PRANATA SOSIAL

JAWA

DR. PURWADI, M. HUM

ISBN 978-979-16061-1-0

YOGYAKARTA PENERBIT TANAH AIR

1

KATA PENGANTAR

Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah

memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian

tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.

2

Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Soetrisno R., M.Si. dan Ibu Dra. Doni Rekro Harijani, M.Si. yang telah memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. 2. Keluarga Bapak Ibu Rasyid Baswedan, Anis Baswedan, dan Samhari Baswedan atas dukungannya sejak saya kuliah di tingkat Sarjana, Master dan Doktor di Universitas Gadjah Mada. 3. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang selalu memberi pencerahan hidup. 4. Bapak Ir. Purwo Jatmiko, dari PT. Krakatau Steel yang telah mengajari saya tentang kearifan lokal. 5. Bapak H. Agus Purnomo, S.I.P, Anggota DPR RI yang telah memberi contoh tentang moralitas berpolitik 6. Bapak Drs. H. Solichin, Ketua Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) yang selalu memberi inspirasi tentang arti penting kebudayaan. 7. Prof. Dr. Kazunori Toyoda, Rektor Tokyo Royal University di Jepang yang telah memberi sumbangan finansial secara terus-menerus sejak tahun 1990 sampai sekarang. 8. Prof. Dr. Husain Haikal, dari Jurusan Sejarah FISE UNY dan Rektor Universitas Pekalongan atas kritik dan sarannya. 9. Bapak Ridjan, ayahanda yang selalu mengajari lara lapa dan tapa brata. 10. Donga kaswargan kagem Embok Yatinem, ibunda yang telah surud ing kasedan jati pada hari Kamis Pahing, 1 Januari 2004/9 Sela 1424 di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Matur nuwun.

Yogyakarta, 10 Februari 2007

Dr. Purwadi, M.Hum

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Munculnya Gerakan Kebatinan B. Orientasi Kehidupan Rohani C. Peranan Pemuka Adat D. Pengetahuan Astrologi Tradisional E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib BAB II. PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender Saka B. Pranata Mangsa C. Kalender Sultan Agungan D. Dasar Perhitungan Waktu 1. Petungan Jawi 2. Hari dan Pasaran 3. Rolas Titi Mangsa 4. Petungan Pawukon 5. Petungan Paringkelan 6. Petungan Tahun 7. Petungan Windu 8. Petungan Padewan Astawara BAB III. TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Slametan Among Tuwuh B. Pasang Tarub Agung C. Tirakatan Malam Midodareni D. Janji Suci Ijab Qabul E. Prosesi Temu Pengantin F. Sungkeman Tanda Darma Bakti BAB IV. PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ratu Laut Selatan B. Mistik Gunung Merapi C. Kyai Sapu Jagad D. Jin Kali Opak E. Dunia Pedanyangan

4

Penghormatan pada Dewi Sri D. Kidung Sekar Artati G. Selamat Lahir Batin F. Menggapai Kebahagiaan Sejati F. UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Laksana Mimi Lan Mintuna 5 . KIDUNG PENOLAK BALAK A. Kebersamaan dalam Keluarga D. Kidung Bale Anyar D. Ngundhuh Sarang Burung F. Struktur Sarwa Tunggal E. Pandangan Hidup Berkeluarga BAB X. Tradisi Labuhan E. Basis Intisari Keluarga C. Kidung Sifat Iman F. Tradisi Kenduri C. ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup B. Kidung Jati Mulya H. PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL Kampuh atau Dodot Keris dan Wedhung Aneka Ragam Kuluk Ragam Ageman Pengantin Songsong Gilap Payung Agung Busana Bangsawan Gaya Kraton BAB IX. Nilai Warisan Luhur B. NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Demi Ketentraman Jiwa D.BAB V. Kidung Rumeksa Ing Wengi B. Tradisi Garebeg Sekaten C. Pengaruh Mistik Gunung BAB VII. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama E. Pemikiran Kefilsafatan B. Kidung Waringin Sungsang C. Kidung Sekar Marwati BAB VIII. Kidung Pamungkas Hayu E. Hubungan Antar Warga BAB VI.

Mendhem Jero Mikul Dhuwur E. Pasang Sumeh Jroning Ati G. Sigaraning Nyawa C. Gemi Nastiti D. Rumeksa Rahayuning Garwa F. Datan Sepi ing Pambudi DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI PENULIS 6 .B.

Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis. dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. nuting jaman kelakone. Seiring dengan perkembangan zaman. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin.TEKS SAMPUL BELAKANG: Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji. Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. memasuh malaning bumi. Dalam hal ini. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang. ISBN 978-979-16061-1-0 7 .

merupakan suatu kesadaran akan kebudayan kejawen.” (Niels Mulder... 1975: 3).. Gerakan mistik dianggapnya 8 . khususnya yang ada di Yogyakarta. dan bahwa ”. penderitan luar biasa. Gerakan-gerakan kebatinan. munculnya gerakan-gerakan yang jumlahnya demikian besar.BAB I SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. yang sering dilakukan dengan cara-cara metafisik. Bertambah cepatnya perubahan-perubahan sosial budaya yang telah terjadi selama jangka waktu masa peralihan. Munculnya Gerakan Kebatinan Timbulnya ilmu kebatinan disebabkan karena sebagian besar orang Jawa mencari hakikat alam semesta. Orang Jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungannya dan hati nurninya.. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. kemiskinan dan keresahan yang diderita oleh penduduk selama Perang Pasifik selama jaman Jepang. 1974: 83). at least part of the Abangan cultural awakening has been brough about by the vehement pursuit of organized Islam to push its views and ways of life upon the syncretism mojority of the Javanese population. demikian pula keadaan yang tidak menentu selama dasawarsa pertama setelah kemerdekaan. (Selo Soemardjan. dan selama jaman revolusi. menjadi sebab makin banyaknya timbul berbagai gerakan kebatinan di Jawa.

Paling sedikit empat macam gerakan kebatinan di Jawa. 1973:39-45). gerakan mesianik di Jawa mempunyai tujuan praktis dan duniawi. Banyak dari gerakan mesianik timbul dalam suatu suasana sosial budaya. Gerakan-gerakan moralistik dan etik yang berpokok pada pemurnian jiwa. Berbeda dengan banyak gerakan kebatinan lain. Di dalam bukunya Protest Movements in Rural Java (1973: 64-65). Gerakan mesianik muncul tidak untuk melarikan diri dari kenyataan hidup akan tetapi sifatnya yang sinkretis menyebabkan bahwa sukar untuk membedakan dengan jelas antara gerakan seperti itu dengan gerakangerakan keagamaan lainnya. Buku itu juga memuat ikhtisar dari studi-studi terdahulu mengenai gejala itu. menurut analisa Sartono memiliki sifat-sifat yang serupa. Gerakan-gerakan yang berpokok pada praktek-praktek ilmu gaib dan ilmu dukun (Subagya. Sartono Kartodirdjo telah membuat suatu ihktisar singkat tetapi sangat baik dan komprehensif mengenai gerakan-gerakan Ratu Adil di daerah pedesaan Jawa. yaitu : 1).merupakan tema pokok dalam kebanyakan gerakan kebatinan di Jawa. yaitu gerakan-gerakan Ratu Adil. Saya sendiri masih dapat menambahkan satu macam gerakan kebatinan lain. kecuali jenis gerakan kebatinan yang berpokok pada teosofi akan kita bicarakan dalam alineaalinea berikut ini. Semua itu. dan tidak didasari gagasan-gagasan mengenai kehidupan akhirat. Yang berpokok pada teosofi 3). dan 4). di mana penduduk pedesaan tidak puas dengan eksploitasi ekonomi yang dilakukan terhadap mereka. serta tekanan-tekanan administratif yang dikenakan 9 . Kebanyakan dari ke-15 gerakan mesianik di Jawa yang terjadi dalam tiga abad terakhir. Hal itu tentu saja tidak benar. Yang berpokok pada mistik 2).

Seperti apa yang kita ketahui. 10 . dan juga oleh para pegawai pemerintah setempat yang mendapat tekanan dari pemerintah kolonial. Karena tradisi seperti itu sering dianggap telah dilanggar oleh orang-orang yang berpikiran menurut jaman masa kini. panen gagal. yang anti kolonialisme. selama hampir satu setengah abad yang lalu. Papua Nuigini dan Melanesia. Mereka yakin bahwa akan terjadi suatu bencana yang didahului oleh kelaparan. maka keinginan utama. dan mengagung-agungkan kebudayaan dan tradisi nenek moyang itu. atau harapan yang tetap dikobarkan dengan ritus-ritus dalam gerakan-gerakan mesianik Jawa itu adalah kebangkitan kembali dari kebudayaan tradisional nenek moyang dan didirikannya kembali suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu Adil.pada mereka oleh pemerintah kolonial setempat. Sifat gerakan mesianik Jawa ini mirip dengan gerakan cargo yang terjadi di Irian Jaya. bencana alam. seorang pemimpin karismatik yang telah memiliki kekuatan gaib untuk dapat menyembuhkan dan yang dianggap telah menerima panggilan untuk melakukan gerakan mesianik. dan jaman edan. yang terpengaruh oleh pendidikan Belanda dan kebudayaan masing. banyak dari gerakan cargo ini meledak menjadi gerakan-garakan yang menentang pemerintah. Dalam kebanyakan kasus gerakan mesianik. mampu menghimpun suatu jumlah penganut yang lumayan banyaknya. Sifat dari hampir semua gerakan mesianik Jawa pada umumnya adalah untuk berusaha kembali ke kebudayaan dan tradisi nenek moyang. dan di mana rusaknya tradisi sebagai akibat dari perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat itu telah menyebabkan tidak puasnya mereka. epidemi.

Gerakan-gerakan yang berpedoman pada keyakinan mesianik. di bawah pimpinan seorang guru (mursyid) yang disegani. 11 . biasanya menjadi anggota gerakan-gerakan mistik yang disebut tarekat. dan hampir serupa dengan gerakan-gerakan kerohanian Kejawen gerakan-gerakan kerohanian santri ini dapat juga diklasifikasikan ke dalam: 1). Para ahli mistik Islam disebut sufi. B. khususnya Jawa. Dalam agama Islam mistik juga diakui. Orientasi Kehidupan Rohani Ada gerakan-gerakan yang berorientasi kepada kerohanian. Gerakan-gerakan seperti itu biasanya berpusat pada suatu pesantren tertentu. dan istilah sufisme yang menjadi terkenal dalam karangan-karangan mengenai studi Islam. Gerakan-gerakan puritan yang berpedoman kepada kembalinya suatu masyarakat keagamaan yang bersifat murni. Orang-orang yang menganut aliran itu di Indonesia.dan anti orang asing. dan keyakinan serta perilaku agama serta tradisi Islam. Di Jawa gerakan-gerakan itu juga mulai melakukan kekerasan ketika para pemimpinnya berperan sebagai Ratu Adil dan memerintahkan perang jihad untuk menggulingkan pemerintah kolonial atau pemerintah daerah setempat. 4). 2). yang beranggotakan orang-orang santri. dengan sebutan thasawuf. yang oleh penduduk di sekitarnya biasanya disebut kyai. Gerakan yang titik beratnya pada mistik. berasal dari istilah itu. Gerakan-gerakan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan ilmu gaib dn ilmu dukun. 3). dan telah menjadi pranata keramat yang resmi.

tetapi tarekat Shiddiqiyyah dan Wahidiyyah masih relatif muda. Tarekat Syaththariyyah juga sudah tua umurnya. orang biasanya sudah menjalani latihan dalam sebuah pesantren atau dalam tarekat lain. tarekat Siddiqiyyah. dan umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai Brantas. Di Pulau Jawa ada beberapa aliran mistik yang terpusat di beberapa daerah tertentu. tarekat Syaththariyyah. Walaupun banyak yang benar-benar telah menjalani latihan untuk menjadi guru dan ahli mistik. Dengan demikian kita mengenal tarekat Qodariyyah. Suatu pesantren tarekat menganut aliran mistik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta orientasi pemimpinnya. Kedua tarekat tersebut pertama adalah aliran-aliranya sudah masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-17 dan terutama berkembang di daerah Banten. Aliran yang lain lebih banyak terdapat di Jawa Timur. Para pemimpin tarekat yang terkenal biasanya mempunyai riwayat hidup yang panjang mereka biasanya mulai belajar ilmu mistik pada guru-guru terkenal juga di berbagai pesantren atau tarekat. Baru setelah mereka merasa cukup pengalaman. 1978: 76). tarekat Sazaliyyah dan lain-lain. yaitu di kota Kediri dan Pare. Dengan ijazah itu ia dapat mendirikan pesantren atau tarekat baru. Namun biasannya ia hanya meneruskan pesantren atau tarekat yang diwarisi dari ayahnya. melainkan hanya merupakan pemimpin yang memilki kharisma. Priangan. banyak juga yang sebenarnya bukan guru yang sesungguhnya. dan kemudian mengajar di berbagai pesantren dan sekolah tarekat. tarekat Naqshabandiyyah. tarekat Wahidiyyah. mereka mulai mendirikan tarekat sendiri. 12 . dan Pesisir Barat di Cirebon (Soebardi.Untuk menjadi seorang guru mistik. dan telah mendapat suatu ijazah atau sertifikat.

dan telah menerima kekuasaan dari pemimpin mereka untuk mendirikan cabang-cabang di daerah-daerah tersebut. maka cabang-cabang yang dipimpin seorang badhal biasanya boleh dikata mempunyai sifat otonom.Seorang pemimpin tarekat yang terkenal mempunyai wakil-wakilnya yang taat kepadanya. para penganut. Pemimpin tarekat pusat mengumpulkan para wakilnya untuk berkumpul pada waktu-waktu tertentu untuk bersama-sama menjalani berbagai ritus tarekat yang utama. dan diharuskan membaca zikir. tetapi mereka didik untuk menjalankan kewajiban agama dengan lebih ketat. Namun. ilmu kalam (teologi). dan siap melayaninya setiap waktu. yang dibangun di halaman pesantren. Makam ini oleh para siswa. Seringkali rasa solidaritas para siswa. dan ilmu tasawuf (ilmu mistik) seperti dalam sekolah-sekolah pesantren biasa. tetapi juga oleh penduduk desadesa sekelilingnya. penganut dan pengikut pesantren tarekat itu dipuja-puja sebgai sesuatu pepundhen . karena biasanya pesantren tarekat tidak terorganisassi secara administratif. Hanya karisma pemimpin mereka yang tertinggi itulah yang merupakan pemersatu antara cabang-cabang dengan tarekat pusat. Mereka juga tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa. dan para pengikut suatu pesantren tarekat dibuat intensif dengan mengadakan ritus-ritus sekeliling makam tokoh–tokoh pemimpin legendaris dari tarekat itu. Para siswa pesantren tarekat mendapat pelajaran dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. dengan suatu pimpinan pusat. Sebagai wakil (badhal) mereka seringkali mendapat kekuasaan untuk mengambil sumpah dari para calon siswa tarekat cabang tersebut. taat sepenuhnya kepada guru. yang bahkan tidak dapat kita kategorikan sebagai santri. yaitu ilmu fiqh (hukum Islam). Zikir 13 .

Para siswa serta para anggota dari suatu pesantren tarekat tidak selamanya harus tinggal di komplek pesantren. Seorang guru tarekat yang termasyhur kadang-kadang juga mempunyai banyak pengikut orang biasa. melaporkan bahwa banyak pesantren 14 . Sewaktu melakukannya mereka harus mengunakan jubah sufi berwarna putih. Menurut para ahli yang telah mengamati berbagai pesantren tarekat berbeda dengan pesantren biasa. tetapi mungkin juga karena mereka merasa tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat yang mereka anggap telah bobrok itu. dilakukan sesuai dengan aliran mistik tarekat yang bersangkutan. dan lebih banyak menjalankan puasa dari pada orang Islam lainnya. Kecuali itu mereka juga harus turut latihan zikir dengan ketat. tarekat juga mempunyai siswa serta penganut yang sudah lebih tua usianya. Mereka sering datang ke masjid untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. atau zikir kapi. yaitu zikir jahar. yang bergabung karena merasakan tekanan ekonomi yang terlalu berat. menjauhi kebendaan. dan jenis zikir yang dilakukan. Ahli filologi Soebardi.merupakan kegiatan keagamaan yang terpenting dalam suatu tarekat. Banyak juga di antara mereka yang datang ke pesantren tarekat karena ingin mendapatkan ketenangan batin. atau suatu kombinasi dari keduanya. yang telah lama meneliti beberapa gerakan tarekat dan sekolah tarekat di Jawa Barat dan daerah Cirebon di Jawa Tengah. melakukan sholat. atau mengunjungi makam pendiri tarekat yang bersangkutan. tetapi mereka diwajibkan untuk menjalankan kehidupan yang ketat dan berdisplin seperti para sufi yang memilih tinggal di pesantren. yang tak turut menjalankan latihan-latihan zikir. dan bukan untuk mempelajari hukum atau teologi.

Masih ada di Pekalongan dan daerah Bagelen. yang didirikan pada petengahan abad ke-19 oleh Haji Mohammad Rifangi dari desa Kalisalak. 1978: 130). Salah satu gerakan puritan yang ada adalah Sekte Budiah. yang seperti apa telah terbukti dalam sejarah. walaupun mereka memang menentng pemerintah dan mengutuk agama-agama asing yang berkembang di sini. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip gerakan tarekat. dalam gerakan Islam santri yang puritan itu upacara zikir tidak ada. Bedanya. Gerakan-gerakan agama yang bersifat Islam puritan. Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo yang meneliti sejarah gerakan ini (1973: 118127) melaporkan bahwa para penganut gerakan itu sekarang. dan menolak untuk menerima segala bentuk perubahan sosial budaya maupun penemuan baru.tarekat itu bersifat tertutup dan menyendiri. seringkali merupakan sumber kegitan pemberontakan. Sartono juga menyebutkan bahwa gerakan puritan Islam tidak melakukan kegiatan pemberontakan yang nyata. Tetapi para pengamat pesantren tarekat juga melaporkan bahwa banyak pesantren tarekat lain yang bersifat lebih terbuka terhadap pegaruh-pengaruh jaman baru (Soebardi. Juga gerakan Imam Mahdi mempunyai potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan pemberontakan. Hubungan antara pemimpin dari suatu gerakan Islam santri dengan para pengikutnya itu dalam banyak hal mirip dengan hubungan antara pemimpin suatu pesantren tarekat dengan para pengikutnya. yang mungkin disebabkan karena 15 . Para anggotanya umumnya sangat mencurigai orang luar. menghendaki kembalinya agama Islam kepada pelajarannya yang asli.

yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. melainkan juga untuk orang yang 16 . gerakan mesianik dengan mudah sekali dapat membangkitkan apara penganutnya untuk melakukan perang jihad. Bukan hanya orang yang ahli dalam ilmu petangan saja yang mendapat sebutan seperti itu. ilmu gaib dan ilmu sihir. dapat dimengerti bahwa upacara dan tindakantindakan ilmu gaib malahan banyak sekali digunakan. Dalam usaha menghidupkan kembali suatu masyarakat tradisional atau mengembalikan agama kepada bentuknya yang asli. misalnya saja kehadiran para dhukun. tetapi dengan menggunakan teror. perampokan. Kata dhukun mempunyai arti yang sangat luas. yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran orang akan datangnya seorang Ratu Adil. atau perang sabil. Adanya gerakan-gerakan yang juga memberontak terhadap kekuasaan yang ada dengan dasar melakukan jihad. Peranan Pemuka Adat Peranan Pemuka Adat sangat berpengaruh pada kehidupan orang Jawa. tetapi juga orang yang menjalankan praktek penyembuhan tradisional. Sebutan dhukun bahkan tidak hanya untuk orang yang melakukan aktifitas ilmu gaib saja. Lagi pula. tetapi ia juga menyebutkan berbagai gerakan yang mirip.sifat dari gerakan mesianik. Ia membuat suatu pelukisan dari sejarah dari suatu gerkan semacam itu yang ada di daerah Priangan dan Banten dalam tahun-tahun sekitar 1920. intimidasi dan cara-cara kriminal lainnya. C. Ilmu gaib memang merupakan unsur yang sangat penting dalam kebudayaan petani maupun kebudayaan priyayi.

dan biasanya melaksanakan tugas mereka pada upacara umum. atau mereka kerap kali juga minta untuk melakukan berbagai upacara yang berkenaan dengan pertanian. Berbagai macam dhukun yang dikenal oleh orang Jawa dapat kita bagi ke dalam empat kategori berdasarkan keempat jenis tindakan ilmu gaib yang telah kita sebutkan di atas. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib produktif sering kali termasuk golongan sosial yang dihormati dan disegani dalam masyarakat mereka. Seperti pada upacara bersih dhusun.ahli dalam membantu wanita pada waktu melahirkan. Seorang dhukun bayi tahu semua upacara adat yang harus dilakukan pada waktu seorang bayi dilahirkan. ahli pijat yang disebut dukun pijet. dhukun calak mengetahui dengan tepat upacara adat apa yang harus dilakukan berhubungan dengan khitanan. dhukun pijet mempunyai pengetahuan yang luas mengenai jamujamu tradisional yang dipakai untuk memulihkan tenaga. dan bahkan untuk mencarikan benda-benda atau orang yang hilang. ahli sunat yang dinamakan dhukun calak. atau ahli merias pengantin yaitu dhukun paes. dan mereka sering kali diminta untuk mencegah suatu bencana yang diduga akan datang. Sebutan dhukun mungkin mereka peroleh karena mereka dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai upacara adat yang berhubungan dengan peritiwa bersangkutan. Beberapa di antara mereka dianggap mampu mendatangkan hujan. demikian juga seorang dukun paes mengetahui segala seluk beluk yang berhubungan dengan upacara dan persyaratan upacara adat serta slametan sekitar pernikahan. Dhukun seperti ini tidak merupakan ahli 17 . yaitu seorang dhukun bayi.

tetapi pekerjaan mereka sehari-hari biasanya adalah sebagai tukang. Para dukun ilmu hitam biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib agresif atau destruktif adalah para dhukun sihir atau dhukun tenung. tetapi juga oleh seorang kepala polisi yang ingin mengetahui tempat disembunyikannya barang-barang curian warga. atau oleh orang-orang yang minta dicarikan hari yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anaknya. 18 . seperti misalnya penjahat. yaitu para dukun petangan tersebut di atas. dalang dan sebaginya. dan para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak melakukan ilmu hitam. Mereka merupakan suatu kategori khusus dalam suatu masyarakat: orang-orang yang mempunyai maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dhukun tenung. Akhirnya ada segolongan dukun yang ahli dalam hal meramal dan dalam hal menghitung-hitung tanggal dan hari yang baik. Jasa-jasa mereka tidak hanya diperlukan oleh para petani yang ingin mengetahui saat yang paling baik untuk memulai menanam benih padi. dan untuk tujuan itu mereka pergi ke seorang dukun sihir.dalam hal menyembuhkan orang. pandai besi. atau oleh para pedagang yang ingin mengatahui pada hari apa mereka sebaiknya mengadakan perjalanan untuk melakukan transaksi usaha dagang mereka. Namun adakalanya orang biasa pun ingin agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan.

yang memang dimanfaatkan oleh orang Jawa untuk berbagai tujuan. yaitu dalam buku-buku Primbon. yaitu yang terdiri dari lima pasar (pancawara). yang konon merupakan kesatuan waktu Austrenesia Kuno.D. ilmu meramal penting dan banyak sekali digunakan dalam ilmu gaib dan ilmu meramal adalah ilmu petangan (Koentjaraningrat. meramal dengan mengamati arah terbang dan suara burung (ornithomancy) dll. meramal dengan perhitungan berdasarkan letak tulang belulang yang disebarkan berserakan (astragolomancy). 1986: 214). dan yang terdiri dari tujuh hari 19 . Kecuali membagi waktunya dalam kesatuan waktu siang dan malam. yang terdiri dari enam hari (sadwara). Seperti telah kita lihat di atas. Kecuali meramal. orang Jawa juga mengenal paling sedikit tiga jenis pekan. meramal dengan menghitung jatuhnya usus ayam yang ditaburkan (haruspication). dengan memperhatikan kelima hari pasaran. kelima hari pasar mempunyai tempatnya sendiri di dalam kelima kategori yang ditentukan oleh sitem klasifikasi prelogik orang Jawa. ahli-ahli peramal Jawa harus mempelajari berbagai teknik meramal yang bersifat universal. dan alam semesta manusia. seperti misalnya meramal dengan menghitung hubungan antar bintang (astromancy). dan karena itu merupakan perantara antara tanggal-tanggal pada berbagai penanggalan. Pengetahuan Astrologi Tradisional Dalam ilmu gaib Jawa ada dukun yang memiliki kepandaian yang khusus. Seperti kita lihat dalam buku-buku pegangan mengenai ilmu gaib dan ilmu meramal. tanggal-tanggal penting yang ditentukan pada sistem-sistem penanggalan yang ada. yaitu sebagai peramal (dhukun petangan). Petangan adalah cara menghitung saat-saat serta tanggal-tanggal yang baik.

Kecuali windu. Orang Jawa masih menggunakan penanggalan Hindu–Jawa yang kuno. Bulan-bulan yang ganjil terdiri dari 30 hari. Sistem yang terkhir ini mungkin pengaruh Austronesia. menikah. orang Jawa juga menganggap selapan sebagi kesatuan waktu. karena mereka yakin bahwa periaku masnuia danberhasiltidaknya manusia dalam menjalankan sesuatu ditentukan oleh konstelasi para dewa dan mahluk gaib. tetapi ia juga harus berusaha mengetahui posisi dari dewa-dewa dan mahluk-mahluk gaib lainnya di berbagai penjuru mata angin pada tanggal tertentu. empat dan delapan tahun dalam setiap windu. seorang ahli ilmu petangan harus memperhitungkan dan membuat perhitungan berdasarkan berbagai sistem kalender yang ada. dan wiku yang terdiri dari 30 pekan tujuh hari (jadi 210 hari). atau untuk dapat mujur dalam berjudi. Penanggalan Islam Jawa yang berdasarkan peredaran bulan terdiri dari 12 bulan. juga digunakan. untuk berbagai tujuan tertentu. di mana bulan yang ke-12 juga terdiri dari 30 hari. dan berdasarkan angka-angka keramat (neptu) yang ada dalam tiap penanggalan itu. dan yang genap 29 hari. seperti misalnya bepergian jauh. Tahun-tahun kabisat dalam penanggalan Muslim-Jawa ini terjadi setiap dua. dan arah gerak dari dewa-dewa serta mahluk-mahluk gaib itu. 20 .(saptawara). yang berselisih 78 tahun dengan penanggalan Nasrani. yang terdiri dari 35 hari. Kehadiran dan arah gerak mereka tentu sangat penting dan besar pengaruhnya terhadapp manusia. kecuali dalam tahun yang ke-12. Untuk menentukan hari-hari dan tanggal-tanggal yang baik untuk melakukan pekerjaanya penting dalam kehidupan seseorang.

masih memerlukan seorang dhukun petangan paling sedikit sekali dalam hidupnya. termasuk mereka yang melakukan praktek ilmu hitam. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dhukun. ia juga harus mengetahui khasiat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. Untuk menjadi dukun tentu tidak ada sekolah formal. peramalan. Dengan demikian ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya. menuntut suatu kemampuan yang khusus. menghafal mantera-mantra.Sampai sekarang pun hampir semua orang Jawa. yang biasanya adalah orang tua mereka sendiri. yaitu apabila ia harus menentukan tanggal untuk merayakan pernikahannya. juga yang hidupnya sudah sangat terpengaruh oleh gaya hidup masa kini. Para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu dari seorang dukun. dalam kehidupan sehari-hari biasanya adalah orang biasa. dan tentu saja juga mempelajari buku-buku primbon. Namun jelas bahwa aktifitas sebagai dukun yang berhubungan dengan penyembuhan. yang hidup bergaul dengan warga desa lainnya. yaitu keahlianya diangap sudah ada dalam diri seorang dukun. serta yang dapat berperan sebagai medium dan sebagainya. Dalam kebudayaan Jawa orang memang belum dapat mengabaikan kehadiran seorang dhukun petangan. orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritus-ritus untuk menyembuhkan dan ritus-ritus ilmu gaib. mereka yang ingin 21 . Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat. Kecuali mampu meramal masa depan dan mengobati orang sakit. Para dukun. tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan.

Baik pria maupun wanita dapat menjadi dukun. Demikian khitanan selalu dilakukan seorang dukun pria. membuatnya terkenal. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu. 22 . Karena itu orang yang menjadi dukun sering menjalankan puasa. Sebaliknya. Orang Jawa sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh seorang dukun hanya dapat diperoleh dengan melakukan disiplin yang ketat dan bertapa. Walaupun demikian upacara umum yang bersifat religio magic selalu dilakukan oleh seorang dukun pria. tetapi yang terpenting adalah kondisi dari para pelakunya sendiri. ucapan mantra-mantra dan memberikan jamu tradisional. yang konon memiliki kemampuan untuk mengobati dan meramal.memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku usada dan sebagainya. yang dapat mengundang roh ke dalam tubuhnya. Geertz agaknya benar bila ia mengatakan bahwa para dukun ilmu gaib Jawa menggunakan teknik-teknik ilmu gaib. Seorang yang menjadi dukun pada umumnya adalah orang dewasa yang sudah setengah tua. Dukun pijat kadang-kadang pria kadang-kadang wanita. Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. bersamadi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya. dan ada anak-anak gadis yang menjadi dukun prewangan. seorang dukun bayi dan seorang dukun yang bertindak sebagai medium adalah selalu wanita. Tetapi ada kalanya kita juga melihat dukun yang masih kanak-kanak.

dan karena itu dianggap keramat. Tetapi ada kalanya mereka juga menggunakan buku-buku Primbon untuk menghitung petungan. karena dari orang yang melakukannya diperlukan sikap yang berbeda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan gaib. bahkan banyak yang termasuk orang-orang yang disegani di desa. dan buku-buku usada untuk cara-cara pengobatan. Walaupun demikian. Mereka pada umumnya melakukan praktik sebagai dukun penyembuh penyakit.Dalam masyarakat Jawa dukun tidak merupakan suatu kelas sosial tersendiri. Akhirnya ada dukun yang lebih banyak berorientasi kepada agama Islam. Orang Jawa menganggap ngelmi itu bagian dari religi. dan mereka ini dinamakan dukun santri. yang kendatipun kadang-kadang melakukan praktek perdukunan. sering kali bekerja sebagai pegawai negeri sehingga dapat dimasukkan ke dalam kategori orang priyayi. Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib Seperti pada banyak kebudayaan di dunia. ilmu gaib (ngelmi) dan tenung pada orang Jawa merupakan sub sistem dari religi. E. untuk mana mereka banyak menggunakan ayat-ayat suci dan mantra-mantra dalam bahasa arab untuk kegiatan mereka. Orang yang melakukan praktek ilmu gaib berusaha mencapai suatu tujuan dengan cara 23 . Di kota-kota pun banyak dukun. karena mengenai manusia yang berhubungan dengan kekuatan–kekuatan supranatural. Bekerja sebagai dukun merupakan pekerjaan mereka yang kedua. Mereka pada umumnya tidak tergolong yang paling miskin. dan karena itu termasuk golongan sosial petani dan tiyang alit. yang pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai tukang pandai besi. dalang. ia dapat dibedakan dari religi. guru agama dan pegawai pemerintah daerah.

mendasarkan diri kepada suatu hipotesa yang diajukan ole E. keselamatan. mahluk-mahluk halus dan sebagainya. atau sistem klasifikasi prelogik. Sebaliknya. yaitu dengan menganggap bahwa ia dapat memanipulasi dan mengendalikan berbagai kekuatan gaib.aktif. Van Ossenbruggen. Dalam menjalankan aktifitas itu ia mengucapkan mantramantra di mana ia mengutarakan kehendaknya (gadhah pikajeng). Berdasarkan sistem ini berbagai hal yang terdapat dalam lingkungan alam serta kehidupan sosial budaya seseorang. dan berdoa agar permintaannya bisa terkabul (nyenyuwun). planet-planet dan benda-benda ruang angkasa lain. sifat-sifat kepribadian seseorang. Seorang ahli hukum Van Ossenbruggen. Untuk berhubungan dengan alam semesta dan lingkungannya itu seseorang yang melakukan upacara gaib oleh karena itu berpegangan pada suatu sistem klasifikasi simbolik yang dimilikinya berdasarkan asas-asas “pikiran asosiasi prelogik”. adalah orang yang pertama yang menyinggung mengenai “sistem klasifikasi primitif”. Durkheim dan M. diklasifikasikan menjadi lima kategori pokok. makanan dan minuman. seperti misalnya bagian-bagian tubuh. keadaan perasaan orang. orang Jawa. pekerjaan. Berbagai sistem keyakinan orang Jawa mengandung konsep mengenai hubungan jalin menjalin antara segala unsur serta aspek alam semesta ini dan antara lingkungan sosial serta spiritual manusia. di dalam 24 . orang yang melakukan suatu upacara religi menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada mahluk-mahluk gaib yang lain. Mauss bahwa pikiran prelogik manusia pada awal perkembangan kebudayaannya membayangkan bagian-bagian dari masyarakatnya sebagai dasar suatu kerangka berpikir. dewadewa. hari-hari pasar.

karena dapur merupakan tempat para wanita. ke dalam mana alam semesta orang Jawa diklasifikasikan. Ia juga percaya bahwa katak dapat mengakibatkan hujan. misalnya. Orang Jawa membagi masyarakatnya ke dalam lima bagian yang ditentukan oleh keempat arah mata angin dan titik pusatnya. dan wanita dianggap mahluk paling lemah (liyu). yang disebabkan karena persamaan bentuknya. atau yang disebut dengan istilah–istilah yang mirip bunyinya. Hal ini menyebabkan bahwa orang yang menyangka ada suatu kaitan yang erat antara gejala-gejala yang seringkali berbeda sama sekali dalam prinsip dan fungsinya. yang terjadi di tempat yang sama. Kelima bagian itu memang merupakan kelima ketegori pokok tersebut di atas. yang dipengaruhi oleh asas-asas pikiran asosiasi prelogik. tetapi yang kebetulan mirip dalam hal bentuk atau warnanya. kebiasaan yang merupakan bagian dari tindakan ilmu gaib itu didasari 25 . yakin bahwa sebuah nasi tumpeng dan sebuah gunung mempunyai kaitan yang mendalam.mana harus diklasifikasikan semua konsep yang dikenalnya dan semua gejala yang ada dalam lingkungannya. berurutan. Orang Jawa yang sedang melakukan tindakan ilmu gaib. Pedagangpedagang wanita Jawa acap kali memakai rambut palsu (cemara) untuk menarik pembeli. Klasifikasi itu sendiri sudah dengan sendirinya terpahat di dalam jiwanya. dan saling tumpang tindih. bahwa padi sudah masak kekuning-kuningan. dan emas dua (praos) berkaitan. Orang Jawa yang condong untuk percaya kepada ilmu gaib juga yakin bahwa dapur adalah bagian rumah yang paling lemah. yang terjadi bersamaan. karena persamaan warnanya juga saling berkaitan.

tetapi ada juga beberapa jenis kekuatan energi yang bersifat baik. seperti misalnya pulung. dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat atau yang aneh rupa atau bentunya. seperti suara. Menurut keyakinan orang Jawa. dalam tubuh binatang. japa mantra. Kekuatan-kekuatan lain yang pada dasarnya bersifat buruk dan jahat adalah misalnya guntur dan teluh braja (kekuatan jahat). kekuatan sakti dapat mempunyai aspek baik dan buruk. yang istilah sebutnya hampir sama bunyinya (cemara dan mara). dan benda-benda lain yang tidak lumrah. Oleh karena itu tindakan meniru sesuatu keadaan konon dapat memaksa agar keadaan itu benarbenar terjadi. Mekanisme pikiran yang berasaskan pikiran asosiasi prelogik juga menyebabkan bahwa banyak orang Jawa yang buta huruf yakin bahwa tindakantindakan yang hampir serupa mempunyai kaitan sebab-akibat. melalui ujaran yang mempunyai sifat gaib. Di sini terlihat bahwa dua gejala berbeda. Banyak tindakan ilmu gaib Jawa juga ditentukan oleh keyakinan tentang adanya suatu kekuatan sakti (kesakten) yang seperti apa yang telah disebutkan di atas. dalam jimat. mempunyai kaitan yang terselubung. wahyu. dan ndaru. dan juga dapat ditimbulkan karena suara kutukan (sepata). ada dalam bagian-bagian tertentu dari tubuh. Orang Jawa juga yakin bahwa tidak hanya kekuatan gaib saja 26 . dalam barang-barang keramat serta pusaka. Kekuatan sakti juga dianggap dapat dipancarkan oleh kekuatan suara. Upacara-upacara ilmu gaib yang menggunakan keyakinan seperti itu sering kali disebut ilmu gaib imitatif dan orang Jawa memang sering kali mengunakan ilmu gaib seperti itu.keyakinan bahwa cemaranya akan membuat para pembeli itu datang kepadanya (mara).

kalender Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. bahwa kalender Jawa sama dengan kalender Saka. BAB II PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender yang tahunnya disebut Saka. dimulai pada tanggal 15 Maret tahun Masehi 78. Oleh karena itu perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama. dengan keterangannya. tetapi juga mahluk-mahluk gaib. bahwa permulaan adalah saat Raja Sariwahana Ajisaka naik tahta di India. Aji saka adalah tokoh mitologi yang konon mencipta abjad huruf Jawa: ha na ca ra ka. Tahun Masehi dan tahun Saka. Kalender Saka Kalender Saka merupakan warisan jaman Hindu-Budha yang kemudian diganti dengan kalender Jawa atau kalender Sultan Agung yang berlaku sampai sekarang.yang dapat dimanipulasikan dan dikendalikan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan cara gaib. Banyak orang dan banyak kalender yang beredar membuat kesalahan. dua–duanya berdasarkan 27 . Permulaan kalender itu konon pada saat mendaratnya Ajisaka di pulau Jawa. Adapula yang mengabarkan. padahal amat berbeda.

yaitu perhitungan Pranata Mangsa dengan rangkaiannya berupa bermacam-macam petangan seperti wuku. Wasekha (12 April 11. Srawana 2. 1995). Sebelum bangsa Hindu datang. Phalguna 9. padewan. Kalender Saka membagi satu tahun dalam 12 bulan dan Pranata Mangsa membagi satu tahun dalam 12 mangsa (Kamajaya. Kartika 5. berikut ini penjelasan tentang kalender Saka dan Pranata Mangsa. Jyesta (12 Mei 28 . 1.perhitungan solair yaitu mengikuti perjalanan bumi mengitari matahari. Posya (12 Juli (13 Agustus -12 Agustus) -10 September) 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari 29 hari 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari (11 September. Asuji 4. Dalam bahasa Arab disebut Syamsiyah. Nama-nama bulan dan umurnya. Cetra (11 Januari (12 Februari (12 Maret -11 Februari) -11 Maret) -11 April) -11 Mei) -12 Juni) 10. Sistem Pranata Mangsa itu adalah solair (Syamsiyah) seperti halnya kalender Saka dan Masehi. Margasira (13 Desember -10 Januari) 7. padangan dan lain-lainnya.11 Oktober) (12 Oktober -100 November) (1 November -12 Desember) 6. Magha 8. Kedua. orang Jawa sudah memiliki kalender sendiri yang kita kenal sekarang sebagai Petangan Jawi. Bhadra 3. peringkelan. Ketiga.

Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 27 hari 6. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 5. 1995: 43). Kasapuluh (Srawana): (26 maret. orang menunggu saat dimulainya mangsa yang pertama (Kasa atau Kartika). Dhesta (Padrawana): (19 April.25 Maret) 10.18 April) 11. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Sadha (Asuji): (12 Mei. Kapitu (Palguna): (22 Desember. yaitu pada tanggal 22 Juni.22 Februari) 8. Kasanga(Jita): (1 Maret.11 Mei) 12. Pada mulanya Pranata Mangsa hanya memiliki 10 mangsa sesudah mangsa kesepuluh tanggal 18 April. Pranata Mangsa Nama-nama mangsa dan umurnya: 1. Asadha (13 Juni -11 Juli) 29 hari B.21 Desember) 7. Kanem (Naya): (9 November. Kawolu (Wasika): (3 Februari. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. Kalender atau perhitungan Pranata Mangsa itu dapat dikatakan kalendernya kaum tani yang memanfaatkannya sebagai pedoman bekerja (Kamajaya.12.28 Februari) 9. Masa menunggu itu 29 .21 Juni) 43 hari 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Kalender Pranata Mangsa sudah dimiliki orang Jawa sebelum bangsa Hindu datang di Pulau Jawa.

biru. Maka genaplah satu tahun menjadi 12 mangsa dan dimulainya hari pertama mangsa kesatu pada 22 Juni. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Senin Kliwon. Warna serasi bagi kelompok ini kuning. jamrud. Mangsa ini dalam pengaruh kuat Batara Antaboga dan Nagagini. 26. 16. 30 . Meskipun Pranata Mangsa sudah berlaku sejak dahulu milik orang Jawa. hijau. Mangsa Kasa. Sedap Malam.cukup lama sehingga akhirnya ditetapkan mangsa yang kesebelas (Destha atau Padrawana) dan mangsa kedua belas (Sadha atau Asuji). Kadang mangsa ini disebut pula mangsa Kaso yang berawal 23 Juni sampai 2 Agustus. Kalender Saka berjalan bersama Pranata Mangsa. Kristal dan Biduri Bulan. Kecuali untuk pedoman kaum tani. dan Gardena. 5. Semua ini diharapkan bisa mencegah atau menutupi kelemahan kelompok ini yang lemah pada lever dan pencernaannya. Pranata mangsa pun merupakan perhitungan yang membawakan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan-perhitungan Jawa lain-lainnya. Mata Kucing. Lambang bunganya Melati. yaitu tepatnya tahun 1855 masehi. mutiara. coklat dan merah anggur. kecuali tanggal Jawa 1. namun pembakuannya baru diadakan pada waktu yang memerintah kerajaan Surakarta Sri Paku Buwana VII. Artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya. Batu mulia yang memiliki efek baik bagi kelompok masyarakat Kasa adalah Aquamarine. Musimnya jatuh musim kemarau. 10. Hari baik: Semua hari pada bulan Jumadilawal baik. 11. Pancaran pengaruh kuat kedua dewa ini terhadap alam diibaratkan sebagai Sotya murca ing embanan.

