Pembuatan Superfospat Dari Sulfida

MERSI SURIANI SINAGA Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 SUPERPOSFAT1 Superfostat adalah campuran enters monocalsium, monohidrat, dan gipsum yang dibuat dengan mereaksikan asam sultat dengan batuan apatit ( batuan tostat ). Superfosfat merupakan pupuk yang telah dihasilkan sejak pertengahan tahun 1800. Yang menjadi bahan baku superfostat adalah batuan fostat ( Ca3(PO4)CaF2) , dimana batuan fostat ini merupaka sumber penghasil senyawa foster yang digunakan sebagai bahan penting untuk pembuatan pupuk superfosfat . Asal mula penggunaan senyawa fostat dimulai sekitar tahun 1669 setelah penelitian seorang ahli kimia Jerman yang bernama Brand. Penemuannya memperkenalkan kegunaan senyawa fosfat sebagai pupuk. Hingga abad pertengahan abad XIX, sumber utama fosfat didapatkan dan tulang belulang. Namun hal ini, sungguh tidak mungkin untuk diteruskan, mengingat adanya kesulitan dalam hal penyediaan sumber fosfat yang sangat terbatas. Pada tahun 1842, negara Inggris mengeluarkan ketetapan mengenai hak paten bagi Jhon A. Lawes untuk mengolah abu tulang dengan asam sulfat . Hak paten inilah yang menjadi dasar berdirinya industri pupuk. Perkembangan selanjutnya teradi cukup pesat yakni dengan ditemukannya banyak tambang fosfat di Inggris, USA, Rusia dan Perancis . Dari hasil penambangan akan diperoleh batuan fosfat atau juga disebut batuan apatit yang merupakan bahan dasar bagi senyawa fostat. Rumus kimianya adalah CaF2.3Ca(PO4)2. Pengolahan terhadap batuan-batuan fosfat akan meningkatakan kegunaan dan efisiensi penggunaan fosfat itu sendiri dalam dunia pertanian. Batuan festal tidak digunakan langsung namun harus mendapat perlakuan lanjut dari dalam industri. Ada beberpa macam superfosfat, antara lain: 1. Normal Superfosfat ( OSP = Ordinary SuperPhosfat ) 2. Double Superfosfat ( DSP = Double Superphosfpat ) 3. Triple Superfosfat (TSP = Triple Superphosphat) 1. NORMAL SUPERFOSFAT (OSP)2 Normal superfosfat (OSP) dapat dihasilkan reaksi stokiometri antara batu fosfat (Ca5 (PO4)3F2) dengan fosfat asam sulfat (H2SO4) dan penambahan air (H2O) 2. DOUBLE SUPERFOSFAT (DSP)3 Double Superfosfat adalah suatu fosfat yang tidak mengandung gips (tidak terbentuk gips pada akhir proses). Disebut double karena kadar P2O5 jauh lebih besar dari kadar superfosfat yang normal, 42- 45% P2O5.
1 2 3

Riegels “Hand book of Industrial Chemistry, “ Ninth Edition, hal 347 Serve’s ,” chemical Process Industries, “ Fifth Edition, hal.274 Diktat, “ proses Industri Kimia,” ITB

e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara

1

BAB II PROSES PEMBUATAN SUPERFOSFAT Pada proses pembuatan superfosfat dengan menggunakan asam sulfat menghasilkan produk superfosfat yang biasa/normal.1.H2O + 2 HF↑ + 7CaSO4 Batuan fosfat atau fluoropatit 53-57°Be' Monokalsium fosfat Anhidrtt 2.2H2O + 2HF ↑ 4HF + SiO2 → SiF4↑ + 2H2O 3SiF4 + 2H2O → SiO2 + 2H2SiF6 Reaksi utama lebih tepat dituliskan sebagai berikut : CaF3. tidak berupa abu. 3.”Fifth Edition. Dalam makalah kami ini kami hanya membahas Normal superfosfat atau dikenal juga dengan nama monokalsium fosfat. sehingga mudah diserap oleh akar tumbuh tumbuhan. OSP adalah superfosfat yang menggunakan bahan baku batu fostat dan asam sulfat.274 e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 2 . Batuan festal ini dimasukkan ke deism reaktor harus dalam ukuran yang sangat kecil (berbentuk butiran-butiran halus ). Reaksinya : Ca(PO4)2 + 2H2SO4 + 4H2O → CaH2(PO4)2 + 2(CaSO4. TRIPLE SUPERFOSFAT (TSP)4 Triple Superfosfat dibuat dengan mengasamkan batuan fosfat oleh asam fosfat. untuk menghindari terhembus atau terbawa oleh gas lain. Hal ini karena kami mengambil judul pembuatan Superfosfat dari sulfida.1 Persiapan bahan fostat Sumber fosfat umumnya diperoleh dari batuan fosfat. Trile superfosfat mengandung P2O5 berkisar 46-50%. Dimana kita ketahui asam sulfat diperoleh dari sulfida. Dalam triple superfosfat ini tidak berbentuk gips (CaSO4). hal . 4 Sherve’s.2H2O) Monokalsium gipsum fosfat CaF2+ H2SO4 + 2H2O → CaSO4. “Chemical Process Industries.Double siperfosfat diperoleh melalui reaksi antara batu fosfat dengan asam fosfat dan air.3Ca3( PO4)2 + 7H2SO4+ 3H2O→3CaH4( PO4)2 .1 Langkah langkah pembuatan : 2. sering disebut ordinar/ Normal Superfosfat. Batuan fosfat ini tidak dapat digunakan langsung sebagai pupuk disebabkan oleh sifat daya larutnya yang terlalu kecil dalam air sehingga diusahakan untuk merubahnya menjadi senyawa fosfat yang mudah larut dalam air.

fluor dan gas-gas hasil reaksi lainnya ) dialirkan ke scrubber ( penyerap ) untuk mendapatkan kembali asam sultat dan fluor. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 3 . lalu butiran-butiran (berupa superfosfat ) tersebut dibawa ke tangki penyimpanan dengan memakai conveyor. namun yang sering digunakan adalah asam sulfat yang berasal dan prose kontak.1. Superfosfat yang terbentuk bersamaan dengan hasil-hasil samping dari reaksinya dialirkan melalui slat conveyor.2. 2. Dari weight feeder. Secara lengkap proses pembentukan superfostat dapat dijelaskan sebagai berikut : Mula-mula batuan fosfat dari tangki penyimpanan di bawa ke surge hopper. Lalu partikel-partikel batuan fostat yang telah dihaluskan tersebut lalu dibawa ke weight feeder dengan menggunakan mastering screw.2 Pencampuran dengan asam sulfat.3 Pembentukan superfosfat. Lalu campuran itu tersebut dipanaskan sampai terjadi reaksi pembentukan superfosfat. Sedangkan superfosfat yang telah padat dihancurkan menjadi butiranbutiran halus dengan memakai desintegrator. karena asam sulfat yang dihasilkan lebih pekat sehingga memudahkan pencampuran dengan batuan fosfat. dimana dalam alat ini batuan fosfat dihancurkan (dihaluskan) sampai ukuran partikelnya kurang dari 100 mesh. Zat – zat yang tidak menjadi padatan ( biasanya berupa asam sultat.1. Asam sulfat yang digunakan pada proses ini dapat diperoleh dan proses kontak ataupun proses kamar timbal. sedangkan gas-gas yang tidak diiinginkan dibuang ke atmosfir. Biasanya membutuhkan waktu 1 jam agar larutan superfosfat yang dihasilkan menjadi padat selama berada di slat conveyor. sejumlah tertentu partikel partikel batuan fosfat dimasukkan kedalam cone mixer dan bersamaan dengan itu juga dimasukkan asam sulfat 93% dan sejumlah tertentu air.

Waktu simpan yang lebih lama dalam mixer akan menghasilkan produk akhir yang agak padat dan lebih granular ( butiran ). Sedangkan batuan fostat dialirkan secara kontinue melaui alat gravimetri. Dari Slat conveyor. Proses Sackett Pada proses Sacket batuan fosfat dijadikan dalam bentuk debu dengan menggunakan mill. Den .den pada proses batch ini cukup besar dan cukup banyak. Umpan batuan fosfat dan asam sulfat dialirkan secara kontinu ke mixer dan den. Batuan fesfat dan asam sulfat bersama-sama dimasukkan kedalam pan mixer yang berputar secara vertikal. Proses Broadfield Aliran asam sulfat diatur melalui sebuah constant-level box secara kontinu.2 Macam . Proses Batch 2.gas hasil reaksi. Proses kontinu dapat dibagi alas 3 macam proses. Proses Batch Pada proses batch perhitungan perbandingan batuan fostat dan asam sulfat yang digunakan harus tepat. yaitu : 1. Asam dan batuan diumpankan kedalam pug mill mixer selama 2 sampai 3 menit. 2. Slat conveyor merupakan bagian dasar dari den.2. yaitu : 1. Pengerukan terus dilakukan sampai muatan den menjadi kosong. Di slat conveyor ini slurry mulai mengeras dan membentuk blok. 2.2.tiap den dilengkapi dengan fume duct yang berfungsi untuk mengeluarkan gas .Macam Proses Yang Ada Proses pembuatan monokalsium fosfat (normal superphosphate) terdiri alas 2 jenis. Pan mixer ini mempunyai mata pisau . slurry dialirkan ke slat conveyor. blok dibawa ke pemotong yang berputar ( revolving cutter) dan selanjutnya dialirkan ke storage pile.2. Proses Kontinu 2. Debu fosfat disemprot dengan asam sultat sehingga membentuk slurry. Didalam pan mixer campuran batuan fosfat dan asam sulfat diaduk selama 2 atau 3 menit.Setelah itu dilanjutkan dengan den berikutnya sampai muatan den-den yang ada habis.Proses Kontinu Pada proses pembuatan superfosfat secara kontinue perbandingan batuan dan asam yang digunakan tidaklah mesti tepat seperti halnya pada proses batch. Proses batch dewasa ini sudah jarang dilakukan karena penggunaan den yang cukup besar dan banyak sehingga memerlukan areal yang cukup luas. Waktu yang dibituhkan e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 4 . Slurry tersebut secara kontinu diijensikan dan dialirkan dalam mixer yang berbentuk silinder dengan sebuah tangki berpengaduk.mata pisau yang berputar berlawanan arah dengan putaran pan mixer. Pengerukan superphosphate dari den dimulai kira kira 15 menit setelah pengisian ke dalam den dilakukan. Setelah den terisi maka dilakukan pengerukan atau pengambilan dan dimasukkan ke storage pile. Campuran dalam mixer tersebut diaduk supaya tidak mengeras.den untuk penyempurnaan reaksi. Sebagian campuran yang telah mengeras dikeluarkan dari ujung silinder dan dialirkan besar besar ke conveyor yang panjangnya 75 ft. Tiap . Dari mixer.1.2. Kemudian dikeluarkan dan dialirkan ke dan .

Setelah 24 jam ROP dalam bentuk padatan ( solid ROP) masih mengandung kadar air yang tinggi (14. Debu yang kasar (20%) dikembalikan ke ball mill untuk dihaluskan kembali. unit hasil samping asam fluorida ( HF ) 2.8 Pada cone mixer ini juga dimasukkan asam sulfat 71% dan tangki asam sulfat. 1960 Jacobs. Setelah pemotongan maka produk dialirkan ke storage pile. dengan ukuran 3 mesh. 2. Gas-gas hasil reaksi dari den dialirkan ke scrubber untuk memisahkan gas HF dengan gas lainnya. Batu fosfat diangkut dari Gudang dengan Belt Conveyor ke Bin Feeder. Untuk menurunkan kadar air itu menjadi 8% maka 5 6 7 8 K. yaitu : 1. Monokalsium fosfat setelah jadi (Run Of Pile = ROP) yang keluar dari cone mixer dialirkan ke Continous dan 109. Amerika Serikat.6°C.superfosfat dari conveyor ke unit pemotong ( cutter) adalah 1 jam.4°C . peralatan yang digunakan lebih sederhana 2. 1984 Vincent-Sacheli.6 Dari uraian diatas dikethui bahwa prinsip dasar dan semua proses adalah sama yaitu : pencampuran batuan fosfat dengan asam sulfat.1 Unit Batu Fosfat Unit ini bertujuan untuk menghasilkan batu fosfat dengan ukuran 200 meshsebelum diumpankan ke dalam reaktor. bahan baku tersebut dimasukkan kedalam Ball Mill. unit batu fosfat 2. Proses yang sering digunakan adalah proses TVA. prosesnya sederhana 2.2 Unit Monokalsium fosfat Debu fosfat dan silo dilewatkan ke Belt Conveyor dan seterusnya dialirkan ke Cone Mixer. 1953 e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 5 . Dari bin feeder. Debu yang halus ( 80%) diangkut ke Silo dengan Screw Conveyor. Jacobs.D.7 Batu fosfat yang telah dihancurkan diangkut dengan Bucket Elevator ke Classifier untuk dipisahkan antara yang kasar dan yang halus.3. Setelah 24 jam kemudian dialirkan ke storage pile. 5 3. 1953 Sherve’s.3.92%). Semua peralatan bekerja pada tekanan 1 atmosfir. diperoleh hasil samping HF yang mempunyai nilai tambah 4. Debu fosfat dan asam sulfst dimasukkan ke deism cone mixer. Proses TVA ( Tennesse Valley Autority ) Proses TVA merupakan pengembangan dan prose Broadfield. Monokalsium fosfat yang keluar dan cone mixer dialirkan ke continous den. Di dalam Ball Mill ini batu fosfat dengan ukuran 3 mesh dihancurkan menjadi 80% lolos 200 mesh. Batu fosfat didatangkan dari Tennesse. unit monokalsium fosfat 3. Suhu cone mixer 85. produk yang diperoleh lebih murni 3. Jenis mixer yang dipakai pada proses TVA ini adalah den.3 Uraian Proses Pabrik pembuatan monokalsium fosfat dengan prose TVA dapat dibagi menjadi 3 unit. karena: 1.

Jadi penggunaan superfosfat yang paling penting sampai saa ini adalah sebagai pupuk yang dapat menyuburkan tanah . e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 6 .solid ROP dialirkan ke Rotary Dryer melalui Screw Conveyor ke storage pile disimpan selama 4 minggu. makanan ternak. Selain itu.J. New York : Mc Graw Hill Book.1967.a].[s.1979. 2.n] Perry [and] Chilton. Encyclopedia Of Chemical Technology. [and] Brink. 4th Edition. Asam Fluorida (HF) yang terserap 95% dalam bentuk liquid dan dialirkan ke tangki penyimpanan HF liquid. Sisa-sisa gas yang tidak terserap dialirkan ke Vent Stack untuk dibuang. second Edition. Shereve.1965. Fertilizer Technology And Resources. Hand Book Of Industrial Chemistry . New York : Interscience Publisher Division of Joghn Willey for chemic & son. Kirk [and] Othmer.Jr. yang kering dapat digunakan untuk campuran . menyediakan kebutuhan nutrient pada tanaman sehingga menghasilkan produk yang memuaskan. Chemical Process Industries. superfosfat dari proses basah yang mengandung kadar fluorine rendah dapat diolah kembali melaui proses pembakaran dan produknya merupakan suatu butiran sempurna berukuran .A. Volume 3.New York : Academic Press Inc.KD. DAFTAR PUSTAKA Jacobs.3. New York : Mc Graw Hill. 5th Edition.Chemical Engineering Handbook.1974. [s.l] : [s. BAB III APLlKASI PRODUK Superfosfat merupakan pupuk yang mengandung berbagai macam nutrient untuk keperluan tanaman/tumbuhan. Vol 9 [and] 15. RN. Inc.12 mesh. Riegels. Ninth Edition.3 Unit Hasil Samping Asam Fluorida Gas-gas yang keluar sebagai hasil samping pada cone mixer dan continous den dialirkan ke scrubber untuk memisahkan gas HF dengan gas-gas lainnya. Co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful