PROYEK PENGISLAMAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI

Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya Yang Mengokohkan Islam dengan pertolongan-Nya, yang Menghinakan syirik dengan Keperkasaan-Nya, yang Mengatur segala urusan dengan Perintah-Nya dan Yang memberi ulur orang-orang ahli maksiat dengan makar-Nya. Dia Yang menampakkan dien-Nya atas semua dien, Yang Maha Kuasa atas semua hambahamba-Nya sehingga tidak ada yang bisa mengelak, Yang mengatur hamba-hamba-Nya sehingga tidak ada yang melawan, Dan Yang Maha Bijaksana dalam apa yang Dia inginkan sehingga tidak ada yang bisa menentang. Saya memuji-Nya atas pemuliaan-Nya kepada para wali-Nya, pertolongan-Nya terhadap tentara-tentara-Nya, dan penghinaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta Yang tidak ada tandingan bagi-Nya; dengan kesaksian orang yang membersihkan hatinya dengan tauhid dan yang berusaha meraih ridla Tuhannya dengan melakukan permusuhan terhadap musyrikin dan loyalitas di dalam tauhid itu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menegakkan tauhid dan yang menghancurkan segala kemusyrikan bi’idznillah, Sang Uswatun Hasanah yang wajib dipanuti dan Sang Panglima Besar Revolusioner Tentara Islam Mujahidin yang gagah bijaksana. Serta saya kafir kepada setiap thagut dan mengkafirkannya, memusuhinya, membencinya dan memeranginya dengan lisan dan tangan ini, serta berlepas diri dari para pengusungnya, ideologi dan konstitusinya, aparatur dan rakyat yang membelanya; dengan kebencian dan permusuhan yang dahsyat. Shalawat dan salam tetap terlimpah lestari kepada Muhammad rasulallah, Nabi-Nya, panglima besar tentara Islam yang cerdas, gagah berani nan bijaksana, semoga terlimpah pula kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang bertauhid dari awal hingga tegaknya Hari Kiamat. Sesungguhnya, sebenarbenar perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sungguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) “Barangsiapa mencari peraturan selain peraturan Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (aturan itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maaidah : 51) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat (dien) mu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maaidah : 57) Rasulallah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda, “Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala dan setiap kabilah (kelompok, ormas, jamaah) dari umatku ini, mereka bergabung dengan pemimpin-pemimpin kaum musyrikin (mengikuti penguasa thaghut yang tidak menjalankan hukum Islam -penj).” (HR. Muslim) "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu. Shahabat bertanya: Siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini." (HR. Tirmidzi dan Thabrani) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran, orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Muslim) Hari ini manusia telah terfitnah dengan fitnah syirik akbar dien demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang dilakukan oleh para penghusungnya dari kalangan thaghut-thaghut yang dimana mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah, mereka kaburkan kebatilan dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan, terkadang mereka menamakannya sebagai syuraa dan terkadang berdalih dengan dalih maslahat dakwah dan istihsan (anggapan baik); dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan kebenaran dengan kebathilan dihadapan orang-orang awam, dan mencampuradukan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam. Kini umat telah kembali menyembah berhala dan mengikuti para pemimpin thaghut musyrikin yang memerintah berdasarkan hawa nafsu, mengikuti dien demokrasi yang diusung oleh Zionis dan Salibis, tanpa umat sadari; mereka telah keluar dari Islam dengan mengikuti dien tersebut, bahkan telah termasuk golongan Zionis dan Salibis, walaupun mereka berniat demi maslahat dakwah, karena demokrasi adalah salah satu syirik akbar, sedang syirik akbar adalah kekafiran dan salah satu pembatal keislaman.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
1-

-

Alhamdulillah, atas karunia dan perlindunganNya, saya telah menyusun sebuah buku dalam bentuk tanya-jawab berjudul MENGISLAMKAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI yang dibagi menjadi beberapa pasal yaitu Kajian Tauhid, Kajian Aqidah Islamiyah, dan Seruan Dakwah Islam. Buku ini disusun untuk menjadi hujjah bagi manusia dan sebagai bahan hujjah bagi para da’i tauhid. Buku ini disusun dari buku-buku ulama salaf dan khalaf yang menapaki jejak para nabi dan ahli tauhid terdahulu dan yang konsisten memperjuangkan Islam. Ketahuilah, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dha’if, masih muda belia dan merupakan salah satu prajurit Tentara Islam di Indonesia di tengah jutaan Tentara Islam di negeri ini yang telah berkomitmen kepada Allah untuk berjuang mengembalikan kembali kemerdekaan Negara Islam dengan sempurna dibawah naungan Khilafah Islamiyyah, sampai ruh berpisah dari jasad. Sejarah mencatat, semangat perjuangan Umat Islam di Indonesia telah bermula sejak Islam masuk ke nusantara, pada zaman kerajaan, pada zaman penjajahan kafirin Belanda-Jepang, hingga kini (penjajahan thaghut Negara Kafir Republik Indonesia terhadap umat Islam) dan seterusnya insya Allah hingga Negara Islam merdeka secara de yure, de facto atau kaaffah, bahkan pernah pula tertegak Negara Islam di Indonesia yang merupakan rahim, akar dan basis pergerakan Islam di Indonesia. Setelah thaghut NKRI la’natullah’alaihim berkuasa, pergerakan Islam kembali pada metode dakwah periode Makiyyah yaitu sirryah at tanzhim. Sehingga saat ini atas karuniaNya, kita dapat melihat perkembangan dakwah Islam yang semakin-hari semakin subur dan tumbuh diberbagai tempat. Jutaan mujahidin telah merapatkan barisan dibawah kepemimpinan Islam yang saat ini masih menjaga dan merahasiakan eksistensinya. Mereka bagaikan air yang tertutupi oleh buih (ansharut thaghut) sebagaimana firman-Nya. “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” (Ar Ra’du : 17) Sesungguhnya, musuh-musuh Islam merasa resah dan ketakutan dengan gerakan Islam yang masih memberlakukan Underground System atau Gerakan Bawah Tanah ini (sirriyah at tanzhim). Metode ini adalah salah satu bagian dari Manhaj Haraki Nabi Shalallahu’alaihi wassalam pada permulaan dakwah periode Makkiyyah, yaitu pada saat wilayah Mekkah masih dikuasai oleh pemerintahan thaghut musyrikin, umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas; seperti pada saat kita sekarang ini. Mereka semakin ketakutan ketika bermunculan beberapa mujahidin yang menampakan keislamannya dengan membuat gebrakan-gebrakan aksi yang membuat orang kafir jengkel & ketakutan, walaupun diantara mereka (mujahidin) menemui syahid-nya. Padahal perlu mereka ketahui bahwa terdapat jutaan mujahidin di negeri ini yang siap melakukan hal yang serupa, bahkan lebih dahsyat dari apa yang telah mereka (syuhada) lakukan. Dan ini hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini tidak lepas dari usaha sungguh-sungguh yang telah dilakukan oleh para ulama yang jujur dalam mengemban risalah Islam. Mereka tidak henti-hentinya untuk menyerukan tauhid, meskipun mereka dikejar-kejar, dipenjarakan serta dipersempit ruang gerak dan penghidupan mereka, bahkan ada pula yang dibunuh. Terutama ketika musuh-musuh Allah yang terdiri dari thaghut penguasa negeri ini, pembuat & pelaksana undang-undang kafir, aparatur pemerintahannya, para jurnalis, hartawan, ilmuan dan ulama jahat; berusaha keras menghalangi para du’at dalam menyerukan tauhid kepada manusia yang tengah dibodohi oleh penguasa thaghut, mereka mengaburkan kebenaran dengan kebatilan dan mengusung syirik akbar agama demokrasi. Bahkan mereka membuat “buih” jamaah Islam “binaan” bagaikan anjing piaraan, yang melegalkan perbuatan syirik mereka dengan syubhat yang menutupi kebenaran, seperti menyamakan syuraa’ dengan demokrasi, dan penggunaan istilah-istilah Islam dalam perbuatan syirik mereka, bahkan banyak istilah Islam yang dipergunakan untuk menakut-nakuti manusia, seperti jihad yang disamakan dengan terorisme, bai’at dan infaq disangkut-pautkan dengannya, Jamaah Islamiyah dinisbatkan sebagai nama komunitasnya, dan pemelihara jengot merupakan anggotanya. Padahal, istilah-istilah tersebut merupakan esensi dinul Islam dan memelihara jenggot merupakan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan untuk mencegah rakyatnya dari menerima Dakwah Islam sehingga banyak dari rakyatnya yang berpaling darinya sebelum bertabayun, padahal kaum musyrikin terdahulu tersesat karena sikap tersebut, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu” (Yunus : 36 & 39) Alhamdulillah, ketika ujian itu datang bertubi-tubi, justru Allah memberikan hidayah ke dalam hati manusia yang dikehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk di berbagai belahan bumi, khususnya di bumi nusantara ini. Atas karunia Allah; para pemuda dan orang tua dengan penuh antusias menyambut seruanseruan para ulama Tauhid. Sehingga semakin hari semakin jelas di hadapan kita bahwa pintu kemerdekaan Islam semakin dekat dan terbuka lebar untuk kita. Alhamdulillah, kini telah terkumpul jutaan Tentara Islam di Indonesia dengan kualitas yang mantap; mereka siap berjihad serentak ketika maklumat jihad dikumandankan oleh Imam Umat Islam. Peperangan antara Tentara Islam dengan Tentara Thaghut ini sudah digariskan dalam kitabullah dan hadist Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
2-

-

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah” (An Nisaa : 76) Dien ini akan senantiasa tegak, sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. (HR. Muslim) Melihat kemajuan dakwah ini, saya ingin berperan aktif sebagai wujud dukungan saya kepada umat Islam dan sebagai bentuk sambutan saya terhadap seruan para ulama tauhid untuk terus berjihad. Semoga dapat membantu pelaksanaan jihad yang kita tekuni sampai mendapatkan kemerdekaan Darul Islam (Negara dan Khilafah Islam) dalam waktu yang dekat ini. Adalah suatu keyakinan yang kuat bagi kita akan kemerdekaan Islam seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wassalam. Bahkan musuh-musuh kita; Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya la’natullah‘alaihim; memprediksikan bahwa Khilafah Islamiyyah akan tegak pada tahun ± 2020 Masehi insya Allah. Dan ingatlah, bahwa Kemerdekaan Negara Islam itu adalah janji Allah Yang Maha Menepati Janji, sebagaimana firman-Nya ta’ala; “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh; bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka aturan yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nuur : 55) “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orangorang yang berdosa dan orang-orang yang kafir di antara mereka.” (Al Insaan : 24) “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Al Mu’min : 55) Wahai saudara-saudaraku yang bertauhid, nantikan dengan semangat perjuangan yang membara bahwa Kemerdekan Islam dan Kehancuran Thaghut akan segera tiba dalam waktu dekat. Selamat berjihad, hingga Islam merdeka atau kita binasa karena memperjuangkannya. Allah Yang Maha Perkasa beserta pasukan-Nya. Dia Ta’ala berfirman; “Sungguh, saat jatuhnya azab kepada mereka (thaghut dan pembelanya) ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (Huud : 81)

Penyusun Berikan kesaksian dan komentar Anda kepada : singa_tauhid@rocketmail.com islamic.bussiness@yahoo.com

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
3-

-

Apa saja pembatal-pembatal keislaman? Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. 1. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. 9. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. Adapun pertanyaan dalam Pasal Kajian Tauhid ini adalah sebagai berikut. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? 10. 2. bagaimana penjelasannya? 23. 7. 5. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? 14. siapakah thaghut itu? 6. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? 20. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. dan sikap mukmin terhadap mereka. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? 2. 22. Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? 19. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 4- - . padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. status dan hukum bagi para pelaku syirik akbar. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran? 17. Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? 15. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? 11. legeslatif beragama Islam? dan yudikatif Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. sedangkan dia masih shalat. mereka adalah musyrikin? 18. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Mulkiyah dan Uluhiyah? 4. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. baik eksekutif. zakat. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dipermulaan tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Apakah Demokrasi itu adalah agama (dien) baru selain Islam? 8. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? 21. Apakah hakikat tauhid itu? 3. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. Tabligh : Menjelaskan mengenai tauhid dan syirik akbar (termasuk demokrasi). shaum dan melakukan ibadah lainnya? 13. Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? 16. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? 12.PASAL KAJIAN TAUHID Visi Kajian : 1. Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala.

4. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. 3. SIM dan surat-surat lainnya dari thaghut. 5. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah.24. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. Barangsiapa yang berniat jahat. surat nikah. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Mentabayyuni (membaca. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. 2. Bagaimana hukumnya jika muslim membuat KTP. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 5- - . apakah ia sudah musyrik? 25.

maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya. shaum. sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa. birrul walidain (berbakti kepada orang tua). sebagaimana firmanNya Ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang musyrik/kafir dengan debu. Amal shalih apapun. tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab! Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan. infaq. Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang. Ikhlash Orang yang melakukan amal shaleh akan tetapi dia tidak ikhlas. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) “Siapa yang melakukan amal shalih. tetap tidak ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut. yaitu ikhlash dan mutaba’ah. tentunya setelah ia ber-Tauhid. serta berjuang untuk amal kebaikan. namun justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang.PASAL KAJIAN TAUHID Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? Syaratnya ialah ber-Tauhid tanpa syirik. kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (Al Furqan : 23) Sungguh… sangatlah merugi. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan. haji. lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan. jihad dan sebagainya. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama. baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman. zakat. zakat. maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa perhitungan” (Al Mukmin : 60) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan. sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. sedang kuncinya adalah mengikrarkan syahadatain. Allah Ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang. baik itu shalat. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan? Tentu lenyaplah debu itu. letih.” (An-Nisa : 48) “Sungguh. maka hapuslah amalanmu. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4). itulah pintunya. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. tetapi jarang diperhatikan oleh banyak orang. Tauhid adalah syarat paling mendasar dan asasi. capek. justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39) Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat. tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid alias musyrik. maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan di atas kemusyrikan. Nanti kita akan menguak mengenai thaghut itu insya Allah. Ya. maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 6- - . Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya : 1. dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik. mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak. yang dikira air oleh orang yang dahaga. bila kamu berbuat syirik. padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. dan kemusyrikan/ kekafiran diserupakan dengan angin topan. memang mereka rugi karena mereka lelah. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. shaum. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik. “Siapa yang melakukan amal shalih. jihad dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasi tauhid yang bersih dari syirik. berusaha keras.

” Oleh karena itu. dan justru itu menjadi hujjah atas dia……… Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. dan siapa yang disamping beribadah kepada Allah. dan status orang-orang ini adalah sebagai orangorang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang)." Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: “Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Allah maka kamu muwahhid (orang bertauhid). Bila dia mengamalkannya secara dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq. antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang antum jadikan dasar? Karena siapa antum beramal?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku” DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 7- - . siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu. maka itu tertolak” (HR. Jadi. iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Ibnu Mas’ud radliyallahu 'anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”. dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut. dan setiap bid’ah itu sesat” (HR. dan ketidak-membangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari status sebagai orang-orang kafir. Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam) Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlash akan tetapi jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang muslim". dan bila dia mengamalkan apa yang menyalahinya berupa syirik maka dia itu kafir meskipun mengucapkannya (Laa ilaaha Illallaah)". beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya.“Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya. dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik". mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya maka dia itu adalah orang muslim yang sebenarnya. maka sesungguhnya pengucapan itu tidak sah/tidak bermanfaat berdasarkan ijma para ulama. dia tawakkal hanya kepada-Nya saja. dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya. Muslim) 2. zakat. wajib bagi kita untuk memahami kandungan atau hakikat kalimat tauhid tersebut. saya akan memaparkan beberapa pernyataan ulama tentang hal ini. serta mengikuti apa yang dibawanya. At Tirmidzi) Sedikit amal tapi di atas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah. maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110) Ayat ini berkenaan dengan ikhlas. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwat hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja. jadi orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan kepada yang lain disamping kepada Allah. maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR." Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid hal 58: “Siapa yang mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui maknanya. dalam urusan ibadah. Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami. dia tidak mencintai makhluk seperti kecintaan dia kepada Allah… siapa yang enggan beribadah kepadaNya maka dia bukan muslim. Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar 1/323 dan Minhajut Ta'siis hal 61: “Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim. dan dia itu beribadah kepada yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat. maka ia itu tidak ikhlas. maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia bukan orang muslim. Apakah hakikat tauhid itu? Sebelum memulai kepada hakikat tauhid. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul Hijratain hal 542 dalam thabaqah yang ke tujuh belas: “Islam adalah mentauhidkan Allah. tidak kepada yang lainnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dalam surat Adz Dzaariyaat : 56. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : “Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu. shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam. dan dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna. maka pasti ditolak. Muslim) Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. bila dia bukan orang kafir mu'aanid (membangkang) maka dia adalah orang kafir yang jahil. Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: “Sesungguhnya mengucapkan Laa ilaaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan akan maknanya.

mendidik semua ciptaan-Nya. Dan al-Itsbat artinya menetapkan peribadahan hanya untuk Allah semata. meninggalkan peribadahan itu. Hal ini direalisasikan dengan meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah. baik berupa sesuatu yang disembah atau diikuti atau ditaati selain ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah thaghut. Orang 4. Inilah yang dimaksud dengan mengkufuri thaghut. Kita sebagai hamba Allah. maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (maksudnya ia telah kokoh urusannya dan istiqomah pada jalan yang paling baik dan pada jalan yang lurus). Seperti pada kalimat. menghukum dan memberikan pahala hanyalah Dia saja. Syetan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah. mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang 3. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dalilnya adalah firman Allah. Ia pun memiliki rakyat (umat) yaitu seluruh makhluk ciptaanNya sendiri dan tidak ada lagi Pencipta selain Dia. yang mengabulkan doa (permohonan hamba-hambaNya).Ini tentang tauhid Mulkiyah. (Yasin : 60) 2. maka setiap apa yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan peribadahan itu. (An Nisa:60) yang memutuskan perkara dengan selain apa yang diturunkan Allah.Rabbinnaas -----. Dalilnya adalah: Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. Ia pun memiliki aparatur kerajaan yang terdiri dari malaikat dan manusia (rasul).” (Al-Baqoroh: 256) Dan ayat ini merupakan tafsiran syahadat laa ilaaha illallah. dalilnya adalah: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai Bani Adam.Ini tentang tauhid Rububiyyah. diikuti. yang memurkai. (Al Maa’idah:44) Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib. Dalilnya adalah: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Dipermulaan thaghut itu? tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. dengan mengarahkan semua bentuk peribadahan hanya kepada Allah semata. Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Mulkiyah. Allah sebagai ilah ialah kita meyakini bahwa Allah saja yang berhak untuk diibadahi. Tali tersebut adalah kalimat tauhid Laa ilaaha illallaah. Dan inilah yang dimaksud dengan beriman kepada Allah yang disebutkan dalam ayat tadi. Iyyaakana’buduwa iyyaakanasta’iin -----. ditakuti. Thaghut itu banyak dan kepalanya ada lima: 1. yang merupakan kedudukan Allah Ta’ala.Jadi. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah. berhala-berhala dan segala yang diserukan oleh syaitan untuk diibadahi selain Allah. mengurus. lalu mentauhidkan Allah dengan beribadah hanya kepadaNya dan bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadahi secara benar kecuali Allah. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. dicintai. Alhamdulllahi Rabbil’alamiin -----. “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. tentu kita adalah abdi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita hanya menghambakan diri dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak akan putus tali itu” (Al-Baqoroh: 256) Maksudnya barangsiapa yang meninggalkan tandingan-tandingan. AnNafyu artinya meniadakan peribadahan dari setiap apa yang diibadahi selain Allah.Ini tentang tauhid Uluhiyah. Dan hal ini dapat dikaji didalam Kitab Tauhid yang sudah bertebaran dimana-mana. memelihara. Dari al Qur’an surat al Fathihah dan an Naas dapat disimpulkan bahwa tauhid itu dibagi menjadi tiga macam. mengatur. Allah sebagai raja maka Ia memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi langit dan bumi. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dalilnya adalah : (Dia adalah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 8- . ditaati.Malikinnaas -----. membencinya. Allah sebagai Malik (Raja) ialah kita meyakini bahwa yang berhak memerintah. dirindukan. yang berisi nafyu dan itsbat. supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu". yaitu Tauhid Rububiyah. siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut: Thaghut itu pengertiannya umum. tujuan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hidup di dunia ini adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan mengabdi kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maalikiyaumiddiin -----. maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir. Ibnu Katsir berkata: “Dan firman Allah: “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat.Ilaahinnaas -----. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Mulkiyah dan Uluhiyah! Allah sebagai Rabb ialah kita meyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan. Penguasa yang dzolim yang merubah hukum-hukum Allah. karena Ia pula yang meridhai. Ia pun memiliki Undang Undang Kerajaan yaitu kitabNya (al Qur’an).

sehingga shalat. bisa berbentuk cerutu. dan lainnya. Laa ilaaha illallaah ketika kita mengucapkannya : tidak ada ilah. bekakak ayam atau apa saja. cerutu. liberalisme. atau berlepas diri (bara’ah) dari empat hal. Kalau kita memahami makna ilah. Batu ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tersebut dengan suatu hal tadi (sesajian. maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagapenjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. tetapi dia musyrik. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin. zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya. definisinya adalah Apa yang engkau tuju dengan sesuatu hal dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana). yang artinya tuhan. muslim. kata mereka ada maksudnya… Apakah itu? Yaitu tolak bala atau cari DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 9- - . akan tetapi maksudnya adalah sebagai bentuk mencari manfaat atau tolak bala. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. meninggalkan empat hal tadi dan kita akan membahas satu demi satu dari keempat hal tersebut. 1. karena menurut keyakinannya bahwa pada batu besar itu ada penunggunya. dll. maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Seseorang dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah dan dikatakan muslim-mukmin adalah apabila dia meninggalkan. haji. zakat. Arbab (tuhan-tuhan pengatur) 3. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. tidak ada tuhan yang diibadati kecuali Allah. berarti menuntut dari kita untuk meninggalkan ilah-ilah selain Allah (tuhan-tuhan selain Allah) dan yang penting bagi kita di sini adalah memahami apa makna ilah. Contoh 2 : Nyi Roro Kidul… biasanya orang pantai selatan. Alihah (Sembahan-sembahan) 2. Alihah Alihah adalah jamak daripada ilah. Misalnya minta dijauhkan dari bala (bencana). meskipun dia shalat. Ketika orang tadi melakukan “tindakan” pemberian sesajen pada batu besar itu dengan persembahan-persembahan tadi dalam rangka tolak bala atau minta manfaat. sesajen. mereka tidak menamakan apa yang mereka ibadati selain Allah itu sebagai ilah (sebagai tuhan) akan tetapi dengan nama-nama yang lain. shaum. 1. karena tidak mungkin seseorang menyimpan sesajen-sesajen pada batu besar tersebut dengan tujuan agar dimakan semut. Jadi.27) 5. lalu orang datang menuju ke batu besar tersebut dengan sesajen. Contoh 1 : Batu besar (ini adalah sesuatu). dengan cara melemparkan makanan-makanan ke laut sebagai persembahan kepada Nyi Roro Kidul. berarti batu besar ini adalah ilah yang dipertuhankan selain Allah. atau menjauhi. Andad (tandingan-tandingan) 4.) dan pemberian sesajen ini pasti ada maksudnya. “Siapa yang melakukan amal shalih. Allah Ta’ala berfirman. Thaghut Jadi. meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung sekulerisme. sedang orang yang suka membuat tumbal. dia bukanlah orang mukmin. sehingga pengucapan Laa ilaaha illallaah-nya adalah tidak benar… bohong! Dengan kata lain orang tersebut belum muslim. Karena kalau kita melihat realita orang yang melakukan kemusyrikan pada zaman sekarang. Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri. (Al Jin : 26 . mereka datang ke pantai “menuju” Nyi Roro Kidul dengan suatu hal seperti “Pesta Laut”. Kalimat “dengan sesuatu hal” adalah suatu tindakan atau suatu perbuatan. demikian Kami memberi balasan kepada orang-oramg zhalim. maka kita akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh si fulan atau masyarakat fulani itu adalah mempertuhankan selain Allah. demokrasi atau nasionalisme dan falsafah sistem syirik lainnya. Dalilnya adalah: Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan:"Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah". karena tidak kufur kepada thaghut. “rurujakan” (sebutan salah satu bentuk sesajian dalam masyarakat suku Sunda). muwahhid dan dengannya pula amalan bisa diterima. yaitu. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan ibadah itu. Ilah. shaum. kopi pahit. (Al Anbiyaa : 29) Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin. tidak… tentu bukan itu maksudnya.ghaib itu. menjauhi.

maka orang tersebut menuju sesuatu itu (jin) dengan sesuatu hal berupa tumbal (seperti: memotong ayam lalu dikubur sebelum dibuat pondasi rumah) agar tidak diganggu oleh jin tersebut. dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (As Shaaffaat : 35-36) Dalam ayat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam digelari “penyair gila”. Ketika mereka diajak untuk mengatakan dan komitmen dengan Laa ilaaha illallaah maka mereka menolaknya. mereka sangat paham kandungan Laa ilaaha illallaah. sebagaimana kalau minta suatu kebutuhan pada penguasa kita tidak langsung datang kepada penguasa tersebut. dan mereka tak perlu diajari artinya. berarti orangnya adalah orang musyrik dan orang tersebut telah mempertuhankan selain Allah. kemudian Rasulullah mengatakan : “Katakan. Ada yang minta jodoh kepada penghuni kubur tersebut. pohon-pohon keramat. ribuan kali akan tetapi perbuatannya bertentangan dengan kandungan Laa ilaaha illallaah. mereka enggan meninggalkannya. Mereka beralasan bahwa kami ini adalah orang kotor. mereka memahami bahwa apabila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah konsekuensinya adalah meninggalkan ilah-ilah tadi (batu-batu keramat. berarti kuburan ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tadi dalam rangka meminta manfaat. yang telah dipertuhankan selain Allah. kuburan keramat. bahkan ada yang minta doanya (sedangkan meminta doa kepada yang sudah meninggal adalah tidak dibolehkan). Contoh 3 : Orang mau membuat rumah. tidak diterpa badai atau kecelakaan lainnya. Kuburan adalah sesuatu. dan para pelakunya adalah orang-orang musyrik. sedangkan Allah itu Maha Suci. Laa ilaaha illallaah”. pohon besar. 2. Perbuatan tersebut adalah penyekutuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. mereka memohon kepada Latta yang dahulunya orang shalih untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah. saya akan memberikannya… bahkan 10x lipat dari kalimat yang kamu minta itu”. dan dekat dengan Allah. akan tetapi melalui orang dekatnya… jadi dia menyamakan Allah dengan makhluk. mengucapkan mau… bahkan ratusan kali. tidak seperti kita. Walaupun batu besar. alihah : sesuatu yang engkau tuju dengan suatu hal dalam rangka tolak bala atau meminta manfaat.manfaat. Mereka yang melakukan pesta laut itu adalah orang-orang musyrik! Bukan orang-orang muslim. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. telah dijadikan sekutu Allah. Ini adalah yang pertama. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah bukan orang-orang muslim. dan orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang musyrik! Bukan muslim. atau minta doa. haji dan yang lainnya. Jadi. Arbab DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 10 - - . Mereka itu sebenarnya bukan muslim tapi masih musyrik. sekaligus diberi tangkapan ikan yang melimpah. Juga ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menawarkan kepada mereka… beliau mengatakan : “Maukah kalian berikan kepada saya satu kalimat yang dengannya kalian akan mampu mendudukan orang-orang Arab dan Ajam?”. Berarti kuburan tersebut telah dipertuhankan. ada juga yang minta agar dijauhkan dari bala. jika orang kotor seperti kami ini minta langsung kepada Allah maka kami malu. dst). zakat. meskipun dia shalat. ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan!” (sebagiannya diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim) Mereka (kaum musyrik Quraisy) adalah orang Arab asli. minta rizqi. Berarti jin ini telah dipertuhankan. Maka dalam kasus ini berarti Nyi Roro Kidul itu adalah ilah. shaum. Ketika membuat rumah. Mereka paham bahwa di antara maknanya adalah sesungguhnya mereka harus meninggalkan alihah selain Allah. di mana kata masyarakat bahwa di daerah yang akan dibangun rumah itu terdapat jin penunggunya. padahal sebelumnya mereka menyebutnya “Al Amin” (yaitu orang jujur lagi terpercaya). Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang-orang kafir Arab. sedangkan wali ini adalah orang suci. minta jodoh. berbeda dengan orang sekarang. Dan kalau kita hubungkan dengan realita. kemudian dituju oleh orang tersebut dengan sesuatu. Berarti jin ini adalah sesuatu yang dituju oleh pemilik rumah dengan sesuatu (yaitu tumbal) dalam rangka tolak bala. sedangkan mereka itu tidak mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Abu Jahl mengatakan : “Senang sekali. bersih. Orang menamakan kuburan tersebut adalah kuburan keramat sehingga orang datang ke kuburan tersebut. ternyata yang melakukan hal itu umumnya adalah orang yang mengaku muslim. karena di antara kebiasaan mereka adalah menjadikan berhala Latta sebagai perantara. Lalu mereka bangkit dan pergi sambil mengatakan : “Apakah kami harus menjadikan ilah-ilah itu hanya menjadi satu saja?. sehingga karena hal itulah mereka menolak. atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan. walaupun dia tidak mengatakan bahwa dirinya telah mempertuhankan selain Allah. baik itu kuburan Nabi atau kuburan wali atau kuburan siapa saja. di antaranya mereka ingin mendapat keselamatan jika sedang melaut. Contoh 4 : Kuburan.

maka Rasul berkata : “Itulah bentuk peribadatan (orang Nashrani) terhadap mereka”. maka konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah adalah beriman bahwa yang berhak menentukan aturan… hanyalah Allah. lalu kenapa Allah memvonis kami musyrik. Apakah Arbab…?? Ia adalah bentuk jamak dari Rabb. 2. kambing mati siapa yang membunuhnya?”. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. dan jika kamu menuruti mereka. kalian katakan haram! Berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. (Al An’am : 121) Ayat ini berkenaan dengan masalah bangkai. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. yaitu penghalalan bangkai. seperti hukum/undang-undang. Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu. yang menentukan hukum. beliau berkata : “Allah yang mematikannya”. sujud atau memohon kepada selain Allah. Sehingga mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan. Ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan ketahuilah : “Jika kalian mentaati mereka (ikut setuju dengan hukum dan aturan mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah). dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan. Lalu apa gerangan jika semua hukum Islam diganti? Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. maka kalian ini orang-orang musyrik”. Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah.” (At Taubah : 31) Pada ayat ini Allah memvonis orang Nashara dengan lima vonis : 1. dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang shahih : “Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul : “Hai Muhammad. dan kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb. Dalam ajaran orang-orang kafir Quraisy. yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik…! Dalam ayat yang lain. Jadi Allah disebut Rabbul’aalamiin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). maka dia mengklaim bahwa dirinya sebagai tuhan… sebagai Rabb. lalu mereka berkata : “Kambing yang kalian sembelih kalian katakan halal. maka ‘Adiy Ibnu Hatim mengatakan : Kami (maksudnya : dia dan orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat. berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan. Mereka telah beribadah kepada selain Allah 3. berlepas diri dari Arbab. maka dia disebut mempertuhankan. dan engkau mengikutinya seraya membenarkan”. maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas. ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum atau undang-undang. kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia. sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih Nashrani. sujud kepada alim ulama kami. lalu ‘Adiy berkata : “Ya!”. padahal hanya dalam satu hal saja. sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. apakah kami melanggar Laa ilaaha illallaah dst. atau kepada pendeta kami. yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan Arbab. Jadi yang ada dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim bahwa yang namanya kemusyikan itu adalah shalat. Mereka musyrik 5. bangkai adalah sembelihan Allah. Kita sebagai makhluq Allah. maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan. Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan hukum Allah disebut musyrik. Jadi. Alim ulama dan pendeta mereka telah memposisikan dirinya sebagai Arbab… sebagai Tuhan Ketika ayat ini dibacakan di hadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim (asalnya beliau ini Nashrani). Apakah rabb disini? Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mendefinisikan rabb disini adalah “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran. sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai). mari kita lihat firman Allah : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 11 - - . Dia telah memberikan sarana kehidupan kepada kita. Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur. mereka heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama? Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata : “Bukankah alim ulama dan pendeta kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan kemudian kalian juga mengharamkannya?”. dan orang yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…! Agar lebih kuat lagi. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Orang-orang Nashara tersebut telah mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka.

Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Melepaskan norma akhlaq dari agama Dalam masalah ini kita secara khusus mengambil masalah “hukum berada di tangan rakyat”. Itu semua adalah Arbab-Arbab yang ada di Indonesia… Sekali lagi. Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah. maka diwakilkan hak ketuhanannya itu lewat pemilu. aturan. yaitu pemegang kekuasaan adalah rakyat atau sering pula disebut : dari rakyat. dengan kata lain adalah syirik dan orangnya disebut musyrik. kedaulatan atau hak hukum itu berada di tangan rakyat. yang berhak menentukan hukum itu adalah rakyat. Kebebasan mengeluarkan pendapat 3. (walau ide-ide dasarnya sudah muncul jauh sebelum itu). “…dan jika kamu menuruti mereka. dalam sistem demokrasi ini yang berwenang atau menentukan hukum dan undang-undang adalah rakyat. Jika sekarang kita ingin mengetahui siapa Arbab-Arbab… para pengaku tuhan di NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) ini. Hal ini bisa dilihat pada saat sidang-sidang thaghut itu dimana mereka mengatasnamakan rakyat. yang mana bukan hanya satu hukum. ketika hal itu dipalingkan kepada alim ulama dan pendeta disebut musyrik. Jadi. dan ketika “nyoblos atau nyontreng” itu pada dasarnya mereka mewakilkan hak ketuhanannya kepada wakilnya yang nantinya akan dipajang di gedung Parlemen. yang mana dalam sistem demokrasi perwakilan diwakilkan melalui pemilu (intikhab). Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah. itulah dien yang lurus… ajaran yang lurus. ibadah kepada selain Allah. dan sikap otoriter yang mereka lakukan di atas nama tafwidl ilahiy (atas nama kewenangan Tuhan) maka terjadilah revolusi yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan yang diberikan kepada rakyat yang mana demokrasi ini dibangun di atas beberapa pilar : 1. Jika dalam surat Al An’am 121 di saat satu hukum saja dipalingkan kepada selain Allah dihukumi syirik dan yang membuatnya disebut wali syaithan (Arbab). yang berhak memutuskan hukum itu adalah rakyat. Jadi.. dengan kata lain bahwa rakyat itu memiliki sifat ketuhanan yaitu pembuat hukum. jika ingin mengetahui DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 12 - - . Maka dari itu tidaklah aneh. Hal ini terjadi agar terlepas dari kungkungan gereja yang mengekang mereka karena kekuasaan kaisar-kaisar pada saat itu." (Yusuf : 40) Dalam ayat ini. sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah. aturan.. Sistem demokrasi mulai populer ketika Revolusi Prancis. di mana yang berhak memutuskan hukum aturan/undang-undang dalam sistem itu adalah rakyat. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui. Hukum berada di tangan rakyat 4. Sehingga nantinya akan membuat hukum atas nama rakyat (bukan atas nama Allah). mempertuhankan alim ulama. atau dengan kata lain bahwa demokrasi itu merampas sifat ketuhanan dari Allah dan diberikan kepada rakyat yang nantinya akan terwujud dalam wakil-wakil rakyat yang ada di gedung Parlemen (MPR/DPR atau yang lainnya). 2. oleh rakyat dan untuk rakyat. dengan kezhaliman. Itulah agama yang lurus. Jadi. Mari kita perhatikan bahwa dalam praktek demokrasi. hak membuat hukum. Maka apa gerangan dengan sistem demokrasi ini. Apa yang diinginkan rakyat atau mayoritasnya itu adalah kebenaran yang wajib diikuti. Kebebasan keyakinan. ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu artinya memalingkan ibadah kepada selain Allah. karena mereka adalah perwakilan rakyat… penyalur aspirasi rakyat. dengan nama lain kebebasan meyakini apa saja sekalipun kekafiran. maka tinggal membaca kitab Undang Undang Dasar 1945 dan di dalamnya akan didapatkan : Bahwa setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan Rancangan Undang Undang (RUU) atau akan didapatkan juga pasal : Bahwa Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang… dst. Jadi. sekarang kita hubungkan dengan realita : Bukankah kita mengenal sistem demokrasi?! Orang yang “berpendidikan” pasti mengetahui apa makna demokrasi. setiap individiu-individu rakyat memiliki kewenangan membuat hukum. kediktatoran.Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. undangundang hanya di Tangan Allah. Juga yang berkaitan dengan otonomi daerah: “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintahan setempat diberikan kewenangan membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah”. Jadi. dalam demokrasi pihak yang berdaulat. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah. undang-undang hanyalah milik Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menetapkan hukum. (Al An’am : 121) Apa saja sisi kekafiran Demokrasi? Dari penjelasan sebelumnya. dalam satu hal saja orang yang mengikutinya itu disebut musyrik. Jika dahulu sebelum di-amandemen dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).“. akan tetapi seluruh hukum dipalingkan dari Allah kepada makhluk (rakyat)…?? Maka dari itu dalam Undang Undang Dasar 1945 dalam Bab 1 (1) ayat 2 dikatakan : “Kedaulatan berada di tangan rakyat”. maka sekarang adalah dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. akan tetapi kalau rakyat yang berjumlahnya berjuta-juta ini berkumpul semuanya adalah tidak mungkin.

maka akan diketahui bahwa mereka adalah para pengaku tuhan. Fraksi ini membuat bagian tangannya. maka kita akan mendengar bahasa mereka “menggodok undang-undang”. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada pengaku ‘tuhan-tuhan’ yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab itu.siapa Arbab atau para pengaku tuhan maka pahamilah Tauhid lalu baca kitab Undang Undang Dasar 1945. kitab hukum yang lainnya mereka pula yang membuatnya sendiri lalu mereka juga yang mengibadatinya (mengikuti dan mentaatinya). karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. seperti fraksi anu… menggodok undang-undang buruh (umpamanya). padahal semua itu justeru adalah realita yang nyata zaman sekarang. fraksi. Kita juga melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh para aparat thaghut. Setelah disosialisasikan dan diibadati ramai-ramai oleh para aparat. akan tetapi dengan ditaati. dirujuk. perda no sekian. dan ketika sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan atau ada celah untuk merubah (misalnya karena ada kepentingan politik partai). (QS. bukan adonan roti. membuat hukum itu adalah sebagai bentuk membuat tuhan yang akan mereka ibadati. kemudian disembah lagi. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. mereka yang memperolok-olok itu mengatakan “Oh… bodoh sekali orang-orang Arab itu. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. dijadikan acuan hukum. Jika tidak setuju. polisi. kemudian digulirkan (menjadi sebuah berhala). yaitu rakyat (wakil rakyat) sehingga bukan ayat Al Qur’an lagi yang tertera. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. Yusuf [12] : 39-40) Ayat “Tuhan-tuhan yang bermacam itu…” maksudnya adalah tuhan-tuhan pengatur atau pembuat hukum yang beraneka ragam. mereka menciptakannya dan mereka mengibadatinya. maka akan dibuatkan TAP MPR No. maka jelaslah kekafirannya. Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman : “Hai kedua penghuni penjara. maka berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka yang membuatnya dengan bahasa mereka “direvisi atau di-amandemen” seperti layaknya tuhan yang terbuat dari roti. Jahiliyyah banget gitu lho !!”. fraksi yang lain tentang pendidikan. yang lain membuat kakinya atau bagian yang lainnya sehingga setelah semuanya digodok dan dicetak sampai menjadi sebuah berhala (seperti berhala dari roti). Jika kita sudah paham bahwa Arbab (mereka para pengaku tuhan) adalah tuhan jadi-jadian dan hukum yang diibadati itu juga tuhan (tuhan yang diibadati bukan dengan shalat atau doa. maka yang keluar adalah perpu no sekian. tapi dengan taat. patuh dan loyalitas). jelas bukan : “Sesuai dengan firman Allah surat anu ayat sekian atau sabda Rasulullah…”. hakim. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka !!! dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. Itulah agama yang lurus. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. komisi-komisi. “nama-nama yang kalian ciptakan” maksudnya adalah seperti apa yang diibadati oleh para anshar thaghut zaman sekarang berupa Undang Undang Dasar. setelah itu akan terjadi tarik ulur. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. fraksi. tapi dari sang pembuat hukum yang diakui dalam sistem demokrasi. Ketika membuatnya : Mereka (partai-partai yang katanya ngaku berasas “Islam”) mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. kemudian ketika ada celah atau hukum tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. karena munculnya bukan dari Allah. dan yang lainnya. Arbab-Arbab itu adalah pengaku tuhan. bukan dengan disembah-sembah seperti shalat atau sujud. Setelah itu kemudian dibuatkan lagi yang baru… digodok lagi… dicetak lagi… sehingga menjadi sebuah berhala baru lagi (hukum dan undang-undang baru). karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. Jadi. atau pasal sekian…!”. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. maka hakikatnya adalah bukan hukum Allah akan tetapi hukum demokrasi. sekian… atau Perpu No. saya gambarkan… mungkin kita sering mendengar orang memperolokolokkan Arab Quraisy ketika membuat tuhan dari roti yang terbuat dari adonan yang kemudian diibadati. utusan setiap daerah dan lain-lain. akan tetapi : Tap MPR no sekian… atau perpu no sekian… seperti itulah yang ada. tapi mereka menggodok undang-undang dan hukum. yang banyak dari berbagai golongan. fraksi yang lain tentang keamanan…! Mereka menggodok seperti membuat adonan. utusan daerah. begitulah keadaannya…!! Jadi semua itu adalah hukum Arbab. mereka itu adalah Arbab. maka DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 13 - - . fraksi itu membuat kepalanya. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dan ketika lapar maka tuhan-tuhan itu dimakan. Ketika hukum dan undang-undang selesai digodok. Jadi. KUHP juga mereka yang membuatnya… semua itu adalah nama-nama yang mereka ciptakan sendiri. demokrasi ini adalah sistem syirik sedangkan hukum yang muncul dari bingkai demokrasi dalam bentuk apapun itu adalah syari’at demokrasi… syari’at syirik walaupun “umpamanya” sanksi “potong tangan” bagi pencuri muncul dalam bingkai demokrasi. dll… dan ayat “yang kalian ibadati” maksudnya adalah mengikuti hukum. manakah yang baik. akan tetapi mereka mengatakan : “Sesuai TAP MPR No sekian. sekian… lalu disosialisasikan ke tengah masyarakat atau kepada aparatur thaghut ini dan kemudian rame-rame diibadati. jaksa. Perpu-perpu juga mereka yang membuatnya. fraksi lain tentang perbankan. Supaya lebih dipahami.

Akan tetapi ketika dia mengucapkan “Aku adalah tuhan kalian tertinggi” maksudnya adalah tuhan yang hukumnya harus kalian taati… yang mana tidak ada hukum yang harus kalian ikuti kecuali hukum buatan saya ! Jadi ketika Fir’aun mengatakan hal itu. hal demikian itu adalah sebagai tali Allah yang diulurkan dari sisi-Nya (dari surga) ke bumi. lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. akan tetapi dengan mengikuti. oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. sedangkan jika anak-anak kecil ~yang masih suci fithrahnya~ dibunuh. tetapi “Sayalah pembuat hukum yang hukumnya harus kalian ikuti…!”. mentaati. maka insya Allah masuk surga. barangsiapa yang memegangnya atau yang mengikutinya. karena sifat-sifat Fir’aun itu banyak dan Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang justeru mereka itu lebih dahsyat lagi. padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?" (Al Mukminun : 47) Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan. bukan jasadnya yang dimatikan. doa. nadzar atau istighatsah. karena apabila menyembah berhala yang berbentuk patung tidak akan ada yang memaksa. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun ~salam bagi mereka~. Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab. dan loyalitas terhadapnya. Jadi. kafir. begitu dan begitulah seterusnya…!!! Jadi. mengatakan : “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan. dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri. Apabila Fir’aun zaman dulu membunuh anak laki-laki karena takut suatu hari ada yang menyaingi atau membunuh dia (sesuai dengan mimpinya itu). Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman. sebagai aturan bagi orang yang beriman. dia mengatakan : “Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga). Jadi. Barangsiapa yang memegangnya maka ia akan sampai kepada Allah. hukum. apakah ketika dia mengucapkannya dia mengklaim pencipta langit dan bumi ? atau bahwa dialah yang menyediakan isi dan segala apa yang ada di atasnya ?? Tidak…! dia tidak memaksudkan hal itu. maka dia masuk surga. akan tetapi kalau untuk mentaati hukum thaghut. kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang. Akan tetapi apabila mereka (Fir’aunFir’aun zaman sekarang) itu tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masa anak-anak. jika kita membaca tentang Fir’aun itu. sedang fithrahnya tidak. sedangkan Fir’aun zaman sekarang… mereka membunuh fithrah anak-anak kecil dengan didoktrinkan ideologi-ideologi kafir tersebut di sekolah-sekolah milik Fir’aun sehingga fithrahnya mati. akan tetapi yang dia maksudkan : “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!” Bila semua ini kita pahami. berarti kita bisa melihat banyak Fir’aunFir’aun zaman sekarang yang mengatakan bahwa hukumnya harus ditaati ! mereka adalah Fara’inah. sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik. maka kita akan melihat bahwa pada zaman sekarang banyak sekali yang seperti Fir’aun. karena masyarakat mengetahui bahwa sebelum Fir’aun telah ada manusia.berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am : 121 dan At Taubah : 31. Jadi. maka akan ditarik oleh syaitan ke dasar neraka. akan tetapi fithrahnya yang dimatikan. Apabila telah paham apa yang diucapkan Fir’aun itu. bahkan masyarakatnya pun mengetahui bahwa Fir’aun sendiri terlahir dari manusia. sujud. dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat. maka akan dipaksa dan diberi sanksi jika menolak. [Al Hakimiyyah : 56] Jadi. sedangkan apabila di waktu kecil fithrah sudah rusak atau mati sampai dia dewasa lalu tidak bertaubat (tidak kembali kepada tauhid) dan dia mati dalam keadaan seperti itu. Ini adalah penjelasan tentang Arbab yang mana ini adalah bagian ke dua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah. maka setelah dewasa barulah dibunuh jasadnya atau dimasukkan ke penjara-penjara Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang. dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. berhalaisme atau paganisme itu selalu terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih berbahaya. sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an (seperti: KUHP atau kitab hukum dan perundangundangan lainnya) adalah pada hakikatnya kitab syaitan yang merupakan tali syaitan yang di ulurkan dari neraka. “kitab-kitab suci” selain Al Qur’an pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau ucapan syaitan yang dihasilkan oleh para Arbab (para pengaku tuhan itu) yaitu Undang-Undang Dasar. itulah Fir’aun yang mana dia mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia. Pada gambaran yang lain. Andad (Tandingan-tandingan) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 14 - - . jangan selalu mengidentikan pada Fir’aun zaman Nabi Musa saja. Fir’aun mengatakan “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”. maka dia musyrik terhadap Allah. maka disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. 3. bukanlah karena dia yang menciptakan manusia atau yang bisa memberikan manfaat atau madharat atau yang bisa memberi anak. maka dia akan dijerumuskan ke dalam api neraka… dan ini adalah bahaya !! Sedangkan apabila anak kecil yang mati jasadnya saja.

dst. Dikarenakan saking sayangnya kepada si anak tersebut akhirnya si ayah datang ke dukun dan mengikuti apa yang disarankan oleh si dukun tersebut. baik itu anak. (Al Baqarah : 22) 4. dan berarti si anak telah menjadi Andad yaitu segala sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid dan Al Islam disebut Andad. gaji bulanan. TNI atau para pejabatnya atau bahkan pegawai kecilnya sekalipun. jabatan. Undang-Undang Dasar atau undang-undang lainnya yang dibuat oleh manusia adalah kafir. dst. Allah Ta'ala berfirman : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 15 - - . kecuali mereka menyatakan ikrar atau janji setia. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita memahami bahwa yang diinginkan oleh orang tersebut bukanlah ingin kafir atau ingin murtad dan bukan sebagai kebencian kepada Islam… akan tetapi dia menginginkan posisi.Andad adalah jamak dari kata nidd. Ketahuilah wahai saudaraku. kalau hal tersebut justeru mamalingkan seseorang dari tauhid. dengan demikian keinginan tersebut atau posisi jabatan atau gaji bulanan yang diinginkan tersebut telah menjadi Andad. atau keluarga. yaitu sistem demokrasi. (Al Baqarah : 22) Andad itu apa…? Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Al Islam. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih. harta. Kita mengetahui bahwa dalam sistem yang dipakai Pemerintahan ini adalah sistem kafir. baik itu anak. yang artinya tandingan. baik itu berupa jabatan. posisi jabatan. Contoh. Maka dengan demikian si anak tersebut telah memalingkan si ayah tadi dari Tauhid. atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang dari Tauhid atau memalingkan seseorang dari Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan. Dan dikarenakan harus setia kepada kekafiran sedang hal demikian itu adalah kekafiran maka perbuatan tersebut telah menjadikan orang tersebut terjerumus ke dalam kekafiran. maka dia harus bersumpah setia kepada sistem thaghut ini terlebih dahulu. Orang tersebut telah meninggalkan Tauhidnya karena ia menjadikan hal-hal tersebut sebagai Andad. Sedangkan Allah berfirman : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. Polisi atau jadi Caleg (Calon Legislatif) yang mana dia tidak bisa meraihnya kecuali kalau mereka setia kepada sistem thaghut tersebut. Perundang-undangannya juga adalah perundang-undangan thaghut. maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad. atau benci dengan undang-undang ini. atau sesuatu yang memalingkan kamu dari Tauhid. kita bisa melihat dalam realita yang ada di dalam kehidupan masyarakat… mereka berbondong-bondong menjadi abdi hukum buatan. mereka tidak bisa memegang posisinya. sedang si anak tersebut dalam keadaan sakit. jabatan. melainkan gaji bulanan atau fasilitas-fasilitas. isteri. sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan : “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (An Nahl : 36) Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. benci dengan falsafah yang syirik ini. Yudikatif. ~umpamanya~ orang mendaftarkan diri menjadi TNI. Orang-orangnya… baik itu pejabat Legislatif. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satusatunya. Ketika seseorang mau menjadi pegawai di dinas thaghut. kepada apa…?? Kepada berhala Pancasila dan Undang Undang Dasar dan kepada sistem thaghut ini. harta. berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad… tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jadi. Mungkin ketika seseorang telah mengenal Tauhid dia pasti benci dengan sistem ini. sedangkan menyatakan ikrar atau janji setia kepada sistem kafir merupakan kekafiran. sedangkan kesetiaan terhadap thaghut merupakan kekafiran ! Kita mengetahui bahwa yang mereka inginkan bukanlah menjadi kafir atau murtad. maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. harta benda. Nah… keinginan-keinginan tersebut yang menyebabkan orang tersebut meninggalkan Tauhid. Umpamanya. sesuatu yang memalingkan seseorang dari Al Islam atau Tauhid. isteri. orang tersebut telah menjadikan keinginan-keinginannya sebagai Andad yang memalingkannya dari Tauhid…! Jadi Andad adalah sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid… dari Islam. dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik. Thaghut. lalu ada orang yang menyarankan kepada si ayah tersebut agar si anak yang sakit itu dibawa ke dukun. suami. Akan tetapi yang diinginkan bukan itu (bukan ingin kafir atau menjadi suka pada sistemnya). sistem syirik. atau dari kalangan bala tentaranya seperti aparat POLRI. Eksekutif. seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya.

maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah : 256) Bila seseorang beribadah shalat. 5. dan Allah namakan penyandaran hukum itu sebagai ibadah. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (Al Mumtahanah : 4) Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : I. maka itu adalah syirik dan merupakan suatu bentuk ibadah kepada makhluk tersebut. Penyandaran hukum kepada Allah adalah bentuk ibadah kepadaNya. baik berupa ayam atau kambing saat hendak membangun rumah. maka mereka akan masuk nereka Jahannam dalam keadaan hina” (Al Mukmin : 60) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Doa itu adalah ibadah”. akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut. sembelihanku. Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah. kecuali kepada Allah. sesungguhnya orang-orang yang menolak beribadah kepadaKu. shaum. sedangkan taqarrub kepada jin dan syaitan dengan sesajen adalah syirik lagi bathil..“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah. Allah berfirman tentang syiriknya orang-orang Arab dahulu : “Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara bersedekah makanan adalah ibadah. Wewenang (menentukan/membuat) hukum/undang-undang/aturan adalah hak Allah semata. maka orang ini tidak kufur terhadap thaghut. maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima. Memohon kepada orangorang yang sudah mati adalah di antara bentuk pemalingan ibadah doa kepada selain Allah. orang yang membuat tumbal. 3. tentu akan Kukabulkan permohonan kalian. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka : “Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami. sebagaimana firman-Nya Subhanah: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 16 - - . Ibadah adalah hak khusus Allah. Engkau mengkafirkan pelakunya. zakat. Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah : 1. berarti dia tidak kufur terhadap thaghut. gedung. haji. jihad dsb. maka ketika dipalingkan kepada selain Allah. Sesungguhnya shalatku. Sedangkan dalam kenyataan. 4. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepadaNya. 2. bila dipalingkan kepada selain Allah maka hal tersebut adalah syirik lagi bathil. Dan engkau memusuhi para pelakunya. tiada satu sekutupun bagiNya” (Al An’am : 162-163) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (tumbal)”. Engkau meninggalkannya. maka hal itu adalah perbuatan syirik. Engkau membencinya. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. Doa adalah ibadah sebagaimana firman-Nya Ta’ala : “Berdoalah kepadaKu. sehingga apabila disandarkan kepada makhluk. hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. Itulah dien yang lurus…” (Yusuf : 40) Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar tidak menyandarkan hukum. Allah Ta'ala berfirman : “…(Hak) hukum itu tidak lain adalah milik Allah.. itu adalah syirik lagi bathil. dia menganggap sebagai tradisi yang patut dilestarikan. sedangkan bila wewenang itu disandarkan kepada makhluk. jembatan dsb.” (Al An’am : 136) Jadi orang yang menganggap pembuatan dan persembahan sesajen sebagai tradisi yang mesti dilestarikan. sedang orang yang meyakini bahwa memohon kepada orang atau wali yang sudah mati adalah sebagai bentuk pengagungan terhadap wali tersebut maka dia belum kufur terhadap thaghut. Sembelihan adalah ibadah. dan itu harus diyakini bathil. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah.

dan bila kalian menta‟ati mereka maka sungguh kalian ini adalah orang-orang musyrik” (QS. At Tirmidzi] Jadi. atau minimal boleh menurut mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) “Dan saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian seru selain Allah” (Maryam : 48) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 17 - - . maka dia tidak kufur terhadap thaghut. Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. meskipun itu menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya ?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata. betul” lalu Rasulullah berkata lagi. Dan sesungguhnya syaitan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian. Syaitan membisikan kepada wali-walinya. Padahal demokrasi berintikan pada penyandaran wewenang hukum kepada kedaulatan rakyat atau wakil-wakilnya. kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata. sedangkan dalam ajaran kaum musyrikin adalah halal. sudahkah ia kufur pada thaghut? Orang yang meyakini bahwa demokrasi itu syirik. Orang yang meyakini pembuatan tumbal/sesajen itu bathil. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah” [HR. “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. Bagaimana jika ada ulama yang masuk parlemen untuk berdakwah. orang Nashrani divonis musyrik karena mereka setuju dengan penyandaran hukum kepada ahli ilmu dan para rahib. “Allah yang telah mematikannya” Mereka berkata. bahwa apabila mereka (kaum muslimin) setuju dengan hal itu berarti mereka telah musyrik. sesungguhnya hal itu adalah fisq. “Kambing yang telah Allah sembelih (maksudnya bangkai) dengan tanganNya Yang Mulia kalian haramkan. namun harus disertai. sedangkan ini adalah syirik. akan tetapi karena takut akan dikucilkan masyarakatnya lalu ia melakukan hal tersebut. ada kambing mati di pagi hari.“Dan janganlah kalian memakan dari (sembelihan) yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Engkau meninggalkannya Meyakini perbuatan syirik itu adalah bathil belumlah cukup. Hakim] Ucapan tersebut adalah wahyu syaitan untuk mendebat kaum muslimin agar setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah. meninggalkan perbuatan syirik itu. “Hai Muhammad. maka orang tersebut tidak kufur terhadap thaghut dan dia itu belum muslim. Sedangkan pada masa sekarang. Allah vonis mereka sebagai Arbaab. dan agar setuju dengan penyandaran hukum kepada mereka. dan dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman : “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. orang meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik. Allah Ta’ala berfirman berkaitan dengan semua peribadatan di atas: “Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq. Sesungguhnya kufur terhadap thaghut menuntut seseorang untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kemusyrikan tersebut. siapakah yang membunuhnya?” maka Rasulullah menjawab. Seperti orang yang membuat partai-partai berlabel Islam dalam rangka ikut dalam Pesta Demokrasi. maka Allah tegaskan. kalian katakan halal. Juga Al Masih putera Maryam. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. tetapi dengan dalih “Maslahat Dakwah” lalu ia masuk kedalam sistem demokrasi tersebut. “Ya. dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Dia adalah bathil…” (Luqman : 30) II. padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. sedangkan yang kalian sembelih dengan tangan-tangan kalian. Al An’am [6] : 121) Kita mengetahui dalam ajaran Islam bahwa sembelihan yang tidak memakai nama Allah adalah bangkai dan itu haram. maka dia berkata : “Wahai Rasulullah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (At Taubah : 31) • • • Dalam ayat ini Allah vonis orang-orang Nashrani sebagai berikut : Mereka telah mempertuhankan para ahli ilmu dan para rahib Mereka telah beribadah kepada selain Allah Mereka telah musyrik Juga para ahli ilmu dan para rahib tersebut.

dan sama saja maksudnya itu baik atau buruk” [Durar As Saniyyah : 9/270]. Minhajut Ta’sis : 61]. Jadi. karena yang dia lakukan bertentangan dengan apa yang dia ucapkan. maka dia itu tidak dianggap syahadatnya. Ini dikarenakan Allah mensyaratkan adanya kebencian terhadap syirik dalam merealisasikan tauhid kepadaNya. Al Imam Su’ud Abdil Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Orang yang memalingkan sedikit dari (ibadah) itu kepada selain Allah. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata : “Ulama berijma. meskipun dia shalat. “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi akan laa ilaaha ilallaah…” (Muttafaq ‘alaih) Sedangkan orang yang tidak meninggalkan syirik. maka dia telah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha ilallaah Muhammadur Rasulullah. Orang berbuat syirik. atas ijma (para ulama)” [Kitab Taisir] Syaikh Hamd Ibnu Athiq rahimahullah berkata : “Para ulama ijma. berarti sama (status) kalian dengan mereka” (An Nisa : 140) Jadi. dia tidak kufur terhadap thaghut. [Riwayat para penyusun As Sunan/ Ashhabus Sunan] DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 18 - - . Engkau Membencinya Orang yang meninggalkan perbuatan syirik akan tetapi dia tidak membencinya. meninggalkan syirik. Sebagai contoh : orang yang hadir di tempat membuat atau mengubur tumbal yang sedang dilakukan. Allah Ta'ala berfirman : “Dan sungguh Dia telah menurunkan kepada kalian dalam Al Kitab. karena sesungguhnya kalian (bila duduk bersama mereka saat hal itu dilakukan). yaitu dengan tidak hadir di majelis syirik saat syirik sedang berlangsung. baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” Kebencian terhadap syirik ini harus berbentuk realita (ada tindakan nyatanya). maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam. dia shalat. maka dia itu sama dengan pelakunya. orang yang duduk dalam majelis di mana kemusyrikan atau kekufuran sedang berlangsung atau sedang dilakukan atau dilontarkan (diucapkan) dan dia duduk tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari hal tersebut maka dia sama kafir dan musyrik seperti para pelaku kemusyrikan tersebut. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Orang tidak disebut muwahhid kecuali dengan cara menafikan syirik dan bara’ah darinya”. Majmu’ah tauhid]. dia tidak merealisasikan firman-Nya : “Dan mereka itu tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh ketundukan kepadaNya” (Al Bayyinah : 5). sama saja dia itu ahli ibadah atau orang fasik. maka syahadatnya tidak dianggap. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik. Allah Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alayhissalam. Sungguh sebuah kesalahan fatal orang yang mengatakan : “Saya ingkar dan benci di hati saja” sedangkan dia tidak pergi meninggalkan majelis tersebut. maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. maka hal tersebut harus diingkari dengan hatinya yang berbentuk sikap meninggalkan majelis tersebut. dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat. : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) Kata bara’ (berlepas diri) dari syirik itu menuntut adanya kebencian akan adanya syirik itu. para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah : 2/545]. shaum. Orang yang melakukan syirik akbar meskipun tujuannya baik maka dia tetap belum kufur terhadap thaghut. oleh sebab itu Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Dan siapa yang bersyahadat laa ilaaha ilallaah. Seandainya tidak dapat mengingkari dengan lisannya. dia beribadah kepada yang lain juga. maka dia itu musyrik. III. Oleh karenanya para shahabat pada masa khalifah Utsman radliyallahu 'anhu berijma atas kafirnya seluruh jamaah mesjid di kota Kuffah saat salah seorang di antara mereka mengatakan : “Saya menilai apa yang dikatakan Musailamah itu bisa jadi benar” dan yang lain hadir di mesjid itu tanpa mengingkari ucapannya seraya pergi darinya”.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda. bahwa siapa yang memalingkan sesuatu dari dua macam doa kepada selain Allah. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya pelafalan laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid. shaum dan mengaku muslim” [Ibthal At Tandid : 76]. zakat dan melakukan amalan Islam lainnya” [Ad Durar As Saniyyah : 1/323. maka dia belum kufur terhadap thaghut. orang yang tidak meninggalkan syirik. namun disamping ibadah kepada Allah. yaitu bila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok.

maka orang yang tidak mengkafirkan mereka berarti tidak membenarkan Allah.Orang yang tidak membenci ajaran syirik. memusuhi mereka dan memerangi mereka” [Ad Durar As Saniyyah: 9/291] Jadi. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. “Nikmatilah kekafiranmu sebentar.. sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang dusta lagi sangat kafir”. sistem kafir. misal: “. maka perhitungannya hanyalah disisi Rabbnya. (Az Zumar : 3) dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala : “Dan siapa yang menyeru ilaah yang lain bersama Allah yang tidak ada bukti dalil kuat buat itu baginya. dia itu tidak membenarkan Al Qur’an. berlepas diri darinya dan mengkafirkan pelakunya” [Syarh Ashli Dienil Islam – Majmu’ah Tauhid] Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Dan sebagian ulama memandang bahwa hal ini (mengkafirkan pelaku syirik) dan jihad diatasnya adalah salah satu rukun yang mana Islam tidak tegak tanpanya” (Mishbahuzh Zhalam :28). dan thaghut berarti ia tidak kufur terhadap thaghut. Beliau berkata lagi : “Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkafirkan para pelaku syirik akbar dalam banyak ayat. (mereka mengatakan) : “Kami tidak beribadah kepada mereka. agama kuffar. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. maka dia telah kafir” [Risalah Nawaqidlul Islam] Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Seseorang tidak menjadi muwahhid (orang berTauhid). katakanlah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 19 - - . di antaranya adalah firman-Nya : “…Dan dia menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah supaya dia menyesatkan dari jalanNya. orang yang menjadikan andaad (tandingan-tandingan) bagi Tuhannya. Siapa yang memiliki sifat ini maka dia telah kafir. dan mereka bergelar kafir. kecuali dengan menafikan syirik. Dia Subhanahu Wa Ta’ala juga telah memerintahkan untuk mengkafirkan para pelaku syirik. dan orang yang mengangkat andaad dan arbaab (tuhan-tuhan) bersamaNya. melainkan supaya mereka itu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam besabda : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. maka haramlah harta dan darahnya. berarti dia menolak perintah Allah. karena sesungguhnya Allah dalam Al Qur’an telah mengkafirkan para pelaku syirik dan memerintahkan untuk mengkafirkan mereka. Engkau Mengkafirkan Pelakunya. sesungguhnya tidak beruntung orang-orang kafir itu” (Al Mukminun : 117) Bila Allah mengkafirkan para pelaku syirik. maka sikap seperti ini hanyalah ditempuh oleh orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. Muslim) Para imam dakwah Najdiyyah telah menjelaskan maksud sabda nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. Orang yang tidak mengagungkan perintahNya. sedangkan perhitungannya adalah atas Allah” (HR. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan para pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. sesungguhnya kamu tergolong penghuni neraka” (Az Zumar : 8) Dan orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik. halal darah dan hartanya serta wajib diperangi sehingga dia mengkafirkan para pelaku syirik” [Durar As Saniyyah: 9/291] Mereka juga mengatakan : “Sesungguhnya orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. bahkan dia itu tidak menghargai kedudukan ulama dan para imam umat ini dengan selayaknya” [Mishbahuzh Zhalam : 29] Para imam dakwah Nejed berkata : “Di antara hal yang mengharuskan pelakunya diperangi adalah sikap tidak mengkafirkan pelaku-pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka karena sesungguhnya hal itu termasuk pembatal dan penggugur keIslaman. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. “dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah” maksud kalimat tersebut adalah : Mengkafirkan pelaku syirik dan berlepas diri dari mereka dan dari apa yang mereka ibadati [Durar As Saniyyah: 291] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar adalah orang yang tidak kufur kepada thaghut. tidak meniti jalanNya dan tidak mengagungkan Allah dan Rasul-Nya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya pengagungan terhadapNya. IV.Dan orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan selain Allah. Sesungguhnya Allah memutuskan di antara mereka di hari kiamat dalam apa yang telah mereka perselisihkan.

tetapi tidak mengeluarkan mereka pada kekafiran. dan Majusi saja. mereka benci dan dongkol kepada para muwahhid itu. dien (agama) kafir itu bukan hanya Nashrani. maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq. Dan para nabi yang bersamanya : “Dan tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) “Kalian tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. adapun kebanyakannya berstatus sebagaimana yang digambarkan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah: “Orang-orang yang merasa keberatan dengan masalah takfir. Konghucu. Akan tetapi hal seperti ini telah menimpa orangorang yang pernah bersama kami di Dir’iyah dan Uyainah yang mana mereka murtad dan benci akan dien ini” [Ad Durar As Saniyyah : 10/92] V. anak-anaknya. atau mengklaim bahwa : “perbuatan mereka itu meskipun bathil. Untuk benar-benar mengetahui kekufuran dien Demokrasi ini. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka” (Al Maaidah : 51) Karena permusuhan ini Allah Ta’ala berfirman : “Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di manapun kalian mendapati mereka. dia telah mencampakan nash-nash Al Qur’an dan dia mengikuti selain jalan kaum muslimin” [Mishbahuzh zhalam : 72] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara nau’ (jenis pelaku) maka dia kafir. sedangkan demokrasi itu memilliki undang-undang selain Islam. sedangkan Demokrasi adalah dien kaum musyrikin. akan tetapi rakyat. maka sungguh dia telah mencela semua rasul dan umat ini. Demikianlah realita yang terjadi. Engkau Memusuhi Mereka Orang yang tidak memusuhi pelaku syirik bukanlah orang yang kufur kepada thaghut. Orang yang tidak mau mengkafirkan para pelaku syirik. Sedangkan para pelaku syirik dan munafiqin adalah teman mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Dikarenakan rakyat adalah yang berdaulat dan yang berkuasa. maka dia kafir juga. Yahudi. kepunglah mereka dan intailah mereka ditempat pengintaian” (At Taubah : 5) Apakah Demokrasi itu adalah agama ( dien ) baru selain Islam? Ya. Allah Ta’ala berfirman : “Dan siapa yang berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) di antara kalian. Sistem tersebut adalah sistem (dien) atau thaghut! Islam adalah dien kaum muslimin. akan tetapi Demokrasi adalah dien.Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah berkata : “Siapa yang menjadikan pengkafiran dengan syirik akbar termasuk aqidah Khawarij. baik kaum musyrikin yang mengaku Islam atau yang mengaku bukan Islam. pada umumnya dia lebih loyal kepada pelaku syirik dan justru memusuhi para muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik. Sekulerisme adalah dien. sehingga banyak yang jatuh dalam kekafiran. Dia tidak bisa membedakan antara Dien para rasul dengan madzhab Khawarij. meskipun mereka itu ayah-ayahnya. serta tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya” [Ad Durar As Saniyyah : 10/53] Ini adalah status minimal. 1. tangkaplah mereka. Menafikan (meniadakan) keimanan atau tauhid. Hindu. sedangkan orang yang membedakan antara nau’ dengan mu’ayyan (orang tertentu) maka minimal jatuh dalam bid’ah dan bila (sudah) ditegakkan hujjah atasnya. Allah berfirman tentang ajaran Ibrahim ‘alayhissalam. Sumber hukum bukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Shinto. tidak diterima tulisannya. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan pelaku syirik akbar) atau mengingkari terhadap orang yang mengkafirkan mereka. Kapitalisme adalah dien. Nasionalisme adalah dien. Dan bila anda membuka Konstitusi (Undang Undang Dasar) semua negara yang bersistem Demokrasi. saudara-saudaranya atau karib kerabatnya” (Al Mujaadilah : 22) Syaikh Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya orang tidak tegak keIslamannya walaupun ia mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan kecuali dengan memusuhi para pelaku syirik” [Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Budha. maka mari kita kupas ajaran-ajarannya itu dengan membandingkannya dengan ajaran Islam. Majmu At Tauhid:21] Permusuhan lainnya adalah loyalitas kepada orang kafir. maka pasti mendapatkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 20 - - . Ketika kita berbicara mengenai Arbab pada pembahasan tadi telah sedikit terbahas. bila engkau mengamati mereka ternyata kaum muwahhidin adalah musuh mereka. Undangundang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala namakan sebagai dien (agama/jalan hidup yang ditempuh). Tidaklah sah shalat dibelakang orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik secara mu’ayyan. Jadi. maka sumber hukumnya pun adalah rakyat yang diwakili oleh wakil-wakil mereka di Parlemen (MPR/DPR). tidak pula kesaksiannya.

sebagaimana firman-Nya : “…keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah…” (Yusuf : 40) “…menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah…” (Al An’am : 57) Setelah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan yang memilih apa yang Dia kehendaki serta bahwa manusia tidak punya hak untuk memilih setelah Allah menentukan. dan Presiden sangat menentukan. (Al An’am : 121) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 21 - - . 2. “Dan Dia-lah Allah. (QS. sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu. Islam ataukah Demokrasi…? Bayangkan saja… bila yang menjadi sumber hukum itu adalah manusia yang sangat penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Amir. dan ada yang terbatas seperti di negara-negara Arab dan negara timur yang mana Raja. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang memutuskan dan hanya kepada-Nyalah putusan itu (disandarkan)”. tapi hukum wali-wali syaitan. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. bagi-Nyalah segala penentuan. bagiNya-lah segala puji di dunia dan di akhirat. (Al Maidah : 44) Sekutu dengan hukum buatan itu syirik akbar. tapi hukum rakyat (wakilnya) atau hukum yang disetujui oleh mereka. tuhan apapun yang lain. kecuali bila sesuai dengan thaghut Latta mereka yaitu Undang Undang Dasar. sedangkan untuk kesatuan mereka ini dibutuhkan hukum yang mengikat semua dan disepakati bersama. maka Dia-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segalanya. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya. dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. “…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. kecuali Allah. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Ali Imran [3] : 85) Apakah sama antara dua dien (aturan) ini wahai saudara…? Dan apa yang anda pilih. Ini adalah dienullah yang dianut oleh kaum muslimin. Hukum yang dipakai bukan hukum Allah tapi hukum buatan manusia Tadi telah dijelaskan bahwa sumber hukum agama Demokrasi adalah rakyat. kekafiran yang nyata serta kemurtadan yang nampak jelas bagi pemeluk Islam yang ridha dengannya atau mendukungnya apalagi menerapkan atau melindunginya. dan janganlah sekalisekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. dan tidak lupa juga bahwa demokrasi atau aspirasi rakyat ini tidak semuanya digulirkan. apa jadinya hukum yang diundang-undangkan itu? Bulan ini dibuat dan diibadati. (Al Qashash : 87-88) Ayat-ayat lainnya yang menjelaskan bahwa hak menentukan hukum dan putusan serta penetapan hanyalah milik Allah dan hak khusus rububiyyah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. tidak ada bedanya dengan tuhan (berhala) dari adonan roti yang mereka (kafir Arab dahulu) buat dan mereka ibadati. sedangkan yang tadi adalah dien Demokrasi yang dianut oleh kaum musyrikin. ada juga yang “bebas” seperti di negara-negara barat. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah. juga dikarenakan dien Demokrasi ini adalah menyatukan semua pemeluk dien yang beraneka ragam dan mengakuinya serta menampung semua aspirasinya. padahal para pemeluk dien selain Al Islam tidak akan rela dengan hukum Islam sehingga disepakatilah hukum yang menyatukan mereka. maka sudah pasti hukum yang dipakai adalah bukan hukum Allah. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. dan bagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan” (Al Qashash : 70) “Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah. namun beberapa bulan berikutnya dihapuskan (baca : dimakan) atau direvisi. dan itu bukan hukum Allah. Sungguh ini adalah kerusakan yang besar. uluhiyyah serta mulkiyah-Nya. dan jika kamu menuruti mereka. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. karena sudah tidak relevan lagi. Sedangkan bila yang menjadi sumber hukum itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal sumber/kekuasaan/wewenang hukum itu di dalam dien Al Islam ada di Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. namun ketika lapar mereka santap habis. Padahal Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman.bahwa kekuasaan Legislatif (Tasyri’iyyah/pembuatan hukum) ada di tangan majelis rakyat. tidak ada Tuhan yang berhak diibadati melainkan Dia.

mereka datang kepada Rasul dengan patuh. Millah Islamiyyah. Dalam ajaran Demokrasi hukum yang berlaku adalah hukum jahiliyyah : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki…” (Al Maidah : 50) Dalam ajaran tauhid. maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. sedangkan Demokrasi mengajak orang-orang untuk beriman kepada thaghut. terus kamu mendahulukan terhadap aturan Allah yang lainnya. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik” Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini : “Dimana kamu berpaling dari perintah Allah dan aturan-Nya kepada yang lainnya. Allah mengatakan “menurut apa yang diturunkan Allah”. lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam. Siapa yang melakukan itu. dan tidak mengatakan “menurut seperti apa yang diturunkan Allah”. dan yang lainnya. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". dari Yahudi. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu…” (Al Maidah : 49) Dalam ayat itu. dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus). Nashrani. [Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119]. Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. maka apa gerangan dengan Demokrasi yang seluruhnya adalah bukan hukum Allah. Ini dikarenakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. Oleh sebab itu para ulama tetap ijma atas kafirnya orang yang menerapkan kitab Undangundang hukum Tartar (Yasiq/Ilyasa) yang dibuat oleh Jengis Khan. tak ubahnya dengan orang-orang yang Allah firmankan. agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka. kecuali dengan kufur kepada thaghut yang di antaranya berbentuk undang-undang buatan manusia.. telah Dia Subhanahu Wa Ta’ala vonis musyrik. (An Nisaa’ : 61) Jika ada yang serupa dengan ajaran Islam dalam hukum mereka itu. tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. orang tidak dikatakan muslim. Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber. karena jujur dan amanahnya itu bukan atas dorongan tauhid. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka.Tentang ayat ini Al Hakim dan yang lainnya meriwatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas : Bahwa orang-orang membantah kaum muslimin tentang sembelihan dan pengharaman bangkai. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. tapi kepentingan lain. padahal Allah berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut. Andai ada orang Nashrani yang jujur dan amanah. Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang Yasiq/Ilyasa : “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar. maka begitu juga dengan Demokrasi.. “Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya. serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya. maka dia kafir.” (An Nisa : 60) Lihatlah realita para demokrat serta para pendukungnya justeru adalah sebagaimana yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan. niscaya kamu lihat orang-orang munafiq menghalangi (manusia) dengan sekuatkuatnya dari (mendekati) kamu”. maka Allah berfirman “Dan jika kamu menuruti mereka. apakah itu bisa menyebabkan dia itu disebut muslim karena jujur dan amanah itu ajaran Islam? Sama sekali tidak. tetap saja itu tidak disebut hukum Allah dan tidak merubah kekafiran penganut dien Demokrasi. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 22 - - . maka inilah syirik itu” Memakai hukum selain hukum Allah adalah syirik akbar !!! Bila saja orang yang menuruti atau meridhai satu hukum yang menyelisihi aturan Allah. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah ? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. mereka berkata : “Kalian makan apa yang kalian bunuh dan tidak makan dari apa yang Allah bunuh” yaitu bangkai. padahal sebagiannya diambil dari syari’at Islam. selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka. Kalau memang ada satu macam atau beberapa macam hukum yang ada dalam Demokrasi itu serupa dengan ajaran Islam. dan itu setelah proses tarik menarik dan diskusi panjang antara mengiakan dengan tidak. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. tidak lebih dari apa yang tidak bertentangan dengan selera dan kepentingan mereka. Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para nabi.

Begitulah kebebasan yang dimaksud oleh dien Demokrasi… Kebebasan kufur. Namun agama Demokrasi mengatakan lain. maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus mentaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. maka dien Demokrasi tidak mempersalahkannya apalagi memberikan sanksi terhadapnya.kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka? Sebenarnya. (Al Baqarah : 147) Dikarenakan kebenaran adalah datang dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya. tidak boleh manusia mempertimbangkan antara menerima atau tidak serta tidak ada pilihan lain kecuali menerima dan tunduk kepadanya. Saat si suami murtad. (Al Ahzab : 36) “…sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka…” (Al Qashash : 68) Para ahli tafsir menyatakan bahwa bila Allah telah menentukan sesuatu. namun dien Demokrasi tidak mengharuskan pisah (fasakh) di antara keduanya. dan begitu juga orang Islam jika ingin masuk Kristen atau agama lainnya. rakyat bebas memilih apa yang mereka inginkan dan mereka memiliki pilihan. mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. maka bila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu putusan atau hukum. dan riddah… bukan kebebasan Tauhid ! 4. walaupun fikiran dan pendapat itu adalah kekufuran. Tapi bila rakyat (wakil-wakil mereka tentunya) atau mayoritasnya menentukan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 23 - - . karena itu bertentangan dengan kebebasan berkeyakinan. Kebenaran adalah suara terbanyak Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa dien Demokrasi memiliki ajaran bahwa al haq itu bersama suara rakyat atau mayoritasnya. Saat seorang bapak meninggal dunia dan si anak telah murtad. Andai seorang muslim karena ghirahnya sangat tinggi lalu dia membunuh orang murtad. Allah dan Rasul-Nya dibiarkan dihina siang dan malam. tuhan mereka yang tertinggi itu adalah Undang Undang Dasar. kemudian setelah itu mereka bisa menerapkan putusan apa saja meskipun melanggar aturan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. Jadi Demokrasi membuka pintu kekufuran dari berbagai sisi. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat. karena seandainya ada muwahhid yang mencela dan menghina atau berupaya membunuh thaghut mereka. tentulah dia dikenakan pasal hukuman. Memang Demokrasi itu memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi semua faham dan aliran kecuali Tauhid. asal tidak melenceng dari Tuhan mereka tertinggi yang padahal mereka sendiri yang membuatnya. (Ali Imran : 83) 3. maka bunuhlah”. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Dari sinilah rahasia kenapa sanksi-sanksi yang bersifat keagamaan ditiadakan dan tidak diberlakukan. maka hukum demokrasi masih menetapkan warisan baginya. Oleh karena itu setiap partai politik yang ingin menguasai Parlemen dan Pemerintahan pasti dia mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat. padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi. baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. sedangkan isteri masih muslimah…. syirik. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Begitu juga dien demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan fikiran dan pendapat. maka itu adalah kebenaran yang harus diterima dan diamalkan meskipun jelas-jelas bertentangan dengan Tauhid. dan ajaran Islam dicemoohkan dan dilecehkan dengan dalih kebebasan mengeluarkan fikiran dan pendapat. Padahal kebenaran itu hanyalah bersumber dari Allah. Orang Kristen bila mau masuk Islam maka Demokrasi mempersilahkan dan mengakuinya. mengakui serta menjamin kebebasannya. Adapun yang diinginkan oleh mayoritas. Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”. ilhad. zandaqah. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. sesat yang nyata”. padahal itu ajaran Tauhid. Dari itu berarti dien Demokrasi telah menghalalkan pintu-pintu kemurtadan serta menggugurkan hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. (An Nur : 48-50) Apakah anda masih meragukan bahwa Demokrasi itu dien kufriy…? Apakah mau ikut Islam atau demokrasi??? “Maka apakah mereka mencari dien yang lain dari dien Allah. Memberikan kebebasan berkeyakinan dan mengeluarkan fikiran dan pendapat Demokrasi adalah dien yang melindungi semua agama. baik mayoritas menyukainya atau tidak. maka tentulah dia mendapat hukuman.

Sudah diketahui bahwa rakyat (wakil-wakilnya) adalah pemegang kewenangan hukum. (Yusuf : 103) Mayoritas manusia benci akan kebenaran… “…dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu”. dan yang menerima penyandarannya itu adalah Tuhan (arbab) selain Allah. padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menghati-hatikan dari mengikuti keinginan mayoritas manusia… “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. karena Tuhan yang berhak menetapkan ketentuan dalam ajaran Demokrasi adalah para wakil rakyat itu. (Yusuf : 106) kepada Allah. Hindu. ada yang Kristen. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. syuraka.sesuatu. sesat. berarti tuhan-tuhan mereka itu beraneka ragam. benci terhadap kebenaran. bukannya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. (Al Jaatsiyah : 26) Mayoritas manusia tidak memahami kebenaran… “…tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)”. kurang akal. (Al Mukminun : 70) Mayoritas manusia tidak mengetahui kebenaran… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Maka apakah kalian tidak berakal…??!” 5. Bila dien Demokrasi memiliki tolak ukur kebenaran itu berdasarkan pada suara aghlabiyyah (mayoritas). “Enyahlah kalian dan apa yang kalian ibadati selain Allah. (Al Ankabut : 63) Mayoritas manusia itu kaum yang tidak beriman… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. ada yang dari Budha. Dia Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Arbaab (Tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. (Al Mukmin/Ghafir : 59) Mayoritas manusia itu tidak bersyukur… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. Dukun. Tentara. Sedangkan Tauhid mengajarkan bahwa sumber yang berwenang menentukan hukum hanyalah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui… “…manakah yang baik. Ada tuhan yang katanya mengaku Islam. maka ia lebih sesat dan lebih bodoh dari kerbau piaraannya…! “…mereka itu sebagai binatang ternak. Tuhannya banyak dan beraneka ragam Sudah dijelaskan di awal pembahasan ini bahwa hukum adalah hak khusus Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan ia adalah ibadah. musyrik. itu dalam dien Demokrasi. sehingga apapun yang disuarakan oleh mereka. saat ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim saat itu asalnya Nashrani kemudian masuk Islam. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah menamakan orang-orang alim dan para rahib Yahudi dan Nashrani sebagai ARBAAB. dan lain sebagainya. kafir. Paranormal. bahkan mereka lebih sesat lagi…” (Al A’raf : 179) Katakan kepada kaum demokrat itu. (Al Mukmin/Ghafir : 61) Itulah sifat-sifat orang yang dijadikan Tuhan (arbab) dalam Agama Demokrasi . maka itulah kebenaran yang mesti diikuti. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al An’am : 116) Ini dikarenakan mayoritas (manusia) musyrik… “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman mempersekutukan Allah”. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. bodoh. melainkan dalam keadaan Mayoritas manusia tidak beriman… “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?” (Yusuf : 39) Di dalam Al Qur’an. Polisi. tidak mau bersyukur lagi menyesatkan. maka tidak ada pilihan lagi kecuali mengikutinya. maka dia langsung mengatakan : “Kami tidak pernah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 24 - - . para pembuat hukum itu diberi beberapa nama oleh Allah : Arbaab. bila ia disandarkan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah syirik. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. sedangkan wakil-wakil rakyat itu jumlahnya sangat banyak. auliaa-usy syaithan (wali-wali syaitan). Orang yang ridha dan beribadah kepada tuhan-tuhan itu. thaghut.

Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila mereka menerapkannya. namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih busuk dari itu. [Atsar ini dihasankan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah] Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: ”Bab : Orang yang mentaati ulama dan penguasa dalam mengharamkan apa yang Allah haramkan atau (dalam) menghalalkan apa yang Allah haramkan”. Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik. sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kroni- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 25 - - . maka para penyembahnya berkata: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan rakyat. dan syirik terhadap Rabb langit dan bumi. dan bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya ?”. serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul. Ketahuilah… sesungguhnya selain aturan Allah adalah curang lagi bersumber dari hawa nafsu !!! Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dien (aturan) yang tidak diizinkan Allah?” (Asy Syuura : 21) Anda harus ingat dalam memahami ayat ini dan yang lainnya bahwa hukum/aturan adalah dien. benar”. Ini dalam ajaran tauhid dan dinul Islam. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Demokrasi adalah ajaran syaitan. dan sedangkan undang-undang dan hukumnya itu adalah syari’at syaitan. maka ia telah menjadikan mereka sebagai Arbaab selain Allah. Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut.sujud dan shalat kepada mereka…”. dan jika kamu menuruti mereka. Mujahid rahimahullah berkata : “Thaghut adalah syaitan berwujud manusia yang mana orangorang berhakim kepadanya sedang dia adalah pemegang kendali mereka” Dalam catatan kaki Terjemahan Mushhaf Departemen “Agama” RI : “Termasuk thaghut juga adalah. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. dan ikutilah keinginan mereka. di antaranya: 1. maka sesungguhnya kamu adalah benar-benar musyrik”. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithiy berkata : “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti qawanin wadl’iyyah (undang-undang) yang disyari’atkan oleh syaitan lewat lisan wali-walinya…” Jadi. maka Rasulullah menjelaskan makna “mereka menjadikan para rahib dan alim itu sebagai Arbab” : “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan kemudian kalian ikut menghalalkannya. (Al An’am : 121) Bisikan syaitan kepada mereka adalah ucapan yang mereka lontarkan kepada kaum muslimin “Kalian makan apa yang kalian bunuh (maksudnya sembelihan) dan tidak makan apa yang dibunuh Allah (maksudnya bangkai)”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut…” (An Nisa : 60)” Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata tentang beberapa tokoh thaghut: “Penguasa yang zhalim yang merubah ketentuan-ketentuan Allah”. Jadi para pembuat hukum dan undang-undang itu adalah wali-wali syaitan. dan bukan hukum Allah subhaanahu wa ta'aala. orang yang menerapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu”. Kemudian tentang penamaan para pembuat hukum selain Allah sebagai wali-wali syaitan. Dan berhati-hatilah kamu jangan sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan hukumnya. Dan Rasulullah berkata : “Itulah bentuk ibadah kepada mereka”. Dia berfirman : “…Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada wali-wali mereka agar membantah kamu. sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala memerintahkan Nabi-Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya.maka ‘Adiy menjawab : “Ya.” (AlMaaidah:49)." Begitulah mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh agama demokrasi. Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. serta Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat. sedangkan para penganutnya adalah para penyembah syaitan… demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung. Dia menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang telah Allah turunkan kepadanya. terus beliau tuturkan ayat di atas. atau mayoritas orang atau rakyat. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. berdasarkan alasan-alasan yang banyak. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang upaya kaum musyrikin mendebat kaum muslimin supaya setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

dan rajanya sesuai dengan undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini. seperti orang yang membicarakan aib seseorang dalam rangka menyenangkan hati orang lain. Rakyat dalam agama demokrasi. legeslatif dan yudikatif beragama Islam? Dari kajian tadi sudah dibahas bahwa mereka kafir murtad bahkan mereka itu arbab. shalat. baik eksekutif. Karena kroninya. Bahkan maksud dia dengan keburukan –yang menyelisihi tuntunan syariat – itu adalah keburukan lain. aniaya dan maksiat. dan tidak mungkin suatu hukum atau undang-undang ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka jungjung tinggi… silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. ajaran. zakat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 26 - - . dan janganlah satu hukum dan satu undang-undang dibuat kecuali setelah ada pengesahan dan persetujuannya…!!! Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata. karena undang-undang itu adalah bapak segala peraturan dan perundangundangan serta kitab hukumnya yang mereka jungjung tinggi…. shaum. zakat. atau membangun sekolahan atau masjid atau pos penjagaan dengan harta yang haram sedang maksudnya adalah baik….2. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. maka ini semua adalah kebodohan. atau memberi makan orang faqir dari harta orang lain. Apakah mereka mempunyai syuraka (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka aturan yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Kita diperintahkan untuk kafir kepada Thaghut. Dan ketahuilah bahwa maksiat tidak diperbolehkan dan tidak berubah menjadi sebuah ketetapan dengan sebab niat sebagaimana ucapan Abu Hamid Al Ghozaliy rahimahullah. hukum dan perundang-undangan yang mereka buat tidak bisa diterima – bila memang mereka memutuskan – kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya. bukan yang sesuai dengan syari'at Allah subhaanahu wa ta'aala. walaupun mereka bersyahadah. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (An-Nisaa' : 59) Padahal agama demokrasi mengatakan: “Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan kepada rakyat. sedang para pengusungnya serta para penganutnya adalah kaum musyrikin walau mereka menyatakan bahwa dirinya muslim. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? Tadi sudah dijelaskan bahwa demokrasi adalah agama baru selain Islam. lalu bagaimana kita mau kafir kepada thaghut sedang kita masih menganggap thaghut sebagai muslim? Sedang pembuat aturan/hukum/undang-undang disebut oleh Allah Ta’ala sebagai syuraka (sesembahan) selain-Nya. Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). karena niat itu tidak memiliki pengaruh dalam mengeluarkannya dari statusnya sebagai kedhaliman. andad dan thaghut. bila ia mengetahuinya maka dia adalah orang yang membangkang terhadap syariat dan bila ia tidak mengetahuinya maka ia maksiat dengan sebab kebodohannya karena mencari ilmu itu adalah fardlu atas setiap muslim sedangkan kebaikan itu bisa diketahui sebagai kebaikan hanyalah dengan syariat. Al Ghazaliy berkata : bagian pertama : maksiat dan dia itu tidak bisa berubah dari posisinya dengan sebab niat. sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai dengan undang-undang dasar. justeru yang melariskan hal itu terhadap hati adalah syahwat yang tersembuyi dan hawa nafsu yang terpendam – sampai ia berkata – maksudnya adalah bahwa orang yang memaksudkan kebaikan dengan maksiat karena kebodohan adalah tidak diudzdur kecuali bila ia baru masuk islam dan belum mendapat kesempatan untuk belajar. maka tidak selayaknya orang bodoh memahami hal itu dari keumuman sabda Nabi saw "sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya" terus dia menduga bahwa maksiat bisa berubah menjadi ketaatan dengan sebab niat. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. ideologi selain Islam) itu adalah agama kafir lagi syirik. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. majlis perwakilannya. shaum. haji dan mengaku muslim. bahkan penyekutuan (Khalik) dengan hamba secara aniaya. shalat. (Asy Syura : 21) Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. maka sebagaimana keburukan itu bisa menjadi kebaikan? Mana mungkin. haji dan yang lainnya." Dengan risalah ini saya bermaksud untuk menggugah manusia agar mengetahui bahwa Demokrasi (dan sistem. falsafah.

akan tetapi itu adalah hukum undang-undang. sedangkan kekafiran itu adalah lebih dahsyat dan lebih besar daripada maksiat. Sedangkan orang-orang yang memilih mereka dari kalangan manusia adalah sebenarnya mengangkat mereka sebagai arbab selain Allah. kecuali bila Allah memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali”. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. Allah Ta’ala berfirman: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). hukum rakyat. Subhaanallah. setelah itu akan terjadi tarik ulur. Mereka partai-partai “Islam” (padahal Islam berlepas diri dari mereka). apalagi duduk di parlemen mereka. dan hal-hal yang mubah bisa menjadi maksiat dan ketaatan dengan sebab niat.Dan Allah ta'ala telah berfirman : "Maka bertanyalah kepada ahli Al Qur'an (ulama') bila kalian tidak mengetahui" – sampai ia berkata – jadi sabdanya saw : "sesungguhnya amal itu tergantung niatnya" adalah khusus bagi ketaatan dan hal-hal yang mubah. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (An Nisa 140) Sehingga tidak boleh kita masuk ke dalam majelis-majelis ini dan tidak boleh pula ikut serta dalam memilih anggota-anggotanya. Dan kedua pihak ini adalah kafir dengan sebab ini. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. maka kenapa kalian menerima bergabung dengan kemusyrikan mereka. maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah hukum parlemen. ya niat memiliki pengaruh didalamnya yaitu bila maksiat itu disertai maksud-maksud yang buruk maka dosanya berlipat ganda dan siksanya semakin besar. sedangkan tidak ada Ijtihad di saat ada nash. karena ketaatan bisa menjadi maksiat dengan sebab niat. Jika tidak setuju. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. siapa yang lebih tinggi. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). karena itu adalah kitab suci agama demokrasi. Artinya ijtihadnya tidak sah dan haram dilaksanakan. sehingga tidak bisa dibolehkan dengan alasan niat. maka yang keluar adalah perpu no sekian. ingatlah ketika hukum-hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu. kafirin. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. Wahai saudaraku yang muslim. dan tadi telah dikatakan bahwa maksiat itu tidak menjadi boleh dengan sebab niat. yaitu bergelar musyrikin. akan tetapi boleh dengan dalil khusus dari syari’at. dan maslahat. “Dikala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. dlarurat. begitulah keadaannya…!! DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 27 - - . “Bagaimana bila para thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih dahulu. sesungguhnya para anggota parlemen para pemegang wewenang dalam pembuatan hukum bagi manusia adalah mereka itu pada hakikatnya adalah tuhan-tuhan (arbab) yang diibadati selain Allah. maka jelaslah kekafirannya. Dan katakanlah kepada kelompok sesat yang memperjuangkan syariat Islam lewat jalur parlemen thaghut itu. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran. maka pernyataan kebolehan dengan dalil maslahat meskipun terpenuhi syarat-syarat syar’inya maka ia adalah sekedar Ijtihad. mereka (pemilih) telah menjadi musyrik. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. maka itu tidak bisa terealisasi – ini bila thaghut mempersilahkannya – kecuali lewat jalur undang-undang dasar mereka serta dari arah pasalpasal dan penegasan undang-undang tersebut. aniaya dan kemaksiatan) tidak berlaku (apalagi syirik & kekafiran –penj). apakah kalian mau menerimanya?” Kalau kalian jawab tidak. baru bisa diterapkan. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka!!! Dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. tentulah kamu serupa dengan mereka. dan hukum mayoritas. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. Dari ketiga macam amalan itu (kedhaliman. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? Tidak mungkin akan tegak! Bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada “tuhan-tuhan” yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab pembuat hukum itu. Allah atau mereka. Telah jelas dan terang serta meyakinkan bahwa ikut serta di dalam parlemen-parlemen ini dengan pencalonan diri atau dengan pemberian suara pilih adalah termasuk kufur akbar. padahal zina itu lebih ringan dari syirik? Binasalah kalian. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. bila mayoritas mereka menyetujuinya. karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai saja– maka itu tidak akan menjadi hukum Allah. perda no sekian. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. Karena jika kita berbuat demikian maka kita serupa dengan mereka. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu?” Orang-orang yang katanya ingin memperjuangkan Islam lewat parlemen mereka adalah arbaab juga. mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. Adapun maksiat sama sekali tidak bisa menjadi ketaatan dengan sebab niat. apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik.

atau ”dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan. belum ada dakwah dan hujjah risaliyyah (saat itu terjadi kekosongan dakwah). As-Sunnah serta ijma dan pernyataan para Tauhid bila syirik terdapat pada diri seseorang. zakat. Allah SWT menggolongkan ibunda beliau dalam jajaran kaum musyrikin. meskipun dia belum mendengar firman Allah SWT. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi. Orang ada unsur paksaan maka dia itu musyrik. Syirik adalah lawan Tauhid. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah. bila mayoritas mereka menyetujuinya. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu.” (At Taubah : 6) Dalam ayat ini Allah menamakan pelaku syirik sebagai orang musyrik. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar sekarang yang mengaku Islam. dan Allah subhaanahu wa ta'aala juga berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah” (AlMaaidah : 49). bahkan mereka hafal…? Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. Dalil dari “Dan bila ada satu orang dari kalangan orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu. Subhaanallah. siapa yang lebih tinggi. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? Mari kita mengkajinya dengan berlandaskan ulama dakwah Tauhid. dan Al Qur’an mereka baca. baru bisa diterapkan. baik mengaku Islam atau Kitabullah (Al-Qur’an) : Al-Qur’an. padahal hujjah ada di sekeliling mereka. syari'at undang-undang. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Dan kekafiran mereka itu adalah ketika hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. dan hukum rakyat serta hukum mayoritas. dia membaca Al Qur’an dan terjemahannya. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu? Dan ini perlu direnungkan dengan mendalam. dada lapang untuk menerima syari'at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta'aala. Allah atau mereka. Ayat ini berkenaan dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam saat meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibunya yang meninggal sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam diutus. shaum dan melakukan ibadah lainnya? Silakan rujuk kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah supaya lebih jelas.. baik lakitidak. maka apa gerangan dengan pelaku syirik yang telah mendengar firman Allah SWT. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik dari setiap daerah dan lain-lain. karena Allah subhaanahu wa ta'aala telah berfirman: “Keputusan itu hanyalah milik Allah. mereka itu adalah Arbab (tuhan-tuhan pembuat hukum).Jadi semua itu adalah hukum Arbab. berdasarkan dalil-dalil berikut ini. maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya. dan meninggal di atas ajaran kaumnya yang syirik. meskipun mereka itu kerabat dekat.” (Yusuf: 40) Allah tidak mengatakan: “Keputusan itu hanyalah milik manusia". maka berilah dia perlindungan sampai dia mendengar firman Allah. maka tidak ada yang berbuat syirik akbar dengan sengaja tanpa laki atau perempuan. sedangkan dia masih shalat. Allah tidak mengatakan: “menurut seperti apa yang Allah turunkan”. Bahkan mungkin juga menghafalnya? Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala.” (At Taubah : 113). padahal saat itu dalam kebodohan. “Tidak selayaknya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan bagi kaum musyrikin." justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 28 - .

Itulah dien yang lurus….” (Yusuf : 40) “…Dia (Yusuf) tidak mungkin membawa saudaranya pada dien (UU/Hukum) raja itu…. Thabaqah yang ke-17). Al Imam Su’ud Ibnu ‘Abdil ‘Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Siapa yang memalingkan satu macam dari (ibadah) itu kepada selain Allah. padahal mereka tidak mengetahui bahwa sikap mereka mengikuti ‘ulama dan rahib dalam aturan yang bertentangan dengan aturan Allah itu adalah bentuk ibadah kepada ‘ulama dan rahib itu. Maka dari itu Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa : “Islam adalah mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya…”. yaitu utusan dari Allah yang membaca lembaran-lembaran yang disucikan.” (Yusuf : 76) Orang yang di samping beribadah kepada Allah juga sesungguhnya dia itu tidak dianggap beribadah kepada Allah SWT. kyai.para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? Ya.Hak hukum (putusan) hanyalah milik Allah. maka mereka dinamakan kaum musyrikin. dikarenakan mereka berbuat syirik akbar. Apa gerangan dengan pelaku syirik masa sekarang. bahkan sebagian mengaku sebagai ulama dan ahli Islam ? Tidak ragu lagi –jika mereka berbuat syirik akbar.” (Al Kaafiruun : 1-2) Dalam surat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk menyatakan : « Saya tidak akan beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. Al Qur’an ada di rumah mereka. karena mereka juga beribadah kepada yang lain-Nya.” Jadi penafian syirik adalah syarat dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa .” (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang-orang Nashrani sebagai orang-orang musyrik. Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan. Tadi telah dijelaskan. baik dia itu ahli ibadah atau orang fasiq. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya.” (Al Bayyinah : 5). Apakah ini berarti Rasulullah tidak akan beribadah kepada Allah juga? Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa peribadatan mereka kepada Allah itu tidak dianggap. “Katakanlah : “Wahai orang-orang kafir. karena syirik dan status musyrik tidak mengenal status atau jabatan. meskipun rasul belum datang kepada mereka. Saya bertanya : “Apakah orang yang meminta kepada yang sudah mati itu disebut menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak? Apakah yang ikut dalam sistem demokrasi itu menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak?” “Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh dien (ketundukan) hanya kepada-Nya. maka dia itu musyrik. tidak ada Ilah (yang berhak diibadati) kecuali Dia.” (Ad Durar As Saniyyah 9/270).” (Al Bayyinah : 1-2) Perhatikanlah. Saya bertanya : “Apakah orang yang menyandarkan hak hukum kepada rakyat atau wakilwakilnya itu telah memurnikan dien (ketundukan) seluruhnya kepada Allah atau sebaliknya? Padahal hukum adalah dien”: “…. Rasul telah datang. beribadah kepada yang lainnya. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam hadits shahih : “Hak atas hambahamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan mereka tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. (Thariq Al Hijratain.mereka itu adalah kaum musyrikin. yang mana mereka itu dengan sigap berkomitmen dengan UU yang digulirkan oleh thaghut-thaghut mereka. aku tidak beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. lagi mereka itu hanif…. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman : “Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. dan sama saja (apakah) tujuannya baik atau buruk. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 29 - - . sebagaimana yang Rasulullah jelaskan dalam hadits hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim radliyallahu 'anhu. wahai orang-orang kafir Quraisy ! ». Maka begitu juga para pejabat dan aparat keamanan di negeri demokrasi. “Orang-orang yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dan kaum musyrikin (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (dien-nya) sehingga datang kepada mereka bayyinah. kecuali untuk ibadah kepada Ilah yang satu. Mereka musyrikin. “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para ulama dan para rahib (ahli ibadah) mereka sebagai arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah dan juga Al Masih Ibnu Maryam. padahal mereka tidak diperintahkan. ‘ulama atau cendekiawan atau orang umum. baik dia ustadz.” (An Nisaa : 36). padahal di antara tuhan yang mereka ibadati itu adalah Allah.

Bahkan para ‘ulama menjelaskan bahwa nama musyrik itu ada sebelum adanya Risalah. tapi juga langsung hukum pasti bagi ayahnya di akhirat kelak. Ada rombongan dari Banu Al Muntafiq. Apa halnya dengan zaman bukan fatrah seperti sekarang ini? Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? Para ulama ijma bahwa orang yang berbuat syirik akbar itu dinamakan musyrik. maka Rasulullah menjawab : “Ayahmu di neraka”. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan mengatakan kepadanya : “Ayahku dan ayahmu di neraka. mereka bertanya tentang ayah mereka Al Muntafiq yang meninggal pada zaman fatrah.Syaikh Muhammad rahimahullah berkata kepada hakim agung Riyadh yang bernama Sulaiman Ibnu Suhaim : “Tapi kamu adalah laki-laki yang bodoh lagi musyrik. Azar ayah Ibrahim adalah musyrik sebelum Ibrahim diutus.” (HR. Di antara mereka ada yang meminta ke kuburan keramat. dsb. Umar Ibnul Khaththab radliyallaahu'anhu berkata : “Orang-orang itu telah lalu. Dalam hadits ini orang yang meninggal di atas syirik dari kalangan Ahlul Fatrah disebut musyrik. namun masalah akhirat adalah lain. Bila banyak orang yang berbuat syirik akbar namun dia masih rajin shalat. hujjah beraneka ragam bentuknya. namun demikian para ulama sepakat bahwa orang jahil itu adalah musyrik.” Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? Dahulu ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang ayahnya yang meninggal pada zaman fatrah (zaman ketika tidak ada dakwah) di atas ajaran syirik. sehingga anak-anak orang musyrik dijadikan budak. sesajen. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bukan hanya menetapkan status nama di dunia. karena Rasulullah sudah diutus. kemudian beliau menyatakan : “Demi Allah. kamu tidak melewati satu kuburan pun dari orang ‘Amiriy atau Quraisy dari kalangan orang musyrik. dan ada pula yang menyandarkan wewenang hukum atau peraturan kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. dakwah ada. saat tidak ada dakwah dan tidak ada hujjah risaliyyah.” (Shahih. Sehingga mereka sepakat bahwa status anak orang musyrik di dunia adalah musyrik. berupa api neraka. Saat membaca ayat-ayat tentang kaum musyrikin kebanyakan orang hanya menafsirkannya dengan orang-orang musyrik Arab dan jarang ada orang yang mau menafsirkan seraya menghubungkannya dengan realita masyarakat di sekelilingnya. serta tidak diampuni. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar masa sekarang. Muslim). Rasulullah menjelaskan bahwa dia itu di neraka. shalat.” (Ibthal At Tandid). mendengar jawaban itu si laki-laki mukanya merah. Umat para Rasul itu adalah musyrikin saat sebelum menerima dakwahnya. maka dari itu banyak yang jatuh kepada kemusyrikan tanpa disadari. Ayah Rasulullah ~Abdullah~ meninggal pada zaman jahiliyyah. baik zaman fatrah atau bukan. kekal di neraka bila mati di atasnya. Sebenarnya masih banyak ayat-ayat yang memvonis pelaku syirik akbar sebagai orang musyrik. meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. ada yang membuat tumbal. dan ketika dia berpaling.” Lihat Risalah kepadanya dalam Tarikh Nejd. Para ‘ulama juga ijma bahwa hal paling pertama yang diserukan semua Rasul adalah ajakan beribadah kepada Allah dan penanggalan syirik yang mereka lakukan. Abdul Muththalib juga berstatus musyrik. baik ada dakwah atau tidak. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Nama musyrik itu sudah ada sebelum risalah. Dari hadits ini Imam Nawawiy rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berbuat syirik akbar. maka katakan : “Saya diutus kepada kalian oleh Muhammad untuk memberi kabar bahwa kalian digusur di dalam api neraka. Itu terjadi tak lain karena dia tidak tahu bahwa yang dia lakukan itu perbuatan syirik atau tidak tahu bahwa dirinya musyrik. dia ke surga atau ke neraka. Adapun masalah nama di dunia mereka sepakat bahwa ia adalah musyrik. dan Al Qur’an dilantunkan di masjid-masjid. riwayat Al Imam Ahmad). dan tidak dimaksud oleh dalil itu kecuali kalian. Hal yang menjadi perdebatan di antara mereka hanyalah masalah adzab di akhirat bagi yang belum tegak hujjah risaliyyah atasnya. Mereka adalah kaum musyrikin tanpa diragukan lagi.” Beliau berkata lagi : “Ikatan-ikatan Islam ini lepas satu demi satu bila tumbuh di dalam Islam ini orang yang tidak mengenal jahiliyyah. karena dia DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 30 - - . dia itu adalah calon penghuni neraka. dan mengaku muslim. Di dunia tentang nama sepakat. namun perbedaan di antara mereka hanya dalam masalah status akhirat. Sebagian ulama yang lain sepakat dengan penamaan status musyrik di dunia. Para rasul itu mengkhithabi kaumnya atas dasar mereka itu adalah orang-orang musyrik. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Para ulama ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari 2 doa (doa ibadah dan doa permintaan) kepada selain Allah maka dia itu telah musyrik. padahal sebenarnya dia tahu bahwa orang musyrik itu amalannya tak berarti. sungguh mereka itu adalah orang-orang musyrik bukan kaum muslimin. padahal hujjah risaliyyah belum tegak. sedangkan orang muslim itu tidak bisa dijadikan budak di awalnya. meskipun mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah.

Orang yang tidak memahami istilah ini dari kalangan maz’uumin di negeri ini. maka bisa jatuh ke dalam kekeliruan yang luar biasa fatalnya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 31 - - . Mereka kira bahwa jika bukan kafir artinya dia itu muslim. Saat mereka mendapatkan pernyataan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah bahwa. tapi dia musyrik. Dan berkata juga. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran ? Setiap orang yang membela thaghut dengan ucapan atau dengan perbuatan maka ia adalah termasuk anshar para thaghut tersebut. Alangkah dungunya mereka itu. kami vonis mereka itu sebagai orangorang musyrik. mereka menuduhnya sebagai orang jahat dan sesat serta mereka menyemangati para penguasa untuk menindak mereka. namun kami tidak menghukumi dia sebagai orang muslim. Ini salah besar yang bersumber dari ketidakfahaman akan hakikat Al Islam.” (Al Intishar). Bahkan bukan sekedar orang musyrik yang mereka bela. karena perang itu terjadi dengan ucapan atau perbuatan sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taymiyah rahimahullah dalam pembicaraannya tentang memerangi orang-orang kafir asli. tapi tak kepalang tanggung para thaghut pun ikut mendapatkan pembelaan mereka yang penuh ikhlash tanpa diminta. mereka dikatakan sebagai Musyrikin. dan diantara para pemuka mereka adalah sebagian ulama suu’ (jahat) dan orang-orang yang sok berilmu yang memberikan Syar’iyyah Islamiyah (keabsahan Islam) terhadap penguasa kafir dan mereka membentengi para penguasa itu dari tuduhan kafir. Begitu juga mereka hanya mencari ucapanucapan yang samar dan meninggalkan ucapan-ucapannya yang jelas yang berlandaskan Al Kitab dan As Sunnah serta Ijma. mereka tak ubahnya bagaikan lalat yang tidak mau hinggap kecuali pada benda kotor. maka kami tidak memvonis dia kafir hingga hujjah risaliyyah ditegakkan atasnya. Orang-orang yang membela-bela dengan ucapan dan tulisan. dan dia bukan muslim karena melakukan syirik akbar. tapi mereka menambahnya.” (Ad Durar). menjadikan tandingan bagi-Nya dan mengangkat tuhan-tuhan lain bersama-Nya. karena kebodohannya. Dia bukan orang kafir karena belum tegak hujjah risaliyyah. orang buta. Dan wanita mereka tidak dibunuh kecuali mereka memerangi dengan ucapan atau perbuatan. anak-anak. dengan kesepakatan ulama (Majmu Al Fatawa 28/414). “Bagaimana kami mengkafirkan orang jahil yang menyembah Qubbah Kawwaz…” mereka langsung meloncat girang seraya mengatakan bahwa pelaku syirik akbar yang jahil itu tidak kafir. pendeta. Syaikh Hamd Ibnu Nashir Alu Mu’ammar dan putra-putra Syaikh Muhamamd Ibnu Abdil Wahhab berkata tentang para pelaku syirik yang mengaku Islam yang belum tersentuh dakwah tauhid : “Bila dia melakukan kemusyrikan dan kekafiran karena kebodohan dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. manula dan yang semisal mereka maka tidak boleh dibunuh menurut jumhur ulam kecuali bila mereka ikut perang dengan ucapannya dan perbuatannya] (Majmu al Fatawa 28/354) Dan berkata juga. mereka menganggap bodoh kaum muslimin mujahidin yang memberontak para penguasa itu. Sebagaimana juga yang masuk dalam jajaran orang yang membela dengan ucapan adalah sebagian penulis. Demikianlah sekilas pembahasan tentang penamaan musyrik bagi pelaku syirik akbar. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. wartawan dan pers yang melakukan perbuatan serupa dengan ini. kakek tua renta.” (Majmu Al Fatawa : 20/38) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menjelaskan para pelaku syirik yang mengaku muslim : “Maka macam orang-orang musyrik itu dan yang semisal dengan mereka dari kalangan yang beribadah kepada para wali dan orang-orang shalih. Sehingga atas dasar ini maka ansharut thaghut adalah: 1. tapi muslim sebagaimana perkataan Syaikh tadi. Jarimah mereka itu tidak cukup disitu.” (Ad Durar 1/322 cet. lama) Pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah dinamakan musyrik. [Dan adapun orang yang tidak tergolong orang orang yang biasa bertempur dan berperang seperti para wanita. Syaikh Abdullah Aba Buthain rahimahullah berkata : “Orang yang berbuat syirik itu musyrik. Jadi jelaslah sudah. sedang yang bersih dijauhinya. Bila kita tidak mengenal (istilah) ini. baik mau atau tidak (dengan nama itu).(pelakunya) menyekutukan Tuhannya. hal 385). terus mereka menerapkannya kepada orang-orang musyrik sekarang di saat hujjah bertebaran dimana-mana bahkan orang musyrik itu sendiri memiliki andil dalam penyebaran hujjah itu. seperti yang dialami kalangan salafiy maz’uum sekarang ini. maka mereka ngawur dalam memahami maksud perkataan para ‘ulama dakwah Tauhid. Mereka mengambil perkataan Syaikh Muhammad tentang Ahlu Fatrah atau yang belum tersentuh dakwah yang mereka fahami secara keliru itu. bahwa orang-orang yang menyetujui sistem demokrasi (sebagai salah satu syirik akbar) atau ikut terlibat didalamnya. dan kami memandang kekafiran mereka bila hujjah risaliyyah telah tegak atas mereka. Penyerangan itu ada dua macam : penyerangan dengan tangan dan penyerangan dengan lisan –sampai ucapannya dan begitu juga dengan perusakan bisa jadi dengan tangan dan bisa jadi dengan lisan sedangkan apa yang dirusakan oleh lisan dari agama-agama adalah berlipat lipat apa yang dirusakkan dengan tangan (Ash Shorimul Maslul.

Sedang semua orang musyrik yang mati dalam kemusyrikan. dan orang yang berperang atau melakukan pembelaan di jalan thaghut. tulisan atau dengan senjata dan fisiknya. • Menjaga keabsahan UUD : dan ia berarti melindungi penguasa kafir itu sendiri karena dia menurut mereka dianggap sebagai pemimpin yang syah sesuai UUD karena pengangkatannya telah berlangsung menurut proses yang dijelaskan UUD. Dalam kitab tersebut dijelaskan secara mendalam bahwa status hukum bagi ansharut thaghut yang terdiri para ulama’ suu’. silakan kaji buku Melacak Jejak Thaghut karya Syaikh Abdul Qadir bin Abdul’Aziz. maupun karena pembangkangannya. maka Allah mencap kafir orang yang menjadikan thaghut menjadi walinya. Orang yang tawalliy kepada mereka Allah vonis bahwa dia termasuk golongan mereka. tentara dan lain-lain. mereka kafir secara ta’yin (perorangannya) pada hukum dzohirnya. • Mengokohkan kekuasaan UUD: dengan melaksanakan apa yang digariskan UUD. yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). baik itu dengan lisan/tulisan seperti para ‘ulama suu’ atau orang-orang media ataupun orang yang terjun dengan fisik dan senjata seperti aparat tentara dan polisi atau orang-orang intelejen atau yang sejenisnya. malaikat-malaikat-Nya. para jurnalis. Dan masuk dalam hal itu pelaksanaan putusan-putusan yang muncul di Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi Thaghut. maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. Dari ayat ini diambil kaidah baku. yaitu kafir sama halnya dengan mereka. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Barang siapa yang mana dia itu musuh bagi Allah. baik itu dalam rangka untuk memerangi kaum muslimin mujahidin atau tawalliy kepada hukumnya itu sendiri berupa sikap setuju dan mengikutinya. Barangsiapa tawalliy kepada orang kafir apa saja keyakinannya. FirmanNya ta’ala. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir.2. sedangkan orang yang berperang di jalan thaghut adalah orang kafir. Anshar thaghut yang membela-bela dengan lisan/tulisan atau dengan fisik dan senjata ini. bahwa hukum asal pada anshar thaghut adalah hukumnya kafir. baik ia musyrik karena kebodohannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonis secara sharih (jelas dan gamblang) bahwa orang yang berjuang dalam rangka mengokohkan sistem thaghut atau membela thaghut adalah orang kafir. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). mereka adalah musyrikin? Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah (karena kebodohan) dinamakan musyrik. FirmanNya : “Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka maka ia termasuk golongan mereka” (Al Maidah : 51) Para ulama menjelaskan bahwa barang siapa membela mereka atas kaum muslimin maka dia termasuk golongan mereka. Orang-orang yang membela-bela dengan perbuatannya. baik itu berperang dengan lisan. pers. Dalil dari al Qur’an “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. Untuk mengkaji permasalahan ini. maka dia sama kafirnya dengan orang kafir tersebut. dan orang-orang yang kafir. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. rasul-rasul-Nya. mereka itu adalah penghuni neraka. pasukan penopang (dibelakang) sama dengan yang terjun langsung dimedan. sedangkan bagi anshar thaghut pemimpin mereka yang mereka bela-bela adalah thaghut. Jibril dan Mikail. Dan sebagai tameng terdepan adalah pasukan para penguasa Kafir baik itu dari pasukan tentara atau polisi. Orang yang berperang. maka dia adalah orang kafir. (Al Baqarah : 98) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 32 - - . mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah : 257) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan bahwa orang yang walinya atau pemimpinnya adalah thaghut. Mereka itu sesuai ketentuan UUD dan undang undang yang berlaku dinegeri ini dipersiapkan untuk tugas-tugas berikut : • Menjaga keutuhan negara yang berarti lancarnya keberlangsungan penerapan UUD dan undang – undang kafir buatan serta memberikan sangsi setiap orang yang menentang hal itu atau berusaha merubahnya. maka itu adalah orang kafir. “Allah pelindung orang-orang yang beriman. maka dikatakan sebagai mukmin. maka perangilah wali-wali syaitan itu” (An Nisa : 76) Dalam ayat ini secara jelas Allah menetapkan vonis bahwa orang yang berperang di jalan Allah maka dia adalah orang yang beriman. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang ini : “maka perangilah wali-wali syaitan itu”. Jika dia berperang atau melakukan pembelaannya di jalan Allah. pelindung-pelindungnya adalah thaghut. Atau hukum asal dari barisan anshar thaghut adalah hukum kafir. Atau hukum asal pada orang yang menampakkan sikap pembelaan terhadap thaghut adalah adalah hukum kafir. haram masuk surga dan mereka pasti kekal di neraka.

Allah katakan bahwa mereka adalah musuh bagi Allah dan mereka adalah orang-orang kafir. di mana ketika mereka mengetahui bahwa yang turun membawa wahyu kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah malaikat Jibril. meskipun Al ‘Abbas ini dalam kondisi dipaksa. maka itu artinya memusuhi semua malaikat dan memusuhi semua para rasul. maka apa gerangan dengan seorang mujahid yang hanya manusia biasa yang tidak mengetahui hal yang ghaib ? Dalil Dari Ijma Perlu diingat. Jika saja Allah Maha Kuasa dan Maha Mampu tidak memilah-milah orang yang berada di barisan kaum musyrikin yang memerangi kaum muslimin. mempersempit hidupnya. tapi Allah memvonis bahwa kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam mendustakan para Rasul. adapun rahasia bathin kamu maka urusan itu atas Allah. para pelacur. dan malah memberikan keleluasaan bagi orang-orang bejat. Padahal malaikat adalah rasul Allah dan mereka hanya memusuhi Jibril saja. Orang yang memusuhi satu rasul Allah. padahal Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang menyembunyikan keimanan di antara mereka dan Maha Mampu untuk memisahkan mereka. saya ini dipaksa”. sebagaimana juga apa yang menimpa pasukan yang akan menginvasi Ka’bah. namun dia belum berlepas diri dari barisannya karena menunggu suatu moment tertentu dan waktu yang tepat. menyiksanya. dan dengan tanpa memilah mana orang yang kafir dan mana orang yang muslim. Dalil Dari As Sunnah Ketika perang Badr. Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memperlakukan Al Abbas radliyallahu 'anhu sebagai orang kafir dengan menawannya dan menyuruh Al Abbas untuk menebus dirinya sendiri. maka orangorang Yahudi tidak menyukainya. Mereka mengatakan bahwa “itu (Jibril) adalah musuh kami”. musuh rasul-Nya. orang-orang kafir. ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa siapa yang memusuhi satu rasul Allah. Jadi hukum orang yang berada di barisan kaum musyrikin adalah kafir. bahkan dengan cara menyuap agar mereka bisa masuk ke dalam barisannya. padahal kita mengetahui sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam belum ada rasul karena beliau adalah rasul pertama. maka apa gerangan dengan orang yang berada dibarisan kaum musyrikin atau di barisan thaghut tanpa dipaksa tapi penuh ikhlash dan dengan sukarela ???. Sedangkan anshar thaghut. para penjudi dan orang-orang durjana. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 33 - - . Bila saja orang yang berada dibarisan kaum musyrikin untuk memerangi kaum muslimin dengan kondisi dipaksa adalah diperlakukan sebagaimana halnya orang kafir (secara hukum dunia). mereka mendaftarkan diri dengan mendatangi setiap Kodim atau Polda untuk menjadi calon anshar thaghut. akan tetapi mereka Allah vonis dengan ayat ini. orang-orang murtad dan orang zindiq untuk merusak ajaran Allah dan merusak di muka bumi ini… bentuk permusuhan terhadap Allah macam apa yang lebih dasyat dari sikap macam tadi…??! Di sini Allah mengatakan bahwa orang yang seperti itu adalah orang-orang kafir. padahal Al Abbas mengatakan bahwa “saya ini dipaksa”. maka kaum mujahidin tidak disalahkan bila dia (orang yang menyembunyikan keimanan itu) tertembak oleh pasukan mujahidin. baik itu rasul dari kalangan malaikat atau manusia. mereka memenjarakannya. kemudian mereka dipaksa untuk ikut berperang di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin. Allah membenamkan mereka semua dengan tanpa memilah-milah antara yang dipaksa dengan yang tidak atau orang yang sedang musafir dalam perjalanannya dan berpapasan dengan pasukan mereka. mereka memerangi wali-wali Allah yang akan menegakkan hukum Allah. musuh malaikatmalaikat-Nya. kita mengetahui bahwa di antara kaum musyrikin ada orang-orang yang mengaku Islam yang tidak hijrah. yang mati dari barisan kaum kafir Quraisy sebanyak 70 orang dan yang menjadi tawanan adalah 70 orang. Rasul mengatakan tentang kisah ini: “Mereka dihancurkan semuanya dan Allah membangkitkan berdasarkan niatnya”. Sebagaimana Allah juga mengatakan: “Kaum Nuh telah mendustakan semua rasul”. Dan di antara mereka terdapat Al ‘Abbas (paman Rasulullah). dan ketika sudah masuk menjadi anshar thaghut mereka merasa bangga dengan Korpsnya atau bangga dengan seragamnya ??? maka mereka lebih kafir lagi…! Ini adalah nash hadits dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang memperlakukan Al Abbas sebagai orang kafir karena berada di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin di Badr. mereka dibuat dalam rangka mengokohkan hukum thaghut dan dalam rangka mengokohkan ajaran yang dimusuhi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karena itu anshar thaghut dan orang-orang yang semacam mereka. Orang mendustakan Nabi Nuh ‘alaihissalam maka itu telah mendustakan seluruh rasul-rasul Allah yang akan diutus setelahnya. maka Rasul berkata : “Zhahir kamu di barisan kaum musyrikin memerangi kami. Allah Subhanahu Wa Ta'ala membenamkan mereka semuanya mulai dari barisan paling depan hingga paling belakang. Jadi. membunuhnya. maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonisnya sebagai orang kafir. kemudian ketika ditangkap Al ‘Abbas radliyallahu 'anhu mengatakan : “Ya Rasulullah. maka sesungguhnya orang itu telah menjadi musuh Allah. Begitu juga bila seandainya ada salah seorang dari barisan thaghut itu yang menyembunyikan keimanannya. bahwa para penguasa thaghut itu telah kafir murtad sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu. tebus diri kamu dan dua keponakanmu”.Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi. Bentuk permusuhan macam apa yang lebih dasyat daripada sikap thaghut dan ansharnya yang mana mereka meninggalkan ajaran Allah dan justeru malah membuat ajaran atau hukum sendiri yang diambil dari orang-orang bejat dan cabul.

dia ada di antara tawanan pasukan Khalid ibnul Walid. dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami (rakyat) dapat kembali (ke dunia). Ini adalah vonis kafir di dunia dan di akhirat. Di dalam Tarikh disebutkan bahwa pengikut Musailamah Al Kadzdzab berjumlah sekitar 100. maka setiap individu dalam kelompok yang membangkang ini disebut bughat. Seperti kelompok Mu’awiyyah ibnu Abu Sufyan radliyallahu'anhum. maka status individu dalam kelompok ini adalah sama seperti status kepala atau pimpinannya. di antaranya kelompok Tulaihah Al Asadiy dan kelompok Musailamah Al Kadzdzab si nabi palsu. di antara kelompok itu adalah Muja’ah Ibnu Murarah. lalu kenapa kamu tidak cepat bergabung dengan kami ketika mendengar pasukan kami datang?”. Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu (penguasa thaghut) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya (rakyatnya). dan di antara syarat yang diutarakan oleh Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan disepakati oleh para shahabat yang harus mereka terima adalah mereka harus bersaksi bahwa “orang yang mati di barisan mereka (para pengikut Musailamah) itu adalah masuk neraka”. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah juga mengatakan bahwa : “Para ‘ulama ijma (setelah menyebutkan bahwa mereka itu tertipu oleh saksi tadi) bahwa mereka itu murtaddun walaupun mereka itu bodoh akan hal itu karena tertipu oleh saksi palsu itu”. pasti kami akan berlepas diri dari mereka (dari thaghut). kemudian datang utusan Buzakhakh kelompok Tulaihah Al Asadiy kepada Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu untuk meminta damai. jika pimpinannya adalah muslim bughat (pemberontak) maka bawahannya juga bughat. padahal Muja’ah tidak mendukungnya dan hanya berada di barisan Musailamah. sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Shahabat ijma atas kafirnya mereka. dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang kabar kematian Amar radliyallahu'anhu : “Kamu akan dibunuh oleh kelompok yang membangkang (baghiy)” dan Amar waktu perang Shiffin ini berada di pihak Ali radliyallahu'anhu dan terbunuh oleh pasukan Mu’awiyyah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 34 - - .Ketika terjadi riddah (kemurtaddan) di kalangan kabilah-kabilah Arab. Abu Bakar radliyallahu 'anhu tidak menerima permintaan damai mereka kecuali dengan syarat-syarat tertentu. Di sini Khalid ibnu Walid memperlakukan Muja’ah yang ada di barisan Musailamah sebagai orang kafir dengan menjadikannya tawanan." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka. bukan hanya Mu’awiyyah (sebagai pemimpinnya) yang disebut bughat. ini adalah di antara syarat yang harus mereka terima. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Akan tetapi para shahabat ijma bahwa mereka yang mengikuti Musailamah itu divonis murtad. Ini berlaku dalam segala hal. Padahal kita mengetahui bahwa kebanyakan para pengikut Muslilamah adalah tertipu oleh seorang da’i yang diutus oleh Rasulullah ke Yamamah tapi kemudian dia malah membelot kepada Musailamah dengan membenarkan apa yang diucapkan Musailamah dan bahkan bersaksi di hadapan masyarakat Banu Hanifah (di Yamamah) bahwa benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menyertakan Musailamah dalam kenabian. (Al Baqarah : 165-167) Dan masih banyak ayat yang serupa dengannya. Ini adalah ijma para shahabat yang berlandaskan kepada nash tentunya… Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? Ya. bahkan para shahabat memerangi mereka sampai akhirnya mereka terdesak dalam peperangan. Muja’ah mengatakan : “Jika seandainya musailamah itu nabi palsu maka itu urusan dia. jika kamu tidak mampu. tapi mereka tidak cepat bergabung dengan barisan kaum muslimin padahal ada kemampuan untuk bergabung karena kekuatan pasukan kaum muslimin yang mendominasi. Yang menjadi inti di sini adalah sikap atau ijma shahabat atas kekafiran Musailamah dan ansharnya. Ini merupakan ijma dari para shahabat atas kekafiran atau kemurtaddan anshar thaghut Musailamah Al Kadzdzab dan yang lainnya. dan mereka melihat siksa. beliau waktu itu membangkang dan tidak mau berbai’at terhadap Ali radliyallahu 'anhu.000 orang. karena seseorang tidak memikul dosa orang lain”. kemudian kata Khalid : “Kenapa kamu tidak mengingkari seperti Tsumamah dan Al Yasykuriy?. maka Khalid berkata : “Kamu ini sudah berubah dari sebelumnya”. Dan dalam kisah ini ada sekelompok kaum muslimin dalam barisan anshar Musailamah. masyarakatnya pun mempercayainya dan akhirnya mereka ikut mendukung Musailamah. Muja’ah mengatakan : “Saya ini muslim dan saya tidak pernah merubah keyakinan saya”. Allah Yang Maha Tinggi berfirman. dan ketika mengambil perjanjian damai dengan mereka. Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan semua shahabat ijma (sepakat) bahwa para pengikut Musailamah dan para pengikut nabi-nabi palsu yang lainnya adalah orang-orang murtad. maka disyaratkan bahwa mereka harus bersaksi bahwa orang-orang yang mati di antara mereka adalah calon penghuni neraka. “Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). Di sini thaghutnya adalah Tulaihah dan Musailamah sedangkan ansharnya adalah para pengikutnya. Dia tidak mengingkari Musailamah dan tidak cepat bergabung dengan pasukan kaum muslimin. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. Dalam kaidah fiqih ini dikatakan bahwa Thaifah Mumtani’ah Bisy Syaukah (kelompok yang memiliki kekuatan dan melindungi diri dengannya).

sehingga batallah keIslaman macam orang ini.radliyallahu. saudara-saudara mereka atau karib kerabatnya…” (Al Mujaadilah : 22) “Wahai orang-orang yang beriman. sedangkan perhitungannya atas Allah” [HR. atau mencintai si fulan karena dia seorang Nasionalis. atau mencintai si fulan karena dia seorang Pancasilais. Karena tidak mungkin Jamaah Islam akan terdaftar di pemerintahan musyrikin. Jika ada sebuah kelompok Khawarij di Darul Islam dan mereka melindungi diri dengan kekuatan pasukannya. sedangkan hanyalah diberi sikap bara’ (berlepas diri). karena sebagian mereka beranggapan dan meyakini bahwa penguasa itu ulil amri. Juga seperti kelompok Musailamah Al Kadzdzab. termasuk di antaranya yaitu ajaran syirik dan kekafiran. bahkan mereka adalah anjing piaraan (binaan/kaki tangan) penguasa thaghut tersebut. Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. anak-anak mereka. Begitupula dengan ulama-ulama. pimpinannya adalah thaghut maka setiap individu atau personperson dari ansharnya seperti polisi atau tentara atau intelejennya adalah sama kafirnya seperti thaghut pimpinannya. dan ada pula yang “hanya” berupa dosa besar mengeluarkan dari Islam dan lebih sering disebut muwaalah shughra. Empat dalil ini menunjukan bahwa anshar thaghut itu statusnya adalah mereka kafir secara ta’yin (perorangan) pada hukum dzahirnya. dia murtad di wilayah Darul Islam dan dia melindungi diri dengan pasukannya. Muwaalah Kubra Muwaalah kubra adalah loyalitas yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. kita kenali dahulu pengertiannya. dan ini adalah sunatullah. al mutaba’ah (mengikuti). sedangkan orang-orang di atas tadi justeru mencintai ajaran syirik tersebut. ormas-ormas dan jamaah-jamaah “Islam” yang tawali (loyal) kepadanya maka dihukumi sama. Jamaah Islam yang dipimpin oleh Rasulallah shalallahu 'alaihi wasallam pun tidak terdaftar di pemerintahan thaghut Quraisy. demokrasi dan isme-isme sejenisnya yang merupakan paham-paham syirik dan kekufuran). an nushrah (pemberian bantuan). maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” (Al Maaidah : 51) “Wahai orang-orang yang beriman. janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya dengan meninggalkan kaum mukminin…” (An Nisaa : 144) Jadi loyalitas hanya boleh diberikan kepada orang-orang yang beriman. janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin. loyalitas dalam bahasa Arabnya adalah al Wala atau muwaalah yang bermakna al mahabbah (cinta). maka haram darah dan hartanya. dan lain sebagainya. Nasionalisme. atau mencintai symbol-simbol kaum kuffar atau mencintai si fulan karena dia anggota DPR/MPR/tentara/polisi. Jika thaifah mumtani’ah ini ada di luar Darul Islam seperti thaghut (pemerintah) sekarang. dan al muwaafaqah (sikap setuju) sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Atsir dalam An Nihayah. sama dengan thaghut pimpinannya itu sendiri. dimana mereka yang memegang kekuasaan. Seperti orang yang mencintai presiden karena dia seorang negarawan atau mencintai si fulan karena dia seorang demokrat sejati. maka setiap individu yang ada di dalam kelompoknya adalah murtad sama seperti pimpinannya. (Komunisme. dan ini ada empat macam : a) Mencintai orang musyrik atau kafir karena alasan keyakinan kafirnya. maka pimpinan dan seluruh bawahannya adalah Khawarij. Dan sebagai dalilnya adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? Hukumnya haram. Sebelum ke inti pembahasan. Muslim] Dalam hadits ini orang dianggap muslim bila kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. Derajat minimal bentuk kufur kepada ajaran syirik adalah membencinya. Adapun hukum berloyalitas kepada orang-orang kafir adalah haram berdasarkan ijma yang berlandaskan Al Qur'an dan As Sunnah. “Engkau tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. justru musyrikin membenci bahkan memerangi Jamaah Islam itu. I. orang kafir para ulama dan sering yang tidak DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 35 - - . meskipun mereka itu ayah-ayah mereka. Allah melarang orang muslim berwala dengan orang kafir. Perlu diperhatikan bahwa bentuk loyalitas ini ada yang mengeluarkan dari Islam disebut muwaalah kubra (tawalliy).

Maka bagaimana keadaanya bila mereka itu diwafatkan oleh malaikat seraya malaikat itu memukuli wajah dan punggung mereka ? Yang demikian itu dikarenakan mereka itu telah mengikuti apa yang membuat Allah murka dan mereka membenci apa yang mendatangkan ridha-Nya. Yang demikian itu disebabkan sesungguhnya mereka mengatakan kepada orang-orang yang benci terhadap apa yang telah Allah turunkan: “Kami akan mematuhi kalian dalam sebagian urusan ini”. Undang Undang Dasar 1945. Pancasila adalah falsafah syirik. • Seperti saat ujian siswa memuji dan mengikuti Pancasila. maka hukumnya sama saja. sedangkan thaghut mensyaratkan adanya mata pelajaran falsafah syirik (mis. maka dia kafir (kecuali bila dipaksa). atau Pemerintah Saudi yang telah membantu Amerika Serikat saat menggempur Negara Islam Thaliban. atau Pemerintah Iraq memerangi Daulah Islam Iraq. sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka. Anak-anak sekolah mengikuti pelajaran falsafah syirik dengan alasan mengikuti proses pembelajaran dan berkata : “Karena jika tidak (ikut). Seperti itu pula orang yang ingin membuat lembaga yang diakui thaghut. baik karena alasan basa-basi atau karena takut (kecuali dipaksa). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “…Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian. seperti orang-orang Afghanistan yang bergabung dengan pasukan Salibis pimpinan Amerika Serikat untuk menghancurkan Negara Islam Thaliban. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah engkau tidak melihat orang-orang munafiq. Atau kagum dengannya atau bangga dengannya demi mendapatkan nilai ujian. maka apa gerangan dengan banyaknya orang yang berposisi sebagai bawahan mengatakan kepada masyarakat “Kami hanya menjalankan tugas” setelah sang pejabat atasan membuat undang-undang kafir kemudian si bawahan itu melaksanakannya Bila orang yang taat dalam sebagian kekafiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala memvonisnya sebagai orang murtad. akan tetapi karena alasan takut atau yang lainnya (kecuali dipaksa) mengikuti sistem demokrasi dan ia ikut dalam pesta demokrasi. dan lain-lain. maka dia itu kafir meskipun benci akan hal-hal itu dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin.b) Membantu orang-orang musyrik untuk menghancurkan kaum muslimin. c) Mengikuti kaum musyrikin dalam kemusyrikannya. Orang yang bergabung (secara aktif di lapangan ataupun berperan di belakang layar) dengan orangorang musyrik dalam rangka menindas dan membungkam kaum muslimin dari dakwah yang mereka serukan kepada manusia. Kebencian terhadap sistem syirik dan para pelakunya serta kecintaannya terhadap Tauhid dan kaum muwahhidin tidaklah berarti bila dia mengikuti ajaran syirik tersebut. • d) Menampakkan sikap setuju dengan kekufuran atau kemusyrikan Orang yang di hadapan thaghut menampakkan sikap setuju terhadap kekafiran dengan alasan basabasi atau takut atau ingin dunia. Mereka yang menjadi pelindung sistem thaghut ini beralasan “Kami hanya mengikuti prosedur yang ada”. akan tetapi harus meninggalkannya. PKN) lalu mereka menerima syarat itu. karena dia mengikuti orang-orang musyrik dalam kemusyrikannya. tetap hukumnya sama saja. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang yang kembali ke belakang setelah jelasnya petunjuk bagi mereka. maka kami tidak akan lulus”. sungguh kami akan keluar DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 36 - - . demokrasi. maka dia telah keluar dari Islam. dan membenci para pelakunya serta cinta dengan Tauhid dan para muwahhid. meskipun dia itu benci dengan Pancasila dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. maka telah batal keIslamannya. Saat menghancurkan dan membekuk para mujahidin ada di antara jajaran aparat keamanan yang beralasan “Kami hanya mengikuti aturan yang ada”. meskipun meyakini bathilnya hal itu. maka syaitan mempermudah mereka (untuk berbuat dosa) dan memperpanjang angan-angan mereka. Orang yang mengetahui bahwa demokrasi itu syirik. maka apa gerangan dengan • • RT/RW yang menyatakan kepada thaghut atasannya “Kami akan laksanakan semua aturan”. maka orang-orang yang “sekedar” ikut menyanyikan lagu Garuda Pancasila adalah telah keluar (murtad) dari Islam. atau ketika dahulu Pemerintah Indonesia memerangi Negara Islam Indonesia. Meyakini bahwa suatu perbuatan itu syirik atau kufur belumlah cukup. dimana mereka mengatakan kepada saudarasaudara mereka yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab : “Bila kalian diusir. • Bahkan bila dia berjanji dusta untuk memenuhi syarat itu terhadap thaghut. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka…” (Al Maidah : 51) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menyebutkan di antara pembatal keIslaman : “Membantu kaum musyrikin untuk menghancurkan kaum muslimin”. Dalilnya sama dengan dalil di atas (Muhammad : 25-28). membencinya. maka Allah hapuskan amalan-amalan mereka” (Muhammad : 25-28) Bila saja orang yang mengikuti apa yang membuat murka Allah telah divonis murtad oleh-Nya.

apakah mereka mengajukan kasusnya kepada hukum Allah ataukan kepada hukum selaim hukum Allah? Tentu mereka mengajukannya kepada hukum selain hukum Allah. • Berkunjung untuk mendakwahi mereka bukan termasuk muwaalah shughra. • • • • Mengucapkan selamat atas hari-hari bahagia mereka selain hari raya keagamaannya. Bila orang kafir mengucapkan salam. 37 - Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : - DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI . dan lain-lain. memusuhi mereka. serta tidak tawalliy kepada mereka. ketika memiliki kasus di negeri ini. • Melapangkan jalan bagi mereka. yang mana hukum itu dibuat oleh para thaghut tadi di gedung Palemen. Definisinya adalah : Setiap perbuatan yang menyebabkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang-orang kafir dengan syarat (tetap) membenci mereka. maka apa gerangan dengan janji yang jujur ? Begitu pula dengan orang yang menampakkan sikap setuju dengan demokrasi dan yang lainnya… II. ekonomi. Mengucapkan “Assalamu’ala manit taba’il huda” kepada orang kafir dibolehkan. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu”. maka cukup dijawab “wa’alaikum”. utang. Mereka menjadi pembuat hukum yang hukumnya diikuti (baca: diibadati) oleh ansharnya. Mempersilahkan mereka duduk di depan majelis. semua hukum Allah dirubah… mulai dari hukum pidana. Bercengkrama dengan mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. sedangkan amanah. perdata. (Al Hasyr : 11) Orang-orang munafiq di dalam Islam dihukumi muslim secara dhahir. maka sungguh kami akan membantu kalian”. sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut. 2. Mereka ini Thaghut Kenapa demikian? Karena mereka dengan dewan legislatifnya dan sebagian eksekutifnya mengklaim sebagai pembuat hukum. bahwa pentolan thaghut yang ke dua adalah “Penguasa Zhalim Yang Merubah Ketentuan (Hukum) Allah”. (An Nisa : 60) Masyarakat atau anshar thaghut atau siapa saja di antara mereka. Sedangkan di negeri ini. janji. bahkan mereka telah membuat dan memutuskan. dan beliau juga menjenguk anak seorang Yahudi yang sakit untuk beliau dakwahi. mengklaim yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan. akan tetapi dianjurkan. baik yang ada di lembaga legislatif atau lembaga eksekutif maupun para pemutusnya di dewan yudikatif. Menyambut uluran tangan orang kafir boleh saja. dan jual beli harus ditunaikan meskipun terhadap orang kafir harbiy sekalipun. Mengangkat mereka untuk membawahi sebagian kaum muslimin. 1. Mereka adalah thaghut. Dan dalam hal ini mereka sendiri adalah thaghutnya. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan mereka (maksudnya memulai jabat tangan). sedangkan Allah bersaksi sesungguhnya mereka benar-benar dusta”. dan lain sebagainya. dan Allah memvonis mereka kafir padahal janji mereka itu dusta. maka mereka adalah thaghut itu sendiri. dan mengkafirkan mereka. Muwaalah Shughra Ini adalah sikap loyalitas yang tidak mengeluarkan dari Islam.bersama kalian dan kami tidak mentaati seorangpun selama-lamanya dalam hal yang merugikan kalian. dan bila kalian diperangi. Sedangkan sesesorang tidak bisa dikatakan sebagai orang muslim kecuali bila kafir kepada thaghut. Semua dicampakkan dan mereka sepakat tidak memakai hukum yang Allah turunkan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menziarahi Abu Thalib untuk mendakwahinya. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? Katakan saja kepada mereka bahwa pemerintah Negara Kafir Republik Indonesia (NKRI). Dalam ayat ini mereka berjanji untuk membantu orang-orang Yahudi dalam memerangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. A. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut : • Mengucapkan salam kepada mereka.

Saat hukum itu digulirkan dan diikuti. Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib 2. Orang yang sepakat di atas hukum ini atau yang mengacu atau yang merujuk pada hukum yang mereka gulirkan itu adalah orang yang Allah vonis sebagai orang musyrik yang menyembah atau mengibadati atau mempertuhankan mereka serta telah melanggar Laa ilaaha illallaah. kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan : “Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian. maka „Adiy mengatakan : “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”. ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi. yaitu yang memposisikan dirinya sebagai tuhan pengatur selain Allah. atau apapun DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 38 - - . sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram. sepuluh. Imam At Tirmidzi meriwayatkan. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. kenapa Allah memvonis bahwa kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. maka berdasarkan ayat tadi. dan jika kamu menuruti mereka. dan Allah katakan bahwa itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai. dua. atau seratus hukum saja. namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah. • Yang menyetujuinya atau yang taat atau yang merujuk kepadanya disebut musyrikun. bahwa orang yang membuat hukum itu disebut wali-wali syaithan (thaghut) yang telah mendapat wahyu atau wangsit dari syaithan. 3. menyandarkan kewenangan hukum kepada selain Allah meski hanya dalam satu hukum atau kasus saja (yaitu penghalalan bangkai) dengan firman-Nya “Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Mereka telah beribadah kepada selain Allah. yang menggodok. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. tiga. Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : Orang musyrikin datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Hai Muhammad. Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rab/arbaab. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. yang membuat. Mereka telah musyrik 5. Sedangkan yang ada di NKRI dan negara-negara lainnya adalah bukan satu.“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. Bila satu hukum saja dipalingkan dalam hak pembuatannya kepada selain Allah. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. maka yang mengaku memiliki hak membuat hukum ini disebut arbaab. dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. sedangkan orang yang mentaatinya atau setuju dengan hukum buatan tersebut divonis sebagai orang musyrik. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis : 1. • Para penggulirnya (yang mengklaim dirinya berhak membuat hukum) dari kalangan manusia disebut wali-wali syaithan. maka kalian katakan halal. lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika menyetujui dan mentaati mereka. yaitu kepada alim ulama dan para rahib 3. Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah. Maka Rasul mengatakan : “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya. yang merancang. baik wali-wali syaitan itu dahulunya orang Belanda (yang mewariskan KUHP) ataupun wali-wali syaitan zaman sekarang yang duduk di kursi parlemen. tapi dari wali-wali syaitan yang mendapat wahyu dari syaitan jin. akan tetapi seluruh hukum yang ada di sini adalah bukan dari Allah. Lalu „Adiy menjawab : “Ya”. Dalam ayat di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa : • Hukum yang bukan dari-Nya adalah wahyu syaithan. maka itu adalah arbab yang disembah. Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Rasulullah mengatakan : “Allah yang membunuhnya (mematikannya)”. dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. kambing mati siapa yang membunuhnya ?”. Rasul berkata lagi : Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib) Ketika mereka menyandarkan hak hukum dan pembuatan hukum (tasyri’) kepada selain Allah. (Al An’am : 121) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan tentang keharaman bangkai. bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam). Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram.

mereka selalu mengacu kepadanya. inilah syahadat mereka! inilah bai’at mereka. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut. akan tetapi merujuk kepada selainnya. Perhatikanlah… jika saja orang-orang yang SEKEDAR mentaati mereka. akan tetapi termasuk pentolan thaghut. Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali dengan kafir terhadap thaghut. begitu juga ketika jajaran pemerintahan dewan legislatif. bahkan Allah mevonis orang-orang yang seperti ini sebagai orang-orang zhalim dan fasiq dalam surat Al Maaidah : 45 & 47. C. yaitu Undang Undang Dasar 1945 dan undang-undang turunannya. Sungguh… mereka tidak merujuk kepada Al Qur’an atau As Sunnah. menggodok. dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (Al Maaidah : 50) Dalam ayat-ayat di atas. atau hukum-hukum yang ditetapkan oleh mahkamah Internasional PBB. maka apa gerangan dengan pembuatnya atau orang yang memutuskan dengannya atau orang yang memaksa masyarakat untuk tunduk kepadanya dengan menggunakan besi dan api (kekuatan dan senjata)…?!! 4. Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki. Mereka berhukum dengan selain hukum Allah atau memutuskan dengan hukum thaghut Mereka berhukum dengan hukum thaghut. maka pada hakikatnya mereka adalah wali-wali syaitan dan hukum yang mereka gulirkan hakikatnya adalah hukum syaithan. eksekutif. baik thaghut lokal. karena selain hukum Allah yang ada hanyalah hukum jahiliyyah atau hukum thaghut. tentang Ru-usuth Thawaghit (tokoh-tokoh para thaghut) yang ke tiga yaitu : Yang Memutuskan Dengan Selain Apa Yang Allah Turunkan. maka pemerintah ini tidak merujuknya kepada hukum Allah. Sedangkan orang-orang yang mentaati atau mengikuti hukum itu disebut orang yang menyembah syuraka tersebut. tapi amat sangat kafir!. Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat-ayat seperti ini. Apakah di Negara ini ada bai’at untuk taat setia kepada Al Qur’an dan As Sunnah? tentu jawabannya tidak ada! Maka dari itu setelah bai’at kepada Undang Undang Dasar selesai. (Asy Syuura : 21) Dalam ayat tersebut. Jadi pemutus hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut. masalah apa saja. akan tetapi salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir. Mereka merampas hak pembuatan hukum dari Allah. siapa saja yang membuat syari’at atau hukum atau undang-undang atau ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah dinamakan syurakaa (sekutu-sekutu). maka mereka tidak akan mempermasalahkannya. Mereka merujuk kepada hukum thaghut. dalam ayat tersebut sekedar ingin berhukum kepada thaghut sudah Allah nafikan keimanannya. regional maupun internasional Saat menghadapi masalah. atau hukum-hukum regional. sedangkan mereka bukan sekedar thaghut. yudikatif terbentuk. dan menggulirkan di tengah masyarakat. setiap orang diwajibkan bersumpah setia untuk menjalankan hukum negara. akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut. maka Allah memvonisnya sebagai orang musyrik. karena mereka memposisikan dirinya untuk diibadati dengan cara menggulirkan hukum agar diikuti. mereka merancang. B. asal tidak melanggar “hukum suci” mereka. jika seorang Presiden misalnya menyimpang. maka mereka itulah orang-orang kafir”. Sedangkan dalam surat An Nisa : 60 tadi. maka DPR/MPR akan memprotesnya dan mengatakan : “Presiden telah melanggar Undang Undang Dasar atau undang-undang atau… atau…” dan tidak akan mengatakan “Presiden telah melanggar Al Qur’an ayat sekian…” Andaikata seluruh isi Al Qur’an dilanggarpun. orang-orang yang ketika punya masalah justeru ingin berhakim (mengadukan urusan) kepada thaghut. lalu bagaimana mungkin Pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim mu’min. Perhatikanlah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 39 - - . ketika masuk PBB diwajibkan untuk berikrar setuju atas segala peraturan yang digariskannya. orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang-orang kafir. tapi kepada hukum thaghut yang bersifat lokal (seperti Undang Undang Dasar atau undangundang atau yang lainnya). ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Maaidah ayat 44 : “Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan.namanya dan siapapun yang membuat hukum. maka apa gerangan dengan orang-orang yang benar-benar bersumpah untuk merujuk kepada hukum thaghut…?! Pemerintah ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sekutu-sekutu) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (aturan/ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”. imannya dianggap sekedar klaim dan kebohongan belaka. sedangkan pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. Allah merasa heran atas klaim orang-orang yang mengaku telah beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya.

bagaimana hubungannya? mudah sekali jawabannya.Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang berhakim dengan hukum Allah yang telah dihapus adalah kafir. maka siapa saja yang merujuk pada Yasiq Modern ini. maka iapun kafir dengan ijma kaum muslimin. Demokrasi tidak mewajibkan menusia untuk taat kepada ajaran Allah. Maka demikian pula dengan Yasiq Ashri (Yasiq Modern). Mereka menganut sistem Demokrasi Demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan/kekuasaan). Cukuplah falsafah ini menjadi sesuatu yang rancu bagi orang yang berakal. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. sedangkan perujukan-perujukan ini telah dilakukan oleh pemerintah ini…!! D. E. Injil orang Nashrani. bebas meyakini apa saja walaupun pendapat syirik atau kekafiran sekalipun. Sedangkan dalam demokrasi. tatanan perundang-undangan yang berlaku. Sistem ini merupakan penyerahan hak hukum atau kedaulatan kepada rakyat. dan lain-lain. karena dien adalah jalan hidup. Hak ini adalah hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apakah satu Tuhan yang diibadati para pemeluk agama-agama dan kepercayaan di Indonesia ini atau banyak tuhan yang berbeda-beda? maka jawabannya adalah banyak Tuhan. di atas kebebasan. (Yusuf : 40) Firman-Nya “Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”. Padahal dalam ajaran Islam… sesungguhnya orang murtad itu harus dibunuh. bermakna : Kalian diperintahkan untuk tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. orang-orang Hindu juga memiliki banyak Tuhan. Itulah dian yang lurus. maka orang tersebut tetap dilindungi dan diakui. untuk menentukannya. yang mana notabene adalah hukum buatan manusia. orang-orang Budha juga memiliki banyak Tuhan. aturan dan pedoman hidup. agama. KUHP. hukum disandarkan kepada rakyat melalui wakil-wakilnya. hak khusus yang seharusnya disandarkan oleh makhluk hanya kepada Allah. Al Qur’an dan ajaran ahli bid’ah ditambah dengan hasil buah fikirannya lalu dikodifikasikan menjadi sebuah kitab yang disebut Ilyasa atau Yasiq. Mereka memiliki ideologi/falsafah/asas/pedoman/petunjuk hidup. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. beliau menyatakan : “Barangsiapa meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi. maka demokrasi adalah sistem syirik. Demokrasi merupakan salah satu bentuk perampasan hak khusus Allah dalam At Tasyri’ (pembuatan. Jadi ternyata serupa. Para ulama muslimin sepakat mengatakan bahwa siapa saja yang merujuk kepada kitab hukum ini. Pancasila adalah dien. semua agama diakui oleh Pancasila serta Tuhan-tuhan yang banyak itu dilindungi dan disatukan oleh “Tuhan Yang Maha Esa” (dalam Pancasila) yaitu Burung Garuda…!!! Ini berhalanya! Perlu diketahui. Sistem perwakilan yang ada di dalamnya memberikan hak ketuhanan kepada wakil rakyat yang duduk di parlemen untuk membuat. dan pokoknya semua bentuk kemurtaddan terbuka lebar dalam naungan Berhala Burung Garuda. karena Allah-lah yang berhak untuk membuatnya. dan agama serta kepercayaan lainnya yang memiliki banyak Tuhan. Dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus. dimana hukum itu diambil dari orang-orang Nashrani (seperti orang Belanda dengan KUHP-nya). penetapan dan pemutusan hukum atau undang-undang). hak khusus rububiyyah dan uluhiyyah Allah. dalam ajaran Pancasila bila ada orang muslim keluar dari Islam. karena Pancasila mengakui berbagai agama dengan tuhan-tuhannya masingmasing yang beraneka ragam. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin. maka bunuhlah” (HR. orang yang meminta-minta kekuburan juga dilindungi. Akan tetapi demokrasi merampasnya dan justeru hak itu diberikan kepada makhluk. bukankah orang-orang Kristen memiliki Tuhan. sedang kaum muslim Tuhan mereka hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. akan tetapi kenapa sila kesatu dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. yaitu Pancasila. Demokrasi adalah sistem syirik yang membangun pilar-pilarnya di atas sekulerisme. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Hak memutuskan hukum itu hanyalah khusus kepunyaan Allah. bahwa Pancasila memberikan kebebasan kepada orang untuk memeluk dan menganut agama serta keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. menetapkan dan memutuskan hukum. falsafah atau silahkan orang menyebutnya apa saja tapi yang jelas Pancasila adalah dien. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119) Ilyasa adalah kitab hukum yang dibuat oleh Jengis Khan Raja Tartar. maka dia kafir. dan ada juga dari Islam seperti dalam masalah pernikahan. yaitu Undang Undang Dasar. Dan dalam ayat ini penyandaran hukum kepada Allah disebut ibadah. Singkat saja kita tinjau. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. akan tetapi kita tidak tahu siapa Tuhan Maha Esa yang dimaksud. Kitab ini merupakan kumpulan hukum yang sebagiannya diambil dari Taurat orang Yahudi. Muttafaq ‘Alaih) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 40 - - . karena memalingkan ibadah penyandaran hukum kepada selain Allah. Kita heran. Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada Ilyasa (Yasiq) dan dia mendahulukannya daripada ajaran Allah. tapi harus taat kepada kesepakatan rakyat.

bukan pula diberi loyalitas. Setiap orang yang mencela. berkiprah dengan segala cara dalam rangka mengokohkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 41 - - . F. karena kamu kafir sesudah beriman”. “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka. dari kethaghutannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. karena ulil amri dalam ayat tersebut adalah “dari kalangan kalian” yang berarti dari kalangan orang-orang yang beriman. Mereka memperolok-olok ajaran Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang segala bentuk kemungkaran. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. maka mereka masih masuk ke dalam cakupan ayat ini.Seandainya ada seorang muwahhid membunuh orang murtad tentulah hukum atau Agama Pancasila menindaknya. akan tetapi justeru mereka adalah thaghut. sedangkan orang-orang kafir yang di antaranya adalah pemerintahan NKRI ini dan ansharnya mereka berjuang. orang-orang murtad. dari demokrasinya dan dari kekufuran lainnya. tentulah mereka akan manjawab. dan tangkaplah mereka. menjunjung tinggi ajaran-Nya. maksudnya bertaubat dari kemusyrikannya. maka kita bisa menyimpulkan bahwa TIDAK BENAR memerintahkan kaum muslimin untuk loyal kepada pemerintah semacam ini dengan menggunakan dalil surat An Nisa: 59. “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu). maka berilah mereka jalan dan jangan diganggu. sedangkan memperolok-olok ajaran Allah adalah kekafiran. bahkan ia dipajang diatas. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. Katakanlah: “Apakah dengan Allah. ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Setelah memahami hal ini. 3. orang musyrik. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) Jika mereka bertaubat. Akan tetapi yang tepat bagi pemerintah semacam ini adalah : 1. akan tetapi yang semestinya ada adalah sikap qital (perang). merusak atau membakar berhala tersebut maka pasti akan dikenakan sanksi oleh tentara dan hamba-hambanya. Tidak usah kamu minta maaf. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk loyal kepada orang-orang kafir. sedangkan pemerintahan NKRI ini sudah kita ketahui bahwa mereka BUKAN orang-orang yang beriman. maka negara tersebut adalah negara kafir. negara fasiq dan negara jahiliyyah berdasarkan firman Allah tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. orang-orang kafir. sedangkan pemerintahan Negara ini justeru memberikan izin bagi beroperasinya tempat-tempat kemungkaran dengan dalih tempat hiburan. Itu hanya satu contoh saja dari ribuan contoh… Burung Garuda itu adalah berhala! Buktinya ia selalu berada diatas gambar Presiden dan Wakil Presiden disetiap ruangan. (At Taubah : 12) Jadi yang tepat bukan harus ditaati. mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. kerusakan dan kebejatan (dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi) dan lain-lain. 2. Itu adalah beberapa perolok-olokan terhadap ajaran Allah. Sedangkan jika pemerintahan ini tidak bertaubat dari kethaghutannya. negara zhalim. dihadapan kursi-kursi para pengaku tuhan pengatur (arbab) di sarang paganisme (MPR/DPR). (At Taubah : 65-66) Intinya. jelaslah isi ayat itu tidak sesuai dengan pemerintah ini. kekufuran. Begitu juga pemerintahnya. sebab itu perangilah kawan-kawan (wali-wali) syaitan itu” (An Nisa : 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dalam rangka mengokohkan hukum Allah. dari Pancasilanya. tunduk kepada undang-undang internasional dan peraturan lainnya yang ada dalam tubuh PBB. berperang. kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. karena tidak akan berdiri suatu negara tanpa ada pemerintah pelaksananya. Allah menyatakan dalam surat Al Maaidah : 51 : “Siapa saja yang tawalliy di antara kalian terhadap mereka maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” G. Apapun yang ditetapkannya maka otomatis diikuti. dari kekafirannya. membiarkan berkembangnya media-media penebar kesyirikan. Jadi. agar supaya mereka berhenti”. Setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk pada aturan Allah. jelaslah bahwa Negara dan pemerintahan ini kekafirannya berlipat-lipat. Tawalliy (loyalitas penuh) kepada kaum musyrikin Mereka loyal kepada Perserikatan Bangsa Bangsa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan perangilah mereka itu. maka al qital (perang) belum berhenti. tidak ada lagi ideologi syirik. sehingga jika penguasa yang satu mati. maka wajib untuk mencopotnya dan menggantinya dengan pemimpin yang muslim. Merekalah thaghut penguasa negeri ini. sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”. maka qital tidak akan berhenti terhadap pemerintah yang seperti ini. Selama fitnah masih ada maka al qital tidak akan berhenti. Jadi. yang menyebar fitnah (bencana) kemusyrikan dan penindasan terhadap kaum muslimin. apalagi orang-orang kafir yang jauh… 6. 5. Bahkan para ulama sepakat bahwa memerangi penguasa murtad adalah lebih harus didahulukan memeranginya daripada orang-orang kafir asli. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya). “Hai orang-orang yang beriman. dan tanah air kita. ini yang dekat justeru sudah memusuhi dan memerangi semenjak dahulu. akan tapi mereka telah menguasai harta. maka tidak usah jauh-jauh pergi berperang untuk mencari orang kafir. karena sistem kafirnya tidak mati dan tetap mengakar. Perhatikanlah… mereka bukan ulil amri. akan tetapi kekafiran yang kolektif dan sistematis. maka bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin? Allah menyatakan “sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu”. saat senang dan saat benci. selama fitnah (bencana) terhadap kaum muslimin yang taat dan berkomitmen dengan ajaran Allah masih dikejar-kejar atau dipersempit hidupnya. tapi hanya taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. merekalah orang-orang kafir itu. Merekalah orang-rang kafir yang dekat. dan dien (ketundukan) hanya bagi Allah semata” (Al Baqarah : 193) Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah. baik dengan cara kasar maupun halus. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. maka di antara yang beliau ambil janjinya atas kami adalah kami membai’at(nya) untuk senantiasa mendengar dan taat. Tugas kita adalah wajib menggalang kekuatan dengan langkah awalnya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menggencarkan dakwah Tauhid yang berkesinambungan untuk mencabut akar-akar loyalitas terhadap thaghut di tengah masyarakat. supaya jangan ada fitnah dan supaya dien itu semata-mata untuk Allah”. Mereka mewajibkan ini dan itu yang bertentangan dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. diri. akan tetapi mereka adalah wali-wali syaitan yang Allah perintahkan untuk memeranginya. mereka berperang di jalan thaghut. Para ulama sepakat bahwa orang kafir tidak sah untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. tidak ada lagi kekafiran. Hadits Ubadah ibnu Shamit (HR. (Al Anfal : 38-39) Jadi. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Perangilah orang-orang yang ada disekitar kamu.sistem thaghut. tidak ada lagi penghalang kepada jalan Allah. Mereka telah sekian lama memerangi. serta saat kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak merampas urusan dari yang berhak (penguasa) “kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dengan bukti dari Allah yang ada pada kalian”” Sedangkan kita sudah banyak melihat bentuk-bentuk kekafiran yang dianut dan masih senantiasa dilakukan penguasa negeri ini. merampas dan memeras harta kaum muslimin. sampai tidak ada fitnah. Bila pemimpin tersebut asalnya muslim kemudian muncul kekafiran darinya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 42 - - . yang ada di dekat kamu dan dalam realitanya bukan hanya dekat. masih ditangkapi. maka kami membai’atnya. akan tetapi yang tepat adalah ayat-ayat yang baru saja dibahas dan ditambah dengan hadits ini. Dan perangilah mereka. al qital tidak akan berhenti terhadap para penguasa yang menentang aturan Allah. menindas diri dan merampas harta kaum muslimin. di waktu sulit dan waktu mudah kami. kekafirannya bukanlah kekafiran yang bersifat personal. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu. maka sistemnya belum mati dan orang-orang setelahnya akan menggantikan dia. sehingga tidak layak berdalil dengan surat An Nisa : 59 untuk menggelari pemerintah ini sebagai ulil amri. Namun dalam relaita zaman ini. sehingga thaghut tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat ini. Bukhari dam Muslim) “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajak kami. dipenjarakan dan masih dibunuhi… maka berarti masih ada fitnah !! Selama kemusyrikan didoktrinkan maka fitnah masih ada. Selama Ad Dien (ketundukan) belum sepenuhnya kepada Allah. Bila tidak mampu mencopotnya karena mereka menggunakan kekuasaan untuk mempertahankannya. 4. dan jika mereka kembali lagi. tidak ada lagi penindasan terhadap kaum muslimin yang taat kepada Allah… bukan taat kepada Pancasila atau Undang Undang Dasar atau demokrasi. maka wajib diperangi.

kecuali dalam kondisi terdesak atau dipaksa. yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah… Apa saja pembatal pembatal keislaman? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 43 - - . maka kondisi akan berubah. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. padahal penguasa negeri ini telah melanggar hal yang paling penting dan fundamental. sehingga mudahlah untuk menjatuhkan para thaghut itu. Mereka mengira penguasa negeri ini adalah muslim. begitu pula hukum dan undang-undangnya tidak sah. Hendaklah diketahui bahwa pemerintahan thaghut ini adalah pemerintahan yang tidak sah. tapi ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang ditindas. Rasulullah diperintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka telah mengusir Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. salah satunya yaitu para thaghut. tidak memahami Islam secara utuh. tapi yang paling penting bagi mereka adalah harus memahami betul bahwa penguasa negeri yang mana mereka hidup di dalamnya adalah penguasa murtad kafir yang tidak boleh diberikan loyalitas. bahkan haji berkali-kali. Bila ini terwujud. karena perlu penyadaran terhadap masyarakat tentang kenapa penguasa negeri ini dikatakan sebagai penguasa kafir. memfitnah dan membodoh-bodohi masyarakat dengan menuduh orang-orang yang bertauhid sebagai orang-orang bodoh. kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri” (Al Baqarah : 130) Jadi. diperangi dengan berbagai cara : kasar dan halus. Perhatikan… para thaghut itu telah mengeluarkan orang-orang yang komitmen dengan ajaran Islam dari jajaran masyarakat dengan cara menanamkan image negatif tentang mereka. terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. bukan di jalan thaghut yang digunakan untuk memerangi Allah dan kaum muslimin. dukungan kepada thaghut akan berganti dengan penentangan. karena para thaghutnya itu shalat. orang yang dangkal pikiran atau orang yang haus dunia dan kekuasaan. “Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu” (Al Baqarah : 191) Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka pernah mengusir kaum muslimin. maka wajib pula bagi orang-orang yang bertauhid yang komit terhadap ajaran-Nya untuk menjauhkan thaghut dari harta yang mereka miliki. tidak diakui secara Islam. BERSABARLAH…!!! Proses ini tidak mudah dan tidak akan terjadi begitu saja. bahkan thaghut selalu berupaya mempersulit hidup mereka. Bukan berarti seluruh kaum muslimin harus terjun dengan menenteng senjata. tahap awal yang patut dilakukan adalah memberikan bayan (penjelasan) atau penyampaian risalah tauhid. bukan loyal dan taat kepada mereka. bahkan bebas untuk melanggarnya selama memenuhi dua syarat. tapi… sungguh banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. seharusnya harta yang diambil dari kaum muslimin. maka menjadi wajiblah pula bagi kaum muslimin untuk mencopot para thaghut ini dari benak masyarakat dengan cara menyebarkan ilmu syar’iy. Demikianlah sikap kita kaum muslim terhadap para thaghut penguasa negeri ini. kaum muslimin harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini. khususnya tentang tauhid dan kewajiban memerangi penguasa semacam itu. yaitu : selama tidak melakukan sesuatu yang dilarang syari’at dan selama tidak menzhalimi orang muslim lainnya. shaum. mereka pergunakan di jalan Allah. Mereka adalah pemerintah yang memaksakan diri. sehingga tidak hanya dipikul oleh kelompok-kelompok tertentu saja. Allah menyatakan : “Dan tidak ada yang benci kepada Millah Ibrahim. Ini karena kebanyakan kaum muslimin belum memahami hakikat Laa ilaaha illallaah. karena sebagian besar harta yang jatuh ke tangan thaghut digunakan untuk mempersenjatai tentara mereka untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya.Jihad terhadap thaghut ini haruslah menjadi opini kaum muslimin. Begitu pula dalam masalah harta. dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesusahan sehingga tidak lagi menindas kaum muslimin dan dana yang mereka keluarkan tidak digunakan untuk mendukung hal itu. tidak syar’iy. Maka haramlah atas setiap muslim untuk membayar atau menyerahkan harta kepada penguasa kafir dalam bentuk apapun. oleh sebab itu kaum muslimin tidak memiliki kewajiban untuk taat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah thaghut ini. sehingga dengan kesadaran itu lunturlah dukungan kepada para thaghut dan tumbuhlah loyalitas kepada orang-orang yang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. sedangkan bentuk kebodohan yang paling dasyat adalah orang-orang yang tidak suka dengan ajaran tauhid. memprovokasi. (Al Maaidah : 2) “Janganlah kalian menyerahkan harta-harta kalian kepada orang-orang bodoh itu” (An Nisa : 5) Perhatikanlah… jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang menyerahkan harta kaum muslimin kepada orang-orang yang tidak bisa menggunakan dengan benar. oleh sebab itu Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam pernah mendoakan orangorang Quraiys agar dilanda paceklik. zakat. sebagaimana para thaghut itu telah menjauhkan orang-orang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari harta mereka.

Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. 6. yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam. Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. pemberantas syirik dan bid’ah. Sungguh memprihatinkan keadaan ini bagi mereka yang mempunyai sedikit pemahaman yang benar tentang Islam. • • • Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan lebih mengutamakan hukum thaghut daripada hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. lalu dengan tanpa malu-malu mereka mengatakan bahwasanya kami-lah salafi. akan tetapi mereka dikatakan Khowarij karena aqidah mereka. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. tapi mereka dikatakan Khowarij bukan karena mereka memberontak kepada pemerintahan yang syah. menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka. walaupun • 5. 4. namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pembatal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat. bagaimana penjelasannya? Beberapa tahun terakhhir ini mulai nampak semarak dengan muculnya kelompok yang mengklaim diri mereka dengan para pejuang tauhid dan sunnah. semua yang tidak sesuai dengan kami maka mereka adalah ahlul bid’ah. pelakunya dihukumi kafir. misalnya masalah rajam dan qishash.Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pembatal ke-Islam-an. kamilah ahlussunnah. seperti pahala atau balasan yang akan diterima. Takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. 10. Dan sungguh pengertian ini tidaklah mengandung kebenaran sedikitpun. Membenci hal-hal mengamalkannya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 44 - - . Memang bisa jadi mereka itu Khowarij. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. atau bahkan beranggapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabb-nya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperbolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah Ta’ala dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. 7. Melakukan sihir. Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah: 1. Mereka tampil di tengahtengah umat Islam ini dengan membawa gebrakan-gebrakan yang memukau menyerang berbagai harokah Islamiyah yang tegak memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah. maka ia telah kafir. 9. sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah lebih sempurna dan lebih baik. 8. Dengan modal semangat yang menggebu-gebu dan ilmu seadanya mereka mengaku sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah. merekalah orang-orang yang tegak memperjuangkan pemahaman-pemahaman salaful ummah. Sungguh betapa mulia dan bernilainya kelompok tersebut seandainya mereka konsekuen dengan sloganslogan yang mereka gembar-gemborkan di berbagai tempat dan kesempatan itu. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam. 3. Berpaling dari dien Allah Ta’ala. 2. Kalau kita menengok dalam tuliasan-tulisan mereka akan kita dapati bahwasanya kebanyakan mengatakan yang dimaksud dengan khowarij adalah orang-orang yang keluar memberontak kepada imam yang syah. maka ia telah kafir. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. syafa’at dan tawakkal. Dengan bermodal taqlid dan ta’assub mereka meneriakkan bahwasanya mereka yang memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah ini sebagai kelompok ahlul bid’ah dan khowarij yang harus diperangi. baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. Sesungguhnya orang yang memberontak kepada pemerintah yang syah karena takwil adalah ahlul baghyi. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin.

orang-orang zindiq lalu beliau membakar mereka. 23) Ketiga adalah penguasa yang murtad. Jika mereka ada yang tertawan. Ia bertanya: ”Siapa ini?” ia menjawab:”orang ini dahulu Yahudi lalu masuk Islam kemudian ia masuk Yahudi. sama asja apakah ia lahir dalam keadaan Islam atau dia dulunya kafir lalu masuk Islam atau ia menjadi Islam karena keislaman kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya. hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Ubadah radhiyallahu’anhu yang telah disebutkan tadi yaitu: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 45 - - . maka aku tidak akan membakar mereka karena Rasululloh melarang hal itu. Jika mereka ada yang tertawan. Lalu berita itu sampai kepada Ibnu ‘Abbas maka beliau berkata: ”Kalau aku. An-Nawawi berkata: “Riddah secara bahasa adalah kembali dari sesuatu menuju yang lainnya. ”Aku tidak akan duduk sampai ia dibunuh sebagai keputusan Allah dan Rasul-Nya. dan membebaskan kaum muslimin dari kekuasaan pemerintah tersebut walaupun harus bersusah payah. Jika kondisi mereka seperti itu maka mereka wajib diperangi kerena kemurtadan mereka setelah sebelumnya mereka diberi penjelasan tentang Islam dan dalil-dalil dipaparka kepada mereka. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. maka bunuhlah ia!” (HR. An-Nawawi berkata: ”Apabila seseorang Murtad. Yang kabur diburu. mereka mendapat dosa dan bagi yang tidak mempunyai kemampuan ia harus hijrah. Dan sama juga apakah kemurtadannya kepada kekafiran. Orang yang murtad tidak lepas dari tiga keadaan. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. Mereka harus digulingkan dari kekuasaan dengan pedang. atau perempuan berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu’anhu dia atas dan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa berganti agama. maka mereka telah murtad. Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad-Dumaiji berkata tentang memberontak kepada pemerintah kafir dan murtad: ”Hal ini juga merupakan suatu kesepakatan para ulama’.” (Muttafaq ‘alaih) Ar-Rofi’I dan An-Nawawi berkata: ”Murtad adalah bentuk kekafiran yang paling keji dan yang paling keras hukumnya. Mereka ini wajib untuk diperangi. Pertama mereka berada dibawah kekuasaan Islam dan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri. meskipun mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Jama’ah kecuali Muslim sedangkan dalam riwayat Ibnu Majah hanya tersebut. Adapun menolak syari’at yang mereka tinggalkan. dan sama saja apakah yang mereka tinggalkan itu sedikit maupun banyak. Dan memerangi dua macam kelompok ini hukumnya wajib atas dasar ijma’. Al-Mawardi berkata: ”Kondisi kedua mereka memiliki daerah sendiri yang terpisah dari wilayah kaum muslimin sehingga mereka bisa mempertahankan diri di sana. Mengenai hukum bagi murtadin. “Barang siapa berganti dien. dan yang terluka dihabisi. yang melarikan diri diburu dan yang terluka dibunuh.” (Al majmu’. Namun aku pasti membunuh mereka karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berganti dien. adapun jika tidak mempunyai kemampuan untuk menggulingkannya dengan pedang. Dari ‘Ikrimah beliau berkata: ”Dihadapkan kepada amirul mukminin Ali radhiyallahu’anhu.” (Al-Qulul Qoti’ fiiman imtana’a ‘anisy syroi’. bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: ”Pergilah ke Yaman!” Kemudian diikuti oleh Mu’adz bin Jabal. maka mereka diperangi sampai mereka mau melaksanakan apa yang mereka tinggalkan. An-Nawawi XX/391). Almawardi) ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid berkata: ”Para ulama’ telah berijma’ atas wajibnya memerangi kelompok apapun yang mempunyai kekuatan yang tidak mau melaksanakan sebuah syari’at dari syari’at-syari’at Islam yang sudah jelas dan mutawatir. Ketika berjumpa dengannya ia diberi bantal dan berkata:”Turunlah!” Dan ternyata disampingnya ada seseorang yang terikat. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. maka imam wajib untuk memeranginya karena Abu Bakar ra telah memerangi kelompok ynag murtad.Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian murtad. Karena memerangi ahlul harbi saja wajib maka terlebih lagi memerangi kelompok yang telah murtad sedangkan kekafiran mereka lebih besar. maka harus mencari jalan yang paling tercepat untuk menggulingkannya. meskipun kelompok tersebut adalah kelompok Islam. baik ia berpindah ke agama ahlul kitab atau tidak. ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid hal. maka bunuhlah ia!”) Dan dalam hadits dari Abu Musa. maka bunuhlah ia!” dan ini adalah hadits shohih. yaitu memberontak dan menggulingkannya dengan pedang bagi siapa saja yang mampu melakukannya.” (Al-Ahkam As-Sulthoniyah. baik ia orang merdeka atau budak. Dinukil secara ringkas dari Al-Majmu’ XX/369. maka wajib untuk dibunuh. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh.” (Al-‘Aziz XI/97 dan Al-Majmu’ XX/369).”(Al-Majmu’ XX/380) Kedua mereka mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri. Jika mereka tetap mengakui atas wajibnya syari’at yang mereka tinggalkan. bagi yang mampu melaksanakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi.” Dan secara syar’I: qoth’ul Islam (melepaskan. membatalkan Islam). dan mereka diperangi sampai kembali kepada syari’at Islam. Asy-Syarozi berkata: ”Dan jika sebuah kelompok murtad dan mempertahankan diri dengan kekuatan.

Dan inilah yang dikatakan oleh para ulama’ sunnah dan hadits. “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang di turunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu mereka hendak berhakim kepada thogut padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thogut itu dan syetan bermaksud untuk menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya”.” Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: ”Jika pemerintah melakukan kekafiran yang nyata. ’sesungguhmya orang murtad adalah orang kafir setelah masuk Islam baik dengan perkataan atau perbuatan atau keyakinan. Hal itu disesuaikan dengan kondisi pelakunya. maka yang demikian ini adalah kufur akbar. (An-Nisa’: 60) “Maka demi Robbmu. yaitu bahwasanya berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah bisa berupa kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kadang hanya berupa maksiyat. Adapun jika hal itu disebabkan oleh perkataan maka sama saja apakah orang yang mengatakan itu karena mengejek.176) Abdul Akhir Hammad dalam mengomentari perkataan diatas berkata: ”Yang pelu diperhatikan juga bahwasanya pembagian seperti ini bermuara pada berhukum yang berarti al-qodlo’ (memutuskan) bukan dalam arti at-tasyri’ (membuat undang-undang). jika ia ketika mengucapkannya bukan karena terpaksa. bahkan wajib berjihad melawannya. (Yaitu hadits Ubadah yang tersebut di atas).” (Tahdzib Syarhul ‘Aqidah Ath-Thohawiyah.” (Al-Maidah:44) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 46 - - . dan begitu pula jika ia lapang dada dengan kekafiran meskipun ia tidak mengucapkannya dan tidak pula melakukannya. atau ia bebas memilih.“…. Dan begitu pula jika seseorang melakukan perbuatan kufur maka ia telah kafir ia tidak meyakininya dan tidak pula mengucapkannya. Tapi kalau ia tidak tahu hukum Allah sementara ia sudah berusaha dan mengerahkan segala potensi untuk mengetahui hukum Allah. Kaum muslimin harus melakukan hal itu. atau ia meremehkannya padahal ia yakin bahwa itu adalah hukum Allah. sebagaimana yang tersebut dalam hadits ini. maka orang tersebut bermaksiat. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.” (Ad-Difa’. barang siapa yang mampu mengerjakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi mendapatkan dosa dan bagi yang tidak mempunyai kekuatan wajib hijroh dari negeri tersebut.’ Dan mereka telah menetapkan barangsiapa mengucapkan perkataan yang mengandung kekafiran maka ia telah kafir meskipun ia tidak meyakininya dan tidak mengerjakannya. Abdul Akhir Hammad hal. namun ia keliru maka ia dianggap bersalah. An-Nawawi XX/369-370). 28 dan lihat At-Tasyri’ Al-Jina’I II/708 dan kitab Ar-Ridah bainal amsi wal yaum hal. maka tidak boleh mentaatinya dalam hal itu. atau melakukannya atau rela dengannya dengan atas kehendaknya (bukan karena terpaksa) maka ia telah kafir.” (Al-Maidah: 44) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang dholim.. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. meskipun ia membenci dalam hatinya.” (Al-Maidah: 47) Ali bin Abil ‘Izz berkata tentang berhukum dengan selain syari’at Islam: ”Disini ada masalah yang harus direnungkan. Namun jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. Syaikh Hamd bin ‘Atiq hal. (An-Nisa’: 65) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. baik dosa besar maupun dosa kecil. 33) Beliau juga mengatakan setelah memaparkan pembatal-pembatal Islam: ”Dan tidak ada bedanya pada seluruh pembatal-pembatal ini antara orang yang bermain-main. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi. dan agar kami tidak memberontak kecuali jika melihat kekafiran nyata yang menjadi alasan di sisi Allah. dan mereka mengatakan dalam kitab-kitab. Diantara bentukbentuk kekafiran itu adalah Berhukum dengan selain hukum Allah. maka barang siapa perkataan yang mengandung kekafiran. Dengan demikian ia berarti kufur majazi atau kufur ashghor. yang serius dan yang takut dan yang terkecuali adalah orang yang terpaksa. Dan hal ini sudah maklum adanya secara jela dalam kitab-kitab mereka dan barang siapa yang biasa bergaul dengan ilmu pasti ia telah mendengar sebagiannya. Apabila ia berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah itu tidak wajib. ia tetap mendapatkan satu pahala karena ijtihadnya sedangkan kesalahannya diampuni. mereka pada hakekatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. atau menentang atau katas dasar keyakinan.” (Al-Maidah: 45) “Dan barangsiapa yang tidal berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang fasik. (Fathul Bari XIII/7) Dan beliau berkata pada halaman yang lain: ”Sesungguhnya seorang pemerintah kafir itu harus dipecat menurut ijma’.” Muhammad bin Sa’id Al-Qohthoni berkata: ”Adapun riddah adalah kafir setelah beriman.” (Al majmu’. Karena kata hukum dalam Al-Qur’an kadang berarti al-qodlo’ sebagaimana firman Allah: “Dan barangsiapa yang tiadk berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.” (Fathul Bari XIII/123) An-Nawawi berkata: ”Dan murtad itu bisa dihasilkan karena niat untuk kafir atau karena perkataan atau perbuatan.

tunduk kepadanya atau mengakuinya. Adapun ketika mentafsirkan ayat: ‫ن نننن نننننننن ننننن‬ Maka kita dapatkan beliau sangat mempertegas masalah ini. ia adalah kafir yang wajib diperangi sampai kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. yang membuat Ilyasa sebagai buku yang berisi kumpulan hukum yang diambil dari berbagai hukum. berkata: ”Dan tidak mungkin Allah menamakan orang yang berhukum dengan selain hukum Allah sebagai orang kafir lalu orang yang melakukan hal tersebut tidak kafir. mufti Arab Saudi dulu. Nasrani. Oleh karena itu anda dapatkan seorang mufassir seperti Ibnu Katsir ketika berbicara tentang ayat: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Jengkis Khan. hawa nafsu dan segala atribut hukum buatan manusia. Diantara mereka adalah syaikh Ahmad Syakir dalam komentar beliau mengomentari perkataan Ibnu Katsir diatas: ”Sesungguhnya hukum undang-undang buatan manusia itu telah jelas bagaikan matahari di siang bolong.” (Al-Maidah:44) Beliau membahas panjang lebar tentang perselisihan para ulama’ salaf seputar ayat ini. yaitu mengingkari hukum syar’i yang diturunkan Allah. Beliau menetapkan bahwa menyeleweng dari syari’at Allah kepada syari’at lain yang dibikin oleh manusia sendiri merupakan kekufuran yang pelakunya harus diperangi sampai kembali kepada ajaran Allah. Dan inilah yang dimaksud dari riwayat Ibnu Abbas dan yang dipilih Ibnu Jarir. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/57-62).” (Lihat Al-Bidayah wan Nihayah XIII/119) Dari sini jelas bagi kita keputusan yang tegas berkenaan dengan undang-undang buatan yang menyelisihi syari’at Allah yang merasuki negeri Islam sehingga menjadi undang-undang yang mengikat mereka. bahwa hal itu adalah kekufuran yang tidak perlu bantahan lagi. ditujukan kepada siapa dan apa yang dimaksud dengan kufur di sini. yang diadopsi dari raja mereka. Akan tetapi sebenarnya ia tetap kafir secara mutlak baik kufur amali maupun kufur I’tiqodi” Beliau berkata: ”Adapun yang pertama yaitu kufur I’tiqodi. dan yang lain-lain.Beliau mengatakan:”Allah mengingkari orang-orang yang menyeleweng dari hukum Allah yang muhkam dan mencakup segala kebaikan dan larangan segala keburukan. Adapun arti yang kedua yaitu at-tasyri’ sebagaimana firman Allah: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki.” (Al-Maidah: 50) Ayat ini berbicara tentang hukum Allah yang berarti syari’at dan manhaj-Nya dibandingkan dengan hukum jahiliyah yang berarti syari’at dan manhaj jahiliyah. lalu bagaimana halnya dengan orang yang berhukum dengan Ilyasa dan lebih mengutamakannya daripada hukum Allah? Orang yang melakukannya telah kafir berdasarkan ijma’ kaum muslimin. dan dalam hal ini tidak ada perselisihan antara para ulama’. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab AlBidayah wan Nihayah sebagai sanggahan terhadap kitab Ilyasa.” (Lihat ‘Umdatut Tafsir ‘anil Hafidz Ibu Katsir IV/172) Syaikh Muhammad bin Ibrohim. dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin. maka ia telah kafir. Maka siapa saja mereka yang melakukan seperti ini. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 47 - - . Tidak ada alasan lagi bagi orang yang mengaku Islam untuk mengamalkannya. dan didalamnya juga banyak hukum yang hanya berlandaskan pemikiran dan hawa nafsu belaka. sebagai mana hukum yang diterapkan oleh bangsa Tartar. dari Yahudi. lalu jadilah ia sebagai sebuah syri’at yang diikuti dan lebih diutamakan dari pada hukum AlQur’an dan As-Sunnah.” (Tafsir Ibnu Katsir II/68) Bahkan beliau telah menyatakan ijma’ tentang kafirnya orang menjadikan silain syari’at Allah sebagai syari’at yang dijadikan landasan hukum. ini bermacammacam: Pertama: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu mengingkari keabsahan hukum Allah dan Rasul-Nya. Sehingga tidak ada keputusan hukum baik sedikit maupun banyak kecuali dengan menggunakan hukum Allah. Para muhaqqiq dari kalangan ulama’ pada masa ini menyadari hal itu sehingga mereka sehingga mereka menjelaskan hukum undangundang tersebut dalam Islam. Islam dan yang lainnya. yang tidak berlandaskan dengan syari’at Allah. lalu berpaling kepada kepada hukum yang lain berupa pemikiran. Beliau mengatakan: ”Barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang telah baku yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdulloh sebagai penutup para nabi lalu berhukum dengan syari’at-syari’at lain yang telah mansukh. Hal itu dapat kita pahami dari perkataan beliau “pada peristiwa yang terjadi “ itu artinya beliau tengah membicarakan suatu kejadian yang diselewengkan oleh hakim sehingga ia tidak memutuskannya sesuai dengan hukum Allah. hal itu adalah kekafiran yang nyata dan tidak ada kesamaran lagi.pengertian inilah yang dimaksud oleh Ali bin Abil ‘Izz ketika menjadikan berhukum kepada hukum kepada selain hukum yang telah Allah turunkan berkisar antara kufur akbar dan kufur ashghor sesuai dengan keadaan pelakunya.

tapi susunannya sesuai apa yang ingin saya sampaikan. Saya meminta kepada Allah taufiq dan kelurusan dalam ucapan dan amalan. mereka jadikan sebagai hukum lalu mereka menjadikannya sebagai hukum ketika ada perselisihan. yang di mana pada akhirnya menjerumuskan kepada kesesatan dan penyesatan setelah menjelaskan makna labs (samar/tidak jelas) dan talbis (mengaburkan permasalahan. akan tetapi ia berkeyakinan bahwasanya keduanya sama saja. sekaligus menyebarkan keraguan-keraguan. Para hakimnya memutuskan perkara dengan hukum yang bertentangan dengan al Qur’an dan As Sunnah bahkan megesahkannya dan mengharuskan orang untuk mengikutinya. dukungan. Mereka (salaf ini) tidak berbicara tentang masa kita ini dan mereka sama sekali tidak memaksudkan undangundang pengganti syari’at Allah (sekarang ini). akan tetapi ia berkeyakinan boleh berhukum dengan hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. Serta permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya juga membuat tandingan terhadap mahkamah syar’iyah baik secara persiapan.Kedua: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu tidak mengingkari keabsahan hukum Allah akan tetapi ia berkeyakinan bahwa selain hukum Rasululloh lebih baik. Setelah menjelaskan sebab-sebab yang bisa menghantarkan pada pengkaburan kebenaran dengan kebathilan. