P. 1
an Produk Unggulan Ikan Nila

an Produk Unggulan Ikan Nila

|Views: 839|Likes:
Published by Derry Pank

More info:

Published by: Derry Pank on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • 1. Peran Perikanan Budidaya di Indonesia
  • 2. Perkembangan Perikanan Budidaya Air Tawar
  • IKAN NILA
  • 3. Budidaya Ikan Nila dan Prospeknya
  • PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Pola Usaha
  • 1. Pembenihan Ikan
  • 2. Pembesaran Ikan
  • Pola Pembiayaan
  • Permintaan
  • Penawaran
  • Persaingan dan Peluang Pasar
  • Harga
  • Jalur Pemasaran
  • Kendala Pemasaran
  • ASPEK PRODUKSI
  • Lokasi Usaha
  • Teknis Budidaya
  • 1. Kolam Pembesaran
  • 2. Fasilitas Produksi dan Peralatan
  • Teknik Operasional
  • 1. Penebaran Benih dan Pengaturan Kepadatan
  • 2. Pemberian Pakan
  • 3. Pemanenan
  • 1. Hama
  • 2. Penyakit
  • Gejala klinis Diagnosa Pengobatan
  • ASPEK KEUANGAN
  • Pemilihan Pola Usaha
  • Asumsi
  • Komponen Biaya Investasi dan Biaya Operasional
  • 1. Komponen Biaya Investasi
  • 2. Komponen Biaya Operasional
  • Kebutuhan Dana Investasi dan Modal Kerja
  • Proyeksi Produksi dan Pendapatan
  • Proyeksi Rugi Laba dan BEP
  • Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek
  • Analisis Sensitivitas
  • ASPEK SOSIAL EKONOMI
  • ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  • Kesimpulan
  • Saran

1

PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN IKAN NILA
PENDAHULUAN 1. Peran Perikanan Budidaya di Indonesia Perikanan Budidaya di Indonesia merupakan salah satu komponen yang penting di sektor perikanan. Hal ini berkaitan dengan perannya dalam menunjang persediaan pangan nasional, penciptaan pendapatan dan lapangan kerja serta mendatangkan penerimaan negara dari ekspor. Perikanan budidaya juga berperan dalam mengurangi beban sumber daya laut. Di samping itu perikanan budidaya dianggap sebagai sektor penting untuk mendukung perkembangan ekonomi pedesaan. Besarnya kontribusi perikanan budidaya dan penangkapan ikan air tawar terhadap total produksi ikan nasional sebesar 29,1%. Total produksi perikanan budidaya meningkat 20,14% per tahun dari 1.076.750 ton pada tahun 2001 menjadi 2.163.674 ton di tahun 2005. Peningkatan ini merupakan dampak dari inovasi teknologi, pertambahan areal dan ketersediaan benih ikan yang berkualitas. Pada tahun 2005, total produksi nasional dari budidaya ikan sebesar 2,16 juta ton (Made L. Nurjana). 2. Perkembangan Perikanan Budidaya Air Tawar Menurut Made L. Nurjana (2006), perikanan budidaya air tawar dimulai sejak jaman penjajahan Belanda dengan penebaran benih ikan karper/ikan mas (Cyprinus carpio) di kolam halaman rumah di Jawa Barat, pada pertengahan abad 19. Praktek perikanan budidaya ini kemudian menyebar ke bagian lain Pulau Jawa, pada awal abad 20. Namun demikian baru pada akhir 1970 an terjadi peningkatan produksi yang luar biasa dari budidaya ikan air tawar. Adanya pengenalan teknologi baru dalam perikanan memberikan kontribusi pada ketersediaan benih yang

2

dihasilkan dan perkembangan pakan ikan. Spesies yang umum dibudidayakan adalah ikan karper/ikan mas (Cyprinus carpio), ikan nila (Oreochromis niloticus) dan gurami (Osphronemus goramy). Areal potensial untuk perikanan budidaya (Tabel 1.1) terdiri dari kolam, sawah (mina padi) dan perairan umum. Perikanan budidaya di perairan umum meliputi karamba dan kolam. Perairan umum yang cocok untuk budidaya ikan berupa sungai, danau, waduk dan lain-lain. Kegiatan budidaya ikan yang dilakukan di perairan umum haruslah ramah lingkungan, produktif dan mempertimbangkan pemakaian lainnya. Berdasarkan pertimbangan ini diperkirakan sekitar 1,5% (158.200 hektar) dari perairan umum di Indonesia cocok untuk kegiatan perikanan budidaya. Tabel 1.1. Areal Potensial untuk Budidaya Ikan Air Tawar di Indonesia No 1 2 3 Jenis Potensi Budidaya Luas (Ha)

Kolam air tawar 526.400 Perairan umum 158.200 Sawah 1.545.900 Total 2.220.500 Sumber : Hasil Survei Ditjen Perikanan, 1998

IKAN NILA Ikan Nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika tepatnya Afrika bagian timur yaitu di sungai Nil (Mesir), danau Tanganyika, Chad, Nigeria, dan Kenya pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.Genus Oreochromis merupakan genus ikan yang beradaptasi tinggi dan

3

mempunyai toleransi terhadap kualitas air dengan kisaran yang lebar. Genus ini dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim sekalipun karena sering kali ditemukan hidup normal pada habitathabitat yang ikan air tawar dari jenis lain tidak dapat hidup. Ciri ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah garis vertikal yang berwarna gelap di sirip ekor sebanyak enam buah, di sirip punggung (dorsal), sirip dubur (anal), berpunggung tinggi dan rendah. Ikan nila yang masih kecil belum tampak perbedaan alat kelaminnya. Setelah berat badannya mencapai 50 gram, dapat diketahui perbedaaan antara jantan dan betina. Untuk membedakan antara ikan jantan dan betina dapat dilakukan dengan mengamati seksama lubang genitalnya (kelamin sekunder). Pada ikan jantan, warna tubuhnya lebih gelap, tulang rahang melebar ke belakang yang memberi kesan kokoh, terdapat lubang anus dan satu lubang genital yang berupa tonjolan agak kecil meruncing sebagai saluran pengeluaran air kencing dan sperma. Rasio jumlah ikan jantan dan betina ideal adalah 3:1, yaitu jumlah ikan betina] lebih banyak daripada [[ikan jantan]. Padat penebaran disesuaikan dengan wadah atau kolam budidayanya. Bila ikan nila dipelihara dalam kepadatan populasi yang tinggi, pertumbuhannya kurang pesat. Kualitas air yang kurang baik akan mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi lambat. Berikut parameter yang menentukan kualitas air :

Suhu air Suhu air sangat berpengaruh terhadap metabolisme dan pertumbuhan organisme serta mempengaruhi jumlah pakan yang dikonsumsi organisme perairan. Suhu juga mempengaruhi oksigen terlarut dalam perairan. Suhu optimal untuk hidup ikan nila pada kisaran 14-38 °C, secara alami ikan ini dapat memijah pada suhu 22-

4

37 °C namun suhu yang baik untuk perkembanganbiakannya berkisar 25-30 °C. pH air Nilai pH merupakan logaritma negatif dari aktivitas ion hydrogen. Beberapa faktor yang mempengaruhi pH perairan yaitu aktivitas fotosintesis, suhu, dan terdapatnya anion dan kation. pH yang ditoleransi ikan nila antara 5-11, tetapi pertumbuhan dan perkembangan yang [[optimal adalah pada kisaran pH 7-8.

Ammonia (NH3) Amonia merupakan bentuk utama ekskresi nitrogen dari organisme akuatik. Sumber utama ammonia (NH3) adalah bahan organik dalam bentuk sisa pakan, kotoran ikan maupun dalam bentuk plankton dari bahan organik tersuspensi. Pembusukan bahan organik terutama yang banyak mengandung protein menghasilkan ammonium (NH4+) dan NH3. Bila proses lanjut dari pembusukan (nitrifikasi) tidak berjalan lancar maka akan terjadi penumpukan NH3 sampai pada konsentrasi yang membahayakan bagi ikan.

Oksigen Terlarut (DO) Oksigen terlarut diperlukan untuk respirasi, proses pembakaran makanan, aktivitas berenang, pertumbuhan, reproduksi dan lain-lain. Sumber oksigen dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer sekitar 35% dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton. Kadar oksigen terlarut yang optimal bagi pertumbuhan ikan nila adalah lebih dari 5 mg/l. Kekeruhan air yang disebabkan oleh pelumpuran (untuk kolam yang bagian dasarnya berlumpur) juga akan memperlambat pertumbuhan ikan. Lain halnya bila kekeruhan air yang disebabkan oleh adanya plankton, air yang kaya plankton dapat berwarna hijau kekuning dan

Tingkat kecerahan air karena plankton harus dikendalikan. Ikan nila merupakan ikan yang mempunyai sifat yang unik setelah memijah. Sedangkan plankton biru kurang baik. yakni nilotica yang kemudian diubah menjadi nila. Setahun kemudian ikan ini mulai disebarkan ke beberapa daerah. Kadar garam air yang optimal untuk pemmbudidayaan ikan nila antara 0-35 C. tergantung ukuran induk betina. Perilaku in disebut Mouth Breeder (pengeram telur dalam mulut). . melainkan ikan introduksi yang berasal dari Afrika (Khairuman dan Khairul Amri. Budidaya Ikan Nila dan Prospeknya Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia.500 butir.8 mm. 2006). oleh karena itu ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi (500 dpl). Ikan ini sebenarnya bukan asli perairan Indonesia. Induk betina mengulumtelur-telur yang telah dibuahi di dalam rongga mulutnya. 3.5 hijau kecoklatan karena banyak mengandung diatom. Telur ikan nila berbentuk bulat berwarna kekuningan dengan diameter sekitar 2. Nama tersebut diambil dari nama spesies ikan ini. Pemberian nama nila berdasarkan ketetapan Direktur Jenderal Perikanan tahun 1972. Menurut sejarahnya. Plankton ini baik untuk makanan ikan nila. ikan nila pertama kali didatangkan dari Taiwan ke Balai Penelitian Perikanan Air Tawar. Para pakar perikanan memutuskan bahwa nama ilmiah yang tepat untuk ikan nila adalah Oreochromis niloticus atau Oreochromis sp. Bogor pada tahun 1969. Sekali memijah dapat mengeluarkan telur sebanyak 300-1. sehingga larva yang dihasilkan pun kurang lebih sama dengan jumlah telurnya.

6 Budidaya ikan nila disukai karena ikan nila mudah dipelihara. Selain dipelihara di kolam biasa seperti . serta tahan terhadap gangguan hama dan penyakit. laju pertumbuhan dan perkembangbiakannya cepat.

karamba. sawah. Bahkan ikan nila merupakan komoditas unggulah Jawa Tengah.1 Oreochromis Niloticus (Oreochromis sp).7 yang umum dilakukan. Budidaya ikan nila di wilayah Klaten. Salah satu daerah yang potensial untuk budidaya ikan nila di Indonesia adalah Provinsi Jawa Tengah.37 ha. dilakukan di lahan kolam maupun lahan non-kolam berupa sawah dan perairan umum seperti rawa/waduk. bahkan dalam tambak (air payau) sekalipun. Sementara itu luas lahan kolam di Kabupaten Klaten yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan mencapai 110. Ini mengingat ikan nila selain untuk konsumsi lokal juga merupakan komoditas ekspor terutama ke Amerika Serikat dalam bentuk fillet (daging tanpa tulang dan kulit). kantung jaring apung. mengingat kedalaman . sungai dan genangan air lainnya. Namun demikian. khusunya Kabupaten Klaten. ikan nila juga dapat dibudidayakan di media lain seperti kolam air deras. Gambar 1.

Selain itu secara kelembagaan. Pembenihan Ikan Kegiatan pembenihan ikan nila di kolam sangat ditentukan oleh ketersediaan air yang kontinyu dan dalam jumlah yang mencukupi. Sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan air kolam adalah berupa mata air (umbul). Hal ini disebabkan luas kolam di Kecamatan Tulung yang hanya 0. Kecamatan Polanharjo memiliki potensi yang jauh lebih tinggi daripada Kecamatan Tulung. Di Kabupaten Klaten. Namun demikian. usaha pembenihan tersebut juga sangat .8 air dan debit air yang terbatas dan cenderung berfluktuasi. Perkembangan ini didukung dengan adanya usaha pembenihan dan pembesaran. Sedangkan lahan non-kolam yang kini telah dimanfaatkan untuk budidaya ikan antara lain adalah sawah (mina padi). untuk pengembangan usaha pembenihan di kolam dimasa depan. dikenal sebagai penghasil benih ikan nila terbesar di wilayah tersebut. perikanan budidaya ikan nila berkembang pesat.78 ha kurang mendukung usaha tersebut.21% dari total luas kolam di Klaten) sangat potensial dijadikan sebagai sentra produksi benih. Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Tulung yang memiliki sumber air berlimpah berupa mata air. Kedua Kecamatan ini secara total memiliki andil penyediaan benih sebesar 6. dan perairan umum.22% dari produksi benih ikan nila di Kabupaten Klaten. 1. rawa/waduk (karamba dan jaring tancap).865 juta ekor/tahun atau 32.41 ha (15. Sementara itu di Kecamatan Polanharjo yang memiliki kolam paling luas di Kabupaten Klaten yaitu 6. maka hanya sebagian kecil saja yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Pola Usaha Di Kabupaten Klaten.

Seperti halnya usaha pembenihan.1 Kolam pemijahan di BBI Sentral Janti. Rerata produksi ikan konsumsi di kedua Kecamatan Polanhardjo sebesar 371.9 didukung oleh keberadaan Balai Benih Ikan (BBI) Ngrumbul seluas 1.439 ton per tahun sedangkan di Kecamatan Tulung 320. Gambar 2.131 ton per tahun. Terkait dengan perikanan budidaya ikan nila. maka pada buku pola pembiayaan usaha kecil ini akan diuraikan lebih banyak tentang usaha pembersarannya. Produksi ikan konsumsi di Kecamatan Polanharjo secara pelan namun pasti terus mengalami peningkatan dibanding wilayah lainnya. .4 ha di Desa Kebonarum dan BBI Sentral Janti di Polanharjo. Klaten 2. Pembesaran Ikan Usaha pembesaran ikan nila dilakukan di banyak Kecamatan di Kabupaten Klaten. maka usaha pembesaran ikan nila di Kabupaten Klaten juga berlangsung di lahan kolam maupun non kolam. Faktor sumber air yang melimpah serta banyak bermunculannya restoran apung dan kolam pemancingan di kedua Kecamatan tersebut telah memicu usaha pembesaran ikan di sana. Sentra pembesaran ikan di kolam terdapat di Kecamatan Polanharjo. Kecamatan Karanganom dan Kecamatan Tulung.

Foto kopi KTP calon debitur. Bunga yang dibebankan sebesar 2% per bulan. termasuk usaha budidaya ikan nila. Persyaratan yang diberikan oleh BRI dalam pemberian kredit usaha mikro (kurang dari Rp 100 juta) antara lain : 1. Pinjaman ini akan dilunasi setelah mereka panen (dengan masa pinjaman sama dengan masa budidaya yaitu empat bulan).2. mereka harus menjadi anggota KUD setempat. Kolam Pembesaran Ikan Nila di Kecamatan Polanharjo Pola Pembiayaan Sampai saat ini petani ikan di Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Karanganom. antara lain untuk membeli benih atau pakan ikan. . Kabupaten Klaten. Untuk mendapat pinjaman. Pada umumnya mereka mengajukan pinjaman untuk biaya operasional. Meskipun demikian. Bahkan BRI Kabupaten Klaten mempunyai komitmen memberikan kredit untuk kegiatan penunjang ketahanan pangan di daerah tersebut.10 Gambar 2. belum ada yang memperoleh pinjaman dana dari perbankan. dari informasi perbankan di wilayah tersebut menyatakan bahwa terbuka bagi usaha budidaya ikan nila untuk memperoleh kredit dari bank. Kebutuhan dana mereka dipenuhi oleh Koperasi Unit Desa (KUD).

95 2006. 3. Saat ini Indonesia baru mampu memasok rata-rata 8. Ragam produk ikan nila yang diimpor oleh Amerika Serikat dalam bentuk utuh.253 ton. 5 April 2007). Di samping Amerika Serikat. 4.000 ton ikan nila per tahun (Agrina. fillet (lempengan daging tanpa tulang) segar. Calon debitur mempunyai usaha yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Desa setempat. Kebutuhan fillet ikan di Amerika setiap tahunnya sekitar 90 juta ton. Surat keterangan dari Dinas Perikanan (untuk kebenaran tentang usaha dan areal yang dipakai sebagai usaha). masih banyak negara lain . tingkat konsumsi ikan untuk masyarakat di Indonesia mengalami kenaikan menjadi sebesar 25.55 kg/kapita/tahun. Permintaan tersebut baik untuk memenuhi pasar domestik maupun pasar ekspor. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2005.11 2. Angka ini masih dibawah standar kecukupan pangan untuk ikan yang ditetapkan yaitu sebesar 26. Pada pasar domestik permintaan ikan nila semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani.03 4. dan fillet beku.8 kg/kapita/tahun. Rincian biaya yang diperkirakan (biaya investasi maupun biaya modal kerja). yakni pada dari tahun 23.51 prosen. kg/kapita/tahun kg/kapita/tahun Konsumsi ikan diperkirakan pada tahun 2007 akan menjadi 25. Sementara ikan nila yang diimpor oleh Amerika Serikat dari berbagai negara sebanyak 158. Permintaan Sampai saat ini permintaan ikan nila relatif besar yang ditunjukkan dengan hasil panen yang hampir semuanya terserap oleh pasar. salah satu pasar yang paling potensial adalah Amerika Serikat. Sedangkan untuk pasar ekspor. Surat rekomendasi dari Unit Pelayanan Perikanan (UPP) Kabupaten Klaten. 5.

. kebutuhan ikan untuk pasar dunia sampai tahun 2010 masih kekurangan pasokan sebesar 2 juta ton/tahun (Khairuman dan Khairul Amri. Taiwan. yang usahanya melakukan pengemasan fillet ikan nila untuk di ekspor ke luar negeri. utamanya pasar Amerika. juga untuk memasok ke restoran-restoran apung serta tempat pemancingan. Pada pasal lokal. kenyal. untuk memenuhi permintaan ekspor ikan nila. menjadikan sektor bisnis budidaya ikan nila sebagai salah satu andalan untuk menambah pemasukan devisa negara. Pemenuhan kekurangan pasokan ikan ini dipenuhi dari hasil usaha budidaya. Singapura. Karena merupakan hasil budi daya.12 yang membutuhkan pasokan ikan nila. Bahkan berdasarkan data dari Food Agriculture Organization (FAO). Sementara. baik di Kabupaten Klaten maupun di luar Kabupaten Klaten. dan Eropa. Peluang pasar yang masih begitu besar. seperti Jepang. salah satunya dari budidaya ikan nila. ikan nila disamping untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. ratarata US$ 6 per kilogram (Majalah Trust/14/2005). pemasok fillet nila terbesar dunia adalah Cina. Ada sejumlah alasan mengapa ikan nila sangat digemari. 2006). pasokannya bisa diperoleh setiap saat tanpa terpengaruh musim. Sedangkan. Ekspor fillet nila dari Indonesia hingga saat ini hanya mampu melayani tak lebih dari 0. Thailand. maka Di Kecamatan Tulung berdiri pabrik Aquafarm. Rasanya pun netral (tawar). Warna dagingnya putih bersih. dan tebal seperti daging ikan kakap merah. Hongkong. Harga fillet nila asal Indonesia di pasaran ekspor pun relatif tinggi.1% dari permintaan pasar dunia. sehingga mudah diolah untuk berbagai rasa masakan. Biasanya usaha kolam pemancingan akan membeli ikan nila dengan ukuran 1 kg berisi 3-4 ekor ikan nila. dan Filipina. khususnya di wilayah penelitian. Indonesia. Namun demikian jumlah seluruh pasokan tersebut masih jauh di bawah kebutuhan fillet ikan nila.

015 kg. khususnya ikan nila. Dengan kondisi alamnya yang kaya akan sumber air. maka Kabupaten Klaten sangat potensial untuk budidaya perikanan air tawar. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pemenuhan gizi dari sumber protein hewani yang murah serta kepedulian akan kesehatan dengan mengurangi konsumsi daging merah. Peluang usaha untuk budidaya ikan nila ini masih sangat besar.37 ha. namun karena sampai saat ini jumlah permintaan lebih banyak dibandingkan penawaran. Sedangkan pada tahun 2006. Lahan non kolam yang kini telah dimanfaatkan untuk budidaya ikan antara lain adalah sawah (mina padi) dan rawa/waduk (karamba dan jaring tancap). 2007). Saat survei dilakukan (tahun 2007). Harga yang diberikan untuk pedagang (yang membeli dalam jumlah banyak) berbeda dengan harga untuk pembeli eceran.13 Penawaran Produksi ikan nila di Kabupaten Klaten setiap tahun mengalami peningkatan.229. luas lahan kolam di Kabupaten Klaten yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan mencapai 110. produksi nila mengalami peningkatan sekitar 10 prosen menjadi 1. Kolam-kolam pembesaran ikan nila ini juga banyak dijumpai di pekarangan rumah. Sementara itu. Persaingan dan Peluang Pasar Meskipun jumlah petani ikan nila cukup banyak di Kabupaten Klaten. harga ikan nila untuk pembelian dalam jumlah .106. maka para petani ikan nila di sana dapat dikatakan belum merasakan persaingan. Harga Penentuan harga ikan nila dilakukan oleh kelompok petani ikan dan pasar.806 kg (Sub Dinas Perikanan Kabupaten Klaten. Pada tahun 2005 produksi ikan nila di Kabupaten Klaten sebanyak 1.

Pembeli berasal dari daerah setempat dan luar daerah. Kolam Ikan Nila yang Dilengkapi Dengan Timbangan Pembeli dalam partai besar (pedagang pengepul) akan menjual ikan nila tersebut untuk restoran terapung atau tempat-tempat pemancingan. sedangkan harga ikan nila eceran mencapai Rp12. Boyolali. dan Semarang. Pedagang pengepul akan mengangkut ikan nila yang dibelinya dari pembudidaya ikan ke tempat pemancingan ikan di Kabupaten Klaten.700.per kilogram..000. .1. Jalur Pemasaran Jalur pemasaran ikan nila sangatlah sederhana. Pembeli (baik membeli dalam jumlah besar maupun eceran) dapat langsung mendatangi pemilik kolam yang sedang panen dan membeli hasil panenannya setelah ditimbang di tempat.14 banyak sebesar Rp9.. Gambar 3.per kilogram.

Untuk itu ikan nila setelah 4 bulan dipelihara di kolam pembesaran harus dipanen. 3. antara lain : 1. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam. 2. Terdapat beberapa persyaratan untuk lokasi budidaya ikan nila. ASPEK PRODUKSI Lokasi Usaha Lokasi usaha budidaya ikan nila sangat menentukan keberhasilan budidaya tersebut. Jalur Pemasaran Ikan Nila Kendala Pemasaran Masa budidaya usaha pembesaran ikan nila adalah 4 (empat) bulan. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan ikan nila adalah jenis tanah liat/lempung. sejauh ini pembudidaya ikan nila belum merasakan adanya kendala dalam pemasaran. Apabila ikan berada di kolam lebih dari waktu yang sudah ditentukan maka akan memperbesar biaya pakannya. Ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi (500 m di bawah permukaan laut).2.15 Gambar 3. . Mengingat permintaan ikan nila masih lebih besar dibandingkan penawarannya. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi. karena ikan yang dipanen selalu habis terjual.

sungai. Benih yang akan dibesarkan dapat berasal dari pendederan I (gelondongan kecil) ataupun pendederan II. 5. Kalau benih yang berasal pendederan II.5 dengan nilai optimal 7-8. Kecerahan untuk di kolam yang baik + 45 cm sedangkan di tambak + 30 cm. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha. dimana sumber air bisa berasal dari saluran irigasi. Kolam Pembesaran Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Dekat dengan sumber air. Suhu air yang optimal berkisar antara 25oC-30oC. berarti . sumur ataupun umbul. 6. Kondisi perairan tenang dan bersih.16 4.1. 7. Gambar 4. 8. Pembesaran Ikan Nila dengan Menggunakan Happa Teknis Budidaya 1. Ikan nila mampu hidup pada kadar garam 0-35 permil. Nilai keasaman air (pH) berkisar 68. Air jangan terlalu keruh dan tidak tercemar baik dari limbah industri ataupun rumah tangga.

sisik teratur rapi dan tidak kaku serta sirip lengkap dan proporsional. Hasil panen yang seragam atau serempak pertumbuhannya dengan ukuran super adalah salah satu target yang harus dicapai. Pakan yang diberikan harus tepat dan dalam jumlah yang mencukupi. nilai nutrisi. 1. bebas dari pencemaran dan tersedia sepanjang waktu. yaitu : kualitas benih. kualitas pakan yang diberikan dan kualitas airnya itu sendiri. Yang dimaksud tepat dalam hal ini adalah tepat ukuran. Benih baik bisa berasal dari hasil rekayasa genetika seperti nila gift. Ciri-ciri benih yang berkualitas yaitu tubuhnya tidak cacat/ luka. Fasilitas Produksi dan Peralatan Langkah awal yang paling penting pada usaha budidaya pembesaran ikan nila adalah mempersiapkan kolam yang akan digunakan . 2. Air yang digunakan untuk usaha pembesaran harus memenuhi syarat. 3. keseragaman ukuran dan kualitas. senang bergerombol dan apabila dikejutkan benih akan berpencar secara cepat. 2. Usaha semacam ini mengandung resiko yang lebih kecil. Benih unggul berasal dari induk yang unggul. karena itu sebaiknya benih dibeli dari tempat pembenihan yang dapat dipercaya atau yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah. seperti BBI. Kualitas benih. proses seleksi. Ada 3 (tiga) faktor penting yang harus diperhatikan dalam usaha pembesaran. dalam arti kandungan kimia dan fisika harus layak.17 ukuran benih sudah cukup besar. aktif berenang. Kualitas pakan. sehingga waktu yang dibutuhkan sampai panen tidak terlalu lama. Kualitas air. proses persilangan dan sebagainya. karena tingkat mortalitasnya rendah.

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi penelitian. Dengan demikian mereka menganggap tidak perlu melakukan pengeringan kolam. Untuk menumbuhkan plankton. setelah panen selesai dilakukan. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengapuran dengan maksud untuk memberantas hama dan penyakit. sedangkan pupuk anorganiknya adalah Urea dan TSP. selanjutnya kolam perlu dipupuk dengan pupuk organik dan anorganik. maka sisa kotoran hasil metabolisme dan sisa pakan akan keluar sehingga kualitas air tetap terjaga. Selama pengeringan tanah perlu dibolak-balik agar gas-gas beracun seperti H2S dan NH3 dapat menguap. pembudidaya ikan nila di wilayah tersebut. kambing. benih ikan kemudian langsung ditebarkan (masa pemeliharaan di kolam pembesaran selama 4 bulan). . pintu pemasukan dan pengeluaran. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran yang menyebabkan hama masuk ke dalam kolam. Air umbul merupakan sumber air bebas pathogen.18 sebagai sarana budidaya. Sebelum benih ditebarkan. Pertimbangannya adalah dengan debit air yang cukup besar dan mengalir sepanjang tahun. terutama bila jarak antara sumber air dengan unit budidaya tidak terlalu jauh dan bebas dari kontaminasi. Terlebih karena sumber air yang digunakan pembudidaya setempat berasal dari mata air (umbul) yang mengalir sepanjang tahun. kolam harus dikeringkan selama beberapa hari. kerbau ataupun ayam. saluran air. tidak melakukan kegiatan persiapan kolam sebelum benih ditebarkan. Artinya. Pupuk organik yang biasa di gunakan adalah dari kotoran ternak seperti kotoran sapi. Disamping itu perlu ada perbaikan pematang.

dan logam beratnya tinggi. pH meter.19 Gambar 4. tabung oksigen. Kabupaten Klaten dilakukan dengan cara sederhana. anco. Karena sumber airnya bersih dan mengalir lancar. jaring dan cangkul. Teknik Operasional Usaha pembesaran nila di Kecamatan Karanganom dan Polanharjo. drum. sementara kandungan nitrogen. Pada kolam intensif mestinya harus dilengkapi dengan peralatan untuk mengukur kualitas air seperti: DO meter. Untuk mendukung operasional maka diperlukan beberapa peralatan seperti: jala. besi. timbangan.2. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan ikan yang dibudidayakan terganggu dan menimbulkan penyakit non infeksi. Alat yang terakhir ini sangat diperlukan mengingat pada kolam intensif dihasilkan sisa buangan yang banyak dan memungkinkan tercemarnya kolam tersebut ( NH3 dan H2S). maka petani nila di Kabupaten Klaten tidak melakukan usaha persiapan kolam seperti pengeringan . ember. namun sumber air tersebut miskin plakton. serok. Kolam Pembesaran Nila yang Memanfaatkan Sumber Air (Umbul) Meskipun ada sisi baiknya. Thermometer dan Spektrophotometer kalau memungkinkan.

Yang dilakukan pembudidaya adalah mengecek saluran air dan saringan yang dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran. Hal ini dimaksudkan supaya benih ikan tidak mengalami stres. Juga tidak dilakukan usaha pengapuran dan pemupukan kolam. Kepadatan yang terlalu tinggi (overstocking) akan meningkatkan kompetisi pakan. ikan mudah stress dan akhirnya akan menurunkan kecepatan pertumbuhan. Kepadatan atau kerapatan ikan yang dibudidayakan harus disesuaikan dengan standar atau tingkatan budidaya. di keramba 5 kg/m2. untuk memperlancar aliran. penjemuran dan pembersihan kolam dari rumput dan kotoran. Peningkatan kepadatan akan menyebabkan daya dukung kehidupan ikan per individu menurun.20 kolam. Penebaran Benih dan Pengaturan Kepadatan Benih ikan yang ditebarkan harus mempunyai kualitas yang baik dan seragam ukurannya. sedangkan di kolam air deras antara 10-15 kg/m2. Kepadatan ikan yang dibudidayakan di karamba jaring apung (KJA) sebanyak 3-5 kg/m2. . 1. Benih ditebar pada pagi/sore hari saat suhu udara masih rendah.

Padat penebaran sebesar itu dianggap sudah tinggi dan dapat dikategorikan dalam tipe usaha pembesaran yang intensif.sisa dapur rumah tangga. Walaupun banyak nilai kebaikan dari pakan buatan. Oleh karena itu pemberian pakan alternatif. Pakan alami ikan nila adalah jasad . cara pemberian dan penyimpanannya perlu diperhatikan benar agar transmisi parasit dan penyakit tidak terjadi pada hewan budidaya. Disamping itu dapat pula diberikan pakan alternatif. tapi harus diperhatikan pula dari segi finansialnya. Yang perlu dicermati dalam pemberian pakan alternatif ini adalah bahwa pakan tersebut merupakan reservoir parasit/mikro organisme. jentik-jentik serangga dan sebagainya. 2. . Benih yang ditebar ukurannya 5-7 cm dan diambil dari daerah setempat. kutu air.21 Gambar 4.3 Tingkat Kepadatan Ikan Nila yang Tinggi di Kolam Pembesaran Pembudidaya setempat menggunakan kepadatan 1 ton benih (sekitar 20. Dengan melihat kekurangan yang ada pada pakan alternatif/tambahan.000 ekor) untuk kolam seluas 100 m2. ukuran dan jumlah pakan yang diberikan tergantung dari ukuran ikan nila yang dipelihara. Jenis. Ada dua jenis pakan ikan nila. Kebersihan pakan.jasad renik. sehingga pemanfaatan makanan tersebut akan melengkapi siklus hidup beberapa parasit ikan. terutama yang sudah jelek kualitasnya (busuk) sejauh mungkin dihindari. cacing. Pemberian Pakan Ikan nila termasuk dalam golongan ikan omnivora atau pemakan segala. Pakan alternatif yang biasa diberikan adalah sisa . maka seyogyanya ikan nila diberikan pakan buatan yang memenuhi persyaratan baik nutrisinya maupun jumlahnya. karena hampir 50% dari biaya produksi merupakan biaya pakan. yaitu pakan alami dan pakan buatan.

Dengan demikian ikan yang sudah terkumpul akan mudah ditangkap. dengan berat 30 kg per zak nya. Pemanenan Panen ikan nila dilakukan secara total. Banyaknya pelet yang diberikan untuk 1 ton benih ikan selama 4 bulan masa pemeliharaan sebanyak 170 zak. hal ini untuk menghindari luka pada ikan. yaitu dengan cara mengeringkan kolam hingga ketinggian air tinggal 10 cm. 2007 (Volume (zak 25 60 60 25 3.1.22 Pakan ikan yang digunakan oleh pembudidaya di daerah survei adalah pakan buatan (pelet). Rincian Pemberian Pakan pada Ikan Bulan Pertama Kedua Ketiga Keempat Sumber : Data primer. Petak pemanenan atau petak penangkapan dibuat seluas 1 m2 di depan pintu pengeluaran. dipergunakan adalah 3-5% dari bobot tubuhnya setiap hari. Pakan diberikan 2-3 kali sehari. Rincian pemberian pakan ikan dapat dilihat pada Tabel 4. Pakan ini diberikan dengan cara ditebarkan secara merata dengan tujuan tidak adar setiap individu ikan Dosis akan yang mendapatkannya.1 di bawah ini. Pemanenan dilakukan pada pagi hari saat cuaca belum panas dengan menggunakan waring yang halus. Tabel 4. Kendala Produksi . Pemanenan dilakukan dengan hati-hati dan waktu yang secepatnya. sehingga terjadi persaingan.

bahkan secara ekstrim dapat dikatakan tinggal menunggu waktu. gerakan menjadi lambat. baik secara langsung .23 Kendala yang sering dihadapi oleh pembudidaya ikan nila adalah serangan hama dan penyakit. akibat pengeluaran lendir yang berlebihan. Gejala ini sebenarnya tidak hanya tampak pada ikannya saja. bahkan akan menyelamatkan ikan yang kita budidayakan. membunuh dan mempengaruhi produktifitas. Monitoring tidak hanya dilakukan pada ikan yang dibudidayakan saja. 1. sehingga usaha budidaya dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan. tetapi juga terhadap kondisi airnya. Monitoring yang ketat dan konsisten merupakan langkah yang harus dikerjakan dalam usaha budidaya yang modern. Meskipun demikian kedua-duanya harus mendapat perhatian penuh. Hama Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa. Air kolam tampak lebih kental atau pekat. diantaranya nafsu makan yang berkurang. pengeluaran lendir yang berlebihan dan pada stadium selanjutnya akan terlihat perubahan warna. tapi juga kondisi airnya. sebelum ikan terkena penyakit maka akan menunjukkan gejala-gejala terlebih dahulu. Semua gejala tersebut dapat dilihat secara visual. bahkan mulai ada luka pada tubuhnya. Kalau diperhatikan dengan cermat. Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan. Kerugian akibat hama biasanya tidak sebesar serangan penyakit. Dengan padat penebaran yang demikian tinggi pada pembudidaya yang intensif. Apabila melihat gejala ini. maka serangan penyakit dapat terjadi sewaktu-waktu. Pengobatan yang lebih dini akan mengurangi jumlah ikan yang mati. maka harus segera dilakukan langkah pengobatan sebelum penyakitnya menjadi lebih parah.

bakteri. Jasad hidup penyebab penyakit tersebut diantaranya adalah virus. Kontak langsung antara ikan yang sakit dan ikan yang sehat. Penyebaran penyakit dari satu ikan ke ikan lainnya dapat melalui: 1. 2. Media tempat ikan tersebut hidup 3. Agent atau carrier perantara atau pembawa). Kontak tidak langsung yaitu melalui peralatan yang terkontaminasi (selang air. 4. Dengan melakukan pengeringan dan pemupukan kolam. Dengan memasang saringan pada pintu pemasukan air (inlet). gayung. Hama pada ikan nila yang biasanya ditemui adalah ular. nematoda dan jenis udang renik. Penyakit Penyakit dapat disebabkan karena adanya gangguan dari jasad hidup atau sering disebut dengan penyakit parasiter dan yang disebabkan oleh faktor fisik dan kimia perairan atau non parasiter. ember dsb). udara maupun darat. .4. ikan-ikan buas. linsang dan burung pemakan ikan. jamur.24 ataupun bertahap. Ada 2 (dua) cara yang biasanya digunakan untuk mencegah hama: 1. Aliran air yang masuk ke kolam. 5. kodok. 2. Kolam Yang Dilengkapi Dengan Perangkat Pencegah Hama 2. "ucrit" (larva capung). protozoa. Gambar 4. Hama ini bisa berasal dari aliran air masuk.

3. Cara ini dilakukan dengan merendam ikan yang sakit ke dalam air yang telah diberi larutan senyawa kimia. Berikut ini disajikan tabel yang memuat gejala klinis. Bakteri. jamur dan parasit merupakan sumber utama penyakit pada ikan nila. kimia ke dalam pakan. 2. diagnosa dan pengobatannya. Tindakan pengobatan melalui penyuntikan ini hanya efektif jika ikan yang terserang penyakit jumlahnya sedikit. Pengobatan ini dapat dilakukan melalui penyuntikan. PK Formalin Lernea . Aplikasi obat langsung ke ikan. NaCl. Diagnosa Ichthyopthirius Pengobatan Methylene Blue (MB). antara lain: 1. Penambahan bahan kimia ke air. Tabel 4. selain juga Prinsip untuk untuk pengobatan dengan cara ini adalah dengan mencampurkan Tujuannya penyebab adalah penyakit membunuh organisme meningkatkan daya tahan tubuh.2 Gejala Klinis dan Pengobatan pada Ikan Nila yang Terkena penyakit Gejala klinis Ada bintik putih di sekujur tubuh (white spot) Pertumbuhan badan kurus lambat. Selain itu dapat juga dengan menambahkan larutan senyawa kimia ke dalam air kolam secara langsung.25 Beberapa tindakan untuk mengatasi serangan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara. Setelah direndam beberapa saat kemudian ikan dikembalikan ke kolam. walaupun demikian masih ada penyakit lain yang belum diketahui penyebabnya. Penambahan obat ke dalam bahan pakan.

perhitungan labarugi. Asumsi Kajian keuangan akan memberikan gambaran keuangan yang mencakup pembahasan informasi basis (asumsi). Salah satu pembudidaya ikan nila mengusahakan 100 m2 kolam pembesaran. arus kas dan kemampuan memenuhi kewajiban keuangan serta prospek keuangan. baik di pasar domestik maupun pasar internasional.26 Sumber : Gufran. investasi. operasional. dan Net Benefit Cost Ratio (Net BCR). Untuk itu dilakukan sajian data investasi. Benih ikan nila dibeli pembudidaya dari Balai Benih Ikan (BBI) Sentral Janti atau Unit Pembenihan Rakyat di Jeblok dan Sleman. Internal Rate of Return (IRR). 2000 ASPEK KEUANGAN Pemilihan Pola Usaha Usaha budidaya pembesaran ikan nila sangat potensial untuk dikembangkan mengingat peluang pasar saat ini masih besar. Disamping itu budidaya pembesaran ikan nila ini tidak membutuhkan tingkat teknologi tinggi dan peralatan yang relatif mahal. Satuan luas yang diambil sebagai dasar perhitungan yaitu satuan luas kolam minimum 100 m2 . pola arus kas dan pelunasan hutang serta analisis kelayakan usaha dengan alat Net Present Value (NPV). Dasar perhitungan yang akan dilakukan menggunakan asumsi dengan pendekatan satuan luas budidaya. Hamparan lahan budidaya yang diusahakan oleh petani berbedabeda antara pembudidaya satu dengan lainnya.

Sebagai contoh.rata kenaikan Rp55. Sedangkan Kebutuhan . Tabel 5.1. pembudidaya ikan nila juga menggunakan tenaga kerja untuk membantu dalam usahanya. Asumsi teknis dan parameter dapat ditampilkan pada Tabel 5.per bulan dengan rata.. Periode proyek diasumsikan selama 3 (tiga) tahun.1. Asumsi Teknis dan Parameter Keuangan Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Nila Sumber: Hasil simulasi BI Selain menggunakan tenaga sendiri.27 (ukuran 10 m x 10 m) dalam luas lahan 110 m2. UMK Kabupaten Klaten tahun 2006 sebesar Rp 480. misalnya upah tenaga kerja disesuaikan dengan standard hidup di Kabupaten Klaten dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di sana..250.000.(tahun 2007).

jaring dan timbangan. Komponen Biaya Investasi dan Biaya Operasional 1.520. Biaya investasi utama dalam usaha budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi: 1..764. . Secara rinci perhitungan biaya investasi disajikan pada Tabel 5.per bulan (Jawa Tengah Dalam Angka.000. Merujuk pada rata-rata umur ekonomis tersebut maka diasumsikan jangka waktu proyek adalah 3 tahun. 2. Investasi aktiva tetap berupa pembuatan tanggul kolam dan saung untuk menunggu kolam.2 Tabel 5. Masing-masing komponen biaya investasi disusut berdasarkan umur ekonomisnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method). Biaya Investasi Budidaya Pembesaran Ikan Nila Sumber: Hasil simulasi BI Budidaya pembesaran ikan nila dengan luas kolam 100 m 2 memerlukan biaya investasi pada tahun ke 0 sebesar Rp 28.28 Hidup Minimum di Kabupaten Klaten pada tahun 2006 sebesar Rp 566. 2006).2. Komponen Biaya Investasi Biaya investasi adalah biaya tetap yang dikeluarkan pada saat memulai suatu usaha. Investasi peralatan berupa ember.-.

biaya sewa mobil. drum dan tabung okesigen untuk mengangkut benih dari penjual benih ikan ke kolam pembudidaya.29 2.3.3 disajikan rincin biaya operasional (data terolah). Tabel 5. Komponen Biaya Operasional Biaya operasional untuk budidaya pembesaran ikan nila meliputi pembelian benih ikan nila. Pada Tabel 5. isi tabung oksigen. dan biaya listrik serta biaya pemeliharaan. Biaya Operasional Budidaya Pembesaran Ikan Nila . tenaga kerja (gaji pengelola dan upah tenaga kerja). pakan.

000.000. Kebutuhan dan Sumber Dana Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Nila . Pada umumnya pembudidaya memerlukan pinjaman (kredit) di awal usaha untuk menutup biaya investasi dan biaya operasionalnya.+ Rp45.000.(untuk 3 kali periode budidaya). Kebutuhan Dana Investasi dan Modal Kerja Kebutuhan dana untuk budidaya pembesaran ikan nila meliputi biaya investasi dan biaya operasional. Besarnya dana untuk masing-masing sumber pembiayaan dapat dilihat pada Tabel 5.. Jadi untuk budidaya pembesaran ikan nila dalam jangka waktu 1 (satu) tahun dibutuhkan biaya operasional sebesar Rp 135.640. Dana yang dibutuhkan untuk investasi dan modal kerja awal sebesar Rp28.120.360.78% nya adalah biaya untuk pembelian pakan dan benih.4. Kebutuhan untuk membiayai investasi akan dipenuhi dari kredit investasi yang mempunyai jangka waktu pengembalian 2 tahun. Tabel 5. Sedangkan kebutuhan untuk membiayai modal kerja akan dipenuhi dari kredit modal kerja yang mempunyai jangka waktu pengembalian 1 tahun.-.000.4. sebesar 82. Dari total kebutuhan dana awal di atas..30 Sumber: Hasil simulasi BI Usaha budidaya pembesaran ikan nila..520. sebagian akan dipenuhi sendiri oleh pembudidaya dan sebagian lagi akan dipenuhi dari pinjaman (kredit) perbankan.120. Dari jumlah ini.-.000. setiap satu periode budidaya (4 bulan) dibutuhkan biaya operasional sebesar Rp 45.= Rp73.

000. Diasumsikan ikan nila konsumsi mempunyai berat rata-rata 400gram.520. Angsuran Pokok dan Bunga Kredit Investasi dan Modal Kerja Proyeksi Produksi dan Pendapatan Perhitungan hasil diperoleh dari penjualan ikan nila siap konsumsi.5.000 23.5 menampilkan besarnya angsuran dan bunga kredit investasi dan modal kerja.000 2 30. Kredit b.000 3 50. Kredit b.520. Tabel 5. .120.000.000 73. Dana sendiri Jumlah dana investasi Sumber dana modal kerja a. Dana sendiri Jumlah dana modal kerja Sumber Total dana a.640.000 Sumber: Hasil simulasi BI Tabel 5.31 No 1 Rincian Biaya proyek Sumber dana Investasi a.000 15.640. Dana sendiri� Jumlah dana Jumlah 20.000. Kredit� b.120.000 8.000 28.000 45.

Proyeksi Rugi Laba dan BEP Dengan menggunakan data dan asumsi yang ada.per tahun.080. Ratarata harga jual per kg sebesar Rp9.6.400 kg ikan nila. tingkat kematian/mortalitas serta harga jual per kg maka diperoleh pendapatan sebesar Rp. Proyeksi Laba Rugi Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Nila .6.240.32 Merujuk pada jumlah bibit yang ditebar. Tabel 5. Tabel 5.-.000. Dalam satu periode budidaya diperoleh hasil panen seberat 6.000 setiap periode atau Rp. Untuk kolam seluas 100 m2 dapat ditebar 1..700. Proyeksi laba-rugi usaha budidaya pembesaran ikan nila dapat dilihat pada Tabel 5.62.000 kg benih ikan atau +20. ditampilkan produksi dan pendapatan yang diperoleh dari budidaya pembesaran ikan nila. Produksi dan Pendapatan Budidaya Pembesaran Ikan Nila Sumber: Hasil simulasi BI Budidaya pembesaran ikan nila dilakukan selama 4 bulan untuk satu periode budidaya. Tabel 5.000 ekor ikan dengan ukuran 5-7 cm.7. maka dapat diperhitungkan proyeksi laba-rugi usaha budidaya ikan nila dengan menggunakan standar luasan kolam 100 m2.186.7. Rinciaan perhitunganya dapat dilihat pada lampiran 7.

556 41. Sedangkan untuk Break Even Point (BEP) rata-rata penjualan adalah Rp.880.450.333 -4.880.333 4.148.667 50.667 46.333 3.667 4.240.000 135.880.000 49.636..667 -3.168.15 0.880.667 47.167 38.333 3.500.323.000 50.03 Share 0.667 46.222 3.725.000 50.088.000 135.000 135.000 50.258.500 50000000 50000000 -52.288.000 135.000 50.460.33 Sumber: Hasil simulasi BI Tabel di atas menunjukkan bahwa pada tahun pertama budidaya pembesaran ikan nila telah mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp 38.626.595.360.240.338.418.556 4.880.506.10 0.683.373.000 50.333 42.464.559.500 Nilai laba kena pajak 50000000 50000000 -53.333 -3.360.500 0.63 3 186.667 4.737.791.000 22.506.667 45.506. Tabel 8.30 Pajak 50000000 50000000 -57.dan BEP rata-rata produksi adalah 3.102.58%.76.000 541.-dengan profit margin sebesar 20.89 rata-rata 186.667 42.000 22.360.58 2 186.831.506.240. Proyeksi Rugi/Laba Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Nila No 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Pendapatan Biaya Operasional Laba Kotor Bunga Kredit Laba Sebelum Pajak Biaya Penyusutan Laba Kena Pajak Pajak Laba Bersih Profit margin (%) 1 186.581.000 4.000 3.000 .036.240.167 42.360. Untuk tahun kedua dan ketiga besarnya laba yang diterima akan lebih besar karena beban kredit yang semakin menurun seiring dengan pelunasan pinjamannya.500 22.983 kg.323.

000 3.000 4.733.333 4.240.683.253 3.000.000.000.250 nilai laba kena pajak 50000000 -3.667 4.506.464.983 Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek Untuk aliran kas (cash flow) dalam perhitungan ini dibagi dalam dua aliran.887.167 116.737.000 3.710.305.581.667 541.000 4.373.000 33.787.506.924 3.600.626.667 4.745 1 2 BEP Rata-rata Nilai penjualan (Rp) Jumlah Penjualan/produksi (kg) 76.000 1.667 26.333 84.000 1.710.909. dimana asumsi kapasitas usaha .608.34 Share 0.000 42.818 3 186.667 27.683.050.000 33.418.460 3.000 1.79.000.333 Tabel 9.000 79.524.333 3.667 4.00 0 4.178.000 3.167 47.10 Pajak 50000000 -7.15 Pajak Share 0.240.10 0. Arus masuk diperoleh dari penjualan ikan nila hasil pembesaran (siap konsumsi) selama satu tahun.333 116.791.667 31.737.240.600.333 4.333 21.384 TAHUN 2 186.831.667 71.000 33.167 21.750 nilai laba kena pajak 46.168.000 79.258. Perhitungan BEP Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Nila No 1 2 a b c 3 a b c d Uraian Hasil Penjualan Produk Biaya Variabel Benih Pakan Pajak Total Biaya Variabel Biaya Tetap Tenaga kerja Produksi Biaya Penyusutan Bunga Kredit Total Biaya Tetap BEP Nilai Penjualan (Rp) BEP Produksi (kg) 1 186.606.506.600.202 4.667 4.167 50000000 -2.308.258.333 73.167 116.050.816.050. yaitu arus masuk (cash inflow) dan arus keluar (cash outflow).710.358.167 21.

148 368. Untuk penghitungan kelayakan rencana investasi dapat menggunakan beberapa metode.80% 2.08 .. biaya modal kerja.782. Sedangkan nilai IRR 43. sehingga arus masuk menjadi optimal.80% (> discount rate) maka berarti proyek ini masih layak dilakukan sampai pada tingkat suku bunga sebesar 43. Jangka waktu pengembalian seluruh biaya investasi/PBP (usaha) adalah +2 tahun (2. Dengan demikian usaha ini layak dilaksanakan karena jangka waktu pengembalian investasi lebih kecil dari periode proyek yaitu 3 tahun. Kelayakan Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Nila IRR PBP (usaha) .08 tahun=empat musim budidaya). biaya operasional termasuk angsuran pokok. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya pembesaran ikan nila Layak dan Menguntungkan. Sebuah usaha berdasarkan kriteria investasi di atas dikatakan layak jika B/C ratio atau Net B/C ratio > 1. Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). angsuran bunga.tahun PBP (kredit) DF PV Benefit PV Cost B/C Ratio 43. Tabel 5.(> 0).80% per tahun.29. antara lain: penilaian B/C ratio.35 berpengaruh pada besarnya volume produksi yang akan menentukan nilai total penjualan.098.dan pajak penghasilan.631.35 20% 398. NPV > 0 dan IRR > discount ratenya. Untuk arus keluar meliputi biaya investasi. Net B/C ratio.40 (> 1) dan NPV sebesar Rp. Net Present Value (NPV).315.517 1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa usaha budidaya pembesaran ikan nila ini menguntungkan karena pada discount factor 20% per tahun net B/C ratio sebesar 1.08 (empat musim) 1.8.

853. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan sejumlah kriteria kelayakan investasi (pada discount rate 20%) yaitu: net B/C sebesar 1. sebagai berikut : 1.92% (> discount rate).782.681 (73.000) 1. Penurunan pendapatan ini dapat terjadi bila hasil produksi turun misalnya karena adanya serangan hama dan penyakit atau harga jual ikan turun. Kenaikan biaya operasional dapat berupa kenaikan harga benih. sedangkan biaya operasional dan komponen lainnya tetap/konstan. 3. Pada skenario I. usaha budidaya pembesaran ikan nila ini masih layak dilaksanakan. Selain itu juga akan dilihat analisis sensitivitas dari usaha budidaya ini didasarkan pada skenario perubahan variabel pendapatan dan biaya.631 103.(> 0). pakan dan komponen biaya operasional lainnya.. NPV sebesar Rp. Skenario 2: Apabila terjadi kenaikan biaya operasional sedangkan pendapatan dan komponen lainnya tetap/konstan. Skenario 1: Apabila terjadi penurunan pendapatan.36 NPV NetB/C Ratio Cash Flow (+) Cash Flow (-) Net B/C ratio Sumber: Hasil simulasi BI Analisis Sensitivitas 29. yang menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan nila ini layak secara finansial.40 Analisis kelayakan investasi dan keuangan di atas didasarkan pada kondisi normal sesuai dengan asumsi berlaku. . nilai IRR 21.388.320. 2. dengan penurunan pendapatan usaha sebesar 7%.640. PBP (usaha) adalah lima musim (< 3 tahun periode proyek). Skenario 3 : Apabila terjadi penurunan pendapatan dan juga kenaikan biaya operasional secara bersama-sama.03 (> 1).2.

602.636. Pendapatan turun = 7% IRR PBP (usaha) . nilai IRR 18.9. sudah tidak layak dilaksanakan.-).926.853 75.01 2.259 368.96 20% 370.92% Lima musim (@ enam bulan) 1.258.67% >3 2. Pendapatan turun = 8% 21.000) 1.00 .37 Saat pendapatan usaha turun sebesar 8%. Analisis Sensitivitas Usaha Skenario 1 a.315. usaha budidaya pembesaran ikan nila.67% (< discount rate).517 1.03 IRR PBP (usaha) .98 (< 1).640. PBP (usaha) lebih lama dari umur proyek (> 3 tahun) dan net B/C sebesar 0. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan sejumlah kriteria kelayakan investasi (pada discount rate 18%) antara lain: NPV negatif (Rp1.tahun PBP (kredit) DF PV Benefit PV Cost B/C Ratio 18.315. Tabel 5.08 20% 366.370 368.320.517 1.903 73.tahun PBP (kredit) DF PV Benefit PV Cost B/C Ratio NPV NetB/C Ratio Cash Flow (+) Cash Flow (-) Net B/C ratio Sumber: Hasil simulasi BI b.713.

Selain itu PBP (usaha) lebih besar dari periode proyek yaitu 3 tahun.602.05% Lima musim 1. nilai IRR 21.298 74. NPV sebesar Rp. NPV negatif (Rp.792 (73.10. Analisis Sensitivitas Usaha Skenario 2 a..347 .05% (> discount rate).003.02 (> 1). Hal ini berdasarkan hasil perhitungan sejumlah kriteria kelayakan investasi (pada discount rate 20%) sebagai berikut: net B/C sebesar 0.269.(> 0).98 (< 1).582. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan sejumlah kriteria kelayakan investasi (pada discount rate 18%) antara lain: net B/C sebesar 1.tahun PBP (kredit) DF PV Benefit PV Cost B/C Ratio NPV NetB/C Ratio Cash Flow (+) 21. Biaya operasional naik = 10% IRR PBP (usaha) . PBP (usaha) adalah lima musim (< 3 tahun periode proyek).258) 72. dan nilai IRR 18.269. Tabel 5. Ketika kenaikan biaya operasional mencapai 11% maka usaha ini sudah tidak layak dilaksanakan. dengan kenaikan biaya operasional sebesar 10%.1.298.035).00 1.875.148 396.850 1.98 Pada skenario II.38 NPV NetB/C Ratio Cash Flow (+) Cash Flow (-) Net B/C ratio Sumber: Hasil simulasi BI (1.99 20% 398. 1.640.098.000) 0.828.68% (< discount rate). usaha budidaya ikan nila ini masih layak dilaksanakan.

02 IRR PBP (usaha) .00 (1. nilai IRR 22.04 (> 1).582. usaha budidaya pembesaran ikan nila ini masih layak dilaksanakan.680.184 1. Tabel 5.22% (> discount rate).tahun PBP (kredit) DF PV Benefit PV Cost B/C Ratio NPV NetB/C Ratio Cash Flow (+) Cash Flow (-) Net B/C ratio 18.035) 72.08 20% 398.098.22% Lima musim .68% >3 2. NPV sebesar Rp. pada saat terjadi penurunan pendapatan sekaligus kenaikan biaya operasional masing-masing sebesar 4%.640.640.148 399.000) 1.11.39 Cash Flow (-) Net B/C ratio Sumber: Hasil simulasi BI b.98 Sumber: Hasil simulasi BI Sedangkan skenario III.. PBP (usaha) adalah lima musim (<3 tahun periode proyek). Biaya operasional naik = 11% (73.024. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan sejumlah kriteria kelayakan investasi (pada discount rate 20%) sebagai berikut: net B/C sebesar 1.000) 0.684.(> 0).tahun 22. 2. Analisis Sensitivitas Usaha Skenario 3 Pendapatan turun = 4% dan Biaya operasional naik = 4% IRR PBP (usaha) .014 (73.853.

290.01 2. Artinya jika kenaikan biaya operasional lebih besar dari 10% tiap tahun. proyek ini menjadi tidak layak/merugi.94 20% 382.405. Analisis sensitivitas gabungan menunjukkan bahwa proyek ini sensitif pada kondisi terjadi penurunan pendapatan sekaligus kenaikan biaya operasional masing-masing sebesar 4%. proyek ini sensitif pada kenaikan biaya operasional sebesar 10% dengan asumsi biaya investasi dan pendapatan tetap. antara lain berupa : 1. Sedangkan jika dilihat dari perubahan biaya operasional. artinya jika penurunan pendapatan lebih besar dari 7% tiap tahunnya proyek ini menjadi tidak layak/merugi.640.903 (73. Dengan memperhatikan kriteria jangka waktu pengembalian investasi (pay back period usaha).04 Sumber: Hasil simulasi BI Hasil analisis sensitivitas di atas menunjukkan bahwa proyek ini lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan dibandingkan kenaikan biaya operasional. bukan hanya bagi petani ikan.853 76. Penyediaan lapangan kerja.000) 1.850 1. proyek ini sensitif pada penurunan pendapatan sebesar 7%.704 379.720. tetapi juga pihak-pihak lain yang terkait dengan usaha budidaya .40 PBP (kredit) DF PV Benefit PV Cost B/C Ratio NPV NetB/C Ratio Cash Flow (+) Cash Flow (-) Net B/C ratio 1.684. ASPEK SOSIAL EKONOMI 1. Aspek Ekonomi Usaha budidaya ikan nila memberikan manfaat secara ekonomis bagi masyarakat setempat.

Disamping itu dengan menyediakan lapangan kerja. jasa pengangkutan. jasa rekreasi pemancingan. maka secara tidak langsung usaha budidaya ikan nila ini juga bermanfaat untuk memperbaiki gizi masyarakat. Sumber penerimaan devisa negara melalui penjualan ikan nila baik dalam bentuk utuh beku. rumah makan. 2. fillet segar. atau fillet beku ke pasar luar negeri (ekspor). Disamping itu juga memiliki kaitan ke hilir (forward linkage) seperti pada usaha perdagangan ikan. maka air yang mengalir dari kolam ikan nila tersebut bercampur dengan kotoran ikan. pengolahan fillet ikan. 5. 2. 3. 4. seperti pedagang ikan. sisa-sisa makanan dan ikan yang mati. Aspek Sosial Dengan tersedianya sumber protein yang harganya terjangkau oleh sebagian besar masyarakat.41 ini. Sumber pendapatan keluarga bagi pembudidaya dan pihakpihak lain yang terkait dengan usaha budidaya ini. buruh. ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN Pada saat penggantian air kolam. yang kadang-kadang menimbulkan bau . dan sebagainya. Meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDRB) Pemerintah Daerah setempat baik melalui peningkatan volume produksi dan atau perluasan pasar. budidaya ikan nila ini dapat berfungsi untuk mengurangi tingkat pengangguran. yang pada akhirnya juga berdampak pada pengurangan kemiskinan dan kerawanan sosial. pupuk buatan serta budidaya pembenihan ikan nila. Usaha ini juga memiliki kaitan ke hulu (backward linkage) yaitu pada usaha pembuatan pakan ikan. usaha pengangkutan dan lainlain.

Peluang pasarnya. laju pertumbuhan dan perkembangbiakannya cepat. NPV positif sebesar Rp. Usaha ini memiliki prospek yang cerah. Namun bila budidaya ikan ini dilakukan di lahan yang bercampur dengan tanaman atau di sawah. Hasil analisis kelayakan keuangan dengan menggunakan indikator NPV. kolam terapung dan kolam pancingan. 3. serta relative tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.29.42 tidak sedap. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari pembahasan tentang usaha budidaya pembesaran ikan nila dapat disimpulkan bahwa : 1. Air kolam tersebut dapat dianggap mencemari ataupun mendukung lingkungan tergantung pada lokasi budidaya.- . Fillet ikan nila dari Indonesia hingga saat ini hanya mampu melayani tidak lebih dari 0. Disamping dijual ke rumah tangga. dengan diindikasikan permintaan yang cenderung meningkat.5 kg/ekor) menjadi bahan untuk fillet yang akan di ekspor ke luar negeri. Jika lokasi budidaya ikan nila dilakukan di perairan umum. Usaha ini mudah dilakukan karena ikan nila merupakan ikan yang mudah dipelihara. air kolam yang bercampur kotoran ini justru dianggap menyuburkan tanaman. 2.1% dari permintaan pasar dunia. ikan nila yang cukup beratnya (lebih dari 0. Usaha budidaya pembesaran ikan nila cocok dilakukan di daerah yang mempunyai sumber air yang cukup dan bersih. baik pasar domestik maupun pasar internasional masih sangat terbuka.631.782. IRR dan Net B/C Ratio diperoleh hasil sebagai berikut : a. dapat dianggap menimbulkan pencemaran air dan udara karena kotoran dan baunya.

yang lebih besar dari satu. Namun bila penurunan pendapatan sekaligus .40 yang berarti usaha ini tingkat bunga bank diskonto sebesar 20%.853.80%.298.269. dan Net B/C sebesar 1.05% > 20%). Berdasarkan analisis sensitivitas skenario 1 dengan asumsi terjadi penurunan pendapatan sebesar 7%. sedangkan biaya operasional dan komponen lainnya tetap/konstan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV yang positif yaitu:Rp2. c. IRR sebesar 43. maka usaha budidaya pembesaran ikan nila ini masih layak untuk dilaksanakan.03.92% yang berarti lebih besar dari tingkat suku bunga 20%.04. maka usaha budidaya pembesaran ikan nila ini masih layak untuk dilaksanakan.684. apabila kenaikan biaya operasional lebih dari 10%. IRR yang lebih besar dari tingkat bunga bank (22.43 b. Berdasarkan analisis sensitivitas skenario 3 dengan asumsi terjadi penurunan pendapatan sebesar 4% dan kenaikan biaya operasional sebesar 4% secara bersama-sama.320.-. layak karena Net B/C Ratio > 1 4.-. dan nilai Net B/C Ratio yaitu 1. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV yang positif sebesar Rp2. maka usaha budidaya ini masih layak dilaksanakan. sedangkan pendapatan dan komponen lainnya tetap/konstan.22%>20%).-. maka usaha ini tidak layak lagi untuk dilaksanakan. Kelayakan usahanya dapat dilihat dari nilai NPV yang positif sebesar Rp1. Namun demikian. dan Net B/C Ratio yaitu 1.02 lebih besar dari angka satu. nilai IRR 21. 6.853. Berdasarkan analisis sensitivitas skenario 2 dengan asumsi terjadi kenaikan biaya operasional sebesar 10%. yang lebih besar daripada satu. Akan tetapi bila penurunan pendapatan lebih dari 7%. 5. IRR yang lebih besar dari tingkat suku bunga (21. yang berarti lebih tinggi dari Net B/C Ratio sebesar 1. maka usaha ini sudah tidak layak lagi untuk dilaksanakan.

seperti abon. Misalnya pembuatan makanan dari ikan nila. 7. Usaha budidaya pembesaran ikan nila memberikan dampak positif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat setempat dalam bentuk penyediaan lapangan kerja dan atau sebagai sumber pendapatan baik bagi pembudidaya ikan nila maupun pelaku usaha yang terkait dengan usaha budidaya ini. . dendeng dan lain-lain. Koperasi dan Usaha Kecil) untuk mendampingi pembudidaya ikan nila dalam mengolah hasil ikannya. Disamping itu peranan dari Dinas Perikanan setempat masih sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan dalam usaha budidaya ikan nila agar tingkat kematian ikan dapat diturunkan dan produktivitas pembudidaya dapat ditingkatkan.44 disertai dengan peningkatan biaya operasional lebih besar dari 4%. Saran Meskipun penjualan ikan sudah memberikan keuntungan bagi pembudidaya. Untuk itu diperlukan intervensi dari Dinas Perikanan dan dinas terkait lainnya (misalnya Dinas Perdagangan. Koordinasi yang baik antara Dinas Perikanan dengan Perbankan setempat sehingga pembudidaya ikan nila ini dapat memperoleh bantuan kredit dari perbankan. Mengingat prospek dan potensinya yang besar maka perlu adanya keterlibatan lembaga keuangan (perbankan) untuk membantu dalam pendanaan usaha budidaya ikan nila. maka usaha ini sudah tidak layak untuk dilaksanakan. namun perlu adanya penciptaan nilai tambah dari ikan-ikan yang tersisa (yang tidak terjual karena beratnya relatif kecil atau ikan yang terluka).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->