P. 1
Buku Ajar Dasar Pemrograman Komputer

Buku Ajar Dasar Pemrograman Komputer

|Views: 2,589|Likes:

More info:

Published by: Danny Cristiano Madrid on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 PENDAHULUAN
  • 1.2.1.1 Central Processing Unit (CPU)
  • 1.2.1.2 Memori
  • 1.2.1.3 Input Dan Output Device
  • 1.2.2 Perangkat Lunak (Software)
  • 1.3.1 Pendahuluan
  • 1.3.2 Kategori Bahasa Pemrograman
  • 1.4.1 Definisi Permasalahan
  • 1.4.2 Analisis Permasalahan
  • 1.4.3 Desain Algoritma dan Representasi
  • 1.4.4 Pengkodean, Uji Coba dan Pembuatan Dokumentasi
  • 1.5.1 Sistem Bilangan Desimal
  • 1.5.2 Sistem Bilangan Biner
  • 1.5.3 Sistem Bilangan Oktal
  • 1.5.4 Sistem Bilangan Heksadesimal
  • 1.5.5.1 Desimal ke Biner / Biner ke Desimal
  • 1.5.5.2 Desimal ke Oktal/Heksadesimal dan Oktal/Heksadesimal ke Desimal
  • 1.5.5.3 Biner ke Oktal dan Oktal ke Biner
  • 1.5.5.4 Biner ke Heksadesimal dan Heksadesimal ke Biner
  • 1.6.1 Algoritma
  • 1.6.2 Konstruktor (elemen) Pemrograman Prosedural
  • 1.6.3 Input, Proses, dan Output
  • 2.1 PENDAHULUAN
  • 2.2.1 Bagian-bagian Jendela Matlab
  • 2.2.2 Getting Help
  • 2.2.3 Interupting dan Terminating dalam Matlab
  • 2.3 Variabel pada Matlab
  • 2.4. Operator
  • 2.5. Fungsi Matematika lainnya
  • 2.6.1 Fungsi
  • 2.6.2 Flow Control
  • 3.1 PENDAHULUAN
  • 3.2 ARRAY SEDERHANA
  • 3.3 ARRAY N DIMENSI
  • 3.4 CONTOH APLIKASI ARRAY
  • 4.1 PENDAHULUAN
  • 4.2 METODA NEWTON
  • 4.3 FUNGSI fZero
  • 5.1 PENDAHULUAN
  • 5.2 DIFERENSIASI NUMERIK
  • 5.3 INTEGRASI NUMERIK
  • 6.1 PENDAHULUAN
  • 6.2 GRAFIK DUA DIMENSI
  • 6.3 GRAFIK TIGA DIMENSI
  • 7.1.1 Representasi Polinomial
  • 7.1.2 Akar-akar Polinomial
  • 7.1.3 Turunan Polinomial
  • 7.1.4. Pencocokan Kurva Polinomial
  • 7.2.1.1 Interpolasi Polinomial
  • 7.2.1.2 Interpolasi Berbasis-FFT
  • 7.2.2 Interpolasi Dua-Dimensi
  • 7.2.3 Perbandingan Metode-metode Interpolasi
  • 7.2.4 Interpolasi dan Larik Multidimensi
  • 8.1.1 Penyimpanan dan Pemanggilan Data
  • 8.1.2 Penggambaran Kontur 2-Dimensi
  • 8.1.3 Penggambaran Citra 2-Dimensi
  • 8.2 STUDI KASUS: PREDIKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK
  • 8.3 STUDI KASUS: ANALISIS DAN VISUALISASI GAMPA BUMI

Dasar Pemrograman Komputer

Bab 1 KONSEP DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN KOMPUTER

1.1 PENDAHULUAN Dewasa ini komputer sudah menjadi suatu kebutuhan penting. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini tidak dapat dilepaskan dari teknologi komputer. Dimulai dari rumah tangga, sekolah, kantor, pertokoan, hingga industri-industri baik kecil, sedang maupun besar sudah tergantung kepada komputer. Oleh karenanya sudah menjadi kewajiban bagi mahasiswa untuk memahami dan dapat mengaplikasikan teknologi komputer untuk keperluan studi maupun keperluan nonstudinya, terutama terkait dengan pemrograman. Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya. Sesuai dengan definisi tersebut, maka cara kerja komputer dapat diilustrasikan sesuai pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Skema kerja komputer.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai teknologi komputer, perlu diketahui definisi-definisi terkait dengan komputer dan aplikasinya:

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

1

Dasar Pemrograman Komputer

a. Data adalah fakta tercatat tentang suatu objek. Pencatatan dapat dilakukan melalui cakram magnetis (soft-file) atau media kertas (hard-copy). b. Compiler berfungsi menerjemahkan dulu seluruh perintah dalam bahasa mesin. Baru kemudian terjemahan tersebut dijalankan oleh komputer. Contoh : FORTRAN, C, PASCAL. c. Informasi adalah tambahan pengetahuan yang diperoleh melalui usaha pengolahan data. d. Interpreter berfungsi menerjemahkan perintah baris demi baris dan langsung melaksanakannya. contoh : BASIC. e. Program adalah “resep” tentang bagaimana pengolahan harus dilaksanakan, yang berupa himpunan instruksi untuk dilaksanakan oleh komputer untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. f. Pemrograman adalah kegiatan menyusun program dengan suatu bahasa pemrograman komputer untuk menyelesaikan suatu masalah. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkatkeras (hardware), perangkat-lunak (software), dan manusia (brainware). Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya. Setiap mesin yang mampu menerima data, memproses data, menyimpan data, dan menghasilkan bentuk keluaran berupa teks, gambar, simbol, angka dan suara dapat dikategorikan sebagai komputer. Dalam pengoperasian, bentuk, sistem dan fungsinya komputer dapat dibagi menjadi dua (2) bagian yaitu hardware dan software. Perangkat keras komputer (hardware) adalah semua bagian fisik komputer yang bertugas melakukan operasi sesuai yang diinstruksikan perangkat-lunak, sedang perangkat lunak (software) adalah bagian yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya. Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram jika kita berbicara mengenai firmware. Firmware adalah perangkat lunak yang "dibuat" ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum.

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

2

Dasar Pemrograman Komputer

1.2 KOMPONEN DASAR KOMPUTER Secara umum komputer memiliki dua komponen utama. Yang pertama adalah hardware (perangkat keras) yang tersusun atas komponen elektronik dan mekanik. Komponen utama yang lain yaitu software (perangkat lunak). Komponen ini terdiri atas data dan aplikasi – aplikasi komputer. 1.2.1 Perangkat Keras (Hardware) 1.2.1.1 Central Processing Unit (CPU) Processor, merupakan bagian dari perangkat keras komputer yang melakukan pemprosesan aritmatika dan logika serta pengendalian operasi komputer secara keseluruhan. Prosesor terdiri atas dua bagian utama, yaitu ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit. Kecepatan kerja prosesor biasanya ditentukan oleh kecepatan clock dari Control Unit-nya. Contoh : jika prosesor memiliki frekuensi clock 350 MHz, berarti kecepatan pemprosesan satu instruksinya = T = 1/f = 1/(350 x 10 Hz), = 0,286 x 10 detik. 1.2.1.2 Memori Memori adalah media penyimpan data pada komputer. Memory, berdasarkan fungsinya dibagi menjadi dua yaitu : a. Primary Memory Dipergunakan untuk menyimpan data dan instruksi dari program yang sedang dijalankan. Biasa juga disebut sebagai RAM. Karakteristik dari memori primer adalah : o Volatil (informasi ada selama komputer bekerja. Ketika komputer dipadamkan, informasi yang disimpannya juga hilang) o Berkecepatan tinggi o Akses random (acak) b. Secondary Memory Dipergunakan untuk menyimpan data atau program biner secara permanen. Karakteristik dari memori sekunder adalah o Non volatil atau persisten o Kecepatan relatif rendah (dibandingkan memori primer) o Akses random atau sekuensial
6 -8

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

3

Dasar Pemrograman Komputer

Contoh memori sekunder : floppy, harddisk, CD ROM, magnetic tape, optical disk, dll. Dari seluruh contoh tersebut, yang memiliki mekanisme akses sekuensial adalah magnetic tape. Tabel 1.1. Perbandingan antara memori utama dan memori sekunder

1.2.1.3 Input Dan Output Device Input-Output Device, merupakan bagian yang berfungsi sebagai penghubung antara komputer dengan lingkungan di luarnya. Dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: a. Input Device (Piranti Masukan) Berfungsi sebagai media komputer untuk menerima masukan dari luar. Beberapa contoh piranti masukan : o Keyboard o Mouse o Touch screen o Scanner o Camera

b. Output Device (Piranti Keluaran) Berfungsi sebagai media komputer untuk memberikan keluaran. Beberapa contoh piranti keluaran : o Monitor o Printer o Speaker o Plotter

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

4

Program Utility. Software terdiri dari beberapa jenis. misalnya PC Tools dapat melakukan perintah format sebagaimana DOS. Sistem Operasi. Program utility berfungsi untuk membantu atau mengisi kekurangan/kelemahan dari system operasi. Maka program ini hanya digunakan oleh bagian keuangan saja tidak dapat digunakan oleh departemen yang lain. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Umumnya program aplikasi ini dibuat oleh seorang programmer komputer sesuai dengan permintaan/kebutuhan seseorang/lembaga/perusahaan guna keperluan interennya. Payroll. Adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi.2. seperti Norton Utility. PC Tools. AmiPro o Pengolah angka / lembar kerja : Lotus123. File yang telah dihapus oleh DOS tidak dapat dikembalikan lagi tapi dengan program bantu hal ini dapat dilakukan. Tanpa ada sistem operasi maka komputer tidak dapat difungsikan sama sekali. Unix. 3. 4. yaitu : 1. Sangatlah tidak praktis dan efisien bagi manusia untuk membuat program yang terdiri dari nilai 0 dan 1. Scandisk. Program Paket Merupakan program yang dikembangkan untuk kebutuhan umum. Program dapat dianalogikan sebagai instruksi yang akan dijalankan oleh prosessor. OS/2. seperti DOS. QuattroPro. Compiler. Program Aplikasi. Windows. 2. seperti : o Pengolah kata /editor naskah : Wordstar. Word Perfect. tapi PC Tools mampu memberikan keterang dan animasi yang bagus dalam proses pemformatan. MS Excell. dll o Presentasi : MS PowerPoint o Desain grafis : CorelDraw. seperti GL. seperti program gaji pada suatu perusahaan. MYOB. Novell. Bahasa mesin adalah terdiri dari nilai 0 dan 1. Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu. Komputer hanya memahami satu bahasa. maka dicarilah suatu cara Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 5 . MS Word.Dasar Pemrograman Komputer 1. yaitu bahasa mesin. PhotoShop 5.2 Perangkat Lunak (Software) Perangkat lunak merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki.

Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah Dimana penggunaan instruksi telah mendekati bahasa sehari – hari. 2. 1. menengah. Matlab. C++. 3. bagaimana data tersebut disimpan dan dikirim. Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah Bahasa pemrograman generasi pertama.3 BAHASA PEMROGRAMAN 1. Bahasa jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. diciptakan compiler. Dengan tujuan inilah. dan tingkat tinggi. 1.Dasar Pemrograman Komputer untuk menterjemahkan sebuah bahasa yang dipahami oleh manusia menjadi bahasa mesin.3. walaupun masih cukup sulit untuk dimengerti karena menggunakan singkatan – singkatan seperti STO yang berarti simpan (STORE) dan MOV yang artinya pindah (MOVE). Bahasa pemrograman memfasilitasi seorang programmer untuk secara spesifik apa yang akan dilakukan oleh komputer selanjutnya. Disebut juga dengan bahasa assembly merupakan bahasa dengan pemetaan satu – persatu terhadap instruksi komputer. Sebuah pernyataan program diterjemahkan kepada sebuah atau beberapa mesin dengan menggunakan compiler. Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi Merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai ciri-ciri mudah dimengerti karena kedekatannya terhadap bahasa sehari – hari. Pergeseran tingkat dari rendah menuju tinggi menunjukkan kedekatan terhadap ”bahasa manusia”. . Layaknya bahasa manusia.1 Pendahuluan Bahasa pemrograman adalah teknik komunikasi standar untuk mengekspresikan instruksi kepada komputer. dan apa yang akan dilakukan apabila terjadi kondisi yang variatif. Yang tergolong dalam bahasa ini adalah Fortran.NET.3. Sebagai contoh adalah : JAVA. setiap bahasa memiliki tata tulis dan aturan tertentu.2 Kategori Bahasa Pemrograman Bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 6 . Setiap intruksi assembly diterjemahkan dengan menggunakan assembler. Bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan menjadi tingkat rendah.

Sebuah pendefinisan yang jelas adalah sebagian dari penyelesaian masalah. Mendefiniskan masalah 2.Dasar Pemrograman Komputer 1. Sebelum sebuah program dapat terdesain dengan baik untuk menyelesaikan beberapa permasalahan. Mari kita definisikan sebuah contoh permasalahan : ”Buatlah sebuah program yang akan menampilkan berapa kali sebuah nama tampil pada sebuah daftar” Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 7 . Uji Coba dan pembuatan dokumentasi Untuk memahami langkah dasar dalam pemecahan masalah dalam sebuah komputer mari kita mendefinisikan sebuah permasalahan yang akan diselesaikan langkah demi langkah sebagaimana metodologi pemecahan masalah yang akan dibahas selanjutnya.4 ALUR PEMBUATAN PROGRAM Seorang programmer tidak melakukan pembuatan dan pengkodean program secara begitu saja.1 Definisi Permasalahan Seorang programmer umumnya mendapatkan tugas berdasarkan sebuah permasalahan. Menganalisa dan membuat rumusan pemecahan masalah 3. 1. Pengkodean.4. Proses yang sistematis ini harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yaitu program sesuai dengan yang diinginkan. masalah – masalah yang terjadi harus dapat diketahui dan terdefinisi dengan baik untuk mendapatkan detail persyaratan input dan output. namun mengikuti perencanaan dan metodologi yang terstruktur yang memisahkan proses suatu aplikasi menjadi beberapa bagian. Pemrograman komputer mempersyaratkan untuk mendefiniskan program terlebih dahulu sebelum membuat suatu penyelesaian masalah. Desain Algoritma dan Representasi 4. Berikut ini langkah – langkah sistematis dasar dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman : 1. Masalah yang akan kita selesaikan akan didefinisikan pada bagian selanjutnya.

langkah paling ringkas dan efisien dalam penyelesaian harus dirumuskan.4. Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada bagian sebelumnya. Algoritma dapat diekpresikan dalam bahasa manusia. a.4. Logis merupakan kunci dari sebuah algoritma. Langkah – langkah dalam algoritma harus logis dan bernilai benar atau salah. Nama yang akan dicari Output Dari Program : Jumlah kemunculan nama yang dicari 1. bagaimanakah kita dapat memberikan solusi penyelesaian secara umum dalam sebuah alur yang dapat dengan mudah dimengerti? Berikut ini adalah cara-cara penyelesaian masalah melalui pembuatan program komputer yang umum dilakukan oleh seorang programmer.Dasar Pemrograman Komputer 1. langkah berikutnya meliputi memecahkan masalah tersebut menjadi beberapa bagian kecil dan ringkas. Algoritma adalah urutan langkah – langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Dalam pemrograman komputer penyelesaian masalah didefinisikan dalam langkah demi langkah. Tentukan nama yang akan dicari. anggaplah ini merupakan sebuah kata kunci Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 8 . Tentukan daftar nama 2. menggunakan presentasi grafik melalui sebuah FlowChart (diagram alir) ataupun melalui PseudoCode yang menjembatani antara bahasa manusia dengan bahasa pemrograman. Mengekspresikan cara penyelesaian melalui bahasa manusia : 1. Contoh masalah : Menampilkan jumlah kemunculan sebuah nama pada daftar Input Terhadap Program : Daftar Nama.3 Desain Algoritma dan Representasi Setelah kita mengetahui dengan baik dan jelas mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan. Umumnya.2 Analisis Permasalahan Setelah sebuah permasalahan terdefinisi secara memadai. langkah selanjutnya yaitu membuat rumusan algoritma untuk menyelesaikan permasalahan.

Bandingkan kata kunci terhadap setiap nama yang terdapat pada daftar 4. tampilkan hasil perhitungan (output) b. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 9 . Jika kata kunci tersebut sama dengan nama yang terdapat pada daftar.4.Dasar Pemrograman Komputer 3.2: Contoh Flowchart Mengekspresikan solusi melalui Pseudocode : listNama = Daftar Nama keyNama = Nama yang dicari hitung = 0 Untuk setiap nama pada Daftar Nama lakukan : Jika nama == keyNama Hitung = Hitung + 1 Tampilkan Hitung 1.3.1 Simbol Flowchart dan Artinya Flowchart adalah representasi grafis dari langkah – langkah yang harus diikuti dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terdiri atas sekumpulan simbol. Mengekspresikan cara penyelesaian melalui Diagram alir (FlowChart): Gambar 1. tambahkan nilai 1 pada hasil perhitungan 5. Jika seluruh nama telah dibandingkan.

Pada tabel 1. nama. dan kegiatan yang diwakili serta aturan yang diterapkan dalam penggunaan simbol tersebut. Sebuah flowchart pada umumnya tidak menampilkan instruksi bahasa pemrograman. Simbol-simbol untuk Flowchart Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 10 . namun menetapkan konsep solusi dalam bahasa manusia ataupun notasi matematis.2 ditunjukkan simbol – simbol yang digunakan dalam menyusun flowchart.Dasar Pemrograman Komputer dimana masing – masing simbol merepresentasikan kegiatan tertentu. Flowchart diawali dengan penerimaan input dan diakhiri dengan penampilan output.2. Tabel 1.

4 Pengkodean. Menggunakan algoritma sebagai pedoman. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 11 . maka proses pengkodean dapat dimulai. Uji Coba dan Pembuatan Dokumentasi Setelah membentuk algoritma.Dasar Pemrograman Komputer 1. maka kode program dapat ditulis sesuai bahasa pemrograman yang dipilih.4.

maka kita perlu untuk mengkaji ulang rumusan / algoritma yang telah dibuat. kesalahan penetapan kondisi dan lain sebagainya. Dokumentasi tersebut berisi informasi mulai dari tujuan dan fungsi program. Sebagai contoh. kemudian memperbaiki implementasi kode program yang mungkin keliru. Pada kasus tersebut compiler tidak cukup cerdas untuk menangkap kesalahan tipe ini pada saat proses kompilasi.) pada akhir sebuah pernyataan program atau kesalahan ejaan pada beberapa perintah dapat disebut juga sebagai compile – time error. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 12 . Sehingga saat program dijalankan. langkah selanjutnya yaitu menguji program tersebut apakah telah berfungsi sesuai tujuannya untuk memberikan suatu solusi untuk menyelesaikan suatu masalah. dan yang kedua adalah runtime error.5 SISTEM NUMERIK DAN KONVERSI Bilangan dapat disajikan dalam beberapa cara. namun pada saat anda menelusuri struktur logika kode tersebut. serta cara penggunaannya. Untuk memudahkan dalam memeriksa suatu kesalahan suatu program ataupun memahami jalannya program. Yang pertama adalah compile-time error. Compile-time errors muncul jika terdapat kesalahan penulisan kode program. algoritma. Compiler tidaklah sempurna sehingga tidak dapat mengidentifikasi seluruh kemungkinan kesalahan pada waktu kompilasi. Compiler akan mendeteksi kesalahan yang terjadi sehingga kode tersebut tidak akan bisa dikompilasi. aplikasi atau bahkan keseluruhan komputer mengalami hang karena mengalami proses perulangan yang tidak berakhir. bagian yang sama pada kode tereksekusi berulang – ulang tanpa akhir. Umumnya kesalahan yang terjadi adalah kesalahan logika seperti perulangan tak berakhir. Contoh lain dari run-time errors adalah perhitungan atas nilai yang salah. Terdapat dua tipe kesalahan (errors) yang akan dihadapi seorang programmer. Cara penyajiannya tergantung pada Basis (BASE) bilangan tersebut. Proses ini disebut dengan debugging. Terdapat 4 cara utama dalam penyajian bilangan. kita juga perlu membuat suatu dokumentasi dari program yang dibuat. penulisan kode pada program terlihat tanpa kesalahan. Terlupakannya penulisan semi-colon (. 1. Bilamana terjadi kesalahan – kesalahan logika atas program.Dasar Pemrograman Komputer Setelah menyelesaikan seluruh kode program. disebut juga sebagai bugs. Tipe kesalahan ini disebut dengan runtime error.

5. dan menggunaan huruf A – F. Hal ini berarti bilangan – bilangan pada sistem ini terdiri dari 0 sampai dengan 9.5. Bilangan desimal adalah sistem bilangan yang berbasis 10. Berikut ini contoh penulisan bilangan pada sistem heksadesimal : 7E16 B16 Tabel 1. atau a – f karena perbedaan kapital huruf tidak memiliki efek apapun. Berikut ini contoh penulisan dari bilangan biner : 11111102 10112 1.5. Sistem ini hanya memperbolehkan penggunaan bilangan dalam skala 0 – 9. Hal ini berarti bilangan – bilangan yang diperbolehkan hanya berkisar antara 0 – 7. Berikut ini contoh penulisan dari bilangan oktal : 1768 138 1. Ini menyatakan bahwa bilangan yang terdapat dalam sistem ini hanya 0 dan 1.1 Sistem Bilangan Desimal Manusia umumnya menggunakan bilangan pada bentuk desimal.2 Sistem Bilangan Biner Bilangan dalam bentuk biner adalah bilangan berbasis 2.5. Bilangan heksadesimal dan perbandingannya terhadap desimal Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 13 .3.Dasar Pemrograman Komputer 1.4 Sistem Bilangan Heksadesimal Bilangan dalam sistem heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16. Berikut ini beberapa contoh bilangan dalam bentuk desimal : 12610 (umumnya hanya ditulis 126) 1110 (umumnya hanya ditulis 11) 1.3 Sistem Bilangan Oktal Bilangan dalam bentuk oktal adalah sistem bilangan yang berbasis 8.

5.5 Konversi 1.5. Ambil hasil bagi dari proses pembagian sebelumnya.4. Sebagai Contoh : 110011012 = ? 10 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 14 . dan bagi kembali bilangan tersebut dengan angka 2. Kemudian susun nilai – nilai sisa dimulai dari nilai sisa terakhir sehingga diperoleh bentuk biner dari angka bilangan tersebut.5.Dasar Pemrograman Komputer Berikut adalah perbandingan keseluruhan sistem penulisan bilangan: Tabel 1.1 Desimal ke Biner / Biner ke Desimal Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya. Ulangi langkah – langkah tersebut hingga hasil bagi akhir bernilai 0 atau 1. Contoh Konversi Antar Sistem Bilangan 1. Sebagai Contoh : 12610 = ? 2 Dengan menuliskan nilai sisa mulai dari bawah ke atas. Konversi bilangan biner ke desimal didapatkan dengan menjumlahkan perkalian semua bit biner dengan perpangkatan 2 sesuai dengan posisi bit tersebut. didapatkan angka biner 11111102.

kita peroleh bilangan oktal 1768 Contoh konversi Heksadesimal : 12610 = ? 16 Dengan menuliskan nilai sisa dari bawah ke atas. maka pada konversi oktal pembaginya adalah angka 8.2 Desimal ke Oktal/Heksadesimal dan Oktal/Heksadesimal ke Desimal Pengubahan bilangan desimal ke bilangan oktal atau bilangan heksadesimal pada dasarnya sama dengan konversi bilangan desimal ke biner. 1. maka pada bilangan Oktal.5.5. sedangkan pada konversi heksadesimal pembaginya adalah 16. sedangkan yang bernilai 0 tidak akan dihitung karena hanya akan menghasilkan nilai 0. Setiap biner yang bernilai 1 akan mengalami perhitungan. Jika pada konversi biner pembaginya adalah angka 2.Dasar Pemrograman Komputer Angka desimal 205 diperoleh dari penjumlahan angka yang di arsir. Perbedaanya hanya terdapat pada penggunaan angka basis. basis yang digunakan adalah 8 dan pada bilangan Heksadesimal adalah angka 16. Contoh konversi Oktal : 12610 = ? 8 Dengan menuliskan nilai sisa dari bawah ke atas. kita peroleh bilangan Heksadesimal7E16 Konversi bilangan Oktal dan Heksadesimal sama dengan konversi bilangan Biner ke Desimal. Jika sistem Biner menggunakan basis 2. Contoh konversi Oktal : 1768 = ? 10 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 15 . Perbedaannya terletak pada bilangan pembagi.

Tabel 1.5 menunjukkan representasi bilangan biner terhadap bilangan oktal : Tabel 1. Bilangan octal dan perbandingannya dalam sistem biner Sebagai contoh : 11111102 = ? 8 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 16 .5.3 Biner ke Oktal dan Oktal ke Biner Untuk mengubah bilangan biner ke oktal. kita pilah bilangan tersebut menjadi 3 bit bilangan biner dari kanan ke kiri.5.5.Dasar Pemrograman Komputer Contoh konversi Heksadesimal : 7E16 = ? 10 1.

Bilangan heksadesimal dan konversinya dalam biner Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 17 . Tabel 1. Sebagai contoh : 1768 = ? 2 1.5. kemudian merangkai kelompok bit tersebut sesuai urutan semula. Dalam hal ini masing – masing digit bilangan oktal diubah langsung menjadi bilangan biner dalam kelompok tiga bit.Dasar Pemrograman Komputer Mengubah sistem bilangan oktal menjadi bilangan biner dilakukan dengan cara kebalikan dari konversi biner ke oktal.6. Kemudian konversikan setiap kelompok menjadi satu digit Heksadesimal.4 Biner ke Heksadesimal dan Heksadesimal ke Biner Pengubahan bilangan Biner ke Heksadesimal dilakukan dengan pengelompokan setiap empat bit Biner dimulai dari bit paling kanan.6 menunjukkan representasi bilangan Biner terhadap digit Heksadesimal : Tabel 1.5.

Dasar Pemrograman Komputer Sebagai contoh : 11111102 = ? 16 Konversi bilangan Heksadesimal ke Biner dilakukan dengan membalik urutan dari proses pengubahan Biner ke Heksadesimal. Sebagai contoh : 7E16 = ? 2 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 18 . Satu digit Heksadesimal dikonversi menjadi 4 bit Biner.

1 Algoritma Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah yang tepat. maka bisa disebut algoritma.2 Konstruktor (elemen) Pemrograman Prosedural Konstruktor (elemen) bahasa pemrograman prosedural yang penting di antaranya adalah: 1.6 PEMROGRAMAN PROSEDURAL Pemrograman dalam paradigma prosedural dilakukan dengan memberikan serangkaian perintah yang berurutan.6. masukkan ke bak mandi.Dasar Pemrograman Komputer 1. operator. 1. Struktur Data 7. Proses. 1. Langkah yang tepat artinya serangkaian langkah tersebut selalu benar untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. terperinci. meliputi definisi algoritma dan konstruktor pemrograman prosedural. Program utama 2. Tipe 3. Program Moduler Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 19 . dan operand 6. dan seterusnya”) maka serangkaian langkah itu tidak disebut sebagai algoritma (jika: “ambil air. harus diperinci). namun langkah ambil air. serta konsep Input. karena “sedikit” tidak menyatakan sesuatu yang tepat. instruksi seperti “angkat sedikit ke kiri” merupakan contoh instruksi yang tidak tepat. Instruksi dasar 8. Langkah yang tidak memberikan hasil yang benar untuk domain masalah yang diberikan bukanlah sebuah algoritma. masukkan ke bak mandi.6. Variabel 5. masukkan ke bak mandi. Konstanta 4. dan Output yang sangat lazim dalam dunia pemrograman prosedural. ulangi ambil air. jika langkah tidak pernah berhenti (misalnya: “ambil air. ulangi ambil air sampai bak mandi penuh”. Langkah yang diberikan harus terbatas. artinya suatu saat langkah harus berhenti. Ekspresi. Dalam bab ini akan dibahas hal-hal yang menjadi dasar dalam pemrograman prosedural. Langkah yang terperinci artinya setiap langkah diberikan secara detail dan dapat dieksekusi oleh komputer. dan terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah.

proses. dan output. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 20 . dan dalam setiap bagian mungkin akan ada input.3 Input.Dasar Pemrograman Komputer 9.6. Bagian input. proses. dan output dikerjakan secara sekuensial. Rekurens Konstruktor ini tidak untuk dipelajari secara berurutan. Proses. proses. dan output. 1. dan Output Sekumpulan aksi dalam pemrograman prosedural bisa dibagi menjadi tiga bagian penting yaitu: input. namun semua perlu dipelajari dan dimengerti untuk dapat membuat program dengan baik. File eksternal 10.

statistik. menjalankan proses-proses . Kita dapat mengganti direktori ini sesuai dengan tempat direktori kerja yang diinginkan. pengembangan algoritma. dan visualisasi.2 LINGKUNGAN KERJA MATLAB 2. Hal ini karena matlab membawa keistimewaan dalam fungsi-fungsi matematika. Saat ini matlab memiliki ratusan fungsi yang dapat digunakan sebagai problem solver mulai dari simple sampai masalah-masalah yang kompleks dari berbagai disiplin ilmu. visualisasi dan pemrograman seperti komputasi matematik. fisika. c. serta melihat isi variable. software yang dibuat dengan menggunakan bahasa ini dibuat oleh The Mathworks. yang pada awalnya dibuat untuk memberikan kemudahan mengakses data matrik pada proyek LINPACK dan EISPACK. mendeklarasikan variable. analisis data.1 PENDAHULUAN Matlab adalah singkatan dari Matrix Laboratory. Current Directory Jendela (window) ini menampilkan isi dari direktori kerja saat menggunakan matlab. simulasi dan pemodelan dan grafik-grafik perhitungan.inc dan telah memasuki versi 8 Rilis 16. Matlab merupakan bahasa pemrograman aras tinggi yang dikhususkan untuk kebutuhan komputasi teknis.1 Bagian-bagian Jendela Matlab a. Matlab dikembangkan oleh MathWorks. Command Windows Jendela ini adalah jendela utama dari Matlab. Matlab merupakan bahasa pemrograman yang hadir dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang sudah ada lebih dahulu seperti Delphi.Dasar Pemrograman Komputer Bab 2 PENGENALAN MATLAB 2. Command History Jendela ini berfungsi untuk menyimpan perintah-perintah apa saja yang sebelumnya dilakukan oleh pengguna terhadap matlab. Basic maupun C++. Default dari alamat direktori berada dalam folder works tempat program files Matlab berada.2. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 21 . b. Di sini adalah tempat untuk menjalankan fungsi. Matlab hadir dengan membawa warna yang berbeda. 2.

Gambar berikut menampilkan tampilan antar muka dari matlab versi 7.1 Tampilan antar muka Matlab versi 7.0 Gambar 2. Perintah dapat berupa fungsi-fungsi pengaturan file (seperti perintah DOS/UNIX) maupun fungsi-fungsi bawaan/toolbox MATLAB sendiri.Dasar Pemrograman Komputer d. Workspace Workspace berfungsi untuk menampilkan seluruh variabel-variabel yang sedang aktif pada saat pemakaian matlab. debugger atau fungsi. Matlab secara otomatis akan menampilkan jendela “array editor” yang berisikan data pada setiap variabel yang dipilih pengguna. cd pwd : Digunakan untuk melakukan perpindahan dari direktori aktif. Apabila variabel berupa data matriks berukuran besar maka user dapat melihat isi dari seluruh data dengan melakukan double klik pada variabel tersebut. Ciri dari window ini adalah adanya prompt (>>) yang menyatakan matlab siap menerima perintah.0 Command windows juga digunakan untuk memanggil tool Matlab seperti editor. : Digunakan untuk melihat direktori yang sedang aktif mkdir : Digunakan untuk membuat sebuah direktori what who : Digunakan untuk melihat nama file m dalam direktori aktif : Digunakan untuk melihat variabel yang sedang aktif 22 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY . Berikut ini beberapa fungsi pengaturan file dalam MATLAB : dir/ls : Digunakan untuk melihat isi dari sebuah direktori aktif.

Contoh pembuatan variabel pada matlab: Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 23 . Apabila terdapat variabel lama dengan nama yang sama maka matlab secara otomatis akan me-replace variabel lama tersebut dengan variabel baru yang dibuat user.2 Getting Help Matlab menyediakan fungsi help yang tidak berisikan tutorial lengkap mengenai Matlab dan segala keunggulannya. Dalam matlab setiap variabel akan disimpan dalam bentuk matrik. demo : Digunakan untuk mencoba beberapa tampilan demo yang disediakan oleh Matlab 2. dalam format html secara online. Penamaan variabel pada matlab bersifat caseSensitif karena itu perlu diperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil pada penamaan variabel.2. 2.3 Variabel pada Matlab Matlab hanya memiliki dua jenis tipe data yaitu Numeric dan String. 2.Dasar Pemrograman Komputer whos : Digunakan untuk menampilkan nama setiap variabel delete : Digunakan untuk menghapus file clear : Digunakan untuk menghapus variabel clc doc : Digunakan untuk membersihkan layar : Digunakan untuk melihat dokumentasi The MathWorks.2.3 Interupting dan Terminating dalam Matlab Untuk menghentikan proses yang sedang berjalan pada matlab dapat dilakukan dengan menekan tombol Ctrl-C. Sedangkan untuk keluar dari matlab dapat dilakukan dengan menuliskan perintah exit atau quit pada comamnd window atau dengan menekan menu exit pada bagian menu file dari menu bar. User dapat menjalankan fungsi ini dengan menekan tombol pada toolbar atau menulis perintah ‘helpwin’ pada command window. Matlab juga menyediakan fungsi demos yang berisikan video tutorial matlab serta contoh-contoh program yang bisa dibuat dengan Matlab. Inc. User dapat langsung menuliskan variabel baru tanpa harus mendeklarasikannya terlebih dahulu pada command window.

3.Dasar Pemrograman Komputer 2. Dalam membuat suatu data matriks pada matlab. Untuk membuat variabel dengan data yang terdiri beberapa baris. Contoh pembuatan data matriks pada matlab: Matlab menyediakan beberapa fungsi yang dapat digunakan untuk menghasilkan bentuk-bentuk matriks yang diinginkan.1 Matriks Dapat diasumsikan bahwa didalam matlab setiap data akan disimpan dalam bentuk matriks. gunakan tanda ‘titik koma’ (.) untuk memisahkan data tiap barisnya. di antaranya: • zeros : untuk membuat matriks yang semua datanya bernilai 0 • ones : matriks yang semua datanya bernilai 1 • rand : matriks dengan data random dengan menggunakan distribusi uniform • randn : matris dengan data random dengan menggunakan distribusi normal • eye : untuk menghasilkan matriks identitas Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 24 . setiap isi data harus dimulai dari kurung siku ‘[‘ dan diakhiri dengan kurung siku tutup ‘]’.

Penggunaan tanda titik dua ‘:’ juga dapat digunakan untuk memanggil data matriks perbaris atau perkolom. Contoh penggunaan: c(2:5) = memanggil data matrik baris 2 sampai baris 5 a(1.3) = memanggil data matriks pada kolom ketiga Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 25 .Dasar Pemrograman Komputer Contoh penggunaan fungsi-fungsi diatas: Untuk pemanggilan data berurutan seperti a(1.3) dapat disingkat dengan menggunakan tanda titik dua ‘:’ sehingga menjadi a(1:2).:) = memanggil data matriks pada baris pertama b(:.2.

Dasar Pemrograman Komputer 2. ln x • log10(x) : untuk menghasilkan nilai logaritma dengan basis 10. Fungsi Matematika lainnya Beberapa fungsi matematika lainnya yang dapat kita gunakan untuk operasi matematika antara lain: • abs(x) : fungsi untuk menghasilkan nilai absolut dari x • sign(x) : fungsi untuk menghasilkan nilai -1 jika x<0.y) : untuk menghasilkan nilai modulus (sisa pembagian) x terhadap y 2. M-File dapat dipanggil dengan memilih menu file->new->M-File. atau mengetikkan nama M-File yang kita buat pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 26 . kita dapat menyimpan semua perintah dan menjalankannya dengan menekan tombol command window. x 10 log • sqrt(x) : untuk menghasilkan akar dari nilai x.5. kita dapat menyimpan semua script yang akan digunakan dalam file pada Matlab dengan ekstensi .6.m. Di dalam M-File. x • rem(x. x e • log(x) : untuk menghasilkan nilai logaritma natural x. 0 jika x=0 dan 1 jika x>1 Bentuk Aljabar XxY X:Y X+Y X–Y XY Bentuk Matlab X*Y X/Y X+Y X–Y X^Y Contoh 7*2 9/2 3+5 8–4 3^5 • exp(x) : untuk menghasilkan nilai eksponensian natural.4. Contoh gambar M-File (lembar kerja Matlab) diberikan pada Gambar 2. Operator Beberapa penggunaan operator aritmatika antara dua operand (A dan B) ditunjukkan pada tabel berikut ini: Operasi Perkalian Pembagian Penjumlahan Pengurangan Eksponensial 2.2. M-File Di dalam Matlab.

Dasar Pemrograman Komputer Gambar 2.e’ dan dua nilai keluaran ‘a.d.1 Fungsi Di dalam M File.b’: Selanjutnya Fungsi tersebut akan dijalankan melalui command window dengan nilai masukan ’15. Perhatikan penulisan kurung siku ‘[ ]’ pada nilai keluaran dan kurung biasa ‘( )’ pada nilai masukan. Bentuk penulisan nama fungsi Contoh penggunaan: fungsi yang akan dibuat bernama ‘testfungsi’ memiliki tiga nilai masukan ‘c. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 27 .2 Tampilan lembar kerja Matlab (M-File) 2.6.3’. kita dapat menuliskan fungsi-fungsi yang berisikan berbagai operasi sehingga menghasilkan data yang diinginkan.25.

Elseif Bentuk dasar penggunaan statement jenis ini adalah sebagai berikut: if ekspresi1 statements1.2 Flow Control Matlab memiliki empat macam statement yang dapat digunakan untuk mengatur aliran data pada fungsi yang akan dibuat. If. Else. else statements3. a. Fungsi tersebut setelah dijalankan melalui command window: Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 28 .6.Dasar Pemrograman Komputer 2. end Ekspresi akan bernilai 1 jika benar dan bernilai 0 jika salah. elseif ekspresi2 statements2. Contoh penggunaan: Funsi disp digunakan untuk menampilkan pesan pada command window.

.. Switch Bentuk dasar penggunaan statement switch switch switch_ekspresi case case_ekspresi1 statement1 case case_ekspresi2 statement2 .Dasar Pemrograman Komputer b. Bentuk dasar penggunaan while adalah while ekspresi statements . otherwise statementN end Contoh penggunaan: c... while Statement while digunakan untuk aliran data yang bersifat perulangan.. .. end Contoh penggunaan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 29 .

.. for Bentuk dasar penggunaan bentuk for: for index = start:increment:stop statement . statement end Default dari nilai increment (penambahan nilai setiap perulangan) jika tidak ditentukan oleh user adalah 1... Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 30 . .Dasar Pemrograman Komputer Hasil setelah dijalankan d.

6 Contoh Penyelesaian Masalah Contoh 1: Persamaan fungsi Tentukan nilai fungsi dibawah ini dengan nilai-nilai t = 25 . Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 31 .Dasar Pemrograman Komputer Contoh fungsi : Hasil setelah fungsi dijalankan 2. x = 43. Operator X<Y X>Y X <= Y X >= Y X == Y X ~= Y Keterangan X lebih kecil dari Y X lebih besar dari Y X lebih kecil atau sama dengan Y X lebih besar atau sama dengan Y X sama dengan Y X tidak sama dengan Y 2. z = 8.25.2. y = 15.5 Operator Berikut ini adalah jenis-jenis operator pada matlab yang dapat digunakan untuk operasi ekspresi pada statement yang membutuhkan perbandingan seperti if atau while.

25.3169 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 32 .2175 P=4*(exp(-x/2))*sin(pi*x) P = 1.3125 dan diameter dalam 5. tentukan volumenya bila diketahui rumus untuk mencari volumenya: Dimana RE adalah diameter luar dan RI adalah diameter dalam Penyelesaian : re=6.2352e+037 O=sqrt((1/(x+y))+(1/(t+z))) O = 0.ri=5.3125.762. v=4/3*pi*(re^3-ri^3).y=15.Dasar Pemrograman Komputer Untuk penyelesaian di atas adalah sbb: Pertama kita buat dulu variable-variabelnya t=25.2.z=8.6223e-023 Contoh 2 : Penentuan volume silinder berlubang Sebuah silinder mempunyai diameter luar 6.x=43. Lalu masukkan nilai tersebut ke masing-masing fungsinya M=4*x^2+3*y+10 M = 7.4518e+003 N=exp(2*x)+x N = 2. disp(['Volume = '.762 .num2str(v)]) Volume = 252.

9129 0. Untuk mengatasi masalah ini matlab menyediakan operasi pada array data. 3.Dasar Pemrograman Komputer Bab 3 OPERASI ARRAY 3.8012 Pada tulisan x=0:10:180 dimaksudkan dengan : .5064 0. Opeasi skalar memang merupakan dasar matematika.1 PENDAHULUAN Variabel dengan tipe data tunggal (skalar) hanya dapat digunakan untuk menyimpan sebuah nilai saja. Variabel array dapat digunakan untuk menampung data-data sejenis (numeric atau string).7451 -0.0 merupakan batas bawah dari array 0. 0 ≤ x ≤ π . perulangan operasi skalar akan menghabiskan waktu dan tentu saja tidak praktis.9939 -0.5806 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 33 .x merupakan variabel yang menampung array . Sintaks sederhana untuk menunjukan semua titik tersebut adalah >> x=0:20:180 x = 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 >> y=sin(x) y = Columns 1 through 8 0 0. sehingga untuk menyimpan beberapa nilai sekaligus dalam suatu variable khusus dibutuhkan variable array atau variable berindeks. tidak mungkin kita menghitung semua titik yang kita perlukan secara satu persatu. Namun jika dalam sesaat kita ingin melakuakan operasi yang sama pada beberapa bilangan.9802 Columns 9 through 10 0.2 ARRAY SEDERHANA Perhatikan masalah saat kita diharuskan untuk menggambar grafik dengan fungsi y = sin(x) . Semua komputasi yang dikerjakan sejauh ini hanya melibatkan bilangan tunggal yang disebut skalar.3048 -0.2194 -0.

9939 maksudnya adalah nilai array y yang ke 5 adalah -0. sekarang kita akan menuliskan bagaimana menuliskan array dalam n dimensi. Contoh: > A=[1 2 3.Dasar Pemrograman Komputer . gabuangan dari array merupakan sebuah matriks.3 ARRAY N DIMENSI Array yang kita bahas diatas merupakan array 1 dimensi.y merupakan variabel array yang menampung perhitungan dengan sin x dimana x dari 0 sampai 180 dengan interval 10 Jika kita hanya membutuhkan nilai dari interval tertentu maka kita bisa menuliskannya dengan sintaks: >> x(4) % elemen array ke 4 ans = 60 Maksudnya adalah nilai dari x yang ke empat dari array x adalah 60 >> y(5) % nilai array ke 5 ans = -0.180 merupakan batas atas dari array Pada tulisan y=sin(x) dimaksudkan dengan : .7 8 9] A = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 34 .9939. Kita juga bisa menuliskan nilai array tertentu dengan menunjukan indeksnya contoh: >> x(2:4) ans = 20 40 60 maksudnya adalah semua nilai dengan indeks 2 sampai dengan 4 pada array x . 2:4 berarti menghitung dari 2 sampai 5. 3.10 merupakan selang atau interval .4 5 6.

Untuk mengetahui jumlah array kita gunakan sintaks size: contoh: >> size(A) ans = 3 3 maksudnya matriks A merupakan matriks 3 x 3. Menciptakan matriks B dengan urutan baris A yang dibalik >> B=A(3:-1:1.:)=0 B = 7 8 0 0 0 0 1 2 3 Untuk membuat transpose dari matriks B kita gunakan sintaks: >> E=B' E = 7 0 1 8 0 2 0 0 3 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 35 .:) B = 7 8 0 4 5 6 1 2 3 mengganti semua elemen baris ke 2 dari matriks B dengan 0 maka sintaksnya: >> B(2.3)=0 A = 1 2 3 4 5 6 7 8 0 maksudnya mengganti elemen 3.3 menjadi 0.Dasar Pemrograman Komputer merupakan matriks dengan 3 kolom dengan 3 baris dalam array kita juga bisa memanipulasi elemen elemen yang ada dalam array tersebut contohnya: >> A(3.

5.^ digunakan karena kita ingin menghitung 0.1225 7.amount_left) >> xlabel(‘Jumlah Minggu’). Jika dimiliki 10 gram polonium hari ini.5786 Columns 9 through 10 7. solusi dari MATLAB adalah : >> initial_amount=10.0125 8.3204 7. >> time=7:7:70 %akhir dari 10 minggu pertama time = 7 14 21 28 35 42 49 56 63 70 >> amount_left=initial_amount*0.5 waktu/waktu_paruh Untuk masalah ini.^(time/half_life) amount_left Columns 1 through 8 9.3303 9. berapa banyak yang tersisa pada akhir setiap minggu selama 10 minggu ? Penyelesaian : Menggunakan persamaan : Jumlah_tinggal = jumlah_semula*0. karena radoaktif meluruh.0711 Dengan matematika array sangat mudah untuk mengevaluasi suatu ekspresi dengan banyak nilai untuk satu ariable. >> plot(time/7. yang berarti bahwa. 3.1: Elemen radioaktif polonium mempunyai waktu paruh 140 hari. Perhatikan bahwa pemangkatan titik .ylabel(‘Jumlah Polonium tersisa’) hasilnya: 9.6594 7.8458 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 36 . Data ini dengan mudah digambarkan dengan matlab. jumlah polonium yang tertinggal setelah 140 hari adalah setengah dari jumlah semula.7055 8.4090 8. >> half_life=140.5 yang akan dipangkatkan dengan setiap elemen pada array eksponen.4 CONTOH APLIKASI ARRAY Contoh 3.Dasar Pemrograman Komputer sehingga bentuk dari perkalian manual yang ada dimatriks ada yang langusng digunakan pada sintaks matlab.

1. Jika konsentrasi minimum adalah 50%. air yang bertambah ke bak asam adalah 1% dari volume bak. keasaman larutan asam tidak boleh kurang dari suatu batas minimum. lost=1:10 % 1% sampai 10% dengan kenaikan 1% n=floor(log(initial_con/min_con). dan 1 % dari larutan terbuang saat suku cadang dikeluarkan.m initial_con=90.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 3. kemudian dicelup dibak air asam untuk membersihkan. Untuk memelihara kualitas. Setelah beberapa lama. suku cadang tersebut dicelupkan ke air untuk pendinginan. konsentrasi larutan asam menurun karena air saat pencelupan bertambah dan larutan yang terbuang saat suku cadang tadi diambil dari bak. min_con=50.1 Hasil eksekusi contoh 3.n) xlabel('Persentase yang hilang setiap kali pencelupan') Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 37 ./log(1+lost/100)) stem(lost.2: Perhitungan Konsentrasi dengan Matematika Array Sebagai bagian dari suatu proses pembuatan suku cadang di suatu proses pembuatan suku cadang di suatu pabrik otomatis. Dimulai dengan konsentrasi asam 90%. Contoh 3. berapa banyak suku cadang dapat dicelupkan ke bak air asam sebelum keasaman larutan dalam bak berada di bawah batas minimum? Penyelesaian : %Script M file example.

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 38 .Dasar Pemrograman Komputer ylabel('Jumlah Pencelupan') title('Contoh Pencelupan Bak Air-Asam') hasil : >> example lost 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 n = 59 29 19 14 12 10 8 7 6 6 Gambar 3.2.2 Hasil eksekusi contoh 3.

m x=0:0. terlebih dahulu akan diulas sedikit tentang bagaimana menggambarkan sebuah fungsi.y) xlabel('Sumbu x') ylabel('Sumbu y') 3 2 Running : >>gambar1 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 39 . Contoh 4.*( x . Bentuk umum permasalahannya secara sederhana adalah menemukan sebuah nilai variabel x sedemikian sehingga f(x) = 0.1: Gambarkan fungsi berikut: y=(x – 1) (x + 2) ( x – 3) .*((x + 2).^2) .Dasar Pemrograman Komputer Bab 4 AKAR-AKAR PERSAMAAN 4. Sebelum membahas lebih jauh tentang akar-akar persamaan. sedangkan x merupakan solusi atau akar persamaan ini. dimana f adalah sembarang fungsi nonlinear x. plot(x.1 PENDAHULUAN Permasalahan dalam penyelesaian persamaan nonlinear sering muncul pada berbagai persoalan praktis.^3).3). y=((x + 1). 0 ≤ x ≤ 4 Penyelesaian: % Gambar1.1:4.

m x=0:0. plot(x.y) xlabel('Sumbu x') ylabel('Sumbu y') Running : >>gambar2 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 40 .Dasar Pemrograman Komputer Gambar 4. 0 ≤ x ≤ 4 3 2 Contoh 4.1:20. 0 ≤ x ≤ 20 Penyelesaian: % Gambar2.1 Fungsi y=(x – 1) (x + 2) ( x – 3) .2: Gambarkan fungsi berikut: y=exp(-x/10) sin(x). y=exp(-x/10).*sin(10*x).

2 METODA NEWTON Metoda ini merupakan solusi persamaan f(x) = 0 berdasarkan pada sifat geometri sederhana tangen. Sebetulnya secara sederhana kita ias mencari titik di x yang berpotongan dengan sumbu y = 0 secara grafik( solusi grafik merupakan solusi juga) tapi itu masih terlalu kasar dan tidak terlalu akurat apalagi untuk fungsi fungsi yang tidak diketahui solusinya terletak di x berapa.2 Hasil dari plot fungsi y=exp(-x/10) sin(x).2) . Metode ini membutuhkan beberapa aprokimasi awal untuk turunan f(x)nya berada pada daerah yang diinginkan. dapat ditulis : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 41 . 0 ≤ x ≤ 20 Untuk persamaan non linear seperti diatas yang melibatkan fungsi transenden. 4. tugas mencari akar akar merupakan pekerjaan yang cukup sulit apalagi ketika jumlah akar akarnya tidak diketahui atau mungkin tak terbatas banyak akarnya.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 4. (Lihat contoh 4.

^2 + 29. d=feval(func.tol) % x adalah nilai awal. Function F=f303(x).Dasar Pemrograman Komputer Coba akar1 Function[res. end. d=feval(func.0.xo)/feval(dfunc.0*x-20.x.it]=fnewton(func.xo)/feval(dfunc.0*x. tol adalah akurasi yang diinginkan it=0. xo=x1. F=2*x. it=it+1.xo). F=x.dfunc. res=xo Kita coba mencari sebuah akar persamaan(x – 1) (x + 2) ( x – 3) = 0 untuk menggunkan metoda newton kita harus mendefinisikan fungsi dan turunannya sehingga : function F=f302(x).xo). xo=x.^2-20*x+29.^3 – 10. while abs(d)>tol x1=xo – d. Maka kita panggil f newton tadi sebagai berikut : 3 2 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 42 .

0.1.. %file utama x=-4:.65. Memutuskan pada kriteria konvergensi yang paling cocok 4.’f303’. Fungsi berkondisi ‘sakit’ 3.00005.00005) x=5. Diskontinuitas pada persamaan yang dipecahkan 4. Jawab: function F=f307(x).grid on. fprintf('Akar persamaan ini adalah %6. Variasi metode ini secara langsung tersedia pada matlab yaitu fzero.f307(x)).3 FUNGSI fZero Beberapa metoda di pencarian akar ini punya kelebihan dan kekurangannya.it]=fnewton(‘f302’.0000 it=6 Permasalahan yang sering muncul dalam mencari akar adalah : 1.4f \n'.^3.Dasar Pemrograman Komputer >>[x.00005).0:0. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 43 . xlabel('Sumbu X'). Mencari aprokimasi awal yang baik 2. Misalnya untuk (ex – cos x)3 = 0 dengan toleransi 0. root=fzero('f307'.5. F=(exp(x)-cos(x)).7.ylabel('Sumbu Y').root). plot(x. Metode Brent mengkombinasikan interpolasi kuadratik inversi dengan bisection untuk mendapatkan metode yang powerfull yang terbukti cukup sukses yang mempunyai jangkauan yang luas pada permasalahan yang cukup sulit.

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 44 .Dasar Pemrograman Komputer Gambar 4.3 Aplikasi fungsi fZero.

:)*y' .5 0 -19.5].x. q = q/(12*h^n). c(1.Dasar Pemrograman Komputer Bab 5 DIFERENSIASI DAN INTEGRASI NUMERIK 5. tapi lebih sering sulit jika secara analitik atau bahkan tidak mungkin.5 -12 19.2 DIFERENSIASI NUMERIK function q=diffgen(func.n. diferensial untuk fungsi polinom adalah relatif mudah.:)=[0 -1 16 -30 16 -1 0]. if ((n=1)|(n==2)|(n==3)|(n==4)) c=zeros(4. Pembalikan dari proses ini akan menentukan integral fungsi.5 12 -1.h). Menentukan turunan fungsi secara analitik mungkin menyulitkan meskipun relatif langsung.1 PENDAHULUAN Diferensial dan Integral merupakan operasi fundamental dalam kalkulus dan hampir setiap bidang matematika. c(4.x+ [-3:3]*h). Contoh 5. kita akan coba membuat sendiri penyelesaiannya dengan memanfaatkan deret Taylor. q=c(n. y=feval(func.7).:)=[ 0 1 -8 0 8 -1 0]. Misalnya f(x) = x + 2x + 5x + 7x + 3 maka ambilah koefisien koefisiennya. Tapi tidak setiap matlab dilengkapi dengan toolbox ini. sains dan teknik. 5 4 2 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 45 .:)=[-2 24 -78 112 -78 24 -2]. Namun itu tidak masalah.:)=[1. c(3. Dalam Matlab.1: >> g=[1 2 5 7 3] g = 1 2 5 7 3 >> h=polyder(g) h = 4 6 10 7 Bentuk-bentuk deferensial lain juga bisa diperoleh apalag jika menggunakan symbolyc math toolbox. 5. c(2.

1. 1. >> y=humps(x).break end Penggunaan fungsi diatas: Jika kita mempunya y = cos(x) dan kita akan menghitung turunan kedua dengan x = 1.01) hasil = -0.17:2.2.3624 Jika kita ingin menghitung sebuah diferensial disuatu titik maka kita harus mendefinisikan fungsinya terlebih dahulu. Misalnya fungsi trapz berdasarkan impretasi bangunan trapesium. 3 atau 4 ').3 INTEGRASI NUMERIK Integral biasanya didefinisikan sebagai proses penjumlahan tetapi juga diinterpretasikan sebagai daerah dibawah kurva y = f(x) dari a ke b daerah diatas x dihitung positif sementara dibawah x dihitung negatif.y) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 46 .2 dengan h atau ketelitian 0.^2+.04)-6. Kita akan mencoba menghitung integral dengan berbagai metoda numerik untuk menghitung integral fungsi Penyelesaian: Pertama kita buat dulu fungsi dari persamaan diatas function y=humps(x) y=1. >> area=trapz(x. 2. 5.01 maka dituliskan: >> hasil=diffgen('cos'.Dasar Pemrograman Komputer else disp('n harus 1.^2+../((x-9).01)+1.2. Mengitung menggunakan trapz >> x=-1:. Banyak metode numerik untuk integrasi didasarkan pada impretasi untuk mendapatkan aprokimasi integralnya./(x-3).

-1. >> y=humps(x).Dasar Pemrograman Komputer area = -16.2) area = -17. 3. Menghitung menggunakan quad >> x=-1:. Fungsi diskontinue pada daerah integrasi. >> area=quad('humps'. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 47 . Daerah integrasi tak berhingga. Fungsi mempunyai singularitas pada daerah integrasi. Fungsi kontinu pada daerah integral tetapi turunannya diskontinu atau singular. 2.17:2.6475 2.2104 Permasalahan yang mungkin muncul adalah : 1. 4.

1 PENDAHULUAN Pada pembahasan ini akan diuraikan penggunaan fasilitas grafis di Matlab.1. Pada kasus di mana akan dibuat grafik dalam tiga dimensi. Fungsi dasar untuk membuat grafik dua dimensi di matlab adalah perintah plot.2 GRAFIK DUA DIMENSI Sebagaimana telah disinggung pada bab-bab sebelumnya. Perintah plot menggambarkan data dalam array pada sumbu yang bersesuaian dan menghubungkan titik-titik tersebut dengan garis lurus. Perintah ini didasarkan dari jumlah argumen variabel input. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai fungsi plot dapat dilihat dengan mengetikkan help plot pada command windows. plot(x.y) grid on Hasil eksekusi program di atas dapat dilihat pada Gambar 6. Sebagai contoh pertama grafik dua dimensi akan dibuat visualisasi dari fungsi y = sin(x) / x dengan nilai x berada pada rentang [π/100. Matlab menyediakan berbagai fungsi untuk menampilkan data secara grafis dua dimensi maupun tiga dimensi./x. y=sin(x). maka kita dapat menggambar permukaan dan menempatkan bingkai pada grafik tersebut. x=pi/100:pi/100:10*pi. 10π].Dasar Pemrograman Komputer Bab 6 MEMBUAT GRAFIK 6. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 48 . 6. perintah plot sering digunakan untuk menggambarkan grafik dua dimensi. Warna digunakan untuk mewakili dimensi keempat.

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 49 ..y. k=0.2.-. k=k+1./(1+x.num2str(n10)]) axis([-2. Perintah Matlab yang biasa digunakan adalah subplot.2. 10π] Selanjutnya akan diberikan contoh mengenai grafik yang berjumlah lebih dari satu dalam satu tampilan sekaligus. subplot(2. buatlah grafik dari fungsi f(x) = x/(1+x2).1 Hasil eksekusi grafik y = sin(x) / x dengan rentang x [π/100.2. y=x.8.8]) xlabel(‘x’) ylabel(‘y’) grid end Hasil eksekusi program di atas dapat dilihat pada Gambar 6. for n=1:2:7 n10=10*n.’r’) title([‘Plot Fungsi dengan Banyak Data n = ‘.n10). Sebagai contoh aplikasi subplot.k) plot(x.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 6. x=linspace(-2.^2). dengan nilai x dari –2 sampai 2 menggunakan jumlah data yang berbeda.2.

Input dari perintah title berupa string. Fungsi title digunakan untuk memberi judul pada gambar. Input dari perintah ylabel berupa string. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 50 . Subplot dinomori dari kiri ke kanan dimulai dari baris teratas. Sintaks title adalah: title(‘string’) Fungsi xlabel digunakan untuk memberi label sumbu pada sumbu x. dengan sintaks sebagai berikut: ylabel(‘string’) Fungsi lain yang sering digunakan dalam grafik dua dimensi maupun grafik tiga dimensi adalah fungsi fill.2 Hasil eksekusi grafik fungsi f(x) = x/(1+x2). dengan sintaks sebagai berikut: xlabel(‘string’) Fungsi ylabel digunakan untuk memberi label sumbu pada sumbu y. Pada contoh berikut akan diperagakan penggunaan function fill untuk membuat suatu objek.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 6.i) Perintah tersebut membagi suatu gambar menjadi suatu matriks m x n area grafik dan i berfungsi sebagai indeks penomoran gambar. Perintah subplot dideklarasikan sebagai: Subplot(n. Fungsi subplot digunakan untuk membuat suatu gambar yang dapat memuat lebih dari satu gambar sekaligus.m. Input dari perintah xlabel berupa string.

’What is a name of this object ?’) Hasil eksekusi program di atas dapat dilihat pada Gambar 6. x=[0 1 2] Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 51 . Perintah mesh digunakan untuk menggambarkan permukaan tiga dimensi.45. fill(x. Perintah meshgrid didefinisikan sebagai berikut: [X. Sebelum menggunakan perintah ini.3. x=sin(n*pi/6).0. Gambar 6. Berikut ini akan diberikan penggunaan fungsi mesh dan meshgrid. ‘r’) axis(‘square’) title(‘Graph of the n-gone’) text(-0. y. y=cos(n*pi/6).Y]=meshgrid(x.3 Hasil eksekusi penggunaan fungsi fill.3 GRAFIK TIGA DIMENSI Matlab mendefinisikan suatu permukaan jala dengan koordinat z. yaitu sumbu yang tegak lurus dengan bidang x-y. sebaiknya dipelajari dahulu mengenai perintah meshgrid. 6.y) menciptakan suatu matriks X dengan baris-barisnya adalah duplikat dari array x dan suatu matriks Y dengan kolomnya adalah duplikat dari array y.Dasar Pemrograman Komputer n=-6:6.

meshc(xi.05:1. zi=(yi. yi]=meshgrid(x. zi) axis off Hasil eksekusi program di atas dapat dilihat pada Gambar 6. maka gunakan perintah meshc seperti ditunjukkan pada contoh berikut. x=-1:0. [xi.5. zi) axis off Hasil eksekusinya ditunjukkan pada Gambar 6.y). Gambar 6. yi. yi]=meshgrid(x. yi.^2)-(xi.y). Pada contoh ini akan diplot permukaan parabola z = y2 . Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 52 .x2 Untuk memplot grafik mesh disertai konturnya.x2 dengan nilai –1 ≤ x ≤ 1 dan –1 ≤ y ≤ 1 .Dasar Pemrograman Komputer y=[10 12 14] Perintah meshgrid akan membuat array x dan y menjadi dua matriks [xi.^2). y=x.4. mesh(xi.4 Hasil eksekusi grafik parabola z = y2 .

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 53 .Dasar Pemrograman Komputer Gambar 6.x2 yang disertai kontur.5 Hasil eksekusi grafik parabola z = y2 .

evaluasi.1. Sebagai contoh. 7.1 POLINOMIAL Matlab menyediakan berbagai fungsi untuk operasi-operasi polinomial standar seperti akar-akar polinomial. diberikan persamaan sebagai berikut: p(x) = x3 – 2x – 5 Untuk menyatakan polynomial di dalam Matlab.1.2 Akar-akar Polinomial Fungsi roots menghitung akar-akar polynomial.1 Ringkasan fungsi polinomial.Dasar Pemrograman Komputer Bab 7 POLINOMIAL DAN INTERPOLASI 7. Dalam Matlab juga disediakan fungsi-fungsi yang lebih aplikatif seperti pencocokan kurva dan ekspansi fraksi parsial. dan diferensiasi. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 54 . Tabel 7. Fungsi conv deconv poly polyder polyfit polyval polyvalm residue roots Polinomial perkalian Polinomial pembagian Polinomial dengan akar-akar khusus Turunan polinomial Pencocokan kurva polinomial Evaluasi polinomial Evaluasi polinomial matriks Ekspansi fraksi parsial (residu) Pencarian akar-akar polinomial Deskripsi 7. Fungsi polinomial terletak dalam direktori polyfun MATLAB. gunakan p = [1 0 -2 -5].1 Representasi Polinomial Matlab merepresentasikan polynomial sebagai koefisien berisi vector baris yang diurutkan berdasarkan pangkat tertinggi berturut-turut diikuti dengan pangkat yang lebih rendah.

Hitung turunan hasil kali a*b dengan memanggil polyder dengan argument keluaran tunggal.Dasar Pemrograman Komputer r = roots(p) r = 2.8818e-16 -2 -5 poly dan roots merupakan fungsi kebalikan (inverse functions).d] = polyder(a. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 55 .1. a = [1 3 5].1359i Matlab menyimpan akar-akar dalam vector kolom.3 Turunan Polinomial Fungsi polyder menghitung turunan setiap polinomial. Sebagai contoh. buatlah dua polynomial a dan b.b) q = -2 -8 -2 d = 4 16 40 48 36 q/d adalah hasil operasinya. Fungsi poly mengembalikannya ke koefisien-koefisien polinomial.1359i -1.0473 . c = polyder(a.1. maka gunakan: q = polyder(p) q = 3 0 -2 polyder juga menghitung turunan hasil kali atau hasil bagi dua polynomial. 7. [q. b = [2 4 6].0473 + 1.b) c = 8 30 56 38 Hitung turunan hasil bagi a/b dengan memanggil polyder dengan dua argument keluaran. p2 = poly(r) p2 = 1 8. Untuk mendapatkan turunan polinomial p = [1 0 -2 -5].0946 -1.

tinjaulah data uji x-y berikut. y = [5.n) x dan y adalah vector yang berisi data x dan y yang akan dicocokkan. plot(x.1. p = polyfit(x.'o'. x2 = 1:.1 128 290. y2 = polyval(p.y.Dasar Pemrograman Komputer 7. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 56 . Polinomial ordo ketiga sebagai pendekatan pencocokan data adalah p = polyfit(x.3262 35.2 INTERPOLASI Matlab menyediakan sejumlah teknik interpolasi yang memungkinkan Anda untuk menyeimbangkan kehalusan pencocokan data dengan kecepatan eksekusi dan penggunaan memori. Pencocokan Kurva Polinomial Fungsi polyfit mencari koefisien polynomial yang mencocokkan himpunan data dalam pengertian kuadrat terkecil. dan n adalah urutan polynomial.7 498.1 Hasil pencocokan kurva data uji x-y 7. Sebagai contoh.5 43.3400 Hitung nilai estimasi polyfit pada rentang yang diingiunkan dan plot estimasi pada nilai data nyata sebagai perbandingan.4].4.y. x = [1 2 3 4 5].5821 -60.x2).y.1:5.3) p = -0.1917 31.y2) grid on Gambar 7.x2.

2. Fungsi griddata griddata3 griddatan interp1 interp2 interp3 interpft interpn pchip spline Deskripsi Data gridding dan pencocokan permukaan Data gridding dan pencocokan permukaan data 3 dimensi Data gridding dan pencocokan permukaan data n dimensi Interpolasi satu dimensi Interpolasi dua dimensi Interpolasi tiga dimensi Interpolasi satu dimensi menggunakan metode FFT Interpolasi N-D Piecewise Cubic Hermite Interpolating Polynomial (PCHIP) Interpolasi data spline kubik 7.y.2 Ringkasan fungsi interpolasi. Interpolasi polinomial 2.1 Interpolasi Satu-Dimensi Ada dua macam interpolasi satu-dimensi dalam Matlab. Fungsi ini menggunakan teknik polinomial.Dasar Pemrograman Komputer Fungsi interpolasi tersimpan dalam direktori polyfun Matlab. Bentuk umum interpolasi polinomial adalah yi = interp1(x.method) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 57 . Tabel 7.2. mencocokkan data yang suplai dengan fungsi polinomial antara titik-titik data dan mengevaluasi fungsi yang tepat pada titik interpolasi yang diinginkan.1 Interpolasi Polinomial Fungsi interp1 membentuk interpolasi satu dimensi.1.xi. suatu operasi penting untuk analisis data dan pencocokan kurva. Interpolasi berbasis-FFT 7. yaitu: 1.

Linear interpolation (method = 'linear'). method adalah string pilihan yang menyatakan metode interpolasi. dan x adalah vector yang mempunyai panjang yang sama yang berisi titik-titik dimana nilai y diberikan. yaitu: 1. Cubic spline interpolation (method = 'spline'). Nearest neighbor interpolation (method = 'nearest'). XI dan YI adalah matriks yang mengandung titik-titik pada interpolasi data. Bilinear interpolation (method = 'linear').Dasar Pemrograman Komputer y adalah vector yang mengandung nilai-nilai suatu fungsi.1. 7.2. 2. yang merupakan operasi penting untuk pengolahan citra dan visualisasi data.XI. Cubic interpolation (method = 'pchip' or 'cubic'). Bentuk umumnya adalah y = interpft(x. dan X dan Y adalah larik ukuran yang sama yang berisi titik-titik data dimana nilai-nilai dalam Z diberikan.YI.2 Interpolasi Dua-Dimensi Fungsi interp2 membentuk interpolasi dua -dimensi. method adalah string pilihan yang menyatakan metode-metode interpolasi yaitu: 1. xi adalah sebuah vector yang berisi titik-titik yang diinterpolasi.2 Interpolasi Berbasis-FFT Fungsi interpft membentuk interpolasi satu dimensi menggunakan metode berbasis FFT. Bicubic interpolation (method = 'cubic'). Ada tiga metode interpolasi berbeda untuk data dua dimensi. Nearest neighbor interpolation (method = 'nearest'). n adalah jumlah titik-titik pada rentang yang sama untuk dikembalikan.Y. 7. 4. Kemudian dapat dihitung alihragam Fourier balik (inverse). 2. 3. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 58 . dicuplik pada titik-titik dengan rentang yang sama. Metode ini menghitung alihragam Fourier dari suatu vector yang mengandung fungsi periodik.n) x adalah sebuah vector yang berisi nilai-nilai fungsi periodik.2. Bentuk umum interpolasi dua dimensi adalah ZI = interp2(X. 3.Z.method) Z adalah larik (array) persegi panjang yang berisi nilai-nilai fungsi dua-dimensi.

yi.Dasar Pemrograman Komputer 7.y). Interpolasi menggunakan bilinear: zi2 = interp2(x.yi.yi. 5.y] = meshgrid(-3:1:3). Interpolasi menggunakan nearest neighbor.y.z.'bicubic'). [xi.2 Hasil eksekusi fungsi peaks. Bangkitkan mesh terbaik untuk interpolasi.2. z = peaks(x.z.z) Gambar 7.'bilinear').3 Perbandingan Metode-metode Interpolasi Contoh berikut membandingkan metode-metode interpolasi dua dimensi pada matriks data 7x7. 1. 3.25:3).y. zi3 = interp2(x.3 Plot untuk berbagai metode interpolasi. surf(x.yi] = meshgrid(-3:0. [x. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 59 . Bangkitkan fungsi peaks pada resolusi rendah. zi1 = interp2(x.y.'nearest'). Gambar 7.xi.z.xi. 2.xi.y. 4. Interpolasi menggunakan bicubic.

Tabel 7. asumsikan Anda ingin mengevaluasi fungsi dari tiga variabel pada rentang yang diberikan. Bandingkan kontur untuk metode-metode interpolasi tersebut.4 Interpolasi dan Larik Multidimensi Beberapa multidimensi. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 60 . 7.3 Fungsi interpolasi untuk data multidimensi. Gambar 7. Bandingkan plot-plot permukaan untuk metode-metode interpolasi tersebut.2.4 Kontur untuk berbagai metode interpolasi. maka 2 2 2 ( − x1 − x2 − x3 ) Untuk -2π ≤ x1 ≤ 0.25:2. Tinjau fungsi berikut: z = x2 e fungsi tersebut. dan 0 ≤ x3 ≤ 2π. x2 = -2:0. 2π ≤ x2 ≤ 4π.Dasar Pemrograman Komputer 6. Fungsi interp3 interpn ndgrid Deskripsi Interpolasi data tiga dimensi Interpolasi data n dimensi Data gridding multidimensi fungsi interpolasi beroperasi secara khusus pada data Sebagai contoh. Untuk mengevaluasi dan memplot x1 = -2:0.2:2. 7.

slice(X2.X2.[-2 0.^2).X3] = ndgrid(x1.z.2]) Gambar 7. z = X2.2.^2 -X2. [X1.8 2].Dasar Pemrograman Komputer x3 = -2:0.^2 -X3.[-1.x2. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 61 .2.X1.x3).*exp(-X1.X3.16:2.5 Hasil eksekusi plotting untuk fungsi z = x2 e 2 2 2 ( − x1 − x2 − x3 ) .

proses penggambaran kontur 2-dimensi (2-D). Dalam subbab ini akan ditunjukkan bagaimana cara merepresentasikan topografi Bumi.1.Dasar Pemrograman Komputer Bab 8 CONTOH-CONTOH APLIKASI 8. load('topo. Dalam pembahasan ini.topo. proses penggambaran citra 2-dimensi (2-D). whos topo topomap1 Name topo topomap1 Size 180x360 64x3 Bytes 518400 1536 Class double array double array Total keseluruhan adalah 64992 elemen menggunakan 519936 byte. dan proses penggambaran citra 3dimensi (3-D) 8. kita akan membuat kontur berdasar titik-titik pada peta yang mempunyai ketinggian nol.-89:90. contour(0:359. Dalam contoh kasus ini terdapat tiga proses yang akan dilakukan yaitu proses penyimpanan dan pemanggilan data.'b') axis equal Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 62 .'topomap1'). Data topografi yang digunakan dikutip dari the National Geophysical Data Center.1 STUDI KASUS: TOPOGRAFI BUMI MATLAB dapat digunakan untuk membuat berbagai macam peta bumi (maps).mat'. Variabel topomap1 berisi peta warna (colormap) untuk ketinggian permukaan tanah. 8.[0 0].1.'topo'. Variabel topo berisi data ketinggian Bumi.mat. NOAA US Department of Commerce under data announcement 88MGG-02.2 Penggambaran Kontur 2-Dimensi CONTOUR membuat plot kontur Bumi dari data yang telah diberikan.1 Penyimpanan dan Pemanggilan Data Data disimpan dalam suatu file MAT yang dinamakan topo.

. colormap(topomap1).Dasar Pemrograman Komputer box on set(gca.. sedang kedalaman laut ditentukan oleh bayangan biru. .topo.[-90 90].[0 60 120 180 240 300 360]. .'XLim'.[0 360].'CDataMapping'..[-90 -60 -30 0 30 60 90]). 'Ytick'..3 Penggambaran Citra 2-Dimensi IMAGE akan membuat plot citra 2-D dari data dalam topo dan topomap1. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 63 . 'scaled'). ketinggian tanah ditentukan oleh bayangan hijau. Dalam hal ini. Gambar 8.'YLim'. hold on image([0 360].1 Kontur 2-dimensi Bumi 8.1. 'XTick'.[-90 90].

AmbientStrength = 0.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 8.z] = sphere(50). 'color'. Tinjau data ketinggian dalam topo yang dipetakan ke koordinat bola yang berisi x. z yang merupakan titik-titik pada permukaan bidang bola (dalam kasus ini 50 titik). props. [x.y. props. cla reset axis square off props.5 0.[-1.1.SpecularColorReflectance = .[-1 0 1]). y dan z. props.EdgeColor = 'none'. Dua sumber cahaya menyinari globe.3 Penggambaran Citra 2-Dimensi Fungsi SPHERE mengembalikan data x.y.1.DiffuseStrength = 1.SpecularStrength = 1. view(3) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 64 . 8. light('position'. props.5. surface(x. props.SpecularExponent = 20.5]. y.2]).5 -0.FaceColor= 'texture'.6 . props. light('position'.z.FaceLighting = 'phong'.props). [. props.2 Citra Bumi 2-dimensi.Cdata = topo. props.2 .

xlabel(‘Tahun’) ylabel('Juta').669 . Dalam hal ini diperlihatkan penggunaan polynomial derajat rendah untuk memprediksi suatu data di masa yang akan datang dengan ekstrapolasi data.995 91. % Time interval t = (1900:10:2000)'. Dalam studi kasus ini ditampilkan data Sensus Penduduk Amerika Serikat dari tahun 1900 hingga 2000. % Plot plot(t.711 123..'bo'). Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 65 .p.972 105..505 249.323 203.633 281. 150.422]'.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 8. axis([1900 2020 0 400]).212 226.2 STUDI KASUS: PREDIKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK MATLAB dan Handle Graphics membuatnya lebih mudah untuk memvariasikan parameter-parameter dan melihat hasilnya.697 179.3 Citra Bumi 3-dimensi 8.203 131. % Population p = [75. tetapi prinsip dasar matematiknya tidak berubah. title('Populasi Penduduk AS Tahun 1900-2000').

6970 179.2120 226.6330 281.2030 131.9950 91.4220 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 66 .7110 123.9720 105.3230 203.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 8.6690 150.4 Data populasi penduduk AS tahun 1900 – 2000 Berapakah perkiraan populasi penduduk Amerika Serikat pada tahun 2010? >>p p = 75.5050 249.

7261 100.Dasar Pemrograman Komputer Lakukan pencocokan data dengan polinomial dalam t dan gunakan untuk extrapolasi pada t = 2010.w). hold on plot(v.9043 Sekarang kita evaluasi polynomial pada setiap tahun dari tahun 1900 hingga tahun 2010 dan plot hasilnya.j+1). v = (1900:2020)'.* A(:. A = zeros(n).2629 23. z = polyval(c.'k-').z. Koefisien pada polynomial diperoleh dengan menyelesaikan sistem linear dari persamaan yang meliputi matriks Vandermonde 11-kali-11 matrix. A(:.n-d:n)*c ~= p Jika d kurang dari 10. x = (v-1950)/50. plot(2010.j) = s(i)^(n-j). Jika d sama dengan 10.n-3:n)\p c = 1. c = A(:.j) = s . A(:. y = polyval(c. s = (t-1950)/50. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 67 . maka akan ada lagi persamaan yang belum diketahui dan diselesaikan dengan solusi kuadrat terkecil. for j = n-1:-1:1.end) = 1. A(i. persamaan tersebut dapat diselesaikan secara eksak dan polinomial secara aktual menginterpolasi data.x). end Koefisien c untuk sebuah polynomial derajat d yang mencocokkan data p diperoleh dengan menyelesaikan sistem persamaan linear dari kolom terakhir d+1 matriks Vandermonde: A(:. dengan elemen-elemennya adalah pangkat derajat waktu.y.'ks'). w = (2010-1950)/50.3659 155. n = length(t).

y. y = polyval(c.'k-'). z = polyval(c.z+15.num2str(z)).z-15. c = A(:.5 Hasil plot evaluasi polynomial pada setiap tahun (1900-2010) Bandingkan pencocokan kubic (cubic fit) dengan quartic. hold off Gambar 8. text(2010.Dasar Pemrograman Komputer text(2010. Perhatikan bahwa titik-titik terekstrapolasi sangatlah berbeda. hold off Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 68 .w).'ks').n-4:n)\p. plot(2010.num2str(z)).z. hold on plot(v.x).

c = R\(Q'*p). Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 69 . plot(v.:). for d = 1:8 [Q.y.2) % Same as c = A(:.x). axis([1900 2020 0 400]).colors(d.n-d:n)\p. R = R(1:d+1.'color'. labels = {'data'}.6 Perbandingan cubic fit dan quartic. colors = hsv(8).R] = qr(A(:.n-d:n)).1:d+1). Q = Q(:.p. end legend(labels. Dengan meningkatnya derajat. maka extrapolasi menjadi lebih tidak menentu.:)). labels{end+1} = ['degree = ' int2str(d)].'bo'). hold on. y = polyval(c.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 8. cla plot(t. z = polyval(c.11).

load quake e n v whos e n v Name e n v Size 10001x1 10001x1 10001x1 Bytes 80008 80008 80008 Class double array double array double array Total keseluruhan adalah 30003 elemen menggunakan 240024 byte. File QUAKE. Santa Cruz.7 Perbandingan derajat polinomial untuk solusi kasus.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 8.MAT berisi data 200Hz dari gempa bumi Loma Prieta yang terjadi pada tanggal 17 Oktober 1989 di Gunung Santa Cruz.3 STUDI KASUS: ANALISIS DAN VISUALISASI GAMPA BUMI Dalam studi ini akan ditampilkan bagaimana menganalisis dan memvisualisasikan data gempa bumi real-world. Mulai dengan loading data. Richter Seismological Laboratory. University of California. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 70 . Data ini diperoleh atas jasa yang sangat besar dari Joel Yellin yang bekerja di the Charles F. 8.

v = g*v. g = 0. Juga. subplot(3. axis(limits). axis(limits). buat variabel keempat.0980.e. e. Variabel-variabel n.1.'b').n. v menunjukkan tiga komponen arah yang diukur oleh alat ukur (instrument). title('North-South acceleration') subplot(3. delt = 1/200. Berikut ini adalah plot-plot percepatan. Accelerometer merekam goncangan terkuat dari gempa bumi yang terjadi.v. yrange = [-250 250]. yang berisi basis waktu. t = delt*(1:length(e))'. t. limits = [0 50 yrange].2). Lakukan penskalaan data dengan percepatan gravitational.'g'). axis(limits).'r'). dengan arah N menunjukkan arah Sacramento.1). yang bersesuaian paralel dengan gangguan. title('Vertical plot(t.1. plot(t.Dasar Pemrograman Komputer Kini dalam workspace terdapat tiga variabel yang berisi jejak waktu dari accelerometer pada the Natural Sciences' building di UC Santa Cruz. e = g*e. acceleration') plot(t. acceleration') subplot(3.3). title('East-West Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 71 .1. n = g*n.

Dasar Pemrograman Komputer

Gambar 8.8 Hasil plot-plot percepatan grafitasi.

Perhatikan pada interval dari t = 8 deting hingga t = 15 detik. Gambarkan garis hitam pada plot-plot terpilih. Seluruh perhitungan berikutnya mencakup g pada interval ini. t1 = 8*[1;1]; t2 = 15*[1;1]; subplot(3,1,1), hold on, plot([t1 t2],yrange,'k','LineWidth',2); hold off subplot(3,1,2), hold on, plot([t1 t2],yrange,'k','LineWidth',2); hold off subplot(3,1,3), hold on, plot([t1 t2],yrange,'k','LineWidth',2); hold off

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

72

Dasar Pemrograman Komputer

Gambar 8.9 Hasil plotting percepatan grafitasi pada rentang terpilih.

Perbesar tampilan pada interval yang dipilih. trange = sort([t1(1) t2(1)]); k = find((trange(1)<=t) & (t<=trange(2))); e = e(k); n = n(k); v = v(k); t = t(k); ax = [trange yrange];

subplot(3,1,1), acceleration') subplot(3,1,2), acceleration') subplot(3,1,3), acceleration')

plot(t,e,'b'),

axis(ax),

title('East-West

plot(t,n,'g'),

axis(ax),

title('North-South

plot(t,v,'r'),

axis(ax),

title('Vertical

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

73

Dasar Pemrograman Komputer

Gambar 8.10 Hasil pembesaran plotting pada rentang terpilih.

Fokuskan pada satu detik di tengah interval tersebut, plot "East-West" terhadap "North-South" menunjukkan percepatan horizontal.

subplot(1,1,1) k = length(t); k = round(max(1,k/2-100):min(k,k/2+100)); plot(e(k),n(k),'.-') xlabel('East'), ylabel('North'); title('Acceleration During a One Second Period');

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

74

Dasar Pemrograman Komputer

Gambar 8.11 Percepatan pada periode satu detik.

Gabungkan dua kali percepatan untuk menghitung kecepatan (velocity) dan posisi titik dalam ruang 3-D. edot = cumsum(e)*delt; ndot = cumsum(n)*delt; vdot = cumsum(v)*delt; edot = edot - mean(edot); ndot = ndot - mean(ndot); vdot = vdot - mean(vdot); epos = epos - mean(epos); npos = npos - mean(npos); vpos = vpos - mean(vpos);

epos = cumsum(edot)*delt; npos = cumsum(ndot)*delt; vpos = cumsum(vdot)*delt; subplot(2,1,1); plot(t,[edot+25 max(edot+30)]) ndot

vdot-25]);

axis([trange

min(vdot-30)

xlabel('Time'), ylabel('V - N - E'), title('Velocity') subplot(2,1,2); plot(t,[epos+50 npos vpos-50]);

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY

75

Dala studi ini proyeksi pertama dengan sedikit nilai t.1) plot(npos.2.vpos(j). text(npos(j). va = 1.05*[-ea ea]. ylabel('V . na = max(abs(npos)). ea = 1. for j = k.05*[-na na]. cla.['o ' int2str(t(j))]). k = find(fix(t/nt)==(t/nt))'.1).N . Trajectory didefinisikan oleh data posisi dapat ditampilkan dengan tiga proyeksi 2dimensi. end Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 76 . axis([na va]). ylabel('Vertical'). va = max(abs(vpos)). subplot(1.Dasar Pemrograman Komputer axis([trange min(vpos-55) max(epos+55)]) xlabel('Time').1.E').vpos. xlabel('North'). ea = max(abs(epos)). subplot(2. na = 1.05*[-va va].12 Grafik perbandingan percepatan dan posisi.'b'). nt = ceil((max(t)-min(t))/6). title('Position') Gambar 8.

14 Dua sudut pandang untuk proyeksi kedua.13 Grafik proyeksi pertama. subplot(2.'g').3) plot(npos. xlabel('East'). text(npos(j). end axis([na ea]).vpos(j).['o ' int2str(t(j))]). text(epos(j). Subplot keempat adalah sudut pandang 3-D dari trajectory tersebut.2.epos. Kode yang sama akan menghasilkan dua sudut pandang 2-D.Dasar Pemrograman Komputer Gambar 8. for j = k. end axis([ea va]). ylabel('Vertical').2. for j = k. xlabel('North'). Gambar 8.epos.'r'). subplot(2.epos(j).2) plot(npos. ylabel('East').['o ' int2str(t(j))]). Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 77 .

2.'k') for j = k.epos.'.text(npos(j).15 Dua sudut pandang untuk proyeksi ketiga. Spasi antara titiktitik mengindikasikan kecepatan (velocity). zlabel('Vertical').1) plot3(npos.vpos(1:step:end). subplot(1.Dasar Pemrograman Komputer subplot(2.1.epos.'r') hold on step = 10.vpos(j). plot titik-titik pada setiap titik posisi ke sepuluh.4) plot3(npos. xlabel('North').epos(j).['o ' int2str(t(j))]). end axis([na ea va]). plot3(npos(1:step:end).epos(1:step:end).vpos. ylabel('East').vpos. Sebagai penutup. box on Gambar 8.') Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 78 .

Dasar Pemrograman Komputer hold off box on axis tight xlabel('North-South') ylabel('East-West') zlabel('Vertical') title('Position (cms)') Gambar 8.16 Sudut pandang kecepatan 3-D. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 79 .

2. A. Away. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 80 . Matlab User’s Guide. 1999. 3.. The Math Works inc. 6. 2000. 5. 1998. “The Shortcut of Matlab. “Dasar-dasar Pemrograman Matlab”. The Math Works inc.. Firmansyah. 1989. “Basics of Matlab and Beyond”. 2006. Prentice Hall. Using Matlab: Version 6..A.Dasar Pemrograman Komputer DAFTAR PUSTAKA 1. A. IlmuKomputer. 4. 2007. Informatika Bandung.com. CHAPMAN & HALL/CRC. G. Knight.. A Comprehensive Tutorial and Reference. Mastering Matlab 5.

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UMY 81 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->