PRANATA SOSIAL

JAWA

DR. PURWADI, M. HUM

ISBN 978-979-16061-1-0

YOGYAKARTA PENERBIT TANAH AIR

1

KATA PENGANTAR

Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah

memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian

tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.

2

Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Soetrisno R., M.Si. dan Ibu Dra. Doni Rekro Harijani, M.Si. yang telah memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. 2. Keluarga Bapak Ibu Rasyid Baswedan, Anis Baswedan, dan Samhari Baswedan atas dukungannya sejak saya kuliah di tingkat Sarjana, Master dan Doktor di Universitas Gadjah Mada. 3. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang selalu memberi pencerahan hidup. 4. Bapak Ir. Purwo Jatmiko, dari PT. Krakatau Steel yang telah mengajari saya tentang kearifan lokal. 5. Bapak H. Agus Purnomo, S.I.P, Anggota DPR RI yang telah memberi contoh tentang moralitas berpolitik 6. Bapak Drs. H. Solichin, Ketua Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) yang selalu memberi inspirasi tentang arti penting kebudayaan. 7. Prof. Dr. Kazunori Toyoda, Rektor Tokyo Royal University di Jepang yang telah memberi sumbangan finansial secara terus-menerus sejak tahun 1990 sampai sekarang. 8. Prof. Dr. Husain Haikal, dari Jurusan Sejarah FISE UNY dan Rektor Universitas Pekalongan atas kritik dan sarannya. 9. Bapak Ridjan, ayahanda yang selalu mengajari lara lapa dan tapa brata. 10. Donga kaswargan kagem Embok Yatinem, ibunda yang telah surud ing kasedan jati pada hari Kamis Pahing, 1 Januari 2004/9 Sela 1424 di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Matur nuwun.

Yogyakarta, 10 Februari 2007

Dr. Purwadi, M.Hum

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Munculnya Gerakan Kebatinan B. Orientasi Kehidupan Rohani C. Peranan Pemuka Adat D. Pengetahuan Astrologi Tradisional E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib BAB II. PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender Saka B. Pranata Mangsa C. Kalender Sultan Agungan D. Dasar Perhitungan Waktu 1. Petungan Jawi 2. Hari dan Pasaran 3. Rolas Titi Mangsa 4. Petungan Pawukon 5. Petungan Paringkelan 6. Petungan Tahun 7. Petungan Windu 8. Petungan Padewan Astawara BAB III. TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Slametan Among Tuwuh B. Pasang Tarub Agung C. Tirakatan Malam Midodareni D. Janji Suci Ijab Qabul E. Prosesi Temu Pengantin F. Sungkeman Tanda Darma Bakti BAB IV. PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ratu Laut Selatan B. Mistik Gunung Merapi C. Kyai Sapu Jagad D. Jin Kali Opak E. Dunia Pedanyangan

4

Kidung Sifat Iman F. Penghormatan pada Dewi Sri D. Hubungan Antar Warga BAB VI. Kidung Sekar Artati G. Laksana Mimi Lan Mintuna 5 . Demi Ketentraman Jiwa D. PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Kidung Pamungkas Hayu E. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama E. NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. Tradisi Kenduri C. ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Basis Intisari Keluarga C. Kidung Sekar Marwati BAB VIII. UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Kebersamaan dalam Keluarga D. Pandangan Hidup Berkeluarga BAB X. Kidung Waringin Sungsang C. Struktur Sarwa Tunggal E. Kidung Bale Anyar D. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup B. Kidung Rumeksa Ing Wengi B. Tradisi Garebeg Sekaten C. Tradisi Labuhan E.BAB V. KIDUNG PENOLAK BALAK A. Pengaruh Mistik Gunung BAB VII. Menggapai Kebahagiaan Sejati F. Kidung Jati Mulya H. Selamat Lahir Batin F. Ngundhuh Sarang Burung F. Pemikiran Kefilsafatan B. Nilai Warisan Luhur B. PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL Kampuh atau Dodot Keris dan Wedhung Aneka Ragam Kuluk Ragam Ageman Pengantin Songsong Gilap Payung Agung Busana Bangsawan Gaya Kraton BAB IX.

Mendhem Jero Mikul Dhuwur E. Pasang Sumeh Jroning Ati G. Sigaraning Nyawa C. Gemi Nastiti D. Rumeksa Rahayuning Garwa F. Datan Sepi ing Pambudi DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI PENULIS 6 .B.

Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. ISBN 978-979-16061-1-0 7 . Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji. perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.TEKS SAMPUL BELAKANG: Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. nuting jaman kelakone. Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang. bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi. Seiring dengan perkembangan zaman. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin. memasuh malaning bumi. Dalam hal ini. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti.

dan selama jaman revolusi. menjadi sebab makin banyaknya timbul berbagai gerakan kebatinan di Jawa... penderitan luar biasa. at least part of the Abangan cultural awakening has been brough about by the vehement pursuit of organized Islam to push its views and ways of life upon the syncretism mojority of the Javanese population. Orang Jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungannya dan hati nurninya. yang sering dilakukan dengan cara-cara metafisik. Gerakan-gerakan kebatinan.. 1974: 83). dan bahwa ”.. khususnya yang ada di Yogyakarta.BAB I SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. Gerakan mistik dianggapnya 8 .” (Niels Mulder. 1975: 3). Munculnya Gerakan Kebatinan Timbulnya ilmu kebatinan disebabkan karena sebagian besar orang Jawa mencari hakikat alam semesta. kemiskinan dan keresahan yang diderita oleh penduduk selama Perang Pasifik selama jaman Jepang. (Selo Soemardjan. demikian pula keadaan yang tidak menentu selama dasawarsa pertama setelah kemerdekaan. merupakan suatu kesadaran akan kebudayan kejawen. Bertambah cepatnya perubahan-perubahan sosial budaya yang telah terjadi selama jangka waktu masa peralihan. munculnya gerakan-gerakan yang jumlahnya demikian besar.

Gerakan-gerakan yang berpokok pada praktek-praktek ilmu gaib dan ilmu dukun (Subagya. yaitu : 1). dan 4). Sartono Kartodirdjo telah membuat suatu ihktisar singkat tetapi sangat baik dan komprehensif mengenai gerakan-gerakan Ratu Adil di daerah pedesaan Jawa. 1973:39-45). kecuali jenis gerakan kebatinan yang berpokok pada teosofi akan kita bicarakan dalam alineaalinea berikut ini. di mana penduduk pedesaan tidak puas dengan eksploitasi ekonomi yang dilakukan terhadap mereka. Semua itu. dan tidak didasari gagasan-gagasan mengenai kehidupan akhirat. gerakan mesianik di Jawa mempunyai tujuan praktis dan duniawi. Hal itu tentu saja tidak benar. Yang berpokok pada teosofi 3). Berbeda dengan banyak gerakan kebatinan lain. Yang berpokok pada mistik 2). yaitu gerakan-gerakan Ratu Adil. Kebanyakan dari ke-15 gerakan mesianik di Jawa yang terjadi dalam tiga abad terakhir. serta tekanan-tekanan administratif yang dikenakan 9 . Paling sedikit empat macam gerakan kebatinan di Jawa. Di dalam bukunya Protest Movements in Rural Java (1973: 64-65). menurut analisa Sartono memiliki sifat-sifat yang serupa. Gerakan-gerakan moralistik dan etik yang berpokok pada pemurnian jiwa. Buku itu juga memuat ikhtisar dari studi-studi terdahulu mengenai gejala itu.merupakan tema pokok dalam kebanyakan gerakan kebatinan di Jawa. Saya sendiri masih dapat menambahkan satu macam gerakan kebatinan lain. Banyak dari gerakan mesianik timbul dalam suatu suasana sosial budaya. Gerakan mesianik muncul tidak untuk melarikan diri dari kenyataan hidup akan tetapi sifatnya yang sinkretis menyebabkan bahwa sukar untuk membedakan dengan jelas antara gerakan seperti itu dengan gerakangerakan keagamaan lainnya.

Dalam kebanyakan kasus gerakan mesianik. banyak dari gerakan cargo ini meledak menjadi gerakan-garakan yang menentang pemerintah. Mereka yakin bahwa akan terjadi suatu bencana yang didahului oleh kelaparan. dan jaman edan.pada mereka oleh pemerintah kolonial setempat. atau harapan yang tetap dikobarkan dengan ritus-ritus dalam gerakan-gerakan mesianik Jawa itu adalah kebangkitan kembali dari kebudayaan tradisional nenek moyang dan didirikannya kembali suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu Adil. Papua Nuigini dan Melanesia. maka keinginan utama. epidemi. dan mengagung-agungkan kebudayaan dan tradisi nenek moyang itu. mampu menghimpun suatu jumlah penganut yang lumayan banyaknya. Sifat gerakan mesianik Jawa ini mirip dengan gerakan cargo yang terjadi di Irian Jaya. Karena tradisi seperti itu sering dianggap telah dilanggar oleh orang-orang yang berpikiran menurut jaman masa kini. seorang pemimpin karismatik yang telah memiliki kekuatan gaib untuk dapat menyembuhkan dan yang dianggap telah menerima panggilan untuk melakukan gerakan mesianik. dan juga oleh para pegawai pemerintah setempat yang mendapat tekanan dari pemerintah kolonial. 10 . yang terpengaruh oleh pendidikan Belanda dan kebudayaan masing. Seperti apa yang kita ketahui. bencana alam. dan di mana rusaknya tradisi sebagai akibat dari perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat itu telah menyebabkan tidak puasnya mereka. yang anti kolonialisme. Sifat dari hampir semua gerakan mesianik Jawa pada umumnya adalah untuk berusaha kembali ke kebudayaan dan tradisi nenek moyang. selama hampir satu setengah abad yang lalu. panen gagal.

dan telah menjadi pranata keramat yang resmi. Dalam agama Islam mistik juga diakui. Di Jawa gerakan-gerakan itu juga mulai melakukan kekerasan ketika para pemimpinnya berperan sebagai Ratu Adil dan memerintahkan perang jihad untuk menggulingkan pemerintah kolonial atau pemerintah daerah setempat. Gerakan-gerakan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan ilmu gaib dn ilmu dukun. 4). 2).dan anti orang asing. dan hampir serupa dengan gerakan-gerakan kerohanian Kejawen gerakan-gerakan kerohanian santri ini dapat juga diklasifikasikan ke dalam: 1). B. di bawah pimpinan seorang guru (mursyid) yang disegani. Gerakan yang titik beratnya pada mistik. Gerakan-gerakan yang berpedoman pada keyakinan mesianik. Gerakan-gerakan seperti itu biasanya berpusat pada suatu pesantren tertentu. dengan sebutan thasawuf. Orang-orang yang menganut aliran itu di Indonesia. 3). dan istilah sufisme yang menjadi terkenal dalam karangan-karangan mengenai studi Islam. Orientasi Kehidupan Rohani Ada gerakan-gerakan yang berorientasi kepada kerohanian. Para ahli mistik Islam disebut sufi. 11 . yang oleh penduduk di sekitarnya biasanya disebut kyai. yang beranggotakan orang-orang santri. biasanya menjadi anggota gerakan-gerakan mistik yang disebut tarekat. khususnya Jawa. dan keyakinan serta perilaku agama serta tradisi Islam. berasal dari istilah itu. Gerakan-gerakan puritan yang berpedoman kepada kembalinya suatu masyarakat keagamaan yang bersifat murni.

tetapi tarekat Shiddiqiyyah dan Wahidiyyah masih relatif muda. mereka mulai mendirikan tarekat sendiri. yaitu di kota Kediri dan Pare. Dengan demikian kita mengenal tarekat Qodariyyah. Para pemimpin tarekat yang terkenal biasanya mempunyai riwayat hidup yang panjang mereka biasanya mulai belajar ilmu mistik pada guru-guru terkenal juga di berbagai pesantren atau tarekat. Suatu pesantren tarekat menganut aliran mistik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta orientasi pemimpinnya. tarekat Wahidiyyah. Priangan.Untuk menjadi seorang guru mistik. dan Pesisir Barat di Cirebon (Soebardi. dan kemudian mengajar di berbagai pesantren dan sekolah tarekat. tarekat Siddiqiyyah. melainkan hanya merupakan pemimpin yang memilki kharisma. dan umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai Brantas. 1978: 76). banyak juga yang sebenarnya bukan guru yang sesungguhnya. tarekat Syaththariyyah. dan telah mendapat suatu ijazah atau sertifikat. Dengan ijazah itu ia dapat mendirikan pesantren atau tarekat baru. Aliran yang lain lebih banyak terdapat di Jawa Timur. Walaupun banyak yang benar-benar telah menjalani latihan untuk menjadi guru dan ahli mistik. Baru setelah mereka merasa cukup pengalaman. Kedua tarekat tersebut pertama adalah aliran-aliranya sudah masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-17 dan terutama berkembang di daerah Banten. orang biasanya sudah menjalani latihan dalam sebuah pesantren atau dalam tarekat lain. Namun biasannya ia hanya meneruskan pesantren atau tarekat yang diwarisi dari ayahnya. tarekat Naqshabandiyyah. tarekat Sazaliyyah dan lain-lain. Di Pulau Jawa ada beberapa aliran mistik yang terpusat di beberapa daerah tertentu. Tarekat Syaththariyyah juga sudah tua umurnya. 12 .

yaitu ilmu fiqh (hukum Islam). dengan suatu pimpinan pusat. dan ilmu tasawuf (ilmu mistik) seperti dalam sekolah-sekolah pesantren biasa. Namun. para penganut. dan telah menerima kekuasaan dari pemimpin mereka untuk mendirikan cabang-cabang di daerah-daerah tersebut. dan siap melayaninya setiap waktu. yang bahkan tidak dapat kita kategorikan sebagai santri. tetapi mereka didik untuk menjalankan kewajiban agama dengan lebih ketat. ilmu kalam (teologi). Makam ini oleh para siswa. Mereka juga tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa. Pemimpin tarekat pusat mengumpulkan para wakilnya untuk berkumpul pada waktu-waktu tertentu untuk bersama-sama menjalani berbagai ritus tarekat yang utama. yang dibangun di halaman pesantren.Seorang pemimpin tarekat yang terkenal mempunyai wakil-wakilnya yang taat kepadanya. penganut dan pengikut pesantren tarekat itu dipuja-puja sebgai sesuatu pepundhen . maka cabang-cabang yang dipimpin seorang badhal biasanya boleh dikata mempunyai sifat otonom. Sebagai wakil (badhal) mereka seringkali mendapat kekuasaan untuk mengambil sumpah dari para calon siswa tarekat cabang tersebut. taat sepenuhnya kepada guru. dan para pengikut suatu pesantren tarekat dibuat intensif dengan mengadakan ritus-ritus sekeliling makam tokoh–tokoh pemimpin legendaris dari tarekat itu. Para siswa pesantren tarekat mendapat pelajaran dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. tetapi juga oleh penduduk desadesa sekelilingnya. Seringkali rasa solidaritas para siswa. Hanya karisma pemimpin mereka yang tertinggi itulah yang merupakan pemersatu antara cabang-cabang dengan tarekat pusat. karena biasanya pesantren tarekat tidak terorganisassi secara administratif. dan diharuskan membaca zikir. Zikir 13 .

dilakukan sesuai dengan aliran mistik tarekat yang bersangkutan.merupakan kegiatan keagamaan yang terpenting dalam suatu tarekat. Menurut para ahli yang telah mengamati berbagai pesantren tarekat berbeda dengan pesantren biasa. Mereka sering datang ke masjid untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. tetapi mereka diwajibkan untuk menjalankan kehidupan yang ketat dan berdisplin seperti para sufi yang memilih tinggal di pesantren. tarekat juga mempunyai siswa serta penganut yang sudah lebih tua usianya. atau suatu kombinasi dari keduanya. Sewaktu melakukannya mereka harus mengunakan jubah sufi berwarna putih. atau zikir kapi. dan jenis zikir yang dilakukan. melakukan sholat. dan lebih banyak menjalankan puasa dari pada orang Islam lainnya. atau mengunjungi makam pendiri tarekat yang bersangkutan. yang telah lama meneliti beberapa gerakan tarekat dan sekolah tarekat di Jawa Barat dan daerah Cirebon di Jawa Tengah. Ahli filologi Soebardi. Banyak juga di antara mereka yang datang ke pesantren tarekat karena ingin mendapatkan ketenangan batin. yaitu zikir jahar. yang tak turut menjalankan latihan-latihan zikir. Kecuali itu mereka juga harus turut latihan zikir dengan ketat. Para siswa serta para anggota dari suatu pesantren tarekat tidak selamanya harus tinggal di komplek pesantren. menjauhi kebendaan. tetapi mungkin juga karena mereka merasa tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat yang mereka anggap telah bobrok itu. yang bergabung karena merasakan tekanan ekonomi yang terlalu berat. melaporkan bahwa banyak pesantren 14 . dan bukan untuk mempelajari hukum atau teologi. Seorang guru tarekat yang termasyhur kadang-kadang juga mempunyai banyak pengikut orang biasa.

yang didirikan pada petengahan abad ke-19 oleh Haji Mohammad Rifangi dari desa Kalisalak. menghendaki kembalinya agama Islam kepada pelajarannya yang asli. Tetapi para pengamat pesantren tarekat juga melaporkan bahwa banyak pesantren tarekat lain yang bersifat lebih terbuka terhadap pegaruh-pengaruh jaman baru (Soebardi. Masih ada di Pekalongan dan daerah Bagelen. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip gerakan tarekat. seringkali merupakan sumber kegitan pemberontakan. Juga gerakan Imam Mahdi mempunyai potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan pemberontakan. Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo yang meneliti sejarah gerakan ini (1973: 118127) melaporkan bahwa para penganut gerakan itu sekarang. dalam gerakan Islam santri yang puritan itu upacara zikir tidak ada. Para anggotanya umumnya sangat mencurigai orang luar. 1978: 130). yang seperti apa telah terbukti dalam sejarah. Salah satu gerakan puritan yang ada adalah Sekte Budiah. walaupun mereka memang menentng pemerintah dan mengutuk agama-agama asing yang berkembang di sini. Sartono juga menyebutkan bahwa gerakan puritan Islam tidak melakukan kegiatan pemberontakan yang nyata.tarekat itu bersifat tertutup dan menyendiri. dan menolak untuk menerima segala bentuk perubahan sosial budaya maupun penemuan baru. Hubungan antara pemimpin dari suatu gerakan Islam santri dengan para pengikutnya itu dalam banyak hal mirip dengan hubungan antara pemimpin suatu pesantren tarekat dengan para pengikutnya. Bedanya. Gerakan-gerakan agama yang bersifat Islam puritan. yang mungkin disebabkan karena 15 .

ilmu gaib dan ilmu sihir. gerakan mesianik dengan mudah sekali dapat membangkitkan apara penganutnya untuk melakukan perang jihad. tetapi ia juga menyebutkan berbagai gerakan yang mirip. Peranan Pemuka Adat Peranan Pemuka Adat sangat berpengaruh pada kehidupan orang Jawa. Ilmu gaib memang merupakan unsur yang sangat penting dalam kebudayaan petani maupun kebudayaan priyayi. perampokan. Kata dhukun mempunyai arti yang sangat luas. Dalam usaha menghidupkan kembali suatu masyarakat tradisional atau mengembalikan agama kepada bentuknya yang asli. tetapi juga orang yang menjalankan praktek penyembuhan tradisional. misalnya saja kehadiran para dhukun. Sebutan dhukun bahkan tidak hanya untuk orang yang melakukan aktifitas ilmu gaib saja. Bukan hanya orang yang ahli dalam ilmu petangan saja yang mendapat sebutan seperti itu. tetapi dengan menggunakan teror. Ia membuat suatu pelukisan dari sejarah dari suatu gerkan semacam itu yang ada di daerah Priangan dan Banten dalam tahun-tahun sekitar 1920. Lagi pula. C. yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran orang akan datangnya seorang Ratu Adil. Adanya gerakan-gerakan yang juga memberontak terhadap kekuasaan yang ada dengan dasar melakukan jihad. yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. atau perang sabil.sifat dari gerakan mesianik. melainkan juga untuk orang yang 16 . intimidasi dan cara-cara kriminal lainnya. dapat dimengerti bahwa upacara dan tindakantindakan ilmu gaib malahan banyak sekali digunakan.

demikian juga seorang dukun paes mengetahui segala seluk beluk yang berhubungan dengan upacara dan persyaratan upacara adat serta slametan sekitar pernikahan. Seperti pada upacara bersih dhusun. Sebutan dhukun mungkin mereka peroleh karena mereka dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai upacara adat yang berhubungan dengan peritiwa bersangkutan. dhukun calak mengetahui dengan tepat upacara adat apa yang harus dilakukan berhubungan dengan khitanan. Beberapa di antara mereka dianggap mampu mendatangkan hujan. yaitu seorang dhukun bayi. atau ahli merias pengantin yaitu dhukun paes. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib produktif sering kali termasuk golongan sosial yang dihormati dan disegani dalam masyarakat mereka. dhukun pijet mempunyai pengetahuan yang luas mengenai jamujamu tradisional yang dipakai untuk memulihkan tenaga. Seorang dhukun bayi tahu semua upacara adat yang harus dilakukan pada waktu seorang bayi dilahirkan. atau mereka kerap kali juga minta untuk melakukan berbagai upacara yang berkenaan dengan pertanian. ahli pijat yang disebut dukun pijet. dan bahkan untuk mencarikan benda-benda atau orang yang hilang. dan mereka sering kali diminta untuk mencegah suatu bencana yang diduga akan datang.ahli dalam membantu wanita pada waktu melahirkan. Berbagai macam dhukun yang dikenal oleh orang Jawa dapat kita bagi ke dalam empat kategori berdasarkan keempat jenis tindakan ilmu gaib yang telah kita sebutkan di atas. Dhukun seperti ini tidak merupakan ahli 17 . ahli sunat yang dinamakan dhukun calak. dan biasanya melaksanakan tugas mereka pada upacara umum.

atau oleh orang-orang yang minta dicarikan hari yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anaknya. Akhirnya ada segolongan dukun yang ahli dalam hal meramal dan dalam hal menghitung-hitung tanggal dan hari yang baik. Para dukun ilmu hitam biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik. atau oleh para pedagang yang ingin mengatahui pada hari apa mereka sebaiknya mengadakan perjalanan untuk melakukan transaksi usaha dagang mereka. dan untuk tujuan itu mereka pergi ke seorang dukun sihir. Jasa-jasa mereka tidak hanya diperlukan oleh para petani yang ingin mengetahui saat yang paling baik untuk memulai menanam benih padi. dan para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak melakukan ilmu hitam. seperti misalnya penjahat. Mereka merupakan suatu kategori khusus dalam suatu masyarakat: orang-orang yang mempunyai maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dhukun tenung. tetapi pekerjaan mereka sehari-hari biasanya adalah sebagai tukang. pandai besi. dalang dan sebaginya. yaitu para dukun petangan tersebut di atas. tetapi juga oleh seorang kepala polisi yang ingin mengetahui tempat disembunyikannya barang-barang curian warga. Namun adakalanya orang biasa pun ingin agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan.dalam hal menyembuhkan orang. 18 . Para dhukun yang melakukan ilmu gaib agresif atau destruktif adalah para dhukun sihir atau dhukun tenung.

Seperti kita lihat dalam buku-buku pegangan mengenai ilmu gaib dan ilmu meramal. 1986: 214). yaitu yang terdiri dari lima pasar (pancawara). ilmu meramal penting dan banyak sekali digunakan dalam ilmu gaib dan ilmu meramal adalah ilmu petangan (Koentjaraningrat. yang konon merupakan kesatuan waktu Austrenesia Kuno. kelima hari pasar mempunyai tempatnya sendiri di dalam kelima kategori yang ditentukan oleh sitem klasifikasi prelogik orang Jawa. yaitu sebagai peramal (dhukun petangan). yang memang dimanfaatkan oleh orang Jawa untuk berbagai tujuan. yaitu dalam buku-buku Primbon. seperti misalnya meramal dengan menghitung hubungan antar bintang (astromancy). ahli-ahli peramal Jawa harus mempelajari berbagai teknik meramal yang bersifat universal. Pengetahuan Astrologi Tradisional Dalam ilmu gaib Jawa ada dukun yang memiliki kepandaian yang khusus. dengan memperhatikan kelima hari pasaran. meramal dengan perhitungan berdasarkan letak tulang belulang yang disebarkan berserakan (astragolomancy). dan yang terdiri dari tujuh hari 19 . dan karena itu merupakan perantara antara tanggal-tanggal pada berbagai penanggalan. orang Jawa juga mengenal paling sedikit tiga jenis pekan. yang terdiri dari enam hari (sadwara).D. meramal dengan menghitung jatuhnya usus ayam yang ditaburkan (haruspication). tanggal-tanggal penting yang ditentukan pada sistem-sistem penanggalan yang ada. Petangan adalah cara menghitung saat-saat serta tanggal-tanggal yang baik. meramal dengan mengamati arah terbang dan suara burung (ornithomancy) dll. dan alam semesta manusia. Kecuali membagi waktunya dalam kesatuan waktu siang dan malam. Seperti telah kita lihat di atas. Kecuali meramal.

Kehadiran dan arah gerak mereka tentu sangat penting dan besar pengaruhnya terhadapp manusia. 20 . seperti misalnya bepergian jauh. dan yang genap 29 hari. untuk berbagai tujuan tertentu. karena mereka yakin bahwa periaku masnuia danberhasiltidaknya manusia dalam menjalankan sesuatu ditentukan oleh konstelasi para dewa dan mahluk gaib. Kecuali windu. empat dan delapan tahun dalam setiap windu. Penanggalan Islam Jawa yang berdasarkan peredaran bulan terdiri dari 12 bulan. menikah. orang Jawa juga menganggap selapan sebagi kesatuan waktu. yang terdiri dari 35 hari. Orang Jawa masih menggunakan penanggalan Hindu–Jawa yang kuno. Bulan-bulan yang ganjil terdiri dari 30 hari. dan arah gerak dari dewa-dewa serta mahluk-mahluk gaib itu. Sistem yang terkhir ini mungkin pengaruh Austronesia.(saptawara). seorang ahli ilmu petangan harus memperhitungkan dan membuat perhitungan berdasarkan berbagai sistem kalender yang ada. Untuk menentukan hari-hari dan tanggal-tanggal yang baik untuk melakukan pekerjaanya penting dalam kehidupan seseorang. atau untuk dapat mujur dalam berjudi. dan wiku yang terdiri dari 30 pekan tujuh hari (jadi 210 hari). tetapi ia juga harus berusaha mengetahui posisi dari dewa-dewa dan mahluk-mahluk gaib lainnya di berbagai penjuru mata angin pada tanggal tertentu. yang berselisih 78 tahun dengan penanggalan Nasrani. dan berdasarkan angka-angka keramat (neptu) yang ada dalam tiap penanggalan itu. juga digunakan. Tahun-tahun kabisat dalam penanggalan Muslim-Jawa ini terjadi setiap dua. di mana bulan yang ke-12 juga terdiri dari 30 hari. kecuali dalam tahun yang ke-12.

termasuk mereka yang melakukan praktek ilmu hitam. Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat. masih memerlukan seorang dhukun petangan paling sedikit sekali dalam hidupnya. Para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu dari seorang dukun. Namun jelas bahwa aktifitas sebagai dukun yang berhubungan dengan penyembuhan. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. Kecuali mampu meramal masa depan dan mengobati orang sakit. yang hidup bergaul dengan warga desa lainnya. dalam kehidupan sehari-hari biasanya adalah orang biasa. Para dukun. ia juga harus mengetahui khasiat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. Dalam kebudayaan Jawa orang memang belum dapat mengabaikan kehadiran seorang dhukun petangan. juga yang hidupnya sudah sangat terpengaruh oleh gaya hidup masa kini. serta yang dapat berperan sebagai medium dan sebagainya. yang biasanya adalah orang tua mereka sendiri. yaitu keahlianya diangap sudah ada dalam diri seorang dukun.Sampai sekarang pun hampir semua orang Jawa. menghafal mantera-mantra. Untuk menjadi dukun tentu tidak ada sekolah formal. menuntut suatu kemampuan yang khusus. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dhukun. mereka yang ingin 21 . tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar. dan tentu saja juga mempelajari buku-buku primbon. Dengan demikian ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya. yaitu apabila ia harus menentukan tanggal untuk merayakan pernikahannya. peramalan. orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritus-ritus untuk menyembuhkan dan ritus-ritus ilmu gaib.

22 . ucapan mantra-mantra dan memberikan jamu tradisional. Geertz agaknya benar bila ia mengatakan bahwa para dukun ilmu gaib Jawa menggunakan teknik-teknik ilmu gaib. Tetapi ada kalanya kita juga melihat dukun yang masih kanak-kanak. Dukun pijat kadang-kadang pria kadang-kadang wanita. dan ada anak-anak gadis yang menjadi dukun prewangan. Walaupun demikian upacara umum yang bersifat religio magic selalu dilakukan oleh seorang dukun pria. yang konon memiliki kemampuan untuk mengobati dan meramal. Orang Jawa sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh seorang dukun hanya dapat diperoleh dengan melakukan disiplin yang ketat dan bertapa. Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa.memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku usada dan sebagainya. tetapi yang terpenting adalah kondisi dari para pelakunya sendiri. Baik pria maupun wanita dapat menjadi dukun. yang dapat mengundang roh ke dalam tubuhnya. Karena itu orang yang menjadi dukun sering menjalankan puasa. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu. Seorang yang menjadi dukun pada umumnya adalah orang dewasa yang sudah setengah tua. Sebaliknya. bersamadi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya. Demikian khitanan selalu dilakukan seorang dukun pria. seorang dukun bayi dan seorang dukun yang bertindak sebagai medium adalah selalu wanita. membuatnya terkenal.

Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan. dan mereka ini dinamakan dukun santri. untuk mana mereka banyak menggunakan ayat-ayat suci dan mantra-mantra dalam bahasa arab untuk kegiatan mereka. dan karena itu dianggap keramat. ilmu gaib (ngelmi) dan tenung pada orang Jawa merupakan sub sistem dari religi. Walaupun demikian. karena mengenai manusia yang berhubungan dengan kekuatan–kekuatan supranatural. yang pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai tukang pandai besi. Akhirnya ada dukun yang lebih banyak berorientasi kepada agama Islam. ia dapat dibedakan dari religi. dan buku-buku usada untuk cara-cara pengobatan. Orang Jawa menganggap ngelmi itu bagian dari religi. karena dari orang yang melakukannya diperlukan sikap yang berbeda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan gaib. Tetapi ada kalanya mereka juga menggunakan buku-buku Primbon untuk menghitung petungan. Orang yang melakukan praktek ilmu gaib berusaha mencapai suatu tujuan dengan cara 23 . dan karena itu termasuk golongan sosial petani dan tiyang alit.Dalam masyarakat Jawa dukun tidak merupakan suatu kelas sosial tersendiri. yang kendatipun kadang-kadang melakukan praktek perdukunan. Di kota-kota pun banyak dukun. E. bahkan banyak yang termasuk orang-orang yang disegani di desa. Bekerja sebagai dukun merupakan pekerjaan mereka yang kedua. Mereka pada umumnya tidak tergolong yang paling miskin. dalang. Mereka pada umumnya melakukan praktik sebagai dukun penyembuh penyakit. sering kali bekerja sebagai pegawai negeri sehingga dapat dimasukkan ke dalam kategori orang priyayi. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib Seperti pada banyak kebudayaan di dunia. guru agama dan pegawai pemerintah daerah.

orang Jawa. pekerjaan. adalah orang yang pertama yang menyinggung mengenai “sistem klasifikasi primitif”. Berbagai sistem keyakinan orang Jawa mengandung konsep mengenai hubungan jalin menjalin antara segala unsur serta aspek alam semesta ini dan antara lingkungan sosial serta spiritual manusia. mahluk-mahluk halus dan sebagainya. Dalam menjalankan aktifitas itu ia mengucapkan mantramantra di mana ia mengutarakan kehendaknya (gadhah pikajeng). Durkheim dan M. atau sistem klasifikasi prelogik. di dalam 24 . dewadewa. keselamatan. yaitu dengan menganggap bahwa ia dapat memanipulasi dan mengendalikan berbagai kekuatan gaib.aktif. diklasifikasikan menjadi lima kategori pokok. Untuk berhubungan dengan alam semesta dan lingkungannya itu seseorang yang melakukan upacara gaib oleh karena itu berpegangan pada suatu sistem klasifikasi simbolik yang dimilikinya berdasarkan asas-asas “pikiran asosiasi prelogik”. dan berdoa agar permintaannya bisa terkabul (nyenyuwun). keadaan perasaan orang. Seorang ahli hukum Van Ossenbruggen. planet-planet dan benda-benda ruang angkasa lain. Van Ossenbruggen. Berdasarkan sistem ini berbagai hal yang terdapat dalam lingkungan alam serta kehidupan sosial budaya seseorang. makanan dan minuman. Sebaliknya. hari-hari pasar. Mauss bahwa pikiran prelogik manusia pada awal perkembangan kebudayaannya membayangkan bagian-bagian dari masyarakatnya sebagai dasar suatu kerangka berpikir. orang yang melakukan suatu upacara religi menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada mahluk-mahluk gaib yang lain. mendasarkan diri kepada suatu hipotesa yang diajukan ole E. sifat-sifat kepribadian seseorang. seperti misalnya bagian-bagian tubuh.

mana harus diklasifikasikan semua konsep yang dikenalnya dan semua gejala yang ada dalam lingkungannya. yakin bahwa sebuah nasi tumpeng dan sebuah gunung mempunyai kaitan yang mendalam. dan wanita dianggap mahluk paling lemah (liyu). atau yang disebut dengan istilah–istilah yang mirip bunyinya. karena dapur merupakan tempat para wanita. yang dipengaruhi oleh asas-asas pikiran asosiasi prelogik. ke dalam mana alam semesta orang Jawa diklasifikasikan. Klasifikasi itu sendiri sudah dengan sendirinya terpahat di dalam jiwanya. dan saling tumpang tindih. yang disebabkan karena persamaan bentuknya. tetapi yang kebetulan mirip dalam hal bentuk atau warnanya. Kelima bagian itu memang merupakan kelima ketegori pokok tersebut di atas. Orang Jawa yang condong untuk percaya kepada ilmu gaib juga yakin bahwa dapur adalah bagian rumah yang paling lemah. Pedagangpedagang wanita Jawa acap kali memakai rambut palsu (cemara) untuk menarik pembeli. berurutan. yang terjadi bersamaan. Orang Jawa yang sedang melakukan tindakan ilmu gaib. Orang Jawa membagi masyarakatnya ke dalam lima bagian yang ditentukan oleh keempat arah mata angin dan titik pusatnya. Hal ini menyebabkan bahwa orang yang menyangka ada suatu kaitan yang erat antara gejala-gejala yang seringkali berbeda sama sekali dalam prinsip dan fungsinya. kebiasaan yang merupakan bagian dari tindakan ilmu gaib itu didasari 25 . Ia juga percaya bahwa katak dapat mengakibatkan hujan. misalnya. bahwa padi sudah masak kekuning-kuningan. yang terjadi di tempat yang sama. karena persamaan warnanya juga saling berkaitan. dan emas dua (praos) berkaitan.

seperti misalnya pulung. dan benda-benda lain yang tidak lumrah. seperti suara. dan juga dapat ditimbulkan karena suara kutukan (sepata). dalam barang-barang keramat serta pusaka. Oleh karena itu tindakan meniru sesuatu keadaan konon dapat memaksa agar keadaan itu benarbenar terjadi. Mekanisme pikiran yang berasaskan pikiran asosiasi prelogik juga menyebabkan bahwa banyak orang Jawa yang buta huruf yakin bahwa tindakantindakan yang hampir serupa mempunyai kaitan sebab-akibat. japa mantra. dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat atau yang aneh rupa atau bentunya. Kekuatan-kekuatan lain yang pada dasarnya bersifat buruk dan jahat adalah misalnya guntur dan teluh braja (kekuatan jahat). kekuatan sakti dapat mempunyai aspek baik dan buruk. wahyu. yang istilah sebutnya hampir sama bunyinya (cemara dan mara). dalam tubuh binatang. Di sini terlihat bahwa dua gejala berbeda. melalui ujaran yang mempunyai sifat gaib. Menurut keyakinan orang Jawa. Banyak tindakan ilmu gaib Jawa juga ditentukan oleh keyakinan tentang adanya suatu kekuatan sakti (kesakten) yang seperti apa yang telah disebutkan di atas. mempunyai kaitan yang terselubung. dan ndaru. Upacara-upacara ilmu gaib yang menggunakan keyakinan seperti itu sering kali disebut ilmu gaib imitatif dan orang Jawa memang sering kali mengunakan ilmu gaib seperti itu.keyakinan bahwa cemaranya akan membuat para pembeli itu datang kepadanya (mara). tetapi ada juga beberapa jenis kekuatan energi yang bersifat baik. Kekuatan sakti juga dianggap dapat dipancarkan oleh kekuatan suara. dalam jimat. Orang Jawa juga yakin bahwa tidak hanya kekuatan gaib saja 26 . ada dalam bagian-bagian tertentu dari tubuh.

tetapi juga mahluk-mahluk gaib. dua–duanya berdasarkan 27 . Kalender Saka Kalender Saka merupakan warisan jaman Hindu-Budha yang kemudian diganti dengan kalender Jawa atau kalender Sultan Agung yang berlaku sampai sekarang. bahwa kalender Jawa sama dengan kalender Saka. Kalender yang tahunnya disebut Saka. BAB II PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Oleh karena itu perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama. Tahun Masehi dan tahun Saka. kalender Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. bahwa permulaan adalah saat Raja Sariwahana Ajisaka naik tahta di India. Aji saka adalah tokoh mitologi yang konon mencipta abjad huruf Jawa: ha na ca ra ka. dimulai pada tanggal 15 Maret tahun Masehi 78. Banyak orang dan banyak kalender yang beredar membuat kesalahan. Permulaan kalender itu konon pada saat mendaratnya Ajisaka di pulau Jawa.yang dapat dimanipulasikan dan dikendalikan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan cara gaib. dengan keterangannya. padahal amat berbeda. Adapula yang mengabarkan.

Wasekha (12 April 11. Srawana 2. padewan.11 Oktober) (12 Oktober -100 November) (1 November -12 Desember) 6. Sebelum bangsa Hindu datang. Kedua.perhitungan solair yaitu mengikuti perjalanan bumi mengitari matahari. 1995). Posya (12 Juli (13 Agustus -12 Agustus) -10 September) 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari 29 hari 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari (11 September. Asuji 4. Phalguna 9. Ketiga. Cetra (11 Januari (12 Februari (12 Maret -11 Februari) -11 Maret) -11 April) -11 Mei) -12 Juni) 10. Margasira (13 Desember -10 Januari) 7. Jyesta (12 Mei 28 . Dalam bahasa Arab disebut Syamsiyah. yaitu perhitungan Pranata Mangsa dengan rangkaiannya berupa bermacam-macam petangan seperti wuku. Kartika 5. Bhadra 3. berikut ini penjelasan tentang kalender Saka dan Pranata Mangsa. Kalender Saka membagi satu tahun dalam 12 bulan dan Pranata Mangsa membagi satu tahun dalam 12 mangsa (Kamajaya. Magha 8. 1. padangan dan lain-lainnya. peringkelan. orang Jawa sudah memiliki kalender sendiri yang kita kenal sekarang sebagai Petangan Jawi. Nama-nama bulan dan umurnya. Sistem Pranata Mangsa itu adalah solair (Syamsiyah) seperti halnya kalender Saka dan Masehi.

Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 5. 1995: 43). Kalender atau perhitungan Pranata Mangsa itu dapat dikatakan kalendernya kaum tani yang memanfaatkannya sebagai pedoman bekerja (Kamajaya.22 Februari) 8.28 Februari) 9.25 Maret) 10. Sadha (Asuji): (12 Mei. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. yaitu pada tanggal 22 Juni.21 Desember) 7. Kasanga(Jita): (1 Maret.18 April) 11. Pada mulanya Pranata Mangsa hanya memiliki 10 mangsa sesudah mangsa kesepuluh tanggal 18 April. orang menunggu saat dimulainya mangsa yang pertama (Kasa atau Kartika). Kanem (Naya): (9 November. Masa menunggu itu 29 . Dhesta (Padrawana): (19 April.21 Juni) 43 hari 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Kalender Pranata Mangsa sudah dimiliki orang Jawa sebelum bangsa Hindu datang di Pulau Jawa.12. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 27 hari 6. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. Pranata Mangsa Nama-nama mangsa dan umurnya: 1.11 Mei) 12. Asadha (13 Juni -11 Juli) 29 hari B. Kawolu (Wasika): (3 Februari. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Kapitu (Palguna): (22 Desember.

Semua ini diharapkan bisa mencegah atau menutupi kelemahan kelompok ini yang lemah pada lever dan pencernaannya. dan Gardena. Meskipun Pranata Mangsa sudah berlaku sejak dahulu milik orang Jawa. 16. Sedap Malam. Maka genaplah satu tahun menjadi 12 mangsa dan dimulainya hari pertama mangsa kesatu pada 22 Juni. Musimnya jatuh musim kemarau. biru. Kalender Saka berjalan bersama Pranata Mangsa. Hari baik: Semua hari pada bulan Jumadilawal baik. 30 . Mangsa ini dalam pengaruh kuat Batara Antaboga dan Nagagini. kecuali tanggal Jawa 1. Mata Kucing. Pranata mangsa pun merupakan perhitungan yang membawakan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan-perhitungan Jawa lain-lainnya. Kadang mangsa ini disebut pula mangsa Kaso yang berawal 23 Juni sampai 2 Agustus. 10. Artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya. coklat dan merah anggur. 5. 11. 26. Lambang bunganya Melati. Kristal dan Biduri Bulan. Batu mulia yang memiliki efek baik bagi kelompok masyarakat Kasa adalah Aquamarine. namun pembakuannya baru diadakan pada waktu yang memerintah kerajaan Surakarta Sri Paku Buwana VII. yaitu tepatnya tahun 1855 masehi. jamrud. mutiara. Warna serasi bagi kelompok ini kuning. Mangsa Kasa.cukup lama sehingga akhirnya ditetapkan mangsa yang kesebelas (Destha atau Padrawana) dan mangsa kedua belas (Sadha atau Asuji). Pancaran pengaruh kuat kedua dewa ini terhadap alam diibaratkan sebagai Sotya murca ing embanan. Kecuali untuk pedoman kaum tani. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Senin Kliwon. hijau.

kecuali tanggal 4. 19. 31 . penawar sakit paru-paru. keracunan. Pengaruh kuat Batara Sakri mempengaruhi alam dan manusia. Warna ideal bagi mangsa ini adalah kuning dan hijau. 12. Berlangsung 3 Agustus hingga 25 Agustus. dan sakit perut. Mangsa katelu ini candranya Suta manut ing bapa atau ‘anak patuh pada ayah’. 28 dengan hari naas atau tali Wangke Kamis Pon. Batu-batu ini untuk menolak sakit mata. 22. 13. 12. menambah kekuatan tubuh. Ruby. Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya. Sementara untuk batu mulia yang sesuai untuk orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Giok. Yasper. Lapis Lazuli. Melati dan Anggrek. Tourmalin berpengaruh kepada si pemakai sebagai penolak rasa takut. Berlian untuk penolak ilmu sihir. Mangsa Ketiga atau Katelu berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. Semua itu diharapkan untuk menutupi kelemahan kalangan Karo. 18.Mangsa Karo. 11. 14. Hari baik: Untuk bulan Jumadilakir semua hari baik. Cornelian. Ruby berdaya menolak impotensi. 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. Topas dan Tourmalin. Artinya anak patuh pada ayahnya. Bunga yang menjadi kegemaran mangsa ini adalah Sedap Malam. Batu mulia yang selaras dengan kelompok Karo adalah Berlian. kecuali tanggal 2. Ini berkat pengaruh kedua pasangan serasi batara-batari yang menjadi simbol asmara itu. pencernaan. Topas diyakini menyembuhkan penyakit dada. 26. Dalam pengaruh kuat Batara Sakri. Musimnya musim kemarau. Hari baik: Untuk Rejeb semua hari baik. Mangsa Katelu dengan candra Suta manut ing bapa. 14. 13. Pengaruh ini begitu kuat sehingga diibaratkan seperti Bantala Rengka atau tanah retak.

10. 21. Candra yang tersirat adalah Rasa mulia kasucian. Mangsa Kanem bercandra: Rasa mulia kasucian. kecuali tanggal 7. Sedap Malam dan Ceplok Piring. 17. Batu mulia yang sesuai dengan kelompok mangsa ini adalah Topas. Warna ideal untuk kelompok ini biru dan merah anggur.Mangsa Kapat memiliki candra Waspa kumembeng jroning kalbu. Anggrek. Mangsa Kapat ini banyak terpengaruh oleh Wisnu yang berorbit 25 hari sejak 19 September sampai 13 Oktober. Sementara bunga idamannya adalah Wijaya Kusuma dan Gradiol. dengan Tali Wangke atau hari naas pada Sabtu Kliwon. 9. 15. terletak di belahan langit Selatan. 20. Ada pula yang mengatakan ‘Genthong Pecah’. Warna ideal bagi kelompok ini adalah merah. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan sakit dada dan terbakar. atau Tali Wangke Jumat Wage. sebagai ibarat bahwa rasa ini akan muncul jikalau orang berbuat baik. 24. Hari baik: Semua hari pada bulan Rejeb baik. sementara bunga idamannya Melati. Artinya hati sedih. Mangsa Kalima memiliki candra: Pancuran emas sumawur ing jagad. Hari baik: Semua hari untuk bulan Ruwah adalah baik kecuali tanggal yang ditetapkan berdasar perhitungan naga yaitu tanggal 2. Berlian yang diharapkan menetramkan pikiran. 25 dengan hari naas. 10. Merjan atau Coraal yang membebaskan diri dari flu berat serta Mirah yang menolak infeksi. Sementara Aquamarine untuk penyembuhan sakit lever dan tenaga kurang. 27. Sebab kemurahan Tuhan 32 . Mangsa Kanem berorbit 43 hari sejak 10 November – 22 Desember. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan meningkatkan daya pikir. Sementara batu mulia yang sesuai dengan orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Opal.

21. Mangsa Kawolu atau Masa Surya VIII memiliki candra: Anjrah jroning kayun. 10. Banyak penyakit menular. sakit mata dan gangguan pada pencernaan. Semua tanggal baik kecuali untuk bulan Pasa tanggal 7. musim timbulnya banyak penyakit. 20. Warna ideal yang sesuai untuk wuku dan mangsa ini adalah biru laut. yang mampu menentramkan pikiran. Mangsa kawolu lamanya 27 hari. Selain indah. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Jumat Wage. 24. oleh karena itu diberi candra: Wisa kentas ing maruta. Topas berkhasiat mneyembuhkan penyakit reumatik. Mangsa Kapitu memiliki candra: Wisa kentas ing maruta. hitam. yang berhkasiat menyembuhkan impotensi dan menolak penyakit infeksi. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa Kapitu adalah Black Onyx yang mampu mengusir makhluk jahat. Semua hari baik pada Syawal Mangsa Kapitu kecuali: Tanggal 2. Masa baik untuk mengerjakan atau 33 . Batu mulia yang sesuai untuk yang lahir pada mangsa Kanem adalah Berlian. 27 dengan Tali Wangke Sabtu Kliwon. Warna ideal untuk mangsa ini adalah hijau. Padang pertanian menghijau menentramkan hati. 8. hijau tua. keletihan. Batu Nilam (Carbuncle). merah darah dan biru langit. maka keluarlah candra Anjrah jroning kayun. Mangsa kapitu lamanya 43 hari dari tanggal 23 Desember – 3 Februari. 10. menentramkan. Bertiupnya angin mengandung bisa. tanggal 4/5 Februari sampai dengan 1 Maret.diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. merah jingga dan kuning terang. Ruby. Pirus berguna mengatasi bahaya ilmu hitam. berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks. 25. 20. Batu Giok yang berkhasiat mencegah penyakit pinggang.

tersiarnya kabar gembira. batu mulia ini 34 . 28 dengan Tali Wangsa (Naas) Senin Kliwon. 10. dan 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. ada susah kembali ke bahagia lagi. lantaran memiliki jiwa militer yang disiplin dan tegas. artinya Pintu gerbang tertutup dalam hati. 17. 13. pemberani. keracunan. Tidak mau mengalah. ada senang. lama berjalan 24 hari di dalam pengaruh kuat Resi Bisma. 20. kecuali tanggal 1. Mangsa Kasedasa dengan Candra. Musim ini tercandra dengan Wedharing wacana mulia. 25. 13. Semua hari baik untuk bulan Sura ini kecuali tanggal 6. 21.mendirikan sesuatu. Gedhong minep jroning kayun. penyakit menular. Bulan Besar masuk dalam Pranata mangsa Kasanga: Wedharing wacana mulia. Batu mulia yang sesuai untuk mangsa kasanga adalah Safir Biru yang dipercaya melindungi mata. yang mendatangkan rasa kasih. 18. sakit panas. Mangsa kasanga memiliki lama orbit 25 hari antara tanggal 2 Maret sampai 26 Maret. Kemudian Jamrud yang dipercaya bisa mencegah sakit kepala. Disebut pula mangsa Mareng. Begitu pula nasib manusia silih berganti. Semua hari Besar dalam catatan horoskop Jawa baik. Mangsa Kasanga. Dengan sinar ungunya. 24. Mangsa ini adalah akhir bulan Februari hingga 15 Maret. Batu mulia yang sesuai untuk weton mangsa kasadasa adalah Amethyst. Semua hari baik dengan kekecualian Dulkangidah tanggal 2. 23. Amethyst. dengan Tali Wangke Selasa Wage. 11. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa ini adalah Safir Biru yang diharapkan bisa menolak berbagai penyakit kulit. 14. Mangsa ini berpengaruh besar terhadap kehidupan terutama putaran cakra panggilingan. 12. 6. 13. atau Kecubung. wataknya teguh. 6. 11. Pada saat itu Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke mayapada.

Mangsa Saddha. Kemudian Safir Biru atau Blue Safir yang sangat dipercaya menolak racun dan melindungi mata. 10. dengan Tali Wangke Jumat Wage. 20. Penuh kasih sayang dan kegembiraan. 3. 13. Bila tak ada Amethyst bisa pula Aquamarine atau sinar laut hijau yang mengesankan rasa damai dan agung. 22 dengan Tali Wangke Kamis Pon. Batu mulia yang selaras dengan kelompok masyarakat Saddha adalah Aquamarine atau Batu Sinar Laut Hijau. Mangsa ini memiliki candra Sotya Sinarawadi yang berarti permata hati dengan pengaruh kuat Batara Yamadipati. pencernaan dan lemah badan. 23. dan pencernaan. yang berorbit 41 hari. Selain itu juga Pirus Biru yang dianggap berkhasiat mencegah pengaruh rejeki besar dan mendapat kemuliaan dari tenaga ghaib. Baik pula mengenakan intan yang menjauhkan diri dari ilmu hitam. Peristiwa mangsa ini candranya Tirta sot saka sasana yang artinya adalah Air lenyap dari tempatnya. Mangsa ini berlangsung antara 13 Mei sampai 22 Juni. 15. yang dipercaya mencegah penyakit liver. 35 . Mangsa ini terpengaruh kuat oleh Batari Sri dan Batara Sadana. 8. 20. 12.diharapkan mampu memberi semangat kepemimpinan kepada yang memakainya. Mangsa Dhesta. Batu mulia yang sesuai untuk kelompok masyarakat Dhesta Jamrud atau Emerald yang diyakini bisa melindungi kepala dari penyakit. Di samping batu mulia ini baik untuk mencegah racun dan sakit jantung. Hari baik: Untuk bulan Sapar semua hari baik kecuali 1. Untuk Bulan Mulud semua hari baik kecuali tanggal 1. Penjabaran candra menggambarkan mangsa Dhesta adalah Sotya sinarawadi yang artinya permata hati. Kadang berwarna hijau kadang biru yang dipercaya mencegah sakit lever. Mangsa dhesta atau ke sebelas ini berlangsung dari 20 April sampai 12 Mei.

Tindakan Sultan Agung itu tidak hanya didorong oleh maksud memeprluas pengaruh agaam Islam. karya besar. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1955. Perubahan kalender di Jawa itu terjadi dan mulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. 25. Jum’at Legi. tepat pula dengan tanggal 8 Juli 1633. Pada saat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertahta. 1990: 36). Harinya. Kalender Sultan Agungan Kalender yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu dengan nama tahunnya Saka (kalender Saka) dipakai oleh orang Jawa sampai tahun 1633 M. sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem lunair (Komariyah). tepat pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriyah. Dengan mengubah kalender Saka menjadi kalender Jawa yang berdasarkan sistem Komariyah seperti kalender Hijriyah (kalender Islam). Sultan 36 . 16. C. tetapi didorong pula oleh kepentingan politiknya. padahal dasar perhitungannya sama sekali berlainan (Asdi. Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. Kebijakan Sultan Agung itu terpuji sebagai tindakan seorang muslim dengan kemahirannya yang tinggi dalam ilmu falak. yaitu perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. Kalender Saka mengikuti sistem Solar (Syamsiyah). Kalender Sultan Agung adalah suatu karya raksasa. perjalanan bumi mengitari matahari. Raja Mataram yang terkenal patuh beragama Islam itu merubah kalender di Jawa secara Revolusioner. 28 dengan hari naas atau Tali wangke Sabtu Kliwon.Hari baik: Untuk bulan Bakda Mulud semua hari baik kecuali tanggal Jawa 10. 15.

Agung bermaksud memusatkan kekuasaan agama kepada dirinya. Di samping itu, tindakan merubah kalender pun mengandung maksud untuk memusatkan kekuasaan politik pada dirinya dalam memimpin kerajaannya. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia dinobatkan oleh Sunan Giri. Bahkan dengan dalih pengamanan Sunan Giri mengawali kerajaan Demak dengan memegang tampuk pimpinan selama 40 hari. Selanjutnya raja-raja di Jawa ditradisikan memperoleh restu Sunan Giri atau dinobatkan oleh Wali tertua ini. Gelar Sunan Giri itu turun temurun. Yang menobatkan Raden patah menjadi Raja Demak adalah Sunan Giri I. Restu atau penobatan raja-raja Jawa seterusnya dilakukan oleh Sunan Giri pula, keturunan langsung dari Sunan Giri I. Di jaman Sultan Agung, kewalian Giri sudah sampai dengan yang keempat di bawah pimpinan Sunan Giri ke-4 (Asdi, 1990: 57). Kewalian Sunan Giri sebagai pemimpin Islam tertinggi di Pulau Jawa diakui sepenuhnya oleh masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai di luar pulau Jawa. Pada tahun 1629 di jaman Sultan Agung, masih ada utusan Sunan Giri yang datang di Pulau Hitu untuk melestarikan persahabatannya kepada rakyat di kepulauan Maluku itu. Pengaruh Sunan Giri itu amat diketahui oleh Sultan Agung. Meskipun demikian, pada waktu beliau naik tahta kerajaan mataram, beliau tidak mohon restu kepada raja pendeta di Giri itu seperti halnya sultansultan terdahulu. Sultan Agung sejak bertahta selalu menghadapi pemberontakanpemberontakan. Para adipati dan bupati di Jawa Timur sampai Blambangan yang berkiblat pada Sunan Giri, tidak mau tunduk kepada Sultan Agung. Maka Sultan

37

Agung adalah raja Jawa yang paling banyak mendapat lawan dengan berperang termasuk usahanya menyerang VOC Belanda di Jakarta pada tahun 1628 dan 1629. Dalam memipin kerajaan Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan, Sultan Agung bersiasat untuk mengupayakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usaha ini tidak saja dengan memenangkan perang menindas para pemberontak, tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat dipatuhinya. Sultan Agung menggalang kekuasaan mutlak agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Siasat itu dilancarkan dengan memerangi kewalian Giri yang diakui seluruh negeri sebagai pimpinan agama Islam tertinggi. Dengan bantuan Pangeran Pekik dari surabaya dengan istrinya Ratu Pandansari yang adik Sultan Agung, tentara Giri dapat dikalahkan sekeluarganya diboyong ke Mataram. Tindak lanjut dari Sultan Agung dalam memusatkan kepercayaan rakyat kepada dirinya adalah dengan merubah kalender di Jawa, disesuaikan dengan kalender Hijriyah. Ide raksasa itu didukung oleh para ulama dan abdi dalem, khususnya yang menguasai ilmu falak atau perbintangan. Maka diciptakanlah Kalender Jawa yang boleh disebut Kalender Sultan Agung atau Anno Javanico (AJ). Kalender Sultan Agung mengandung perpaduan Jawa, Hindu-Jawa dan Islam. Kalender ini dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip, dengan angka tahun 1555. Itu jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1043 atau 8 Juli 1633 Masehi. Tindakan Sultan Agung itu dapat dikatakan revolusioner, oleh karena perhitungannya berbeda sama sekali dengan tahun saka yang sampai waktu itu

38

dipakai oleh masyarakat Jawa. Kalender Saka dengan dasar solair, sedang kalender Jawa Sultan Agung berdasarkan lunair seperti sistem Kalender Hijriyah. Nama-nama bulan kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriyah. Demikian pula jumlah hari dan umur masing-masing bulan, seperti terlihat berikut ini:

Kalender Hijriyah dan umurnya: 1. Muharam 2. Syafat 3. Rabiulawal 4. Rabiulakhir 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rajab 8. Sya’ban 9. Ramadan 10. Syawal 11. Dzulqaidah 12. Dzulhijah -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari

Kalender Sultan Agung dan Umurnya Nama Bulan 1,3,6,7 Tahun Jawa 2,4,8, 5

39

1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 29

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 30

30 30 29 29 29 29 30 29 30 29 30 30

D. Dasar Perhitungan Waktu Perbedaan antara kalender Hijriyah dengan Kalender Jawa yang keduaduanya berdasarkan lunair, terletak pada: Dalam kalender Jawa dikenal tahun wastu yang artinya pendek, dan tahun wuntu. Dalam tahun pendek umur bulan besar 29 hari, dalam tahun panjang umur bulan Besar 30 hari. Dalam satu windu (8) tahun ada 3 tahun panjang, yaitu: 1. Ehe, 2. Je, 3. Jimakir, umurnya ‘a 355 hari. Yang 5 tahun lainnya adalah tahun pendek, yaitu: 1. Alip, 2. Jimawal, 3. Dal, 4. Be, 5. Wawu, umurnya ‘a 354. Kalender Jawa disebut Kalender Huruf (asal kata Arab: huruf, karena nama tahun-tahunnya berawalan huruf Arab, yaitu: 1. Alip, 2. Ahe, 3. Jimawal, 4. Je, 5. dal, 6. Be, 7. Wawu, 8. Jimakhir. Pada permulaan Kalender Jawa, yaitu tanggal 1. Sura, tahun Alip 1555 jatuh pada hari Jum’at legi, disebut Huruf Jam’iyah, Huruf itu berubah setelah 120 tahun. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1675, jatuh pada hari Kamis Kliwon, disebut Huruf Kamsiyah. Umurnya 72 tahun. Kemudian tanggal 1 Sura, Alip 1747 jatuh pada hari Selasa Pon, disebut Huruf Salasangiyah. Pergantian Huruf seperti tersebut adalah demi penyesuaiannya dengan kalender Hijriyah. Lain pada itu

40

Seperti diketahui. Wuku dan lain-lainnya tetap dilestarikan dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan. Kalau hingga sekarang terkadang masih ada perbedaan. Angka tahunnya meneruskan angka tahun Saka dan dimulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. Inipun termasuk perangkat penyesuaiannya tersebut. Sri Sultan Agung merasa perlu mengubah kalender dan menyesuaikannya dengan kalender Hijriyah dengan maksud pula agar hari-hari raya Islam (Maulid Nabi.Kalender Jawa memiliki 3 tahun panjang dalam 1 Windu (8 tahun). tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa 41 . Idul Fitri dan Idul adha) yang dirayakan di kraton Mataram dengan sebutan grebeg dapat dilaksanakan pada hari dan tanggal yang tepat sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriyah. Kalender Sultan Agung dimulai pada tanggal 1 Sura 1555. Perhitungan ini memang sulit. Perhitungan Jawa yang dipakai dalam kalender Saka seperti Pranata Mangsa. Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan. Petungan Jawi Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan. petangan Jawi adalah sebagian Jawa asli dan sebagai Hindu Budha. tahun Jawa atau tahun Sultan Agungan memiliki ciri-ciri khasnya: Dasar perhitungannya lunair atau komariyah. hal itu disebabkan oleh hal hal tersebut. hari tanggal dan hari hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. sedang siklus Hijriyah dalam siklusnya 30 tahun. 1. tahun panjangnya ada 11.

Primbon hendaklah tidak diremehkan. Pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya. Petangan Jawi sudah ada sejak dahulu. Hari dan Pasaran a. yaitu perhitungan baik-buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari. wataknya: Sujana (curiga). Pranata Mangsa. yang kelihatan. wataknya: Samuwa (meriah). namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir–batin. artinya: harus baik segalap pakaryan c. Kata Primbon berasal dari kata: rimbu. bulan. meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. b. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur. jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yanag Maha Esa Maha Pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya (Kamajaya. wataknya: samudana (pura-pura) artinya: suka kepada lahir. maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya. Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya. Senin. tanggal. wuku dan lain-lainnya. berarti simpan atau simpanan. artinya: serba tidak percaya 42 . tahun. Ahad. Petangan Jawi memberikan pedoman atau petunjuk akan lambang dan watak berbagai jenis hitungan sebagai petunjuk sebagi berikut: 2.yang disebut Petangan Jawi. Selasa. merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. 1995: 67).

d. f. Pon. wataknya. Sabtu. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Rabu. Jumat. artinya bersih tingkah lakunya g. wataknya: Kasumbung (tersohor). Wage. artinya suka pamer Petungan Pasaran a. wataknya: melikan. Legi. pamer artinya suak memamerkan harta miliknya c. wataknya: suci. watakanya komat artinya sanggup menerima segala macam keadaan 3. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 5. artinya suka kepada barang yang kelihatan b. wataknya micara artinya dapat mengubah bahsa e. wataknya: Surasa (perasa). Kemis. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. wataknya kedher artinya kaku hati d. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 6.21 Desember) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 27 hari 43 hari 43 . Kliwon. Rolas Titi Mangsa Jumlah Pranata Mangsa ada 12 yaitu: Nama-nama mangsa dan umurnya 1. Kanem (Naya): (9 November. Pahing. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. wataknya: Sembada (serba sanggup. kuat) aratinya: mantab dalam segala pakaryan e. artinya: suka berpikir (merasakan sesuatu) dalam-dalam.

Sadha (Asuji): (12 Mei. Bayi yang lahir dalam mangsa Kasa itu wataknya belas kasihan. c. jarang orang berkeringat. kayu-kayu patah di atas.22 Februari) 8. Watak pengaruhnya: dedaunan rontok.21 Juni) 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Yang watak bawaan atau pengaruh tiga macam mangsa sebagai berikut: a. Karo (pusa) candra (cirinya): Bantala rengka (tanah retak). Saat mulai menanam palawija. jumlah wuku ada 30 buah dengan nama masing-masing. Dhesta (Padrawana): (19 April. candra (cirinya) Tirta sasana (air pergi dari tempatnya) Watak (pengaruhnya) musim dingin. b.7. Kasanga(Jita): (1 Maret.11 Mei) 12.18 April) 11.25 Maret) 10. kotor. pohon randu dan mangsa tumbuh daun-daunnya. Petungan Pawukon Pawukon berasal dari perkatan Wuku.28 Februari) 9. 44 . Kapitu (Palguna): (22 Desember. Sadha (Asuji). tanam-tanam palawija harus dicarikan air. watak (pengaruhnya) Tanah retak. belalang bertelur. Kawolu (Wasika): (3 Februari. dari yang ke-1 Wuku Sinta hingga yang terakhir ke-30. Usai panen. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. Kasa (kartika). Bayi yang lahir dalam masa itu wataknya cukupan. Bayi yang lahir dalam mangsa itu wataknya ceroboh. 4. candra/cirinya sotya murca ing embanan (mutiara lepas dari pengikatya).

Wukir 4. Sinta 2. Langkir 14. Dhukut 45 . Maktal 22. Mandhasiya 16. Galungan 12. Sungsang 11. wayang 28. Manail 24. Tiap-tiap wuku berumur 7 hari sehingga siklus berumur 30 x 7 hari = 210 hari. Waktu ke-30 atau terakhir (Watugunung) mulai hari Minggu Kliwon sampai dengan Sabtu Legi (Kamajaya. Gumbreg 7.wuku Watugunung. Kurantil 5. Tolu 6. Warigalit 8. Madhangkungan 21. Padangon dan lain-lainnya. Wugu 27. Pawukon dengan kelengkapannya itu dipercaya sebagai melukiskan watak bawaan atau pengaruhnya kepada kehidupan manusia dan kesesuaiannya dengan alam. Hari 2. Bala 26. Perhitungan Pawukon dilengkapi dengan lain-lain perhitungan antara lain: 1. Kuruwelut 18. Adapun nama wuku 30 tersebut adalah: 1. Tambir 20. 1995). Pasaran 3. Marakeh 19. Landep 3. Kulawu 29. Pahang 17. Kuningan 13. Wuye 23. Julungwangi 10. Paringkelan 4. Warigagung 9. Prangbakat 25. Wuku ke-1 (Sinta) mulai hari Minggu Pahing sampai dengan Sabtu Pon.

Kakinya di dalam air: perintahnya keras pada awal. kayu dan burung. daun. tidak sabar. Doanya Tolak bencana. cepat dalam segala pakaryan. cemburu. Bencananya: mati setengah umur. rela pada lahirnya. lunak pada akhirnya. lembut budinya. tetapi dalam hatinya tak setuju. Memanggul panji-panji: memiliki kesenangan. wataknya: besar perhatiannya. Gedongnya di muka: Menjadi memperlihatkan kekayaannya. di masak pindang. 46 . daging kerbau seharga 21 ketheng (mata uang Jawa jaman lampau nilainya kurang lebih ½ sen) tanpa menawar. Watugunung Watak bawaan atau pengaruh wuku dilukiskan dalam lambang–lambang dewa. tetapi banyak rejekinya. besar nafsunya. orang sengsara dan melarikan diri. jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur laut: 7 hari jangan pergi ke timur laut (Kamajaya. Burungnya Gagak: tahu akan gelagat. wataknya bagaikan raja. Candranya: Indra janma nestapa. seperti terdapat dalam kutipan dua wuku (ke-1 dan ke-30). air. a. tidak percaya. enak bicaranya. Julungpujut 30. Wuku Sinta Dewanya Batara Yamadipati laksana Pendeta. Slawatnya 4 ketheng. Kayunya Kendayakan: menjadi tempat bernaung orang sakit. 1995: 68). sangat tinggi dan suka ulah kependetaan. Selamatan penolakan: Nasi pulen masakan beras sapitrah (satu takaran: dua tangan digabung dan dikerungkan kurang lebih ¼ kg). kaya harta benda. sering kecelakaan.15.

dari asal kata ringkel. tetapi mungkir. Selamatan penolaknya: tumpeng masakan beras sapitrah ikan kali. Kayunya Wijayakusuma: bagus rupanya. menurut. binatang terbang dan binatang hidup di liang. 7 hari jangan pergi ke arah timur. Jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur. Bencananya: dianiaya. Doanya: mubarak. bermacam-macam juadah dengan jenang. menantang adu kepandaian. Mawulu. 5. Warukung. Aryang. mengharapkan kesalahan orang lain. selalu prihatin. 4. Uwas. asin. senang bersemadi. tak suka keramaian. kelemahan. selalu prihatin. sayur 7 macam. Watak dari tiga macam Paringkel sebagai berikut: a. bila ia pendeta ada derajatnya. buah-buahan. Paningron. Naga gini: Mendua kasih. di masak pedas. Candranya: bintang dan bulan kesiangan.b. Ada 6 jenis Paringkelan. Manfaatnya membikin malu. Tungle. Burungnya Gogik: dengki. tak mau diatasi. Tungle. percaya kepada tahayul. artinya lemah. yaitu: 1. 5. Slawatnya: 19 ketheng. 47 .asam dan pahit. Wuku Watugunung Dewanya Batara Antaboga dan Bathari Naga gini: Antaboga: banyak kemauannya. Wataknya sanggup. 6. Pantangannya: jangan menanam yang diharapkan daunnya. Mengahadap candi: gemar sepi. semuanya halal. tak suka keramaian. Petungan Paringkelan Paringkelan. binatang darat. 3. ringkel Daun artinya kelemahan daun. 2. bermutu bicaranya. wataknya terang cahaya hatinya.

jangan melakukan pernikahan dan jangan mendirikan rumah. 6. 7. Pantangannya: jangan bersesuai tanam. Je. Mawulu. Jimakir. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Senin. 2. Aryang ringkel: ringkel janam (manusia) artinya: kelemahan manusia. namanamanya: 1. tahun cacing. Alip. Ehe. tahun Anggara Wrestija. nama-nama itu diambil dari huruf Arab. ringkel biji.b. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari selasa. 3. 8. 4. Dalam tahun panjang ini umur bulan besar ditambah 1 menjadi 30 hari. 2. Petungan Tahun Tahun dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan ada 8. Tahun yang panjang berumur 355 hari disebut tahun wuntu (panjang). Bilamana tanggal 1 Sura jatuh pada hari Minggu. Wawu. Jimawal. Dal. tahun katak. Watak bawaan atau pengaruh tahun Jawa jatuhnya tanggal 1 Sura seperti berikut: 1. Manfaatnya: membikin upas dan racun. Tahunini disebut tahun wastu (pendek). tahun Buda Wisaba. yaitu tahun kelabang. Wataknya: banyak hujan. 3. Wataknya: banyak hujan 4. tahun Soma Wrejita. Pantangannya: jangan menabur biji (benih). 6. c. Wataknya: jarang hujan. 5. tahun ini disebut tahun Dite-kalaba. wataknya: banyak hujan 48 . tanggal 1 Sura jatuh pada hari Rabu. Wataknya: berpenyakitan. Be. tahun kerbau. Manfaatnya: mengerjakan sawah. Satu tahun Jawa berumur 354 hari.

Wataknya: banyak air besar c. artinya banjir. Wataknya: banyak orang bersetuju hati (rukun) d. 1995). Sri. Rudra. artinya banjir. Wataknya: Asih. 1995). Wataknya Banya tingkahlaku orang yang aneh-aneh seperti belum pernah terjadi b. Petungan Padewan Astawara Menurut Kamajaya (1995). artinya ulah atau tingkah laku. Guru. 7. 5. belas kasihan. Petungan Windu Satu windu berumur 8 tahun. cinta. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Jumaat. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Sabtu.5. tahun Respati Mintuna. tahun Kambing. tahun Tumpak Menda. artinya unggul. Brama. tahun mimi. 4. Kala. Sancaya. Kuthara. Masing-masing dari perhitungan ini memiliki watak bawaannya. antara lain sebagai berikut: a. Sri. yaitu Batari Sri. satu siklus ada 4 windu. 7. 6. Manfaatnya: menanamn padi dan tanaman sampingan (tirisan Jawa) 49 . tahun Sukra Minangkara. Nama-nama dan watak bawaannya: a. Wataknya: jarang hujan 7. perhitungan Padewan ada 8 yaitu: 1. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Kemis. Sangara. Wataknya: banyak bangunan baru yang indah menyenangkan (Kamajaya. 2. Yama. Endra. tahun Udang. 3. 8. Adi. Wataknya: jarang hujan (Kamajaya. Uma. Wataknya banyak hujan 6. 8.

Gigis (bumi) 4. Watak masing-masing antara lain: Dangu. 3. Kala. Wataknya: jahat. Menurut Kamajaya (1995). c. wataknya: diam saja. manfaatnya: membikin pagar dan tanda batas. 6. Manfaatnya: membikin sara-sarana. 50 . yaitu batara kala. Dadi. yaitu Batari Uma. Tulus (air) 8. d. yaitu batara Endra. 5. Wataknya: Belas kasihan pada penderita. Wataknya: teliti dan sombong. wataknya: tak mau kalah. yaitu: 1.b. Nohan (bulan). jahil. 7. Jagur (harimau). Wurung (api). Uma. Dadi (kayu). Karangan (matahari). Dangu (batu). serakah. Manfaatnya: membuat tugu.. bohong dan berpurapura. Manfaatnya: menanam tanaman di kebun. Wogan (ulat). Manfatanya: belajar segala pengetahuan. perhitungan ini ada 9. Endra. tutup atau wadah. 2.

desa. maka slametan mendapat perhatian utama. keselamatan dan berkah untuk suatu tempat. Anak yang lahir adalah karunia Tuhan yang selalu diharap-harap oleh semua pihak. Sedangkan makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. penduduk negeri. negeri dan sebagainya. Sesuai dengan namanya. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran. Orang Jawa menyebut bathi atau untung. Slametan Among Tuwuh Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita. Ritual pribadi 51 . Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang.BAB III TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Dengan adanya upacara pernikahan itu diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan sebuah dinasti keluarga. misalnya rumah atau rumah peribadatan. ritual bisa dibagi menjadi tiga kelompok : a. slametan adalah ritual Jawa yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan. Selanjutnya menurut Suryo S. penduduk desa. Negoro (2001: 43). Ritual tradisional diadakan untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga.

Upacara Labuhan Karaton Yogyakarta. ritual untuk keselamatan dan hidup yang baik. seperti: Upacara Garebeg. Ritual Umum. misalnya karena telah mendapatkan kenaikan pangkat. yang diselenggarakan oleh seseorang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Upacara seperti ini disebut sukuran mengungkapkan rasa syukur atau slametan. pimpinan. c. teman-teman dekat dan teman-teman sejawat. untuk Raja. Ruwatan ini bisa dilakukan untuk seseorang atau sekelompok orang sekaligus. lauk pauk dan sesaji. Mitoni . supaya terbebas dari ancaman Batara Kala yang jahat. Upacara Rajawedha/Mahesa Lawung.kehamilan tujuh bulan pertama dan Ruwatan Murwakala. Ritual kenegaraan. negeri dan rakyat. Ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang seperti upacara-upacara: Perkawinan tradisional. Acara seperti ini biasanya dihadiri oleh tetangga. Ritual sederhana yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur bahwa misalnya seseorang telah sembuh dari sakit gawat atau terlepas dari beban penderitaan yang berat. Ratu. permohonan supaya hidup selamat dan mapan. salah satu putra Batata Guru. menteri dan sebagainya. misalnya untuk satu desa dan seluruh penduduk desa seperti dalam upacara Bersih Desa. diangkat menjadi lurah.Meliputi selamatan sederhana dengan nasi tumpeng. bupati. direktur perusahaan. 52 . saudara-saudara. b.

Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar. Keutamaan pemasangan tarub agung ini adalah semacam tanda buat masyarakat luas.Peringatan 1 Suro. Bahkan jalan umum yang ramai lalu lintasnya pun diperbolehkan untuk digunakan. maka keluarga yang bersangkutan akan mendapat hak-hak istimewa. Mereka kemudian makan nasi tumpeng yang dibagikan dengan suka cita. B. Dengan memasang tarub agung itu. yang disertai dengan lauk-pauk ala kadarnya. Mereka turut serta berbagi kebahagiaan atas akan datangnya hari yang dinanti-nanti. Dari segi finansial tentu biayanya sangat murah dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. bisa merupakan ritual negeri atau umum atau gabungan dari keduanya. Upacara slametan among tuwuh bahannya lebih didominasi oleh hasil bumi dari daerah setempat. Dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat. Bahan-bahannya yaitu nasi tumpeng. masyarakat umum akan cepat mengetahui bahwa keluarga yang bersangkutan sedang mempunyai hajad untuk menyelenggarakan upacara pernikahan. Biasanya panggang ayam dan sayur mayur yang dirajang-rajang. biasanya suasananya sudah berlangsung secara khitmat. Tanda ini efektif sekali fungsinya. Pasang Tarub Agung Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang Jawa. mereka akan serempak memberi doa yang tulus ikhlas. Semua pihak akan menyadari dan mau 53 . Dengan dipimpin oleh para sesepuh desa. sehingga selama tarub itu dipasang.

pemaes itu akan merias dan mendandani kedua pengantin. Sesaji itu ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di: kamar mandi. dadap srep. artinya pasangan itu saling mencintai dengan sungguh-sungguh dan akan saling memelihara.mengalah secara ikhlas. Cengkir gading-kelapa. berbagai macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa. di jalan dekat rumah dan lain-lain (Suryo S. kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang-kuatnya pikiran baik. Sepasang tebu wulung tebu yang berwarna ungu melambangkan mantabnya kalbu. alang-alang. 2001: 73). sesaji khusus disiapkan. tarub juga mempunyai fungsi filsafat simbolis. gula kelapa. mojokoro. pintu depan. dan sebuah lentera. daging kerbau. di bawah tarub. Dalam hal ini peranan seorang perias pengantin sangatlah penting. Di samping fungsi praktis itu.errnohonan supaya mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak mahluk-mahluk jahat. Sesaji ini melambangkan sebuah p. memimpin seluruh jalannya upacara perkawinan bertanggung jawab mengenai sesaji dan lain-lain. yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng. Sebuah upacara perkawinan Jawa memiliki beberapa acara ritual tradisional. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin. diharapkan supaya pasangan tersebut tumbuh dengan kuat dalam kehidupan 54 . akan selalu mempertahankan kehidupan keluarga. dapur. Sebelum pemasangan tarub. pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. jamu. bunga. tempe. Negoro. minuman. berbagai macam lauk-pauk. kue-kue. dengan segala tekad dan pikiran bijak.

Yang sangat penting. Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari: Sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya secara singkat demikian: Agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya/lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya. maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan manapun juga dan berhasil (berbuah). maknanya dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad 55 . Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu. di atas gapura sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan. Sedangkan menurut Adjied dan Tessa (2002: 6) kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan perkawinan dengan tujuan rasionil dan irrasionil. menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja. Sepasang tebu wulung : Tebu artinya "anteping kalbu" tekad yang bulat. maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas.berkeluarga dan selalu berada dalam keadaan selamat. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji. Wulung artinya mulus matang. ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda bahwasanya pesta perkawinan sedang diselenggarakan di rumah ini.

Padha gulangen ing kalbu 56 . kemauan yang keras. cengkir adalah kelapa muda yang berwarna kuning. Dalam Serat Wulangreh pupuh tembang Kinanthi beliau berpesan demikian. daun andong. daun alang-alang. sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancar. daun mojo. Sinuhun Paku Buwana IV telah menyusun petuah luhur. Tradisi lek-lekan ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali dalam perkembangan peradaban budaya Jawa. Maknanya : diharapkan dari mempelai agar kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin menjadi pengayoman lingkungannya. Dari mempelai diharapkan. pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. daun koro. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan. pantang mundur atau mulat sarira hangrasa wani. Tujuannya adalah untuk menolak balak. C.cengkir. agar manusia sering mencegah dhahar lawan guling. dan daun opo-opo. Tirakatan Malam Midodareni Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan leklekan. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya. agar memiliki "kemauan yang keras" untuk dapat mencapai tujuan hidup yang penuh perjuangan bahagia dan harmonis. Para sesepuh.kencenging pikir. Dua janjang buah kelapa gading yang masih muda . Maknanya : cengkir . Kelapa gading adalah kelapa yang kulitnya kuning. Kelengkapan tarub (uborampen tuwuh).yang bulat. dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentausa lahir batin atau aja ana sekara-kara alias alangan sawiji apa. Terdiri dari daun ringin.

suruh ayu. jamu. pisang raja. dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu. beberapa sayuran masak. Negoro. Midodareni berasal dari kata widodari artinya Dewi (Suryo S. kembang telon. teh dan kopi pahit. ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh dibawah tempat tidur. Orang tua calon pengantin putri memberikan suapan makan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. Calon pengantin putri malam ini menjadi sangat cantik bak seorang dewi dan dia akan dikunjungi oleh beberapa dewi kahyangan sesuai dengan kepercayaan kuno. kembang setaman. Dia harus tinggal di kamar malam itu dari jam enam sore hingga tengah malam ditemani oleh beberapa ibu yang memberikan kepadanya nasihat-nasihat yang berguna. kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak. lampu minyak yang dinyalakan. minuman dari air kelapa dengan gula kelapa. Sesaji untuk midodareni. beras. Keluarga dari calon mempelai pria dan teman-teman dekatnya yang semuanya adalah wanita boleh menengok calon pengantin wanita untuk sejenak. ingkung ayam. serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya. Barang-barang yang diletakkan di kamar pelaminan terdiri dari sepasang kembar mayang. meliputi : nasi gurih. jadah ketan. 57 .Ing sasmita amrih lanthip Aja pijer mangan nendra Kaprawiran den kaesthi Pesunen sarira nira Cegah dhahar lawan guling Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan Ijab dan Panggih di keesokan harinya. karena mulai besok dia sudah berada di bawah tanggung jawab suaminya. 2001: 41). dua kendi diisi air suci dihit' :p dengan daun dadap srep.

Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari.daun sirih dengan seperangkatnya. buah pinang. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. dan tujuh macam kain dengan pola lorek. yang terdiri dari mawar. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. bedak basah lima warna yang berfungsi sebagai sabun. Mereka tersebut diundang berdasarkan pilihan atas sikapnya yang baik. Barang-barang yang harus disiapkan terdiri dari tempat air yang besar. kembang setaman. sampo tradisional yang terbuat dari abu merang. tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian juga calon pengantin pria dimandikan di rumah orang tuanya. air 58 . biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. pada hari ini lebih populer ditempat khusus. jumlahnya biasanya tujuh orang. Daftar dari orang-orang yang akan memandikan pengantin. anggota keluarga ataupun tamu boleh memakannya. melati. dilakukan pula upacara siraman untuk calon pengantin putri. Upacara ini membutuhkan beberapa persiapan antara lain: Siraman diadakan di kamar mandi atau di tempat khusus yang dibikin untuk maksud tersebut. air dari sumber atau sumur. kantil dan kenanga yang ditaruh di dalam air yang untuk mandi. Siraman artinya mandi. selain orang tua pengantin juga beberapa ibu yang lanjut usia dengan reputasi yang baik akan diundang untuk ikut memandikan pengantin termasuk juga para nenek dari pengantin. mereka diharapkan untuk bisa memberi pitulungan artinya pertolongan. Bersamaan dengan malam tirakatan midodareni.

menghindari perbuatan jahat dari mahluk-mahluk halus maupun manusia-manusia jahat. beberapa macam dedaunan. seekor ayam jago (Adjied dan Tessa. kendi dan gayung (Suryo S. lentera.kelapa dan air jeruk. Sesaji untuk siraman. dua kelapa yang diikat jadi satu. Sesudah siraman selesai. selembar kain putih yang dipakai selama siraman. tumpeng gundul. tujuh macam bubur. mengingat dan menghormat para leluhur. calon pengantin wanita duduk di ruang pelaminan. kain putih. 2001: 45). pisang dan buah-buahan yang lain. dlingo-bengle. upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses. kain batik dengan motif grompol dan nagasari. kursi kecil yang ditutup dengan tikar tua. kue-kue manis. Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma. Sesaji tradisional untuk ritual Jawa dianggap sangat penting karena mempunyai arti simbolis. Ketika rambut sudah kering disisir lurus ke arah belakang lalu diikat erat-erat untuk digelung. penganan dari beras ketan. makanan-makanan dingin. 2002: 3). telur ayam. melati dan kantil. gula kelapa. kelapa yang telah dikupas kulitnya. kain bangun tulak empat pola untuk melawan perbuatan jahat. kembang telon-kenanga. singkatnya bertujuan memohon perlindungan dari Tuhan Sang Pencipta. Sesaji siraman antara lain terdiri dari: tumpeng robyong. pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mengasapi rambutnya dengan ratus (asap wangi). handuk. kain tenun lurik dengan pola yuyu sekandang dan pula watu. sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur. Pemaes 59 . yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. Negoro.

Selesai acara siraman diadakan acara selamatan tumpeng robyong yang terdiri dari sego golong. sesuai dengan pola perkawinan yang telah ditentukan. Jenang sengkolo artinya supaya hilang sengkalanya (segala macam rintangan). Arti dari selamatan ini ialah : Tumpeng robyong artinya supaya bisa jumeneng ngayomi keluarga. Pemaes dengan hati-hati mempergunakan seluruh kemampuannya mulai merias calon pengantin wanita. jenang sengkolo dan pisang raja. Midodareni berasal dari kata benda. Ngerik berarti mencukur rambut-rambut kecil di mukanya dengan menggunakan pisau cukur. Mukanya akan dirias rambutnya digelung. jajan pasar. Siraman dimulai dilaksanakan oleh para pinisepuh yang kemudian dilanjutkan dengan merias calon pengantin putri dengan ubo rampen sesuai dengan tata cara adat pengantin Jawa. Rapak yaitu kedatangan dari Kantor Urusan Agama untuk mencatat keterangan-keterangan tentang calon pengantin putri didampingi oleh rama ibu calon pengantin putri. 60 . untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesaji untuk ngerik. Sesudah selesai calon pengantin wanita akan didandani dengan kebaya dan kain batik dengan pola sidomukti atau sidoasih melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh orang lain. Jajan pasar artinya supaya lancar segala usaha yang ditempuhnya.membersihkan wajah dan lehernya dan mulai merias. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji untuk siraman. Sarana siraman untuk calon pengantin putri telah selesai disiapkan berupa air kembang setaman. Sego golong artinya supaya gumelondong rejekinya.bidadari. Widodari .

Adapun suaminya juga dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap istrinya. Petugas dari KUA di samping ahli dalam tata administrasi juga pasti menguasai dalam bidang keagamaan. Dikatakan utama karena menyangkut hukum agama dan hukum negara. Janji Suci Ijab Qabul Di antara segala rangkaian upacara pernikahan. Di tempat di mana ijab itu dilaksanakan sebuah sesaji yang berupa sanggan ditempatkan. Upacara ijab adalah hal yang paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. Yang hadir para pinisepuh. ijab dilaksanakan sesuai dengan agama dari pengantin tersebut yaitu : Islam. Upacara ijab qabul pasti melibatkan aparat negara yang khusus bertugas dalam urusan pernikahan. Sesudah 61 . Dengan upacara ijab qabul berarti telah terjadi pemindahan kekuasaan seorang wanita dari tangan wali ke pihak pengantin pria. Apapun agama yang mereka peluk. keluarga terdekat dan kerabat lainnya. D. Setelah syah dinikahkan dalam upacara ijab qabul.Malam midodareni adalah malam menjelang langsungnya perkawinan. berarti wanita itu telah menjadi wewenang suaminya. Pada malam itu diadakan selamatan sekadarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari Khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari. Kristen. pada waktu pelaksanaan ijab mereka memakai pakaian tradisional. Biasanya petugas berasal dari KUA yang menjadi urusan Departemen Agama RI. Katolik. Hindu dan Budha. sebenarnya upacara ijab qabul itu menduduki derajat yang paling utama.

Sedaya titi laksana upacara ijab qabul sampun sumadya. diteruskan pembacaan do'a. Para saksi diharapkan sudah hadir di tempat upacara setengah jam sebelum acara ijab qabul dimulai. ingkang tansah sinuyudan. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 4) selama diadakan upacara ijab qabul pengantin wanita duduk di pelaminan didampingi oleh ibu dan perias. Kejawi menika kawula ugi ngaturaken pembagya harja sugeng rawuh saha agunging panuwun ingkang tanpa pepindan. awit saking keparengipun kita saget makempal pahargyan menika. Nuwun. Bapak pengantin wanita membawa pengantin pria ke tempat upacara dan ibu pengantin 62 . sumangga panjenengan sekalian kula dherekaken manungku jejering hastungkara. Para petugas among tamu telah siap di tempat masing-masing dengan mempersiapkan segalanya. wilujeng nir ing sambikala. sadherengipun keparenga kawula matur dhumateng ngarsanipun para rawuh. pinisepuh. wb. Setelah pembacaan do'a selesai diteruskan dengan upacara temu/panggih.ijab upacara tradisional panggih dan lain-lain serta resepsi dilaksanakan untuk melengkapi seluruh proses upacara perkawinan. Persiapan ijab qabul di rumah calon pengantin wanita. konjuk dhumateng ngarsaning Allah ingkang Maha Agung. wb. Mempelai pria dengan pengiring datang langsung di tempat upacara. boten wonten alangan satunggal menapa. Di bawah ini adalah contoh rangkaian upacara ijab qabul yang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa. Assalamu’alaikum wr. ingkang sampun kersa rawuh ing dalemipun Bapak…… saperlu masrahaken Adhimas Bagus……putra Bapak…… ingkang badhe kanikahaken kalian Dyah Rara…… putri Bapak……. Petugas menjemput penghulu beserta pejabat pencatat nikah dari KUA. Setelah upacara ijab selesai. Kangge cekaking atur. Kawula nuwun. Penghulu dan 2 (dua) orang saksi dari kalangan keluarga maupun teman terdekat. Wassalamu'alaikum wr. wekdal kula sumanggakaken dhumateng Bapak…… minangka silih saliranipun Bapak…….

dimulailah balang-balangan masing-masing melemparkan sirih yang digulung. kemudian dilanjutkan dengan prosesi temu pengantin. Prosesi temu pengantin ini juga sering disebut dengan upacara panggih. Kedua mempelai pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Mempelai pria diapit oleh 2 (dua) orang pinisepuh pria menuju ke tempat bertemu. E. Menurut kepercayaan dahulu sering terjadi bahwa pada upacara perkawinan salah satu dari pengantin bukan aslinya akan tetapi jadi-jadian. Untuk upacara panggih ini biasanya masing-masing mempelai disertai dengan pengiring. Namun caranya lewat simbolis. Makna dari melempar sirih adalah untuk menguji keaslian kedua pengantin.wanita membawa pengantin wanita ke tempat upacara untuk melakukan sawatan sadak (lempar sirih atau lebih dikenal dengan nama balangan). Setelah masing-masing berhenti. Prosesi temu pengantin ini sekaligus menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai bahwa dirinya adalah pasangan sah suami istri. Prosesi Temu Pengantin Paripurna upacara ijab qabul. Secara legal maka keduanya sudah seharusnya dipertemukan. Mempelai wanita diapit 2 (dua) orang pinisepuh putri dari pelaminan menuju ke tempat tersebut. namun lebih baik kalau disiarkan secara meluas pada masyarakat. 63 . Ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu bagi hadirin. Secara esensial sebenarnya setelah ijab qabul sudah resmi. berhenti 2 (dua) langkah dari tempat tersebut. Dengan dilempar sirih maka yang palsu menjadi aslinya menjadi hewan atau orang lain.

Karya umiring lampahe Nenggih cucuking laku Dera arsa manjing ing panti Penganten wus samapta Kinirapaken tuhu Minta lunturing haksama tresna asih puja-puji pangastuti hayuning palakrama. harus selalu optimis dan dengan ketetapan hati membina kehidupan yang baik. supaya mereka bersemangat. Mamrih regu regenging pahargyan. mengandung maksud supaya pasangan itu tidak mudah putus asa. Bentuk hiasan seperti pecut. cepat dalam berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan keluarga. Bentuk hiasan seperti payung. dimaksudkan supaya mereka menjadi pelindung keluarga dan masyarakat. Bentuk hiasan seperti burung. Daun dadap srep. Daun kruton dimaksudkan supaya terlepas dari godaan mahluk-mahluk jahat. Bentuk hiasan seperti belalang. daun ini dikenal sebagai kompres yang baik untuk menurunkan panas. dimaksudkan supaya keluarga itu selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi berbagai macam masalah. Dhandhanggula Anteng tajem jatmika kaeksi Ngegungaken susila nuraga Tan kuciwa prayitnane Siyaga sureng kewuh Ubayane tan mbalenjani Tur sembada ing warna 64 .Dhandhanggula Anyarkara kinarya ngrenggani. Daun beringin supaya mereka melindungi keluarga dan orang lain. supaya mereka mempunyai motivasi yang tinggi dalam hidupnya.

Pengantin pria menginjak hingga pecah sebuah telur ayam dengan kaki kanannya. maka pada tempat itu ritual perkawinan 65 .Tegen tanggon tangguh Pan alon tanggah jumangkah Hanyaketi unggyane penganten kalih Mangsah lumampah kirap. saling menyuapi. Mempelai pria membuat tiga kepal nasi dan lauk-pauknya dengan tangan kanannya. Sepasang pengantin itu makan bersama. Ritual Wiji Dadi. serbet kepada mempelai wanita dan juga nasi kuning dengan lauk-pauk bcrupa telur goreng. tempe. Pada saat ini banyak rumah yang tidak mempunyai Krobongan. Bunga Patra Manggala untuk memperindah hiasan dan sekaligus menolak perbuatan jahat. kedelai. Ini melambangkan bahwa pengantin pria telah siap untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab sedangkan pengantin putri akan mengurusi suaminya dengan setia. Krobongan atau petanen adalah kamar khusus yang terletak di tengahtengah rumah Joglo gaya Jawa. kemudian pengantin wanita membersihkan kaki tersebut dengan air yang dicampuri oleh beberapa macam bunga. Ibu pemaes sebagai pimpinan upacara memberikan sebuah piring. Kemudian dilanjutkan dengan ritual dakar klimah atau dahar kembul. abon dan ati ayam. Selanjutnya adalah ritual kacar kucur atau tampa kaya. Mempelai wanita makan dulu kemudian mempelai pria. di depan kamar itu berdiri dua patung kayu yang disebut Loro Blonyo. sesudah itu mereka minum teh manis. Acara ini melambangkan mereka akan bersama-sama mempergunakan dan menikmati kekayaannya. ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh jahat. yang melambangkan kemakmuran. Dlingo-bengle jamu ini bisa mengobati infeksi dan berbagai penyakit.

dengan tekad yang bulat (telur) sekali sudah melangkah dengan itikad yang baik. hal yang sama juga dilakukan bila pesta itu diadakan di hotel atau gedung pertemuan (Suryo S. para ibu berjalan di depan sedang bapak-bapak mengiringi dari belakang. Gya tinabuh tengara. yang telah disediakan telur di atas cowek. yang setia 66 . sedangkan kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kanan pengantin. Ing ngarsane risang penganten sarimbit. Sebagai seorang pria. Sebagai seorang isteri. Setelah itu mempelai pria membantu mempelai wanita untuk berdiri lagi dengan cara mengangkat kedua tangannya. Dhandhanggula Mudha kalih siyaga umiring. 2001: 86). Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke tempat upacara. dihias dengan ornamen yang menyerupai Krobongan. Setelah mempelai pria menginjak telur sampai pecah maka mempelai wanita berjongkok dan mencuci kaki yang telah menginjak telur tadi dengan air bunga dan dibersihkan sama sekali dengan serbet yang telah tersedia. Karya gawok kang miyat. maju terus untuk meraih kebahagiaan hidup bersama. Temah cipta ngungun Mangkana lampahe prapta. Negoro. Kedua orang tua mempelai pria didudukkan di sebelah kiri pengantin. Lampahira risang Adimuka Putri Dhomas sawurine Sulistya warna punjul Rinengga ing busana adi. Wiji Dadi (Menginjak telur). Setelah balangan masing-masing mempelai maju ke tempat pertemuan. maka pantang mundur.tersebut dilakukan. Orang tua mempelai wanita menjemput orang tua mempelai pria di depan rumah dimana upacara ini diselenggarakan.

dan sang ibu mendorong dan memberikan restunya untuk mencapai cita-citanya dengan bekal persatu paduan mempelai berdua yang abadi. kedua pengantin dibelakang dan masing-masing pegangan ujung baju belakang kiri kanan bapaknya. Pengantin berdua bergandengan tangan (kanten) menghadap ke pelaminan.berkewajiban mensucikan nama baik suami. dan dengan demikian bersama-sama menuju ke pelaminan. Mangku/nimbang. mendudukkan mereka di atas pelaminan. Karena kesetiaan sang isteri sang suami membantu sang isteri mengangkatnya sebagai rasa terima kasih atas kesetiaannya. Setelah bapaknya memutar menghadapi kedua mempelai tersebut. Setelah duduk. kemudian ibunya. Di belakang. dan yang wanita di sebelah kiri. bapak dari pengantin wanita di depan. sang bapak duduk di kursi dan kedua pengantin dipangku. dingin dan berkhasiat 67 . Mengesahkan dan merestui kedua mempelai sebagai suami isteri. dan dengan memegang bahu kedua mempelai. dan selanjutnya kedua mempelai meminumnya yang didahului oleh pengantin pria. Sama-sama sudah menjadi anak. ibunya mengkerodongkan "sindur" di bahu kedua pengantin. bila suami salah langkah atau salah tindak. Setelah sampai di pelaminan. supaya tetap harum. Sinduran. Lantas ibunya bertanya "berat mana pak?" yang dijawab oleh bapaknya "sama saja". Sebagai seorang ayah berkewajiban memberi contoh dan menunjukkan jalan ke kebahagiaan keluarga (berkeluarga). biasanya pertanyaan tersebut dilakukan dalam bahasa Jawa. Rucuh dengan rasanya yang segar. yang pria di sebelah kanan. diminum oleh bapaknya. diambillah rucuh kelapa muda. Sebagai seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan anak sendiri dengan menantu. Tanem.

Dahar Kembul. Pada permulaan perjalanan hidup berkeluarga. setelah itu mengambil air minum untuk diminum setiap orang seteguk. Kacar Kucur. bahwa hasil sang suami maupun si isteri boleh dinikmati mereka berdua. F. untuk disimpan dan dimanfaatkan bagi keluarganya. besan dipersilahkan berangkat dari rumah kediaman. Maka menjadi kewajiban. sampai habis dan pengantin wanita membungkusnya rapat-rapat dengan kacu tersebut dan setelah diikatnya. Maknanya walau hidup berkeluarga. tetapi juga isterinya dapat mencarinya. Maknanya semua hasil jerih payah suami diserahkan seluruhnya kepada sang isteri. sehat dan tenang untuk menghadapi tugas-tugas yang berat sebagai suami isteri. Sewaktu upacara dahar kembul. Telah tersedia nasi ketan kuning masing-masing mengambil dengan tangan dan disuapkan kesatu dan yang lain (suap-suapan). tidak hanya suami saja yang mencari nafkah. Menjemput Besan. Besan dipersilahkan mengambil tempat sebelah kiri pengantin wanita. Mempelai wanita membeberkan kacu "bangun tulak" dipangkuannya dan mempelai pria menyertakan "gunokoyo" (kacang-kacangan) dari kantung tikar ke atasnya. Ibu dan bapak pengantin wanita menuju ke pintu depan untuk menjemput besan. sampai 3 (tiga) kali. diserahkan kepada ibunya untuk disimpan. supaya jiwa raganya segar. Sungkeman Tanda Darma Bakti 68 .kekuatan.

Kedua pasang orang tua itu harus diperlakukan secara sama tanpa ada perbedaan. Itulah puncak dari kegembiraan. artinya beliau sama-sama mencintai keduanya. Sepasang pengantin tersebut siap untuk melaksanakan sungkeman. kemudian kepada kedua orang tua pengantin pria. beliau akan berkata bahwa kedua-keduanya mempunyai berat yang sama. mereka dengan sikap hormat berjongkok dan menghaturkan sembah kepada kedua orang tuanya untuk memohon restu. sedangkan ibu memberikan dukungan. Namun juga bercampur haru. Sungkeman ini ditujukan kepada dua pasang orang tua pengantin. maka tak jarang ada orang tua yang mbrebes mili air matanya. Acara sungkeman ini akan membuat hati orang tua menjadi mongkog. Karena terlalu haru.Dari prosesi temu pengantin kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman. Selanjutnya ayahanda 69 . gembira. Ini melambangkan ayah menunjukkan jalan ke kebahagiaan. Menurut Suryo S. bahagia. Sang bapak merasa berhasil mengantarkan putrinya memasuki dunia rumah tangga yang sangat berbahagia. sedangkan ibu dari pengantin wanita berjalan di belakang pengantin sambil menutupi pundak pasangan pengantin tersebut dengan kain sindur. masih ada ritual tambahan yakni sebagai berikut : Sindur Binayang. Maksudnya adalah untuk menunjukkan darma bakti si anak kepada dua pasang orang tuanya. bombong. Pertama kepada kedua orang tua pengantin wanita. Malah yang tak kuat membendung air mata biasanya seorang bapak dan ayah mempelai wanita. Sesudah ritual Wiji Dadi. Negoro (2001: 89). Pengantin pria dan wanita bersama-sama duduk di pangkuan ayahanda pengantin wanita. ayah dari pengantin putri berjalan di depan pengantin menuju ke kursi pengantin di depan Krobongan.

Bubak Kawah. perunggu. nasi kuning. dan tembaga. 70 . mereka ingin memberi teladan hidup yang baik. di depan krobongan orang tua yang berbahagia memberikan miliknya (punjen) kepada semua anak dan keturunannya. diharapkan generasi penerus dalam melakukan tugas hidupnya mampu mengurusi dengan sebaik-baiknya: harta milik. Tumplak Punjen. punjen adalah harta milik orang tua yang telah dikumpulkan sejak berumah tangga. uang logam dari emas. Bubak kawah ini hanya dilakukan oleh orang tua yang mengawinkan untuk pertama kali anak putrinya. diikuti anak mantu dan terakhir pengantin putri. secara simbolis kepada masing-masing dibagikan bungkusan-bungkusan kecil yang berisi: bumbu-bumbu. Ayah pengantin putri. Tumplak punjen dilaksanakan oleh orang tua yang mengawinkan putrinya untuk terakhir kali. semoga orang serumah juga segar!”.mendudukkan sepasang pengantin itu di kursi mahligai perkawinan yang merupakan tanda bahwa beliau telah menyetujui perkawinan tersebut dan memberikan restunya. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 2) orang tua berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga bisa hidup mandiri. Tumplak artinya menuangkan atau memberikan semua. Dengan mengadakan tumplak punjen. sesudah upacara Panggih. agar sepasang pengantin itu cepat mendapatkan keturunan. Bubak kawah ini merupakan perlambang permohonan. Lalu istrinya ikut mencicipi sedikit dari gelas yang sama. kesehatan. minum rujak degan kelapa muda di depan krobongan. Dalam acara ini. Istrinya bertanya : “Bagaimana Pak? Sang ayah menjawab: “Wah segar sekali.

Kedua mempelai memberikan sungkem. Ibu mempelai pria. Jejodhowan kang mangkana Wus sasat munggah suwargi Sumingkir sakehing godha Sanadyan tinitah miskin Nora nggresuleng pikir Apa maneh lamun brewu Anane amung suka Yeku nugrahaning Widhi.keselamatan dan harus selalu menyukuri pemberian Tuhan. Sinom Ugere wong jejodhowan Ati loro dadi juga Priya bisa ngemong estri ………. Masing-masing orang tua (bapak. Setelah keseluruhan acara selesai para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang didampingi oleh kedua orang tua masing-masing. Setelah menjadi suami isteri. mohon do'a restu kepada keempat orang tua. Ayah mempelai wanita dan Ibu mempelai wanita. mereka berkewajiban menghormati dan merasa terima kasih kepada para orang tua. Sungkeman. ibu dari kedua mempelai telah siap duduk di samping kanan kiri pelaminan). Mring manungsa kang nenggih apalakrama. Kemudian pengantin saling menukar cincin kawin sebagai lambang cinta kasih. Yang memberikan sungkem dahulu mempelai pria disusul oleh mempelai wanita.. bahwa beliau-beliau telah memelihara dan mengentaskan sehingga menjadi dewasa. Berurutan sebagai berikut: Ayah mempelai pria. 71 .

Tidak ada hal apapun yang mencurigakan. Nyai Roro Kidul lalu mendekati pemuda itu. tiba-tiba terdengar huruhara. parasnya elok menawan. Ia cantik rupawan. Nyai Roro Kidul terkejut. Nyai Roro Kidul sedang bercengkerama di tilam emas. Di air atas lautan yang luas. Ikan-ikan di lautan pingsan karena air laut mendidih dan bergejolak. Hamba mohon hentikan perbuatan tuan ini. Nyai Roro Kidul kemudian berkata pelan. “Ada apa ini? Mengapa air laut tiba-tiba panas mendidih? Apakah matahari runtuh dan akan terjadi kiamat?” Sang Ratu kemudian keluar istana diikuti dayang-dayang. Tiada yang menyamai kecantikannya di seluruh dunia. laut 72 . bertahtalah seorang ratu di laut selatan. Pemuda itu tampaknya sedang bersemedi memohon sesuatu kepada Tuhan. dalam istananya yang megah berhiaskan intan mutiara. “Hilangkanlah gundah hati tuan.BAB IV PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ia bernama Nyai Roro Kidul. Ia hanya melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di pantai. Di sampingnya jin setan peri prayangan siap melayani segala kebutuhannya. Ratu Laut Selatan Alkisah. Kala itu. ia melihat alam terang benderang. karena gara-gara perbuatan tuan. batin Nyai Rara. Dialah ratu para lelembut di tanah Jawa. “Mungkin itulah yang membuat laut kidul menjadi geger”. Ombak berdebur keras membuat suara menjadi gaduh. Dalam suasana yang tenang itu.

Kasihanilah hamba. Buah-buahan dan bunga-bunga menarik perhatian. Senapati Ingalaga sangat terkesima dengan ratu yang cantik itu. Ia mencoba selalu waspada karena ratu cantik rupawan ini bukan jenis manusia. maka mereka pun akan membantu pasukan tuan. Ikan-ikan yang pingsan telah sadar dan kembali berenang-renang. Dayang-dayang sibuk melayani Sang Ratu. ia duduk di sebuah ruangan bernuansakan kuning keemasan.kidul menjadi gerah. karena laut kidul itu hamba yang menjaga. Senopati Ingalaga sangat gembira. Namun Senopati merasakan seperti berjalan di atas jalan yang mulus menuju sebuah istana yang megah. Tak lama kemudian ia lantas membalikkan tubuh dan kembali menuju lautan. Senopati selalu melempar lirikan kepada Sang Ratu. Senopati takjub dan terheran-heran melihat sekeliling. Pabila kelak tuan berperang. Senopati dipersilahkan duduk di dekat Nyai Roro Kidul. Mendengar perkataan Nyai Roro Kidul. Adapun permohonan tuan kepada Tuhan. Jin peri prayangan dan seluruh makhluk halus akan tunduk di bawah duli tuan. Setibanya wanita itu di dalam istana. karena tuan adalah pimpinan para raja di tanah Jawa ini”. Mereka akan menuruti apa kehendak tuan. Hamba menginginkan laut menjadi tenang kembali seperti sedia kala. Semua hiasan rumah dan pagar-pagar berlapis emas berlian. Maka ia menghentikan semedinya dan lautan tenang kembali. Tuan dan anak cucu tuan akan menjadi raja diraja tanah Jawa. sudah terkabul. Nyai Roro Kidul menghaturkan sembah sambil menyungging senyum. Sekonyongkonyong ia ikuti langkah wanita itu hingga masuk ke arah lautan. Demikian pula Sang Ratu menangkap 73 .

Tuan raja besar. Sangat cocok dengan pemiliknya. Sang Ratu mengajak Senopati berjalan-jalan melihat-lihat isi istana. Kalau ada lelakinya yang tampan. bolehkah aku melihat kamar tidurmu?” “Boleh saja tuan. Ia selalu berkasih-kasihan dengan Roro Kidul. akan lebih sempurna”. Nyai Roro Kidul segera menggamit tangan Senopati masuk ke dalam kamar tidurnya. Tapi sayangnya. “Nimas. Senapati berada di laut kidul selama tiga hari tiga malam. rasanya seperti di dalam surga saja. Senapati merasa berbunga-bunga. hamba hanya menunggu”. “Nimas. berilah aku obat. aku sungguh tergila-gila kepadamu”.pasemon yang dari Senopati dan senyumnya semakin menawan. tukas Nyai Roro Kidul sambil menyelipkan senyum di bibirnya yang tipis. Aku menjadi malas untuk pulang ke Mataram. Bagaikan mimpi. Aku belum pernah melihat ruangan seindah ini. Setiap 74 . kamar seindah ini tidak ada lelakinya. yang cantik dan pandai merawat. Tidak ada yang memerintah”. Diceritakan. Nyai Roro Kidul kemudian dipondong untuk menuntaskan kehendaknya. “Hamba tidak bisa memberi obat. jangan malu-malu. Keduanya duduk di tepi pembaringan. Betah rasanya di sini. sebab hamba bukan dukun. Senopati tersenyum sambil berkata. aku dapat melihat kamar yang demikian elok. Semua adalah milik tuan. “Ah Tuan ini. Enak juga kok menjadi ratu sendirian. Roro Kidul berbisik sambil melempar senyum. “Nimas. tidak akan kekurangan wanita yang lebih cantik daripada hamba”. Senopati Ingalaga tersenyum dan berkata.

peri prayangan dan persenjataan perang”. yang memimpin semua manungsa dan makhluk halus. Apabila tuan hendak memanggil hamba. Hamba pasti segera datang membawa pasukan jin. atas segala petunjukmu. ing seganten kidul ngriku wonten ingkang jumeneng ratu wanudya. Mesti akan terkena murka Allah. Para wali tidak mau berbuat demikian. “Hal itu mudah saja. nglangkungi ayunipun. Nimas. Sunan Kalijaga menasehati. kemudian mendongaklah ke angkasa. Setelah tiba di Parangtritis. Pesanmu akan kulaksanakan semua”. Ayo sekarang ke Mataram. Senapati berkata. aku mendapati musuh. karena telah menunjukkan kesaktian berjalan di lautan tanpa basah. bersedekaplah dengan satu kaki. “Nimas. Aku percaya. berjalan di atas air seperti di daratan saja. “Senapati. Senopati lalu berpamitan. Senopati lalu berangkat. Ia sedang duduk tafakur di pantai. Sebaliknya jika kelak. “Besar terima kasihku padamu. Yang demikian namanya orang congkak. aku pamit kembali ke Mataram.hari. Senapati lalu menghaturkan sembah dan memohon maaf. Sunan Kalijaga. siapa yang aku suruh memanggil kamu? Orang Mataram pasti tidak ada yang tahu akan kamu?” Roro Kidul berkata. bersyukurlah kepada Allah. aku ingin tahu rumahmu”. Ing 75 . Dari Babad Tanah Jawi disebutkan demikian: Kacariyos. ia kaget melihat Sang Pandhita. Senapati diwejang tata cara menjadi raja. Jika kamu ingin tetap menjadi raja. hentikanlah mengandalkan kesaktianmu itu.

Sarta lajeng sumerep ing saciptanipun Senopati. sedaya inggih sampi mitulungi. Sampeyan mugi welasa dhateng ing kula. 76 . Upami ing benjing sampeyan manggih mengsah. apa srengenge runtuh bakal kiamat?” Nyai Kidul lajeng medal ing Jawi. Dene anggen sampeyan nyenyuwun ing Gusti Allah. jumeneng sapinggiring seganten. ingadhep para jim. Tumunten mulyaa saisining seganten kang sami risak. sebab seganten punika kula kang ngreksa. Angreh sawernine lelembut tanah Jawi sedaya. peri. mboten wonten punapa-punapa. “Salawasku urip aku urip durung ndeleng segara kaya iki. Sampeyan lan satedhak-tedhak sampeyan sedaya mesthi jumeneng ratu. kenging ing garagara. Ing sakarsa-karsa sampeyan sedaya anut. Ratu Kidul wicanten salebeting galih. prayangan ing tanah Jawi sedaya inggih kareh ing sampeyan. nyungkemi sukunipun Senopati sarta matur ngrerepa.sajagad mboten wonten ingkang nyameni. Pinarak ing Katil Mas. jumeneng ing sanginggiling toya. “Mugi sampeyan icalaken susah ing galih sampeyan. samangke sampun angsal. Toyanipun panas kados digodhog. Roro Kidul enggal murugi. supados sirna gara-gara punika. Kala semanten Roro Kidul pinuju wonten ing dalem. tinaretes ing sesotya. Kiye geneya? Apa kena ing gara-gara. Swaraning seganten nggegirisi. Anama Roro Kidul. nenedha ing Allah. sebab sampeyan kang minangka bapa babuning ratu para ratu ing tanah Jawi”. setan. lajeng nyembah. ngeningaken paningal. Nyai Kidul wicanten piyambak. prayangan. angreh ing tanah Jawi tanpa timbang. Amung tiyang linuwih satunggil. “Iku layake kang gawe gara-gara ing segara’. peri. Utawi jim. setan. Ratu Kidul kaget ningali gegeripun ulam ing seganten. Ningali jagad padhang.

ing dharatan mboten wonten sesaminipun. iba becike”. kula darmi tengga. sarta tansah ngujiwati. Nyai Kidul nyembah sarwi ngujiwati. Senapati Ingalaga sanget kasmaranipun. kaya apa rakite?” Nyai Kidul matur. sareng mireng ature Nyai Kidul. sarta tansah nyantosakaken ing galih. Nimas. Yen ana wonge lanang kang kagus. sampeyan ingkang kagungan”. ingadhep para jim setan peri prayangan. ingsun banget eram ningali paturonira. lajeng sami pinarak ing katil mas sekalian. 77 . Sembada lan kang duwe. “Sumangga. Senopati wau anggenipun pinarak dhedhepelan kemawon lan Nyai Kidul. mboten wonten pekewedipun. emot. Senapati ngandika. Sarwi ngandika dhumateng Nyai Roro Kidul. Senapati Ingalaga mesem. Nanging cacade mung siji. Sadhatengipun ing kedhaton seganten. lumampah kondur satengahing seganten. “Nimas. Ingsun aras-arasen mulih menyang Mataram.Senapati Ingalaga. Senopati lumampah sanginggiling toya kados ngambah dharatan. kabekta lumebet dhateng ing pasareyan. Senapati Ingalaga eram ningali kedhatonipun Nyai Roro Kidul. Woh-wohan saha sesekaranipun adi-adi sedaya. Bakal katrem ana kene. sakelangkung suka ing galihipun. dene ora nana wonge lanang. Sarta gara-gara wau inggih sampun sirna. Wondene Nyai Kidul inggih nempeni semonipun Senopati. Dhasar ayu bisa ngrerakit. Utawi ulam ingkang sami pejah inggih sampun gesang malih. Sami pinarak. nglangkungi sae. Senapati astane lajeng dipunkanthi. Layake caritaning kaswargan iya kaya iki. ingsun arep weruh ing pasareyanira. lajeng anut wngking dhateng Nyai Kidul. Sajegku durung weruh pepajangan kaya iki. yen dede jinis.

Ing sakajeng-kajeng mboten wonten ingkang marentah”. Sampeyan ratu ageng. Senapati ngandika. mangsa kiranga wanudya ingkang ngungkuli kula”. Bilih sampeyan karsa nimbali dhateng kula. Wewekasira kabeh ya bakal ingsun estokaken”. “Kula mboten saged ngaturi jejampi. Kacariyos Senapati anggenipun wonten seganten kidul tigang dinten tigang dalu. Roro Kidul lajeng pinondhong ndumugekaken karsanipun. Senopati sampun mangkat. kang sun kongkon ngaturi ing sira sapa? Wong ing Mataram mesthi ora ana kang weruh marang sira?” Roro Kidul matur. “Nimas. ingkang ngedhepaken sakathahing manungsa lan jim peri. nggoningsun kedanan marang sira”. Nimas. Senapati 78 . Senopati ngandika malih. Tansah sih-sinisihan kaliyan Roro Kidul. “Sae lamban. yen ingsun nemu mungsuh. sarta kula mbekta bala jim. lenggah pitekur wonten sangandhaping Parangtritis. sedhakep suku setunggal. kaget ningali dhateng Sang Pandhita. jumeneng ratu estri kemawon. Senapati manahipun kados dipununggar. Amesthi kula enggal dhateng. “Nimas. sebab kula dede dhukun.Aturipun Nyai Kidul. nunten tumengaa ing awang-awang. ingsun muga paringana tamba. Senopati mesem sarwi ngandika. “Mekaten punika gampil kemawon. Lan ingsun iya pracaya. Balikan ing besuk. “Banget panrimaningsun. Sareng dumugi ing Prangtritis. peri prayangan lan sededameling prang”. ingsun pamit mulih marang Mataram. Sunan Kalijaga. Senapati wau ing saben dinten dipunwejang ngelmunipun tiyang umadeg ratu. Roro Kidul matur sarwi mlerok. ing sakehe wurukira. ngambah toya seganten kados ngembah dharatan.

larapan nila cendhani imba nanggal sapisan. seperti panyandra ki dalang: Anenggih kang kacarita. uwang anyangkal putung. Yen cinandra citrane sang putri. B. ingsun arsa weruh ing omahira”. Lambung nawo kemit. Athi-athi ngudup turi.enggal ngujungi. netra lindri anjait. jangga nglungid nglunging gadhung. ginarwa Narendra dahat dahing warnikarengga ing busana widagda ngadi sarira. Para wali ora gelem nganggo kaya mengkono. karya kumesare kang mulat. Lamun tindak. grana ngrungih. “Senapati. nganggoa syukur ing satitahe bae. Gonas ganes merak ati. Prembayun anyengkir gadhing. idep tumengeng tawang. pamulu ambengle keris. gegununganipun para putri. wong-wonga gumebyar apindha thathit. kicating pada gumebyaring wentis kang kengis pindha thathit sasanderan. mbesengut saya patut. pranyata kurang candra luwih warna saking endahing sarira. Mistik Gunung Merapi Keindahan Kraton Nyai Roro Kidul dapat diibaratkan seperti asrinya Taman Keputren Kadilengeng. Ayo marang Mataram. Sinten 79 . Putri Nata saking Mandaraka. ambombrong saya mencorong. marenana nggonmu ngendelaken sekti digjayanira iku. racikan amucuk ri. Galak ulat tur raga karana. amargi nggenipun ngatingalaken kasektenipun ngambah seganten mboten teles. suku amukang gangsir. Dadi iku jenenge wong kibir. Rema anyekar bakung ameles wilis tur panjang. ing kenya puri Ngastina. Widhangan nrajumas. Yen sira bakal sumedya tulus jumeneng ratu. Mencepe kang pranaja. nyuwun pangapunten. lathi manggis karengat. sarta ngrerepa. Mesthi bakal kesiku marang ing Allah. Sunan Kalijaga ngandika. Sri Narendra garini kusumanig ayu Dewi Banowati.

500 SM (Mulyono. 1979: 38). Dalam pertunjukan wayang kulit media komunikasi dengan roh nenek moyang yang timbul pertama kali pada jaman Neolithicum atau lebih kurang 1. dipergunakan sebagai simbol kehidupan. di sungai. yaitu gunungan. kaduk ruruh tur ta ambeg ngumala rum. Kemudian gunungan ditarik ke bawah dan berhenti tiga kali. Kelahiran terjadi setelah dalang memisahkan dua gunungan di simpingan kiri dan kanan untuk melambangkan pecahnya lapisan plasenta. marma anggung dadi kondhanging kidung (Siswoharsoyo. Gunungan beserta isinya merupakan lukisan kehidupan duniawi dan batiniah di mana Tuhan Yang Maha Esa menentukan segala kegiatan di alam semesta. apan punika putrine sang Nata dwita. akekasih kusumaning ayu Dewi Lesmanawati. gunungan ditancapkan di tengah-tengah kelir.ingkang marek ing ngarsa. Sejak jaman dahulu gunung api telah menarik perhatian nenek moyang kita. teristimewa yang berkait erat dengan kepercayaan mereka sehari-hari. di laut. Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. replika gunung. Di dalam gunungan terdapat lukisan makhluk raksasa menjulurkan lidahnya yang merah panjang. Dhasar wanodya sulistya ing warna. yang mempunyai arti akan ada kelahiran. di batu. Pada jaman prasejarah mereka mempunyai kepercayaan bahwa roh orang mati dianggap masih tinggal di sekeliling mereka di pohon. untuk melambangkan awal mula dunia sebelum ada manusia kecuali tetumbuhan dan binatang seperti yang tergambar dalam gunungan. kera memanjat pohon bertarung dengan hewan 80 . rasa dan karsa. di gunung dan dianggap sebagai pelindung kuat yang dapat dimintai pertolongan. melambangkan adanya cipta. 1983: 24).

melambangkan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk mencapai tempat tertinggi. 81 . karena Yang Suci sudi menampakkan diri kepada manusia lewat peristiwa hierofani. Dimulai jaman prasejarah itu pulalah. Realitas mitos diyakini sebagai sesuatu Yang Sakral. 1973: 32). Ini melambangkan hukuman bagi orang yang berbuat salah satu jahat. Dan Yang Sakral adalah Yang Maha lain. burung-burung beterbangan dan segala jenis hewan lainnya. sempurna. yang berarti menampakkan diri.lainnya. Dua pintu yang terkunci rapat dalam lukisan itu melambangkan kedamaian batin yang tersembunyi di belakang kedua pintu itu (Triyoga. Pengkudusan terhadap sesuatu terjadi pertama kali karena suatu peristiwa dianggap sebagai hierofani atau peristiwa suci. mulai terdapat kepercayaan bahwa roh orang mati bertempat tinggal di atas dunia atau di gunung. Hierofani secara etimologis berasal dari hieros berasal dari kata phainomai. Acapkali pula. 1991: 122). Penampakan yang suci ini dapat terjadi kapan saja. pohon-pohon dan bunga-bungaan. roh nenek moyang dinyatakan dalam bentuk patung-patung yang diletakkan di atas bangunan pemujaan yang terdapat di bukit atau di gunung (Soekmono. Di tengah-tengah gunungan terdapat lukisan sebuah rumah Jawa dengan dua pintunya terkunci rapat dan masing-masing sisinya dijaga oleh seorang raksasa bersenjata gada. Menurut Mircea Eliade manusia agama menjadi semakin yakin akan adanya Yang Suci. Kesemuanya itu melambangkan pohon kehidupan duniawi yang diciptakan Tuhan. berundak-undak menyerupai gunung . Kepercayaan seperti ini diungkapkan dalam bentuk-bentuk bangunan pemujaan nenek moyang yang menjulang tinggi.

Peristiwa-peristiwa hierofani diperingati setiap kali. merupakan tempat suci kehidupan pribadinya. tempat di bumi seperti gua. 82 . melainkan terbatas pada benda atau makhluk yang menjadi alat hierofani itu. Berbicara masalah kenyataan. bukan berasal dari dunia. hutan. tumbuhtumbuhan. dan sebagainya. Manusia tidak pernah berhasil secara penuh untuk memisahkan dirinya sama sekali dari sikap religius. yang mempunyai makna tersendiri. semua tempat tersebut tetap merupakan suatu hal yang istimewa. Dalam peristiwa hierofani ini sesuatu yang bukan bagian dunia. sungai. binatang.siang. Pengalaman manusia modern mengenai ruang profan tetap memiliki nilai kekhususan yang homogen begitu saja seperti halnya religius mengenai ruang kudus. malam atau pagi hari. Dengan menampakkan diri itu Yang Suci menjadi tidak absolut lagi. Ada tempat-tempat istimewa yang secara kualitatif berbeda dengan yang lain. manusia. pengalaman profan melampaui suatu ritual tak pernah ada dalam keadaan yang murni. Dalam peristiwa ini manusia bertemu dengan Yang sama sekali lain. agar supaya penampakan suci itu bisa dialami lagi dan manusia dapat ikut mengambil bagian dalam Yang Suci yang sudi menampakkan diri itu. Dan lewat apa saja. gunung. Di situ ia mengalami suatu realitas yang lain dari kenyataan yang biasanya dijumpai dalam hidupnya sehari-hari. Bahkan bagi manusia yang dianggap sangat tidak religius sekalipun. tampak pada benda-benda dan makhluk-makhluk yang menjadi bagian dari dunia. Bahkan eksistensi yang sudah sangat di desakralisasikan sekalipun masih mengandung unsur-unsur religius. sore. misalnya saja tempat-tempat tertentu di daerah asing yang dia kunjungi untuk pertama kalinya.

tanda persatuan laki-laki dan perempuan. karena yang membedakan antara Yang Sakral dari yang profan. bukan terletak pada wujud kongkrit benda. itu mempunyai nilai sakral bagi umat Kristiani. Keduanya adalah sama. Sebagai contoh salib di atas altar. Contohnya orang Jawa mengenal adanya perputaran musim yaitu 83 . Antara Yang Sakral dan yang profan secara kongkrit tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. Dengan demikian kesakralan terwujud dari sikap dan perasaan manusia dari sikap mental yang dilandasi oleh perasaan. tetapi pada sikap dan perasaan manusia yang meyakini keprofanan suatu benda karena dari satu benda dapat terbentuk dua sikap dan perasaan yang berbeda. karena kepercayaan kepada hal-hal itu membuktikan kebenaran dan keberadaannya. Mitos tentang dewa-dewa dan makhlukmakhluk-makhluk Ilahi itu benar. Kemudian peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan sebagai keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. Kyai Sapu Jagad Mitos tentang letusan Gunung Merapi diyakini berasal dari dua sumber kekuatan manusia yaitu Nyai Roro Kidul (sebagai wanita) penguasa dan penjaga Laut Selatan dan Kyai Sapu Jagad sebagai penguasa Gunung Merapi (sebagai laki-laki). Mitos tentang dunia ini benar. Orang Jawa dalam mengungkapkan tentang suatu kepercayaan juga selalu hari-hari baik. 2002: 70). tetapi tidak bagi umat yang lain.Lawan Yang Sakral adalah yang profan. Mitos ini benar karna keberadaan alam semesta membuktikan keberadaannya. C. karena moralitas di alam membuktikannya (Minsarwati.

Rabu. Sabtu dan Minggu. Letak mitis geografi inilah yang akan digunakan penduduk sekitar lereng Merapi ataupun kalangan orang Jawa terutama yang 84 . Bagi orang Jawa hari Selasan Kliwon dan Jum'at Kliwon dianggap sebagai hari sakral. Selatan dan Tengah. dan letak Keraton Mataram yang berada di tengah-tengah. bagian Barat adalah Khayangan Dlepih yang dihuni oleh Sang Hyang Pramoni. Pahing. kemudian perputaran waktu selama tujuh hari yang disebut Saptawaca yaitu : Senin. karena pada hari-hari itu banyak makhluk halus yang keluar mencari makan atau sesaji yang disediakan manusia. Akan tetapi secara masuk akal mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan fertilitas itu. Pon. Sistem yang dipergunakan dalam pasaran atau disebut pula Pancakara. seperti mitos tentang terjadinya letusan Gunung Merapi yang menurut anggapan mereka selalu dihubungkan dengan keberadaan keraton Mataram dan Laut Selatan. yang disediakan dari mitos dan ritua adat. Wage. Selasa. Kliwon. berhubungan dengan Mitologi Hindu yang mengatakan bahwa Batara Guru sewaktu memerintah dunia untuk pertama kalinya telah membagi dunia menjadi lima bagian yaitu: Timur. bagian Selatan yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Kidul. Keberadaan itu terlihat dengan jelas pada kedudukan letak mitis geografi kerajaan Mataram. yang membagi dunia menjadi lima bagian yaitu bagian Utara ditempati oleh Gunung Merapi yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Kyai Sapu Jagad). Utara. Kamis. bagian Timur Gunung Lawu yang dihuni oleh Kanjeng Sunan Lawu. Jum'at.waktu selama lima hari yang disebut pasaran yaitu: Legi. Barat. Orang Jawa yang tinggal di lereng Gunung Merapi agaknya tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka dengan bahasa teknis yang lugas seperti istilah fertilitas tanah kaitannya dengan abu vulkanik letusan Gunung Merapi.

Arya Penangsang. putra Sinuwun Sekar Seda Lepen yang tidak rela tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya. Akhirnya Penangsang dapat dikalahkan oleh Danang Sutawijaya.tinggal di Yogyakarta untuk memahami terjadinya mitos-mitos yang berhubungan dengan letusan Gunung Merapi. Dlepih Sang Hyang Pramoni KERATON MATARAM Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul Gunung Lawu Kanjeng Sunan Lawu Dalam usahanya untuk menegakkan kekuasaan Pajang. Letak Mitis Geografis Keraton Mataram Gunung Merapi Kanjeng Ratu Sekar Kedaton Kyai Sapu Jagad Khayangan. tanah Pati dan Mataram. Maka Sultan memberikan 85 . putra Pemanahan. Sultan Hadiwijaya membuat strategi yang jitu untuk menghadapinya. Karena kesuksesan ini merupakan strategi Pemanahan dan Penjawi. yang selalu menggetarkan dan mempecundangi musuh. maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya tersebut adalah juga kemenangan Pemanahan dan Penjawi. walaupun pasti tidak mudah. yakni Keris Kyai Setan Kober. Sultan Hadiwijaya harus berhadapan dengan Adipati Jipang. karena ia hanya menantu Sultan Trenggana. terkenal memiliki senjata ampuh. Ia percaya bahwa dirinya akan mampu mengalahkan. Arya Penangsang. Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara. siapa saja yang dapat mengalahkan Penangsang akan mendapatkan hadiah. Kemudian atas nasihat dari para pinisepuh.

Menurut silsilah. Dari apa yang telah diuraikan di atas. Yogyakarta. Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa hutan Mentaok. diprediksikan Mataram kelak akan menjadi sebuah kekuatan yang besar yang menjadi pusat politik di tanah Jawa. tidak kenal menyerah. maka Mataram menjadi penggantinya. Hal ini jika terjadi kelak akan mengancam keutuhan eksistensi Pajang. Pemanahan adalah putra dari Ki Ageng Enis. Penjawi mendapatkan tanah Pati. sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju. Apalagi dengan dilegitimasi oleh berbagai ceritera tentang dirinya. 1983: 52). Pemanahan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. tekun dan ulet. berhubung Sutawijaya itu juga anak angkat Sultan Pajang yang telah berhasil 86 . Jaka Tingkir telah melakukan daya dan upaya. Setelah Pajang surut dari gelanggang kekuasaan. Berdasarkan ramalan Sunan Giri. tidak mengenal waktu sehingga ia dapat menduduki tahta kerajaan Pajang. Alas Mentaok tersebut berada saat ini tepatnya di sekitar Kota Gede. Sultan Pajang mengulur-ulur waktu untuk menyerahkan tanah Mataram (Moedjanto. Kerajaan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan dengan membuka Alas Mentaok sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya. 1994: 146).tanah tersebut kepada mereka berdua. raja Pajang. Karena itu. jelas sekali bahwa kedudukan sebagai raja dapat diperoleh oleh orang yang berjuang dengan penuh ketekunan. Namun awalnya Sultan Hadiwijaya nampak ragu untuk menyerahkan tanah Mentaok atau Mataram kepada Pemanahan. penuh rintangan dan tantangan. cucu Ki Ageng Sela. wajarlah bahwa ia merupakan salah satu unsur asal kekuasaan negara (Sunoto.

Dalam keadaan yang sangat berbahaya itu ia menerima wangsit atau suara gaib agar segera memotong dahan enau. dikenal ada tiga simbol kekuasaan Jawa yaitu : Gunung 87 . Dari ceritera tentang Ken Arok ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu: Ken Arok sebenarnya bukan anak orang biasa tetapi anak Dewa Brahma. Bagi masyarakat Jawa. kemudian meluncur ke seberang sungai dan bertemu dengan Danyang Lohgawe. Ken Arok telah terkepung oleh tentara Kediri dan tidak ada alternatif lain kecuali haru memanjat pohon enau dan bersembunyi di atasnya. Ken Arok mendengarkan dengan cara bersembunyi di tempat sampah. Kemudian Sutawijaya menjadi raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati. dan dengan segala upaya serta kegigihannya ia dapat mencapai cita-citanya. Perjuangan yang hebat ini disyahkan lebih lanjut dengan berbagai ceritera tentang dirinya. karena Ken Arok adalah anaknya. Ken Arok sudah hampir tertangkap oleh para pendeta dan rakyat di desa Kabalon. Dengan legitimasi ini berarti tidak mustahillah bila Ken Arok merupakan salah satu asal kekuasaan negara. Danyang Loghawe pergi ke Tumapel karena mendapat wangsit atau suara gaib untuk memelihara anak bernama Ken Arok yang nantinya akan menurunkan raja-raja di Jawa. yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi dan masyarakat lainnya. terdengarlah suara Dewa Brahma di langut yang mencegah mereka. Namun ia diketahui oleh para prajurit yang kemudian memotong pohon tersebut. Dewa-dewa bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja di Jawa.mengalahkan Arya Penangsang. Contoh tersebut menunjukkan bahwa Ken Arok adalah seorang yang mempunyai kemauan keras.

Laut Selatan melambangkan kerakyatan. D. dan Senopati menyelam di Kali Opak. Kali Opak juga berperan dalam pertemuan antara Senopati dan Ratu Kidul. Senopati mendapat wahyu keraton. Di Kali Opak ia melihat ikan "Olor". Di sanalah ia berjumpa dengan seorang wanita cantik jelita. 2002: 14). Indah bentuknya. bahwa raja-raja Mataram sejak Senopati mempunyai hubungan khusus dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. Ki Juru Martani ke Gunung Merapi untuk bersemedi. Dan pertemuan antara mereka berdua terjadi di desa Wonokromo. di tepi Kali Opak. Kanjeng Ratu Kidul 88 . dan keraton Mataram melambangkan keseimbangan. Ia mengikuti terus ke mana perginya ikan itu. Jin Kali Opak Menurut versi mitos lain. disaksikan oleh pamannya Ki Juru Martani. Wanita itu jatuh cinta pada Senopati. kemudian antara Gunung Merapi dan Laut Selatan disambungkan oleh aliran Kali Opak (Minsarwati. Sudah menjadi mitos umum. Menjelang pengambilalihan kekuasaan Pajang. Gunung Merapi melambangkan kekuasaan. karena keraton Yogyakarta keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan Segara Kidul (Laut Selatan). Mereka berdua berpisah. Penguasa Laut Selatan itu berjanji akan selalu melindungi Senopati turun-temurun. Keraton Mataram (udara) dan Laut Selatan (air). Kanjeng Ratu Kidul sendiri adalah "Permaisuri Halus" dari Senopati. Dialah penguasa Laut Selatan. Alkisah ia sampai ke Laut Selatan.Merapi (api). Ketiga simbol kekuasaan Jawa ini dihubungkan dengan adanya Kali Opak yang diyakini juru kunci Merapi Mbah Marijan. Kali Opak ini penting bagi kehidupan keraton Mataram dan Kasultanan Yogyakarta sekarang.

Kemudian atas anjuran Ki Juru ia meneruskan bertapa di laut selatan. Sutawijaya lalu pulang ke Mataram. Tentang mitos terjadinya letusan Gunung Merapi itu menurut kisahnya juga diceritakan bahwa saat letusan berlangsung. Ia melakukan tapa ngeli artinya masuk di dalam sungai Opak dan terus berenang mengikuti arus air sungai itu. Keduanya bertemu dan bersama-sama memasuki kraton laut selatan yang indah. 1983: 75). mengakibatkan angin laut dan gelombang menjadi besar. Pada waktu bulan purnama Ki Juru Martani keluar rumahnya untuk menjenguk puteranya. Ki Juru mengingatkan agar Sutawijaya selalu berprihatin dan bersamaan dengan itu turunlah wahyu di atas puteranya yang sedang tidur (Sunoto. agar tidak meninggalkan kewaspadaan.yang akhirnya menjadi permaisuri Senopati. Sesampainya di rumah Sutawijaya pintu sudah tertutup sedang penjaga rumah tidak tahu mana tuannya. ia sampai di tepi laut selatan dan bersemadi di situ. Keduanya bersama-sama pergi ke Mataram dan sesampainya di sana karena Sunan Kalijaga melihat bahwa rumah Sutawijaya belum mempunyai pagar. Setelah segala sesuatunya berjalan baik. Pada pagi hari ia sudah sampai di Parangtritis dan bertemu dengan Sunan Kalijaga yang memberikan berbagai petunjuk kepadanya tentang cara mengendalikan negara serta bagaimana sikap seorang raja. dan mendapat kesanggupan dari Nyai Roro Kidul untuk membantu sepenuhnya. Kanjeng Nyai Roro Kidul tidak ragu-ragu lagi apa yang terjadi dan keluarlah ia dari kratonnya menemui yang sedang bersemadi. hal itu adalah pertanda terjadi perkawinan antara dewa laki-laki yaitu Kyai Sapu Jagad dengan perempuan Nyai 89 . lalu dinasehati agar dilengkapi dengan pagar tersebut. Dengan bantuan seekor ikan olor.

Konsepsi perbedaan ini juga bermakna kesuburan yang dalam bahasa awam menjadi berkah. Perpaduan muntahan gunungapi menuju laut melalui Kali Opak melambangkan wiji (sperma) calon raja Senopati. Untuk itu mereka memberikan sesaji kepada kekuatan-kekuatan gaib tersebut agar hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan itu terjalin. Peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan dengan keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. sehingga mereka bisa dijauhkan dari bencana Merapi.Roro Kidul. tetapi bisa ditata. Interpretasi ini didasarkan atas pemahaman kejawen. Seperti halnya perkawinan yang seolah-olah tidak bisa dicegah. bahwa gunung yang diasosiasikan dengan lingga yaitu simbol dari Siwa atau Batara Guru. Berdasarkan dari cerita mitos itu maka Mbah Marijan juga menuturkan bahwa terjadinya Kali Opak sampai sekarang 90 . tanda persetubuhan laki-laki dan perempuan. sedang lautan yang dikuasai Nyai Roro Kidul (dewi) melambangkan perempuan (Laksono. tetapi cukup di kiri kanan desa saja. Oleh karena itu untuk mendapatkan selamat. tetapi mereka meminta agar jika Nyai Roro Kidul mengutus atau menginginkan sesuatu dari Gunung Merapi (yaitu benih laki-laki) jangan melalui desa mereka. gunung sering dianggap melambangkan kekuatan laki-laki. 1985: 46). Riwayat letusan Gunung Merapi juga ada hubungan dengan mitos terjadinya Kali Opak dan gempa bumi. penduduk tidak menolak Nyai Roro Kidul berhubungan dengan Merapi. Dalam kepercayaan Jawa. maka "perkawinan dua kekuatan alam" atau letusan Gunung Merapi juga tidak bisa dicegah dan perlu ditata. sedang laut diasosiasikan dengan Yoni simbol dari isteri Siwa yaitu Umo.

91 . Tapi tiba-tiba lidah itu dipotong oleh ayahnya. namun ia mematuhi nasehat ayahnya agar tidak langsung memusuhi Sultan Pajang. Di Kali Opak inilah berjalan Kyai Antoboga. tokoh ini bertugas memimpin segenap makhluk halus yang berada di dasar Merapi untuk menjaga keseimbangan berat Gunung Merapi. dan sepanjang jalan merayap sambil berteriak "O Pak. ayahnya. ternyata Ki Wanabaya. Matahari hampir terbit. seekor naga. berniat mencari ayahnya. O Pak. 2002: 17). ketika kurang sejari saja jarak antara kepala dan ekornya Antoboga lalu menjulurkan lidahnya. baru mau mengakui Antoboga sebagai anak. jika ia dapat melingkari Gunung Merapi dalam semalam. Dia merayapi Kali Opak. Antoboga lalu diberi tugas menjaga keseimbangan Gunung Merapi. Dan jadilah dari lidah itu pusaka Kyai Baru Klinting. Berikut ini kita kutipkan tulisan Jayasubrata dalam Serat Babad Tanah Jawi.masih ada hubungannya dengan jalan untuk menuju ke Laut Selatan dan Gunung Merapi. penduduk mempunyai kepercayaan. bahwa hal ini ditimbulkan oleh ulah Kyai Antoboga yang menggerakkan ekor atau kepalanya untuk menghilangkan rasa pegal (Minsarwati. Ceritera di atas menunjukkan bahwa kedudukan sebagai pendiri kerajaan Mataram dicapai olehnya dengan segala liku-liku perjuangan yang cukup berat. Keberhasilan itu tidak lain adalah akibat jerih payahnya sendiri. Sesampainya di atas. Meskipun ia sudah diberi tahu bahwa kelak akan menjadi raja. O Pak". Apa yang dicapai bukanlah sekedar pemberian yang datang sendiri tanpa usaha. Merapi bisa sewaktu-waktu goyah (terjadi gempa bumi). karena itulah jalan yang dilalui tadi diberi nama Kali Opak. Dalam mitos tentang terjadinya gempa bumi yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi.

paran wewalesira. Sebaliknya seorang raja yang kehilangan wahyu kraton berarti akan turun dari tahta. sebab pasti akan gagal. Misalnya ada yang baru lahir sudah mendapat pulung."Iya kulup rasane tyas mami. tri prakara kainane. timur kongsi akil balig. iya nadyan iku. ing Mataram tan liya saking sang ngaji. ada pula pulung baru datang setelah yang bersangkutan melakukan tapa brata dan perjuangan 92 . apan sira winuruk agama. lamun sira mungsuh Sultan Pajang. tata sarengat rampung. angungkuli putra pribadi. kaping tri mungsuh bapak. kapindhone amungsuh gusti. harus diartikan bahwa kekuasaan tersebut antara lain berasal dari dirinya yang berpribadi luhur. nanging sira kinempit sangkaning alit. Lawan dadi gurunira kaki. Karena itu barang siapa telah mendapat wahyu kraton atau pulung tidak dapat diganggu gugat. dudu kang yoga ing sira. mring ramanireki. kang dhingin mungsuh guru. Wahyu kraton atau pulung dilukiskan dengan berbagai bentuk antara lain berupa sinar atau cahaya yang terang benderang dan kebiru-biruan. lah mara rasakena" Karena itu setelah menjadi raja dan memegang seluruh kekuasaan negara. Wahyu kraton atau pulung datang kepada manusia dalam situasi yang berbeda-beda. kongsi prapteng diwasa. Seseorang yang telah mendapat wahyu kraton atau pulung dengan sendirinya dapat mengatasi segala rintangan yang dihadapi. kadang-kadang berupa satriya dan puteri. wit sira duwe negara.

mendengar anak menangis. diaku anak oleh Lembong. Ken Endok mendengar bahwa Lembong memungut seorang anak. Dunia Pedanyangan 93 . Peristiwa tentang bayi lahir dan mengandung cahaya. Berikut ini akan disajikan beberapa contohnya. E. Pada waktu itu ada seorang pencuri bernama Lembong tersesat memasuki makam tersebut dan melihat ada benda menyala. tersesat di kuburan anak-anak itu. melihat benda bernyala. yang didapatinya di kuburan kanak-kanak. diambil dan dibawa pulang. sungguhlah itu anaknya sendiri". Lalu Ken Endok datang kepadanya. teman Lembonglah yang memberitakan itu dengan menyebut-nyebut anak. setelah didekati oleh Lembong itu nyatalah yang menyala itu anak yang menangis tadi. Bayi ini kelak kalau sudah dewasa akan mempunyai kekuasaan atau setidak-tidaknya mempunyai keturunan yang mempunyai kekuasaan kenegaraan. yang olehnya diambil dan dibawa pulang dan dipelihara sebagai anak sendiri.hebat. Di dalam Serat Pararaton tulisan Padmapuspita (1966: 12) antara lain disebutkan: "Selanjutnya ada seorang pencuri bernama Lembong. Peristiwa ini dialami oleh Ken Arok. ia lalu membuangnya ke tempat pemakaman anak-anak. Setelah didekati ternyata yang menyala itu ialah seorang anak bayi laki-laki. Setelah Ken Endok melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. tampak bernyala pada waktu malam hari. didatangi oleh Lembong.

Unsur lain itulah yang mendorong agar perbuatan raja juga memperhatikan kepentingan rakyat banyak. tetapi juga karena dukungan rakyat dan karunia Tuhan. terutama bagi raja-raja yang bercikal bakal membangun negara. dan tujuan alam semesta. Unsur inilah yang mencegah atau membatasi raja untuk tidak berlaku totaliter. Kecuali itu ada unsur-unsur lain yang akan dibicarakan lebih lanjut. kemungkinan terjadinya sifat totaliteristik masih dapat dicegah. Hal ini menyangkut pada ajaran "Manunggaling Kawula Gusti" yang merupakan tindak 94 . Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka dapat menjadi raja di samping sebagai hasil jerih payahnya sendiri. maka akan diperoleh makna kosmologis tentang bagaimana hubungan dari sudut keseluruhan dan dari sudut unsur-unsurnya.Keraton Yogyakarta (udara) – Laut Selatan (air).Mengingat latar belakang terjadinya raja-raja sebagaimana telah kita uraikan. Bila hubungan antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan dihubungkan dengan persoalan kosmologis yang meliputi tertib dunia. Raja mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat. tetapi justru berhubungan secara luas dengan masyarakat. Oleh karena itu unsur asal kekuasaan dari Raja bukanlah satu-satunya. Kesemuanya ini bisa dijawab melalui suatu bentuk fisik dari Gunung merapi (api) . maka unsur ketuhanan ini lalu ikut berperanan dalam kehidupan masyarakat. Di samping itu karena raja telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. 1983: 37). tempat di mana ia berkiprah. tetapi sekaligus juga mengerem agar tidak berbuat sekehendaknya sendiri (Sunoto. asal mula alam semesta. Jelaslah bahwa Raja bukanlah manusia yang lepas dari masyarakat. sebaliknya yang membimbing agar raja berlaku bijaksana.

mempersatukan dengan kekuasaan ngrengkuh. mengandung arti Pemimpin yang senantiasa di depan sebagai teladan. kuat. keterbelakangan dan kemiskinan akibat ulah nafsu duniawi. Demi terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir dan batin. dan kemiskinan serta pengendalian nafsu duniawi. dalam kapasitas dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa tunduk akan perintah Allah. dan menjauhkan larangan-Nya. Oleh karena itu lebih condong pada wujud masyarakat (makrokosmos) yang digambarkan dengan hubungan simbolik antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan. Keraton Yogyakarta. mengutamakan dan melindungi rakyatnya (makna Hamengku. 95 . keterbelakangan. sengguh ora mingguh mempersatukan. sejuk bila berada di sekitarnya. mempunyai bentuk kerucut menyatu ke atas. namun dapat menimbulkan malapetaka tak terhingga bila tidak terkendali. merupakan kekuasaan besar masyarakat melawan kebodohan. berkesan kokoh. Gunung Merapi. karena sebagai Panglima Perang harus mampu menghalau musuh manusia yang berwujud kebodohan. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti mengandung pengertian hubungan horizontal antara sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta.lanjut pemahaman Sangkan Paraning Dumadi. sebagai simbolisasi dari Sang Pemimpin yang bergelar Ngarso-Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamangku Buwono Ing Ngalogo Ngabdulrakhman Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ingkang Jumeneng Ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Gunung Merapi adalah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam iman dan takwa kepada Allah yang satu. sebagaimana gunung berapi lainnya. Hamangku. Hamengkoni).

diiringi angin yang kencang. yaitu berupa Keraton sebagai unsur udara. lembut dan nyaman diiringi angin yang sepoi basah. dan dilindungi oleh Sang Pemimpin. namun kadang pelan. itulah makna Kanjeng Ratu Kidul sebagai personifikasi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat. deburan ombak yang kadang deras. tenteram. yaitu terjadinya "dua kekuatan alam". Hasil perpaduan dua kekuatan alam ini berupa calon raja Senopati yang berada di Keraton Yogyakarta. Jika kita baca sepintas lalu saja seolah-olah hanya merupakan ceritera atau dongeng belaka tidak ada bedanya dengan ceritera atau dongeng yang lain. diperjuangkan.Pemimpin di tengah rakyatnya. Oleh karena itu Sang Pemimpin harus manjing ajur ajer dengan yang dipimpin. ibarat kehidupan masyarakat yang keras. penuh dengan kreasi. mengandung kekayaan alam tak terhingga. dan aspirasi yang harus diserap. hanya bentuk penyampaiannya yang perlu kita pelajari secara saksama. yaitu antara Gunung Merapi sebagai kekuatan api dan Laut Selatan sebagai kekuatan air. Laut Selatan. diyakini. brutal namun juga lembut. dinamika. yang dalamnya tidak teratur. apresiasi. sejuk. menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utama. diolah. diutamakan. keras dan besar. Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan di atas. Berdasarkan pada uraian tentang tiga makna simbol dari Gunung Merapi. Perlu kita sadari bahwa contoh-contoh yang telah kita uraikan sebenarnya merupakan sejarah. dapat disimpulkan tentang makna kosmologi yang ada pada mitos letusan Gunung Merapi. damai. dipahami. 96 . mendorong menuju tujuan serta mewujudkan kesejahteraan dengan keteguhan keyakinan hanya karena Allah semata.

kaleres naksederek kaliyan Ingkang Sinuwun Sultan Agung. Patih ing Jipang. Sumare wonten Makam Pragola ing kota Solo. Sutawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga dan lain-lain.Lebih-lebih jika kita perhatikan isinya. Nagari Pajang lajeng pindhah dateng Mataram. Adipati Pragola ing Pathi. Ken Arok mendengarkan Dewa yang sedang berapat. Risang Sutawijaya ajejuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati Ngalaga ing Nagari Mataram. Peputra : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati ing Mataram. awit mangertos manawi Adipati Pragola pancen sekti. Kita harus dapat melakukan analisa secara kualitatif. mengsah perang kaliyan Mataram. Putra Dalem nomer 3 Adipati Puger ing Demak. Timbul pertanyaan di dalam diri kita bagaimana hal-hal semacam itu terjadi. peputra Tumenggung Aria Mataun. dipun lawan Ingkang Sinuwun Sultan Agung piyambak. agar syah dalam melakukan tugasnya dan berwibawa serta berkharisma (Sunoto. Namung gugur kenging Kyai Tumbak Kyai Pleret. Misalnya raja Dhandhang Gendhis yang dikalahkan Ken Arok lalu naik ke langit dengan istananya. peputra Adipati Pragola ing Jambean. Paku yang waktu lahir dimasukkan di dalam kendhaga. bagaimana mengartikan simbol itu dengan sebaik-baiknya. Sutawijaya dengan Nyai Roro Kidul. Ingkang jumeneng narpati. Jaka Tingkir yang berperang melawan buaya. 1983: 14). terhadap simbol-simbol itu. Saben dinten malem Jumah pasareanipun Adipati Pragola wonten rah teles 97 . kemudian secara kuantitatif kita melakukan abstraksi. Ceritera-ceritera itu merupakan legitimasi terhadap diri orang yang bersangkutan. putrinipun Ki Ageng Penjawi ing Pathi. R. Prameswari dalem angka setunggal Kanjeng Ratu Mas. seolah-olah banyak yang tidak masuk akal.

peputra Kanjeng Ratu Paku Buwana I. 1988: 204). Namung bibar perang Jepang sapriki sampun boten wonten. Pancen pasareanipun ngajrih-ajrihi. peputra Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura (Bratadiningrat. Ingkang nurunaken nata. 1990: 58). peputra Tumenggung Balitar.R. Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun P. yaitu manggalih artinya mengenai soal-soal esensial. Panembahan Juminah.B.I. Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa. putra nomer 12. Retno Dumilah peputra Pangeran Hario Balitar.ateges inggal. putra K. pasca manah. 1993: 27). Sutawijaya tahun 1584 memindah pusat kerajaan menuju Mataram. mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan. Setelah berhasil menggeser kekuasaan Pajang. Dalam bidang budaya Panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatahan gempuran (Haryanto. Itulah makna jangka jangkah jangkaning jaman (Damardjati. artinya membidikkan anakpanah. pusat-lingkaran. Pribadinya sebagai personifikasi tahapan pemahaman tertinggi. yang dikenal sebagai jangka. 98 .

Selamat dalam melakukan pekerjaan. Bagi sebagian penduduk Jawa.BAB V PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Clifford Geertz (1969: 126) antara lain menulis tentang selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. babaran. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : 99 . Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat.dalam perjalanan. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. sepasaran. selamat. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan. atau tedhak siten.. kematian. sunat. sebaliknya akan mendapat keselamatan. perkawinan. selapanan. pitonan. slametan masih tetap menarik. Keluarga Jawa mengerlal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya.selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya.

Koentjaraningrat (1967: 42) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak. Putih melukiskan pemuas ibu. bersih lahir batinnya.macam buah-buahan. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu. tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan. ia akan mempunyai anak lelaki. Clifford Geertz menulis bahwa ada tiga macam yaitu putih mulus. nasi merah dan bubur. indah. Dalam hal rujak ia menulis : bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas. tetapi jika rujak rasanya hambar baginya. Meskipun tidak disebutkan secara terinci. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan. dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih. Rujak juga mengandung arti harapan. nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Selama bulan ketujuh mengandung. Nasi putih melambangkan air dari ibu. Kecuali rujak.terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan. merah dan gabungan keduanya. dan campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. suci. diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau 100 . Dalam hal nasi. mungil. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam . merah air bagi ayah.Di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir (kelapa muda) gadhing. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik. calon ibu memperoleh berbagai. cabai penyedap dan gula.

itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. 101 .mitoni. Di dekat ibu ditaruh sebuah keris. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. B. sebatang tanaman. Semua. Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Tradisi Kenduri 1. untuk mengusir roh jahat. daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). ditaruh sajen. Di sudut rumah. Upacara brokohan Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buah-buahan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara sepasaran Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih. 2. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan.

Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. 3. pepaya. beras. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang 102 . beras/nasi (petani-rajin). Pekerjaan dan watak bayi kelak kemudian diramal berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki. suka bersolek).Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan Koentjaraningrat (1967: 47) menulis bahwa ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. kaca dan pisau. Upacara Tedhak Siten Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. cermin (aktor. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. uang (pedagang kaya). Dalam upacara panggih digunakan pula kembarmayang sebagai salah satu alat upacara. Kepada bayi dihidangkan sebuah baki yang di atasnya telah diletakkan sejumlah barang lambang yang menunjukkan pekerjaan atau ciri khas watak : pensil (juru tulis-pandai). jambu. pisau (prajurit-berani).buahan yang terdapat di daerah tersebut. atau buah . pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. pensil. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. 4. buah kelapa dan bermacam-macam buahbuahan antara lain : rambutan. Misalnya janur kuning. Upacara perkawinan Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian.

Kasus-kasus tersebut antara lain ialah: Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara.dhang ya. C. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terbit atau terbenamnya matahari. Untuk menghindari bahaya 103 . tangkainya terbuat dari batang pohon pisang.itu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Anak pancuran kapit sen . Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Demi Ketentraman Jiwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas.sirih. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan.

Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya.tersebut. dan sebagainya. Biasanya untuk hajatan keberangkatan naik haji ke tanah suci. di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah rasional dan yang serba kasat mata. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. D. keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. pendirian sebuah rumah baru. 104 . Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Dengan menyelenggarakan upacara ini. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk ahli keluarga yang menyelenggarakan. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapat ridha dari Tuhan. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat.

Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan karena orang cepat lupa diri. yaitu yang berkaitan dengan problem dum-duman 'pembagian' terhadap kenikmatan. Yang dimaksud dengan kenduren adalah upacara sedekah makanan karena seseorang telah memperoleh anugrah atau kesuksesan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. 105 . dan tetangga. Suasananya santai. kawan sejawat. Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu sehingga terbangun suasana suka dan meriah. Mereka berkumpul untuk berbagi suka. ingin saling jegal dan cenderung menang sendiri. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya sehingga solidaritas anggota terjaga. Dalam hal ini kenduren mirip dengan cara tasyakuran. Hidangan sedekah kenduren menunya lebih bebas. sambil membicarakan tauladan yang bisa ditiru misalnya kenaikan pangkat.Acara kenduren bersifat personal. lulus ujian. Maksudnya supaya terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang tidak adil. kekuasaan. Undangan biasanya terdiri dari kerabat. Upacara bancakan sering digunakan dalam acara bagi waris. Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut.Kegiatan slametan menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. dan kekayaan. Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam suasana terjepit. Ada bahkan yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan atau kecelakaan. Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur. sisa hasil usaha dan keuntungan perusahaan. terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan sukses-sukses lain yang perlu dan pantas ditiru.

kata sugeng digunakan demikian. dengan mudah di sana ditemukan jajaran kata "Sugeng Rawuh". Sugeng Pamungkas. Apabila ada sebuah resepsi pada keluarga Jawa. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup. pengestunipun. Slamet Riyadi. "Piye kabare? Rak pada slamet ta?" E. pemberian nama anak. Kata sugeng untuk memberi nama orang misalnya Sugeng Santosa. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia baik di dunia apalagi di akhirat. Sugeng Hartono. Widada juga mengandung makna selamat. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. "Injih." Kata sugeng memang dapat menciptakan suasana hangat. menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara. Slamet Raharja. Begitu populernya sehingga banyak orang Jawa memberi nama anaknya dengan kata slamet.Kata slamet di tengah-tengah pergaulan orang Jawa sangat populer. Untuk sapaan hangat dan hormat. hormat dan hikmat. dan lain-lain. yang berarti selamat datang yang ditujukan kepada para tamu. "Sugeng rawuhipun. dan sebagainya. Kata sugeng itu merupakan bentuk krama dari akad slamet sehingga terkesan lebih halus." Dan pihak yang disapa akan menjawab singkat. Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar. Pak. Selamat Lahir Batin Secara umum kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan. Misalnya Slamet Sutrisno. Hanya saja kata widada digunakan dalam suasana yang formal keistanaan serta lebih estetis dan puitis 106 .

Kata widada yang bernilai estetis dan puitis lantas digunakan untuk memberi nama anak laki-laki.(bahasa Kawi). rahayu. Rahayu di sini juga mengandung makna doa selamat. Biaya di sini bisa berarti tenaga. dan sebagainya. Di samping menunjuk pada soal kesejahteraan. Artinya adalah cita-cita untuk memperoleh kesejahteraan pasti memerlukan biaya. Setiap kali MC bahasa Jawa mau mengakhiri pembicaraan. Wanita ayu adalah wanita yang bisa menghadirkan suasana keselamatan. yuwana. Selain untuk nama orang. Misalnya puji memuji: manggiha basuki. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur menggunakan semboyan "Jer Basuki Mawa Beya". kata widada tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Endar Widada. kesejukan dan kedamaian. Demikian juga kata hayu-dirgahayu Nama anak semuanya mengandung yang menggunakan istilah 107 . mugi kalis ing sambikala. Jaka Widada. Untuk kata keseharian orang lebih biasa dengan istilah slamet yang merupakan tataran bahasa ngoko. slamet. raharja. Ayu-hayu-rahayu adalah kondisi yang memungkinkan bagi terwujudnya keselamatan. semangat dan kemauan. kata basuki juga mengandung makna keselamatan. Artinya saling mendoakan agar mendapat keselamatan terbebas dari segala gangguan. sugeng. senantiasa terdengar ungkapan: mugi rahayu ingkang sami pinanggih. Budi Widada. Artinya semoga selalu bertemu dalam keselamatan. percakapan resmi dalam istana serta upacara. misalnya Jatmika Widada. makna harapan akan keselamatan. Basuki. Semuanya bermaksud agar anaknya mendapatkan keselamatan dan kewibawaan. lestari. basuki di Jawa juga sangat banyak. widada.

" Secara umum kata wilujeng bermakna selamat juga. Harapannya agar si anak mendapat kecantikan fisik dan kecantikan batin. Keluarga merupakan masyarakat yang paling kecil. yang sejajar maknanya dengan slametan. Untuk anak putri sering diberi nama rahayu. Wilujengan berarti selamatan. terbebas dari malapetaka. "Pangestunipun. dan tenang. Ladrang wilujeng ini cocok untuk mengisi suasana santai namun agung dan hikmat. Hanya saja kata ini jarang digunakan untuk memberi nama anak. keindahan dan F. sehingga kehadirannya membawa kedamaian. Salah satu gendhing yang terkenal dalam kerawitan yaitu gendhing ladrang wilujeng. Misalnya Nanik Rahayu. Lagu ini memberi suasana damai. Hubungan Antar Warga Sama halnya dengan struktur keluarga. terhindar dari hal-hal yang menjebak mereka sehingga gagal meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat. Prapti Rahayu dan Sulistya Rahayu. tentrem. mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam kehidupannya diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Sulastri Rahayu. masyarakat Jawa terdiri atas manusia-manusia yang mempunyai hubungan dan saling butuh-membutuhkan satu sama lain. Dengan wilujengan atau selamatan itu. Kata wilujeng juga dapat digunakan untuk sapaan hangat bernada halus. "Kepripun Mas kabaripun?" Maka akan dijawab.adalah ungkapan yang menghendaki datangnya keselamatan. dhawah wilujeng. ayem. Di atas 108 .

keluarga tidak ada struktur dalam bentuk clan seperti di Minangkabau atau marga di Batak. Meskipun demikian hubungan kekeluargaan masih erat bahkan ada bentuk trah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat (Jawa, trah), misalnya pernyataan atau ucapan : kerabat Mangkunegaran, trah Somadiharjan, dheweke iku isih kerabate dhewe (dia masih kerabat sendiri). Dasar hubungan ini adalah pertalian darah atau keturunan. Dalam struktur ini pada umumnya tidak ada hubungan hak dan wajib yang berbentuk material-fisik, misalnya mengenai harta pusaka, demikian pula tidak ada struktur berupa hirarki kekuasaan dengan segala aturan dan sangsi-sangsi. Di lingkungan kerabat tertentu hirarki itu ada, karena secara historik, tradisi itu memang sudah berlaku. Hubungan dalam struktur kekerabatan lebih bercorak kejiwaan, berdasarkan kekeluargaan dan berasaskan moral. Struktur yang nampak jelas adalah dalam bentuk dukuh, desa, kecamatan atau RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah) dan seterusnya. Di dalam struktur ini kumpulan ke luarga lalu terikat dalam RT atau dukuh, kemudian dalam RW atau desa dan selanjutnya. Hubungan mereka tidak didasarkan atas keturunan atau hubungan darah, tetapi atas daerah tempat tinggal mereka. Di dalam struktur ini berlakulah berbagai aturan, sangsi hukum, hak dan wajib. Dengan demikian jelas masyarakat Jawa pada hakekatnya belum melepaskan diri dari struktur yang berdasarkan hubungan darah, tetapi tidak menjadikannya sebagai pola dasar kehidupan mereka. Karena itu sepintas lalu nampaknya mengambang, sebab memang tidak bertumpu sepenuhnya pada dasar

109

hubungan darah. Meskipun demikian struktur tersebut masih nampak jelas lebihlebih di lingkungan tertentu. Di samping itu terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan yang berdasarkan agama, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga dan lain-lain. Bahkan kita dapati pula kelompok profesi misalnya masyarakat petani, nelayan, pedagang. Dalam struktur kekerabatan ini kerukunan dan keguyuban merupakan sendi dasar dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu kekerabatan merupakan jenis masyarakat paguyuban. Di dalam struktur masyarakat Jawa seseorang pasti menjadi warga keluarga dan kampung atau desa atau RW (Rukun Warga)nya, serta dengan sendirinya menjadi warga kerabatnya. Menurut hemat kita ikatan keluarga dalam masyarakat Jawa yang dwitunggal menunjukkan bahwa masih ada pola yang jelas. Mereka masih mengenal saudara-saudaranya yang tunggal nenek bahkan tunggal buyut. Hubungan mereka dapat tampak erat, terbukti jika ada kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya perkawinan, hari raya Idul Fitri. Mereka masih memerlukan berkumpul pada waktu itu untuk membina persaudaraan agar tali hubungan tidak terputus. Mereka masih saling bantu-membantu, meskipun tidak terorganisir dengan baik. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin berkembang ini, ternyata struktur keluarga dan kekerabatan masih bertahan menurut caranya sendiri. Sistem kekerabatan, karena dasar hubungannya adalah kekeluargaan, maka tidak selalu terikat oleh tempat tertentu. Artinya anggota-anggotanya dapat tersebar menempati ruang yang berjauhan satu sama lain. Mereka berkumpul hanya pada waktu-waktu tertentu jika kebetulan ada keperluan yang penting.

110

Masyarakat Jawa telah mempunyai sejarahnya yang cukup panjang. Dalam perjalanan sejarah tersebut berbagai pengaruh baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar serta lingkungan telah banyak terjadi. Karena masyarakat juga mengalami perkembangan baik mengenai jum1ah anggotanya, maupun kebutuhan anggotanya maka mau tidak mau dari dalam diri mereka sendiri timbul tuntutan sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Mereka sendiri harus mampu memberi jawaban dan memenuhi kebutuhan tersebut agar tetap hidup. Di samping itu masyarakatjuga mendapat rangsangan dan tantangan dari luar dirinya baik dari alam lingkungannya maupun dari masyarakat luar. Mereka harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tersebut jika ingin tetap hidup dan berkembang. Jika diteliti dengan seksama maka struktur masyarakat Jawa merupakan kesatuan yang harmonik. Anggota-anggotanya berhubungan secara harmonik. Sebagai kelompok merupakan sistem yang harmonik dengan kelompok lain dan alam sekitarnya, demikian pula harmonik dengan Tuhannya sebagai sangkan paraning dumadi. Pada dasarnya masyarakat Jawa mempercayai bahwa apa yang gumelar di jagad raya ini asalnya dari Tuhan dan karena itu akan kembali kepada asal tersebut. Karena pendirian yang demikian inilah masyarakat Jawa mudah menerima pandangan hidup yang selaras dengan-Nya termasuk agama-agama. Di dalam kegiatan hidup, mereka bahkan tidak dapat terlepas dari pengaruh ini. Nilai-nilai ketuhanan tampak di dalam bermacam-macam kegiatan berupa upacara-upacara baik keagamaan maupun adat. Selamatan selalu dimulai atau ditutup dengan doa.

111

Alam sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Jawa. Pulau Jawa dikelilingi oleh lautan, terdiri atas pegunungan dan daratan. Karena itu mata pencaharian mereka ialah pertanian, perdagangan, penangkapan ikan dan industri kecil. Yang paling besar ialah hidup dari bercocok tanam. Karena setiap hari mereka bergumul dengan alam yang demikian itu, maka pengaruh daratan, lautan dan pegunungan terhadap kehidupan masyarakat Jawa cukup kuat. Sebagai petani lalu diwarnai filsafat baik pertanian maupun gunung. Demikian pula masyarakat Jawa yang hidup di pantailalu diwarnai filsafat laut. Di samping itu agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan yang cukup berat, maka mereka lalu berusaha mencari kasekten (kesaktian). Barang siapa sakti akan dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kasekten merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa.

112

BAB VI UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Ini tidak berarti bertentangan dengan pandangan mereka yaitu bahwa segala sesua. Pluralistik karena mempunyai lebih dari satu ciri yaitu pertanian. Monopluralistik karena segala ciri tersebut tidak dapat 113 . pegunungan dan lautan. sebaliknya betapa agungnya kekuasaan Tuhan yang pengejawantahannya dapat dilihat di mana-mana. antara lain memiliki kasekten. Filsafat tani dan laut serta gunung sebagai bukti keterbatasan kemampuan manusia. dapat menerima berbagai ciri tanpa menimbulkan goncangan. Dengan kasekten itu ia mempunyai wibawa dalam memimpin masyarakat. gunung. laut dan kasekten. Sinkretik karena filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri yang luwes. Pemikiran Kefilsafatan Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitar. Seorang pemimpin harus memenuhi berbagai syarat.tu berasal dari Tuhan. Hal ini nampak antara lain pada pimpinan masyarakat. Alam Indonesia berupa tanah pertanian. Berdasarkan atas uraian tersebut di atas filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri monopluralistik sinkretik. laut dan kasekten. Kasekten mempunyai peranan penting dalam tata kehidupan masyarakat Jawa. sebagai sangkan paraning dumadi atau asal dan tujuan segala yang ada. Kecuali itu hal yang sangat menonjol di dalam filsafat masyarakat Jawa ialah soal kasekten. gunung. maka filsafat masyarakat Jawa juga mencerminkan filsafat tani.

memelihara tanaman dan memetik hasilnya.dipisahkan satu sama lain. Bentuknya nampak pada waktu mulai menanam. Misalnya waktu pabrik akan mulai menggiling tebu diadakan keramaian yang dikenal degan nama b u k a k g i l i n g artinya mulai menggiling tebu. tedhak siten dan perkawinan. Demikian pula pada waktu mereka memperdagangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan. akan tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Lebih-lebih di dalam upacara perkawinan. buah kelapa. tebu. Mereka mengadakan upacara dan membaca doa demi suksesnya hasil karya mereka. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang cukup berbagai usaha dilakukan baik di bidang pertanian maupun perdagangan. Usaha-usaha tersebut kadangkadang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat adi-kodrati misalnya kepercayaan adanya kekuatan adikodrati yang dapat membantu mereka. buah-buahan dan daun-daunan. Puncak dari padanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Di dalam upacara tersebut salah satu sarana kelengkapannya ialah hasil-hasil pertanian. Di bagian atas sudah disinggung berbagai upacara yang bertujuan agar orang yang menyelenggarakan upacara beserta seluruh keluarganya memperoleh selamat. Upacara-upacara tersebut ialah: tingkeb. padi. brokohan.ang ini tetap dijalankan. selapanan. digunakanlah berbagai jenis hasil pertanian antara lain daun kelapa muda. Dalam pada itu diadakan pula upacara selamatan dengan maksud agar hasil giling akan sukses dan tidak terjadi suau apapun selama musim giling tersebut. sepasaran. Di antara berbagai kebiasaan itu adalah sebagai berikut : Dalam bidang pertanian masih ada kebiasaan yang seka. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dapat memberi corak kefilsafatan Jawa. 114 .

ra ini dinamakan garebeg Maulud. Kejadian seperti ini tidak hanya terdapat di pabrik tebu saja. pisang. Yaitu upacara selmatan atau hajad Dalem berupa tumpeng yang besar atau inungan yang dibawa dari kraton ke mesjid besar pada aktu dan hari-yang telah ditetapkan. ketela. akan tetapi juga di pabrik-pabrik lain meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Karena itu upacara tersebut juga dinaman Garebeg Besar.Dengan adanya upacara itu terbukti bahwa hasil kerja suatu pabrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi saja. pembesar lain dan rakyat pada umumnya. garut. Pada hari tersebut digarebeg atau diikuti oleh pengiringnya menuju mesjid besar untuk melakukan upacara selamatan bersama-sama dengan para penghulu kraton. ganyong dipakai sebagai bahan selamatan. ulama. Dalam upacara tersebut hasil-hasil pertanian misalnya talas. B. Di samping garebeg Mulud masih ada garebeg lain yang diadakan pada bulan Sawal dan Besar. Oleh karena itu paca. Ketiga macam upacara itu hampir sama bentuknya dan nilai yang terkandung di dalamnya juga sama yaitu nilai agama khususnya agama Islam. akan tetapi juga oleh kekuatan lain di luar itu. Pada waktu menjelang mengetam padi diadakan upacara bernama wiwit artinya mulai mengetam padi. 115 . Oleh karena diadakan pada bulan Maulud lalu dinamakan garebeq mulud. Tradisi Garebeg Sekaten Tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta yang biasa meyaksikan keramaian yang mengandung nilai religius khuusnya nilai yang terkandung di dalam agama Islam setiap setahun sekali yaitu pada bulan Maulud. ubi.

adalah pesuruh-Nya. Mereka memahami benar-benar bahwa rakyat pada umumnya gemar akan pertunjukan. Ada yang mengatakan nama tersebut diambil dari kata sekati yaitu nama gamelan yang ditabuh di muka masjid besar selama perayaan sekaten itu berlangsung. Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa tidak ada paksaan dalam agama maka penyebaran dan perkembangan 116 . Dengan cara demikian maka rakyat secara sadar mengetahui tentang agama Islam dan kemudian memeluk agama tersebut dengan senang dan penuh tanggung jawab. (Sunoto. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan memakai alat berupa gamelan.Istilah sekaten mempunyai arti bermacam-macam. terbukalah kesempatan untuk meberi penerangan tentang agama Islam kepada mereka. dengan penuh kesadaran. gemar akan kesenian. Dengan demikian kata Syahadatain lalu menjadi sekaten artinya perayaan atau upacara sebagai pengejawantahan pelaksanaan nilai yang terkandung di dalam agama Islam. Ada pula yang mengartikan lain yaitu diambil dari kata sahadatain atau dua kalimah sahadat atau pengakuan setiap orang Islam bahwa tidak ada Tuhan lain kecuali Allah dan Nabi Muhammad saw. Setelah rakyat ber kumpul mendengarkan bunyi gamelan yang indah itu. Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam di Jawa mereka secara bijaksana menggunakan cara yang sangat baik yaitu bagaimana agar agama Islam dapat diterima oleh rakyat dengan baik. Dengan demikian agar rakyat dapat dikumpulkan dengan mudah maka cara yang paling baik adalah melalui pertunjukan berupa nyanyian yang diiringi oleh gamelan yang dipukul di muka atau di halaman masjid. 1989: 36).

Ada dua jenis gunungan yaitu laki-laki dan perempuan. penghulu dan rakyaL pada umumnya. Pada hari dan jam yang telah ditentukan gamelan nyahi dan kyahi Sekati dibawa dari kraton ke mesjid besar untuk ditabuh selama perayaan tersebut berlangsung. Sebagaimana disebutkan di atas maka pada puncak acara ini Sri Sultan yang mempunyai hajad dengan diiringkan oleh pembesar kraton dan kerabat pergi dari kraton ke mesjid besar untuk melakukan selamatan bersama para ulama. Upacara sekaten secara resmi telah selesai. Sekaten penuh diliputi oleh nilai religius khususnya nilai agama yang terkandung di 117 . Demikianlah tradisi ini terus berjalan sampai sekarang dengan penyempurnaan pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan waktu dan jaman.agama Islam di Jawa berjalan secara tertib dan damai. Upacara ini dilakukan dengan penuh kebesaran dan khidmat. Gunungan sebenarnya adalah sebuah tumpeng yang besar dimaksudkan untuk selamatan atau kendhuri. Beberapa waktu kemudian gamelan yang selama perayaan itu dibunyikan lalu dibawa kembali ke kraton. Beberapa hari sebelum gunungan dibawa dari kraton ke mesjid besar telah diadakan berbagai keramaian yang diadakan di alun-alun Utara Yogyakarta. Dari seluruh kegiatan dalam rangka sekatenseperti diuraikan di atas nampak dengan jelas bagaimana bentuk filsafat hidup masyarakat Jawa. Yang mempunyai hajad adalah raja. Kemudian puncak acara adalah membawa gunungan dari kraton ke mesjid besar. Berikut ini adalah sekelumit contoh tentang Sekaten di Yogyakarta.

Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada soal pertanian saja tetapi juga mempengaruhi kehidupan 118 . Lagu-lagu telah dipilih sedemikian rupa agar mempunyai nilai sakral. Hingga pada waktu sekarang ini jika orang akan mengetam padi masih ada yang disertai ucapan tertentu yang dikaitkan dengan Dewi Sri agar hasil padi yang diharapkan akan berlimpah. Penghormatan pada Dewi Sri Bagi masyarakat Jawa nama Dewi Sri selalu dihubungkan dengan kegiatan di bidang pertanian. kepada siapa tumpeng harus dibagikan. misalnya waktu membawa gunungan telah ditetapkan harinya.dengan para Pangeran dan Pembesar kraton tedhak ke mesjid besar bersama-sama dengan ulama ddn rakyatmengadakan selamatan. Gunungan terdiri atas makanan dan berbagai buah-buahan. Ini berarti bahwa dalam upacara ini hasil-hasil pertanian digunakan sebagai perlengkapan upacara. Raja bergaul akrab dengan rakyat dalam melaksanakan kepentingan bersama yaitu berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rahmat dan keselamatan dari-Nya. Terlihat dalam hal hubungannya dengan tujuan upacara.Karena itu nilai pertanian ikut pula berperanan di dalam upacara ini. jamnya dan siapa yang mengangkat. Upacara sekaten menunjukkan bagaimana hubungan antara raja dengan para ulama dan rakyat pada umumnya. pakaian yang bagaimana harus dipakai pada waktu melakukan upacara itu agar semuanya tampak susila dan indah. Raja'. Upacara-upacara harus dipenuhi dan dijalankan secara runtut.dalam Islam. Nilai moral dan keindahan jelas nampak dalam upacara sekaten. C.

para pengejarnya dihancurkan dan Dewi Sri menjadi isteri adiknya sendiri. Karena Dewi Sri adalah lambang pertanian maka perjalanannya adalah lambang bagaimana pertanian mendapat serangan dari hama dan 119 . paringgitan dan dalem. Senthong kiri dan kanan ditempati untuk tidur sedangkan senthong tengah dianggap sebagai ruangan yang suci digunakan jika ada upacara-upacara yang suci misalnya perkawinan. Ceritera Dewi Sri di dalam wayang: Sebenarnya apa yang diceriterakan mengenai lakon Dewi Sri adalah lambang mengenai pertanian. Kemudian ia dikejar-kejar oleh utusan raja dan dilindungi oleh siapa saja yang didatangi olehnya. tempat sirih. Dalem adalah bagian rumah yang ditempati untuk tidur terdiri atas tiga ruangan atau senthong. Ruangan ini dihubungkan dengan suatu anggapan sebagai tempat Dewi Sri. Dari uraian tersebut di atas dapat dibuktikan betapa peranan unsur pertanian. Di dalam ceritera tersebut Dewi Sri dilukiskan sebagai puteri seorang raja yang diusir dari kerajaan karena menolak pinangan seorang raja raksasa. Akhirnya ia selamat. Sebagai peran utama dalam hal ini adalah Dewi Sri. bahkan sering disebut bersama dengan adik yang kemudian menjadi suaminya yaitu Sadana. yaitu senthong kiri. pengidon dan lain-lain. senthong kanan dan senthong tengah. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai benda misalnya kendhi.sehari-hari di dalam rumah tangga. Sebagaimana kita ketahui rumah asli orang Jawa terdiri atas tiga bagian yaitu pendhapa.

Upacara labuhan diadakan pada 120 . Tradisi Labuhan Di daerah Surakarta dan Yogyakarta ada upacara laut yang disebut labuhan. Timbullah berbagai bentuk jawaban yang diberikan oleh mereka yang intinya adalah halhal yang bersangkut paut dengan laut misalnya nyai Roro Kidul sebagai Dewi lautan.bagaimana dapat terhindar dari hama tersebut. dan kerabat kesultanan Yogyakarta. Upacara inilah yang kemudian bernama langse. Setelah upacara caos. Penggantian tersebut dilakukan dengan upacara tertentu. Sebagai bukti berikut ini adalah contoh-contohnya. Yang mempunyai tugas untuk mengganti kain penutup bergantian yaitu kerabat kesunanan Surakarta. Kain penutup tersebut dalam waktu tertentu misalnya satu windu harus diganti. Di tepi-tepi pantai masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah atau di daerah pedalaman. Upacara ini ti. akhirnya diadakan upacara melabuh langse tersebut di laut Selatan. langse adalah kain yang digunakan untuk menutup makam Sultan Agung Anyakrakusuma di makam raja-raja Imagiri.tantangan dengan sebaik-baiknya.dak dapat dipisahkan dengan rangkaian mengenang peristiwa berdirinya kerajaan Mataram terutama ceritera pada waktu Panembahan Senapati berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. D. tahlilan dan penggantian langse. Bagaimanapun juga ceritera tersebut sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Jawa. Upacara Langse. Mereka harus menjawab.

sedangkan untuk kraton Yogyakarta dilabuh di pantai Parangtritis.waktu tertentu yang intinya adalah melabuh atau membuang pakaian-pakaian bekas dari raja ke laut. pakaian. Demikian juga pada saat upacara ulang tahun (tingalan dalem) ini masih bersifat tertutup sebab masih dilakukan di dalam kraton. bersifat terbuka artinya dilakukan di luar kraton sampai di tempat di mana dilaksanakan labuhan di Parangkusuma. Gunung Lawu maupun Dlepih Kahyangan. Upacara labuhan disertai dengan sarana-sarana dan prosedur yang bersifat sakral antara lain mengenai alat-alat sajian. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini yaitu abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya. Pada saat persiapan ini kecuali menyiapkan perlengkapan upacara labuhan juga menyiapkan perlengkapan ulang tahun (tingalan dalem) Sri Sultan Hamengku Buwana IX.. Pada saat persiapan ini yang boleh menyaksikan adalah Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan keluarganya serta para abdi dalem Kraton Yogyakarta. abdi dalem Keparak. Gunung Merapi. abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan Kyai Penghulu. pembawa pakaian yang akan dilabuh. 121 . Adapun yang terlibat dalam menyelenggarakan persiapan upacara ini adalah para puteri kerabat kraton yang sudah tua usianya.kerabat kraton dan abdi dalem Pengulon. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan upacara labuhan sebagai berikut: Pada saat persiapan upacara labuhan bersifat tertutup artinya hanya dilakukan di dalam Kraton Yogyakarta. abdi dalem Keparak. Kemudian pada pelaksanaan upacara labuhan. Untuk kraton Surakarta pakaian tersebut dilabuh di pantai Brosot.

1981 : 34). Residen Yogyakarta. Residen Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan) sebagai administrator yang mewakili pemerintah Hindia Belanda. Para pejabat itu semua menjadi saksi resmi bahwa upacara labuhan dilaksanakan. Sejak di kecamatan masing-masing. masyarakat setempat juga ikut bertindak sebagai saksi. menjadi bukti bahwa upacara labuhan merupakan suatu upacara resmi dari Kraton Yogyakarta. juru kunci serta masyarakat di sekitar tempat upacara. Kecuali itu juru kunci juga mempunyai hak untuk memiliki benda-benda yang telah selesai dilabuh (Sularto. lurah. camat. bersama-sama mengantar sampai di tempattempat di mana upacara labuhan dilaksanakan oleh juru kunci. Kesaksian para pejabat tersebut baik dari lingkungan pemerintah Kraton Yogyakarta maupun dari lingkungan pemerintah Hindia Belanda. Pada jaman sebelum Sri Sultan Hamengku Buwana IX naik tahta tata-cara pelaksanaan upacara labuhan harus melalui Patih Kasultanan. masyarakat setempat menyambut dan memberikan penghormatan kepada benda-benda labuhan yang dibawa oleh para petugas.Pelaksanaan upacara labuhan melibatkan abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan pejabat di luar kraton seperti bupati. Kemudian masyarakat setempat. 122 . Juru kunci boleh dikatakan mewakili masyarakat setempat di mana upacara labuhan dilakukan dan bertindak atas nama raja pada waktu melaksanakan labuhan di tempat-tempat tersebut. Patih Kasunanan Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan). Pada pelaksanaan upacara labuhan yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu.

khususnya laut. Upacara laut di Pantai Popoh. karena diadakan pada hari malam Rebo terakhir yang ada di bulan Sapar. topeng. berjalan ke beberapa tempat dan dilakukan pada malam hari. Upacara pada waktu Maulud Nabi isinya menyerupai upacara gunungan. Selamatan dan berbagai pertunjukan misalnya wayang. Nilai alam nampak pada hubungan antara keramaian dan idat istiadat berupa penyeberangan sungai. mereka mengadakan upacara yang pokoknya berisi harapan mendapat ijin dari Nyai Rara Kidul. Mereka harus mematuhi larangan-larangan dan melakukan berbagai ketentuan antara lain : pemberian sesaji-sesaji. Ada pula Upacara Rebo Wekasan. kain dan selendang yang berwarna seperti pakaian Nyai Rara Kidul. kuda kepang.E. Larangan memakai baju. tarub. Di samping itu orang-orang masih mempunyai anggapan bahwa tempat tersebut dahulu juga merupakan pertemuan antara Nyai Rara Kidul dengan Sultan Agung. Upacara tersebut dahulu belum pernah ada. Ngundhuh Sarang Burung Untuk menambah kepercayaan diri dan menghindari bahaya yang mengancam. Tahun Baru dan Maulud Nabi. Upacara diadakan pada hari Raya Idul Fitri. Sebenarnya upacara laut tidak hanya terdapat di pantai Selatan. Keramaian itu dinamakan Rebo Wekasan. akan tetapi juga dilakukan oleh Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di pesisir Utara dan Timur. Upacara ini biasanya dikerjakan oleh masyarakat nelayan misalnya yang 123 . Keramaian atau adat-istiadat berupa Rebo Wekasan mengandung nilai alam.

gunung Brama. yang melambangkan hirarki hubungan antara Tuhan dengan yang diciptakannya dan hirarki hubungan antara raja dengan rakyatnya. Pengaruh Mistik Gunung Di samping pertanian dan laut. Pada waktu sekarang inipun masih ada anggapan bahwa gunung-gunung tertentu dihuni oleh para makhluk halus. namun disamping mengandung filsafat tani sebagaimana telah dikemukakan. gunung Sumbing. gunung Slamet. adalah salah satu sarana dalam upacara gerebeg adalah gunungan. Meskipun pada hakekatnya upacara ini bernilai religius. Hubungan-hubungan tersebut bila berjalan baik akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan hidup. Upacara-upacara berikut ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di dalam kehidupannya harmonik dengan alam lingkungannya termasuk pegunungan. gunung Merbabu. gunung Lawu. Hal ini nampak dalam bentuk gunungan. F. gunung Merapi. masyarakat Jawa juga menempatkan gunung sebagai sesuatu yang memegang peranan penting di dalam tata kehidupan mereka. Upacara Gunungan.bertempat tinggal di Tegal. Tuban dan Banyuwangi. Pada waktu-waktu tertentu masih diadakan upacara-upacara untuk mengenang keangkeran gunung-gunung tersebut. gunung Sindara. gunung KElut. gunung Liman. Istilah 124 . masih angker atau gawat. akan tetapi makhluk halus yang menghuni lautan pada umumnya. mengandung pula filsafat gunung. Misalnya gunung Semeru. Sudah barang tentu mereka tidak berhubungan dengan Nyai Rara Kidul.

Masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan mengadakan selamatan pada waktu-waktu tertentu untuk memperingati kejadian-kejadian penting. khitanan. semalam suntuk dan diakhiri pagi hari setelah mereka menyaksikari terbitnya matahari dan sudah tidak ada lagi orang yang melemparkan korban ke bawah. hari-hari besar atau hari bersejarah. membuat rumah atau gedung baru. sebagai upacara korban kepada Sang Hyang Brama. misalnya peringatan kelahiran anak. Upacara kesada. Masyarakat Tengger mengadakan Upacara kesada di puncak gunung Brama. Bangunan di pesarean Imagiri juga berbentuk gunung yaitu bertingkattingkat. Mengingatkan bahwa ada kekuasaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib dimintai keselamatan oleh manusia. Upacara ini jatuh pada bulan purnama sidi di bulan kesada atau bulan kedua belas. Karena itu selamatan semacam ini juga dinamakan tumpengan. perkawinan. Upacara dilakukan di laut pasir gunung Brama. ulang tahun organisasi. ulang tahun kantor atau lembaga. Salah satu alat yang digunakan dalam upacara ini adalah tumpeng. menempati rumah baru.gunungan juga dipakai untuk sebutan dalam wayang yaitu lukisan gunung yang mempunyai multi fungsi antara lain untuk memulai dan menutup pertunjukan. hari ulang tahun. Selamatan dengan tumpeng mengingatkan kepada kita bagaimana masyarakat menempatkan gunung sebagai salah satu yang mempunyai nilai tinggi. Tingkat-tingkat tersebut juga melambangkan perjalanan hidup manusia. 125 . Tumpeng terbuat dari nasi dan berbentuk kerucut atau gunung. Upacara tumpengan. puputan.

126 . Upacaranya sendiri dilakukan pada hari Jum'at Wage pada bulan Sapar setiap tahun sekali dengan mengarak bekakak yang akan disembelih di tempat yang telah ditetapkan. Karena itu adat kebiasaan tersebut dinamakan upacara saparan. Yogyakarta memang kaya akan berbagai adat kebiasaan yang secara turun temurun masih dijalankan oleh masyarakat seperti halnya upacara saparan di gunung Gamping yang juga terkenal dengan bekakak.Demikian pula bangunan candi Borobudur bertingkat-tingkat yang berarti pula sebagai lambang perjalanan hidup manusia.

Semua racun menjadi hambar. Kidung Rumeksa Ing Wengi Ada nyanyian yang menjaga di malam hari. Pencuri pun jauh tak ada yang menuju padaku. Seperti kapuk jatuhnya besi. Mataku Nabi Muhammad. 127 . Menyatu menjadi berbadan tunggal. Semuanya sejahtera. Idris di rambutku. Pada akhirnya. Tulang Baginda Usman. Sumsumku Fatimah yang mulia.BAB VII KIDUNG PENOLAK BALAK A. Ayub kin dalam ususku. Baginda Ali kulitku. Kayu ajaib dan tanah angker. Guna-guna pun tidak ada yang berani. Bibirku Musa. Nabi Yakub mataku. Nabi Ibrahim nyawaku. Wajahku rasul. Dijaga oleh malaikat. Api dan juga air. Napasku Nabi Isa as. Binatang buas jinak. Nabi Yunus di ototku. Gunaguna sakti pun lenyap. Ilmu orang yang bersalah. Semua penyakit pun bersama-sama kembali. Terbebas dari semua malapetaka. Lubang landak rumah manusia tanah miring. Berbagai hama sama-sama habis. Juga perbuatan jahat. Nabi Sulaiman kesaktianku. semua selamat. Walaupun arca dan lautan kering. Sudah meliputi seluruh para nabi. Tempat tinggal semua badak. Dan tempat merak berkipu. Hati Adam. Yusuf wajahku. Jin setan jahat pun tidak berkenan. Dikelilingi bidadari. otaku Baginda Sis. Kukuh selamat terbebas dari penyakit. Semua rasul. Nabi Nuh di jantung. Dipandang dengan kasih sayang. Semua senjata lenyap. Nabi Dawud suaraku. Siti Aminah kekuatan badanku. Dipayungi oleh syariat Adam. Darah daging Abu Bakar Umar. Menjadi satu dalam tubuhku.

Puasa mutih dan minum air putih. Di malam hari. Jika ada orang didenda cucuku. Orang dila cepat sembuh. Bacalah dengan sungguhsungguh sebelas kali. Dhandhanggula Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh ayu luputa ing lelara Luputa bilahi kabeh Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah mring mami Guna duduk pan sirna 128 . Berpuasalah sehari semalam. Yang menyalin dan menyimpannya. Selama 40 hari. Semua hama kembali. Terimbas oleh zat-Nya. Karena Tuhanlah yang menjadikannya berhutang.Kejadian berasal dari biji yang satu. Semua cita-citamu. Kelilingilah pematangnya. Ketika di Kalijaga. Dan semua sanak keluargamu. Maka tidak akan jadi didenda. Dipakai mandi perawan tua cepat bersuami. Bacakan ke dalam nasi. Dan bangun waktu subuh. Sebagai sarana pengusir. Segera terbayarkan oleh Tuhan. Jika dibacakan alam air. Jika engkau pergi berperang. Insya Allah tercapai. Jika ingin bagus menanam padi. Atau orang yang terbelenggu keberatan hutang. Siapa saja yang dapat melaksanakan. Makanlah tiga suapan. Selamat di medan perang. Musuhmu tersihir tidak ada yang berani. Maka bacalah dengan segera. Kemudian berpencar ke seluruh dunia. Menjadi keselamatan badan. Yang membaca dan mendengarkan. Yang sakit segera sembuh. Bersabar dan bersyukur di hati. Bacalah nyanyian itu. Dari daya kekuatan seperti yang mengikatku.

Napasku Nabi Musa linuwih Nabi Yakub pamyarsaningwang Yusup ing rupaku mangke Nabi Dawud swaraku Jeng Suleman kasekten mami Nabi Ibrahim nyawaku Edris ing rambutku Bagendha Li kulitingwang Getih daging Abu Bakar singgih Balung Bagenda Usman Sungsumingsun Patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku rasul Pinayungan Adam sarak Sampun pepak sakathahing para nabi Dadya sarira tunggal Wiji sawiji mulune dadi Apan pencar saisining jagat 129 .Sakabehing lara pan samnya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput Kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak lulut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong lemah miring Myang pokiponing merak Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari Rineksa malaikat Sakathahing rasul Pan dadi sarira tunggal Ati Adam uteku Baginda Esis Pangucapku ya Musa.

Kidung Waringin Sungsang 130 . Sing sapa reke bisa nglakoni Amutiya lawan anawaa Patang puluh dina wae Lan tangi wektu subuh Lan den sabar sukuring ati Insya Allah tinekan Sakarsanireku Tumrap sanak rakyatira Saking sawabing ngelmu pangiket mami Duk aneng Kalijaga. B.Kasamadan dening date Kang maca kang angrungu Kang anurat kang anyimpeni Dadi ayuning badan Kinarya sesembur Yen winacakna ing toya Kinarya dus rara gelis laki Wong edan nuli waras Lamun ana wong kadhendha kaki Wong kabanda wong kabotan utang Yogya wacanen den age Nalika tengah dalu Ping sawelas macanen singgih Luwar saking kabanda Kang kadhendha wurung Aglis nuli sinauran mring hyang Suksma kang utang puniku singgih Kang agring nuli waras Lamun arsa tulus nandur pari Puwasaa sawengi sadina Iderana galengane Wacanen kidung iku Sakeh ngama sami abali Yen sira lunga perang Wateken ing sekul Antuka tigang pulukan Musuhira rep sirep tan ana wani Rahayu ing payudan.

sikutku pukul wesi. Rambut kawat sinomku pamor anglayang bathuk sela Cendhani kupingku salaka pipiku arit gobang irungku pasado aji pasungku loyang pilingan wesi kuning. Watu item lungguhe ing janggut ing wang untuku rajeg wesi lidhah wesi abang rawis wesi Mangangkang: iduku tawa sakalir lambeku iya. Astaningsun Curiga pek-epek Cakra Jangkar jempol kekalih panuduh Trisula panunggulku Malela memanisku supit wesi jenthikku iya kang aran Pasopati 131 . Idepingsun kencana ure ruwetan alisku sarpa mandi kiwa tengen pisan curengku surya kembar kedhepku pan kilat thathit kang munggeng sirah wesi Kekenten adi. sela matangkep kalih. Duk samana pakumpul-kumpul ing rasa netra kang dadi dhihin netraningsun emas peputihe mutyara ireng-ireng wesi manik ceploking mata hawa nrang adarati. Guluningsun wesi palon galigiran dhadha wesi sadacin pundak wesi Angkab walikat wesi Ambal.Durma Wringin Sungsang wajahira tumaruna ngaubi awak-mami turti nut ing bala pinacak suji kembar pepitu jajar maripit asri yen siyang angker kalaning wengi. salangku wesi Walulin bahuku Dhendha.

Kidung Bale Anyar Durma Ana kidung sun angidung Bale Anyar tanpa galar asepi ninis samun-samar patining Wuluh Kembang Siwur Burut tanpa kancing kayu trisula gegarannya Calimprit. C. Sampun pepak sariraningsun sadaya samya pangawak wesi pan ratuning braja manjing aneng sarira tan ana braja nedhasi teguh leksana ayu sarira-mami.Bebokongku sela ageng kumalasa akawet wesi gilig eboling sun karah taiku pulut bendha balubukan entut-mami uyuhku wedang dakarku Pulasani. Pagelangan ingaran wesi Lelidhah tungkak waja karipik pepolokku waja kadya mamas Malela otot bayu rante wesi ing dalamakan ingaran Kantonwesi. Jembut kawat ganthanganku wesi Mentah walakang wesi Tasik pupu Kalataka wentisku Kalanadhah dhengkulku garendha kalih garesku pedhang kempolku wesi Lengis. Sumur Bandhung sesirah talaga muncar tibeng jaja ajail dhindhing endhas parah 132 .

Rara Wudhu apepayung Kalacakra titihane nagaji sabet ala lanang sinabetaken ngetan larut lara pan kabalik katulak ngetan : sinabetaken malih Lara saking nginggil sinabet katulak bali manginggil malih : lara saking ngandhap sinabet bali mandhap pancabaya wus kapipit sanak kang prapta saking wetan aputih. Prapteng ngandhap cinandak inguluk salam ingaweran tumuli ana kenya prapta sajodho ngaku kondhang endi jambe roro janji roro binuwang aja na wani-wani. Naga Raja pangawasan manik kembang kembang gubel abaji tajem neng kadhutan udhune sarwi nungsang karangsangan angutihpil angajak-ajak jujul jujul anjungkir.ulur-ulur liweran tetambang jaringing maling dhadhal dhadhanya gegulung ing gegapit. Kuthanipun salaka Ki Tarulata nggawa bala sakethi ayu pan reksanya teguh luput ing lara sanakingsun kidul prapti Ki Manguntara abang kuthanira brit. Gawa bala pitung ewu pangreksanya nulak sagung panyakit sirna sunya baya sanak-sun kulon prapta Ki Mangit warnanya kuning kuthanya emas 133 .

Araketa malaekat kawan nambang sadaya rupa peksi anucuki lara utawa impen ala upamane sadayeki cinucuk sirna rampas papas wus titi. D. Pangresanya ayu luput ing rencana teluh tuju lan telik pan sirna sadaya sanak sun elor prapta ireng ran Ki Balesupi kuthanya tosan nggawa bala sakethi. Pangreksanya ayu luput ing rencana Allahumma seksi bumi ingkang neksenane ing langit keblat papat malaekat angideri nabi seleksa rumeksa siyang ratri.balane pitung kethi. Kidung Pamungkas Hayu Sinom Wus tamat kidung sadaya pepalining janma luwih kinarya jimat tetulak anulak sakeh bilahi mungguh lakunireki wong anom dipun sumurub maring wahyuning Patrap duga prayoganing urip urip iku neng praja kudu rumeksa. Rumeksa inguripira ing tindak kudu ngawruhi aja dhemen lelemeran bisaa nuhon janji 134 .

ujar kang wur kawijil awasna aywa tumpang suh mulane nora gampang lakune wong ulah ilmu ilmu iku ngawruhi sajatinira. Nyatane wus aneng Kita Kita Pribadi puniki dudu angen-angen nafas utek lan jejantung kaki rokh rasa lawan ati kabeh sajatine dudu iku mung titipan mangka busananing dhiri kabeh iku anglindung Zat ing Manusa. Dene kang aran Manusa unusaning Suksma jati ya iku Pangeran Kita ingkang boya ika iki padha dipun mangerti jatine kang aran Ingsun kang esa ingkang tunggal kang mengku ing sahir kabir yen tan wruha durung tetep aran Gesang. Nadyan amung limang pada kaya iki wus mumpuni maring dumununging Zat kita kang langgeng tan owah gingsir mungguh Kita kang Urip kang mengku ing rasul-rasul lan mengku wewayangan neng sajroning netra kalih kabeh iku aneg sajroning Manusa.

E. Kidung Sifat Iman Dhandhanggula Sifat Iman : wa man tu bi’llahi tegesipun pracaya ing Allah ing Pangeran sajatine ya pangeran kang Agung kang akarya bumi dan langit angganjar lawan niksa

135

mring manusa sagung langgeng tur murba misesa maha suci angganjar paring rejeki aniksa angapura. Kaping kalih : wa malekati tegesipun pracaya malaekat anapunika tegese ingulus ing Hyang Agung pakaryane anenulisi marang kawulanira kang dosa Jin agung kang karya purbawisesa neka-neka karyane sawiji-wiji sakehing malaekat. Kaping tigane : wa kitabihi tegesipun pracaya ing kitab kang tinurunaken kabeh kitab Adam sapuluh. Nabi Esis seket wanilis anenggih ponang kitab Idris telung puluh Ibrahim sepuluh kitab Toret Musa Dawud Jabur Isa Injil Kitab Kur’an Muhammad. Yogya sira kawruhana sami muga-muga antuka sapangat iya iku andikane Gusti Jeng Nabi Rasul sinung rahmat dening Hyang Widdhi sing sapa ngapalena iya janjinipun den padhakken asidhekah saben warsa sami lan wong munggah kaji sapisan marang Mekah. Lan den dohken sakehing bilahi sinung rahmat ing dunya akhirat sarta linebur dosane lan malih sawabipun lamun janma kang sakit lah sira wacakena ulon-ulonipun ngalamat ingkang alara oleh tamba saking sabdaning Hyang Widdhi lan berkahing Panutan.

136

Kawruhano kehing para nabi Nabi Adam kang mangke kawitan Nabiu’llah wekasane kathahe yen pinitang kawan dasa langkung kekalih lah sira estokena sadaya den emut luwih agung kang supangat lemah sangar kayu neng lebur sami tan ana kara-kara.

F. Kidung Sekar Artati Dhandhanggula Ana kidung atembang Artati sapa wruha reke aran ingwang duk ingsun ana ing ngare miwah duk aneng gunung Ki Artati lan Wisamarti ngalih aran ping tiga Artadaya tengsun, aran ingsun duk jejaka mangkya aran Isma’il Jatimalangis aneng tengahing jagat. Sapa weruh kembang tepus kaki sasat weruh reke Artadaya tunggal pancer ing uripe sapa wruh ing panuju sasat sugih pagere wesi sinihan wong sajagat kang angidung iku bratanana aywa nendra ing sadina sawengi sawabireki sarwa cinipta dadya. Kang sinedya tinekan ing Widdhi kang kinarsan dumadakan ana tur rinekseng Pangerane nadyan tan weruh iku lamun sedya mudya semadi sesandi ing nagara angumbara wiku dumadi sarira tunggal tunggal jati-swara amor ing Artati aran Sekar Jempina. Somahira ingaran Panjari milu urip lawan milu pejah datan pisah saparane paripurna satuhu yen nirmala waluya jati kena ing kene kana ing wasananipun

137

ajejuluk Aniksuksma cahya ening jumeneng aneng Artati anom tan keneng tuwa. Tigalana kamulanireki Nila ening arane duk gesang duk mati Layangsuksma-ne lan Suksma ngumbareku ing asmara mor raga yekti durung darbe peparab duk anome iku awayah bisa dedolan aran Sang Tyasjati iya Sang Artati iya Sang Artadaya. Dadi wisa mangkya amartani lamun marta temah amisaya marma artajaya rane duk lagi aneng gunung ngalih aran Asmarajati wayah tumekeng tuwa emut ibunipun tinari lunga mangelan Ki Artati nurut gigiring Merapi angancik ing Sundara. Ana pandhita akarya wangsit pinda kombang angajab ing tawang susuh angin ngendi nggone lawan galihing kangkung wekasaning langit jaladri isining wuluh wungwang myang giring punglu tapaking kontul anglayang paksi miber uluke ngungkuli langit kusumanjrah ing tawang. Wong angangsu pikulane warih lawan amot geni adedamar miwah kang srengenge pine tuwin kang banyu kinum myang dahana murub binasmi bumi kapetak ingkang pawanatiniyup tanggal pisan kapurnaman yen anenun sentek pisan anigasi kuda agrap ing pandengan. Ana kayu apurwa sawiji

138

Wiwitane duk anemu candhi gegodhongan miwah wewerangkan sih ing Hyang kabasmi kabeh tan ana janma kang wruh yen weruha purwaning dadi candhi sagara wetan ingbar karuhun kahyanganing Sang Hyang Tunggal sapa reke kang jumeneng mung Artati katon tengahing tawang. Jin prayangan padha wedi asih samya asih sakehing drubiksa angreksa siyang dalune ingkang anempuh/lumpuh tan tumama ing awak-mami kang sedya tan raharja sadaya linebur sakehe kang nedya ala larut sirna kang nedya becik basuki kang sinedya waluya. Gunung Agung sagara Serandil langit iku amengku buwana kawruhana ing atine gunung sagara umung guntur sirna kang mengku bumi langit bawana rugsa dadya kawruh iku mudya madyaning awiyat mangasrama ing gunung agung sabumi cecandhi ing sagara. 139 . Siyang dalu rinekseng Hyang Widdhi sasedyane tinekan ing Suksma kaidepan janma akeh aran wikuning wiku wikan lir ing pudya semadi dadi sasedyanira mangunah linuhung peparab Hyang Tigalana kang asimpen yen tuwajuh jroning ati kalis sagung durjana.wit buwana epang kabiat papat agodhong mega rumemba apradapa kekuwung kembang lintang salaga langit sari andaru kilat woh surya lan tengsu asirat bun lawan udan apepacuk akasa brungkah pratiwi soyod bayu bajra.

Kidung Jati Mulya Dhandhanggula Ana kidung sun angidung wengi bebaratan duk amrem winaca Batara Guru pangadege lumaku Sang Hyang Bayu alembeyan Asmara-ening ngadeg pangawak teja kang angidung iku yen kinarya angawula myang lelungan gusti getting dadi asih syaitan sato sumimpang. G. Jabaril ingkang angemongi milanipun katetapan iman dadi angandel atine Ijrail puniku kang rumeksa ing pati urip Israpil dadi damar padang jroning kalbu 140 . Sakatahing upas tawa sami lara roga waluya nirmala tulak tanggul kang panggawe duduk pada kawangsul katawuran saguning sikir ngadam makdum sadaya datanpa pangrungu pangucap lawan pangrasa myang paningal kang sedya tumeka nafi pangreksaning malaikat.Yen kinarya atunggu wong sakit ejin syaitan tan wani angambah rinekseng malaikat nabi wali angepung sakeh lara pada sumingkir ingkang nedya fitnah marang awak ingsun rinusak dening Pangeran iblis laknat sato mara pada mati tumpes tapis daya.

Mikail kang angsung sandang lawan pangan enggale katekan kapti sabar lan anarima. Pepayone godhong dhukut langit tali barat kumandhang ing tawang tinundha tan katon mangke arajeg gunung sewu jala sutra ing luhur-mami kabeh padha rumeksa angandhangi mungsuh anulak panggawe ala lara roga sumingkir langkung anebih kang agring dadi waras. Gunung sewu dadya pager mami 141 . Satru mungsuh mundur pada wedi pamidangane baitu’lmukaddas tulak balik pangreksane pan nabi patang puluh aweh wahyu ing awak-mami pana Nabi Wekasan sabda Nabi Daud apetak Baginda Hamzah kineweden sato mara padha mati luput ing wisa guna. Ja Hu Zat njeng pamujining wengi bale ‘arasy sesakane mulya Kirun (Munkar) saka tengen nggone wa Nakirun (Nakir) atunggu saka kiwa gadane wesi nulak panggawe ala satru lawan mungsuh pangeret taraju’rrijal ander-ander kulhu balik kang linuwih ambalik lara roga. Dudur majenge ajatu’lkursi ungguhe atine surah an’am pangleburan lara kabeh usuk-usuk ing luhur ingaranan telenging langit nenggih Nabi Muhammad kawekasan iku atunggu latri lan siyang kinedepan ing tumuwuh wedi asih tunduk nembah maring wang.

Yen sinimpen atawa sakalir upas bruwang racun miwah banjar sakeh bedhil buntu kabeh jemparing towok putung pan kumleyang tibanireki miwah salwiring braja tan tumama mring sun tuju teluh tarugnyana padha bali sagung sambang padha wedi madhep kedhep saya. Ingaranan Rara Sumbaningsih kang tumingal padha sih sadaya kedhep saparipolahe lelara sirna larut tan tumama ing awak mami kang sangar dadi tawa kang agething lulut memolone sifat rahman iya rahmat rahayu pangreksaneki sarana nganggo pethak.katon murub sakehing tumingal sirna salwir lara kabeh luput ing tuju teluh tarag nyana tenung alenggi mondhong gambar suminggah Sri Sadana lulut puniku sih rahmatullah rahmat jati jumeneng rahmat jasmani iya Sang Jatimulya. Yen lumampah ingkang mulat wingwrin singa barong kang padha rumeksa gajah meta ing wurine macan galak ing ngayun naga raja ing kanan kering singa mulat jrih tresna marang awak ingsun lelembut ing nusa Jawa samya kedhep antu lawan teluh bumi ajrih lumayu nginthar. Kidung Sekar Marwati Dhandhanggula Ana kidung ing kadang Mar Mati among tuwuh ing kawasani ra nganakaken saciptane 142 . H.

Punang Getih ing rahina wengi ngrerewangi ulah kang kawasa andadekaken karsane Puser kawasanipun nguyu-uyu sabawa mami anuruti panedha kawasanireku sangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji tunggal sawujud ingwang. Mangkya kadang ingsun kang umijil saking marga hina pareng samya sadina amor anggone kalawan kadang-ingsun ing kang ora umijil saking marga hina punika kumpule lan ingsun dadi Makdum-sarpin sira wewayanganing Zat reke dadya kanthi saparan datan pisah. Tumpangena ponthang anyawiji dadya limang wungkus ponthang lima sinung sekar cepakane roro sapothanganipun kembang boreh dupa ywa kari memetri ujubira dongane Majemu’ poma dipun lakonana saben nuju dina kalahiraneki agung sawabe uga. Yen angidung sarwi den pepetri amemuleya golong lelima takir ponthang wewadhahe iwak-iwakanipun ulam tasik rawa myang kali lawan ulam bengawan mawa gantalipun rong supit winungkusana dadya limang wungkus artanya nyaduwit sawungkuse punika.kakang Kawah puniku kang rumeksa sarira-mami anakakaken sedya ing kawasanipun aji ari-ari ika amayungi laku ing kawasaneki nganakaken pangarah. 143 .

144 .Balik lamun ora den lakoni kadangireku samya rencana temah uga saciptane sasedyanira wurung lawan luput pangarahneki sakarsanira wigar anggagar tanpantuk barang ing sakayunira marma kaki eling-elingen sayekti supaya waluyaa.

Selain adanya kampuh balenggen. 7. Panjang 1 kacu kira-kira 90 cm. Kampuh atau Dodot Busana kebesaran yang sering digunakan untuk upacara pernikahan adalah kampuh.BAB VIII PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL A. Istilah kampuh dipakai untuk abdi dalem bupati anom ke atas. 7 kacu untuk panewu. para aria. Yang panjangnya 9 kacu adalah untuk raja.75. sedang kaum wanita sebagai lapisan di atas kain panjang. Kampuh yang terdiri atas 2 helai kain disebut 1 tangkep. orang akan tampak lebih gagah daripada memakai kampuh lugas. berarti 3. bupati dan bupati anom. 4 dan 4. Kampuh untuk kaum pria. sedang istilah dodot adalah untuk panewu ke bawah. dikenal juga yang disebut kampuh tengahan atau kampuh blumbangan dan kampuh lugas. yaitu kampuh tanpa balenggen. sehingga nampak seperti jumbai. mantri ke bawah. 8 kacu untuk pangeran putra dan pepatih dalem. Kaum pria memakainya sebagai lapisan di atas celana. Kampuh atau dodot yang dipakai oleh kaum pria dan wanita. Lebar kampuh 2 sampai 2. Dengan mengenakan kampuh balenggen. adalah kain penutup.5 kacu untuk pangeran sentana. jika terdiri atas 1 helai kain disebut 1 lirang. Panjangnya antara 7 sampai 9 kacu.5 kacu per lirang.22 m. Kampuh blumbangan adalah kampuh yang bagian 145 .5. 3. Kampuh belenggen artinya salah satu sisi kampuh itu benangnya dibiarkan terlepas.

Gadhung mlathi. motifnya alas-alasan atau hewan di hutan diperada. berupa kampuh hijau dengan tengahan putih. dipakai oleh pengantin pada upacara sepasaran. dengan tengahan putih. (2) Ngumbar 146 . ungu dan seterusnya. dan pepatih dalem. kampuh tengahan ini dipakai pada hari-hari besar. Kampuh tanpa tengahan disebut kampuh lugas. yaitu (1) Grebong ka(n)dhem. bengkok-bengkok atau rintikrintik. kampuh itu disebut kampuh lugas. Jika tanpa blumbangan atau tengahan. yaitu : Bango buthak. putra mahkota. putih. motifnya alas-alasan. Kampuh balenggen batik rejeng latar putih untuk abdi dalem mayor dan bupati anom gandhek. garis tengahnya tidak selalu lurus. putra mahkota. berupa kampuh balenggen latar hitam. dapat juga miring. Tengahan ini dapat dilakukan dengan menyisipkan bahan sutera atau pelangi. Kampuh memiliki bagian yang disebut kunca. khusus untuk pengantin. maka akan dihasilkan berbagai macam bentuk. Dengan demikian dikenal adanya kampuh balenggen batik yang tengahnya memakai blumbangan untuk raja. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. warna tengahannya adalah hijau.tengahnya diberi warna polos: merah. Kampuh pengantin ada tiga macam. para pangeran putra sentana. sehingga menggeser tanah. hijau. Bangun tulak adalah kampuh biru dengan tengahan putih. Adapun yang berhak memakai kampuh tengahan adalah raja. Jika orang mengenakan kampuh. kampuh ini dipakai oleh pengantin pada upacara panggih atau pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita. yaitu bagian ujung atas kampuh di bagian belakang yang dibiarkan lepas. Kampuh balenggen batik latar putih lar ageng untuk bupati dan bupati anom.

Bilah (wilahan) keris ada yang berkelok-kelok (luk). termasuk ariya nginggil.kunca. lalu disampirkan pada keris. Keris mempunyai banyak fungsi. Dua macam bentuk warangka adalah gayaman dan 147 . cincingan makin panjang. dan khusus diperuntukkan raja. Bilah atau mata keris itu diberi tempat yang disebut sarungan atau warangka. (4) Kepuh ukel. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. timaha. Keris dan Wedhung Keris adalah salah satu perlengkapan dalam upacara pernikahan adat Jawa. kemudian diselipkan ke dalam. bupati anom 30 cm dan makin rendah pangkatnya. Grebong ka(n)dhem adalah pemakaian kampuh dengan tiga lipatan besar di bagian depan. kunca dilipat. maka diperlukan pemegang kunca yang berjalan di belakang raja. untuk putra raja 24 cm. Kepuh sampir untuk kerabat raja. trembelo. Kepuh ukel untuk abdi dalem bupati ke bawah sampai jajar. kunca dilipat. untuk pepatih dalem 24 cm. Warangka ini dibuat dari kayu. Panjang cincingan untuk raja 22 cm. Sampir kunca dipakai oleh putra mahkota. kunca dililitkan pada keris. Kepuh berarti lipatan kunca. Orang yang mengenakan kampuh atau dodot harus memperhatikan yang disebut cincingan wingking. sehingga hanya sedikit saja yang jatuh mengena tanah. Ngumbar kunca hanya dilakukan oleh raja. Salah satu di antaranya adalah sebagai pelengkap busana. berarti sampai di bawah tengahnya betis. B. bupati 27 cm. untuk pangeran sentana 26 cm. Kunca kampuh raja cukup panjang dan dibiarkan lepas ke bawah. atau kayu lainnya. misalnya kayu cendana. Supaya kunca itu tidak mengena tanah. ada pula yang lurus. (3) Sampir kunca.

Pada hari-hari besar. dan anggarnya diganti dengan wedhung. ladrang dipakai di belakang. artinya penduk yang bertatahkan permata. Abdi dalem panewu mantri ke bawah. suasa. pepatih dalem ke bawah sampai pada priyayi pangkat terendah. Istilah pasikon yang artinya sama dengan wedhung diperuntukkan priyagung. lung kukila. jika klanthungan harus memakai keris ladrang yang disisipkan. Keris dengan warangka ladrang dipakai di belakang. lung kastuba dan lung prabageni. tergantung pada kebutuhannya. jika berpakaian secara Jawa memakai keris. yang dibuat dari bahan mas. semua abdi dalem yang menghadap raja. secara dianggar. priyagung bupati dan bupati anom mengenakan keris (wang-kingan) dengan cara diwangking. Jika mengenakan busana keprajuritan alit (kecil) atau klanthungan. baik yang warangkanya ladrang. sedang keris gayaman dipakai di depan. kuningan atau lainnya.ladrang. baik yang mengenakan kampuh (dodot). maupun bebed (kain panjang dengan biku-biku di 148 . misalnya motif lung paksa. maupun gayaman. sedang istilah wedhung untuk priyayi tingkat bawah. ia mengenakan dua macam keris itu secara bersama-sama. demikian pula dengan keris berwarangka gayaman. Di antara penduk (pendhok) itu ada yang disebut penduk slorok. Epek adalah sabuk yang diberi timang (gesper besar). artinya disisipkan pada pinggang. Jika seseorang memakai busana prajuritan. Raja dan keluarga serta kerabatnya. Gandar keris diberi pendhok. Penduk keris mengenal beberapa motif hiasan. dengan cara diselipkan pada sabuknya. perak. letaknya digantungkan pada epek timang. Kerisnya dapat gayaman dan yang dianggar diganti dengan pasikon.

lebar 4 cm. berbentuk pisau dan diberi simpai (suh) berupa bunga turi yang masih belum mekar (kudhup turen). bebedan atau prajuritan klanthungan. ujungnya runcing dan tajam. sedang para abdi dalem yang bukan kerabat raja tidak diizinkan. demikian pula dengan abdi dalem yang mengenak pakaian prajuritan dengan menganggar keris. kemuning atau lainnya. yang di 149 . Para pangeran putra sentana diperkenankan memakai penduk slorok permata. di pasanggrahan raja. jagong atau melayat. Bentuk wedhung seperti pisau besar.5 cm. kecuali abdi dalem prajurit yang hanya diizinkan memakai keris dengan warangka gayaman. Para keluarga serta kerabat raja dan pada abdi dalem. Gandarnya dibuat dari kayu cendana. bupati dan bupati anom. dan pasikonnya memakai pamor. Ukuran panjangnya kira-kira 26 cm. wedhung dengan suh empat tanpa hiasan untuk panewu. atau jika naik ke Sitihinggil. dibuat oleh pande besi atau mpu dan menggunakan bahan besi. diharuskan memakai keris dengan warangka ladrang. pepatih dalem. atau ke kedhaton harus memakai wedhung. jika mengenakan pakaian kebesaran. tidak mengenakan wedhung. jika mengenakan pakaian kebesaran. Wedhung. jika menghadap raja yang sedang berada di Sitihinggil.bagian depannya). Di tempat-tempat lain. seperti di Sasanasumewa. besi wadhung harus tanpa pamor. dan tebalnya 0. masuk ke Srimanganti. Wedhung merupakan alat senjata. mantri ke bawah. Tiga macam pasikon (wedhung) berdasarkan tingkat-tingkatannya adalah: pasikon dengan suh tiga dan kudhup turen menjadi hak pangeran adipati anom. pasikon dengan suh empat dan kudhup turen dipakai oleh para pangeran putra sentana. hanya abdi dalem Priyantaka yang masuk ke kedhaton pada hari Kamis untuk mengeluarkan benda-benda upacara raja.

para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. istilah panunggul hanya diperuntukkan raja. Mathak pethak. para pangeran putra sentana. biru muda. Mathak biru sekar weweyan. Jika abdi dalem naik ke Sitihinggil. Mathak sekar teleng. Aneka Ragam Kuluk Kuluk adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. Mathak (warna bening mengkilat) : Mathak biru sekar gundha. dipakai oleh para priyagung bupati ke bawah sampai lurah. Kemandhungan. atau Srimanganti dan masuk Kedhaton. berwarna biru tua. atau melewati Kori Brajanala. wedhungnya tidak boleh dibawa oleh panakawannya.tempat itu raja hadir. misalnya pengantin dan sebagainya. berwarna putih. 2000: 54). (Darsiti Soeratman. dipakai kalau hujan. Mathak balibar. semua abdi dalem harus memakai wedhung. Di kerajaan Surakarta dikenal adanya lima macam kuluk. dipakai oleh raja. Kuluk dipakai oleh raja. pepatih dalem ke bawah sampai jajar dan mereka yang diperkenankan. rr. 150 . yang berhak tidak memakai pasikon adalah raja dan bupati Gandhek yang sedang melaksanakan tugas menjadi utusan raja pada hari besar. yaitu mathak yang berwarna putih atau biru di bagian dalamnya diberi daun bambu. biru muda sekali. pengantin juga tidak memakai wedhung (pasikon). selain itu. Kuluk yang juga disebut dengan istilah makutha atau panunggul merupakan bagian dari busana tradisional. dipakai oleh pangeran adipati anom. Dari uraian di atas. C. dipakai oleh sentana dalem riya nginggil.

Bentuk nyamat ada empat macam. Songkok dipakai. memes dan sebagainya. bupati anom. mayor. Kuluk berbentuk buah semangka yang dibelah dua. masih terdapat lainnya yang disebut songkok. Kesting pethak (putih) untuk abdi dalem jajar. kapten dan opsir. dikenal sebagai tugel semangka. yaitu : 151 . jika mereka menghadap. Di bagian atas kuluk. Nyamat ini dipakai oleh pangeran adipati anom sampai tingkat-tingkat di bawahnya. dan dibuat dari bahan beledu. pangeran adipati anom. Kuluk mur ini kemudian tidak dipakai. dipakai oleh abdi dalem katib. tepat ditengahnya diberi nyamat sebagai hiasan. juga dipakai oleh abdi dalem prajurit onder letnan ke bawah. bekel dan lainnya. Breci dipakai oleh priyagung bupati. Bentuk songkok seperti kuluk tugel semangka yang dipakai oleh abdi dalem katib. mantri. jika raja dan abdi dalem. Bahan yang dipakai adalah beledu hitam. bupati anom dan panewu mantri. pepatih dalem. para pangeran putra sentana. Songkok ini merupakan busana raja ke bawah sampai abdi dalem bupati dan mayor. menjadi busana raja. abdi dalem prajurit berpangkat letnan kolonel. bupati dalem. dipakai oleh priyagung bupati. Ada juga nyamat yang diberi pertama berlian atau intan. lurah.Kestur : Kestur cemeng (hitam) dipakai untuk kanigaran. bupati. Selain kuluk atau makutha tersebut di atas. suasa. caos harian masuk keraton. tetapi di bagian belakangnya diberi tutup yang tingginya melebihi tinggi kuluk itu. para keluarga dan kerabat raja menyambut kedatangan gubernur jenderal yang berkunjung ke kraton dan jika melepas tamu agung itu meninggalkan kraton. kolonel komandan. Bahan untuk membuat nyamat adalah mas. mayor dan riya ngandhap nginggil. dan oleh pepatih dalem ke bawah. Kuluk mur. dan diberi hiasan. perak. sesuai dengan keinginan yang memakai. Kesting cemeng untuk para panemu.

bentuknya seperti tumpeng. bentuknya seperti tumpeng agak bundar. yang terdiri atas empat macam seperti tercantum di bawah ini. Bandhilan dengan permata. Untuk keperluan harian para pangeran menggunakan dhester. 1. Ragam Ageman Pengantin Ragam ageman pengantin Jawa banyak jumlahnya. misalnya sowan atau caos atau bekerja di kantor. atau warna lainnya. Ukuran nyamat ini pada umumnya sebesar bunga melati. Panunggul adalah kuluk. a. Keterangan mengenai baju sikepan ageng. Perlu diketahui. yaitu ikat kepala. kemudian diganti dengan blangkon. tetapi yang berpangkat rendah memakai putih. para abdi dalem memakai kuluk berwarna hitam. makin ke atas makin meruncing. Baju sikepan ageng dari bahan laken atau beledu hitam. Tajung. Kuluk ini dibuat dari mika. D. dipakai oleh abdi dalem prajurit. mirip bunga katu. dipakai oleh para pangeran putra sentana. Untuk kepentingan harian. biru atau warna lainnya dilapis kain sutera hitam. bentuknya bundar gepeng. dilapis kain hitam. di tepinya diberi hiasan melingkar-lingkar. bahwa panunggul raja tidak diberi nyamat atau mundri. Sekar katu (bungan katu) untuk nyamat kanigara. Seperti krun atau mahkota kerajaan di Eropa. sebuah istilah yang diperuntukkan raja. ungu. dipakai oleh raja dan pangeran adipati anom. b. seperti tumpeng persegi. Tumpeng. karena raja berkedudukan sebagai tetunggul (tertinggi). Baju sikepan ageng dari bahan beledu hitam. 152 .Cengkehan. dengan permata di puncaknya. nampak mengkilat dan tahan lama.

sutera kuning. abdi dalem bupati dan bupati anom. sutera biru. jika lugas. dipakai oleh para panewu. pepatih dalem. 3. perak atau silih asih (mas dan perak). jika lapisan itu berwarna ungu dipakai oleh mantri. Baju sikepan ageng laken hijau dengan sulaman. panewu dan mantri. dipakai oleh abdi dalem Kadipaten Anom. bajunya tanpa sulaman. Baju sikepan ageng.B. mengikuti kedudukannya masing-masing dan disesuaikan dengan sulaman bajunya. dikenakan terlebih dulu baju kemeja (hem) sebagai lapisan bawah. dipakai oleh lurah dan jajar.. bekel. dimulai dari pangkat bupati sampai pada panewu mantri. artinya tanpa sulaman. dipakai oleh pepatih dalem. dipakai oleh para pangeran putra sentana. bupati anom. berwarna hitam dengan sulaman berwarna keemasan. berarti berwarna hijau polos. Baju sikepan ageng tersebut memakai kancing berjumlah sembilan buah dengan diberi tanda tulisan : P. 4. lapisan baju itu berwarna kesting sutera kuning. abdi dalem bupati. 153 . warna merah untuk lurah dan putih (kain mori) untuk jajar. Lapisan untuk baju ini berwarna kuning dari bahan kesting. dibuat dari bahan mas.c. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. Untuk abdi dalem hurdenas (ordonans). dan jajar. Lebar dan bentuk sulaman itu disesuaikan dengan pangkat atau tingkat kebangsawanan pemakainya. Baju sikepan ageng laken merah dengan sulaman dipakai oleh abdi dalem panewu mantri Kaparak dan Nandhon. Sebelum baju sikepan itu dipakai. untuk mereka yang pangkatnya rendah. yaitu lurah. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. d. 2.

berwarna putih dan hitam. E. mereka diijinkan memakai warna lain. langenarjan dan pakaian model Barat. dan pepatih dalem. Mereka juga diijinkan memiliki pakaian model Barat. tanpa sulaman. yaitu baju atila. Jajar hanya diperkenankan memakai baju atila berwarna hitam saja. maupun pepatih dalem juga mengenakan potongan lain. Yang disebut seret adalah lebar atau sempitnya warna keemasan pada songsong kebesaran. tetapi hanya berwarna putih dan dipakai jika ada perintah dari raja. beskap. misalnya hijau dan lainnya.Selain baju sikepan ageng. takwa. terdapat baju sikepan cekak (sikepan pendek). beskap dan lainnya. Baik raja. Di bawah ini dikutipkan berbagai macam songsong kebesaran menurut kebangsawanan dan payung abdi dalem berdasarkan jenjang kepangkatan. Di luar dinas. Baju atila berwarna hitam. putih atau hijau dipakai oleh para bupati dan bupati anom. baju itu dibuat dari bahan beledu atau bahan lainnya. para pangeran. Selain itu mereka diwajibkan mempunyai baju langenarjan. Untuk raja. Baju untuk para panewu. Songsong Gilap Payung Agung Songsong gilap payung agung adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. 154 . mantri dan lurah adalah atila berwarna hitam atau putih. Untuk para pangeran dan pepatih dalem dipakai bahan beledu atau laken hitam. para pangeran putra sentana. dipakai oleh raja. Jika seret merupakan tepian yang berwarna keemasan. kendhit (ikat pinggang) letaknya agak ke atas atau tengah.

atas semua warna keemasan. - Songsong prameswari dalem. Seret keemasan. yaitu bagian luar keemasan dan bagian dalam berwarna kuning atal. Adipati juga gilap-gubeg seperti no. lahir dari garwa ampeyan disebut padhang bulan (terang bulan). Songsong ini disebut gilap-gubeg.- Songsong raja. disebut gilap-gubeg. - Songsong putri raja yang sudah kawin. 155 . dan putra raja lahir dari garwa ampeyan tetapi telah mendapat sebutan K. kendhit putih. diikuti warna keemasan sampai ke atas. tetapi tanpa jumbai pada tepi daun payung dan pada bunga warunya. - Songsong putra dan putri raja lahir dari permaisuri. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan disebut sagara muncar. disebut gilap. pangeran adipati anom dan ibu raja sama dengan milik raja.G. kendhit kuning atal.P. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan yang telah mendapat sebutan Kanjeng Gusti atau kalau wanita dengan sebutan Kanjang Ratu. kendhit kuning atal. artinya berwarna keemasan penuh untuk bagian luar dan dalam. - Songsong wadana atau bekel putra sentana dalem disebut sagara muncar dengan kendhit. kendhit kuning atal. atas seluruhnya warna keemasan. 2 dengan hiasan yang berbeda. sekar waru (bunga waru) dan tepian payung diberi bara (jumbai). Seret keemasan.

atas seluruhnya hijau. atas semuanya putih. kuning. kendhit kuning. putih. Seret keemasan. di atasnya seluruhnya putih. putih. kendhit keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. 156 . kendhit keemasan. lahir dari garwa ampeyan. putih. atas seluruhnya kuning. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden. Seret keemasan (agak kecil). putih. - Songsong pangeran sentana disebut endhog satugel (telor separoh). putih. kuning. Seret keemasan (agak kecil).- Songsong putra raja yang masih kecil. atas sepenuhnya putih. kuning. Seret keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Songsong sentana dalem riya nginggil. - Songsong sentana dalem cucu laki-laki dan perempuan. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden Ayu. - Songsong sentana dalem riya ngandhap. kendhit keemasan. kendhit keemasan dan seluruhnya berwarna kuning. kendhit keemasan. - Songsong piut raja laki-laki dan perempuan. hijau. - Songsong putri raja yang belum kawin. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. di atasnya kuning sepenuhnya. - Songsong cicit raja laki-laki dan perempuan. kendhit kuning. kendhit keemasan. lahir dari garwa ampeyan. atas sepenuhnya putih. Separoh bagian atas putih dan separoh bawah berwarna keemasan.

hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. atas sepenuhnya kuning. kendhit keemasan. Seret keemasan atas sepenuhnya hijau. atas seluruhnya berwarna keemasan. Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon wanita. Seret keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. kuning. - Payung abdi dalem bupati anon-anon. Seret keemasan. hijau. - Payung abdi dalem riya wanita. hijau. atas sepenuhnya hijau. - Payung R. putih. - Payung abdi dalem wedana (bupati) wanita. putih. - Payung abdi dalem bupati bekel. Seret keemasan. kendhit keemasan. atas sepenuhnya keemasan. kendhit keemasan. putih. hijau. atas seluruhnya berwarna keemasan. hijau. 157 . - Payung abdi dalem lurah berpangkat panewu. hijau. kendhit keemasan. hijau. Ayu Adipati Sedhahmirah. - Payung abdi dalem Nyai lurah. kendhit keemasan. hijau. Songsong pepatih dalem. hijau. kuning. putih.- Songsong priyantun dalem Raden Kiranarukmi ke bawah. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati nayaka. kendhit keemasan. atas sepenuhnya putih. hijau. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. hijau. Seret keemasan. - Payung abdi dalem Nyai lurah berpangkat mantri. hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan. hijau.

kuning atal.- Payung abdi dalem bupati pangreh praja. biru. - Payung abdi dalem bupati Pamajegan. putih. Seret keemasan. kendhit keemasan. hijau. biru. - Payung abdi dalem panewu damel. putih. Seret keemasan. kendhit keemasan. merah. kendhit keemasan. putih. Seret keemasan. biru. merah. atas sepenuhnya hijau. - Payung abdi dalem bupati Imagiri. Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon anon-anon. biru. - Payung abdi dalem kliwon Pamajegan. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit biru. atas warna hijau sepenuhnya. biru. Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon gawe. - Payung abdi dalem kliwon Pangreh Praja. kendhit keemasan. putih. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem panewu Jaksa. - Payung abdi dalem panewu Narawreksa. kendhit keemasan. kendhit keemasan. 158 . putih. hijau. biru. hijau. Seret keemasan. putih. Seret keemasan. kendhit keemasan. biru. - Payung abdi dalem panewu Distrik (Pangreh praja). putih. kendhit keemasan. hijau. Seret keemasan. merah. Seret keemasan. hijau. hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan.

tergantung jenis dan kelengkapan busananya. kendhit keemasan. Busana sabukwala untuk putri raja terdiri dari : Sabukwala nyamping praos (kain prada). Menurut Mari S. - Payung abdi dalem mantri damel dan anon-anon. hijau. Busana kencongan untuk anak laki-laki.- Payung abdi dalem panewu Pamajegan Bayalali. biru. Seret keemasan. Busana Bangsawan Gaya Kraton Busana bangsawan gaya kraton sering digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. hijau. Sabukwala nyamping cindhe untuk upacara garebeg dan tetesan. Seret keemasan. biru. kendhit keemasan. Busana pra remaja untuk putri raja ini disebut dengan busana pinjung. dipakai sehari-hari dan dalam upacara resmi. biru. 159 . Sabukwala nyamping batik untuk kegiatan sehari-hari dan upacara alit. Seret keemasan. - Payung abdi dalem mantri polisi kabupaten. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. merah tua. Terdiri dari : Pinjung padintenan untuk busana sehari-hari. hijau. biru. - Payung abdi dalem Narawreksa sepuh. hitam. merah. dipergunakan untuk upacara tetesan pada masa HB VIII. Busana Remaja. - Payung abdi dalem panewu Pangrembe Dhusun. Seret keemasan. Condronegoro (1995: 52) skema kategorisasi busana adat bangsawan Kraton Yogyakarta menurut tingkat umur adalah sebagai berikut: Busana Anak-anak. F. hitam. kendhit keemasan. kendhit keemasan. hijau.

Cemukiran tengahan sutra putih. Semekan tritik dipakai untuk busana harian. Semekan sindur untuk upacara midadareni. Semekan dringin untuk calon pengantin saat akan menjalani upacara ijab. rasukan panjang peniti sungsun. Busana cara putri terdiri dari : rasukan sutra cekak peniti setunggal. busana Agustusan dan busana pesiar. Pinjung tarapan dipergunakan saat menjalani upacara haid pertama. Ubed-ubed merupakan busana siang hari. untuk upacara khusus yang diadakan bertepatan dengan tanggal 21 pada bulan Puasa dan busana cara Walandi. Plangi tengahan sutra. Pinjung garebeg dengan kain bermotif cindhe. Busana Dewasa untuk Putri. pranakan untuk kegiatan sehari-hari. tarapan atau miyosan.Pinjung tingalan dalem dipakai pada peringatan hari kelahiran raja. dan rasukan sutra cekak peniti renteng. rasukan panjang peniti setunggal. Semekanan rasukan kebaya bikakan untuk remaja putri. Semekan tritik tengahan sutra. malem selikuran. Semekan praos dipergunakan calon pengantin pada malam midadareni masa pemerintahan HB VII. baik untuk upacara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Busana untuk upacara ageng bagi putra raja terdiri dari : kasatriyan ageng. Busana untuk upacara ageng bagi putri raja yang sudah menikah terdiri dari : rasukan panjang peniti renteng. dipergunakan pada upacara garebeg. dipergunakan untuk tuguran (malam sebelum berlangsungnya upacara tertentu). seperti upacara tetesan. Semekan sutra bleg-blegan (sutra penuh). 160 . rasukan sutra cekak peniti sungsun. busana kaprajuritan. Busana cara putri : Busana untuk menghadiri upacara alit baik di dalam kraton maupun di luar kraton. Semekanan.

Untuk putri raja.Busana Kampuhan/Dodotan untuk upacara ageng. Kampuhan putra. hampir sama dengan kampuh putri dewasa hanya ditambah perhiasan peniti renteng di sanggulnya dan perhiasan berupa raja keputren. kampuhan ngapem dan kampuhan untuk upacara sedan/kematian dan kampuhan randa (janda). sebagai berikut : kampuhan lukar rasukan (tanpa baju). sebagai berikut : dodotan (kuluk biru). sikepan lugas (tanpa benang emas) dan sikepan wedung untuk upacara ijab (mengenakan celana putih). 161 . kampuhan dengan rasukan panjang bludiran. Kampuhan prawan untuk remaja putri. dipergunakan apabila ada tamu Belanda. kanigaran (kuluk kanigara).

tidak suka mencela orang lain. Meskipun demikian kita yakin bahwa diantara nilai-nilai luhur itu ada yang bersifat universal. Serat Candrarini karya Mangkunegoro IV menceritakan tentang kesusilaan wanita yang mengambil contoh pewayangan yaitu : kehidupan keluarga Harjuna antara lain : Pantas menjadi tauladan wanita yang terhormat dalam keluarga. Yang kedua ialah Dewi Manuhara atau Larasati . tenang. nilai luhur kita itu dimaksudkan dapat berfungsi sebagai penangkal. sikap dan perbuatannya menarik 162 . Itulah sebabnya tujuan penelitian ini ialah menemukan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung atau dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa. Nilai Warisan Luhur Nilai-nilai yang terkandung dalam keluarga Jawa dan masyarakat Jawa masih sesuai dengan perkembangan jaman. maka hasil penelitian ini kiranya dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan dan suksesnya pembangunan nasional. kasih dan sayang kepada sesama. Jika sekiranya sebagian masalah yang timbul disebabkan oleh pelanggaran bahkan pengabaian terhadap nilai-nilai tradiaional yang luhur. Kemudian dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar. yaitu wanita yang memiliki sifat-sifat seperti: Woro Sembodro sederhana. artinya masih dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan nasional.BAB IX ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A.tutur katanya halus.

Banyak persoalan yang terkandung dalam isteri wanita yang belum terpecahkan. Ada pepatah yang menyatakan “Sorga anak itu ada di telapak kaki ibu”. hal 56 menyebutkan Wara Srikandi Prajurit wanita yang mampu mengalahkan Bisma (Bisma adalah Senopati Ngastina pada waktu perang Baratayuda). menghancurkan kehidupan. Yang artinya secara luas bahwa kebahagiaan si anak tergantung tingkah lakusang ibu. Apabila dilihat sepintas kaum wanita seolah-olah umat manusia yang lemah. Namun dengan kelemahannya itu wanit mampu menggoncangkan dunia. di sisi yang lainwanita merupakan pendamai dunia. mampu menghadapi segala persoalan keluarga. waspada terhadap situasi dan kondisi. cermat. Hal tersebut apabila tingkah laku ibu. hormat dan setia terhadap suami. Dalam sisi lain karakter wanita yang digambarkan dalam pewayangan ialah Dewi Genderi (Ibu dari Kurawa) haus akan kekuasaan dan mengabdi kepada kemewahan dan kenikmatan.hati. Banowati wanita cantik yang senang menggangu kehidupan orang lain. besar kemungkinannya anak-anak asuhnyaakan mendapatkan 163 . Sri Mulyono dalam buku Wayang dan Karakter Manusia. sejak awal anak di dalam kandungan dan selama dalam kandungan serta sesudah lahir. sang ibu sanggup menjaga diri dalam tingkah lakunya. dan tipe wanita yang tidak setia. hemat. Wanita merupakan suatu rahasia besar dalam kehidupan umat manusia. hati-hati. serta menadi penyebab lahirnya manusai besar yang luhur (Sri Widayanti. Ketiga Wara Sirikandi manis dan simpatik. jujur lahir batin apabila berbicara kepada orang lain bersikap sopan. 1993: 33). bila dibandingkan dengan kaum laki-laki-laki. trampil dan rajin.

berasa dan berkehendak atau cipta. kesemuanya ini untuk mewujudkan manusia berbudi pekerti yang luhur.kebahagiaan hidup. baik sebagai makhluk berakal. Jadi kesusilaan di sini adalah bagaimana seharusnya manusia harus mencerminkan suara hatinya yang baik dan benar. karsa serta mahluk Gusti Allah. Pada masa sekarang ini roda pembangunan sudah menginjak tahap keempat. Susila adalah cerminan suara hati manusia yang memahami diri sendiri sebagai mahluksusila atau bermoral. kenak alan anak. Kita semua merasa berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tahap-tahap sebelumnya sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. rasa. 164 . narkotika. serta memahami diri sebagai mahluk Gusti Allah. bahwa wanita dinilai sebagai wanita yang baik susila atau luhur. Antara wanita dengan kesusilaan tidak bisa dipisahkan. sesuai dengan sifat kodratnya. lalu lintas dan masih banyak lagi lainnya. sebab dalam kenyataan hidup membuktikan. Meskipun demikian kita menyadari bahwa di samping keberhasil an itu masih ada berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian agar dapat diatasi dengan baik. yaitu memahami diri sebagai kodratnya mahluk yang berakal. Kita mengetahui bahwa berbagai usaha telah dil akukan untuk mengatasi masalah pengangguran. Wanita itu memiliki kesadaran yang tinggi atas sebab dalam kesadaran moral yang tinggi inilah manusia memhami dirinya sendiri yang sedalam-dalamnya. Dengan demikian itu adalah besar sekali pengaruhnya terhadap anak keturunnnya. berasa dan berkehendak.

teknologi dan kebudayaan sangat mempengaruhi keluarga. metodeyang diberikan orang asing daripada hasil kita sendiri. kecenderungan hidup sekularistik dan materialistik serta hilangnya idealisme perjuangan. yang bersifat terbuka. ada sementara orang yang secara apriori lebih mempercayai kata-kata.B. Ada yang mengatakan sudah terjadi erosi kebudayaan. Di dalam masyarakat banyak kita dengar ucapan-ucapan yang sumbang seolah-olah tidak ada harapan untuk bangkit lagi dari kemunduran itu. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejar tercapainya keinginan itu dan jika perlu menempuh cara yang tidak wajar. alat-alat transpor serta benda-bendalainnya. Orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dan melihat pertunjukkan dari luar daripada milik kita sendiri. Sebagai contoh antara lain ialah kurang dihargainya nilai moral atau mental. Hal yang demikian lebih dipacu lagi dengan keadaan lingkungan yang cukup besar pengaruhnya. hasil penemuan. dalam suatu segi kadangkadang pengaruh dari luar terasa kuat sekali. merajalelanya kebobrokan moral dan mental. alat-alat rumah tangga. Dengan demikian nampaklah bahwa sebagian nilai luhur yang semula termasuk diagungkan sudah mulai mundur kebelakang. pendapat. Orang cenderung menyukai barang-barang. buatan luar negeri daripada hasil produksi dalam negeri. Sebagai bangsa yang luwes. Kita harus mengakui seperti pepatah meng atak an tiada asap tanpa api. Anehnya lagi. bahwa apa yang dinyatakan di atas setidak-tidaknya merupakan 165 . Basis Intisari Keluarga Ilmu pengetahuan. Orang mengingin kan tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

ipe. Di dalam keluarga. mindhoan menunjukkan hubungan kaluarga menyamping. pripean. embah. nak ndulur adalah saudara tunggal nenek misanan adalah saudara tunggal nenek buyut. Istilahistilah tersebut menunjukkan adanya rantai hubungan yang merupakan garis keturunan. kadang. misalnya keluarga raja-raja. Istilah ipe dan pripean menunjukkan hubungan saudara melalui perkawinan. gantung siwur. Kita mengenal berbagai salasilah raja di Jawa misalnya : Keluarga raja Kalingga 166 . embah buyut. Secara runtut digambarkan bahwa seseorang merupakan keturunan dari beberapa generasi sebelumnya. wareng. misanan.fakta yang perlu mendapat perhatian. Keluarga Jawa mengenal silsilah yang menggambarkan urut-urutan hubungan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. Berbagai usaha untuk menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa telah banyak dilakukan. Salah satu penyebabnya terletak di dalam diri para pelaksana yaitu manusianya. nak ndulur. Di samping itu jika kita perhatikan hubungan-hubungan menyamping terdapatlah berbagai istilah kakang-adik. misanan. Salasilah yang ada sekarang ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam masyarakat.orang tua atau bapak dan ibu. Kakang dan adhi adalah saudara sekandung. udheg-udheg. Ipe adalah adik atau kakak suami atau isteri. adhi. dan mindhoan adalah saudara tunggal canggah. kita jumpai istilah anak. mindhoan. canggah. Istilah kakang. nak ndulur. Pripean adalah hubungan antara saudara suami dengan saudara isteri.

Dalam hal ini dikatakan bahwa suami dan isteri bersama-sama pada umumnya merupakan inti sebuah unit hidup yang berurusan bukan saja dengan prosesing dan distribusi barang-barang konsumsi tetapi juga dengan produksi barang-barang atau jasa bagi 167 . artinya yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu bersama-sama. yang satu dengan generasi berikutnya. Di dallam keluarga. Bentuk hubungan dalam dinasti sebagaimana tersebut di atas tercermin pula dalam Trah. Hubungan di dalam Trah memang ada yang runtut seperti salasilah di atas. Dalam hal ini ikatan keluarga besar yang bernama Trah adalah dwitunggal ayah dan ibu.Keluarga raja Daha Keluarga raja Singasari Keluarga raja Majapahit Keluarga raja Demak Keluarga raja Mataram Keluarga raja Surakarta Keluarga raja Yogyakarta Ada pula silsilah yang dimulai dari Nabi Adam dan secara urut serta runtut dilukiskan hubungan generasi. isteri juga mempunyai peranan yang penting. Itulah sebabnya ada juga yang berpendapat dan menyebut bersifat paternalistik. Hildred Geertz (1961: 31) memberi contoh betapa peranan isteri terutama dalam hal mengelola ekonomi. misalnya Trah Notokusuman. Keluarga Jawa menganut sistem kekuasaan dwitunggal. meskipun keputusan akhir masih di tangan ayah. tetapi pada umumnya tidaklah demikian.

perkawinan. Jika pada waktu pagi seorang suami bekerja di ladang. ada yang suami-isteri bekerja. Di dalam keluarga Jawa suami isteri bekerja sama dalam mencari nafkah hidupnya sehari-hari. darmawisata. Mereka dapat menyatakan pendapatnya dengan penuh tenggang rasa dan rasa kasih sayang. dan ada pula suami isteri bekerja terpisah. isteripun biasanya ikut membantu. Dalam hal-hal yang tidak begitu penting biasanya pembicaraan cukup dilakukan oleh ayah dan ibu. namun kekuasaan dalam keluarga pada hakekatnya ada di tangan ayah dan ibu. Kebersamaan dalam Keluarga Mengenai kerja sama antara suami isteri dalam bidang ekonomi ia menulis antara lain bahwa ada yang suaminya bekerja dan isterinya di rumah. Inilah demokrasi dalam keluarga. saling asuh dan saling asih. C. Meskipun putusan akhir ada di tangan ayah. Jika keluarga Jawa mempunyai rencana untuk mengadakan hajad misalnya khitanan. Dalam pembicaraan ini mereka saling asah. 168 . biasanya mereka merundingkannya bersama.pendapatan untuk kelompok. Dalam hal ini pendapat anggota keluarga juga menjadi bahan pertimbangan. Keikutsertaan isteri di segala segi usaha ekonomi memberikan kepadanya kedudukan yang sama kuat dengan suaminya. Demikian pula jika keluarga mempunyai masalah tertentu biasanya juga dibicarakan bersama. Sang suami membajak atau mencangkul. Akhirnya ayah sebagai penanggung jawab merundingkan lagi dengan isterinya. ada yang suaminya melakukan pekerjaan produktif sedang isterinya berusaha kecil-kecilan di rumah. kemudian ia lalu mengambil keputusan.

Tidak sedikit seorang is:eri yang harus membeli dagangannya sendiri dan menjajakannya pula. Bahkan sementara dari mereka ada yang secara rutin hidup bergumul dengan dagangannya sehingga ha ya pada malam hari saja tidur di rumah. Bagi keluarga pedagang. Pagi hari jam dua atau tiga malam mereka sudah berangkat ke pasar. Jika isteri bekerjadi rumah misalnya mencuci. di pabrik. mereka juga disibukkan dengan menyiapkan dagangannya. di perusahaan. jagung. memasak. Ada pula diantara suami isteri yang pekerjaannya berbeda. menghitung hasil penjualannya.suami menjadi pegawai atau pekerja isterinya menjadi pedagang. mengawasi putra-putranya. lalu mencari dagangan lagi. Mereka mengatur dan menyiapkan dagangan yang akan dijual sampai jauh malam. Demikianlah halnya dengan isteri-isteri yang ikut aktif mencari nafkah di kantor. Pada sore hari dan malam hari mereka masih disibukkan membenahi hasil ladangnya. Sebaliknya jika isteri menjadi pegawai atau pekerja. Bagi isteri yang tidak bekerja semacam itu. toh tetap sibuk dengan pekerjaan rutin di rumah yaitu membersihkan dan mengatur rumah.sang isteri membantu mengairi dan menyiangi tanamannya. Isteri bekerja berjualan dengan maksud menambah penghasilan suaminya. maka iapun membuatkan makanan dan mengantarkannya kepada suami yang sedang bekerja di ladang. sang suami lalu berdagang atau berjualan dengan tujuan yang sama seperti di atas. misalnya kacang. jam dua atau tiga siang tiba di rumah. Tampaklah dengan jelas 169 . padi. menunggu dan melayani pembeli. menyiapkan makanan untuk keluarga. misalnya suami menjadi petani isterinya pedagang.

bahwa suami dan isteri merupakan dua sejoli dalam rumah tangga. membuka usaha baru selalu dibicarakan bersama oleh suami isteri. Mereka bekerja sama dalam membina keluarga mereka. ayah dan ibu ialu merundingkan mengenai pelaksanaannya. Keluarga sering dihadapkan pada berbagai masalah yang cukup penting. Jika dalam kenyataan ada di antara keluarga yang memberi ayah atau ibu kekuasaan yang lebih besar. Jika dalam hal ini putera mereka sudah ada yang dapat diajak berunding. iapun diikut sertakan pula. bahkan sedemikian rupa sehingga anak yang sudah kawinpun masih banyak yang bertempat tinggal bersama keluarga. Jika anaknya telah bersedia. Di bagian atas sudah dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga Jawa. hajad mendirikan rumah. Dalam menghadapi soal semacam itu misalnya hajad mengkhitankan anak. Dalam hal ini ayah dan ibu wajib menanyai puteranya lebih dahulu. beaya. ayah atau kekuasaan ibu. apakah ia bersedia menrima pinangan seseorang atau bersedia dikawirikan dengan seseorang. Semunya itu dirundingkan dan diputuskan bersama. Hal-hal yang dibicarakan antara lain meliputi waktu. meskipun akhir putusan ada di tangan orang tua. tidaklah berarti ada sistem kekuasaar. misalnya pada waktu mereka mempunyai hajad mengawinkan anaknya. Hubungan antara anggota keluarga sangat erat. membelisawah dan ladang. Di dalam 170 . akan tetapi lebih merupakan variasi saja dalam sistem keluarga Jawa yang prinsipnya berstruktur kekuasaan ayah dan ibu atau dwitunggal. dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan perkawinan.

Yen dadi nom den weruh ing enomipun. pikirannya sendiri. yen ta anganggowa. Oleh karena itu wajib saling mengetahui kedudukan masing-masing. sebaliknya merasalah bahwa sudah ditakdirkan Gusti Allah. sedang yang tua. yang muda wajib takut. yen wus tinitah hyang Widhi. jika engkau membaca. dene ingkang tuwa den kaya banyu ing beji. Ia tidak boleh 171 . aja pijer katungkul. Bila menjadi muda hendaknya tahu bahwa muda. jangan selalu terpikat melihat tulisan. balik rumangsaha. oleh karena itu orang muda jangan senang dipuji. Caritane ala becik dipun weruh. Ia harus takut dalam arti patuh kepada saudaranya yang lebih tua. Lawan maning ana ing pituturingsun. sarta manut wuruke sadulur tuwa.keluarga anak-anak merupakan kesatuan yang bulat. hendaknya seperti air di bak. bila kecewa merubah kodrat Gusti Allah. marang kang taruna. nuli rasakna. serta menuruti petunjuk atau ajaran saudara tua. Dalam hubungan ini Paku Buwana IV antara lain menegaskan : ”Pan sadulur tuwa kang wajib pitutur. Kang tinitah dadi anom aja masgul. setiap surat ini. kemudian rasakankanlah bunyinya surat ini. ningali sastra. pramilane wong anom aja ugungan. yang bersih penglihatannya dan jangan khawatir. pikirira pribadi. agar terasa dan yang baik pakailah". Yang ditakdirkan menjadi muda jangan kecewa. Dan lagi di dalam petuah saya.jika memakai. saunine layang iki. kang anom wajibe wedi. den karasa kang becik sira anggowa". Sebagai kodrat saudara yang lebih muda wajib memperhatikan dan menuruti petunjuk serta nasehat saudaranya yang lebih tua. artinya penglihatannya terang dan jelas tak perlu ragu-ragu. meskipun ia tahu bahwa ia benar dan mungkin saudara tuanya yang salah. lamun sira maca iya sadhengah kinteki. Meskipun benar bila orang muda menjadi salah. Ia ibarat air dalam jamban. Ceriteranya baik-buruk harap tahu. yen masgula ngowahi kodrat ing suksma. Saudara tua mempunyai kewajiban memberi petuah adikadiknya. den awening paningale aja samar. Nadyan bener yen wong anom dadi luput. Terjemahan : “Adalah saudara tua yang wajib memberi nasehat kepada yang muda.

akan tetapi dalam kemandiriannya itu ia sekaligus merupakan totalitas atau keseluruhan dengan yang lain. akan tetapi seperti dirinya sendiri. Saudara kakak beradik dalam keluarga merupakan kesatuan dan saling merasakan suka dan duka bersama. Uraian di atas tidak berarti bahwa masing-masing anak tidak mempunyai identitas. Demikian pula hubungan antara anak yang satu dengan anak yang lain. demikian pula jika salah seorang mendapat kesenangan berarti juga buat yang lain. Mereka masing-masing sebagai individu tetap mandiri. saling memikul bila berat dan saling menjinjing bila ringan bebannya. tidak dipisahkan. atau kepribadian sendiri.berlaku manja sekali sehingga sebagai anak muda menyadari kedudukannya sebagai orang muda. Mereka tidak memperlakukan akunya lebih penting dari anggotalainnya. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa para anggotanya tidak saling menganggap sebagai orang lain. sehingga hubungannya tidak sebagai-aku-engkau.p secara harmonik artinya saling merasakan suka dan duka bersama. Kegagalan yang dialami oleh salah seorang anggotanya berarti juga kegagalan bagi anggota keluarga yang lain. Dalam hal ini Ki Ageng Surya Mentaram antara lain mengatakan bahwa siapa mencari enak tanpa mengenakkan tetangga. akan tetapi sebagai aku-aku. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya juga sangat penting dan merupakan bagian dari seluruh hubungan yang serasi di dalam keluarga. Mereka hidup bersama laksana endhog sapetarangan atau seperti telur dalam satu sangkar. sama dengan membuat tali untuk 172 . Pende ritaan salah satu dari padanya merupakan penderitaan bersama. Mereka hidu.

173 . Sikap jiwa yang menganggap orang lain bukan kamu.menjerat lehernya sendiri. Ungkapan tersebut berarti tak ada keenakan kecuali mengenakkan orang lain. Setelah orang merasa bahwa dengan cacadnya ia menyusahkan suami/isteri. Hasrat minta maaf ini mengubah pandangannya terhadap suami/isteri dan inilah permulaan rasa rukun dan damai. rasa demikian itu adalah lenyapnya rasamu. ada sebuah struktur yang melengkapi yakni strtiktur jaringan ikatan antara wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan yang disebut matrifokal yang masih nampak jelas dalam komposisi rumah tangga. Masing-masing mempunyai kebebasan dalam batas-batas yang wajar yaitu tidak melanggar kepentingan bersama. Selanjutnya dikatakan semboyan ‘enak hanyalah mengenakkan orang lain’ didasarkan atas anggapan bahwa orang lain bukanlah kamu. Di dalam hubungan antara suami dan isteri antara lain disebutkan bahwa perkawinan dengan dasar untung rugi menimbulkan rasa dijebloskan atau menjebloskan. demikian pula orang tua. dan kemungkinannya melihat rasa enak atau tidak enak orang lain. Selanjutnya jika kita perhatikan anak-anak juga merupakan kesatuan. Jadi hilangnya rasa kamu karena mengerti kesalahan sendiri ketika hubungan dengan orang lain dan merasa tidak enak. Dalam hal ini dikatakan bahwa sementara penekanan struktural terhadap keluarga inti. Struktur pertama keluarga Jawa Family nukler. mewajarkan tindakannya mengenakkan orang lain. timbullah hasrat minta maaf pada suami/isterinya. Hubungan suami dan isteri tersebut di atas menunjukkan bahwa keduanya merupakan kesatuan.

maka keluarga Jawa dapat disebut sebagai keluarga yang berstruktur dwitunggal.D. Keluarga Jawa adalah dwitunggal atau bahkan sarwa tunggal. Keadaan yang demikian ini tercapai bila seluruh anggota keluarga tidak dihinggapi oleh rasa takut misalnya takut kekurangan makan. keluarga Jawa bersistem dwitunggal artinya kedaulatan ada di tangan ayah dan ibu bersama-sama. anggota keluarga Jawa mempunyai bakat. Dengan kata lain mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. Struktur Sarwa Tunggal Suami isteri sebagai orang tua anak serta anak-anak merupakan dua unsur yang merupakan kesatuan. Sebagai masyarakat terkecil. dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. tetapi justru mendorong untuk bersatu. keluarga Jawa pada hakekatnya bersistem dwitunggal karena hubungan dalam keluarga menbikuti kedua garis yaitu ayah dan ibu. Meskipun demikian perbedaan-perbedaan tersebut bukannya mendorong ke perpecahan. duniawi dan ukrowi. kesenangan dan ciri masing-masing. Dilihat dari siapa yang memegang kedaulatan. Dilihat dari ruang dan waktu. Kebahagiaan berarti kesejahteraan dan ketenteraman lahir serta batin. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. kemampuan. Keluarga Jawa merupakan masyarakat yang terkecil terkecil atas ayah-ibu beserta anak-anaknya yang mempunyai hubungan erat dan merupakan satu kesatuan bulat dalam suatu sistem. Dilihat dari garis keturunannya. struktur keluarga Jawa meliputi tempat yang tak terbatas dan berbagai generasi. takut 174 . Selanjutnya karena keseluaruhan anggota merupakan kesatuan maka keluarga Jawa dapat disebut berstruktur sarwa tunggal.

kedudukan. uang. perumahan menjadi tugas utama keluarga untuk mencukupinya. Mereka percaya bahwa Tuhan yang Maha Murah dan Kasih akan memberikan rejeki kepada umat manusia. Agar cita-cita tersebut tercapai ayah dan ibu harus berusaha dan bekerja dengan tekun untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual. oangguan keamanan. pakaian. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. sehingga mereka merasakan hidup yang' tenang dan tenteram. Keyakinan ini diwujudkan berupa suatu optimisme yang besar. Keluarga sebagai masyarakat terkecil mempunyai tuju an yang langsung antara lain kebutuhan akan makan. Tujuan langsung. Di samping itu juga terbebas dari berbagai gangguan misalnya gangguan penyakit. kesehatan diri. takut menghadapi hari tua. minum. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hub ungan antara anggota-anggotanya.an dan fungsi mereka masing-masing. takut akan berbagai penderitaan lainnya. perumahan.tidak mempunyai tempat tinggal. Itulah kebaikan yang mereka dambakan. Keluarga dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mengejar tujuan itu. dengan ujud pernyataan ana dina ana upa artinya ada hari ada nasi. Kebutuhan sehari-hari seperti makan. pakaian. Semua anggota keluarga harus mengetahui bagaimana kedudul. minum. Mereka bekerja dan berusaha sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan itu agar tidak mengalami kekurangan dan penderitaan. 175 . kekuasaan dan pangkat. Mereka juga wajib memperhatikan dan mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik.

Setiap keluarga Jawa mempunyai cita-cita yang mulia yaitu ingin mencapai kebahagiaan yang sempurna. sama halnya dengan tujuan manusia. karena kebutuhan sehari-hari memberikan rangsangan yang cukup besar. bersikap pasip tanpa semangat. non duniawi. ketenteraman 176 . Bukankah jam tiga malam pedagang sudah berbondong-bondong ke pasar untuk berjualan dan jam lima pagi para petani sudah mulai mengerjakan sawahnya. akan tetapi juga kebutuhan rohani. Di dalam kenyataan hidup sebagian besar waktu digunakan justru untuk memenuhi tujuan hidup yang langsung ini. Meskipun demikian titik beratnya terletak pada pemenuhan yang bersifat jasmani atau yang material. di dalam pernyataan itu terkandung optimisme yang mendorong dan memberi semangat kepada mereka untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. Demikian pula mereka berusaha menjaga diri para anggotanya agar tetap sehat sehingga dapat melakukan tugas keluarga dengan baik. Pada hal jika kita perhatikan dengan seksama. Itulah sebabnya tujuan langsung juga disebut tujuan jangka pendek. Kebutuhan semacam itu selalu ada di sekitar kita dan menuntut agar segera kita penuhi. Masih banyak yang mereka lakukan yaitu di samping memenuhi kebutuhan sebagaimana di sebutkan di atas juga berusaha antara lain memperoleh kekuasaan. Tujuan tidak langsung.Pernyataan ini memang dapat diartikan negatif seolah-olah mereka pasrah kepada nasib dan takdir. Kebahagiaan sempurna bagi keluarga yaitu ketenangan. Mereka percaya bahwa dengan kerja keras setiap orang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok yaitu makan. Tujuan langsung tidak hanya terbatas mengenai kebutuhan jasmani dan duniawi saja.

Kebahagiaan sempurna. baik lahir maupun batin. Oleh karena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan yang ada. keluarga. Menggapai Kebahagiaan Sejati Setiap keluarga mempunyai cita-cita yang mulia yaitu keinginan mencapai kebahagiaan yang sempurna.dan keselamatan bagi setiap anggotanya. anak-anaknya merupakan rakyat yang paling penting di dunia. E. Itulah sebabnya di dalam keluarga. Di dalam keluarga harus berlaku keadilan. 1989: 33). Bagi keluarga yaitu ketenangan. maupun dalam hubungannya dengan keluarga lain. meskipun kenyataannya lebih sukar dilaksanakan dari pada tujuan yang langsung. Bagi orang Jawa. para anggotanya didorong dan diarahkan melalui berbagai cara agar menyadari bahwa yang harus mereka capai di samping tujuan yang langsung. ketenteraman dan keselamatan bagi setiap anggotanya. 177 . orang tua. Tujuan tidak langsung atau jangka panjang ini sangat penting. Dalam hal ini adanya kehidupan yang serasi dan selaras serta seimbang dalam keluarga sangat diutamakan. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya. Karena keluarga yang satu hidup bersama dengan keluarga lain maka mereka harus melaksanakan keadilan baik oleh dan untuk anggota-anggotanya. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya (Sunoto. yang tidak langsung. adalah tujuan yang jauh. baik lahir maupun batin.

mring rama ibunta nini. tegese sira nucekna. Istilah seperti sing ngerti suba sita lan duga watara menunjukkan betapa pentingnya nilainilai tersebut diperhatikan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Anak mempunyai kedudukan penting di dalam hati orang tua karena merupakan tali pengikat yang kokoh terhadap ayah ibunya. Banyak petuah yang ditujukan kepada anak bagaimana ia bersikap dan berbuat di dalam pegaulan keluarga. Dari sini tersirat bahwa selain sebagai anak. selaras dan seimbang. 178 . Oleh karena itulah merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap keberadaan anak karena sebagaimana dikatakan bahwa anak merupakan kunci kebahagiaan orang tua. Jika dalam tata pergaulan orang dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa. wanita yang mempunyai kekhususan sebagai pelahir anak maka ia pun dituntut untuk memberikan pendidikan pada anaknya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebagai manusia. Sebagaimana dipaparkan dalam Serat Wulang Putri : Maning sira angidhepa. tentu akan terjalin suatu pergaulan yang serasi.Dalam Serat Wulang Putri ini diajarkan bahwa Waniti dikatakan utama apabila ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan mempunyai keturunan sebagai penyambung cita-cita hidupnya. Hal ini sebagaimana terdapat dalam ungkapan Jawa anak iku dadi ganthelaning ati anak itu selalu ada dalam hati orang tuanya. Bagi masyarakat Jawa pergaulan yang baik harus tetap bersandarkan atas sikap yang pada hakikatnya berlandaskan nilai-nilai religius dan moral.

kepada bapak dlan ibumu wahai putriku. yang merawat dan membesarkan. Kewajiban ini sebagai balas budi anak terhadap jerih payah orang tua. awas eling supaya. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini juga dijelaskan dalam Wulang Reh (Paku Buwana IV) pupuh Maskumambang : 179 . Sebagaimana dinyatakan bahwa ketika ibu mengandung merupakan beban berat yang berlipat atau wahnan 'ala wahnin (Qur'an 46: 16). dene dennya nglakoni. eneng eninga di hati. sirnaa nepsunta nini. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak sebagai sarana berbakti kepada Gusti Allah. jiwamu ini. hilanglah napsumu. Kewajiban berbakti ini sebagai bukti timbal balik kita kepada kedua orang tua yeng telah menyebabkan kita hadir di dunia. adapun cara menjalankannya. angakna ing asih kalawan arah. waspada dan ingat sadar. eneng eninga ing kalbu. artinya sucikanlah.iya sasiranireki. Adapun jalannya untuk berbakti seorang wanita dinasehatkan untuk mensucikan jiwa dengan cara eneng -ening-awas -eling dalam hati serta mengasihi mereka berdua dengan setulus-tulusnya. Terjemahan : Ada lagi hendaknya engkau berbakti. berilah kasih dari segala arah.

180 . anane badan puniki. yang mengajarkan watak tang baik. juga bapak ibu. ya marang sedulur tuwa. wineruhan padhang hawa. lanang wadon kang kaping tri. miwah bapa-biyung. Ana uga etang-etanganane kaki. ing batin saking Hyang widhi. saking ibu rama. Uripira pinter samubarang kardi. mulane wajib sinembah. kang muruk watek kang becik. Orang yang tidak patuh pada nasehat orang tua. tan wurung kasu rang-su rang. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi. lilima sinembah. Ingkang dhingin rama ibu kaping kalih. anemu duraka. sembah lilima punika.Iku pantes sira tirua ta kaki. Terjemahan : Itu pantas bila kautauladani anakku. Pramilane rama ibu denbekteni. marang mertuwa. iku kaki estokena. yang demikian itu patuhilah anakku. dununge sawiji-wiji. kinarya jalaran. ing donya turnekeng akir.

laki-laki perempuan. Keimplisitan ini sebagaimana dipaparkan bahwa salah satu keberuntungan bagi manusia apabila ia mempunyai anak. yang ketiga kepada saudara tua. Sebab hendaknya engkau berbakti pada ayah-ibu. kelima sembah itu adalah. tidak luput hidupnya pun selalu dalam keresahan. adanya diri ini.akan menemui celaka. dalam batin dari Yang Maha Kuasa. karena itulah wajib disembah. Ada juga hitungannya anakku. lima yang disembah. kaping pat berawan maksude nini. Selain ada kewajiban berbakti pada orang tua wanita juga berperan sebagai pendidik anak. hal itu masing-masing. Yang pertama ayah-ibu. Kewajiban ini tidaklah diungkapkan secara eksplisit dalam Serat Wulang Putri. karena ibu dan ayah. Hidupmu menjadi tahu akan segala hal. Ungkapan itu tampak dalam pupuh Maskumambang bait II. yang keempat berawan maksudnya 181 . mapan sugih anak. di dunia sampai akhirat. tahu akan dunia yang terang. kedua terhadap mertua. Pernyataan ini secara tidak langsung menuntut kaum wanita untuk merawat dan mendidik anak yang telah dilahirkannya. karena.

bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung. Untuk menjadikan anak yang berbudi pekerti luhur ini diperlukanlah sosok yang mampu merawat. yakni seorang wanita yang dalam dirinya memiliki sifat-sifat luhur. yaitu anak yang baik menjadikan kebagiaan. Ungkapan ini menunjukkan bahwa wanita tanpa anak dianggap sebagai wanita yang sia-sia. Pandangan Hidup Berkeluarga Dengan mempelajari hubungan-hubungan tersebut akan dapat diketahui ciriciri khusus filsafat hidup mereka. Kebahagiaan orang tua ada pada diri anak ini dipaparkan pula dalam Serat Panitisastra. F. mempunyai anak. Berdasarkan 182 . 1996: 74). Wanita merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak. Oleh karena keluarga terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Di sini masyarakat menunjuk kepada wanita sebagai ibu yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam Serat Panitisastra bahwa sepining garwa tan darbe suta sepi satuhu. istri kosong apabila tidak mempunyai anak benar-benar kosong (Sadewa. anak yang jahat mendatangkan susah orang tuanya. Pernyataan bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup adalah memiliki seorang anak menunjukkan bahwa fungsi reproduksi dari wanita benar-benar menjadi pusat penilaian masyarakat. maka sesuai dengan idaman ajaran kefilsafatan Jawa. tujuan keluarga pada hakekatnya diharapkan serasi dengan tujuan para anggotanya.putriku. mengasuh dan mendidik.

dalam penelitian ini akan dibuktikan bahwa ada kesamaan antara manusia yang menjadi idaman masyarakat Jawa dengan manusia anggota keluarga yang juga diidamkan oleh keluarga. namun sebagai unsur masyarakatia juga terikat oleh tata cara dan tata krama masyarakat. Syarat untuk menjalankan tapa tersebut tidak boleh mengganggu berjalannya hidup sehari-hari. Dengan demikian tata cara dan tata krama keluarga Jawa yang ada secara selektif dapat dikembangkan dan dipelihara menjadi unsur tata cara dan tata krama nasional. Membicarakan keluarga Jawa dari segi filsafat. Selanjutnya karena keluarga merupakan masyarakat terkecil. maka ia merupakan unsur masyarakat. Manusia yang memperturutkan hawa nafsu. Oleh karena filsafat masyarakat Jawa merupakan sebagian dari filsafat Indonesia. maka hasil penelitian ini akan memberikan andil dan masukan bagi kefilsafatan Indonesia tersebut. keluarga itu mandiri. Hakekat dan tujuan serta hubungan-hubungan yang berlaku dalam keluarga Jawa diharapkan juga serasi dengan yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya. Meskipun sebagai unit. Di pilih jalan tengah antara keadaan puas dan keadaan lapar (De Jong. Tapa brata puja mantra tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan utama yaitu agar seorang wanita dapat menguasai hawa nafsu dlan membersihkan jiwa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Gusti Allah.uraian tersebut. dirinya terhalang dari Gusti Allah dan untuk menyingkap tabir itu harus melakukan latihan kerohanian dengan mengosongkan 183 . 1976: 24). setidaktidaknya memberi sumbangan bagi pembicaraan filsafat masyarakat Jawa pada umumnya.

panas hati. mudah tidak senang dan berpikiran sempit serta picik. Dalam moring kawula Gusti itu lenyaplah segala perasaan yang tinggal sebagai ciri khas dari kesatuan tersebut ialah arah suprasosial terhadap sesama manusia. iri hati dan suka mencampuri urusan orang lain.hati dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisi dengan sifat-sifat terpuji. Seorang wanita dalam menjalankan tapa brata tersebut harus mengetahui dan memahami empan papan. Konsep empan papan ini menggambarkan bahwa waktu malam merupakan waktu yang suci dan angker. Sifat-sifat tercela tersebut sebagaimana diungkapkan dalam Serat Wulang Putri disebut pancadriya dalam pupuh Sinom bait 1-2 adalah cengil sengitan. Segala pikiran dan perasaan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu (misal: pamrih) akan merintangi pemersatuan itu. manusia akan mencapai moring kawula Pusti 'bersatunya hamba dengan Gusti Allah. Papan adalah suasana sepi artinya bahwa di waktu sepi itulah waktu yang tepat untuk menghilangkan duka nestapa. ewan cekak dan rupak artinya dengki dan suka membenci. Sumber kebagiaan di 184 . kumingsun.. Dengan demikian. sehingga Gusti Allah dalam bayangan yang sungguh-sungguh tidak terhalang oleh kotoran sedikitpun. sombong. Manusia yang merasakan benar-benar dirinya hamba-Nya. sama seperti kotoran. Empan itu apabila waktu malam tiba terbukanya semua kehendak. panasten kemeren lawan dahwen. Pada waktu malam orang dapat menghayati bersatunya diri manusia dengan alam raya yang tenang dengan sangat mesranya. kumawula artinya merupakan cermin yang sejati.

Bagi masyarakat Jawa ungkapan narima merupakan ungkapan terima kasih atas segala pemberian yang diperoleh dari Gusti Allah yang Maha Pemurah. malahan sebenarnya mereka terikat oleh berbagai ketentuan adat atau norma yang berlaku. demikian pula keluarga Jawa. Mandiri artinya setiap anggota keluarga bebas dalam menentukan jalan hidupnya antara lain dalam hal memilih pekerjaan. Meskipun demikian kebebasan mereka ini bukannya tanpa batas. tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Di atas sudah dijelaskan bahwa keluarga terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anaknya.sini bukanlah hidup di dunia tetapi apabila seorang hamba merasa bersatu dengan Gusti Allahnya (De Jong. Inilah wujud keluarga yang telah diperluas. karena kumpulan anggota-anggota tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisah-pisahkan lagi. Kesatuan. menuntut ilmu. Bahkan orang-orang lain yang bukan anak dan bertempattinggal bersama serumah termasuk anggota keluarga. Dengan prinsip hidup nrima ing pandum seseorang tidak mempunyai sifat serakah atau iri hati. namun keputusan akhir ada di tangan anggota-anggotanya. atau merupakan kumpulan dari anggota-anggotanya. Kepasrahan kepada Gusti Allah merupakan salah satu sikap hidup orang Jawa yang sering dikenal dengan ungkapan nrima ing pandum 'menerima apa yang telah diberikan' karena segala sesuatu sudah diatur. 1976: 26). Persatuan. mencari nafkah. Anggota-anggota keluarga meskipun mandiri pada hakekatnya tidak terpisahkan satu sama lain. Meskipun orang tua berhak memberikan nasehat dan saran. Sartono Kartodirdjo mengatakan bahwa narima refers to the state of being content or accepting something with fullness. 185 . karena keluarga terdiri atas anggota-anggota atau individu-individu.

tetapi juga orang tuanya.Kumpulan anggota yang telah bersatu itu tidak dapat dipecah-pecah lagi. Tega larane ora tega patine. orang tua selalu siap membantu. jika mendapat kesulitan. serta merasakan suka dan duka bersama. Bahkan walaupun anak sudah berkeluarga sendiri. Keluarga merupakan suatu unit kesatuan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri. dagingnya juga turut kena. karena sudah merupakan satu kebersamaan. Orang memerlukan bimbingan dalam segala bidang. Dalam hal ini dikatakan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak bermaksud untuk menghasilkan orang yang dapat berdiri sendiri melainkan menekankan orang yang sosial. Pepatah ini menunjukkan bahwa betapapun bencinya orang tua kepada anaknya namun toh masih dalam batas-batas tertentu. Keluarga Jawa sebagai suatu sistem. senasib sepenanggungan. sedangkan individualitas personality seseorang akan mewujudkan suatu dasar moril yang kuat. Jiniwit katut artinya kalau orang dicubit kulitnya. 186 . di samping harus mampu mengembangkan dirinya. Ini berarti bahwa jika salah satu anggota keluarga menderita berarti juga penderitaan bagi anggota lainnya. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa masing-masing anggotanya harus mampu bersosialitas dengan anggotanya yang lain. Ada pepatah Jawa yaitu anak molah bapa kepradhah artinya jika anak berbuat sesuatu yang kurang baik yang terkena akibatnya tidak hanya dia sendiri. Nasib anak-anak dalam keluarga selama mereka belum mendapat penghasilan sendiri masih menjadi tanggung jawab orang tuanya. mempunyai hubungan baik material maupun spiritual.

Terjemahan : Permulaannya keluwak waktu masih muda. anom kumpul tuwa kumpul kang prayoga. Sedemikian rupa dambaan persatuan dan kesatuan tersebut tampak pula dalam pernyataan mangan ora mangan waton kumpul. Dilukiskan bahwa keluarga harus bersatu dan harus berkumpul sebagaimana anak-anak waktu masih hidup bersama orang tuanya. anak-anaknya. Meskipun ajaran tersebut agaknya ditujukan kepada anak-anak. namanya pucung. keluarganya. jika sudah tua. muda kumpul tua kumpul yang baik. orang tuanya. jangan sampai berpisah. Berusahalah bagaimana baiknya. Bait di atas menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga. Den budiya kepriye ing becikipun. namun intinya ialah kesatuan dalam keluarga. yen wis tuwa si kaluwak pisah-pisah. berkumpullah seperti dahulu. masih menjadi satu. merupakan rakyat yang paling penting di dunia. kumpula kaya ing nguni. aja nganti pisah. pucung arane puniki. pan dadi satunggal. Oleh kerena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas mereka agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan mereka.Hildred Geertz (1961: 51) menulis bahwa bagi orang Jawa. Pernyataan ini dapat ditafsirkan secara nebatif yaitu hanya menekankan berkumpulnya atau 187 . keluwak lalu bercerai berai. Betapa pentingnya kesatuan dan kerukunan hidup keluarga antara lain dikemukakan dalam Serat Wulang Reh (Pakubuwono IV) sebagai berikut : Kamulane kaluwak nom-nomanipun.

Dorongan untuk berkembang dengan cara yang kreatif tidak tersirat dalam pernyataan itu. Disamping itu pernyataan tersebut seolah-olah hanya berisi ajaran yang membentuk manusia berpikiran dan berkepribadian sempit. Karena itu dalam hal ini yang penting adalah arti berkumpulnya. Pada waktu itu alam masih kaya dan luas. Jika pada waktu dahulu berkumpul diartikan berkumpul serumah. sebab mereka pasti dapat makan. Ajaran tersebut mendidik manusia narima ing pandum. Salah-salah dapat terjadi berkumpul tidak makan sungguh-sungguh. sedang kebutuhan makannya kurang mendapat perhatian. sebab kondisi keluarga memang berbeda. Jika kemudian anak-anak bahkan cucucucu mereka sudah bertebaran di berbagai tempat. Jika sekarang pernyataan tersebut diterapkan sebagaimana apa adanya sudah barang tentu tidak kena. Karenaitu pada hakekatnya tidak mungkin kekurangan makan. Apakah anggota keluarga itu berkumpul atau tidalc sebenarnya tidak menjadi masalah. berkumpul memang dalam arti serumah. sedang jumlah manusia masih sedikit. tentunya harus diberi arti yang lebih luas (Sunoto. karena makanan sudah cukup tersedia. Sebenarnya jika pernyataan itu dilihat dari kurun waktu beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu masih dapat diterima oleh akal. 1989: 83). Sewaktu anak-anak masih menjadi tanggungan orang tua dan belum dapat mandiri.istilah berkumpul masih 188 . menerima nasib dan menggantungkan diri atas pemberian atau bagian yang diberikan oleh Gusti Allah. bersatu nya anggota keluarga. sebab pada waktu itu tidak mungkin berkumpul tanpa makan. Istilah makan atau tidak makan asal kumpul dalam pernyataan di atas terang dimaksudkan betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan.kesatuannya.

Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa struktur keluarga Jawa merupakan suatu sistem yang menekankan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai dasarnya. misalnya di kereta api. Di sinilah kadangkadang mereka bertemu sebagai keluarga.karena setelah diurut-urut antara mereka masih ada hubungan keluarga. Hubunganhubungan di dalamnya sudah agak longgar. Di atas keluarga masih ada ikatan yang cukup jelas meskipun tidak mempunyai organisasi yang teratur yang mempunyai tempat. 189 . misalnya rapat. Hal-hal yang dibicarakan antara lain mengenai iceluarga masing-masing. sering kali lalu berkenalan dan membicarakan berbagai masalah. pengurus. Jika seseorang berjumpa dengan orang lain dalam perjalanan.mengandung makna yang cukup berarti. meskipun secara formal nampaknyatidak mengenal jenis hubungan dan ikatan seperti marga dan namun pada hakekatnya mengenal pula hubungan darah atau famili atau hubungan yang berdasarkan atas keturunan. akhirnya diketahui bahwa nenek buyut mereka sama. Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa struktur keluarga Jawa. Ikatan semacam inilah yang biasanya dinamakan trah. dan peraturan yang me ngikat anggotanya. karena bagaimanapun juga mereka harus tetap bersatu-padu dalam keluarga besar. Kedua orang itu saling menceritakan asal-usul mereka. harta. di bis atau dalam pertemuan.

tenteram. bahagia.BAB X NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. Mimi dan Mintuna adalah binatang yang tidak pernah berpisah satu sama lain. Harapan agar hidup sebagai mimi lan mintuna biasanya diucapkan di dalam berbagai kesempatan misalnya dalam upacara perkawinan. tenteram dan selamat. memenuhi harapan orang tuanya yaitu hidup serasi laksana mimi lan mintuna. rukun. 190 . tenang dan tenteram serta selamat dalam mengarungi hidup baru yaitu berkeluarga. Hal ini akan tercermin dalam hubungan antara suami dan isteri. Nasehat yang diberikan oleh para pini sepuh kepada dua mempelai yang sedang bersanding biasanya agar keduanya hidup rukun. Suatu rumah tangga yang penuh berisi pertentangan antara suami dan isteri memberikan bukti bahwa hidup mereka di dalam keluarga tidak serasi. tidak pernah cekcok. Sebaliknya hubungan suami isteri yang serasi. Karena itu dijadikan lambang agar keluarga dalam hal ini suami dan isteri mempunyai pandangan hidup dan perbuatan hidup yang sama agar keluarga mereka dapat hidup tenang. Laksana Mimi Lan Mintuna Harapan hidup berumah tangga adalah keserasian yang meliputi seluruh warganya.

Kedua insan ini adalah Dewa dan Dewi yang terkenal dalam ceritera wayang. Nyawa menunjukkan terhadap sesuatu yang hidup. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa jika suami isteri dapat mencapai kaken-kaken dan ninenninen berarti mereka telah dapat mengarungi perjalanan yang panjang dan penuh dengan liku-liku. Demikianlah jika dilanjutkan. Artinya pecahan atau konkritnya separonya nyawa. Pada hari tuanya mereka tinggal menikmati dan mengecap hasil jerih payahnya selama itu dan menyaksikan anak-cucu beserta buyutnya dengan penuh nikmat. sebagaimana diuraikan di atas sering juga disertai contohnya yaitu kehidupan Kamajaya dan Ratih.B. kebahagiaan mereka berarti akan membawa keluarganya hidup bahagia. Hal ini merupakan bukti bahwa suami isteri yang demikian itu telah berhasil mengatasi segala macam tantangan dan rintangan hidup dengan sebaik-baiknya. Kebahagiaan hidup dalam bentuk kerukunan dan kesatuan nasib antara suami dan isteri dapat kita lihat pada istilah garwa atau isteri. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai sigaraning nyawa. Sigaraning nyawa berarti hidup itu untuk suami dan isteri. Suami isteri diharapkan selalu hidup rukun dan tenteram. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pepatah dalam bahasa Indonesia. yang memiliki dan men anggung konsekuensi dari padanya ialah mereka berdua. sehingga dapat menikmati kedamaian sampai hari tuanya. Sigaraning Nyawa Hidup sebagai mimi dan mintuna. hidup rukun tidak pernah bertengkar apalagi berpisah satu sama lain. Abot entheng disangga bareng. Ini 191 . Sebaliknya anak-cucu dan buyut mereka juga akan merasa bahagia hidupnya karena masih ditunggui oleh ayah-ibu atau nenek mereka.

Meskipun nampaknya semboyan atau pernyataan tersebut di atas hanya ditujukan untuk ayah dan ibu. keluhuran. Di dalam serat wedhatama disebutkan : Bonggan kang tan merlokena. lebih berharga daun jati kering. saka wilangan ketelu. Namun terpenuhinya. Dengan kata lain tujuan hidup keluarga dapat direalisasi. sehngga kebahagiaan mereka langsung dapat dirasakan bersama. jika ingin hidup bahagia. Keluhuran merupakan kebutuhan batin yang mau tidak mau wajib dipenuhi pula. aji godhong jati aking. hidupnya dengan tiga perkara. Karena itu menjadi kewajiban keluarga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. habislah jejak manusia. atau keduniaan dan kecakapan. dari ketiga hal tersebut. karena keduanya mempunyai peranan penting. Trjemahan : Karena salah sendiri orang yang tidak memperhatikan. Keluhuran pribadi dapat terlihat antara lain pada 192 . pada umumnya kakek dan nenek masih hidup bersama dengan anak cucu mereka. Serba terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu syarat hidup bahagia. telas tilasing janma. uripe lan tri prakara. mengenai hukumnya yang hidup. wirya artati winasis. jika sampai sepi. kebutuhan tersebut masih harus dilengkapi dua hal lainnya yaitu kecakapan dan keluhuran. temah papa papariman ngulandara. mungguh ugering ngaurip. uang. manawa kongsi sepi. toh akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga.berarti bahwa kebahagiaan hidup dalam keluarga dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya. akhirnya sengsara sebagai pemintaminta yang berkelana. Anak cucu mereka menaruh hormat dan menganggap kakek dan nenek mereka sebagai pepundhen artinya yang sangat dihormati. Sebagaimana kita ketahui.

dadi pamrih marang pakolih. Astha berarti delapan. ucapan dan perbuatannya.hati nurani. Karena itu keluarga bahagia. Kedelapan kegunaan tersebut adalah : panggaotan (pekerjaan). Jika masing-masing anggota keluarga mempunyai kecakapan semacam itu. wruh ing petungan (tahu perhitungan). berarti ikut menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. Jika setiap anggota dapat melakukan kedelapan hal tersebut ia akan mencukupi kebutuhannya. titi (tertib). rigen ping kalihipun. gina atau guna berarti kegunaan. Kecakapan lahir dapat berupa ketrampilan sedang kecakapan batin dapat berupa ilmu pengetahuan yang dimilikinya. memperhitungkan segala perbuatannya. katri gemi garapnya. mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. sikap dan perbuatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar keluarga. “Panggautan gelaring pambudi. tahu nasib. margane mrih cukup. Berikut ini kutipan ajaran tersebut. bertambah pengetahuannya. rigen (teliti). cukup. dapat mengendalikan dirinya dan kaya. jika para anggotanya memiliki pribadi yang luhur yang tampak dalam watak. ping pat nastiti 193 . Gemi Nastiti Kecakapan mencakup dua hal baik lahir maupun batin. taberi tetanya (rajin bertanya). warnawarna sakaconggahira nuting jaman kelakone. C. Dalam hal ini Mangkunegara IV mengajarkan agar anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya berupa asthagina. Kecakapan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup keluarga. gemi (tidak boros). nyegah kayun (mengendalikan kehendak) dan nemeni seja (niat yang sungguh-sungguh).

yaitu perasaan kecewa. terhadap badannya sendiri. berbagai macam menurut kemampuan. wong ngaurip ing donya iki jalu miwah wanita. sang Sri Bathara Wisnu...ngundhakkdn marang kawruhe. was uwas temah maras ". dhingin wajib nggayuh. lima wruh ing petungan'. sarta lawan nugraha. mring hyang maha luhur. ketiga hemat kerjanya. harus awas 194 . tan bagaskuwarasan. jalannya agar cukup. iku margane wruh ing pasthi.wewarahe. menambah pengetahuannya. tan boros maring arta” Terjemahan : 'Pekerjaan dan siasat atau uraian cara-cara usaha. keempat berhati-hati dalam mengetahui. sayekti tansah kacuwan angarasa rasanira nggenira sakit. barang karsanipun. jumbuh lawan. marma manungsa wajib padha awas lan eling. pepinginan kang tanpa kardi. Watek adoh mring butuh sehari. Terjemahan : “Tetapi jika diakui sebagai larangan. keinginan yang tidak berarti. nanging tansah anandhang sakit. Betapapun kaya seseorang tetapi jika badannya tidak sehat. marang raganire dhewe. ". yang kedua adalah cekatan hemat kerjamu yaitu menjadi pemrih untuk memperoleh. Menjaga diri pribadi agar tetap sehat wal afiat merupakan salah satu kewajiban setiap manusia. itu menjadi jalan tahu kepastian. samckta karsanipun.. tidak boros terhadap uang.. muga raga kasinungan seger kuwat bagas kuwarasan kalis. kaping nenem taberitatarya.lima tahu perhitungan. kangjeng Nabi duta nayakaningrat. keenam rajin bertanya.pamriksa. Anut dhawuh wewarahing Gusti. kawiryawan sugih bandha arta. ketujuh mencegah kehendak. putus ing reh kawignyane. akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. saliring pancabaya. lan kajarah tur kasiyasiya. ping pitu nyegah kayun. sebab manusia hanyalah. den agung sukurira. sesuai dengan jamannya. Akarana sanadyan wus olih. "Wataknya jauh dari kebutuhan sehari-hari. ingkang murba amisesa. dan direbut dengan paksa serta dianiaya. raganira ing reh mobah lawan mosik. Berikut ini adalah pendapat Purbanegara (1918: 29): “Nanging yen den aku sirik.

dan ingat. Jika orang Barat mempunyai semboyan men sana corpore sano. ahli dalam hal kecakapannya. akan tetapi inti ajarannya masih tetap mempunyai makna yang baik. laki-laki dan perempuan. Jika dikatakan jangan kalah bangunnya dengan orang lain mungkin orang yang mendengarnya tidak begitu perduli dan tidak malu karena masih dibandingkan orang. tiap kehendaitnya. Pernyataan ini sangat sederhana. dan terhindar dari segala mara bahaya. Sebab meskipun sudah memperoleh. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang sehat badannya mampu berkarya. Jelaslah menurut ajaran tersebut betapa pentingnya kesehatan jasmani bagi manusia. karena itu ia tidak terlalu menyandang beban. Sang Hyang Wisnu. badanmu daTam gerak-gerik serta mengenai anugerah. semoga raga diberi. Dengan kata lain andaikata kalah ia masih kalah dengan orang. Lain halnya jika dibandingkan dengan hewan. Metode ini boleh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi jamannya. lebih dahulu harus mencapai. ragu-ragu akhirnya takut". Menurut printah petunjuk Gusti. manusia akan merasa malu. segar kuat sehat. hendaknya besar sukurmu. Nabi utusan di. keluarga Jawa juga sudah mengenal semboyan aja kalah karo tangine pitik. pasti selalu kecewa merasakan sakitnya. persis sama dengan potunjuknya. orang hidup di dunia ini. Sehubungan dengan hal ini keluarga Jawa mengenal berbagai petunjuk yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan. kepada Gusti Allah Yang Maha Agung yang memperlakukan dan menguasai. Hal ini buicannya secara kebetulan tetapi orang-orang tua dahulu 195 . Mengapa ayam yang dipilih sebagai hewan pembanding dan bukan binatang lain. kemuliaan kaya harta benda.jagad. tetapi jika kita perhatikan didalamnya terkandung ajaran atau nilai yang sangat berharga Pernyataan tersebut hanyalah metode untuk menyampaikan ajaran agar mudah diterima oleh orang-orang.

telah memilih dengan teliti bahwa ayam adalah hewan yang tidak pernah bangun itesiangan, karena pada pagi-pagi buta hewan tersebut sudah bangun dan mencari makan. Inti pernyataan di atas adalah suatu petunjuk atau nasehat agar orang bangun pada pagi-pagi hari, jangan terlalu siang. Dengan bangun pagi ia dapat bekerja mencari nafkahnya misalnya pergi ke sawah atau berangkat ke pasar. Dengan demikian badan a.kan terjaga dari gangguan penyakit dan akan selalu sehat wal afiat. Perhatikanlah dengan orang-orang yang sekarang berjalan pagi hari untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Di samping agar dengan bangun pagi orang akan menjadi sehat badannya, maka dengan bangun pagi orang dapat melakukan tugas rohaninya dengan tepat, misalnya tidak terlambat sholat subuh. Dengan demikian pernyataan aja kalah karo tangine pitik mengandung petunjuk bahwa orang yang menaati ketentuan itu, dirinya, yaitu jasmani dan rokhaninya, akan sehat. Dalam hal menjaga kesehatan, keluarga Jawa juga telah mempunyai petunjuknya antara lain agar menjaga dan mengatur makannya. Ada ucapan nyegah dhahar lawan guling artinya janganlah makan dan tidur tanpa batas. Nasehat tersebut meliputi dua hal yaitu lahir dan batin, artinya barang siapa mau mengatur tidurnya akan sehat rokhaninya. Bandingkan dengan orang

melaksanakan diet. Dari sekelumit contoh tersebut kita dapat menarik inti ajaran yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

196

Adil artinya memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Berikan kepada diri kita sendiri dan orang lain apa yang menjadi haknya masingmasing. Karena adil adalah keserasian antara hak dan kewajiban, maka yang didambakan oleh keluarga Jawa ialah adanya kesadaran para anggotanya akan hak dan kewajibannya masing-masing. Sama halnya di dalam kelompok-kelompok masyarakat dan negara, dalam keluarga ada beberapa jenis keadilan yaitu distributif, legal dan komutatif. Ini berarti bahwa orang tua harus berlaku adil terhadap semua anaknya (keadilan distributif). Selanjutnya anak juga harus berlaku adil terhadap orang tuanya (keadilan legal). Kemudian anak harus berlaku adil terhadap sesama saudaranya (keadilan komutatif).

D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur Ada ucapan ngalah marang bocah artinya orang tua harus memahami benar kehendak dan kebutuhan anaknya, sehingga jika terpaksa rela mengalahkan kepentingan diri demi-anaknya. Mendhem jero mikul dhuwur adalah ungkapan yang berisi nasehat sebagai pelaksanaan keadilan legal. Demikian pula anak berlaku adil terhadap sesama saudaranya merupakan pelaksanaan keadilan komutatif. Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Selamat dalam

197

melakukan pekerjaan, selamat dalam perjalanan selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Keluarga Jawa mengenal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, pitonan, atau tedhak siten, sunat, perkawinan, kematian. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan, sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa, slametan masih tetap menarik. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir gadhing. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan, mungil, indah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik, suci, bersih lahir batinnya. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam-macam buah-buahan. Rujak juga mengandung arti harapan. Kecuali rujak, dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih, nasi merah dan bubur. Nasi putih melambangkan air dari ibu, nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Dalam hal nasi, ada tiga macam yaitu putih mulus, merah dan gabungan keduanya, putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Putih melukiskan pemuas ibu, merah air bagi ayah, dan

198

campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. Dalam hal rujak: bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas, cabai penyedap dan gula. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu, maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan, tetapi jika rujak rasanya hambar baginya, ia akan mempunyai anak lelaki. Meskipun tidak disebutkan secara terinci, terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan, Koentjaraningrat (1967: 48) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak, calon ibu memperoleh berbagai tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung, diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau mitoni. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara brokohan. Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya, dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buahbuahan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Gusti Allah dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Upacara sepasaran. Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih, untuk mengusir roh jahat. Di sudut rumah, ditaruh sajen, sebatang tanaman, daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di dekat ibu

199

Upacara perkawinan. Upacara Tedhak Siten. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. pepaya. buah kelapa dan bermacam-macam buah-buahan antara lain : rambutan. Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan. pensil. Semua. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang 200 .ditaruh sebuah keris. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang sirih. kaca dan pisau. atau buah buahan yang terdapat di daerah tersebut. Dalam upacara panggih digunakan pula kembar mayang sebagai salah satu alat upacara. Misalnya janur kuning. Ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. beras. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. jambu. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya.

Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Anak pancuran kapit sendhang yaitu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Rumeksa Rahayuning Garwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terhit atau terbenamnya matahari. 201 . Untuk menghindari bahaya tersebut. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah : Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. Dengan menyelenggarakan upacara ini. E. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat.atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu.

Kalimat-kalimat tersebut di atas adalah pengejawantahan dari pandangan dan sikap hidup keluarga Jawa mengenai tugas-tugas suami. Sifat pernyataan atau ucapan tersebut adalah imperatif. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Tujuan pokok keluarga ialah mencapai kebahagiaan dan keselamatan keluarga. Kebahagiaan hidup keluarga digambarkan sebagai mimi dan mintuna. dadya guru ugering wanodya. Agar memperoleh keselamatan. Tugas suami terhadap isteri. sejahtera dan sehat lahir batin. Hal ini tampak dalam. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya.hubungan antara suami isteri dan sebaliknya. saling melengkapi. rumeksa mring rahayuning garwa. hubungan antara orang tua dengan anak dan sebaliknya. namun isinya sangat serasi dan runtut erat hubungannya satu sama lain. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Meskipun dinyatakan dalam ucapan yang berbeda-beda. asih marang garwa trusing driya. terdapat beberapa pernyataan antara lain sing jodho marang bojo. keluarga Jawa mengadakan berbagai macam upacara selamatan. hubungan antara anak dengan anak. Di samping itu juga hubungan antara keluarga yang satu dengan yang lain. momong mareng pawestri. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok.Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Hubungan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat Jawa erat sekali. Dalam hal tugas suami. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. Diperintahkan agar suami cocok dengan 202 . Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. kaken-kaken dan ninen-ninen.

Terjemahan : “Adapun kewajiban orang yang telah kawin itu ada dua macam. Itulah kewajiban laki-laki setelah perkawinan. Pertama bagi laki-laki harus dapat melindungi (menjaga) memberi tuntunan (mengajar). awon saenipun siswa anut kabangkitanipun guru. mekaten awon saenipun rabi anut kawegiganing laki. memberi petunjuk serta memelihara isterinya seperti halnya sebatang pohon yang daunnya menaungi seluruh batang sampai akar. Selanjutnya mengenai swarganing jejodhowan dikatakan sebagai berikut "Swarganing (kamulyaning) jejodhowan punika ugi warni kalih. Ajaran semacam itu antara lain terdapat dalam tulisan Sumaatmaka Atmasalaga (1929: 32) sebagaimana disebutkan dalam bait berikut. sihing priya dhateng rabi. mangertosa bilih rabinipun wau dados tetanggelipun ingkang dipun sanggemi. Priya kedah angemong kanthi pamardi ingkang sareh. Welasing priya dhateng rabi awit saking panalangsa". Laki-laki harus mengasuh dengan cara berlaku 203 . Remening priya dhateng rabi. Pertama bagi laki-laki. kados ayubing ronron anggening angayomi dhatdng delegipun dumugi oyod ". awit saking katuju ing prana. Sepisan tumraping kakung kedah saged angayomi (rumeksa). Inti petunjuk tersebut adalah keharusan suami untuk melindungi dan menjaga. menjadi contoh bagi isterinya agar mendapat karaharjan (keba- hagiaan). awit saking dipun gumateni. seperti akar yang memanjang masuk ke dalam tanah. kados panguluring oyod rumeseping kisma. Terjemahan : Surga orang dalam berumah tangga ada dua macam. serta mengasuh (berbuat sabar). saha angemong (anyabari). “Dene sesanggamaning jejodhowan punika wonten warni kalih. seperti teduhnya daun-daun yang mengayomi batang sampai akar".isterinya. anuntuni (memulang). jika semua perintahnya dipercaya oleh isteri. Sepisan tumraping priya manawi dipun pituhu ing rabi sapangrehipun.

Jika seseorang suami pandai menjadikan isterinya sebagai isteri yang baik dan taat. Belas kasihan laki-laki kepada isteri. Yen ingkang jaler angalap menang dumeh lanang nedha numpang punika tumindak kirang prayogi. Jika yang laki-laki ingin menang hanya karena ia laki-laki minta menang. Yang laki-laki berlaku 204 . maka suami akan senang dan kasih kepada isterinya. Ingkang jaler siya sawenang-wenang mboten nganggep manungsa dhateng estrinipun ateges nistha ". disebabkan oleh cocoknya hati.laku utama. cinta kasih laki-laki kepada isterinya. Itulah sebabnya seorang suami wajib memberi pelajaran agar isterinya berbuat atau ber. Sikap hidup yang demikian membawa ketenteraman keluarga. disebabkan oleh perhatian yang sangat baik. itu perbuatan yang kurang baik. buruk baiknya siswa mengikuti dorongan/acuan guru. demikan pula buruk baiknya isteri mengikuti kecerdikan suami. Dalam bait ini ditegaskan bahwa seorang suami harus mengasuh dengan sabar dan sadar bahwa isterinya menjadi tanggung jawabnya. karena baikburuknya isteri tergantung pada kecakapan suaminya. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Hal laku utama itu ditegaskan dalam bait berikut : "Ingkang priya kedah among amengku amemulang punika lampah utami. Senangnya laki-laki kepada isteri. “Yang laki-laki harus mengasuh dan mengajari itulah laku yang baik. tahulah bahwa isterinya tadi menjadi tanggung jawabnya yang telah ia sanggupi. disebabkan oleh keinsyafan diri ". Suami jangan berbuat untuk menangnya sendiri apalagi berbuat n i s t h a yaitu sewenang-wenang terhadap isterinya.tenang dan sabar.

mboteOn kenging supe. Mardibasa tegesipun ingkang saged memantes tembung tata kramaning praja. Yasadipura dalam hal ini menegaskan. nyanyian. nugraha sayekti prapti. Guru yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu paramasastra. mardawalagu. Mengenai tugas suami kepada isteri. Mardibasa artinya yang dapat membuat pantas kata tata krama negara. Oleh karena suami adalah guru laki. Mardawalagu tegesipun ingkang saged angulur lelagoning tembung tembang.aniaya. berarti perbuatan rendah ". Sultan Agung menulis sebagai berikut. yaitu yang baik martabatnya ". yen wong tumemen ing kalbu. sejarah negara. mila kedah awas angupados guru. Awicarita artinya hafal mengenai arti ceritera. merdibasa. Sadaya punika sampun kalebet nugrahaning guru. awicarita. nawungkridha lan sambegana. Sambegana ingkang enget. Nawungkridha tegesipun ingkang priksa dhateng kalipataning budi. “Paramasastra tegesipun limpad ing kasusastran warni-warni. tang nganggo sinangga runggi. Ia wajib mempunyai kecakapan dan kearifan. Bait tersebut di atas sebenarnya berisi petunjuk bagaimana mencari guru yang baik (Sunoto. “Welas marang rabine terus ing kalbu. Terjemahan : “Paramasastra artinya pandai tentang bermacam-macam kesusasteraan. contoh. Mardawalagu artinya yang dapat memperpanjang lagu kata. sewenang-wenang tidak menganggap manusia terhadap isterinya. 205 . Mandraguna artinya kaya kecakapan yang diakui oleh orang banyak. ingkang sae martabatipun ". mandraguna. 1989: 71). Awicarita tegesipun apil dhateng gancaring carita aluraning nagari. maka seorang suami juga wajib mempunyai kecakapan itu dan menerapkannya kepada isterinya. tepa. Sambegana artinya ingat. Semuanya itu sudah termasuk anugerah guru karena itu harus awas dalam mencari guru. tidak boleh lupa. Manaraguna tegesipun sugih kesagetan ingkang kaanggep ing ngakathah. nuli wahyune mencongol". Nawungkridha artinya tahu terhadap kesalahan budi.

rendah hati dan memikat (Larasati). Seperti : Sumbodro. Terutama bagi kaum wanita. Tiga tokoh wayang tersebut sebenarnya memberi petunjuk bahwa seorang wanita yang baik harus memiliki watak seperti tersebut. sabar dan teguh (Sumbodro). kemudian kebahagiaan muncul". Kencono Wungu lambang watak wanita yang kurang 206 . Demikianlah dasar-dasar pengetahuan tentang berumah tangga yang seharusnya diketahui oleh sang pengantin. anugerah pasti datang. hal ini untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik aman tentera dan bahagia. yang kita anggap baik dan menurut pedoman moral. Larasati adalah lambang dari seorang istri (wanita) yang memiliki watak setia. Khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dalam pewayangan ajaran moral kebanyakan berupa simbol-simbol. kesusilaan adalah sesuatu yang sama sekali tidak boleh ditingalkan. Trampil trengginas dan mumpuni (Srikandi). Orang yang berlaku demikian akan memperoleh anugerah. Untuk mengetahui norma-norma kesusilaan kita dapat menerima petunjuk dari orang lain baik yang langsung mau pun yang tidak langsung. atau kita dapat meniru atau mencontoh perbuatan susila dari orang lain. tanpa memakai kecurigaan. Norma kesusilaan bagi manusia dalam kehidupan masyarakat adalah memgang peranan penting. Jika orang sungguh-sungguh dalam hati. perlambang kesetiaan istri pada suami. Durgandini. Kesusilaan merupakan nilai tertinggi dalam martabat kehidupannya. Dewi Anggraini. atau lambang yang dituangkan dalam cerita ataupun dalam tokoh-tokoh pewayangan. Banowati. sebab manusia dinilai baik dan buruk tergantung tingkah laku kesusilaan. Dewi Sinta.Terjemahan : Kasih sayang kepada isterinya sampai batin. Srikandi. Bethari Durga. Suami wajib berlaku kasih-sayang lahir batin terhadap isterinya.

diharapkan akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya nilai tradisional yang luhur itu.h sebagian disebabkan oleh tidak dipatuhinya lagi norma yang bPrlaku dala. dan seolah-olah se-ala lukaluka telah terobati. Diharapkan agar kita menjadi sadar bahwa timbulnya berbagai masala. Diharapkan kita menjadi sadar bahwa pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan para anggotanya terhadap nilai luhur mereka sendiri. Guna hasil yang diharapkan : Untuk memberi petunjuk kepada seorang wanita hendaknya memegang nilai kesusilaan dan fungsinya. Bagi ilmu pengetahuan: Untuk memahami dan mendalami ajaran yang terkandung dalam pewayangan. 207 . Ini tidak berarti bahwa kita ingin sekedar bernostalgia. Agar dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang aman tenteram serta bahagia. 1993: 37). Ini juga tidak berarti. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dilakukan penelitian ini yang sangat penting artinya. Dengan menyajikan hakekat keluarga dan masyarakat dan apakahtujuan mereka serta bagaimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya. bahwa kita mengajak hidup mundur beberapa puluh bahkan ratus ta hun yang lalu dan bahwa nilai-nilai tradisional yazig dapat ditemukan harus dilaksanakan tanpa mengingat situasi dan kondisi.baik (Damardjati Supadjar. segala masalah telah teratasi.m keluarga dan masyarakat. Kita akan lebih sadar bahwa pengaruh dari luar akan kuat jika kita lemah. atau dengan kata lain kita hidup di dalam fantasi dan angan-angan belaka.

Tingkah laku kesusilan wanita dalam pewayangan atau cerita wayang digambarkan dalam berbagai sikap dan perbuatan oleh figur-figur wanita utama. Buddha dan Jawa. 1985 : 196). Sehubungan dengan hal tersebut figur-figur wanita dalam pewayangan nampaknya memberikan petunjukterhadap kaum wanita tentang sikap kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari. terutama mempunyai arti dalam bidang agama.Kebanyakan orang mengakui bahwa dalam cerita wayang bukan hanya sekedar ceritat. Hindu. terdapat beberapa butir darma bakti dalam etika dan tata krama Jawa sebagai dasar penalaran yakni keimanan tauhidan manusia terhadap Gusti Allah. keteringatan manusia terhadap sifat Gusti Allah. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk'. 208 . Nilai religius yang terkandung dalam kesusasteraan Jawa abad XVIII dan XIX mencerminkan konsep-konsep yang bersifat akulturatif dari sejarah Islam. Orang Jawa menyebut Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. ketaatan manusia terhadap firman Gusti Allah dan kepasrahan manusia terhadap kekuasaan Gusti Allah (Soedarsono. Berkaitan dengan analisis religius. Pasang Sumeh Jroning Ati Karya sastra Jawa sejak kemunculannya hingga sekarang terdapat nilai-nilai luhur yang disebut nilai religius yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan keagamaan atau kepercayaan. F. Kecuali itu juga mempunyai tujuan memberikan contoh-contoh tentang keksusilaan. melainkan mengandung maksud dan tujuan tertentu.

Manusia harus beriman/tauhid kepada Gusti Allah Yang Maha Esa. Hyang Suksma. Maksudnya manusia harus percaya penuh bahwa Gusti Allah itu nyata Maha Ada. 1996: 31). Gusti Kang Maha Mulya. Unsur paling utama dalam setiap religiositas. keimantauhidan dapat diartikan kepercayaan terhadap kemahatunggalan Gusti Allah (Badudu. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk. Manusia juga harus percaya penuh dengan kebulatan tekad. Hyang Suksma. Keimantauhidan orang Jawa tampak pada penyebutan Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. Allah dalam kata takdirollah. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah harus meresap dan meliputi 209 . Secara etimologis. Gusti Kang Maha Mulya. bahwa Gusti Allah itu sungguh-sungguh Maha Esa. Hyang Widhi. rasa dan karsa merupakan tiga anugerah Gusti Allah yang berfungsi untuk memahami seluruh kebenaran yang ada. sedangkan tauhid berarti keesaan. dan Jawata. baik tentang alam semesta ciptaan Gusti Allah maupun Sang Maha Pencipta itu sendiri. termasuk religiositas Jawa adalah kepercayaan terhadap adanya Gusti Allah. Orang Jawa dapat meyakini bahwa adanya Gusti Allah karena bagi orang Jawa keyakinan itu tidak semata-mata diperoleh hanya melalui rasio atau penalaran tetapi juga melalui rasa. Gusti Allah itu tan kena kinayangapa (tak dapat dibayangkan keadaannya). Allah dalam kata takdirollah. iman mempunyai pengertian kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti Allah. Cipta. Dengan demikian. dan Jawata. Orang Jawa.Hyang Widhi.

keadilan. perasaannya. kearifan. Maha Mulya 'Maha Mulia' dan sebagainya. kasih sayang. Kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Gusti Allah kepada manusia sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang yang merupakan keberuntungan bagi yang dapat meraihnya. Marmeng ngger awya sireku pasang sumeh jroning ati katitik tyas tan sambada marang apngaling Hyang Widhi Kang Widagda tuhu Wignya anyolahken barang maring. Serat Wulang. Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa Gusti Allah memiliki sifat utama seperti Maha Murah 'Maha Pemurah'. ilmu pengetahuan atau kawaskithan kepada umat manusia. 210 . Keteringatan Manusia terhadap sifat Gusti Allah.pikirannya. Maha Adil 'Maha Adil'. Kang Wignya dan Maha Mulya sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi bait 2 dan Sinom bait 6. perkataannya dan perbuatannya. Putri menyebutkan sifat Gusti Allah yaitu Kang Widagda. Dengan sifat-sifatnya yang demikian Gusti Allah memberikan karunia-Nya berupa kemurahan. Maha Asih 'Maha Pengasih'. Pakartining pangrasanta kang mengkono iku nini ya bakal pinasthi sira pinituhu ing sasami lan maneh nini putri mugi bisoa sineba momong samaning janma supayanta sira nini kinasihan ing Gusti Kang Maha Mulya. Waha Wignya 'Maha Tahu'. Maha widagda 'Maha Pandai'.

Dwi wiryawan kaluhuran lire nini kaping tri hartawan sira den samya mangerti tegese pan kasugihan.Gung-agunge ing begja puniku nini mung kawan prakara gunawan ingkang sawiji kasantikan tegesira. Keempat berawan maksudnya putriku mempunyai banyak anak apabila keempat hal sebagaimana disebutkan di atas. Terjemahan : Sebesar-besarnya keberuntungan itu putriku. Dua wiryawan keluhuran budi artinya putriku yang ketiga hartawan kalian hendaknya mengerti maksudnya kekayaan. hanya empat hal gunawan yang pertama ilmu pengetahuan artinya. 211 . dikarunia pula manusia cobaan-cobaan yang harus dilalui sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan tersebut di atas cobaan tersebut dinamakan panca wisaya yaitu rogarda. Kaping pat berawan maksude nini mapan sugih anak mungguh laku pat prakawis sayekti uwus tetela. Sebagai sarana untuk mengingat Gusti Allah. sararda.

Kelima hal tersebut sebagaimana dalam pupuh Maskumambang bait 18-20. ketiga yaitu'. Maksudira garaning badan sayekti kalih sang sararda yeku rekasaning dhiri katelu ingkang winarna. Wirangarda tegese laraning ati kaping pat cuwarda. Terjemahan : 'Wahai putraku hendaklah kau ketahui artinya panca wisaya tersebut pertama rogarda. Kelima perkara tersebut dapat dihindari oleh seorang wanita dengan melandaskan diri pada sikap-sikap yang positif. durgarda artinya kecewanya hati'. cuwarda dan durgarda. Dhuh putrengsun sarnya sumurupa nini tegese kang panca wisaya mengko winardi ingkang sepisan rogarda. antara lain : setyaning tyas lawan 212 . yaitu kesengsaraan dalam diri. Maksudnya sakitnya badan. keempat cuwarda yaitu kesengsaraan hati. yeku rekasaning ati. durgarda pringganing nala. kedua sararda. 'Wirangarda artinya sakitnya hati.wirangarda.

hatihati. tinampan sukur lan lila. betah ngangkah lawan lembah manah. Betapapun gigih serta uletnya studi yang mereka lakukan. utama hatinya. menebalkan hati agar sentosa dalam budi. teguh dan sabar. teteg. Perhatian terhadap nilai-nilai kejawen juga tampil dalam lingkungan sarjana asing. artinya utama sabar. Dengan diberinya kenikmatan maupun cobaan itu manusia khususnya para wanita diharapkan senantiasa ingat terhadap Gusti Allah sebagai tempat bergantung dan memohon segala kebajikan. ngati-ati. utameng tyas kang pinesthi. tenang-diam-waspada dan ingat. diterima dengan rasa syukur dan ikhlas. terhadap lima hal yang merintangi hati. tegese utama sabar. tidak lain karena terlalu terpengaruh oleh kerangka pikirannya sendiri. ternyata tidak selalu menjalankan interpretasi secara tepat.26). teliti dan teratur. legoweng tyas nrus ing ati. enengening-awas eling. mring pancabayaning ati. bait 21 .legawa. lebih-lebih karena belum dapat 213 . titi lan tata. dengan berlapang hati hingga ke budi'. Salah satu cara untuk mengingat Gusti Allah dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya sebagaimana terdapat dalam kutipan pupuh Kinanthi bait 14 di bawah ini : Di adining putri prabu. (Maskumambang. teguh. angandel kandel kalawan kang kumandel netel santosa ing budi artinya setia dalam hati dan rela. Terjemahan : 'Seutama-utaman yaputri raja.

Sabar merupakan suatu sikap mental yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. memperkuat kepribadian. Sehubungan dengan itu. Di kala susah diperlukan sabar agar tetap teguh menerima cobaan dan tabah dalam menjalani kehidupan.menyelami jiwa kejawen ataupun dengan istilah metodologis belum dapat melihat segala sesuatu dari dalam. hal mana mudah terjadi kalau orang terlalu terdorong oleh pikiran spekulatif saja. tanpa didasarkan atas penelitian serta pembuktian empiris. sangat diperlukan manusia sepanjang hidup dalam segala situasi. Datan Sepi ing Pambudi Kesabaran seseorang biasanya diwujudkan dengan dimilikinya rasa syukur terhadap pemberian Gusti Allah. Orang yang demikian akan terhindar dari rasa kegelisahan dan terpelihara dari gangguan jiwa (Usman Najati. Sikap mental sabar. Perlu ditonjolkan di:sini bahwa dalam masyarakat kita sering dilontarkan ucapan yang menyangkut soal nilai-nilai Jawa. Lagi pula tidak diusahakan melacak asal nilai-nilai atau istilah . Ketika mendapatkan kesenangan diperlukan sabar agar tidak congkak. 1985: 28). secara-tepat atau tidak tepat dengan kecenderungan kuat menulis akan kerangka pikiran dan pandangan dewasa ini kepada nilai-nilai tradisional. maka perlu diadakan usaha penelitian dari pihak pengemban kultur Jawa itu sendiri dengan harapan agar dapat menghindari segala macam salah tafsir tersebut. Rasa syukur tersebut pada 214 .istilah itu tanpa mengidentifikasikan sumbernya yang otentik. meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kesulitan. G. Dengan mempraktekkan sikap sabar dapat mendidik diri.

yakni : Syukur dengan hati. yaitu berupa kepuasan batin atas anugerah yang telah diberikan oleh Gusti Allah. dipuntansah angabekti. dene ingkang winastan. terhadap kodrat Gusti Allah'. Terjemahan : 'Yang keempat jalannya rahsa adapun. rahsa itu mulia. haruslah waspada dan ingat. Nasehat ini sebagaimana dalam kutipan pupuh Sinom : Dhuh ngger wanita utama. kudu musthi awas eling. rahseku wus mulya. marang Hyang kang Murbeng Titah. marang kodrating Hyang Suksma.hakikatnya hanya tertuju kepada Gusti Allah. Syukur dengan perbuatan yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya. ing pancadriya puniku. Syukur dengan lidah yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. tegese kang pangabekti. nyirnakaken pakerti. Paku Buwana IX memberikan nasihat kepada putra-putrinya agar berbakti kepada Gusti Allah. Sikap ingat kepada Gusti Allah itu perlu selalu ditanamkan dalam hati sanubari dengan ingat pada kodrat Gusti Allah sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang. 215 . Cara bersyukur terdiri dari tiga hal. Kang kaping pat lakuning rahsa sarehning.

nafsu seperti mudah tidak suka dengan orang lain. Terjemahan : Wahai anakku wanita utama. adapun yang dinamakan pancadriya itu putriku. bait 3-4). yang disebut panca driya. hendaklah berbakti. artinya berbakti. beng sanapsu kayata cengil sengitan. Teriemahan : juga kepada sesama manusia terlebih-lebih dengan perbuatan 216 . menghilangkan tingkah laku. kepada Gusti Allah Pencipta segala makhluk. iya ing manungsa sagung luwih maning dera kardi solah bawaning narendra kang datan sepi pambudi ngganya angampil agama kasucian kang dumedi Tinindakaken lawan patut pinantes pantes tiniti tinimbang lan isinira negara Surakarta di tan kena kinukuhan angkuh ing tyas anglakoni (Kinanthi.panca driya iku nini. Istilah bakti menunjukkan adanya sikap yang patuh yang dilandasi rasa cinta seorang hamba kepada Gusti Allah. Sarana dalam berbakti kepada Gusti Allah ini seseorang hendaknya menjalankan agama.

Untuk mencapainya diperlukan sarana yakni tapa brata puja mantra sebagaimana dipaparkan dalam pupuh Sinom bait 8-112. dene kang dipun wastani. iya nini tapa brata. dan memandu serta menentukan arah kehidupan. agama adalah pedoman kehidupan yang sangat vital dan sangat menentukan. juga angingirangi. Agama merupakan toitalitas kehidupan yang sakral. 217 . Dengan agama. narima nadyan nyegah. dhahar menawa sireki. Ketaatan pada Gusti Allah ini hendaknya diwujudkan pula pada ketaatan kepada kedua orang tua dan pada guru. tanarima apa ing sarananira. Iku sayektine gagar. limang prakara sayekti. sanadyan anyuda nendra.segala tingkah laku raja yang tidak lepas dari ikhtiar dalam meminjam agama hanya kesucian yang ada Dijalankan dengan baik pantas dan diteliti dipertimbangkan isinya negara Surakarta yang indah tidak dapat dipertahankan sombong dalam menjalankan Bagi para pemeluknya yang berusaha taat. mendalam. manusia menjadi memiliki rasa damai. 1999 : 14). ing bukti sarananipun. tempat bergantung dan memiliki ketenteraman hidup (Haedar Nashir. ping kalih nyeyuda guling. Tapa brata puja mantra.

kudu panggah santosa. tegese panggagas nini. sadayeku kudu nganggo empan papan. sumawa nadyan nini. angresepe ingkang sami. angampeta pangandika. wus mbaliyut ingkang panggah ciptanira. Lalu mburu karaharjan. samya dipun waspada. tan koyub dene pakarti. nini kalakoniku. mrih ywa kongsi kabanjur kajating nala. anyuda ing sanggama. Terjemahan : tapa brata puja mantra 218 . upamane sira nini. tan widada iku dadi. katranganing nyuda turu. angawisana sanggami. bebasan tanpa kardi. tan ngandika yen mengko karsa sandeya. catur kang tanpa kardi. Den jak ngaluyub supaya. tuhu. yen karep dipunsabari. cahyaning locananira. nanging yen kurang marta. sanadyana sira nini. kang kaping pat sira nini. tanpa duga cipta.nanging yen linali lali. srana lila ing ati. duka cipta srana saking. ning mbliyut kang kaping tiga. Ping lima sira ngilangna. mangkene pakartinipun.

putriku sudah mengantuk teguhkan ciptamu diajak mengembara agar tidak terpengaruh oleh perbuatan mengantuk. anakku ada lima perkara yaitu mengurangi makan sarananya menerima walaupun mencegah makan apabila engkau menerima. anakku tidak berbicara jika merupakan kebohongan 219 . apa adanya itu sesungguhnya batal kedua mengurangi tidur walaupun mengurangi tidur namun bila berusaha melupakan diumpamakan tanpa perbuatan keterangannya mengurangi tidur hendaklah diperhatikan seandainya engkau. anakku perkataan yang tanpa tujuan anakku terlaksanya hal itu harus tetap santosa walaupun engkau. anakku tahanlah dalam berbicara artinya pemikiran.adapun yang dikatakan tapa brata. yang ketiga kurangilah bersenggama sarana ikhlas dalam hati demikian perbuatannya mengurangi bersenggama bila menginginkan hendaklah sabar agar tidak terlanjur hajat hati kemudian memburu keselamatan yang keempat.

Aja wareg.kelima hendaknya kauhilangkan kesedihan sebagai sarana dari cahaya mata meresapi semua yang menghadap walaupun anakku tanpa perkiraan yang benar namun bila kurang sabar tidaklah akan selamat semua itu harus dengan empan papan Lewat tapa kekuatan badan diperlemah. nanging aja kakehan turu. nanging dikulinakna cecegah saka sathithik manut kekuwatane. nanging aja luwe. aja kakehan melek. maka di 220 . Telah kita pilih dan batasi pengertian tentang keluarga yaitu masyarakat terkecil terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Tapa tidak hanya mengurangi nafsu-nafsu tertentu dengan tidak kenal ampun. lan aja nganti diprusa kang ndadekake karusakan raga. mangkono sapiturute kang sarwa sedheng. melainkan dengan penyederhanaan menyeluruh. Mung bae anggone ngurang-ngurangi saparlu. ibu beserta anak-anaknya kadang-kadang bahkan diperluas dengan pembantunya. Istilah batih menunjukkan adanya ikatan lahir dan batin yang erat dan merupakan suatu kesatuan bulat. Oleh karena keluarga Jawa terdiri atas unsur ayah. Orang menjadi lebih sadar akan relativitas eksistensinya. sehingga sikap dan perasaan terhadap sesama manusia berubah. aja kongsi keladuk utawa mung umbara-umbaran bae. Istilah batih menunjukkan bahwa keluarga Jawa terdiri atas anggotaanggota yang hubungannya antara yangsatu dengan yang lain erat sekali. Dalam bahasa Jawa keluarga disebut pula batih. mengurangi segala aktivitas badan.

Agar cita-cita tersebut tercapai di saiaping berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan material. Meskipun aturan-aturan tersebut biasanya tidak tertulis. kita jumpai berbagai macam aturan atau ketentuan yang biasanya tidak tertulis mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seluruh anggotanya. Demikian pula ada aturan yang wajib dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. ayah dan ibu selalu mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Hubungan antara anak dengan anak.baiknya karena mereka adalah kepala keluarga dan wakilnya. namun berlaku demikian kuatnya sehingga 221 . Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya. semua pihak atau anggota harus mengetahui bagaimana kedudukan dan fungsi ma sing-masing. Hubungan antara keluarga dengan pembantu (jika ada pembantu). maka sejak kecil mereka harus diberi tahu dan diajar melakukannya dengan baik. Dalam hal ini ada aturan mengenai hubungan antara suami dan isteri yang sebaik . Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hubungan antara anggota-anggotanya.dalam keluarga berlakulah berbagai hubungan yaitu : Hubungan antara suami dengan isteri dan sebaliknya. Selanjutnya ada aturan yang berlaku bagi hubungan antara anak dengan anak agar terjalin kehidupan yang harmonis antar mereka. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Itulah sebabnya di dalam keluarga. Supaya anak-anak mereka mempunyai watak sebagaimana yang diinginkan oleh keluarga. sebaliknya ada aturan yang wajib dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua mereka.

baik perorangan maupun keseluruhan. baik bidang ekonomi. 222 . Aturan-aturan tersebut menyangkut berbagai hal baik ragawi maupun rohani. sosial budaya maupun bidang-bidang lain.mengikat masing-masing anggota keluarga. agama dan kepercayaan. Hubunganhubungan tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan. adat kebiasaan yang turun temurun.

Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram. Manusia Jawa dan Gunung Merapi Persepsi dan Sistem Kepercayaannya. Wangsa Manggala. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Bandung. Yogyakarta. 1990. 1969. Yogyakarta.M. The Free Press. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Balai Pustaka Laksono. Yogyakarta. G. Condronegoro. Dipodjoyo. 1986. Yogyakarta: Kanisius. Masagung Niels Mulder. Yogyakarta 223 . Sari Kesusastraan Indonesia. Busana Adat Kraton Yogyakarta 1877-1937 Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. Clifford Geertz. 1996. Tata Upacara Pengantin Adat Jawa. Nawangsari. Yogyakarta. Ali Mudofir. De Jong. 1991. P. The Religion of Java. 1973. Jakarta. Wayang dan Filsafat Nusantara. Liberty Badudu. The Javanese Family. Gadjah Mada University Press.DAFTAR PUSTAKA Adjied Swastedi dan Tessa Theofile Prihatini. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. 1994. 1985. 1983. Yogyakarta: Kanisius. Glencoe Damardjati. Yogyakarta. Kebudayaan Jawa. 1995. Koentjaraningrat. Pustaka Raja. Pustaka Prima. Jakarta: Balai Pustaka. 1993. 2002. Moedjanto. The Free Press. Hildred Geertz. Lucas Sasongko Triyoga. Jakarta. Yogyakarta. Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan. 1988. Asdi S. Konsep Kekuasaan Jawa. 1961. Penentuan Titimangsa dalam Naskah. 1976. 1985. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Glencoe Kamajaya. Pustaka Nusatama. Liberty. Mari S. Mulyono.. Gadjah Mada University Press.

1918. Suryo S. dalam Spektrum 3. 1988. Sri Widayanti. Jakarta : Kanisius. Angkasa Soedarsono. Yogyakarta: Taman Siswa. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Sartono Kartodirdjo. Gondolayu Soebardi. Buana Raya. A Sudewa. Serat Cabolek. 1989. Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. Menuju Filsafat Indonesia. PT. 224 . Suhardjo Hatmosuprobo. Selo Soemardjan. Serat Pitutur Jati Mawi Sekar. 1981. 1993. Bandung. Upacara Tradisional Dan Ritual Jawa. Wayang dan Karakter Manusia. Purbanegara. 1973. Sularto. Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Yogyakarta. 1987. Sri Mulyono. Upacara Labuhan Kasultanan Yogyakarta. Surakarta. Pararaton. Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Mistisisme Serat Dewaruci. Yogyakarta Sunoto. “Kepercayaan Kebatinan Kerohanian Kejiawan dan Agama”. Hanindita.Padmapuspita. Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Ajaran Masyarakat Jawa. Seni Pertunjukan. Serat Gunacara lan Agama. 1974. Yogyakarta. CV. Solo. Gama Press Soekmono. Balai Pustaka Siswoharsoyo. serat Yatna susila. 1982. Negoro. Jakarta. Uitgeverij en Boekhandel Stoomdrukerij De Bliksen. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. 1979. 1985. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. Surakarta Rahmat Subagya. Usman Najati. 2001. 1966. Budi Utomo. Jakarta: Media Sunoto. 1978. Jakarta: Haji Masagung. Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa di Yogyakarta. 1985. Yogyakarya. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. 1929. Soemaatmaka-Atmasalaga. 1973.

Yogyakarta. Kreasi Wacana. 225 .Wisnu Minsarwati. Menguak Bahasa Mitos dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Pegunungan. Mitos Merapi dan Kearifan Ekologi. 2002.

PURWADI. Jawa Pos. Narasumber Koran Kompas. Ramalan Sakti Prabu Jayabaya. Bukunya yang telah dipublikasikan di antaranya : Ceritera Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna. Sekar Putri Ambarwati. Nyata. Gotong Royong di Kabupaten Nganjuk. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SLTP Kelas I – III. UU Mahkamah Konstitusi Basa Jawa. Tabloid Adil. Bernas. Gama. Kursus Percakapan Bahasa Jawa. Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Wulangan Basa Jawa Untuk Umum. Visi Negarawan Patih Gadjah Mada. Wulangan Basa Jawa Kanggo SMP Kelas I – III. Suwarga Nunut Neraka Katut. Kamus Politik Lokal. Kedaulatan Rakyat. Kawruh Beja Ki Ageng Suryo Mentaram. Ajaran Moral dalam Serat Bimapaksa. Kamus Jawa Indonesia Lengkap. Kamasutra Jawa. M. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya. Ng. Memutar Taman Sriwedari. Majalah Gatra. Sultan Agung. Jogja Tivi. Nganjuk. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Cara Memimpin Rakyat Desa. Antropologi Budaya Sultan Agung. Pendidikan Budi Pekerti. Teori Politik Jawa. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. Kabare Jogja. RCTI. Gamelan dan Tembang Jawa. Trans Tivi.HUM lahir di Grogol. Kajian Anthropologi Budaya. Kamus Jawa Indonesia Populer. Kamus Jawa Indonesia untuk SLTP – SLTA. Wulangan Basa Jawa Kanggo SD Kelas I . Kamus Jawa Indonesia untuk SD. Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata. Ranggawarsita. Sosiologi Mistik R. dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional. kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998.BIOGRAFI PENULIS DR. Kamus Jawa Kawi Indonesia. Mojorembun. Djoko Lodang. Sejarah Susastra dan Budaya Jawa. Konsep Moral dalam Serat Werkudara Suci. UUD 1945 Bahasa Jawa. Gelar Doktor diperoleh tahun 2001.VI. Sejarah Raja-raja Jawa. Song of Java I-VIII. Babad Tanah Jawi. Rejoso. Pakem Pedhalangan. Penghayatan Keagamaan Orang Jawa. Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI. Pujangga Nusantara. Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Republika. RRI dan Radio Komunitas. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I-VI. Biografi Pujangga Kyai Yasadipura I. Karya lainnya yaitu Biografi Ki Narto Sabdo. Manunggaling Kawula Gusti Sejarah Tanah Jawa Jilid I – IV. Teori Militer Jawa. Babad Joko 226 .

Kisah Pendawa Lima. Ilmu Makrifat Sunan Bonang. Asal Usul Manusia Jawa. Wahyu Keprabon Susila Bambang Yudhoyono. Pamedhar Sabda. Tata Bahasa Jawa. percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Ratu Kencana Wungu. Nenek Moyang Orang Jawa. Arjuna Lelananging Jagad. Kini bekerja sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Selain itu juga mengelola Pustaka Raja. Tasawuf Muslim Jawa. Sejarah Wali Songo. Novel Mahabarata. Biografi Jimly Asshiddiqie. Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja). Dukun Jawa. Gerakan Spiritual Siti Jenar. Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih. Filsafat Jawa. Integrasi Islam dengan Budaya Lokal. Ajaran Ilmu Sejati Wali Songo. Selanjutnya. Hidup. Embok Yatinem Si Bakul Gendhong. Kitab Makrifat Sejati. Mistik dan Kematian Sultan Agung. Novel Ramayana. Jagad Mistik Jawa. Makrifat Sejati Sunan Kalijaga. Babad Demak. Dosen Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. Ilmu Kecantikan Ratu Kalinyamat. Semar. Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil. Strategi Politik Ken Arok. Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis Jawa Barat. Ilmu Kesaktian Prabu Jayabaya. Aji dan Mantranya. Jalan Cinta Syekh Siti Jenar. disusul pula buku tentang Sejarah Presiden Soekarno. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Bung Karno Sang Pembebas. Sesorah Budi Rahayu. Nyai Roro Kidul. Ilmu Kasampurnan Sunan Gunungjati. HP 0815 788 65170. Sejarah Prabu Brawijaya. Sufisme Sunan Kalijaga. Seratus Tokoh Masa Depan Indonesia. sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat. Sejarah Ajisaka. Biografi Sultan Hamengku Buwono IX. Hidup dan Spiritual Sunan Kalijaga. Kiat Bisnis Orang Jawa. Sistem Pemerintahan Indonesia Klasik. Ilmu Sangkan Paraning Dumadi. KIAT (Kamus Indah Alamat Teman). Telp 0274-881020. Pangeran Diponegoro. Membaca Batin Putri Jawa. 227 . Kisah Cinta Ken Arok – Ken Dedes. Kakap Raya No. Babad Tanah Leluhur. Ki Ageng Mangir. Ilmu Kecantikan Putri Jawa. Arjuna Mencuri Cinta. Semar Jagad Mistik Jawa. Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan. Kamus Sastra Indonesia. Tata Bahasa Jawa.Tingkir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful