P. 1
ASUHAN KEPERAWATAN ICU

ASUHAN KEPERAWATAN ICU

|Views: 697|Likes:
Published by Raden Riyadi

More info:

Published by: Raden Riyadi on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN POST OPERASI MENINGIOMA DENGAN VENTILASI MEKANIK SIMV DI RUANG INTENCIVE CARE UNIT RSUP

DR SARJITO

Pendahuluan Secara umum tumor pada sistem saraf pusat memiliki implikasi yang besar bagi pasien dan sulitnya manajemen bagi para klinisi. Meskipun lebih dari separuh tumor sistem saraf pusat merupakan tumor glial high grade yang secara umum rata-rata survivalnya rendah, namun ada beberapa jenis tumor yang dapat dioperasi saja sebagai terapi utama dengan potensi kesembuhan yang besar. Teknik operasi mikro yang modern dan teknologi modern seperti image guidance, ultrasound dan ultrasonic aspirators, telah menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat operasi. Manajemen Meningioma Meningioma berasal dari leptomening yang biasanya berkembang jinak. Cushing, 1922 menamakannya meningioma karena tumor ini yang berdekatan dengan meningen. Terapi meningioma masih menempatkan reseksi operatif sebagai pilihan pertama. Beberapa faktor yang mempengaruhi operasi removal massa tumor ini antara lain lokasi tumor, ukuran dan konsistensi, vaskularisasi dan pengaruh terhadap sel saraf, dan pada kasus rekurensi, riwayat operasi sebelumnya dan atau radioterapi. Lebih jauh lagi, rencana operasi dan tujuannya berubah berdasarkan faktor resiko, pola, dan rekurensi tumor. Tindakan operasi tidak hanya mengangkat seluruh tumor tetapi juga termasuk dura, jaringan lunak, dan tulang untuk menurunkan kejadian rekurensi. Rencana preoperative pada pasien dengan meningioma supratentorial, pemberian antikonvulsan dapat segera diberikan, deksametason diberikan dan dilindungi pemberian H2 antagonis beberapa hari sebelum operasi dilaksanakan. Pemberian antibiotik perioperatif digunakan sebagai profilaksis pada semua pasien untuk organisme stafilokokkus, dan pemberian cephalosporin generasi III yang memiliki aktifitas terhadap organisem pseudomonas, serta pemberian metronidazol (untuk organisme anaerob) ditambahkan apabila operasi direncanakan dengan pendekatan melalui mulut, sinus paranasal, telinga, atau mastoid.
Simpson’s Classification of the extent of resection of intracranial meningiomas Grade I Gross total resection of tumor, dural attachments and abnormal bone Grade II Gross total resection of tumor, coagulation of dural attachments Grade III Gross total resection of tumor, without resection or coagulation of dural attachments, or alternatively of its extradural extensions ( e.g invaded sinus or hyperostotic bone) Grade IV Partial resection of tumor Grade V Simple decompression (biopsy)

Pada kasus meningioma yang tidak dapat dioperasi karena lokasi yang sulit. Mereka menemukan sekitar 88% pertumbuhan tumor ternyata dapat dikontrol. yang paling sering digunakan adalah sinar foton yang berasal dari Co gamma (gamma knife) atau linear accelerators (LINAC) dan partikel berat (proton. Pemberian obat kemoterapi lain seperti hydroxyurea sedang dalam penelitian. Saraf optikus sangat rentan mengalami kerusakan akibat radioterapi. tetapi terapi menggunakan regimen kemoterapi (baik intravena atau intraarterial cis-platinum. Kemoterapi sebagai terapi ajuvan untuk rekuren meningioma atipikal atau jinak baru sedikit sekali diaplikasikan pada pasien.Terapi Ajuvan Radioterapi Penggunaan external beam irradiation pada meningioma semakin banyak dipakai untuk terapi. Kondziolka dan kawan-kawan memperhitungkan pengontrolan pertumbuhan tumor dalam 2 tahun pada 96 % kasus. Pertumbuhan sel pada meningioma dihambat pada fase S dari siklus sel dan menginduksi apoptosis dari beberapa sel dengan pemberian hydroxyurea. Steiner dan koleganya menganalisa pasien meningioma yang diterapi dengan gamma knife dan diobservasi selama 5 tahun. Sumber energi yang digunakan didapat melalui teknik yang bervariasi. dan vincristine dapat memperbaiki angka harapan hidup dengan rata-rata sekitar 5. decarbazine (DTIC) dan adriamycin) menunjukkan hasil yang kurang memuaskan (DeMonte dan Yung). malignan).5 cm. Laporan dari Chamberlin pemberian terapi kombinasi menggunakan cyclophosphamide. Dan dilaporkan pada satu . Baru-baru ini peneliti yang sama melakukan studi dengan sampel 99 pasien yang diikuti selama 5 hingga 10 tahun dan didapatkan pengontrolan pertumbuhan tumor sekitar 93 % kasus dengan 61 % massa tumor mengecil. atau pada pasien yang menolak dilakukan operasi. terutama pada lesi dengan diameter kurang dari 2. ion helium) dari cyclotrons. walaupun regimen tersebut efektifitasnya sangat baik pada tumor jaringan lunak.3 tahun. External beam irradiation dengan 4500-6000 cGy dilaporkan efektif untuk melanjutkan terapi operasi meningioma reseksi subtotal. Kemoterapi Modalitas kemoterapi dengan regimen antineoplasma masih belum banyak diketahui efikasinya untuk terapi meningioma jinak maupun maligna. external beam irradiation masih belum menunjukkan keefektifitasannya. Komplikasi lain yang dapat ditimbulkan berupa insufisiensi pituitari ataupun nekrosis akibat radioterapi. keadaan pasien yang buruk. kasus-kasus rekurensi baik yang didahului dengan operasi sebelumnya ataupun tidak. adriamycin. Radiasi Stereotaktik Terapi radiasi tumor menggunakan stereotaktik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960an menggunakan alat Harvard proton beam. Setelah itu penggunaan stereotaktik radioterapi ini semakin banyak dilakukan untuk meningioma. Efektifitas dosis yang lebih tinggi dari radioterapi harus dengan pertimbangan komplikasi yang ditimbulkan terutama pada meningioma. Kejadian defisit neurologis baru pada pasien yang diterapi dengan stereotaktik tersebut kejadiannya sekitar 5 %. Semua teknik radioterapi dengan stereotaktik ini dapat mengurangi komplikasi. Teori terakhir menyatakan terapi external beam irradiation tampaknya akan efektif pada kasus meningioma yang agresif (atyppical. tetapi informasi yang mendukung teori ini belum banyak dikemukakan.

Disadur dari Lal S. stabil pada tiga pasien. Tamoxifen (40 mg/m2 2 kali/hari selama 4 hari dan dilanjutkan 10 mg 2 kali/hari) telah digunakan oleh kelompok onkolologi Southwest pada 19 pasien dengan meningioma yang sulit dilakukan reseksi dan refrakter. Penyebab Gagal Napas Penyebab sentral Trauma kepala Radang otak Gangguan vaskuler Obat-obatan : Contusio cerebri. dan pengurangan ukuran yang minimal pada tiga pasien. Pada studi yang kedua dari kelompok Netherlands dengan jumlah pasien 10 orang menunjukkan pertumbuhan tumor berlanjut pada empat pasien.kasus pemberian hydroxyurea ini memberikan efek pada pasien-pasien dengan rekurensi dan meningioma yang tidak dapat direseksi. Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu sebagian atau seluruh proses ventilasi untuk mempertahankan oksigenasi. Pemberian Alfainterferon dilaporkan dapat memperpanjang waktu terjadinya rekurensi pada kasus meningioma yang agresif. dan respon minimal atau parsial pada tiga pasien. (Red/Mesiano. Surgically Curable Brain Tumors of Adult in Neurological Theurapeutics Principle and Practice. terdapat pertumbuhan ulang pada salah satu pasien tersebut. : Narkotika. Pada studi yang pertama didapatkan 5 dari 14 pasien menunjukkan perbaikan secara objektif yaitu sedikit pengurangan massa tumor pada empat pasien dan satu pasien gangguan lapang pandangnya membaik walaupun tidak terdapat pengurangan massa tumor. : Perdarahan otak. infark otak. Respiratory Arrest. DeMonte F. . Obat anestesi. Post Trepanasi dengan black out. : Encepalitis. Terdapat pertumbuhan tumor pada 10 pasien. Vol 1 Part 2. Pemberian hormon antogonis mitogen telah juga dilakukan pada kasus dengan meningioma. London 2003) VENTILASI MEKANIK Pengertian. Dilaporkan juga terapi ini kurang menimbulkon toksisitas dibanding pemberian dengan kemoterapi. Preparat yang dipakai biasanya tamoxifen (anti estrogen) dan mifepristone (anti progesteron). Indikasi Pemasangan Ventilator Pasien dengan respiratory failure (gagal napas) Pasien dengan operasi tekhik hemodilusi. Tiga jenis obat tersebut sedang dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar pada meningioma tetapi sampai sekarang belum ada terapi yang menjadi prosedur tetap untuk terapi pada tumor ini. Martin Dunitz. Pada dua studi terpisah dilakukan pemberian mifepristone (RU486) 200 mg perhari selama 2 hingga 31 bulan. stabilisasi sementara pertumbuhan tumor pada 6 pasien.

Penyebab perifer Kelainan Neuromuskuler: Guillian Bare syndrom Tetanus Trauma servikal. Kelainan di paru. atelektasis. Obstruksi jalan napas. Edema paru. Fraktur costae. haemathorak. Kerugian pada type ini bila ada perubahan komplain paru. Keuntungan volume cycled ventilator adalah perubahan pada komplain paru pasien tetap memberikan volume tidal yang konsisten. Kelainan jalan napas. Kelainan jantung. Vital capasity kurang dari 15 ml / kg BB. Menurut sifatnya ventilator dibagi tiga type yaitu: Volume Cycled Ventilator. Obat pelemas otot. Kegagalan jantung kiri. Macam-macam Ventilator. katup inspirasi tertutup dan ekspirasi terjadi dengan pasif. Hasil analisa gas darah dengan O2 masker PaO2 kurang dari 70 mmHg. PaCO2 lebih dari 60 mmHg AaDO2 dengan O2 100 % hasilnya lebih dari 350 mmHg. Pressure Cycled Ventilator Perinsip dasar ventilator type ini adalah cyclusnya menggunakan tekanan. Asma broncheal. Kriteria Pemasangan Ventilator Frekuensi napas lebih dari 35 kali per menit. maka volume udara yang diberikan juga berubah. pneumothorak. ARDS Kelainan tulang iga / thorak. Waktu inspirasi ditentukan oleh waktu dan kecepatan inspirasi (jumlah napas permenit) Normal ratio I : E (inspirasi : ekspirasi ) 1 : 2 . penggunaan ventilator tipe ini tidak dianjurkan. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai tekanan yang telah ditentukan. Sehingga pada pasien yang setatus parunya tidak stabil. Time Cycled Ventilator Prinsip kerja dari ventilator type ini adalah cyclusnya berdasarkan wamtu ekspirasi atau waktu inspirasi yang telah ditentukan. Perinsip dasar ventilator ini adalah cyclusnya berdasarkan volume. Pada titik tekanan ini. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai volume yang ditentukan.

dll. Pada mode ini pasien harus mempunyai kendali untuk bernafas. Sehingga pernafasan mandatory diberikan sinkron dengan picuan pasien. Bila pasien tidak mampu untuk memicu trigger maka udara pernafasan tidak diberikan. CMV (Controlled Mandatory Ventilation). Alarm tekanan rendah menandakan adanya pemutusan dari pasien (ventilator terlepas dari pasien). tanpa menghiraukan upaya pasien untuk mengawali inspirasi. pernafasan diberikan ke pasien pada frekwensi dan volume yang telah ditentukan pada ventilator. Mode Control. Pada mode kontrol mesin secara terus menerus membantu pernafasan pasien. IPPV (Intermitten Positive Pressure Ventilation) Mode IMV / SIMV: Intermitten Mandatory Ventilation/Sincronized Intermitten Mandatory Ventilation. misalnya pasien batuk.Mode-Mode Ventilator. Oleh karena itu pada ventilator generasi terakhir mode IMVnya disinkronisasi (SIMV). Pada mode ini mesin hanya memberikan tekanan positif dan diberikan pada pasien yang sudah bisa bernafas dengan adekuat. . Bila pasien sadar. Sistem Alarm Ventilator digunakan untuk mendukung hidup. mode ini dapat menimbulkan ansietas tinggi dan ketidaknyamanan dan bila pasien berusaha nafas sendiri bisa terjadi fighting (tabrakan antara udara inspirasi dan ekspirasi). Contoh mode control ini adalah: CR (Controlled Respiration). Pada mode ini ventilator memberikan bantuan nafas secara selang seling dengan nafas pasien itu sendiri. Mode ASB / PS : (Assisted Spontaneus Breathing / Pressure Suport Mode ini diberikan pada pasien yang sudah bisa nafas spontan atau pasien yang masih bisa bernafas tetapi tidal volumnenya tidak cukup karena nafasnya dangkal. Mode IMV/SIMV diberikan pada pasien yang sudah bisa nafas spontan tetapi belum normal sehingga masih memerlukan bantuan. CPAP : Continous Positive Air Pressure. sedangkan alarm tekanan tinggi menandakan adanya peningkatan tekanan. terjadi fighting. tekanan dalam paru meningkat dan bisa berakibat alveoli pecah dan terjadi pneumothorax. Sistem alarm perlu untuk mewaspadakan perawat tentang adanya masalah. lemah sekali atau bahkan apnea. Pada mode ini ventilator mengontrol pasien. Pada mode IMV pernafasan mandatory diberikan pada frekwensi yang di set tanpa menghiraukan apakah pasien pada saat inspirasi atau ekspirasi sehingga bisa terjadi fighting dengan segala akibatnya. cubing tertekuk. Alarm volume rendah menandakan kebocoran. Alarm jangan pernah diabaikan tidak dianggap dan harus dipasang dalam kondisi siap. Tujuan pemberian mode ini adalah untuk mencegah atelektasis dan melatih otot-otot pernafasan sebelum pasien dilepas dari ventilator. Ini diberikan pada pasien yang pernafasannya masih sangat jelek.

sedangkan fase ekspirasi berjalan secara pasif. Fisiologi Pernapasan Ventilasi Mekanik Pada pernafasan spontan inspirasi terjadi karena diafragma dan otot intercostalis berkontrkasi. Bila tekanan terlalu tinggi bisa terjadi gangguan oksigenasi. perfusi ke organ-organ lainpun menurun seperti hepar. Suhu yang terlalu itnggi dapat menyebabkan luka bakar pada trachea dan bila suhu terlalu rendah bisa mengakibatkan kekeringan jalan nafas dan sekresi menjadi kental sehingga sulit dilakukan penghisapan. ginjal dengan segala akibatnya. maka cardiac output juga menurun. tidak hanya mempengaruhi cardiac output (curah jantung) tetapi juga resiko terjadinya pneumothorax. maka bisa mengakibatkan hipotensi. obat dan usia lanjut). sehingga tekanan sselama inspirasi adalah positif dan menyebabkan tekanan intra thorakal meningkat. rongga dada mengembang dan terjadi tekanan negatif sehingga aliran udara masuk ke paru. Semua udara yang dialirkan dari ventilator melalui air dalam humidifier dihangatkan dan dijenuhkan. Efek Ventilasi mekanik Akibat dari tekanan positif pada rongga thorax. Pada pernafasan dengan ventilasi mekanik. akibatnya cardiac output juga berkurang. darah yang kembali ke jantung terhambat. venous return menurun. Akibat tekanan positif di rongga thorax darah yang kembali dari otak terhambat sehingga tekanan intrakranial meningkat. Ventilasi mekanis yang melewati jalan nafas buatan meniadakan mekanisme pertahanan tubuh unmtuk pelembaban dan penghangatan. Suhu udara diatur kurang lebih sama dengan suhu tubuh. ventilator mengirimkan udara dengan memompakan ke paru pasien. Bila kondisi penurunan respon simpatis (misalnya karena hipovolemia. Dua proses ini harus digantikan dengan suatu alat yang disebut humidifier.Pelembaban dan suhu. Efek pada organ lain: Akibat cardiac output menurun. pengaturan suhu udara dapat ditingkatkan. Pada kasus hipotermi berat. Darah yang lewat paru juga berkurang karena ada kompresi microvaskuler akibat tekanan positif sehingga darah yang menuju atrium kiri berkurang. Selain itu bila volume tidal terlalu tinggi yaitu lebih dari 10-12 ml/kg BB dan tekanan lebih besar dari 40 CmH2O. Pada akhir inspirasi tekanan dalam rongga thorax paling positif. .

