PRANATA SOSIAL

JAWA

DR. PURWADI, M. HUM

ISBN 978-979-16061-1-0

YOGYAKARTA PENERBIT TANAH AIR

1

KATA PENGANTAR

Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah

memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian

tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.

2

Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Soetrisno R., M.Si. dan Ibu Dra. Doni Rekro Harijani, M.Si. yang telah memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. 2. Keluarga Bapak Ibu Rasyid Baswedan, Anis Baswedan, dan Samhari Baswedan atas dukungannya sejak saya kuliah di tingkat Sarjana, Master dan Doktor di Universitas Gadjah Mada. 3. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang selalu memberi pencerahan hidup. 4. Bapak Ir. Purwo Jatmiko, dari PT. Krakatau Steel yang telah mengajari saya tentang kearifan lokal. 5. Bapak H. Agus Purnomo, S.I.P, Anggota DPR RI yang telah memberi contoh tentang moralitas berpolitik 6. Bapak Drs. H. Solichin, Ketua Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) yang selalu memberi inspirasi tentang arti penting kebudayaan. 7. Prof. Dr. Kazunori Toyoda, Rektor Tokyo Royal University di Jepang yang telah memberi sumbangan finansial secara terus-menerus sejak tahun 1990 sampai sekarang. 8. Prof. Dr. Husain Haikal, dari Jurusan Sejarah FISE UNY dan Rektor Universitas Pekalongan atas kritik dan sarannya. 9. Bapak Ridjan, ayahanda yang selalu mengajari lara lapa dan tapa brata. 10. Donga kaswargan kagem Embok Yatinem, ibunda yang telah surud ing kasedan jati pada hari Kamis Pahing, 1 Januari 2004/9 Sela 1424 di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Matur nuwun.

Yogyakarta, 10 Februari 2007

Dr. Purwadi, M.Hum

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Munculnya Gerakan Kebatinan B. Orientasi Kehidupan Rohani C. Peranan Pemuka Adat D. Pengetahuan Astrologi Tradisional E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib BAB II. PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender Saka B. Pranata Mangsa C. Kalender Sultan Agungan D. Dasar Perhitungan Waktu 1. Petungan Jawi 2. Hari dan Pasaran 3. Rolas Titi Mangsa 4. Petungan Pawukon 5. Petungan Paringkelan 6. Petungan Tahun 7. Petungan Windu 8. Petungan Padewan Astawara BAB III. TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Slametan Among Tuwuh B. Pasang Tarub Agung C. Tirakatan Malam Midodareni D. Janji Suci Ijab Qabul E. Prosesi Temu Pengantin F. Sungkeman Tanda Darma Bakti BAB IV. PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ratu Laut Selatan B. Mistik Gunung Merapi C. Kyai Sapu Jagad D. Jin Kali Opak E. Dunia Pedanyangan

4

Pengaruh Mistik Gunung BAB VII. Tradisi Garebeg Sekaten C. Kidung Jati Mulya H.BAB V. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup B. KIDUNG PENOLAK BALAK A. Basis Intisari Keluarga C. ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama E. Pandangan Hidup Berkeluarga BAB X. Kidung Rumeksa Ing Wengi B. Ngundhuh Sarang Burung F. Pemikiran Kefilsafatan B. Kidung Sekar Marwati BAB VIII. Kidung Sekar Artati G. Hubungan Antar Warga BAB VI. Menggapai Kebahagiaan Sejati F. PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL Kampuh atau Dodot Keris dan Wedhung Aneka Ragam Kuluk Ragam Ageman Pengantin Songsong Gilap Payung Agung Busana Bangsawan Gaya Kraton BAB IX. Penghormatan pada Dewi Sri D. Tradisi Labuhan E. Kidung Waringin Sungsang C. Kebersamaan dalam Keluarga D. Demi Ketentraman Jiwa D. Laksana Mimi Lan Mintuna 5 . UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Selamat Lahir Batin F. Kidung Sifat Iman F. Kidung Bale Anyar D. PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. Kidung Pamungkas Hayu E. Struktur Sarwa Tunggal E. Tradisi Kenduri C. Nilai Warisan Luhur B.

B. Rumeksa Rahayuning Garwa F. Mendhem Jero Mikul Dhuwur E. Sigaraning Nyawa C. Pasang Sumeh Jroning Ati G. Datan Sepi ing Pambudi DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI PENULIS 6 . Gemi Nastiti D.

bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi.TEKS SAMPUL BELAKANG: Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Dalam hal ini. dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi. nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. nuting jaman kelakone. perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. ISBN 978-979-16061-1-0 7 . Seiring dengan perkembangan zaman. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji. Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran. memasuh malaning bumi. setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar.

. demikian pula keadaan yang tidak menentu selama dasawarsa pertama setelah kemerdekaan. Gerakan-gerakan kebatinan. Gerakan mistik dianggapnya 8 . Bertambah cepatnya perubahan-perubahan sosial budaya yang telah terjadi selama jangka waktu masa peralihan.. menjadi sebab makin banyaknya timbul berbagai gerakan kebatinan di Jawa.. munculnya gerakan-gerakan yang jumlahnya demikian besar. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. merupakan suatu kesadaran akan kebudayan kejawen. kemiskinan dan keresahan yang diderita oleh penduduk selama Perang Pasifik selama jaman Jepang. 1974: 83). (Selo Soemardjan. dan selama jaman revolusi. Munculnya Gerakan Kebatinan Timbulnya ilmu kebatinan disebabkan karena sebagian besar orang Jawa mencari hakikat alam semesta. 1975: 3).BAB I SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. dan bahwa ”. Orang Jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungannya dan hati nurninya. khususnya yang ada di Yogyakarta. yang sering dilakukan dengan cara-cara metafisik..” (Niels Mulder. penderitan luar biasa. at least part of the Abangan cultural awakening has been brough about by the vehement pursuit of organized Islam to push its views and ways of life upon the syncretism mojority of the Javanese population.

Sartono Kartodirdjo telah membuat suatu ihktisar singkat tetapi sangat baik dan komprehensif mengenai gerakan-gerakan Ratu Adil di daerah pedesaan Jawa. Gerakan-gerakan yang berpokok pada praktek-praktek ilmu gaib dan ilmu dukun (Subagya.merupakan tema pokok dalam kebanyakan gerakan kebatinan di Jawa. Semua itu. di mana penduduk pedesaan tidak puas dengan eksploitasi ekonomi yang dilakukan terhadap mereka. dan 4). Yang berpokok pada teosofi 3). 1973:39-45). Saya sendiri masih dapat menambahkan satu macam gerakan kebatinan lain. yaitu : 1). yaitu gerakan-gerakan Ratu Adil. Gerakan mesianik muncul tidak untuk melarikan diri dari kenyataan hidup akan tetapi sifatnya yang sinkretis menyebabkan bahwa sukar untuk membedakan dengan jelas antara gerakan seperti itu dengan gerakangerakan keagamaan lainnya. Di dalam bukunya Protest Movements in Rural Java (1973: 64-65). Hal itu tentu saja tidak benar. Berbeda dengan banyak gerakan kebatinan lain. Gerakan-gerakan moralistik dan etik yang berpokok pada pemurnian jiwa. gerakan mesianik di Jawa mempunyai tujuan praktis dan duniawi. menurut analisa Sartono memiliki sifat-sifat yang serupa. Yang berpokok pada mistik 2). Paling sedikit empat macam gerakan kebatinan di Jawa. Buku itu juga memuat ikhtisar dari studi-studi terdahulu mengenai gejala itu. Banyak dari gerakan mesianik timbul dalam suatu suasana sosial budaya. kecuali jenis gerakan kebatinan yang berpokok pada teosofi akan kita bicarakan dalam alineaalinea berikut ini. dan tidak didasari gagasan-gagasan mengenai kehidupan akhirat. serta tekanan-tekanan administratif yang dikenakan 9 . Kebanyakan dari ke-15 gerakan mesianik di Jawa yang terjadi dalam tiga abad terakhir.

pada mereka oleh pemerintah kolonial setempat. yang anti kolonialisme. Papua Nuigini dan Melanesia. epidemi. Sifat dari hampir semua gerakan mesianik Jawa pada umumnya adalah untuk berusaha kembali ke kebudayaan dan tradisi nenek moyang. yang terpengaruh oleh pendidikan Belanda dan kebudayaan masing. Mereka yakin bahwa akan terjadi suatu bencana yang didahului oleh kelaparan. atau harapan yang tetap dikobarkan dengan ritus-ritus dalam gerakan-gerakan mesianik Jawa itu adalah kebangkitan kembali dari kebudayaan tradisional nenek moyang dan didirikannya kembali suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu Adil. dan jaman edan. panen gagal. Sifat gerakan mesianik Jawa ini mirip dengan gerakan cargo yang terjadi di Irian Jaya. dan juga oleh para pegawai pemerintah setempat yang mendapat tekanan dari pemerintah kolonial. 10 . bencana alam. dan mengagung-agungkan kebudayaan dan tradisi nenek moyang itu. Dalam kebanyakan kasus gerakan mesianik. mampu menghimpun suatu jumlah penganut yang lumayan banyaknya. Karena tradisi seperti itu sering dianggap telah dilanggar oleh orang-orang yang berpikiran menurut jaman masa kini. dan di mana rusaknya tradisi sebagai akibat dari perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat itu telah menyebabkan tidak puasnya mereka. selama hampir satu setengah abad yang lalu. seorang pemimpin karismatik yang telah memiliki kekuatan gaib untuk dapat menyembuhkan dan yang dianggap telah menerima panggilan untuk melakukan gerakan mesianik. banyak dari gerakan cargo ini meledak menjadi gerakan-garakan yang menentang pemerintah. Seperti apa yang kita ketahui. maka keinginan utama.

Gerakan-gerakan yang berpedoman pada keyakinan mesianik. Para ahli mistik Islam disebut sufi. biasanya menjadi anggota gerakan-gerakan mistik yang disebut tarekat. B.dan anti orang asing. Gerakan-gerakan puritan yang berpedoman kepada kembalinya suatu masyarakat keagamaan yang bersifat murni. dengan sebutan thasawuf. dan telah menjadi pranata keramat yang resmi. Gerakan-gerakan seperti itu biasanya berpusat pada suatu pesantren tertentu. 4). berasal dari istilah itu. 2). Orang-orang yang menganut aliran itu di Indonesia. Dalam agama Islam mistik juga diakui. yang oleh penduduk di sekitarnya biasanya disebut kyai. khususnya Jawa. Di Jawa gerakan-gerakan itu juga mulai melakukan kekerasan ketika para pemimpinnya berperan sebagai Ratu Adil dan memerintahkan perang jihad untuk menggulingkan pemerintah kolonial atau pemerintah daerah setempat. dan istilah sufisme yang menjadi terkenal dalam karangan-karangan mengenai studi Islam. dan keyakinan serta perilaku agama serta tradisi Islam. di bawah pimpinan seorang guru (mursyid) yang disegani. Gerakan-gerakan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan ilmu gaib dn ilmu dukun. yang beranggotakan orang-orang santri. 3). dan hampir serupa dengan gerakan-gerakan kerohanian Kejawen gerakan-gerakan kerohanian santri ini dapat juga diklasifikasikan ke dalam: 1). Gerakan yang titik beratnya pada mistik. Orientasi Kehidupan Rohani Ada gerakan-gerakan yang berorientasi kepada kerohanian. 11 .

yaitu di kota Kediri dan Pare. Priangan. Namun biasannya ia hanya meneruskan pesantren atau tarekat yang diwarisi dari ayahnya. Para pemimpin tarekat yang terkenal biasanya mempunyai riwayat hidup yang panjang mereka biasanya mulai belajar ilmu mistik pada guru-guru terkenal juga di berbagai pesantren atau tarekat. dan Pesisir Barat di Cirebon (Soebardi. tarekat Sazaliyyah dan lain-lain. tarekat Syaththariyyah. Tarekat Syaththariyyah juga sudah tua umurnya. Dengan ijazah itu ia dapat mendirikan pesantren atau tarekat baru. tarekat Siddiqiyyah. banyak juga yang sebenarnya bukan guru yang sesungguhnya. Aliran yang lain lebih banyak terdapat di Jawa Timur. dan kemudian mengajar di berbagai pesantren dan sekolah tarekat. tarekat Naqshabandiyyah. Suatu pesantren tarekat menganut aliran mistik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta orientasi pemimpinnya. mereka mulai mendirikan tarekat sendiri. Di Pulau Jawa ada beberapa aliran mistik yang terpusat di beberapa daerah tertentu. 1978: 76).Untuk menjadi seorang guru mistik. melainkan hanya merupakan pemimpin yang memilki kharisma. tetapi tarekat Shiddiqiyyah dan Wahidiyyah masih relatif muda. Walaupun banyak yang benar-benar telah menjalani latihan untuk menjadi guru dan ahli mistik. dan umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai Brantas. Dengan demikian kita mengenal tarekat Qodariyyah. orang biasanya sudah menjalani latihan dalam sebuah pesantren atau dalam tarekat lain. dan telah mendapat suatu ijazah atau sertifikat. 12 . Kedua tarekat tersebut pertama adalah aliran-aliranya sudah masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-17 dan terutama berkembang di daerah Banten. tarekat Wahidiyyah. Baru setelah mereka merasa cukup pengalaman.

Sebagai wakil (badhal) mereka seringkali mendapat kekuasaan untuk mengambil sumpah dari para calon siswa tarekat cabang tersebut. penganut dan pengikut pesantren tarekat itu dipuja-puja sebgai sesuatu pepundhen . taat sepenuhnya kepada guru. dan diharuskan membaca zikir. Makam ini oleh para siswa. Namun. para penganut. tetapi mereka didik untuk menjalankan kewajiban agama dengan lebih ketat. dan siap melayaninya setiap waktu. Seringkali rasa solidaritas para siswa. yang bahkan tidak dapat kita kategorikan sebagai santri. yaitu ilmu fiqh (hukum Islam). tetapi juga oleh penduduk desadesa sekelilingnya. dan para pengikut suatu pesantren tarekat dibuat intensif dengan mengadakan ritus-ritus sekeliling makam tokoh–tokoh pemimpin legendaris dari tarekat itu. Mereka juga tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa. yang dibangun di halaman pesantren. maka cabang-cabang yang dipimpin seorang badhal biasanya boleh dikata mempunyai sifat otonom. karena biasanya pesantren tarekat tidak terorganisassi secara administratif. dan telah menerima kekuasaan dari pemimpin mereka untuk mendirikan cabang-cabang di daerah-daerah tersebut.Seorang pemimpin tarekat yang terkenal mempunyai wakil-wakilnya yang taat kepadanya. Hanya karisma pemimpin mereka yang tertinggi itulah yang merupakan pemersatu antara cabang-cabang dengan tarekat pusat. Zikir 13 . dengan suatu pimpinan pusat. dan ilmu tasawuf (ilmu mistik) seperti dalam sekolah-sekolah pesantren biasa. Para siswa pesantren tarekat mendapat pelajaran dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. ilmu kalam (teologi). Pemimpin tarekat pusat mengumpulkan para wakilnya untuk berkumpul pada waktu-waktu tertentu untuk bersama-sama menjalani berbagai ritus tarekat yang utama.

atau suatu kombinasi dari keduanya. Banyak juga di antara mereka yang datang ke pesantren tarekat karena ingin mendapatkan ketenangan batin. atau zikir kapi. yang bergabung karena merasakan tekanan ekonomi yang terlalu berat. dan lebih banyak menjalankan puasa dari pada orang Islam lainnya. dan jenis zikir yang dilakukan. Para siswa serta para anggota dari suatu pesantren tarekat tidak selamanya harus tinggal di komplek pesantren. melakukan sholat.merupakan kegiatan keagamaan yang terpenting dalam suatu tarekat. yaitu zikir jahar. atau mengunjungi makam pendiri tarekat yang bersangkutan. Kecuali itu mereka juga harus turut latihan zikir dengan ketat. tetapi mereka diwajibkan untuk menjalankan kehidupan yang ketat dan berdisplin seperti para sufi yang memilih tinggal di pesantren. yang tak turut menjalankan latihan-latihan zikir. melaporkan bahwa banyak pesantren 14 . yang telah lama meneliti beberapa gerakan tarekat dan sekolah tarekat di Jawa Barat dan daerah Cirebon di Jawa Tengah. Menurut para ahli yang telah mengamati berbagai pesantren tarekat berbeda dengan pesantren biasa. tetapi mungkin juga karena mereka merasa tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat yang mereka anggap telah bobrok itu. dan bukan untuk mempelajari hukum atau teologi. Mereka sering datang ke masjid untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. Ahli filologi Soebardi. menjauhi kebendaan. Sewaktu melakukannya mereka harus mengunakan jubah sufi berwarna putih. dilakukan sesuai dengan aliran mistik tarekat yang bersangkutan. tarekat juga mempunyai siswa serta penganut yang sudah lebih tua usianya. Seorang guru tarekat yang termasyhur kadang-kadang juga mempunyai banyak pengikut orang biasa.

yang didirikan pada petengahan abad ke-19 oleh Haji Mohammad Rifangi dari desa Kalisalak. Tetapi para pengamat pesantren tarekat juga melaporkan bahwa banyak pesantren tarekat lain yang bersifat lebih terbuka terhadap pegaruh-pengaruh jaman baru (Soebardi. Bedanya. dan menolak untuk menerima segala bentuk perubahan sosial budaya maupun penemuan baru. Salah satu gerakan puritan yang ada adalah Sekte Budiah. Hubungan antara pemimpin dari suatu gerakan Islam santri dengan para pengikutnya itu dalam banyak hal mirip dengan hubungan antara pemimpin suatu pesantren tarekat dengan para pengikutnya. Masih ada di Pekalongan dan daerah Bagelen. seringkali merupakan sumber kegitan pemberontakan. Juga gerakan Imam Mahdi mempunyai potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan pemberontakan. Gerakan-gerakan agama yang bersifat Islam puritan. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip gerakan tarekat. 1978: 130). Para anggotanya umumnya sangat mencurigai orang luar. Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo yang meneliti sejarah gerakan ini (1973: 118127) melaporkan bahwa para penganut gerakan itu sekarang. menghendaki kembalinya agama Islam kepada pelajarannya yang asli. yang seperti apa telah terbukti dalam sejarah.tarekat itu bersifat tertutup dan menyendiri. Sartono juga menyebutkan bahwa gerakan puritan Islam tidak melakukan kegiatan pemberontakan yang nyata. dalam gerakan Islam santri yang puritan itu upacara zikir tidak ada. walaupun mereka memang menentng pemerintah dan mengutuk agama-agama asing yang berkembang di sini. yang mungkin disebabkan karena 15 .

yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. perampokan.sifat dari gerakan mesianik. C. misalnya saja kehadiran para dhukun. Dalam usaha menghidupkan kembali suatu masyarakat tradisional atau mengembalikan agama kepada bentuknya yang asli. tetapi ia juga menyebutkan berbagai gerakan yang mirip. Kata dhukun mempunyai arti yang sangat luas. ilmu gaib dan ilmu sihir. atau perang sabil. Adanya gerakan-gerakan yang juga memberontak terhadap kekuasaan yang ada dengan dasar melakukan jihad. yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran orang akan datangnya seorang Ratu Adil. Sebutan dhukun bahkan tidak hanya untuk orang yang melakukan aktifitas ilmu gaib saja. tetapi dengan menggunakan teror. intimidasi dan cara-cara kriminal lainnya. gerakan mesianik dengan mudah sekali dapat membangkitkan apara penganutnya untuk melakukan perang jihad. Bukan hanya orang yang ahli dalam ilmu petangan saja yang mendapat sebutan seperti itu. Peranan Pemuka Adat Peranan Pemuka Adat sangat berpengaruh pada kehidupan orang Jawa. Lagi pula. Ilmu gaib memang merupakan unsur yang sangat penting dalam kebudayaan petani maupun kebudayaan priyayi. tetapi juga orang yang menjalankan praktek penyembuhan tradisional. dapat dimengerti bahwa upacara dan tindakantindakan ilmu gaib malahan banyak sekali digunakan. melainkan juga untuk orang yang 16 . Ia membuat suatu pelukisan dari sejarah dari suatu gerkan semacam itu yang ada di daerah Priangan dan Banten dalam tahun-tahun sekitar 1920.

dan bahkan untuk mencarikan benda-benda atau orang yang hilang. Berbagai macam dhukun yang dikenal oleh orang Jawa dapat kita bagi ke dalam empat kategori berdasarkan keempat jenis tindakan ilmu gaib yang telah kita sebutkan di atas. dhukun pijet mempunyai pengetahuan yang luas mengenai jamujamu tradisional yang dipakai untuk memulihkan tenaga.ahli dalam membantu wanita pada waktu melahirkan. atau mereka kerap kali juga minta untuk melakukan berbagai upacara yang berkenaan dengan pertanian. dan mereka sering kali diminta untuk mencegah suatu bencana yang diduga akan datang. atau ahli merias pengantin yaitu dhukun paes. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib produktif sering kali termasuk golongan sosial yang dihormati dan disegani dalam masyarakat mereka. yaitu seorang dhukun bayi. demikian juga seorang dukun paes mengetahui segala seluk beluk yang berhubungan dengan upacara dan persyaratan upacara adat serta slametan sekitar pernikahan. dhukun calak mengetahui dengan tepat upacara adat apa yang harus dilakukan berhubungan dengan khitanan. Beberapa di antara mereka dianggap mampu mendatangkan hujan. ahli pijat yang disebut dukun pijet. Seorang dhukun bayi tahu semua upacara adat yang harus dilakukan pada waktu seorang bayi dilahirkan. dan biasanya melaksanakan tugas mereka pada upacara umum. Seperti pada upacara bersih dhusun. Sebutan dhukun mungkin mereka peroleh karena mereka dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai upacara adat yang berhubungan dengan peritiwa bersangkutan. Dhukun seperti ini tidak merupakan ahli 17 . ahli sunat yang dinamakan dhukun calak.

Para dhukun yang melakukan ilmu gaib agresif atau destruktif adalah para dhukun sihir atau dhukun tenung. atau oleh para pedagang yang ingin mengatahui pada hari apa mereka sebaiknya mengadakan perjalanan untuk melakukan transaksi usaha dagang mereka. dan untuk tujuan itu mereka pergi ke seorang dukun sihir. Mereka merupakan suatu kategori khusus dalam suatu masyarakat: orang-orang yang mempunyai maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dhukun tenung. tetapi pekerjaan mereka sehari-hari biasanya adalah sebagai tukang. Jasa-jasa mereka tidak hanya diperlukan oleh para petani yang ingin mengetahui saat yang paling baik untuk memulai menanam benih padi. Akhirnya ada segolongan dukun yang ahli dalam hal meramal dan dalam hal menghitung-hitung tanggal dan hari yang baik. dan para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak melakukan ilmu hitam. atau oleh orang-orang yang minta dicarikan hari yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anaknya. dalang dan sebaginya.dalam hal menyembuhkan orang. 18 . Para dukun ilmu hitam biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik. Namun adakalanya orang biasa pun ingin agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan. yaitu para dukun petangan tersebut di atas. seperti misalnya penjahat. tetapi juga oleh seorang kepala polisi yang ingin mengetahui tempat disembunyikannya barang-barang curian warga. pandai besi.

kelima hari pasar mempunyai tempatnya sendiri di dalam kelima kategori yang ditentukan oleh sitem klasifikasi prelogik orang Jawa. Kecuali membagi waktunya dalam kesatuan waktu siang dan malam. orang Jawa juga mengenal paling sedikit tiga jenis pekan. tanggal-tanggal penting yang ditentukan pada sistem-sistem penanggalan yang ada. Petangan adalah cara menghitung saat-saat serta tanggal-tanggal yang baik. 1986: 214). Seperti kita lihat dalam buku-buku pegangan mengenai ilmu gaib dan ilmu meramal. Seperti telah kita lihat di atas.D. ahli-ahli peramal Jawa harus mempelajari berbagai teknik meramal yang bersifat universal. Pengetahuan Astrologi Tradisional Dalam ilmu gaib Jawa ada dukun yang memiliki kepandaian yang khusus. yaitu sebagai peramal (dhukun petangan). seperti misalnya meramal dengan menghitung hubungan antar bintang (astromancy). yang terdiri dari enam hari (sadwara). yaitu yang terdiri dari lima pasar (pancawara). dan alam semesta manusia. meramal dengan menghitung jatuhnya usus ayam yang ditaburkan (haruspication). yang konon merupakan kesatuan waktu Austrenesia Kuno. dengan memperhatikan kelima hari pasaran. dan karena itu merupakan perantara antara tanggal-tanggal pada berbagai penanggalan. meramal dengan mengamati arah terbang dan suara burung (ornithomancy) dll. dan yang terdiri dari tujuh hari 19 . yaitu dalam buku-buku Primbon. meramal dengan perhitungan berdasarkan letak tulang belulang yang disebarkan berserakan (astragolomancy). ilmu meramal penting dan banyak sekali digunakan dalam ilmu gaib dan ilmu meramal adalah ilmu petangan (Koentjaraningrat. Kecuali meramal. yang memang dimanfaatkan oleh orang Jawa untuk berbagai tujuan.

dan yang genap 29 hari. Tahun-tahun kabisat dalam penanggalan Muslim-Jawa ini terjadi setiap dua. Penanggalan Islam Jawa yang berdasarkan peredaran bulan terdiri dari 12 bulan. Kecuali windu. Bulan-bulan yang ganjil terdiri dari 30 hari. Orang Jawa masih menggunakan penanggalan Hindu–Jawa yang kuno. di mana bulan yang ke-12 juga terdiri dari 30 hari. Sistem yang terkhir ini mungkin pengaruh Austronesia. kecuali dalam tahun yang ke-12. 20 . yang terdiri dari 35 hari. orang Jawa juga menganggap selapan sebagi kesatuan waktu. yang berselisih 78 tahun dengan penanggalan Nasrani. tetapi ia juga harus berusaha mengetahui posisi dari dewa-dewa dan mahluk-mahluk gaib lainnya di berbagai penjuru mata angin pada tanggal tertentu. empat dan delapan tahun dalam setiap windu. karena mereka yakin bahwa periaku masnuia danberhasiltidaknya manusia dalam menjalankan sesuatu ditentukan oleh konstelasi para dewa dan mahluk gaib. seperti misalnya bepergian jauh. untuk berbagai tujuan tertentu. Kehadiran dan arah gerak mereka tentu sangat penting dan besar pengaruhnya terhadapp manusia. atau untuk dapat mujur dalam berjudi. menikah. dan arah gerak dari dewa-dewa serta mahluk-mahluk gaib itu.(saptawara). Untuk menentukan hari-hari dan tanggal-tanggal yang baik untuk melakukan pekerjaanya penting dalam kehidupan seseorang. dan wiku yang terdiri dari 30 pekan tujuh hari (jadi 210 hari). dan berdasarkan angka-angka keramat (neptu) yang ada dalam tiap penanggalan itu. juga digunakan. seorang ahli ilmu petangan harus memperhitungkan dan membuat perhitungan berdasarkan berbagai sistem kalender yang ada.

yang hidup bergaul dengan warga desa lainnya. tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar. serta yang dapat berperan sebagai medium dan sebagainya. yang biasanya adalah orang tua mereka sendiri. Dengan demikian ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya. Namun jelas bahwa aktifitas sebagai dukun yang berhubungan dengan penyembuhan. Dalam kebudayaan Jawa orang memang belum dapat mengabaikan kehadiran seorang dhukun petangan. Kecuali mampu meramal masa depan dan mengobati orang sakit. Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat. masih memerlukan seorang dhukun petangan paling sedikit sekali dalam hidupnya. ia juga harus mengetahui khasiat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. yaitu keahlianya diangap sudah ada dalam diri seorang dukun. termasuk mereka yang melakukan praktek ilmu hitam. peramalan. yaitu apabila ia harus menentukan tanggal untuk merayakan pernikahannya. menuntut suatu kemampuan yang khusus. dalam kehidupan sehari-hari biasanya adalah orang biasa. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dhukun. Para dukun. juga yang hidupnya sudah sangat terpengaruh oleh gaya hidup masa kini. mereka yang ingin 21 . dan tentu saja juga mempelajari buku-buku primbon. orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritus-ritus untuk menyembuhkan dan ritus-ritus ilmu gaib. Para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu dari seorang dukun.Sampai sekarang pun hampir semua orang Jawa. Untuk menjadi dukun tentu tidak ada sekolah formal. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. menghafal mantera-mantra.

Walaupun demikian upacara umum yang bersifat religio magic selalu dilakukan oleh seorang dukun pria. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu. bersamadi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya. tetapi yang terpenting adalah kondisi dari para pelakunya sendiri. Demikian khitanan selalu dilakukan seorang dukun pria. Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. yang dapat mengundang roh ke dalam tubuhnya. Tetapi ada kalanya kita juga melihat dukun yang masih kanak-kanak. yang konon memiliki kemampuan untuk mengobati dan meramal. Karena itu orang yang menjadi dukun sering menjalankan puasa. membuatnya terkenal.memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku usada dan sebagainya. Sebaliknya. Orang Jawa sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh seorang dukun hanya dapat diperoleh dengan melakukan disiplin yang ketat dan bertapa. ucapan mantra-mantra dan memberikan jamu tradisional. Baik pria maupun wanita dapat menjadi dukun. Dukun pijat kadang-kadang pria kadang-kadang wanita. dan ada anak-anak gadis yang menjadi dukun prewangan. Seorang yang menjadi dukun pada umumnya adalah orang dewasa yang sudah setengah tua. Geertz agaknya benar bila ia mengatakan bahwa para dukun ilmu gaib Jawa menggunakan teknik-teknik ilmu gaib. seorang dukun bayi dan seorang dukun yang bertindak sebagai medium adalah selalu wanita. 22 .

Keyakinan Pada Kekuatan Gaib Seperti pada banyak kebudayaan di dunia. Orang yang melakukan praktek ilmu gaib berusaha mencapai suatu tujuan dengan cara 23 . Tetapi ada kalanya mereka juga menggunakan buku-buku Primbon untuk menghitung petungan. Mereka pada umumnya tidak tergolong yang paling miskin. bahkan banyak yang termasuk orang-orang yang disegani di desa. yang kendatipun kadang-kadang melakukan praktek perdukunan. guru agama dan pegawai pemerintah daerah. sering kali bekerja sebagai pegawai negeri sehingga dapat dimasukkan ke dalam kategori orang priyayi. yang pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai tukang pandai besi. Akhirnya ada dukun yang lebih banyak berorientasi kepada agama Islam. ia dapat dibedakan dari religi. dalang. Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan. Walaupun demikian. karena mengenai manusia yang berhubungan dengan kekuatan–kekuatan supranatural. Orang Jawa menganggap ngelmi itu bagian dari religi. dan mereka ini dinamakan dukun santri.Dalam masyarakat Jawa dukun tidak merupakan suatu kelas sosial tersendiri. ilmu gaib (ngelmi) dan tenung pada orang Jawa merupakan sub sistem dari religi. Bekerja sebagai dukun merupakan pekerjaan mereka yang kedua. karena dari orang yang melakukannya diperlukan sikap yang berbeda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan gaib. E. Di kota-kota pun banyak dukun. dan karena itu dianggap keramat. dan karena itu termasuk golongan sosial petani dan tiyang alit. Mereka pada umumnya melakukan praktik sebagai dukun penyembuh penyakit. dan buku-buku usada untuk cara-cara pengobatan. untuk mana mereka banyak menggunakan ayat-ayat suci dan mantra-mantra dalam bahasa arab untuk kegiatan mereka.

Sebaliknya. keselamatan. Van Ossenbruggen. Durkheim dan M. Mauss bahwa pikiran prelogik manusia pada awal perkembangan kebudayaannya membayangkan bagian-bagian dari masyarakatnya sebagai dasar suatu kerangka berpikir. atau sistem klasifikasi prelogik. di dalam 24 . hari-hari pasar. keadaan perasaan orang.aktif. planet-planet dan benda-benda ruang angkasa lain. Berbagai sistem keyakinan orang Jawa mengandung konsep mengenai hubungan jalin menjalin antara segala unsur serta aspek alam semesta ini dan antara lingkungan sosial serta spiritual manusia. adalah orang yang pertama yang menyinggung mengenai “sistem klasifikasi primitif”. yaitu dengan menganggap bahwa ia dapat memanipulasi dan mengendalikan berbagai kekuatan gaib. dan berdoa agar permintaannya bisa terkabul (nyenyuwun). Untuk berhubungan dengan alam semesta dan lingkungannya itu seseorang yang melakukan upacara gaib oleh karena itu berpegangan pada suatu sistem klasifikasi simbolik yang dimilikinya berdasarkan asas-asas “pikiran asosiasi prelogik”. mendasarkan diri kepada suatu hipotesa yang diajukan ole E. sifat-sifat kepribadian seseorang. Berdasarkan sistem ini berbagai hal yang terdapat dalam lingkungan alam serta kehidupan sosial budaya seseorang. seperti misalnya bagian-bagian tubuh. dewadewa. diklasifikasikan menjadi lima kategori pokok. Seorang ahli hukum Van Ossenbruggen. orang yang melakukan suatu upacara religi menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada mahluk-mahluk gaib yang lain. pekerjaan. makanan dan minuman. Dalam menjalankan aktifitas itu ia mengucapkan mantramantra di mana ia mengutarakan kehendaknya (gadhah pikajeng). orang Jawa. mahluk-mahluk halus dan sebagainya.

berurutan. Hal ini menyebabkan bahwa orang yang menyangka ada suatu kaitan yang erat antara gejala-gejala yang seringkali berbeda sama sekali dalam prinsip dan fungsinya. dan emas dua (praos) berkaitan. yang disebabkan karena persamaan bentuknya. dan saling tumpang tindih. misalnya. dan wanita dianggap mahluk paling lemah (liyu). bahwa padi sudah masak kekuning-kuningan. yang terjadi di tempat yang sama. yang dipengaruhi oleh asas-asas pikiran asosiasi prelogik. karena persamaan warnanya juga saling berkaitan. Orang Jawa membagi masyarakatnya ke dalam lima bagian yang ditentukan oleh keempat arah mata angin dan titik pusatnya. Ia juga percaya bahwa katak dapat mengakibatkan hujan. Klasifikasi itu sendiri sudah dengan sendirinya terpahat di dalam jiwanya. Orang Jawa yang sedang melakukan tindakan ilmu gaib. Orang Jawa yang condong untuk percaya kepada ilmu gaib juga yakin bahwa dapur adalah bagian rumah yang paling lemah. yang terjadi bersamaan. atau yang disebut dengan istilah–istilah yang mirip bunyinya. Pedagangpedagang wanita Jawa acap kali memakai rambut palsu (cemara) untuk menarik pembeli.mana harus diklasifikasikan semua konsep yang dikenalnya dan semua gejala yang ada dalam lingkungannya. ke dalam mana alam semesta orang Jawa diklasifikasikan. kebiasaan yang merupakan bagian dari tindakan ilmu gaib itu didasari 25 . Kelima bagian itu memang merupakan kelima ketegori pokok tersebut di atas. karena dapur merupakan tempat para wanita. yakin bahwa sebuah nasi tumpeng dan sebuah gunung mempunyai kaitan yang mendalam. tetapi yang kebetulan mirip dalam hal bentuk atau warnanya.

Orang Jawa juga yakin bahwa tidak hanya kekuatan gaib saja 26 . ada dalam bagian-bagian tertentu dari tubuh. tetapi ada juga beberapa jenis kekuatan energi yang bersifat baik. dan ndaru. japa mantra. mempunyai kaitan yang terselubung. Mekanisme pikiran yang berasaskan pikiran asosiasi prelogik juga menyebabkan bahwa banyak orang Jawa yang buta huruf yakin bahwa tindakantindakan yang hampir serupa mempunyai kaitan sebab-akibat. seperti suara. dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat atau yang aneh rupa atau bentunya. dalam tubuh binatang.keyakinan bahwa cemaranya akan membuat para pembeli itu datang kepadanya (mara). Oleh karena itu tindakan meniru sesuatu keadaan konon dapat memaksa agar keadaan itu benarbenar terjadi. yang istilah sebutnya hampir sama bunyinya (cemara dan mara). Kekuatan-kekuatan lain yang pada dasarnya bersifat buruk dan jahat adalah misalnya guntur dan teluh braja (kekuatan jahat). melalui ujaran yang mempunyai sifat gaib. Menurut keyakinan orang Jawa. seperti misalnya pulung. dalam jimat. Kekuatan sakti juga dianggap dapat dipancarkan oleh kekuatan suara. Banyak tindakan ilmu gaib Jawa juga ditentukan oleh keyakinan tentang adanya suatu kekuatan sakti (kesakten) yang seperti apa yang telah disebutkan di atas. Di sini terlihat bahwa dua gejala berbeda. Upacara-upacara ilmu gaib yang menggunakan keyakinan seperti itu sering kali disebut ilmu gaib imitatif dan orang Jawa memang sering kali mengunakan ilmu gaib seperti itu. dan benda-benda lain yang tidak lumrah. dan juga dapat ditimbulkan karena suara kutukan (sepata). dalam barang-barang keramat serta pusaka. wahyu. kekuatan sakti dapat mempunyai aspek baik dan buruk.

dimulai pada tanggal 15 Maret tahun Masehi 78. padahal amat berbeda. Kalender Saka Kalender Saka merupakan warisan jaman Hindu-Budha yang kemudian diganti dengan kalender Jawa atau kalender Sultan Agung yang berlaku sampai sekarang. tetapi juga mahluk-mahluk gaib. Adapula yang mengabarkan. bahwa kalender Jawa sama dengan kalender Saka. Kalender yang tahunnya disebut Saka. Banyak orang dan banyak kalender yang beredar membuat kesalahan. Tahun Masehi dan tahun Saka. Aji saka adalah tokoh mitologi yang konon mencipta abjad huruf Jawa: ha na ca ra ka. Permulaan kalender itu konon pada saat mendaratnya Ajisaka di pulau Jawa. bahwa permulaan adalah saat Raja Sariwahana Ajisaka naik tahta di India. BAB II PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. kalender Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Oleh karena itu perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama. dengan keterangannya. dua–duanya berdasarkan 27 .yang dapat dimanipulasikan dan dikendalikan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan cara gaib.

padangan dan lain-lainnya. 1. Wasekha (12 April 11. Dalam bahasa Arab disebut Syamsiyah. Kedua. Posya (12 Juli (13 Agustus -12 Agustus) -10 September) 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari 29 hari 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari (11 September. 1995).perhitungan solair yaitu mengikuti perjalanan bumi mengitari matahari. Phalguna 9. Margasira (13 Desember -10 Januari) 7. Ketiga. Jyesta (12 Mei 28 . Asuji 4. berikut ini penjelasan tentang kalender Saka dan Pranata Mangsa. Sistem Pranata Mangsa itu adalah solair (Syamsiyah) seperti halnya kalender Saka dan Masehi. Sebelum bangsa Hindu datang. Magha 8. Cetra (11 Januari (12 Februari (12 Maret -11 Februari) -11 Maret) -11 April) -11 Mei) -12 Juni) 10. Srawana 2. Nama-nama bulan dan umurnya. Kartika 5. peringkelan. yaitu perhitungan Pranata Mangsa dengan rangkaiannya berupa bermacam-macam petangan seperti wuku. padewan. orang Jawa sudah memiliki kalender sendiri yang kita kenal sekarang sebagai Petangan Jawi. Bhadra 3.11 Oktober) (12 Oktober -100 November) (1 November -12 Desember) 6. Kalender Saka membagi satu tahun dalam 12 bulan dan Pranata Mangsa membagi satu tahun dalam 12 mangsa (Kamajaya.

11 Mei) 12. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. Sadha (Asuji): (12 Mei. 1995: 43). Kasanga(Jita): (1 Maret.28 Februari) 9. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 27 hari 6. Kapitu (Palguna): (22 Desember. Kawolu (Wasika): (3 Februari. Asadha (13 Juni -11 Juli) 29 hari B.21 Desember) 7. orang menunggu saat dimulainya mangsa yang pertama (Kasa atau Kartika).12. Masa menunggu itu 29 . Kanem (Naya): (9 November. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. yaitu pada tanggal 22 Juni.18 April) 11.22 Februari) 8. Kalender atau perhitungan Pranata Mangsa itu dapat dikatakan kalendernya kaum tani yang memanfaatkannya sebagai pedoman bekerja (Kamajaya.25 Maret) 10. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. Pranata Mangsa Nama-nama mangsa dan umurnya: 1. Pada mulanya Pranata Mangsa hanya memiliki 10 mangsa sesudah mangsa kesepuluh tanggal 18 April.21 Juni) 43 hari 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Kalender Pranata Mangsa sudah dimiliki orang Jawa sebelum bangsa Hindu datang di Pulau Jawa. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 5. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Dhesta (Padrawana): (19 April.

Meskipun Pranata Mangsa sudah berlaku sejak dahulu milik orang Jawa. Kadang mangsa ini disebut pula mangsa Kaso yang berawal 23 Juni sampai 2 Agustus. Warna serasi bagi kelompok ini kuning. dan Gardena. 11. hijau. Artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya.cukup lama sehingga akhirnya ditetapkan mangsa yang kesebelas (Destha atau Padrawana) dan mangsa kedua belas (Sadha atau Asuji). 16. Kecuali untuk pedoman kaum tani. 5. 26. yaitu tepatnya tahun 1855 masehi. Mata Kucing. 30 . Mangsa Kasa. jamrud. Pranata mangsa pun merupakan perhitungan yang membawakan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan-perhitungan Jawa lain-lainnya. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Senin Kliwon. kecuali tanggal Jawa 1. Semua ini diharapkan bisa mencegah atau menutupi kelemahan kelompok ini yang lemah pada lever dan pencernaannya. Hari baik: Semua hari pada bulan Jumadilawal baik. namun pembakuannya baru diadakan pada waktu yang memerintah kerajaan Surakarta Sri Paku Buwana VII. mutiara. Batu mulia yang memiliki efek baik bagi kelompok masyarakat Kasa adalah Aquamarine. Kristal dan Biduri Bulan. coklat dan merah anggur. Maka genaplah satu tahun menjadi 12 mangsa dan dimulainya hari pertama mangsa kesatu pada 22 Juni. Pancaran pengaruh kuat kedua dewa ini terhadap alam diibaratkan sebagai Sotya murca ing embanan. biru. Kalender Saka berjalan bersama Pranata Mangsa. Sedap Malam. Musimnya jatuh musim kemarau. Lambang bunganya Melati. Mangsa ini dalam pengaruh kuat Batara Antaboga dan Nagagini. 10.

pencernaan. Topas dan Tourmalin. 12. Ruby.Mangsa Karo. 13. Berlian untuk penolak ilmu sihir. Musimnya musim kemarau. Batu-batu ini untuk menolak sakit mata. Berlangsung 3 Agustus hingga 25 Agustus. 11. 28 dengan hari naas atau tali Wangke Kamis Pon. Pengaruh kuat Batara Sakri mempengaruhi alam dan manusia. Sementara untuk batu mulia yang sesuai untuk orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Giok. penawar sakit paru-paru. Lapis Lazuli. menambah kekuatan tubuh. Mangsa Ketiga atau Katelu berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. 18. Ini berkat pengaruh kedua pasangan serasi batara-batari yang menjadi simbol asmara itu. 19. 14. 12. 31 . Batu mulia yang selaras dengan kelompok Karo adalah Berlian. dan sakit perut. Melati dan Anggrek. Warna ideal bagi mangsa ini adalah kuning dan hijau. Hari baik: Untuk Rejeb semua hari baik. Topas diyakini menyembuhkan penyakit dada. Tourmalin berpengaruh kepada si pemakai sebagai penolak rasa takut. Dalam pengaruh kuat Batara Sakri. kecuali tanggal 2. Cornelian. Mangsa katelu ini candranya Suta manut ing bapa atau ‘anak patuh pada ayah’. 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. 14. Artinya anak patuh pada ayahnya. kecuali tanggal 4. Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya. Hari baik: Untuk bulan Jumadilakir semua hari baik. Bunga yang menjadi kegemaran mangsa ini adalah Sedap Malam. Pengaruh ini begitu kuat sehingga diibaratkan seperti Bantala Rengka atau tanah retak. Yasper. 26. Ruby berdaya menolak impotensi. Mangsa Katelu dengan candra Suta manut ing bapa. 13. Semua itu diharapkan untuk menutupi kelemahan kalangan Karo. 22. keracunan.

Mangsa Kapat memiliki candra Waspa kumembeng jroning kalbu. 24. 10. sementara bunga idamannya Melati. Sedap Malam dan Ceplok Piring. Mangsa Kapat ini banyak terpengaruh oleh Wisnu yang berorbit 25 hari sejak 19 September sampai 13 Oktober. Warna ideal bagi kelompok ini adalah merah. atau Tali Wangke Jumat Wage. Sementara bunga idamannya adalah Wijaya Kusuma dan Gradiol. kecuali tanggal 7. terletak di belahan langit Selatan. Sebab kemurahan Tuhan 32 . Mangsa Kalima memiliki candra: Pancuran emas sumawur ing jagad. Hari baik: Semua hari untuk bulan Ruwah adalah baik kecuali tanggal yang ditetapkan berdasar perhitungan naga yaitu tanggal 2. Berlian yang diharapkan menetramkan pikiran. Batu mulia yang sesuai dengan kelompok mangsa ini adalah Topas. Candra yang tersirat adalah Rasa mulia kasucian. Sementara Aquamarine untuk penyembuhan sakit lever dan tenaga kurang. dengan Tali Wangke atau hari naas pada Sabtu Kliwon. Sementara batu mulia yang sesuai dengan orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Opal. 15. 27. 25 dengan hari naas. 20. Warna ideal untuk kelompok ini biru dan merah anggur. Mangsa Kanem berorbit 43 hari sejak 10 November – 22 Desember. Merjan atau Coraal yang membebaskan diri dari flu berat serta Mirah yang menolak infeksi. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan meningkatkan daya pikir. Hari baik: Semua hari pada bulan Rejeb baik. 21. Anggrek. Ada pula yang mengatakan ‘Genthong Pecah’. Artinya hati sedih. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan sakit dada dan terbakar. Mangsa Kanem bercandra: Rasa mulia kasucian. sebagai ibarat bahwa rasa ini akan muncul jikalau orang berbuat baik. 9. 17. 10.

Topas berkhasiat mneyembuhkan penyakit reumatik. musim timbulnya banyak penyakit. Batu Nilam (Carbuncle). oleh karena itu diberi candra: Wisa kentas ing maruta. Warna ideal yang sesuai untuk wuku dan mangsa ini adalah biru laut. hitam. Semua tanggal baik kecuali untuk bulan Pasa tanggal 7. 10. merah darah dan biru langit. Batu mulia yang sesuai untuk yang lahir pada mangsa Kanem adalah Berlian. Pirus berguna mengatasi bahaya ilmu hitam. 24. Warna ideal untuk mangsa ini adalah hijau. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Jumat Wage. 25. 8. Mangsa kapitu lamanya 43 hari dari tanggal 23 Desember – 3 Februari. sakit mata dan gangguan pada pencernaan. 20. Masa baik untuk mengerjakan atau 33 . 21. 10. Mangsa Kawolu atau Masa Surya VIII memiliki candra: Anjrah jroning kayun. Ruby. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa Kapitu adalah Black Onyx yang mampu mengusir makhluk jahat.diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Selain indah. Batu Giok yang berkhasiat mencegah penyakit pinggang. 27 dengan Tali Wangke Sabtu Kliwon. yang berhkasiat menyembuhkan impotensi dan menolak penyakit infeksi. 20. hijau tua. Banyak penyakit menular. Bertiupnya angin mengandung bisa. Mangsa Kapitu memiliki candra: Wisa kentas ing maruta. Mangsa kawolu lamanya 27 hari. berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks. Semua hari baik pada Syawal Mangsa Kapitu kecuali: Tanggal 2. yang mampu menentramkan pikiran. merah jingga dan kuning terang. tanggal 4/5 Februari sampai dengan 1 Maret. keletihan. Padang pertanian menghijau menentramkan hati. menentramkan. maka keluarlah candra Anjrah jroning kayun.

Mangsa Kasedasa dengan Candra. Gedhong minep jroning kayun. 6. lantaran memiliki jiwa militer yang disiplin dan tegas. dan 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. Begitu pula nasib manusia silih berganti. 10. Mangsa ini adalah akhir bulan Februari hingga 15 Maret. tersiarnya kabar gembira. Semua hari Besar dalam catatan horoskop Jawa baik. atau Kecubung. yang mendatangkan rasa kasih. 25. Tidak mau mengalah. dengan Tali Wangke Selasa Wage.mendirikan sesuatu. penyakit menular. Amethyst. 20. 11. Disebut pula mangsa Mareng. 12. 11. Musim ini tercandra dengan Wedharing wacana mulia. 13. Dengan sinar ungunya. kecuali tanggal 1. Bulan Besar masuk dalam Pranata mangsa Kasanga: Wedharing wacana mulia. Mangsa kasanga memiliki lama orbit 25 hari antara tanggal 2 Maret sampai 26 Maret. Batu mulia yang sesuai untuk mangsa kasanga adalah Safir Biru yang dipercaya melindungi mata. artinya Pintu gerbang tertutup dalam hati. 6. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa ini adalah Safir Biru yang diharapkan bisa menolak berbagai penyakit kulit. 21. 13. 14. lama berjalan 24 hari di dalam pengaruh kuat Resi Bisma. 24. Semua hari baik dengan kekecualian Dulkangidah tanggal 2. 17. 28 dengan Tali Wangsa (Naas) Senin Kliwon. ada senang. wataknya teguh. 13. 23. Batu mulia yang sesuai untuk weton mangsa kasadasa adalah Amethyst. 18. pemberani. batu mulia ini 34 . Semua hari baik untuk bulan Sura ini kecuali tanggal 6. Kemudian Jamrud yang dipercaya bisa mencegah sakit kepala. sakit panas. Mangsa ini berpengaruh besar terhadap kehidupan terutama putaran cakra panggilingan. keracunan. Mangsa Kasanga. Pada saat itu Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke mayapada. ada susah kembali ke bahagia lagi.

8. Di samping batu mulia ini baik untuk mencegah racun dan sakit jantung. Mangsa Dhesta. yang dipercaya mencegah penyakit liver. 35 . 20. Batu mulia yang sesuai untuk kelompok masyarakat Dhesta Jamrud atau Emerald yang diyakini bisa melindungi kepala dari penyakit. Peristiwa mangsa ini candranya Tirta sot saka sasana yang artinya adalah Air lenyap dari tempatnya. Batu mulia yang selaras dengan kelompok masyarakat Saddha adalah Aquamarine atau Batu Sinar Laut Hijau. Mangsa ini memiliki candra Sotya Sinarawadi yang berarti permata hati dengan pengaruh kuat Batara Yamadipati. Penjabaran candra menggambarkan mangsa Dhesta adalah Sotya sinarawadi yang artinya permata hati. 3. Kadang berwarna hijau kadang biru yang dipercaya mencegah sakit lever. 20. Mangsa dhesta atau ke sebelas ini berlangsung dari 20 April sampai 12 Mei. Hari baik: Untuk bulan Sapar semua hari baik kecuali 1. yang berorbit 41 hari. Mangsa Saddha. Bila tak ada Amethyst bisa pula Aquamarine atau sinar laut hijau yang mengesankan rasa damai dan agung. 22 dengan Tali Wangke Kamis Pon. 15. Selain itu juga Pirus Biru yang dianggap berkhasiat mencegah pengaruh rejeki besar dan mendapat kemuliaan dari tenaga ghaib. Untuk Bulan Mulud semua hari baik kecuali tanggal 1. 10. dan pencernaan. Kemudian Safir Biru atau Blue Safir yang sangat dipercaya menolak racun dan melindungi mata. Baik pula mengenakan intan yang menjauhkan diri dari ilmu hitam. Mangsa ini terpengaruh kuat oleh Batari Sri dan Batara Sadana. dengan Tali Wangke Jumat Wage.diharapkan mampu memberi semangat kepemimpinan kepada yang memakainya. Penuh kasih sayang dan kegembiraan. 12. Mangsa ini berlangsung antara 13 Mei sampai 22 Juni. 23. 13. pencernaan dan lemah badan.

tetapi didorong pula oleh kepentingan politiknya. tepat pula dengan tanggal 8 Juli 1633. Raja Mataram yang terkenal patuh beragama Islam itu merubah kalender di Jawa secara Revolusioner. Jum’at Legi. 1990: 36). C. yaitu perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem lunair (Komariyah). tepat pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriyah. 16. Kalender Sultan Agungan Kalender yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu dengan nama tahunnya Saka (kalender Saka) dipakai oleh orang Jawa sampai tahun 1633 M. padahal dasar perhitungannya sama sekali berlainan (Asdi. 25. Harinya. karya besar. perjalanan bumi mengitari matahari. Sultan 36 .Hari baik: Untuk bulan Bakda Mulud semua hari baik kecuali tanggal Jawa 10. 15. Pada saat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertahta. Dengan mengubah kalender Saka menjadi kalender Jawa yang berdasarkan sistem Komariyah seperti kalender Hijriyah (kalender Islam). 28 dengan hari naas atau Tali wangke Sabtu Kliwon. Tindakan Sultan Agung itu tidak hanya didorong oleh maksud memeprluas pengaruh agaam Islam. Perubahan kalender di Jawa itu terjadi dan mulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1955. Kalender Sultan Agung adalah suatu karya raksasa. Kalender Saka mengikuti sistem Solar (Syamsiyah). Kebijakan Sultan Agung itu terpuji sebagai tindakan seorang muslim dengan kemahirannya yang tinggi dalam ilmu falak. Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554.

Agung bermaksud memusatkan kekuasaan agama kepada dirinya. Di samping itu, tindakan merubah kalender pun mengandung maksud untuk memusatkan kekuasaan politik pada dirinya dalam memimpin kerajaannya. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia dinobatkan oleh Sunan Giri. Bahkan dengan dalih pengamanan Sunan Giri mengawali kerajaan Demak dengan memegang tampuk pimpinan selama 40 hari. Selanjutnya raja-raja di Jawa ditradisikan memperoleh restu Sunan Giri atau dinobatkan oleh Wali tertua ini. Gelar Sunan Giri itu turun temurun. Yang menobatkan Raden patah menjadi Raja Demak adalah Sunan Giri I. Restu atau penobatan raja-raja Jawa seterusnya dilakukan oleh Sunan Giri pula, keturunan langsung dari Sunan Giri I. Di jaman Sultan Agung, kewalian Giri sudah sampai dengan yang keempat di bawah pimpinan Sunan Giri ke-4 (Asdi, 1990: 57). Kewalian Sunan Giri sebagai pemimpin Islam tertinggi di Pulau Jawa diakui sepenuhnya oleh masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai di luar pulau Jawa. Pada tahun 1629 di jaman Sultan Agung, masih ada utusan Sunan Giri yang datang di Pulau Hitu untuk melestarikan persahabatannya kepada rakyat di kepulauan Maluku itu. Pengaruh Sunan Giri itu amat diketahui oleh Sultan Agung. Meskipun demikian, pada waktu beliau naik tahta kerajaan mataram, beliau tidak mohon restu kepada raja pendeta di Giri itu seperti halnya sultansultan terdahulu. Sultan Agung sejak bertahta selalu menghadapi pemberontakanpemberontakan. Para adipati dan bupati di Jawa Timur sampai Blambangan yang berkiblat pada Sunan Giri, tidak mau tunduk kepada Sultan Agung. Maka Sultan

37

Agung adalah raja Jawa yang paling banyak mendapat lawan dengan berperang termasuk usahanya menyerang VOC Belanda di Jakarta pada tahun 1628 dan 1629. Dalam memipin kerajaan Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan, Sultan Agung bersiasat untuk mengupayakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usaha ini tidak saja dengan memenangkan perang menindas para pemberontak, tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat dipatuhinya. Sultan Agung menggalang kekuasaan mutlak agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Siasat itu dilancarkan dengan memerangi kewalian Giri yang diakui seluruh negeri sebagai pimpinan agama Islam tertinggi. Dengan bantuan Pangeran Pekik dari surabaya dengan istrinya Ratu Pandansari yang adik Sultan Agung, tentara Giri dapat dikalahkan sekeluarganya diboyong ke Mataram. Tindak lanjut dari Sultan Agung dalam memusatkan kepercayaan rakyat kepada dirinya adalah dengan merubah kalender di Jawa, disesuaikan dengan kalender Hijriyah. Ide raksasa itu didukung oleh para ulama dan abdi dalem, khususnya yang menguasai ilmu falak atau perbintangan. Maka diciptakanlah Kalender Jawa yang boleh disebut Kalender Sultan Agung atau Anno Javanico (AJ). Kalender Sultan Agung mengandung perpaduan Jawa, Hindu-Jawa dan Islam. Kalender ini dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip, dengan angka tahun 1555. Itu jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1043 atau 8 Juli 1633 Masehi. Tindakan Sultan Agung itu dapat dikatakan revolusioner, oleh karena perhitungannya berbeda sama sekali dengan tahun saka yang sampai waktu itu

38

dipakai oleh masyarakat Jawa. Kalender Saka dengan dasar solair, sedang kalender Jawa Sultan Agung berdasarkan lunair seperti sistem Kalender Hijriyah. Nama-nama bulan kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriyah. Demikian pula jumlah hari dan umur masing-masing bulan, seperti terlihat berikut ini:

Kalender Hijriyah dan umurnya: 1. Muharam 2. Syafat 3. Rabiulawal 4. Rabiulakhir 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rajab 8. Sya’ban 9. Ramadan 10. Syawal 11. Dzulqaidah 12. Dzulhijah -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari

Kalender Sultan Agung dan Umurnya Nama Bulan 1,3,6,7 Tahun Jawa 2,4,8, 5

39

1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 29

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 30

30 30 29 29 29 29 30 29 30 29 30 30

D. Dasar Perhitungan Waktu Perbedaan antara kalender Hijriyah dengan Kalender Jawa yang keduaduanya berdasarkan lunair, terletak pada: Dalam kalender Jawa dikenal tahun wastu yang artinya pendek, dan tahun wuntu. Dalam tahun pendek umur bulan besar 29 hari, dalam tahun panjang umur bulan Besar 30 hari. Dalam satu windu (8) tahun ada 3 tahun panjang, yaitu: 1. Ehe, 2. Je, 3. Jimakir, umurnya ‘a 355 hari. Yang 5 tahun lainnya adalah tahun pendek, yaitu: 1. Alip, 2. Jimawal, 3. Dal, 4. Be, 5. Wawu, umurnya ‘a 354. Kalender Jawa disebut Kalender Huruf (asal kata Arab: huruf, karena nama tahun-tahunnya berawalan huruf Arab, yaitu: 1. Alip, 2. Ahe, 3. Jimawal, 4. Je, 5. dal, 6. Be, 7. Wawu, 8. Jimakhir. Pada permulaan Kalender Jawa, yaitu tanggal 1. Sura, tahun Alip 1555 jatuh pada hari Jum’at legi, disebut Huruf Jam’iyah, Huruf itu berubah setelah 120 tahun. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1675, jatuh pada hari Kamis Kliwon, disebut Huruf Kamsiyah. Umurnya 72 tahun. Kemudian tanggal 1 Sura, Alip 1747 jatuh pada hari Selasa Pon, disebut Huruf Salasangiyah. Pergantian Huruf seperti tersebut adalah demi penyesuaiannya dengan kalender Hijriyah. Lain pada itu

40

Perhitungan ini memang sulit. Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan. Kalau hingga sekarang terkadang masih ada perbedaan. Inipun termasuk perangkat penyesuaiannya tersebut. Angka tahunnya meneruskan angka tahun Saka dan dimulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. Perhitungan Jawa yang dipakai dalam kalender Saka seperti Pranata Mangsa. sedang siklus Hijriyah dalam siklusnya 30 tahun. Petungan Jawi Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan. Seperti diketahui. tahun Jawa atau tahun Sultan Agungan memiliki ciri-ciri khasnya: Dasar perhitungannya lunair atau komariyah. Wuku dan lain-lainnya tetap dilestarikan dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan.Kalender Jawa memiliki 3 tahun panjang dalam 1 Windu (8 tahun). tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa 41 . petangan Jawi adalah sebagian Jawa asli dan sebagai Hindu Budha. hari tanggal dan hari hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. hal itu disebabkan oleh hal hal tersebut. tahun panjangnya ada 11. Sri Sultan Agung merasa perlu mengubah kalender dan menyesuaikannya dengan kalender Hijriyah dengan maksud pula agar hari-hari raya Islam (Maulid Nabi. Idul Fitri dan Idul adha) yang dirayakan di kraton Mataram dengan sebutan grebeg dapat dilaksanakan pada hari dan tanggal yang tepat sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriyah. Kalender Sultan Agung dimulai pada tanggal 1 Sura 1555. 1. perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah.

yaitu perhitungan baik-buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari. Selasa. Hari dan Pasaran a. wataknya: Sujana (curiga). jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yanag Maha Esa Maha Pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya (Kamajaya. meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. artinya: serba tidak percaya 42 . 1995: 67). b. artinya: harus baik segalap pakaryan c. Petangan Jawi memberikan pedoman atau petunjuk akan lambang dan watak berbagai jenis hitungan sebagai petunjuk sebagi berikut: 2. Petangan Jawi sudah ada sejak dahulu. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur. Kata Primbon berasal dari kata: rimbu. wuku dan lain-lainnya. bulan. wataknya: samudana (pura-pura) artinya: suka kepada lahir. Pranata Mangsa. yang kelihatan. Pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya. namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir–batin. tahun. tanggal. wataknya: Samuwa (meriah). Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya. berarti simpan atau simpanan. merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. Primbon hendaklah tidak diremehkan. Ahad. Senin. maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya.yang disebut Petangan Jawi.

wataknya: suci. Wage. wataknya micara artinya dapat mengubah bahsa e. artinya suka pamer Petungan Pasaran a. artinya bersih tingkah lakunya g.d. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 5. Pahing. Pon. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Kanem (Naya): (9 November. kuat) aratinya: mantab dalam segala pakaryan e. Kemis. Legi. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. wataknya: Surasa (perasa). Rabu. wataknya.21 Desember) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 27 hari 43 hari 43 . f. wataknya: Sembada (serba sanggup. wataknya: melikan. Jumat. Kliwon. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 6. pamer artinya suak memamerkan harta miliknya c. Sabtu. watakanya komat artinya sanggup menerima segala macam keadaan 3. artinya: suka berpikir (merasakan sesuatu) dalam-dalam. wataknya kedher artinya kaku hati d. wataknya: Kasumbung (tersohor). artinya suka kepada barang yang kelihatan b. Rolas Titi Mangsa Jumlah Pranata Mangsa ada 12 yaitu: Nama-nama mangsa dan umurnya 1.

Saat mulai menanam palawija. Kasanga(Jita): (1 Maret. dari yang ke-1 Wuku Sinta hingga yang terakhir ke-30. Sadha (Asuji). 4. pohon randu dan mangsa tumbuh daun-daunnya.25 Maret) 10. 44 . Kasa (kartika). Watak pengaruhnya: dedaunan rontok. b. Usai panen.11 Mei) 12. Bayi yang lahir dalam masa itu wataknya cukupan. c. Karo (pusa) candra (cirinya): Bantala rengka (tanah retak). Sadha (Asuji): (12 Mei. kotor. belalang bertelur. Dhesta (Padrawana): (19 April.7. Kapitu (Palguna): (22 Desember. Petungan Pawukon Pawukon berasal dari perkatan Wuku. jarang orang berkeringat.21 Juni) 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Yang watak bawaan atau pengaruh tiga macam mangsa sebagai berikut: a. Kawolu (Wasika): (3 Februari. candra (cirinya) Tirta sasana (air pergi dari tempatnya) Watak (pengaruhnya) musim dingin.22 Februari) 8. Kasapuluh (Srawana): (26 maret.18 April) 11. jumlah wuku ada 30 buah dengan nama masing-masing. tanam-tanam palawija harus dicarikan air. Bayi yang lahir dalam mangsa Kasa itu wataknya belas kasihan.28 Februari) 9. watak (pengaruhnya) Tanah retak. candra/cirinya sotya murca ing embanan (mutiara lepas dari pengikatya). kayu-kayu patah di atas. Bayi yang lahir dalam mangsa itu wataknya ceroboh.

Landep 3. Pahang 17. Hari 2. Tolu 6. wayang 28. Langkir 14. 1995). Kulawu 29. Warigagung 9. Pawukon dengan kelengkapannya itu dipercaya sebagai melukiskan watak bawaan atau pengaruhnya kepada kehidupan manusia dan kesesuaiannya dengan alam. Kuningan 13. Adapun nama wuku 30 tersebut adalah: 1. Pasaran 3. Perhitungan Pawukon dilengkapi dengan lain-lain perhitungan antara lain: 1. Sungsang 11. Wugu 27. Padangon dan lain-lainnya. Wuku ke-1 (Sinta) mulai hari Minggu Pahing sampai dengan Sabtu Pon. Warigalit 8. Sinta 2. Bala 26. Waktu ke-30 atau terakhir (Watugunung) mulai hari Minggu Kliwon sampai dengan Sabtu Legi (Kamajaya. Wuye 23. Prangbakat 25. Manail 24. Kuruwelut 18. Dhukut 45 . Wukir 4. Galungan 12. Tiap-tiap wuku berumur 7 hari sehingga siklus berumur 30 x 7 hari = 210 hari. Gumbreg 7. Maktal 22. Julungwangi 10. Paringkelan 4. Mandhasiya 16. Tambir 20. Kurantil 5.wuku Watugunung. Madhangkungan 21. Marakeh 19.

1995: 68). 46 . tidak sabar.15. tetapi banyak rejekinya. tidak percaya. Burungnya Gagak: tahu akan gelagat. cepat dalam segala pakaryan. sering kecelakaan. seperti terdapat dalam kutipan dua wuku (ke-1 dan ke-30). rela pada lahirnya. Candranya: Indra janma nestapa. Slawatnya 4 ketheng. daging kerbau seharga 21 ketheng (mata uang Jawa jaman lampau nilainya kurang lebih ½ sen) tanpa menawar. lunak pada akhirnya. di masak pindang. Kayunya Kendayakan: menjadi tempat bernaung orang sakit. besar nafsunya. Watugunung Watak bawaan atau pengaruh wuku dilukiskan dalam lambang–lambang dewa. Bencananya: mati setengah umur. kaya harta benda. cemburu. wataknya bagaikan raja. Selamatan penolakan: Nasi pulen masakan beras sapitrah (satu takaran: dua tangan digabung dan dikerungkan kurang lebih ¼ kg). orang sengsara dan melarikan diri. jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur laut: 7 hari jangan pergi ke timur laut (Kamajaya. Wuku Sinta Dewanya Batara Yamadipati laksana Pendeta. air. Gedongnya di muka: Menjadi memperlihatkan kekayaannya. Julungpujut 30. a. tetapi dalam hatinya tak setuju. Kakinya di dalam air: perintahnya keras pada awal. daun. wataknya: besar perhatiannya. sangat tinggi dan suka ulah kependetaan. Doanya Tolak bencana. lembut budinya. Memanggul panji-panji: memiliki kesenangan. enak bicaranya. kayu dan burung.

artinya lemah. buah-buahan. Bencananya: dianiaya. wataknya terang cahaya hatinya. senang bersemadi. Wuku Watugunung Dewanya Batara Antaboga dan Bathari Naga gini: Antaboga: banyak kemauannya. tak suka keramaian. Paningron. mengharapkan kesalahan orang lain. percaya kepada tahayul. Selamatan penolaknya: tumpeng masakan beras sapitrah ikan kali. tetapi mungkir. yaitu: 1. Burungnya Gogik: dengki. 6. sayur 7 macam. tak mau diatasi. Doanya: mubarak. semuanya halal. menurut. 5. selalu prihatin. binatang terbang dan binatang hidup di liang. 2. dari asal kata ringkel. Tungle. Naga gini: Mendua kasih. Ada 6 jenis Paringkelan. Candranya: bintang dan bulan kesiangan. bila ia pendeta ada derajatnya. Tungle. Aryang. Jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur. selalu prihatin. asin. 4. 7 hari jangan pergi ke arah timur. Mawulu. tak suka keramaian. bermutu bicaranya.asam dan pahit. kelemahan. Mengahadap candi: gemar sepi. 5. binatang darat. 3.b. di masak pedas. Manfaatnya membikin malu. 47 . ringkel Daun artinya kelemahan daun. Wataknya sanggup. Warukung. Slawatnya: 19 ketheng. Kayunya Wijayakusuma: bagus rupanya. Watak dari tiga macam Paringkel sebagai berikut: a. Pantangannya: jangan menanam yang diharapkan daunnya. Petungan Paringkelan Paringkelan. menantang adu kepandaian. bermacam-macam juadah dengan jenang. Uwas.

tanggal 1 Sura jatuh pada hari Senin. jangan melakukan pernikahan dan jangan mendirikan rumah. tahun Soma Wrejita. Be. 4. Tahun yang panjang berumur 355 hari disebut tahun wuntu (panjang). Petungan Tahun Tahun dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan ada 8. tahun katak. 3. 6. Manfaatnya: mengerjakan sawah. Pantangannya: jangan bersesuai tanam. ringkel biji. Dal. tahun Buda Wisaba. 2. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari selasa. Ehe. tahun Anggara Wrestija. Wataknya: banyak hujan 4. nama-nama itu diambil dari huruf Arab. Wataknya: berpenyakitan. namanamanya: 1. tahun kerbau. 2. tahun ini disebut tahun Dite-kalaba. Jimakir.b. Jimawal. Watak bawaan atau pengaruh tahun Jawa jatuhnya tanggal 1 Sura seperti berikut: 1. yaitu tahun kelabang. Wawu. 7. Mawulu. Wataknya: jarang hujan. tahun cacing. Aryang ringkel: ringkel janam (manusia) artinya: kelemahan manusia. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Rabu. 6. 3. Satu tahun Jawa berumur 354 hari. Bilamana tanggal 1 Sura jatuh pada hari Minggu. Alip. Pantangannya: jangan menabur biji (benih). 8. Dalam tahun panjang ini umur bulan besar ditambah 1 menjadi 30 hari. wataknya: banyak hujan 48 . 5. Tahunini disebut tahun wastu (pendek). Manfaatnya: membikin upas dan racun. Wataknya: banyak hujan. c. Je.

Sri. Masing-masing dari perhitungan ini memiliki watak bawaannya. Wataknya: jarang hujan 7. artinya banjir. 6. Wataknya banyak hujan 6. perhitungan Padewan ada 8 yaitu: 1. 5. 4. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Jumaat. 8. Wataknya: banyak orang bersetuju hati (rukun) d. satu siklus ada 4 windu. tahun Respati Mintuna. Brama. yaitu Batari Sri. Rudra.5. Sri. tahun mimi. cinta. Petungan Padewan Astawara Menurut Kamajaya (1995). 1995). tahun Tumpak Menda. artinya ulah atau tingkah laku. artinya unggul. artinya banjir. Wataknya: banyak bangunan baru yang indah menyenangkan (Kamajaya. tahun Udang. Petungan Windu Satu windu berumur 8 tahun. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Sabtu. Wataknya: Asih. 1995). tahun Sukra Minangkara. Sangara. tahun Kambing. Kuthara. Yama. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Kemis. 3. Wataknya: jarang hujan (Kamajaya. 7. Guru. Nama-nama dan watak bawaannya: a. Kala. Endra. Manfaatnya: menanamn padi dan tanaman sampingan (tirisan Jawa) 49 . 8. Uma. belas kasihan. Wataknya Banya tingkahlaku orang yang aneh-aneh seperti belum pernah terjadi b. Wataknya: banyak air besar c. antara lain sebagai berikut: a. 2. 7. Adi. Sancaya.

serakah. Manfatanya: belajar segala pengetahuan. Wogan (ulat). 5. 50 . Jagur (harimau). Dadi. perhitungan ini ada 9. yaitu Batari Uma. 7. wataknya: tak mau kalah. Dadi (kayu).b. wataknya: diam saja. 3. c. manfaatnya: membikin pagar dan tanda batas. 2. Wataknya: teliti dan sombong. Endra. Manfaatnya: membuat tugu. bohong dan berpurapura. Uma. Menurut Kamajaya (1995). Manfaatnya: membikin sara-sarana. 6. Tulus (air) 8.. d. yaitu batara Endra. yaitu batara kala. Wurung (api). Watak masing-masing antara lain: Dangu. Gigis (bumi) 4. Wataknya: Belas kasihan pada penderita. Nohan (bulan). Manfaatnya: menanam tanaman di kebun. Kala. tutup atau wadah. Dangu (batu). Wataknya: jahat. yaitu: 1. jahil. Karangan (matahari).

Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. misalnya rumah atau rumah peribadatan. Orang Jawa menyebut bathi atau untung. Sesuai dengan namanya. ritual bisa dibagi menjadi tiga kelompok : a. Negoro (2001: 43). penduduk desa. Anak yang lahir adalah karunia Tuhan yang selalu diharap-harap oleh semua pihak. Dengan adanya upacara pernikahan itu diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan sebuah dinasti keluarga. Ritual pribadi 51 . Ritual tradisional diadakan untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga. slametan adalah ritual Jawa yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan. Selanjutnya menurut Suryo S. desa. Sedangkan makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran. penduduk negeri. keselamatan dan berkah untuk suatu tempat. negeri dan sebagainya. maka slametan mendapat perhatian utama. Slametan Among Tuwuh Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita.BAB III TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A.

untuk Raja. permohonan supaya hidup selamat dan mapan. direktur perusahaan. Upacara Labuhan Karaton Yogyakarta. misalnya untuk satu desa dan seluruh penduduk desa seperti dalam upacara Bersih Desa. lauk pauk dan sesaji. Ritual sederhana yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur bahwa misalnya seseorang telah sembuh dari sakit gawat atau terlepas dari beban penderitaan yang berat. negeri dan rakyat. b. salah satu putra Batata Guru. ritual untuk keselamatan dan hidup yang baik. bupati. Ritual kenegaraan. 52 . Upacara Rajawedha/Mahesa Lawung. Acara seperti ini biasanya dihadiri oleh tetangga. misalnya karena telah mendapatkan kenaikan pangkat. Ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang seperti upacara-upacara: Perkawinan tradisional. Ritual Umum. Upacara seperti ini disebut sukuran mengungkapkan rasa syukur atau slametan. c. teman-teman dekat dan teman-teman sejawat. seperti: Upacara Garebeg.Meliputi selamatan sederhana dengan nasi tumpeng. Ruwatan ini bisa dilakukan untuk seseorang atau sekelompok orang sekaligus. yang diselenggarakan oleh seseorang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. supaya terbebas dari ancaman Batara Kala yang jahat. Ratu. diangkat menjadi lurah. pimpinan. saudara-saudara.kehamilan tujuh bulan pertama dan Ruwatan Murwakala. Mitoni . menteri dan sebagainya.

Bahan-bahannya yaitu nasi tumpeng. yang disertai dengan lauk-pauk ala kadarnya. Mereka turut serta berbagi kebahagiaan atas akan datangnya hari yang dinanti-nanti.Peringatan 1 Suro. mereka akan serempak memberi doa yang tulus ikhlas. Upacara slametan among tuwuh bahannya lebih didominasi oleh hasil bumi dari daerah setempat. Bahkan jalan umum yang ramai lalu lintasnya pun diperbolehkan untuk digunakan. Biasanya panggang ayam dan sayur mayur yang dirajang-rajang. Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar. Dengan dipimpin oleh para sesepuh desa. Keutamaan pemasangan tarub agung ini adalah semacam tanda buat masyarakat luas. Semua pihak akan menyadari dan mau 53 . Dengan memasang tarub agung itu. Mereka kemudian makan nasi tumpeng yang dibagikan dengan suka cita. sehingga selama tarub itu dipasang. Dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat. maka keluarga yang bersangkutan akan mendapat hak-hak istimewa. Tanda ini efektif sekali fungsinya. Dari segi finansial tentu biayanya sangat murah dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. masyarakat umum akan cepat mengetahui bahwa keluarga yang bersangkutan sedang mempunyai hajad untuk menyelenggarakan upacara pernikahan. B. biasanya suasananya sudah berlangsung secara khitmat. bisa merupakan ritual negeri atau umum atau gabungan dari keduanya. Pasang Tarub Agung Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang Jawa.

Sebelum pemasangan tarub. Sepasang tebu wulung tebu yang berwarna ungu melambangkan mantabnya kalbu. akan selalu mempertahankan kehidupan keluarga. berbagai macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa. jamu. artinya pasangan itu saling mencintai dengan sungguh-sungguh dan akan saling memelihara. dadap srep. tarub juga mempunyai fungsi filsafat simbolis. pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin. tempe. di bawah tarub. gula kelapa. sesaji khusus disiapkan. bunga. Negoro. pintu depan. memimpin seluruh jalannya upacara perkawinan bertanggung jawab mengenai sesaji dan lain-lain. pemaes itu akan merias dan mendandani kedua pengantin. diharapkan supaya pasangan tersebut tumbuh dengan kuat dalam kehidupan 54 . Sebuah upacara perkawinan Jawa memiliki beberapa acara ritual tradisional. Dalam hal ini peranan seorang perias pengantin sangatlah penting. Cengkir gading-kelapa. Di samping fungsi praktis itu. dapur. berbagai macam lauk-pauk. Sesaji itu ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di: kamar mandi. dengan segala tekad dan pikiran bijak. di jalan dekat rumah dan lain-lain (Suryo S. mojokoro. dan sebuah lentera. minuman.errnohonan supaya mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak mahluk-mahluk jahat. Sesaji ini melambangkan sebuah p. daging kerbau. yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng.mengalah secara ikhlas. alang-alang. 2001: 73). kue-kue. kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang-kuatnya pikiran baik.

Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji. menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari: Sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya secara singkat demikian: Agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya/lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya. maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan manapun juga dan berhasil (berbuah). di atas gapura sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan. Yang sangat penting. Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja. maknanya dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad 55 .berkeluarga dan selalu berada dalam keadaan selamat. Wulung artinya mulus matang. Sedangkan menurut Adjied dan Tessa (2002: 6) kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan perkawinan dengan tujuan rasionil dan irrasionil. Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu. ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda bahwasanya pesta perkawinan sedang diselenggarakan di rumah ini. maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas. Sepasang tebu wulung : Tebu artinya "anteping kalbu" tekad yang bulat.

Tirakatan Malam Midodareni Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan leklekan. sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancar. Dari mempelai diharapkan. pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur.kencenging pikir. Maknanya : cengkir . daun koro. Maknanya : diharapkan dari mempelai agar kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin menjadi pengayoman lingkungannya. Terdiri dari daun ringin. C. Tradisi lek-lekan ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali dalam perkembangan peradaban budaya Jawa. agar manusia sering mencegah dhahar lawan guling. dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentausa lahir batin atau aja ana sekara-kara alias alangan sawiji apa. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan. Kelengkapan tarub (uborampen tuwuh). pantang mundur atau mulat sarira hangrasa wani. Sinuhun Paku Buwana IV telah menyusun petuah luhur.cengkir. Dua janjang buah kelapa gading yang masih muda . agar memiliki "kemauan yang keras" untuk dapat mencapai tujuan hidup yang penuh perjuangan bahagia dan harmonis. Tujuannya adalah untuk menolak balak. Kelapa gading adalah kelapa yang kulitnya kuning.yang bulat. daun alang-alang. kemauan yang keras. Padha gulangen ing kalbu 56 . Dalam Serat Wulangreh pupuh tembang Kinanthi beliau berpesan demikian. daun andong. Para sesepuh. daun mojo. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya. dan daun opo-opo. cengkir adalah kelapa muda yang berwarna kuning.

Calon pengantin putri malam ini menjadi sangat cantik bak seorang dewi dan dia akan dikunjungi oleh beberapa dewi kahyangan sesuai dengan kepercayaan kuno. lampu minyak yang dinyalakan. ingkung ayam. ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh dibawah tempat tidur. karena mulai besok dia sudah berada di bawah tanggung jawab suaminya. jadah ketan. pisang raja. teh dan kopi pahit. beberapa sayuran masak. meliputi : nasi gurih. Orang tua calon pengantin putri memberikan suapan makan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. Keluarga dari calon mempelai pria dan teman-teman dekatnya yang semuanya adalah wanita boleh menengok calon pengantin wanita untuk sejenak. dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu. Sesaji untuk midodareni. kembang telon. Negoro.Ing sasmita amrih lanthip Aja pijer mangan nendra Kaprawiran den kaesthi Pesunen sarira nira Cegah dhahar lawan guling Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan Ijab dan Panggih di keesokan harinya. minuman dari air kelapa dengan gula kelapa. serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya. Midodareni berasal dari kata widodari artinya Dewi (Suryo S. 2001: 41). Dia harus tinggal di kamar malam itu dari jam enam sore hingga tengah malam ditemani oleh beberapa ibu yang memberikan kepadanya nasihat-nasihat yang berguna. kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak. dua kendi diisi air suci dihit' :p dengan daun dadap srep. kembang setaman. jamu. 57 . beras. Barang-barang yang diletakkan di kamar pelaminan terdiri dari sepasang kembar mayang. suruh ayu.

Upacara ini membutuhkan beberapa persiapan antara lain: Siraman diadakan di kamar mandi atau di tempat khusus yang dibikin untuk maksud tersebut. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih.daun sirih dengan seperangkatnya. Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. Barang-barang yang harus disiapkan terdiri dari tempat air yang besar. kantil dan kenanga yang ditaruh di dalam air yang untuk mandi. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian juga calon pengantin pria dimandikan di rumah orang tuanya. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. pada hari ini lebih populer ditempat khusus. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. selain orang tua pengantin juga beberapa ibu yang lanjut usia dengan reputasi yang baik akan diundang untuk ikut memandikan pengantin termasuk juga para nenek dari pengantin. Siraman artinya mandi. Mereka tersebut diundang berdasarkan pilihan atas sikapnya yang baik. dan tujuh macam kain dengan pola lorek. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. Bersamaan dengan malam tirakatan midodareni. jumlahnya biasanya tujuh orang. anggota keluarga ataupun tamu boleh memakannya. tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. melati. sampo tradisional yang terbuat dari abu merang. dilakukan pula upacara siraman untuk calon pengantin putri. buah pinang. yang terdiri dari mawar. kembang setaman. mereka diharapkan untuk bisa memberi pitulungan artinya pertolongan. air dari sumber atau sumur. Daftar dari orang-orang yang akan memandikan pengantin. bedak basah lima warna yang berfungsi sebagai sabun. air 58 .

kain putih. tumpeng gundul. kain tenun lurik dengan pola yuyu sekandang dan pula watu. mengingat dan menghormat para leluhur. singkatnya bertujuan memohon perlindungan dari Tuhan Sang Pencipta. seekor ayam jago (Adjied dan Tessa.kelapa dan air jeruk. Ketika rambut sudah kering disisir lurus ke arah belakang lalu diikat erat-erat untuk digelung. Sesudah siraman selesai. kelapa yang telah dikupas kulitnya. telur ayam. kain batik dengan motif grompol dan nagasari. tujuh macam bubur. pisang dan buah-buahan yang lain. sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur. selembar kain putih yang dipakai selama siraman. kue-kue manis. kembang telon-kenanga. upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses. pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mengasapi rambutnya dengan ratus (asap wangi). dua kelapa yang diikat jadi satu. makanan-makanan dingin. gula kelapa. melati dan kantil. Sesaji tradisional untuk ritual Jawa dianggap sangat penting karena mempunyai arti simbolis. yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. Pemaes 59 . calon pengantin wanita duduk di ruang pelaminan. lentera. Sesaji siraman antara lain terdiri dari: tumpeng robyong. beberapa macam dedaunan. dlingo-bengle. Sesaji untuk siraman. menghindari perbuatan jahat dari mahluk-mahluk halus maupun manusia-manusia jahat. penganan dari beras ketan. handuk. Negoro. kain bangun tulak empat pola untuk melawan perbuatan jahat. kursi kecil yang ditutup dengan tikar tua. 2001: 45). Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma. 2002: 3). kendi dan gayung (Suryo S.

jajan pasar. Sarana siraman untuk calon pengantin putri telah selesai disiapkan berupa air kembang setaman. sesuai dengan pola perkawinan yang telah ditentukan. Widodari . Siraman dimulai dilaksanakan oleh para pinisepuh yang kemudian dilanjutkan dengan merias calon pengantin putri dengan ubo rampen sesuai dengan tata cara adat pengantin Jawa.bidadari. Pemaes dengan hati-hati mempergunakan seluruh kemampuannya mulai merias calon pengantin wanita. Jenang sengkolo artinya supaya hilang sengkalanya (segala macam rintangan). Arti dari selamatan ini ialah : Tumpeng robyong artinya supaya bisa jumeneng ngayomi keluarga. Jajan pasar artinya supaya lancar segala usaha yang ditempuhnya.membersihkan wajah dan lehernya dan mulai merias. Sesudah selesai calon pengantin wanita akan didandani dengan kebaya dan kain batik dengan pola sidomukti atau sidoasih melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh orang lain. Rapak yaitu kedatangan dari Kantor Urusan Agama untuk mencatat keterangan-keterangan tentang calon pengantin putri didampingi oleh rama ibu calon pengantin putri. untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesaji untuk ngerik. 60 . Selesai acara siraman diadakan acara selamatan tumpeng robyong yang terdiri dari sego golong. Ngerik berarti mencukur rambut-rambut kecil di mukanya dengan menggunakan pisau cukur. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji untuk siraman. Mukanya akan dirias rambutnya digelung. Midodareni berasal dari kata benda. jenang sengkolo dan pisang raja. Sego golong artinya supaya gumelondong rejekinya.

Apapun agama yang mereka peluk. Kristen. Petugas dari KUA di samping ahli dalam tata administrasi juga pasti menguasai dalam bidang keagamaan. Sesudah 61 . berarti wanita itu telah menjadi wewenang suaminya. Dikatakan utama karena menyangkut hukum agama dan hukum negara. pada waktu pelaksanaan ijab mereka memakai pakaian tradisional. Katolik. D. Setelah syah dinikahkan dalam upacara ijab qabul.Malam midodareni adalah malam menjelang langsungnya perkawinan. Biasanya petugas berasal dari KUA yang menjadi urusan Departemen Agama RI. Yang hadir para pinisepuh. keluarga terdekat dan kerabat lainnya. ijab dilaksanakan sesuai dengan agama dari pengantin tersebut yaitu : Islam. Janji Suci Ijab Qabul Di antara segala rangkaian upacara pernikahan. Upacara ijab qabul pasti melibatkan aparat negara yang khusus bertugas dalam urusan pernikahan. Di tempat di mana ijab itu dilaksanakan sebuah sesaji yang berupa sanggan ditempatkan. Pada malam itu diadakan selamatan sekadarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari Khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari. Adapun suaminya juga dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap istrinya. sebenarnya upacara ijab qabul itu menduduki derajat yang paling utama. Hindu dan Budha. Dengan upacara ijab qabul berarti telah terjadi pemindahan kekuasaan seorang wanita dari tangan wali ke pihak pengantin pria. Upacara ijab adalah hal yang paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan.

wilujeng nir ing sambikala. Wassalamu'alaikum wr. Setelah pembacaan do'a selesai diteruskan dengan upacara temu/panggih.Sedaya titi laksana upacara ijab qabul sampun sumadya. Mempelai pria dengan pengiring datang langsung di tempat upacara. sadherengipun keparenga kawula matur dhumateng ngarsanipun para rawuh. ingkang tansah sinuyudan. diteruskan pembacaan do'a. Assalamu’alaikum wr.ijab upacara tradisional panggih dan lain-lain serta resepsi dilaksanakan untuk melengkapi seluruh proses upacara perkawinan. Para saksi diharapkan sudah hadir di tempat upacara setengah jam sebelum acara ijab qabul dimulai. konjuk dhumateng ngarsaning Allah ingkang Maha Agung. wb. Setelah upacara ijab selesai. Petugas menjemput penghulu beserta pejabat pencatat nikah dari KUA. Kangge cekaking atur. Para petugas among tamu telah siap di tempat masing-masing dengan mempersiapkan segalanya. Kawula nuwun. Di bawah ini adalah contoh rangkaian upacara ijab qabul yang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa. Nuwun. ingkang sampun kersa rawuh ing dalemipun Bapak…… saperlu masrahaken Adhimas Bagus……putra Bapak…… ingkang badhe kanikahaken kalian Dyah Rara…… putri Bapak……. Penghulu dan 2 (dua) orang saksi dari kalangan keluarga maupun teman terdekat. Bapak pengantin wanita membawa pengantin pria ke tempat upacara dan ibu pengantin 62 . Kejawi menika kawula ugi ngaturaken pembagya harja sugeng rawuh saha agunging panuwun ingkang tanpa pepindan. boten wonten alangan satunggal menapa. pinisepuh. awit saking keparengipun kita saget makempal pahargyan menika. wb. Persiapan ijab qabul di rumah calon pengantin wanita. sumangga panjenengan sekalian kula dherekaken manungku jejering hastungkara. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 4) selama diadakan upacara ijab qabul pengantin wanita duduk di pelaminan didampingi oleh ibu dan perias. wekdal kula sumanggakaken dhumateng Bapak…… minangka silih saliranipun Bapak…….

Mempelai wanita diapit 2 (dua) orang pinisepuh putri dari pelaminan menuju ke tempat tersebut. Secara legal maka keduanya sudah seharusnya dipertemukan. 63 . berhenti 2 (dua) langkah dari tempat tersebut. Dengan dilempar sirih maka yang palsu menjadi aslinya menjadi hewan atau orang lain. Namun caranya lewat simbolis. Kedua mempelai pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri. dimulailah balang-balangan masing-masing melemparkan sirih yang digulung. Ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu bagi hadirin. Makna dari melempar sirih adalah untuk menguji keaslian kedua pengantin. Prosesi Temu Pengantin Paripurna upacara ijab qabul. kemudian dilanjutkan dengan prosesi temu pengantin. Secara esensial sebenarnya setelah ijab qabul sudah resmi. Setelah masing-masing berhenti.wanita membawa pengantin wanita ke tempat upacara untuk melakukan sawatan sadak (lempar sirih atau lebih dikenal dengan nama balangan). E. Prosesi temu pengantin ini juga sering disebut dengan upacara panggih. Mempelai pria diapit oleh 2 (dua) orang pinisepuh pria menuju ke tempat bertemu. Untuk upacara panggih ini biasanya masing-masing mempelai disertai dengan pengiring. Menurut kepercayaan dahulu sering terjadi bahwa pada upacara perkawinan salah satu dari pengantin bukan aslinya akan tetapi jadi-jadian. Prosesi temu pengantin ini sekaligus menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai bahwa dirinya adalah pasangan sah suami istri. namun lebih baik kalau disiarkan secara meluas pada masyarakat.

dimaksudkan supaya mereka menjadi pelindung keluarga dan masyarakat. Daun beringin supaya mereka melindungi keluarga dan orang lain. supaya mereka mempunyai motivasi yang tinggi dalam hidupnya. supaya mereka bersemangat. Daun dadap srep. Bentuk hiasan seperti belalang. Bentuk hiasan seperti pecut. Mamrih regu regenging pahargyan. Bentuk hiasan seperti payung. Dhandhanggula Anteng tajem jatmika kaeksi Ngegungaken susila nuraga Tan kuciwa prayitnane Siyaga sureng kewuh Ubayane tan mbalenjani Tur sembada ing warna 64 . cepat dalam berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan keluarga. dimaksudkan supaya keluarga itu selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi berbagai macam masalah. mengandung maksud supaya pasangan itu tidak mudah putus asa. harus selalu optimis dan dengan ketetapan hati membina kehidupan yang baik. daun ini dikenal sebagai kompres yang baik untuk menurunkan panas. Daun kruton dimaksudkan supaya terlepas dari godaan mahluk-mahluk jahat. Karya umiring lampahe Nenggih cucuking laku Dera arsa manjing ing panti Penganten wus samapta Kinirapaken tuhu Minta lunturing haksama tresna asih puja-puji pangastuti hayuning palakrama. Bentuk hiasan seperti burung.Dhandhanggula Anyarkara kinarya ngrenggani.

Sepasang pengantin itu makan bersama. kemudian pengantin wanita membersihkan kaki tersebut dengan air yang dicampuri oleh beberapa macam bunga. maka pada tempat itu ritual perkawinan 65 . tempe. Krobongan atau petanen adalah kamar khusus yang terletak di tengahtengah rumah Joglo gaya Jawa. Pengantin pria menginjak hingga pecah sebuah telur ayam dengan kaki kanannya.Tegen tanggon tangguh Pan alon tanggah jumangkah Hanyaketi unggyane penganten kalih Mangsah lumampah kirap. Acara ini melambangkan mereka akan bersama-sama mempergunakan dan menikmati kekayaannya. Mempelai wanita makan dulu kemudian mempelai pria. sesudah itu mereka minum teh manis. Selanjutnya adalah ritual kacar kucur atau tampa kaya. Mempelai pria membuat tiga kepal nasi dan lauk-pauknya dengan tangan kanannya. Bunga Patra Manggala untuk memperindah hiasan dan sekaligus menolak perbuatan jahat. di depan kamar itu berdiri dua patung kayu yang disebut Loro Blonyo. kedelai. Dlingo-bengle jamu ini bisa mengobati infeksi dan berbagai penyakit. saling menyuapi. Ibu pemaes sebagai pimpinan upacara memberikan sebuah piring. yang melambangkan kemakmuran. serbet kepada mempelai wanita dan juga nasi kuning dengan lauk-pauk bcrupa telur goreng. Pada saat ini banyak rumah yang tidak mempunyai Krobongan. Ini melambangkan bahwa pengantin pria telah siap untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab sedangkan pengantin putri akan mengurusi suaminya dengan setia. ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh jahat. Ritual Wiji Dadi. Kemudian dilanjutkan dengan ritual dakar klimah atau dahar kembul. abon dan ati ayam.

tersebut dilakukan. maka pantang mundur. yang setia 66 . maju terus untuk meraih kebahagiaan hidup bersama. Karya gawok kang miyat. Wiji Dadi (Menginjak telur). para ibu berjalan di depan sedang bapak-bapak mengiringi dari belakang. Negoro. Ing ngarsane risang penganten sarimbit. yang telah disediakan telur di atas cowek. Temah cipta ngungun Mangkana lampahe prapta. Setelah mempelai pria menginjak telur sampai pecah maka mempelai wanita berjongkok dan mencuci kaki yang telah menginjak telur tadi dengan air bunga dan dibersihkan sama sekali dengan serbet yang telah tersedia. Kedua orang tua mempelai pria didudukkan di sebelah kiri pengantin. Dhandhanggula Mudha kalih siyaga umiring. Gya tinabuh tengara. 2001: 86). hal yang sama juga dilakukan bila pesta itu diadakan di hotel atau gedung pertemuan (Suryo S. Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke tempat upacara. Sebagai seorang isteri. Setelah balangan masing-masing mempelai maju ke tempat pertemuan. sedangkan kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kanan pengantin. Sebagai seorang pria. Setelah itu mempelai pria membantu mempelai wanita untuk berdiri lagi dengan cara mengangkat kedua tangannya. dengan tekad yang bulat (telur) sekali sudah melangkah dengan itikad yang baik. dihias dengan ornamen yang menyerupai Krobongan. Orang tua mempelai wanita menjemput orang tua mempelai pria di depan rumah dimana upacara ini diselenggarakan. Lampahira risang Adimuka Putri Dhomas sawurine Sulistya warna punjul Rinengga ing busana adi.

sang bapak duduk di kursi dan kedua pengantin dipangku. kemudian ibunya. ibunya mengkerodongkan "sindur" di bahu kedua pengantin. supaya tetap harum. Setelah bapaknya memutar menghadapi kedua mempelai tersebut. dan dengan memegang bahu kedua mempelai. diminum oleh bapaknya. Tanem. Pengantin berdua bergandengan tangan (kanten) menghadap ke pelaminan. Sama-sama sudah menjadi anak. biasanya pertanyaan tersebut dilakukan dalam bahasa Jawa. Sinduran. Lantas ibunya bertanya "berat mana pak?" yang dijawab oleh bapaknya "sama saja". Karena kesetiaan sang isteri sang suami membantu sang isteri mengangkatnya sebagai rasa terima kasih atas kesetiaannya. Di belakang. dingin dan berkhasiat 67 . Rucuh dengan rasanya yang segar. dan yang wanita di sebelah kiri. mendudukkan mereka di atas pelaminan. bila suami salah langkah atau salah tindak. yang pria di sebelah kanan. diambillah rucuh kelapa muda. Setelah duduk. dan sang ibu mendorong dan memberikan restunya untuk mencapai cita-citanya dengan bekal persatu paduan mempelai berdua yang abadi. bapak dari pengantin wanita di depan. dan selanjutnya kedua mempelai meminumnya yang didahului oleh pengantin pria.berkewajiban mensucikan nama baik suami. Sebagai seorang ayah berkewajiban memberi contoh dan menunjukkan jalan ke kebahagiaan keluarga (berkeluarga). kedua pengantin dibelakang dan masing-masing pegangan ujung baju belakang kiri kanan bapaknya. Mengesahkan dan merestui kedua mempelai sebagai suami isteri. Mangku/nimbang. Setelah sampai di pelaminan. dan dengan demikian bersama-sama menuju ke pelaminan. Sebagai seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan anak sendiri dengan menantu.

sampai 3 (tiga) kali. Sungkeman Tanda Darma Bakti 68 . Ibu dan bapak pengantin wanita menuju ke pintu depan untuk menjemput besan. Maknanya walau hidup berkeluarga. Mempelai wanita membeberkan kacu "bangun tulak" dipangkuannya dan mempelai pria menyertakan "gunokoyo" (kacang-kacangan) dari kantung tikar ke atasnya. setelah itu mengambil air minum untuk diminum setiap orang seteguk. Maka menjadi kewajiban. Dahar Kembul. Pada permulaan perjalanan hidup berkeluarga. supaya jiwa raganya segar.kekuatan. Maknanya semua hasil jerih payah suami diserahkan seluruhnya kepada sang isteri. diserahkan kepada ibunya untuk disimpan. tidak hanya suami saja yang mencari nafkah. tetapi juga isterinya dapat mencarinya. Kacar Kucur. sampai habis dan pengantin wanita membungkusnya rapat-rapat dengan kacu tersebut dan setelah diikatnya. F. Sewaktu upacara dahar kembul. besan dipersilahkan berangkat dari rumah kediaman. Telah tersedia nasi ketan kuning masing-masing mengambil dengan tangan dan disuapkan kesatu dan yang lain (suap-suapan). Besan dipersilahkan mengambil tempat sebelah kiri pengantin wanita. Menjemput Besan. bahwa hasil sang suami maupun si isteri boleh dinikmati mereka berdua. sehat dan tenang untuk menghadapi tugas-tugas yang berat sebagai suami isteri. untuk disimpan dan dimanfaatkan bagi keluarganya.

Acara sungkeman ini akan membuat hati orang tua menjadi mongkog. Maksudnya adalah untuk menunjukkan darma bakti si anak kepada dua pasang orang tuanya. kemudian kepada kedua orang tua pengantin pria. artinya beliau sama-sama mencintai keduanya. Kedua pasang orang tua itu harus diperlakukan secara sama tanpa ada perbedaan. Namun juga bercampur haru. ayah dari pengantin putri berjalan di depan pengantin menuju ke kursi pengantin di depan Krobongan. Ini melambangkan ayah menunjukkan jalan ke kebahagiaan. maka tak jarang ada orang tua yang mbrebes mili air matanya. Menurut Suryo S. bombong. Sang bapak merasa berhasil mengantarkan putrinya memasuki dunia rumah tangga yang sangat berbahagia. Karena terlalu haru. gembira. Sepasang pengantin tersebut siap untuk melaksanakan sungkeman. Sesudah ritual Wiji Dadi. beliau akan berkata bahwa kedua-keduanya mempunyai berat yang sama. Sungkeman ini ditujukan kepada dua pasang orang tua pengantin. bahagia. mereka dengan sikap hormat berjongkok dan menghaturkan sembah kepada kedua orang tuanya untuk memohon restu. Pengantin pria dan wanita bersama-sama duduk di pangkuan ayahanda pengantin wanita. sedangkan ibu dari pengantin wanita berjalan di belakang pengantin sambil menutupi pundak pasangan pengantin tersebut dengan kain sindur. Selanjutnya ayahanda 69 . Malah yang tak kuat membendung air mata biasanya seorang bapak dan ayah mempelai wanita. sedangkan ibu memberikan dukungan.Dari prosesi temu pengantin kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman. Negoro (2001: 89). Itulah puncak dari kegembiraan. Pertama kepada kedua orang tua pengantin wanita. masih ada ritual tambahan yakni sebagai berikut : Sindur Binayang.

Bubak kawah ini hanya dilakukan oleh orang tua yang mengawinkan untuk pertama kali anak putrinya. Dengan mengadakan tumplak punjen. Tumplak Punjen. secara simbolis kepada masing-masing dibagikan bungkusan-bungkusan kecil yang berisi: bumbu-bumbu. diikuti anak mantu dan terakhir pengantin putri. Tumplak punjen dilaksanakan oleh orang tua yang mengawinkan putrinya untuk terakhir kali. dan tembaga. mereka ingin memberi teladan hidup yang baik. Bubak kawah ini merupakan perlambang permohonan. semoga orang serumah juga segar!”. sesudah upacara Panggih. uang logam dari emas. Ayah pengantin putri. di depan krobongan orang tua yang berbahagia memberikan miliknya (punjen) kepada semua anak dan keturunannya. Lalu istrinya ikut mencicipi sedikit dari gelas yang sama. kesehatan. Istrinya bertanya : “Bagaimana Pak? Sang ayah menjawab: “Wah segar sekali. Bubak Kawah. Tumplak artinya menuangkan atau memberikan semua. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 2) orang tua berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga bisa hidup mandiri. Dalam acara ini. punjen adalah harta milik orang tua yang telah dikumpulkan sejak berumah tangga. minum rujak degan kelapa muda di depan krobongan.mendudukkan sepasang pengantin itu di kursi mahligai perkawinan yang merupakan tanda bahwa beliau telah menyetujui perkawinan tersebut dan memberikan restunya. agar sepasang pengantin itu cepat mendapatkan keturunan. perunggu. 70 . nasi kuning. diharapkan generasi penerus dalam melakukan tugas hidupnya mampu mengurusi dengan sebaik-baiknya: harta milik.

Kedua mempelai memberikan sungkem.. Sinom Ugere wong jejodhowan Ati loro dadi juga Priya bisa ngemong estri ………. Sungkeman.keselamatan dan harus selalu menyukuri pemberian Tuhan. Jejodhowan kang mangkana Wus sasat munggah suwargi Sumingkir sakehing godha Sanadyan tinitah miskin Nora nggresuleng pikir Apa maneh lamun brewu Anane amung suka Yeku nugrahaning Widhi. Kemudian pengantin saling menukar cincin kawin sebagai lambang cinta kasih. Yang memberikan sungkem dahulu mempelai pria disusul oleh mempelai wanita. Mring manungsa kang nenggih apalakrama. Setelah menjadi suami isteri. mohon do'a restu kepada keempat orang tua. Berurutan sebagai berikut: Ayah mempelai pria. 71 . mereka berkewajiban menghormati dan merasa terima kasih kepada para orang tua. Setelah keseluruhan acara selesai para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang didampingi oleh kedua orang tua masing-masing. bahwa beliau-beliau telah memelihara dan mengentaskan sehingga menjadi dewasa. Ayah mempelai wanita dan Ibu mempelai wanita. Ibu mempelai pria. Masing-masing orang tua (bapak. ibu dari kedua mempelai telah siap duduk di samping kanan kiri pelaminan).

tiba-tiba terdengar huruhara. Ia bernama Nyai Roro Kidul. “Hilangkanlah gundah hati tuan. Tidak ada hal apapun yang mencurigakan. laut 72 . bertahtalah seorang ratu di laut selatan. Kala itu. batin Nyai Rara. dalam istananya yang megah berhiaskan intan mutiara. karena gara-gara perbuatan tuan. parasnya elok menawan. Nyai Roro Kidul sedang bercengkerama di tilam emas. Nyai Roro Kidul kemudian berkata pelan. Nyai Roro Kidul terkejut. Ombak berdebur keras membuat suara menjadi gaduh. Tiada yang menyamai kecantikannya di seluruh dunia.BAB IV PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. “Mungkin itulah yang membuat laut kidul menjadi geger”. ia melihat alam terang benderang. Hamba mohon hentikan perbuatan tuan ini. Dialah ratu para lelembut di tanah Jawa. Dalam suasana yang tenang itu. Ia cantik rupawan. “Ada apa ini? Mengapa air laut tiba-tiba panas mendidih? Apakah matahari runtuh dan akan terjadi kiamat?” Sang Ratu kemudian keluar istana diikuti dayang-dayang. Ikan-ikan di lautan pingsan karena air laut mendidih dan bergejolak. Di air atas lautan yang luas. Nyai Roro Kidul lalu mendekati pemuda itu. Pemuda itu tampaknya sedang bersemedi memohon sesuatu kepada Tuhan. Ratu Laut Selatan Alkisah. Ia hanya melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di pantai. Di sampingnya jin setan peri prayangan siap melayani segala kebutuhannya.

Setibanya wanita itu di dalam istana. karena tuan adalah pimpinan para raja di tanah Jawa ini”. Senopati dipersilahkan duduk di dekat Nyai Roro Kidul. maka mereka pun akan membantu pasukan tuan. Mereka akan menuruti apa kehendak tuan. ia duduk di sebuah ruangan bernuansakan kuning keemasan. Jin peri prayangan dan seluruh makhluk halus akan tunduk di bawah duli tuan. karena laut kidul itu hamba yang menjaga. Ikan-ikan yang pingsan telah sadar dan kembali berenang-renang. Senapati Ingalaga sangat terkesima dengan ratu yang cantik itu.kidul menjadi gerah. Pabila kelak tuan berperang. Mendengar perkataan Nyai Roro Kidul. Senopati takjub dan terheran-heran melihat sekeliling. Senopati selalu melempar lirikan kepada Sang Ratu. Sekonyongkonyong ia ikuti langkah wanita itu hingga masuk ke arah lautan. Dayang-dayang sibuk melayani Sang Ratu. Adapun permohonan tuan kepada Tuhan. sudah terkabul. Senopati Ingalaga sangat gembira. Demikian pula Sang Ratu menangkap 73 . Tak lama kemudian ia lantas membalikkan tubuh dan kembali menuju lautan. Kasihanilah hamba. Nyai Roro Kidul menghaturkan sembah sambil menyungging senyum. Namun Senopati merasakan seperti berjalan di atas jalan yang mulus menuju sebuah istana yang megah. Semua hiasan rumah dan pagar-pagar berlapis emas berlian. Tuan dan anak cucu tuan akan menjadi raja diraja tanah Jawa. Buah-buahan dan bunga-bunga menarik perhatian. Ia mencoba selalu waspada karena ratu cantik rupawan ini bukan jenis manusia. Hamba menginginkan laut menjadi tenang kembali seperti sedia kala. Maka ia menghentikan semedinya dan lautan tenang kembali.

Keduanya duduk di tepi pembaringan. Tuan raja besar. Aku belum pernah melihat ruangan seindah ini. rasanya seperti di dalam surga saja. “Ah Tuan ini. kamar seindah ini tidak ada lelakinya. sebab hamba bukan dukun. Tapi sayangnya. aku dapat melihat kamar yang demikian elok. Roro Kidul berbisik sambil melempar senyum. tidak akan kekurangan wanita yang lebih cantik daripada hamba”. Bagaikan mimpi. aku sungguh tergila-gila kepadamu”. Setiap 74 . Senapati berada di laut kidul selama tiga hari tiga malam. hamba hanya menunggu”. Semua adalah milik tuan. Senopati Ingalaga tersenyum dan berkata. Diceritakan. Enak juga kok menjadi ratu sendirian. Sang Ratu mengajak Senopati berjalan-jalan melihat-lihat isi istana. Nyai Roro Kidul kemudian dipondong untuk menuntaskan kehendaknya. Ia selalu berkasih-kasihan dengan Roro Kidul. “Nimas. Kalau ada lelakinya yang tampan. Nyai Roro Kidul segera menggamit tangan Senopati masuk ke dalam kamar tidurnya. Senopati tersenyum sambil berkata. bolehkah aku melihat kamar tidurmu?” “Boleh saja tuan. Tidak ada yang memerintah”. “Hamba tidak bisa memberi obat. Aku menjadi malas untuk pulang ke Mataram. tukas Nyai Roro Kidul sambil menyelipkan senyum di bibirnya yang tipis.pasemon yang dari Senopati dan senyumnya semakin menawan. Betah rasanya di sini. Sangat cocok dengan pemiliknya. “Nimas. berilah aku obat. akan lebih sempurna”. jangan malu-malu. yang cantik dan pandai merawat. Senapati merasa berbunga-bunga. “Nimas.

ia kaget melihat Sang Pandhita. “Senapati. yang memimpin semua manungsa dan makhluk halus. Aku percaya. aku ingin tahu rumahmu”. aku pamit kembali ke Mataram. Sunan Kalijaga menasehati.hari. Senapati berkata. Mesti akan terkena murka Allah. Yang demikian namanya orang congkak. Ia sedang duduk tafakur di pantai. Pesanmu akan kulaksanakan semua”. atas segala petunjukmu. karena telah menunjukkan kesaktian berjalan di lautan tanpa basah. ing seganten kidul ngriku wonten ingkang jumeneng ratu wanudya. Ayo sekarang ke Mataram. bersyukurlah kepada Allah. berjalan di atas air seperti di daratan saja. Nimas. Sebaliknya jika kelak. Senapati diwejang tata cara menjadi raja. “Besar terima kasihku padamu. Setelah tiba di Parangtritis. Sunan Kalijaga. kemudian mendongaklah ke angkasa. Senopati lalu berpamitan. Para wali tidak mau berbuat demikian. Senopati lalu berangkat. hentikanlah mengandalkan kesaktianmu itu. Dari Babad Tanah Jawi disebutkan demikian: Kacariyos. Senapati lalu menghaturkan sembah dan memohon maaf. “Hal itu mudah saja. peri prayangan dan persenjataan perang”. Ing 75 . Jika kamu ingin tetap menjadi raja. nglangkungi ayunipun. “Nimas. Apabila tuan hendak memanggil hamba. siapa yang aku suruh memanggil kamu? Orang Mataram pasti tidak ada yang tahu akan kamu?” Roro Kidul berkata. Hamba pasti segera datang membawa pasukan jin. bersedekaplah dengan satu kaki. aku mendapati musuh.

setan. ngeningaken paningal. Utawi jim. kenging ing garagara. Angreh sawernine lelembut tanah Jawi sedaya. samangke sampun angsal. Ratu Kidul kaget ningali gegeripun ulam ing seganten. Tumunten mulyaa saisining seganten kang sami risak. “Mugi sampeyan icalaken susah ing galih sampeyan. Roro Kidul enggal murugi. Sarta lajeng sumerep ing saciptanipun Senopati. Ratu Kidul wicanten salebeting galih. Upami ing benjing sampeyan manggih mengsah. Sampeyan mugi welasa dhateng ing kula. Toyanipun panas kados digodhog. jumeneng ing sanginggiling toya. jumeneng sapinggiring seganten. prayangan. apa srengenge runtuh bakal kiamat?” Nyai Kidul lajeng medal ing Jawi. sebab sampeyan kang minangka bapa babuning ratu para ratu ing tanah Jawi”. “Salawasku urip aku urip durung ndeleng segara kaya iki. 76 . lajeng nyembah. setan. nenedha ing Allah. sebab seganten punika kula kang ngreksa. Amung tiyang linuwih satunggil. peri. sedaya inggih sampi mitulungi. Ningali jagad padhang. tinaretes ing sesotya. supados sirna gara-gara punika.sajagad mboten wonten ingkang nyameni. mboten wonten punapa-punapa. Swaraning seganten nggegirisi. ingadhep para jim. Kala semanten Roro Kidul pinuju wonten ing dalem. Anama Roro Kidul. nyungkemi sukunipun Senopati sarta matur ngrerepa. Nyai Kidul wicanten piyambak. Ing sakarsa-karsa sampeyan sedaya anut. angreh ing tanah Jawi tanpa timbang. Sampeyan lan satedhak-tedhak sampeyan sedaya mesthi jumeneng ratu. peri. prayangan ing tanah Jawi sedaya inggih kareh ing sampeyan. Kiye geneya? Apa kena ing gara-gara. “Iku layake kang gawe gara-gara ing segara’. Dene anggen sampeyan nyenyuwun ing Gusti Allah. Pinarak ing Katil Mas.

Nanging cacade mung siji. Senapati Ingalaga eram ningali kedhatonipun Nyai Roro Kidul. Nyai Kidul nyembah sarwi ngujiwati. Wondene Nyai Kidul inggih nempeni semonipun Senopati. dene ora nana wonge lanang. Yen ana wonge lanang kang kagus. Senopati lumampah sanginggiling toya kados ngambah dharatan. lajeng sami pinarak ing katil mas sekalian. Nimas. Senopati wau anggenipun pinarak dhedhepelan kemawon lan Nyai Kidul. Sami pinarak. sareng mireng ature Nyai Kidul. Bakal katrem ana kene. lajeng anut wngking dhateng Nyai Kidul. “Sumangga. sarta tansah nyantosakaken ing galih. iba becike”. ingadhep para jim setan peri prayangan. Senapati Ingalaga sanget kasmaranipun. yen dede jinis. Sarwi ngandika dhumateng Nyai Roro Kidul. ing dharatan mboten wonten sesaminipun. ingsun banget eram ningali paturonira. mboten wonten pekewedipun. Senapati ngandika. Sadhatengipun ing kedhaton seganten. kaya apa rakite?” Nyai Kidul matur. Layake caritaning kaswargan iya kaya iki. sakelangkung suka ing galihipun. Sembada lan kang duwe. 77 . Senapati Ingalaga mesem. kula darmi tengga. emot. Sarta gara-gara wau inggih sampun sirna.Senapati Ingalaga. Sajegku durung weruh pepajangan kaya iki. sampeyan ingkang kagungan”. kabekta lumebet dhateng ing pasareyan. Dhasar ayu bisa ngrerakit. nglangkungi sae. lumampah kondur satengahing seganten. ingsun arep weruh ing pasareyanira. sarta tansah ngujiwati. Woh-wohan saha sesekaranipun adi-adi sedaya. Ingsun aras-arasen mulih menyang Mataram. “Nimas. Utawi ulam ingkang sami pejah inggih sampun gesang malih. Senapati astane lajeng dipunkanthi.

yen ingsun nemu mungsuh. ingkang ngedhepaken sakathahing manungsa lan jim peri.Aturipun Nyai Kidul. Senapati manahipun kados dipununggar. sedhakep suku setunggal. Senapati 78 . Senapati wau ing saben dinten dipunwejang ngelmunipun tiyang umadeg ratu. kang sun kongkon ngaturi ing sira sapa? Wong ing Mataram mesthi ora ana kang weruh marang sira?” Roro Kidul matur. Lan ingsun iya pracaya. jumeneng ratu estri kemawon. Senopati sampun mangkat. Tansah sih-sinisihan kaliyan Roro Kidul. nggoningsun kedanan marang sira”. Sunan Kalijaga. “Mekaten punika gampil kemawon. Bilih sampeyan karsa nimbali dhateng kula. Nimas. Senapati ngandika. peri prayangan lan sededameling prang”. ingsun muga paringana tamba. “Sae lamban. Wewekasira kabeh ya bakal ingsun estokaken”. “Banget panrimaningsun. sebab kula dede dhukun. “Nimas. ing sakehe wurukira. “Kula mboten saged ngaturi jejampi. kaget ningali dhateng Sang Pandhita. Roro Kidul matur sarwi mlerok. Ing sakajeng-kajeng mboten wonten ingkang marentah”. Roro Kidul lajeng pinondhong ndumugekaken karsanipun. nunten tumengaa ing awang-awang. Senopati mesem sarwi ngandika. “Nimas. Sampeyan ratu ageng. Kacariyos Senapati anggenipun wonten seganten kidul tigang dinten tigang dalu. lenggah pitekur wonten sangandhaping Parangtritis. Senopati ngandika malih. ngambah toya seganten kados ngembah dharatan. Amesthi kula enggal dhateng. sarta kula mbekta bala jim. mangsa kiranga wanudya ingkang ngungkuli kula”. ingsun pamit mulih marang Mataram. Sareng dumugi ing Prangtritis. Balikan ing besuk.

sarta ngrerepa. netra lindri anjait. Gonas ganes merak ati. seperti panyandra ki dalang: Anenggih kang kacarita. Sunan Kalijaga ngandika. Widhangan nrajumas. Para wali ora gelem nganggo kaya mengkono. Prembayun anyengkir gadhing. pranyata kurang candra luwih warna saking endahing sarira. Sinten 79 . racikan amucuk ri. karya kumesare kang mulat. marenana nggonmu ngendelaken sekti digjayanira iku. ginarwa Narendra dahat dahing warnikarengga ing busana widagda ngadi sarira. Dadi iku jenenge wong kibir. grana ngrungih. nganggoa syukur ing satitahe bae. suku amukang gangsir. jangga nglungid nglunging gadhung. Lambung nawo kemit. Rema anyekar bakung ameles wilis tur panjang. pamulu ambengle keris. ambombrong saya mencorong. gegununganipun para putri. wong-wonga gumebyar apindha thathit. Mesthi bakal kesiku marang ing Allah. Mistik Gunung Merapi Keindahan Kraton Nyai Roro Kidul dapat diibaratkan seperti asrinya Taman Keputren Kadilengeng. Galak ulat tur raga karana. uwang anyangkal putung. Mencepe kang pranaja. Athi-athi ngudup turi. Yen cinandra citrane sang putri. ingsun arsa weruh ing omahira”. Yen sira bakal sumedya tulus jumeneng ratu. Ayo marang Mataram. Sri Narendra garini kusumanig ayu Dewi Banowati. Lamun tindak. mbesengut saya patut. nyuwun pangapunten. larapan nila cendhani imba nanggal sapisan. idep tumengeng tawang. lathi manggis karengat. ing kenya puri Ngastina. B.enggal ngujungi. “Senapati. amargi nggenipun ngatingalaken kasektenipun ngambah seganten mboten teles. kicating pada gumebyaring wentis kang kengis pindha thathit sasanderan. Putri Nata saking Mandaraka.

akekasih kusumaning ayu Dewi Lesmanawati. yaitu gunungan.500 SM (Mulyono. marma anggung dadi kondhanging kidung (Siswoharsoyo. Sejak jaman dahulu gunung api telah menarik perhatian nenek moyang kita. Gunungan beserta isinya merupakan lukisan kehidupan duniawi dan batiniah di mana Tuhan Yang Maha Esa menentukan segala kegiatan di alam semesta.ingkang marek ing ngarsa. dipergunakan sebagai simbol kehidupan. di gunung dan dianggap sebagai pelindung kuat yang dapat dimintai pertolongan. gunungan ditancapkan di tengah-tengah kelir. teristimewa yang berkait erat dengan kepercayaan mereka sehari-hari. rasa dan karsa. 1979: 38). di sungai. Kelahiran terjadi setelah dalang memisahkan dua gunungan di simpingan kiri dan kanan untuk melambangkan pecahnya lapisan plasenta. 1983: 24). kaduk ruruh tur ta ambeg ngumala rum. Dhasar wanodya sulistya ing warna. Di dalam gunungan terdapat lukisan makhluk raksasa menjulurkan lidahnya yang merah panjang. di laut. kera memanjat pohon bertarung dengan hewan 80 . Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. di batu. Dalam pertunjukan wayang kulit media komunikasi dengan roh nenek moyang yang timbul pertama kali pada jaman Neolithicum atau lebih kurang 1. replika gunung. melambangkan adanya cipta. Kemudian gunungan ditarik ke bawah dan berhenti tiga kali. yang mempunyai arti akan ada kelahiran. untuk melambangkan awal mula dunia sebelum ada manusia kecuali tetumbuhan dan binatang seperti yang tergambar dalam gunungan. apan punika putrine sang Nata dwita. Pada jaman prasejarah mereka mempunyai kepercayaan bahwa roh orang mati dianggap masih tinggal di sekeliling mereka di pohon.

sempurna. 81 . karena Yang Suci sudi menampakkan diri kepada manusia lewat peristiwa hierofani. Pengkudusan terhadap sesuatu terjadi pertama kali karena suatu peristiwa dianggap sebagai hierofani atau peristiwa suci. Dan Yang Sakral adalah Yang Maha lain. roh nenek moyang dinyatakan dalam bentuk patung-patung yang diletakkan di atas bangunan pemujaan yang terdapat di bukit atau di gunung (Soekmono. 1991: 122). berundak-undak menyerupai gunung .lainnya. Realitas mitos diyakini sebagai sesuatu Yang Sakral. Acapkali pula. Kepercayaan seperti ini diungkapkan dalam bentuk-bentuk bangunan pemujaan nenek moyang yang menjulang tinggi. melambangkan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk mencapai tempat tertinggi. Di tengah-tengah gunungan terdapat lukisan sebuah rumah Jawa dengan dua pintunya terkunci rapat dan masing-masing sisinya dijaga oleh seorang raksasa bersenjata gada. Dua pintu yang terkunci rapat dalam lukisan itu melambangkan kedamaian batin yang tersembunyi di belakang kedua pintu itu (Triyoga. yang berarti menampakkan diri. Ini melambangkan hukuman bagi orang yang berbuat salah satu jahat. pohon-pohon dan bunga-bungaan. 1973: 32). Menurut Mircea Eliade manusia agama menjadi semakin yakin akan adanya Yang Suci. Kesemuanya itu melambangkan pohon kehidupan duniawi yang diciptakan Tuhan. Penampakan yang suci ini dapat terjadi kapan saja. mulai terdapat kepercayaan bahwa roh orang mati bertempat tinggal di atas dunia atau di gunung. Dimulai jaman prasejarah itu pulalah. burung-burung beterbangan dan segala jenis hewan lainnya. Hierofani secara etimologis berasal dari hieros berasal dari kata phainomai.

bukan berasal dari dunia.siang. yang mempunyai makna tersendiri. semua tempat tersebut tetap merupakan suatu hal yang istimewa. melainkan terbatas pada benda atau makhluk yang menjadi alat hierofani itu. Dalam peristiwa ini manusia bertemu dengan Yang sama sekali lain. sore. malam atau pagi hari. binatang. Dalam peristiwa hierofani ini sesuatu yang bukan bagian dunia. Dan lewat apa saja. Ada tempat-tempat istimewa yang secara kualitatif berbeda dengan yang lain. manusia. misalnya saja tempat-tempat tertentu di daerah asing yang dia kunjungi untuk pertama kalinya. dan sebagainya. sungai. hutan. Peristiwa-peristiwa hierofani diperingati setiap kali. agar supaya penampakan suci itu bisa dialami lagi dan manusia dapat ikut mengambil bagian dalam Yang Suci yang sudi menampakkan diri itu. gunung. Bahkan eksistensi yang sudah sangat di desakralisasikan sekalipun masih mengandung unsur-unsur religius. tumbuhtumbuhan. Bahkan bagi manusia yang dianggap sangat tidak religius sekalipun. Di situ ia mengalami suatu realitas yang lain dari kenyataan yang biasanya dijumpai dalam hidupnya sehari-hari. Manusia tidak pernah berhasil secara penuh untuk memisahkan dirinya sama sekali dari sikap religius. Pengalaman manusia modern mengenai ruang profan tetap memiliki nilai kekhususan yang homogen begitu saja seperti halnya religius mengenai ruang kudus. Berbicara masalah kenyataan. merupakan tempat suci kehidupan pribadinya. tampak pada benda-benda dan makhluk-makhluk yang menjadi bagian dari dunia. 82 . pengalaman profan melampaui suatu ritual tak pernah ada dalam keadaan yang murni. tempat di bumi seperti gua. Dengan menampakkan diri itu Yang Suci menjadi tidak absolut lagi.

Antara Yang Sakral dan yang profan secara kongkrit tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. tanda persatuan laki-laki dan perempuan. Mitos tentang dunia ini benar. Kyai Sapu Jagad Mitos tentang letusan Gunung Merapi diyakini berasal dari dua sumber kekuatan manusia yaitu Nyai Roro Kidul (sebagai wanita) penguasa dan penjaga Laut Selatan dan Kyai Sapu Jagad sebagai penguasa Gunung Merapi (sebagai laki-laki). karena yang membedakan antara Yang Sakral dari yang profan. Dengan demikian kesakralan terwujud dari sikap dan perasaan manusia dari sikap mental yang dilandasi oleh perasaan. bukan terletak pada wujud kongkrit benda. karena kepercayaan kepada hal-hal itu membuktikan kebenaran dan keberadaannya. 2002: 70). Orang Jawa dalam mengungkapkan tentang suatu kepercayaan juga selalu hari-hari baik. Contohnya orang Jawa mengenal adanya perputaran musim yaitu 83 . tetapi pada sikap dan perasaan manusia yang meyakini keprofanan suatu benda karena dari satu benda dapat terbentuk dua sikap dan perasaan yang berbeda. Kemudian peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan sebagai keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. karena moralitas di alam membuktikannya (Minsarwati. itu mempunyai nilai sakral bagi umat Kristiani.Lawan Yang Sakral adalah yang profan. Keduanya adalah sama. C. Mitos ini benar karna keberadaan alam semesta membuktikan keberadaannya. Mitos tentang dewa-dewa dan makhlukmakhluk-makhluk Ilahi itu benar. Sebagai contoh salib di atas altar. tetapi tidak bagi umat yang lain.

Sabtu dan Minggu.waktu selama lima hari yang disebut pasaran yaitu: Legi. Kamis. Kliwon. yang disediakan dari mitos dan ritua adat. Barat. Sistem yang dipergunakan dalam pasaran atau disebut pula Pancakara. bagian Barat adalah Khayangan Dlepih yang dihuni oleh Sang Hyang Pramoni. Jum'at. Orang Jawa yang tinggal di lereng Gunung Merapi agaknya tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka dengan bahasa teknis yang lugas seperti istilah fertilitas tanah kaitannya dengan abu vulkanik letusan Gunung Merapi. berhubungan dengan Mitologi Hindu yang mengatakan bahwa Batara Guru sewaktu memerintah dunia untuk pertama kalinya telah membagi dunia menjadi lima bagian yaitu: Timur. dan letak Keraton Mataram yang berada di tengah-tengah. Pon. Keberadaan itu terlihat dengan jelas pada kedudukan letak mitis geografi kerajaan Mataram. bagian Timur Gunung Lawu yang dihuni oleh Kanjeng Sunan Lawu. Wage. Selasa. Akan tetapi secara masuk akal mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan fertilitas itu. karena pada hari-hari itu banyak makhluk halus yang keluar mencari makan atau sesaji yang disediakan manusia. seperti mitos tentang terjadinya letusan Gunung Merapi yang menurut anggapan mereka selalu dihubungkan dengan keberadaan keraton Mataram dan Laut Selatan. Bagi orang Jawa hari Selasan Kliwon dan Jum'at Kliwon dianggap sebagai hari sakral. Letak mitis geografi inilah yang akan digunakan penduduk sekitar lereng Merapi ataupun kalangan orang Jawa terutama yang 84 . yang membagi dunia menjadi lima bagian yaitu bagian Utara ditempati oleh Gunung Merapi yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Kyai Sapu Jagad). bagian Selatan yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Kidul. kemudian perputaran waktu selama tujuh hari yang disebut Saptawaca yaitu : Senin. Utara. Selatan dan Tengah. Rabu. Pahing.

walaupun pasti tidak mudah. Maka Sultan memberikan 85 . Sultan Hadiwijaya membuat strategi yang jitu untuk menghadapinya. Arya Penangsang. Ia percaya bahwa dirinya akan mampu mengalahkan. Kemudian atas nasihat dari para pinisepuh. yakni Keris Kyai Setan Kober.tinggal di Yogyakarta untuk memahami terjadinya mitos-mitos yang berhubungan dengan letusan Gunung Merapi. terkenal memiliki senjata ampuh. karena ia hanya menantu Sultan Trenggana. Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara. Sultan Hadiwijaya harus berhadapan dengan Adipati Jipang. Arya Penangsang. yang selalu menggetarkan dan mempecundangi musuh. tanah Pati dan Mataram. putra Pemanahan. Karena kesuksesan ini merupakan strategi Pemanahan dan Penjawi. maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya tersebut adalah juga kemenangan Pemanahan dan Penjawi. Akhirnya Penangsang dapat dikalahkan oleh Danang Sutawijaya. siapa saja yang dapat mengalahkan Penangsang akan mendapatkan hadiah. putra Sinuwun Sekar Seda Lepen yang tidak rela tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya. Letak Mitis Geografis Keraton Mataram Gunung Merapi Kanjeng Ratu Sekar Kedaton Kyai Sapu Jagad Khayangan. Dlepih Sang Hyang Pramoni KERATON MATARAM Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul Gunung Lawu Kanjeng Sunan Lawu Dalam usahanya untuk menegakkan kekuasaan Pajang.

tekun dan ulet. 1983: 52). raja Pajang. jelas sekali bahwa kedudukan sebagai raja dapat diperoleh oleh orang yang berjuang dengan penuh ketekunan. penuh rintangan dan tantangan. tidak mengenal waktu sehingga ia dapat menduduki tahta kerajaan Pajang. Sultan Pajang mengulur-ulur waktu untuk menyerahkan tanah Mataram (Moedjanto. Alas Mentaok tersebut berada saat ini tepatnya di sekitar Kota Gede. Karena itu. sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju. Pemanahan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. wajarlah bahwa ia merupakan salah satu unsur asal kekuasaan negara (Sunoto. maka Mataram menjadi penggantinya. Setelah Pajang surut dari gelanggang kekuasaan. 1994: 146). Hal ini jika terjadi kelak akan mengancam keutuhan eksistensi Pajang. Jaka Tingkir telah melakukan daya dan upaya. Kerajaan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan dengan membuka Alas Mentaok sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya. Menurut silsilah. Dari apa yang telah diuraikan di atas. Yogyakarta. Penjawi mendapatkan tanah Pati. tidak kenal menyerah.tanah tersebut kepada mereka berdua. diprediksikan Mataram kelak akan menjadi sebuah kekuatan yang besar yang menjadi pusat politik di tanah Jawa. berhubung Sutawijaya itu juga anak angkat Sultan Pajang yang telah berhasil 86 . Namun awalnya Sultan Hadiwijaya nampak ragu untuk menyerahkan tanah Mentaok atau Mataram kepada Pemanahan. Pemanahan adalah putra dari Ki Ageng Enis. Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa hutan Mentaok. cucu Ki Ageng Sela. Apalagi dengan dilegitimasi oleh berbagai ceritera tentang dirinya. Berdasarkan ramalan Sunan Giri.

dikenal ada tiga simbol kekuasaan Jawa yaitu : Gunung 87 . Danyang Loghawe pergi ke Tumapel karena mendapat wangsit atau suara gaib untuk memelihara anak bernama Ken Arok yang nantinya akan menurunkan raja-raja di Jawa. Perjuangan yang hebat ini disyahkan lebih lanjut dengan berbagai ceritera tentang dirinya. Dari ceritera tentang Ken Arok ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu: Ken Arok sebenarnya bukan anak orang biasa tetapi anak Dewa Brahma. Ken Arok sudah hampir tertangkap oleh para pendeta dan rakyat di desa Kabalon. Kemudian Sutawijaya menjadi raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati. kemudian meluncur ke seberang sungai dan bertemu dengan Danyang Lohgawe.mengalahkan Arya Penangsang. Bagi masyarakat Jawa. terdengarlah suara Dewa Brahma di langut yang mencegah mereka. Dengan legitimasi ini berarti tidak mustahillah bila Ken Arok merupakan salah satu asal kekuasaan negara. karena Ken Arok adalah anaknya. Ken Arok telah terkepung oleh tentara Kediri dan tidak ada alternatif lain kecuali haru memanjat pohon enau dan bersembunyi di atasnya. Dalam keadaan yang sangat berbahaya itu ia menerima wangsit atau suara gaib agar segera memotong dahan enau. Contoh tersebut menunjukkan bahwa Ken Arok adalah seorang yang mempunyai kemauan keras. Dewa-dewa bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja di Jawa. yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi dan masyarakat lainnya. Ken Arok mendengarkan dengan cara bersembunyi di tempat sampah. dan dengan segala upaya serta kegigihannya ia dapat mencapai cita-citanya. Namun ia diketahui oleh para prajurit yang kemudian memotong pohon tersebut.

disaksikan oleh pamannya Ki Juru Martani. Di Kali Opak ia melihat ikan "Olor". Alkisah ia sampai ke Laut Selatan. kemudian antara Gunung Merapi dan Laut Selatan disambungkan oleh aliran Kali Opak (Minsarwati. Kanjeng Ratu Kidul 88 . Gunung Merapi melambangkan kekuasaan. Sudah menjadi mitos umum. Dialah penguasa Laut Selatan. Jin Kali Opak Menurut versi mitos lain. Dan pertemuan antara mereka berdua terjadi di desa Wonokromo. D. di tepi Kali Opak. 2002: 14). Senopati mendapat wahyu keraton. Ketiga simbol kekuasaan Jawa ini dihubungkan dengan adanya Kali Opak yang diyakini juru kunci Merapi Mbah Marijan. Penguasa Laut Selatan itu berjanji akan selalu melindungi Senopati turun-temurun.Merapi (api). Di sanalah ia berjumpa dengan seorang wanita cantik jelita. bahwa raja-raja Mataram sejak Senopati mempunyai hubungan khusus dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. Ia mengikuti terus ke mana perginya ikan itu. dan keraton Mataram melambangkan keseimbangan. Keraton Mataram (udara) dan Laut Selatan (air). Kanjeng Ratu Kidul sendiri adalah "Permaisuri Halus" dari Senopati. Indah bentuknya. Laut Selatan melambangkan kerakyatan. Kali Opak juga berperan dalam pertemuan antara Senopati dan Ratu Kidul. dan Senopati menyelam di Kali Opak. Wanita itu jatuh cinta pada Senopati. Mereka berdua berpisah. Kali Opak ini penting bagi kehidupan keraton Mataram dan Kasultanan Yogyakarta sekarang. karena keraton Yogyakarta keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan Segara Kidul (Laut Selatan). Ki Juru Martani ke Gunung Merapi untuk bersemedi. Menjelang pengambilalihan kekuasaan Pajang.

Sesampainya di rumah Sutawijaya pintu sudah tertutup sedang penjaga rumah tidak tahu mana tuannya.yang akhirnya menjadi permaisuri Senopati. Keduanya bertemu dan bersama-sama memasuki kraton laut selatan yang indah. Ia melakukan tapa ngeli artinya masuk di dalam sungai Opak dan terus berenang mengikuti arus air sungai itu. Pada pagi hari ia sudah sampai di Parangtritis dan bertemu dengan Sunan Kalijaga yang memberikan berbagai petunjuk kepadanya tentang cara mengendalikan negara serta bagaimana sikap seorang raja. dan mendapat kesanggupan dari Nyai Roro Kidul untuk membantu sepenuhnya. Pada waktu bulan purnama Ki Juru Martani keluar rumahnya untuk menjenguk puteranya. mengakibatkan angin laut dan gelombang menjadi besar. Kemudian atas anjuran Ki Juru ia meneruskan bertapa di laut selatan. Setelah segala sesuatunya berjalan baik. Ki Juru mengingatkan agar Sutawijaya selalu berprihatin dan bersamaan dengan itu turunlah wahyu di atas puteranya yang sedang tidur (Sunoto. hal itu adalah pertanda terjadi perkawinan antara dewa laki-laki yaitu Kyai Sapu Jagad dengan perempuan Nyai 89 . Tentang mitos terjadinya letusan Gunung Merapi itu menurut kisahnya juga diceritakan bahwa saat letusan berlangsung. Keduanya bersama-sama pergi ke Mataram dan sesampainya di sana karena Sunan Kalijaga melihat bahwa rumah Sutawijaya belum mempunyai pagar. agar tidak meninggalkan kewaspadaan. Dengan bantuan seekor ikan olor. 1983: 75). Sutawijaya lalu pulang ke Mataram. Kanjeng Nyai Roro Kidul tidak ragu-ragu lagi apa yang terjadi dan keluarlah ia dari kratonnya menemui yang sedang bersemadi. ia sampai di tepi laut selatan dan bersemadi di situ. lalu dinasehati agar dilengkapi dengan pagar tersebut.

Riwayat letusan Gunung Merapi juga ada hubungan dengan mitos terjadinya Kali Opak dan gempa bumi. tetapi cukup di kiri kanan desa saja. tetapi bisa ditata. tanda persetubuhan laki-laki dan perempuan. Untuk itu mereka memberikan sesaji kepada kekuatan-kekuatan gaib tersebut agar hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan itu terjalin.Roro Kidul. Konsepsi perbedaan ini juga bermakna kesuburan yang dalam bahasa awam menjadi berkah. tetapi mereka meminta agar jika Nyai Roro Kidul mengutus atau menginginkan sesuatu dari Gunung Merapi (yaitu benih laki-laki) jangan melalui desa mereka. Dalam kepercayaan Jawa. penduduk tidak menolak Nyai Roro Kidul berhubungan dengan Merapi. 1985: 46). sehingga mereka bisa dijauhkan dari bencana Merapi. sedang laut diasosiasikan dengan Yoni simbol dari isteri Siwa yaitu Umo. Oleh karena itu untuk mendapatkan selamat. maka "perkawinan dua kekuatan alam" atau letusan Gunung Merapi juga tidak bisa dicegah dan perlu ditata. Interpretasi ini didasarkan atas pemahaman kejawen. Berdasarkan dari cerita mitos itu maka Mbah Marijan juga menuturkan bahwa terjadinya Kali Opak sampai sekarang 90 . Perpaduan muntahan gunungapi menuju laut melalui Kali Opak melambangkan wiji (sperma) calon raja Senopati. Seperti halnya perkawinan yang seolah-olah tidak bisa dicegah. bahwa gunung yang diasosiasikan dengan lingga yaitu simbol dari Siwa atau Batara Guru. gunung sering dianggap melambangkan kekuatan laki-laki. sedang lautan yang dikuasai Nyai Roro Kidul (dewi) melambangkan perempuan (Laksono. Peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan dengan keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan.

O Pak.masih ada hubungannya dengan jalan untuk menuju ke Laut Selatan dan Gunung Merapi. Dalam mitos tentang terjadinya gempa bumi yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi. 2002: 17). bahwa hal ini ditimbulkan oleh ulah Kyai Antoboga yang menggerakkan ekor atau kepalanya untuk menghilangkan rasa pegal (Minsarwati. Apa yang dicapai bukanlah sekedar pemberian yang datang sendiri tanpa usaha. karena itulah jalan yang dilalui tadi diberi nama Kali Opak. penduduk mempunyai kepercayaan. Berikut ini kita kutipkan tulisan Jayasubrata dalam Serat Babad Tanah Jawi. Antoboga lalu diberi tugas menjaga keseimbangan Gunung Merapi. Sesampainya di atas. ayahnya. ternyata Ki Wanabaya. Di Kali Opak inilah berjalan Kyai Antoboga. namun ia mematuhi nasehat ayahnya agar tidak langsung memusuhi Sultan Pajang. O Pak". berniat mencari ayahnya. 91 . jika ia dapat melingkari Gunung Merapi dalam semalam. seekor naga. Matahari hampir terbit. Tapi tiba-tiba lidah itu dipotong oleh ayahnya. ketika kurang sejari saja jarak antara kepala dan ekornya Antoboga lalu menjulurkan lidahnya. Ceritera di atas menunjukkan bahwa kedudukan sebagai pendiri kerajaan Mataram dicapai olehnya dengan segala liku-liku perjuangan yang cukup berat. tokoh ini bertugas memimpin segenap makhluk halus yang berada di dasar Merapi untuk menjaga keseimbangan berat Gunung Merapi. Dia merayapi Kali Opak. Keberhasilan itu tidak lain adalah akibat jerih payahnya sendiri. baru mau mengakui Antoboga sebagai anak. dan sepanjang jalan merayap sambil berteriak "O Pak. Dan jadilah dari lidah itu pusaka Kyai Baru Klinting. Meskipun ia sudah diberi tahu bahwa kelak akan menjadi raja. Merapi bisa sewaktu-waktu goyah (terjadi gempa bumi).

mring ramanireki. wit sira duwe negara. kadang-kadang berupa satriya dan puteri. angungkuli putra pribadi. nanging sira kinempit sangkaning alit. harus diartikan bahwa kekuasaan tersebut antara lain berasal dari dirinya yang berpribadi luhur. Wahyu kraton atau pulung datang kepada manusia dalam situasi yang berbeda-beda. dudu kang yoga ing sira. apan sira winuruk agama. kang dhingin mungsuh guru. Lawan dadi gurunira kaki. Sebaliknya seorang raja yang kehilangan wahyu kraton berarti akan turun dari tahta. ing Mataram tan liya saking sang ngaji. kapindhone amungsuh gusti. Seseorang yang telah mendapat wahyu kraton atau pulung dengan sendirinya dapat mengatasi segala rintangan yang dihadapi. kaping tri mungsuh bapak. lamun sira mungsuh Sultan Pajang. tri prakara kainane. tata sarengat rampung. Misalnya ada yang baru lahir sudah mendapat pulung."Iya kulup rasane tyas mami. ada pula pulung baru datang setelah yang bersangkutan melakukan tapa brata dan perjuangan 92 . paran wewalesira. timur kongsi akil balig. lah mara rasakena" Karena itu setelah menjadi raja dan memegang seluruh kekuasaan negara. iya nadyan iku. sebab pasti akan gagal. kongsi prapteng diwasa. Wahyu kraton atau pulung dilukiskan dengan berbagai bentuk antara lain berupa sinar atau cahaya yang terang benderang dan kebiru-biruan. Karena itu barang siapa telah mendapat wahyu kraton atau pulung tidak dapat diganggu gugat.

Di dalam Serat Pararaton tulisan Padmapuspita (1966: 12) antara lain disebutkan: "Selanjutnya ada seorang pencuri bernama Lembong. Ken Endok mendengar bahwa Lembong memungut seorang anak. Dunia Pedanyangan 93 .hebat. diaku anak oleh Lembong. mendengar anak menangis. Peristiwa ini dialami oleh Ken Arok. Pada waktu itu ada seorang pencuri bernama Lembong tersesat memasuki makam tersebut dan melihat ada benda menyala. Peristiwa tentang bayi lahir dan mengandung cahaya. E. melihat benda bernyala. sungguhlah itu anaknya sendiri". yang didapatinya di kuburan kanak-kanak. ia lalu membuangnya ke tempat pemakaman anak-anak. setelah didekati oleh Lembong itu nyatalah yang menyala itu anak yang menangis tadi. Berikut ini akan disajikan beberapa contohnya. Setelah didekati ternyata yang menyala itu ialah seorang anak bayi laki-laki. yang olehnya diambil dan dibawa pulang dan dipelihara sebagai anak sendiri. Bayi ini kelak kalau sudah dewasa akan mempunyai kekuasaan atau setidak-tidaknya mempunyai keturunan yang mempunyai kekuasaan kenegaraan. Setelah Ken Endok melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. tampak bernyala pada waktu malam hari. teman Lembonglah yang memberitakan itu dengan menyebut-nyebut anak. tersesat di kuburan anak-anak itu. Lalu Ken Endok datang kepadanya. didatangi oleh Lembong. diambil dan dibawa pulang.

sebaliknya yang membimbing agar raja berlaku bijaksana. kemungkinan terjadinya sifat totaliteristik masih dapat dicegah. Hal ini menyangkut pada ajaran "Manunggaling Kawula Gusti" yang merupakan tindak 94 . maka unsur ketuhanan ini lalu ikut berperanan dalam kehidupan masyarakat. maka akan diperoleh makna kosmologis tentang bagaimana hubungan dari sudut keseluruhan dan dari sudut unsur-unsurnya.Mengingat latar belakang terjadinya raja-raja sebagaimana telah kita uraikan. Di samping itu karena raja telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. dan tujuan alam semesta.Keraton Yogyakarta (udara) – Laut Selatan (air). Bila hubungan antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan dihubungkan dengan persoalan kosmologis yang meliputi tertib dunia. Kesemuanya ini bisa dijawab melalui suatu bentuk fisik dari Gunung merapi (api) . Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka dapat menjadi raja di samping sebagai hasil jerih payahnya sendiri. terutama bagi raja-raja yang bercikal bakal membangun negara. tetapi justru berhubungan secara luas dengan masyarakat. Jelaslah bahwa Raja bukanlah manusia yang lepas dari masyarakat. tetapi juga karena dukungan rakyat dan karunia Tuhan. tetapi sekaligus juga mengerem agar tidak berbuat sekehendaknya sendiri (Sunoto. Oleh karena itu unsur asal kekuasaan dari Raja bukanlah satu-satunya. Unsur lain itulah yang mendorong agar perbuatan raja juga memperhatikan kepentingan rakyat banyak. asal mula alam semesta. tempat di mana ia berkiprah. 1983: 37). Unsur inilah yang mencegah atau membatasi raja untuk tidak berlaku totaliter. Kecuali itu ada unsur-unsur lain yang akan dibicarakan lebih lanjut. Raja mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat.

sengguh ora mingguh mempersatukan. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti mengandung pengertian hubungan horizontal antara sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta. Gunung Merapi adalah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam iman dan takwa kepada Allah yang satu. berkesan kokoh. sebagaimana gunung berapi lainnya. kuat. mempersatukan dengan kekuasaan ngrengkuh. namun dapat menimbulkan malapetaka tak terhingga bila tidak terkendali. keterbelakangan. 95 . sebagai simbolisasi dari Sang Pemimpin yang bergelar Ngarso-Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamangku Buwono Ing Ngalogo Ngabdulrakhman Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ingkang Jumeneng Ing Ngayogyakarta Hadiningrat. dan kemiskinan serta pengendalian nafsu duniawi.lanjut pemahaman Sangkan Paraning Dumadi. dan menjauhkan larangan-Nya. mengandung arti Pemimpin yang senantiasa di depan sebagai teladan. mengutamakan dan melindungi rakyatnya (makna Hamengku. karena sebagai Panglima Perang harus mampu menghalau musuh manusia yang berwujud kebodohan. Gunung Merapi. merupakan kekuasaan besar masyarakat melawan kebodohan. Oleh karena itu lebih condong pada wujud masyarakat (makrokosmos) yang digambarkan dengan hubungan simbolik antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan. Keraton Yogyakarta. dalam kapasitas dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa tunduk akan perintah Allah. Hamangku. sejuk bila berada di sekitarnya. Hamengkoni). keterbelakangan dan kemiskinan akibat ulah nafsu duniawi. mempunyai bentuk kerucut menyatu ke atas. Demi terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir dan batin.

yang dalamnya tidak teratur. menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utama. ibarat kehidupan masyarakat yang keras. diiringi angin yang kencang. yaitu antara Gunung Merapi sebagai kekuatan api dan Laut Selatan sebagai kekuatan air. mendorong menuju tujuan serta mewujudkan kesejahteraan dengan keteguhan keyakinan hanya karena Allah semata. 96 . brutal namun juga lembut. dan dilindungi oleh Sang Pemimpin. mengandung kekayaan alam tak terhingga. sejuk. diyakini. dan aspirasi yang harus diserap. Jika kita baca sepintas lalu saja seolah-olah hanya merupakan ceritera atau dongeng belaka tidak ada bedanya dengan ceritera atau dongeng yang lain. Laut Selatan. itulah makna Kanjeng Ratu Kidul sebagai personifikasi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat. diutamakan. Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan di atas. yaitu berupa Keraton sebagai unsur udara. lembut dan nyaman diiringi angin yang sepoi basah. Berdasarkan pada uraian tentang tiga makna simbol dari Gunung Merapi. namun kadang pelan. deburan ombak yang kadang deras. dipahami. dinamika. diperjuangkan. keras dan besar. damai. Perlu kita sadari bahwa contoh-contoh yang telah kita uraikan sebenarnya merupakan sejarah. diolah. apresiasi. tenteram. penuh dengan kreasi.Pemimpin di tengah rakyatnya. yaitu terjadinya "dua kekuatan alam". dapat disimpulkan tentang makna kosmologi yang ada pada mitos letusan Gunung Merapi. hanya bentuk penyampaiannya yang perlu kita pelajari secara saksama. Hasil perpaduan dua kekuatan alam ini berupa calon raja Senopati yang berada di Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu Sang Pemimpin harus manjing ajur ajer dengan yang dipimpin.

kaleres naksederek kaliyan Ingkang Sinuwun Sultan Agung. dipun lawan Ingkang Sinuwun Sultan Agung piyambak. 1983: 14). Ken Arok mendengarkan Dewa yang sedang berapat. Namung gugur kenging Kyai Tumbak Kyai Pleret. Ceritera-ceritera itu merupakan legitimasi terhadap diri orang yang bersangkutan. peputra Tumenggung Aria Mataun. putrinipun Ki Ageng Penjawi ing Pathi. kemudian secara kuantitatif kita melakukan abstraksi. awit mangertos manawi Adipati Pragola pancen sekti. peputra Adipati Pragola ing Jambean. Putra Dalem nomer 3 Adipati Puger ing Demak.Lebih-lebih jika kita perhatikan isinya. Patih ing Jipang. Peputra : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati ing Mataram. Paku yang waktu lahir dimasukkan di dalam kendhaga. Ingkang jumeneng narpati. Sumare wonten Makam Pragola ing kota Solo. Jaka Tingkir yang berperang melawan buaya. Saben dinten malem Jumah pasareanipun Adipati Pragola wonten rah teles 97 . R. agar syah dalam melakukan tugasnya dan berwibawa serta berkharisma (Sunoto. terhadap simbol-simbol itu. seolah-olah banyak yang tidak masuk akal. Misalnya raja Dhandhang Gendhis yang dikalahkan Ken Arok lalu naik ke langit dengan istananya. Sutawijaya dengan Nyai Roro Kidul. Kita harus dapat melakukan analisa secara kualitatif. Timbul pertanyaan di dalam diri kita bagaimana hal-hal semacam itu terjadi. mengsah perang kaliyan Mataram. Sutawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga dan lain-lain. Nagari Pajang lajeng pindhah dateng Mataram. Risang Sutawijaya ajejuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati Ngalaga ing Nagari Mataram. bagaimana mengartikan simbol itu dengan sebaik-baiknya. Adipati Pragola ing Pathi. Prameswari dalem angka setunggal Kanjeng Ratu Mas.

Sutawijaya tahun 1584 memindah pusat kerajaan menuju Mataram. Pribadinya sebagai personifikasi tahapan pemahaman tertinggi. Namung bibar perang Jepang sapriki sampun boten wonten. Ingkang nurunaken nata. putra nomer 12. Setelah berhasil menggeser kekuasaan Pajang. Retno Dumilah peputra Pangeran Hario Balitar. artinya membidikkan anakpanah. Dalam bidang budaya Panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatahan gempuran (Haryanto. pusat-lingkaran. yaitu manggalih artinya mengenai soal-soal esensial.R. peputra Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura (Bratadiningrat. Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun P. 1988: 204). pasca manah.B. Pancen pasareanipun ngajrih-ajrihi. peputra Kanjeng Ratu Paku Buwana I. 1990: 58).I. Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa. yang dikenal sebagai jangka. Itulah makna jangka jangkah jangkaning jaman (Damardjati.ateges inggal. 98 . putra K. mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan. Panembahan Juminah. 1993: 27). peputra Tumenggung Balitar.

sunat. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun.selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. selapanan. Keluarga Jawa mengerlal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban. Bagi sebagian penduduk Jawa. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. pitonan. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan. Clifford Geertz (1969: 126) antara lain menulis tentang selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa.. perkawinan. slametan masih tetap menarik. babaran. atau tedhak siten. kematian. sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamat dalam melakukan pekerjaan. selamat. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya.BAB V PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : 99 .dalam perjalanan. sepasaran.

Di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir (kelapa muda) gadhing. indah. Selama bulan ketujuh mengandung. dan campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan. Dalam hal rujak ia menulis : bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas. ia akan mempunyai anak lelaki. dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih.terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan. Nasi putih melambangkan air dari ibu. cabai penyedap dan gula. Dalam hal nasi. Rujak juga mengandung arti harapan. Putih melukiskan pemuas ibu. tetapi jika rujak rasanya hambar baginya. Meskipun tidak disebutkan secara terinci. Koentjaraningrat (1967: 42) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak. nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan. suci. Kecuali rujak. diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau 100 . nasi merah dan bubur. mungil. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik. merah dan gabungan keduanya. putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam . calon ibu memperoleh berbagai. bersih lahir batinnya. tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu.macam buah-buahan. merah air bagi ayah. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu. Clifford Geertz menulis bahwa ada tiga macam yaitu putih mulus.

Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. Semua. 101 . Tradisi Kenduri 1. ditaruh sajen. Upacara sepasaran Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih. Seperti layaknya selamatan pada umumnya. B. Di dekat ibu ditaruh sebuah keris. Di sudut rumah. untuk mengusir roh jahat. 2.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). sebatang tanaman. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buah-buahan. Upacara brokohan Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan.mitoni. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan.

atau buah .Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan Koentjaraningrat (1967: 47) menulis bahwa ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. cermin (aktor. Upacara perkawinan Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. 3. 4. pisau (prajurit-berani). Upacara Tedhak Siten Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. uang (pedagang kaya). Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. Misalnya janur kuning. pepaya. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. suka bersolek). demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang 102 .buahan yang terdapat di daerah tersebut. buah kelapa dan bermacam-macam buahbuahan antara lain : rambutan. pensil. Kepada bayi dihidangkan sebuah baki yang di atasnya telah diletakkan sejumlah barang lambang yang menunjukkan pekerjaan atau ciri khas watak : pensil (juru tulis-pandai). kaca dan pisau. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. Dalam upacara panggih digunakan pula kembarmayang sebagai salah satu alat upacara. jambu. beras. Pekerjaan dan watak bayi kelak kemudian diramal berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki. beras/nasi (petani-rajin).

Demi Ketentraman Jiwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua.sirih. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang.itu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Untuk menghindari bahaya 103 . Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terbit atau terbenamnya matahari. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Anak pancuran kapit sen .dhang ya. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah: Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. C.

pendirian sebuah rumah baru.tersebut. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. D. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah. 104 . Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah rasional dan yang serba kasat mata. dan sebagainya. Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapat ridha dari Tuhan. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang. Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Biasanya untuk hajatan keberangkatan naik haji ke tanah suci. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk ahli keluarga yang menyelenggarakan. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Dengan menyelenggarakan upacara ini.

Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam suasana terjepit. Undangan biasanya terdiri dari kerabat. Ada bahkan yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan atau kecelakaan. Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu sehingga terbangun suasana suka dan meriah.Acara kenduren bersifat personal. terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan sukses-sukses lain yang perlu dan pantas ditiru. yaitu yang berkaitan dengan problem dum-duman 'pembagian' terhadap kenikmatan. Hidangan sedekah kenduren menunya lebih bebas. sisa hasil usaha dan keuntungan perusahaan. Yang dimaksud dengan kenduren adalah upacara sedekah makanan karena seseorang telah memperoleh anugrah atau kesuksesan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut. Maksudnya supaya terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang tidak adil. Upacara bancakan sering digunakan dalam acara bagi waris. Dalam hal ini kenduren mirip dengan cara tasyakuran. dan kekayaan. ingin saling jegal dan cenderung menang sendiri. kawan sejawat. Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur. lulus ujian. kekuasaan.Kegiatan slametan menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. sambil membicarakan tauladan yang bisa ditiru misalnya kenaikan pangkat. dan tetangga. 105 . Suasananya santai. Mereka berkumpul untuk berbagi suka. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya sehingga solidaritas anggota terjaga. Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan karena orang cepat lupa diri.

dan sebagainya. Sugeng Hartono. "Sugeng rawuhipun. Selamat Lahir Batin Secara umum kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan. pemberian nama anak." Dan pihak yang disapa akan menjawab singkat. yang berarti selamat datang yang ditujukan kepada para tamu.Kata slamet di tengah-tengah pergaulan orang Jawa sangat populer. Untuk sapaan hangat dan hormat. "Injih. Sugeng Pamungkas. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. Kata sugeng itu merupakan bentuk krama dari akad slamet sehingga terkesan lebih halus. Slamet Raharja." Kata sugeng memang dapat menciptakan suasana hangat. "Piye kabare? Rak pada slamet ta?" E. kata sugeng digunakan demikian. Misalnya Slamet Sutrisno. Begitu populernya sehingga banyak orang Jawa memberi nama anaknya dengan kata slamet. Apabila ada sebuah resepsi pada keluarga Jawa. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup. Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia baik di dunia apalagi di akhirat. Pak. hormat dan hikmat. menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara. Widada juga mengandung makna selamat. Hanya saja kata widada digunakan dalam suasana yang formal keistanaan serta lebih estetis dan puitis 106 . Kata sugeng untuk memberi nama orang misalnya Sugeng Santosa. Slamet Riyadi. pengestunipun. dan lain-lain. dengan mudah di sana ditemukan jajaran kata "Sugeng Rawuh".

widada. slamet. percakapan resmi dalam istana serta upacara. raharja. basuki di Jawa juga sangat banyak.(bahasa Kawi). Wanita ayu adalah wanita yang bisa menghadirkan suasana keselamatan. mugi kalis ing sambikala. makna harapan akan keselamatan. Artinya adalah cita-cita untuk memperoleh kesejahteraan pasti memerlukan biaya. Ayu-hayu-rahayu adalah kondisi yang memungkinkan bagi terwujudnya keselamatan. senantiasa terdengar ungkapan: mugi rahayu ingkang sami pinanggih. rahayu. misalnya Jatmika Widada. lestari. Setiap kali MC bahasa Jawa mau mengakhiri pembicaraan. kata widada tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. kesejukan dan kedamaian. Misalnya puji memuji: manggiha basuki. Untuk kata keseharian orang lebih biasa dengan istilah slamet yang merupakan tataran bahasa ngoko. Rahayu di sini juga mengandung makna doa selamat. Demikian juga kata hayu-dirgahayu Nama anak semuanya mengandung yang menggunakan istilah 107 . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur menggunakan semboyan "Jer Basuki Mawa Beya". Basuki. Budi Widada. Artinya semoga selalu bertemu dalam keselamatan. yuwana. semangat dan kemauan. Jaka Widada. Semuanya bermaksud agar anaknya mendapatkan keselamatan dan kewibawaan. sugeng. Kata widada yang bernilai estetis dan puitis lantas digunakan untuk memberi nama anak laki-laki. Artinya saling mendoakan agar mendapat keselamatan terbebas dari segala gangguan. dan sebagainya. Endar Widada. Biaya di sini bisa berarti tenaga. Selain untuk nama orang. Di samping menunjuk pada soal kesejahteraan. kata basuki juga mengandung makna keselamatan.

keindahan dan F. "Pangestunipun. sehingga kehadirannya membawa kedamaian. mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam kehidupannya diberikan keselamatan dan kesejahteraan. "Kepripun Mas kabaripun?" Maka akan dijawab. Di atas 108 . Dengan wilujengan atau selamatan itu. dhawah wilujeng. Harapannya agar si anak mendapat kecantikan fisik dan kecantikan batin. Misalnya Nanik Rahayu. terbebas dari malapetaka. masyarakat Jawa terdiri atas manusia-manusia yang mempunyai hubungan dan saling butuh-membutuhkan satu sama lain. tentrem. Lagu ini memberi suasana damai. Prapti Rahayu dan Sulistya Rahayu. Salah satu gendhing yang terkenal dalam kerawitan yaitu gendhing ladrang wilujeng. yang sejajar maknanya dengan slametan. dan tenang. Untuk anak putri sering diberi nama rahayu. terhindar dari hal-hal yang menjebak mereka sehingga gagal meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat." Secara umum kata wilujeng bermakna selamat juga. Hanya saja kata ini jarang digunakan untuk memberi nama anak. Wilujengan berarti selamatan. Keluarga merupakan masyarakat yang paling kecil.adalah ungkapan yang menghendaki datangnya keselamatan. Hubungan Antar Warga Sama halnya dengan struktur keluarga. Sulastri Rahayu. Ladrang wilujeng ini cocok untuk mengisi suasana santai namun agung dan hikmat. ayem. Kata wilujeng juga dapat digunakan untuk sapaan hangat bernada halus.

keluarga tidak ada struktur dalam bentuk clan seperti di Minangkabau atau marga di Batak. Meskipun demikian hubungan kekeluargaan masih erat bahkan ada bentuk trah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat (Jawa, trah), misalnya pernyataan atau ucapan : kerabat Mangkunegaran, trah Somadiharjan, dheweke iku isih kerabate dhewe (dia masih kerabat sendiri). Dasar hubungan ini adalah pertalian darah atau keturunan. Dalam struktur ini pada umumnya tidak ada hubungan hak dan wajib yang berbentuk material-fisik, misalnya mengenai harta pusaka, demikian pula tidak ada struktur berupa hirarki kekuasaan dengan segala aturan dan sangsi-sangsi. Di lingkungan kerabat tertentu hirarki itu ada, karena secara historik, tradisi itu memang sudah berlaku. Hubungan dalam struktur kekerabatan lebih bercorak kejiwaan, berdasarkan kekeluargaan dan berasaskan moral. Struktur yang nampak jelas adalah dalam bentuk dukuh, desa, kecamatan atau RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah) dan seterusnya. Di dalam struktur ini kumpulan ke luarga lalu terikat dalam RT atau dukuh, kemudian dalam RW atau desa dan selanjutnya. Hubungan mereka tidak didasarkan atas keturunan atau hubungan darah, tetapi atas daerah tempat tinggal mereka. Di dalam struktur ini berlakulah berbagai aturan, sangsi hukum, hak dan wajib. Dengan demikian jelas masyarakat Jawa pada hakekatnya belum melepaskan diri dari struktur yang berdasarkan hubungan darah, tetapi tidak menjadikannya sebagai pola dasar kehidupan mereka. Karena itu sepintas lalu nampaknya mengambang, sebab memang tidak bertumpu sepenuhnya pada dasar

109

hubungan darah. Meskipun demikian struktur tersebut masih nampak jelas lebihlebih di lingkungan tertentu. Di samping itu terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan yang berdasarkan agama, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga dan lain-lain. Bahkan kita dapati pula kelompok profesi misalnya masyarakat petani, nelayan, pedagang. Dalam struktur kekerabatan ini kerukunan dan keguyuban merupakan sendi dasar dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu kekerabatan merupakan jenis masyarakat paguyuban. Di dalam struktur masyarakat Jawa seseorang pasti menjadi warga keluarga dan kampung atau desa atau RW (Rukun Warga)nya, serta dengan sendirinya menjadi warga kerabatnya. Menurut hemat kita ikatan keluarga dalam masyarakat Jawa yang dwitunggal menunjukkan bahwa masih ada pola yang jelas. Mereka masih mengenal saudara-saudaranya yang tunggal nenek bahkan tunggal buyut. Hubungan mereka dapat tampak erat, terbukti jika ada kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya perkawinan, hari raya Idul Fitri. Mereka masih memerlukan berkumpul pada waktu itu untuk membina persaudaraan agar tali hubungan tidak terputus. Mereka masih saling bantu-membantu, meskipun tidak terorganisir dengan baik. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin berkembang ini, ternyata struktur keluarga dan kekerabatan masih bertahan menurut caranya sendiri. Sistem kekerabatan, karena dasar hubungannya adalah kekeluargaan, maka tidak selalu terikat oleh tempat tertentu. Artinya anggota-anggotanya dapat tersebar menempati ruang yang berjauhan satu sama lain. Mereka berkumpul hanya pada waktu-waktu tertentu jika kebetulan ada keperluan yang penting.

110

Masyarakat Jawa telah mempunyai sejarahnya yang cukup panjang. Dalam perjalanan sejarah tersebut berbagai pengaruh baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar serta lingkungan telah banyak terjadi. Karena masyarakat juga mengalami perkembangan baik mengenai jum1ah anggotanya, maupun kebutuhan anggotanya maka mau tidak mau dari dalam diri mereka sendiri timbul tuntutan sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Mereka sendiri harus mampu memberi jawaban dan memenuhi kebutuhan tersebut agar tetap hidup. Di samping itu masyarakatjuga mendapat rangsangan dan tantangan dari luar dirinya baik dari alam lingkungannya maupun dari masyarakat luar. Mereka harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tersebut jika ingin tetap hidup dan berkembang. Jika diteliti dengan seksama maka struktur masyarakat Jawa merupakan kesatuan yang harmonik. Anggota-anggotanya berhubungan secara harmonik. Sebagai kelompok merupakan sistem yang harmonik dengan kelompok lain dan alam sekitarnya, demikian pula harmonik dengan Tuhannya sebagai sangkan paraning dumadi. Pada dasarnya masyarakat Jawa mempercayai bahwa apa yang gumelar di jagad raya ini asalnya dari Tuhan dan karena itu akan kembali kepada asal tersebut. Karena pendirian yang demikian inilah masyarakat Jawa mudah menerima pandangan hidup yang selaras dengan-Nya termasuk agama-agama. Di dalam kegiatan hidup, mereka bahkan tidak dapat terlepas dari pengaruh ini. Nilai-nilai ketuhanan tampak di dalam bermacam-macam kegiatan berupa upacara-upacara baik keagamaan maupun adat. Selamatan selalu dimulai atau ditutup dengan doa.

111

Alam sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Jawa. Pulau Jawa dikelilingi oleh lautan, terdiri atas pegunungan dan daratan. Karena itu mata pencaharian mereka ialah pertanian, perdagangan, penangkapan ikan dan industri kecil. Yang paling besar ialah hidup dari bercocok tanam. Karena setiap hari mereka bergumul dengan alam yang demikian itu, maka pengaruh daratan, lautan dan pegunungan terhadap kehidupan masyarakat Jawa cukup kuat. Sebagai petani lalu diwarnai filsafat baik pertanian maupun gunung. Demikian pula masyarakat Jawa yang hidup di pantailalu diwarnai filsafat laut. Di samping itu agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan yang cukup berat, maka mereka lalu berusaha mencari kasekten (kesaktian). Barang siapa sakti akan dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kasekten merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa.

112

gunung. sebaliknya betapa agungnya kekuasaan Tuhan yang pengejawantahannya dapat dilihat di mana-mana. Sinkretik karena filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri yang luwes. Dengan kasekten itu ia mempunyai wibawa dalam memimpin masyarakat. Pluralistik karena mempunyai lebih dari satu ciri yaitu pertanian. Kasekten mempunyai peranan penting dalam tata kehidupan masyarakat Jawa. Pemikiran Kefilsafatan Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitar. sebagai sangkan paraning dumadi atau asal dan tujuan segala yang ada. Filsafat tani dan laut serta gunung sebagai bukti keterbatasan kemampuan manusia. pegunungan dan lautan. laut dan kasekten.BAB VI UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Ini tidak berarti bertentangan dengan pandangan mereka yaitu bahwa segala sesua. antara lain memiliki kasekten. Berdasarkan atas uraian tersebut di atas filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri monopluralistik sinkretik. Alam Indonesia berupa tanah pertanian.tu berasal dari Tuhan. Seorang pemimpin harus memenuhi berbagai syarat. Monopluralistik karena segala ciri tersebut tidak dapat 113 . dapat menerima berbagai ciri tanpa menimbulkan goncangan. gunung. Kecuali itu hal yang sangat menonjol di dalam filsafat masyarakat Jawa ialah soal kasekten. laut dan kasekten. Hal ini nampak antara lain pada pimpinan masyarakat. maka filsafat masyarakat Jawa juga mencerminkan filsafat tani.

brokohan. buah kelapa. akan tetapi merupakan kesatuan yang bulat. buah-buahan dan daun-daunan. 114 . memelihara tanaman dan memetik hasilnya. tebu. Bentuknya nampak pada waktu mulai menanam. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang cukup berbagai usaha dilakukan baik di bidang pertanian maupun perdagangan. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dapat memberi corak kefilsafatan Jawa. Di antara berbagai kebiasaan itu adalah sebagai berikut : Dalam bidang pertanian masih ada kebiasaan yang seka. sepasaran.ang ini tetap dijalankan. tedhak siten dan perkawinan. Misalnya waktu pabrik akan mulai menggiling tebu diadakan keramaian yang dikenal degan nama b u k a k g i l i n g artinya mulai menggiling tebu. selapanan. Dalam pada itu diadakan pula upacara selamatan dengan maksud agar hasil giling akan sukses dan tidak terjadi suau apapun selama musim giling tersebut. digunakanlah berbagai jenis hasil pertanian antara lain daun kelapa muda. Demikian pula pada waktu mereka memperdagangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan. Usaha-usaha tersebut kadangkadang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat adi-kodrati misalnya kepercayaan adanya kekuatan adikodrati yang dapat membantu mereka.dipisahkan satu sama lain. Di dalam upacara tersebut salah satu sarana kelengkapannya ialah hasil-hasil pertanian. Puncak dari padanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Di bagian atas sudah disinggung berbagai upacara yang bertujuan agar orang yang menyelenggarakan upacara beserta seluruh keluarganya memperoleh selamat. Mereka mengadakan upacara dan membaca doa demi suksesnya hasil karya mereka. Upacara-upacara tersebut ialah: tingkeb. Lebih-lebih di dalam upacara perkawinan. padi.

Dengan adanya upacara itu terbukti bahwa hasil kerja suatu pabrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi saja. Dalam upacara tersebut hasil-hasil pertanian misalnya talas. Oleh karena itu paca. ganyong dipakai sebagai bahan selamatan. ubi. Pada waktu menjelang mengetam padi diadakan upacara bernama wiwit artinya mulai mengetam padi. Tradisi Garebeg Sekaten Tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta yang biasa meyaksikan keramaian yang mengandung nilai religius khuusnya nilai yang terkandung di dalam agama Islam setiap setahun sekali yaitu pada bulan Maulud. garut. Karena itu upacara tersebut juga dinaman Garebeg Besar. akan tetapi juga di pabrik-pabrik lain meskipun dengan cara yang berbeda-beda. pisang. Di samping garebeg Mulud masih ada garebeg lain yang diadakan pada bulan Sawal dan Besar. Yaitu upacara selmatan atau hajad Dalem berupa tumpeng yang besar atau inungan yang dibawa dari kraton ke mesjid besar pada aktu dan hari-yang telah ditetapkan. Ketiga macam upacara itu hampir sama bentuknya dan nilai yang terkandung di dalamnya juga sama yaitu nilai agama khususnya agama Islam. akan tetapi juga oleh kekuatan lain di luar itu. Kejadian seperti ini tidak hanya terdapat di pabrik tebu saja.ra ini dinamakan garebeg Maulud. ketela. 115 . Oleh karena diadakan pada bulan Maulud lalu dinamakan garebeq mulud. Pada hari tersebut digarebeg atau diikuti oleh pengiringnya menuju mesjid besar untuk melakukan upacara selamatan bersama-sama dengan para penghulu kraton. pembesar lain dan rakyat pada umumnya. B. ulama.

1989: 36). Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa tidak ada paksaan dalam agama maka penyebaran dan perkembangan 116 . Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan memakai alat berupa gamelan. Dengan cara demikian maka rakyat secara sadar mengetahui tentang agama Islam dan kemudian memeluk agama tersebut dengan senang dan penuh tanggung jawab. Ada yang mengatakan nama tersebut diambil dari kata sekati yaitu nama gamelan yang ditabuh di muka masjid besar selama perayaan sekaten itu berlangsung. Setelah rakyat ber kumpul mendengarkan bunyi gamelan yang indah itu. Dengan demikian agar rakyat dapat dikumpulkan dengan mudah maka cara yang paling baik adalah melalui pertunjukan berupa nyanyian yang diiringi oleh gamelan yang dipukul di muka atau di halaman masjid. dengan penuh kesadaran. (Sunoto.Istilah sekaten mempunyai arti bermacam-macam. Dengan demikian kata Syahadatain lalu menjadi sekaten artinya perayaan atau upacara sebagai pengejawantahan pelaksanaan nilai yang terkandung di dalam agama Islam. adalah pesuruh-Nya. Mereka memahami benar-benar bahwa rakyat pada umumnya gemar akan pertunjukan. gemar akan kesenian. Ada pula yang mengartikan lain yaitu diambil dari kata sahadatain atau dua kalimah sahadat atau pengakuan setiap orang Islam bahwa tidak ada Tuhan lain kecuali Allah dan Nabi Muhammad saw. Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam di Jawa mereka secara bijaksana menggunakan cara yang sangat baik yaitu bagaimana agar agama Islam dapat diterima oleh rakyat dengan baik. terbukalah kesempatan untuk meberi penerangan tentang agama Islam kepada mereka.

Kemudian puncak acara adalah membawa gunungan dari kraton ke mesjid besar. Beberapa hari sebelum gunungan dibawa dari kraton ke mesjid besar telah diadakan berbagai keramaian yang diadakan di alun-alun Utara Yogyakarta. Berikut ini adalah sekelumit contoh tentang Sekaten di Yogyakarta. Upacara sekaten secara resmi telah selesai. Dari seluruh kegiatan dalam rangka sekatenseperti diuraikan di atas nampak dengan jelas bagaimana bentuk filsafat hidup masyarakat Jawa. Pada hari dan jam yang telah ditentukan gamelan nyahi dan kyahi Sekati dibawa dari kraton ke mesjid besar untuk ditabuh selama perayaan tersebut berlangsung. Upacara ini dilakukan dengan penuh kebesaran dan khidmat. Ada dua jenis gunungan yaitu laki-laki dan perempuan. Gunungan sebenarnya adalah sebuah tumpeng yang besar dimaksudkan untuk selamatan atau kendhuri. Sebagaimana disebutkan di atas maka pada puncak acara ini Sri Sultan yang mempunyai hajad dengan diiringkan oleh pembesar kraton dan kerabat pergi dari kraton ke mesjid besar untuk melakukan selamatan bersama para ulama. Beberapa waktu kemudian gamelan yang selama perayaan itu dibunyikan lalu dibawa kembali ke kraton. Demikianlah tradisi ini terus berjalan sampai sekarang dengan penyempurnaan pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan waktu dan jaman. Sekaten penuh diliputi oleh nilai religius khususnya nilai agama yang terkandung di 117 . Yang mempunyai hajad adalah raja.agama Islam di Jawa berjalan secara tertib dan damai. penghulu dan rakyaL pada umumnya.

jamnya dan siapa yang mengangkat. misalnya waktu membawa gunungan telah ditetapkan harinya. C. Gunungan terdiri atas makanan dan berbagai buah-buahan. pakaian yang bagaimana harus dipakai pada waktu melakukan upacara itu agar semuanya tampak susila dan indah. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada soal pertanian saja tetapi juga mempengaruhi kehidupan 118 . Raja bergaul akrab dengan rakyat dalam melaksanakan kepentingan bersama yaitu berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rahmat dan keselamatan dari-Nya. Hingga pada waktu sekarang ini jika orang akan mengetam padi masih ada yang disertai ucapan tertentu yang dikaitkan dengan Dewi Sri agar hasil padi yang diharapkan akan berlimpah. Lagu-lagu telah dipilih sedemikian rupa agar mempunyai nilai sakral. kepada siapa tumpeng harus dibagikan.Karena itu nilai pertanian ikut pula berperanan di dalam upacara ini.dengan para Pangeran dan Pembesar kraton tedhak ke mesjid besar bersama-sama dengan ulama ddn rakyatmengadakan selamatan. Terlihat dalam hal hubungannya dengan tujuan upacara. Upacara-upacara harus dipenuhi dan dijalankan secara runtut. Upacara sekaten menunjukkan bagaimana hubungan antara raja dengan para ulama dan rakyat pada umumnya. Ini berarti bahwa dalam upacara ini hasil-hasil pertanian digunakan sebagai perlengkapan upacara.dalam Islam. Nilai moral dan keindahan jelas nampak dalam upacara sekaten. Penghormatan pada Dewi Sri Bagi masyarakat Jawa nama Dewi Sri selalu dihubungkan dengan kegiatan di bidang pertanian. Raja'.

Di dalam ruangan ini terdapat berbagai benda misalnya kendhi. Karena Dewi Sri adalah lambang pertanian maka perjalanannya adalah lambang bagaimana pertanian mendapat serangan dari hama dan 119 . senthong kanan dan senthong tengah. Dalem adalah bagian rumah yang ditempati untuk tidur terdiri atas tiga ruangan atau senthong. Akhirnya ia selamat. yaitu senthong kiri.sehari-hari di dalam rumah tangga. bahkan sering disebut bersama dengan adik yang kemudian menjadi suaminya yaitu Sadana. pengidon dan lain-lain. Dari uraian tersebut di atas dapat dibuktikan betapa peranan unsur pertanian. Ruangan ini dihubungkan dengan suatu anggapan sebagai tempat Dewi Sri. Senthong kiri dan kanan ditempati untuk tidur sedangkan senthong tengah dianggap sebagai ruangan yang suci digunakan jika ada upacara-upacara yang suci misalnya perkawinan. tempat sirih. Sebagai peran utama dalam hal ini adalah Dewi Sri. Kemudian ia dikejar-kejar oleh utusan raja dan dilindungi oleh siapa saja yang didatangi olehnya. Ceritera Dewi Sri di dalam wayang: Sebenarnya apa yang diceriterakan mengenai lakon Dewi Sri adalah lambang mengenai pertanian. paringgitan dan dalem. Di dalam ceritera tersebut Dewi Sri dilukiskan sebagai puteri seorang raja yang diusir dari kerajaan karena menolak pinangan seorang raja raksasa. para pengejarnya dihancurkan dan Dewi Sri menjadi isteri adiknya sendiri. Sebagaimana kita ketahui rumah asli orang Jawa terdiri atas tiga bagian yaitu pendhapa.

Setelah upacara caos. Timbullah berbagai bentuk jawaban yang diberikan oleh mereka yang intinya adalah halhal yang bersangkut paut dengan laut misalnya nyai Roro Kidul sebagai Dewi lautan. Sebagai bukti berikut ini adalah contoh-contohnya. Kain penutup tersebut dalam waktu tertentu misalnya satu windu harus diganti. Upacara Langse. Bagaimanapun juga ceritera tersebut sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Jawa. Yang mempunyai tugas untuk mengganti kain penutup bergantian yaitu kerabat kesunanan Surakarta. Mereka harus menjawab. Upacara inilah yang kemudian bernama langse.tantangan dengan sebaik-baiknya. tahlilan dan penggantian langse. dan kerabat kesultanan Yogyakarta.bagaimana dapat terhindar dari hama tersebut. Tradisi Labuhan Di daerah Surakarta dan Yogyakarta ada upacara laut yang disebut labuhan. Upacara labuhan diadakan pada 120 .dak dapat dipisahkan dengan rangkaian mengenang peristiwa berdirinya kerajaan Mataram terutama ceritera pada waktu Panembahan Senapati berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. D. Di tepi-tepi pantai masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah atau di daerah pedalaman. Upacara ini ti. langse adalah kain yang digunakan untuk menutup makam Sultan Agung Anyakrakusuma di makam raja-raja Imagiri. Penggantian tersebut dilakukan dengan upacara tertentu. akhirnya diadakan upacara melabuh langse tersebut di laut Selatan.

waktu tertentu yang intinya adalah melabuh atau membuang pakaian-pakaian bekas dari raja ke laut. Upacara labuhan disertai dengan sarana-sarana dan prosedur yang bersifat sakral antara lain mengenai alat-alat sajian. Pada saat persiapan ini yang boleh menyaksikan adalah Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan keluarganya serta para abdi dalem Kraton Yogyakarta.. 121 . abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan Kyai Penghulu. bersifat terbuka artinya dilakukan di luar kraton sampai di tempat di mana dilaksanakan labuhan di Parangkusuma. Gunung Merapi. Pada saat persiapan ini kecuali menyiapkan perlengkapan upacara labuhan juga menyiapkan perlengkapan ulang tahun (tingalan dalem) Sri Sultan Hamengku Buwana IX. abdi dalem Keparak. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan upacara labuhan sebagai berikut: Pada saat persiapan upacara labuhan bersifat tertutup artinya hanya dilakukan di dalam Kraton Yogyakarta. pakaian. sedangkan untuk kraton Yogyakarta dilabuh di pantai Parangtritis. Demikian juga pada saat upacara ulang tahun (tingalan dalem) ini masih bersifat tertutup sebab masih dilakukan di dalam kraton. Gunung Lawu maupun Dlepih Kahyangan.kerabat kraton dan abdi dalem Pengulon. pembawa pakaian yang akan dilabuh. abdi dalem Keparak. Untuk kraton Surakarta pakaian tersebut dilabuh di pantai Brosot. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini yaitu abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya. Kemudian pada pelaksanaan upacara labuhan. Adapun yang terlibat dalam menyelenggarakan persiapan upacara ini adalah para puteri kerabat kraton yang sudah tua usianya.

juru kunci serta masyarakat di sekitar tempat upacara. Residen Yogyakarta. masyarakat setempat juga ikut bertindak sebagai saksi. Sejak di kecamatan masing-masing. Pada jaman sebelum Sri Sultan Hamengku Buwana IX naik tahta tata-cara pelaksanaan upacara labuhan harus melalui Patih Kasultanan. Pada pelaksanaan upacara labuhan yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu. Kecuali itu juru kunci juga mempunyai hak untuk memiliki benda-benda yang telah selesai dilabuh (Sularto. menjadi bukti bahwa upacara labuhan merupakan suatu upacara resmi dari Kraton Yogyakarta. masyarakat setempat menyambut dan memberikan penghormatan kepada benda-benda labuhan yang dibawa oleh para petugas. camat. lurah. bersama-sama mengantar sampai di tempattempat di mana upacara labuhan dilaksanakan oleh juru kunci. Patih Kasunanan Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan). Kesaksian para pejabat tersebut baik dari lingkungan pemerintah Kraton Yogyakarta maupun dari lingkungan pemerintah Hindia Belanda.Pelaksanaan upacara labuhan melibatkan abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan pejabat di luar kraton seperti bupati. Residen Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan) sebagai administrator yang mewakili pemerintah Hindia Belanda. 1981 : 34). Para pejabat itu semua menjadi saksi resmi bahwa upacara labuhan dilaksanakan. 122 . Kemudian masyarakat setempat. Juru kunci boleh dikatakan mewakili masyarakat setempat di mana upacara labuhan dilakukan dan bertindak atas nama raja pada waktu melaksanakan labuhan di tempat-tempat tersebut.

Ngundhuh Sarang Burung Untuk menambah kepercayaan diri dan menghindari bahaya yang mengancam.E. Keramaian itu dinamakan Rebo Wekasan. akan tetapi juga dilakukan oleh Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di pesisir Utara dan Timur. Nilai alam nampak pada hubungan antara keramaian dan idat istiadat berupa penyeberangan sungai. berjalan ke beberapa tempat dan dilakukan pada malam hari. Sebenarnya upacara laut tidak hanya terdapat di pantai Selatan. kain dan selendang yang berwarna seperti pakaian Nyai Rara Kidul. kuda kepang. Upacara tersebut dahulu belum pernah ada. Upacara laut di Pantai Popoh. mereka mengadakan upacara yang pokoknya berisi harapan mendapat ijin dari Nyai Rara Kidul. Larangan memakai baju. Ada pula Upacara Rebo Wekasan. Di samping itu orang-orang masih mempunyai anggapan bahwa tempat tersebut dahulu juga merupakan pertemuan antara Nyai Rara Kidul dengan Sultan Agung. Upacara diadakan pada hari Raya Idul Fitri. topeng. Upacara pada waktu Maulud Nabi isinya menyerupai upacara gunungan. khususnya laut. Selamatan dan berbagai pertunjukan misalnya wayang. Tahun Baru dan Maulud Nabi. Upacara ini biasanya dikerjakan oleh masyarakat nelayan misalnya yang 123 . tarub. Mereka harus mematuhi larangan-larangan dan melakukan berbagai ketentuan antara lain : pemberian sesaji-sesaji. Keramaian atau adat-istiadat berupa Rebo Wekasan mengandung nilai alam. karena diadakan pada hari malam Rebo terakhir yang ada di bulan Sapar.

Upacara-upacara berikut ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di dalam kehidupannya harmonik dengan alam lingkungannya termasuk pegunungan. Istilah 124 . Pengaruh Mistik Gunung Di samping pertanian dan laut. Hal ini nampak dalam bentuk gunungan. namun disamping mengandung filsafat tani sebagaimana telah dikemukakan. gunung Merapi. akan tetapi makhluk halus yang menghuni lautan pada umumnya. gunung Sindara. gunung Brama. gunung Merbabu. gunung Liman. yang melambangkan hirarki hubungan antara Tuhan dengan yang diciptakannya dan hirarki hubungan antara raja dengan rakyatnya. Upacara Gunungan. Misalnya gunung Semeru. Sudah barang tentu mereka tidak berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. Tuban dan Banyuwangi. gunung Sumbing. Pada waktu-waktu tertentu masih diadakan upacara-upacara untuk mengenang keangkeran gunung-gunung tersebut. gunung Lawu. F. masih angker atau gawat. gunung KElut. Meskipun pada hakekatnya upacara ini bernilai religius. adalah salah satu sarana dalam upacara gerebeg adalah gunungan. Hubungan-hubungan tersebut bila berjalan baik akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan hidup. Pada waktu sekarang inipun masih ada anggapan bahwa gunung-gunung tertentu dihuni oleh para makhluk halus. mengandung pula filsafat gunung. gunung Slamet.bertempat tinggal di Tegal. masyarakat Jawa juga menempatkan gunung sebagai sesuatu yang memegang peranan penting di dalam tata kehidupan mereka.

Masyarakat Tengger mengadakan Upacara kesada di puncak gunung Brama. Mengingatkan bahwa ada kekuasaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib dimintai keselamatan oleh manusia. Upacara kesada. ulang tahun organisasi. Salah satu alat yang digunakan dalam upacara ini adalah tumpeng. Selamatan dengan tumpeng mengingatkan kepada kita bagaimana masyarakat menempatkan gunung sebagai salah satu yang mempunyai nilai tinggi.gunungan juga dipakai untuk sebutan dalam wayang yaitu lukisan gunung yang mempunyai multi fungsi antara lain untuk memulai dan menutup pertunjukan. 125 . misalnya peringatan kelahiran anak. khitanan. Karena itu selamatan semacam ini juga dinamakan tumpengan. sebagai upacara korban kepada Sang Hyang Brama. Tingkat-tingkat tersebut juga melambangkan perjalanan hidup manusia. Upacara ini jatuh pada bulan purnama sidi di bulan kesada atau bulan kedua belas. Bangunan di pesarean Imagiri juga berbentuk gunung yaitu bertingkattingkat. Upacara dilakukan di laut pasir gunung Brama. Upacara tumpengan. Tumpeng terbuat dari nasi dan berbentuk kerucut atau gunung. puputan. hari ulang tahun. Masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan mengadakan selamatan pada waktu-waktu tertentu untuk memperingati kejadian-kejadian penting. membuat rumah atau gedung baru. ulang tahun kantor atau lembaga. semalam suntuk dan diakhiri pagi hari setelah mereka menyaksikari terbitnya matahari dan sudah tidak ada lagi orang yang melemparkan korban ke bawah. perkawinan. menempati rumah baru. hari-hari besar atau hari bersejarah.

Demikian pula bangunan candi Borobudur bertingkat-tingkat yang berarti pula sebagai lambang perjalanan hidup manusia. Yogyakarta memang kaya akan berbagai adat kebiasaan yang secara turun temurun masih dijalankan oleh masyarakat seperti halnya upacara saparan di gunung Gamping yang juga terkenal dengan bekakak. Upacaranya sendiri dilakukan pada hari Jum'at Wage pada bulan Sapar setiap tahun sekali dengan mengarak bekakak yang akan disembelih di tempat yang telah ditetapkan. Karena itu adat kebiasaan tersebut dinamakan upacara saparan. 126 .

Dipandang dengan kasih sayang. Juga perbuatan jahat. Lubang landak rumah manusia tanah miring. Napasku Nabi Isa as. Tempat tinggal semua badak. Darah daging Abu Bakar Umar. Semuanya sejahtera. Wajahku rasul. Gunaguna sakti pun lenyap. Baginda Ali kulitku. Ilmu orang yang bersalah. Seperti kapuk jatuhnya besi. Jin setan jahat pun tidak berkenan.BAB VII KIDUNG PENOLAK BALAK A. Pencuri pun jauh tak ada yang menuju padaku. Dan tempat merak berkipu. Binatang buas jinak. Semua racun menjadi hambar. Bibirku Musa. Ayub kin dalam ususku. Berbagai hama sama-sama habis. Kukuh selamat terbebas dari penyakit. Kidung Rumeksa Ing Wengi Ada nyanyian yang menjaga di malam hari. Api dan juga air. Yusuf wajahku. Nabi Nuh di jantung. Dikelilingi bidadari. Menyatu menjadi berbadan tunggal. Menjadi satu dalam tubuhku. Tulang Baginda Usman. Walaupun arca dan lautan kering. Kayu ajaib dan tanah angker. Guna-guna pun tidak ada yang berani. Semua senjata lenyap. Nabi Yakub mataku. semua selamat. 127 . Pada akhirnya. Nabi Yunus di ototku. Mataku Nabi Muhammad. Dipayungi oleh syariat Adam. Nabi Dawud suaraku. Nabi Sulaiman kesaktianku. Sumsumku Fatimah yang mulia. Dijaga oleh malaikat. Nabi Ibrahim nyawaku. otaku Baginda Sis. Siti Aminah kekuatan badanku. Idris di rambutku. Semua rasul. Hati Adam. Semua penyakit pun bersama-sama kembali. Terbebas dari semua malapetaka. Sudah meliputi seluruh para nabi.

Selama 40 hari. Menjadi keselamatan badan. Puasa mutih dan minum air putih. Yang menyalin dan menyimpannya.Kejadian berasal dari biji yang satu. Yang membaca dan mendengarkan. Bersabar dan bersyukur di hati. Kemudian berpencar ke seluruh dunia. Siapa saja yang dapat melaksanakan. Maka bacalah dengan segera. Terimbas oleh zat-Nya. Kelilingilah pematangnya. Dan semua sanak keluargamu. Dipakai mandi perawan tua cepat bersuami. Makanlah tiga suapan. Jika engkau pergi berperang. Semua cita-citamu. Sebagai sarana pengusir. Di malam hari. Bacalah nyanyian itu. Berpuasalah sehari semalam. Semua hama kembali. Musuhmu tersihir tidak ada yang berani. Dari daya kekuatan seperti yang mengikatku. Jika dibacakan alam air. Orang dila cepat sembuh. Karena Tuhanlah yang menjadikannya berhutang. Segera terbayarkan oleh Tuhan. Atau orang yang terbelenggu keberatan hutang. Maka tidak akan jadi didenda. Yang sakit segera sembuh. Jika ingin bagus menanam padi. Insya Allah tercapai. Dan bangun waktu subuh. Bacakan ke dalam nasi. Bacalah dengan sungguhsungguh sebelas kali. Ketika di Kalijaga. Jika ada orang didenda cucuku. Selamat di medan perang. Dhandhanggula Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh ayu luputa ing lelara Luputa bilahi kabeh Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah mring mami Guna duduk pan sirna 128 .

Napasku Nabi Musa linuwih Nabi Yakub pamyarsaningwang Yusup ing rupaku mangke Nabi Dawud swaraku Jeng Suleman kasekten mami Nabi Ibrahim nyawaku Edris ing rambutku Bagendha Li kulitingwang Getih daging Abu Bakar singgih Balung Bagenda Usman Sungsumingsun Patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku rasul Pinayungan Adam sarak Sampun pepak sakathahing para nabi Dadya sarira tunggal Wiji sawiji mulune dadi Apan pencar saisining jagat 129 .Sakabehing lara pan samnya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput Kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak lulut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong lemah miring Myang pokiponing merak Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari Rineksa malaikat Sakathahing rasul Pan dadi sarira tunggal Ati Adam uteku Baginda Esis Pangucapku ya Musa.

Kasamadan dening date Kang maca kang angrungu Kang anurat kang anyimpeni Dadi ayuning badan Kinarya sesembur Yen winacakna ing toya Kinarya dus rara gelis laki Wong edan nuli waras Lamun ana wong kadhendha kaki Wong kabanda wong kabotan utang Yogya wacanen den age Nalika tengah dalu Ping sawelas macanen singgih Luwar saking kabanda Kang kadhendha wurung Aglis nuli sinauran mring hyang Suksma kang utang puniku singgih Kang agring nuli waras Lamun arsa tulus nandur pari Puwasaa sawengi sadina Iderana galengane Wacanen kidung iku Sakeh ngama sami abali Yen sira lunga perang Wateken ing sekul Antuka tigang pulukan Musuhira rep sirep tan ana wani Rahayu ing payudan. Sing sapa reke bisa nglakoni Amutiya lawan anawaa Patang puluh dina wae Lan tangi wektu subuh Lan den sabar sukuring ati Insya Allah tinekan Sakarsanireku Tumrap sanak rakyatira Saking sawabing ngelmu pangiket mami Duk aneng Kalijaga. B. Kidung Waringin Sungsang 130 .

Watu item lungguhe ing janggut ing wang untuku rajeg wesi lidhah wesi abang rawis wesi Mangangkang: iduku tawa sakalir lambeku iya. Rambut kawat sinomku pamor anglayang bathuk sela Cendhani kupingku salaka pipiku arit gobang irungku pasado aji pasungku loyang pilingan wesi kuning. salangku wesi Walulin bahuku Dhendha. Guluningsun wesi palon galigiran dhadha wesi sadacin pundak wesi Angkab walikat wesi Ambal.Durma Wringin Sungsang wajahira tumaruna ngaubi awak-mami turti nut ing bala pinacak suji kembar pepitu jajar maripit asri yen siyang angker kalaning wengi. sikutku pukul wesi. Idepingsun kencana ure ruwetan alisku sarpa mandi kiwa tengen pisan curengku surya kembar kedhepku pan kilat thathit kang munggeng sirah wesi Kekenten adi. Astaningsun Curiga pek-epek Cakra Jangkar jempol kekalih panuduh Trisula panunggulku Malela memanisku supit wesi jenthikku iya kang aran Pasopati 131 . Duk samana pakumpul-kumpul ing rasa netra kang dadi dhihin netraningsun emas peputihe mutyara ireng-ireng wesi manik ceploking mata hawa nrang adarati. sela matangkep kalih.

C. Jembut kawat ganthanganku wesi Mentah walakang wesi Tasik pupu Kalataka wentisku Kalanadhah dhengkulku garendha kalih garesku pedhang kempolku wesi Lengis. Sumur Bandhung sesirah talaga muncar tibeng jaja ajail dhindhing endhas parah 132 . Pagelangan ingaran wesi Lelidhah tungkak waja karipik pepolokku waja kadya mamas Malela otot bayu rante wesi ing dalamakan ingaran Kantonwesi. Sampun pepak sariraningsun sadaya samya pangawak wesi pan ratuning braja manjing aneng sarira tan ana braja nedhasi teguh leksana ayu sarira-mami.Bebokongku sela ageng kumalasa akawet wesi gilig eboling sun karah taiku pulut bendha balubukan entut-mami uyuhku wedang dakarku Pulasani. Kidung Bale Anyar Durma Ana kidung sun angidung Bale Anyar tanpa galar asepi ninis samun-samar patining Wuluh Kembang Siwur Burut tanpa kancing kayu trisula gegarannya Calimprit.

Naga Raja pangawasan manik kembang kembang gubel abaji tajem neng kadhutan udhune sarwi nungsang karangsangan angutihpil angajak-ajak jujul jujul anjungkir. Prapteng ngandhap cinandak inguluk salam ingaweran tumuli ana kenya prapta sajodho ngaku kondhang endi jambe roro janji roro binuwang aja na wani-wani. Rara Wudhu apepayung Kalacakra titihane nagaji sabet ala lanang sinabetaken ngetan larut lara pan kabalik katulak ngetan : sinabetaken malih Lara saking nginggil sinabet katulak bali manginggil malih : lara saking ngandhap sinabet bali mandhap pancabaya wus kapipit sanak kang prapta saking wetan aputih.ulur-ulur liweran tetambang jaringing maling dhadhal dhadhanya gegulung ing gegapit. Kuthanipun salaka Ki Tarulata nggawa bala sakethi ayu pan reksanya teguh luput ing lara sanakingsun kidul prapti Ki Manguntara abang kuthanira brit. Gawa bala pitung ewu pangreksanya nulak sagung panyakit sirna sunya baya sanak-sun kulon prapta Ki Mangit warnanya kuning kuthanya emas 133 .

Araketa malaekat kawan nambang sadaya rupa peksi anucuki lara utawa impen ala upamane sadayeki cinucuk sirna rampas papas wus titi. Pangresanya ayu luput ing rencana teluh tuju lan telik pan sirna sadaya sanak sun elor prapta ireng ran Ki Balesupi kuthanya tosan nggawa bala sakethi. Pangreksanya ayu luput ing rencana Allahumma seksi bumi ingkang neksenane ing langit keblat papat malaekat angideri nabi seleksa rumeksa siyang ratri. Kidung Pamungkas Hayu Sinom Wus tamat kidung sadaya pepalining janma luwih kinarya jimat tetulak anulak sakeh bilahi mungguh lakunireki wong anom dipun sumurub maring wahyuning Patrap duga prayoganing urip urip iku neng praja kudu rumeksa. Rumeksa inguripira ing tindak kudu ngawruhi aja dhemen lelemeran bisaa nuhon janji 134 . D.balane pitung kethi.

ujar kang wur kawijil awasna aywa tumpang suh mulane nora gampang lakune wong ulah ilmu ilmu iku ngawruhi sajatinira. Nyatane wus aneng Kita Kita Pribadi puniki dudu angen-angen nafas utek lan jejantung kaki rokh rasa lawan ati kabeh sajatine dudu iku mung titipan mangka busananing dhiri kabeh iku anglindung Zat ing Manusa. Dene kang aran Manusa unusaning Suksma jati ya iku Pangeran Kita ingkang boya ika iki padha dipun mangerti jatine kang aran Ingsun kang esa ingkang tunggal kang mengku ing sahir kabir yen tan wruha durung tetep aran Gesang. Nadyan amung limang pada kaya iki wus mumpuni maring dumununging Zat kita kang langgeng tan owah gingsir mungguh Kita kang Urip kang mengku ing rasul-rasul lan mengku wewayangan neng sajroning netra kalih kabeh iku aneg sajroning Manusa.

E. Kidung Sifat Iman Dhandhanggula Sifat Iman : wa man tu bi’llahi tegesipun pracaya ing Allah ing Pangeran sajatine ya pangeran kang Agung kang akarya bumi dan langit angganjar lawan niksa

135

mring manusa sagung langgeng tur murba misesa maha suci angganjar paring rejeki aniksa angapura. Kaping kalih : wa malekati tegesipun pracaya malaekat anapunika tegese ingulus ing Hyang Agung pakaryane anenulisi marang kawulanira kang dosa Jin agung kang karya purbawisesa neka-neka karyane sawiji-wiji sakehing malaekat. Kaping tigane : wa kitabihi tegesipun pracaya ing kitab kang tinurunaken kabeh kitab Adam sapuluh. Nabi Esis seket wanilis anenggih ponang kitab Idris telung puluh Ibrahim sepuluh kitab Toret Musa Dawud Jabur Isa Injil Kitab Kur’an Muhammad. Yogya sira kawruhana sami muga-muga antuka sapangat iya iku andikane Gusti Jeng Nabi Rasul sinung rahmat dening Hyang Widdhi sing sapa ngapalena iya janjinipun den padhakken asidhekah saben warsa sami lan wong munggah kaji sapisan marang Mekah. Lan den dohken sakehing bilahi sinung rahmat ing dunya akhirat sarta linebur dosane lan malih sawabipun lamun janma kang sakit lah sira wacakena ulon-ulonipun ngalamat ingkang alara oleh tamba saking sabdaning Hyang Widdhi lan berkahing Panutan.

136

Kawruhano kehing para nabi Nabi Adam kang mangke kawitan Nabiu’llah wekasane kathahe yen pinitang kawan dasa langkung kekalih lah sira estokena sadaya den emut luwih agung kang supangat lemah sangar kayu neng lebur sami tan ana kara-kara.

F. Kidung Sekar Artati Dhandhanggula Ana kidung atembang Artati sapa wruha reke aran ingwang duk ingsun ana ing ngare miwah duk aneng gunung Ki Artati lan Wisamarti ngalih aran ping tiga Artadaya tengsun, aran ingsun duk jejaka mangkya aran Isma’il Jatimalangis aneng tengahing jagat. Sapa weruh kembang tepus kaki sasat weruh reke Artadaya tunggal pancer ing uripe sapa wruh ing panuju sasat sugih pagere wesi sinihan wong sajagat kang angidung iku bratanana aywa nendra ing sadina sawengi sawabireki sarwa cinipta dadya. Kang sinedya tinekan ing Widdhi kang kinarsan dumadakan ana tur rinekseng Pangerane nadyan tan weruh iku lamun sedya mudya semadi sesandi ing nagara angumbara wiku dumadi sarira tunggal tunggal jati-swara amor ing Artati aran Sekar Jempina. Somahira ingaran Panjari milu urip lawan milu pejah datan pisah saparane paripurna satuhu yen nirmala waluya jati kena ing kene kana ing wasananipun

137

ajejuluk Aniksuksma cahya ening jumeneng aneng Artati anom tan keneng tuwa. Tigalana kamulanireki Nila ening arane duk gesang duk mati Layangsuksma-ne lan Suksma ngumbareku ing asmara mor raga yekti durung darbe peparab duk anome iku awayah bisa dedolan aran Sang Tyasjati iya Sang Artati iya Sang Artadaya. Dadi wisa mangkya amartani lamun marta temah amisaya marma artajaya rane duk lagi aneng gunung ngalih aran Asmarajati wayah tumekeng tuwa emut ibunipun tinari lunga mangelan Ki Artati nurut gigiring Merapi angancik ing Sundara. Ana pandhita akarya wangsit pinda kombang angajab ing tawang susuh angin ngendi nggone lawan galihing kangkung wekasaning langit jaladri isining wuluh wungwang myang giring punglu tapaking kontul anglayang paksi miber uluke ngungkuli langit kusumanjrah ing tawang. Wong angangsu pikulane warih lawan amot geni adedamar miwah kang srengenge pine tuwin kang banyu kinum myang dahana murub binasmi bumi kapetak ingkang pawanatiniyup tanggal pisan kapurnaman yen anenun sentek pisan anigasi kuda agrap ing pandengan. Ana kayu apurwa sawiji

138

Gunung Agung sagara Serandil langit iku amengku buwana kawruhana ing atine gunung sagara umung guntur sirna kang mengku bumi langit bawana rugsa dadya kawruh iku mudya madyaning awiyat mangasrama ing gunung agung sabumi cecandhi ing sagara. Wiwitane duk anemu candhi gegodhongan miwah wewerangkan sih ing Hyang kabasmi kabeh tan ana janma kang wruh yen weruha purwaning dadi candhi sagara wetan ingbar karuhun kahyanganing Sang Hyang Tunggal sapa reke kang jumeneng mung Artati katon tengahing tawang.wit buwana epang kabiat papat agodhong mega rumemba apradapa kekuwung kembang lintang salaga langit sari andaru kilat woh surya lan tengsu asirat bun lawan udan apepacuk akasa brungkah pratiwi soyod bayu bajra. Jin prayangan padha wedi asih samya asih sakehing drubiksa angreksa siyang dalune ingkang anempuh/lumpuh tan tumama ing awak-mami kang sedya tan raharja sadaya linebur sakehe kang nedya ala larut sirna kang nedya becik basuki kang sinedya waluya. 139 . Siyang dalu rinekseng Hyang Widdhi sasedyane tinekan ing Suksma kaidepan janma akeh aran wikuning wiku wikan lir ing pudya semadi dadi sasedyanira mangunah linuhung peparab Hyang Tigalana kang asimpen yen tuwajuh jroning ati kalis sagung durjana.

G. Jabaril ingkang angemongi milanipun katetapan iman dadi angandel atine Ijrail puniku kang rumeksa ing pati urip Israpil dadi damar padang jroning kalbu 140 . Sakatahing upas tawa sami lara roga waluya nirmala tulak tanggul kang panggawe duduk pada kawangsul katawuran saguning sikir ngadam makdum sadaya datanpa pangrungu pangucap lawan pangrasa myang paningal kang sedya tumeka nafi pangreksaning malaikat. Kidung Jati Mulya Dhandhanggula Ana kidung sun angidung wengi bebaratan duk amrem winaca Batara Guru pangadege lumaku Sang Hyang Bayu alembeyan Asmara-ening ngadeg pangawak teja kang angidung iku yen kinarya angawula myang lelungan gusti getting dadi asih syaitan sato sumimpang.Yen kinarya atunggu wong sakit ejin syaitan tan wani angambah rinekseng malaikat nabi wali angepung sakeh lara pada sumingkir ingkang nedya fitnah marang awak ingsun rinusak dening Pangeran iblis laknat sato mara pada mati tumpes tapis daya.

Ja Hu Zat njeng pamujining wengi bale ‘arasy sesakane mulya Kirun (Munkar) saka tengen nggone wa Nakirun (Nakir) atunggu saka kiwa gadane wesi nulak panggawe ala satru lawan mungsuh pangeret taraju’rrijal ander-ander kulhu balik kang linuwih ambalik lara roga. Satru mungsuh mundur pada wedi pamidangane baitu’lmukaddas tulak balik pangreksane pan nabi patang puluh aweh wahyu ing awak-mami pana Nabi Wekasan sabda Nabi Daud apetak Baginda Hamzah kineweden sato mara padha mati luput ing wisa guna. Dudur majenge ajatu’lkursi ungguhe atine surah an’am pangleburan lara kabeh usuk-usuk ing luhur ingaranan telenging langit nenggih Nabi Muhammad kawekasan iku atunggu latri lan siyang kinedepan ing tumuwuh wedi asih tunduk nembah maring wang. Pepayone godhong dhukut langit tali barat kumandhang ing tawang tinundha tan katon mangke arajeg gunung sewu jala sutra ing luhur-mami kabeh padha rumeksa angandhangi mungsuh anulak panggawe ala lara roga sumingkir langkung anebih kang agring dadi waras.Mikail kang angsung sandang lawan pangan enggale katekan kapti sabar lan anarima. Gunung sewu dadya pager mami 141 .

Ingaranan Rara Sumbaningsih kang tumingal padha sih sadaya kedhep saparipolahe lelara sirna larut tan tumama ing awak mami kang sangar dadi tawa kang agething lulut memolone sifat rahman iya rahmat rahayu pangreksaneki sarana nganggo pethak. Yen lumampah ingkang mulat wingwrin singa barong kang padha rumeksa gajah meta ing wurine macan galak ing ngayun naga raja ing kanan kering singa mulat jrih tresna marang awak ingsun lelembut ing nusa Jawa samya kedhep antu lawan teluh bumi ajrih lumayu nginthar. Yen sinimpen atawa sakalir upas bruwang racun miwah banjar sakeh bedhil buntu kabeh jemparing towok putung pan kumleyang tibanireki miwah salwiring braja tan tumama mring sun tuju teluh tarugnyana padha bali sagung sambang padha wedi madhep kedhep saya. Kidung Sekar Marwati Dhandhanggula Ana kidung ing kadang Mar Mati among tuwuh ing kawasani ra nganakaken saciptane 142 . H.katon murub sakehing tumingal sirna salwir lara kabeh luput ing tuju teluh tarag nyana tenung alenggi mondhong gambar suminggah Sri Sadana lulut puniku sih rahmatullah rahmat jati jumeneng rahmat jasmani iya Sang Jatimulya.

143 .kakang Kawah puniku kang rumeksa sarira-mami anakakaken sedya ing kawasanipun aji ari-ari ika amayungi laku ing kawasaneki nganakaken pangarah. Yen angidung sarwi den pepetri amemuleya golong lelima takir ponthang wewadhahe iwak-iwakanipun ulam tasik rawa myang kali lawan ulam bengawan mawa gantalipun rong supit winungkusana dadya limang wungkus artanya nyaduwit sawungkuse punika. Punang Getih ing rahina wengi ngrerewangi ulah kang kawasa andadekaken karsane Puser kawasanipun nguyu-uyu sabawa mami anuruti panedha kawasanireku sangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji tunggal sawujud ingwang. Mangkya kadang ingsun kang umijil saking marga hina pareng samya sadina amor anggone kalawan kadang-ingsun ing kang ora umijil saking marga hina punika kumpule lan ingsun dadi Makdum-sarpin sira wewayanganing Zat reke dadya kanthi saparan datan pisah. Tumpangena ponthang anyawiji dadya limang wungkus ponthang lima sinung sekar cepakane roro sapothanganipun kembang boreh dupa ywa kari memetri ujubira dongane Majemu’ poma dipun lakonana saben nuju dina kalahiraneki agung sawabe uga.

144 .Balik lamun ora den lakoni kadangireku samya rencana temah uga saciptane sasedyanira wurung lawan luput pangarahneki sakarsanira wigar anggagar tanpantuk barang ing sakayunira marma kaki eling-elingen sayekti supaya waluyaa.

BAB VIII PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL A.75. 7 kacu untuk panewu. Panjang 1 kacu kira-kira 90 cm. Kampuh atau Dodot Busana kebesaran yang sering digunakan untuk upacara pernikahan adalah kampuh. adalah kain penutup. Yang panjangnya 9 kacu adalah untuk raja. Dengan mengenakan kampuh balenggen. yaitu kampuh tanpa balenggen. orang akan tampak lebih gagah daripada memakai kampuh lugas. 8 kacu untuk pangeran putra dan pepatih dalem.5. Istilah kampuh dipakai untuk abdi dalem bupati anom ke atas. Kaum pria memakainya sebagai lapisan di atas celana. Kampuh atau dodot yang dipakai oleh kaum pria dan wanita. jika terdiri atas 1 helai kain disebut 1 lirang. Kampuh untuk kaum pria. sedang istilah dodot adalah untuk panewu ke bawah. Panjangnya antara 7 sampai 9 kacu. Lebar kampuh 2 sampai 2.22 m.5 kacu per lirang. Selain adanya kampuh balenggen. bupati dan bupati anom. sedang kaum wanita sebagai lapisan di atas kain panjang. Kampuh yang terdiri atas 2 helai kain disebut 1 tangkep. para aria. Kampuh blumbangan adalah kampuh yang bagian 145 . 4 dan 4. berarti 3. Kampuh belenggen artinya salah satu sisi kampuh itu benangnya dibiarkan terlepas. 7. dikenal juga yang disebut kampuh tengahan atau kampuh blumbangan dan kampuh lugas.5 kacu untuk pangeran sentana. 3. mantri ke bawah. sehingga nampak seperti jumbai.

hijau. dengan tengahan putih. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. dipakai oleh pengantin pada upacara sepasaran. Kampuh balenggen batik latar putih lar ageng untuk bupati dan bupati anom. dapat juga miring. sehingga menggeser tanah. Kampuh memiliki bagian yang disebut kunca. Gadhung mlathi. berupa kampuh hijau dengan tengahan putih. Jika tanpa blumbangan atau tengahan. yaitu (1) Grebong ka(n)dhem. Bangun tulak adalah kampuh biru dengan tengahan putih. berupa kampuh balenggen latar hitam. (2) Ngumbar 146 . putra mahkota. yaitu bagian ujung atas kampuh di bagian belakang yang dibiarkan lepas. ungu dan seterusnya. putra mahkota. dan pepatih dalem. motifnya alas-alasan. Kampuh tanpa tengahan disebut kampuh lugas. motifnya alas-alasan atau hewan di hutan diperada. Adapun yang berhak memakai kampuh tengahan adalah raja. khusus untuk pengantin. Kampuh pengantin ada tiga macam. kampuh tengahan ini dipakai pada hari-hari besar. bengkok-bengkok atau rintikrintik.tengahnya diberi warna polos: merah. yaitu : Bango buthak. garis tengahnya tidak selalu lurus. putih. para pangeran putra sentana. Jika orang mengenakan kampuh. Kampuh balenggen batik rejeng latar putih untuk abdi dalem mayor dan bupati anom gandhek. warna tengahannya adalah hijau. Tengahan ini dapat dilakukan dengan menyisipkan bahan sutera atau pelangi. kampuh itu disebut kampuh lugas. maka akan dihasilkan berbagai macam bentuk. kampuh ini dipakai oleh pengantin pada upacara panggih atau pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita. Dengan demikian dikenal adanya kampuh balenggen batik yang tengahnya memakai blumbangan untuk raja.

berarti sampai di bawah tengahnya betis. lalu disampirkan pada keris. Bilah (wilahan) keris ada yang berkelok-kelok (luk). Dua macam bentuk warangka adalah gayaman dan 147 . Ngumbar kunca hanya dilakukan oleh raja. kunca dilipat. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. maka diperlukan pemegang kunca yang berjalan di belakang raja. kunca dililitkan pada keris. sehingga hanya sedikit saja yang jatuh mengena tanah. Warangka ini dibuat dari kayu. trembelo. (4) Kepuh ukel. cincingan makin panjang. misalnya kayu cendana. Keris mempunyai banyak fungsi. ada pula yang lurus. Kepuh sampir untuk kerabat raja. Kunca kampuh raja cukup panjang dan dibiarkan lepas ke bawah. (3) Sampir kunca. timaha. bupati 27 cm. Keris dan Wedhung Keris adalah salah satu perlengkapan dalam upacara pernikahan adat Jawa. Kepuh berarti lipatan kunca. Kepuh ukel untuk abdi dalem bupati ke bawah sampai jajar. Supaya kunca itu tidak mengena tanah. atau kayu lainnya. Panjang cincingan untuk raja 22 cm. dan khusus diperuntukkan raja. Grebong ka(n)dhem adalah pemakaian kampuh dengan tiga lipatan besar di bagian depan. untuk pangeran sentana 26 cm. bupati anom 30 cm dan makin rendah pangkatnya.kunca. Salah satu di antaranya adalah sebagai pelengkap busana. untuk pepatih dalem 24 cm. kunca dilipat. B. kemudian diselipkan ke dalam. Bilah atau mata keris itu diberi tempat yang disebut sarungan atau warangka. Sampir kunca dipakai oleh putra mahkota. Orang yang mengenakan kampuh atau dodot harus memperhatikan yang disebut cincingan wingking. termasuk ariya nginggil. untuk putra raja 24 cm.

Gandar keris diberi pendhok. Epek adalah sabuk yang diberi timang (gesper besar).ladrang. Abdi dalem panewu mantri ke bawah. Penduk keris mengenal beberapa motif hiasan. Jika seseorang memakai busana prajuritan. Jika mengenakan busana keprajuritan alit (kecil) atau klanthungan. Istilah pasikon yang artinya sama dengan wedhung diperuntukkan priyagung. perak. maupun gayaman. pepatih dalem ke bawah sampai pada priyayi pangkat terendah. sedang keris gayaman dipakai di depan. kuningan atau lainnya. ladrang dipakai di belakang. artinya penduk yang bertatahkan permata. Keris dengan warangka ladrang dipakai di belakang. dengan cara diselipkan pada sabuknya. jika klanthungan harus memakai keris ladrang yang disisipkan. Pada hari-hari besar. suasa. Kerisnya dapat gayaman dan yang dianggar diganti dengan pasikon. demikian pula dengan keris berwarangka gayaman. yang dibuat dari bahan mas. secara dianggar. Di antara penduk (pendhok) itu ada yang disebut penduk slorok. baik yang mengenakan kampuh (dodot). semua abdi dalem yang menghadap raja. tergantung pada kebutuhannya. dan anggarnya diganti dengan wedhung. lung kastuba dan lung prabageni. ia mengenakan dua macam keris itu secara bersama-sama. priyagung bupati dan bupati anom mengenakan keris (wang-kingan) dengan cara diwangking. Raja dan keluarga serta kerabatnya. artinya disisipkan pada pinggang. jika berpakaian secara Jawa memakai keris. lung kukila. misalnya motif lung paksa. maupun bebed (kain panjang dengan biku-biku di 148 . baik yang warangkanya ladrang. letaknya digantungkan pada epek timang. sedang istilah wedhung untuk priyayi tingkat bawah.

jika menghadap raja yang sedang berada di Sitihinggil. atau ke kedhaton harus memakai wedhung. Wedhung merupakan alat senjata. Gandarnya dibuat dari kayu cendana. Ukuran panjangnya kira-kira 26 cm. masuk ke Srimanganti. hanya abdi dalem Priyantaka yang masuk ke kedhaton pada hari Kamis untuk mengeluarkan benda-benda upacara raja.bagian depannya). sedang para abdi dalem yang bukan kerabat raja tidak diizinkan. di pasanggrahan raja. demikian pula dengan abdi dalem yang mengenak pakaian prajuritan dengan menganggar keris. tidak mengenakan wedhung. Wedhung. dan pasikonnya memakai pamor. Bentuk wedhung seperti pisau besar. ujungnya runcing dan tajam. kemuning atau lainnya. besi wadhung harus tanpa pamor. Tiga macam pasikon (wedhung) berdasarkan tingkat-tingkatannya adalah: pasikon dengan suh tiga dan kudhup turen menjadi hak pangeran adipati anom. Para pangeran putra sentana diperkenankan memakai penduk slorok permata. dan tebalnya 0. jika mengenakan pakaian kebesaran. jika mengenakan pakaian kebesaran. Di tempat-tempat lain. mantri ke bawah. kecuali abdi dalem prajurit yang hanya diizinkan memakai keris dengan warangka gayaman. jagong atau melayat. bebedan atau prajuritan klanthungan. wedhung dengan suh empat tanpa hiasan untuk panewu. bupati dan bupati anom. diharuskan memakai keris dengan warangka ladrang.5 cm. lebar 4 cm. yang di 149 . dibuat oleh pande besi atau mpu dan menggunakan bahan besi. berbentuk pisau dan diberi simpai (suh) berupa bunga turi yang masih belum mekar (kudhup turen). atau jika naik ke Sitihinggil. Para keluarga serta kerabat raja dan pada abdi dalem. seperti di Sasanasumewa. pasikon dengan suh empat dan kudhup turen dipakai oleh para pangeran putra sentana. pepatih dalem.

Dari uraian di atas. Di kerajaan Surakarta dikenal adanya lima macam kuluk. atau melewati Kori Brajanala.tempat itu raja hadir. Jika abdi dalem naik ke Sitihinggil. rr. Mathak sekar teleng. berwarna putih. atau Srimanganti dan masuk Kedhaton. C. Kemandhungan. 150 . para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. Kuluk dipakai oleh raja. pengantin juga tidak memakai wedhung (pasikon). Mathak biru sekar weweyan. wedhungnya tidak boleh dibawa oleh panakawannya. misalnya pengantin dan sebagainya. yaitu mathak yang berwarna putih atau biru di bagian dalamnya diberi daun bambu. 2000: 54). para pangeran putra sentana. Aneka Ragam Kuluk Kuluk adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. dipakai oleh pangeran adipati anom. biru muda sekali. selain itu. dipakai oleh raja. Mathak pethak. Mathak balibar. yang berhak tidak memakai pasikon adalah raja dan bupati Gandhek yang sedang melaksanakan tugas menjadi utusan raja pada hari besar. Kuluk yang juga disebut dengan istilah makutha atau panunggul merupakan bagian dari busana tradisional. dipakai oleh para priyagung bupati ke bawah sampai lurah. dipakai kalau hujan. berwarna biru tua. istilah panunggul hanya diperuntukkan raja. pepatih dalem ke bawah sampai jajar dan mereka yang diperkenankan. semua abdi dalem harus memakai wedhung. dipakai oleh sentana dalem riya nginggil. biru muda. Mathak (warna bening mengkilat) : Mathak biru sekar gundha. (Darsiti Soeratman.

mayor. suasa. jika raja dan abdi dalem. bekel dan lainnya. pangeran adipati anom. bupati anom. Songkok dipakai. dipakai oleh priyagung bupati. Bahan untuk membuat nyamat adalah mas. dikenal sebagai tugel semangka. tepat ditengahnya diberi nyamat sebagai hiasan. pepatih dalem. bupati anom dan panewu mantri. Kesting pethak (putih) untuk abdi dalem jajar. yaitu : 151 . dan diberi hiasan. Bahan yang dipakai adalah beledu hitam. Selain kuluk atau makutha tersebut di atas. menjadi busana raja.Kestur : Kestur cemeng (hitam) dipakai untuk kanigaran. Breci dipakai oleh priyagung bupati. sesuai dengan keinginan yang memakai. para pangeran putra sentana. bupati dalem. mantri. masih terdapat lainnya yang disebut songkok. dan oleh pepatih dalem ke bawah. bupati. caos harian masuk keraton. tetapi di bagian belakangnya diberi tutup yang tingginya melebihi tinggi kuluk itu. Kuluk berbentuk buah semangka yang dibelah dua. Kuluk mur. Songkok ini merupakan busana raja ke bawah sampai abdi dalem bupati dan mayor. Ada juga nyamat yang diberi pertama berlian atau intan. abdi dalem prajurit berpangkat letnan kolonel. kolonel komandan. mayor dan riya ngandhap nginggil. dan dibuat dari bahan beledu. kapten dan opsir. Nyamat ini dipakai oleh pangeran adipati anom sampai tingkat-tingkat di bawahnya. juga dipakai oleh abdi dalem prajurit onder letnan ke bawah. perak. Bentuk nyamat ada empat macam. lurah. dipakai oleh abdi dalem katib. Bentuk songkok seperti kuluk tugel semangka yang dipakai oleh abdi dalem katib. Di bagian atas kuluk. Kuluk mur ini kemudian tidak dipakai. para keluarga dan kerabat raja menyambut kedatangan gubernur jenderal yang berkunjung ke kraton dan jika melepas tamu agung itu meninggalkan kraton. jika mereka menghadap. memes dan sebagainya. Kesting cemeng untuk para panemu.

dengan permata di puncaknya. yang terdiri atas empat macam seperti tercantum di bawah ini. Baju sikepan ageng dari bahan laken atau beledu hitam. biru atau warna lainnya dilapis kain sutera hitam. para abdi dalem memakai kuluk berwarna hitam. Keterangan mengenai baju sikepan ageng. Bandhilan dengan permata. bahwa panunggul raja tidak diberi nyamat atau mundri. tetapi yang berpangkat rendah memakai putih. dipakai oleh abdi dalem prajurit. 1. makin ke atas makin meruncing. yaitu ikat kepala. Sekar katu (bungan katu) untuk nyamat kanigara. a. 152 . mirip bunga katu. dilapis kain hitam. D. bentuknya seperti tumpeng. bentuknya bundar gepeng.Cengkehan. Perlu diketahui. Untuk keperluan harian para pangeran menggunakan dhester. bentuknya seperti tumpeng agak bundar. karena raja berkedudukan sebagai tetunggul (tertinggi). atau warna lainnya. sebuah istilah yang diperuntukkan raja. Tajung. Tumpeng. Ragam Ageman Pengantin Ragam ageman pengantin Jawa banyak jumlahnya. Kuluk ini dibuat dari mika. seperti tumpeng persegi. Baju sikepan ageng dari bahan beledu hitam. dipakai oleh para pangeran putra sentana. misalnya sowan atau caos atau bekerja di kantor. dipakai oleh raja dan pangeran adipati anom. nampak mengkilat dan tahan lama. ungu. Seperti krun atau mahkota kerajaan di Eropa. Ukuran nyamat ini pada umumnya sebesar bunga melati. Panunggul adalah kuluk. b. Untuk kepentingan harian. kemudian diganti dengan blangkon. di tepinya diberi hiasan melingkar-lingkar.

2. dibuat dari bahan mas. Baju sikepan ageng. Untuk abdi dalem hurdenas (ordonans). sutera biru. warna merah untuk lurah dan putih (kain mori) untuk jajar. artinya tanpa sulaman. jika lugas. 3. dipakai oleh abdi dalem Kadipaten Anom. dikenakan terlebih dulu baju kemeja (hem) sebagai lapisan bawah. berwarna hitam dengan sulaman berwarna keemasan. sutera kuning. dan jajar. yaitu lurah. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. perak atau silih asih (mas dan perak).c. Lapisan untuk baju ini berwarna kuning dari bahan kesting. dipakai oleh lurah dan jajar. abdi dalem bupati. d.B. bekel. Sebelum baju sikepan itu dipakai. Lebar dan bentuk sulaman itu disesuaikan dengan pangkat atau tingkat kebangsawanan pemakainya. dimulai dari pangkat bupati sampai pada panewu mantri. dipakai oleh pepatih dalem. bajunya tanpa sulaman. berarti berwarna hijau polos. panewu dan mantri. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. lapisan baju itu berwarna kesting sutera kuning. jika lapisan itu berwarna ungu dipakai oleh mantri. dipakai oleh para pangeran putra sentana.. bupati anom. untuk mereka yang pangkatnya rendah. Baju sikepan ageng tersebut memakai kancing berjumlah sembilan buah dengan diberi tanda tulisan : P. 4. mengikuti kedudukannya masing-masing dan disesuaikan dengan sulaman bajunya. pepatih dalem. dipakai oleh para panewu. abdi dalem bupati dan bupati anom. Baju sikepan ageng laken hijau dengan sulaman. Baju sikepan ageng laken merah dengan sulaman dipakai oleh abdi dalem panewu mantri Kaparak dan Nandhon. 153 .

terdapat baju sikepan cekak (sikepan pendek). Mereka juga diijinkan memiliki pakaian model Barat. tetapi hanya berwarna putih dan dipakai jika ada perintah dari raja. berwarna putih dan hitam. Baik raja. beskap dan lainnya. beskap. yaitu baju atila. Jika seret merupakan tepian yang berwarna keemasan. mantri dan lurah adalah atila berwarna hitam atau putih. para pangeran putra sentana. maupun pepatih dalem juga mengenakan potongan lain. Baju untuk para panewu. takwa. E. para pangeran. Jajar hanya diperkenankan memakai baju atila berwarna hitam saja. Yang disebut seret adalah lebar atau sempitnya warna keemasan pada songsong kebesaran. Selain itu mereka diwajibkan mempunyai baju langenarjan. dan pepatih dalem. langenarjan dan pakaian model Barat. dipakai oleh raja. Baju atila berwarna hitam. putih atau hijau dipakai oleh para bupati dan bupati anom. baju itu dibuat dari bahan beledu atau bahan lainnya. Di bawah ini dikutipkan berbagai macam songsong kebesaran menurut kebangsawanan dan payung abdi dalem berdasarkan jenjang kepangkatan. Untuk raja. kendhit (ikat pinggang) letaknya agak ke atas atau tengah.Selain baju sikepan ageng. Untuk para pangeran dan pepatih dalem dipakai bahan beledu atau laken hitam. 154 . Songsong Gilap Payung Agung Songsong gilap payung agung adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. tanpa sulaman. misalnya hijau dan lainnya. Di luar dinas. mereka diijinkan memakai warna lain.

kendhit putih. lahir dari garwa ampeyan disebut padhang bulan (terang bulan). artinya berwarna keemasan penuh untuk bagian luar dan dalam. atas seluruhnya warna keemasan.G. - Songsong prameswari dalem. dan putra raja lahir dari garwa ampeyan tetapi telah mendapat sebutan K. - Songsong putra dan putri raja lahir dari permaisuri. 155 . - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan disebut sagara muncar. Seret keemasan. kendhit keemasan. Adipati juga gilap-gubeg seperti no. disebut gilap. kendhit kuning atal. pangeran adipati anom dan ibu raja sama dengan milik raja. tetapi tanpa jumbai pada tepi daun payung dan pada bunga warunya. 2 dengan hiasan yang berbeda. kendhit kuning atal. sekar waru (bunga waru) dan tepian payung diberi bara (jumbai). yaitu bagian luar keemasan dan bagian dalam berwarna kuning atal. kendhit kuning atal. disebut gilap-gubeg. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan yang telah mendapat sebutan Kanjeng Gusti atau kalau wanita dengan sebutan Kanjang Ratu. - Songsong putri raja yang sudah kawin. Songsong ini disebut gilap-gubeg.P. - Songsong wadana atau bekel putra sentana dalem disebut sagara muncar dengan kendhit.- Songsong raja. atas semua warna keemasan. diikuti warna keemasan sampai ke atas. Seret keemasan. Seret keemasan.

atas seluruhnya hijau. - Songsong sentana dalem riya nginggil. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden. kendhit kuning. putih. kendhit keemasan. Separoh bagian atas putih dan separoh bawah berwarna keemasan. putih. kendhit keemasan dan seluruhnya berwarna kuning. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan (agak kecil). - Songsong cicit raja laki-laki dan perempuan. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden Ayu. kendhit kuning. putih. Seret keemasan. di atasnya seluruhnya putih. kendhit keemasan. - Songsong sentana dalem riya ngandhap. atas seluruhnya kuning. 156 . atas semuanya putih. hijau. lahir dari garwa ampeyan. kendhit keemasan. putih. Seret keemasan.- Songsong putra raja yang masih kecil. Seret keemasan. lahir dari garwa ampeyan. putih. Seret keemasan (agak kecil). - Songsong putri raja yang belum kawin. Seret keemasan. - Songsong sentana dalem cucu laki-laki dan perempuan. kendhit keemasan. kuning. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. kendhit keemasan. atas sepenuhnya putih. - Songsong piut raja laki-laki dan perempuan. Seret keemasan. kuning. kuning. di atasnya kuning sepenuhnya. - Songsong pangeran sentana disebut endhog satugel (telor separoh).

atas sepenuhnya kuning. hijau. Seret keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. hijau. hijau. Seret keemasan. atas sepenuhnya keemasan. kendhit keemasan. hijau. - Payung R. - Payung abdi dalem bupati nayaka. kendhit keemasan. hijau. hijau. - Payung abdi dalem wedana (bupati) wanita. - Payung abdi dalem Nyai lurah. atas sepenuhnya hijau.- Songsong priyantun dalem Raden Kiranarukmi ke bawah. - Payung abdi dalem bupati bekel. - Payung abdi dalem kliwon wanita. atas seluruhnya berwarna keemasan. putih. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem riya wanita. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem Nyai lurah berpangkat mantri. - Payung abdi dalem bupati anon-anon. Songsong pepatih dalem. Ayu Adipati Sedhahmirah. Seret keemasan. kuning. kendhit keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. hijau. Seret keemasan. kuning. Seret keemasan. kendhit keemasan. hijau. hijau. - Payung abdi dalem lurah berpangkat panewu. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. 157 . hijau. putih. putih. putih. hijau. Seret keemasan atas sepenuhnya hijau. hijau. Seret keemasan. atas sepenuhnya putih. hijau.

- Payung abdi dalem bupati Imagiri. atas warna hijau sepenuhnya. - Payung abdi dalem bupati Pamajegan. hijau. biru. putih. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. kendhit keemasan. merah. kendhit biru. Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu Distrik (Pangreh praja). biru. 158 . atas sepenuhnya hijau. kendhit keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. biru. merah. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon anon-anon. - Payung abdi dalem panewu Jaksa. biru. Seret keemasan. hijau. hijau. Seret keemasan.- Payung abdi dalem bupati pangreh praja. kendhit keemasan. putih. - Payung abdi dalem panewu damel. kendhit keemasan. biru. putih. putih. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon Pangreh Praja. putih. kendhit keemasan. biru. kendhit keemasan. kendhit keemasan. hijau. merah. kendhit keemasan. putih. kuning atal. Seret keemasan. - Payung abdi dalem kliwon gawe. putih. kendhit keemasan. hijau. - Payung abdi dalem kliwon Pamajegan. Seret keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. biru. - Payung abdi dalem panewu Narawreksa. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau.

kendhit keemasan. Seret keemasan. F. Seret keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. dipakai sehari-hari dan dalam upacara resmi. Busana Remaja. Menurut Mari S. Busana Bangsawan Gaya Kraton Busana bangsawan gaya kraton sering digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. hijau. biru. Busana pra remaja untuk putri raja ini disebut dengan busana pinjung. hijau. tergantung jenis dan kelengkapan busananya. - Payung abdi dalem mantri damel dan anon-anon. biru. 159 . - Payung abdi dalem mantri polisi kabupaten. kendhit keemasan. kendhit keemasan.- Payung abdi dalem panewu Pamajegan Bayalali. biru. hijau. kendhit keemasan. Busana kencongan untuk anak laki-laki. dipergunakan untuk upacara tetesan pada masa HB VIII. hijau. Seret keemasan. hitam. Seret keemasan. hitam. merah. Sabukwala nyamping cindhe untuk upacara garebeg dan tetesan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem Narawreksa sepuh. Sabukwala nyamping batik untuk kegiatan sehari-hari dan upacara alit. Condronegoro (1995: 52) skema kategorisasi busana adat bangsawan Kraton Yogyakarta menurut tingkat umur adalah sebagai berikut: Busana Anak-anak. Terdiri dari : Pinjung padintenan untuk busana sehari-hari. - Payung abdi dalem panewu Pangrembe Dhusun. Busana sabukwala untuk putri raja terdiri dari : Sabukwala nyamping praos (kain prada). merah tua. biru.

Semekan tritik tengahan sutra. rasukan panjang peniti setunggal. Semekan praos dipergunakan calon pengantin pada malam midadareni masa pemerintahan HB VII. Cemukiran tengahan sutra putih. Busana untuk upacara ageng bagi putra raja terdiri dari : kasatriyan ageng. busana Agustusan dan busana pesiar. Semekan sutra bleg-blegan (sutra penuh). Busana Dewasa untuk Putri. busana kaprajuritan. dipergunakan untuk tuguran (malam sebelum berlangsungnya upacara tertentu). Plangi tengahan sutra. pranakan untuk kegiatan sehari-hari. untuk upacara khusus yang diadakan bertepatan dengan tanggal 21 pada bulan Puasa dan busana cara Walandi. Busana cara putri : Busana untuk menghadiri upacara alit baik di dalam kraton maupun di luar kraton.Pinjung tingalan dalem dipakai pada peringatan hari kelahiran raja. Semekan dringin untuk calon pengantin saat akan menjalani upacara ijab. Semekanan. Semekan tritik dipakai untuk busana harian. rasukan panjang peniti sungsun. dipergunakan pada upacara garebeg. baik untuk upacara resmi maupun kegiatan sehari-hari. dan rasukan sutra cekak peniti renteng. seperti upacara tetesan. Busana untuk upacara ageng bagi putri raja yang sudah menikah terdiri dari : rasukan panjang peniti renteng. rasukan sutra cekak peniti sungsun. Pinjung tarapan dipergunakan saat menjalani upacara haid pertama. Semekanan rasukan kebaya bikakan untuk remaja putri. Busana cara putri terdiri dari : rasukan sutra cekak peniti setunggal. Semekan sindur untuk upacara midadareni. 160 . Ubed-ubed merupakan busana siang hari. Pinjung garebeg dengan kain bermotif cindhe. malem selikuran. tarapan atau miyosan.

sikepan lugas (tanpa benang emas) dan sikepan wedung untuk upacara ijab (mengenakan celana putih). sebagai berikut : dodotan (kuluk biru). hampir sama dengan kampuh putri dewasa hanya ditambah perhiasan peniti renteng di sanggulnya dan perhiasan berupa raja keputren. 161 . sebagai berikut : kampuhan lukar rasukan (tanpa baju). kanigaran (kuluk kanigara). kampuhan dengan rasukan panjang bludiran. Kampuhan putra. Untuk putri raja.Busana Kampuhan/Dodotan untuk upacara ageng. Kampuhan prawan untuk remaja putri. kampuhan ngapem dan kampuhan untuk upacara sedan/kematian dan kampuhan randa (janda). dipergunakan apabila ada tamu Belanda.

yaitu wanita yang memiliki sifat-sifat seperti: Woro Sembodro sederhana. Kemudian dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar. maka hasil penelitian ini kiranya dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan dan suksesnya pembangunan nasional.tutur katanya halus. nilai luhur kita itu dimaksudkan dapat berfungsi sebagai penangkal. Jika sekiranya sebagian masalah yang timbul disebabkan oleh pelanggaran bahkan pengabaian terhadap nilai-nilai tradiaional yang luhur. Itulah sebabnya tujuan penelitian ini ialah menemukan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung atau dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa. artinya masih dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan nasional. sikap dan perbuatannya menarik 162 . Nilai Warisan Luhur Nilai-nilai yang terkandung dalam keluarga Jawa dan masyarakat Jawa masih sesuai dengan perkembangan jaman. kasih dan sayang kepada sesama. tidak suka mencela orang lain. Yang kedua ialah Dewi Manuhara atau Larasati .BAB IX ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Meskipun demikian kita yakin bahwa diantara nilai-nilai luhur itu ada yang bersifat universal. Serat Candrarini karya Mangkunegoro IV menceritakan tentang kesusilaan wanita yang mengambil contoh pewayangan yaitu : kehidupan keluarga Harjuna antara lain : Pantas menjadi tauladan wanita yang terhormat dalam keluarga. tenang.

Wanita merupakan suatu rahasia besar dalam kehidupan umat manusia. Banyak persoalan yang terkandung dalam isteri wanita yang belum terpecahkan.hati. dan tipe wanita yang tidak setia. Sri Mulyono dalam buku Wayang dan Karakter Manusia. di sisi yang lainwanita merupakan pendamai dunia. Yang artinya secara luas bahwa kebahagiaan si anak tergantung tingkah lakusang ibu. Hal tersebut apabila tingkah laku ibu. Ada pepatah yang menyatakan “Sorga anak itu ada di telapak kaki ibu”. sang ibu sanggup menjaga diri dalam tingkah lakunya. jujur lahir batin apabila berbicara kepada orang lain bersikap sopan. hal 56 menyebutkan Wara Srikandi Prajurit wanita yang mampu mengalahkan Bisma (Bisma adalah Senopati Ngastina pada waktu perang Baratayuda). serta menadi penyebab lahirnya manusai besar yang luhur (Sri Widayanti. Apabila dilihat sepintas kaum wanita seolah-olah umat manusia yang lemah. menghancurkan kehidupan. besar kemungkinannya anak-anak asuhnyaakan mendapatkan 163 . Ketiga Wara Sirikandi manis dan simpatik. cermat. hormat dan setia terhadap suami. Banowati wanita cantik yang senang menggangu kehidupan orang lain. bila dibandingkan dengan kaum laki-laki-laki. Dalam sisi lain karakter wanita yang digambarkan dalam pewayangan ialah Dewi Genderi (Ibu dari Kurawa) haus akan kekuasaan dan mengabdi kepada kemewahan dan kenikmatan. hemat. sejak awal anak di dalam kandungan dan selama dalam kandungan serta sesudah lahir. waspada terhadap situasi dan kondisi. Namun dengan kelemahannya itu wanit mampu menggoncangkan dunia. 1993: 33). mampu menghadapi segala persoalan keluarga. hati-hati. trampil dan rajin.

serta memahami diri sebagai mahluk Gusti Allah. sebab dalam kenyataan hidup membuktikan. berasa dan berkehendak. Susila adalah cerminan suara hati manusia yang memahami diri sendiri sebagai mahluksusila atau bermoral. Wanita itu memiliki kesadaran yang tinggi atas sebab dalam kesadaran moral yang tinggi inilah manusia memhami dirinya sendiri yang sedalam-dalamnya. karsa serta mahluk Gusti Allah. 164 . kesemuanya ini untuk mewujudkan manusia berbudi pekerti yang luhur. Pada masa sekarang ini roda pembangunan sudah menginjak tahap keempat.kebahagiaan hidup. yaitu memahami diri sebagai kodratnya mahluk yang berakal. Antara wanita dengan kesusilaan tidak bisa dipisahkan. narkotika. Kita semua merasa berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tahap-tahap sebelumnya sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. rasa. Meskipun demikian kita menyadari bahwa di samping keberhasil an itu masih ada berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian agar dapat diatasi dengan baik. Jadi kesusilaan di sini adalah bagaimana seharusnya manusia harus mencerminkan suara hatinya yang baik dan benar. berasa dan berkehendak atau cipta. sesuai dengan sifat kodratnya. bahwa wanita dinilai sebagai wanita yang baik susila atau luhur. Kita mengetahui bahwa berbagai usaha telah dil akukan untuk mengatasi masalah pengangguran. kenak alan anak. lalu lintas dan masih banyak lagi lainnya. Dengan demikian itu adalah besar sekali pengaruhnya terhadap anak keturunnnya. baik sebagai makhluk berakal.

merajalelanya kebobrokan moral dan mental. pendapat. Orang cenderung menyukai barang-barang. ada sementara orang yang secara apriori lebih mempercayai kata-kata.B. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejar tercapainya keinginan itu dan jika perlu menempuh cara yang tidak wajar. Sebagai bangsa yang luwes. yang bersifat terbuka. Ada yang mengatakan sudah terjadi erosi kebudayaan. bahwa apa yang dinyatakan di atas setidak-tidaknya merupakan 165 . hasil penemuan. alat-alat transpor serta benda-bendalainnya. Sebagai contoh antara lain ialah kurang dihargainya nilai moral atau mental. Di dalam masyarakat banyak kita dengar ucapan-ucapan yang sumbang seolah-olah tidak ada harapan untuk bangkit lagi dari kemunduran itu. Hal yang demikian lebih dipacu lagi dengan keadaan lingkungan yang cukup besar pengaruhnya. teknologi dan kebudayaan sangat mempengaruhi keluarga. dalam suatu segi kadangkadang pengaruh dari luar terasa kuat sekali. buatan luar negeri daripada hasil produksi dalam negeri. Kita harus mengakui seperti pepatah meng atak an tiada asap tanpa api. Orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dan melihat pertunjukkan dari luar daripada milik kita sendiri. metodeyang diberikan orang asing daripada hasil kita sendiri. Basis Intisari Keluarga Ilmu pengetahuan. alat-alat rumah tangga. kecenderungan hidup sekularistik dan materialistik serta hilangnya idealisme perjuangan. Anehnya lagi. Dengan demikian nampaklah bahwa sebagian nilai luhur yang semula termasuk diagungkan sudah mulai mundur kebelakang. Orang mengingin kan tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ipe adalah adik atau kakak suami atau isteri. Salasilah yang ada sekarang ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam masyarakat. nak ndulur. Kita mengenal berbagai salasilah raja di Jawa misalnya : Keluarga raja Kalingga 166 .fakta yang perlu mendapat perhatian. kadang. misanan. Pripean adalah hubungan antara saudara suami dengan saudara isteri. embah. Istilah ipe dan pripean menunjukkan hubungan saudara melalui perkawinan. Istilahistilah tersebut menunjukkan adanya rantai hubungan yang merupakan garis keturunan. embah buyut. adhi. kita jumpai istilah anak. nak ndulur. ipe. dan mindhoan adalah saudara tunggal canggah. gantung siwur. nak ndulur adalah saudara tunggal nenek misanan adalah saudara tunggal nenek buyut. Salah satu penyebabnya terletak di dalam diri para pelaksana yaitu manusianya. mindhoan menunjukkan hubungan kaluarga menyamping. canggah. Secara runtut digambarkan bahwa seseorang merupakan keturunan dari beberapa generasi sebelumnya. udheg-udheg. misalnya keluarga raja-raja. misanan. Istilah kakang. Keluarga Jawa mengenal silsilah yang menggambarkan urut-urutan hubungan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. pripean. Kakang dan adhi adalah saudara sekandung.orang tua atau bapak dan ibu. Di dalam keluarga. Di samping itu jika kita perhatikan hubungan-hubungan menyamping terdapatlah berbagai istilah kakang-adik. mindhoan. wareng. Berbagai usaha untuk menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa telah banyak dilakukan.

isteri juga mempunyai peranan yang penting. Di dallam keluarga. yang satu dengan generasi berikutnya. misalnya Trah Notokusuman. tetapi pada umumnya tidaklah demikian. Hildred Geertz (1961: 31) memberi contoh betapa peranan isteri terutama dalam hal mengelola ekonomi. Dalam hal ini ikatan keluarga besar yang bernama Trah adalah dwitunggal ayah dan ibu. Itulah sebabnya ada juga yang berpendapat dan menyebut bersifat paternalistik. artinya yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu bersama-sama. meskipun keputusan akhir masih di tangan ayah. Keluarga Jawa menganut sistem kekuasaan dwitunggal. Bentuk hubungan dalam dinasti sebagaimana tersebut di atas tercermin pula dalam Trah. Hubungan di dalam Trah memang ada yang runtut seperti salasilah di atas.Keluarga raja Daha Keluarga raja Singasari Keluarga raja Majapahit Keluarga raja Demak Keluarga raja Mataram Keluarga raja Surakarta Keluarga raja Yogyakarta Ada pula silsilah yang dimulai dari Nabi Adam dan secara urut serta runtut dilukiskan hubungan generasi. Dalam hal ini dikatakan bahwa suami dan isteri bersama-sama pada umumnya merupakan inti sebuah unit hidup yang berurusan bukan saja dengan prosesing dan distribusi barang-barang konsumsi tetapi juga dengan produksi barang-barang atau jasa bagi 167 .

ada yang suami-isteri bekerja. dan ada pula suami isteri bekerja terpisah. Di dalam keluarga Jawa suami isteri bekerja sama dalam mencari nafkah hidupnya sehari-hari. Dalam pembicaraan ini mereka saling asah. Dalam hal ini pendapat anggota keluarga juga menjadi bahan pertimbangan. Meskipun putusan akhir ada di tangan ayah. namun kekuasaan dalam keluarga pada hakekatnya ada di tangan ayah dan ibu. kemudian ia lalu mengambil keputusan. Jika keluarga Jawa mempunyai rencana untuk mengadakan hajad misalnya khitanan. ada yang suaminya melakukan pekerjaan produktif sedang isterinya berusaha kecil-kecilan di rumah. Akhirnya ayah sebagai penanggung jawab merundingkan lagi dengan isterinya. C. Jika pada waktu pagi seorang suami bekerja di ladang. Mereka dapat menyatakan pendapatnya dengan penuh tenggang rasa dan rasa kasih sayang. Demikian pula jika keluarga mempunyai masalah tertentu biasanya juga dibicarakan bersama. perkawinan. Keikutsertaan isteri di segala segi usaha ekonomi memberikan kepadanya kedudukan yang sama kuat dengan suaminya. darmawisata. 168 . Dalam hal-hal yang tidak begitu penting biasanya pembicaraan cukup dilakukan oleh ayah dan ibu. saling asuh dan saling asih.pendapatan untuk kelompok. Inilah demokrasi dalam keluarga. isteripun biasanya ikut membantu. biasanya mereka merundingkannya bersama. Kebersamaan dalam Keluarga Mengenai kerja sama antara suami isteri dalam bidang ekonomi ia menulis antara lain bahwa ada yang suaminya bekerja dan isterinya di rumah. Sang suami membajak atau mencangkul.

Ada pula diantara suami isteri yang pekerjaannya berbeda. maka iapun membuatkan makanan dan mengantarkannya kepada suami yang sedang bekerja di ladang. Jika isteri bekerjadi rumah misalnya mencuci. misalnya kacang. Sebaliknya jika isteri menjadi pegawai atau pekerja. di pabrik. menyiapkan makanan untuk keluarga. jam dua atau tiga siang tiba di rumah. Mereka mengatur dan menyiapkan dagangan yang akan dijual sampai jauh malam. mereka juga disibukkan dengan menyiapkan dagangannya. Bahkan sementara dari mereka ada yang secara rutin hidup bergumul dengan dagangannya sehingga ha ya pada malam hari saja tidur di rumah. Isteri bekerja berjualan dengan maksud menambah penghasilan suaminya. memasak. padi. Tampaklah dengan jelas 169 . Demikianlah halnya dengan isteri-isteri yang ikut aktif mencari nafkah di kantor. Bagi keluarga pedagang. Pada sore hari dan malam hari mereka masih disibukkan membenahi hasil ladangnya. Pagi hari jam dua atau tiga malam mereka sudah berangkat ke pasar.suami menjadi pegawai atau pekerja isterinya menjadi pedagang. mengawasi putra-putranya. toh tetap sibuk dengan pekerjaan rutin di rumah yaitu membersihkan dan mengatur rumah. di perusahaan.sang isteri membantu mengairi dan menyiangi tanamannya. jagung. sang suami lalu berdagang atau berjualan dengan tujuan yang sama seperti di atas. Bagi isteri yang tidak bekerja semacam itu. menunggu dan melayani pembeli. misalnya suami menjadi petani isterinya pedagang. Tidak sedikit seorang is:eri yang harus membeli dagangannya sendiri dan menjajakannya pula. menghitung hasil penjualannya. lalu mencari dagangan lagi.

membelisawah dan ladang. dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan perkawinan. apakah ia bersedia menrima pinangan seseorang atau bersedia dikawirikan dengan seseorang. hajad mendirikan rumah.bahwa suami dan isteri merupakan dua sejoli dalam rumah tangga. Jika dalam hal ini putera mereka sudah ada yang dapat diajak berunding. meskipun akhir putusan ada di tangan orang tua. Dalam hal ini ayah dan ibu wajib menanyai puteranya lebih dahulu. Jika dalam kenyataan ada di antara keluarga yang memberi ayah atau ibu kekuasaan yang lebih besar. Di dalam 170 . tidaklah berarti ada sistem kekuasaar. iapun diikut sertakan pula. bahkan sedemikian rupa sehingga anak yang sudah kawinpun masih banyak yang bertempat tinggal bersama keluarga. Dalam menghadapi soal semacam itu misalnya hajad mengkhitankan anak. Di bagian atas sudah dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga Jawa. Semunya itu dirundingkan dan diputuskan bersama. akan tetapi lebih merupakan variasi saja dalam sistem keluarga Jawa yang prinsipnya berstruktur kekuasaan ayah dan ibu atau dwitunggal. Keluarga sering dihadapkan pada berbagai masalah yang cukup penting. misalnya pada waktu mereka mempunyai hajad mengawinkan anaknya. Hal-hal yang dibicarakan antara lain meliputi waktu. membuka usaha baru selalu dibicarakan bersama oleh suami isteri. ayah atau kekuasaan ibu. Mereka bekerja sama dalam membina keluarga mereka. Hubungan antara anggota keluarga sangat erat. beaya. ayah dan ibu ialu merundingkan mengenai pelaksanaannya. Jika anaknya telah bersedia.

pikirira pribadi. pikirannya sendiri. yen masgula ngowahi kodrat ing suksma. balik rumangsaha. Ia tidak boleh 171 . den awening paningale aja samar. den karasa kang becik sira anggowa". Bila menjadi muda hendaknya tahu bahwa muda. aja pijer katungkul. yen wus tinitah hyang Widhi.keluarga anak-anak merupakan kesatuan yang bulat. yen ta anganggowa.jika memakai. Lawan maning ana ing pituturingsun. nuli rasakna. Terjemahan : “Adalah saudara tua yang wajib memberi nasehat kepada yang muda. Oleh karena itu wajib saling mengetahui kedudukan masing-masing. sarta manut wuruke sadulur tuwa. serta menuruti petunjuk atau ajaran saudara tua. Caritane ala becik dipun weruh. ningali sastra. Ia ibarat air dalam jamban. Yen dadi nom den weruh ing enomipun. oleh karena itu orang muda jangan senang dipuji. sedang yang tua. meskipun ia tahu bahwa ia benar dan mungkin saudara tuanya yang salah. Ceriteranya baik-buruk harap tahu. saunine layang iki. Sebagai kodrat saudara yang lebih muda wajib memperhatikan dan menuruti petunjuk serta nasehat saudaranya yang lebih tua. jangan selalu terpikat melihat tulisan. Ia harus takut dalam arti patuh kepada saudaranya yang lebih tua. Meskipun benar bila orang muda menjadi salah. yang muda wajib takut. kang anom wajibe wedi. Kang tinitah dadi anom aja masgul. dene ingkang tuwa den kaya banyu ing beji. yang bersih penglihatannya dan jangan khawatir. kemudian rasakankanlah bunyinya surat ini. sebaliknya merasalah bahwa sudah ditakdirkan Gusti Allah. Yang ditakdirkan menjadi muda jangan kecewa. artinya penglihatannya terang dan jelas tak perlu ragu-ragu. Saudara tua mempunyai kewajiban memberi petuah adikadiknya. agar terasa dan yang baik pakailah". jika engkau membaca. bila kecewa merubah kodrat Gusti Allah. lamun sira maca iya sadhengah kinteki. Dalam hubungan ini Paku Buwana IV antara lain menegaskan : ”Pan sadulur tuwa kang wajib pitutur. Dan lagi di dalam petuah saya. setiap surat ini. Nadyan bener yen wong anom dadi luput. hendaknya seperti air di bak. pramilane wong anom aja ugungan. marang kang taruna.

saling memikul bila berat dan saling menjinjing bila ringan bebannya. sehingga hubungannya tidak sebagai-aku-engkau. Mereka tidak memperlakukan akunya lebih penting dari anggotalainnya. Pende ritaan salah satu dari padanya merupakan penderitaan bersama. Kegagalan yang dialami oleh salah seorang anggotanya berarti juga kegagalan bagi anggota keluarga yang lain. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya juga sangat penting dan merupakan bagian dari seluruh hubungan yang serasi di dalam keluarga. Uraian di atas tidak berarti bahwa masing-masing anak tidak mempunyai identitas. Mereka masing-masing sebagai individu tetap mandiri. tidak dipisahkan. Dalam hal ini Ki Ageng Surya Mentaram antara lain mengatakan bahwa siapa mencari enak tanpa mengenakkan tetangga. Mereka hidu. Saudara kakak beradik dalam keluarga merupakan kesatuan dan saling merasakan suka dan duka bersama. akan tetapi sebagai aku-aku. Mereka hidup bersama laksana endhog sapetarangan atau seperti telur dalam satu sangkar. sama dengan membuat tali untuk 172 . akan tetapi seperti dirinya sendiri. demikian pula jika salah seorang mendapat kesenangan berarti juga buat yang lain. akan tetapi dalam kemandiriannya itu ia sekaligus merupakan totalitas atau keseluruhan dengan yang lain.berlaku manja sekali sehingga sebagai anak muda menyadari kedudukannya sebagai orang muda. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa para anggotanya tidak saling menganggap sebagai orang lain. Demikian pula hubungan antara anak yang satu dengan anak yang lain. atau kepribadian sendiri.p secara harmonik artinya saling merasakan suka dan duka bersama.

Hubungan suami dan isteri tersebut di atas menunjukkan bahwa keduanya merupakan kesatuan. Sikap jiwa yang menganggap orang lain bukan kamu.menjerat lehernya sendiri. Dalam hal ini dikatakan bahwa sementara penekanan struktural terhadap keluarga inti. Masing-masing mempunyai kebebasan dalam batas-batas yang wajar yaitu tidak melanggar kepentingan bersama. 173 . demikian pula orang tua. dan kemungkinannya melihat rasa enak atau tidak enak orang lain. Hasrat minta maaf ini mengubah pandangannya terhadap suami/isteri dan inilah permulaan rasa rukun dan damai. Selanjutnya dikatakan semboyan ‘enak hanyalah mengenakkan orang lain’ didasarkan atas anggapan bahwa orang lain bukanlah kamu. ada sebuah struktur yang melengkapi yakni strtiktur jaringan ikatan antara wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan yang disebut matrifokal yang masih nampak jelas dalam komposisi rumah tangga. Di dalam hubungan antara suami dan isteri antara lain disebutkan bahwa perkawinan dengan dasar untung rugi menimbulkan rasa dijebloskan atau menjebloskan. mewajarkan tindakannya mengenakkan orang lain. Selanjutnya jika kita perhatikan anak-anak juga merupakan kesatuan. Setelah orang merasa bahwa dengan cacadnya ia menyusahkan suami/isteri. Ungkapan tersebut berarti tak ada keenakan kecuali mengenakkan orang lain. Struktur pertama keluarga Jawa Family nukler. Jadi hilangnya rasa kamu karena mengerti kesalahan sendiri ketika hubungan dengan orang lain dan merasa tidak enak. timbullah hasrat minta maaf pada suami/isterinya. rasa demikian itu adalah lenyapnya rasamu.

anggota keluarga Jawa mempunyai bakat. Keluarga Jawa adalah dwitunggal atau bahkan sarwa tunggal. keluarga Jawa bersistem dwitunggal artinya kedaulatan ada di tangan ayah dan ibu bersama-sama. Keadaan yang demikian ini tercapai bila seluruh anggota keluarga tidak dihinggapi oleh rasa takut misalnya takut kekurangan makan. takut 174 . Meskipun demikian perbedaan-perbedaan tersebut bukannya mendorong ke perpecahan. Dengan kata lain mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. Struktur Sarwa Tunggal Suami isteri sebagai orang tua anak serta anak-anak merupakan dua unsur yang merupakan kesatuan. Dilihat dari siapa yang memegang kedaulatan. kesenangan dan ciri masing-masing. duniawi dan ukrowi. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Keluarga Jawa merupakan masyarakat yang terkecil terkecil atas ayah-ibu beserta anak-anaknya yang mempunyai hubungan erat dan merupakan satu kesatuan bulat dalam suatu sistem. Dilihat dari garis keturunannya. maka keluarga Jawa dapat disebut sebagai keluarga yang berstruktur dwitunggal. dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. keluarga Jawa pada hakekatnya bersistem dwitunggal karena hubungan dalam keluarga menbikuti kedua garis yaitu ayah dan ibu. kemampuan. struktur keluarga Jawa meliputi tempat yang tak terbatas dan berbagai generasi. Selanjutnya karena keseluaruhan anggota merupakan kesatuan maka keluarga Jawa dapat disebut berstruktur sarwa tunggal. Kebahagiaan berarti kesejahteraan dan ketenteraman lahir serta batin. Dilihat dari ruang dan waktu. tetapi justru mendorong untuk bersatu. Sebagai masyarakat terkecil.D.

kesehatan diri. Mereka juga wajib memperhatikan dan mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. minum. pakaian. Keyakinan ini diwujudkan berupa suatu optimisme yang besar. Di samping itu juga terbebas dari berbagai gangguan misalnya gangguan penyakit. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hub ungan antara anggota-anggotanya. Keluarga sebagai masyarakat terkecil mempunyai tuju an yang langsung antara lain kebutuhan akan makan. dengan ujud pernyataan ana dina ana upa artinya ada hari ada nasi. takut menghadapi hari tua. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. perumahan menjadi tugas utama keluarga untuk mencukupinya. Semua anggota keluarga harus mengetahui bagaimana kedudul. oangguan keamanan. Tujuan langsung. perumahan. Mereka bekerja dan berusaha sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan itu agar tidak mengalami kekurangan dan penderitaan. Itulah kebaikan yang mereka dambakan.tidak mempunyai tempat tinggal. Keluarga dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mengejar tujuan itu. Mereka percaya bahwa Tuhan yang Maha Murah dan Kasih akan memberikan rejeki kepada umat manusia. kedudukan. uang. minum. Kebutuhan sehari-hari seperti makan. kekuasaan dan pangkat. takut akan berbagai penderitaan lainnya.an dan fungsi mereka masing-masing. sehingga mereka merasakan hidup yang' tenang dan tenteram. 175 . pakaian. Agar cita-cita tersebut tercapai ayah dan ibu harus berusaha dan bekerja dengan tekun untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual.

Mereka percaya bahwa dengan kerja keras setiap orang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok yaitu makan. Itulah sebabnya tujuan langsung juga disebut tujuan jangka pendek. Tujuan langsung tidak hanya terbatas mengenai kebutuhan jasmani dan duniawi saja. Bukankah jam tiga malam pedagang sudah berbondong-bondong ke pasar untuk berjualan dan jam lima pagi para petani sudah mulai mengerjakan sawahnya. non duniawi. karena kebutuhan sehari-hari memberikan rangsangan yang cukup besar. Masih banyak yang mereka lakukan yaitu di samping memenuhi kebutuhan sebagaimana di sebutkan di atas juga berusaha antara lain memperoleh kekuasaan. di dalam pernyataan itu terkandung optimisme yang mendorong dan memberi semangat kepada mereka untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. Demikian pula mereka berusaha menjaga diri para anggotanya agar tetap sehat sehingga dapat melakukan tugas keluarga dengan baik. akan tetapi juga kebutuhan rohani. ketenteraman 176 . Pada hal jika kita perhatikan dengan seksama. sama halnya dengan tujuan manusia. Tujuan tidak langsung. Kebahagiaan sempurna bagi keluarga yaitu ketenangan. Meskipun demikian titik beratnya terletak pada pemenuhan yang bersifat jasmani atau yang material. Setiap keluarga Jawa mempunyai cita-cita yang mulia yaitu ingin mencapai kebahagiaan yang sempurna. Di dalam kenyataan hidup sebagian besar waktu digunakan justru untuk memenuhi tujuan hidup yang langsung ini.Pernyataan ini memang dapat diartikan negatif seolah-olah mereka pasrah kepada nasib dan takdir. bersikap pasip tanpa semangat. Kebutuhan semacam itu selalu ada di sekitar kita dan menuntut agar segera kita penuhi.

Di dalam keluarga harus berlaku keadilan. 177 . Karena keluarga yang satu hidup bersama dengan keluarga lain maka mereka harus melaksanakan keadilan baik oleh dan untuk anggota-anggotanya. Dalam hal ini adanya kehidupan yang serasi dan selaras serta seimbang dalam keluarga sangat diutamakan. Kebahagiaan sempurna. meskipun kenyataannya lebih sukar dilaksanakan dari pada tujuan yang langsung. Oleh karena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan yang ada. 1989: 33). ketenteraman dan keselamatan bagi setiap anggotanya. maupun dalam hubungannya dengan keluarga lain. anak-anaknya merupakan rakyat yang paling penting di dunia. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya. adalah tujuan yang jauh.dan keselamatan bagi setiap anggotanya. Itulah sebabnya di dalam keluarga. para anggotanya didorong dan diarahkan melalui berbagai cara agar menyadari bahwa yang harus mereka capai di samping tujuan yang langsung. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya (Sunoto. keluarga. E. Tujuan tidak langsung atau jangka panjang ini sangat penting. Menggapai Kebahagiaan Sejati Setiap keluarga mempunyai cita-cita yang mulia yaitu keinginan mencapai kebahagiaan yang sempurna. baik lahir maupun batin. baik lahir maupun batin. yang tidak langsung. orang tua. Bagi orang Jawa. Bagi keluarga yaitu ketenangan.

Oleh karena itulah merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Banyak petuah yang ditujukan kepada anak bagaimana ia bersikap dan berbuat di dalam pegaulan keluarga. selaras dan seimbang. mring rama ibunta nini. Masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap keberadaan anak karena sebagaimana dikatakan bahwa anak merupakan kunci kebahagiaan orang tua. 178 . Hal ini sebagaimana terdapat dalam ungkapan Jawa anak iku dadi ganthelaning ati anak itu selalu ada dalam hati orang tuanya. tentu akan terjalin suatu pergaulan yang serasi. Anak mempunyai kedudukan penting di dalam hati orang tua karena merupakan tali pengikat yang kokoh terhadap ayah ibunya. wanita yang mempunyai kekhususan sebagai pelahir anak maka ia pun dituntut untuk memberikan pendidikan pada anaknya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebagai manusia. Istilah seperti sing ngerti suba sita lan duga watara menunjukkan betapa pentingnya nilainilai tersebut diperhatikan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Jika dalam tata pergaulan orang dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa. tegese sira nucekna.Dalam Serat Wulang Putri ini diajarkan bahwa Waniti dikatakan utama apabila ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan mempunyai keturunan sebagai penyambung cita-cita hidupnya. Dari sini tersirat bahwa selain sebagai anak. Sebagaimana dipaparkan dalam Serat Wulang Putri : Maning sira angidhepa. Bagi masyarakat Jawa pergaulan yang baik harus tetap bersandarkan atas sikap yang pada hakikatnya berlandaskan nilai-nilai religius dan moral.

eneng eninga di hati. sirnaa nepsunta nini. Sebagaimana dinyatakan bahwa ketika ibu mengandung merupakan beban berat yang berlipat atau wahnan 'ala wahnin (Qur'an 46: 16). Kewajiban berbakti kepada orang tua ini juga dijelaskan dalam Wulang Reh (Paku Buwana IV) pupuh Maskumambang : 179 . berilah kasih dari segala arah. hilanglah napsumu. angakna ing asih kalawan arah. Kewajiban berbakti ini sebagai bukti timbal balik kita kepada kedua orang tua yeng telah menyebabkan kita hadir di dunia. Terjemahan : Ada lagi hendaknya engkau berbakti.iya sasiranireki. awas eling supaya. adapun cara menjalankannya. eneng eninga ing kalbu. dene dennya nglakoni. yang merawat dan membesarkan. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak sebagai sarana berbakti kepada Gusti Allah. artinya sucikanlah. Kewajiban ini sebagai balas budi anak terhadap jerih payah orang tua. Adapun jalannya untuk berbakti seorang wanita dinasehatkan untuk mensucikan jiwa dengan cara eneng -ening-awas -eling dalam hati serta mengasihi mereka berdua dengan setulus-tulusnya. kepada bapak dlan ibumu wahai putriku. waspada dan ingat sadar. jiwamu ini.

ing donya turnekeng akir. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi. miwah bapa-biyung. kinarya jalaran. Terjemahan : Itu pantas bila kautauladani anakku. Orang yang tidak patuh pada nasehat orang tua. Ana uga etang-etanganane kaki. kang muruk watek kang becik. Ingkang dhingin rama ibu kaping kalih. iku kaki estokena. Pramilane rama ibu denbekteni. juga bapak ibu. lanang wadon kang kaping tri. ya marang sedulur tuwa.Iku pantes sira tirua ta kaki. anane badan puniki. mulane wajib sinembah. wineruhan padhang hawa. 180 . saking ibu rama. tan wurung kasu rang-su rang. Uripira pinter samubarang kardi. anemu duraka. yang demikian itu patuhilah anakku. sembah lilima punika. ing batin saking Hyang widhi. dununge sawiji-wiji. lilima sinembah. yang mengajarkan watak tang baik. marang mertuwa.

Sebab hendaknya engkau berbakti pada ayah-ibu. hal itu masing-masing. karena itulah wajib disembah. kedua terhadap mertua. karena ibu dan ayah. kaping pat berawan maksude nini. yang keempat berawan maksudnya 181 . karena. Yang pertama ayah-ibu. Ungkapan itu tampak dalam pupuh Maskumambang bait II. Pernyataan ini secara tidak langsung menuntut kaum wanita untuk merawat dan mendidik anak yang telah dilahirkannya. di dunia sampai akhirat. Hidupmu menjadi tahu akan segala hal. yang ketiga kepada saudara tua.akan menemui celaka. Selain ada kewajiban berbakti pada orang tua wanita juga berperan sebagai pendidik anak. Ada juga hitungannya anakku. tidak luput hidupnya pun selalu dalam keresahan. adanya diri ini. dalam batin dari Yang Maha Kuasa. laki-laki perempuan. tahu akan dunia yang terang. mapan sugih anak. Kewajiban ini tidaklah diungkapkan secara eksplisit dalam Serat Wulang Putri. Keimplisitan ini sebagaimana dipaparkan bahwa salah satu keberuntungan bagi manusia apabila ia mempunyai anak. lima yang disembah. kelima sembah itu adalah.

Berdasarkan 182 . Pandangan Hidup Berkeluarga Dengan mempelajari hubungan-hubungan tersebut akan dapat diketahui ciriciri khusus filsafat hidup mereka. Kebahagiaan orang tua ada pada diri anak ini dipaparkan pula dalam Serat Panitisastra. Oleh karena keluarga terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Untuk menjadikan anak yang berbudi pekerti luhur ini diperlukanlah sosok yang mampu merawat. F. mempunyai anak. Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam Serat Panitisastra bahwa sepining garwa tan darbe suta sepi satuhu. anak yang jahat mendatangkan susah orang tuanya. 1996: 74). tujuan keluarga pada hakekatnya diharapkan serasi dengan tujuan para anggotanya. mengasuh dan mendidik. Dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak. istri kosong apabila tidak mempunyai anak benar-benar kosong (Sadewa. maka sesuai dengan idaman ajaran kefilsafatan Jawa. yakni seorang wanita yang dalam dirinya memiliki sifat-sifat luhur. bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung. Pernyataan bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup adalah memiliki seorang anak menunjukkan bahwa fungsi reproduksi dari wanita benar-benar menjadi pusat penilaian masyarakat. Wanita merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Ungkapan ini menunjukkan bahwa wanita tanpa anak dianggap sebagai wanita yang sia-sia. yaitu anak yang baik menjadikan kebagiaan.putriku. Di sini masyarakat menunjuk kepada wanita sebagai ibu yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki.

Meskipun sebagai unit. maka hasil penelitian ini akan memberikan andil dan masukan bagi kefilsafatan Indonesia tersebut. Syarat untuk menjalankan tapa tersebut tidak boleh mengganggu berjalannya hidup sehari-hari. dirinya terhalang dari Gusti Allah dan untuk menyingkap tabir itu harus melakukan latihan kerohanian dengan mengosongkan 183 . setidaktidaknya memberi sumbangan bagi pembicaraan filsafat masyarakat Jawa pada umumnya. Manusia yang memperturutkan hawa nafsu. Hakekat dan tujuan serta hubungan-hubungan yang berlaku dalam keluarga Jawa diharapkan juga serasi dengan yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya.uraian tersebut. keluarga itu mandiri. Di pilih jalan tengah antara keadaan puas dan keadaan lapar (De Jong. Oleh karena filsafat masyarakat Jawa merupakan sebagian dari filsafat Indonesia. maka ia merupakan unsur masyarakat.dalam penelitian ini akan dibuktikan bahwa ada kesamaan antara manusia yang menjadi idaman masyarakat Jawa dengan manusia anggota keluarga yang juga diidamkan oleh keluarga. namun sebagai unsur masyarakatia juga terikat oleh tata cara dan tata krama masyarakat. Selanjutnya karena keluarga merupakan masyarakat terkecil. Dengan demikian tata cara dan tata krama keluarga Jawa yang ada secara selektif dapat dikembangkan dan dipelihara menjadi unsur tata cara dan tata krama nasional. 1976: 24). Tapa brata puja mantra tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan utama yaitu agar seorang wanita dapat menguasai hawa nafsu dlan membersihkan jiwa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Gusti Allah. Membicarakan keluarga Jawa dari segi filsafat.

Konsep empan papan ini menggambarkan bahwa waktu malam merupakan waktu yang suci dan angker. iri hati dan suka mencampuri urusan orang lain. Manusia yang merasakan benar-benar dirinya hamba-Nya. Empan itu apabila waktu malam tiba terbukanya semua kehendak. Papan adalah suasana sepi artinya bahwa di waktu sepi itulah waktu yang tepat untuk menghilangkan duka nestapa.hati dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisi dengan sifat-sifat terpuji. Dengan demikian. Segala pikiran dan perasaan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu (misal: pamrih) akan merintangi pemersatuan itu. panasten kemeren lawan dahwen.. ewan cekak dan rupak artinya dengki dan suka membenci. Dalam moring kawula Gusti itu lenyaplah segala perasaan yang tinggal sebagai ciri khas dari kesatuan tersebut ialah arah suprasosial terhadap sesama manusia. Pada waktu malam orang dapat menghayati bersatunya diri manusia dengan alam raya yang tenang dengan sangat mesranya. sama seperti kotoran. Seorang wanita dalam menjalankan tapa brata tersebut harus mengetahui dan memahami empan papan. panas hati. manusia akan mencapai moring kawula Pusti 'bersatunya hamba dengan Gusti Allah. sombong. kumawula artinya merupakan cermin yang sejati. mudah tidak senang dan berpikiran sempit serta picik. Sumber kebagiaan di 184 . kumingsun. sehingga Gusti Allah dalam bayangan yang sungguh-sungguh tidak terhalang oleh kotoran sedikitpun. Sifat-sifat tercela tersebut sebagaimana diungkapkan dalam Serat Wulang Putri disebut pancadriya dalam pupuh Sinom bait 1-2 adalah cengil sengitan.

menuntut ilmu. Di atas sudah dijelaskan bahwa keluarga terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anaknya. Bahkan orang-orang lain yang bukan anak dan bertempattinggal bersama serumah termasuk anggota keluarga. atau merupakan kumpulan dari anggota-anggotanya. Kesatuan. Persatuan. karena keluarga terdiri atas anggota-anggota atau individu-individu. Bagi masyarakat Jawa ungkapan narima merupakan ungkapan terima kasih atas segala pemberian yang diperoleh dari Gusti Allah yang Maha Pemurah. namun keputusan akhir ada di tangan anggota-anggotanya. demikian pula keluarga Jawa. Anggota-anggota keluarga meskipun mandiri pada hakekatnya tidak terpisahkan satu sama lain. 1976: 26). Kepasrahan kepada Gusti Allah merupakan salah satu sikap hidup orang Jawa yang sering dikenal dengan ungkapan nrima ing pandum 'menerima apa yang telah diberikan' karena segala sesuatu sudah diatur. malahan sebenarnya mereka terikat oleh berbagai ketentuan adat atau norma yang berlaku.sini bukanlah hidup di dunia tetapi apabila seorang hamba merasa bersatu dengan Gusti Allahnya (De Jong. Meskipun orang tua berhak memberikan nasehat dan saran. Mandiri artinya setiap anggota keluarga bebas dalam menentukan jalan hidupnya antara lain dalam hal memilih pekerjaan. Sartono Kartodirdjo mengatakan bahwa narima refers to the state of being content or accepting something with fullness. mencari nafkah. tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Dengan prinsip hidup nrima ing pandum seseorang tidak mempunyai sifat serakah atau iri hati. karena kumpulan anggota-anggota tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisah-pisahkan lagi. Meskipun demikian kebebasan mereka ini bukannya tanpa batas. Inilah wujud keluarga yang telah diperluas. 185 .

serta merasakan suka dan duka bersama. Tega larane ora tega patine. Jiniwit katut artinya kalau orang dicubit kulitnya. tetapi juga orang tuanya. Keluarga Jawa sebagai suatu sistem. di samping harus mampu mengembangkan dirinya. Bahkan walaupun anak sudah berkeluarga sendiri. dagingnya juga turut kena. karena sudah merupakan satu kebersamaan. Dalam hal ini dikatakan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak bermaksud untuk menghasilkan orang yang dapat berdiri sendiri melainkan menekankan orang yang sosial. sedangkan individualitas personality seseorang akan mewujudkan suatu dasar moril yang kuat. Pepatah ini menunjukkan bahwa betapapun bencinya orang tua kepada anaknya namun toh masih dalam batas-batas tertentu. mempunyai hubungan baik material maupun spiritual.Kumpulan anggota yang telah bersatu itu tidak dapat dipecah-pecah lagi. Ini berarti bahwa jika salah satu anggota keluarga menderita berarti juga penderitaan bagi anggota lainnya. 186 . senasib sepenanggungan. Orang memerlukan bimbingan dalam segala bidang. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa masing-masing anggotanya harus mampu bersosialitas dengan anggotanya yang lain. orang tua selalu siap membantu. Keluarga merupakan suatu unit kesatuan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri. Ada pepatah Jawa yaitu anak molah bapa kepradhah artinya jika anak berbuat sesuatu yang kurang baik yang terkena akibatnya tidak hanya dia sendiri. Nasib anak-anak dalam keluarga selama mereka belum mendapat penghasilan sendiri masih menjadi tanggung jawab orang tuanya. jika mendapat kesulitan.

aja nganti pisah. masih menjadi satu. Berusahalah bagaimana baiknya. anom kumpul tuwa kumpul kang prayoga. Oleh kerena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas mereka agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan mereka. kumpula kaya ing nguni. berkumpullah seperti dahulu. Pernyataan ini dapat ditafsirkan secara nebatif yaitu hanya menekankan berkumpulnya atau 187 . orang tuanya. anak-anaknya. namanya pucung. Sedemikian rupa dambaan persatuan dan kesatuan tersebut tampak pula dalam pernyataan mangan ora mangan waton kumpul. Dilukiskan bahwa keluarga harus bersatu dan harus berkumpul sebagaimana anak-anak waktu masih hidup bersama orang tuanya. pucung arane puniki. Bait di atas menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga. jika sudah tua. keluarganya. muda kumpul tua kumpul yang baik. keluwak lalu bercerai berai. Terjemahan : Permulaannya keluwak waktu masih muda. merupakan rakyat yang paling penting di dunia. Den budiya kepriye ing becikipun. Meskipun ajaran tersebut agaknya ditujukan kepada anak-anak.Hildred Geertz (1961: 51) menulis bahwa bagi orang Jawa. namun intinya ialah kesatuan dalam keluarga. jangan sampai berpisah. yen wis tuwa si kaluwak pisah-pisah. Betapa pentingnya kesatuan dan kerukunan hidup keluarga antara lain dikemukakan dalam Serat Wulang Reh (Pakubuwono IV) sebagai berikut : Kamulane kaluwak nom-nomanipun. pan dadi satunggal.

Pada waktu itu alam masih kaya dan luas. sebab kondisi keluarga memang berbeda. Jika sekarang pernyataan tersebut diterapkan sebagaimana apa adanya sudah barang tentu tidak kena. Salah-salah dapat terjadi berkumpul tidak makan sungguh-sungguh. Apakah anggota keluarga itu berkumpul atau tidalc sebenarnya tidak menjadi masalah. sedang jumlah manusia masih sedikit. bersatu nya anggota keluarga. Karena itu dalam hal ini yang penting adalah arti berkumpulnya. Sebenarnya jika pernyataan itu dilihat dari kurun waktu beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu masih dapat diterima oleh akal. karena makanan sudah cukup tersedia. Istilah makan atau tidak makan asal kumpul dalam pernyataan di atas terang dimaksudkan betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan.istilah berkumpul masih 188 . menerima nasib dan menggantungkan diri atas pemberian atau bagian yang diberikan oleh Gusti Allah.kesatuannya. Jika kemudian anak-anak bahkan cucucucu mereka sudah bertebaran di berbagai tempat. tentunya harus diberi arti yang lebih luas (Sunoto. Dorongan untuk berkembang dengan cara yang kreatif tidak tersirat dalam pernyataan itu. Jika pada waktu dahulu berkumpul diartikan berkumpul serumah. 1989: 83). Karenaitu pada hakekatnya tidak mungkin kekurangan makan. Ajaran tersebut mendidik manusia narima ing pandum. berkumpul memang dalam arti serumah. Sewaktu anak-anak masih menjadi tanggungan orang tua dan belum dapat mandiri. sebab mereka pasti dapat makan. sedang kebutuhan makannya kurang mendapat perhatian. Disamping itu pernyataan tersebut seolah-olah hanya berisi ajaran yang membentuk manusia berpikiran dan berkepribadian sempit. sebab pada waktu itu tidak mungkin berkumpul tanpa makan.

di bis atau dalam pertemuan. dan peraturan yang me ngikat anggotanya. Hal-hal yang dibicarakan antara lain mengenai iceluarga masing-masing. misalnya rapat.karena setelah diurut-urut antara mereka masih ada hubungan keluarga. sering kali lalu berkenalan dan membicarakan berbagai masalah. pengurus. Jika seseorang berjumpa dengan orang lain dalam perjalanan.mengandung makna yang cukup berarti. meskipun secara formal nampaknyatidak mengenal jenis hubungan dan ikatan seperti marga dan namun pada hakekatnya mengenal pula hubungan darah atau famili atau hubungan yang berdasarkan atas keturunan. Di atas keluarga masih ada ikatan yang cukup jelas meskipun tidak mempunyai organisasi yang teratur yang mempunyai tempat. Hubunganhubungan di dalamnya sudah agak longgar. Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa struktur keluarga Jawa. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa struktur keluarga Jawa merupakan suatu sistem yang menekankan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai dasarnya. Kedua orang itu saling menceritakan asal-usul mereka. Di sinilah kadangkadang mereka bertemu sebagai keluarga. akhirnya diketahui bahwa nenek buyut mereka sama. Ikatan semacam inilah yang biasanya dinamakan trah. 189 . misalnya di kereta api. harta. karena bagaimanapun juga mereka harus tetap bersatu-padu dalam keluarga besar.

Laksana Mimi Lan Mintuna Harapan hidup berumah tangga adalah keserasian yang meliputi seluruh warganya. rukun.BAB X NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. Harapan agar hidup sebagai mimi lan mintuna biasanya diucapkan di dalam berbagai kesempatan misalnya dalam upacara perkawinan. tenteram dan selamat. Sebaliknya hubungan suami isteri yang serasi. memenuhi harapan orang tuanya yaitu hidup serasi laksana mimi lan mintuna. bahagia. 190 . tidak pernah cekcok. Karena itu dijadikan lambang agar keluarga dalam hal ini suami dan isteri mempunyai pandangan hidup dan perbuatan hidup yang sama agar keluarga mereka dapat hidup tenang. Mimi dan Mintuna adalah binatang yang tidak pernah berpisah satu sama lain. Suatu rumah tangga yang penuh berisi pertentangan antara suami dan isteri memberikan bukti bahwa hidup mereka di dalam keluarga tidak serasi. tenteram. tenang dan tenteram serta selamat dalam mengarungi hidup baru yaitu berkeluarga. Hal ini akan tercermin dalam hubungan antara suami dan isteri. Nasehat yang diberikan oleh para pini sepuh kepada dua mempelai yang sedang bersanding biasanya agar keduanya hidup rukun.

Sigaraning nyawa berarti hidup itu untuk suami dan isteri. Pada hari tuanya mereka tinggal menikmati dan mengecap hasil jerih payahnya selama itu dan menyaksikan anak-cucu beserta buyutnya dengan penuh nikmat. kebahagiaan mereka berarti akan membawa keluarganya hidup bahagia. Abot entheng disangga bareng. Artinya pecahan atau konkritnya separonya nyawa. Hal ini merupakan bukti bahwa suami isteri yang demikian itu telah berhasil mengatasi segala macam tantangan dan rintangan hidup dengan sebaik-baiknya. Kebahagiaan hidup dalam bentuk kerukunan dan kesatuan nasib antara suami dan isteri dapat kita lihat pada istilah garwa atau isteri. yang memiliki dan men anggung konsekuensi dari padanya ialah mereka berdua.B. Sigaraning Nyawa Hidup sebagai mimi dan mintuna. hidup rukun tidak pernah bertengkar apalagi berpisah satu sama lain. Sebaliknya anak-cucu dan buyut mereka juga akan merasa bahagia hidupnya karena masih ditunggui oleh ayah-ibu atau nenek mereka. Ini 191 . Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pepatah dalam bahasa Indonesia. sehingga dapat menikmati kedamaian sampai hari tuanya. Suami isteri diharapkan selalu hidup rukun dan tenteram. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai sigaraning nyawa. sebagaimana diuraikan di atas sering juga disertai contohnya yaitu kehidupan Kamajaya dan Ratih. Kedua insan ini adalah Dewa dan Dewi yang terkenal dalam ceritera wayang. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa jika suami isteri dapat mencapai kaken-kaken dan ninenninen berarti mereka telah dapat mengarungi perjalanan yang panjang dan penuh dengan liku-liku. Demikianlah jika dilanjutkan. Nyawa menunjukkan terhadap sesuatu yang hidup.

jika sampai sepi. habislah jejak manusia. Keluhuran merupakan kebutuhan batin yang mau tidak mau wajib dipenuhi pula.berarti bahwa kebahagiaan hidup dalam keluarga dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya. atau keduniaan dan kecakapan. Namun terpenuhinya. aji godhong jati aking. telas tilasing janma. Meskipun nampaknya semboyan atau pernyataan tersebut di atas hanya ditujukan untuk ayah dan ibu. uripe lan tri prakara. lebih berharga daun jati kering. akhirnya sengsara sebagai pemintaminta yang berkelana. Di dalam serat wedhatama disebutkan : Bonggan kang tan merlokena. Anak cucu mereka menaruh hormat dan menganggap kakek dan nenek mereka sebagai pepundhen artinya yang sangat dihormati. hidupnya dengan tiga perkara. Keluhuran pribadi dapat terlihat antara lain pada 192 . temah papa papariman ngulandara. karena keduanya mempunyai peranan penting. Trjemahan : Karena salah sendiri orang yang tidak memperhatikan. mengenai hukumnya yang hidup. Serba terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu syarat hidup bahagia. sehngga kebahagiaan mereka langsung dapat dirasakan bersama. jika ingin hidup bahagia. wirya artati winasis. keluhuran. mungguh ugering ngaurip. Karena itu menjadi kewajiban keluarga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. uang. Sebagaimana kita ketahui. saka wilangan ketelu. kebutuhan tersebut masih harus dilengkapi dua hal lainnya yaitu kecakapan dan keluhuran. dari ketiga hal tersebut. pada umumnya kakek dan nenek masih hidup bersama dengan anak cucu mereka. manawa kongsi sepi. Dengan kata lain tujuan hidup keluarga dapat direalisasi. toh akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga.

wruh ing petungan (tahu perhitungan). berarti ikut menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. Kecakapan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup keluarga. Berikut ini kutipan ajaran tersebut. rigen (teliti). warnawarna sakaconggahira nuting jaman kelakone. Dalam hal ini Mangkunegara IV mengajarkan agar anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya berupa asthagina. tahu nasib. Jika setiap anggota dapat melakukan kedelapan hal tersebut ia akan mencukupi kebutuhannya. jika para anggotanya memiliki pribadi yang luhur yang tampak dalam watak. Kedelapan kegunaan tersebut adalah : panggaotan (pekerjaan). dapat mengendalikan dirinya dan kaya. taberi tetanya (rajin bertanya). mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. dadi pamrih marang pakolih. C. katri gemi garapnya. gina atau guna berarti kegunaan. Kecakapan lahir dapat berupa ketrampilan sedang kecakapan batin dapat berupa ilmu pengetahuan yang dimilikinya. margane mrih cukup. gemi (tidak boros). Jika masing-masing anggota keluarga mempunyai kecakapan semacam itu. memperhitungkan segala perbuatannya. rigen ping kalihipun.hati nurani. Gemi Nastiti Kecakapan mencakup dua hal baik lahir maupun batin. titi (tertib). sikap dan perbuatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar keluarga. cukup. “Panggautan gelaring pambudi. Astha berarti delapan. nyegah kayun (mengendalikan kehendak) dan nemeni seja (niat yang sungguh-sungguh). ucapan dan perbuatannya. Karena itu keluarga bahagia. bertambah pengetahuannya. ping pat nastiti 193 .

yaitu perasaan kecewa. marma manungsa wajib padha awas lan eling. Terjemahan : “Tetapi jika diakui sebagai larangan. muga raga kasinungan seger kuwat bagas kuwarasan kalis. Berikut ini adalah pendapat Purbanegara (1918: 29): “Nanging yen den aku sirik. saliring pancabaya. dan direbut dengan paksa serta dianiaya. samckta karsanipun. tan boros maring arta” Terjemahan : 'Pekerjaan dan siasat atau uraian cara-cara usaha. kangjeng Nabi duta nayakaningrat. keenam rajin bertanya. putus ing reh kawignyane. den agung sukurira.. tidak boros terhadap uang. itu menjadi jalan tahu kepastian. sarta lawan nugraha. Anut dhawuh wewarahing Gusti.wewarahe. keempat berhati-hati dalam mengetahui.lima tahu perhitungan. ". akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. jalannya agar cukup. sebab manusia hanyalah.. Akarana sanadyan wus olih. kaping nenem taberitatarya. marang raganire dhewe. sesuai dengan jamannya. ingkang murba amisesa. ping pitu nyegah kayun. "Wataknya jauh dari kebutuhan sehari-hari. was uwas temah maras ". ketiga hemat kerjanya. sang Sri Bathara Wisnu. raganira ing reh mobah lawan mosik. ketujuh mencegah kehendak. wong ngaurip ing donya iki jalu miwah wanita. dhingin wajib nggayuh. jumbuh lawan. berbagai macam menurut kemampuan. terhadap badannya sendiri. pepinginan kang tanpa kardi. harus awas 194 . lan kajarah tur kasiyasiya.. Watek adoh mring butuh sehari. yang kedua adalah cekatan hemat kerjamu yaitu menjadi pemrih untuk memperoleh. nanging tansah anandhang sakit. mring hyang maha luhur. kawiryawan sugih bandha arta.pamriksa. sayekti tansah kacuwan angarasa rasanira nggenira sakit. barang karsanipun. Betapapun kaya seseorang tetapi jika badannya tidak sehat.ngundhakkdn marang kawruhe. iku margane wruh ing pasthi. keinginan yang tidak berarti.. Menjaga diri pribadi agar tetap sehat wal afiat merupakan salah satu kewajiban setiap manusia. menambah pengetahuannya. lima wruh ing petungan'. tan bagaskuwarasan.

hendaknya besar sukurmu. persis sama dengan potunjuknya. Jika orang Barat mempunyai semboyan men sana corpore sano. Mengapa ayam yang dipilih sebagai hewan pembanding dan bukan binatang lain. tetapi jika kita perhatikan didalamnya terkandung ajaran atau nilai yang sangat berharga Pernyataan tersebut hanyalah metode untuk menyampaikan ajaran agar mudah diterima oleh orang-orang.jagad. Sehubungan dengan hal ini keluarga Jawa mengenal berbagai petunjuk yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan. Jelaslah menurut ajaran tersebut betapa pentingnya kesehatan jasmani bagi manusia. tiap kehendaitnya. ahli dalam hal kecakapannya. badanmu daTam gerak-gerik serta mengenai anugerah.dan ingat. Metode ini boleh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi jamannya. dan terhindar dari segala mara bahaya. Dengan kata lain andaikata kalah ia masih kalah dengan orang. lebih dahulu harus mencapai. Jika dikatakan jangan kalah bangunnya dengan orang lain mungkin orang yang mendengarnya tidak begitu perduli dan tidak malu karena masih dibandingkan orang. orang hidup di dunia ini. keluarga Jawa juga sudah mengenal semboyan aja kalah karo tangine pitik. Pernyataan ini sangat sederhana. semoga raga diberi. karena itu ia tidak terlalu menyandang beban. kepada Gusti Allah Yang Maha Agung yang memperlakukan dan menguasai. kemuliaan kaya harta benda. akan tetapi inti ajarannya masih tetap mempunyai makna yang baik. segar kuat sehat. Sebab meskipun sudah memperoleh. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang sehat badannya mampu berkarya. Nabi utusan di. Sang Hyang Wisnu. pasti selalu kecewa merasakan sakitnya. laki-laki dan perempuan. ragu-ragu akhirnya takut". Lain halnya jika dibandingkan dengan hewan. Hal ini buicannya secara kebetulan tetapi orang-orang tua dahulu 195 . manusia akan merasa malu. Menurut printah petunjuk Gusti.

telah memilih dengan teliti bahwa ayam adalah hewan yang tidak pernah bangun itesiangan, karena pada pagi-pagi buta hewan tersebut sudah bangun dan mencari makan. Inti pernyataan di atas adalah suatu petunjuk atau nasehat agar orang bangun pada pagi-pagi hari, jangan terlalu siang. Dengan bangun pagi ia dapat bekerja mencari nafkahnya misalnya pergi ke sawah atau berangkat ke pasar. Dengan demikian badan a.kan terjaga dari gangguan penyakit dan akan selalu sehat wal afiat. Perhatikanlah dengan orang-orang yang sekarang berjalan pagi hari untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Di samping agar dengan bangun pagi orang akan menjadi sehat badannya, maka dengan bangun pagi orang dapat melakukan tugas rohaninya dengan tepat, misalnya tidak terlambat sholat subuh. Dengan demikian pernyataan aja kalah karo tangine pitik mengandung petunjuk bahwa orang yang menaati ketentuan itu, dirinya, yaitu jasmani dan rokhaninya, akan sehat. Dalam hal menjaga kesehatan, keluarga Jawa juga telah mempunyai petunjuknya antara lain agar menjaga dan mengatur makannya. Ada ucapan nyegah dhahar lawan guling artinya janganlah makan dan tidur tanpa batas. Nasehat tersebut meliputi dua hal yaitu lahir dan batin, artinya barang siapa mau mengatur tidurnya akan sehat rokhaninya. Bandingkan dengan orang

melaksanakan diet. Dari sekelumit contoh tersebut kita dapat menarik inti ajaran yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

196

Adil artinya memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Berikan kepada diri kita sendiri dan orang lain apa yang menjadi haknya masingmasing. Karena adil adalah keserasian antara hak dan kewajiban, maka yang didambakan oleh keluarga Jawa ialah adanya kesadaran para anggotanya akan hak dan kewajibannya masing-masing. Sama halnya di dalam kelompok-kelompok masyarakat dan negara, dalam keluarga ada beberapa jenis keadilan yaitu distributif, legal dan komutatif. Ini berarti bahwa orang tua harus berlaku adil terhadap semua anaknya (keadilan distributif). Selanjutnya anak juga harus berlaku adil terhadap orang tuanya (keadilan legal). Kemudian anak harus berlaku adil terhadap sesama saudaranya (keadilan komutatif).

D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur Ada ucapan ngalah marang bocah artinya orang tua harus memahami benar kehendak dan kebutuhan anaknya, sehingga jika terpaksa rela mengalahkan kepentingan diri demi-anaknya. Mendhem jero mikul dhuwur adalah ungkapan yang berisi nasehat sebagai pelaksanaan keadilan legal. Demikian pula anak berlaku adil terhadap sesama saudaranya merupakan pelaksanaan keadilan komutatif. Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Selamat dalam

197

melakukan pekerjaan, selamat dalam perjalanan selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Keluarga Jawa mengenal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, pitonan, atau tedhak siten, sunat, perkawinan, kematian. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan, sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa, slametan masih tetap menarik. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir gadhing. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan, mungil, indah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik, suci, bersih lahir batinnya. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam-macam buah-buahan. Rujak juga mengandung arti harapan. Kecuali rujak, dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih, nasi merah dan bubur. Nasi putih melambangkan air dari ibu, nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Dalam hal nasi, ada tiga macam yaitu putih mulus, merah dan gabungan keduanya, putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Putih melukiskan pemuas ibu, merah air bagi ayah, dan

198

campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. Dalam hal rujak: bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas, cabai penyedap dan gula. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu, maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan, tetapi jika rujak rasanya hambar baginya, ia akan mempunyai anak lelaki. Meskipun tidak disebutkan secara terinci, terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan, Koentjaraningrat (1967: 48) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak, calon ibu memperoleh berbagai tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung, diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau mitoni. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara brokohan. Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya, dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buahbuahan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Gusti Allah dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Upacara sepasaran. Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih, untuk mengusir roh jahat. Di sudut rumah, ditaruh sajen, sebatang tanaman, daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di dekat ibu

199

ditaruh sebuah keris. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. pepaya. Upacara perkawinan. Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. pensil. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. buah kelapa dan bermacam-macam buah-buahan antara lain : rambutan. Semua. jambu. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Dalam upacara panggih digunakan pula kembar mayang sebagai salah satu alat upacara. atau buah buahan yang terdapat di daerah tersebut. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. Misalnya janur kuning. Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang sirih. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang 200 . beras. Upacara Tedhak Siten. kaca dan pisau.

keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Rumeksa Rahayuning Garwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terhit atau terbenamnya matahari. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. 201 . Dengan menyelenggarakan upacara ini. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat.atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. E. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Anak pancuran kapit sendhang yaitu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Untuk menghindari bahaya tersebut. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah : Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala.

Dalam hal tugas suami. hubungan antara orang tua dengan anak dan sebaliknya. Tujuan pokok keluarga ialah mencapai kebahagiaan dan keselamatan keluarga. rumeksa mring rahayuning garwa. sejahtera dan sehat lahir batin. namun isinya sangat serasi dan runtut erat hubungannya satu sama lain. hubungan antara anak dengan anak. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. terdapat beberapa pernyataan antara lain sing jodho marang bojo. Sifat pernyataan atau ucapan tersebut adalah imperatif. Diperintahkan agar suami cocok dengan 202 . Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya.Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Tugas suami terhadap isteri. Meskipun dinyatakan dalam ucapan yang berbeda-beda.hubungan antara suami isteri dan sebaliknya. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. Kalimat-kalimat tersebut di atas adalah pengejawantahan dari pandangan dan sikap hidup keluarga Jawa mengenai tugas-tugas suami. kaken-kaken dan ninen-ninen. Kebahagiaan hidup keluarga digambarkan sebagai mimi dan mintuna. saling melengkapi. Agar memperoleh keselamatan. Hal ini tampak dalam. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. keluarga Jawa mengadakan berbagai macam upacara selamatan. dadya guru ugering wanodya. momong mareng pawestri. Hubungan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat Jawa erat sekali. Di samping itu juga hubungan antara keluarga yang satu dengan yang lain. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. asih marang garwa trusing driya.

jika semua perintahnya dipercaya oleh isteri. Itulah kewajiban laki-laki setelah perkawinan. Terjemahan : Surga orang dalam berumah tangga ada dua macam. Sepisan tumraping priya manawi dipun pituhu ing rabi sapangrehipun. Sepisan tumraping kakung kedah saged angayomi (rumeksa). awit saking katuju ing prana. kados panguluring oyod rumeseping kisma. anuntuni (memulang). Terjemahan : “Adapun kewajiban orang yang telah kawin itu ada dua macam. saha angemong (anyabari). Pertama bagi laki-laki harus dapat melindungi (menjaga) memberi tuntunan (mengajar). Ajaran semacam itu antara lain terdapat dalam tulisan Sumaatmaka Atmasalaga (1929: 32) sebagaimana disebutkan dalam bait berikut. Welasing priya dhateng rabi awit saking panalangsa". sihing priya dhateng rabi. Remening priya dhateng rabi. seperti teduhnya daun-daun yang mengayomi batang sampai akar". Selanjutnya mengenai swarganing jejodhowan dikatakan sebagai berikut "Swarganing (kamulyaning) jejodhowan punika ugi warni kalih. Priya kedah angemong kanthi pamardi ingkang sareh. Laki-laki harus mengasuh dengan cara berlaku 203 . seperti akar yang memanjang masuk ke dalam tanah. menjadi contoh bagi isterinya agar mendapat karaharjan (keba- hagiaan). memberi petunjuk serta memelihara isterinya seperti halnya sebatang pohon yang daunnya menaungi seluruh batang sampai akar. “Dene sesanggamaning jejodhowan punika wonten warni kalih. mekaten awon saenipun rabi anut kawegiganing laki. awit saking dipun gumateni. awon saenipun siswa anut kabangkitanipun guru. serta mengasuh (berbuat sabar). Inti petunjuk tersebut adalah keharusan suami untuk melindungi dan menjaga.isterinya. kados ayubing ronron anggening angayomi dhatdng delegipun dumugi oyod ". Pertama bagi laki-laki. mangertosa bilih rabinipun wau dados tetanggelipun ingkang dipun sanggemi.

Suami jangan berbuat untuk menangnya sendiri apalagi berbuat n i s t h a yaitu sewenang-wenang terhadap isterinya. disebabkan oleh perhatian yang sangat baik. tahulah bahwa isterinya tadi menjadi tanggung jawabnya yang telah ia sanggupi. Itulah sebabnya seorang suami wajib memberi pelajaran agar isterinya berbuat atau ber. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. “Yang laki-laki harus mengasuh dan mengajari itulah laku yang baik. maka suami akan senang dan kasih kepada isterinya. demikan pula buruk baiknya isteri mengikuti kecerdikan suami. disebabkan oleh cocoknya hati. Hal laku utama itu ditegaskan dalam bait berikut : "Ingkang priya kedah among amengku amemulang punika lampah utami. Senangnya laki-laki kepada isteri. Jika yang laki-laki ingin menang hanya karena ia laki-laki minta menang. Dalam bait ini ditegaskan bahwa seorang suami harus mengasuh dengan sabar dan sadar bahwa isterinya menjadi tanggung jawabnya. Sikap hidup yang demikian membawa ketenteraman keluarga.laku utama. buruk baiknya siswa mengikuti dorongan/acuan guru. cinta kasih laki-laki kepada isterinya. Belas kasihan laki-laki kepada isteri. Yen ingkang jaler angalap menang dumeh lanang nedha numpang punika tumindak kirang prayogi.tenang dan sabar. Yang laki-laki berlaku 204 . Ingkang jaler siya sawenang-wenang mboten nganggep manungsa dhateng estrinipun ateges nistha ". karena baikburuknya isteri tergantung pada kecakapan suaminya. itu perbuatan yang kurang baik. disebabkan oleh keinsyafan diri ". Jika seseorang suami pandai menjadikan isterinya sebagai isteri yang baik dan taat.

Manaraguna tegesipun sugih kesagetan ingkang kaanggep ing ngakathah. Awicarita artinya hafal mengenai arti ceritera. tepa. Ia wajib mempunyai kecakapan dan kearifan. Mardawalagu artinya yang dapat memperpanjang lagu kata. maka seorang suami juga wajib mempunyai kecakapan itu dan menerapkannya kepada isterinya. Terjemahan : “Paramasastra artinya pandai tentang bermacam-macam kesusasteraan. Nawungkridha artinya tahu terhadap kesalahan budi. Sambegana ingkang enget. sewenang-wenang tidak menganggap manusia terhadap isterinya. yaitu yang baik martabatnya ". nyanyian. mardawalagu. Sadaya punika sampun kalebet nugrahaning guru. mandraguna. Mardibasa tegesipun ingkang saged memantes tembung tata kramaning praja. merdibasa. 205 . tidak boleh lupa. mila kedah awas angupados guru. “Paramasastra tegesipun limpad ing kasusastran warni-warni. Guru yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu paramasastra. yen wong tumemen ing kalbu. ingkang sae martabatipun ". 1989: 71). “Welas marang rabine terus ing kalbu. Awicarita tegesipun apil dhateng gancaring carita aluraning nagari. contoh. berarti perbuatan rendah ". Oleh karena suami adalah guru laki. Semuanya itu sudah termasuk anugerah guru karena itu harus awas dalam mencari guru. nugraha sayekti prapti.aniaya. nuli wahyune mencongol". Yasadipura dalam hal ini menegaskan. mboteOn kenging supe. sejarah negara. Mandraguna artinya kaya kecakapan yang diakui oleh orang banyak. Sultan Agung menulis sebagai berikut. Mengenai tugas suami kepada isteri. tang nganggo sinangga runggi. Bait tersebut di atas sebenarnya berisi petunjuk bagaimana mencari guru yang baik (Sunoto. Mardibasa artinya yang dapat membuat pantas kata tata krama negara. Nawungkridha tegesipun ingkang priksa dhateng kalipataning budi. nawungkridha lan sambegana. awicarita. Mardawalagu tegesipun ingkang saged angulur lelagoning tembung tembang. Sambegana artinya ingat.

Seperti : Sumbodro. kemudian kebahagiaan muncul". Kesusilaan merupakan nilai tertinggi dalam martabat kehidupannya. Untuk mengetahui norma-norma kesusilaan kita dapat menerima petunjuk dari orang lain baik yang langsung mau pun yang tidak langsung. Kencono Wungu lambang watak wanita yang kurang 206 . Banowati. Orang yang berlaku demikian akan memperoleh anugerah. kesusilaan adalah sesuatu yang sama sekali tidak boleh ditingalkan. Demikianlah dasar-dasar pengetahuan tentang berumah tangga yang seharusnya diketahui oleh sang pengantin. Terutama bagi kaum wanita. sabar dan teguh (Sumbodro). sebab manusia dinilai baik dan buruk tergantung tingkah laku kesusilaan. anugerah pasti datang. Durgandini. Bethari Durga. Jika orang sungguh-sungguh dalam hati. Srikandi. atau kita dapat meniru atau mencontoh perbuatan susila dari orang lain. Suami wajib berlaku kasih-sayang lahir batin terhadap isterinya. Dewi Anggraini. Khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. hal ini untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik aman tentera dan bahagia. Larasati adalah lambang dari seorang istri (wanita) yang memiliki watak setia. rendah hati dan memikat (Larasati). atau lambang yang dituangkan dalam cerita ataupun dalam tokoh-tokoh pewayangan.Terjemahan : Kasih sayang kepada isterinya sampai batin. tanpa memakai kecurigaan. Trampil trengginas dan mumpuni (Srikandi). perlambang kesetiaan istri pada suami. Dewi Sinta. Dalam pewayangan ajaran moral kebanyakan berupa simbol-simbol. Tiga tokoh wayang tersebut sebenarnya memberi petunjuk bahwa seorang wanita yang baik harus memiliki watak seperti tersebut. yang kita anggap baik dan menurut pedoman moral. Norma kesusilaan bagi manusia dalam kehidupan masyarakat adalah memgang peranan penting.

segala masalah telah teratasi. 1993: 37). 207 . Diharapkan agar kita menjadi sadar bahwa timbulnya berbagai masala.m keluarga dan masyarakat. Agar dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang aman tenteram serta bahagia.baik (Damardjati Supadjar. Kita akan lebih sadar bahwa pengaruh dari luar akan kuat jika kita lemah. Guna hasil yang diharapkan : Untuk memberi petunjuk kepada seorang wanita hendaknya memegang nilai kesusilaan dan fungsinya. dan seolah-olah se-ala lukaluka telah terobati. Diharapkan kita menjadi sadar bahwa pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan para anggotanya terhadap nilai luhur mereka sendiri.h sebagian disebabkan oleh tidak dipatuhinya lagi norma yang bPrlaku dala. diharapkan akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya nilai tradisional yang luhur itu. atau dengan kata lain kita hidup di dalam fantasi dan angan-angan belaka. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dilakukan penelitian ini yang sangat penting artinya. Bagi ilmu pengetahuan: Untuk memahami dan mendalami ajaran yang terkandung dalam pewayangan. Ini tidak berarti bahwa kita ingin sekedar bernostalgia. bahwa kita mengajak hidup mundur beberapa puluh bahkan ratus ta hun yang lalu dan bahwa nilai-nilai tradisional yazig dapat ditemukan harus dilaksanakan tanpa mengingat situasi dan kondisi. Ini juga tidak berarti. Dengan menyajikan hakekat keluarga dan masyarakat dan apakahtujuan mereka serta bagaimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya.

Pasang Sumeh Jroning Ati Karya sastra Jawa sejak kemunculannya hingga sekarang terdapat nilai-nilai luhur yang disebut nilai religius yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan keagamaan atau kepercayaan. ketaatan manusia terhadap firman Gusti Allah dan kepasrahan manusia terhadap kekuasaan Gusti Allah (Soedarsono. terdapat beberapa butir darma bakti dalam etika dan tata krama Jawa sebagai dasar penalaran yakni keimanan tauhidan manusia terhadap Gusti Allah.Kebanyakan orang mengakui bahwa dalam cerita wayang bukan hanya sekedar ceritat. keteringatan manusia terhadap sifat Gusti Allah. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk'. Tingkah laku kesusilan wanita dalam pewayangan atau cerita wayang digambarkan dalam berbagai sikap dan perbuatan oleh figur-figur wanita utama. Nilai religius yang terkandung dalam kesusasteraan Jawa abad XVIII dan XIX mencerminkan konsep-konsep yang bersifat akulturatif dari sejarah Islam. F. Buddha dan Jawa. melainkan mengandung maksud dan tujuan tertentu. Kecuali itu juga mempunyai tujuan memberikan contoh-contoh tentang keksusilaan. terutama mempunyai arti dalam bidang agama. Hindu. Berkaitan dengan analisis religius. Orang Jawa menyebut Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. 1985 : 196). 208 . Sehubungan dengan hal tersebut figur-figur wanita dalam pewayangan nampaknya memberikan petunjukterhadap kaum wanita tentang sikap kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari.

Gusti Kang Maha Mulya. keimantauhidan dapat diartikan kepercayaan terhadap kemahatunggalan Gusti Allah (Badudu. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah harus meresap dan meliputi 209 . Gusti Allah itu tan kena kinayangapa (tak dapat dibayangkan keadaannya). Orang Jawa. Keimantauhidan orang Jawa tampak pada penyebutan Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah. rasa dan karsa merupakan tiga anugerah Gusti Allah yang berfungsi untuk memahami seluruh kebenaran yang ada. Secara etimologis. termasuk religiositas Jawa adalah kepercayaan terhadap adanya Gusti Allah. Orang Jawa dapat meyakini bahwa adanya Gusti Allah karena bagi orang Jawa keyakinan itu tidak semata-mata diperoleh hanya melalui rasio atau penalaran tetapi juga melalui rasa. Unsur paling utama dalam setiap religiositas. Gusti Kang Maha Mulya. Maksudnya manusia harus percaya penuh bahwa Gusti Allah itu nyata Maha Ada. Hyang Widhi. Hyang Suksma. iman mempunyai pengertian kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti Allah. dan Jawata.Hyang Widhi. dan Jawata. Allah dalam kata takdirollah. bahwa Gusti Allah itu sungguh-sungguh Maha Esa. Manusia harus beriman/tauhid kepada Gusti Allah Yang Maha Esa. Dengan demikian. baik tentang alam semesta ciptaan Gusti Allah maupun Sang Maha Pencipta itu sendiri. Manusia juga harus percaya penuh dengan kebulatan tekad. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk. 1996: 31). Allah dalam kata takdirollah. sedangkan tauhid berarti keesaan. Hyang Suksma. Cipta.

ilmu pengetahuan atau kawaskithan kepada umat manusia. keadilan. Dengan sifat-sifatnya yang demikian Gusti Allah memberikan karunia-Nya berupa kemurahan. Kang Wignya dan Maha Mulya sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi bait 2 dan Sinom bait 6. Keteringatan Manusia terhadap sifat Gusti Allah. Waha Wignya 'Maha Tahu'. Serat Wulang. 210 . Maha Mulya 'Maha Mulia' dan sebagainya. perkataannya dan perbuatannya.pikirannya. Maha Asih 'Maha Pengasih'. Putri menyebutkan sifat Gusti Allah yaitu Kang Widagda. perasaannya. Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa Gusti Allah memiliki sifat utama seperti Maha Murah 'Maha Pemurah'. kasih sayang. kearifan. Maha widagda 'Maha Pandai'. Marmeng ngger awya sireku pasang sumeh jroning ati katitik tyas tan sambada marang apngaling Hyang Widhi Kang Widagda tuhu Wignya anyolahken barang maring. Pakartining pangrasanta kang mengkono iku nini ya bakal pinasthi sira pinituhu ing sasami lan maneh nini putri mugi bisoa sineba momong samaning janma supayanta sira nini kinasihan ing Gusti Kang Maha Mulya. Kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Gusti Allah kepada manusia sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang yang merupakan keberuntungan bagi yang dapat meraihnya. Maha Adil 'Maha Adil'.

Gung-agunge ing begja puniku nini mung kawan prakara gunawan ingkang sawiji kasantikan tegesira. Keempat berawan maksudnya putriku mempunyai banyak anak apabila keempat hal sebagaimana disebutkan di atas. Sebagai sarana untuk mengingat Gusti Allah. Dua wiryawan keluhuran budi artinya putriku yang ketiga hartawan kalian hendaknya mengerti maksudnya kekayaan. 211 . Terjemahan : Sebesar-besarnya keberuntungan itu putriku. sararda. dikarunia pula manusia cobaan-cobaan yang harus dilalui sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan tersebut di atas cobaan tersebut dinamakan panca wisaya yaitu rogarda. Kaping pat berawan maksude nini mapan sugih anak mungguh laku pat prakawis sayekti uwus tetela. Dwi wiryawan kaluhuran lire nini kaping tri hartawan sira den samya mangerti tegese pan kasugihan. hanya empat hal gunawan yang pertama ilmu pengetahuan artinya.

Kelima perkara tersebut dapat dihindari oleh seorang wanita dengan melandaskan diri pada sikap-sikap yang positif. Wirangarda tegese laraning ati kaping pat cuwarda. Maksudnya sakitnya badan. Dhuh putrengsun sarnya sumurupa nini tegese kang panca wisaya mengko winardi ingkang sepisan rogarda. Maksudira garaning badan sayekti kalih sang sararda yeku rekasaning dhiri katelu ingkang winarna. durgarda artinya kecewanya hati'. yaitu kesengsaraan dalam diri. antara lain : setyaning tyas lawan 212 .wirangarda. ketiga yaitu'. cuwarda dan durgarda. 'Wirangarda artinya sakitnya hati. keempat cuwarda yaitu kesengsaraan hati. durgarda pringganing nala. kedua sararda. yeku rekasaning ati. Kelima hal tersebut sebagaimana dalam pupuh Maskumambang bait 18-20. Terjemahan : 'Wahai putraku hendaklah kau ketahui artinya panca wisaya tersebut pertama rogarda.

utameng tyas kang pinesthi. Dengan diberinya kenikmatan maupun cobaan itu manusia khususnya para wanita diharapkan senantiasa ingat terhadap Gusti Allah sebagai tempat bergantung dan memohon segala kebajikan. lebih-lebih karena belum dapat 213 . tegese utama sabar. betah ngangkah lawan lembah manah. Betapapun gigih serta uletnya studi yang mereka lakukan. ternyata tidak selalu menjalankan interpretasi secara tepat. teguh dan sabar. teteg. bait 21 . teliti dan teratur. Terjemahan : 'Seutama-utaman yaputri raja. hatihati. tenang-diam-waspada dan ingat. dengan berlapang hati hingga ke budi'. (Maskumambang. menebalkan hati agar sentosa dalam budi. tidak lain karena terlalu terpengaruh oleh kerangka pikirannya sendiri. titi lan tata. enengening-awas eling. Salah satu cara untuk mengingat Gusti Allah dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya sebagaimana terdapat dalam kutipan pupuh Kinanthi bait 14 di bawah ini : Di adining putri prabu.26). legoweng tyas nrus ing ati.legawa. utama hatinya. artinya utama sabar. Perhatian terhadap nilai-nilai kejawen juga tampil dalam lingkungan sarjana asing. angandel kandel kalawan kang kumandel netel santosa ing budi artinya setia dalam hati dan rela. tinampan sukur lan lila. ngati-ati. teguh. mring pancabayaning ati. terhadap lima hal yang merintangi hati. diterima dengan rasa syukur dan ikhlas.

Orang yang demikian akan terhindar dari rasa kegelisahan dan terpelihara dari gangguan jiwa (Usman Najati. hal mana mudah terjadi kalau orang terlalu terdorong oleh pikiran spekulatif saja. tanpa didasarkan atas penelitian serta pembuktian empiris. meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kesulitan. 1985: 28). Rasa syukur tersebut pada 214 . Sehubungan dengan itu. maka perlu diadakan usaha penelitian dari pihak pengemban kultur Jawa itu sendiri dengan harapan agar dapat menghindari segala macam salah tafsir tersebut. Perlu ditonjolkan di:sini bahwa dalam masyarakat kita sering dilontarkan ucapan yang menyangkut soal nilai-nilai Jawa. G. Dengan mempraktekkan sikap sabar dapat mendidik diri. Lagi pula tidak diusahakan melacak asal nilai-nilai atau istilah . Sikap mental sabar. memperkuat kepribadian.istilah itu tanpa mengidentifikasikan sumbernya yang otentik. secara-tepat atau tidak tepat dengan kecenderungan kuat menulis akan kerangka pikiran dan pandangan dewasa ini kepada nilai-nilai tradisional. Datan Sepi ing Pambudi Kesabaran seseorang biasanya diwujudkan dengan dimilikinya rasa syukur terhadap pemberian Gusti Allah.menyelami jiwa kejawen ataupun dengan istilah metodologis belum dapat melihat segala sesuatu dari dalam. Ketika mendapatkan kesenangan diperlukan sabar agar tidak congkak. Sabar merupakan suatu sikap mental yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. sangat diperlukan manusia sepanjang hidup dalam segala situasi. Di kala susah diperlukan sabar agar tetap teguh menerima cobaan dan tabah dalam menjalani kehidupan.

hakikatnya hanya tertuju kepada Gusti Allah. yakni : Syukur dengan hati. Nasehat ini sebagaimana dalam kutipan pupuh Sinom : Dhuh ngger wanita utama. Kang kaping pat lakuning rahsa sarehning. marang Hyang kang Murbeng Titah. nyirnakaken pakerti. 215 . Cara bersyukur terdiri dari tiga hal. Syukur dengan perbuatan yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya. marang kodrating Hyang Suksma. Syukur dengan lidah yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. rahsa itu mulia. yaitu berupa kepuasan batin atas anugerah yang telah diberikan oleh Gusti Allah. haruslah waspada dan ingat. dipuntansah angabekti. Sikap ingat kepada Gusti Allah itu perlu selalu ditanamkan dalam hati sanubari dengan ingat pada kodrat Gusti Allah sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang. rahseku wus mulya. ing pancadriya puniku. tegese kang pangabekti. terhadap kodrat Gusti Allah'. Paku Buwana IX memberikan nasihat kepada putra-putrinya agar berbakti kepada Gusti Allah. kudu musthi awas eling. Terjemahan : 'Yang keempat jalannya rahsa adapun. dene ingkang winastan.

beng sanapsu kayata cengil sengitan. hendaklah berbakti. Terjemahan : Wahai anakku wanita utama. artinya berbakti. kepada Gusti Allah Pencipta segala makhluk. Sarana dalam berbakti kepada Gusti Allah ini seseorang hendaknya menjalankan agama. yang disebut panca driya. Teriemahan : juga kepada sesama manusia terlebih-lebih dengan perbuatan 216 . menghilangkan tingkah laku. bait 3-4). nafsu seperti mudah tidak suka dengan orang lain. Istilah bakti menunjukkan adanya sikap yang patuh yang dilandasi rasa cinta seorang hamba kepada Gusti Allah. adapun yang dinamakan pancadriya itu putriku.panca driya iku nini. iya ing manungsa sagung luwih maning dera kardi solah bawaning narendra kang datan sepi pambudi ngganya angampil agama kasucian kang dumedi Tinindakaken lawan patut pinantes pantes tiniti tinimbang lan isinira negara Surakarta di tan kena kinukuhan angkuh ing tyas anglakoni (Kinanthi.

juga angingirangi. Iku sayektine gagar. limang prakara sayekti. agama adalah pedoman kehidupan yang sangat vital dan sangat menentukan. iya nini tapa brata. tempat bergantung dan memiliki ketenteraman hidup (Haedar Nashir. tanarima apa ing sarananira. ping kalih nyeyuda guling. Agama merupakan toitalitas kehidupan yang sakral. 217 . dan memandu serta menentukan arah kehidupan. narima nadyan nyegah. manusia menjadi memiliki rasa damai.segala tingkah laku raja yang tidak lepas dari ikhtiar dalam meminjam agama hanya kesucian yang ada Dijalankan dengan baik pantas dan diteliti dipertimbangkan isinya negara Surakarta yang indah tidak dapat dipertahankan sombong dalam menjalankan Bagi para pemeluknya yang berusaha taat. Dengan agama. 1999 : 14). dene kang dipun wastani. Untuk mencapainya diperlukan sarana yakni tapa brata puja mantra sebagaimana dipaparkan dalam pupuh Sinom bait 8-112. dhahar menawa sireki. Ketaatan pada Gusti Allah ini hendaknya diwujudkan pula pada ketaatan kepada kedua orang tua dan pada guru. mendalam. ing bukti sarananipun. sanadyan anyuda nendra. Tapa brata puja mantra.

Ping lima sira ngilangna. angawisana sanggami. Terjemahan : tapa brata puja mantra 218 . nanging yen kurang marta. mangkene pakartinipun. nini kalakoniku. mrih ywa kongsi kabanjur kajating nala. tegese panggagas nini. Den jak ngaluyub supaya. tuhu. bebasan tanpa kardi. angresepe ingkang sami. sumawa nadyan nini. duka cipta srana saking. upamane sira nini. tan widada iku dadi. wus mbaliyut ingkang panggah ciptanira. sanadyana sira nini.nanging yen linali lali. tan koyub dene pakarti. sadayeku kudu nganggo empan papan. ning mbliyut kang kaping tiga. tanpa duga cipta. angampeta pangandika. anyuda ing sanggama. cahyaning locananira. tan ngandika yen mengko karsa sandeya. kudu panggah santosa. catur kang tanpa kardi. kang kaping pat sira nini. Lalu mburu karaharjan. srana lila ing ati. samya dipun waspada. katranganing nyuda turu. yen karep dipunsabari.

anakku tidak berbicara jika merupakan kebohongan 219 .adapun yang dikatakan tapa brata. yang ketiga kurangilah bersenggama sarana ikhlas dalam hati demikian perbuatannya mengurangi bersenggama bila menginginkan hendaklah sabar agar tidak terlanjur hajat hati kemudian memburu keselamatan yang keempat. anakku tahanlah dalam berbicara artinya pemikiran. anakku perkataan yang tanpa tujuan anakku terlaksanya hal itu harus tetap santosa walaupun engkau. anakku ada lima perkara yaitu mengurangi makan sarananya menerima walaupun mencegah makan apabila engkau menerima. putriku sudah mengantuk teguhkan ciptamu diajak mengembara agar tidak terpengaruh oleh perbuatan mengantuk. apa adanya itu sesungguhnya batal kedua mengurangi tidur walaupun mengurangi tidur namun bila berusaha melupakan diumpamakan tanpa perbuatan keterangannya mengurangi tidur hendaklah diperhatikan seandainya engkau.

Dalam bahasa Jawa keluarga disebut pula batih. Telah kita pilih dan batasi pengertian tentang keluarga yaitu masyarakat terkecil terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Tapa tidak hanya mengurangi nafsu-nafsu tertentu dengan tidak kenal ampun. mangkono sapiturute kang sarwa sedheng. melainkan dengan penyederhanaan menyeluruh. Aja wareg. Oleh karena keluarga Jawa terdiri atas unsur ayah. mengurangi segala aktivitas badan.kelima hendaknya kauhilangkan kesedihan sebagai sarana dari cahaya mata meresapi semua yang menghadap walaupun anakku tanpa perkiraan yang benar namun bila kurang sabar tidaklah akan selamat semua itu harus dengan empan papan Lewat tapa kekuatan badan diperlemah. ibu beserta anak-anaknya kadang-kadang bahkan diperluas dengan pembantunya. maka di 220 . Istilah batih menunjukkan adanya ikatan lahir dan batin yang erat dan merupakan suatu kesatuan bulat. Orang menjadi lebih sadar akan relativitas eksistensinya. sehingga sikap dan perasaan terhadap sesama manusia berubah. nanging dikulinakna cecegah saka sathithik manut kekuwatane. aja kongsi keladuk utawa mung umbara-umbaran bae. Mung bae anggone ngurang-ngurangi saparlu. lan aja nganti diprusa kang ndadekake karusakan raga. nanging aja luwe. aja kakehan melek. nanging aja kakehan turu. Istilah batih menunjukkan bahwa keluarga Jawa terdiri atas anggotaanggota yang hubungannya antara yangsatu dengan yang lain erat sekali.

Selanjutnya ada aturan yang berlaku bagi hubungan antara anak dengan anak agar terjalin kehidupan yang harmonis antar mereka. maka sejak kecil mereka harus diberi tahu dan diajar melakukannya dengan baik. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya. ayah dan ibu selalu mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik.baiknya karena mereka adalah kepala keluarga dan wakilnya. sebaliknya ada aturan yang wajib dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua mereka. kita jumpai berbagai macam aturan atau ketentuan yang biasanya tidak tertulis mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seluruh anggotanya. Demikian pula ada aturan yang wajib dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. semua pihak atau anggota harus mengetahui bagaimana kedudukan dan fungsi ma sing-masing. Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya. Meskipun aturan-aturan tersebut biasanya tidak tertulis. Agar cita-cita tersebut tercapai di saiaping berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan material.dalam keluarga berlakulah berbagai hubungan yaitu : Hubungan antara suami dengan isteri dan sebaliknya. Supaya anak-anak mereka mempunyai watak sebagaimana yang diinginkan oleh keluarga. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hubungan antara anggota-anggotanya. Hubungan antara keluarga dengan pembantu (jika ada pembantu). Dalam hal ini ada aturan mengenai hubungan antara suami dan isteri yang sebaik . namun berlaku demikian kuatnya sehingga 221 . Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Itulah sebabnya di dalam keluarga. Hubungan antara anak dengan anak.

222 . adat kebiasaan yang turun temurun. baik bidang ekonomi.mengikat masing-masing anggota keluarga. Aturan-aturan tersebut menyangkut berbagai hal baik ragawi maupun rohani. baik perorangan maupun keseluruhan. agama dan kepercayaan. sosial budaya maupun bidang-bidang lain. Hubunganhubungan tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan.

Jakarta: Balai Pustaka. Bandung. 1961. Lucas Sasongko Triyoga. Wangsa Manggala. Tata Upacara Pengantin Adat Jawa. Yogyakarta. G. 1976. The Free Press. Manusia Jawa dan Gunung Merapi Persepsi dan Sistem Kepercayaannya. 1986. Yogyakarta. 1969. Dipodjoyo. Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram. Nawangsari. 1973. Busana Adat Kraton Yogyakarta 1877-1937 Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. P. Penentuan Titimangsa dalam Naskah. Yogyakarta. Pustaka Nusatama. Yogyakarta.M. Hildred Geertz. Glencoe Kamajaya. 2002. Liberty. Clifford Geertz. 1983. Mulyono. Glencoe Damardjati. Masagung Niels Mulder. Yogyakarta. Liberty Badudu. Condronegoro. Sari Kesusastraan Indonesia. Asdi S. Gadjah Mada University Press. Moedjanto. Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan. 1985. The Free Press. Jakarta. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Yogyakarta. Yogyakarta: Kanisius. Gadjah Mada University Press. 1993. De Jong. 1990. 1985. Pustaka Raja. 1988. The Javanese Family. Yogyakarta: Kanisius. Pustaka Prima. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. Kebudayaan Jawa. 1995. Balai Pustaka Laksono. Gadjah Mada University Press. Wayang dan Filsafat Nusantara. Mari S.. 1991. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. 1996. The Religion of Java. Ali Mudofir. Yogyakarta 223 . 1994.DAFTAR PUSTAKA Adjied Swastedi dan Tessa Theofile Prihatini. Yogyakarta. Koentjaraningrat. Konsep Kekuasaan Jawa. Jakarta.

serat Yatna susila. Jakarta: Haji Masagung. Negoro. Uitgeverij en Boekhandel Stoomdrukerij De Bliksen. Sri Mulyono. dalam Spektrum 3. Jakarta. 1973. 1981. Selo Soemardjan. Seni Pertunjukan. Budi Utomo. 1974. 1966. Surakarta Rahmat Subagya. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. 1988. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. Serat Gunacara lan Agama. Yogyakarya. Serat Pitutur Jati Mawi Sekar. Gama Press Soekmono. Jakarta: Media Sunoto. Mistisisme Serat Dewaruci. 1973.Padmapuspita. 1989. Upacara Tradisional Dan Ritual Jawa. 224 . Yogyakarta: Taman Siswa. Soemaatmaka-Atmasalaga. 1918. Wayang dan Karakter Manusia. Jakarta : Kanisius. Yogyakarta Sunoto. 1979. PT. Surakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. Angkasa Soedarsono. Usman Najati. 1985. Serat Cabolek. 1985. Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Yogyakarta. Hanindita. Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa di Yogyakarta. Pararaton. Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. Suhardjo Hatmosuprobo. 2001. Sartono Kartodirdjo. “Kepercayaan Kebatinan Kerohanian Kejiawan dan Agama”. Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. CV. Solo. A Sudewa. 1978. Purbanegara. Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Ajaran Masyarakat Jawa. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Suryo S. 1982. 1993. Menuju Filsafat Indonesia. Balai Pustaka Siswoharsoyo. Yogyakarta. Bandung. 1929. Sularto. Sri Widayanti. Gondolayu Soebardi. Buana Raya. 1987. Upacara Labuhan Kasultanan Yogyakarta.

Mitos Merapi dan Kearifan Ekologi.Wisnu Minsarwati. 225 . Menguak Bahasa Mitos dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Pegunungan. 2002. Kreasi Wacana. Yogyakarta.

Ranggawarsita. Kedaulatan Rakyat. Memutar Taman Sriwedari. Manunggaling Kawula Gusti Sejarah Tanah Jawa Jilid I – IV. Babad Joko 226 . Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. Trans Tivi. Kamus Jawa Indonesia Populer. Wulangan Basa Jawa Untuk Umum. Suwarga Nunut Neraka Katut.VI. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Narasumber Koran Kompas. Visi Negarawan Patih Gadjah Mada. Antropologi Budaya Sultan Agung. Kursus Percakapan Bahasa Jawa. Jogja Tivi. Pujangga Nusantara. Wulangan Basa Jawa Kanggo SMP Kelas I – III. Ng. UUD 1945 Bahasa Jawa. Kamasutra Jawa. Kamus Jawa Indonesia untuk SLTP – SLTA. Sultan Agung. Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI. Mojorembun. Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata. kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998. Sosiologi Mistik R. Teori Militer Jawa. Konsep Moral dalam Serat Werkudara Suci. Wulangan Basa Jawa Kanggo SD Kelas I . RCTI. Gama. Jawa Pos. PURWADI. dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional. Tabloid Adil. Kajian Anthropologi Budaya. Bernas. Kamus Jawa Kawi Indonesia. Pakem Pedhalangan. Rejoso. Sejarah Susastra dan Budaya Jawa. Kamus Jawa Indonesia untuk SD. Republika. Gamelan dan Tembang Jawa. Kabare Jogja. Sejarah Raja-raja Jawa. Ajaran Moral dalam Serat Bimapaksa. Penghayatan Keagamaan Orang Jawa. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya. Sekar Putri Ambarwati. Biografi Pujangga Kyai Yasadipura I. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SLTP Kelas I – III. Ramalan Sakti Prabu Jayabaya. Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Kamus Politik Lokal. Gelar Doktor diperoleh tahun 2001.HUM lahir di Grogol. Nganjuk. Djoko Lodang. Kamus Jawa Indonesia Lengkap. M. Nyata. Karya lainnya yaitu Biografi Ki Narto Sabdo. Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Kawruh Beja Ki Ageng Suryo Mentaram. Majalah Gatra. Cara Memimpin Rakyat Desa. Bukunya yang telah dipublikasikan di antaranya : Ceritera Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna. UU Mahkamah Konstitusi Basa Jawa. Babad Tanah Jawi. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I-VI. Song of Java I-VIII. Teori Politik Jawa. Pendidikan Budi Pekerti. RRI dan Radio Komunitas.BIOGRAFI PENULIS DR. Gotong Royong di Kabupaten Nganjuk.

Ilmu Kecantikan Ratu Kalinyamat. Ratu Kencana Wungu. Integrasi Islam dengan Budaya Lokal. Kiat Bisnis Orang Jawa. Sesorah Budi Rahayu. sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat. Tasawuf Muslim Jawa. Selanjutnya. Novel Ramayana. Nyai Roro Kidul. Ilmu Kesaktian Prabu Jayabaya. Babad Demak. Ilmu Kasampurnan Sunan Gunungjati. Tata Bahasa Jawa. Biografi Sultan Hamengku Buwono IX. Filsafat Jawa. Sejarah Prabu Brawijaya. Sejarah Ajisaka. Kini bekerja sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Ilmu Makrifat Sunan Bonang. Dukun Jawa. Kisah Pendawa Lima. Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil. Asal Usul Manusia Jawa. Ajaran Ilmu Sejati Wali Songo. Biografi Jimly Asshiddiqie. Wahyu Keprabon Susila Bambang Yudhoyono. Gerakan Spiritual Siti Jenar. Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan. percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Hidup. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Novel Mahabarata. Kamus Sastra Indonesia. Kitab Makrifat Sejati. Ki Ageng Mangir. Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja). Kakap Raya No. Arjuna Mencuri Cinta. Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis Jawa Barat. Telp 0274-881020. HP 0815 788 65170. Dosen Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. Jagad Mistik Jawa. Babad Tanah Leluhur. Mistik dan Kematian Sultan Agung. Semar Jagad Mistik Jawa. Membaca Batin Putri Jawa. Semar. Kisah Cinta Ken Arok – Ken Dedes. Sufisme Sunan Kalijaga. Bung Karno Sang Pembebas. Jalan Cinta Syekh Siti Jenar. 227 . disusul pula buku tentang Sejarah Presiden Soekarno. Nenek Moyang Orang Jawa. Sistem Pemerintahan Indonesia Klasik.Tingkir. Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih. Selain itu juga mengelola Pustaka Raja. KIAT (Kamus Indah Alamat Teman). Seratus Tokoh Masa Depan Indonesia. Arjuna Lelananging Jagad. Strategi Politik Ken Arok. Hidup dan Spiritual Sunan Kalijaga. Embok Yatinem Si Bakul Gendhong. Sejarah Wali Songo. Ilmu Sangkan Paraning Dumadi. Pangeran Diponegoro. Makrifat Sejati Sunan Kalijaga. Aji dan Mantranya. Tata Bahasa Jawa. Pamedhar Sabda. Ilmu Kecantikan Putri Jawa.