Ruby. Musimnya musim kemarau. 19. Lapis Lazuli. Batu-batu ini untuk menolak sakit mata. Bunga yang menjadi kegemaran mangsa ini adalah Sedap Malam. Artinya anak patuh pada ayahnya. Sementara untuk batu mulia yang sesuai untuk orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Giok. Tourmalin berpengaruh kepada si pemakai sebagai penolak rasa takut. 13.Mangsa Karo. Topas diyakini menyembuhkan penyakit dada. Warna ideal bagi mangsa ini adalah kuning dan hijau. 11. Dalam pengaruh kuat Batara Sakri. 14. 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. Topas dan Tourmalin. 22. pencernaan. Melati dan Anggrek. Pengaruh ini begitu kuat sehingga diibaratkan seperti Bantala Rengka atau tanah retak. 18. 13. 26. 31 . Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya. Mangsa katelu ini candranya Suta manut ing bapa atau ‘anak patuh pada ayah’. Mangsa Katelu dengan candra Suta manut ing bapa. Berlangsung 3 Agustus hingga 25 Agustus. Hari baik: Untuk Rejeb semua hari baik. kecuali tanggal 2. Yasper. 28 dengan hari naas atau tali Wangke Kamis Pon. Hari baik: Untuk bulan Jumadilakir semua hari baik. 14. Berlian untuk penolak ilmu sihir. dan sakit perut. Ini berkat pengaruh kedua pasangan serasi batara-batari yang menjadi simbol asmara itu. penawar sakit paru-paru. Ruby berdaya menolak impotensi. Mangsa Ketiga atau Katelu berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. Batu mulia yang selaras dengan kelompok Karo adalah Berlian. 12. Pengaruh kuat Batara Sakri mempengaruhi alam dan manusia. Cornelian. kecuali tanggal 4. Semua itu diharapkan untuk menutupi kelemahan kalangan Karo. menambah kekuatan tubuh. keracunan. 12.

Mangsa Kapat memiliki candra Waspa kumembeng jroning kalbu. 21. Sebab kemurahan Tuhan 32 . Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan meningkatkan daya pikir. Sementara Aquamarine untuk penyembuhan sakit lever dan tenaga kurang. Hari baik: Semua hari untuk bulan Ruwah adalah baik kecuali tanggal yang ditetapkan berdasar perhitungan naga yaitu tanggal 2. 9. Anggrek. Artinya hati sedih. dengan Tali Wangke atau hari naas pada Sabtu Kliwon. 27. terletak di belahan langit Selatan. 17. 10. Mangsa Kapat ini banyak terpengaruh oleh Wisnu yang berorbit 25 hari sejak 19 September sampai 13 Oktober. kecuali tanggal 7. Sedap Malam dan Ceplok Piring. Merjan atau Coraal yang membebaskan diri dari flu berat serta Mirah yang menolak infeksi. 20. sementara bunga idamannya Melati. Candra yang tersirat adalah Rasa mulia kasucian. Hari baik: Semua hari pada bulan Rejeb baik. 24. Sementara batu mulia yang sesuai dengan orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Opal. 15. 25 dengan hari naas. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan sakit dada dan terbakar. Batu mulia yang sesuai dengan kelompok mangsa ini adalah Topas. sebagai ibarat bahwa rasa ini akan muncul jikalau orang berbuat baik. Ada pula yang mengatakan ‘Genthong Pecah’. Mangsa Kanem berorbit 43 hari sejak 10 November – 22 Desember. Mangsa Kanem bercandra: Rasa mulia kasucian. Mangsa Kalima memiliki candra: Pancuran emas sumawur ing jagad. Berlian yang diharapkan menetramkan pikiran. 10. atau Tali Wangke Jumat Wage. Sementara bunga idamannya adalah Wijaya Kusuma dan Gradiol. Warna ideal bagi kelompok ini adalah merah. Warna ideal untuk kelompok ini biru dan merah anggur.

Warna ideal yang sesuai untuk wuku dan mangsa ini adalah biru laut. berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks. Batu Giok yang berkhasiat mencegah penyakit pinggang. 8. keletihan. merah darah dan biru langit. Batu Nilam (Carbuncle). Semua hari baik pada Syawal Mangsa Kapitu kecuali: Tanggal 2. Topas berkhasiat mneyembuhkan penyakit reumatik.diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. 21. tanggal 4/5 Februari sampai dengan 1 Maret. menentramkan. Pirus berguna mengatasi bahaya ilmu hitam. Banyak penyakit menular. 10. yang berhkasiat menyembuhkan impotensi dan menolak penyakit infeksi. 24. hijau tua. Mangsa kapitu lamanya 43 hari dari tanggal 23 Desember – 3 Februari. Bertiupnya angin mengandung bisa. Masa baik untuk mengerjakan atau 33 . sakit mata dan gangguan pada pencernaan. maka keluarlah candra Anjrah jroning kayun. Ruby. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Jumat Wage. Padang pertanian menghijau menentramkan hati. Selain indah. 20. yang mampu menentramkan pikiran. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa Kapitu adalah Black Onyx yang mampu mengusir makhluk jahat. merah jingga dan kuning terang. Batu mulia yang sesuai untuk yang lahir pada mangsa Kanem adalah Berlian. oleh karena itu diberi candra: Wisa kentas ing maruta. Semua tanggal baik kecuali untuk bulan Pasa tanggal 7. Mangsa kawolu lamanya 27 hari. Warna ideal untuk mangsa ini adalah hijau. musim timbulnya banyak penyakit. hitam. 20. 25. 27 dengan Tali Wangke Sabtu Kliwon. Mangsa Kawolu atau Masa Surya VIII memiliki candra: Anjrah jroning kayun. Mangsa Kapitu memiliki candra: Wisa kentas ing maruta. 10.

13. wataknya teguh. 20. keracunan. 17. ada senang. Gedhong minep jroning kayun. Kemudian Jamrud yang dipercaya bisa mencegah sakit kepala. 11. lantaran memiliki jiwa militer yang disiplin dan tegas. lama berjalan 24 hari di dalam pengaruh kuat Resi Bisma. 6. penyakit menular. dan 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. pemberani. Mangsa Kasedasa dengan Candra. Begitu pula nasib manusia silih berganti. Pada saat itu Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke mayapada. Semua hari baik untuk bulan Sura ini kecuali tanggal 6. Mangsa Kasanga. 23. 28 dengan Tali Wangsa (Naas) Senin Kliwon. 13. batu mulia ini 34 . Mangsa ini berpengaruh besar terhadap kehidupan terutama putaran cakra panggilingan. atau Kecubung. Tidak mau mengalah. Semua hari Besar dalam catatan horoskop Jawa baik. Mangsa kasanga memiliki lama orbit 25 hari antara tanggal 2 Maret sampai 26 Maret. 21. 24. ada susah kembali ke bahagia lagi. tersiarnya kabar gembira. dengan Tali Wangke Selasa Wage. Bulan Besar masuk dalam Pranata mangsa Kasanga: Wedharing wacana mulia. 10. Amethyst. 13. artinya Pintu gerbang tertutup dalam hati. 11. Semua hari baik dengan kekecualian Dulkangidah tanggal 2. Disebut pula mangsa Mareng. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa ini adalah Safir Biru yang diharapkan bisa menolak berbagai penyakit kulit. 12. Batu mulia yang sesuai untuk weton mangsa kasadasa adalah Amethyst.mendirikan sesuatu. Dengan sinar ungunya. yang mendatangkan rasa kasih. kecuali tanggal 1. Batu mulia yang sesuai untuk mangsa kasanga adalah Safir Biru yang dipercaya melindungi mata. sakit panas. Musim ini tercandra dengan Wedharing wacana mulia. 25. 14. Mangsa ini adalah akhir bulan Februari hingga 15 Maret. 18. 6.

12. Di samping batu mulia ini baik untuk mencegah racun dan sakit jantung. dengan Tali Wangke Jumat Wage. 3. Mangsa dhesta atau ke sebelas ini berlangsung dari 20 April sampai 12 Mei. 13. 8. yang dipercaya mencegah penyakit liver. 22 dengan Tali Wangke Kamis Pon. Untuk Bulan Mulud semua hari baik kecuali tanggal 1. Kadang berwarna hijau kadang biru yang dipercaya mencegah sakit lever. Mangsa Dhesta. Hari baik: Untuk bulan Sapar semua hari baik kecuali 1. Penjabaran candra menggambarkan mangsa Dhesta adalah Sotya sinarawadi yang artinya permata hati. dan pencernaan. 10. 35 . Penuh kasih sayang dan kegembiraan. Bila tak ada Amethyst bisa pula Aquamarine atau sinar laut hijau yang mengesankan rasa damai dan agung. 23. Peristiwa mangsa ini candranya Tirta sot saka sasana yang artinya adalah Air lenyap dari tempatnya. Mangsa ini berlangsung antara 13 Mei sampai 22 Juni. Mangsa ini terpengaruh kuat oleh Batari Sri dan Batara Sadana. Selain itu juga Pirus Biru yang dianggap berkhasiat mencegah pengaruh rejeki besar dan mendapat kemuliaan dari tenaga ghaib. Mangsa Saddha. 15. Mangsa ini memiliki candra Sotya Sinarawadi yang berarti permata hati dengan pengaruh kuat Batara Yamadipati. Kemudian Safir Biru atau Blue Safir yang sangat dipercaya menolak racun dan melindungi mata. 20. pencernaan dan lemah badan. Batu mulia yang selaras dengan kelompok masyarakat Saddha adalah Aquamarine atau Batu Sinar Laut Hijau. Batu mulia yang sesuai untuk kelompok masyarakat Dhesta Jamrud atau Emerald yang diyakini bisa melindungi kepala dari penyakit. yang berorbit 41 hari. Baik pula mengenakan intan yang menjauhkan diri dari ilmu hitam.diharapkan mampu memberi semangat kepemimpinan kepada yang memakainya. 20.

padahal dasar perhitungannya sama sekali berlainan (Asdi. yaitu perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. tetapi didorong pula oleh kepentingan politiknya. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1955.Hari baik: Untuk bulan Bakda Mulud semua hari baik kecuali tanggal Jawa 10. Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. 15. Kalender Saka mengikuti sistem Solar (Syamsiyah). tepat pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriyah. Raja Mataram yang terkenal patuh beragama Islam itu merubah kalender di Jawa secara Revolusioner. karya besar. Dengan mengubah kalender Saka menjadi kalender Jawa yang berdasarkan sistem Komariyah seperti kalender Hijriyah (kalender Islam). 16. Sultan 36 . perjalanan bumi mengitari matahari. Perubahan kalender di Jawa itu terjadi dan mulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. Harinya. Jum’at Legi. 28 dengan hari naas atau Tali wangke Sabtu Kliwon. 1990: 36). Kalender Sultan Agungan Kalender yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu dengan nama tahunnya Saka (kalender Saka) dipakai oleh orang Jawa sampai tahun 1633 M. 25. Kalender Sultan Agung adalah suatu karya raksasa. Kebijakan Sultan Agung itu terpuji sebagai tindakan seorang muslim dengan kemahirannya yang tinggi dalam ilmu falak. tepat pula dengan tanggal 8 Juli 1633. Tindakan Sultan Agung itu tidak hanya didorong oleh maksud memeprluas pengaruh agaam Islam. C. sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem lunair (Komariyah). Pada saat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertahta.

Agung bermaksud memusatkan kekuasaan agama kepada dirinya. Di samping itu, tindakan merubah kalender pun mengandung maksud untuk memusatkan kekuasaan politik pada dirinya dalam memimpin kerajaannya. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia dinobatkan oleh Sunan Giri. Bahkan dengan dalih pengamanan Sunan Giri mengawali kerajaan Demak dengan memegang tampuk pimpinan selama 40 hari. Selanjutnya raja-raja di Jawa ditradisikan memperoleh restu Sunan Giri atau dinobatkan oleh Wali tertua ini. Gelar Sunan Giri itu turun temurun. Yang menobatkan Raden patah menjadi Raja Demak adalah Sunan Giri I. Restu atau penobatan raja-raja Jawa seterusnya dilakukan oleh Sunan Giri pula, keturunan langsung dari Sunan Giri I. Di jaman Sultan Agung, kewalian Giri sudah sampai dengan yang keempat di bawah pimpinan Sunan Giri ke-4 (Asdi, 1990: 57). Kewalian Sunan Giri sebagai pemimpin Islam tertinggi di Pulau Jawa diakui sepenuhnya oleh masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai di luar pulau Jawa. Pada tahun 1629 di jaman Sultan Agung, masih ada utusan Sunan Giri yang datang di Pulau Hitu untuk melestarikan persahabatannya kepada rakyat di kepulauan Maluku itu. Pengaruh Sunan Giri itu amat diketahui oleh Sultan Agung. Meskipun demikian, pada waktu beliau naik tahta kerajaan mataram, beliau tidak mohon restu kepada raja pendeta di Giri itu seperti halnya sultansultan terdahulu. Sultan Agung sejak bertahta selalu menghadapi pemberontakanpemberontakan. Para adipati dan bupati di Jawa Timur sampai Blambangan yang berkiblat pada Sunan Giri, tidak mau tunduk kepada Sultan Agung. Maka Sultan

37

Agung adalah raja Jawa yang paling banyak mendapat lawan dengan berperang termasuk usahanya menyerang VOC Belanda di Jakarta pada tahun 1628 dan 1629. Dalam memipin kerajaan Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan, Sultan Agung bersiasat untuk mengupayakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usaha ini tidak saja dengan memenangkan perang menindas para pemberontak, tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat dipatuhinya. Sultan Agung menggalang kekuasaan mutlak agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Siasat itu dilancarkan dengan memerangi kewalian Giri yang diakui seluruh negeri sebagai pimpinan agama Islam tertinggi. Dengan bantuan Pangeran Pekik dari surabaya dengan istrinya Ratu Pandansari yang adik Sultan Agung, tentara Giri dapat dikalahkan sekeluarganya diboyong ke Mataram. Tindak lanjut dari Sultan Agung dalam memusatkan kepercayaan rakyat kepada dirinya adalah dengan merubah kalender di Jawa, disesuaikan dengan kalender Hijriyah. Ide raksasa itu didukung oleh para ulama dan abdi dalem, khususnya yang menguasai ilmu falak atau perbintangan. Maka diciptakanlah Kalender Jawa yang boleh disebut Kalender Sultan Agung atau Anno Javanico (AJ). Kalender Sultan Agung mengandung perpaduan Jawa, Hindu-Jawa dan Islam. Kalender ini dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip, dengan angka tahun 1555. Itu jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1043 atau 8 Juli 1633 Masehi. Tindakan Sultan Agung itu dapat dikatakan revolusioner, oleh karena perhitungannya berbeda sama sekali dengan tahun saka yang sampai waktu itu

38

dipakai oleh masyarakat Jawa. Kalender Saka dengan dasar solair, sedang kalender Jawa Sultan Agung berdasarkan lunair seperti sistem Kalender Hijriyah. Nama-nama bulan kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriyah. Demikian pula jumlah hari dan umur masing-masing bulan, seperti terlihat berikut ini:

Kalender Hijriyah dan umurnya: 1. Muharam 2. Syafat 3. Rabiulawal 4. Rabiulakhir 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rajab 8. Sya’ban 9. Ramadan 10. Syawal 11. Dzulqaidah 12. Dzulhijah -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari

Kalender Sultan Agung dan Umurnya Nama Bulan 1,3,6,7 Tahun Jawa 2,4,8, 5

39

1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 29

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 30

30 30 29 29 29 29 30 29 30 29 30 30

D. Dasar Perhitungan Waktu Perbedaan antara kalender Hijriyah dengan Kalender Jawa yang keduaduanya berdasarkan lunair, terletak pada: Dalam kalender Jawa dikenal tahun wastu yang artinya pendek, dan tahun wuntu. Dalam tahun pendek umur bulan besar 29 hari, dalam tahun panjang umur bulan Besar 30 hari. Dalam satu windu (8) tahun ada 3 tahun panjang, yaitu: 1. Ehe, 2. Je, 3. Jimakir, umurnya ‘a 355 hari. Yang 5 tahun lainnya adalah tahun pendek, yaitu: 1. Alip, 2. Jimawal, 3. Dal, 4. Be, 5. Wawu, umurnya ‘a 354. Kalender Jawa disebut Kalender Huruf (asal kata Arab: huruf, karena nama tahun-tahunnya berawalan huruf Arab, yaitu: 1. Alip, 2. Ahe, 3. Jimawal, 4. Je, 5. dal, 6. Be, 7. Wawu, 8. Jimakhir. Pada permulaan Kalender Jawa, yaitu tanggal 1. Sura, tahun Alip 1555 jatuh pada hari Jum’at legi, disebut Huruf Jam’iyah, Huruf itu berubah setelah 120 tahun. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1675, jatuh pada hari Kamis Kliwon, disebut Huruf Kamsiyah. Umurnya 72 tahun. Kemudian tanggal 1 Sura, Alip 1747 jatuh pada hari Selasa Pon, disebut Huruf Salasangiyah. Pergantian Huruf seperti tersebut adalah demi penyesuaiannya dengan kalender Hijriyah. Lain pada itu

40

tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa 41 . Wuku dan lain-lainnya tetap dilestarikan dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan.Kalender Jawa memiliki 3 tahun panjang dalam 1 Windu (8 tahun). petangan Jawi adalah sebagian Jawa asli dan sebagai Hindu Budha. Petungan Jawi Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan. Idul Fitri dan Idul adha) yang dirayakan di kraton Mataram dengan sebutan grebeg dapat dilaksanakan pada hari dan tanggal yang tepat sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriyah. Angka tahunnya meneruskan angka tahun Saka dan dimulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. Kalau hingga sekarang terkadang masih ada perbedaan. hari tanggal dan hari hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. tahun panjangnya ada 11. Perhitungan ini memang sulit. Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan. tahun Jawa atau tahun Sultan Agungan memiliki ciri-ciri khasnya: Dasar perhitungannya lunair atau komariyah. Seperti diketahui. Perhitungan Jawa yang dipakai dalam kalender Saka seperti Pranata Mangsa. Sri Sultan Agung merasa perlu mengubah kalender dan menyesuaikannya dengan kalender Hijriyah dengan maksud pula agar hari-hari raya Islam (Maulid Nabi. Kalender Sultan Agung dimulai pada tanggal 1 Sura 1555. sedang siklus Hijriyah dalam siklusnya 30 tahun. perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. hal itu disebabkan oleh hal hal tersebut. 1. Inipun termasuk perangkat penyesuaiannya tersebut.

jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yanag Maha Esa Maha Pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya (Kamajaya. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur. Hari dan Pasaran a. wataknya: samudana (pura-pura) artinya: suka kepada lahir. maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya. namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir–batin.yang disebut Petangan Jawi. Primbon hendaklah tidak diremehkan. wataknya: Sujana (curiga). yang kelihatan. artinya: serba tidak percaya 42 . Petangan Jawi memberikan pedoman atau petunjuk akan lambang dan watak berbagai jenis hitungan sebagai petunjuk sebagi berikut: 2. wataknya: Samuwa (meriah). yaitu perhitungan baik-buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari. tanggal. meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. artinya: harus baik segalap pakaryan c. 1995: 67). Selasa. Petangan Jawi sudah ada sejak dahulu. bulan. Ahad. Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya. wuku dan lain-lainnya. b. Pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya. Pranata Mangsa. berarti simpan atau simpanan. Kata Primbon berasal dari kata: rimbu. tahun. Senin.

wataknya: Sembada (serba sanggup. Legi. wataknya. wataknya kedher artinya kaku hati d. artinya suka pamer Petungan Pasaran a. artinya suka kepada barang yang kelihatan b. f. artinya: suka berpikir (merasakan sesuatu) dalam-dalam. wataknya micara artinya dapat mengubah bahsa e. kuat) aratinya: mantab dalam segala pakaryan e. Sabtu. Kemis. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3.21 Desember) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 27 hari 43 hari 43 . Kanem (Naya): (9 November. wataknya: Surasa (perasa). Rabu. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Rolas Titi Mangsa Jumlah Pranata Mangsa ada 12 yaitu: Nama-nama mangsa dan umurnya 1. artinya bersih tingkah lakunya g. Kliwon. Wage. Pon. Jumat.d. pamer artinya suak memamerkan harta miliknya c. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 5. wataknya: suci. wataknya: melikan. Pahing. watakanya komat artinya sanggup menerima segala macam keadaan 3. wataknya: Kasumbung (tersohor). Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 6.

watak (pengaruhnya) Tanah retak. Kawolu (Wasika): (3 Februari. Bayi yang lahir dalam mangsa itu wataknya ceroboh. Usai panen. Watak pengaruhnya: dedaunan rontok. Dhesta (Padrawana): (19 April. Petungan Pawukon Pawukon berasal dari perkatan Wuku. 4. jumlah wuku ada 30 buah dengan nama masing-masing. jarang orang berkeringat.25 Maret) 10. Sadha (Asuji): (12 Mei. Karo (pusa) candra (cirinya): Bantala rengka (tanah retak). Kapitu (Palguna): (22 Desember.28 Februari) 9.11 Mei) 12. belalang bertelur. candra/cirinya sotya murca ing embanan (mutiara lepas dari pengikatya). Kasapuluh (Srawana): (26 maret. dari yang ke-1 Wuku Sinta hingga yang terakhir ke-30.22 Februari) 8. Kasanga(Jita): (1 Maret. Saat mulai menanam palawija.7. Bayi yang lahir dalam mangsa Kasa itu wataknya belas kasihan. candra (cirinya) Tirta sasana (air pergi dari tempatnya) Watak (pengaruhnya) musim dingin. Bayi yang lahir dalam masa itu wataknya cukupan. tanam-tanam palawija harus dicarikan air. pohon randu dan mangsa tumbuh daun-daunnya. Sadha (Asuji). kayu-kayu patah di atas. 44 . Kasa (kartika).21 Juni) 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Yang watak bawaan atau pengaruh tiga macam mangsa sebagai berikut: a. b.18 April) 11. kotor. c.

Maktal 22. Pawukon dengan kelengkapannya itu dipercaya sebagai melukiskan watak bawaan atau pengaruhnya kepada kehidupan manusia dan kesesuaiannya dengan alam.wuku Watugunung. Waktu ke-30 atau terakhir (Watugunung) mulai hari Minggu Kliwon sampai dengan Sabtu Legi (Kamajaya. Warigagung 9. Paringkelan 4. Madhangkungan 21. Padangon dan lain-lainnya. Manail 24. Tambir 20. Kuningan 13. Landep 3. 1995). Dhukut 45 . Tolu 6. Perhitungan Pawukon dilengkapi dengan lain-lain perhitungan antara lain: 1. Bala 26. Sungsang 11. Kulawu 29. Wuye 23. Wukir 4. Marakeh 19. Julungwangi 10. Kuruwelut 18. Pahang 17. Kurantil 5. Gumbreg 7. Prangbakat 25. Wugu 27. Hari 2. Langkir 14. Mandhasiya 16. Galungan 12. Warigalit 8. Tiap-tiap wuku berumur 7 hari sehingga siklus berumur 30 x 7 hari = 210 hari. Wuku ke-1 (Sinta) mulai hari Minggu Pahing sampai dengan Sabtu Pon. Sinta 2. Pasaran 3. Adapun nama wuku 30 tersebut adalah: 1. wayang 28.

46 . Bencananya: mati setengah umur. tetapi banyak rejekinya. Memanggul panji-panji: memiliki kesenangan. Doanya Tolak bencana. sering kecelakaan. Kayunya Kendayakan: menjadi tempat bernaung orang sakit. cepat dalam segala pakaryan. 1995: 68). Slawatnya 4 ketheng. lunak pada akhirnya. jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur laut: 7 hari jangan pergi ke timur laut (Kamajaya. seperti terdapat dalam kutipan dua wuku (ke-1 dan ke-30). air. Burungnya Gagak: tahu akan gelagat. di masak pindang. wataknya bagaikan raja. cemburu. tidak sabar. Wuku Sinta Dewanya Batara Yamadipati laksana Pendeta. wataknya: besar perhatiannya. Kakinya di dalam air: perintahnya keras pada awal. tidak percaya. besar nafsunya. Candranya: Indra janma nestapa. Watugunung Watak bawaan atau pengaruh wuku dilukiskan dalam lambang–lambang dewa.15. tetapi dalam hatinya tak setuju. kayu dan burung. Selamatan penolakan: Nasi pulen masakan beras sapitrah (satu takaran: dua tangan digabung dan dikerungkan kurang lebih ¼ kg). Gedongnya di muka: Menjadi memperlihatkan kekayaannya. sangat tinggi dan suka ulah kependetaan. a. lembut budinya. kaya harta benda. enak bicaranya. Julungpujut 30. orang sengsara dan melarikan diri. daging kerbau seharga 21 ketheng (mata uang Jawa jaman lampau nilainya kurang lebih ½ sen) tanpa menawar. daun. rela pada lahirnya.

Tungle.b. 2. Warukung. menantang adu kepandaian. binatang terbang dan binatang hidup di liang.asam dan pahit. Pantangannya: jangan menanam yang diharapkan daunnya. di masak pedas. Petungan Paringkelan Paringkelan. bila ia pendeta ada derajatnya. Uwas. Burungnya Gogik: dengki. Doanya: mubarak. 7 hari jangan pergi ke arah timur. Candranya: bintang dan bulan kesiangan. 4. sayur 7 macam. tak mau diatasi. menurut. 5. Bencananya: dianiaya. 6. bermutu bicaranya. binatang darat. 47 . senang bersemadi. kelemahan. tak suka keramaian. 3. Aryang. Mengahadap candi: gemar sepi. Slawatnya: 19 ketheng. asin. wataknya terang cahaya hatinya. yaitu: 1. Naga gini: Mendua kasih. Paningron. Kayunya Wijayakusuma: bagus rupanya. Wataknya sanggup. 5. bermacam-macam juadah dengan jenang. Ada 6 jenis Paringkelan. Tungle. ringkel Daun artinya kelemahan daun. Watak dari tiga macam Paringkel sebagai berikut: a. selalu prihatin. artinya lemah. percaya kepada tahayul. mengharapkan kesalahan orang lain. Selamatan penolaknya: tumpeng masakan beras sapitrah ikan kali. Wuku Watugunung Dewanya Batara Antaboga dan Bathari Naga gini: Antaboga: banyak kemauannya. tetapi mungkir. Manfaatnya membikin malu. selalu prihatin. buah-buahan. Mawulu. semuanya halal. Jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur. dari asal kata ringkel. tak suka keramaian.

c. Mawulu. tahun cacing.b. tahun kerbau. 7. Pantangannya: jangan bersesuai tanam. Dalam tahun panjang ini umur bulan besar ditambah 1 menjadi 30 hari. jangan melakukan pernikahan dan jangan mendirikan rumah. Dal. Satu tahun Jawa berumur 354 hari. 4. Manfaatnya: mengerjakan sawah. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Rabu. 2. 2. Jimakir. Tahunini disebut tahun wastu (pendek). namanamanya: 1. Jimawal. Wataknya: jarang hujan. 5. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari selasa. Wawu. 3. Ehe. Je. tahun Soma Wrejita. 8. Wataknya: banyak hujan. wataknya: banyak hujan 48 . Tahun yang panjang berumur 355 hari disebut tahun wuntu (panjang). 3. tahun katak. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Senin. 6. tahun ini disebut tahun Dite-kalaba. yaitu tahun kelabang. Alip. Wataknya: banyak hujan 4. 6. tahun Buda Wisaba. Aryang ringkel: ringkel janam (manusia) artinya: kelemahan manusia. Manfaatnya: membikin upas dan racun. Watak bawaan atau pengaruh tahun Jawa jatuhnya tanggal 1 Sura seperti berikut: 1. Bilamana tanggal 1 Sura jatuh pada hari Minggu. ringkel biji. Petungan Tahun Tahun dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan ada 8. Wataknya: berpenyakitan. Pantangannya: jangan menabur biji (benih). nama-nama itu diambil dari huruf Arab. tahun Anggara Wrestija. Be.

tahun Udang. Wataknya: banyak bangunan baru yang indah menyenangkan (Kamajaya. Rudra. 4. antara lain sebagai berikut: a. yaitu Batari Sri. cinta. Manfaatnya: menanamn padi dan tanaman sampingan (tirisan Jawa) 49 . 8. satu siklus ada 4 windu. artinya unggul. artinya banjir. Wataknya: jarang hujan 7. Wataknya: banyak orang bersetuju hati (rukun) d. Nama-nama dan watak bawaannya: a. 3. 1995). 6. 7. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Sabtu. tahun Kambing. Petungan Padewan Astawara Menurut Kamajaya (1995). Brama. artinya ulah atau tingkah laku. 1995). Sancaya. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Jumaat. Wataknya: banyak air besar c. Masing-masing dari perhitungan ini memiliki watak bawaannya. Guru. Wataknya: Asih. perhitungan Padewan ada 8 yaitu: 1. Endra. Petungan Windu Satu windu berumur 8 tahun. Sri. Wataknya: jarang hujan (Kamajaya. Kuthara. Wataknya Banya tingkahlaku orang yang aneh-aneh seperti belum pernah terjadi b. artinya banjir. Kala. Sangara. Wataknya banyak hujan 6. Adi. belas kasihan. 2. tahun mimi. tahun Sukra Minangkara. 7. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Kemis. 8. 5.5. tahun Respati Mintuna. Sri. Yama. Uma. tahun Tumpak Menda.

Tulus (air) 8. Watak masing-masing antara lain: Dangu. Kala. Wataknya: jahat. 7. Endra. Manfatanya: belajar segala pengetahuan. Gigis (bumi) 4. Karangan (matahari). jahil. Menurut Kamajaya (1995). Dadi. Dangu (batu). Wataknya: teliti dan sombong. perhitungan ini ada 9. tutup atau wadah. 50 . Manfaatnya: membuat tugu. 5.b. wataknya: diam saja. Wataknya: Belas kasihan pada penderita. yaitu batara kala. yaitu Batari Uma. Manfaatnya: menanam tanaman di kebun. Uma. 2. bohong dan berpurapura. Manfaatnya: membikin sara-sarana. serakah. Dadi (kayu). 3. c.. yaitu: 1. Jagur (harimau). 6. manfaatnya: membikin pagar dan tanda batas. Nohan (bulan). yaitu batara Endra. Wogan (ulat). d. wataknya: tak mau kalah. Wurung (api).

Sesuai dengan namanya. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran. desa. Anak yang lahir adalah karunia Tuhan yang selalu diharap-harap oleh semua pihak. maka slametan mendapat perhatian utama. Ritual tradisional diadakan untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga. ritual bisa dibagi menjadi tiga kelompok : a. Slametan Among Tuwuh Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita. penduduk negeri. Negoro (2001: 43).BAB III TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Ritual pribadi 51 . Dengan adanya upacara pernikahan itu diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan sebuah dinasti keluarga. Sedangkan makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. Selanjutnya menurut Suryo S. slametan adalah ritual Jawa yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan. misalnya rumah atau rumah peribadatan. Orang Jawa menyebut bathi atau untung. negeri dan sebagainya. keselamatan dan berkah untuk suatu tempat. Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. penduduk desa.

yang diselenggarakan oleh seseorang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Upacara Labuhan Karaton Yogyakarta. 52 . salah satu putra Batata Guru. direktur perusahaan. Ritual kenegaraan. misalnya untuk satu desa dan seluruh penduduk desa seperti dalam upacara Bersih Desa. Ritual Umum. bupati. ritual untuk keselamatan dan hidup yang baik. untuk Raja. Upacara Rajawedha/Mahesa Lawung. supaya terbebas dari ancaman Batara Kala yang jahat. misalnya karena telah mendapatkan kenaikan pangkat. permohonan supaya hidup selamat dan mapan. Mitoni . diangkat menjadi lurah. b. seperti: Upacara Garebeg. pimpinan.Meliputi selamatan sederhana dengan nasi tumpeng. negeri dan rakyat. lauk pauk dan sesaji. Ritual sederhana yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur bahwa misalnya seseorang telah sembuh dari sakit gawat atau terlepas dari beban penderitaan yang berat. Ratu. Upacara seperti ini disebut sukuran mengungkapkan rasa syukur atau slametan. saudara-saudara. Ruwatan ini bisa dilakukan untuk seseorang atau sekelompok orang sekaligus. Acara seperti ini biasanya dihadiri oleh tetangga. c. Ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang seperti upacara-upacara: Perkawinan tradisional. teman-teman dekat dan teman-teman sejawat.kehamilan tujuh bulan pertama dan Ruwatan Murwakala. menteri dan sebagainya.

Dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat.Peringatan 1 Suro. Bahan-bahannya yaitu nasi tumpeng. Mereka kemudian makan nasi tumpeng yang dibagikan dengan suka cita. Biasanya panggang ayam dan sayur mayur yang dirajang-rajang. bisa merupakan ritual negeri atau umum atau gabungan dari keduanya. yang disertai dengan lauk-pauk ala kadarnya. maka keluarga yang bersangkutan akan mendapat hak-hak istimewa. Bahkan jalan umum yang ramai lalu lintasnya pun diperbolehkan untuk digunakan. Upacara slametan among tuwuh bahannya lebih didominasi oleh hasil bumi dari daerah setempat. Pasang Tarub Agung Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang Jawa. biasanya suasananya sudah berlangsung secara khitmat. sehingga selama tarub itu dipasang. Dari segi finansial tentu biayanya sangat murah dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. mereka akan serempak memberi doa yang tulus ikhlas. Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar. Dengan memasang tarub agung itu. Tanda ini efektif sekali fungsinya. Keutamaan pemasangan tarub agung ini adalah semacam tanda buat masyarakat luas. Semua pihak akan menyadari dan mau 53 . masyarakat umum akan cepat mengetahui bahwa keluarga yang bersangkutan sedang mempunyai hajad untuk menyelenggarakan upacara pernikahan. B. Mereka turut serta berbagi kebahagiaan atas akan datangnya hari yang dinanti-nanti. Dengan dipimpin oleh para sesepuh desa.

sesaji khusus disiapkan. mojokoro. Cengkir gading-kelapa. Negoro. jamu. tarub juga mempunyai fungsi filsafat simbolis. dadap srep. memimpin seluruh jalannya upacara perkawinan bertanggung jawab mengenai sesaji dan lain-lain. gula kelapa. akan selalu mempertahankan kehidupan keluarga. tempe. Sesaji itu ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di: kamar mandi. 2001: 73). yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng. Sepasang tebu wulung tebu yang berwarna ungu melambangkan mantabnya kalbu. kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang-kuatnya pikiran baik. dapur. di jalan dekat rumah dan lain-lain (Suryo S. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin. minuman. pemaes itu akan merias dan mendandani kedua pengantin. daging kerbau.errnohonan supaya mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak mahluk-mahluk jahat. di bawah tarub. berbagai macam lauk-pauk. bunga. dan sebuah lentera. pintu depan. kue-kue. Sebelum pemasangan tarub. Di samping fungsi praktis itu. pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. dengan segala tekad dan pikiran bijak. Sesaji ini melambangkan sebuah p. diharapkan supaya pasangan tersebut tumbuh dengan kuat dalam kehidupan 54 .mengalah secara ikhlas. artinya pasangan itu saling mencintai dengan sungguh-sungguh dan akan saling memelihara. alang-alang. berbagai macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa. Sebuah upacara perkawinan Jawa memiliki beberapa acara ritual tradisional. Dalam hal ini peranan seorang perias pengantin sangatlah penting.

maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas. Yang sangat penting. maknanya dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad 55 . Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja. menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. Sepasang tebu wulung : Tebu artinya "anteping kalbu" tekad yang bulat. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji. Sedangkan menurut Adjied dan Tessa (2002: 6) kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan perkawinan dengan tujuan rasionil dan irrasionil. di atas gapura sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan. maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan manapun juga dan berhasil (berbuah). Wulung artinya mulus matang.berkeluarga dan selalu berada dalam keadaan selamat. ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda bahwasanya pesta perkawinan sedang diselenggarakan di rumah ini. Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu. Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari: Sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya secara singkat demikian: Agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya/lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentausa lahir batin atau aja ana sekara-kara alias alangan sawiji apa. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan. pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. Padha gulangen ing kalbu 56 . cengkir adalah kelapa muda yang berwarna kuning. kemauan yang keras. Dalam Serat Wulangreh pupuh tembang Kinanthi beliau berpesan demikian. Dari mempelai diharapkan. daun andong. daun mojo. dan daun opo-opo. agar memiliki "kemauan yang keras" untuk dapat mencapai tujuan hidup yang penuh perjuangan bahagia dan harmonis. Kelengkapan tarub (uborampen tuwuh).yang bulat. daun alang-alang. Dua janjang buah kelapa gading yang masih muda . Maknanya : cengkir . Tujuannya adalah untuk menolak balak. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya. Sinuhun Paku Buwana IV telah menyusun petuah luhur. agar manusia sering mencegah dhahar lawan guling. Tradisi lek-lekan ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali dalam perkembangan peradaban budaya Jawa. Tirakatan Malam Midodareni Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan leklekan. Terdiri dari daun ringin.cengkir. Kelapa gading adalah kelapa yang kulitnya kuning. daun koro. Maknanya : diharapkan dari mempelai agar kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin menjadi pengayoman lingkungannya.kencenging pikir. sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancar. Para sesepuh. C. pantang mundur atau mulat sarira hangrasa wani.

lampu minyak yang dinyalakan. Orang tua calon pengantin putri memberikan suapan makan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. kembang telon. Keluarga dari calon mempelai pria dan teman-teman dekatnya yang semuanya adalah wanita boleh menengok calon pengantin wanita untuk sejenak. jadah ketan. 2001: 41). dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu. Negoro.Ing sasmita amrih lanthip Aja pijer mangan nendra Kaprawiran den kaesthi Pesunen sarira nira Cegah dhahar lawan guling Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan Ijab dan Panggih di keesokan harinya. kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak. suruh ayu. beras. Midodareni berasal dari kata widodari artinya Dewi (Suryo S. teh dan kopi pahit. kembang setaman. minuman dari air kelapa dengan gula kelapa. 57 . beberapa sayuran masak. dua kendi diisi air suci dihit' :p dengan daun dadap srep. meliputi : nasi gurih. Dia harus tinggal di kamar malam itu dari jam enam sore hingga tengah malam ditemani oleh beberapa ibu yang memberikan kepadanya nasihat-nasihat yang berguna. pisang raja. serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya. Calon pengantin putri malam ini menjadi sangat cantik bak seorang dewi dan dia akan dikunjungi oleh beberapa dewi kahyangan sesuai dengan kepercayaan kuno. karena mulai besok dia sudah berada di bawah tanggung jawab suaminya. Sesaji untuk midodareni. ingkung ayam. Barang-barang yang diletakkan di kamar pelaminan terdiri dari sepasang kembar mayang. ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh dibawah tempat tidur. jamu.

Upacara ini membutuhkan beberapa persiapan antara lain: Siraman diadakan di kamar mandi atau di tempat khusus yang dibikin untuk maksud tersebut. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. sampo tradisional yang terbuat dari abu merang. air 58 . anggota keluarga ataupun tamu boleh memakannya. Barang-barang yang harus disiapkan terdiri dari tempat air yang besar. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian juga calon pengantin pria dimandikan di rumah orang tuanya. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. dilakukan pula upacara siraman untuk calon pengantin putri. Mereka tersebut diundang berdasarkan pilihan atas sikapnya yang baik. dan tujuh macam kain dengan pola lorek. kembang setaman. pada hari ini lebih populer ditempat khusus. mereka diharapkan untuk bisa memberi pitulungan artinya pertolongan. bedak basah lima warna yang berfungsi sebagai sabun. tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. melati. yang terdiri dari mawar. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. Daftar dari orang-orang yang akan memandikan pengantin.daun sirih dengan seperangkatnya. jumlahnya biasanya tujuh orang. Siraman artinya mandi. Bersamaan dengan malam tirakatan midodareni. buah pinang. selain orang tua pengantin juga beberapa ibu yang lanjut usia dengan reputasi yang baik akan diundang untuk ikut memandikan pengantin termasuk juga para nenek dari pengantin. kantil dan kenanga yang ditaruh di dalam air yang untuk mandi. air dari sumber atau sumur.

kain tenun lurik dengan pola yuyu sekandang dan pula watu. 2001: 45). seekor ayam jago (Adjied dan Tessa. pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mengasapi rambutnya dengan ratus (asap wangi). Sesaji tradisional untuk ritual Jawa dianggap sangat penting karena mempunyai arti simbolis. mengingat dan menghormat para leluhur. Negoro. calon pengantin wanita duduk di ruang pelaminan. melati dan kantil. selembar kain putih yang dipakai selama siraman. yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. makanan-makanan dingin. kain bangun tulak empat pola untuk melawan perbuatan jahat. dua kelapa yang diikat jadi satu. Pemaes 59 . tumpeng gundul. Sesaji untuk siraman. Ketika rambut sudah kering disisir lurus ke arah belakang lalu diikat erat-erat untuk digelung. 2002: 3). dlingo-bengle. menghindari perbuatan jahat dari mahluk-mahluk halus maupun manusia-manusia jahat. kursi kecil yang ditutup dengan tikar tua. gula kelapa. penganan dari beras ketan. kendi dan gayung (Suryo S. telur ayam. Sesudah siraman selesai. kain putih. handuk. Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma. beberapa macam dedaunan. tujuh macam bubur.kelapa dan air jeruk. sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur. kain batik dengan motif grompol dan nagasari. Sesaji siraman antara lain terdiri dari: tumpeng robyong. kembang telon-kenanga. pisang dan buah-buahan yang lain. lentera. upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses. kue-kue manis. singkatnya bertujuan memohon perlindungan dari Tuhan Sang Pencipta. kelapa yang telah dikupas kulitnya.

Widodari . jenang sengkolo dan pisang raja. sesuai dengan pola perkawinan yang telah ditentukan. Sesudah selesai calon pengantin wanita akan didandani dengan kebaya dan kain batik dengan pola sidomukti atau sidoasih melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh orang lain. Jajan pasar artinya supaya lancar segala usaha yang ditempuhnya. Sego golong artinya supaya gumelondong rejekinya. Ngerik berarti mencukur rambut-rambut kecil di mukanya dengan menggunakan pisau cukur. Siraman dimulai dilaksanakan oleh para pinisepuh yang kemudian dilanjutkan dengan merias calon pengantin putri dengan ubo rampen sesuai dengan tata cara adat pengantin Jawa. Arti dari selamatan ini ialah : Tumpeng robyong artinya supaya bisa jumeneng ngayomi keluarga. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji untuk siraman.bidadari. Sarana siraman untuk calon pengantin putri telah selesai disiapkan berupa air kembang setaman. untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesaji untuk ngerik. Rapak yaitu kedatangan dari Kantor Urusan Agama untuk mencatat keterangan-keterangan tentang calon pengantin putri didampingi oleh rama ibu calon pengantin putri. Jenang sengkolo artinya supaya hilang sengkalanya (segala macam rintangan).membersihkan wajah dan lehernya dan mulai merias. Pemaes dengan hati-hati mempergunakan seluruh kemampuannya mulai merias calon pengantin wanita. Midodareni berasal dari kata benda. jajan pasar. 60 . Mukanya akan dirias rambutnya digelung. Selesai acara siraman diadakan acara selamatan tumpeng robyong yang terdiri dari sego golong.

Upacara ijab adalah hal yang paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. sebenarnya upacara ijab qabul itu menduduki derajat yang paling utama. Kristen. Yang hadir para pinisepuh. Biasanya petugas berasal dari KUA yang menjadi urusan Departemen Agama RI. Katolik. Hindu dan Budha. keluarga terdekat dan kerabat lainnya. pada waktu pelaksanaan ijab mereka memakai pakaian tradisional. Janji Suci Ijab Qabul Di antara segala rangkaian upacara pernikahan. berarti wanita itu telah menjadi wewenang suaminya. Di tempat di mana ijab itu dilaksanakan sebuah sesaji yang berupa sanggan ditempatkan. Petugas dari KUA di samping ahli dalam tata administrasi juga pasti menguasai dalam bidang keagamaan.Malam midodareni adalah malam menjelang langsungnya perkawinan. D. Upacara ijab qabul pasti melibatkan aparat negara yang khusus bertugas dalam urusan pernikahan. Dikatakan utama karena menyangkut hukum agama dan hukum negara. Setelah syah dinikahkan dalam upacara ijab qabul. Sesudah 61 . Dengan upacara ijab qabul berarti telah terjadi pemindahan kekuasaan seorang wanita dari tangan wali ke pihak pengantin pria. Apapun agama yang mereka peluk. ijab dilaksanakan sesuai dengan agama dari pengantin tersebut yaitu : Islam. Adapun suaminya juga dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap istrinya. Pada malam itu diadakan selamatan sekadarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari Khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari.

Kangge cekaking atur. Persiapan ijab qabul di rumah calon pengantin wanita. Kawula nuwun. Di bawah ini adalah contoh rangkaian upacara ijab qabul yang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa. pinisepuh. Petugas menjemput penghulu beserta pejabat pencatat nikah dari KUA. Mempelai pria dengan pengiring datang langsung di tempat upacara. sadherengipun keparenga kawula matur dhumateng ngarsanipun para rawuh. Bapak pengantin wanita membawa pengantin pria ke tempat upacara dan ibu pengantin 62 . Para petugas among tamu telah siap di tempat masing-masing dengan mempersiapkan segalanya. Assalamu’alaikum wr. awit saking keparengipun kita saget makempal pahargyan menika. wilujeng nir ing sambikala. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 4) selama diadakan upacara ijab qabul pengantin wanita duduk di pelaminan didampingi oleh ibu dan perias. wb. sumangga panjenengan sekalian kula dherekaken manungku jejering hastungkara. wb. konjuk dhumateng ngarsaning Allah ingkang Maha Agung. Setelah pembacaan do'a selesai diteruskan dengan upacara temu/panggih. Wassalamu'alaikum wr. Para saksi diharapkan sudah hadir di tempat upacara setengah jam sebelum acara ijab qabul dimulai. boten wonten alangan satunggal menapa. ingkang sampun kersa rawuh ing dalemipun Bapak…… saperlu masrahaken Adhimas Bagus……putra Bapak…… ingkang badhe kanikahaken kalian Dyah Rara…… putri Bapak……. wekdal kula sumanggakaken dhumateng Bapak…… minangka silih saliranipun Bapak……. Nuwun.Sedaya titi laksana upacara ijab qabul sampun sumadya. Kejawi menika kawula ugi ngaturaken pembagya harja sugeng rawuh saha agunging panuwun ingkang tanpa pepindan. diteruskan pembacaan do'a. Setelah upacara ijab selesai.ijab upacara tradisional panggih dan lain-lain serta resepsi dilaksanakan untuk melengkapi seluruh proses upacara perkawinan. Penghulu dan 2 (dua) orang saksi dari kalangan keluarga maupun teman terdekat. ingkang tansah sinuyudan.

Makna dari melempar sirih adalah untuk menguji keaslian kedua pengantin. Prosesi Temu Pengantin Paripurna upacara ijab qabul. dimulailah balang-balangan masing-masing melemparkan sirih yang digulung. Setelah masing-masing berhenti. Namun caranya lewat simbolis. Prosesi temu pengantin ini sekaligus menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai bahwa dirinya adalah pasangan sah suami istri. Mempelai pria diapit oleh 2 (dua) orang pinisepuh pria menuju ke tempat bertemu. Ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu bagi hadirin. Menurut kepercayaan dahulu sering terjadi bahwa pada upacara perkawinan salah satu dari pengantin bukan aslinya akan tetapi jadi-jadian. Mempelai wanita diapit 2 (dua) orang pinisepuh putri dari pelaminan menuju ke tempat tersebut. Untuk upacara panggih ini biasanya masing-masing mempelai disertai dengan pengiring.wanita membawa pengantin wanita ke tempat upacara untuk melakukan sawatan sadak (lempar sirih atau lebih dikenal dengan nama balangan). berhenti 2 (dua) langkah dari tempat tersebut. Secara legal maka keduanya sudah seharusnya dipertemukan. Kedua mempelai pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri. kemudian dilanjutkan dengan prosesi temu pengantin. E. 63 . Prosesi temu pengantin ini juga sering disebut dengan upacara panggih. Dengan dilempar sirih maka yang palsu menjadi aslinya menjadi hewan atau orang lain. namun lebih baik kalau disiarkan secara meluas pada masyarakat. Secara esensial sebenarnya setelah ijab qabul sudah resmi.

Bentuk hiasan seperti burung.Dhandhanggula Anyarkara kinarya ngrenggani. Daun kruton dimaksudkan supaya terlepas dari godaan mahluk-mahluk jahat. cepat dalam berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan keluarga. harus selalu optimis dan dengan ketetapan hati membina kehidupan yang baik. Daun beringin supaya mereka melindungi keluarga dan orang lain. supaya mereka bersemangat. Daun dadap srep. Mamrih regu regenging pahargyan. Karya umiring lampahe Nenggih cucuking laku Dera arsa manjing ing panti Penganten wus samapta Kinirapaken tuhu Minta lunturing haksama tresna asih puja-puji pangastuti hayuning palakrama. Bentuk hiasan seperti belalang. daun ini dikenal sebagai kompres yang baik untuk menurunkan panas. Bentuk hiasan seperti payung. Dhandhanggula Anteng tajem jatmika kaeksi Ngegungaken susila nuraga Tan kuciwa prayitnane Siyaga sureng kewuh Ubayane tan mbalenjani Tur sembada ing warna 64 . supaya mereka mempunyai motivasi yang tinggi dalam hidupnya. dimaksudkan supaya mereka menjadi pelindung keluarga dan masyarakat. dimaksudkan supaya keluarga itu selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi berbagai macam masalah. mengandung maksud supaya pasangan itu tidak mudah putus asa. Bentuk hiasan seperti pecut.

tempe. Krobongan atau petanen adalah kamar khusus yang terletak di tengahtengah rumah Joglo gaya Jawa. Bunga Patra Manggala untuk memperindah hiasan dan sekaligus menolak perbuatan jahat. Selanjutnya adalah ritual kacar kucur atau tampa kaya. kemudian pengantin wanita membersihkan kaki tersebut dengan air yang dicampuri oleh beberapa macam bunga. kedelai. di depan kamar itu berdiri dua patung kayu yang disebut Loro Blonyo.Tegen tanggon tangguh Pan alon tanggah jumangkah Hanyaketi unggyane penganten kalih Mangsah lumampah kirap. yang melambangkan kemakmuran. Acara ini melambangkan mereka akan bersama-sama mempergunakan dan menikmati kekayaannya. Dlingo-bengle jamu ini bisa mengobati infeksi dan berbagai penyakit. Ibu pemaes sebagai pimpinan upacara memberikan sebuah piring. ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh jahat. sesudah itu mereka minum teh manis. Ini melambangkan bahwa pengantin pria telah siap untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab sedangkan pengantin putri akan mengurusi suaminya dengan setia. Pada saat ini banyak rumah yang tidak mempunyai Krobongan. Pengantin pria menginjak hingga pecah sebuah telur ayam dengan kaki kanannya. Sepasang pengantin itu makan bersama. Mempelai wanita makan dulu kemudian mempelai pria. Ritual Wiji Dadi. Mempelai pria membuat tiga kepal nasi dan lauk-pauknya dengan tangan kanannya. serbet kepada mempelai wanita dan juga nasi kuning dengan lauk-pauk bcrupa telur goreng. Kemudian dilanjutkan dengan ritual dakar klimah atau dahar kembul. abon dan ati ayam. saling menyuapi. maka pada tempat itu ritual perkawinan 65 .

dengan tekad yang bulat (telur) sekali sudah melangkah dengan itikad yang baik. Setelah mempelai pria menginjak telur sampai pecah maka mempelai wanita berjongkok dan mencuci kaki yang telah menginjak telur tadi dengan air bunga dan dibersihkan sama sekali dengan serbet yang telah tersedia. Temah cipta ngungun Mangkana lampahe prapta. maju terus untuk meraih kebahagiaan hidup bersama. Sebagai seorang pria. Gya tinabuh tengara. Setelah itu mempelai pria membantu mempelai wanita untuk berdiri lagi dengan cara mengangkat kedua tangannya. Kedua orang tua mempelai pria didudukkan di sebelah kiri pengantin. yang setia 66 . Setelah balangan masing-masing mempelai maju ke tempat pertemuan. hal yang sama juga dilakukan bila pesta itu diadakan di hotel atau gedung pertemuan (Suryo S. Orang tua mempelai wanita menjemput orang tua mempelai pria di depan rumah dimana upacara ini diselenggarakan. Lampahira risang Adimuka Putri Dhomas sawurine Sulistya warna punjul Rinengga ing busana adi. Negoro. Ing ngarsane risang penganten sarimbit. maka pantang mundur. Wiji Dadi (Menginjak telur). Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke tempat upacara. 2001: 86).tersebut dilakukan. para ibu berjalan di depan sedang bapak-bapak mengiringi dari belakang. Karya gawok kang miyat. sedangkan kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kanan pengantin. yang telah disediakan telur di atas cowek. Dhandhanggula Mudha kalih siyaga umiring. dihias dengan ornamen yang menyerupai Krobongan. Sebagai seorang isteri.

ibunya mengkerodongkan "sindur" di bahu kedua pengantin. Setelah duduk. bapak dari pengantin wanita di depan. Mengesahkan dan merestui kedua mempelai sebagai suami isteri. Sama-sama sudah menjadi anak. Tanem. dingin dan berkhasiat 67 . Sebagai seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan anak sendiri dengan menantu. Di belakang. Lantas ibunya bertanya "berat mana pak?" yang dijawab oleh bapaknya "sama saja". Sinduran. mendudukkan mereka di atas pelaminan. diambillah rucuh kelapa muda. dan sang ibu mendorong dan memberikan restunya untuk mencapai cita-citanya dengan bekal persatu paduan mempelai berdua yang abadi. supaya tetap harum.berkewajiban mensucikan nama baik suami. dan yang wanita di sebelah kiri. dan dengan memegang bahu kedua mempelai. diminum oleh bapaknya. Rucuh dengan rasanya yang segar. Karena kesetiaan sang isteri sang suami membantu sang isteri mengangkatnya sebagai rasa terima kasih atas kesetiaannya. Mangku/nimbang. yang pria di sebelah kanan. kemudian ibunya. Pengantin berdua bergandengan tangan (kanten) menghadap ke pelaminan. dan dengan demikian bersama-sama menuju ke pelaminan. Setelah bapaknya memutar menghadapi kedua mempelai tersebut. biasanya pertanyaan tersebut dilakukan dalam bahasa Jawa. Sebagai seorang ayah berkewajiban memberi contoh dan menunjukkan jalan ke kebahagiaan keluarga (berkeluarga). dan selanjutnya kedua mempelai meminumnya yang didahului oleh pengantin pria. Setelah sampai di pelaminan. sang bapak duduk di kursi dan kedua pengantin dipangku. bila suami salah langkah atau salah tindak. kedua pengantin dibelakang dan masing-masing pegangan ujung baju belakang kiri kanan bapaknya.

Besan dipersilahkan mengambil tempat sebelah kiri pengantin wanita. bahwa hasil sang suami maupun si isteri boleh dinikmati mereka berdua. besan dipersilahkan berangkat dari rumah kediaman. Menjemput Besan. Kacar Kucur. Sungkeman Tanda Darma Bakti 68 . diserahkan kepada ibunya untuk disimpan. Dahar Kembul. sampai 3 (tiga) kali. untuk disimpan dan dimanfaatkan bagi keluarganya. sehat dan tenang untuk menghadapi tugas-tugas yang berat sebagai suami isteri. Sewaktu upacara dahar kembul. Pada permulaan perjalanan hidup berkeluarga. Mempelai wanita membeberkan kacu "bangun tulak" dipangkuannya dan mempelai pria menyertakan "gunokoyo" (kacang-kacangan) dari kantung tikar ke atasnya. tetapi juga isterinya dapat mencarinya. tidak hanya suami saja yang mencari nafkah. F.kekuatan. Maknanya walau hidup berkeluarga. Telah tersedia nasi ketan kuning masing-masing mengambil dengan tangan dan disuapkan kesatu dan yang lain (suap-suapan). Ibu dan bapak pengantin wanita menuju ke pintu depan untuk menjemput besan. supaya jiwa raganya segar. setelah itu mengambil air minum untuk diminum setiap orang seteguk. sampai habis dan pengantin wanita membungkusnya rapat-rapat dengan kacu tersebut dan setelah diikatnya. Maknanya semua hasil jerih payah suami diserahkan seluruhnya kepada sang isteri. Maka menjadi kewajiban.

Selanjutnya ayahanda 69 . Sungkeman ini ditujukan kepada dua pasang orang tua pengantin. Kedua pasang orang tua itu harus diperlakukan secara sama tanpa ada perbedaan. maka tak jarang ada orang tua yang mbrebes mili air matanya. Itulah puncak dari kegembiraan. sedangkan ibu memberikan dukungan. beliau akan berkata bahwa kedua-keduanya mempunyai berat yang sama. Ini melambangkan ayah menunjukkan jalan ke kebahagiaan. Negoro (2001: 89). Pengantin pria dan wanita bersama-sama duduk di pangkuan ayahanda pengantin wanita. Sesudah ritual Wiji Dadi. Acara sungkeman ini akan membuat hati orang tua menjadi mongkog. gembira. Malah yang tak kuat membendung air mata biasanya seorang bapak dan ayah mempelai wanita. kemudian kepada kedua orang tua pengantin pria. sedangkan ibu dari pengantin wanita berjalan di belakang pengantin sambil menutupi pundak pasangan pengantin tersebut dengan kain sindur. masih ada ritual tambahan yakni sebagai berikut : Sindur Binayang. bahagia. Karena terlalu haru. Namun juga bercampur haru. artinya beliau sama-sama mencintai keduanya. mereka dengan sikap hormat berjongkok dan menghaturkan sembah kepada kedua orang tuanya untuk memohon restu. ayah dari pengantin putri berjalan di depan pengantin menuju ke kursi pengantin di depan Krobongan. Maksudnya adalah untuk menunjukkan darma bakti si anak kepada dua pasang orang tuanya.Dari prosesi temu pengantin kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman. bombong. Menurut Suryo S. Sang bapak merasa berhasil mengantarkan putrinya memasuki dunia rumah tangga yang sangat berbahagia. Pertama kepada kedua orang tua pengantin wanita. Sepasang pengantin tersebut siap untuk melaksanakan sungkeman.

mendudukkan sepasang pengantin itu di kursi mahligai perkawinan yang merupakan tanda bahwa beliau telah menyetujui perkawinan tersebut dan memberikan restunya. mereka ingin memberi teladan hidup yang baik. 70 . Bubak Kawah. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 2) orang tua berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga bisa hidup mandiri. Dengan mengadakan tumplak punjen. semoga orang serumah juga segar!”. minum rujak degan kelapa muda di depan krobongan. nasi kuning. di depan krobongan orang tua yang berbahagia memberikan miliknya (punjen) kepada semua anak dan keturunannya. punjen adalah harta milik orang tua yang telah dikumpulkan sejak berumah tangga. Dalam acara ini. diikuti anak mantu dan terakhir pengantin putri. Tumplak artinya menuangkan atau memberikan semua. diharapkan generasi penerus dalam melakukan tugas hidupnya mampu mengurusi dengan sebaik-baiknya: harta milik. agar sepasang pengantin itu cepat mendapatkan keturunan. Ayah pengantin putri. secara simbolis kepada masing-masing dibagikan bungkusan-bungkusan kecil yang berisi: bumbu-bumbu. Tumplak punjen dilaksanakan oleh orang tua yang mengawinkan putrinya untuk terakhir kali. Bubak kawah ini hanya dilakukan oleh orang tua yang mengawinkan untuk pertama kali anak putrinya. sesudah upacara Panggih. kesehatan. dan tembaga. Istrinya bertanya : “Bagaimana Pak? Sang ayah menjawab: “Wah segar sekali. Bubak kawah ini merupakan perlambang permohonan. uang logam dari emas. perunggu. Tumplak Punjen. Lalu istrinya ikut mencicipi sedikit dari gelas yang sama.

Kemudian pengantin saling menukar cincin kawin sebagai lambang cinta kasih. Setelah menjadi suami isteri. Setelah keseluruhan acara selesai para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang didampingi oleh kedua orang tua masing-masing. Berurutan sebagai berikut: Ayah mempelai pria. Ibu mempelai pria.keselamatan dan harus selalu menyukuri pemberian Tuhan. Kedua mempelai memberikan sungkem. mereka berkewajiban menghormati dan merasa terima kasih kepada para orang tua. mohon do'a restu kepada keempat orang tua. Jejodhowan kang mangkana Wus sasat munggah suwargi Sumingkir sakehing godha Sanadyan tinitah miskin Nora nggresuleng pikir Apa maneh lamun brewu Anane amung suka Yeku nugrahaning Widhi. Ayah mempelai wanita dan Ibu mempelai wanita. ibu dari kedua mempelai telah siap duduk di samping kanan kiri pelaminan). Yang memberikan sungkem dahulu mempelai pria disusul oleh mempelai wanita. Sinom Ugere wong jejodhowan Ati loro dadi juga Priya bisa ngemong estri ………. Masing-masing orang tua (bapak. Mring manungsa kang nenggih apalakrama. bahwa beliau-beliau telah memelihara dan mengentaskan sehingga menjadi dewasa. 71 .. Sungkeman.

Nyai Roro Kidul lalu mendekati pemuda itu. Di sampingnya jin setan peri prayangan siap melayani segala kebutuhannya.BAB IV PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Tiada yang menyamai kecantikannya di seluruh dunia. Tidak ada hal apapun yang mencurigakan. Dialah ratu para lelembut di tanah Jawa. Ia hanya melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di pantai. Ombak berdebur keras membuat suara menjadi gaduh. Ratu Laut Selatan Alkisah. tiba-tiba terdengar huruhara. parasnya elok menawan. laut 72 . Dalam suasana yang tenang itu. dalam istananya yang megah berhiaskan intan mutiara. Nyai Roro Kidul kemudian berkata pelan. “Ada apa ini? Mengapa air laut tiba-tiba panas mendidih? Apakah matahari runtuh dan akan terjadi kiamat?” Sang Ratu kemudian keluar istana diikuti dayang-dayang. Ia bernama Nyai Roro Kidul. Di air atas lautan yang luas. Ia cantik rupawan. Kala itu. batin Nyai Rara. “Mungkin itulah yang membuat laut kidul menjadi geger”. Nyai Roro Kidul terkejut. karena gara-gara perbuatan tuan. ia melihat alam terang benderang. “Hilangkanlah gundah hati tuan. Nyai Roro Kidul sedang bercengkerama di tilam emas. Ikan-ikan di lautan pingsan karena air laut mendidih dan bergejolak. Hamba mohon hentikan perbuatan tuan ini. Pemuda itu tampaknya sedang bersemedi memohon sesuatu kepada Tuhan. bertahtalah seorang ratu di laut selatan.

Ia mencoba selalu waspada karena ratu cantik rupawan ini bukan jenis manusia. Adapun permohonan tuan kepada Tuhan. maka mereka pun akan membantu pasukan tuan. Namun Senopati merasakan seperti berjalan di atas jalan yang mulus menuju sebuah istana yang megah. Setibanya wanita itu di dalam istana. Semua hiasan rumah dan pagar-pagar berlapis emas berlian. Senopati selalu melempar lirikan kepada Sang Ratu. Dayang-dayang sibuk melayani Sang Ratu. Tak lama kemudian ia lantas membalikkan tubuh dan kembali menuju lautan. Nyai Roro Kidul menghaturkan sembah sambil menyungging senyum. Pabila kelak tuan berperang. Sekonyongkonyong ia ikuti langkah wanita itu hingga masuk ke arah lautan. Senapati Ingalaga sangat terkesima dengan ratu yang cantik itu. karena tuan adalah pimpinan para raja di tanah Jawa ini”. Senopati takjub dan terheran-heran melihat sekeliling. Buah-buahan dan bunga-bunga menarik perhatian. Kasihanilah hamba. Maka ia menghentikan semedinya dan lautan tenang kembali. Demikian pula Sang Ratu menangkap 73 . Hamba menginginkan laut menjadi tenang kembali seperti sedia kala. Mendengar perkataan Nyai Roro Kidul. karena laut kidul itu hamba yang menjaga. Senopati Ingalaga sangat gembira. sudah terkabul. Jin peri prayangan dan seluruh makhluk halus akan tunduk di bawah duli tuan. Senopati dipersilahkan duduk di dekat Nyai Roro Kidul. Tuan dan anak cucu tuan akan menjadi raja diraja tanah Jawa. Ikan-ikan yang pingsan telah sadar dan kembali berenang-renang.kidul menjadi gerah. ia duduk di sebuah ruangan bernuansakan kuning keemasan. Mereka akan menuruti apa kehendak tuan.

Betah rasanya di sini. Senopati Ingalaga tersenyum dan berkata. akan lebih sempurna”. rasanya seperti di dalam surga saja. Senapati merasa berbunga-bunga. sebab hamba bukan dukun. berilah aku obat. “Nimas. Sangat cocok dengan pemiliknya. “Hamba tidak bisa memberi obat. tidak akan kekurangan wanita yang lebih cantik daripada hamba”. Aku belum pernah melihat ruangan seindah ini. Tidak ada yang memerintah”. Kalau ada lelakinya yang tampan. Bagaikan mimpi. Diceritakan. Aku menjadi malas untuk pulang ke Mataram. yang cantik dan pandai merawat. Keduanya duduk di tepi pembaringan. tukas Nyai Roro Kidul sambil menyelipkan senyum di bibirnya yang tipis. Nyai Roro Kidul kemudian dipondong untuk menuntaskan kehendaknya. Senapati berada di laut kidul selama tiga hari tiga malam. jangan malu-malu. Nyai Roro Kidul segera menggamit tangan Senopati masuk ke dalam kamar tidurnya. aku sungguh tergila-gila kepadamu”. “Ah Tuan ini.pasemon yang dari Senopati dan senyumnya semakin menawan. “Nimas. Tapi sayangnya. Enak juga kok menjadi ratu sendirian. Senopati tersenyum sambil berkata. “Nimas. Sang Ratu mengajak Senopati berjalan-jalan melihat-lihat isi istana. Tuan raja besar. bolehkah aku melihat kamar tidurmu?” “Boleh saja tuan. hamba hanya menunggu”. Roro Kidul berbisik sambil melempar senyum. Ia selalu berkasih-kasihan dengan Roro Kidul. Semua adalah milik tuan. Setiap 74 . kamar seindah ini tidak ada lelakinya. aku dapat melihat kamar yang demikian elok.

“Nimas. Senapati lalu menghaturkan sembah dan memohon maaf. “Besar terima kasihku padamu. hentikanlah mengandalkan kesaktianmu itu. bersyukurlah kepada Allah. Senopati lalu berangkat. Hamba pasti segera datang membawa pasukan jin. Dari Babad Tanah Jawi disebutkan demikian: Kacariyos. “Hal itu mudah saja. nglangkungi ayunipun. karena telah menunjukkan kesaktian berjalan di lautan tanpa basah. Senopati lalu berpamitan. Para wali tidak mau berbuat demikian. ing seganten kidul ngriku wonten ingkang jumeneng ratu wanudya. Nimas. Ing 75 . ia kaget melihat Sang Pandhita. kemudian mendongaklah ke angkasa. Mesti akan terkena murka Allah. aku pamit kembali ke Mataram. Aku percaya. Setelah tiba di Parangtritis. bersedekaplah dengan satu kaki. Senapati diwejang tata cara menjadi raja. Sunan Kalijaga. Jika kamu ingin tetap menjadi raja. siapa yang aku suruh memanggil kamu? Orang Mataram pasti tidak ada yang tahu akan kamu?” Roro Kidul berkata.hari. aku mendapati musuh. Ia sedang duduk tafakur di pantai. Yang demikian namanya orang congkak. Ayo sekarang ke Mataram. peri prayangan dan persenjataan perang”. “Senapati. Sebaliknya jika kelak. Sunan Kalijaga menasehati. atas segala petunjukmu. Apabila tuan hendak memanggil hamba. yang memimpin semua manungsa dan makhluk halus. berjalan di atas air seperti di daratan saja. aku ingin tahu rumahmu”. Pesanmu akan kulaksanakan semua”. Senapati berkata.

Ing sakarsa-karsa sampeyan sedaya anut. Kiye geneya? Apa kena ing gara-gara. Tumunten mulyaa saisining seganten kang sami risak. Angreh sawernine lelembut tanah Jawi sedaya. apa srengenge runtuh bakal kiamat?” Nyai Kidul lajeng medal ing Jawi. Upami ing benjing sampeyan manggih mengsah. Utawi jim. Ratu Kidul wicanten salebeting galih. jumeneng ing sanginggiling toya. sebab sampeyan kang minangka bapa babuning ratu para ratu ing tanah Jawi”. Ratu Kidul kaget ningali gegeripun ulam ing seganten. sebab seganten punika kula kang ngreksa. Toyanipun panas kados digodhog. Ningali jagad padhang. 76 . nyungkemi sukunipun Senopati sarta matur ngrerepa. Sarta lajeng sumerep ing saciptanipun Senopati. Amung tiyang linuwih satunggil. “Iku layake kang gawe gara-gara ing segara’. samangke sampun angsal. setan. angreh ing tanah Jawi tanpa timbang. ingadhep para jim. Anama Roro Kidul. Nyai Kidul wicanten piyambak. prayangan. kenging ing garagara. ngeningaken paningal. Dene anggen sampeyan nyenyuwun ing Gusti Allah. Swaraning seganten nggegirisi. mboten wonten punapa-punapa. peri. supados sirna gara-gara punika. jumeneng sapinggiring seganten. setan. Sampeyan lan satedhak-tedhak sampeyan sedaya mesthi jumeneng ratu. Pinarak ing Katil Mas.sajagad mboten wonten ingkang nyameni. sedaya inggih sampi mitulungi. tinaretes ing sesotya. lajeng nyembah. peri. nenedha ing Allah. Roro Kidul enggal murugi. “Salawasku urip aku urip durung ndeleng segara kaya iki. Kala semanten Roro Kidul pinuju wonten ing dalem. Sampeyan mugi welasa dhateng ing kula. “Mugi sampeyan icalaken susah ing galih sampeyan. prayangan ing tanah Jawi sedaya inggih kareh ing sampeyan.

Senapati Ingalaga sanget kasmaranipun. Dhasar ayu bisa ngrerakit. ingsun arep weruh ing pasareyanira. Wondene Nyai Kidul inggih nempeni semonipun Senopati. Sembada lan kang duwe. iba becike”. Sarwi ngandika dhumateng Nyai Roro Kidul. mboten wonten pekewedipun. “Sumangga. Yen ana wonge lanang kang kagus. Senapati Ingalaga mesem. emot. Senopati lumampah sanginggiling toya kados ngambah dharatan. 77 . “Nimas.Senapati Ingalaga. ingadhep para jim setan peri prayangan. Bakal katrem ana kene. Nyai Kidul nyembah sarwi ngujiwati. Woh-wohan saha sesekaranipun adi-adi sedaya. ing dharatan mboten wonten sesaminipun. Sami pinarak. Layake caritaning kaswargan iya kaya iki. Ingsun aras-arasen mulih menyang Mataram. ingsun banget eram ningali paturonira. kabekta lumebet dhateng ing pasareyan. Nanging cacade mung siji. Senapati Ingalaga eram ningali kedhatonipun Nyai Roro Kidul. Senapati astane lajeng dipunkanthi. Utawi ulam ingkang sami pejah inggih sampun gesang malih. sarta tansah ngujiwati. sarta tansah nyantosakaken ing galih. Senopati wau anggenipun pinarak dhedhepelan kemawon lan Nyai Kidul. sakelangkung suka ing galihipun. Nimas. nglangkungi sae. lajeng anut wngking dhateng Nyai Kidul. Senapati ngandika. sampeyan ingkang kagungan”. Sarta gara-gara wau inggih sampun sirna. sareng mireng ature Nyai Kidul. lajeng sami pinarak ing katil mas sekalian. dene ora nana wonge lanang. Sajegku durung weruh pepajangan kaya iki. lumampah kondur satengahing seganten. kula darmi tengga. kaya apa rakite?” Nyai Kidul matur. Sadhatengipun ing kedhaton seganten. yen dede jinis.

Wewekasira kabeh ya bakal ingsun estokaken”. “Nimas. nggoningsun kedanan marang sira”.Aturipun Nyai Kidul. ngambah toya seganten kados ngembah dharatan. Balikan ing besuk. Lan ingsun iya pracaya. sedhakep suku setunggal. Senapati wau ing saben dinten dipunwejang ngelmunipun tiyang umadeg ratu. yen ingsun nemu mungsuh. ingkang ngedhepaken sakathahing manungsa lan jim peri. peri prayangan lan sededameling prang”. Senopati ngandika malih. mangsa kiranga wanudya ingkang ngungkuli kula”. Senapati manahipun kados dipununggar. kang sun kongkon ngaturi ing sira sapa? Wong ing Mataram mesthi ora ana kang weruh marang sira?” Roro Kidul matur. Senapati ngandika. sarta kula mbekta bala jim. Roro Kidul lajeng pinondhong ndumugekaken karsanipun. Tansah sih-sinisihan kaliyan Roro Kidul. Kacariyos Senapati anggenipun wonten seganten kidul tigang dinten tigang dalu. Senopati sampun mangkat. Sareng dumugi ing Prangtritis. Bilih sampeyan karsa nimbali dhateng kula. ing sakehe wurukira. kaget ningali dhateng Sang Pandhita. “Kula mboten saged ngaturi jejampi. “Mekaten punika gampil kemawon. ingsun muga paringana tamba. Sampeyan ratu ageng. Sunan Kalijaga. nunten tumengaa ing awang-awang. Roro Kidul matur sarwi mlerok. Senopati mesem sarwi ngandika. Senapati 78 . sebab kula dede dhukun. jumeneng ratu estri kemawon. “Banget panrimaningsun. “Nimas. Ing sakajeng-kajeng mboten wonten ingkang marentah”. Nimas. Amesthi kula enggal dhateng. “Sae lamban. lenggah pitekur wonten sangandhaping Parangtritis. ingsun pamit mulih marang Mataram.

Sinten 79 . Widhangan nrajumas. Athi-athi ngudup turi. Putri Nata saking Mandaraka. Gonas ganes merak ati. kicating pada gumebyaring wentis kang kengis pindha thathit sasanderan. ing kenya puri Ngastina. Mesthi bakal kesiku marang ing Allah. Lambung nawo kemit. Ayo marang Mataram. wong-wonga gumebyar apindha thathit. idep tumengeng tawang.enggal ngujungi. Sri Narendra garini kusumanig ayu Dewi Banowati. ingsun arsa weruh ing omahira”. gegununganipun para putri. B. lathi manggis karengat. netra lindri anjait. jangga nglungid nglunging gadhung. Rema anyekar bakung ameles wilis tur panjang. Mistik Gunung Merapi Keindahan Kraton Nyai Roro Kidul dapat diibaratkan seperti asrinya Taman Keputren Kadilengeng. nyuwun pangapunten. nganggoa syukur ing satitahe bae. seperti panyandra ki dalang: Anenggih kang kacarita. Dadi iku jenenge wong kibir. Mencepe kang pranaja. sarta ngrerepa. racikan amucuk ri. marenana nggonmu ngendelaken sekti digjayanira iku. Yen sira bakal sumedya tulus jumeneng ratu. “Senapati. ginarwa Narendra dahat dahing warnikarengga ing busana widagda ngadi sarira. mbesengut saya patut. ambombrong saya mencorong. Yen cinandra citrane sang putri. Galak ulat tur raga karana. karya kumesare kang mulat. suku amukang gangsir. Prembayun anyengkir gadhing. uwang anyangkal putung. Para wali ora gelem nganggo kaya mengkono. Lamun tindak. pamulu ambengle keris. larapan nila cendhani imba nanggal sapisan. grana ngrungih. pranyata kurang candra luwih warna saking endahing sarira. Sunan Kalijaga ngandika. amargi nggenipun ngatingalaken kasektenipun ngambah seganten mboten teles.

Kelahiran terjadi setelah dalang memisahkan dua gunungan di simpingan kiri dan kanan untuk melambangkan pecahnya lapisan plasenta. akekasih kusumaning ayu Dewi Lesmanawati. di sungai. Gunungan beserta isinya merupakan lukisan kehidupan duniawi dan batiniah di mana Tuhan Yang Maha Esa menentukan segala kegiatan di alam semesta. marma anggung dadi kondhanging kidung (Siswoharsoyo. Pada jaman prasejarah mereka mempunyai kepercayaan bahwa roh orang mati dianggap masih tinggal di sekeliling mereka di pohon. 1979: 38). kaduk ruruh tur ta ambeg ngumala rum. dipergunakan sebagai simbol kehidupan. kera memanjat pohon bertarung dengan hewan 80 . untuk melambangkan awal mula dunia sebelum ada manusia kecuali tetumbuhan dan binatang seperti yang tergambar dalam gunungan. Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. Dhasar wanodya sulistya ing warna.ingkang marek ing ngarsa. rasa dan karsa. di laut. teristimewa yang berkait erat dengan kepercayaan mereka sehari-hari. Kemudian gunungan ditarik ke bawah dan berhenti tiga kali. di gunung dan dianggap sebagai pelindung kuat yang dapat dimintai pertolongan. yaitu gunungan. gunungan ditancapkan di tengah-tengah kelir. 1983: 24). apan punika putrine sang Nata dwita. Sejak jaman dahulu gunung api telah menarik perhatian nenek moyang kita. Dalam pertunjukan wayang kulit media komunikasi dengan roh nenek moyang yang timbul pertama kali pada jaman Neolithicum atau lebih kurang 1. melambangkan adanya cipta. replika gunung.500 SM (Mulyono. di batu. Di dalam gunungan terdapat lukisan makhluk raksasa menjulurkan lidahnya yang merah panjang. yang mempunyai arti akan ada kelahiran.

Dan Yang Sakral adalah Yang Maha lain. Penampakan yang suci ini dapat terjadi kapan saja. sempurna. burung-burung beterbangan dan segala jenis hewan lainnya. berundak-undak menyerupai gunung . Menurut Mircea Eliade manusia agama menjadi semakin yakin akan adanya Yang Suci. yang berarti menampakkan diri. Ini melambangkan hukuman bagi orang yang berbuat salah satu jahat. Di tengah-tengah gunungan terdapat lukisan sebuah rumah Jawa dengan dua pintunya terkunci rapat dan masing-masing sisinya dijaga oleh seorang raksasa bersenjata gada. Kesemuanya itu melambangkan pohon kehidupan duniawi yang diciptakan Tuhan. melambangkan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk mencapai tempat tertinggi. Kepercayaan seperti ini diungkapkan dalam bentuk-bentuk bangunan pemujaan nenek moyang yang menjulang tinggi. Dua pintu yang terkunci rapat dalam lukisan itu melambangkan kedamaian batin yang tersembunyi di belakang kedua pintu itu (Triyoga. pohon-pohon dan bunga-bungaan.lainnya. Dimulai jaman prasejarah itu pulalah. Realitas mitos diyakini sebagai sesuatu Yang Sakral. karena Yang Suci sudi menampakkan diri kepada manusia lewat peristiwa hierofani. mulai terdapat kepercayaan bahwa roh orang mati bertempat tinggal di atas dunia atau di gunung. roh nenek moyang dinyatakan dalam bentuk patung-patung yang diletakkan di atas bangunan pemujaan yang terdapat di bukit atau di gunung (Soekmono. 1973: 32). Hierofani secara etimologis berasal dari hieros berasal dari kata phainomai. 1991: 122). 81 . Pengkudusan terhadap sesuatu terjadi pertama kali karena suatu peristiwa dianggap sebagai hierofani atau peristiwa suci. Acapkali pula.

agar supaya penampakan suci itu bisa dialami lagi dan manusia dapat ikut mengambil bagian dalam Yang Suci yang sudi menampakkan diri itu. yang mempunyai makna tersendiri. Dengan menampakkan diri itu Yang Suci menjadi tidak absolut lagi. Dalam peristiwa hierofani ini sesuatu yang bukan bagian dunia. sungai. misalnya saja tempat-tempat tertentu di daerah asing yang dia kunjungi untuk pertama kalinya. hutan. Di situ ia mengalami suatu realitas yang lain dari kenyataan yang biasanya dijumpai dalam hidupnya sehari-hari. Pengalaman manusia modern mengenai ruang profan tetap memiliki nilai kekhususan yang homogen begitu saja seperti halnya religius mengenai ruang kudus. malam atau pagi hari. tempat di bumi seperti gua. Berbicara masalah kenyataan. gunung.siang. 82 . melainkan terbatas pada benda atau makhluk yang menjadi alat hierofani itu. Bahkan bagi manusia yang dianggap sangat tidak religius sekalipun. bukan berasal dari dunia. Bahkan eksistensi yang sudah sangat di desakralisasikan sekalipun masih mengandung unsur-unsur religius. semua tempat tersebut tetap merupakan suatu hal yang istimewa. sore. Dalam peristiwa ini manusia bertemu dengan Yang sama sekali lain. Manusia tidak pernah berhasil secara penuh untuk memisahkan dirinya sama sekali dari sikap religius. tumbuhtumbuhan. tampak pada benda-benda dan makhluk-makhluk yang menjadi bagian dari dunia. Peristiwa-peristiwa hierofani diperingati setiap kali. dan sebagainya. binatang. merupakan tempat suci kehidupan pribadinya. Dan lewat apa saja. Ada tempat-tempat istimewa yang secara kualitatif berbeda dengan yang lain. pengalaman profan melampaui suatu ritual tak pernah ada dalam keadaan yang murni. manusia.

Sebagai contoh salib di atas altar. karena moralitas di alam membuktikannya (Minsarwati. tetapi pada sikap dan perasaan manusia yang meyakini keprofanan suatu benda karena dari satu benda dapat terbentuk dua sikap dan perasaan yang berbeda. Kemudian peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan sebagai keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. tanda persatuan laki-laki dan perempuan. Mitos ini benar karna keberadaan alam semesta membuktikan keberadaannya. karena yang membedakan antara Yang Sakral dari yang profan. bukan terletak pada wujud kongkrit benda. C. Contohnya orang Jawa mengenal adanya perputaran musim yaitu 83 . itu mempunyai nilai sakral bagi umat Kristiani. Mitos tentang dewa-dewa dan makhlukmakhluk-makhluk Ilahi itu benar.Lawan Yang Sakral adalah yang profan. Antara Yang Sakral dan yang profan secara kongkrit tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. 2002: 70). Dengan demikian kesakralan terwujud dari sikap dan perasaan manusia dari sikap mental yang dilandasi oleh perasaan. tetapi tidak bagi umat yang lain. Kyai Sapu Jagad Mitos tentang letusan Gunung Merapi diyakini berasal dari dua sumber kekuatan manusia yaitu Nyai Roro Kidul (sebagai wanita) penguasa dan penjaga Laut Selatan dan Kyai Sapu Jagad sebagai penguasa Gunung Merapi (sebagai laki-laki). karena kepercayaan kepada hal-hal itu membuktikan kebenaran dan keberadaannya. Orang Jawa dalam mengungkapkan tentang suatu kepercayaan juga selalu hari-hari baik. Keduanya adalah sama. Mitos tentang dunia ini benar.

yang disediakan dari mitos dan ritua adat. Rabu. bagian Barat adalah Khayangan Dlepih yang dihuni oleh Sang Hyang Pramoni. Pon. Kliwon. Barat. dan letak Keraton Mataram yang berada di tengah-tengah. bagian Selatan yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Kidul. Sabtu dan Minggu. Wage. seperti mitos tentang terjadinya letusan Gunung Merapi yang menurut anggapan mereka selalu dihubungkan dengan keberadaan keraton Mataram dan Laut Selatan. Keberadaan itu terlihat dengan jelas pada kedudukan letak mitis geografi kerajaan Mataram. Letak mitis geografi inilah yang akan digunakan penduduk sekitar lereng Merapi ataupun kalangan orang Jawa terutama yang 84 . yang membagi dunia menjadi lima bagian yaitu bagian Utara ditempati oleh Gunung Merapi yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Kyai Sapu Jagad). Kamis. bagian Timur Gunung Lawu yang dihuni oleh Kanjeng Sunan Lawu. Utara. Akan tetapi secara masuk akal mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan fertilitas itu. Bagi orang Jawa hari Selasan Kliwon dan Jum'at Kliwon dianggap sebagai hari sakral. kemudian perputaran waktu selama tujuh hari yang disebut Saptawaca yaitu : Senin. Jum'at.waktu selama lima hari yang disebut pasaran yaitu: Legi. Selatan dan Tengah. Sistem yang dipergunakan dalam pasaran atau disebut pula Pancakara. Pahing. Orang Jawa yang tinggal di lereng Gunung Merapi agaknya tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka dengan bahasa teknis yang lugas seperti istilah fertilitas tanah kaitannya dengan abu vulkanik letusan Gunung Merapi. berhubungan dengan Mitologi Hindu yang mengatakan bahwa Batara Guru sewaktu memerintah dunia untuk pertama kalinya telah membagi dunia menjadi lima bagian yaitu: Timur. Selasa. karena pada hari-hari itu banyak makhluk halus yang keluar mencari makan atau sesaji yang disediakan manusia.

Sultan Hadiwijaya membuat strategi yang jitu untuk menghadapinya. Arya Penangsang. siapa saja yang dapat mengalahkan Penangsang akan mendapatkan hadiah. putra Pemanahan. walaupun pasti tidak mudah. terkenal memiliki senjata ampuh. Arya Penangsang. maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya tersebut adalah juga kemenangan Pemanahan dan Penjawi. Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara. yang selalu menggetarkan dan mempecundangi musuh. Karena kesuksesan ini merupakan strategi Pemanahan dan Penjawi. tanah Pati dan Mataram. putra Sinuwun Sekar Seda Lepen yang tidak rela tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya. Ia percaya bahwa dirinya akan mampu mengalahkan. Kemudian atas nasihat dari para pinisepuh.tinggal di Yogyakarta untuk memahami terjadinya mitos-mitos yang berhubungan dengan letusan Gunung Merapi. karena ia hanya menantu Sultan Trenggana. Sultan Hadiwijaya harus berhadapan dengan Adipati Jipang. Letak Mitis Geografis Keraton Mataram Gunung Merapi Kanjeng Ratu Sekar Kedaton Kyai Sapu Jagad Khayangan. Maka Sultan memberikan 85 . Dlepih Sang Hyang Pramoni KERATON MATARAM Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul Gunung Lawu Kanjeng Sunan Lawu Dalam usahanya untuk menegakkan kekuasaan Pajang. yakni Keris Kyai Setan Kober. Akhirnya Penangsang dapat dikalahkan oleh Danang Sutawijaya.

Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa hutan Mentaok. Penjawi mendapatkan tanah Pati. diprediksikan Mataram kelak akan menjadi sebuah kekuatan yang besar yang menjadi pusat politik di tanah Jawa. Dari apa yang telah diuraikan di atas. Berdasarkan ramalan Sunan Giri. tidak kenal menyerah. Kerajaan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan dengan membuka Alas Mentaok sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya. Karena itu. Apalagi dengan dilegitimasi oleh berbagai ceritera tentang dirinya. berhubung Sutawijaya itu juga anak angkat Sultan Pajang yang telah berhasil 86 . sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju.tanah tersebut kepada mereka berdua. Pemanahan adalah putra dari Ki Ageng Enis. maka Mataram menjadi penggantinya. Sultan Pajang mengulur-ulur waktu untuk menyerahkan tanah Mataram (Moedjanto. 1994: 146). 1983: 52). Yogyakarta. Setelah Pajang surut dari gelanggang kekuasaan. tekun dan ulet. penuh rintangan dan tantangan. Menurut silsilah. Hal ini jika terjadi kelak akan mengancam keutuhan eksistensi Pajang. cucu Ki Ageng Sela. Pemanahan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. wajarlah bahwa ia merupakan salah satu unsur asal kekuasaan negara (Sunoto. Namun awalnya Sultan Hadiwijaya nampak ragu untuk menyerahkan tanah Mentaok atau Mataram kepada Pemanahan. tidak mengenal waktu sehingga ia dapat menduduki tahta kerajaan Pajang. Alas Mentaok tersebut berada saat ini tepatnya di sekitar Kota Gede. raja Pajang. Jaka Tingkir telah melakukan daya dan upaya. jelas sekali bahwa kedudukan sebagai raja dapat diperoleh oleh orang yang berjuang dengan penuh ketekunan.

Danyang Loghawe pergi ke Tumapel karena mendapat wangsit atau suara gaib untuk memelihara anak bernama Ken Arok yang nantinya akan menurunkan raja-raja di Jawa. Kemudian Sutawijaya menjadi raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati. Perjuangan yang hebat ini disyahkan lebih lanjut dengan berbagai ceritera tentang dirinya. Ken Arok telah terkepung oleh tentara Kediri dan tidak ada alternatif lain kecuali haru memanjat pohon enau dan bersembunyi di atasnya. Contoh tersebut menunjukkan bahwa Ken Arok adalah seorang yang mempunyai kemauan keras. Dewa-dewa bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja di Jawa. kemudian meluncur ke seberang sungai dan bertemu dengan Danyang Lohgawe. dan dengan segala upaya serta kegigihannya ia dapat mencapai cita-citanya. Ken Arok mendengarkan dengan cara bersembunyi di tempat sampah. Bagi masyarakat Jawa. Dengan legitimasi ini berarti tidak mustahillah bila Ken Arok merupakan salah satu asal kekuasaan negara. Ken Arok sudah hampir tertangkap oleh para pendeta dan rakyat di desa Kabalon. yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi dan masyarakat lainnya. terdengarlah suara Dewa Brahma di langut yang mencegah mereka. dikenal ada tiga simbol kekuasaan Jawa yaitu : Gunung 87 . Dari ceritera tentang Ken Arok ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu: Ken Arok sebenarnya bukan anak orang biasa tetapi anak Dewa Brahma. karena Ken Arok adalah anaknya. Namun ia diketahui oleh para prajurit yang kemudian memotong pohon tersebut.mengalahkan Arya Penangsang. Dalam keadaan yang sangat berbahaya itu ia menerima wangsit atau suara gaib agar segera memotong dahan enau.

Laut Selatan melambangkan kerakyatan. Ia mengikuti terus ke mana perginya ikan itu. Keraton Mataram (udara) dan Laut Selatan (air). Dialah penguasa Laut Selatan. karena keraton Yogyakarta keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan Segara Kidul (Laut Selatan). Sudah menjadi mitos umum. disaksikan oleh pamannya Ki Juru Martani. Ki Juru Martani ke Gunung Merapi untuk bersemedi. kemudian antara Gunung Merapi dan Laut Selatan disambungkan oleh aliran Kali Opak (Minsarwati. D.Merapi (api). Mereka berdua berpisah. Menjelang pengambilalihan kekuasaan Pajang. Penguasa Laut Selatan itu berjanji akan selalu melindungi Senopati turun-temurun. di tepi Kali Opak. Kali Opak ini penting bagi kehidupan keraton Mataram dan Kasultanan Yogyakarta sekarang. Alkisah ia sampai ke Laut Selatan. bahwa raja-raja Mataram sejak Senopati mempunyai hubungan khusus dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. Gunung Merapi melambangkan kekuasaan. Di Kali Opak ia melihat ikan "Olor". Wanita itu jatuh cinta pada Senopati. Indah bentuknya. Kanjeng Ratu Kidul sendiri adalah "Permaisuri Halus" dari Senopati. Senopati mendapat wahyu keraton. Di sanalah ia berjumpa dengan seorang wanita cantik jelita. Kanjeng Ratu Kidul 88 . 2002: 14). Ketiga simbol kekuasaan Jawa ini dihubungkan dengan adanya Kali Opak yang diyakini juru kunci Merapi Mbah Marijan. Kali Opak juga berperan dalam pertemuan antara Senopati dan Ratu Kidul. dan keraton Mataram melambangkan keseimbangan. Dan pertemuan antara mereka berdua terjadi di desa Wonokromo. dan Senopati menyelam di Kali Opak. Jin Kali Opak Menurut versi mitos lain.

Pada waktu bulan purnama Ki Juru Martani keluar rumahnya untuk menjenguk puteranya. Ia melakukan tapa ngeli artinya masuk di dalam sungai Opak dan terus berenang mengikuti arus air sungai itu. Pada pagi hari ia sudah sampai di Parangtritis dan bertemu dengan Sunan Kalijaga yang memberikan berbagai petunjuk kepadanya tentang cara mengendalikan negara serta bagaimana sikap seorang raja. Kanjeng Nyai Roro Kidul tidak ragu-ragu lagi apa yang terjadi dan keluarlah ia dari kratonnya menemui yang sedang bersemadi. mengakibatkan angin laut dan gelombang menjadi besar. Kemudian atas anjuran Ki Juru ia meneruskan bertapa di laut selatan. Sutawijaya lalu pulang ke Mataram. Dengan bantuan seekor ikan olor. 1983: 75). Setelah segala sesuatunya berjalan baik. Tentang mitos terjadinya letusan Gunung Merapi itu menurut kisahnya juga diceritakan bahwa saat letusan berlangsung. Ki Juru mengingatkan agar Sutawijaya selalu berprihatin dan bersamaan dengan itu turunlah wahyu di atas puteranya yang sedang tidur (Sunoto. ia sampai di tepi laut selatan dan bersemadi di situ. agar tidak meninggalkan kewaspadaan. dan mendapat kesanggupan dari Nyai Roro Kidul untuk membantu sepenuhnya. Keduanya bersama-sama pergi ke Mataram dan sesampainya di sana karena Sunan Kalijaga melihat bahwa rumah Sutawijaya belum mempunyai pagar. hal itu adalah pertanda terjadi perkawinan antara dewa laki-laki yaitu Kyai Sapu Jagad dengan perempuan Nyai 89 .yang akhirnya menjadi permaisuri Senopati. Sesampainya di rumah Sutawijaya pintu sudah tertutup sedang penjaga rumah tidak tahu mana tuannya. lalu dinasehati agar dilengkapi dengan pagar tersebut. Keduanya bertemu dan bersama-sama memasuki kraton laut selatan yang indah.

tetapi mereka meminta agar jika Nyai Roro Kidul mengutus atau menginginkan sesuatu dari Gunung Merapi (yaitu benih laki-laki) jangan melalui desa mereka. tetapi bisa ditata. 1985: 46). Seperti halnya perkawinan yang seolah-olah tidak bisa dicegah. Interpretasi ini didasarkan atas pemahaman kejawen. gunung sering dianggap melambangkan kekuatan laki-laki. Peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan dengan keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. Riwayat letusan Gunung Merapi juga ada hubungan dengan mitos terjadinya Kali Opak dan gempa bumi. bahwa gunung yang diasosiasikan dengan lingga yaitu simbol dari Siwa atau Batara Guru. Oleh karena itu untuk mendapatkan selamat. sedang lautan yang dikuasai Nyai Roro Kidul (dewi) melambangkan perempuan (Laksono. Konsepsi perbedaan ini juga bermakna kesuburan yang dalam bahasa awam menjadi berkah. tanda persetubuhan laki-laki dan perempuan. tetapi cukup di kiri kanan desa saja. sedang laut diasosiasikan dengan Yoni simbol dari isteri Siwa yaitu Umo. sehingga mereka bisa dijauhkan dari bencana Merapi. Untuk itu mereka memberikan sesaji kepada kekuatan-kekuatan gaib tersebut agar hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan itu terjalin. penduduk tidak menolak Nyai Roro Kidul berhubungan dengan Merapi. maka "perkawinan dua kekuatan alam" atau letusan Gunung Merapi juga tidak bisa dicegah dan perlu ditata.Roro Kidul. Dalam kepercayaan Jawa. Berdasarkan dari cerita mitos itu maka Mbah Marijan juga menuturkan bahwa terjadinya Kali Opak sampai sekarang 90 . Perpaduan muntahan gunungapi menuju laut melalui Kali Opak melambangkan wiji (sperma) calon raja Senopati.

Di Kali Opak inilah berjalan Kyai Antoboga. Dan jadilah dari lidah itu pusaka Kyai Baru Klinting. Berikut ini kita kutipkan tulisan Jayasubrata dalam Serat Babad Tanah Jawi.masih ada hubungannya dengan jalan untuk menuju ke Laut Selatan dan Gunung Merapi. Antoboga lalu diberi tugas menjaga keseimbangan Gunung Merapi. ternyata Ki Wanabaya. Sesampainya di atas. tokoh ini bertugas memimpin segenap makhluk halus yang berada di dasar Merapi untuk menjaga keseimbangan berat Gunung Merapi. Dia merayapi Kali Opak. berniat mencari ayahnya. Tapi tiba-tiba lidah itu dipotong oleh ayahnya. O Pak". namun ia mematuhi nasehat ayahnya agar tidak langsung memusuhi Sultan Pajang. 2002: 17). 91 . penduduk mempunyai kepercayaan. Dalam mitos tentang terjadinya gempa bumi yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi. dan sepanjang jalan merayap sambil berteriak "O Pak. Apa yang dicapai bukanlah sekedar pemberian yang datang sendiri tanpa usaha. karena itulah jalan yang dilalui tadi diberi nama Kali Opak. bahwa hal ini ditimbulkan oleh ulah Kyai Antoboga yang menggerakkan ekor atau kepalanya untuk menghilangkan rasa pegal (Minsarwati. jika ia dapat melingkari Gunung Merapi dalam semalam. ketika kurang sejari saja jarak antara kepala dan ekornya Antoboga lalu menjulurkan lidahnya. baru mau mengakui Antoboga sebagai anak. O Pak. Ceritera di atas menunjukkan bahwa kedudukan sebagai pendiri kerajaan Mataram dicapai olehnya dengan segala liku-liku perjuangan yang cukup berat. ayahnya. seekor naga. Matahari hampir terbit. Merapi bisa sewaktu-waktu goyah (terjadi gempa bumi). Keberhasilan itu tidak lain adalah akibat jerih payahnya sendiri. Meskipun ia sudah diberi tahu bahwa kelak akan menjadi raja.

lamun sira mungsuh Sultan Pajang. tata sarengat rampung. Wahyu kraton atau pulung dilukiskan dengan berbagai bentuk antara lain berupa sinar atau cahaya yang terang benderang dan kebiru-biruan. apan sira winuruk agama. Karena itu barang siapa telah mendapat wahyu kraton atau pulung tidak dapat diganggu gugat. ing Mataram tan liya saking sang ngaji. iya nadyan iku. kapindhone amungsuh gusti. kaping tri mungsuh bapak. kadang-kadang berupa satriya dan puteri. sebab pasti akan gagal. Lawan dadi gurunira kaki. kongsi prapteng diwasa. mring ramanireki. ada pula pulung baru datang setelah yang bersangkutan melakukan tapa brata dan perjuangan 92 . timur kongsi akil balig. Misalnya ada yang baru lahir sudah mendapat pulung. wit sira duwe negara. nanging sira kinempit sangkaning alit. tri prakara kainane. Wahyu kraton atau pulung datang kepada manusia dalam situasi yang berbeda-beda. Sebaliknya seorang raja yang kehilangan wahyu kraton berarti akan turun dari tahta. kang dhingin mungsuh guru. angungkuli putra pribadi. lah mara rasakena" Karena itu setelah menjadi raja dan memegang seluruh kekuasaan negara. dudu kang yoga ing sira. paran wewalesira."Iya kulup rasane tyas mami. harus diartikan bahwa kekuasaan tersebut antara lain berasal dari dirinya yang berpribadi luhur. Seseorang yang telah mendapat wahyu kraton atau pulung dengan sendirinya dapat mengatasi segala rintangan yang dihadapi.

Bayi ini kelak kalau sudah dewasa akan mempunyai kekuasaan atau setidak-tidaknya mempunyai keturunan yang mempunyai kekuasaan kenegaraan. Di dalam Serat Pararaton tulisan Padmapuspita (1966: 12) antara lain disebutkan: "Selanjutnya ada seorang pencuri bernama Lembong. tersesat di kuburan anak-anak itu. Peristiwa tentang bayi lahir dan mengandung cahaya. ia lalu membuangnya ke tempat pemakaman anak-anak. Peristiwa ini dialami oleh Ken Arok. Ken Endok mendengar bahwa Lembong memungut seorang anak. yang olehnya diambil dan dibawa pulang dan dipelihara sebagai anak sendiri. yang didapatinya di kuburan kanak-kanak. Pada waktu itu ada seorang pencuri bernama Lembong tersesat memasuki makam tersebut dan melihat ada benda menyala. Setelah Ken Endok melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. Lalu Ken Endok datang kepadanya. tampak bernyala pada waktu malam hari. E. diambil dan dibawa pulang. setelah didekati oleh Lembong itu nyatalah yang menyala itu anak yang menangis tadi.hebat. mendengar anak menangis. sungguhlah itu anaknya sendiri". teman Lembonglah yang memberitakan itu dengan menyebut-nyebut anak. Dunia Pedanyangan 93 . melihat benda bernyala. Berikut ini akan disajikan beberapa contohnya. didatangi oleh Lembong. Setelah didekati ternyata yang menyala itu ialah seorang anak bayi laki-laki. diaku anak oleh Lembong.

Kesemuanya ini bisa dijawab melalui suatu bentuk fisik dari Gunung merapi (api) . tetapi juga karena dukungan rakyat dan karunia Tuhan. Jelaslah bahwa Raja bukanlah manusia yang lepas dari masyarakat.Mengingat latar belakang terjadinya raja-raja sebagaimana telah kita uraikan. Oleh karena itu unsur asal kekuasaan dari Raja bukanlah satu-satunya. Kecuali itu ada unsur-unsur lain yang akan dibicarakan lebih lanjut. kemungkinan terjadinya sifat totaliteristik masih dapat dicegah. Bila hubungan antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan dihubungkan dengan persoalan kosmologis yang meliputi tertib dunia. tetapi justru berhubungan secara luas dengan masyarakat. 1983: 37). terutama bagi raja-raja yang bercikal bakal membangun negara. Unsur inilah yang mencegah atau membatasi raja untuk tidak berlaku totaliter. tempat di mana ia berkiprah. maka unsur ketuhanan ini lalu ikut berperanan dalam kehidupan masyarakat. dan tujuan alam semesta. Unsur lain itulah yang mendorong agar perbuatan raja juga memperhatikan kepentingan rakyat banyak. asal mula alam semesta. maka akan diperoleh makna kosmologis tentang bagaimana hubungan dari sudut keseluruhan dan dari sudut unsur-unsurnya. sebaliknya yang membimbing agar raja berlaku bijaksana. Di samping itu karena raja telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. Hal ini menyangkut pada ajaran "Manunggaling Kawula Gusti" yang merupakan tindak 94 . Raja mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka dapat menjadi raja di samping sebagai hasil jerih payahnya sendiri. tetapi sekaligus juga mengerem agar tidak berbuat sekehendaknya sendiri (Sunoto.Keraton Yogyakarta (udara) – Laut Selatan (air).

dan kemiskinan serta pengendalian nafsu duniawi. Hamangku. Gunung Merapi adalah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam iman dan takwa kepada Allah yang satu. sengguh ora mingguh mempersatukan. Keraton Yogyakarta. Gunung Merapi. keterbelakangan. Hamengkoni). keterbelakangan dan kemiskinan akibat ulah nafsu duniawi. sebagai simbolisasi dari Sang Pemimpin yang bergelar Ngarso-Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamangku Buwono Ing Ngalogo Ngabdulrakhman Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ingkang Jumeneng Ing Ngayogyakarta Hadiningrat. dan menjauhkan larangan-Nya. namun dapat menimbulkan malapetaka tak terhingga bila tidak terkendali. dalam kapasitas dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa tunduk akan perintah Allah. mempersatukan dengan kekuasaan ngrengkuh. kuat. karena sebagai Panglima Perang harus mampu menghalau musuh manusia yang berwujud kebodohan. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti mengandung pengertian hubungan horizontal antara sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta.lanjut pemahaman Sangkan Paraning Dumadi. sejuk bila berada di sekitarnya. sebagaimana gunung berapi lainnya. 95 . berkesan kokoh. merupakan kekuasaan besar masyarakat melawan kebodohan. Oleh karena itu lebih condong pada wujud masyarakat (makrokosmos) yang digambarkan dengan hubungan simbolik antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan. mempunyai bentuk kerucut menyatu ke atas. Demi terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir dan batin. mengutamakan dan melindungi rakyatnya (makna Hamengku. mengandung arti Pemimpin yang senantiasa di depan sebagai teladan.

diiringi angin yang kencang. diperjuangkan. itulah makna Kanjeng Ratu Kidul sebagai personifikasi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat. dinamika. sejuk. tenteram. apresiasi. Hasil perpaduan dua kekuatan alam ini berupa calon raja Senopati yang berada di Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan di atas. ibarat kehidupan masyarakat yang keras. yang dalamnya tidak teratur. Jika kita baca sepintas lalu saja seolah-olah hanya merupakan ceritera atau dongeng belaka tidak ada bedanya dengan ceritera atau dongeng yang lain. diutamakan. Berdasarkan pada uraian tentang tiga makna simbol dari Gunung Merapi. diyakini. damai. yaitu antara Gunung Merapi sebagai kekuatan api dan Laut Selatan sebagai kekuatan air. dapat disimpulkan tentang makna kosmologi yang ada pada mitos letusan Gunung Merapi. Perlu kita sadari bahwa contoh-contoh yang telah kita uraikan sebenarnya merupakan sejarah. menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utama. mendorong menuju tujuan serta mewujudkan kesejahteraan dengan keteguhan keyakinan hanya karena Allah semata. deburan ombak yang kadang deras. dipahami.Pemimpin di tengah rakyatnya. diolah. dan aspirasi yang harus diserap. Laut Selatan. dan dilindungi oleh Sang Pemimpin. lembut dan nyaman diiringi angin yang sepoi basah. Oleh karena itu Sang Pemimpin harus manjing ajur ajer dengan yang dipimpin. brutal namun juga lembut. mengandung kekayaan alam tak terhingga. yaitu terjadinya "dua kekuatan alam". yaitu berupa Keraton sebagai unsur udara. penuh dengan kreasi. keras dan besar. namun kadang pelan. 96 . hanya bentuk penyampaiannya yang perlu kita pelajari secara saksama.

seolah-olah banyak yang tidak masuk akal. putrinipun Ki Ageng Penjawi ing Pathi. agar syah dalam melakukan tugasnya dan berwibawa serta berkharisma (Sunoto. peputra Adipati Pragola ing Jambean. Putra Dalem nomer 3 Adipati Puger ing Demak. bagaimana mengartikan simbol itu dengan sebaik-baiknya. Saben dinten malem Jumah pasareanipun Adipati Pragola wonten rah teles 97 . 1983: 14). dipun lawan Ingkang Sinuwun Sultan Agung piyambak. mengsah perang kaliyan Mataram. Namung gugur kenging Kyai Tumbak Kyai Pleret. Ken Arok mendengarkan Dewa yang sedang berapat. Prameswari dalem angka setunggal Kanjeng Ratu Mas. kaleres naksederek kaliyan Ingkang Sinuwun Sultan Agung. Adipati Pragola ing Pathi. Timbul pertanyaan di dalam diri kita bagaimana hal-hal semacam itu terjadi. peputra Tumenggung Aria Mataun. Kita harus dapat melakukan analisa secara kualitatif. R. Peputra : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati ing Mataram. Ingkang jumeneng narpati. awit mangertos manawi Adipati Pragola pancen sekti. Ceritera-ceritera itu merupakan legitimasi terhadap diri orang yang bersangkutan. kemudian secara kuantitatif kita melakukan abstraksi. Paku yang waktu lahir dimasukkan di dalam kendhaga. Sumare wonten Makam Pragola ing kota Solo. Sutawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga dan lain-lain. Nagari Pajang lajeng pindhah dateng Mataram. terhadap simbol-simbol itu. Patih ing Jipang.Lebih-lebih jika kita perhatikan isinya. Misalnya raja Dhandhang Gendhis yang dikalahkan Ken Arok lalu naik ke langit dengan istananya. Sutawijaya dengan Nyai Roro Kidul. Jaka Tingkir yang berperang melawan buaya. Risang Sutawijaya ajejuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati Ngalaga ing Nagari Mataram.

1988: 204). Panembahan Juminah. Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun P. Pancen pasareanipun ngajrih-ajrihi. Setelah berhasil menggeser kekuasaan Pajang. yaitu manggalih artinya mengenai soal-soal esensial. Retno Dumilah peputra Pangeran Hario Balitar.ateges inggal. yang dikenal sebagai jangka. pusat-lingkaran. putra K. pasca manah. peputra Kanjeng Ratu Paku Buwana I. 1990: 58). mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan. Namung bibar perang Jepang sapriki sampun boten wonten. peputra Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura (Bratadiningrat.B. Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa. Pribadinya sebagai personifikasi tahapan pemahaman tertinggi. putra nomer 12. Ingkang nurunaken nata. Dalam bidang budaya Panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatahan gempuran (Haryanto. artinya membidikkan anakpanah. Itulah makna jangka jangkah jangkaning jaman (Damardjati. 98 .R. Sutawijaya tahun 1584 memindah pusat kerajaan menuju Mataram. peputra Tumenggung Balitar. 1993: 27).I.

Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. atau tedhak siten. Clifford Geertz (1969: 126) antara lain menulis tentang selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan. kematian.selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. selamat.dalam perjalanan. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : 99 . selapanan. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. sebaliknya akan mendapat keselamatan. Keluarga Jawa mengerlal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban.. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. sunat. Selamat dalam melakukan pekerjaan. pitonan.BAB V PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. perkawinan. slametan masih tetap menarik. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. babaran. sepasaran.

mungil. Nasi putih melambangkan air dari ibu.terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan.macam buah-buahan. tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih. Selama bulan ketujuh mengandung. Putih melukiskan pemuas ibu. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu. dan campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. merah dan gabungan keduanya. diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau 100 . Clifford Geertz menulis bahwa ada tiga macam yaitu putih mulus. suci. Dalam hal rujak ia menulis : bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas. nasi merah dan bubur.Di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir (kelapa muda) gadhing. maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan. Dalam hal nasi. indah. cabai penyedap dan gula. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan. merah air bagi ayah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam . ia akan mempunyai anak lelaki. Kecuali rujak. Rujak juga mengandung arti harapan. Koentjaraningrat (1967: 42) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak. nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Meskipun tidak disebutkan secara terinci. bersih lahir batinnya. tetapi jika rujak rasanya hambar baginya. calon ibu memperoleh berbagai.

Tradisi Kenduri 1. 2. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Upacara sepasaran Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih. ditaruh sajen. Upacara brokohan Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. sebatang tanaman. Semua. Seperti layaknya selamatan pada umumnya. Di dekat ibu ditaruh sebuah keris. Di sudut rumah. B. untuk mengusir roh jahat. 101 . dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buah-buahan. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan.mitoni.

pepaya. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis.Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan Koentjaraningrat (1967: 47) menulis bahwa ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. kaca dan pisau. Upacara perkawinan Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. pensil.buahan yang terdapat di daerah tersebut. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. Pekerjaan dan watak bayi kelak kemudian diramal berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. beras. buah kelapa dan bermacam-macam buahbuahan antara lain : rambutan. Kepada bayi dihidangkan sebuah baki yang di atasnya telah diletakkan sejumlah barang lambang yang menunjukkan pekerjaan atau ciri khas watak : pensil (juru tulis-pandai). atau buah . suka bersolek). pisau (prajurit-berani). cermin (aktor. jambu. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang 102 . uang (pedagang kaya). Upacara Tedhak Siten Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. beras/nasi (petani-rajin). Dalam upacara panggih digunakan pula kembarmayang sebagai salah satu alat upacara. 4. 3. Misalnya janur kuning.

keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Demi Ketentraman Jiwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas.dhang ya. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang.itu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah: Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. C. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan.sirih. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Untuk menghindari bahaya 103 . kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Anak pancuran kapit sen . Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terbit atau terbenamnya matahari.

Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang. D. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapat ridha dari Tuhan. 104 . di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah rasional dan yang serba kasat mata.tersebut. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk ahli keluarga yang menyelenggarakan. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. pendirian sebuah rumah baru. keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah. Biasanya untuk hajatan keberangkatan naik haji ke tanah suci. dan sebagainya. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. Dengan menyelenggarakan upacara ini. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok.

Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan karena orang cepat lupa diri. terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan sukses-sukses lain yang perlu dan pantas ditiru. Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur. Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam suasana terjepit. Yang dimaksud dengan kenduren adalah upacara sedekah makanan karena seseorang telah memperoleh anugrah atau kesuksesan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya sehingga solidaritas anggota terjaga.Acara kenduren bersifat personal. Upacara bancakan sering digunakan dalam acara bagi waris. ingin saling jegal dan cenderung menang sendiri. Suasananya santai. Maksudnya supaya terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang tidak adil. kekuasaan.Kegiatan slametan menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. sisa hasil usaha dan keuntungan perusahaan. lulus ujian. yaitu yang berkaitan dengan problem dum-duman 'pembagian' terhadap kenikmatan. Hidangan sedekah kenduren menunya lebih bebas. dan tetangga. Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu sehingga terbangun suasana suka dan meriah. Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut. kawan sejawat. Undangan biasanya terdiri dari kerabat. 105 . Mereka berkumpul untuk berbagi suka. sambil membicarakan tauladan yang bisa ditiru misalnya kenaikan pangkat. Dalam hal ini kenduren mirip dengan cara tasyakuran. dan kekayaan. Ada bahkan yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan atau kecelakaan.

dan sebagainya. Sugeng Pamungkas. hormat dan hikmat." Kata sugeng memang dapat menciptakan suasana hangat. dan lain-lain. pengestunipun. Selamat Lahir Batin Secara umum kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan. Kata sugeng untuk memberi nama orang misalnya Sugeng Santosa. "Sugeng rawuhipun. dengan mudah di sana ditemukan jajaran kata "Sugeng Rawuh". Kata sugeng itu merupakan bentuk krama dari akad slamet sehingga terkesan lebih halus. Sugeng Hartono. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. Slamet Riyadi. Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar.Kata slamet di tengah-tengah pergaulan orang Jawa sangat populer. Slamet Raharja." Dan pihak yang disapa akan menjawab singkat. "Piye kabare? Rak pada slamet ta?" E. Apabila ada sebuah resepsi pada keluarga Jawa. menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara. Begitu populernya sehingga banyak orang Jawa memberi nama anaknya dengan kata slamet. pemberian nama anak. yang berarti selamat datang yang ditujukan kepada para tamu. Widada juga mengandung makna selamat. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup. Pak. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia baik di dunia apalagi di akhirat. Hanya saja kata widada digunakan dalam suasana yang formal keistanaan serta lebih estetis dan puitis 106 . "Injih. kata sugeng digunakan demikian. Untuk sapaan hangat dan hormat. Misalnya Slamet Sutrisno.

widada. kesejukan dan kedamaian. yuwana. senantiasa terdengar ungkapan: mugi rahayu ingkang sami pinanggih. Ayu-hayu-rahayu adalah kondisi yang memungkinkan bagi terwujudnya keselamatan. Biaya di sini bisa berarti tenaga. kata widada tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Basuki. Jaka Widada. lestari. raharja. mugi kalis ing sambikala. Kata widada yang bernilai estetis dan puitis lantas digunakan untuk memberi nama anak laki-laki. sugeng. Setiap kali MC bahasa Jawa mau mengakhiri pembicaraan. Misalnya puji memuji: manggiha basuki. Artinya adalah cita-cita untuk memperoleh kesejahteraan pasti memerlukan biaya. semangat dan kemauan. makna harapan akan keselamatan. Budi Widada. slamet. Artinya saling mendoakan agar mendapat keselamatan terbebas dari segala gangguan. Rahayu di sini juga mengandung makna doa selamat. Endar Widada. Artinya semoga selalu bertemu dalam keselamatan. Selain untuk nama orang. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur menggunakan semboyan "Jer Basuki Mawa Beya". Untuk kata keseharian orang lebih biasa dengan istilah slamet yang merupakan tataran bahasa ngoko. Semuanya bermaksud agar anaknya mendapatkan keselamatan dan kewibawaan. misalnya Jatmika Widada. kata basuki juga mengandung makna keselamatan. Demikian juga kata hayu-dirgahayu Nama anak semuanya mengandung yang menggunakan istilah 107 . rahayu. Di samping menunjuk pada soal kesejahteraan. dan sebagainya.(bahasa Kawi). basuki di Jawa juga sangat banyak. Wanita ayu adalah wanita yang bisa menghadirkan suasana keselamatan. percakapan resmi dalam istana serta upacara.

Sulastri Rahayu. ayem. dhawah wilujeng. Prapti Rahayu dan Sulistya Rahayu. terbebas dari malapetaka. Di atas 108 . Wilujengan berarti selamatan. Misalnya Nanik Rahayu. tentrem. terhindar dari hal-hal yang menjebak mereka sehingga gagal meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat. Hubungan Antar Warga Sama halnya dengan struktur keluarga. keindahan dan F. Salah satu gendhing yang terkenal dalam kerawitan yaitu gendhing ladrang wilujeng. mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam kehidupannya diberikan keselamatan dan kesejahteraan. yang sejajar maknanya dengan slametan. Harapannya agar si anak mendapat kecantikan fisik dan kecantikan batin. masyarakat Jawa terdiri atas manusia-manusia yang mempunyai hubungan dan saling butuh-membutuhkan satu sama lain. "Kepripun Mas kabaripun?" Maka akan dijawab. Untuk anak putri sering diberi nama rahayu. "Pangestunipun. Dengan wilujengan atau selamatan itu.adalah ungkapan yang menghendaki datangnya keselamatan. Keluarga merupakan masyarakat yang paling kecil. Kata wilujeng juga dapat digunakan untuk sapaan hangat bernada halus. dan tenang. Ladrang wilujeng ini cocok untuk mengisi suasana santai namun agung dan hikmat. sehingga kehadirannya membawa kedamaian." Secara umum kata wilujeng bermakna selamat juga. Hanya saja kata ini jarang digunakan untuk memberi nama anak. Lagu ini memberi suasana damai.

keluarga tidak ada struktur dalam bentuk clan seperti di Minangkabau atau marga di Batak. Meskipun demikian hubungan kekeluargaan masih erat bahkan ada bentuk trah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat (Jawa, trah), misalnya pernyataan atau ucapan : kerabat Mangkunegaran, trah Somadiharjan, dheweke iku isih kerabate dhewe (dia masih kerabat sendiri). Dasar hubungan ini adalah pertalian darah atau keturunan. Dalam struktur ini pada umumnya tidak ada hubungan hak dan wajib yang berbentuk material-fisik, misalnya mengenai harta pusaka, demikian pula tidak ada struktur berupa hirarki kekuasaan dengan segala aturan dan sangsi-sangsi. Di lingkungan kerabat tertentu hirarki itu ada, karena secara historik, tradisi itu memang sudah berlaku. Hubungan dalam struktur kekerabatan lebih bercorak kejiwaan, berdasarkan kekeluargaan dan berasaskan moral. Struktur yang nampak jelas adalah dalam bentuk dukuh, desa, kecamatan atau RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah) dan seterusnya. Di dalam struktur ini kumpulan ke luarga lalu terikat dalam RT atau dukuh, kemudian dalam RW atau desa dan selanjutnya. Hubungan mereka tidak didasarkan atas keturunan atau hubungan darah, tetapi atas daerah tempat tinggal mereka. Di dalam struktur ini berlakulah berbagai aturan, sangsi hukum, hak dan wajib. Dengan demikian jelas masyarakat Jawa pada hakekatnya belum melepaskan diri dari struktur yang berdasarkan hubungan darah, tetapi tidak menjadikannya sebagai pola dasar kehidupan mereka. Karena itu sepintas lalu nampaknya mengambang, sebab memang tidak bertumpu sepenuhnya pada dasar

109

hubungan darah. Meskipun demikian struktur tersebut masih nampak jelas lebihlebih di lingkungan tertentu. Di samping itu terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan yang berdasarkan agama, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga dan lain-lain. Bahkan kita dapati pula kelompok profesi misalnya masyarakat petani, nelayan, pedagang. Dalam struktur kekerabatan ini kerukunan dan keguyuban merupakan sendi dasar dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu kekerabatan merupakan jenis masyarakat paguyuban. Di dalam struktur masyarakat Jawa seseorang pasti menjadi warga keluarga dan kampung atau desa atau RW (Rukun Warga)nya, serta dengan sendirinya menjadi warga kerabatnya. Menurut hemat kita ikatan keluarga dalam masyarakat Jawa yang dwitunggal menunjukkan bahwa masih ada pola yang jelas. Mereka masih mengenal saudara-saudaranya yang tunggal nenek bahkan tunggal buyut. Hubungan mereka dapat tampak erat, terbukti jika ada kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya perkawinan, hari raya Idul Fitri. Mereka masih memerlukan berkumpul pada waktu itu untuk membina persaudaraan agar tali hubungan tidak terputus. Mereka masih saling bantu-membantu, meskipun tidak terorganisir dengan baik. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin berkembang ini, ternyata struktur keluarga dan kekerabatan masih bertahan menurut caranya sendiri. Sistem kekerabatan, karena dasar hubungannya adalah kekeluargaan, maka tidak selalu terikat oleh tempat tertentu. Artinya anggota-anggotanya dapat tersebar menempati ruang yang berjauhan satu sama lain. Mereka berkumpul hanya pada waktu-waktu tertentu jika kebetulan ada keperluan yang penting.

110

Masyarakat Jawa telah mempunyai sejarahnya yang cukup panjang. Dalam perjalanan sejarah tersebut berbagai pengaruh baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar serta lingkungan telah banyak terjadi. Karena masyarakat juga mengalami perkembangan baik mengenai jum1ah anggotanya, maupun kebutuhan anggotanya maka mau tidak mau dari dalam diri mereka sendiri timbul tuntutan sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Mereka sendiri harus mampu memberi jawaban dan memenuhi kebutuhan tersebut agar tetap hidup. Di samping itu masyarakatjuga mendapat rangsangan dan tantangan dari luar dirinya baik dari alam lingkungannya maupun dari masyarakat luar. Mereka harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tersebut jika ingin tetap hidup dan berkembang. Jika diteliti dengan seksama maka struktur masyarakat Jawa merupakan kesatuan yang harmonik. Anggota-anggotanya berhubungan secara harmonik. Sebagai kelompok merupakan sistem yang harmonik dengan kelompok lain dan alam sekitarnya, demikian pula harmonik dengan Tuhannya sebagai sangkan paraning dumadi. Pada dasarnya masyarakat Jawa mempercayai bahwa apa yang gumelar di jagad raya ini asalnya dari Tuhan dan karena itu akan kembali kepada asal tersebut. Karena pendirian yang demikian inilah masyarakat Jawa mudah menerima pandangan hidup yang selaras dengan-Nya termasuk agama-agama. Di dalam kegiatan hidup, mereka bahkan tidak dapat terlepas dari pengaruh ini. Nilai-nilai ketuhanan tampak di dalam bermacam-macam kegiatan berupa upacara-upacara baik keagamaan maupun adat. Selamatan selalu dimulai atau ditutup dengan doa.

111

Alam sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Jawa. Pulau Jawa dikelilingi oleh lautan, terdiri atas pegunungan dan daratan. Karena itu mata pencaharian mereka ialah pertanian, perdagangan, penangkapan ikan dan industri kecil. Yang paling besar ialah hidup dari bercocok tanam. Karena setiap hari mereka bergumul dengan alam yang demikian itu, maka pengaruh daratan, lautan dan pegunungan terhadap kehidupan masyarakat Jawa cukup kuat. Sebagai petani lalu diwarnai filsafat baik pertanian maupun gunung. Demikian pula masyarakat Jawa yang hidup di pantailalu diwarnai filsafat laut. Di samping itu agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan yang cukup berat, maka mereka lalu berusaha mencari kasekten (kesaktian). Barang siapa sakti akan dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kasekten merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa.

112

sebaliknya betapa agungnya kekuasaan Tuhan yang pengejawantahannya dapat dilihat di mana-mana. Monopluralistik karena segala ciri tersebut tidak dapat 113 . maka filsafat masyarakat Jawa juga mencerminkan filsafat tani. Kecuali itu hal yang sangat menonjol di dalam filsafat masyarakat Jawa ialah soal kasekten. gunung. laut dan kasekten. sebagai sangkan paraning dumadi atau asal dan tujuan segala yang ada. Alam Indonesia berupa tanah pertanian. gunung.BAB VI UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Sinkretik karena filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri yang luwes. Kasekten mempunyai peranan penting dalam tata kehidupan masyarakat Jawa. Hal ini nampak antara lain pada pimpinan masyarakat. Seorang pemimpin harus memenuhi berbagai syarat. Filsafat tani dan laut serta gunung sebagai bukti keterbatasan kemampuan manusia. laut dan kasekten. Dengan kasekten itu ia mempunyai wibawa dalam memimpin masyarakat. dapat menerima berbagai ciri tanpa menimbulkan goncangan. antara lain memiliki kasekten. Ini tidak berarti bertentangan dengan pandangan mereka yaitu bahwa segala sesua. Pluralistik karena mempunyai lebih dari satu ciri yaitu pertanian.tu berasal dari Tuhan. pegunungan dan lautan. Berdasarkan atas uraian tersebut di atas filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri monopluralistik sinkretik. Pemikiran Kefilsafatan Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitar.

Upacara-upacara tersebut ialah: tingkeb. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang cukup berbagai usaha dilakukan baik di bidang pertanian maupun perdagangan. tebu. tedhak siten dan perkawinan. digunakanlah berbagai jenis hasil pertanian antara lain daun kelapa muda. Mereka mengadakan upacara dan membaca doa demi suksesnya hasil karya mereka. sepasaran.dipisahkan satu sama lain. buah-buahan dan daun-daunan. brokohan. buah kelapa.ang ini tetap dijalankan. Di bagian atas sudah disinggung berbagai upacara yang bertujuan agar orang yang menyelenggarakan upacara beserta seluruh keluarganya memperoleh selamat. Demikian pula pada waktu mereka memperdagangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan. memelihara tanaman dan memetik hasilnya. Di antara berbagai kebiasaan itu adalah sebagai berikut : Dalam bidang pertanian masih ada kebiasaan yang seka. Puncak dari padanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dapat memberi corak kefilsafatan Jawa. Misalnya waktu pabrik akan mulai menggiling tebu diadakan keramaian yang dikenal degan nama b u k a k g i l i n g artinya mulai menggiling tebu. Usaha-usaha tersebut kadangkadang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat adi-kodrati misalnya kepercayaan adanya kekuatan adikodrati yang dapat membantu mereka. selapanan. akan tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Bentuknya nampak pada waktu mulai menanam. padi. Dalam pada itu diadakan pula upacara selamatan dengan maksud agar hasil giling akan sukses dan tidak terjadi suau apapun selama musim giling tersebut. Lebih-lebih di dalam upacara perkawinan. Di dalam upacara tersebut salah satu sarana kelengkapannya ialah hasil-hasil pertanian. 114 .

Dengan adanya upacara itu terbukti bahwa hasil kerja suatu pabrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi saja. Karena itu upacara tersebut juga dinaman Garebeg Besar. pisang. pembesar lain dan rakyat pada umumnya.ra ini dinamakan garebeg Maulud. Yaitu upacara selmatan atau hajad Dalem berupa tumpeng yang besar atau inungan yang dibawa dari kraton ke mesjid besar pada aktu dan hari-yang telah ditetapkan. akan tetapi juga oleh kekuatan lain di luar itu. Tradisi Garebeg Sekaten Tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta yang biasa meyaksikan keramaian yang mengandung nilai religius khuusnya nilai yang terkandung di dalam agama Islam setiap setahun sekali yaitu pada bulan Maulud. Pada waktu menjelang mengetam padi diadakan upacara bernama wiwit artinya mulai mengetam padi. 115 . Kejadian seperti ini tidak hanya terdapat di pabrik tebu saja. ulama. B. akan tetapi juga di pabrik-pabrik lain meskipun dengan cara yang berbeda-beda. ketela. Dalam upacara tersebut hasil-hasil pertanian misalnya talas. garut. Oleh karena diadakan pada bulan Maulud lalu dinamakan garebeq mulud. ubi. Ketiga macam upacara itu hampir sama bentuknya dan nilai yang terkandung di dalamnya juga sama yaitu nilai agama khususnya agama Islam. ganyong dipakai sebagai bahan selamatan. Oleh karena itu paca. Pada hari tersebut digarebeg atau diikuti oleh pengiringnya menuju mesjid besar untuk melakukan upacara selamatan bersama-sama dengan para penghulu kraton. Di samping garebeg Mulud masih ada garebeg lain yang diadakan pada bulan Sawal dan Besar.

Dengan demikian kata Syahadatain lalu menjadi sekaten artinya perayaan atau upacara sebagai pengejawantahan pelaksanaan nilai yang terkandung di dalam agama Islam. gemar akan kesenian. Ada yang mengatakan nama tersebut diambil dari kata sekati yaitu nama gamelan yang ditabuh di muka masjid besar selama perayaan sekaten itu berlangsung. Dengan cara demikian maka rakyat secara sadar mengetahui tentang agama Islam dan kemudian memeluk agama tersebut dengan senang dan penuh tanggung jawab. Ada pula yang mengartikan lain yaitu diambil dari kata sahadatain atau dua kalimah sahadat atau pengakuan setiap orang Islam bahwa tidak ada Tuhan lain kecuali Allah dan Nabi Muhammad saw. Dengan demikian agar rakyat dapat dikumpulkan dengan mudah maka cara yang paling baik adalah melalui pertunjukan berupa nyanyian yang diiringi oleh gamelan yang dipukul di muka atau di halaman masjid.Istilah sekaten mempunyai arti bermacam-macam. 1989: 36). Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa tidak ada paksaan dalam agama maka penyebaran dan perkembangan 116 . adalah pesuruh-Nya. terbukalah kesempatan untuk meberi penerangan tentang agama Islam kepada mereka. (Sunoto. Setelah rakyat ber kumpul mendengarkan bunyi gamelan yang indah itu. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan memakai alat berupa gamelan. dengan penuh kesadaran. Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam di Jawa mereka secara bijaksana menggunakan cara yang sangat baik yaitu bagaimana agar agama Islam dapat diterima oleh rakyat dengan baik. Mereka memahami benar-benar bahwa rakyat pada umumnya gemar akan pertunjukan.

Berikut ini adalah sekelumit contoh tentang Sekaten di Yogyakarta. Ada dua jenis gunungan yaitu laki-laki dan perempuan. Yang mempunyai hajad adalah raja. Gunungan sebenarnya adalah sebuah tumpeng yang besar dimaksudkan untuk selamatan atau kendhuri. Beberapa waktu kemudian gamelan yang selama perayaan itu dibunyikan lalu dibawa kembali ke kraton. Pada hari dan jam yang telah ditentukan gamelan nyahi dan kyahi Sekati dibawa dari kraton ke mesjid besar untuk ditabuh selama perayaan tersebut berlangsung. Upacara ini dilakukan dengan penuh kebesaran dan khidmat.agama Islam di Jawa berjalan secara tertib dan damai. Demikianlah tradisi ini terus berjalan sampai sekarang dengan penyempurnaan pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan waktu dan jaman. Sekaten penuh diliputi oleh nilai religius khususnya nilai agama yang terkandung di 117 . Beberapa hari sebelum gunungan dibawa dari kraton ke mesjid besar telah diadakan berbagai keramaian yang diadakan di alun-alun Utara Yogyakarta. Kemudian puncak acara adalah membawa gunungan dari kraton ke mesjid besar. Upacara sekaten secara resmi telah selesai. penghulu dan rakyaL pada umumnya. Sebagaimana disebutkan di atas maka pada puncak acara ini Sri Sultan yang mempunyai hajad dengan diiringkan oleh pembesar kraton dan kerabat pergi dari kraton ke mesjid besar untuk melakukan selamatan bersama para ulama. Dari seluruh kegiatan dalam rangka sekatenseperti diuraikan di atas nampak dengan jelas bagaimana bentuk filsafat hidup masyarakat Jawa.

Nilai moral dan keindahan jelas nampak dalam upacara sekaten. Upacara sekaten menunjukkan bagaimana hubungan antara raja dengan para ulama dan rakyat pada umumnya.dengan para Pangeran dan Pembesar kraton tedhak ke mesjid besar bersama-sama dengan ulama ddn rakyatmengadakan selamatan. C. Upacara-upacara harus dipenuhi dan dijalankan secara runtut.Karena itu nilai pertanian ikut pula berperanan di dalam upacara ini. Gunungan terdiri atas makanan dan berbagai buah-buahan. Raja bergaul akrab dengan rakyat dalam melaksanakan kepentingan bersama yaitu berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rahmat dan keselamatan dari-Nya. Lagu-lagu telah dipilih sedemikian rupa agar mempunyai nilai sakral. misalnya waktu membawa gunungan telah ditetapkan harinya. Hingga pada waktu sekarang ini jika orang akan mengetam padi masih ada yang disertai ucapan tertentu yang dikaitkan dengan Dewi Sri agar hasil padi yang diharapkan akan berlimpah. Terlihat dalam hal hubungannya dengan tujuan upacara. Raja'. pakaian yang bagaimana harus dipakai pada waktu melakukan upacara itu agar semuanya tampak susila dan indah.dalam Islam. jamnya dan siapa yang mengangkat. Penghormatan pada Dewi Sri Bagi masyarakat Jawa nama Dewi Sri selalu dihubungkan dengan kegiatan di bidang pertanian. kepada siapa tumpeng harus dibagikan. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada soal pertanian saja tetapi juga mempengaruhi kehidupan 118 . Ini berarti bahwa dalam upacara ini hasil-hasil pertanian digunakan sebagai perlengkapan upacara.

Ceritera Dewi Sri di dalam wayang: Sebenarnya apa yang diceriterakan mengenai lakon Dewi Sri adalah lambang mengenai pertanian. paringgitan dan dalem. Sebagai peran utama dalam hal ini adalah Dewi Sri. pengidon dan lain-lain. bahkan sering disebut bersama dengan adik yang kemudian menjadi suaminya yaitu Sadana. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai benda misalnya kendhi. yaitu senthong kiri.sehari-hari di dalam rumah tangga. Kemudian ia dikejar-kejar oleh utusan raja dan dilindungi oleh siapa saja yang didatangi olehnya. para pengejarnya dihancurkan dan Dewi Sri menjadi isteri adiknya sendiri. Dalem adalah bagian rumah yang ditempati untuk tidur terdiri atas tiga ruangan atau senthong. Dari uraian tersebut di atas dapat dibuktikan betapa peranan unsur pertanian. Ruangan ini dihubungkan dengan suatu anggapan sebagai tempat Dewi Sri. senthong kanan dan senthong tengah. Karena Dewi Sri adalah lambang pertanian maka perjalanannya adalah lambang bagaimana pertanian mendapat serangan dari hama dan 119 . Akhirnya ia selamat. Sebagaimana kita ketahui rumah asli orang Jawa terdiri atas tiga bagian yaitu pendhapa. tempat sirih. Senthong kiri dan kanan ditempati untuk tidur sedangkan senthong tengah dianggap sebagai ruangan yang suci digunakan jika ada upacara-upacara yang suci misalnya perkawinan. Di dalam ceritera tersebut Dewi Sri dilukiskan sebagai puteri seorang raja yang diusir dari kerajaan karena menolak pinangan seorang raja raksasa.

Upacara labuhan diadakan pada 120 .bagaimana dapat terhindar dari hama tersebut. Timbullah berbagai bentuk jawaban yang diberikan oleh mereka yang intinya adalah halhal yang bersangkut paut dengan laut misalnya nyai Roro Kidul sebagai Dewi lautan. Upacara ini ti.tantangan dengan sebaik-baiknya. langse adalah kain yang digunakan untuk menutup makam Sultan Agung Anyakrakusuma di makam raja-raja Imagiri. akhirnya diadakan upacara melabuh langse tersebut di laut Selatan. Mereka harus menjawab. dan kerabat kesultanan Yogyakarta. Setelah upacara caos. tahlilan dan penggantian langse. Upacara inilah yang kemudian bernama langse. D. Yang mempunyai tugas untuk mengganti kain penutup bergantian yaitu kerabat kesunanan Surakarta. Penggantian tersebut dilakukan dengan upacara tertentu. Tradisi Labuhan Di daerah Surakarta dan Yogyakarta ada upacara laut yang disebut labuhan.dak dapat dipisahkan dengan rangkaian mengenang peristiwa berdirinya kerajaan Mataram terutama ceritera pada waktu Panembahan Senapati berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. Upacara Langse. Bagaimanapun juga ceritera tersebut sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Jawa. Sebagai bukti berikut ini adalah contoh-contohnya. Di tepi-tepi pantai masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah atau di daerah pedalaman. Kain penutup tersebut dalam waktu tertentu misalnya satu windu harus diganti.

121 . abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan Kyai Penghulu. Adapun yang terlibat dalam menyelenggarakan persiapan upacara ini adalah para puteri kerabat kraton yang sudah tua usianya. abdi dalem Keparak. Demikian juga pada saat upacara ulang tahun (tingalan dalem) ini masih bersifat tertutup sebab masih dilakukan di dalam kraton. Gunung Lawu maupun Dlepih Kahyangan. bersifat terbuka artinya dilakukan di luar kraton sampai di tempat di mana dilaksanakan labuhan di Parangkusuma. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini yaitu abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya. Pada saat persiapan ini yang boleh menyaksikan adalah Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan keluarganya serta para abdi dalem Kraton Yogyakarta. Untuk kraton Surakarta pakaian tersebut dilabuh di pantai Brosot. pakaian. Pada saat persiapan ini kecuali menyiapkan perlengkapan upacara labuhan juga menyiapkan perlengkapan ulang tahun (tingalan dalem) Sri Sultan Hamengku Buwana IX. pembawa pakaian yang akan dilabuh. sedangkan untuk kraton Yogyakarta dilabuh di pantai Parangtritis.waktu tertentu yang intinya adalah melabuh atau membuang pakaian-pakaian bekas dari raja ke laut.. abdi dalem Keparak. Kemudian pada pelaksanaan upacara labuhan. Upacara labuhan disertai dengan sarana-sarana dan prosedur yang bersifat sakral antara lain mengenai alat-alat sajian.kerabat kraton dan abdi dalem Pengulon. Gunung Merapi. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan upacara labuhan sebagai berikut: Pada saat persiapan upacara labuhan bersifat tertutup artinya hanya dilakukan di dalam Kraton Yogyakarta.

Pada pelaksanaan upacara labuhan yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu. 1981 : 34). Kemudian masyarakat setempat. masyarakat setempat juga ikut bertindak sebagai saksi.Pelaksanaan upacara labuhan melibatkan abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan pejabat di luar kraton seperti bupati. Para pejabat itu semua menjadi saksi resmi bahwa upacara labuhan dilaksanakan. lurah. Kecuali itu juru kunci juga mempunyai hak untuk memiliki benda-benda yang telah selesai dilabuh (Sularto. Kesaksian para pejabat tersebut baik dari lingkungan pemerintah Kraton Yogyakarta maupun dari lingkungan pemerintah Hindia Belanda. camat. bersama-sama mengantar sampai di tempattempat di mana upacara labuhan dilaksanakan oleh juru kunci. Juru kunci boleh dikatakan mewakili masyarakat setempat di mana upacara labuhan dilakukan dan bertindak atas nama raja pada waktu melaksanakan labuhan di tempat-tempat tersebut. menjadi bukti bahwa upacara labuhan merupakan suatu upacara resmi dari Kraton Yogyakarta. Residen Yogyakarta. Patih Kasunanan Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan). 122 . Pada jaman sebelum Sri Sultan Hamengku Buwana IX naik tahta tata-cara pelaksanaan upacara labuhan harus melalui Patih Kasultanan. Sejak di kecamatan masing-masing. juru kunci serta masyarakat di sekitar tempat upacara. masyarakat setempat menyambut dan memberikan penghormatan kepada benda-benda labuhan yang dibawa oleh para petugas. Residen Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan) sebagai administrator yang mewakili pemerintah Hindia Belanda.

akan tetapi juga dilakukan oleh Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di pesisir Utara dan Timur. Ada pula Upacara Rebo Wekasan. Upacara tersebut dahulu belum pernah ada. Di samping itu orang-orang masih mempunyai anggapan bahwa tempat tersebut dahulu juga merupakan pertemuan antara Nyai Rara Kidul dengan Sultan Agung. Nilai alam nampak pada hubungan antara keramaian dan idat istiadat berupa penyeberangan sungai. kain dan selendang yang berwarna seperti pakaian Nyai Rara Kidul. Tahun Baru dan Maulud Nabi. Keramaian atau adat-istiadat berupa Rebo Wekasan mengandung nilai alam. Upacara diadakan pada hari Raya Idul Fitri. Ngundhuh Sarang Burung Untuk menambah kepercayaan diri dan menghindari bahaya yang mengancam.E. Keramaian itu dinamakan Rebo Wekasan. berjalan ke beberapa tempat dan dilakukan pada malam hari. Upacara laut di Pantai Popoh. karena diadakan pada hari malam Rebo terakhir yang ada di bulan Sapar. khususnya laut. Sebenarnya upacara laut tidak hanya terdapat di pantai Selatan. Selamatan dan berbagai pertunjukan misalnya wayang. Mereka harus mematuhi larangan-larangan dan melakukan berbagai ketentuan antara lain : pemberian sesaji-sesaji. Upacara ini biasanya dikerjakan oleh masyarakat nelayan misalnya yang 123 . Larangan memakai baju. Upacara pada waktu Maulud Nabi isinya menyerupai upacara gunungan. mereka mengadakan upacara yang pokoknya berisi harapan mendapat ijin dari Nyai Rara Kidul. kuda kepang. topeng. tarub.

adalah salah satu sarana dalam upacara gerebeg adalah gunungan.bertempat tinggal di Tegal. Upacara-upacara berikut ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di dalam kehidupannya harmonik dengan alam lingkungannya termasuk pegunungan. Pada waktu sekarang inipun masih ada anggapan bahwa gunung-gunung tertentu dihuni oleh para makhluk halus. Misalnya gunung Semeru. namun disamping mengandung filsafat tani sebagaimana telah dikemukakan. Pada waktu-waktu tertentu masih diadakan upacara-upacara untuk mengenang keangkeran gunung-gunung tersebut. gunung Merapi. Meskipun pada hakekatnya upacara ini bernilai religius. Sudah barang tentu mereka tidak berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. gunung Sindara. gunung Slamet. Pengaruh Mistik Gunung Di samping pertanian dan laut. Tuban dan Banyuwangi. gunung Sumbing. mengandung pula filsafat gunung. masih angker atau gawat. Hal ini nampak dalam bentuk gunungan. akan tetapi makhluk halus yang menghuni lautan pada umumnya. gunung Liman. gunung KElut. Upacara Gunungan. yang melambangkan hirarki hubungan antara Tuhan dengan yang diciptakannya dan hirarki hubungan antara raja dengan rakyatnya. gunung Brama. gunung Merbabu. gunung Lawu. masyarakat Jawa juga menempatkan gunung sebagai sesuatu yang memegang peranan penting di dalam tata kehidupan mereka. Hubungan-hubungan tersebut bila berjalan baik akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan hidup. Istilah 124 . F.

misalnya peringatan kelahiran anak. menempati rumah baru. Tumpeng terbuat dari nasi dan berbentuk kerucut atau gunung. puputan. hari-hari besar atau hari bersejarah. Tingkat-tingkat tersebut juga melambangkan perjalanan hidup manusia. 125 . Salah satu alat yang digunakan dalam upacara ini adalah tumpeng. khitanan. hari ulang tahun. Upacara dilakukan di laut pasir gunung Brama. sebagai upacara korban kepada Sang Hyang Brama. Upacara kesada. Upacara ini jatuh pada bulan purnama sidi di bulan kesada atau bulan kedua belas. semalam suntuk dan diakhiri pagi hari setelah mereka menyaksikari terbitnya matahari dan sudah tidak ada lagi orang yang melemparkan korban ke bawah. Karena itu selamatan semacam ini juga dinamakan tumpengan. membuat rumah atau gedung baru. Masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan mengadakan selamatan pada waktu-waktu tertentu untuk memperingati kejadian-kejadian penting. ulang tahun kantor atau lembaga. Bangunan di pesarean Imagiri juga berbentuk gunung yaitu bertingkattingkat. Masyarakat Tengger mengadakan Upacara kesada di puncak gunung Brama. perkawinan. Selamatan dengan tumpeng mengingatkan kepada kita bagaimana masyarakat menempatkan gunung sebagai salah satu yang mempunyai nilai tinggi. Mengingatkan bahwa ada kekuasaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib dimintai keselamatan oleh manusia.gunungan juga dipakai untuk sebutan dalam wayang yaitu lukisan gunung yang mempunyai multi fungsi antara lain untuk memulai dan menutup pertunjukan. ulang tahun organisasi. Upacara tumpengan.

126 . Upacaranya sendiri dilakukan pada hari Jum'at Wage pada bulan Sapar setiap tahun sekali dengan mengarak bekakak yang akan disembelih di tempat yang telah ditetapkan. Karena itu adat kebiasaan tersebut dinamakan upacara saparan.Demikian pula bangunan candi Borobudur bertingkat-tingkat yang berarti pula sebagai lambang perjalanan hidup manusia. Yogyakarta memang kaya akan berbagai adat kebiasaan yang secara turun temurun masih dijalankan oleh masyarakat seperti halnya upacara saparan di gunung Gamping yang juga terkenal dengan bekakak.

Yusuf wajahku. Siti Aminah kekuatan badanku. Sudah meliputi seluruh para nabi. Tempat tinggal semua badak. Berbagai hama sama-sama habis. 127 . Semua racun menjadi hambar. Seperti kapuk jatuhnya besi. Kukuh selamat terbebas dari penyakit. Napasku Nabi Isa as. Semua penyakit pun bersama-sama kembali. Nabi Yunus di ototku. Terbebas dari semua malapetaka. Walaupun arca dan lautan kering. Dan tempat merak berkipu. Dipandang dengan kasih sayang. Nabi Nuh di jantung. Semua rasul. Guna-guna pun tidak ada yang berani. Jin setan jahat pun tidak berkenan. Nabi Ibrahim nyawaku. Kidung Rumeksa Ing Wengi Ada nyanyian yang menjaga di malam hari. Hati Adam. Mataku Nabi Muhammad.BAB VII KIDUNG PENOLAK BALAK A. Nabi Yakub mataku. Dipayungi oleh syariat Adam. Dikelilingi bidadari. Juga perbuatan jahat. Ilmu orang yang bersalah. Nabi Dawud suaraku. Kayu ajaib dan tanah angker. Idris di rambutku. Semuanya sejahtera. Menjadi satu dalam tubuhku. Gunaguna sakti pun lenyap. semua selamat. Binatang buas jinak. Wajahku rasul. Sumsumku Fatimah yang mulia. Baginda Ali kulitku. Pencuri pun jauh tak ada yang menuju padaku. Dijaga oleh malaikat. otaku Baginda Sis. Nabi Sulaiman kesaktianku. Lubang landak rumah manusia tanah miring. Api dan juga air. Darah daging Abu Bakar Umar. Semua senjata lenyap. Pada akhirnya. Tulang Baginda Usman. Bibirku Musa. Ayub kin dalam ususku. Menyatu menjadi berbadan tunggal.

Bacalah dengan sungguhsungguh sebelas kali. Jika ada orang didenda cucuku. Orang dila cepat sembuh. Yang membaca dan mendengarkan. Insya Allah tercapai. Semua cita-citamu. Musuhmu tersihir tidak ada yang berani. Siapa saja yang dapat melaksanakan. Karena Tuhanlah yang menjadikannya berhutang. Segera terbayarkan oleh Tuhan. Jika dibacakan alam air. Jika ingin bagus menanam padi. Dari daya kekuatan seperti yang mengikatku. Ketika di Kalijaga.Kejadian berasal dari biji yang satu. Terimbas oleh zat-Nya. Jika engkau pergi berperang. Makanlah tiga suapan. Dipakai mandi perawan tua cepat bersuami. Yang menyalin dan menyimpannya. Kemudian berpencar ke seluruh dunia. Bacalah nyanyian itu. Berpuasalah sehari semalam. Kelilingilah pematangnya. Di malam hari. Yang sakit segera sembuh. Maka bacalah dengan segera. Menjadi keselamatan badan. Semua hama kembali. Selama 40 hari. Sebagai sarana pengusir. Bersabar dan bersyukur di hati. Atau orang yang terbelenggu keberatan hutang. Bacakan ke dalam nasi. Dan bangun waktu subuh. Puasa mutih dan minum air putih. Dhandhanggula Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh ayu luputa ing lelara Luputa bilahi kabeh Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah mring mami Guna duduk pan sirna 128 . Dan semua sanak keluargamu. Maka tidak akan jadi didenda. Selamat di medan perang.

Sakabehing lara pan samnya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput Kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak lulut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong lemah miring Myang pokiponing merak Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari Rineksa malaikat Sakathahing rasul Pan dadi sarira tunggal Ati Adam uteku Baginda Esis Pangucapku ya Musa. Napasku Nabi Musa linuwih Nabi Yakub pamyarsaningwang Yusup ing rupaku mangke Nabi Dawud swaraku Jeng Suleman kasekten mami Nabi Ibrahim nyawaku Edris ing rambutku Bagendha Li kulitingwang Getih daging Abu Bakar singgih Balung Bagenda Usman Sungsumingsun Patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku rasul Pinayungan Adam sarak Sampun pepak sakathahing para nabi Dadya sarira tunggal Wiji sawiji mulune dadi Apan pencar saisining jagat 129 .

B.Kasamadan dening date Kang maca kang angrungu Kang anurat kang anyimpeni Dadi ayuning badan Kinarya sesembur Yen winacakna ing toya Kinarya dus rara gelis laki Wong edan nuli waras Lamun ana wong kadhendha kaki Wong kabanda wong kabotan utang Yogya wacanen den age Nalika tengah dalu Ping sawelas macanen singgih Luwar saking kabanda Kang kadhendha wurung Aglis nuli sinauran mring hyang Suksma kang utang puniku singgih Kang agring nuli waras Lamun arsa tulus nandur pari Puwasaa sawengi sadina Iderana galengane Wacanen kidung iku Sakeh ngama sami abali Yen sira lunga perang Wateken ing sekul Antuka tigang pulukan Musuhira rep sirep tan ana wani Rahayu ing payudan. Sing sapa reke bisa nglakoni Amutiya lawan anawaa Patang puluh dina wae Lan tangi wektu subuh Lan den sabar sukuring ati Insya Allah tinekan Sakarsanireku Tumrap sanak rakyatira Saking sawabing ngelmu pangiket mami Duk aneng Kalijaga. Kidung Waringin Sungsang 130 .

Rambut kawat sinomku pamor anglayang bathuk sela Cendhani kupingku salaka pipiku arit gobang irungku pasado aji pasungku loyang pilingan wesi kuning. salangku wesi Walulin bahuku Dhendha. Idepingsun kencana ure ruwetan alisku sarpa mandi kiwa tengen pisan curengku surya kembar kedhepku pan kilat thathit kang munggeng sirah wesi Kekenten adi.Durma Wringin Sungsang wajahira tumaruna ngaubi awak-mami turti nut ing bala pinacak suji kembar pepitu jajar maripit asri yen siyang angker kalaning wengi. sela matangkep kalih. Duk samana pakumpul-kumpul ing rasa netra kang dadi dhihin netraningsun emas peputihe mutyara ireng-ireng wesi manik ceploking mata hawa nrang adarati. sikutku pukul wesi. Astaningsun Curiga pek-epek Cakra Jangkar jempol kekalih panuduh Trisula panunggulku Malela memanisku supit wesi jenthikku iya kang aran Pasopati 131 . Guluningsun wesi palon galigiran dhadha wesi sadacin pundak wesi Angkab walikat wesi Ambal. Watu item lungguhe ing janggut ing wang untuku rajeg wesi lidhah wesi abang rawis wesi Mangangkang: iduku tawa sakalir lambeku iya.

Sumur Bandhung sesirah talaga muncar tibeng jaja ajail dhindhing endhas parah 132 . Sampun pepak sariraningsun sadaya samya pangawak wesi pan ratuning braja manjing aneng sarira tan ana braja nedhasi teguh leksana ayu sarira-mami. C. Kidung Bale Anyar Durma Ana kidung sun angidung Bale Anyar tanpa galar asepi ninis samun-samar patining Wuluh Kembang Siwur Burut tanpa kancing kayu trisula gegarannya Calimprit. Pagelangan ingaran wesi Lelidhah tungkak waja karipik pepolokku waja kadya mamas Malela otot bayu rante wesi ing dalamakan ingaran Kantonwesi. Jembut kawat ganthanganku wesi Mentah walakang wesi Tasik pupu Kalataka wentisku Kalanadhah dhengkulku garendha kalih garesku pedhang kempolku wesi Lengis.Bebokongku sela ageng kumalasa akawet wesi gilig eboling sun karah taiku pulut bendha balubukan entut-mami uyuhku wedang dakarku Pulasani.

Gawa bala pitung ewu pangreksanya nulak sagung panyakit sirna sunya baya sanak-sun kulon prapta Ki Mangit warnanya kuning kuthanya emas 133 . Kuthanipun salaka Ki Tarulata nggawa bala sakethi ayu pan reksanya teguh luput ing lara sanakingsun kidul prapti Ki Manguntara abang kuthanira brit. Naga Raja pangawasan manik kembang kembang gubel abaji tajem neng kadhutan udhune sarwi nungsang karangsangan angutihpil angajak-ajak jujul jujul anjungkir.ulur-ulur liweran tetambang jaringing maling dhadhal dhadhanya gegulung ing gegapit. Rara Wudhu apepayung Kalacakra titihane nagaji sabet ala lanang sinabetaken ngetan larut lara pan kabalik katulak ngetan : sinabetaken malih Lara saking nginggil sinabet katulak bali manginggil malih : lara saking ngandhap sinabet bali mandhap pancabaya wus kapipit sanak kang prapta saking wetan aputih. Prapteng ngandhap cinandak inguluk salam ingaweran tumuli ana kenya prapta sajodho ngaku kondhang endi jambe roro janji roro binuwang aja na wani-wani.

Pangresanya ayu luput ing rencana teluh tuju lan telik pan sirna sadaya sanak sun elor prapta ireng ran Ki Balesupi kuthanya tosan nggawa bala sakethi.balane pitung kethi. Rumeksa inguripira ing tindak kudu ngawruhi aja dhemen lelemeran bisaa nuhon janji 134 . D. Pangreksanya ayu luput ing rencana Allahumma seksi bumi ingkang neksenane ing langit keblat papat malaekat angideri nabi seleksa rumeksa siyang ratri. Kidung Pamungkas Hayu Sinom Wus tamat kidung sadaya pepalining janma luwih kinarya jimat tetulak anulak sakeh bilahi mungguh lakunireki wong anom dipun sumurub maring wahyuning Patrap duga prayoganing urip urip iku neng praja kudu rumeksa. Araketa malaekat kawan nambang sadaya rupa peksi anucuki lara utawa impen ala upamane sadayeki cinucuk sirna rampas papas wus titi.

ujar kang wur kawijil awasna aywa tumpang suh mulane nora gampang lakune wong ulah ilmu ilmu iku ngawruhi sajatinira. Nyatane wus aneng Kita Kita Pribadi puniki dudu angen-angen nafas utek lan jejantung kaki rokh rasa lawan ati kabeh sajatine dudu iku mung titipan mangka busananing dhiri kabeh iku anglindung Zat ing Manusa. Dene kang aran Manusa unusaning Suksma jati ya iku Pangeran Kita ingkang boya ika iki padha dipun mangerti jatine kang aran Ingsun kang esa ingkang tunggal kang mengku ing sahir kabir yen tan wruha durung tetep aran Gesang. Nadyan amung limang pada kaya iki wus mumpuni maring dumununging Zat kita kang langgeng tan owah gingsir mungguh Kita kang Urip kang mengku ing rasul-rasul lan mengku wewayangan neng sajroning netra kalih kabeh iku aneg sajroning Manusa.

E. Kidung Sifat Iman Dhandhanggula Sifat Iman : wa man tu bi’llahi tegesipun pracaya ing Allah ing Pangeran sajatine ya pangeran kang Agung kang akarya bumi dan langit angganjar lawan niksa

135

mring manusa sagung langgeng tur murba misesa maha suci angganjar paring rejeki aniksa angapura. Kaping kalih : wa malekati tegesipun pracaya malaekat anapunika tegese ingulus ing Hyang Agung pakaryane anenulisi marang kawulanira kang dosa Jin agung kang karya purbawisesa neka-neka karyane sawiji-wiji sakehing malaekat. Kaping tigane : wa kitabihi tegesipun pracaya ing kitab kang tinurunaken kabeh kitab Adam sapuluh. Nabi Esis seket wanilis anenggih ponang kitab Idris telung puluh Ibrahim sepuluh kitab Toret Musa Dawud Jabur Isa Injil Kitab Kur’an Muhammad. Yogya sira kawruhana sami muga-muga antuka sapangat iya iku andikane Gusti Jeng Nabi Rasul sinung rahmat dening Hyang Widdhi sing sapa ngapalena iya janjinipun den padhakken asidhekah saben warsa sami lan wong munggah kaji sapisan marang Mekah. Lan den dohken sakehing bilahi sinung rahmat ing dunya akhirat sarta linebur dosane lan malih sawabipun lamun janma kang sakit lah sira wacakena ulon-ulonipun ngalamat ingkang alara oleh tamba saking sabdaning Hyang Widdhi lan berkahing Panutan.

136

Kawruhano kehing para nabi Nabi Adam kang mangke kawitan Nabiu’llah wekasane kathahe yen pinitang kawan dasa langkung kekalih lah sira estokena sadaya den emut luwih agung kang supangat lemah sangar kayu neng lebur sami tan ana kara-kara.

F. Kidung Sekar Artati Dhandhanggula Ana kidung atembang Artati sapa wruha reke aran ingwang duk ingsun ana ing ngare miwah duk aneng gunung Ki Artati lan Wisamarti ngalih aran ping tiga Artadaya tengsun, aran ingsun duk jejaka mangkya aran Isma’il Jatimalangis aneng tengahing jagat. Sapa weruh kembang tepus kaki sasat weruh reke Artadaya tunggal pancer ing uripe sapa wruh ing panuju sasat sugih pagere wesi sinihan wong sajagat kang angidung iku bratanana aywa nendra ing sadina sawengi sawabireki sarwa cinipta dadya. Kang sinedya tinekan ing Widdhi kang kinarsan dumadakan ana tur rinekseng Pangerane nadyan tan weruh iku lamun sedya mudya semadi sesandi ing nagara angumbara wiku dumadi sarira tunggal tunggal jati-swara amor ing Artati aran Sekar Jempina. Somahira ingaran Panjari milu urip lawan milu pejah datan pisah saparane paripurna satuhu yen nirmala waluya jati kena ing kene kana ing wasananipun

137

ajejuluk Aniksuksma cahya ening jumeneng aneng Artati anom tan keneng tuwa. Tigalana kamulanireki Nila ening arane duk gesang duk mati Layangsuksma-ne lan Suksma ngumbareku ing asmara mor raga yekti durung darbe peparab duk anome iku awayah bisa dedolan aran Sang Tyasjati iya Sang Artati iya Sang Artadaya. Dadi wisa mangkya amartani lamun marta temah amisaya marma artajaya rane duk lagi aneng gunung ngalih aran Asmarajati wayah tumekeng tuwa emut ibunipun tinari lunga mangelan Ki Artati nurut gigiring Merapi angancik ing Sundara. Ana pandhita akarya wangsit pinda kombang angajab ing tawang susuh angin ngendi nggone lawan galihing kangkung wekasaning langit jaladri isining wuluh wungwang myang giring punglu tapaking kontul anglayang paksi miber uluke ngungkuli langit kusumanjrah ing tawang. Wong angangsu pikulane warih lawan amot geni adedamar miwah kang srengenge pine tuwin kang banyu kinum myang dahana murub binasmi bumi kapetak ingkang pawanatiniyup tanggal pisan kapurnaman yen anenun sentek pisan anigasi kuda agrap ing pandengan. Ana kayu apurwa sawiji

138

Jin prayangan padha wedi asih samya asih sakehing drubiksa angreksa siyang dalune ingkang anempuh/lumpuh tan tumama ing awak-mami kang sedya tan raharja sadaya linebur sakehe kang nedya ala larut sirna kang nedya becik basuki kang sinedya waluya.wit buwana epang kabiat papat agodhong mega rumemba apradapa kekuwung kembang lintang salaga langit sari andaru kilat woh surya lan tengsu asirat bun lawan udan apepacuk akasa brungkah pratiwi soyod bayu bajra. Gunung Agung sagara Serandil langit iku amengku buwana kawruhana ing atine gunung sagara umung guntur sirna kang mengku bumi langit bawana rugsa dadya kawruh iku mudya madyaning awiyat mangasrama ing gunung agung sabumi cecandhi ing sagara. 139 . Wiwitane duk anemu candhi gegodhongan miwah wewerangkan sih ing Hyang kabasmi kabeh tan ana janma kang wruh yen weruha purwaning dadi candhi sagara wetan ingbar karuhun kahyanganing Sang Hyang Tunggal sapa reke kang jumeneng mung Artati katon tengahing tawang. Siyang dalu rinekseng Hyang Widdhi sasedyane tinekan ing Suksma kaidepan janma akeh aran wikuning wiku wikan lir ing pudya semadi dadi sasedyanira mangunah linuhung peparab Hyang Tigalana kang asimpen yen tuwajuh jroning ati kalis sagung durjana.

Jabaril ingkang angemongi milanipun katetapan iman dadi angandel atine Ijrail puniku kang rumeksa ing pati urip Israpil dadi damar padang jroning kalbu 140 . Kidung Jati Mulya Dhandhanggula Ana kidung sun angidung wengi bebaratan duk amrem winaca Batara Guru pangadege lumaku Sang Hyang Bayu alembeyan Asmara-ening ngadeg pangawak teja kang angidung iku yen kinarya angawula myang lelungan gusti getting dadi asih syaitan sato sumimpang. Sakatahing upas tawa sami lara roga waluya nirmala tulak tanggul kang panggawe duduk pada kawangsul katawuran saguning sikir ngadam makdum sadaya datanpa pangrungu pangucap lawan pangrasa myang paningal kang sedya tumeka nafi pangreksaning malaikat.Yen kinarya atunggu wong sakit ejin syaitan tan wani angambah rinekseng malaikat nabi wali angepung sakeh lara pada sumingkir ingkang nedya fitnah marang awak ingsun rinusak dening Pangeran iblis laknat sato mara pada mati tumpes tapis daya. G.

Ja Hu Zat njeng pamujining wengi bale ‘arasy sesakane mulya Kirun (Munkar) saka tengen nggone wa Nakirun (Nakir) atunggu saka kiwa gadane wesi nulak panggawe ala satru lawan mungsuh pangeret taraju’rrijal ander-ander kulhu balik kang linuwih ambalik lara roga. Pepayone godhong dhukut langit tali barat kumandhang ing tawang tinundha tan katon mangke arajeg gunung sewu jala sutra ing luhur-mami kabeh padha rumeksa angandhangi mungsuh anulak panggawe ala lara roga sumingkir langkung anebih kang agring dadi waras. Satru mungsuh mundur pada wedi pamidangane baitu’lmukaddas tulak balik pangreksane pan nabi patang puluh aweh wahyu ing awak-mami pana Nabi Wekasan sabda Nabi Daud apetak Baginda Hamzah kineweden sato mara padha mati luput ing wisa guna. Dudur majenge ajatu’lkursi ungguhe atine surah an’am pangleburan lara kabeh usuk-usuk ing luhur ingaranan telenging langit nenggih Nabi Muhammad kawekasan iku atunggu latri lan siyang kinedepan ing tumuwuh wedi asih tunduk nembah maring wang. Gunung sewu dadya pager mami 141 .Mikail kang angsung sandang lawan pangan enggale katekan kapti sabar lan anarima.

katon murub sakehing tumingal sirna salwir lara kabeh luput ing tuju teluh tarag nyana tenung alenggi mondhong gambar suminggah Sri Sadana lulut puniku sih rahmatullah rahmat jati jumeneng rahmat jasmani iya Sang Jatimulya. H. Yen sinimpen atawa sakalir upas bruwang racun miwah banjar sakeh bedhil buntu kabeh jemparing towok putung pan kumleyang tibanireki miwah salwiring braja tan tumama mring sun tuju teluh tarugnyana padha bali sagung sambang padha wedi madhep kedhep saya. Ingaranan Rara Sumbaningsih kang tumingal padha sih sadaya kedhep saparipolahe lelara sirna larut tan tumama ing awak mami kang sangar dadi tawa kang agething lulut memolone sifat rahman iya rahmat rahayu pangreksaneki sarana nganggo pethak. Yen lumampah ingkang mulat wingwrin singa barong kang padha rumeksa gajah meta ing wurine macan galak ing ngayun naga raja ing kanan kering singa mulat jrih tresna marang awak ingsun lelembut ing nusa Jawa samya kedhep antu lawan teluh bumi ajrih lumayu nginthar. Kidung Sekar Marwati Dhandhanggula Ana kidung ing kadang Mar Mati among tuwuh ing kawasani ra nganakaken saciptane 142 .

Mangkya kadang ingsun kang umijil saking marga hina pareng samya sadina amor anggone kalawan kadang-ingsun ing kang ora umijil saking marga hina punika kumpule lan ingsun dadi Makdum-sarpin sira wewayanganing Zat reke dadya kanthi saparan datan pisah.kakang Kawah puniku kang rumeksa sarira-mami anakakaken sedya ing kawasanipun aji ari-ari ika amayungi laku ing kawasaneki nganakaken pangarah. Tumpangena ponthang anyawiji dadya limang wungkus ponthang lima sinung sekar cepakane roro sapothanganipun kembang boreh dupa ywa kari memetri ujubira dongane Majemu’ poma dipun lakonana saben nuju dina kalahiraneki agung sawabe uga. 143 . Yen angidung sarwi den pepetri amemuleya golong lelima takir ponthang wewadhahe iwak-iwakanipun ulam tasik rawa myang kali lawan ulam bengawan mawa gantalipun rong supit winungkusana dadya limang wungkus artanya nyaduwit sawungkuse punika. Punang Getih ing rahina wengi ngrerewangi ulah kang kawasa andadekaken karsane Puser kawasanipun nguyu-uyu sabawa mami anuruti panedha kawasanireku sangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji tunggal sawujud ingwang.

144 .Balik lamun ora den lakoni kadangireku samya rencana temah uga saciptane sasedyanira wurung lawan luput pangarahneki sakarsanira wigar anggagar tanpantuk barang ing sakayunira marma kaki eling-elingen sayekti supaya waluyaa.

Kampuh belenggen artinya salah satu sisi kampuh itu benangnya dibiarkan terlepas. jika terdiri atas 1 helai kain disebut 1 lirang. 7 kacu untuk panewu. Istilah kampuh dipakai untuk abdi dalem bupati anom ke atas. dikenal juga yang disebut kampuh tengahan atau kampuh blumbangan dan kampuh lugas.75. bupati dan bupati anom. Dengan mengenakan kampuh balenggen. yaitu kampuh tanpa balenggen. adalah kain penutup. Kaum pria memakainya sebagai lapisan di atas celana. 3. sedang kaum wanita sebagai lapisan di atas kain panjang. 7. Kampuh yang terdiri atas 2 helai kain disebut 1 tangkep. Kampuh atau dodot yang dipakai oleh kaum pria dan wanita.5 kacu per lirang. Lebar kampuh 2 sampai 2.BAB VIII PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL A. sedang istilah dodot adalah untuk panewu ke bawah.5. sehingga nampak seperti jumbai. Panjang 1 kacu kira-kira 90 cm. Yang panjangnya 9 kacu adalah untuk raja. para aria. Kampuh atau Dodot Busana kebesaran yang sering digunakan untuk upacara pernikahan adalah kampuh. orang akan tampak lebih gagah daripada memakai kampuh lugas. 8 kacu untuk pangeran putra dan pepatih dalem. Kampuh untuk kaum pria. Panjangnya antara 7 sampai 9 kacu. berarti 3.22 m. Selain adanya kampuh balenggen. mantri ke bawah.5 kacu untuk pangeran sentana. 4 dan 4. Kampuh blumbangan adalah kampuh yang bagian 145 .

khusus untuk pengantin. Bangun tulak adalah kampuh biru dengan tengahan putih. Kampuh memiliki bagian yang disebut kunca. Jika tanpa blumbangan atau tengahan. dipakai oleh pengantin pada upacara sepasaran. Tengahan ini dapat dilakukan dengan menyisipkan bahan sutera atau pelangi. Gadhung mlathi. berupa kampuh balenggen latar hitam. motifnya alas-alasan. (2) Ngumbar 146 . dengan tengahan putih. putih. Kampuh pengantin ada tiga macam. bengkok-bengkok atau rintikrintik. para pangeran putra sentana. dapat juga miring. kampuh ini dipakai oleh pengantin pada upacara panggih atau pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita. motifnya alas-alasan atau hewan di hutan diperada. yaitu : Bango buthak. putra mahkota. garis tengahnya tidak selalu lurus. putra mahkota. Jika orang mengenakan kampuh. yaitu bagian ujung atas kampuh di bagian belakang yang dibiarkan lepas. ungu dan seterusnya. Kampuh balenggen batik latar putih lar ageng untuk bupati dan bupati anom. Adapun yang berhak memakai kampuh tengahan adalah raja. kampuh tengahan ini dipakai pada hari-hari besar. yaitu (1) Grebong ka(n)dhem. maka akan dihasilkan berbagai macam bentuk. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. hijau. warna tengahannya adalah hijau. dan pepatih dalem. Kampuh tanpa tengahan disebut kampuh lugas. berupa kampuh hijau dengan tengahan putih. kampuh itu disebut kampuh lugas. Dengan demikian dikenal adanya kampuh balenggen batik yang tengahnya memakai blumbangan untuk raja. Kampuh balenggen batik rejeng latar putih untuk abdi dalem mayor dan bupati anom gandhek.tengahnya diberi warna polos: merah. sehingga menggeser tanah.

sehingga hanya sedikit saja yang jatuh mengena tanah. dan khusus diperuntukkan raja. Bilah atau mata keris itu diberi tempat yang disebut sarungan atau warangka. Sampir kunca dipakai oleh putra mahkota. cincingan makin panjang. lalu disampirkan pada keris. kunca dilipat. Bilah (wilahan) keris ada yang berkelok-kelok (luk). untuk pepatih dalem 24 cm. Kepuh sampir untuk kerabat raja.kunca. kunca dililitkan pada keris. Kepuh ukel untuk abdi dalem bupati ke bawah sampai jajar. kunca dilipat. untuk putra raja 24 cm. misalnya kayu cendana. Supaya kunca itu tidak mengena tanah. bupati 27 cm. Grebong ka(n)dhem adalah pemakaian kampuh dengan tiga lipatan besar di bagian depan. maka diperlukan pemegang kunca yang berjalan di belakang raja. bupati anom 30 cm dan makin rendah pangkatnya. berarti sampai di bawah tengahnya betis. Keris dan Wedhung Keris adalah salah satu perlengkapan dalam upacara pernikahan adat Jawa. atau kayu lainnya. untuk pangeran sentana 26 cm. Salah satu di antaranya adalah sebagai pelengkap busana. Panjang cincingan untuk raja 22 cm. (4) Kepuh ukel. (3) Sampir kunca. Kunca kampuh raja cukup panjang dan dibiarkan lepas ke bawah. Kepuh berarti lipatan kunca. kemudian diselipkan ke dalam. Orang yang mengenakan kampuh atau dodot harus memperhatikan yang disebut cincingan wingking. Ngumbar kunca hanya dilakukan oleh raja. timaha. Warangka ini dibuat dari kayu. Dua macam bentuk warangka adalah gayaman dan 147 . trembelo. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. termasuk ariya nginggil. ada pula yang lurus. Keris mempunyai banyak fungsi. B.

perak. Epek adalah sabuk yang diberi timang (gesper besar).ladrang. baik yang mengenakan kampuh (dodot). semua abdi dalem yang menghadap raja. sedang istilah wedhung untuk priyayi tingkat bawah. Penduk keris mengenal beberapa motif hiasan. artinya penduk yang bertatahkan permata. maupun gayaman. baik yang warangkanya ladrang. Jika mengenakan busana keprajuritan alit (kecil) atau klanthungan. artinya disisipkan pada pinggang. Kerisnya dapat gayaman dan yang dianggar diganti dengan pasikon. yang dibuat dari bahan mas. jika berpakaian secara Jawa memakai keris. ia mengenakan dua macam keris itu secara bersama-sama. Di antara penduk (pendhok) itu ada yang disebut penduk slorok. Raja dan keluarga serta kerabatnya. ladrang dipakai di belakang. misalnya motif lung paksa. lung kukila. priyagung bupati dan bupati anom mengenakan keris (wang-kingan) dengan cara diwangking. pepatih dalem ke bawah sampai pada priyayi pangkat terendah. dan anggarnya diganti dengan wedhung. Gandar keris diberi pendhok. secara dianggar. Pada hari-hari besar. demikian pula dengan keris berwarangka gayaman. suasa. kuningan atau lainnya. letaknya digantungkan pada epek timang. Jika seseorang memakai busana prajuritan. maupun bebed (kain panjang dengan biku-biku di 148 . lung kastuba dan lung prabageni. Istilah pasikon yang artinya sama dengan wedhung diperuntukkan priyagung. Keris dengan warangka ladrang dipakai di belakang. dengan cara diselipkan pada sabuknya. Abdi dalem panewu mantri ke bawah. sedang keris gayaman dipakai di depan. tergantung pada kebutuhannya. jika klanthungan harus memakai keris ladrang yang disisipkan.

Wedhung. kemuning atau lainnya. pasikon dengan suh empat dan kudhup turen dipakai oleh para pangeran putra sentana. atau jika naik ke Sitihinggil. Ukuran panjangnya kira-kira 26 cm. jika mengenakan pakaian kebesaran. Di tempat-tempat lain. jika mengenakan pakaian kebesaran. pepatih dalem. bupati dan bupati anom. masuk ke Srimanganti.bagian depannya). seperti di Sasanasumewa. yang di 149 . Tiga macam pasikon (wedhung) berdasarkan tingkat-tingkatannya adalah: pasikon dengan suh tiga dan kudhup turen menjadi hak pangeran adipati anom. hanya abdi dalem Priyantaka yang masuk ke kedhaton pada hari Kamis untuk mengeluarkan benda-benda upacara raja. jagong atau melayat. mantri ke bawah. Para pangeran putra sentana diperkenankan memakai penduk slorok permata. dibuat oleh pande besi atau mpu dan menggunakan bahan besi. lebar 4 cm.5 cm. wedhung dengan suh empat tanpa hiasan untuk panewu. tidak mengenakan wedhung. berbentuk pisau dan diberi simpai (suh) berupa bunga turi yang masih belum mekar (kudhup turen). jika menghadap raja yang sedang berada di Sitihinggil. ujungnya runcing dan tajam. kecuali abdi dalem prajurit yang hanya diizinkan memakai keris dengan warangka gayaman. Gandarnya dibuat dari kayu cendana. bebedan atau prajuritan klanthungan. Para keluarga serta kerabat raja dan pada abdi dalem. diharuskan memakai keris dengan warangka ladrang. di pasanggrahan raja. besi wadhung harus tanpa pamor. demikian pula dengan abdi dalem yang mengenak pakaian prajuritan dengan menganggar keris. atau ke kedhaton harus memakai wedhung. dan tebalnya 0. dan pasikonnya memakai pamor. Bentuk wedhung seperti pisau besar. Wedhung merupakan alat senjata. sedang para abdi dalem yang bukan kerabat raja tidak diizinkan.

dipakai oleh sentana dalem riya nginggil. dipakai oleh raja. yang berhak tidak memakai pasikon adalah raja dan bupati Gandhek yang sedang melaksanakan tugas menjadi utusan raja pada hari besar. biru muda. berwarna putih. 150 . semua abdi dalem harus memakai wedhung. dipakai kalau hujan. pengantin juga tidak memakai wedhung (pasikon). Mathak biru sekar weweyan. Jika abdi dalem naik ke Sitihinggil. wedhungnya tidak boleh dibawa oleh panakawannya. yaitu mathak yang berwarna putih atau biru di bagian dalamnya diberi daun bambu. (Darsiti Soeratman. Kemandhungan. C. istilah panunggul hanya diperuntukkan raja. Mathak (warna bening mengkilat) : Mathak biru sekar gundha. berwarna biru tua. Di kerajaan Surakarta dikenal adanya lima macam kuluk. para pangeran putra sentana. atau melewati Kori Brajanala. misalnya pengantin dan sebagainya. rr. Kuluk yang juga disebut dengan istilah makutha atau panunggul merupakan bagian dari busana tradisional. biru muda sekali. Mathak balibar. 2000: 54). pepatih dalem ke bawah sampai jajar dan mereka yang diperkenankan. Kuluk dipakai oleh raja. dipakai oleh para priyagung bupati ke bawah sampai lurah. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. selain itu. Aneka Ragam Kuluk Kuluk adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. Mathak pethak. atau Srimanganti dan masuk Kedhaton. Mathak sekar teleng. Dari uraian di atas. dipakai oleh pangeran adipati anom.tempat itu raja hadir.

Bahan untuk membuat nyamat adalah mas. tetapi di bagian belakangnya diberi tutup yang tingginya melebihi tinggi kuluk itu. caos harian masuk keraton. Songkok ini merupakan busana raja ke bawah sampai abdi dalem bupati dan mayor. Kesting cemeng untuk para panemu. bupati anom dan panewu mantri. dipakai oleh abdi dalem katib. menjadi busana raja. Kesting pethak (putih) untuk abdi dalem jajar. dipakai oleh priyagung bupati. bupati anom. dikenal sebagai tugel semangka. tepat ditengahnya diberi nyamat sebagai hiasan. suasa. Di bagian atas kuluk. perak. para keluarga dan kerabat raja menyambut kedatangan gubernur jenderal yang berkunjung ke kraton dan jika melepas tamu agung itu meninggalkan kraton. kapten dan opsir. dan dibuat dari bahan beledu. pangeran adipati anom. Songkok dipakai. bekel dan lainnya. masih terdapat lainnya yang disebut songkok. Ada juga nyamat yang diberi pertama berlian atau intan. memes dan sebagainya. Bentuk nyamat ada empat macam. yaitu : 151 . dan diberi hiasan. Bentuk songkok seperti kuluk tugel semangka yang dipakai oleh abdi dalem katib. Kuluk mur. para pangeran putra sentana. Selain kuluk atau makutha tersebut di atas. dan oleh pepatih dalem ke bawah. mantri. bupati. Bahan yang dipakai adalah beledu hitam. Breci dipakai oleh priyagung bupati. bupati dalem. abdi dalem prajurit berpangkat letnan kolonel. mayor. kolonel komandan. lurah. jika raja dan abdi dalem. jika mereka menghadap. Kuluk mur ini kemudian tidak dipakai.Kestur : Kestur cemeng (hitam) dipakai untuk kanigaran. sesuai dengan keinginan yang memakai. Nyamat ini dipakai oleh pangeran adipati anom sampai tingkat-tingkat di bawahnya. Kuluk berbentuk buah semangka yang dibelah dua. juga dipakai oleh abdi dalem prajurit onder letnan ke bawah. mayor dan riya ngandhap nginggil. pepatih dalem.

kemudian diganti dengan blangkon. Ukuran nyamat ini pada umumnya sebesar bunga melati. makin ke atas makin meruncing. Kuluk ini dibuat dari mika. Panunggul adalah kuluk. Tajung. yaitu ikat kepala. bahwa panunggul raja tidak diberi nyamat atau mundri. bentuknya seperti tumpeng agak bundar. Sekar katu (bungan katu) untuk nyamat kanigara. a. di tepinya diberi hiasan melingkar-lingkar. Untuk keperluan harian para pangeran menggunakan dhester. dilapis kain hitam. Bandhilan dengan permata. D. Keterangan mengenai baju sikepan ageng. ungu. biru atau warna lainnya dilapis kain sutera hitam. bentuknya seperti tumpeng. Perlu diketahui. Seperti krun atau mahkota kerajaan di Eropa. mirip bunga katu. 152 . sebuah istilah yang diperuntukkan raja. yang terdiri atas empat macam seperti tercantum di bawah ini. misalnya sowan atau caos atau bekerja di kantor. Tumpeng. 1. karena raja berkedudukan sebagai tetunggul (tertinggi). para abdi dalem memakai kuluk berwarna hitam. Baju sikepan ageng dari bahan beledu hitam. dipakai oleh para pangeran putra sentana.Cengkehan. seperti tumpeng persegi. bentuknya bundar gepeng. dengan permata di puncaknya. dipakai oleh raja dan pangeran adipati anom. Untuk kepentingan harian. dipakai oleh abdi dalem prajurit. b. tetapi yang berpangkat rendah memakai putih. Baju sikepan ageng dari bahan laken atau beledu hitam. Ragam Ageman Pengantin Ragam ageman pengantin Jawa banyak jumlahnya. atau warna lainnya. nampak mengkilat dan tahan lama.

artinya tanpa sulaman. dipakai oleh para panewu. Baju sikepan ageng tersebut memakai kancing berjumlah sembilan buah dengan diberi tanda tulisan : P. 2. d. perak atau silih asih (mas dan perak). pepatih dalem. lapisan baju itu berwarna kesting sutera kuning. Baju sikepan ageng. bajunya tanpa sulaman. 4. Baju sikepan ageng laken hijau dengan sulaman. untuk mereka yang pangkatnya rendah. sutera kuning.B. dipakai oleh para pangeran putra sentana. dipakai oleh lurah dan jajar. berwarna hitam dengan sulaman berwarna keemasan. 153 . sutera biru. Lapisan untuk baju ini berwarna kuning dari bahan kesting. dimulai dari pangkat bupati sampai pada panewu mantri. dan jajar. yaitu lurah. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. Untuk abdi dalem hurdenas (ordonans). mengikuti kedudukannya masing-masing dan disesuaikan dengan sulaman bajunya. Sebelum baju sikepan itu dipakai. warna merah untuk lurah dan putih (kain mori) untuk jajar. dipakai oleh abdi dalem Kadipaten Anom. dibuat dari bahan mas. dikenakan terlebih dulu baju kemeja (hem) sebagai lapisan bawah. Lebar dan bentuk sulaman itu disesuaikan dengan pangkat atau tingkat kebangsawanan pemakainya. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting.. jika lugas. abdi dalem bupati dan bupati anom. bekel. panewu dan mantri. jika lapisan itu berwarna ungu dipakai oleh mantri. bupati anom. Baju sikepan ageng laken merah dengan sulaman dipakai oleh abdi dalem panewu mantri Kaparak dan Nandhon. berarti berwarna hijau polos. dipakai oleh pepatih dalem.c. 3. abdi dalem bupati.

Jika seret merupakan tepian yang berwarna keemasan. putih atau hijau dipakai oleh para bupati dan bupati anom. tanpa sulaman. yaitu baju atila. maupun pepatih dalem juga mengenakan potongan lain. langenarjan dan pakaian model Barat. beskap. Jajar hanya diperkenankan memakai baju atila berwarna hitam saja. Baik raja. 154 . mereka diijinkan memakai warna lain. baju itu dibuat dari bahan beledu atau bahan lainnya. Di bawah ini dikutipkan berbagai macam songsong kebesaran menurut kebangsawanan dan payung abdi dalem berdasarkan jenjang kepangkatan. Baju atila berwarna hitam. Baju untuk para panewu. takwa. beskap dan lainnya. para pangeran putra sentana. Mereka juga diijinkan memiliki pakaian model Barat.Selain baju sikepan ageng. mantri dan lurah adalah atila berwarna hitam atau putih. dan pepatih dalem. para pangeran. berwarna putih dan hitam. Songsong Gilap Payung Agung Songsong gilap payung agung adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. dipakai oleh raja. Di luar dinas. tetapi hanya berwarna putih dan dipakai jika ada perintah dari raja. E. Selain itu mereka diwajibkan mempunyai baju langenarjan. misalnya hijau dan lainnya. terdapat baju sikepan cekak (sikepan pendek). Yang disebut seret adalah lebar atau sempitnya warna keemasan pada songsong kebesaran. Untuk raja. kendhit (ikat pinggang) letaknya agak ke atas atau tengah. Untuk para pangeran dan pepatih dalem dipakai bahan beledu atau laken hitam.

disebut gilap-gubeg.P. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan disebut sagara muncar.- Songsong raja. - Songsong wadana atau bekel putra sentana dalem disebut sagara muncar dengan kendhit. kendhit kuning atal. yaitu bagian luar keemasan dan bagian dalam berwarna kuning atal. kendhit keemasan. diikuti warna keemasan sampai ke atas. Songsong ini disebut gilap-gubeg. Seret keemasan. 155 . kendhit kuning atal. Adipati juga gilap-gubeg seperti no. pangeran adipati anom dan ibu raja sama dengan milik raja. 2 dengan hiasan yang berbeda.G. atas seluruhnya warna keemasan. kendhit putih. - Songsong putra dan putri raja lahir dari permaisuri. dan putra raja lahir dari garwa ampeyan tetapi telah mendapat sebutan K. artinya berwarna keemasan penuh untuk bagian luar dan dalam. disebut gilap. - Songsong putri raja yang sudah kawin. kendhit kuning atal. Seret keemasan. atas semua warna keemasan. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan yang telah mendapat sebutan Kanjeng Gusti atau kalau wanita dengan sebutan Kanjang Ratu. - Songsong prameswari dalem. Seret keemasan. tetapi tanpa jumbai pada tepi daun payung dan pada bunga warunya. lahir dari garwa ampeyan disebut padhang bulan (terang bulan). sekar waru (bunga waru) dan tepian payung diberi bara (jumbai).

kuning. - Songsong cicit raja laki-laki dan perempuan. Seret keemasan. - Songsong piut raja laki-laki dan perempuan. - Songsong pangeran sentana disebut endhog satugel (telor separoh). atas seluruhnya kuning. putih. hijau. kendhit keemasan dan seluruhnya berwarna kuning. lahir dari garwa ampeyan. - Songsong sentana dalem riya ngandhap. putih. Seret keemasan. atas sepenuhnya putih. - Songsong sentana dalem cucu laki-laki dan perempuan. Seret keemasan. 156 . kendhit keemasan. - Songsong putri raja yang belum kawin. kendhit keemasan. kuning. atas sepenuhnya putih. kendhit kuning. atas semuanya putih. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit kuning. Seret keemasan (agak kecil). di atasnya kuning sepenuhnya. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden. atas sepenuhnya putih. Separoh bagian atas putih dan separoh bawah berwarna keemasan. atas seluruhnya hijau. - Songsong sentana dalem riya nginggil. Seret keemasan. Seret keemasan (agak kecil). kendhit keemasan. putih. kuning. kendhit keemasan. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden Ayu. di atasnya seluruhnya putih. putih. lahir dari garwa ampeyan. putih. Seret keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan.- Songsong putra raja yang masih kecil.

hijau. - Payung abdi dalem Nyai lurah berpangkat mantri. kuning. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. - Payung abdi dalem wedana (bupati) wanita. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati anon-anon. hijau.- Songsong priyantun dalem Raden Kiranarukmi ke bawah. putih. - Payung abdi dalem bupati nayaka. hijau. Seret keemasan. - Payung abdi dalem Nyai lurah. atas sepenuhnya putih. hijau. atas sepenuhnya hijau. Seret keemasan. putih. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. hijau. Seret keemasan. hijau. Seret keemasan. Seret keemasan. - Payung abdi dalem bupati bekel. hijau. - Payung abdi dalem kliwon wanita. - Payung R. atas seluruhnya berwarna keemasan. kuning. kendhit keemasan. Ayu Adipati Sedhahmirah. hijau. hijau. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem riya wanita. - Payung abdi dalem lurah berpangkat panewu. hijau. kendhit keemasan. hijau. atas sepenuhnya keemasan. kendhit keemasan. hijau. putih. Seret keemasan atas sepenuhnya hijau. kendhit keemasan. atas sepenuhnya kuning. 157 . Songsong pepatih dalem. kendhit keemasan. Seret keemasan. putih. Seret keemasan. hijau. hijau.

putih. kendhit keemasan. putih. hijau. hijau. putih. Seret keemasan. merah. - Payung abdi dalem kliwon gawe. putih. - Payung abdi dalem bupati Pamajegan. kendhit keemasan. kendhit biru. atas warna hijau sepenuhnya. atas sepenuhnya hijau. biru. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon anon-anon. kuning atal. kendhit keemasan. putih. biru. Seret keemasan. kendhit keemasan. biru. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. biru. Seret keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. merah. hijau. kendhit keemasan. hijau. 158 . kendhit keemasan. putih. merah. - Payung abdi dalem panewu Jaksa. putih. - Payung abdi dalem bupati Imagiri. kendhit keemasan. biru. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem panewu Distrik (Pangreh praja). Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon Pangreh Praja. biru.- Payung abdi dalem bupati pangreh praja. - Payung abdi dalem panewu Narawreksa. Seret keemasan. Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu damel. Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon Pamajegan. hijau. biru. Seret keemasan. kendhit keemasan.

Busana kencongan untuk anak laki-laki. biru. merah tua. hijau. Busana Remaja. Seret keemasan. Busana sabukwala untuk putri raja terdiri dari : Sabukwala nyamping praos (kain prada). Condronegoro (1995: 52) skema kategorisasi busana adat bangsawan Kraton Yogyakarta menurut tingkat umur adalah sebagai berikut: Busana Anak-anak. 159 . biru. hijau. hitam. - Payung abdi dalem Narawreksa sepuh. hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan. F. kendhit keemasan. Seret keemasan. merah. dipergunakan untuk upacara tetesan pada masa HB VIII. Terdiri dari : Pinjung padintenan untuk busana sehari-hari. Busana Bangsawan Gaya Kraton Busana bangsawan gaya kraton sering digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. Menurut Mari S. tergantung jenis dan kelengkapan busananya. - Payung abdi dalem mantri damel dan anon-anon. Busana pra remaja untuk putri raja ini disebut dengan busana pinjung. hijau. biru. hitam. Sabukwala nyamping batik untuk kegiatan sehari-hari dan upacara alit. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem mantri polisi kabupaten. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem panewu Pangrembe Dhusun. biru. kendhit keemasan. dipakai sehari-hari dan dalam upacara resmi.- Payung abdi dalem panewu Pamajegan Bayalali. Seret keemasan. Sabukwala nyamping cindhe untuk upacara garebeg dan tetesan.

Busana cara putri terdiri dari : rasukan sutra cekak peniti setunggal. Busana untuk upacara ageng bagi putra raja terdiri dari : kasatriyan ageng.Pinjung tingalan dalem dipakai pada peringatan hari kelahiran raja. Semekan sutra bleg-blegan (sutra penuh). Busana untuk upacara ageng bagi putri raja yang sudah menikah terdiri dari : rasukan panjang peniti renteng. Pinjung garebeg dengan kain bermotif cindhe. Semekanan. Busana cara putri : Busana untuk menghadiri upacara alit baik di dalam kraton maupun di luar kraton. Semekanan rasukan kebaya bikakan untuk remaja putri. Pinjung tarapan dipergunakan saat menjalani upacara haid pertama. Ubed-ubed merupakan busana siang hari. rasukan panjang peniti setunggal. untuk upacara khusus yang diadakan bertepatan dengan tanggal 21 pada bulan Puasa dan busana cara Walandi. malem selikuran. rasukan panjang peniti sungsun. tarapan atau miyosan. dipergunakan untuk tuguran (malam sebelum berlangsungnya upacara tertentu). busana kaprajuritan. seperti upacara tetesan. baik untuk upacara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Semekan praos dipergunakan calon pengantin pada malam midadareni masa pemerintahan HB VII. Semekan tritik tengahan sutra. pranakan untuk kegiatan sehari-hari. Semekan sindur untuk upacara midadareni. Cemukiran tengahan sutra putih. Busana Dewasa untuk Putri. busana Agustusan dan busana pesiar. Semekan tritik dipakai untuk busana harian. Semekan dringin untuk calon pengantin saat akan menjalani upacara ijab. 160 . Plangi tengahan sutra. dan rasukan sutra cekak peniti renteng. rasukan sutra cekak peniti sungsun. dipergunakan pada upacara garebeg.

Untuk putri raja. Kampuhan putra. hampir sama dengan kampuh putri dewasa hanya ditambah perhiasan peniti renteng di sanggulnya dan perhiasan berupa raja keputren.Busana Kampuhan/Dodotan untuk upacara ageng. dipergunakan apabila ada tamu Belanda. kanigaran (kuluk kanigara). kampuhan dengan rasukan panjang bludiran. kampuhan ngapem dan kampuhan untuk upacara sedan/kematian dan kampuhan randa (janda). 161 . sebagai berikut : kampuhan lukar rasukan (tanpa baju). sebagai berikut : dodotan (kuluk biru). Kampuhan prawan untuk remaja putri. sikepan lugas (tanpa benang emas) dan sikepan wedung untuk upacara ijab (mengenakan celana putih).

BAB IX ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. sikap dan perbuatannya menarik 162 . Yang kedua ialah Dewi Manuhara atau Larasati . yaitu wanita yang memiliki sifat-sifat seperti: Woro Sembodro sederhana. tenang. tidak suka mencela orang lain. nilai luhur kita itu dimaksudkan dapat berfungsi sebagai penangkal. artinya masih dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan nasional. maka hasil penelitian ini kiranya dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan dan suksesnya pembangunan nasional. Meskipun demikian kita yakin bahwa diantara nilai-nilai luhur itu ada yang bersifat universal. Nilai Warisan Luhur Nilai-nilai yang terkandung dalam keluarga Jawa dan masyarakat Jawa masih sesuai dengan perkembangan jaman. Kemudian dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar.tutur katanya halus. Jika sekiranya sebagian masalah yang timbul disebabkan oleh pelanggaran bahkan pengabaian terhadap nilai-nilai tradiaional yang luhur. kasih dan sayang kepada sesama. Itulah sebabnya tujuan penelitian ini ialah menemukan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung atau dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa. Serat Candrarini karya Mangkunegoro IV menceritakan tentang kesusilaan wanita yang mengambil contoh pewayangan yaitu : kehidupan keluarga Harjuna antara lain : Pantas menjadi tauladan wanita yang terhormat dalam keluarga.

besar kemungkinannya anak-anak asuhnyaakan mendapatkan 163 . sejak awal anak di dalam kandungan dan selama dalam kandungan serta sesudah lahir. Banowati wanita cantik yang senang menggangu kehidupan orang lain. di sisi yang lainwanita merupakan pendamai dunia. serta menadi penyebab lahirnya manusai besar yang luhur (Sri Widayanti. Dalam sisi lain karakter wanita yang digambarkan dalam pewayangan ialah Dewi Genderi (Ibu dari Kurawa) haus akan kekuasaan dan mengabdi kepada kemewahan dan kenikmatan. waspada terhadap situasi dan kondisi. jujur lahir batin apabila berbicara kepada orang lain bersikap sopan. trampil dan rajin. dan tipe wanita yang tidak setia. Apabila dilihat sepintas kaum wanita seolah-olah umat manusia yang lemah. Yang artinya secara luas bahwa kebahagiaan si anak tergantung tingkah lakusang ibu. sang ibu sanggup menjaga diri dalam tingkah lakunya. Ada pepatah yang menyatakan “Sorga anak itu ada di telapak kaki ibu”. Ketiga Wara Sirikandi manis dan simpatik. Namun dengan kelemahannya itu wanit mampu menggoncangkan dunia. Banyak persoalan yang terkandung dalam isteri wanita yang belum terpecahkan. mampu menghadapi segala persoalan keluarga. cermat. Wanita merupakan suatu rahasia besar dalam kehidupan umat manusia. hemat. Sri Mulyono dalam buku Wayang dan Karakter Manusia. bila dibandingkan dengan kaum laki-laki-laki. hormat dan setia terhadap suami. 1993: 33). hal 56 menyebutkan Wara Srikandi Prajurit wanita yang mampu mengalahkan Bisma (Bisma adalah Senopati Ngastina pada waktu perang Baratayuda). menghancurkan kehidupan. Hal tersebut apabila tingkah laku ibu.hati. hati-hati.

berasa dan berkehendak atau cipta. Antara wanita dengan kesusilaan tidak bisa dipisahkan. lalu lintas dan masih banyak lagi lainnya. sesuai dengan sifat kodratnya. Kita mengetahui bahwa berbagai usaha telah dil akukan untuk mengatasi masalah pengangguran. kesemuanya ini untuk mewujudkan manusia berbudi pekerti yang luhur. narkotika. Meskipun demikian kita menyadari bahwa di samping keberhasil an itu masih ada berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian agar dapat diatasi dengan baik. Jadi kesusilaan di sini adalah bagaimana seharusnya manusia harus mencerminkan suara hatinya yang baik dan benar. kenak alan anak. baik sebagai makhluk berakal. Susila adalah cerminan suara hati manusia yang memahami diri sendiri sebagai mahluksusila atau bermoral. Wanita itu memiliki kesadaran yang tinggi atas sebab dalam kesadaran moral yang tinggi inilah manusia memhami dirinya sendiri yang sedalam-dalamnya.kebahagiaan hidup. Pada masa sekarang ini roda pembangunan sudah menginjak tahap keempat. rasa. serta memahami diri sebagai mahluk Gusti Allah. Kita semua merasa berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tahap-tahap sebelumnya sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. 164 . karsa serta mahluk Gusti Allah. yaitu memahami diri sebagai kodratnya mahluk yang berakal. Dengan demikian itu adalah besar sekali pengaruhnya terhadap anak keturunnnya. berasa dan berkehendak. sebab dalam kenyataan hidup membuktikan. bahwa wanita dinilai sebagai wanita yang baik susila atau luhur.

Kita harus mengakui seperti pepatah meng atak an tiada asap tanpa api. alat-alat rumah tangga. merajalelanya kebobrokan moral dan mental. Sebagai contoh antara lain ialah kurang dihargainya nilai moral atau mental. Basis Intisari Keluarga Ilmu pengetahuan. dalam suatu segi kadangkadang pengaruh dari luar terasa kuat sekali. metodeyang diberikan orang asing daripada hasil kita sendiri. Sebagai bangsa yang luwes. alat-alat transpor serta benda-bendalainnya. yang bersifat terbuka. hasil penemuan. Hal yang demikian lebih dipacu lagi dengan keadaan lingkungan yang cukup besar pengaruhnya. kecenderungan hidup sekularistik dan materialistik serta hilangnya idealisme perjuangan. ada sementara orang yang secara apriori lebih mempercayai kata-kata. buatan luar negeri daripada hasil produksi dalam negeri. Di dalam masyarakat banyak kita dengar ucapan-ucapan yang sumbang seolah-olah tidak ada harapan untuk bangkit lagi dari kemunduran itu. Dengan demikian nampaklah bahwa sebagian nilai luhur yang semula termasuk diagungkan sudah mulai mundur kebelakang. Anehnya lagi. Orang cenderung menyukai barang-barang. Ada yang mengatakan sudah terjadi erosi kebudayaan. Orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dan melihat pertunjukkan dari luar daripada milik kita sendiri. teknologi dan kebudayaan sangat mempengaruhi keluarga. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejar tercapainya keinginan itu dan jika perlu menempuh cara yang tidak wajar. pendapat.B. bahwa apa yang dinyatakan di atas setidak-tidaknya merupakan 165 . Orang mengingin kan tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salasilah yang ada sekarang ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam masyarakat. adhi. misanan. Di dalam keluarga. Secara runtut digambarkan bahwa seseorang merupakan keturunan dari beberapa generasi sebelumnya.fakta yang perlu mendapat perhatian. Istilah ipe dan pripean menunjukkan hubungan saudara melalui perkawinan. Di samping itu jika kita perhatikan hubungan-hubungan menyamping terdapatlah berbagai istilah kakang-adik.orang tua atau bapak dan ibu. dan mindhoan adalah saudara tunggal canggah. kadang. wareng. Kakang dan adhi adalah saudara sekandung. Pripean adalah hubungan antara saudara suami dengan saudara isteri. Keluarga Jawa mengenal silsilah yang menggambarkan urut-urutan hubungan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. nak ndulur. Ipe adalah adik atau kakak suami atau isteri. Istilah kakang. embah buyut. canggah. nak ndulur adalah saudara tunggal nenek misanan adalah saudara tunggal nenek buyut. Berbagai usaha untuk menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa telah banyak dilakukan. nak ndulur. kita jumpai istilah anak. ipe. embah. misanan. Istilahistilah tersebut menunjukkan adanya rantai hubungan yang merupakan garis keturunan. pripean. mindhoan. udheg-udheg. Salah satu penyebabnya terletak di dalam diri para pelaksana yaitu manusianya. Kita mengenal berbagai salasilah raja di Jawa misalnya : Keluarga raja Kalingga 166 . mindhoan menunjukkan hubungan kaluarga menyamping. gantung siwur. misalnya keluarga raja-raja.

artinya yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu bersama-sama. Keluarga Jawa menganut sistem kekuasaan dwitunggal. Hubungan di dalam Trah memang ada yang runtut seperti salasilah di atas. meskipun keputusan akhir masih di tangan ayah. Di dallam keluarga. isteri juga mempunyai peranan yang penting. Hildred Geertz (1961: 31) memberi contoh betapa peranan isteri terutama dalam hal mengelola ekonomi. Bentuk hubungan dalam dinasti sebagaimana tersebut di atas tercermin pula dalam Trah. Itulah sebabnya ada juga yang berpendapat dan menyebut bersifat paternalistik. misalnya Trah Notokusuman. tetapi pada umumnya tidaklah demikian. yang satu dengan generasi berikutnya. Dalam hal ini ikatan keluarga besar yang bernama Trah adalah dwitunggal ayah dan ibu.Keluarga raja Daha Keluarga raja Singasari Keluarga raja Majapahit Keluarga raja Demak Keluarga raja Mataram Keluarga raja Surakarta Keluarga raja Yogyakarta Ada pula silsilah yang dimulai dari Nabi Adam dan secara urut serta runtut dilukiskan hubungan generasi. Dalam hal ini dikatakan bahwa suami dan isteri bersama-sama pada umumnya merupakan inti sebuah unit hidup yang berurusan bukan saja dengan prosesing dan distribusi barang-barang konsumsi tetapi juga dengan produksi barang-barang atau jasa bagi 167 .

Akhirnya ayah sebagai penanggung jawab merundingkan lagi dengan isterinya. dan ada pula suami isteri bekerja terpisah. Jika keluarga Jawa mempunyai rencana untuk mengadakan hajad misalnya khitanan. Inilah demokrasi dalam keluarga. Kebersamaan dalam Keluarga Mengenai kerja sama antara suami isteri dalam bidang ekonomi ia menulis antara lain bahwa ada yang suaminya bekerja dan isterinya di rumah. Meskipun putusan akhir ada di tangan ayah. Sang suami membajak atau mencangkul. darmawisata. 168 . Dalam pembicaraan ini mereka saling asah. Dalam hal ini pendapat anggota keluarga juga menjadi bahan pertimbangan. C. ada yang suami-isteri bekerja. namun kekuasaan dalam keluarga pada hakekatnya ada di tangan ayah dan ibu. Keikutsertaan isteri di segala segi usaha ekonomi memberikan kepadanya kedudukan yang sama kuat dengan suaminya. perkawinan. Di dalam keluarga Jawa suami isteri bekerja sama dalam mencari nafkah hidupnya sehari-hari. biasanya mereka merundingkannya bersama.pendapatan untuk kelompok. Dalam hal-hal yang tidak begitu penting biasanya pembicaraan cukup dilakukan oleh ayah dan ibu. ada yang suaminya melakukan pekerjaan produktif sedang isterinya berusaha kecil-kecilan di rumah. Mereka dapat menyatakan pendapatnya dengan penuh tenggang rasa dan rasa kasih sayang. kemudian ia lalu mengambil keputusan. isteripun biasanya ikut membantu. saling asuh dan saling asih. Jika pada waktu pagi seorang suami bekerja di ladang. Demikian pula jika keluarga mempunyai masalah tertentu biasanya juga dibicarakan bersama.

memasak. misalnya kacang. lalu mencari dagangan lagi. menunggu dan melayani pembeli. Tidak sedikit seorang is:eri yang harus membeli dagangannya sendiri dan menjajakannya pula. Bagi keluarga pedagang. Pada sore hari dan malam hari mereka masih disibukkan membenahi hasil ladangnya. Bagi isteri yang tidak bekerja semacam itu. Pagi hari jam dua atau tiga malam mereka sudah berangkat ke pasar. Tampaklah dengan jelas 169 . misalnya suami menjadi petani isterinya pedagang. menghitung hasil penjualannya.suami menjadi pegawai atau pekerja isterinya menjadi pedagang. di perusahaan.sang isteri membantu mengairi dan menyiangi tanamannya. menyiapkan makanan untuk keluarga. jagung. Mereka mengatur dan menyiapkan dagangan yang akan dijual sampai jauh malam. mereka juga disibukkan dengan menyiapkan dagangannya. jam dua atau tiga siang tiba di rumah. Bahkan sementara dari mereka ada yang secara rutin hidup bergumul dengan dagangannya sehingga ha ya pada malam hari saja tidur di rumah. sang suami lalu berdagang atau berjualan dengan tujuan yang sama seperti di atas. Demikianlah halnya dengan isteri-isteri yang ikut aktif mencari nafkah di kantor. Sebaliknya jika isteri menjadi pegawai atau pekerja. Jika isteri bekerjadi rumah misalnya mencuci. Ada pula diantara suami isteri yang pekerjaannya berbeda. Isteri bekerja berjualan dengan maksud menambah penghasilan suaminya. maka iapun membuatkan makanan dan mengantarkannya kepada suami yang sedang bekerja di ladang. padi. mengawasi putra-putranya. di pabrik. toh tetap sibuk dengan pekerjaan rutin di rumah yaitu membersihkan dan mengatur rumah.

Jika dalam kenyataan ada di antara keluarga yang memberi ayah atau ibu kekuasaan yang lebih besar. iapun diikut sertakan pula. Hal-hal yang dibicarakan antara lain meliputi waktu. Hubungan antara anggota keluarga sangat erat. ayah dan ibu ialu merundingkan mengenai pelaksanaannya. apakah ia bersedia menrima pinangan seseorang atau bersedia dikawirikan dengan seseorang. Keluarga sering dihadapkan pada berbagai masalah yang cukup penting. meskipun akhir putusan ada di tangan orang tua. dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan perkawinan. bahkan sedemikian rupa sehingga anak yang sudah kawinpun masih banyak yang bertempat tinggal bersama keluarga. beaya.bahwa suami dan isteri merupakan dua sejoli dalam rumah tangga. akan tetapi lebih merupakan variasi saja dalam sistem keluarga Jawa yang prinsipnya berstruktur kekuasaan ayah dan ibu atau dwitunggal. misalnya pada waktu mereka mempunyai hajad mengawinkan anaknya. Dalam hal ini ayah dan ibu wajib menanyai puteranya lebih dahulu. membuka usaha baru selalu dibicarakan bersama oleh suami isteri. hajad mendirikan rumah. Di dalam 170 . Jika dalam hal ini putera mereka sudah ada yang dapat diajak berunding. Mereka bekerja sama dalam membina keluarga mereka. Di bagian atas sudah dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga Jawa. membelisawah dan ladang. Jika anaknya telah bersedia. Semunya itu dirundingkan dan diputuskan bersama. tidaklah berarti ada sistem kekuasaar. ayah atau kekuasaan ibu. Dalam menghadapi soal semacam itu misalnya hajad mengkhitankan anak.

ningali sastra. kang anom wajibe wedi. setiap surat ini. Dan lagi di dalam petuah saya. Ia ibarat air dalam jamban. artinya penglihatannya terang dan jelas tak perlu ragu-ragu. kemudian rasakankanlah bunyinya surat ini. Meskipun benar bila orang muda menjadi salah. jangan selalu terpikat melihat tulisan. sebaliknya merasalah bahwa sudah ditakdirkan Gusti Allah. Ia harus takut dalam arti patuh kepada saudaranya yang lebih tua. Saudara tua mempunyai kewajiban memberi petuah adikadiknya. lamun sira maca iya sadhengah kinteki. hendaknya seperti air di bak. Caritane ala becik dipun weruh. pramilane wong anom aja ugungan. Sebagai kodrat saudara yang lebih muda wajib memperhatikan dan menuruti petunjuk serta nasehat saudaranya yang lebih tua. Yen dadi nom den weruh ing enomipun. aja pijer katungkul. bila kecewa merubah kodrat Gusti Allah. sarta manut wuruke sadulur tuwa. nuli rasakna. oleh karena itu orang muda jangan senang dipuji. yen masgula ngowahi kodrat ing suksma. pikirannya sendiri. Ceriteranya baik-buruk harap tahu. dene ingkang tuwa den kaya banyu ing beji. yen wus tinitah hyang Widhi.keluarga anak-anak merupakan kesatuan yang bulat.jika memakai. yang muda wajib takut. Oleh karena itu wajib saling mengetahui kedudukan masing-masing. Bila menjadi muda hendaknya tahu bahwa muda. marang kang taruna. Kang tinitah dadi anom aja masgul. balik rumangsaha. saunine layang iki. Yang ditakdirkan menjadi muda jangan kecewa. sedang yang tua. agar terasa dan yang baik pakailah". Lawan maning ana ing pituturingsun. serta menuruti petunjuk atau ajaran saudara tua. Nadyan bener yen wong anom dadi luput. yen ta anganggowa. yang bersih penglihatannya dan jangan khawatir. pikirira pribadi. Dalam hubungan ini Paku Buwana IV antara lain menegaskan : ”Pan sadulur tuwa kang wajib pitutur. meskipun ia tahu bahwa ia benar dan mungkin saudara tuanya yang salah. den awening paningale aja samar. Ia tidak boleh 171 . jika engkau membaca. den karasa kang becik sira anggowa". Terjemahan : “Adalah saudara tua yang wajib memberi nasehat kepada yang muda.

akan tetapi dalam kemandiriannya itu ia sekaligus merupakan totalitas atau keseluruhan dengan yang lain. sama dengan membuat tali untuk 172 . Dalam hal ini Ki Ageng Surya Mentaram antara lain mengatakan bahwa siapa mencari enak tanpa mengenakkan tetangga. saling memikul bila berat dan saling menjinjing bila ringan bebannya.p secara harmonik artinya saling merasakan suka dan duka bersama. Pende ritaan salah satu dari padanya merupakan penderitaan bersama. Mereka tidak memperlakukan akunya lebih penting dari anggotalainnya. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya juga sangat penting dan merupakan bagian dari seluruh hubungan yang serasi di dalam keluarga. Mereka masing-masing sebagai individu tetap mandiri. akan tetapi sebagai aku-aku. tidak dipisahkan. demikian pula jika salah seorang mendapat kesenangan berarti juga buat yang lain. Mereka hidu. Uraian di atas tidak berarti bahwa masing-masing anak tidak mempunyai identitas. Demikian pula hubungan antara anak yang satu dengan anak yang lain. sehingga hubungannya tidak sebagai-aku-engkau. Kegagalan yang dialami oleh salah seorang anggotanya berarti juga kegagalan bagi anggota keluarga yang lain. akan tetapi seperti dirinya sendiri. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa para anggotanya tidak saling menganggap sebagai orang lain. Mereka hidup bersama laksana endhog sapetarangan atau seperti telur dalam satu sangkar. atau kepribadian sendiri.berlaku manja sekali sehingga sebagai anak muda menyadari kedudukannya sebagai orang muda. Saudara kakak beradik dalam keluarga merupakan kesatuan dan saling merasakan suka dan duka bersama.

Sikap jiwa yang menganggap orang lain bukan kamu. Hasrat minta maaf ini mengubah pandangannya terhadap suami/isteri dan inilah permulaan rasa rukun dan damai. Struktur pertama keluarga Jawa Family nukler. Dalam hal ini dikatakan bahwa sementara penekanan struktural terhadap keluarga inti. demikian pula orang tua. ada sebuah struktur yang melengkapi yakni strtiktur jaringan ikatan antara wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan yang disebut matrifokal yang masih nampak jelas dalam komposisi rumah tangga. Hubungan suami dan isteri tersebut di atas menunjukkan bahwa keduanya merupakan kesatuan. Jadi hilangnya rasa kamu karena mengerti kesalahan sendiri ketika hubungan dengan orang lain dan merasa tidak enak. Di dalam hubungan antara suami dan isteri antara lain disebutkan bahwa perkawinan dengan dasar untung rugi menimbulkan rasa dijebloskan atau menjebloskan. Selanjutnya jika kita perhatikan anak-anak juga merupakan kesatuan. Setelah orang merasa bahwa dengan cacadnya ia menyusahkan suami/isteri. Selanjutnya dikatakan semboyan ‘enak hanyalah mengenakkan orang lain’ didasarkan atas anggapan bahwa orang lain bukanlah kamu. Ungkapan tersebut berarti tak ada keenakan kecuali mengenakkan orang lain. rasa demikian itu adalah lenyapnya rasamu. dan kemungkinannya melihat rasa enak atau tidak enak orang lain. Masing-masing mempunyai kebebasan dalam batas-batas yang wajar yaitu tidak melanggar kepentingan bersama.menjerat lehernya sendiri. mewajarkan tindakannya mengenakkan orang lain. 173 . timbullah hasrat minta maaf pada suami/isterinya.

Meskipun demikian perbedaan-perbedaan tersebut bukannya mendorong ke perpecahan. Dilihat dari siapa yang memegang kedaulatan. tetapi justru mendorong untuk bersatu. kemampuan. keluarga Jawa pada hakekatnya bersistem dwitunggal karena hubungan dalam keluarga menbikuti kedua garis yaitu ayah dan ibu. duniawi dan ukrowi. anggota keluarga Jawa mempunyai bakat. Kebahagiaan berarti kesejahteraan dan ketenteraman lahir serta batin. Keluarga Jawa adalah dwitunggal atau bahkan sarwa tunggal. Dengan kata lain mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. keluarga Jawa bersistem dwitunggal artinya kedaulatan ada di tangan ayah dan ibu bersama-sama. maka keluarga Jawa dapat disebut sebagai keluarga yang berstruktur dwitunggal. Struktur Sarwa Tunggal Suami isteri sebagai orang tua anak serta anak-anak merupakan dua unsur yang merupakan kesatuan. Sebagai masyarakat terkecil. struktur keluarga Jawa meliputi tempat yang tak terbatas dan berbagai generasi. Keluarga Jawa merupakan masyarakat yang terkecil terkecil atas ayah-ibu beserta anak-anaknya yang mempunyai hubungan erat dan merupakan satu kesatuan bulat dalam suatu sistem. Selanjutnya karena keseluaruhan anggota merupakan kesatuan maka keluarga Jawa dapat disebut berstruktur sarwa tunggal. takut 174 . dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Keadaan yang demikian ini tercapai bila seluruh anggota keluarga tidak dihinggapi oleh rasa takut misalnya takut kekurangan makan. kesenangan dan ciri masing-masing. Dilihat dari ruang dan waktu.D. Dilihat dari garis keturunannya. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya.

oangguan keamanan. Mereka juga wajib memperhatikan dan mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Mereka percaya bahwa Tuhan yang Maha Murah dan Kasih akan memberikan rejeki kepada umat manusia. sehingga mereka merasakan hidup yang' tenang dan tenteram. minum. perumahan. takut menghadapi hari tua. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hub ungan antara anggota-anggotanya. pakaian. Semua anggota keluarga harus mengetahui bagaimana kedudul. pakaian. takut akan berbagai penderitaan lainnya. Agar cita-cita tersebut tercapai ayah dan ibu harus berusaha dan bekerja dengan tekun untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Itulah kebaikan yang mereka dambakan. 175 . Kebutuhan sehari-hari seperti makan. Keluarga sebagai masyarakat terkecil mempunyai tuju an yang langsung antara lain kebutuhan akan makan. kekuasaan dan pangkat. Di samping itu juga terbebas dari berbagai gangguan misalnya gangguan penyakit. Keyakinan ini diwujudkan berupa suatu optimisme yang besar.an dan fungsi mereka masing-masing.tidak mempunyai tempat tinggal. Mereka bekerja dan berusaha sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan itu agar tidak mengalami kekurangan dan penderitaan. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. kedudukan. perumahan menjadi tugas utama keluarga untuk mencukupinya. minum. kesehatan diri. dengan ujud pernyataan ana dina ana upa artinya ada hari ada nasi. Tujuan langsung. uang. Keluarga dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mengejar tujuan itu.

Pada hal jika kita perhatikan dengan seksama. akan tetapi juga kebutuhan rohani. Kebutuhan semacam itu selalu ada di sekitar kita dan menuntut agar segera kita penuhi. Mereka percaya bahwa dengan kerja keras setiap orang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok yaitu makan. Setiap keluarga Jawa mempunyai cita-cita yang mulia yaitu ingin mencapai kebahagiaan yang sempurna. Tujuan langsung tidak hanya terbatas mengenai kebutuhan jasmani dan duniawi saja. sama halnya dengan tujuan manusia. Tujuan tidak langsung. Bukankah jam tiga malam pedagang sudah berbondong-bondong ke pasar untuk berjualan dan jam lima pagi para petani sudah mulai mengerjakan sawahnya. Kebahagiaan sempurna bagi keluarga yaitu ketenangan. bersikap pasip tanpa semangat. ketenteraman 176 . di dalam pernyataan itu terkandung optimisme yang mendorong dan memberi semangat kepada mereka untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. non duniawi. Itulah sebabnya tujuan langsung juga disebut tujuan jangka pendek. karena kebutuhan sehari-hari memberikan rangsangan yang cukup besar. Di dalam kenyataan hidup sebagian besar waktu digunakan justru untuk memenuhi tujuan hidup yang langsung ini. Demikian pula mereka berusaha menjaga diri para anggotanya agar tetap sehat sehingga dapat melakukan tugas keluarga dengan baik. Meskipun demikian titik beratnya terletak pada pemenuhan yang bersifat jasmani atau yang material. Masih banyak yang mereka lakukan yaitu di samping memenuhi kebutuhan sebagaimana di sebutkan di atas juga berusaha antara lain memperoleh kekuasaan.Pernyataan ini memang dapat diartikan negatif seolah-olah mereka pasrah kepada nasib dan takdir.

Itulah sebabnya di dalam keluarga. Oleh karena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan yang ada. orang tua. Bagi keluarga yaitu ketenangan.dan keselamatan bagi setiap anggotanya. baik lahir maupun batin. anak-anaknya merupakan rakyat yang paling penting di dunia. Bagi orang Jawa. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya (Sunoto. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya. yang tidak langsung. Karena keluarga yang satu hidup bersama dengan keluarga lain maka mereka harus melaksanakan keadilan baik oleh dan untuk anggota-anggotanya. ketenteraman dan keselamatan bagi setiap anggotanya. Tujuan tidak langsung atau jangka panjang ini sangat penting. adalah tujuan yang jauh. meskipun kenyataannya lebih sukar dilaksanakan dari pada tujuan yang langsung. Menggapai Kebahagiaan Sejati Setiap keluarga mempunyai cita-cita yang mulia yaitu keinginan mencapai kebahagiaan yang sempurna. keluarga. Di dalam keluarga harus berlaku keadilan. 1989: 33). Kebahagiaan sempurna. Dalam hal ini adanya kehidupan yang serasi dan selaras serta seimbang dalam keluarga sangat diutamakan. E. baik lahir maupun batin. 177 . maupun dalam hubungannya dengan keluarga lain. para anggotanya didorong dan diarahkan melalui berbagai cara agar menyadari bahwa yang harus mereka capai di samping tujuan yang langsung.

wanita yang mempunyai kekhususan sebagai pelahir anak maka ia pun dituntut untuk memberikan pendidikan pada anaknya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebagai manusia. mring rama ibunta nini. Istilah seperti sing ngerti suba sita lan duga watara menunjukkan betapa pentingnya nilainilai tersebut diperhatikan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Dari sini tersirat bahwa selain sebagai anak. tegese sira nucekna. Masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap keberadaan anak karena sebagaimana dikatakan bahwa anak merupakan kunci kebahagiaan orang tua. Anak mempunyai kedudukan penting di dalam hati orang tua karena merupakan tali pengikat yang kokoh terhadap ayah ibunya. selaras dan seimbang. Oleh karena itulah merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.Dalam Serat Wulang Putri ini diajarkan bahwa Waniti dikatakan utama apabila ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan mempunyai keturunan sebagai penyambung cita-cita hidupnya. 178 . tentu akan terjalin suatu pergaulan yang serasi. Hal ini sebagaimana terdapat dalam ungkapan Jawa anak iku dadi ganthelaning ati anak itu selalu ada dalam hati orang tuanya. Bagi masyarakat Jawa pergaulan yang baik harus tetap bersandarkan atas sikap yang pada hakikatnya berlandaskan nilai-nilai religius dan moral. Sebagaimana dipaparkan dalam Serat Wulang Putri : Maning sira angidhepa. Jika dalam tata pergaulan orang dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa. Banyak petuah yang ditujukan kepada anak bagaimana ia bersikap dan berbuat di dalam pegaulan keluarga.

jiwamu ini. yang merawat dan membesarkan. Sebagaimana dinyatakan bahwa ketika ibu mengandung merupakan beban berat yang berlipat atau wahnan 'ala wahnin (Qur'an 46: 16). Kewajiban berbakti kepada orang tua ini juga dijelaskan dalam Wulang Reh (Paku Buwana IV) pupuh Maskumambang : 179 . sirnaa nepsunta nini. berilah kasih dari segala arah. adapun cara menjalankannya. eneng eninga ing kalbu. awas eling supaya. dene dennya nglakoni. kepada bapak dlan ibumu wahai putriku. angakna ing asih kalawan arah. eneng eninga di hati. Adapun jalannya untuk berbakti seorang wanita dinasehatkan untuk mensucikan jiwa dengan cara eneng -ening-awas -eling dalam hati serta mengasihi mereka berdua dengan setulus-tulusnya. waspada dan ingat sadar. Kewajiban berbakti ini sebagai bukti timbal balik kita kepada kedua orang tua yeng telah menyebabkan kita hadir di dunia.iya sasiranireki. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak sebagai sarana berbakti kepada Gusti Allah. Kewajiban ini sebagai balas budi anak terhadap jerih payah orang tua. Terjemahan : Ada lagi hendaknya engkau berbakti. artinya sucikanlah. hilanglah napsumu.

marang mertuwa. ing donya turnekeng akir.Iku pantes sira tirua ta kaki. Terjemahan : Itu pantas bila kautauladani anakku. juga bapak ibu. Ingkang dhingin rama ibu kaping kalih. mulane wajib sinembah. saking ibu rama. lanang wadon kang kaping tri. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi. Pramilane rama ibu denbekteni. kang muruk watek kang becik. dununge sawiji-wiji. ing batin saking Hyang widhi. lilima sinembah. wineruhan padhang hawa. Ana uga etang-etanganane kaki. yang mengajarkan watak tang baik. sembah lilima punika. tan wurung kasu rang-su rang. 180 . Orang yang tidak patuh pada nasehat orang tua. yang demikian itu patuhilah anakku. iku kaki estokena. Uripira pinter samubarang kardi. miwah bapa-biyung. kinarya jalaran. anane badan puniki. ya marang sedulur tuwa. anemu duraka.

adanya diri ini. kedua terhadap mertua. mapan sugih anak. karena ibu dan ayah. di dunia sampai akhirat. tahu akan dunia yang terang. karena itulah wajib disembah. Pernyataan ini secara tidak langsung menuntut kaum wanita untuk merawat dan mendidik anak yang telah dilahirkannya.akan menemui celaka. Yang pertama ayah-ibu. tidak luput hidupnya pun selalu dalam keresahan. Selain ada kewajiban berbakti pada orang tua wanita juga berperan sebagai pendidik anak. yang keempat berawan maksudnya 181 . yang ketiga kepada saudara tua. Keimplisitan ini sebagaimana dipaparkan bahwa salah satu keberuntungan bagi manusia apabila ia mempunyai anak. lima yang disembah. Hidupmu menjadi tahu akan segala hal. Sebab hendaknya engkau berbakti pada ayah-ibu. Ungkapan itu tampak dalam pupuh Maskumambang bait II. karena. laki-laki perempuan. kaping pat berawan maksude nini. Kewajiban ini tidaklah diungkapkan secara eksplisit dalam Serat Wulang Putri. dalam batin dari Yang Maha Kuasa. hal itu masing-masing. Ada juga hitungannya anakku. kelima sembah itu adalah.

maka sesuai dengan idaman ajaran kefilsafatan Jawa. Dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak. bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung.putriku. F. 1996: 74). Wanita merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. mempunyai anak. istri kosong apabila tidak mempunyai anak benar-benar kosong (Sadewa. yakni seorang wanita yang dalam dirinya memiliki sifat-sifat luhur. yaitu anak yang baik menjadikan kebagiaan. Pernyataan bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup adalah memiliki seorang anak menunjukkan bahwa fungsi reproduksi dari wanita benar-benar menjadi pusat penilaian masyarakat. Pandangan Hidup Berkeluarga Dengan mempelajari hubungan-hubungan tersebut akan dapat diketahui ciriciri khusus filsafat hidup mereka. Ungkapan ini menunjukkan bahwa wanita tanpa anak dianggap sebagai wanita yang sia-sia. Untuk menjadikan anak yang berbudi pekerti luhur ini diperlukanlah sosok yang mampu merawat. Oleh karena keluarga terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Di sini masyarakat menunjuk kepada wanita sebagai ibu yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. tujuan keluarga pada hakekatnya diharapkan serasi dengan tujuan para anggotanya. Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam Serat Panitisastra bahwa sepining garwa tan darbe suta sepi satuhu. anak yang jahat mendatangkan susah orang tuanya. mengasuh dan mendidik. Berdasarkan 182 . Kebahagiaan orang tua ada pada diri anak ini dipaparkan pula dalam Serat Panitisastra.

uraian tersebut. maka ia merupakan unsur masyarakat. Selanjutnya karena keluarga merupakan masyarakat terkecil. Syarat untuk menjalankan tapa tersebut tidak boleh mengganggu berjalannya hidup sehari-hari. Meskipun sebagai unit. Tapa brata puja mantra tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan utama yaitu agar seorang wanita dapat menguasai hawa nafsu dlan membersihkan jiwa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Gusti Allah. maka hasil penelitian ini akan memberikan andil dan masukan bagi kefilsafatan Indonesia tersebut. Di pilih jalan tengah antara keadaan puas dan keadaan lapar (De Jong. Membicarakan keluarga Jawa dari segi filsafat. Oleh karena filsafat masyarakat Jawa merupakan sebagian dari filsafat Indonesia. Dengan demikian tata cara dan tata krama keluarga Jawa yang ada secara selektif dapat dikembangkan dan dipelihara menjadi unsur tata cara dan tata krama nasional. setidaktidaknya memberi sumbangan bagi pembicaraan filsafat masyarakat Jawa pada umumnya. 1976: 24). Manusia yang memperturutkan hawa nafsu. namun sebagai unsur masyarakatia juga terikat oleh tata cara dan tata krama masyarakat.dalam penelitian ini akan dibuktikan bahwa ada kesamaan antara manusia yang menjadi idaman masyarakat Jawa dengan manusia anggota keluarga yang juga diidamkan oleh keluarga. keluarga itu mandiri. Hakekat dan tujuan serta hubungan-hubungan yang berlaku dalam keluarga Jawa diharapkan juga serasi dengan yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya. dirinya terhalang dari Gusti Allah dan untuk menyingkap tabir itu harus melakukan latihan kerohanian dengan mengosongkan 183 .

Dalam moring kawula Gusti itu lenyaplah segala perasaan yang tinggal sebagai ciri khas dari kesatuan tersebut ialah arah suprasosial terhadap sesama manusia. sombong. Sumber kebagiaan di 184 .hati dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisi dengan sifat-sifat terpuji. panasten kemeren lawan dahwen. Manusia yang merasakan benar-benar dirinya hamba-Nya. Segala pikiran dan perasaan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu (misal: pamrih) akan merintangi pemersatuan itu. Papan adalah suasana sepi artinya bahwa di waktu sepi itulah waktu yang tepat untuk menghilangkan duka nestapa. sehingga Gusti Allah dalam bayangan yang sungguh-sungguh tidak terhalang oleh kotoran sedikitpun. Seorang wanita dalam menjalankan tapa brata tersebut harus mengetahui dan memahami empan papan. manusia akan mencapai moring kawula Pusti 'bersatunya hamba dengan Gusti Allah. panas hati. iri hati dan suka mencampuri urusan orang lain. ewan cekak dan rupak artinya dengki dan suka membenci. mudah tidak senang dan berpikiran sempit serta picik. Dengan demikian. kumingsun. sama seperti kotoran.. Empan itu apabila waktu malam tiba terbukanya semua kehendak. Pada waktu malam orang dapat menghayati bersatunya diri manusia dengan alam raya yang tenang dengan sangat mesranya. Sifat-sifat tercela tersebut sebagaimana diungkapkan dalam Serat Wulang Putri disebut pancadriya dalam pupuh Sinom bait 1-2 adalah cengil sengitan. kumawula artinya merupakan cermin yang sejati. Konsep empan papan ini menggambarkan bahwa waktu malam merupakan waktu yang suci dan angker.

1976: 26). tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Dengan prinsip hidup nrima ing pandum seseorang tidak mempunyai sifat serakah atau iri hati. Kesatuan. Bahkan orang-orang lain yang bukan anak dan bertempattinggal bersama serumah termasuk anggota keluarga. Meskipun orang tua berhak memberikan nasehat dan saran. Meskipun demikian kebebasan mereka ini bukannya tanpa batas. karena kumpulan anggota-anggota tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisah-pisahkan lagi. 185 . atau merupakan kumpulan dari anggota-anggotanya. Inilah wujud keluarga yang telah diperluas. namun keputusan akhir ada di tangan anggota-anggotanya. menuntut ilmu. Sartono Kartodirdjo mengatakan bahwa narima refers to the state of being content or accepting something with fullness. Kepasrahan kepada Gusti Allah merupakan salah satu sikap hidup orang Jawa yang sering dikenal dengan ungkapan nrima ing pandum 'menerima apa yang telah diberikan' karena segala sesuatu sudah diatur. Persatuan. malahan sebenarnya mereka terikat oleh berbagai ketentuan adat atau norma yang berlaku. mencari nafkah. demikian pula keluarga Jawa. karena keluarga terdiri atas anggota-anggota atau individu-individu. Anggota-anggota keluarga meskipun mandiri pada hakekatnya tidak terpisahkan satu sama lain.sini bukanlah hidup di dunia tetapi apabila seorang hamba merasa bersatu dengan Gusti Allahnya (De Jong. Di atas sudah dijelaskan bahwa keluarga terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anaknya. Mandiri artinya setiap anggota keluarga bebas dalam menentukan jalan hidupnya antara lain dalam hal memilih pekerjaan. Bagi masyarakat Jawa ungkapan narima merupakan ungkapan terima kasih atas segala pemberian yang diperoleh dari Gusti Allah yang Maha Pemurah.

sedangkan individualitas personality seseorang akan mewujudkan suatu dasar moril yang kuat. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa masing-masing anggotanya harus mampu bersosialitas dengan anggotanya yang lain. tetapi juga orang tuanya. Nasib anak-anak dalam keluarga selama mereka belum mendapat penghasilan sendiri masih menjadi tanggung jawab orang tuanya. Ada pepatah Jawa yaitu anak molah bapa kepradhah artinya jika anak berbuat sesuatu yang kurang baik yang terkena akibatnya tidak hanya dia sendiri. Dalam hal ini dikatakan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak bermaksud untuk menghasilkan orang yang dapat berdiri sendiri melainkan menekankan orang yang sosial. 186 . serta merasakan suka dan duka bersama. Pepatah ini menunjukkan bahwa betapapun bencinya orang tua kepada anaknya namun toh masih dalam batas-batas tertentu.Kumpulan anggota yang telah bersatu itu tidak dapat dipecah-pecah lagi. Keluarga Jawa sebagai suatu sistem. Keluarga merupakan suatu unit kesatuan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri. Ini berarti bahwa jika salah satu anggota keluarga menderita berarti juga penderitaan bagi anggota lainnya. orang tua selalu siap membantu. karena sudah merupakan satu kebersamaan. Bahkan walaupun anak sudah berkeluarga sendiri. jika mendapat kesulitan. dagingnya juga turut kena. Jiniwit katut artinya kalau orang dicubit kulitnya. Orang memerlukan bimbingan dalam segala bidang. senasib sepenanggungan. Tega larane ora tega patine. mempunyai hubungan baik material maupun spiritual. di samping harus mampu mengembangkan dirinya.

pucung arane puniki. Berusahalah bagaimana baiknya. namanya pucung. keluarganya. Oleh kerena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas mereka agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan mereka. kumpula kaya ing nguni. muda kumpul tua kumpul yang baik. namun intinya ialah kesatuan dalam keluarga. Meskipun ajaran tersebut agaknya ditujukan kepada anak-anak. pan dadi satunggal.Hildred Geertz (1961: 51) menulis bahwa bagi orang Jawa. jika sudah tua. masih menjadi satu. keluwak lalu bercerai berai. jangan sampai berpisah. yen wis tuwa si kaluwak pisah-pisah. Pernyataan ini dapat ditafsirkan secara nebatif yaitu hanya menekankan berkumpulnya atau 187 . berkumpullah seperti dahulu. Den budiya kepriye ing becikipun. Betapa pentingnya kesatuan dan kerukunan hidup keluarga antara lain dikemukakan dalam Serat Wulang Reh (Pakubuwono IV) sebagai berikut : Kamulane kaluwak nom-nomanipun. anom kumpul tuwa kumpul kang prayoga. Bait di atas menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga. Dilukiskan bahwa keluarga harus bersatu dan harus berkumpul sebagaimana anak-anak waktu masih hidup bersama orang tuanya. aja nganti pisah. anak-anaknya. Sedemikian rupa dambaan persatuan dan kesatuan tersebut tampak pula dalam pernyataan mangan ora mangan waton kumpul. merupakan rakyat yang paling penting di dunia. Terjemahan : Permulaannya keluwak waktu masih muda. orang tuanya.

Salah-salah dapat terjadi berkumpul tidak makan sungguh-sungguh. Karenaitu pada hakekatnya tidak mungkin kekurangan makan. sebab mereka pasti dapat makan. sebab pada waktu itu tidak mungkin berkumpul tanpa makan. Jika pada waktu dahulu berkumpul diartikan berkumpul serumah. bersatu nya anggota keluarga. Karena itu dalam hal ini yang penting adalah arti berkumpulnya. Disamping itu pernyataan tersebut seolah-olah hanya berisi ajaran yang membentuk manusia berpikiran dan berkepribadian sempit. sedang jumlah manusia masih sedikit. Jika sekarang pernyataan tersebut diterapkan sebagaimana apa adanya sudah barang tentu tidak kena.kesatuannya. Istilah makan atau tidak makan asal kumpul dalam pernyataan di atas terang dimaksudkan betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan. berkumpul memang dalam arti serumah. karena makanan sudah cukup tersedia. Dorongan untuk berkembang dengan cara yang kreatif tidak tersirat dalam pernyataan itu. sedang kebutuhan makannya kurang mendapat perhatian. tentunya harus diberi arti yang lebih luas (Sunoto. sebab kondisi keluarga memang berbeda. menerima nasib dan menggantungkan diri atas pemberian atau bagian yang diberikan oleh Gusti Allah. Apakah anggota keluarga itu berkumpul atau tidalc sebenarnya tidak menjadi masalah. 1989: 83). Jika kemudian anak-anak bahkan cucucucu mereka sudah bertebaran di berbagai tempat.istilah berkumpul masih 188 . Sewaktu anak-anak masih menjadi tanggungan orang tua dan belum dapat mandiri. Sebenarnya jika pernyataan itu dilihat dari kurun waktu beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu masih dapat diterima oleh akal. Pada waktu itu alam masih kaya dan luas. Ajaran tersebut mendidik manusia narima ing pandum.

misalnya rapat. pengurus. misalnya di kereta api. Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa struktur keluarga Jawa. meskipun secara formal nampaknyatidak mengenal jenis hubungan dan ikatan seperti marga dan namun pada hakekatnya mengenal pula hubungan darah atau famili atau hubungan yang berdasarkan atas keturunan. Di atas keluarga masih ada ikatan yang cukup jelas meskipun tidak mempunyai organisasi yang teratur yang mempunyai tempat. Jika seseorang berjumpa dengan orang lain dalam perjalanan. harta. akhirnya diketahui bahwa nenek buyut mereka sama. karena bagaimanapun juga mereka harus tetap bersatu-padu dalam keluarga besar. Hal-hal yang dibicarakan antara lain mengenai iceluarga masing-masing.karena setelah diurut-urut antara mereka masih ada hubungan keluarga. sering kali lalu berkenalan dan membicarakan berbagai masalah. Hubunganhubungan di dalamnya sudah agak longgar. dan peraturan yang me ngikat anggotanya. Di sinilah kadangkadang mereka bertemu sebagai keluarga. Ikatan semacam inilah yang biasanya dinamakan trah. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa struktur keluarga Jawa merupakan suatu sistem yang menekankan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai dasarnya.mengandung makna yang cukup berarti. 189 . di bis atau dalam pertemuan. Kedua orang itu saling menceritakan asal-usul mereka.

Hal ini akan tercermin dalam hubungan antara suami dan isteri. Harapan agar hidup sebagai mimi lan mintuna biasanya diucapkan di dalam berbagai kesempatan misalnya dalam upacara perkawinan. Laksana Mimi Lan Mintuna Harapan hidup berumah tangga adalah keserasian yang meliputi seluruh warganya.BAB X NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. tenteram. memenuhi harapan orang tuanya yaitu hidup serasi laksana mimi lan mintuna. rukun. 190 . Karena itu dijadikan lambang agar keluarga dalam hal ini suami dan isteri mempunyai pandangan hidup dan perbuatan hidup yang sama agar keluarga mereka dapat hidup tenang. Nasehat yang diberikan oleh para pini sepuh kepada dua mempelai yang sedang bersanding biasanya agar keduanya hidup rukun. tidak pernah cekcok. tenang dan tenteram serta selamat dalam mengarungi hidup baru yaitu berkeluarga. Sebaliknya hubungan suami isteri yang serasi. Suatu rumah tangga yang penuh berisi pertentangan antara suami dan isteri memberikan bukti bahwa hidup mereka di dalam keluarga tidak serasi. bahagia. tenteram dan selamat. Mimi dan Mintuna adalah binatang yang tidak pernah berpisah satu sama lain.

Demikianlah jika dilanjutkan. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai sigaraning nyawa. Hal ini merupakan bukti bahwa suami isteri yang demikian itu telah berhasil mengatasi segala macam tantangan dan rintangan hidup dengan sebaik-baiknya.B. sebagaimana diuraikan di atas sering juga disertai contohnya yaitu kehidupan Kamajaya dan Ratih. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pepatah dalam bahasa Indonesia. Abot entheng disangga bareng. Suami isteri diharapkan selalu hidup rukun dan tenteram. hidup rukun tidak pernah bertengkar apalagi berpisah satu sama lain. Pada hari tuanya mereka tinggal menikmati dan mengecap hasil jerih payahnya selama itu dan menyaksikan anak-cucu beserta buyutnya dengan penuh nikmat. Ini 191 . Sigaraning Nyawa Hidup sebagai mimi dan mintuna. Nyawa menunjukkan terhadap sesuatu yang hidup. Kebahagiaan hidup dalam bentuk kerukunan dan kesatuan nasib antara suami dan isteri dapat kita lihat pada istilah garwa atau isteri. Sebaliknya anak-cucu dan buyut mereka juga akan merasa bahagia hidupnya karena masih ditunggui oleh ayah-ibu atau nenek mereka. Kedua insan ini adalah Dewa dan Dewi yang terkenal dalam ceritera wayang. Artinya pecahan atau konkritnya separonya nyawa. yang memiliki dan men anggung konsekuensi dari padanya ialah mereka berdua. kebahagiaan mereka berarti akan membawa keluarganya hidup bahagia. sehingga dapat menikmati kedamaian sampai hari tuanya. Sigaraning nyawa berarti hidup itu untuk suami dan isteri. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa jika suami isteri dapat mencapai kaken-kaken dan ninenninen berarti mereka telah dapat mengarungi perjalanan yang panjang dan penuh dengan liku-liku.

jika sampai sepi. sehngga kebahagiaan mereka langsung dapat dirasakan bersama. Sebagaimana kita ketahui. habislah jejak manusia. uripe lan tri prakara. lebih berharga daun jati kering. aji godhong jati aking. akhirnya sengsara sebagai pemintaminta yang berkelana. jika ingin hidup bahagia. keluhuran. Trjemahan : Karena salah sendiri orang yang tidak memperhatikan. toh akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga. atau keduniaan dan kecakapan. mengenai hukumnya yang hidup. Meskipun nampaknya semboyan atau pernyataan tersebut di atas hanya ditujukan untuk ayah dan ibu. pada umumnya kakek dan nenek masih hidup bersama dengan anak cucu mereka. Keluhuran merupakan kebutuhan batin yang mau tidak mau wajib dipenuhi pula. Namun terpenuhinya. temah papa papariman ngulandara. Karena itu menjadi kewajiban keluarga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Anak cucu mereka menaruh hormat dan menganggap kakek dan nenek mereka sebagai pepundhen artinya yang sangat dihormati. wirya artati winasis. kebutuhan tersebut masih harus dilengkapi dua hal lainnya yaitu kecakapan dan keluhuran. uang. Serba terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu syarat hidup bahagia. dari ketiga hal tersebut. Keluhuran pribadi dapat terlihat antara lain pada 192 . mungguh ugering ngaurip. Di dalam serat wedhatama disebutkan : Bonggan kang tan merlokena. karena keduanya mempunyai peranan penting. saka wilangan ketelu. Dengan kata lain tujuan hidup keluarga dapat direalisasi. telas tilasing janma. hidupnya dengan tiga perkara.berarti bahwa kebahagiaan hidup dalam keluarga dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya. manawa kongsi sepi.

sikap dan perbuatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar keluarga. Kecakapan lahir dapat berupa ketrampilan sedang kecakapan batin dapat berupa ilmu pengetahuan yang dimilikinya. jika para anggotanya memiliki pribadi yang luhur yang tampak dalam watak.hati nurani. Astha berarti delapan. Gemi Nastiti Kecakapan mencakup dua hal baik lahir maupun batin. rigen ping kalihipun. Karena itu keluarga bahagia. mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. dapat mengendalikan dirinya dan kaya. “Panggautan gelaring pambudi. rigen (teliti). nyegah kayun (mengendalikan kehendak) dan nemeni seja (niat yang sungguh-sungguh). memperhitungkan segala perbuatannya. berarti ikut menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. dadi pamrih marang pakolih. Jika masing-masing anggota keluarga mempunyai kecakapan semacam itu. titi (tertib). C. katri gemi garapnya. Kecakapan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup keluarga. Kedelapan kegunaan tersebut adalah : panggaotan (pekerjaan). Jika setiap anggota dapat melakukan kedelapan hal tersebut ia akan mencukupi kebutuhannya. gina atau guna berarti kegunaan. gemi (tidak boros). bertambah pengetahuannya. warnawarna sakaconggahira nuting jaman kelakone. wruh ing petungan (tahu perhitungan). cukup. ping pat nastiti 193 . ucapan dan perbuatannya. taberi tetanya (rajin bertanya). tahu nasib. Dalam hal ini Mangkunegara IV mengajarkan agar anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya berupa asthagina. margane mrih cukup. Berikut ini kutipan ajaran tersebut.

harus awas 194 . tidak boros terhadap uang. Menjaga diri pribadi agar tetap sehat wal afiat merupakan salah satu kewajiban setiap manusia. iku margane wruh ing pasthi.ngundhakkdn marang kawruhe. nanging tansah anandhang sakit.lima tahu perhitungan. barang karsanipun.pamriksa. "Wataknya jauh dari kebutuhan sehari-hari. lima wruh ing petungan'. jumbuh lawan. yaitu perasaan kecewa. saliring pancabaya. sebab manusia hanyalah. Terjemahan : “Tetapi jika diakui sebagai larangan. kawiryawan sugih bandha arta. pepinginan kang tanpa kardi. ingkang murba amisesa. lan kajarah tur kasiyasiya. yang kedua adalah cekatan hemat kerjamu yaitu menjadi pemrih untuk memperoleh. kaping nenem taberitatarya. keinginan yang tidak berarti. mring hyang maha luhur. keenam rajin bertanya. samckta karsanipun. Berikut ini adalah pendapat Purbanegara (1918: 29): “Nanging yen den aku sirik. ketiga hemat kerjanya. ketujuh mencegah kehendak. den agung sukurira. raganira ing reh mobah lawan mosik. wong ngaurip ing donya iki jalu miwah wanita. akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. Watek adoh mring butuh sehari. berbagai macam menurut kemampuan. sayekti tansah kacuwan angarasa rasanira nggenira sakit. Akarana sanadyan wus olih. tan boros maring arta” Terjemahan : 'Pekerjaan dan siasat atau uraian cara-cara usaha.. tan bagaskuwarasan. ". keempat berhati-hati dalam mengetahui. Anut dhawuh wewarahing Gusti. marma manungsa wajib padha awas lan eling. sesuai dengan jamannya.. jalannya agar cukup. putus ing reh kawignyane. ping pitu nyegah kayun. dhingin wajib nggayuh.. sang Sri Bathara Wisnu. sarta lawan nugraha. terhadap badannya sendiri.wewarahe. dan direbut dengan paksa serta dianiaya. menambah pengetahuannya. was uwas temah maras ".. muga raga kasinungan seger kuwat bagas kuwarasan kalis. kangjeng Nabi duta nayakaningrat. Betapapun kaya seseorang tetapi jika badannya tidak sehat. itu menjadi jalan tahu kepastian. marang raganire dhewe.

dan ingat. Dengan kata lain andaikata kalah ia masih kalah dengan orang. persis sama dengan potunjuknya. kepada Gusti Allah Yang Maha Agung yang memperlakukan dan menguasai. segar kuat sehat. Jelaslah menurut ajaran tersebut betapa pentingnya kesehatan jasmani bagi manusia. Mengapa ayam yang dipilih sebagai hewan pembanding dan bukan binatang lain. hendaknya besar sukurmu. Jika dikatakan jangan kalah bangunnya dengan orang lain mungkin orang yang mendengarnya tidak begitu perduli dan tidak malu karena masih dibandingkan orang. tiap kehendaitnya. Lain halnya jika dibandingkan dengan hewan. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang sehat badannya mampu berkarya. Hal ini buicannya secara kebetulan tetapi orang-orang tua dahulu 195 .jagad. Sehubungan dengan hal ini keluarga Jawa mengenal berbagai petunjuk yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan. karena itu ia tidak terlalu menyandang beban. Sebab meskipun sudah memperoleh. Metode ini boleh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi jamannya. keluarga Jawa juga sudah mengenal semboyan aja kalah karo tangine pitik. orang hidup di dunia ini. badanmu daTam gerak-gerik serta mengenai anugerah. pasti selalu kecewa merasakan sakitnya. semoga raga diberi. kemuliaan kaya harta benda. tetapi jika kita perhatikan didalamnya terkandung ajaran atau nilai yang sangat berharga Pernyataan tersebut hanyalah metode untuk menyampaikan ajaran agar mudah diterima oleh orang-orang. Menurut printah petunjuk Gusti. Nabi utusan di. laki-laki dan perempuan. Sang Hyang Wisnu. akan tetapi inti ajarannya masih tetap mempunyai makna yang baik. Jika orang Barat mempunyai semboyan men sana corpore sano. lebih dahulu harus mencapai. ahli dalam hal kecakapannya. manusia akan merasa malu. Pernyataan ini sangat sederhana. dan terhindar dari segala mara bahaya. ragu-ragu akhirnya takut".

telah memilih dengan teliti bahwa ayam adalah hewan yang tidak pernah bangun itesiangan, karena pada pagi-pagi buta hewan tersebut sudah bangun dan mencari makan. Inti pernyataan di atas adalah suatu petunjuk atau nasehat agar orang bangun pada pagi-pagi hari, jangan terlalu siang. Dengan bangun pagi ia dapat bekerja mencari nafkahnya misalnya pergi ke sawah atau berangkat ke pasar. Dengan demikian badan a.kan terjaga dari gangguan penyakit dan akan selalu sehat wal afiat. Perhatikanlah dengan orang-orang yang sekarang berjalan pagi hari untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Di samping agar dengan bangun pagi orang akan menjadi sehat badannya, maka dengan bangun pagi orang dapat melakukan tugas rohaninya dengan tepat, misalnya tidak terlambat sholat subuh. Dengan demikian pernyataan aja kalah karo tangine pitik mengandung petunjuk bahwa orang yang menaati ketentuan itu, dirinya, yaitu jasmani dan rokhaninya, akan sehat. Dalam hal menjaga kesehatan, keluarga Jawa juga telah mempunyai petunjuknya antara lain agar menjaga dan mengatur makannya. Ada ucapan nyegah dhahar lawan guling artinya janganlah makan dan tidur tanpa batas. Nasehat tersebut meliputi dua hal yaitu lahir dan batin, artinya barang siapa mau mengatur tidurnya akan sehat rokhaninya. Bandingkan dengan orang

melaksanakan diet. Dari sekelumit contoh tersebut kita dapat menarik inti ajaran yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

196

Adil artinya memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Berikan kepada diri kita sendiri dan orang lain apa yang menjadi haknya masingmasing. Karena adil adalah keserasian antara hak dan kewajiban, maka yang didambakan oleh keluarga Jawa ialah adanya kesadaran para anggotanya akan hak dan kewajibannya masing-masing. Sama halnya di dalam kelompok-kelompok masyarakat dan negara, dalam keluarga ada beberapa jenis keadilan yaitu distributif, legal dan komutatif. Ini berarti bahwa orang tua harus berlaku adil terhadap semua anaknya (keadilan distributif). Selanjutnya anak juga harus berlaku adil terhadap orang tuanya (keadilan legal). Kemudian anak harus berlaku adil terhadap sesama saudaranya (keadilan komutatif).

D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur Ada ucapan ngalah marang bocah artinya orang tua harus memahami benar kehendak dan kebutuhan anaknya, sehingga jika terpaksa rela mengalahkan kepentingan diri demi-anaknya. Mendhem jero mikul dhuwur adalah ungkapan yang berisi nasehat sebagai pelaksanaan keadilan legal. Demikian pula anak berlaku adil terhadap sesama saudaranya merupakan pelaksanaan keadilan komutatif. Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Selamat dalam

197

melakukan pekerjaan, selamat dalam perjalanan selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Keluarga Jawa mengenal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, pitonan, atau tedhak siten, sunat, perkawinan, kematian. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan, sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa, slametan masih tetap menarik. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir gadhing. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan, mungil, indah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik, suci, bersih lahir batinnya. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam-macam buah-buahan. Rujak juga mengandung arti harapan. Kecuali rujak, dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih, nasi merah dan bubur. Nasi putih melambangkan air dari ibu, nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Dalam hal nasi, ada tiga macam yaitu putih mulus, merah dan gabungan keduanya, putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Putih melukiskan pemuas ibu, merah air bagi ayah, dan

198

campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. Dalam hal rujak: bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas, cabai penyedap dan gula. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu, maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan, tetapi jika rujak rasanya hambar baginya, ia akan mempunyai anak lelaki. Meskipun tidak disebutkan secara terinci, terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan, Koentjaraningrat (1967: 48) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak, calon ibu memperoleh berbagai tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung, diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau mitoni. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara brokohan. Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya, dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buahbuahan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Gusti Allah dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Upacara sepasaran. Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih, untuk mengusir roh jahat. Di sudut rumah, ditaruh sajen, sebatang tanaman, daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di dekat ibu

199

Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. beras. Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan. Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. Dalam upacara panggih digunakan pula kembar mayang sebagai salah satu alat upacara. kaca dan pisau. jambu. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. pepaya. Misalnya janur kuning. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang 200 . atau buah buahan yang terdapat di daerah tersebut. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. Ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. Upacara perkawinan. Upacara Tedhak Siten. Semua. Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang sirih. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. pensil.ditaruh sebuah keris. buah kelapa dan bermacam-macam buah-buahan antara lain : rambutan.

keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat.atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. 201 . Untuk menghindari bahaya tersebut. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Rumeksa Rahayuning Garwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terhit atau terbenamnya matahari. E. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. Anak pancuran kapit sendhang yaitu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. Dengan menyelenggarakan upacara ini. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah : Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya.

Kalimat-kalimat tersebut di atas adalah pengejawantahan dari pandangan dan sikap hidup keluarga Jawa mengenai tugas-tugas suami. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. keluarga Jawa mengadakan berbagai macam upacara selamatan. kaken-kaken dan ninen-ninen. asih marang garwa trusing driya. sejahtera dan sehat lahir batin. Hubungan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat Jawa erat sekali.Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Di samping itu juga hubungan antara keluarga yang satu dengan yang lain. hubungan antara anak dengan anak. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. Agar memperoleh keselamatan. Dalam hal tugas suami. Tujuan pokok keluarga ialah mencapai kebahagiaan dan keselamatan keluarga. namun isinya sangat serasi dan runtut erat hubungannya satu sama lain. rumeksa mring rahayuning garwa. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. hubungan antara orang tua dengan anak dan sebaliknya. saling melengkapi. Kebahagiaan hidup keluarga digambarkan sebagai mimi dan mintuna. dadya guru ugering wanodya.hubungan antara suami isteri dan sebaliknya. Sifat pernyataan atau ucapan tersebut adalah imperatif. Meskipun dinyatakan dalam ucapan yang berbeda-beda. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. Hal ini tampak dalam. Tugas suami terhadap isteri. Diperintahkan agar suami cocok dengan 202 . momong mareng pawestri. terdapat beberapa pernyataan antara lain sing jodho marang bojo.

Welasing priya dhateng rabi awit saking panalangsa". kados panguluring oyod rumeseping kisma. Pertama bagi laki-laki harus dapat melindungi (menjaga) memberi tuntunan (mengajar). Selanjutnya mengenai swarganing jejodhowan dikatakan sebagai berikut "Swarganing (kamulyaning) jejodhowan punika ugi warni kalih. “Dene sesanggamaning jejodhowan punika wonten warni kalih. memberi petunjuk serta memelihara isterinya seperti halnya sebatang pohon yang daunnya menaungi seluruh batang sampai akar. Terjemahan : Surga orang dalam berumah tangga ada dua macam. seperti teduhnya daun-daun yang mengayomi batang sampai akar". Terjemahan : “Adapun kewajiban orang yang telah kawin itu ada dua macam. sihing priya dhateng rabi. Inti petunjuk tersebut adalah keharusan suami untuk melindungi dan menjaga. menjadi contoh bagi isterinya agar mendapat karaharjan (keba- hagiaan). jika semua perintahnya dipercaya oleh isteri. awit saking dipun gumateni. anuntuni (memulang). awon saenipun siswa anut kabangkitanipun guru. Sepisan tumraping priya manawi dipun pituhu ing rabi sapangrehipun. kados ayubing ronron anggening angayomi dhatdng delegipun dumugi oyod ". seperti akar yang memanjang masuk ke dalam tanah. Ajaran semacam itu antara lain terdapat dalam tulisan Sumaatmaka Atmasalaga (1929: 32) sebagaimana disebutkan dalam bait berikut. Remening priya dhateng rabi. serta mengasuh (berbuat sabar). Itulah kewajiban laki-laki setelah perkawinan. saha angemong (anyabari). Priya kedah angemong kanthi pamardi ingkang sareh. awit saking katuju ing prana. Laki-laki harus mengasuh dengan cara berlaku 203 . Pertama bagi laki-laki. mangertosa bilih rabinipun wau dados tetanggelipun ingkang dipun sanggemi.isterinya. mekaten awon saenipun rabi anut kawegiganing laki. Sepisan tumraping kakung kedah saged angayomi (rumeksa).

cinta kasih laki-laki kepada isterinya. Suami jangan berbuat untuk menangnya sendiri apalagi berbuat n i s t h a yaitu sewenang-wenang terhadap isterinya. Jika yang laki-laki ingin menang hanya karena ia laki-laki minta menang. disebabkan oleh keinsyafan diri ". Belas kasihan laki-laki kepada isteri. Jika seseorang suami pandai menjadikan isterinya sebagai isteri yang baik dan taat. “Yang laki-laki harus mengasuh dan mengajari itulah laku yang baik. karena baikburuknya isteri tergantung pada kecakapan suaminya. Hal laku utama itu ditegaskan dalam bait berikut : "Ingkang priya kedah among amengku amemulang punika lampah utami.tenang dan sabar. disebabkan oleh cocoknya hati. buruk baiknya siswa mengikuti dorongan/acuan guru. Dalam bait ini ditegaskan bahwa seorang suami harus mengasuh dengan sabar dan sadar bahwa isterinya menjadi tanggung jawabnya. demikan pula buruk baiknya isteri mengikuti kecerdikan suami. tahulah bahwa isterinya tadi menjadi tanggung jawabnya yang telah ia sanggupi. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. maka suami akan senang dan kasih kepada isterinya. Senangnya laki-laki kepada isteri. Itulah sebabnya seorang suami wajib memberi pelajaran agar isterinya berbuat atau ber. disebabkan oleh perhatian yang sangat baik. itu perbuatan yang kurang baik. Yen ingkang jaler angalap menang dumeh lanang nedha numpang punika tumindak kirang prayogi. Yang laki-laki berlaku 204 . Sikap hidup yang demikian membawa ketenteraman keluarga. Ingkang jaler siya sawenang-wenang mboten nganggep manungsa dhateng estrinipun ateges nistha ".laku utama.

merdibasa. 205 . Awicarita tegesipun apil dhateng gancaring carita aluraning nagari. Ia wajib mempunyai kecakapan dan kearifan. Oleh karena suami adalah guru laki. mandraguna. tidak boleh lupa. sejarah negara. tang nganggo sinangga runggi. Guru yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu paramasastra. berarti perbuatan rendah ". nuli wahyune mencongol". contoh. “Paramasastra tegesipun limpad ing kasusastran warni-warni. nawungkridha lan sambegana. Bait tersebut di atas sebenarnya berisi petunjuk bagaimana mencari guru yang baik (Sunoto. 1989: 71). awicarita. mboteOn kenging supe. Nawungkridha artinya tahu terhadap kesalahan budi. “Welas marang rabine terus ing kalbu. ingkang sae martabatipun ". Mardawalagu tegesipun ingkang saged angulur lelagoning tembung tembang. Yasadipura dalam hal ini menegaskan. Mengenai tugas suami kepada isteri. Terjemahan : “Paramasastra artinya pandai tentang bermacam-macam kesusasteraan.aniaya. tepa. Awicarita artinya hafal mengenai arti ceritera. Mardibasa tegesipun ingkang saged memantes tembung tata kramaning praja. Semuanya itu sudah termasuk anugerah guru karena itu harus awas dalam mencari guru. nyanyian. sewenang-wenang tidak menganggap manusia terhadap isterinya. Sambegana artinya ingat. maka seorang suami juga wajib mempunyai kecakapan itu dan menerapkannya kepada isterinya. Sadaya punika sampun kalebet nugrahaning guru. yaitu yang baik martabatnya ". Sambegana ingkang enget. mila kedah awas angupados guru. nugraha sayekti prapti. Mandraguna artinya kaya kecakapan yang diakui oleh orang banyak. Mardawalagu artinya yang dapat memperpanjang lagu kata. mardawalagu. Manaraguna tegesipun sugih kesagetan ingkang kaanggep ing ngakathah. Nawungkridha tegesipun ingkang priksa dhateng kalipataning budi. Mardibasa artinya yang dapat membuat pantas kata tata krama negara. Sultan Agung menulis sebagai berikut. yen wong tumemen ing kalbu.

atau lambang yang dituangkan dalam cerita ataupun dalam tokoh-tokoh pewayangan. Dalam pewayangan ajaran moral kebanyakan berupa simbol-simbol. Jika orang sungguh-sungguh dalam hati. Srikandi. Suami wajib berlaku kasih-sayang lahir batin terhadap isterinya. hal ini untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik aman tentera dan bahagia. Dewi Sinta. Kencono Wungu lambang watak wanita yang kurang 206 . kemudian kebahagiaan muncul". Tiga tokoh wayang tersebut sebenarnya memberi petunjuk bahwa seorang wanita yang baik harus memiliki watak seperti tersebut. yang kita anggap baik dan menurut pedoman moral. Larasati adalah lambang dari seorang istri (wanita) yang memiliki watak setia. atau kita dapat meniru atau mencontoh perbuatan susila dari orang lain. Norma kesusilaan bagi manusia dalam kehidupan masyarakat adalah memgang peranan penting. Khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. Bethari Durga. Trampil trengginas dan mumpuni (Srikandi). Seperti : Sumbodro. tanpa memakai kecurigaan. anugerah pasti datang. Banowati. perlambang kesetiaan istri pada suami. kesusilaan adalah sesuatu yang sama sekali tidak boleh ditingalkan. Demikianlah dasar-dasar pengetahuan tentang berumah tangga yang seharusnya diketahui oleh sang pengantin. Durgandini. sabar dan teguh (Sumbodro). rendah hati dan memikat (Larasati). Untuk mengetahui norma-norma kesusilaan kita dapat menerima petunjuk dari orang lain baik yang langsung mau pun yang tidak langsung.Terjemahan : Kasih sayang kepada isterinya sampai batin. sebab manusia dinilai baik dan buruk tergantung tingkah laku kesusilaan. Kesusilaan merupakan nilai tertinggi dalam martabat kehidupannya. Orang yang berlaku demikian akan memperoleh anugerah. Terutama bagi kaum wanita. Dewi Anggraini.

Guna hasil yang diharapkan : Untuk memberi petunjuk kepada seorang wanita hendaknya memegang nilai kesusilaan dan fungsinya. Diharapkan agar kita menjadi sadar bahwa timbulnya berbagai masala. Dengan menyajikan hakekat keluarga dan masyarakat dan apakahtujuan mereka serta bagaimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya. bahwa kita mengajak hidup mundur beberapa puluh bahkan ratus ta hun yang lalu dan bahwa nilai-nilai tradisional yazig dapat ditemukan harus dilaksanakan tanpa mengingat situasi dan kondisi. segala masalah telah teratasi.m keluarga dan masyarakat. Ini juga tidak berarti. atau dengan kata lain kita hidup di dalam fantasi dan angan-angan belaka. Ini tidak berarti bahwa kita ingin sekedar bernostalgia. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dilakukan penelitian ini yang sangat penting artinya. 207 . dan seolah-olah se-ala lukaluka telah terobati. Bagi ilmu pengetahuan: Untuk memahami dan mendalami ajaran yang terkandung dalam pewayangan. Agar dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang aman tenteram serta bahagia.baik (Damardjati Supadjar. diharapkan akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya nilai tradisional yang luhur itu.h sebagian disebabkan oleh tidak dipatuhinya lagi norma yang bPrlaku dala. 1993: 37). Kita akan lebih sadar bahwa pengaruh dari luar akan kuat jika kita lemah. Diharapkan kita menjadi sadar bahwa pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan para anggotanya terhadap nilai luhur mereka sendiri.

Hindu. keteringatan manusia terhadap sifat Gusti Allah. Pasang Sumeh Jroning Ati Karya sastra Jawa sejak kemunculannya hingga sekarang terdapat nilai-nilai luhur yang disebut nilai religius yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan keagamaan atau kepercayaan. terdapat beberapa butir darma bakti dalam etika dan tata krama Jawa sebagai dasar penalaran yakni keimanan tauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Tingkah laku kesusilan wanita dalam pewayangan atau cerita wayang digambarkan dalam berbagai sikap dan perbuatan oleh figur-figur wanita utama. 1985 : 196). Buddha dan Jawa.Kebanyakan orang mengakui bahwa dalam cerita wayang bukan hanya sekedar ceritat. Sehubungan dengan hal tersebut figur-figur wanita dalam pewayangan nampaknya memberikan petunjukterhadap kaum wanita tentang sikap kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari. Kecuali itu juga mempunyai tujuan memberikan contoh-contoh tentang keksusilaan. terutama mempunyai arti dalam bidang agama. Orang Jawa menyebut Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. F. 208 . Nilai religius yang terkandung dalam kesusasteraan Jawa abad XVIII dan XIX mencerminkan konsep-konsep yang bersifat akulturatif dari sejarah Islam. melainkan mengandung maksud dan tujuan tertentu. ketaatan manusia terhadap firman Gusti Allah dan kepasrahan manusia terhadap kekuasaan Gusti Allah (Soedarsono. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk'. Berkaitan dengan analisis religius.

Unsur paling utama dalam setiap religiositas. Orang Jawa dapat meyakini bahwa adanya Gusti Allah karena bagi orang Jawa keyakinan itu tidak semata-mata diperoleh hanya melalui rasio atau penalaran tetapi juga melalui rasa. Cipta. baik tentang alam semesta ciptaan Gusti Allah maupun Sang Maha Pencipta itu sendiri. rasa dan karsa merupakan tiga anugerah Gusti Allah yang berfungsi untuk memahami seluruh kebenaran yang ada. Maksudnya manusia harus percaya penuh bahwa Gusti Allah itu nyata Maha Ada. Orang Jawa. keimantauhidan dapat diartikan kepercayaan terhadap kemahatunggalan Gusti Allah (Badudu. 1996: 31). Gusti Kang Maha Mulya. dan Jawata. Gusti Allah itu tan kena kinayangapa (tak dapat dibayangkan keadaannya). Keimantauhidan orang Jawa tampak pada penyebutan Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah harus meresap dan meliputi 209 . Hyang Widhi. Gusti Kang Maha Mulya. termasuk religiositas Jawa adalah kepercayaan terhadap adanya Gusti Allah. sedangkan tauhid berarti keesaan. Manusia harus beriman/tauhid kepada Gusti Allah Yang Maha Esa. dan Jawata. Dengan demikian. Allah dalam kata takdirollah. Secara etimologis. iman mempunyai pengertian kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti Allah.Hyang Widhi. Manusia juga harus percaya penuh dengan kebulatan tekad. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk. bahwa Gusti Allah itu sungguh-sungguh Maha Esa. Hyang Suksma. Hyang Suksma. Allah dalam kata takdirollah.

Kang Wignya dan Maha Mulya sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi bait 2 dan Sinom bait 6. kearifan. Marmeng ngger awya sireku pasang sumeh jroning ati katitik tyas tan sambada marang apngaling Hyang Widhi Kang Widagda tuhu Wignya anyolahken barang maring. Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa Gusti Allah memiliki sifat utama seperti Maha Murah 'Maha Pemurah'. Waha Wignya 'Maha Tahu'.pikirannya. kasih sayang. Kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Gusti Allah kepada manusia sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang yang merupakan keberuntungan bagi yang dapat meraihnya. keadilan. Maha Mulya 'Maha Mulia' dan sebagainya. Maha Adil 'Maha Adil'. perkataannya dan perbuatannya. 210 . Keteringatan Manusia terhadap sifat Gusti Allah. Maha Asih 'Maha Pengasih'. Serat Wulang. Dengan sifat-sifatnya yang demikian Gusti Allah memberikan karunia-Nya berupa kemurahan. Maha widagda 'Maha Pandai'. perasaannya. ilmu pengetahuan atau kawaskithan kepada umat manusia. Pakartining pangrasanta kang mengkono iku nini ya bakal pinasthi sira pinituhu ing sasami lan maneh nini putri mugi bisoa sineba momong samaning janma supayanta sira nini kinasihan ing Gusti Kang Maha Mulya. Putri menyebutkan sifat Gusti Allah yaitu Kang Widagda.

Dwi wiryawan kaluhuran lire nini kaping tri hartawan sira den samya mangerti tegese pan kasugihan. Keempat berawan maksudnya putriku mempunyai banyak anak apabila keempat hal sebagaimana disebutkan di atas. Kaping pat berawan maksude nini mapan sugih anak mungguh laku pat prakawis sayekti uwus tetela. sararda. 211 . Sebagai sarana untuk mengingat Gusti Allah. Terjemahan : Sebesar-besarnya keberuntungan itu putriku.Gung-agunge ing begja puniku nini mung kawan prakara gunawan ingkang sawiji kasantikan tegesira. dikarunia pula manusia cobaan-cobaan yang harus dilalui sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan tersebut di atas cobaan tersebut dinamakan panca wisaya yaitu rogarda. hanya empat hal gunawan yang pertama ilmu pengetahuan artinya. Dua wiryawan keluhuran budi artinya putriku yang ketiga hartawan kalian hendaknya mengerti maksudnya kekayaan.

wirangarda. durgarda artinya kecewanya hati'. Maksudnya sakitnya badan. keempat cuwarda yaitu kesengsaraan hati. Maksudira garaning badan sayekti kalih sang sararda yeku rekasaning dhiri katelu ingkang winarna. ketiga yaitu'. 'Wirangarda artinya sakitnya hati. Kelima hal tersebut sebagaimana dalam pupuh Maskumambang bait 18-20. cuwarda dan durgarda. durgarda pringganing nala. Kelima perkara tersebut dapat dihindari oleh seorang wanita dengan melandaskan diri pada sikap-sikap yang positif. antara lain : setyaning tyas lawan 212 . Dhuh putrengsun sarnya sumurupa nini tegese kang panca wisaya mengko winardi ingkang sepisan rogarda. yeku rekasaning ati. Terjemahan : 'Wahai putraku hendaklah kau ketahui artinya panca wisaya tersebut pertama rogarda. yaitu kesengsaraan dalam diri. kedua sararda. Wirangarda tegese laraning ati kaping pat cuwarda.

utama hatinya. mring pancabayaning ati. Salah satu cara untuk mengingat Gusti Allah dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya sebagaimana terdapat dalam kutipan pupuh Kinanthi bait 14 di bawah ini : Di adining putri prabu. betah ngangkah lawan lembah manah. (Maskumambang. artinya utama sabar.26). bait 21 . dengan berlapang hati hingga ke budi'. teliti dan teratur. tenang-diam-waspada dan ingat. ngati-ati. Betapapun gigih serta uletnya studi yang mereka lakukan. diterima dengan rasa syukur dan ikhlas. hatihati. angandel kandel kalawan kang kumandel netel santosa ing budi artinya setia dalam hati dan rela. legoweng tyas nrus ing ati. tinampan sukur lan lila.legawa. utameng tyas kang pinesthi. Perhatian terhadap nilai-nilai kejawen juga tampil dalam lingkungan sarjana asing. tegese utama sabar. enengening-awas eling. tidak lain karena terlalu terpengaruh oleh kerangka pikirannya sendiri. ternyata tidak selalu menjalankan interpretasi secara tepat. titi lan tata. teteg. terhadap lima hal yang merintangi hati. Terjemahan : 'Seutama-utaman yaputri raja. menebalkan hati agar sentosa dalam budi. Dengan diberinya kenikmatan maupun cobaan itu manusia khususnya para wanita diharapkan senantiasa ingat terhadap Gusti Allah sebagai tempat bergantung dan memohon segala kebajikan. lebih-lebih karena belum dapat 213 . teguh dan sabar. teguh.

Orang yang demikian akan terhindar dari rasa kegelisahan dan terpelihara dari gangguan jiwa (Usman Najati. Perlu ditonjolkan di:sini bahwa dalam masyarakat kita sering dilontarkan ucapan yang menyangkut soal nilai-nilai Jawa. Rasa syukur tersebut pada 214 . Sehubungan dengan itu. sangat diperlukan manusia sepanjang hidup dalam segala situasi. Lagi pula tidak diusahakan melacak asal nilai-nilai atau istilah . 1985: 28). memperkuat kepribadian.istilah itu tanpa mengidentifikasikan sumbernya yang otentik. secara-tepat atau tidak tepat dengan kecenderungan kuat menulis akan kerangka pikiran dan pandangan dewasa ini kepada nilai-nilai tradisional. hal mana mudah terjadi kalau orang terlalu terdorong oleh pikiran spekulatif saja. meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kesulitan. maka perlu diadakan usaha penelitian dari pihak pengemban kultur Jawa itu sendiri dengan harapan agar dapat menghindari segala macam salah tafsir tersebut. Sabar merupakan suatu sikap mental yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. tanpa didasarkan atas penelitian serta pembuktian empiris. Ketika mendapatkan kesenangan diperlukan sabar agar tidak congkak. Sikap mental sabar. Di kala susah diperlukan sabar agar tetap teguh menerima cobaan dan tabah dalam menjalani kehidupan. Datan Sepi ing Pambudi Kesabaran seseorang biasanya diwujudkan dengan dimilikinya rasa syukur terhadap pemberian Gusti Allah. G. Dengan mempraktekkan sikap sabar dapat mendidik diri.menyelami jiwa kejawen ataupun dengan istilah metodologis belum dapat melihat segala sesuatu dari dalam.

kudu musthi awas eling. ing pancadriya puniku. Syukur dengan perbuatan yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya. yaitu berupa kepuasan batin atas anugerah yang telah diberikan oleh Gusti Allah. yakni : Syukur dengan hati. haruslah waspada dan ingat. Sikap ingat kepada Gusti Allah itu perlu selalu ditanamkan dalam hati sanubari dengan ingat pada kodrat Gusti Allah sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang. tegese kang pangabekti. nyirnakaken pakerti. Terjemahan : 'Yang keempat jalannya rahsa adapun. marang Hyang kang Murbeng Titah. Nasehat ini sebagaimana dalam kutipan pupuh Sinom : Dhuh ngger wanita utama. marang kodrating Hyang Suksma. rahsa itu mulia. dene ingkang winastan. rahseku wus mulya. Cara bersyukur terdiri dari tiga hal. Syukur dengan lidah yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. 215 . terhadap kodrat Gusti Allah'. Kang kaping pat lakuning rahsa sarehning.hakikatnya hanya tertuju kepada Gusti Allah. dipuntansah angabekti. Paku Buwana IX memberikan nasihat kepada putra-putrinya agar berbakti kepada Gusti Allah.

yang disebut panca driya. Sarana dalam berbakti kepada Gusti Allah ini seseorang hendaknya menjalankan agama. iya ing manungsa sagung luwih maning dera kardi solah bawaning narendra kang datan sepi pambudi ngganya angampil agama kasucian kang dumedi Tinindakaken lawan patut pinantes pantes tiniti tinimbang lan isinira negara Surakarta di tan kena kinukuhan angkuh ing tyas anglakoni (Kinanthi. hendaklah berbakti. adapun yang dinamakan pancadriya itu putriku. Terjemahan : Wahai anakku wanita utama. menghilangkan tingkah laku. Istilah bakti menunjukkan adanya sikap yang patuh yang dilandasi rasa cinta seorang hamba kepada Gusti Allah. nafsu seperti mudah tidak suka dengan orang lain. kepada Gusti Allah Pencipta segala makhluk.panca driya iku nini. beng sanapsu kayata cengil sengitan. Teriemahan : juga kepada sesama manusia terlebih-lebih dengan perbuatan 216 . bait 3-4). artinya berbakti.

tanarima apa ing sarananira. Ketaatan pada Gusti Allah ini hendaknya diwujudkan pula pada ketaatan kepada kedua orang tua dan pada guru. ing bukti sarananipun. Iku sayektine gagar.segala tingkah laku raja yang tidak lepas dari ikhtiar dalam meminjam agama hanya kesucian yang ada Dijalankan dengan baik pantas dan diteliti dipertimbangkan isinya negara Surakarta yang indah tidak dapat dipertahankan sombong dalam menjalankan Bagi para pemeluknya yang berusaha taat. Agama merupakan toitalitas kehidupan yang sakral. dhahar menawa sireki. manusia menjadi memiliki rasa damai. dene kang dipun wastani. dan memandu serta menentukan arah kehidupan. Untuk mencapainya diperlukan sarana yakni tapa brata puja mantra sebagaimana dipaparkan dalam pupuh Sinom bait 8-112. 1999 : 14). mendalam. juga angingirangi. limang prakara sayekti. agama adalah pedoman kehidupan yang sangat vital dan sangat menentukan. 217 . Dengan agama. narima nadyan nyegah. Tapa brata puja mantra. sanadyan anyuda nendra. iya nini tapa brata. ping kalih nyeyuda guling. tempat bergantung dan memiliki ketenteraman hidup (Haedar Nashir.

tanpa duga cipta. anyuda ing sanggama. tan ngandika yen mengko karsa sandeya. sadayeku kudu nganggo empan papan. kang kaping pat sira nini.nanging yen linali lali. catur kang tanpa kardi. mrih ywa kongsi kabanjur kajating nala. cahyaning locananira. Terjemahan : tapa brata puja mantra 218 . samya dipun waspada. katranganing nyuda turu. Lalu mburu karaharjan. nanging yen kurang marta. ning mbliyut kang kaping tiga. tan koyub dene pakarti. angresepe ingkang sami. yen karep dipunsabari. kudu panggah santosa. sanadyana sira nini. angawisana sanggami. tan widada iku dadi. Den jak ngaluyub supaya. angampeta pangandika. duka cipta srana saking. sumawa nadyan nini. tegese panggagas nini. bebasan tanpa kardi. Ping lima sira ngilangna. wus mbaliyut ingkang panggah ciptanira. nini kalakoniku. tuhu. srana lila ing ati. upamane sira nini. mangkene pakartinipun.

anakku perkataan yang tanpa tujuan anakku terlaksanya hal itu harus tetap santosa walaupun engkau. yang ketiga kurangilah bersenggama sarana ikhlas dalam hati demikian perbuatannya mengurangi bersenggama bila menginginkan hendaklah sabar agar tidak terlanjur hajat hati kemudian memburu keselamatan yang keempat. putriku sudah mengantuk teguhkan ciptamu diajak mengembara agar tidak terpengaruh oleh perbuatan mengantuk. anakku tahanlah dalam berbicara artinya pemikiran. apa adanya itu sesungguhnya batal kedua mengurangi tidur walaupun mengurangi tidur namun bila berusaha melupakan diumpamakan tanpa perbuatan keterangannya mengurangi tidur hendaklah diperhatikan seandainya engkau. anakku tidak berbicara jika merupakan kebohongan 219 . anakku ada lima perkara yaitu mengurangi makan sarananya menerima walaupun mencegah makan apabila engkau menerima.adapun yang dikatakan tapa brata.

maka di 220 . Mung bae anggone ngurang-ngurangi saparlu. nanging aja luwe. mangkono sapiturute kang sarwa sedheng. Istilah batih menunjukkan adanya ikatan lahir dan batin yang erat dan merupakan suatu kesatuan bulat. aja kongsi keladuk utawa mung umbara-umbaran bae. nanging dikulinakna cecegah saka sathithik manut kekuwatane. Oleh karena keluarga Jawa terdiri atas unsur ayah. melainkan dengan penyederhanaan menyeluruh. aja kakehan melek. nanging aja kakehan turu. Dalam bahasa Jawa keluarga disebut pula batih. Tapa tidak hanya mengurangi nafsu-nafsu tertentu dengan tidak kenal ampun. mengurangi segala aktivitas badan. ibu beserta anak-anaknya kadang-kadang bahkan diperluas dengan pembantunya. sehingga sikap dan perasaan terhadap sesama manusia berubah.kelima hendaknya kauhilangkan kesedihan sebagai sarana dari cahaya mata meresapi semua yang menghadap walaupun anakku tanpa perkiraan yang benar namun bila kurang sabar tidaklah akan selamat semua itu harus dengan empan papan Lewat tapa kekuatan badan diperlemah. Aja wareg. Telah kita pilih dan batasi pengertian tentang keluarga yaitu masyarakat terkecil terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Orang menjadi lebih sadar akan relativitas eksistensinya. lan aja nganti diprusa kang ndadekake karusakan raga. Istilah batih menunjukkan bahwa keluarga Jawa terdiri atas anggotaanggota yang hubungannya antara yangsatu dengan yang lain erat sekali.

Dalam hal ini ada aturan mengenai hubungan antara suami dan isteri yang sebaik . Hubungan antara anak dengan anak. Itulah sebabnya di dalam keluarga. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya. Supaya anak-anak mereka mempunyai watak sebagaimana yang diinginkan oleh keluarga.baiknya karena mereka adalah kepala keluarga dan wakilnya. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hubungan antara anggota-anggotanya. Selanjutnya ada aturan yang berlaku bagi hubungan antara anak dengan anak agar terjalin kehidupan yang harmonis antar mereka. sebaliknya ada aturan yang wajib dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua mereka. Agar cita-cita tersebut tercapai di saiaping berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan material. Meskipun aturan-aturan tersebut biasanya tidak tertulis. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya.dalam keluarga berlakulah berbagai hubungan yaitu : Hubungan antara suami dengan isteri dan sebaliknya. kita jumpai berbagai macam aturan atau ketentuan yang biasanya tidak tertulis mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seluruh anggotanya. ayah dan ibu selalu mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. namun berlaku demikian kuatnya sehingga 221 . Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Demikian pula ada aturan yang wajib dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Hubungan antara keluarga dengan pembantu (jika ada pembantu). maka sejak kecil mereka harus diberi tahu dan diajar melakukannya dengan baik. semua pihak atau anggota harus mengetahui bagaimana kedudukan dan fungsi ma sing-masing.

sosial budaya maupun bidang-bidang lain. adat kebiasaan yang turun temurun. baik perorangan maupun keseluruhan. Hubunganhubungan tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan. 222 .mengikat masing-masing anggota keluarga. Aturan-aturan tersebut menyangkut berbagai hal baik ragawi maupun rohani. baik bidang ekonomi. agama dan kepercayaan.

Liberty. Yogyakarta: Kanisius. 1988. Glencoe Damardjati. 1961. The Free Press. De Jong. Clifford Geertz. Jakarta. Nawangsari. Penentuan Titimangsa dalam Naskah. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. 2002. Koentjaraningrat. Glencoe Kamajaya. Bandung. The Free Press. Mulyono. Konsep Kekuasaan Jawa. Yogyakarta: Kanisius. Mari S. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. 1973. Pustaka Prima. Hildred Geertz. 1985. Yogyakarta 223 . Kebudayaan Jawa. Gadjah Mada University Press. Tata Upacara Pengantin Adat Jawa. G. Yogyakarta. 1986. Manusia Jawa dan Gunung Merapi Persepsi dan Sistem Kepercayaannya. Pustaka Nusatama. Yogyakarta. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Jakarta. The Religion of Java. Yogyakarta. Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan. Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram. 1994. Moedjanto. Ali Mudofir. Liberty Badudu. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.. Sari Kesusastraan Indonesia. Balai Pustaka Laksono. P. Dipodjoyo. Wangsa Manggala. Busana Adat Kraton Yogyakarta 1877-1937 Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. 1995. 1990. 1969.M. Gadjah Mada University Press. Condronegoro. 1983. Asdi S. Wayang dan Filsafat Nusantara. Pustaka Raja.DAFTAR PUSTAKA Adjied Swastedi dan Tessa Theofile Prihatini. Yogyakarta. 1993. 1996. 1985. Lucas Sasongko Triyoga. Masagung Niels Mulder. The Javanese Family. Yogyakarta. 1976. Yogyakarta. Jakarta: Balai Pustaka. 1991.

Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Yogyakarta. 1918. “Kepercayaan Kebatinan Kerohanian Kejiawan dan Agama”. Usman Najati. Sartono Kartodirdjo. Serat Pitutur Jati Mawi Sekar. 1929. PT. Bandung. Sri Widayanti. Negoro. 1973. Surakarta. Upacara Tradisional Dan Ritual Jawa. Selo Soemardjan. Purbanegara. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. dalam Spektrum 3. 1985. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. Yogyakarta: Taman Siswa. Sularto. 224 . 1974. A Sudewa. Jakarta. Suryo S. Gama Press Soekmono. 2001. Yogyakarya. Uitgeverij en Boekhandel Stoomdrukerij De Bliksen. Serat Gunacara lan Agama. 1966. CV. 1993. Budi Utomo. serat Yatna susila. Soemaatmaka-Atmasalaga. 1978. Gondolayu Soebardi. Mistisisme Serat Dewaruci. 1982. 1979. Yogyakarta Sunoto. Suhardjo Hatmosuprobo. 1989. Seni Pertunjukan. Jakarta: Haji Masagung. Serat Cabolek. Solo. Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. Upacara Labuhan Kasultanan Yogyakarta. 1988. Surakarta Rahmat Subagya. 1987. Sri Mulyono. Balai Pustaka Siswoharsoyo. Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Ajaran Masyarakat Jawa. Buana Raya. Hanindita. 1985. Yogyakarta. Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Menuju Filsafat Indonesia. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Wayang dan Karakter Manusia. Angkasa Soedarsono. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM.Padmapuspita. 1973. 1981. Jakarta: Media Sunoto. Jakarta : Kanisius. Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa di Yogyakarta. Pararaton.

2002. Mitos Merapi dan Kearifan Ekologi. Kreasi Wacana. Menguak Bahasa Mitos dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Pegunungan. 225 .Wisnu Minsarwati. Yogyakarta.

Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Trans Tivi. Republika.BIOGRAFI PENULIS DR. Konsep Moral dalam Serat Werkudara Suci. Kamus Jawa Kawi Indonesia. dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional. Suwarga Nunut Neraka Katut. Kamus Jawa Indonesia untuk SD. Ng. Gama. Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Antropologi Budaya Sultan Agung. Kamus Politik Lokal. M. Nyata. Narasumber Koran Kompas. Bukunya yang telah dipublikasikan di antaranya : Ceritera Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna.VI. UUD 1945 Bahasa Jawa. Tabloid Adil. Babad Joko 226 . Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SLTP Kelas I – III. Wulangan Basa Jawa Kanggo SMP Kelas I – III. Teori Politik Jawa. Teori Militer Jawa. Penghayatan Keagamaan Orang Jawa. Kajian Anthropologi Budaya. Djoko Lodang. RCTI. Sejarah Susastra dan Budaya Jawa. Gamelan dan Tembang Jawa. Gelar Doktor diperoleh tahun 2001. Ramalan Sakti Prabu Jayabaya. Majalah Gatra. Memutar Taman Sriwedari. Sosiologi Mistik R. Visi Negarawan Patih Gadjah Mada. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. Kamus Jawa Indonesia untuk SLTP – SLTA. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I-VI. Babad Tanah Jawi. Song of Java I-VIII. Pendidikan Budi Pekerti. Nganjuk. UU Mahkamah Konstitusi Basa Jawa. Pakem Pedhalangan. kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998. Jawa Pos. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya. Kamus Jawa Indonesia Lengkap. Karya lainnya yaitu Biografi Ki Narto Sabdo. Sejarah Raja-raja Jawa. Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Ajaran Moral dalam Serat Bimapaksa. Pujangga Nusantara. Sultan Agung. Cara Memimpin Rakyat Desa. Sekar Putri Ambarwati. Rejoso. Kamus Jawa Indonesia Populer. Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata. PURWADI. Jogja Tivi. Wulangan Basa Jawa Untuk Umum. Kedaulatan Rakyat. Kursus Percakapan Bahasa Jawa. Kawruh Beja Ki Ageng Suryo Mentaram. Kamasutra Jawa. Biografi Pujangga Kyai Yasadipura I. Bernas. Ranggawarsita. Wulangan Basa Jawa Kanggo SD Kelas I . Kabare Jogja. Manunggaling Kawula Gusti Sejarah Tanah Jawa Jilid I – IV. Gotong Royong di Kabupaten Nganjuk. Mojorembun. RRI dan Radio Komunitas.HUM lahir di Grogol.

Kiat Bisnis Orang Jawa. Kisah Pendawa Lima. Strategi Politik Ken Arok. Arjuna Mencuri Cinta. percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Selanjutnya. Kitab Makrifat Sejati. Nenek Moyang Orang Jawa. Aji dan Mantranya. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Babad Demak. HP 0815 788 65170. Ilmu Kesaktian Prabu Jayabaya. Pangeran Diponegoro. Novel Mahabarata. Ilmu Makrifat Sunan Bonang. Sufisme Sunan Kalijaga. Biografi Sultan Hamengku Buwono IX. Novel Ramayana. Gerakan Spiritual Siti Jenar. Dosen Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat. Semar Jagad Mistik Jawa. Tata Bahasa Jawa. Telp 0274-881020. Kisah Cinta Ken Arok – Ken Dedes. Hidup dan Spiritual Sunan Kalijaga. Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis Jawa Barat. Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan. Kakap Raya No. Embok Yatinem Si Bakul Gendhong. Sistem Pemerintahan Indonesia Klasik. Ilmu Kecantikan Putri Jawa. Ilmu Kecantikan Ratu Kalinyamat. Kini bekerja sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Ajaran Ilmu Sejati Wali Songo. Jagad Mistik Jawa. Selain itu juga mengelola Pustaka Raja. Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil. Ilmu Sangkan Paraning Dumadi. Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih. Tata Bahasa Jawa. Bung Karno Sang Pembebas. Tasawuf Muslim Jawa. Sejarah Wali Songo. Mistik dan Kematian Sultan Agung. Asal Usul Manusia Jawa. Wahyu Keprabon Susila Bambang Yudhoyono. Hidup. Seratus Tokoh Masa Depan Indonesia. Biografi Jimly Asshiddiqie. Semar. Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja). Membaca Batin Putri Jawa. Nyai Roro Kidul. Sesorah Budi Rahayu. Pamedhar Sabda. Integrasi Islam dengan Budaya Lokal. 227 . KIAT (Kamus Indah Alamat Teman).Tingkir. Sejarah Prabu Brawijaya. Jalan Cinta Syekh Siti Jenar. Dukun Jawa. Ilmu Kasampurnan Sunan Gunungjati. Makrifat Sejati Sunan Kalijaga. disusul pula buku tentang Sejarah Presiden Soekarno. Ratu Kencana Wungu. Babad Tanah Leluhur. Sejarah Ajisaka. Kamus Sastra Indonesia. Filsafat Jawa. Arjuna Lelananging Jagad. Ki Ageng Mangir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful