P. 1
Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik

Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik

|Views: 174|Likes:
Published by jazman_ch

More info:

Published by: jazman_ch on Sep 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2015

pdf

text

original

"Bagaimana Menjadi Pemimpin Karismatik, dengan mudah, praktis, dan cepat...

Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya. Mereka agaknya memiliki energi yang sulit dijelaskan dan mampu memberikan inspirasi dan motivasi pada diri kita. Mereka mampu menyentuh getar emosi kita melebihi pikiran rasional kita. Banyak hal terjadi kalau mereka ada di sekitar kita. Tiba-tiba ada perubahan. Tiba-tiba kita mau melaksanakan yang mereka anjurkan tanpa terlalu banyak protes. Tiba-tiba kita merasa bangga hanya dekat dengan pemimpin itu. Kita mungkin juga bekerja demikian keras agar kita bisa melampaui harapan pemimpin itu. Di atas segalanya, kita digerakkan oleh mereka, dan sering, kita jadi pengikut mereka. Apa inti kekuatan mereka? Karisma. Ya inilah penyebabnya. Tapi ketika kita berusaha mengungkap karisma itu, dan berusaha menirunya, kita mengalami kesulitan. Pelatihan ini akan membongkar secara tuntas apa saja yang membuat pemimpin menjadi pemimpin karismatik. Dengan berbagai riset yang intensif, 'rahasia' pemimpin karismatik telah terungkap tuntas. Ternyata siapa pun bisa menjadi orang karismatik, asal tahu caranya...Dengan mengikuti pelatihan ini, anda akan menemukan taktik, dan strategi yang bisa anda terapkan sehingga anda bisa menjadi seorang yang karismatik atau menjadi pemimpin karismatik. Mengapa harus karismatik? Karena dengan menjadi karismatik, anda akan menjadi pusat perhatian orang. Kata-kata anda dituruti orang. Jika anda penjual, penjualan akan mudah. Jika anda dosen, kata-kata anda akan didengar mahasiswa. Jika anda pemimpin, bawahan anda akan patuh dengan sepenuh hati kepada anda... Output Pelatihan Mengetahui faktor-faktor apa saja yang membuat pemimpin menjadi pemimpin karismatik Mengetahui mengapa perilaku tertentu bisa membangkitkan karisma dan perilaku yang lain tidak. Dengan mengetahui hal ini, anda akan lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang mendukung anda menjadi orang yang karismatis. Memahami alasan psikologi mengapa seseorang bisa menjadi pemimpin karismatis, dan juga proses yang ada pada pengikut yang kemudian menentukan seseorang sebagai seorang karismatik atau tidak Memahami seni mengkomunikasikan wawasan. Sebagus apa pun wawasan anda, tidak banyak gunanya jika anda tidak mampu mengkomunikasikan dengan efektif. Dengan memakai strategi dari pemimpin karismatik, anda akan bisa mengkomunikasikan

wawasan itu dengan mudah dan efektif Mampu membangun kepercayaan diri sebagai pemimpin karismatik. Kenyataan menunjukkan betapa banyaknya pemimpin yang kurang percaya diri... Mampu membangkitkan motivasi bawahan anda sehingga mereka mau menjalankan perintah anda dengan loyalitas yang tinggi... Mampu memacu karir dengan lebih cepat. Penelitian membuktikan bahwa begitu pemimpin menerapkan metoda karismatik, karir orang itu akan lebih cepat meningkat.

Materi Pelatihan Menjelaskan mengapa pemimpin karismatik begitu penting bagi organisasi jaman sekarang dan mengungkap keahlian mereka yang unik dalam mengelola perubahan besar dalam organisasi di jaman yang kompeks ini Membahas dimensi yang membedakan antara pemimpin yang karismatik dan yang tidak. Menjajaki alasan psikologi mengapa anda dan saya memberikan atribut karismatik kepada seseorang dan bukannya kepada yang lain Mempelajari komponen individu yang membentuk karisma seorang pemimpin, dan kita juga bisa memeriksa apakah kita sudah memiliki komponen itu atau belum Membahas seni mengkomunikasikan wawasan. Pelatihan ini akan menyelidiki bagaimana pemimpin karismatik mampu mengkomunikasikan tujuan organisasi dengan begitu kuat.... Menganalisis cara pemimpin karismatik membina kepercayaan diri sendiri dan juga membangun komitmen dalam menyampaikan wawasannya. Membahas bagaimana pemimpin karismatik dengan ahli mampu membangkitkan kepercayaan luar biasa dari para pengikutnya untuk mencapai tujuan yang tampaknya mustahil untuk dicapai. Meninjau cara pemimpin karismatik memotivasi bawahan dan bagaimana mereka memperlihatkan jalan setapak menuju sukses bagi organisasi mereka Pemimpin karismatik diyakini sebagai orang yang sangat memukau. Bahkan, pengikutnya sering mencapai titik ekstrim dalam hal loyalitas dan upaya yang mereka lakukan demi pemimpin itu. Pelatihan ini akan memperlihatkan mengapa hal itu bisa terjadi Membahas kewajiban pemimpin karismatik. Tokoh-tokoh karismatik memang terkenal dampak positifnya pada dunia, namun kita juga menemukan pemimpin karismatik yang memicu peperangan, atau menghancurkan perusahaan. Dengan memahami hal ini, anda akan lebih waspada terhadap kekuatan luar biasa yang anda miliki sebagai pemimpin karismatik.

walaupun tidak ada masukan pendahuluan dari diskusi permulaan sebagaimana biasanya dalam tugas kelompok. kaku dan menafikan keduniawian. sehingga tidak dilakukan diskusi pendahuluan dengan kawan-kawan dan agak leluasa menentukan sendiri arah tujuan dari isi pembahasannya. keyakinan tetang kebenaran. Tahap pertama penulis membahas pengertian Moral dari berbagai sudut pandang ahli dan Kelimuan yang sudah barang tentu akan akan terjadi sedikit perbedaan tergantung sudut pandang masing-masing. sebab penguasaan knowledge tanpa keyakinan dan keimanan akan menimbulkan produk-produk bisa memberikan manfaat tetapi sekaligus menimbulkan mafsadat yang besar. keyakinan tentang posisi manusia dalam hubungannya dengan Tuhan. dan berikutnya mengkombinasikan antara moral dengan kepemimpinan.Artikel: MORAL KEPEMIMPINAN DALAM PENDEKATAN ILMU TAWASUF A. B. Waktu memulai munuliskan gagasan tersebut ada suatu prediksi dalam benak penulis yang memungkinkan timbulnya persepsi dan pandangan kawan-kawan peserta diskusi mengenai sempit atau semacam pemaksaan penerapan sufisme yang dalam kaca mata umum dianggap sempalan. Secara kebetulan penulis sendirian dalam membahas topik tersebut. Tujuan. pembahasan mengenai kepemimpinan. Gambaran ringkas materi bahasan "Moral kepemimpinan" begitu bunyi topik yang diterima penulis sebagai tugas untuk dipersentasikan dan dibuatkan paper laporannya. terlebih pada pemikiran dan tindakan manusia . Tahap kedua. terlebih kita sebagai muslim harus berusaha mencari dan menganalisa berbagai pemikiran yang dapat mendorong terciptanya tindakan dan prilaku manusia yang baik dalam artian mampu memberikan manfaat banyak bagi masyarakat dan alam serta mampu mengambil manfaat yang banyak tanpa menimbulkan kerusakan dengan menekan dan meminimalisir tindakan yang menimbulkan kemafsadatan untuk selalu mengupayakan terciptanya keseimbangan pada alam semesta sesuai dengan ikhtiar dan kemampuan kita. Dalam pembahasan mengenai moral penulis sengaja memadukan antara moral dari sudut pandang umum dengan moral dari sudut pandang Agama khususnya Islam yang bersumber dari wahyu sekaligus mengkolaborasikannya dengan konsep moral dalam kaca mata tasawuf. arah dan sasaran pembahasan Penulis bermaksud mengambil inti pemikiran dan ajaran tasawuf dari konsepsi Maqomat walAhwalnya. Dalam pembahasan ini penulis sengaja memberikan pengertian sendiri-sendiri terhadap dua kata yang terdapat pada topik bahasan yaitu "Moral" dan "kepemimpinan". pemikiran dan prilaku yang perlu mendapatkan tempat dalam bahasan keilmuan secara general seperti gagasan dan pemikiran keilmuan yang muncul dari para pemikir Barat dan pemikir-pemikir dari dunia lainnya. padahal sesungguhnya persepsi tersebut merupakan pemahaman yang dipopulerkan dari sekelompok orang yang belum tentu sesuai dengan kenyataan kehidupan para sufi yang sesungguhnya. karena konsepsi ini menurut penulis dipandang pas dalam bahasan moral yang melandasi sikap dan prilaku manusia. Dalam pandangan penulis tasawuf merupakan gagasan. Menurut hemat penulis bahwa keyakinan itu kan tersu melemah bila kita menjauhkan diri dari sumber informasi yang mulia tidak sekedar penguasaan knowledge. Ada sebuah kekeringan keyakinan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

saya juga ingin mengemukakan beberapa alasan yang berkaitan dengan pemilihan tasawuf dalam moral kepemimpinan sebagai berikut: 1. Dalam upaya menjadikan ilmu-ilmu keislaman menjadi disiplin yang inklusif. 1995). Untuk itu kajian moral dan leadershif dengan pendekatan tasawuf menjadi hal yang niscaya. Setiap kalin adalah pemimpin dan kalian semua akan diminta pertanggungjawaban mengenai kepemipinannya). BAB II KERANGKA TEORITIS MORAL KEPEMIMPINAN A. kadang kita lebih bangga dengan pemikiran Barat karena indentik dengan kemajuan. Pengkondisian keyakinan itu dimulai dari informasi yang berasal dari sumber yang bermuara pada Wahyu Ilahi. dan sebaliknya merasa malu menampilkan gagasan dan pemikiran kaum muslim terlebih dalam tasawuf karena dianggap jumud. Tasawuf merupakan salah satu disiplin ilmu keislaman yang terbuka dan bersifat multidimensi. Padahal inti ajaran sesungguhnya dalam tasawuf enurut penulis adalah menanamkan keyakinan tentang siapa manusia dan bagaimana ia melakukan kehidupannya di muka bumi agar dapat kembali fitrah sebagaimana asalnya. Jadi. menengah dan luas. 3. Ajaran tasawuf dirasa mengancam kebebasan berpikir dan bertindak karena terlalu hati-hati dalam pemanfaatan sesuatu yang bersifat duniawi. yang meliputi semua norma untuk kelakuan. bisa dalam lingkup kecil. ekonomi dan lain sebagainya termasuk dalam hati umat islam sendiri. dan tidak cabul. Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Kajian-kajian. 2. statis dan anti kemajuan. tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun. sebagai pribadi. Mengambil inti ajaran tasawuf diharapkan dapat mengisi kekeringan keyakinan tersebut. Kepemimpinan adalah skill yang dimilki setiap manusia sebagai anugrah Yang Maha Kuasa. dan mengajarkan selalu waspada dalam setiap tindakan karena semuanya akan diperhitungkan dalam sebuah persidangan besar di akhirat. Disamping yang dikemukakan di atas. Dalam bahasa sehari-hari. politik. Moral Moral berasal dari bahasa Latin kata mores. menunjukkan bahwa ilmu-ilmu keislaman tidak terpisah dari keilmuan lainnya. perlu dilakukan dialog dengan beragam disiplin ilmu lainnya. moral adalah aturan kesusilaan. Moral juga . Inti ajaran ini menuntun kita agar tidak mengambil hak orang lain. yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores. Karena khasanah sufi dapat dikaji dalam perspektif keilmuan apapun. Oleh karenanya pembahasan moral kepemimpinan dengan pendekatan tradisi tasawuf ini dapat memperkaya khasanah keilmuan pada umumnya dan ilmu-ilmu keislaman pada khususnya. perbuatan tingkah laku yang baik. pemikiranpemikiran yang muncul dari kalangan muslim dalam dunia pendidikan kurang mendapatkan tempat dalam dunia pendidikan. atau masyarakat dalam lingkup kecil dan luas (Nabi bersabda. (Sumaryono. khususnya psikologi dan tasawuf berakar dari pengalaman spiritual manusia yang bersifat pribadi. keluarga. kemudian diterjemahkan menjadi "aturan kesusilaan". Karena jika tidak demikian maka disiplin ilmu Agama akan menjadi yang eksklusif dan tidak membumi. Karena teori-teori yang ada menunjukkan kesamaan pada aspek-aspek tertentu yang masing-masing memilki kelebihan dan kekurangan. Hasil kajian yang mengkomparasikan antara pemikiran keislaman dengan disiplin lain.sebagai subjek pembangunan atau khalifah fil-ardl. hukum.

Misalnya : 1. oleh karena pembahasan moral di sini lebih ditekankan pada pengertian akhlak. Moral terapan. . Wajib melaporkan pemufakatan jahat Moral Dalam perspektif ajaran Islam adalah akhlak. (Quraish Syihab. agama. kebiasaan bahkan agama. Misalnya : 1. sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. adat yang menguasai pemutaran manusia. Jangan menyusahkan orang lain 3. sehingga perbuatan itu dinyatakan baik atau buruk. perangai. adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis. Moralisasi.Tujuan akhir. Lingkungan perbuatan Moralitas adalah kualitas perbuatan manusiawi. sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. yaitu : 1. 2. 2002) . Sumaryono (1995) mengemukakan tiga faktor penentu moralitas perbuatan manusia yaitu : Motivasi. sebagaimana diungkapkan oleh Al-Gazali Akhlak adalah keadan batin yang menjadi sumber lahirnya perbuatan yang muncul secara spontan tanpa memperhitungkan untung dan rugi . Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam. Berikanlah yang terbaik. Gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal. Moralitas instrinsik menentukan perbuatan itu benar atau salah berdasarkan hakekatnya. benar atau salah. "Ingatlah bahwa dalam tubuh (manusia) ada segumpal darah yang apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh (nya). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata "ööAkhlak" diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan Baik atau burukunya akhlak seseorang bermula dari hatinya (qalbu). Kata "Akhlak" diambil dari bahasa Arab yang biasa diartikan tabi'at. berarti uraian (pandangan. terlepas dari pengaruh hukum positif. ingatlah dia itu adalah al-qalbu.berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan. Moral murni disebut juga hati nurani. ajaran) tentang perbuatan dan kelakukan yang baik. yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia. dan bila ia buruk maka buruk pula seluruh (perbuatan) tubuh. 2. Artinya penentuan benar atau salah perbuatan tidak tergantung pada perintah atau larangan hukum positif. Larangan menggugurkan kandungan 2. Moral murni. dan kelakuan (akhlak). Moralitas ekstrinsik menentukan perbuatan itu benar atau salah sesuai dengan sifatnya sebagai perintah atau larangan dalam hukum positif. Demoralisasi berarti kerusakan moral.

Dalam Q. menghina orang lain." B.Qalbu yang buruk atau tercela adalah qalbu yang berpenyakit yang awalnya diibaratkan sebuah noda atau titik kecil (rona). pertama. Rasulullah SAW membagi hati manusia ke dalam empat kelompok sebagaimana Sabdanya. hati yang tertutup yaitu hati orang kafir. maka noda hitam (penyakit hati) itu akan terus membesar dan berkembang sampai menutupi seluruh qalbunya menjadi hitam legam. melakukan manipulasi data dalam pelaporan keuangan (tidak acountable). hati yang terbungkus yaitu hati orang manafik. "Dari Sahabat ali r. al-Baqarah:10. lalu Allah menambah penyakitnya. ketiga. perbuatan manusia hanya menguntungkan dan merugikan .S. penyakit itu datang pada qalbu melalui interaksi sosial kehidupan manusia.a." Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa penyakit hati yang berupa noda hitam terus membesar sampai total menutupi seuruh permukaannya Dalam pandangan penulis penyakit hati itu berupa perlawanam terhadap tuntunan ajaran kebenaran yang bersumber dari wahyu Allah secara qoth'I maupun dhany. dengan kelengkapan nafsu yang berupa kehendak dan rasa takut dan berani. sejahtera dan selamat bukan hanya di dunia tetapi juga untuk kehidupan akhirat. nikmat dan tidak nikmat serta akal yang berfungsi untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk serta potensi lainnya manusia diturunkan ke muka bumi sebagai khalifah. akibat lemah atau tidak kontrol dan tidak adanya filter dari manusia yang menggunakan mudghah tersebut. dan manusia dengan seluruh potensi serta kelengkapan akaln pemberian Allah disuruh memilih mana yang dapat membuatnya nikmat. "Dalam hati mereka ada penyakit.. alMuthafifin:14. Sebagaimana firman Allah SWT. dia akan terus bersemayam pada qalbu. sehingga tidak mampu lagi menerima dan memantulkan cahaya kebenaran (Cahaya Ilahi) sebagaimana ditegaskan dalam Q. dosa dan amal shalih diciptakan. Kerangka Pikir Tasawuf Dalam Penanaman Moral Setiap manusia yang lahir kedunia dalam keadaan fitrah atau bersih dalam artian tidak mempunyai noda hitam atau kejahatan. Atas Rahman dan Rahimnya Allah SWT apa yang disebut baik dan jahat. disebabkan mereka berdusta. dan keempat hati yang memiliki dua macam benih keimanan dan kemunafikan. dalam praktiknya seperti mengambil hak orang lain. Rasulullah SAW bersabda: 'hati itu ada emapat macam. "Sekali-kali tidak (demikian). dan banyak lagi sampai pada puncaknya penolakan tehadap kebenaran yang biasanya dimuali dari pembiasan kebenaran kecil-kecilan secara bertahap. hati yang terang bersinar penuh cahaya yaitu hatinya orang yang beriman. yaitu hatinya kelompok manusia yang mencampurkan adukan kebaikan dan keburukan. dan bagi mereka siksa yang pedih. kedua. melakukan ketidak jujuran dalam penilaian kinerja bawahan." Bila tidak diobati.S. Perlu kita sadari bahwa bahwa Allah SWT sebagai khalik tidak butuh terhadap perbuatan makhluk artinya segala pikiran dan tindakan makhluk termasuk manusia tidak menguntungkan dan merugikan Allah. sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.

Maqomat bentuk jamak dari Maqam yang berarti tempat atau kedudukan (stations). Shabr: memilih untuk melakukan perintah Agama ketika datang desakan nafsu (Al-Gazali) 6. Struktur Ahwal 1. dalam teori psikologi humanistik Abraham Maslow konsep ini diwujudkan dengan penacapaian aktualisasi diri (self-actualization) dan pengalaman puncak (peakexperience). Zuhud: Kosongnya tangan dari kemilikan dan kosongnya hati dari pencarian (Al-Junaidi). Wara: Meninggalkan segala sesuatu yang tidak jelas atau belum jelas hukumnya (syubhat) 3. sedangkan Ahwal bentuk jamak dari hal yang berarti keadaan atau situasi kejiwaan (state). Raja(harapan): keterkaitan hati dengan sesuatu yang diinginkan terjadi pada masa yang akan .2. karena hanya manusia yang fitrah sebagaimana asalnya yang bisa kembali ke tempatnya semula. B. Maqamat.1. Dalam terminologi sufi Maqam adalah kedudukan spiritual. Dalam proses pemenuhan kebuthan manusiawi itu terjadi gesekan dan benturan atau penyimpangan dari bimbingan kebenaran yang berupa hubungan saling merugikan di antara manusia atau menguntungkan dan menyenagkan menurut nafsu jeleknya tetapi menyimpang dari bim bingan kebenaran. Faqr: Pengakuan diri tidak mempunyai apa-apa segala sesuatu milik Allah bahkan dirinyapun milik Allah 5. Struktur Maqomat 1. Menurut Syaikh SufyanTsauri "zuhud terhadap dunia adalah membatasi keinginan untuk memperoleh dunia bukannya memakan makanan kasar atau memakai jubah dengan kain kasar 4. 4. Taubah: Penyesalan diri terhadap segala perilaku jahat yang telah dilakukan di masa lalu (upaya mengosongkan diri dari segala tindakan yg tidak baik dan mengisinya dengan yg baik) 2. Tawakkal : Menyerahkan dengan sepenuhnya tidak ada keraguan dan kemasygulan tentang apapun yang menjadi keputusan Allah 7. Khauf (takut): Takut terdapa kejadian yang akan datang yaitu datangnya sesuatu yang dibenci dan sinarnya sesuatu yang dicintai. Dalam tradisi tasawuf ada sebuah konsep keilmuan yang menyelidiki karakter perkembangan jiwa manusia yang disebut alMaqomat wa al-Ahwal. Misi ajaran tasawuf adalah menuntun manusia untuk mencapai kembali kesucian atau fitrah agar pada saatnya meninggalkan dunia nanti bisa kembali kepada alam asalnya. Muraqabah: Kondisi kejiwaan yang sepenuhnya ada dalam keadaan konsentrasi dan waspada 2. Mahabbah (cinta): mengandung arti keteguhan dan kemantapan. Ridla: Kondisi kejiwaan yang senantiasa menerima dengan lapang dada atas segala karunia yang diberikan atau bala yang ditimpakan kepadanya B.mansia sendiri. menurut Ibnu al-'Arabi "bertemunya dua kehendak Tuhan dan kehendak manusia 3. Secara teriminologi Ahwal berarti keadaan spiritual yang menguasai hati.

Pengertian Kepemimpinan Banyak Definisi mengenai kepemimpinan yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing. teori bakat. suatu seni pembinaan kelompok orang-orang tertentu. Kepemimpinan dapat didefinisikan berdasarkan penerapannya pada bidang militer. Teori Kepemimpinan Teori kepemimpinan membicarakan bagaimana seseorang menjadi pemimpin. Shauq (rindu): luapan perasaan seorang individu yang mengaharapkan untuk senantiasa bertemu dengan sesuatau yang dicintai. Ordway Tead memberikan rumusan "Leadership is the activity influencing people to cooperate some good which they come to find desirable". Yaqin: merupakan perpaduan antara 'ilm al-yaqin. 8. teori kelebihan. C. industri dan bidang-bidang lainnya. ( Wursanto.datang 5. 2. Slamet santosa ( 2004: 44 ) mendefinisikan kepemimpinan sebagai "usaha untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka bersedia menyumbangkan kemampuannya lebih banyak dalam mencapai tujuan kelompok yang telah disepakati". tergantung pada perspektif yang digunakan. 'ain al-yaqin dan haqq al-yaqin. Ada beberapa teori tentang kepemimpinan. teori kharismatik. Menurut Adam Ibrahim Indrawijaya (1993: 132-133) "pada dasarnya ada dua teori kepemimpinan. sementara Wursanto ( 2004: 197 ) menyatakan ada enam teori kepemimpinan. sehingga tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan membanting tulang memahami dan mencapai segala apa yang menjadi tujuan-tujuan organisasi". 9. atau bagaimana timbulnya seorang pemimpin. seorang yang ada pada kondisi uns akan merasakan kebahagiaan. 6. "Kepemimpinan sebagai suatu bentuk persuasi. Menurut Ngalim Purwanto (1993: 26). Tuma'ninah: Keteguhan atau ketentraman hati dari segala hal dapat mempengaruhinya. bisnis. model kepemimpinan kontijensi. maka di bawah ini akan diuraikan beberapa teori kepemimpinan sebagaimana diungkapkan oleh ketiga pakar . teori sifat. 2003: 196). dan teori sosial. olahraga. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Uns: kondisi kejiwaan di mana seseorang merasakan kedekatan dengan Tuhan. teori sifat. Musyahadah: kehadiran kehadiran al-haqq dengan tanpa dibayangkan. Kepemimpinan 1. teori keturunan. yaitu. pendidikan. Menurut Goestch dan Davis (1994: 192 ) "kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab total terhadap uasaha mencapai atau melampaui tujuan organisasi". teori kelompok. kegembiraan serta sukacita yang meluap-luap 7. yaitu teori sifat (traits theory) dan teori situasiaonal (situational theory)". biasanya melalui 'human relations' dan motivasi yang tepat. teori situasional. sedangkan Miftah Thoha mengelompokannya kedalam. kesenangan. yaitu kepercayaan yang kuat dan tak tergoyahkan tentang kebenaran pengetahuan yang dimiliki. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai teori-teori kepemimpinan. dan teori jalan kecil-tujuan ( path-goal theory).

yang disebut juga teori ekologis. (Wursanto. (Wursanto. penuh inisiatif. Hasil penelitian pada umumnya membuktikan bahwa pemimpin mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dipimpin. rohaniah dan badaniah. Seorang pemimpin hendaknya memiliki kesehatan badaniah yang lebih dari para pengikutnya sehingga memungkinkannya untuk bertindak dengan cepat. (Wursanto. seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat yang positif. Mereka berusaha mendapatkan penghargaan yang instrinsik dibandingkan dari yang ekstrinsik. misalnya. Teori keturunan. perbuatan.tersebut di atas. Pada dasarnya sama dengan teori kelebihan. (Wursanto. sehingga dianggap mempunyai kekuatan ghaib (spranatural power). kewibawaan dan pengaruh yang sangat besar. pertama. serta dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. ialah kelebihan menggunakan pikiran. Teori bakat. dan kelebihan dalam memiliki pengetahuan tentang cara-cara menggerakkan organisasi. Dalam hal ini ada suatu kepercayaan bahwa orang itu adalah pancaran Zat Tunggal. (1) Kecerdesan ( di atas disebutkan kelebihan ratio). 2003: 199). Teori sifat. yang menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena keturunan atau warisan. Seorang pemimpin harus mempunyai moral yang tinggi karena pada dasarnya pemimpin merupakan panutan para pengikutnya. pendapatnya itu merujuk pada hasil penelitian Keith Davis yang menyimpulkan ada empat sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi. (3) Motivasi dan dorongan berprestasi. Pada dasarnya kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin mencakup tiga hal. suka melindungi. komunikatif dan kreatif. 2. 2.3. yang beranggapan bahwa seseorang akan menjadi pemimpin apabila ia memiliki kelebihan dari para pengikutnya. persuasif. berarti seorang pemimpin harus mampu menunjukkan keluhuran budi pekertinya kepada para bawahan. yang menyatakan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena mempunyai karisma (pengaruh) yang sangat besar. penuh percaya diri. 2003: 198).5. para pemimpin cenderung menjadi matang dan mempunyai emosi yang stabil. energik. mempunyai daya tarik. dan kalau mengikuti istilah penemuan Michigan. Di samping memiliki kelebihan pada ratio. Teori kharismatik. dalam istilah penelitian Universitas Ohio pemimpin itu mempunyai perhatian. kelebihan ratio. Akan tetapi masalah kelebihan badaniah ini bukan merupakan faktor pokok. sikap dan ucapan hendaknya menjadi suri tauladan bagi para pengikutnya. 2. Kedua. Ketiga. Menurut Miftah Thoha (2003:32-33) bahwa sesungguhnya tidak ada korelasi sebab akibat antara sifat dan keberhasilan manajer. Kelebihan Badaniah. 2003: 197-198). seolah-olah seseorang menjadi pemimpin karena ditakdirkan. Teori ini menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik apabila memiliki sifat-sifat yang lebih daripada yang dipimpin. Namun demikian pemimpin tidak bisa melampaui terlalu banyak dari kecerdasan pengikutnya.1. adil. Karisma itu diperoleh dari Kekuatan Yang Maha Kuasa. 2. menyatakan bahwa pemimpin itu lahir karena . Teori kelebihan. Karena orang tuanya seorang pemimpin maka anaknya otomatis akan menjadi pemimpin menggantikan orang tuanya. 2003: 199) 2. para pemimpin secara relatif mempunyai dorongan motivasi yang kuat untuk berprestasi.4. kelebihan dalam pengetahuan tentang hakikat tujuan dari organisasi. para pemimpin yang berhasil mau mengakui harga diri dan kehormatan para pengikutnya dan mampu berpihak kepadanya. Kelebihan Rohaniah.2. Hal serupa juga dinungkapkan oleh Adam Ibrahim Indrawijaya dalam bukunya prilaku organisasi ( 1983: 132-133). Segala tindakan. Pemimpin yang bertipe karismatik biasanya memiliki daya tarik. (4) Sikap-sikap hubungan kemanusiaan. Dia mempunyai keinginan menghargai dan dihargai. yaitu. pemimpin itu berorientasi pada karyawan bukannya berorientasi pada produksi. (2) Kedewasaan dan keleluasaan hubungan sosial. serta mempunyai perhatian yang luas terhadap aktivitasakltivitas sosial.

2. atau sebagai suatu instrumen bagi kepuasan masa depan. dan pelaksanaan kerja bawahan. (2) Perilaku tersebut merupakan komplimen dari lingkungan para bawahan yang berupa memberikan latihan. Variabel ini sebagai hal yang paling menentukan dalam menciptakan situasi yang menyenangkan. (Miftah Thoha.8. beranggapan bahwa. Dimensi ini merupakan urutan ketiga dalam menciptakan situasi yang menyenangkan.6. Model kepemimpinan kontijensi. Model ini berisi tentang hubungan antara gaya kepemimpinan dengan situasi yang menyenangkan dalam hubungannya dengan dimensi-dimensi empiris berikut ini: (1) Hubungan pimpinan-anggota. 2003: 34). supaya kelompok bisa mencapai tujuan-tujuannya. 2003: 37-38). dukungan. dan perilakunya termasuk pelaksanaan kerja dan kepuasan para pengikutnya. yaitu sifat personal para bawahan. 2003: 200). (Miftah Thoha. baik melalui pendidikan formal maupun melalui pengalaman praktek ( Wursanto. Ada Dua faktor situsional yang telah diidentifikasikan. menyatakan bahwa beberapa variabel-situasional mempunyai pengaruh terhadap peranan kepemimpinan. Adapun faktor situasional kedua. (Miftah Thoha. jika. beranggapan bahwa pada dasarnya setiap orang dapat menjadi pemimpin.10. (1) Perilaku tersebut dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan bawahan sehingga memungkinkan tercapainya efektivitas dalam pelaksanaan kerja. menyatakan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap para bawahan. Secara pokok teori path-goal dipergunakan untuk menganalisa dan menjelaskan pengaruh perilaku pemimpin terhadap motivasi. tetapi tidak semua ditarik oleh situasional ini. Teori Kelompok. Untuk situasi pertama teori path-goal memberikan penilaian bahwa perilaku pemimpin akan bisa diterima oleh bawahan jika para bawahan melihat perilaku tersebut merupakan sumber yang segera bisa memberikan kepuasan. Oleh karenanya usaha menselaraskan persepsi di antara yang akan mempengaruhi dengan orang . kecakapan. Setiap orang dapat dididik menjadi pemimpin karena masalah kepemimpinan dapat dipelajari. 2. 2. yang ditemukan oleh Fiedler sebagai hasil pengujian hipotesa yang telah dirumuskan dari penelitiannya terdahulu. Pengembangan teori ini selanjutnya dilakukan oleh Martin Evans dan Robert House. 2003: 3. misalnya dengan memberi kesempatan orang tersebut menduduki suatu jabatan. Teori Jalan Tujuan (Path-Goal Theory) yang mula-mula dikembangkan oleh Geogepoulos dan kawan-kawannya di Universitas Michigan.9. 2003: 36). maka harus terdapat suatu pertukaran yang positif di antara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. dan penghargaan yang diperlukan untuk mengefektifkan pelaksanaan kerja. Setiap orang mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin asal dia diberi kesempatan. 2003: 200). (Wursanto. 2. Ia menjadi pemimpin karena mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin. Teori Sosial. dan tekanan lingkungan dengan tuntutan-tuntutan yang dihadapi oleh para bawahan. (3) Posisi kekuasaan pemimimpin yang dicapai lewat otoritas formal. Dimensi ini merupakan urutan kedua dalam menciptakan situasi yang menyenangkan. kepuasan. Menurut Miftah Toha ( 2003: 49 ) gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Beberapa variabel sitasional diindentifikasikan. Bakat kepemimpinan itu harus dikembangkan. Teori Situasional. path-goal. Tipe-Tipe Kepemimpinan Tipe kepemimpinan sering disebut perilaku kepemimpinan atau gaya kepemimpinan (leadership style). (2) Derajat dari struktur tugas. 2.7. (Miftah Thoha.bakatnya. Teori kelompok ini dasar perkembangannya pada psikologi sosial.

sehingga ia tidak mau menerima saran dari bawahan. 2000: 161). 1983: 136). pendapat atau ide. Tipe laissez faire mempunyai ciri-ciri antara lain. Kepemimpinan Demokrasi Gaya atau tipe kepemimpinan ini dikenal pula dengan istilah kepemimpinan konsultatif atau konsensus. (5) Keras dalam menghadapi prinsip. (Adam Ibrahim Indrawijaya. bahkan ia tidak memberi kesempatan kepada bawahan untuk meberikan saran. 3. Pelaksanaannyapun tergantung kepada kemauan kelompok. 2000: 161). (1) Memberikan kebebasan sepenuhnya kepada bawahan untuk melakukan tindakan yang dianggap perlu sesuai dengan bidang tugas masing-masing. (2) Pimpinan tidak ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan . Asumsi lain bahwa partisipasi memberikan kesempatan kepada para anggota untuk mengembangkan diri mereka. Menurut Adam Ibrahim Indrawijaya (1983) "Gaya kepemimpinan demokratis pada umumnya berasumsi bahwa pendapat orang banyak lebih baik dari pendapatnya sendiri dan adanya partisipasi akan meninbulkan tanggung jawab bagi pelaksananya". Pada umumnya tipe laissez faire dijalankan oleh pemimpin yang tidak mempunyai keahlian teknis. dan situasional. Sementara Fandi Tjiptono dan Anastasia Diana ( 2000 ) melengakpinya dengan gaya kepemimpinan partisipatif.2. (2) Menganggap dirinya paling berkuasa. (8) perintah-perintah diberikan secara paksa. (4) keputusan-keputusan yang diambil secara sepihak. agar tidak terjadi tumpang tindih dalam memahami gaya kepemimpinan disebabkan pengistilahan yang berbeda padahal maksud dan tujuannya sama. Kepemimpinan Laisser Faire Kepemimpinan laissez faire (gaya kepemimpinan yang bebas) adalah gaya kepemimpinan yang lebih banyak menekankan pada keputusan kelompok. (9) pengawasan dilakukan secara ketat agar perintah benar-benar dilaksanakan. otokrasi. dan open leadership. tidak mengenal kompromi. 1938: 135 ). walaupun yang membuat keputusan akhir adalah pemimpin. seorang pemimpin akan menyerahkan keputusan kepada keinginan kelompok. Dalam gaya ini. 3. (3) Menganggap dirinya paling mengetahui segala persoalan. yaitu. Kepemimpinan Otokrasi Kepmimpian otokrasi disebut juga kepemimpinan diktator atau direktif. apa yang baik menurut kelompok itulah yang menjadi keputusan. ( Fandi Tjiptono dan Anastasia Diana. Di bawah ini akan diuraikan tipe-tipe (gaya-gaya) kepemimpinan tersebut di atas dengan maksud memberikan gambaran yang jelas mengenai persamaan dan perbedaannya. militeristik. berorientasi pada tujuan. Orang yang menganut pendekatan ini melibatkan para karyawan yang melaksanakan keputusan dalam proses pembuatannya. Menurut Wursanto ( 2003: 201) kepemimpinan otokrasi adalah kepemimpinan yang mendasarkan pada suatu kekuasaan atau kekuatan yang melekat pada dirinya.3. (7) lebih menyukai bawahan yang bersikap abs (asal bapak senang). Wursanto ( 2003) menambahkan tipe (gaya) paternalistik. Kepemimpinan otokrasi dapat dilihat dari ciri-cirinya antara lain : (1) mengandalkan kepada kekuatan atau kekuasaan yang melekat pada dirinya.1. demokrasi. ( Adam Ibrahim Indrawijaya. Duncan menyebutkan ada tiga gaya kepemimpinan. Orang yang menganut pendekatan ini mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan para karyawan yang harus melaksanakannya atau karyawan yang dipengaruhi keputusan tersebut ( Fandi Tjiptono dan Anastasia Diana.yang perilakunya akan dipengaruhi menjadi amat penting. (6) Jauh dari bawahan. setelah menerima masukan dan rekomendasi dari anggotan tim. dan gaya bebas ( the laisser faire ). 3. orang lain dianggap tidak tahu.

Menurut hemat penulis tipe laissez faire ini bukanlah tipe pemimpin yang sebanarnya. Ia hanya sedikit menyajikan informasi mengenai suatu permasalahan dan memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk mengembagkan strategi dan pemecahannya.kelompok. ia hanya mengarahkan tim kearah tercapainya konsensus. . Hanya strategi yang dapat menghasilkan kontribusi nyata dan dapat diukur dalam mencapai tujuan organisasilah yang dibahas. Penganut pendekatan ini meminta bawahan (anggota tim) untuk memusatkan perhatiannya pada tujuan yang ada. bebas atau nondirective. 2000: 162). bukan karena ingin bertindak secara otoriter. (5) Tidak mempunyai wibawa sehingga ia tidak ditakuti apalagi disegani oleh bawahan. (Wusanto. Kepemimpinan Partisipatif Kepemimpinan partisipatif juga dikenal dengan istilah kepemimpinan terbuka. 2003 ). (2) Dalam menggerakkan bawahan dengan sistem komando/perintah. Ciri-ciri pemimpin penganut paternalistik antara lain: (1) Pemimpin bertindak sebagai seorang bapak. Pemimpin selalu memberikan perlindungan kepada para bawahan dalam batas-batas kewajaran. faktor lainnya yang tidak berhubungan dengan tujuan organisasi diminimumkan. sehingga tujuan organisasi tidak akan tercapai. (3) selalu memberikan perlindungan kepada para bawahan yang kadang-kadang berlebihan. (4) Keputusan ada di tangan pemimpin. Kepemimpinan Paternalistik Tipe paternalistik adalah gaya kepemimpinan yang bersifat kebapakan. (3) Segala sesuatu bersifat formal. 3. 2003: 202). (5) Pimpinan menganggap dirinya yang paling mengetahui segala macam persoalan. (4) Disiplin tinggi.7. (6) Secara praktis pemimpin tidak menjalankan kepemimpinan. bawahan tidak diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat. ( Fandi Tjiptono dan Anastasia Diana.6. tetapi banyak juga terdapat pada instansi sipil (non-militer). karena ia tidak bisa mempengaruhi dan menggerakkan bawahan. 3. ( Fandi Tjiptono dan Anastasia Diana. dan Pimpinan jarang bahkan tidak pernah meminta saran dari bawahan. (6) Pimpinan menghendaki bawahan patuh terhadap semua perintah yang diberikannya. kadang-kadang bersifat kaku. Pemimpin yang menganut pendekatan ini hanya sedikit memegang kendali dalam proses pengambilan keputusan.8. (4) Tidak mampu melakukan koordinasi dan pengawasan yang baik. Kepemimpinan Sitasional Gaya kepemimpinan ini dikenal juga sebagai kepemimpinan tidak tetap (fluid) atau kontingensi. Ciri-ciri kepemimpinan militeristik antara lain. (Wursanto. 3. Oleh karena itu para bawahan jarang bahkan sama sekali tidak memberikan saran kapada pimpinan. Kepemimpinan Berorientasi Pada Tujuan Gaya kepemimpinan ini juga disebut kepemimpinan berdasarkan hasil atau sasaran.5. tetapi karena keinginan memberikan kemudahan kepada bawahan. 2000: 162). 2003). 3. (3) Semua pekerjaan dan tanggungjawab dilimpahkan kepada bawahan. (5) Komunikasi berlangsung satu arah. Kepemimpinan Militeristik Kepemimpinan militeristik tidak hanya terdapat di kalangan militer saja.4. ia hanya merupakan simbol belaka. (Wursanto. 3. (1) Dalam komunikasi lebih banyak mempergunakan saluran formal. (2) Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa. baik secara lisan ataupun tulisan.

Tidak mengangkat pemimpin dari orang-orang yang mempermainkan Agama Islam. 4. pemberian tugas atau wewenang kepada yang tidak berkopenten akan mengakibatkan rusaknya pekerjaan bahkan organisasi yang menaunginya. Bukhori dan Muslim )." 4. sekaligus mengikuti kehendak dan arah yang dituju oleh yang dipimpinnya.3. sedangkan kata yang terkait dengan kepemimpinan dan berkonotasi pemimpin dalam Islam ada tujuh macam.1.2. Selanjutnya ia menyatakan bahwa Al-Qur'an menggunakan kedua istilah ini untuk menggambarkan ciri seorang pemimpin. Sultan. .1. Kata khalifah sering diartikan "pengganti" karena yang menggatikan selalu berada di belakang. Oleh karena itu gaya kepemimpinan situasional akan menerapkan suatu gaya tertentu berdasarkan pertimbangan atas faktor-faktor seperti pemimpin. dan berbaktilah kepada Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. Malik. Surat An-Nisaa: 144. Pemimpin harus bisa diterima (acceptable). Kepemimpinan Dalam Perspektif Islam Dalam Islam istilah kepemimpinan dikenal dengan kata Imamah. dan Ulil 'amri. peta kekuasaan. 2000: 162-163 ). Kata khalifah berakar dari kata khalafa yang pada mulanya berarti "di belakang". 4. Sebagaimana Sabda rasulullah SAW. Menurut Quraish Shihab (2000: 47). atau datang sesudah yang digantikannya. "Wahai orang-orang yang beriman. "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang memperolok-olokan dan mempermainkan agama kamu dari kaum yang diberi Kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir sebagai pemimpin. yaitu Khalifah.1.1.Asumsi yang digunakan dalam gaya ini adalah bahwa tidak ada satu pun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer dalam segala kondisi. Dasar-Dasar Kepemimpinan Islam Ada beberapa dasar kepemimpinan dalam Islam yang harus dijadikan landasan dalam berorganisasi.1. Tidak mengambil orang kafir atau orang yang tidak beriman sebagai pemimpin bagi orangorang muslim karena bagaimanapun akan mempengaruhi terhadap kualitas keberagamaan rakyat yang dipimpinnya. 4. dan situasi ( dalam arti struktur tugas. pengikut. ( Fandi dan Anastasia. imam dan khalifah dua istilah yang digunakan Al-Qur'an untuk menunjuk pemimpin. R. (Abdurrahman. mendoakan dan didoakan oleh umatnya. Rais.1. "Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. ketika di depan menjadi panutan. yang berarti menuju. dan meneladani. . di antarnya ialah. sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Maidah: 57. 4. 'Amir dan Ra'in. sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an. Kata imam diambil dari kata amma-ya'ummu. 2002) .4. janganlah kamu mangambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mu'min. maka tunggulah masa kehancurannya". menumpu. dan ketika di belakang mendorong. Pemimpin harus mempunyai keahlian di bidangnya. apakah kamu ingin menjadikan hal itu sebagai alasan bagi Allah untuk menimpakan siksaan yang nyata". 4. ( H. mencintai dan dicintai umatnya. Wali. dan dinamika kelompok ).

kekufuran. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. kekacauan." ( H. baik dari Allah maupun dari orang-orang yang dipimpinnya. dan jika tidak dengan cara ini maka staff lingkunggannya akan merasa kekurangan. Surat AlMaidah: 8: "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. yaitu. (2) Perilaku tersebut merupakan komplimen dari lingkungan para staff berupa pemberian latihan.1. berucap serta berjuang melaksanakan tugasnya. pada suatu situasi perilaku pimpinan bisa diterima oleh para staff bila menjadi sumber yang akan segera memberikan kepuasan atau sebagai instrumen bagi kepuasan di masa yang akan datang.R. yakni kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap. dan pad situasi lain perilaku pimpinan akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap team kerja bila. baik . Dan jangalah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. (1) Al-Shidq. (2) Al-Amanah. berjuang menghilangkan segala bentuk kemunkaran. 2000: 47-48) BAB III ANALISIS Dari beberapa definisi kepemimpinan yang dikemukakan pada bab dua menurut hemat penulis mempunyai makna dan tujuan yang sama yang intinya adalah bagaimana menciptakan suasana lingkungan. Setiap orang mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin asal dia diberi kesempatan."Sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu. berarti keberhasilan suatu organisasi itu sangat erat hubungannya dengan kemampuan dan perilaku pimpinan. Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". yaitu kecerdasan yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul seketika sekalipun.5. pemikiran dan tindakan para staff atau team work agar dapat melakukan pekerjaannya sesuai dengan visi. terutama pendapat Goestch dan Davis yang menyatakan bahwa "kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab total terhadap uasaha mencapai atau melampaui tujuan organisasi. atau kepercayaan yang menjadikan dia memelihara sebaikbaiknya apa yang diserahkan kepadanya. (1) Perilaku tersebut dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan para staff sehingga memungkinkan tercapainya efektivitas dalam pelaksanaan kerja. yang pada hakekatnya adalah pemimpin ummatnya. yaitu penyampaian yang jujur dan bertanggung jawab. sehingga tercipta rasa aman bagi semua pihak. kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. dukungan. atau dapat diistilahkan dengan keterbukaan. melaksanakan syari'at. Setiap orang dapat dididik menjadi pemimpin karena masalah kepemimpinan dapat dipelajari. dikeketemukan ada empat sifat yang harus dipenuhi oleh para Nabi. 4. dan fitnah. Dari hasil penelaahan para pakar yang dirangkum dari Al-Qur'an dan Hadits. misi dan tujuan organisasi. Dalam Al-Qur'an. kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu.Dalam path-goal theory dikenal faktor situasional. menegakkan keadilan. Seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu. Penulis stuju dengan teori kepemimpinan sosial bahwa pada dasarnya setiap orang dapat menjadi pemimpin. Pemimpin harus mengutamakan. dan penghargaan yang diperlukan untuk mengefektifkan pelaksanaan kerja. Muslim). (3) Al-Fathanah. membela dan mendahulukan kepentingan umat. (Quraish Shihab. sebagaimana Firman Allah SWT. menjadi saksi dengan adil. (4) AtTabligh.

Dalam institusi manapun pimpinan merupakan kunci keberhasilan organisas. Dengan memahami dan menjiwai Taubah manusia akan menyesali segala perilaku kesalahan yang telah dilakukan dengan sepenuh hati. intensitas. karyawan. berkomunikasi. rohaniah dan badaniah. suka melindungi. yaitu cara untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara sesama ustadz/guru. rhytme. para pelajar dan kepada komunitas yang lebih luas. dan antusiasme. Di samping memiliki kelebihan pada ratio. dalam dirinya ada semangat untuk senantiasa meningkatkan kadar kebaikan dan ketaatan untuk menjadi lebih baik dan lebih taat. and support for failure. dan memeberikan dukungan bagi sikap inisiatif dan inovatif untuk memperbaiki kegagalan. Wara. adil. penuh inisiatif. Seorang pemimpin harus mampu membaca situasi dan keadaan lingkungan kerja serta sehingga dapat terus memotivasi dan menggerakkan tim kerjanya serta mampu meminimalisir kerancuan dalam oragnisasi dengan gaya situasional kepemimpinannya. Seorang yang bertaubat dituntut untuk kembali dari perbuatan yang lebih baik menuju yang terbaik. santri/pelajar. yaitu suatu cara bagi pimpinan untuk memahami. suka mencoba hal-hal baru. dan mendiskusikan proses yang berkembang dalam lembaga dengan tidak hanya duduk di belakang meja kerjanya. energik. Menurut Peter dan Austin yang dikutif Edward Sallis (1993) bahwa pemimpin pendidikan membutuhkan perspektif-perspektif sebagai berikut: Vision and Symbols. seorang pemimpin hendaknya memiliki sifatsifat yang positif. (3) Autonomy. yaitu kesabaran. (5) Sense of the whole. intensity. experimentations. setiap aktivitasnya tidak berhenti dengan tercapainya kepuasan tetapi akan menuju pada ridla Allah. baik dalam institusi sosial semacam sekolah atau institusi bisnis semacam pabrik mobil atau perbankan terlebih lagi dalam institusi pemerintahan. baik pelajar (primary customer) maupun pelanggan lain. komunikatif dan kreatif. persuasif. mempunyai daya tarik. yaitu perhatian yang sungguh-sungguh kepada semua anggota lembaganya. Seorang yang Wara akan senantiasa menjaga kesucian baik jasmani maupun rohani dengan . (4) Create a sense of familiy. and enthusias. (2) For the Kids. misalnya. karena kondisi kejiwaan manusia akan selalu mengalami perubahan sebagai konsekuensi dari perubahan pemikiran dan adaptasi lingkungan internal dan eksternal. (1) Manajement by walking about (MBWA). semangat. pimpinan pendidikan (kepala sekolah) harus mengkomunikasikan nilai-nilai institusi kepada para staf. yaitu memilki otonomi. Kepribadian seorang pemimpin benar-benar menjadi perhatian yang dipimpinnya oleh karenanya konsep maqomat wa al-ahwal menurut hemat penulis akan sangat membantu pengkondisian dan membentuk pribadi manusia apakah itu pemimpin atau calon pemimpin. passion. penuh percaya diri. dan staf pimpinan lainnya. dan meninggalkannya untuk selama-lamanya kemudian diikuti dengan keyakinan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kemampuan pemimpin dalam mengendalikan organisasi tidak terlepas dari keunggulan dan kelebihan yang dimilikinya sebagaimana dikemukakan dalan teori sifat kepemimpinan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik apabila memiliki sifat-sifat yang lebih daripada yang dipimpin.melalui pendidikan formal maupun melalui pengalaman praktek.

tidak menggantungkan kebahagiaan hidupnya pada apa yang dimilikinya. Dalam rangka mencapai kebahagiaan spiritual. Kesabaran merupakan suatu kekuatan yang membuat diri seseorang dapat bertahan dari segala macam dorongan dan gangguan yang datang dari luar dirinya. Juhud. bukan oleh dirinya sendiri. Seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat Juhud agar ia tidak terlalu ambisi untuk mempertahankan kedudukan dan mencari kekayaan yang berlebihan. maka ia akan tetap pada pendiriannya. status sosial yang tinggi. Ridla. Jalaluddin Rachmat (1997) membagi Juhud dalam dua karakter. seseorang yang memiliki sifat tawakkal akan merasakan ketenangan dan ketentraman. pada dasarnya kesabaran adalah wujud dari konsistensi diri seseorang untuk memegang prinsip yang telah dipegangi sebelumnya. hati dan perasaannya digantungkan pada benda-benda yang dimilikinya. yang ahrus dipertanggungjawabkan keberadaannya di hadapan Allah. Kedua. Pertama. lapangan tenis. sementara ia sendiri tinggal di kota dan jarang sekali singgah di rumahnya yang megah itu. Tawakkal. namun ada pada kesadaran atau perasaan seseorang (state of mind). tapi pemilikan. kebahagiaan seorang yang Juhud tidak lagi tergantung pada hal-hal yang bersifat material tetapi spiritual. adalah kondisi kejiwaan atau sikap mental yang senantiasa menerima dengan lapang dada atas segala karunia yang diberikan atau bala yang ditimpakan kepadanya. Shabar. Ia senantiasa merasa mantap dan opitimis dalam bertindak. baginya yang menjadi persoalan bikan penggunaan. yang menempati adalah pembantunya yang dibayar untuk menikmati segala fasilitas yang ada di dalamnya. Fakir. dan selanjutnya ia kan senantiasa memiliki harapan atas segala yang dikehendaki dan dicita-citakannya. namun ia bahagia karena rumah itu miliknya. Dimana pengaruh yang datang dari luar tersebut dihantarkan oleh nafsunya. Sebagaiman juga halnya orang kaya yang memiliki ruma megah di perbukitan dengan fasilitas lengkap. mobil mewah. Dia juga meraskan kerelaan yang penuh atas ssegala yang diterimanya. kekayaan banyak. Seorang yang Juhud tidak melepaskan apa yang dimilikinya namun menjadikannya sebagai alat untuk mengembangkan diri. serta keperkasaan luar biasa yang dapat mengalahkan segal kekuatan yang bersifat material. dan akan menderita jika kehilangan itu semua. karena seringkali terjadi tidak tercapainya tujuan organisasi disebabkan terobsesinya pimpinan untuk pemilikan kekayaan dan tidak fokus pada tujuan organisasi. yang dalam psikoanalisis merupakan strata tertinggi dari perkembangan kepribadian seseorang. orang yang berpola hidup memiliki akan merasa bahagia jika ia memiliki rumah megah. dan tempat tidur yang lux. Harta benda tidak lebih merupakan materi yang diujikan oleh Allah. Ia hanya akan melakukan seseuatu jika bermanfaat. Ia akan senantiasa merasa senang dalam setiap situasi yang meliputinya. dan ia tidak akan menggunakan sesuattu hal yang belum jelas statusnya dalam pandangan TQM yang mempunyai sifat demikian bisa bekerja dengan efektif dan efisien dengan tampilan yang low profil. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. dapat dipahami bahwa sesungguhnya nilai kefakiran pada esensinya tidak terletak pada ketuadaan harta benda. jka seseorang berhasil mengekang hawa nafsunya. seperti kolam renang. Orang yang fakir meskipun kaya harta namun hatinya tidak bergantung pada kekayaan yang dimilikinya.mengendalikan segala perilaku dan aktivitas kesehariannya. tetapi ia senang karena petasan itu miliknya. Menurut Jalal orang ini tidak ubahnya seperti anak kecil yang menyruh temannya membakar petasan tetapi anak itu menutup telinganya ketika petasan itu meledak. di samping itu juga ia akan mendapatkan kekuatan spiritual. . Pola hidup memiliki menjadikan keberadaan manusia ditentukan oleh lingkungan atau benda-benda yang ada di sekelilingnya.

jika perasaan takut dilengkapi dengan harapan. tanpa rasa keraguan ataupun kecemasan. sehingga ia akan senantiasa terjaga dari segala hal yang tidak seharusnya ia lakukan atau ia pikirkan. adalah orang yang segala aktivita baik perilaku maupun gagasannya tertuju pada satu titik tertentu. Uns (perasaan sukacita) merupakan kondisi kejiwaan. Secara psikologis seseorang yang dilanda perasaan rindu. Sehingga perasaan ini akan secara otomatis memberikan dorongan untuk melakukan yang terbaik. Seorang yang muraqabah berarti menjaga diri untuk senantiasa melakukan yang terbaik sesuai dengan kodrat dan eksistensinya. Ia akan melakukan segal tindakan terbaiknya dengan penuh kesenangan dan kegembiraan. Pemimpin yag dijiwai khauf pada dirinya akan melaksanakan kepemimpinannya dengan penuh tanggungjawab bukan saja terhadap manusia tetapi juga terhadap Allah pencipta Alam semesta Raja (harapan). sehingga tidak terjerumus atau terlena terhadap keinginan-keinginan sesaat. seorany yang khauf adalah yang berpikiran luas dan dalam jangkauan jauh ke depan. dan senantiasa mengingat dan memikirkan yang dicintai. dan tidak tergoyahkan dengan segala keinginan yang semu yang dapat mengalihkan perhatian dan konsentrasinya. tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan. Konsistensi ini dapat diupayakan dengan senatiasa mawas diri. Dengan kata lain. atau dalan pengertian lain disebut sebagai pencerahan dalam kebenaran. Seorang diliputi oleh perasaan takut (khauf). Ia senantiasa teguh dan mantap. Zhauq (rindu). akan menimbulkan keberanian yang dapat mengahncurkan segala penyakit yang ada dalam diri seseorang pada. Seseorang yang sedang dilanda cinta pada sesuatu tidak akan beralih atau berpaling pada sesuatu yang lain. Dengan demikian ia aka melakukan segala aktivitas terbaiknya dengan pebuh keyakinan. sesuai dengan apa yang dianggapnya sebagai kebenaran yang hakiki. mengandung arti keteguhan dan kemantapan. Khauf. Lebih jauh lagi sebenarnya kesadaran cinta mengimplikasikan sikap pecinta yang senantiasa konsisten dan penuh konsentrasi terhadap apa yang dituju dan diusahakan. Krena segala sesuatunya dilakukan dengan penuh kesenangan dan kegembiraan. serta mem buat inovasiinovasi baru untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik bahkan yang terbaik. kegembiraan serta sukacita yang meluap-luap. serta menghilangkan segala keraguan yang menyelimutinya. hanya akan melakukan tindakan yang seharusnya ia lakukan untuk kebaikan dalam jangka panjang.Muraqabah. sehingga pada masa mendatang ia akan menerima akibat yang baik pula. oleh karenanya seorang yang melakukan muraqabah dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi. dimana seseorang merasakan kedekatnnya denga Tuhan. bukan sosok yang berpikiran sempit dan untuk kepuasan sementara. Seseorang yang ada pada posisi kondisi uns akan merasakan kebahagiaan. baik yang bersifat positif yang berwujud kebaikan maupun negarif yang berbentuk kejahatan. Sehingga segala sesuatu . semua diterima dengan lapang dada. Raja (harapan) akan membawa seseorang pada perasaan optimis dalam menjalankan segala aktivitasnya. dengan tanpa merasa bera dan sulit untuk mencapainya. Pemimpin yang memilki sifat semacam ini akan mampu menggerakkan tim kerjanya untuk meningkatkan produktivitas. Mahabbah (cinta). kesenangan. bukan sekedar keinginan-keinginan nafsunya atau kepentingan sesaat. hati dan perasaannya diliputi oleh rasa cinta kelembutan. . kelebihan dan kekurangan. adalah perasaan takut akan akibat yang ditimbulkan dari perbuatan yang dilakukan. keindahan serta kasih sayang yang luar biasa. Kesadaran cinta juga berimplikasi terhadap diri seorang pecinta dengan sikap penerimaannya terhadap segala apa yang terjadi di alam semesta. hal penting dari orang yang muraqabah adalah konsistensi diri terhadap perilaku yang baik atau seharusnya dilakukan.

Konsep al-maqomat wa al-ahwal jika diterapakan dalam majamen. seorang yang musyahadah senantiasa penuh kecerah-ceriaan dalam setiap ruang dan waktu. Kondisi semacam ini didasarkan oleh perasaan menyatu dengan alam semesta. adalah sebuah kepercayaan yang kuat dan tak tergoyahkan tentang kebenaran pengetahuan yang dimiliki. akan senantiasa ditangkap sama. kerelaan (willingness). apakah itu manajemen bisnis atau sosial insyaallah akan melahirkan sesuatu yang positif dan lebih baik. karena penyaksiannya dengan segenap jiwanya dan dirasakan oleh seluruh ekspresinya. ia merasa tidak lagi berada di luar alam. Dalam kondisi tertentu akan dapat melupakan terhadap sesuatu yang lain. setelah konsep tersebut diterapkan. Pemimpin yang dijiwai oleh musyahadah tidak memandang staf sebagai bawahan yang harus dibebani perintahnya tetapi ia menganggap stafnya sebagai bagian dari dirinya dan akan dengan senang hati memotivasi serta menghilangkan hambatan yang dihadapi para stafnya. baik yang langka ditemui dan dialami. Dalam situasi dan kondisi apapun. Information sharing. Mikr berarti menggunakan akal pikiran untuk selalu membuat inovasi baru dan selalu berkreasi. dengan penuh kesegaran apresiasi.Tuma'ninah. Jika dipahami secara lebih luas dan mendalam. dengan konsepnya ZIKR-PIKR-MIKR. tetapi justru menyempurnakan fungsi dunia. mengontrol tim kerja dengan baik dan memberikan contoh yang baik. dan Result oriented. Power sharing sama dengan berbagi power yang akan melahirkan aksi sebagai berikut: 1. Menurut hemat penulis manajemen yang berbasis keislaman ini barangkali telah dilakukan oleh Riawan Amin dalam mere-kondisi bank mu'amalat yang pada waktu itu dalam keadaan hampir tenggelam. . apa yang terjadi dalam fenomena fana pada dasarnya adalah sebuah perasaan terpesona yang luar biasa sebagai implikasi kesegaran apresiasinya terhadap fenomena keindahanan alam semesta termasuk lingkungan kerja dengan segala keteraturan dan hiruk-pikuknya. Prekuensi tugas. 2. ZIKR merupakan akronim dari Zero base: bersih.Pemimpin yang memiliki sifat tuma'ninah akan berkonsentrasi penuh pada pragram kerja. Knowledge sharing. secara psikologis. dan berikutnya Pikr merupakan buah dari Mikr yaitu berupa hasil pemikiran atau inovasi dan kreasi yang berupa program-progam dan plaksanaannya.kompetensi. Kata tersebut sesunguhnya merupakan akronim sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini. kemudian menyaksikan alam. Konsisten:: Istiqamah dan Kaffah. Result Oriented: Mengutamakan Pencapaian Sasaran. jernih setiap saat. Seorang pemimpin yang menjalankan konsep ini akan membuta program yang benar-benar diyakini manfaatnya untuk anggotanya dan masyarakat luas dilakukan atas dasar penelitian dengan data yang valid dan selalu mengevalusi hasil kinerja pribadi dan tim kerjanya secara yakin. Barngkali tidak berlebihan bahwa tasawuf bukanlah konsep yang manafikan dunia. dengan zikr dalam setiap aktivitas akan selalu sadar dan dapat mengontrol diri. penguasaan skill. PIKR merupakan akronim dari Power Sharing. Musyahadah. semakin rutin sebuah tugas pimpinan merekomendasikan tugas itu secara penuh. bank itu bangkait kembali bahkan melebihi yang ditargetkan. Iman: Keyakinan pada janji-janji Allah. serta perasaan askit dan segala macam hal yang berkaitan dengan kekuarangan yang ada pada dirinya. serta disaksikan oleh segenap eksistensinya. tetapi ia telah menjadi bagian dari alam. yang dalam arti katanya Zikr adalah ingat atau sadar. Yaqin. Kesiap siagaan (readiness) dari pihak yg akan diberi tugas mencakup. termasuk keinginan-keinginan semu.

(t. Kompetitif: Efisien dan Berdaya saing. sekarang mengabdi di Pondok Pesantren DARUL MA'ARIF Bandung. Pimpinan yang baik adalah pimpinan yang dapat mengkader dan melahirkan generasi penerus yang lebih baik secara berkesinambungan. Slamet. Bandung. Nashaih al-Diniyah wa al-Washaya al-Imaniyah. Semarang: Purtera Semarang. (2002). Bandung: Mizan. Imam. Jakarta: Senayan Abadai Publishing. Riawan Amin. Jakarta: Bumi Aksara. Kepemimpinan dan Keorganisasian. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. pen galman itu akan makin mengakar atau terjadi proses reinforcemebt dalam dirinya. Bandung: Remaja Rosdakarya Ba'lawi al-Haddad. (2002).H. (2004). Sunnatullah dalam Jiwa Manusia. Santosa.t. Rewards sharing Selain bonus. Dinamika Masyarakat Islam (dalam wawasan fikih). (2003). Knowledge sharing. Renungan-Renungan Sufistik. MMPd adalah alumnus Pasca Sarjana Prodi Manajemen Pendidikan Universitas Islam Nusantara. Yogyakarta: UII Press. Drs. 2. M. London . Total Quality Management in Education. Yogyakarta: Walisongo Press dan Pustaka Pelajar. dapat dilakukan misalnya dengan membentuk knowledge dengan menggali pengalaman dari kru dengan manfaat: 1. MIKR merupakan akronim dari Militan: berani dan terlatih. Philadelphia. Jakarta: IIIT Indonesia Moedjiono. Intelek: berakal dan menghargai perbedaan. (1997). penerimaan rewards trgantung dari penilaian Performance Appraisal yg dilakukan dari hasil peneilaian secara keseluruhan dari unit masing-masing.3. Edward. Bisa mengoreksi bila praktik yg dijalankan salah. (2004). Semakin tinggi risiko semakin dituntut kehati-hatian dalam mengambil keputusan Information sharing: dalam praktiknya dapat dilakukan misalnya membuka transparansi data sebesar-besarrnya untuk menghindari rekayasa lporan. The Celestial Management. Agus ruslan. Jalaluddin. Indrajaya. Sallis. Adam Ibrahim. Abdullah. (1983). Achmad. Dialog antara Tasawuf dan Psikologi. Muhammad. (1993). Perilaku Organisasi. Seberapa besar risikonya. Mubarok. Sinar Baru. Bila sudah benar. Hasyim.). A. (2002). Rahmat. kru juga kan mendapatkan rewards secara individual yang didasarkan pada unjuk kerja dan prestasi masing-masing. dan perlu dipahami bahwa penghargaan tidak hanya berupa materi tapi juga dapat berupa non materi misalnya pujian ucapan terima kasih dan lain sebagainya. Dinamika Kelompok. Regeneratif: Patah tumbuh hilang berganti.

Wawasan Al-Qur'an. Thoha. Tjiptono. Yogyakarta: Andi. Wursanto. Dasar-dasar Ilmu Organisasi. Total Quality Management. (2001). Jakarta: Raja Grafindo Persada. (2000). (2003). Miftah.Shihab. Bandung: Mizan. Pandi & Anastasia Diana. . (2002). Muhammad Quraish.Yogyakarta: Andi. Kepemimpinan Dalam Manajemen.

3   43805..507...33.63 .13.73 31472./..:.3 8 070.5.3.3907.0203.7.323/.3/..9.3/.3$.20..: 848./03.589. 33.30.8/.9.3.8:3:3././.3 33088    !70:0389:.:39:./.380.. 4388903896..3 438053.30-03.2809..3503:080.5.3..7.34080:7: 0857083.23 //.8.803.3 -.354891/.3 70.9:.5.80-.3.9:..3.55.3.85253..7/..8 43/8802.709.3 /.89:80.9/.9:...57:.5.3/.9 2.3438053.3 -.8.743280-. ./.3.5. !7207:5./.3/03.503.9/.320.:-0770..9/.33-.8-.2..3802: 8079.39..83.5.80.31:38/:3.203 .2 574../..350739.9.8503:5..85027.9. 909...3. 8079.8/.07..9:/03.738.642.9503:82.7074-.9..3/.7/.. .3408003.7432/.77.8.9:. 503:   .7.2.9.7-.5...3 9072..8./.0203-838.7.0507.7 -03.8.3/.3/7.80-:.7.3.03/.3 ...:34.58448 8047.3.320281..3-:.3#08:9 470390/ !4078.3 2..0-:.7 /03.902-.3:.57.320.37:9380-:..3-.. 203439749207.3...3-07-.920249.2.3 033.2 .380.80-:.38./8.3.9.389./..7.2 8090. 203.../03.58.343/8.3203..8../.39.:.703.8.3. 5747.508890383.2.3200-.5..//..3. .7!407$.73.380.3-07:5.90.-../.7.7:/.207:5.5708.8..30:.2..3/0.8.8./73.7.2.2809..4380590780-:9/907. .8./.3 !# 207:5...3.2.340 #.35.3/.93.307.390750843.9.340507.3203/.. .//.207.-07.7.2.920343974/7 7-07...5708.3-.:202-:.89/..2.8 307..257 9030.507.9072.5..79.3 ../.8/.32.3.3.31.202.3.350309.2/..3.3/-079:.   ./.3 80.. 203.9.2 .3.3907.3 /9..5 808:.3 .8.25.5.3:39:80.3203.21034203.9:7.9:-07:5.32: .8.880-..3.11.8203.9.07.3/.280....38003.8080.. 80..75. .3.3/03.3..3.9.5:3 -.5..8.7.8..88079.7.920:5.8:033..7/73.5:897:203025:73.3.57.3/.:8.22.2-...3./.43805.8.2  02:/.99:2.37: 5:3./.8.3/./902:/.3803.2802089.: 8.3.3/03.4394..7.3.5. .%:2.3.89.90780-:9808:3:3./.3/:3.3-074380397..80-.7.# !# # ../907. /03.9...7432/.3-07:93.3/.3.9: ./:.13.370.8 802.9./9.3./03.3-07-...9:9:/...3.203.8/./...39039...3.80-078 073809./-.3:./.51034203.9.:542509038 503:.289:. !02253.8 /.9:2.3   #207:5.2.3 ...3808:.39:-./03..349.30--./.:8.-.3. $047.503:0... 2.35. 5.79 203:3./3088 /.3 /.934...  03:7:902.3..57-.8/.39.3203.3-07.3-03.3.   :8.3502253.3202-07.3.3.:1-:.5.3/.909.3...39:./.-070-...180-.3/-..3803. .-07:9   08..37/..7:8/-0-.3.9438.58.7.2802089.58.33.5747.2.7.3/2 .0907.22070 43/8-./.3.3.3/..320704203/.9074..:2030.73 340/08.8.73 /.1.:.32:8.207.40 2:8.7.3..39207.243/89079039:./5.750309.3202-:9.7. 33.32.73.907.7./..3.3!03. .3.8.././/.8..2 !02253..90. #08:9 70390/03:9.3.7.3 ..5407.8808..8..380./..3.8.3 /03.-./. .9/.3.1.35.9.2 909...3.8.3..3.3./.

39.:23:8!..9438.3-.7.8./05.73/./...:1/.7/897..9 .0557.7.:.209    3.83 /.7.22.3948.2.8.2.3 28.5..3  31472.40/434  2.3507:/5...79.020393/:.79.080:7:.39/.3 //.2:8..3..2.39:3/.://3   #03:3.38/.2.850307:8.8.8 8.3&3..020-9/.0203!03//.3     3..39:.3:.328.9:.547.9079.32.3.3/:3#02.5./574808703147..3/:3   :../    $:33. .257.3!:89.7.3.02039 .97. 43/43 .2-7.3/.7.8.3203.:./ -/:.8.!0.3.3$:189 .3 !:7907.2-.3/.2.5../... .2.3 #00307.3   #.3.3.9.3203.. $.8...3   78  :87:8./.7.-//!43/4!08.8. .9/. 507-0/..9:2-:.5:.503.:39:2033/..3 340/08.3/:3   %#!&$%  -/:77..7/   %49...8434!7088 /.3907.9..8 $3./:.8.3.7.!74/.   $.380.2- 05:9:8..3203.5253./.3/.%3/4308.91!..7.8.3!071472.3..:.8./.9/..7 503.3-.3203/.9 ..2   !07.7.$.3/.3202-039:340/0/03.39703#& #.79. $02.9.8.3203..357089..503..31 .31.3/:3.2 /.85030.. #48/.73 /..380-.04254 .3.5.9203.3047.2..73$0. 80-08.9 -07:5.-03.3   3/7.: 7...  .3/.9 3900-07...7. /.//.2.39.79.7.3.3.7.370. 80.3-43:8 7::.7.93.7.3-07.7432/..8:/.:3:07..7.3/.9.   #0.%..4.-08.2034708-.3 #03:3.2.-07:5.7..5.307/.32.$02.77843.:907.3/9:39:90.  9 9 .943 !.79..7/88.98./.3.80.0789.3 4.38./.39072.393784802.7.7. $02.5.38.57.8/..7:39 2.90728..35.773..$03./03.9.74 ...30307.3.7. 2.3.770.&!7088   #..-07083..3-07.7 503. 3.82. .2 /73.7 -08.79.7   :-.3!844 4./.9   8.3 0--..!:-83   $.3 !/.3:8.202-:.3/....2-:3.370.77:/03.9.2203.3..7.5.8 /.83 503072./..3432.3.   #207:5.83 2.3 42509911803/./07/.7/880.:28..385.5:.":.323     %00089.39  !253./ ..82    ..320..2.2    0502253.7: .9/.    .83 2.3/./.38.. $0-07.

7 /.3/:3.3.3/ 3.22.8.8...3.38.3 ":7 .72: 7...0203 .79.. $.3/   .02039 4.7..    0502253.79.89.79.":.3 .#.13/4!078./.9.394    .3.3.8.:.8   .3   %4.   %59434 !.8 4..3/   :78./":7.8. 19.    %49.2..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->