PRANATA SOSIAL

JAWA

DR. PURWADI, M. HUM

ISBN 978-979-16061-1-0

YOGYAKARTA PENERBIT TANAH AIR

1

KATA PENGANTAR

Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah

memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian

tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.

2

Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Soetrisno R., M.Si. dan Ibu Dra. Doni Rekro Harijani, M.Si. yang telah memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. 2. Keluarga Bapak Ibu Rasyid Baswedan, Anis Baswedan, dan Samhari Baswedan atas dukungannya sejak saya kuliah di tingkat Sarjana, Master dan Doktor di Universitas Gadjah Mada. 3. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yang selalu memberi pencerahan hidup. 4. Bapak Ir. Purwo Jatmiko, dari PT. Krakatau Steel yang telah mengajari saya tentang kearifan lokal. 5. Bapak H. Agus Purnomo, S.I.P, Anggota DPR RI yang telah memberi contoh tentang moralitas berpolitik 6. Bapak Drs. H. Solichin, Ketua Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) yang selalu memberi inspirasi tentang arti penting kebudayaan. 7. Prof. Dr. Kazunori Toyoda, Rektor Tokyo Royal University di Jepang yang telah memberi sumbangan finansial secara terus-menerus sejak tahun 1990 sampai sekarang. 8. Prof. Dr. Husain Haikal, dari Jurusan Sejarah FISE UNY dan Rektor Universitas Pekalongan atas kritik dan sarannya. 9. Bapak Ridjan, ayahanda yang selalu mengajari lara lapa dan tapa brata. 10. Donga kaswargan kagem Embok Yatinem, ibunda yang telah surud ing kasedan jati pada hari Kamis Pahing, 1 Januari 2004/9 Sela 1424 di Grogol, Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Matur nuwun.

Yogyakarta, 10 Februari 2007

Dr. Purwadi, M.Hum

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. Munculnya Gerakan Kebatinan B. Orientasi Kehidupan Rohani C. Peranan Pemuka Adat D. Pengetahuan Astrologi Tradisional E. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib BAB II. PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Kalender Saka B. Pranata Mangsa C. Kalender Sultan Agungan D. Dasar Perhitungan Waktu 1. Petungan Jawi 2. Hari dan Pasaran 3. Rolas Titi Mangsa 4. Petungan Pawukon 5. Petungan Paringkelan 6. Petungan Tahun 7. Petungan Windu 8. Petungan Padewan Astawara BAB III. TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. Slametan Among Tuwuh B. Pasang Tarub Agung C. Tirakatan Malam Midodareni D. Janji Suci Ijab Qabul E. Prosesi Temu Pengantin F. Sungkeman Tanda Darma Bakti BAB IV. PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Ratu Laut Selatan B. Mistik Gunung Merapi C. Kyai Sapu Jagad D. Jin Kali Opak E. Dunia Pedanyangan

4

BAB V. Tradisi Garebeg Sekaten C. PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. Pemikiran Kefilsafatan B. KIDUNG PENOLAK BALAK A. Struktur Sarwa Tunggal E. Laksana Mimi Lan Mintuna 5 . Hubungan Antar Warga BAB VI. Demi Ketentraman Jiwa D. Kidung Sekar Marwati BAB VIII. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup B. Kidung Waringin Sungsang C. Basis Intisari Keluarga C. Tradisi Labuhan E. Nilai Warisan Luhur B. Kidung Bale Anyar D. Kebersamaan dalam Keluarga D. Pandangan Hidup Berkeluarga BAB X. Kidung Jati Mulya H. Menggapai Kebahagiaan Sejati F. NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. Mencapai Keselarasan Hidup Bersama E. Ngundhuh Sarang Burung F. Kidung Pamungkas Hayu E. Kidung Sekar Artati G. Penghormatan pada Dewi Sri D. ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Kidung Sifat Iman F. Pengaruh Mistik Gunung BAB VII. Kidung Rumeksa Ing Wengi B. PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL Kampuh atau Dodot Keris dan Wedhung Aneka Ragam Kuluk Ragam Ageman Pengantin Songsong Gilap Payung Agung Busana Bangsawan Gaya Kraton BAB IX. Selamat Lahir Batin F. Tradisi Kenduri C.

Rumeksa Rahayuning Garwa F. Pasang Sumeh Jroning Ati G. Mendhem Jero Mikul Dhuwur E.B. Gemi Nastiti D. Datan Sepi ing Pambudi DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI PENULIS 6 . Sigaraning Nyawa C.

Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran. setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis. nuting jaman kelakone. nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. memasuh malaning bumi. Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru.TEKS SAMPUL BELAKANG: Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi. Dalam hal ini. perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam. Seiring dengan perkembangan zaman. ISBN 978-979-16061-1-0 7 . Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang. bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi.

demikian pula keadaan yang tidak menentu selama dasawarsa pertama setelah kemerdekaan. Munculnya Gerakan Kebatinan Timbulnya ilmu kebatinan disebabkan karena sebagian besar orang Jawa mencari hakikat alam semesta. 1974: 83).. Bertambah cepatnya perubahan-perubahan sosial budaya yang telah terjadi selama jangka waktu masa peralihan. Orang Jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungannya dan hati nurninya. at least part of the Abangan cultural awakening has been brough about by the vehement pursuit of organized Islam to push its views and ways of life upon the syncretism mojority of the Javanese population. dan bahwa ”. merupakan suatu kesadaran akan kebudayan kejawen. Gerakan mistik dianggapnya 8 . (Selo Soemardjan. 1975: 3).BAB I SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA A. kemiskinan dan keresahan yang diderita oleh penduduk selama Perang Pasifik selama jaman Jepang.. yang sering dilakukan dengan cara-cara metafisik. menjadi sebab makin banyaknya timbul berbagai gerakan kebatinan di Jawa. intisari kehidupan dan hakekat Tuhan.” (Niels Mulder. khususnya yang ada di Yogyakarta.. dan selama jaman revolusi.. Gerakan-gerakan kebatinan. munculnya gerakan-gerakan yang jumlahnya demikian besar. penderitan luar biasa.

Sartono Kartodirdjo telah membuat suatu ihktisar singkat tetapi sangat baik dan komprehensif mengenai gerakan-gerakan Ratu Adil di daerah pedesaan Jawa. Buku itu juga memuat ikhtisar dari studi-studi terdahulu mengenai gejala itu. Banyak dari gerakan mesianik timbul dalam suatu suasana sosial budaya. Gerakan-gerakan yang berpokok pada praktek-praktek ilmu gaib dan ilmu dukun (Subagya. kecuali jenis gerakan kebatinan yang berpokok pada teosofi akan kita bicarakan dalam alineaalinea berikut ini. yaitu gerakan-gerakan Ratu Adil. Berbeda dengan banyak gerakan kebatinan lain. Di dalam bukunya Protest Movements in Rural Java (1973: 64-65). Paling sedikit empat macam gerakan kebatinan di Jawa. Yang berpokok pada teosofi 3). serta tekanan-tekanan administratif yang dikenakan 9 . menurut analisa Sartono memiliki sifat-sifat yang serupa.merupakan tema pokok dalam kebanyakan gerakan kebatinan di Jawa. Kebanyakan dari ke-15 gerakan mesianik di Jawa yang terjadi dalam tiga abad terakhir. di mana penduduk pedesaan tidak puas dengan eksploitasi ekonomi yang dilakukan terhadap mereka. gerakan mesianik di Jawa mempunyai tujuan praktis dan duniawi. 1973:39-45). Gerakan mesianik muncul tidak untuk melarikan diri dari kenyataan hidup akan tetapi sifatnya yang sinkretis menyebabkan bahwa sukar untuk membedakan dengan jelas antara gerakan seperti itu dengan gerakangerakan keagamaan lainnya. Semua itu. Saya sendiri masih dapat menambahkan satu macam gerakan kebatinan lain. dan 4). Gerakan-gerakan moralistik dan etik yang berpokok pada pemurnian jiwa. Hal itu tentu saja tidak benar. dan tidak didasari gagasan-gagasan mengenai kehidupan akhirat. yaitu : 1). Yang berpokok pada mistik 2).

dan juga oleh para pegawai pemerintah setempat yang mendapat tekanan dari pemerintah kolonial. Mereka yakin bahwa akan terjadi suatu bencana yang didahului oleh kelaparan. atau harapan yang tetap dikobarkan dengan ritus-ritus dalam gerakan-gerakan mesianik Jawa itu adalah kebangkitan kembali dari kebudayaan tradisional nenek moyang dan didirikannya kembali suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu Adil. Dalam kebanyakan kasus gerakan mesianik. Sifat dari hampir semua gerakan mesianik Jawa pada umumnya adalah untuk berusaha kembali ke kebudayaan dan tradisi nenek moyang. banyak dari gerakan cargo ini meledak menjadi gerakan-garakan yang menentang pemerintah. panen gagal. Sifat gerakan mesianik Jawa ini mirip dengan gerakan cargo yang terjadi di Irian Jaya. Karena tradisi seperti itu sering dianggap telah dilanggar oleh orang-orang yang berpikiran menurut jaman masa kini. Papua Nuigini dan Melanesia. 10 . bencana alam. dan jaman edan. dan di mana rusaknya tradisi sebagai akibat dari perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat itu telah menyebabkan tidak puasnya mereka. seorang pemimpin karismatik yang telah memiliki kekuatan gaib untuk dapat menyembuhkan dan yang dianggap telah menerima panggilan untuk melakukan gerakan mesianik. yang anti kolonialisme. dan mengagung-agungkan kebudayaan dan tradisi nenek moyang itu. Seperti apa yang kita ketahui. epidemi. maka keinginan utama.pada mereka oleh pemerintah kolonial setempat. selama hampir satu setengah abad yang lalu. mampu menghimpun suatu jumlah penganut yang lumayan banyaknya. yang terpengaruh oleh pendidikan Belanda dan kebudayaan masing.

Gerakan-gerakan puritan yang berpedoman kepada kembalinya suatu masyarakat keagamaan yang bersifat murni. Gerakan-gerakan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan ilmu gaib dn ilmu dukun. Gerakan-gerakan yang berpedoman pada keyakinan mesianik. berasal dari istilah itu. Para ahli mistik Islam disebut sufi. khususnya Jawa. Orientasi Kehidupan Rohani Ada gerakan-gerakan yang berorientasi kepada kerohanian. dan istilah sufisme yang menjadi terkenal dalam karangan-karangan mengenai studi Islam. Di Jawa gerakan-gerakan itu juga mulai melakukan kekerasan ketika para pemimpinnya berperan sebagai Ratu Adil dan memerintahkan perang jihad untuk menggulingkan pemerintah kolonial atau pemerintah daerah setempat. biasanya menjadi anggota gerakan-gerakan mistik yang disebut tarekat. dan telah menjadi pranata keramat yang resmi. di bawah pimpinan seorang guru (mursyid) yang disegani. 3). yang beranggotakan orang-orang santri. B. dan keyakinan serta perilaku agama serta tradisi Islam.dan anti orang asing. Orang-orang yang menganut aliran itu di Indonesia. Dalam agama Islam mistik juga diakui. Gerakan yang titik beratnya pada mistik. yang oleh penduduk di sekitarnya biasanya disebut kyai. Gerakan-gerakan seperti itu biasanya berpusat pada suatu pesantren tertentu. 2). 11 . 4). dan hampir serupa dengan gerakan-gerakan kerohanian Kejawen gerakan-gerakan kerohanian santri ini dapat juga diklasifikasikan ke dalam: 1). dengan sebutan thasawuf.

1978: 76). tarekat Wahidiyyah. Para pemimpin tarekat yang terkenal biasanya mempunyai riwayat hidup yang panjang mereka biasanya mulai belajar ilmu mistik pada guru-guru terkenal juga di berbagai pesantren atau tarekat. Aliran yang lain lebih banyak terdapat di Jawa Timur. Suatu pesantren tarekat menganut aliran mistik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta orientasi pemimpinnya. Dengan ijazah itu ia dapat mendirikan pesantren atau tarekat baru. Dengan demikian kita mengenal tarekat Qodariyyah. 12 . dan kemudian mengajar di berbagai pesantren dan sekolah tarekat. dan Pesisir Barat di Cirebon (Soebardi. orang biasanya sudah menjalani latihan dalam sebuah pesantren atau dalam tarekat lain. tetapi tarekat Shiddiqiyyah dan Wahidiyyah masih relatif muda. tarekat Sazaliyyah dan lain-lain. dan telah mendapat suatu ijazah atau sertifikat. melainkan hanya merupakan pemimpin yang memilki kharisma. Di Pulau Jawa ada beberapa aliran mistik yang terpusat di beberapa daerah tertentu. Baru setelah mereka merasa cukup pengalaman. mereka mulai mendirikan tarekat sendiri.Untuk menjadi seorang guru mistik. Namun biasannya ia hanya meneruskan pesantren atau tarekat yang diwarisi dari ayahnya. tarekat Naqshabandiyyah. Tarekat Syaththariyyah juga sudah tua umurnya. tarekat Syaththariyyah. tarekat Siddiqiyyah. Walaupun banyak yang benar-benar telah menjalani latihan untuk menjadi guru dan ahli mistik. banyak juga yang sebenarnya bukan guru yang sesungguhnya. dan umumnya terdapat di sepanjang aliran sungai Brantas. yaitu di kota Kediri dan Pare. Kedua tarekat tersebut pertama adalah aliran-aliranya sudah masuk ke Indonesia sejak awal abad ke-17 dan terutama berkembang di daerah Banten. Priangan.

taat sepenuhnya kepada guru. dan telah menerima kekuasaan dari pemimpin mereka untuk mendirikan cabang-cabang di daerah-daerah tersebut. dan ilmu tasawuf (ilmu mistik) seperti dalam sekolah-sekolah pesantren biasa. Mereka juga tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa. ilmu kalam (teologi). dengan suatu pimpinan pusat. dan diharuskan membaca zikir. Hanya karisma pemimpin mereka yang tertinggi itulah yang merupakan pemersatu antara cabang-cabang dengan tarekat pusat. Zikir 13 . yaitu ilmu fiqh (hukum Islam). yang dibangun di halaman pesantren. karena biasanya pesantren tarekat tidak terorganisassi secara administratif. dan para pengikut suatu pesantren tarekat dibuat intensif dengan mengadakan ritus-ritus sekeliling makam tokoh–tokoh pemimpin legendaris dari tarekat itu. para penganut. maka cabang-cabang yang dipimpin seorang badhal biasanya boleh dikata mempunyai sifat otonom. tetapi mereka didik untuk menjalankan kewajiban agama dengan lebih ketat.Seorang pemimpin tarekat yang terkenal mempunyai wakil-wakilnya yang taat kepadanya. yang bahkan tidak dapat kita kategorikan sebagai santri. tetapi juga oleh penduduk desadesa sekelilingnya. Seringkali rasa solidaritas para siswa. Para siswa pesantren tarekat mendapat pelajaran dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. Namun. Pemimpin tarekat pusat mengumpulkan para wakilnya untuk berkumpul pada waktu-waktu tertentu untuk bersama-sama menjalani berbagai ritus tarekat yang utama. dan siap melayaninya setiap waktu. penganut dan pengikut pesantren tarekat itu dipuja-puja sebgai sesuatu pepundhen . Sebagai wakil (badhal) mereka seringkali mendapat kekuasaan untuk mengambil sumpah dari para calon siswa tarekat cabang tersebut. Makam ini oleh para siswa.

dan jenis zikir yang dilakukan. dan lebih banyak menjalankan puasa dari pada orang Islam lainnya. melakukan sholat. Ahli filologi Soebardi. menjauhi kebendaan. Banyak juga di antara mereka yang datang ke pesantren tarekat karena ingin mendapatkan ketenangan batin. yang telah lama meneliti beberapa gerakan tarekat dan sekolah tarekat di Jawa Barat dan daerah Cirebon di Jawa Tengah. atau mengunjungi makam pendiri tarekat yang bersangkutan. dilakukan sesuai dengan aliran mistik tarekat yang bersangkutan. yang bergabung karena merasakan tekanan ekonomi yang terlalu berat. Mereka sering datang ke masjid untuk mendengarkan khotbah-khotbahnya. yaitu zikir jahar. melaporkan bahwa banyak pesantren 14 . yang tak turut menjalankan latihan-latihan zikir. tarekat juga mempunyai siswa serta penganut yang sudah lebih tua usianya. Para siswa serta para anggota dari suatu pesantren tarekat tidak selamanya harus tinggal di komplek pesantren. Kecuali itu mereka juga harus turut latihan zikir dengan ketat. atau suatu kombinasi dari keduanya. Menurut para ahli yang telah mengamati berbagai pesantren tarekat berbeda dengan pesantren biasa. atau zikir kapi. tetapi mereka diwajibkan untuk menjalankan kehidupan yang ketat dan berdisplin seperti para sufi yang memilih tinggal di pesantren. dan bukan untuk mempelajari hukum atau teologi.merupakan kegiatan keagamaan yang terpenting dalam suatu tarekat. tetapi mungkin juga karena mereka merasa tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat yang mereka anggap telah bobrok itu. Sewaktu melakukannya mereka harus mengunakan jubah sufi berwarna putih. Seorang guru tarekat yang termasyhur kadang-kadang juga mempunyai banyak pengikut orang biasa.

Hubungan antara pemimpin dari suatu gerakan Islam santri dengan para pengikutnya itu dalam banyak hal mirip dengan hubungan antara pemimpin suatu pesantren tarekat dengan para pengikutnya.tarekat itu bersifat tertutup dan menyendiri. Para anggotanya umumnya sangat mencurigai orang luar. menghendaki kembalinya agama Islam kepada pelajarannya yang asli. Tetapi para pengamat pesantren tarekat juga melaporkan bahwa banyak pesantren tarekat lain yang bersifat lebih terbuka terhadap pegaruh-pengaruh jaman baru (Soebardi. Bedanya. dalam gerakan Islam santri yang puritan itu upacara zikir tidak ada. dan menolak untuk menerima segala bentuk perubahan sosial budaya maupun penemuan baru. walaupun mereka memang menentng pemerintah dan mengutuk agama-agama asing yang berkembang di sini. Juga gerakan Imam Mahdi mempunyai potensi yang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan pemberontakan. Gerakan-gerakan agama yang bersifat Islam puritan. yang seperti apa telah terbukti dalam sejarah. yang didirikan pada petengahan abad ke-19 oleh Haji Mohammad Rifangi dari desa Kalisalak. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip gerakan tarekat. Sartono juga menyebutkan bahwa gerakan puritan Islam tidak melakukan kegiatan pemberontakan yang nyata. yang mungkin disebabkan karena 15 . seringkali merupakan sumber kegitan pemberontakan. Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo yang meneliti sejarah gerakan ini (1973: 118127) melaporkan bahwa para penganut gerakan itu sekarang. Salah satu gerakan puritan yang ada adalah Sekte Budiah. 1978: 130). Masih ada di Pekalongan dan daerah Bagelen.

dapat dimengerti bahwa upacara dan tindakantindakan ilmu gaib malahan banyak sekali digunakan.sifat dari gerakan mesianik. tetapi dengan menggunakan teror. Dalam usaha menghidupkan kembali suatu masyarakat tradisional atau mengembalikan agama kepada bentuknya yang asli. melainkan juga untuk orang yang 16 . Peranan Pemuka Adat Peranan Pemuka Adat sangat berpengaruh pada kehidupan orang Jawa. Adanya gerakan-gerakan yang juga memberontak terhadap kekuasaan yang ada dengan dasar melakukan jihad. Sebutan dhukun bahkan tidak hanya untuk orang yang melakukan aktifitas ilmu gaib saja. Ia membuat suatu pelukisan dari sejarah dari suatu gerkan semacam itu yang ada di daerah Priangan dan Banten dalam tahun-tahun sekitar 1920. gerakan mesianik dengan mudah sekali dapat membangkitkan apara penganutnya untuk melakukan perang jihad. Kata dhukun mempunyai arti yang sangat luas. perampokan. Ilmu gaib memang merupakan unsur yang sangat penting dalam kebudayaan petani maupun kebudayaan priyayi. intimidasi dan cara-cara kriminal lainnya. tetapi ia juga menyebutkan berbagai gerakan yang mirip. tetapi juga orang yang menjalankan praktek penyembuhan tradisional. yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran orang akan datangnya seorang Ratu Adil. atau perang sabil. Bukan hanya orang yang ahli dalam ilmu petangan saja yang mendapat sebutan seperti itu. Lagi pula. C. misalnya saja kehadiran para dhukun. ilmu gaib dan ilmu sihir.

ahli dalam membantu wanita pada waktu melahirkan. atau mereka kerap kali juga minta untuk melakukan berbagai upacara yang berkenaan dengan pertanian. dhukun pijet mempunyai pengetahuan yang luas mengenai jamujamu tradisional yang dipakai untuk memulihkan tenaga. Dhukun seperti ini tidak merupakan ahli 17 . Para dhukun yang melakukan ilmu gaib produktif sering kali termasuk golongan sosial yang dihormati dan disegani dalam masyarakat mereka. dan mereka sering kali diminta untuk mencegah suatu bencana yang diduga akan datang. Berbagai macam dhukun yang dikenal oleh orang Jawa dapat kita bagi ke dalam empat kategori berdasarkan keempat jenis tindakan ilmu gaib yang telah kita sebutkan di atas. Seperti pada upacara bersih dhusun. yaitu seorang dhukun bayi. dan biasanya melaksanakan tugas mereka pada upacara umum. Beberapa di antara mereka dianggap mampu mendatangkan hujan. Seorang dhukun bayi tahu semua upacara adat yang harus dilakukan pada waktu seorang bayi dilahirkan. Sebutan dhukun mungkin mereka peroleh karena mereka dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai upacara adat yang berhubungan dengan peritiwa bersangkutan. atau ahli merias pengantin yaitu dhukun paes. ahli sunat yang dinamakan dhukun calak. dan bahkan untuk mencarikan benda-benda atau orang yang hilang. ahli pijat yang disebut dukun pijet. dhukun calak mengetahui dengan tepat upacara adat apa yang harus dilakukan berhubungan dengan khitanan. demikian juga seorang dukun paes mengetahui segala seluk beluk yang berhubungan dengan upacara dan persyaratan upacara adat serta slametan sekitar pernikahan.

Namun adakalanya orang biasa pun ingin agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan.dalam hal menyembuhkan orang. Jasa-jasa mereka tidak hanya diperlukan oleh para petani yang ingin mengetahui saat yang paling baik untuk memulai menanam benih padi. atau oleh orang-orang yang minta dicarikan hari yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anaknya. tetapi pekerjaan mereka sehari-hari biasanya adalah sebagai tukang. dalang dan sebaginya. Akhirnya ada segolongan dukun yang ahli dalam hal meramal dan dalam hal menghitung-hitung tanggal dan hari yang baik. Mereka merupakan suatu kategori khusus dalam suatu masyarakat: orang-orang yang mempunyai maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dhukun tenung. Para dukun ilmu hitam biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik. dan untuk tujuan itu mereka pergi ke seorang dukun sihir. yaitu para dukun petangan tersebut di atas. tetapi juga oleh seorang kepala polisi yang ingin mengetahui tempat disembunyikannya barang-barang curian warga. pandai besi. seperti misalnya penjahat. atau oleh para pedagang yang ingin mengatahui pada hari apa mereka sebaiknya mengadakan perjalanan untuk melakukan transaksi usaha dagang mereka. dan para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak melakukan ilmu hitam. Para dhukun yang melakukan ilmu gaib agresif atau destruktif adalah para dhukun sihir atau dhukun tenung. 18 .

ahli-ahli peramal Jawa harus mempelajari berbagai teknik meramal yang bersifat universal. dan karena itu merupakan perantara antara tanggal-tanggal pada berbagai penanggalan. yaitu dalam buku-buku Primbon. 1986: 214). dan yang terdiri dari tujuh hari 19 . ilmu meramal penting dan banyak sekali digunakan dalam ilmu gaib dan ilmu meramal adalah ilmu petangan (Koentjaraningrat. yaitu yang terdiri dari lima pasar (pancawara). Petangan adalah cara menghitung saat-saat serta tanggal-tanggal yang baik. Pengetahuan Astrologi Tradisional Dalam ilmu gaib Jawa ada dukun yang memiliki kepandaian yang khusus. orang Jawa juga mengenal paling sedikit tiga jenis pekan. Seperti kita lihat dalam buku-buku pegangan mengenai ilmu gaib dan ilmu meramal. meramal dengan mengamati arah terbang dan suara burung (ornithomancy) dll. yang memang dimanfaatkan oleh orang Jawa untuk berbagai tujuan. dengan memperhatikan kelima hari pasaran.D. kelima hari pasar mempunyai tempatnya sendiri di dalam kelima kategori yang ditentukan oleh sitem klasifikasi prelogik orang Jawa. Seperti telah kita lihat di atas. yang terdiri dari enam hari (sadwara). seperti misalnya meramal dengan menghitung hubungan antar bintang (astromancy). yaitu sebagai peramal (dhukun petangan). meramal dengan menghitung jatuhnya usus ayam yang ditaburkan (haruspication). meramal dengan perhitungan berdasarkan letak tulang belulang yang disebarkan berserakan (astragolomancy). Kecuali meramal. dan alam semesta manusia. yang konon merupakan kesatuan waktu Austrenesia Kuno. tanggal-tanggal penting yang ditentukan pada sistem-sistem penanggalan yang ada. Kecuali membagi waktunya dalam kesatuan waktu siang dan malam.

Penanggalan Islam Jawa yang berdasarkan peredaran bulan terdiri dari 12 bulan. dan berdasarkan angka-angka keramat (neptu) yang ada dalam tiap penanggalan itu. kecuali dalam tahun yang ke-12. yang berselisih 78 tahun dengan penanggalan Nasrani. untuk berbagai tujuan tertentu. Tahun-tahun kabisat dalam penanggalan Muslim-Jawa ini terjadi setiap dua. orang Jawa juga menganggap selapan sebagi kesatuan waktu. atau untuk dapat mujur dalam berjudi. di mana bulan yang ke-12 juga terdiri dari 30 hari. karena mereka yakin bahwa periaku masnuia danberhasiltidaknya manusia dalam menjalankan sesuatu ditentukan oleh konstelasi para dewa dan mahluk gaib. yang terdiri dari 35 hari. 20 . dan yang genap 29 hari. Untuk menentukan hari-hari dan tanggal-tanggal yang baik untuk melakukan pekerjaanya penting dalam kehidupan seseorang. dan wiku yang terdiri dari 30 pekan tujuh hari (jadi 210 hari). Kecuali windu. Kehadiran dan arah gerak mereka tentu sangat penting dan besar pengaruhnya terhadapp manusia. tetapi ia juga harus berusaha mengetahui posisi dari dewa-dewa dan mahluk-mahluk gaib lainnya di berbagai penjuru mata angin pada tanggal tertentu. empat dan delapan tahun dalam setiap windu. seorang ahli ilmu petangan harus memperhitungkan dan membuat perhitungan berdasarkan berbagai sistem kalender yang ada. menikah. dan arah gerak dari dewa-dewa serta mahluk-mahluk gaib itu. Orang Jawa masih menggunakan penanggalan Hindu–Jawa yang kuno.(saptawara). seperti misalnya bepergian jauh. Bulan-bulan yang ganjil terdiri dari 30 hari. Sistem yang terkhir ini mungkin pengaruh Austronesia. juga digunakan.

yang biasanya adalah orang tua mereka sendiri. yaitu keahlianya diangap sudah ada dalam diri seorang dukun. peramalan. dalam kehidupan sehari-hari biasanya adalah orang biasa. tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dhukun. juga yang hidupnya sudah sangat terpengaruh oleh gaya hidup masa kini. menuntut suatu kemampuan yang khusus. Dalam kebudayaan Jawa orang memang belum dapat mengabaikan kehadiran seorang dhukun petangan. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. mereka yang ingin 21 . yaitu apabila ia harus menentukan tanggal untuk merayakan pernikahannya. Namun jelas bahwa aktifitas sebagai dukun yang berhubungan dengan penyembuhan. menghafal mantera-mantra. masih memerlukan seorang dhukun petangan paling sedikit sekali dalam hidupnya. dan tentu saja juga mempelajari buku-buku primbon. orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritus-ritus untuk menyembuhkan dan ritus-ritus ilmu gaib. Kecuali mampu meramal masa depan dan mengobati orang sakit.Sampai sekarang pun hampir semua orang Jawa. yang hidup bergaul dengan warga desa lainnya. ia juga harus mengetahui khasiat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. Para dukun. termasuk mereka yang melakukan praktek ilmu hitam. Untuk menjadi dukun tentu tidak ada sekolah formal. Para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu dari seorang dukun. Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat. serta yang dapat berperan sebagai medium dan sebagainya. Dengan demikian ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya.

Walaupun demikian upacara umum yang bersifat religio magic selalu dilakukan oleh seorang dukun pria. Geertz agaknya benar bila ia mengatakan bahwa para dukun ilmu gaib Jawa menggunakan teknik-teknik ilmu gaib. Dukun pijat kadang-kadang pria kadang-kadang wanita. ucapan mantra-mantra dan memberikan jamu tradisional. Tetapi ada kalanya kita juga melihat dukun yang masih kanak-kanak. yang konon memiliki kemampuan untuk mengobati dan meramal. yang dapat mengundang roh ke dalam tubuhnya. seorang dukun bayi dan seorang dukun yang bertindak sebagai medium adalah selalu wanita. membuatnya terkenal. Orang Jawa sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimiliki oleh seorang dukun hanya dapat diperoleh dengan melakukan disiplin yang ketat dan bertapa. tetapi yang terpenting adalah kondisi dari para pelakunya sendiri. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu. Demikian khitanan selalu dilakukan seorang dukun pria. dan ada anak-anak gadis yang menjadi dukun prewangan. Baik pria maupun wanita dapat menjadi dukun.memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku usada dan sebagainya. bersamadi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya. Seorang yang menjadi dukun pada umumnya adalah orang dewasa yang sudah setengah tua. 22 . Karena itu orang yang menjadi dukun sering menjalankan puasa. Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. Sebaliknya.

yang kendatipun kadang-kadang melakukan praktek perdukunan. dan karena itu termasuk golongan sosial petani dan tiyang alit. Akhirnya ada dukun yang lebih banyak berorientasi kepada agama Islam. guru agama dan pegawai pemerintah daerah. dalang. dan mereka ini dinamakan dukun santri. Bekerja sebagai dukun merupakan pekerjaan mereka yang kedua. Di kota-kota pun banyak dukun. Mereka pada umumnya tinggal di daerah pedesaan. karena dari orang yang melakukannya diperlukan sikap yang berbeda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan gaib. E. dan karena itu dianggap keramat. karena mengenai manusia yang berhubungan dengan kekuatan–kekuatan supranatural. Tetapi ada kalanya mereka juga menggunakan buku-buku Primbon untuk menghitung petungan. Mereka pada umumnya melakukan praktik sebagai dukun penyembuh penyakit.Dalam masyarakat Jawa dukun tidak merupakan suatu kelas sosial tersendiri. Orang yang melakukan praktek ilmu gaib berusaha mencapai suatu tujuan dengan cara 23 . sering kali bekerja sebagai pegawai negeri sehingga dapat dimasukkan ke dalam kategori orang priyayi. Keyakinan Pada Kekuatan Gaib Seperti pada banyak kebudayaan di dunia. ia dapat dibedakan dari religi. untuk mana mereka banyak menggunakan ayat-ayat suci dan mantra-mantra dalam bahasa arab untuk kegiatan mereka. ilmu gaib (ngelmi) dan tenung pada orang Jawa merupakan sub sistem dari religi. yang pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai tukang pandai besi. Orang Jawa menganggap ngelmi itu bagian dari religi. bahkan banyak yang termasuk orang-orang yang disegani di desa. Mereka pada umumnya tidak tergolong yang paling miskin. dan buku-buku usada untuk cara-cara pengobatan. Walaupun demikian.

yaitu dengan menganggap bahwa ia dapat memanipulasi dan mengendalikan berbagai kekuatan gaib. Sebaliknya. sifat-sifat kepribadian seseorang. di dalam 24 . atau sistem klasifikasi prelogik. mahluk-mahluk halus dan sebagainya. keselamatan. adalah orang yang pertama yang menyinggung mengenai “sistem klasifikasi primitif”. pekerjaan.aktif. orang yang melakukan suatu upacara religi menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada mahluk-mahluk gaib yang lain. makanan dan minuman. seperti misalnya bagian-bagian tubuh. Mauss bahwa pikiran prelogik manusia pada awal perkembangan kebudayaannya membayangkan bagian-bagian dari masyarakatnya sebagai dasar suatu kerangka berpikir. mendasarkan diri kepada suatu hipotesa yang diajukan ole E. dewadewa. Berbagai sistem keyakinan orang Jawa mengandung konsep mengenai hubungan jalin menjalin antara segala unsur serta aspek alam semesta ini dan antara lingkungan sosial serta spiritual manusia. Dalam menjalankan aktifitas itu ia mengucapkan mantramantra di mana ia mengutarakan kehendaknya (gadhah pikajeng). orang Jawa. dan berdoa agar permintaannya bisa terkabul (nyenyuwun). keadaan perasaan orang. Seorang ahli hukum Van Ossenbruggen. Berdasarkan sistem ini berbagai hal yang terdapat dalam lingkungan alam serta kehidupan sosial budaya seseorang. Van Ossenbruggen. Untuk berhubungan dengan alam semesta dan lingkungannya itu seseorang yang melakukan upacara gaib oleh karena itu berpegangan pada suatu sistem klasifikasi simbolik yang dimilikinya berdasarkan asas-asas “pikiran asosiasi prelogik”. diklasifikasikan menjadi lima kategori pokok. planet-planet dan benda-benda ruang angkasa lain. hari-hari pasar. Durkheim dan M.

Hal ini menyebabkan bahwa orang yang menyangka ada suatu kaitan yang erat antara gejala-gejala yang seringkali berbeda sama sekali dalam prinsip dan fungsinya. bahwa padi sudah masak kekuning-kuningan. Kelima bagian itu memang merupakan kelima ketegori pokok tersebut di atas.mana harus diklasifikasikan semua konsep yang dikenalnya dan semua gejala yang ada dalam lingkungannya. karena persamaan warnanya juga saling berkaitan. berurutan. yakin bahwa sebuah nasi tumpeng dan sebuah gunung mempunyai kaitan yang mendalam. misalnya. Orang Jawa yang condong untuk percaya kepada ilmu gaib juga yakin bahwa dapur adalah bagian rumah yang paling lemah. Orang Jawa membagi masyarakatnya ke dalam lima bagian yang ditentukan oleh keempat arah mata angin dan titik pusatnya. dan wanita dianggap mahluk paling lemah (liyu). yang terjadi bersamaan. Klasifikasi itu sendiri sudah dengan sendirinya terpahat di dalam jiwanya. yang dipengaruhi oleh asas-asas pikiran asosiasi prelogik. Orang Jawa yang sedang melakukan tindakan ilmu gaib. atau yang disebut dengan istilah–istilah yang mirip bunyinya. yang disebabkan karena persamaan bentuknya. ke dalam mana alam semesta orang Jawa diklasifikasikan. Ia juga percaya bahwa katak dapat mengakibatkan hujan. kebiasaan yang merupakan bagian dari tindakan ilmu gaib itu didasari 25 . dan emas dua (praos) berkaitan. tetapi yang kebetulan mirip dalam hal bentuk atau warnanya. yang terjadi di tempat yang sama. karena dapur merupakan tempat para wanita. Pedagangpedagang wanita Jawa acap kali memakai rambut palsu (cemara) untuk menarik pembeli. dan saling tumpang tindih.

tetapi ada juga beberapa jenis kekuatan energi yang bersifat baik. dalam jimat. wahyu. dan ndaru. dalam tubuh binatang. seperti suara. mempunyai kaitan yang terselubung. Kekuatan sakti juga dianggap dapat dipancarkan oleh kekuatan suara. Menurut keyakinan orang Jawa. Orang Jawa juga yakin bahwa tidak hanya kekuatan gaib saja 26 . seperti misalnya pulung.keyakinan bahwa cemaranya akan membuat para pembeli itu datang kepadanya (mara). Di sini terlihat bahwa dua gejala berbeda. Banyak tindakan ilmu gaib Jawa juga ditentukan oleh keyakinan tentang adanya suatu kekuatan sakti (kesakten) yang seperti apa yang telah disebutkan di atas. dan juga dapat ditimbulkan karena suara kutukan (sepata). Oleh karena itu tindakan meniru sesuatu keadaan konon dapat memaksa agar keadaan itu benarbenar terjadi. Mekanisme pikiran yang berasaskan pikiran asosiasi prelogik juga menyebabkan bahwa banyak orang Jawa yang buta huruf yakin bahwa tindakantindakan yang hampir serupa mempunyai kaitan sebab-akibat. melalui ujaran yang mempunyai sifat gaib. dan benda-benda lain yang tidak lumrah. dalam barang-barang keramat serta pusaka. Kekuatan-kekuatan lain yang pada dasarnya bersifat buruk dan jahat adalah misalnya guntur dan teluh braja (kekuatan jahat). yang istilah sebutnya hampir sama bunyinya (cemara dan mara). japa mantra. dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat atau yang aneh rupa atau bentunya. ada dalam bagian-bagian tertentu dari tubuh. Upacara-upacara ilmu gaib yang menggunakan keyakinan seperti itu sering kali disebut ilmu gaib imitatif dan orang Jawa memang sering kali mengunakan ilmu gaib seperti itu. kekuatan sakti dapat mempunyai aspek baik dan buruk.

padahal amat berbeda. Oleh karena itu perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama. Banyak orang dan banyak kalender yang beredar membuat kesalahan. bahwa kalender Jawa sama dengan kalender Saka. Tahun Masehi dan tahun Saka. dua–duanya berdasarkan 27 . dengan keterangannya. kalender Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Permulaan kalender itu konon pada saat mendaratnya Ajisaka di pulau Jawa. Adapula yang mengabarkan. bahwa permulaan adalah saat Raja Sariwahana Ajisaka naik tahta di India. BAB II PERHITUNGAN PRANATA MANGSA A. Aji saka adalah tokoh mitologi yang konon mencipta abjad huruf Jawa: ha na ca ra ka. Kalender yang tahunnya disebut Saka. tetapi juga mahluk-mahluk gaib.yang dapat dimanipulasikan dan dikendalikan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan cara gaib. dimulai pada tanggal 15 Maret tahun Masehi 78. Kalender Saka Kalender Saka merupakan warisan jaman Hindu-Budha yang kemudian diganti dengan kalender Jawa atau kalender Sultan Agung yang berlaku sampai sekarang.

Kedua. berikut ini penjelasan tentang kalender Saka dan Pranata Mangsa. Ketiga. Srawana 2.11 Oktober) (12 Oktober -100 November) (1 November -12 Desember) 6.perhitungan solair yaitu mengikuti perjalanan bumi mengitari matahari. Sistem Pranata Mangsa itu adalah solair (Syamsiyah) seperti halnya kalender Saka dan Masehi. Cetra (11 Januari (12 Februari (12 Maret -11 Februari) -11 Maret) -11 April) -11 Mei) -12 Juni) 10. orang Jawa sudah memiliki kalender sendiri yang kita kenal sekarang sebagai Petangan Jawi. Kalender Saka membagi satu tahun dalam 12 bulan dan Pranata Mangsa membagi satu tahun dalam 12 mangsa (Kamajaya. Nama-nama bulan dan umurnya. Dalam bahasa Arab disebut Syamsiyah. Margasira (13 Desember -10 Januari) 7. Jyesta (12 Mei 28 . Wasekha (12 April 11. 1995). padewan. Magha 8. Bhadra 3. padangan dan lain-lainnya. Phalguna 9. 1. yaitu perhitungan Pranata Mangsa dengan rangkaiannya berupa bermacam-macam petangan seperti wuku. peringkelan. Sebelum bangsa Hindu datang. Kartika 5. Asuji 4. Posya (12 Juli (13 Agustus -12 Agustus) -10 September) 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari 29 hari 32 hari 29 hari 31 hari 30 hari 32 hari (11 September.

yaitu pada tanggal 22 Juni. Pada mulanya Pranata Mangsa hanya memiliki 10 mangsa sesudah mangsa kesepuluh tanggal 18 April. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3.21 Juni) 43 hari 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Kalender Pranata Mangsa sudah dimiliki orang Jawa sebelum bangsa Hindu datang di Pulau Jawa.25 Maret) 10. 1995: 43). Kasanga(Jita): (1 Maret. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4.18 April) 11. Sadha (Asuji): (12 Mei. Kawolu (Wasika): (3 Februari. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 5. Dhesta (Padrawana): (19 April.28 Februari) 9. Masa menunggu itu 29 . Kanem (Naya): (9 November. Kalender atau perhitungan Pranata Mangsa itu dapat dikatakan kalendernya kaum tani yang memanfaatkannya sebagai pedoman bekerja (Kamajaya.21 Desember) 7. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. Kapitu (Palguna): (22 Desember.11 Mei) 12.22 Februari) 8.12. Pranata Mangsa Nama-nama mangsa dan umurnya: 1. orang menunggu saat dimulainya mangsa yang pertama (Kasa atau Kartika). Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 27 hari 6. Asadha (13 Juni -11 Juli) 29 hari B.

Mangsa ini dalam pengaruh kuat Batara Antaboga dan Nagagini. Warna serasi bagi kelompok ini kuning. 5. Meskipun Pranata Mangsa sudah berlaku sejak dahulu milik orang Jawa. Musimnya jatuh musim kemarau. Maka genaplah satu tahun menjadi 12 mangsa dan dimulainya hari pertama mangsa kesatu pada 22 Juni. 10. Mata Kucing. dan Gardena. Kecuali untuk pedoman kaum tani. Artinya Permata yang terlepas dari cincin pengikatnya. namun pembakuannya baru diadakan pada waktu yang memerintah kerajaan Surakarta Sri Paku Buwana VII. hijau. 26. yaitu tepatnya tahun 1855 masehi. Mangsa Kasa. 11.cukup lama sehingga akhirnya ditetapkan mangsa yang kesebelas (Destha atau Padrawana) dan mangsa kedua belas (Sadha atau Asuji). 16. biru. mutiara. Batu mulia yang memiliki efek baik bagi kelompok masyarakat Kasa adalah Aquamarine. kecuali tanggal Jawa 1. coklat dan merah anggur. Lambang bunganya Melati. Semua ini diharapkan bisa mencegah atau menutupi kelemahan kelompok ini yang lemah pada lever dan pencernaannya. Kristal dan Biduri Bulan. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Senin Kliwon. Hari baik: Semua hari pada bulan Jumadilawal baik. Pranata mangsa pun merupakan perhitungan yang membawakan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan-perhitungan Jawa lain-lainnya. Sedap Malam. Pancaran pengaruh kuat kedua dewa ini terhadap alam diibaratkan sebagai Sotya murca ing embanan. jamrud. Kadang mangsa ini disebut pula mangsa Kaso yang berawal 23 Juni sampai 2 Agustus. 30 . Kalender Saka berjalan bersama Pranata Mangsa.

18. Berlian untuk penolak ilmu sihir. kecuali tanggal 2. dan sakit perut. Ruby berdaya menolak impotensi. 19. kecuali tanggal 4. Lapis Lazuli. Pengaruh ini begitu kuat sehingga diibaratkan seperti Bantala Rengka atau tanah retak. Artinya anak patuh pada ayahnya. 11. 26. Semua itu diharapkan untuk menutupi kelemahan kalangan Karo. keracunan.Mangsa Karo. penawar sakit paru-paru. 31 . 13. Berlangsung 3 Agustus hingga 25 Agustus. Tourmalin berpengaruh kepada si pemakai sebagai penolak rasa takut. Melati dan Anggrek. 22. Ruby. 12. menambah kekuatan tubuh. 14. Cornelian. Batu mulia yang selaras dengan kelompok Karo adalah Berlian. Mangsa katelu ini candranya Suta manut ing bapa atau ‘anak patuh pada ayah’. Mangsa Ketiga atau Katelu berorbit selama 24 hari dan berada di langit belahan Tenggara. 14. Hari baik: Untuk Rejeb semua hari baik. 12. Mangsa Katelu dengan candra Suta manut ing bapa. Batu-batu ini untuk menolak sakit mata. Dalam pengaruh kuat Batara Sakri. pencernaan. Topas dan Tourmalin. Hari baik: Untuk bulan Jumadilakir semua hari baik. 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. 28 dengan hari naas atau tali Wangke Kamis Pon. 13. Topas diyakini menyembuhkan penyakit dada. Ini berkat pengaruh kedua pasangan serasi batara-batari yang menjadi simbol asmara itu. Yasper. Penjabarannya adalah semua nasehat orang tua diturut oleh anak-anaknya. Pengaruh kuat Batara Sakri mempengaruhi alam dan manusia. Bunga yang menjadi kegemaran mangsa ini adalah Sedap Malam. Warna ideal bagi mangsa ini adalah kuning dan hijau. Musimnya musim kemarau. Sementara untuk batu mulia yang sesuai untuk orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Giok.

10. dengan Tali Wangke atau hari naas pada Sabtu Kliwon. Mangsa Kanem berorbit 43 hari sejak 10 November – 22 Desember. Hari baik: Semua hari untuk bulan Ruwah adalah baik kecuali tanggal yang ditetapkan berdasar perhitungan naga yaitu tanggal 2. Sementara batu mulia yang sesuai dengan orang yang lahir mangsa ini adalah Batu Opal. Mangsa Kapat ini banyak terpengaruh oleh Wisnu yang berorbit 25 hari sejak 19 September sampai 13 Oktober. 27. Artinya hati sedih. Sebab kemurahan Tuhan 32 . Berlian yang diharapkan menetramkan pikiran. sementara bunga idamannya Melati. 9. 21. Warna ideal untuk kelompok ini biru dan merah anggur. terletak di belahan langit Selatan.Mangsa Kapat memiliki candra Waspa kumembeng jroning kalbu. Mangsa Kanem bercandra: Rasa mulia kasucian. Ada pula yang mengatakan ‘Genthong Pecah’. Hari baik: Semua hari pada bulan Rejeb baik. Candra yang tersirat adalah Rasa mulia kasucian. 20. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan meningkatkan daya pikir. kecuali tanggal 7. Batu mulia yang sesuai dengan kelompok mangsa ini adalah Topas. 25 dengan hari naas. Sementara bunga idamannya adalah Wijaya Kusuma dan Gradiol. sebagai ibarat bahwa rasa ini akan muncul jikalau orang berbuat baik. Sedap Malam dan Ceplok Piring. Kalimaya untuk menghindarkan diri dari gangguan mata dan sakit dada dan terbakar. Merjan atau Coraal yang membebaskan diri dari flu berat serta Mirah yang menolak infeksi. 10. 24. Mangsa Kalima memiliki candra: Pancuran emas sumawur ing jagad. 17. atau Tali Wangke Jumat Wage. Sementara Aquamarine untuk penyembuhan sakit lever dan tenaga kurang. Warna ideal bagi kelompok ini adalah merah. Anggrek. 15.

8. Mangsa Kawolu atau Masa Surya VIII memiliki candra: Anjrah jroning kayun. hijau tua. tanggal 4/5 Februari sampai dengan 1 Maret. hitam. 28 dengan Tali Wangke atau hari naas Jumat Wage. 10. 10. Warna ideal untuk mangsa ini adalah hijau. merah darah dan biru langit. yang berhkasiat menyembuhkan impotensi dan menolak penyakit infeksi. Batu mulia yang sesuai untuk yang lahir pada mangsa Kanem adalah Berlian. 24. Bertiupnya angin mengandung bisa. Selain indah. Semua tanggal baik kecuali untuk bulan Pasa tanggal 7. yang mampu menentramkan pikiran. Padang pertanian menghijau menentramkan hati. Mangsa Kapitu memiliki candra: Wisa kentas ing maruta. berkhasiat untuk menyembuhkan sakit yang menular dan mengurangi rangsangan seks. Batu Giok yang berkhasiat mencegah penyakit pinggang. Ruby. musim timbulnya banyak penyakit. keletihan.diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. oleh karena itu diberi candra: Wisa kentas ing maruta. Mangsa kapitu lamanya 43 hari dari tanggal 23 Desember – 3 Februari. 27 dengan Tali Wangke Sabtu Kliwon. 25. Warna ideal yang sesuai untuk wuku dan mangsa ini adalah biru laut. 20. Banyak penyakit menular. maka keluarlah candra Anjrah jroning kayun. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa Kapitu adalah Black Onyx yang mampu mengusir makhluk jahat. 21. 20. sakit mata dan gangguan pada pencernaan. merah jingga dan kuning terang. menentramkan. Pirus berguna mengatasi bahaya ilmu hitam. Semua hari baik pada Syawal Mangsa Kapitu kecuali: Tanggal 2. Mangsa kawolu lamanya 27 hari. Masa baik untuk mengerjakan atau 33 . Batu Nilam (Carbuncle). Topas berkhasiat mneyembuhkan penyakit reumatik.

Batu mulia yang sesuai untuk weton mangsa kasadasa adalah Amethyst. 24. Tidak mau mengalah. artinya Pintu gerbang tertutup dalam hati. 6. Bulan Besar masuk dalam Pranata mangsa Kasanga: Wedharing wacana mulia. wataknya teguh. Semua hari baik untuk bulan Sura ini kecuali tanggal 6. ada susah kembali ke bahagia lagi. Semua hari baik dengan kekecualian Dulkangidah tanggal 2. atau Kecubung. kecuali tanggal 1. sakit panas. 25. dan 27 dengan Tali Wangke Rabu Pahing. Pada saat itu Batara Brama sedang memancarkan berkahnya ke mayapada. lama berjalan 24 hari di dalam pengaruh kuat Resi Bisma. 18. 20. 11. Mangsa Kasanga. 10. Begitu pula nasib manusia silih berganti. 23. yang mendatangkan rasa kasih. Disebut pula mangsa Mareng. 6. keracunan. Batu mulia yang sesuai untuk orang weton mangsa ini adalah Safir Biru yang diharapkan bisa menolak berbagai penyakit kulit. 21. dengan Tali Wangke Selasa Wage.mendirikan sesuatu. Kemudian Jamrud yang dipercaya bisa mencegah sakit kepala. 13. lantaran memiliki jiwa militer yang disiplin dan tegas. batu mulia ini 34 . 13. Musim ini tercandra dengan Wedharing wacana mulia. ada senang. tersiarnya kabar gembira. penyakit menular. 17. 14. Mangsa ini berpengaruh besar terhadap kehidupan terutama putaran cakra panggilingan. 13. Semua hari Besar dalam catatan horoskop Jawa baik. 28 dengan Tali Wangsa (Naas) Senin Kliwon. Mangsa ini adalah akhir bulan Februari hingga 15 Maret. 11. Mangsa kasanga memiliki lama orbit 25 hari antara tanggal 2 Maret sampai 26 Maret. Gedhong minep jroning kayun. Mangsa Kasedasa dengan Candra. pemberani. Dengan sinar ungunya. Amethyst. 12. Batu mulia yang sesuai untuk mangsa kasanga adalah Safir Biru yang dipercaya melindungi mata.

Baik pula mengenakan intan yang menjauhkan diri dari ilmu hitam. 12. Kemudian Safir Biru atau Blue Safir yang sangat dipercaya menolak racun dan melindungi mata. yang berorbit 41 hari. Mangsa ini berlangsung antara 13 Mei sampai 22 Juni. Mangsa dhesta atau ke sebelas ini berlangsung dari 20 April sampai 12 Mei. Penuh kasih sayang dan kegembiraan.diharapkan mampu memberi semangat kepemimpinan kepada yang memakainya. Penjabaran candra menggambarkan mangsa Dhesta adalah Sotya sinarawadi yang artinya permata hati. dengan Tali Wangke Jumat Wage. 35 . Batu mulia yang sesuai untuk kelompok masyarakat Dhesta Jamrud atau Emerald yang diyakini bisa melindungi kepala dari penyakit. Peristiwa mangsa ini candranya Tirta sot saka sasana yang artinya adalah Air lenyap dari tempatnya. Mangsa ini terpengaruh kuat oleh Batari Sri dan Batara Sadana. 10. Selain itu juga Pirus Biru yang dianggap berkhasiat mencegah pengaruh rejeki besar dan mendapat kemuliaan dari tenaga ghaib. 8. 20. Kadang berwarna hijau kadang biru yang dipercaya mencegah sakit lever. yang dipercaya mencegah penyakit liver. pencernaan dan lemah badan. Bila tak ada Amethyst bisa pula Aquamarine atau sinar laut hijau yang mengesankan rasa damai dan agung. 20. 22 dengan Tali Wangke Kamis Pon. 13. Batu mulia yang selaras dengan kelompok masyarakat Saddha adalah Aquamarine atau Batu Sinar Laut Hijau. Hari baik: Untuk bulan Sapar semua hari baik kecuali 1. 23. Mangsa Saddha. dan pencernaan. Di samping batu mulia ini baik untuk mencegah racun dan sakit jantung. 3. Mangsa ini memiliki candra Sotya Sinarawadi yang berarti permata hati dengan pengaruh kuat Batara Yamadipati. Untuk Bulan Mulud semua hari baik kecuali tanggal 1. 15. Mangsa Dhesta.

Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1955. tetapi didorong pula oleh kepentingan politiknya. C. karya besar.Hari baik: Untuk bulan Bakda Mulud semua hari baik kecuali tanggal Jawa 10. Harinya. 16. 28 dengan hari naas atau Tali wangke Sabtu Kliwon. Tindakan Sultan Agung itu tidak hanya didorong oleh maksud memeprluas pengaruh agaam Islam. Dengan mengubah kalender Saka menjadi kalender Jawa yang berdasarkan sistem Komariyah seperti kalender Hijriyah (kalender Islam). Jum’at Legi. tepat pula dengan tanggal 8 Juli 1633. sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem lunair (Komariyah). Kebijakan Sultan Agung itu terpuji sebagai tindakan seorang muslim dengan kemahirannya yang tinggi dalam ilmu falak. 15. padahal dasar perhitungannya sama sekali berlainan (Asdi. perjalanan bumi mengitari matahari. Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. 1990: 36). Perubahan kalender di Jawa itu terjadi dan mulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. yaitu perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. Kalender Sultan Agungan Kalender yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu dengan nama tahunnya Saka (kalender Saka) dipakai oleh orang Jawa sampai tahun 1633 M. Pada saat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertahta. Kalender Sultan Agung adalah suatu karya raksasa. 25. Sultan 36 . Kalender Saka mengikuti sistem Solar (Syamsiyah). Raja Mataram yang terkenal patuh beragama Islam itu merubah kalender di Jawa secara Revolusioner. tepat pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriyah.

Agung bermaksud memusatkan kekuasaan agama kepada dirinya. Di samping itu, tindakan merubah kalender pun mengandung maksud untuk memusatkan kekuasaan politik pada dirinya dalam memimpin kerajaannya. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai raja yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia dinobatkan oleh Sunan Giri. Bahkan dengan dalih pengamanan Sunan Giri mengawali kerajaan Demak dengan memegang tampuk pimpinan selama 40 hari. Selanjutnya raja-raja di Jawa ditradisikan memperoleh restu Sunan Giri atau dinobatkan oleh Wali tertua ini. Gelar Sunan Giri itu turun temurun. Yang menobatkan Raden patah menjadi Raja Demak adalah Sunan Giri I. Restu atau penobatan raja-raja Jawa seterusnya dilakukan oleh Sunan Giri pula, keturunan langsung dari Sunan Giri I. Di jaman Sultan Agung, kewalian Giri sudah sampai dengan yang keempat di bawah pimpinan Sunan Giri ke-4 (Asdi, 1990: 57). Kewalian Sunan Giri sebagai pemimpin Islam tertinggi di Pulau Jawa diakui sepenuhnya oleh masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai di luar pulau Jawa. Pada tahun 1629 di jaman Sultan Agung, masih ada utusan Sunan Giri yang datang di Pulau Hitu untuk melestarikan persahabatannya kepada rakyat di kepulauan Maluku itu. Pengaruh Sunan Giri itu amat diketahui oleh Sultan Agung. Meskipun demikian, pada waktu beliau naik tahta kerajaan mataram, beliau tidak mohon restu kepada raja pendeta di Giri itu seperti halnya sultansultan terdahulu. Sultan Agung sejak bertahta selalu menghadapi pemberontakanpemberontakan. Para adipati dan bupati di Jawa Timur sampai Blambangan yang berkiblat pada Sunan Giri, tidak mau tunduk kepada Sultan Agung. Maka Sultan

37

Agung adalah raja Jawa yang paling banyak mendapat lawan dengan berperang termasuk usahanya menyerang VOC Belanda di Jakarta pada tahun 1628 dan 1629. Dalam memipin kerajaan Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan, Sultan Agung bersiasat untuk mengupayakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usaha ini tidak saja dengan memenangkan perang menindas para pemberontak, tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat dipatuhinya. Sultan Agung menggalang kekuasaan mutlak agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Siasat itu dilancarkan dengan memerangi kewalian Giri yang diakui seluruh negeri sebagai pimpinan agama Islam tertinggi. Dengan bantuan Pangeran Pekik dari surabaya dengan istrinya Ratu Pandansari yang adik Sultan Agung, tentara Giri dapat dikalahkan sekeluarganya diboyong ke Mataram. Tindak lanjut dari Sultan Agung dalam memusatkan kepercayaan rakyat kepada dirinya adalah dengan merubah kalender di Jawa, disesuaikan dengan kalender Hijriyah. Ide raksasa itu didukung oleh para ulama dan abdi dalem, khususnya yang menguasai ilmu falak atau perbintangan. Maka diciptakanlah Kalender Jawa yang boleh disebut Kalender Sultan Agung atau Anno Javanico (AJ). Kalender Sultan Agung mengandung perpaduan Jawa, Hindu-Jawa dan Islam. Kalender ini dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip, dengan angka tahun 1555. Itu jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1043 atau 8 Juli 1633 Masehi. Tindakan Sultan Agung itu dapat dikatakan revolusioner, oleh karena perhitungannya berbeda sama sekali dengan tahun saka yang sampai waktu itu

38

dipakai oleh masyarakat Jawa. Kalender Saka dengan dasar solair, sedang kalender Jawa Sultan Agung berdasarkan lunair seperti sistem Kalender Hijriyah. Nama-nama bulan kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriyah. Demikian pula jumlah hari dan umur masing-masing bulan, seperti terlihat berikut ini:

Kalender Hijriyah dan umurnya: 1. Muharam 2. Syafat 3. Rabiulawal 4. Rabiulakhir 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rajab 8. Sya’ban 9. Ramadan 10. Syawal 11. Dzulqaidah 12. Dzulhijah -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari -30 hari -29 hari

Kalender Sultan Agung dan Umurnya Nama Bulan 1,3,6,7 Tahun Jawa 2,4,8, 5

39

1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadilawal 6. Jumadilakhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 29

30 29 30 29 30 29 30 29 30 29 30 30

30 30 29 29 29 29 30 29 30 29 30 30

D. Dasar Perhitungan Waktu Perbedaan antara kalender Hijriyah dengan Kalender Jawa yang keduaduanya berdasarkan lunair, terletak pada: Dalam kalender Jawa dikenal tahun wastu yang artinya pendek, dan tahun wuntu. Dalam tahun pendek umur bulan besar 29 hari, dalam tahun panjang umur bulan Besar 30 hari. Dalam satu windu (8) tahun ada 3 tahun panjang, yaitu: 1. Ehe, 2. Je, 3. Jimakir, umurnya ‘a 355 hari. Yang 5 tahun lainnya adalah tahun pendek, yaitu: 1. Alip, 2. Jimawal, 3. Dal, 4. Be, 5. Wawu, umurnya ‘a 354. Kalender Jawa disebut Kalender Huruf (asal kata Arab: huruf, karena nama tahun-tahunnya berawalan huruf Arab, yaitu: 1. Alip, 2. Ahe, 3. Jimawal, 4. Je, 5. dal, 6. Be, 7. Wawu, 8. Jimakhir. Pada permulaan Kalender Jawa, yaitu tanggal 1. Sura, tahun Alip 1555 jatuh pada hari Jum’at legi, disebut Huruf Jam’iyah, Huruf itu berubah setelah 120 tahun. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1675, jatuh pada hari Kamis Kliwon, disebut Huruf Kamsiyah. Umurnya 72 tahun. Kemudian tanggal 1 Sura, Alip 1747 jatuh pada hari Selasa Pon, disebut Huruf Salasangiyah. Pergantian Huruf seperti tersebut adalah demi penyesuaiannya dengan kalender Hijriyah. Lain pada itu

40

Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan. hari tanggal dan hari hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. Perhitungan Jawa yang dipakai dalam kalender Saka seperti Pranata Mangsa. Wuku dan lain-lainnya tetap dilestarikan dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan. Perhitungan ini memang sulit. Kalau hingga sekarang terkadang masih ada perbedaan. tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa 41 . 1. tahun Jawa atau tahun Sultan Agungan memiliki ciri-ciri khasnya: Dasar perhitungannya lunair atau komariyah. Sri Sultan Agung merasa perlu mengubah kalender dan menyesuaikannya dengan kalender Hijriyah dengan maksud pula agar hari-hari raya Islam (Maulid Nabi. Angka tahunnya meneruskan angka tahun Saka dan dimulai dengan tanggal 1 Sura tahun Alip 1555. petangan Jawi adalah sebagian Jawa asli dan sebagai Hindu Budha. hal itu disebabkan oleh hal hal tersebut.Kalender Jawa memiliki 3 tahun panjang dalam 1 Windu (8 tahun). Petungan Jawi Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan. Inipun termasuk perangkat penyesuaiannya tersebut. sedang siklus Hijriyah dalam siklusnya 30 tahun. tahun panjangnya ada 11. perjalanan bulan mengitari bumi seperti kalender Hijriyah. Seperti diketahui. Kalender Sultan Agung dimulai pada tanggal 1 Sura 1555. Idul Fitri dan Idul adha) yang dirayakan di kraton Mataram dengan sebutan grebeg dapat dilaksanakan pada hari dan tanggal yang tepat sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriyah.

Petangan Jawi sudah ada sejak dahulu. meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. Petangan Jawi memberikan pedoman atau petunjuk akan lambang dan watak berbagai jenis hitungan sebagai petunjuk sebagi berikut: 2. yang kelihatan. maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya. jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yanag Maha Esa Maha Pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya (Kamajaya. namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir–batin. wataknya: Sujana (curiga). yaitu perhitungan baik-buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari. Senin. Pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya. Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya.yang disebut Petangan Jawi. tanggal. wataknya: Samuwa (meriah). Primbon hendaklah tidak diremehkan. bulan. artinya: serba tidak percaya 42 . Pranata Mangsa. b. wuku dan lain-lainnya. artinya: harus baik segalap pakaryan c. Kata Primbon berasal dari kata: rimbu. tahun. Selasa. Hari dan Pasaran a. merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur. Ahad. wataknya: samudana (pura-pura) artinya: suka kepada lahir. berarti simpan atau simpanan. 1995: 67).

artinya: suka berpikir (merasakan sesuatu) dalam-dalam. wataknya: Surasa (perasa). wataknya: Kasumbung (tersohor). wataknya. Kanem (Naya): (9 November. pamer artinya suak memamerkan harta miliknya c. artinya suka pamer Petungan Pasaran a. Sabtu. wataknya: melikan. wataknya: Sembada (serba sanggup. artinya bersih tingkah lakunya g. wataknya: suci. Karo (Pusa): (2 Agustus -24 Agustus) 3. Rabu. wataknya kedher artinya kaku hati d.21 Desember) 41 hari 23 hari 24 hari 25 hari 27 hari 43 hari 43 . Kalima (manggala): (13 Oktober -8 November) 6. watakanya komat artinya sanggup menerima segala macam keadaan 3. Pon. Legi. kuat) aratinya: mantab dalam segala pakaryan e. wataknya micara artinya dapat mengubah bahsa e. Kemis. Rolas Titi Mangsa Jumlah Pranata Mangsa ada 12 yaitu: Nama-nama mangsa dan umurnya 1. Pahing. Kapat (Sitra): (18 September-12 Oktober) 5. artinya suka kepada barang yang kelihatan b. Jumat.d. Wage. Kliwon. Kasa (Kartika): (22 Juni -1 Agustus) 2. f. Katelu: (25 Agustus -17 September) 4.

Usai panen. Watak pengaruhnya: dedaunan rontok. candra (cirinya) Tirta sasana (air pergi dari tempatnya) Watak (pengaruhnya) musim dingin.18 April) 11. Kapitu (Palguna): (22 Desember. jumlah wuku ada 30 buah dengan nama masing-masing. pohon randu dan mangsa tumbuh daun-daunnya. Saat mulai menanam palawija. Kasa (kartika). b. Kasapuluh (Srawana): (26 maret. jarang orang berkeringat.11 Mei) 12. Dhesta (Padrawana): (19 April. watak (pengaruhnya) Tanah retak. Karo (pusa) candra (cirinya): Bantala rengka (tanah retak). c. Bayi yang lahir dalam mangsa itu wataknya ceroboh. kotor.28 Februari) 9. tanam-tanam palawija harus dicarikan air.25 Maret) 10.7. 4.21 Juni) 43 hari 26/27 hari 25 hari 24 hari 23 hari 41 hari Yang watak bawaan atau pengaruh tiga macam mangsa sebagai berikut: a. dari yang ke-1 Wuku Sinta hingga yang terakhir ke-30. kayu-kayu patah di atas. belalang bertelur. Bayi yang lahir dalam mangsa Kasa itu wataknya belas kasihan. Kawolu (Wasika): (3 Februari. Sadha (Asuji): (12 Mei. candra/cirinya sotya murca ing embanan (mutiara lepas dari pengikatya). Kasanga(Jita): (1 Maret. 44 . Sadha (Asuji). Petungan Pawukon Pawukon berasal dari perkatan Wuku. Bayi yang lahir dalam masa itu wataknya cukupan.22 Februari) 8.

Padangon dan lain-lainnya. Hari 2. 1995). Wuye 23. Pawukon dengan kelengkapannya itu dipercaya sebagai melukiskan watak bawaan atau pengaruhnya kepada kehidupan manusia dan kesesuaiannya dengan alam. Tolu 6. Adapun nama wuku 30 tersebut adalah: 1. Madhangkungan 21. Tiap-tiap wuku berumur 7 hari sehingga siklus berumur 30 x 7 hari = 210 hari. Galungan 12. Warigagung 9. Manail 24. Pahang 17. Warigalit 8. Sungsang 11. Dhukut 45 . Waktu ke-30 atau terakhir (Watugunung) mulai hari Minggu Kliwon sampai dengan Sabtu Legi (Kamajaya. Maktal 22. wayang 28. Kuningan 13. Kurantil 5. Paringkelan 4. Langkir 14. Kuruwelut 18. Sinta 2. Wukir 4. Bala 26. Marakeh 19.wuku Watugunung. Julungwangi 10. Gumbreg 7. Kulawu 29. Wuku ke-1 (Sinta) mulai hari Minggu Pahing sampai dengan Sabtu Pon. Pasaran 3. Prangbakat 25. Mandhasiya 16. Landep 3. Tambir 20. Perhitungan Pawukon dilengkapi dengan lain-lain perhitungan antara lain: 1. Wugu 27.

tidak sabar. besar nafsunya. orang sengsara dan melarikan diri. cemburu. Wuku Sinta Dewanya Batara Yamadipati laksana Pendeta. wataknya bagaikan raja. jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur laut: 7 hari jangan pergi ke timur laut (Kamajaya. 46 . tetapi banyak rejekinya. 1995: 68). lunak pada akhirnya. seperti terdapat dalam kutipan dua wuku (ke-1 dan ke-30). tetapi dalam hatinya tak setuju. Watugunung Watak bawaan atau pengaruh wuku dilukiskan dalam lambang–lambang dewa. Kakinya di dalam air: perintahnya keras pada awal. Slawatnya 4 ketheng. air. daging kerbau seharga 21 ketheng (mata uang Jawa jaman lampau nilainya kurang lebih ½ sen) tanpa menawar. Selamatan penolakan: Nasi pulen masakan beras sapitrah (satu takaran: dua tangan digabung dan dikerungkan kurang lebih ¼ kg). di masak pindang. sangat tinggi dan suka ulah kependetaan. Bencananya: mati setengah umur. Candranya: Indra janma nestapa. kayu dan burung. daun. cepat dalam segala pakaryan. tidak percaya. rela pada lahirnya.15. Burungnya Gagak: tahu akan gelagat. Doanya Tolak bencana. kaya harta benda. Gedongnya di muka: Menjadi memperlihatkan kekayaannya. Julungpujut 30. Memanggul panji-panji: memiliki kesenangan. Kayunya Kendayakan: menjadi tempat bernaung orang sakit. sering kecelakaan. enak bicaranya. lembut budinya. wataknya: besar perhatiannya. a.

Tungle. tak suka keramaian. wataknya terang cahaya hatinya. Watak dari tiga macam Paringkel sebagai berikut: a. tak suka keramaian. Burungnya Gogik: dengki. artinya lemah. Bencananya: dianiaya. Tungle. Kayunya Wijayakusuma: bagus rupanya. tetapi mungkir. bila ia pendeta ada derajatnya. bermutu bicaranya. 5. dari asal kata ringkel. Manfaatnya membikin malu. menurut. Uwas. Candranya: bintang dan bulan kesiangan. 47 . di masak pedas. Wataknya sanggup. menantang adu kepandaian. Petungan Paringkelan Paringkelan. ringkel Daun artinya kelemahan daun.asam dan pahit. Mengahadap candi: gemar sepi. binatang terbang dan binatang hidup di liang. Jabungkala jaya bumi (ancaman bahayanya) di timur. kelemahan. 7 hari jangan pergi ke arah timur. binatang darat. 5. Selamatan penolaknya: tumpeng masakan beras sapitrah ikan kali. percaya kepada tahayul. mengharapkan kesalahan orang lain.b. yaitu: 1. Aryang. Slawatnya: 19 ketheng. Doanya: mubarak. tak mau diatasi. buah-buahan. Ada 6 jenis Paringkelan. Pantangannya: jangan menanam yang diharapkan daunnya. semuanya halal. 4. selalu prihatin. 2. Naga gini: Mendua kasih. Mawulu. 3. senang bersemadi. selalu prihatin. bermacam-macam juadah dengan jenang. Warukung. Paningron. 6. sayur 7 macam. asin. Wuku Watugunung Dewanya Batara Antaboga dan Bathari Naga gini: Antaboga: banyak kemauannya.

3. Pantangannya: jangan bersesuai tanam. c. 2. Watak bawaan atau pengaruh tahun Jawa jatuhnya tanggal 1 Sura seperti berikut: 1. tahun cacing. Mawulu. 5. Bilamana tanggal 1 Sura jatuh pada hari Minggu. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari selasa. Wawu.b. tahun Soma Wrejita. Dalam tahun panjang ini umur bulan besar ditambah 1 menjadi 30 hari. tahun katak. Je. Wataknya: banyak hujan 4. Manfaatnya: mengerjakan sawah. Tahun yang panjang berumur 355 hari disebut tahun wuntu (panjang). tahun kerbau. Wataknya: berpenyakitan. Wataknya: banyak hujan. 2. Jimakir. jangan melakukan pernikahan dan jangan mendirikan rumah. Alip. yaitu tahun kelabang. ringkel biji. Wataknya: jarang hujan. Manfaatnya: membikin upas dan racun. wataknya: banyak hujan 48 . nama-nama itu diambil dari huruf Arab. Pantangannya: jangan menabur biji (benih). 8. Dal. Tahunini disebut tahun wastu (pendek). 4. Jimawal. 6. Aryang ringkel: ringkel janam (manusia) artinya: kelemahan manusia. 6. Petungan Tahun Tahun dalam kalender Jawa atau Kalender Sultan Agungan ada 8. Satu tahun Jawa berumur 354 hari. 3. tahun Buda Wisaba. 7. Ehe. tahun Anggara Wrestija. tahun ini disebut tahun Dite-kalaba. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Rabu. Be. tanggal 1 Sura jatuh pada hari Senin. namanamanya: 1.

Petungan Padewan Astawara Menurut Kamajaya (1995). Kala. Guru. Wataknya: jarang hujan 7. Nama-nama dan watak bawaannya: a. 7. tahun Udang. antara lain sebagai berikut: a. 1995). Kuthara. Yama. Wataknya: banyak air besar c. 7. 8. 6. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Kemis. Wataknya: jarang hujan (Kamajaya. Petungan Windu Satu windu berumur 8 tahun. Wataknya: banyak orang bersetuju hati (rukun) d. artinya banjir. Sangara. Brama. artinya banjir. artinya unggul. Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Sabtu. 5. 2. artinya ulah atau tingkah laku. Wataknya: banyak bangunan baru yang indah menyenangkan (Kamajaya. 3. 4. tahun Sukra Minangkara. Wataknya: Asih. Endra. satu siklus ada 4 windu. Wataknya banyak hujan 6. Masing-masing dari perhitungan ini memiliki watak bawaannya. 1995). Tanggal 1 Sura jatuh pada hari Jumaat. perhitungan Padewan ada 8 yaitu: 1. Uma. tahun Respati Mintuna. tahun mimi. Rudra. yaitu Batari Sri. belas kasihan. tahun Tumpak Menda. cinta. Adi. Manfaatnya: menanamn padi dan tanaman sampingan (tirisan Jawa) 49 .5. Sri. Sancaya. Wataknya Banya tingkahlaku orang yang aneh-aneh seperti belum pernah terjadi b. Sri. 8. tahun Kambing.

manfaatnya: membikin pagar dan tanda batas. Endra. 3. perhitungan ini ada 9. wataknya: tak mau kalah. Tulus (air) 8. Dangu (batu). c. 7. 50 . wataknya: diam saja. 6. Manfatanya: belajar segala pengetahuan. bohong dan berpurapura. Watak masing-masing antara lain: Dangu. Manfaatnya: menanam tanaman di kebun. Karangan (matahari).. Wataknya: Belas kasihan pada penderita. 2. Manfaatnya: membuat tugu. yaitu batara kala. Uma.b. Menurut Kamajaya (1995). yaitu Batari Uma. yaitu batara Endra. Dadi (kayu). Dadi. yaitu: 1. Gigis (bumi) 4. Wurung (api). Wataknya: teliti dan sombong. Nohan (bulan). d. Wogan (ulat). serakah. Kala. jahil. Jagur (harimau). tutup atau wadah. Wataknya: jahat. Manfaatnya: membikin sara-sarana. 5.

Ritual pribadi 51 . desa. Selanjutnya menurut Suryo S. slametan adalah ritual Jawa yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan. keselamatan dan berkah untuk suatu tempat. Sedangkan makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. Orang Jawa menyebut bathi atau untung. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran. Slametan Among Tuwuh Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita.BAB III TATA LAKSANA UPACARA PERKAWINAN A. ritual bisa dibagi menjadi tiga kelompok : a. misalnya rumah atau rumah peribadatan. negeri dan sebagainya. maka slametan mendapat perhatian utama. Negoro (2001: 43). penduduk desa. Anak yang lahir adalah karunia Tuhan yang selalu diharap-harap oleh semua pihak. Dengan adanya upacara pernikahan itu diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan sebuah dinasti keluarga. Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. penduduk negeri. Ritual tradisional diadakan untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga. Sesuai dengan namanya.

Mitoni . negeri dan rakyat. Ruwatan ini bisa dilakukan untuk seseorang atau sekelompok orang sekaligus. 52 . c. Upacara seperti ini disebut sukuran mengungkapkan rasa syukur atau slametan. diangkat menjadi lurah. seperti: Upacara Garebeg. b. menteri dan sebagainya.kehamilan tujuh bulan pertama dan Ruwatan Murwakala.Meliputi selamatan sederhana dengan nasi tumpeng. yang diselenggarakan oleh seseorang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Ratu. misalnya karena telah mendapatkan kenaikan pangkat. bupati. direktur perusahaan. Ritual sederhana yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur bahwa misalnya seseorang telah sembuh dari sakit gawat atau terlepas dari beban penderitaan yang berat. supaya terbebas dari ancaman Batara Kala yang jahat. Ritual Umum. Acara seperti ini biasanya dihadiri oleh tetangga. Ritual yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang seperti upacara-upacara: Perkawinan tradisional. permohonan supaya hidup selamat dan mapan. Ritual kenegaraan. Upacara Labuhan Karaton Yogyakarta. ritual untuk keselamatan dan hidup yang baik. salah satu putra Batata Guru. pimpinan. misalnya untuk satu desa dan seluruh penduduk desa seperti dalam upacara Bersih Desa. untuk Raja. Upacara Rajawedha/Mahesa Lawung. lauk pauk dan sesaji. teman-teman dekat dan teman-teman sejawat. saudara-saudara.

B. Upacara slametan among tuwuh bahannya lebih didominasi oleh hasil bumi dari daerah setempat. maka keluarga yang bersangkutan akan mendapat hak-hak istimewa. Biasanya panggang ayam dan sayur mayur yang dirajang-rajang. Bahan-bahannya yaitu nasi tumpeng. mereka akan serempak memberi doa yang tulus ikhlas. yang disertai dengan lauk-pauk ala kadarnya. Dari segi finansial tentu biayanya sangat murah dan bisa dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar.Peringatan 1 Suro. bisa merupakan ritual negeri atau umum atau gabungan dari keduanya. Semua pihak akan menyadari dan mau 53 . sehingga selama tarub itu dipasang. Bahkan jalan umum yang ramai lalu lintasnya pun diperbolehkan untuk digunakan. Dengan memasang tarub agung itu. Keutamaan pemasangan tarub agung ini adalah semacam tanda buat masyarakat luas. Dengan dipimpin oleh para sesepuh desa. Tanda ini efektif sekali fungsinya. Pasang Tarub Agung Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang Jawa. Mereka turut serta berbagi kebahagiaan atas akan datangnya hari yang dinanti-nanti. Mereka kemudian makan nasi tumpeng yang dibagikan dengan suka cita. Dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat. masyarakat umum akan cepat mengetahui bahwa keluarga yang bersangkutan sedang mempunyai hajad untuk menyelenggarakan upacara pernikahan. biasanya suasananya sudah berlangsung secara khitmat.

gula kelapa. 2001: 73). sesaji khusus disiapkan. Sepasang tebu wulung tebu yang berwarna ungu melambangkan mantabnya kalbu. memimpin seluruh jalannya upacara perkawinan bertanggung jawab mengenai sesaji dan lain-lain. yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng. dapur.errnohonan supaya mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak mahluk-mahluk jahat. bunga. dengan segala tekad dan pikiran bijak. Sebuah upacara perkawinan Jawa memiliki beberapa acara ritual tradisional. Dalam hal ini peranan seorang perias pengantin sangatlah penting. tempe. pemaes itu akan merias dan mendandani kedua pengantin. kue-kue. daging kerbau. jamu. mojokoro. alang-alang. pintu depan. Negoro. dadap srep. diharapkan supaya pasangan tersebut tumbuh dengan kuat dalam kehidupan 54 . di jalan dekat rumah dan lain-lain (Suryo S. Sebelum pemasangan tarub. di bawah tarub. akan selalu mempertahankan kehidupan keluarga. berbagai macam lauk-pauk. kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang-kuatnya pikiran baik. dan sebuah lentera. Di samping fungsi praktis itu.mengalah secara ikhlas. minuman. Sesaji ini melambangkan sebuah p. tarub juga mempunyai fungsi filsafat simbolis. artinya pasangan itu saling mencintai dengan sungguh-sungguh dan akan saling memelihara. berbagai macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa. Sesaji itu ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di: kamar mandi. pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. Cengkir gading-kelapa. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin.

Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu. maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan manapun juga dan berhasil (berbuah). Sepasang tebu wulung : Tebu artinya "anteping kalbu" tekad yang bulat. Sedangkan menurut Adjied dan Tessa (2002: 6) kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan perkawinan dengan tujuan rasionil dan irrasionil. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji.berkeluarga dan selalu berada dalam keadaan selamat. Wulung artinya mulus matang. menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. maknanya dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad 55 . di atas gapura sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan. maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas. Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja. ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda bahwasanya pesta perkawinan sedang diselenggarakan di rumah ini. Yang sangat penting. Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari: Sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya secara singkat demikian: Agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya/lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya. Dari mempelai diharapkan. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan.kencenging pikir. agar manusia sering mencegah dhahar lawan guling. dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentausa lahir batin atau aja ana sekara-kara alias alangan sawiji apa. sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancar. Para sesepuh. daun andong. C. pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. Tradisi lek-lekan ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali dalam perkembangan peradaban budaya Jawa. daun alang-alang. agar memiliki "kemauan yang keras" untuk dapat mencapai tujuan hidup yang penuh perjuangan bahagia dan harmonis. dan daun opo-opo. Tirakatan Malam Midodareni Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan leklekan. Maknanya : cengkir . Terdiri dari daun ringin. Dalam Serat Wulangreh pupuh tembang Kinanthi beliau berpesan demikian. pantang mundur atau mulat sarira hangrasa wani. Kelapa gading adalah kelapa yang kulitnya kuning.yang bulat. daun koro. Tujuannya adalah untuk menolak balak. Dua janjang buah kelapa gading yang masih muda . Kelengkapan tarub (uborampen tuwuh).cengkir. cengkir adalah kelapa muda yang berwarna kuning. daun mojo. Maknanya : diharapkan dari mempelai agar kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin menjadi pengayoman lingkungannya. Padha gulangen ing kalbu 56 . kemauan yang keras. Sinuhun Paku Buwana IV telah menyusun petuah luhur.

minuman dari air kelapa dengan gula kelapa. 57 . Dia harus tinggal di kamar malam itu dari jam enam sore hingga tengah malam ditemani oleh beberapa ibu yang memberikan kepadanya nasihat-nasihat yang berguna. Midodareni berasal dari kata widodari artinya Dewi (Suryo S. serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya.Ing sasmita amrih lanthip Aja pijer mangan nendra Kaprawiran den kaesthi Pesunen sarira nira Cegah dhahar lawan guling Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan Ijab dan Panggih di keesokan harinya. kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak. suruh ayu. pisang raja. Orang tua calon pengantin putri memberikan suapan makan kepadanya untuk yang terakhir kalinya. ingkung ayam. beras. Sesaji untuk midodareni. dua kendi diisi air suci dihit' :p dengan daun dadap srep. beberapa sayuran masak. 2001: 41). jadah ketan. meliputi : nasi gurih. jamu. kembang setaman. dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu. Negoro. Keluarga dari calon mempelai pria dan teman-teman dekatnya yang semuanya adalah wanita boleh menengok calon pengantin wanita untuk sejenak. lampu minyak yang dinyalakan. karena mulai besok dia sudah berada di bawah tanggung jawab suaminya. teh dan kopi pahit. kembang telon. Barang-barang yang diletakkan di kamar pelaminan terdiri dari sepasang kembar mayang. Calon pengantin putri malam ini menjadi sangat cantik bak seorang dewi dan dia akan dikunjungi oleh beberapa dewi kahyangan sesuai dengan kepercayaan kuno. ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh dibawah tempat tidur.

pada hari ini lebih populer ditempat khusus. sampo tradisional yang terbuat dari abu merang. Bersamaan dengan malam tirakatan midodareni. mereka diharapkan untuk bisa memberi pitulungan artinya pertolongan. tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. Barang-barang yang harus disiapkan terdiri dari tempat air yang besar. yang terdiri dari mawar. Upacara ini membutuhkan beberapa persiapan antara lain: Siraman diadakan di kamar mandi atau di tempat khusus yang dibikin untuk maksud tersebut. dan tujuh macam kain dengan pola lorek. Daftar dari orang-orang yang akan memandikan pengantin. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu.daun sirih dengan seperangkatnya. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. anggota keluarga ataupun tamu boleh memakannya. air 58 . bedak basah lima warna yang berfungsi sebagai sabun. Mereka tersebut diundang berdasarkan pilihan atas sikapnya yang baik. Siraman artinya mandi. selain orang tua pengantin juga beberapa ibu yang lanjut usia dengan reputasi yang baik akan diundang untuk ikut memandikan pengantin termasuk juga para nenek dari pengantin. kembang setaman. melati. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian juga calon pengantin pria dimandikan di rumah orang tuanya. dilakukan pula upacara siraman untuk calon pengantin putri. air dari sumber atau sumur. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. buah pinang. kantil dan kenanga yang ditaruh di dalam air yang untuk mandi. jumlahnya biasanya tujuh orang.

2002: 3). yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. tumpeng gundul. seekor ayam jago (Adjied dan Tessa. kain tenun lurik dengan pola yuyu sekandang dan pula watu. telur ayam. beberapa macam dedaunan. handuk.kelapa dan air jeruk. makanan-makanan dingin. singkatnya bertujuan memohon perlindungan dari Tuhan Sang Pencipta. menghindari perbuatan jahat dari mahluk-mahluk halus maupun manusia-manusia jahat. kendi dan gayung (Suryo S. melati dan kantil. mengingat dan menghormat para leluhur. calon pengantin wanita duduk di ruang pelaminan. dua kelapa yang diikat jadi satu. pisang dan buah-buahan yang lain. selembar kain putih yang dipakai selama siraman. 2001: 45). kembang telon-kenanga. kursi kecil yang ditutup dengan tikar tua. Sesaji siraman antara lain terdiri dari: tumpeng robyong. kue-kue manis. kelapa yang telah dikupas kulitnya. gula kelapa. Negoro. upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses. Sesudah siraman selesai. Ketika rambut sudah kering disisir lurus ke arah belakang lalu diikat erat-erat untuk digelung. penganan dari beras ketan. kain putih. dlingo-bengle. Sesaji tradisional untuk ritual Jawa dianggap sangat penting karena mempunyai arti simbolis. Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma. pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mengasapi rambutnya dengan ratus (asap wangi). Sesaji untuk siraman. lentera. kain bangun tulak empat pola untuk melawan perbuatan jahat. tujuh macam bubur. kain batik dengan motif grompol dan nagasari. Pemaes 59 . sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur.

sesuai dengan pola perkawinan yang telah ditentukan. Pemaes dengan hati-hati mempergunakan seluruh kemampuannya mulai merias calon pengantin wanita. Sesudah selesai calon pengantin wanita akan didandani dengan kebaya dan kain batik dengan pola sidomukti atau sidoasih melambangkan dia akan hidup makmur dan dihormati oleh orang lain. Midodareni berasal dari kata benda. 60 . Siraman dimulai dilaksanakan oleh para pinisepuh yang kemudian dilanjutkan dengan merias calon pengantin putri dengan ubo rampen sesuai dengan tata cara adat pengantin Jawa. Jenang sengkolo artinya supaya hilang sengkalanya (segala macam rintangan). untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk kekamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesaji untuk ngerik. Mukanya akan dirias rambutnya digelung. Sesaji untuk ngerik sama dengan sesaji untuk siraman. jenang sengkolo dan pisang raja.bidadari.membersihkan wajah dan lehernya dan mulai merias. Ngerik berarti mencukur rambut-rambut kecil di mukanya dengan menggunakan pisau cukur. Selesai acara siraman diadakan acara selamatan tumpeng robyong yang terdiri dari sego golong. Jajan pasar artinya supaya lancar segala usaha yang ditempuhnya. Sarana siraman untuk calon pengantin putri telah selesai disiapkan berupa air kembang setaman. Arti dari selamatan ini ialah : Tumpeng robyong artinya supaya bisa jumeneng ngayomi keluarga. jajan pasar. Sego golong artinya supaya gumelondong rejekinya. Widodari . Rapak yaitu kedatangan dari Kantor Urusan Agama untuk mencatat keterangan-keterangan tentang calon pengantin putri didampingi oleh rama ibu calon pengantin putri.

Kristen. Upacara ijab adalah hal yang paling penting untuk melegalisir sebuah perkawinan. sebenarnya upacara ijab qabul itu menduduki derajat yang paling utama. Pada malam itu diadakan selamatan sekadarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari Khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari. Hindu dan Budha. Upacara ijab qabul pasti melibatkan aparat negara yang khusus bertugas dalam urusan pernikahan. Petugas dari KUA di samping ahli dalam tata administrasi juga pasti menguasai dalam bidang keagamaan. Dengan upacara ijab qabul berarti telah terjadi pemindahan kekuasaan seorang wanita dari tangan wali ke pihak pengantin pria. Janji Suci Ijab Qabul Di antara segala rangkaian upacara pernikahan. Setelah syah dinikahkan dalam upacara ijab qabul.Malam midodareni adalah malam menjelang langsungnya perkawinan. Dikatakan utama karena menyangkut hukum agama dan hukum negara. Apapun agama yang mereka peluk. Di tempat di mana ijab itu dilaksanakan sebuah sesaji yang berupa sanggan ditempatkan. keluarga terdekat dan kerabat lainnya. D. Biasanya petugas berasal dari KUA yang menjadi urusan Departemen Agama RI. ijab dilaksanakan sesuai dengan agama dari pengantin tersebut yaitu : Islam. Adapun suaminya juga dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap istrinya. berarti wanita itu telah menjadi wewenang suaminya. Yang hadir para pinisepuh. pada waktu pelaksanaan ijab mereka memakai pakaian tradisional. Katolik. Sesudah 61 .

Nuwun. awit saking keparengipun kita saget makempal pahargyan menika. Assalamu’alaikum wr. Di bawah ini adalah contoh rangkaian upacara ijab qabul yang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa. Kangge cekaking atur. Kawula nuwun. wb. wb. konjuk dhumateng ngarsaning Allah ingkang Maha Agung. Bapak pengantin wanita membawa pengantin pria ke tempat upacara dan ibu pengantin 62 . Para saksi diharapkan sudah hadir di tempat upacara setengah jam sebelum acara ijab qabul dimulai. Setelah upacara ijab selesai. Para petugas among tamu telah siap di tempat masing-masing dengan mempersiapkan segalanya.Sedaya titi laksana upacara ijab qabul sampun sumadya. Wassalamu'alaikum wr. sadherengipun keparenga kawula matur dhumateng ngarsanipun para rawuh. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 4) selama diadakan upacara ijab qabul pengantin wanita duduk di pelaminan didampingi oleh ibu dan perias. boten wonten alangan satunggal menapa. ingkang sampun kersa rawuh ing dalemipun Bapak…… saperlu masrahaken Adhimas Bagus……putra Bapak…… ingkang badhe kanikahaken kalian Dyah Rara…… putri Bapak……. ingkang tansah sinuyudan. Setelah pembacaan do'a selesai diteruskan dengan upacara temu/panggih. diteruskan pembacaan do'a. wilujeng nir ing sambikala. Persiapan ijab qabul di rumah calon pengantin wanita. wekdal kula sumanggakaken dhumateng Bapak…… minangka silih saliranipun Bapak……. sumangga panjenengan sekalian kula dherekaken manungku jejering hastungkara. Mempelai pria dengan pengiring datang langsung di tempat upacara. Penghulu dan 2 (dua) orang saksi dari kalangan keluarga maupun teman terdekat. Petugas menjemput penghulu beserta pejabat pencatat nikah dari KUA.ijab upacara tradisional panggih dan lain-lain serta resepsi dilaksanakan untuk melengkapi seluruh proses upacara perkawinan. pinisepuh. Kejawi menika kawula ugi ngaturaken pembagya harja sugeng rawuh saha agunging panuwun ingkang tanpa pepindan.

Kedua mempelai pengantin sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Prosesi temu pengantin ini juga sering disebut dengan upacara panggih. E. 63 . Namun caranya lewat simbolis. Mempelai wanita diapit 2 (dua) orang pinisepuh putri dari pelaminan menuju ke tempat tersebut. kemudian dilanjutkan dengan prosesi temu pengantin. Mempelai pria diapit oleh 2 (dua) orang pinisepuh pria menuju ke tempat bertemu. Makna dari melempar sirih adalah untuk menguji keaslian kedua pengantin. Ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu bagi hadirin. dimulailah balang-balangan masing-masing melemparkan sirih yang digulung. Dengan dilempar sirih maka yang palsu menjadi aslinya menjadi hewan atau orang lain. namun lebih baik kalau disiarkan secara meluas pada masyarakat. Secara esensial sebenarnya setelah ijab qabul sudah resmi.wanita membawa pengantin wanita ke tempat upacara untuk melakukan sawatan sadak (lempar sirih atau lebih dikenal dengan nama balangan). Prosesi temu pengantin ini sekaligus menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai bahwa dirinya adalah pasangan sah suami istri. Prosesi Temu Pengantin Paripurna upacara ijab qabul. Untuk upacara panggih ini biasanya masing-masing mempelai disertai dengan pengiring. Setelah masing-masing berhenti. Menurut kepercayaan dahulu sering terjadi bahwa pada upacara perkawinan salah satu dari pengantin bukan aslinya akan tetapi jadi-jadian. berhenti 2 (dua) langkah dari tempat tersebut. Secara legal maka keduanya sudah seharusnya dipertemukan.

Bentuk hiasan seperti burung. Daun beringin supaya mereka melindungi keluarga dan orang lain.Dhandhanggula Anyarkara kinarya ngrenggani. Daun dadap srep. mengandung maksud supaya pasangan itu tidak mudah putus asa. harus selalu optimis dan dengan ketetapan hati membina kehidupan yang baik. Karya umiring lampahe Nenggih cucuking laku Dera arsa manjing ing panti Penganten wus samapta Kinirapaken tuhu Minta lunturing haksama tresna asih puja-puji pangastuti hayuning palakrama. Daun kruton dimaksudkan supaya terlepas dari godaan mahluk-mahluk jahat. supaya mereka bersemangat. Bentuk hiasan seperti pecut. Mamrih regu regenging pahargyan. supaya mereka mempunyai motivasi yang tinggi dalam hidupnya. dimaksudkan supaya keluarga itu selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam menghadapi berbagai macam masalah. Bentuk hiasan seperti belalang. cepat dalam berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan keluarga. daun ini dikenal sebagai kompres yang baik untuk menurunkan panas. Bentuk hiasan seperti payung. Dhandhanggula Anteng tajem jatmika kaeksi Ngegungaken susila nuraga Tan kuciwa prayitnane Siyaga sureng kewuh Ubayane tan mbalenjani Tur sembada ing warna 64 . dimaksudkan supaya mereka menjadi pelindung keluarga dan masyarakat.

sesudah itu mereka minum teh manis. maka pada tempat itu ritual perkawinan 65 . Dlingo-bengle jamu ini bisa mengobati infeksi dan berbagai penyakit.Tegen tanggon tangguh Pan alon tanggah jumangkah Hanyaketi unggyane penganten kalih Mangsah lumampah kirap. Acara ini melambangkan mereka akan bersama-sama mempergunakan dan menikmati kekayaannya. Selanjutnya adalah ritual kacar kucur atau tampa kaya. Ibu pemaes sebagai pimpinan upacara memberikan sebuah piring. Pengantin pria menginjak hingga pecah sebuah telur ayam dengan kaki kanannya. Ini melambangkan bahwa pengantin pria telah siap untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab sedangkan pengantin putri akan mengurusi suaminya dengan setia. Kemudian dilanjutkan dengan ritual dakar klimah atau dahar kembul. serbet kepada mempelai wanita dan juga nasi kuning dengan lauk-pauk bcrupa telur goreng. abon dan ati ayam. di depan kamar itu berdiri dua patung kayu yang disebut Loro Blonyo. Pada saat ini banyak rumah yang tidak mempunyai Krobongan. Bunga Patra Manggala untuk memperindah hiasan dan sekaligus menolak perbuatan jahat. tempe. Sepasang pengantin itu makan bersama. Mempelai pria membuat tiga kepal nasi dan lauk-pauknya dengan tangan kanannya. saling menyuapi. Ritual Wiji Dadi. Mempelai wanita makan dulu kemudian mempelai pria. kemudian pengantin wanita membersihkan kaki tersebut dengan air yang dicampuri oleh beberapa macam bunga. yang melambangkan kemakmuran. kedelai. Krobongan atau petanen adalah kamar khusus yang terletak di tengahtengah rumah Joglo gaya Jawa. ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh jahat.

Negoro. yang setia 66 . 2001: 86). Temah cipta ngungun Mangkana lampahe prapta. Orang tua mempelai wanita menjemput orang tua mempelai pria di depan rumah dimana upacara ini diselenggarakan. Dhandhanggula Mudha kalih siyaga umiring. maka pantang mundur. yang telah disediakan telur di atas cowek. maju terus untuk meraih kebahagiaan hidup bersama. Kedua orang tua mempelai pria didudukkan di sebelah kiri pengantin. sedangkan kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kanan pengantin. Karya gawok kang miyat. Sebagai seorang isteri. dengan tekad yang bulat (telur) sekali sudah melangkah dengan itikad yang baik. Wiji Dadi (Menginjak telur). para ibu berjalan di depan sedang bapak-bapak mengiringi dari belakang. Setelah balangan masing-masing mempelai maju ke tempat pertemuan. Setelah mempelai pria menginjak telur sampai pecah maka mempelai wanita berjongkok dan mencuci kaki yang telah menginjak telur tadi dengan air bunga dan dibersihkan sama sekali dengan serbet yang telah tersedia.tersebut dilakukan. Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke tempat upacara. Ing ngarsane risang penganten sarimbit. hal yang sama juga dilakukan bila pesta itu diadakan di hotel atau gedung pertemuan (Suryo S. Lampahira risang Adimuka Putri Dhomas sawurine Sulistya warna punjul Rinengga ing busana adi. Gya tinabuh tengara. dihias dengan ornamen yang menyerupai Krobongan. Sebagai seorang pria. Setelah itu mempelai pria membantu mempelai wanita untuk berdiri lagi dengan cara mengangkat kedua tangannya.

dingin dan berkhasiat 67 . Sama-sama sudah menjadi anak. sang bapak duduk di kursi dan kedua pengantin dipangku. Pengantin berdua bergandengan tangan (kanten) menghadap ke pelaminan. Mengesahkan dan merestui kedua mempelai sebagai suami isteri. Sebagai seorang ayah berkewajiban memberi contoh dan menunjukkan jalan ke kebahagiaan keluarga (berkeluarga). Karena kesetiaan sang isteri sang suami membantu sang isteri mengangkatnya sebagai rasa terima kasih atas kesetiaannya. ibunya mengkerodongkan "sindur" di bahu kedua pengantin. diminum oleh bapaknya. dan yang wanita di sebelah kiri. dan sang ibu mendorong dan memberikan restunya untuk mencapai cita-citanya dengan bekal persatu paduan mempelai berdua yang abadi. bapak dari pengantin wanita di depan. yang pria di sebelah kanan. Rucuh dengan rasanya yang segar.berkewajiban mensucikan nama baik suami. Setelah bapaknya memutar menghadapi kedua mempelai tersebut. dan dengan memegang bahu kedua mempelai. Tanem. bila suami salah langkah atau salah tindak. kemudian ibunya. Setelah duduk. Di belakang. Mangku/nimbang. Sinduran. diambillah rucuh kelapa muda. supaya tetap harum. dan dengan demikian bersama-sama menuju ke pelaminan. Sebagai seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan anak sendiri dengan menantu. Setelah sampai di pelaminan. dan selanjutnya kedua mempelai meminumnya yang didahului oleh pengantin pria. mendudukkan mereka di atas pelaminan. kedua pengantin dibelakang dan masing-masing pegangan ujung baju belakang kiri kanan bapaknya. Lantas ibunya bertanya "berat mana pak?" yang dijawab oleh bapaknya "sama saja". biasanya pertanyaan tersebut dilakukan dalam bahasa Jawa.

tetapi juga isterinya dapat mencarinya. Sungkeman Tanda Darma Bakti 68 . Dahar Kembul. Maka menjadi kewajiban. Maknanya walau hidup berkeluarga.kekuatan. setelah itu mengambil air minum untuk diminum setiap orang seteguk. Pada permulaan perjalanan hidup berkeluarga. Ibu dan bapak pengantin wanita menuju ke pintu depan untuk menjemput besan. Maknanya semua hasil jerih payah suami diserahkan seluruhnya kepada sang isteri. Sewaktu upacara dahar kembul. untuk disimpan dan dimanfaatkan bagi keluarganya. Besan dipersilahkan mengambil tempat sebelah kiri pengantin wanita. sehat dan tenang untuk menghadapi tugas-tugas yang berat sebagai suami isteri. tidak hanya suami saja yang mencari nafkah. bahwa hasil sang suami maupun si isteri boleh dinikmati mereka berdua. sampai 3 (tiga) kali. supaya jiwa raganya segar. Mempelai wanita membeberkan kacu "bangun tulak" dipangkuannya dan mempelai pria menyertakan "gunokoyo" (kacang-kacangan) dari kantung tikar ke atasnya. F. Kacar Kucur. Menjemput Besan. Telah tersedia nasi ketan kuning masing-masing mengambil dengan tangan dan disuapkan kesatu dan yang lain (suap-suapan). diserahkan kepada ibunya untuk disimpan. besan dipersilahkan berangkat dari rumah kediaman. sampai habis dan pengantin wanita membungkusnya rapat-rapat dengan kacu tersebut dan setelah diikatnya.

Selanjutnya ayahanda 69 . Sepasang pengantin tersebut siap untuk melaksanakan sungkeman. Itulah puncak dari kegembiraan. Acara sungkeman ini akan membuat hati orang tua menjadi mongkog. Menurut Suryo S. Pengantin pria dan wanita bersama-sama duduk di pangkuan ayahanda pengantin wanita.Dari prosesi temu pengantin kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman. Kedua pasang orang tua itu harus diperlakukan secara sama tanpa ada perbedaan. Negoro (2001: 89). masih ada ritual tambahan yakni sebagai berikut : Sindur Binayang. mereka dengan sikap hormat berjongkok dan menghaturkan sembah kepada kedua orang tuanya untuk memohon restu. bombong. Pertama kepada kedua orang tua pengantin wanita. beliau akan berkata bahwa kedua-keduanya mempunyai berat yang sama. sedangkan ibu memberikan dukungan. artinya beliau sama-sama mencintai keduanya. Sungkeman ini ditujukan kepada dua pasang orang tua pengantin. ayah dari pengantin putri berjalan di depan pengantin menuju ke kursi pengantin di depan Krobongan. Sesudah ritual Wiji Dadi. Ini melambangkan ayah menunjukkan jalan ke kebahagiaan. gembira. Malah yang tak kuat membendung air mata biasanya seorang bapak dan ayah mempelai wanita. Maksudnya adalah untuk menunjukkan darma bakti si anak kepada dua pasang orang tuanya. Karena terlalu haru. bahagia. maka tak jarang ada orang tua yang mbrebes mili air matanya. Sang bapak merasa berhasil mengantarkan putrinya memasuki dunia rumah tangga yang sangat berbahagia. kemudian kepada kedua orang tua pengantin pria. sedangkan ibu dari pengantin wanita berjalan di belakang pengantin sambil menutupi pundak pasangan pengantin tersebut dengan kain sindur. Namun juga bercampur haru.

Tumplak Punjen. Istrinya bertanya : “Bagaimana Pak? Sang ayah menjawab: “Wah segar sekali. Bubak kawah ini merupakan perlambang permohonan. 70 . Dalam acara ini. minum rujak degan kelapa muda di depan krobongan. secara simbolis kepada masing-masing dibagikan bungkusan-bungkusan kecil yang berisi: bumbu-bumbu. Dengan mengadakan tumplak punjen. Bubak kawah ini hanya dilakukan oleh orang tua yang mengawinkan untuk pertama kali anak putrinya. di depan krobongan orang tua yang berbahagia memberikan miliknya (punjen) kepada semua anak dan keturunannya. Tumplak punjen dilaksanakan oleh orang tua yang mengawinkan putrinya untuk terakhir kali. semoga orang serumah juga segar!”. dan tembaga. mereka ingin memberi teladan hidup yang baik.mendudukkan sepasang pengantin itu di kursi mahligai perkawinan yang merupakan tanda bahwa beliau telah menyetujui perkawinan tersebut dan memberikan restunya. sesudah upacara Panggih. Lalu istrinya ikut mencicipi sedikit dari gelas yang sama. uang logam dari emas. Menurut Adjied dan Tessa (2002: 2) orang tua berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga bisa hidup mandiri. Tumplak artinya menuangkan atau memberikan semua. perunggu. nasi kuning. diikuti anak mantu dan terakhir pengantin putri. kesehatan. agar sepasang pengantin itu cepat mendapatkan keturunan. punjen adalah harta milik orang tua yang telah dikumpulkan sejak berumah tangga. Bubak Kawah. diharapkan generasi penerus dalam melakukan tugas hidupnya mampu mengurusi dengan sebaik-baiknya: harta milik. Ayah pengantin putri.

bahwa beliau-beliau telah memelihara dan mengentaskan sehingga menjadi dewasa. Masing-masing orang tua (bapak. Setelah menjadi suami isteri. Berurutan sebagai berikut: Ayah mempelai pria. Sinom Ugere wong jejodhowan Ati loro dadi juga Priya bisa ngemong estri ………. Ibu mempelai pria. ibu dari kedua mempelai telah siap duduk di samping kanan kiri pelaminan). 71 . Ayah mempelai wanita dan Ibu mempelai wanita.keselamatan dan harus selalu menyukuri pemberian Tuhan. Setelah keseluruhan acara selesai para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang didampingi oleh kedua orang tua masing-masing. Sungkeman. mereka berkewajiban menghormati dan merasa terima kasih kepada para orang tua. Yang memberikan sungkem dahulu mempelai pria disusul oleh mempelai wanita.. Kemudian pengantin saling menukar cincin kawin sebagai lambang cinta kasih. Kedua mempelai memberikan sungkem. mohon do'a restu kepada keempat orang tua. Jejodhowan kang mangkana Wus sasat munggah suwargi Sumingkir sakehing godha Sanadyan tinitah miskin Nora nggresuleng pikir Apa maneh lamun brewu Anane amung suka Yeku nugrahaning Widhi. Mring manungsa kang nenggih apalakrama.

Ratu Laut Selatan Alkisah. “Mungkin itulah yang membuat laut kidul menjadi geger”. Ombak berdebur keras membuat suara menjadi gaduh. ia melihat alam terang benderang. dalam istananya yang megah berhiaskan intan mutiara. “Hilangkanlah gundah hati tuan. Nyai Roro Kidul lalu mendekati pemuda itu. Ia hanya melihat seorang pemuda yang sedang berdiri tegak di pantai. Nyai Roro Kidul kemudian berkata pelan. Hamba mohon hentikan perbuatan tuan ini. karena gara-gara perbuatan tuan. Dialah ratu para lelembut di tanah Jawa. Kala itu. parasnya elok menawan. tiba-tiba terdengar huruhara. Ia cantik rupawan. Tiada yang menyamai kecantikannya di seluruh dunia. “Ada apa ini? Mengapa air laut tiba-tiba panas mendidih? Apakah matahari runtuh dan akan terjadi kiamat?” Sang Ratu kemudian keluar istana diikuti dayang-dayang. laut 72 . Nyai Roro Kidul sedang bercengkerama di tilam emas. Tidak ada hal apapun yang mencurigakan. bertahtalah seorang ratu di laut selatan. Di air atas lautan yang luas. batin Nyai Rara. Ia bernama Nyai Roro Kidul.BAB IV PANDANGAN TERHADAP KEHIDUPAN MAKHLUK HALUS A. Pemuda itu tampaknya sedang bersemedi memohon sesuatu kepada Tuhan. Dalam suasana yang tenang itu. Di sampingnya jin setan peri prayangan siap melayani segala kebutuhannya. Nyai Roro Kidul terkejut. Ikan-ikan di lautan pingsan karena air laut mendidih dan bergejolak.

Mendengar perkataan Nyai Roro Kidul. Jin peri prayangan dan seluruh makhluk halus akan tunduk di bawah duli tuan. Pabila kelak tuan berperang. Senopati Ingalaga sangat gembira. sudah terkabul. Hamba menginginkan laut menjadi tenang kembali seperti sedia kala. Semua hiasan rumah dan pagar-pagar berlapis emas berlian. Adapun permohonan tuan kepada Tuhan. Kasihanilah hamba. Nyai Roro Kidul menghaturkan sembah sambil menyungging senyum. Buah-buahan dan bunga-bunga menarik perhatian. Mereka akan menuruti apa kehendak tuan. Tuan dan anak cucu tuan akan menjadi raja diraja tanah Jawa. Senapati Ingalaga sangat terkesima dengan ratu yang cantik itu. maka mereka pun akan membantu pasukan tuan. ia duduk di sebuah ruangan bernuansakan kuning keemasan.kidul menjadi gerah. Ikan-ikan yang pingsan telah sadar dan kembali berenang-renang. Sekonyongkonyong ia ikuti langkah wanita itu hingga masuk ke arah lautan. Setibanya wanita itu di dalam istana. Senopati selalu melempar lirikan kepada Sang Ratu. Dayang-dayang sibuk melayani Sang Ratu. karena tuan adalah pimpinan para raja di tanah Jawa ini”. Namun Senopati merasakan seperti berjalan di atas jalan yang mulus menuju sebuah istana yang megah. Demikian pula Sang Ratu menangkap 73 . Ia mencoba selalu waspada karena ratu cantik rupawan ini bukan jenis manusia. Tak lama kemudian ia lantas membalikkan tubuh dan kembali menuju lautan. Maka ia menghentikan semedinya dan lautan tenang kembali. Senopati takjub dan terheran-heran melihat sekeliling. Senopati dipersilahkan duduk di dekat Nyai Roro Kidul. karena laut kidul itu hamba yang menjaga.

Betah rasanya di sini. Sangat cocok dengan pemiliknya. kamar seindah ini tidak ada lelakinya. Senapati berada di laut kidul selama tiga hari tiga malam. tidak akan kekurangan wanita yang lebih cantik daripada hamba”. aku dapat melihat kamar yang demikian elok. Semua adalah milik tuan. Aku belum pernah melihat ruangan seindah ini. Tidak ada yang memerintah”. Nyai Roro Kidul kemudian dipondong untuk menuntaskan kehendaknya. hamba hanya menunggu”.pasemon yang dari Senopati dan senyumnya semakin menawan. Tuan raja besar. jangan malu-malu. Senopati tersenyum sambil berkata. Aku menjadi malas untuk pulang ke Mataram. sebab hamba bukan dukun. “Nimas. yang cantik dan pandai merawat. “Nimas. Enak juga kok menjadi ratu sendirian. rasanya seperti di dalam surga saja. aku sungguh tergila-gila kepadamu”. Senapati merasa berbunga-bunga. akan lebih sempurna”. tukas Nyai Roro Kidul sambil menyelipkan senyum di bibirnya yang tipis. “Ah Tuan ini. Sang Ratu mengajak Senopati berjalan-jalan melihat-lihat isi istana. “Hamba tidak bisa memberi obat. Roro Kidul berbisik sambil melempar senyum. Tapi sayangnya. Keduanya duduk di tepi pembaringan. bolehkah aku melihat kamar tidurmu?” “Boleh saja tuan. Ia selalu berkasih-kasihan dengan Roro Kidul. “Nimas. Setiap 74 . berilah aku obat. Senopati Ingalaga tersenyum dan berkata. Diceritakan. Bagaikan mimpi. Nyai Roro Kidul segera menggamit tangan Senopati masuk ke dalam kamar tidurnya. Kalau ada lelakinya yang tampan.

“Nimas. Yang demikian namanya orang congkak. yang memimpin semua manungsa dan makhluk halus. hentikanlah mengandalkan kesaktianmu itu. ia kaget melihat Sang Pandhita. siapa yang aku suruh memanggil kamu? Orang Mataram pasti tidak ada yang tahu akan kamu?” Roro Kidul berkata. berjalan di atas air seperti di daratan saja. Hamba pasti segera datang membawa pasukan jin. Sunan Kalijaga menasehati. Jika kamu ingin tetap menjadi raja. Ia sedang duduk tafakur di pantai. Ing 75 . Senapati diwejang tata cara menjadi raja. Senopati lalu berangkat. Para wali tidak mau berbuat demikian. Senapati lalu menghaturkan sembah dan memohon maaf. “Besar terima kasihku padamu. Sunan Kalijaga. atas segala petunjukmu. Mesti akan terkena murka Allah. bersyukurlah kepada Allah. Nimas. Dari Babad Tanah Jawi disebutkan demikian: Kacariyos. bersedekaplah dengan satu kaki. aku mendapati musuh. aku ingin tahu rumahmu”. “Hal itu mudah saja. ing seganten kidul ngriku wonten ingkang jumeneng ratu wanudya. Apabila tuan hendak memanggil hamba. Aku percaya. Setelah tiba di Parangtritis. “Senapati. Senapati berkata. Pesanmu akan kulaksanakan semua”.hari. karena telah menunjukkan kesaktian berjalan di lautan tanpa basah. peri prayangan dan persenjataan perang”. Senopati lalu berpamitan. nglangkungi ayunipun. Ayo sekarang ke Mataram. kemudian mendongaklah ke angkasa. aku pamit kembali ke Mataram. Sebaliknya jika kelak.

ingadhep para jim. nenedha ing Allah. apa srengenge runtuh bakal kiamat?” Nyai Kidul lajeng medal ing Jawi. Anama Roro Kidul. supados sirna gara-gara punika. Ing sakarsa-karsa sampeyan sedaya anut. Kiye geneya? Apa kena ing gara-gara. samangke sampun angsal. sebab sampeyan kang minangka bapa babuning ratu para ratu ing tanah Jawi”. Sampeyan lan satedhak-tedhak sampeyan sedaya mesthi jumeneng ratu. Swaraning seganten nggegirisi. Tumunten mulyaa saisining seganten kang sami risak. tinaretes ing sesotya. Nyai Kidul wicanten piyambak. jumeneng sapinggiring seganten. angreh ing tanah Jawi tanpa timbang. peri. Ningali jagad padhang. 76 . Kala semanten Roro Kidul pinuju wonten ing dalem. Pinarak ing Katil Mas. setan. mboten wonten punapa-punapa. ngeningaken paningal. prayangan ing tanah Jawi sedaya inggih kareh ing sampeyan. Ratu Kidul wicanten salebeting galih. kenging ing garagara. Utawi jim. peri. Sampeyan mugi welasa dhateng ing kula.sajagad mboten wonten ingkang nyameni. jumeneng ing sanginggiling toya. prayangan. setan. “Salawasku urip aku urip durung ndeleng segara kaya iki. sedaya inggih sampi mitulungi. “Iku layake kang gawe gara-gara ing segara’. Angreh sawernine lelembut tanah Jawi sedaya. lajeng nyembah. Roro Kidul enggal murugi. Upami ing benjing sampeyan manggih mengsah. “Mugi sampeyan icalaken susah ing galih sampeyan. nyungkemi sukunipun Senopati sarta matur ngrerepa. Sarta lajeng sumerep ing saciptanipun Senopati. Ratu Kidul kaget ningali gegeripun ulam ing seganten. sebab seganten punika kula kang ngreksa. Dene anggen sampeyan nyenyuwun ing Gusti Allah. Toyanipun panas kados digodhog. Amung tiyang linuwih satunggil.

Sami pinarak. Senapati Ingalaga sanget kasmaranipun. emot. lumampah kondur satengahing seganten. “Nimas. Sarwi ngandika dhumateng Nyai Roro Kidul. kula darmi tengga. ingsun arep weruh ing pasareyanira. Utawi ulam ingkang sami pejah inggih sampun gesang malih. ingadhep para jim setan peri prayangan. Senopati lumampah sanginggiling toya kados ngambah dharatan. Senapati Ingalaga mesem. lajeng sami pinarak ing katil mas sekalian. kabekta lumebet dhateng ing pasareyan. yen dede jinis. Wondene Nyai Kidul inggih nempeni semonipun Senopati. Layake caritaning kaswargan iya kaya iki. Senapati Ingalaga eram ningali kedhatonipun Nyai Roro Kidul. sampeyan ingkang kagungan”. nglangkungi sae. 77 . ingsun banget eram ningali paturonira. kaya apa rakite?” Nyai Kidul matur. Woh-wohan saha sesekaranipun adi-adi sedaya. Bakal katrem ana kene. Yen ana wonge lanang kang kagus.Senapati Ingalaga. “Sumangga. Nyai Kidul nyembah sarwi ngujiwati. iba becike”. lajeng anut wngking dhateng Nyai Kidul. Sembada lan kang duwe. Sajegku durung weruh pepajangan kaya iki. sakelangkung suka ing galihipun. Nanging cacade mung siji. Dhasar ayu bisa ngrerakit. Sadhatengipun ing kedhaton seganten. Senopati wau anggenipun pinarak dhedhepelan kemawon lan Nyai Kidul. Senapati astane lajeng dipunkanthi. Sarta gara-gara wau inggih sampun sirna. sarta tansah ngujiwati. dene ora nana wonge lanang. sarta tansah nyantosakaken ing galih. Ingsun aras-arasen mulih menyang Mataram. mboten wonten pekewedipun. Nimas. sareng mireng ature Nyai Kidul. Senapati ngandika. ing dharatan mboten wonten sesaminipun.

ingsun muga paringana tamba. Nimas. yen ingsun nemu mungsuh. Senopati mesem sarwi ngandika. Bilih sampeyan karsa nimbali dhateng kula. sarta kula mbekta bala jim. Ing sakajeng-kajeng mboten wonten ingkang marentah”. Balikan ing besuk. peri prayangan lan sededameling prang”. nggoningsun kedanan marang sira”. kang sun kongkon ngaturi ing sira sapa? Wong ing Mataram mesthi ora ana kang weruh marang sira?” Roro Kidul matur. Wewekasira kabeh ya bakal ingsun estokaken”. jumeneng ratu estri kemawon. ing sakehe wurukira. Roro Kidul lajeng pinondhong ndumugekaken karsanipun. “Nimas. Sunan Kalijaga. sebab kula dede dhukun. Lan ingsun iya pracaya. “Mekaten punika gampil kemawon. Sampeyan ratu ageng. kaget ningali dhateng Sang Pandhita. sedhakep suku setunggal. Senapati 78 . mangsa kiranga wanudya ingkang ngungkuli kula”. “Banget panrimaningsun. nunten tumengaa ing awang-awang. “Sae lamban. “Nimas. ngambah toya seganten kados ngembah dharatan. Roro Kidul matur sarwi mlerok. Senopati ngandika malih. Senapati wau ing saben dinten dipunwejang ngelmunipun tiyang umadeg ratu. ingkang ngedhepaken sakathahing manungsa lan jim peri.Aturipun Nyai Kidul. Sareng dumugi ing Prangtritis. Senapati manahipun kados dipununggar. Senapati ngandika. Amesthi kula enggal dhateng. Tansah sih-sinisihan kaliyan Roro Kidul. “Kula mboten saged ngaturi jejampi. lenggah pitekur wonten sangandhaping Parangtritis. Kacariyos Senapati anggenipun wonten seganten kidul tigang dinten tigang dalu. ingsun pamit mulih marang Mataram. Senopati sampun mangkat.

Gonas ganes merak ati. Rema anyekar bakung ameles wilis tur panjang. Ayo marang Mataram. gegununganipun para putri. Widhangan nrajumas. Mesthi bakal kesiku marang ing Allah. Prembayun anyengkir gadhing. netra lindri anjait. uwang anyangkal putung. sarta ngrerepa. Lambung nawo kemit. Mencepe kang pranaja. Galak ulat tur raga karana. grana ngrungih. kicating pada gumebyaring wentis kang kengis pindha thathit sasanderan. marenana nggonmu ngendelaken sekti digjayanira iku. amargi nggenipun ngatingalaken kasektenipun ngambah seganten mboten teles. nyuwun pangapunten. jangga nglungid nglunging gadhung. pranyata kurang candra luwih warna saking endahing sarira. idep tumengeng tawang. wong-wonga gumebyar apindha thathit. pamulu ambengle keris. karya kumesare kang mulat. seperti panyandra ki dalang: Anenggih kang kacarita. Mistik Gunung Merapi Keindahan Kraton Nyai Roro Kidul dapat diibaratkan seperti asrinya Taman Keputren Kadilengeng. ginarwa Narendra dahat dahing warnikarengga ing busana widagda ngadi sarira. Lamun tindak. “Senapati. Dadi iku jenenge wong kibir. Athi-athi ngudup turi. mbesengut saya patut. Yen cinandra citrane sang putri. nganggoa syukur ing satitahe bae. larapan nila cendhani imba nanggal sapisan.enggal ngujungi. ingsun arsa weruh ing omahira”. Para wali ora gelem nganggo kaya mengkono. Yen sira bakal sumedya tulus jumeneng ratu. B. Sunan Kalijaga ngandika. racikan amucuk ri. ambombrong saya mencorong. Sri Narendra garini kusumanig ayu Dewi Banowati. Putri Nata saking Mandaraka. Sinten 79 . suku amukang gangsir. lathi manggis karengat. ing kenya puri Ngastina.

di batu. gunungan ditancapkan di tengah-tengah kelir. teristimewa yang berkait erat dengan kepercayaan mereka sehari-hari. marma anggung dadi kondhanging kidung (Siswoharsoyo. di laut. yang mempunyai arti akan ada kelahiran. Dalam pertunjukan wayang kulit media komunikasi dengan roh nenek moyang yang timbul pertama kali pada jaman Neolithicum atau lebih kurang 1. di gunung dan dianggap sebagai pelindung kuat yang dapat dimintai pertolongan. apan punika putrine sang Nata dwita. Sejak jaman dahulu gunung api telah menarik perhatian nenek moyang kita. dipergunakan sebagai simbol kehidupan.500 SM (Mulyono.ingkang marek ing ngarsa. rasa dan karsa. 1983: 24). kaduk ruruh tur ta ambeg ngumala rum. 1979: 38). di sungai. Sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. Di dalam gunungan terdapat lukisan makhluk raksasa menjulurkan lidahnya yang merah panjang. kera memanjat pohon bertarung dengan hewan 80 . replika gunung. Kelahiran terjadi setelah dalang memisahkan dua gunungan di simpingan kiri dan kanan untuk melambangkan pecahnya lapisan plasenta. Pada jaman prasejarah mereka mempunyai kepercayaan bahwa roh orang mati dianggap masih tinggal di sekeliling mereka di pohon. yaitu gunungan. akekasih kusumaning ayu Dewi Lesmanawati. Dhasar wanodya sulistya ing warna. Kemudian gunungan ditarik ke bawah dan berhenti tiga kali. untuk melambangkan awal mula dunia sebelum ada manusia kecuali tetumbuhan dan binatang seperti yang tergambar dalam gunungan. Gunungan beserta isinya merupakan lukisan kehidupan duniawi dan batiniah di mana Tuhan Yang Maha Esa menentukan segala kegiatan di alam semesta. melambangkan adanya cipta.

lainnya. Hierofani secara etimologis berasal dari hieros berasal dari kata phainomai. karena Yang Suci sudi menampakkan diri kepada manusia lewat peristiwa hierofani. berundak-undak menyerupai gunung . Ini melambangkan hukuman bagi orang yang berbuat salah satu jahat. 1991: 122). Realitas mitos diyakini sebagai sesuatu Yang Sakral. Penampakan yang suci ini dapat terjadi kapan saja. mulai terdapat kepercayaan bahwa roh orang mati bertempat tinggal di atas dunia atau di gunung. yang berarti menampakkan diri. pohon-pohon dan bunga-bungaan. 81 . Dua pintu yang terkunci rapat dalam lukisan itu melambangkan kedamaian batin yang tersembunyi di belakang kedua pintu itu (Triyoga. Kepercayaan seperti ini diungkapkan dalam bentuk-bentuk bangunan pemujaan nenek moyang yang menjulang tinggi. burung-burung beterbangan dan segala jenis hewan lainnya. Pengkudusan terhadap sesuatu terjadi pertama kali karena suatu peristiwa dianggap sebagai hierofani atau peristiwa suci. Dimulai jaman prasejarah itu pulalah. roh nenek moyang dinyatakan dalam bentuk patung-patung yang diletakkan di atas bangunan pemujaan yang terdapat di bukit atau di gunung (Soekmono. sempurna. 1973: 32). Kesemuanya itu melambangkan pohon kehidupan duniawi yang diciptakan Tuhan. Menurut Mircea Eliade manusia agama menjadi semakin yakin akan adanya Yang Suci. Dan Yang Sakral adalah Yang Maha lain. Di tengah-tengah gunungan terdapat lukisan sebuah rumah Jawa dengan dua pintunya terkunci rapat dan masing-masing sisinya dijaga oleh seorang raksasa bersenjata gada. Acapkali pula. melambangkan tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk mencapai tempat tertinggi.

Dalam peristiwa ini manusia bertemu dengan Yang sama sekali lain. Bahkan eksistensi yang sudah sangat di desakralisasikan sekalipun masih mengandung unsur-unsur religius. binatang. semua tempat tersebut tetap merupakan suatu hal yang istimewa. yang mempunyai makna tersendiri. Peristiwa-peristiwa hierofani diperingati setiap kali. Dalam peristiwa hierofani ini sesuatu yang bukan bagian dunia. agar supaya penampakan suci itu bisa dialami lagi dan manusia dapat ikut mengambil bagian dalam Yang Suci yang sudi menampakkan diri itu. 82 . bukan berasal dari dunia. tempat di bumi seperti gua.siang. dan sebagainya. Ada tempat-tempat istimewa yang secara kualitatif berbeda dengan yang lain. tampak pada benda-benda dan makhluk-makhluk yang menjadi bagian dari dunia. Dan lewat apa saja. Manusia tidak pernah berhasil secara penuh untuk memisahkan dirinya sama sekali dari sikap religius. sungai. pengalaman profan melampaui suatu ritual tak pernah ada dalam keadaan yang murni. malam atau pagi hari. gunung. Dengan menampakkan diri itu Yang Suci menjadi tidak absolut lagi. tumbuhtumbuhan. manusia. Bahkan bagi manusia yang dianggap sangat tidak religius sekalipun. Berbicara masalah kenyataan. Di situ ia mengalami suatu realitas yang lain dari kenyataan yang biasanya dijumpai dalam hidupnya sehari-hari. Pengalaman manusia modern mengenai ruang profan tetap memiliki nilai kekhususan yang homogen begitu saja seperti halnya religius mengenai ruang kudus. hutan. misalnya saja tempat-tempat tertentu di daerah asing yang dia kunjungi untuk pertama kalinya. merupakan tempat suci kehidupan pribadinya. sore. melainkan terbatas pada benda atau makhluk yang menjadi alat hierofani itu.

bukan terletak pada wujud kongkrit benda.Lawan Yang Sakral adalah yang profan. itu mempunyai nilai sakral bagi umat Kristiani. tanda persatuan laki-laki dan perempuan. Mitos ini benar karna keberadaan alam semesta membuktikan keberadaannya. Kemudian peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan sebagai keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. karena moralitas di alam membuktikannya (Minsarwati. C. 2002: 70). karena kepercayaan kepada hal-hal itu membuktikan kebenaran dan keberadaannya. Kyai Sapu Jagad Mitos tentang letusan Gunung Merapi diyakini berasal dari dua sumber kekuatan manusia yaitu Nyai Roro Kidul (sebagai wanita) penguasa dan penjaga Laut Selatan dan Kyai Sapu Jagad sebagai penguasa Gunung Merapi (sebagai laki-laki). Antara Yang Sakral dan yang profan secara kongkrit tidak mempunyai perbedaan yang mendasar. Contohnya orang Jawa mengenal adanya perputaran musim yaitu 83 . karena yang membedakan antara Yang Sakral dari yang profan. Sebagai contoh salib di atas altar. tetapi pada sikap dan perasaan manusia yang meyakini keprofanan suatu benda karena dari satu benda dapat terbentuk dua sikap dan perasaan yang berbeda. Keduanya adalah sama. Orang Jawa dalam mengungkapkan tentang suatu kepercayaan juga selalu hari-hari baik. Mitos tentang dewa-dewa dan makhlukmakhluk-makhluk Ilahi itu benar. tetapi tidak bagi umat yang lain. Dengan demikian kesakralan terwujud dari sikap dan perasaan manusia dari sikap mental yang dilandasi oleh perasaan. Mitos tentang dunia ini benar.

Selasa. Pahing. yang membagi dunia menjadi lima bagian yaitu bagian Utara ditempati oleh Gunung Merapi yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Kyai Sapu Jagad). yang disediakan dari mitos dan ritua adat. bagian Selatan yang dihuni oleh Kanjeng Ratu Kidul. Kamis. Rabu. karena pada hari-hari itu banyak makhluk halus yang keluar mencari makan atau sesaji yang disediakan manusia. Jum'at. Sistem yang dipergunakan dalam pasaran atau disebut pula Pancakara. Akan tetapi secara masuk akal mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan fertilitas itu. dan letak Keraton Mataram yang berada di tengah-tengah. Orang Jawa yang tinggal di lereng Gunung Merapi agaknya tidak bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka dengan bahasa teknis yang lugas seperti istilah fertilitas tanah kaitannya dengan abu vulkanik letusan Gunung Merapi. seperti mitos tentang terjadinya letusan Gunung Merapi yang menurut anggapan mereka selalu dihubungkan dengan keberadaan keraton Mataram dan Laut Selatan. bagian Timur Gunung Lawu yang dihuni oleh Kanjeng Sunan Lawu. Pon. kemudian perputaran waktu selama tujuh hari yang disebut Saptawaca yaitu : Senin. Letak mitis geografi inilah yang akan digunakan penduduk sekitar lereng Merapi ataupun kalangan orang Jawa terutama yang 84 . Kliwon. Bagi orang Jawa hari Selasan Kliwon dan Jum'at Kliwon dianggap sebagai hari sakral. berhubungan dengan Mitologi Hindu yang mengatakan bahwa Batara Guru sewaktu memerintah dunia untuk pertama kalinya telah membagi dunia menjadi lima bagian yaitu: Timur. bagian Barat adalah Khayangan Dlepih yang dihuni oleh Sang Hyang Pramoni. Keberadaan itu terlihat dengan jelas pada kedudukan letak mitis geografi kerajaan Mataram.waktu selama lima hari yang disebut pasaran yaitu: Legi. Wage. Utara. Sabtu dan Minggu. Selatan dan Tengah. Barat.

siapa saja yang dapat mengalahkan Penangsang akan mendapatkan hadiah. putra Pemanahan. karena ia hanya menantu Sultan Trenggana. walaupun pasti tidak mudah. Karena kesuksesan ini merupakan strategi Pemanahan dan Penjawi. Ia percaya bahwa dirinya akan mampu mengalahkan. Sultan Hadiwijaya harus berhadapan dengan Adipati Jipang.tinggal di Yogyakarta untuk memahami terjadinya mitos-mitos yang berhubungan dengan letusan Gunung Merapi. maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya tersebut adalah juga kemenangan Pemanahan dan Penjawi. tanah Pati dan Mataram. terkenal memiliki senjata ampuh. Maka Sultan memberikan 85 . Kemudian atas nasihat dari para pinisepuh. Sultan Hadiwijaya membuat strategi yang jitu untuk menghadapinya. yang selalu menggetarkan dan mempecundangi musuh. Akhirnya Penangsang dapat dikalahkan oleh Danang Sutawijaya. Arya Penangsang. putra Sinuwun Sekar Seda Lepen yang tidak rela tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya. Arya Penangsang. Sultan Hadiwijaya mengadakan sayembara. Letak Mitis Geografis Keraton Mataram Gunung Merapi Kanjeng Ratu Sekar Kedaton Kyai Sapu Jagad Khayangan. Dlepih Sang Hyang Pramoni KERATON MATARAM Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul Gunung Lawu Kanjeng Sunan Lawu Dalam usahanya untuk menegakkan kekuasaan Pajang. yakni Keris Kyai Setan Kober.

penuh rintangan dan tantangan. berhubung Sutawijaya itu juga anak angkat Sultan Pajang yang telah berhasil 86 . sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju. Pemanahan adalah putra dari Ki Ageng Enis. tidak mengenal waktu sehingga ia dapat menduduki tahta kerajaan Pajang. raja Pajang. Menurut silsilah. 1983: 52). Penjawi mendapatkan tanah Pati. Alas Mentaok tersebut berada saat ini tepatnya di sekitar Kota Gede.tanah tersebut kepada mereka berdua. Hal ini jika terjadi kelak akan mengancam keutuhan eksistensi Pajang. maka Mataram menjadi penggantinya. Dari apa yang telah diuraikan di atas. Pemanahan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram. Setelah Pajang surut dari gelanggang kekuasaan. wajarlah bahwa ia merupakan salah satu unsur asal kekuasaan negara (Sunoto. Yogyakarta. Sultan Pajang mengulur-ulur waktu untuk menyerahkan tanah Mataram (Moedjanto. Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa hutan Mentaok. tidak kenal menyerah. cucu Ki Ageng Sela. Karena itu. Apalagi dengan dilegitimasi oleh berbagai ceritera tentang dirinya. Namun awalnya Sultan Hadiwijaya nampak ragu untuk menyerahkan tanah Mentaok atau Mataram kepada Pemanahan. Berdasarkan ramalan Sunan Giri. diprediksikan Mataram kelak akan menjadi sebuah kekuatan yang besar yang menjadi pusat politik di tanah Jawa. tekun dan ulet. 1994: 146). Kerajaan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan dengan membuka Alas Mentaok sebagai hadiah dari Sultan Hadiwijaya. Jaka Tingkir telah melakukan daya dan upaya. jelas sekali bahwa kedudukan sebagai raja dapat diperoleh oleh orang yang berjuang dengan penuh ketekunan.

Ken Arok sudah hampir tertangkap oleh para pendeta dan rakyat di desa Kabalon. Bagi masyarakat Jawa. dikenal ada tiga simbol kekuasaan Jawa yaitu : Gunung 87 . Namun ia diketahui oleh para prajurit yang kemudian memotong pohon tersebut. Ken Arok telah terkepung oleh tentara Kediri dan tidak ada alternatif lain kecuali haru memanjat pohon enau dan bersembunyi di atasnya. kemudian meluncur ke seberang sungai dan bertemu dengan Danyang Lohgawe. Dalam keadaan yang sangat berbahaya itu ia menerima wangsit atau suara gaib agar segera memotong dahan enau. Dengan legitimasi ini berarti tidak mustahillah bila Ken Arok merupakan salah satu asal kekuasaan negara. karena Ken Arok adalah anaknya. Danyang Loghawe pergi ke Tumapel karena mendapat wangsit atau suara gaib untuk memelihara anak bernama Ken Arok yang nantinya akan menurunkan raja-raja di Jawa. Contoh tersebut menunjukkan bahwa Ken Arok adalah seorang yang mempunyai kemauan keras. terdengarlah suara Dewa Brahma di langut yang mencegah mereka. Dari ceritera tentang Ken Arok ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu: Ken Arok sebenarnya bukan anak orang biasa tetapi anak Dewa Brahma. Kemudian Sutawijaya menjadi raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati. yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi dan masyarakat lainnya. Perjuangan yang hebat ini disyahkan lebih lanjut dengan berbagai ceritera tentang dirinya. Dewa-dewa bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi raja dan menurunkan raja-raja di Jawa. Ken Arok mendengarkan dengan cara bersembunyi di tempat sampah.mengalahkan Arya Penangsang. dan dengan segala upaya serta kegigihannya ia dapat mencapai cita-citanya.

Keraton Mataram (udara) dan Laut Selatan (air). Alkisah ia sampai ke Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan itu berjanji akan selalu melindungi Senopati turun-temurun. Senopati mendapat wahyu keraton. Mereka berdua berpisah. D. Kanjeng Ratu Kidul sendiri adalah "Permaisuri Halus" dari Senopati. Sudah menjadi mitos umum. Jin Kali Opak Menurut versi mitos lain. dan keraton Mataram melambangkan keseimbangan. Wanita itu jatuh cinta pada Senopati. bahwa raja-raja Mataram sejak Senopati mempunyai hubungan khusus dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa Laut Selatan. dan Senopati menyelam di Kali Opak. Laut Selatan melambangkan kerakyatan. Indah bentuknya. Kali Opak ini penting bagi kehidupan keraton Mataram dan Kasultanan Yogyakarta sekarang. Menjelang pengambilalihan kekuasaan Pajang. disaksikan oleh pamannya Ki Juru Martani. kemudian antara Gunung Merapi dan Laut Selatan disambungkan oleh aliran Kali Opak (Minsarwati. Ketiga simbol kekuasaan Jawa ini dihubungkan dengan adanya Kali Opak yang diyakini juru kunci Merapi Mbah Marijan. Kanjeng Ratu Kidul 88 . Gunung Merapi melambangkan kekuasaan. Kali Opak juga berperan dalam pertemuan antara Senopati dan Ratu Kidul.Merapi (api). Di sanalah ia berjumpa dengan seorang wanita cantik jelita. Dialah penguasa Laut Selatan. Di Kali Opak ia melihat ikan "Olor". di tepi Kali Opak. Ia mengikuti terus ke mana perginya ikan itu. Dan pertemuan antara mereka berdua terjadi di desa Wonokromo. Ki Juru Martani ke Gunung Merapi untuk bersemedi. karena keraton Yogyakarta keberadaannya tidak bisa dipisahkan dengan Segara Kidul (Laut Selatan). 2002: 14).

ia sampai di tepi laut selatan dan bersemadi di situ. Pada pagi hari ia sudah sampai di Parangtritis dan bertemu dengan Sunan Kalijaga yang memberikan berbagai petunjuk kepadanya tentang cara mengendalikan negara serta bagaimana sikap seorang raja. Pada waktu bulan purnama Ki Juru Martani keluar rumahnya untuk menjenguk puteranya. Setelah segala sesuatunya berjalan baik. 1983: 75). dan mendapat kesanggupan dari Nyai Roro Kidul untuk membantu sepenuhnya. Ia melakukan tapa ngeli artinya masuk di dalam sungai Opak dan terus berenang mengikuti arus air sungai itu. Tentang mitos terjadinya letusan Gunung Merapi itu menurut kisahnya juga diceritakan bahwa saat letusan berlangsung.yang akhirnya menjadi permaisuri Senopati. Keduanya bertemu dan bersama-sama memasuki kraton laut selatan yang indah. lalu dinasehati agar dilengkapi dengan pagar tersebut. Keduanya bersama-sama pergi ke Mataram dan sesampainya di sana karena Sunan Kalijaga melihat bahwa rumah Sutawijaya belum mempunyai pagar. hal itu adalah pertanda terjadi perkawinan antara dewa laki-laki yaitu Kyai Sapu Jagad dengan perempuan Nyai 89 . Sesampainya di rumah Sutawijaya pintu sudah tertutup sedang penjaga rumah tidak tahu mana tuannya. mengakibatkan angin laut dan gelombang menjadi besar. agar tidak meninggalkan kewaspadaan. Kanjeng Nyai Roro Kidul tidak ragu-ragu lagi apa yang terjadi dan keluarlah ia dari kratonnya menemui yang sedang bersemadi. Sutawijaya lalu pulang ke Mataram. Kemudian atas anjuran Ki Juru ia meneruskan bertapa di laut selatan. Dengan bantuan seekor ikan olor. Ki Juru mengingatkan agar Sutawijaya selalu berprihatin dan bersamaan dengan itu turunlah wahyu di atas puteranya yang sedang tidur (Sunoto.

Riwayat letusan Gunung Merapi juga ada hubungan dengan mitos terjadinya Kali Opak dan gempa bumi. tetapi mereka meminta agar jika Nyai Roro Kidul mengutus atau menginginkan sesuatu dari Gunung Merapi (yaitu benih laki-laki) jangan melalui desa mereka. maka "perkawinan dua kekuatan alam" atau letusan Gunung Merapi juga tidak bisa dicegah dan perlu ditata. sedang laut diasosiasikan dengan Yoni simbol dari isteri Siwa yaitu Umo. tanda persetubuhan laki-laki dan perempuan. sehingga mereka bisa dijauhkan dari bencana Merapi. tetapi cukup di kiri kanan desa saja. Dalam kepercayaan Jawa. bahwa gunung yang diasosiasikan dengan lingga yaitu simbol dari Siwa atau Batara Guru. sedang lautan yang dikuasai Nyai Roro Kidul (dewi) melambangkan perempuan (Laksono. gunung sering dianggap melambangkan kekuatan laki-laki. penduduk tidak menolak Nyai Roro Kidul berhubungan dengan Merapi. Perpaduan muntahan gunungapi menuju laut melalui Kali Opak melambangkan wiji (sperma) calon raja Senopati. Interpretasi ini didasarkan atas pemahaman kejawen. 1985: 46). Untuk itu mereka memberikan sesaji kepada kekuatan-kekuatan gaib tersebut agar hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan itu terjalin. Berdasarkan dari cerita mitos itu maka Mbah Marijan juga menuturkan bahwa terjadinya Kali Opak sampai sekarang 90 . Konsepsi perbedaan ini juga bermakna kesuburan yang dalam bahasa awam menjadi berkah. Seperti halnya perkawinan yang seolah-olah tidak bisa dicegah. Peristiwa letusan yang ditandai dengan keluarnya lava diasosiasikan dengan keluarnya benih laki-laki pada saat persetubuhan. Oleh karena itu untuk mendapatkan selamat.Roro Kidul. tetapi bisa ditata.

Ceritera di atas menunjukkan bahwa kedudukan sebagai pendiri kerajaan Mataram dicapai olehnya dengan segala liku-liku perjuangan yang cukup berat. Matahari hampir terbit. 2002: 17). Merapi bisa sewaktu-waktu goyah (terjadi gempa bumi). Sesampainya di atas. Meskipun ia sudah diberi tahu bahwa kelak akan menjadi raja. berniat mencari ayahnya. baru mau mengakui Antoboga sebagai anak. ketika kurang sejari saja jarak antara kepala dan ekornya Antoboga lalu menjulurkan lidahnya.masih ada hubungannya dengan jalan untuk menuju ke Laut Selatan dan Gunung Merapi. namun ia mematuhi nasehat ayahnya agar tidak langsung memusuhi Sultan Pajang. ternyata Ki Wanabaya. tokoh ini bertugas memimpin segenap makhluk halus yang berada di dasar Merapi untuk menjaga keseimbangan berat Gunung Merapi. dan sepanjang jalan merayap sambil berteriak "O Pak. Di Kali Opak inilah berjalan Kyai Antoboga. jika ia dapat melingkari Gunung Merapi dalam semalam. Dalam mitos tentang terjadinya gempa bumi yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi. Antoboga lalu diberi tugas menjaga keseimbangan Gunung Merapi. seekor naga. O Pak. O Pak". ayahnya. karena itulah jalan yang dilalui tadi diberi nama Kali Opak. 91 . Dia merayapi Kali Opak. Dan jadilah dari lidah itu pusaka Kyai Baru Klinting. Berikut ini kita kutipkan tulisan Jayasubrata dalam Serat Babad Tanah Jawi. Apa yang dicapai bukanlah sekedar pemberian yang datang sendiri tanpa usaha. Tapi tiba-tiba lidah itu dipotong oleh ayahnya. penduduk mempunyai kepercayaan. Keberhasilan itu tidak lain adalah akibat jerih payahnya sendiri. bahwa hal ini ditimbulkan oleh ulah Kyai Antoboga yang menggerakkan ekor atau kepalanya untuk menghilangkan rasa pegal (Minsarwati.

apan sira winuruk agama. tata sarengat rampung. kang dhingin mungsuh guru. kaping tri mungsuh bapak. kadang-kadang berupa satriya dan puteri. lah mara rasakena" Karena itu setelah menjadi raja dan memegang seluruh kekuasaan negara. ing Mataram tan liya saking sang ngaji. kapindhone amungsuh gusti. sebab pasti akan gagal. dudu kang yoga ing sira. paran wewalesira. tri prakara kainane. nanging sira kinempit sangkaning alit. mring ramanireki. Seseorang yang telah mendapat wahyu kraton atau pulung dengan sendirinya dapat mengatasi segala rintangan yang dihadapi. Karena itu barang siapa telah mendapat wahyu kraton atau pulung tidak dapat diganggu gugat. wit sira duwe negara. Sebaliknya seorang raja yang kehilangan wahyu kraton berarti akan turun dari tahta. angungkuli putra pribadi. timur kongsi akil balig. kongsi prapteng diwasa."Iya kulup rasane tyas mami. Wahyu kraton atau pulung datang kepada manusia dalam situasi yang berbeda-beda. Misalnya ada yang baru lahir sudah mendapat pulung. iya nadyan iku. ada pula pulung baru datang setelah yang bersangkutan melakukan tapa brata dan perjuangan 92 . Lawan dadi gurunira kaki. harus diartikan bahwa kekuasaan tersebut antara lain berasal dari dirinya yang berpribadi luhur. lamun sira mungsuh Sultan Pajang. Wahyu kraton atau pulung dilukiskan dengan berbagai bentuk antara lain berupa sinar atau cahaya yang terang benderang dan kebiru-biruan.

ia lalu membuangnya ke tempat pemakaman anak-anak. melihat benda bernyala. Peristiwa tentang bayi lahir dan mengandung cahaya.hebat. diaku anak oleh Lembong. yang olehnya diambil dan dibawa pulang dan dipelihara sebagai anak sendiri. E. tersesat di kuburan anak-anak itu. Setelah Ken Endok melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. Dunia Pedanyangan 93 . sungguhlah itu anaknya sendiri". Berikut ini akan disajikan beberapa contohnya. Lalu Ken Endok datang kepadanya. tampak bernyala pada waktu malam hari. Peristiwa ini dialami oleh Ken Arok. mendengar anak menangis. Di dalam Serat Pararaton tulisan Padmapuspita (1966: 12) antara lain disebutkan: "Selanjutnya ada seorang pencuri bernama Lembong. yang didapatinya di kuburan kanak-kanak. Setelah didekati ternyata yang menyala itu ialah seorang anak bayi laki-laki. Bayi ini kelak kalau sudah dewasa akan mempunyai kekuasaan atau setidak-tidaknya mempunyai keturunan yang mempunyai kekuasaan kenegaraan. didatangi oleh Lembong. teman Lembonglah yang memberitakan itu dengan menyebut-nyebut anak. diambil dan dibawa pulang. setelah didekati oleh Lembong itu nyatalah yang menyala itu anak yang menangis tadi. Pada waktu itu ada seorang pencuri bernama Lembong tersesat memasuki makam tersebut dan melihat ada benda menyala. Ken Endok mendengar bahwa Lembong memungut seorang anak.

kemungkinan terjadinya sifat totaliteristik masih dapat dicegah. Jelaslah bahwa Raja bukanlah manusia yang lepas dari masyarakat. Hal ini menyangkut pada ajaran "Manunggaling Kawula Gusti" yang merupakan tindak 94 . tetapi justru berhubungan secara luas dengan masyarakat. tempat di mana ia berkiprah. Kesemuanya ini bisa dijawab melalui suatu bentuk fisik dari Gunung merapi (api) . tetapi juga karena dukungan rakyat dan karunia Tuhan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka dapat menjadi raja di samping sebagai hasil jerih payahnya sendiri. dan tujuan alam semesta. 1983: 37). Raja mempunyai peranan dalam kehidupan masyarakat.Mengingat latar belakang terjadinya raja-raja sebagaimana telah kita uraikan. asal mula alam semesta.Keraton Yogyakarta (udara) – Laut Selatan (air). maka akan diperoleh makna kosmologis tentang bagaimana hubungan dari sudut keseluruhan dan dari sudut unsur-unsurnya. sebaliknya yang membimbing agar raja berlaku bijaksana. terutama bagi raja-raja yang bercikal bakal membangun negara. maka unsur ketuhanan ini lalu ikut berperanan dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu unsur asal kekuasaan dari Raja bukanlah satu-satunya. Di samping itu karena raja telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. Unsur lain itulah yang mendorong agar perbuatan raja juga memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Bila hubungan antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan dihubungkan dengan persoalan kosmologis yang meliputi tertib dunia. Unsur inilah yang mencegah atau membatasi raja untuk tidak berlaku totaliter. tetapi sekaligus juga mengerem agar tidak berbuat sekehendaknya sendiri (Sunoto. Kecuali itu ada unsur-unsur lain yang akan dibicarakan lebih lanjut.

keterbelakangan. keterbelakangan dan kemiskinan akibat ulah nafsu duniawi. dalam kapasitas dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa tunduk akan perintah Allah. Oleh karena itu lebih condong pada wujud masyarakat (makrokosmos) yang digambarkan dengan hubungan simbolik antara Gunung Merapi – Keraton Yogyakarta – Laut Selatan. mempersatukan dengan kekuasaan ngrengkuh. berkesan kokoh. sejuk bila berada di sekitarnya.lanjut pemahaman Sangkan Paraning Dumadi. Hamengkoni). Hamangku. mengutamakan dan melindungi rakyatnya (makna Hamengku. mempunyai bentuk kerucut menyatu ke atas. Gunung Merapi. dan kemiskinan serta pengendalian nafsu duniawi. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti mengandung pengertian hubungan horizontal antara sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta. kuat. namun dapat menimbulkan malapetaka tak terhingga bila tidak terkendali. merupakan kekuasaan besar masyarakat melawan kebodohan. dan menjauhkan larangan-Nya. Keraton Yogyakarta. mengandung arti Pemimpin yang senantiasa di depan sebagai teladan. sebagai simbolisasi dari Sang Pemimpin yang bergelar Ngarso-Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamangku Buwono Ing Ngalogo Ngabdulrakhman Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ingkang Jumeneng Ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Gunung Merapi adalah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam iman dan takwa kepada Allah yang satu. sebagaimana gunung berapi lainnya. 95 . sengguh ora mingguh mempersatukan. Demi terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir dan batin. karena sebagai Panglima Perang harus mampu menghalau musuh manusia yang berwujud kebodohan.

yaitu antara Gunung Merapi sebagai kekuatan api dan Laut Selatan sebagai kekuatan air. deburan ombak yang kadang deras. Hasil perpaduan dua kekuatan alam ini berupa calon raja Senopati yang berada di Keraton Yogyakarta. keras dan besar. Oleh karena itu Sang Pemimpin harus manjing ajur ajer dengan yang dipimpin. diyakini. yaitu berupa Keraton sebagai unsur udara. namun kadang pelan.Pemimpin di tengah rakyatnya. brutal namun juga lembut. dinamika. mengandung kekayaan alam tak terhingga. Perlu kita sadari bahwa contoh-contoh yang telah kita uraikan sebenarnya merupakan sejarah. Jika kita baca sepintas lalu saja seolah-olah hanya merupakan ceritera atau dongeng belaka tidak ada bedanya dengan ceritera atau dongeng yang lain. menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utama. penuh dengan kreasi. Keraton Yogyakarta dan Laut Selatan di atas. sejuk. hanya bentuk penyampaiannya yang perlu kita pelajari secara saksama. Laut Selatan. ibarat kehidupan masyarakat yang keras. Berdasarkan pada uraian tentang tiga makna simbol dari Gunung Merapi. dipahami. yang dalamnya tidak teratur. diiringi angin yang kencang. dan dilindungi oleh Sang Pemimpin. lembut dan nyaman diiringi angin yang sepoi basah. diperjuangkan. yaitu terjadinya "dua kekuatan alam". damai. apresiasi. tenteram. diutamakan. 96 . dan aspirasi yang harus diserap. dapat disimpulkan tentang makna kosmologi yang ada pada mitos letusan Gunung Merapi. diolah. mendorong menuju tujuan serta mewujudkan kesejahteraan dengan keteguhan keyakinan hanya karena Allah semata. itulah makna Kanjeng Ratu Kidul sebagai personifikasi Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Jaka Tingkir yang berperang melawan buaya. dipun lawan Ingkang Sinuwun Sultan Agung piyambak. awit mangertos manawi Adipati Pragola pancen sekti. putrinipun Ki Ageng Penjawi ing Pathi. Adipati Pragola ing Pathi. Ken Arok mendengarkan Dewa yang sedang berapat. peputra Tumenggung Aria Mataun. Sutawijaya dengan Nyai Roro Kidul. Kita harus dapat melakukan analisa secara kualitatif. Namung gugur kenging Kyai Tumbak Kyai Pleret. Timbul pertanyaan di dalam diri kita bagaimana hal-hal semacam itu terjadi. Sutawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga dan lain-lain. Paku yang waktu lahir dimasukkan di dalam kendhaga. Ingkang jumeneng narpati. Ceritera-ceritera itu merupakan legitimasi terhadap diri orang yang bersangkutan. bagaimana mengartikan simbol itu dengan sebaik-baiknya.Lebih-lebih jika kita perhatikan isinya. Sumare wonten Makam Pragola ing kota Solo. Prameswari dalem angka setunggal Kanjeng Ratu Mas. Saben dinten malem Jumah pasareanipun Adipati Pragola wonten rah teles 97 . Peputra : Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati ing Mataram. mengsah perang kaliyan Mataram. kemudian secara kuantitatif kita melakukan abstraksi. kaleres naksederek kaliyan Ingkang Sinuwun Sultan Agung. seolah-olah banyak yang tidak masuk akal. Risang Sutawijaya ajejuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati Ngalaga ing Nagari Mataram. peputra Adipati Pragola ing Jambean. Misalnya raja Dhandhang Gendhis yang dikalahkan Ken Arok lalu naik ke langit dengan istananya. Putra Dalem nomer 3 Adipati Puger ing Demak. R. terhadap simbol-simbol itu. Nagari Pajang lajeng pindhah dateng Mataram. agar syah dalam melakukan tugasnya dan berwibawa serta berkharisma (Sunoto. Patih ing Jipang. 1983: 14).

pasca manah. peputra Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Prabu Amangkurat Jawa ing Kartasura (Bratadiningrat.B. yang dikenal sebagai jangka. Panembahan Juminah. yaitu manggalih artinya mengenai soal-soal esensial. mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan. peputra Kanjeng Ratu Paku Buwana I. putra K. Sutawijaya tahun 1584 memindah pusat kerajaan menuju Mataram. 98 . pusat-lingkaran.ateges inggal. 1988: 204). Pribadinya sebagai personifikasi tahapan pemahaman tertinggi. Setelah berhasil menggeser kekuasaan Pajang. Namung bibar perang Jepang sapriki sampun boten wonten. peputra Tumenggung Balitar. 1990: 58). Dalam bidang budaya Panembahan Senopati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatahan gempuran (Haryanto. Pancen pasareanipun ngajrih-ajrihi. Ingkang nurunaken nata. Prameswari Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun P. Itulah makna jangka jangkah jangkaning jaman (Damardjati.I.R. Retno Dumilah peputra Pangeran Hario Balitar. 1993: 27). artinya membidikkan anakpanah. Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa. putra nomer 12.

babaran. slametan masih tetap menarik. Clifford Geertz (1969: 126) antara lain menulis tentang selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. sepasaran.selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. sebaliknya akan mendapat keselamatan. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : 99 . pitonan. selapanan. perkawinan. Selamat dalam melakukan pekerjaan. selamat. kematian. Bagi sebagian penduduk Jawa. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan..BAB V PELAKSANAAN UPACARA SELAMATAN A. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat.dalam perjalanan. Keluarga Jawa mengerlal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban. Keselamatan Sebagai Tujuan Hidup Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. sunat. atau tedhak siten. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya.

suci. tetapi jika rujak rasanya hambar baginya. bersih lahir batinnya. nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu.Di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir (kelapa muda) gadhing. Dalam hal rujak ia menulis : bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas. merah dan gabungan keduanya. indah. dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih. Nasi putih melambangkan air dari ibu. Selama bulan ketujuh mengandung. diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau 100 . mungil. cabai penyedap dan gula. Putih melukiskan pemuas ibu. Koentjaraningrat (1967: 42) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak. putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja.macam buah-buahan. Dalam hal nasi. calon ibu memperoleh berbagai. tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu.terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam . merah air bagi ayah. Meskipun tidak disebutkan secara terinci. Rujak juga mengandung arti harapan. Clifford Geertz menulis bahwa ada tiga macam yaitu putih mulus. nasi merah dan bubur. ia akan mempunyai anak lelaki. Kecuali rujak. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik. dan campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan.

itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. B. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. 2. Seperti layaknya selamatan pada umumnya.mitoni. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. ditaruh sajen. daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Tradisi Kenduri 1. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Upacara sepasaran Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih. untuk mengusir roh jahat. Upacara brokohan Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. 101 . Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buah-buahan. Semua. sebatang tanaman. Di dekat ibu ditaruh sebuah keris. Di sudut rumah.

demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang 102 . 4. 3. Misalnya janur kuning.buahan yang terdapat di daerah tersebut. Upacara perkawinan Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Upacara Tedhak Siten Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. pisau (prajurit-berani). cermin (aktor. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. Pekerjaan dan watak bayi kelak kemudian diramal berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki. pensil. atau buah . kaca dan pisau. pepaya. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. Dalam upacara panggih digunakan pula kembarmayang sebagai salah satu alat upacara. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis.Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan Koentjaraningrat (1967: 47) menulis bahwa ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. uang (pedagang kaya). buah kelapa dan bermacam-macam buahbuahan antara lain : rambutan. suka bersolek). jambu. Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. beras. beras/nasi (petani-rajin). Kepada bayi dihidangkan sebuah baki yang di atasnya telah diletakkan sejumlah barang lambang yang menunjukkan pekerjaan atau ciri khas watak : pensil (juru tulis-pandai).

dhang ya. Demi Ketentraman Jiwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah: Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. Anak pancuran kapit sen .itu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala.sirih. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Untuk menghindari bahaya 103 . Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terbit atau terbenamnya matahari. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. C. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa.

Mencapai Keselarasan Hidup Bersama Slametan adalah upacara sedekah makanan dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan ketentraman untuk ahli keluarga yang menyelenggarakan. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Dengan menyelenggarakan upacara ini. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. pendirian sebuah rumah baru.tersebut. 104 . Upacara slametan termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapat ridha dari Tuhan. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. Biasanya untuk hajatan keberangkatan naik haji ke tanah suci. Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Harapan pada masa depan yang lebih cemerlang. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. dan sebagainya. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. D. di samping harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah rasional dan yang serba kasat mata. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. keberangkatan anak yang mau sekolah ke luar daerah. perlu juga dilakukan pendekatan adikodrati atau supranatural yang bersifat spiritual.

kekuasaan. Akan tetapi sulit dicapai dalam masa pembagian keuntungan karena orang cepat lupa diri. ingin saling jegal dan cenderung menang sendiri. Di mana-mana solidaritas mudah dibangun dalam suasana terjepit. lulus ujian. Upacara bancakan sering digunakan dalam acara bagi waris. Yang dimaksud dengan kenduren adalah upacara sedekah makanan karena seseorang telah memperoleh anugrah atau kesuksesan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Ada bahkan yang meyakini bahwa slametan adalah syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan atau kecelakaan. Undangan biasanya terdiri dari kerabat. Suasananya santai. terpilih untuk mengemban amanat jabatan dan sukses-sukses lain yang perlu dan pantas ditiru. kawan sejawat. Harapannya agar masing-masing pihak merasa dihargai hak dan jerih payahnya sehingga solidaritas anggota terjaga. dan kekayaan. Dalam hal ini kenduren mirip dengan cara tasyakuran. Bancakan adalah upacara sedekah makanan karena suatu hajat leluhur. dan tetangga. Maksudnya supaya terhindar dari konflik yang disebabkan oleh pembagian yang tidak adil. yaitu yang berkaitan dengan problem dum-duman 'pembagian' terhadap kenikmatan. 105 . Hampir tidak ada kewajiban menu tertentu sehingga terbangun suasana suka dan meriah. sisa hasil usaha dan keuntungan perusahaan.Acara kenduren bersifat personal.Kegiatan slametan menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. Upacara bancakan dimaksudkan untuk menghindari hal tersebut. Mereka berkumpul untuk berbagi suka. Hidangan sedekah kenduren menunya lebih bebas. sambil membicarakan tauladan yang bisa ditiru misalnya kenaikan pangkat.

pengestunipun. menanyakan kabar seseorang dan menyebut suatu jenis upacara. Pak. Karena keselamatan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia baik di dunia apalagi di akhirat. dan lain-lain. Apabila ada sebuah resepsi pada keluarga Jawa." Dan pihak yang disapa akan menjawab singkat. hormat dan hikmat. kata sugeng digunakan demikian. Misalnya Slamet Sutrisno." Kata sugeng memang dapat menciptakan suasana hangat. Kata sugeng untuk memberi nama orang misalnya Sugeng Santosa. Slamet Raharja. Sugeng Hartono. "Injih. dan sebagainya. dengan mudah di sana ditemukan jajaran kata "Sugeng Rawuh".Kata slamet di tengah-tengah pergaulan orang Jawa sangat populer. "Sugeng rawuhipun. Pengertian slamet adalah selamat dan terbebas dari segala aral rintangan. Slamet Riyadi. Kata sugeng itu merupakan bentuk krama dari akad slamet sehingga terkesan lebih halus. Selamat Lahir Batin Secara umum kata slamet digunakan untuk melukiskan keadaan. Maksud utama pemberian nama demikian adalah agar anaknya mendapat keselamatan dan kedamaian hidup. Begitu populernya sehingga banyak orang Jawa memberi nama anaknya dengan kata slamet. "Piye kabare? Rak pada slamet ta?" E. Widada juga mengandung makna selamat. pemberian nama anak. Hanya saja kata widada digunakan dalam suasana yang formal keistanaan serta lebih estetis dan puitis 106 . yang berarti selamat datang yang ditujukan kepada para tamu. Dalam pergaulan sehari-hari sering terdengar. Untuk sapaan hangat dan hormat. Sugeng Pamungkas.

Basuki. kata widada tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di samping menunjuk pada soal kesejahteraan. rahayu. Semuanya bermaksud agar anaknya mendapatkan keselamatan dan kewibawaan. sugeng. basuki di Jawa juga sangat banyak. Selain untuk nama orang. dan sebagainya. Artinya adalah cita-cita untuk memperoleh kesejahteraan pasti memerlukan biaya. slamet. raharja. Ayu-hayu-rahayu adalah kondisi yang memungkinkan bagi terwujudnya keselamatan. kata basuki juga mengandung makna keselamatan. yuwana. semangat dan kemauan. Rahayu di sini juga mengandung makna doa selamat. Wanita ayu adalah wanita yang bisa menghadirkan suasana keselamatan. Artinya semoga selalu bertemu dalam keselamatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur menggunakan semboyan "Jer Basuki Mawa Beya". misalnya Jatmika Widada. senantiasa terdengar ungkapan: mugi rahayu ingkang sami pinanggih. Kata widada yang bernilai estetis dan puitis lantas digunakan untuk memberi nama anak laki-laki. lestari. Setiap kali MC bahasa Jawa mau mengakhiri pembicaraan. kesejukan dan kedamaian. percakapan resmi dalam istana serta upacara. mugi kalis ing sambikala. Endar Widada.(bahasa Kawi). Biaya di sini bisa berarti tenaga. makna harapan akan keselamatan. Misalnya puji memuji: manggiha basuki. Untuk kata keseharian orang lebih biasa dengan istilah slamet yang merupakan tataran bahasa ngoko. Budi Widada. widada. Jaka Widada. Demikian juga kata hayu-dirgahayu Nama anak semuanya mengandung yang menggunakan istilah 107 . Artinya saling mendoakan agar mendapat keselamatan terbebas dari segala gangguan.

terhindar dari hal-hal yang menjebak mereka sehingga gagal meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat. Harapannya agar si anak mendapat kecantikan fisik dan kecantikan batin. masyarakat Jawa terdiri atas manusia-manusia yang mempunyai hubungan dan saling butuh-membutuhkan satu sama lain. terbebas dari malapetaka. Wilujengan berarti selamatan." Secara umum kata wilujeng bermakna selamat juga. tentrem. dhawah wilujeng. yang sejajar maknanya dengan slametan. Misalnya Nanik Rahayu. Sulastri Rahayu. Prapti Rahayu dan Sulistya Rahayu. Untuk anak putri sering diberi nama rahayu. dan tenang. Kata wilujeng juga dapat digunakan untuk sapaan hangat bernada halus. Keluarga merupakan masyarakat yang paling kecil. Ladrang wilujeng ini cocok untuk mengisi suasana santai namun agung dan hikmat. mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam kehidupannya diberikan keselamatan dan kesejahteraan. "Kepripun Mas kabaripun?" Maka akan dijawab. sehingga kehadirannya membawa kedamaian. Dengan wilujengan atau selamatan itu. Lagu ini memberi suasana damai. Hubungan Antar Warga Sama halnya dengan struktur keluarga. Salah satu gendhing yang terkenal dalam kerawitan yaitu gendhing ladrang wilujeng. ayem.adalah ungkapan yang menghendaki datangnya keselamatan. "Pangestunipun. Di atas 108 . Hanya saja kata ini jarang digunakan untuk memberi nama anak. keindahan dan F.

keluarga tidak ada struktur dalam bentuk clan seperti di Minangkabau atau marga di Batak. Meskipun demikian hubungan kekeluargaan masih erat bahkan ada bentuk trah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat (Jawa, trah), misalnya pernyataan atau ucapan : kerabat Mangkunegaran, trah Somadiharjan, dheweke iku isih kerabate dhewe (dia masih kerabat sendiri). Dasar hubungan ini adalah pertalian darah atau keturunan. Dalam struktur ini pada umumnya tidak ada hubungan hak dan wajib yang berbentuk material-fisik, misalnya mengenai harta pusaka, demikian pula tidak ada struktur berupa hirarki kekuasaan dengan segala aturan dan sangsi-sangsi. Di lingkungan kerabat tertentu hirarki itu ada, karena secara historik, tradisi itu memang sudah berlaku. Hubungan dalam struktur kekerabatan lebih bercorak kejiwaan, berdasarkan kekeluargaan dan berasaskan moral. Struktur yang nampak jelas adalah dalam bentuk dukuh, desa, kecamatan atau RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah) dan seterusnya. Di dalam struktur ini kumpulan ke luarga lalu terikat dalam RT atau dukuh, kemudian dalam RW atau desa dan selanjutnya. Hubungan mereka tidak didasarkan atas keturunan atau hubungan darah, tetapi atas daerah tempat tinggal mereka. Di dalam struktur ini berlakulah berbagai aturan, sangsi hukum, hak dan wajib. Dengan demikian jelas masyarakat Jawa pada hakekatnya belum melepaskan diri dari struktur yang berdasarkan hubungan darah, tetapi tidak menjadikannya sebagai pola dasar kehidupan mereka. Karena itu sepintas lalu nampaknya mengambang, sebab memang tidak bertumpu sepenuhnya pada dasar

109

hubungan darah. Meskipun demikian struktur tersebut masih nampak jelas lebihlebih di lingkungan tertentu. Di samping itu terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan yang berdasarkan agama, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga dan lain-lain. Bahkan kita dapati pula kelompok profesi misalnya masyarakat petani, nelayan, pedagang. Dalam struktur kekerabatan ini kerukunan dan keguyuban merupakan sendi dasar dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu kekerabatan merupakan jenis masyarakat paguyuban. Di dalam struktur masyarakat Jawa seseorang pasti menjadi warga keluarga dan kampung atau desa atau RW (Rukun Warga)nya, serta dengan sendirinya menjadi warga kerabatnya. Menurut hemat kita ikatan keluarga dalam masyarakat Jawa yang dwitunggal menunjukkan bahwa masih ada pola yang jelas. Mereka masih mengenal saudara-saudaranya yang tunggal nenek bahkan tunggal buyut. Hubungan mereka dapat tampak erat, terbukti jika ada kejadian atau peristiwa tertentu, misalnya perkawinan, hari raya Idul Fitri. Mereka masih memerlukan berkumpul pada waktu itu untuk membina persaudaraan agar tali hubungan tidak terputus. Mereka masih saling bantu-membantu, meskipun tidak terorganisir dengan baik. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin berkembang ini, ternyata struktur keluarga dan kekerabatan masih bertahan menurut caranya sendiri. Sistem kekerabatan, karena dasar hubungannya adalah kekeluargaan, maka tidak selalu terikat oleh tempat tertentu. Artinya anggota-anggotanya dapat tersebar menempati ruang yang berjauhan satu sama lain. Mereka berkumpul hanya pada waktu-waktu tertentu jika kebetulan ada keperluan yang penting.

110

Masyarakat Jawa telah mempunyai sejarahnya yang cukup panjang. Dalam perjalanan sejarah tersebut berbagai pengaruh baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar serta lingkungan telah banyak terjadi. Karena masyarakat juga mengalami perkembangan baik mengenai jum1ah anggotanya, maupun kebutuhan anggotanya maka mau tidak mau dari dalam diri mereka sendiri timbul tuntutan sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Mereka sendiri harus mampu memberi jawaban dan memenuhi kebutuhan tersebut agar tetap hidup. Di samping itu masyarakatjuga mendapat rangsangan dan tantangan dari luar dirinya baik dari alam lingkungannya maupun dari masyarakat luar. Mereka harus mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tersebut jika ingin tetap hidup dan berkembang. Jika diteliti dengan seksama maka struktur masyarakat Jawa merupakan kesatuan yang harmonik. Anggota-anggotanya berhubungan secara harmonik. Sebagai kelompok merupakan sistem yang harmonik dengan kelompok lain dan alam sekitarnya, demikian pula harmonik dengan Tuhannya sebagai sangkan paraning dumadi. Pada dasarnya masyarakat Jawa mempercayai bahwa apa yang gumelar di jagad raya ini asalnya dari Tuhan dan karena itu akan kembali kepada asal tersebut. Karena pendirian yang demikian inilah masyarakat Jawa mudah menerima pandangan hidup yang selaras dengan-Nya termasuk agama-agama. Di dalam kegiatan hidup, mereka bahkan tidak dapat terlepas dari pengaruh ini. Nilai-nilai ketuhanan tampak di dalam bermacam-macam kegiatan berupa upacara-upacara baik keagamaan maupun adat. Selamatan selalu dimulai atau ditutup dengan doa.

111

Alam sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat termasuk masyarakat Jawa. Pulau Jawa dikelilingi oleh lautan, terdiri atas pegunungan dan daratan. Karena itu mata pencaharian mereka ialah pertanian, perdagangan, penangkapan ikan dan industri kecil. Yang paling besar ialah hidup dari bercocok tanam. Karena setiap hari mereka bergumul dengan alam yang demikian itu, maka pengaruh daratan, lautan dan pegunungan terhadap kehidupan masyarakat Jawa cukup kuat. Sebagai petani lalu diwarnai filsafat baik pertanian maupun gunung. Demikian pula masyarakat Jawa yang hidup di pantailalu diwarnai filsafat laut. Di samping itu agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan yang cukup berat, maka mereka lalu berusaha mencari kasekten (kesaktian). Barang siapa sakti akan dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kasekten merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa.

112

Dengan kasekten itu ia mempunyai wibawa dalam memimpin masyarakat. Kecuali itu hal yang sangat menonjol di dalam filsafat masyarakat Jawa ialah soal kasekten. Sinkretik karena filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri yang luwes. Monopluralistik karena segala ciri tersebut tidak dapat 113 . laut dan kasekten. Kasekten mempunyai peranan penting dalam tata kehidupan masyarakat Jawa. Pluralistik karena mempunyai lebih dari satu ciri yaitu pertanian. Alam Indonesia berupa tanah pertanian. Hal ini nampak antara lain pada pimpinan masyarakat. Seorang pemimpin harus memenuhi berbagai syarat. antara lain memiliki kasekten. laut dan kasekten. Berdasarkan atas uraian tersebut di atas filsafat masyarakat Jawa mempunyai ciri monopluralistik sinkretik. gunung.tu berasal dari Tuhan. dapat menerima berbagai ciri tanpa menimbulkan goncangan.BAB VI UPACARA TRADISIONAL DAN TERTIB KOSMOS A. sebaliknya betapa agungnya kekuasaan Tuhan yang pengejawantahannya dapat dilihat di mana-mana. maka filsafat masyarakat Jawa juga mencerminkan filsafat tani. Filsafat tani dan laut serta gunung sebagai bukti keterbatasan kemampuan manusia. gunung. Pemikiran Kefilsafatan Filsafat sebagai hasil budaya manusia tidak lepas dari pengaruh alam sekitar. pegunungan dan lautan. Ini tidak berarti bertentangan dengan pandangan mereka yaitu bahwa segala sesua. sebagai sangkan paraning dumadi atau asal dan tujuan segala yang ada.

ang ini tetap dijalankan.dipisahkan satu sama lain. 114 . Mereka mengadakan upacara dan membaca doa demi suksesnya hasil karya mereka. Dalam pada itu diadakan pula upacara selamatan dengan maksud agar hasil giling akan sukses dan tidak terjadi suau apapun selama musim giling tersebut. Di bagian atas sudah disinggung berbagai upacara yang bertujuan agar orang yang menyelenggarakan upacara beserta seluruh keluarganya memperoleh selamat. Bentuknya nampak pada waktu mulai menanam. sepasaran. buah kelapa. Di antara berbagai kebiasaan itu adalah sebagai berikut : Dalam bidang pertanian masih ada kebiasaan yang seka. buah-buahan dan daun-daunan. Di dalam upacara tersebut salah satu sarana kelengkapannya ialah hasil-hasil pertanian. Upacara-upacara tersebut ialah: tingkeb. memelihara tanaman dan memetik hasilnya. tedhak siten dan perkawinan. Usaha-usaha tersebut kadangkadang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat adi-kodrati misalnya kepercayaan adanya kekuatan adikodrati yang dapat membantu mereka. tebu. digunakanlah berbagai jenis hasil pertanian antara lain daun kelapa muda. brokohan. Untuk mendapatkan hasil pertanian yang cukup berbagai usaha dilakukan baik di bidang pertanian maupun perdagangan. akan tetapi merupakan kesatuan yang bulat. Misalnya waktu pabrik akan mulai menggiling tebu diadakan keramaian yang dikenal degan nama b u k a k g i l i n g artinya mulai menggiling tebu. Demikian pula pada waktu mereka memperdagangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan. padi. Hal itu menunjukkan bahwa pertanian dapat memberi corak kefilsafatan Jawa. selapanan. Puncak dari padanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Lebih-lebih di dalam upacara perkawinan.

Ketiga macam upacara itu hampir sama bentuknya dan nilai yang terkandung di dalamnya juga sama yaitu nilai agama khususnya agama Islam. ulama. Pada waktu menjelang mengetam padi diadakan upacara bernama wiwit artinya mulai mengetam padi. Di samping garebeg Mulud masih ada garebeg lain yang diadakan pada bulan Sawal dan Besar.ra ini dinamakan garebeg Maulud. ketela. Oleh karena itu paca. Tradisi Garebeg Sekaten Tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta yang biasa meyaksikan keramaian yang mengandung nilai religius khuusnya nilai yang terkandung di dalam agama Islam setiap setahun sekali yaitu pada bulan Maulud.Dengan adanya upacara itu terbukti bahwa hasil kerja suatu pabrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi saja. 115 . Karena itu upacara tersebut juga dinaman Garebeg Besar. B. akan tetapi juga di pabrik-pabrik lain meskipun dengan cara yang berbeda-beda. akan tetapi juga oleh kekuatan lain di luar itu. Kejadian seperti ini tidak hanya terdapat di pabrik tebu saja. pembesar lain dan rakyat pada umumnya. Pada hari tersebut digarebeg atau diikuti oleh pengiringnya menuju mesjid besar untuk melakukan upacara selamatan bersama-sama dengan para penghulu kraton. garut. ganyong dipakai sebagai bahan selamatan. ubi. Yaitu upacara selmatan atau hajad Dalem berupa tumpeng yang besar atau inungan yang dibawa dari kraton ke mesjid besar pada aktu dan hari-yang telah ditetapkan. Oleh karena diadakan pada bulan Maulud lalu dinamakan garebeq mulud. Dalam upacara tersebut hasil-hasil pertanian misalnya talas. pisang.

Salah satu cara yang mereka gunakan adalah dengan memakai alat berupa gamelan. Setelah rakyat ber kumpul mendengarkan bunyi gamelan yang indah itu.Istilah sekaten mempunyai arti bermacam-macam. Dengan demikian kata Syahadatain lalu menjadi sekaten artinya perayaan atau upacara sebagai pengejawantahan pelaksanaan nilai yang terkandung di dalam agama Islam. Mereka memahami benar-benar bahwa rakyat pada umumnya gemar akan pertunjukan. Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam di Jawa mereka secara bijaksana menggunakan cara yang sangat baik yaitu bagaimana agar agama Islam dapat diterima oleh rakyat dengan baik. terbukalah kesempatan untuk meberi penerangan tentang agama Islam kepada mereka. adalah pesuruh-Nya. Ada pula yang mengartikan lain yaitu diambil dari kata sahadatain atau dua kalimah sahadat atau pengakuan setiap orang Islam bahwa tidak ada Tuhan lain kecuali Allah dan Nabi Muhammad saw. Dengan cara demikian maka rakyat secara sadar mengetahui tentang agama Islam dan kemudian memeluk agama tersebut dengan senang dan penuh tanggung jawab. Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa tidak ada paksaan dalam agama maka penyebaran dan perkembangan 116 . dengan penuh kesadaran. 1989: 36). Ada yang mengatakan nama tersebut diambil dari kata sekati yaitu nama gamelan yang ditabuh di muka masjid besar selama perayaan sekaten itu berlangsung. (Sunoto. gemar akan kesenian. Dengan demikian agar rakyat dapat dikumpulkan dengan mudah maka cara yang paling baik adalah melalui pertunjukan berupa nyanyian yang diiringi oleh gamelan yang dipukul di muka atau di halaman masjid.

Upacara sekaten secara resmi telah selesai. Beberapa hari sebelum gunungan dibawa dari kraton ke mesjid besar telah diadakan berbagai keramaian yang diadakan di alun-alun Utara Yogyakarta.agama Islam di Jawa berjalan secara tertib dan damai. Ada dua jenis gunungan yaitu laki-laki dan perempuan. Pada hari dan jam yang telah ditentukan gamelan nyahi dan kyahi Sekati dibawa dari kraton ke mesjid besar untuk ditabuh selama perayaan tersebut berlangsung. Yang mempunyai hajad adalah raja. penghulu dan rakyaL pada umumnya. Upacara ini dilakukan dengan penuh kebesaran dan khidmat. Sebagaimana disebutkan di atas maka pada puncak acara ini Sri Sultan yang mempunyai hajad dengan diiringkan oleh pembesar kraton dan kerabat pergi dari kraton ke mesjid besar untuk melakukan selamatan bersama para ulama. Beberapa waktu kemudian gamelan yang selama perayaan itu dibunyikan lalu dibawa kembali ke kraton. Berikut ini adalah sekelumit contoh tentang Sekaten di Yogyakarta. Dari seluruh kegiatan dalam rangka sekatenseperti diuraikan di atas nampak dengan jelas bagaimana bentuk filsafat hidup masyarakat Jawa. Gunungan sebenarnya adalah sebuah tumpeng yang besar dimaksudkan untuk selamatan atau kendhuri. Sekaten penuh diliputi oleh nilai religius khususnya nilai agama yang terkandung di 117 . Demikianlah tradisi ini terus berjalan sampai sekarang dengan penyempurnaan pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan waktu dan jaman. Kemudian puncak acara adalah membawa gunungan dari kraton ke mesjid besar.

Ini berarti bahwa dalam upacara ini hasil-hasil pertanian digunakan sebagai perlengkapan upacara. Lagu-lagu telah dipilih sedemikian rupa agar mempunyai nilai sakral. misalnya waktu membawa gunungan telah ditetapkan harinya. Raja'. Upacara-upacara harus dipenuhi dan dijalankan secara runtut. kepada siapa tumpeng harus dibagikan. jamnya dan siapa yang mengangkat. Terlihat dalam hal hubungannya dengan tujuan upacara. Penghormatan pada Dewi Sri Bagi masyarakat Jawa nama Dewi Sri selalu dihubungkan dengan kegiatan di bidang pertanian. Nilai moral dan keindahan jelas nampak dalam upacara sekaten. Hingga pada waktu sekarang ini jika orang akan mengetam padi masih ada yang disertai ucapan tertentu yang dikaitkan dengan Dewi Sri agar hasil padi yang diharapkan akan berlimpah.dalam Islam.Karena itu nilai pertanian ikut pula berperanan di dalam upacara ini. Upacara sekaten menunjukkan bagaimana hubungan antara raja dengan para ulama dan rakyat pada umumnya. Raja bergaul akrab dengan rakyat dalam melaksanakan kepentingan bersama yaitu berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rahmat dan keselamatan dari-Nya. Gunungan terdiri atas makanan dan berbagai buah-buahan.dengan para Pangeran dan Pembesar kraton tedhak ke mesjid besar bersama-sama dengan ulama ddn rakyatmengadakan selamatan. C. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada soal pertanian saja tetapi juga mempengaruhi kehidupan 118 . pakaian yang bagaimana harus dipakai pada waktu melakukan upacara itu agar semuanya tampak susila dan indah.

Akhirnya ia selamat. senthong kanan dan senthong tengah. Senthong kiri dan kanan ditempati untuk tidur sedangkan senthong tengah dianggap sebagai ruangan yang suci digunakan jika ada upacara-upacara yang suci misalnya perkawinan. Sebagaimana kita ketahui rumah asli orang Jawa terdiri atas tiga bagian yaitu pendhapa. Karena Dewi Sri adalah lambang pertanian maka perjalanannya adalah lambang bagaimana pertanian mendapat serangan dari hama dan 119 . Sebagai peran utama dalam hal ini adalah Dewi Sri. paringgitan dan dalem.sehari-hari di dalam rumah tangga. tempat sirih. bahkan sering disebut bersama dengan adik yang kemudian menjadi suaminya yaitu Sadana. Ceritera Dewi Sri di dalam wayang: Sebenarnya apa yang diceriterakan mengenai lakon Dewi Sri adalah lambang mengenai pertanian. Kemudian ia dikejar-kejar oleh utusan raja dan dilindungi oleh siapa saja yang didatangi olehnya. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai benda misalnya kendhi. Di dalam ceritera tersebut Dewi Sri dilukiskan sebagai puteri seorang raja yang diusir dari kerajaan karena menolak pinangan seorang raja raksasa. yaitu senthong kiri. Ruangan ini dihubungkan dengan suatu anggapan sebagai tempat Dewi Sri. Dari uraian tersebut di atas dapat dibuktikan betapa peranan unsur pertanian. pengidon dan lain-lain. para pengejarnya dihancurkan dan Dewi Sri menjadi isteri adiknya sendiri. Dalem adalah bagian rumah yang ditempati untuk tidur terdiri atas tiga ruangan atau senthong.

Upacara labuhan diadakan pada 120 .tantangan dengan sebaik-baiknya. Tradisi Labuhan Di daerah Surakarta dan Yogyakarta ada upacara laut yang disebut labuhan. Bagaimanapun juga ceritera tersebut sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Jawa. tahlilan dan penggantian langse. Mereka harus menjawab. D. dan kerabat kesultanan Yogyakarta. Penggantian tersebut dilakukan dengan upacara tertentu. langse adalah kain yang digunakan untuk menutup makam Sultan Agung Anyakrakusuma di makam raja-raja Imagiri. Upacara Langse. Kain penutup tersebut dalam waktu tertentu misalnya satu windu harus diganti. Di tepi-tepi pantai masyarakat menghadapi tantangan yang berbeda dengan mereka yang hidup di tengah-tengah atau di daerah pedalaman. Sebagai bukti berikut ini adalah contoh-contohnya. Yang mempunyai tugas untuk mengganti kain penutup bergantian yaitu kerabat kesunanan Surakarta. Upacara ini ti. Upacara inilah yang kemudian bernama langse. akhirnya diadakan upacara melabuh langse tersebut di laut Selatan.dak dapat dipisahkan dengan rangkaian mengenang peristiwa berdirinya kerajaan Mataram terutama ceritera pada waktu Panembahan Senapati berhubungan dengan Nyai Rara Kidul.bagaimana dapat terhindar dari hama tersebut. Timbullah berbagai bentuk jawaban yang diberikan oleh mereka yang intinya adalah halhal yang bersangkut paut dengan laut misalnya nyai Roro Kidul sebagai Dewi lautan. Setelah upacara caos.

waktu tertentu yang intinya adalah melabuh atau membuang pakaian-pakaian bekas dari raja ke laut.. Pada saat persiapan ini kecuali menyiapkan perlengkapan upacara labuhan juga menyiapkan perlengkapan ulang tahun (tingalan dalem) Sri Sultan Hamengku Buwana IX. pembawa pakaian yang akan dilabuh. Gunung Merapi. 121 . Demikian juga pada saat upacara ulang tahun (tingalan dalem) ini masih bersifat tertutup sebab masih dilakukan di dalam kraton. pakaian. Adapun yang terlibat dalam menyelenggarakan persiapan upacara ini adalah para puteri kerabat kraton yang sudah tua usianya. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan upacara labuhan sebagai berikut: Pada saat persiapan upacara labuhan bersifat tertutup artinya hanya dilakukan di dalam Kraton Yogyakarta. abdi dalem Keparak. bersifat terbuka artinya dilakukan di luar kraton sampai di tempat di mana dilaksanakan labuhan di Parangkusuma. Upacara labuhan disertai dengan sarana-sarana dan prosedur yang bersifat sakral antara lain mengenai alat-alat sajian. Gunung Lawu maupun Dlepih Kahyangan. Pada saat persiapan ini yang boleh menyaksikan adalah Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan keluarganya serta para abdi dalem Kraton Yogyakarta. Untuk kraton Surakarta pakaian tersebut dilabuh di pantai Brosot. Kemudian pada pelaksanaan upacara labuhan. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini yaitu abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya.kerabat kraton dan abdi dalem Pengulon. abdi dalem Keparak. abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan Kyai Penghulu. sedangkan untuk kraton Yogyakarta dilabuh di pantai Parangtritis.

menjadi bukti bahwa upacara labuhan merupakan suatu upacara resmi dari Kraton Yogyakarta. masyarakat setempat menyambut dan memberikan penghormatan kepada benda-benda labuhan yang dibawa oleh para petugas. 122 . Para pejabat itu semua menjadi saksi resmi bahwa upacara labuhan dilaksanakan.Pelaksanaan upacara labuhan melibatkan abdi dalem Kawedanan Ageng Punakawan Widyabudaya dan pejabat di luar kraton seperti bupati. masyarakat setempat juga ikut bertindak sebagai saksi. juru kunci serta masyarakat di sekitar tempat upacara. Pada pelaksanaan upacara labuhan yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu. lurah. Kemudian masyarakat setempat. Pada jaman sebelum Sri Sultan Hamengku Buwana IX naik tahta tata-cara pelaksanaan upacara labuhan harus melalui Patih Kasultanan. bersama-sama mengantar sampai di tempattempat di mana upacara labuhan dilaksanakan oleh juru kunci. Residen Yogyakarta. Residen Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan) sebagai administrator yang mewakili pemerintah Hindia Belanda. Kesaksian para pejabat tersebut baik dari lingkungan pemerintah Kraton Yogyakarta maupun dari lingkungan pemerintah Hindia Belanda. 1981 : 34). camat. Juru kunci boleh dikatakan mewakili masyarakat setempat di mana upacara labuhan dilakukan dan bertindak atas nama raja pada waktu melaksanakan labuhan di tempat-tempat tersebut. Kecuali itu juru kunci juga mempunyai hak untuk memiliki benda-benda yang telah selesai dilabuh (Sularto. Patih Kasunanan Surakarta (bagi labuhan di Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan). Sejak di kecamatan masing-masing.

tarub. Upacara tersebut dahulu belum pernah ada. Sebenarnya upacara laut tidak hanya terdapat di pantai Selatan.E. Tahun Baru dan Maulud Nabi. kain dan selendang yang berwarna seperti pakaian Nyai Rara Kidul. topeng. Ngundhuh Sarang Burung Untuk menambah kepercayaan diri dan menghindari bahaya yang mengancam. Selamatan dan berbagai pertunjukan misalnya wayang. Keramaian atau adat-istiadat berupa Rebo Wekasan mengandung nilai alam. akan tetapi juga dilakukan oleh Masyarakat Jawa yang bertempat tinggal di pesisir Utara dan Timur. Nilai alam nampak pada hubungan antara keramaian dan idat istiadat berupa penyeberangan sungai. mereka mengadakan upacara yang pokoknya berisi harapan mendapat ijin dari Nyai Rara Kidul. khususnya laut. Upacara laut di Pantai Popoh. Mereka harus mematuhi larangan-larangan dan melakukan berbagai ketentuan antara lain : pemberian sesaji-sesaji. Larangan memakai baju. berjalan ke beberapa tempat dan dilakukan pada malam hari. Upacara ini biasanya dikerjakan oleh masyarakat nelayan misalnya yang 123 . karena diadakan pada hari malam Rebo terakhir yang ada di bulan Sapar. Ada pula Upacara Rebo Wekasan. Upacara diadakan pada hari Raya Idul Fitri. Di samping itu orang-orang masih mempunyai anggapan bahwa tempat tersebut dahulu juga merupakan pertemuan antara Nyai Rara Kidul dengan Sultan Agung. Upacara pada waktu Maulud Nabi isinya menyerupai upacara gunungan. kuda kepang. Keramaian itu dinamakan Rebo Wekasan.

mengandung pula filsafat gunung. adalah salah satu sarana dalam upacara gerebeg adalah gunungan. Hubungan-hubungan tersebut bila berjalan baik akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan hidup. Sudah barang tentu mereka tidak berhubungan dengan Nyai Rara Kidul. Misalnya gunung Semeru. Tuban dan Banyuwangi. gunung Liman. gunung Sindara.bertempat tinggal di Tegal. gunung Brama. yang melambangkan hirarki hubungan antara Tuhan dengan yang diciptakannya dan hirarki hubungan antara raja dengan rakyatnya. namun disamping mengandung filsafat tani sebagaimana telah dikemukakan. Meskipun pada hakekatnya upacara ini bernilai religius. Istilah 124 . Pengaruh Mistik Gunung Di samping pertanian dan laut. masih angker atau gawat. akan tetapi makhluk halus yang menghuni lautan pada umumnya. gunung Sumbing. F. gunung Merbabu. Pada waktu sekarang inipun masih ada anggapan bahwa gunung-gunung tertentu dihuni oleh para makhluk halus. gunung KElut. Pada waktu-waktu tertentu masih diadakan upacara-upacara untuk mengenang keangkeran gunung-gunung tersebut. gunung Lawu. Upacara Gunungan. Upacara-upacara berikut ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa di dalam kehidupannya harmonik dengan alam lingkungannya termasuk pegunungan. gunung Merapi. gunung Slamet. masyarakat Jawa juga menempatkan gunung sebagai sesuatu yang memegang peranan penting di dalam tata kehidupan mereka. Hal ini nampak dalam bentuk gunungan.

puputan. Masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan mengadakan selamatan pada waktu-waktu tertentu untuk memperingati kejadian-kejadian penting.gunungan juga dipakai untuk sebutan dalam wayang yaitu lukisan gunung yang mempunyai multi fungsi antara lain untuk memulai dan menutup pertunjukan. Selamatan dengan tumpeng mengingatkan kepada kita bagaimana masyarakat menempatkan gunung sebagai salah satu yang mempunyai nilai tinggi. Upacara tumpengan. Tumpeng terbuat dari nasi dan berbentuk kerucut atau gunung. hari ulang tahun. Karena itu selamatan semacam ini juga dinamakan tumpengan. hari-hari besar atau hari bersejarah. khitanan. ulang tahun organisasi. Upacara dilakukan di laut pasir gunung Brama. Tingkat-tingkat tersebut juga melambangkan perjalanan hidup manusia. perkawinan. membuat rumah atau gedung baru. Bangunan di pesarean Imagiri juga berbentuk gunung yaitu bertingkattingkat. Masyarakat Tengger mengadakan Upacara kesada di puncak gunung Brama. menempati rumah baru. Salah satu alat yang digunakan dalam upacara ini adalah tumpeng. ulang tahun kantor atau lembaga. 125 . Mengingatkan bahwa ada kekuasaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib dimintai keselamatan oleh manusia. semalam suntuk dan diakhiri pagi hari setelah mereka menyaksikari terbitnya matahari dan sudah tidak ada lagi orang yang melemparkan korban ke bawah. misalnya peringatan kelahiran anak. Upacara ini jatuh pada bulan purnama sidi di bulan kesada atau bulan kedua belas. Upacara kesada. sebagai upacara korban kepada Sang Hyang Brama.

126 .Demikian pula bangunan candi Borobudur bertingkat-tingkat yang berarti pula sebagai lambang perjalanan hidup manusia. Yogyakarta memang kaya akan berbagai adat kebiasaan yang secara turun temurun masih dijalankan oleh masyarakat seperti halnya upacara saparan di gunung Gamping yang juga terkenal dengan bekakak. Karena itu adat kebiasaan tersebut dinamakan upacara saparan. Upacaranya sendiri dilakukan pada hari Jum'at Wage pada bulan Sapar setiap tahun sekali dengan mengarak bekakak yang akan disembelih di tempat yang telah ditetapkan.

Jin setan jahat pun tidak berkenan. Pencuri pun jauh tak ada yang menuju padaku.BAB VII KIDUNG PENOLAK BALAK A. Terbebas dari semua malapetaka. Baginda Ali kulitku. Dijaga oleh malaikat. Hati Adam. Dikelilingi bidadari. Yusuf wajahku. Api dan juga air. Mataku Nabi Muhammad. Semua penyakit pun bersama-sama kembali. Tulang Baginda Usman. Seperti kapuk jatuhnya besi. Nabi Yakub mataku. Dipayungi oleh syariat Adam. Kayu ajaib dan tanah angker. otaku Baginda Sis. Nabi Sulaiman kesaktianku. Nabi Nuh di jantung. Berbagai hama sama-sama habis. Napasku Nabi Isa as. Pada akhirnya. Semuanya sejahtera. 127 . Sudah meliputi seluruh para nabi. Idris di rambutku. Guna-guna pun tidak ada yang berani. Ayub kin dalam ususku. Menyatu menjadi berbadan tunggal. Nabi Dawud suaraku. Darah daging Abu Bakar Umar. Juga perbuatan jahat. Menjadi satu dalam tubuhku. Sumsumku Fatimah yang mulia. Kukuh selamat terbebas dari penyakit. semua selamat. Ilmu orang yang bersalah. Tempat tinggal semua badak. Nabi Yunus di ototku. Gunaguna sakti pun lenyap. Dipandang dengan kasih sayang. Walaupun arca dan lautan kering. Dan tempat merak berkipu. Semua racun menjadi hambar. Semua rasul. Wajahku rasul. Semua senjata lenyap. Nabi Ibrahim nyawaku. Kidung Rumeksa Ing Wengi Ada nyanyian yang menjaga di malam hari. Binatang buas jinak. Siti Aminah kekuatan badanku. Lubang landak rumah manusia tanah miring. Bibirku Musa.

Bacalah dengan sungguhsungguh sebelas kali. Berpuasalah sehari semalam. Dan bangun waktu subuh. Dan semua sanak keluargamu. Sebagai sarana pengusir. Jika ada orang didenda cucuku. Menjadi keselamatan badan. Kemudian berpencar ke seluruh dunia. Ketika di Kalijaga. Segera terbayarkan oleh Tuhan. Di malam hari. Insya Allah tercapai. Terimbas oleh zat-Nya. Selamat di medan perang. Selama 40 hari. Dhandhanggula Ana kidung rumeksa ing wengi Teguh ayu luputa ing lelara Luputa bilahi kabeh Jim setan datan purun Paneluhan tan ana wani Miwah panggawe ala Gunaning wong luput Geni atemahan tirta Maling adoh tan ana ngarah mring mami Guna duduk pan sirna 128 . Puasa mutih dan minum air putih. Jika engkau pergi berperang. Atau orang yang terbelenggu keberatan hutang. Yang menyalin dan menyimpannya. Makanlah tiga suapan. Siapa saja yang dapat melaksanakan. Dari daya kekuatan seperti yang mengikatku. Bacalah nyanyian itu. Dipakai mandi perawan tua cepat bersuami. Kelilingilah pematangnya. Yang membaca dan mendengarkan. Jika ingin bagus menanam padi. Orang dila cepat sembuh. Karena Tuhanlah yang menjadikannya berhutang. Maka bacalah dengan segera. Semua cita-citamu. Bersabar dan bersyukur di hati. Musuhmu tersihir tidak ada yang berani.Kejadian berasal dari biji yang satu. Yang sakit segera sembuh. Maka tidak akan jadi didenda. Jika dibacakan alam air. Semua hama kembali. Bacakan ke dalam nasi.

Napasku Nabi Musa linuwih Nabi Yakub pamyarsaningwang Yusup ing rupaku mangke Nabi Dawud swaraku Jeng Suleman kasekten mami Nabi Ibrahim nyawaku Edris ing rambutku Bagendha Li kulitingwang Getih daging Abu Bakar singgih Balung Bagenda Usman Sungsumingsun Patimah linuwih Siti Aminah bayuning angga Ayub ing ususku mangke Nabi Nuh ing jejantung Nabi Yunus ing otot mami Netraku ya Muhammad Pamuluku rasul Pinayungan Adam sarak Sampun pepak sakathahing para nabi Dadya sarira tunggal Wiji sawiji mulune dadi Apan pencar saisining jagat 129 .Sakabehing lara pan samnya bali Sakeh ngama pan sami miruda Welas asih pandulune Sakehing braja luput Kadi kapuk tibaning wesi Sakehing wisa tawa Sato galak lulut Kayu aeng lemah sangar Songing landhak guwaning wong lemah miring Myang pokiponing merak Pagupakaning warak sakalir Nadyan arca myang segara asat Temahan rahayu kabeh Apan sarira ayu Ingideran kang widadari Rineksa malaikat Sakathahing rasul Pan dadi sarira tunggal Ati Adam uteku Baginda Esis Pangucapku ya Musa.

Kidung Waringin Sungsang 130 . Sing sapa reke bisa nglakoni Amutiya lawan anawaa Patang puluh dina wae Lan tangi wektu subuh Lan den sabar sukuring ati Insya Allah tinekan Sakarsanireku Tumrap sanak rakyatira Saking sawabing ngelmu pangiket mami Duk aneng Kalijaga. B.Kasamadan dening date Kang maca kang angrungu Kang anurat kang anyimpeni Dadi ayuning badan Kinarya sesembur Yen winacakna ing toya Kinarya dus rara gelis laki Wong edan nuli waras Lamun ana wong kadhendha kaki Wong kabanda wong kabotan utang Yogya wacanen den age Nalika tengah dalu Ping sawelas macanen singgih Luwar saking kabanda Kang kadhendha wurung Aglis nuli sinauran mring hyang Suksma kang utang puniku singgih Kang agring nuli waras Lamun arsa tulus nandur pari Puwasaa sawengi sadina Iderana galengane Wacanen kidung iku Sakeh ngama sami abali Yen sira lunga perang Wateken ing sekul Antuka tigang pulukan Musuhira rep sirep tan ana wani Rahayu ing payudan.

salangku wesi Walulin bahuku Dhendha. Guluningsun wesi palon galigiran dhadha wesi sadacin pundak wesi Angkab walikat wesi Ambal. Rambut kawat sinomku pamor anglayang bathuk sela Cendhani kupingku salaka pipiku arit gobang irungku pasado aji pasungku loyang pilingan wesi kuning. Watu item lungguhe ing janggut ing wang untuku rajeg wesi lidhah wesi abang rawis wesi Mangangkang: iduku tawa sakalir lambeku iya. Duk samana pakumpul-kumpul ing rasa netra kang dadi dhihin netraningsun emas peputihe mutyara ireng-ireng wesi manik ceploking mata hawa nrang adarati. Astaningsun Curiga pek-epek Cakra Jangkar jempol kekalih panuduh Trisula panunggulku Malela memanisku supit wesi jenthikku iya kang aran Pasopati 131 .Durma Wringin Sungsang wajahira tumaruna ngaubi awak-mami turti nut ing bala pinacak suji kembar pepitu jajar maripit asri yen siyang angker kalaning wengi. Idepingsun kencana ure ruwetan alisku sarpa mandi kiwa tengen pisan curengku surya kembar kedhepku pan kilat thathit kang munggeng sirah wesi Kekenten adi. sikutku pukul wesi. sela matangkep kalih.

Pagelangan ingaran wesi Lelidhah tungkak waja karipik pepolokku waja kadya mamas Malela otot bayu rante wesi ing dalamakan ingaran Kantonwesi. Kidung Bale Anyar Durma Ana kidung sun angidung Bale Anyar tanpa galar asepi ninis samun-samar patining Wuluh Kembang Siwur Burut tanpa kancing kayu trisula gegarannya Calimprit.Bebokongku sela ageng kumalasa akawet wesi gilig eboling sun karah taiku pulut bendha balubukan entut-mami uyuhku wedang dakarku Pulasani. Sampun pepak sariraningsun sadaya samya pangawak wesi pan ratuning braja manjing aneng sarira tan ana braja nedhasi teguh leksana ayu sarira-mami. C. Jembut kawat ganthanganku wesi Mentah walakang wesi Tasik pupu Kalataka wentisku Kalanadhah dhengkulku garendha kalih garesku pedhang kempolku wesi Lengis. Sumur Bandhung sesirah talaga muncar tibeng jaja ajail dhindhing endhas parah 132 .

Naga Raja pangawasan manik kembang kembang gubel abaji tajem neng kadhutan udhune sarwi nungsang karangsangan angutihpil angajak-ajak jujul jujul anjungkir. Prapteng ngandhap cinandak inguluk salam ingaweran tumuli ana kenya prapta sajodho ngaku kondhang endi jambe roro janji roro binuwang aja na wani-wani. Rara Wudhu apepayung Kalacakra titihane nagaji sabet ala lanang sinabetaken ngetan larut lara pan kabalik katulak ngetan : sinabetaken malih Lara saking nginggil sinabet katulak bali manginggil malih : lara saking ngandhap sinabet bali mandhap pancabaya wus kapipit sanak kang prapta saking wetan aputih.ulur-ulur liweran tetambang jaringing maling dhadhal dhadhanya gegulung ing gegapit. Kuthanipun salaka Ki Tarulata nggawa bala sakethi ayu pan reksanya teguh luput ing lara sanakingsun kidul prapti Ki Manguntara abang kuthanira brit. Gawa bala pitung ewu pangreksanya nulak sagung panyakit sirna sunya baya sanak-sun kulon prapta Ki Mangit warnanya kuning kuthanya emas 133 .

Araketa malaekat kawan nambang sadaya rupa peksi anucuki lara utawa impen ala upamane sadayeki cinucuk sirna rampas papas wus titi. Pangreksanya ayu luput ing rencana Allahumma seksi bumi ingkang neksenane ing langit keblat papat malaekat angideri nabi seleksa rumeksa siyang ratri. Kidung Pamungkas Hayu Sinom Wus tamat kidung sadaya pepalining janma luwih kinarya jimat tetulak anulak sakeh bilahi mungguh lakunireki wong anom dipun sumurub maring wahyuning Patrap duga prayoganing urip urip iku neng praja kudu rumeksa. D.balane pitung kethi. Rumeksa inguripira ing tindak kudu ngawruhi aja dhemen lelemeran bisaa nuhon janji 134 . Pangresanya ayu luput ing rencana teluh tuju lan telik pan sirna sadaya sanak sun elor prapta ireng ran Ki Balesupi kuthanya tosan nggawa bala sakethi.

ujar kang wur kawijil awasna aywa tumpang suh mulane nora gampang lakune wong ulah ilmu ilmu iku ngawruhi sajatinira. Nyatane wus aneng Kita Kita Pribadi puniki dudu angen-angen nafas utek lan jejantung kaki rokh rasa lawan ati kabeh sajatine dudu iku mung titipan mangka busananing dhiri kabeh iku anglindung Zat ing Manusa. Dene kang aran Manusa unusaning Suksma jati ya iku Pangeran Kita ingkang boya ika iki padha dipun mangerti jatine kang aran Ingsun kang esa ingkang tunggal kang mengku ing sahir kabir yen tan wruha durung tetep aran Gesang. Nadyan amung limang pada kaya iki wus mumpuni maring dumununging Zat kita kang langgeng tan owah gingsir mungguh Kita kang Urip kang mengku ing rasul-rasul lan mengku wewayangan neng sajroning netra kalih kabeh iku aneg sajroning Manusa.

E. Kidung Sifat Iman Dhandhanggula Sifat Iman : wa man tu bi’llahi tegesipun pracaya ing Allah ing Pangeran sajatine ya pangeran kang Agung kang akarya bumi dan langit angganjar lawan niksa

135

mring manusa sagung langgeng tur murba misesa maha suci angganjar paring rejeki aniksa angapura. Kaping kalih : wa malekati tegesipun pracaya malaekat anapunika tegese ingulus ing Hyang Agung pakaryane anenulisi marang kawulanira kang dosa Jin agung kang karya purbawisesa neka-neka karyane sawiji-wiji sakehing malaekat. Kaping tigane : wa kitabihi tegesipun pracaya ing kitab kang tinurunaken kabeh kitab Adam sapuluh. Nabi Esis seket wanilis anenggih ponang kitab Idris telung puluh Ibrahim sepuluh kitab Toret Musa Dawud Jabur Isa Injil Kitab Kur’an Muhammad. Yogya sira kawruhana sami muga-muga antuka sapangat iya iku andikane Gusti Jeng Nabi Rasul sinung rahmat dening Hyang Widdhi sing sapa ngapalena iya janjinipun den padhakken asidhekah saben warsa sami lan wong munggah kaji sapisan marang Mekah. Lan den dohken sakehing bilahi sinung rahmat ing dunya akhirat sarta linebur dosane lan malih sawabipun lamun janma kang sakit lah sira wacakena ulon-ulonipun ngalamat ingkang alara oleh tamba saking sabdaning Hyang Widdhi lan berkahing Panutan.

136

Kawruhano kehing para nabi Nabi Adam kang mangke kawitan Nabiu’llah wekasane kathahe yen pinitang kawan dasa langkung kekalih lah sira estokena sadaya den emut luwih agung kang supangat lemah sangar kayu neng lebur sami tan ana kara-kara.

F. Kidung Sekar Artati Dhandhanggula Ana kidung atembang Artati sapa wruha reke aran ingwang duk ingsun ana ing ngare miwah duk aneng gunung Ki Artati lan Wisamarti ngalih aran ping tiga Artadaya tengsun, aran ingsun duk jejaka mangkya aran Isma’il Jatimalangis aneng tengahing jagat. Sapa weruh kembang tepus kaki sasat weruh reke Artadaya tunggal pancer ing uripe sapa wruh ing panuju sasat sugih pagere wesi sinihan wong sajagat kang angidung iku bratanana aywa nendra ing sadina sawengi sawabireki sarwa cinipta dadya. Kang sinedya tinekan ing Widdhi kang kinarsan dumadakan ana tur rinekseng Pangerane nadyan tan weruh iku lamun sedya mudya semadi sesandi ing nagara angumbara wiku dumadi sarira tunggal tunggal jati-swara amor ing Artati aran Sekar Jempina. Somahira ingaran Panjari milu urip lawan milu pejah datan pisah saparane paripurna satuhu yen nirmala waluya jati kena ing kene kana ing wasananipun

137

ajejuluk Aniksuksma cahya ening jumeneng aneng Artati anom tan keneng tuwa. Tigalana kamulanireki Nila ening arane duk gesang duk mati Layangsuksma-ne lan Suksma ngumbareku ing asmara mor raga yekti durung darbe peparab duk anome iku awayah bisa dedolan aran Sang Tyasjati iya Sang Artati iya Sang Artadaya. Dadi wisa mangkya amartani lamun marta temah amisaya marma artajaya rane duk lagi aneng gunung ngalih aran Asmarajati wayah tumekeng tuwa emut ibunipun tinari lunga mangelan Ki Artati nurut gigiring Merapi angancik ing Sundara. Ana pandhita akarya wangsit pinda kombang angajab ing tawang susuh angin ngendi nggone lawan galihing kangkung wekasaning langit jaladri isining wuluh wungwang myang giring punglu tapaking kontul anglayang paksi miber uluke ngungkuli langit kusumanjrah ing tawang. Wong angangsu pikulane warih lawan amot geni adedamar miwah kang srengenge pine tuwin kang banyu kinum myang dahana murub binasmi bumi kapetak ingkang pawanatiniyup tanggal pisan kapurnaman yen anenun sentek pisan anigasi kuda agrap ing pandengan. Ana kayu apurwa sawiji

138

Siyang dalu rinekseng Hyang Widdhi sasedyane tinekan ing Suksma kaidepan janma akeh aran wikuning wiku wikan lir ing pudya semadi dadi sasedyanira mangunah linuhung peparab Hyang Tigalana kang asimpen yen tuwajuh jroning ati kalis sagung durjana.wit buwana epang kabiat papat agodhong mega rumemba apradapa kekuwung kembang lintang salaga langit sari andaru kilat woh surya lan tengsu asirat bun lawan udan apepacuk akasa brungkah pratiwi soyod bayu bajra. Wiwitane duk anemu candhi gegodhongan miwah wewerangkan sih ing Hyang kabasmi kabeh tan ana janma kang wruh yen weruha purwaning dadi candhi sagara wetan ingbar karuhun kahyanganing Sang Hyang Tunggal sapa reke kang jumeneng mung Artati katon tengahing tawang. Jin prayangan padha wedi asih samya asih sakehing drubiksa angreksa siyang dalune ingkang anempuh/lumpuh tan tumama ing awak-mami kang sedya tan raharja sadaya linebur sakehe kang nedya ala larut sirna kang nedya becik basuki kang sinedya waluya. Gunung Agung sagara Serandil langit iku amengku buwana kawruhana ing atine gunung sagara umung guntur sirna kang mengku bumi langit bawana rugsa dadya kawruh iku mudya madyaning awiyat mangasrama ing gunung agung sabumi cecandhi ing sagara. 139 .

Kidung Jati Mulya Dhandhanggula Ana kidung sun angidung wengi bebaratan duk amrem winaca Batara Guru pangadege lumaku Sang Hyang Bayu alembeyan Asmara-ening ngadeg pangawak teja kang angidung iku yen kinarya angawula myang lelungan gusti getting dadi asih syaitan sato sumimpang.Yen kinarya atunggu wong sakit ejin syaitan tan wani angambah rinekseng malaikat nabi wali angepung sakeh lara pada sumingkir ingkang nedya fitnah marang awak ingsun rinusak dening Pangeran iblis laknat sato mara pada mati tumpes tapis daya. G. Jabaril ingkang angemongi milanipun katetapan iman dadi angandel atine Ijrail puniku kang rumeksa ing pati urip Israpil dadi damar padang jroning kalbu 140 . Sakatahing upas tawa sami lara roga waluya nirmala tulak tanggul kang panggawe duduk pada kawangsul katawuran saguning sikir ngadam makdum sadaya datanpa pangrungu pangucap lawan pangrasa myang paningal kang sedya tumeka nafi pangreksaning malaikat.

Pepayone godhong dhukut langit tali barat kumandhang ing tawang tinundha tan katon mangke arajeg gunung sewu jala sutra ing luhur-mami kabeh padha rumeksa angandhangi mungsuh anulak panggawe ala lara roga sumingkir langkung anebih kang agring dadi waras. Gunung sewu dadya pager mami 141 . Satru mungsuh mundur pada wedi pamidangane baitu’lmukaddas tulak balik pangreksane pan nabi patang puluh aweh wahyu ing awak-mami pana Nabi Wekasan sabda Nabi Daud apetak Baginda Hamzah kineweden sato mara padha mati luput ing wisa guna. Dudur majenge ajatu’lkursi ungguhe atine surah an’am pangleburan lara kabeh usuk-usuk ing luhur ingaranan telenging langit nenggih Nabi Muhammad kawekasan iku atunggu latri lan siyang kinedepan ing tumuwuh wedi asih tunduk nembah maring wang.Mikail kang angsung sandang lawan pangan enggale katekan kapti sabar lan anarima. Ja Hu Zat njeng pamujining wengi bale ‘arasy sesakane mulya Kirun (Munkar) saka tengen nggone wa Nakirun (Nakir) atunggu saka kiwa gadane wesi nulak panggawe ala satru lawan mungsuh pangeret taraju’rrijal ander-ander kulhu balik kang linuwih ambalik lara roga.

H. Yen lumampah ingkang mulat wingwrin singa barong kang padha rumeksa gajah meta ing wurine macan galak ing ngayun naga raja ing kanan kering singa mulat jrih tresna marang awak ingsun lelembut ing nusa Jawa samya kedhep antu lawan teluh bumi ajrih lumayu nginthar. Kidung Sekar Marwati Dhandhanggula Ana kidung ing kadang Mar Mati among tuwuh ing kawasani ra nganakaken saciptane 142 .katon murub sakehing tumingal sirna salwir lara kabeh luput ing tuju teluh tarag nyana tenung alenggi mondhong gambar suminggah Sri Sadana lulut puniku sih rahmatullah rahmat jati jumeneng rahmat jasmani iya Sang Jatimulya. Ingaranan Rara Sumbaningsih kang tumingal padha sih sadaya kedhep saparipolahe lelara sirna larut tan tumama ing awak mami kang sangar dadi tawa kang agething lulut memolone sifat rahman iya rahmat rahayu pangreksaneki sarana nganggo pethak. Yen sinimpen atawa sakalir upas bruwang racun miwah banjar sakeh bedhil buntu kabeh jemparing towok putung pan kumleyang tibanireki miwah salwiring braja tan tumama mring sun tuju teluh tarugnyana padha bali sagung sambang padha wedi madhep kedhep saya.

Punang Getih ing rahina wengi ngrerewangi ulah kang kawasa andadekaken karsane Puser kawasanipun nguyu-uyu sabawa mami anuruti panedha kawasanireku sangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji tunggal sawujud ingwang. 143 . Mangkya kadang ingsun kang umijil saking marga hina pareng samya sadina amor anggone kalawan kadang-ingsun ing kang ora umijil saking marga hina punika kumpule lan ingsun dadi Makdum-sarpin sira wewayanganing Zat reke dadya kanthi saparan datan pisah. Yen angidung sarwi den pepetri amemuleya golong lelima takir ponthang wewadhahe iwak-iwakanipun ulam tasik rawa myang kali lawan ulam bengawan mawa gantalipun rong supit winungkusana dadya limang wungkus artanya nyaduwit sawungkuse punika.kakang Kawah puniku kang rumeksa sarira-mami anakakaken sedya ing kawasanipun aji ari-ari ika amayungi laku ing kawasaneki nganakaken pangarah. Tumpangena ponthang anyawiji dadya limang wungkus ponthang lima sinung sekar cepakane roro sapothanganipun kembang boreh dupa ywa kari memetri ujubira dongane Majemu’ poma dipun lakonana saben nuju dina kalahiraneki agung sawabe uga.

Balik lamun ora den lakoni kadangireku samya rencana temah uga saciptane sasedyanira wurung lawan luput pangarahneki sakarsanira wigar anggagar tanpantuk barang ing sakayunira marma kaki eling-elingen sayekti supaya waluyaa. 144 .

jika terdiri atas 1 helai kain disebut 1 lirang.BAB VIII PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN UPACARA TRADISIONAL A.75. Lebar kampuh 2 sampai 2. 8 kacu untuk pangeran putra dan pepatih dalem. 4 dan 4. Kampuh untuk kaum pria. para aria. Dengan mengenakan kampuh balenggen. sehingga nampak seperti jumbai.5. Panjangnya antara 7 sampai 9 kacu. Selain adanya kampuh balenggen. mantri ke bawah.5 kacu per lirang. Yang panjangnya 9 kacu adalah untuk raja. yaitu kampuh tanpa balenggen. Kampuh atau Dodot Busana kebesaran yang sering digunakan untuk upacara pernikahan adalah kampuh. Kampuh yang terdiri atas 2 helai kain disebut 1 tangkep. 7. orang akan tampak lebih gagah daripada memakai kampuh lugas. dikenal juga yang disebut kampuh tengahan atau kampuh blumbangan dan kampuh lugas. Kampuh atau dodot yang dipakai oleh kaum pria dan wanita. Kampuh blumbangan adalah kampuh yang bagian 145 . adalah kain penutup. 7 kacu untuk panewu. bupati dan bupati anom. sedang kaum wanita sebagai lapisan di atas kain panjang. Kaum pria memakainya sebagai lapisan di atas celana. Istilah kampuh dipakai untuk abdi dalem bupati anom ke atas. berarti 3. sedang istilah dodot adalah untuk panewu ke bawah. 3.22 m.5 kacu untuk pangeran sentana. Kampuh belenggen artinya salah satu sisi kampuh itu benangnya dibiarkan terlepas. Panjang 1 kacu kira-kira 90 cm.

berupa kampuh balenggen latar hitam. kampuh tengahan ini dipakai pada hari-hari besar. Adapun yang berhak memakai kampuh tengahan adalah raja. Gadhung mlathi. Kampuh memiliki bagian yang disebut kunca. Jika tanpa blumbangan atau tengahan. Dengan demikian dikenal adanya kampuh balenggen batik yang tengahnya memakai blumbangan untuk raja. Bangun tulak adalah kampuh biru dengan tengahan putih. yaitu bagian ujung atas kampuh di bagian belakang yang dibiarkan lepas. dapat juga miring. Kampuh balenggen batik latar putih lar ageng untuk bupati dan bupati anom. dengan tengahan putih. dan pepatih dalem. motifnya alas-alasan. kampuh ini dipakai oleh pengantin pada upacara panggih atau pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita. Tengahan ini dapat dilakukan dengan menyisipkan bahan sutera atau pelangi. para pangeran putra sentana. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. Jika orang mengenakan kampuh. ungu dan seterusnya. sehingga menggeser tanah. maka akan dihasilkan berbagai macam bentuk. garis tengahnya tidak selalu lurus. putra mahkota. yaitu : Bango buthak. (2) Ngumbar 146 . Kampuh tanpa tengahan disebut kampuh lugas. dipakai oleh pengantin pada upacara sepasaran. berupa kampuh hijau dengan tengahan putih. putra mahkota. yaitu (1) Grebong ka(n)dhem. warna tengahannya adalah hijau. hijau.tengahnya diberi warna polos: merah. bengkok-bengkok atau rintikrintik. khusus untuk pengantin. putih. Kampuh pengantin ada tiga macam. kampuh itu disebut kampuh lugas. Kampuh balenggen batik rejeng latar putih untuk abdi dalem mayor dan bupati anom gandhek. motifnya alas-alasan atau hewan di hutan diperada.

Kepuh berarti lipatan kunca. trembelo. untuk pepatih dalem 24 cm. Dua macam bentuk warangka adalah gayaman dan 147 . kunca dilipat. timaha. dan khusus diperuntukkan raja. atau kayu lainnya. untuk putra raja 24 cm. lalu disampirkan pada keris. berarti sampai di bawah tengahnya betis. ada pula yang lurus. bupati 27 cm. Warangka ini dibuat dari kayu. Kepuh sampir untuk kerabat raja. Ngumbar kunca hanya dilakukan oleh raja. kemudian diselipkan ke dalam. Grebong ka(n)dhem adalah pemakaian kampuh dengan tiga lipatan besar di bagian depan. Keris dan Wedhung Keris adalah salah satu perlengkapan dalam upacara pernikahan adat Jawa. Keris mempunyai banyak fungsi. (3) Sampir kunca. Bilah (wilahan) keris ada yang berkelok-kelok (luk). sehingga hanya sedikit saja yang jatuh mengena tanah. bupati anom 30 cm dan makin rendah pangkatnya. Bilah atau mata keris itu diberi tempat yang disebut sarungan atau warangka. Panjang cincingan untuk raja 22 cm. B. kunca dililitkan pada keris. maka diperlukan pemegang kunca yang berjalan di belakang raja. Orang yang mengenakan kampuh atau dodot harus memperhatikan yang disebut cincingan wingking. cincingan makin panjang. termasuk ariya nginggil. kunca dilipat. misalnya kayu cendana. Salah satu di antaranya adalah sebagai pelengkap busana. Sampir kunca dipakai oleh putra mahkota. Supaya kunca itu tidak mengena tanah. Kunca kampuh raja cukup panjang dan dibiarkan lepas ke bawah. Kepuh ukel untuk abdi dalem bupati ke bawah sampai jajar.kunca. (4) Kepuh ukel. untuk pangeran sentana 26 cm. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem.

suasa. Keris dengan warangka ladrang dipakai di belakang. dengan cara diselipkan pada sabuknya. demikian pula dengan keris berwarangka gayaman. letaknya digantungkan pada epek timang. Gandar keris diberi pendhok. Jika seseorang memakai busana prajuritan. secara dianggar. ladrang dipakai di belakang. sedang keris gayaman dipakai di depan. maupun gayaman. artinya penduk yang bertatahkan permata. Raja dan keluarga serta kerabatnya. dan anggarnya diganti dengan wedhung. yang dibuat dari bahan mas. baik yang mengenakan kampuh (dodot). Kerisnya dapat gayaman dan yang dianggar diganti dengan pasikon. ia mengenakan dua macam keris itu secara bersama-sama. Abdi dalem panewu mantri ke bawah. perak. kuningan atau lainnya. pepatih dalem ke bawah sampai pada priyayi pangkat terendah. tergantung pada kebutuhannya. jika berpakaian secara Jawa memakai keris. Epek adalah sabuk yang diberi timang (gesper besar). maupun bebed (kain panjang dengan biku-biku di 148 . Penduk keris mengenal beberapa motif hiasan. Jika mengenakan busana keprajuritan alit (kecil) atau klanthungan. lung kukila. sedang istilah wedhung untuk priyayi tingkat bawah. misalnya motif lung paksa. lung kastuba dan lung prabageni.ladrang. jika klanthungan harus memakai keris ladrang yang disisipkan. artinya disisipkan pada pinggang. semua abdi dalem yang menghadap raja. Istilah pasikon yang artinya sama dengan wedhung diperuntukkan priyagung. baik yang warangkanya ladrang. priyagung bupati dan bupati anom mengenakan keris (wang-kingan) dengan cara diwangking. Pada hari-hari besar. Di antara penduk (pendhok) itu ada yang disebut penduk slorok.

lebar 4 cm. seperti di Sasanasumewa. Bentuk wedhung seperti pisau besar. pepatih dalem. Tiga macam pasikon (wedhung) berdasarkan tingkat-tingkatannya adalah: pasikon dengan suh tiga dan kudhup turen menjadi hak pangeran adipati anom. Ukuran panjangnya kira-kira 26 cm. diharuskan memakai keris dengan warangka ladrang. Di tempat-tempat lain. jika menghadap raja yang sedang berada di Sitihinggil. berbentuk pisau dan diberi simpai (suh) berupa bunga turi yang masih belum mekar (kudhup turen). jika mengenakan pakaian kebesaran. dibuat oleh pande besi atau mpu dan menggunakan bahan besi. atau jika naik ke Sitihinggil. tidak mengenakan wedhung. ujungnya runcing dan tajam. kecuali abdi dalem prajurit yang hanya diizinkan memakai keris dengan warangka gayaman. Para pangeran putra sentana diperkenankan memakai penduk slorok permata. atau ke kedhaton harus memakai wedhung. dan pasikonnya memakai pamor. Wedhung merupakan alat senjata.bagian depannya). jagong atau melayat. besi wadhung harus tanpa pamor. jika mengenakan pakaian kebesaran. yang di 149 . dan tebalnya 0. Gandarnya dibuat dari kayu cendana.5 cm. di pasanggrahan raja. mantri ke bawah. wedhung dengan suh empat tanpa hiasan untuk panewu. hanya abdi dalem Priyantaka yang masuk ke kedhaton pada hari Kamis untuk mengeluarkan benda-benda upacara raja. pasikon dengan suh empat dan kudhup turen dipakai oleh para pangeran putra sentana. kemuning atau lainnya. bupati dan bupati anom. demikian pula dengan abdi dalem yang mengenak pakaian prajuritan dengan menganggar keris. bebedan atau prajuritan klanthungan. masuk ke Srimanganti. sedang para abdi dalem yang bukan kerabat raja tidak diizinkan. Wedhung. Para keluarga serta kerabat raja dan pada abdi dalem.

Mathak pethak. berwarna biru tua. Kemandhungan. yaitu mathak yang berwarna putih atau biru di bagian dalamnya diberi daun bambu. dipakai oleh pangeran adipati anom. wedhungnya tidak boleh dibawa oleh panakawannya. Kuluk dipakai oleh raja. atau melewati Kori Brajanala. istilah panunggul hanya diperuntukkan raja.tempat itu raja hadir. 150 . dipakai kalau hujan. semua abdi dalem harus memakai wedhung. (Darsiti Soeratman. biru muda sekali. Aneka Ragam Kuluk Kuluk adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. misalnya pengantin dan sebagainya. Di kerajaan Surakarta dikenal adanya lima macam kuluk. para pangeran putra sentana dan pepatih dalem. yang berhak tidak memakai pasikon adalah raja dan bupati Gandhek yang sedang melaksanakan tugas menjadi utusan raja pada hari besar. Jika abdi dalem naik ke Sitihinggil. C. berwarna putih. selain itu. 2000: 54). pengantin juga tidak memakai wedhung (pasikon). pepatih dalem ke bawah sampai jajar dan mereka yang diperkenankan. Mathak sekar teleng. biru muda. Mathak biru sekar weweyan. atau Srimanganti dan masuk Kedhaton. dipakai oleh sentana dalem riya nginggil. dipakai oleh para priyagung bupati ke bawah sampai lurah. Mathak balibar. Kuluk yang juga disebut dengan istilah makutha atau panunggul merupakan bagian dari busana tradisional. Dari uraian di atas. dipakai oleh raja. Mathak (warna bening mengkilat) : Mathak biru sekar gundha. rr. para pangeran putra sentana.

Bahan yang dipakai adalah beledu hitam. bupati anom. bupati anom dan panewu mantri. para keluarga dan kerabat raja menyambut kedatangan gubernur jenderal yang berkunjung ke kraton dan jika melepas tamu agung itu meninggalkan kraton. mantri. Kesting pethak (putih) untuk abdi dalem jajar. Breci dipakai oleh priyagung bupati. Kesting cemeng untuk para panemu. bupati dalem. bekel dan lainnya. pepatih dalem. Songkok dipakai. Di bagian atas kuluk. Bentuk songkok seperti kuluk tugel semangka yang dipakai oleh abdi dalem katib. caos harian masuk keraton. Bahan untuk membuat nyamat adalah mas. Selain kuluk atau makutha tersebut di atas. dipakai oleh abdi dalem katib. sesuai dengan keinginan yang memakai. tetapi di bagian belakangnya diberi tutup yang tingginya melebihi tinggi kuluk itu. masih terdapat lainnya yang disebut songkok. dipakai oleh priyagung bupati. suasa. menjadi busana raja. Songkok ini merupakan busana raja ke bawah sampai abdi dalem bupati dan mayor. perak. mayor dan riya ngandhap nginggil. kolonel komandan. dan oleh pepatih dalem ke bawah. lurah. bupati. juga dipakai oleh abdi dalem prajurit onder letnan ke bawah. tepat ditengahnya diberi nyamat sebagai hiasan. Nyamat ini dipakai oleh pangeran adipati anom sampai tingkat-tingkat di bawahnya. jika mereka menghadap. abdi dalem prajurit berpangkat letnan kolonel. Bentuk nyamat ada empat macam. para pangeran putra sentana. memes dan sebagainya. pangeran adipati anom. Kuluk mur. mayor. kapten dan opsir. jika raja dan abdi dalem. Kuluk mur ini kemudian tidak dipakai. yaitu : 151 . Kuluk berbentuk buah semangka yang dibelah dua. dikenal sebagai tugel semangka. Ada juga nyamat yang diberi pertama berlian atau intan.Kestur : Kestur cemeng (hitam) dipakai untuk kanigaran. dan diberi hiasan. dan dibuat dari bahan beledu.

bentuknya seperti tumpeng agak bundar. a. b. bentuknya bundar gepeng. Untuk kepentingan harian. dipakai oleh abdi dalem prajurit. 152 .Cengkehan. seperti tumpeng persegi. yaitu ikat kepala. bahwa panunggul raja tidak diberi nyamat atau mundri. Panunggul adalah kuluk. Baju sikepan ageng dari bahan laken atau beledu hitam. D. tetapi yang berpangkat rendah memakai putih. sebuah istilah yang diperuntukkan raja. di tepinya diberi hiasan melingkar-lingkar. Keterangan mengenai baju sikepan ageng. dipakai oleh para pangeran putra sentana. makin ke atas makin meruncing. Tumpeng. dipakai oleh raja dan pangeran adipati anom. dilapis kain hitam. mirip bunga katu. misalnya sowan atau caos atau bekerja di kantor. Ukuran nyamat ini pada umumnya sebesar bunga melati. Kuluk ini dibuat dari mika. atau warna lainnya. Tajung. Seperti krun atau mahkota kerajaan di Eropa. ungu. karena raja berkedudukan sebagai tetunggul (tertinggi). Untuk keperluan harian para pangeran menggunakan dhester. Sekar katu (bungan katu) untuk nyamat kanigara. Bandhilan dengan permata. para abdi dalem memakai kuluk berwarna hitam. Perlu diketahui. nampak mengkilat dan tahan lama. 1. bentuknya seperti tumpeng. dengan permata di puncaknya. Baju sikepan ageng dari bahan beledu hitam. biru atau warna lainnya dilapis kain sutera hitam. yang terdiri atas empat macam seperti tercantum di bawah ini. Ragam Ageman Pengantin Ragam ageman pengantin Jawa banyak jumlahnya. kemudian diganti dengan blangkon.

. mengikuti kedudukannya masing-masing dan disesuaikan dengan sulaman bajunya. dipakai oleh para pangeran putra sentana. Lapisan untuk baju ini berwarna kuning dari bahan kesting. perak atau silih asih (mas dan perak). Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. yaitu lurah. pepatih dalem. dipakai oleh para panewu. sutera biru. berarti berwarna hijau polos. dan jajar. Untuk abdi dalem hurdenas (ordonans). dipakai oleh abdi dalem Kadipaten Anom. Sebelum baju sikepan itu dipakai. Baju sikepan ageng laken hijau dengan sulaman. warna merah untuk lurah dan putih (kain mori) untuk jajar. Baju sikepan ageng.B. 3. jika lugas. dipakai oleh pepatih dalem. Baju sikepan ageng dari bahan laken hitam dilapis kain kesting. panewu dan mantri. abdi dalem bupati dan bupati anom. jika lapisan itu berwarna ungu dipakai oleh mantri. bajunya tanpa sulaman. 2. dimulai dari pangkat bupati sampai pada panewu mantri. abdi dalem bupati. dibuat dari bahan mas. dipakai oleh lurah dan jajar. berwarna hitam dengan sulaman berwarna keemasan. bekel. 4. 153 . d. Lebar dan bentuk sulaman itu disesuaikan dengan pangkat atau tingkat kebangsawanan pemakainya. Baju sikepan ageng laken merah dengan sulaman dipakai oleh abdi dalem panewu mantri Kaparak dan Nandhon. lapisan baju itu berwarna kesting sutera kuning. bupati anom. Baju sikepan ageng tersebut memakai kancing berjumlah sembilan buah dengan diberi tanda tulisan : P. untuk mereka yang pangkatnya rendah. sutera kuning.c. dikenakan terlebih dulu baju kemeja (hem) sebagai lapisan bawah. artinya tanpa sulaman.

Selain itu mereka diwajibkan mempunyai baju langenarjan. maupun pepatih dalem juga mengenakan potongan lain. Jika seret merupakan tepian yang berwarna keemasan. putih atau hijau dipakai oleh para bupati dan bupati anom. Baju atila berwarna hitam. E. Jajar hanya diperkenankan memakai baju atila berwarna hitam saja. dipakai oleh raja. kendhit (ikat pinggang) letaknya agak ke atas atau tengah.Selain baju sikepan ageng. Untuk raja. tetapi hanya berwarna putih dan dipakai jika ada perintah dari raja. Baju untuk para panewu. takwa. Untuk para pangeran dan pepatih dalem dipakai bahan beledu atau laken hitam. berwarna putih dan hitam. Di luar dinas. dan pepatih dalem. Baik raja. misalnya hijau dan lainnya. Di bawah ini dikutipkan berbagai macam songsong kebesaran menurut kebangsawanan dan payung abdi dalem berdasarkan jenjang kepangkatan. Mereka juga diijinkan memiliki pakaian model Barat. terdapat baju sikepan cekak (sikepan pendek). mereka diijinkan memakai warna lain. mantri dan lurah adalah atila berwarna hitam atau putih. tanpa sulaman. langenarjan dan pakaian model Barat. yaitu baju atila. beskap dan lainnya. beskap. Yang disebut seret adalah lebar atau sempitnya warna keemasan pada songsong kebesaran. para pangeran. Songsong Gilap Payung Agung Songsong gilap payung agung adalah salah satu perlengkapan yang sering dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. baju itu dibuat dari bahan beledu atau bahan lainnya. 154 . para pangeran putra sentana.

- Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan disebut sagara muncar. disebut gilap-gubeg. - Songsong prameswari dalem. - Songsong wadana atau bekel putra sentana dalem disebut sagara muncar dengan kendhit.P.- Songsong raja. kendhit putih. Adipati juga gilap-gubeg seperti no. pangeran adipati anom dan ibu raja sama dengan milik raja. 2 dengan hiasan yang berbeda. - Songsong putra raja lahir dari garwa ampeyan yang telah mendapat sebutan Kanjeng Gusti atau kalau wanita dengan sebutan Kanjang Ratu. - Songsong putra dan putri raja lahir dari permaisuri. atas semua warna keemasan. - Songsong putri raja yang sudah kawin. sekar waru (bunga waru) dan tepian payung diberi bara (jumbai). Seret keemasan. dan putra raja lahir dari garwa ampeyan tetapi telah mendapat sebutan K. Songsong ini disebut gilap-gubeg. diikuti warna keemasan sampai ke atas. kendhit kuning atal. artinya berwarna keemasan penuh untuk bagian luar dan dalam. kendhit kuning atal. atas seluruhnya warna keemasan. tetapi tanpa jumbai pada tepi daun payung dan pada bunga warunya. yaitu bagian luar keemasan dan bagian dalam berwarna kuning atal. Seret keemasan.G. lahir dari garwa ampeyan disebut padhang bulan (terang bulan). 155 . Seret keemasan. kendhit kuning atal. disebut gilap. kendhit keemasan.

Seret keemasan. hijau. Separoh bagian atas putih dan separoh bawah berwarna keemasan. - Songsong sentana dalem cucu laki-laki dan perempuan. - Songsong pangeran sentana disebut endhog satugel (telor separoh). kendhit keemasan dan seluruhnya berwarna kuning. - Songsong piut raja laki-laki dan perempuan. lahir dari garwa ampeyan. atas seluruhnya hijau. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden Ayu. - Songsong putri raja yang belum kawin. Seret keemasan. - Songsong sentana dalem riya ngandhap. - Songsong priyantun dalem dengan sebutan Raden.- Songsong putra raja yang masih kecil. kendhit kuning. kuning. putih. di atasnya seluruhnya putih. kendhit keemasan. putih. - Songsong sentana dalem riya nginggil. putih. kendhit keemasan. Seret keemasan (agak kecil). Seret keemasan. atas sepenuhnya putih. atas sepenuhnya putih. Seret keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. di atasnya kuning sepenuhnya. kuning. kendhit kuning. Seret keemasan (agak kecil). atas semuanya putih. kuning. putih. Seret keemasan. 156 . - Songsong cicit raja laki-laki dan perempuan. atas sepenuhnya putih. kendhit keemasan. putih. kendhit keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. lahir dari garwa ampeyan. atas seluruhnya kuning.

Seret keemasan. putih. kendhit keemasan. hijau. - Payung abdi dalem lurah berpangkat panewu. - Payung abdi dalem Nyai lurah berpangkat mantri. hijau. kendhit keemasan. hijau. putih. 157 . Seret keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. atas seluruhnya berwarna keemasan. Seret keemasan. kuning. kendhit keemasan. Songsong pepatih dalem. hijau. atas sepenuhnya hijau. putih. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati nayaka. hijau. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem Nyai lurah. Seret keemasan. hijau. - Payung abdi dalem riya wanita. - Payung R. hijau. - Payung abdi dalem kliwon wanita. - Payung abdi dalem wedana (bupati) wanita. hijau. hijau. kuning. - Payung abdi dalem bupati bekel. Seret keemasan. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. Ayu Adipati Sedhahmirah. kendhit keemasan. atas sepenuhnya putih. atas sepenuhnya keemasan. hijau. hijau. atas sepenuhnya kuning. putih. Seret keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan atas sepenuhnya hijau. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem bupati anon-anon. hijau. Seret keemasan. kendhit keemasan.- Songsong priyantun dalem Raden Kiranarukmi ke bawah. hijau. kendhit keemasan.

158 . - Payung abdi dalem bupati Imagiri. putih. putih. Seret keemasan. putih. kuning atal. - Payung abdi dalem bupati Pamajegan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon Pamajegan. putih. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. kendhit keemasan. hijau.- Payung abdi dalem bupati pangreh praja. hijau. Seret keemasan. atas sepenuhnya hijau. Seret keemasan. biru. kendhit keemasan. merah. biru. Seret keemasan. putih. - Payung abdi dalem panewu damel. merah. - Payung abdi dalem kliwon gawe. biru. kendhit keemasan. atas warna hijau sepenuhnya. hijau. Seret keemasan. hijau. hijau. - Payung abdi dalem panewu Narawreksa. kendhit keemasan. Seret keemasan. Seret keemasan. putih. Seret keemasan. hijau. kendhit keemasan. putih. kendhit keemasan. Seret keemasan. biru. kendhit keemasan. kendhit biru. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem panewu Jaksa. Seret keemasan. biru. - Payung abdi dalem kliwon anon-anon. Seret keemasan. kendhit keemasan. - Payung abdi dalem kliwon Pangreh Praja. merah. kendhit keemasan. hijau. - Payung abdi dalem panewu Distrik (Pangreh praja). biru. biru.

merah tua. hitam. kendhit keemasan. Menurut Mari S. dipakai sehari-hari dan dalam upacara resmi. Seret keemasan. - Payung abdi dalem mantri damel dan anon-anon. F. kendhit keemasan. Terdiri dari : Pinjung padintenan untuk busana sehari-hari. Seret keemasan. Condronegoro (1995: 52) skema kategorisasi busana adat bangsawan Kraton Yogyakarta menurut tingkat umur adalah sebagai berikut: Busana Anak-anak. Busana Remaja. Busana pra remaja untuk putri raja ini disebut dengan busana pinjung. - Payung abdi dalem mantri polisi kabupaten. Seret keemasan. hijau. hitam.- Payung abdi dalem panewu Pamajegan Bayalali. kendhit keemasan. tergantung jenis dan kelengkapan busananya. hijau. biru. merah. Sabukwala nyamping batik untuk kegiatan sehari-hari dan upacara alit. - Payung abdi dalem Narawreksa sepuh. Seret keemasan. kendhit keemasan. Sabukwala nyamping cindhe untuk upacara garebeg dan tetesan. kendhit keemasan. hijau. Busana Bangsawan Gaya Kraton Busana bangsawan gaya kraton sering digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. dipergunakan untuk upacara tetesan pada masa HB VIII. biru. Seret keemasan. Busana sabukwala untuk putri raja terdiri dari : Sabukwala nyamping praos (kain prada). Busana kencongan untuk anak laki-laki. biru. - Payung abdi dalem panewu Pangrembe Dhusun. biru. 159 . hijau. kendhit keemasan.

160 . Busana untuk upacara ageng bagi putra raja terdiri dari : kasatriyan ageng. Cemukiran tengahan sutra putih. seperti upacara tetesan. pranakan untuk kegiatan sehari-hari. Plangi tengahan sutra. rasukan panjang peniti setunggal. Semekan tritik tengahan sutra. Semekanan rasukan kebaya bikakan untuk remaja putri. Busana Dewasa untuk Putri. Semekanan. tarapan atau miyosan. Semekan sindur untuk upacara midadareni. Semekan tritik dipakai untuk busana harian. dipergunakan pada upacara garebeg. dan rasukan sutra cekak peniti renteng.Pinjung tingalan dalem dipakai pada peringatan hari kelahiran raja. Pinjung garebeg dengan kain bermotif cindhe. rasukan sutra cekak peniti sungsun. Semekan praos dipergunakan calon pengantin pada malam midadareni masa pemerintahan HB VII. Ubed-ubed merupakan busana siang hari. Semekan sutra bleg-blegan (sutra penuh). malem selikuran. Pinjung tarapan dipergunakan saat menjalani upacara haid pertama. untuk upacara khusus yang diadakan bertepatan dengan tanggal 21 pada bulan Puasa dan busana cara Walandi. busana Agustusan dan busana pesiar. Busana cara putri terdiri dari : rasukan sutra cekak peniti setunggal. dipergunakan untuk tuguran (malam sebelum berlangsungnya upacara tertentu). rasukan panjang peniti sungsun. baik untuk upacara resmi maupun kegiatan sehari-hari. busana kaprajuritan. Semekan dringin untuk calon pengantin saat akan menjalani upacara ijab. Busana untuk upacara ageng bagi putri raja yang sudah menikah terdiri dari : rasukan panjang peniti renteng. Busana cara putri : Busana untuk menghadiri upacara alit baik di dalam kraton maupun di luar kraton.

Busana Kampuhan/Dodotan untuk upacara ageng. sikepan lugas (tanpa benang emas) dan sikepan wedung untuk upacara ijab (mengenakan celana putih). Kampuhan prawan untuk remaja putri. 161 . sebagai berikut : dodotan (kuluk biru). kanigaran (kuluk kanigara). Untuk putri raja. Kampuhan putra. kampuhan dengan rasukan panjang bludiran. hampir sama dengan kampuh putri dewasa hanya ditambah perhiasan peniti renteng di sanggulnya dan perhiasan berupa raja keputren. sebagai berikut : kampuhan lukar rasukan (tanpa baju). dipergunakan apabila ada tamu Belanda. kampuhan ngapem dan kampuhan untuk upacara sedan/kematian dan kampuhan randa (janda).

Meskipun demikian kita yakin bahwa diantara nilai-nilai luhur itu ada yang bersifat universal. Itulah sebabnya tujuan penelitian ini ialah menemukan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung atau dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa. kasih dan sayang kepada sesama. nilai luhur kita itu dimaksudkan dapat berfungsi sebagai penangkal. maka hasil penelitian ini kiranya dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan dan suksesnya pembangunan nasional. Kemudian dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar. Nilai Warisan Luhur Nilai-nilai yang terkandung dalam keluarga Jawa dan masyarakat Jawa masih sesuai dengan perkembangan jaman.BAB IX ETIKA DASAR MEMBANGUN STRUKTUR SOSIAL A. Jika sekiranya sebagian masalah yang timbul disebabkan oleh pelanggaran bahkan pengabaian terhadap nilai-nilai tradiaional yang luhur. artinya masih dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan nasional. tenang. tidak suka mencela orang lain. Serat Candrarini karya Mangkunegoro IV menceritakan tentang kesusilaan wanita yang mengambil contoh pewayangan yaitu : kehidupan keluarga Harjuna antara lain : Pantas menjadi tauladan wanita yang terhormat dalam keluarga. Yang kedua ialah Dewi Manuhara atau Larasati . yaitu wanita yang memiliki sifat-sifat seperti: Woro Sembodro sederhana. sikap dan perbuatannya menarik 162 .tutur katanya halus.

hemat. Dalam sisi lain karakter wanita yang digambarkan dalam pewayangan ialah Dewi Genderi (Ibu dari Kurawa) haus akan kekuasaan dan mengabdi kepada kemewahan dan kenikmatan. Hal tersebut apabila tingkah laku ibu. Sri Mulyono dalam buku Wayang dan Karakter Manusia. cermat. bila dibandingkan dengan kaum laki-laki-laki. sang ibu sanggup menjaga diri dalam tingkah lakunya. sejak awal anak di dalam kandungan dan selama dalam kandungan serta sesudah lahir. Apabila dilihat sepintas kaum wanita seolah-olah umat manusia yang lemah. Yang artinya secara luas bahwa kebahagiaan si anak tergantung tingkah lakusang ibu. menghancurkan kehidupan. dan tipe wanita yang tidak setia. hal 56 menyebutkan Wara Srikandi Prajurit wanita yang mampu mengalahkan Bisma (Bisma adalah Senopati Ngastina pada waktu perang Baratayuda). Wanita merupakan suatu rahasia besar dalam kehidupan umat manusia. Ketiga Wara Sirikandi manis dan simpatik. hormat dan setia terhadap suami. waspada terhadap situasi dan kondisi.hati. mampu menghadapi segala persoalan keluarga. Namun dengan kelemahannya itu wanit mampu menggoncangkan dunia. hati-hati. 1993: 33). jujur lahir batin apabila berbicara kepada orang lain bersikap sopan. besar kemungkinannya anak-anak asuhnyaakan mendapatkan 163 . serta menadi penyebab lahirnya manusai besar yang luhur (Sri Widayanti. trampil dan rajin. Banyak persoalan yang terkandung dalam isteri wanita yang belum terpecahkan. di sisi yang lainwanita merupakan pendamai dunia. Banowati wanita cantik yang senang menggangu kehidupan orang lain. Ada pepatah yang menyatakan “Sorga anak itu ada di telapak kaki ibu”.

sebab dalam kenyataan hidup membuktikan. lalu lintas dan masih banyak lagi lainnya. baik sebagai makhluk berakal. Wanita itu memiliki kesadaran yang tinggi atas sebab dalam kesadaran moral yang tinggi inilah manusia memhami dirinya sendiri yang sedalam-dalamnya. yaitu memahami diri sebagai kodratnya mahluk yang berakal. Dengan demikian itu adalah besar sekali pengaruhnya terhadap anak keturunnnya. Jadi kesusilaan di sini adalah bagaimana seharusnya manusia harus mencerminkan suara hatinya yang baik dan benar. narkotika. Susila adalah cerminan suara hati manusia yang memahami diri sendiri sebagai mahluksusila atau bermoral. kesemuanya ini untuk mewujudkan manusia berbudi pekerti yang luhur. bahwa wanita dinilai sebagai wanita yang baik susila atau luhur. karsa serta mahluk Gusti Allah. serta memahami diri sebagai mahluk Gusti Allah. Pada masa sekarang ini roda pembangunan sudah menginjak tahap keempat. berasa dan berkehendak atau cipta. 164 . Kita mengetahui bahwa berbagai usaha telah dil akukan untuk mengatasi masalah pengangguran. rasa. berasa dan berkehendak. Meskipun demikian kita menyadari bahwa di samping keberhasil an itu masih ada berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian agar dapat diatasi dengan baik. Kita semua merasa berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan tahap-tahap sebelumnya sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.kebahagiaan hidup. Antara wanita dengan kesusilaan tidak bisa dipisahkan. sesuai dengan sifat kodratnya. kenak alan anak.

Di dalam masyarakat banyak kita dengar ucapan-ucapan yang sumbang seolah-olah tidak ada harapan untuk bangkit lagi dari kemunduran itu. Dengan demikian nampaklah bahwa sebagian nilai luhur yang semula termasuk diagungkan sudah mulai mundur kebelakang. yang bersifat terbuka. Orang cenderung menyukai barang-barang. Sebagai bangsa yang luwes. kecenderungan hidup sekularistik dan materialistik serta hilangnya idealisme perjuangan. Basis Intisari Keluarga Ilmu pengetahuan. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejar tercapainya keinginan itu dan jika perlu menempuh cara yang tidak wajar. pendapat. alat-alat transpor serta benda-bendalainnya. Orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu dan melihat pertunjukkan dari luar daripada milik kita sendiri. merajalelanya kebobrokan moral dan mental. hasil penemuan. Sebagai contoh antara lain ialah kurang dihargainya nilai moral atau mental.B. ada sementara orang yang secara apriori lebih mempercayai kata-kata. Orang mengingin kan tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada yang mengatakan sudah terjadi erosi kebudayaan. Anehnya lagi. Hal yang demikian lebih dipacu lagi dengan keadaan lingkungan yang cukup besar pengaruhnya. teknologi dan kebudayaan sangat mempengaruhi keluarga. buatan luar negeri daripada hasil produksi dalam negeri. alat-alat rumah tangga. metodeyang diberikan orang asing daripada hasil kita sendiri. dalam suatu segi kadangkadang pengaruh dari luar terasa kuat sekali. bahwa apa yang dinyatakan di atas setidak-tidaknya merupakan 165 . Kita harus mengakui seperti pepatah meng atak an tiada asap tanpa api.

Keluarga Jawa mengenal silsilah yang menggambarkan urut-urutan hubungan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. adhi. misalnya keluarga raja-raja. Secara runtut digambarkan bahwa seseorang merupakan keturunan dari beberapa generasi sebelumnya. kadang. Ipe adalah adik atau kakak suami atau isteri. Kita mengenal berbagai salasilah raja di Jawa misalnya : Keluarga raja Kalingga 166 . Di samping itu jika kita perhatikan hubungan-hubungan menyamping terdapatlah berbagai istilah kakang-adik. wareng. canggah. Salasilah yang ada sekarang ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga yang memegang peranan dan kedudukan penting dalam masyarakat. pripean. Salah satu penyebabnya terletak di dalam diri para pelaksana yaitu manusianya. nak ndulur. Istilahistilah tersebut menunjukkan adanya rantai hubungan yang merupakan garis keturunan. Istilah kakang. nak ndulur. gantung siwur. Kakang dan adhi adalah saudara sekandung.fakta yang perlu mendapat perhatian. embah. Berbagai usaha untuk menemukan dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat Jawa telah banyak dilakukan. ipe. misanan. Pripean adalah hubungan antara saudara suami dengan saudara isteri. nak ndulur adalah saudara tunggal nenek misanan adalah saudara tunggal nenek buyut. udheg-udheg.orang tua atau bapak dan ibu. embah buyut. Istilah ipe dan pripean menunjukkan hubungan saudara melalui perkawinan. dan mindhoan adalah saudara tunggal canggah. mindhoan menunjukkan hubungan kaluarga menyamping. mindhoan. Di dalam keluarga. misanan. kita jumpai istilah anak.

artinya yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu bersama-sama. Keluarga Jawa menganut sistem kekuasaan dwitunggal. Bentuk hubungan dalam dinasti sebagaimana tersebut di atas tercermin pula dalam Trah. Hubungan di dalam Trah memang ada yang runtut seperti salasilah di atas. tetapi pada umumnya tidaklah demikian. Hildred Geertz (1961: 31) memberi contoh betapa peranan isteri terutama dalam hal mengelola ekonomi. isteri juga mempunyai peranan yang penting. misalnya Trah Notokusuman. meskipun keputusan akhir masih di tangan ayah.Keluarga raja Daha Keluarga raja Singasari Keluarga raja Majapahit Keluarga raja Demak Keluarga raja Mataram Keluarga raja Surakarta Keluarga raja Yogyakarta Ada pula silsilah yang dimulai dari Nabi Adam dan secara urut serta runtut dilukiskan hubungan generasi. Di dallam keluarga. Dalam hal ini ikatan keluarga besar yang bernama Trah adalah dwitunggal ayah dan ibu. yang satu dengan generasi berikutnya. Itulah sebabnya ada juga yang berpendapat dan menyebut bersifat paternalistik. Dalam hal ini dikatakan bahwa suami dan isteri bersama-sama pada umumnya merupakan inti sebuah unit hidup yang berurusan bukan saja dengan prosesing dan distribusi barang-barang konsumsi tetapi juga dengan produksi barang-barang atau jasa bagi 167 .

Jika pada waktu pagi seorang suami bekerja di ladang. Meskipun putusan akhir ada di tangan ayah. Kebersamaan dalam Keluarga Mengenai kerja sama antara suami isteri dalam bidang ekonomi ia menulis antara lain bahwa ada yang suaminya bekerja dan isterinya di rumah. Di dalam keluarga Jawa suami isteri bekerja sama dalam mencari nafkah hidupnya sehari-hari. perkawinan.pendapatan untuk kelompok. Mereka dapat menyatakan pendapatnya dengan penuh tenggang rasa dan rasa kasih sayang. Sang suami membajak atau mencangkul. Keikutsertaan isteri di segala segi usaha ekonomi memberikan kepadanya kedudukan yang sama kuat dengan suaminya. Akhirnya ayah sebagai penanggung jawab merundingkan lagi dengan isterinya. Jika keluarga Jawa mempunyai rencana untuk mengadakan hajad misalnya khitanan. Demikian pula jika keluarga mempunyai masalah tertentu biasanya juga dibicarakan bersama. 168 . ada yang suaminya melakukan pekerjaan produktif sedang isterinya berusaha kecil-kecilan di rumah. namun kekuasaan dalam keluarga pada hakekatnya ada di tangan ayah dan ibu. C. biasanya mereka merundingkannya bersama. Dalam hal ini pendapat anggota keluarga juga menjadi bahan pertimbangan. kemudian ia lalu mengambil keputusan. Dalam pembicaraan ini mereka saling asah. isteripun biasanya ikut membantu. darmawisata. Dalam hal-hal yang tidak begitu penting biasanya pembicaraan cukup dilakukan oleh ayah dan ibu. Inilah demokrasi dalam keluarga. dan ada pula suami isteri bekerja terpisah. saling asuh dan saling asih. ada yang suami-isteri bekerja.

Tidak sedikit seorang is:eri yang harus membeli dagangannya sendiri dan menjajakannya pula. toh tetap sibuk dengan pekerjaan rutin di rumah yaitu membersihkan dan mengatur rumah. mereka juga disibukkan dengan menyiapkan dagangannya. misalnya kacang.sang isteri membantu mengairi dan menyiangi tanamannya. memasak. Sebaliknya jika isteri menjadi pegawai atau pekerja. Bahkan sementara dari mereka ada yang secara rutin hidup bergumul dengan dagangannya sehingga ha ya pada malam hari saja tidur di rumah. menghitung hasil penjualannya.suami menjadi pegawai atau pekerja isterinya menjadi pedagang. di pabrik. sang suami lalu berdagang atau berjualan dengan tujuan yang sama seperti di atas. Pagi hari jam dua atau tiga malam mereka sudah berangkat ke pasar. Mereka mengatur dan menyiapkan dagangan yang akan dijual sampai jauh malam. padi. Demikianlah halnya dengan isteri-isteri yang ikut aktif mencari nafkah di kantor. Bagi keluarga pedagang. Jika isteri bekerjadi rumah misalnya mencuci. Isteri bekerja berjualan dengan maksud menambah penghasilan suaminya. Bagi isteri yang tidak bekerja semacam itu. jam dua atau tiga siang tiba di rumah. Ada pula diantara suami isteri yang pekerjaannya berbeda. misalnya suami menjadi petani isterinya pedagang. jagung. Pada sore hari dan malam hari mereka masih disibukkan membenahi hasil ladangnya. di perusahaan. menunggu dan melayani pembeli. menyiapkan makanan untuk keluarga. maka iapun membuatkan makanan dan mengantarkannya kepada suami yang sedang bekerja di ladang. Tampaklah dengan jelas 169 . lalu mencari dagangan lagi. mengawasi putra-putranya.

dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan perkawinan. ayah atau kekuasaan ibu. Semunya itu dirundingkan dan diputuskan bersama. hajad mendirikan rumah. meskipun akhir putusan ada di tangan orang tua. misalnya pada waktu mereka mempunyai hajad mengawinkan anaknya. membelisawah dan ladang. Keluarga sering dihadapkan pada berbagai masalah yang cukup penting. beaya. bahkan sedemikian rupa sehingga anak yang sudah kawinpun masih banyak yang bertempat tinggal bersama keluarga. Jika anaknya telah bersedia. Jika dalam hal ini putera mereka sudah ada yang dapat diajak berunding. Hal-hal yang dibicarakan antara lain meliputi waktu. Hubungan antara anggota keluarga sangat erat. tidaklah berarti ada sistem kekuasaar. Dalam menghadapi soal semacam itu misalnya hajad mengkhitankan anak. Jika dalam kenyataan ada di antara keluarga yang memberi ayah atau ibu kekuasaan yang lebih besar.bahwa suami dan isteri merupakan dua sejoli dalam rumah tangga. membuka usaha baru selalu dibicarakan bersama oleh suami isteri. akan tetapi lebih merupakan variasi saja dalam sistem keluarga Jawa yang prinsipnya berstruktur kekuasaan ayah dan ibu atau dwitunggal. Di bagian atas sudah dikemukakan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga Jawa. apakah ia bersedia menrima pinangan seseorang atau bersedia dikawirikan dengan seseorang. ayah dan ibu ialu merundingkan mengenai pelaksanaannya. Di dalam 170 . iapun diikut sertakan pula. Mereka bekerja sama dalam membina keluarga mereka. Dalam hal ini ayah dan ibu wajib menanyai puteranya lebih dahulu.

marang kang taruna. Yang ditakdirkan menjadi muda jangan kecewa. aja pijer katungkul. Nadyan bener yen wong anom dadi luput. meskipun ia tahu bahwa ia benar dan mungkin saudara tuanya yang salah. kang anom wajibe wedi. Saudara tua mempunyai kewajiban memberi petuah adikadiknya. lamun sira maca iya sadhengah kinteki. pikirira pribadi. sedang yang tua. den awening paningale aja samar. pramilane wong anom aja ugungan. serta menuruti petunjuk atau ajaran saudara tua. Lawan maning ana ing pituturingsun. Ceriteranya baik-buruk harap tahu. yang muda wajib takut. Sebagai kodrat saudara yang lebih muda wajib memperhatikan dan menuruti petunjuk serta nasehat saudaranya yang lebih tua. Bila menjadi muda hendaknya tahu bahwa muda. agar terasa dan yang baik pakailah". Ia harus takut dalam arti patuh kepada saudaranya yang lebih tua. sarta manut wuruke sadulur tuwa. pikirannya sendiri. dene ingkang tuwa den kaya banyu ing beji. Terjemahan : “Adalah saudara tua yang wajib memberi nasehat kepada yang muda. Oleh karena itu wajib saling mengetahui kedudukan masing-masing. Caritane ala becik dipun weruh. hendaknya seperti air di bak. Dalam hubungan ini Paku Buwana IV antara lain menegaskan : ”Pan sadulur tuwa kang wajib pitutur. yen wus tinitah hyang Widhi. yen masgula ngowahi kodrat ing suksma. Meskipun benar bila orang muda menjadi salah.jika memakai. Dan lagi di dalam petuah saya. artinya penglihatannya terang dan jelas tak perlu ragu-ragu. jangan selalu terpikat melihat tulisan. Kang tinitah dadi anom aja masgul. bila kecewa merubah kodrat Gusti Allah. balik rumangsaha. setiap surat ini. ningali sastra. Ia tidak boleh 171 . kemudian rasakankanlah bunyinya surat ini. den karasa kang becik sira anggowa". jika engkau membaca.keluarga anak-anak merupakan kesatuan yang bulat. Yen dadi nom den weruh ing enomipun. saunine layang iki. yang bersih penglihatannya dan jangan khawatir. oleh karena itu orang muda jangan senang dipuji. yen ta anganggowa. Ia ibarat air dalam jamban. sebaliknya merasalah bahwa sudah ditakdirkan Gusti Allah. nuli rasakna.

Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa para anggotanya tidak saling menganggap sebagai orang lain. akan tetapi dalam kemandiriannya itu ia sekaligus merupakan totalitas atau keseluruhan dengan yang lain. Mereka masing-masing sebagai individu tetap mandiri. sehingga hubungannya tidak sebagai-aku-engkau.p secara harmonik artinya saling merasakan suka dan duka bersama. tidak dipisahkan. demikian pula jika salah seorang mendapat kesenangan berarti juga buat yang lain. Mereka hidup bersama laksana endhog sapetarangan atau seperti telur dalam satu sangkar. Dalam hal ini Ki Ageng Surya Mentaram antara lain mengatakan bahwa siapa mencari enak tanpa mengenakkan tetangga. Uraian di atas tidak berarti bahwa masing-masing anak tidak mempunyai identitas. Kegagalan yang dialami oleh salah seorang anggotanya berarti juga kegagalan bagi anggota keluarga yang lain. sama dengan membuat tali untuk 172 . Demikian pula hubungan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Pende ritaan salah satu dari padanya merupakan penderitaan bersama. Saudara kakak beradik dalam keluarga merupakan kesatuan dan saling merasakan suka dan duka bersama. saling memikul bila berat dan saling menjinjing bila ringan bebannya. Mereka hidu. atau kepribadian sendiri. Mereka tidak memperlakukan akunya lebih penting dari anggotalainnya.berlaku manja sekali sehingga sebagai anak muda menyadari kedudukannya sebagai orang muda. akan tetapi seperti dirinya sendiri. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya juga sangat penting dan merupakan bagian dari seluruh hubungan yang serasi di dalam keluarga. akan tetapi sebagai aku-aku.

Hubungan suami dan isteri tersebut di atas menunjukkan bahwa keduanya merupakan kesatuan. timbullah hasrat minta maaf pada suami/isterinya. mewajarkan tindakannya mengenakkan orang lain. 173 . rasa demikian itu adalah lenyapnya rasamu. Hasrat minta maaf ini mengubah pandangannya terhadap suami/isteri dan inilah permulaan rasa rukun dan damai. Jadi hilangnya rasa kamu karena mengerti kesalahan sendiri ketika hubungan dengan orang lain dan merasa tidak enak. Selanjutnya jika kita perhatikan anak-anak juga merupakan kesatuan. Sikap jiwa yang menganggap orang lain bukan kamu. ada sebuah struktur yang melengkapi yakni strtiktur jaringan ikatan antara wanita yang mempunyai hubungan kekeluargaan yang disebut matrifokal yang masih nampak jelas dalam komposisi rumah tangga. Struktur pertama keluarga Jawa Family nukler.menjerat lehernya sendiri. dan kemungkinannya melihat rasa enak atau tidak enak orang lain. demikian pula orang tua. Ungkapan tersebut berarti tak ada keenakan kecuali mengenakkan orang lain. Selanjutnya dikatakan semboyan ‘enak hanyalah mengenakkan orang lain’ didasarkan atas anggapan bahwa orang lain bukanlah kamu. Di dalam hubungan antara suami dan isteri antara lain disebutkan bahwa perkawinan dengan dasar untung rugi menimbulkan rasa dijebloskan atau menjebloskan. Setelah orang merasa bahwa dengan cacadnya ia menyusahkan suami/isteri. Masing-masing mempunyai kebebasan dalam batas-batas yang wajar yaitu tidak melanggar kepentingan bersama. Dalam hal ini dikatakan bahwa sementara penekanan struktural terhadap keluarga inti.

Struktur Sarwa Tunggal Suami isteri sebagai orang tua anak serta anak-anak merupakan dua unsur yang merupakan kesatuan. keluarga Jawa pada hakekatnya bersistem dwitunggal karena hubungan dalam keluarga menbikuti kedua garis yaitu ayah dan ibu. kemampuan.D. Kebahagiaan berarti kesejahteraan dan ketenteraman lahir serta batin. dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Keluarga Jawa adalah dwitunggal atau bahkan sarwa tunggal. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. Dilihat dari garis keturunannya. Dilihat dari ruang dan waktu. maka keluarga Jawa dapat disebut sebagai keluarga yang berstruktur dwitunggal. struktur keluarga Jawa meliputi tempat yang tak terbatas dan berbagai generasi. Keadaan yang demikian ini tercapai bila seluruh anggota keluarga tidak dihinggapi oleh rasa takut misalnya takut kekurangan makan. Dengan kata lain mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. Meskipun demikian perbedaan-perbedaan tersebut bukannya mendorong ke perpecahan. takut 174 . Keluarga Jawa merupakan masyarakat yang terkecil terkecil atas ayah-ibu beserta anak-anaknya yang mempunyai hubungan erat dan merupakan satu kesatuan bulat dalam suatu sistem. duniawi dan ukrowi. keluarga Jawa bersistem dwitunggal artinya kedaulatan ada di tangan ayah dan ibu bersama-sama. Sebagai masyarakat terkecil. Dilihat dari siapa yang memegang kedaulatan. anggota keluarga Jawa mempunyai bakat. kesenangan dan ciri masing-masing. Selanjutnya karena keseluaruhan anggota merupakan kesatuan maka keluarga Jawa dapat disebut berstruktur sarwa tunggal. tetapi justru mendorong untuk bersatu.

uang. kedudukan. Kebutuhan sehari-hari seperti makan. Mereka bekerja dan berusaha sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan itu agar tidak mengalami kekurangan dan penderitaan. perumahan. pakaian. minum. Keluarga sebagai masyarakat terkecil mempunyai tuju an yang langsung antara lain kebutuhan akan makan. Tujuan langsung. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hub ungan antara anggota-anggotanya. Agar cita-cita tersebut tercapai ayah dan ibu harus berusaha dan bekerja dengan tekun untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual. kekuasaan dan pangkat. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. oangguan keamanan. Semua anggota keluarga harus mengetahui bagaimana kedudul. Itulah kebaikan yang mereka dambakan. takut menghadapi hari tua.an dan fungsi mereka masing-masing. kesehatan diri.tidak mempunyai tempat tinggal. minum. Mereka juga wajib memperhatikan dan mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Keyakinan ini diwujudkan berupa suatu optimisme yang besar. Keluarga dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam mengejar tujuan itu. perumahan menjadi tugas utama keluarga untuk mencukupinya. sehingga mereka merasakan hidup yang' tenang dan tenteram. Mereka percaya bahwa Tuhan yang Maha Murah dan Kasih akan memberikan rejeki kepada umat manusia. 175 . Di samping itu juga terbebas dari berbagai gangguan misalnya gangguan penyakit. takut akan berbagai penderitaan lainnya. pakaian. dengan ujud pernyataan ana dina ana upa artinya ada hari ada nasi.

Mereka percaya bahwa dengan kerja keras setiap orang masih dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok yaitu makan. Bukankah jam tiga malam pedagang sudah berbondong-bondong ke pasar untuk berjualan dan jam lima pagi para petani sudah mulai mengerjakan sawahnya. akan tetapi juga kebutuhan rohani. ketenteraman 176 . Tujuan langsung tidak hanya terbatas mengenai kebutuhan jasmani dan duniawi saja. non duniawi. Tujuan tidak langsung. Kebutuhan semacam itu selalu ada di sekitar kita dan menuntut agar segera kita penuhi. Itulah sebabnya tujuan langsung juga disebut tujuan jangka pendek. bersikap pasip tanpa semangat. karena kebutuhan sehari-hari memberikan rangsangan yang cukup besar. Meskipun demikian titik beratnya terletak pada pemenuhan yang bersifat jasmani atau yang material.Pernyataan ini memang dapat diartikan negatif seolah-olah mereka pasrah kepada nasib dan takdir. Kebahagiaan sempurna bagi keluarga yaitu ketenangan. Demikian pula mereka berusaha menjaga diri para anggotanya agar tetap sehat sehingga dapat melakukan tugas keluarga dengan baik. Di dalam kenyataan hidup sebagian besar waktu digunakan justru untuk memenuhi tujuan hidup yang langsung ini. Pada hal jika kita perhatikan dengan seksama. di dalam pernyataan itu terkandung optimisme yang mendorong dan memberi semangat kepada mereka untuk bekerja keras tanpa mengenal lelah. Setiap keluarga Jawa mempunyai cita-cita yang mulia yaitu ingin mencapai kebahagiaan yang sempurna. sama halnya dengan tujuan manusia. Masih banyak yang mereka lakukan yaitu di samping memenuhi kebutuhan sebagaimana di sebutkan di atas juga berusaha antara lain memperoleh kekuasaan.

orang tua. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya. yang tidak langsung. baik duniawi maupun ukhrowi merupakan sesuatu yang ideal yang didambakan oleh keluarga pada umumnya (Sunoto. Karena keluarga yang satu hidup bersama dengan keluarga lain maka mereka harus melaksanakan keadilan baik oleh dan untuk anggota-anggotanya. baik lahir maupun batin.dan keselamatan bagi setiap anggotanya. para anggotanya didorong dan diarahkan melalui berbagai cara agar menyadari bahwa yang harus mereka capai di samping tujuan yang langsung. E. Dalam hal ini adanya kehidupan yang serasi dan selaras serta seimbang dalam keluarga sangat diutamakan. Tujuan tidak langsung atau jangka panjang ini sangat penting. Menggapai Kebahagiaan Sejati Setiap keluarga mempunyai cita-cita yang mulia yaitu keinginan mencapai kebahagiaan yang sempurna. 1989: 33). maupun dalam hubungannya dengan keluarga lain. Itulah sebabnya di dalam keluarga. ketenteraman dan keselamatan bagi setiap anggotanya. meskipun kenyataannya lebih sukar dilaksanakan dari pada tujuan yang langsung. Bagi orang Jawa. Bagi keluarga yaitu ketenangan. keluarga. 177 . Di dalam keluarga harus berlaku keadilan. Oleh karena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan yang ada. adalah tujuan yang jauh. anak-anaknya merupakan rakyat yang paling penting di dunia. Kebahagiaan sempurna. baik lahir maupun batin.

Anak mempunyai kedudukan penting di dalam hati orang tua karena merupakan tali pengikat yang kokoh terhadap ayah ibunya. Hal ini sebagaimana terdapat dalam ungkapan Jawa anak iku dadi ganthelaning ati anak itu selalu ada dalam hati orang tuanya. Istilah seperti sing ngerti suba sita lan duga watara menunjukkan betapa pentingnya nilainilai tersebut diperhatikan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. tentu akan terjalin suatu pergaulan yang serasi. 178 .Dalam Serat Wulang Putri ini diajarkan bahwa Waniti dikatakan utama apabila ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan mempunyai keturunan sebagai penyambung cita-cita hidupnya. tegese sira nucekna. Oleh karena itulah merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Bagi masyarakat Jawa pergaulan yang baik harus tetap bersandarkan atas sikap yang pada hakikatnya berlandaskan nilai-nilai religius dan moral. Banyak petuah yang ditujukan kepada anak bagaimana ia bersikap dan berbuat di dalam pegaulan keluarga. Dari sini tersirat bahwa selain sebagai anak. selaras dan seimbang. Jika dalam tata pergaulan orang dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa. Sebagaimana dipaparkan dalam Serat Wulang Putri : Maning sira angidhepa. wanita yang mempunyai kekhususan sebagai pelahir anak maka ia pun dituntut untuk memberikan pendidikan pada anaknya dalam mencapai tujuan dan cita-cita sebagai manusia. mring rama ibunta nini. Masyarakat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap keberadaan anak karena sebagaimana dikatakan bahwa anak merupakan kunci kebahagiaan orang tua.

Adapun jalannya untuk berbakti seorang wanita dinasehatkan untuk mensucikan jiwa dengan cara eneng -ening-awas -eling dalam hati serta mengasihi mereka berdua dengan setulus-tulusnya. sirnaa nepsunta nini. Kewajiban berbakti ini sebagai bukti timbal balik kita kepada kedua orang tua yeng telah menyebabkan kita hadir di dunia. Terjemahan : Ada lagi hendaknya engkau berbakti. awas eling supaya.iya sasiranireki. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini merupakan suatu kewajiban yang harus diemban oleh seorang anak sebagai sarana berbakti kepada Gusti Allah. adapun cara menjalankannya. eneng eninga di hati. jiwamu ini. kepada bapak dlan ibumu wahai putriku. angakna ing asih kalawan arah. Kewajiban berbakti kepada orang tua ini juga dijelaskan dalam Wulang Reh (Paku Buwana IV) pupuh Maskumambang : 179 . dene dennya nglakoni. berilah kasih dari segala arah. eneng eninga ing kalbu. Kewajiban ini sebagai balas budi anak terhadap jerih payah orang tua. waspada dan ingat sadar. artinya sucikanlah. Sebagaimana dinyatakan bahwa ketika ibu mengandung merupakan beban berat yang berlipat atau wahnan 'ala wahnin (Qur'an 46: 16). yang merawat dan membesarkan. hilanglah napsumu.

juga bapak ibu. kang muruk watek kang becik. ing batin saking Hyang widhi. anemu duraka. marang mertuwa. Ingkang dhingin rama ibu kaping kalih. wineruhan padhang hawa. anane badan puniki. Uripira pinter samubarang kardi. miwah bapa-biyung. sembah lilima punika. dununge sawiji-wiji. yang demikian itu patuhilah anakku. Ana uga etang-etanganane kaki. Terjemahan : Itu pantas bila kautauladani anakku. lilima sinembah. tan wurung kasu rang-su rang.Iku pantes sira tirua ta kaki. Pramilane rama ibu denbekteni. ing donya turnekeng akir. yang mengajarkan watak tang baik. iku kaki estokena. 180 . Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi. saking ibu rama. kinarya jalaran. Orang yang tidak patuh pada nasehat orang tua. mulane wajib sinembah. ya marang sedulur tuwa. lanang wadon kang kaping tri.

karena itulah wajib disembah. dalam batin dari Yang Maha Kuasa.akan menemui celaka. Yang pertama ayah-ibu. tahu akan dunia yang terang. kaping pat berawan maksude nini. Pernyataan ini secara tidak langsung menuntut kaum wanita untuk merawat dan mendidik anak yang telah dilahirkannya. adanya diri ini. Ada juga hitungannya anakku. kelima sembah itu adalah. hal itu masing-masing. yang ketiga kepada saudara tua. Ungkapan itu tampak dalam pupuh Maskumambang bait II. Selain ada kewajiban berbakti pada orang tua wanita juga berperan sebagai pendidik anak. laki-laki perempuan. Kewajiban ini tidaklah diungkapkan secara eksplisit dalam Serat Wulang Putri. di dunia sampai akhirat. Sebab hendaknya engkau berbakti pada ayah-ibu. tidak luput hidupnya pun selalu dalam keresahan. yang keempat berawan maksudnya 181 . Keimplisitan ini sebagaimana dipaparkan bahwa salah satu keberuntungan bagi manusia apabila ia mempunyai anak. karena. Hidupmu menjadi tahu akan segala hal. lima yang disembah. mapan sugih anak. karena ibu dan ayah. kedua terhadap mertua.

Di sini masyarakat menunjuk kepada wanita sebagai ibu yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. yakni seorang wanita yang dalam dirinya memiliki sifat-sifat luhur. Ungkapan ini menunjukkan bahwa wanita tanpa anak dianggap sebagai wanita yang sia-sia. tujuan keluarga pada hakekatnya diharapkan serasi dengan tujuan para anggotanya. Wanita merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. mengasuh dan mendidik. bahkan tidak dimiliki oleh wanita-wanita selain ibu kandung. yaitu anak yang baik menjadikan kebagiaan. Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam Serat Panitisastra bahwa sepining garwa tan darbe suta sepi satuhu. 1996: 74). mempunyai anak. Pernyataan bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup adalah memiliki seorang anak menunjukkan bahwa fungsi reproduksi dari wanita benar-benar menjadi pusat penilaian masyarakat.putriku. Kebahagiaan orang tua ada pada diri anak ini dipaparkan pula dalam Serat Panitisastra. Pandangan Hidup Berkeluarga Dengan mempelajari hubungan-hubungan tersebut akan dapat diketahui ciriciri khusus filsafat hidup mereka. F. Untuk menjadikan anak yang berbudi pekerti luhur ini diperlukanlah sosok yang mampu merawat. anak yang jahat mendatangkan susah orang tuanya. Oleh karena keluarga terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. maka sesuai dengan idaman ajaran kefilsafatan Jawa. Dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan seorang penanggung jawab utama terhadap perkembangan jiwa dan mental anak. istri kosong apabila tidak mempunyai anak benar-benar kosong (Sadewa. Berdasarkan 182 .

dalam penelitian ini akan dibuktikan bahwa ada kesamaan antara manusia yang menjadi idaman masyarakat Jawa dengan manusia anggota keluarga yang juga diidamkan oleh keluarga. dirinya terhalang dari Gusti Allah dan untuk menyingkap tabir itu harus melakukan latihan kerohanian dengan mengosongkan 183 . Membicarakan keluarga Jawa dari segi filsafat.uraian tersebut. maka ia merupakan unsur masyarakat. Dengan demikian tata cara dan tata krama keluarga Jawa yang ada secara selektif dapat dikembangkan dan dipelihara menjadi unsur tata cara dan tata krama nasional. Syarat untuk menjalankan tapa tersebut tidak boleh mengganggu berjalannya hidup sehari-hari. 1976: 24). Oleh karena filsafat masyarakat Jawa merupakan sebagian dari filsafat Indonesia. maka hasil penelitian ini akan memberikan andil dan masukan bagi kefilsafatan Indonesia tersebut. Di pilih jalan tengah antara keadaan puas dan keadaan lapar (De Jong. namun sebagai unsur masyarakatia juga terikat oleh tata cara dan tata krama masyarakat. keluarga itu mandiri. Selanjutnya karena keluarga merupakan masyarakat terkecil. Tapa brata puja mantra tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan utama yaitu agar seorang wanita dapat menguasai hawa nafsu dlan membersihkan jiwa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Gusti Allah. Manusia yang memperturutkan hawa nafsu. setidaktidaknya memberi sumbangan bagi pembicaraan filsafat masyarakat Jawa pada umumnya. Meskipun sebagai unit. Hakekat dan tujuan serta hubungan-hubungan yang berlaku dalam keluarga Jawa diharapkan juga serasi dengan yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya.

sombong. panasten kemeren lawan dahwen. Dalam moring kawula Gusti itu lenyaplah segala perasaan yang tinggal sebagai ciri khas dari kesatuan tersebut ialah arah suprasosial terhadap sesama manusia. Manusia yang merasakan benar-benar dirinya hamba-Nya. Empan itu apabila waktu malam tiba terbukanya semua kehendak. panas hati. Papan adalah suasana sepi artinya bahwa di waktu sepi itulah waktu yang tepat untuk menghilangkan duka nestapa. mudah tidak senang dan berpikiran sempit serta picik. Konsep empan papan ini menggambarkan bahwa waktu malam merupakan waktu yang suci dan angker.. kumawula artinya merupakan cermin yang sejati. Seorang wanita dalam menjalankan tapa brata tersebut harus mengetahui dan memahami empan papan. Dengan demikian. Sumber kebagiaan di 184 . kumingsun. Pada waktu malam orang dapat menghayati bersatunya diri manusia dengan alam raya yang tenang dengan sangat mesranya. sama seperti kotoran. sehingga Gusti Allah dalam bayangan yang sungguh-sungguh tidak terhalang oleh kotoran sedikitpun. ewan cekak dan rupak artinya dengki dan suka membenci. iri hati dan suka mencampuri urusan orang lain. Segala pikiran dan perasaan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu (misal: pamrih) akan merintangi pemersatuan itu. Sifat-sifat tercela tersebut sebagaimana diungkapkan dalam Serat Wulang Putri disebut pancadriya dalam pupuh Sinom bait 1-2 adalah cengil sengitan. manusia akan mencapai moring kawula Pusti 'bersatunya hamba dengan Gusti Allah.hati dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisi dengan sifat-sifat terpuji.

Di atas sudah dijelaskan bahwa keluarga terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anaknya. karena keluarga terdiri atas anggota-anggota atau individu-individu. demikian pula keluarga Jawa. 185 . Bagi masyarakat Jawa ungkapan narima merupakan ungkapan terima kasih atas segala pemberian yang diperoleh dari Gusti Allah yang Maha Pemurah. mencari nafkah. atau merupakan kumpulan dari anggota-anggotanya. menuntut ilmu. Bahkan orang-orang lain yang bukan anak dan bertempattinggal bersama serumah termasuk anggota keluarga. malahan sebenarnya mereka terikat oleh berbagai ketentuan adat atau norma yang berlaku. karena kumpulan anggota-anggota tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisah-pisahkan lagi. Inilah wujud keluarga yang telah diperluas. Kesatuan. Meskipun orang tua berhak memberikan nasehat dan saran. Kepasrahan kepada Gusti Allah merupakan salah satu sikap hidup orang Jawa yang sering dikenal dengan ungkapan nrima ing pandum 'menerima apa yang telah diberikan' karena segala sesuatu sudah diatur. Anggota-anggota keluarga meskipun mandiri pada hakekatnya tidak terpisahkan satu sama lain. Mandiri artinya setiap anggota keluarga bebas dalam menentukan jalan hidupnya antara lain dalam hal memilih pekerjaan. Dengan prinsip hidup nrima ing pandum seseorang tidak mempunyai sifat serakah atau iri hati. namun keputusan akhir ada di tangan anggota-anggotanya. tetapi merupakan kesatuan yang bulat.sini bukanlah hidup di dunia tetapi apabila seorang hamba merasa bersatu dengan Gusti Allahnya (De Jong. Sartono Kartodirdjo mengatakan bahwa narima refers to the state of being content or accepting something with fullness. Meskipun demikian kebebasan mereka ini bukannya tanpa batas. Persatuan. 1976: 26).

tetapi juga orang tuanya. Keluarga Jawa sebagai suatu sistem. Orang memerlukan bimbingan dalam segala bidang. Ada pepatah Jawa yaitu anak molah bapa kepradhah artinya jika anak berbuat sesuatu yang kurang baik yang terkena akibatnya tidak hanya dia sendiri. dagingnya juga turut kena. di samping harus mampu mengembangkan dirinya. Dalam hal ini dikatakan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak bermaksud untuk menghasilkan orang yang dapat berdiri sendiri melainkan menekankan orang yang sosial.Kumpulan anggota yang telah bersatu itu tidak dapat dipecah-pecah lagi. Jiniwit katut artinya kalau orang dicubit kulitnya. Ini berarti bahwa jika salah satu anggota keluarga menderita berarti juga penderitaan bagi anggota lainnya. Tega larane ora tega patine. Keluarga merupakan suatu unit kesatuan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri. serta merasakan suka dan duka bersama. Bahkan walaupun anak sudah berkeluarga sendiri. mempunyai hubungan baik material maupun spiritual. orang tua selalu siap membantu. jika mendapat kesulitan. sedangkan individualitas personality seseorang akan mewujudkan suatu dasar moril yang kuat. karena sudah merupakan satu kebersamaan. 186 . Oleh karena itu di dalam keluarga Jawa masing-masing anggotanya harus mampu bersosialitas dengan anggotanya yang lain. Pepatah ini menunjukkan bahwa betapapun bencinya orang tua kepada anaknya namun toh masih dalam batas-batas tertentu. senasib sepenanggungan. Nasib anak-anak dalam keluarga selama mereka belum mendapat penghasilan sendiri masih menjadi tanggung jawab orang tuanya.

anak-anaknya. namun intinya ialah kesatuan dalam keluarga. Betapa pentingnya kesatuan dan kerukunan hidup keluarga antara lain dikemukakan dalam Serat Wulang Reh (Pakubuwono IV) sebagai berikut : Kamulane kaluwak nom-nomanipun. Pernyataan ini dapat ditafsirkan secara nebatif yaitu hanya menekankan berkumpulnya atau 187 . kumpula kaya ing nguni. keluwak lalu bercerai berai. Dilukiskan bahwa keluarga harus bersatu dan harus berkumpul sebagaimana anak-anak waktu masih hidup bersama orang tuanya. Berusahalah bagaimana baiknya. namanya pucung. Sedemikian rupa dambaan persatuan dan kesatuan tersebut tampak pula dalam pernyataan mangan ora mangan waton kumpul. masih menjadi satu. keluarganya.Hildred Geertz (1961: 51) menulis bahwa bagi orang Jawa. Oleh kerena itu mereka selalu mendapat bimbingan serta petunjuk mengenai berbagai nilai kebudayaan Jawa yang berguna bagi sosialitas mereka agar tidak menyimpang dari norma-norma kebudayaan mereka. jangan sampai berpisah. yen wis tuwa si kaluwak pisah-pisah. pan dadi satunggal. Meskipun ajaran tersebut agaknya ditujukan kepada anak-anak. pucung arane puniki. berkumpullah seperti dahulu. merupakan rakyat yang paling penting di dunia. Terjemahan : Permulaannya keluwak waktu masih muda. Den budiya kepriye ing becikipun. aja nganti pisah. Bait di atas menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga. jika sudah tua. anom kumpul tuwa kumpul kang prayoga. muda kumpul tua kumpul yang baik. orang tuanya.

Karenaitu pada hakekatnya tidak mungkin kekurangan makan. Sebenarnya jika pernyataan itu dilihat dari kurun waktu beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu masih dapat diterima oleh akal. Jika sekarang pernyataan tersebut diterapkan sebagaimana apa adanya sudah barang tentu tidak kena. Salah-salah dapat terjadi berkumpul tidak makan sungguh-sungguh. karena makanan sudah cukup tersedia. Sewaktu anak-anak masih menjadi tanggungan orang tua dan belum dapat mandiri. 1989: 83). bersatu nya anggota keluarga.kesatuannya. tentunya harus diberi arti yang lebih luas (Sunoto. sebab kondisi keluarga memang berbeda. Istilah makan atau tidak makan asal kumpul dalam pernyataan di atas terang dimaksudkan betapa pentingnya nilai persatuan dan kesatuan. berkumpul memang dalam arti serumah. Jika kemudian anak-anak bahkan cucucucu mereka sudah bertebaran di berbagai tempat. sedang kebutuhan makannya kurang mendapat perhatian. Disamping itu pernyataan tersebut seolah-olah hanya berisi ajaran yang membentuk manusia berpikiran dan berkepribadian sempit. Apakah anggota keluarga itu berkumpul atau tidalc sebenarnya tidak menjadi masalah. Jika pada waktu dahulu berkumpul diartikan berkumpul serumah. sebab pada waktu itu tidak mungkin berkumpul tanpa makan. menerima nasib dan menggantungkan diri atas pemberian atau bagian yang diberikan oleh Gusti Allah. Dorongan untuk berkembang dengan cara yang kreatif tidak tersirat dalam pernyataan itu. sedang jumlah manusia masih sedikit.istilah berkumpul masih 188 . Karena itu dalam hal ini yang penting adalah arti berkumpulnya. Ajaran tersebut mendidik manusia narima ing pandum. Pada waktu itu alam masih kaya dan luas. sebab mereka pasti dapat makan.

akhirnya diketahui bahwa nenek buyut mereka sama. pengurus. Hal-hal yang dibicarakan antara lain mengenai iceluarga masing-masing.mengandung makna yang cukup berarti. karena bagaimanapun juga mereka harus tetap bersatu-padu dalam keluarga besar. Contoh sederhana di atas menunjukkan bahwa struktur keluarga Jawa. Di sinilah kadangkadang mereka bertemu sebagai keluarga. Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa struktur keluarga Jawa merupakan suatu sistem yang menekankan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai dasarnya. Hubunganhubungan di dalamnya sudah agak longgar. 189 . dan peraturan yang me ngikat anggotanya. Kedua orang itu saling menceritakan asal-usul mereka. misalnya di kereta api.karena setelah diurut-urut antara mereka masih ada hubungan keluarga. di bis atau dalam pertemuan. Ikatan semacam inilah yang biasanya dinamakan trah. misalnya rapat. sering kali lalu berkenalan dan membicarakan berbagai masalah. Jika seseorang berjumpa dengan orang lain dalam perjalanan. meskipun secara formal nampaknyatidak mengenal jenis hubungan dan ikatan seperti marga dan namun pada hakekatnya mengenal pula hubungan darah atau famili atau hubungan yang berdasarkan atas keturunan. Di atas keluarga masih ada ikatan yang cukup jelas meskipun tidak mempunyai organisasi yang teratur yang mempunyai tempat. harta.

Laksana Mimi Lan Mintuna Harapan hidup berumah tangga adalah keserasian yang meliputi seluruh warganya. tenteram. tenang dan tenteram serta selamat dalam mengarungi hidup baru yaitu berkeluarga.BAB X NILAI LUHUR DALAM SASTRA PIWULANG A. 190 . Sebaliknya hubungan suami isteri yang serasi. Mimi dan Mintuna adalah binatang yang tidak pernah berpisah satu sama lain. Hal ini akan tercermin dalam hubungan antara suami dan isteri. bahagia. Suatu rumah tangga yang penuh berisi pertentangan antara suami dan isteri memberikan bukti bahwa hidup mereka di dalam keluarga tidak serasi. Harapan agar hidup sebagai mimi lan mintuna biasanya diucapkan di dalam berbagai kesempatan misalnya dalam upacara perkawinan. rukun. Nasehat yang diberikan oleh para pini sepuh kepada dua mempelai yang sedang bersanding biasanya agar keduanya hidup rukun. tenteram dan selamat. tidak pernah cekcok. memenuhi harapan orang tuanya yaitu hidup serasi laksana mimi lan mintuna. Karena itu dijadikan lambang agar keluarga dalam hal ini suami dan isteri mempunyai pandangan hidup dan perbuatan hidup yang sama agar keluarga mereka dapat hidup tenang.

hidup rukun tidak pernah bertengkar apalagi berpisah satu sama lain. yang memiliki dan men anggung konsekuensi dari padanya ialah mereka berdua. sebagaimana diuraikan di atas sering juga disertai contohnya yaitu kehidupan Kamajaya dan Ratih. Suami isteri diharapkan selalu hidup rukun dan tenteram. sehingga dapat menikmati kedamaian sampai hari tuanya. Ini 191 . Berat sama dipikul ringan sama dijinjing demikian pepatah dalam bahasa Indonesia. Kebahagiaan hidup dalam bentuk kerukunan dan kesatuan nasib antara suami dan isteri dapat kita lihat pada istilah garwa atau isteri. Hal ini merupakan bukti bahwa suami isteri yang demikian itu telah berhasil mengatasi segala macam tantangan dan rintangan hidup dengan sebaik-baiknya. Sigaraning Nyawa Hidup sebagai mimi dan mintuna. Sebaliknya anak-cucu dan buyut mereka juga akan merasa bahagia hidupnya karena masih ditunggui oleh ayah-ibu atau nenek mereka. Sigaraning nyawa berarti hidup itu untuk suami dan isteri. Kedua insan ini adalah Dewa dan Dewi yang terkenal dalam ceritera wayang. kebahagiaan mereka berarti akan membawa keluarganya hidup bahagia.B. Demikianlah jika dilanjutkan. Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa jika suami isteri dapat mencapai kaken-kaken dan ninenninen berarti mereka telah dapat mengarungi perjalanan yang panjang dan penuh dengan liku-liku. Istilah ini sering ditafsirkan sebagai sigaraning nyawa. Abot entheng disangga bareng. Artinya pecahan atau konkritnya separonya nyawa. Nyawa menunjukkan terhadap sesuatu yang hidup. Pada hari tuanya mereka tinggal menikmati dan mengecap hasil jerih payahnya selama itu dan menyaksikan anak-cucu beserta buyutnya dengan penuh nikmat.

jika ingin hidup bahagia. habislah jejak manusia. sehngga kebahagiaan mereka langsung dapat dirasakan bersama. uripe lan tri prakara. jika sampai sepi. Trjemahan : Karena salah sendiri orang yang tidak memperhatikan. telas tilasing janma. Di dalam serat wedhatama disebutkan : Bonggan kang tan merlokena. lebih berharga daun jati kering. akhirnya sengsara sebagai pemintaminta yang berkelana. dari ketiga hal tersebut. kebutuhan tersebut masih harus dilengkapi dua hal lainnya yaitu kecakapan dan keluhuran. hidupnya dengan tiga perkara. Dengan kata lain tujuan hidup keluarga dapat direalisasi. pada umumnya kakek dan nenek masih hidup bersama dengan anak cucu mereka. Karena itu menjadi kewajiban keluarga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. karena keduanya mempunyai peranan penting. manawa kongsi sepi. Sebagaimana kita ketahui. wirya artati winasis. Namun terpenuhinya. Serba terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu syarat hidup bahagia. temah papa papariman ngulandara. Keluhuran pribadi dapat terlihat antara lain pada 192 .berarti bahwa kebahagiaan hidup dalam keluarga dapat dirasakan oleh seluruh anggotanya. mungguh ugering ngaurip. aji godhong jati aking. saka wilangan ketelu. toh akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga. mengenai hukumnya yang hidup. Anak cucu mereka menaruh hormat dan menganggap kakek dan nenek mereka sebagai pepundhen artinya yang sangat dihormati. Meskipun nampaknya semboyan atau pernyataan tersebut di atas hanya ditujukan untuk ayah dan ibu. keluhuran. uang. Keluhuran merupakan kebutuhan batin yang mau tidak mau wajib dipenuhi pula. atau keduniaan dan kecakapan.

Jika masing-masing anggota keluarga mempunyai kecakapan semacam itu. sikap dan perbuatan sehari-hari baik di dalam maupun di luar keluarga. ping pat nastiti 193 . Astha berarti delapan. Kecakapan sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup keluarga. Dalam hal ini Mangkunegara IV mengajarkan agar anggota keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya berupa asthagina. Berikut ini kutipan ajaran tersebut. “Panggautan gelaring pambudi. Gemi Nastiti Kecakapan mencakup dua hal baik lahir maupun batin.hati nurani. jika para anggotanya memiliki pribadi yang luhur yang tampak dalam watak. tahu nasib. titi (tertib). C. warnawarna sakaconggahira nuting jaman kelakone. dapat mengendalikan dirinya dan kaya. berarti ikut menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. gina atau guna berarti kegunaan. memperhitungkan segala perbuatannya. margane mrih cukup. bertambah pengetahuannya. Kecakapan lahir dapat berupa ketrampilan sedang kecakapan batin dapat berupa ilmu pengetahuan yang dimilikinya. ucapan dan perbuatannya. wruh ing petungan (tahu perhitungan). gemi (tidak boros). rigen ping kalihipun. taberi tetanya (rajin bertanya). mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. nyegah kayun (mengendalikan kehendak) dan nemeni seja (niat yang sungguh-sungguh). rigen (teliti). Kedelapan kegunaan tersebut adalah : panggaotan (pekerjaan). cukup. Jika setiap anggota dapat melakukan kedelapan hal tersebut ia akan mencukupi kebutuhannya. Karena itu keluarga bahagia. dadi pamrih marang pakolih. katri gemi garapnya.

keinginan yang tidak berarti. kangjeng Nabi duta nayakaningrat. lima wruh ing petungan'.pamriksa. keenam rajin bertanya. terhadap badannya sendiri. keempat berhati-hati dalam mengetahui. harus awas 194 . ping pitu nyegah kayun. saliring pancabaya. jalannya agar cukup. wong ngaurip ing donya iki jalu miwah wanita. Watek adoh mring butuh sehari. marang raganire dhewe. yang kedua adalah cekatan hemat kerjamu yaitu menjadi pemrih untuk memperoleh. tan boros maring arta” Terjemahan : 'Pekerjaan dan siasat atau uraian cara-cara usaha. putus ing reh kawignyane. sarta lawan nugraha. Berikut ini adalah pendapat Purbanegara (1918: 29): “Nanging yen den aku sirik.. itu menjadi jalan tahu kepastian. nanging tansah anandhang sakit. sang Sri Bathara Wisnu. ingkang murba amisesa.. sayekti tansah kacuwan angarasa rasanira nggenira sakit. lan kajarah tur kasiyasiya. menambah pengetahuannya. marma manungsa wajib padha awas lan eling. samckta karsanipun. dhingin wajib nggayuh. yaitu perasaan kecewa. jumbuh lawan. Akarana sanadyan wus olih. Terjemahan : “Tetapi jika diakui sebagai larangan. Anut dhawuh wewarahing Gusti.wewarahe. tidak boros terhadap uang.ngundhakkdn marang kawruhe. ". "Wataknya jauh dari kebutuhan sehari-hari. raganira ing reh mobah lawan mosik. kawiryawan sugih bandha arta. iku margane wruh ing pasthi. kaping nenem taberitatarya. Betapapun kaya seseorang tetapi jika badannya tidak sehat. akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. berbagai macam menurut kemampuan. Menjaga diri pribadi agar tetap sehat wal afiat merupakan salah satu kewajiban setiap manusia. ketiga hemat kerjanya. was uwas temah maras ". sesuai dengan jamannya.. den agung sukurira. pepinginan kang tanpa kardi. tan bagaskuwarasan. barang karsanipun. sebab manusia hanyalah. ketujuh mencegah kehendak.. dan direbut dengan paksa serta dianiaya.lima tahu perhitungan. mring hyang maha luhur. muga raga kasinungan seger kuwat bagas kuwarasan kalis.

Sang Hyang Wisnu. badanmu daTam gerak-gerik serta mengenai anugerah.dan ingat. persis sama dengan potunjuknya. Menurut printah petunjuk Gusti. hendaknya besar sukurmu.jagad. laki-laki dan perempuan. Metode ini boleh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi jamannya. tetapi jika kita perhatikan didalamnya terkandung ajaran atau nilai yang sangat berharga Pernyataan tersebut hanyalah metode untuk menyampaikan ajaran agar mudah diterima oleh orang-orang. ragu-ragu akhirnya takut". dan terhindar dari segala mara bahaya. karena itu ia tidak terlalu menyandang beban. Jika dikatakan jangan kalah bangunnya dengan orang lain mungkin orang yang mendengarnya tidak begitu perduli dan tidak malu karena masih dibandingkan orang. Sebab meskipun sudah memperoleh. Hal ini buicannya secara kebetulan tetapi orang-orang tua dahulu 195 . ahli dalam hal kecakapannya. tiap kehendaitnya. Jika orang Barat mempunyai semboyan men sana corpore sano. Sehubungan dengan hal ini keluarga Jawa mengenal berbagai petunjuk yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan. kemuliaan kaya harta benda. lebih dahulu harus mencapai. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang sehat badannya mampu berkarya. Lain halnya jika dibandingkan dengan hewan. orang hidup di dunia ini. semoga raga diberi. segar kuat sehat. akan tetapi inti ajarannya masih tetap mempunyai makna yang baik. kepada Gusti Allah Yang Maha Agung yang memperlakukan dan menguasai. keluarga Jawa juga sudah mengenal semboyan aja kalah karo tangine pitik. manusia akan merasa malu. pasti selalu kecewa merasakan sakitnya. Pernyataan ini sangat sederhana. Mengapa ayam yang dipilih sebagai hewan pembanding dan bukan binatang lain. Nabi utusan di. Dengan kata lain andaikata kalah ia masih kalah dengan orang. Jelaslah menurut ajaran tersebut betapa pentingnya kesehatan jasmani bagi manusia.

telah memilih dengan teliti bahwa ayam adalah hewan yang tidak pernah bangun itesiangan, karena pada pagi-pagi buta hewan tersebut sudah bangun dan mencari makan. Inti pernyataan di atas adalah suatu petunjuk atau nasehat agar orang bangun pada pagi-pagi hari, jangan terlalu siang. Dengan bangun pagi ia dapat bekerja mencari nafkahnya misalnya pergi ke sawah atau berangkat ke pasar. Dengan demikian badan a.kan terjaga dari gangguan penyakit dan akan selalu sehat wal afiat. Perhatikanlah dengan orang-orang yang sekarang berjalan pagi hari untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Di samping agar dengan bangun pagi orang akan menjadi sehat badannya, maka dengan bangun pagi orang dapat melakukan tugas rohaninya dengan tepat, misalnya tidak terlambat sholat subuh. Dengan demikian pernyataan aja kalah karo tangine pitik mengandung petunjuk bahwa orang yang menaati ketentuan itu, dirinya, yaitu jasmani dan rokhaninya, akan sehat. Dalam hal menjaga kesehatan, keluarga Jawa juga telah mempunyai petunjuknya antara lain agar menjaga dan mengatur makannya. Ada ucapan nyegah dhahar lawan guling artinya janganlah makan dan tidur tanpa batas. Nasehat tersebut meliputi dua hal yaitu lahir dan batin, artinya barang siapa mau mengatur tidurnya akan sehat rokhaninya. Bandingkan dengan orang

melaksanakan diet. Dari sekelumit contoh tersebut kita dapat menarik inti ajaran yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

196

Adil artinya memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Berikan kepada diri kita sendiri dan orang lain apa yang menjadi haknya masingmasing. Karena adil adalah keserasian antara hak dan kewajiban, maka yang didambakan oleh keluarga Jawa ialah adanya kesadaran para anggotanya akan hak dan kewajibannya masing-masing. Sama halnya di dalam kelompok-kelompok masyarakat dan negara, dalam keluarga ada beberapa jenis keadilan yaitu distributif, legal dan komutatif. Ini berarti bahwa orang tua harus berlaku adil terhadap semua anaknya (keadilan distributif). Selanjutnya anak juga harus berlaku adil terhadap orang tuanya (keadilan legal). Kemudian anak harus berlaku adil terhadap sesama saudaranya (keadilan komutatif).

D. Mendhem Jero Mikul Dhuwur Ada ucapan ngalah marang bocah artinya orang tua harus memahami benar kehendak dan kebutuhan anaknya, sehingga jika terpaksa rela mengalahkan kepentingan diri demi-anaknya. Mendhem jero mikul dhuwur adalah ungkapan yang berisi nasehat sebagai pelaksanaan keadilan legal. Demikian pula anak berlaku adil terhadap sesama saudaranya merupakan pelaksanaan keadilan komutatif. Jika diteliti dengan seksama kehidupan keluarga Jawa mempunyai tujuan kebahagiaan dan dalam hal ini ujudnya antara lain adalah selamat tidak ada gangguan apapun. Itulah sebabnya keluarga Jawa disibukkan oleh berbagai selamatan yang harus diselenggarakan olehnya. Maksud mengadakan selamatan tidak lain agar seluruh keluarganya memperoleh selamat. Selamat dalam

197

melakukan pekerjaan, selamat dalam perjalanan selamat dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Keluarga Jawa mengenal berbagai jenis upacara selamatan antara lain upacara tingkeban, babaran, sepasaran, selapanan, pitonan, atau tedhak siten, sunat, perkawinan, kematian. Di dalam peristiwa-peristiwa tersebut selalu diadakan selamatan menurut pola atau kebiasaan yang berlaku. Kecuali sarana yang berbentuk fisik dalam upacara selamatan itu disampaikan pula doa-doa tertentu. Maksud doa tersebut adalah agar yang bersangkutan terlepasdari berbagai rintangan dan halangan, sebaliknya akan mendapat keselamatan. Selamatan sebagai upacara kecil di dalam sistem religius Jawa. Bagi sebagian penduduk Jawa, slametan masih tetap menarik. Berbagai upacara dalam keluarga yang bertujuan untuk memperoleh keselamatan antara lain adalah sebagai berikut : di dalam upacara ini antara lain digunakan cengkir gadhing. Cengkir gadhing adalah lambang kecantikan, mungil, indah. Menggunakan cengkir mengandung maksud bahwa orang tua mengharapkan memperoleh anak yang cantik, suci, bersih lahir batinnya. Di samping itu disediakan pula rujak yang terdiri atas bermacam-macam buah-buahan. Rujak juga mengandung arti harapan. Kecuali rujak, dalam selamatan tersebut disajikan tiga macam nasi yaitu nasi putih, nasi merah dan bubur. Nasi putih melambangkan air dari ibu, nasi merah melambangkan air dari bapak dan bubur untuk menjaga terhadap gangguan makhluk jahat. Dalam hal nasi, ada tiga macam yaitu putih mulus, merah dan gabungan keduanya, putih di sekeliling yang di luar dan merah di tengah-tengah meja. Putih melukiskan pemuas ibu, merah air bagi ayah, dan

198

campuran keduanya dipandang mujarab untuk mencegar masuknya roh yang merugikan. Dalam hal rujak: bahwa rujak legi merupakan ramuan berbagai buah-buahan yang sangat pedas, cabai penyedap dan gula. Dikatakan bahwa apabila rujak rasanya pedas atau sedap bagi calon ibu, maka ia akan mempunyai seorang anak perempuan, tetapi jika rujak rasanya hambar baginya, ia akan mempunyai anak lelaki. Meskipun tidak disebutkan secara terinci, terutama mengenai kelengkapan upacara sebagaimana telah diuraikan, Koentjaraningrat (1967: 48) antara lain menulis bahwa sebelum melahiran seorang anak, calon ibu memperoleh berbagai tabu berupa larangan untuk melakukan sesuatu. Selama bulan ketujuh mengandung, diselenggarakanlah sebuah upacara yang disebut tingkeban atau mitoni. Upacara itu dipandang menjamin persalinan yang berhasil dan membawa slamet (selamat) kepada anak yang belum dilahirkan dan kepada keluarganya. Upacara brokohan. Setelah kelahiran anak diadakanlah selamatan yang biasanya disebut brokohan. Seperti layaknya selamatan pada umumnya, dalam brokohan ini disajikan tumpeng beserta lauk-pauknya dan berbagai macam buahbuahan. Maksud selamatan ini ialah menyatakan rasa syukur kepada Gusti Allah dan mohon agar ibu beserta bayinya diberikan keselamatan. Upacara sepasaran. Setelah bayi lahir di serieliling rumah dipasang benang putih, untuk mengusir roh jahat. Di sudut rumah, ditaruh sajen, sebatang tanaman, daun nanas yang diruncingkan dan tumbak seribu (sapu dengan cabai di ujungnya). Di samping itu terdapat pula bambu yang dicat hitam dan putih. Di bawah tempat tidur ibu ditaruh sajen berupa macam-macam makanan. Di dekat ibu

199

Anak dimasukkan ke dalam kurungan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis benda antara lain uang. Selanjutnya setelah anak berusia tiga puluh lima hari lalu diadakan upacara selapanan. Tentang slametan kecil dalam rangka sepasaran dan selapanan. Upacara perkawinan. Jika anak mengambil salah satu benda tersebut kelak ia akan mempunyai kecakapan dan pekerjaan seperti itu. Dalam hal ini dikatakan bahwa kembang mayang 200 . Di dalam upacara turun tanah yaitu waktu bayi berumur 7 bulan dan dianggap untuk pertama kalinya turun ke tanah juga digunakan berbagai makanan dan buah-buahan dalam selamatan. Pelaksanaannya tidak banyak berbeda dengan upacara brokohan dan sepasaran yaitu menyelenggarakan selamatan yang sama dengan selamatan lainnya. Dalam upacara panggih digunakan pula kembar mayang sebagai salah satu alat upacara. Ada serentetan upacara slametan kecil berupa upacara memotong rambut bayi weton yaitu hari kelahiran bayi. pohon pisang yang sudah berbuah disertai dengan tebu hijau. Semua. atau buah buahan yang terdapat di daerah tersebut. Upacara Tedhak Siten. jambu. Di dalam upacara perkawinan digunakan pula kelengkapan terdiri atas berbagai hasil pertanian. Misalnya janur kuning. kaca dan pisau. demikian pula digunakan sirih dalam upacara mbalang sirih. pensil. Misalnya mengambil pensil berarti akan menjadi pegawai atau orang yang tugasnya menulis. buah kelapa dan bermacam-macam buah-buahan antara lain : rambutan. beras.ditaruh sebuah keris.itu melambangxan bahwa dalam waktu itu suami diingatkan adanya pantangan demi keselamatan ibu. pepaya.

Keluarga Jawa mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak tersebut di atas selalu dibayangi oleh bahaya yang datang dari seorang raksasa yaitu Bethara Kala. Anak julung yaitu yang lahirnya bersamaan dengan terhit atau terbenamnya matahari. Dengan menyelenggarakan upacara ini. Kasus-kasus tersebut antara lain ialah : Anak ontang-anting yaitu anak yang tidak mempunyai saudara. 201 . keluarganya lalu mengadakan upacara dengan menanggap wayang kulit yang lakonnya murwa kala. Anak pendhawa yaitu lima laki-laki semua. Dewa Kala akan memangsa anak-anak tersebut karena mereka ini memang dilahirkan untuk menjadi mangsa. Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan khu susnya dan bagi keluarga pada umumnya. keluarga Jawa mengenal pula berbagai upacara lain yang disebabkan oleh kasus tertentu. Anak sendhang kapit pancuran yaitu tiga orang anak yang nomor dua perempuan. E. kembangnya terbuat dari daun pohon yang tepinya dibuat seperti gerigi tumpul dan semua dibungkus dengan pelepah hijau kelapa. Anak pancuran kapit sendhang yaitu tiga orang anak yang nomor dua laki-laki. melukiskan kegadisan mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Rumeksa Rahayuning Garwa Di samping upacara yang telah diuraikan di atas. Tujuan pokok dari upacara ini tidak lain adalah untuk mencari selamat. tangkainya terbuat dari batang pohon pisang.atau bunga yang lagi mekar merupakan tanaman komposit besar. keluarga akan terhindar dari mara bahaya dan anak yang bersangkutan akan selamat. Untuk menghindari bahaya tersebut.

terdapat beberapa pernyataan antara lain sing jodho marang bojo. asih marang garwa trusing driya.Di samping kasus di atas ada pula jenis yang lain misalnya upacara penggantian nama. Nama pengganti tersebut dipilih yang mempunyai arti baik. Hal ini tampak dalam. hubungan antara orang tua dengan anak dan sebaliknya. dadya guru ugering wanodya. momong mareng pawestri. Karena itu lalu diadakan upacara selamatan mengganti namanya. rumeksa mring rahayuning garwa. namun isinya sangat serasi dan runtut erat hubungannya satu sama lain. Kebahagiaan hidup keluarga digambarkan sebagai mimi dan mintuna. Jika ada seseorang yang sering menderita sakit. Tugas suami terhadap isteri. Kalimat-kalimat tersebut di atas adalah pengejawantahan dari pandangan dan sikap hidup keluarga Jawa mengenai tugas-tugas suami. Hubungan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat Jawa erat sekali. Tujuan pokok keluarga ialah mencapai kebahagiaan dan keselamatan keluarga. hubungan antara anak dengan anak. Sakit dihubungkan dengan nama seseorang. Diperintahkan agar suami cocok dengan 202 . Di samping itu juga hubungan antara keluarga yang satu dengan yang lain. Agar memperoleh keselamatan. Sifat pernyataan atau ucapan tersebut adalah imperatif. keluarga Jawa mengadakan berbagai macam upacara selamatan. sejahtera dan sehat lahir batin. dianggap bahwa nama orang tersebut tidak cocok. kaken-kaken dan ninen-ninen. Meskipun dinyatakan dalam ucapan yang berbeda-beda. misalnya semula bernama Supardi lalu diganti dengan nama Slamet atau Basuki atau Beja atau Untung. Dalam hal tugas suami.hubungan antara suami isteri dan sebaliknya. saling melengkapi.

Remening priya dhateng rabi. Ajaran semacam itu antara lain terdapat dalam tulisan Sumaatmaka Atmasalaga (1929: 32) sebagaimana disebutkan dalam bait berikut. Welasing priya dhateng rabi awit saking panalangsa". Terjemahan : “Adapun kewajiban orang yang telah kawin itu ada dua macam. seperti teduhnya daun-daun yang mengayomi batang sampai akar". saha angemong (anyabari). Selanjutnya mengenai swarganing jejodhowan dikatakan sebagai berikut "Swarganing (kamulyaning) jejodhowan punika ugi warni kalih. awit saking dipun gumateni. Laki-laki harus mengasuh dengan cara berlaku 203 . mekaten awon saenipun rabi anut kawegiganing laki. jika semua perintahnya dipercaya oleh isteri. Sepisan tumraping kakung kedah saged angayomi (rumeksa). serta mengasuh (berbuat sabar). awon saenipun siswa anut kabangkitanipun guru. kados panguluring oyod rumeseping kisma. kados ayubing ronron anggening angayomi dhatdng delegipun dumugi oyod ". Priya kedah angemong kanthi pamardi ingkang sareh. menjadi contoh bagi isterinya agar mendapat karaharjan (keba- hagiaan). Inti petunjuk tersebut adalah keharusan suami untuk melindungi dan menjaga. Terjemahan : Surga orang dalam berumah tangga ada dua macam. Itulah kewajiban laki-laki setelah perkawinan. sihing priya dhateng rabi. anuntuni (memulang). Pertama bagi laki-laki harus dapat melindungi (menjaga) memberi tuntunan (mengajar). seperti akar yang memanjang masuk ke dalam tanah.isterinya. awit saking katuju ing prana. mangertosa bilih rabinipun wau dados tetanggelipun ingkang dipun sanggemi. Pertama bagi laki-laki. “Dene sesanggamaning jejodhowan punika wonten warni kalih. Sepisan tumraping priya manawi dipun pituhu ing rabi sapangrehipun. memberi petunjuk serta memelihara isterinya seperti halnya sebatang pohon yang daunnya menaungi seluruh batang sampai akar.

Yen ingkang jaler angalap menang dumeh lanang nedha numpang punika tumindak kirang prayogi. Ingkang jaler siya sawenang-wenang mboten nganggep manungsa dhateng estrinipun ateges nistha ". itu perbuatan yang kurang baik. Jika seseorang suami pandai menjadikan isterinya sebagai isteri yang baik dan taat. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia. maka suami akan senang dan kasih kepada isterinya. buruk baiknya siswa mengikuti dorongan/acuan guru. Sikap hidup yang demikian membawa ketenteraman keluarga. Itulah sebabnya seorang suami wajib memberi pelajaran agar isterinya berbuat atau ber.laku utama. Belas kasihan laki-laki kepada isteri. karena baikburuknya isteri tergantung pada kecakapan suaminya. Suami jangan berbuat untuk menangnya sendiri apalagi berbuat n i s t h a yaitu sewenang-wenang terhadap isterinya. disebabkan oleh cocoknya hati. Hal laku utama itu ditegaskan dalam bait berikut : "Ingkang priya kedah among amengku amemulang punika lampah utami. disebabkan oleh perhatian yang sangat baik. demikan pula buruk baiknya isteri mengikuti kecerdikan suami. disebabkan oleh keinsyafan diri ".tenang dan sabar. Jika yang laki-laki ingin menang hanya karena ia laki-laki minta menang. “Yang laki-laki harus mengasuh dan mengajari itulah laku yang baik. tahulah bahwa isterinya tadi menjadi tanggung jawabnya yang telah ia sanggupi. Yang laki-laki berlaku 204 . Senangnya laki-laki kepada isteri. Dalam bait ini ditegaskan bahwa seorang suami harus mengasuh dengan sabar dan sadar bahwa isterinya menjadi tanggung jawabnya. cinta kasih laki-laki kepada isterinya.

contoh. Nawungkridha artinya tahu terhadap kesalahan budi. nuli wahyune mencongol". mardawalagu. Yasadipura dalam hal ini menegaskan. yaitu yang baik martabatnya ". Oleh karena suami adalah guru laki. sejarah negara. mandraguna. sewenang-wenang tidak menganggap manusia terhadap isterinya. Mardibasa tegesipun ingkang saged memantes tembung tata kramaning praja. Awicarita artinya hafal mengenai arti ceritera. maka seorang suami juga wajib mempunyai kecakapan itu dan menerapkannya kepada isterinya. Semuanya itu sudah termasuk anugerah guru karena itu harus awas dalam mencari guru. Awicarita tegesipun apil dhateng gancaring carita aluraning nagari. tang nganggo sinangga runggi. Mengenai tugas suami kepada isteri.aniaya. Mardibasa artinya yang dapat membuat pantas kata tata krama negara. Manaraguna tegesipun sugih kesagetan ingkang kaanggep ing ngakathah. Mandraguna artinya kaya kecakapan yang diakui oleh orang banyak. “Welas marang rabine terus ing kalbu. nugraha sayekti prapti. ingkang sae martabatipun ". tepa. berarti perbuatan rendah ". yen wong tumemen ing kalbu. Bait tersebut di atas sebenarnya berisi petunjuk bagaimana mencari guru yang baik (Sunoto. nawungkridha lan sambegana. tidak boleh lupa. Sambegana artinya ingat. Mardawalagu artinya yang dapat memperpanjang lagu kata. Sadaya punika sampun kalebet nugrahaning guru. “Paramasastra tegesipun limpad ing kasusastran warni-warni. Sambegana ingkang enget. Guru yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu paramasastra. 205 . Nawungkridha tegesipun ingkang priksa dhateng kalipataning budi. Sultan Agung menulis sebagai berikut. merdibasa. mila kedah awas angupados guru. Terjemahan : “Paramasastra artinya pandai tentang bermacam-macam kesusasteraan. Mardawalagu tegesipun ingkang saged angulur lelagoning tembung tembang. awicarita. 1989: 71). mboteOn kenging supe. Ia wajib mempunyai kecakapan dan kearifan. nyanyian.

Kesusilaan merupakan nilai tertinggi dalam martabat kehidupannya. Dewi Anggraini. Terutama bagi kaum wanita. tanpa memakai kecurigaan. kemudian kebahagiaan muncul". Dewi Sinta.Terjemahan : Kasih sayang kepada isterinya sampai batin. Kencono Wungu lambang watak wanita yang kurang 206 . perlambang kesetiaan istri pada suami. Banowati. yang kita anggap baik dan menurut pedoman moral. atau kita dapat meniru atau mencontoh perbuatan susila dari orang lain. Norma kesusilaan bagi manusia dalam kehidupan masyarakat adalah memgang peranan penting. sabar dan teguh (Sumbodro). Khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. Larasati adalah lambang dari seorang istri (wanita) yang memiliki watak setia. Demikianlah dasar-dasar pengetahuan tentang berumah tangga yang seharusnya diketahui oleh sang pengantin. Untuk mengetahui norma-norma kesusilaan kita dapat menerima petunjuk dari orang lain baik yang langsung mau pun yang tidak langsung. anugerah pasti datang. Tiga tokoh wayang tersebut sebenarnya memberi petunjuk bahwa seorang wanita yang baik harus memiliki watak seperti tersebut. Suami wajib berlaku kasih-sayang lahir batin terhadap isterinya. sebab manusia dinilai baik dan buruk tergantung tingkah laku kesusilaan. atau lambang yang dituangkan dalam cerita ataupun dalam tokoh-tokoh pewayangan. Jika orang sungguh-sungguh dalam hati. Seperti : Sumbodro. hal ini untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik aman tentera dan bahagia. Srikandi. Orang yang berlaku demikian akan memperoleh anugerah. Durgandini. Dalam pewayangan ajaran moral kebanyakan berupa simbol-simbol. kesusilaan adalah sesuatu yang sama sekali tidak boleh ditingalkan. Trampil trengginas dan mumpuni (Srikandi). Bethari Durga. rendah hati dan memikat (Larasati).

Dengan menyajikan hakekat keluarga dan masyarakat dan apakahtujuan mereka serta bagaimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya. Agar dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang aman tenteram serta bahagia.h sebagian disebabkan oleh tidak dipatuhinya lagi norma yang bPrlaku dala.m keluarga dan masyarakat. segala masalah telah teratasi.baik (Damardjati Supadjar. Ini juga tidak berarti. diharapkan akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya nilai tradisional yang luhur itu. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dilakukan penelitian ini yang sangat penting artinya. Diharapkan kita menjadi sadar bahwa pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan para anggotanya terhadap nilai luhur mereka sendiri. Kita akan lebih sadar bahwa pengaruh dari luar akan kuat jika kita lemah. Diharapkan agar kita menjadi sadar bahwa timbulnya berbagai masala. Guna hasil yang diharapkan : Untuk memberi petunjuk kepada seorang wanita hendaknya memegang nilai kesusilaan dan fungsinya. dan seolah-olah se-ala lukaluka telah terobati. 1993: 37). bahwa kita mengajak hidup mundur beberapa puluh bahkan ratus ta hun yang lalu dan bahwa nilai-nilai tradisional yazig dapat ditemukan harus dilaksanakan tanpa mengingat situasi dan kondisi. atau dengan kata lain kita hidup di dalam fantasi dan angan-angan belaka. 207 . Ini tidak berarti bahwa kita ingin sekedar bernostalgia. Bagi ilmu pengetahuan: Untuk memahami dan mendalami ajaran yang terkandung dalam pewayangan.

Kecuali itu juga mempunyai tujuan memberikan contoh-contoh tentang keksusilaan. Nilai religius yang terkandung dalam kesusasteraan Jawa abad XVIII dan XIX mencerminkan konsep-konsep yang bersifat akulturatif dari sejarah Islam. ketaatan manusia terhadap firman Gusti Allah dan kepasrahan manusia terhadap kekuasaan Gusti Allah (Soedarsono. Tingkah laku kesusilan wanita dalam pewayangan atau cerita wayang digambarkan dalam berbagai sikap dan perbuatan oleh figur-figur wanita utama. Orang Jawa menyebut Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk'. terdapat beberapa butir darma bakti dalam etika dan tata krama Jawa sebagai dasar penalaran yakni keimanan tauhidan manusia terhadap Gusti Allah. Sehubungan dengan hal tersebut figur-figur wanita dalam pewayangan nampaknya memberikan petunjukterhadap kaum wanita tentang sikap kesusilaan dalam kehidupan sehari-hari. F. Pasang Sumeh Jroning Ati Karya sastra Jawa sejak kemunculannya hingga sekarang terdapat nilai-nilai luhur yang disebut nilai religius yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan keagamaan atau kepercayaan. Berkaitan dengan analisis religius. 1985 : 196). Buddha dan Jawa. keteringatan manusia terhadap sifat Gusti Allah.Kebanyakan orang mengakui bahwa dalam cerita wayang bukan hanya sekedar ceritat. Hindu. melainkan mengandung maksud dan tujuan tertentu. terutama mempunyai arti dalam bidang agama. 208 .

Unsur paling utama dalam setiap religiositas. baik tentang alam semesta ciptaan Gusti Allah maupun Sang Maha Pencipta itu sendiri. Hyang Suksma. Gusti Allah itu tan kena kinayangapa (tak dapat dibayangkan keadaannya). Keimantauhidan orang Jawa tampak pada penyebutan Gusti Allah dengan berbagai sebutan sesuai dengan sifat yang ada pada-Nya. Hyang Suksma. 1996: 31). Allah dalam kata takdirollah. Gusti Kang Maha Mulya. bahwa Gusti Allah itu sungguh-sungguh Maha Esa. sedangkan tauhid berarti keesaan. Gusti Kang Maha Mulya. keimantauhidan dapat diartikan kepercayaan terhadap kemahatunggalan Gusti Allah (Badudu. dan Jawata. Maksudnya manusia harus percaya penuh bahwa Gusti Allah itu nyata Maha Ada. Hyang Widhi. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah harus meresap dan meliputi 209 . Dengan demikian. iman mempunyai pengertian kepercayaan dan keyakinan terhadap Gusti Allah.Hyang Widhi. Manusia harus beriman/tauhid kepada Gusti Allah Yang Maha Esa. Orang Jawa dapat meyakini bahwa adanya Gusti Allah karena bagi orang Jawa keyakinan itu tidak semata-mata diperoleh hanya melalui rasio atau penalaran tetapi juga melalui rasa. rasa dan karsa merupakan tiga anugerah Gusti Allah yang berfungsi untuk memahami seluruh kebenaran yang ada. Keimantauhidan manusia terhadap Gusti Allah. dan Jawata. Allah dalam kata takdirollah. Dalam Serat Wulang Putri ini Gusti Allah disebut dengan Hyang Kang Murbeng Titah 'Tuhan sebagai Pencipta segala makhluk. Secara etimologis. Orang Jawa. Manusia juga harus percaya penuh dengan kebulatan tekad. Cipta. termasuk religiositas Jawa adalah kepercayaan terhadap adanya Gusti Allah.

perasaannya. Putri menyebutkan sifat Gusti Allah yaitu Kang Widagda. Dengan sifat-sifatnya yang demikian Gusti Allah memberikan karunia-Nya berupa kemurahan. Kang Wignya dan Maha Mulya sebagaimana terdapat dalam pupuh Kinanthi bait 2 dan Sinom bait 6. Maha Adil 'Maha Adil'. Pakartining pangrasanta kang mengkono iku nini ya bakal pinasthi sira pinituhu ing sasami lan maneh nini putri mugi bisoa sineba momong samaning janma supayanta sira nini kinasihan ing Gusti Kang Maha Mulya. keadilan. Maha widagda 'Maha Pandai'. kasih sayang. Waha Wignya 'Maha Tahu'. Maha Asih 'Maha Pengasih'. 210 . Serat Wulang. Kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Gusti Allah kepada manusia sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang yang merupakan keberuntungan bagi yang dapat meraihnya. Marmeng ngger awya sireku pasang sumeh jroning ati katitik tyas tan sambada marang apngaling Hyang Widhi Kang Widagda tuhu Wignya anyolahken barang maring. Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa Gusti Allah memiliki sifat utama seperti Maha Murah 'Maha Pemurah'. Keteringatan Manusia terhadap sifat Gusti Allah. perkataannya dan perbuatannya. ilmu pengetahuan atau kawaskithan kepada umat manusia.pikirannya. Maha Mulya 'Maha Mulia' dan sebagainya. kearifan.

sararda. Dwi wiryawan kaluhuran lire nini kaping tri hartawan sira den samya mangerti tegese pan kasugihan. hanya empat hal gunawan yang pertama ilmu pengetahuan artinya. Kaping pat berawan maksude nini mapan sugih anak mungguh laku pat prakawis sayekti uwus tetela.Gung-agunge ing begja puniku nini mung kawan prakara gunawan ingkang sawiji kasantikan tegesira. Dua wiryawan keluhuran budi artinya putriku yang ketiga hartawan kalian hendaknya mengerti maksudnya kekayaan. dikarunia pula manusia cobaan-cobaan yang harus dilalui sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan tersebut di atas cobaan tersebut dinamakan panca wisaya yaitu rogarda. Sebagai sarana untuk mengingat Gusti Allah. Terjemahan : Sebesar-besarnya keberuntungan itu putriku. 211 . Keempat berawan maksudnya putriku mempunyai banyak anak apabila keempat hal sebagaimana disebutkan di atas.

yaitu kesengsaraan dalam diri. Maksudnya sakitnya badan. kedua sararda. Maksudira garaning badan sayekti kalih sang sararda yeku rekasaning dhiri katelu ingkang winarna. ketiga yaitu'. Terjemahan : 'Wahai putraku hendaklah kau ketahui artinya panca wisaya tersebut pertama rogarda. Dhuh putrengsun sarnya sumurupa nini tegese kang panca wisaya mengko winardi ingkang sepisan rogarda. cuwarda dan durgarda. durgarda pringganing nala.wirangarda. Wirangarda tegese laraning ati kaping pat cuwarda. durgarda artinya kecewanya hati'. antara lain : setyaning tyas lawan 212 . Kelima hal tersebut sebagaimana dalam pupuh Maskumambang bait 18-20. 'Wirangarda artinya sakitnya hati. Kelima perkara tersebut dapat dihindari oleh seorang wanita dengan melandaskan diri pada sikap-sikap yang positif. keempat cuwarda yaitu kesengsaraan hati. yeku rekasaning ati.

menebalkan hati agar sentosa dalam budi. titi lan tata. utameng tyas kang pinesthi. ngati-ati. teguh. terhadap lima hal yang merintangi hati. dengan berlapang hati hingga ke budi'. Betapapun gigih serta uletnya studi yang mereka lakukan. Terjemahan : 'Seutama-utaman yaputri raja. tenang-diam-waspada dan ingat. teteg. tegese utama sabar. enengening-awas eling. (Maskumambang. betah ngangkah lawan lembah manah. mring pancabayaning ati.26). lebih-lebih karena belum dapat 213 . legoweng tyas nrus ing ati. Perhatian terhadap nilai-nilai kejawen juga tampil dalam lingkungan sarjana asing. ternyata tidak selalu menjalankan interpretasi secara tepat. hatihati. angandel kandel kalawan kang kumandel netel santosa ing budi artinya setia dalam hati dan rela. Salah satu cara untuk mengingat Gusti Allah dengan bersyukur atas segala nikmat-Nya sebagaimana terdapat dalam kutipan pupuh Kinanthi bait 14 di bawah ini : Di adining putri prabu. Dengan diberinya kenikmatan maupun cobaan itu manusia khususnya para wanita diharapkan senantiasa ingat terhadap Gusti Allah sebagai tempat bergantung dan memohon segala kebajikan. diterima dengan rasa syukur dan ikhlas.legawa. teguh dan sabar. teliti dan teratur. utama hatinya. tinampan sukur lan lila. tidak lain karena terlalu terpengaruh oleh kerangka pikirannya sendiri. artinya utama sabar. bait 21 .

secara-tepat atau tidak tepat dengan kecenderungan kuat menulis akan kerangka pikiran dan pandangan dewasa ini kepada nilai-nilai tradisional. memperkuat kepribadian. 1985: 28).istilah itu tanpa mengidentifikasikan sumbernya yang otentik. Di kala susah diperlukan sabar agar tetap teguh menerima cobaan dan tabah dalam menjalani kehidupan. G. tanpa didasarkan atas penelitian serta pembuktian empiris. sangat diperlukan manusia sepanjang hidup dalam segala situasi. Orang yang demikian akan terhindar dari rasa kegelisahan dan terpelihara dari gangguan jiwa (Usman Najati.menyelami jiwa kejawen ataupun dengan istilah metodologis belum dapat melihat segala sesuatu dari dalam. Dengan mempraktekkan sikap sabar dapat mendidik diri. Sikap mental sabar. Sabar merupakan suatu sikap mental yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Ketika mendapatkan kesenangan diperlukan sabar agar tidak congkak. Lagi pula tidak diusahakan melacak asal nilai-nilai atau istilah . meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kesulitan. Rasa syukur tersebut pada 214 . Sehubungan dengan itu. Datan Sepi ing Pambudi Kesabaran seseorang biasanya diwujudkan dengan dimilikinya rasa syukur terhadap pemberian Gusti Allah. maka perlu diadakan usaha penelitian dari pihak pengemban kultur Jawa itu sendiri dengan harapan agar dapat menghindari segala macam salah tafsir tersebut. hal mana mudah terjadi kalau orang terlalu terdorong oleh pikiran spekulatif saja. Perlu ditonjolkan di:sini bahwa dalam masyarakat kita sering dilontarkan ucapan yang menyangkut soal nilai-nilai Jawa.

tegese kang pangabekti. rahsa itu mulia. terhadap kodrat Gusti Allah'. nyirnakaken pakerti. yakni : Syukur dengan hati. dipuntansah angabekti. ing pancadriya puniku. Paku Buwana IX memberikan nasihat kepada putra-putrinya agar berbakti kepada Gusti Allah. marang Hyang kang Murbeng Titah. dene ingkang winastan. Cara bersyukur terdiri dari tiga hal. Terjemahan : 'Yang keempat jalannya rahsa adapun. Kang kaping pat lakuning rahsa sarehning. Nasehat ini sebagaimana dalam kutipan pupuh Sinom : Dhuh ngger wanita utama. 215 . Syukur dengan lidah yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya.hakikatnya hanya tertuju kepada Gusti Allah. kudu musthi awas eling. yaitu berupa kepuasan batin atas anugerah yang telah diberikan oleh Gusti Allah. rahseku wus mulya. Syukur dengan perbuatan yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya. haruslah waspada dan ingat. marang kodrating Hyang Suksma. Sikap ingat kepada Gusti Allah itu perlu selalu ditanamkan dalam hati sanubari dengan ingat pada kodrat Gusti Allah sebagaimana terdapat dalam pupuh Maskumambang.

menghilangkan tingkah laku. Sarana dalam berbakti kepada Gusti Allah ini seseorang hendaknya menjalankan agama. Istilah bakti menunjukkan adanya sikap yang patuh yang dilandasi rasa cinta seorang hamba kepada Gusti Allah. artinya berbakti. iya ing manungsa sagung luwih maning dera kardi solah bawaning narendra kang datan sepi pambudi ngganya angampil agama kasucian kang dumedi Tinindakaken lawan patut pinantes pantes tiniti tinimbang lan isinira negara Surakarta di tan kena kinukuhan angkuh ing tyas anglakoni (Kinanthi. beng sanapsu kayata cengil sengitan. adapun yang dinamakan pancadriya itu putriku. nafsu seperti mudah tidak suka dengan orang lain. Terjemahan : Wahai anakku wanita utama. yang disebut panca driya. Teriemahan : juga kepada sesama manusia terlebih-lebih dengan perbuatan 216 . bait 3-4). kepada Gusti Allah Pencipta segala makhluk. hendaklah berbakti.panca driya iku nini.

limang prakara sayekti. dene kang dipun wastani. dan memandu serta menentukan arah kehidupan. Agama merupakan toitalitas kehidupan yang sakral. ping kalih nyeyuda guling. tanarima apa ing sarananira. 217 . mendalam. Iku sayektine gagar. 1999 : 14). narima nadyan nyegah. Ketaatan pada Gusti Allah ini hendaknya diwujudkan pula pada ketaatan kepada kedua orang tua dan pada guru. Untuk mencapainya diperlukan sarana yakni tapa brata puja mantra sebagaimana dipaparkan dalam pupuh Sinom bait 8-112. ing bukti sarananipun. Tapa brata puja mantra. iya nini tapa brata. Dengan agama. dhahar menawa sireki. tempat bergantung dan memiliki ketenteraman hidup (Haedar Nashir. sanadyan anyuda nendra. agama adalah pedoman kehidupan yang sangat vital dan sangat menentukan.segala tingkah laku raja yang tidak lepas dari ikhtiar dalam meminjam agama hanya kesucian yang ada Dijalankan dengan baik pantas dan diteliti dipertimbangkan isinya negara Surakarta yang indah tidak dapat dipertahankan sombong dalam menjalankan Bagi para pemeluknya yang berusaha taat. juga angingirangi. manusia menjadi memiliki rasa damai.

sanadyana sira nini. tanpa duga cipta. catur kang tanpa kardi. duka cipta srana saking. angresepe ingkang sami. kang kaping pat sira nini. tuhu. nanging yen kurang marta. yen karep dipunsabari. nini kalakoniku. Lalu mburu karaharjan. bebasan tanpa kardi. katranganing nyuda turu. anyuda ing sanggama. srana lila ing ati. tegese panggagas nini. tan koyub dene pakarti. mrih ywa kongsi kabanjur kajating nala. Ping lima sira ngilangna. tan widada iku dadi. angampeta pangandika. samya dipun waspada. Terjemahan : tapa brata puja mantra 218 . tan ngandika yen mengko karsa sandeya. cahyaning locananira. angawisana sanggami. ning mbliyut kang kaping tiga. wus mbaliyut ingkang panggah ciptanira. Den jak ngaluyub supaya. sadayeku kudu nganggo empan papan. sumawa nadyan nini. kudu panggah santosa. upamane sira nini.nanging yen linali lali. mangkene pakartinipun.

adapun yang dikatakan tapa brata. anakku tidak berbicara jika merupakan kebohongan 219 . anakku ada lima perkara yaitu mengurangi makan sarananya menerima walaupun mencegah makan apabila engkau menerima. apa adanya itu sesungguhnya batal kedua mengurangi tidur walaupun mengurangi tidur namun bila berusaha melupakan diumpamakan tanpa perbuatan keterangannya mengurangi tidur hendaklah diperhatikan seandainya engkau. anakku perkataan yang tanpa tujuan anakku terlaksanya hal itu harus tetap santosa walaupun engkau. yang ketiga kurangilah bersenggama sarana ikhlas dalam hati demikian perbuatannya mengurangi bersenggama bila menginginkan hendaklah sabar agar tidak terlanjur hajat hati kemudian memburu keselamatan yang keempat. putriku sudah mengantuk teguhkan ciptamu diajak mengembara agar tidak terpengaruh oleh perbuatan mengantuk. anakku tahanlah dalam berbicara artinya pemikiran.

maka di 220 . Mung bae anggone ngurang-ngurangi saparlu. aja kakehan melek. Istilah batih menunjukkan bahwa keluarga Jawa terdiri atas anggotaanggota yang hubungannya antara yangsatu dengan yang lain erat sekali. Aja wareg. Dalam bahasa Jawa keluarga disebut pula batih. lan aja nganti diprusa kang ndadekake karusakan raga. nanging aja luwe. nanging aja kakehan turu. mengurangi segala aktivitas badan. Telah kita pilih dan batasi pengertian tentang keluarga yaitu masyarakat terkecil terdiri atas ayah ibu dan anak-anak. nanging dikulinakna cecegah saka sathithik manut kekuwatane.kelima hendaknya kauhilangkan kesedihan sebagai sarana dari cahaya mata meresapi semua yang menghadap walaupun anakku tanpa perkiraan yang benar namun bila kurang sabar tidaklah akan selamat semua itu harus dengan empan papan Lewat tapa kekuatan badan diperlemah. sehingga sikap dan perasaan terhadap sesama manusia berubah. Istilah batih menunjukkan adanya ikatan lahir dan batin yang erat dan merupakan suatu kesatuan bulat. melainkan dengan penyederhanaan menyeluruh. Tapa tidak hanya mengurangi nafsu-nafsu tertentu dengan tidak kenal ampun. Oleh karena keluarga Jawa terdiri atas unsur ayah. aja kongsi keladuk utawa mung umbara-umbaran bae. mangkono sapiturute kang sarwa sedheng. Orang menjadi lebih sadar akan relativitas eksistensinya. ibu beserta anak-anaknya kadang-kadang bahkan diperluas dengan pembantunya.

sebaliknya ada aturan yang wajib dilakukan oleh anak-anak terhadap orang tua mereka.baiknya karena mereka adalah kepala keluarga dan wakilnya. ayah dan ibu selalu mengasuh anak-anaknya agar menjadi manusia yang mempunyai tabiat baik. Demikian pula ada aturan yang wajib dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Agar cita-cita tersebut tercapai di saiaping berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan material. Hubungan antara anak dengan anak.dalam keluarga berlakulah berbagai hubungan yaitu : Hubungan antara suami dengan isteri dan sebaliknya. Selanjutnya ada aturan yang berlaku bagi hubungan antara anak dengan anak agar terjalin kehidupan yang harmonis antar mereka. Suasana itu harus terlihat di dalamseluruh hubungan antara anggota-anggotanya. Dalam hal ini ada aturan mengenai hubungan antara suami dan isteri yang sebaik . Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya. Supaya anak-anak mereka mempunyai watak sebagaimana yang diinginkan oleh keluarga. Oleh karena itu di dalam keluarga harus tercipta adanya suasana yang menunjang tercapainya tujuan tersebut. Setiap keluarga mempunyai cita-cita agar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dalam hidupnya. semua pihak atau anggota harus mengetahui bagaimana kedudukan dan fungsi ma sing-masing. kita jumpai berbagai macam aturan atau ketentuan yang biasanya tidak tertulis mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seluruh anggotanya. maka sejak kecil mereka harus diberi tahu dan diajar melakukannya dengan baik. Hubungan antara keluarga dengan pembantu (jika ada pembantu). Itulah sebabnya di dalam keluarga. Hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya. Meskipun aturan-aturan tersebut biasanya tidak tertulis. namun berlaku demikian kuatnya sehingga 221 .

baik perorangan maupun keseluruhan. sosial budaya maupun bidang-bidang lain. Aturan-aturan tersebut menyangkut berbagai hal baik ragawi maupun rohani. baik bidang ekonomi. agama dan kepercayaan. 222 . Hubunganhubungan tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan. adat kebiasaan yang turun temurun.mengikat masing-masing anggota keluarga.

1988. 1986. Mari S. Mulyono. Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan. Bandung. The Free Press. Liberty. 1983. Dipodjoyo. Yogyakarta. The Free Press. Sari Kesusastraan Indonesia. Penentuan Titimangsa dalam Naskah. Konsep Kekuasaan Jawa. Pustaka Raja. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. Moedjanto. Koentjaraningrat. Balai Pustaka Laksono. Yogyakarta. G. Manusia Jawa dan Gunung Merapi Persepsi dan Sistem Kepercayaannya. The Religion of Java. Pustaka Prima. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Gadjah Mada University Press. Pustaka Nusatama. Jakarta: Balai Pustaka. Glencoe Damardjati. Asdi S. P. 1990. Gadjah Mada University Press. 1985. 2002. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Wayang dan Filsafat Nusantara. 1961. Yogyakarta. Yogyakarta. Tata Upacara Pengantin Adat Jawa.M. Masagung Niels Mulder. Yogyakarta: Kanisius. Yogyakarta 223 . Yogyakarta: Kanisius. Jakarta. 1995.. De Jong. Kebudayaan Jawa. 1976. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Kamus Teori dan Aliran dalam Filsafat. Nawangsari. Hildred Geertz. Yogyakarta. 1969. The Javanese Family. 1996. Jakarta. Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram. Wangsa Manggala. Condronegoro. 1993. Busana Adat Kraton Yogyakarta 1877-1937 Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. Liberty Badudu. Yogyakarta. 1991.DAFTAR PUSTAKA Adjied Swastedi dan Tessa Theofile Prihatini. Glencoe Kamajaya. Clifford Geertz. 1994. 1973. Lucas Sasongko Triyoga. 1985. Ali Mudofir.

Suhardjo Hatmosuprobo. 1987. 1979. Menuju Filsafat Indonesia. “Kepercayaan Kebatinan Kerohanian Kejiawan dan Agama”. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa di Yogyakarta. Gondolayu Soebardi. Surakarta. Jakarta: Media Sunoto. Serat Pitutur Jati Mawi Sekar. 224 .Padmapuspita. Balai Pustaka Siswoharsoyo. 1985. Upacara Tradisional Dan Ritual Jawa. Sartono Kartodirdjo. Negoro. Sri Widayanti. Wayang dan Karakter Manusia. 1966. Purbanegara. Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. Upacara Labuhan Kasultanan Yogyakarta. 1929. 1981. Seni Pertunjukan. Yogyakarta Sunoto. Jakarta : Kanisius. Suryo S. Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Yogyakarta. 1985. 1982. Sri Mulyono. Surakarta Rahmat Subagya. Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Ajaran Masyarakat Jawa. Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Yogyakarya. Usman Najati. 1973. 1974. Angkasa Soedarsono. 1993. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Solo. 2001. Jakarta. Sularto. 1973. 1978. Yogyakarta: Taman Siswa. 1989. Selo Soemardjan. Yogyakarta : Fakultas Filsafat UGM. Uitgeverij en Boekhandel Stoomdrukerij De Bliksen. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. Hanindita. Mistisisme Serat Dewaruci. dalam Spektrum 3. Serat Gunacara lan Agama. Soemaatmaka-Atmasalaga. Jakarta: Haji Masagung. Budi Utomo. A Sudewa. Pararaton. PT. Yogyakarta. Gama Press Soekmono. Bandung. serat Yatna susila. 1918. Serat Cabolek. CV. 1988. Buana Raya.

2002. 225 . Kreasi Wacana.Wisnu Minsarwati. Mitos Merapi dan Kearifan Ekologi. Menguak Bahasa Mitos dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Pegunungan. Yogyakarta.

Cara Memimpin Rakyat Desa. Tabloid Adil. Pujangga Nusantara. Kamus Politik Lokal. Karya lainnya yaitu Biografi Ki Narto Sabdo. Kabare Jogja. Republika. Djoko Lodang. Sampai saat ini sudah menulis lebih dari 200 judul buku dan sering menjadi Narasumber TVRI. Ajaran Moral dalam Serat Bimapaksa. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Sastra UGM yang ditempuh tahun 1990-1995. Kamasutra Jawa. kemudian melanjutkan pada Program Pascasarjana UGM tahun 1996-1998. Kamus Jawa Kawi Indonesia. Rejoso. Jawa Pos. Ranggawarsita. Kawruh Beja Ki Ageng Suryo Mentaram. Teori Politik Jawa. dan Narasumber Seminar Nasional dan Internasional. Nyata. Visi Negarawan Patih Gadjah Mada. Jawa Timur pada tanggal 16 September 1971. Kamus Jawa Indonesia untuk SD. Sejarah Raja-raja Jawa. Wulangan Basa Jawa Kanggo SMP Kelas I – III. Pakem Pedhalangan. Memutar Taman Sriwedari. Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata. RCTI. Mojorembun. Kamus Jawa Indonesia Populer. Konsep Moral dalam Serat Werkudara Suci. Babad Joko 226 . Sekar Putri Ambarwati. Song of Java I-VIII. Penghayatan Keagamaan Orang Jawa. Ramalan Sakti Prabu Jayabaya. Kedaulatan Rakyat. Jogja Tivi. Bukunya yang telah dipublikasikan di antaranya : Ceritera Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna.HUM lahir di Grogol.BIOGRAFI PENULIS DR. Majalah Gatra. Pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di tanah kelahirannya.VI. Trans Tivi. Kamus Jawa Indonesia untuk SLTP – SLTA. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Gamelan dan Tembang Jawa. Manunggaling Kawula Gusti Sejarah Tanah Jawa Jilid I – IV. Bernas. Sosiologi Mistik R. Wulangan Basa Jawa Untuk Umum. Suwarga Nunut Neraka Katut. PURWADI. RRI dan Radio Komunitas. Sultan Agung. M. Pendidikan Budi Pekerti. Kajian Anthropologi Budaya. Antropologi Budaya Sultan Agung. Teori Militer Jawa. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I-VI. Gotong Royong di Kabupaten Nganjuk. Narasumber Koran Kompas. UU Mahkamah Konstitusi Basa Jawa. Sejarah Susastra dan Budaya Jawa. Ng. UUD 1945 Bahasa Jawa. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan untuk SLTP Kelas I – III. Babad Tanah Jawi. Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Kamus Jawa Indonesia Lengkap. Kursus Percakapan Bahasa Jawa. Biografi Pujangga Kyai Yasadipura I. Gelar Doktor diperoleh tahun 2001. Gama. Nganjuk. Wulangan Basa Jawa Kanggo SD Kelas I .

Rektor Institut Budaya Jawa (Isbuja). Telp 0274-881020. Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis Jawa Barat. Jalan Cinta Syekh Siti Jenar. Ilmu Sangkan Paraning Dumadi. Seratus Tokoh Masa Depan Indonesia. 36 Minomartani Yogyakarta 55581. Wahyu Keprabon Susila Bambang Yudhoyono. Integrasi Islam dengan Budaya Lokal. Kitab Makrifat Sejati. Kiat Bisnis Orang Jawa. Dosen Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. Sufisme Sunan Kalijaga. Embok Yatinem Si Bakul Gendhong.Tingkir. Tata Bahasa Jawa. Selanjutnya. Bung Karno Sang Pembebas. disusul pula buku tentang Sejarah Presiden Soekarno. KIAT (Kamus Indah Alamat Teman). Gerakan Spiritual Siti Jenar. Semar Jagad Mistik Jawa. Ilmu Makrifat Sunan Bonang. Kamus Sastra Indonesia. Sejarah Wali Songo. Babad Demak. Di samping itu Pustaka Raja juga bergerak di bidang penerbitan. Hidup dan Spiritual Sunan Kalijaga. Arjuna Mencuri Cinta. Filsafat Jawa. Semar. Hidup. Biografi Jimly Asshiddiqie. Selain itu juga mengelola Pustaka Raja. Nenek Moyang Orang Jawa. Novel Ramayana. Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih. Pamedhar Sabda. Ratu Kencana Wungu. Membaca Batin Putri Jawa. Jagad Mistik Jawa. Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil. sebuah jaringan kerja yang menjadi wadah aktivitas sosial dan budaya dari berbagai elemen masyarakat. Dukun Jawa. Nyai Roro Kidul. Strategi Politik Ken Arok. Ajaran Ilmu Sejati Wali Songo. Kisah Cinta Ken Arok – Ken Dedes. Kakap Raya No. percetakan dan pemasaran buku yang berkantor pusat di Jl. Aji dan Mantranya. Sesorah Budi Rahayu. Ilmu Kecantikan Ratu Kalinyamat. Pangeran Diponegoro. Makrifat Sejati Sunan Kalijaga. Babad Tanah Leluhur. HP 0815 788 65170. 227 . Ilmu Kecantikan Putri Jawa. Mistik dan Kematian Sultan Agung. Kisah Pendawa Lima. Sejarah Prabu Brawijaya. Sistem Pemerintahan Indonesia Klasik. Ilmu Kesaktian Prabu Jayabaya. Sejarah Ajisaka. Asal Usul Manusia Jawa. Tasawuf Muslim Jawa. Arjuna Lelananging Jagad. Kini bekerja sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Tata Bahasa Jawa. Novel Mahabarata. Ki Ageng Mangir. Biografi Sultan Hamengku Buwono IX. Ilmu Kasampurnan Sunan Gunungjati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful