P. 1
PRANATA SOSIAL JAWA

PRANATA SOSIAL JAWA

|Views: 1,830|Likes:
Published by Afdol Azzih

More info:

Published by: Afdol Azzih on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

PRANATA SOSIAL

JAWA

DR. PURWADI, M. HUM

ISBN 978-979-16061-1-0

YOGYAKARTA PENERBIT TANAH AIR

1

KATA PENGANTAR

Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah

memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian

tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.

2

Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Soetrisno R., M.Si. dan Ibu Dra. Doni Rekro Harijani, M.Si. yang telah memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. 2. Keluarga Bapak Ibu Rasyid Baswedan, Anis Baswedan, dan Samhari Baswedan atas dukungannya sejak saya kuliah di tingkat Sarjana, Master dan Doktor di Universitas Gadjah Mada. 3. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang selalu memberi pencerahan hidup. 4. Bapak Ir. Purwo Jatmiko, dari PT. Krakatau Steel yang telah mengajari saya tentang kearifan lokal. 5. Bapak H. Agus Purnomo, S.I.P, Anggota DPR RI yang telah memberi contoh tentang moralitas berpolitik 6. Bapak Drs. H. Solichin, Ketua Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) yang selalu memberi inspirasi tentang arti penting kebudayaan. 7. Prof. Dr. Kazunori Toyoda, Rektor Tokyo Royal University di Jepang yang telah memberi sumbangan finansial secara terus-menerus sejak tahun 1990 sampai sekarang. 8. Prof. Dr. Husain Haikal, dari Jurusan Sejarah FISE UNY dan Rektor Universitas Pekalongan atas kritik dan sarannya. 9. Bapak Ridjan, ayahanda yang selalu mengajari lara lapa dan tapa brata. 10. Donga kaswargan kagem Embok Yatinem, ibunda yang telah surud ing kasedan jati pada hari Kamis Pahing, 1 Januari 2004/9 Sela 1424 di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Matur nuwun.

Yogyakarta, 10 Februari 2007

Dr. Purwadi, M.Hum

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Munculnya Gerakan Kebatinan B. Orientasi Kehidupan Rohani C. Peranan Pemuka Adat D. Pengetahuan Astrologi Tradisional E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib BAB II. PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender Saka B. Pranata Mangsa C. Kalender Sultan Agungan D. Dasar Perhitungan Waktu 1. Petungan Jawi 2. Hari dan Pasaran 3. Rolas Titi Mangsa 4. Petungan Pawukon 5. Petungan Paringkelan 6. Petungan Tahun 7. Petungan Windu 8. Petungan Padewan Astawara BAB III. TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Slametan Among Tuwuh B. Pasang Tarub Agung C. Tirakatan Malam Midodareni D. Janji Suci Ijab Qabul E. Prosesi Temu Pengantin F. Sungkeman Tanda Darma Bakti BAB IV. PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ratu Laut Selatan B. Mistik Gunung Merapi C. Kyai Sapu Jagad D. Jin Kali Opak E. Dunia Pedanyangan

4

BAB V. Tradisi Garebeg Sekaten C. PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Pandangan Hidup Berkeluarga BAB X. UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Kidung Bale Anyar D. Kidung Pamungkas Hayu E. Menggapai Kebahagiaan Sejati F. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup B. Demi Ketentraman Jiwa D. Kidung Sekar Artati G. Kebersamaan dalam Keluarga D. Selamat Lahir Batin F. Basis Intisari Keluarga C. KIDUNG PENOLAK BALAK A. Tradisi Labuhan E. Kidung Waringin Sungsang C. PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL Kampuh atau Dodot Keris dan Wedhung Aneka Ragam Kuluk Ragam Ageman Pengantin Songsong Gilap Payung Agung Busana Bangsawan Gaya Kraton BAB IX. Penghormatan pada Dewi Sri D. Pengaruh Mistik Gunung BAB VII. Nilai Warisan Luhur B. Kidung Rumeksa Ing Wengi B. ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Laksana Mimi Lan Mintuna 5 . NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. Ngundhuh Sarang Burung F. Tradisi Kenduri C. Hubungan Antar Warga BAB VI. Kidung Sekar Marwati BAB VIII. Pemikiran Kefilsafatan B. Kidung Jati Mulya H. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama E. Kidung Sifat Iman F. Struktur Sarwa Tunggal E.

Rumeksa Rahayuning Garwa F. Pasang Sumeh Jroning Ati G. Mendhem Jero Mikul Dhuwur E. Sigaraning Nyawa C. Datan Sepi ing Pambudi DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI PENULIS 6 .B. Gemi Nastiti D.

Dalam hal ini. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis. ISBN 978-979-16061-1-0 7 . bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. nuting jaman kelakone. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin. Seiring dengan perkembangan zaman. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. memasuh malaning bumi. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang.TEKS SAMPUL BELAKANG: Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi. Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji. puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru. nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun.

. (Selo Soemardjan. yang sering dilakukan dengan cara-cara metafisik.BAB I SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A.. penderitan luar biasa.. munculnya gerakan-gerakan yang jumlahnya demikian besar. dan bahwa ”.. 1974: 83). Bertambah cepatnya perubahan-perubahan sosial budaya yang telah terjadi selama jangka waktu masa peralihan. khususnya yang ada di Yogyakarta. Gerakan-gerakan kebatinan.” (Niels Mulder. dan selama jaman revolusi. at least part of the Abangan cultural awakening has been brough about by the vehement pursuit of organized Islam to push its views and ways of life upon the syncretism mojority of the Javanese population. Munculnya Gerakan Kebatinan Timbulnya ilmu kebatinan disebabkan karena sebagian besar orang Jawa mencari hakikat alam semesta. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. 1975: 3). merupakan suatu kesadaran akan kebudayan kejawen. menjadi sebab makin banyaknya timbul berbagai gerakan kebatinan di Jawa. Gerakan mistik dianggapnya 8 . Orang Jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungannya dan hati nurninya. demikian pula keadaan yang tidak menentu selama dasawarsa pertama setelah kemerdekaan. kemiskinan dan keresahan yang diderita oleh penduduk selama Perang Pasifik selama jaman Jepang.

Banyak dari gerakan mesianik timbul dalam suatu suasana sosial budaya. Gerakan mesianik muncul tidak untuk melarikan diri dari kenyataan hidup akan tetapi sifatnya yang sinkretis menyebabkan bahwa sukar untuk membedakan dengan jelas antara gerakan seperti itu dengan gerakangerakan keagamaan lainnya. Buku itu juga memuat ikhtisar dari studi-studi terdahulu mengenai gejala itu. Paling sedikit empat macam gerakan kebatinan di Jawa. di mana penduduk pedesaan tidak puas dengan eksploitasi ekonomi yang dilakukan terhadap mereka. yaitu : 1). dan tidak didasari gagasan-gagasan mengenai kehidupan akhirat.merupakan tema pokok dalam kebanyakan gerakan kebatinan di Jawa. gerakan mesianik di Jawa mempunyai tujuan praktis dan duniawi. 1973:39-45). Di dalam bukunya Protest Movements in Rural Java (1973: 64-65). Sartono Kartodirdjo telah membuat suatu ihktisar singkat tetapi sangat baik dan komprehensif mengenai gerakan-gerakan Ratu Adil di daerah pedesaan Jawa. Gerakan-gerakan yang berpokok pada praktek-praktek ilmu gaib dan ilmu dukun (Subagya. Yang berpokok pada teosofi 3). yaitu gerakan-gerakan Ratu Adil. Yang berpokok pada mistik 2). Gerakan-gerakan moralistik dan etik yang berpokok pada pemurnian jiwa. Kebanyakan dari ke-15 gerakan mesianik di Jawa yang terjadi dalam tiga abad terakhir. dan 4). Berbeda dengan banyak gerakan kebatinan lain. Semua itu. Hal itu tentu saja tidak benar. serta tekanan-tekanan administratif yang dikenakan 9 . Saya sendiri masih dapat menambahkan satu macam gerakan kebatinan lain. menurut analisa Sartono memiliki sifat-sifat yang serupa. kecuali jenis gerakan kebatinan yang berpokok pada teosofi akan kita bicarakan dalam alineaalinea berikut ini.

panen gagal. Sifat gerakan mesianik Jawa ini mirip dengan gerakan cargo yang terjadi di Irian Jaya. mampu menghimpun suatu jumlah penganut yang lumayan banyaknya. selama hampir satu setengah abad yang lalu. dan jaman edan. banyak dari gerakan cargo ini meledak menjadi gerakan-garakan yang menentang pemerintah. Dalam kebanyakan kasus gerakan mesianik. Papua Nuigini dan Melanesia.pada mereka oleh pemerintah kolonial setempat. maka keinginan utama. bencana alam. Mereka yakin bahwa akan terjadi suatu bencana yang didahului oleh kelaparan. Sifat dari hampir semua gerakan mesianik Jawa pada umumnya adalah untuk berusaha kembali ke kebudayaan dan tradisi nenek moyang. 10 . dan di mana rusaknya tradisi sebagai akibat dari perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat itu telah menyebabkan tidak puasnya mereka. atau harapan yang tetap dikobarkan dengan ritus-ritus dalam gerakan-gerakan mesianik Jawa itu adalah kebangkitan kembali dari kebudayaan tradisional nenek moyang dan didirikannya kembali suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu Adil. epidemi. Seperti apa yang kita ketahui. dan mengagung-agungkan kebudayaan dan tradisi nenek moyang itu. yang terpengaruh oleh pendidikan Belanda dan kebudayaan masing. seorang pemimpin karismatik yang telah memiliki kekuatan gaib untuk dapat menyembuhkan dan yang dianggap telah menerima panggilan untuk melakukan gerakan mesianik. dan juga oleh para pegawai pemerintah setempat yang mendapat tekanan dari pemerintah kolonial. yang anti kolonialisme. Karena tradisi seperti itu sering dianggap telah dilanggar oleh orang-orang yang berpikiran menurut jaman masa kini.

biasanya menjadi anggota gerakan-gerakan mistik yang disebut tarekat. Gerakan-gerakan seperti itu biasanya berpusat pada suatu pesantren tertentu. di bawah pimpinan seorang guru (mursyid) yang disegani. dengan sebutan thasawuf. dan keyakinan serta perilaku agama serta tradisi Islam. dan telah menjadi pranata keramat yang resmi. 3). Para ahli mistik Islam disebut sufi. 4). 11 . Di Jawa gerakan-gerakan itu juga mulai melakukan kekerasan ketika para pemimpinnya berperan sebagai Ratu Adil dan memerintahkan perang jihad untuk menggulingkan pemerintah kolonial atau pemerintah daerah setempat. yang beranggotakan orang-orang santri. yang oleh penduduk di sekitarnya biasanya disebut kyai. Orang-orang yang menganut aliran itu di Indonesia. Gerakan-gerakan puritan yang berpedoman kepada kembalinya suatu masyarakat keagamaan yang bersifat murni. dan istilah sufisme yang menjadi terkenal dalam karangan-karangan mengenai studi Islam. berasal dari istilah itu. Gerakan-gerakan yang berpedoman pada keyakinan mesianik.dan anti orang asing. B. Orientasi Kehidupan Rohani Ada gerakan-gerakan yang berorientasi kepada kerohanian. dan hampir serupa dengan gerakan-gerakan kerohanian Kejawen gerakan-gerakan kerohanian santri ini dapat juga diklasifikasikan ke dalam: 1). Dalam agama Islam mistik juga diakui. Gerakan yang titik beratnya pada mistik. khususnya Jawa. Gerakan-gerakan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan ilmu gaib dn ilmu dukun. 2).

12 . tarekat Syaththariyyah. orang biasanya sudah menjalani latihan dalam sebuah pesantren atau dalam tarekat lain. tarekat Siddiqiyyah. dan umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai Brantas. Dengan demikian kita mengenal tarekat Qodariyyah. mereka mulai mendirikan tarekat sendiri. melainkan hanya merupakan pemimpin yang memilki kharisma. Tarekat Syaththariyyah juga sudah tua umurnya. Para pemimpin tarekat yang terkenal biasanya mempunyai riwayat hidup yang panjang mereka biasanya mulai belajar ilmu mistik pada guru-guru terkenal juga di berbagai pesantren atau tarekat. tarekat Wahidiyyah. Walaupun banyak yang benar-benar telah menjalani latihan untuk menjadi guru dan ahli mistik. Baru setelah mereka merasa cukup pengalaman. tetapi tarekat Shiddiqiyyah dan Wahidiyyah masih relatif muda. Suatu pesantren tarekat menganut aliran mistik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta orientasi pemimpinnya. dan telah mendapat suatu ijazah atau sertifikat. Kedua tarekat tersebut pertama adalah aliran-aliranya sudah masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-17 dan terutama berkembang di daerah Banten. Priangan. Dengan ijazah itu ia dapat mendirikan pesantren atau tarekat baru. banyak juga yang sebenarnya bukan guru yang sesungguhnya. Di Pulau Jawa ada beberapa aliran mistik yang terpusat di beberapa daerah tertentu. tarekat Naqshabandiyyah. dan kemudian mengajar di berbagai pesantren dan sekolah tarekat. dan Pesisir Barat di Cirebon (Soebardi. Namun biasannya ia hanya meneruskan pesantren atau tarekat yang diwarisi dari ayahnya.Untuk menjadi seorang guru mistik. Aliran yang lain lebih banyak terdapat di Jawa Timur. yaitu di kota Kediri dan Pare. tarekat Sazaliyyah dan lain-lain. 1978: 76).

Mereka juga tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa. maka cabang-cabang yang dipimpin seorang badhal biasanya boleh dikata mempunyai sifat otonom. taat sepenuhnya kepada guru. yang bahkan tidak dapat kita kategorikan sebagai santri. yang dibangun di halaman pesantren. yaitu ilmu fiqh (hukum Islam). Zikir 13 . penganut dan pengikut pesantren tarekat itu dipuja-puja sebgai sesuatu pepundhen . dan telah menerima kekuasaan dari pemimpin mereka untuk mendirikan cabang-cabang di daerah-daerah tersebut. Makam ini oleh para siswa. dan para pengikut suatu pesantren tarekat dibuat intensif dengan mengadakan ritus-ritus sekeliling makam tokoh–tokoh pemimpin legendaris dari tarekat itu. dan siap melayaninya setiap waktu. dan diharuskan membaca zikir.Seorang pemimpin tarekat yang terkenal mempunyai wakil-wakilnya yang taat kepadanya. Namun. Para siswa pesantren tarekat mendapat pelajaran dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. tetapi mereka didik untuk menjalankan kewajiban agama dengan lebih ketat. dengan suatu pimpinan pusat. Sebagai wakil (badhal) mereka seringkali mendapat kekuasaan untuk mengambil sumpah dari para calon siswa tarekat cabang tersebut. tetapi juga oleh penduduk desadesa sekelilingnya. para penganut. Hanya karisma pemimpin mereka yang tertinggi itulah yang merupakan pemersatu antara cabang-cabang dengan tarekat pusat. dan ilmu tasawuf (ilmu mistik) seperti dalam sekolah-sekolah pesantren biasa. karena biasanya pesantren tarekat tidak terorganisassi secara administratif. Pemimpin tarekat pusat mengumpulkan para wakilnya untuk berkumpul pada waktu-waktu tertentu untuk bersama-sama menjalani berbagai ritus tarekat yang utama. Seringkali rasa solidaritas para siswa. ilmu kalam (teologi).

tetapi mungkin juga karena mereka merasa tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat yang mereka anggap telah bobrok itu. atau mengunjungi makam pendiri tarekat yang bersangkutan. Mereka sering datang ke masjid untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. Seorang guru tarekat yang termasyhur kadang-kadang juga mempunyai banyak pengikut orang biasa. dan bukan untuk mempelajari hukum atau teologi. dan jenis zikir yang dilakukan. tetapi mereka diwajibkan untuk menjalankan kehidupan yang ketat dan berdisplin seperti para sufi yang memilih tinggal di pesantren. tarekat juga mempunyai siswa serta penganut yang sudah lebih tua usianya. dilakukan sesuai dengan aliran mistik tarekat yang bersangkutan. Kecuali itu mereka juga harus turut latihan zikir dengan ketat. Sewaktu melakukannya mereka harus mengunakan jubah sufi berwarna putih. dan lebih banyak menjalankan puasa dari pada orang Islam lainnya. melakukan sholat. Ahli filologi Soebardi. yang telah lama meneliti beberapa gerakan tarekat dan sekolah tarekat di Jawa Barat dan daerah Cirebon di Jawa Tengah. yaitu zikir jahar. menjauhi kebendaan. yang bergabung karena merasakan tekanan ekonomi yang terlalu berat. atau zikir kapi. melaporkan bahwa banyak pesantren 14 . Para siswa serta para anggota dari suatu pesantren tarekat tidak selamanya harus tinggal di komplek pesantren. Banyak juga di antara mereka yang datang ke pesantren tarekat karena ingin mendapatkan ketenangan batin. atau suatu kombinasi dari keduanya.merupakan kegiatan keagamaan yang terpenting dalam suatu tarekat. yang tak turut menjalankan latihan-latihan zikir. Menurut para ahli yang telah mengamati berbagai pesantren tarekat berbeda dengan pesantren biasa.

Gerakan-gerakan agama yang bersifat Islam puritan. Juga gerakan Imam Mahdi mempunyai potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan pemberontakan. menghendaki kembalinya agama Islam kepada pelajarannya yang asli. yang didirikan pada petengahan abad ke-19 oleh Haji Mohammad Rifangi dari desa Kalisalak. Para anggotanya umumnya sangat mencurigai orang luar. dalam gerakan Islam santri yang puritan itu upacara zikir tidak ada. yang mungkin disebabkan karena 15 . Tetapi para pengamat pesantren tarekat juga melaporkan bahwa banyak pesantren tarekat lain yang bersifat lebih terbuka terhadap pegaruh-pengaruh jaman baru (Soebardi. Sartono juga menyebutkan bahwa gerakan puritan Islam tidak melakukan kegiatan pemberontakan yang nyata. Hubungan antara pemimpin dari suatu gerakan Islam santri dengan para pengikutnya itu dalam banyak hal mirip dengan hubungan antara pemimpin suatu pesantren tarekat dengan para pengikutnya. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip gerakan tarekat. yang seperti apa telah terbukti dalam sejarah.tarekat itu bersifat tertutup dan menyendiri. Bedanya. Masih ada di Pekalongan dan daerah Bagelen. walaupun mereka memang menentng pemerintah dan mengutuk agama-agama asing yang berkembang di sini. Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo yang meneliti sejarah gerakan ini (1973: 118127) melaporkan bahwa para penganut gerakan itu sekarang. dan menolak untuk menerima segala bentuk perubahan sosial budaya maupun penemuan baru. seringkali merupakan sumber kegitan pemberontakan. 1978: 130). Salah satu gerakan puritan yang ada adalah Sekte Budiah.

sifat dari gerakan mesianik. perampokan. melainkan juga untuk orang yang 16 . Bukan hanya orang yang ahli dalam ilmu petangan saja yang mendapat sebutan seperti itu. C. Ia membuat suatu pelukisan dari sejarah dari suatu gerkan semacam itu yang ada di daerah Priangan dan Banten dalam tahun-tahun sekitar 1920. tetapi dengan menggunakan teror. Lagi pula. intimidasi dan cara-cara kriminal lainnya. Dalam usaha menghidupkan kembali suatu masyarakat tradisional atau mengembalikan agama kepada bentuknya yang asli. Ilmu gaib memang merupakan unsur yang sangat penting dalam kebudayaan petani maupun kebudayaan priyayi. yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Peranan Pemuka Adat Peranan Pemuka Adat sangat berpengaruh pada kehidupan orang Jawa. Sebutan dhukun bahkan tidak hanya untuk orang yang melakukan aktifitas ilmu gaib saja. Kata dhukun mempunyai arti yang sangat luas. tetapi juga orang yang menjalankan praktek penyembuhan tradisional. yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran orang akan datangnya seorang Ratu Adil. atau perang sabil. tetapi ia juga menyebutkan berbagai gerakan yang mirip. ilmu gaib dan ilmu sihir. Adanya gerakan-gerakan yang juga memberontak terhadap kekuasaan yang ada dengan dasar melakukan jihad. dapat dimengerti bahwa upacara dan tindakantindakan ilmu gaib malahan banyak sekali digunakan. misalnya saja kehadiran para dhukun. gerakan mesianik dengan mudah sekali dapat membangkitkan apara penganutnya untuk melakukan perang jihad.

ahli dalam membantu wanita pada waktu melahirkan. Dhukun seperti ini tidak merupakan ahli 17 . Seorang dhukun bayi tahu semua upacara adat yang harus dilakukan pada waktu seorang bayi dilahirkan. demikian juga seorang dukun paes mengetahui segala seluk beluk yang berhubungan dengan upacara dan persyaratan upacara adat serta slametan sekitar pernikahan. dan biasanya melaksanakan tugas mereka pada upacara umum. Berbagai macam dhukun yang dikenal oleh orang Jawa dapat kita bagi ke dalam empat kategori berdasarkan keempat jenis tindakan ilmu gaib yang telah kita sebutkan di atas. Sebutan dhukun mungkin mereka peroleh karena mereka dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai upacara adat yang berhubungan dengan peritiwa bersangkutan. atau ahli merias pengantin yaitu dhukun paes. ahli pijat yang disebut dukun pijet. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib produktif sering kali termasuk golongan sosial yang dihormati dan disegani dalam masyarakat mereka. yaitu seorang dhukun bayi. dhukun calak mengetahui dengan tepat upacara adat apa yang harus dilakukan berhubungan dengan khitanan. dan mereka sering kali diminta untuk mencegah suatu bencana yang diduga akan datang. atau mereka kerap kali juga minta untuk melakukan berbagai upacara yang berkenaan dengan pertanian. dan bahkan untuk mencarikan benda-benda atau orang yang hilang. Beberapa di antara mereka dianggap mampu mendatangkan hujan. dhukun pijet mempunyai pengetahuan yang luas mengenai jamujamu tradisional yang dipakai untuk memulihkan tenaga. Seperti pada upacara bersih dhusun. ahli sunat yang dinamakan dhukun calak.

dalang dan sebaginya. dan untuk tujuan itu mereka pergi ke seorang dukun sihir. tetapi juga oleh seorang kepala polisi yang ingin mengetahui tempat disembunyikannya barang-barang curian warga. dan para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak melakukan ilmu hitam. seperti misalnya penjahat. Namun adakalanya orang biasa pun ingin agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan. atau oleh para pedagang yang ingin mengatahui pada hari apa mereka sebaiknya mengadakan perjalanan untuk melakukan transaksi usaha dagang mereka. 18 .dalam hal menyembuhkan orang. Mereka merupakan suatu kategori khusus dalam suatu masyarakat: orang-orang yang mempunyai maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dhukun tenung. yaitu para dukun petangan tersebut di atas. atau oleh orang-orang yang minta dicarikan hari yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anaknya. Jasa-jasa mereka tidak hanya diperlukan oleh para petani yang ingin mengetahui saat yang paling baik untuk memulai menanam benih padi. tetapi pekerjaan mereka sehari-hari biasanya adalah sebagai tukang. pandai besi. Para dukun ilmu hitam biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik. Akhirnya ada segolongan dukun yang ahli dalam hal meramal dan dalam hal menghitung-hitung tanggal dan hari yang baik. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib agresif atau destruktif adalah para dhukun sihir atau dhukun tenung.

dan karena itu merupakan perantara antara tanggal-tanggal pada berbagai penanggalan. tanggal-tanggal penting yang ditentukan pada sistem-sistem penanggalan yang ada. kelima hari pasar mempunyai tempatnya sendiri di dalam kelima kategori yang ditentukan oleh sitem klasifikasi prelogik orang Jawa. ahli-ahli peramal Jawa harus mempelajari berbagai teknik meramal yang bersifat universal. meramal dengan mengamati arah terbang dan suara burung (ornithomancy) dll. seperti misalnya meramal dengan menghitung hubungan antar bintang (astromancy). Petangan adalah cara menghitung saat-saat serta tanggal-tanggal yang baik. Kecuali membagi waktunya dalam kesatuan waktu siang dan malam. meramal dengan menghitung jatuhnya usus ayam yang ditaburkan (haruspication). yang memang dimanfaatkan oleh orang Jawa untuk berbagai tujuan. orang Jawa juga mengenal paling sedikit tiga jenis pekan. dengan memperhatikan kelima hari pasaran. Seperti kita lihat dalam buku-buku pegangan mengenai ilmu gaib dan ilmu meramal. yaitu dalam buku-buku Primbon. yaitu yang terdiri dari lima pasar (pancawara). 1986: 214). ilmu meramal penting dan banyak sekali digunakan dalam ilmu gaib dan ilmu meramal adalah ilmu petangan (Koentjaraningrat. yang konon merupakan kesatuan waktu Austrenesia Kuno. yang terdiri dari enam hari (sadwara). Kecuali meramal.D. meramal dengan perhitungan berdasarkan letak tulang belulang yang disebarkan berserakan (astragolomancy). dan alam semesta manusia. yaitu sebagai peramal (dhukun petangan). Seperti telah kita lihat di atas. Pengetahuan Astrologi Tradisional Dalam ilmu gaib Jawa ada dukun yang memiliki kepandaian yang khusus. dan yang terdiri dari tujuh hari 19 .

Untuk menentukan hari-hari dan tanggal-tanggal yang baik untuk melakukan pekerjaanya penting dalam kehidupan seseorang. Bulan-bulan yang ganjil terdiri dari 30 hari. yang terdiri dari 35 hari. atau untuk dapat mujur dalam berjudi. untuk berbagai tujuan tertentu. Kehadiran dan arah gerak mereka tentu sangat penting dan besar pengaruhnya terhadapp manusia. karena mereka yakin bahwa periaku masnuia danberhasiltidaknya manusia dalam menjalankan sesuatu ditentukan oleh konstelasi para dewa dan mahluk gaib. seperti misalnya bepergian jauh. seorang ahli ilmu petangan harus memperhitungkan dan membuat perhitungan berdasarkan berbagai sistem kalender yang ada. menikah. yang berselisih 78 tahun dengan penanggalan Nasrani. orang Jawa juga menganggap selapan sebagi kesatuan waktu. Penanggalan Islam Jawa yang berdasarkan peredaran bulan terdiri dari 12 bulan. Orang Jawa masih menggunakan penanggalan Hindu–Jawa yang kuno. empat dan delapan tahun dalam setiap windu. kecuali dalam tahun yang ke-12. dan yang genap 29 hari. dan arah gerak dari dewa-dewa serta mahluk-mahluk gaib itu.(saptawara). 20 . Kecuali windu. Sistem yang terkhir ini mungkin pengaruh Austronesia. di mana bulan yang ke-12 juga terdiri dari 30 hari. dan berdasarkan angka-angka keramat (neptu) yang ada dalam tiap penanggalan itu. Tahun-tahun kabisat dalam penanggalan Muslim-Jawa ini terjadi setiap dua. juga digunakan. dan wiku yang terdiri dari 30 pekan tujuh hari (jadi 210 hari). tetapi ia juga harus berusaha mengetahui posisi dari dewa-dewa dan mahluk-mahluk gaib lainnya di berbagai penjuru mata angin pada tanggal tertentu.

dan tentu saja juga mempelajari buku-buku primbon. serta yang dapat berperan sebagai medium dan sebagainya. mereka yang ingin 21 . Dengan demikian ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya. yang hidup bergaul dengan warga desa lainnya. tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar. masih memerlukan seorang dhukun petangan paling sedikit sekali dalam hidupnya. orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritus-ritus untuk menyembuhkan dan ritus-ritus ilmu gaib.Sampai sekarang pun hampir semua orang Jawa. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. yaitu apabila ia harus menentukan tanggal untuk merayakan pernikahannya. Untuk menjadi dukun tentu tidak ada sekolah formal. yaitu keahlianya diangap sudah ada dalam diri seorang dukun. dalam kehidupan sehari-hari biasanya adalah orang biasa. yang biasanya adalah orang tua mereka sendiri. menghafal mantera-mantra. Para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu dari seorang dukun. Para dukun. Namun jelas bahwa aktifitas sebagai dukun yang berhubungan dengan penyembuhan. menuntut suatu kemampuan yang khusus. juga yang hidupnya sudah sangat terpengaruh oleh gaya hidup masa kini. ia juga harus mengetahui khasiat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. peramalan. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dhukun. Kecuali mampu meramal masa depan dan mengobati orang sakit. termasuk mereka yang melakukan praktek ilmu hitam. Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat. Dalam kebudayaan Jawa orang memang belum dapat mengabaikan kehadiran seorang dhukun petangan.

membuatnya terkenal. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu. dan ada anak-anak gadis yang menjadi dukun prewangan. Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. 22 . Seorang yang menjadi dukun pada umumnya adalah orang dewasa yang sudah setengah tua. Orang Jawa sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh seorang dukun hanya dapat diperoleh dengan melakukan disiplin yang ketat dan bertapa. Geertz agaknya benar bila ia mengatakan bahwa para dukun ilmu gaib Jawa menggunakan teknik-teknik ilmu gaib. tetapi yang terpenting adalah kondisi dari para pelakunya sendiri. Sebaliknya. Demikian khitanan selalu dilakukan seorang dukun pria. ucapan mantra-mantra dan memberikan jamu tradisional. Baik pria maupun wanita dapat menjadi dukun. Walaupun demikian upacara umum yang bersifat religio magic selalu dilakukan oleh seorang dukun pria. Tetapi ada kalanya kita juga melihat dukun yang masih kanak-kanak. bersamadi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya. yang dapat mengundang roh ke dalam tubuhnya. seorang dukun bayi dan seorang dukun yang bertindak sebagai medium adalah selalu wanita. Dukun pijat kadang-kadang pria kadang-kadang wanita. Karena itu orang yang menjadi dukun sering menjalankan puasa.memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku usada dan sebagainya. yang konon memiliki kemampuan untuk mengobati dan meramal.

ilmu gaib (ngelmi) dan tenung pada orang Jawa merupakan sub sistem dari religi. dalang. karena dari orang yang melakukannya diperlukan sikap yang berbeda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan gaib. yang pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai tukang pandai besi. E. Mereka pada umumnya melakukan praktik sebagai dukun penyembuh penyakit. Orang Jawa menganggap ngelmi itu bagian dari religi. bahkan banyak yang termasuk orang-orang yang disegani di desa. dan karena itu termasuk golongan sosial petani dan tiyang alit. Bekerja sebagai dukun merupakan pekerjaan mereka yang kedua. Orang yang melakukan praktek ilmu gaib berusaha mencapai suatu tujuan dengan cara 23 . guru agama dan pegawai pemerintah daerah. Mereka pada umumnya tidak tergolong yang paling miskin. Walaupun demikian. yang kendatipun kadang-kadang melakukan praktek perdukunan. Di kota-kota pun banyak dukun. untuk mana mereka banyak menggunakan ayat-ayat suci dan mantra-mantra dalam bahasa arab untuk kegiatan mereka. Akhirnya ada dukun yang lebih banyak berorientasi kepada agama Islam. sering kali bekerja sebagai pegawai negeri sehingga dapat dimasukkan ke dalam kategori orang priyayi. dan mereka ini dinamakan dukun santri. dan buku-buku usada untuk cara-cara pengobatan. karena mengenai manusia yang berhubungan dengan kekuatan–kekuatan supranatural. Tetapi ada kalanya mereka juga menggunakan buku-buku Primbon untuk menghitung petungan. ia dapat dibedakan dari religi. Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan.Dalam masyarakat Jawa dukun tidak merupakan suatu kelas sosial tersendiri. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib Seperti pada banyak kebudayaan di dunia. dan karena itu dianggap keramat.

keselamatan. hari-hari pasar. mendasarkan diri kepada suatu hipotesa yang diajukan ole E. Berdasarkan sistem ini berbagai hal yang terdapat dalam lingkungan alam serta kehidupan sosial budaya seseorang. mahluk-mahluk halus dan sebagainya. keadaan perasaan orang. dewadewa. makanan dan minuman. diklasifikasikan menjadi lima kategori pokok. planet-planet dan benda-benda ruang angkasa lain. Untuk berhubungan dengan alam semesta dan lingkungannya itu seseorang yang melakukan upacara gaib oleh karena itu berpegangan pada suatu sistem klasifikasi simbolik yang dimilikinya berdasarkan asas-asas “pikiran asosiasi prelogik”. orang yang melakukan suatu upacara religi menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada mahluk-mahluk gaib yang lain. Durkheim dan M. di dalam 24 . sifat-sifat kepribadian seseorang. Dalam menjalankan aktifitas itu ia mengucapkan mantramantra di mana ia mengutarakan kehendaknya (gadhah pikajeng). Van Ossenbruggen. Sebaliknya. Mauss bahwa pikiran prelogik manusia pada awal perkembangan kebudayaannya membayangkan bagian-bagian dari masyarakatnya sebagai dasar suatu kerangka berpikir. Berbagai sistem keyakinan orang Jawa mengandung konsep mengenai hubungan jalin menjalin antara segala unsur serta aspek alam semesta ini dan antara lingkungan sosial serta spiritual manusia.aktif. pekerjaan. orang Jawa. yaitu dengan menganggap bahwa ia dapat memanipulasi dan mengendalikan berbagai kekuatan gaib. dan berdoa agar permintaannya bisa terkabul (nyenyuwun). seperti misalnya bagian-bagian tubuh. atau sistem klasifikasi prelogik. Seorang ahli hukum Van Ossenbruggen. adalah orang yang pertama yang menyinggung mengenai “sistem klasifikasi primitif”.

dan wanita dianggap mahluk paling lemah (liyu). Kelima bagian itu memang merupakan kelima ketegori pokok tersebut di atas. karena dapur merupakan tempat para wanita. Klasifikasi itu sendiri sudah dengan sendirinya terpahat di dalam jiwanya. yang disebabkan karena persamaan bentuknya.mana harus diklasifikasikan semua konsep yang dikenalnya dan semua gejala yang ada dalam lingkungannya. dan saling tumpang tindih. yang terjadi bersamaan. dan emas dua (praos) berkaitan. yang terjadi di tempat yang sama. Orang Jawa yang condong untuk percaya kepada ilmu gaib juga yakin bahwa dapur adalah bagian rumah yang paling lemah. yakin bahwa sebuah nasi tumpeng dan sebuah gunung mempunyai kaitan yang mendalam. Hal ini menyebabkan bahwa orang yang menyangka ada suatu kaitan yang erat antara gejala-gejala yang seringkali berbeda sama sekali dalam prinsip dan fungsinya. tetapi yang kebetulan mirip dalam hal bentuk atau warnanya. berurutan. Orang Jawa membagi masyarakatnya ke dalam lima bagian yang ditentukan oleh keempat arah mata angin dan titik pusatnya. Pedagangpedagang wanita Jawa acap kali memakai rambut palsu (cemara) untuk menarik pembeli. bahwa padi sudah masak kekuning-kuningan. ke dalam mana alam semesta orang Jawa diklasifikasikan. yang dipengaruhi oleh asas-asas pikiran asosiasi prelogik. atau yang disebut dengan istilah–istilah yang mirip bunyinya. Ia juga percaya bahwa katak dapat mengakibatkan hujan. Orang Jawa yang sedang melakukan tindakan ilmu gaib. kebiasaan yang merupakan bagian dari tindakan ilmu gaib itu didasari 25 . misalnya. karena persamaan warnanya juga saling berkaitan.

japa mantra.keyakinan bahwa cemaranya akan membuat para pembeli itu datang kepadanya (mara). Kekuatan-kekuatan lain yang pada dasarnya bersifat buruk dan jahat adalah misalnya guntur dan teluh braja (kekuatan jahat). wahyu. Mekanisme pikiran yang berasaskan pikiran asosiasi prelogik juga menyebabkan bahwa banyak orang Jawa yang buta huruf yakin bahwa tindakantindakan yang hampir serupa mempunyai kaitan sebab-akibat. dan benda-benda lain yang tidak lumrah. melalui ujaran yang mempunyai sifat gaib. dalam tubuh binatang. yang istilah sebutnya hampir sama bunyinya (cemara dan mara). dalam barang-barang keramat serta pusaka. dan juga dapat ditimbulkan karena suara kutukan (sepata). Upacara-upacara ilmu gaib yang menggunakan keyakinan seperti itu sering kali disebut ilmu gaib imitatif dan orang Jawa memang sering kali mengunakan ilmu gaib seperti itu. Di sini terlihat bahwa dua gejala berbeda. tetapi ada juga beberapa jenis kekuatan energi yang bersifat baik. dalam jimat. Orang Jawa juga yakin bahwa tidak hanya kekuatan gaib saja 26 . dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat atau yang aneh rupa atau bentunya. kekuatan sakti dapat mempunyai aspek baik dan buruk. Banyak tindakan ilmu gaib Jawa juga ditentukan oleh keyakinan tentang adanya suatu kekuatan sakti (kesakten) yang seperti apa yang telah disebutkan di atas. seperti suara. seperti misalnya pulung. dan ndaru. mempunyai kaitan yang terselubung. ada dalam bagian-bagian tertentu dari tubuh. Kekuatan sakti juga dianggap dapat dipancarkan oleh kekuatan suara. Menurut keyakinan orang Jawa. Oleh karena itu tindakan meniru sesuatu keadaan konon dapat memaksa agar keadaan itu benarbenar terjadi.

Adapula yang mengabarkan. Banyak orang dan banyak kalender yang beredar membuat kesalahan. bahwa kalender Jawa sama dengan kalender Saka. dengan keterangannya. Kalender Saka Kalender Saka merupakan warisan jaman Hindu-Budha yang kemudian diganti dengan kalender Jawa atau kalender Sultan Agung yang berlaku sampai sekarang. kalender Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. tetapi juga mahluk-mahluk gaib. Kalender yang tahunnya disebut Saka. Permulaan kalender itu konon pada saat mendaratnya Ajisaka di pulau Jawa. dimulai pada tanggal 15 Maret tahun Masehi 78. Aji saka adalah tokoh mitologi yang konon mencipta abjad huruf Jawa: ha na ca ra ka. dua–duanya berdasarkan 27 .yang dapat dimanipulasikan dan dikendalikan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan cara gaib. bahwa permulaan adalah saat Raja Sariwahana Ajisaka naik tahta di India. padahal amat berbeda. BAB II PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Oleh karena itu perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama. Tahun Masehi dan tahun Saka.

Srawana 2.11 Oktober) (12 Oktober -100 November) (1 November -12 Desember) 6. Sistem Pranata Mangsa itu adalah solair (Syamsiyah) seperti halnya kalender Saka dan Masehi. padangan dan lain-lainnya. Cetra (11 Januari (12 Februari (12 Maret -11 Februari) -11 Maret) -11 April) -11 Mei) -12 Juni) 10. Kedua. yaitu perhitungan Pranata Mangsa dengan rangkaiannya berupa bermacam-macam petangan seperti wuku. Jyesta (12 Mei 28 . Bhadra 3. orang Jawa sudah memiliki kalender sendiri yang kita kenal sekarang sebagai Petangan Jawi. Margasira (13 Desember -10 Januari) 7. Magha 8. Kalender Saka membagi satu tahun dalam 12 bulan dan Pranata Mangsa membagi satu tahun dalam 12 mangsa (Kamajaya. Posya (12 Juli (13 Agustus -12 Agustus) -10 September) 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari 29 hari 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari (11 September. 1. Phalguna 9. berikut ini penjelasan tentang kalender Saka dan Pranata Mangsa. Sebelum bangsa Hindu datang. Wasekha (12 April 11. Kartika 5. peringkelan. padewan. 1995).perhitungan solair yaitu mengikuti perjalanan bumi mengitari matahari. Nama-nama bulan dan umurnya. Asuji 4. Ketiga. Dalam bahasa Arab disebut Syamsiyah.

Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Sadha (Asuji): (12 Mei. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. yaitu pada tanggal 22 Juni. Pranata Mangsa Nama-nama mangsa dan umurnya: 1.21 Desember) 7. Asadha (13 Juni -11 Juli) 29 hari B.22 Februari) 8. orang menunggu saat dimulainya mangsa yang pertama (Kasa atau Kartika). Dhesta (Padrawana): (19 April.11 Mei) 12.21 Juni) 43 hari 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Kalender Pranata Mangsa sudah dimiliki orang Jawa sebelum bangsa Hindu datang di Pulau Jawa.12. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 5. Kapitu (Palguna): (22 Desember. Kalender atau perhitungan Pranata Mangsa itu dapat dikatakan kalendernya kaum tani yang memanfaatkannya sebagai pedoman bekerja (Kamajaya.28 Februari) 9. Pada mulanya Pranata Mangsa hanya memiliki 10 mangsa sesudah mangsa kesepuluh tanggal 18 April. Kanem (Naya): (9 November. 1995: 43).18 April) 11. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Kasanga(Jita): (1 Maret. Masa menunggu itu 29 . Kawolu (Wasika): (3 Februari. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 27 hari 6.25 Maret) 10.

Mangsa ini dalam pengaruh kuat Batara Antaboga dan Nagagini. 30 . Kristal dan Biduri Bulan. Artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya.cukup lama sehingga akhirnya ditetapkan mangsa yang kesebelas (Destha atau Padrawana) dan mangsa kedua belas (Sadha atau Asuji). dan Gardena. 16. coklat dan merah anggur. 10. Kadang mangsa ini disebut pula mangsa Kaso yang berawal 23 Juni sampai 2 Agustus. Semua ini diharapkan bisa mencegah atau menutupi kelemahan kelompok ini yang lemah pada lever dan pencernaannya. 5. Warna serasi bagi kelompok ini kuning. mutiara. Kecuali untuk pedoman kaum tani. Meskipun Pranata Mangsa sudah berlaku sejak dahulu milik orang Jawa. Lambang bunganya Melati. Batu mulia yang memiliki efek baik bagi kelompok masyarakat Kasa adalah Aquamarine. Kalender Saka berjalan bersama Pranata Mangsa. Mangsa Kasa. yaitu tepatnya tahun 1855 masehi. jamrud. hijau. Musimnya jatuh musim kemarau. 11. Mata Kucing. biru. 26. Maka genaplah satu tahun menjadi 12 mangsa dan dimulainya hari pertama mangsa kesatu pada 22 Juni. namun pembakuannya baru diadakan pada waktu yang memerintah kerajaan Surakarta Sri Paku Buwana VII. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Senin Kliwon. Pranata mangsa pun merupakan perhitungan yang membawakan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan-perhitungan Jawa lain-lainnya. Sedap Malam. kecuali tanggal Jawa 1. Hari baik: Semua hari pada bulan Jumadilawal baik. Pancaran pengaruh kuat kedua dewa ini terhadap alam diibaratkan sebagai Sotya murca ing embanan.

Berlian untuk penolak ilmu sihir. dan sakit perut. Hari baik: Untuk Rejeb semua hari baik. kecuali tanggal 4. 14. Mangsa katelu ini candranya Suta manut ing bapa atau ‘anak patuh pada ayah’. Warna ideal bagi mangsa ini adalah kuning dan hijau. 22. Ini berkat pengaruh kedua pasangan serasi batara-batari yang menjadi simbol asmara itu. Yasper. Mangsa Katelu dengan candra Suta manut ing bapa. menambah kekuatan tubuh. 18. Melati dan Anggrek. Pengaruh ini begitu kuat sehingga diibaratkan seperti Bantala Rengka atau tanah retak. 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. Dalam pengaruh kuat Batara Sakri.Mangsa Karo. 12. Ruby berdaya menolak impotensi. Topas dan Tourmalin. Pengaruh kuat Batara Sakri mempengaruhi alam dan manusia. 13. Semua itu diharapkan untuk menutupi kelemahan kalangan Karo. Batu mulia yang selaras dengan kelompok Karo adalah Berlian. Berlangsung 3 Agustus hingga 25 Agustus. 26. Mangsa Ketiga atau Katelu berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. Lapis Lazuli. 12. penawar sakit paru-paru. Bunga yang menjadi kegemaran mangsa ini adalah Sedap Malam. 11. Batu-batu ini untuk menolak sakit mata. Tourmalin berpengaruh kepada si pemakai sebagai penolak rasa takut. Sementara untuk batu mulia yang sesuai untuk orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Giok. 14. Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya. keracunan. 19. Ruby. kecuali tanggal 2. 13. Hari baik: Untuk bulan Jumadilakir semua hari baik. Topas diyakini menyembuhkan penyakit dada. 28 dengan hari naas atau tali Wangke Kamis Pon. Artinya anak patuh pada ayahnya. Musimnya musim kemarau. Cornelian. pencernaan. 31 .

20. Ada pula yang mengatakan ‘Genthong Pecah’. 17. Sementara bunga idamannya adalah Wijaya Kusuma dan Gradiol. Hari baik: Semua hari untuk bulan Ruwah adalah baik kecuali tanggal yang ditetapkan berdasar perhitungan naga yaitu tanggal 2. Mangsa Kanem berorbit 43 hari sejak 10 November – 22 Desember. 25 dengan hari naas. Anggrek. 21. Berlian yang diharapkan menetramkan pikiran. Batu mulia yang sesuai dengan kelompok mangsa ini adalah Topas. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan meningkatkan daya pikir. 24. Mangsa Kalima memiliki candra: Pancuran emas sumawur ing jagad. sementara bunga idamannya Melati. Mangsa Kanem bercandra: Rasa mulia kasucian. Sementara batu mulia yang sesuai dengan orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Opal. 27. Mangsa Kapat ini banyak terpengaruh oleh Wisnu yang berorbit 25 hari sejak 19 September sampai 13 Oktober.Mangsa Kapat memiliki candra Waspa kumembeng jroning kalbu. 15. terletak di belahan langit Selatan. dengan Tali Wangke atau hari naas pada Sabtu Kliwon. Warna ideal bagi kelompok ini adalah merah. 9. atau Tali Wangke Jumat Wage. Artinya hati sedih. Merjan atau Coraal yang membebaskan diri dari flu berat serta Mirah yang menolak infeksi. Warna ideal untuk kelompok ini biru dan merah anggur. Sedap Malam dan Ceplok Piring. 10. Sebab kemurahan Tuhan 32 . Hari baik: Semua hari pada bulan Rejeb baik. sebagai ibarat bahwa rasa ini akan muncul jikalau orang berbuat baik. Sementara Aquamarine untuk penyembuhan sakit lever dan tenaga kurang. 10. kecuali tanggal 7. Candra yang tersirat adalah Rasa mulia kasucian. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan sakit dada dan terbakar.

musim timbulnya banyak penyakit. Selain indah. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa Kapitu adalah Black Onyx yang mampu mengusir makhluk jahat.diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Batu Nilam (Carbuncle). berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks. Mangsa kawolu lamanya 27 hari. 25. Ruby. hijau tua. Warna ideal untuk mangsa ini adalah hijau. 20. Semua tanggal baik kecuali untuk bulan Pasa tanggal 7. Batu Giok yang berkhasiat mencegah penyakit pinggang. merah darah dan biru langit. menentramkan. merah jingga dan kuning terang. Semua hari baik pada Syawal Mangsa Kapitu kecuali: Tanggal 2. Topas berkhasiat mneyembuhkan penyakit reumatik. Pirus berguna mengatasi bahaya ilmu hitam. 21. Mangsa kapitu lamanya 43 hari dari tanggal 23 Desember – 3 Februari. yang mampu menentramkan pikiran. 20. yang berhkasiat menyembuhkan impotensi dan menolak penyakit infeksi. Batu mulia yang sesuai untuk yang lahir pada mangsa Kanem adalah Berlian. tanggal 4/5 Februari sampai dengan 1 Maret. sakit mata dan gangguan pada pencernaan. Warna ideal yang sesuai untuk wuku dan mangsa ini adalah biru laut. Mangsa Kapitu memiliki candra: Wisa kentas ing maruta. maka keluarlah candra Anjrah jroning kayun. 10. keletihan. Bertiupnya angin mengandung bisa. hitam. oleh karena itu diberi candra: Wisa kentas ing maruta. 10. Masa baik untuk mengerjakan atau 33 . 24. Padang pertanian menghijau menentramkan hati. 8. 27 dengan Tali Wangke Sabtu Kliwon. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Jumat Wage. Mangsa Kawolu atau Masa Surya VIII memiliki candra: Anjrah jroning kayun. Banyak penyakit menular.

Disebut pula mangsa Mareng. Dengan sinar ungunya. Amethyst. Pada saat itu Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke mayapada. Mangsa kasanga memiliki lama orbit 25 hari antara tanggal 2 Maret sampai 26 Maret. 13. Mangsa ini berpengaruh besar terhadap kehidupan terutama putaran cakra panggilingan. penyakit menular. ada susah kembali ke bahagia lagi. 11. Begitu pula nasib manusia silih berganti. dan 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. batu mulia ini 34 . 28 dengan Tali Wangsa (Naas) Senin Kliwon. Tidak mau mengalah. atau Kecubung. 20. 14. wataknya teguh. Semua hari baik dengan kekecualian Dulkangidah tanggal 2. Mangsa Kasedasa dengan Candra. Musim ini tercandra dengan Wedharing wacana mulia. Batu mulia yang sesuai untuk mangsa kasanga adalah Safir Biru yang dipercaya melindungi mata. 23. 17. pemberani. Mangsa ini adalah akhir bulan Februari hingga 15 Maret. Bulan Besar masuk dalam Pranata mangsa Kasanga: Wedharing wacana mulia.mendirikan sesuatu. Mangsa Kasanga. 6. 13. Batu mulia yang sesuai untuk weton mangsa kasadasa adalah Amethyst. dengan Tali Wangke Selasa Wage. 6. 13. lantaran memiliki jiwa militer yang disiplin dan tegas. tersiarnya kabar gembira. artinya Pintu gerbang tertutup dalam hati. keracunan. yang mendatangkan rasa kasih. kecuali tanggal 1. 11. 12. 24. Gedhong minep jroning kayun. 18. sakit panas. Kemudian Jamrud yang dipercaya bisa mencegah sakit kepala. Semua hari Besar dalam catatan horoskop Jawa baik. Semua hari baik untuk bulan Sura ini kecuali tanggal 6. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa ini adalah Safir Biru yang diharapkan bisa menolak berbagai penyakit kulit. lama berjalan 24 hari di dalam pengaruh kuat Resi Bisma. 21. ada senang. 10. 25.

Kadang berwarna hijau kadang biru yang dipercaya mencegah sakit lever.diharapkan mampu memberi semangat kepemimpinan kepada yang memakainya. yang berorbit 41 hari. 3. Mangsa Saddha. Baik pula mengenakan intan yang menjauhkan diri dari ilmu hitam. 13. Batu mulia yang sesuai untuk kelompok masyarakat Dhesta Jamrud atau Emerald yang diyakini bisa melindungi kepala dari penyakit. 22 dengan Tali Wangke Kamis Pon. 8. Di samping batu mulia ini baik untuk mencegah racun dan sakit jantung. yang dipercaya mencegah penyakit liver. Penuh kasih sayang dan kegembiraan. Batu mulia yang selaras dengan kelompok masyarakat Saddha adalah Aquamarine atau Batu Sinar Laut Hijau. Selain itu juga Pirus Biru yang dianggap berkhasiat mencegah pengaruh rejeki besar dan mendapat kemuliaan dari tenaga ghaib. 15. 20. pencernaan dan lemah badan. Peristiwa mangsa ini candranya Tirta sot saka sasana yang artinya adalah Air lenyap dari tempatnya. Mangsa ini memiliki candra Sotya Sinarawadi yang berarti permata hati dengan pengaruh kuat Batara Yamadipati. Kemudian Safir Biru atau Blue Safir yang sangat dipercaya menolak racun dan melindungi mata. Mangsa ini berlangsung antara 13 Mei sampai 22 Juni. dan pencernaan. Mangsa ini terpengaruh kuat oleh Batari Sri dan Batara Sadana. Mangsa Dhesta. 20. 23. dengan Tali Wangke Jumat Wage. Penjabaran candra menggambarkan mangsa Dhesta adalah Sotya sinarawadi yang artinya permata hati. 12. Untuk Bulan Mulud semua hari baik kecuali tanggal 1. Bila tak ada Amethyst bisa pula Aquamarine atau sinar laut hijau yang mengesankan rasa damai dan agung. Hari baik: Untuk bulan Sapar semua hari baik kecuali 1. Mangsa dhesta atau ke sebelas ini berlangsung dari 20 April sampai 12 Mei. 10. 35 .

tetapi didorong pula oleh kepentingan politiknya. Dengan mengubah kalender Saka menjadi kalender Jawa yang berdasarkan sistem Komariyah seperti kalender Hijriyah (kalender Islam). 1990: 36). 16. Kalender Saka mengikuti sistem Solar (Syamsiyah). Perubahan kalender di Jawa itu terjadi dan mulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. Harinya. Tindakan Sultan Agung itu tidak hanya didorong oleh maksud memeprluas pengaruh agaam Islam. sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem lunair (Komariyah). C. perjalanan bumi mengitari matahari. Kalender Sultan Agungan Kalender yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu dengan nama tahunnya Saka (kalender Saka) dipakai oleh orang Jawa sampai tahun 1633 M. yaitu perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. tepat pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriyah.Hari baik: Untuk bulan Bakda Mulud semua hari baik kecuali tanggal Jawa 10. Sultan 36 . Pada saat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertahta. karya besar. 25. padahal dasar perhitungannya sama sekali berlainan (Asdi. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1955. 28 dengan hari naas atau Tali wangke Sabtu Kliwon. Kalender Sultan Agung adalah suatu karya raksasa. 15. Kebijakan Sultan Agung itu terpuji sebagai tindakan seorang muslim dengan kemahirannya yang tinggi dalam ilmu falak. Raja Mataram yang terkenal patuh beragama Islam itu merubah kalender di Jawa secara Revolusioner. tepat pula dengan tanggal 8 Juli 1633. Jum’at Legi.

Agung bermaksud memusatkan kekuasaan agama kepada dirinya. Di samping itu, tindakan merubah kalender pun mengandung maksud untuk memusatkan kekuasaan politik pada dirinya dalam memimpin kerajaannya. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia dinobatkan oleh Sunan Giri. Bahkan dengan dalih pengamanan Sunan Giri mengawali kerajaan Demak dengan memegang tampuk pimpinan selama 40 hari. Selanjutnya raja-raja di Jawa ditradisikan memperoleh restu Sunan Giri atau dinobatkan oleh Wali tertua ini. Gelar Sunan Giri itu turun temurun. Yang menobatkan Raden patah menjadi Raja Demak adalah Sunan Giri I. Restu atau penobatan raja-raja Jawa seterusnya dilakukan oleh Sunan Giri pula, keturunan langsung dari Sunan Giri I. Di jaman Sultan Agung, kewalian Giri sudah sampai dengan yang keempat di bawah pimpinan Sunan Giri ke-4 (Asdi, 1990: 57). Kewalian Sunan Giri sebagai pemimpin Islam tertinggi di Pulau Jawa diakui sepenuhnya oleh masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai di luar pulau Jawa. Pada tahun 1629 di jaman Sultan Agung, masih ada utusan Sunan Giri yang datang di Pulau Hitu untuk melestarikan persahabatannya kepada rakyat di kepulauan Maluku itu. Pengaruh Sunan Giri itu amat diketahui oleh Sultan Agung. Meskipun demikian, pada waktu beliau naik tahta kerajaan mataram, beliau tidak mohon restu kepada raja pendeta di Giri itu seperti halnya sultansultan terdahulu. Sultan Agung sejak bertahta selalu menghadapi pemberontakanpemberontakan. Para adipati dan bupati di Jawa Timur sampai Blambangan yang berkiblat pada Sunan Giri, tidak mau tunduk kepada Sultan Agung. Maka Sultan

37

Agung adalah raja Jawa yang paling banyak mendapat lawan dengan berperang termasuk usahanya menyerang VOC Belanda di Jakarta pada tahun 1628 dan 1629. Dalam memipin kerajaan Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan, Sultan Agung bersiasat untuk mengupayakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usaha ini tidak saja dengan memenangkan perang menindas para pemberontak, tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat dipatuhinya. Sultan Agung menggalang kekuasaan mutlak agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Siasat itu dilancarkan dengan memerangi kewalian Giri yang diakui seluruh negeri sebagai pimpinan agama Islam tertinggi. Dengan bantuan Pangeran Pekik dari surabaya dengan istrinya Ratu Pandansari yang adik Sultan Agung, tentara Giri dapat dikalahkan sekeluarganya diboyong ke Mataram. Tindak lanjut dari Sultan Agung dalam memusatkan kepercayaan rakyat kepada dirinya adalah dengan merubah kalender di Jawa, disesuaikan dengan kalender Hijriyah. Ide raksasa itu didukung oleh para ulama dan abdi dalem, khususnya yang menguasai ilmu falak atau perbintangan. Maka diciptakanlah Kalender Jawa yang boleh disebut Kalender Sultan Agung atau Anno Javanico (AJ). Kalender Sultan Agung mengandung perpaduan Jawa, Hindu-Jawa dan Islam. Kalender ini dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip, dengan angka tahun 1555. Itu jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1043 atau 8 Juli 1633 Masehi. Tindakan Sultan Agung itu dapat dikatakan revolusioner, oleh karena perhitungannya berbeda sama sekali dengan tahun saka yang sampai waktu itu

38

dipakai oleh masyarakat Jawa. Kalender Saka dengan dasar solair, sedang kalender Jawa Sultan Agung berdasarkan lunair seperti sistem Kalender Hijriyah. Nama-nama bulan kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriyah. Demikian pula jumlah hari dan umur masing-masing bulan, seperti terlihat berikut ini:

Kalender Hijriyah dan umurnya: 1. Muharam 2. Syafat 3. Rabiulawal 4. Rabiulakhir 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rajab 8. Sya’ban 9. Ramadan 10. Syawal 11. Dzulqaidah 12. Dzulhijah -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari

Kalender Sultan Agung dan Umurnya Nama Bulan 1,3,6,7 Tahun Jawa 2,4,8, 5

39

1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 29

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 30

30 30 29 29 29 29 30 29 30 29 30 30

D. Dasar Perhitungan Waktu Perbedaan antara kalender Hijriyah dengan Kalender Jawa yang keduaduanya berdasarkan lunair, terletak pada: Dalam kalender Jawa dikenal tahun wastu yang artinya pendek, dan tahun wuntu. Dalam tahun pendek umur bulan besar 29 hari, dalam tahun panjang umur bulan Besar 30 hari. Dalam satu windu (8) tahun ada 3 tahun panjang, yaitu: 1. Ehe, 2. Je, 3. Jimakir, umurnya ‘a 355 hari. Yang 5 tahun lainnya adalah tahun pendek, yaitu: 1. Alip, 2. Jimawal, 3. Dal, 4. Be, 5. Wawu, umurnya ‘a 354. Kalender Jawa disebut Kalender Huruf (asal kata Arab: huruf, karena nama tahun-tahunnya berawalan huruf Arab, yaitu: 1. Alip, 2. Ahe, 3. Jimawal, 4. Je, 5. dal, 6. Be, 7. Wawu, 8. Jimakhir. Pada permulaan Kalender Jawa, yaitu tanggal 1. Sura, tahun Alip 1555 jatuh pada hari Jum’at legi, disebut Huruf Jam’iyah, Huruf itu berubah setelah 120 tahun. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1675, jatuh pada hari Kamis Kliwon, disebut Huruf Kamsiyah. Umurnya 72 tahun. Kemudian tanggal 1 Sura, Alip 1747 jatuh pada hari Selasa Pon, disebut Huruf Salasangiyah. Pergantian Huruf seperti tersebut adalah demi penyesuaiannya dengan kalender Hijriyah. Lain pada itu

40

Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan. Perhitungan Jawa yang dipakai dalam kalender Saka seperti Pranata Mangsa. Perhitungan ini memang sulit. Sri Sultan Agung merasa perlu mengubah kalender dan menyesuaikannya dengan kalender Hijriyah dengan maksud pula agar hari-hari raya Islam (Maulid Nabi. hal itu disebabkan oleh hal hal tersebut.Kalender Jawa memiliki 3 tahun panjang dalam 1 Windu (8 tahun). Petungan Jawi Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan. tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa 41 . Angka tahunnya meneruskan angka tahun Saka dan dimulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. sedang siklus Hijriyah dalam siklusnya 30 tahun. Idul Fitri dan Idul adha) yang dirayakan di kraton Mataram dengan sebutan grebeg dapat dilaksanakan pada hari dan tanggal yang tepat sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriyah. hari tanggal dan hari hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. Kalau hingga sekarang terkadang masih ada perbedaan. Wuku dan lain-lainnya tetap dilestarikan dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan. Inipun termasuk perangkat penyesuaiannya tersebut. petangan Jawi adalah sebagian Jawa asli dan sebagai Hindu Budha. Seperti diketahui. tahun Jawa atau tahun Sultan Agungan memiliki ciri-ciri khasnya: Dasar perhitungannya lunair atau komariyah. tahun panjangnya ada 11. 1. Kalender Sultan Agung dimulai pada tanggal 1 Sura 1555. perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah.

bulan. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur. Petangan Jawi sudah ada sejak dahulu. wataknya: Sujana (curiga). b. wataknya: samudana (pura-pura) artinya: suka kepada lahir. berarti simpan atau simpanan. merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. Primbon hendaklah tidak diremehkan. Pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya. Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya. Selasa. Pranata Mangsa. artinya: harus baik segalap pakaryan c. wuku dan lain-lainnya. tahun. Ahad. wataknya: Samuwa (meriah). namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir–batin. Petangan Jawi memberikan pedoman atau petunjuk akan lambang dan watak berbagai jenis hitungan sebagai petunjuk sebagi berikut: 2. maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya. artinya: serba tidak percaya 42 . yang kelihatan. Hari dan Pasaran a. tanggal. meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. Senin. yaitu perhitungan baik-buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari. Kata Primbon berasal dari kata: rimbu.yang disebut Petangan Jawi. jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yanag Maha Esa Maha Pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya (Kamajaya. 1995: 67).

wataknya: melikan. Sabtu. wataknya kedher artinya kaku hati d.d. wataknya: Kasumbung (tersohor). kuat) aratinya: mantab dalam segala pakaryan e. pamer artinya suak memamerkan harta miliknya c. Pahing. Pon. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 5. wataknya: Surasa (perasa). wataknya micara artinya dapat mengubah bahsa e. artinya bersih tingkah lakunya g. Legi. Kliwon. artinya suka kepada barang yang kelihatan b. artinya: suka berpikir (merasakan sesuatu) dalam-dalam. wataknya. wataknya: Sembada (serba sanggup. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. f. wataknya: suci. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4. Wage. Kemis. Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 6. Kanem (Naya): (9 November. Rolas Titi Mangsa Jumlah Pranata Mangsa ada 12 yaitu: Nama-nama mangsa dan umurnya 1. Rabu. watakanya komat artinya sanggup menerima segala macam keadaan 3. Jumat.21 Desember) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 27 hari 43 hari 43 . artinya suka pamer Petungan Pasaran a.

Bayi yang lahir dalam masa itu wataknya cukupan. Dhesta (Padrawana): (19 April. c. 4. Usai panen. Kapitu (Palguna): (22 Desember. Karo (pusa) candra (cirinya): Bantala rengka (tanah retak). Kawolu (Wasika): (3 Februari. b. Bayi yang lahir dalam mangsa Kasa itu wataknya belas kasihan.22 Februari) 8. Sadha (Asuji).7. Kasanga(Jita): (1 Maret. jarang orang berkeringat. kayu-kayu patah di atas.28 Februari) 9.11 Mei) 12. pohon randu dan mangsa tumbuh daun-daunnya. Bayi yang lahir dalam mangsa itu wataknya ceroboh. Watak pengaruhnya: dedaunan rontok.21 Juni) 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Yang watak bawaan atau pengaruh tiga macam mangsa sebagai berikut: a. dari yang ke-1 Wuku Sinta hingga yang terakhir ke-30. Petungan Pawukon Pawukon berasal dari perkatan Wuku. Saat mulai menanam palawija. belalang bertelur. Kasa (kartika). watak (pengaruhnya) Tanah retak. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. tanam-tanam palawija harus dicarikan air. candra (cirinya) Tirta sasana (air pergi dari tempatnya) Watak (pengaruhnya) musim dingin. jumlah wuku ada 30 buah dengan nama masing-masing. 44 . Sadha (Asuji): (12 Mei.18 April) 11.25 Maret) 10. candra/cirinya sotya murca ing embanan (mutiara lepas dari pengikatya). kotor.

Wugu 27.wuku Watugunung. Sinta 2. Manail 24. Wukir 4. Galungan 12. Kurantil 5. Padangon dan lain-lainnya. Julungwangi 10. Waktu ke-30 atau terakhir (Watugunung) mulai hari Minggu Kliwon sampai dengan Sabtu Legi (Kamajaya. Warigalit 8. Maktal 22. Tiap-tiap wuku berumur 7 hari sehingga siklus berumur 30 x 7 hari = 210 hari. Tolu 6. Mandhasiya 16. wayang 28. Adapun nama wuku 30 tersebut adalah: 1. Pahang 17. Paringkelan 4. Dhukut 45 . Marakeh 19. Warigagung 9. 1995). Tambir 20. Sungsang 11. Hari 2. Perhitungan Pawukon dilengkapi dengan lain-lain perhitungan antara lain: 1. Wuku ke-1 (Sinta) mulai hari Minggu Pahing sampai dengan Sabtu Pon. Pasaran 3. Madhangkungan 21. Kuruwelut 18. Prangbakat 25. Langkir 14. Kuningan 13. Landep 3. Pawukon dengan kelengkapannya itu dipercaya sebagai melukiskan watak bawaan atau pengaruhnya kepada kehidupan manusia dan kesesuaiannya dengan alam. Wuye 23. Kulawu 29. Bala 26. Gumbreg 7.

kayu dan burung. kaya harta benda. enak bicaranya. Julungpujut 30. tetapi banyak rejekinya. rela pada lahirnya. daging kerbau seharga 21 ketheng (mata uang Jawa jaman lampau nilainya kurang lebih ½ sen) tanpa menawar. sangat tinggi dan suka ulah kependetaan. 46 . wataknya bagaikan raja. orang sengsara dan melarikan diri. a. sering kecelakaan. Burungnya Gagak: tahu akan gelagat. tidak sabar. Kakinya di dalam air: perintahnya keras pada awal. Candranya: Indra janma nestapa. seperti terdapat dalam kutipan dua wuku (ke-1 dan ke-30). Bencananya: mati setengah umur. wataknya: besar perhatiannya. Watugunung Watak bawaan atau pengaruh wuku dilukiskan dalam lambang–lambang dewa. lembut budinya. cemburu. daun. tetapi dalam hatinya tak setuju. Doanya Tolak bencana.15. di masak pindang. 1995: 68). cepat dalam segala pakaryan. besar nafsunya. lunak pada akhirnya. air. Kayunya Kendayakan: menjadi tempat bernaung orang sakit. jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur laut: 7 hari jangan pergi ke timur laut (Kamajaya. Slawatnya 4 ketheng. tidak percaya. Wuku Sinta Dewanya Batara Yamadipati laksana Pendeta. Selamatan penolakan: Nasi pulen masakan beras sapitrah (satu takaran: dua tangan digabung dan dikerungkan kurang lebih ¼ kg). Memanggul panji-panji: memiliki kesenangan. Gedongnya di muka: Menjadi memperlihatkan kekayaannya.

wataknya terang cahaya hatinya. 5. tak suka keramaian. Selamatan penolaknya: tumpeng masakan beras sapitrah ikan kali. sayur 7 macam. menantang adu kepandaian. bermacam-macam juadah dengan jenang. Mawulu. bila ia pendeta ada derajatnya. Pantangannya: jangan menanam yang diharapkan daunnya. Kayunya Wijayakusuma: bagus rupanya. 6. kelemahan. Slawatnya: 19 ketheng. Candranya: bintang dan bulan kesiangan. Manfaatnya membikin malu. tetapi mungkir. Aryang. senang bersemadi. Warukung. 3. Wuku Watugunung Dewanya Batara Antaboga dan Bathari Naga gini: Antaboga: banyak kemauannya. selalu prihatin. ringkel Daun artinya kelemahan daun. Uwas. Tungle. 5. 2. dari asal kata ringkel. selalu prihatin.b. Jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur. percaya kepada tahayul. Petungan Paringkelan Paringkelan. yaitu: 1. tak mau diatasi. Tungle. Naga gini: Mendua kasih. Ada 6 jenis Paringkelan. 4. di masak pedas. Mengahadap candi: gemar sepi. semuanya halal. artinya lemah. 7 hari jangan pergi ke arah timur. 47 . mengharapkan kesalahan orang lain. asin. Watak dari tiga macam Paringkel sebagai berikut: a. tak suka keramaian. buah-buahan. Paningron. binatang terbang dan binatang hidup di liang. Burungnya Gogik: dengki. binatang darat. Doanya: mubarak.asam dan pahit. bermutu bicaranya. menurut. Bencananya: dianiaya. Wataknya sanggup.

Wawu. Alip. tahun kerbau. 7. Aryang ringkel: ringkel janam (manusia) artinya: kelemahan manusia. Be. Jimawal. tahun Buda Wisaba. Manfaatnya: mengerjakan sawah. Wataknya: banyak hujan. Wataknya: berpenyakitan. Jimakir. 3. 6. Dal. Bilamana tanggal 1 Sura jatuh pada hari Minggu.b. tahun Anggara Wrestija. Manfaatnya: membikin upas dan racun. tahun ini disebut tahun Dite-kalaba. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Senin. 3. c. 2. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari selasa. tahun Soma Wrejita. nama-nama itu diambil dari huruf Arab. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Rabu. tahun katak. Mawulu. 4. Ehe. Tahun yang panjang berumur 355 hari disebut tahun wuntu (panjang). 5. yaitu tahun kelabang. 6. Pantangannya: jangan bersesuai tanam. Wataknya: jarang hujan. 2. Tahunini disebut tahun wastu (pendek). namanamanya: 1. Dalam tahun panjang ini umur bulan besar ditambah 1 menjadi 30 hari. wataknya: banyak hujan 48 . tahun cacing. Satu tahun Jawa berumur 354 hari. Petungan Tahun Tahun dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan ada 8. Wataknya: banyak hujan 4. 8. jangan melakukan pernikahan dan jangan mendirikan rumah. Je. Watak bawaan atau pengaruh tahun Jawa jatuhnya tanggal 1 Sura seperti berikut: 1. Pantangannya: jangan menabur biji (benih). ringkel biji.

Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Sabtu. Sangara. 4. Wataknya: banyak bangunan baru yang indah menyenangkan (Kamajaya. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Jumaat. 8. Sri. Guru. Wataknya: Asih. 1995). Wataknya banyak hujan 6. 8.5. Uma. 2. 5. satu siklus ada 4 windu. Sri. Petungan Padewan Astawara Menurut Kamajaya (1995). artinya banjir. tahun Udang. tahun Sukra Minangkara. tahun mimi. Kala. Yama. Rudra. Wataknya: banyak air besar c. yaitu Batari Sri. artinya unggul. tahun Respati Mintuna. Manfaatnya: menanamn padi dan tanaman sampingan (tirisan Jawa) 49 . Endra. Kuthara. 3. Nama-nama dan watak bawaannya: a. Masing-masing dari perhitungan ini memiliki watak bawaannya. tahun Kambing. artinya banjir. Sancaya. Petungan Windu Satu windu berumur 8 tahun. 6. Wataknya: jarang hujan 7. perhitungan Padewan ada 8 yaitu: 1. belas kasihan. 7. Adi. tahun Tumpak Menda. cinta. Wataknya Banya tingkahlaku orang yang aneh-aneh seperti belum pernah terjadi b. antara lain sebagai berikut: a. Wataknya: jarang hujan (Kamajaya. Wataknya: banyak orang bersetuju hati (rukun) d. 1995). 7. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Kemis. Brama. artinya ulah atau tingkah laku.

bohong dan berpurapura. Wataknya: teliti dan sombong. Uma. tutup atau wadah. Wogan (ulat). Menurut Kamajaya (1995). Manfatanya: belajar segala pengetahuan. jahil. c. 3. wataknya: diam saja. Kala. 2. Dadi. yaitu batara kala. Wataknya: jahat. Wataknya: Belas kasihan pada penderita. Tulus (air) 8. Dadi (kayu). Manfaatnya: membikin sara-sarana. Endra. wataknya: tak mau kalah. 6. perhitungan ini ada 9. d. Karangan (matahari). 50 . Watak masing-masing antara lain: Dangu. serakah. Jagur (harimau).b. yaitu: 1.. Gigis (bumi) 4. 7. Nohan (bulan). yaitu batara Endra. yaitu Batari Uma. 5. Manfaatnya: menanam tanaman di kebun. Wurung (api). Dangu (batu). Manfaatnya: membuat tugu. manfaatnya: membikin pagar dan tanda batas.

Sesuai dengan namanya.BAB III TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Dengan adanya upacara pernikahan itu diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan sebuah dinasti keluarga. desa. penduduk negeri. Negoro (2001: 43). Ritual pribadi 51 . misalnya rumah atau rumah peribadatan. Selanjutnya menurut Suryo S. slametan adalah ritual Jawa yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan. Slametan Among Tuwuh Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita. penduduk desa. Orang Jawa menyebut bathi atau untung. Sedangkan makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. keselamatan dan berkah untuk suatu tempat. Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. maka slametan mendapat perhatian utama. Ritual tradisional diadakan untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga. ritual bisa dibagi menjadi tiga kelompok : a. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran. negeri dan sebagainya. Anak yang lahir adalah karunia Tuhan yang selalu diharap-harap oleh semua pihak.

Ritual kenegaraan. misalnya karena telah mendapatkan kenaikan pangkat. Ritual sederhana yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur bahwa misalnya seseorang telah sembuh dari sakit gawat atau terlepas dari beban penderitaan yang berat. c. misalnya untuk satu desa dan seluruh penduduk desa seperti dalam upacara Bersih Desa. Ratu. untuk Raja. pimpinan. yang diselenggarakan oleh seseorang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. direktur perusahaan. saudara-saudara. Upacara seperti ini disebut sukuran mengungkapkan rasa syukur atau slametan. Mitoni .Meliputi selamatan sederhana dengan nasi tumpeng. Ritual Umum. Ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang seperti upacara-upacara: Perkawinan tradisional. supaya terbebas dari ancaman Batara Kala yang jahat. b. salah satu putra Batata Guru. Upacara Labuhan Karaton Yogyakarta. diangkat menjadi lurah. lauk pauk dan sesaji. Acara seperti ini biasanya dihadiri oleh tetangga. bupati. seperti: Upacara Garebeg.kehamilan tujuh bulan pertama dan Ruwatan Murwakala. teman-teman dekat dan teman-teman sejawat. permohonan supaya hidup selamat dan mapan. 52 . Upacara Rajawedha/Mahesa Lawung. negeri dan rakyat. Ruwatan ini bisa dilakukan untuk seseorang atau sekelompok orang sekaligus. ritual untuk keselamatan dan hidup yang baik. menteri dan sebagainya.

Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar. B. Tanda ini efektif sekali fungsinya. bisa merupakan ritual negeri atau umum atau gabungan dari keduanya. masyarakat umum akan cepat mengetahui bahwa keluarga yang bersangkutan sedang mempunyai hajad untuk menyelenggarakan upacara pernikahan. Mereka turut serta berbagi kebahagiaan atas akan datangnya hari yang dinanti-nanti. Bahkan jalan umum yang ramai lalu lintasnya pun diperbolehkan untuk digunakan. Dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat. Semua pihak akan menyadari dan mau 53 . Biasanya panggang ayam dan sayur mayur yang dirajang-rajang. Mereka kemudian makan nasi tumpeng yang dibagikan dengan suka cita. Bahan-bahannya yaitu nasi tumpeng. Dari segi finansial tentu biayanya sangat murah dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. sehingga selama tarub itu dipasang. mereka akan serempak memberi doa yang tulus ikhlas. maka keluarga yang bersangkutan akan mendapat hak-hak istimewa. Pasang Tarub Agung Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang Jawa. Keutamaan pemasangan tarub agung ini adalah semacam tanda buat masyarakat luas. yang disertai dengan lauk-pauk ala kadarnya. Dengan memasang tarub agung itu. Dengan dipimpin oleh para sesepuh desa. biasanya suasananya sudah berlangsung secara khitmat.Peringatan 1 Suro. Upacara slametan among tuwuh bahannya lebih didominasi oleh hasil bumi dari daerah setempat.

dengan segala tekad dan pikiran bijak. Sesaji ini melambangkan sebuah p. memimpin seluruh jalannya upacara perkawinan bertanggung jawab mengenai sesaji dan lain-lain. berbagai macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa. minuman. daging kerbau. dadap srep. gula kelapa. pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. sesaji khusus disiapkan. Negoro. artinya pasangan itu saling mencintai dengan sungguh-sungguh dan akan saling memelihara. alang-alang.errnohonan supaya mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak mahluk-mahluk jahat. 2001: 73). pintu depan. berbagai macam lauk-pauk. jamu. Sesaji itu ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di: kamar mandi. Sepasang tebu wulung tebu yang berwarna ungu melambangkan mantabnya kalbu. Cengkir gading-kelapa. Dalam hal ini peranan seorang perias pengantin sangatlah penting. diharapkan supaya pasangan tersebut tumbuh dengan kuat dalam kehidupan 54 . tarub juga mempunyai fungsi filsafat simbolis. pemaes itu akan merias dan mendandani kedua pengantin. yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng. Sebelum pemasangan tarub. Sebuah upacara perkawinan Jawa memiliki beberapa acara ritual tradisional. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin. di jalan dekat rumah dan lain-lain (Suryo S. tempe. akan selalu mempertahankan kehidupan keluarga. dan sebuah lentera. di bawah tarub. kue-kue.mengalah secara ikhlas. Di samping fungsi praktis itu. bunga. mojokoro. kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang-kuatnya pikiran baik. dapur.

Sepasang tebu wulung : Tebu artinya "anteping kalbu" tekad yang bulat. Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu. maknanya dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad 55 . maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas.berkeluarga dan selalu berada dalam keadaan selamat. Sedangkan menurut Adjied dan Tessa (2002: 6) kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan perkawinan dengan tujuan rasionil dan irrasionil. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji. maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan manapun juga dan berhasil (berbuah). Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja. di atas gapura sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan. menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. Wulung artinya mulus matang. Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari: Sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya secara singkat demikian: Agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya/lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya. ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda bahwasanya pesta perkawinan sedang diselenggarakan di rumah ini. Yang sangat penting.

pantang mundur atau mulat sarira hangrasa wani. Tirakatan Malam Midodareni Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan leklekan. kemauan yang keras. dan daun opo-opo. Maknanya : cengkir . daun alang-alang. Padha gulangen ing kalbu 56 . C. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya. Kelapa gading adalah kelapa yang kulitnya kuning. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan.yang bulat.cengkir. Tujuannya adalah untuk menolak balak. agar manusia sering mencegah dhahar lawan guling. daun koro. dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentausa lahir batin atau aja ana sekara-kara alias alangan sawiji apa. Kelengkapan tarub (uborampen tuwuh). cengkir adalah kelapa muda yang berwarna kuning. agar memiliki "kemauan yang keras" untuk dapat mencapai tujuan hidup yang penuh perjuangan bahagia dan harmonis. Tradisi lek-lekan ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali dalam perkembangan peradaban budaya Jawa. Dari mempelai diharapkan. Maknanya : diharapkan dari mempelai agar kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin menjadi pengayoman lingkungannya. Para sesepuh. daun mojo. Terdiri dari daun ringin. Dua janjang buah kelapa gading yang masih muda . pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. daun andong. Sinuhun Paku Buwana IV telah menyusun petuah luhur.kencenging pikir. sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancar. Dalam Serat Wulangreh pupuh tembang Kinanthi beliau berpesan demikian.

suruh ayu. kembang telon. 2001: 41). dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu. karena mulai besok dia sudah berada di bawah tanggung jawab suaminya. kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak. Sesaji untuk midodareni. kembang setaman. 57 . meliputi : nasi gurih. beberapa sayuran masak. Barang-barang yang diletakkan di kamar pelaminan terdiri dari sepasang kembar mayang. ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh dibawah tempat tidur. dua kendi diisi air suci dihit' :p dengan daun dadap srep. jadah ketan. teh dan kopi pahit. Dia harus tinggal di kamar malam itu dari jam enam sore hingga tengah malam ditemani oleh beberapa ibu yang memberikan kepadanya nasihat-nasihat yang berguna. ingkung ayam. Negoro. Calon pengantin putri malam ini menjadi sangat cantik bak seorang dewi dan dia akan dikunjungi oleh beberapa dewi kahyangan sesuai dengan kepercayaan kuno. pisang raja. Orang tua calon pengantin putri memberikan suapan makan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya. minuman dari air kelapa dengan gula kelapa. Midodareni berasal dari kata widodari artinya Dewi (Suryo S. lampu minyak yang dinyalakan. beras. Keluarga dari calon mempelai pria dan teman-teman dekatnya yang semuanya adalah wanita boleh menengok calon pengantin wanita untuk sejenak.Ing sasmita amrih lanthip Aja pijer mangan nendra Kaprawiran den kaesthi Pesunen sarira nira Cegah dhahar lawan guling Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan Ijab dan Panggih di keesokan harinya. jamu.

Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. sampo tradisional yang terbuat dari abu merang. melati. dilakukan pula upacara siraman untuk calon pengantin putri. Bersamaan dengan malam tirakatan midodareni. Siraman artinya mandi. Upacara ini membutuhkan beberapa persiapan antara lain: Siraman diadakan di kamar mandi atau di tempat khusus yang dibikin untuk maksud tersebut. air 58 . tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. kembang setaman. buah pinang. mereka diharapkan untuk bisa memberi pitulungan artinya pertolongan. kantil dan kenanga yang ditaruh di dalam air yang untuk mandi. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. Barang-barang yang harus disiapkan terdiri dari tempat air yang besar. jumlahnya biasanya tujuh orang. air dari sumber atau sumur. selain orang tua pengantin juga beberapa ibu yang lanjut usia dengan reputasi yang baik akan diundang untuk ikut memandikan pengantin termasuk juga para nenek dari pengantin. dan tujuh macam kain dengan pola lorek. bedak basah lima warna yang berfungsi sebagai sabun.daun sirih dengan seperangkatnya. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. Mereka tersebut diundang berdasarkan pilihan atas sikapnya yang baik. Daftar dari orang-orang yang akan memandikan pengantin. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian juga calon pengantin pria dimandikan di rumah orang tuanya. pada hari ini lebih populer ditempat khusus. yang terdiri dari mawar. anggota keluarga ataupun tamu boleh memakannya.

Sesaji tradisional untuk ritual Jawa dianggap sangat penting karena mempunyai arti simbolis. calon pengantin wanita duduk di ruang pelaminan. kue-kue manis. upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses. yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. tumpeng gundul. beberapa macam dedaunan.kelapa dan air jeruk. kendi dan gayung (Suryo S. dlingo-bengle. 2002: 3). seekor ayam jago (Adjied dan Tessa. makanan-makanan dingin. penganan dari beras ketan. Sesudah siraman selesai. Pemaes 59 . kain batik dengan motif grompol dan nagasari. melati dan kantil. pisang dan buah-buahan yang lain. lentera. gula kelapa. kain bangun tulak empat pola untuk melawan perbuatan jahat. singkatnya bertujuan memohon perlindungan dari Tuhan Sang Pencipta. Negoro. kain tenun lurik dengan pola yuyu sekandang dan pula watu. tujuh macam bubur. selembar kain putih yang dipakai selama siraman. kursi kecil yang ditutup dengan tikar tua. Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma. handuk. dua kelapa yang diikat jadi satu. Sesaji siraman antara lain terdiri dari: tumpeng robyong. kembang telon-kenanga. mengingat dan menghormat para leluhur. menghindari perbuatan jahat dari mahluk-mahluk halus maupun manusia-manusia jahat. Ketika rambut sudah kering disisir lurus ke arah belakang lalu diikat erat-erat untuk digelung. 2001: 45). telur ayam. kain putih. Sesaji untuk siraman. pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mengasapi rambutnya dengan ratus (asap wangi). kelapa yang telah dikupas kulitnya. sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur.

bidadari. sesuai dengan pola perkawinan yang telah ditentukan. Rapak yaitu kedatangan dari Kantor Urusan Agama untuk mencatat keterangan-keterangan tentang calon pengantin putri didampingi oleh rama ibu calon pengantin putri. Sego golong artinya supaya gumelondong rejekinya.membersihkan wajah dan lehernya dan mulai merias. Sarana siraman untuk calon pengantin putri telah selesai disiapkan berupa air kembang setaman. Jajan pasar artinya supaya lancar segala usaha yang ditempuhnya. jajan pasar. Midodareni berasal dari kata benda. Selesai acara siraman diadakan acara selamatan tumpeng robyong yang terdiri dari sego golong. 60 . Ngerik berarti mencukur rambut-rambut kecil di mukanya dengan menggunakan pisau cukur. untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesaji untuk ngerik. Pemaes dengan hati-hati mempergunakan seluruh kemampuannya mulai merias calon pengantin wanita. Siraman dimulai dilaksanakan oleh para pinisepuh yang kemudian dilanjutkan dengan merias calon pengantin putri dengan ubo rampen sesuai dengan tata cara adat pengantin Jawa. Mukanya akan dirias rambutnya digelung. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji untuk siraman. Sesudah selesai calon pengantin wanita akan didandani dengan kebaya dan kain batik dengan pola sidomukti atau sidoasih melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh orang lain. Widodari . Arti dari selamatan ini ialah : Tumpeng robyong artinya supaya bisa jumeneng ngayomi keluarga. Jenang sengkolo artinya supaya hilang sengkalanya (segala macam rintangan). jenang sengkolo dan pisang raja.

Kristen. Petugas dari KUA di samping ahli dalam tata administrasi juga pasti menguasai dalam bidang keagamaan. Dengan upacara ijab qabul berarti telah terjadi pemindahan kekuasaan seorang wanita dari tangan wali ke pihak pengantin pria. Janji Suci Ijab Qabul Di antara segala rangkaian upacara pernikahan. pada waktu pelaksanaan ijab mereka memakai pakaian tradisional. ijab dilaksanakan sesuai dengan agama dari pengantin tersebut yaitu : Islam. Di tempat di mana ijab itu dilaksanakan sebuah sesaji yang berupa sanggan ditempatkan. berarti wanita itu telah menjadi wewenang suaminya. Hindu dan Budha. Adapun suaminya juga dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap istrinya. Biasanya petugas berasal dari KUA yang menjadi urusan Departemen Agama RI. Dikatakan utama karena menyangkut hukum agama dan hukum negara. Pada malam itu diadakan selamatan sekadarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari Khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari. Apapun agama yang mereka peluk. Sesudah 61 . Katolik. keluarga terdekat dan kerabat lainnya. Upacara ijab adalah hal yang paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. sebenarnya upacara ijab qabul itu menduduki derajat yang paling utama.Malam midodareni adalah malam menjelang langsungnya perkawinan. D. Upacara ijab qabul pasti melibatkan aparat negara yang khusus bertugas dalam urusan pernikahan. Setelah syah dinikahkan dalam upacara ijab qabul. Yang hadir para pinisepuh.

ingkang tansah sinuyudan. Para petugas among tamu telah siap di tempat masing-masing dengan mempersiapkan segalanya. Setelah upacara ijab selesai. Mempelai pria dengan pengiring datang langsung di tempat upacara. sumangga panjenengan sekalian kula dherekaken manungku jejering hastungkara. Kejawi menika kawula ugi ngaturaken pembagya harja sugeng rawuh saha agunging panuwun ingkang tanpa pepindan. Penghulu dan 2 (dua) orang saksi dari kalangan keluarga maupun teman terdekat. Setelah pembacaan do'a selesai diteruskan dengan upacara temu/panggih.Sedaya titi laksana upacara ijab qabul sampun sumadya. Di bawah ini adalah contoh rangkaian upacara ijab qabul yang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa. Petugas menjemput penghulu beserta pejabat pencatat nikah dari KUA. Persiapan ijab qabul di rumah calon pengantin wanita. pinisepuh.ijab upacara tradisional panggih dan lain-lain serta resepsi dilaksanakan untuk melengkapi seluruh proses upacara perkawinan. sadherengipun keparenga kawula matur dhumateng ngarsanipun para rawuh. wb. Para saksi diharapkan sudah hadir di tempat upacara setengah jam sebelum acara ijab qabul dimulai. Assalamu’alaikum wr. Wassalamu'alaikum wr. Nuwun. boten wonten alangan satunggal menapa. Kangge cekaking atur. diteruskan pembacaan do'a. ingkang sampun kersa rawuh ing dalemipun Bapak…… saperlu masrahaken Adhimas Bagus……putra Bapak…… ingkang badhe kanikahaken kalian Dyah Rara…… putri Bapak……. konjuk dhumateng ngarsaning Allah ingkang Maha Agung. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 4) selama diadakan upacara ijab qabul pengantin wanita duduk di pelaminan didampingi oleh ibu dan perias. awit saking keparengipun kita saget makempal pahargyan menika. wb. wekdal kula sumanggakaken dhumateng Bapak…… minangka silih saliranipun Bapak……. wilujeng nir ing sambikala. Bapak pengantin wanita membawa pengantin pria ke tempat upacara dan ibu pengantin 62 . Kawula nuwun.

Mempelai pria diapit oleh 2 (dua) orang pinisepuh pria menuju ke tempat bertemu. dimulailah balang-balangan masing-masing melemparkan sirih yang digulung. E.wanita membawa pengantin wanita ke tempat upacara untuk melakukan sawatan sadak (lempar sirih atau lebih dikenal dengan nama balangan). Prosesi Temu Pengantin Paripurna upacara ijab qabul. namun lebih baik kalau disiarkan secara meluas pada masyarakat. Kedua mempelai pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri. kemudian dilanjutkan dengan prosesi temu pengantin. Menurut kepercayaan dahulu sering terjadi bahwa pada upacara perkawinan salah satu dari pengantin bukan aslinya akan tetapi jadi-jadian. Makna dari melempar sirih adalah untuk menguji keaslian kedua pengantin. 63 . berhenti 2 (dua) langkah dari tempat tersebut. Setelah masing-masing berhenti. Prosesi temu pengantin ini juga sering disebut dengan upacara panggih. Ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu bagi hadirin. Untuk upacara panggih ini biasanya masing-masing mempelai disertai dengan pengiring. Dengan dilempar sirih maka yang palsu menjadi aslinya menjadi hewan atau orang lain. Namun caranya lewat simbolis. Secara legal maka keduanya sudah seharusnya dipertemukan. Prosesi temu pengantin ini sekaligus menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai bahwa dirinya adalah pasangan sah suami istri. Mempelai wanita diapit 2 (dua) orang pinisepuh putri dari pelaminan menuju ke tempat tersebut. Secara esensial sebenarnya setelah ijab qabul sudah resmi.

Bentuk hiasan seperti pecut. Bentuk hiasan seperti burung. dimaksudkan supaya keluarga itu selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi berbagai macam masalah. dimaksudkan supaya mereka menjadi pelindung keluarga dan masyarakat. harus selalu optimis dan dengan ketetapan hati membina kehidupan yang baik.Dhandhanggula Anyarkara kinarya ngrenggani. Bentuk hiasan seperti belalang. cepat dalam berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan keluarga. supaya mereka bersemangat. Daun dadap srep. Karya umiring lampahe Nenggih cucuking laku Dera arsa manjing ing panti Penganten wus samapta Kinirapaken tuhu Minta lunturing haksama tresna asih puja-puji pangastuti hayuning palakrama. Daun kruton dimaksudkan supaya terlepas dari godaan mahluk-mahluk jahat. Daun beringin supaya mereka melindungi keluarga dan orang lain. Bentuk hiasan seperti payung. Mamrih regu regenging pahargyan. daun ini dikenal sebagai kompres yang baik untuk menurunkan panas. mengandung maksud supaya pasangan itu tidak mudah putus asa. Dhandhanggula Anteng tajem jatmika kaeksi Ngegungaken susila nuraga Tan kuciwa prayitnane Siyaga sureng kewuh Ubayane tan mbalenjani Tur sembada ing warna 64 . supaya mereka mempunyai motivasi yang tinggi dalam hidupnya.

Bunga Patra Manggala untuk memperindah hiasan dan sekaligus menolak perbuatan jahat. tempe. Ini melambangkan bahwa pengantin pria telah siap untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab sedangkan pengantin putri akan mengurusi suaminya dengan setia. Kemudian dilanjutkan dengan ritual dakar klimah atau dahar kembul. sesudah itu mereka minum teh manis. Mempelai pria membuat tiga kepal nasi dan lauk-pauknya dengan tangan kanannya. yang melambangkan kemakmuran. Selanjutnya adalah ritual kacar kucur atau tampa kaya. ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh jahat. Pada saat ini banyak rumah yang tidak mempunyai Krobongan. saling menyuapi. kemudian pengantin wanita membersihkan kaki tersebut dengan air yang dicampuri oleh beberapa macam bunga. Dlingo-bengle jamu ini bisa mengobati infeksi dan berbagai penyakit. serbet kepada mempelai wanita dan juga nasi kuning dengan lauk-pauk bcrupa telur goreng. Krobongan atau petanen adalah kamar khusus yang terletak di tengahtengah rumah Joglo gaya Jawa. Pengantin pria menginjak hingga pecah sebuah telur ayam dengan kaki kanannya. Mempelai wanita makan dulu kemudian mempelai pria. Acara ini melambangkan mereka akan bersama-sama mempergunakan dan menikmati kekayaannya. maka pada tempat itu ritual perkawinan 65 .Tegen tanggon tangguh Pan alon tanggah jumangkah Hanyaketi unggyane penganten kalih Mangsah lumampah kirap. Sepasang pengantin itu makan bersama. kedelai. Ritual Wiji Dadi. di depan kamar itu berdiri dua patung kayu yang disebut Loro Blonyo. Ibu pemaes sebagai pimpinan upacara memberikan sebuah piring. abon dan ati ayam.

Sebagai seorang isteri. maka pantang mundur. para ibu berjalan di depan sedang bapak-bapak mengiringi dari belakang. Sebagai seorang pria. 2001: 86).tersebut dilakukan. Gya tinabuh tengara. Setelah itu mempelai pria membantu mempelai wanita untuk berdiri lagi dengan cara mengangkat kedua tangannya. Wiji Dadi (Menginjak telur). yang setia 66 . Lampahira risang Adimuka Putri Dhomas sawurine Sulistya warna punjul Rinengga ing busana adi. dihias dengan ornamen yang menyerupai Krobongan. maju terus untuk meraih kebahagiaan hidup bersama. Orang tua mempelai wanita menjemput orang tua mempelai pria di depan rumah dimana upacara ini diselenggarakan. sedangkan kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kanan pengantin. Ing ngarsane risang penganten sarimbit. hal yang sama juga dilakukan bila pesta itu diadakan di hotel atau gedung pertemuan (Suryo S. Setelah balangan masing-masing mempelai maju ke tempat pertemuan. Dhandhanggula Mudha kalih siyaga umiring. Kedua orang tua mempelai pria didudukkan di sebelah kiri pengantin. dengan tekad yang bulat (telur) sekali sudah melangkah dengan itikad yang baik. Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke tempat upacara. Temah cipta ngungun Mangkana lampahe prapta. Negoro. yang telah disediakan telur di atas cowek. Setelah mempelai pria menginjak telur sampai pecah maka mempelai wanita berjongkok dan mencuci kaki yang telah menginjak telur tadi dengan air bunga dan dibersihkan sama sekali dengan serbet yang telah tersedia. Karya gawok kang miyat.

bapak dari pengantin wanita di depan. Karena kesetiaan sang isteri sang suami membantu sang isteri mengangkatnya sebagai rasa terima kasih atas kesetiaannya. dan yang wanita di sebelah kiri. Mengesahkan dan merestui kedua mempelai sebagai suami isteri. bila suami salah langkah atau salah tindak.berkewajiban mensucikan nama baik suami. dan sang ibu mendorong dan memberikan restunya untuk mencapai cita-citanya dengan bekal persatu paduan mempelai berdua yang abadi. Mangku/nimbang. Setelah bapaknya memutar menghadapi kedua mempelai tersebut. Sinduran. Lantas ibunya bertanya "berat mana pak?" yang dijawab oleh bapaknya "sama saja". dingin dan berkhasiat 67 . dan dengan memegang bahu kedua mempelai. Tanem. biasanya pertanyaan tersebut dilakukan dalam bahasa Jawa. Di belakang. Sebagai seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan anak sendiri dengan menantu. ibunya mengkerodongkan "sindur" di bahu kedua pengantin. dan dengan demikian bersama-sama menuju ke pelaminan. mendudukkan mereka di atas pelaminan. Setelah duduk. Sama-sama sudah menjadi anak. kemudian ibunya. Pengantin berdua bergandengan tangan (kanten) menghadap ke pelaminan. kedua pengantin dibelakang dan masing-masing pegangan ujung baju belakang kiri kanan bapaknya. sang bapak duduk di kursi dan kedua pengantin dipangku. diminum oleh bapaknya. diambillah rucuh kelapa muda. Rucuh dengan rasanya yang segar. dan selanjutnya kedua mempelai meminumnya yang didahului oleh pengantin pria. yang pria di sebelah kanan. Setelah sampai di pelaminan. supaya tetap harum. Sebagai seorang ayah berkewajiban memberi contoh dan menunjukkan jalan ke kebahagiaan keluarga (berkeluarga).

Sewaktu upacara dahar kembul. diserahkan kepada ibunya untuk disimpan. Dahar Kembul. Telah tersedia nasi ketan kuning masing-masing mengambil dengan tangan dan disuapkan kesatu dan yang lain (suap-suapan). Ibu dan bapak pengantin wanita menuju ke pintu depan untuk menjemput besan. Maka menjadi kewajiban. setelah itu mengambil air minum untuk diminum setiap orang seteguk. sampai habis dan pengantin wanita membungkusnya rapat-rapat dengan kacu tersebut dan setelah diikatnya. Pada permulaan perjalanan hidup berkeluarga. Menjemput Besan. tetapi juga isterinya dapat mencarinya. Mempelai wanita membeberkan kacu "bangun tulak" dipangkuannya dan mempelai pria menyertakan "gunokoyo" (kacang-kacangan) dari kantung tikar ke atasnya. untuk disimpan dan dimanfaatkan bagi keluarganya. Kacar Kucur.kekuatan. bahwa hasil sang suami maupun si isteri boleh dinikmati mereka berdua. Sungkeman Tanda Darma Bakti 68 . Maknanya walau hidup berkeluarga. sehat dan tenang untuk menghadapi tugas-tugas yang berat sebagai suami isteri. sampai 3 (tiga) kali. besan dipersilahkan berangkat dari rumah kediaman. F. tidak hanya suami saja yang mencari nafkah. supaya jiwa raganya segar. Maknanya semua hasil jerih payah suami diserahkan seluruhnya kepada sang isteri. Besan dipersilahkan mengambil tempat sebelah kiri pengantin wanita.

Namun juga bercampur haru. maka tak jarang ada orang tua yang mbrebes mili air matanya. Maksudnya adalah untuk menunjukkan darma bakti si anak kepada dua pasang orang tuanya. Sang bapak merasa berhasil mengantarkan putrinya memasuki dunia rumah tangga yang sangat berbahagia. masih ada ritual tambahan yakni sebagai berikut : Sindur Binayang. Sungkeman ini ditujukan kepada dua pasang orang tua pengantin. Ini melambangkan ayah menunjukkan jalan ke kebahagiaan. Kedua pasang orang tua itu harus diperlakukan secara sama tanpa ada perbedaan. Acara sungkeman ini akan membuat hati orang tua menjadi mongkog. Malah yang tak kuat membendung air mata biasanya seorang bapak dan ayah mempelai wanita. Selanjutnya ayahanda 69 . Sesudah ritual Wiji Dadi. Pengantin pria dan wanita bersama-sama duduk di pangkuan ayahanda pengantin wanita. Itulah puncak dari kegembiraan. sedangkan ibu memberikan dukungan. bombong. artinya beliau sama-sama mencintai keduanya. Sepasang pengantin tersebut siap untuk melaksanakan sungkeman. Pertama kepada kedua orang tua pengantin wanita. Menurut Suryo S. beliau akan berkata bahwa kedua-keduanya mempunyai berat yang sama. bahagia.Dari prosesi temu pengantin kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman. kemudian kepada kedua orang tua pengantin pria. Negoro (2001: 89). ayah dari pengantin putri berjalan di depan pengantin menuju ke kursi pengantin di depan Krobongan. mereka dengan sikap hormat berjongkok dan menghaturkan sembah kepada kedua orang tuanya untuk memohon restu. gembira. sedangkan ibu dari pengantin wanita berjalan di belakang pengantin sambil menutupi pundak pasangan pengantin tersebut dengan kain sindur. Karena terlalu haru.

diikuti anak mantu dan terakhir pengantin putri. semoga orang serumah juga segar!”. Tumplak Punjen. kesehatan. uang logam dari emas.mendudukkan sepasang pengantin itu di kursi mahligai perkawinan yang merupakan tanda bahwa beliau telah menyetujui perkawinan tersebut dan memberikan restunya. nasi kuning. Lalu istrinya ikut mencicipi sedikit dari gelas yang sama. diharapkan generasi penerus dalam melakukan tugas hidupnya mampu mengurusi dengan sebaik-baiknya: harta milik. Tumplak punjen dilaksanakan oleh orang tua yang mengawinkan putrinya untuk terakhir kali. perunggu. punjen adalah harta milik orang tua yang telah dikumpulkan sejak berumah tangga. secara simbolis kepada masing-masing dibagikan bungkusan-bungkusan kecil yang berisi: bumbu-bumbu. agar sepasang pengantin itu cepat mendapatkan keturunan. Istrinya bertanya : “Bagaimana Pak? Sang ayah menjawab: “Wah segar sekali. mereka ingin memberi teladan hidup yang baik. Bubak kawah ini merupakan perlambang permohonan. Dalam acara ini. Bubak kawah ini hanya dilakukan oleh orang tua yang mengawinkan untuk pertama kali anak putrinya. sesudah upacara Panggih. 70 . Bubak Kawah. Dengan mengadakan tumplak punjen. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 2) orang tua berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga bisa hidup mandiri. di depan krobongan orang tua yang berbahagia memberikan miliknya (punjen) kepada semua anak dan keturunannya. minum rujak degan kelapa muda di depan krobongan. Tumplak artinya menuangkan atau memberikan semua. Ayah pengantin putri. dan tembaga.

ibu dari kedua mempelai telah siap duduk di samping kanan kiri pelaminan). mereka berkewajiban menghormati dan merasa terima kasih kepada para orang tua. Ayah mempelai wanita dan Ibu mempelai wanita. Berurutan sebagai berikut: Ayah mempelai pria. 71 . Mring manungsa kang nenggih apalakrama. Sungkeman. bahwa beliau-beliau telah memelihara dan mengentaskan sehingga menjadi dewasa. mohon do'a restu kepada keempat orang tua. Jejodhowan kang mangkana Wus sasat munggah suwargi Sumingkir sakehing godha Sanadyan tinitah miskin Nora nggresuleng pikir Apa maneh lamun brewu Anane amung suka Yeku nugrahaning Widhi.keselamatan dan harus selalu menyukuri pemberian Tuhan. Yang memberikan sungkem dahulu mempelai pria disusul oleh mempelai wanita. Setelah menjadi suami isteri. Setelah keseluruhan acara selesai para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang didampingi oleh kedua orang tua masing-masing. Kedua mempelai memberikan sungkem. Sinom Ugere wong jejodhowan Ati loro dadi juga Priya bisa ngemong estri ……….. Kemudian pengantin saling menukar cincin kawin sebagai lambang cinta kasih. Ibu mempelai pria. Masing-masing orang tua (bapak.

Ia bernama Nyai Roro Kidul. Tiada yang menyamai kecantikannya di seluruh dunia. Ratu Laut Selatan Alkisah. “Hilangkanlah gundah hati tuan. Di air atas lautan yang luas. Nyai Roro Kidul terkejut. dalam istananya yang megah berhiaskan intan mutiara. Ia hanya melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di pantai. Tidak ada hal apapun yang mencurigakan. Nyai Roro Kidul kemudian berkata pelan. Ombak berdebur keras membuat suara menjadi gaduh. Pemuda itu tampaknya sedang bersemedi memohon sesuatu kepada Tuhan. Ia cantik rupawan. ia melihat alam terang benderang. Nyai Roro Kidul sedang bercengkerama di tilam emas. parasnya elok menawan. “Ada apa ini? Mengapa air laut tiba-tiba panas mendidih? Apakah matahari runtuh dan akan terjadi kiamat?” Sang Ratu kemudian keluar istana diikuti dayang-dayang. “Mungkin itulah yang membuat laut kidul menjadi geger”. Dalam suasana yang tenang itu. Nyai Roro Kidul lalu mendekati pemuda itu. Hamba mohon hentikan perbuatan tuan ini. bertahtalah seorang ratu di laut selatan. Dialah ratu para lelembut di tanah Jawa. tiba-tiba terdengar huruhara. Kala itu. batin Nyai Rara. laut 72 . Di sampingnya jin setan peri prayangan siap melayani segala kebutuhannya.BAB IV PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. karena gara-gara perbuatan tuan. Ikan-ikan di lautan pingsan karena air laut mendidih dan bergejolak.

Buah-buahan dan bunga-bunga menarik perhatian. Tuan dan anak cucu tuan akan menjadi raja diraja tanah Jawa. Senopati takjub dan terheran-heran melihat sekeliling. Adapun permohonan tuan kepada Tuhan. Ikan-ikan yang pingsan telah sadar dan kembali berenang-renang. karena laut kidul itu hamba yang menjaga. Ia mencoba selalu waspada karena ratu cantik rupawan ini bukan jenis manusia. Setibanya wanita itu di dalam istana. Mendengar perkataan Nyai Roro Kidul. Sekonyongkonyong ia ikuti langkah wanita itu hingga masuk ke arah lautan. Semua hiasan rumah dan pagar-pagar berlapis emas berlian. Hamba menginginkan laut menjadi tenang kembali seperti sedia kala. Namun Senopati merasakan seperti berjalan di atas jalan yang mulus menuju sebuah istana yang megah. Senapati Ingalaga sangat terkesima dengan ratu yang cantik itu. maka mereka pun akan membantu pasukan tuan. sudah terkabul. Jin peri prayangan dan seluruh makhluk halus akan tunduk di bawah duli tuan. Senopati selalu melempar lirikan kepada Sang Ratu. karena tuan adalah pimpinan para raja di tanah Jawa ini”. Kasihanilah hamba. Demikian pula Sang Ratu menangkap 73 . ia duduk di sebuah ruangan bernuansakan kuning keemasan. Dayang-dayang sibuk melayani Sang Ratu. Tak lama kemudian ia lantas membalikkan tubuh dan kembali menuju lautan. Nyai Roro Kidul menghaturkan sembah sambil menyungging senyum. Pabila kelak tuan berperang. Mereka akan menuruti apa kehendak tuan. Maka ia menghentikan semedinya dan lautan tenang kembali.kidul menjadi gerah. Senopati Ingalaga sangat gembira. Senopati dipersilahkan duduk di dekat Nyai Roro Kidul.

bolehkah aku melihat kamar tidurmu?” “Boleh saja tuan. “Hamba tidak bisa memberi obat. Senapati berada di laut kidul selama tiga hari tiga malam. rasanya seperti di dalam surga saja. Senapati merasa berbunga-bunga. Aku belum pernah melihat ruangan seindah ini. Nyai Roro Kidul kemudian dipondong untuk menuntaskan kehendaknya. Diceritakan. tidak akan kekurangan wanita yang lebih cantik daripada hamba”. yang cantik dan pandai merawat. Bagaikan mimpi. Senopati Ingalaga tersenyum dan berkata. aku sungguh tergila-gila kepadamu”. tukas Nyai Roro Kidul sambil menyelipkan senyum di bibirnya yang tipis. Aku menjadi malas untuk pulang ke Mataram. hamba hanya menunggu”. “Nimas. Tidak ada yang memerintah”. Ia selalu berkasih-kasihan dengan Roro Kidul. aku dapat melihat kamar yang demikian elok. Nyai Roro Kidul segera menggamit tangan Senopati masuk ke dalam kamar tidurnya. “Nimas. Tuan raja besar. Enak juga kok menjadi ratu sendirian.pasemon yang dari Senopati dan senyumnya semakin menawan. jangan malu-malu. kamar seindah ini tidak ada lelakinya. Roro Kidul berbisik sambil melempar senyum. Senopati tersenyum sambil berkata. Kalau ada lelakinya yang tampan. Tapi sayangnya. Sangat cocok dengan pemiliknya. Sang Ratu mengajak Senopati berjalan-jalan melihat-lihat isi istana. Semua adalah milik tuan. “Nimas. akan lebih sempurna”. Betah rasanya di sini. sebab hamba bukan dukun. berilah aku obat. “Ah Tuan ini. Keduanya duduk di tepi pembaringan. Setiap 74 .

berjalan di atas air seperti di daratan saja. Senapati berkata. Jika kamu ingin tetap menjadi raja. Senapati lalu menghaturkan sembah dan memohon maaf. Sebaliknya jika kelak. “Nimas. Pesanmu akan kulaksanakan semua”. Dari Babad Tanah Jawi disebutkan demikian: Kacariyos. aku ingin tahu rumahmu”. bersedekaplah dengan satu kaki. Ayo sekarang ke Mataram. “Senapati. Aku percaya. aku pamit kembali ke Mataram. aku mendapati musuh. Sunan Kalijaga menasehati. Ing 75 . Senapati diwejang tata cara menjadi raja. Hamba pasti segera datang membawa pasukan jin. ing seganten kidul ngriku wonten ingkang jumeneng ratu wanudya. karena telah menunjukkan kesaktian berjalan di lautan tanpa basah. peri prayangan dan persenjataan perang”.hari. Ia sedang duduk tafakur di pantai. nglangkungi ayunipun. Sunan Kalijaga. “Hal itu mudah saja. atas segala petunjukmu. Apabila tuan hendak memanggil hamba. Yang demikian namanya orang congkak. bersyukurlah kepada Allah. Setelah tiba di Parangtritis. Para wali tidak mau berbuat demikian. ia kaget melihat Sang Pandhita. Senopati lalu berangkat. siapa yang aku suruh memanggil kamu? Orang Mataram pasti tidak ada yang tahu akan kamu?” Roro Kidul berkata. kemudian mendongaklah ke angkasa. hentikanlah mengandalkan kesaktianmu itu. Nimas. Senopati lalu berpamitan. “Besar terima kasihku padamu. Mesti akan terkena murka Allah. yang memimpin semua manungsa dan makhluk halus.

nyungkemi sukunipun Senopati sarta matur ngrerepa. angreh ing tanah Jawi tanpa timbang. 76 . “Mugi sampeyan icalaken susah ing galih sampeyan. peri. Ing sakarsa-karsa sampeyan sedaya anut. Sampeyan lan satedhak-tedhak sampeyan sedaya mesthi jumeneng ratu. sebab sampeyan kang minangka bapa babuning ratu para ratu ing tanah Jawi”.sajagad mboten wonten ingkang nyameni. Utawi jim. setan. kenging ing garagara. Sarta lajeng sumerep ing saciptanipun Senopati. Ningali jagad padhang. setan. sebab seganten punika kula kang ngreksa. apa srengenge runtuh bakal kiamat?” Nyai Kidul lajeng medal ing Jawi. nenedha ing Allah. tinaretes ing sesotya. peri. Kiye geneya? Apa kena ing gara-gara. “Salawasku urip aku urip durung ndeleng segara kaya iki. Angreh sawernine lelembut tanah Jawi sedaya. ngeningaken paningal. Sampeyan mugi welasa dhateng ing kula. Swaraning seganten nggegirisi. Tumunten mulyaa saisining seganten kang sami risak. Anama Roro Kidul. prayangan. Ratu Kidul kaget ningali gegeripun ulam ing seganten. mboten wonten punapa-punapa. prayangan ing tanah Jawi sedaya inggih kareh ing sampeyan. Kala semanten Roro Kidul pinuju wonten ing dalem. lajeng nyembah. supados sirna gara-gara punika. Nyai Kidul wicanten piyambak. Ratu Kidul wicanten salebeting galih. Upami ing benjing sampeyan manggih mengsah. ingadhep para jim. jumeneng ing sanginggiling toya. jumeneng sapinggiring seganten. “Iku layake kang gawe gara-gara ing segara’. Toyanipun panas kados digodhog. Roro Kidul enggal murugi. sedaya inggih sampi mitulungi. Amung tiyang linuwih satunggil. samangke sampun angsal. Dene anggen sampeyan nyenyuwun ing Gusti Allah. Pinarak ing Katil Mas.

Senapati Ingalaga mesem. kula darmi tengga. Ingsun aras-arasen mulih menyang Mataram. sakelangkung suka ing galihipun. Yen ana wonge lanang kang kagus. Bakal katrem ana kene. 77 . lajeng anut wngking dhateng Nyai Kidul. Woh-wohan saha sesekaranipun adi-adi sedaya. sarta tansah ngujiwati. kaya apa rakite?” Nyai Kidul matur. Utawi ulam ingkang sami pejah inggih sampun gesang malih. kabekta lumebet dhateng ing pasareyan. Nanging cacade mung siji. Sajegku durung weruh pepajangan kaya iki. Wondene Nyai Kidul inggih nempeni semonipun Senopati. sarta tansah nyantosakaken ing galih. Senapati ngandika. dene ora nana wonge lanang. Sarta gara-gara wau inggih sampun sirna.Senapati Ingalaga. yen dede jinis. Senapati astane lajeng dipunkanthi. mboten wonten pekewedipun. Sami pinarak. Sarwi ngandika dhumateng Nyai Roro Kidul. ing dharatan mboten wonten sesaminipun. “Sumangga. Senapati Ingalaga eram ningali kedhatonipun Nyai Roro Kidul. Nimas. ingsun arep weruh ing pasareyanira. emot. lajeng sami pinarak ing katil mas sekalian. Sembada lan kang duwe. iba becike”. “Nimas. lumampah kondur satengahing seganten. Senapati Ingalaga sanget kasmaranipun. Layake caritaning kaswargan iya kaya iki. Sadhatengipun ing kedhaton seganten. sareng mireng ature Nyai Kidul. ingadhep para jim setan peri prayangan. Senopati wau anggenipun pinarak dhedhepelan kemawon lan Nyai Kidul. Dhasar ayu bisa ngrerakit. ingsun banget eram ningali paturonira. nglangkungi sae. Senopati lumampah sanginggiling toya kados ngambah dharatan. Nyai Kidul nyembah sarwi ngujiwati. sampeyan ingkang kagungan”.

“Banget panrimaningsun. sarta kula mbekta bala jim. Amesthi kula enggal dhateng. sedhakep suku setunggal. ingsun muga paringana tamba. ingkang ngedhepaken sakathahing manungsa lan jim peri. Senopati sampun mangkat. Senapati ngandika. kang sun kongkon ngaturi ing sira sapa? Wong ing Mataram mesthi ora ana kang weruh marang sira?” Roro Kidul matur. kaget ningali dhateng Sang Pandhita. mangsa kiranga wanudya ingkang ngungkuli kula”. ingsun pamit mulih marang Mataram. Senapati wau ing saben dinten dipunwejang ngelmunipun tiyang umadeg ratu. Sunan Kalijaga. lenggah pitekur wonten sangandhaping Parangtritis. Bilih sampeyan karsa nimbali dhateng kula. Sampeyan ratu ageng. sebab kula dede dhukun. Lan ingsun iya pracaya. Sareng dumugi ing Prangtritis. Balikan ing besuk. “Nimas. yen ingsun nemu mungsuh. nggoningsun kedanan marang sira”. ngambah toya seganten kados ngembah dharatan. Roro Kidul lajeng pinondhong ndumugekaken karsanipun. Senopati mesem sarwi ngandika. ing sakehe wurukira. Roro Kidul matur sarwi mlerok. “Nimas. “Sae lamban. Kacariyos Senapati anggenipun wonten seganten kidul tigang dinten tigang dalu. Senapati 78 . Senopati ngandika malih. “Kula mboten saged ngaturi jejampi. peri prayangan lan sededameling prang”. jumeneng ratu estri kemawon. Wewekasira kabeh ya bakal ingsun estokaken”. Ing sakajeng-kajeng mboten wonten ingkang marentah”. nunten tumengaa ing awang-awang. Tansah sih-sinisihan kaliyan Roro Kidul. “Mekaten punika gampil kemawon. Nimas. Senapati manahipun kados dipununggar.Aturipun Nyai Kidul.

Ayo marang Mataram. Lamun tindak. grana ngrungih. Athi-athi ngudup turi. B. marenana nggonmu ngendelaken sekti digjayanira iku. sarta ngrerepa. Lambung nawo kemit. wong-wonga gumebyar apindha thathit. “Senapati. Para wali ora gelem nganggo kaya mengkono. larapan nila cendhani imba nanggal sapisan. pranyata kurang candra luwih warna saking endahing sarira. ambombrong saya mencorong. Sunan Kalijaga ngandika. Mistik Gunung Merapi Keindahan Kraton Nyai Roro Kidul dapat diibaratkan seperti asrinya Taman Keputren Kadilengeng. gegununganipun para putri. lathi manggis karengat. netra lindri anjait. nganggoa syukur ing satitahe bae. kicating pada gumebyaring wentis kang kengis pindha thathit sasanderan.enggal ngujungi. pamulu ambengle keris. Yen sira bakal sumedya tulus jumeneng ratu. Rema anyekar bakung ameles wilis tur panjang. Gonas ganes merak ati. Sinten 79 . Mesthi bakal kesiku marang ing Allah. Galak ulat tur raga karana. karya kumesare kang mulat. idep tumengeng tawang. jangga nglungid nglunging gadhung. Prembayun anyengkir gadhing. ingsun arsa weruh ing omahira”. ing kenya puri Ngastina. Yen cinandra citrane sang putri. suku amukang gangsir. Putri Nata saking Mandaraka. seperti panyandra ki dalang: Anenggih kang kacarita. amargi nggenipun ngatingalaken kasektenipun ngambah seganten mboten teles. racikan amucuk ri. uwang anyangkal putung. ginarwa Narendra dahat dahing warnikarengga ing busana widagda ngadi sarira. mbesengut saya patut. Dadi iku jenenge wong kibir. nyuwun pangapunten. Widhangan nrajumas. Sri Narendra garini kusumanig ayu Dewi Banowati. Mencepe kang pranaja.

Kemudian gunungan ditarik ke bawah dan berhenti tiga kali. Kelahiran terjadi setelah dalang memisahkan dua gunungan di simpingan kiri dan kanan untuk melambangkan pecahnya lapisan plasenta. melambangkan adanya cipta.500 SM (Mulyono. 1979: 38). untuk melambangkan awal mula dunia sebelum ada manusia kecuali tetumbuhan dan binatang seperti yang tergambar dalam gunungan. teristimewa yang berkait erat dengan kepercayaan mereka sehari-hari. Gunungan beserta isinya merupakan lukisan kehidupan duniawi dan batiniah di mana Tuhan Yang Maha Esa menentukan segala kegiatan di alam semesta.ingkang marek ing ngarsa. replika gunung. marma anggung dadi kondhanging kidung (Siswoharsoyo. Dalam pertunjukan wayang kulit media komunikasi dengan roh nenek moyang yang timbul pertama kali pada jaman Neolithicum atau lebih kurang 1. akekasih kusumaning ayu Dewi Lesmanawati. di sungai. kaduk ruruh tur ta ambeg ngumala rum. yang mempunyai arti akan ada kelahiran. Sejak jaman dahulu gunung api telah menarik perhatian nenek moyang kita. dipergunakan sebagai simbol kehidupan. Di dalam gunungan terdapat lukisan makhluk raksasa menjulurkan lidahnya yang merah panjang. yaitu gunungan. 1983: 24). rasa dan karsa. Dhasar wanodya sulistya ing warna. kera memanjat pohon bertarung dengan hewan 80 . di laut. apan punika putrine sang Nata dwita. Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. gunungan ditancapkan di tengah-tengah kelir. di batu. di gunung dan dianggap sebagai pelindung kuat yang dapat dimintai pertolongan. Pada jaman prasejarah mereka mempunyai kepercayaan bahwa roh orang mati dianggap masih tinggal di sekeliling mereka di pohon.

Dan Yang Sakral adalah Yang Maha lain. karena Yang Suci sudi menampakkan diri kepada manusia lewat peristiwa hierofani. Kepercayaan seperti ini diungkapkan dalam bentuk-bentuk bangunan pemujaan nenek moyang yang menjulang tinggi. Dua pintu yang terkunci rapat dalam lukisan itu melambangkan kedamaian batin yang tersembunyi di belakang kedua pintu itu (Triyoga. Di tengah-tengah gunungan terdapat lukisan sebuah rumah Jawa dengan dua pintunya terkunci rapat dan masing-masing sisinya dijaga oleh seorang raksasa bersenjata gada. Kesemuanya itu melambangkan pohon kehidupan duniawi yang diciptakan Tuhan.lainnya. pohon-pohon dan bunga-bungaan. Menurut Mircea Eliade manusia agama menjadi semakin yakin akan adanya Yang Suci. 81 . 1973: 32). Hierofani secara etimologis berasal dari hieros berasal dari kata phainomai. burung-burung beterbangan dan segala jenis hewan lainnya. melambangkan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk mencapai tempat tertinggi. sempurna. yang berarti menampakkan diri. Realitas mitos diyakini sebagai sesuatu Yang Sakral. Acapkali pula. Pengkudusan terhadap sesuatu terjadi pertama kali karena suatu peristiwa dianggap sebagai hierofani atau peristiwa suci. berundak-undak menyerupai gunung . Dimulai jaman prasejarah itu pulalah. Penampakan yang suci ini dapat terjadi kapan saja. Ini melambangkan hukuman bagi orang yang berbuat salah satu jahat. mulai terdapat kepercayaan bahwa roh orang mati bertempat tinggal di atas dunia atau di gunung. 1991: 122). roh nenek moyang dinyatakan dalam bentuk patung-patung yang diletakkan di atas bangunan pemujaan yang terdapat di bukit atau di gunung (Soekmono.

manusia. misalnya saja tempat-tempat tertentu di daerah asing yang dia kunjungi untuk pertama kalinya. hutan. bukan berasal dari dunia. tampak pada benda-benda dan makhluk-makhluk yang menjadi bagian dari dunia. tempat di bumi seperti gua. Dengan menampakkan diri itu Yang Suci menjadi tidak absolut lagi. pengalaman profan melampaui suatu ritual tak pernah ada dalam keadaan yang murni. gunung. malam atau pagi hari. Dan lewat apa saja. Ada tempat-tempat istimewa yang secara kualitatif berbeda dengan yang lain. Manusia tidak pernah berhasil secara penuh untuk memisahkan dirinya sama sekali dari sikap religius. binatang. agar supaya penampakan suci itu bisa dialami lagi dan manusia dapat ikut mengambil bagian dalam Yang Suci yang sudi menampakkan diri itu. Berbicara masalah kenyataan. tumbuhtumbuhan. yang mempunyai makna tersendiri.siang. semua tempat tersebut tetap merupakan suatu hal yang istimewa. melainkan terbatas pada benda atau makhluk yang menjadi alat hierofani itu. Bahkan bagi manusia yang dianggap sangat tidak religius sekalipun. sore. sungai. 82 . Bahkan eksistensi yang sudah sangat di desakralisasikan sekalipun masih mengandung unsur-unsur religius. Peristiwa-peristiwa hierofani diperingati setiap kali. merupakan tempat suci kehidupan pribadinya. Pengalaman manusia modern mengenai ruang profan tetap memiliki nilai kekhususan yang homogen begitu saja seperti halnya religius mengenai ruang kudus. Dalam peristiwa ini manusia bertemu dengan Yang sama sekali lain. Dalam peristiwa hierofani ini sesuatu yang bukan bagian dunia. dan sebagainya. Di situ ia mengalami suatu realitas yang lain dari kenyataan yang biasanya dijumpai dalam hidupnya sehari-hari.

Contohnya orang Jawa mengenal adanya perputaran musim yaitu 83 . karena kepercayaan kepada hal-hal itu membuktikan kebenaran dan keberadaannya. itu mempunyai nilai sakral bagi umat Kristiani. Orang Jawa dalam mengungkapkan tentang suatu kepercayaan juga selalu hari-hari baik. Keduanya adalah sama. karena yang membedakan antara Yang Sakral dari yang profan. Kemudian peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan sebagai keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. Dengan demikian kesakralan terwujud dari sikap dan perasaan manusia dari sikap mental yang dilandasi oleh perasaan. tanda persatuan laki-laki dan perempuan. tetapi tidak bagi umat yang lain. 2002: 70). karena moralitas di alam membuktikannya (Minsarwati. Mitos ini benar karna keberadaan alam semesta membuktikan keberadaannya. Mitos tentang dunia ini benar. tetapi pada sikap dan perasaan manusia yang meyakini keprofanan suatu benda karena dari satu benda dapat terbentuk dua sikap dan perasaan yang berbeda. Antara Yang Sakral dan yang profan secara kongkrit tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. bukan terletak pada wujud kongkrit benda. C. Kyai Sapu Jagad Mitos tentang letusan Gunung Merapi diyakini berasal dari dua sumber kekuatan manusia yaitu Nyai Roro Kidul (sebagai wanita) penguasa dan penjaga Laut Selatan dan Kyai Sapu Jagad sebagai penguasa Gunung Merapi (sebagai laki-laki).Lawan Yang Sakral adalah yang profan. Mitos tentang dewa-dewa dan makhlukmakhluk-makhluk Ilahi itu benar. Sebagai contoh salib di atas altar.

dan letak Keraton Mataram yang berada di tengah-tengah. kemudian perputaran waktu selama tujuh hari yang disebut Saptawaca yaitu : Senin. bagian Timur Gunung Lawu yang dihuni oleh Kanjeng Sunan Lawu. Pahing. karena pada hari-hari itu banyak makhluk halus yang keluar mencari makan atau sesaji yang disediakan manusia. Letak mitis geografi inilah yang akan digunakan penduduk sekitar lereng Merapi ataupun kalangan orang Jawa terutama yang 84 . bagian Selatan yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Kidul. Akan tetapi secara masuk akal mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan fertilitas itu. Sistem yang dipergunakan dalam pasaran atau disebut pula Pancakara. Jum'at. seperti mitos tentang terjadinya letusan Gunung Merapi yang menurut anggapan mereka selalu dihubungkan dengan keberadaan keraton Mataram dan Laut Selatan. yang disediakan dari mitos dan ritua adat. Sabtu dan Minggu. Selasa. yang membagi dunia menjadi lima bagian yaitu bagian Utara ditempati oleh Gunung Merapi yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Kyai Sapu Jagad). Selatan dan Tengah. Keberadaan itu terlihat dengan jelas pada kedudukan letak mitis geografi kerajaan Mataram. Kliwon. Kamis. berhubungan dengan Mitologi Hindu yang mengatakan bahwa Batara Guru sewaktu memerintah dunia untuk pertama kalinya telah membagi dunia menjadi lima bagian yaitu: Timur. bagian Barat adalah Khayangan Dlepih yang dihuni oleh Sang Hyang Pramoni. Bagi orang Jawa hari Selasan Kliwon dan Jum'at Kliwon dianggap sebagai hari sakral. Pon. Barat. Orang Jawa yang tinggal di lereng Gunung Merapi agaknya tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka dengan bahasa teknis yang lugas seperti istilah fertilitas tanah kaitannya dengan abu vulkanik letusan Gunung Merapi. Utara.waktu selama lima hari yang disebut pasaran yaitu: Legi. Wage. Rabu.

Maka Sultan memberikan 85 . Ia percaya bahwa dirinya akan mampu mengalahkan. karena ia hanya menantu Sultan Trenggana. Kemudian atas nasihat dari para pinisepuh. Dlepih Sang Hyang Pramoni KERATON MATARAM Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul Gunung Lawu Kanjeng Sunan Lawu Dalam usahanya untuk menegakkan kekuasaan Pajang. Letak Mitis Geografis Keraton Mataram Gunung Merapi Kanjeng Ratu Sekar Kedaton Kyai Sapu Jagad Khayangan. yakni Keris Kyai Setan Kober. Akhirnya Penangsang dapat dikalahkan oleh Danang Sutawijaya. putra Pemanahan. Arya Penangsang. Karena kesuksesan ini merupakan strategi Pemanahan dan Penjawi. siapa saja yang dapat mengalahkan Penangsang akan mendapatkan hadiah. Sultan Hadiwijaya membuat strategi yang jitu untuk menghadapinya. Arya Penangsang. walaupun pasti tidak mudah. yang selalu menggetarkan dan mempecundangi musuh. Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara. Sultan Hadiwijaya harus berhadapan dengan Adipati Jipang.tinggal di Yogyakarta untuk memahami terjadinya mitos-mitos yang berhubungan dengan letusan Gunung Merapi. putra Sinuwun Sekar Seda Lepen yang tidak rela tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya. terkenal memiliki senjata ampuh. maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya tersebut adalah juga kemenangan Pemanahan dan Penjawi. tanah Pati dan Mataram.

Pemanahan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. Sultan Pajang mengulur-ulur waktu untuk menyerahkan tanah Mataram (Moedjanto. Dari apa yang telah diuraikan di atas. cucu Ki Ageng Sela. jelas sekali bahwa kedudukan sebagai raja dapat diperoleh oleh orang yang berjuang dengan penuh ketekunan. Hal ini jika terjadi kelak akan mengancam keutuhan eksistensi Pajang. Jaka Tingkir telah melakukan daya dan upaya. Alas Mentaok tersebut berada saat ini tepatnya di sekitar Kota Gede. tidak mengenal waktu sehingga ia dapat menduduki tahta kerajaan Pajang. Karena itu. Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa hutan Mentaok. Menurut silsilah. berhubung Sutawijaya itu juga anak angkat Sultan Pajang yang telah berhasil 86 . Penjawi mendapatkan tanah Pati. Yogyakarta. raja Pajang. tekun dan ulet.tanah tersebut kepada mereka berdua. Apalagi dengan dilegitimasi oleh berbagai ceritera tentang dirinya. wajarlah bahwa ia merupakan salah satu unsur asal kekuasaan negara (Sunoto. Pemanahan adalah putra dari Ki Ageng Enis. Kerajaan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan dengan membuka Alas Mentaok sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya. Namun awalnya Sultan Hadiwijaya nampak ragu untuk menyerahkan tanah Mentaok atau Mataram kepada Pemanahan. Setelah Pajang surut dari gelanggang kekuasaan. Berdasarkan ramalan Sunan Giri. tidak kenal menyerah. penuh rintangan dan tantangan. 1983: 52). maka Mataram menjadi penggantinya. sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju. diprediksikan Mataram kelak akan menjadi sebuah kekuatan yang besar yang menjadi pusat politik di tanah Jawa. 1994: 146).

Danyang Loghawe pergi ke Tumapel karena mendapat wangsit atau suara gaib untuk memelihara anak bernama Ken Arok yang nantinya akan menurunkan raja-raja di Jawa. Contoh tersebut menunjukkan bahwa Ken Arok adalah seorang yang mempunyai kemauan keras. karena Ken Arok adalah anaknya. Dalam keadaan yang sangat berbahaya itu ia menerima wangsit atau suara gaib agar segera memotong dahan enau. dan dengan segala upaya serta kegigihannya ia dapat mencapai cita-citanya. Ken Arok sudah hampir tertangkap oleh para pendeta dan rakyat di desa Kabalon. Dengan legitimasi ini berarti tidak mustahillah bila Ken Arok merupakan salah satu asal kekuasaan negara. Ken Arok mendengarkan dengan cara bersembunyi di tempat sampah. Bagi masyarakat Jawa. yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi dan masyarakat lainnya. Dewa-dewa bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja di Jawa. Kemudian Sutawijaya menjadi raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati. Dari ceritera tentang Ken Arok ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu: Ken Arok sebenarnya bukan anak orang biasa tetapi anak Dewa Brahma. dikenal ada tiga simbol kekuasaan Jawa yaitu : Gunung 87 . kemudian meluncur ke seberang sungai dan bertemu dengan Danyang Lohgawe. terdengarlah suara Dewa Brahma di langut yang mencegah mereka.mengalahkan Arya Penangsang. Ken Arok telah terkepung oleh tentara Kediri dan tidak ada alternatif lain kecuali haru memanjat pohon enau dan bersembunyi di atasnya. Perjuangan yang hebat ini disyahkan lebih lanjut dengan berbagai ceritera tentang dirinya. Namun ia diketahui oleh para prajurit yang kemudian memotong pohon tersebut.

Senopati mendapat wahyu keraton. dan Senopati menyelam di Kali Opak.Merapi (api). Di Kali Opak ia melihat ikan "Olor". Ketiga simbol kekuasaan Jawa ini dihubungkan dengan adanya Kali Opak yang diyakini juru kunci Merapi Mbah Marijan. disaksikan oleh pamannya Ki Juru Martani. Alkisah ia sampai ke Laut Selatan. Kanjeng Ratu Kidul 88 . Ki Juru Martani ke Gunung Merapi untuk bersemedi. Wanita itu jatuh cinta pada Senopati. Kali Opak juga berperan dalam pertemuan antara Senopati dan Ratu Kidul. Kali Opak ini penting bagi kehidupan keraton Mataram dan Kasultanan Yogyakarta sekarang. D. Jin Kali Opak Menurut versi mitos lain. dan keraton Mataram melambangkan keseimbangan. Di sanalah ia berjumpa dengan seorang wanita cantik jelita. Menjelang pengambilalihan kekuasaan Pajang. di tepi Kali Opak. kemudian antara Gunung Merapi dan Laut Selatan disambungkan oleh aliran Kali Opak (Minsarwati. Dialah penguasa Laut Selatan. Dan pertemuan antara mereka berdua terjadi di desa Wonokromo. karena keraton Yogyakarta keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan Segara Kidul (Laut Selatan). Mereka berdua berpisah. Sudah menjadi mitos umum. Gunung Merapi melambangkan kekuasaan. 2002: 14). Keraton Mataram (udara) dan Laut Selatan (air). Ia mengikuti terus ke mana perginya ikan itu. Laut Selatan melambangkan kerakyatan. Kanjeng Ratu Kidul sendiri adalah "Permaisuri Halus" dari Senopati. Indah bentuknya. bahwa raja-raja Mataram sejak Senopati mempunyai hubungan khusus dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan itu berjanji akan selalu melindungi Senopati turun-temurun.

Ki Juru mengingatkan agar Sutawijaya selalu berprihatin dan bersamaan dengan itu turunlah wahyu di atas puteranya yang sedang tidur (Sunoto. hal itu adalah pertanda terjadi perkawinan antara dewa laki-laki yaitu Kyai Sapu Jagad dengan perempuan Nyai 89 . dan mendapat kesanggupan dari Nyai Roro Kidul untuk membantu sepenuhnya. Pada pagi hari ia sudah sampai di Parangtritis dan bertemu dengan Sunan Kalijaga yang memberikan berbagai petunjuk kepadanya tentang cara mengendalikan negara serta bagaimana sikap seorang raja. Setelah segala sesuatunya berjalan baik. Kemudian atas anjuran Ki Juru ia meneruskan bertapa di laut selatan. Sutawijaya lalu pulang ke Mataram. Ia melakukan tapa ngeli artinya masuk di dalam sungai Opak dan terus berenang mengikuti arus air sungai itu. Sesampainya di rumah Sutawijaya pintu sudah tertutup sedang penjaga rumah tidak tahu mana tuannya. lalu dinasehati agar dilengkapi dengan pagar tersebut. agar tidak meninggalkan kewaspadaan. mengakibatkan angin laut dan gelombang menjadi besar. Kanjeng Nyai Roro Kidul tidak ragu-ragu lagi apa yang terjadi dan keluarlah ia dari kratonnya menemui yang sedang bersemadi. Tentang mitos terjadinya letusan Gunung Merapi itu menurut kisahnya juga diceritakan bahwa saat letusan berlangsung. Dengan bantuan seekor ikan olor. ia sampai di tepi laut selatan dan bersemadi di situ. Keduanya bersama-sama pergi ke Mataram dan sesampainya di sana karena Sunan Kalijaga melihat bahwa rumah Sutawijaya belum mempunyai pagar. Keduanya bertemu dan bersama-sama memasuki kraton laut selatan yang indah. Pada waktu bulan purnama Ki Juru Martani keluar rumahnya untuk menjenguk puteranya.yang akhirnya menjadi permaisuri Senopati. 1983: 75).

sehingga mereka bisa dijauhkan dari bencana Merapi. tetapi cukup di kiri kanan desa saja. maka "perkawinan dua kekuatan alam" atau letusan Gunung Merapi juga tidak bisa dicegah dan perlu ditata. Dalam kepercayaan Jawa. Riwayat letusan Gunung Merapi juga ada hubungan dengan mitos terjadinya Kali Opak dan gempa bumi. Konsepsi perbedaan ini juga bermakna kesuburan yang dalam bahasa awam menjadi berkah. Peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan dengan keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. gunung sering dianggap melambangkan kekuatan laki-laki. tanda persetubuhan laki-laki dan perempuan. Seperti halnya perkawinan yang seolah-olah tidak bisa dicegah. Interpretasi ini didasarkan atas pemahaman kejawen. sedang lautan yang dikuasai Nyai Roro Kidul (dewi) melambangkan perempuan (Laksono. 1985: 46). Oleh karena itu untuk mendapatkan selamat. tetapi bisa ditata. tetapi mereka meminta agar jika Nyai Roro Kidul mengutus atau menginginkan sesuatu dari Gunung Merapi (yaitu benih laki-laki) jangan melalui desa mereka. Perpaduan muntahan gunungapi menuju laut melalui Kali Opak melambangkan wiji (sperma) calon raja Senopati.Roro Kidul. bahwa gunung yang diasosiasikan dengan lingga yaitu simbol dari Siwa atau Batara Guru. penduduk tidak menolak Nyai Roro Kidul berhubungan dengan Merapi. Berdasarkan dari cerita mitos itu maka Mbah Marijan juga menuturkan bahwa terjadinya Kali Opak sampai sekarang 90 . sedang laut diasosiasikan dengan Yoni simbol dari isteri Siwa yaitu Umo. Untuk itu mereka memberikan sesaji kepada kekuatan-kekuatan gaib tersebut agar hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan itu terjalin.

91 . bahwa hal ini ditimbulkan oleh ulah Kyai Antoboga yang menggerakkan ekor atau kepalanya untuk menghilangkan rasa pegal (Minsarwati. Apa yang dicapai bukanlah sekedar pemberian yang datang sendiri tanpa usaha. seekor naga. ayahnya. penduduk mempunyai kepercayaan. Keberhasilan itu tidak lain adalah akibat jerih payahnya sendiri. Meskipun ia sudah diberi tahu bahwa kelak akan menjadi raja. karena itulah jalan yang dilalui tadi diberi nama Kali Opak. Dan jadilah dari lidah itu pusaka Kyai Baru Klinting. jika ia dapat melingkari Gunung Merapi dalam semalam. namun ia mematuhi nasehat ayahnya agar tidak langsung memusuhi Sultan Pajang. berniat mencari ayahnya. ketika kurang sejari saja jarak antara kepala dan ekornya Antoboga lalu menjulurkan lidahnya. O Pak". 2002: 17). Antoboga lalu diberi tugas menjaga keseimbangan Gunung Merapi. tokoh ini bertugas memimpin segenap makhluk halus yang berada di dasar Merapi untuk menjaga keseimbangan berat Gunung Merapi. dan sepanjang jalan merayap sambil berteriak "O Pak. Merapi bisa sewaktu-waktu goyah (terjadi gempa bumi). Matahari hampir terbit. Berikut ini kita kutipkan tulisan Jayasubrata dalam Serat Babad Tanah Jawi.masih ada hubungannya dengan jalan untuk menuju ke Laut Selatan dan Gunung Merapi. O Pak. Dalam mitos tentang terjadinya gempa bumi yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi. Dia merayapi Kali Opak. Di Kali Opak inilah berjalan Kyai Antoboga. Sesampainya di atas. Tapi tiba-tiba lidah itu dipotong oleh ayahnya. baru mau mengakui Antoboga sebagai anak. ternyata Ki Wanabaya. Ceritera di atas menunjukkan bahwa kedudukan sebagai pendiri kerajaan Mataram dicapai olehnya dengan segala liku-liku perjuangan yang cukup berat.

kaping tri mungsuh bapak. Sebaliknya seorang raja yang kehilangan wahyu kraton berarti akan turun dari tahta. sebab pasti akan gagal. iya nadyan iku. Wahyu kraton atau pulung datang kepada manusia dalam situasi yang berbeda-beda. mring ramanireki. lamun sira mungsuh Sultan Pajang. paran wewalesira. nanging sira kinempit sangkaning alit. angungkuli putra pribadi. ada pula pulung baru datang setelah yang bersangkutan melakukan tapa brata dan perjuangan 92 . kongsi prapteng diwasa. lah mara rasakena" Karena itu setelah menjadi raja dan memegang seluruh kekuasaan negara. tri prakara kainane. harus diartikan bahwa kekuasaan tersebut antara lain berasal dari dirinya yang berpribadi luhur. Wahyu kraton atau pulung dilukiskan dengan berbagai bentuk antara lain berupa sinar atau cahaya yang terang benderang dan kebiru-biruan. wit sira duwe negara. kapindhone amungsuh gusti. Misalnya ada yang baru lahir sudah mendapat pulung. ing Mataram tan liya saking sang ngaji. kang dhingin mungsuh guru. tata sarengat rampung. timur kongsi akil balig."Iya kulup rasane tyas mami. Lawan dadi gurunira kaki. Seseorang yang telah mendapat wahyu kraton atau pulung dengan sendirinya dapat mengatasi segala rintangan yang dihadapi. dudu kang yoga ing sira. kadang-kadang berupa satriya dan puteri. apan sira winuruk agama. Karena itu barang siapa telah mendapat wahyu kraton atau pulung tidak dapat diganggu gugat.

yang didapatinya di kuburan kanak-kanak. Peristiwa ini dialami oleh Ken Arok. diambil dan dibawa pulang. teman Lembonglah yang memberitakan itu dengan menyebut-nyebut anak. E. Dunia Pedanyangan 93 . tersesat di kuburan anak-anak itu. Berikut ini akan disajikan beberapa contohnya. Ken Endok mendengar bahwa Lembong memungut seorang anak. tampak bernyala pada waktu malam hari. Setelah didekati ternyata yang menyala itu ialah seorang anak bayi laki-laki. Lalu Ken Endok datang kepadanya. didatangi oleh Lembong. Setelah Ken Endok melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. sungguhlah itu anaknya sendiri". diaku anak oleh Lembong. Pada waktu itu ada seorang pencuri bernama Lembong tersesat memasuki makam tersebut dan melihat ada benda menyala.hebat. melihat benda bernyala. Di dalam Serat Pararaton tulisan Padmapuspita (1966: 12) antara lain disebutkan: "Selanjutnya ada seorang pencuri bernama Lembong. ia lalu membuangnya ke tempat pemakaman anak-anak. mendengar anak menangis. Bayi ini kelak kalau sudah dewasa akan mempunyai kekuasaan atau setidak-tidaknya mempunyai keturunan yang mempunyai kekuasaan kenegaraan. yang olehnya diambil dan dibawa pulang dan dipelihara sebagai anak sendiri. Peristiwa tentang bayi lahir dan mengandung cahaya. setelah didekati oleh Lembong itu nyatalah yang menyala itu anak yang menangis tadi.

Unsur lain itulah yang mendorong agar perbuatan raja juga memperhatikan kepentingan rakyat banyak. tetapi juga karena dukungan rakyat dan karunia Tuhan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka dapat menjadi raja di samping sebagai hasil jerih payahnya sendiri. Di samping itu karena raja telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. asal mula alam semesta. Raja mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat. tetapi sekaligus juga mengerem agar tidak berbuat sekehendaknya sendiri (Sunoto. terutama bagi raja-raja yang bercikal bakal membangun negara. Kecuali itu ada unsur-unsur lain yang akan dibicarakan lebih lanjut. Kesemuanya ini bisa dijawab melalui suatu bentuk fisik dari Gunung merapi (api) .Keraton Yogyakarta (udara) – Laut Selatan (air).Mengingat latar belakang terjadinya raja-raja sebagaimana telah kita uraikan. maka akan diperoleh makna kosmologis tentang bagaimana hubungan dari sudut keseluruhan dan dari sudut unsur-unsurnya. tempat di mana ia berkiprah. sebaliknya yang membimbing agar raja berlaku bijaksana. Unsur inilah yang mencegah atau membatasi raja untuk tidak berlaku totaliter. Hal ini menyangkut pada ajaran "Manunggaling Kawula Gusti" yang merupakan tindak 94 . Jelaslah bahwa Raja bukanlah manusia yang lepas dari masyarakat. maka unsur ketuhanan ini lalu ikut berperanan dalam kehidupan masyarakat. 1983: 37). tetapi justru berhubungan secara luas dengan masyarakat. Oleh karena itu unsur asal kekuasaan dari Raja bukanlah satu-satunya. Bila hubungan antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan dihubungkan dengan persoalan kosmologis yang meliputi tertib dunia. kemungkinan terjadinya sifat totaliteristik masih dapat dicegah. dan tujuan alam semesta.

mengutamakan dan melindungi rakyatnya (makna Hamengku. karena sebagai Panglima Perang harus mampu menghalau musuh manusia yang berwujud kebodohan. dan kemiskinan serta pengendalian nafsu duniawi. dalam kapasitas dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa tunduk akan perintah Allah. merupakan kekuasaan besar masyarakat melawan kebodohan. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti mengandung pengertian hubungan horizontal antara sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta. kuat. sengguh ora mingguh mempersatukan. dan menjauhkan larangan-Nya. mempersatukan dengan kekuasaan ngrengkuh. Oleh karena itu lebih condong pada wujud masyarakat (makrokosmos) yang digambarkan dengan hubungan simbolik antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan. namun dapat menimbulkan malapetaka tak terhingga bila tidak terkendali. berkesan kokoh. sebagaimana gunung berapi lainnya. sejuk bila berada di sekitarnya. mengandung arti Pemimpin yang senantiasa di depan sebagai teladan. Keraton Yogyakarta. Demi terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir dan batin. sebagai simbolisasi dari Sang Pemimpin yang bergelar Ngarso-Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamangku Buwono Ing Ngalogo Ngabdulrakhman Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ingkang Jumeneng Ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Gunung Merapi adalah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam iman dan takwa kepada Allah yang satu. Hamengkoni). mempunyai bentuk kerucut menyatu ke atas. Gunung Merapi. 95 . keterbelakangan.lanjut pemahaman Sangkan Paraning Dumadi. Hamangku. keterbelakangan dan kemiskinan akibat ulah nafsu duniawi.

dan aspirasi yang harus diserap. Jika kita baca sepintas lalu saja seolah-olah hanya merupakan ceritera atau dongeng belaka tidak ada bedanya dengan ceritera atau dongeng yang lain. yaitu antara Gunung Merapi sebagai kekuatan api dan Laut Selatan sebagai kekuatan air.Pemimpin di tengah rakyatnya. lembut dan nyaman diiringi angin yang sepoi basah. Hasil perpaduan dua kekuatan alam ini berupa calon raja Senopati yang berada di Keraton Yogyakarta. penuh dengan kreasi. dinamika. yaitu terjadinya "dua kekuatan alam". yaitu berupa Keraton sebagai unsur udara. mengandung kekayaan alam tak terhingga. dipahami. ibarat kehidupan masyarakat yang keras. Laut Selatan. tenteram. dan dilindungi oleh Sang Pemimpin. 96 . menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utama. sejuk. diiringi angin yang kencang. diyakini. diutamakan. namun kadang pelan. dapat disimpulkan tentang makna kosmologi yang ada pada mitos letusan Gunung Merapi. apresiasi. mendorong menuju tujuan serta mewujudkan kesejahteraan dengan keteguhan keyakinan hanya karena Allah semata. damai. brutal namun juga lembut. Berdasarkan pada uraian tentang tiga makna simbol dari Gunung Merapi. deburan ombak yang kadang deras. diperjuangkan. diolah. yang dalamnya tidak teratur. hanya bentuk penyampaiannya yang perlu kita pelajari secara saksama. itulah makna Kanjeng Ratu Kidul sebagai personifikasi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan di atas. Oleh karena itu Sang Pemimpin harus manjing ajur ajer dengan yang dipimpin. Perlu kita sadari bahwa contoh-contoh yang telah kita uraikan sebenarnya merupakan sejarah. keras dan besar.

awit mangertos manawi Adipati Pragola pancen sekti. bagaimana mengartikan simbol itu dengan sebaik-baiknya. kemudian secara kuantitatif kita melakukan abstraksi.Lebih-lebih jika kita perhatikan isinya. mengsah perang kaliyan Mataram. Paku yang waktu lahir dimasukkan di dalam kendhaga. R. Kita harus dapat melakukan analisa secara kualitatif. dipun lawan Ingkang Sinuwun Sultan Agung piyambak. Namung gugur kenging Kyai Tumbak Kyai Pleret. Ingkang jumeneng narpati. Nagari Pajang lajeng pindhah dateng Mataram. Sutawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga dan lain-lain. Ken Arok mendengarkan Dewa yang sedang berapat. 1983: 14). Sutawijaya dengan Nyai Roro Kidul. putrinipun Ki Ageng Penjawi ing Pathi. Adipati Pragola ing Pathi. agar syah dalam melakukan tugasnya dan berwibawa serta berkharisma (Sunoto. Jaka Tingkir yang berperang melawan buaya. peputra Adipati Pragola ing Jambean. Peputra : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati ing Mataram. Misalnya raja Dhandhang Gendhis yang dikalahkan Ken Arok lalu naik ke langit dengan istananya. Patih ing Jipang. terhadap simbol-simbol itu. seolah-olah banyak yang tidak masuk akal. Prameswari dalem angka setunggal Kanjeng Ratu Mas. Timbul pertanyaan di dalam diri kita bagaimana hal-hal semacam itu terjadi. Putra Dalem nomer 3 Adipati Puger ing Demak. Saben dinten malem Jumah pasareanipun Adipati Pragola wonten rah teles 97 . Ceritera-ceritera itu merupakan legitimasi terhadap diri orang yang bersangkutan. kaleres naksederek kaliyan Ingkang Sinuwun Sultan Agung. Sumare wonten Makam Pragola ing kota Solo. Risang Sutawijaya ajejuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati Ngalaga ing Nagari Mataram. peputra Tumenggung Aria Mataun.

putra nomer 12. Itulah makna jangka jangkah jangkaning jaman (Damardjati. peputra Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura (Bratadiningrat. 1993: 27). Pribadinya sebagai personifikasi tahapan pemahaman tertinggi. Setelah berhasil menggeser kekuasaan Pajang. Dalam bidang budaya Panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatahan gempuran (Haryanto. pasca manah. Namung bibar perang Jepang sapriki sampun boten wonten. mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan. Retno Dumilah peputra Pangeran Hario Balitar. Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa. pusat-lingkaran. yaitu manggalih artinya mengenai soal-soal esensial. putra K.I.R. Panembahan Juminah. artinya membidikkan anakpanah. 1990: 58). Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun P. Pancen pasareanipun ngajrih-ajrihi. Sutawijaya tahun 1584 memindah pusat kerajaan menuju Mataram. 98 . peputra Tumenggung Balitar. 1988: 204). peputra Kanjeng Ratu Paku Buwana I.B. yang dikenal sebagai jangka. Ingkang nurunaken nata.ateges inggal.

dalam perjalanan. babaran. Keluarga Jawa mengerlal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban. atau tedhak siten.. Bagi sebagian penduduk Jawa.BAB V PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. perkawinan. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Clifford Geertz (1969: 126) antara lain menulis tentang selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. pitonan. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : 99 . Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. slametan masih tetap menarik. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Selamat dalam melakukan pekerjaan. sebaliknya akan mendapat keselamatan. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan. sunat. sepasaran.selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. kematian. selapanan. selamat.

Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu. suci. calon ibu memperoleh berbagai. bersih lahir batinnya. maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan.macam buah-buahan. nasi merah dan bubur. Putih melukiskan pemuas ibu. Selama bulan ketujuh mengandung. Rujak juga mengandung arti harapan. cabai penyedap dan gula. Kecuali rujak. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik. tetapi jika rujak rasanya hambar baginya. merah dan gabungan keduanya. ia akan mempunyai anak lelaki. nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Nasi putih melambangkan air dari ibu. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam . Meskipun tidak disebutkan secara terinci.terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan. Koentjaraningrat (1967: 42) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak. Dalam hal rujak ia menulis : bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas. mungil. tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. indah. Clifford Geertz menulis bahwa ada tiga macam yaitu putih mulus.Di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir (kelapa muda) gadhing. dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih. merah air bagi ayah. Dalam hal nasi. putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. dan campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau 100 . Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan.

untuk mengusir roh jahat.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. 101 .mitoni. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Di sudut rumah. Upacara sepasaran Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih. daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Tradisi Kenduri 1. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buah-buahan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya. sebatang tanaman. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Semua. Upacara brokohan Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. ditaruh sajen. B. 2. Di dekat ibu ditaruh sebuah keris.

Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan Koentjaraningrat (1967: 47) menulis bahwa ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. pensil. pepaya. beras. beras/nasi (petani-rajin). Upacara Tedhak Siten Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. jambu. buah kelapa dan bermacam-macam buahbuahan antara lain : rambutan. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. suka bersolek). Dalam upacara panggih digunakan pula kembarmayang sebagai salah satu alat upacara. Upacara perkawinan Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian.buahan yang terdapat di daerah tersebut. cermin (aktor. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. pisau (prajurit-berani). kaca dan pisau. uang (pedagang kaya). Pekerjaan dan watak bayi kelak kemudian diramal berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki. Misalnya janur kuning. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang 102 . Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. atau buah . 3. Kepada bayi dihidangkan sebuah baki yang di atasnya telah diletakkan sejumlah barang lambang yang menunjukkan pekerjaan atau ciri khas watak : pensil (juru tulis-pandai). 4.

itu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar.sirih. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah: Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. Anak pancuran kapit sen . Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Demi Ketentraman Jiwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. C.dhang ya. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terbit atau terbenamnya matahari. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. Untuk menghindari bahaya 103 . melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang.

Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapat ridha dari Tuhan. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk ahli keluarga yang menyelenggarakan. Dengan menyelenggarakan upacara ini. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. pendirian sebuah rumah baru. Biasanya untuk hajatan keberangkatan naik haji ke tanah suci. dan sebagainya. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang. Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya.tersebut. keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah. 104 . D. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual. di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah rasional dan yang serba kasat mata.

Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut.Acara kenduren bersifat personal. kawan sejawat. terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan sukses-sukses lain yang perlu dan pantas ditiru. Maksudnya supaya terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang tidak adil. Undangan biasanya terdiri dari kerabat. Upacara bancakan sering digunakan dalam acara bagi waris. lulus ujian. dan kekayaan. Mereka berkumpul untuk berbagi suka. Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam suasana terjepit. Ada bahkan yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan atau kecelakaan. Yang dimaksud dengan kenduren adalah upacara sedekah makanan karena seseorang telah memperoleh anugrah atau kesuksesan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu sehingga terbangun suasana suka dan meriah.Kegiatan slametan menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. Hidangan sedekah kenduren menunya lebih bebas. dan tetangga. yaitu yang berkaitan dengan problem dum-duman 'pembagian' terhadap kenikmatan. Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan karena orang cepat lupa diri. ingin saling jegal dan cenderung menang sendiri. sisa hasil usaha dan keuntungan perusahaan. kekuasaan. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya sehingga solidaritas anggota terjaga. Dalam hal ini kenduren mirip dengan cara tasyakuran. sambil membicarakan tauladan yang bisa ditiru misalnya kenaikan pangkat. Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur. 105 . Suasananya santai.

Kata sugeng itu merupakan bentuk krama dari akad slamet sehingga terkesan lebih halus. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. pengestunipun. dan sebagainya. kata sugeng digunakan demikian. dengan mudah di sana ditemukan jajaran kata "Sugeng Rawuh". menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara. yang berarti selamat datang yang ditujukan kepada para tamu. Untuk sapaan hangat dan hormat. dan lain-lain. Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar. "Sugeng rawuhipun." Kata sugeng memang dapat menciptakan suasana hangat. "Injih. hormat dan hikmat. Sugeng Hartono. pemberian nama anak. Begitu populernya sehingga banyak orang Jawa memberi nama anaknya dengan kata slamet. "Piye kabare? Rak pada slamet ta?" E." Dan pihak yang disapa akan menjawab singkat. Pak. Selamat Lahir Batin Secara umum kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan. Apabila ada sebuah resepsi pada keluarga Jawa. Hanya saja kata widada digunakan dalam suasana yang formal keistanaan serta lebih estetis dan puitis 106 . Kata sugeng untuk memberi nama orang misalnya Sugeng Santosa. Sugeng Pamungkas. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia baik di dunia apalagi di akhirat. Slamet Raharja. Misalnya Slamet Sutrisno. Widada juga mengandung makna selamat. Slamet Riyadi. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup.Kata slamet di tengah-tengah pergaulan orang Jawa sangat populer.

kata basuki juga mengandung makna keselamatan. semangat dan kemauan. Untuk kata keseharian orang lebih biasa dengan istilah slamet yang merupakan tataran bahasa ngoko.(bahasa Kawi). kesejukan dan kedamaian. Semuanya bermaksud agar anaknya mendapatkan keselamatan dan kewibawaan. Budi Widada. Di samping menunjuk pada soal kesejahteraan. basuki di Jawa juga sangat banyak. makna harapan akan keselamatan. Wanita ayu adalah wanita yang bisa menghadirkan suasana keselamatan. Jaka Widada. Artinya adalah cita-cita untuk memperoleh kesejahteraan pasti memerlukan biaya. raharja. Misalnya puji memuji: manggiha basuki. senantiasa terdengar ungkapan: mugi rahayu ingkang sami pinanggih. percakapan resmi dalam istana serta upacara. Biaya di sini bisa berarti tenaga. lestari. Ayu-hayu-rahayu adalah kondisi yang memungkinkan bagi terwujudnya keselamatan. slamet. Demikian juga kata hayu-dirgahayu Nama anak semuanya mengandung yang menggunakan istilah 107 . Artinya semoga selalu bertemu dalam keselamatan. Selain untuk nama orang. kata widada tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Endar Widada. widada. Basuki. sugeng. Artinya saling mendoakan agar mendapat keselamatan terbebas dari segala gangguan. dan sebagainya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur menggunakan semboyan "Jer Basuki Mawa Beya". rahayu. mugi kalis ing sambikala. Kata widada yang bernilai estetis dan puitis lantas digunakan untuk memberi nama anak laki-laki. Setiap kali MC bahasa Jawa mau mengakhiri pembicaraan. yuwana. Rahayu di sini juga mengandung makna doa selamat. misalnya Jatmika Widada.

Harapannya agar si anak mendapat kecantikan fisik dan kecantikan batin. dan tenang. Hanya saja kata ini jarang digunakan untuk memberi nama anak. yang sejajar maknanya dengan slametan. Kata wilujeng juga dapat digunakan untuk sapaan hangat bernada halus. ayem. dhawah wilujeng. masyarakat Jawa terdiri atas manusia-manusia yang mempunyai hubungan dan saling butuh-membutuhkan satu sama lain.adalah ungkapan yang menghendaki datangnya keselamatan. Salah satu gendhing yang terkenal dalam kerawitan yaitu gendhing ladrang wilujeng. Prapti Rahayu dan Sulistya Rahayu. Ladrang wilujeng ini cocok untuk mengisi suasana santai namun agung dan hikmat. Wilujengan berarti selamatan. Hubungan Antar Warga Sama halnya dengan struktur keluarga. Keluarga merupakan masyarakat yang paling kecil. "Pangestunipun. terbebas dari malapetaka. Lagu ini memberi suasana damai. mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam kehidupannya diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Misalnya Nanik Rahayu. Di atas 108 ." Secara umum kata wilujeng bermakna selamat juga. keindahan dan F. "Kepripun Mas kabaripun?" Maka akan dijawab. Untuk anak putri sering diberi nama rahayu. Dengan wilujengan atau selamatan itu. Sulastri Rahayu. tentrem. sehingga kehadirannya membawa kedamaian. terhindar dari hal-hal yang menjebak mereka sehingga gagal meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat.

keluarga tidak ada struktur dalam bentuk clan seperti di Minangkabau atau marga di Batak. Meskipun demikian hubungan kekeluargaan masih erat bahkan ada bentuk trah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat (Jawa, trah), misalnya pernyataan atau ucapan : kerabat Mangkunegaran, trah Somadiharjan, dheweke iku isih kerabate dhewe (dia masih kerabat sendiri). Dasar hubungan ini adalah pertalian darah atau keturunan. Dalam struktur ini pada umumnya tidak ada hubungan hak dan wajib yang berbentuk material-fisik, misalnya mengenai harta pusaka, demikian pula tidak ada struktur berupa hirarki kekuasaan dengan segala aturan dan sangsi-sangsi. Di lingkungan kerabat tertentu hirarki itu ada, karena secara historik, tradisi itu memang sudah berlaku. Hubungan dalam struktur kekerabatan lebih bercorak kejiwaan, berdasarkan kekeluargaan dan berasaskan moral. Struktur yang nampak jelas adalah dalam bentuk dukuh, desa, kecamatan atau RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah) dan seterusnya. Di dalam struktur ini kumpulan ke luarga lalu terikat dalam RT atau dukuh, kemudian dalam RW atau desa dan selanjutnya. Hubungan mereka tidak didasarkan atas keturunan atau hubungan darah, tetapi atas daerah tempat tinggal mereka. Di dalam struktur ini berlakulah berbagai aturan, sangsi hukum, hak dan wajib. Dengan demikian jelas masyarakat Jawa pada hakekatnya belum melepaskan diri dari struktur yang berdasarkan hubungan darah, tetapi tidak menjadikannya sebagai pola dasar kehidupan mereka. Karena itu sepintas lalu nampaknya mengambang, sebab memang tidak bertumpu sepenuhnya pada dasar

109

hubungan darah. Meskipun demikian struktur tersebut masih nampak jelas lebihlebih di lingkungan tertentu. Di samping itu terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan yang berdasarkan agama, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga dan lain-lain. Bahkan kita dapati pula kelompok profesi misalnya masyarakat petani, nelayan, pedagang. Dalam struktur kekerabatan ini kerukunan dan keguyuban merupakan sendi dasar dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu kekerabatan merupakan jenis masyarakat paguyuban. Di dalam struktur masyarakat Jawa seseorang pasti menjadi warga keluarga dan kampung atau desa atau RW (Rukun Warga)nya, serta dengan sendirinya menjadi warga kerabatnya. Menurut hemat kita ikatan keluarga dalam masyarakat Jawa yang dwitunggal menunjukkan bahwa masih ada pola yang jelas. Mereka masih mengenal saudara-saudaranya yang tunggal nenek bahkan tunggal buyut. Hubungan mereka dapat tampak erat, terbukti jika ada kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya perkawinan, hari raya Idul Fitri. Mereka masih memerlukan berkumpul pada waktu itu untuk membina persaudaraan agar tali hubungan tidak terputus. Mereka masih saling bantu-membantu, meskipun tidak terorganisir dengan baik. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin berkembang ini, ternyata struktur keluarga dan kekerabatan masih bertahan menurut caranya sendiri. Sistem kekerabatan, karena dasar hubungannya adalah kekeluargaan, maka tidak selalu terikat oleh tempat tertentu. Artinya anggota-anggotanya dapat tersebar menempati ruang yang berjauhan satu sama lain. Mereka berkumpul hanya pada waktu-waktu tertentu jika kebetulan ada keperluan yang penting.

110

Masyarakat Jawa telah mempunyai sejarahnya yang cukup panjang. Dalam perjalanan sejarah tersebut berbagai pengaruh baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar serta lingkungan telah banyak terjadi. Karena masyarakat juga mengalami perkembangan baik mengenai jum1ah anggotanya, maupun kebutuhan anggotanya maka mau tidak mau dari dalam diri mereka sendiri timbul tuntutan sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Mereka sendiri harus mampu memberi jawaban dan memenuhi kebutuhan tersebut agar tetap hidup. Di samping itu masyarakatjuga mendapat rangsangan dan tantangan dari luar dirinya baik dari alam lingkungannya maupun dari masyarakat luar. Mereka harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tersebut jika ingin tetap hidup dan berkembang. Jika diteliti dengan seksama maka struktur masyarakat Jawa merupakan kesatuan yang harmonik. Anggota-anggotanya berhubungan secara harmonik. Sebagai kelompok merupakan sistem yang harmonik dengan kelompok lain dan alam sekitarnya, demikian pula harmonik dengan Tuhannya sebagai sangkan paraning dumadi. Pada dasarnya masyarakat Jawa mempercayai bahwa apa yang gumelar di jagad raya ini asalnya dari Tuhan dan karena itu akan kembali kepada asal tersebut. Karena pendirian yang demikian inilah masyarakat Jawa mudah menerima pandangan hidup yang selaras dengan-Nya termasuk agama-agama. Di dalam kegiatan hidup, mereka bahkan tidak dapat terlepas dari pengaruh ini. Nilai-nilai ketuhanan tampak di dalam bermacam-macam kegiatan berupa upacara-upacara baik keagamaan maupun adat. Selamatan selalu dimulai atau ditutup dengan doa.

111

Alam sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Jawa. Pulau Jawa dikelilingi oleh lautan, terdiri atas pegunungan dan daratan. Karena itu mata pencaharian mereka ialah pertanian, perdagangan, penangkapan ikan dan industri kecil. Yang paling besar ialah hidup dari bercocok tanam. Karena setiap hari mereka bergumul dengan alam yang demikian itu, maka pengaruh daratan, lautan dan pegunungan terhadap kehidupan masyarakat Jawa cukup kuat. Sebagai petani lalu diwarnai filsafat baik pertanian maupun gunung. Demikian pula masyarakat Jawa yang hidup di pantailalu diwarnai filsafat laut. Di samping itu agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan yang cukup berat, maka mereka lalu berusaha mencari kasekten (kesaktian). Barang siapa sakti akan dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kasekten merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa.

112

Monopluralistik karena segala ciri tersebut tidak dapat 113 . Alam Indonesia berupa tanah pertanian. Sinkretik karena filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri yang luwes. laut dan kasekten. sebaliknya betapa agungnya kekuasaan Tuhan yang pengejawantahannya dapat dilihat di mana-mana. antara lain memiliki kasekten. laut dan kasekten. pegunungan dan lautan. Filsafat tani dan laut serta gunung sebagai bukti keterbatasan kemampuan manusia.BAB VI UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Ini tidak berarti bertentangan dengan pandangan mereka yaitu bahwa segala sesua. dapat menerima berbagai ciri tanpa menimbulkan goncangan. Pluralistik karena mempunyai lebih dari satu ciri yaitu pertanian. Dengan kasekten itu ia mempunyai wibawa dalam memimpin masyarakat. sebagai sangkan paraning dumadi atau asal dan tujuan segala yang ada. Hal ini nampak antara lain pada pimpinan masyarakat. gunung. Seorang pemimpin harus memenuhi berbagai syarat. Berdasarkan atas uraian tersebut di atas filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri monopluralistik sinkretik. Pemikiran Kefilsafatan Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitar.tu berasal dari Tuhan. maka filsafat masyarakat Jawa juga mencerminkan filsafat tani. Kecuali itu hal yang sangat menonjol di dalam filsafat masyarakat Jawa ialah soal kasekten. Kasekten mempunyai peranan penting dalam tata kehidupan masyarakat Jawa. gunung.

dipisahkan satu sama lain. akan tetapi merupakan kesatuan yang bulat. sepasaran. buah kelapa. buah-buahan dan daun-daunan. memelihara tanaman dan memetik hasilnya. Di antara berbagai kebiasaan itu adalah sebagai berikut : Dalam bidang pertanian masih ada kebiasaan yang seka. Lebih-lebih di dalam upacara perkawinan. Bentuknya nampak pada waktu mulai menanam. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dapat memberi corak kefilsafatan Jawa. selapanan. Demikian pula pada waktu mereka memperdagangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan. Di dalam upacara tersebut salah satu sarana kelengkapannya ialah hasil-hasil pertanian.ang ini tetap dijalankan. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang cukup berbagai usaha dilakukan baik di bidang pertanian maupun perdagangan. Di bagian atas sudah disinggung berbagai upacara yang bertujuan agar orang yang menyelenggarakan upacara beserta seluruh keluarganya memperoleh selamat. Upacara-upacara tersebut ialah: tingkeb. Puncak dari padanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. tedhak siten dan perkawinan. Usaha-usaha tersebut kadangkadang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat adi-kodrati misalnya kepercayaan adanya kekuatan adikodrati yang dapat membantu mereka. Dalam pada itu diadakan pula upacara selamatan dengan maksud agar hasil giling akan sukses dan tidak terjadi suau apapun selama musim giling tersebut. padi. 114 . Misalnya waktu pabrik akan mulai menggiling tebu diadakan keramaian yang dikenal degan nama b u k a k g i l i n g artinya mulai menggiling tebu. Mereka mengadakan upacara dan membaca doa demi suksesnya hasil karya mereka. brokohan. tebu. digunakanlah berbagai jenis hasil pertanian antara lain daun kelapa muda.

Oleh karena diadakan pada bulan Maulud lalu dinamakan garebeq mulud. Pada waktu menjelang mengetam padi diadakan upacara bernama wiwit artinya mulai mengetam padi. garut. akan tetapi juga di pabrik-pabrik lain meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Tradisi Garebeg Sekaten Tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta yang biasa meyaksikan keramaian yang mengandung nilai religius khuusnya nilai yang terkandung di dalam agama Islam setiap setahun sekali yaitu pada bulan Maulud. Di samping garebeg Mulud masih ada garebeg lain yang diadakan pada bulan Sawal dan Besar. 115 . ulama. ganyong dipakai sebagai bahan selamatan. B. akan tetapi juga oleh kekuatan lain di luar itu. Karena itu upacara tersebut juga dinaman Garebeg Besar. ubi. ketela. Oleh karena itu paca. Ketiga macam upacara itu hampir sama bentuknya dan nilai yang terkandung di dalamnya juga sama yaitu nilai agama khususnya agama Islam. Kejadian seperti ini tidak hanya terdapat di pabrik tebu saja.Dengan adanya upacara itu terbukti bahwa hasil kerja suatu pabrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi saja. Yaitu upacara selmatan atau hajad Dalem berupa tumpeng yang besar atau inungan yang dibawa dari kraton ke mesjid besar pada aktu dan hari-yang telah ditetapkan. Dalam upacara tersebut hasil-hasil pertanian misalnya talas. pembesar lain dan rakyat pada umumnya. Pada hari tersebut digarebeg atau diikuti oleh pengiringnya menuju mesjid besar untuk melakukan upacara selamatan bersama-sama dengan para penghulu kraton. pisang.ra ini dinamakan garebeg Maulud.

Setelah rakyat ber kumpul mendengarkan bunyi gamelan yang indah itu. gemar akan kesenian. dengan penuh kesadaran. 1989: 36). terbukalah kesempatan untuk meberi penerangan tentang agama Islam kepada mereka. Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam di Jawa mereka secara bijaksana menggunakan cara yang sangat baik yaitu bagaimana agar agama Islam dapat diterima oleh rakyat dengan baik. Ada yang mengatakan nama tersebut diambil dari kata sekati yaitu nama gamelan yang ditabuh di muka masjid besar selama perayaan sekaten itu berlangsung. Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan memakai alat berupa gamelan. Dengan demikian agar rakyat dapat dikumpulkan dengan mudah maka cara yang paling baik adalah melalui pertunjukan berupa nyanyian yang diiringi oleh gamelan yang dipukul di muka atau di halaman masjid.Istilah sekaten mempunyai arti bermacam-macam. Dengan demikian kata Syahadatain lalu menjadi sekaten artinya perayaan atau upacara sebagai pengejawantahan pelaksanaan nilai yang terkandung di dalam agama Islam. Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa tidak ada paksaan dalam agama maka penyebaran dan perkembangan 116 . Ada pula yang mengartikan lain yaitu diambil dari kata sahadatain atau dua kalimah sahadat atau pengakuan setiap orang Islam bahwa tidak ada Tuhan lain kecuali Allah dan Nabi Muhammad saw. (Sunoto. adalah pesuruh-Nya. Dengan cara demikian maka rakyat secara sadar mengetahui tentang agama Islam dan kemudian memeluk agama tersebut dengan senang dan penuh tanggung jawab. Mereka memahami benar-benar bahwa rakyat pada umumnya gemar akan pertunjukan.

Gunungan sebenarnya adalah sebuah tumpeng yang besar dimaksudkan untuk selamatan atau kendhuri.agama Islam di Jawa berjalan secara tertib dan damai. Sekaten penuh diliputi oleh nilai religius khususnya nilai agama yang terkandung di 117 . Beberapa hari sebelum gunungan dibawa dari kraton ke mesjid besar telah diadakan berbagai keramaian yang diadakan di alun-alun Utara Yogyakarta. Kemudian puncak acara adalah membawa gunungan dari kraton ke mesjid besar. Berikut ini adalah sekelumit contoh tentang Sekaten di Yogyakarta. penghulu dan rakyaL pada umumnya. Yang mempunyai hajad adalah raja. Pada hari dan jam yang telah ditentukan gamelan nyahi dan kyahi Sekati dibawa dari kraton ke mesjid besar untuk ditabuh selama perayaan tersebut berlangsung. Demikianlah tradisi ini terus berjalan sampai sekarang dengan penyempurnaan pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan waktu dan jaman. Upacara ini dilakukan dengan penuh kebesaran dan khidmat. Dari seluruh kegiatan dalam rangka sekatenseperti diuraikan di atas nampak dengan jelas bagaimana bentuk filsafat hidup masyarakat Jawa. Beberapa waktu kemudian gamelan yang selama perayaan itu dibunyikan lalu dibawa kembali ke kraton. Upacara sekaten secara resmi telah selesai. Sebagaimana disebutkan di atas maka pada puncak acara ini Sri Sultan yang mempunyai hajad dengan diiringkan oleh pembesar kraton dan kerabat pergi dari kraton ke mesjid besar untuk melakukan selamatan bersama para ulama. Ada dua jenis gunungan yaitu laki-laki dan perempuan.

Nilai moral dan keindahan jelas nampak dalam upacara sekaten.dalam Islam. jamnya dan siapa yang mengangkat. Raja'. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada soal pertanian saja tetapi juga mempengaruhi kehidupan 118 . pakaian yang bagaimana harus dipakai pada waktu melakukan upacara itu agar semuanya tampak susila dan indah. Hingga pada waktu sekarang ini jika orang akan mengetam padi masih ada yang disertai ucapan tertentu yang dikaitkan dengan Dewi Sri agar hasil padi yang diharapkan akan berlimpah. Penghormatan pada Dewi Sri Bagi masyarakat Jawa nama Dewi Sri selalu dihubungkan dengan kegiatan di bidang pertanian. Upacara sekaten menunjukkan bagaimana hubungan antara raja dengan para ulama dan rakyat pada umumnya. Raja bergaul akrab dengan rakyat dalam melaksanakan kepentingan bersama yaitu berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rahmat dan keselamatan dari-Nya.dengan para Pangeran dan Pembesar kraton tedhak ke mesjid besar bersama-sama dengan ulama ddn rakyatmengadakan selamatan. Gunungan terdiri atas makanan dan berbagai buah-buahan. misalnya waktu membawa gunungan telah ditetapkan harinya. C. Upacara-upacara harus dipenuhi dan dijalankan secara runtut. Lagu-lagu telah dipilih sedemikian rupa agar mempunyai nilai sakral. kepada siapa tumpeng harus dibagikan.Karena itu nilai pertanian ikut pula berperanan di dalam upacara ini. Terlihat dalam hal hubungannya dengan tujuan upacara. Ini berarti bahwa dalam upacara ini hasil-hasil pertanian digunakan sebagai perlengkapan upacara.

paringgitan dan dalem. Akhirnya ia selamat. para pengejarnya dihancurkan dan Dewi Sri menjadi isteri adiknya sendiri. Senthong kiri dan kanan ditempati untuk tidur sedangkan senthong tengah dianggap sebagai ruangan yang suci digunakan jika ada upacara-upacara yang suci misalnya perkawinan. yaitu senthong kiri. senthong kanan dan senthong tengah. Sebagaimana kita ketahui rumah asli orang Jawa terdiri atas tiga bagian yaitu pendhapa. tempat sirih. Sebagai peran utama dalam hal ini adalah Dewi Sri. Kemudian ia dikejar-kejar oleh utusan raja dan dilindungi oleh siapa saja yang didatangi olehnya. Dari uraian tersebut di atas dapat dibuktikan betapa peranan unsur pertanian.sehari-hari di dalam rumah tangga. Di dalam ceritera tersebut Dewi Sri dilukiskan sebagai puteri seorang raja yang diusir dari kerajaan karena menolak pinangan seorang raja raksasa. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai benda misalnya kendhi. Ruangan ini dihubungkan dengan suatu anggapan sebagai tempat Dewi Sri. pengidon dan lain-lain. Karena Dewi Sri adalah lambang pertanian maka perjalanannya adalah lambang bagaimana pertanian mendapat serangan dari hama dan 119 . Ceritera Dewi Sri di dalam wayang: Sebenarnya apa yang diceriterakan mengenai lakon Dewi Sri adalah lambang mengenai pertanian. bahkan sering disebut bersama dengan adik yang kemudian menjadi suaminya yaitu Sadana. Dalem adalah bagian rumah yang ditempati untuk tidur terdiri atas tiga ruangan atau senthong.

Timbullah berbagai bentuk jawaban yang diberikan oleh mereka yang intinya adalah halhal yang bersangkut paut dengan laut misalnya nyai Roro Kidul sebagai Dewi lautan. akhirnya diadakan upacara melabuh langse tersebut di laut Selatan.bagaimana dapat terhindar dari hama tersebut. Upacara inilah yang kemudian bernama langse. dan kerabat kesultanan Yogyakarta. Setelah upacara caos. Di tepi-tepi pantai masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah atau di daerah pedalaman. Bagaimanapun juga ceritera tersebut sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Jawa. Penggantian tersebut dilakukan dengan upacara tertentu. langse adalah kain yang digunakan untuk menutup makam Sultan Agung Anyakrakusuma di makam raja-raja Imagiri. Yang mempunyai tugas untuk mengganti kain penutup bergantian yaitu kerabat kesunanan Surakarta. Sebagai bukti berikut ini adalah contoh-contohnya. Tradisi Labuhan Di daerah Surakarta dan Yogyakarta ada upacara laut yang disebut labuhan. Kain penutup tersebut dalam waktu tertentu misalnya satu windu harus diganti. Mereka harus menjawab. D.dak dapat dipisahkan dengan rangkaian mengenang peristiwa berdirinya kerajaan Mataram terutama ceritera pada waktu Panembahan Senapati berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. tahlilan dan penggantian langse.tantangan dengan sebaik-baiknya. Upacara labuhan diadakan pada 120 . Upacara Langse. Upacara ini ti.

Demikian juga pada saat upacara ulang tahun (tingalan dalem) ini masih bersifat tertutup sebab masih dilakukan di dalam kraton. abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan Kyai Penghulu.. Untuk kraton Surakarta pakaian tersebut dilabuh di pantai Brosot. Gunung Lawu maupun Dlepih Kahyangan. Kemudian pada pelaksanaan upacara labuhan. Adapun yang terlibat dalam menyelenggarakan persiapan upacara ini adalah para puteri kerabat kraton yang sudah tua usianya. Upacara labuhan disertai dengan sarana-sarana dan prosedur yang bersifat sakral antara lain mengenai alat-alat sajian. 121 .kerabat kraton dan abdi dalem Pengulon. Pada saat persiapan ini yang boleh menyaksikan adalah Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan keluarganya serta para abdi dalem Kraton Yogyakarta.waktu tertentu yang intinya adalah melabuh atau membuang pakaian-pakaian bekas dari raja ke laut. Pada saat persiapan ini kecuali menyiapkan perlengkapan upacara labuhan juga menyiapkan perlengkapan ulang tahun (tingalan dalem) Sri Sultan Hamengku Buwana IX. pembawa pakaian yang akan dilabuh. bersifat terbuka artinya dilakukan di luar kraton sampai di tempat di mana dilaksanakan labuhan di Parangkusuma. sedangkan untuk kraton Yogyakarta dilabuh di pantai Parangtritis. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan upacara labuhan sebagai berikut: Pada saat persiapan upacara labuhan bersifat tertutup artinya hanya dilakukan di dalam Kraton Yogyakarta. pakaian. Gunung Merapi. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini yaitu abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya. abdi dalem Keparak. abdi dalem Keparak.

Residen Yogyakarta. juru kunci serta masyarakat di sekitar tempat upacara. Patih Kasunanan Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan). masyarakat setempat menyambut dan memberikan penghormatan kepada benda-benda labuhan yang dibawa oleh para petugas. Sejak di kecamatan masing-masing. lurah. Para pejabat itu semua menjadi saksi resmi bahwa upacara labuhan dilaksanakan. 1981 : 34). bersama-sama mengantar sampai di tempattempat di mana upacara labuhan dilaksanakan oleh juru kunci. Pada jaman sebelum Sri Sultan Hamengku Buwana IX naik tahta tata-cara pelaksanaan upacara labuhan harus melalui Patih Kasultanan.Pelaksanaan upacara labuhan melibatkan abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan pejabat di luar kraton seperti bupati. Pada pelaksanaan upacara labuhan yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu. Kesaksian para pejabat tersebut baik dari lingkungan pemerintah Kraton Yogyakarta maupun dari lingkungan pemerintah Hindia Belanda. masyarakat setempat juga ikut bertindak sebagai saksi. menjadi bukti bahwa upacara labuhan merupakan suatu upacara resmi dari Kraton Yogyakarta. camat. Residen Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan) sebagai administrator yang mewakili pemerintah Hindia Belanda. 122 . Juru kunci boleh dikatakan mewakili masyarakat setempat di mana upacara labuhan dilakukan dan bertindak atas nama raja pada waktu melaksanakan labuhan di tempat-tempat tersebut. Kemudian masyarakat setempat. Kecuali itu juru kunci juga mempunyai hak untuk memiliki benda-benda yang telah selesai dilabuh (Sularto.

kuda kepang.E. Sebenarnya upacara laut tidak hanya terdapat di pantai Selatan. Nilai alam nampak pada hubungan antara keramaian dan idat istiadat berupa penyeberangan sungai. mereka mengadakan upacara yang pokoknya berisi harapan mendapat ijin dari Nyai Rara Kidul. tarub. Selamatan dan berbagai pertunjukan misalnya wayang. Keramaian itu dinamakan Rebo Wekasan. khususnya laut. Keramaian atau adat-istiadat berupa Rebo Wekasan mengandung nilai alam. Upacara tersebut dahulu belum pernah ada. Di samping itu orang-orang masih mempunyai anggapan bahwa tempat tersebut dahulu juga merupakan pertemuan antara Nyai Rara Kidul dengan Sultan Agung. Mereka harus mematuhi larangan-larangan dan melakukan berbagai ketentuan antara lain : pemberian sesaji-sesaji. Upacara ini biasanya dikerjakan oleh masyarakat nelayan misalnya yang 123 . Upacara diadakan pada hari Raya Idul Fitri. Upacara laut di Pantai Popoh. Upacara pada waktu Maulud Nabi isinya menyerupai upacara gunungan. topeng. Ngundhuh Sarang Burung Untuk menambah kepercayaan diri dan menghindari bahaya yang mengancam. Ada pula Upacara Rebo Wekasan. Larangan memakai baju. akan tetapi juga dilakukan oleh Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di pesisir Utara dan Timur. karena diadakan pada hari malam Rebo terakhir yang ada di bulan Sapar. kain dan selendang yang berwarna seperti pakaian Nyai Rara Kidul. Tahun Baru dan Maulud Nabi. berjalan ke beberapa tempat dan dilakukan pada malam hari.

bertempat tinggal di Tegal. gunung Liman. namun disamping mengandung filsafat tani sebagaimana telah dikemukakan. gunung KElut. gunung Brama. gunung Sindara. gunung Slamet. Upacara-upacara berikut ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di dalam kehidupannya harmonik dengan alam lingkungannya termasuk pegunungan. yang melambangkan hirarki hubungan antara Tuhan dengan yang diciptakannya dan hirarki hubungan antara raja dengan rakyatnya. masyarakat Jawa juga menempatkan gunung sebagai sesuatu yang memegang peranan penting di dalam tata kehidupan mereka. Upacara Gunungan. gunung Merapi. Hal ini nampak dalam bentuk gunungan. Pengaruh Mistik Gunung Di samping pertanian dan laut. gunung Sumbing. akan tetapi makhluk halus yang menghuni lautan pada umumnya. Istilah 124 . F. mengandung pula filsafat gunung. Misalnya gunung Semeru. adalah salah satu sarana dalam upacara gerebeg adalah gunungan. Meskipun pada hakekatnya upacara ini bernilai religius. Hubungan-hubungan tersebut bila berjalan baik akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan hidup. masih angker atau gawat. Sudah barang tentu mereka tidak berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. Tuban dan Banyuwangi. Pada waktu sekarang inipun masih ada anggapan bahwa gunung-gunung tertentu dihuni oleh para makhluk halus. gunung Merbabu. gunung Lawu. Pada waktu-waktu tertentu masih diadakan upacara-upacara untuk mengenang keangkeran gunung-gunung tersebut.

gunungan juga dipakai untuk sebutan dalam wayang yaitu lukisan gunung yang mempunyai multi fungsi antara lain untuk memulai dan menutup pertunjukan. membuat rumah atau gedung baru. Karena itu selamatan semacam ini juga dinamakan tumpengan. Tingkat-tingkat tersebut juga melambangkan perjalanan hidup manusia. Masyarakat Tengger mengadakan Upacara kesada di puncak gunung Brama. Upacara ini jatuh pada bulan purnama sidi di bulan kesada atau bulan kedua belas. semalam suntuk dan diakhiri pagi hari setelah mereka menyaksikari terbitnya matahari dan sudah tidak ada lagi orang yang melemparkan korban ke bawah. menempati rumah baru. Bangunan di pesarean Imagiri juga berbentuk gunung yaitu bertingkattingkat. ulang tahun organisasi. 125 . perkawinan. Masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan mengadakan selamatan pada waktu-waktu tertentu untuk memperingati kejadian-kejadian penting. khitanan. misalnya peringatan kelahiran anak. hari ulang tahun. ulang tahun kantor atau lembaga. Selamatan dengan tumpeng mengingatkan kepada kita bagaimana masyarakat menempatkan gunung sebagai salah satu yang mempunyai nilai tinggi. hari-hari besar atau hari bersejarah. Salah satu alat yang digunakan dalam upacara ini adalah tumpeng. Tumpeng terbuat dari nasi dan berbentuk kerucut atau gunung. Upacara dilakukan di laut pasir gunung Brama. Upacara kesada. Mengingatkan bahwa ada kekuasaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib dimintai keselamatan oleh manusia. Upacara tumpengan. sebagai upacara korban kepada Sang Hyang Brama. puputan.

Yogyakarta memang kaya akan berbagai adat kebiasaan yang secara turun temurun masih dijalankan oleh masyarakat seperti halnya upacara saparan di gunung Gamping yang juga terkenal dengan bekakak.Demikian pula bangunan candi Borobudur bertingkat-tingkat yang berarti pula sebagai lambang perjalanan hidup manusia. Upacaranya sendiri dilakukan pada hari Jum'at Wage pada bulan Sapar setiap tahun sekali dengan mengarak bekakak yang akan disembelih di tempat yang telah ditetapkan. 126 . Karena itu adat kebiasaan tersebut dinamakan upacara saparan.

127 . Semua senjata lenyap. Jin setan jahat pun tidak berkenan. Napasku Nabi Isa as. Bibirku Musa. Gunaguna sakti pun lenyap. semua selamat. Dipandang dengan kasih sayang.BAB VII KIDUNG PENOLAK BALAK A. Kidung Rumeksa Ing Wengi Ada nyanyian yang menjaga di malam hari. Mataku Nabi Muhammad. Lubang landak rumah manusia tanah miring. Tempat tinggal semua badak. Seperti kapuk jatuhnya besi. Dijaga oleh malaikat. Semua racun menjadi hambar. Wajahku rasul. Hati Adam. Pencuri pun jauh tak ada yang menuju padaku. Nabi Nuh di jantung. Kukuh selamat terbebas dari penyakit. Nabi Ibrahim nyawaku. Juga perbuatan jahat. Nabi Sulaiman kesaktianku. Menjadi satu dalam tubuhku. Menyatu menjadi berbadan tunggal. Semua penyakit pun bersama-sama kembali. Baginda Ali kulitku. Siti Aminah kekuatan badanku. Tulang Baginda Usman. Sumsumku Fatimah yang mulia. Guna-guna pun tidak ada yang berani. Yusuf wajahku. Binatang buas jinak. Idris di rambutku. Nabi Yakub mataku. Walaupun arca dan lautan kering. otaku Baginda Sis. Nabi Yunus di ototku. Pada akhirnya. Ayub kin dalam ususku. Terbebas dari semua malapetaka. Ilmu orang yang bersalah. Dan tempat merak berkipu. Sudah meliputi seluruh para nabi. Nabi Dawud suaraku. Berbagai hama sama-sama habis. Semuanya sejahtera. Darah daging Abu Bakar Umar. Dipayungi oleh syariat Adam. Semua rasul. Kayu ajaib dan tanah angker. Dikelilingi bidadari. Api dan juga air.

Siapa saja yang dapat melaksanakan.Kejadian berasal dari biji yang satu. Selamat di medan perang. Dan bangun waktu subuh. Orang dila cepat sembuh. Maka bacalah dengan segera. Yang membaca dan mendengarkan. Sebagai sarana pengusir. Jika engkau pergi berperang. Selama 40 hari. Makanlah tiga suapan. Yang menyalin dan menyimpannya. Dipakai mandi perawan tua cepat bersuami. Menjadi keselamatan badan. Di malam hari. Jika ada orang didenda cucuku. Semua hama kembali. Atau orang yang terbelenggu keberatan hutang. Yang sakit segera sembuh. Terimbas oleh zat-Nya. Segera terbayarkan oleh Tuhan. Jika ingin bagus menanam padi. Insya Allah tercapai. Ketika di Kalijaga. Jika dibacakan alam air. Karena Tuhanlah yang menjadikannya berhutang. Dhandhanggula Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh ayu luputa ing lelara Luputa bilahi kabeh Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah mring mami Guna duduk pan sirna 128 . Dari daya kekuatan seperti yang mengikatku. Dan semua sanak keluargamu. Bersabar dan bersyukur di hati. Semua cita-citamu. Kemudian berpencar ke seluruh dunia. Bacalah dengan sungguhsungguh sebelas kali. Puasa mutih dan minum air putih. Maka tidak akan jadi didenda. Musuhmu tersihir tidak ada yang berani. Bacalah nyanyian itu. Bacakan ke dalam nasi. Berpuasalah sehari semalam. Kelilingilah pematangnya.

Napasku Nabi Musa linuwih Nabi Yakub pamyarsaningwang Yusup ing rupaku mangke Nabi Dawud swaraku Jeng Suleman kasekten mami Nabi Ibrahim nyawaku Edris ing rambutku Bagendha Li kulitingwang Getih daging Abu Bakar singgih Balung Bagenda Usman Sungsumingsun Patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku rasul Pinayungan Adam sarak Sampun pepak sakathahing para nabi Dadya sarira tunggal Wiji sawiji mulune dadi Apan pencar saisining jagat 129 .Sakabehing lara pan samnya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput Kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak lulut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong lemah miring Myang pokiponing merak Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari Rineksa malaikat Sakathahing rasul Pan dadi sarira tunggal Ati Adam uteku Baginda Esis Pangucapku ya Musa.

Kidung Waringin Sungsang 130 . B. Sing sapa reke bisa nglakoni Amutiya lawan anawaa Patang puluh dina wae Lan tangi wektu subuh Lan den sabar sukuring ati Insya Allah tinekan Sakarsanireku Tumrap sanak rakyatira Saking sawabing ngelmu pangiket mami Duk aneng Kalijaga.Kasamadan dening date Kang maca kang angrungu Kang anurat kang anyimpeni Dadi ayuning badan Kinarya sesembur Yen winacakna ing toya Kinarya dus rara gelis laki Wong edan nuli waras Lamun ana wong kadhendha kaki Wong kabanda wong kabotan utang Yogya wacanen den age Nalika tengah dalu Ping sawelas macanen singgih Luwar saking kabanda Kang kadhendha wurung Aglis nuli sinauran mring hyang Suksma kang utang puniku singgih Kang agring nuli waras Lamun arsa tulus nandur pari Puwasaa sawengi sadina Iderana galengane Wacanen kidung iku Sakeh ngama sami abali Yen sira lunga perang Wateken ing sekul Antuka tigang pulukan Musuhira rep sirep tan ana wani Rahayu ing payudan.

Astaningsun Curiga pek-epek Cakra Jangkar jempol kekalih panuduh Trisula panunggulku Malela memanisku supit wesi jenthikku iya kang aran Pasopati 131 . Rambut kawat sinomku pamor anglayang bathuk sela Cendhani kupingku salaka pipiku arit gobang irungku pasado aji pasungku loyang pilingan wesi kuning. sela matangkep kalih. salangku wesi Walulin bahuku Dhendha. Guluningsun wesi palon galigiran dhadha wesi sadacin pundak wesi Angkab walikat wesi Ambal. Watu item lungguhe ing janggut ing wang untuku rajeg wesi lidhah wesi abang rawis wesi Mangangkang: iduku tawa sakalir lambeku iya. Idepingsun kencana ure ruwetan alisku sarpa mandi kiwa tengen pisan curengku surya kembar kedhepku pan kilat thathit kang munggeng sirah wesi Kekenten adi. Duk samana pakumpul-kumpul ing rasa netra kang dadi dhihin netraningsun emas peputihe mutyara ireng-ireng wesi manik ceploking mata hawa nrang adarati. sikutku pukul wesi.Durma Wringin Sungsang wajahira tumaruna ngaubi awak-mami turti nut ing bala pinacak suji kembar pepitu jajar maripit asri yen siyang angker kalaning wengi.

C. Pagelangan ingaran wesi Lelidhah tungkak waja karipik pepolokku waja kadya mamas Malela otot bayu rante wesi ing dalamakan ingaran Kantonwesi. Jembut kawat ganthanganku wesi Mentah walakang wesi Tasik pupu Kalataka wentisku Kalanadhah dhengkulku garendha kalih garesku pedhang kempolku wesi Lengis. Kidung Bale Anyar Durma Ana kidung sun angidung Bale Anyar tanpa galar asepi ninis samun-samar patining Wuluh Kembang Siwur Burut tanpa kancing kayu trisula gegarannya Calimprit. Sampun pepak sariraningsun sadaya samya pangawak wesi pan ratuning braja manjing aneng sarira tan ana braja nedhasi teguh leksana ayu sarira-mami. Sumur Bandhung sesirah talaga muncar tibeng jaja ajail dhindhing endhas parah 132 .Bebokongku sela ageng kumalasa akawet wesi gilig eboling sun karah taiku pulut bendha balubukan entut-mami uyuhku wedang dakarku Pulasani.

Prapteng ngandhap cinandak inguluk salam ingaweran tumuli ana kenya prapta sajodho ngaku kondhang endi jambe roro janji roro binuwang aja na wani-wani. Kuthanipun salaka Ki Tarulata nggawa bala sakethi ayu pan reksanya teguh luput ing lara sanakingsun kidul prapti Ki Manguntara abang kuthanira brit. Gawa bala pitung ewu pangreksanya nulak sagung panyakit sirna sunya baya sanak-sun kulon prapta Ki Mangit warnanya kuning kuthanya emas 133 . Naga Raja pangawasan manik kembang kembang gubel abaji tajem neng kadhutan udhune sarwi nungsang karangsangan angutihpil angajak-ajak jujul jujul anjungkir.ulur-ulur liweran tetambang jaringing maling dhadhal dhadhanya gegulung ing gegapit. Rara Wudhu apepayung Kalacakra titihane nagaji sabet ala lanang sinabetaken ngetan larut lara pan kabalik katulak ngetan : sinabetaken malih Lara saking nginggil sinabet katulak bali manginggil malih : lara saking ngandhap sinabet bali mandhap pancabaya wus kapipit sanak kang prapta saking wetan aputih.

Pangreksanya ayu luput ing rencana Allahumma seksi bumi ingkang neksenane ing langit keblat papat malaekat angideri nabi seleksa rumeksa siyang ratri. Rumeksa inguripira ing tindak kudu ngawruhi aja dhemen lelemeran bisaa nuhon janji 134 .balane pitung kethi. Araketa malaekat kawan nambang sadaya rupa peksi anucuki lara utawa impen ala upamane sadayeki cinucuk sirna rampas papas wus titi. D. Kidung Pamungkas Hayu Sinom Wus tamat kidung sadaya pepalining janma luwih kinarya jimat tetulak anulak sakeh bilahi mungguh lakunireki wong anom dipun sumurub maring wahyuning Patrap duga prayoganing urip urip iku neng praja kudu rumeksa. Pangresanya ayu luput ing rencana teluh tuju lan telik pan sirna sadaya sanak sun elor prapta ireng ran Ki Balesupi kuthanya tosan nggawa bala sakethi.

ujar kang wur kawijil awasna aywa tumpang suh mulane nora gampang lakune wong ulah ilmu ilmu iku ngawruhi sajatinira. Nyatane wus aneng Kita Kita Pribadi puniki dudu angen-angen nafas utek lan jejantung kaki rokh rasa lawan ati kabeh sajatine dudu iku mung titipan mangka busananing dhiri kabeh iku anglindung Zat ing Manusa. Dene kang aran Manusa unusaning Suksma jati ya iku Pangeran Kita ingkang boya ika iki padha dipun mangerti jatine kang aran Ingsun kang esa ingkang tunggal kang mengku ing sahir kabir yen tan wruha durung tetep aran Gesang. Nadyan amung limang pada kaya iki wus mumpuni maring dumununging Zat kita kang langgeng tan owah gingsir mungguh Kita kang Urip kang mengku ing rasul-rasul lan mengku wewayangan neng sajroning netra kalih kabeh iku aneg sajroning Manusa.

E. Kidung Sifat Iman Dhandhanggula Sifat Iman : wa man tu bi’llahi tegesipun pracaya ing Allah ing Pangeran sajatine ya pangeran kang Agung kang akarya bumi dan langit angganjar lawan niksa

135

mring manusa sagung langgeng tur murba misesa maha suci angganjar paring rejeki aniksa angapura. Kaping kalih : wa malekati tegesipun pracaya malaekat anapunika tegese ingulus ing Hyang Agung pakaryane anenulisi marang kawulanira kang dosa Jin agung kang karya purbawisesa neka-neka karyane sawiji-wiji sakehing malaekat. Kaping tigane : wa kitabihi tegesipun pracaya ing kitab kang tinurunaken kabeh kitab Adam sapuluh. Nabi Esis seket wanilis anenggih ponang kitab Idris telung puluh Ibrahim sepuluh kitab Toret Musa Dawud Jabur Isa Injil Kitab Kur’an Muhammad. Yogya sira kawruhana sami muga-muga antuka sapangat iya iku andikane Gusti Jeng Nabi Rasul sinung rahmat dening Hyang Widdhi sing sapa ngapalena iya janjinipun den padhakken asidhekah saben warsa sami lan wong munggah kaji sapisan marang Mekah. Lan den dohken sakehing bilahi sinung rahmat ing dunya akhirat sarta linebur dosane lan malih sawabipun lamun janma kang sakit lah sira wacakena ulon-ulonipun ngalamat ingkang alara oleh tamba saking sabdaning Hyang Widdhi lan berkahing Panutan.

136

Kawruhano kehing para nabi Nabi Adam kang mangke kawitan Nabiu’llah wekasane kathahe yen pinitang kawan dasa langkung kekalih lah sira estokena sadaya den emut luwih agung kang supangat lemah sangar kayu neng lebur sami tan ana kara-kara.

F. Kidung Sekar Artati Dhandhanggula Ana kidung atembang Artati sapa wruha reke aran ingwang duk ingsun ana ing ngare miwah duk aneng gunung Ki Artati lan Wisamarti ngalih aran ping tiga Artadaya tengsun, aran ingsun duk jejaka mangkya aran Isma’il Jatimalangis aneng tengahing jagat. Sapa weruh kembang tepus kaki sasat weruh reke Artadaya tunggal pancer ing uripe sapa wruh ing panuju sasat sugih pagere wesi sinihan wong sajagat kang angidung iku bratanana aywa nendra ing sadina sawengi sawabireki sarwa cinipta dadya. Kang sinedya tinekan ing Widdhi kang kinarsan dumadakan ana tur rinekseng Pangerane nadyan tan weruh iku lamun sedya mudya semadi sesandi ing nagara angumbara wiku dumadi sarira tunggal tunggal jati-swara amor ing Artati aran Sekar Jempina. Somahira ingaran Panjari milu urip lawan milu pejah datan pisah saparane paripurna satuhu yen nirmala waluya jati kena ing kene kana ing wasananipun

137

ajejuluk Aniksuksma cahya ening jumeneng aneng Artati anom tan keneng tuwa. Tigalana kamulanireki Nila ening arane duk gesang duk mati Layangsuksma-ne lan Suksma ngumbareku ing asmara mor raga yekti durung darbe peparab duk anome iku awayah bisa dedolan aran Sang Tyasjati iya Sang Artati iya Sang Artadaya. Dadi wisa mangkya amartani lamun marta temah amisaya marma artajaya rane duk lagi aneng gunung ngalih aran Asmarajati wayah tumekeng tuwa emut ibunipun tinari lunga mangelan Ki Artati nurut gigiring Merapi angancik ing Sundara. Ana pandhita akarya wangsit pinda kombang angajab ing tawang susuh angin ngendi nggone lawan galihing kangkung wekasaning langit jaladri isining wuluh wungwang myang giring punglu tapaking kontul anglayang paksi miber uluke ngungkuli langit kusumanjrah ing tawang. Wong angangsu pikulane warih lawan amot geni adedamar miwah kang srengenge pine tuwin kang banyu kinum myang dahana murub binasmi bumi kapetak ingkang pawanatiniyup tanggal pisan kapurnaman yen anenun sentek pisan anigasi kuda agrap ing pandengan. Ana kayu apurwa sawiji

138

Jin prayangan padha wedi asih samya asih sakehing drubiksa angreksa siyang dalune ingkang anempuh/lumpuh tan tumama ing awak-mami kang sedya tan raharja sadaya linebur sakehe kang nedya ala larut sirna kang nedya becik basuki kang sinedya waluya. Gunung Agung sagara Serandil langit iku amengku buwana kawruhana ing atine gunung sagara umung guntur sirna kang mengku bumi langit bawana rugsa dadya kawruh iku mudya madyaning awiyat mangasrama ing gunung agung sabumi cecandhi ing sagara. 139 . Siyang dalu rinekseng Hyang Widdhi sasedyane tinekan ing Suksma kaidepan janma akeh aran wikuning wiku wikan lir ing pudya semadi dadi sasedyanira mangunah linuhung peparab Hyang Tigalana kang asimpen yen tuwajuh jroning ati kalis sagung durjana.wit buwana epang kabiat papat agodhong mega rumemba apradapa kekuwung kembang lintang salaga langit sari andaru kilat woh surya lan tengsu asirat bun lawan udan apepacuk akasa brungkah pratiwi soyod bayu bajra. Wiwitane duk anemu candhi gegodhongan miwah wewerangkan sih ing Hyang kabasmi kabeh tan ana janma kang wruh yen weruha purwaning dadi candhi sagara wetan ingbar karuhun kahyanganing Sang Hyang Tunggal sapa reke kang jumeneng mung Artati katon tengahing tawang.

Jabaril ingkang angemongi milanipun katetapan iman dadi angandel atine Ijrail puniku kang rumeksa ing pati urip Israpil dadi damar padang jroning kalbu 140 . G. Kidung Jati Mulya Dhandhanggula Ana kidung sun angidung wengi bebaratan duk amrem winaca Batara Guru pangadege lumaku Sang Hyang Bayu alembeyan Asmara-ening ngadeg pangawak teja kang angidung iku yen kinarya angawula myang lelungan gusti getting dadi asih syaitan sato sumimpang.Yen kinarya atunggu wong sakit ejin syaitan tan wani angambah rinekseng malaikat nabi wali angepung sakeh lara pada sumingkir ingkang nedya fitnah marang awak ingsun rinusak dening Pangeran iblis laknat sato mara pada mati tumpes tapis daya. Sakatahing upas tawa sami lara roga waluya nirmala tulak tanggul kang panggawe duduk pada kawangsul katawuran saguning sikir ngadam makdum sadaya datanpa pangrungu pangucap lawan pangrasa myang paningal kang sedya tumeka nafi pangreksaning malaikat.

Dudur majenge ajatu’lkursi ungguhe atine surah an’am pangleburan lara kabeh usuk-usuk ing luhur ingaranan telenging langit nenggih Nabi Muhammad kawekasan iku atunggu latri lan siyang kinedepan ing tumuwuh wedi asih tunduk nembah maring wang. Pepayone godhong dhukut langit tali barat kumandhang ing tawang tinundha tan katon mangke arajeg gunung sewu jala sutra ing luhur-mami kabeh padha rumeksa angandhangi mungsuh anulak panggawe ala lara roga sumingkir langkung anebih kang agring dadi waras.Mikail kang angsung sandang lawan pangan enggale katekan kapti sabar lan anarima. Ja Hu Zat njeng pamujining wengi bale ‘arasy sesakane mulya Kirun (Munkar) saka tengen nggone wa Nakirun (Nakir) atunggu saka kiwa gadane wesi nulak panggawe ala satru lawan mungsuh pangeret taraju’rrijal ander-ander kulhu balik kang linuwih ambalik lara roga. Gunung sewu dadya pager mami 141 . Satru mungsuh mundur pada wedi pamidangane baitu’lmukaddas tulak balik pangreksane pan nabi patang puluh aweh wahyu ing awak-mami pana Nabi Wekasan sabda Nabi Daud apetak Baginda Hamzah kineweden sato mara padha mati luput ing wisa guna.

Kidung Sekar Marwati Dhandhanggula Ana kidung ing kadang Mar Mati among tuwuh ing kawasani ra nganakaken saciptane 142 . H. Ingaranan Rara Sumbaningsih kang tumingal padha sih sadaya kedhep saparipolahe lelara sirna larut tan tumama ing awak mami kang sangar dadi tawa kang agething lulut memolone sifat rahman iya rahmat rahayu pangreksaneki sarana nganggo pethak.katon murub sakehing tumingal sirna salwir lara kabeh luput ing tuju teluh tarag nyana tenung alenggi mondhong gambar suminggah Sri Sadana lulut puniku sih rahmatullah rahmat jati jumeneng rahmat jasmani iya Sang Jatimulya. Yen sinimpen atawa sakalir upas bruwang racun miwah banjar sakeh bedhil buntu kabeh jemparing towok putung pan kumleyang tibanireki miwah salwiring braja tan tumama mring sun tuju teluh tarugnyana padha bali sagung sambang padha wedi madhep kedhep saya. Yen lumampah ingkang mulat wingwrin singa barong kang padha rumeksa gajah meta ing wurine macan galak ing ngayun naga raja ing kanan kering singa mulat jrih tresna marang awak ingsun lelembut ing nusa Jawa samya kedhep antu lawan teluh bumi ajrih lumayu nginthar.

143 .kakang Kawah puniku kang rumeksa sarira-mami anakakaken sedya ing kawasanipun aji ari-ari ika amayungi laku ing kawasaneki nganakaken pangarah. Punang Getih ing rahina wengi ngrerewangi ulah kang kawasa andadekaken karsane Puser kawasanipun nguyu-uyu sabawa mami anuruti panedha kawasanireku sangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji tunggal sawujud ingwang. Yen angidung sarwi den pepetri amemuleya golong lelima takir ponthang wewadhahe iwak-iwakanipun ulam tasik rawa myang kali lawan ulam bengawan mawa gantalipun rong supit winungkusana dadya limang wungkus artanya nyaduwit sawungkuse punika. Tumpangena ponthang anyawiji dadya limang wungkus ponthang lima sinung sekar cepakane roro sapothanganipun kembang boreh dupa ywa kari memetri ujubira dongane Majemu’ poma dipun lakonana saben nuju dina kalahiraneki agung sawabe uga. Mangkya kadang ingsun kang umijil saking marga hina pareng samya sadina amor anggone kalawan kadang-ingsun ing kang ora umijil saking marga hina punika kumpule lan ingsun dadi Makdum-sarpin sira wewayanganing Zat reke dadya kanthi saparan datan pisah.

Balik lamun ora den lakoni kadangireku samya rencana temah uga saciptane sasedyanira wurung lawan luput pangarahneki sakarsanira wigar anggagar tanpantuk barang ing sakayunira marma kaki eling-elingen sayekti supaya waluyaa. 144 .

Kampuh atau dodot yang dipakai oleh kaum pria dan wanita.22 m. Kampuh blumbangan adalah kampuh yang bagian 145 . Selain adanya kampuh balenggen.BAB VIII PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL A. Yang panjangnya 9 kacu adalah untuk raja. sehingga nampak seperti jumbai. Kampuh atau Dodot Busana kebesaran yang sering digunakan untuk upacara pernikahan adalah kampuh. para aria. Kampuh untuk kaum pria. 7. 7 kacu untuk panewu. sedang istilah dodot adalah untuk panewu ke bawah. Panjangnya antara 7 sampai 9 kacu. Panjang 1 kacu kira-kira 90 cm. Istilah kampuh dipakai untuk abdi dalem bupati anom ke atas. berarti 3. Kampuh belenggen artinya salah satu sisi kampuh itu benangnya dibiarkan terlepas. 3. Lebar kampuh 2 sampai 2. Kaum pria memakainya sebagai lapisan di atas celana. orang akan tampak lebih gagah daripada memakai kampuh lugas. jika terdiri atas 1 helai kain disebut 1 lirang.5 kacu untuk pangeran sentana.5 kacu per lirang. Dengan mengenakan kampuh balenggen. dikenal juga yang disebut kampuh tengahan atau kampuh blumbangan dan kampuh lugas.75.5. yaitu kampuh tanpa balenggen. 8 kacu untuk pangeran putra dan pepatih dalem. Kampuh yang terdiri atas 2 helai kain disebut 1 tangkep. bupati dan bupati anom. 4 dan 4. mantri ke bawah. sedang kaum wanita sebagai lapisan di atas kain panjang. adalah kain penutup.

Kampuh memiliki bagian yang disebut kunca. Adapun yang berhak memakai kampuh tengahan adalah raja. berupa kampuh balenggen latar hitam. kampuh ini dipakai oleh pengantin pada upacara panggih atau pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita. Kampuh tanpa tengahan disebut kampuh lugas. warna tengahannya adalah hijau. para pangeran putra sentana. Kampuh pengantin ada tiga macam.tengahnya diberi warna polos: merah. putra mahkota. yaitu : Bango buthak. garis tengahnya tidak selalu lurus. bengkok-bengkok atau rintikrintik. dipakai oleh pengantin pada upacara sepasaran. Jika orang mengenakan kampuh. hijau. Gadhung mlathi. Kampuh balenggen batik rejeng latar putih untuk abdi dalem mayor dan bupati anom gandhek. dapat juga miring. sehingga menggeser tanah. motifnya alas-alasan. (2) Ngumbar 146 . kampuh tengahan ini dipakai pada hari-hari besar. yaitu (1) Grebong ka(n)dhem. Jika tanpa blumbangan atau tengahan. putih. putra mahkota. Tengahan ini dapat dilakukan dengan menyisipkan bahan sutera atau pelangi. dan pepatih dalem. ungu dan seterusnya. dengan tengahan putih. yaitu bagian ujung atas kampuh di bagian belakang yang dibiarkan lepas. berupa kampuh hijau dengan tengahan putih. Bangun tulak adalah kampuh biru dengan tengahan putih. Kampuh balenggen batik latar putih lar ageng untuk bupati dan bupati anom. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. khusus untuk pengantin. motifnya alas-alasan atau hewan di hutan diperada. Dengan demikian dikenal adanya kampuh balenggen batik yang tengahnya memakai blumbangan untuk raja. kampuh itu disebut kampuh lugas. maka akan dihasilkan berbagai macam bentuk.

untuk putra raja 24 cm. kunca dilipat. Panjang cincingan untuk raja 22 cm. trembelo. dan khusus diperuntukkan raja. sehingga hanya sedikit saja yang jatuh mengena tanah. misalnya kayu cendana. cincingan makin panjang. Ngumbar kunca hanya dilakukan oleh raja. kunca dilipat. termasuk ariya nginggil. Bilah atau mata keris itu diberi tempat yang disebut sarungan atau warangka. timaha. kunca dililitkan pada keris. Kepuh ukel untuk abdi dalem bupati ke bawah sampai jajar.kunca. Orang yang mengenakan kampuh atau dodot harus memperhatikan yang disebut cincingan wingking. untuk pepatih dalem 24 cm. Warangka ini dibuat dari kayu. Supaya kunca itu tidak mengena tanah. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. Sampir kunca dipakai oleh putra mahkota. lalu disampirkan pada keris. kemudian diselipkan ke dalam. Kepuh sampir untuk kerabat raja. maka diperlukan pemegang kunca yang berjalan di belakang raja. atau kayu lainnya. Dua macam bentuk warangka adalah gayaman dan 147 . Kunca kampuh raja cukup panjang dan dibiarkan lepas ke bawah. ada pula yang lurus. berarti sampai di bawah tengahnya betis. untuk pangeran sentana 26 cm. bupati anom 30 cm dan makin rendah pangkatnya. Grebong ka(n)dhem adalah pemakaian kampuh dengan tiga lipatan besar di bagian depan. (4) Kepuh ukel. Bilah (wilahan) keris ada yang berkelok-kelok (luk). Kepuh berarti lipatan kunca. Keris mempunyai banyak fungsi. Salah satu di antaranya adalah sebagai pelengkap busana. B. (3) Sampir kunca. bupati 27 cm. Keris dan Wedhung Keris adalah salah satu perlengkapan dalam upacara pernikahan adat Jawa.

Gandar keris diberi pendhok. Kerisnya dapat gayaman dan yang dianggar diganti dengan pasikon. baik yang warangkanya ladrang. baik yang mengenakan kampuh (dodot). maupun gayaman. priyagung bupati dan bupati anom mengenakan keris (wang-kingan) dengan cara diwangking. kuningan atau lainnya. Jika mengenakan busana keprajuritan alit (kecil) atau klanthungan. Di antara penduk (pendhok) itu ada yang disebut penduk slorok.ladrang. letaknya digantungkan pada epek timang. secara dianggar. dengan cara diselipkan pada sabuknya. ladrang dipakai di belakang. sedang istilah wedhung untuk priyayi tingkat bawah. jika berpakaian secara Jawa memakai keris. dan anggarnya diganti dengan wedhung. demikian pula dengan keris berwarangka gayaman. suasa. Penduk keris mengenal beberapa motif hiasan. misalnya motif lung paksa. tergantung pada kebutuhannya. Pada hari-hari besar. Abdi dalem panewu mantri ke bawah. sedang keris gayaman dipakai di depan. pepatih dalem ke bawah sampai pada priyayi pangkat terendah. yang dibuat dari bahan mas. Epek adalah sabuk yang diberi timang (gesper besar). maupun bebed (kain panjang dengan biku-biku di 148 . jika klanthungan harus memakai keris ladrang yang disisipkan. lung kastuba dan lung prabageni. Istilah pasikon yang artinya sama dengan wedhung diperuntukkan priyagung. ia mengenakan dua macam keris itu secara bersama-sama. lung kukila. perak. artinya disisipkan pada pinggang. Keris dengan warangka ladrang dipakai di belakang. artinya penduk yang bertatahkan permata. Jika seseorang memakai busana prajuritan. Raja dan keluarga serta kerabatnya. semua abdi dalem yang menghadap raja.

bagian depannya). atau ke kedhaton harus memakai wedhung. berbentuk pisau dan diberi simpai (suh) berupa bunga turi yang masih belum mekar (kudhup turen). masuk ke Srimanganti. lebar 4 cm. wedhung dengan suh empat tanpa hiasan untuk panewu. sedang para abdi dalem yang bukan kerabat raja tidak diizinkan. seperti di Sasanasumewa. tidak mengenakan wedhung. besi wadhung harus tanpa pamor. dan tebalnya 0. bebedan atau prajuritan klanthungan. pasikon dengan suh empat dan kudhup turen dipakai oleh para pangeran putra sentana. dan pasikonnya memakai pamor. Tiga macam pasikon (wedhung) berdasarkan tingkat-tingkatannya adalah: pasikon dengan suh tiga dan kudhup turen menjadi hak pangeran adipati anom. pepatih dalem. demikian pula dengan abdi dalem yang mengenak pakaian prajuritan dengan menganggar keris. Wedhung. atau jika naik ke Sitihinggil. Bentuk wedhung seperti pisau besar. di pasanggrahan raja. hanya abdi dalem Priyantaka yang masuk ke kedhaton pada hari Kamis untuk mengeluarkan benda-benda upacara raja. jika mengenakan pakaian kebesaran. kemuning atau lainnya.5 cm. Di tempat-tempat lain. jika mengenakan pakaian kebesaran. Ukuran panjangnya kira-kira 26 cm. Gandarnya dibuat dari kayu cendana. Wedhung merupakan alat senjata. dibuat oleh pande besi atau mpu dan menggunakan bahan besi. jagong atau melayat. ujungnya runcing dan tajam. yang di 149 . bupati dan bupati anom. Para pangeran putra sentana diperkenankan memakai penduk slorok permata. mantri ke bawah. jika menghadap raja yang sedang berada di Sitihinggil. diharuskan memakai keris dengan warangka ladrang. Para keluarga serta kerabat raja dan pada abdi dalem. kecuali abdi dalem prajurit yang hanya diizinkan memakai keris dengan warangka gayaman.

para pangeran putra sentana. Kuluk yang juga disebut dengan istilah makutha atau panunggul merupakan bagian dari busana tradisional. biru muda. Mathak pethak. dipakai oleh pangeran adipati anom. pepatih dalem ke bawah sampai jajar dan mereka yang diperkenankan. yaitu mathak yang berwarna putih atau biru di bagian dalamnya diberi daun bambu. rr. selain itu. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. semua abdi dalem harus memakai wedhung. Mathak balibar. istilah panunggul hanya diperuntukkan raja. atau Srimanganti dan masuk Kedhaton. Di kerajaan Surakarta dikenal adanya lima macam kuluk. misalnya pengantin dan sebagainya. wedhungnya tidak boleh dibawa oleh panakawannya. Mathak (warna bening mengkilat) : Mathak biru sekar gundha. dipakai kalau hujan. yang berhak tidak memakai pasikon adalah raja dan bupati Gandhek yang sedang melaksanakan tugas menjadi utusan raja pada hari besar. berwarna biru tua.tempat itu raja hadir. dipakai oleh para priyagung bupati ke bawah sampai lurah. Jika abdi dalem naik ke Sitihinggil. 2000: 54). pengantin juga tidak memakai wedhung (pasikon). C. (Darsiti Soeratman. dipakai oleh sentana dalem riya nginggil. Kuluk dipakai oleh raja. biru muda sekali. atau melewati Kori Brajanala. Aneka Ragam Kuluk Kuluk adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. dipakai oleh raja. Kemandhungan. berwarna putih. Mathak sekar teleng. 150 . Dari uraian di atas. Mathak biru sekar weweyan.

Kesting cemeng untuk para panemu. Bentuk songkok seperti kuluk tugel semangka yang dipakai oleh abdi dalem katib. mantri. Breci dipakai oleh priyagung bupati. dikenal sebagai tugel semangka. sesuai dengan keinginan yang memakai. Bahan untuk membuat nyamat adalah mas. para pangeran putra sentana. dan dibuat dari bahan beledu. para keluarga dan kerabat raja menyambut kedatangan gubernur jenderal yang berkunjung ke kraton dan jika melepas tamu agung itu meninggalkan kraton. Kuluk berbentuk buah semangka yang dibelah dua. Kuluk mur ini kemudian tidak dipakai. bupati. yaitu : 151 . dipakai oleh priyagung bupati. juga dipakai oleh abdi dalem prajurit onder letnan ke bawah.Kestur : Kestur cemeng (hitam) dipakai untuk kanigaran. kapten dan opsir. pangeran adipati anom. mayor dan riya ngandhap nginggil. Nyamat ini dipakai oleh pangeran adipati anom sampai tingkat-tingkat di bawahnya. tepat ditengahnya diberi nyamat sebagai hiasan. Songkok dipakai. kolonel komandan. bupati dalem. mayor. tetapi di bagian belakangnya diberi tutup yang tingginya melebihi tinggi kuluk itu. jika mereka menghadap. dan oleh pepatih dalem ke bawah. dan diberi hiasan. masih terdapat lainnya yang disebut songkok. Selain kuluk atau makutha tersebut di atas. Di bagian atas kuluk. dipakai oleh abdi dalem katib. memes dan sebagainya. Bentuk nyamat ada empat macam. Bahan yang dipakai adalah beledu hitam. suasa. Ada juga nyamat yang diberi pertama berlian atau intan. Kesting pethak (putih) untuk abdi dalem jajar. bupati anom. menjadi busana raja. bupati anom dan panewu mantri. perak. bekel dan lainnya. jika raja dan abdi dalem. pepatih dalem. Songkok ini merupakan busana raja ke bawah sampai abdi dalem bupati dan mayor. caos harian masuk keraton. Kuluk mur. abdi dalem prajurit berpangkat letnan kolonel. lurah.

di tepinya diberi hiasan melingkar-lingkar. seperti tumpeng persegi.Cengkehan. Kuluk ini dibuat dari mika. a. Tumpeng. Panunggul adalah kuluk. mirip bunga katu. dengan permata di puncaknya. bentuknya seperti tumpeng. bentuknya seperti tumpeng agak bundar. atau warna lainnya. 1. ungu. Untuk keperluan harian para pangeran menggunakan dhester. nampak mengkilat dan tahan lama. sebuah istilah yang diperuntukkan raja. Keterangan mengenai baju sikepan ageng. karena raja berkedudukan sebagai tetunggul (tertinggi). dipakai oleh para pangeran putra sentana. yang terdiri atas empat macam seperti tercantum di bawah ini. Baju sikepan ageng dari bahan beledu hitam. Bandhilan dengan permata. dilapis kain hitam. Baju sikepan ageng dari bahan laken atau beledu hitam. kemudian diganti dengan blangkon. bahwa panunggul raja tidak diberi nyamat atau mundri. bentuknya bundar gepeng. Ragam Ageman Pengantin Ragam ageman pengantin Jawa banyak jumlahnya. Perlu diketahui. yaitu ikat kepala. 152 . misalnya sowan atau caos atau bekerja di kantor. b. dipakai oleh raja dan pangeran adipati anom. Tajung. biru atau warna lainnya dilapis kain sutera hitam. dipakai oleh abdi dalem prajurit. para abdi dalem memakai kuluk berwarna hitam. Untuk kepentingan harian. Seperti krun atau mahkota kerajaan di Eropa. tetapi yang berpangkat rendah memakai putih. makin ke atas makin meruncing. Sekar katu (bungan katu) untuk nyamat kanigara. Ukuran nyamat ini pada umumnya sebesar bunga melati. D.

lapisan baju itu berwarna kesting sutera kuning. abdi dalem bupati. warna merah untuk lurah dan putih (kain mori) untuk jajar. dibuat dari bahan mas. mengikuti kedudukannya masing-masing dan disesuaikan dengan sulaman bajunya. Baju sikepan ageng laken hijau dengan sulaman. dipakai oleh para panewu. pepatih dalem. dipakai oleh lurah dan jajar. dimulai dari pangkat bupati sampai pada panewu mantri. abdi dalem bupati dan bupati anom. dikenakan terlebih dulu baju kemeja (hem) sebagai lapisan bawah. Baju sikepan ageng. Lebar dan bentuk sulaman itu disesuaikan dengan pangkat atau tingkat kebangsawanan pemakainya. panewu dan mantri. Lapisan untuk baju ini berwarna kuning dari bahan kesting. d. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. jika lugas. yaitu lurah. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. dipakai oleh para pangeran putra sentana. 153 . dipakai oleh abdi dalem Kadipaten Anom. sutera biru. artinya tanpa sulaman. bajunya tanpa sulaman. Baju sikepan ageng laken merah dengan sulaman dipakai oleh abdi dalem panewu mantri Kaparak dan Nandhon. jika lapisan itu berwarna ungu dipakai oleh mantri. berwarna hitam dengan sulaman berwarna keemasan. bupati anom. untuk mereka yang pangkatnya rendah. bekel. Sebelum baju sikepan itu dipakai. Baju sikepan ageng tersebut memakai kancing berjumlah sembilan buah dengan diberi tanda tulisan : P. Untuk abdi dalem hurdenas (ordonans).B. dan jajar. dipakai oleh pepatih dalem. 2. 4. perak atau silih asih (mas dan perak).. berarti berwarna hijau polos. 3. sutera kuning.c.

takwa. Selain itu mereka diwajibkan mempunyai baju langenarjan. Jika seret merupakan tepian yang berwarna keemasan. baju itu dibuat dari bahan beledu atau bahan lainnya. Baju atila berwarna hitam. dan pepatih dalem. maupun pepatih dalem juga mengenakan potongan lain. Di bawah ini dikutipkan berbagai macam songsong kebesaran menurut kebangsawanan dan payung abdi dalem berdasarkan jenjang kepangkatan. terdapat baju sikepan cekak (sikepan pendek). mereka diijinkan memakai warna lain. E. Untuk para pangeran dan pepatih dalem dipakai bahan beledu atau laken hitam. Baik raja. para pangeran putra sentana. 154 . tanpa sulaman.Selain baju sikepan ageng. para pangeran. tetapi hanya berwarna putih dan dipakai jika ada perintah dari raja. mantri dan lurah adalah atila berwarna hitam atau putih. dipakai oleh raja. putih atau hijau dipakai oleh para bupati dan bupati anom. Songsong Gilap Payung Agung Songsong gilap payung agung adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. langenarjan dan pakaian model Barat. Di luar dinas. beskap. Mereka juga diijinkan memiliki pakaian model Barat. kendhit (ikat pinggang) letaknya agak ke atas atau tengah. berwarna putih dan hitam. Untuk raja. Jajar hanya diperkenankan memakai baju atila berwarna hitam saja. beskap dan lainnya. yaitu baju atila. Yang disebut seret adalah lebar atau sempitnya warna keemasan pada songsong kebesaran. Baju untuk para panewu. misalnya hijau dan lainnya.

kendhit putih. artinya berwarna keemasan penuh untuk bagian luar dan dalam.G. sekar waru (bunga waru) dan tepian payung diberi bara (jumbai). 2 dengan hiasan yang berbeda. Seret keemasan. Seret keemasan. - Songsong prameswari dalem. atas seluruhnya warna keemasan. kendhit kuning atal. atas semua warna keemasan. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan disebut sagara muncar. disebut gilap. kendhit kuning atal. - Songsong putri raja yang sudah kawin. tetapi tanpa jumbai pada tepi daun payung dan pada bunga warunya. kendhit keemasan. pangeran adipati anom dan ibu raja sama dengan milik raja. Seret keemasan.P. dan putra raja lahir dari garwa ampeyan tetapi telah mendapat sebutan K. disebut gilap-gubeg. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan yang telah mendapat sebutan Kanjeng Gusti atau kalau wanita dengan sebutan Kanjang Ratu. - Songsong wadana atau bekel putra sentana dalem disebut sagara muncar dengan kendhit. Songsong ini disebut gilap-gubeg. Adipati juga gilap-gubeg seperti no. diikuti warna keemasan sampai ke atas.- Songsong raja. yaitu bagian luar keemasan dan bagian dalam berwarna kuning atal. - Songsong putra dan putri raja lahir dari permaisuri. lahir dari garwa ampeyan disebut padhang bulan (terang bulan). 155 . kendhit kuning atal.

kendhit keemasan. Seret keemasan. - Songsong sentana dalem cucu laki-laki dan perempuan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. atas semuanya putih. atas sepenuhnya putih. kendhit keemasan. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. kendhit kuning. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden. - Songsong pangeran sentana disebut endhog satugel (telor separoh). - Songsong sentana dalem riya nginggil. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden Ayu. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. putih. - Songsong sentana dalem riya ngandhap. Seret keemasan. Seret keemasan (agak kecil). kendhit keemasan. - Songsong putri raja yang belum kawin. kendhit keemasan dan seluruhnya berwarna kuning. hijau. kuning. putih. 156 . kuning. - Songsong piut raja laki-laki dan perempuan.- Songsong putra raja yang masih kecil. atas seluruhnya kuning. kendhit kuning. putih. putih. Seret keemasan. di atasnya kuning sepenuhnya. Seret keemasan (agak kecil). - Songsong cicit raja laki-laki dan perempuan. Seret keemasan. lahir dari garwa ampeyan. kendhit keemasan. di atasnya seluruhnya putih. lahir dari garwa ampeyan. atas seluruhnya hijau. putih. Separoh bagian atas putih dan separoh bawah berwarna keemasan. Seret keemasan. kuning.

hijau. kuning. kendhit keemasan. Seret keemasan. putih. hijau. Songsong pepatih dalem. - Payung abdi dalem riya wanita. putih. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. atas sepenuhnya putih. - Payung abdi dalem Nyai lurah. kendhit keemasan. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. putih. - Payung abdi dalem wedana (bupati) wanita. - Payung abdi dalem bupati nayaka. hijau. Seret keemasan. atas sepenuhnya keemasan. Seret keemasan. atas sepenuhnya kuning. hijau. Seret keemasan. Seret keemasan. 157 . kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati anon-anon. hijau. kendhit keemasan. atas sepenuhnya hijau. atas seluruhnya berwarna keemasan. hijau. kendhit keemasan. hijau. Ayu Adipati Sedhahmirah. Seret keemasan. Seret keemasan atas sepenuhnya hijau. kendhit keemasan. hijau. hijau. - Payung abdi dalem bupati bekel. Seret keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem Nyai lurah berpangkat mantri. - Payung R. hijau. hijau. kuning. Seret keemasan. Seret keemasan. hijau. putih. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon wanita. - Payung abdi dalem lurah berpangkat panewu.- Songsong priyantun dalem Raden Kiranarukmi ke bawah.

kendhit keemasan. atas sepenuhnya hijau. biru. kendhit biru. biru. Seret keemasan. Seret keemasan. putih. hijau. - Payung abdi dalem kliwon Pangreh Praja. kendhit keemasan. kendhit keemasan. biru. Seret keemasan. putih. merah. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem panewu Distrik (Pangreh praja). atas warna hijau sepenuhnya. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati Imagiri. Seret keemasan. hijau. Seret keemasan. kendhit keemasan. merah. - Payung abdi dalem panewu damel. kendhit keemasan. hijau. 158 . Seret keemasan. - Payung abdi dalem panewu Jaksa. hijau. hijau. kendhit keemasan. putih. - Payung abdi dalem kliwon gawe. - Payung abdi dalem panewu Narawreksa. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati Pamajegan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon Pamajegan. putih. Seret keemasan. putih. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. biru. biru. kendhit keemasan. kendhit keemasan. Seret keemasan. putih. - Payung abdi dalem kliwon anon-anon. biru. Seret keemasan.- Payung abdi dalem bupati pangreh praja. putih. kendhit keemasan. biru. merah. kuning atal.

hitam. Busana Remaja. kendhit keemasan. Condronegoro (1995: 52) skema kategorisasi busana adat bangsawan Kraton Yogyakarta menurut tingkat umur adalah sebagai berikut: Busana Anak-anak. Busana pra remaja untuk putri raja ini disebut dengan busana pinjung. Seret keemasan. hitam. Busana Bangsawan Gaya Kraton Busana bangsawan gaya kraton sering digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. merah tua. hijau. Sabukwala nyamping cindhe untuk upacara garebeg dan tetesan. hijau. Seret keemasan. Terdiri dari : Pinjung padintenan untuk busana sehari-hari. Seret keemasan. tergantung jenis dan kelengkapan busananya. biru.- Payung abdi dalem panewu Pamajegan Bayalali. kendhit keemasan. kendhit keemasan. 159 . biru. hijau. biru. kendhit keemasan. Busana kencongan untuk anak laki-laki. kendhit keemasan. Menurut Mari S. hijau. F. - Payung abdi dalem panewu Pangrembe Dhusun. dipergunakan untuk upacara tetesan pada masa HB VIII. merah. Sabukwala nyamping batik untuk kegiatan sehari-hari dan upacara alit. Busana sabukwala untuk putri raja terdiri dari : Sabukwala nyamping praos (kain prada). kendhit keemasan. - Payung abdi dalem mantri damel dan anon-anon. Seret keemasan. Seret keemasan. - Payung abdi dalem Narawreksa sepuh. dipakai sehari-hari dan dalam upacara resmi. biru. - Payung abdi dalem mantri polisi kabupaten.

Semekan tritik dipakai untuk busana harian. rasukan sutra cekak peniti sungsun. Semekan praos dipergunakan calon pengantin pada malam midadareni masa pemerintahan HB VII. untuk upacara khusus yang diadakan bertepatan dengan tanggal 21 pada bulan Puasa dan busana cara Walandi. Semekanan rasukan kebaya bikakan untuk remaja putri. 160 . Busana cara putri terdiri dari : rasukan sutra cekak peniti setunggal. Semekan tritik tengahan sutra. dipergunakan pada upacara garebeg. Busana Dewasa untuk Putri.Pinjung tingalan dalem dipakai pada peringatan hari kelahiran raja. busana kaprajuritan. baik untuk upacara resmi maupun kegiatan sehari-hari. dipergunakan untuk tuguran (malam sebelum berlangsungnya upacara tertentu). Busana untuk upacara ageng bagi putri raja yang sudah menikah terdiri dari : rasukan panjang peniti renteng. rasukan panjang peniti sungsun. pranakan untuk kegiatan sehari-hari. rasukan panjang peniti setunggal. Plangi tengahan sutra. seperti upacara tetesan. Cemukiran tengahan sutra putih. dan rasukan sutra cekak peniti renteng. Pinjung tarapan dipergunakan saat menjalani upacara haid pertama. Pinjung garebeg dengan kain bermotif cindhe. busana Agustusan dan busana pesiar. Busana untuk upacara ageng bagi putra raja terdiri dari : kasatriyan ageng. malem selikuran. tarapan atau miyosan. Busana cara putri : Busana untuk menghadiri upacara alit baik di dalam kraton maupun di luar kraton. Semekan sutra bleg-blegan (sutra penuh). Semekan sindur untuk upacara midadareni. Ubed-ubed merupakan busana siang hari. Semekan dringin untuk calon pengantin saat akan menjalani upacara ijab. Semekanan.

sebagai berikut : dodotan (kuluk biru). sikepan lugas (tanpa benang emas) dan sikepan wedung untuk upacara ijab (mengenakan celana putih).Busana Kampuhan/Dodotan untuk upacara ageng. kanigaran (kuluk kanigara). sebagai berikut : kampuhan lukar rasukan (tanpa baju). Untuk putri raja. Kampuhan prawan untuk remaja putri. 161 . Kampuhan putra. dipergunakan apabila ada tamu Belanda. kampuhan ngapem dan kampuhan untuk upacara sedan/kematian dan kampuhan randa (janda). hampir sama dengan kampuh putri dewasa hanya ditambah perhiasan peniti renteng di sanggulnya dan perhiasan berupa raja keputren. kampuhan dengan rasukan panjang bludiran.

Nilai Warisan Luhur Nilai-nilai yang terkandung dalam keluarga Jawa dan masyarakat Jawa masih sesuai dengan perkembangan jaman. Kemudian dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar. tidak suka mencela orang lain. nilai luhur kita itu dimaksudkan dapat berfungsi sebagai penangkal.tutur katanya halus. Yang kedua ialah Dewi Manuhara atau Larasati . sikap dan perbuatannya menarik 162 . maka hasil penelitian ini kiranya dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan dan suksesnya pembangunan nasional. Serat Candrarini karya Mangkunegoro IV menceritakan tentang kesusilaan wanita yang mengambil contoh pewayangan yaitu : kehidupan keluarga Harjuna antara lain : Pantas menjadi tauladan wanita yang terhormat dalam keluarga. Meskipun demikian kita yakin bahwa diantara nilai-nilai luhur itu ada yang bersifat universal. yaitu wanita yang memiliki sifat-sifat seperti: Woro Sembodro sederhana. Jika sekiranya sebagian masalah yang timbul disebabkan oleh pelanggaran bahkan pengabaian terhadap nilai-nilai tradiaional yang luhur. kasih dan sayang kepada sesama. Itulah sebabnya tujuan penelitian ini ialah menemukan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung atau dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa.BAB IX ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. tenang. artinya masih dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan nasional.

Sri Mulyono dalam buku Wayang dan Karakter Manusia. di sisi yang lainwanita merupakan pendamai dunia. Yang artinya secara luas bahwa kebahagiaan si anak tergantung tingkah lakusang ibu.hati. besar kemungkinannya anak-anak asuhnyaakan mendapatkan 163 . hal 56 menyebutkan Wara Srikandi Prajurit wanita yang mampu mengalahkan Bisma (Bisma adalah Senopati Ngastina pada waktu perang Baratayuda). hati-hati. trampil dan rajin. Ketiga Wara Sirikandi manis dan simpatik. Namun dengan kelemahannya itu wanit mampu menggoncangkan dunia. waspada terhadap situasi dan kondisi. hormat dan setia terhadap suami. Wanita merupakan suatu rahasia besar dalam kehidupan umat manusia. Apabila dilihat sepintas kaum wanita seolah-olah umat manusia yang lemah. Ada pepatah yang menyatakan “Sorga anak itu ada di telapak kaki ibu”. jujur lahir batin apabila berbicara kepada orang lain bersikap sopan. bila dibandingkan dengan kaum laki-laki-laki. sang ibu sanggup menjaga diri dalam tingkah lakunya. dan tipe wanita yang tidak setia. Dalam sisi lain karakter wanita yang digambarkan dalam pewayangan ialah Dewi Genderi (Ibu dari Kurawa) haus akan kekuasaan dan mengabdi kepada kemewahan dan kenikmatan. serta menadi penyebab lahirnya manusai besar yang luhur (Sri Widayanti. sejak awal anak di dalam kandungan dan selama dalam kandungan serta sesudah lahir. hemat. Hal tersebut apabila tingkah laku ibu. menghancurkan kehidupan. mampu menghadapi segala persoalan keluarga. Banowati wanita cantik yang senang menggangu kehidupan orang lain. Banyak persoalan yang terkandung dalam isteri wanita yang belum terpecahkan. 1993: 33). cermat.

karsa serta mahluk Gusti Allah. Kita semua merasa berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tahap-tahap sebelumnya sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. sebab dalam kenyataan hidup membuktikan. bahwa wanita dinilai sebagai wanita yang baik susila atau luhur. lalu lintas dan masih banyak lagi lainnya. rasa. Wanita itu memiliki kesadaran yang tinggi atas sebab dalam kesadaran moral yang tinggi inilah manusia memhami dirinya sendiri yang sedalam-dalamnya. kenak alan anak. Dengan demikian itu adalah besar sekali pengaruhnya terhadap anak keturunnnya. Pada masa sekarang ini roda pembangunan sudah menginjak tahap keempat. baik sebagai makhluk berakal. sesuai dengan sifat kodratnya. berasa dan berkehendak atau cipta. Antara wanita dengan kesusilaan tidak bisa dipisahkan. Kita mengetahui bahwa berbagai usaha telah dil akukan untuk mengatasi masalah pengangguran. serta memahami diri sebagai mahluk Gusti Allah.kebahagiaan hidup. yaitu memahami diri sebagai kodratnya mahluk yang berakal. Jadi kesusilaan di sini adalah bagaimana seharusnya manusia harus mencerminkan suara hatinya yang baik dan benar. narkotika. kesemuanya ini untuk mewujudkan manusia berbudi pekerti yang luhur. berasa dan berkehendak. Meskipun demikian kita menyadari bahwa di samping keberhasil an itu masih ada berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian agar dapat diatasi dengan baik. Susila adalah cerminan suara hati manusia yang memahami diri sendiri sebagai mahluksusila atau bermoral. 164 .

Kita harus mengakui seperti pepatah meng atak an tiada asap tanpa api. bahwa apa yang dinyatakan di atas setidak-tidaknya merupakan 165 . metodeyang diberikan orang asing daripada hasil kita sendiri. teknologi dan kebudayaan sangat mempengaruhi keluarga. Dengan demikian nampaklah bahwa sebagian nilai luhur yang semula termasuk diagungkan sudah mulai mundur kebelakang. kecenderungan hidup sekularistik dan materialistik serta hilangnya idealisme perjuangan. Ada yang mengatakan sudah terjadi erosi kebudayaan. Sebagai contoh antara lain ialah kurang dihargainya nilai moral atau mental. buatan luar negeri daripada hasil produksi dalam negeri. Basis Intisari Keluarga Ilmu pengetahuan. Orang mengingin kan tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari. dalam suatu segi kadangkadang pengaruh dari luar terasa kuat sekali. Orang cenderung menyukai barang-barang. Orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dan melihat pertunjukkan dari luar daripada milik kita sendiri. yang bersifat terbuka. alat-alat rumah tangga. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejar tercapainya keinginan itu dan jika perlu menempuh cara yang tidak wajar. Anehnya lagi. ada sementara orang yang secara apriori lebih mempercayai kata-kata. hasil penemuan. Sebagai bangsa yang luwes. pendapat. Hal yang demikian lebih dipacu lagi dengan keadaan lingkungan yang cukup besar pengaruhnya. alat-alat transpor serta benda-bendalainnya.B. Di dalam masyarakat banyak kita dengar ucapan-ucapan yang sumbang seolah-olah tidak ada harapan untuk bangkit lagi dari kemunduran itu. merajalelanya kebobrokan moral dan mental.

kita jumpai istilah anak. misalnya keluarga raja-raja. nak ndulur.fakta yang perlu mendapat perhatian. Keluarga Jawa mengenal silsilah yang menggambarkan urut-urutan hubungan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. Istilahistilah tersebut menunjukkan adanya rantai hubungan yang merupakan garis keturunan. mindhoan menunjukkan hubungan kaluarga menyamping. Ipe adalah adik atau kakak suami atau isteri. gantung siwur. mindhoan. embah. embah buyut.orang tua atau bapak dan ibu. nak ndulur. adhi. Salasilah yang ada sekarang ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam masyarakat. Berbagai usaha untuk menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa telah banyak dilakukan. Di samping itu jika kita perhatikan hubungan-hubungan menyamping terdapatlah berbagai istilah kakang-adik. Pripean adalah hubungan antara saudara suami dengan saudara isteri. Kakang dan adhi adalah saudara sekandung. pripean. kadang. Secara runtut digambarkan bahwa seseorang merupakan keturunan dari beberapa generasi sebelumnya. Istilah ipe dan pripean menunjukkan hubungan saudara melalui perkawinan. wareng. udheg-udheg. canggah. misanan. ipe. Kita mengenal berbagai salasilah raja di Jawa misalnya : Keluarga raja Kalingga 166 . Istilah kakang. nak ndulur adalah saudara tunggal nenek misanan adalah saudara tunggal nenek buyut. dan mindhoan adalah saudara tunggal canggah. Salah satu penyebabnya terletak di dalam diri para pelaksana yaitu manusianya. misanan. Di dalam keluarga.

meskipun keputusan akhir masih di tangan ayah. misalnya Trah Notokusuman. artinya yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu bersama-sama. Hildred Geertz (1961: 31) memberi contoh betapa peranan isteri terutama dalam hal mengelola ekonomi. Bentuk hubungan dalam dinasti sebagaimana tersebut di atas tercermin pula dalam Trah. Keluarga Jawa menganut sistem kekuasaan dwitunggal. isteri juga mempunyai peranan yang penting. Dalam hal ini ikatan keluarga besar yang bernama Trah adalah dwitunggal ayah dan ibu. yang satu dengan generasi berikutnya. Itulah sebabnya ada juga yang berpendapat dan menyebut bersifat paternalistik. Dalam hal ini dikatakan bahwa suami dan isteri bersama-sama pada umumnya merupakan inti sebuah unit hidup yang berurusan bukan saja dengan prosesing dan distribusi barang-barang konsumsi tetapi juga dengan produksi barang-barang atau jasa bagi 167 .Keluarga raja Daha Keluarga raja Singasari Keluarga raja Majapahit Keluarga raja Demak Keluarga raja Mataram Keluarga raja Surakarta Keluarga raja Yogyakarta Ada pula silsilah yang dimulai dari Nabi Adam dan secara urut serta runtut dilukiskan hubungan generasi. Hubungan di dalam Trah memang ada yang runtut seperti salasilah di atas. tetapi pada umumnya tidaklah demikian. Di dallam keluarga.

Mereka dapat menyatakan pendapatnya dengan penuh tenggang rasa dan rasa kasih sayang. Jika pada waktu pagi seorang suami bekerja di ladang. Demikian pula jika keluarga mempunyai masalah tertentu biasanya juga dibicarakan bersama. Jika keluarga Jawa mempunyai rencana untuk mengadakan hajad misalnya khitanan. Akhirnya ayah sebagai penanggung jawab merundingkan lagi dengan isterinya. saling asuh dan saling asih. Dalam pembicaraan ini mereka saling asah. dan ada pula suami isteri bekerja terpisah. namun kekuasaan dalam keluarga pada hakekatnya ada di tangan ayah dan ibu. Dalam hal-hal yang tidak begitu penting biasanya pembicaraan cukup dilakukan oleh ayah dan ibu. biasanya mereka merundingkannya bersama. perkawinan. Kebersamaan dalam Keluarga Mengenai kerja sama antara suami isteri dalam bidang ekonomi ia menulis antara lain bahwa ada yang suaminya bekerja dan isterinya di rumah. isteripun biasanya ikut membantu. kemudian ia lalu mengambil keputusan. ada yang suami-isteri bekerja. Meskipun putusan akhir ada di tangan ayah.pendapatan untuk kelompok. 168 . Sang suami membajak atau mencangkul. C. darmawisata. Inilah demokrasi dalam keluarga. Di dalam keluarga Jawa suami isteri bekerja sama dalam mencari nafkah hidupnya sehari-hari. Keikutsertaan isteri di segala segi usaha ekonomi memberikan kepadanya kedudukan yang sama kuat dengan suaminya. Dalam hal ini pendapat anggota keluarga juga menjadi bahan pertimbangan. ada yang suaminya melakukan pekerjaan produktif sedang isterinya berusaha kecil-kecilan di rumah.

jagung. Mereka mengatur dan menyiapkan dagangan yang akan dijual sampai jauh malam. Ada pula diantara suami isteri yang pekerjaannya berbeda. Bagi keluarga pedagang. maka iapun membuatkan makanan dan mengantarkannya kepada suami yang sedang bekerja di ladang. Bagi isteri yang tidak bekerja semacam itu. padi. toh tetap sibuk dengan pekerjaan rutin di rumah yaitu membersihkan dan mengatur rumah.sang isteri membantu mengairi dan menyiangi tanamannya. menghitung hasil penjualannya. Bahkan sementara dari mereka ada yang secara rutin hidup bergumul dengan dagangannya sehingga ha ya pada malam hari saja tidur di rumah. Tidak sedikit seorang is:eri yang harus membeli dagangannya sendiri dan menjajakannya pula. lalu mencari dagangan lagi. di perusahaan. jam dua atau tiga siang tiba di rumah. menyiapkan makanan untuk keluarga. Pagi hari jam dua atau tiga malam mereka sudah berangkat ke pasar. mengawasi putra-putranya. Sebaliknya jika isteri menjadi pegawai atau pekerja. Pada sore hari dan malam hari mereka masih disibukkan membenahi hasil ladangnya. misalnya kacang.suami menjadi pegawai atau pekerja isterinya menjadi pedagang. misalnya suami menjadi petani isterinya pedagang. Isteri bekerja berjualan dengan maksud menambah penghasilan suaminya. Tampaklah dengan jelas 169 . sang suami lalu berdagang atau berjualan dengan tujuan yang sama seperti di atas. mereka juga disibukkan dengan menyiapkan dagangannya. di pabrik. Jika isteri bekerjadi rumah misalnya mencuci. Demikianlah halnya dengan isteri-isteri yang ikut aktif mencari nafkah di kantor. menunggu dan melayani pembeli. memasak.

Dalam menghadapi soal semacam itu misalnya hajad mengkhitankan anak. membelisawah dan ladang. Di dalam 170 . akan tetapi lebih merupakan variasi saja dalam sistem keluarga Jawa yang prinsipnya berstruktur kekuasaan ayah dan ibu atau dwitunggal. Dalam hal ini ayah dan ibu wajib menanyai puteranya lebih dahulu. Hal-hal yang dibicarakan antara lain meliputi waktu. membuka usaha baru selalu dibicarakan bersama oleh suami isteri. ayah atau kekuasaan ibu. beaya. tidaklah berarti ada sistem kekuasaar. Di bagian atas sudah dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga Jawa. Hubungan antara anggota keluarga sangat erat. meskipun akhir putusan ada di tangan orang tua. hajad mendirikan rumah. Keluarga sering dihadapkan pada berbagai masalah yang cukup penting. bahkan sedemikian rupa sehingga anak yang sudah kawinpun masih banyak yang bertempat tinggal bersama keluarga. apakah ia bersedia menrima pinangan seseorang atau bersedia dikawirikan dengan seseorang. Jika anaknya telah bersedia. ayah dan ibu ialu merundingkan mengenai pelaksanaannya. misalnya pada waktu mereka mempunyai hajad mengawinkan anaknya. dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan perkawinan. Semunya itu dirundingkan dan diputuskan bersama.bahwa suami dan isteri merupakan dua sejoli dalam rumah tangga. Jika dalam kenyataan ada di antara keluarga yang memberi ayah atau ibu kekuasaan yang lebih besar. Jika dalam hal ini putera mereka sudah ada yang dapat diajak berunding. Mereka bekerja sama dalam membina keluarga mereka. iapun diikut sertakan pula.

pikirira pribadi. setiap surat ini. hendaknya seperti air di bak. Dan lagi di dalam petuah saya. pramilane wong anom aja ugungan. jika engkau membaca. Caritane ala becik dipun weruh. Meskipun benar bila orang muda menjadi salah. ningali sastra. marang kang taruna. bila kecewa merubah kodrat Gusti Allah. sarta manut wuruke sadulur tuwa. sebaliknya merasalah bahwa sudah ditakdirkan Gusti Allah. Lawan maning ana ing pituturingsun. artinya penglihatannya terang dan jelas tak perlu ragu-ragu. Oleh karena itu wajib saling mengetahui kedudukan masing-masing. Ia ibarat air dalam jamban. den awening paningale aja samar. Yen dadi nom den weruh ing enomipun. meskipun ia tahu bahwa ia benar dan mungkin saudara tuanya yang salah.jika memakai. jangan selalu terpikat melihat tulisan. Ceriteranya baik-buruk harap tahu. Ia harus takut dalam arti patuh kepada saudaranya yang lebih tua. Dalam hubungan ini Paku Buwana IV antara lain menegaskan : ”Pan sadulur tuwa kang wajib pitutur.keluarga anak-anak merupakan kesatuan yang bulat. yang muda wajib takut. pikirannya sendiri. saunine layang iki. Terjemahan : “Adalah saudara tua yang wajib memberi nasehat kepada yang muda. Yang ditakdirkan menjadi muda jangan kecewa. balik rumangsaha. agar terasa dan yang baik pakailah". den karasa kang becik sira anggowa". yang bersih penglihatannya dan jangan khawatir. yen masgula ngowahi kodrat ing suksma. nuli rasakna. yen wus tinitah hyang Widhi. Bila menjadi muda hendaknya tahu bahwa muda. serta menuruti petunjuk atau ajaran saudara tua. kemudian rasakankanlah bunyinya surat ini. lamun sira maca iya sadhengah kinteki. Ia tidak boleh 171 . dene ingkang tuwa den kaya banyu ing beji. Kang tinitah dadi anom aja masgul. Saudara tua mempunyai kewajiban memberi petuah adikadiknya. yen ta anganggowa. kang anom wajibe wedi. aja pijer katungkul. oleh karena itu orang muda jangan senang dipuji. Sebagai kodrat saudara yang lebih muda wajib memperhatikan dan menuruti petunjuk serta nasehat saudaranya yang lebih tua. sedang yang tua. Nadyan bener yen wong anom dadi luput.

Uraian di atas tidak berarti bahwa masing-masing anak tidak mempunyai identitas. Saudara kakak beradik dalam keluarga merupakan kesatuan dan saling merasakan suka dan duka bersama. Mereka hidu. demikian pula jika salah seorang mendapat kesenangan berarti juga buat yang lain. sehingga hubungannya tidak sebagai-aku-engkau. Pende ritaan salah satu dari padanya merupakan penderitaan bersama. Mereka hidup bersama laksana endhog sapetarangan atau seperti telur dalam satu sangkar. akan tetapi seperti dirinya sendiri. akan tetapi dalam kemandiriannya itu ia sekaligus merupakan totalitas atau keseluruhan dengan yang lain.p secara harmonik artinya saling merasakan suka dan duka bersama. saling memikul bila berat dan saling menjinjing bila ringan bebannya. atau kepribadian sendiri. Kegagalan yang dialami oleh salah seorang anggotanya berarti juga kegagalan bagi anggota keluarga yang lain. Mereka masing-masing sebagai individu tetap mandiri. tidak dipisahkan. Demikian pula hubungan antara anak yang satu dengan anak yang lain. akan tetapi sebagai aku-aku.berlaku manja sekali sehingga sebagai anak muda menyadari kedudukannya sebagai orang muda. Mereka tidak memperlakukan akunya lebih penting dari anggotalainnya. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya juga sangat penting dan merupakan bagian dari seluruh hubungan yang serasi di dalam keluarga. sama dengan membuat tali untuk 172 . Dalam hal ini Ki Ageng Surya Mentaram antara lain mengatakan bahwa siapa mencari enak tanpa mengenakkan tetangga. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa para anggotanya tidak saling menganggap sebagai orang lain.

Selanjutnya dikatakan semboyan ‘enak hanyalah mengenakkan orang lain’ didasarkan atas anggapan bahwa orang lain bukanlah kamu. Jadi hilangnya rasa kamu karena mengerti kesalahan sendiri ketika hubungan dengan orang lain dan merasa tidak enak. mewajarkan tindakannya mengenakkan orang lain.menjerat lehernya sendiri. Hasrat minta maaf ini mengubah pandangannya terhadap suami/isteri dan inilah permulaan rasa rukun dan damai. Setelah orang merasa bahwa dengan cacadnya ia menyusahkan suami/isteri. 173 . Masing-masing mempunyai kebebasan dalam batas-batas yang wajar yaitu tidak melanggar kepentingan bersama. Ungkapan tersebut berarti tak ada keenakan kecuali mengenakkan orang lain. rasa demikian itu adalah lenyapnya rasamu. dan kemungkinannya melihat rasa enak atau tidak enak orang lain. Dalam hal ini dikatakan bahwa sementara penekanan struktural terhadap keluarga inti. Hubungan suami dan isteri tersebut di atas menunjukkan bahwa keduanya merupakan kesatuan. Di dalam hubungan antara suami dan isteri antara lain disebutkan bahwa perkawinan dengan dasar untung rugi menimbulkan rasa dijebloskan atau menjebloskan. Selanjutnya jika kita perhatikan anak-anak juga merupakan kesatuan. ada sebuah struktur yang melengkapi yakni strtiktur jaringan ikatan antara wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan yang disebut matrifokal yang masih nampak jelas dalam komposisi rumah tangga. Struktur pertama keluarga Jawa Family nukler. timbullah hasrat minta maaf pada suami/isterinya. Sikap jiwa yang menganggap orang lain bukan kamu. demikian pula orang tua.

duniawi dan ukrowi. struktur keluarga Jawa meliputi tempat yang tak terbatas dan berbagai generasi. maka keluarga Jawa dapat disebut sebagai keluarga yang berstruktur dwitunggal. kesenangan dan ciri masing-masing. Dilihat dari siapa yang memegang kedaulatan. Struktur Sarwa Tunggal Suami isteri sebagai orang tua anak serta anak-anak merupakan dua unsur yang merupakan kesatuan. Kebahagiaan berarti kesejahteraan dan ketenteraman lahir serta batin. Keluarga Jawa merupakan masyarakat yang terkecil terkecil atas ayah-ibu beserta anak-anaknya yang mempunyai hubungan erat dan merupakan satu kesatuan bulat dalam suatu sistem. keluarga Jawa bersistem dwitunggal artinya kedaulatan ada di tangan ayah dan ibu bersama-sama. tetapi justru mendorong untuk bersatu. kemampuan. dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Sebagai masyarakat terkecil. takut 174 . Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Keadaan yang demikian ini tercapai bila seluruh anggota keluarga tidak dihinggapi oleh rasa takut misalnya takut kekurangan makan. keluarga Jawa pada hakekatnya bersistem dwitunggal karena hubungan dalam keluarga menbikuti kedua garis yaitu ayah dan ibu.D. Keluarga Jawa adalah dwitunggal atau bahkan sarwa tunggal. Meskipun demikian perbedaan-perbedaan tersebut bukannya mendorong ke perpecahan. Selanjutnya karena keseluaruhan anggota merupakan kesatuan maka keluarga Jawa dapat disebut berstruktur sarwa tunggal. Dengan kata lain mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. Dilihat dari garis keturunannya. anggota keluarga Jawa mempunyai bakat. Dilihat dari ruang dan waktu.

uang. Agar cita-cita tersebut tercapai ayah dan ibu harus berusaha dan bekerja dengan tekun untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual. perumahan. dengan ujud pernyataan ana dina ana upa artinya ada hari ada nasi. oangguan keamanan. kedudukan. minum.tidak mempunyai tempat tinggal. Mereka juga wajib memperhatikan dan mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Mereka bekerja dan berusaha sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan itu agar tidak mengalami kekurangan dan penderitaan. Keyakinan ini diwujudkan berupa suatu optimisme yang besar. takut akan berbagai penderitaan lainnya. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. pakaian. 175 . Di samping itu juga terbebas dari berbagai gangguan misalnya gangguan penyakit. takut menghadapi hari tua.an dan fungsi mereka masing-masing. Semua anggota keluarga harus mengetahui bagaimana kedudul. Kebutuhan sehari-hari seperti makan. kekuasaan dan pangkat. Mereka percaya bahwa Tuhan yang Maha Murah dan Kasih akan memberikan rejeki kepada umat manusia. pakaian. minum. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hub ungan antara anggota-anggotanya. Tujuan langsung. Itulah kebaikan yang mereka dambakan. Keluarga sebagai masyarakat terkecil mempunyai tuju an yang langsung antara lain kebutuhan akan makan. sehingga mereka merasakan hidup yang' tenang dan tenteram. kesehatan diri. perumahan menjadi tugas utama keluarga untuk mencukupinya. Keluarga dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mengejar tujuan itu.

Bukankah jam tiga malam pedagang sudah berbondong-bondong ke pasar untuk berjualan dan jam lima pagi para petani sudah mulai mengerjakan sawahnya. Tujuan tidak langsung. non duniawi. Masih banyak yang mereka lakukan yaitu di samping memenuhi kebutuhan sebagaimana di sebutkan di atas juga berusaha antara lain memperoleh kekuasaan. Kebahagiaan sempurna bagi keluarga yaitu ketenangan. sama halnya dengan tujuan manusia. akan tetapi juga kebutuhan rohani. Pada hal jika kita perhatikan dengan seksama. Di dalam kenyataan hidup sebagian besar waktu digunakan justru untuk memenuhi tujuan hidup yang langsung ini. Itulah sebabnya tujuan langsung juga disebut tujuan jangka pendek. bersikap pasip tanpa semangat. di dalam pernyataan itu terkandung optimisme yang mendorong dan memberi semangat kepada mereka untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. ketenteraman 176 . Mereka percaya bahwa dengan kerja keras setiap orang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok yaitu makan. karena kebutuhan sehari-hari memberikan rangsangan yang cukup besar. Tujuan langsung tidak hanya terbatas mengenai kebutuhan jasmani dan duniawi saja. Meskipun demikian titik beratnya terletak pada pemenuhan yang bersifat jasmani atau yang material. Demikian pula mereka berusaha menjaga diri para anggotanya agar tetap sehat sehingga dapat melakukan tugas keluarga dengan baik.Pernyataan ini memang dapat diartikan negatif seolah-olah mereka pasrah kepada nasib dan takdir. Kebutuhan semacam itu selalu ada di sekitar kita dan menuntut agar segera kita penuhi. Setiap keluarga Jawa mempunyai cita-cita yang mulia yaitu ingin mencapai kebahagiaan yang sempurna.

yang tidak langsung.dan keselamatan bagi setiap anggotanya. Bagi keluarga yaitu ketenangan. Karena keluarga yang satu hidup bersama dengan keluarga lain maka mereka harus melaksanakan keadilan baik oleh dan untuk anggota-anggotanya. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya (Sunoto. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya. para anggotanya didorong dan diarahkan melalui berbagai cara agar menyadari bahwa yang harus mereka capai di samping tujuan yang langsung. keluarga. Tujuan tidak langsung atau jangka panjang ini sangat penting. Dalam hal ini adanya kehidupan yang serasi dan selaras serta seimbang dalam keluarga sangat diutamakan. Kebahagiaan sempurna. ketenteraman dan keselamatan bagi setiap anggotanya. 177 . E. Bagi orang Jawa. Menggapai Kebahagiaan Sejati Setiap keluarga mempunyai cita-cita yang mulia yaitu keinginan mencapai kebahagiaan yang sempurna. Itulah sebabnya di dalam keluarga. Di dalam keluarga harus berlaku keadilan. 1989: 33). anak-anaknya merupakan rakyat yang paling penting di dunia. orang tua. baik lahir maupun batin. Oleh karena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan yang ada. baik lahir maupun batin. meskipun kenyataannya lebih sukar dilaksanakan dari pada tujuan yang langsung. adalah tujuan yang jauh. maupun dalam hubungannya dengan keluarga lain.

178 . tegese sira nucekna. Dari sini tersirat bahwa selain sebagai anak. Oleh karena itulah merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Sebagaimana dipaparkan dalam Serat Wulang Putri : Maning sira angidhepa. wanita yang mempunyai kekhususan sebagai pelahir anak maka ia pun dituntut untuk memberikan pendidikan pada anaknya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebagai manusia. Masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap keberadaan anak karena sebagaimana dikatakan bahwa anak merupakan kunci kebahagiaan orang tua. Jika dalam tata pergaulan orang dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa. Banyak petuah yang ditujukan kepada anak bagaimana ia bersikap dan berbuat di dalam pegaulan keluarga.Dalam Serat Wulang Putri ini diajarkan bahwa Waniti dikatakan utama apabila ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan mempunyai keturunan sebagai penyambung cita-cita hidupnya. selaras dan seimbang. Bagi masyarakat Jawa pergaulan yang baik harus tetap bersandarkan atas sikap yang pada hakikatnya berlandaskan nilai-nilai religius dan moral. Hal ini sebagaimana terdapat dalam ungkapan Jawa anak iku dadi ganthelaning ati anak itu selalu ada dalam hati orang tuanya. Anak mempunyai kedudukan penting di dalam hati orang tua karena merupakan tali pengikat yang kokoh terhadap ayah ibunya. Istilah seperti sing ngerti suba sita lan duga watara menunjukkan betapa pentingnya nilainilai tersebut diperhatikan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. tentu akan terjalin suatu pergaulan yang serasi. mring rama ibunta nini.

angakna ing asih kalawan arah. waspada dan ingat sadar. yang merawat dan membesarkan. hilanglah napsumu. Kewajiban berbakti ini sebagai bukti timbal balik kita kepada kedua orang tua yeng telah menyebabkan kita hadir di dunia. adapun cara menjalankannya.iya sasiranireki. artinya sucikanlah. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak sebagai sarana berbakti kepada Gusti Allah. Kewajiban ini sebagai balas budi anak terhadap jerih payah orang tua. eneng eninga ing kalbu. berilah kasih dari segala arah. awas eling supaya. sirnaa nepsunta nini. kepada bapak dlan ibumu wahai putriku. dene dennya nglakoni. Adapun jalannya untuk berbakti seorang wanita dinasehatkan untuk mensucikan jiwa dengan cara eneng -ening-awas -eling dalam hati serta mengasihi mereka berdua dengan setulus-tulusnya. Sebagaimana dinyatakan bahwa ketika ibu mengandung merupakan beban berat yang berlipat atau wahnan 'ala wahnin (Qur'an 46: 16). eneng eninga di hati. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini juga dijelaskan dalam Wulang Reh (Paku Buwana IV) pupuh Maskumambang : 179 . jiwamu ini. Terjemahan : Ada lagi hendaknya engkau berbakti.

Terjemahan : Itu pantas bila kautauladani anakku. kang muruk watek kang becik. Orang yang tidak patuh pada nasehat orang tua. sembah lilima punika. miwah bapa-biyung. ing donya turnekeng akir. mulane wajib sinembah. Ana uga etang-etanganane kaki. juga bapak ibu. dununge sawiji-wiji. anemu duraka. Uripira pinter samubarang kardi. yang mengajarkan watak tang baik. kinarya jalaran. Ingkang dhingin rama ibu kaping kalih. Pramilane rama ibu denbekteni. lilima sinembah. yang demikian itu patuhilah anakku. 180 . ing batin saking Hyang widhi. iku kaki estokena. ya marang sedulur tuwa. lanang wadon kang kaping tri. anane badan puniki. saking ibu rama. wineruhan padhang hawa. tan wurung kasu rang-su rang.Iku pantes sira tirua ta kaki. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi. marang mertuwa.

dalam batin dari Yang Maha Kuasa. Keimplisitan ini sebagaimana dipaparkan bahwa salah satu keberuntungan bagi manusia apabila ia mempunyai anak. kedua terhadap mertua. mapan sugih anak. karena ibu dan ayah. Sebab hendaknya engkau berbakti pada ayah-ibu. kaping pat berawan maksude nini. Hidupmu menjadi tahu akan segala hal. laki-laki perempuan. Ada juga hitungannya anakku. karena itulah wajib disembah. lima yang disembah. yang ketiga kepada saudara tua. tahu akan dunia yang terang. di dunia sampai akhirat. Yang pertama ayah-ibu. kelima sembah itu adalah. karena. tidak luput hidupnya pun selalu dalam keresahan. Pernyataan ini secara tidak langsung menuntut kaum wanita untuk merawat dan mendidik anak yang telah dilahirkannya. Kewajiban ini tidaklah diungkapkan secara eksplisit dalam Serat Wulang Putri. yang keempat berawan maksudnya 181 . Ungkapan itu tampak dalam pupuh Maskumambang bait II. Selain ada kewajiban berbakti pada orang tua wanita juga berperan sebagai pendidik anak. hal itu masing-masing.akan menemui celaka. adanya diri ini.

Ungkapan ini menunjukkan bahwa wanita tanpa anak dianggap sebagai wanita yang sia-sia. mengasuh dan mendidik. Kebahagiaan orang tua ada pada diri anak ini dipaparkan pula dalam Serat Panitisastra. Pernyataan bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup adalah memiliki seorang anak menunjukkan bahwa fungsi reproduksi dari wanita benar-benar menjadi pusat penilaian masyarakat. Untuk menjadikan anak yang berbudi pekerti luhur ini diperlukanlah sosok yang mampu merawat. yakni seorang wanita yang dalam dirinya memiliki sifat-sifat luhur. 1996: 74).putriku. istri kosong apabila tidak mempunyai anak benar-benar kosong (Sadewa. maka sesuai dengan idaman ajaran kefilsafatan Jawa. Di sini masyarakat menunjuk kepada wanita sebagai ibu yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. tujuan keluarga pada hakekatnya diharapkan serasi dengan tujuan para anggotanya. Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam Serat Panitisastra bahwa sepining garwa tan darbe suta sepi satuhu. F. yaitu anak yang baik menjadikan kebagiaan. Pandangan Hidup Berkeluarga Dengan mempelajari hubungan-hubungan tersebut akan dapat diketahui ciriciri khusus filsafat hidup mereka. Wanita merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak. anak yang jahat mendatangkan susah orang tuanya. mempunyai anak. bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung. Oleh karena keluarga terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Berdasarkan 182 .

Meskipun sebagai unit. setidaktidaknya memberi sumbangan bagi pembicaraan filsafat masyarakat Jawa pada umumnya. Syarat untuk menjalankan tapa tersebut tidak boleh mengganggu berjalannya hidup sehari-hari. Di pilih jalan tengah antara keadaan puas dan keadaan lapar (De Jong. namun sebagai unsur masyarakatia juga terikat oleh tata cara dan tata krama masyarakat. dirinya terhalang dari Gusti Allah dan untuk menyingkap tabir itu harus melakukan latihan kerohanian dengan mengosongkan 183 . maka hasil penelitian ini akan memberikan andil dan masukan bagi kefilsafatan Indonesia tersebut. maka ia merupakan unsur masyarakat.uraian tersebut. Dengan demikian tata cara dan tata krama keluarga Jawa yang ada secara selektif dapat dikembangkan dan dipelihara menjadi unsur tata cara dan tata krama nasional. Oleh karena filsafat masyarakat Jawa merupakan sebagian dari filsafat Indonesia. Hakekat dan tujuan serta hubungan-hubungan yang berlaku dalam keluarga Jawa diharapkan juga serasi dengan yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya. Tapa brata puja mantra tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan utama yaitu agar seorang wanita dapat menguasai hawa nafsu dlan membersihkan jiwa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Gusti Allah.dalam penelitian ini akan dibuktikan bahwa ada kesamaan antara manusia yang menjadi idaman masyarakat Jawa dengan manusia anggota keluarga yang juga diidamkan oleh keluarga. keluarga itu mandiri. Membicarakan keluarga Jawa dari segi filsafat. Manusia yang memperturutkan hawa nafsu. Selanjutnya karena keluarga merupakan masyarakat terkecil. 1976: 24).

Dalam moring kawula Gusti itu lenyaplah segala perasaan yang tinggal sebagai ciri khas dari kesatuan tersebut ialah arah suprasosial terhadap sesama manusia. kumawula artinya merupakan cermin yang sejati. Papan adalah suasana sepi artinya bahwa di waktu sepi itulah waktu yang tepat untuk menghilangkan duka nestapa. Seorang wanita dalam menjalankan tapa brata tersebut harus mengetahui dan memahami empan papan. Pada waktu malam orang dapat menghayati bersatunya diri manusia dengan alam raya yang tenang dengan sangat mesranya. sehingga Gusti Allah dalam bayangan yang sungguh-sungguh tidak terhalang oleh kotoran sedikitpun. Empan itu apabila waktu malam tiba terbukanya semua kehendak. Konsep empan papan ini menggambarkan bahwa waktu malam merupakan waktu yang suci dan angker. sama seperti kotoran. sombong. ewan cekak dan rupak artinya dengki dan suka membenci.. manusia akan mencapai moring kawula Pusti 'bersatunya hamba dengan Gusti Allah. panas hati. Manusia yang merasakan benar-benar dirinya hamba-Nya. Segala pikiran dan perasaan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu (misal: pamrih) akan merintangi pemersatuan itu. iri hati dan suka mencampuri urusan orang lain.hati dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisi dengan sifat-sifat terpuji. Dengan demikian. Sifat-sifat tercela tersebut sebagaimana diungkapkan dalam Serat Wulang Putri disebut pancadriya dalam pupuh Sinom bait 1-2 adalah cengil sengitan. kumingsun. mudah tidak senang dan berpikiran sempit serta picik. Sumber kebagiaan di 184 . panasten kemeren lawan dahwen.

Mandiri artinya setiap anggota keluarga bebas dalam menentukan jalan hidupnya antara lain dalam hal memilih pekerjaan. Bagi masyarakat Jawa ungkapan narima merupakan ungkapan terima kasih atas segala pemberian yang diperoleh dari Gusti Allah yang Maha Pemurah. mencari nafkah. Sartono Kartodirdjo mengatakan bahwa narima refers to the state of being content or accepting something with fullness. Dengan prinsip hidup nrima ing pandum seseorang tidak mempunyai sifat serakah atau iri hati. 185 . Kepasrahan kepada Gusti Allah merupakan salah satu sikap hidup orang Jawa yang sering dikenal dengan ungkapan nrima ing pandum 'menerima apa yang telah diberikan' karena segala sesuatu sudah diatur. Di atas sudah dijelaskan bahwa keluarga terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anaknya. Kesatuan. menuntut ilmu. Anggota-anggota keluarga meskipun mandiri pada hakekatnya tidak terpisahkan satu sama lain. karena kumpulan anggota-anggota tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisah-pisahkan lagi.sini bukanlah hidup di dunia tetapi apabila seorang hamba merasa bersatu dengan Gusti Allahnya (De Jong. atau merupakan kumpulan dari anggota-anggotanya. 1976: 26). Bahkan orang-orang lain yang bukan anak dan bertempattinggal bersama serumah termasuk anggota keluarga. demikian pula keluarga Jawa. tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Meskipun demikian kebebasan mereka ini bukannya tanpa batas. Persatuan. Inilah wujud keluarga yang telah diperluas. malahan sebenarnya mereka terikat oleh berbagai ketentuan adat atau norma yang berlaku. namun keputusan akhir ada di tangan anggota-anggotanya. karena keluarga terdiri atas anggota-anggota atau individu-individu. Meskipun orang tua berhak memberikan nasehat dan saran.

sedangkan individualitas personality seseorang akan mewujudkan suatu dasar moril yang kuat. Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa masing-masing anggotanya harus mampu bersosialitas dengan anggotanya yang lain. tetapi juga orang tuanya. mempunyai hubungan baik material maupun spiritual. orang tua selalu siap membantu. Ini berarti bahwa jika salah satu anggota keluarga menderita berarti juga penderitaan bagi anggota lainnya. Orang memerlukan bimbingan dalam segala bidang. dagingnya juga turut kena. 186 . di samping harus mampu mengembangkan dirinya. Tega larane ora tega patine. jika mendapat kesulitan. Jiniwit katut artinya kalau orang dicubit kulitnya. Dalam hal ini dikatakan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak bermaksud untuk menghasilkan orang yang dapat berdiri sendiri melainkan menekankan orang yang sosial.Kumpulan anggota yang telah bersatu itu tidak dapat dipecah-pecah lagi. Pepatah ini menunjukkan bahwa betapapun bencinya orang tua kepada anaknya namun toh masih dalam batas-batas tertentu. Keluarga Jawa sebagai suatu sistem. Bahkan walaupun anak sudah berkeluarga sendiri. karena sudah merupakan satu kebersamaan. Nasib anak-anak dalam keluarga selama mereka belum mendapat penghasilan sendiri masih menjadi tanggung jawab orang tuanya. senasib sepenanggungan. Ada pepatah Jawa yaitu anak molah bapa kepradhah artinya jika anak berbuat sesuatu yang kurang baik yang terkena akibatnya tidak hanya dia sendiri. Keluarga merupakan suatu unit kesatuan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri. serta merasakan suka dan duka bersama.

Betapa pentingnya kesatuan dan kerukunan hidup keluarga antara lain dikemukakan dalam Serat Wulang Reh (Pakubuwono IV) sebagai berikut : Kamulane kaluwak nom-nomanipun. Oleh kerena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas mereka agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan mereka. jika sudah tua. muda kumpul tua kumpul yang baik. kumpula kaya ing nguni. Terjemahan : Permulaannya keluwak waktu masih muda. Dilukiskan bahwa keluarga harus bersatu dan harus berkumpul sebagaimana anak-anak waktu masih hidup bersama orang tuanya. pucung arane puniki. berkumpullah seperti dahulu. keluwak lalu bercerai berai. Berusahalah bagaimana baiknya. pan dadi satunggal. keluarganya. merupakan rakyat yang paling penting di dunia. namanya pucung. namun intinya ialah kesatuan dalam keluarga. aja nganti pisah. Den budiya kepriye ing becikipun. jangan sampai berpisah. Bait di atas menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga. anom kumpul tuwa kumpul kang prayoga. masih menjadi satu. Meskipun ajaran tersebut agaknya ditujukan kepada anak-anak. Sedemikian rupa dambaan persatuan dan kesatuan tersebut tampak pula dalam pernyataan mangan ora mangan waton kumpul. yen wis tuwa si kaluwak pisah-pisah. orang tuanya. Pernyataan ini dapat ditafsirkan secara nebatif yaitu hanya menekankan berkumpulnya atau 187 .Hildred Geertz (1961: 51) menulis bahwa bagi orang Jawa. anak-anaknya.

Jika kemudian anak-anak bahkan cucucucu mereka sudah bertebaran di berbagai tempat. Sewaktu anak-anak masih menjadi tanggungan orang tua dan belum dapat mandiri. Karenaitu pada hakekatnya tidak mungkin kekurangan makan. Jika sekarang pernyataan tersebut diterapkan sebagaimana apa adanya sudah barang tentu tidak kena. sedang kebutuhan makannya kurang mendapat perhatian. sedang jumlah manusia masih sedikit. Jika pada waktu dahulu berkumpul diartikan berkumpul serumah. 1989: 83). Pada waktu itu alam masih kaya dan luas. sebab pada waktu itu tidak mungkin berkumpul tanpa makan. Ajaran tersebut mendidik manusia narima ing pandum. berkumpul memang dalam arti serumah. Sebenarnya jika pernyataan itu dilihat dari kurun waktu beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu masih dapat diterima oleh akal. Istilah makan atau tidak makan asal kumpul dalam pernyataan di atas terang dimaksudkan betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan. Apakah anggota keluarga itu berkumpul atau tidalc sebenarnya tidak menjadi masalah. Dorongan untuk berkembang dengan cara yang kreatif tidak tersirat dalam pernyataan itu. tentunya harus diberi arti yang lebih luas (Sunoto. sebab kondisi keluarga memang berbeda. menerima nasib dan menggantungkan diri atas pemberian atau bagian yang diberikan oleh Gusti Allah. Salah-salah dapat terjadi berkumpul tidak makan sungguh-sungguh. Disamping itu pernyataan tersebut seolah-olah hanya berisi ajaran yang membentuk manusia berpikiran dan berkepribadian sempit. Karena itu dalam hal ini yang penting adalah arti berkumpulnya. bersatu nya anggota keluarga. karena makanan sudah cukup tersedia.kesatuannya.istilah berkumpul masih 188 . sebab mereka pasti dapat makan.

di bis atau dalam pertemuan. misalnya rapat. Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa struktur keluarga Jawa. pengurus. Jika seseorang berjumpa dengan orang lain dalam perjalanan. sering kali lalu berkenalan dan membicarakan berbagai masalah. Hubunganhubungan di dalamnya sudah agak longgar. akhirnya diketahui bahwa nenek buyut mereka sama. Hal-hal yang dibicarakan antara lain mengenai iceluarga masing-masing. Di sinilah kadangkadang mereka bertemu sebagai keluarga. harta. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa struktur keluarga Jawa merupakan suatu sistem yang menekankan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai dasarnya. 189 .mengandung makna yang cukup berarti. misalnya di kereta api. meskipun secara formal nampaknyatidak mengenal jenis hubungan dan ikatan seperti marga dan namun pada hakekatnya mengenal pula hubungan darah atau famili atau hubungan yang berdasarkan atas keturunan. dan peraturan yang me ngikat anggotanya. karena bagaimanapun juga mereka harus tetap bersatu-padu dalam keluarga besar.karena setelah diurut-urut antara mereka masih ada hubungan keluarga. Ikatan semacam inilah yang biasanya dinamakan trah. Kedua orang itu saling menceritakan asal-usul mereka. Di atas keluarga masih ada ikatan yang cukup jelas meskipun tidak mempunyai organisasi yang teratur yang mempunyai tempat.

tenteram. tenang dan tenteram serta selamat dalam mengarungi hidup baru yaitu berkeluarga. memenuhi harapan orang tuanya yaitu hidup serasi laksana mimi lan mintuna. Hal ini akan tercermin dalam hubungan antara suami dan isteri. 190 .BAB X NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. tenteram dan selamat. Laksana Mimi Lan Mintuna Harapan hidup berumah tangga adalah keserasian yang meliputi seluruh warganya. bahagia. tidak pernah cekcok. Mimi dan Mintuna adalah binatang yang tidak pernah berpisah satu sama lain. Suatu rumah tangga yang penuh berisi pertentangan antara suami dan isteri memberikan bukti bahwa hidup mereka di dalam keluarga tidak serasi. rukun. Karena itu dijadikan lambang agar keluarga dalam hal ini suami dan isteri mempunyai pandangan hidup dan perbuatan hidup yang sama agar keluarga mereka dapat hidup tenang. Harapan agar hidup sebagai mimi lan mintuna biasanya diucapkan di dalam berbagai kesempatan misalnya dalam upacara perkawinan. Sebaliknya hubungan suami isteri yang serasi. Nasehat yang diberikan oleh para pini sepuh kepada dua mempelai yang sedang bersanding biasanya agar keduanya hidup rukun.

Demikianlah jika dilanjutkan. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai sigaraning nyawa. Suami isteri diharapkan selalu hidup rukun dan tenteram. sehingga dapat menikmati kedamaian sampai hari tuanya. Ini 191 . Sebaliknya anak-cucu dan buyut mereka juga akan merasa bahagia hidupnya karena masih ditunggui oleh ayah-ibu atau nenek mereka. Pada hari tuanya mereka tinggal menikmati dan mengecap hasil jerih payahnya selama itu dan menyaksikan anak-cucu beserta buyutnya dengan penuh nikmat.B. Abot entheng disangga bareng. Sigaraning Nyawa Hidup sebagai mimi dan mintuna. Kedua insan ini adalah Dewa dan Dewi yang terkenal dalam ceritera wayang. hidup rukun tidak pernah bertengkar apalagi berpisah satu sama lain. kebahagiaan mereka berarti akan membawa keluarganya hidup bahagia. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pepatah dalam bahasa Indonesia. Kebahagiaan hidup dalam bentuk kerukunan dan kesatuan nasib antara suami dan isteri dapat kita lihat pada istilah garwa atau isteri. Hal ini merupakan bukti bahwa suami isteri yang demikian itu telah berhasil mengatasi segala macam tantangan dan rintangan hidup dengan sebaik-baiknya. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa jika suami isteri dapat mencapai kaken-kaken dan ninenninen berarti mereka telah dapat mengarungi perjalanan yang panjang dan penuh dengan liku-liku. yang memiliki dan men anggung konsekuensi dari padanya ialah mereka berdua. sebagaimana diuraikan di atas sering juga disertai contohnya yaitu kehidupan Kamajaya dan Ratih. Sigaraning nyawa berarti hidup itu untuk suami dan isteri. Nyawa menunjukkan terhadap sesuatu yang hidup. Artinya pecahan atau konkritnya separonya nyawa.

Di dalam serat wedhatama disebutkan : Bonggan kang tan merlokena. aji godhong jati aking. Anak cucu mereka menaruh hormat dan menganggap kakek dan nenek mereka sebagai pepundhen artinya yang sangat dihormati. Namun terpenuhinya. toh akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga. karena keduanya mempunyai peranan penting. lebih berharga daun jati kering. uang. mungguh ugering ngaurip. wirya artati winasis. Meskipun nampaknya semboyan atau pernyataan tersebut di atas hanya ditujukan untuk ayah dan ibu. manawa kongsi sepi. atau keduniaan dan kecakapan. jika sampai sepi. Keluhuran pribadi dapat terlihat antara lain pada 192 . pada umumnya kakek dan nenek masih hidup bersama dengan anak cucu mereka. temah papa papariman ngulandara. Serba terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu syarat hidup bahagia. Sebagaimana kita ketahui. habislah jejak manusia. saka wilangan ketelu. Karena itu menjadi kewajiban keluarga untuk memenuhi kebutuhan tersebut.berarti bahwa kebahagiaan hidup dalam keluarga dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya. jika ingin hidup bahagia. Trjemahan : Karena salah sendiri orang yang tidak memperhatikan. akhirnya sengsara sebagai pemintaminta yang berkelana. hidupnya dengan tiga perkara. Keluhuran merupakan kebutuhan batin yang mau tidak mau wajib dipenuhi pula. Dengan kata lain tujuan hidup keluarga dapat direalisasi. dari ketiga hal tersebut. keluhuran. mengenai hukumnya yang hidup. uripe lan tri prakara. telas tilasing janma. sehngga kebahagiaan mereka langsung dapat dirasakan bersama. kebutuhan tersebut masih harus dilengkapi dua hal lainnya yaitu kecakapan dan keluhuran.

ping pat nastiti 193 . Berikut ini kutipan ajaran tersebut. gemi (tidak boros). taberi tetanya (rajin bertanya). cukup. margane mrih cukup. katri gemi garapnya. sikap dan perbuatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar keluarga. Gemi Nastiti Kecakapan mencakup dua hal baik lahir maupun batin. rigen ping kalihipun. titi (tertib). rigen (teliti). Dalam hal ini Mangkunegara IV mengajarkan agar anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya berupa asthagina. Kecakapan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup keluarga. mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. berarti ikut menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. Astha berarti delapan. tahu nasib. dadi pamrih marang pakolih. bertambah pengetahuannya.hati nurani. ucapan dan perbuatannya. warnawarna sakaconggahira nuting jaman kelakone. Karena itu keluarga bahagia. Kedelapan kegunaan tersebut adalah : panggaotan (pekerjaan). Jika setiap anggota dapat melakukan kedelapan hal tersebut ia akan mencukupi kebutuhannya. Kecakapan lahir dapat berupa ketrampilan sedang kecakapan batin dapat berupa ilmu pengetahuan yang dimilikinya. nyegah kayun (mengendalikan kehendak) dan nemeni seja (niat yang sungguh-sungguh). memperhitungkan segala perbuatannya. C. Jika masing-masing anggota keluarga mempunyai kecakapan semacam itu. gina atau guna berarti kegunaan. dapat mengendalikan dirinya dan kaya. wruh ing petungan (tahu perhitungan). jika para anggotanya memiliki pribadi yang luhur yang tampak dalam watak. “Panggautan gelaring pambudi.

sebab manusia hanyalah. marma manungsa wajib padha awas lan eling. lan kajarah tur kasiyasiya. dan direbut dengan paksa serta dianiaya.. Betapapun kaya seseorang tetapi jika badannya tidak sehat. kawiryawan sugih bandha arta. keempat berhati-hati dalam mengetahui. putus ing reh kawignyane. ". itu menjadi jalan tahu kepastian. lima wruh ing petungan'. wong ngaurip ing donya iki jalu miwah wanita.. samckta karsanipun. akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. sarta lawan nugraha. Terjemahan : “Tetapi jika diakui sebagai larangan. marang raganire dhewe. yaitu perasaan kecewa. "Wataknya jauh dari kebutuhan sehari-hari. menambah pengetahuannya. tan boros maring arta” Terjemahan : 'Pekerjaan dan siasat atau uraian cara-cara usaha. ketujuh mencegah kehendak. sayekti tansah kacuwan angarasa rasanira nggenira sakit. yang kedua adalah cekatan hemat kerjamu yaitu menjadi pemrih untuk memperoleh. Watek adoh mring butuh sehari. saliring pancabaya. Berikut ini adalah pendapat Purbanegara (1918: 29): “Nanging yen den aku sirik. muga raga kasinungan seger kuwat bagas kuwarasan kalis.. iku margane wruh ing pasthi. ping pitu nyegah kayun. Menjaga diri pribadi agar tetap sehat wal afiat merupakan salah satu kewajiban setiap manusia. barang karsanipun. dhingin wajib nggayuh. Anut dhawuh wewarahing Gusti. pepinginan kang tanpa kardi. sang Sri Bathara Wisnu. raganira ing reh mobah lawan mosik.ngundhakkdn marang kawruhe. sesuai dengan jamannya. ingkang murba amisesa. keinginan yang tidak berarti. tidak boros terhadap uang. berbagai macam menurut kemampuan. kaping nenem taberitatarya.lima tahu perhitungan. nanging tansah anandhang sakit. mring hyang maha luhur. keenam rajin bertanya. harus awas 194 . tan bagaskuwarasan. Akarana sanadyan wus olih. was uwas temah maras ". jalannya agar cukup.wewarahe. ketiga hemat kerjanya. den agung sukurira. terhadap badannya sendiri. kangjeng Nabi duta nayakaningrat.. jumbuh lawan.pamriksa.

Hal ini buicannya secara kebetulan tetapi orang-orang tua dahulu 195 . kepada Gusti Allah Yang Maha Agung yang memperlakukan dan menguasai. Nabi utusan di. lebih dahulu harus mencapai. Sang Hyang Wisnu. Jika orang Barat mempunyai semboyan men sana corpore sano. Pernyataan ini sangat sederhana. Sebab meskipun sudah memperoleh. laki-laki dan perempuan. pasti selalu kecewa merasakan sakitnya. Jelaslah menurut ajaran tersebut betapa pentingnya kesehatan jasmani bagi manusia. Lain halnya jika dibandingkan dengan hewan. orang hidup di dunia ini. persis sama dengan potunjuknya. akan tetapi inti ajarannya masih tetap mempunyai makna yang baik. tiap kehendaitnya. segar kuat sehat. Jika dikatakan jangan kalah bangunnya dengan orang lain mungkin orang yang mendengarnya tidak begitu perduli dan tidak malu karena masih dibandingkan orang.jagad. keluarga Jawa juga sudah mengenal semboyan aja kalah karo tangine pitik. hendaknya besar sukurmu.dan ingat. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang sehat badannya mampu berkarya. semoga raga diberi. ahli dalam hal kecakapannya. Mengapa ayam yang dipilih sebagai hewan pembanding dan bukan binatang lain. Dengan kata lain andaikata kalah ia masih kalah dengan orang. manusia akan merasa malu. karena itu ia tidak terlalu menyandang beban. Sehubungan dengan hal ini keluarga Jawa mengenal berbagai petunjuk yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan. Menurut printah petunjuk Gusti. kemuliaan kaya harta benda. Metode ini boleh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi jamannya. tetapi jika kita perhatikan didalamnya terkandung ajaran atau nilai yang sangat berharga Pernyataan tersebut hanyalah metode untuk menyampaikan ajaran agar mudah diterima oleh orang-orang. ragu-ragu akhirnya takut". dan terhindar dari segala mara bahaya. badanmu daTam gerak-gerik serta mengenai anugerah.

telah memilih dengan teliti bahwa ayam adalah hewan yang tidak pernah bangun itesiangan, karena pada pagi-pagi buta hewan tersebut sudah bangun dan mencari makan. Inti pernyataan di atas adalah suatu petunjuk atau nasehat agar orang bangun pada pagi-pagi hari, jangan terlalu siang. Dengan bangun pagi ia dapat bekerja mencari nafkahnya misalnya pergi ke sawah atau berangkat ke pasar. Dengan demikian badan a.kan terjaga dari gangguan penyakit dan akan selalu sehat wal afiat. Perhatikanlah dengan orang-orang yang sekarang berjalan pagi hari untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Di samping agar dengan bangun pagi orang akan menjadi sehat badannya, maka dengan bangun pagi orang dapat melakukan tugas rohaninya dengan tepat, misalnya tidak terlambat sholat subuh. Dengan demikian pernyataan aja kalah karo tangine pitik mengandung petunjuk bahwa orang yang menaati ketentuan itu, dirinya, yaitu jasmani dan rokhaninya, akan sehat. Dalam hal menjaga kesehatan, keluarga Jawa juga telah mempunyai petunjuknya antara lain agar menjaga dan mengatur makannya. Ada ucapan nyegah dhahar lawan guling artinya janganlah makan dan tidur tanpa batas. Nasehat tersebut meliputi dua hal yaitu lahir dan batin, artinya barang siapa mau mengatur tidurnya akan sehat rokhaninya. Bandingkan dengan orang

melaksanakan diet. Dari sekelumit contoh tersebut kita dapat menarik inti ajaran yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

196

Adil artinya memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Berikan kepada diri kita sendiri dan orang lain apa yang menjadi haknya masingmasing. Karena adil adalah keserasian antara hak dan kewajiban, maka yang didambakan oleh keluarga Jawa ialah adanya kesadaran para anggotanya akan hak dan kewajibannya masing-masing. Sama halnya di dalam kelompok-kelompok masyarakat dan negara, dalam keluarga ada beberapa jenis keadilan yaitu distributif, legal dan komutatif. Ini berarti bahwa orang tua harus berlaku adil terhadap semua anaknya (keadilan distributif). Selanjutnya anak juga harus berlaku adil terhadap orang tuanya (keadilan legal). Kemudian anak harus berlaku adil terhadap sesama saudaranya (keadilan komutatif).

D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur Ada ucapan ngalah marang bocah artinya orang tua harus memahami benar kehendak dan kebutuhan anaknya, sehingga jika terpaksa rela mengalahkan kepentingan diri demi-anaknya. Mendhem jero mikul dhuwur adalah ungkapan yang berisi nasehat sebagai pelaksanaan keadilan legal. Demikian pula anak berlaku adil terhadap sesama saudaranya merupakan pelaksanaan keadilan komutatif. Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Selamat dalam

197

melakukan pekerjaan, selamat dalam perjalanan selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Keluarga Jawa mengenal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, pitonan, atau tedhak siten, sunat, perkawinan, kematian. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan, sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa, slametan masih tetap menarik. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir gadhing. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan, mungil, indah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik, suci, bersih lahir batinnya. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam-macam buah-buahan. Rujak juga mengandung arti harapan. Kecuali rujak, dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih, nasi merah dan bubur. Nasi putih melambangkan air dari ibu, nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Dalam hal nasi, ada tiga macam yaitu putih mulus, merah dan gabungan keduanya, putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Putih melukiskan pemuas ibu, merah air bagi ayah, dan

198

campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. Dalam hal rujak: bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas, cabai penyedap dan gula. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu, maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan, tetapi jika rujak rasanya hambar baginya, ia akan mempunyai anak lelaki. Meskipun tidak disebutkan secara terinci, terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan, Koentjaraningrat (1967: 48) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak, calon ibu memperoleh berbagai tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung, diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau mitoni. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara brokohan. Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya, dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buahbuahan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Gusti Allah dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Upacara sepasaran. Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih, untuk mengusir roh jahat. Di sudut rumah, ditaruh sajen, sebatang tanaman, daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di dekat ibu

199

pensil. jambu. Semua. Dalam upacara panggih digunakan pula kembar mayang sebagai salah satu alat upacara. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. kaca dan pisau. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang sirih. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. buah kelapa dan bermacam-macam buah-buahan antara lain : rambutan. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. Ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. Misalnya janur kuning. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang 200 . Upacara perkawinan. Upacara Tedhak Siten. beras. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. atau buah buahan yang terdapat di daerah tersebut. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis.ditaruh sebuah keris.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. pepaya. Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan.

melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah : Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. 201 . kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Dengan menyelenggarakan upacara ini. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Untuk menghindari bahaya tersebut. Rumeksa Rahayuning Garwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Anak pancuran kapit sendhang yaitu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. E.atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terhit atau terbenamnya matahari. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat.

hubungan antara orang tua dengan anak dan sebaliknya. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya.Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. namun isinya sangat serasi dan runtut erat hubungannya satu sama lain. keluarga Jawa mengadakan berbagai macam upacara selamatan. Hubungan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat Jawa erat sekali. Tugas suami terhadap isteri. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. Hal ini tampak dalam. Sifat pernyataan atau ucapan tersebut adalah imperatif. rumeksa mring rahayuning garwa. Dalam hal tugas suami. Diperintahkan agar suami cocok dengan 202 . saling melengkapi. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. sejahtera dan sehat lahir batin. hubungan antara anak dengan anak. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Tujuan pokok keluarga ialah mencapai kebahagiaan dan keselamatan keluarga. Meskipun dinyatakan dalam ucapan yang berbeda-beda.hubungan antara suami isteri dan sebaliknya. asih marang garwa trusing driya. Kalimat-kalimat tersebut di atas adalah pengejawantahan dari pandangan dan sikap hidup keluarga Jawa mengenai tugas-tugas suami. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. kaken-kaken dan ninen-ninen. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. terdapat beberapa pernyataan antara lain sing jodho marang bojo. momong mareng pawestri. Di samping itu juga hubungan antara keluarga yang satu dengan yang lain. Agar memperoleh keselamatan. Kebahagiaan hidup keluarga digambarkan sebagai mimi dan mintuna. dadya guru ugering wanodya.

Itulah kewajiban laki-laki setelah perkawinan. Ajaran semacam itu antara lain terdapat dalam tulisan Sumaatmaka Atmasalaga (1929: 32) sebagaimana disebutkan dalam bait berikut. serta mengasuh (berbuat sabar). menjadi contoh bagi isterinya agar mendapat karaharjan (keba- hagiaan). Pertama bagi laki-laki. seperti teduhnya daun-daun yang mengayomi batang sampai akar". Laki-laki harus mengasuh dengan cara berlaku 203 . Selanjutnya mengenai swarganing jejodhowan dikatakan sebagai berikut "Swarganing (kamulyaning) jejodhowan punika ugi warni kalih. mangertosa bilih rabinipun wau dados tetanggelipun ingkang dipun sanggemi. Pertama bagi laki-laki harus dapat melindungi (menjaga) memberi tuntunan (mengajar). mekaten awon saenipun rabi anut kawegiganing laki. seperti akar yang memanjang masuk ke dalam tanah. kados panguluring oyod rumeseping kisma. awit saking dipun gumateni. anuntuni (memulang). memberi petunjuk serta memelihara isterinya seperti halnya sebatang pohon yang daunnya menaungi seluruh batang sampai akar. Welasing priya dhateng rabi awit saking panalangsa". awit saking katuju ing prana. Terjemahan : Surga orang dalam berumah tangga ada dua macam. saha angemong (anyabari). kados ayubing ronron anggening angayomi dhatdng delegipun dumugi oyod ". Sepisan tumraping priya manawi dipun pituhu ing rabi sapangrehipun. Sepisan tumraping kakung kedah saged angayomi (rumeksa). awon saenipun siswa anut kabangkitanipun guru. “Dene sesanggamaning jejodhowan punika wonten warni kalih. Priya kedah angemong kanthi pamardi ingkang sareh. jika semua perintahnya dipercaya oleh isteri. Remening priya dhateng rabi. Inti petunjuk tersebut adalah keharusan suami untuk melindungi dan menjaga. sihing priya dhateng rabi. Terjemahan : “Adapun kewajiban orang yang telah kawin itu ada dua macam.isterinya.

Hal laku utama itu ditegaskan dalam bait berikut : "Ingkang priya kedah among amengku amemulang punika lampah utami. disebabkan oleh cocoknya hati. karena baikburuknya isteri tergantung pada kecakapan suaminya. “Yang laki-laki harus mengasuh dan mengajari itulah laku yang baik. Jika yang laki-laki ingin menang hanya karena ia laki-laki minta menang.tenang dan sabar. Jika seseorang suami pandai menjadikan isterinya sebagai isteri yang baik dan taat. Senangnya laki-laki kepada isteri.laku utama. Yen ingkang jaler angalap menang dumeh lanang nedha numpang punika tumindak kirang prayogi. disebabkan oleh keinsyafan diri ". itu perbuatan yang kurang baik. Ingkang jaler siya sawenang-wenang mboten nganggep manungsa dhateng estrinipun ateges nistha ". demikan pula buruk baiknya isteri mengikuti kecerdikan suami. Itulah sebabnya seorang suami wajib memberi pelajaran agar isterinya berbuat atau ber. buruk baiknya siswa mengikuti dorongan/acuan guru. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sikap hidup yang demikian membawa ketenteraman keluarga. cinta kasih laki-laki kepada isterinya. Suami jangan berbuat untuk menangnya sendiri apalagi berbuat n i s t h a yaitu sewenang-wenang terhadap isterinya. maka suami akan senang dan kasih kepada isterinya. Yang laki-laki berlaku 204 . disebabkan oleh perhatian yang sangat baik. Dalam bait ini ditegaskan bahwa seorang suami harus mengasuh dengan sabar dan sadar bahwa isterinya menjadi tanggung jawabnya. Belas kasihan laki-laki kepada isteri. tahulah bahwa isterinya tadi menjadi tanggung jawabnya yang telah ia sanggupi.

Nawungkridha tegesipun ingkang priksa dhateng kalipataning budi. mboteOn kenging supe. Mardibasa tegesipun ingkang saged memantes tembung tata kramaning praja. tepa. Yasadipura dalam hal ini menegaskan. Bait tersebut di atas sebenarnya berisi petunjuk bagaimana mencari guru yang baik (Sunoto. berarti perbuatan rendah ". awicarita. Ia wajib mempunyai kecakapan dan kearifan. Sambegana ingkang enget. “Paramasastra tegesipun limpad ing kasusastran warni-warni. nuli wahyune mencongol". nyanyian. mardawalagu. Awicarita tegesipun apil dhateng gancaring carita aluraning nagari. yen wong tumemen ing kalbu. nugraha sayekti prapti. contoh. Mardibasa artinya yang dapat membuat pantas kata tata krama negara. tang nganggo sinangga runggi. Guru yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu paramasastra. Mardawalagu tegesipun ingkang saged angulur lelagoning tembung tembang. maka seorang suami juga wajib mempunyai kecakapan itu dan menerapkannya kepada isterinya. Nawungkridha artinya tahu terhadap kesalahan budi. tidak boleh lupa. Sadaya punika sampun kalebet nugrahaning guru. mila kedah awas angupados guru. Mengenai tugas suami kepada isteri. nawungkridha lan sambegana. mandraguna.aniaya. 205 . Manaraguna tegesipun sugih kesagetan ingkang kaanggep ing ngakathah. Oleh karena suami adalah guru laki. Semuanya itu sudah termasuk anugerah guru karena itu harus awas dalam mencari guru. Awicarita artinya hafal mengenai arti ceritera. yaitu yang baik martabatnya ". Mardawalagu artinya yang dapat memperpanjang lagu kata. Terjemahan : “Paramasastra artinya pandai tentang bermacam-macam kesusasteraan. “Welas marang rabine terus ing kalbu. ingkang sae martabatipun ". Mandraguna artinya kaya kecakapan yang diakui oleh orang banyak. Sultan Agung menulis sebagai berikut. merdibasa. Sambegana artinya ingat. sewenang-wenang tidak menganggap manusia terhadap isterinya. 1989: 71). sejarah negara.

Orang yang berlaku demikian akan memperoleh anugerah. Bethari Durga. anugerah pasti datang. rendah hati dan memikat (Larasati). Suami wajib berlaku kasih-sayang lahir batin terhadap isterinya. Khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. Kesusilaan merupakan nilai tertinggi dalam martabat kehidupannya. Srikandi. tanpa memakai kecurigaan. sabar dan teguh (Sumbodro). perlambang kesetiaan istri pada suami. Seperti : Sumbodro. Trampil trengginas dan mumpuni (Srikandi). hal ini untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik aman tentera dan bahagia.Terjemahan : Kasih sayang kepada isterinya sampai batin. atau kita dapat meniru atau mencontoh perbuatan susila dari orang lain. Demikianlah dasar-dasar pengetahuan tentang berumah tangga yang seharusnya diketahui oleh sang pengantin. sebab manusia dinilai baik dan buruk tergantung tingkah laku kesusilaan. Tiga tokoh wayang tersebut sebenarnya memberi petunjuk bahwa seorang wanita yang baik harus memiliki watak seperti tersebut. Untuk mengetahui norma-norma kesusilaan kita dapat menerima petunjuk dari orang lain baik yang langsung mau pun yang tidak langsung. Durgandini. Larasati adalah lambang dari seorang istri (wanita) yang memiliki watak setia. Kencono Wungu lambang watak wanita yang kurang 206 . Dalam pewayangan ajaran moral kebanyakan berupa simbol-simbol. Dewi Anggraini. Dewi Sinta. kesusilaan adalah sesuatu yang sama sekali tidak boleh ditingalkan. Banowati. Jika orang sungguh-sungguh dalam hati. Norma kesusilaan bagi manusia dalam kehidupan masyarakat adalah memgang peranan penting. yang kita anggap baik dan menurut pedoman moral. kemudian kebahagiaan muncul". Terutama bagi kaum wanita. atau lambang yang dituangkan dalam cerita ataupun dalam tokoh-tokoh pewayangan.

Ini tidak berarti bahwa kita ingin sekedar bernostalgia. 207 . atau dengan kata lain kita hidup di dalam fantasi dan angan-angan belaka. 1993: 37). Kita akan lebih sadar bahwa pengaruh dari luar akan kuat jika kita lemah. Guna hasil yang diharapkan : Untuk memberi petunjuk kepada seorang wanita hendaknya memegang nilai kesusilaan dan fungsinya. bahwa kita mengajak hidup mundur beberapa puluh bahkan ratus ta hun yang lalu dan bahwa nilai-nilai tradisional yazig dapat ditemukan harus dilaksanakan tanpa mengingat situasi dan kondisi. diharapkan akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya nilai tradisional yang luhur itu. segala masalah telah teratasi. dan seolah-olah se-ala lukaluka telah terobati. Diharapkan agar kita menjadi sadar bahwa timbulnya berbagai masala. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dilakukan penelitian ini yang sangat penting artinya.baik (Damardjati Supadjar. Dengan menyajikan hakekat keluarga dan masyarakat dan apakahtujuan mereka serta bagaimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya. Diharapkan kita menjadi sadar bahwa pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan para anggotanya terhadap nilai luhur mereka sendiri.m keluarga dan masyarakat. Bagi ilmu pengetahuan: Untuk memahami dan mendalami ajaran yang terkandung dalam pewayangan. Ini juga tidak berarti. Agar dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang aman tenteram serta bahagia.h sebagian disebabkan oleh tidak dipatuhinya lagi norma yang bPrlaku dala.

Orang Jawa menyebut Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. melainkan mengandung maksud dan tujuan tertentu. F. Nilai religius yang terkandung dalam kesusasteraan Jawa abad XVIII dan XIX mencerminkan konsep-konsep yang bersifat akulturatif dari sejarah Islam. Berkaitan dengan analisis religius. Pasang Sumeh Jroning Ati Karya sastra Jawa sejak kemunculannya hingga sekarang terdapat nilai-nilai luhur yang disebut nilai religius yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan keagamaan atau kepercayaan. Buddha dan Jawa. Hindu. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk'.Kebanyakan orang mengakui bahwa dalam cerita wayang bukan hanya sekedar ceritat. 208 . Sehubungan dengan hal tersebut figur-figur wanita dalam pewayangan nampaknya memberikan petunjukterhadap kaum wanita tentang sikap kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari. ketaatan manusia terhadap firman Gusti Allah dan kepasrahan manusia terhadap kekuasaan Gusti Allah (Soedarsono. terdapat beberapa butir darma bakti dalam etika dan tata krama Jawa sebagai dasar penalaran yakni keimanan tauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Kecuali itu juga mempunyai tujuan memberikan contoh-contoh tentang keksusilaan. keteringatan manusia terhadap sifat Gusti Allah. terutama mempunyai arti dalam bidang agama. Tingkah laku kesusilan wanita dalam pewayangan atau cerita wayang digambarkan dalam berbagai sikap dan perbuatan oleh figur-figur wanita utama. 1985 : 196).

termasuk religiositas Jawa adalah kepercayaan terhadap adanya Gusti Allah. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah harus meresap dan meliputi 209 . Gusti Kang Maha Mulya. Dengan demikian. Keimantauhidan orang Jawa tampak pada penyebutan Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. keimantauhidan dapat diartikan kepercayaan terhadap kemahatunggalan Gusti Allah (Badudu. Gusti Kang Maha Mulya. Manusia harus beriman/tauhid kepada Gusti Allah Yang Maha Esa. Cipta. baik tentang alam semesta ciptaan Gusti Allah maupun Sang Maha Pencipta itu sendiri. dan Jawata. Unsur paling utama dalam setiap religiositas.Hyang Widhi. 1996: 31). Manusia juga harus percaya penuh dengan kebulatan tekad. bahwa Gusti Allah itu sungguh-sungguh Maha Esa. Gusti Allah itu tan kena kinayangapa (tak dapat dibayangkan keadaannya). Orang Jawa dapat meyakini bahwa adanya Gusti Allah karena bagi orang Jawa keyakinan itu tidak semata-mata diperoleh hanya melalui rasio atau penalaran tetapi juga melalui rasa. Secara etimologis. rasa dan karsa merupakan tiga anugerah Gusti Allah yang berfungsi untuk memahami seluruh kebenaran yang ada. Hyang Suksma. Allah dalam kata takdirollah. Maksudnya manusia harus percaya penuh bahwa Gusti Allah itu nyata Maha Ada. Allah dalam kata takdirollah. Hyang Widhi. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk. dan Jawata. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Hyang Suksma. Orang Jawa. iman mempunyai pengertian kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti Allah. sedangkan tauhid berarti keesaan.

Putri menyebutkan sifat Gusti Allah yaitu Kang Widagda. Waha Wignya 'Maha Tahu'. Keteringatan Manusia terhadap sifat Gusti Allah. ilmu pengetahuan atau kawaskithan kepada umat manusia. 210 . Dengan sifat-sifatnya yang demikian Gusti Allah memberikan karunia-Nya berupa kemurahan. perasaannya. kasih sayang. kearifan. perkataannya dan perbuatannya. Serat Wulang. Maha widagda 'Maha Pandai'. Maha Adil 'Maha Adil'. Pakartining pangrasanta kang mengkono iku nini ya bakal pinasthi sira pinituhu ing sasami lan maneh nini putri mugi bisoa sineba momong samaning janma supayanta sira nini kinasihan ing Gusti Kang Maha Mulya. Kang Wignya dan Maha Mulya sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi bait 2 dan Sinom bait 6. Maha Asih 'Maha Pengasih'. Marmeng ngger awya sireku pasang sumeh jroning ati katitik tyas tan sambada marang apngaling Hyang Widhi Kang Widagda tuhu Wignya anyolahken barang maring.pikirannya. keadilan. Maha Mulya 'Maha Mulia' dan sebagainya. Kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Gusti Allah kepada manusia sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang yang merupakan keberuntungan bagi yang dapat meraihnya. Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa Gusti Allah memiliki sifat utama seperti Maha Murah 'Maha Pemurah'.

Kaping pat berawan maksude nini mapan sugih anak mungguh laku pat prakawis sayekti uwus tetela. Dua wiryawan keluhuran budi artinya putriku yang ketiga hartawan kalian hendaknya mengerti maksudnya kekayaan. dikarunia pula manusia cobaan-cobaan yang harus dilalui sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan tersebut di atas cobaan tersebut dinamakan panca wisaya yaitu rogarda. Terjemahan : Sebesar-besarnya keberuntungan itu putriku. Keempat berawan maksudnya putriku mempunyai banyak anak apabila keempat hal sebagaimana disebutkan di atas. hanya empat hal gunawan yang pertama ilmu pengetahuan artinya. Dwi wiryawan kaluhuran lire nini kaping tri hartawan sira den samya mangerti tegese pan kasugihan. 211 . sararda. Sebagai sarana untuk mengingat Gusti Allah.Gung-agunge ing begja puniku nini mung kawan prakara gunawan ingkang sawiji kasantikan tegesira.

yeku rekasaning ati. Kelima perkara tersebut dapat dihindari oleh seorang wanita dengan melandaskan diri pada sikap-sikap yang positif. kedua sararda. Terjemahan : 'Wahai putraku hendaklah kau ketahui artinya panca wisaya tersebut pertama rogarda.wirangarda. Maksudnya sakitnya badan. keempat cuwarda yaitu kesengsaraan hati. antara lain : setyaning tyas lawan 212 . Kelima hal tersebut sebagaimana dalam pupuh Maskumambang bait 18-20. durgarda pringganing nala. Wirangarda tegese laraning ati kaping pat cuwarda. Dhuh putrengsun sarnya sumurupa nini tegese kang panca wisaya mengko winardi ingkang sepisan rogarda. yaitu kesengsaraan dalam diri. 'Wirangarda artinya sakitnya hati. Maksudira garaning badan sayekti kalih sang sararda yeku rekasaning dhiri katelu ingkang winarna. ketiga yaitu'. cuwarda dan durgarda. durgarda artinya kecewanya hati'.

bait 21 . tidak lain karena terlalu terpengaruh oleh kerangka pikirannya sendiri. Perhatian terhadap nilai-nilai kejawen juga tampil dalam lingkungan sarjana asing. hatihati. menebalkan hati agar sentosa dalam budi. ngati-ati. angandel kandel kalawan kang kumandel netel santosa ing budi artinya setia dalam hati dan rela. mring pancabayaning ati. Dengan diberinya kenikmatan maupun cobaan itu manusia khususnya para wanita diharapkan senantiasa ingat terhadap Gusti Allah sebagai tempat bergantung dan memohon segala kebajikan. utameng tyas kang pinesthi. Salah satu cara untuk mengingat Gusti Allah dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya sebagaimana terdapat dalam kutipan pupuh Kinanthi bait 14 di bawah ini : Di adining putri prabu. dengan berlapang hati hingga ke budi'. (Maskumambang. tinampan sukur lan lila. tenang-diam-waspada dan ingat. teteg. Terjemahan : 'Seutama-utaman yaputri raja. terhadap lima hal yang merintangi hati. teguh. Betapapun gigih serta uletnya studi yang mereka lakukan. teliti dan teratur. utama hatinya. lebih-lebih karena belum dapat 213 . betah ngangkah lawan lembah manah.legawa. ternyata tidak selalu menjalankan interpretasi secara tepat. teguh dan sabar. artinya utama sabar. titi lan tata. tegese utama sabar. legoweng tyas nrus ing ati.26). diterima dengan rasa syukur dan ikhlas. enengening-awas eling.

sangat diperlukan manusia sepanjang hidup dalam segala situasi. Rasa syukur tersebut pada 214 . hal mana mudah terjadi kalau orang terlalu terdorong oleh pikiran spekulatif saja. Sehubungan dengan itu.istilah itu tanpa mengidentifikasikan sumbernya yang otentik. maka perlu diadakan usaha penelitian dari pihak pengemban kultur Jawa itu sendiri dengan harapan agar dapat menghindari segala macam salah tafsir tersebut. 1985: 28). memperkuat kepribadian. Lagi pula tidak diusahakan melacak asal nilai-nilai atau istilah . Orang yang demikian akan terhindar dari rasa kegelisahan dan terpelihara dari gangguan jiwa (Usman Najati. Perlu ditonjolkan di:sini bahwa dalam masyarakat kita sering dilontarkan ucapan yang menyangkut soal nilai-nilai Jawa. G.menyelami jiwa kejawen ataupun dengan istilah metodologis belum dapat melihat segala sesuatu dari dalam. Di kala susah diperlukan sabar agar tetap teguh menerima cobaan dan tabah dalam menjalani kehidupan. tanpa didasarkan atas penelitian serta pembuktian empiris. Datan Sepi ing Pambudi Kesabaran seseorang biasanya diwujudkan dengan dimilikinya rasa syukur terhadap pemberian Gusti Allah. Sikap mental sabar. Ketika mendapatkan kesenangan diperlukan sabar agar tidak congkak. Dengan mempraktekkan sikap sabar dapat mendidik diri. meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kesulitan. secara-tepat atau tidak tepat dengan kecenderungan kuat menulis akan kerangka pikiran dan pandangan dewasa ini kepada nilai-nilai tradisional. Sabar merupakan suatu sikap mental yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang.

ing pancadriya puniku. marang kodrating Hyang Suksma. dipuntansah angabekti. nyirnakaken pakerti. tegese kang pangabekti. kudu musthi awas eling. yakni : Syukur dengan hati. yaitu berupa kepuasan batin atas anugerah yang telah diberikan oleh Gusti Allah. Syukur dengan lidah yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. Paku Buwana IX memberikan nasihat kepada putra-putrinya agar berbakti kepada Gusti Allah. Nasehat ini sebagaimana dalam kutipan pupuh Sinom : Dhuh ngger wanita utama. haruslah waspada dan ingat. Sikap ingat kepada Gusti Allah itu perlu selalu ditanamkan dalam hati sanubari dengan ingat pada kodrat Gusti Allah sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang. Kang kaping pat lakuning rahsa sarehning. 215 .hakikatnya hanya tertuju kepada Gusti Allah. Syukur dengan perbuatan yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya. rahsa itu mulia. rahseku wus mulya. dene ingkang winastan. Cara bersyukur terdiri dari tiga hal. terhadap kodrat Gusti Allah'. Terjemahan : 'Yang keempat jalannya rahsa adapun. marang Hyang kang Murbeng Titah.

panca driya iku nini. iya ing manungsa sagung luwih maning dera kardi solah bawaning narendra kang datan sepi pambudi ngganya angampil agama kasucian kang dumedi Tinindakaken lawan patut pinantes pantes tiniti tinimbang lan isinira negara Surakarta di tan kena kinukuhan angkuh ing tyas anglakoni (Kinanthi. Istilah bakti menunjukkan adanya sikap yang patuh yang dilandasi rasa cinta seorang hamba kepada Gusti Allah. Teriemahan : juga kepada sesama manusia terlebih-lebih dengan perbuatan 216 . nafsu seperti mudah tidak suka dengan orang lain. artinya berbakti. bait 3-4). Sarana dalam berbakti kepada Gusti Allah ini seseorang hendaknya menjalankan agama. kepada Gusti Allah Pencipta segala makhluk. hendaklah berbakti. menghilangkan tingkah laku. adapun yang dinamakan pancadriya itu putriku. Terjemahan : Wahai anakku wanita utama. yang disebut panca driya. beng sanapsu kayata cengil sengitan.

Dengan agama. 217 . ping kalih nyeyuda guling. dan memandu serta menentukan arah kehidupan. dhahar menawa sireki. juga angingirangi. limang prakara sayekti. iya nini tapa brata. tanarima apa ing sarananira. Iku sayektine gagar. Untuk mencapainya diperlukan sarana yakni tapa brata puja mantra sebagaimana dipaparkan dalam pupuh Sinom bait 8-112. dene kang dipun wastani. Tapa brata puja mantra. Ketaatan pada Gusti Allah ini hendaknya diwujudkan pula pada ketaatan kepada kedua orang tua dan pada guru. agama adalah pedoman kehidupan yang sangat vital dan sangat menentukan.segala tingkah laku raja yang tidak lepas dari ikhtiar dalam meminjam agama hanya kesucian yang ada Dijalankan dengan baik pantas dan diteliti dipertimbangkan isinya negara Surakarta yang indah tidak dapat dipertahankan sombong dalam menjalankan Bagi para pemeluknya yang berusaha taat. sanadyan anyuda nendra. tempat bergantung dan memiliki ketenteraman hidup (Haedar Nashir. 1999 : 14). Agama merupakan toitalitas kehidupan yang sakral. ing bukti sarananipun. mendalam. manusia menjadi memiliki rasa damai. narima nadyan nyegah.

nini kalakoniku. Den jak ngaluyub supaya. mrih ywa kongsi kabanjur kajating nala. upamane sira nini. cahyaning locananira. duka cipta srana saking. sumawa nadyan nini. samya dipun waspada. angawisana sanggami. angresepe ingkang sami. tan ngandika yen mengko karsa sandeya. kang kaping pat sira nini. tan widada iku dadi. anyuda ing sanggama. sadayeku kudu nganggo empan papan. catur kang tanpa kardi. Lalu mburu karaharjan. srana lila ing ati. kudu panggah santosa. sanadyana sira nini. bebasan tanpa kardi. wus mbaliyut ingkang panggah ciptanira. katranganing nyuda turu. tegese panggagas nini. nanging yen kurang marta. mangkene pakartinipun. tuhu. angampeta pangandika. Terjemahan : tapa brata puja mantra 218 . ning mbliyut kang kaping tiga. tan koyub dene pakarti.nanging yen linali lali. tanpa duga cipta. Ping lima sira ngilangna. yen karep dipunsabari.

anakku tahanlah dalam berbicara artinya pemikiran. yang ketiga kurangilah bersenggama sarana ikhlas dalam hati demikian perbuatannya mengurangi bersenggama bila menginginkan hendaklah sabar agar tidak terlanjur hajat hati kemudian memburu keselamatan yang keempat. anakku ada lima perkara yaitu mengurangi makan sarananya menerima walaupun mencegah makan apabila engkau menerima. anakku tidak berbicara jika merupakan kebohongan 219 . anakku perkataan yang tanpa tujuan anakku terlaksanya hal itu harus tetap santosa walaupun engkau.adapun yang dikatakan tapa brata. apa adanya itu sesungguhnya batal kedua mengurangi tidur walaupun mengurangi tidur namun bila berusaha melupakan diumpamakan tanpa perbuatan keterangannya mengurangi tidur hendaklah diperhatikan seandainya engkau. putriku sudah mengantuk teguhkan ciptamu diajak mengembara agar tidak terpengaruh oleh perbuatan mengantuk.

mengurangi segala aktivitas badan. Telah kita pilih dan batasi pengertian tentang keluarga yaitu masyarakat terkecil terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. Istilah batih menunjukkan bahwa keluarga Jawa terdiri atas anggotaanggota yang hubungannya antara yangsatu dengan yang lain erat sekali. Orang menjadi lebih sadar akan relativitas eksistensinya. Mung bae anggone ngurang-ngurangi saparlu. Aja wareg. mangkono sapiturute kang sarwa sedheng. lan aja nganti diprusa kang ndadekake karusakan raga. Istilah batih menunjukkan adanya ikatan lahir dan batin yang erat dan merupakan suatu kesatuan bulat. Oleh karena keluarga Jawa terdiri atas unsur ayah. nanging aja luwe. aja kongsi keladuk utawa mung umbara-umbaran bae. melainkan dengan penyederhanaan menyeluruh. sehingga sikap dan perasaan terhadap sesama manusia berubah. Dalam bahasa Jawa keluarga disebut pula batih. Tapa tidak hanya mengurangi nafsu-nafsu tertentu dengan tidak kenal ampun. aja kakehan melek. nanging dikulinakna cecegah saka sathithik manut kekuwatane. maka di 220 .kelima hendaknya kauhilangkan kesedihan sebagai sarana dari cahaya mata meresapi semua yang menghadap walaupun anakku tanpa perkiraan yang benar namun bila kurang sabar tidaklah akan selamat semua itu harus dengan empan papan Lewat tapa kekuatan badan diperlemah. nanging aja kakehan turu. ibu beserta anak-anaknya kadang-kadang bahkan diperluas dengan pembantunya.

Selanjutnya ada aturan yang berlaku bagi hubungan antara anak dengan anak agar terjalin kehidupan yang harmonis antar mereka. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. maka sejak kecil mereka harus diberi tahu dan diajar melakukannya dengan baik. namun berlaku demikian kuatnya sehingga 221 . Agar cita-cita tersebut tercapai di saiaping berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan material.dalam keluarga berlakulah berbagai hubungan yaitu : Hubungan antara suami dengan isteri dan sebaliknya. sebaliknya ada aturan yang wajib dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua mereka. semua pihak atau anggota harus mengetahui bagaimana kedudukan dan fungsi ma sing-masing. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Hubungan antara keluarga dengan pembantu (jika ada pembantu). ayah dan ibu selalu mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Supaya anak-anak mereka mempunyai watak sebagaimana yang diinginkan oleh keluarga. kita jumpai berbagai macam aturan atau ketentuan yang biasanya tidak tertulis mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seluruh anggotanya. Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya. Hubungan antara anak dengan anak.baiknya karena mereka adalah kepala keluarga dan wakilnya. Meskipun aturan-aturan tersebut biasanya tidak tertulis. Dalam hal ini ada aturan mengenai hubungan antara suami dan isteri yang sebaik . Demikian pula ada aturan yang wajib dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Itulah sebabnya di dalam keluarga. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hubungan antara anggota-anggotanya.

mengikat masing-masing anggota keluarga. sosial budaya maupun bidang-bidang lain. 222 . Aturan-aturan tersebut menyangkut berbagai hal baik ragawi maupun rohani. baik perorangan maupun keseluruhan. adat kebiasaan yang turun temurun. agama dan kepercayaan. baik bidang ekonomi. Hubunganhubungan tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan.

The Free Press. 1983. Masagung Niels Mulder. Jakarta.. P. Moedjanto. Liberty Badudu. The Free Press. Gadjah Mada University Press. Penentuan Titimangsa dalam Naskah. Yogyakarta. Ali Mudofir. 1988. Yogyakarta 223 . Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan. Wangsa Manggala. De Jong. Balai Pustaka Laksono. 1986. Mari S. Wayang dan Filsafat Nusantara. The Javanese Family. Lucas Sasongko Triyoga. Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram. Pustaka Raja. Dipodjoyo. Gadjah Mada University Press. Clifford Geertz. 1994. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. Hildred Geertz. Yogyakarta: Kanisius. 1996. Pustaka Nusatama. 1991. Gadjah Mada University Press. Bandung. Glencoe Kamajaya. Jakarta. Jakarta: Balai Pustaka. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Asdi S. 1961. Yogyakarta. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Yogyakarta: Kanisius. 1985. Kebudayaan Jawa. G. Tata Upacara Pengantin Adat Jawa. Pustaka Prima. 1973.DAFTAR PUSTAKA Adjied Swastedi dan Tessa Theofile Prihatini. Liberty. Koentjaraningrat. Glencoe Damardjati. Manusia Jawa dan Gunung Merapi Persepsi dan Sistem Kepercayaannya. Mulyono.M. Yogyakarta. 1976. Konsep Kekuasaan Jawa. 1985. 1990. The Religion of Java. 1969. 1993. Yogyakarta. Nawangsari. 2002. Condronegoro. Yogyakarta. Yogyakarta. Busana Adat Kraton Yogyakarta 1877-1937 Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. Yogyakarta. 1995. Sari Kesusastraan Indonesia.

Serat Pitutur Jati Mawi Sekar. Usman Najati. Suhardjo Hatmosuprobo. Jakarta: Media Sunoto. Suryo S. CV. Gama Press Soekmono. Yogyakarya. Balai Pustaka Siswoharsoyo. Pararaton. Upacara Tradisional Dan Ritual Jawa. Menuju Filsafat Indonesia. dalam Spektrum 3. 2001. Yogyakarta: Taman Siswa. Gondolayu Soebardi. A Sudewa. Serat Gunacara lan Agama. 1978. Sri Mulyono. Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. 1966. Sri Widayanti. Buana Raya. Uitgeverij en Boekhandel Stoomdrukerij De Bliksen. Jakarta. Wayang dan Karakter Manusia. Sularto. PT. Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Ajaran Masyarakat Jawa. Sartono Kartodirdjo. Soemaatmaka-Atmasalaga. Bandung. Solo. 1973. 1985. serat Yatna susila. 1973. Yogyakarta. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. 1988. 1987. 1989. Surakarta. Jakarta: Haji Masagung. Angkasa Soedarsono. 224 . 1929. 1982. Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Jakarta : Kanisius. Seni Pertunjukan. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. 1985. Budi Utomo. Hanindita. Serat Cabolek. Mistisisme Serat Dewaruci. Surakarta Rahmat Subagya. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Upacara Labuhan Kasultanan Yogyakarta. “Kepercayaan Kebatinan Kerohanian Kejiawan dan Agama”. Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa di Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. 1918. 1981. 1993. 1974. Selo Soemardjan. Negoro. Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Yogyakarta. Purbanegara. 1979. Yogyakarta Sunoto.Padmapuspita.

Kreasi Wacana. 2002. 225 .Wisnu Minsarwati. Menguak Bahasa Mitos dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Pegunungan. Yogyakarta. Mitos Merapi dan Kearifan Ekologi.

Gotong Royong di Kabupaten Nganjuk. M. Djoko Lodang. Kamus Jawa Indonesia untuk SLTP – SLTA. Gama. Kamus Jawa Indonesia Lengkap. Manunggaling Kawula Gusti Sejarah Tanah Jawa Jilid I – IV. Kursus Percakapan Bahasa Jawa. Ranggawarsita. Kedaulatan Rakyat. Teori Politik Jawa. Sejarah Susastra dan Budaya Jawa. Penghayatan Keagamaan Orang Jawa. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SLTP Kelas I – III. Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata. Tabloid Adil. Pendidikan Budi Pekerti. Majalah Gatra. Mojorembun. Wulangan Basa Jawa Kanggo SD Kelas I . Konsep Moral dalam Serat Werkudara Suci. UUD 1945 Bahasa Jawa. Kajian Anthropologi Budaya. Gelar Doktor diperoleh tahun 2001. Republika. Pakem Pedhalangan. Ng. Karya lainnya yaitu Biografi Ki Narto Sabdo. Pujangga Nusantara. Trans Tivi. Bukunya yang telah dipublikasikan di antaranya : Ceritera Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna. Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI. Wulangan Basa Jawa Kanggo SMP Kelas I – III. Babad Tanah Jawi. RRI dan Radio Komunitas. Suwarga Nunut Neraka Katut.VI.HUM lahir di Grogol. Nyata. Biografi Pujangga Kyai Yasadipura I. Sejarah Raja-raja Jawa. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Babad Joko 226 . Rejoso. PURWADI. Narasumber Koran Kompas. Kabare Jogja. Jogja Tivi. Kamasutra Jawa.BIOGRAFI PENULIS DR. RCTI. Sultan Agung. Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Kamus Jawa Indonesia Populer. Wulangan Basa Jawa Untuk Umum. Nganjuk. Sosiologi Mistik R. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional. Kawruh Beja Ki Ageng Suryo Mentaram. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I-VI. Sekar Putri Ambarwati. Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Ramalan Sakti Prabu Jayabaya. Kamus Jawa Kawi Indonesia. kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998. Bernas. Song of Java I-VIII. Teori Militer Jawa. Gamelan dan Tembang Jawa. Cara Memimpin Rakyat Desa. Kamus Jawa Indonesia untuk SD. Ajaran Moral dalam Serat Bimapaksa. UU Mahkamah Konstitusi Basa Jawa. Visi Negarawan Patih Gadjah Mada. Jawa Pos. Memutar Taman Sriwedari. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya. Antropologi Budaya Sultan Agung. Kamus Politik Lokal.

Makrifat Sejati Sunan Kalijaga. Biografi Sultan Hamengku Buwono IX. Kini bekerja sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Sistem Pemerintahan Indonesia Klasik. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih. Ilmu Sangkan Paraning Dumadi. Strategi Politik Ken Arok. Novel Ramayana. Ilmu Makrifat Sunan Bonang. Ilmu Kecantikan Putri Jawa. Kitab Makrifat Sejati. HP 0815 788 65170. Seratus Tokoh Masa Depan Indonesia. Jalan Cinta Syekh Siti Jenar. percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Ajaran Ilmu Sejati Wali Songo. Ki Ageng Mangir. Novel Mahabarata. disusul pula buku tentang Sejarah Presiden Soekarno. Gerakan Spiritual Siti Jenar. Membaca Batin Putri Jawa. Mistik dan Kematian Sultan Agung. Hidup. Pangeran Diponegoro. Aji dan Mantranya. Ilmu Kesaktian Prabu Jayabaya. Nenek Moyang Orang Jawa. Embok Yatinem Si Bakul Gendhong. Babad Tanah Leluhur. Dosen Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat. Dukun Jawa. Wahyu Keprabon Susila Bambang Yudhoyono. Semar. Bung Karno Sang Pembebas. Sejarah Prabu Brawijaya. Ilmu Kecantikan Ratu Kalinyamat. Babad Demak. Integrasi Islam dengan Budaya Lokal. 227 . Kamus Sastra Indonesia. Tasawuf Muslim Jawa. Kiat Bisnis Orang Jawa. Tata Bahasa Jawa. Biografi Jimly Asshiddiqie. Hidup dan Spiritual Sunan Kalijaga. Kisah Pendawa Lima. Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis Jawa Barat. Kakap Raya No. Selanjutnya. Kisah Cinta Ken Arok – Ken Dedes. Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil. Ilmu Kasampurnan Sunan Gunungjati. Asal Usul Manusia Jawa. Sejarah Ajisaka. Sufisme Sunan Kalijaga. Ratu Kencana Wungu. Pamedhar Sabda. Filsafat Jawa. Nyai Roro Kidul. Arjuna Lelananging Jagad. Selain itu juga mengelola Pustaka Raja. Sejarah Wali Songo. Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja). Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan.Tingkir. KIAT (Kamus Indah Alamat Teman). Tata Bahasa Jawa. Semar Jagad Mistik Jawa. Telp 0274-881020. Arjuna Mencuri Cinta. Jagad Mistik Jawa. Sesorah Budi Rahayu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->