENILAIAN Jenis Bentuk Indikator Soal Penilai Penilai Butir Soal an an Siswa dapat menulis Tertulis Kuis 1. Naon ari surat undangan contoh surat resmi resmi? 2. Naon ari nu dimaksud puhu surat? Naon bae eusina? 3. Naon bae nu kudu aya dina titimangsa? 4. Naon ari Idul Kurban? 5. Naon bedana surat pribadi jeung surat resmi? Siswa dapat mencari Tertulis Uraian 6. Teangan 5 (lima) kecap tina kata-kata yang sulit bacaan surat resmi anu yang terdapat dalam kaitung hese, terus contoh surat resmi dan diskusikeun naon hartina mencari artinya jeung babaturan sabangku ! Siswa dapat membuat Tugas Uraian 7. Jieun 1 conto surat resmi ! surat resmi Individ u Siswa dapat membuat Tertulis Uraian 8. Jieun 5 (dua) conto kalimah kalimat dengan anu ngagunakeun kecap menggunakan kecap panambah panambah

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-6) A. STANDAR KOMPETENSI 1. Mampu menyimak untuk memahami dan menanggapi wacana lisan yang berupa teks pidato/khotbah, lirik lagu, jenis tembang, dan pembacaan cerita pendek B. KOMPETENSI DASAR 1.2. Menyimak lirik (rumpaka) lagu-lagu jenis tembang C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membacakan dan menyimak tembang • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat tembang dan dapat mengetahui artinya • Siswa dapat mengetahui cara-cara membuat pupuh D. MATERI PEMBELAJARAN • Ngaregepkeun Tembang • Pedaran tentang Pupuh E. METODE PEMBELAJARAN • Ceramah • Demonstrasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu anu nyanyi?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa mendengarkan kaset CD/DVD/MP3 tentang lagu/tembang pupuh kinanti. • Guru memperhatikan para siswa, dan menegur siswa jika ada yang tidak mendengarkannya • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk mendiskusikan tentang: - Pertanyaan seputar tembang. - Kecap-kecap yang sulit dimengerti yang ada dalam tembang. - Alat-alat kesenian. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil Wakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

diskusi. • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa • Guru menjelaskan tentang pengertian pengertian, ciri-ciri dan cara membuat pupuh yang baik. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan tugas secara individu untuk membuat pupuh kinanti karangan sendiri sebanyak 2 (dua bait)

10 mnt

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Ruangan Kelas • Papan Tulis • Kaset/CD/DVD/MP3 H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membacakan dan menyimak tembang Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Kuis Butir Soal 1. Aya sabaraha pada pupuh nu tadi dikupingkeun? 2. Kumaha aturan guru lagu jeung guru wilanganana? 3. Ngarasa kumaha pangarang dina eta pupuh? 4. Mun teu beresih urang kudu palaur, naon maksudna? 5. Teangan 5 (lima) kecap nu aya dina tembang tadi anu kaitung hese, terus diskusikeun naon hartina jeung babaturan sabangku ! 6. Jieun di imah masingmasing 2 pada pupuh kinanti, minggu harep bacakeun di hareupeun kelas ! Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat tembang dan dapat mengetahui artinya Siswa dapat mengetahui cara-cara membuat pupuh

Tertulis

Uraian

Tugas Individ u

Hasil Karya

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-7)

A. STANDAR KOMPETENSI 1. Mampu menyimak untuk memahami dan menanggapi wacana lisan yang berupa teks pidato/khotbah, lirik lagu, jenis tembang, dan pembacaan cerita pendek B. KOMPETENSI DASAR 1.2. Menyimak lirik (rumpaka) lagu-lagu jenis tembang C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membuat pupuh • Siswa dapat membuat kalimat menggunakan kata babasan dan paribasa D. MATERI PEMBELAJARAN • Ngnaggit Pupuh • Nyangkem Babasan Jeung Paribasa E. METODE PEMBELAJARAN • Diskusi • Ceramah Bervariasi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu anu emut keneh naon ari nu disebut pupuh?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk membuat 2 (dua) bait pupuh kinanti. • Guru menyuruh siswa secara bergilir untuk membacakan hasil diskusi. • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa • Guru menjelaskan tentang pengertian babasan dan paribasa serta meberikan contoh-contohnya. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan tugas secara individu untuk membuat 5 (lima) kalimat yang menggunakan babasan dan paribasa. Wakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

10 mnt

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Papan Tulis H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membuat pupuh Siswa dapat membuat kalimat menggunakan kata babasan dan paribasa Jenis Penilai an Tertulis Tertulis Bentuk Penilai an Uraian Uraian Butir Soal
1. Jieun 2 (dua) pada pupuh

kinanti karangan sorangan ! 2. Jieun 5 (lima) conto kalimah anu ngagunakeun babasan jeung paribasa !!!

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-8) A. STANDAR KOMPETENSI 2. Mampu berbicara untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan dalam bentuk mengemukakan kritik, berpidato, menceritakan isi novel, berdiskusi, bermain peran, dan dramatisasi/musikalisasi puisi. B. KOMPETENSI DASAR 2.2. Berpidato (biantara) C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membacakan dan menyimak contoh biantara • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam contoh biantara dan mencari artinya • Siswa dapat berpidato dengan baik D. MATERI PEMBELAJARAN • Ngagalantangkeun Maca Naskah Biantara • Pedaran (tentang biantara) E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Ceramah Bervariasi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu anu pernah ningali atawa nguping anu keur pidato?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh beberapa siswa untuk membacakan contoh naskah biantara. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk mendiskusikan tentang: - Pertanyaan seputar biantara. - Kecap-kecap yang sulit dimengerti yang ada dalam tembang. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa • Guru menjelaskan tentang pengertian biantara dan caraWakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

cara biantara yang baik. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan tugas secara individu untuk membuat 1 (satu) naskah biantara.

10 mnt

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Papan Tulis • Buku sumber lain tentang pidato (biantara) H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membacakan dan menyimak contoh biantara Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Kuis Butir Soal 1. Naon tema dina biantara di luhur? 2. Naha dina bubuka biantara urang bet muji heula Ka Nu Maha Kawasa? 3. Ceuk biantara di luhur, kumaha lamun urang jadi jelema pinter dina ngeusian ieu kamerdekaan? 4. Kudu kumaha cenah urang jeung papada jalma? 5. Naon nu kudu dilakukeun ku urang, salaku siswa, dina ngeusian kamerdekaan? 6. Teangan 5 (lima) kecap nu aya dina tembang tadi anu kaitung hese, terus diskusikeun naon hartina jeung babaturan sabangku ! 7. Jieun 1 (hiji) conto naskah biantara!!

Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam contoh biantara dan mencari artinya Siswa dapat berpidato dengan baik

Tertulis

Uraian

Tertulis

Tugas Individ u

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-9) A. STANDAR KOMPETENSI 2. Mampu berbicara untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan dalam bentuk mengemukakan kritik, berpidato, menceritakan isi novel, berdiskusi, bermain peran, dan dramatisasi/musikalisasi puisi. B. KOMPETENSI DASAR 2.2. Berpidato (biantara) C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat berpidato dengan baik • Siswa dapat menyusun kalimah dengan menggunakan kecap panyeluk. D. MATERI PEMBELAJARAN • Ngagalantangkeun Maca Naskah Biantara • Kecap Panyeluk Dina Biantara E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Ceramah Bervariasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Tos dikerjakeun tugas ngadamel biantarana, teu acan?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa bergilir untuk membacakan contoh naskah biantara karangan sendiri. • Guru memberikan komentar terhadap biantara para siswa. • Guru menjelaskan tentang kecap-kecap panyeluk yang ada pada biantara. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang membuat beberapa kalimah panyeluk. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Wakt u 10 mnt

2

65 mnt

3

5 mnt

• Guru memberikan kesimpulan tentang biantara dan kalimah

panyeluk.

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Papan Tulis • Buku sumber lain tentang pidato (biantara) H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat berpidato dengan baik Siswa dapat menyusun kalimah dengan menggunakan kecap panyeluk Jenis Penilai an Praktek Bentuk Penilai an Tugas Individ u Uraian Butir Soal 1. Bacakeun tugas masingmasing ngeunaan nyieun biantara di hareupeun kelas sacara bagilir! 2. Jieun 5 (lima) conto kalimah anu ngagunakeun kecap panyeluk !!!

Tertulis

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-10) A. STANDAR KOMPETENSI 3. Mempu membaca untuk memahami dan menanggapi bacaan yang berupa artikel, bahasan, puisi, dan naskah drama. B. KOMPETENSI DASAR 3.2. Membacakan bahasan karangan sendiri C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membacakan dan menyimak contoh pedaran/bahasan • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam contoh pedaran dan mencari artinya. • Siswa dapat membuat bahasan karangan sendiri D. MATERI PEMBELAJARAN • Maca Pedaran • Nulis Jeung Macakeun Pedaran E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Ceramah Bervariasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu sok rajin maca?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa untuk membacakan bahasan yang sudah tersedia. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang : - Pertanyaan seputar bahasan - Kata-kata yang sulit yang ada dalam bahasan. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. • Guru menjelaskan tentang pengertian dan contoh kalimat reflektif dan resiproaktif. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang pembuatan kalimat yang menggunakan kalimat reflektif dan resiproaktif. Wakt u 10 mnt

2

65 mnt

• Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. 3 Kegiatan Penutup: • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. • Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat karangan bahasan pada buku tugas masing-masing sebanyak 5 (lima paragraph). 5 mnt

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Papan Tulis • Lainnya H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membacakan dan menyimak contoh pedaran/bahasan Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Kuis Butir Soal 1. Naon jejer pedaran di luhur? 2. Naon ari lahang? 3. Naon tujuanana tukang nyadap sok make pakean anu basajan? 4. Ku naon baju tukang nyadap kawung bet kudu digarang heula? 5. Kumaha lamun tukang nyadap the buru-bere ka nu sejen saencan tepi ka imah? 6. Teangan 5 (lima) kecap nu aya dina bahasan tadi anu kaitung hese, terus diskusikeun naon hartina jeung babaturan sabangku !! 7. Jieun 5 (lima) paragraf karangan bahasan judulna bebas dina buku tugas masing-masing !!

Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam contoh pedaran dan mencari artinya Siswa dapat membuat bahasan karangan sendiri

Tertulis

Uraian

Tertulis

Tugas Individ u

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-11) A. STANDAR KOMPETENSI 4. Mampu menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan dalam bentuk surat, berita, teks pidato, hasil wawancara, dan bahasan. B. KOMPETENSI DASAR 4.4. Menulis berita C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membaca dan menyimak contoh berita • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam contoh berita dan mencari artinya. • Siswa dapat membuat berita • Siswa dapat membuat kalimah transitif dan intransitif D. MATERI PEMBELAJARAN • Maca Warta • Nulis Warta E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Ceramah Bervariasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu sok rajin ningali berita?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa untuk membacakan berita yang sudah tersedia. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang : - Pertanyaan seputar berita - Kata-kata yang sulit yang ada dalam berita. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. • Guru menjelaskan tentang pengertian dan cara membuat berita yang baik. • Guru menjelaskan tentang pengertian dan contoh kalimat Wakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

transitif dan intransitif. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang pembuatan kalimat transitif dan intransitif. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. • Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyimak berita dari media radio atau televise, kemudian tuliskan pokok-poko beritanya di buku tugas.

10 mnt

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Papan Tulis • Lainnya (radio, televisi) H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membaca dan menyimak contoh berita Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Kuis Butir Soal
1. Naon nu dimaksud ku

2.

3.

4.

5.

Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat dalam contoh berita dan mencari artinya Siswa dapat membuat kalimah transitif dan intransitif Siswa dapat membuat berita

Tertulis

Uraian

6.

Tertulis Tertulis

Uraian Tugas Individ u

7.

8.

ungkara “Bandung, Kompas (24 Oktober 2010”? Ku naon para nonoman Sunda bet bisa mopohokeun basa indungna? Kumaha tanggapan pamarentah Provinsi Jawa Barat kana basa Sunda? Kumaha ari pangajaran basa Sunda di SMAN 3 Bandung? Kumaha carana ngamumule basa Sunda kiwari, sangkan teu musnah? Teangan 5 (lima) kecap nu aya dina berita tadi anu kaitung hese, terus diskusikeun naon hartina jeung babaturan sabangku !! Jieun masing-masing 3 kalimah transitif jeung intransitif !! Regepkeun berita anu aya dina radio/TV, tuluy tulis poko-pokona dina buku tugas!!

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-12) A. STANDAR KOMPETENSI 1. Mampu menyimak untuk memahami dan menanggapi wacana lisan yang berupa teks pidato/khotbah, lirik lagu, jenis tembang, dan pembacaan cerita pendek. B. KOMPETENSI DASAR 1.3. Menyimak pembacaan cerita pendek (carita pondok) C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat membacakan dan menyimak contoh cerita pendek • Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat contoh cerita pendek dan dapat mengetahui artinya. D. MATERI PEMBELAJARAN • Ngaregepkeun Nu Maca Carita Pondok E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Ceramah Bervariasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu sok rajin maca buku carita?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa untuk membacakan cerita pendek yang sudah tersedia. • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang : - Pertanyaan seputar cerita pendek - Kata-kata yang sulit yang ada dalam cerita pendek. • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. • Guru menjelaskan tentang pengertian dan ciri-ciri cerita pendek. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. • Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari contoh Wakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

10 mnt

cerita pendek laindi buku/majalah kemudian meringkasnya di buku tugas. G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Papan Tulis • Lainnya (buku/majalah cerpen) H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membacakan dan menyimak contoh cerita pendek Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Kuis Butir Soal
1. Ceuk hidep luyu henteu

2. 3.

4. 5.

Siswa dapat mencari kata-kata yang sulit yang terdapat contoh cerita pendek dan dapat mengetahui artinya Siswa dapat membuat ringkasan cerita pendek

Tertulis

Uraian

6.

Tertulis

Tugas Individ u

7.

antara judul jeung eusi carita? Kumaha pasipatan kuring dina eta carita pondok? Naon alesanana kuring bet teu dipangmeulikeun wae sapatu ku bapa? Ahirna kumaha sapatu kuring? Naon bedana carita pondok jeung dongeng? Teangan 5 (lima) kecap nu aya dina carita pondok tadi anu kaitung hese, terus diskusikeun naon hartina jeung babaturan sabangku !! Teangan conto carita pondok di buku/majalah tuluy tulis ringkesanana dina buku tugas!!

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Margaharja Mata Pelajaran : Bahasa Sunda (Mulok) Kelas/Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (Pertemuan ke-13) A. STANDAR KOMPETENSI 1. Mampu menyimak untuk memahami dan menanggapi wacana lisan yang berupa teks pidato/khotbah, lirik lagu, jenis tembang, dan pembacaan cerita pendek. B. KOMPETENSI DASAR 1.3. Menyimak pembacaan cerita pendek (carita pondok) C. TUJUAN PEMBELAJARAN • Siswa dapat memahami cerita pendek dan tahu beberapa contoh cerita pendek • Siswa dapat membuat kalimat sempurna dan tidak sempurna D. MATERI PEMBELAJARAN • Pedaran Carita Pondok E. METODE PEMBELAJARAN • Demonstrasi • Ceramah Bervariasi • Diskusi F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Uraian Kegiatan 1 Kegiatan Awal: Absensi : Guru mengecek kehadiran siswa Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan “Saha anu sok rajin maca buku carita?” Motivasi : Memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran saat ini sebagaimana tercantum di atas. Kegiatan Inti: • Guru menyuruh siswa untuk membacakan pekerjaan tugas rumah secara bergiliran • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menjelaskan tentang pengertian dan ciri-ciri cerita pendek. • Guru menjelaskan tentang pengertian dan contoh kalimat sempurna dan tidak sempurna • Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang pembuatan kalimat sempurna dan tidak sempurna • Guru menyuruh siswa secara acak untuk membacakan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa. Wakt u 10 mnt

2

60 mnt

3

10 mnt

• Guru memberikan kesimpulan materi

G. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR • Buku Murba Basa Kelas IX, Yayat Sudaryat & Lilis Nur Ruhiyati, 2005, CV Karya Iptek Bandung • LKS • Papan Tulis • Lainnya (buku/majalah cerpen) H. PENILAIAN Indikator Soal Siswa dapat membuat ringkasan cerita pendek Jenis Penilai an Tertulis Bentuk Penilai an Tugas Individ u Uraian Butir Soal
1. Bacakeun tugas masing-

Siswa dapat membuat kalimah sempurna dan tidak sempurna

Tertulis

masing di anu minggu kamari dipasihkeun, di hareupeun kelas sacara bergiliran! 2. Jieun masing-masing 3 kalimah sempurna jeung teu sampurna !!

Mengetahui: Kepala MTs Margaharja,

Margaharja, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran Bahasa Sunda,

H. OONG FATHONI, S.Pd.I.
NIP. 195108041981031004

RUSYANA, S.Pd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->