PRANATA SOSIAL

JAWA

DR. PURWADI, M. HUM

ISBN 978-979-16061-1-0

YOGYAKARTA PENERBIT TANAH AIR

1

KATA PENGANTAR

Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah

memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian

tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.

2

Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Soetrisno R., M.Si. dan Ibu Dra. Doni Rekro Harijani, M.Si. yang telah memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. 2. Keluarga Bapak Ibu Rasyid Baswedan, Anis Baswedan, dan Samhari Baswedan atas dukungannya sejak saya kuliah di tingkat Sarjana, Master dan Doktor di Universitas Gadjah Mada. 3. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang selalu memberi pencerahan hidup. 4. Bapak Ir. Purwo Jatmiko, dari PT. Krakatau Steel yang telah mengajari saya tentang kearifan lokal. 5. Bapak H. Agus Purnomo, S.I.P, Anggota DPR RI yang telah memberi contoh tentang moralitas berpolitik 6. Bapak Drs. H. Solichin, Ketua Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) yang selalu memberi inspirasi tentang arti penting kebudayaan. 7. Prof. Dr. Kazunori Toyoda, Rektor Tokyo Royal University di Jepang yang telah memberi sumbangan finansial secara terus-menerus sejak tahun 1990 sampai sekarang. 8. Prof. Dr. Husain Haikal, dari Jurusan Sejarah FISE UNY dan Rektor Universitas Pekalongan atas kritik dan sarannya. 9. Bapak Ridjan, ayahanda yang selalu mengajari lara lapa dan tapa brata. 10. Donga kaswargan kagem Embok Yatinem, ibunda yang telah surud ing kasedan jati pada hari Kamis Pahing, 1 Januari 2004/9 Sela 1424 di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Matur nuwun.

Yogyakarta, 10 Februari 2007

Dr. Purwadi, M.Hum

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Munculnya Gerakan Kebatinan B. Orientasi Kehidupan Rohani C. Peranan Pemuka Adat D. Pengetahuan Astrologi Tradisional E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib BAB II. PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender Saka B. Pranata Mangsa C. Kalender Sultan Agungan D. Dasar Perhitungan Waktu 1. Petungan Jawi 2. Hari dan Pasaran 3. Rolas Titi Mangsa 4. Petungan Pawukon 5. Petungan Paringkelan 6. Petungan Tahun 7. Petungan Windu 8. Petungan Padewan Astawara BAB III. TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Slametan Among Tuwuh B. Pasang Tarub Agung C. Tirakatan Malam Midodareni D. Janji Suci Ijab Qabul E. Prosesi Temu Pengantin F. Sungkeman Tanda Darma Bakti BAB IV. PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ratu Laut Selatan B. Mistik Gunung Merapi C. Kyai Sapu Jagad D. Jin Kali Opak E. Dunia Pedanyangan

4

Penghormatan pada Dewi Sri D. Tradisi Garebeg Sekaten C. UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Tradisi Labuhan E. Kidung Jati Mulya H. Ngundhuh Sarang Burung F. NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL Kampuh atau Dodot Keris dan Wedhung Aneka Ragam Kuluk Ragam Ageman Pengantin Songsong Gilap Payung Agung Busana Bangsawan Gaya Kraton BAB IX. Demi Ketentraman Jiwa D. Kidung Sekar Artati G. Basis Intisari Keluarga C. Kidung Sifat Iman F. Kidung Sekar Marwati BAB VIII. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup B. PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Pandangan Hidup Berkeluarga BAB X. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama E. Menggapai Kebahagiaan Sejati F. Pengaruh Mistik Gunung BAB VII. Kidung Rumeksa Ing Wengi B. Kebersamaan dalam Keluarga D. Struktur Sarwa Tunggal E. ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Kidung Pamungkas Hayu E. Hubungan Antar Warga BAB VI. KIDUNG PENOLAK BALAK A. Selamat Lahir Batin F. Kidung Bale Anyar D.BAB V. Kidung Waringin Sungsang C. Laksana Mimi Lan Mintuna 5 . Pemikiran Kefilsafatan B. Nilai Warisan Luhur B. Tradisi Kenduri C.

Datan Sepi ing Pambudi DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI PENULIS 6 . Rumeksa Rahayuning Garwa F. Pasang Sumeh Jroning Ati G. Mendhem Jero Mikul Dhuwur E.B. Gemi Nastiti D. Sigaraning Nyawa C.

perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Dalam hal ini. memasuh malaning bumi. setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan.TEKS SAMPUL BELAKANG: Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi. nuting jaman kelakone. ISBN 978-979-16061-1-0 7 . Seiring dengan perkembangan zaman. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji. dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi.

penderitan luar biasa.. (Selo Soemardjan.. yang sering dilakukan dengan cara-cara metafisik. khususnya yang ada di Yogyakarta. at least part of the Abangan cultural awakening has been brough about by the vehement pursuit of organized Islam to push its views and ways of life upon the syncretism mojority of the Javanese population. 1974: 83). demikian pula keadaan yang tidak menentu selama dasawarsa pertama setelah kemerdekaan. Gerakan mistik dianggapnya 8 . Bertambah cepatnya perubahan-perubahan sosial budaya yang telah terjadi selama jangka waktu masa peralihan.BAB I SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Orang Jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungannya dan hati nurninya.. dan selama jaman revolusi. dan bahwa ”.. Gerakan-gerakan kebatinan. munculnya gerakan-gerakan yang jumlahnya demikian besar. merupakan suatu kesadaran akan kebudayan kejawen. kemiskinan dan keresahan yang diderita oleh penduduk selama Perang Pasifik selama jaman Jepang.” (Niels Mulder. menjadi sebab makin banyaknya timbul berbagai gerakan kebatinan di Jawa. Munculnya Gerakan Kebatinan Timbulnya ilmu kebatinan disebabkan karena sebagian besar orang Jawa mencari hakikat alam semesta. 1975: 3). intisari kehidupan dan hakekat Tuhan.

Gerakan-gerakan yang berpokok pada praktek-praktek ilmu gaib dan ilmu dukun (Subagya. Saya sendiri masih dapat menambahkan satu macam gerakan kebatinan lain. di mana penduduk pedesaan tidak puas dengan eksploitasi ekonomi yang dilakukan terhadap mereka. yaitu : 1). Di dalam bukunya Protest Movements in Rural Java (1973: 64-65). dan 4). Gerakan mesianik muncul tidak untuk melarikan diri dari kenyataan hidup akan tetapi sifatnya yang sinkretis menyebabkan bahwa sukar untuk membedakan dengan jelas antara gerakan seperti itu dengan gerakangerakan keagamaan lainnya. Hal itu tentu saja tidak benar.merupakan tema pokok dalam kebanyakan gerakan kebatinan di Jawa. Yang berpokok pada teosofi 3). Buku itu juga memuat ikhtisar dari studi-studi terdahulu mengenai gejala itu. kecuali jenis gerakan kebatinan yang berpokok pada teosofi akan kita bicarakan dalam alineaalinea berikut ini. Gerakan-gerakan moralistik dan etik yang berpokok pada pemurnian jiwa. yaitu gerakan-gerakan Ratu Adil. dan tidak didasari gagasan-gagasan mengenai kehidupan akhirat. serta tekanan-tekanan administratif yang dikenakan 9 . Kebanyakan dari ke-15 gerakan mesianik di Jawa yang terjadi dalam tiga abad terakhir. Semua itu. Banyak dari gerakan mesianik timbul dalam suatu suasana sosial budaya. Paling sedikit empat macam gerakan kebatinan di Jawa. Berbeda dengan banyak gerakan kebatinan lain. Sartono Kartodirdjo telah membuat suatu ihktisar singkat tetapi sangat baik dan komprehensif mengenai gerakan-gerakan Ratu Adil di daerah pedesaan Jawa. menurut analisa Sartono memiliki sifat-sifat yang serupa. gerakan mesianik di Jawa mempunyai tujuan praktis dan duniawi. 1973:39-45). Yang berpokok pada mistik 2).

Sifat dari hampir semua gerakan mesianik Jawa pada umumnya adalah untuk berusaha kembali ke kebudayaan dan tradisi nenek moyang. epidemi. mampu menghimpun suatu jumlah penganut yang lumayan banyaknya. 10 . Seperti apa yang kita ketahui.pada mereka oleh pemerintah kolonial setempat. maka keinginan utama. dan juga oleh para pegawai pemerintah setempat yang mendapat tekanan dari pemerintah kolonial. panen gagal. Sifat gerakan mesianik Jawa ini mirip dengan gerakan cargo yang terjadi di Irian Jaya. yang terpengaruh oleh pendidikan Belanda dan kebudayaan masing. Papua Nuigini dan Melanesia. selama hampir satu setengah abad yang lalu. dan di mana rusaknya tradisi sebagai akibat dari perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat itu telah menyebabkan tidak puasnya mereka. dan jaman edan. seorang pemimpin karismatik yang telah memiliki kekuatan gaib untuk dapat menyembuhkan dan yang dianggap telah menerima panggilan untuk melakukan gerakan mesianik. yang anti kolonialisme. Karena tradisi seperti itu sering dianggap telah dilanggar oleh orang-orang yang berpikiran menurut jaman masa kini. dan mengagung-agungkan kebudayaan dan tradisi nenek moyang itu. bencana alam. banyak dari gerakan cargo ini meledak menjadi gerakan-garakan yang menentang pemerintah. Mereka yakin bahwa akan terjadi suatu bencana yang didahului oleh kelaparan. atau harapan yang tetap dikobarkan dengan ritus-ritus dalam gerakan-gerakan mesianik Jawa itu adalah kebangkitan kembali dari kebudayaan tradisional nenek moyang dan didirikannya kembali suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu Adil. Dalam kebanyakan kasus gerakan mesianik.

Orang-orang yang menganut aliran itu di Indonesia. Gerakan-gerakan yang berpedoman pada keyakinan mesianik. Di Jawa gerakan-gerakan itu juga mulai melakukan kekerasan ketika para pemimpinnya berperan sebagai Ratu Adil dan memerintahkan perang jihad untuk menggulingkan pemerintah kolonial atau pemerintah daerah setempat. yang beranggotakan orang-orang santri. Para ahli mistik Islam disebut sufi. Orientasi Kehidupan Rohani Ada gerakan-gerakan yang berorientasi kepada kerohanian. dan istilah sufisme yang menjadi terkenal dalam karangan-karangan mengenai studi Islam. Dalam agama Islam mistik juga diakui. 11 . 4). yang oleh penduduk di sekitarnya biasanya disebut kyai. Gerakan-gerakan seperti itu biasanya berpusat pada suatu pesantren tertentu. dengan sebutan thasawuf.dan anti orang asing. dan hampir serupa dengan gerakan-gerakan kerohanian Kejawen gerakan-gerakan kerohanian santri ini dapat juga diklasifikasikan ke dalam: 1). dan telah menjadi pranata keramat yang resmi. biasanya menjadi anggota gerakan-gerakan mistik yang disebut tarekat. dan keyakinan serta perilaku agama serta tradisi Islam. berasal dari istilah itu. Gerakan yang titik beratnya pada mistik. B. khususnya Jawa. di bawah pimpinan seorang guru (mursyid) yang disegani. 3). Gerakan-gerakan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan ilmu gaib dn ilmu dukun. 2). Gerakan-gerakan puritan yang berpedoman kepada kembalinya suatu masyarakat keagamaan yang bersifat murni.

dan Pesisir Barat di Cirebon (Soebardi. melainkan hanya merupakan pemimpin yang memilki kharisma. yaitu di kota Kediri dan Pare. dan kemudian mengajar di berbagai pesantren dan sekolah tarekat. Tarekat Syaththariyyah juga sudah tua umurnya. 1978: 76). tarekat Syaththariyyah. tarekat Sazaliyyah dan lain-lain. Walaupun banyak yang benar-benar telah menjalani latihan untuk menjadi guru dan ahli mistik. Namun biasannya ia hanya meneruskan pesantren atau tarekat yang diwarisi dari ayahnya. Baru setelah mereka merasa cukup pengalaman. Para pemimpin tarekat yang terkenal biasanya mempunyai riwayat hidup yang panjang mereka biasanya mulai belajar ilmu mistik pada guru-guru terkenal juga di berbagai pesantren atau tarekat. tarekat Wahidiyyah. Priangan. dan telah mendapat suatu ijazah atau sertifikat. dan umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai Brantas. tarekat Siddiqiyyah. tetapi tarekat Shiddiqiyyah dan Wahidiyyah masih relatif muda. tarekat Naqshabandiyyah. Kedua tarekat tersebut pertama adalah aliran-aliranya sudah masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-17 dan terutama berkembang di daerah Banten. Aliran yang lain lebih banyak terdapat di Jawa Timur. Di Pulau Jawa ada beberapa aliran mistik yang terpusat di beberapa daerah tertentu.Untuk menjadi seorang guru mistik. mereka mulai mendirikan tarekat sendiri. Suatu pesantren tarekat menganut aliran mistik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta orientasi pemimpinnya. Dengan ijazah itu ia dapat mendirikan pesantren atau tarekat baru. orang biasanya sudah menjalani latihan dalam sebuah pesantren atau dalam tarekat lain. 12 . banyak juga yang sebenarnya bukan guru yang sesungguhnya. Dengan demikian kita mengenal tarekat Qodariyyah.

dan ilmu tasawuf (ilmu mistik) seperti dalam sekolah-sekolah pesantren biasa. Makam ini oleh para siswa.Seorang pemimpin tarekat yang terkenal mempunyai wakil-wakilnya yang taat kepadanya. Zikir 13 . penganut dan pengikut pesantren tarekat itu dipuja-puja sebgai sesuatu pepundhen . Hanya karisma pemimpin mereka yang tertinggi itulah yang merupakan pemersatu antara cabang-cabang dengan tarekat pusat. dan para pengikut suatu pesantren tarekat dibuat intensif dengan mengadakan ritus-ritus sekeliling makam tokoh–tokoh pemimpin legendaris dari tarekat itu. ilmu kalam (teologi). yang dibangun di halaman pesantren. Mereka juga tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa. taat sepenuhnya kepada guru. dan diharuskan membaca zikir. Pemimpin tarekat pusat mengumpulkan para wakilnya untuk berkumpul pada waktu-waktu tertentu untuk bersama-sama menjalani berbagai ritus tarekat yang utama. tetapi juga oleh penduduk desadesa sekelilingnya. dan siap melayaninya setiap waktu. para penganut. yang bahkan tidak dapat kita kategorikan sebagai santri. Namun. maka cabang-cabang yang dipimpin seorang badhal biasanya boleh dikata mempunyai sifat otonom. tetapi mereka didik untuk menjalankan kewajiban agama dengan lebih ketat. karena biasanya pesantren tarekat tidak terorganisassi secara administratif. Sebagai wakil (badhal) mereka seringkali mendapat kekuasaan untuk mengambil sumpah dari para calon siswa tarekat cabang tersebut. Para siswa pesantren tarekat mendapat pelajaran dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. dengan suatu pimpinan pusat. Seringkali rasa solidaritas para siswa. dan telah menerima kekuasaan dari pemimpin mereka untuk mendirikan cabang-cabang di daerah-daerah tersebut. yaitu ilmu fiqh (hukum Islam).

yang bergabung karena merasakan tekanan ekonomi yang terlalu berat. melaporkan bahwa banyak pesantren 14 . Kecuali itu mereka juga harus turut latihan zikir dengan ketat. Menurut para ahli yang telah mengamati berbagai pesantren tarekat berbeda dengan pesantren biasa. atau mengunjungi makam pendiri tarekat yang bersangkutan. menjauhi kebendaan. yang telah lama meneliti beberapa gerakan tarekat dan sekolah tarekat di Jawa Barat dan daerah Cirebon di Jawa Tengah. dan bukan untuk mempelajari hukum atau teologi. dilakukan sesuai dengan aliran mistik tarekat yang bersangkutan. Seorang guru tarekat yang termasyhur kadang-kadang juga mempunyai banyak pengikut orang biasa.merupakan kegiatan keagamaan yang terpenting dalam suatu tarekat. yang tak turut menjalankan latihan-latihan zikir. Banyak juga di antara mereka yang datang ke pesantren tarekat karena ingin mendapatkan ketenangan batin. Ahli filologi Soebardi. Para siswa serta para anggota dari suatu pesantren tarekat tidak selamanya harus tinggal di komplek pesantren. Sewaktu melakukannya mereka harus mengunakan jubah sufi berwarna putih. Mereka sering datang ke masjid untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. dan jenis zikir yang dilakukan. atau zikir kapi. dan lebih banyak menjalankan puasa dari pada orang Islam lainnya. tarekat juga mempunyai siswa serta penganut yang sudah lebih tua usianya. melakukan sholat. atau suatu kombinasi dari keduanya. tetapi mereka diwajibkan untuk menjalankan kehidupan yang ketat dan berdisplin seperti para sufi yang memilih tinggal di pesantren. yaitu zikir jahar. tetapi mungkin juga karena mereka merasa tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat yang mereka anggap telah bobrok itu.

menghendaki kembalinya agama Islam kepada pelajarannya yang asli. Hubungan antara pemimpin dari suatu gerakan Islam santri dengan para pengikutnya itu dalam banyak hal mirip dengan hubungan antara pemimpin suatu pesantren tarekat dengan para pengikutnya. yang mungkin disebabkan karena 15 . dan menolak untuk menerima segala bentuk perubahan sosial budaya maupun penemuan baru. Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo yang meneliti sejarah gerakan ini (1973: 118127) melaporkan bahwa para penganut gerakan itu sekarang. Sartono juga menyebutkan bahwa gerakan puritan Islam tidak melakukan kegiatan pemberontakan yang nyata. Para anggotanya umumnya sangat mencurigai orang luar. Tetapi para pengamat pesantren tarekat juga melaporkan bahwa banyak pesantren tarekat lain yang bersifat lebih terbuka terhadap pegaruh-pengaruh jaman baru (Soebardi. seringkali merupakan sumber kegitan pemberontakan. dalam gerakan Islam santri yang puritan itu upacara zikir tidak ada. Bedanya. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip gerakan tarekat. 1978: 130). yang didirikan pada petengahan abad ke-19 oleh Haji Mohammad Rifangi dari desa Kalisalak. walaupun mereka memang menentng pemerintah dan mengutuk agama-agama asing yang berkembang di sini. yang seperti apa telah terbukti dalam sejarah. Masih ada di Pekalongan dan daerah Bagelen. Gerakan-gerakan agama yang bersifat Islam puritan. Salah satu gerakan puritan yang ada adalah Sekte Budiah.tarekat itu bersifat tertutup dan menyendiri. Juga gerakan Imam Mahdi mempunyai potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan pemberontakan.

atau perang sabil. tetapi ia juga menyebutkan berbagai gerakan yang mirip. C. intimidasi dan cara-cara kriminal lainnya. melainkan juga untuk orang yang 16 . tetapi dengan menggunakan teror. misalnya saja kehadiran para dhukun. Bukan hanya orang yang ahli dalam ilmu petangan saja yang mendapat sebutan seperti itu. Ia membuat suatu pelukisan dari sejarah dari suatu gerkan semacam itu yang ada di daerah Priangan dan Banten dalam tahun-tahun sekitar 1920. Lagi pula. Peranan Pemuka Adat Peranan Pemuka Adat sangat berpengaruh pada kehidupan orang Jawa. gerakan mesianik dengan mudah sekali dapat membangkitkan apara penganutnya untuk melakukan perang jihad. tetapi juga orang yang menjalankan praktek penyembuhan tradisional. Sebutan dhukun bahkan tidak hanya untuk orang yang melakukan aktifitas ilmu gaib saja. yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran orang akan datangnya seorang Ratu Adil.sifat dari gerakan mesianik. ilmu gaib dan ilmu sihir. yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. dapat dimengerti bahwa upacara dan tindakantindakan ilmu gaib malahan banyak sekali digunakan. Dalam usaha menghidupkan kembali suatu masyarakat tradisional atau mengembalikan agama kepada bentuknya yang asli. Ilmu gaib memang merupakan unsur yang sangat penting dalam kebudayaan petani maupun kebudayaan priyayi. Adanya gerakan-gerakan yang juga memberontak terhadap kekuasaan yang ada dengan dasar melakukan jihad. Kata dhukun mempunyai arti yang sangat luas. perampokan.

Beberapa di antara mereka dianggap mampu mendatangkan hujan. dan mereka sering kali diminta untuk mencegah suatu bencana yang diduga akan datang.ahli dalam membantu wanita pada waktu melahirkan. Dhukun seperti ini tidak merupakan ahli 17 . dan bahkan untuk mencarikan benda-benda atau orang yang hilang. dan biasanya melaksanakan tugas mereka pada upacara umum. dhukun pijet mempunyai pengetahuan yang luas mengenai jamujamu tradisional yang dipakai untuk memulihkan tenaga. yaitu seorang dhukun bayi. ahli pijat yang disebut dukun pijet. dhukun calak mengetahui dengan tepat upacara adat apa yang harus dilakukan berhubungan dengan khitanan. ahli sunat yang dinamakan dhukun calak. Sebutan dhukun mungkin mereka peroleh karena mereka dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai upacara adat yang berhubungan dengan peritiwa bersangkutan. Seperti pada upacara bersih dhusun. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib produktif sering kali termasuk golongan sosial yang dihormati dan disegani dalam masyarakat mereka. demikian juga seorang dukun paes mengetahui segala seluk beluk yang berhubungan dengan upacara dan persyaratan upacara adat serta slametan sekitar pernikahan. Berbagai macam dhukun yang dikenal oleh orang Jawa dapat kita bagi ke dalam empat kategori berdasarkan keempat jenis tindakan ilmu gaib yang telah kita sebutkan di atas. atau mereka kerap kali juga minta untuk melakukan berbagai upacara yang berkenaan dengan pertanian. atau ahli merias pengantin yaitu dhukun paes. Seorang dhukun bayi tahu semua upacara adat yang harus dilakukan pada waktu seorang bayi dilahirkan.

atau oleh orang-orang yang minta dicarikan hari yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anaknya. tetapi pekerjaan mereka sehari-hari biasanya adalah sebagai tukang. Akhirnya ada segolongan dukun yang ahli dalam hal meramal dan dalam hal menghitung-hitung tanggal dan hari yang baik. tetapi juga oleh seorang kepala polisi yang ingin mengetahui tempat disembunyikannya barang-barang curian warga. Para dukun ilmu hitam biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik. dan para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak melakukan ilmu hitam. dalang dan sebaginya. seperti misalnya penjahat. pandai besi.dalam hal menyembuhkan orang. dan untuk tujuan itu mereka pergi ke seorang dukun sihir. atau oleh para pedagang yang ingin mengatahui pada hari apa mereka sebaiknya mengadakan perjalanan untuk melakukan transaksi usaha dagang mereka. Namun adakalanya orang biasa pun ingin agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan. 18 . Jasa-jasa mereka tidak hanya diperlukan oleh para petani yang ingin mengetahui saat yang paling baik untuk memulai menanam benih padi. yaitu para dukun petangan tersebut di atas. Mereka merupakan suatu kategori khusus dalam suatu masyarakat: orang-orang yang mempunyai maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dhukun tenung. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib agresif atau destruktif adalah para dhukun sihir atau dhukun tenung.

kelima hari pasar mempunyai tempatnya sendiri di dalam kelima kategori yang ditentukan oleh sitem klasifikasi prelogik orang Jawa. seperti misalnya meramal dengan menghitung hubungan antar bintang (astromancy). orang Jawa juga mengenal paling sedikit tiga jenis pekan. Kecuali membagi waktunya dalam kesatuan waktu siang dan malam. Kecuali meramal. dan karena itu merupakan perantara antara tanggal-tanggal pada berbagai penanggalan. meramal dengan perhitungan berdasarkan letak tulang belulang yang disebarkan berserakan (astragolomancy). dengan memperhatikan kelima hari pasaran. yang konon merupakan kesatuan waktu Austrenesia Kuno. 1986: 214). yang memang dimanfaatkan oleh orang Jawa untuk berbagai tujuan. ahli-ahli peramal Jawa harus mempelajari berbagai teknik meramal yang bersifat universal. meramal dengan menghitung jatuhnya usus ayam yang ditaburkan (haruspication).D. ilmu meramal penting dan banyak sekali digunakan dalam ilmu gaib dan ilmu meramal adalah ilmu petangan (Koentjaraningrat. tanggal-tanggal penting yang ditentukan pada sistem-sistem penanggalan yang ada. dan yang terdiri dari tujuh hari 19 . dan alam semesta manusia. yaitu yang terdiri dari lima pasar (pancawara). yaitu dalam buku-buku Primbon. meramal dengan mengamati arah terbang dan suara burung (ornithomancy) dll. Seperti kita lihat dalam buku-buku pegangan mengenai ilmu gaib dan ilmu meramal. yang terdiri dari enam hari (sadwara). Petangan adalah cara menghitung saat-saat serta tanggal-tanggal yang baik. Seperti telah kita lihat di atas. yaitu sebagai peramal (dhukun petangan). Pengetahuan Astrologi Tradisional Dalam ilmu gaib Jawa ada dukun yang memiliki kepandaian yang khusus.

orang Jawa juga menganggap selapan sebagi kesatuan waktu. Kecuali windu. Kehadiran dan arah gerak mereka tentu sangat penting dan besar pengaruhnya terhadapp manusia. dan wiku yang terdiri dari 30 pekan tujuh hari (jadi 210 hari). yang berselisih 78 tahun dengan penanggalan Nasrani. Untuk menentukan hari-hari dan tanggal-tanggal yang baik untuk melakukan pekerjaanya penting dalam kehidupan seseorang. dan berdasarkan angka-angka keramat (neptu) yang ada dalam tiap penanggalan itu. yang terdiri dari 35 hari. Orang Jawa masih menggunakan penanggalan Hindu–Jawa yang kuno. dan arah gerak dari dewa-dewa serta mahluk-mahluk gaib itu. di mana bulan yang ke-12 juga terdiri dari 30 hari. atau untuk dapat mujur dalam berjudi. tetapi ia juga harus berusaha mengetahui posisi dari dewa-dewa dan mahluk-mahluk gaib lainnya di berbagai penjuru mata angin pada tanggal tertentu. juga digunakan. Penanggalan Islam Jawa yang berdasarkan peredaran bulan terdiri dari 12 bulan.(saptawara). karena mereka yakin bahwa periaku masnuia danberhasiltidaknya manusia dalam menjalankan sesuatu ditentukan oleh konstelasi para dewa dan mahluk gaib. Sistem yang terkhir ini mungkin pengaruh Austronesia. Tahun-tahun kabisat dalam penanggalan Muslim-Jawa ini terjadi setiap dua. kecuali dalam tahun yang ke-12. seorang ahli ilmu petangan harus memperhitungkan dan membuat perhitungan berdasarkan berbagai sistem kalender yang ada. untuk berbagai tujuan tertentu. empat dan delapan tahun dalam setiap windu. dan yang genap 29 hari. seperti misalnya bepergian jauh. Bulan-bulan yang ganjil terdiri dari 30 hari. menikah. 20 .

yaitu keahlianya diangap sudah ada dalam diri seorang dukun. yaitu apabila ia harus menentukan tanggal untuk merayakan pernikahannya. masih memerlukan seorang dhukun petangan paling sedikit sekali dalam hidupnya. dan tentu saja juga mempelajari buku-buku primbon. dalam kehidupan sehari-hari biasanya adalah orang biasa. Kecuali mampu meramal masa depan dan mengobati orang sakit. orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritus-ritus untuk menyembuhkan dan ritus-ritus ilmu gaib. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar. serta yang dapat berperan sebagai medium dan sebagainya. menuntut suatu kemampuan yang khusus. termasuk mereka yang melakukan praktek ilmu hitam. menghafal mantera-mantra. ia juga harus mengetahui khasiat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. mereka yang ingin 21 . Dengan demikian ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya. yang hidup bergaul dengan warga desa lainnya. Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat. yang biasanya adalah orang tua mereka sendiri. Para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu dari seorang dukun. Para dukun. Namun jelas bahwa aktifitas sebagai dukun yang berhubungan dengan penyembuhan. Dalam kebudayaan Jawa orang memang belum dapat mengabaikan kehadiran seorang dhukun petangan. Untuk menjadi dukun tentu tidak ada sekolah formal. juga yang hidupnya sudah sangat terpengaruh oleh gaya hidup masa kini.Sampai sekarang pun hampir semua orang Jawa. peramalan. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dhukun.

ucapan mantra-mantra dan memberikan jamu tradisional. Dukun pijat kadang-kadang pria kadang-kadang wanita. Baik pria maupun wanita dapat menjadi dukun. tetapi yang terpenting adalah kondisi dari para pelakunya sendiri. bersamadi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya. 22 . dan ada anak-anak gadis yang menjadi dukun prewangan. Walaupun demikian upacara umum yang bersifat religio magic selalu dilakukan oleh seorang dukun pria. Seorang yang menjadi dukun pada umumnya adalah orang dewasa yang sudah setengah tua. Orang Jawa sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh seorang dukun hanya dapat diperoleh dengan melakukan disiplin yang ketat dan bertapa. Demikian khitanan selalu dilakukan seorang dukun pria. Sebaliknya. Karena itu orang yang menjadi dukun sering menjalankan puasa. Geertz agaknya benar bila ia mengatakan bahwa para dukun ilmu gaib Jawa menggunakan teknik-teknik ilmu gaib. Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. membuatnya terkenal. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu. yang dapat mengundang roh ke dalam tubuhnya. seorang dukun bayi dan seorang dukun yang bertindak sebagai medium adalah selalu wanita.memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku usada dan sebagainya. yang konon memiliki kemampuan untuk mengobati dan meramal. Tetapi ada kalanya kita juga melihat dukun yang masih kanak-kanak.

E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib Seperti pada banyak kebudayaan di dunia. dan buku-buku usada untuk cara-cara pengobatan. Akhirnya ada dukun yang lebih banyak berorientasi kepada agama Islam. karena mengenai manusia yang berhubungan dengan kekuatan–kekuatan supranatural. karena dari orang yang melakukannya diperlukan sikap yang berbeda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan gaib. dan karena itu termasuk golongan sosial petani dan tiyang alit. dan karena itu dianggap keramat. Walaupun demikian. Mereka pada umumnya melakukan praktik sebagai dukun penyembuh penyakit. guru agama dan pegawai pemerintah daerah. dan mereka ini dinamakan dukun santri. Mereka pada umumnya tidak tergolong yang paling miskin. yang pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai tukang pandai besi. ia dapat dibedakan dari religi. Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan. dalang. Bekerja sebagai dukun merupakan pekerjaan mereka yang kedua. bahkan banyak yang termasuk orang-orang yang disegani di desa. Tetapi ada kalanya mereka juga menggunakan buku-buku Primbon untuk menghitung petungan. ilmu gaib (ngelmi) dan tenung pada orang Jawa merupakan sub sistem dari religi.Dalam masyarakat Jawa dukun tidak merupakan suatu kelas sosial tersendiri. Orang Jawa menganggap ngelmi itu bagian dari religi. yang kendatipun kadang-kadang melakukan praktek perdukunan. sering kali bekerja sebagai pegawai negeri sehingga dapat dimasukkan ke dalam kategori orang priyayi. Orang yang melakukan praktek ilmu gaib berusaha mencapai suatu tujuan dengan cara 23 . untuk mana mereka banyak menggunakan ayat-ayat suci dan mantra-mantra dalam bahasa arab untuk kegiatan mereka. Di kota-kota pun banyak dukun.

Berdasarkan sistem ini berbagai hal yang terdapat dalam lingkungan alam serta kehidupan sosial budaya seseorang. pekerjaan. orang Jawa.aktif. sifat-sifat kepribadian seseorang. yaitu dengan menganggap bahwa ia dapat memanipulasi dan mengendalikan berbagai kekuatan gaib. mendasarkan diri kepada suatu hipotesa yang diajukan ole E. keadaan perasaan orang. Untuk berhubungan dengan alam semesta dan lingkungannya itu seseorang yang melakukan upacara gaib oleh karena itu berpegangan pada suatu sistem klasifikasi simbolik yang dimilikinya berdasarkan asas-asas “pikiran asosiasi prelogik”. mahluk-mahluk halus dan sebagainya. Van Ossenbruggen. keselamatan. atau sistem klasifikasi prelogik. hari-hari pasar. Seorang ahli hukum Van Ossenbruggen. seperti misalnya bagian-bagian tubuh. dan berdoa agar permintaannya bisa terkabul (nyenyuwun). Mauss bahwa pikiran prelogik manusia pada awal perkembangan kebudayaannya membayangkan bagian-bagian dari masyarakatnya sebagai dasar suatu kerangka berpikir. Sebaliknya. Berbagai sistem keyakinan orang Jawa mengandung konsep mengenai hubungan jalin menjalin antara segala unsur serta aspek alam semesta ini dan antara lingkungan sosial serta spiritual manusia. makanan dan minuman. di dalam 24 . diklasifikasikan menjadi lima kategori pokok. orang yang melakukan suatu upacara religi menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada mahluk-mahluk gaib yang lain. Dalam menjalankan aktifitas itu ia mengucapkan mantramantra di mana ia mengutarakan kehendaknya (gadhah pikajeng). dewadewa. adalah orang yang pertama yang menyinggung mengenai “sistem klasifikasi primitif”. Durkheim dan M. planet-planet dan benda-benda ruang angkasa lain.

dan wanita dianggap mahluk paling lemah (liyu). ke dalam mana alam semesta orang Jawa diklasifikasikan. yakin bahwa sebuah nasi tumpeng dan sebuah gunung mempunyai kaitan yang mendalam. karena dapur merupakan tempat para wanita. atau yang disebut dengan istilah–istilah yang mirip bunyinya. dan saling tumpang tindih. Ia juga percaya bahwa katak dapat mengakibatkan hujan. yang terjadi di tempat yang sama. Orang Jawa yang sedang melakukan tindakan ilmu gaib. Orang Jawa membagi masyarakatnya ke dalam lima bagian yang ditentukan oleh keempat arah mata angin dan titik pusatnya. Pedagangpedagang wanita Jawa acap kali memakai rambut palsu (cemara) untuk menarik pembeli. Hal ini menyebabkan bahwa orang yang menyangka ada suatu kaitan yang erat antara gejala-gejala yang seringkali berbeda sama sekali dalam prinsip dan fungsinya. misalnya. karena persamaan warnanya juga saling berkaitan. tetapi yang kebetulan mirip dalam hal bentuk atau warnanya. dan emas dua (praos) berkaitan. kebiasaan yang merupakan bagian dari tindakan ilmu gaib itu didasari 25 . yang dipengaruhi oleh asas-asas pikiran asosiasi prelogik. Orang Jawa yang condong untuk percaya kepada ilmu gaib juga yakin bahwa dapur adalah bagian rumah yang paling lemah. yang disebabkan karena persamaan bentuknya. yang terjadi bersamaan. Klasifikasi itu sendiri sudah dengan sendirinya terpahat di dalam jiwanya. bahwa padi sudah masak kekuning-kuningan. berurutan. Kelima bagian itu memang merupakan kelima ketegori pokok tersebut di atas.mana harus diklasifikasikan semua konsep yang dikenalnya dan semua gejala yang ada dalam lingkungannya.

dalam tubuh binatang. ada dalam bagian-bagian tertentu dari tubuh. seperti misalnya pulung. yang istilah sebutnya hampir sama bunyinya (cemara dan mara). dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat atau yang aneh rupa atau bentunya. Banyak tindakan ilmu gaib Jawa juga ditentukan oleh keyakinan tentang adanya suatu kekuatan sakti (kesakten) yang seperti apa yang telah disebutkan di atas. seperti suara. Di sini terlihat bahwa dua gejala berbeda. dan juga dapat ditimbulkan karena suara kutukan (sepata). kekuatan sakti dapat mempunyai aspek baik dan buruk. tetapi ada juga beberapa jenis kekuatan energi yang bersifat baik. dalam jimat. Kekuatan sakti juga dianggap dapat dipancarkan oleh kekuatan suara.keyakinan bahwa cemaranya akan membuat para pembeli itu datang kepadanya (mara). wahyu. mempunyai kaitan yang terselubung. Kekuatan-kekuatan lain yang pada dasarnya bersifat buruk dan jahat adalah misalnya guntur dan teluh braja (kekuatan jahat). Menurut keyakinan orang Jawa. japa mantra. melalui ujaran yang mempunyai sifat gaib. Oleh karena itu tindakan meniru sesuatu keadaan konon dapat memaksa agar keadaan itu benarbenar terjadi. dan ndaru. dan benda-benda lain yang tidak lumrah. Orang Jawa juga yakin bahwa tidak hanya kekuatan gaib saja 26 . Upacara-upacara ilmu gaib yang menggunakan keyakinan seperti itu sering kali disebut ilmu gaib imitatif dan orang Jawa memang sering kali mengunakan ilmu gaib seperti itu. Mekanisme pikiran yang berasaskan pikiran asosiasi prelogik juga menyebabkan bahwa banyak orang Jawa yang buta huruf yakin bahwa tindakantindakan yang hampir serupa mempunyai kaitan sebab-akibat. dalam barang-barang keramat serta pusaka.

BAB II PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender yang tahunnya disebut Saka.yang dapat dimanipulasikan dan dikendalikan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan cara gaib. dimulai pada tanggal 15 Maret tahun Masehi 78. Permulaan kalender itu konon pada saat mendaratnya Ajisaka di pulau Jawa. padahal amat berbeda. dengan keterangannya. Kalender Saka Kalender Saka merupakan warisan jaman Hindu-Budha yang kemudian diganti dengan kalender Jawa atau kalender Sultan Agung yang berlaku sampai sekarang. Adapula yang mengabarkan. kalender Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. dua–duanya berdasarkan 27 . Oleh karena itu perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama. tetapi juga mahluk-mahluk gaib. Banyak orang dan banyak kalender yang beredar membuat kesalahan. Tahun Masehi dan tahun Saka. Aji saka adalah tokoh mitologi yang konon mencipta abjad huruf Jawa: ha na ca ra ka. bahwa kalender Jawa sama dengan kalender Saka. bahwa permulaan adalah saat Raja Sariwahana Ajisaka naik tahta di India.

Margasira (13 Desember -10 Januari) 7. padangan dan lain-lainnya. peringkelan. Kedua. Nama-nama bulan dan umurnya. Sebelum bangsa Hindu datang. 1. Wasekha (12 April 11. Ketiga. Kalender Saka membagi satu tahun dalam 12 bulan dan Pranata Mangsa membagi satu tahun dalam 12 mangsa (Kamajaya. Bhadra 3. Posya (12 Juli (13 Agustus -12 Agustus) -10 September) 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari 29 hari 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari (11 September. Dalam bahasa Arab disebut Syamsiyah. Kartika 5. yaitu perhitungan Pranata Mangsa dengan rangkaiannya berupa bermacam-macam petangan seperti wuku. Sistem Pranata Mangsa itu adalah solair (Syamsiyah) seperti halnya kalender Saka dan Masehi. Jyesta (12 Mei 28 . berikut ini penjelasan tentang kalender Saka dan Pranata Mangsa. Magha 8. padewan. Cetra (11 Januari (12 Februari (12 Maret -11 Februari) -11 Maret) -11 April) -11 Mei) -12 Juni) 10. Asuji 4.perhitungan solair yaitu mengikuti perjalanan bumi mengitari matahari.11 Oktober) (12 Oktober -100 November) (1 November -12 Desember) 6. Phalguna 9. Srawana 2. orang Jawa sudah memiliki kalender sendiri yang kita kenal sekarang sebagai Petangan Jawi. 1995).

22 Februari) 8. Masa menunggu itu 29 . Pranata Mangsa Nama-nama mangsa dan umurnya: 1.21 Juni) 43 hari 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Kalender Pranata Mangsa sudah dimiliki orang Jawa sebelum bangsa Hindu datang di Pulau Jawa.18 April) 11. Pada mulanya Pranata Mangsa hanya memiliki 10 mangsa sesudah mangsa kesepuluh tanggal 18 April. Kanem (Naya): (9 November. Kasapuluh (Srawana): (26 maret.11 Mei) 12. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 27 hari 6. 1995: 43).21 Desember) 7. Dhesta (Padrawana): (19 April.25 Maret) 10. yaitu pada tanggal 22 Juni. Asadha (13 Juni -11 Juli) 29 hari B. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4.12. Kasanga(Jita): (1 Maret. Kapitu (Palguna): (22 Desember. Kalender atau perhitungan Pranata Mangsa itu dapat dikatakan kalendernya kaum tani yang memanfaatkannya sebagai pedoman bekerja (Kamajaya. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 5. orang menunggu saat dimulainya mangsa yang pertama (Kasa atau Kartika). Sadha (Asuji): (12 Mei. Kawolu (Wasika): (3 Februari.28 Februari) 9. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2.

Mangsa ini dalam pengaruh kuat Batara Antaboga dan Nagagini. Artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya. Musimnya jatuh musim kemarau. Kadang mangsa ini disebut pula mangsa Kaso yang berawal 23 Juni sampai 2 Agustus. yaitu tepatnya tahun 1855 masehi. Kristal dan Biduri Bulan. Maka genaplah satu tahun menjadi 12 mangsa dan dimulainya hari pertama mangsa kesatu pada 22 Juni. dan Gardena.cukup lama sehingga akhirnya ditetapkan mangsa yang kesebelas (Destha atau Padrawana) dan mangsa kedua belas (Sadha atau Asuji). jamrud. namun pembakuannya baru diadakan pada waktu yang memerintah kerajaan Surakarta Sri Paku Buwana VII. Sedap Malam. coklat dan merah anggur. Mata Kucing. 26. 5. Kalender Saka berjalan bersama Pranata Mangsa. Hari baik: Semua hari pada bulan Jumadilawal baik. 11. 30 . 16. Mangsa Kasa. Meskipun Pranata Mangsa sudah berlaku sejak dahulu milik orang Jawa. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Senin Kliwon. biru. Batu mulia yang memiliki efek baik bagi kelompok masyarakat Kasa adalah Aquamarine. Lambang bunganya Melati. mutiara. Semua ini diharapkan bisa mencegah atau menutupi kelemahan kelompok ini yang lemah pada lever dan pencernaannya. Pancaran pengaruh kuat kedua dewa ini terhadap alam diibaratkan sebagai Sotya murca ing embanan. hijau. 10. kecuali tanggal Jawa 1. Kecuali untuk pedoman kaum tani. Warna serasi bagi kelompok ini kuning. Pranata mangsa pun merupakan perhitungan yang membawakan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan-perhitungan Jawa lain-lainnya.

Cornelian. Hari baik: Untuk bulan Jumadilakir semua hari baik. kecuali tanggal 4. 11. dan sakit perut. 14. Bunga yang menjadi kegemaran mangsa ini adalah Sedap Malam. kecuali tanggal 2. 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. 13. Sementara untuk batu mulia yang sesuai untuk orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Giok. 18. Mangsa katelu ini candranya Suta manut ing bapa atau ‘anak patuh pada ayah’.Mangsa Karo. Tourmalin berpengaruh kepada si pemakai sebagai penolak rasa takut. 22. Lapis Lazuli. penawar sakit paru-paru. 12. Musimnya musim kemarau. 12. 28 dengan hari naas atau tali Wangke Kamis Pon. keracunan. Ini berkat pengaruh kedua pasangan serasi batara-batari yang menjadi simbol asmara itu. Mangsa Katelu dengan candra Suta manut ing bapa. Dalam pengaruh kuat Batara Sakri. Ruby. 13. Pengaruh ini begitu kuat sehingga diibaratkan seperti Bantala Rengka atau tanah retak. Yasper. Melati dan Anggrek. menambah kekuatan tubuh. Warna ideal bagi mangsa ini adalah kuning dan hijau. Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya. Berlian untuk penolak ilmu sihir. Mangsa Ketiga atau Katelu berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. Batu-batu ini untuk menolak sakit mata. pencernaan. Batu mulia yang selaras dengan kelompok Karo adalah Berlian. Ruby berdaya menolak impotensi. Artinya anak patuh pada ayahnya. Pengaruh kuat Batara Sakri mempengaruhi alam dan manusia. Topas dan Tourmalin. 14. Berlangsung 3 Agustus hingga 25 Agustus. Topas diyakini menyembuhkan penyakit dada. 26. Hari baik: Untuk Rejeb semua hari baik. 31 . 19. Semua itu diharapkan untuk menutupi kelemahan kalangan Karo.

Sementara bunga idamannya adalah Wijaya Kusuma dan Gradiol. Warna ideal bagi kelompok ini adalah merah. Hari baik: Semua hari untuk bulan Ruwah adalah baik kecuali tanggal yang ditetapkan berdasar perhitungan naga yaitu tanggal 2. Berlian yang diharapkan menetramkan pikiran. Anggrek. Mangsa Kapat ini banyak terpengaruh oleh Wisnu yang berorbit 25 hari sejak 19 September sampai 13 Oktober. Merjan atau Coraal yang membebaskan diri dari flu berat serta Mirah yang menolak infeksi. 10. dengan Tali Wangke atau hari naas pada Sabtu Kliwon. Sedap Malam dan Ceplok Piring. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan meningkatkan daya pikir. Mangsa Kanem bercandra: Rasa mulia kasucian. Artinya hati sedih. Hari baik: Semua hari pada bulan Rejeb baik. Sementara Aquamarine untuk penyembuhan sakit lever dan tenaga kurang. Batu mulia yang sesuai dengan kelompok mangsa ini adalah Topas. terletak di belahan langit Selatan. 21. 25 dengan hari naas. sementara bunga idamannya Melati. 15. Mangsa Kanem berorbit 43 hari sejak 10 November – 22 Desember. atau Tali Wangke Jumat Wage. Mangsa Kalima memiliki candra: Pancuran emas sumawur ing jagad. kecuali tanggal 7. Sebab kemurahan Tuhan 32 . 20. 17. Ada pula yang mengatakan ‘Genthong Pecah’.Mangsa Kapat memiliki candra Waspa kumembeng jroning kalbu. Candra yang tersirat adalah Rasa mulia kasucian. 24. Warna ideal untuk kelompok ini biru dan merah anggur. Sementara batu mulia yang sesuai dengan orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Opal. sebagai ibarat bahwa rasa ini akan muncul jikalau orang berbuat baik. 9. 27. 10. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan sakit dada dan terbakar.

24. Ruby. Mangsa kapitu lamanya 43 hari dari tanggal 23 Desember – 3 Februari. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Jumat Wage. Mangsa Kapitu memiliki candra: Wisa kentas ing maruta. Semua hari baik pada Syawal Mangsa Kapitu kecuali: Tanggal 2. hijau tua. yang mampu menentramkan pikiran. Warna ideal untuk mangsa ini adalah hijau. Pirus berguna mengatasi bahaya ilmu hitam. oleh karena itu diberi candra: Wisa kentas ing maruta. Padang pertanian menghijau menentramkan hati. Batu Giok yang berkhasiat mencegah penyakit pinggang. 10. sakit mata dan gangguan pada pencernaan. Selain indah. hitam. Semua tanggal baik kecuali untuk bulan Pasa tanggal 7. Bertiupnya angin mengandung bisa. Warna ideal yang sesuai untuk wuku dan mangsa ini adalah biru laut. Batu Nilam (Carbuncle).diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. musim timbulnya banyak penyakit. Topas berkhasiat mneyembuhkan penyakit reumatik. Mangsa kawolu lamanya 27 hari. 25. Mangsa Kawolu atau Masa Surya VIII memiliki candra: Anjrah jroning kayun. 10. 20. 8. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa Kapitu adalah Black Onyx yang mampu mengusir makhluk jahat. merah jingga dan kuning terang. Banyak penyakit menular. Batu mulia yang sesuai untuk yang lahir pada mangsa Kanem adalah Berlian. 20. merah darah dan biru langit. yang berhkasiat menyembuhkan impotensi dan menolak penyakit infeksi. 27 dengan Tali Wangke Sabtu Kliwon. maka keluarlah candra Anjrah jroning kayun. Masa baik untuk mengerjakan atau 33 . 21. tanggal 4/5 Februari sampai dengan 1 Maret. berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks. keletihan. menentramkan.

pemberani. Bulan Besar masuk dalam Pranata mangsa Kasanga: Wedharing wacana mulia. 6. Mangsa ini berpengaruh besar terhadap kehidupan terutama putaran cakra panggilingan. ada susah kembali ke bahagia lagi. Begitu pula nasib manusia silih berganti. Semua hari Besar dalam catatan horoskop Jawa baik. 13. sakit panas. 11. tersiarnya kabar gembira.mendirikan sesuatu. 14. Kemudian Jamrud yang dipercaya bisa mencegah sakit kepala. atau Kecubung. ada senang. kecuali tanggal 1. yang mendatangkan rasa kasih. Batu mulia yang sesuai untuk mangsa kasanga adalah Safir Biru yang dipercaya melindungi mata. Disebut pula mangsa Mareng. Batu mulia yang sesuai untuk weton mangsa kasadasa adalah Amethyst. artinya Pintu gerbang tertutup dalam hati. Gedhong minep jroning kayun. 13. keracunan. Mangsa Kasanga. 6. lama berjalan 24 hari di dalam pengaruh kuat Resi Bisma. 11. Amethyst. 23. 28 dengan Tali Wangsa (Naas) Senin Kliwon. 18. Mangsa kasanga memiliki lama orbit 25 hari antara tanggal 2 Maret sampai 26 Maret. 20. Dengan sinar ungunya. wataknya teguh. Tidak mau mengalah. 25. 12. penyakit menular. 13. lantaran memiliki jiwa militer yang disiplin dan tegas. Semua hari baik untuk bulan Sura ini kecuali tanggal 6. Pada saat itu Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke mayapada. Semua hari baik dengan kekecualian Dulkangidah tanggal 2. batu mulia ini 34 . Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa ini adalah Safir Biru yang diharapkan bisa menolak berbagai penyakit kulit. Mangsa Kasedasa dengan Candra. Mangsa ini adalah akhir bulan Februari hingga 15 Maret. 10. 17. Musim ini tercandra dengan Wedharing wacana mulia. 21. 24. dengan Tali Wangke Selasa Wage. dan 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing.

Di samping batu mulia ini baik untuk mencegah racun dan sakit jantung. Mangsa ini terpengaruh kuat oleh Batari Sri dan Batara Sadana. Mangsa Saddha. Mangsa dhesta atau ke sebelas ini berlangsung dari 20 April sampai 12 Mei. yang dipercaya mencegah penyakit liver. Selain itu juga Pirus Biru yang dianggap berkhasiat mencegah pengaruh rejeki besar dan mendapat kemuliaan dari tenaga ghaib. Baik pula mengenakan intan yang menjauhkan diri dari ilmu hitam. Kadang berwarna hijau kadang biru yang dipercaya mencegah sakit lever. 15. Hari baik: Untuk bulan Sapar semua hari baik kecuali 1. pencernaan dan lemah badan. 8. 23. Penjabaran candra menggambarkan mangsa Dhesta adalah Sotya sinarawadi yang artinya permata hati. dengan Tali Wangke Jumat Wage. Penuh kasih sayang dan kegembiraan. dan pencernaan. 10. 12. 35 . 20. Batu mulia yang selaras dengan kelompok masyarakat Saddha adalah Aquamarine atau Batu Sinar Laut Hijau. yang berorbit 41 hari. Mangsa ini memiliki candra Sotya Sinarawadi yang berarti permata hati dengan pengaruh kuat Batara Yamadipati. 13. Bila tak ada Amethyst bisa pula Aquamarine atau sinar laut hijau yang mengesankan rasa damai dan agung.diharapkan mampu memberi semangat kepemimpinan kepada yang memakainya. 20. Kemudian Safir Biru atau Blue Safir yang sangat dipercaya menolak racun dan melindungi mata. 22 dengan Tali Wangke Kamis Pon. Batu mulia yang sesuai untuk kelompok masyarakat Dhesta Jamrud atau Emerald yang diyakini bisa melindungi kepala dari penyakit. 3. Peristiwa mangsa ini candranya Tirta sot saka sasana yang artinya adalah Air lenyap dari tempatnya. Mangsa Dhesta. Mangsa ini berlangsung antara 13 Mei sampai 22 Juni. Untuk Bulan Mulud semua hari baik kecuali tanggal 1.

Kebijakan Sultan Agung itu terpuji sebagai tindakan seorang muslim dengan kemahirannya yang tinggi dalam ilmu falak. Perubahan kalender di Jawa itu terjadi dan mulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. Jum’at Legi. padahal dasar perhitungannya sama sekali berlainan (Asdi. Kalender Saka mengikuti sistem Solar (Syamsiyah). 15. C. Tindakan Sultan Agung itu tidak hanya didorong oleh maksud memeprluas pengaruh agaam Islam. Pada saat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertahta. Kalender Sultan Agungan Kalender yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu dengan nama tahunnya Saka (kalender Saka) dipakai oleh orang Jawa sampai tahun 1633 M. perjalanan bumi mengitari matahari. karya besar. Harinya. sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem lunair (Komariyah). tepat pula dengan tanggal 8 Juli 1633. yaitu perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. tetapi didorong pula oleh kepentingan politiknya. Dengan mengubah kalender Saka menjadi kalender Jawa yang berdasarkan sistem Komariyah seperti kalender Hijriyah (kalender Islam). 16. Raja Mataram yang terkenal patuh beragama Islam itu merubah kalender di Jawa secara Revolusioner. Kalender Sultan Agung adalah suatu karya raksasa.Hari baik: Untuk bulan Bakda Mulud semua hari baik kecuali tanggal Jawa 10. 25. Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. 1990: 36). 28 dengan hari naas atau Tali wangke Sabtu Kliwon. Sultan 36 . tepat pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriyah. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1955.

Agung bermaksud memusatkan kekuasaan agama kepada dirinya. Di samping itu, tindakan merubah kalender pun mengandung maksud untuk memusatkan kekuasaan politik pada dirinya dalam memimpin kerajaannya. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia dinobatkan oleh Sunan Giri. Bahkan dengan dalih pengamanan Sunan Giri mengawali kerajaan Demak dengan memegang tampuk pimpinan selama 40 hari. Selanjutnya raja-raja di Jawa ditradisikan memperoleh restu Sunan Giri atau dinobatkan oleh Wali tertua ini. Gelar Sunan Giri itu turun temurun. Yang menobatkan Raden patah menjadi Raja Demak adalah Sunan Giri I. Restu atau penobatan raja-raja Jawa seterusnya dilakukan oleh Sunan Giri pula, keturunan langsung dari Sunan Giri I. Di jaman Sultan Agung, kewalian Giri sudah sampai dengan yang keempat di bawah pimpinan Sunan Giri ke-4 (Asdi, 1990: 57). Kewalian Sunan Giri sebagai pemimpin Islam tertinggi di Pulau Jawa diakui sepenuhnya oleh masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai di luar pulau Jawa. Pada tahun 1629 di jaman Sultan Agung, masih ada utusan Sunan Giri yang datang di Pulau Hitu untuk melestarikan persahabatannya kepada rakyat di kepulauan Maluku itu. Pengaruh Sunan Giri itu amat diketahui oleh Sultan Agung. Meskipun demikian, pada waktu beliau naik tahta kerajaan mataram, beliau tidak mohon restu kepada raja pendeta di Giri itu seperti halnya sultansultan terdahulu. Sultan Agung sejak bertahta selalu menghadapi pemberontakanpemberontakan. Para adipati dan bupati di Jawa Timur sampai Blambangan yang berkiblat pada Sunan Giri, tidak mau tunduk kepada Sultan Agung. Maka Sultan

37

Agung adalah raja Jawa yang paling banyak mendapat lawan dengan berperang termasuk usahanya menyerang VOC Belanda di Jakarta pada tahun 1628 dan 1629. Dalam memipin kerajaan Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan, Sultan Agung bersiasat untuk mengupayakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usaha ini tidak saja dengan memenangkan perang menindas para pemberontak, tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat dipatuhinya. Sultan Agung menggalang kekuasaan mutlak agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Siasat itu dilancarkan dengan memerangi kewalian Giri yang diakui seluruh negeri sebagai pimpinan agama Islam tertinggi. Dengan bantuan Pangeran Pekik dari surabaya dengan istrinya Ratu Pandansari yang adik Sultan Agung, tentara Giri dapat dikalahkan sekeluarganya diboyong ke Mataram. Tindak lanjut dari Sultan Agung dalam memusatkan kepercayaan rakyat kepada dirinya adalah dengan merubah kalender di Jawa, disesuaikan dengan kalender Hijriyah. Ide raksasa itu didukung oleh para ulama dan abdi dalem, khususnya yang menguasai ilmu falak atau perbintangan. Maka diciptakanlah Kalender Jawa yang boleh disebut Kalender Sultan Agung atau Anno Javanico (AJ). Kalender Sultan Agung mengandung perpaduan Jawa, Hindu-Jawa dan Islam. Kalender ini dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip, dengan angka tahun 1555. Itu jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1043 atau 8 Juli 1633 Masehi. Tindakan Sultan Agung itu dapat dikatakan revolusioner, oleh karena perhitungannya berbeda sama sekali dengan tahun saka yang sampai waktu itu

38

dipakai oleh masyarakat Jawa. Kalender Saka dengan dasar solair, sedang kalender Jawa Sultan Agung berdasarkan lunair seperti sistem Kalender Hijriyah. Nama-nama bulan kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriyah. Demikian pula jumlah hari dan umur masing-masing bulan, seperti terlihat berikut ini:

Kalender Hijriyah dan umurnya: 1. Muharam 2. Syafat 3. Rabiulawal 4. Rabiulakhir 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rajab 8. Sya’ban 9. Ramadan 10. Syawal 11. Dzulqaidah 12. Dzulhijah -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari

Kalender Sultan Agung dan Umurnya Nama Bulan 1,3,6,7 Tahun Jawa 2,4,8, 5

39

1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 29

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 30

30 30 29 29 29 29 30 29 30 29 30 30

D. Dasar Perhitungan Waktu Perbedaan antara kalender Hijriyah dengan Kalender Jawa yang keduaduanya berdasarkan lunair, terletak pada: Dalam kalender Jawa dikenal tahun wastu yang artinya pendek, dan tahun wuntu. Dalam tahun pendek umur bulan besar 29 hari, dalam tahun panjang umur bulan Besar 30 hari. Dalam satu windu (8) tahun ada 3 tahun panjang, yaitu: 1. Ehe, 2. Je, 3. Jimakir, umurnya ‘a 355 hari. Yang 5 tahun lainnya adalah tahun pendek, yaitu: 1. Alip, 2. Jimawal, 3. Dal, 4. Be, 5. Wawu, umurnya ‘a 354. Kalender Jawa disebut Kalender Huruf (asal kata Arab: huruf, karena nama tahun-tahunnya berawalan huruf Arab, yaitu: 1. Alip, 2. Ahe, 3. Jimawal, 4. Je, 5. dal, 6. Be, 7. Wawu, 8. Jimakhir. Pada permulaan Kalender Jawa, yaitu tanggal 1. Sura, tahun Alip 1555 jatuh pada hari Jum’at legi, disebut Huruf Jam’iyah, Huruf itu berubah setelah 120 tahun. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1675, jatuh pada hari Kamis Kliwon, disebut Huruf Kamsiyah. Umurnya 72 tahun. Kemudian tanggal 1 Sura, Alip 1747 jatuh pada hari Selasa Pon, disebut Huruf Salasangiyah. Pergantian Huruf seperti tersebut adalah demi penyesuaiannya dengan kalender Hijriyah. Lain pada itu

40

perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. Inipun termasuk perangkat penyesuaiannya tersebut. Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan. petangan Jawi adalah sebagian Jawa asli dan sebagai Hindu Budha. sedang siklus Hijriyah dalam siklusnya 30 tahun. Kalau hingga sekarang terkadang masih ada perbedaan. Perhitungan ini memang sulit. 1. tahun Jawa atau tahun Sultan Agungan memiliki ciri-ciri khasnya: Dasar perhitungannya lunair atau komariyah. hari tanggal dan hari hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. Wuku dan lain-lainnya tetap dilestarikan dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan. Idul Fitri dan Idul adha) yang dirayakan di kraton Mataram dengan sebutan grebeg dapat dilaksanakan pada hari dan tanggal yang tepat sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriyah. Seperti diketahui. tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa 41 . Kalender Sultan Agung dimulai pada tanggal 1 Sura 1555. tahun panjangnya ada 11. Sri Sultan Agung merasa perlu mengubah kalender dan menyesuaikannya dengan kalender Hijriyah dengan maksud pula agar hari-hari raya Islam (Maulid Nabi. Angka tahunnya meneruskan angka tahun Saka dan dimulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555.Kalender Jawa memiliki 3 tahun panjang dalam 1 Windu (8 tahun). hal itu disebabkan oleh hal hal tersebut. Perhitungan Jawa yang dipakai dalam kalender Saka seperti Pranata Mangsa. Petungan Jawi Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan.

tanggal. tahun. Primbon hendaklah tidak diremehkan. artinya: harus baik segalap pakaryan c. wataknya: Sujana (curiga). merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. 1995: 67). Selasa. Ahad. Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya. artinya: serba tidak percaya 42 . berarti simpan atau simpanan. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur. Pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya. Petangan Jawi sudah ada sejak dahulu. Kata Primbon berasal dari kata: rimbu. bulan. yaitu perhitungan baik-buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari. Petangan Jawi memberikan pedoman atau petunjuk akan lambang dan watak berbagai jenis hitungan sebagai petunjuk sebagi berikut: 2.yang disebut Petangan Jawi. Hari dan Pasaran a. Pranata Mangsa. yang kelihatan. wataknya: Samuwa (meriah). wataknya: samudana (pura-pura) artinya: suka kepada lahir. namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir–batin. meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yanag Maha Esa Maha Pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya (Kamajaya. maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya. wuku dan lain-lainnya. Senin. b.

Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 6. watakanya komat artinya sanggup menerima segala macam keadaan 3. wataknya: Kasumbung (tersohor). wataknya: suci. Rolas Titi Mangsa Jumlah Pranata Mangsa ada 12 yaitu: Nama-nama mangsa dan umurnya 1. wataknya: melikan. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Kanem (Naya): (9 November. Pahing. Kemis. artinya suka kepada barang yang kelihatan b. Sabtu. wataknya: Surasa (perasa).d. artinya suka pamer Petungan Pasaran a. wataknya. artinya: suka berpikir (merasakan sesuatu) dalam-dalam. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 5. pamer artinya suak memamerkan harta miliknya c.21 Desember) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 27 hari 43 hari 43 . artinya bersih tingkah lakunya g. wataknya micara artinya dapat mengubah bahsa e. kuat) aratinya: mantab dalam segala pakaryan e. wataknya kedher artinya kaku hati d. Jumat. f. Legi. Rabu. Pon. Kliwon. wataknya: Sembada (serba sanggup. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. Wage.

Kawolu (Wasika): (3 Februari. belalang bertelur.22 Februari) 8. candra (cirinya) Tirta sasana (air pergi dari tempatnya) Watak (pengaruhnya) musim dingin. 44 .18 April) 11.25 Maret) 10. kayu-kayu patah di atas. kotor.21 Juni) 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Yang watak bawaan atau pengaruh tiga macam mangsa sebagai berikut: a.11 Mei) 12. candra/cirinya sotya murca ing embanan (mutiara lepas dari pengikatya). Sadha (Asuji). c. Saat mulai menanam palawija. Kasa (kartika). Karo (pusa) candra (cirinya): Bantala rengka (tanah retak). Bayi yang lahir dalam mangsa itu wataknya ceroboh. b.28 Februari) 9. Watak pengaruhnya: dedaunan rontok. dari yang ke-1 Wuku Sinta hingga yang terakhir ke-30. pohon randu dan mangsa tumbuh daun-daunnya. jarang orang berkeringat.7. watak (pengaruhnya) Tanah retak. jumlah wuku ada 30 buah dengan nama masing-masing. Dhesta (Padrawana): (19 April. Bayi yang lahir dalam mangsa Kasa itu wataknya belas kasihan. Kapitu (Palguna): (22 Desember. 4. Petungan Pawukon Pawukon berasal dari perkatan Wuku. Sadha (Asuji): (12 Mei. tanam-tanam palawija harus dicarikan air. Kasanga(Jita): (1 Maret. Usai panen. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. Bayi yang lahir dalam masa itu wataknya cukupan.

Warigagung 9. wayang 28. Maktal 22. Pawukon dengan kelengkapannya itu dipercaya sebagai melukiskan watak bawaan atau pengaruhnya kepada kehidupan manusia dan kesesuaiannya dengan alam. Wukir 4. Wugu 27. Paringkelan 4. Kulawu 29. Kuningan 13. 1995). Galungan 12. Wuye 23. Gumbreg 7. Marakeh 19.wuku Watugunung. Tambir 20. Kuruwelut 18. Wuku ke-1 (Sinta) mulai hari Minggu Pahing sampai dengan Sabtu Pon. Kurantil 5. Waktu ke-30 atau terakhir (Watugunung) mulai hari Minggu Kliwon sampai dengan Sabtu Legi (Kamajaya. Manail 24. Pasaran 3. Sinta 2. Landep 3. Tolu 6. Dhukut 45 . Bala 26. Prangbakat 25. Langkir 14. Perhitungan Pawukon dilengkapi dengan lain-lain perhitungan antara lain: 1. Pahang 17. Hari 2. Padangon dan lain-lainnya. Warigalit 8. Adapun nama wuku 30 tersebut adalah: 1. Tiap-tiap wuku berumur 7 hari sehingga siklus berumur 30 x 7 hari = 210 hari. Mandhasiya 16. Sungsang 11. Julungwangi 10. Madhangkungan 21.

jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur laut: 7 hari jangan pergi ke timur laut (Kamajaya. kaya harta benda. Kayunya Kendayakan: menjadi tempat bernaung orang sakit. 46 . lembut budinya. tidak sabar. a. Memanggul panji-panji: memiliki kesenangan. air. rela pada lahirnya. seperti terdapat dalam kutipan dua wuku (ke-1 dan ke-30). daging kerbau seharga 21 ketheng (mata uang Jawa jaman lampau nilainya kurang lebih ½ sen) tanpa menawar. Gedongnya di muka: Menjadi memperlihatkan kekayaannya. lunak pada akhirnya. Doanya Tolak bencana. Julungpujut 30. Kakinya di dalam air: perintahnya keras pada awal. 1995: 68). Slawatnya 4 ketheng. besar nafsunya.15. Watugunung Watak bawaan atau pengaruh wuku dilukiskan dalam lambang–lambang dewa. daun. di masak pindang. orang sengsara dan melarikan diri. sering kecelakaan. wataknya bagaikan raja. Bencananya: mati setengah umur. Candranya: Indra janma nestapa. cemburu. Burungnya Gagak: tahu akan gelagat. Wuku Sinta Dewanya Batara Yamadipati laksana Pendeta. wataknya: besar perhatiannya. sangat tinggi dan suka ulah kependetaan. tetapi dalam hatinya tak setuju. kayu dan burung. cepat dalam segala pakaryan. tetapi banyak rejekinya. tidak percaya. Selamatan penolakan: Nasi pulen masakan beras sapitrah (satu takaran: dua tangan digabung dan dikerungkan kurang lebih ¼ kg). enak bicaranya.

Bencananya: dianiaya. Paningron. 5. selalu prihatin. 2. yaitu: 1. Candranya: bintang dan bulan kesiangan. Tungle. dari asal kata ringkel. asin. artinya lemah. percaya kepada tahayul. tak suka keramaian. Tungle. di masak pedas. kelemahan. Aryang. Wuku Watugunung Dewanya Batara Antaboga dan Bathari Naga gini: Antaboga: banyak kemauannya. 47 . tetapi mungkir. Selamatan penolaknya: tumpeng masakan beras sapitrah ikan kali. Burungnya Gogik: dengki. tak suka keramaian. Ada 6 jenis Paringkelan. Mengahadap candi: gemar sepi. 7 hari jangan pergi ke arah timur. sayur 7 macam. 6. Doanya: mubarak. buah-buahan. Watak dari tiga macam Paringkel sebagai berikut: a. Naga gini: Mendua kasih.asam dan pahit. Manfaatnya membikin malu. ringkel Daun artinya kelemahan daun. Mawulu. Jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur. 4. bila ia pendeta ada derajatnya. Petungan Paringkelan Paringkelan. Pantangannya: jangan menanam yang diharapkan daunnya. menurut. 5.b. senang bersemadi. Slawatnya: 19 ketheng. bermutu bicaranya. wataknya terang cahaya hatinya. Warukung. 3. binatang terbang dan binatang hidup di liang. selalu prihatin. mengharapkan kesalahan orang lain. Wataknya sanggup. binatang darat. bermacam-macam juadah dengan jenang. tak mau diatasi. Kayunya Wijayakusuma: bagus rupanya. semuanya halal. menantang adu kepandaian. Uwas.

Wawu. 2. Dal. Jimawal. 6. tahun Anggara Wrestija. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari selasa. tahun Soma Wrejita. Wataknya: berpenyakitan. wataknya: banyak hujan 48 . Dalam tahun panjang ini umur bulan besar ditambah 1 menjadi 30 hari. 6. 8. Manfaatnya: membikin upas dan racun. 4. Pantangannya: jangan bersesuai tanam. tahun kerbau. tahun katak. 3. Be. yaitu tahun kelabang.b. Petungan Tahun Tahun dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan ada 8. Tahun yang panjang berumur 355 hari disebut tahun wuntu (panjang). 5. Aryang ringkel: ringkel janam (manusia) artinya: kelemahan manusia. tahun Buda Wisaba. Mawulu. Ehe. namanamanya: 1. Jimakir. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Senin. ringkel biji. c. Tahunini disebut tahun wastu (pendek). Wataknya: banyak hujan. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Rabu. 2. Manfaatnya: mengerjakan sawah. jangan melakukan pernikahan dan jangan mendirikan rumah. Je. Alip. Bilamana tanggal 1 Sura jatuh pada hari Minggu. 3. Satu tahun Jawa berumur 354 hari. Wataknya: jarang hujan. tahun ini disebut tahun Dite-kalaba. Pantangannya: jangan menabur biji (benih). nama-nama itu diambil dari huruf Arab. tahun cacing. Wataknya: banyak hujan 4. Watak bawaan atau pengaruh tahun Jawa jatuhnya tanggal 1 Sura seperti berikut: 1. 7.

tahun Sukra Minangkara. Sri. Yama. 6. Adi. 1995). 4. yaitu Batari Sri. Nama-nama dan watak bawaannya: a. 7. Brama. artinya ulah atau tingkah laku. Wataknya banyak hujan 6. tahun Tumpak Menda. satu siklus ada 4 windu. Kuthara.5. Rudra. Petungan Windu Satu windu berumur 8 tahun. artinya banjir. Wataknya: banyak air besar c. Endra. 7. Manfaatnya: menanamn padi dan tanaman sampingan (tirisan Jawa) 49 . Wataknya Banya tingkahlaku orang yang aneh-aneh seperti belum pernah terjadi b. Wataknya: jarang hujan (Kamajaya. antara lain sebagai berikut: a. Petungan Padewan Astawara Menurut Kamajaya (1995). Sancaya. tahun mimi. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Sabtu. cinta. Wataknya: banyak orang bersetuju hati (rukun) d. perhitungan Padewan ada 8 yaitu: 1. 8. Sangara. artinya unggul. Sri. Wataknya: jarang hujan 7. tahun Udang. tahun Kambing. Kala. belas kasihan. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Kemis. Uma. 5. 3. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Jumaat. Masing-masing dari perhitungan ini memiliki watak bawaannya. Guru. 2. tahun Respati Mintuna. Wataknya: banyak bangunan baru yang indah menyenangkan (Kamajaya. 1995). artinya banjir. 8. Wataknya: Asih.

wataknya: diam saja. Manfaatnya: membuat tugu. Endra. Wataknya: Belas kasihan pada penderita. Dadi (kayu). Uma. serakah. tutup atau wadah. yaitu batara Endra. Nohan (bulan). Kala. Wataknya: jahat. manfaatnya: membikin pagar dan tanda batas. Wogan (ulat). wataknya: tak mau kalah. Watak masing-masing antara lain: Dangu. perhitungan ini ada 9. Dadi. bohong dan berpurapura. Gigis (bumi) 4. c. Manfatanya: belajar segala pengetahuan. 5.b. Tulus (air) 8. Jagur (harimau). yaitu Batari Uma. 50 . Karangan (matahari). 2. Menurut Kamajaya (1995). yaitu: 1. Wataknya: teliti dan sombong. Manfaatnya: membikin sara-sarana. 6. 7. Manfaatnya: menanam tanaman di kebun. 3. jahil. Dangu (batu). Wurung (api).. d. yaitu batara kala.

maka slametan mendapat perhatian utama. penduduk negeri. ritual bisa dibagi menjadi tiga kelompok : a. Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. Anak yang lahir adalah karunia Tuhan yang selalu diharap-harap oleh semua pihak. Slametan Among Tuwuh Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita. Ritual tradisional diadakan untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga. misalnya rumah atau rumah peribadatan. Dengan adanya upacara pernikahan itu diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan sebuah dinasti keluarga. Negoro (2001: 43). Sesuai dengan namanya.BAB III TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. penduduk desa. Sedangkan makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. keselamatan dan berkah untuk suatu tempat. Orang Jawa menyebut bathi atau untung. slametan adalah ritual Jawa yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan. Ritual pribadi 51 . Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran. Selanjutnya menurut Suryo S. desa. negeri dan sebagainya.

yang diselenggarakan oleh seseorang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Ruwatan ini bisa dilakukan untuk seseorang atau sekelompok orang sekaligus. Upacara seperti ini disebut sukuran mengungkapkan rasa syukur atau slametan. Ritual sederhana yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur bahwa misalnya seseorang telah sembuh dari sakit gawat atau terlepas dari beban penderitaan yang berat. lauk pauk dan sesaji. supaya terbebas dari ancaman Batara Kala yang jahat. Upacara Labuhan Karaton Yogyakarta. saudara-saudara. Ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang seperti upacara-upacara: Perkawinan tradisional. 52 . ritual untuk keselamatan dan hidup yang baik. menteri dan sebagainya. pimpinan. negeri dan rakyat.kehamilan tujuh bulan pertama dan Ruwatan Murwakala. misalnya karena telah mendapatkan kenaikan pangkat. permohonan supaya hidup selamat dan mapan. Ritual kenegaraan. untuk Raja. c. b. Ritual Umum. Ratu. bupati. seperti: Upacara Garebeg. Upacara Rajawedha/Mahesa Lawung. salah satu putra Batata Guru. diangkat menjadi lurah. teman-teman dekat dan teman-teman sejawat.Meliputi selamatan sederhana dengan nasi tumpeng. misalnya untuk satu desa dan seluruh penduduk desa seperti dalam upacara Bersih Desa. Acara seperti ini biasanya dihadiri oleh tetangga. Mitoni . direktur perusahaan.

bisa merupakan ritual negeri atau umum atau gabungan dari keduanya. Mereka kemudian makan nasi tumpeng yang dibagikan dengan suka cita. Keutamaan pemasangan tarub agung ini adalah semacam tanda buat masyarakat luas. mereka akan serempak memberi doa yang tulus ikhlas. Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar. yang disertai dengan lauk-pauk ala kadarnya. sehingga selama tarub itu dipasang. Semua pihak akan menyadari dan mau 53 . Dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat. Bahan-bahannya yaitu nasi tumpeng. maka keluarga yang bersangkutan akan mendapat hak-hak istimewa. Dari segi finansial tentu biayanya sangat murah dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. Tanda ini efektif sekali fungsinya.Peringatan 1 Suro. Bahkan jalan umum yang ramai lalu lintasnya pun diperbolehkan untuk digunakan. biasanya suasananya sudah berlangsung secara khitmat. B. Dengan memasang tarub agung itu. Biasanya panggang ayam dan sayur mayur yang dirajang-rajang. Pasang Tarub Agung Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang Jawa. Mereka turut serta berbagi kebahagiaan atas akan datangnya hari yang dinanti-nanti. Upacara slametan among tuwuh bahannya lebih didominasi oleh hasil bumi dari daerah setempat. masyarakat umum akan cepat mengetahui bahwa keluarga yang bersangkutan sedang mempunyai hajad untuk menyelenggarakan upacara pernikahan. Dengan dipimpin oleh para sesepuh desa.

di bawah tarub. sesaji khusus disiapkan. dengan segala tekad dan pikiran bijak. tarub juga mempunyai fungsi filsafat simbolis. gula kelapa. berbagai macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa. Sebelum pemasangan tarub. Sesaji ini melambangkan sebuah p. akan selalu mempertahankan kehidupan keluarga. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin. Sesaji itu ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di: kamar mandi. diharapkan supaya pasangan tersebut tumbuh dengan kuat dalam kehidupan 54 . Dalam hal ini peranan seorang perias pengantin sangatlah penting. dadap srep. bunga. daging kerbau. 2001: 73). yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng. dan sebuah lentera. pintu depan. berbagai macam lauk-pauk. kue-kue. di jalan dekat rumah dan lain-lain (Suryo S. Sebuah upacara perkawinan Jawa memiliki beberapa acara ritual tradisional. kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang-kuatnya pikiran baik. memimpin seluruh jalannya upacara perkawinan bertanggung jawab mengenai sesaji dan lain-lain. dapur. Sepasang tebu wulung tebu yang berwarna ungu melambangkan mantabnya kalbu. Di samping fungsi praktis itu. Negoro.mengalah secara ikhlas. Cengkir gading-kelapa. tempe. alang-alang. jamu. minuman.errnohonan supaya mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak mahluk-mahluk jahat. pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. mojokoro. pemaes itu akan merias dan mendandani kedua pengantin. artinya pasangan itu saling mencintai dengan sungguh-sungguh dan akan saling memelihara.

Sedangkan menurut Adjied dan Tessa (2002: 6) kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan perkawinan dengan tujuan rasionil dan irrasionil.berkeluarga dan selalu berada dalam keadaan selamat. Sepasang tebu wulung : Tebu artinya "anteping kalbu" tekad yang bulat. Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja. Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu. maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan manapun juga dan berhasil (berbuah). Wulung artinya mulus matang. ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda bahwasanya pesta perkawinan sedang diselenggarakan di rumah ini. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji. Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari: Sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya secara singkat demikian: Agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya/lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya. menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. di atas gapura sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan. maknanya dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad 55 . Yang sangat penting. maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas.

pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan.cengkir. Padha gulangen ing kalbu 56 . Dua janjang buah kelapa gading yang masih muda . agar manusia sering mencegah dhahar lawan guling. dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentausa lahir batin atau aja ana sekara-kara alias alangan sawiji apa. Maknanya : diharapkan dari mempelai agar kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin menjadi pengayoman lingkungannya. agar memiliki "kemauan yang keras" untuk dapat mencapai tujuan hidup yang penuh perjuangan bahagia dan harmonis. cengkir adalah kelapa muda yang berwarna kuning. sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancar. daun alang-alang. Kelengkapan tarub (uborampen tuwuh).yang bulat. pantang mundur atau mulat sarira hangrasa wani. Terdiri dari daun ringin. Kelapa gading adalah kelapa yang kulitnya kuning. C. Sinuhun Paku Buwana IV telah menyusun petuah luhur. Tradisi lek-lekan ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali dalam perkembangan peradaban budaya Jawa. Dari mempelai diharapkan. Tujuannya adalah untuk menolak balak. Dalam Serat Wulangreh pupuh tembang Kinanthi beliau berpesan demikian. kemauan yang keras. daun koro. Tirakatan Malam Midodareni Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan leklekan. Para sesepuh. Maknanya : cengkir . daun mojo. dan daun opo-opo. daun andong.kencenging pikir.

beberapa sayuran masak. Keluarga dari calon mempelai pria dan teman-teman dekatnya yang semuanya adalah wanita boleh menengok calon pengantin wanita untuk sejenak. meliputi : nasi gurih. beras. teh dan kopi pahit. ingkung ayam. lampu minyak yang dinyalakan. Calon pengantin putri malam ini menjadi sangat cantik bak seorang dewi dan dia akan dikunjungi oleh beberapa dewi kahyangan sesuai dengan kepercayaan kuno. Sesaji untuk midodareni. serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya. Orang tua calon pengantin putri memberikan suapan makan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. kembang telon. suruh ayu. minuman dari air kelapa dengan gula kelapa.Ing sasmita amrih lanthip Aja pijer mangan nendra Kaprawiran den kaesthi Pesunen sarira nira Cegah dhahar lawan guling Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan Ijab dan Panggih di keesokan harinya. Barang-barang yang diletakkan di kamar pelaminan terdiri dari sepasang kembar mayang. 2001: 41). Negoro. kembang setaman. dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu. 57 . karena mulai besok dia sudah berada di bawah tanggung jawab suaminya. Midodareni berasal dari kata widodari artinya Dewi (Suryo S. kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak. pisang raja. jamu. Dia harus tinggal di kamar malam itu dari jam enam sore hingga tengah malam ditemani oleh beberapa ibu yang memberikan kepadanya nasihat-nasihat yang berguna. dua kendi diisi air suci dihit' :p dengan daun dadap srep. ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh dibawah tempat tidur. jadah ketan.

Barang-barang yang harus disiapkan terdiri dari tempat air yang besar. air dari sumber atau sumur. dilakukan pula upacara siraman untuk calon pengantin putri. kantil dan kenanga yang ditaruh di dalam air yang untuk mandi. buah pinang. selain orang tua pengantin juga beberapa ibu yang lanjut usia dengan reputasi yang baik akan diundang untuk ikut memandikan pengantin termasuk juga para nenek dari pengantin. Upacara ini membutuhkan beberapa persiapan antara lain: Siraman diadakan di kamar mandi atau di tempat khusus yang dibikin untuk maksud tersebut. jumlahnya biasanya tujuh orang. air 58 . pada hari ini lebih populer ditempat khusus. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. dan tujuh macam kain dengan pola lorek.daun sirih dengan seperangkatnya. Mereka tersebut diundang berdasarkan pilihan atas sikapnya yang baik. anggota keluarga ataupun tamu boleh memakannya. yang terdiri dari mawar. tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. melati. sampo tradisional yang terbuat dari abu merang. mereka diharapkan untuk bisa memberi pitulungan artinya pertolongan. Bersamaan dengan malam tirakatan midodareni. Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian juga calon pengantin pria dimandikan di rumah orang tuanya. kembang setaman. Siraman artinya mandi. Daftar dari orang-orang yang akan memandikan pengantin. bedak basah lima warna yang berfungsi sebagai sabun. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu.

Sesudah siraman selesai. menghindari perbuatan jahat dari mahluk-mahluk halus maupun manusia-manusia jahat. kain bangun tulak empat pola untuk melawan perbuatan jahat. sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur. telur ayam. kelapa yang telah dikupas kulitnya. kain tenun lurik dengan pola yuyu sekandang dan pula watu. melati dan kantil. Sesaji siraman antara lain terdiri dari: tumpeng robyong. selembar kain putih yang dipakai selama siraman. yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. kain putih. gula kelapa. seekor ayam jago (Adjied dan Tessa. penganan dari beras ketan.kelapa dan air jeruk. singkatnya bertujuan memohon perlindungan dari Tuhan Sang Pencipta. beberapa macam dedaunan. handuk. tujuh macam bubur. pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mengasapi rambutnya dengan ratus (asap wangi). Ketika rambut sudah kering disisir lurus ke arah belakang lalu diikat erat-erat untuk digelung. kembang telon-kenanga. kain batik dengan motif grompol dan nagasari. calon pengantin wanita duduk di ruang pelaminan. tumpeng gundul. Pemaes 59 . Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma. pisang dan buah-buahan yang lain. kendi dan gayung (Suryo S. dlingo-bengle. kursi kecil yang ditutup dengan tikar tua. makanan-makanan dingin. 2001: 45). lentera. mengingat dan menghormat para leluhur. Sesaji tradisional untuk ritual Jawa dianggap sangat penting karena mempunyai arti simbolis. kue-kue manis. dua kelapa yang diikat jadi satu. Negoro. Sesaji untuk siraman. upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses. 2002: 3).

60 . jajan pasar. Arti dari selamatan ini ialah : Tumpeng robyong artinya supaya bisa jumeneng ngayomi keluarga.bidadari. Siraman dimulai dilaksanakan oleh para pinisepuh yang kemudian dilanjutkan dengan merias calon pengantin putri dengan ubo rampen sesuai dengan tata cara adat pengantin Jawa. untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesaji untuk ngerik. Midodareni berasal dari kata benda. Mukanya akan dirias rambutnya digelung. Pemaes dengan hati-hati mempergunakan seluruh kemampuannya mulai merias calon pengantin wanita. Ngerik berarti mencukur rambut-rambut kecil di mukanya dengan menggunakan pisau cukur. Jajan pasar artinya supaya lancar segala usaha yang ditempuhnya. Jenang sengkolo artinya supaya hilang sengkalanya (segala macam rintangan). Rapak yaitu kedatangan dari Kantor Urusan Agama untuk mencatat keterangan-keterangan tentang calon pengantin putri didampingi oleh rama ibu calon pengantin putri.membersihkan wajah dan lehernya dan mulai merias. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji untuk siraman. Widodari . sesuai dengan pola perkawinan yang telah ditentukan. jenang sengkolo dan pisang raja. Selesai acara siraman diadakan acara selamatan tumpeng robyong yang terdiri dari sego golong. Sarana siraman untuk calon pengantin putri telah selesai disiapkan berupa air kembang setaman. Sego golong artinya supaya gumelondong rejekinya. Sesudah selesai calon pengantin wanita akan didandani dengan kebaya dan kain batik dengan pola sidomukti atau sidoasih melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh orang lain.

sebenarnya upacara ijab qabul itu menduduki derajat yang paling utama. Kristen. Setelah syah dinikahkan dalam upacara ijab qabul. Upacara ijab adalah hal yang paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. Apapun agama yang mereka peluk. Di tempat di mana ijab itu dilaksanakan sebuah sesaji yang berupa sanggan ditempatkan. Upacara ijab qabul pasti melibatkan aparat negara yang khusus bertugas dalam urusan pernikahan. Janji Suci Ijab Qabul Di antara segala rangkaian upacara pernikahan.Malam midodareni adalah malam menjelang langsungnya perkawinan. ijab dilaksanakan sesuai dengan agama dari pengantin tersebut yaitu : Islam. Adapun suaminya juga dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap istrinya. Pada malam itu diadakan selamatan sekadarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari Khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari. D. Dengan upacara ijab qabul berarti telah terjadi pemindahan kekuasaan seorang wanita dari tangan wali ke pihak pengantin pria. Dikatakan utama karena menyangkut hukum agama dan hukum negara. Hindu dan Budha. keluarga terdekat dan kerabat lainnya. Katolik. berarti wanita itu telah menjadi wewenang suaminya. Sesudah 61 . Yang hadir para pinisepuh. Biasanya petugas berasal dari KUA yang menjadi urusan Departemen Agama RI. Petugas dari KUA di samping ahli dalam tata administrasi juga pasti menguasai dalam bidang keagamaan. pada waktu pelaksanaan ijab mereka memakai pakaian tradisional.

Menurut Adjied dan Tessa (2002: 4) selama diadakan upacara ijab qabul pengantin wanita duduk di pelaminan didampingi oleh ibu dan perias. Bapak pengantin wanita membawa pengantin pria ke tempat upacara dan ibu pengantin 62 . ingkang tansah sinuyudan. boten wonten alangan satunggal menapa. sumangga panjenengan sekalian kula dherekaken manungku jejering hastungkara. awit saking keparengipun kita saget makempal pahargyan menika. Persiapan ijab qabul di rumah calon pengantin wanita. wilujeng nir ing sambikala. Petugas menjemput penghulu beserta pejabat pencatat nikah dari KUA. ingkang sampun kersa rawuh ing dalemipun Bapak…… saperlu masrahaken Adhimas Bagus……putra Bapak…… ingkang badhe kanikahaken kalian Dyah Rara…… putri Bapak…….Sedaya titi laksana upacara ijab qabul sampun sumadya. Assalamu’alaikum wr. Wassalamu'alaikum wr. sadherengipun keparenga kawula matur dhumateng ngarsanipun para rawuh. wekdal kula sumanggakaken dhumateng Bapak…… minangka silih saliranipun Bapak…….ijab upacara tradisional panggih dan lain-lain serta resepsi dilaksanakan untuk melengkapi seluruh proses upacara perkawinan. Nuwun. Kejawi menika kawula ugi ngaturaken pembagya harja sugeng rawuh saha agunging panuwun ingkang tanpa pepindan. Setelah upacara ijab selesai. Kangge cekaking atur. konjuk dhumateng ngarsaning Allah ingkang Maha Agung. wb. Di bawah ini adalah contoh rangkaian upacara ijab qabul yang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa. Para saksi diharapkan sudah hadir di tempat upacara setengah jam sebelum acara ijab qabul dimulai. diteruskan pembacaan do'a. Para petugas among tamu telah siap di tempat masing-masing dengan mempersiapkan segalanya. Setelah pembacaan do'a selesai diteruskan dengan upacara temu/panggih. Kawula nuwun. Penghulu dan 2 (dua) orang saksi dari kalangan keluarga maupun teman terdekat. Mempelai pria dengan pengiring datang langsung di tempat upacara. wb. pinisepuh.

Makna dari melempar sirih adalah untuk menguji keaslian kedua pengantin. Mempelai wanita diapit 2 (dua) orang pinisepuh putri dari pelaminan menuju ke tempat tersebut. Prosesi temu pengantin ini sekaligus menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai bahwa dirinya adalah pasangan sah suami istri. Dengan dilempar sirih maka yang palsu menjadi aslinya menjadi hewan atau orang lain. berhenti 2 (dua) langkah dari tempat tersebut. Ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu bagi hadirin. Prosesi temu pengantin ini juga sering disebut dengan upacara panggih. Prosesi Temu Pengantin Paripurna upacara ijab qabul. Kedua mempelai pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Namun caranya lewat simbolis. namun lebih baik kalau disiarkan secara meluas pada masyarakat. Untuk upacara panggih ini biasanya masing-masing mempelai disertai dengan pengiring. Menurut kepercayaan dahulu sering terjadi bahwa pada upacara perkawinan salah satu dari pengantin bukan aslinya akan tetapi jadi-jadian. kemudian dilanjutkan dengan prosesi temu pengantin. Secara legal maka keduanya sudah seharusnya dipertemukan.wanita membawa pengantin wanita ke tempat upacara untuk melakukan sawatan sadak (lempar sirih atau lebih dikenal dengan nama balangan). E. dimulailah balang-balangan masing-masing melemparkan sirih yang digulung. Mempelai pria diapit oleh 2 (dua) orang pinisepuh pria menuju ke tempat bertemu. 63 . Setelah masing-masing berhenti. Secara esensial sebenarnya setelah ijab qabul sudah resmi.

Daun beringin supaya mereka melindungi keluarga dan orang lain. Dhandhanggula Anteng tajem jatmika kaeksi Ngegungaken susila nuraga Tan kuciwa prayitnane Siyaga sureng kewuh Ubayane tan mbalenjani Tur sembada ing warna 64 . Bentuk hiasan seperti pecut.Dhandhanggula Anyarkara kinarya ngrenggani. supaya mereka mempunyai motivasi yang tinggi dalam hidupnya. Daun dadap srep. dimaksudkan supaya keluarga itu selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi berbagai macam masalah. Bentuk hiasan seperti burung. cepat dalam berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan keluarga. Bentuk hiasan seperti payung. daun ini dikenal sebagai kompres yang baik untuk menurunkan panas. Karya umiring lampahe Nenggih cucuking laku Dera arsa manjing ing panti Penganten wus samapta Kinirapaken tuhu Minta lunturing haksama tresna asih puja-puji pangastuti hayuning palakrama. harus selalu optimis dan dengan ketetapan hati membina kehidupan yang baik. supaya mereka bersemangat. mengandung maksud supaya pasangan itu tidak mudah putus asa. Mamrih regu regenging pahargyan. Bentuk hiasan seperti belalang. Daun kruton dimaksudkan supaya terlepas dari godaan mahluk-mahluk jahat. dimaksudkan supaya mereka menjadi pelindung keluarga dan masyarakat.

yang melambangkan kemakmuran. Bunga Patra Manggala untuk memperindah hiasan dan sekaligus menolak perbuatan jahat. Selanjutnya adalah ritual kacar kucur atau tampa kaya. Ibu pemaes sebagai pimpinan upacara memberikan sebuah piring. Acara ini melambangkan mereka akan bersama-sama mempergunakan dan menikmati kekayaannya. maka pada tempat itu ritual perkawinan 65 . Ritual Wiji Dadi. abon dan ati ayam. ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh jahat. Sepasang pengantin itu makan bersama. Pada saat ini banyak rumah yang tidak mempunyai Krobongan.Tegen tanggon tangguh Pan alon tanggah jumangkah Hanyaketi unggyane penganten kalih Mangsah lumampah kirap. Krobongan atau petanen adalah kamar khusus yang terletak di tengahtengah rumah Joglo gaya Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan ritual dakar klimah atau dahar kembul. Pengantin pria menginjak hingga pecah sebuah telur ayam dengan kaki kanannya. kemudian pengantin wanita membersihkan kaki tersebut dengan air yang dicampuri oleh beberapa macam bunga. sesudah itu mereka minum teh manis. tempe. Dlingo-bengle jamu ini bisa mengobati infeksi dan berbagai penyakit. Mempelai wanita makan dulu kemudian mempelai pria. Ini melambangkan bahwa pengantin pria telah siap untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab sedangkan pengantin putri akan mengurusi suaminya dengan setia. kedelai. di depan kamar itu berdiri dua patung kayu yang disebut Loro Blonyo. Mempelai pria membuat tiga kepal nasi dan lauk-pauknya dengan tangan kanannya. saling menyuapi. serbet kepada mempelai wanita dan juga nasi kuning dengan lauk-pauk bcrupa telur goreng.

Gya tinabuh tengara. yang telah disediakan telur di atas cowek. Setelah itu mempelai pria membantu mempelai wanita untuk berdiri lagi dengan cara mengangkat kedua tangannya. yang setia 66 . Karya gawok kang miyat. hal yang sama juga dilakukan bila pesta itu diadakan di hotel atau gedung pertemuan (Suryo S. dengan tekad yang bulat (telur) sekali sudah melangkah dengan itikad yang baik. 2001: 86). Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke tempat upacara. Sebagai seorang isteri. Ing ngarsane risang penganten sarimbit. Orang tua mempelai wanita menjemput orang tua mempelai pria di depan rumah dimana upacara ini diselenggarakan. maka pantang mundur. Sebagai seorang pria. Setelah balangan masing-masing mempelai maju ke tempat pertemuan. Setelah mempelai pria menginjak telur sampai pecah maka mempelai wanita berjongkok dan mencuci kaki yang telah menginjak telur tadi dengan air bunga dan dibersihkan sama sekali dengan serbet yang telah tersedia. sedangkan kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kanan pengantin. Wiji Dadi (Menginjak telur). para ibu berjalan di depan sedang bapak-bapak mengiringi dari belakang. Dhandhanggula Mudha kalih siyaga umiring.tersebut dilakukan. dihias dengan ornamen yang menyerupai Krobongan. Kedua orang tua mempelai pria didudukkan di sebelah kiri pengantin. Lampahira risang Adimuka Putri Dhomas sawurine Sulistya warna punjul Rinengga ing busana adi. Negoro. Temah cipta ngungun Mangkana lampahe prapta. maju terus untuk meraih kebahagiaan hidup bersama.

yang pria di sebelah kanan. Setelah sampai di pelaminan. Sama-sama sudah menjadi anak. Rucuh dengan rasanya yang segar. Karena kesetiaan sang isteri sang suami membantu sang isteri mengangkatnya sebagai rasa terima kasih atas kesetiaannya.berkewajiban mensucikan nama baik suami. Sebagai seorang ayah berkewajiban memberi contoh dan menunjukkan jalan ke kebahagiaan keluarga (berkeluarga). dingin dan berkhasiat 67 . supaya tetap harum. mendudukkan mereka di atas pelaminan. biasanya pertanyaan tersebut dilakukan dalam bahasa Jawa. ibunya mengkerodongkan "sindur" di bahu kedua pengantin. Tanem. Sinduran. Mangku/nimbang. Mengesahkan dan merestui kedua mempelai sebagai suami isteri. dan yang wanita di sebelah kiri. Di belakang. kemudian ibunya. dan dengan memegang bahu kedua mempelai. bapak dari pengantin wanita di depan. diminum oleh bapaknya. dan selanjutnya kedua mempelai meminumnya yang didahului oleh pengantin pria. Pengantin berdua bergandengan tangan (kanten) menghadap ke pelaminan. Setelah bapaknya memutar menghadapi kedua mempelai tersebut. Lantas ibunya bertanya "berat mana pak?" yang dijawab oleh bapaknya "sama saja". kedua pengantin dibelakang dan masing-masing pegangan ujung baju belakang kiri kanan bapaknya. dan dengan demikian bersama-sama menuju ke pelaminan. bila suami salah langkah atau salah tindak. Setelah duduk. Sebagai seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan anak sendiri dengan menantu. dan sang ibu mendorong dan memberikan restunya untuk mencapai cita-citanya dengan bekal persatu paduan mempelai berdua yang abadi. sang bapak duduk di kursi dan kedua pengantin dipangku. diambillah rucuh kelapa muda.

Kacar Kucur. untuk disimpan dan dimanfaatkan bagi keluarganya. Dahar Kembul. Maknanya semua hasil jerih payah suami diserahkan seluruhnya kepada sang isteri. Telah tersedia nasi ketan kuning masing-masing mengambil dengan tangan dan disuapkan kesatu dan yang lain (suap-suapan). Menjemput Besan. tidak hanya suami saja yang mencari nafkah. sampai 3 (tiga) kali. tetapi juga isterinya dapat mencarinya. setelah itu mengambil air minum untuk diminum setiap orang seteguk. Mempelai wanita membeberkan kacu "bangun tulak" dipangkuannya dan mempelai pria menyertakan "gunokoyo" (kacang-kacangan) dari kantung tikar ke atasnya. Ibu dan bapak pengantin wanita menuju ke pintu depan untuk menjemput besan. sehat dan tenang untuk menghadapi tugas-tugas yang berat sebagai suami isteri. Maknanya walau hidup berkeluarga. supaya jiwa raganya segar. besan dipersilahkan berangkat dari rumah kediaman. Maka menjadi kewajiban. F. diserahkan kepada ibunya untuk disimpan. Pada permulaan perjalanan hidup berkeluarga.kekuatan. sampai habis dan pengantin wanita membungkusnya rapat-rapat dengan kacu tersebut dan setelah diikatnya. Besan dipersilahkan mengambil tempat sebelah kiri pengantin wanita. Sewaktu upacara dahar kembul. bahwa hasil sang suami maupun si isteri boleh dinikmati mereka berdua. Sungkeman Tanda Darma Bakti 68 .

beliau akan berkata bahwa kedua-keduanya mempunyai berat yang sama. masih ada ritual tambahan yakni sebagai berikut : Sindur Binayang. Negoro (2001: 89). Pengantin pria dan wanita bersama-sama duduk di pangkuan ayahanda pengantin wanita. sedangkan ibu memberikan dukungan. Pertama kepada kedua orang tua pengantin wanita. Maksudnya adalah untuk menunjukkan darma bakti si anak kepada dua pasang orang tuanya. Kedua pasang orang tua itu harus diperlakukan secara sama tanpa ada perbedaan. Sungkeman ini ditujukan kepada dua pasang orang tua pengantin. bahagia. artinya beliau sama-sama mencintai keduanya. Namun juga bercampur haru. Itulah puncak dari kegembiraan. Ini melambangkan ayah menunjukkan jalan ke kebahagiaan. Malah yang tak kuat membendung air mata biasanya seorang bapak dan ayah mempelai wanita. mereka dengan sikap hormat berjongkok dan menghaturkan sembah kepada kedua orang tuanya untuk memohon restu. maka tak jarang ada orang tua yang mbrebes mili air matanya. ayah dari pengantin putri berjalan di depan pengantin menuju ke kursi pengantin di depan Krobongan. Sepasang pengantin tersebut siap untuk melaksanakan sungkeman. kemudian kepada kedua orang tua pengantin pria. Menurut Suryo S. Sesudah ritual Wiji Dadi.Dari prosesi temu pengantin kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman. bombong. gembira. Selanjutnya ayahanda 69 . Sang bapak merasa berhasil mengantarkan putrinya memasuki dunia rumah tangga yang sangat berbahagia. Acara sungkeman ini akan membuat hati orang tua menjadi mongkog. sedangkan ibu dari pengantin wanita berjalan di belakang pengantin sambil menutupi pundak pasangan pengantin tersebut dengan kain sindur. Karena terlalu haru.

perunggu. Tumplak Punjen.mendudukkan sepasang pengantin itu di kursi mahligai perkawinan yang merupakan tanda bahwa beliau telah menyetujui perkawinan tersebut dan memberikan restunya. Dalam acara ini. Tumplak artinya menuangkan atau memberikan semua. punjen adalah harta milik orang tua yang telah dikumpulkan sejak berumah tangga. kesehatan. diikuti anak mantu dan terakhir pengantin putri. Bubak Kawah. nasi kuning. di depan krobongan orang tua yang berbahagia memberikan miliknya (punjen) kepada semua anak dan keturunannya. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 2) orang tua berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga bisa hidup mandiri. Lalu istrinya ikut mencicipi sedikit dari gelas yang sama. agar sepasang pengantin itu cepat mendapatkan keturunan. uang logam dari emas. mereka ingin memberi teladan hidup yang baik. minum rujak degan kelapa muda di depan krobongan. Bubak kawah ini hanya dilakukan oleh orang tua yang mengawinkan untuk pertama kali anak putrinya. dan tembaga. diharapkan generasi penerus dalam melakukan tugas hidupnya mampu mengurusi dengan sebaik-baiknya: harta milik. Bubak kawah ini merupakan perlambang permohonan. Istrinya bertanya : “Bagaimana Pak? Sang ayah menjawab: “Wah segar sekali. Tumplak punjen dilaksanakan oleh orang tua yang mengawinkan putrinya untuk terakhir kali. 70 . secara simbolis kepada masing-masing dibagikan bungkusan-bungkusan kecil yang berisi: bumbu-bumbu. Dengan mengadakan tumplak punjen. sesudah upacara Panggih. semoga orang serumah juga segar!”. Ayah pengantin putri.

. Setelah menjadi suami isteri. Jejodhowan kang mangkana Wus sasat munggah suwargi Sumingkir sakehing godha Sanadyan tinitah miskin Nora nggresuleng pikir Apa maneh lamun brewu Anane amung suka Yeku nugrahaning Widhi. Setelah keseluruhan acara selesai para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang didampingi oleh kedua orang tua masing-masing.keselamatan dan harus selalu menyukuri pemberian Tuhan. Kedua mempelai memberikan sungkem. mohon do'a restu kepada keempat orang tua. Mring manungsa kang nenggih apalakrama. Ayah mempelai wanita dan Ibu mempelai wanita. Ibu mempelai pria. 71 . Sinom Ugere wong jejodhowan Ati loro dadi juga Priya bisa ngemong estri ………. ibu dari kedua mempelai telah siap duduk di samping kanan kiri pelaminan). Masing-masing orang tua (bapak. Kemudian pengantin saling menukar cincin kawin sebagai lambang cinta kasih. Yang memberikan sungkem dahulu mempelai pria disusul oleh mempelai wanita. Sungkeman. Berurutan sebagai berikut: Ayah mempelai pria. mereka berkewajiban menghormati dan merasa terima kasih kepada para orang tua. bahwa beliau-beliau telah memelihara dan mengentaskan sehingga menjadi dewasa.

parasnya elok menawan. Ratu Laut Selatan Alkisah. Ia cantik rupawan. Tiada yang menyamai kecantikannya di seluruh dunia. Ia hanya melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di pantai. dalam istananya yang megah berhiaskan intan mutiara. bertahtalah seorang ratu di laut selatan. ia melihat alam terang benderang. Di sampingnya jin setan peri prayangan siap melayani segala kebutuhannya. Nyai Roro Kidul terkejut. Ia bernama Nyai Roro Kidul. Nyai Roro Kidul kemudian berkata pelan. Hamba mohon hentikan perbuatan tuan ini. “Ada apa ini? Mengapa air laut tiba-tiba panas mendidih? Apakah matahari runtuh dan akan terjadi kiamat?” Sang Ratu kemudian keluar istana diikuti dayang-dayang.BAB IV PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. “Hilangkanlah gundah hati tuan. Ikan-ikan di lautan pingsan karena air laut mendidih dan bergejolak. Dialah ratu para lelembut di tanah Jawa. laut 72 . Nyai Roro Kidul sedang bercengkerama di tilam emas. Pemuda itu tampaknya sedang bersemedi memohon sesuatu kepada Tuhan. karena gara-gara perbuatan tuan. Tidak ada hal apapun yang mencurigakan. Kala itu. Nyai Roro Kidul lalu mendekati pemuda itu. Ombak berdebur keras membuat suara menjadi gaduh. “Mungkin itulah yang membuat laut kidul menjadi geger”. tiba-tiba terdengar huruhara. Dalam suasana yang tenang itu. Di air atas lautan yang luas. batin Nyai Rara.

Maka ia menghentikan semedinya dan lautan tenang kembali. Senopati Ingalaga sangat gembira.kidul menjadi gerah. Hamba menginginkan laut menjadi tenang kembali seperti sedia kala. Pabila kelak tuan berperang. Kasihanilah hamba. Adapun permohonan tuan kepada Tuhan. Jin peri prayangan dan seluruh makhluk halus akan tunduk di bawah duli tuan. Dayang-dayang sibuk melayani Sang Ratu. Mereka akan menuruti apa kehendak tuan. Semua hiasan rumah dan pagar-pagar berlapis emas berlian. karena laut kidul itu hamba yang menjaga. Sekonyongkonyong ia ikuti langkah wanita itu hingga masuk ke arah lautan. maka mereka pun akan membantu pasukan tuan. Demikian pula Sang Ratu menangkap 73 . Senapati Ingalaga sangat terkesima dengan ratu yang cantik itu. Setibanya wanita itu di dalam istana. Nyai Roro Kidul menghaturkan sembah sambil menyungging senyum. sudah terkabul. ia duduk di sebuah ruangan bernuansakan kuning keemasan. Tuan dan anak cucu tuan akan menjadi raja diraja tanah Jawa. Senopati dipersilahkan duduk di dekat Nyai Roro Kidul. Senopati takjub dan terheran-heran melihat sekeliling. karena tuan adalah pimpinan para raja di tanah Jawa ini”. Ikan-ikan yang pingsan telah sadar dan kembali berenang-renang. Namun Senopati merasakan seperti berjalan di atas jalan yang mulus menuju sebuah istana yang megah. Senopati selalu melempar lirikan kepada Sang Ratu. Tak lama kemudian ia lantas membalikkan tubuh dan kembali menuju lautan. Buah-buahan dan bunga-bunga menarik perhatian. Ia mencoba selalu waspada karena ratu cantik rupawan ini bukan jenis manusia. Mendengar perkataan Nyai Roro Kidul.

hamba hanya menunggu”. Aku belum pernah melihat ruangan seindah ini. Semua adalah milik tuan. tidak akan kekurangan wanita yang lebih cantik daripada hamba”. Kalau ada lelakinya yang tampan. Setiap 74 . Keduanya duduk di tepi pembaringan. Enak juga kok menjadi ratu sendirian. jangan malu-malu. aku sungguh tergila-gila kepadamu”. Aku menjadi malas untuk pulang ke Mataram. Senapati merasa berbunga-bunga. Senopati Ingalaga tersenyum dan berkata. akan lebih sempurna”. Diceritakan. Roro Kidul berbisik sambil melempar senyum. Tapi sayangnya. berilah aku obat. Nyai Roro Kidul segera menggamit tangan Senopati masuk ke dalam kamar tidurnya. Nyai Roro Kidul kemudian dipondong untuk menuntaskan kehendaknya. Bagaikan mimpi. bolehkah aku melihat kamar tidurmu?” “Boleh saja tuan. sebab hamba bukan dukun. rasanya seperti di dalam surga saja. yang cantik dan pandai merawat. Sang Ratu mengajak Senopati berjalan-jalan melihat-lihat isi istana. Tidak ada yang memerintah”. “Nimas. Senopati tersenyum sambil berkata. “Nimas. aku dapat melihat kamar yang demikian elok. “Ah Tuan ini. tukas Nyai Roro Kidul sambil menyelipkan senyum di bibirnya yang tipis. “Nimas. kamar seindah ini tidak ada lelakinya. “Hamba tidak bisa memberi obat.pasemon yang dari Senopati dan senyumnya semakin menawan. Betah rasanya di sini. Senapati berada di laut kidul selama tiga hari tiga malam. Ia selalu berkasih-kasihan dengan Roro Kidul. Tuan raja besar. Sangat cocok dengan pemiliknya.

Hamba pasti segera datang membawa pasukan jin. bersedekaplah dengan satu kaki. yang memimpin semua manungsa dan makhluk halus. Mesti akan terkena murka Allah. Jika kamu ingin tetap menjadi raja. kemudian mendongaklah ke angkasa. aku pamit kembali ke Mataram. atas segala petunjukmu. hentikanlah mengandalkan kesaktianmu itu. Yang demikian namanya orang congkak. Senapati berkata. Dari Babad Tanah Jawi disebutkan demikian: Kacariyos. nglangkungi ayunipun. Senopati lalu berangkat. Setelah tiba di Parangtritis.hari. Ia sedang duduk tafakur di pantai. Senapati diwejang tata cara menjadi raja. berjalan di atas air seperti di daratan saja. bersyukurlah kepada Allah. Pesanmu akan kulaksanakan semua”. Sunan Kalijaga menasehati. aku mendapati musuh. “Besar terima kasihku padamu. Sebaliknya jika kelak. Senopati lalu berpamitan. siapa yang aku suruh memanggil kamu? Orang Mataram pasti tidak ada yang tahu akan kamu?” Roro Kidul berkata. Apabila tuan hendak memanggil hamba. Aku percaya. Ing 75 . Nimas. Senapati lalu menghaturkan sembah dan memohon maaf. karena telah menunjukkan kesaktian berjalan di lautan tanpa basah. Sunan Kalijaga. ia kaget melihat Sang Pandhita. “Senapati. “Nimas. Ayo sekarang ke Mataram. Para wali tidak mau berbuat demikian. aku ingin tahu rumahmu”. ing seganten kidul ngriku wonten ingkang jumeneng ratu wanudya. “Hal itu mudah saja. peri prayangan dan persenjataan perang”.

Ratu Kidul kaget ningali gegeripun ulam ing seganten. Sampeyan lan satedhak-tedhak sampeyan sedaya mesthi jumeneng ratu. 76 . samangke sampun angsal. prayangan ing tanah Jawi sedaya inggih kareh ing sampeyan. Kala semanten Roro Kidul pinuju wonten ing dalem. Toyanipun panas kados digodhog. jumeneng sapinggiring seganten. Pinarak ing Katil Mas. Roro Kidul enggal murugi. tinaretes ing sesotya. kenging ing garagara. Anama Roro Kidul. mboten wonten punapa-punapa. Amung tiyang linuwih satunggil. Utawi jim. Nyai Kidul wicanten piyambak. Ratu Kidul wicanten salebeting galih. sebab sampeyan kang minangka bapa babuning ratu para ratu ing tanah Jawi”. Dene anggen sampeyan nyenyuwun ing Gusti Allah. Kiye geneya? Apa kena ing gara-gara. peri. lajeng nyembah. “Salawasku urip aku urip durung ndeleng segara kaya iki. ngeningaken paningal. ingadhep para jim. prayangan. Sampeyan mugi welasa dhateng ing kula. setan. Sarta lajeng sumerep ing saciptanipun Senopati. jumeneng ing sanginggiling toya. nyungkemi sukunipun Senopati sarta matur ngrerepa. peri. Ing sakarsa-karsa sampeyan sedaya anut. angreh ing tanah Jawi tanpa timbang. supados sirna gara-gara punika. “Mugi sampeyan icalaken susah ing galih sampeyan. Tumunten mulyaa saisining seganten kang sami risak. Upami ing benjing sampeyan manggih mengsah. Swaraning seganten nggegirisi. sedaya inggih sampi mitulungi. Ningali jagad padhang. apa srengenge runtuh bakal kiamat?” Nyai Kidul lajeng medal ing Jawi. “Iku layake kang gawe gara-gara ing segara’. Angreh sawernine lelembut tanah Jawi sedaya.sajagad mboten wonten ingkang nyameni. nenedha ing Allah. sebab seganten punika kula kang ngreksa. setan.

Senapati Ingalaga sanget kasmaranipun. Nimas. Nanging cacade mung siji. Senopati lumampah sanginggiling toya kados ngambah dharatan. ingsun banget eram ningali paturonira. ing dharatan mboten wonten sesaminipun. Senapati Ingalaga eram ningali kedhatonipun Nyai Roro Kidul. “Sumangga. sampeyan ingkang kagungan”. dene ora nana wonge lanang. ingadhep para jim setan peri prayangan. kaya apa rakite?” Nyai Kidul matur. kula darmi tengga. “Nimas. Sadhatengipun ing kedhaton seganten. sareng mireng ature Nyai Kidul. Yen ana wonge lanang kang kagus. Wondene Nyai Kidul inggih nempeni semonipun Senopati. Layake caritaning kaswargan iya kaya iki. lajeng anut wngking dhateng Nyai Kidul. 77 . Nyai Kidul nyembah sarwi ngujiwati. Senapati Ingalaga mesem. emot. sakelangkung suka ing galihipun. kabekta lumebet dhateng ing pasareyan. Dhasar ayu bisa ngrerakit. nglangkungi sae. Utawi ulam ingkang sami pejah inggih sampun gesang malih. sarta tansah ngujiwati. Sembada lan kang duwe. Sajegku durung weruh pepajangan kaya iki. Senopati wau anggenipun pinarak dhedhepelan kemawon lan Nyai Kidul. sarta tansah nyantosakaken ing galih. lumampah kondur satengahing seganten. mboten wonten pekewedipun. Ingsun aras-arasen mulih menyang Mataram. Bakal katrem ana kene. Sami pinarak. Sarwi ngandika dhumateng Nyai Roro Kidul. lajeng sami pinarak ing katil mas sekalian. Senapati ngandika. yen dede jinis. Woh-wohan saha sesekaranipun adi-adi sedaya. Sarta gara-gara wau inggih sampun sirna. ingsun arep weruh ing pasareyanira. iba becike”. Senapati astane lajeng dipunkanthi.Senapati Ingalaga.

Aturipun Nyai Kidul. sebab kula dede dhukun. “Kula mboten saged ngaturi jejampi. nggoningsun kedanan marang sira”. Roro Kidul matur sarwi mlerok. Nimas. Bilih sampeyan karsa nimbali dhateng kula. ingsun pamit mulih marang Mataram. “Sae lamban. Senopati mesem sarwi ngandika. Senapati ngandika. ingkang ngedhepaken sakathahing manungsa lan jim peri. peri prayangan lan sededameling prang”. “Nimas. mangsa kiranga wanudya ingkang ngungkuli kula”. “Banget panrimaningsun. Kacariyos Senapati anggenipun wonten seganten kidul tigang dinten tigang dalu. Senapati wau ing saben dinten dipunwejang ngelmunipun tiyang umadeg ratu. Senapati 78 . “Nimas. Senopati ngandika malih. ing sakehe wurukira. kang sun kongkon ngaturi ing sira sapa? Wong ing Mataram mesthi ora ana kang weruh marang sira?” Roro Kidul matur. ngambah toya seganten kados ngembah dharatan. Amesthi kula enggal dhateng. ingsun muga paringana tamba. nunten tumengaa ing awang-awang. sedhakep suku setunggal. Lan ingsun iya pracaya. sarta kula mbekta bala jim. Sunan Kalijaga. Balikan ing besuk. Senapati manahipun kados dipununggar. Sampeyan ratu ageng. Senopati sampun mangkat. Roro Kidul lajeng pinondhong ndumugekaken karsanipun. yen ingsun nemu mungsuh. Tansah sih-sinisihan kaliyan Roro Kidul. kaget ningali dhateng Sang Pandhita. Sareng dumugi ing Prangtritis. jumeneng ratu estri kemawon. Wewekasira kabeh ya bakal ingsun estokaken”. lenggah pitekur wonten sangandhaping Parangtritis. Ing sakajeng-kajeng mboten wonten ingkang marentah”. “Mekaten punika gampil kemawon.

pranyata kurang candra luwih warna saking endahing sarira. Mesthi bakal kesiku marang ing Allah. Yen sira bakal sumedya tulus jumeneng ratu. ingsun arsa weruh ing omahira”. Dadi iku jenenge wong kibir. sarta ngrerepa. Lambung nawo kemit. mbesengut saya patut. Yen cinandra citrane sang putri. Sunan Kalijaga ngandika. seperti panyandra ki dalang: Anenggih kang kacarita. larapan nila cendhani imba nanggal sapisan. gegununganipun para putri. nyuwun pangapunten. Putri Nata saking Mandaraka. ing kenya puri Ngastina. marenana nggonmu ngendelaken sekti digjayanira iku. ginarwa Narendra dahat dahing warnikarengga ing busana widagda ngadi sarira. karya kumesare kang mulat. uwang anyangkal putung. nganggoa syukur ing satitahe bae. Gonas ganes merak ati. Athi-athi ngudup turi. pamulu ambengle keris. Widhangan nrajumas. Lamun tindak. Sri Narendra garini kusumanig ayu Dewi Banowati. Mencepe kang pranaja. jangga nglungid nglunging gadhung. Sinten 79 . Prembayun anyengkir gadhing.enggal ngujungi. kicating pada gumebyaring wentis kang kengis pindha thathit sasanderan. Rema anyekar bakung ameles wilis tur panjang. racikan amucuk ri. Ayo marang Mataram. netra lindri anjait. B. Mistik Gunung Merapi Keindahan Kraton Nyai Roro Kidul dapat diibaratkan seperti asrinya Taman Keputren Kadilengeng. ambombrong saya mencorong. lathi manggis karengat. “Senapati. suku amukang gangsir. amargi nggenipun ngatingalaken kasektenipun ngambah seganten mboten teles. wong-wonga gumebyar apindha thathit. grana ngrungih. idep tumengeng tawang. Galak ulat tur raga karana. Para wali ora gelem nganggo kaya mengkono.

teristimewa yang berkait erat dengan kepercayaan mereka sehari-hari.ingkang marek ing ngarsa. rasa dan karsa. yang mempunyai arti akan ada kelahiran. di gunung dan dianggap sebagai pelindung kuat yang dapat dimintai pertolongan. akekasih kusumaning ayu Dewi Lesmanawati. di sungai. Kelahiran terjadi setelah dalang memisahkan dua gunungan di simpingan kiri dan kanan untuk melambangkan pecahnya lapisan plasenta. Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. di batu. apan punika putrine sang Nata dwita. 1983: 24). untuk melambangkan awal mula dunia sebelum ada manusia kecuali tetumbuhan dan binatang seperti yang tergambar dalam gunungan. kera memanjat pohon bertarung dengan hewan 80 . kaduk ruruh tur ta ambeg ngumala rum. melambangkan adanya cipta. Sejak jaman dahulu gunung api telah menarik perhatian nenek moyang kita. Dhasar wanodya sulistya ing warna. Gunungan beserta isinya merupakan lukisan kehidupan duniawi dan batiniah di mana Tuhan Yang Maha Esa menentukan segala kegiatan di alam semesta. yaitu gunungan. Dalam pertunjukan wayang kulit media komunikasi dengan roh nenek moyang yang timbul pertama kali pada jaman Neolithicum atau lebih kurang 1. dipergunakan sebagai simbol kehidupan. gunungan ditancapkan di tengah-tengah kelir. replika gunung. di laut. marma anggung dadi kondhanging kidung (Siswoharsoyo. Di dalam gunungan terdapat lukisan makhluk raksasa menjulurkan lidahnya yang merah panjang.500 SM (Mulyono. Kemudian gunungan ditarik ke bawah dan berhenti tiga kali. 1979: 38). Pada jaman prasejarah mereka mempunyai kepercayaan bahwa roh orang mati dianggap masih tinggal di sekeliling mereka di pohon.

yang berarti menampakkan diri. Dua pintu yang terkunci rapat dalam lukisan itu melambangkan kedamaian batin yang tersembunyi di belakang kedua pintu itu (Triyoga.lainnya. Penampakan yang suci ini dapat terjadi kapan saja. berundak-undak menyerupai gunung . burung-burung beterbangan dan segala jenis hewan lainnya. pohon-pohon dan bunga-bungaan. Dan Yang Sakral adalah Yang Maha lain. Acapkali pula. karena Yang Suci sudi menampakkan diri kepada manusia lewat peristiwa hierofani. Hierofani secara etimologis berasal dari hieros berasal dari kata phainomai. 1991: 122). Di tengah-tengah gunungan terdapat lukisan sebuah rumah Jawa dengan dua pintunya terkunci rapat dan masing-masing sisinya dijaga oleh seorang raksasa bersenjata gada. sempurna. Pengkudusan terhadap sesuatu terjadi pertama kali karena suatu peristiwa dianggap sebagai hierofani atau peristiwa suci. mulai terdapat kepercayaan bahwa roh orang mati bertempat tinggal di atas dunia atau di gunung. Realitas mitos diyakini sebagai sesuatu Yang Sakral. Dimulai jaman prasejarah itu pulalah. 1973: 32). Menurut Mircea Eliade manusia agama menjadi semakin yakin akan adanya Yang Suci. roh nenek moyang dinyatakan dalam bentuk patung-patung yang diletakkan di atas bangunan pemujaan yang terdapat di bukit atau di gunung (Soekmono. 81 . Kepercayaan seperti ini diungkapkan dalam bentuk-bentuk bangunan pemujaan nenek moyang yang menjulang tinggi. Kesemuanya itu melambangkan pohon kehidupan duniawi yang diciptakan Tuhan. melambangkan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk mencapai tempat tertinggi. Ini melambangkan hukuman bagi orang yang berbuat salah satu jahat.

merupakan tempat suci kehidupan pribadinya. tampak pada benda-benda dan makhluk-makhluk yang menjadi bagian dari dunia. Dengan menampakkan diri itu Yang Suci menjadi tidak absolut lagi. manusia. sungai. Dalam peristiwa hierofani ini sesuatu yang bukan bagian dunia. Dalam peristiwa ini manusia bertemu dengan Yang sama sekali lain. Di situ ia mengalami suatu realitas yang lain dari kenyataan yang biasanya dijumpai dalam hidupnya sehari-hari. semua tempat tersebut tetap merupakan suatu hal yang istimewa. Bahkan bagi manusia yang dianggap sangat tidak religius sekalipun. Peristiwa-peristiwa hierofani diperingati setiap kali. Ada tempat-tempat istimewa yang secara kualitatif berbeda dengan yang lain. bukan berasal dari dunia. Manusia tidak pernah berhasil secara penuh untuk memisahkan dirinya sama sekali dari sikap religius. Berbicara masalah kenyataan. dan sebagainya. pengalaman profan melampaui suatu ritual tak pernah ada dalam keadaan yang murni. gunung. tumbuhtumbuhan. malam atau pagi hari. Dan lewat apa saja. yang mempunyai makna tersendiri. agar supaya penampakan suci itu bisa dialami lagi dan manusia dapat ikut mengambil bagian dalam Yang Suci yang sudi menampakkan diri itu. 82 . tempat di bumi seperti gua. misalnya saja tempat-tempat tertentu di daerah asing yang dia kunjungi untuk pertama kalinya. Bahkan eksistensi yang sudah sangat di desakralisasikan sekalipun masih mengandung unsur-unsur religius. Pengalaman manusia modern mengenai ruang profan tetap memiliki nilai kekhususan yang homogen begitu saja seperti halnya religius mengenai ruang kudus. hutan. binatang. sore.siang. melainkan terbatas pada benda atau makhluk yang menjadi alat hierofani itu.

tetapi pada sikap dan perasaan manusia yang meyakini keprofanan suatu benda karena dari satu benda dapat terbentuk dua sikap dan perasaan yang berbeda. tanda persatuan laki-laki dan perempuan. karena yang membedakan antara Yang Sakral dari yang profan. karena moralitas di alam membuktikannya (Minsarwati. Keduanya adalah sama. karena kepercayaan kepada hal-hal itu membuktikan kebenaran dan keberadaannya. Dengan demikian kesakralan terwujud dari sikap dan perasaan manusia dari sikap mental yang dilandasi oleh perasaan. tetapi tidak bagi umat yang lain. Kyai Sapu Jagad Mitos tentang letusan Gunung Merapi diyakini berasal dari dua sumber kekuatan manusia yaitu Nyai Roro Kidul (sebagai wanita) penguasa dan penjaga Laut Selatan dan Kyai Sapu Jagad sebagai penguasa Gunung Merapi (sebagai laki-laki). Antara Yang Sakral dan yang profan secara kongkrit tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. Mitos ini benar karna keberadaan alam semesta membuktikan keberadaannya. Orang Jawa dalam mengungkapkan tentang suatu kepercayaan juga selalu hari-hari baik. itu mempunyai nilai sakral bagi umat Kristiani. 2002: 70). C. Mitos tentang dewa-dewa dan makhlukmakhluk-makhluk Ilahi itu benar. Contohnya orang Jawa mengenal adanya perputaran musim yaitu 83 . Mitos tentang dunia ini benar. Kemudian peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan sebagai keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan.Lawan Yang Sakral adalah yang profan. Sebagai contoh salib di atas altar. bukan terletak pada wujud kongkrit benda.

Selatan dan Tengah. yang membagi dunia menjadi lima bagian yaitu bagian Utara ditempati oleh Gunung Merapi yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Kyai Sapu Jagad). Pon. Sabtu dan Minggu. bagian Barat adalah Khayangan Dlepih yang dihuni oleh Sang Hyang Pramoni. bagian Selatan yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Kidul. karena pada hari-hari itu banyak makhluk halus yang keluar mencari makan atau sesaji yang disediakan manusia. kemudian perputaran waktu selama tujuh hari yang disebut Saptawaca yaitu : Senin. Akan tetapi secara masuk akal mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan fertilitas itu. Letak mitis geografi inilah yang akan digunakan penduduk sekitar lereng Merapi ataupun kalangan orang Jawa terutama yang 84 . Bagi orang Jawa hari Selasan Kliwon dan Jum'at Kliwon dianggap sebagai hari sakral. Wage. Keberadaan itu terlihat dengan jelas pada kedudukan letak mitis geografi kerajaan Mataram. Kamis. bagian Timur Gunung Lawu yang dihuni oleh Kanjeng Sunan Lawu. Barat. seperti mitos tentang terjadinya letusan Gunung Merapi yang menurut anggapan mereka selalu dihubungkan dengan keberadaan keraton Mataram dan Laut Selatan. Pahing. yang disediakan dari mitos dan ritua adat. Selasa. Utara. dan letak Keraton Mataram yang berada di tengah-tengah. Rabu. berhubungan dengan Mitologi Hindu yang mengatakan bahwa Batara Guru sewaktu memerintah dunia untuk pertama kalinya telah membagi dunia menjadi lima bagian yaitu: Timur. Jum'at. Sistem yang dipergunakan dalam pasaran atau disebut pula Pancakara. Kliwon.waktu selama lima hari yang disebut pasaran yaitu: Legi. Orang Jawa yang tinggal di lereng Gunung Merapi agaknya tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka dengan bahasa teknis yang lugas seperti istilah fertilitas tanah kaitannya dengan abu vulkanik letusan Gunung Merapi.

Ia percaya bahwa dirinya akan mampu mengalahkan. terkenal memiliki senjata ampuh. Akhirnya Penangsang dapat dikalahkan oleh Danang Sutawijaya. tanah Pati dan Mataram. Arya Penangsang. Sultan Hadiwijaya membuat strategi yang jitu untuk menghadapinya. yang selalu menggetarkan dan mempecundangi musuh. Letak Mitis Geografis Keraton Mataram Gunung Merapi Kanjeng Ratu Sekar Kedaton Kyai Sapu Jagad Khayangan. maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya tersebut adalah juga kemenangan Pemanahan dan Penjawi.tinggal di Yogyakarta untuk memahami terjadinya mitos-mitos yang berhubungan dengan letusan Gunung Merapi. Sultan Hadiwijaya harus berhadapan dengan Adipati Jipang. siapa saja yang dapat mengalahkan Penangsang akan mendapatkan hadiah. Dlepih Sang Hyang Pramoni KERATON MATARAM Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul Gunung Lawu Kanjeng Sunan Lawu Dalam usahanya untuk menegakkan kekuasaan Pajang. putra Pemanahan. Karena kesuksesan ini merupakan strategi Pemanahan dan Penjawi. Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara. Arya Penangsang. Maka Sultan memberikan 85 . Kemudian atas nasihat dari para pinisepuh. putra Sinuwun Sekar Seda Lepen yang tidak rela tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya. yakni Keris Kyai Setan Kober. walaupun pasti tidak mudah. karena ia hanya menantu Sultan Trenggana.

Dari apa yang telah diuraikan di atas. wajarlah bahwa ia merupakan salah satu unsur asal kekuasaan negara (Sunoto. Setelah Pajang surut dari gelanggang kekuasaan. Kerajaan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan dengan membuka Alas Mentaok sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya. tidak kenal menyerah. Yogyakarta. Sultan Pajang mengulur-ulur waktu untuk menyerahkan tanah Mataram (Moedjanto. Apalagi dengan dilegitimasi oleh berbagai ceritera tentang dirinya. Hal ini jika terjadi kelak akan mengancam keutuhan eksistensi Pajang. maka Mataram menjadi penggantinya. 1994: 146).tanah tersebut kepada mereka berdua. Karena itu. sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju. Alas Mentaok tersebut berada saat ini tepatnya di sekitar Kota Gede. Berdasarkan ramalan Sunan Giri. Namun awalnya Sultan Hadiwijaya nampak ragu untuk menyerahkan tanah Mentaok atau Mataram kepada Pemanahan. Jaka Tingkir telah melakukan daya dan upaya. Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa hutan Mentaok. cucu Ki Ageng Sela. Penjawi mendapatkan tanah Pati. penuh rintangan dan tantangan. berhubung Sutawijaya itu juga anak angkat Sultan Pajang yang telah berhasil 86 . Pemanahan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. 1983: 52). Pemanahan adalah putra dari Ki Ageng Enis. tekun dan ulet. diprediksikan Mataram kelak akan menjadi sebuah kekuatan yang besar yang menjadi pusat politik di tanah Jawa. tidak mengenal waktu sehingga ia dapat menduduki tahta kerajaan Pajang. raja Pajang. Menurut silsilah. jelas sekali bahwa kedudukan sebagai raja dapat diperoleh oleh orang yang berjuang dengan penuh ketekunan.

Kemudian Sutawijaya menjadi raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati.mengalahkan Arya Penangsang. Perjuangan yang hebat ini disyahkan lebih lanjut dengan berbagai ceritera tentang dirinya. yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi dan masyarakat lainnya. Danyang Loghawe pergi ke Tumapel karena mendapat wangsit atau suara gaib untuk memelihara anak bernama Ken Arok yang nantinya akan menurunkan raja-raja di Jawa. Dewa-dewa bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja di Jawa. dikenal ada tiga simbol kekuasaan Jawa yaitu : Gunung 87 . Dari ceritera tentang Ken Arok ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu: Ken Arok sebenarnya bukan anak orang biasa tetapi anak Dewa Brahma. Dalam keadaan yang sangat berbahaya itu ia menerima wangsit atau suara gaib agar segera memotong dahan enau. dan dengan segala upaya serta kegigihannya ia dapat mencapai cita-citanya. Ken Arok sudah hampir tertangkap oleh para pendeta dan rakyat di desa Kabalon. Contoh tersebut menunjukkan bahwa Ken Arok adalah seorang yang mempunyai kemauan keras. kemudian meluncur ke seberang sungai dan bertemu dengan Danyang Lohgawe. terdengarlah suara Dewa Brahma di langut yang mencegah mereka. Ken Arok telah terkepung oleh tentara Kediri dan tidak ada alternatif lain kecuali haru memanjat pohon enau dan bersembunyi di atasnya. Namun ia diketahui oleh para prajurit yang kemudian memotong pohon tersebut. Dengan legitimasi ini berarti tidak mustahillah bila Ken Arok merupakan salah satu asal kekuasaan negara. Bagi masyarakat Jawa. karena Ken Arok adalah anaknya. Ken Arok mendengarkan dengan cara bersembunyi di tempat sampah.

D. Kali Opak ini penting bagi kehidupan keraton Mataram dan Kasultanan Yogyakarta sekarang. Kanjeng Ratu Kidul 88 . Kanjeng Ratu Kidul sendiri adalah "Permaisuri Halus" dari Senopati. karena keraton Yogyakarta keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan Segara Kidul (Laut Selatan). Menjelang pengambilalihan kekuasaan Pajang. disaksikan oleh pamannya Ki Juru Martani. Keraton Mataram (udara) dan Laut Selatan (air). Ketiga simbol kekuasaan Jawa ini dihubungkan dengan adanya Kali Opak yang diyakini juru kunci Merapi Mbah Marijan. Ki Juru Martani ke Gunung Merapi untuk bersemedi. Mereka berdua berpisah. Dialah penguasa Laut Selatan. Gunung Merapi melambangkan kekuasaan. Di sanalah ia berjumpa dengan seorang wanita cantik jelita. dan keraton Mataram melambangkan keseimbangan. Sudah menjadi mitos umum. Wanita itu jatuh cinta pada Senopati. Jin Kali Opak Menurut versi mitos lain. kemudian antara Gunung Merapi dan Laut Selatan disambungkan oleh aliran Kali Opak (Minsarwati.Merapi (api). Laut Selatan melambangkan kerakyatan. Penguasa Laut Selatan itu berjanji akan selalu melindungi Senopati turun-temurun. Ia mengikuti terus ke mana perginya ikan itu. bahwa raja-raja Mataram sejak Senopati mempunyai hubungan khusus dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. Alkisah ia sampai ke Laut Selatan. Kali Opak juga berperan dalam pertemuan antara Senopati dan Ratu Kidul. dan Senopati menyelam di Kali Opak. di tepi Kali Opak. 2002: 14). Senopati mendapat wahyu keraton. Dan pertemuan antara mereka berdua terjadi di desa Wonokromo. Indah bentuknya. Di Kali Opak ia melihat ikan "Olor".

Dengan bantuan seekor ikan olor. 1983: 75). Ki Juru mengingatkan agar Sutawijaya selalu berprihatin dan bersamaan dengan itu turunlah wahyu di atas puteranya yang sedang tidur (Sunoto. Tentang mitos terjadinya letusan Gunung Merapi itu menurut kisahnya juga diceritakan bahwa saat letusan berlangsung. Sutawijaya lalu pulang ke Mataram. Keduanya bersama-sama pergi ke Mataram dan sesampainya di sana karena Sunan Kalijaga melihat bahwa rumah Sutawijaya belum mempunyai pagar. Pada waktu bulan purnama Ki Juru Martani keluar rumahnya untuk menjenguk puteranya. Ia melakukan tapa ngeli artinya masuk di dalam sungai Opak dan terus berenang mengikuti arus air sungai itu. lalu dinasehati agar dilengkapi dengan pagar tersebut. Pada pagi hari ia sudah sampai di Parangtritis dan bertemu dengan Sunan Kalijaga yang memberikan berbagai petunjuk kepadanya tentang cara mengendalikan negara serta bagaimana sikap seorang raja. Kanjeng Nyai Roro Kidul tidak ragu-ragu lagi apa yang terjadi dan keluarlah ia dari kratonnya menemui yang sedang bersemadi. dan mendapat kesanggupan dari Nyai Roro Kidul untuk membantu sepenuhnya. Setelah segala sesuatunya berjalan baik. Kemudian atas anjuran Ki Juru ia meneruskan bertapa di laut selatan. ia sampai di tepi laut selatan dan bersemadi di situ.yang akhirnya menjadi permaisuri Senopati. Sesampainya di rumah Sutawijaya pintu sudah tertutup sedang penjaga rumah tidak tahu mana tuannya. mengakibatkan angin laut dan gelombang menjadi besar. agar tidak meninggalkan kewaspadaan. Keduanya bertemu dan bersama-sama memasuki kraton laut selatan yang indah. hal itu adalah pertanda terjadi perkawinan antara dewa laki-laki yaitu Kyai Sapu Jagad dengan perempuan Nyai 89 .

tanda persetubuhan laki-laki dan perempuan. maka "perkawinan dua kekuatan alam" atau letusan Gunung Merapi juga tidak bisa dicegah dan perlu ditata. Peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan dengan keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. Interpretasi ini didasarkan atas pemahaman kejawen. Konsepsi perbedaan ini juga bermakna kesuburan yang dalam bahasa awam menjadi berkah. sehingga mereka bisa dijauhkan dari bencana Merapi. tetapi cukup di kiri kanan desa saja. Riwayat letusan Gunung Merapi juga ada hubungan dengan mitos terjadinya Kali Opak dan gempa bumi. 1985: 46). sedang lautan yang dikuasai Nyai Roro Kidul (dewi) melambangkan perempuan (Laksono. tetapi bisa ditata. Untuk itu mereka memberikan sesaji kepada kekuatan-kekuatan gaib tersebut agar hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan itu terjalin. Oleh karena itu untuk mendapatkan selamat. Dalam kepercayaan Jawa. penduduk tidak menolak Nyai Roro Kidul berhubungan dengan Merapi. tetapi mereka meminta agar jika Nyai Roro Kidul mengutus atau menginginkan sesuatu dari Gunung Merapi (yaitu benih laki-laki) jangan melalui desa mereka. Berdasarkan dari cerita mitos itu maka Mbah Marijan juga menuturkan bahwa terjadinya Kali Opak sampai sekarang 90 . sedang laut diasosiasikan dengan Yoni simbol dari isteri Siwa yaitu Umo. Perpaduan muntahan gunungapi menuju laut melalui Kali Opak melambangkan wiji (sperma) calon raja Senopati. bahwa gunung yang diasosiasikan dengan lingga yaitu simbol dari Siwa atau Batara Guru.Roro Kidul. Seperti halnya perkawinan yang seolah-olah tidak bisa dicegah. gunung sering dianggap melambangkan kekuatan laki-laki.

Tapi tiba-tiba lidah itu dipotong oleh ayahnya. Keberhasilan itu tidak lain adalah akibat jerih payahnya sendiri. O Pak". 91 . tokoh ini bertugas memimpin segenap makhluk halus yang berada di dasar Merapi untuk menjaga keseimbangan berat Gunung Merapi. seekor naga. berniat mencari ayahnya. Antoboga lalu diberi tugas menjaga keseimbangan Gunung Merapi. ternyata Ki Wanabaya. Meskipun ia sudah diberi tahu bahwa kelak akan menjadi raja. namun ia mematuhi nasehat ayahnya agar tidak langsung memusuhi Sultan Pajang. Dalam mitos tentang terjadinya gempa bumi yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi. jika ia dapat melingkari Gunung Merapi dalam semalam. karena itulah jalan yang dilalui tadi diberi nama Kali Opak. ayahnya.masih ada hubungannya dengan jalan untuk menuju ke Laut Selatan dan Gunung Merapi. O Pak. 2002: 17). Apa yang dicapai bukanlah sekedar pemberian yang datang sendiri tanpa usaha. bahwa hal ini ditimbulkan oleh ulah Kyai Antoboga yang menggerakkan ekor atau kepalanya untuk menghilangkan rasa pegal (Minsarwati. baru mau mengakui Antoboga sebagai anak. dan sepanjang jalan merayap sambil berteriak "O Pak. Sesampainya di atas. Matahari hampir terbit. Di Kali Opak inilah berjalan Kyai Antoboga. Ceritera di atas menunjukkan bahwa kedudukan sebagai pendiri kerajaan Mataram dicapai olehnya dengan segala liku-liku perjuangan yang cukup berat. Berikut ini kita kutipkan tulisan Jayasubrata dalam Serat Babad Tanah Jawi. Dia merayapi Kali Opak. Merapi bisa sewaktu-waktu goyah (terjadi gempa bumi). penduduk mempunyai kepercayaan. Dan jadilah dari lidah itu pusaka Kyai Baru Klinting. ketika kurang sejari saja jarak antara kepala dan ekornya Antoboga lalu menjulurkan lidahnya.

lah mara rasakena" Karena itu setelah menjadi raja dan memegang seluruh kekuasaan negara. Seseorang yang telah mendapat wahyu kraton atau pulung dengan sendirinya dapat mengatasi segala rintangan yang dihadapi. Misalnya ada yang baru lahir sudah mendapat pulung. ing Mataram tan liya saking sang ngaji. apan sira winuruk agama. wit sira duwe negara. angungkuli putra pribadi. iya nadyan iku. Wahyu kraton atau pulung datang kepada manusia dalam situasi yang berbeda-beda. kongsi prapteng diwasa. Lawan dadi gurunira kaki. Wahyu kraton atau pulung dilukiskan dengan berbagai bentuk antara lain berupa sinar atau cahaya yang terang benderang dan kebiru-biruan. harus diartikan bahwa kekuasaan tersebut antara lain berasal dari dirinya yang berpribadi luhur. kang dhingin mungsuh guru. Karena itu barang siapa telah mendapat wahyu kraton atau pulung tidak dapat diganggu gugat. Sebaliknya seorang raja yang kehilangan wahyu kraton berarti akan turun dari tahta. tata sarengat rampung. sebab pasti akan gagal. timur kongsi akil balig. kapindhone amungsuh gusti. tri prakara kainane. ada pula pulung baru datang setelah yang bersangkutan melakukan tapa brata dan perjuangan 92 . nanging sira kinempit sangkaning alit. paran wewalesira. mring ramanireki. kadang-kadang berupa satriya dan puteri."Iya kulup rasane tyas mami. lamun sira mungsuh Sultan Pajang. dudu kang yoga ing sira. kaping tri mungsuh bapak.

Di dalam Serat Pararaton tulisan Padmapuspita (1966: 12) antara lain disebutkan: "Selanjutnya ada seorang pencuri bernama Lembong. setelah didekati oleh Lembong itu nyatalah yang menyala itu anak yang menangis tadi. Pada waktu itu ada seorang pencuri bernama Lembong tersesat memasuki makam tersebut dan melihat ada benda menyala. Lalu Ken Endok datang kepadanya. yang olehnya diambil dan dibawa pulang dan dipelihara sebagai anak sendiri. yang didapatinya di kuburan kanak-kanak. didatangi oleh Lembong. sungguhlah itu anaknya sendiri". E. Peristiwa tentang bayi lahir dan mengandung cahaya. Peristiwa ini dialami oleh Ken Arok. Setelah Ken Endok melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. Ken Endok mendengar bahwa Lembong memungut seorang anak. Bayi ini kelak kalau sudah dewasa akan mempunyai kekuasaan atau setidak-tidaknya mempunyai keturunan yang mempunyai kekuasaan kenegaraan. diaku anak oleh Lembong.hebat. Berikut ini akan disajikan beberapa contohnya. diambil dan dibawa pulang. tampak bernyala pada waktu malam hari. teman Lembonglah yang memberitakan itu dengan menyebut-nyebut anak. melihat benda bernyala. ia lalu membuangnya ke tempat pemakaman anak-anak. tersesat di kuburan anak-anak itu. Dunia Pedanyangan 93 . Setelah didekati ternyata yang menyala itu ialah seorang anak bayi laki-laki. mendengar anak menangis.

tetapi sekaligus juga mengerem agar tidak berbuat sekehendaknya sendiri (Sunoto. Bila hubungan antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan dihubungkan dengan persoalan kosmologis yang meliputi tertib dunia. Hal ini menyangkut pada ajaran "Manunggaling Kawula Gusti" yang merupakan tindak 94 . terutama bagi raja-raja yang bercikal bakal membangun negara. Unsur inilah yang mencegah atau membatasi raja untuk tidak berlaku totaliter.Keraton Yogyakarta (udara) – Laut Selatan (air). dan tujuan alam semesta. maka unsur ketuhanan ini lalu ikut berperanan dalam kehidupan masyarakat. Kesemuanya ini bisa dijawab melalui suatu bentuk fisik dari Gunung merapi (api) . Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka dapat menjadi raja di samping sebagai hasil jerih payahnya sendiri. asal mula alam semesta. Di samping itu karena raja telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. tetapi justru berhubungan secara luas dengan masyarakat.Mengingat latar belakang terjadinya raja-raja sebagaimana telah kita uraikan. Kecuali itu ada unsur-unsur lain yang akan dibicarakan lebih lanjut. Oleh karena itu unsur asal kekuasaan dari Raja bukanlah satu-satunya. tempat di mana ia berkiprah. maka akan diperoleh makna kosmologis tentang bagaimana hubungan dari sudut keseluruhan dan dari sudut unsur-unsurnya. tetapi juga karena dukungan rakyat dan karunia Tuhan. Jelaslah bahwa Raja bukanlah manusia yang lepas dari masyarakat. sebaliknya yang membimbing agar raja berlaku bijaksana. 1983: 37). Unsur lain itulah yang mendorong agar perbuatan raja juga memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Raja mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat. kemungkinan terjadinya sifat totaliteristik masih dapat dicegah.

Keraton Yogyakarta. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti mengandung pengertian hubungan horizontal antara sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta. Gunung Merapi adalah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam iman dan takwa kepada Allah yang satu. merupakan kekuasaan besar masyarakat melawan kebodohan. karena sebagai Panglima Perang harus mampu menghalau musuh manusia yang berwujud kebodohan. sejuk bila berada di sekitarnya. sebagaimana gunung berapi lainnya. mengandung arti Pemimpin yang senantiasa di depan sebagai teladan. keterbelakangan. mengutamakan dan melindungi rakyatnya (makna Hamengku.lanjut pemahaman Sangkan Paraning Dumadi. dan menjauhkan larangan-Nya. dalam kapasitas dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa tunduk akan perintah Allah. Hamangku. Hamengkoni). kuat. 95 . keterbelakangan dan kemiskinan akibat ulah nafsu duniawi. mempunyai bentuk kerucut menyatu ke atas. namun dapat menimbulkan malapetaka tak terhingga bila tidak terkendali. Gunung Merapi. sebagai simbolisasi dari Sang Pemimpin yang bergelar Ngarso-Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamangku Buwono Ing Ngalogo Ngabdulrakhman Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ingkang Jumeneng Ing Ngayogyakarta Hadiningrat. mempersatukan dengan kekuasaan ngrengkuh. sengguh ora mingguh mempersatukan. Demi terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir dan batin. dan kemiskinan serta pengendalian nafsu duniawi. Oleh karena itu lebih condong pada wujud masyarakat (makrokosmos) yang digambarkan dengan hubungan simbolik antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan. berkesan kokoh.

dipahami. sejuk. Berdasarkan pada uraian tentang tiga makna simbol dari Gunung Merapi. ibarat kehidupan masyarakat yang keras. mengandung kekayaan alam tak terhingga. tenteram. diolah. itulah makna Kanjeng Ratu Kidul sebagai personifikasi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat. namun kadang pelan. menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utama. keras dan besar. lembut dan nyaman diiringi angin yang sepoi basah. yaitu antara Gunung Merapi sebagai kekuatan api dan Laut Selatan sebagai kekuatan air. apresiasi. diyakini. brutal namun juga lembut. Jika kita baca sepintas lalu saja seolah-olah hanya merupakan ceritera atau dongeng belaka tidak ada bedanya dengan ceritera atau dongeng yang lain. Oleh karena itu Sang Pemimpin harus manjing ajur ajer dengan yang dipimpin. hanya bentuk penyampaiannya yang perlu kita pelajari secara saksama. mendorong menuju tujuan serta mewujudkan kesejahteraan dengan keteguhan keyakinan hanya karena Allah semata. deburan ombak yang kadang deras. yaitu terjadinya "dua kekuatan alam". Perlu kita sadari bahwa contoh-contoh yang telah kita uraikan sebenarnya merupakan sejarah. dinamika. diutamakan. yang dalamnya tidak teratur. penuh dengan kreasi.Pemimpin di tengah rakyatnya. Hasil perpaduan dua kekuatan alam ini berupa calon raja Senopati yang berada di Keraton Yogyakarta. dapat disimpulkan tentang makna kosmologi yang ada pada mitos letusan Gunung Merapi. diperjuangkan. diiringi angin yang kencang. 96 . dan dilindungi oleh Sang Pemimpin. Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan di atas. dan aspirasi yang harus diserap. yaitu berupa Keraton sebagai unsur udara. Laut Selatan. damai.

dipun lawan Ingkang Sinuwun Sultan Agung piyambak. Sutawijaya dengan Nyai Roro Kidul. Adipati Pragola ing Pathi. kemudian secara kuantitatif kita melakukan abstraksi. Prameswari dalem angka setunggal Kanjeng Ratu Mas. Ceritera-ceritera itu merupakan legitimasi terhadap diri orang yang bersangkutan. Saben dinten malem Jumah pasareanipun Adipati Pragola wonten rah teles 97 .Lebih-lebih jika kita perhatikan isinya. Paku yang waktu lahir dimasukkan di dalam kendhaga. Ken Arok mendengarkan Dewa yang sedang berapat. terhadap simbol-simbol itu. Putra Dalem nomer 3 Adipati Puger ing Demak. R. Misalnya raja Dhandhang Gendhis yang dikalahkan Ken Arok lalu naik ke langit dengan istananya. Risang Sutawijaya ajejuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati Ngalaga ing Nagari Mataram. mengsah perang kaliyan Mataram. peputra Tumenggung Aria Mataun. 1983: 14). Timbul pertanyaan di dalam diri kita bagaimana hal-hal semacam itu terjadi. peputra Adipati Pragola ing Jambean. Peputra : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati ing Mataram. awit mangertos manawi Adipati Pragola pancen sekti. bagaimana mengartikan simbol itu dengan sebaik-baiknya. Patih ing Jipang. kaleres naksederek kaliyan Ingkang Sinuwun Sultan Agung. Jaka Tingkir yang berperang melawan buaya. Sutawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga dan lain-lain. Ingkang jumeneng narpati. putrinipun Ki Ageng Penjawi ing Pathi. Nagari Pajang lajeng pindhah dateng Mataram. agar syah dalam melakukan tugasnya dan berwibawa serta berkharisma (Sunoto. Namung gugur kenging Kyai Tumbak Kyai Pleret. seolah-olah banyak yang tidak masuk akal. Sumare wonten Makam Pragola ing kota Solo. Kita harus dapat melakukan analisa secara kualitatif.

Namung bibar perang Jepang sapriki sampun boten wonten.R. yang dikenal sebagai jangka. mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan. peputra Kanjeng Ratu Paku Buwana I. putra K.I. yaitu manggalih artinya mengenai soal-soal esensial. Pancen pasareanipun ngajrih-ajrihi. pasca manah. 98 .ateges inggal.B. 1993: 27). Pribadinya sebagai personifikasi tahapan pemahaman tertinggi. Itulah makna jangka jangkah jangkaning jaman (Damardjati. Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa. peputra Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura (Bratadiningrat. Setelah berhasil menggeser kekuasaan Pajang. putra nomer 12. Dalam bidang budaya Panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatahan gempuran (Haryanto. pusat-lingkaran. Panembahan Juminah. Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun P. Ingkang nurunaken nata. Retno Dumilah peputra Pangeran Hario Balitar. 1990: 58). peputra Tumenggung Balitar. 1988: 204). artinya membidikkan anakpanah. Sutawijaya tahun 1584 memindah pusat kerajaan menuju Mataram.

atau tedhak siten. Clifford Geertz (1969: 126) antara lain menulis tentang selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa.. pitonan. sepasaran.dalam perjalanan. Bagi sebagian penduduk Jawa. slametan masih tetap menarik. selapanan. Selamat dalam melakukan pekerjaan. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. selamat. kematian. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Keluarga Jawa mengerlal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban. sunat. babaran.selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan. perkawinan. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. sebaliknya akan mendapat keselamatan.BAB V PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : 99 .

Nasi putih melambangkan air dari ibu.Di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir (kelapa muda) gadhing.terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan. Clifford Geertz menulis bahwa ada tiga macam yaitu putih mulus. tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung. Koentjaraningrat (1967: 42) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak.macam buah-buahan. bersih lahir batinnya. merah air bagi ayah. nasi merah dan bubur. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan. merah dan gabungan keduanya. maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan. suci. Kecuali rujak. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam . nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. indah. ia akan mempunyai anak lelaki. diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau 100 . calon ibu memperoleh berbagai. Dalam hal nasi. Meskipun tidak disebutkan secara terinci. tetapi jika rujak rasanya hambar baginya. dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik. Rujak juga mengandung arti harapan. Dalam hal rujak ia menulis : bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas. dan campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. mungil. cabai penyedap dan gula. Putih melukiskan pemuas ibu.

itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. 2. Upacara sepasaran Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih. 101 . daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya).mitoni. Di dekat ibu ditaruh sebuah keris. untuk mengusir roh jahat. Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buah-buahan. Tradisi Kenduri 1. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. ditaruh sajen. Semua. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya. B. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. sebatang tanaman. Di sudut rumah. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Upacara brokohan Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya.

cermin (aktor. 4. Upacara perkawinan Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. suka bersolek). pensil.buahan yang terdapat di daerah tersebut. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang 102 . beras. Kepada bayi dihidangkan sebuah baki yang di atasnya telah diletakkan sejumlah barang lambang yang menunjukkan pekerjaan atau ciri khas watak : pensil (juru tulis-pandai). Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. Pekerjaan dan watak bayi kelak kemudian diramal berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki. Misalnya janur kuning.Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan Koentjaraningrat (1967: 47) menulis bahwa ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. beras/nasi (petani-rajin). atau buah . Dalam upacara panggih digunakan pula kembarmayang sebagai salah satu alat upacara. jambu. buah kelapa dan bermacam-macam buahbuahan antara lain : rambutan. pepaya. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. 3. kaca dan pisau. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. Upacara Tedhak Siten Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. uang (pedagang kaya). pisau (prajurit-berani).

Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Demi Ketentraman Jiwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas.dhang ya. Untuk menghindari bahaya 103 . Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. Anak pancuran kapit sen . Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. C.sirih. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah: Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terbit atau terbenamnya matahari.itu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki.

perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. 104 . Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Dengan menyelenggarakan upacara ini. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. pendirian sebuah rumah baru.tersebut. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk ahli keluarga yang menyelenggarakan. di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah rasional dan yang serba kasat mata. dan sebagainya. Biasanya untuk hajatan keberangkatan naik haji ke tanah suci. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapat ridha dari Tuhan. Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. D. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat.

Acara kenduren bersifat personal. terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan sukses-sukses lain yang perlu dan pantas ditiru. Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam suasana terjepit. dan tetangga. Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan karena orang cepat lupa diri. Maksudnya supaya terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang tidak adil. yaitu yang berkaitan dengan problem dum-duman 'pembagian' terhadap kenikmatan. kekuasaan.Kegiatan slametan menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. kawan sejawat. Mereka berkumpul untuk berbagi suka. Ada bahkan yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan atau kecelakaan. Undangan biasanya terdiri dari kerabat. sambil membicarakan tauladan yang bisa ditiru misalnya kenaikan pangkat. Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut. ingin saling jegal dan cenderung menang sendiri. dan kekayaan. Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu sehingga terbangun suasana suka dan meriah. Suasananya santai. Upacara bancakan sering digunakan dalam acara bagi waris. Dalam hal ini kenduren mirip dengan cara tasyakuran. 105 . sisa hasil usaha dan keuntungan perusahaan. Yang dimaksud dengan kenduren adalah upacara sedekah makanan karena seseorang telah memperoleh anugrah atau kesuksesan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur. lulus ujian. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya sehingga solidaritas anggota terjaga. Hidangan sedekah kenduren menunya lebih bebas.

"Injih. pemberian nama anak. Kata sugeng itu merupakan bentuk krama dari akad slamet sehingga terkesan lebih halus. Slamet Raharja. Kata sugeng untuk memberi nama orang misalnya Sugeng Santosa. yang berarti selamat datang yang ditujukan kepada para tamu. Begitu populernya sehingga banyak orang Jawa memberi nama anaknya dengan kata slamet. Sugeng Hartono. pengestunipun. "Sugeng rawuhipun. Pak.Kata slamet di tengah-tengah pergaulan orang Jawa sangat populer. Untuk sapaan hangat dan hormat." Dan pihak yang disapa akan menjawab singkat. Apabila ada sebuah resepsi pada keluarga Jawa. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup. Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia baik di dunia apalagi di akhirat. Sugeng Pamungkas. dan lain-lain. dengan mudah di sana ditemukan jajaran kata "Sugeng Rawuh". "Piye kabare? Rak pada slamet ta?" E. Selamat Lahir Batin Secara umum kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan. Hanya saja kata widada digunakan dalam suasana yang formal keistanaan serta lebih estetis dan puitis 106 . Slamet Riyadi. kata sugeng digunakan demikian. Widada juga mengandung makna selamat. hormat dan hikmat. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara." Kata sugeng memang dapat menciptakan suasana hangat. Misalnya Slamet Sutrisno. dan sebagainya.

widada. mugi kalis ing sambikala. percakapan resmi dalam istana serta upacara. rahayu.(bahasa Kawi). Budi Widada. Semuanya bermaksud agar anaknya mendapatkan keselamatan dan kewibawaan. Basuki. basuki di Jawa juga sangat banyak. Rahayu di sini juga mengandung makna doa selamat. kata basuki juga mengandung makna keselamatan. Artinya saling mendoakan agar mendapat keselamatan terbebas dari segala gangguan. Setiap kali MC bahasa Jawa mau mengakhiri pembicaraan. Jaka Widada. Demikian juga kata hayu-dirgahayu Nama anak semuanya mengandung yang menggunakan istilah 107 . Ayu-hayu-rahayu adalah kondisi yang memungkinkan bagi terwujudnya keselamatan. slamet. makna harapan akan keselamatan. yuwana. Wanita ayu adalah wanita yang bisa menghadirkan suasana keselamatan. lestari. Kata widada yang bernilai estetis dan puitis lantas digunakan untuk memberi nama anak laki-laki. misalnya Jatmika Widada. kata widada tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. kesejukan dan kedamaian. senantiasa terdengar ungkapan: mugi rahayu ingkang sami pinanggih. Di samping menunjuk pada soal kesejahteraan. Misalnya puji memuji: manggiha basuki. sugeng. Untuk kata keseharian orang lebih biasa dengan istilah slamet yang merupakan tataran bahasa ngoko. Biaya di sini bisa berarti tenaga. semangat dan kemauan. Selain untuk nama orang. dan sebagainya. Artinya semoga selalu bertemu dalam keselamatan. Artinya adalah cita-cita untuk memperoleh kesejahteraan pasti memerlukan biaya. Endar Widada. raharja. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur menggunakan semboyan "Jer Basuki Mawa Beya".

dhawah wilujeng. "Kepripun Mas kabaripun?" Maka akan dijawab.adalah ungkapan yang menghendaki datangnya keselamatan. Salah satu gendhing yang terkenal dalam kerawitan yaitu gendhing ladrang wilujeng." Secara umum kata wilujeng bermakna selamat juga. mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam kehidupannya diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Harapannya agar si anak mendapat kecantikan fisik dan kecantikan batin. Untuk anak putri sering diberi nama rahayu. Ladrang wilujeng ini cocok untuk mengisi suasana santai namun agung dan hikmat. terbebas dari malapetaka. tentrem. sehingga kehadirannya membawa kedamaian. Lagu ini memberi suasana damai. Prapti Rahayu dan Sulistya Rahayu. Dengan wilujengan atau selamatan itu. terhindar dari hal-hal yang menjebak mereka sehingga gagal meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat. Misalnya Nanik Rahayu. yang sejajar maknanya dengan slametan. masyarakat Jawa terdiri atas manusia-manusia yang mempunyai hubungan dan saling butuh-membutuhkan satu sama lain. "Pangestunipun. Keluarga merupakan masyarakat yang paling kecil. Hubungan Antar Warga Sama halnya dengan struktur keluarga. dan tenang. Kata wilujeng juga dapat digunakan untuk sapaan hangat bernada halus. Di atas 108 . Wilujengan berarti selamatan. ayem. Hanya saja kata ini jarang digunakan untuk memberi nama anak. Sulastri Rahayu. keindahan dan F.

keluarga tidak ada struktur dalam bentuk clan seperti di Minangkabau atau marga di Batak. Meskipun demikian hubungan kekeluargaan masih erat bahkan ada bentuk trah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat (Jawa, trah), misalnya pernyataan atau ucapan : kerabat Mangkunegaran, trah Somadiharjan, dheweke iku isih kerabate dhewe (dia masih kerabat sendiri). Dasar hubungan ini adalah pertalian darah atau keturunan. Dalam struktur ini pada umumnya tidak ada hubungan hak dan wajib yang berbentuk material-fisik, misalnya mengenai harta pusaka, demikian pula tidak ada struktur berupa hirarki kekuasaan dengan segala aturan dan sangsi-sangsi. Di lingkungan kerabat tertentu hirarki itu ada, karena secara historik, tradisi itu memang sudah berlaku. Hubungan dalam struktur kekerabatan lebih bercorak kejiwaan, berdasarkan kekeluargaan dan berasaskan moral. Struktur yang nampak jelas adalah dalam bentuk dukuh, desa, kecamatan atau RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah) dan seterusnya. Di dalam struktur ini kumpulan ke luarga lalu terikat dalam RT atau dukuh, kemudian dalam RW atau desa dan selanjutnya. Hubungan mereka tidak didasarkan atas keturunan atau hubungan darah, tetapi atas daerah tempat tinggal mereka. Di dalam struktur ini berlakulah berbagai aturan, sangsi hukum, hak dan wajib. Dengan demikian jelas masyarakat Jawa pada hakekatnya belum melepaskan diri dari struktur yang berdasarkan hubungan darah, tetapi tidak menjadikannya sebagai pola dasar kehidupan mereka. Karena itu sepintas lalu nampaknya mengambang, sebab memang tidak bertumpu sepenuhnya pada dasar

109

hubungan darah. Meskipun demikian struktur tersebut masih nampak jelas lebihlebih di lingkungan tertentu. Di samping itu terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan yang berdasarkan agama, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga dan lain-lain. Bahkan kita dapati pula kelompok profesi misalnya masyarakat petani, nelayan, pedagang. Dalam struktur kekerabatan ini kerukunan dan keguyuban merupakan sendi dasar dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu kekerabatan merupakan jenis masyarakat paguyuban. Di dalam struktur masyarakat Jawa seseorang pasti menjadi warga keluarga dan kampung atau desa atau RW (Rukun Warga)nya, serta dengan sendirinya menjadi warga kerabatnya. Menurut hemat kita ikatan keluarga dalam masyarakat Jawa yang dwitunggal menunjukkan bahwa masih ada pola yang jelas. Mereka masih mengenal saudara-saudaranya yang tunggal nenek bahkan tunggal buyut. Hubungan mereka dapat tampak erat, terbukti jika ada kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya perkawinan, hari raya Idul Fitri. Mereka masih memerlukan berkumpul pada waktu itu untuk membina persaudaraan agar tali hubungan tidak terputus. Mereka masih saling bantu-membantu, meskipun tidak terorganisir dengan baik. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin berkembang ini, ternyata struktur keluarga dan kekerabatan masih bertahan menurut caranya sendiri. Sistem kekerabatan, karena dasar hubungannya adalah kekeluargaan, maka tidak selalu terikat oleh tempat tertentu. Artinya anggota-anggotanya dapat tersebar menempati ruang yang berjauhan satu sama lain. Mereka berkumpul hanya pada waktu-waktu tertentu jika kebetulan ada keperluan yang penting.

110

Masyarakat Jawa telah mempunyai sejarahnya yang cukup panjang. Dalam perjalanan sejarah tersebut berbagai pengaruh baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar serta lingkungan telah banyak terjadi. Karena masyarakat juga mengalami perkembangan baik mengenai jum1ah anggotanya, maupun kebutuhan anggotanya maka mau tidak mau dari dalam diri mereka sendiri timbul tuntutan sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Mereka sendiri harus mampu memberi jawaban dan memenuhi kebutuhan tersebut agar tetap hidup. Di samping itu masyarakatjuga mendapat rangsangan dan tantangan dari luar dirinya baik dari alam lingkungannya maupun dari masyarakat luar. Mereka harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tersebut jika ingin tetap hidup dan berkembang. Jika diteliti dengan seksama maka struktur masyarakat Jawa merupakan kesatuan yang harmonik. Anggota-anggotanya berhubungan secara harmonik. Sebagai kelompok merupakan sistem yang harmonik dengan kelompok lain dan alam sekitarnya, demikian pula harmonik dengan Tuhannya sebagai sangkan paraning dumadi. Pada dasarnya masyarakat Jawa mempercayai bahwa apa yang gumelar di jagad raya ini asalnya dari Tuhan dan karena itu akan kembali kepada asal tersebut. Karena pendirian yang demikian inilah masyarakat Jawa mudah menerima pandangan hidup yang selaras dengan-Nya termasuk agama-agama. Di dalam kegiatan hidup, mereka bahkan tidak dapat terlepas dari pengaruh ini. Nilai-nilai ketuhanan tampak di dalam bermacam-macam kegiatan berupa upacara-upacara baik keagamaan maupun adat. Selamatan selalu dimulai atau ditutup dengan doa.

111

Alam sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Jawa. Pulau Jawa dikelilingi oleh lautan, terdiri atas pegunungan dan daratan. Karena itu mata pencaharian mereka ialah pertanian, perdagangan, penangkapan ikan dan industri kecil. Yang paling besar ialah hidup dari bercocok tanam. Karena setiap hari mereka bergumul dengan alam yang demikian itu, maka pengaruh daratan, lautan dan pegunungan terhadap kehidupan masyarakat Jawa cukup kuat. Sebagai petani lalu diwarnai filsafat baik pertanian maupun gunung. Demikian pula masyarakat Jawa yang hidup di pantailalu diwarnai filsafat laut. Di samping itu agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan yang cukup berat, maka mereka lalu berusaha mencari kasekten (kesaktian). Barang siapa sakti akan dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kasekten merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa.

112

sebagai sangkan paraning dumadi atau asal dan tujuan segala yang ada. Monopluralistik karena segala ciri tersebut tidak dapat 113 . gunung. maka filsafat masyarakat Jawa juga mencerminkan filsafat tani. laut dan kasekten. Ini tidak berarti bertentangan dengan pandangan mereka yaitu bahwa segala sesua. antara lain memiliki kasekten. Sinkretik karena filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri yang luwes.BAB VI UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. laut dan kasekten. Pluralistik karena mempunyai lebih dari satu ciri yaitu pertanian. Kasekten mempunyai peranan penting dalam tata kehidupan masyarakat Jawa. Kecuali itu hal yang sangat menonjol di dalam filsafat masyarakat Jawa ialah soal kasekten. gunung.tu berasal dari Tuhan. Alam Indonesia berupa tanah pertanian. Filsafat tani dan laut serta gunung sebagai bukti keterbatasan kemampuan manusia. Pemikiran Kefilsafatan Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitar. pegunungan dan lautan. Dengan kasekten itu ia mempunyai wibawa dalam memimpin masyarakat. Berdasarkan atas uraian tersebut di atas filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri monopluralistik sinkretik. sebaliknya betapa agungnya kekuasaan Tuhan yang pengejawantahannya dapat dilihat di mana-mana. Hal ini nampak antara lain pada pimpinan masyarakat. Seorang pemimpin harus memenuhi berbagai syarat. dapat menerima berbagai ciri tanpa menimbulkan goncangan.

Bentuknya nampak pada waktu mulai menanam.dipisahkan satu sama lain. Dalam pada itu diadakan pula upacara selamatan dengan maksud agar hasil giling akan sukses dan tidak terjadi suau apapun selama musim giling tersebut. Misalnya waktu pabrik akan mulai menggiling tebu diadakan keramaian yang dikenal degan nama b u k a k g i l i n g artinya mulai menggiling tebu. buah kelapa. Di antara berbagai kebiasaan itu adalah sebagai berikut : Dalam bidang pertanian masih ada kebiasaan yang seka.ang ini tetap dijalankan. tebu. Puncak dari padanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. padi. digunakanlah berbagai jenis hasil pertanian antara lain daun kelapa muda. memelihara tanaman dan memetik hasilnya. Upacara-upacara tersebut ialah: tingkeb. Demikian pula pada waktu mereka memperdagangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang cukup berbagai usaha dilakukan baik di bidang pertanian maupun perdagangan. brokohan. Di dalam upacara tersebut salah satu sarana kelengkapannya ialah hasil-hasil pertanian. selapanan. sepasaran. Lebih-lebih di dalam upacara perkawinan. Mereka mengadakan upacara dan membaca doa demi suksesnya hasil karya mereka. akan tetapi merupakan kesatuan yang bulat. 114 . buah-buahan dan daun-daunan. Di bagian atas sudah disinggung berbagai upacara yang bertujuan agar orang yang menyelenggarakan upacara beserta seluruh keluarganya memperoleh selamat. Usaha-usaha tersebut kadangkadang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat adi-kodrati misalnya kepercayaan adanya kekuatan adikodrati yang dapat membantu mereka. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dapat memberi corak kefilsafatan Jawa. tedhak siten dan perkawinan.

Kejadian seperti ini tidak hanya terdapat di pabrik tebu saja. akan tetapi juga di pabrik-pabrik lain meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Tradisi Garebeg Sekaten Tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta yang biasa meyaksikan keramaian yang mengandung nilai religius khuusnya nilai yang terkandung di dalam agama Islam setiap setahun sekali yaitu pada bulan Maulud. ganyong dipakai sebagai bahan selamatan. garut. Oleh karena itu paca. Pada waktu menjelang mengetam padi diadakan upacara bernama wiwit artinya mulai mengetam padi. Oleh karena diadakan pada bulan Maulud lalu dinamakan garebeq mulud.ra ini dinamakan garebeg Maulud. 115 . Ketiga macam upacara itu hampir sama bentuknya dan nilai yang terkandung di dalamnya juga sama yaitu nilai agama khususnya agama Islam. B. Dalam upacara tersebut hasil-hasil pertanian misalnya talas.Dengan adanya upacara itu terbukti bahwa hasil kerja suatu pabrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi saja. pembesar lain dan rakyat pada umumnya. Yaitu upacara selmatan atau hajad Dalem berupa tumpeng yang besar atau inungan yang dibawa dari kraton ke mesjid besar pada aktu dan hari-yang telah ditetapkan. ketela. pisang. ulama. ubi. akan tetapi juga oleh kekuatan lain di luar itu. Pada hari tersebut digarebeg atau diikuti oleh pengiringnya menuju mesjid besar untuk melakukan upacara selamatan bersama-sama dengan para penghulu kraton. Karena itu upacara tersebut juga dinaman Garebeg Besar. Di samping garebeg Mulud masih ada garebeg lain yang diadakan pada bulan Sawal dan Besar.

gemar akan kesenian. terbukalah kesempatan untuk meberi penerangan tentang agama Islam kepada mereka. Setelah rakyat ber kumpul mendengarkan bunyi gamelan yang indah itu. adalah pesuruh-Nya. Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa tidak ada paksaan dalam agama maka penyebaran dan perkembangan 116 . Dengan cara demikian maka rakyat secara sadar mengetahui tentang agama Islam dan kemudian memeluk agama tersebut dengan senang dan penuh tanggung jawab. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan memakai alat berupa gamelan. Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam di Jawa mereka secara bijaksana menggunakan cara yang sangat baik yaitu bagaimana agar agama Islam dapat diterima oleh rakyat dengan baik. (Sunoto. 1989: 36). Mereka memahami benar-benar bahwa rakyat pada umumnya gemar akan pertunjukan.Istilah sekaten mempunyai arti bermacam-macam. dengan penuh kesadaran. Dengan demikian agar rakyat dapat dikumpulkan dengan mudah maka cara yang paling baik adalah melalui pertunjukan berupa nyanyian yang diiringi oleh gamelan yang dipukul di muka atau di halaman masjid. Ada pula yang mengartikan lain yaitu diambil dari kata sahadatain atau dua kalimah sahadat atau pengakuan setiap orang Islam bahwa tidak ada Tuhan lain kecuali Allah dan Nabi Muhammad saw. Ada yang mengatakan nama tersebut diambil dari kata sekati yaitu nama gamelan yang ditabuh di muka masjid besar selama perayaan sekaten itu berlangsung. Dengan demikian kata Syahadatain lalu menjadi sekaten artinya perayaan atau upacara sebagai pengejawantahan pelaksanaan nilai yang terkandung di dalam agama Islam.

Yang mempunyai hajad adalah raja. Dari seluruh kegiatan dalam rangka sekatenseperti diuraikan di atas nampak dengan jelas bagaimana bentuk filsafat hidup masyarakat Jawa. Upacara ini dilakukan dengan penuh kebesaran dan khidmat. Kemudian puncak acara adalah membawa gunungan dari kraton ke mesjid besar. Ada dua jenis gunungan yaitu laki-laki dan perempuan. Berikut ini adalah sekelumit contoh tentang Sekaten di Yogyakarta. Upacara sekaten secara resmi telah selesai. Beberapa hari sebelum gunungan dibawa dari kraton ke mesjid besar telah diadakan berbagai keramaian yang diadakan di alun-alun Utara Yogyakarta.agama Islam di Jawa berjalan secara tertib dan damai. Sebagaimana disebutkan di atas maka pada puncak acara ini Sri Sultan yang mempunyai hajad dengan diiringkan oleh pembesar kraton dan kerabat pergi dari kraton ke mesjid besar untuk melakukan selamatan bersama para ulama. Sekaten penuh diliputi oleh nilai religius khususnya nilai agama yang terkandung di 117 . penghulu dan rakyaL pada umumnya. Pada hari dan jam yang telah ditentukan gamelan nyahi dan kyahi Sekati dibawa dari kraton ke mesjid besar untuk ditabuh selama perayaan tersebut berlangsung. Gunungan sebenarnya adalah sebuah tumpeng yang besar dimaksudkan untuk selamatan atau kendhuri. Demikianlah tradisi ini terus berjalan sampai sekarang dengan penyempurnaan pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan waktu dan jaman. Beberapa waktu kemudian gamelan yang selama perayaan itu dibunyikan lalu dibawa kembali ke kraton.

pakaian yang bagaimana harus dipakai pada waktu melakukan upacara itu agar semuanya tampak susila dan indah.dengan para Pangeran dan Pembesar kraton tedhak ke mesjid besar bersama-sama dengan ulama ddn rakyatmengadakan selamatan. Raja'. Raja bergaul akrab dengan rakyat dalam melaksanakan kepentingan bersama yaitu berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rahmat dan keselamatan dari-Nya. Penghormatan pada Dewi Sri Bagi masyarakat Jawa nama Dewi Sri selalu dihubungkan dengan kegiatan di bidang pertanian. Terlihat dalam hal hubungannya dengan tujuan upacara. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada soal pertanian saja tetapi juga mempengaruhi kehidupan 118 . Nilai moral dan keindahan jelas nampak dalam upacara sekaten. Upacara sekaten menunjukkan bagaimana hubungan antara raja dengan para ulama dan rakyat pada umumnya. Upacara-upacara harus dipenuhi dan dijalankan secara runtut. Lagu-lagu telah dipilih sedemikian rupa agar mempunyai nilai sakral. misalnya waktu membawa gunungan telah ditetapkan harinya.Karena itu nilai pertanian ikut pula berperanan di dalam upacara ini. Hingga pada waktu sekarang ini jika orang akan mengetam padi masih ada yang disertai ucapan tertentu yang dikaitkan dengan Dewi Sri agar hasil padi yang diharapkan akan berlimpah. kepada siapa tumpeng harus dibagikan.dalam Islam. Ini berarti bahwa dalam upacara ini hasil-hasil pertanian digunakan sebagai perlengkapan upacara. jamnya dan siapa yang mengangkat. Gunungan terdiri atas makanan dan berbagai buah-buahan. C.

Di dalam ceritera tersebut Dewi Sri dilukiskan sebagai puteri seorang raja yang diusir dari kerajaan karena menolak pinangan seorang raja raksasa. Kemudian ia dikejar-kejar oleh utusan raja dan dilindungi oleh siapa saja yang didatangi olehnya. paringgitan dan dalem. Dalem adalah bagian rumah yang ditempati untuk tidur terdiri atas tiga ruangan atau senthong. yaitu senthong kiri.sehari-hari di dalam rumah tangga. Ceritera Dewi Sri di dalam wayang: Sebenarnya apa yang diceriterakan mengenai lakon Dewi Sri adalah lambang mengenai pertanian. Ruangan ini dihubungkan dengan suatu anggapan sebagai tempat Dewi Sri. senthong kanan dan senthong tengah. Akhirnya ia selamat. para pengejarnya dihancurkan dan Dewi Sri menjadi isteri adiknya sendiri. pengidon dan lain-lain. Dari uraian tersebut di atas dapat dibuktikan betapa peranan unsur pertanian. tempat sirih. Senthong kiri dan kanan ditempati untuk tidur sedangkan senthong tengah dianggap sebagai ruangan yang suci digunakan jika ada upacara-upacara yang suci misalnya perkawinan. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai benda misalnya kendhi. Sebagaimana kita ketahui rumah asli orang Jawa terdiri atas tiga bagian yaitu pendhapa. Sebagai peran utama dalam hal ini adalah Dewi Sri. bahkan sering disebut bersama dengan adik yang kemudian menjadi suaminya yaitu Sadana. Karena Dewi Sri adalah lambang pertanian maka perjalanannya adalah lambang bagaimana pertanian mendapat serangan dari hama dan 119 .

Timbullah berbagai bentuk jawaban yang diberikan oleh mereka yang intinya adalah halhal yang bersangkut paut dengan laut misalnya nyai Roro Kidul sebagai Dewi lautan. langse adalah kain yang digunakan untuk menutup makam Sultan Agung Anyakrakusuma di makam raja-raja Imagiri.bagaimana dapat terhindar dari hama tersebut. Mereka harus menjawab. Upacara ini ti. akhirnya diadakan upacara melabuh langse tersebut di laut Selatan. Upacara Langse. Sebagai bukti berikut ini adalah contoh-contohnya. Bagaimanapun juga ceritera tersebut sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Jawa. tahlilan dan penggantian langse. dan kerabat kesultanan Yogyakarta. Upacara labuhan diadakan pada 120 .tantangan dengan sebaik-baiknya. D. Yang mempunyai tugas untuk mengganti kain penutup bergantian yaitu kerabat kesunanan Surakarta.dak dapat dipisahkan dengan rangkaian mengenang peristiwa berdirinya kerajaan Mataram terutama ceritera pada waktu Panembahan Senapati berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. Upacara inilah yang kemudian bernama langse. Setelah upacara caos. Di tepi-tepi pantai masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah atau di daerah pedalaman. Tradisi Labuhan Di daerah Surakarta dan Yogyakarta ada upacara laut yang disebut labuhan. Penggantian tersebut dilakukan dengan upacara tertentu. Kain penutup tersebut dalam waktu tertentu misalnya satu windu harus diganti.

Adapun yang terlibat dalam menyelenggarakan persiapan upacara ini adalah para puteri kerabat kraton yang sudah tua usianya. Pada saat persiapan ini kecuali menyiapkan perlengkapan upacara labuhan juga menyiapkan perlengkapan ulang tahun (tingalan dalem) Sri Sultan Hamengku Buwana IX. pembawa pakaian yang akan dilabuh. bersifat terbuka artinya dilakukan di luar kraton sampai di tempat di mana dilaksanakan labuhan di Parangkusuma. Kemudian pada pelaksanaan upacara labuhan. Upacara labuhan disertai dengan sarana-sarana dan prosedur yang bersifat sakral antara lain mengenai alat-alat sajian. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan upacara labuhan sebagai berikut: Pada saat persiapan upacara labuhan bersifat tertutup artinya hanya dilakukan di dalam Kraton Yogyakarta. 121 . Gunung Lawu maupun Dlepih Kahyangan.kerabat kraton dan abdi dalem Pengulon.waktu tertentu yang intinya adalah melabuh atau membuang pakaian-pakaian bekas dari raja ke laut. Demikian juga pada saat upacara ulang tahun (tingalan dalem) ini masih bersifat tertutup sebab masih dilakukan di dalam kraton. abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan Kyai Penghulu. Pada saat persiapan ini yang boleh menyaksikan adalah Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan keluarganya serta para abdi dalem Kraton Yogyakarta. abdi dalem Keparak. abdi dalem Keparak.. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini yaitu abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya. pakaian. sedangkan untuk kraton Yogyakarta dilabuh di pantai Parangtritis. Untuk kraton Surakarta pakaian tersebut dilabuh di pantai Brosot. Gunung Merapi.

menjadi bukti bahwa upacara labuhan merupakan suatu upacara resmi dari Kraton Yogyakarta. Sejak di kecamatan masing-masing. camat. bersama-sama mengantar sampai di tempattempat di mana upacara labuhan dilaksanakan oleh juru kunci. Para pejabat itu semua menjadi saksi resmi bahwa upacara labuhan dilaksanakan. Residen Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan) sebagai administrator yang mewakili pemerintah Hindia Belanda. Pada jaman sebelum Sri Sultan Hamengku Buwana IX naik tahta tata-cara pelaksanaan upacara labuhan harus melalui Patih Kasultanan. 122 .Pelaksanaan upacara labuhan melibatkan abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan pejabat di luar kraton seperti bupati. Pada pelaksanaan upacara labuhan yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu. Kecuali itu juru kunci juga mempunyai hak untuk memiliki benda-benda yang telah selesai dilabuh (Sularto. masyarakat setempat menyambut dan memberikan penghormatan kepada benda-benda labuhan yang dibawa oleh para petugas. Juru kunci boleh dikatakan mewakili masyarakat setempat di mana upacara labuhan dilakukan dan bertindak atas nama raja pada waktu melaksanakan labuhan di tempat-tempat tersebut. Patih Kasunanan Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan). lurah. Residen Yogyakarta. 1981 : 34). juru kunci serta masyarakat di sekitar tempat upacara. masyarakat setempat juga ikut bertindak sebagai saksi. Kesaksian para pejabat tersebut baik dari lingkungan pemerintah Kraton Yogyakarta maupun dari lingkungan pemerintah Hindia Belanda. Kemudian masyarakat setempat.

Selamatan dan berbagai pertunjukan misalnya wayang. Larangan memakai baju. Upacara tersebut dahulu belum pernah ada. Nilai alam nampak pada hubungan antara keramaian dan idat istiadat berupa penyeberangan sungai. Sebenarnya upacara laut tidak hanya terdapat di pantai Selatan. topeng. kain dan selendang yang berwarna seperti pakaian Nyai Rara Kidul. Upacara ini biasanya dikerjakan oleh masyarakat nelayan misalnya yang 123 . Upacara laut di Pantai Popoh. Keramaian itu dinamakan Rebo Wekasan. karena diadakan pada hari malam Rebo terakhir yang ada di bulan Sapar. akan tetapi juga dilakukan oleh Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di pesisir Utara dan Timur. khususnya laut. Ngundhuh Sarang Burung Untuk menambah kepercayaan diri dan menghindari bahaya yang mengancam. kuda kepang. Keramaian atau adat-istiadat berupa Rebo Wekasan mengandung nilai alam. Di samping itu orang-orang masih mempunyai anggapan bahwa tempat tersebut dahulu juga merupakan pertemuan antara Nyai Rara Kidul dengan Sultan Agung. Upacara pada waktu Maulud Nabi isinya menyerupai upacara gunungan. Upacara diadakan pada hari Raya Idul Fitri. tarub. Ada pula Upacara Rebo Wekasan.E. Mereka harus mematuhi larangan-larangan dan melakukan berbagai ketentuan antara lain : pemberian sesaji-sesaji. Tahun Baru dan Maulud Nabi. mereka mengadakan upacara yang pokoknya berisi harapan mendapat ijin dari Nyai Rara Kidul. berjalan ke beberapa tempat dan dilakukan pada malam hari.

Pengaruh Mistik Gunung Di samping pertanian dan laut. masyarakat Jawa juga menempatkan gunung sebagai sesuatu yang memegang peranan penting di dalam tata kehidupan mereka. mengandung pula filsafat gunung. Pada waktu-waktu tertentu masih diadakan upacara-upacara untuk mengenang keangkeran gunung-gunung tersebut. gunung Lawu. gunung Merbabu. yang melambangkan hirarki hubungan antara Tuhan dengan yang diciptakannya dan hirarki hubungan antara raja dengan rakyatnya. Meskipun pada hakekatnya upacara ini bernilai religius. Sudah barang tentu mereka tidak berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. gunung Slamet. gunung Sumbing. gunung Liman. Hal ini nampak dalam bentuk gunungan. gunung Sindara. Upacara Gunungan. Tuban dan Banyuwangi. adalah salah satu sarana dalam upacara gerebeg adalah gunungan. namun disamping mengandung filsafat tani sebagaimana telah dikemukakan. Istilah 124 . gunung Brama.bertempat tinggal di Tegal. F. Hubungan-hubungan tersebut bila berjalan baik akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan hidup. Misalnya gunung Semeru. Pada waktu sekarang inipun masih ada anggapan bahwa gunung-gunung tertentu dihuni oleh para makhluk halus. gunung KElut. Upacara-upacara berikut ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di dalam kehidupannya harmonik dengan alam lingkungannya termasuk pegunungan. akan tetapi makhluk halus yang menghuni lautan pada umumnya. masih angker atau gawat. gunung Merapi.

Masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan mengadakan selamatan pada waktu-waktu tertentu untuk memperingati kejadian-kejadian penting. semalam suntuk dan diakhiri pagi hari setelah mereka menyaksikari terbitnya matahari dan sudah tidak ada lagi orang yang melemparkan korban ke bawah.gunungan juga dipakai untuk sebutan dalam wayang yaitu lukisan gunung yang mempunyai multi fungsi antara lain untuk memulai dan menutup pertunjukan. 125 . Upacara ini jatuh pada bulan purnama sidi di bulan kesada atau bulan kedua belas. Bangunan di pesarean Imagiri juga berbentuk gunung yaitu bertingkattingkat. misalnya peringatan kelahiran anak. hari ulang tahun. Upacara dilakukan di laut pasir gunung Brama. menempati rumah baru. membuat rumah atau gedung baru. Karena itu selamatan semacam ini juga dinamakan tumpengan. ulang tahun organisasi. ulang tahun kantor atau lembaga. sebagai upacara korban kepada Sang Hyang Brama. Upacara kesada. Salah satu alat yang digunakan dalam upacara ini adalah tumpeng. Selamatan dengan tumpeng mengingatkan kepada kita bagaimana masyarakat menempatkan gunung sebagai salah satu yang mempunyai nilai tinggi. puputan. Tingkat-tingkat tersebut juga melambangkan perjalanan hidup manusia. khitanan. Mengingatkan bahwa ada kekuasaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib dimintai keselamatan oleh manusia. hari-hari besar atau hari bersejarah. Tumpeng terbuat dari nasi dan berbentuk kerucut atau gunung. perkawinan. Upacara tumpengan. Masyarakat Tengger mengadakan Upacara kesada di puncak gunung Brama.

Demikian pula bangunan candi Borobudur bertingkat-tingkat yang berarti pula sebagai lambang perjalanan hidup manusia. Karena itu adat kebiasaan tersebut dinamakan upacara saparan. Upacaranya sendiri dilakukan pada hari Jum'at Wage pada bulan Sapar setiap tahun sekali dengan mengarak bekakak yang akan disembelih di tempat yang telah ditetapkan. Yogyakarta memang kaya akan berbagai adat kebiasaan yang secara turun temurun masih dijalankan oleh masyarakat seperti halnya upacara saparan di gunung Gamping yang juga terkenal dengan bekakak. 126 .

otaku Baginda Sis. Hati Adam. Guna-guna pun tidak ada yang berani. Siti Aminah kekuatan badanku. Terbebas dari semua malapetaka. Tempat tinggal semua badak. Wajahku rasul. 127 . Semua penyakit pun bersama-sama kembali. Berbagai hama sama-sama habis. Nabi Yakub mataku. Sumsumku Fatimah yang mulia. Nabi Dawud suaraku. Pada akhirnya. Binatang buas jinak. Kidung Rumeksa Ing Wengi Ada nyanyian yang menjaga di malam hari. Nabi Yunus di ototku. Baginda Ali kulitku. Napasku Nabi Isa as. Kukuh selamat terbebas dari penyakit. Dipandang dengan kasih sayang. Yusuf wajahku. Dijaga oleh malaikat. Sudah meliputi seluruh para nabi. Api dan juga air. Jin setan jahat pun tidak berkenan. Bibirku Musa. Dikelilingi bidadari. Semua racun menjadi hambar. Menyatu menjadi berbadan tunggal. Semuanya sejahtera. Mataku Nabi Muhammad. semua selamat. Semua rasul. Dan tempat merak berkipu. Ilmu orang yang bersalah. Darah daging Abu Bakar Umar. Nabi Sulaiman kesaktianku. Nabi Nuh di jantung. Juga perbuatan jahat. Menjadi satu dalam tubuhku. Semua senjata lenyap. Pencuri pun jauh tak ada yang menuju padaku. Lubang landak rumah manusia tanah miring. Nabi Ibrahim nyawaku. Ayub kin dalam ususku. Idris di rambutku.BAB VII KIDUNG PENOLAK BALAK A. Seperti kapuk jatuhnya besi. Tulang Baginda Usman. Walaupun arca dan lautan kering. Kayu ajaib dan tanah angker. Gunaguna sakti pun lenyap. Dipayungi oleh syariat Adam.

Siapa saja yang dapat melaksanakan. Dari daya kekuatan seperti yang mengikatku. Menjadi keselamatan badan. Kelilingilah pematangnya. Dan semua sanak keluargamu. Karena Tuhanlah yang menjadikannya berhutang. Bacakan ke dalam nasi. Orang dila cepat sembuh. Yang sakit segera sembuh. Sebagai sarana pengusir. Berpuasalah sehari semalam. Jika ada orang didenda cucuku. Terimbas oleh zat-Nya. Semua hama kembali. Ketika di Kalijaga. Insya Allah tercapai. Dipakai mandi perawan tua cepat bersuami. Jika dibacakan alam air. Yang menyalin dan menyimpannya. Dhandhanggula Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh ayu luputa ing lelara Luputa bilahi kabeh Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah mring mami Guna duduk pan sirna 128 . Bacalah nyanyian itu. Selamat di medan perang. Atau orang yang terbelenggu keberatan hutang. Maka tidak akan jadi didenda. Di malam hari. Musuhmu tersihir tidak ada yang berani. Jika engkau pergi berperang. Bersabar dan bersyukur di hati. Maka bacalah dengan segera. Yang membaca dan mendengarkan. Makanlah tiga suapan. Bacalah dengan sungguhsungguh sebelas kali. Kemudian berpencar ke seluruh dunia. Dan bangun waktu subuh.Kejadian berasal dari biji yang satu. Jika ingin bagus menanam padi. Segera terbayarkan oleh Tuhan. Selama 40 hari. Puasa mutih dan minum air putih. Semua cita-citamu.

Sakabehing lara pan samnya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput Kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak lulut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong lemah miring Myang pokiponing merak Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari Rineksa malaikat Sakathahing rasul Pan dadi sarira tunggal Ati Adam uteku Baginda Esis Pangucapku ya Musa. Napasku Nabi Musa linuwih Nabi Yakub pamyarsaningwang Yusup ing rupaku mangke Nabi Dawud swaraku Jeng Suleman kasekten mami Nabi Ibrahim nyawaku Edris ing rambutku Bagendha Li kulitingwang Getih daging Abu Bakar singgih Balung Bagenda Usman Sungsumingsun Patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku rasul Pinayungan Adam sarak Sampun pepak sakathahing para nabi Dadya sarira tunggal Wiji sawiji mulune dadi Apan pencar saisining jagat 129 .

B. Sing sapa reke bisa nglakoni Amutiya lawan anawaa Patang puluh dina wae Lan tangi wektu subuh Lan den sabar sukuring ati Insya Allah tinekan Sakarsanireku Tumrap sanak rakyatira Saking sawabing ngelmu pangiket mami Duk aneng Kalijaga.Kasamadan dening date Kang maca kang angrungu Kang anurat kang anyimpeni Dadi ayuning badan Kinarya sesembur Yen winacakna ing toya Kinarya dus rara gelis laki Wong edan nuli waras Lamun ana wong kadhendha kaki Wong kabanda wong kabotan utang Yogya wacanen den age Nalika tengah dalu Ping sawelas macanen singgih Luwar saking kabanda Kang kadhendha wurung Aglis nuli sinauran mring hyang Suksma kang utang puniku singgih Kang agring nuli waras Lamun arsa tulus nandur pari Puwasaa sawengi sadina Iderana galengane Wacanen kidung iku Sakeh ngama sami abali Yen sira lunga perang Wateken ing sekul Antuka tigang pulukan Musuhira rep sirep tan ana wani Rahayu ing payudan. Kidung Waringin Sungsang 130 .

sela matangkep kalih. Astaningsun Curiga pek-epek Cakra Jangkar jempol kekalih panuduh Trisula panunggulku Malela memanisku supit wesi jenthikku iya kang aran Pasopati 131 . Duk samana pakumpul-kumpul ing rasa netra kang dadi dhihin netraningsun emas peputihe mutyara ireng-ireng wesi manik ceploking mata hawa nrang adarati. Watu item lungguhe ing janggut ing wang untuku rajeg wesi lidhah wesi abang rawis wesi Mangangkang: iduku tawa sakalir lambeku iya. Idepingsun kencana ure ruwetan alisku sarpa mandi kiwa tengen pisan curengku surya kembar kedhepku pan kilat thathit kang munggeng sirah wesi Kekenten adi. sikutku pukul wesi. Rambut kawat sinomku pamor anglayang bathuk sela Cendhani kupingku salaka pipiku arit gobang irungku pasado aji pasungku loyang pilingan wesi kuning.Durma Wringin Sungsang wajahira tumaruna ngaubi awak-mami turti nut ing bala pinacak suji kembar pepitu jajar maripit asri yen siyang angker kalaning wengi. Guluningsun wesi palon galigiran dhadha wesi sadacin pundak wesi Angkab walikat wesi Ambal. salangku wesi Walulin bahuku Dhendha.

Sumur Bandhung sesirah talaga muncar tibeng jaja ajail dhindhing endhas parah 132 . Pagelangan ingaran wesi Lelidhah tungkak waja karipik pepolokku waja kadya mamas Malela otot bayu rante wesi ing dalamakan ingaran Kantonwesi. C. Kidung Bale Anyar Durma Ana kidung sun angidung Bale Anyar tanpa galar asepi ninis samun-samar patining Wuluh Kembang Siwur Burut tanpa kancing kayu trisula gegarannya Calimprit.Bebokongku sela ageng kumalasa akawet wesi gilig eboling sun karah taiku pulut bendha balubukan entut-mami uyuhku wedang dakarku Pulasani. Sampun pepak sariraningsun sadaya samya pangawak wesi pan ratuning braja manjing aneng sarira tan ana braja nedhasi teguh leksana ayu sarira-mami. Jembut kawat ganthanganku wesi Mentah walakang wesi Tasik pupu Kalataka wentisku Kalanadhah dhengkulku garendha kalih garesku pedhang kempolku wesi Lengis.

Gawa bala pitung ewu pangreksanya nulak sagung panyakit sirna sunya baya sanak-sun kulon prapta Ki Mangit warnanya kuning kuthanya emas 133 . Naga Raja pangawasan manik kembang kembang gubel abaji tajem neng kadhutan udhune sarwi nungsang karangsangan angutihpil angajak-ajak jujul jujul anjungkir.ulur-ulur liweran tetambang jaringing maling dhadhal dhadhanya gegulung ing gegapit. Rara Wudhu apepayung Kalacakra titihane nagaji sabet ala lanang sinabetaken ngetan larut lara pan kabalik katulak ngetan : sinabetaken malih Lara saking nginggil sinabet katulak bali manginggil malih : lara saking ngandhap sinabet bali mandhap pancabaya wus kapipit sanak kang prapta saking wetan aputih. Prapteng ngandhap cinandak inguluk salam ingaweran tumuli ana kenya prapta sajodho ngaku kondhang endi jambe roro janji roro binuwang aja na wani-wani. Kuthanipun salaka Ki Tarulata nggawa bala sakethi ayu pan reksanya teguh luput ing lara sanakingsun kidul prapti Ki Manguntara abang kuthanira brit.

Pangresanya ayu luput ing rencana teluh tuju lan telik pan sirna sadaya sanak sun elor prapta ireng ran Ki Balesupi kuthanya tosan nggawa bala sakethi. Pangreksanya ayu luput ing rencana Allahumma seksi bumi ingkang neksenane ing langit keblat papat malaekat angideri nabi seleksa rumeksa siyang ratri.balane pitung kethi. Rumeksa inguripira ing tindak kudu ngawruhi aja dhemen lelemeran bisaa nuhon janji 134 . Araketa malaekat kawan nambang sadaya rupa peksi anucuki lara utawa impen ala upamane sadayeki cinucuk sirna rampas papas wus titi. Kidung Pamungkas Hayu Sinom Wus tamat kidung sadaya pepalining janma luwih kinarya jimat tetulak anulak sakeh bilahi mungguh lakunireki wong anom dipun sumurub maring wahyuning Patrap duga prayoganing urip urip iku neng praja kudu rumeksa. D.

ujar kang wur kawijil awasna aywa tumpang suh mulane nora gampang lakune wong ulah ilmu ilmu iku ngawruhi sajatinira. Nyatane wus aneng Kita Kita Pribadi puniki dudu angen-angen nafas utek lan jejantung kaki rokh rasa lawan ati kabeh sajatine dudu iku mung titipan mangka busananing dhiri kabeh iku anglindung Zat ing Manusa. Dene kang aran Manusa unusaning Suksma jati ya iku Pangeran Kita ingkang boya ika iki padha dipun mangerti jatine kang aran Ingsun kang esa ingkang tunggal kang mengku ing sahir kabir yen tan wruha durung tetep aran Gesang. Nadyan amung limang pada kaya iki wus mumpuni maring dumununging Zat kita kang langgeng tan owah gingsir mungguh Kita kang Urip kang mengku ing rasul-rasul lan mengku wewayangan neng sajroning netra kalih kabeh iku aneg sajroning Manusa.

E. Kidung Sifat Iman Dhandhanggula Sifat Iman : wa man tu bi’llahi tegesipun pracaya ing Allah ing Pangeran sajatine ya pangeran kang Agung kang akarya bumi dan langit angganjar lawan niksa

135

mring manusa sagung langgeng tur murba misesa maha suci angganjar paring rejeki aniksa angapura. Kaping kalih : wa malekati tegesipun pracaya malaekat anapunika tegese ingulus ing Hyang Agung pakaryane anenulisi marang kawulanira kang dosa Jin agung kang karya purbawisesa neka-neka karyane sawiji-wiji sakehing malaekat. Kaping tigane : wa kitabihi tegesipun pracaya ing kitab kang tinurunaken kabeh kitab Adam sapuluh. Nabi Esis seket wanilis anenggih ponang kitab Idris telung puluh Ibrahim sepuluh kitab Toret Musa Dawud Jabur Isa Injil Kitab Kur’an Muhammad. Yogya sira kawruhana sami muga-muga antuka sapangat iya iku andikane Gusti Jeng Nabi Rasul sinung rahmat dening Hyang Widdhi sing sapa ngapalena iya janjinipun den padhakken asidhekah saben warsa sami lan wong munggah kaji sapisan marang Mekah. Lan den dohken sakehing bilahi sinung rahmat ing dunya akhirat sarta linebur dosane lan malih sawabipun lamun janma kang sakit lah sira wacakena ulon-ulonipun ngalamat ingkang alara oleh tamba saking sabdaning Hyang Widdhi lan berkahing Panutan.

136

Kawruhano kehing para nabi Nabi Adam kang mangke kawitan Nabiu’llah wekasane kathahe yen pinitang kawan dasa langkung kekalih lah sira estokena sadaya den emut luwih agung kang supangat lemah sangar kayu neng lebur sami tan ana kara-kara.

F. Kidung Sekar Artati Dhandhanggula Ana kidung atembang Artati sapa wruha reke aran ingwang duk ingsun ana ing ngare miwah duk aneng gunung Ki Artati lan Wisamarti ngalih aran ping tiga Artadaya tengsun, aran ingsun duk jejaka mangkya aran Isma’il Jatimalangis aneng tengahing jagat. Sapa weruh kembang tepus kaki sasat weruh reke Artadaya tunggal pancer ing uripe sapa wruh ing panuju sasat sugih pagere wesi sinihan wong sajagat kang angidung iku bratanana aywa nendra ing sadina sawengi sawabireki sarwa cinipta dadya. Kang sinedya tinekan ing Widdhi kang kinarsan dumadakan ana tur rinekseng Pangerane nadyan tan weruh iku lamun sedya mudya semadi sesandi ing nagara angumbara wiku dumadi sarira tunggal tunggal jati-swara amor ing Artati aran Sekar Jempina. Somahira ingaran Panjari milu urip lawan milu pejah datan pisah saparane paripurna satuhu yen nirmala waluya jati kena ing kene kana ing wasananipun

137

ajejuluk Aniksuksma cahya ening jumeneng aneng Artati anom tan keneng tuwa. Tigalana kamulanireki Nila ening arane duk gesang duk mati Layangsuksma-ne lan Suksma ngumbareku ing asmara mor raga yekti durung darbe peparab duk anome iku awayah bisa dedolan aran Sang Tyasjati iya Sang Artati iya Sang Artadaya. Dadi wisa mangkya amartani lamun marta temah amisaya marma artajaya rane duk lagi aneng gunung ngalih aran Asmarajati wayah tumekeng tuwa emut ibunipun tinari lunga mangelan Ki Artati nurut gigiring Merapi angancik ing Sundara. Ana pandhita akarya wangsit pinda kombang angajab ing tawang susuh angin ngendi nggone lawan galihing kangkung wekasaning langit jaladri isining wuluh wungwang myang giring punglu tapaking kontul anglayang paksi miber uluke ngungkuli langit kusumanjrah ing tawang. Wong angangsu pikulane warih lawan amot geni adedamar miwah kang srengenge pine tuwin kang banyu kinum myang dahana murub binasmi bumi kapetak ingkang pawanatiniyup tanggal pisan kapurnaman yen anenun sentek pisan anigasi kuda agrap ing pandengan. Ana kayu apurwa sawiji

138

Gunung Agung sagara Serandil langit iku amengku buwana kawruhana ing atine gunung sagara umung guntur sirna kang mengku bumi langit bawana rugsa dadya kawruh iku mudya madyaning awiyat mangasrama ing gunung agung sabumi cecandhi ing sagara. 139 . Wiwitane duk anemu candhi gegodhongan miwah wewerangkan sih ing Hyang kabasmi kabeh tan ana janma kang wruh yen weruha purwaning dadi candhi sagara wetan ingbar karuhun kahyanganing Sang Hyang Tunggal sapa reke kang jumeneng mung Artati katon tengahing tawang. Siyang dalu rinekseng Hyang Widdhi sasedyane tinekan ing Suksma kaidepan janma akeh aran wikuning wiku wikan lir ing pudya semadi dadi sasedyanira mangunah linuhung peparab Hyang Tigalana kang asimpen yen tuwajuh jroning ati kalis sagung durjana. Jin prayangan padha wedi asih samya asih sakehing drubiksa angreksa siyang dalune ingkang anempuh/lumpuh tan tumama ing awak-mami kang sedya tan raharja sadaya linebur sakehe kang nedya ala larut sirna kang nedya becik basuki kang sinedya waluya.wit buwana epang kabiat papat agodhong mega rumemba apradapa kekuwung kembang lintang salaga langit sari andaru kilat woh surya lan tengsu asirat bun lawan udan apepacuk akasa brungkah pratiwi soyod bayu bajra.

Yen kinarya atunggu wong sakit ejin syaitan tan wani angambah rinekseng malaikat nabi wali angepung sakeh lara pada sumingkir ingkang nedya fitnah marang awak ingsun rinusak dening Pangeran iblis laknat sato mara pada mati tumpes tapis daya. Sakatahing upas tawa sami lara roga waluya nirmala tulak tanggul kang panggawe duduk pada kawangsul katawuran saguning sikir ngadam makdum sadaya datanpa pangrungu pangucap lawan pangrasa myang paningal kang sedya tumeka nafi pangreksaning malaikat. G. Jabaril ingkang angemongi milanipun katetapan iman dadi angandel atine Ijrail puniku kang rumeksa ing pati urip Israpil dadi damar padang jroning kalbu 140 . Kidung Jati Mulya Dhandhanggula Ana kidung sun angidung wengi bebaratan duk amrem winaca Batara Guru pangadege lumaku Sang Hyang Bayu alembeyan Asmara-ening ngadeg pangawak teja kang angidung iku yen kinarya angawula myang lelungan gusti getting dadi asih syaitan sato sumimpang.

Dudur majenge ajatu’lkursi ungguhe atine surah an’am pangleburan lara kabeh usuk-usuk ing luhur ingaranan telenging langit nenggih Nabi Muhammad kawekasan iku atunggu latri lan siyang kinedepan ing tumuwuh wedi asih tunduk nembah maring wang. Ja Hu Zat njeng pamujining wengi bale ‘arasy sesakane mulya Kirun (Munkar) saka tengen nggone wa Nakirun (Nakir) atunggu saka kiwa gadane wesi nulak panggawe ala satru lawan mungsuh pangeret taraju’rrijal ander-ander kulhu balik kang linuwih ambalik lara roga. Pepayone godhong dhukut langit tali barat kumandhang ing tawang tinundha tan katon mangke arajeg gunung sewu jala sutra ing luhur-mami kabeh padha rumeksa angandhangi mungsuh anulak panggawe ala lara roga sumingkir langkung anebih kang agring dadi waras. Gunung sewu dadya pager mami 141 .Mikail kang angsung sandang lawan pangan enggale katekan kapti sabar lan anarima. Satru mungsuh mundur pada wedi pamidangane baitu’lmukaddas tulak balik pangreksane pan nabi patang puluh aweh wahyu ing awak-mami pana Nabi Wekasan sabda Nabi Daud apetak Baginda Hamzah kineweden sato mara padha mati luput ing wisa guna.

Yen lumampah ingkang mulat wingwrin singa barong kang padha rumeksa gajah meta ing wurine macan galak ing ngayun naga raja ing kanan kering singa mulat jrih tresna marang awak ingsun lelembut ing nusa Jawa samya kedhep antu lawan teluh bumi ajrih lumayu nginthar. Kidung Sekar Marwati Dhandhanggula Ana kidung ing kadang Mar Mati among tuwuh ing kawasani ra nganakaken saciptane 142 . Ingaranan Rara Sumbaningsih kang tumingal padha sih sadaya kedhep saparipolahe lelara sirna larut tan tumama ing awak mami kang sangar dadi tawa kang agething lulut memolone sifat rahman iya rahmat rahayu pangreksaneki sarana nganggo pethak.katon murub sakehing tumingal sirna salwir lara kabeh luput ing tuju teluh tarag nyana tenung alenggi mondhong gambar suminggah Sri Sadana lulut puniku sih rahmatullah rahmat jati jumeneng rahmat jasmani iya Sang Jatimulya. Yen sinimpen atawa sakalir upas bruwang racun miwah banjar sakeh bedhil buntu kabeh jemparing towok putung pan kumleyang tibanireki miwah salwiring braja tan tumama mring sun tuju teluh tarugnyana padha bali sagung sambang padha wedi madhep kedhep saya. H.

