PRANATA SOSIAL

JAWA

DR. PURWADI, M. HUM

ISBN 978-979-16061-1-0

YOGYAKARTA PENERBIT TANAH AIR

1

KATA PENGANTAR

Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah

memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian

tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.

2

Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Soetrisno R., M.Si. dan Ibu Dra. Doni Rekro Harijani, M.Si. yang telah memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. 2. Keluarga Bapak Ibu Rasyid Baswedan, Anis Baswedan, dan Samhari Baswedan atas dukungannya sejak saya kuliah di tingkat Sarjana, Master dan Doktor di Universitas Gadjah Mada. 3. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang selalu memberi pencerahan hidup. 4. Bapak Ir. Purwo Jatmiko, dari PT. Krakatau Steel yang telah mengajari saya tentang kearifan lokal. 5. Bapak H. Agus Purnomo, S.I.P, Anggota DPR RI yang telah memberi contoh tentang moralitas berpolitik 6. Bapak Drs. H. Solichin, Ketua Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) yang selalu memberi inspirasi tentang arti penting kebudayaan. 7. Prof. Dr. Kazunori Toyoda, Rektor Tokyo Royal University di Jepang yang telah memberi sumbangan finansial secara terus-menerus sejak tahun 1990 sampai sekarang. 8. Prof. Dr. Husain Haikal, dari Jurusan Sejarah FISE UNY dan Rektor Universitas Pekalongan atas kritik dan sarannya. 9. Bapak Ridjan, ayahanda yang selalu mengajari lara lapa dan tapa brata. 10. Donga kaswargan kagem Embok Yatinem, ibunda yang telah surud ing kasedan jati pada hari Kamis Pahing, 1 Januari 2004/9 Sela 1424 di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Matur nuwun.

Yogyakarta, 10 Februari 2007

Dr. Purwadi, M.Hum

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Munculnya Gerakan Kebatinan B. Orientasi Kehidupan Rohani C. Peranan Pemuka Adat D. Pengetahuan Astrologi Tradisional E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib BAB II. PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender Saka B. Pranata Mangsa C. Kalender Sultan Agungan D. Dasar Perhitungan Waktu 1. Petungan Jawi 2. Hari dan Pasaran 3. Rolas Titi Mangsa 4. Petungan Pawukon 5. Petungan Paringkelan 6. Petungan Tahun 7. Petungan Windu 8. Petungan Padewan Astawara BAB III. TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Slametan Among Tuwuh B. Pasang Tarub Agung C. Tirakatan Malam Midodareni D. Janji Suci Ijab Qabul E. Prosesi Temu Pengantin F. Sungkeman Tanda Darma Bakti BAB IV. PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ratu Laut Selatan B. Mistik Gunung Merapi C. Kyai Sapu Jagad D. Jin Kali Opak E. Dunia Pedanyangan

4

BAB V. Ngundhuh Sarang Burung F. Hubungan Antar Warga BAB VI. Kidung Sifat Iman F. KIDUNG PENOLAK BALAK A. PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL Kampuh atau Dodot Keris dan Wedhung Aneka Ragam Kuluk Ragam Ageman Pengantin Songsong Gilap Payung Agung Busana Bangsawan Gaya Kraton BAB IX. Kidung Jati Mulya H. Struktur Sarwa Tunggal E. Demi Ketentraman Jiwa D. Selamat Lahir Batin F. Pemikiran Kefilsafatan B. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup B. Kidung Sekar Artati G. Penghormatan pada Dewi Sri D. PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Kidung Sekar Marwati BAB VIII. Tradisi Garebeg Sekaten C. Kidung Pamungkas Hayu E. Kidung Waringin Sungsang C. Pandangan Hidup Berkeluarga BAB X. Nilai Warisan Luhur B. Pengaruh Mistik Gunung BAB VII. Menggapai Kebahagiaan Sejati F. Basis Intisari Keluarga C. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama E. Tradisi Labuhan E. Kidung Rumeksa Ing Wengi B. Tradisi Kenduri C. NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Laksana Mimi Lan Mintuna 5 . ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Kidung Bale Anyar D. Kebersamaan dalam Keluarga D.

Rumeksa Rahayuning Garwa F. Pasang Sumeh Jroning Ati G. Datan Sepi ing Pambudi DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI PENULIS 6 . Gemi Nastiti D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur E. Sigaraning Nyawa C.B.

Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi. bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang. puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. memasuh malaning bumi. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. nuting jaman kelakone. Seiring dengan perkembangan zaman. setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin.TEKS SAMPUL BELAKANG: Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis. ISBN 978-979-16061-1-0 7 . Dalam hal ini. Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran. nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun.

kemiskinan dan keresahan yang diderita oleh penduduk selama Perang Pasifik selama jaman Jepang.. Gerakan mistik dianggapnya 8 . at least part of the Abangan cultural awakening has been brough about by the vehement pursuit of organized Islam to push its views and ways of life upon the syncretism mojority of the Javanese population. yang sering dilakukan dengan cara-cara metafisik. munculnya gerakan-gerakan yang jumlahnya demikian besar. dan bahwa ”. Munculnya Gerakan Kebatinan Timbulnya ilmu kebatinan disebabkan karena sebagian besar orang Jawa mencari hakikat alam semesta. 1974: 83). penderitan luar biasa. menjadi sebab makin banyaknya timbul berbagai gerakan kebatinan di Jawa. demikian pula keadaan yang tidak menentu selama dasawarsa pertama setelah kemerdekaan. Bertambah cepatnya perubahan-perubahan sosial budaya yang telah terjadi selama jangka waktu masa peralihan.BAB I SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. (Selo Soemardjan. 1975: 3). Gerakan-gerakan kebatinan.. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan..” (Niels Mulder. merupakan suatu kesadaran akan kebudayan kejawen. dan selama jaman revolusi. Orang Jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungannya dan hati nurninya. khususnya yang ada di Yogyakarta..

Gerakan-gerakan moralistik dan etik yang berpokok pada pemurnian jiwa. Sartono Kartodirdjo telah membuat suatu ihktisar singkat tetapi sangat baik dan komprehensif mengenai gerakan-gerakan Ratu Adil di daerah pedesaan Jawa. gerakan mesianik di Jawa mempunyai tujuan praktis dan duniawi. dan 4). menurut analisa Sartono memiliki sifat-sifat yang serupa. Di dalam bukunya Protest Movements in Rural Java (1973: 64-65). Saya sendiri masih dapat menambahkan satu macam gerakan kebatinan lain.merupakan tema pokok dalam kebanyakan gerakan kebatinan di Jawa. Semua itu. Yang berpokok pada mistik 2). Gerakan mesianik muncul tidak untuk melarikan diri dari kenyataan hidup akan tetapi sifatnya yang sinkretis menyebabkan bahwa sukar untuk membedakan dengan jelas antara gerakan seperti itu dengan gerakangerakan keagamaan lainnya. Gerakan-gerakan yang berpokok pada praktek-praktek ilmu gaib dan ilmu dukun (Subagya. yaitu gerakan-gerakan Ratu Adil. kecuali jenis gerakan kebatinan yang berpokok pada teosofi akan kita bicarakan dalam alineaalinea berikut ini. Paling sedikit empat macam gerakan kebatinan di Jawa. serta tekanan-tekanan administratif yang dikenakan 9 . dan tidak didasari gagasan-gagasan mengenai kehidupan akhirat. Yang berpokok pada teosofi 3). Berbeda dengan banyak gerakan kebatinan lain. Kebanyakan dari ke-15 gerakan mesianik di Jawa yang terjadi dalam tiga abad terakhir. 1973:39-45). Hal itu tentu saja tidak benar. Banyak dari gerakan mesianik timbul dalam suatu suasana sosial budaya. di mana penduduk pedesaan tidak puas dengan eksploitasi ekonomi yang dilakukan terhadap mereka. yaitu : 1). Buku itu juga memuat ikhtisar dari studi-studi terdahulu mengenai gejala itu.

seorang pemimpin karismatik yang telah memiliki kekuatan gaib untuk dapat menyembuhkan dan yang dianggap telah menerima panggilan untuk melakukan gerakan mesianik. banyak dari gerakan cargo ini meledak menjadi gerakan-garakan yang menentang pemerintah. Seperti apa yang kita ketahui. Papua Nuigini dan Melanesia. 10 . mampu menghimpun suatu jumlah penganut yang lumayan banyaknya. yang terpengaruh oleh pendidikan Belanda dan kebudayaan masing. dan jaman edan. dan juga oleh para pegawai pemerintah setempat yang mendapat tekanan dari pemerintah kolonial. selama hampir satu setengah abad yang lalu.pada mereka oleh pemerintah kolonial setempat. maka keinginan utama. Dalam kebanyakan kasus gerakan mesianik. dan mengagung-agungkan kebudayaan dan tradisi nenek moyang itu. dan di mana rusaknya tradisi sebagai akibat dari perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat itu telah menyebabkan tidak puasnya mereka. atau harapan yang tetap dikobarkan dengan ritus-ritus dalam gerakan-gerakan mesianik Jawa itu adalah kebangkitan kembali dari kebudayaan tradisional nenek moyang dan didirikannya kembali suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu Adil. Sifat gerakan mesianik Jawa ini mirip dengan gerakan cargo yang terjadi di Irian Jaya. Sifat dari hampir semua gerakan mesianik Jawa pada umumnya adalah untuk berusaha kembali ke kebudayaan dan tradisi nenek moyang. yang anti kolonialisme. bencana alam. epidemi. Mereka yakin bahwa akan terjadi suatu bencana yang didahului oleh kelaparan. panen gagal. Karena tradisi seperti itu sering dianggap telah dilanggar oleh orang-orang yang berpikiran menurut jaman masa kini.

dan anti orang asing. 3). 2). dan telah menjadi pranata keramat yang resmi. Gerakan-gerakan puritan yang berpedoman kepada kembalinya suatu masyarakat keagamaan yang bersifat murni. Gerakan-gerakan yang berpedoman pada keyakinan mesianik. di bawah pimpinan seorang guru (mursyid) yang disegani. 11 . Dalam agama Islam mistik juga diakui. Orang-orang yang menganut aliran itu di Indonesia. Para ahli mistik Islam disebut sufi. biasanya menjadi anggota gerakan-gerakan mistik yang disebut tarekat. khususnya Jawa. 4). dan istilah sufisme yang menjadi terkenal dalam karangan-karangan mengenai studi Islam. Gerakan-gerakan seperti itu biasanya berpusat pada suatu pesantren tertentu. Gerakan-gerakan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan ilmu gaib dn ilmu dukun. dan keyakinan serta perilaku agama serta tradisi Islam. yang beranggotakan orang-orang santri. Orientasi Kehidupan Rohani Ada gerakan-gerakan yang berorientasi kepada kerohanian. dan hampir serupa dengan gerakan-gerakan kerohanian Kejawen gerakan-gerakan kerohanian santri ini dapat juga diklasifikasikan ke dalam: 1). berasal dari istilah itu. yang oleh penduduk di sekitarnya biasanya disebut kyai. dengan sebutan thasawuf. B. Gerakan yang titik beratnya pada mistik. Di Jawa gerakan-gerakan itu juga mulai melakukan kekerasan ketika para pemimpinnya berperan sebagai Ratu Adil dan memerintahkan perang jihad untuk menggulingkan pemerintah kolonial atau pemerintah daerah setempat.

1978: 76). Para pemimpin tarekat yang terkenal biasanya mempunyai riwayat hidup yang panjang mereka biasanya mulai belajar ilmu mistik pada guru-guru terkenal juga di berbagai pesantren atau tarekat. Priangan. Dengan demikian kita mengenal tarekat Qodariyyah. Di Pulau Jawa ada beberapa aliran mistik yang terpusat di beberapa daerah tertentu. tarekat Sazaliyyah dan lain-lain.Untuk menjadi seorang guru mistik. tarekat Wahidiyyah. mereka mulai mendirikan tarekat sendiri. Dengan ijazah itu ia dapat mendirikan pesantren atau tarekat baru. Aliran yang lain lebih banyak terdapat di Jawa Timur. 12 . yaitu di kota Kediri dan Pare. tetapi tarekat Shiddiqiyyah dan Wahidiyyah masih relatif muda. melainkan hanya merupakan pemimpin yang memilki kharisma. dan Pesisir Barat di Cirebon (Soebardi. Walaupun banyak yang benar-benar telah menjalani latihan untuk menjadi guru dan ahli mistik. Tarekat Syaththariyyah juga sudah tua umurnya. orang biasanya sudah menjalani latihan dalam sebuah pesantren atau dalam tarekat lain. banyak juga yang sebenarnya bukan guru yang sesungguhnya. Namun biasannya ia hanya meneruskan pesantren atau tarekat yang diwarisi dari ayahnya. dan telah mendapat suatu ijazah atau sertifikat. dan kemudian mengajar di berbagai pesantren dan sekolah tarekat. tarekat Siddiqiyyah. dan umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai Brantas. Kedua tarekat tersebut pertama adalah aliran-aliranya sudah masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-17 dan terutama berkembang di daerah Banten. tarekat Naqshabandiyyah. Baru setelah mereka merasa cukup pengalaman. tarekat Syaththariyyah. Suatu pesantren tarekat menganut aliran mistik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta orientasi pemimpinnya.

penganut dan pengikut pesantren tarekat itu dipuja-puja sebgai sesuatu pepundhen . dan diharuskan membaca zikir. karena biasanya pesantren tarekat tidak terorganisassi secara administratif. Namun. taat sepenuhnya kepada guru. dan telah menerima kekuasaan dari pemimpin mereka untuk mendirikan cabang-cabang di daerah-daerah tersebut. ilmu kalam (teologi). Seringkali rasa solidaritas para siswa. yang dibangun di halaman pesantren. para penganut. Zikir 13 . Hanya karisma pemimpin mereka yang tertinggi itulah yang merupakan pemersatu antara cabang-cabang dengan tarekat pusat. Makam ini oleh para siswa. Para siswa pesantren tarekat mendapat pelajaran dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. maka cabang-cabang yang dipimpin seorang badhal biasanya boleh dikata mempunyai sifat otonom. Pemimpin tarekat pusat mengumpulkan para wakilnya untuk berkumpul pada waktu-waktu tertentu untuk bersama-sama menjalani berbagai ritus tarekat yang utama. yang bahkan tidak dapat kita kategorikan sebagai santri. tetapi juga oleh penduduk desadesa sekelilingnya. yaitu ilmu fiqh (hukum Islam). tetapi mereka didik untuk menjalankan kewajiban agama dengan lebih ketat. dengan suatu pimpinan pusat. dan para pengikut suatu pesantren tarekat dibuat intensif dengan mengadakan ritus-ritus sekeliling makam tokoh–tokoh pemimpin legendaris dari tarekat itu. Sebagai wakil (badhal) mereka seringkali mendapat kekuasaan untuk mengambil sumpah dari para calon siswa tarekat cabang tersebut. dan ilmu tasawuf (ilmu mistik) seperti dalam sekolah-sekolah pesantren biasa. dan siap melayaninya setiap waktu. Mereka juga tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa.Seorang pemimpin tarekat yang terkenal mempunyai wakil-wakilnya yang taat kepadanya.

merupakan kegiatan keagamaan yang terpenting dalam suatu tarekat. atau mengunjungi makam pendiri tarekat yang bersangkutan. atau suatu kombinasi dari keduanya. Sewaktu melakukannya mereka harus mengunakan jubah sufi berwarna putih. Ahli filologi Soebardi. yang bergabung karena merasakan tekanan ekonomi yang terlalu berat. Para siswa serta para anggota dari suatu pesantren tarekat tidak selamanya harus tinggal di komplek pesantren. Seorang guru tarekat yang termasyhur kadang-kadang juga mempunyai banyak pengikut orang biasa. tetapi mereka diwajibkan untuk menjalankan kehidupan yang ketat dan berdisplin seperti para sufi yang memilih tinggal di pesantren. Mereka sering datang ke masjid untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. dan lebih banyak menjalankan puasa dari pada orang Islam lainnya. Banyak juga di antara mereka yang datang ke pesantren tarekat karena ingin mendapatkan ketenangan batin. Menurut para ahli yang telah mengamati berbagai pesantren tarekat berbeda dengan pesantren biasa. Kecuali itu mereka juga harus turut latihan zikir dengan ketat. atau zikir kapi. tetapi mungkin juga karena mereka merasa tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat yang mereka anggap telah bobrok itu. dilakukan sesuai dengan aliran mistik tarekat yang bersangkutan. tarekat juga mempunyai siswa serta penganut yang sudah lebih tua usianya. yaitu zikir jahar. dan bukan untuk mempelajari hukum atau teologi. melaporkan bahwa banyak pesantren 14 . yang telah lama meneliti beberapa gerakan tarekat dan sekolah tarekat di Jawa Barat dan daerah Cirebon di Jawa Tengah. dan jenis zikir yang dilakukan. menjauhi kebendaan. yang tak turut menjalankan latihan-latihan zikir. melakukan sholat.

walaupun mereka memang menentng pemerintah dan mengutuk agama-agama asing yang berkembang di sini. Sartono juga menyebutkan bahwa gerakan puritan Islam tidak melakukan kegiatan pemberontakan yang nyata.tarekat itu bersifat tertutup dan menyendiri. Gerakan-gerakan agama yang bersifat Islam puritan. dan menolak untuk menerima segala bentuk perubahan sosial budaya maupun penemuan baru. yang mungkin disebabkan karena 15 . yang didirikan pada petengahan abad ke-19 oleh Haji Mohammad Rifangi dari desa Kalisalak. 1978: 130). menghendaki kembalinya agama Islam kepada pelajarannya yang asli. Bedanya. Para anggotanya umumnya sangat mencurigai orang luar. Juga gerakan Imam Mahdi mempunyai potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan pemberontakan. yang seperti apa telah terbukti dalam sejarah. Hubungan antara pemimpin dari suatu gerakan Islam santri dengan para pengikutnya itu dalam banyak hal mirip dengan hubungan antara pemimpin suatu pesantren tarekat dengan para pengikutnya. seringkali merupakan sumber kegitan pemberontakan. Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo yang meneliti sejarah gerakan ini (1973: 118127) melaporkan bahwa para penganut gerakan itu sekarang. Masih ada di Pekalongan dan daerah Bagelen. dalam gerakan Islam santri yang puritan itu upacara zikir tidak ada. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip gerakan tarekat. Salah satu gerakan puritan yang ada adalah Sekte Budiah. Tetapi para pengamat pesantren tarekat juga melaporkan bahwa banyak pesantren tarekat lain yang bersifat lebih terbuka terhadap pegaruh-pengaruh jaman baru (Soebardi.

sifat dari gerakan mesianik. Peranan Pemuka Adat Peranan Pemuka Adat sangat berpengaruh pada kehidupan orang Jawa. misalnya saja kehadiran para dhukun. atau perang sabil. gerakan mesianik dengan mudah sekali dapat membangkitkan apara penganutnya untuk melakukan perang jihad. Kata dhukun mempunyai arti yang sangat luas. yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran orang akan datangnya seorang Ratu Adil. ilmu gaib dan ilmu sihir. Sebutan dhukun bahkan tidak hanya untuk orang yang melakukan aktifitas ilmu gaib saja. perampokan. Ilmu gaib memang merupakan unsur yang sangat penting dalam kebudayaan petani maupun kebudayaan priyayi. Dalam usaha menghidupkan kembali suatu masyarakat tradisional atau mengembalikan agama kepada bentuknya yang asli. melainkan juga untuk orang yang 16 . C. tetapi juga orang yang menjalankan praktek penyembuhan tradisional. Bukan hanya orang yang ahli dalam ilmu petangan saja yang mendapat sebutan seperti itu. dapat dimengerti bahwa upacara dan tindakantindakan ilmu gaib malahan banyak sekali digunakan. intimidasi dan cara-cara kriminal lainnya. Adanya gerakan-gerakan yang juga memberontak terhadap kekuasaan yang ada dengan dasar melakukan jihad. tetapi ia juga menyebutkan berbagai gerakan yang mirip. tetapi dengan menggunakan teror. Lagi pula. Ia membuat suatu pelukisan dari sejarah dari suatu gerkan semacam itu yang ada di daerah Priangan dan Banten dalam tahun-tahun sekitar 1920. yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Para dhukun yang melakukan ilmu gaib produktif sering kali termasuk golongan sosial yang dihormati dan disegani dalam masyarakat mereka. dhukun calak mengetahui dengan tepat upacara adat apa yang harus dilakukan berhubungan dengan khitanan. yaitu seorang dhukun bayi. atau ahli merias pengantin yaitu dhukun paes. Seperti pada upacara bersih dhusun. dan mereka sering kali diminta untuk mencegah suatu bencana yang diduga akan datang.ahli dalam membantu wanita pada waktu melahirkan. Seorang dhukun bayi tahu semua upacara adat yang harus dilakukan pada waktu seorang bayi dilahirkan. dan biasanya melaksanakan tugas mereka pada upacara umum. Dhukun seperti ini tidak merupakan ahli 17 . Sebutan dhukun mungkin mereka peroleh karena mereka dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai upacara adat yang berhubungan dengan peritiwa bersangkutan. dhukun pijet mempunyai pengetahuan yang luas mengenai jamujamu tradisional yang dipakai untuk memulihkan tenaga. ahli pijat yang disebut dukun pijet. dan bahkan untuk mencarikan benda-benda atau orang yang hilang. ahli sunat yang dinamakan dhukun calak. Beberapa di antara mereka dianggap mampu mendatangkan hujan. atau mereka kerap kali juga minta untuk melakukan berbagai upacara yang berkenaan dengan pertanian. Berbagai macam dhukun yang dikenal oleh orang Jawa dapat kita bagi ke dalam empat kategori berdasarkan keempat jenis tindakan ilmu gaib yang telah kita sebutkan di atas. demikian juga seorang dukun paes mengetahui segala seluk beluk yang berhubungan dengan upacara dan persyaratan upacara adat serta slametan sekitar pernikahan.

dalang dan sebaginya. 18 . Para dukun ilmu hitam biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik. Mereka merupakan suatu kategori khusus dalam suatu masyarakat: orang-orang yang mempunyai maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dhukun tenung. atau oleh para pedagang yang ingin mengatahui pada hari apa mereka sebaiknya mengadakan perjalanan untuk melakukan transaksi usaha dagang mereka. tetapi juga oleh seorang kepala polisi yang ingin mengetahui tempat disembunyikannya barang-barang curian warga. Namun adakalanya orang biasa pun ingin agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan. yaitu para dukun petangan tersebut di atas. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib agresif atau destruktif adalah para dhukun sihir atau dhukun tenung. tetapi pekerjaan mereka sehari-hari biasanya adalah sebagai tukang. Akhirnya ada segolongan dukun yang ahli dalam hal meramal dan dalam hal menghitung-hitung tanggal dan hari yang baik. dan para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak melakukan ilmu hitam. pandai besi. seperti misalnya penjahat. dan untuk tujuan itu mereka pergi ke seorang dukun sihir. Jasa-jasa mereka tidak hanya diperlukan oleh para petani yang ingin mengetahui saat yang paling baik untuk memulai menanam benih padi.dalam hal menyembuhkan orang. atau oleh orang-orang yang minta dicarikan hari yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anaknya.

yang memang dimanfaatkan oleh orang Jawa untuk berbagai tujuan. dengan memperhatikan kelima hari pasaran. Pengetahuan Astrologi Tradisional Dalam ilmu gaib Jawa ada dukun yang memiliki kepandaian yang khusus. ilmu meramal penting dan banyak sekali digunakan dalam ilmu gaib dan ilmu meramal adalah ilmu petangan (Koentjaraningrat. yaitu yang terdiri dari lima pasar (pancawara). Seperti telah kita lihat di atas. Seperti kita lihat dalam buku-buku pegangan mengenai ilmu gaib dan ilmu meramal. yang terdiri dari enam hari (sadwara). meramal dengan mengamati arah terbang dan suara burung (ornithomancy) dll. orang Jawa juga mengenal paling sedikit tiga jenis pekan.D. meramal dengan perhitungan berdasarkan letak tulang belulang yang disebarkan berserakan (astragolomancy). ahli-ahli peramal Jawa harus mempelajari berbagai teknik meramal yang bersifat universal. kelima hari pasar mempunyai tempatnya sendiri di dalam kelima kategori yang ditentukan oleh sitem klasifikasi prelogik orang Jawa. 1986: 214). dan yang terdiri dari tujuh hari 19 . yaitu dalam buku-buku Primbon. dan alam semesta manusia. yang konon merupakan kesatuan waktu Austrenesia Kuno. meramal dengan menghitung jatuhnya usus ayam yang ditaburkan (haruspication). seperti misalnya meramal dengan menghitung hubungan antar bintang (astromancy). tanggal-tanggal penting yang ditentukan pada sistem-sistem penanggalan yang ada. dan karena itu merupakan perantara antara tanggal-tanggal pada berbagai penanggalan. Kecuali meramal. yaitu sebagai peramal (dhukun petangan). Petangan adalah cara menghitung saat-saat serta tanggal-tanggal yang baik. Kecuali membagi waktunya dalam kesatuan waktu siang dan malam.

orang Jawa juga menganggap selapan sebagi kesatuan waktu. Orang Jawa masih menggunakan penanggalan Hindu–Jawa yang kuno. di mana bulan yang ke-12 juga terdiri dari 30 hari. seorang ahli ilmu petangan harus memperhitungkan dan membuat perhitungan berdasarkan berbagai sistem kalender yang ada. empat dan delapan tahun dalam setiap windu. tetapi ia juga harus berusaha mengetahui posisi dari dewa-dewa dan mahluk-mahluk gaib lainnya di berbagai penjuru mata angin pada tanggal tertentu. Kecuali windu. dan yang genap 29 hari. Penanggalan Islam Jawa yang berdasarkan peredaran bulan terdiri dari 12 bulan. Untuk menentukan hari-hari dan tanggal-tanggal yang baik untuk melakukan pekerjaanya penting dalam kehidupan seseorang. karena mereka yakin bahwa periaku masnuia danberhasiltidaknya manusia dalam menjalankan sesuatu ditentukan oleh konstelasi para dewa dan mahluk gaib. Sistem yang terkhir ini mungkin pengaruh Austronesia. yang terdiri dari 35 hari. menikah. atau untuk dapat mujur dalam berjudi. kecuali dalam tahun yang ke-12. dan arah gerak dari dewa-dewa serta mahluk-mahluk gaib itu. seperti misalnya bepergian jauh. Bulan-bulan yang ganjil terdiri dari 30 hari.(saptawara). untuk berbagai tujuan tertentu. Kehadiran dan arah gerak mereka tentu sangat penting dan besar pengaruhnya terhadapp manusia. yang berselisih 78 tahun dengan penanggalan Nasrani. 20 . Tahun-tahun kabisat dalam penanggalan Muslim-Jawa ini terjadi setiap dua. dan wiku yang terdiri dari 30 pekan tujuh hari (jadi 210 hari). juga digunakan. dan berdasarkan angka-angka keramat (neptu) yang ada dalam tiap penanggalan itu.

yang hidup bergaul dengan warga desa lainnya. masih memerlukan seorang dhukun petangan paling sedikit sekali dalam hidupnya. Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat. dan tentu saja juga mempelajari buku-buku primbon. Untuk menjadi dukun tentu tidak ada sekolah formal. serta yang dapat berperan sebagai medium dan sebagainya. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dhukun. tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar. Dengan demikian ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya.Sampai sekarang pun hampir semua orang Jawa. Para dukun. Para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu dari seorang dukun. yang biasanya adalah orang tua mereka sendiri. mereka yang ingin 21 . termasuk mereka yang melakukan praktek ilmu hitam. orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritus-ritus untuk menyembuhkan dan ritus-ritus ilmu gaib. Kecuali mampu meramal masa depan dan mengobati orang sakit. Dalam kebudayaan Jawa orang memang belum dapat mengabaikan kehadiran seorang dhukun petangan. juga yang hidupnya sudah sangat terpengaruh oleh gaya hidup masa kini. peramalan. menuntut suatu kemampuan yang khusus. yaitu keahlianya diangap sudah ada dalam diri seorang dukun. Namun jelas bahwa aktifitas sebagai dukun yang berhubungan dengan penyembuhan. menghafal mantera-mantra. yaitu apabila ia harus menentukan tanggal untuk merayakan pernikahannya. ia juga harus mengetahui khasiat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. dalam kehidupan sehari-hari biasanya adalah orang biasa.

Baik pria maupun wanita dapat menjadi dukun. seorang dukun bayi dan seorang dukun yang bertindak sebagai medium adalah selalu wanita. Sebaliknya. dan ada anak-anak gadis yang menjadi dukun prewangan. membuatnya terkenal.memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku usada dan sebagainya. Walaupun demikian upacara umum yang bersifat religio magic selalu dilakukan oleh seorang dukun pria. ucapan mantra-mantra dan memberikan jamu tradisional. 22 . bersamadi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya. Tetapi ada kalanya kita juga melihat dukun yang masih kanak-kanak. Demikian khitanan selalu dilakukan seorang dukun pria. tetapi yang terpenting adalah kondisi dari para pelakunya sendiri. yang dapat mengundang roh ke dalam tubuhnya. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu. yang konon memiliki kemampuan untuk mengobati dan meramal. Karena itu orang yang menjadi dukun sering menjalankan puasa. Dukun pijat kadang-kadang pria kadang-kadang wanita. Geertz agaknya benar bila ia mengatakan bahwa para dukun ilmu gaib Jawa menggunakan teknik-teknik ilmu gaib. Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. Seorang yang menjadi dukun pada umumnya adalah orang dewasa yang sudah setengah tua. Orang Jawa sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh seorang dukun hanya dapat diperoleh dengan melakukan disiplin yang ketat dan bertapa.

Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan. dalang. guru agama dan pegawai pemerintah daerah. dan buku-buku usada untuk cara-cara pengobatan. bahkan banyak yang termasuk orang-orang yang disegani di desa. ilmu gaib (ngelmi) dan tenung pada orang Jawa merupakan sub sistem dari religi. yang kendatipun kadang-kadang melakukan praktek perdukunan. karena mengenai manusia yang berhubungan dengan kekuatan–kekuatan supranatural. Tetapi ada kalanya mereka juga menggunakan buku-buku Primbon untuk menghitung petungan. E. ia dapat dibedakan dari religi. sering kali bekerja sebagai pegawai negeri sehingga dapat dimasukkan ke dalam kategori orang priyayi. Mereka pada umumnya tidak tergolong yang paling miskin. Orang yang melakukan praktek ilmu gaib berusaha mencapai suatu tujuan dengan cara 23 . karena dari orang yang melakukannya diperlukan sikap yang berbeda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan gaib. Bekerja sebagai dukun merupakan pekerjaan mereka yang kedua. dan mereka ini dinamakan dukun santri. Di kota-kota pun banyak dukun.Dalam masyarakat Jawa dukun tidak merupakan suatu kelas sosial tersendiri. yang pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai tukang pandai besi. Mereka pada umumnya melakukan praktik sebagai dukun penyembuh penyakit. dan karena itu dianggap keramat. Akhirnya ada dukun yang lebih banyak berorientasi kepada agama Islam. untuk mana mereka banyak menggunakan ayat-ayat suci dan mantra-mantra dalam bahasa arab untuk kegiatan mereka. dan karena itu termasuk golongan sosial petani dan tiyang alit. Orang Jawa menganggap ngelmi itu bagian dari religi. Walaupun demikian. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib Seperti pada banyak kebudayaan di dunia.

Berdasarkan sistem ini berbagai hal yang terdapat dalam lingkungan alam serta kehidupan sosial budaya seseorang. Dalam menjalankan aktifitas itu ia mengucapkan mantramantra di mana ia mengutarakan kehendaknya (gadhah pikajeng). Untuk berhubungan dengan alam semesta dan lingkungannya itu seseorang yang melakukan upacara gaib oleh karena itu berpegangan pada suatu sistem klasifikasi simbolik yang dimilikinya berdasarkan asas-asas “pikiran asosiasi prelogik”. dewadewa. Mauss bahwa pikiran prelogik manusia pada awal perkembangan kebudayaannya membayangkan bagian-bagian dari masyarakatnya sebagai dasar suatu kerangka berpikir. atau sistem klasifikasi prelogik. diklasifikasikan menjadi lima kategori pokok. hari-hari pasar. keselamatan. di dalam 24 . keadaan perasaan orang. mendasarkan diri kepada suatu hipotesa yang diajukan ole E. yaitu dengan menganggap bahwa ia dapat memanipulasi dan mengendalikan berbagai kekuatan gaib. orang yang melakukan suatu upacara religi menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada mahluk-mahluk gaib yang lain. Seorang ahli hukum Van Ossenbruggen. dan berdoa agar permintaannya bisa terkabul (nyenyuwun). pekerjaan. makanan dan minuman. mahluk-mahluk halus dan sebagainya. seperti misalnya bagian-bagian tubuh. orang Jawa. sifat-sifat kepribadian seseorang. Berbagai sistem keyakinan orang Jawa mengandung konsep mengenai hubungan jalin menjalin antara segala unsur serta aspek alam semesta ini dan antara lingkungan sosial serta spiritual manusia. Durkheim dan M.aktif. adalah orang yang pertama yang menyinggung mengenai “sistem klasifikasi primitif”. planet-planet dan benda-benda ruang angkasa lain. Sebaliknya. Van Ossenbruggen.

dan wanita dianggap mahluk paling lemah (liyu). dan saling tumpang tindih. yang disebabkan karena persamaan bentuknya. dan emas dua (praos) berkaitan. yakin bahwa sebuah nasi tumpeng dan sebuah gunung mempunyai kaitan yang mendalam. yang dipengaruhi oleh asas-asas pikiran asosiasi prelogik. Kelima bagian itu memang merupakan kelima ketegori pokok tersebut di atas. yang terjadi di tempat yang sama. Klasifikasi itu sendiri sudah dengan sendirinya terpahat di dalam jiwanya. berurutan. Hal ini menyebabkan bahwa orang yang menyangka ada suatu kaitan yang erat antara gejala-gejala yang seringkali berbeda sama sekali dalam prinsip dan fungsinya. yang terjadi bersamaan. Pedagangpedagang wanita Jawa acap kali memakai rambut palsu (cemara) untuk menarik pembeli. tetapi yang kebetulan mirip dalam hal bentuk atau warnanya. atau yang disebut dengan istilah–istilah yang mirip bunyinya. ke dalam mana alam semesta orang Jawa diklasifikasikan. kebiasaan yang merupakan bagian dari tindakan ilmu gaib itu didasari 25 . karena persamaan warnanya juga saling berkaitan.mana harus diklasifikasikan semua konsep yang dikenalnya dan semua gejala yang ada dalam lingkungannya. Ia juga percaya bahwa katak dapat mengakibatkan hujan. bahwa padi sudah masak kekuning-kuningan. karena dapur merupakan tempat para wanita. Orang Jawa membagi masyarakatnya ke dalam lima bagian yang ditentukan oleh keempat arah mata angin dan titik pusatnya. Orang Jawa yang condong untuk percaya kepada ilmu gaib juga yakin bahwa dapur adalah bagian rumah yang paling lemah. Orang Jawa yang sedang melakukan tindakan ilmu gaib. misalnya.

dalam jimat. yang istilah sebutnya hampir sama bunyinya (cemara dan mara). dalam barang-barang keramat serta pusaka. Kekuatan-kekuatan lain yang pada dasarnya bersifat buruk dan jahat adalah misalnya guntur dan teluh braja (kekuatan jahat). melalui ujaran yang mempunyai sifat gaib. japa mantra. Banyak tindakan ilmu gaib Jawa juga ditentukan oleh keyakinan tentang adanya suatu kekuatan sakti (kesakten) yang seperti apa yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu tindakan meniru sesuatu keadaan konon dapat memaksa agar keadaan itu benarbenar terjadi. mempunyai kaitan yang terselubung. dalam tubuh binatang. dan ndaru. seperti suara. Menurut keyakinan orang Jawa. dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat atau yang aneh rupa atau bentunya. tetapi ada juga beberapa jenis kekuatan energi yang bersifat baik. ada dalam bagian-bagian tertentu dari tubuh. Orang Jawa juga yakin bahwa tidak hanya kekuatan gaib saja 26 .keyakinan bahwa cemaranya akan membuat para pembeli itu datang kepadanya (mara). Kekuatan sakti juga dianggap dapat dipancarkan oleh kekuatan suara. wahyu. Upacara-upacara ilmu gaib yang menggunakan keyakinan seperti itu sering kali disebut ilmu gaib imitatif dan orang Jawa memang sering kali mengunakan ilmu gaib seperti itu. dan benda-benda lain yang tidak lumrah. kekuatan sakti dapat mempunyai aspek baik dan buruk. seperti misalnya pulung. Mekanisme pikiran yang berasaskan pikiran asosiasi prelogik juga menyebabkan bahwa banyak orang Jawa yang buta huruf yakin bahwa tindakantindakan yang hampir serupa mempunyai kaitan sebab-akibat. dan juga dapat ditimbulkan karena suara kutukan (sepata). Di sini terlihat bahwa dua gejala berbeda.

kalender Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. bahwa permulaan adalah saat Raja Sariwahana Ajisaka naik tahta di India. Kalender Saka Kalender Saka merupakan warisan jaman Hindu-Budha yang kemudian diganti dengan kalender Jawa atau kalender Sultan Agung yang berlaku sampai sekarang. Oleh karena itu perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama. BAB II PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Adapula yang mengabarkan. padahal amat berbeda. dua–duanya berdasarkan 27 . dengan keterangannya. Tahun Masehi dan tahun Saka. Kalender yang tahunnya disebut Saka. Permulaan kalender itu konon pada saat mendaratnya Ajisaka di pulau Jawa. dimulai pada tanggal 15 Maret tahun Masehi 78. bahwa kalender Jawa sama dengan kalender Saka. Banyak orang dan banyak kalender yang beredar membuat kesalahan.yang dapat dimanipulasikan dan dikendalikan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan cara gaib. tetapi juga mahluk-mahluk gaib. Aji saka adalah tokoh mitologi yang konon mencipta abjad huruf Jawa: ha na ca ra ka.

Sebelum bangsa Hindu datang. Posya (12 Juli (13 Agustus -12 Agustus) -10 September) 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari 29 hari 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari (11 September. orang Jawa sudah memiliki kalender sendiri yang kita kenal sekarang sebagai Petangan Jawi. Magha 8. padangan dan lain-lainnya. Jyesta (12 Mei 28 . 1. yaitu perhitungan Pranata Mangsa dengan rangkaiannya berupa bermacam-macam petangan seperti wuku. Cetra (11 Januari (12 Februari (12 Maret -11 Februari) -11 Maret) -11 April) -11 Mei) -12 Juni) 10. Kedua. Kartika 5. berikut ini penjelasan tentang kalender Saka dan Pranata Mangsa. Ketiga. Bhadra 3.perhitungan solair yaitu mengikuti perjalanan bumi mengitari matahari. padewan. 1995).11 Oktober) (12 Oktober -100 November) (1 November -12 Desember) 6. Phalguna 9. peringkelan. Asuji 4. Kalender Saka membagi satu tahun dalam 12 bulan dan Pranata Mangsa membagi satu tahun dalam 12 mangsa (Kamajaya. Dalam bahasa Arab disebut Syamsiyah. Srawana 2. Nama-nama bulan dan umurnya. Margasira (13 Desember -10 Januari) 7. Wasekha (12 April 11. Sistem Pranata Mangsa itu adalah solair (Syamsiyah) seperti halnya kalender Saka dan Masehi.

28 Februari) 9. Kapitu (Palguna): (22 Desember. orang menunggu saat dimulainya mangsa yang pertama (Kasa atau Kartika). Kanem (Naya): (9 November. Sadha (Asuji): (12 Mei.12. Masa menunggu itu 29 .18 April) 11. Kawolu (Wasika): (3 Februari. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. yaitu pada tanggal 22 Juni.21 Desember) 7. Kasapuluh (Srawana): (26 maret.21 Juni) 43 hari 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Kalender Pranata Mangsa sudah dimiliki orang Jawa sebelum bangsa Hindu datang di Pulau Jawa. Asadha (13 Juni -11 Juli) 29 hari B. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 27 hari 6. Pranata Mangsa Nama-nama mangsa dan umurnya: 1. 1995: 43). Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 5.25 Maret) 10.11 Mei) 12. Pada mulanya Pranata Mangsa hanya memiliki 10 mangsa sesudah mangsa kesepuluh tanggal 18 April.22 Februari) 8. Kasanga(Jita): (1 Maret. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Kalender atau perhitungan Pranata Mangsa itu dapat dikatakan kalendernya kaum tani yang memanfaatkannya sebagai pedoman bekerja (Kamajaya. Dhesta (Padrawana): (19 April. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4.

Pancaran pengaruh kuat kedua dewa ini terhadap alam diibaratkan sebagai Sotya murca ing embanan. Kecuali untuk pedoman kaum tani. mutiara. Mangsa Kasa. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Senin Kliwon. Kalender Saka berjalan bersama Pranata Mangsa. 26. namun pembakuannya baru diadakan pada waktu yang memerintah kerajaan Surakarta Sri Paku Buwana VII. 16. Semua ini diharapkan bisa mencegah atau menutupi kelemahan kelompok ini yang lemah pada lever dan pencernaannya. hijau. 10. Musimnya jatuh musim kemarau. Mata Kucing. Meskipun Pranata Mangsa sudah berlaku sejak dahulu milik orang Jawa. Warna serasi bagi kelompok ini kuning. Kadang mangsa ini disebut pula mangsa Kaso yang berawal 23 Juni sampai 2 Agustus. Mangsa ini dalam pengaruh kuat Batara Antaboga dan Nagagini. Lambang bunganya Melati. coklat dan merah anggur. jamrud. Kristal dan Biduri Bulan.cukup lama sehingga akhirnya ditetapkan mangsa yang kesebelas (Destha atau Padrawana) dan mangsa kedua belas (Sadha atau Asuji). dan Gardena. kecuali tanggal Jawa 1. Batu mulia yang memiliki efek baik bagi kelompok masyarakat Kasa adalah Aquamarine. biru. yaitu tepatnya tahun 1855 masehi. Pranata mangsa pun merupakan perhitungan yang membawakan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan-perhitungan Jawa lain-lainnya. Artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya. Hari baik: Semua hari pada bulan Jumadilawal baik. 5. 30 . Maka genaplah satu tahun menjadi 12 mangsa dan dimulainya hari pertama mangsa kesatu pada 22 Juni. 11. Sedap Malam.

14. Cornelian. Sementara untuk batu mulia yang sesuai untuk orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Giok. Pengaruh ini begitu kuat sehingga diibaratkan seperti Bantala Rengka atau tanah retak. Mangsa katelu ini candranya Suta manut ing bapa atau ‘anak patuh pada ayah’. 22. Mangsa Katelu dengan candra Suta manut ing bapa. 11. Bunga yang menjadi kegemaran mangsa ini adalah Sedap Malam. Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya. Semua itu diharapkan untuk menutupi kelemahan kalangan Karo. Berlangsung 3 Agustus hingga 25 Agustus. dan sakit perut. Yasper. Tourmalin berpengaruh kepada si pemakai sebagai penolak rasa takut. Ini berkat pengaruh kedua pasangan serasi batara-batari yang menjadi simbol asmara itu. 28 dengan hari naas atau tali Wangke Kamis Pon. Artinya anak patuh pada ayahnya. kecuali tanggal 2. Ruby. 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. Topas dan Tourmalin. pencernaan. Ruby berdaya menolak impotensi. Lapis Lazuli. Batu-batu ini untuk menolak sakit mata. Warna ideal bagi mangsa ini adalah kuning dan hijau. Melati dan Anggrek. Mangsa Ketiga atau Katelu berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. 18. kecuali tanggal 4. 31 . 12. Hari baik: Untuk Rejeb semua hari baik. Dalam pengaruh kuat Batara Sakri. Berlian untuk penolak ilmu sihir. 13. 12. 13.Mangsa Karo. Batu mulia yang selaras dengan kelompok Karo adalah Berlian. menambah kekuatan tubuh. Topas diyakini menyembuhkan penyakit dada. penawar sakit paru-paru. Pengaruh kuat Batara Sakri mempengaruhi alam dan manusia. Hari baik: Untuk bulan Jumadilakir semua hari baik. Musimnya musim kemarau. 26. 14. keracunan. 19.

Candra yang tersirat adalah Rasa mulia kasucian. Warna ideal bagi kelompok ini adalah merah. Ada pula yang mengatakan ‘Genthong Pecah’. 17. atau Tali Wangke Jumat Wage. Mangsa Kalima memiliki candra: Pancuran emas sumawur ing jagad. Hari baik: Semua hari untuk bulan Ruwah adalah baik kecuali tanggal yang ditetapkan berdasar perhitungan naga yaitu tanggal 2. 9. Sedap Malam dan Ceplok Piring. Merjan atau Coraal yang membebaskan diri dari flu berat serta Mirah yang menolak infeksi. 10. 20. Mangsa Kapat ini banyak terpengaruh oleh Wisnu yang berorbit 25 hari sejak 19 September sampai 13 Oktober. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan meningkatkan daya pikir. Sebab kemurahan Tuhan 32 . 24. Batu mulia yang sesuai dengan kelompok mangsa ini adalah Topas. Warna ideal untuk kelompok ini biru dan merah anggur.Mangsa Kapat memiliki candra Waspa kumembeng jroning kalbu. terletak di belahan langit Selatan. 25 dengan hari naas. sebagai ibarat bahwa rasa ini akan muncul jikalau orang berbuat baik. Artinya hati sedih. 10. Sementara bunga idamannya adalah Wijaya Kusuma dan Gradiol. Hari baik: Semua hari pada bulan Rejeb baik. Sementara Aquamarine untuk penyembuhan sakit lever dan tenaga kurang. sementara bunga idamannya Melati. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan sakit dada dan terbakar. 21. Anggrek. 27. Mangsa Kanem berorbit 43 hari sejak 10 November – 22 Desember. kecuali tanggal 7. Sementara batu mulia yang sesuai dengan orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Opal. Mangsa Kanem bercandra: Rasa mulia kasucian. dengan Tali Wangke atau hari naas pada Sabtu Kliwon. Berlian yang diharapkan menetramkan pikiran. 15.

yang mampu menentramkan pikiran. tanggal 4/5 Februari sampai dengan 1 Maret. 27 dengan Tali Wangke Sabtu Kliwon. Semua tanggal baik kecuali untuk bulan Pasa tanggal 7. Topas berkhasiat mneyembuhkan penyakit reumatik. 10. 24. 20. Semua hari baik pada Syawal Mangsa Kapitu kecuali: Tanggal 2. keletihan. Padang pertanian menghijau menentramkan hati. Mangsa kapitu lamanya 43 hari dari tanggal 23 Desember – 3 Februari. Batu Giok yang berkhasiat mencegah penyakit pinggang. 10. oleh karena itu diberi candra: Wisa kentas ing maruta. Mangsa Kawolu atau Masa Surya VIII memiliki candra: Anjrah jroning kayun. Banyak penyakit menular. hitam. Mangsa Kapitu memiliki candra: Wisa kentas ing maruta. musim timbulnya banyak penyakit. 20. menentramkan. sakit mata dan gangguan pada pencernaan. 25. merah darah dan biru langit. maka keluarlah candra Anjrah jroning kayun. merah jingga dan kuning terang. 8. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Jumat Wage. Batu Nilam (Carbuncle). Bertiupnya angin mengandung bisa. Pirus berguna mengatasi bahaya ilmu hitam. Masa baik untuk mengerjakan atau 33 . Warna ideal yang sesuai untuk wuku dan mangsa ini adalah biru laut. Batu mulia yang sesuai untuk yang lahir pada mangsa Kanem adalah Berlian.diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Warna ideal untuk mangsa ini adalah hijau. Mangsa kawolu lamanya 27 hari. 21. yang berhkasiat menyembuhkan impotensi dan menolak penyakit infeksi. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa Kapitu adalah Black Onyx yang mampu mengusir makhluk jahat. Selain indah. Ruby. berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks. hijau tua.

Mangsa ini berpengaruh besar terhadap kehidupan terutama putaran cakra panggilingan. 14. dan 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. tersiarnya kabar gembira. batu mulia ini 34 . Batu mulia yang sesuai untuk mangsa kasanga adalah Safir Biru yang dipercaya melindungi mata. sakit panas. dengan Tali Wangke Selasa Wage. Mangsa kasanga memiliki lama orbit 25 hari antara tanggal 2 Maret sampai 26 Maret. lama berjalan 24 hari di dalam pengaruh kuat Resi Bisma. artinya Pintu gerbang tertutup dalam hati. Gedhong minep jroning kayun. keracunan. Pada saat itu Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke mayapada. kecuali tanggal 1. Dengan sinar ungunya. 10. Mangsa Kasedasa dengan Candra.mendirikan sesuatu. 24. Tidak mau mengalah. Begitu pula nasib manusia silih berganti. 18. yang mendatangkan rasa kasih. Mangsa ini adalah akhir bulan Februari hingga 15 Maret. Disebut pula mangsa Mareng. Batu mulia yang sesuai untuk weton mangsa kasadasa adalah Amethyst. ada susah kembali ke bahagia lagi. Bulan Besar masuk dalam Pranata mangsa Kasanga: Wedharing wacana mulia. 23. 6. Kemudian Jamrud yang dipercaya bisa mencegah sakit kepala. Semua hari Besar dalam catatan horoskop Jawa baik. 12. pemberani. wataknya teguh. 20. 13. Musim ini tercandra dengan Wedharing wacana mulia. lantaran memiliki jiwa militer yang disiplin dan tegas. 25. 13. Semua hari baik untuk bulan Sura ini kecuali tanggal 6. 21. 17. Mangsa Kasanga. 11. Semua hari baik dengan kekecualian Dulkangidah tanggal 2. Amethyst. 28 dengan Tali Wangsa (Naas) Senin Kliwon. ada senang. 11. penyakit menular. 13. 6. atau Kecubung. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa ini adalah Safir Biru yang diharapkan bisa menolak berbagai penyakit kulit.

Penjabaran candra menggambarkan mangsa Dhesta adalah Sotya sinarawadi yang artinya permata hati. Mangsa Saddha. yang dipercaya mencegah penyakit liver. Mangsa ini terpengaruh kuat oleh Batari Sri dan Batara Sadana. 23. pencernaan dan lemah badan. 8.diharapkan mampu memberi semangat kepemimpinan kepada yang memakainya. dan pencernaan. Hari baik: Untuk bulan Sapar semua hari baik kecuali 1. Untuk Bulan Mulud semua hari baik kecuali tanggal 1. Batu mulia yang sesuai untuk kelompok masyarakat Dhesta Jamrud atau Emerald yang diyakini bisa melindungi kepala dari penyakit. 20. Mangsa dhesta atau ke sebelas ini berlangsung dari 20 April sampai 12 Mei. Penuh kasih sayang dan kegembiraan. Mangsa ini berlangsung antara 13 Mei sampai 22 Juni. Kadang berwarna hijau kadang biru yang dipercaya mencegah sakit lever. 12. 3. 13. 20. Selain itu juga Pirus Biru yang dianggap berkhasiat mencegah pengaruh rejeki besar dan mendapat kemuliaan dari tenaga ghaib. Peristiwa mangsa ini candranya Tirta sot saka sasana yang artinya adalah Air lenyap dari tempatnya. Mangsa Dhesta. yang berorbit 41 hari. Kemudian Safir Biru atau Blue Safir yang sangat dipercaya menolak racun dan melindungi mata. 10. Mangsa ini memiliki candra Sotya Sinarawadi yang berarti permata hati dengan pengaruh kuat Batara Yamadipati. dengan Tali Wangke Jumat Wage. 22 dengan Tali Wangke Kamis Pon. Bila tak ada Amethyst bisa pula Aquamarine atau sinar laut hijau yang mengesankan rasa damai dan agung. 15. Di samping batu mulia ini baik untuk mencegah racun dan sakit jantung. 35 . Batu mulia yang selaras dengan kelompok masyarakat Saddha adalah Aquamarine atau Batu Sinar Laut Hijau. Baik pula mengenakan intan yang menjauhkan diri dari ilmu hitam.

25. padahal dasar perhitungannya sama sekali berlainan (Asdi. sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem lunair (Komariyah). Kalender Saka mengikuti sistem Solar (Syamsiyah). Kebijakan Sultan Agung itu terpuji sebagai tindakan seorang muslim dengan kemahirannya yang tinggi dalam ilmu falak. 28 dengan hari naas atau Tali wangke Sabtu Kliwon. Kalender Sultan Agung adalah suatu karya raksasa. tepat pula dengan tanggal 8 Juli 1633. Harinya. Dengan mengubah kalender Saka menjadi kalender Jawa yang berdasarkan sistem Komariyah seperti kalender Hijriyah (kalender Islam). 15. perjalanan bumi mengitari matahari. tetapi didorong pula oleh kepentingan politiknya. tepat pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriyah. Sultan 36 . C. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1955. Jum’at Legi. karya besar. 16. Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. Pada saat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertahta. 1990: 36). Tindakan Sultan Agung itu tidak hanya didorong oleh maksud memeprluas pengaruh agaam Islam. yaitu perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. Kalender Sultan Agungan Kalender yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu dengan nama tahunnya Saka (kalender Saka) dipakai oleh orang Jawa sampai tahun 1633 M. Raja Mataram yang terkenal patuh beragama Islam itu merubah kalender di Jawa secara Revolusioner.Hari baik: Untuk bulan Bakda Mulud semua hari baik kecuali tanggal Jawa 10. Perubahan kalender di Jawa itu terjadi dan mulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555.

Agung bermaksud memusatkan kekuasaan agama kepada dirinya. Di samping itu, tindakan merubah kalender pun mengandung maksud untuk memusatkan kekuasaan politik pada dirinya dalam memimpin kerajaannya. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia dinobatkan oleh Sunan Giri. Bahkan dengan dalih pengamanan Sunan Giri mengawali kerajaan Demak dengan memegang tampuk pimpinan selama 40 hari. Selanjutnya raja-raja di Jawa ditradisikan memperoleh restu Sunan Giri atau dinobatkan oleh Wali tertua ini. Gelar Sunan Giri itu turun temurun. Yang menobatkan Raden patah menjadi Raja Demak adalah Sunan Giri I. Restu atau penobatan raja-raja Jawa seterusnya dilakukan oleh Sunan Giri pula, keturunan langsung dari Sunan Giri I. Di jaman Sultan Agung, kewalian Giri sudah sampai dengan yang keempat di bawah pimpinan Sunan Giri ke-4 (Asdi, 1990: 57). Kewalian Sunan Giri sebagai pemimpin Islam tertinggi di Pulau Jawa diakui sepenuhnya oleh masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai di luar pulau Jawa. Pada tahun 1629 di jaman Sultan Agung, masih ada utusan Sunan Giri yang datang di Pulau Hitu untuk melestarikan persahabatannya kepada rakyat di kepulauan Maluku itu. Pengaruh Sunan Giri itu amat diketahui oleh Sultan Agung. Meskipun demikian, pada waktu beliau naik tahta kerajaan mataram, beliau tidak mohon restu kepada raja pendeta di Giri itu seperti halnya sultansultan terdahulu. Sultan Agung sejak bertahta selalu menghadapi pemberontakanpemberontakan. Para adipati dan bupati di Jawa Timur sampai Blambangan yang berkiblat pada Sunan Giri, tidak mau tunduk kepada Sultan Agung. Maka Sultan

37

Agung adalah raja Jawa yang paling banyak mendapat lawan dengan berperang termasuk usahanya menyerang VOC Belanda di Jakarta pada tahun 1628 dan 1629. Dalam memipin kerajaan Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan, Sultan Agung bersiasat untuk mengupayakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usaha ini tidak saja dengan memenangkan perang menindas para pemberontak, tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat dipatuhinya. Sultan Agung menggalang kekuasaan mutlak agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Siasat itu dilancarkan dengan memerangi kewalian Giri yang diakui seluruh negeri sebagai pimpinan agama Islam tertinggi. Dengan bantuan Pangeran Pekik dari surabaya dengan istrinya Ratu Pandansari yang adik Sultan Agung, tentara Giri dapat dikalahkan sekeluarganya diboyong ke Mataram. Tindak lanjut dari Sultan Agung dalam memusatkan kepercayaan rakyat kepada dirinya adalah dengan merubah kalender di Jawa, disesuaikan dengan kalender Hijriyah. Ide raksasa itu didukung oleh para ulama dan abdi dalem, khususnya yang menguasai ilmu falak atau perbintangan. Maka diciptakanlah Kalender Jawa yang boleh disebut Kalender Sultan Agung atau Anno Javanico (AJ). Kalender Sultan Agung mengandung perpaduan Jawa, Hindu-Jawa dan Islam. Kalender ini dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip, dengan angka tahun 1555. Itu jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1043 atau 8 Juli 1633 Masehi. Tindakan Sultan Agung itu dapat dikatakan revolusioner, oleh karena perhitungannya berbeda sama sekali dengan tahun saka yang sampai waktu itu

38

dipakai oleh masyarakat Jawa. Kalender Saka dengan dasar solair, sedang kalender Jawa Sultan Agung berdasarkan lunair seperti sistem Kalender Hijriyah. Nama-nama bulan kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriyah. Demikian pula jumlah hari dan umur masing-masing bulan, seperti terlihat berikut ini:

Kalender Hijriyah dan umurnya: 1. Muharam 2. Syafat 3. Rabiulawal 4. Rabiulakhir 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rajab 8. Sya’ban 9. Ramadan 10. Syawal 11. Dzulqaidah 12. Dzulhijah -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari

Kalender Sultan Agung dan Umurnya Nama Bulan 1,3,6,7 Tahun Jawa 2,4,8, 5

39

1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 29

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 30

30 30 29 29 29 29 30 29 30 29 30 30

D. Dasar Perhitungan Waktu Perbedaan antara kalender Hijriyah dengan Kalender Jawa yang keduaduanya berdasarkan lunair, terletak pada: Dalam kalender Jawa dikenal tahun wastu yang artinya pendek, dan tahun wuntu. Dalam tahun pendek umur bulan besar 29 hari, dalam tahun panjang umur bulan Besar 30 hari. Dalam satu windu (8) tahun ada 3 tahun panjang, yaitu: 1. Ehe, 2. Je, 3. Jimakir, umurnya ‘a 355 hari. Yang 5 tahun lainnya adalah tahun pendek, yaitu: 1. Alip, 2. Jimawal, 3. Dal, 4. Be, 5. Wawu, umurnya ‘a 354. Kalender Jawa disebut Kalender Huruf (asal kata Arab: huruf, karena nama tahun-tahunnya berawalan huruf Arab, yaitu: 1. Alip, 2. Ahe, 3. Jimawal, 4. Je, 5. dal, 6. Be, 7. Wawu, 8. Jimakhir. Pada permulaan Kalender Jawa, yaitu tanggal 1. Sura, tahun Alip 1555 jatuh pada hari Jum’at legi, disebut Huruf Jam’iyah, Huruf itu berubah setelah 120 tahun. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1675, jatuh pada hari Kamis Kliwon, disebut Huruf Kamsiyah. Umurnya 72 tahun. Kemudian tanggal 1 Sura, Alip 1747 jatuh pada hari Selasa Pon, disebut Huruf Salasangiyah. Pergantian Huruf seperti tersebut adalah demi penyesuaiannya dengan kalender Hijriyah. Lain pada itu

40

Inipun termasuk perangkat penyesuaiannya tersebut. Seperti diketahui. tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa 41 . hari tanggal dan hari hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. Petungan Jawi Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan. Angka tahunnya meneruskan angka tahun Saka dan dimulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. petangan Jawi adalah sebagian Jawa asli dan sebagai Hindu Budha. Idul Fitri dan Idul adha) yang dirayakan di kraton Mataram dengan sebutan grebeg dapat dilaksanakan pada hari dan tanggal yang tepat sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriyah. tahun Jawa atau tahun Sultan Agungan memiliki ciri-ciri khasnya: Dasar perhitungannya lunair atau komariyah. sedang siklus Hijriyah dalam siklusnya 30 tahun.Kalender Jawa memiliki 3 tahun panjang dalam 1 Windu (8 tahun). Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan. hal itu disebabkan oleh hal hal tersebut. perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. Kalender Sultan Agung dimulai pada tanggal 1 Sura 1555. Kalau hingga sekarang terkadang masih ada perbedaan. Wuku dan lain-lainnya tetap dilestarikan dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan. Perhitungan Jawa yang dipakai dalam kalender Saka seperti Pranata Mangsa. Perhitungan ini memang sulit. Sri Sultan Agung merasa perlu mengubah kalender dan menyesuaikannya dengan kalender Hijriyah dengan maksud pula agar hari-hari raya Islam (Maulid Nabi. tahun panjangnya ada 11. 1.

wuku dan lain-lainnya. b. namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir–batin. Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya. meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. tanggal.yang disebut Petangan Jawi. Kata Primbon berasal dari kata: rimbu. Petangan Jawi memberikan pedoman atau petunjuk akan lambang dan watak berbagai jenis hitungan sebagai petunjuk sebagi berikut: 2. yaitu perhitungan baik-buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari. Pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya. wataknya: samudana (pura-pura) artinya: suka kepada lahir. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur. Hari dan Pasaran a. wataknya: Sujana (curiga). Senin. maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya. jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yanag Maha Esa Maha Pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya (Kamajaya. artinya: harus baik segalap pakaryan c. bulan. tahun. yang kelihatan. 1995: 67). artinya: serba tidak percaya 42 . Primbon hendaklah tidak diremehkan. Petangan Jawi sudah ada sejak dahulu. merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. berarti simpan atau simpanan. Selasa. Pranata Mangsa. Ahad. wataknya: Samuwa (meriah).

Pahing.21 Desember) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 27 hari 43 hari 43 . artinya suka pamer Petungan Pasaran a. wataknya: Surasa (perasa). Rabu. Kliwon. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. wataknya. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. artinya suka kepada barang yang kelihatan b. Kanem (Naya): (9 November. watakanya komat artinya sanggup menerima segala macam keadaan 3. artinya: suka berpikir (merasakan sesuatu) dalam-dalam. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 6. Wage. Pon. pamer artinya suak memamerkan harta miliknya c. artinya bersih tingkah lakunya g. kuat) aratinya: mantab dalam segala pakaryan e. wataknya: melikan. wataknya: Kasumbung (tersohor). wataknya: Sembada (serba sanggup. wataknya kedher artinya kaku hati d. wataknya micara artinya dapat mengubah bahsa e. Sabtu. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 5. Rolas Titi Mangsa Jumlah Pranata Mangsa ada 12 yaitu: Nama-nama mangsa dan umurnya 1. Kemis. wataknya: suci. Legi.d. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Jumat. f.

11 Mei) 12. Dhesta (Padrawana): (19 April. Bayi yang lahir dalam mangsa itu wataknya ceroboh.28 Februari) 9.25 Maret) 10. Bayi yang lahir dalam masa itu wataknya cukupan. Usai panen. candra/cirinya sotya murca ing embanan (mutiara lepas dari pengikatya). Sadha (Asuji): (12 Mei. kayu-kayu patah di atas. belalang bertelur. Kasa (kartika). watak (pengaruhnya) Tanah retak. Kawolu (Wasika): (3 Februari. 44 . 4. jumlah wuku ada 30 buah dengan nama masing-masing. Sadha (Asuji). c. Kasanga(Jita): (1 Maret. pohon randu dan mangsa tumbuh daun-daunnya. Watak pengaruhnya: dedaunan rontok.21 Juni) 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Yang watak bawaan atau pengaruh tiga macam mangsa sebagai berikut: a.22 Februari) 8. candra (cirinya) Tirta sasana (air pergi dari tempatnya) Watak (pengaruhnya) musim dingin. Karo (pusa) candra (cirinya): Bantala rengka (tanah retak). jarang orang berkeringat.18 April) 11.7. Petungan Pawukon Pawukon berasal dari perkatan Wuku. tanam-tanam palawija harus dicarikan air. Bayi yang lahir dalam mangsa Kasa itu wataknya belas kasihan. Kapitu (Palguna): (22 Desember. kotor. Saat mulai menanam palawija. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. dari yang ke-1 Wuku Sinta hingga yang terakhir ke-30. b.

Wuye 23. Landep 3. Julungwangi 10. Dhukut 45 . Waktu ke-30 atau terakhir (Watugunung) mulai hari Minggu Kliwon sampai dengan Sabtu Legi (Kamajaya. Mandhasiya 16. Kuningan 13. Marakeh 19. Galungan 12. Adapun nama wuku 30 tersebut adalah: 1. Tiap-tiap wuku berumur 7 hari sehingga siklus berumur 30 x 7 hari = 210 hari. Prangbakat 25. Wugu 27. Kurantil 5. Perhitungan Pawukon dilengkapi dengan lain-lain perhitungan antara lain: 1. 1995). Tolu 6. Madhangkungan 21. Pahang 17. Padangon dan lain-lainnya. Maktal 22. Manail 24. wayang 28.wuku Watugunung. Wuku ke-1 (Sinta) mulai hari Minggu Pahing sampai dengan Sabtu Pon. Hari 2. Warigagung 9. Paringkelan 4. Gumbreg 7. Pasaran 3. Wukir 4. Warigalit 8. Pawukon dengan kelengkapannya itu dipercaya sebagai melukiskan watak bawaan atau pengaruhnya kepada kehidupan manusia dan kesesuaiannya dengan alam. Kulawu 29. Bala 26. Sinta 2. Tambir 20. Sungsang 11. Kuruwelut 18. Langkir 14.

1995: 68). daging kerbau seharga 21 ketheng (mata uang Jawa jaman lampau nilainya kurang lebih ½ sen) tanpa menawar. besar nafsunya. Gedongnya di muka: Menjadi memperlihatkan kekayaannya. enak bicaranya. sering kecelakaan.15. Memanggul panji-panji: memiliki kesenangan. cepat dalam segala pakaryan. wataknya: besar perhatiannya. Wuku Sinta Dewanya Batara Yamadipati laksana Pendeta. cemburu. Kayunya Kendayakan: menjadi tempat bernaung orang sakit. tidak percaya. Kakinya di dalam air: perintahnya keras pada awal. rela pada lahirnya. orang sengsara dan melarikan diri. kaya harta benda. di masak pindang. tidak sabar. lembut budinya. jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur laut: 7 hari jangan pergi ke timur laut (Kamajaya. tetapi banyak rejekinya. seperti terdapat dalam kutipan dua wuku (ke-1 dan ke-30). daun. Candranya: Indra janma nestapa. Burungnya Gagak: tahu akan gelagat. Selamatan penolakan: Nasi pulen masakan beras sapitrah (satu takaran: dua tangan digabung dan dikerungkan kurang lebih ¼ kg). kayu dan burung. a. Julungpujut 30. Bencananya: mati setengah umur. tetapi dalam hatinya tak setuju. Doanya Tolak bencana. lunak pada akhirnya. air. Watugunung Watak bawaan atau pengaruh wuku dilukiskan dalam lambang–lambang dewa. wataknya bagaikan raja. 46 . sangat tinggi dan suka ulah kependetaan. Slawatnya 4 ketheng.

buah-buahan. Paningron. 2. Uwas. Aryang. 6. kelemahan. Watak dari tiga macam Paringkel sebagai berikut: a. menurut. dari asal kata ringkel. yaitu: 1. semuanya halal. Slawatnya: 19 ketheng. bermutu bicaranya. artinya lemah. Kayunya Wijayakusuma: bagus rupanya. Bencananya: dianiaya. 7 hari jangan pergi ke arah timur. tetapi mungkir. ringkel Daun artinya kelemahan daun.b. selalu prihatin. Tungle. tak suka keramaian. Naga gini: Mendua kasih. Wuku Watugunung Dewanya Batara Antaboga dan Bathari Naga gini: Antaboga: banyak kemauannya. bila ia pendeta ada derajatnya. di masak pedas. Warukung. Manfaatnya membikin malu. 5. 3. Doanya: mubarak. bermacam-macam juadah dengan jenang. 4. menantang adu kepandaian. Wataknya sanggup. mengharapkan kesalahan orang lain. Pantangannya: jangan menanam yang diharapkan daunnya. binatang darat. wataknya terang cahaya hatinya. asin. Mengahadap candi: gemar sepi. Tungle. Jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur. tak mau diatasi. Burungnya Gogik: dengki. senang bersemadi. selalu prihatin. sayur 7 macam. Candranya: bintang dan bulan kesiangan. 47 . binatang terbang dan binatang hidup di liang. Mawulu. Petungan Paringkelan Paringkelan. percaya kepada tahayul. 5.asam dan pahit. Ada 6 jenis Paringkelan. tak suka keramaian. Selamatan penolaknya: tumpeng masakan beras sapitrah ikan kali.

Wawu. Bilamana tanggal 1 Sura jatuh pada hari Minggu. tahun Soma Wrejita. Je. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari selasa. nama-nama itu diambil dari huruf Arab. 6. wataknya: banyak hujan 48 . tahun ini disebut tahun Dite-kalaba. tahun Anggara Wrestija. Tahunini disebut tahun wastu (pendek). Watak bawaan atau pengaruh tahun Jawa jatuhnya tanggal 1 Sura seperti berikut: 1. Jimawal. 4. 2. Ehe. Be. 6. yaitu tahun kelabang. namanamanya: 1. 3. Wataknya: jarang hujan. 2. Manfaatnya: mengerjakan sawah. ringkel biji. Jimakir. 7.b. Manfaatnya: membikin upas dan racun. 5. Wataknya: banyak hujan. c. jangan melakukan pernikahan dan jangan mendirikan rumah. 3. Aryang ringkel: ringkel janam (manusia) artinya: kelemahan manusia. Satu tahun Jawa berumur 354 hari. 8. tahun Buda Wisaba. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Rabu. Wataknya: berpenyakitan. Tahun yang panjang berumur 355 hari disebut tahun wuntu (panjang). Mawulu. Dal. Pantangannya: jangan menabur biji (benih). Alip. tahun cacing. Pantangannya: jangan bersesuai tanam. tahun katak. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Senin. Petungan Tahun Tahun dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan ada 8. tahun kerbau. Wataknya: banyak hujan 4. Dalam tahun panjang ini umur bulan besar ditambah 1 menjadi 30 hari.

artinya ulah atau tingkah laku. Brama. Wataknya: jarang hujan (Kamajaya. 8. tahun Tumpak Menda. Uma. Petungan Padewan Astawara Menurut Kamajaya (1995). Yama. tahun mimi. Nama-nama dan watak bawaannya: a. tahun Udang. artinya banjir. satu siklus ada 4 windu. belas kasihan. Adi. Wataknya: jarang hujan 7. Sri. 7. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Kemis. 2. Wataknya: banyak air besar c. tahun Sukra Minangkara. 5. 1995). antara lain sebagai berikut: a. 3. Wataknya Banya tingkahlaku orang yang aneh-aneh seperti belum pernah terjadi b. tahun Kambing. yaitu Batari Sri. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Jumaat. cinta. Rudra. Manfaatnya: menanamn padi dan tanaman sampingan (tirisan Jawa) 49 . Wataknya: banyak orang bersetuju hati (rukun) d. Kala. Wataknya: banyak bangunan baru yang indah menyenangkan (Kamajaya. 4. Sancaya. Petungan Windu Satu windu berumur 8 tahun. 1995). Sri. Endra. perhitungan Padewan ada 8 yaitu: 1. 7.5. Kuthara. Guru. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Sabtu. tahun Respati Mintuna. 6. 8. artinya banjir. Wataknya: Asih. artinya unggul. Masing-masing dari perhitungan ini memiliki watak bawaannya. Sangara. Wataknya banyak hujan 6.

jahil. 7. Manfaatnya: membikin sara-sarana. wataknya: diam saja. Dadi. yaitu batara kala. Manfatanya: belajar segala pengetahuan. bohong dan berpurapura. Manfaatnya: menanam tanaman di kebun. Tulus (air) 8. Manfaatnya: membuat tugu. Uma. Karangan (matahari). Wataknya: teliti dan sombong. yaitu Batari Uma. Nohan (bulan). Wataknya: Belas kasihan pada penderita. serakah. perhitungan ini ada 9. tutup atau wadah. Dadi (kayu). Gigis (bumi) 4. yaitu batara Endra.b. c. Wurung (api). Wogan (ulat). 5. manfaatnya: membikin pagar dan tanda batas. yaitu: 1. Jagur (harimau). 2. Endra. Watak masing-masing antara lain: Dangu. 3. Kala. Dangu (batu). wataknya: tak mau kalah.. Menurut Kamajaya (1995). Wataknya: jahat. d. 6. 50 .

desa. Orang Jawa menyebut bathi atau untung. Negoro (2001: 43). ritual bisa dibagi menjadi tiga kelompok : a. Selanjutnya menurut Suryo S. slametan adalah ritual Jawa yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan. penduduk negeri. penduduk desa. negeri dan sebagainya. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran. Sedangkan makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. Slametan Among Tuwuh Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita. Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. Sesuai dengan namanya. Dengan adanya upacara pernikahan itu diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan sebuah dinasti keluarga. maka slametan mendapat perhatian utama. Ritual tradisional diadakan untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga. keselamatan dan berkah untuk suatu tempat. misalnya rumah atau rumah peribadatan. Anak yang lahir adalah karunia Tuhan yang selalu diharap-harap oleh semua pihak. Ritual pribadi 51 .BAB III TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A.

lauk pauk dan sesaji. Upacara seperti ini disebut sukuran mengungkapkan rasa syukur atau slametan. direktur perusahaan. 52 . salah satu putra Batata Guru. Ruwatan ini bisa dilakukan untuk seseorang atau sekelompok orang sekaligus. teman-teman dekat dan teman-teman sejawat. negeri dan rakyat. c. bupati. Ritual Umum. diangkat menjadi lurah. misalnya untuk satu desa dan seluruh penduduk desa seperti dalam upacara Bersih Desa. saudara-saudara. untuk Raja. Ratu. Ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang seperti upacara-upacara: Perkawinan tradisional.Meliputi selamatan sederhana dengan nasi tumpeng. Ritual sederhana yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur bahwa misalnya seseorang telah sembuh dari sakit gawat atau terlepas dari beban penderitaan yang berat.kehamilan tujuh bulan pertama dan Ruwatan Murwakala. ritual untuk keselamatan dan hidup yang baik. Upacara Labuhan Karaton Yogyakarta. Mitoni . misalnya karena telah mendapatkan kenaikan pangkat. yang diselenggarakan oleh seseorang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. seperti: Upacara Garebeg. pimpinan. permohonan supaya hidup selamat dan mapan. Ritual kenegaraan. supaya terbebas dari ancaman Batara Kala yang jahat. menteri dan sebagainya. Upacara Rajawedha/Mahesa Lawung. b. Acara seperti ini biasanya dihadiri oleh tetangga.

Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar. Mereka turut serta berbagi kebahagiaan atas akan datangnya hari yang dinanti-nanti. Bahan-bahannya yaitu nasi tumpeng. Keutamaan pemasangan tarub agung ini adalah semacam tanda buat masyarakat luas. Bahkan jalan umum yang ramai lalu lintasnya pun diperbolehkan untuk digunakan. yang disertai dengan lauk-pauk ala kadarnya. Semua pihak akan menyadari dan mau 53 . biasanya suasananya sudah berlangsung secara khitmat. B. Dengan dipimpin oleh para sesepuh desa. Dari segi finansial tentu biayanya sangat murah dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. bisa merupakan ritual negeri atau umum atau gabungan dari keduanya. masyarakat umum akan cepat mengetahui bahwa keluarga yang bersangkutan sedang mempunyai hajad untuk menyelenggarakan upacara pernikahan. Tanda ini efektif sekali fungsinya. Biasanya panggang ayam dan sayur mayur yang dirajang-rajang. Pasang Tarub Agung Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang Jawa. Upacara slametan among tuwuh bahannya lebih didominasi oleh hasil bumi dari daerah setempat. Dengan memasang tarub agung itu. sehingga selama tarub itu dipasang. mereka akan serempak memberi doa yang tulus ikhlas.Peringatan 1 Suro. Dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat. maka keluarga yang bersangkutan akan mendapat hak-hak istimewa. Mereka kemudian makan nasi tumpeng yang dibagikan dengan suka cita.

artinya pasangan itu saling mencintai dengan sungguh-sungguh dan akan saling memelihara. diharapkan supaya pasangan tersebut tumbuh dengan kuat dalam kehidupan 54 . Negoro. bunga.mengalah secara ikhlas. alang-alang. memimpin seluruh jalannya upacara perkawinan bertanggung jawab mengenai sesaji dan lain-lain. dan sebuah lentera. tempe. Sebelum pemasangan tarub. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin. dadap srep. akan selalu mempertahankan kehidupan keluarga. di jalan dekat rumah dan lain-lain (Suryo S. pemaes itu akan merias dan mendandani kedua pengantin. mojokoro. dengan segala tekad dan pikiran bijak. Sepasang tebu wulung tebu yang berwarna ungu melambangkan mantabnya kalbu. Di samping fungsi praktis itu. jamu. berbagai macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa. tarub juga mempunyai fungsi filsafat simbolis. berbagai macam lauk-pauk. minuman. Cengkir gading-kelapa. 2001: 73). Sesaji ini melambangkan sebuah p. dapur.errnohonan supaya mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak mahluk-mahluk jahat. kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang-kuatnya pikiran baik. daging kerbau. yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng. gula kelapa. Dalam hal ini peranan seorang perias pengantin sangatlah penting. Sesaji itu ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di: kamar mandi. di bawah tarub. sesaji khusus disiapkan. pintu depan. Sebuah upacara perkawinan Jawa memiliki beberapa acara ritual tradisional. kue-kue. pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati.

berkeluarga dan selalu berada dalam keadaan selamat. Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu. maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas. menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. Yang sangat penting. di atas gapura sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan. Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja. Sedangkan menurut Adjied dan Tessa (2002: 6) kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan perkawinan dengan tujuan rasionil dan irrasionil. Wulung artinya mulus matang. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji. maknanya dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad 55 . Sepasang tebu wulung : Tebu artinya "anteping kalbu" tekad yang bulat. ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda bahwasanya pesta perkawinan sedang diselenggarakan di rumah ini. Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari: Sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya secara singkat demikian: Agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya/lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya. maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan manapun juga dan berhasil (berbuah).

Dalam Serat Wulangreh pupuh tembang Kinanthi beliau berpesan demikian. Kelapa gading adalah kelapa yang kulitnya kuning. Tirakatan Malam Midodareni Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan leklekan. dan daun opo-opo. Para sesepuh. pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. kemauan yang keras. dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentausa lahir batin atau aja ana sekara-kara alias alangan sawiji apa. C. Tradisi lek-lekan ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali dalam perkembangan peradaban budaya Jawa. Padha gulangen ing kalbu 56 . pantang mundur atau mulat sarira hangrasa wani. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya. Tujuannya adalah untuk menolak balak. daun mojo. daun koro. Kelengkapan tarub (uborampen tuwuh). cengkir adalah kelapa muda yang berwarna kuning. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan. Dua janjang buah kelapa gading yang masih muda . daun alang-alang. Terdiri dari daun ringin.cengkir. sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancar.yang bulat. agar memiliki "kemauan yang keras" untuk dapat mencapai tujuan hidup yang penuh perjuangan bahagia dan harmonis.kencenging pikir. Maknanya : cengkir . agar manusia sering mencegah dhahar lawan guling. Dari mempelai diharapkan. Sinuhun Paku Buwana IV telah menyusun petuah luhur. Maknanya : diharapkan dari mempelai agar kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin menjadi pengayoman lingkungannya. daun andong.

Orang tua calon pengantin putri memberikan suapan makan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. kembang telon. Keluarga dari calon mempelai pria dan teman-teman dekatnya yang semuanya adalah wanita boleh menengok calon pengantin wanita untuk sejenak. Midodareni berasal dari kata widodari artinya Dewi (Suryo S. jamu. pisang raja. suruh ayu. lampu minyak yang dinyalakan. Calon pengantin putri malam ini menjadi sangat cantik bak seorang dewi dan dia akan dikunjungi oleh beberapa dewi kahyangan sesuai dengan kepercayaan kuno. Sesaji untuk midodareni. kembang setaman. minuman dari air kelapa dengan gula kelapa. ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh dibawah tempat tidur. dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu. Barang-barang yang diletakkan di kamar pelaminan terdiri dari sepasang kembar mayang. 2001: 41). beras. dua kendi diisi air suci dihit' :p dengan daun dadap srep. Dia harus tinggal di kamar malam itu dari jam enam sore hingga tengah malam ditemani oleh beberapa ibu yang memberikan kepadanya nasihat-nasihat yang berguna.Ing sasmita amrih lanthip Aja pijer mangan nendra Kaprawiran den kaesthi Pesunen sarira nira Cegah dhahar lawan guling Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan Ijab dan Panggih di keesokan harinya. beberapa sayuran masak. meliputi : nasi gurih. teh dan kopi pahit. Negoro. karena mulai besok dia sudah berada di bawah tanggung jawab suaminya. 57 . ingkung ayam. kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak. jadah ketan. serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya.

Daftar dari orang-orang yang akan memandikan pengantin. dilakukan pula upacara siraman untuk calon pengantin putri. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian juga calon pengantin pria dimandikan di rumah orang tuanya. bedak basah lima warna yang berfungsi sebagai sabun. Bersamaan dengan malam tirakatan midodareni. jumlahnya biasanya tujuh orang. dan tujuh macam kain dengan pola lorek. pada hari ini lebih populer ditempat khusus.daun sirih dengan seperangkatnya. anggota keluarga ataupun tamu boleh memakannya. kantil dan kenanga yang ditaruh di dalam air yang untuk mandi. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. air 58 . Barang-barang yang harus disiapkan terdiri dari tempat air yang besar. buah pinang. tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. Mereka tersebut diundang berdasarkan pilihan atas sikapnya yang baik. Upacara ini membutuhkan beberapa persiapan antara lain: Siraman diadakan di kamar mandi atau di tempat khusus yang dibikin untuk maksud tersebut. mereka diharapkan untuk bisa memberi pitulungan artinya pertolongan. Siraman artinya mandi. Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. yang terdiri dari mawar. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. selain orang tua pengantin juga beberapa ibu yang lanjut usia dengan reputasi yang baik akan diundang untuk ikut memandikan pengantin termasuk juga para nenek dari pengantin. air dari sumber atau sumur. sampo tradisional yang terbuat dari abu merang. melati. kembang setaman.

Pemaes 59 . 2002: 3). pisang dan buah-buahan yang lain. calon pengantin wanita duduk di ruang pelaminan. dlingo-bengle. tumpeng gundul. gula kelapa. Sesaji untuk siraman. tujuh macam bubur. Negoro. handuk. Sesaji tradisional untuk ritual Jawa dianggap sangat penting karena mempunyai arti simbolis. sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur. Sesaji siraman antara lain terdiri dari: tumpeng robyong. makanan-makanan dingin. seekor ayam jago (Adjied dan Tessa. Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma. penganan dari beras ketan. singkatnya bertujuan memohon perlindungan dari Tuhan Sang Pencipta. kendi dan gayung (Suryo S. beberapa macam dedaunan. mengingat dan menghormat para leluhur. kain tenun lurik dengan pola yuyu sekandang dan pula watu. lentera. Sesudah siraman selesai. pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mengasapi rambutnya dengan ratus (asap wangi). kembang telon-kenanga. menghindari perbuatan jahat dari mahluk-mahluk halus maupun manusia-manusia jahat. kursi kecil yang ditutup dengan tikar tua. yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. dua kelapa yang diikat jadi satu. Ketika rambut sudah kering disisir lurus ke arah belakang lalu diikat erat-erat untuk digelung. upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses. 2001: 45). kelapa yang telah dikupas kulitnya. melati dan kantil. telur ayam. kain bangun tulak empat pola untuk melawan perbuatan jahat. selembar kain putih yang dipakai selama siraman.kelapa dan air jeruk. kain putih. kue-kue manis. kain batik dengan motif grompol dan nagasari.

Jajan pasar artinya supaya lancar segala usaha yang ditempuhnya. Arti dari selamatan ini ialah : Tumpeng robyong artinya supaya bisa jumeneng ngayomi keluarga. Selesai acara siraman diadakan acara selamatan tumpeng robyong yang terdiri dari sego golong. jenang sengkolo dan pisang raja. Pemaes dengan hati-hati mempergunakan seluruh kemampuannya mulai merias calon pengantin wanita. Siraman dimulai dilaksanakan oleh para pinisepuh yang kemudian dilanjutkan dengan merias calon pengantin putri dengan ubo rampen sesuai dengan tata cara adat pengantin Jawa. sesuai dengan pola perkawinan yang telah ditentukan. Sesudah selesai calon pengantin wanita akan didandani dengan kebaya dan kain batik dengan pola sidomukti atau sidoasih melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh orang lain. 60 .membersihkan wajah dan lehernya dan mulai merias. jajan pasar. Ngerik berarti mencukur rambut-rambut kecil di mukanya dengan menggunakan pisau cukur.bidadari. Rapak yaitu kedatangan dari Kantor Urusan Agama untuk mencatat keterangan-keterangan tentang calon pengantin putri didampingi oleh rama ibu calon pengantin putri. Widodari . Sego golong artinya supaya gumelondong rejekinya. Sarana siraman untuk calon pengantin putri telah selesai disiapkan berupa air kembang setaman. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji untuk siraman. Jenang sengkolo artinya supaya hilang sengkalanya (segala macam rintangan). Midodareni berasal dari kata benda. untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesaji untuk ngerik. Mukanya akan dirias rambutnya digelung.

Hindu dan Budha. Apapun agama yang mereka peluk. Upacara ijab adalah hal yang paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. D. Dikatakan utama karena menyangkut hukum agama dan hukum negara. pada waktu pelaksanaan ijab mereka memakai pakaian tradisional. Petugas dari KUA di samping ahli dalam tata administrasi juga pasti menguasai dalam bidang keagamaan. berarti wanita itu telah menjadi wewenang suaminya. Di tempat di mana ijab itu dilaksanakan sebuah sesaji yang berupa sanggan ditempatkan. Kristen. keluarga terdekat dan kerabat lainnya. Yang hadir para pinisepuh. ijab dilaksanakan sesuai dengan agama dari pengantin tersebut yaitu : Islam. Dengan upacara ijab qabul berarti telah terjadi pemindahan kekuasaan seorang wanita dari tangan wali ke pihak pengantin pria. Katolik. Setelah syah dinikahkan dalam upacara ijab qabul. Sesudah 61 . Janji Suci Ijab Qabul Di antara segala rangkaian upacara pernikahan. sebenarnya upacara ijab qabul itu menduduki derajat yang paling utama. Upacara ijab qabul pasti melibatkan aparat negara yang khusus bertugas dalam urusan pernikahan.Malam midodareni adalah malam menjelang langsungnya perkawinan. Adapun suaminya juga dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap istrinya. Pada malam itu diadakan selamatan sekadarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari Khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari. Biasanya petugas berasal dari KUA yang menjadi urusan Departemen Agama RI.

wb. sadherengipun keparenga kawula matur dhumateng ngarsanipun para rawuh. Para saksi diharapkan sudah hadir di tempat upacara setengah jam sebelum acara ijab qabul dimulai. Mempelai pria dengan pengiring datang langsung di tempat upacara. Kejawi menika kawula ugi ngaturaken pembagya harja sugeng rawuh saha agunging panuwun ingkang tanpa pepindan. sumangga panjenengan sekalian kula dherekaken manungku jejering hastungkara. Wassalamu'alaikum wr. Di bawah ini adalah contoh rangkaian upacara ijab qabul yang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa. awit saking keparengipun kita saget makempal pahargyan menika. Kangge cekaking atur. wb. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 4) selama diadakan upacara ijab qabul pengantin wanita duduk di pelaminan didampingi oleh ibu dan perias.ijab upacara tradisional panggih dan lain-lain serta resepsi dilaksanakan untuk melengkapi seluruh proses upacara perkawinan. Setelah pembacaan do'a selesai diteruskan dengan upacara temu/panggih. Bapak pengantin wanita membawa pengantin pria ke tempat upacara dan ibu pengantin 62 . Petugas menjemput penghulu beserta pejabat pencatat nikah dari KUA. Para petugas among tamu telah siap di tempat masing-masing dengan mempersiapkan segalanya. Assalamu’alaikum wr. Setelah upacara ijab selesai. Persiapan ijab qabul di rumah calon pengantin wanita. pinisepuh. konjuk dhumateng ngarsaning Allah ingkang Maha Agung. diteruskan pembacaan do'a. Kawula nuwun. wekdal kula sumanggakaken dhumateng Bapak…… minangka silih saliranipun Bapak……. wilujeng nir ing sambikala. Nuwun. ingkang sampun kersa rawuh ing dalemipun Bapak…… saperlu masrahaken Adhimas Bagus……putra Bapak…… ingkang badhe kanikahaken kalian Dyah Rara…… putri Bapak……. Penghulu dan 2 (dua) orang saksi dari kalangan keluarga maupun teman terdekat.Sedaya titi laksana upacara ijab qabul sampun sumadya. ingkang tansah sinuyudan. boten wonten alangan satunggal menapa.

Prosesi Temu Pengantin Paripurna upacara ijab qabul. kemudian dilanjutkan dengan prosesi temu pengantin. Setelah masing-masing berhenti. Makna dari melempar sirih adalah untuk menguji keaslian kedua pengantin. namun lebih baik kalau disiarkan secara meluas pada masyarakat. Menurut kepercayaan dahulu sering terjadi bahwa pada upacara perkawinan salah satu dari pengantin bukan aslinya akan tetapi jadi-jadian. Prosesi temu pengantin ini sekaligus menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai bahwa dirinya adalah pasangan sah suami istri. berhenti 2 (dua) langkah dari tempat tersebut.wanita membawa pengantin wanita ke tempat upacara untuk melakukan sawatan sadak (lempar sirih atau lebih dikenal dengan nama balangan). Namun caranya lewat simbolis. Kedua mempelai pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Mempelai pria diapit oleh 2 (dua) orang pinisepuh pria menuju ke tempat bertemu. Mempelai wanita diapit 2 (dua) orang pinisepuh putri dari pelaminan menuju ke tempat tersebut. Untuk upacara panggih ini biasanya masing-masing mempelai disertai dengan pengiring. Ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu bagi hadirin. Dengan dilempar sirih maka yang palsu menjadi aslinya menjadi hewan atau orang lain. dimulailah balang-balangan masing-masing melemparkan sirih yang digulung. Secara legal maka keduanya sudah seharusnya dipertemukan. E. 63 . Prosesi temu pengantin ini juga sering disebut dengan upacara panggih. Secara esensial sebenarnya setelah ijab qabul sudah resmi.

Daun dadap srep. supaya mereka mempunyai motivasi yang tinggi dalam hidupnya. Mamrih regu regenging pahargyan. Daun beringin supaya mereka melindungi keluarga dan orang lain. supaya mereka bersemangat. Bentuk hiasan seperti payung. daun ini dikenal sebagai kompres yang baik untuk menurunkan panas. cepat dalam berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan keluarga. Bentuk hiasan seperti pecut. Karya umiring lampahe Nenggih cucuking laku Dera arsa manjing ing panti Penganten wus samapta Kinirapaken tuhu Minta lunturing haksama tresna asih puja-puji pangastuti hayuning palakrama. Daun kruton dimaksudkan supaya terlepas dari godaan mahluk-mahluk jahat.Dhandhanggula Anyarkara kinarya ngrenggani. Dhandhanggula Anteng tajem jatmika kaeksi Ngegungaken susila nuraga Tan kuciwa prayitnane Siyaga sureng kewuh Ubayane tan mbalenjani Tur sembada ing warna 64 . dimaksudkan supaya mereka menjadi pelindung keluarga dan masyarakat. harus selalu optimis dan dengan ketetapan hati membina kehidupan yang baik. dimaksudkan supaya keluarga itu selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi berbagai macam masalah. Bentuk hiasan seperti burung. Bentuk hiasan seperti belalang. mengandung maksud supaya pasangan itu tidak mudah putus asa.

saling menyuapi. maka pada tempat itu ritual perkawinan 65 . Pengantin pria menginjak hingga pecah sebuah telur ayam dengan kaki kanannya. Dlingo-bengle jamu ini bisa mengobati infeksi dan berbagai penyakit. Ritual Wiji Dadi. Acara ini melambangkan mereka akan bersama-sama mempergunakan dan menikmati kekayaannya. kedelai. Pada saat ini banyak rumah yang tidak mempunyai Krobongan. di depan kamar itu berdiri dua patung kayu yang disebut Loro Blonyo. Krobongan atau petanen adalah kamar khusus yang terletak di tengahtengah rumah Joglo gaya Jawa. Ini melambangkan bahwa pengantin pria telah siap untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab sedangkan pengantin putri akan mengurusi suaminya dengan setia. Kemudian dilanjutkan dengan ritual dakar klimah atau dahar kembul. Bunga Patra Manggala untuk memperindah hiasan dan sekaligus menolak perbuatan jahat. ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh jahat. kemudian pengantin wanita membersihkan kaki tersebut dengan air yang dicampuri oleh beberapa macam bunga. tempe.Tegen tanggon tangguh Pan alon tanggah jumangkah Hanyaketi unggyane penganten kalih Mangsah lumampah kirap. Mempelai wanita makan dulu kemudian mempelai pria. sesudah itu mereka minum teh manis. Selanjutnya adalah ritual kacar kucur atau tampa kaya. abon dan ati ayam. Ibu pemaes sebagai pimpinan upacara memberikan sebuah piring. Mempelai pria membuat tiga kepal nasi dan lauk-pauknya dengan tangan kanannya. Sepasang pengantin itu makan bersama. serbet kepada mempelai wanita dan juga nasi kuning dengan lauk-pauk bcrupa telur goreng. yang melambangkan kemakmuran.

Setelah balangan masing-masing mempelai maju ke tempat pertemuan. Karya gawok kang miyat. para ibu berjalan di depan sedang bapak-bapak mengiringi dari belakang. Sebagai seorang isteri. Sebagai seorang pria. 2001: 86). yang setia 66 .tersebut dilakukan. Orang tua mempelai wanita menjemput orang tua mempelai pria di depan rumah dimana upacara ini diselenggarakan. yang telah disediakan telur di atas cowek. Ing ngarsane risang penganten sarimbit. dengan tekad yang bulat (telur) sekali sudah melangkah dengan itikad yang baik. dihias dengan ornamen yang menyerupai Krobongan. Negoro. sedangkan kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kanan pengantin. Temah cipta ngungun Mangkana lampahe prapta. Wiji Dadi (Menginjak telur). Kedua orang tua mempelai pria didudukkan di sebelah kiri pengantin. Setelah mempelai pria menginjak telur sampai pecah maka mempelai wanita berjongkok dan mencuci kaki yang telah menginjak telur tadi dengan air bunga dan dibersihkan sama sekali dengan serbet yang telah tersedia. maju terus untuk meraih kebahagiaan hidup bersama. Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke tempat upacara. Lampahira risang Adimuka Putri Dhomas sawurine Sulistya warna punjul Rinengga ing busana adi. maka pantang mundur. Gya tinabuh tengara. Setelah itu mempelai pria membantu mempelai wanita untuk berdiri lagi dengan cara mengangkat kedua tangannya. Dhandhanggula Mudha kalih siyaga umiring. hal yang sama juga dilakukan bila pesta itu diadakan di hotel atau gedung pertemuan (Suryo S.

Lantas ibunya bertanya "berat mana pak?" yang dijawab oleh bapaknya "sama saja". Sama-sama sudah menjadi anak. Rucuh dengan rasanya yang segar.berkewajiban mensucikan nama baik suami. dan sang ibu mendorong dan memberikan restunya untuk mencapai cita-citanya dengan bekal persatu paduan mempelai berdua yang abadi. Mangku/nimbang. Sebagai seorang ayah berkewajiban memberi contoh dan menunjukkan jalan ke kebahagiaan keluarga (berkeluarga). dingin dan berkhasiat 67 . Tanem. yang pria di sebelah kanan. Karena kesetiaan sang isteri sang suami membantu sang isteri mengangkatnya sebagai rasa terima kasih atas kesetiaannya. biasanya pertanyaan tersebut dilakukan dalam bahasa Jawa. Sebagai seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan anak sendiri dengan menantu. diminum oleh bapaknya. dan selanjutnya kedua mempelai meminumnya yang didahului oleh pengantin pria. Setelah sampai di pelaminan. Sinduran. Di belakang. mendudukkan mereka di atas pelaminan. dan dengan memegang bahu kedua mempelai. dan dengan demikian bersama-sama menuju ke pelaminan. ibunya mengkerodongkan "sindur" di bahu kedua pengantin. bila suami salah langkah atau salah tindak. Pengantin berdua bergandengan tangan (kanten) menghadap ke pelaminan. dan yang wanita di sebelah kiri. kemudian ibunya. Mengesahkan dan merestui kedua mempelai sebagai suami isteri. sang bapak duduk di kursi dan kedua pengantin dipangku. bapak dari pengantin wanita di depan. Setelah bapaknya memutar menghadapi kedua mempelai tersebut. supaya tetap harum. kedua pengantin dibelakang dan masing-masing pegangan ujung baju belakang kiri kanan bapaknya. Setelah duduk. diambillah rucuh kelapa muda.

Maknanya walau hidup berkeluarga. tidak hanya suami saja yang mencari nafkah. Besan dipersilahkan mengambil tempat sebelah kiri pengantin wanita. Mempelai wanita membeberkan kacu "bangun tulak" dipangkuannya dan mempelai pria menyertakan "gunokoyo" (kacang-kacangan) dari kantung tikar ke atasnya.kekuatan. sampai 3 (tiga) kali. setelah itu mengambil air minum untuk diminum setiap orang seteguk. Menjemput Besan. Telah tersedia nasi ketan kuning masing-masing mengambil dengan tangan dan disuapkan kesatu dan yang lain (suap-suapan). Maknanya semua hasil jerih payah suami diserahkan seluruhnya kepada sang isteri. Maka menjadi kewajiban. diserahkan kepada ibunya untuk disimpan. untuk disimpan dan dimanfaatkan bagi keluarganya. Sungkeman Tanda Darma Bakti 68 . Sewaktu upacara dahar kembul. F. Dahar Kembul. sehat dan tenang untuk menghadapi tugas-tugas yang berat sebagai suami isteri. bahwa hasil sang suami maupun si isteri boleh dinikmati mereka berdua. besan dipersilahkan berangkat dari rumah kediaman. tetapi juga isterinya dapat mencarinya. Pada permulaan perjalanan hidup berkeluarga. Kacar Kucur. sampai habis dan pengantin wanita membungkusnya rapat-rapat dengan kacu tersebut dan setelah diikatnya. supaya jiwa raganya segar. Ibu dan bapak pengantin wanita menuju ke pintu depan untuk menjemput besan.

Negoro (2001: 89). mereka dengan sikap hormat berjongkok dan menghaturkan sembah kepada kedua orang tuanya untuk memohon restu. Sang bapak merasa berhasil mengantarkan putrinya memasuki dunia rumah tangga yang sangat berbahagia. Malah yang tak kuat membendung air mata biasanya seorang bapak dan ayah mempelai wanita. masih ada ritual tambahan yakni sebagai berikut : Sindur Binayang. Sesudah ritual Wiji Dadi. ayah dari pengantin putri berjalan di depan pengantin menuju ke kursi pengantin di depan Krobongan. bombong. Acara sungkeman ini akan membuat hati orang tua menjadi mongkog. artinya beliau sama-sama mencintai keduanya. sedangkan ibu memberikan dukungan. Selanjutnya ayahanda 69 . Menurut Suryo S. Sepasang pengantin tersebut siap untuk melaksanakan sungkeman. kemudian kepada kedua orang tua pengantin pria. sedangkan ibu dari pengantin wanita berjalan di belakang pengantin sambil menutupi pundak pasangan pengantin tersebut dengan kain sindur. Namun juga bercampur haru. beliau akan berkata bahwa kedua-keduanya mempunyai berat yang sama.Dari prosesi temu pengantin kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman. bahagia. Kedua pasang orang tua itu harus diperlakukan secara sama tanpa ada perbedaan. Pertama kepada kedua orang tua pengantin wanita. Ini melambangkan ayah menunjukkan jalan ke kebahagiaan. Karena terlalu haru. gembira. Maksudnya adalah untuk menunjukkan darma bakti si anak kepada dua pasang orang tuanya. Itulah puncak dari kegembiraan. maka tak jarang ada orang tua yang mbrebes mili air matanya. Sungkeman ini ditujukan kepada dua pasang orang tua pengantin. Pengantin pria dan wanita bersama-sama duduk di pangkuan ayahanda pengantin wanita.

Dalam acara ini. semoga orang serumah juga segar!”. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 2) orang tua berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga bisa hidup mandiri. 70 . Tumplak Punjen. punjen adalah harta milik orang tua yang telah dikumpulkan sejak berumah tangga. nasi kuning. Dengan mengadakan tumplak punjen. uang logam dari emas. minum rujak degan kelapa muda di depan krobongan. Ayah pengantin putri.mendudukkan sepasang pengantin itu di kursi mahligai perkawinan yang merupakan tanda bahwa beliau telah menyetujui perkawinan tersebut dan memberikan restunya. Tumplak punjen dilaksanakan oleh orang tua yang mengawinkan putrinya untuk terakhir kali. secara simbolis kepada masing-masing dibagikan bungkusan-bungkusan kecil yang berisi: bumbu-bumbu. sesudah upacara Panggih. mereka ingin memberi teladan hidup yang baik. dan tembaga. diharapkan generasi penerus dalam melakukan tugas hidupnya mampu mengurusi dengan sebaik-baiknya: harta milik. Istrinya bertanya : “Bagaimana Pak? Sang ayah menjawab: “Wah segar sekali. Lalu istrinya ikut mencicipi sedikit dari gelas yang sama. perunggu. Bubak kawah ini hanya dilakukan oleh orang tua yang mengawinkan untuk pertama kali anak putrinya. Tumplak artinya menuangkan atau memberikan semua. kesehatan. Bubak kawah ini merupakan perlambang permohonan. di depan krobongan orang tua yang berbahagia memberikan miliknya (punjen) kepada semua anak dan keturunannya. diikuti anak mantu dan terakhir pengantin putri. agar sepasang pengantin itu cepat mendapatkan keturunan. Bubak Kawah.

Berurutan sebagai berikut: Ayah mempelai pria. mereka berkewajiban menghormati dan merasa terima kasih kepada para orang tua.keselamatan dan harus selalu menyukuri pemberian Tuhan. ibu dari kedua mempelai telah siap duduk di samping kanan kiri pelaminan). 71 . Setelah keseluruhan acara selesai para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang didampingi oleh kedua orang tua masing-masing. Jejodhowan kang mangkana Wus sasat munggah suwargi Sumingkir sakehing godha Sanadyan tinitah miskin Nora nggresuleng pikir Apa maneh lamun brewu Anane amung suka Yeku nugrahaning Widhi. Sungkeman. Masing-masing orang tua (bapak. Setelah menjadi suami isteri. Yang memberikan sungkem dahulu mempelai pria disusul oleh mempelai wanita. Sinom Ugere wong jejodhowan Ati loro dadi juga Priya bisa ngemong estri ………. mohon do'a restu kepada keempat orang tua. Ibu mempelai pria. Kedua mempelai memberikan sungkem. Mring manungsa kang nenggih apalakrama.. bahwa beliau-beliau telah memelihara dan mengentaskan sehingga menjadi dewasa. Kemudian pengantin saling menukar cincin kawin sebagai lambang cinta kasih. Ayah mempelai wanita dan Ibu mempelai wanita.

BAB IV PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Kala itu. “Ada apa ini? Mengapa air laut tiba-tiba panas mendidih? Apakah matahari runtuh dan akan terjadi kiamat?” Sang Ratu kemudian keluar istana diikuti dayang-dayang. bertahtalah seorang ratu di laut selatan. “Mungkin itulah yang membuat laut kidul menjadi geger”. Hamba mohon hentikan perbuatan tuan ini. “Hilangkanlah gundah hati tuan. Ia bernama Nyai Roro Kidul. Ratu Laut Selatan Alkisah. karena gara-gara perbuatan tuan. dalam istananya yang megah berhiaskan intan mutiara. Tidak ada hal apapun yang mencurigakan. Nyai Roro Kidul lalu mendekati pemuda itu. laut 72 . Ia hanya melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di pantai. Ia cantik rupawan. Ombak berdebur keras membuat suara menjadi gaduh. batin Nyai Rara. parasnya elok menawan. Pemuda itu tampaknya sedang bersemedi memohon sesuatu kepada Tuhan. ia melihat alam terang benderang. Nyai Roro Kidul sedang bercengkerama di tilam emas. Ikan-ikan di lautan pingsan karena air laut mendidih dan bergejolak. Di air atas lautan yang luas. Di sampingnya jin setan peri prayangan siap melayani segala kebutuhannya. Nyai Roro Kidul terkejut. tiba-tiba terdengar huruhara. Dalam suasana yang tenang itu. Nyai Roro Kidul kemudian berkata pelan. Tiada yang menyamai kecantikannya di seluruh dunia. Dialah ratu para lelembut di tanah Jawa.

Dayang-dayang sibuk melayani Sang Ratu. Ia mencoba selalu waspada karena ratu cantik rupawan ini bukan jenis manusia. sudah terkabul. Hamba menginginkan laut menjadi tenang kembali seperti sedia kala. Demikian pula Sang Ratu menangkap 73 . Ikan-ikan yang pingsan telah sadar dan kembali berenang-renang. Jin peri prayangan dan seluruh makhluk halus akan tunduk di bawah duli tuan. Senopati dipersilahkan duduk di dekat Nyai Roro Kidul. Mereka akan menuruti apa kehendak tuan. Tuan dan anak cucu tuan akan menjadi raja diraja tanah Jawa. karena laut kidul itu hamba yang menjaga. Tak lama kemudian ia lantas membalikkan tubuh dan kembali menuju lautan. Nyai Roro Kidul menghaturkan sembah sambil menyungging senyum. Senopati selalu melempar lirikan kepada Sang Ratu. Setibanya wanita itu di dalam istana. Namun Senopati merasakan seperti berjalan di atas jalan yang mulus menuju sebuah istana yang megah.kidul menjadi gerah. Senopati Ingalaga sangat gembira. Senapati Ingalaga sangat terkesima dengan ratu yang cantik itu. Senopati takjub dan terheran-heran melihat sekeliling. karena tuan adalah pimpinan para raja di tanah Jawa ini”. Buah-buahan dan bunga-bunga menarik perhatian. Mendengar perkataan Nyai Roro Kidul. Sekonyongkonyong ia ikuti langkah wanita itu hingga masuk ke arah lautan. ia duduk di sebuah ruangan bernuansakan kuning keemasan. Maka ia menghentikan semedinya dan lautan tenang kembali. maka mereka pun akan membantu pasukan tuan. Pabila kelak tuan berperang. Adapun permohonan tuan kepada Tuhan. Semua hiasan rumah dan pagar-pagar berlapis emas berlian. Kasihanilah hamba.

Semua adalah milik tuan. kamar seindah ini tidak ada lelakinya. Roro Kidul berbisik sambil melempar senyum. Senopati Ingalaga tersenyum dan berkata. sebab hamba bukan dukun. Senopati tersenyum sambil berkata. Enak juga kok menjadi ratu sendirian. yang cantik dan pandai merawat. tidak akan kekurangan wanita yang lebih cantik daripada hamba”. Tapi sayangnya. “Nimas. Kalau ada lelakinya yang tampan. jangan malu-malu. Bagaikan mimpi. tukas Nyai Roro Kidul sambil menyelipkan senyum di bibirnya yang tipis. Nyai Roro Kidul kemudian dipondong untuk menuntaskan kehendaknya. Senapati berada di laut kidul selama tiga hari tiga malam. “Nimas. Aku belum pernah melihat ruangan seindah ini. Tuan raja besar. “Hamba tidak bisa memberi obat. Aku menjadi malas untuk pulang ke Mataram. hamba hanya menunggu”. rasanya seperti di dalam surga saja. “Ah Tuan ini. Sangat cocok dengan pemiliknya. Keduanya duduk di tepi pembaringan. bolehkah aku melihat kamar tidurmu?” “Boleh saja tuan. Sang Ratu mengajak Senopati berjalan-jalan melihat-lihat isi istana. Ia selalu berkasih-kasihan dengan Roro Kidul. aku sungguh tergila-gila kepadamu”. Betah rasanya di sini. aku dapat melihat kamar yang demikian elok.pasemon yang dari Senopati dan senyumnya semakin menawan. Nyai Roro Kidul segera menggamit tangan Senopati masuk ke dalam kamar tidurnya. berilah aku obat. Diceritakan. Senapati merasa berbunga-bunga. “Nimas. Setiap 74 . Tidak ada yang memerintah”. akan lebih sempurna”.

Setelah tiba di Parangtritis. Ayo sekarang ke Mataram. Sunan Kalijaga menasehati. Apabila tuan hendak memanggil hamba. karena telah menunjukkan kesaktian berjalan di lautan tanpa basah. “Besar terima kasihku padamu. Hamba pasti segera datang membawa pasukan jin. aku ingin tahu rumahmu”. Yang demikian namanya orang congkak. peri prayangan dan persenjataan perang”. Jika kamu ingin tetap menjadi raja. Sunan Kalijaga. atas segala petunjukmu. Pesanmu akan kulaksanakan semua”. ia kaget melihat Sang Pandhita. Senapati lalu menghaturkan sembah dan memohon maaf. bersyukurlah kepada Allah. “Hal itu mudah saja. Mesti akan terkena murka Allah. bersedekaplah dengan satu kaki. kemudian mendongaklah ke angkasa. Nimas. Senopati lalu berangkat. Ing 75 . Senapati berkata. berjalan di atas air seperti di daratan saja. Sebaliknya jika kelak. Ia sedang duduk tafakur di pantai. “Senapati. siapa yang aku suruh memanggil kamu? Orang Mataram pasti tidak ada yang tahu akan kamu?” Roro Kidul berkata. Dari Babad Tanah Jawi disebutkan demikian: Kacariyos. aku pamit kembali ke Mataram. yang memimpin semua manungsa dan makhluk halus. ing seganten kidul ngriku wonten ingkang jumeneng ratu wanudya. “Nimas. aku mendapati musuh.hari. Senopati lalu berpamitan. hentikanlah mengandalkan kesaktianmu itu. nglangkungi ayunipun. Aku percaya. Para wali tidak mau berbuat demikian. Senapati diwejang tata cara menjadi raja.

Toyanipun panas kados digodhog. setan. Tumunten mulyaa saisining seganten kang sami risak. Pinarak ing Katil Mas. sedaya inggih sampi mitulungi. Ing sakarsa-karsa sampeyan sedaya anut. ingadhep para jim. angreh ing tanah Jawi tanpa timbang. nenedha ing Allah. sebab sampeyan kang minangka bapa babuning ratu para ratu ing tanah Jawi”. tinaretes ing sesotya. Kiye geneya? Apa kena ing gara-gara. Upami ing benjing sampeyan manggih mengsah. Sarta lajeng sumerep ing saciptanipun Senopati. Sampeyan mugi welasa dhateng ing kula. kenging ing garagara. nyungkemi sukunipun Senopati sarta matur ngrerepa. Anama Roro Kidul. “Salawasku urip aku urip durung ndeleng segara kaya iki. lajeng nyembah. Kala semanten Roro Kidul pinuju wonten ing dalem. Utawi jim. Nyai Kidul wicanten piyambak. peri. jumeneng ing sanginggiling toya. apa srengenge runtuh bakal kiamat?” Nyai Kidul lajeng medal ing Jawi. Dene anggen sampeyan nyenyuwun ing Gusti Allah. supados sirna gara-gara punika. sebab seganten punika kula kang ngreksa. ngeningaken paningal. Ratu Kidul wicanten salebeting galih. Angreh sawernine lelembut tanah Jawi sedaya. Ningali jagad padhang. Sampeyan lan satedhak-tedhak sampeyan sedaya mesthi jumeneng ratu. setan. peri. jumeneng sapinggiring seganten. samangke sampun angsal.sajagad mboten wonten ingkang nyameni. Ratu Kidul kaget ningali gegeripun ulam ing seganten. Roro Kidul enggal murugi. “Iku layake kang gawe gara-gara ing segara’. mboten wonten punapa-punapa. “Mugi sampeyan icalaken susah ing galih sampeyan. Swaraning seganten nggegirisi. 76 . prayangan ing tanah Jawi sedaya inggih kareh ing sampeyan. Amung tiyang linuwih satunggil. prayangan.

Sarwi ngandika dhumateng Nyai Roro Kidul. iba becike”. “Nimas. Senopati lumampah sanginggiling toya kados ngambah dharatan. Senapati Ingalaga mesem. sarta tansah nyantosakaken ing galih. Senapati Ingalaga eram ningali kedhatonipun Nyai Roro Kidul. Senapati ngandika. Layake caritaning kaswargan iya kaya iki. Utawi ulam ingkang sami pejah inggih sampun gesang malih. kula darmi tengga. Ingsun aras-arasen mulih menyang Mataram. mboten wonten pekewedipun. Sembada lan kang duwe. kabekta lumebet dhateng ing pasareyan. ingsun arep weruh ing pasareyanira. sakelangkung suka ing galihipun. lumampah kondur satengahing seganten. emot. Bakal katrem ana kene. kaya apa rakite?” Nyai Kidul matur. lajeng sami pinarak ing katil mas sekalian. Sajegku durung weruh pepajangan kaya iki. Senopati wau anggenipun pinarak dhedhepelan kemawon lan Nyai Kidul. Nanging cacade mung siji. ing dharatan mboten wonten sesaminipun. Nyai Kidul nyembah sarwi ngujiwati. nglangkungi sae. Senapati Ingalaga sanget kasmaranipun. sareng mireng ature Nyai Kidul. “Sumangga. sarta tansah ngujiwati. Senapati astane lajeng dipunkanthi. Wondene Nyai Kidul inggih nempeni semonipun Senopati. sampeyan ingkang kagungan”. Sarta gara-gara wau inggih sampun sirna.Senapati Ingalaga. Dhasar ayu bisa ngrerakit. ingsun banget eram ningali paturonira. ingadhep para jim setan peri prayangan. Sami pinarak. Nimas. Sadhatengipun ing kedhaton seganten. 77 . yen dede jinis. dene ora nana wonge lanang. Woh-wohan saha sesekaranipun adi-adi sedaya. Yen ana wonge lanang kang kagus. lajeng anut wngking dhateng Nyai Kidul.

Tansah sih-sinisihan kaliyan Roro Kidul. ingkang ngedhepaken sakathahing manungsa lan jim peri.Aturipun Nyai Kidul. ingsun muga paringana tamba. jumeneng ratu estri kemawon. nunten tumengaa ing awang-awang. “Nimas. Balikan ing besuk. peri prayangan lan sededameling prang”. Senapati ngandika. “Mekaten punika gampil kemawon. sedhakep suku setunggal. Bilih sampeyan karsa nimbali dhateng kula. Senopati sampun mangkat. “Nimas. sebab kula dede dhukun. Kacariyos Senapati anggenipun wonten seganten kidul tigang dinten tigang dalu. Amesthi kula enggal dhateng. Sareng dumugi ing Prangtritis. “Kula mboten saged ngaturi jejampi. Senapati 78 . Senapati manahipun kados dipununggar. Ing sakajeng-kajeng mboten wonten ingkang marentah”. nggoningsun kedanan marang sira”. lenggah pitekur wonten sangandhaping Parangtritis. ingsun pamit mulih marang Mataram. yen ingsun nemu mungsuh. Senopati mesem sarwi ngandika. ngambah toya seganten kados ngembah dharatan. Roro Kidul matur sarwi mlerok. Senapati wau ing saben dinten dipunwejang ngelmunipun tiyang umadeg ratu. ing sakehe wurukira. Lan ingsun iya pracaya. Wewekasira kabeh ya bakal ingsun estokaken”. mangsa kiranga wanudya ingkang ngungkuli kula”. Nimas. Roro Kidul lajeng pinondhong ndumugekaken karsanipun. sarta kula mbekta bala jim. kang sun kongkon ngaturi ing sira sapa? Wong ing Mataram mesthi ora ana kang weruh marang sira?” Roro Kidul matur. “Banget panrimaningsun. Sampeyan ratu ageng. kaget ningali dhateng Sang Pandhita. Senopati ngandika malih. “Sae lamban. Sunan Kalijaga.

pranyata kurang candra luwih warna saking endahing sarira. Putri Nata saking Mandaraka. grana ngrungih. Mistik Gunung Merapi Keindahan Kraton Nyai Roro Kidul dapat diibaratkan seperti asrinya Taman Keputren Kadilengeng. sarta ngrerepa. Ayo marang Mataram. netra lindri anjait. ing kenya puri Ngastina. mbesengut saya patut. uwang anyangkal putung. amargi nggenipun ngatingalaken kasektenipun ngambah seganten mboten teles. pamulu ambengle keris. ginarwa Narendra dahat dahing warnikarengga ing busana widagda ngadi sarira. Rema anyekar bakung ameles wilis tur panjang. Sinten 79 . Athi-athi ngudup turi. Lambung nawo kemit. ambombrong saya mencorong.enggal ngujungi. Yen sira bakal sumedya tulus jumeneng ratu. larapan nila cendhani imba nanggal sapisan. Lamun tindak. Sri Narendra garini kusumanig ayu Dewi Banowati. wong-wonga gumebyar apindha thathit. Sunan Kalijaga ngandika. Galak ulat tur raga karana. B. idep tumengeng tawang. jangga nglungid nglunging gadhung. kicating pada gumebyaring wentis kang kengis pindha thathit sasanderan. racikan amucuk ri. Mencepe kang pranaja. Mesthi bakal kesiku marang ing Allah. marenana nggonmu ngendelaken sekti digjayanira iku. Dadi iku jenenge wong kibir. ingsun arsa weruh ing omahira”. gegununganipun para putri. Prembayun anyengkir gadhing. “Senapati. karya kumesare kang mulat. nyuwun pangapunten. Yen cinandra citrane sang putri. Gonas ganes merak ati. Widhangan nrajumas. lathi manggis karengat. suku amukang gangsir. seperti panyandra ki dalang: Anenggih kang kacarita. Para wali ora gelem nganggo kaya mengkono. nganggoa syukur ing satitahe bae.

Dhasar wanodya sulistya ing warna.500 SM (Mulyono. Pada jaman prasejarah mereka mempunyai kepercayaan bahwa roh orang mati dianggap masih tinggal di sekeliling mereka di pohon. apan punika putrine sang Nata dwita. teristimewa yang berkait erat dengan kepercayaan mereka sehari-hari. replika gunung. Di dalam gunungan terdapat lukisan makhluk raksasa menjulurkan lidahnya yang merah panjang. Dalam pertunjukan wayang kulit media komunikasi dengan roh nenek moyang yang timbul pertama kali pada jaman Neolithicum atau lebih kurang 1.ingkang marek ing ngarsa. 1983: 24). marma anggung dadi kondhanging kidung (Siswoharsoyo. kera memanjat pohon bertarung dengan hewan 80 . yaitu gunungan. melambangkan adanya cipta. di laut. dipergunakan sebagai simbol kehidupan. Kemudian gunungan ditarik ke bawah dan berhenti tiga kali. Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. di gunung dan dianggap sebagai pelindung kuat yang dapat dimintai pertolongan. akekasih kusumaning ayu Dewi Lesmanawati. di sungai. kaduk ruruh tur ta ambeg ngumala rum. untuk melambangkan awal mula dunia sebelum ada manusia kecuali tetumbuhan dan binatang seperti yang tergambar dalam gunungan. di batu. yang mempunyai arti akan ada kelahiran. 1979: 38). Sejak jaman dahulu gunung api telah menarik perhatian nenek moyang kita. gunungan ditancapkan di tengah-tengah kelir. rasa dan karsa. Gunungan beserta isinya merupakan lukisan kehidupan duniawi dan batiniah di mana Tuhan Yang Maha Esa menentukan segala kegiatan di alam semesta. Kelahiran terjadi setelah dalang memisahkan dua gunungan di simpingan kiri dan kanan untuk melambangkan pecahnya lapisan plasenta.

1973: 32). Dan Yang Sakral adalah Yang Maha lain. mulai terdapat kepercayaan bahwa roh orang mati bertempat tinggal di atas dunia atau di gunung. Kepercayaan seperti ini diungkapkan dalam bentuk-bentuk bangunan pemujaan nenek moyang yang menjulang tinggi. yang berarti menampakkan diri. Di tengah-tengah gunungan terdapat lukisan sebuah rumah Jawa dengan dua pintunya terkunci rapat dan masing-masing sisinya dijaga oleh seorang raksasa bersenjata gada. burung-burung beterbangan dan segala jenis hewan lainnya. berundak-undak menyerupai gunung . 81 . Dimulai jaman prasejarah itu pulalah. Acapkali pula. Hierofani secara etimologis berasal dari hieros berasal dari kata phainomai. Ini melambangkan hukuman bagi orang yang berbuat salah satu jahat. 1991: 122).lainnya. karena Yang Suci sudi menampakkan diri kepada manusia lewat peristiwa hierofani. Realitas mitos diyakini sebagai sesuatu Yang Sakral. Menurut Mircea Eliade manusia agama menjadi semakin yakin akan adanya Yang Suci. roh nenek moyang dinyatakan dalam bentuk patung-patung yang diletakkan di atas bangunan pemujaan yang terdapat di bukit atau di gunung (Soekmono. pohon-pohon dan bunga-bungaan. Pengkudusan terhadap sesuatu terjadi pertama kali karena suatu peristiwa dianggap sebagai hierofani atau peristiwa suci. Kesemuanya itu melambangkan pohon kehidupan duniawi yang diciptakan Tuhan. Penampakan yang suci ini dapat terjadi kapan saja. sempurna. melambangkan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk mencapai tempat tertinggi. Dua pintu yang terkunci rapat dalam lukisan itu melambangkan kedamaian batin yang tersembunyi di belakang kedua pintu itu (Triyoga.

Bahkan eksistensi yang sudah sangat di desakralisasikan sekalipun masih mengandung unsur-unsur religius.siang. Ada tempat-tempat istimewa yang secara kualitatif berbeda dengan yang lain. Peristiwa-peristiwa hierofani diperingati setiap kali. Dalam peristiwa ini manusia bertemu dengan Yang sama sekali lain. Berbicara masalah kenyataan. merupakan tempat suci kehidupan pribadinya. Dan lewat apa saja. melainkan terbatas pada benda atau makhluk yang menjadi alat hierofani itu. Manusia tidak pernah berhasil secara penuh untuk memisahkan dirinya sama sekali dari sikap religius. agar supaya penampakan suci itu bisa dialami lagi dan manusia dapat ikut mengambil bagian dalam Yang Suci yang sudi menampakkan diri itu. Dengan menampakkan diri itu Yang Suci menjadi tidak absolut lagi. semua tempat tersebut tetap merupakan suatu hal yang istimewa. manusia. Dalam peristiwa hierofani ini sesuatu yang bukan bagian dunia. Pengalaman manusia modern mengenai ruang profan tetap memiliki nilai kekhususan yang homogen begitu saja seperti halnya religius mengenai ruang kudus. yang mempunyai makna tersendiri. Bahkan bagi manusia yang dianggap sangat tidak religius sekalipun. malam atau pagi hari. tampak pada benda-benda dan makhluk-makhluk yang menjadi bagian dari dunia. tumbuhtumbuhan. tempat di bumi seperti gua. dan sebagainya. misalnya saja tempat-tempat tertentu di daerah asing yang dia kunjungi untuk pertama kalinya. sore. binatang. Di situ ia mengalami suatu realitas yang lain dari kenyataan yang biasanya dijumpai dalam hidupnya sehari-hari. pengalaman profan melampaui suatu ritual tak pernah ada dalam keadaan yang murni. 82 . bukan berasal dari dunia. hutan. sungai. gunung.

Mitos ini benar karna keberadaan alam semesta membuktikan keberadaannya. karena yang membedakan antara Yang Sakral dari yang profan. karena moralitas di alam membuktikannya (Minsarwati. Mitos tentang dewa-dewa dan makhlukmakhluk-makhluk Ilahi itu benar. tetapi pada sikap dan perasaan manusia yang meyakini keprofanan suatu benda karena dari satu benda dapat terbentuk dua sikap dan perasaan yang berbeda. Mitos tentang dunia ini benar. karena kepercayaan kepada hal-hal itu membuktikan kebenaran dan keberadaannya. Kyai Sapu Jagad Mitos tentang letusan Gunung Merapi diyakini berasal dari dua sumber kekuatan manusia yaitu Nyai Roro Kidul (sebagai wanita) penguasa dan penjaga Laut Selatan dan Kyai Sapu Jagad sebagai penguasa Gunung Merapi (sebagai laki-laki). itu mempunyai nilai sakral bagi umat Kristiani. Kemudian peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan sebagai keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. 2002: 70). Antara Yang Sakral dan yang profan secara kongkrit tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. C. Sebagai contoh salib di atas altar. Dengan demikian kesakralan terwujud dari sikap dan perasaan manusia dari sikap mental yang dilandasi oleh perasaan. bukan terletak pada wujud kongkrit benda. Keduanya adalah sama. tanda persatuan laki-laki dan perempuan.Lawan Yang Sakral adalah yang profan. tetapi tidak bagi umat yang lain. Contohnya orang Jawa mengenal adanya perputaran musim yaitu 83 . Orang Jawa dalam mengungkapkan tentang suatu kepercayaan juga selalu hari-hari baik.

bagian Timur Gunung Lawu yang dihuni oleh Kanjeng Sunan Lawu. Sabtu dan Minggu.waktu selama lima hari yang disebut pasaran yaitu: Legi. kemudian perputaran waktu selama tujuh hari yang disebut Saptawaca yaitu : Senin. berhubungan dengan Mitologi Hindu yang mengatakan bahwa Batara Guru sewaktu memerintah dunia untuk pertama kalinya telah membagi dunia menjadi lima bagian yaitu: Timur. bagian Barat adalah Khayangan Dlepih yang dihuni oleh Sang Hyang Pramoni. bagian Selatan yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Kidul. Sistem yang dipergunakan dalam pasaran atau disebut pula Pancakara. Selatan dan Tengah. Jum'at. karena pada hari-hari itu banyak makhluk halus yang keluar mencari makan atau sesaji yang disediakan manusia. Kliwon. Rabu. Barat. Orang Jawa yang tinggal di lereng Gunung Merapi agaknya tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka dengan bahasa teknis yang lugas seperti istilah fertilitas tanah kaitannya dengan abu vulkanik letusan Gunung Merapi. Pahing. yang membagi dunia menjadi lima bagian yaitu bagian Utara ditempati oleh Gunung Merapi yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Kyai Sapu Jagad). dan letak Keraton Mataram yang berada di tengah-tengah. yang disediakan dari mitos dan ritua adat. Akan tetapi secara masuk akal mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan fertilitas itu. seperti mitos tentang terjadinya letusan Gunung Merapi yang menurut anggapan mereka selalu dihubungkan dengan keberadaan keraton Mataram dan Laut Selatan. Utara. Pon. Selasa. Kamis. Letak mitis geografi inilah yang akan digunakan penduduk sekitar lereng Merapi ataupun kalangan orang Jawa terutama yang 84 . Keberadaan itu terlihat dengan jelas pada kedudukan letak mitis geografi kerajaan Mataram. Wage. Bagi orang Jawa hari Selasan Kliwon dan Jum'at Kliwon dianggap sebagai hari sakral.

Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara. Sultan Hadiwijaya membuat strategi yang jitu untuk menghadapinya. Letak Mitis Geografis Keraton Mataram Gunung Merapi Kanjeng Ratu Sekar Kedaton Kyai Sapu Jagad Khayangan. walaupun pasti tidak mudah. Sultan Hadiwijaya harus berhadapan dengan Adipati Jipang. Ia percaya bahwa dirinya akan mampu mengalahkan. Dlepih Sang Hyang Pramoni KERATON MATARAM Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul Gunung Lawu Kanjeng Sunan Lawu Dalam usahanya untuk menegakkan kekuasaan Pajang. Karena kesuksesan ini merupakan strategi Pemanahan dan Penjawi. Arya Penangsang. Arya Penangsang. karena ia hanya menantu Sultan Trenggana. Akhirnya Penangsang dapat dikalahkan oleh Danang Sutawijaya.tinggal di Yogyakarta untuk memahami terjadinya mitos-mitos yang berhubungan dengan letusan Gunung Merapi. Kemudian atas nasihat dari para pinisepuh. siapa saja yang dapat mengalahkan Penangsang akan mendapatkan hadiah. putra Sinuwun Sekar Seda Lepen yang tidak rela tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya. maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya tersebut adalah juga kemenangan Pemanahan dan Penjawi. terkenal memiliki senjata ampuh. tanah Pati dan Mataram. yakni Keris Kyai Setan Kober. Maka Sultan memberikan 85 . putra Pemanahan. yang selalu menggetarkan dan mempecundangi musuh.

Penjawi mendapatkan tanah Pati. Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa hutan Mentaok. Menurut silsilah. 1994: 146). Dari apa yang telah diuraikan di atas. penuh rintangan dan tantangan. cucu Ki Ageng Sela. tekun dan ulet. Kerajaan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan dengan membuka Alas Mentaok sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya. raja Pajang. tidak kenal menyerah. sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju. jelas sekali bahwa kedudukan sebagai raja dapat diperoleh oleh orang yang berjuang dengan penuh ketekunan. Hal ini jika terjadi kelak akan mengancam keutuhan eksistensi Pajang. tidak mengenal waktu sehingga ia dapat menduduki tahta kerajaan Pajang. maka Mataram menjadi penggantinya. Yogyakarta. Pemanahan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. Namun awalnya Sultan Hadiwijaya nampak ragu untuk menyerahkan tanah Mentaok atau Mataram kepada Pemanahan. Jaka Tingkir telah melakukan daya dan upaya. Sultan Pajang mengulur-ulur waktu untuk menyerahkan tanah Mataram (Moedjanto.tanah tersebut kepada mereka berdua. Pemanahan adalah putra dari Ki Ageng Enis. Apalagi dengan dilegitimasi oleh berbagai ceritera tentang dirinya. wajarlah bahwa ia merupakan salah satu unsur asal kekuasaan negara (Sunoto. Berdasarkan ramalan Sunan Giri. Setelah Pajang surut dari gelanggang kekuasaan. Karena itu. Alas Mentaok tersebut berada saat ini tepatnya di sekitar Kota Gede. diprediksikan Mataram kelak akan menjadi sebuah kekuatan yang besar yang menjadi pusat politik di tanah Jawa. berhubung Sutawijaya itu juga anak angkat Sultan Pajang yang telah berhasil 86 . 1983: 52).

Ken Arok telah terkepung oleh tentara Kediri dan tidak ada alternatif lain kecuali haru memanjat pohon enau dan bersembunyi di atasnya. Dengan legitimasi ini berarti tidak mustahillah bila Ken Arok merupakan salah satu asal kekuasaan negara. Perjuangan yang hebat ini disyahkan lebih lanjut dengan berbagai ceritera tentang dirinya. Namun ia diketahui oleh para prajurit yang kemudian memotong pohon tersebut.mengalahkan Arya Penangsang. Bagi masyarakat Jawa. Ken Arok mendengarkan dengan cara bersembunyi di tempat sampah. Ken Arok sudah hampir tertangkap oleh para pendeta dan rakyat di desa Kabalon. kemudian meluncur ke seberang sungai dan bertemu dengan Danyang Lohgawe. Danyang Loghawe pergi ke Tumapel karena mendapat wangsit atau suara gaib untuk memelihara anak bernama Ken Arok yang nantinya akan menurunkan raja-raja di Jawa. Kemudian Sutawijaya menjadi raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati. Contoh tersebut menunjukkan bahwa Ken Arok adalah seorang yang mempunyai kemauan keras. yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi dan masyarakat lainnya. dan dengan segala upaya serta kegigihannya ia dapat mencapai cita-citanya. Dalam keadaan yang sangat berbahaya itu ia menerima wangsit atau suara gaib agar segera memotong dahan enau. karena Ken Arok adalah anaknya. terdengarlah suara Dewa Brahma di langut yang mencegah mereka. dikenal ada tiga simbol kekuasaan Jawa yaitu : Gunung 87 . Dewa-dewa bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja di Jawa. Dari ceritera tentang Ken Arok ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu: Ken Arok sebenarnya bukan anak orang biasa tetapi anak Dewa Brahma.

Ki Juru Martani ke Gunung Merapi untuk bersemedi. Ketiga simbol kekuasaan Jawa ini dihubungkan dengan adanya Kali Opak yang diyakini juru kunci Merapi Mbah Marijan. di tepi Kali Opak. dan keraton Mataram melambangkan keseimbangan. Laut Selatan melambangkan kerakyatan. Kanjeng Ratu Kidul sendiri adalah "Permaisuri Halus" dari Senopati. Kali Opak ini penting bagi kehidupan keraton Mataram dan Kasultanan Yogyakarta sekarang. 2002: 14). bahwa raja-raja Mataram sejak Senopati mempunyai hubungan khusus dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. D. dan Senopati menyelam di Kali Opak. Keraton Mataram (udara) dan Laut Selatan (air). Alkisah ia sampai ke Laut Selatan. Dan pertemuan antara mereka berdua terjadi di desa Wonokromo. Dialah penguasa Laut Selatan. Wanita itu jatuh cinta pada Senopati. Ia mengikuti terus ke mana perginya ikan itu. kemudian antara Gunung Merapi dan Laut Selatan disambungkan oleh aliran Kali Opak (Minsarwati. Jin Kali Opak Menurut versi mitos lain. karena keraton Yogyakarta keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan Segara Kidul (Laut Selatan).Merapi (api). Kanjeng Ratu Kidul 88 . Menjelang pengambilalihan kekuasaan Pajang. Senopati mendapat wahyu keraton. Penguasa Laut Selatan itu berjanji akan selalu melindungi Senopati turun-temurun. Kali Opak juga berperan dalam pertemuan antara Senopati dan Ratu Kidul. disaksikan oleh pamannya Ki Juru Martani. Indah bentuknya. Sudah menjadi mitos umum. Mereka berdua berpisah. Di sanalah ia berjumpa dengan seorang wanita cantik jelita. Gunung Merapi melambangkan kekuasaan. Di Kali Opak ia melihat ikan "Olor".

dan mendapat kesanggupan dari Nyai Roro Kidul untuk membantu sepenuhnya. agar tidak meninggalkan kewaspadaan. ia sampai di tepi laut selatan dan bersemadi di situ. Keduanya bertemu dan bersama-sama memasuki kraton laut selatan yang indah. Kanjeng Nyai Roro Kidul tidak ragu-ragu lagi apa yang terjadi dan keluarlah ia dari kratonnya menemui yang sedang bersemadi. Tentang mitos terjadinya letusan Gunung Merapi itu menurut kisahnya juga diceritakan bahwa saat letusan berlangsung. Dengan bantuan seekor ikan olor. Ki Juru mengingatkan agar Sutawijaya selalu berprihatin dan bersamaan dengan itu turunlah wahyu di atas puteranya yang sedang tidur (Sunoto. Pada waktu bulan purnama Ki Juru Martani keluar rumahnya untuk menjenguk puteranya. lalu dinasehati agar dilengkapi dengan pagar tersebut. Sutawijaya lalu pulang ke Mataram. Keduanya bersama-sama pergi ke Mataram dan sesampainya di sana karena Sunan Kalijaga melihat bahwa rumah Sutawijaya belum mempunyai pagar. hal itu adalah pertanda terjadi perkawinan antara dewa laki-laki yaitu Kyai Sapu Jagad dengan perempuan Nyai 89 . Sesampainya di rumah Sutawijaya pintu sudah tertutup sedang penjaga rumah tidak tahu mana tuannya. mengakibatkan angin laut dan gelombang menjadi besar. Pada pagi hari ia sudah sampai di Parangtritis dan bertemu dengan Sunan Kalijaga yang memberikan berbagai petunjuk kepadanya tentang cara mengendalikan negara serta bagaimana sikap seorang raja. Setelah segala sesuatunya berjalan baik. Kemudian atas anjuran Ki Juru ia meneruskan bertapa di laut selatan.yang akhirnya menjadi permaisuri Senopati. Ia melakukan tapa ngeli artinya masuk di dalam sungai Opak dan terus berenang mengikuti arus air sungai itu. 1983: 75).

penduduk tidak menolak Nyai Roro Kidul berhubungan dengan Merapi. tanda persetubuhan laki-laki dan perempuan. gunung sering dianggap melambangkan kekuatan laki-laki. maka "perkawinan dua kekuatan alam" atau letusan Gunung Merapi juga tidak bisa dicegah dan perlu ditata. Peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan dengan keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. Berdasarkan dari cerita mitos itu maka Mbah Marijan juga menuturkan bahwa terjadinya Kali Opak sampai sekarang 90 . Untuk itu mereka memberikan sesaji kepada kekuatan-kekuatan gaib tersebut agar hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan itu terjalin.Roro Kidul. Seperti halnya perkawinan yang seolah-olah tidak bisa dicegah. sehingga mereka bisa dijauhkan dari bencana Merapi. sedang laut diasosiasikan dengan Yoni simbol dari isteri Siwa yaitu Umo. sedang lautan yang dikuasai Nyai Roro Kidul (dewi) melambangkan perempuan (Laksono. Dalam kepercayaan Jawa. tetapi mereka meminta agar jika Nyai Roro Kidul mengutus atau menginginkan sesuatu dari Gunung Merapi (yaitu benih laki-laki) jangan melalui desa mereka. tetapi bisa ditata. tetapi cukup di kiri kanan desa saja. bahwa gunung yang diasosiasikan dengan lingga yaitu simbol dari Siwa atau Batara Guru. 1985: 46). Riwayat letusan Gunung Merapi juga ada hubungan dengan mitos terjadinya Kali Opak dan gempa bumi. Konsepsi perbedaan ini juga bermakna kesuburan yang dalam bahasa awam menjadi berkah. Oleh karena itu untuk mendapatkan selamat. Interpretasi ini didasarkan atas pemahaman kejawen. Perpaduan muntahan gunungapi menuju laut melalui Kali Opak melambangkan wiji (sperma) calon raja Senopati.

dan sepanjang jalan merayap sambil berteriak "O Pak. Tapi tiba-tiba lidah itu dipotong oleh ayahnya. O Pak". Matahari hampir terbit. O Pak. Keberhasilan itu tidak lain adalah akibat jerih payahnya sendiri. berniat mencari ayahnya. Apa yang dicapai bukanlah sekedar pemberian yang datang sendiri tanpa usaha. bahwa hal ini ditimbulkan oleh ulah Kyai Antoboga yang menggerakkan ekor atau kepalanya untuk menghilangkan rasa pegal (Minsarwati. seekor naga. Sesampainya di atas. 91 . tokoh ini bertugas memimpin segenap makhluk halus yang berada di dasar Merapi untuk menjaga keseimbangan berat Gunung Merapi. karena itulah jalan yang dilalui tadi diberi nama Kali Opak. Meskipun ia sudah diberi tahu bahwa kelak akan menjadi raja. ayahnya. ternyata Ki Wanabaya.masih ada hubungannya dengan jalan untuk menuju ke Laut Selatan dan Gunung Merapi. Berikut ini kita kutipkan tulisan Jayasubrata dalam Serat Babad Tanah Jawi. Dia merayapi Kali Opak. Dan jadilah dari lidah itu pusaka Kyai Baru Klinting. Antoboga lalu diberi tugas menjaga keseimbangan Gunung Merapi. Di Kali Opak inilah berjalan Kyai Antoboga. ketika kurang sejari saja jarak antara kepala dan ekornya Antoboga lalu menjulurkan lidahnya. penduduk mempunyai kepercayaan. Merapi bisa sewaktu-waktu goyah (terjadi gempa bumi). Ceritera di atas menunjukkan bahwa kedudukan sebagai pendiri kerajaan Mataram dicapai olehnya dengan segala liku-liku perjuangan yang cukup berat. jika ia dapat melingkari Gunung Merapi dalam semalam. baru mau mengakui Antoboga sebagai anak. namun ia mematuhi nasehat ayahnya agar tidak langsung memusuhi Sultan Pajang. 2002: 17). Dalam mitos tentang terjadinya gempa bumi yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi.

nanging sira kinempit sangkaning alit. Sebaliknya seorang raja yang kehilangan wahyu kraton berarti akan turun dari tahta. Karena itu barang siapa telah mendapat wahyu kraton atau pulung tidak dapat diganggu gugat. paran wewalesira. kang dhingin mungsuh guru. ing Mataram tan liya saking sang ngaji. wit sira duwe negara. iya nadyan iku. timur kongsi akil balig. ada pula pulung baru datang setelah yang bersangkutan melakukan tapa brata dan perjuangan 92 . tri prakara kainane. kaping tri mungsuh bapak. Wahyu kraton atau pulung datang kepada manusia dalam situasi yang berbeda-beda. kapindhone amungsuh gusti. harus diartikan bahwa kekuasaan tersebut antara lain berasal dari dirinya yang berpribadi luhur. Lawan dadi gurunira kaki. dudu kang yoga ing sira. sebab pasti akan gagal. Seseorang yang telah mendapat wahyu kraton atau pulung dengan sendirinya dapat mengatasi segala rintangan yang dihadapi. mring ramanireki. Misalnya ada yang baru lahir sudah mendapat pulung. kongsi prapteng diwasa. angungkuli putra pribadi. kadang-kadang berupa satriya dan puteri. apan sira winuruk agama. lah mara rasakena" Karena itu setelah menjadi raja dan memegang seluruh kekuasaan negara. Wahyu kraton atau pulung dilukiskan dengan berbagai bentuk antara lain berupa sinar atau cahaya yang terang benderang dan kebiru-biruan. lamun sira mungsuh Sultan Pajang."Iya kulup rasane tyas mami. tata sarengat rampung.

Berikut ini akan disajikan beberapa contohnya. mendengar anak menangis. melihat benda bernyala. ia lalu membuangnya ke tempat pemakaman anak-anak. yang olehnya diambil dan dibawa pulang dan dipelihara sebagai anak sendiri. tampak bernyala pada waktu malam hari. tersesat di kuburan anak-anak itu. Pada waktu itu ada seorang pencuri bernama Lembong tersesat memasuki makam tersebut dan melihat ada benda menyala. setelah didekati oleh Lembong itu nyatalah yang menyala itu anak yang menangis tadi. Setelah Ken Endok melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. diaku anak oleh Lembong. Peristiwa ini dialami oleh Ken Arok. Di dalam Serat Pararaton tulisan Padmapuspita (1966: 12) antara lain disebutkan: "Selanjutnya ada seorang pencuri bernama Lembong. Peristiwa tentang bayi lahir dan mengandung cahaya.hebat. E. Lalu Ken Endok datang kepadanya. sungguhlah itu anaknya sendiri". Setelah didekati ternyata yang menyala itu ialah seorang anak bayi laki-laki. Dunia Pedanyangan 93 . teman Lembonglah yang memberitakan itu dengan menyebut-nyebut anak. yang didapatinya di kuburan kanak-kanak. diambil dan dibawa pulang. Bayi ini kelak kalau sudah dewasa akan mempunyai kekuasaan atau setidak-tidaknya mempunyai keturunan yang mempunyai kekuasaan kenegaraan. Ken Endok mendengar bahwa Lembong memungut seorang anak. didatangi oleh Lembong.

asal mula alam semesta. Unsur lain itulah yang mendorong agar perbuatan raja juga memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Jelaslah bahwa Raja bukanlah manusia yang lepas dari masyarakat. maka akan diperoleh makna kosmologis tentang bagaimana hubungan dari sudut keseluruhan dan dari sudut unsur-unsurnya.Mengingat latar belakang terjadinya raja-raja sebagaimana telah kita uraikan. Di samping itu karena raja telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. Hal ini menyangkut pada ajaran "Manunggaling Kawula Gusti" yang merupakan tindak 94 . Kesemuanya ini bisa dijawab melalui suatu bentuk fisik dari Gunung merapi (api) .Keraton Yogyakarta (udara) – Laut Selatan (air). Unsur inilah yang mencegah atau membatasi raja untuk tidak berlaku totaliter. tetapi juga karena dukungan rakyat dan karunia Tuhan. Oleh karena itu unsur asal kekuasaan dari Raja bukanlah satu-satunya. Raja mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat. tempat di mana ia berkiprah. sebaliknya yang membimbing agar raja berlaku bijaksana. terutama bagi raja-raja yang bercikal bakal membangun negara. tetapi sekaligus juga mengerem agar tidak berbuat sekehendaknya sendiri (Sunoto. tetapi justru berhubungan secara luas dengan masyarakat. 1983: 37). maka unsur ketuhanan ini lalu ikut berperanan dalam kehidupan masyarakat. kemungkinan terjadinya sifat totaliteristik masih dapat dicegah. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka dapat menjadi raja di samping sebagai hasil jerih payahnya sendiri. Bila hubungan antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan dihubungkan dengan persoalan kosmologis yang meliputi tertib dunia. Kecuali itu ada unsur-unsur lain yang akan dibicarakan lebih lanjut. dan tujuan alam semesta.

dan menjauhkan larangan-Nya. mempunyai bentuk kerucut menyatu ke atas. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti mengandung pengertian hubungan horizontal antara sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta. kuat. dalam kapasitas dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa tunduk akan perintah Allah. mempersatukan dengan kekuasaan ngrengkuh. Gunung Merapi adalah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam iman dan takwa kepada Allah yang satu.lanjut pemahaman Sangkan Paraning Dumadi. dan kemiskinan serta pengendalian nafsu duniawi. merupakan kekuasaan besar masyarakat melawan kebodohan. Gunung Merapi. sebagai simbolisasi dari Sang Pemimpin yang bergelar Ngarso-Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamangku Buwono Ing Ngalogo Ngabdulrakhman Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ingkang Jumeneng Ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Demi terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir dan batin. 95 . mengandung arti Pemimpin yang senantiasa di depan sebagai teladan. keterbelakangan. namun dapat menimbulkan malapetaka tak terhingga bila tidak terkendali. sebagaimana gunung berapi lainnya. Oleh karena itu lebih condong pada wujud masyarakat (makrokosmos) yang digambarkan dengan hubungan simbolik antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan. sengguh ora mingguh mempersatukan. Hamangku. Hamengkoni). berkesan kokoh. sejuk bila berada di sekitarnya. Keraton Yogyakarta. karena sebagai Panglima Perang harus mampu menghalau musuh manusia yang berwujud kebodohan. mengutamakan dan melindungi rakyatnya (makna Hamengku. keterbelakangan dan kemiskinan akibat ulah nafsu duniawi.

Pemimpin di tengah rakyatnya. dan aspirasi yang harus diserap. mendorong menuju tujuan serta mewujudkan kesejahteraan dengan keteguhan keyakinan hanya karena Allah semata. menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utama. damai. diutamakan. diolah. Laut Selatan. dinamika. deburan ombak yang kadang deras. itulah makna Kanjeng Ratu Kidul sebagai personifikasi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat. Jika kita baca sepintas lalu saja seolah-olah hanya merupakan ceritera atau dongeng belaka tidak ada bedanya dengan ceritera atau dongeng yang lain. Hasil perpaduan dua kekuatan alam ini berupa calon raja Senopati yang berada di Keraton Yogyakarta. diperjuangkan. apresiasi. ibarat kehidupan masyarakat yang keras. dan dilindungi oleh Sang Pemimpin. diiringi angin yang kencang. keras dan besar. tenteram. yaitu terjadinya "dua kekuatan alam". diyakini. dapat disimpulkan tentang makna kosmologi yang ada pada mitos letusan Gunung Merapi. hanya bentuk penyampaiannya yang perlu kita pelajari secara saksama. yang dalamnya tidak teratur. yaitu antara Gunung Merapi sebagai kekuatan api dan Laut Selatan sebagai kekuatan air. 96 . yaitu berupa Keraton sebagai unsur udara. lembut dan nyaman diiringi angin yang sepoi basah. dipahami. mengandung kekayaan alam tak terhingga. Oleh karena itu Sang Pemimpin harus manjing ajur ajer dengan yang dipimpin. Berdasarkan pada uraian tentang tiga makna simbol dari Gunung Merapi. namun kadang pelan. penuh dengan kreasi. Perlu kita sadari bahwa contoh-contoh yang telah kita uraikan sebenarnya merupakan sejarah. sejuk. brutal namun juga lembut. Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan di atas.

Namung gugur kenging Kyai Tumbak Kyai Pleret. Patih ing Jipang. 1983: 14). kaleres naksederek kaliyan Ingkang Sinuwun Sultan Agung. Adipati Pragola ing Pathi. putrinipun Ki Ageng Penjawi ing Pathi. seolah-olah banyak yang tidak masuk akal. bagaimana mengartikan simbol itu dengan sebaik-baiknya. peputra Adipati Pragola ing Jambean. mengsah perang kaliyan Mataram. terhadap simbol-simbol itu. Nagari Pajang lajeng pindhah dateng Mataram. Risang Sutawijaya ajejuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati Ngalaga ing Nagari Mataram. awit mangertos manawi Adipati Pragola pancen sekti. Kita harus dapat melakukan analisa secara kualitatif. Sutawijaya dengan Nyai Roro Kidul. agar syah dalam melakukan tugasnya dan berwibawa serta berkharisma (Sunoto. peputra Tumenggung Aria Mataun. Ken Arok mendengarkan Dewa yang sedang berapat. Sutawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga dan lain-lain. R. Peputra : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati ing Mataram. Timbul pertanyaan di dalam diri kita bagaimana hal-hal semacam itu terjadi. Ceritera-ceritera itu merupakan legitimasi terhadap diri orang yang bersangkutan. kemudian secara kuantitatif kita melakukan abstraksi. Saben dinten malem Jumah pasareanipun Adipati Pragola wonten rah teles 97 .Lebih-lebih jika kita perhatikan isinya. Ingkang jumeneng narpati. dipun lawan Ingkang Sinuwun Sultan Agung piyambak. Paku yang waktu lahir dimasukkan di dalam kendhaga. Prameswari dalem angka setunggal Kanjeng Ratu Mas. Sumare wonten Makam Pragola ing kota Solo. Putra Dalem nomer 3 Adipati Puger ing Demak. Misalnya raja Dhandhang Gendhis yang dikalahkan Ken Arok lalu naik ke langit dengan istananya. Jaka Tingkir yang berperang melawan buaya.

mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan.B. Setelah berhasil menggeser kekuasaan Pajang. pusat-lingkaran. 1988: 204). putra nomer 12. Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun P. Itulah makna jangka jangkah jangkaning jaman (Damardjati. peputra Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura (Bratadiningrat. Sutawijaya tahun 1584 memindah pusat kerajaan menuju Mataram. artinya membidikkan anakpanah.R. Namung bibar perang Jepang sapriki sampun boten wonten. putra K. Pribadinya sebagai personifikasi tahapan pemahaman tertinggi. Dalam bidang budaya Panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatahan gempuran (Haryanto. pasca manah.I. Panembahan Juminah. 1990: 58). peputra Kanjeng Ratu Paku Buwana I. 98 . peputra Tumenggung Balitar. Ingkang nurunaken nata. Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa.ateges inggal. yaitu manggalih artinya mengenai soal-soal esensial. Pancen pasareanipun ngajrih-ajrihi. 1993: 27). yang dikenal sebagai jangka. Retno Dumilah peputra Pangeran Hario Balitar.

Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. babaran. sepasaran. Keluarga Jawa mengerlal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban.selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. sebaliknya akan mendapat keselamatan. Bagi sebagian penduduk Jawa. Clifford Geertz (1969: 126) antara lain menulis tentang selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. sunat. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan. selamat. perkawinan.. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : 99 . Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. slametan masih tetap menarik.dalam perjalanan. selapanan. atau tedhak siten. kematian. pitonan.BAB V PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Selamat dalam melakukan pekerjaan.

tetapi jika rujak rasanya hambar baginya. dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih. Meskipun tidak disebutkan secara terinci. Clifford Geertz menulis bahwa ada tiga macam yaitu putih mulus. Dalam hal nasi. nasi merah dan bubur. bersih lahir batinnya. Rujak juga mengandung arti harapan. maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan. Putih melukiskan pemuas ibu. diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau 100 .terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan. tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. suci. nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik. merah dan gabungan keduanya. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan. calon ibu memperoleh berbagai. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu. merah air bagi ayah. Kecuali rujak. dan campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. ia akan mempunyai anak lelaki. Dalam hal rujak ia menulis : bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam . indah. Selama bulan ketujuh mengandung.macam buah-buahan. mungil. putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. cabai penyedap dan gula. Koentjaraningrat (1967: 42) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak.Di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir (kelapa muda) gadhing. Nasi putih melambangkan air dari ibu.

Di dekat ibu ditaruh sebuah keris. 2. untuk mengusir roh jahat. B.mitoni. Tradisi Kenduri 1. Di sudut rumah. Upacara sepasaran Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. sebatang tanaman. daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buah-buahan. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Semua. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. 101 . Upacara brokohan Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. ditaruh sajen.

Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan Koentjaraningrat (1967: 47) menulis bahwa ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. pensil. suka bersolek). pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang 102 . kaca dan pisau. pepaya. 3. Misalnya janur kuning. cermin (aktor. Upacara Tedhak Siten Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. Dalam upacara panggih digunakan pula kembarmayang sebagai salah satu alat upacara. uang (pedagang kaya). beras/nasi (petani-rajin). jambu.buahan yang terdapat di daerah tersebut. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. beras. pisau (prajurit-berani). Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. Upacara perkawinan Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Pekerjaan dan watak bayi kelak kemudian diramal berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. 4. buah kelapa dan bermacam-macam buahbuahan antara lain : rambutan. Kepada bayi dihidangkan sebuah baki yang di atasnya telah diletakkan sejumlah barang lambang yang menunjukkan pekerjaan atau ciri khas watak : pensil (juru tulis-pandai). atau buah .

Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Untuk menghindari bahaya 103 . Kasus-kasus tersebut antara lain ialah: Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. Anak pancuran kapit sen . Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala.dhang ya.itu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. C.sirih. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Demi Ketentraman Jiwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terbit atau terbenamnya matahari. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu.

pendirian sebuah rumah baru. Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapat ridha dari Tuhan. Biasanya untuk hajatan keberangkatan naik haji ke tanah suci. Dengan menyelenggarakan upacara ini. perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. 104 . Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. dan sebagainya. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah rasional dan yang serba kasat mata. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung.tersebut. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk ahli keluarga yang menyelenggarakan. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang. D. keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya.

Hidangan sedekah kenduren menunya lebih bebas. 105 . dan tetangga. terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan sukses-sukses lain yang perlu dan pantas ditiru. Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam suasana terjepit. Upacara bancakan sering digunakan dalam acara bagi waris. kawan sejawat. dan kekayaan. Ada bahkan yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan atau kecelakaan. ingin saling jegal dan cenderung menang sendiri. lulus ujian. sisa hasil usaha dan keuntungan perusahaan. Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu sehingga terbangun suasana suka dan meriah. Undangan biasanya terdiri dari kerabat. kekuasaan. Dalam hal ini kenduren mirip dengan cara tasyakuran.Acara kenduren bersifat personal. sambil membicarakan tauladan yang bisa ditiru misalnya kenaikan pangkat. Mereka berkumpul untuk berbagi suka. Maksudnya supaya terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang tidak adil.Kegiatan slametan menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya sehingga solidaritas anggota terjaga. Yang dimaksud dengan kenduren adalah upacara sedekah makanan karena seseorang telah memperoleh anugrah atau kesuksesan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. yaitu yang berkaitan dengan problem dum-duman 'pembagian' terhadap kenikmatan. Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan karena orang cepat lupa diri. Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut. Suasananya santai.

pengestunipun. dan sebagainya.Kata slamet di tengah-tengah pergaulan orang Jawa sangat populer. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia baik di dunia apalagi di akhirat. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup. Sugeng Pamungkas. Slamet Raharja. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. Widada juga mengandung makna selamat. Apabila ada sebuah resepsi pada keluarga Jawa. "Injih. "Sugeng rawuhipun. hormat dan hikmat. dan lain-lain. Misalnya Slamet Sutrisno. kata sugeng digunakan demikian. Untuk sapaan hangat dan hormat. Selamat Lahir Batin Secara umum kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan. yang berarti selamat datang yang ditujukan kepada para tamu. "Piye kabare? Rak pada slamet ta?" E. Kata sugeng untuk memberi nama orang misalnya Sugeng Santosa. Sugeng Hartono." Dan pihak yang disapa akan menjawab singkat. Begitu populernya sehingga banyak orang Jawa memberi nama anaknya dengan kata slamet. Hanya saja kata widada digunakan dalam suasana yang formal keistanaan serta lebih estetis dan puitis 106 ." Kata sugeng memang dapat menciptakan suasana hangat. Pak. Kata sugeng itu merupakan bentuk krama dari akad slamet sehingga terkesan lebih halus. dengan mudah di sana ditemukan jajaran kata "Sugeng Rawuh". Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar. menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara. Slamet Riyadi. pemberian nama anak.

lestari. sugeng. semangat dan kemauan. Kata widada yang bernilai estetis dan puitis lantas digunakan untuk memberi nama anak laki-laki. misalnya Jatmika Widada. Misalnya puji memuji: manggiha basuki. Jaka Widada. Ayu-hayu-rahayu adalah kondisi yang memungkinkan bagi terwujudnya keselamatan. Artinya saling mendoakan agar mendapat keselamatan terbebas dari segala gangguan. Demikian juga kata hayu-dirgahayu Nama anak semuanya mengandung yang menggunakan istilah 107 . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur menggunakan semboyan "Jer Basuki Mawa Beya". widada. kata basuki juga mengandung makna keselamatan. Budi Widada. raharja. Artinya semoga selalu bertemu dalam keselamatan. kata widada tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di samping menunjuk pada soal kesejahteraan. dan sebagainya. rahayu. makna harapan akan keselamatan. Basuki. basuki di Jawa juga sangat banyak. Biaya di sini bisa berarti tenaga. Endar Widada. kesejukan dan kedamaian. slamet. yuwana. percakapan resmi dalam istana serta upacara. Wanita ayu adalah wanita yang bisa menghadirkan suasana keselamatan. Artinya adalah cita-cita untuk memperoleh kesejahteraan pasti memerlukan biaya. Semuanya bermaksud agar anaknya mendapatkan keselamatan dan kewibawaan. mugi kalis ing sambikala. Setiap kali MC bahasa Jawa mau mengakhiri pembicaraan. Rahayu di sini juga mengandung makna doa selamat.(bahasa Kawi). Untuk kata keseharian orang lebih biasa dengan istilah slamet yang merupakan tataran bahasa ngoko. Selain untuk nama orang. senantiasa terdengar ungkapan: mugi rahayu ingkang sami pinanggih.

masyarakat Jawa terdiri atas manusia-manusia yang mempunyai hubungan dan saling butuh-membutuhkan satu sama lain. ayem. terhindar dari hal-hal yang menjebak mereka sehingga gagal meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat. "Kepripun Mas kabaripun?" Maka akan dijawab. Harapannya agar si anak mendapat kecantikan fisik dan kecantikan batin. keindahan dan F." Secara umum kata wilujeng bermakna selamat juga. tentrem. yang sejajar maknanya dengan slametan. Kata wilujeng juga dapat digunakan untuk sapaan hangat bernada halus. Prapti Rahayu dan Sulistya Rahayu. terbebas dari malapetaka. "Pangestunipun. Di atas 108 . dhawah wilujeng. Sulastri Rahayu. Salah satu gendhing yang terkenal dalam kerawitan yaitu gendhing ladrang wilujeng. Keluarga merupakan masyarakat yang paling kecil. Ladrang wilujeng ini cocok untuk mengisi suasana santai namun agung dan hikmat.adalah ungkapan yang menghendaki datangnya keselamatan. Lagu ini memberi suasana damai. mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam kehidupannya diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Dengan wilujengan atau selamatan itu. sehingga kehadirannya membawa kedamaian. Hubungan Antar Warga Sama halnya dengan struktur keluarga. dan tenang. Wilujengan berarti selamatan. Misalnya Nanik Rahayu. Untuk anak putri sering diberi nama rahayu. Hanya saja kata ini jarang digunakan untuk memberi nama anak.

keluarga tidak ada struktur dalam bentuk clan seperti di Minangkabau atau marga di Batak. Meskipun demikian hubungan kekeluargaan masih erat bahkan ada bentuk trah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat (Jawa, trah), misalnya pernyataan atau ucapan : kerabat Mangkunegaran, trah Somadiharjan, dheweke iku isih kerabate dhewe (dia masih kerabat sendiri). Dasar hubungan ini adalah pertalian darah atau keturunan. Dalam struktur ini pada umumnya tidak ada hubungan hak dan wajib yang berbentuk material-fisik, misalnya mengenai harta pusaka, demikian pula tidak ada struktur berupa hirarki kekuasaan dengan segala aturan dan sangsi-sangsi. Di lingkungan kerabat tertentu hirarki itu ada, karena secara historik, tradisi itu memang sudah berlaku. Hubungan dalam struktur kekerabatan lebih bercorak kejiwaan, berdasarkan kekeluargaan dan berasaskan moral. Struktur yang nampak jelas adalah dalam bentuk dukuh, desa, kecamatan atau RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah) dan seterusnya. Di dalam struktur ini kumpulan ke luarga lalu terikat dalam RT atau dukuh, kemudian dalam RW atau desa dan selanjutnya. Hubungan mereka tidak didasarkan atas keturunan atau hubungan darah, tetapi atas daerah tempat tinggal mereka. Di dalam struktur ini berlakulah berbagai aturan, sangsi hukum, hak dan wajib. Dengan demikian jelas masyarakat Jawa pada hakekatnya belum melepaskan diri dari struktur yang berdasarkan hubungan darah, tetapi tidak menjadikannya sebagai pola dasar kehidupan mereka. Karena itu sepintas lalu nampaknya mengambang, sebab memang tidak bertumpu sepenuhnya pada dasar

109

hubungan darah. Meskipun demikian struktur tersebut masih nampak jelas lebihlebih di lingkungan tertentu. Di samping itu terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan yang berdasarkan agama, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga dan lain-lain. Bahkan kita dapati pula kelompok profesi misalnya masyarakat petani, nelayan, pedagang. Dalam struktur kekerabatan ini kerukunan dan keguyuban merupakan sendi dasar dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu kekerabatan merupakan jenis masyarakat paguyuban. Di dalam struktur masyarakat Jawa seseorang pasti menjadi warga keluarga dan kampung atau desa atau RW (Rukun Warga)nya, serta dengan sendirinya menjadi warga kerabatnya. Menurut hemat kita ikatan keluarga dalam masyarakat Jawa yang dwitunggal menunjukkan bahwa masih ada pola yang jelas. Mereka masih mengenal saudara-saudaranya yang tunggal nenek bahkan tunggal buyut. Hubungan mereka dapat tampak erat, terbukti jika ada kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya perkawinan, hari raya Idul Fitri. Mereka masih memerlukan berkumpul pada waktu itu untuk membina persaudaraan agar tali hubungan tidak terputus. Mereka masih saling bantu-membantu, meskipun tidak terorganisir dengan baik. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin berkembang ini, ternyata struktur keluarga dan kekerabatan masih bertahan menurut caranya sendiri. Sistem kekerabatan, karena dasar hubungannya adalah kekeluargaan, maka tidak selalu terikat oleh tempat tertentu. Artinya anggota-anggotanya dapat tersebar menempati ruang yang berjauhan satu sama lain. Mereka berkumpul hanya pada waktu-waktu tertentu jika kebetulan ada keperluan yang penting.

110

Masyarakat Jawa telah mempunyai sejarahnya yang cukup panjang. Dalam perjalanan sejarah tersebut berbagai pengaruh baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar serta lingkungan telah banyak terjadi. Karena masyarakat juga mengalami perkembangan baik mengenai jum1ah anggotanya, maupun kebutuhan anggotanya maka mau tidak mau dari dalam diri mereka sendiri timbul tuntutan sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Mereka sendiri harus mampu memberi jawaban dan memenuhi kebutuhan tersebut agar tetap hidup. Di samping itu masyarakatjuga mendapat rangsangan dan tantangan dari luar dirinya baik dari alam lingkungannya maupun dari masyarakat luar. Mereka harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tersebut jika ingin tetap hidup dan berkembang. Jika diteliti dengan seksama maka struktur masyarakat Jawa merupakan kesatuan yang harmonik. Anggota-anggotanya berhubungan secara harmonik. Sebagai kelompok merupakan sistem yang harmonik dengan kelompok lain dan alam sekitarnya, demikian pula harmonik dengan Tuhannya sebagai sangkan paraning dumadi. Pada dasarnya masyarakat Jawa mempercayai bahwa apa yang gumelar di jagad raya ini asalnya dari Tuhan dan karena itu akan kembali kepada asal tersebut. Karena pendirian yang demikian inilah masyarakat Jawa mudah menerima pandangan hidup yang selaras dengan-Nya termasuk agama-agama. Di dalam kegiatan hidup, mereka bahkan tidak dapat terlepas dari pengaruh ini. Nilai-nilai ketuhanan tampak di dalam bermacam-macam kegiatan berupa upacara-upacara baik keagamaan maupun adat. Selamatan selalu dimulai atau ditutup dengan doa.

111

Alam sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Jawa. Pulau Jawa dikelilingi oleh lautan, terdiri atas pegunungan dan daratan. Karena itu mata pencaharian mereka ialah pertanian, perdagangan, penangkapan ikan dan industri kecil. Yang paling besar ialah hidup dari bercocok tanam. Karena setiap hari mereka bergumul dengan alam yang demikian itu, maka pengaruh daratan, lautan dan pegunungan terhadap kehidupan masyarakat Jawa cukup kuat. Sebagai petani lalu diwarnai filsafat baik pertanian maupun gunung. Demikian pula masyarakat Jawa yang hidup di pantailalu diwarnai filsafat laut. Di samping itu agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan yang cukup berat, maka mereka lalu berusaha mencari kasekten (kesaktian). Barang siapa sakti akan dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kasekten merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa.

112

laut dan kasekten. maka filsafat masyarakat Jawa juga mencerminkan filsafat tani. Kecuali itu hal yang sangat menonjol di dalam filsafat masyarakat Jawa ialah soal kasekten. sebagai sangkan paraning dumadi atau asal dan tujuan segala yang ada. pegunungan dan lautan. Ini tidak berarti bertentangan dengan pandangan mereka yaitu bahwa segala sesua. Dengan kasekten itu ia mempunyai wibawa dalam memimpin masyarakat. Filsafat tani dan laut serta gunung sebagai bukti keterbatasan kemampuan manusia. gunung. Sinkretik karena filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri yang luwes. laut dan kasekten.tu berasal dari Tuhan. Hal ini nampak antara lain pada pimpinan masyarakat. Pemikiran Kefilsafatan Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitar. antara lain memiliki kasekten. Berdasarkan atas uraian tersebut di atas filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri monopluralistik sinkretik.BAB VI UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Alam Indonesia berupa tanah pertanian. gunung. Monopluralistik karena segala ciri tersebut tidak dapat 113 . Seorang pemimpin harus memenuhi berbagai syarat. Kasekten mempunyai peranan penting dalam tata kehidupan masyarakat Jawa. sebaliknya betapa agungnya kekuasaan Tuhan yang pengejawantahannya dapat dilihat di mana-mana. dapat menerima berbagai ciri tanpa menimbulkan goncangan. Pluralistik karena mempunyai lebih dari satu ciri yaitu pertanian.

sepasaran. buah kelapa. Bentuknya nampak pada waktu mulai menanam. buah-buahan dan daun-daunan. Lebih-lebih di dalam upacara perkawinan. Di bagian atas sudah disinggung berbagai upacara yang bertujuan agar orang yang menyelenggarakan upacara beserta seluruh keluarganya memperoleh selamat. Usaha-usaha tersebut kadangkadang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat adi-kodrati misalnya kepercayaan adanya kekuatan adikodrati yang dapat membantu mereka. Misalnya waktu pabrik akan mulai menggiling tebu diadakan keramaian yang dikenal degan nama b u k a k g i l i n g artinya mulai menggiling tebu. Demikian pula pada waktu mereka memperdagangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan. Puncak dari padanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. padi. memelihara tanaman dan memetik hasilnya. brokohan. Mereka mengadakan upacara dan membaca doa demi suksesnya hasil karya mereka. Upacara-upacara tersebut ialah: tingkeb. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang cukup berbagai usaha dilakukan baik di bidang pertanian maupun perdagangan. selapanan. akan tetapi merupakan kesatuan yang bulat. digunakanlah berbagai jenis hasil pertanian antara lain daun kelapa muda. Di antara berbagai kebiasaan itu adalah sebagai berikut : Dalam bidang pertanian masih ada kebiasaan yang seka. tebu.ang ini tetap dijalankan. Dalam pada itu diadakan pula upacara selamatan dengan maksud agar hasil giling akan sukses dan tidak terjadi suau apapun selama musim giling tersebut. Di dalam upacara tersebut salah satu sarana kelengkapannya ialah hasil-hasil pertanian. tedhak siten dan perkawinan. 114 .dipisahkan satu sama lain. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dapat memberi corak kefilsafatan Jawa.

Oleh karena diadakan pada bulan Maulud lalu dinamakan garebeq mulud. Pada waktu menjelang mengetam padi diadakan upacara bernama wiwit artinya mulai mengetam padi. Karena itu upacara tersebut juga dinaman Garebeg Besar. Pada hari tersebut digarebeg atau diikuti oleh pengiringnya menuju mesjid besar untuk melakukan upacara selamatan bersama-sama dengan para penghulu kraton. akan tetapi juga di pabrik-pabrik lain meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Yaitu upacara selmatan atau hajad Dalem berupa tumpeng yang besar atau inungan yang dibawa dari kraton ke mesjid besar pada aktu dan hari-yang telah ditetapkan.Dengan adanya upacara itu terbukti bahwa hasil kerja suatu pabrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi saja. Tradisi Garebeg Sekaten Tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta yang biasa meyaksikan keramaian yang mengandung nilai religius khuusnya nilai yang terkandung di dalam agama Islam setiap setahun sekali yaitu pada bulan Maulud. ulama. garut. ubi. pisang. akan tetapi juga oleh kekuatan lain di luar itu.ra ini dinamakan garebeg Maulud. ketela. Ketiga macam upacara itu hampir sama bentuknya dan nilai yang terkandung di dalamnya juga sama yaitu nilai agama khususnya agama Islam. Dalam upacara tersebut hasil-hasil pertanian misalnya talas. ganyong dipakai sebagai bahan selamatan. B. 115 . Kejadian seperti ini tidak hanya terdapat di pabrik tebu saja. Oleh karena itu paca. Di samping garebeg Mulud masih ada garebeg lain yang diadakan pada bulan Sawal dan Besar. pembesar lain dan rakyat pada umumnya.

Dengan cara demikian maka rakyat secara sadar mengetahui tentang agama Islam dan kemudian memeluk agama tersebut dengan senang dan penuh tanggung jawab. gemar akan kesenian. Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa tidak ada paksaan dalam agama maka penyebaran dan perkembangan 116 . terbukalah kesempatan untuk meberi penerangan tentang agama Islam kepada mereka. Dengan demikian agar rakyat dapat dikumpulkan dengan mudah maka cara yang paling baik adalah melalui pertunjukan berupa nyanyian yang diiringi oleh gamelan yang dipukul di muka atau di halaman masjid. adalah pesuruh-Nya. Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam di Jawa mereka secara bijaksana menggunakan cara yang sangat baik yaitu bagaimana agar agama Islam dapat diterima oleh rakyat dengan baik. (Sunoto. dengan penuh kesadaran. 1989: 36). Ada yang mengatakan nama tersebut diambil dari kata sekati yaitu nama gamelan yang ditabuh di muka masjid besar selama perayaan sekaten itu berlangsung. Setelah rakyat ber kumpul mendengarkan bunyi gamelan yang indah itu. Mereka memahami benar-benar bahwa rakyat pada umumnya gemar akan pertunjukan.Istilah sekaten mempunyai arti bermacam-macam. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan memakai alat berupa gamelan. Dengan demikian kata Syahadatain lalu menjadi sekaten artinya perayaan atau upacara sebagai pengejawantahan pelaksanaan nilai yang terkandung di dalam agama Islam. Ada pula yang mengartikan lain yaitu diambil dari kata sahadatain atau dua kalimah sahadat atau pengakuan setiap orang Islam bahwa tidak ada Tuhan lain kecuali Allah dan Nabi Muhammad saw.

Upacara sekaten secara resmi telah selesai. Ada dua jenis gunungan yaitu laki-laki dan perempuan. Kemudian puncak acara adalah membawa gunungan dari kraton ke mesjid besar. Gunungan sebenarnya adalah sebuah tumpeng yang besar dimaksudkan untuk selamatan atau kendhuri. Beberapa waktu kemudian gamelan yang selama perayaan itu dibunyikan lalu dibawa kembali ke kraton. Beberapa hari sebelum gunungan dibawa dari kraton ke mesjid besar telah diadakan berbagai keramaian yang diadakan di alun-alun Utara Yogyakarta. Upacara ini dilakukan dengan penuh kebesaran dan khidmat. Sekaten penuh diliputi oleh nilai religius khususnya nilai agama yang terkandung di 117 . Dari seluruh kegiatan dalam rangka sekatenseperti diuraikan di atas nampak dengan jelas bagaimana bentuk filsafat hidup masyarakat Jawa. Pada hari dan jam yang telah ditentukan gamelan nyahi dan kyahi Sekati dibawa dari kraton ke mesjid besar untuk ditabuh selama perayaan tersebut berlangsung.agama Islam di Jawa berjalan secara tertib dan damai. Berikut ini adalah sekelumit contoh tentang Sekaten di Yogyakarta. Demikianlah tradisi ini terus berjalan sampai sekarang dengan penyempurnaan pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan waktu dan jaman. penghulu dan rakyaL pada umumnya. Sebagaimana disebutkan di atas maka pada puncak acara ini Sri Sultan yang mempunyai hajad dengan diiringkan oleh pembesar kraton dan kerabat pergi dari kraton ke mesjid besar untuk melakukan selamatan bersama para ulama. Yang mempunyai hajad adalah raja.

Raja bergaul akrab dengan rakyat dalam melaksanakan kepentingan bersama yaitu berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rahmat dan keselamatan dari-Nya. Upacara sekaten menunjukkan bagaimana hubungan antara raja dengan para ulama dan rakyat pada umumnya. jamnya dan siapa yang mengangkat. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada soal pertanian saja tetapi juga mempengaruhi kehidupan 118 . Gunungan terdiri atas makanan dan berbagai buah-buahan. Upacara-upacara harus dipenuhi dan dijalankan secara runtut. Raja'.dengan para Pangeran dan Pembesar kraton tedhak ke mesjid besar bersama-sama dengan ulama ddn rakyatmengadakan selamatan.Karena itu nilai pertanian ikut pula berperanan di dalam upacara ini. Nilai moral dan keindahan jelas nampak dalam upacara sekaten. Ini berarti bahwa dalam upacara ini hasil-hasil pertanian digunakan sebagai perlengkapan upacara.dalam Islam. Terlihat dalam hal hubungannya dengan tujuan upacara. kepada siapa tumpeng harus dibagikan. pakaian yang bagaimana harus dipakai pada waktu melakukan upacara itu agar semuanya tampak susila dan indah. Penghormatan pada Dewi Sri Bagi masyarakat Jawa nama Dewi Sri selalu dihubungkan dengan kegiatan di bidang pertanian. Hingga pada waktu sekarang ini jika orang akan mengetam padi masih ada yang disertai ucapan tertentu yang dikaitkan dengan Dewi Sri agar hasil padi yang diharapkan akan berlimpah. misalnya waktu membawa gunungan telah ditetapkan harinya. C. Lagu-lagu telah dipilih sedemikian rupa agar mempunyai nilai sakral.

Di dalam ruangan ini terdapat berbagai benda misalnya kendhi. Dalem adalah bagian rumah yang ditempati untuk tidur terdiri atas tiga ruangan atau senthong. yaitu senthong kiri. Di dalam ceritera tersebut Dewi Sri dilukiskan sebagai puteri seorang raja yang diusir dari kerajaan karena menolak pinangan seorang raja raksasa. senthong kanan dan senthong tengah. Kemudian ia dikejar-kejar oleh utusan raja dan dilindungi oleh siapa saja yang didatangi olehnya. Akhirnya ia selamat. paringgitan dan dalem. Sebagai peran utama dalam hal ini adalah Dewi Sri. bahkan sering disebut bersama dengan adik yang kemudian menjadi suaminya yaitu Sadana.sehari-hari di dalam rumah tangga. Dari uraian tersebut di atas dapat dibuktikan betapa peranan unsur pertanian. Ruangan ini dihubungkan dengan suatu anggapan sebagai tempat Dewi Sri. Ceritera Dewi Sri di dalam wayang: Sebenarnya apa yang diceriterakan mengenai lakon Dewi Sri adalah lambang mengenai pertanian. para pengejarnya dihancurkan dan Dewi Sri menjadi isteri adiknya sendiri. Karena Dewi Sri adalah lambang pertanian maka perjalanannya adalah lambang bagaimana pertanian mendapat serangan dari hama dan 119 . Sebagaimana kita ketahui rumah asli orang Jawa terdiri atas tiga bagian yaitu pendhapa. tempat sirih. pengidon dan lain-lain. Senthong kiri dan kanan ditempati untuk tidur sedangkan senthong tengah dianggap sebagai ruangan yang suci digunakan jika ada upacara-upacara yang suci misalnya perkawinan.

langse adalah kain yang digunakan untuk menutup makam Sultan Agung Anyakrakusuma di makam raja-raja Imagiri. D. Upacara inilah yang kemudian bernama langse. Yang mempunyai tugas untuk mengganti kain penutup bergantian yaitu kerabat kesunanan Surakarta. dan kerabat kesultanan Yogyakarta. Penggantian tersebut dilakukan dengan upacara tertentu. Mereka harus menjawab. Di tepi-tepi pantai masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah atau di daerah pedalaman. Kain penutup tersebut dalam waktu tertentu misalnya satu windu harus diganti. Upacara Langse. Tradisi Labuhan Di daerah Surakarta dan Yogyakarta ada upacara laut yang disebut labuhan. Sebagai bukti berikut ini adalah contoh-contohnya.dak dapat dipisahkan dengan rangkaian mengenang peristiwa berdirinya kerajaan Mataram terutama ceritera pada waktu Panembahan Senapati berhubungan dengan Nyai Rara Kidul.bagaimana dapat terhindar dari hama tersebut. Timbullah berbagai bentuk jawaban yang diberikan oleh mereka yang intinya adalah halhal yang bersangkut paut dengan laut misalnya nyai Roro Kidul sebagai Dewi lautan. Upacara ini ti. Bagaimanapun juga ceritera tersebut sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Jawa.tantangan dengan sebaik-baiknya. akhirnya diadakan upacara melabuh langse tersebut di laut Selatan. tahlilan dan penggantian langse. Setelah upacara caos. Upacara labuhan diadakan pada 120 .

abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan Kyai Penghulu. pembawa pakaian yang akan dilabuh. Pada saat persiapan ini yang boleh menyaksikan adalah Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan keluarganya serta para abdi dalem Kraton Yogyakarta. Demikian juga pada saat upacara ulang tahun (tingalan dalem) ini masih bersifat tertutup sebab masih dilakukan di dalam kraton. Pada saat persiapan ini kecuali menyiapkan perlengkapan upacara labuhan juga menyiapkan perlengkapan ulang tahun (tingalan dalem) Sri Sultan Hamengku Buwana IX.. abdi dalem Keparak. 121 .waktu tertentu yang intinya adalah melabuh atau membuang pakaian-pakaian bekas dari raja ke laut. abdi dalem Keparak. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini yaitu abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya. Adapun yang terlibat dalam menyelenggarakan persiapan upacara ini adalah para puteri kerabat kraton yang sudah tua usianya. bersifat terbuka artinya dilakukan di luar kraton sampai di tempat di mana dilaksanakan labuhan di Parangkusuma. Kemudian pada pelaksanaan upacara labuhan. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan upacara labuhan sebagai berikut: Pada saat persiapan upacara labuhan bersifat tertutup artinya hanya dilakukan di dalam Kraton Yogyakarta.kerabat kraton dan abdi dalem Pengulon. pakaian. Untuk kraton Surakarta pakaian tersebut dilabuh di pantai Brosot. sedangkan untuk kraton Yogyakarta dilabuh di pantai Parangtritis. Upacara labuhan disertai dengan sarana-sarana dan prosedur yang bersifat sakral antara lain mengenai alat-alat sajian. Gunung Merapi. Gunung Lawu maupun Dlepih Kahyangan.

Kemudian masyarakat setempat. lurah. Kesaksian para pejabat tersebut baik dari lingkungan pemerintah Kraton Yogyakarta maupun dari lingkungan pemerintah Hindia Belanda. Kecuali itu juru kunci juga mempunyai hak untuk memiliki benda-benda yang telah selesai dilabuh (Sularto. Pada jaman sebelum Sri Sultan Hamengku Buwana IX naik tahta tata-cara pelaksanaan upacara labuhan harus melalui Patih Kasultanan. Sejak di kecamatan masing-masing. camat. 1981 : 34). 122 . juru kunci serta masyarakat di sekitar tempat upacara.Pelaksanaan upacara labuhan melibatkan abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan pejabat di luar kraton seperti bupati. Pada pelaksanaan upacara labuhan yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu. Patih Kasunanan Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan). masyarakat setempat juga ikut bertindak sebagai saksi. bersama-sama mengantar sampai di tempattempat di mana upacara labuhan dilaksanakan oleh juru kunci. Residen Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan) sebagai administrator yang mewakili pemerintah Hindia Belanda. Residen Yogyakarta. Juru kunci boleh dikatakan mewakili masyarakat setempat di mana upacara labuhan dilakukan dan bertindak atas nama raja pada waktu melaksanakan labuhan di tempat-tempat tersebut. Para pejabat itu semua menjadi saksi resmi bahwa upacara labuhan dilaksanakan. menjadi bukti bahwa upacara labuhan merupakan suatu upacara resmi dari Kraton Yogyakarta. masyarakat setempat menyambut dan memberikan penghormatan kepada benda-benda labuhan yang dibawa oleh para petugas.

Upacara laut di Pantai Popoh. kain dan selendang yang berwarna seperti pakaian Nyai Rara Kidul. Keramaian atau adat-istiadat berupa Rebo Wekasan mengandung nilai alam. mereka mengadakan upacara yang pokoknya berisi harapan mendapat ijin dari Nyai Rara Kidul. Upacara tersebut dahulu belum pernah ada. Upacara pada waktu Maulud Nabi isinya menyerupai upacara gunungan. Ngundhuh Sarang Burung Untuk menambah kepercayaan diri dan menghindari bahaya yang mengancam.E. Upacara diadakan pada hari Raya Idul Fitri. kuda kepang. Upacara ini biasanya dikerjakan oleh masyarakat nelayan misalnya yang 123 . Sebenarnya upacara laut tidak hanya terdapat di pantai Selatan. Larangan memakai baju. berjalan ke beberapa tempat dan dilakukan pada malam hari. Di samping itu orang-orang masih mempunyai anggapan bahwa tempat tersebut dahulu juga merupakan pertemuan antara Nyai Rara Kidul dengan Sultan Agung. karena diadakan pada hari malam Rebo terakhir yang ada di bulan Sapar. Selamatan dan berbagai pertunjukan misalnya wayang. tarub. Tahun Baru dan Maulud Nabi. Nilai alam nampak pada hubungan antara keramaian dan idat istiadat berupa penyeberangan sungai. akan tetapi juga dilakukan oleh Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di pesisir Utara dan Timur. khususnya laut. topeng. Keramaian itu dinamakan Rebo Wekasan. Mereka harus mematuhi larangan-larangan dan melakukan berbagai ketentuan antara lain : pemberian sesaji-sesaji. Ada pula Upacara Rebo Wekasan.

adalah salah satu sarana dalam upacara gerebeg adalah gunungan.bertempat tinggal di Tegal. masyarakat Jawa juga menempatkan gunung sebagai sesuatu yang memegang peranan penting di dalam tata kehidupan mereka. Upacara Gunungan. Upacara-upacara berikut ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di dalam kehidupannya harmonik dengan alam lingkungannya termasuk pegunungan. Hubungan-hubungan tersebut bila berjalan baik akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan hidup. gunung Merbabu. gunung Slamet. Pada waktu-waktu tertentu masih diadakan upacara-upacara untuk mengenang keangkeran gunung-gunung tersebut. gunung Liman. gunung Lawu. Hal ini nampak dalam bentuk gunungan. gunung KElut. Pada waktu sekarang inipun masih ada anggapan bahwa gunung-gunung tertentu dihuni oleh para makhluk halus. gunung Merapi. Meskipun pada hakekatnya upacara ini bernilai religius. Misalnya gunung Semeru. masih angker atau gawat. gunung Sumbing. gunung Brama. Tuban dan Banyuwangi. akan tetapi makhluk halus yang menghuni lautan pada umumnya. Istilah 124 . gunung Sindara. Pengaruh Mistik Gunung Di samping pertanian dan laut. yang melambangkan hirarki hubungan antara Tuhan dengan yang diciptakannya dan hirarki hubungan antara raja dengan rakyatnya. namun disamping mengandung filsafat tani sebagaimana telah dikemukakan. mengandung pula filsafat gunung. F. Sudah barang tentu mereka tidak berhubungan dengan Nyai Rara Kidul.

puputan.gunungan juga dipakai untuk sebutan dalam wayang yaitu lukisan gunung yang mempunyai multi fungsi antara lain untuk memulai dan menutup pertunjukan. Salah satu alat yang digunakan dalam upacara ini adalah tumpeng. perkawinan. Upacara ini jatuh pada bulan purnama sidi di bulan kesada atau bulan kedua belas. ulang tahun organisasi. ulang tahun kantor atau lembaga. Karena itu selamatan semacam ini juga dinamakan tumpengan. Bangunan di pesarean Imagiri juga berbentuk gunung yaitu bertingkattingkat. Upacara dilakukan di laut pasir gunung Brama. semalam suntuk dan diakhiri pagi hari setelah mereka menyaksikari terbitnya matahari dan sudah tidak ada lagi orang yang melemparkan korban ke bawah. 125 . sebagai upacara korban kepada Sang Hyang Brama. khitanan. hari-hari besar atau hari bersejarah. menempati rumah baru. Tumpeng terbuat dari nasi dan berbentuk kerucut atau gunung. Upacara tumpengan. Masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan mengadakan selamatan pada waktu-waktu tertentu untuk memperingati kejadian-kejadian penting. membuat rumah atau gedung baru. hari ulang tahun. misalnya peringatan kelahiran anak. Mengingatkan bahwa ada kekuasaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib dimintai keselamatan oleh manusia. Tingkat-tingkat tersebut juga melambangkan perjalanan hidup manusia. Masyarakat Tengger mengadakan Upacara kesada di puncak gunung Brama. Selamatan dengan tumpeng mengingatkan kepada kita bagaimana masyarakat menempatkan gunung sebagai salah satu yang mempunyai nilai tinggi. Upacara kesada.

126 . Upacaranya sendiri dilakukan pada hari Jum'at Wage pada bulan Sapar setiap tahun sekali dengan mengarak bekakak yang akan disembelih di tempat yang telah ditetapkan.Demikian pula bangunan candi Borobudur bertingkat-tingkat yang berarti pula sebagai lambang perjalanan hidup manusia. Yogyakarta memang kaya akan berbagai adat kebiasaan yang secara turun temurun masih dijalankan oleh masyarakat seperti halnya upacara saparan di gunung Gamping yang juga terkenal dengan bekakak. Karena itu adat kebiasaan tersebut dinamakan upacara saparan.

Kayu ajaib dan tanah angker. Tulang Baginda Usman. Semua penyakit pun bersama-sama kembali. Seperti kapuk jatuhnya besi. Mataku Nabi Muhammad. Juga perbuatan jahat. Jin setan jahat pun tidak berkenan. Dikelilingi bidadari.BAB VII KIDUNG PENOLAK BALAK A. Wajahku rasul. Lubang landak rumah manusia tanah miring. otaku Baginda Sis. Ayub kin dalam ususku. Walaupun arca dan lautan kering. Sumsumku Fatimah yang mulia. Dan tempat merak berkipu. Kidung Rumeksa Ing Wengi Ada nyanyian yang menjaga di malam hari. Hati Adam. Napasku Nabi Isa as. Nabi Nuh di jantung. Yusuf wajahku. Kukuh selamat terbebas dari penyakit. Idris di rambutku. Menyatu menjadi berbadan tunggal. Siti Aminah kekuatan badanku. Dipayungi oleh syariat Adam. Tempat tinggal semua badak. Semua senjata lenyap. Binatang buas jinak. Nabi Dawud suaraku. Semua racun menjadi hambar. Semua rasul. Guna-guna pun tidak ada yang berani. Baginda Ali kulitku. Nabi Yunus di ototku. 127 . Ilmu orang yang bersalah. Berbagai hama sama-sama habis. Darah daging Abu Bakar Umar. Terbebas dari semua malapetaka. Api dan juga air. Nabi Sulaiman kesaktianku. semua selamat. Dijaga oleh malaikat. Menjadi satu dalam tubuhku. Semuanya sejahtera. Pencuri pun jauh tak ada yang menuju padaku. Sudah meliputi seluruh para nabi. Dipandang dengan kasih sayang. Nabi Ibrahim nyawaku. Bibirku Musa. Nabi Yakub mataku. Pada akhirnya. Gunaguna sakti pun lenyap.

Maka bacalah dengan segera. Jika ada orang didenda cucuku. Dan bangun waktu subuh. Bacalah dengan sungguhsungguh sebelas kali. Kelilingilah pematangnya. Makanlah tiga suapan. Berpuasalah sehari semalam. Di malam hari. Jika dibacakan alam air. Selamat di medan perang. Dhandhanggula Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh ayu luputa ing lelara Luputa bilahi kabeh Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah mring mami Guna duduk pan sirna 128 . Menjadi keselamatan badan. Musuhmu tersihir tidak ada yang berani. Sebagai sarana pengusir. Segera terbayarkan oleh Tuhan. Jika engkau pergi berperang. Yang menyalin dan menyimpannya. Yang sakit segera sembuh. Semua hama kembali. Insya Allah tercapai. Karena Tuhanlah yang menjadikannya berhutang. Dan semua sanak keluargamu. Ketika di Kalijaga. Bacalah nyanyian itu. Bersabar dan bersyukur di hati. Puasa mutih dan minum air putih. Yang membaca dan mendengarkan. Selama 40 hari. Semua cita-citamu. Maka tidak akan jadi didenda. Dipakai mandi perawan tua cepat bersuami. Siapa saja yang dapat melaksanakan. Bacakan ke dalam nasi.Kejadian berasal dari biji yang satu. Jika ingin bagus menanam padi. Terimbas oleh zat-Nya. Dari daya kekuatan seperti yang mengikatku. Orang dila cepat sembuh. Kemudian berpencar ke seluruh dunia. Atau orang yang terbelenggu keberatan hutang.

Napasku Nabi Musa linuwih Nabi Yakub pamyarsaningwang Yusup ing rupaku mangke Nabi Dawud swaraku Jeng Suleman kasekten mami Nabi Ibrahim nyawaku Edris ing rambutku Bagendha Li kulitingwang Getih daging Abu Bakar singgih Balung Bagenda Usman Sungsumingsun Patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku rasul Pinayungan Adam sarak Sampun pepak sakathahing para nabi Dadya sarira tunggal Wiji sawiji mulune dadi Apan pencar saisining jagat 129 .Sakabehing lara pan samnya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput Kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak lulut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong lemah miring Myang pokiponing merak Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari Rineksa malaikat Sakathahing rasul Pan dadi sarira tunggal Ati Adam uteku Baginda Esis Pangucapku ya Musa.

Sing sapa reke bisa nglakoni Amutiya lawan anawaa Patang puluh dina wae Lan tangi wektu subuh Lan den sabar sukuring ati Insya Allah tinekan Sakarsanireku Tumrap sanak rakyatira Saking sawabing ngelmu pangiket mami Duk aneng Kalijaga.Kasamadan dening date Kang maca kang angrungu Kang anurat kang anyimpeni Dadi ayuning badan Kinarya sesembur Yen winacakna ing toya Kinarya dus rara gelis laki Wong edan nuli waras Lamun ana wong kadhendha kaki Wong kabanda wong kabotan utang Yogya wacanen den age Nalika tengah dalu Ping sawelas macanen singgih Luwar saking kabanda Kang kadhendha wurung Aglis nuli sinauran mring hyang Suksma kang utang puniku singgih Kang agring nuli waras Lamun arsa tulus nandur pari Puwasaa sawengi sadina Iderana galengane Wacanen kidung iku Sakeh ngama sami abali Yen sira lunga perang Wateken ing sekul Antuka tigang pulukan Musuhira rep sirep tan ana wani Rahayu ing payudan. Kidung Waringin Sungsang 130 . B.

Astaningsun Curiga pek-epek Cakra Jangkar jempol kekalih panuduh Trisula panunggulku Malela memanisku supit wesi jenthikku iya kang aran Pasopati 131 . sela matangkep kalih.Durma Wringin Sungsang wajahira tumaruna ngaubi awak-mami turti nut ing bala pinacak suji kembar pepitu jajar maripit asri yen siyang angker kalaning wengi. Idepingsun kencana ure ruwetan alisku sarpa mandi kiwa tengen pisan curengku surya kembar kedhepku pan kilat thathit kang munggeng sirah wesi Kekenten adi. Guluningsun wesi palon galigiran dhadha wesi sadacin pundak wesi Angkab walikat wesi Ambal. Rambut kawat sinomku pamor anglayang bathuk sela Cendhani kupingku salaka pipiku arit gobang irungku pasado aji pasungku loyang pilingan wesi kuning. sikutku pukul wesi. salangku wesi Walulin bahuku Dhendha. Watu item lungguhe ing janggut ing wang untuku rajeg wesi lidhah wesi abang rawis wesi Mangangkang: iduku tawa sakalir lambeku iya. Duk samana pakumpul-kumpul ing rasa netra kang dadi dhihin netraningsun emas peputihe mutyara ireng-ireng wesi manik ceploking mata hawa nrang adarati.

Pagelangan ingaran wesi Lelidhah tungkak waja karipik pepolokku waja kadya mamas Malela otot bayu rante wesi ing dalamakan ingaran Kantonwesi. Jembut kawat ganthanganku wesi Mentah walakang wesi Tasik pupu Kalataka wentisku Kalanadhah dhengkulku garendha kalih garesku pedhang kempolku wesi Lengis. Sampun pepak sariraningsun sadaya samya pangawak wesi pan ratuning braja manjing aneng sarira tan ana braja nedhasi teguh leksana ayu sarira-mami. C. Sumur Bandhung sesirah talaga muncar tibeng jaja ajail dhindhing endhas parah 132 . Kidung Bale Anyar Durma Ana kidung sun angidung Bale Anyar tanpa galar asepi ninis samun-samar patining Wuluh Kembang Siwur Burut tanpa kancing kayu trisula gegarannya Calimprit.Bebokongku sela ageng kumalasa akawet wesi gilig eboling sun karah taiku pulut bendha balubukan entut-mami uyuhku wedang dakarku Pulasani.

Naga Raja pangawasan manik kembang kembang gubel abaji tajem neng kadhutan udhune sarwi nungsang karangsangan angutihpil angajak-ajak jujul jujul anjungkir. Rara Wudhu apepayung Kalacakra titihane nagaji sabet ala lanang sinabetaken ngetan larut lara pan kabalik katulak ngetan : sinabetaken malih Lara saking nginggil sinabet katulak bali manginggil malih : lara saking ngandhap sinabet bali mandhap pancabaya wus kapipit sanak kang prapta saking wetan aputih.ulur-ulur liweran tetambang jaringing maling dhadhal dhadhanya gegulung ing gegapit. Prapteng ngandhap cinandak inguluk salam ingaweran tumuli ana kenya prapta sajodho ngaku kondhang endi jambe roro janji roro binuwang aja na wani-wani. Kuthanipun salaka Ki Tarulata nggawa bala sakethi ayu pan reksanya teguh luput ing lara sanakingsun kidul prapti Ki Manguntara abang kuthanira brit. Gawa bala pitung ewu pangreksanya nulak sagung panyakit sirna sunya baya sanak-sun kulon prapta Ki Mangit warnanya kuning kuthanya emas 133 .

Kidung Pamungkas Hayu Sinom Wus tamat kidung sadaya pepalining janma luwih kinarya jimat tetulak anulak sakeh bilahi mungguh lakunireki wong anom dipun sumurub maring wahyuning Patrap duga prayoganing urip urip iku neng praja kudu rumeksa. Rumeksa inguripira ing tindak kudu ngawruhi aja dhemen lelemeran bisaa nuhon janji 134 . Pangresanya ayu luput ing rencana teluh tuju lan telik pan sirna sadaya sanak sun elor prapta ireng ran Ki Balesupi kuthanya tosan nggawa bala sakethi. Araketa malaekat kawan nambang sadaya rupa peksi anucuki lara utawa impen ala upamane sadayeki cinucuk sirna rampas papas wus titi.balane pitung kethi. D. Pangreksanya ayu luput ing rencana Allahumma seksi bumi ingkang neksenane ing langit keblat papat malaekat angideri nabi seleksa rumeksa siyang ratri.

ujar kang wur kawijil awasna aywa tumpang suh mulane nora gampang lakune wong ulah ilmu ilmu iku ngawruhi sajatinira. Nyatane wus aneng Kita Kita Pribadi puniki dudu angen-angen nafas utek lan jejantung kaki rokh rasa lawan ati kabeh sajatine dudu iku mung titipan mangka busananing dhiri kabeh iku anglindung Zat ing Manusa. Dene kang aran Manusa unusaning Suksma jati ya iku Pangeran Kita ingkang boya ika iki padha dipun mangerti jatine kang aran Ingsun kang esa ingkang tunggal kang mengku ing sahir kabir yen tan wruha durung tetep aran Gesang. Nadyan amung limang pada kaya iki wus mumpuni maring dumununging Zat kita kang langgeng tan owah gingsir mungguh Kita kang Urip kang mengku ing rasul-rasul lan mengku wewayangan neng sajroning netra kalih kabeh iku aneg sajroning Manusa.

E. Kidung Sifat Iman Dhandhanggula Sifat Iman : wa man tu bi’llahi tegesipun pracaya ing Allah ing Pangeran sajatine ya pangeran kang Agung kang akarya bumi dan langit angganjar lawan niksa

135

mring manusa sagung langgeng tur murba misesa maha suci angganjar paring rejeki aniksa angapura. Kaping kalih : wa malekati tegesipun pracaya malaekat anapunika tegese ingulus ing Hyang Agung pakaryane anenulisi marang kawulanira kang dosa Jin agung kang karya purbawisesa neka-neka karyane sawiji-wiji sakehing malaekat. Kaping tigane : wa kitabihi tegesipun pracaya ing kitab kang tinurunaken kabeh kitab Adam sapuluh. Nabi Esis seket wanilis anenggih ponang kitab Idris telung puluh Ibrahim sepuluh kitab Toret Musa Dawud Jabur Isa Injil Kitab Kur’an Muhammad. Yogya sira kawruhana sami muga-muga antuka sapangat iya iku andikane Gusti Jeng Nabi Rasul sinung rahmat dening Hyang Widdhi sing sapa ngapalena iya janjinipun den padhakken asidhekah saben warsa sami lan wong munggah kaji sapisan marang Mekah. Lan den dohken sakehing bilahi sinung rahmat ing dunya akhirat sarta linebur dosane lan malih sawabipun lamun janma kang sakit lah sira wacakena ulon-ulonipun ngalamat ingkang alara oleh tamba saking sabdaning Hyang Widdhi lan berkahing Panutan.

136

Kawruhano kehing para nabi Nabi Adam kang mangke kawitan Nabiu’llah wekasane kathahe yen pinitang kawan dasa langkung kekalih lah sira estokena sadaya den emut luwih agung kang supangat lemah sangar kayu neng lebur sami tan ana kara-kara.

F. Kidung Sekar Artati Dhandhanggula Ana kidung atembang Artati sapa wruha reke aran ingwang duk ingsun ana ing ngare miwah duk aneng gunung Ki Artati lan Wisamarti ngalih aran ping tiga Artadaya tengsun, aran ingsun duk jejaka mangkya aran Isma’il Jatimalangis aneng tengahing jagat. Sapa weruh kembang tepus kaki sasat weruh reke Artadaya tunggal pancer ing uripe sapa wruh ing panuju sasat sugih pagere wesi sinihan wong sajagat kang angidung iku bratanana aywa nendra ing sadina sawengi sawabireki sarwa cinipta dadya. Kang sinedya tinekan ing Widdhi kang kinarsan dumadakan ana tur rinekseng Pangerane nadyan tan weruh iku lamun sedya mudya semadi sesandi ing nagara angumbara wiku dumadi sarira tunggal tunggal jati-swara amor ing Artati aran Sekar Jempina. Somahira ingaran Panjari milu urip lawan milu pejah datan pisah saparane paripurna satuhu yen nirmala waluya jati kena ing kene kana ing wasananipun

137

ajejuluk Aniksuksma cahya ening jumeneng aneng Artati anom tan keneng tuwa. Tigalana kamulanireki Nila ening arane duk gesang duk mati Layangsuksma-ne lan Suksma ngumbareku ing asmara mor raga yekti durung darbe peparab duk anome iku awayah bisa dedolan aran Sang Tyasjati iya Sang Artati iya Sang Artadaya. Dadi wisa mangkya amartani lamun marta temah amisaya marma artajaya rane duk lagi aneng gunung ngalih aran Asmarajati wayah tumekeng tuwa emut ibunipun tinari lunga mangelan Ki Artati nurut gigiring Merapi angancik ing Sundara. Ana pandhita akarya wangsit pinda kombang angajab ing tawang susuh angin ngendi nggone lawan galihing kangkung wekasaning langit jaladri isining wuluh wungwang myang giring punglu tapaking kontul anglayang paksi miber uluke ngungkuli langit kusumanjrah ing tawang. Wong angangsu pikulane warih lawan amot geni adedamar miwah kang srengenge pine tuwin kang banyu kinum myang dahana murub binasmi bumi kapetak ingkang pawanatiniyup tanggal pisan kapurnaman yen anenun sentek pisan anigasi kuda agrap ing pandengan. Ana kayu apurwa sawiji

138

Gunung Agung sagara Serandil langit iku amengku buwana kawruhana ing atine gunung sagara umung guntur sirna kang mengku bumi langit bawana rugsa dadya kawruh iku mudya madyaning awiyat mangasrama ing gunung agung sabumi cecandhi ing sagara. 139 . Jin prayangan padha wedi asih samya asih sakehing drubiksa angreksa siyang dalune ingkang anempuh/lumpuh tan tumama ing awak-mami kang sedya tan raharja sadaya linebur sakehe kang nedya ala larut sirna kang nedya becik basuki kang sinedya waluya. Siyang dalu rinekseng Hyang Widdhi sasedyane tinekan ing Suksma kaidepan janma akeh aran wikuning wiku wikan lir ing pudya semadi dadi sasedyanira mangunah linuhung peparab Hyang Tigalana kang asimpen yen tuwajuh jroning ati kalis sagung durjana. Wiwitane duk anemu candhi gegodhongan miwah wewerangkan sih ing Hyang kabasmi kabeh tan ana janma kang wruh yen weruha purwaning dadi candhi sagara wetan ingbar karuhun kahyanganing Sang Hyang Tunggal sapa reke kang jumeneng mung Artati katon tengahing tawang.wit buwana epang kabiat papat agodhong mega rumemba apradapa kekuwung kembang lintang salaga langit sari andaru kilat woh surya lan tengsu asirat bun lawan udan apepacuk akasa brungkah pratiwi soyod bayu bajra.

Yen kinarya atunggu wong sakit ejin syaitan tan wani angambah rinekseng malaikat nabi wali angepung sakeh lara pada sumingkir ingkang nedya fitnah marang awak ingsun rinusak dening Pangeran iblis laknat sato mara pada mati tumpes tapis daya. Kidung Jati Mulya Dhandhanggula Ana kidung sun angidung wengi bebaratan duk amrem winaca Batara Guru pangadege lumaku Sang Hyang Bayu alembeyan Asmara-ening ngadeg pangawak teja kang angidung iku yen kinarya angawula myang lelungan gusti getting dadi asih syaitan sato sumimpang. Jabaril ingkang angemongi milanipun katetapan iman dadi angandel atine Ijrail puniku kang rumeksa ing pati urip Israpil dadi damar padang jroning kalbu 140 . G. Sakatahing upas tawa sami lara roga waluya nirmala tulak tanggul kang panggawe duduk pada kawangsul katawuran saguning sikir ngadam makdum sadaya datanpa pangrungu pangucap lawan pangrasa myang paningal kang sedya tumeka nafi pangreksaning malaikat.

Gunung sewu dadya pager mami 141 . Dudur majenge ajatu’lkursi ungguhe atine surah an’am pangleburan lara kabeh usuk-usuk ing luhur ingaranan telenging langit nenggih Nabi Muhammad kawekasan iku atunggu latri lan siyang kinedepan ing tumuwuh wedi asih tunduk nembah maring wang. Pepayone godhong dhukut langit tali barat kumandhang ing tawang tinundha tan katon mangke arajeg gunung sewu jala sutra ing luhur-mami kabeh padha rumeksa angandhangi mungsuh anulak panggawe ala lara roga sumingkir langkung anebih kang agring dadi waras. Satru mungsuh mundur pada wedi pamidangane baitu’lmukaddas tulak balik pangreksane pan nabi patang puluh aweh wahyu ing awak-mami pana Nabi Wekasan sabda Nabi Daud apetak Baginda Hamzah kineweden sato mara padha mati luput ing wisa guna. Ja Hu Zat njeng pamujining wengi bale ‘arasy sesakane mulya Kirun (Munkar) saka tengen nggone wa Nakirun (Nakir) atunggu saka kiwa gadane wesi nulak panggawe ala satru lawan mungsuh pangeret taraju’rrijal ander-ander kulhu balik kang linuwih ambalik lara roga.Mikail kang angsung sandang lawan pangan enggale katekan kapti sabar lan anarima.

Yen sinimpen atawa sakalir upas bruwang racun miwah banjar sakeh bedhil buntu kabeh jemparing towok putung pan kumleyang tibanireki miwah salwiring braja tan tumama mring sun tuju teluh tarugnyana padha bali sagung sambang padha wedi madhep kedhep saya. H. Kidung Sekar Marwati Dhandhanggula Ana kidung ing kadang Mar Mati among tuwuh ing kawasani ra nganakaken saciptane 142 .katon murub sakehing tumingal sirna salwir lara kabeh luput ing tuju teluh tarag nyana tenung alenggi mondhong gambar suminggah Sri Sadana lulut puniku sih rahmatullah rahmat jati jumeneng rahmat jasmani iya Sang Jatimulya. Yen lumampah ingkang mulat wingwrin singa barong kang padha rumeksa gajah meta ing wurine macan galak ing ngayun naga raja ing kanan kering singa mulat jrih tresna marang awak ingsun lelembut ing nusa Jawa samya kedhep antu lawan teluh bumi ajrih lumayu nginthar. Ingaranan Rara Sumbaningsih kang tumingal padha sih sadaya kedhep saparipolahe lelara sirna larut tan tumama ing awak mami kang sangar dadi tawa kang agething lulut memolone sifat rahman iya rahmat rahayu pangreksaneki sarana nganggo pethak.

Tumpangena ponthang anyawiji dadya limang wungkus ponthang lima sinung sekar cepakane roro sapothanganipun kembang boreh dupa ywa kari memetri ujubira dongane Majemu’ poma dipun lakonana saben nuju dina kalahiraneki agung sawabe uga. Punang Getih ing rahina wengi ngrerewangi ulah kang kawasa andadekaken karsane Puser kawasanipun nguyu-uyu sabawa mami anuruti panedha kawasanireku sangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji tunggal sawujud ingwang. Yen angidung sarwi den pepetri amemuleya golong lelima takir ponthang wewadhahe iwak-iwakanipun ulam tasik rawa myang kali lawan ulam bengawan mawa gantalipun rong supit winungkusana dadya limang wungkus artanya nyaduwit sawungkuse punika.kakang Kawah puniku kang rumeksa sarira-mami anakakaken sedya ing kawasanipun aji ari-ari ika amayungi laku ing kawasaneki nganakaken pangarah. 143 . Mangkya kadang ingsun kang umijil saking marga hina pareng samya sadina amor anggone kalawan kadang-ingsun ing kang ora umijil saking marga hina punika kumpule lan ingsun dadi Makdum-sarpin sira wewayanganing Zat reke dadya kanthi saparan datan pisah.

144 .Balik lamun ora den lakoni kadangireku samya rencana temah uga saciptane sasedyanira wurung lawan luput pangarahneki sakarsanira wigar anggagar tanpantuk barang ing sakayunira marma kaki eling-elingen sayekti supaya waluyaa.

para aria. Kaum pria memakainya sebagai lapisan di atas celana.5 kacu untuk pangeran sentana. yaitu kampuh tanpa balenggen. 7 kacu untuk panewu. dikenal juga yang disebut kampuh tengahan atau kampuh blumbangan dan kampuh lugas. Selain adanya kampuh balenggen. bupati dan bupati anom.5. Kampuh untuk kaum pria. Istilah kampuh dipakai untuk abdi dalem bupati anom ke atas. Yang panjangnya 9 kacu adalah untuk raja. jika terdiri atas 1 helai kain disebut 1 lirang. Dengan mengenakan kampuh balenggen. orang akan tampak lebih gagah daripada memakai kampuh lugas. adalah kain penutup. Kampuh atau Dodot Busana kebesaran yang sering digunakan untuk upacara pernikahan adalah kampuh. sedang istilah dodot adalah untuk panewu ke bawah. Panjang 1 kacu kira-kira 90 cm.75.BAB VIII PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL A. Kampuh blumbangan adalah kampuh yang bagian 145 . 3.5 kacu per lirang. 7. Lebar kampuh 2 sampai 2. Kampuh yang terdiri atas 2 helai kain disebut 1 tangkep. Kampuh belenggen artinya salah satu sisi kampuh itu benangnya dibiarkan terlepas. sehingga nampak seperti jumbai. Panjangnya antara 7 sampai 9 kacu. Kampuh atau dodot yang dipakai oleh kaum pria dan wanita. 4 dan 4. sedang kaum wanita sebagai lapisan di atas kain panjang. berarti 3.22 m. 8 kacu untuk pangeran putra dan pepatih dalem. mantri ke bawah.

putra mahkota. Kampuh pengantin ada tiga macam. Kampuh tanpa tengahan disebut kampuh lugas. berupa kampuh balenggen latar hitam. yaitu (1) Grebong ka(n)dhem. khusus untuk pengantin. putra mahkota. maka akan dihasilkan berbagai macam bentuk. yaitu bagian ujung atas kampuh di bagian belakang yang dibiarkan lepas. motifnya alas-alasan. Dengan demikian dikenal adanya kampuh balenggen batik yang tengahnya memakai blumbangan untuk raja. kampuh itu disebut kampuh lugas. Bangun tulak adalah kampuh biru dengan tengahan putih. dapat juga miring. (2) Ngumbar 146 . kampuh ini dipakai oleh pengantin pada upacara panggih atau pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita. para pangeran putra sentana. Jika tanpa blumbangan atau tengahan. ungu dan seterusnya. Kampuh memiliki bagian yang disebut kunca. dan pepatih dalem. bengkok-bengkok atau rintikrintik. motifnya alas-alasan atau hewan di hutan diperada. sehingga menggeser tanah. yaitu : Bango buthak. garis tengahnya tidak selalu lurus. Adapun yang berhak memakai kampuh tengahan adalah raja. dengan tengahan putih. Kampuh balenggen batik latar putih lar ageng untuk bupati dan bupati anom. Gadhung mlathi. warna tengahannya adalah hijau. hijau. berupa kampuh hijau dengan tengahan putih.tengahnya diberi warna polos: merah. Jika orang mengenakan kampuh. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. putih. Tengahan ini dapat dilakukan dengan menyisipkan bahan sutera atau pelangi. Kampuh balenggen batik rejeng latar putih untuk abdi dalem mayor dan bupati anom gandhek. dipakai oleh pengantin pada upacara sepasaran. kampuh tengahan ini dipakai pada hari-hari besar.

untuk putra raja 24 cm. untuk pepatih dalem 24 cm. Ngumbar kunca hanya dilakukan oleh raja. atau kayu lainnya. cincingan makin panjang. Bilah (wilahan) keris ada yang berkelok-kelok (luk). Sampir kunca dipakai oleh putra mahkota. termasuk ariya nginggil. trembelo. Kepuh sampir untuk kerabat raja. B.kunca. (3) Sampir kunca. Dua macam bentuk warangka adalah gayaman dan 147 . dan khusus diperuntukkan raja. Supaya kunca itu tidak mengena tanah. Keris mempunyai banyak fungsi. Bilah atau mata keris itu diberi tempat yang disebut sarungan atau warangka. berarti sampai di bawah tengahnya betis. untuk pangeran sentana 26 cm. maka diperlukan pemegang kunca yang berjalan di belakang raja. Grebong ka(n)dhem adalah pemakaian kampuh dengan tiga lipatan besar di bagian depan. bupati anom 30 cm dan makin rendah pangkatnya. kemudian diselipkan ke dalam. sehingga hanya sedikit saja yang jatuh mengena tanah. kunca dilipat. Kepuh ukel untuk abdi dalem bupati ke bawah sampai jajar. timaha. Kunca kampuh raja cukup panjang dan dibiarkan lepas ke bawah. Warangka ini dibuat dari kayu. ada pula yang lurus. Kepuh berarti lipatan kunca. Salah satu di antaranya adalah sebagai pelengkap busana. misalnya kayu cendana. bupati 27 cm. Panjang cincingan untuk raja 22 cm. Orang yang mengenakan kampuh atau dodot harus memperhatikan yang disebut cincingan wingking. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. (4) Kepuh ukel. kunca dililitkan pada keris. lalu disampirkan pada keris. kunca dilipat. Keris dan Wedhung Keris adalah salah satu perlengkapan dalam upacara pernikahan adat Jawa.

lung kukila. suasa. yang dibuat dari bahan mas. tergantung pada kebutuhannya. kuningan atau lainnya. dengan cara diselipkan pada sabuknya. Penduk keris mengenal beberapa motif hiasan. pepatih dalem ke bawah sampai pada priyayi pangkat terendah. sedang keris gayaman dipakai di depan. jika berpakaian secara Jawa memakai keris. perak. Di antara penduk (pendhok) itu ada yang disebut penduk slorok. Kerisnya dapat gayaman dan yang dianggar diganti dengan pasikon. priyagung bupati dan bupati anom mengenakan keris (wang-kingan) dengan cara diwangking. ia mengenakan dua macam keris itu secara bersama-sama. demikian pula dengan keris berwarangka gayaman. jika klanthungan harus memakai keris ladrang yang disisipkan. Jika mengenakan busana keprajuritan alit (kecil) atau klanthungan. Abdi dalem panewu mantri ke bawah. Pada hari-hari besar. semua abdi dalem yang menghadap raja. baik yang warangkanya ladrang. secara dianggar. baik yang mengenakan kampuh (dodot). Keris dengan warangka ladrang dipakai di belakang. ladrang dipakai di belakang. Gandar keris diberi pendhok. artinya disisipkan pada pinggang.ladrang. Jika seseorang memakai busana prajuritan. Epek adalah sabuk yang diberi timang (gesper besar). dan anggarnya diganti dengan wedhung. maupun gayaman. Istilah pasikon yang artinya sama dengan wedhung diperuntukkan priyagung. lung kastuba dan lung prabageni. Raja dan keluarga serta kerabatnya. artinya penduk yang bertatahkan permata. sedang istilah wedhung untuk priyayi tingkat bawah. misalnya motif lung paksa. letaknya digantungkan pada epek timang. maupun bebed (kain panjang dengan biku-biku di 148 .

jika mengenakan pakaian kebesaran. yang di 149 . berbentuk pisau dan diberi simpai (suh) berupa bunga turi yang masih belum mekar (kudhup turen). bebedan atau prajuritan klanthungan. masuk ke Srimanganti. atau ke kedhaton harus memakai wedhung. lebar 4 cm. Di tempat-tempat lain. bupati dan bupati anom. jika mengenakan pakaian kebesaran. jagong atau melayat. ujungnya runcing dan tajam. mantri ke bawah. Wedhung merupakan alat senjata. dan pasikonnya memakai pamor. kemuning atau lainnya.5 cm. diharuskan memakai keris dengan warangka ladrang. Bentuk wedhung seperti pisau besar.bagian depannya). Gandarnya dibuat dari kayu cendana. Tiga macam pasikon (wedhung) berdasarkan tingkat-tingkatannya adalah: pasikon dengan suh tiga dan kudhup turen menjadi hak pangeran adipati anom. Wedhung. seperti di Sasanasumewa. jika menghadap raja yang sedang berada di Sitihinggil. sedang para abdi dalem yang bukan kerabat raja tidak diizinkan. demikian pula dengan abdi dalem yang mengenak pakaian prajuritan dengan menganggar keris. kecuali abdi dalem prajurit yang hanya diizinkan memakai keris dengan warangka gayaman. dan tebalnya 0. dibuat oleh pande besi atau mpu dan menggunakan bahan besi. hanya abdi dalem Priyantaka yang masuk ke kedhaton pada hari Kamis untuk mengeluarkan benda-benda upacara raja. atau jika naik ke Sitihinggil. Ukuran panjangnya kira-kira 26 cm. besi wadhung harus tanpa pamor. pasikon dengan suh empat dan kudhup turen dipakai oleh para pangeran putra sentana. pepatih dalem. wedhung dengan suh empat tanpa hiasan untuk panewu. tidak mengenakan wedhung. Para keluarga serta kerabat raja dan pada abdi dalem. Para pangeran putra sentana diperkenankan memakai penduk slorok permata. di pasanggrahan raja.

Mathak sekar teleng. selain itu. Di kerajaan Surakarta dikenal adanya lima macam kuluk. Mathak balibar. Mathak pethak. Dari uraian di atas. Mathak biru sekar weweyan. pengantin juga tidak memakai wedhung (pasikon). C. biru muda sekali. rr. yaitu mathak yang berwarna putih atau biru di bagian dalamnya diberi daun bambu. dipakai oleh raja. Jika abdi dalem naik ke Sitihinggil. Mathak (warna bening mengkilat) : Mathak biru sekar gundha. para pangeran putra sentana. Kemandhungan. (Darsiti Soeratman.tempat itu raja hadir. Aneka Ragam Kuluk Kuluk adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. dipakai oleh para priyagung bupati ke bawah sampai lurah. berwarna putih. Kuluk dipakai oleh raja. pepatih dalem ke bawah sampai jajar dan mereka yang diperkenankan. dipakai oleh pangeran adipati anom. 150 . istilah panunggul hanya diperuntukkan raja. 2000: 54). misalnya pengantin dan sebagainya. semua abdi dalem harus memakai wedhung. biru muda. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. Kuluk yang juga disebut dengan istilah makutha atau panunggul merupakan bagian dari busana tradisional. yang berhak tidak memakai pasikon adalah raja dan bupati Gandhek yang sedang melaksanakan tugas menjadi utusan raja pada hari besar. dipakai oleh sentana dalem riya nginggil. atau melewati Kori Brajanala. wedhungnya tidak boleh dibawa oleh panakawannya. atau Srimanganti dan masuk Kedhaton. berwarna biru tua. dipakai kalau hujan.

dipakai oleh priyagung bupati. juga dipakai oleh abdi dalem prajurit onder letnan ke bawah. menjadi busana raja. Kuluk mur ini kemudian tidak dipakai. Di bagian atas kuluk. bupati anom dan panewu mantri. Selain kuluk atau makutha tersebut di atas. tepat ditengahnya diberi nyamat sebagai hiasan. sesuai dengan keinginan yang memakai. para pangeran putra sentana. dikenal sebagai tugel semangka. jika mereka menghadap. caos harian masuk keraton. Bahan yang dipakai adalah beledu hitam. Songkok ini merupakan busana raja ke bawah sampai abdi dalem bupati dan mayor. Ada juga nyamat yang diberi pertama berlian atau intan. kapten dan opsir. yaitu : 151 . kolonel komandan. perak. Kesting cemeng untuk para panemu. Bahan untuk membuat nyamat adalah mas. bekel dan lainnya. memes dan sebagainya. bupati. dan oleh pepatih dalem ke bawah. Nyamat ini dipakai oleh pangeran adipati anom sampai tingkat-tingkat di bawahnya. Kuluk berbentuk buah semangka yang dibelah dua. mayor. Bentuk nyamat ada empat macam. pepatih dalem. pangeran adipati anom. para keluarga dan kerabat raja menyambut kedatangan gubernur jenderal yang berkunjung ke kraton dan jika melepas tamu agung itu meninggalkan kraton. bupati anom. dipakai oleh abdi dalem katib. mantri. Breci dipakai oleh priyagung bupati.Kestur : Kestur cemeng (hitam) dipakai untuk kanigaran. lurah. Kesting pethak (putih) untuk abdi dalem jajar. tetapi di bagian belakangnya diberi tutup yang tingginya melebihi tinggi kuluk itu. suasa. bupati dalem. Kuluk mur. dan diberi hiasan. masih terdapat lainnya yang disebut songkok. Songkok dipakai. dan dibuat dari bahan beledu. mayor dan riya ngandhap nginggil. jika raja dan abdi dalem. abdi dalem prajurit berpangkat letnan kolonel. Bentuk songkok seperti kuluk tugel semangka yang dipakai oleh abdi dalem katib.

dipakai oleh raja dan pangeran adipati anom.Cengkehan. Seperti krun atau mahkota kerajaan di Eropa. D. bentuknya seperti tumpeng agak bundar. misalnya sowan atau caos atau bekerja di kantor. bentuknya bundar gepeng. Perlu diketahui. Ragam Ageman Pengantin Ragam ageman pengantin Jawa banyak jumlahnya. Ukuran nyamat ini pada umumnya sebesar bunga melati. Untuk keperluan harian para pangeran menggunakan dhester. tetapi yang berpangkat rendah memakai putih. Bandhilan dengan permata. Tumpeng. biru atau warna lainnya dilapis kain sutera hitam. Tajung. 1. a. Panunggul adalah kuluk. b. mirip bunga katu. para abdi dalem memakai kuluk berwarna hitam. makin ke atas makin meruncing. atau warna lainnya. dengan permata di puncaknya. Untuk kepentingan harian. karena raja berkedudukan sebagai tetunggul (tertinggi). nampak mengkilat dan tahan lama. yaitu ikat kepala. bentuknya seperti tumpeng. dipakai oleh abdi dalem prajurit. 152 . di tepinya diberi hiasan melingkar-lingkar. yang terdiri atas empat macam seperti tercantum di bawah ini. Baju sikepan ageng dari bahan beledu hitam. bahwa panunggul raja tidak diberi nyamat atau mundri. seperti tumpeng persegi. ungu. sebuah istilah yang diperuntukkan raja. Sekar katu (bungan katu) untuk nyamat kanigara. dipakai oleh para pangeran putra sentana. Kuluk ini dibuat dari mika. dilapis kain hitam. kemudian diganti dengan blangkon. Keterangan mengenai baju sikepan ageng. Baju sikepan ageng dari bahan laken atau beledu hitam.

dipakai oleh abdi dalem Kadipaten Anom.B. 153 . dipakai oleh lurah dan jajar. untuk mereka yang pangkatnya rendah. pepatih dalem. Lebar dan bentuk sulaman itu disesuaikan dengan pangkat atau tingkat kebangsawanan pemakainya. lapisan baju itu berwarna kesting sutera kuning. 2. artinya tanpa sulaman. 4. abdi dalem bupati dan bupati anom. jika lugas. dipakai oleh pepatih dalem.. dipakai oleh para panewu. berwarna hitam dengan sulaman berwarna keemasan. sutera biru. berarti berwarna hijau polos. dibuat dari bahan mas. Baju sikepan ageng laken merah dengan sulaman dipakai oleh abdi dalem panewu mantri Kaparak dan Nandhon. 3. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. warna merah untuk lurah dan putih (kain mori) untuk jajar. perak atau silih asih (mas dan perak). mengikuti kedudukannya masing-masing dan disesuaikan dengan sulaman bajunya. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. jika lapisan itu berwarna ungu dipakai oleh mantri. dikenakan terlebih dulu baju kemeja (hem) sebagai lapisan bawah. Untuk abdi dalem hurdenas (ordonans). dimulai dari pangkat bupati sampai pada panewu mantri. Baju sikepan ageng laken hijau dengan sulaman. d. Sebelum baju sikepan itu dipakai.c. panewu dan mantri. dan jajar. dipakai oleh para pangeran putra sentana. yaitu lurah. bajunya tanpa sulaman. bekel. Lapisan untuk baju ini berwarna kuning dari bahan kesting. Baju sikepan ageng tersebut memakai kancing berjumlah sembilan buah dengan diberi tanda tulisan : P. bupati anom. Baju sikepan ageng. abdi dalem bupati. sutera kuning.

E. beskap. Selain itu mereka diwajibkan mempunyai baju langenarjan. Untuk para pangeran dan pepatih dalem dipakai bahan beledu atau laken hitam. maupun pepatih dalem juga mengenakan potongan lain.Selain baju sikepan ageng. Mereka juga diijinkan memiliki pakaian model Barat. baju itu dibuat dari bahan beledu atau bahan lainnya. mantri dan lurah adalah atila berwarna hitam atau putih. takwa. dan pepatih dalem. kendhit (ikat pinggang) letaknya agak ke atas atau tengah. Di bawah ini dikutipkan berbagai macam songsong kebesaran menurut kebangsawanan dan payung abdi dalem berdasarkan jenjang kepangkatan. misalnya hijau dan lainnya. Untuk raja. Di luar dinas. Jika seret merupakan tepian yang berwarna keemasan. Yang disebut seret adalah lebar atau sempitnya warna keemasan pada songsong kebesaran. Baju untuk para panewu. dipakai oleh raja. Songsong Gilap Payung Agung Songsong gilap payung agung adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. langenarjan dan pakaian model Barat. para pangeran. mereka diijinkan memakai warna lain. yaitu baju atila. para pangeran putra sentana. 154 . beskap dan lainnya. Baju atila berwarna hitam. terdapat baju sikepan cekak (sikepan pendek). Jajar hanya diperkenankan memakai baju atila berwarna hitam saja. tetapi hanya berwarna putih dan dipakai jika ada perintah dari raja. Baik raja. tanpa sulaman. putih atau hijau dipakai oleh para bupati dan bupati anom. berwarna putih dan hitam.

sekar waru (bunga waru) dan tepian payung diberi bara (jumbai). - Songsong wadana atau bekel putra sentana dalem disebut sagara muncar dengan kendhit. yaitu bagian luar keemasan dan bagian dalam berwarna kuning atal. atas seluruhnya warna keemasan. - Songsong putri raja yang sudah kawin. lahir dari garwa ampeyan disebut padhang bulan (terang bulan). kendhit keemasan. atas semua warna keemasan. disebut gilap-gubeg. kendhit kuning atal. 2 dengan hiasan yang berbeda. - Songsong prameswari dalem. artinya berwarna keemasan penuh untuk bagian luar dan dalam. Seret keemasan. diikuti warna keemasan sampai ke atas. Adipati juga gilap-gubeg seperti no. 155 . - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan yang telah mendapat sebutan Kanjeng Gusti atau kalau wanita dengan sebutan Kanjang Ratu. dan putra raja lahir dari garwa ampeyan tetapi telah mendapat sebutan K. Seret keemasan. pangeran adipati anom dan ibu raja sama dengan milik raja. tetapi tanpa jumbai pada tepi daun payung dan pada bunga warunya. disebut gilap.- Songsong raja. kendhit putih. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan disebut sagara muncar. kendhit kuning atal. kendhit kuning atal. - Songsong putra dan putri raja lahir dari permaisuri. Seret keemasan.G.P. Songsong ini disebut gilap-gubeg.

putih. di atasnya seluruhnya putih. atas sepenuhnya putih. kuning. kuning. atas sepenuhnya putih. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden Ayu. di atasnya kuning sepenuhnya. kendhit keemasan. atas seluruhnya hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit kuning. - Songsong pangeran sentana disebut endhog satugel (telor separoh). kendhit keemasan. kuning. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden. - Songsong sentana dalem cucu laki-laki dan perempuan. lahir dari garwa ampeyan. Seret keemasan (agak kecil). Seret keemasan. kendhit keemasan. - Songsong cicit raja laki-laki dan perempuan. kendhit keemasan. putih. Seret keemasan. putih. 156 . - Songsong putri raja yang belum kawin. Seret keemasan (agak kecil). putih.- Songsong putra raja yang masih kecil. Seret keemasan. atas semuanya putih. - Songsong piut raja laki-laki dan perempuan. kendhit kuning. hijau. putih. Seret keemasan. kendhit keemasan dan seluruhnya berwarna kuning. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. Separoh bagian atas putih dan separoh bawah berwarna keemasan. - Songsong sentana dalem riya nginggil. - Songsong sentana dalem riya ngandhap. atas seluruhnya kuning. lahir dari garwa ampeyan.

kendhit keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. - Payung abdi dalem kliwon wanita. hijau. hijau. hijau. atas seluruhnya berwarna keemasan. - Payung abdi dalem bupati bekel. hijau. - Payung abdi dalem Nyai lurah berpangkat mantri. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. kendhit keemasan. atas sepenuhnya kuning. atas sepenuhnya keemasan. putih. Seret keemasan. hijau. - Payung abdi dalem bupati nayaka. Seret keemasan. hijau. Seret keemasan. Ayu Adipati Sedhahmirah. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. kuning. - Payung abdi dalem lurah berpangkat panewu. Seret keemasan. Seret keemasan atas sepenuhnya hijau. hijau. Seret keemasan. - Payung abdi dalem wedana (bupati) wanita. kendhit keemasan. - Payung R. hijau. kendhit keemasan.- Songsong priyantun dalem Raden Kiranarukmi ke bawah. hijau. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati anon-anon. hijau. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. putih. kendhit keemasan. kuning. 157 . Songsong pepatih dalem. - Payung abdi dalem riya wanita. hijau. Seret keemasan. - Payung abdi dalem Nyai lurah. hijau. hijau. atas sepenuhnya hijau. putih. putih. kendhit keemasan. hijau. Seret keemasan.

hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. atas warna hijau sepenuhnya. Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon anon-anon. kendhit keemasan. putih. Seret keemasan. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. putih. biru. - Payung abdi dalem bupati Pamajegan. putih. kendhit keemasan. hijau. Seret keemasan. hijau. merah. merah.- Payung abdi dalem bupati pangreh praja. putih. - Payung abdi dalem panewu Jaksa. - Payung abdi dalem kliwon Pangreh Praja. - Payung abdi dalem panewu Distrik (Pangreh praja). atas sepenuhnya hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan. biru. kendhit keemasan. putih. kendhit keemasan. hijau. - Payung abdi dalem kliwon gawe. kendhit keemasan. biru. kuning atal. 158 . hijau. Seret keemasan. biru. putih. biru. kendhit keemasan. hijau. putih. Seret keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati Imagiri. Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu damel. Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon Pamajegan. merah. kendhit biru. biru. Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu Narawreksa. biru. kendhit keemasan.

Seret keemasan. - Payung abdi dalem Narawreksa sepuh. Menurut Mari S. Busana Bangsawan Gaya Kraton Busana bangsawan gaya kraton sering digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. Condronegoro (1995: 52) skema kategorisasi busana adat bangsawan Kraton Yogyakarta menurut tingkat umur adalah sebagai berikut: Busana Anak-anak. kendhit keemasan. kendhit keemasan. tergantung jenis dan kelengkapan busananya. biru. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem panewu Pangrembe Dhusun. Busana kencongan untuk anak laki-laki. merah tua. biru. - Payung abdi dalem mantri damel dan anon-anon. Busana sabukwala untuk putri raja terdiri dari : Sabukwala nyamping praos (kain prada). hitam. kendhit keemasan. Seret keemasan. Busana pra remaja untuk putri raja ini disebut dengan busana pinjung. kendhit keemasan. Seret keemasan. biru. hijau. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem mantri polisi kabupaten. hijau. Sabukwala nyamping cindhe untuk upacara garebeg dan tetesan. dipakai sehari-hari dan dalam upacara resmi. biru. hijau.- Payung abdi dalem panewu Pamajegan Bayalali. merah. F. Seret keemasan. Terdiri dari : Pinjung padintenan untuk busana sehari-hari. Sabukwala nyamping batik untuk kegiatan sehari-hari dan upacara alit. 159 . hijau. hitam. dipergunakan untuk upacara tetesan pada masa HB VIII. Busana Remaja.

Semekanan. Busana untuk upacara ageng bagi putri raja yang sudah menikah terdiri dari : rasukan panjang peniti renteng. Semekan tritik tengahan sutra. Pinjung tarapan dipergunakan saat menjalani upacara haid pertama. Semekan praos dipergunakan calon pengantin pada malam midadareni masa pemerintahan HB VII. Busana untuk upacara ageng bagi putra raja terdiri dari : kasatriyan ageng. Busana Dewasa untuk Putri. 160 . rasukan sutra cekak peniti sungsun. dipergunakan pada upacara garebeg. rasukan panjang peniti sungsun. baik untuk upacara resmi maupun kegiatan sehari-hari. untuk upacara khusus yang diadakan bertepatan dengan tanggal 21 pada bulan Puasa dan busana cara Walandi. dan rasukan sutra cekak peniti renteng. busana kaprajuritan. Semekan sutra bleg-blegan (sutra penuh). Semekan sindur untuk upacara midadareni. Semekanan rasukan kebaya bikakan untuk remaja putri. pranakan untuk kegiatan sehari-hari. malem selikuran. Semekan dringin untuk calon pengantin saat akan menjalani upacara ijab. busana Agustusan dan busana pesiar. Cemukiran tengahan sutra putih. Semekan tritik dipakai untuk busana harian. seperti upacara tetesan.Pinjung tingalan dalem dipakai pada peringatan hari kelahiran raja. Pinjung garebeg dengan kain bermotif cindhe. Ubed-ubed merupakan busana siang hari. Busana cara putri : Busana untuk menghadiri upacara alit baik di dalam kraton maupun di luar kraton. tarapan atau miyosan. Plangi tengahan sutra. Busana cara putri terdiri dari : rasukan sutra cekak peniti setunggal. rasukan panjang peniti setunggal. dipergunakan untuk tuguran (malam sebelum berlangsungnya upacara tertentu).

kampuhan ngapem dan kampuhan untuk upacara sedan/kematian dan kampuhan randa (janda). Kampuhan prawan untuk remaja putri. 161 . kanigaran (kuluk kanigara). Untuk putri raja. sebagai berikut : dodotan (kuluk biru). Kampuhan putra. kampuhan dengan rasukan panjang bludiran. sikepan lugas (tanpa benang emas) dan sikepan wedung untuk upacara ijab (mengenakan celana putih). hampir sama dengan kampuh putri dewasa hanya ditambah perhiasan peniti renteng di sanggulnya dan perhiasan berupa raja keputren. sebagai berikut : kampuhan lukar rasukan (tanpa baju).Busana Kampuhan/Dodotan untuk upacara ageng. dipergunakan apabila ada tamu Belanda.

tidak suka mencela orang lain. Meskipun demikian kita yakin bahwa diantara nilai-nilai luhur itu ada yang bersifat universal. kasih dan sayang kepada sesama. tenang. sikap dan perbuatannya menarik 162 . Itulah sebabnya tujuan penelitian ini ialah menemukan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung atau dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa. Nilai Warisan Luhur Nilai-nilai yang terkandung dalam keluarga Jawa dan masyarakat Jawa masih sesuai dengan perkembangan jaman. Kemudian dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar. Jika sekiranya sebagian masalah yang timbul disebabkan oleh pelanggaran bahkan pengabaian terhadap nilai-nilai tradiaional yang luhur. Serat Candrarini karya Mangkunegoro IV menceritakan tentang kesusilaan wanita yang mengambil contoh pewayangan yaitu : kehidupan keluarga Harjuna antara lain : Pantas menjadi tauladan wanita yang terhormat dalam keluarga. yaitu wanita yang memiliki sifat-sifat seperti: Woro Sembodro sederhana. maka hasil penelitian ini kiranya dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan dan suksesnya pembangunan nasional. Yang kedua ialah Dewi Manuhara atau Larasati . nilai luhur kita itu dimaksudkan dapat berfungsi sebagai penangkal. artinya masih dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan nasional.tutur katanya halus.BAB IX ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A.

cermat. Ada pepatah yang menyatakan “Sorga anak itu ada di telapak kaki ibu”. Yang artinya secara luas bahwa kebahagiaan si anak tergantung tingkah lakusang ibu. menghancurkan kehidupan. hati-hati. Namun dengan kelemahannya itu wanit mampu menggoncangkan dunia. Apabila dilihat sepintas kaum wanita seolah-olah umat manusia yang lemah. sang ibu sanggup menjaga diri dalam tingkah lakunya. 1993: 33). sejak awal anak di dalam kandungan dan selama dalam kandungan serta sesudah lahir. hormat dan setia terhadap suami. Banowati wanita cantik yang senang menggangu kehidupan orang lain. Sri Mulyono dalam buku Wayang dan Karakter Manusia.hati. di sisi yang lainwanita merupakan pendamai dunia. serta menadi penyebab lahirnya manusai besar yang luhur (Sri Widayanti. Banyak persoalan yang terkandung dalam isteri wanita yang belum terpecahkan. Wanita merupakan suatu rahasia besar dalam kehidupan umat manusia. dan tipe wanita yang tidak setia. Hal tersebut apabila tingkah laku ibu. Dalam sisi lain karakter wanita yang digambarkan dalam pewayangan ialah Dewi Genderi (Ibu dari Kurawa) haus akan kekuasaan dan mengabdi kepada kemewahan dan kenikmatan. jujur lahir batin apabila berbicara kepada orang lain bersikap sopan. Ketiga Wara Sirikandi manis dan simpatik. waspada terhadap situasi dan kondisi. bila dibandingkan dengan kaum laki-laki-laki. trampil dan rajin. hemat. hal 56 menyebutkan Wara Srikandi Prajurit wanita yang mampu mengalahkan Bisma (Bisma adalah Senopati Ngastina pada waktu perang Baratayuda). mampu menghadapi segala persoalan keluarga. besar kemungkinannya anak-anak asuhnyaakan mendapatkan 163 .

bahwa wanita dinilai sebagai wanita yang baik susila atau luhur.kebahagiaan hidup. kenak alan anak. baik sebagai makhluk berakal. Kita mengetahui bahwa berbagai usaha telah dil akukan untuk mengatasi masalah pengangguran. Meskipun demikian kita menyadari bahwa di samping keberhasil an itu masih ada berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian agar dapat diatasi dengan baik. serta memahami diri sebagai mahluk Gusti Allah. karsa serta mahluk Gusti Allah. Jadi kesusilaan di sini adalah bagaimana seharusnya manusia harus mencerminkan suara hatinya yang baik dan benar. Wanita itu memiliki kesadaran yang tinggi atas sebab dalam kesadaran moral yang tinggi inilah manusia memhami dirinya sendiri yang sedalam-dalamnya. Kita semua merasa berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tahap-tahap sebelumnya sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. yaitu memahami diri sebagai kodratnya mahluk yang berakal. kesemuanya ini untuk mewujudkan manusia berbudi pekerti yang luhur. narkotika. Pada masa sekarang ini roda pembangunan sudah menginjak tahap keempat. Susila adalah cerminan suara hati manusia yang memahami diri sendiri sebagai mahluksusila atau bermoral. berasa dan berkehendak atau cipta. sesuai dengan sifat kodratnya. lalu lintas dan masih banyak lagi lainnya. Antara wanita dengan kesusilaan tidak bisa dipisahkan. rasa. Dengan demikian itu adalah besar sekali pengaruhnya terhadap anak keturunnnya. berasa dan berkehendak. 164 . sebab dalam kenyataan hidup membuktikan.

hasil penemuan. yang bersifat terbuka. Orang mengingin kan tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada yang mengatakan sudah terjadi erosi kebudayaan. teknologi dan kebudayaan sangat mempengaruhi keluarga. metodeyang diberikan orang asing daripada hasil kita sendiri. Di dalam masyarakat banyak kita dengar ucapan-ucapan yang sumbang seolah-olah tidak ada harapan untuk bangkit lagi dari kemunduran itu. buatan luar negeri daripada hasil produksi dalam negeri. Basis Intisari Keluarga Ilmu pengetahuan. pendapat. alat-alat transpor serta benda-bendalainnya. bahwa apa yang dinyatakan di atas setidak-tidaknya merupakan 165 . dalam suatu segi kadangkadang pengaruh dari luar terasa kuat sekali. Hal yang demikian lebih dipacu lagi dengan keadaan lingkungan yang cukup besar pengaruhnya. Kita harus mengakui seperti pepatah meng atak an tiada asap tanpa api. alat-alat rumah tangga. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejar tercapainya keinginan itu dan jika perlu menempuh cara yang tidak wajar. Anehnya lagi. Sebagai contoh antara lain ialah kurang dihargainya nilai moral atau mental. kecenderungan hidup sekularistik dan materialistik serta hilangnya idealisme perjuangan. Sebagai bangsa yang luwes. Orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dan melihat pertunjukkan dari luar daripada milik kita sendiri. Dengan demikian nampaklah bahwa sebagian nilai luhur yang semula termasuk diagungkan sudah mulai mundur kebelakang. merajalelanya kebobrokan moral dan mental. Orang cenderung menyukai barang-barang. ada sementara orang yang secara apriori lebih mempercayai kata-kata.B.

misanan. udheg-udheg. adhi. Berbagai usaha untuk menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa telah banyak dilakukan.fakta yang perlu mendapat perhatian. Salasilah yang ada sekarang ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam masyarakat. mindhoan. Di dalam keluarga. nak ndulur. misanan. nak ndulur. Salah satu penyebabnya terletak di dalam diri para pelaksana yaitu manusianya. Pripean adalah hubungan antara saudara suami dengan saudara isteri. Istilahistilah tersebut menunjukkan adanya rantai hubungan yang merupakan garis keturunan. pripean. Di samping itu jika kita perhatikan hubungan-hubungan menyamping terdapatlah berbagai istilah kakang-adik. wareng. Istilah kakang. canggah. dan mindhoan adalah saudara tunggal canggah. Kakang dan adhi adalah saudara sekandung. embah. kadang. gantung siwur. Ipe adalah adik atau kakak suami atau isteri. misalnya keluarga raja-raja. Secara runtut digambarkan bahwa seseorang merupakan keturunan dari beberapa generasi sebelumnya. embah buyut. ipe. Kita mengenal berbagai salasilah raja di Jawa misalnya : Keluarga raja Kalingga 166 . kita jumpai istilah anak. mindhoan menunjukkan hubungan kaluarga menyamping. Keluarga Jawa mengenal silsilah yang menggambarkan urut-urutan hubungan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. nak ndulur adalah saudara tunggal nenek misanan adalah saudara tunggal nenek buyut.orang tua atau bapak dan ibu. Istilah ipe dan pripean menunjukkan hubungan saudara melalui perkawinan.

meskipun keputusan akhir masih di tangan ayah. isteri juga mempunyai peranan yang penting. Bentuk hubungan dalam dinasti sebagaimana tersebut di atas tercermin pula dalam Trah. Dalam hal ini ikatan keluarga besar yang bernama Trah adalah dwitunggal ayah dan ibu. Dalam hal ini dikatakan bahwa suami dan isteri bersama-sama pada umumnya merupakan inti sebuah unit hidup yang berurusan bukan saja dengan prosesing dan distribusi barang-barang konsumsi tetapi juga dengan produksi barang-barang atau jasa bagi 167 . misalnya Trah Notokusuman. Keluarga Jawa menganut sistem kekuasaan dwitunggal. Di dallam keluarga. tetapi pada umumnya tidaklah demikian. Itulah sebabnya ada juga yang berpendapat dan menyebut bersifat paternalistik. Hildred Geertz (1961: 31) memberi contoh betapa peranan isteri terutama dalam hal mengelola ekonomi.Keluarga raja Daha Keluarga raja Singasari Keluarga raja Majapahit Keluarga raja Demak Keluarga raja Mataram Keluarga raja Surakarta Keluarga raja Yogyakarta Ada pula silsilah yang dimulai dari Nabi Adam dan secara urut serta runtut dilukiskan hubungan generasi. yang satu dengan generasi berikutnya. Hubungan di dalam Trah memang ada yang runtut seperti salasilah di atas. artinya yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu bersama-sama.

Jika pada waktu pagi seorang suami bekerja di ladang. 168 . isteripun biasanya ikut membantu. Meskipun putusan akhir ada di tangan ayah. ada yang suami-isteri bekerja. Di dalam keluarga Jawa suami isteri bekerja sama dalam mencari nafkah hidupnya sehari-hari. saling asuh dan saling asih. Inilah demokrasi dalam keluarga. ada yang suaminya melakukan pekerjaan produktif sedang isterinya berusaha kecil-kecilan di rumah. darmawisata. Dalam pembicaraan ini mereka saling asah. Jika keluarga Jawa mempunyai rencana untuk mengadakan hajad misalnya khitanan. Mereka dapat menyatakan pendapatnya dengan penuh tenggang rasa dan rasa kasih sayang. C. Dalam hal ini pendapat anggota keluarga juga menjadi bahan pertimbangan. biasanya mereka merundingkannya bersama. Keikutsertaan isteri di segala segi usaha ekonomi memberikan kepadanya kedudukan yang sama kuat dengan suaminya. perkawinan. Kebersamaan dalam Keluarga Mengenai kerja sama antara suami isteri dalam bidang ekonomi ia menulis antara lain bahwa ada yang suaminya bekerja dan isterinya di rumah. kemudian ia lalu mengambil keputusan. Akhirnya ayah sebagai penanggung jawab merundingkan lagi dengan isterinya. Sang suami membajak atau mencangkul. dan ada pula suami isteri bekerja terpisah. namun kekuasaan dalam keluarga pada hakekatnya ada di tangan ayah dan ibu.pendapatan untuk kelompok. Demikian pula jika keluarga mempunyai masalah tertentu biasanya juga dibicarakan bersama. Dalam hal-hal yang tidak begitu penting biasanya pembicaraan cukup dilakukan oleh ayah dan ibu.

Sebaliknya jika isteri menjadi pegawai atau pekerja. Ada pula diantara suami isteri yang pekerjaannya berbeda. Tidak sedikit seorang is:eri yang harus membeli dagangannya sendiri dan menjajakannya pula. memasak.suami menjadi pegawai atau pekerja isterinya menjadi pedagang. toh tetap sibuk dengan pekerjaan rutin di rumah yaitu membersihkan dan mengatur rumah. di perusahaan. Isteri bekerja berjualan dengan maksud menambah penghasilan suaminya. Tampaklah dengan jelas 169 . lalu mencari dagangan lagi. sang suami lalu berdagang atau berjualan dengan tujuan yang sama seperti di atas. mereka juga disibukkan dengan menyiapkan dagangannya. menyiapkan makanan untuk keluarga. Pada sore hari dan malam hari mereka masih disibukkan membenahi hasil ladangnya. jagung. menunggu dan melayani pembeli. Jika isteri bekerjadi rumah misalnya mencuci. misalnya suami menjadi petani isterinya pedagang. Bagi isteri yang tidak bekerja semacam itu. padi. Mereka mengatur dan menyiapkan dagangan yang akan dijual sampai jauh malam. Demikianlah halnya dengan isteri-isteri yang ikut aktif mencari nafkah di kantor. misalnya kacang. di pabrik. maka iapun membuatkan makanan dan mengantarkannya kepada suami yang sedang bekerja di ladang. menghitung hasil penjualannya. Pagi hari jam dua atau tiga malam mereka sudah berangkat ke pasar. Bahkan sementara dari mereka ada yang secara rutin hidup bergumul dengan dagangannya sehingga ha ya pada malam hari saja tidur di rumah. Bagi keluarga pedagang. jam dua atau tiga siang tiba di rumah.sang isteri membantu mengairi dan menyiangi tanamannya. mengawasi putra-putranya.

Hubungan antara anggota keluarga sangat erat. beaya. Jika dalam hal ini putera mereka sudah ada yang dapat diajak berunding. meskipun akhir putusan ada di tangan orang tua. hajad mendirikan rumah. Jika anaknya telah bersedia. Di dalam 170 . bahkan sedemikian rupa sehingga anak yang sudah kawinpun masih banyak yang bertempat tinggal bersama keluarga. Jika dalam kenyataan ada di antara keluarga yang memberi ayah atau ibu kekuasaan yang lebih besar. Keluarga sering dihadapkan pada berbagai masalah yang cukup penting. membuka usaha baru selalu dibicarakan bersama oleh suami isteri. Mereka bekerja sama dalam membina keluarga mereka. Semunya itu dirundingkan dan diputuskan bersama. ayah dan ibu ialu merundingkan mengenai pelaksanaannya. Dalam hal ini ayah dan ibu wajib menanyai puteranya lebih dahulu. tidaklah berarti ada sistem kekuasaar. akan tetapi lebih merupakan variasi saja dalam sistem keluarga Jawa yang prinsipnya berstruktur kekuasaan ayah dan ibu atau dwitunggal. Di bagian atas sudah dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga Jawa. Dalam menghadapi soal semacam itu misalnya hajad mengkhitankan anak. membelisawah dan ladang. iapun diikut sertakan pula. dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan perkawinan. ayah atau kekuasaan ibu.bahwa suami dan isteri merupakan dua sejoli dalam rumah tangga. Hal-hal yang dibicarakan antara lain meliputi waktu. apakah ia bersedia menrima pinangan seseorang atau bersedia dikawirikan dengan seseorang. misalnya pada waktu mereka mempunyai hajad mengawinkan anaknya.

Ia ibarat air dalam jamban. yen wus tinitah hyang Widhi. kemudian rasakankanlah bunyinya surat ini. pramilane wong anom aja ugungan. bila kecewa merubah kodrat Gusti Allah. saunine layang iki. yen ta anganggowa.jika memakai. Caritane ala becik dipun weruh. dene ingkang tuwa den kaya banyu ing beji. ningali sastra. artinya penglihatannya terang dan jelas tak perlu ragu-ragu. den karasa kang becik sira anggowa". meskipun ia tahu bahwa ia benar dan mungkin saudara tuanya yang salah. Ceriteranya baik-buruk harap tahu. hendaknya seperti air di bak. agar terasa dan yang baik pakailah". Dan lagi di dalam petuah saya. Yang ditakdirkan menjadi muda jangan kecewa. Ia tidak boleh 171 . oleh karena itu orang muda jangan senang dipuji.keluarga anak-anak merupakan kesatuan yang bulat. Lawan maning ana ing pituturingsun. marang kang taruna. Oleh karena itu wajib saling mengetahui kedudukan masing-masing. pikirannya sendiri. den awening paningale aja samar. Nadyan bener yen wong anom dadi luput. jangan selalu terpikat melihat tulisan. aja pijer katungkul. sedang yang tua. yen masgula ngowahi kodrat ing suksma. sarta manut wuruke sadulur tuwa. serta menuruti petunjuk atau ajaran saudara tua. pikirira pribadi. yang bersih penglihatannya dan jangan khawatir. Yen dadi nom den weruh ing enomipun. Saudara tua mempunyai kewajiban memberi petuah adikadiknya. sebaliknya merasalah bahwa sudah ditakdirkan Gusti Allah. balik rumangsaha. Bila menjadi muda hendaknya tahu bahwa muda. Dalam hubungan ini Paku Buwana IV antara lain menegaskan : ”Pan sadulur tuwa kang wajib pitutur. Ia harus takut dalam arti patuh kepada saudaranya yang lebih tua. Meskipun benar bila orang muda menjadi salah. nuli rasakna. setiap surat ini. Terjemahan : “Adalah saudara tua yang wajib memberi nasehat kepada yang muda. jika engkau membaca. Sebagai kodrat saudara yang lebih muda wajib memperhatikan dan menuruti petunjuk serta nasehat saudaranya yang lebih tua. kang anom wajibe wedi. Kang tinitah dadi anom aja masgul. lamun sira maca iya sadhengah kinteki. yang muda wajib takut.

akan tetapi dalam kemandiriannya itu ia sekaligus merupakan totalitas atau keseluruhan dengan yang lain. sama dengan membuat tali untuk 172 . Dalam hal ini Ki Ageng Surya Mentaram antara lain mengatakan bahwa siapa mencari enak tanpa mengenakkan tetangga. demikian pula jika salah seorang mendapat kesenangan berarti juga buat yang lain. Mereka hidup bersama laksana endhog sapetarangan atau seperti telur dalam satu sangkar.berlaku manja sekali sehingga sebagai anak muda menyadari kedudukannya sebagai orang muda. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa para anggotanya tidak saling menganggap sebagai orang lain. saling memikul bila berat dan saling menjinjing bila ringan bebannya. atau kepribadian sendiri. sehingga hubungannya tidak sebagai-aku-engkau. Uraian di atas tidak berarti bahwa masing-masing anak tidak mempunyai identitas. Demikian pula hubungan antara anak yang satu dengan anak yang lain.p secara harmonik artinya saling merasakan suka dan duka bersama. Kegagalan yang dialami oleh salah seorang anggotanya berarti juga kegagalan bagi anggota keluarga yang lain. Mereka masing-masing sebagai individu tetap mandiri. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya juga sangat penting dan merupakan bagian dari seluruh hubungan yang serasi di dalam keluarga. Mereka tidak memperlakukan akunya lebih penting dari anggotalainnya. Saudara kakak beradik dalam keluarga merupakan kesatuan dan saling merasakan suka dan duka bersama. Mereka hidu. Pende ritaan salah satu dari padanya merupakan penderitaan bersama. tidak dipisahkan. akan tetapi seperti dirinya sendiri. akan tetapi sebagai aku-aku.

Hubungan suami dan isteri tersebut di atas menunjukkan bahwa keduanya merupakan kesatuan. Setelah orang merasa bahwa dengan cacadnya ia menyusahkan suami/isteri. Selanjutnya dikatakan semboyan ‘enak hanyalah mengenakkan orang lain’ didasarkan atas anggapan bahwa orang lain bukanlah kamu. mewajarkan tindakannya mengenakkan orang lain. Ungkapan tersebut berarti tak ada keenakan kecuali mengenakkan orang lain. dan kemungkinannya melihat rasa enak atau tidak enak orang lain.menjerat lehernya sendiri. Jadi hilangnya rasa kamu karena mengerti kesalahan sendiri ketika hubungan dengan orang lain dan merasa tidak enak. Sikap jiwa yang menganggap orang lain bukan kamu. Struktur pertama keluarga Jawa Family nukler. 173 . Di dalam hubungan antara suami dan isteri antara lain disebutkan bahwa perkawinan dengan dasar untung rugi menimbulkan rasa dijebloskan atau menjebloskan. timbullah hasrat minta maaf pada suami/isterinya. demikian pula orang tua. Masing-masing mempunyai kebebasan dalam batas-batas yang wajar yaitu tidak melanggar kepentingan bersama. ada sebuah struktur yang melengkapi yakni strtiktur jaringan ikatan antara wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan yang disebut matrifokal yang masih nampak jelas dalam komposisi rumah tangga. rasa demikian itu adalah lenyapnya rasamu. Dalam hal ini dikatakan bahwa sementara penekanan struktural terhadap keluarga inti. Hasrat minta maaf ini mengubah pandangannya terhadap suami/isteri dan inilah permulaan rasa rukun dan damai. Selanjutnya jika kita perhatikan anak-anak juga merupakan kesatuan.

Selanjutnya karena keseluaruhan anggota merupakan kesatuan maka keluarga Jawa dapat disebut berstruktur sarwa tunggal. Struktur Sarwa Tunggal Suami isteri sebagai orang tua anak serta anak-anak merupakan dua unsur yang merupakan kesatuan. keluarga Jawa pada hakekatnya bersistem dwitunggal karena hubungan dalam keluarga menbikuti kedua garis yaitu ayah dan ibu. duniawi dan ukrowi. tetapi justru mendorong untuk bersatu. Dilihat dari ruang dan waktu. Keluarga Jawa adalah dwitunggal atau bahkan sarwa tunggal. Meskipun demikian perbedaan-perbedaan tersebut bukannya mendorong ke perpecahan. Dilihat dari garis keturunannya. maka keluarga Jawa dapat disebut sebagai keluarga yang berstruktur dwitunggal. Dilihat dari siapa yang memegang kedaulatan. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. anggota keluarga Jawa mempunyai bakat. Keadaan yang demikian ini tercapai bila seluruh anggota keluarga tidak dihinggapi oleh rasa takut misalnya takut kekurangan makan. Keluarga Jawa merupakan masyarakat yang terkecil terkecil atas ayah-ibu beserta anak-anaknya yang mempunyai hubungan erat dan merupakan satu kesatuan bulat dalam suatu sistem. keluarga Jawa bersistem dwitunggal artinya kedaulatan ada di tangan ayah dan ibu bersama-sama. kesenangan dan ciri masing-masing. takut 174 . Kebahagiaan berarti kesejahteraan dan ketenteraman lahir serta batin. dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada.D. kemampuan. struktur keluarga Jawa meliputi tempat yang tak terbatas dan berbagai generasi. Dengan kata lain mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. Sebagai masyarakat terkecil.

kedudukan. Mereka percaya bahwa Tuhan yang Maha Murah dan Kasih akan memberikan rejeki kepada umat manusia. takut akan berbagai penderitaan lainnya. 175 . dengan ujud pernyataan ana dina ana upa artinya ada hari ada nasi. Keluarga sebagai masyarakat terkecil mempunyai tuju an yang langsung antara lain kebutuhan akan makan. minum. Mereka juga wajib memperhatikan dan mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. minum. Keyakinan ini diwujudkan berupa suatu optimisme yang besar. Mereka bekerja dan berusaha sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan itu agar tidak mengalami kekurangan dan penderitaan. Agar cita-cita tersebut tercapai ayah dan ibu harus berusaha dan bekerja dengan tekun untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual.an dan fungsi mereka masing-masing. takut menghadapi hari tua. perumahan. uang. kekuasaan dan pangkat. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. pakaian. kesehatan diri. perumahan menjadi tugas utama keluarga untuk mencukupinya. Tujuan langsung. sehingga mereka merasakan hidup yang' tenang dan tenteram. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hub ungan antara anggota-anggotanya.tidak mempunyai tempat tinggal. Itulah kebaikan yang mereka dambakan. Keluarga dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mengejar tujuan itu. oangguan keamanan. Di samping itu juga terbebas dari berbagai gangguan misalnya gangguan penyakit. Kebutuhan sehari-hari seperti makan. pakaian. Semua anggota keluarga harus mengetahui bagaimana kedudul.

Masih banyak yang mereka lakukan yaitu di samping memenuhi kebutuhan sebagaimana di sebutkan di atas juga berusaha antara lain memperoleh kekuasaan. Pada hal jika kita perhatikan dengan seksama. akan tetapi juga kebutuhan rohani. Mereka percaya bahwa dengan kerja keras setiap orang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok yaitu makan. Kebahagiaan sempurna bagi keluarga yaitu ketenangan. ketenteraman 176 . Itulah sebabnya tujuan langsung juga disebut tujuan jangka pendek. Kebutuhan semacam itu selalu ada di sekitar kita dan menuntut agar segera kita penuhi. sama halnya dengan tujuan manusia. Di dalam kenyataan hidup sebagian besar waktu digunakan justru untuk memenuhi tujuan hidup yang langsung ini. Tujuan tidak langsung. Demikian pula mereka berusaha menjaga diri para anggotanya agar tetap sehat sehingga dapat melakukan tugas keluarga dengan baik. Setiap keluarga Jawa mempunyai cita-cita yang mulia yaitu ingin mencapai kebahagiaan yang sempurna. Bukankah jam tiga malam pedagang sudah berbondong-bondong ke pasar untuk berjualan dan jam lima pagi para petani sudah mulai mengerjakan sawahnya.Pernyataan ini memang dapat diartikan negatif seolah-olah mereka pasrah kepada nasib dan takdir. di dalam pernyataan itu terkandung optimisme yang mendorong dan memberi semangat kepada mereka untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. bersikap pasip tanpa semangat. non duniawi. Meskipun demikian titik beratnya terletak pada pemenuhan yang bersifat jasmani atau yang material. karena kebutuhan sehari-hari memberikan rangsangan yang cukup besar. Tujuan langsung tidak hanya terbatas mengenai kebutuhan jasmani dan duniawi saja.

Karena keluarga yang satu hidup bersama dengan keluarga lain maka mereka harus melaksanakan keadilan baik oleh dan untuk anggota-anggotanya. Itulah sebabnya di dalam keluarga. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya. yang tidak langsung. meskipun kenyataannya lebih sukar dilaksanakan dari pada tujuan yang langsung. keluarga. maupun dalam hubungannya dengan keluarga lain. para anggotanya didorong dan diarahkan melalui berbagai cara agar menyadari bahwa yang harus mereka capai di samping tujuan yang langsung. anak-anaknya merupakan rakyat yang paling penting di dunia. 1989: 33). Bagi keluarga yaitu ketenangan. Tujuan tidak langsung atau jangka panjang ini sangat penting. 177 . E. ketenteraman dan keselamatan bagi setiap anggotanya. orang tua. Dalam hal ini adanya kehidupan yang serasi dan selaras serta seimbang dalam keluarga sangat diutamakan. Di dalam keluarga harus berlaku keadilan. Oleh karena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan yang ada. baik lahir maupun batin. Bagi orang Jawa. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya (Sunoto. Menggapai Kebahagiaan Sejati Setiap keluarga mempunyai cita-cita yang mulia yaitu keinginan mencapai kebahagiaan yang sempurna. baik lahir maupun batin.dan keselamatan bagi setiap anggotanya. Kebahagiaan sempurna. adalah tujuan yang jauh.

tegese sira nucekna. selaras dan seimbang. wanita yang mempunyai kekhususan sebagai pelahir anak maka ia pun dituntut untuk memberikan pendidikan pada anaknya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebagai manusia. Dari sini tersirat bahwa selain sebagai anak. Banyak petuah yang ditujukan kepada anak bagaimana ia bersikap dan berbuat di dalam pegaulan keluarga. Istilah seperti sing ngerti suba sita lan duga watara menunjukkan betapa pentingnya nilainilai tersebut diperhatikan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. tentu akan terjalin suatu pergaulan yang serasi. 178 . Bagi masyarakat Jawa pergaulan yang baik harus tetap bersandarkan atas sikap yang pada hakikatnya berlandaskan nilai-nilai religius dan moral. Jika dalam tata pergaulan orang dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa. Oleh karena itulah merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap keberadaan anak karena sebagaimana dikatakan bahwa anak merupakan kunci kebahagiaan orang tua. Sebagaimana dipaparkan dalam Serat Wulang Putri : Maning sira angidhepa. Hal ini sebagaimana terdapat dalam ungkapan Jawa anak iku dadi ganthelaning ati anak itu selalu ada dalam hati orang tuanya.Dalam Serat Wulang Putri ini diajarkan bahwa Waniti dikatakan utama apabila ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan mempunyai keturunan sebagai penyambung cita-cita hidupnya. Anak mempunyai kedudukan penting di dalam hati orang tua karena merupakan tali pengikat yang kokoh terhadap ayah ibunya. mring rama ibunta nini.

awas eling supaya. yang merawat dan membesarkan. Adapun jalannya untuk berbakti seorang wanita dinasehatkan untuk mensucikan jiwa dengan cara eneng -ening-awas -eling dalam hati serta mengasihi mereka berdua dengan setulus-tulusnya.iya sasiranireki. waspada dan ingat sadar. jiwamu ini. eneng eninga di hati. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini juga dijelaskan dalam Wulang Reh (Paku Buwana IV) pupuh Maskumambang : 179 . Sebagaimana dinyatakan bahwa ketika ibu mengandung merupakan beban berat yang berlipat atau wahnan 'ala wahnin (Qur'an 46: 16). Terjemahan : Ada lagi hendaknya engkau berbakti. berilah kasih dari segala arah. angakna ing asih kalawan arah. artinya sucikanlah. adapun cara menjalankannya. Kewajiban ini sebagai balas budi anak terhadap jerih payah orang tua. kepada bapak dlan ibumu wahai putriku. hilanglah napsumu. eneng eninga ing kalbu. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak sebagai sarana berbakti kepada Gusti Allah. dene dennya nglakoni. sirnaa nepsunta nini. Kewajiban berbakti ini sebagai bukti timbal balik kita kepada kedua orang tua yeng telah menyebabkan kita hadir di dunia.

Pramilane rama ibu denbekteni. tan wurung kasu rang-su rang. 180 . Orang yang tidak patuh pada nasehat orang tua. yang demikian itu patuhilah anakku. mulane wajib sinembah. ing donya turnekeng akir. wineruhan padhang hawa. miwah bapa-biyung. Terjemahan : Itu pantas bila kautauladani anakku. kinarya jalaran. sembah lilima punika. lanang wadon kang kaping tri. Ana uga etang-etanganane kaki. ing batin saking Hyang widhi. ya marang sedulur tuwa. anane badan puniki. lilima sinembah. juga bapak ibu. dununge sawiji-wiji. iku kaki estokena. yang mengajarkan watak tang baik.Iku pantes sira tirua ta kaki. saking ibu rama. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi. anemu duraka. Ingkang dhingin rama ibu kaping kalih. Uripira pinter samubarang kardi. marang mertuwa. kang muruk watek kang becik.

Ungkapan itu tampak dalam pupuh Maskumambang bait II. Ada juga hitungannya anakku. dalam batin dari Yang Maha Kuasa. tidak luput hidupnya pun selalu dalam keresahan. di dunia sampai akhirat. mapan sugih anak. kedua terhadap mertua. Kewajiban ini tidaklah diungkapkan secara eksplisit dalam Serat Wulang Putri. karena itulah wajib disembah. lima yang disembah. kelima sembah itu adalah. Yang pertama ayah-ibu. adanya diri ini. karena ibu dan ayah. Hidupmu menjadi tahu akan segala hal. yang ketiga kepada saudara tua. hal itu masing-masing. laki-laki perempuan. Sebab hendaknya engkau berbakti pada ayah-ibu. Pernyataan ini secara tidak langsung menuntut kaum wanita untuk merawat dan mendidik anak yang telah dilahirkannya. Selain ada kewajiban berbakti pada orang tua wanita juga berperan sebagai pendidik anak. yang keempat berawan maksudnya 181 . tahu akan dunia yang terang.akan menemui celaka. Keimplisitan ini sebagaimana dipaparkan bahwa salah satu keberuntungan bagi manusia apabila ia mempunyai anak. karena. kaping pat berawan maksude nini.

Wanita merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Berdasarkan 182 . yaitu anak yang baik menjadikan kebagiaan. Di sini masyarakat menunjuk kepada wanita sebagai ibu yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. Dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak. istri kosong apabila tidak mempunyai anak benar-benar kosong (Sadewa. mengasuh dan mendidik. Untuk menjadikan anak yang berbudi pekerti luhur ini diperlukanlah sosok yang mampu merawat. Oleh karena keluarga terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. mempunyai anak. tujuan keluarga pada hakekatnya diharapkan serasi dengan tujuan para anggotanya. maka sesuai dengan idaman ajaran kefilsafatan Jawa.putriku. 1996: 74). Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam Serat Panitisastra bahwa sepining garwa tan darbe suta sepi satuhu. Kebahagiaan orang tua ada pada diri anak ini dipaparkan pula dalam Serat Panitisastra. F. Pernyataan bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup adalah memiliki seorang anak menunjukkan bahwa fungsi reproduksi dari wanita benar-benar menjadi pusat penilaian masyarakat. anak yang jahat mendatangkan susah orang tuanya. Ungkapan ini menunjukkan bahwa wanita tanpa anak dianggap sebagai wanita yang sia-sia. yakni seorang wanita yang dalam dirinya memiliki sifat-sifat luhur. Pandangan Hidup Berkeluarga Dengan mempelajari hubungan-hubungan tersebut akan dapat diketahui ciriciri khusus filsafat hidup mereka. bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung.

namun sebagai unsur masyarakatia juga terikat oleh tata cara dan tata krama masyarakat. Syarat untuk menjalankan tapa tersebut tidak boleh mengganggu berjalannya hidup sehari-hari. Membicarakan keluarga Jawa dari segi filsafat. Hakekat dan tujuan serta hubungan-hubungan yang berlaku dalam keluarga Jawa diharapkan juga serasi dengan yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya. Di pilih jalan tengah antara keadaan puas dan keadaan lapar (De Jong. maka hasil penelitian ini akan memberikan andil dan masukan bagi kefilsafatan Indonesia tersebut.uraian tersebut. Dengan demikian tata cara dan tata krama keluarga Jawa yang ada secara selektif dapat dikembangkan dan dipelihara menjadi unsur tata cara dan tata krama nasional. 1976: 24). Meskipun sebagai unit. maka ia merupakan unsur masyarakat. Selanjutnya karena keluarga merupakan masyarakat terkecil. Manusia yang memperturutkan hawa nafsu. setidaktidaknya memberi sumbangan bagi pembicaraan filsafat masyarakat Jawa pada umumnya. Tapa brata puja mantra tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan utama yaitu agar seorang wanita dapat menguasai hawa nafsu dlan membersihkan jiwa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Gusti Allah. dirinya terhalang dari Gusti Allah dan untuk menyingkap tabir itu harus melakukan latihan kerohanian dengan mengosongkan 183 . Oleh karena filsafat masyarakat Jawa merupakan sebagian dari filsafat Indonesia. keluarga itu mandiri.dalam penelitian ini akan dibuktikan bahwa ada kesamaan antara manusia yang menjadi idaman masyarakat Jawa dengan manusia anggota keluarga yang juga diidamkan oleh keluarga.

. Sumber kebagiaan di 184 . sama seperti kotoran. Segala pikiran dan perasaan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu (misal: pamrih) akan merintangi pemersatuan itu. Empan itu apabila waktu malam tiba terbukanya semua kehendak. iri hati dan suka mencampuri urusan orang lain. Manusia yang merasakan benar-benar dirinya hamba-Nya. Pada waktu malam orang dapat menghayati bersatunya diri manusia dengan alam raya yang tenang dengan sangat mesranya. Dengan demikian. panas hati. mudah tidak senang dan berpikiran sempit serta picik. manusia akan mencapai moring kawula Pusti 'bersatunya hamba dengan Gusti Allah. Konsep empan papan ini menggambarkan bahwa waktu malam merupakan waktu yang suci dan angker. panasten kemeren lawan dahwen. Seorang wanita dalam menjalankan tapa brata tersebut harus mengetahui dan memahami empan papan. kumingsun. Sifat-sifat tercela tersebut sebagaimana diungkapkan dalam Serat Wulang Putri disebut pancadriya dalam pupuh Sinom bait 1-2 adalah cengil sengitan. sombong. ewan cekak dan rupak artinya dengki dan suka membenci. sehingga Gusti Allah dalam bayangan yang sungguh-sungguh tidak terhalang oleh kotoran sedikitpun.hati dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisi dengan sifat-sifat terpuji. kumawula artinya merupakan cermin yang sejati. Dalam moring kawula Gusti itu lenyaplah segala perasaan yang tinggal sebagai ciri khas dari kesatuan tersebut ialah arah suprasosial terhadap sesama manusia. Papan adalah suasana sepi artinya bahwa di waktu sepi itulah waktu yang tepat untuk menghilangkan duka nestapa.

Anggota-anggota keluarga meskipun mandiri pada hakekatnya tidak terpisahkan satu sama lain. karena keluarga terdiri atas anggota-anggota atau individu-individu. Persatuan. tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Dengan prinsip hidup nrima ing pandum seseorang tidak mempunyai sifat serakah atau iri hati. Kepasrahan kepada Gusti Allah merupakan salah satu sikap hidup orang Jawa yang sering dikenal dengan ungkapan nrima ing pandum 'menerima apa yang telah diberikan' karena segala sesuatu sudah diatur. namun keputusan akhir ada di tangan anggota-anggotanya. menuntut ilmu. Inilah wujud keluarga yang telah diperluas. demikian pula keluarga Jawa. Mandiri artinya setiap anggota keluarga bebas dalam menentukan jalan hidupnya antara lain dalam hal memilih pekerjaan. 1976: 26). Kesatuan. Bahkan orang-orang lain yang bukan anak dan bertempattinggal bersama serumah termasuk anggota keluarga. atau merupakan kumpulan dari anggota-anggotanya. Meskipun orang tua berhak memberikan nasehat dan saran. 185 . malahan sebenarnya mereka terikat oleh berbagai ketentuan adat atau norma yang berlaku.sini bukanlah hidup di dunia tetapi apabila seorang hamba merasa bersatu dengan Gusti Allahnya (De Jong. Sartono Kartodirdjo mengatakan bahwa narima refers to the state of being content or accepting something with fullness. karena kumpulan anggota-anggota tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisah-pisahkan lagi. mencari nafkah. Meskipun demikian kebebasan mereka ini bukannya tanpa batas. Di atas sudah dijelaskan bahwa keluarga terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anaknya. Bagi masyarakat Jawa ungkapan narima merupakan ungkapan terima kasih atas segala pemberian yang diperoleh dari Gusti Allah yang Maha Pemurah.

Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa masing-masing anggotanya harus mampu bersosialitas dengan anggotanya yang lain. jika mendapat kesulitan. di samping harus mampu mengembangkan dirinya. mempunyai hubungan baik material maupun spiritual. serta merasakan suka dan duka bersama. karena sudah merupakan satu kebersamaan.Kumpulan anggota yang telah bersatu itu tidak dapat dipecah-pecah lagi. tetapi juga orang tuanya. Keluarga Jawa sebagai suatu sistem. Pepatah ini menunjukkan bahwa betapapun bencinya orang tua kepada anaknya namun toh masih dalam batas-batas tertentu. dagingnya juga turut kena. Jiniwit katut artinya kalau orang dicubit kulitnya. Ada pepatah Jawa yaitu anak molah bapa kepradhah artinya jika anak berbuat sesuatu yang kurang baik yang terkena akibatnya tidak hanya dia sendiri. sedangkan individualitas personality seseorang akan mewujudkan suatu dasar moril yang kuat. Ini berarti bahwa jika salah satu anggota keluarga menderita berarti juga penderitaan bagi anggota lainnya. Dalam hal ini dikatakan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak bermaksud untuk menghasilkan orang yang dapat berdiri sendiri melainkan menekankan orang yang sosial. Orang memerlukan bimbingan dalam segala bidang. orang tua selalu siap membantu. Keluarga merupakan suatu unit kesatuan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri. 186 . senasib sepenanggungan. Bahkan walaupun anak sudah berkeluarga sendiri. Tega larane ora tega patine. Nasib anak-anak dalam keluarga selama mereka belum mendapat penghasilan sendiri masih menjadi tanggung jawab orang tuanya.

Sedemikian rupa dambaan persatuan dan kesatuan tersebut tampak pula dalam pernyataan mangan ora mangan waton kumpul. Meskipun ajaran tersebut agaknya ditujukan kepada anak-anak. berkumpullah seperti dahulu. keluwak lalu bercerai berai. yen wis tuwa si kaluwak pisah-pisah. Berusahalah bagaimana baiknya. Dilukiskan bahwa keluarga harus bersatu dan harus berkumpul sebagaimana anak-anak waktu masih hidup bersama orang tuanya. Den budiya kepriye ing becikipun. Oleh kerena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas mereka agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan mereka. jika sudah tua. aja nganti pisah. muda kumpul tua kumpul yang baik. jangan sampai berpisah. anom kumpul tuwa kumpul kang prayoga. anak-anaknya. masih menjadi satu. Terjemahan : Permulaannya keluwak waktu masih muda. orang tuanya. Betapa pentingnya kesatuan dan kerukunan hidup keluarga antara lain dikemukakan dalam Serat Wulang Reh (Pakubuwono IV) sebagai berikut : Kamulane kaluwak nom-nomanipun. Pernyataan ini dapat ditafsirkan secara nebatif yaitu hanya menekankan berkumpulnya atau 187 .Hildred Geertz (1961: 51) menulis bahwa bagi orang Jawa. pucung arane puniki. merupakan rakyat yang paling penting di dunia. Bait di atas menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga. namun intinya ialah kesatuan dalam keluarga. pan dadi satunggal. namanya pucung. kumpula kaya ing nguni. keluarganya.

Karenaitu pada hakekatnya tidak mungkin kekurangan makan. sedang jumlah manusia masih sedikit.kesatuannya. sedang kebutuhan makannya kurang mendapat perhatian. Sewaktu anak-anak masih menjadi tanggungan orang tua dan belum dapat mandiri. 1989: 83). menerima nasib dan menggantungkan diri atas pemberian atau bagian yang diberikan oleh Gusti Allah. Istilah makan atau tidak makan asal kumpul dalam pernyataan di atas terang dimaksudkan betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan. karena makanan sudah cukup tersedia. Sebenarnya jika pernyataan itu dilihat dari kurun waktu beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu masih dapat diterima oleh akal. bersatu nya anggota keluarga. Dorongan untuk berkembang dengan cara yang kreatif tidak tersirat dalam pernyataan itu. Jika pada waktu dahulu berkumpul diartikan berkumpul serumah. Jika kemudian anak-anak bahkan cucucucu mereka sudah bertebaran di berbagai tempat. Jika sekarang pernyataan tersebut diterapkan sebagaimana apa adanya sudah barang tentu tidak kena. sebab mereka pasti dapat makan. sebab kondisi keluarga memang berbeda.istilah berkumpul masih 188 . Karena itu dalam hal ini yang penting adalah arti berkumpulnya. sebab pada waktu itu tidak mungkin berkumpul tanpa makan. Pada waktu itu alam masih kaya dan luas. Salah-salah dapat terjadi berkumpul tidak makan sungguh-sungguh. berkumpul memang dalam arti serumah. Ajaran tersebut mendidik manusia narima ing pandum. Disamping itu pernyataan tersebut seolah-olah hanya berisi ajaran yang membentuk manusia berpikiran dan berkepribadian sempit. Apakah anggota keluarga itu berkumpul atau tidalc sebenarnya tidak menjadi masalah. tentunya harus diberi arti yang lebih luas (Sunoto.

harta. Hal-hal yang dibicarakan antara lain mengenai iceluarga masing-masing. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa struktur keluarga Jawa merupakan suatu sistem yang menekankan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai dasarnya. Hubunganhubungan di dalamnya sudah agak longgar. akhirnya diketahui bahwa nenek buyut mereka sama. meskipun secara formal nampaknyatidak mengenal jenis hubungan dan ikatan seperti marga dan namun pada hakekatnya mengenal pula hubungan darah atau famili atau hubungan yang berdasarkan atas keturunan. karena bagaimanapun juga mereka harus tetap bersatu-padu dalam keluarga besar.mengandung makna yang cukup berarti. Di sinilah kadangkadang mereka bertemu sebagai keluarga. sering kali lalu berkenalan dan membicarakan berbagai masalah. di bis atau dalam pertemuan. Kedua orang itu saling menceritakan asal-usul mereka. 189 . Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa struktur keluarga Jawa.karena setelah diurut-urut antara mereka masih ada hubungan keluarga. Di atas keluarga masih ada ikatan yang cukup jelas meskipun tidak mempunyai organisasi yang teratur yang mempunyai tempat. Ikatan semacam inilah yang biasanya dinamakan trah. misalnya rapat. misalnya di kereta api. Jika seseorang berjumpa dengan orang lain dalam perjalanan. pengurus. dan peraturan yang me ngikat anggotanya.

Sebaliknya hubungan suami isteri yang serasi. tenang dan tenteram serta selamat dalam mengarungi hidup baru yaitu berkeluarga. Nasehat yang diberikan oleh para pini sepuh kepada dua mempelai yang sedang bersanding biasanya agar keduanya hidup rukun. memenuhi harapan orang tuanya yaitu hidup serasi laksana mimi lan mintuna. tenteram dan selamat. Karena itu dijadikan lambang agar keluarga dalam hal ini suami dan isteri mempunyai pandangan hidup dan perbuatan hidup yang sama agar keluarga mereka dapat hidup tenang. Hal ini akan tercermin dalam hubungan antara suami dan isteri. bahagia. Suatu rumah tangga yang penuh berisi pertentangan antara suami dan isteri memberikan bukti bahwa hidup mereka di dalam keluarga tidak serasi. tenteram. Mimi dan Mintuna adalah binatang yang tidak pernah berpisah satu sama lain. Harapan agar hidup sebagai mimi lan mintuna biasanya diucapkan di dalam berbagai kesempatan misalnya dalam upacara perkawinan. Laksana Mimi Lan Mintuna Harapan hidup berumah tangga adalah keserasian yang meliputi seluruh warganya. 190 .BAB X NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. tidak pernah cekcok. rukun.

B. Demikianlah jika dilanjutkan. yang memiliki dan men anggung konsekuensi dari padanya ialah mereka berdua. Hal ini merupakan bukti bahwa suami isteri yang demikian itu telah berhasil mengatasi segala macam tantangan dan rintangan hidup dengan sebaik-baiknya. Abot entheng disangga bareng. Ini 191 . Kebahagiaan hidup dalam bentuk kerukunan dan kesatuan nasib antara suami dan isteri dapat kita lihat pada istilah garwa atau isteri. Nyawa menunjukkan terhadap sesuatu yang hidup. hidup rukun tidak pernah bertengkar apalagi berpisah satu sama lain. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai sigaraning nyawa. sebagaimana diuraikan di atas sering juga disertai contohnya yaitu kehidupan Kamajaya dan Ratih. Pada hari tuanya mereka tinggal menikmati dan mengecap hasil jerih payahnya selama itu dan menyaksikan anak-cucu beserta buyutnya dengan penuh nikmat. Artinya pecahan atau konkritnya separonya nyawa. Kedua insan ini adalah Dewa dan Dewi yang terkenal dalam ceritera wayang. Sigaraning nyawa berarti hidup itu untuk suami dan isteri. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pepatah dalam bahasa Indonesia. Suami isteri diharapkan selalu hidup rukun dan tenteram. Sigaraning Nyawa Hidup sebagai mimi dan mintuna. kebahagiaan mereka berarti akan membawa keluarganya hidup bahagia. sehingga dapat menikmati kedamaian sampai hari tuanya. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa jika suami isteri dapat mencapai kaken-kaken dan ninenninen berarti mereka telah dapat mengarungi perjalanan yang panjang dan penuh dengan liku-liku. Sebaliknya anak-cucu dan buyut mereka juga akan merasa bahagia hidupnya karena masih ditunggui oleh ayah-ibu atau nenek mereka.

Karena itu menjadi kewajiban keluarga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. uang. toh akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga. Trjemahan : Karena salah sendiri orang yang tidak memperhatikan. Meskipun nampaknya semboyan atau pernyataan tersebut di atas hanya ditujukan untuk ayah dan ibu. atau keduniaan dan kecakapan. Dengan kata lain tujuan hidup keluarga dapat direalisasi. telas tilasing janma. jika sampai sepi. uripe lan tri prakara. aji godhong jati aking. kebutuhan tersebut masih harus dilengkapi dua hal lainnya yaitu kecakapan dan keluhuran. Serba terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu syarat hidup bahagia. mungguh ugering ngaurip.berarti bahwa kebahagiaan hidup dalam keluarga dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya. manawa kongsi sepi. mengenai hukumnya yang hidup. Sebagaimana kita ketahui. hidupnya dengan tiga perkara. habislah jejak manusia. pada umumnya kakek dan nenek masih hidup bersama dengan anak cucu mereka. karena keduanya mempunyai peranan penting. Keluhuran pribadi dapat terlihat antara lain pada 192 . akhirnya sengsara sebagai pemintaminta yang berkelana. keluhuran. Keluhuran merupakan kebutuhan batin yang mau tidak mau wajib dipenuhi pula. Namun terpenuhinya. jika ingin hidup bahagia. dari ketiga hal tersebut. wirya artati winasis. temah papa papariman ngulandara. sehngga kebahagiaan mereka langsung dapat dirasakan bersama. lebih berharga daun jati kering. Anak cucu mereka menaruh hormat dan menganggap kakek dan nenek mereka sebagai pepundhen artinya yang sangat dihormati. Di dalam serat wedhatama disebutkan : Bonggan kang tan merlokena. saka wilangan ketelu.

cukup. rigen (teliti). nyegah kayun (mengendalikan kehendak) dan nemeni seja (niat yang sungguh-sungguh). memperhitungkan segala perbuatannya. Berikut ini kutipan ajaran tersebut. jika para anggotanya memiliki pribadi yang luhur yang tampak dalam watak. “Panggautan gelaring pambudi. warnawarna sakaconggahira nuting jaman kelakone. mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. Jika masing-masing anggota keluarga mempunyai kecakapan semacam itu. tahu nasib. rigen ping kalihipun. wruh ing petungan (tahu perhitungan). bertambah pengetahuannya. Astha berarti delapan. Gemi Nastiti Kecakapan mencakup dua hal baik lahir maupun batin. taberi tetanya (rajin bertanya).hati nurani. gina atau guna berarti kegunaan. ucapan dan perbuatannya. dapat mengendalikan dirinya dan kaya. ping pat nastiti 193 . Kecakapan lahir dapat berupa ketrampilan sedang kecakapan batin dapat berupa ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dalam hal ini Mangkunegara IV mengajarkan agar anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya berupa asthagina. berarti ikut menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. sikap dan perbuatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar keluarga. C. Jika setiap anggota dapat melakukan kedelapan hal tersebut ia akan mencukupi kebutuhannya. titi (tertib). gemi (tidak boros). Kecakapan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup keluarga. katri gemi garapnya. Kedelapan kegunaan tersebut adalah : panggaotan (pekerjaan). margane mrih cukup. Karena itu keluarga bahagia. dadi pamrih marang pakolih.

keempat berhati-hati dalam mengetahui. nanging tansah anandhang sakit. yang kedua adalah cekatan hemat kerjamu yaitu menjadi pemrih untuk memperoleh. yaitu perasaan kecewa.. den agung sukurira. kawiryawan sugih bandha arta. jalannya agar cukup.ngundhakkdn marang kawruhe.lima tahu perhitungan. tan boros maring arta” Terjemahan : 'Pekerjaan dan siasat atau uraian cara-cara usaha. lan kajarah tur kasiyasiya. Betapapun kaya seseorang tetapi jika badannya tidak sehat. akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. ingkang murba amisesa. Akarana sanadyan wus olih. saliring pancabaya. samckta karsanipun. ketiga hemat kerjanya. dhingin wajib nggayuh. was uwas temah maras ". Berikut ini adalah pendapat Purbanegara (1918: 29): “Nanging yen den aku sirik.. kangjeng Nabi duta nayakaningrat. marma manungsa wajib padha awas lan eling. keinginan yang tidak berarti. jumbuh lawan. dan direbut dengan paksa serta dianiaya. pepinginan kang tanpa kardi. tan bagaskuwarasan. wong ngaurip ing donya iki jalu miwah wanita. ketujuh mencegah kehendak.. lima wruh ing petungan'. putus ing reh kawignyane. sebab manusia hanyalah. barang karsanipun. sang Sri Bathara Wisnu. itu menjadi jalan tahu kepastian. ". iku margane wruh ing pasthi. menambah pengetahuannya. muga raga kasinungan seger kuwat bagas kuwarasan kalis. Terjemahan : “Tetapi jika diakui sebagai larangan.pamriksa. Anut dhawuh wewarahing Gusti. marang raganire dhewe.. mring hyang maha luhur. sesuai dengan jamannya. Menjaga diri pribadi agar tetap sehat wal afiat merupakan salah satu kewajiban setiap manusia. ping pitu nyegah kayun. sayekti tansah kacuwan angarasa rasanira nggenira sakit. "Wataknya jauh dari kebutuhan sehari-hari. keenam rajin bertanya.wewarahe. Watek adoh mring butuh sehari. berbagai macam menurut kemampuan. kaping nenem taberitatarya. tidak boros terhadap uang. terhadap badannya sendiri. harus awas 194 . sarta lawan nugraha. raganira ing reh mobah lawan mosik.

dan terhindar dari segala mara bahaya. Jelaslah menurut ajaran tersebut betapa pentingnya kesehatan jasmani bagi manusia. persis sama dengan potunjuknya. Nabi utusan di. Sehubungan dengan hal ini keluarga Jawa mengenal berbagai petunjuk yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan. Menurut printah petunjuk Gusti. ragu-ragu akhirnya takut". tiap kehendaitnya. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang sehat badannya mampu berkarya. Metode ini boleh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi jamannya. kepada Gusti Allah Yang Maha Agung yang memperlakukan dan menguasai. manusia akan merasa malu. Jika orang Barat mempunyai semboyan men sana corpore sano. Hal ini buicannya secara kebetulan tetapi orang-orang tua dahulu 195 . pasti selalu kecewa merasakan sakitnya. semoga raga diberi. Sang Hyang Wisnu. ahli dalam hal kecakapannya. orang hidup di dunia ini. Pernyataan ini sangat sederhana. segar kuat sehat. Mengapa ayam yang dipilih sebagai hewan pembanding dan bukan binatang lain. badanmu daTam gerak-gerik serta mengenai anugerah. karena itu ia tidak terlalu menyandang beban.dan ingat. Sebab meskipun sudah memperoleh.jagad. Jika dikatakan jangan kalah bangunnya dengan orang lain mungkin orang yang mendengarnya tidak begitu perduli dan tidak malu karena masih dibandingkan orang. Lain halnya jika dibandingkan dengan hewan. akan tetapi inti ajarannya masih tetap mempunyai makna yang baik. laki-laki dan perempuan. Dengan kata lain andaikata kalah ia masih kalah dengan orang. tetapi jika kita perhatikan didalamnya terkandung ajaran atau nilai yang sangat berharga Pernyataan tersebut hanyalah metode untuk menyampaikan ajaran agar mudah diterima oleh orang-orang. kemuliaan kaya harta benda. hendaknya besar sukurmu. lebih dahulu harus mencapai. keluarga Jawa juga sudah mengenal semboyan aja kalah karo tangine pitik.

telah memilih dengan teliti bahwa ayam adalah hewan yang tidak pernah bangun itesiangan, karena pada pagi-pagi buta hewan tersebut sudah bangun dan mencari makan. Inti pernyataan di atas adalah suatu petunjuk atau nasehat agar orang bangun pada pagi-pagi hari, jangan terlalu siang. Dengan bangun pagi ia dapat bekerja mencari nafkahnya misalnya pergi ke sawah atau berangkat ke pasar. Dengan demikian badan a.kan terjaga dari gangguan penyakit dan akan selalu sehat wal afiat. Perhatikanlah dengan orang-orang yang sekarang berjalan pagi hari untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Di samping agar dengan bangun pagi orang akan menjadi sehat badannya, maka dengan bangun pagi orang dapat melakukan tugas rohaninya dengan tepat, misalnya tidak terlambat sholat subuh. Dengan demikian pernyataan aja kalah karo tangine pitik mengandung petunjuk bahwa orang yang menaati ketentuan itu, dirinya, yaitu jasmani dan rokhaninya, akan sehat. Dalam hal menjaga kesehatan, keluarga Jawa juga telah mempunyai petunjuknya antara lain agar menjaga dan mengatur makannya. Ada ucapan nyegah dhahar lawan guling artinya janganlah makan dan tidur tanpa batas. Nasehat tersebut meliputi dua hal yaitu lahir dan batin, artinya barang siapa mau mengatur tidurnya akan sehat rokhaninya. Bandingkan dengan orang

melaksanakan diet. Dari sekelumit contoh tersebut kita dapat menarik inti ajaran yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

196

Adil artinya memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Berikan kepada diri kita sendiri dan orang lain apa yang menjadi haknya masingmasing. Karena adil adalah keserasian antara hak dan kewajiban, maka yang didambakan oleh keluarga Jawa ialah adanya kesadaran para anggotanya akan hak dan kewajibannya masing-masing. Sama halnya di dalam kelompok-kelompok masyarakat dan negara, dalam keluarga ada beberapa jenis keadilan yaitu distributif, legal dan komutatif. Ini berarti bahwa orang tua harus berlaku adil terhadap semua anaknya (keadilan distributif). Selanjutnya anak juga harus berlaku adil terhadap orang tuanya (keadilan legal). Kemudian anak harus berlaku adil terhadap sesama saudaranya (keadilan komutatif).

D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur Ada ucapan ngalah marang bocah artinya orang tua harus memahami benar kehendak dan kebutuhan anaknya, sehingga jika terpaksa rela mengalahkan kepentingan diri demi-anaknya. Mendhem jero mikul dhuwur adalah ungkapan yang berisi nasehat sebagai pelaksanaan keadilan legal. Demikian pula anak berlaku adil terhadap sesama saudaranya merupakan pelaksanaan keadilan komutatif. Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Selamat dalam

197

melakukan pekerjaan, selamat dalam perjalanan selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Keluarga Jawa mengenal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, pitonan, atau tedhak siten, sunat, perkawinan, kematian. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan, sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa, slametan masih tetap menarik. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir gadhing. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan, mungil, indah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik, suci, bersih lahir batinnya. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam-macam buah-buahan. Rujak juga mengandung arti harapan. Kecuali rujak, dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih, nasi merah dan bubur. Nasi putih melambangkan air dari ibu, nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Dalam hal nasi, ada tiga macam yaitu putih mulus, merah dan gabungan keduanya, putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Putih melukiskan pemuas ibu, merah air bagi ayah, dan

198

campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. Dalam hal rujak: bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas, cabai penyedap dan gula. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu, maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan, tetapi jika rujak rasanya hambar baginya, ia akan mempunyai anak lelaki. Meskipun tidak disebutkan secara terinci, terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan, Koentjaraningrat (1967: 48) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak, calon ibu memperoleh berbagai tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung, diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau mitoni. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara brokohan. Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya, dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buahbuahan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Gusti Allah dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Upacara sepasaran. Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih, untuk mengusir roh jahat. Di sudut rumah, ditaruh sajen, sebatang tanaman, daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di dekat ibu

199

Semua. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. jambu. pepaya. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. Ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan.ditaruh sebuah keris. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang 200 . pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. kaca dan pisau. buah kelapa dan bermacam-macam buah-buahan antara lain : rambutan. beras. Dalam upacara panggih digunakan pula kembar mayang sebagai salah satu alat upacara.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. Upacara perkawinan. Misalnya janur kuning. Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang sirih. Upacara Tedhak Siten. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. pensil. atau buah buahan yang terdapat di daerah tersebut.

Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala.atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. Rumeksa Rahayuning Garwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Untuk menghindari bahaya tersebut. Anak pancuran kapit sendhang yaitu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. Dengan menyelenggarakan upacara ini. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. 201 . kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah : Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. E. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terhit atau terbenamnya matahari. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa.

Tujuan pokok keluarga ialah mencapai kebahagiaan dan keselamatan keluarga. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. rumeksa mring rahayuning garwa. Hubungan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat Jawa erat sekali.Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Kalimat-kalimat tersebut di atas adalah pengejawantahan dari pandangan dan sikap hidup keluarga Jawa mengenai tugas-tugas suami. Di samping itu juga hubungan antara keluarga yang satu dengan yang lain. keluarga Jawa mengadakan berbagai macam upacara selamatan. terdapat beberapa pernyataan antara lain sing jodho marang bojo. hubungan antara anak dengan anak. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Diperintahkan agar suami cocok dengan 202 . hubungan antara orang tua dengan anak dan sebaliknya. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok.hubungan antara suami isteri dan sebaliknya. Sifat pernyataan atau ucapan tersebut adalah imperatif. Kebahagiaan hidup keluarga digambarkan sebagai mimi dan mintuna. namun isinya sangat serasi dan runtut erat hubungannya satu sama lain. kaken-kaken dan ninen-ninen. sejahtera dan sehat lahir batin. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. Tugas suami terhadap isteri. Agar memperoleh keselamatan. Meskipun dinyatakan dalam ucapan yang berbeda-beda. dadya guru ugering wanodya. Dalam hal tugas suami. saling melengkapi. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Hal ini tampak dalam. momong mareng pawestri. asih marang garwa trusing driya.

Itulah kewajiban laki-laki setelah perkawinan. mangertosa bilih rabinipun wau dados tetanggelipun ingkang dipun sanggemi. sihing priya dhateng rabi.isterinya. awit saking katuju ing prana. awon saenipun siswa anut kabangkitanipun guru. Terjemahan : Surga orang dalam berumah tangga ada dua macam. Inti petunjuk tersebut adalah keharusan suami untuk melindungi dan menjaga. serta mengasuh (berbuat sabar). Selanjutnya mengenai swarganing jejodhowan dikatakan sebagai berikut "Swarganing (kamulyaning) jejodhowan punika ugi warni kalih. saha angemong (anyabari). Pertama bagi laki-laki harus dapat melindungi (menjaga) memberi tuntunan (mengajar). Ajaran semacam itu antara lain terdapat dalam tulisan Sumaatmaka Atmasalaga (1929: 32) sebagaimana disebutkan dalam bait berikut. jika semua perintahnya dipercaya oleh isteri. anuntuni (memulang). awit saking dipun gumateni. Remening priya dhateng rabi. mekaten awon saenipun rabi anut kawegiganing laki. Pertama bagi laki-laki. seperti teduhnya daun-daun yang mengayomi batang sampai akar". seperti akar yang memanjang masuk ke dalam tanah. menjadi contoh bagi isterinya agar mendapat karaharjan (keba- hagiaan). kados ayubing ronron anggening angayomi dhatdng delegipun dumugi oyod ". Welasing priya dhateng rabi awit saking panalangsa". memberi petunjuk serta memelihara isterinya seperti halnya sebatang pohon yang daunnya menaungi seluruh batang sampai akar. Laki-laki harus mengasuh dengan cara berlaku 203 . Sepisan tumraping priya manawi dipun pituhu ing rabi sapangrehipun. Priya kedah angemong kanthi pamardi ingkang sareh. “Dene sesanggamaning jejodhowan punika wonten warni kalih. kados panguluring oyod rumeseping kisma. Sepisan tumraping kakung kedah saged angayomi (rumeksa). Terjemahan : “Adapun kewajiban orang yang telah kawin itu ada dua macam.

disebabkan oleh cocoknya hati. tahulah bahwa isterinya tadi menjadi tanggung jawabnya yang telah ia sanggupi. Sikap hidup yang demikian membawa ketenteraman keluarga. maka suami akan senang dan kasih kepada isterinya. Senangnya laki-laki kepada isteri. Yang laki-laki berlaku 204 . disebabkan oleh keinsyafan diri ". karena baikburuknya isteri tergantung pada kecakapan suaminya.laku utama. Hal laku utama itu ditegaskan dalam bait berikut : "Ingkang priya kedah among amengku amemulang punika lampah utami. Jika seseorang suami pandai menjadikan isterinya sebagai isteri yang baik dan taat. Dalam bait ini ditegaskan bahwa seorang suami harus mengasuh dengan sabar dan sadar bahwa isterinya menjadi tanggung jawabnya. itu perbuatan yang kurang baik. buruk baiknya siswa mengikuti dorongan/acuan guru. demikan pula buruk baiknya isteri mengikuti kecerdikan suami. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Itulah sebabnya seorang suami wajib memberi pelajaran agar isterinya berbuat atau ber.tenang dan sabar. “Yang laki-laki harus mengasuh dan mengajari itulah laku yang baik. Ingkang jaler siya sawenang-wenang mboten nganggep manungsa dhateng estrinipun ateges nistha ". Yen ingkang jaler angalap menang dumeh lanang nedha numpang punika tumindak kirang prayogi. disebabkan oleh perhatian yang sangat baik. Belas kasihan laki-laki kepada isteri. Suami jangan berbuat untuk menangnya sendiri apalagi berbuat n i s t h a yaitu sewenang-wenang terhadap isterinya. Jika yang laki-laki ingin menang hanya karena ia laki-laki minta menang. cinta kasih laki-laki kepada isterinya.

berarti perbuatan rendah ". Oleh karena suami adalah guru laki. Sadaya punika sampun kalebet nugrahaning guru. Bait tersebut di atas sebenarnya berisi petunjuk bagaimana mencari guru yang baik (Sunoto. mboteOn kenging supe. 205 . Mengenai tugas suami kepada isteri. yaitu yang baik martabatnya ". nyanyian. Yasadipura dalam hal ini menegaskan. Sultan Agung menulis sebagai berikut. nugraha sayekti prapti. Awicarita artinya hafal mengenai arti ceritera. tang nganggo sinangga runggi.aniaya. Terjemahan : “Paramasastra artinya pandai tentang bermacam-macam kesusasteraan. sewenang-wenang tidak menganggap manusia terhadap isterinya. nawungkridha lan sambegana. tidak boleh lupa. Mardibasa artinya yang dapat membuat pantas kata tata krama negara. Nawungkridha tegesipun ingkang priksa dhateng kalipataning budi. Nawungkridha artinya tahu terhadap kesalahan budi. “Paramasastra tegesipun limpad ing kasusastran warni-warni. Semuanya itu sudah termasuk anugerah guru karena itu harus awas dalam mencari guru. Manaraguna tegesipun sugih kesagetan ingkang kaanggep ing ngakathah. merdibasa. sejarah negara. Guru yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu paramasastra. Sambegana artinya ingat. Awicarita tegesipun apil dhateng gancaring carita aluraning nagari. mila kedah awas angupados guru. Sambegana ingkang enget. Mardawalagu artinya yang dapat memperpanjang lagu kata. Ia wajib mempunyai kecakapan dan kearifan. maka seorang suami juga wajib mempunyai kecakapan itu dan menerapkannya kepada isterinya. yen wong tumemen ing kalbu. tepa. awicarita. contoh. Mardibasa tegesipun ingkang saged memantes tembung tata kramaning praja. mardawalagu. Mandraguna artinya kaya kecakapan yang diakui oleh orang banyak. “Welas marang rabine terus ing kalbu. 1989: 71). nuli wahyune mencongol". Mardawalagu tegesipun ingkang saged angulur lelagoning tembung tembang. mandraguna. ingkang sae martabatipun ".

atau kita dapat meniru atau mencontoh perbuatan susila dari orang lain. Dalam pewayangan ajaran moral kebanyakan berupa simbol-simbol. Bethari Durga. perlambang kesetiaan istri pada suami. Durgandini. kesusilaan adalah sesuatu yang sama sekali tidak boleh ditingalkan. Kencono Wungu lambang watak wanita yang kurang 206 . Tiga tokoh wayang tersebut sebenarnya memberi petunjuk bahwa seorang wanita yang baik harus memiliki watak seperti tersebut. tanpa memakai kecurigaan. Norma kesusilaan bagi manusia dalam kehidupan masyarakat adalah memgang peranan penting. Jika orang sungguh-sungguh dalam hati. Trampil trengginas dan mumpuni (Srikandi). Banowati. Khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. Seperti : Sumbodro. rendah hati dan memikat (Larasati). Dewi Sinta. Orang yang berlaku demikian akan memperoleh anugerah. Dewi Anggraini. Suami wajib berlaku kasih-sayang lahir batin terhadap isterinya. Terutama bagi kaum wanita. anugerah pasti datang. atau lambang yang dituangkan dalam cerita ataupun dalam tokoh-tokoh pewayangan.Terjemahan : Kasih sayang kepada isterinya sampai batin. sebab manusia dinilai baik dan buruk tergantung tingkah laku kesusilaan. Untuk mengetahui norma-norma kesusilaan kita dapat menerima petunjuk dari orang lain baik yang langsung mau pun yang tidak langsung. sabar dan teguh (Sumbodro). kemudian kebahagiaan muncul". Kesusilaan merupakan nilai tertinggi dalam martabat kehidupannya. yang kita anggap baik dan menurut pedoman moral. hal ini untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik aman tentera dan bahagia. Demikianlah dasar-dasar pengetahuan tentang berumah tangga yang seharusnya diketahui oleh sang pengantin. Larasati adalah lambang dari seorang istri (wanita) yang memiliki watak setia. Srikandi.

baik (Damardjati Supadjar. Guna hasil yang diharapkan : Untuk memberi petunjuk kepada seorang wanita hendaknya memegang nilai kesusilaan dan fungsinya. Dengan menyajikan hakekat keluarga dan masyarakat dan apakahtujuan mereka serta bagaimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya. Diharapkan kita menjadi sadar bahwa pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan para anggotanya terhadap nilai luhur mereka sendiri. Diharapkan agar kita menjadi sadar bahwa timbulnya berbagai masala. Agar dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang aman tenteram serta bahagia. segala masalah telah teratasi. Bagi ilmu pengetahuan: Untuk memahami dan mendalami ajaran yang terkandung dalam pewayangan. diharapkan akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya nilai tradisional yang luhur itu. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dilakukan penelitian ini yang sangat penting artinya.h sebagian disebabkan oleh tidak dipatuhinya lagi norma yang bPrlaku dala. dan seolah-olah se-ala lukaluka telah terobati. 1993: 37). atau dengan kata lain kita hidup di dalam fantasi dan angan-angan belaka. bahwa kita mengajak hidup mundur beberapa puluh bahkan ratus ta hun yang lalu dan bahwa nilai-nilai tradisional yazig dapat ditemukan harus dilaksanakan tanpa mengingat situasi dan kondisi. Ini juga tidak berarti. 207 . Kita akan lebih sadar bahwa pengaruh dari luar akan kuat jika kita lemah. Ini tidak berarti bahwa kita ingin sekedar bernostalgia.m keluarga dan masyarakat.

Pasang Sumeh Jroning Ati Karya sastra Jawa sejak kemunculannya hingga sekarang terdapat nilai-nilai luhur yang disebut nilai religius yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan keagamaan atau kepercayaan. Sehubungan dengan hal tersebut figur-figur wanita dalam pewayangan nampaknya memberikan petunjukterhadap kaum wanita tentang sikap kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari. keteringatan manusia terhadap sifat Gusti Allah. Buddha dan Jawa.Kebanyakan orang mengakui bahwa dalam cerita wayang bukan hanya sekedar ceritat. Nilai religius yang terkandung dalam kesusasteraan Jawa abad XVIII dan XIX mencerminkan konsep-konsep yang bersifat akulturatif dari sejarah Islam. melainkan mengandung maksud dan tujuan tertentu. Orang Jawa menyebut Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. Hindu. Kecuali itu juga mempunyai tujuan memberikan contoh-contoh tentang keksusilaan. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk'. ketaatan manusia terhadap firman Gusti Allah dan kepasrahan manusia terhadap kekuasaan Gusti Allah (Soedarsono. 1985 : 196). terutama mempunyai arti dalam bidang agama. 208 . terdapat beberapa butir darma bakti dalam etika dan tata krama Jawa sebagai dasar penalaran yakni keimanan tauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Tingkah laku kesusilan wanita dalam pewayangan atau cerita wayang digambarkan dalam berbagai sikap dan perbuatan oleh figur-figur wanita utama. F. Berkaitan dengan analisis religius.

Dengan demikian. Orang Jawa. Manusia harus beriman/tauhid kepada Gusti Allah Yang Maha Esa. keimantauhidan dapat diartikan kepercayaan terhadap kemahatunggalan Gusti Allah (Badudu. baik tentang alam semesta ciptaan Gusti Allah maupun Sang Maha Pencipta itu sendiri. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah. termasuk religiositas Jawa adalah kepercayaan terhadap adanya Gusti Allah. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah harus meresap dan meliputi 209 . Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk. Secara etimologis. Allah dalam kata takdirollah. Hyang Widhi. Gusti Kang Maha Mulya. Hyang Suksma. rasa dan karsa merupakan tiga anugerah Gusti Allah yang berfungsi untuk memahami seluruh kebenaran yang ada. Unsur paling utama dalam setiap religiositas. Allah dalam kata takdirollah. iman mempunyai pengertian kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti Allah. Cipta.Hyang Widhi. Manusia juga harus percaya penuh dengan kebulatan tekad. Hyang Suksma. sedangkan tauhid berarti keesaan. dan Jawata. dan Jawata. 1996: 31). bahwa Gusti Allah itu sungguh-sungguh Maha Esa. Gusti Kang Maha Mulya. Orang Jawa dapat meyakini bahwa adanya Gusti Allah karena bagi orang Jawa keyakinan itu tidak semata-mata diperoleh hanya melalui rasio atau penalaran tetapi juga melalui rasa. Gusti Allah itu tan kena kinayangapa (tak dapat dibayangkan keadaannya). Keimantauhidan orang Jawa tampak pada penyebutan Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. Maksudnya manusia harus percaya penuh bahwa Gusti Allah itu nyata Maha Ada.

Maha Adil 'Maha Adil'. kasih sayang. Serat Wulang.pikirannya. Putri menyebutkan sifat Gusti Allah yaitu Kang Widagda. perasaannya. Maha Mulya 'Maha Mulia' dan sebagainya. Maha widagda 'Maha Pandai'. Pakartining pangrasanta kang mengkono iku nini ya bakal pinasthi sira pinituhu ing sasami lan maneh nini putri mugi bisoa sineba momong samaning janma supayanta sira nini kinasihan ing Gusti Kang Maha Mulya. kearifan. Dengan sifat-sifatnya yang demikian Gusti Allah memberikan karunia-Nya berupa kemurahan. 210 . Kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Gusti Allah kepada manusia sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang yang merupakan keberuntungan bagi yang dapat meraihnya. Kang Wignya dan Maha Mulya sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi bait 2 dan Sinom bait 6. Keteringatan Manusia terhadap sifat Gusti Allah. Marmeng ngger awya sireku pasang sumeh jroning ati katitik tyas tan sambada marang apngaling Hyang Widhi Kang Widagda tuhu Wignya anyolahken barang maring. Waha Wignya 'Maha Tahu'. ilmu pengetahuan atau kawaskithan kepada umat manusia. Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa Gusti Allah memiliki sifat utama seperti Maha Murah 'Maha Pemurah'. Maha Asih 'Maha Pengasih'. perkataannya dan perbuatannya. keadilan.

Sebagai sarana untuk mengingat Gusti Allah. Keempat berawan maksudnya putriku mempunyai banyak anak apabila keempat hal sebagaimana disebutkan di atas. Kaping pat berawan maksude nini mapan sugih anak mungguh laku pat prakawis sayekti uwus tetela. Dwi wiryawan kaluhuran lire nini kaping tri hartawan sira den samya mangerti tegese pan kasugihan. dikarunia pula manusia cobaan-cobaan yang harus dilalui sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan tersebut di atas cobaan tersebut dinamakan panca wisaya yaitu rogarda. sararda. hanya empat hal gunawan yang pertama ilmu pengetahuan artinya.Gung-agunge ing begja puniku nini mung kawan prakara gunawan ingkang sawiji kasantikan tegesira. Dua wiryawan keluhuran budi artinya putriku yang ketiga hartawan kalian hendaknya mengerti maksudnya kekayaan. 211 . Terjemahan : Sebesar-besarnya keberuntungan itu putriku.

Kelima perkara tersebut dapat dihindari oleh seorang wanita dengan melandaskan diri pada sikap-sikap yang positif. Kelima hal tersebut sebagaimana dalam pupuh Maskumambang bait 18-20. cuwarda dan durgarda. yeku rekasaning ati. 'Wirangarda artinya sakitnya hati. Maksudira garaning badan sayekti kalih sang sararda yeku rekasaning dhiri katelu ingkang winarna. Dhuh putrengsun sarnya sumurupa nini tegese kang panca wisaya mengko winardi ingkang sepisan rogarda. Maksudnya sakitnya badan. Wirangarda tegese laraning ati kaping pat cuwarda.wirangarda. ketiga yaitu'. yaitu kesengsaraan dalam diri. durgarda pringganing nala. durgarda artinya kecewanya hati'. keempat cuwarda yaitu kesengsaraan hati. kedua sararda. Terjemahan : 'Wahai putraku hendaklah kau ketahui artinya panca wisaya tersebut pertama rogarda. antara lain : setyaning tyas lawan 212 .

teteg. teguh dan sabar. mring pancabayaning ati. tinampan sukur lan lila. terhadap lima hal yang merintangi hati. utama hatinya. (Maskumambang. Terjemahan : 'Seutama-utaman yaputri raja. Betapapun gigih serta uletnya studi yang mereka lakukan. menebalkan hati agar sentosa dalam budi. Dengan diberinya kenikmatan maupun cobaan itu manusia khususnya para wanita diharapkan senantiasa ingat terhadap Gusti Allah sebagai tempat bergantung dan memohon segala kebajikan. hatihati.legawa. titi lan tata. ternyata tidak selalu menjalankan interpretasi secara tepat. enengening-awas eling. dengan berlapang hati hingga ke budi'. tegese utama sabar. teliti dan teratur. tidak lain karena terlalu terpengaruh oleh kerangka pikirannya sendiri. angandel kandel kalawan kang kumandel netel santosa ing budi artinya setia dalam hati dan rela. diterima dengan rasa syukur dan ikhlas. betah ngangkah lawan lembah manah. bait 21 . Salah satu cara untuk mengingat Gusti Allah dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya sebagaimana terdapat dalam kutipan pupuh Kinanthi bait 14 di bawah ini : Di adining putri prabu. artinya utama sabar.26). ngati-ati. lebih-lebih karena belum dapat 213 . tenang-diam-waspada dan ingat. Perhatian terhadap nilai-nilai kejawen juga tampil dalam lingkungan sarjana asing. teguh. utameng tyas kang pinesthi. legoweng tyas nrus ing ati.

memperkuat kepribadian. Orang yang demikian akan terhindar dari rasa kegelisahan dan terpelihara dari gangguan jiwa (Usman Najati.menyelami jiwa kejawen ataupun dengan istilah metodologis belum dapat melihat segala sesuatu dari dalam. Dengan mempraktekkan sikap sabar dapat mendidik diri. tanpa didasarkan atas penelitian serta pembuktian empiris. Di kala susah diperlukan sabar agar tetap teguh menerima cobaan dan tabah dalam menjalani kehidupan. maka perlu diadakan usaha penelitian dari pihak pengemban kultur Jawa itu sendiri dengan harapan agar dapat menghindari segala macam salah tafsir tersebut. Datan Sepi ing Pambudi Kesabaran seseorang biasanya diwujudkan dengan dimilikinya rasa syukur terhadap pemberian Gusti Allah. sangat diperlukan manusia sepanjang hidup dalam segala situasi. Perlu ditonjolkan di:sini bahwa dalam masyarakat kita sering dilontarkan ucapan yang menyangkut soal nilai-nilai Jawa. secara-tepat atau tidak tepat dengan kecenderungan kuat menulis akan kerangka pikiran dan pandangan dewasa ini kepada nilai-nilai tradisional. meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kesulitan. Sabar merupakan suatu sikap mental yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Ketika mendapatkan kesenangan diperlukan sabar agar tidak congkak. Sehubungan dengan itu. hal mana mudah terjadi kalau orang terlalu terdorong oleh pikiran spekulatif saja. G. 1985: 28).istilah itu tanpa mengidentifikasikan sumbernya yang otentik. Sikap mental sabar. Rasa syukur tersebut pada 214 . Lagi pula tidak diusahakan melacak asal nilai-nilai atau istilah .

ing pancadriya puniku. 215 . yakni : Syukur dengan hati. rahseku wus mulya. Terjemahan : 'Yang keempat jalannya rahsa adapun. kudu musthi awas eling.hakikatnya hanya tertuju kepada Gusti Allah. yaitu berupa kepuasan batin atas anugerah yang telah diberikan oleh Gusti Allah. terhadap kodrat Gusti Allah'. dipuntansah angabekti. Kang kaping pat lakuning rahsa sarehning. haruslah waspada dan ingat. nyirnakaken pakerti. Syukur dengan lidah yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. marang kodrating Hyang Suksma. Syukur dengan perbuatan yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya. Sikap ingat kepada Gusti Allah itu perlu selalu ditanamkan dalam hati sanubari dengan ingat pada kodrat Gusti Allah sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang. dene ingkang winastan. Paku Buwana IX memberikan nasihat kepada putra-putrinya agar berbakti kepada Gusti Allah. Cara bersyukur terdiri dari tiga hal. Nasehat ini sebagaimana dalam kutipan pupuh Sinom : Dhuh ngger wanita utama. rahsa itu mulia. marang Hyang kang Murbeng Titah. tegese kang pangabekti.

panca driya iku nini. Sarana dalam berbakti kepada Gusti Allah ini seseorang hendaknya menjalankan agama. yang disebut panca driya. hendaklah berbakti. Istilah bakti menunjukkan adanya sikap yang patuh yang dilandasi rasa cinta seorang hamba kepada Gusti Allah. nafsu seperti mudah tidak suka dengan orang lain. adapun yang dinamakan pancadriya itu putriku. bait 3-4). Terjemahan : Wahai anakku wanita utama. iya ing manungsa sagung luwih maning dera kardi solah bawaning narendra kang datan sepi pambudi ngganya angampil agama kasucian kang dumedi Tinindakaken lawan patut pinantes pantes tiniti tinimbang lan isinira negara Surakarta di tan kena kinukuhan angkuh ing tyas anglakoni (Kinanthi. kepada Gusti Allah Pencipta segala makhluk. artinya berbakti. beng sanapsu kayata cengil sengitan. Teriemahan : juga kepada sesama manusia terlebih-lebih dengan perbuatan 216 . menghilangkan tingkah laku.

juga angingirangi. dene kang dipun wastani. agama adalah pedoman kehidupan yang sangat vital dan sangat menentukan. ing bukti sarananipun. Dengan agama. 217 . tempat bergantung dan memiliki ketenteraman hidup (Haedar Nashir. mendalam. dan memandu serta menentukan arah kehidupan. Ketaatan pada Gusti Allah ini hendaknya diwujudkan pula pada ketaatan kepada kedua orang tua dan pada guru. Iku sayektine gagar. iya nini tapa brata. 1999 : 14). ping kalih nyeyuda guling. Untuk mencapainya diperlukan sarana yakni tapa brata puja mantra sebagaimana dipaparkan dalam pupuh Sinom bait 8-112. sanadyan anyuda nendra. limang prakara sayekti.segala tingkah laku raja yang tidak lepas dari ikhtiar dalam meminjam agama hanya kesucian yang ada Dijalankan dengan baik pantas dan diteliti dipertimbangkan isinya negara Surakarta yang indah tidak dapat dipertahankan sombong dalam menjalankan Bagi para pemeluknya yang berusaha taat. manusia menjadi memiliki rasa damai. dhahar menawa sireki. narima nadyan nyegah. Agama merupakan toitalitas kehidupan yang sakral. tanarima apa ing sarananira. Tapa brata puja mantra.

tan koyub dene pakarti. tuhu. angampeta pangandika. kang kaping pat sira nini. upamane sira nini. angresepe ingkang sami. Terjemahan : tapa brata puja mantra 218 . sanadyana sira nini. samya dipun waspada. nanging yen kurang marta. ning mbliyut kang kaping tiga.nanging yen linali lali. tan widada iku dadi. wus mbaliyut ingkang panggah ciptanira. mangkene pakartinipun. tegese panggagas nini. tanpa duga cipta. yen karep dipunsabari. mrih ywa kongsi kabanjur kajating nala. sadayeku kudu nganggo empan papan. duka cipta srana saking. bebasan tanpa kardi. sumawa nadyan nini. Ping lima sira ngilangna. angawisana sanggami. srana lila ing ati. anyuda ing sanggama. Den jak ngaluyub supaya. katranganing nyuda turu. nini kalakoniku. Lalu mburu karaharjan. tan ngandika yen mengko karsa sandeya. cahyaning locananira. catur kang tanpa kardi. kudu panggah santosa.

anakku tidak berbicara jika merupakan kebohongan 219 . anakku tahanlah dalam berbicara artinya pemikiran. apa adanya itu sesungguhnya batal kedua mengurangi tidur walaupun mengurangi tidur namun bila berusaha melupakan diumpamakan tanpa perbuatan keterangannya mengurangi tidur hendaklah diperhatikan seandainya engkau. anakku ada lima perkara yaitu mengurangi makan sarananya menerima walaupun mencegah makan apabila engkau menerima. yang ketiga kurangilah bersenggama sarana ikhlas dalam hati demikian perbuatannya mengurangi bersenggama bila menginginkan hendaklah sabar agar tidak terlanjur hajat hati kemudian memburu keselamatan yang keempat. anakku perkataan yang tanpa tujuan anakku terlaksanya hal itu harus tetap santosa walaupun engkau. putriku sudah mengantuk teguhkan ciptamu diajak mengembara agar tidak terpengaruh oleh perbuatan mengantuk.adapun yang dikatakan tapa brata.

maka di 220 . nanging dikulinakna cecegah saka sathithik manut kekuwatane. nanging aja kakehan turu. aja kongsi keladuk utawa mung umbara-umbaran bae.kelima hendaknya kauhilangkan kesedihan sebagai sarana dari cahaya mata meresapi semua yang menghadap walaupun anakku tanpa perkiraan yang benar namun bila kurang sabar tidaklah akan selamat semua itu harus dengan empan papan Lewat tapa kekuatan badan diperlemah. melainkan dengan penyederhanaan menyeluruh. lan aja nganti diprusa kang ndadekake karusakan raga. Aja wareg. sehingga sikap dan perasaan terhadap sesama manusia berubah. Telah kita pilih dan batasi pengertian tentang keluarga yaitu masyarakat terkecil terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. mangkono sapiturute kang sarwa sedheng. Dalam bahasa Jawa keluarga disebut pula batih. aja kakehan melek. mengurangi segala aktivitas badan. Mung bae anggone ngurang-ngurangi saparlu. Tapa tidak hanya mengurangi nafsu-nafsu tertentu dengan tidak kenal ampun. nanging aja luwe. Orang menjadi lebih sadar akan relativitas eksistensinya. Istilah batih menunjukkan bahwa keluarga Jawa terdiri atas anggotaanggota yang hubungannya antara yangsatu dengan yang lain erat sekali. Istilah batih menunjukkan adanya ikatan lahir dan batin yang erat dan merupakan suatu kesatuan bulat. ibu beserta anak-anaknya kadang-kadang bahkan diperluas dengan pembantunya. Oleh karena keluarga Jawa terdiri atas unsur ayah.

semua pihak atau anggota harus mengetahui bagaimana kedudukan dan fungsi ma sing-masing. sebaliknya ada aturan yang wajib dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua mereka. namun berlaku demikian kuatnya sehingga 221 . Meskipun aturan-aturan tersebut biasanya tidak tertulis. Hubungan antara anak dengan anak. ayah dan ibu selalu mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hubungan antara anggota-anggotanya. Itulah sebabnya di dalam keluarga. maka sejak kecil mereka harus diberi tahu dan diajar melakukannya dengan baik. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Dalam hal ini ada aturan mengenai hubungan antara suami dan isteri yang sebaik . Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya. Supaya anak-anak mereka mempunyai watak sebagaimana yang diinginkan oleh keluarga.baiknya karena mereka adalah kepala keluarga dan wakilnya. Hubungan antara keluarga dengan pembantu (jika ada pembantu).dalam keluarga berlakulah berbagai hubungan yaitu : Hubungan antara suami dengan isteri dan sebaliknya. kita jumpai berbagai macam aturan atau ketentuan yang biasanya tidak tertulis mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seluruh anggotanya. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya. Selanjutnya ada aturan yang berlaku bagi hubungan antara anak dengan anak agar terjalin kehidupan yang harmonis antar mereka. Demikian pula ada aturan yang wajib dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Agar cita-cita tersebut tercapai di saiaping berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan material.

Hubunganhubungan tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan. baik bidang ekonomi. adat kebiasaan yang turun temurun. sosial budaya maupun bidang-bidang lain.mengikat masing-masing anggota keluarga. 222 . agama dan kepercayaan. baik perorangan maupun keseluruhan. Aturan-aturan tersebut menyangkut berbagai hal baik ragawi maupun rohani.

The Javanese Family. Kebudayaan Jawa. Manusia Jawa dan Gunung Merapi Persepsi dan Sistem Kepercayaannya. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. Yogyakarta. Asdi S. 2002. Balai Pustaka Laksono. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Bandung. Moedjanto. Yogyakarta: Kanisius. Mulyono. Glencoe Kamajaya. Yogyakarta. Yogyakarta: Kanisius. Liberty Badudu. 1985. Konsep Kekuasaan Jawa. Lucas Sasongko Triyoga. G. Hildred Geertz. 1993. Gadjah Mada University Press. Pustaka Nusatama. Condronegoro. Sari Kesusastraan Indonesia. Dipodjoyo. The Free Press.DAFTAR PUSTAKA Adjied Swastedi dan Tessa Theofile Prihatini. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Glencoe Damardjati.. Yogyakarta. 1969. P. Koentjaraningrat. Liberty. 1995. 1991. Wayang dan Filsafat Nusantara. 1988. Gadjah Mada University Press. 1990. Clifford Geertz. Mari S. 1994. De Jong. Tata Upacara Pengantin Adat Jawa. The Religion of Java. Nawangsari. Jakarta. 1986. 1996. Jakarta: Balai Pustaka. Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan. Penentuan Titimangsa dalam Naskah. 1973. Yogyakarta. Yogyakarta. 1983. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Yogyakarta 223 . Masagung Niels Mulder. Busana Adat Kraton Yogyakarta 1877-1937 Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. 1985. 1961. 1976. Pustaka Prima. Yogyakarta. The Free Press. Jakarta. Gadjah Mada University Press. Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram.M. Yogyakarta. Pustaka Raja. Wangsa Manggala. Ali Mudofir.

Budi Utomo. Solo. Menuju Filsafat Indonesia. Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa di Yogyakarta. Yogyakarta. Yogyakarta Sunoto. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Media Sunoto. 1973. Negoro. Suhardjo Hatmosuprobo. Jakarta : Kanisius. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. Angkasa Soedarsono. Pararaton. 1987. 1978. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. Yogyakarta: Taman Siswa. 1982. CV. Purbanegara. 1988. Sartono Kartodirdjo.Padmapuspita. Wayang dan Karakter Manusia. 1989. Balai Pustaka Siswoharsoyo. PT. Serat Pitutur Jati Mawi Sekar. Bandung. Usman Najati. Jakarta: Haji Masagung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. 1929. 1985. Upacara Tradisional Dan Ritual Jawa. Soemaatmaka-Atmasalaga. 2001. Gama Press Soekmono. Surakarta. 1974. Gondolayu Soebardi. dalam Spektrum 3. 1979. 1973. Uitgeverij en Boekhandel Stoomdrukerij De Bliksen. A Sudewa. Serat Gunacara lan Agama. Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Yogyakarta. 1966. 1918. 1985. 224 . Hanindita. Sularto. Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. Mistisisme Serat Dewaruci. 1993. Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Ajaran Masyarakat Jawa. Sri Widayanti. Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Seni Pertunjukan. Jakarta. serat Yatna susila. Suryo S. Buana Raya. Upacara Labuhan Kasultanan Yogyakarta. Serat Cabolek. “Kepercayaan Kebatinan Kerohanian Kejiawan dan Agama”. Yogyakarya. Selo Soemardjan. 1981. Surakarta Rahmat Subagya. Sri Mulyono.

Kreasi Wacana. Yogyakarta. 225 . Mitos Merapi dan Kearifan Ekologi. Menguak Bahasa Mitos dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Pegunungan.Wisnu Minsarwati. 2002.

Babad Tanah Jawi. Gama. Kamus Jawa Indonesia Lengkap. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Tabloid Adil.HUM lahir di Grogol. Karya lainnya yaitu Biografi Ki Narto Sabdo. Ranggawarsita. Ajaran Moral dalam Serat Bimapaksa. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. Narasumber Koran Kompas. kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998. Kajian Anthropologi Budaya. Suwarga Nunut Neraka Katut. Teori Politik Jawa. Sultan Agung. UU Mahkamah Konstitusi Basa Jawa. Wulangan Basa Jawa Untuk Umum. Jawa Pos. Kamus Politik Lokal. Nganjuk. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya. Sosiologi Mistik R. Sejarah Raja-raja Jawa. Pujangga Nusantara. RRI dan Radio Komunitas. Sejarah Susastra dan Budaya Jawa. Gotong Royong di Kabupaten Nganjuk. Kawruh Beja Ki Ageng Suryo Mentaram. Ramalan Sakti Prabu Jayabaya. UUD 1945 Bahasa Jawa. Majalah Gatra. Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI. Kamus Jawa Indonesia untuk SLTP – SLTA. Kamus Jawa Indonesia Populer. Pakem Pedhalangan. Manunggaling Kawula Gusti Sejarah Tanah Jawa Jilid I – IV. Bukunya yang telah dipublikasikan di antaranya : Ceritera Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SLTP Kelas I – III. Song of Java I-VIII. Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata.BIOGRAFI PENULIS DR. Kursus Percakapan Bahasa Jawa. Visi Negarawan Patih Gadjah Mada. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I-VI. Antropologi Budaya Sultan Agung. Konsep Moral dalam Serat Werkudara Suci. Sekar Putri Ambarwati. Kabare Jogja. Djoko Lodang. Kamus Jawa Indonesia untuk SD. Mojorembun. Bernas. Kedaulatan Rakyat. Ng.VI. Jogja Tivi. Gelar Doktor diperoleh tahun 2001. Cara Memimpin Rakyat Desa. M. Nyata. Pendidikan Budi Pekerti. Kamasutra Jawa. Wulangan Basa Jawa Kanggo SMP Kelas I – III. Gamelan dan Tembang Jawa. Trans Tivi. Republika. Memutar Taman Sriwedari. Kamus Jawa Kawi Indonesia. PURWADI. Biografi Pujangga Kyai Yasadipura I. Babad Joko 226 . Wulangan Basa Jawa Kanggo SD Kelas I . Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Rejoso. dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional. Penghayatan Keagamaan Orang Jawa. Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Teori Militer Jawa. RCTI.

Selanjutnya. Semar Jagad Mistik Jawa. Filsafat Jawa. Integrasi Islam dengan Budaya Lokal. Sejarah Wali Songo. Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja). Kiat Bisnis Orang Jawa. Ki Ageng Mangir. Telp 0274-881020. Hidup. Babad Tanah Leluhur. Sejarah Prabu Brawijaya. KIAT (Kamus Indah Alamat Teman). Tasawuf Muslim Jawa. Makrifat Sejati Sunan Kalijaga. Dukun Jawa. Kamus Sastra Indonesia. Selain itu juga mengelola Pustaka Raja. Ilmu Kecantikan Putri Jawa. Mistik dan Kematian Sultan Agung. Sejarah Ajisaka. Semar. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Biografi Sultan Hamengku Buwono IX. Ilmu Kasampurnan Sunan Gunungjati. Pamedhar Sabda. Membaca Batin Putri Jawa. Kisah Cinta Ken Arok – Ken Dedes. Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis Jawa Barat. Pangeran Diponegoro. Novel Mahabarata. Ilmu Sangkan Paraning Dumadi. Sufisme Sunan Kalijaga. disusul pula buku tentang Sejarah Presiden Soekarno. Jalan Cinta Syekh Siti Jenar. Wahyu Keprabon Susila Bambang Yudhoyono. Tata Bahasa Jawa. Asal Usul Manusia Jawa. Ilmu Makrifat Sunan Bonang. Novel Ramayana. Arjuna Mencuri Cinta. Nyai Roro Kidul. Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih. Kitab Makrifat Sejati. Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil. Tata Bahasa Jawa. Kakap Raya No. Sesorah Budi Rahayu. sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat. percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Seratus Tokoh Masa Depan Indonesia. Biografi Jimly Asshiddiqie. Ilmu Kecantikan Ratu Kalinyamat. Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan. Dosen Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. Gerakan Spiritual Siti Jenar. Strategi Politik Ken Arok. Bung Karno Sang Pembebas. Jagad Mistik Jawa. Embok Yatinem Si Bakul Gendhong. Aji dan Mantranya. HP 0815 788 65170. Nenek Moyang Orang Jawa. Babad Demak.Tingkir. Hidup dan Spiritual Sunan Kalijaga. Kisah Pendawa Lima. Ajaran Ilmu Sejati Wali Songo. Arjuna Lelananging Jagad. Kini bekerja sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Ilmu Kesaktian Prabu Jayabaya. Sistem Pemerintahan Indonesia Klasik. Ratu Kencana Wungu. 227 .