terekstubasi. Aspirasi cairan lambung Tidak berfungsinya penggunaan ventilator Kerusakan jalan nafas bagian atas Pada sistem kardiovaskuler Hipotensi. Pada sistem saraf pusat Vasokonstriksi cerebral Terjadi karena penurunan tekanan CO2 arteri (PaCO2) dibawah normal akibat dari hiperventilasi. menurunya cardiac output dikarenakan menurunnya aliran balik vena akibat meningkatnya tekanan intra thorax pada pemberian ventilasi mekanik dengan tekanan tinggi. Sedangkan pengesetan awal adalah sebagai berikut: Fraksi oksigen inspirasi (FiO2) 100% Volume Tidal: 4-5 ml/kg BB Frekwensi pernafasan: 10-15 kali/menit Aliran inspirasi: 40-60 liter/detik PEEP (Possitive End Expiratory Pressure) atau tekanan positif akhir ekspirasi: 0-5 Cm. Peningkatan tekanan intra kranial Gangguan kesadaran Gangguan tidur. tersumbat. ini diberikan pada pasien yang mengalami oedema paru dan untuk mencegah atelektasis.Komplikasi Ventilasi Mekanik (Ventilator) Ventilator adalah alat untuk membantu pernafasan pasien. empisema sub cutis. illeus Perdarahan lambung. menimbulkan komplikasi seperti: Pada paru Baro trauma: tension pneumothorax. emboli udara vaskuler. Oedema cerebral Terjadi karena peningkatan tekanan CO2 arteri diatas normal akibat dari hipoventilasi. Pengesetan untuk pasien . Gangguan psikologi Prosedur Pemberian Ventilator Sebelum memasang ventilator pada pasien. tapi bila perawatannya tidak tepat bisa. Lakukan tes paru pada ventilator untuk memastikan pengesetan sesuai pedoman standar. Pada sistem gastrointestinal Distensi lambung. Atelektasis/kolaps alveoli diffuse Infeksi paru Keracunan oksigen Jalan nafas buatan: king-king (tertekuk).

ditentukan oleh tujuan terapi dan perubahan pengesetan ditentukan oleh respon pasien yang ditujunkan oleh hasil analisa gas darah (Blood Gas) . otak dan segala akibatnya. EFEK VENTILASI MEKANIK Pada Kardiovaskuler Akibat dari tekanan posistif pada rongga thorax à darah yang kembali ke jantung terhambat à venous return menurun maka cardiac out put menurun. Pontiopidan memberi batasan mekanik. oksigenasi dan ventilasi untuk menentukan tindakan selanjutnya (lihat tabel) . Bila tekanan terlalu tinggi à bisa terjadi ex oksigenasi. sehingga tekanan rongga thorax (+) pada akhir inspirasi tekanan dalam rongga thorax paling positif ekspirasi berjalan pasif. hepar. Kriteria Penyapihan Pasien yang mendapat bantuan ventilasi mekanik dapat dilakukan penyapihan bila memenuhi kriteria sebagai berikut: Kapasitas vital 10-15 ml/kg BB Volume tidal 4-5 ml/kg BB Kekuatan inspirasi 20 cm H2O atau lebih besar Frekwensi pernafasan kurang dari 20 kali/menit. Darah yang lewat paru juga berkurang karena ada kompresi microvaskuler akibat tekanan (+) à sehingga darah berkurang à cardiac out put menurun. TERAPI OXIGEN Setelah jalan nafas bebas. Akibat tekanan (+) di rongga thorax darah yang kembali dari otak terhambat à TIK meningkat. Pada organ Lain Akibat cardiac out put menurun à perfusi ke organ lainpun akan menurun seperti. FISIOLOGI PERNAPASAN VENTILASI MEKANIK Napas Spontan diafragma dan otot intercostalis berkontraksi à rongga dada mengembang terjadi tekanan (-) à aliran udara masuk ke paru dan berhenti pada akhir inspirasi fase ekspirasi berjalan secara pasif Pernapasan dengan ventilasi mekanik udara masuk ke dalam paru karena ditiup. ginjal. maka selanjutnya tergantung dari derajat hipoksia atau hiperkabinya serta keadaan penderita.

Riwayat Penyakit Sekarang Sebelum masuk RS klien mengeluh sering nyeri kepala. jika banyak sekret dilakukan isap lendir . S Umur : 57 tahun Agama : Islam Pekerjaan : Pensiunan PNS Alamat : Kota Gede.5. klien dioperasi tanggal 4-3-2009 kemudian dirawat di ICU sampai pengkajian dilakukan 3. PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan pada hari tanggal 6-3-2009 A.2009 jam 14. Airways Jalan nafas terpasang ETT no 7. Yogyakarta Tanggal Masuk: 4-3.45 WIB DX Medis : Meningioma Post Operasi Hari ke 3 No Register : 5103659 B. Identitas Klien Nama : Tn. setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan klien didiagnosa meningioma dank klien dianjurkan operasi pengangkatan tumor.I. Keluhan Utama: klien tidak sadar 2. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit jantung Riwayat Parkinson Riwayat Hemiparese C. bersih. Riwayat Keperawatan 1. Pengkajian Primer 1.

15 x/menit Perkusi : Timpani .5 dengan ventilator mode SIMV. sclera tidak icterik.seluruh lapang paru Jantung Inspeksi : iktus cordis tak tampak Palpasi : Iktus kordis teraba pada SIC 5. ronchi 3. gallops (-). nafas klien: 28 x/mnt. Circulation TD: 147/86 mmHg. Breathing Memakai ET no 7. tidak ada hematom/luka pada kepala 2. ada lendir kental saat dilakukan isap lendir 4. SaO2: 96. capillary refill <> D. FiO2: 50 %. Kepala : Mesosefal. Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid. Mata : Konjungtiva tidak anemis. tidak ada discharge 5. Telinga : Tampak bersih. tidak ada hematom kelopak mata 3. Pengkajian sekunder 1.5 oC.2. MAP: 94. Abdomen Inspeksi : Datar Auskultasi : Bising usus normal. murmur (-) 7. HR: 100 x/mnt. nafas mesin:10. konfigurasi dalam batas normal Auskultasi : Bunyi jantung I dan II murni. edema ekstremitas atas dan bawah. suhu: 36. Hidung : Terpasang NGT. pupil isokor 2 mm. 2 cm LMCS Perkusi : Suara pekak. Thorak : Paru Inspeksi : Pengembangan paru simetris kanan dan kiri Palpasi : Sterm fremitus kanan dan kiri sama Perkusi : Sonor seluruh lapang pandang paru Auskultasi : Ronchi . JVP meningkat 6.

67 jt/mmk  MCH : 32.45 wib PH : 7.1 mmol/L  Mg : 0.36 PCO2 : 37.3 %  Eritro : 2.Palpasi : Tidak ada pembesaran hepar dan lien 8.0 mmol/L  Cl : 106 mmol/L  Ca : 2.7 gr%  Ht : 26.91 mmol/L Urin  PH : 6  Prot : 30 mg/dl  Red : negative Sediment  Ep cell : 7 – 10 LPK  Leuko : 10 – 15 LPB  Eritrosit : 30 – 40 LPB  Ca ox :  Asam urat :  Triple phosfat:  Amorf :  Sel hialin :  Sel granula:  Bakteri : positif BGA tanggal 5 Juli 2005 jam 09. Laboratorium Tanggal 6-3-2009 Darah  Hb : 8.5 AaDO2: 143 SaO2 : 93 % b.0.70 pg  MCV : 98.6 mmHg HCO3 : 24. Ekstremitas : Edema ekstremitas atas dan bawah 9. Foto Rontgen Foto Thorak 6 -3-2009 .70  Leuko : 11.7 BE ecf : . Data Penunjang: a.0 rb/mmk  Urea : 104 mg/dl  Creatin : 0.4 mmHg PO2 : 58.5 BE : 0.99 mg/dl  Na : 130 mmol/L  K : 5.

d. kedalaman dan kualitas pernapasan serta pola pernapasan. Cord an Pulo DBN. penurunan ekspansi paru Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien dapat mempertahankan pola pernapasan yang efektif Kriteria Hasil : Pasien menunjukkan • Frekuensi. Terapi Program Infus:  Comafusin I  Kalbumin I  Fima Hes I  RL I Injeksi:  Amikin 1 gr/ 24 jam  Nootrophyl 3 gram /6 jam  Vit C 1 amp / 8 jam  Vit K 1 amp /8 jam DIAGNOSA KEPERAWATAN (yang muncul dan kemungkinan muncul) 1. Pola nafas tidak efektif b. • Kaji tanda vital dan tingkat kesasdaran setaiap jam dan prn • Monitor pemberian trakeostomi bila PaCo2 50 mmHg atau PaO2< 60 mmHg • Berikan oksigen dalam bantuan ventilasi dan humidifier sesuai dengan pesanan • Pantau dan catat gas-gas darah sesuai indikasi : kaji kecenderungan kenaikan PaCO2 atau . irama dan kedalaman pernapasan normal • Adanya penurunan dispneu • Gas-gas darah dalam batas normal Intervensi : • Kaji frekuensi. tak ada gambaran pneumonia c.

laporkan perubahan tinmgkat kesadaran pada dokter. PaO2 tidak dapat dipertahankan pada 60 mmHg atau lebih. 2. kaji perlunya CPAP atau PEEP. atau pasien memperlihatkan keletihan atau depresi mental atau sekresi menjadi sulit untuk diatasi. nadi apikal dan tingkat kesadaran setiap[ jam dan prn. • Pantau dan catat pemeriksaan gas darah. perhatikan peningkatan atau penyimpangan . kaji adanya kecenderungan kenaikan dalam PaCO2 atau penurunan dalam PaO2 • Bantu dengan pemberian ventilasi mekanik sesuai indikasi. bantu pasien untuk mebebat dada selama batuk • Instruksikan pasien untuk melakukan pernapasan diagpragma atau bibir • Berikan bantuan ventilasi mekanik bila PaCO > 60 mmHg.kecendurungan penurunan PaO2 • Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi nafas setiap 1 jam • Pertahankan tirah baring dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30 sampai 45 derajat untuk mengoptimalkan pernapasan • Berikan dorongan utnuk batuk dan napas dalam. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan abnormalitas ventilasi-perfusi sekunder terhadap hipoventilasi Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan pasien dapat mempertahankan pertukaran gas yang adekuat Kriteria Hasil : Pasien mampu menunjukkan : • Bunyi paru bersih • Warna kulit normal • Gas-gas darah dalam batas normal untuk usia yang diperkirakan Intervensi : • Kaji terhadap tanda dan gejala hipoksia dan hiperkapnia • Kaji TD. • Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi nafas setiap jam • Tinjau kembali pemeriksaan sinar X dada harian. PaO2 dan PCO2 meningkat dengan frekuensi 5 mmHg/jam.

antibiotik.. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama jalan nafas efektif. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sumbatan jalan nafas dan kurangnya ventilasi sekunder terhadap retensi lender Tujuan. 3.• Pantau irama jantung • Berikan cairan parenteral sesuai pesanan • Berikan obat-obatan sesuai pesanan : bronkodilator. Kriteria hasil:  Bunyi nafas bersih  Secret berkurang atau hilang Intervensi.  Catat karakteristik bunyi nafas  Catat refleks batuk dan lendir yang keluar  Monitor status hidrasi untuk mencegah sekresi kental  Berikan humidifikasi pada jalan nafas  Pertahankan posisi tubuh / kepala dan gunakan ventilator sesuai kebutuhan  Observasi perubahan pola nafas dan upaya bernafas  Berikan cairan garam faaal sesuai indiaksi untuk membuang skresi yang lengket  Berikan O2 sesuai kebutuhan tubuh  Berikan fisioterapi dada . steroid. • Evaluasi AKS dalam hubungannya dengan penurunan kebutuhan oksigen.

Daftar pustaka Hudak and Gallo. EGC. Jakarta. (2000). A Holistic Approach. Jakarta. The lippincott Manual of Nursing Practice. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Reksoprodjo Soelarto. pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Rencana Asuhan Keperawatan. Critical Care Nursing. Binarupa Aksara. (1991). Philadelpia. et all. fifth edition. (1995). alih bahasa Kariasa IM. . JB Lippincott company. Suddarth Doris Smith. JB Lippincott Company. Philadelphia. Marilynn E Doengoes. (1994).

Sugeng Riyadi Pajeri Sugiyono Sutarto POLITEKNIK KESEHATAN DEP KES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN ANESTESI DAN REANIMASI .ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN POST OPERASI MENINGIOMA DENGAN VENTILASI MEKANIK SIMV DI RUANG INTENCIVE CARE UNIT RSUP DR SARJITO Laporan Kunjungan Ke ICU RSUP DR Sarjito Disusun Oleh: R.

/./90.3 :.3857.039.3397.-.:.3.-..907.:93-8.-07:7.3/.  !002-.3.7/..17.0.7: :.35038.380708 203. /.90.38::  '039.33.9/.9.7.7/.8 $0././.8 743.703.2:2/107/.489.97.-.380.-./.7.3 $:::/.9.3:/.9.7: 80/.330./.34803.-8.890.3548915.97:27-07:7./.3.3708543825./.-..8.7..9.3203:: .9..3.3 .30.8:8549072-07./.92030-.3/.039.73857.8-074397. .3/03.3.:93.5.8:07..3./.3200.2743.4:209/.8/.803..20302-.354891803./.5748083..8::907.38::9:-: !.203.947.94720372..9.9:0-/.3/.3503.-.8:9/.5073.8:05.3/.3-.907.7:5.:93/.2.94720. 947.3.7 2.3..703.91803.3:.39.320.54891/.302-.8.5./.31.90...8-:.81  !.3907.9 !.034:8 709:73203:7:3 2.4257082.5073.3'039.1.7..3/80-:9 :2/107 $02:..30 5.3549038 ...8.39:-.-.3 .3:/..3.1.54.354891    10'039.9./../039.3.3.9/93.9/.3:.390.9  503.803 803./.4:95:9:.3./.32030-.743./ .3 -.5.8907.38./.3 .790.8.2.8-07.:703/.3.2.3:9 2.349493907../03.820.2-.39:-::329: 5002-.39:3907.3/03.385439.203:7:3 .3:8.7. /.0.1.7.3203.3/.7..9 .-.-..3 /03:.98 28.93.7. 4-.2033.7.33.30-8.703..402.74.38205079.947.9:7.9:7:7.2.43/8503:7:3..203.3    844!073.-8.7.30073.3907.3/./.3907..7 5.:/..9.:..4:95:9:.9:.33857.3.5.80.80 0857...95.820.7/../03..38:.820..7.990.5..3.-07:7.3202425.3880.039.38:::/.1.7:8/.5.3 !..3/.7./.3 $::.

3.3.90..7/..302-.990..  105..7 3...3.3 -.4:95:9 .530:24947..93.3 90.2033.907./.749..7.3.7:.3./. -.35:3203:7:380507905./.39:3 909.9    .2-.7/.7 2 9/.354891/743.947.7/./03.7.202503.3397..5 :.3.7084907.9 803.30--08.3 47./3.9.3 80.4:95:9203:7:35071:8047.-.3.:7./.47.

/.803 9.9/.1.9..7: .5-..8:07  9009.33..8.35.8'039.947./...80. 025802.903843530:24947.39:5073.507.5.9-8.9:39:202-.  2032-:..947  '039.8805079 !.88.:2.7.3425.425.3 '039.8:-.:98 02-4:/.905.7497.

039./..889028.947.35030809.3./.039...9.390.5033.3808:.3/03..84438978.9..7/. 90.848033857.3397.8 9078:2-.03..703.070-7.3'039.390./.3. 2..8  0/02. ..039..039.04/11:80 31085.33 3 90790: 907089:-. 89038.  /-.2-:3 0:8 !07/.3203:7:33..3.9 '..34803 .2-:3 %/.92033.7907/.7.5.7.947 07:8.-.3:.390.4:95:9/.9..3.502-07.9475.35844 !7480/:7!02-07..3397.7 $0/./.8-.3.8974390893.7..803 .039./. %07.8.80-.3.-07:9 7.703.3.7.7: 07.3:.3.754.2-:3  .039.7907 !.7507.820.33.3 .93.7..3...1.390.1./.8..15:8.-071:383.4.9/.8     '4:20%/.39085.89.3-.8:07 549038 203:7:3..3..308.:.393  !.33..3 5030809./.947:39:202.8  !./.-..7/4.3/.9.5./.3.3:. %07...3.7:5.947 $0-0:2202.503:7:3.9/.:3.3472.3 .9./.39/:7    !.8  !033.3..503:3.070-7.7.58.389.3.-.88902.88902.50/42.3 .3.8-:..83472.9  857.703.

3 .8. 700385073.1..

2039 7.8  907.33857.

9.5.947!7088:70 .:90.70857.3203.7:/.0.3.3:39:5..3 5.9009.354891.8 2 3/-07.803 .03/57.240/02.803./.3:39:203.88 !030809./09 !! !4889.5..

-07:9 .89.8/.3 !.39:.3907.039.3.8..3.340.8.5.3203/.8   7907.9. 2..9-.7.:.5. 44/.3/9039:.5.5.3-.3409::.9/..3407085435.20203:7907.803.803.5.5/.3507:-.3 /9::3.820.35030809.8.3/.3503.!03./9039:. 80-.

 '4:209/. 2.

 0:.3:7.8.8 .3/.:0--08..1.2 .7 700385073.7 .9.33857.9.

7/..302-.3./.2743..2.9 .47.3.302-...0.8-074397.8-07.7/4.947.3:93.33.81 !073..8:05.8:39:203039:.2.3 :/.3 /743.-3.0.7.3907.4:95:9203:7:35071:8047.7.80...:93-8.7.7/07.039.8  !.3.8-0-..9548.4:95:9203:7:3 .990.3 .7..8743.7:/.2-.1.-07:7...380./04803. 5././.. 907..-0              ..95.703.8:07 -.947..3:/.9.81    '%$ !.7.7::.8./.8:07.-07:7.: 507.20302-./.3203:7:3805079 05.3.7:.5...9...2-.9%2033.3.8-07.3.3.7..7 3857..3..5. .39:3907./..3-070395.2039   $  !#!$'%$ .703..3 -.3 803.489.349493907.2.8:0/..9/.9  %#!  $090..8079.35:3.8 2.4257082.3548910857.7/..749.3 .9..8$5439.3.-.-.907././.990.7.3503/079..947.30..35488915.35.. 4:95:9203:7:3 ./.3:93.90./.7/.907.3/03.8/./9:5 803.393/.800857.890./.74.7 3.3 /.73857./90.90.380.947.3.034:8709:73203:7:32.25.380.39:3/.93.039.820. !43945/./.320.  49.3.8.790.7.5.8 1.3743.3907. -./.3202-07-.3/..3  ./.743.5.99.3 4803./.17.

. 503.9..1.3..3 $0-0:2 2. /..:.-.7.38.:.2..5.3  0:.7080    !03.:.79.3 502078.9!.39:3  #.8.9!03.%3 $ &2:79.9.3 4507.  8090..8: #$ 03 2030: 8073 307 05.8 ..2  0/803342..33.2 !007.90507./.8 9.9 / & 8.35.2.73843  #./.9503.7  #.3:7.9!03.3.039/.949.3!038:3.8.3  #.803 .3 03 /.3.3%%34  -078 .:.70 4#08907    #.9.2.9$0.79. ! !03.8 503.3 03 //.:3 ..3.3 /7.8.348....     02:/.3. %.3 9:247  03 /4507..3&9.3/.:: #.25. -0-07.89075.3!7207   7.9025.!489 507.. /... 203342.0/0 4...3!$ .3 /.80709/. .      /0399.8.2.503/7 .9.8:   .

 70..%34 /03.93 02.3.94724/0$'  .039.

943 % .  7.:.239 $.

 22  #   .

7701   !03.9.380:3/07  05./..3 -..084801. 9/.. .8 .239  !   8::   4  0/02.. 0897029.8 /..02.5.942.

35.5.907 5:5844722 9/..:.38./.5.8$907217029:8.70  007%/.-...39:3/.02.502-03.37 !.83472.8.9.35.50.3.47/89.9  %47.   . !.3003.378.35.9.3028 8.7974/ '!2033.35. :8:9.3% ./.03/7039...9.7.883:8:83472.2-. !.9/..2.9/.5.:.2.32:73 . 80:7:.5.3.39:3 385089:8. !07:8$434780:7:.05.503/7  %03. ..7 :8:9.07.8/.8.9.5.7: .3/.9..-078 9/.2$ !07:8$:..942 045./.  /:3%075.7: :8:9..$ ./.7:820978.%.25.25.3/./. 431:7..3.9/.458 2:72:7   -/4203 38508./8.8#43.8:3.89:847/8907.7: 38508!0302-.5.43:39.3/./.

1.803 743.2039 !07:8%25.  .1.3    3.82083 3.

5./.8/.!.9.7.305.7/...3 .3-. .    . - 7 9  7974 9.947:2 %.502-08.-47.!03:3.7.8/02.8%/.9.  .3.8.0897029.303  897029.

22   5 '   0:4 7-.

22 &70. 2.

93 2./ 70.

/ . 224.

  224.

  224.

 . 224.

  224.

1   .    &73 ! !749 2.3.: . 9.  - 494#43903 494%47.  $.2  - !  !  22 !  22      0.

/ #0/30.90754891 .3  $07.9  2471  $0.9.3:.2:7.4  8.9  %7505481.0 $0/2039 5.  .0  ! 0:4  ! 797489   ! .

./.5 !747.08 # 308 237.3530:243.. %07.1:83 .47/.231:8 42.2-.7.-:23 2. .3!:4 9.

2 4497457.2..

2 '9.25..

25.2 '9..

3 W!.048942-.3573 W43947502-07.8/.9..039.503:7:3.8.: .33472../03.3.54.9..3/.7..8 ./.8/.5.3085.32:3.92025079.908.385.2/.8 .35073.7.803/./.9.7: %::..3.803203:3:.30507. .:/.!.3.3809.3  W.9.38079.5.8.83472.8/.32:3.9.5073.:/.302:33.39:..2.3..3/8530: W./.:!.5.3 $090..4 22.89/.3!.397.5.393.3.30/.5073.7.038 W. 3907.303.2.9..8/.8.3 01091 7907.8.2   $!#% .808:.3/.3508.2-.3.03/07:3.8.5..01091- / 503:7:3.1.3.9.170:038 0/.0..85073.2.3/.393/.:     !4.5.34803/.39.3 W70:038 7.2-.3:2/107808:.3:.. W/./.  22 W07.354.:.9.35.9.8 !..

803:39:20-0-.2 -.  22 !.57.9:/.7.8/.:--7 W07.80.397.35.5..-./.3!.3/.39:..33.5..5.  W:8:9.3-.8.03/:7:3.3! 2033.2.9: W3897:8.039.8809.3:93:-.305.39:5./07.3/4743.3 W07..2 W!079. -.5.9/03.:39:203/03.73/03.9025.820.3503:7:3.3 8.2./.3-:33.35073.!.8.3.3 170:03822.35073.0.25. /..1.803:39:20.8/.9.99/:7/93.3.9:39: 2034592..:.3-.9/.

5.2 W%3.803 202507.3/5077.3.7:-078 W.8 !.3009.2!.8/.7. .-3472. W.:80708203.383..9.3.  W.9.8 .9.3..3..3573 ./.3.30.9 08.548.907..3 ..35..3808:.8032.  ..8 .5.8.35.:!!  W:8:9.:503:7:3.908.35079:.393.820.9..:02-..:/.25:203:3:. 9/./.2/.:39:203/03./8:9:39:/.7.803/..3809.9..35033.9 7907.:93472.7.2!.547.83472.7./.39./. W.3.8 5071:880:3/07 907.3 .3.8.3-:33.3./.7/.3 507.3 W:35.3.3.9.9.!!.393/.039./0:.554..3/.9.3507.3/.9.:50325.30507.:5.9.3./-07./.2-.8/.53.73./.7.7..8/.7.3./.5././..:0- ./.3/.59.92025079.:39::8.3/03.3502-07.5../4907  W!..3:.0.9.039.:/057082039.1.9./. 22.3 3907..% 3.9502078./..303./..8-07:-:3.8    ./.7.2 !.3507:-.5.039.8809.502078.3 $090.038 W.39:/03.3932.35.9.03/07:3.507:3.8 %::.9.35079:.3/.9/5079..9.

9.W!.9:/.3..:..570903803/07 %::.703907.35././.393/.1.709-07:7.380.2.1.3 :7.33.:.9.970108-.30:.508.9.3 $090.80708039.8/.1..30507.30-:9:.3.3.:.2..8-078 $0.34803    078.1.3.9.9:8/7.38:2-.7.39:3 W07.9.947 .354889:-:.8 .9.039.39-49 89074/  W.3-7434/.33.9 4-..303/7.1.508.3808:.7 4394789.3 3907.038  .880:3/07907.90789-:33./03. 07.808:.1.8 !079.3 W07..33.34-.3503:7:3.33.85.33.3.8$/.2:-:3.8 :33.0.3.01091-07:-:3.:7..7.89/....33.801091  7907.3:2/1.3...39../..3/03.9..8:39:203.

354..3:5.3/.8507:-..3          808:../.3184907.0-:9:.3.1.8 07.3:3.3  -807.3.039.30309 07.39:-: 07.947808:.21..05.....808:.0-:9:.8:39:202-:.8/.7.-073.5/. .3.7./.38708.3.1.

8..70:783 489.41:783!7. 553.9.9. .3/.8:.499 425..499.   #03.0 1190/943 553.7.5574..7.8.733403408 09.75:89.794   :25:.499.3:.                        ..3:.3507..  .3..30507.3 !.7:5./05. ..   $://.3 :39:50703.2:0/.4   79.-.79..3/.  #084574/4$40.3503/4:2039..8. 3.79478$29   %0553..3  !..79./05..35.3 50/42.19..425.9.3.803  . :/..8...

/ !.$&!#%!$! $% !#$  '%$$' #&%'#&% #$&!#$#%         .07 $:434 $:9.547.3:3:3.794 8:8:3 0  # $:03#.30&#$&!#$.794          ! %$%!$ #%&#&$ !#%!# #$%&'!#% $%$#$ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->