Yen angidung sarwi den pepetri amemuleya golong lelima takir ponthang wewadhahe iwak-iwakanipun ulam tasik rawa myang kali lawan ulam bengawan mawa gantalipun rong supit winungkusana dadya limang wungkus artanya nyaduwit sawungkuse punika. Mangkya kadang ingsun kang umijil saking marga hina pareng samya sadina amor anggone kalawan kadang-ingsun ing kang ora umijil saking marga hina punika kumpule lan ingsun dadi Makdum-sarpin sira wewayanganing Zat reke dadya kanthi saparan datan pisah. Punang Getih ing rahina wengi ngrerewangi ulah kang kawasa andadekaken karsane Puser kawasanipun nguyu-uyu sabawa mami anuruti panedha kawasanireku sangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji tunggal sawujud ingwang. 143 .kakang Kawah puniku kang rumeksa sarira-mami anakakaken sedya ing kawasanipun aji ari-ari ika amayungi laku ing kawasaneki nganakaken pangarah. Tumpangena ponthang anyawiji dadya limang wungkus ponthang lima sinung sekar cepakane roro sapothanganipun kembang boreh dupa ywa kari memetri ujubira dongane Majemu’ poma dipun lakonana saben nuju dina kalahiraneki agung sawabe uga.

144 .Balik lamun ora den lakoni kadangireku samya rencana temah uga saciptane sasedyanira wurung lawan luput pangarahneki sakarsanira wigar anggagar tanpantuk barang ing sakayunira marma kaki eling-elingen sayekti supaya waluyaa.

Dengan mengenakan kampuh balenggen. yaitu kampuh tanpa balenggen. Yang panjangnya 9 kacu adalah untuk raja. 8 kacu untuk pangeran putra dan pepatih dalem.5 kacu per lirang. Lebar kampuh 2 sampai 2. sedang kaum wanita sebagai lapisan di atas kain panjang. Kampuh untuk kaum pria. Selain adanya kampuh balenggen. Panjangnya antara 7 sampai 9 kacu. para aria.22 m.BAB VIII PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL A. Kampuh atau dodot yang dipakai oleh kaum pria dan wanita. jika terdiri atas 1 helai kain disebut 1 lirang. Kampuh blumbangan adalah kampuh yang bagian 145 . Kaum pria memakainya sebagai lapisan di atas celana. Kampuh atau Dodot Busana kebesaran yang sering digunakan untuk upacara pernikahan adalah kampuh. Kampuh yang terdiri atas 2 helai kain disebut 1 tangkep. orang akan tampak lebih gagah daripada memakai kampuh lugas. Panjang 1 kacu kira-kira 90 cm. dikenal juga yang disebut kampuh tengahan atau kampuh blumbangan dan kampuh lugas. sedang istilah dodot adalah untuk panewu ke bawah. berarti 3. Istilah kampuh dipakai untuk abdi dalem bupati anom ke atas. adalah kain penutup.75. 7. 3. 7 kacu untuk panewu. 4 dan 4. mantri ke bawah. bupati dan bupati anom. sehingga nampak seperti jumbai.5 kacu untuk pangeran sentana.5. Kampuh belenggen artinya salah satu sisi kampuh itu benangnya dibiarkan terlepas.

putra mahkota. Adapun yang berhak memakai kampuh tengahan adalah raja. Tengahan ini dapat dilakukan dengan menyisipkan bahan sutera atau pelangi. sehingga menggeser tanah. motifnya alas-alasan atau hewan di hutan diperada. berupa kampuh balenggen latar hitam. para pangeran putra sentana. ungu dan seterusnya. Dengan demikian dikenal adanya kampuh balenggen batik yang tengahnya memakai blumbangan untuk raja. warna tengahannya adalah hijau. yaitu : Bango buthak. dipakai oleh pengantin pada upacara sepasaran. hijau. Jika orang mengenakan kampuh. dan pepatih dalem. yaitu bagian ujung atas kampuh di bagian belakang yang dibiarkan lepas. yaitu (1) Grebong ka(n)dhem. motifnya alas-alasan.tengahnya diberi warna polos: merah. kampuh itu disebut kampuh lugas. (2) Ngumbar 146 . bengkok-bengkok atau rintikrintik. Kampuh tanpa tengahan disebut kampuh lugas. kampuh ini dipakai oleh pengantin pada upacara panggih atau pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita. Gadhung mlathi. Kampuh balenggen batik latar putih lar ageng untuk bupati dan bupati anom. kampuh tengahan ini dipakai pada hari-hari besar. khusus untuk pengantin. dengan tengahan putih. Kampuh memiliki bagian yang disebut kunca. berupa kampuh hijau dengan tengahan putih. Kampuh pengantin ada tiga macam. garis tengahnya tidak selalu lurus. putra mahkota. Jika tanpa blumbangan atau tengahan. Bangun tulak adalah kampuh biru dengan tengahan putih. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. maka akan dihasilkan berbagai macam bentuk. dapat juga miring. Kampuh balenggen batik rejeng latar putih untuk abdi dalem mayor dan bupati anom gandhek. putih.

bupati 27 cm. Ngumbar kunca hanya dilakukan oleh raja.kunca. untuk putra raja 24 cm. ada pula yang lurus. kunca dilipat. misalnya kayu cendana. sehingga hanya sedikit saja yang jatuh mengena tanah. termasuk ariya nginggil. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. Kepuh ukel untuk abdi dalem bupati ke bawah sampai jajar. kunca dililitkan pada keris. kunca dilipat. untuk pepatih dalem 24 cm. atau kayu lainnya. Bilah atau mata keris itu diberi tempat yang disebut sarungan atau warangka. maka diperlukan pemegang kunca yang berjalan di belakang raja. Grebong ka(n)dhem adalah pemakaian kampuh dengan tiga lipatan besar di bagian depan. B. Sampir kunca dipakai oleh putra mahkota. Panjang cincingan untuk raja 22 cm. Supaya kunca itu tidak mengena tanah. Warangka ini dibuat dari kayu. Orang yang mengenakan kampuh atau dodot harus memperhatikan yang disebut cincingan wingking. kemudian diselipkan ke dalam. Salah satu di antaranya adalah sebagai pelengkap busana. Bilah (wilahan) keris ada yang berkelok-kelok (luk). Keris dan Wedhung Keris adalah salah satu perlengkapan dalam upacara pernikahan adat Jawa. cincingan makin panjang. Kepuh berarti lipatan kunca. Kepuh sampir untuk kerabat raja. Dua macam bentuk warangka adalah gayaman dan 147 . timaha. lalu disampirkan pada keris. berarti sampai di bawah tengahnya betis. Keris mempunyai banyak fungsi. (3) Sampir kunca. bupati anom 30 cm dan makin rendah pangkatnya. (4) Kepuh ukel. untuk pangeran sentana 26 cm. dan khusus diperuntukkan raja. trembelo. Kunca kampuh raja cukup panjang dan dibiarkan lepas ke bawah.

tergantung pada kebutuhannya. demikian pula dengan keris berwarangka gayaman. dan anggarnya diganti dengan wedhung. sedang keris gayaman dipakai di depan. Keris dengan warangka ladrang dipakai di belakang. yang dibuat dari bahan mas. Jika mengenakan busana keprajuritan alit (kecil) atau klanthungan. Istilah pasikon yang artinya sama dengan wedhung diperuntukkan priyagung. Penduk keris mengenal beberapa motif hiasan. ladrang dipakai di belakang. lung kastuba dan lung prabageni. priyagung bupati dan bupati anom mengenakan keris (wang-kingan) dengan cara diwangking. dengan cara diselipkan pada sabuknya. misalnya motif lung paksa. Kerisnya dapat gayaman dan yang dianggar diganti dengan pasikon. pepatih dalem ke bawah sampai pada priyayi pangkat terendah. Abdi dalem panewu mantri ke bawah. Epek adalah sabuk yang diberi timang (gesper besar). maupun gayaman. secara dianggar. Jika seseorang memakai busana prajuritan. Di antara penduk (pendhok) itu ada yang disebut penduk slorok. semua abdi dalem yang menghadap raja. Gandar keris diberi pendhok. artinya disisipkan pada pinggang. jika berpakaian secara Jawa memakai keris. artinya penduk yang bertatahkan permata. maupun bebed (kain panjang dengan biku-biku di 148 . suasa. lung kukila. Pada hari-hari besar. letaknya digantungkan pada epek timang. baik yang warangkanya ladrang. perak. ia mengenakan dua macam keris itu secara bersama-sama. jika klanthungan harus memakai keris ladrang yang disisipkan. sedang istilah wedhung untuk priyayi tingkat bawah. kuningan atau lainnya. Raja dan keluarga serta kerabatnya. baik yang mengenakan kampuh (dodot).ladrang.

kecuali abdi dalem prajurit yang hanya diizinkan memakai keris dengan warangka gayaman. pepatih dalem. hanya abdi dalem Priyantaka yang masuk ke kedhaton pada hari Kamis untuk mengeluarkan benda-benda upacara raja. atau jika naik ke Sitihinggil. dibuat oleh pande besi atau mpu dan menggunakan bahan besi. pasikon dengan suh empat dan kudhup turen dipakai oleh para pangeran putra sentana. lebar 4 cm. jagong atau melayat. Para pangeran putra sentana diperkenankan memakai penduk slorok permata. Wedhung. demikian pula dengan abdi dalem yang mengenak pakaian prajuritan dengan menganggar keris. dan pasikonnya memakai pamor. Di tempat-tempat lain.bagian depannya). Bentuk wedhung seperti pisau besar. berbentuk pisau dan diberi simpai (suh) berupa bunga turi yang masih belum mekar (kudhup turen). bupati dan bupati anom. ujungnya runcing dan tajam. jika menghadap raja yang sedang berada di Sitihinggil. jika mengenakan pakaian kebesaran. dan tebalnya 0. seperti di Sasanasumewa. masuk ke Srimanganti. sedang para abdi dalem yang bukan kerabat raja tidak diizinkan. diharuskan memakai keris dengan warangka ladrang. Gandarnya dibuat dari kayu cendana. tidak mengenakan wedhung. wedhung dengan suh empat tanpa hiasan untuk panewu.5 cm. bebedan atau prajuritan klanthungan. besi wadhung harus tanpa pamor. jika mengenakan pakaian kebesaran. kemuning atau lainnya. yang di 149 . Ukuran panjangnya kira-kira 26 cm. mantri ke bawah. Para keluarga serta kerabat raja dan pada abdi dalem. Wedhung merupakan alat senjata. atau ke kedhaton harus memakai wedhung. di pasanggrahan raja. Tiga macam pasikon (wedhung) berdasarkan tingkat-tingkatannya adalah: pasikon dengan suh tiga dan kudhup turen menjadi hak pangeran adipati anom.

dipakai oleh raja. atau Srimanganti dan masuk Kedhaton. 150 .tempat itu raja hadir. para pangeran putra sentana. rr. dipakai oleh sentana dalem riya nginggil. dipakai oleh pangeran adipati anom. pepatih dalem ke bawah sampai jajar dan mereka yang diperkenankan. 2000: 54). berwarna biru tua. berwarna putih. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. dipakai oleh para priyagung bupati ke bawah sampai lurah. yang berhak tidak memakai pasikon adalah raja dan bupati Gandhek yang sedang melaksanakan tugas menjadi utusan raja pada hari besar. semua abdi dalem harus memakai wedhung. (Darsiti Soeratman. Kuluk dipakai oleh raja. C. Mathak pethak. misalnya pengantin dan sebagainya. yaitu mathak yang berwarna putih atau biru di bagian dalamnya diberi daun bambu. Jika abdi dalem naik ke Sitihinggil. biru muda. Di kerajaan Surakarta dikenal adanya lima macam kuluk. istilah panunggul hanya diperuntukkan raja. Mathak balibar. Mathak biru sekar weweyan. dipakai kalau hujan. pengantin juga tidak memakai wedhung (pasikon). biru muda sekali. wedhungnya tidak boleh dibawa oleh panakawannya. atau melewati Kori Brajanala. Aneka Ragam Kuluk Kuluk adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. selain itu. Dari uraian di atas. Mathak (warna bening mengkilat) : Mathak biru sekar gundha. Kemandhungan. Mathak sekar teleng. Kuluk yang juga disebut dengan istilah makutha atau panunggul merupakan bagian dari busana tradisional.

Ada juga nyamat yang diberi pertama berlian atau intan. bupati anom dan panewu mantri. mayor. dan diberi hiasan. memes dan sebagainya. dan dibuat dari bahan beledu. para keluarga dan kerabat raja menyambut kedatangan gubernur jenderal yang berkunjung ke kraton dan jika melepas tamu agung itu meninggalkan kraton. Kuluk mur ini kemudian tidak dipakai. yaitu : 151 . Bentuk nyamat ada empat macam. tetapi di bagian belakangnya diberi tutup yang tingginya melebihi tinggi kuluk itu. lurah. Nyamat ini dipakai oleh pangeran adipati anom sampai tingkat-tingkat di bawahnya. bupati. menjadi busana raja. Songkok ini merupakan busana raja ke bawah sampai abdi dalem bupati dan mayor. mantri. Kesting cemeng untuk para panemu. sesuai dengan keinginan yang memakai. mayor dan riya ngandhap nginggil. abdi dalem prajurit berpangkat letnan kolonel. bupati dalem. dikenal sebagai tugel semangka. jika mereka menghadap. dan oleh pepatih dalem ke bawah. bekel dan lainnya. Songkok dipakai. Bahan yang dipakai adalah beledu hitam. Bahan untuk membuat nyamat adalah mas.Kestur : Kestur cemeng (hitam) dipakai untuk kanigaran. Kuluk berbentuk buah semangka yang dibelah dua. dipakai oleh abdi dalem katib. kolonel komandan. pepatih dalem. Kuluk mur. Selain kuluk atau makutha tersebut di atas. pangeran adipati anom. masih terdapat lainnya yang disebut songkok. perak. Kesting pethak (putih) untuk abdi dalem jajar. Di bagian atas kuluk. Bentuk songkok seperti kuluk tugel semangka yang dipakai oleh abdi dalem katib. kapten dan opsir. Breci dipakai oleh priyagung bupati. para pangeran putra sentana. suasa. dipakai oleh priyagung bupati. caos harian masuk keraton. tepat ditengahnya diberi nyamat sebagai hiasan. juga dipakai oleh abdi dalem prajurit onder letnan ke bawah. bupati anom. jika raja dan abdi dalem.

makin ke atas makin meruncing.Cengkehan. b. dipakai oleh abdi dalem prajurit. Untuk kepentingan harian. bahwa panunggul raja tidak diberi nyamat atau mundri. karena raja berkedudukan sebagai tetunggul (tertinggi). a. bentuknya seperti tumpeng. tetapi yang berpangkat rendah memakai putih. Keterangan mengenai baju sikepan ageng. Ragam Ageman Pengantin Ragam ageman pengantin Jawa banyak jumlahnya. Untuk keperluan harian para pangeran menggunakan dhester. Kuluk ini dibuat dari mika. nampak mengkilat dan tahan lama. ungu. Baju sikepan ageng dari bahan laken atau beledu hitam. atau warna lainnya. dipakai oleh para pangeran putra sentana. kemudian diganti dengan blangkon. Seperti krun atau mahkota kerajaan di Eropa. misalnya sowan atau caos atau bekerja di kantor. yang terdiri atas empat macam seperti tercantum di bawah ini. di tepinya diberi hiasan melingkar-lingkar. bentuknya seperti tumpeng agak bundar. seperti tumpeng persegi. dengan permata di puncaknya. Tumpeng. Perlu diketahui. yaitu ikat kepala. Sekar katu (bungan katu) untuk nyamat kanigara. sebuah istilah yang diperuntukkan raja. Baju sikepan ageng dari bahan beledu hitam. 152 . mirip bunga katu. dilapis kain hitam. dipakai oleh raja dan pangeran adipati anom. para abdi dalem memakai kuluk berwarna hitam. bentuknya bundar gepeng. Tajung. 1. biru atau warna lainnya dilapis kain sutera hitam. Ukuran nyamat ini pada umumnya sebesar bunga melati. D. Bandhilan dengan permata. Panunggul adalah kuluk.

Baju sikepan ageng laken hijau dengan sulaman. bajunya tanpa sulaman. panewu dan mantri. Baju sikepan ageng laken merah dengan sulaman dipakai oleh abdi dalem panewu mantri Kaparak dan Nandhon. mengikuti kedudukannya masing-masing dan disesuaikan dengan sulaman bajunya. berarti berwarna hijau polos. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. dikenakan terlebih dulu baju kemeja (hem) sebagai lapisan bawah. dipakai oleh lurah dan jajar. d. Baju sikepan ageng. lapisan baju itu berwarna kesting sutera kuning. 2. jika lapisan itu berwarna ungu dipakai oleh mantri. sutera kuning. dipakai oleh abdi dalem Kadipaten Anom. dan jajar. yaitu lurah. untuk mereka yang pangkatnya rendah. dipakai oleh para panewu. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. Untuk abdi dalem hurdenas (ordonans). 4. perak atau silih asih (mas dan perak). pepatih dalem. jika lugas. dipakai oleh para pangeran putra sentana. Lapisan untuk baju ini berwarna kuning dari bahan kesting. sutera biru. dibuat dari bahan mas. 3. bupati anom. abdi dalem bupati. 153 . Lebar dan bentuk sulaman itu disesuaikan dengan pangkat atau tingkat kebangsawanan pemakainya.. Sebelum baju sikepan itu dipakai. abdi dalem bupati dan bupati anom. bekel. dimulai dari pangkat bupati sampai pada panewu mantri. berwarna hitam dengan sulaman berwarna keemasan. warna merah untuk lurah dan putih (kain mori) untuk jajar. dipakai oleh pepatih dalem.B.c. artinya tanpa sulaman. Baju sikepan ageng tersebut memakai kancing berjumlah sembilan buah dengan diberi tanda tulisan : P.

Yang disebut seret adalah lebar atau sempitnya warna keemasan pada songsong kebesaran. putih atau hijau dipakai oleh para bupati dan bupati anom. Mereka juga diijinkan memiliki pakaian model Barat. Baju untuk para panewu. baju itu dibuat dari bahan beledu atau bahan lainnya. kendhit (ikat pinggang) letaknya agak ke atas atau tengah. beskap dan lainnya. dipakai oleh raja. Di luar dinas. berwarna putih dan hitam. Untuk para pangeran dan pepatih dalem dipakai bahan beledu atau laken hitam. yaitu baju atila. Jika seret merupakan tepian yang berwarna keemasan. para pangeran. Selain itu mereka diwajibkan mempunyai baju langenarjan. Jajar hanya diperkenankan memakai baju atila berwarna hitam saja. mantri dan lurah adalah atila berwarna hitam atau putih. terdapat baju sikepan cekak (sikepan pendek). dan pepatih dalem. beskap. misalnya hijau dan lainnya. para pangeran putra sentana. mereka diijinkan memakai warna lain. tanpa sulaman. Di bawah ini dikutipkan berbagai macam songsong kebesaran menurut kebangsawanan dan payung abdi dalem berdasarkan jenjang kepangkatan.Selain baju sikepan ageng. langenarjan dan pakaian model Barat. Untuk raja. tetapi hanya berwarna putih dan dipakai jika ada perintah dari raja. maupun pepatih dalem juga mengenakan potongan lain. 154 . Baju atila berwarna hitam. Baik raja. Songsong Gilap Payung Agung Songsong gilap payung agung adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. E. takwa.

- Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan disebut sagara muncar. - Songsong wadana atau bekel putra sentana dalem disebut sagara muncar dengan kendhit. atas semua warna keemasan. - Songsong prameswari dalem. kendhit kuning atal. 155 . disebut gilap. kendhit kuning atal. kendhit putih. Seret keemasan. - Songsong putri raja yang sudah kawin. yaitu bagian luar keemasan dan bagian dalam berwarna kuning atal.G. Songsong ini disebut gilap-gubeg. sekar waru (bunga waru) dan tepian payung diberi bara (jumbai). diikuti warna keemasan sampai ke atas.P. tetapi tanpa jumbai pada tepi daun payung dan pada bunga warunya. artinya berwarna keemasan penuh untuk bagian luar dan dalam. pangeran adipati anom dan ibu raja sama dengan milik raja. lahir dari garwa ampeyan disebut padhang bulan (terang bulan). Adipati juga gilap-gubeg seperti no. 2 dengan hiasan yang berbeda. atas seluruhnya warna keemasan. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan yang telah mendapat sebutan Kanjeng Gusti atau kalau wanita dengan sebutan Kanjang Ratu. Seret keemasan. - Songsong putra dan putri raja lahir dari permaisuri. dan putra raja lahir dari garwa ampeyan tetapi telah mendapat sebutan K. kendhit keemasan. kendhit kuning atal. Seret keemasan.- Songsong raja. disebut gilap-gubeg.

- Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden. atas sepenuhnya putih. lahir dari garwa ampeyan. Seret keemasan. kendhit keemasan. kuning. - Songsong sentana dalem riya nginggil. kendhit keemasan. 156 . Separoh bagian atas putih dan separoh bawah berwarna keemasan. kuning. Seret keemasan. atas sepenuhnya putih. putih. Seret keemasan. - Songsong sentana dalem cucu laki-laki dan perempuan. - Songsong cicit raja laki-laki dan perempuan. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden Ayu. putih. Seret keemasan (agak kecil). atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. - Songsong sentana dalem riya ngandhap. Seret keemasan. kendhit kuning. di atasnya kuning sepenuhnya. putih. atas seluruhnya hijau. lahir dari garwa ampeyan. Seret keemasan (agak kecil). kendhit keemasan dan seluruhnya berwarna kuning. - Songsong putri raja yang belum kawin. Seret keemasan. putih. Seret keemasan. di atasnya seluruhnya putih. atas semuanya putih.- Songsong putra raja yang masih kecil. - Songsong piut raja laki-laki dan perempuan. kuning. hijau. kendhit keemasan. - Songsong pangeran sentana disebut endhog satugel (telor separoh). kendhit kuning. atas seluruhnya kuning. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. putih.

Seret keemasan. kuning. - Payung abdi dalem bupati nayaka. Seret keemasan atas sepenuhnya hijau. atas sepenuhnya hijau. hijau. Seret keemasan. - Payung abdi dalem riya wanita. kendhit keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. atas sepenuhnya keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. Ayu Adipati Sedhahmirah. 157 . hijau. Songsong pepatih dalem.- Songsong priyantun dalem Raden Kiranarukmi ke bawah. Seret keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. hijau. hijau. kendhit keemasan. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan. hijau. hijau. Seret keemasan. putih. atas sepenuhnya kuning. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem lurah berpangkat panewu. hijau. hijau. Seret keemasan. - Payung abdi dalem Nyai lurah berpangkat mantri. hijau. hijau. - Payung abdi dalem bupati anon-anon. kuning. putih. - Payung R. Seret keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. - Payung abdi dalem bupati bekel. - Payung abdi dalem kliwon wanita. atas sepenuhnya putih. - Payung abdi dalem Nyai lurah. Seret keemasan. putih. kendhit keemasan. putih. - Payung abdi dalem wedana (bupati) wanita. hijau. Seret keemasan.

kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon anon-anon. kendhit keemasan. Seret keemasan. biru. kendhit keemasan. Seret keemasan. biru. hijau. biru. - Payung abdi dalem bupati Pamajegan. kuning atal. biru. Seret keemasan. Seret keemasan. hijau. - Payung abdi dalem kliwon gawe. atas warna hijau sepenuhnya. kendhit keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. putih. Seret keemasan. Seret keemasan. merah. Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu Jaksa. putih. biru. hijau. - Payung abdi dalem bupati Imagiri. hijau. hijau. kendhit keemasan. hijau. biru. - Payung abdi dalem kliwon Pamajegan. putih. hijau. putih. biru. kendhit keemasan.- Payung abdi dalem bupati pangreh praja. putih. putih. atas sepenuhnya hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan. merah. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem panewu damel. Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu Distrik (Pangreh praja). - Payung abdi dalem kliwon Pangreh Praja. 158 . - Payung abdi dalem panewu Narawreksa. putih. kendhit biru. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. merah. kendhit keemasan.

hijau. biru. tergantung jenis dan kelengkapan busananya.- Payung abdi dalem panewu Pamajegan Bayalali. Terdiri dari : Pinjung padintenan untuk busana sehari-hari. Seret keemasan. hitam. biru. hijau. Busana kencongan untuk anak laki-laki. kendhit keemasan. Seret keemasan. merah. Sabukwala nyamping batik untuk kegiatan sehari-hari dan upacara alit. dipergunakan untuk upacara tetesan pada masa HB VIII. kendhit keemasan. kendhit keemasan. Menurut Mari S. 159 . Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu Pangrembe Dhusun. Seret keemasan. biru. - Payung abdi dalem Narawreksa sepuh. hijau. Seret keemasan. Sabukwala nyamping cindhe untuk upacara garebeg dan tetesan. merah tua. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem mantri damel dan anon-anon. Busana Remaja. biru. hitam. dipakai sehari-hari dan dalam upacara resmi. kendhit keemasan. Condronegoro (1995: 52) skema kategorisasi busana adat bangsawan Kraton Yogyakarta menurut tingkat umur adalah sebagai berikut: Busana Anak-anak. F. Busana sabukwala untuk putri raja terdiri dari : Sabukwala nyamping praos (kain prada). hijau. kendhit keemasan. Busana Bangsawan Gaya Kraton Busana bangsawan gaya kraton sering digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. Busana pra remaja untuk putri raja ini disebut dengan busana pinjung. - Payung abdi dalem mantri polisi kabupaten.

busana Agustusan dan busana pesiar. busana kaprajuritan. Busana cara putri : Busana untuk menghadiri upacara alit baik di dalam kraton maupun di luar kraton. 160 . Semekan tritik tengahan sutra. Cemukiran tengahan sutra putih. Semekan dringin untuk calon pengantin saat akan menjalani upacara ijab. dan rasukan sutra cekak peniti renteng. malem selikuran.Pinjung tingalan dalem dipakai pada peringatan hari kelahiran raja. seperti upacara tetesan. Ubed-ubed merupakan busana siang hari. pranakan untuk kegiatan sehari-hari. baik untuk upacara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Pinjung garebeg dengan kain bermotif cindhe. rasukan panjang peniti setunggal. Pinjung tarapan dipergunakan saat menjalani upacara haid pertama. Busana cara putri terdiri dari : rasukan sutra cekak peniti setunggal. Semekanan. dipergunakan pada upacara garebeg. Semekan sindur untuk upacara midadareni. Busana Dewasa untuk Putri. rasukan panjang peniti sungsun. Busana untuk upacara ageng bagi putra raja terdiri dari : kasatriyan ageng. untuk upacara khusus yang diadakan bertepatan dengan tanggal 21 pada bulan Puasa dan busana cara Walandi. Semekan tritik dipakai untuk busana harian. dipergunakan untuk tuguran (malam sebelum berlangsungnya upacara tertentu). Semekanan rasukan kebaya bikakan untuk remaja putri. Semekan sutra bleg-blegan (sutra penuh). Semekan praos dipergunakan calon pengantin pada malam midadareni masa pemerintahan HB VII. tarapan atau miyosan. Busana untuk upacara ageng bagi putri raja yang sudah menikah terdiri dari : rasukan panjang peniti renteng. Plangi tengahan sutra. rasukan sutra cekak peniti sungsun.

sebagai berikut : dodotan (kuluk biru). 161 . kampuhan ngapem dan kampuhan untuk upacara sedan/kematian dan kampuhan randa (janda). Kampuhan putra. kanigaran (kuluk kanigara). hampir sama dengan kampuh putri dewasa hanya ditambah perhiasan peniti renteng di sanggulnya dan perhiasan berupa raja keputren. Untuk putri raja. kampuhan dengan rasukan panjang bludiran. sikepan lugas (tanpa benang emas) dan sikepan wedung untuk upacara ijab (mengenakan celana putih). Kampuhan prawan untuk remaja putri. sebagai berikut : kampuhan lukar rasukan (tanpa baju). dipergunakan apabila ada tamu Belanda.Busana Kampuhan/Dodotan untuk upacara ageng.

maka hasil penelitian ini kiranya dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan dan suksesnya pembangunan nasional. nilai luhur kita itu dimaksudkan dapat berfungsi sebagai penangkal. Jika sekiranya sebagian masalah yang timbul disebabkan oleh pelanggaran bahkan pengabaian terhadap nilai-nilai tradiaional yang luhur.BAB IX ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Yang kedua ialah Dewi Manuhara atau Larasati . Serat Candrarini karya Mangkunegoro IV menceritakan tentang kesusilaan wanita yang mengambil contoh pewayangan yaitu : kehidupan keluarga Harjuna antara lain : Pantas menjadi tauladan wanita yang terhormat dalam keluarga. Itulah sebabnya tujuan penelitian ini ialah menemukan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung atau dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa. yaitu wanita yang memiliki sifat-sifat seperti: Woro Sembodro sederhana. kasih dan sayang kepada sesama. Nilai Warisan Luhur Nilai-nilai yang terkandung dalam keluarga Jawa dan masyarakat Jawa masih sesuai dengan perkembangan jaman. tenang.tutur katanya halus. artinya masih dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan nasional. tidak suka mencela orang lain. Meskipun demikian kita yakin bahwa diantara nilai-nilai luhur itu ada yang bersifat universal. sikap dan perbuatannya menarik 162 . Kemudian dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar.

serta menadi penyebab lahirnya manusai besar yang luhur (Sri Widayanti. cermat. 1993: 33). dan tipe wanita yang tidak setia. menghancurkan kehidupan. Ada pepatah yang menyatakan “Sorga anak itu ada di telapak kaki ibu”. Sri Mulyono dalam buku Wayang dan Karakter Manusia. Dalam sisi lain karakter wanita yang digambarkan dalam pewayangan ialah Dewi Genderi (Ibu dari Kurawa) haus akan kekuasaan dan mengabdi kepada kemewahan dan kenikmatan. sang ibu sanggup menjaga diri dalam tingkah lakunya. hormat dan setia terhadap suami. Hal tersebut apabila tingkah laku ibu. hati-hati. Ketiga Wara Sirikandi manis dan simpatik. Wanita merupakan suatu rahasia besar dalam kehidupan umat manusia. hal 56 menyebutkan Wara Srikandi Prajurit wanita yang mampu mengalahkan Bisma (Bisma adalah Senopati Ngastina pada waktu perang Baratayuda). Namun dengan kelemahannya itu wanit mampu menggoncangkan dunia. sejak awal anak di dalam kandungan dan selama dalam kandungan serta sesudah lahir. waspada terhadap situasi dan kondisi. Apabila dilihat sepintas kaum wanita seolah-olah umat manusia yang lemah.hati. di sisi yang lainwanita merupakan pendamai dunia. Banowati wanita cantik yang senang menggangu kehidupan orang lain. mampu menghadapi segala persoalan keluarga. hemat. jujur lahir batin apabila berbicara kepada orang lain bersikap sopan. Yang artinya secara luas bahwa kebahagiaan si anak tergantung tingkah lakusang ibu. trampil dan rajin. bila dibandingkan dengan kaum laki-laki-laki. besar kemungkinannya anak-anak asuhnyaakan mendapatkan 163 . Banyak persoalan yang terkandung dalam isteri wanita yang belum terpecahkan.

baik sebagai makhluk berakal. rasa. berasa dan berkehendak. Meskipun demikian kita menyadari bahwa di samping keberhasil an itu masih ada berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian agar dapat diatasi dengan baik. lalu lintas dan masih banyak lagi lainnya. sebab dalam kenyataan hidup membuktikan. kesemuanya ini untuk mewujudkan manusia berbudi pekerti yang luhur. karsa serta mahluk Gusti Allah. Jadi kesusilaan di sini adalah bagaimana seharusnya manusia harus mencerminkan suara hatinya yang baik dan benar. kenak alan anak. Dengan demikian itu adalah besar sekali pengaruhnya terhadap anak keturunnnya. berasa dan berkehendak atau cipta. Pada masa sekarang ini roda pembangunan sudah menginjak tahap keempat. bahwa wanita dinilai sebagai wanita yang baik susila atau luhur. Kita mengetahui bahwa berbagai usaha telah dil akukan untuk mengatasi masalah pengangguran.kebahagiaan hidup. Susila adalah cerminan suara hati manusia yang memahami diri sendiri sebagai mahluksusila atau bermoral. sesuai dengan sifat kodratnya. yaitu memahami diri sebagai kodratnya mahluk yang berakal. Kita semua merasa berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tahap-tahap sebelumnya sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. narkotika. Wanita itu memiliki kesadaran yang tinggi atas sebab dalam kesadaran moral yang tinggi inilah manusia memhami dirinya sendiri yang sedalam-dalamnya. Antara wanita dengan kesusilaan tidak bisa dipisahkan. 164 . serta memahami diri sebagai mahluk Gusti Allah.

dalam suatu segi kadangkadang pengaruh dari luar terasa kuat sekali. Orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dan melihat pertunjukkan dari luar daripada milik kita sendiri. kecenderungan hidup sekularistik dan materialistik serta hilangnya idealisme perjuangan. hasil penemuan. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejar tercapainya keinginan itu dan jika perlu menempuh cara yang tidak wajar. Orang cenderung menyukai barang-barang. Sebagai contoh antara lain ialah kurang dihargainya nilai moral atau mental. Di dalam masyarakat banyak kita dengar ucapan-ucapan yang sumbang seolah-olah tidak ada harapan untuk bangkit lagi dari kemunduran itu. Dengan demikian nampaklah bahwa sebagian nilai luhur yang semula termasuk diagungkan sudah mulai mundur kebelakang. Sebagai bangsa yang luwes. Kita harus mengakui seperti pepatah meng atak an tiada asap tanpa api. merajalelanya kebobrokan moral dan mental. Hal yang demikian lebih dipacu lagi dengan keadaan lingkungan yang cukup besar pengaruhnya. metodeyang diberikan orang asing daripada hasil kita sendiri. pendapat. yang bersifat terbuka. buatan luar negeri daripada hasil produksi dalam negeri. Ada yang mengatakan sudah terjadi erosi kebudayaan. Orang mengingin kan tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari. alat-alat rumah tangga. bahwa apa yang dinyatakan di atas setidak-tidaknya merupakan 165 . Basis Intisari Keluarga Ilmu pengetahuan. Anehnya lagi. teknologi dan kebudayaan sangat mempengaruhi keluarga.B. ada sementara orang yang secara apriori lebih mempercayai kata-kata. alat-alat transpor serta benda-bendalainnya.

canggah. misanan. Kakang dan adhi adalah saudara sekandung. dan mindhoan adalah saudara tunggal canggah. ipe. Salah satu penyebabnya terletak di dalam diri para pelaksana yaitu manusianya. Keluarga Jawa mengenal silsilah yang menggambarkan urut-urutan hubungan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. embah. nak ndulur.orang tua atau bapak dan ibu. Ipe adalah adik atau kakak suami atau isteri. kadang. misalnya keluarga raja-raja. Istilah ipe dan pripean menunjukkan hubungan saudara melalui perkawinan. Di dalam keluarga. Istilahistilah tersebut menunjukkan adanya rantai hubungan yang merupakan garis keturunan. Istilah kakang. gantung siwur. Salasilah yang ada sekarang ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam masyarakat. mindhoan menunjukkan hubungan kaluarga menyamping.fakta yang perlu mendapat perhatian. udheg-udheg. kita jumpai istilah anak. wareng. nak ndulur adalah saudara tunggal nenek misanan adalah saudara tunggal nenek buyut. embah buyut. adhi. Berbagai usaha untuk menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa telah banyak dilakukan. misanan. Di samping itu jika kita perhatikan hubungan-hubungan menyamping terdapatlah berbagai istilah kakang-adik. Secara runtut digambarkan bahwa seseorang merupakan keturunan dari beberapa generasi sebelumnya. pripean. Kita mengenal berbagai salasilah raja di Jawa misalnya : Keluarga raja Kalingga 166 . Pripean adalah hubungan antara saudara suami dengan saudara isteri. mindhoan. nak ndulur.

Dalam hal ini dikatakan bahwa suami dan isteri bersama-sama pada umumnya merupakan inti sebuah unit hidup yang berurusan bukan saja dengan prosesing dan distribusi barang-barang konsumsi tetapi juga dengan produksi barang-barang atau jasa bagi 167 . meskipun keputusan akhir masih di tangan ayah. Itulah sebabnya ada juga yang berpendapat dan menyebut bersifat paternalistik. isteri juga mempunyai peranan yang penting. Dalam hal ini ikatan keluarga besar yang bernama Trah adalah dwitunggal ayah dan ibu. Hildred Geertz (1961: 31) memberi contoh betapa peranan isteri terutama dalam hal mengelola ekonomi. tetapi pada umumnya tidaklah demikian. yang satu dengan generasi berikutnya. Di dallam keluarga. misalnya Trah Notokusuman. artinya yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu bersama-sama. Bentuk hubungan dalam dinasti sebagaimana tersebut di atas tercermin pula dalam Trah. Keluarga Jawa menganut sistem kekuasaan dwitunggal. Hubungan di dalam Trah memang ada yang runtut seperti salasilah di atas.Keluarga raja Daha Keluarga raja Singasari Keluarga raja Majapahit Keluarga raja Demak Keluarga raja Mataram Keluarga raja Surakarta Keluarga raja Yogyakarta Ada pula silsilah yang dimulai dari Nabi Adam dan secara urut serta runtut dilukiskan hubungan generasi.

namun kekuasaan dalam keluarga pada hakekatnya ada di tangan ayah dan ibu. Akhirnya ayah sebagai penanggung jawab merundingkan lagi dengan isterinya. darmawisata. Mereka dapat menyatakan pendapatnya dengan penuh tenggang rasa dan rasa kasih sayang. Kebersamaan dalam Keluarga Mengenai kerja sama antara suami isteri dalam bidang ekonomi ia menulis antara lain bahwa ada yang suaminya bekerja dan isterinya di rumah. ada yang suaminya melakukan pekerjaan produktif sedang isterinya berusaha kecil-kecilan di rumah. kemudian ia lalu mengambil keputusan. Meskipun putusan akhir ada di tangan ayah. Dalam pembicaraan ini mereka saling asah. saling asuh dan saling asih. perkawinan. 168 . Jika pada waktu pagi seorang suami bekerja di ladang. Di dalam keluarga Jawa suami isteri bekerja sama dalam mencari nafkah hidupnya sehari-hari. Sang suami membajak atau mencangkul. Jika keluarga Jawa mempunyai rencana untuk mengadakan hajad misalnya khitanan. C.pendapatan untuk kelompok. Dalam hal ini pendapat anggota keluarga juga menjadi bahan pertimbangan. Keikutsertaan isteri di segala segi usaha ekonomi memberikan kepadanya kedudukan yang sama kuat dengan suaminya. Demikian pula jika keluarga mempunyai masalah tertentu biasanya juga dibicarakan bersama. Inilah demokrasi dalam keluarga. biasanya mereka merundingkannya bersama. Dalam hal-hal yang tidak begitu penting biasanya pembicaraan cukup dilakukan oleh ayah dan ibu. ada yang suami-isteri bekerja. dan ada pula suami isteri bekerja terpisah. isteripun biasanya ikut membantu.

Sebaliknya jika isteri menjadi pegawai atau pekerja. misalnya suami menjadi petani isterinya pedagang. Pagi hari jam dua atau tiga malam mereka sudah berangkat ke pasar. Jika isteri bekerjadi rumah misalnya mencuci. misalnya kacang. Pada sore hari dan malam hari mereka masih disibukkan membenahi hasil ladangnya. Tampaklah dengan jelas 169 . jam dua atau tiga siang tiba di rumah. memasak. Bagi keluarga pedagang. Bahkan sementara dari mereka ada yang secara rutin hidup bergumul dengan dagangannya sehingga ha ya pada malam hari saja tidur di rumah. mengawasi putra-putranya. toh tetap sibuk dengan pekerjaan rutin di rumah yaitu membersihkan dan mengatur rumah. Demikianlah halnya dengan isteri-isteri yang ikut aktif mencari nafkah di kantor. menghitung hasil penjualannya. maka iapun membuatkan makanan dan mengantarkannya kepada suami yang sedang bekerja di ladang. sang suami lalu berdagang atau berjualan dengan tujuan yang sama seperti di atas. lalu mencari dagangan lagi. Ada pula diantara suami isteri yang pekerjaannya berbeda. Tidak sedikit seorang is:eri yang harus membeli dagangannya sendiri dan menjajakannya pula.suami menjadi pegawai atau pekerja isterinya menjadi pedagang. mereka juga disibukkan dengan menyiapkan dagangannya. di perusahaan. Bagi isteri yang tidak bekerja semacam itu. jagung.sang isteri membantu mengairi dan menyiangi tanamannya. Isteri bekerja berjualan dengan maksud menambah penghasilan suaminya. menunggu dan melayani pembeli. di pabrik. Mereka mengatur dan menyiapkan dagangan yang akan dijual sampai jauh malam. menyiapkan makanan untuk keluarga. padi.

meskipun akhir putusan ada di tangan orang tua. ayah atau kekuasaan ibu. Hal-hal yang dibicarakan antara lain meliputi waktu. bahkan sedemikian rupa sehingga anak yang sudah kawinpun masih banyak yang bertempat tinggal bersama keluarga. iapun diikut sertakan pula. Di bagian atas sudah dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga Jawa. Mereka bekerja sama dalam membina keluarga mereka.bahwa suami dan isteri merupakan dua sejoli dalam rumah tangga. Hubungan antara anggota keluarga sangat erat. dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan perkawinan. tidaklah berarti ada sistem kekuasaar. Semunya itu dirundingkan dan diputuskan bersama. Dalam menghadapi soal semacam itu misalnya hajad mengkhitankan anak. misalnya pada waktu mereka mempunyai hajad mengawinkan anaknya. Dalam hal ini ayah dan ibu wajib menanyai puteranya lebih dahulu. membuka usaha baru selalu dibicarakan bersama oleh suami isteri. hajad mendirikan rumah. membelisawah dan ladang. Di dalam 170 . Jika dalam kenyataan ada di antara keluarga yang memberi ayah atau ibu kekuasaan yang lebih besar. akan tetapi lebih merupakan variasi saja dalam sistem keluarga Jawa yang prinsipnya berstruktur kekuasaan ayah dan ibu atau dwitunggal. ayah dan ibu ialu merundingkan mengenai pelaksanaannya. apakah ia bersedia menrima pinangan seseorang atau bersedia dikawirikan dengan seseorang. Jika dalam hal ini putera mereka sudah ada yang dapat diajak berunding. beaya. Keluarga sering dihadapkan pada berbagai masalah yang cukup penting. Jika anaknya telah bersedia.

Dan lagi di dalam petuah saya. sarta manut wuruke sadulur tuwa. kemudian rasakankanlah bunyinya surat ini. oleh karena itu orang muda jangan senang dipuji. Yen dadi nom den weruh ing enomipun. setiap surat ini. hendaknya seperti air di bak. yen ta anganggowa. Lawan maning ana ing pituturingsun. saunine layang iki. Oleh karena itu wajib saling mengetahui kedudukan masing-masing. den awening paningale aja samar. balik rumangsaha. agar terasa dan yang baik pakailah". Bila menjadi muda hendaknya tahu bahwa muda. Ceriteranya baik-buruk harap tahu. Kang tinitah dadi anom aja masgul. yang bersih penglihatannya dan jangan khawatir. lamun sira maca iya sadhengah kinteki. kang anom wajibe wedi. Nadyan bener yen wong anom dadi luput.keluarga anak-anak merupakan kesatuan yang bulat. pikirannya sendiri. ningali sastra. serta menuruti petunjuk atau ajaran saudara tua. Caritane ala becik dipun weruh. yen masgula ngowahi kodrat ing suksma. artinya penglihatannya terang dan jelas tak perlu ragu-ragu. Sebagai kodrat saudara yang lebih muda wajib memperhatikan dan menuruti petunjuk serta nasehat saudaranya yang lebih tua. yang muda wajib takut. Ia tidak boleh 171 . dene ingkang tuwa den kaya banyu ing beji. marang kang taruna. nuli rasakna. Ia ibarat air dalam jamban. den karasa kang becik sira anggowa". aja pijer katungkul. Dalam hubungan ini Paku Buwana IV antara lain menegaskan : ”Pan sadulur tuwa kang wajib pitutur. meskipun ia tahu bahwa ia benar dan mungkin saudara tuanya yang salah. yen wus tinitah hyang Widhi. Saudara tua mempunyai kewajiban memberi petuah adikadiknya. pramilane wong anom aja ugungan.jika memakai. Meskipun benar bila orang muda menjadi salah. Terjemahan : “Adalah saudara tua yang wajib memberi nasehat kepada yang muda. bila kecewa merubah kodrat Gusti Allah. sedang yang tua. jika engkau membaca. Yang ditakdirkan menjadi muda jangan kecewa. sebaliknya merasalah bahwa sudah ditakdirkan Gusti Allah. Ia harus takut dalam arti patuh kepada saudaranya yang lebih tua. pikirira pribadi. jangan selalu terpikat melihat tulisan.

sama dengan membuat tali untuk 172 . akan tetapi sebagai aku-aku. Mereka tidak memperlakukan akunya lebih penting dari anggotalainnya. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya juga sangat penting dan merupakan bagian dari seluruh hubungan yang serasi di dalam keluarga. Mereka masing-masing sebagai individu tetap mandiri. akan tetapi dalam kemandiriannya itu ia sekaligus merupakan totalitas atau keseluruhan dengan yang lain. atau kepribadian sendiri.p secara harmonik artinya saling merasakan suka dan duka bersama. Mereka hidu. Dalam hal ini Ki Ageng Surya Mentaram antara lain mengatakan bahwa siapa mencari enak tanpa mengenakkan tetangga. sehingga hubungannya tidak sebagai-aku-engkau. Demikian pula hubungan antara anak yang satu dengan anak yang lain. saling memikul bila berat dan saling menjinjing bila ringan bebannya. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa para anggotanya tidak saling menganggap sebagai orang lain. Saudara kakak beradik dalam keluarga merupakan kesatuan dan saling merasakan suka dan duka bersama. akan tetapi seperti dirinya sendiri. Uraian di atas tidak berarti bahwa masing-masing anak tidak mempunyai identitas. demikian pula jika salah seorang mendapat kesenangan berarti juga buat yang lain. Kegagalan yang dialami oleh salah seorang anggotanya berarti juga kegagalan bagi anggota keluarga yang lain. tidak dipisahkan.berlaku manja sekali sehingga sebagai anak muda menyadari kedudukannya sebagai orang muda. Pende ritaan salah satu dari padanya merupakan penderitaan bersama. Mereka hidup bersama laksana endhog sapetarangan atau seperti telur dalam satu sangkar.

Masing-masing mempunyai kebebasan dalam batas-batas yang wajar yaitu tidak melanggar kepentingan bersama. Hubungan suami dan isteri tersebut di atas menunjukkan bahwa keduanya merupakan kesatuan. mewajarkan tindakannya mengenakkan orang lain. Selanjutnya jika kita perhatikan anak-anak juga merupakan kesatuan. Sikap jiwa yang menganggap orang lain bukan kamu. dan kemungkinannya melihat rasa enak atau tidak enak orang lain.menjerat lehernya sendiri. Jadi hilangnya rasa kamu karena mengerti kesalahan sendiri ketika hubungan dengan orang lain dan merasa tidak enak. 173 . rasa demikian itu adalah lenyapnya rasamu. Selanjutnya dikatakan semboyan ‘enak hanyalah mengenakkan orang lain’ didasarkan atas anggapan bahwa orang lain bukanlah kamu. Ungkapan tersebut berarti tak ada keenakan kecuali mengenakkan orang lain. timbullah hasrat minta maaf pada suami/isterinya. Dalam hal ini dikatakan bahwa sementara penekanan struktural terhadap keluarga inti. ada sebuah struktur yang melengkapi yakni strtiktur jaringan ikatan antara wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan yang disebut matrifokal yang masih nampak jelas dalam komposisi rumah tangga. Struktur pertama keluarga Jawa Family nukler. Hasrat minta maaf ini mengubah pandangannya terhadap suami/isteri dan inilah permulaan rasa rukun dan damai. Di dalam hubungan antara suami dan isteri antara lain disebutkan bahwa perkawinan dengan dasar untung rugi menimbulkan rasa dijebloskan atau menjebloskan. demikian pula orang tua. Setelah orang merasa bahwa dengan cacadnya ia menyusahkan suami/isteri.

Sebagai masyarakat terkecil. Dilihat dari ruang dan waktu. tetapi justru mendorong untuk bersatu. kemampuan. dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. anggota keluarga Jawa mempunyai bakat. Keluarga Jawa merupakan masyarakat yang terkecil terkecil atas ayah-ibu beserta anak-anaknya yang mempunyai hubungan erat dan merupakan satu kesatuan bulat dalam suatu sistem. Keluarga Jawa adalah dwitunggal atau bahkan sarwa tunggal. kesenangan dan ciri masing-masing.D. duniawi dan ukrowi. keluarga Jawa bersistem dwitunggal artinya kedaulatan ada di tangan ayah dan ibu bersama-sama. Struktur Sarwa Tunggal Suami isteri sebagai orang tua anak serta anak-anak merupakan dua unsur yang merupakan kesatuan. Dilihat dari siapa yang memegang kedaulatan. Kebahagiaan berarti kesejahteraan dan ketenteraman lahir serta batin. Dilihat dari garis keturunannya. maka keluarga Jawa dapat disebut sebagai keluarga yang berstruktur dwitunggal. Keadaan yang demikian ini tercapai bila seluruh anggota keluarga tidak dihinggapi oleh rasa takut misalnya takut kekurangan makan. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. keluarga Jawa pada hakekatnya bersistem dwitunggal karena hubungan dalam keluarga menbikuti kedua garis yaitu ayah dan ibu. takut 174 . Dengan kata lain mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. Selanjutnya karena keseluaruhan anggota merupakan kesatuan maka keluarga Jawa dapat disebut berstruktur sarwa tunggal. struktur keluarga Jawa meliputi tempat yang tak terbatas dan berbagai generasi. Meskipun demikian perbedaan-perbedaan tersebut bukannya mendorong ke perpecahan.

kedudukan. perumahan. minum. sehingga mereka merasakan hidup yang' tenang dan tenteram. Keluarga sebagai masyarakat terkecil mempunyai tuju an yang langsung antara lain kebutuhan akan makan. Mereka percaya bahwa Tuhan yang Maha Murah dan Kasih akan memberikan rejeki kepada umat manusia. minum. uang. Di samping itu juga terbebas dari berbagai gangguan misalnya gangguan penyakit. Itulah kebaikan yang mereka dambakan.an dan fungsi mereka masing-masing. Mereka bekerja dan berusaha sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan itu agar tidak mengalami kekurangan dan penderitaan. pakaian. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Mereka juga wajib memperhatikan dan mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. takut akan berbagai penderitaan lainnya. Keyakinan ini diwujudkan berupa suatu optimisme yang besar. kekuasaan dan pangkat. kesehatan diri. Agar cita-cita tersebut tercapai ayah dan ibu harus berusaha dan bekerja dengan tekun untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Semua anggota keluarga harus mengetahui bagaimana kedudul. perumahan menjadi tugas utama keluarga untuk mencukupinya. oangguan keamanan. 175 .tidak mempunyai tempat tinggal. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hub ungan antara anggota-anggotanya. Tujuan langsung. takut menghadapi hari tua. pakaian. dengan ujud pernyataan ana dina ana upa artinya ada hari ada nasi. Keluarga dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mengejar tujuan itu. Kebutuhan sehari-hari seperti makan.

Tujuan tidak langsung. Tujuan langsung tidak hanya terbatas mengenai kebutuhan jasmani dan duniawi saja. ketenteraman 176 . Demikian pula mereka berusaha menjaga diri para anggotanya agar tetap sehat sehingga dapat melakukan tugas keluarga dengan baik. Mereka percaya bahwa dengan kerja keras setiap orang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok yaitu makan. Kebahagiaan sempurna bagi keluarga yaitu ketenangan. bersikap pasip tanpa semangat. akan tetapi juga kebutuhan rohani. Bukankah jam tiga malam pedagang sudah berbondong-bondong ke pasar untuk berjualan dan jam lima pagi para petani sudah mulai mengerjakan sawahnya. Pada hal jika kita perhatikan dengan seksama. Itulah sebabnya tujuan langsung juga disebut tujuan jangka pendek. Di dalam kenyataan hidup sebagian besar waktu digunakan justru untuk memenuhi tujuan hidup yang langsung ini. Setiap keluarga Jawa mempunyai cita-cita yang mulia yaitu ingin mencapai kebahagiaan yang sempurna. Kebutuhan semacam itu selalu ada di sekitar kita dan menuntut agar segera kita penuhi. sama halnya dengan tujuan manusia. Meskipun demikian titik beratnya terletak pada pemenuhan yang bersifat jasmani atau yang material. karena kebutuhan sehari-hari memberikan rangsangan yang cukup besar.Pernyataan ini memang dapat diartikan negatif seolah-olah mereka pasrah kepada nasib dan takdir. di dalam pernyataan itu terkandung optimisme yang mendorong dan memberi semangat kepada mereka untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. Masih banyak yang mereka lakukan yaitu di samping memenuhi kebutuhan sebagaimana di sebutkan di atas juga berusaha antara lain memperoleh kekuasaan. non duniawi.

baik lahir maupun batin. Itulah sebabnya di dalam keluarga. 177 . baik lahir maupun batin. maupun dalam hubungannya dengan keluarga lain. meskipun kenyataannya lebih sukar dilaksanakan dari pada tujuan yang langsung. Menggapai Kebahagiaan Sejati Setiap keluarga mempunyai cita-cita yang mulia yaitu keinginan mencapai kebahagiaan yang sempurna. yang tidak langsung. Kebahagiaan sempurna. anak-anaknya merupakan rakyat yang paling penting di dunia. ketenteraman dan keselamatan bagi setiap anggotanya. Karena keluarga yang satu hidup bersama dengan keluarga lain maka mereka harus melaksanakan keadilan baik oleh dan untuk anggota-anggotanya.dan keselamatan bagi setiap anggotanya. adalah tujuan yang jauh. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya (Sunoto. Dalam hal ini adanya kehidupan yang serasi dan selaras serta seimbang dalam keluarga sangat diutamakan. 1989: 33). orang tua. keluarga. E. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya. para anggotanya didorong dan diarahkan melalui berbagai cara agar menyadari bahwa yang harus mereka capai di samping tujuan yang langsung. Bagi keluarga yaitu ketenangan. Oleh karena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan yang ada. Tujuan tidak langsung atau jangka panjang ini sangat penting. Di dalam keluarga harus berlaku keadilan. Bagi orang Jawa.

Bagi masyarakat Jawa pergaulan yang baik harus tetap bersandarkan atas sikap yang pada hakikatnya berlandaskan nilai-nilai religius dan moral. Anak mempunyai kedudukan penting di dalam hati orang tua karena merupakan tali pengikat yang kokoh terhadap ayah ibunya. Istilah seperti sing ngerti suba sita lan duga watara menunjukkan betapa pentingnya nilainilai tersebut diperhatikan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Hal ini sebagaimana terdapat dalam ungkapan Jawa anak iku dadi ganthelaning ati anak itu selalu ada dalam hati orang tuanya. Masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap keberadaan anak karena sebagaimana dikatakan bahwa anak merupakan kunci kebahagiaan orang tua.Dalam Serat Wulang Putri ini diajarkan bahwa Waniti dikatakan utama apabila ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan mempunyai keturunan sebagai penyambung cita-cita hidupnya. selaras dan seimbang. mring rama ibunta nini. tentu akan terjalin suatu pergaulan yang serasi. Jika dalam tata pergaulan orang dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa. wanita yang mempunyai kekhususan sebagai pelahir anak maka ia pun dituntut untuk memberikan pendidikan pada anaknya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebagai manusia. tegese sira nucekna. 178 . Sebagaimana dipaparkan dalam Serat Wulang Putri : Maning sira angidhepa. Dari sini tersirat bahwa selain sebagai anak. Banyak petuah yang ditujukan kepada anak bagaimana ia bersikap dan berbuat di dalam pegaulan keluarga. Oleh karena itulah merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

kepada bapak dlan ibumu wahai putriku. dene dennya nglakoni. Kewajiban ini sebagai balas budi anak terhadap jerih payah orang tua. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini juga dijelaskan dalam Wulang Reh (Paku Buwana IV) pupuh Maskumambang : 179 . Sebagaimana dinyatakan bahwa ketika ibu mengandung merupakan beban berat yang berlipat atau wahnan 'ala wahnin (Qur'an 46: 16). waspada dan ingat sadar. hilanglah napsumu. eneng eninga di hati. berilah kasih dari segala arah. angakna ing asih kalawan arah. Adapun jalannya untuk berbakti seorang wanita dinasehatkan untuk mensucikan jiwa dengan cara eneng -ening-awas -eling dalam hati serta mengasihi mereka berdua dengan setulus-tulusnya.iya sasiranireki. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak sebagai sarana berbakti kepada Gusti Allah. Kewajiban berbakti ini sebagai bukti timbal balik kita kepada kedua orang tua yeng telah menyebabkan kita hadir di dunia. adapun cara menjalankannya. yang merawat dan membesarkan. artinya sucikanlah. awas eling supaya. eneng eninga ing kalbu. jiwamu ini. Terjemahan : Ada lagi hendaknya engkau berbakti. sirnaa nepsunta nini.

miwah bapa-biyung. dununge sawiji-wiji. wineruhan padhang hawa. Ana uga etang-etanganane kaki. Uripira pinter samubarang kardi. ing donya turnekeng akir. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi.Iku pantes sira tirua ta kaki. ya marang sedulur tuwa. Pramilane rama ibu denbekteni. anemu duraka. iku kaki estokena. Ingkang dhingin rama ibu kaping kalih. saking ibu rama. kang muruk watek kang becik. lilima sinembah. Orang yang tidak patuh pada nasehat orang tua. yang demikian itu patuhilah anakku. Terjemahan : Itu pantas bila kautauladani anakku. mulane wajib sinembah. ing batin saking Hyang widhi. 180 . marang mertuwa. lanang wadon kang kaping tri. kinarya jalaran. juga bapak ibu. yang mengajarkan watak tang baik. sembah lilima punika. anane badan puniki. tan wurung kasu rang-su rang.

laki-laki perempuan. Hidupmu menjadi tahu akan segala hal. tahu akan dunia yang terang. lima yang disembah. yang ketiga kepada saudara tua. karena ibu dan ayah. Pernyataan ini secara tidak langsung menuntut kaum wanita untuk merawat dan mendidik anak yang telah dilahirkannya. Kewajiban ini tidaklah diungkapkan secara eksplisit dalam Serat Wulang Putri. Yang pertama ayah-ibu. di dunia sampai akhirat. yang keempat berawan maksudnya 181 . kedua terhadap mertua. mapan sugih anak. Ada juga hitungannya anakku. kelima sembah itu adalah. Sebab hendaknya engkau berbakti pada ayah-ibu. Selain ada kewajiban berbakti pada orang tua wanita juga berperan sebagai pendidik anak. Ungkapan itu tampak dalam pupuh Maskumambang bait II. karena. hal itu masing-masing. tidak luput hidupnya pun selalu dalam keresahan. kaping pat berawan maksude nini. Keimplisitan ini sebagaimana dipaparkan bahwa salah satu keberuntungan bagi manusia apabila ia mempunyai anak. dalam batin dari Yang Maha Kuasa.akan menemui celaka. karena itulah wajib disembah. adanya diri ini.

Berdasarkan 182 .putriku. Pernyataan bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup adalah memiliki seorang anak menunjukkan bahwa fungsi reproduksi dari wanita benar-benar menjadi pusat penilaian masyarakat. Di sini masyarakat menunjuk kepada wanita sebagai ibu yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. maka sesuai dengan idaman ajaran kefilsafatan Jawa. Dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak. Pandangan Hidup Berkeluarga Dengan mempelajari hubungan-hubungan tersebut akan dapat diketahui ciriciri khusus filsafat hidup mereka. bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung. 1996: 74). yaitu anak yang baik menjadikan kebagiaan. mengasuh dan mendidik. yakni seorang wanita yang dalam dirinya memiliki sifat-sifat luhur. istri kosong apabila tidak mempunyai anak benar-benar kosong (Sadewa. F. mempunyai anak. Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam Serat Panitisastra bahwa sepining garwa tan darbe suta sepi satuhu. Ungkapan ini menunjukkan bahwa wanita tanpa anak dianggap sebagai wanita yang sia-sia. Wanita merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Kebahagiaan orang tua ada pada diri anak ini dipaparkan pula dalam Serat Panitisastra. tujuan keluarga pada hakekatnya diharapkan serasi dengan tujuan para anggotanya. anak yang jahat mendatangkan susah orang tuanya. Oleh karena keluarga terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Untuk menjadikan anak yang berbudi pekerti luhur ini diperlukanlah sosok yang mampu merawat.

Tapa brata puja mantra tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan utama yaitu agar seorang wanita dapat menguasai hawa nafsu dlan membersihkan jiwa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Gusti Allah. maka ia merupakan unsur masyarakat. Dengan demikian tata cara dan tata krama keluarga Jawa yang ada secara selektif dapat dikembangkan dan dipelihara menjadi unsur tata cara dan tata krama nasional.uraian tersebut. dirinya terhalang dari Gusti Allah dan untuk menyingkap tabir itu harus melakukan latihan kerohanian dengan mengosongkan 183 . Di pilih jalan tengah antara keadaan puas dan keadaan lapar (De Jong. keluarga itu mandiri. 1976: 24). Oleh karena filsafat masyarakat Jawa merupakan sebagian dari filsafat Indonesia. Meskipun sebagai unit. Membicarakan keluarga Jawa dari segi filsafat. Syarat untuk menjalankan tapa tersebut tidak boleh mengganggu berjalannya hidup sehari-hari. Selanjutnya karena keluarga merupakan masyarakat terkecil. Hakekat dan tujuan serta hubungan-hubungan yang berlaku dalam keluarga Jawa diharapkan juga serasi dengan yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya. setidaktidaknya memberi sumbangan bagi pembicaraan filsafat masyarakat Jawa pada umumnya. maka hasil penelitian ini akan memberikan andil dan masukan bagi kefilsafatan Indonesia tersebut.dalam penelitian ini akan dibuktikan bahwa ada kesamaan antara manusia yang menjadi idaman masyarakat Jawa dengan manusia anggota keluarga yang juga diidamkan oleh keluarga. Manusia yang memperturutkan hawa nafsu. namun sebagai unsur masyarakatia juga terikat oleh tata cara dan tata krama masyarakat.

kumingsun. Seorang wanita dalam menjalankan tapa brata tersebut harus mengetahui dan memahami empan papan. ewan cekak dan rupak artinya dengki dan suka membenci. panasten kemeren lawan dahwen. Dalam moring kawula Gusti itu lenyaplah segala perasaan yang tinggal sebagai ciri khas dari kesatuan tersebut ialah arah suprasosial terhadap sesama manusia. Segala pikiran dan perasaan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu (misal: pamrih) akan merintangi pemersatuan itu. kumawula artinya merupakan cermin yang sejati. Pada waktu malam orang dapat menghayati bersatunya diri manusia dengan alam raya yang tenang dengan sangat mesranya. iri hati dan suka mencampuri urusan orang lain. sama seperti kotoran. manusia akan mencapai moring kawula Pusti 'bersatunya hamba dengan Gusti Allah. mudah tidak senang dan berpikiran sempit serta picik. panas hati. Dengan demikian. Empan itu apabila waktu malam tiba terbukanya semua kehendak. Manusia yang merasakan benar-benar dirinya hamba-Nya.hati dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisi dengan sifat-sifat terpuji. sombong. sehingga Gusti Allah dalam bayangan yang sungguh-sungguh tidak terhalang oleh kotoran sedikitpun. Papan adalah suasana sepi artinya bahwa di waktu sepi itulah waktu yang tepat untuk menghilangkan duka nestapa. Sifat-sifat tercela tersebut sebagaimana diungkapkan dalam Serat Wulang Putri disebut pancadriya dalam pupuh Sinom bait 1-2 adalah cengil sengitan. Sumber kebagiaan di 184 .. Konsep empan papan ini menggambarkan bahwa waktu malam merupakan waktu yang suci dan angker.

Anggota-anggota keluarga meskipun mandiri pada hakekatnya tidak terpisahkan satu sama lain. Meskipun orang tua berhak memberikan nasehat dan saran. Bagi masyarakat Jawa ungkapan narima merupakan ungkapan terima kasih atas segala pemberian yang diperoleh dari Gusti Allah yang Maha Pemurah. demikian pula keluarga Jawa. namun keputusan akhir ada di tangan anggota-anggotanya. 1976: 26). atau merupakan kumpulan dari anggota-anggotanya. Dengan prinsip hidup nrima ing pandum seseorang tidak mempunyai sifat serakah atau iri hati. Di atas sudah dijelaskan bahwa keluarga terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anaknya. Meskipun demikian kebebasan mereka ini bukannya tanpa batas. Persatuan. Sartono Kartodirdjo mengatakan bahwa narima refers to the state of being content or accepting something with fullness. Bahkan orang-orang lain yang bukan anak dan bertempattinggal bersama serumah termasuk anggota keluarga. 185 . menuntut ilmu. tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Kepasrahan kepada Gusti Allah merupakan salah satu sikap hidup orang Jawa yang sering dikenal dengan ungkapan nrima ing pandum 'menerima apa yang telah diberikan' karena segala sesuatu sudah diatur. karena kumpulan anggota-anggota tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisah-pisahkan lagi.sini bukanlah hidup di dunia tetapi apabila seorang hamba merasa bersatu dengan Gusti Allahnya (De Jong. Mandiri artinya setiap anggota keluarga bebas dalam menentukan jalan hidupnya antara lain dalam hal memilih pekerjaan. malahan sebenarnya mereka terikat oleh berbagai ketentuan adat atau norma yang berlaku. Kesatuan. mencari nafkah. Inilah wujud keluarga yang telah diperluas. karena keluarga terdiri atas anggota-anggota atau individu-individu.

Orang memerlukan bimbingan dalam segala bidang. Keluarga Jawa sebagai suatu sistem. Bahkan walaupun anak sudah berkeluarga sendiri. Keluarga merupakan suatu unit kesatuan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri. jika mendapat kesulitan. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa masing-masing anggotanya harus mampu bersosialitas dengan anggotanya yang lain. dagingnya juga turut kena. mempunyai hubungan baik material maupun spiritual. serta merasakan suka dan duka bersama. Nasib anak-anak dalam keluarga selama mereka belum mendapat penghasilan sendiri masih menjadi tanggung jawab orang tuanya. Pepatah ini menunjukkan bahwa betapapun bencinya orang tua kepada anaknya namun toh masih dalam batas-batas tertentu. senasib sepenanggungan.Kumpulan anggota yang telah bersatu itu tidak dapat dipecah-pecah lagi. Dalam hal ini dikatakan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak bermaksud untuk menghasilkan orang yang dapat berdiri sendiri melainkan menekankan orang yang sosial. 186 . Tega larane ora tega patine. orang tua selalu siap membantu. di samping harus mampu mengembangkan dirinya. tetapi juga orang tuanya. Ada pepatah Jawa yaitu anak molah bapa kepradhah artinya jika anak berbuat sesuatu yang kurang baik yang terkena akibatnya tidak hanya dia sendiri. Ini berarti bahwa jika salah satu anggota keluarga menderita berarti juga penderitaan bagi anggota lainnya. karena sudah merupakan satu kebersamaan. sedangkan individualitas personality seseorang akan mewujudkan suatu dasar moril yang kuat. Jiniwit katut artinya kalau orang dicubit kulitnya.

namanya pucung. Betapa pentingnya kesatuan dan kerukunan hidup keluarga antara lain dikemukakan dalam Serat Wulang Reh (Pakubuwono IV) sebagai berikut : Kamulane kaluwak nom-nomanipun. merupakan rakyat yang paling penting di dunia. Terjemahan : Permulaannya keluwak waktu masih muda. berkumpullah seperti dahulu. yen wis tuwa si kaluwak pisah-pisah.Hildred Geertz (1961: 51) menulis bahwa bagi orang Jawa. anak-anaknya. jika sudah tua. masih menjadi satu. namun intinya ialah kesatuan dalam keluarga. Pernyataan ini dapat ditafsirkan secara nebatif yaitu hanya menekankan berkumpulnya atau 187 . anom kumpul tuwa kumpul kang prayoga. Bait di atas menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga. Berusahalah bagaimana baiknya. Oleh kerena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas mereka agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan mereka. jangan sampai berpisah. muda kumpul tua kumpul yang baik. keluarganya. Meskipun ajaran tersebut agaknya ditujukan kepada anak-anak. Dilukiskan bahwa keluarga harus bersatu dan harus berkumpul sebagaimana anak-anak waktu masih hidup bersama orang tuanya. Den budiya kepriye ing becikipun. Sedemikian rupa dambaan persatuan dan kesatuan tersebut tampak pula dalam pernyataan mangan ora mangan waton kumpul. pucung arane puniki. keluwak lalu bercerai berai. pan dadi satunggal. aja nganti pisah. kumpula kaya ing nguni. orang tuanya.

Istilah makan atau tidak makan asal kumpul dalam pernyataan di atas terang dimaksudkan betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan. Jika kemudian anak-anak bahkan cucucucu mereka sudah bertebaran di berbagai tempat. Salah-salah dapat terjadi berkumpul tidak makan sungguh-sungguh.istilah berkumpul masih 188 . sebab kondisi keluarga memang berbeda. sebab mereka pasti dapat makan. sebab pada waktu itu tidak mungkin berkumpul tanpa makan.kesatuannya. Jika pada waktu dahulu berkumpul diartikan berkumpul serumah. Jika sekarang pernyataan tersebut diterapkan sebagaimana apa adanya sudah barang tentu tidak kena. Sewaktu anak-anak masih menjadi tanggungan orang tua dan belum dapat mandiri. 1989: 83). Dorongan untuk berkembang dengan cara yang kreatif tidak tersirat dalam pernyataan itu. berkumpul memang dalam arti serumah. sedang kebutuhan makannya kurang mendapat perhatian. Karenaitu pada hakekatnya tidak mungkin kekurangan makan. Pada waktu itu alam masih kaya dan luas. menerima nasib dan menggantungkan diri atas pemberian atau bagian yang diberikan oleh Gusti Allah. karena makanan sudah cukup tersedia. Disamping itu pernyataan tersebut seolah-olah hanya berisi ajaran yang membentuk manusia berpikiran dan berkepribadian sempit. Sebenarnya jika pernyataan itu dilihat dari kurun waktu beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu masih dapat diterima oleh akal. Karena itu dalam hal ini yang penting adalah arti berkumpulnya. bersatu nya anggota keluarga. Ajaran tersebut mendidik manusia narima ing pandum. sedang jumlah manusia masih sedikit. Apakah anggota keluarga itu berkumpul atau tidalc sebenarnya tidak menjadi masalah. tentunya harus diberi arti yang lebih luas (Sunoto.

Kedua orang itu saling menceritakan asal-usul mereka. harta. karena bagaimanapun juga mereka harus tetap bersatu-padu dalam keluarga besar. dan peraturan yang me ngikat anggotanya. di bis atau dalam pertemuan. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa struktur keluarga Jawa merupakan suatu sistem yang menekankan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai dasarnya. Jika seseorang berjumpa dengan orang lain dalam perjalanan. Hubunganhubungan di dalamnya sudah agak longgar.mengandung makna yang cukup berarti. akhirnya diketahui bahwa nenek buyut mereka sama. Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa struktur keluarga Jawa. pengurus. misalnya rapat.karena setelah diurut-urut antara mereka masih ada hubungan keluarga. meskipun secara formal nampaknyatidak mengenal jenis hubungan dan ikatan seperti marga dan namun pada hakekatnya mengenal pula hubungan darah atau famili atau hubungan yang berdasarkan atas keturunan. 189 . Di atas keluarga masih ada ikatan yang cukup jelas meskipun tidak mempunyai organisasi yang teratur yang mempunyai tempat. sering kali lalu berkenalan dan membicarakan berbagai masalah. misalnya di kereta api. Di sinilah kadangkadang mereka bertemu sebagai keluarga. Hal-hal yang dibicarakan antara lain mengenai iceluarga masing-masing. Ikatan semacam inilah yang biasanya dinamakan trah.

tenteram dan selamat. tenteram. Harapan agar hidup sebagai mimi lan mintuna biasanya diucapkan di dalam berbagai kesempatan misalnya dalam upacara perkawinan. Suatu rumah tangga yang penuh berisi pertentangan antara suami dan isteri memberikan bukti bahwa hidup mereka di dalam keluarga tidak serasi. Laksana Mimi Lan Mintuna Harapan hidup berumah tangga adalah keserasian yang meliputi seluruh warganya. rukun.BAB X NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. memenuhi harapan orang tuanya yaitu hidup serasi laksana mimi lan mintuna. Nasehat yang diberikan oleh para pini sepuh kepada dua mempelai yang sedang bersanding biasanya agar keduanya hidup rukun. bahagia. Mimi dan Mintuna adalah binatang yang tidak pernah berpisah satu sama lain. 190 . Hal ini akan tercermin dalam hubungan antara suami dan isteri. tenang dan tenteram serta selamat dalam mengarungi hidup baru yaitu berkeluarga. Sebaliknya hubungan suami isteri yang serasi. tidak pernah cekcok. Karena itu dijadikan lambang agar keluarga dalam hal ini suami dan isteri mempunyai pandangan hidup dan perbuatan hidup yang sama agar keluarga mereka dapat hidup tenang.

Sebaliknya anak-cucu dan buyut mereka juga akan merasa bahagia hidupnya karena masih ditunggui oleh ayah-ibu atau nenek mereka. Demikianlah jika dilanjutkan. Sigaraning nyawa berarti hidup itu untuk suami dan isteri. Artinya pecahan atau konkritnya separonya nyawa. sehingga dapat menikmati kedamaian sampai hari tuanya. Abot entheng disangga bareng. Pada hari tuanya mereka tinggal menikmati dan mengecap hasil jerih payahnya selama itu dan menyaksikan anak-cucu beserta buyutnya dengan penuh nikmat. hidup rukun tidak pernah bertengkar apalagi berpisah satu sama lain. Ini 191 . Nyawa menunjukkan terhadap sesuatu yang hidup.B. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pepatah dalam bahasa Indonesia. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa jika suami isteri dapat mencapai kaken-kaken dan ninenninen berarti mereka telah dapat mengarungi perjalanan yang panjang dan penuh dengan liku-liku. Suami isteri diharapkan selalu hidup rukun dan tenteram. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai sigaraning nyawa. Kebahagiaan hidup dalam bentuk kerukunan dan kesatuan nasib antara suami dan isteri dapat kita lihat pada istilah garwa atau isteri. Sigaraning Nyawa Hidup sebagai mimi dan mintuna. kebahagiaan mereka berarti akan membawa keluarganya hidup bahagia. Kedua insan ini adalah Dewa dan Dewi yang terkenal dalam ceritera wayang. yang memiliki dan men anggung konsekuensi dari padanya ialah mereka berdua. Hal ini merupakan bukti bahwa suami isteri yang demikian itu telah berhasil mengatasi segala macam tantangan dan rintangan hidup dengan sebaik-baiknya. sebagaimana diuraikan di atas sering juga disertai contohnya yaitu kehidupan Kamajaya dan Ratih.

saka wilangan ketelu. Meskipun nampaknya semboyan atau pernyataan tersebut di atas hanya ditujukan untuk ayah dan ibu. jika sampai sepi. Trjemahan : Karena salah sendiri orang yang tidak memperhatikan. habislah jejak manusia. Sebagaimana kita ketahui. Namun terpenuhinya. Anak cucu mereka menaruh hormat dan menganggap kakek dan nenek mereka sebagai pepundhen artinya yang sangat dihormati. temah papa papariman ngulandara. Serba terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu syarat hidup bahagia. uang. pada umumnya kakek dan nenek masih hidup bersama dengan anak cucu mereka. toh akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga. akhirnya sengsara sebagai pemintaminta yang berkelana. keluhuran. mengenai hukumnya yang hidup. mungguh ugering ngaurip. atau keduniaan dan kecakapan. manawa kongsi sepi. kebutuhan tersebut masih harus dilengkapi dua hal lainnya yaitu kecakapan dan keluhuran. aji godhong jati aking. lebih berharga daun jati kering. Keluhuran merupakan kebutuhan batin yang mau tidak mau wajib dipenuhi pula. karena keduanya mempunyai peranan penting. Dengan kata lain tujuan hidup keluarga dapat direalisasi. Karena itu menjadi kewajiban keluarga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. wirya artati winasis. sehngga kebahagiaan mereka langsung dapat dirasakan bersama. telas tilasing janma. Keluhuran pribadi dapat terlihat antara lain pada 192 . uripe lan tri prakara.berarti bahwa kebahagiaan hidup dalam keluarga dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya. hidupnya dengan tiga perkara. dari ketiga hal tersebut. jika ingin hidup bahagia. Di dalam serat wedhatama disebutkan : Bonggan kang tan merlokena.

Kecakapan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup keluarga. tahu nasib. dapat mengendalikan dirinya dan kaya. “Panggautan gelaring pambudi. Jika setiap anggota dapat melakukan kedelapan hal tersebut ia akan mencukupi kebutuhannya. Kedelapan kegunaan tersebut adalah : panggaotan (pekerjaan). rigen (teliti). Astha berarti delapan. rigen ping kalihipun. C. gemi (tidak boros). nyegah kayun (mengendalikan kehendak) dan nemeni seja (niat yang sungguh-sungguh). Gemi Nastiti Kecakapan mencakup dua hal baik lahir maupun batin. gina atau guna berarti kegunaan. katri gemi garapnya. bertambah pengetahuannya.hati nurani. wruh ing petungan (tahu perhitungan). warnawarna sakaconggahira nuting jaman kelakone. jika para anggotanya memiliki pribadi yang luhur yang tampak dalam watak. Dalam hal ini Mangkunegara IV mengajarkan agar anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya berupa asthagina. ucapan dan perbuatannya. Jika masing-masing anggota keluarga mempunyai kecakapan semacam itu. berarti ikut menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. margane mrih cukup. sikap dan perbuatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar keluarga. cukup. memperhitungkan segala perbuatannya. Kecakapan lahir dapat berupa ketrampilan sedang kecakapan batin dapat berupa ilmu pengetahuan yang dimilikinya. taberi tetanya (rajin bertanya). Berikut ini kutipan ajaran tersebut. titi (tertib). ping pat nastiti 193 . Karena itu keluarga bahagia. dadi pamrih marang pakolih. mendapatkan sesuatu yang dikehendaki.

Anut dhawuh wewarahing Gusti.wewarahe. harus awas 194 . jumbuh lawan. Menjaga diri pribadi agar tetap sehat wal afiat merupakan salah satu kewajiban setiap manusia. yaitu perasaan kecewa. raganira ing reh mobah lawan mosik. muga raga kasinungan seger kuwat bagas kuwarasan kalis. lan kajarah tur kasiyasiya. Betapapun kaya seseorang tetapi jika badannya tidak sehat. akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. iku margane wruh ing pasthi.. mring hyang maha luhur. ketujuh mencegah kehendak. den agung sukurira. sebab manusia hanyalah. kangjeng Nabi duta nayakaningrat. nanging tansah anandhang sakit. Akarana sanadyan wus olih. sesuai dengan jamannya. keenam rajin bertanya. terhadap badannya sendiri. dan direbut dengan paksa serta dianiaya. itu menjadi jalan tahu kepastian.. dhingin wajib nggayuh.. sang Sri Bathara Wisnu. tan boros maring arta” Terjemahan : 'Pekerjaan dan siasat atau uraian cara-cara usaha.lima tahu perhitungan. putus ing reh kawignyane. keempat berhati-hati dalam mengetahui. ". pepinginan kang tanpa kardi. tan bagaskuwarasan.ngundhakkdn marang kawruhe. yang kedua adalah cekatan hemat kerjamu yaitu menjadi pemrih untuk memperoleh. "Wataknya jauh dari kebutuhan sehari-hari. marma manungsa wajib padha awas lan eling. lima wruh ing petungan'. kawiryawan sugih bandha arta. ingkang murba amisesa. marang raganire dhewe. sarta lawan nugraha. ketiga hemat kerjanya. ping pitu nyegah kayun. berbagai macam menurut kemampuan. was uwas temah maras ". sayekti tansah kacuwan angarasa rasanira nggenira sakit. kaping nenem taberitatarya. samckta karsanipun. jalannya agar cukup. keinginan yang tidak berarti.pamriksa. menambah pengetahuannya. Watek adoh mring butuh sehari. tidak boros terhadap uang. Berikut ini adalah pendapat Purbanegara (1918: 29): “Nanging yen den aku sirik. barang karsanipun. Terjemahan : “Tetapi jika diakui sebagai larangan. saliring pancabaya. wong ngaurip ing donya iki jalu miwah wanita..

badanmu daTam gerak-gerik serta mengenai anugerah. Jika dikatakan jangan kalah bangunnya dengan orang lain mungkin orang yang mendengarnya tidak begitu perduli dan tidak malu karena masih dibandingkan orang. Jika orang Barat mempunyai semboyan men sana corpore sano. persis sama dengan potunjuknya. keluarga Jawa juga sudah mengenal semboyan aja kalah karo tangine pitik. Sehubungan dengan hal ini keluarga Jawa mengenal berbagai petunjuk yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan. Sang Hyang Wisnu. akan tetapi inti ajarannya masih tetap mempunyai makna yang baik. Pernyataan ini sangat sederhana. Lain halnya jika dibandingkan dengan hewan. segar kuat sehat. dan terhindar dari segala mara bahaya. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang sehat badannya mampu berkarya. hendaknya besar sukurmu. Dengan kata lain andaikata kalah ia masih kalah dengan orang. Hal ini buicannya secara kebetulan tetapi orang-orang tua dahulu 195 . kepada Gusti Allah Yang Maha Agung yang memperlakukan dan menguasai. Nabi utusan di.dan ingat. pasti selalu kecewa merasakan sakitnya. Metode ini boleh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi jamannya. manusia akan merasa malu. Sebab meskipun sudah memperoleh. orang hidup di dunia ini. Mengapa ayam yang dipilih sebagai hewan pembanding dan bukan binatang lain.jagad. karena itu ia tidak terlalu menyandang beban. Menurut printah petunjuk Gusti. Jelaslah menurut ajaran tersebut betapa pentingnya kesehatan jasmani bagi manusia. lebih dahulu harus mencapai. ahli dalam hal kecakapannya. laki-laki dan perempuan. tetapi jika kita perhatikan didalamnya terkandung ajaran atau nilai yang sangat berharga Pernyataan tersebut hanyalah metode untuk menyampaikan ajaran agar mudah diterima oleh orang-orang. ragu-ragu akhirnya takut". tiap kehendaitnya. kemuliaan kaya harta benda. semoga raga diberi.

telah memilih dengan teliti bahwa ayam adalah hewan yang tidak pernah bangun itesiangan, karena pada pagi-pagi buta hewan tersebut sudah bangun dan mencari makan. Inti pernyataan di atas adalah suatu petunjuk atau nasehat agar orang bangun pada pagi-pagi hari, jangan terlalu siang. Dengan bangun pagi ia dapat bekerja mencari nafkahnya misalnya pergi ke sawah atau berangkat ke pasar. Dengan demikian badan a.kan terjaga dari gangguan penyakit dan akan selalu sehat wal afiat. Perhatikanlah dengan orang-orang yang sekarang berjalan pagi hari untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Di samping agar dengan bangun pagi orang akan menjadi sehat badannya, maka dengan bangun pagi orang dapat melakukan tugas rohaninya dengan tepat, misalnya tidak terlambat sholat subuh. Dengan demikian pernyataan aja kalah karo tangine pitik mengandung petunjuk bahwa orang yang menaati ketentuan itu, dirinya, yaitu jasmani dan rokhaninya, akan sehat. Dalam hal menjaga kesehatan, keluarga Jawa juga telah mempunyai petunjuknya antara lain agar menjaga dan mengatur makannya. Ada ucapan nyegah dhahar lawan guling artinya janganlah makan dan tidur tanpa batas. Nasehat tersebut meliputi dua hal yaitu lahir dan batin, artinya barang siapa mau mengatur tidurnya akan sehat rokhaninya. Bandingkan dengan orang

melaksanakan diet. Dari sekelumit contoh tersebut kita dapat menarik inti ajaran yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

196

Adil artinya memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Berikan kepada diri kita sendiri dan orang lain apa yang menjadi haknya masingmasing. Karena adil adalah keserasian antara hak dan kewajiban, maka yang didambakan oleh keluarga Jawa ialah adanya kesadaran para anggotanya akan hak dan kewajibannya masing-masing. Sama halnya di dalam kelompok-kelompok masyarakat dan negara, dalam keluarga ada beberapa jenis keadilan yaitu distributif, legal dan komutatif. Ini berarti bahwa orang tua harus berlaku adil terhadap semua anaknya (keadilan distributif). Selanjutnya anak juga harus berlaku adil terhadap orang tuanya (keadilan legal). Kemudian anak harus berlaku adil terhadap sesama saudaranya (keadilan komutatif).

D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur Ada ucapan ngalah marang bocah artinya orang tua harus memahami benar kehendak dan kebutuhan anaknya, sehingga jika terpaksa rela mengalahkan kepentingan diri demi-anaknya. Mendhem jero mikul dhuwur adalah ungkapan yang berisi nasehat sebagai pelaksanaan keadilan legal. Demikian pula anak berlaku adil terhadap sesama saudaranya merupakan pelaksanaan keadilan komutatif. Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Selamat dalam

197

melakukan pekerjaan, selamat dalam perjalanan selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Keluarga Jawa mengenal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, pitonan, atau tedhak siten, sunat, perkawinan, kematian. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan, sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa, slametan masih tetap menarik. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir gadhing. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan, mungil, indah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik, suci, bersih lahir batinnya. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam-macam buah-buahan. Rujak juga mengandung arti harapan. Kecuali rujak, dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih, nasi merah dan bubur. Nasi putih melambangkan air dari ibu, nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Dalam hal nasi, ada tiga macam yaitu putih mulus, merah dan gabungan keduanya, putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Putih melukiskan pemuas ibu, merah air bagi ayah, dan

198

campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. Dalam hal rujak: bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas, cabai penyedap dan gula. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu, maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan, tetapi jika rujak rasanya hambar baginya, ia akan mempunyai anak lelaki. Meskipun tidak disebutkan secara terinci, terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan, Koentjaraningrat (1967: 48) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak, calon ibu memperoleh berbagai tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung, diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau mitoni. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara brokohan. Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya, dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buahbuahan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Gusti Allah dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Upacara sepasaran. Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih, untuk mengusir roh jahat. Di sudut rumah, ditaruh sajen, sebatang tanaman, daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di dekat ibu

199

Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. buah kelapa dan bermacam-macam buah-buahan antara lain : rambutan. Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. Upacara Tedhak Siten. kaca dan pisau. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. pensil. Upacara perkawinan. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. beras. pepaya. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang 200 . atau buah buahan yang terdapat di daerah tersebut. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. Semua. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Misalnya janur kuning.ditaruh sebuah keris. jambu. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang sirih. Dalam upacara panggih digunakan pula kembar mayang sebagai salah satu alat upacara. Ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi.

Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terhit atau terbenamnya matahari. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Rumeksa Rahayuning Garwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. Dengan menyelenggarakan upacara ini. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah : Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. 201 . Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki.atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. E. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. Untuk menghindari bahaya tersebut. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Anak pancuran kapit sendhang yaitu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang.

Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. rumeksa mring rahayuning garwa. Diperintahkan agar suami cocok dengan 202 . namun isinya sangat serasi dan runtut erat hubungannya satu sama lain. momong mareng pawestri.Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Di samping itu juga hubungan antara keluarga yang satu dengan yang lain. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Agar memperoleh keselamatan. Tujuan pokok keluarga ialah mencapai kebahagiaan dan keselamatan keluarga. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. Tugas suami terhadap isteri. asih marang garwa trusing driya. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. terdapat beberapa pernyataan antara lain sing jodho marang bojo. Hal ini tampak dalam. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. Meskipun dinyatakan dalam ucapan yang berbeda-beda.hubungan antara suami isteri dan sebaliknya. Sifat pernyataan atau ucapan tersebut adalah imperatif. Hubungan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat Jawa erat sekali. keluarga Jawa mengadakan berbagai macam upacara selamatan. dadya guru ugering wanodya. Kalimat-kalimat tersebut di atas adalah pengejawantahan dari pandangan dan sikap hidup keluarga Jawa mengenai tugas-tugas suami. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. hubungan antara orang tua dengan anak dan sebaliknya. saling melengkapi. sejahtera dan sehat lahir batin. kaken-kaken dan ninen-ninen. Dalam hal tugas suami. Kebahagiaan hidup keluarga digambarkan sebagai mimi dan mintuna. hubungan antara anak dengan anak.

jika semua perintahnya dipercaya oleh isteri. anuntuni (memulang). Sepisan tumraping priya manawi dipun pituhu ing rabi sapangrehipun. menjadi contoh bagi isterinya agar mendapat karaharjan (keba- hagiaan). serta mengasuh (berbuat sabar). Inti petunjuk tersebut adalah keharusan suami untuk melindungi dan menjaga. Pertama bagi laki-laki harus dapat melindungi (menjaga) memberi tuntunan (mengajar). seperti teduhnya daun-daun yang mengayomi batang sampai akar". Itulah kewajiban laki-laki setelah perkawinan. Remening priya dhateng rabi. Terjemahan : “Adapun kewajiban orang yang telah kawin itu ada dua macam. “Dene sesanggamaning jejodhowan punika wonten warni kalih. seperti akar yang memanjang masuk ke dalam tanah. mekaten awon saenipun rabi anut kawegiganing laki. awit saking katuju ing prana. Ajaran semacam itu antara lain terdapat dalam tulisan Sumaatmaka Atmasalaga (1929: 32) sebagaimana disebutkan dalam bait berikut. Selanjutnya mengenai swarganing jejodhowan dikatakan sebagai berikut "Swarganing (kamulyaning) jejodhowan punika ugi warni kalih.isterinya. mangertosa bilih rabinipun wau dados tetanggelipun ingkang dipun sanggemi. Sepisan tumraping kakung kedah saged angayomi (rumeksa). Priya kedah angemong kanthi pamardi ingkang sareh. Welasing priya dhateng rabi awit saking panalangsa". Terjemahan : Surga orang dalam berumah tangga ada dua macam. awit saking dipun gumateni. kados ayubing ronron anggening angayomi dhatdng delegipun dumugi oyod ". sihing priya dhateng rabi. Pertama bagi laki-laki. saha angemong (anyabari). kados panguluring oyod rumeseping kisma. Laki-laki harus mengasuh dengan cara berlaku 203 . memberi petunjuk serta memelihara isterinya seperti halnya sebatang pohon yang daunnya menaungi seluruh batang sampai akar. awon saenipun siswa anut kabangkitanipun guru.

Jika yang laki-laki ingin menang hanya karena ia laki-laki minta menang. cinta kasih laki-laki kepada isterinya. “Yang laki-laki harus mengasuh dan mengajari itulah laku yang baik. disebabkan oleh perhatian yang sangat baik. Ingkang jaler siya sawenang-wenang mboten nganggep manungsa dhateng estrinipun ateges nistha ". disebabkan oleh keinsyafan diri ". Belas kasihan laki-laki kepada isteri.laku utama. Yen ingkang jaler angalap menang dumeh lanang nedha numpang punika tumindak kirang prayogi. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Jika seseorang suami pandai menjadikan isterinya sebagai isteri yang baik dan taat. Itulah sebabnya seorang suami wajib memberi pelajaran agar isterinya berbuat atau ber. Dalam bait ini ditegaskan bahwa seorang suami harus mengasuh dengan sabar dan sadar bahwa isterinya menjadi tanggung jawabnya.tenang dan sabar. karena baikburuknya isteri tergantung pada kecakapan suaminya. itu perbuatan yang kurang baik. disebabkan oleh cocoknya hati. tahulah bahwa isterinya tadi menjadi tanggung jawabnya yang telah ia sanggupi. Suami jangan berbuat untuk menangnya sendiri apalagi berbuat n i s t h a yaitu sewenang-wenang terhadap isterinya. buruk baiknya siswa mengikuti dorongan/acuan guru. maka suami akan senang dan kasih kepada isterinya. Sikap hidup yang demikian membawa ketenteraman keluarga. Senangnya laki-laki kepada isteri. Hal laku utama itu ditegaskan dalam bait berikut : "Ingkang priya kedah among amengku amemulang punika lampah utami. Yang laki-laki berlaku 204 . demikan pula buruk baiknya isteri mengikuti kecerdikan suami.

awicarita. sewenang-wenang tidak menganggap manusia terhadap isterinya. sejarah negara. 205 . Mardawalagu artinya yang dapat memperpanjang lagu kata. Guru yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu paramasastra. mila kedah awas angupados guru. Nawungkridha artinya tahu terhadap kesalahan budi. tidak boleh lupa. berarti perbuatan rendah ". mardawalagu. “Welas marang rabine terus ing kalbu. nuli wahyune mencongol". maka seorang suami juga wajib mempunyai kecakapan itu dan menerapkannya kepada isterinya. Sambegana artinya ingat. Awicarita tegesipun apil dhateng gancaring carita aluraning nagari. contoh. nawungkridha lan sambegana. mandraguna. nugraha sayekti prapti. Semuanya itu sudah termasuk anugerah guru karena itu harus awas dalam mencari guru. Manaraguna tegesipun sugih kesagetan ingkang kaanggep ing ngakathah. Sambegana ingkang enget. yaitu yang baik martabatnya ". ingkang sae martabatipun ". Oleh karena suami adalah guru laki. merdibasa. Ia wajib mempunyai kecakapan dan kearifan. Mengenai tugas suami kepada isteri. mboteOn kenging supe. Sadaya punika sampun kalebet nugrahaning guru. Mardawalagu tegesipun ingkang saged angulur lelagoning tembung tembang. 1989: 71).aniaya. nyanyian. Mardibasa artinya yang dapat membuat pantas kata tata krama negara. tang nganggo sinangga runggi. Awicarita artinya hafal mengenai arti ceritera. tepa. Mardibasa tegesipun ingkang saged memantes tembung tata kramaning praja. “Paramasastra tegesipun limpad ing kasusastran warni-warni. Nawungkridha tegesipun ingkang priksa dhateng kalipataning budi. Sultan Agung menulis sebagai berikut. Terjemahan : “Paramasastra artinya pandai tentang bermacam-macam kesusasteraan. yen wong tumemen ing kalbu. Mandraguna artinya kaya kecakapan yang diakui oleh orang banyak. Yasadipura dalam hal ini menegaskan. Bait tersebut di atas sebenarnya berisi petunjuk bagaimana mencari guru yang baik (Sunoto.

sabar dan teguh (Sumbodro). atau lambang yang dituangkan dalam cerita ataupun dalam tokoh-tokoh pewayangan. Suami wajib berlaku kasih-sayang lahir batin terhadap isterinya. perlambang kesetiaan istri pada suami. Khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. Durgandini. Dewi Sinta. Dalam pewayangan ajaran moral kebanyakan berupa simbol-simbol. Kesusilaan merupakan nilai tertinggi dalam martabat kehidupannya.Terjemahan : Kasih sayang kepada isterinya sampai batin. Seperti : Sumbodro. Demikianlah dasar-dasar pengetahuan tentang berumah tangga yang seharusnya diketahui oleh sang pengantin. yang kita anggap baik dan menurut pedoman moral. Tiga tokoh wayang tersebut sebenarnya memberi petunjuk bahwa seorang wanita yang baik harus memiliki watak seperti tersebut. kemudian kebahagiaan muncul". rendah hati dan memikat (Larasati). kesusilaan adalah sesuatu yang sama sekali tidak boleh ditingalkan. Bethari Durga. Norma kesusilaan bagi manusia dalam kehidupan masyarakat adalah memgang peranan penting. Kencono Wungu lambang watak wanita yang kurang 206 . Terutama bagi kaum wanita. Srikandi. Jika orang sungguh-sungguh dalam hati. sebab manusia dinilai baik dan buruk tergantung tingkah laku kesusilaan. hal ini untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik aman tentera dan bahagia. tanpa memakai kecurigaan. atau kita dapat meniru atau mencontoh perbuatan susila dari orang lain. Untuk mengetahui norma-norma kesusilaan kita dapat menerima petunjuk dari orang lain baik yang langsung mau pun yang tidak langsung. Orang yang berlaku demikian akan memperoleh anugerah. Trampil trengginas dan mumpuni (Srikandi). Larasati adalah lambang dari seorang istri (wanita) yang memiliki watak setia. Dewi Anggraini. anugerah pasti datang. Banowati.

atau dengan kata lain kita hidup di dalam fantasi dan angan-angan belaka. Guna hasil yang diharapkan : Untuk memberi petunjuk kepada seorang wanita hendaknya memegang nilai kesusilaan dan fungsinya.h sebagian disebabkan oleh tidak dipatuhinya lagi norma yang bPrlaku dala.m keluarga dan masyarakat.baik (Damardjati Supadjar. Diharapkan kita menjadi sadar bahwa pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan para anggotanya terhadap nilai luhur mereka sendiri. Agar dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang aman tenteram serta bahagia. Dengan menyajikan hakekat keluarga dan masyarakat dan apakahtujuan mereka serta bagaimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya. Kita akan lebih sadar bahwa pengaruh dari luar akan kuat jika kita lemah. segala masalah telah teratasi. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dilakukan penelitian ini yang sangat penting artinya. 1993: 37). diharapkan akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya nilai tradisional yang luhur itu. Bagi ilmu pengetahuan: Untuk memahami dan mendalami ajaran yang terkandung dalam pewayangan. Diharapkan agar kita menjadi sadar bahwa timbulnya berbagai masala. dan seolah-olah se-ala lukaluka telah terobati. bahwa kita mengajak hidup mundur beberapa puluh bahkan ratus ta hun yang lalu dan bahwa nilai-nilai tradisional yazig dapat ditemukan harus dilaksanakan tanpa mengingat situasi dan kondisi. Ini tidak berarti bahwa kita ingin sekedar bernostalgia. 207 . Ini juga tidak berarti.

Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk'. keteringatan manusia terhadap sifat Gusti Allah. Hindu. ketaatan manusia terhadap firman Gusti Allah dan kepasrahan manusia terhadap kekuasaan Gusti Allah (Soedarsono. Orang Jawa menyebut Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. terdapat beberapa butir darma bakti dalam etika dan tata krama Jawa sebagai dasar penalaran yakni keimanan tauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Sehubungan dengan hal tersebut figur-figur wanita dalam pewayangan nampaknya memberikan petunjukterhadap kaum wanita tentang sikap kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan analisis religius. Tingkah laku kesusilan wanita dalam pewayangan atau cerita wayang digambarkan dalam berbagai sikap dan perbuatan oleh figur-figur wanita utama. melainkan mengandung maksud dan tujuan tertentu. F. Kecuali itu juga mempunyai tujuan memberikan contoh-contoh tentang keksusilaan. Nilai religius yang terkandung dalam kesusasteraan Jawa abad XVIII dan XIX mencerminkan konsep-konsep yang bersifat akulturatif dari sejarah Islam.Kebanyakan orang mengakui bahwa dalam cerita wayang bukan hanya sekedar ceritat. 1985 : 196). 208 . Buddha dan Jawa. Pasang Sumeh Jroning Ati Karya sastra Jawa sejak kemunculannya hingga sekarang terdapat nilai-nilai luhur yang disebut nilai religius yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan keagamaan atau kepercayaan. terutama mempunyai arti dalam bidang agama.

Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah harus meresap dan meliputi 209 . Dengan demikian.Hyang Widhi. Manusia harus beriman/tauhid kepada Gusti Allah Yang Maha Esa. Gusti Kang Maha Mulya. Unsur paling utama dalam setiap religiositas. Gusti Kang Maha Mulya. iman mempunyai pengertian kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti Allah. Gusti Allah itu tan kena kinayangapa (tak dapat dibayangkan keadaannya). Orang Jawa dapat meyakini bahwa adanya Gusti Allah karena bagi orang Jawa keyakinan itu tidak semata-mata diperoleh hanya melalui rasio atau penalaran tetapi juga melalui rasa. Hyang Suksma. Manusia juga harus percaya penuh dengan kebulatan tekad. Orang Jawa. Allah dalam kata takdirollah. sedangkan tauhid berarti keesaan. Maksudnya manusia harus percaya penuh bahwa Gusti Allah itu nyata Maha Ada. Hyang Suksma. bahwa Gusti Allah itu sungguh-sungguh Maha Esa. dan Jawata. rasa dan karsa merupakan tiga anugerah Gusti Allah yang berfungsi untuk memahami seluruh kebenaran yang ada. Allah dalam kata takdirollah. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk. keimantauhidan dapat diartikan kepercayaan terhadap kemahatunggalan Gusti Allah (Badudu. termasuk religiositas Jawa adalah kepercayaan terhadap adanya Gusti Allah. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Hyang Widhi. Cipta. Secara etimologis. Keimantauhidan orang Jawa tampak pada penyebutan Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. dan Jawata. 1996: 31). baik tentang alam semesta ciptaan Gusti Allah maupun Sang Maha Pencipta itu sendiri.

kearifan. Maha Mulya 'Maha Mulia' dan sebagainya. Maha Adil 'Maha Adil'. Maha widagda 'Maha Pandai'. Kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Gusti Allah kepada manusia sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang yang merupakan keberuntungan bagi yang dapat meraihnya. perkataannya dan perbuatannya. 210 .pikirannya. Kang Wignya dan Maha Mulya sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi bait 2 dan Sinom bait 6. Putri menyebutkan sifat Gusti Allah yaitu Kang Widagda. Serat Wulang. kasih sayang. Maha Asih 'Maha Pengasih'. Dengan sifat-sifatnya yang demikian Gusti Allah memberikan karunia-Nya berupa kemurahan. perasaannya. Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa Gusti Allah memiliki sifat utama seperti Maha Murah 'Maha Pemurah'. keadilan. Marmeng ngger awya sireku pasang sumeh jroning ati katitik tyas tan sambada marang apngaling Hyang Widhi Kang Widagda tuhu Wignya anyolahken barang maring. Keteringatan Manusia terhadap sifat Gusti Allah. ilmu pengetahuan atau kawaskithan kepada umat manusia. Pakartining pangrasanta kang mengkono iku nini ya bakal pinasthi sira pinituhu ing sasami lan maneh nini putri mugi bisoa sineba momong samaning janma supayanta sira nini kinasihan ing Gusti Kang Maha Mulya. Waha Wignya 'Maha Tahu'.

Gung-agunge ing begja puniku nini mung kawan prakara gunawan ingkang sawiji kasantikan tegesira. Dwi wiryawan kaluhuran lire nini kaping tri hartawan sira den samya mangerti tegese pan kasugihan. Terjemahan : Sebesar-besarnya keberuntungan itu putriku. Sebagai sarana untuk mengingat Gusti Allah. hanya empat hal gunawan yang pertama ilmu pengetahuan artinya. Dua wiryawan keluhuran budi artinya putriku yang ketiga hartawan kalian hendaknya mengerti maksudnya kekayaan. dikarunia pula manusia cobaan-cobaan yang harus dilalui sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan tersebut di atas cobaan tersebut dinamakan panca wisaya yaitu rogarda. Kaping pat berawan maksude nini mapan sugih anak mungguh laku pat prakawis sayekti uwus tetela. Keempat berawan maksudnya putriku mempunyai banyak anak apabila keempat hal sebagaimana disebutkan di atas. sararda. 211 .

ketiga yaitu'. keempat cuwarda yaitu kesengsaraan hati. cuwarda dan durgarda. Wirangarda tegese laraning ati kaping pat cuwarda.wirangarda. Maksudnya sakitnya badan. durgarda artinya kecewanya hati'. yeku rekasaning ati. durgarda pringganing nala. Kelima hal tersebut sebagaimana dalam pupuh Maskumambang bait 18-20. Terjemahan : 'Wahai putraku hendaklah kau ketahui artinya panca wisaya tersebut pertama rogarda. yaitu kesengsaraan dalam diri. 'Wirangarda artinya sakitnya hati. kedua sararda. Dhuh putrengsun sarnya sumurupa nini tegese kang panca wisaya mengko winardi ingkang sepisan rogarda. Kelima perkara tersebut dapat dihindari oleh seorang wanita dengan melandaskan diri pada sikap-sikap yang positif. Maksudira garaning badan sayekti kalih sang sararda yeku rekasaning dhiri katelu ingkang winarna. antara lain : setyaning tyas lawan 212 .

26). ternyata tidak selalu menjalankan interpretasi secara tepat. teliti dan teratur. teguh. tenang-diam-waspada dan ingat. titi lan tata. mring pancabayaning ati. Dengan diberinya kenikmatan maupun cobaan itu manusia khususnya para wanita diharapkan senantiasa ingat terhadap Gusti Allah sebagai tempat bergantung dan memohon segala kebajikan. Perhatian terhadap nilai-nilai kejawen juga tampil dalam lingkungan sarjana asing. tidak lain karena terlalu terpengaruh oleh kerangka pikirannya sendiri. teteg. angandel kandel kalawan kang kumandel netel santosa ing budi artinya setia dalam hati dan rela. artinya utama sabar. ngati-ati. dengan berlapang hati hingga ke budi'. Terjemahan : 'Seutama-utaman yaputri raja. tinampan sukur lan lila. (Maskumambang.legawa. menebalkan hati agar sentosa dalam budi. utameng tyas kang pinesthi. enengening-awas eling. terhadap lima hal yang merintangi hati. betah ngangkah lawan lembah manah. tegese utama sabar. legoweng tyas nrus ing ati. utama hatinya. Salah satu cara untuk mengingat Gusti Allah dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya sebagaimana terdapat dalam kutipan pupuh Kinanthi bait 14 di bawah ini : Di adining putri prabu. teguh dan sabar. lebih-lebih karena belum dapat 213 . hatihati. bait 21 . Betapapun gigih serta uletnya studi yang mereka lakukan. diterima dengan rasa syukur dan ikhlas.

Dengan mempraktekkan sikap sabar dapat mendidik diri. maka perlu diadakan usaha penelitian dari pihak pengemban kultur Jawa itu sendiri dengan harapan agar dapat menghindari segala macam salah tafsir tersebut. sangat diperlukan manusia sepanjang hidup dalam segala situasi. Rasa syukur tersebut pada 214 . Perlu ditonjolkan di:sini bahwa dalam masyarakat kita sering dilontarkan ucapan yang menyangkut soal nilai-nilai Jawa. Sikap mental sabar. meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kesulitan. G. memperkuat kepribadian.menyelami jiwa kejawen ataupun dengan istilah metodologis belum dapat melihat segala sesuatu dari dalam. tanpa didasarkan atas penelitian serta pembuktian empiris. Di kala susah diperlukan sabar agar tetap teguh menerima cobaan dan tabah dalam menjalani kehidupan. Datan Sepi ing Pambudi Kesabaran seseorang biasanya diwujudkan dengan dimilikinya rasa syukur terhadap pemberian Gusti Allah.istilah itu tanpa mengidentifikasikan sumbernya yang otentik. hal mana mudah terjadi kalau orang terlalu terdorong oleh pikiran spekulatif saja. Sehubungan dengan itu. Sabar merupakan suatu sikap mental yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Lagi pula tidak diusahakan melacak asal nilai-nilai atau istilah . Ketika mendapatkan kesenangan diperlukan sabar agar tidak congkak. secara-tepat atau tidak tepat dengan kecenderungan kuat menulis akan kerangka pikiran dan pandangan dewasa ini kepada nilai-nilai tradisional. 1985: 28). Orang yang demikian akan terhindar dari rasa kegelisahan dan terpelihara dari gangguan jiwa (Usman Najati.

Sikap ingat kepada Gusti Allah itu perlu selalu ditanamkan dalam hati sanubari dengan ingat pada kodrat Gusti Allah sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang. Syukur dengan perbuatan yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya. 215 .hakikatnya hanya tertuju kepada Gusti Allah. Cara bersyukur terdiri dari tiga hal. Kang kaping pat lakuning rahsa sarehning. rahseku wus mulya. Paku Buwana IX memberikan nasihat kepada putra-putrinya agar berbakti kepada Gusti Allah. rahsa itu mulia. kudu musthi awas eling. Syukur dengan lidah yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. dipuntansah angabekti. nyirnakaken pakerti. yakni : Syukur dengan hati. marang Hyang kang Murbeng Titah. Terjemahan : 'Yang keempat jalannya rahsa adapun. yaitu berupa kepuasan batin atas anugerah yang telah diberikan oleh Gusti Allah. marang kodrating Hyang Suksma. tegese kang pangabekti. terhadap kodrat Gusti Allah'. haruslah waspada dan ingat. Nasehat ini sebagaimana dalam kutipan pupuh Sinom : Dhuh ngger wanita utama. dene ingkang winastan. ing pancadriya puniku.

bait 3-4). yang disebut panca driya. nafsu seperti mudah tidak suka dengan orang lain.panca driya iku nini. artinya berbakti. Istilah bakti menunjukkan adanya sikap yang patuh yang dilandasi rasa cinta seorang hamba kepada Gusti Allah. Sarana dalam berbakti kepada Gusti Allah ini seseorang hendaknya menjalankan agama. menghilangkan tingkah laku. Terjemahan : Wahai anakku wanita utama. adapun yang dinamakan pancadriya itu putriku. iya ing manungsa sagung luwih maning dera kardi solah bawaning narendra kang datan sepi pambudi ngganya angampil agama kasucian kang dumedi Tinindakaken lawan patut pinantes pantes tiniti tinimbang lan isinira negara Surakarta di tan kena kinukuhan angkuh ing tyas anglakoni (Kinanthi. hendaklah berbakti. kepada Gusti Allah Pencipta segala makhluk. Teriemahan : juga kepada sesama manusia terlebih-lebih dengan perbuatan 216 . beng sanapsu kayata cengil sengitan.

limang prakara sayekti. Iku sayektine gagar. iya nini tapa brata. dan memandu serta menentukan arah kehidupan. 217 . dene kang dipun wastani. Dengan agama. dhahar menawa sireki. tempat bergantung dan memiliki ketenteraman hidup (Haedar Nashir. Agama merupakan toitalitas kehidupan yang sakral. Ketaatan pada Gusti Allah ini hendaknya diwujudkan pula pada ketaatan kepada kedua orang tua dan pada guru. narima nadyan nyegah. agama adalah pedoman kehidupan yang sangat vital dan sangat menentukan. 1999 : 14). juga angingirangi. Untuk mencapainya diperlukan sarana yakni tapa brata puja mantra sebagaimana dipaparkan dalam pupuh Sinom bait 8-112. tanarima apa ing sarananira. sanadyan anyuda nendra. mendalam.segala tingkah laku raja yang tidak lepas dari ikhtiar dalam meminjam agama hanya kesucian yang ada Dijalankan dengan baik pantas dan diteliti dipertimbangkan isinya negara Surakarta yang indah tidak dapat dipertahankan sombong dalam menjalankan Bagi para pemeluknya yang berusaha taat. ing bukti sarananipun. manusia menjadi memiliki rasa damai. ping kalih nyeyuda guling. Tapa brata puja mantra.

nanging yen kurang marta. tanpa duga cipta. tan ngandika yen mengko karsa sandeya. cahyaning locananira. kang kaping pat sira nini. bebasan tanpa kardi. sanadyana sira nini. duka cipta srana saking. Terjemahan : tapa brata puja mantra 218 . Lalu mburu karaharjan. Den jak ngaluyub supaya. tegese panggagas nini. anyuda ing sanggama. angampeta pangandika. catur kang tanpa kardi. samya dipun waspada. yen karep dipunsabari. mangkene pakartinipun. tuhu. angresepe ingkang sami. angawisana sanggami. ning mbliyut kang kaping tiga. mrih ywa kongsi kabanjur kajating nala. sadayeku kudu nganggo empan papan. tan widada iku dadi.nanging yen linali lali. wus mbaliyut ingkang panggah ciptanira. sumawa nadyan nini. kudu panggah santosa. Ping lima sira ngilangna. srana lila ing ati. tan koyub dene pakarti. katranganing nyuda turu. upamane sira nini. nini kalakoniku.

anakku perkataan yang tanpa tujuan anakku terlaksanya hal itu harus tetap santosa walaupun engkau. anakku ada lima perkara yaitu mengurangi makan sarananya menerima walaupun mencegah makan apabila engkau menerima. putriku sudah mengantuk teguhkan ciptamu diajak mengembara agar tidak terpengaruh oleh perbuatan mengantuk. apa adanya itu sesungguhnya batal kedua mengurangi tidur walaupun mengurangi tidur namun bila berusaha melupakan diumpamakan tanpa perbuatan keterangannya mengurangi tidur hendaklah diperhatikan seandainya engkau. yang ketiga kurangilah bersenggama sarana ikhlas dalam hati demikian perbuatannya mengurangi bersenggama bila menginginkan hendaklah sabar agar tidak terlanjur hajat hati kemudian memburu keselamatan yang keempat. anakku tahanlah dalam berbicara artinya pemikiran.adapun yang dikatakan tapa brata. anakku tidak berbicara jika merupakan kebohongan 219 .

Dalam bahasa Jawa keluarga disebut pula batih. mangkono sapiturute kang sarwa sedheng. Aja wareg. nanging dikulinakna cecegah saka sathithik manut kekuwatane. Istilah batih menunjukkan adanya ikatan lahir dan batin yang erat dan merupakan suatu kesatuan bulat. sehingga sikap dan perasaan terhadap sesama manusia berubah. Oleh karena keluarga Jawa terdiri atas unsur ayah. nanging aja kakehan turu. Istilah batih menunjukkan bahwa keluarga Jawa terdiri atas anggotaanggota yang hubungannya antara yangsatu dengan yang lain erat sekali. Tapa tidak hanya mengurangi nafsu-nafsu tertentu dengan tidak kenal ampun. Orang menjadi lebih sadar akan relativitas eksistensinya. ibu beserta anak-anaknya kadang-kadang bahkan diperluas dengan pembantunya. Mung bae anggone ngurang-ngurangi saparlu. aja kakehan melek. nanging aja luwe. maka di 220 . melainkan dengan penyederhanaan menyeluruh. aja kongsi keladuk utawa mung umbara-umbaran bae. mengurangi segala aktivitas badan. Telah kita pilih dan batasi pengertian tentang keluarga yaitu masyarakat terkecil terdiri atas ayah ibu dan anak-anak.kelima hendaknya kauhilangkan kesedihan sebagai sarana dari cahaya mata meresapi semua yang menghadap walaupun anakku tanpa perkiraan yang benar namun bila kurang sabar tidaklah akan selamat semua itu harus dengan empan papan Lewat tapa kekuatan badan diperlemah. lan aja nganti diprusa kang ndadekake karusakan raga.

dalam keluarga berlakulah berbagai hubungan yaitu : Hubungan antara suami dengan isteri dan sebaliknya. maka sejak kecil mereka harus diberi tahu dan diajar melakukannya dengan baik. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya. Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya. Hubungan antara anak dengan anak. Agar cita-cita tersebut tercapai di saiaping berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan material. kita jumpai berbagai macam aturan atau ketentuan yang biasanya tidak tertulis mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seluruh anggotanya. namun berlaku demikian kuatnya sehingga 221 . Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Dalam hal ini ada aturan mengenai hubungan antara suami dan isteri yang sebaik . semua pihak atau anggota harus mengetahui bagaimana kedudukan dan fungsi ma sing-masing. Demikian pula ada aturan yang wajib dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Supaya anak-anak mereka mempunyai watak sebagaimana yang diinginkan oleh keluarga. ayah dan ibu selalu mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Itulah sebabnya di dalam keluarga. Selanjutnya ada aturan yang berlaku bagi hubungan antara anak dengan anak agar terjalin kehidupan yang harmonis antar mereka. sebaliknya ada aturan yang wajib dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua mereka. Meskipun aturan-aturan tersebut biasanya tidak tertulis. Hubungan antara keluarga dengan pembantu (jika ada pembantu).baiknya karena mereka adalah kepala keluarga dan wakilnya. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hubungan antara anggota-anggotanya.

baik bidang ekonomi. Hubunganhubungan tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan. sosial budaya maupun bidang-bidang lain. adat kebiasaan yang turun temurun.mengikat masing-masing anggota keluarga. baik perorangan maupun keseluruhan. agama dan kepercayaan. Aturan-aturan tersebut menyangkut berbagai hal baik ragawi maupun rohani. 222 .

Jakarta. Busana Adat Kraton Yogyakarta 1877-1937 Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. Yogyakarta 223 . 1986. Ali Mudofir. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Konsep Kekuasaan Jawa. 1990. 1995. 1969. 1985. Gadjah Mada University Press. Gadjah Mada University Press. Pustaka Nusatama. 1976. Asdi S. Glencoe Kamajaya. 1996. Jakarta: Balai Pustaka. Wayang dan Filsafat Nusantara. Liberty. Koentjaraningrat. 1961. Kebudayaan Jawa. Masagung Niels Mulder. Jakarta. 1985. Yogyakarta. Sari Kesusastraan Indonesia. 1983. 1994. P. Pustaka Prima. Manusia Jawa dan Gunung Merapi Persepsi dan Sistem Kepercayaannya. Penentuan Titimangsa dalam Naskah. Yogyakarta: Kanisius. Pustaka Raja. Wangsa Manggala.DAFTAR PUSTAKA Adjied Swastedi dan Tessa Theofile Prihatini. Yogyakarta. G. Mari S. Yogyakarta: Kanisius.M. 1993. Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. Yogyakarta. The Free Press. 1973. De Jong. Liberty Badudu. Mulyono. Yogyakarta. Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram. Glencoe Damardjati.. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Lucas Sasongko Triyoga. 1988. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Yogyakarta. The Religion of Java. Gadjah Mada University Press. The Free Press. Balai Pustaka Laksono. Hildred Geertz. 2002. Yogyakarta. Nawangsari. The Javanese Family. Bandung. 1991. Dipodjoyo. Moedjanto. Condronegoro. Yogyakarta. Clifford Geertz. Tata Upacara Pengantin Adat Jawa.

1979. Sri Widayanti. 1974. Bandung. Jakarta : Kanisius. Wayang dan Karakter Manusia. Yogyakarta: Taman Siswa. Budi Utomo. Suhardjo Hatmosuprobo. 1918. Usman Najati. Mistisisme Serat Dewaruci. dalam Spektrum 3. Gama Press Soekmono.Padmapuspita. Pararaton. Serat Cabolek. 1929. Jakarta: Haji Masagung. 1985. 1973. 224 . Serat Pitutur Jati Mawi Sekar. Hanindita. Sartono Kartodirdjo. CV. Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Yogyakarta. 2001. Uitgeverij en Boekhandel Stoomdrukerij De Bliksen. Surakarta Rahmat Subagya. Jakarta: Media Sunoto. 1978. 1982. Selo Soemardjan. Serat Gunacara lan Agama. 1987. Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Ajaran Masyarakat Jawa. Menuju Filsafat Indonesia. Purbanegara. 1973. Gondolayu Soebardi. Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Upacara Tradisional Dan Ritual Jawa. Balai Pustaka Siswoharsoyo. 1985. 1989. Suryo S. Jakarta. Sularto. Sri Mulyono. Yogyakarta Sunoto. 1966. Yogyakarya. Buana Raya. A Sudewa. 1988. Surakarta. Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa di Yogyakarta. 1981. PT. Soemaatmaka-Atmasalaga. serat Yatna susila. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. Negoro. Seni Pertunjukan. 1993. Solo. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. Yogyakarta. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Angkasa Soedarsono. “Kepercayaan Kebatinan Kerohanian Kejiawan dan Agama”. Upacara Labuhan Kasultanan Yogyakarta. Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM.

225 . Mitos Merapi dan Kearifan Ekologi. 2002.Wisnu Minsarwati. Kreasi Wacana. Menguak Bahasa Mitos dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Pegunungan. Yogyakarta.

Kamus Jawa Kawi Indonesia. Biografi Pujangga Kyai Yasadipura I. Wulangan Basa Jawa Untuk Umum. Gotong Royong di Kabupaten Nganjuk.VI. Rejoso. Kamus Jawa Indonesia Lengkap. Tabloid Adil. Bernas. RRI dan Radio Komunitas. Djoko Lodang. Wulangan Basa Jawa Kanggo SMP Kelas I – III. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional. Karya lainnya yaitu Biografi Ki Narto Sabdo. Kajian Anthropologi Budaya. Bukunya yang telah dipublikasikan di antaranya : Ceritera Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SLTP Kelas I – III. Ranggawarsita. Antropologi Budaya Sultan Agung. Nganjuk. Pujangga Nusantara.HUM lahir di Grogol. Sekar Putri Ambarwati. Suwarga Nunut Neraka Katut. Babad Joko 226 . Gama. Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Gelar Doktor diperoleh tahun 2001. Pendidikan Budi Pekerti. Kawruh Beja Ki Ageng Suryo Mentaram. kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998. Sosiologi Mistik R. Sejarah Susastra dan Budaya Jawa. Kamus Politik Lokal. RCTI. Mojorembun. Gamelan dan Tembang Jawa. Kamus Jawa Indonesia Populer. Kamasutra Jawa. M. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. Teori Militer Jawa. PURWADI. Majalah Gatra. Ramalan Sakti Prabu Jayabaya. Kamus Jawa Indonesia untuk SLTP – SLTA.BIOGRAFI PENULIS DR. Cara Memimpin Rakyat Desa. Song of Java I-VIII. Manunggaling Kawula Gusti Sejarah Tanah Jawa Jilid I – IV. Nyata. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I-VI. Konsep Moral dalam Serat Werkudara Suci. Jawa Pos. Ng. Sultan Agung. Kamus Jawa Indonesia untuk SD. Wulangan Basa Jawa Kanggo SD Kelas I . Kursus Percakapan Bahasa Jawa. Teori Politik Jawa. Kedaulatan Rakyat. Ajaran Moral dalam Serat Bimapaksa. Pakem Pedhalangan. Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Sejarah Raja-raja Jawa. Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata. Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI. UU Mahkamah Konstitusi Basa Jawa. Republika. Penghayatan Keagamaan Orang Jawa. Narasumber Koran Kompas. Jogja Tivi. UUD 1945 Bahasa Jawa. Memutar Taman Sriwedari. Trans Tivi. Babad Tanah Jawi. Kabare Jogja. Visi Negarawan Patih Gadjah Mada.

Tasawuf Muslim Jawa. Jalan Cinta Syekh Siti Jenar. Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja). Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih. Ilmu Kecantikan Putri Jawa. Ilmu Makrifat Sunan Bonang. disusul pula buku tentang Sejarah Presiden Soekarno. Ajaran Ilmu Sejati Wali Songo. Bung Karno Sang Pembebas. KIAT (Kamus Indah Alamat Teman). Kiat Bisnis Orang Jawa. Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis Jawa Barat. Kamus Sastra Indonesia. HP 0815 788 65170. Ratu Kencana Wungu. Ki Ageng Mangir. Kini bekerja sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat. Sejarah Wali Songo. Jagad Mistik Jawa. Dosen Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. Filsafat Jawa. Kisah Pendawa Lima. 227 . Sesorah Budi Rahayu. Membaca Batin Putri Jawa. Seratus Tokoh Masa Depan Indonesia. Pangeran Diponegoro. Sejarah Ajisaka. Novel Ramayana. Makrifat Sejati Sunan Kalijaga. Telp 0274-881020. Babad Tanah Leluhur. Biografi Jimly Asshiddiqie. Hidup dan Spiritual Sunan Kalijaga. Semar. percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Kakap Raya No. Arjuna Lelananging Jagad. Ilmu Kesaktian Prabu Jayabaya.Tingkir. Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan. Gerakan Spiritual Siti Jenar. Embok Yatinem Si Bakul Gendhong. Selain itu juga mengelola Pustaka Raja. Tata Bahasa Jawa. Novel Mahabarata. Ilmu Sangkan Paraning Dumadi. Ilmu Kasampurnan Sunan Gunungjati. Kisah Cinta Ken Arok – Ken Dedes. Wahyu Keprabon Susila Bambang Yudhoyono. Sistem Pemerintahan Indonesia Klasik. Sufisme Sunan Kalijaga. Arjuna Mencuri Cinta. Kitab Makrifat Sejati. Sejarah Prabu Brawijaya. Pamedhar Sabda. Nyai Roro Kidul. Aji dan Mantranya. Integrasi Islam dengan Budaya Lokal. Tata Bahasa Jawa. Selanjutnya. Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil. Asal Usul Manusia Jawa. Ilmu Kecantikan Ratu Kalinyamat. Mistik dan Kematian Sultan Agung. Hidup. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Nenek Moyang Orang Jawa. Semar Jagad Mistik Jawa. Babad Demak. Strategi Politik Ken Arok. Dukun Jawa. Biografi Sultan Hamengku Buwono IX.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful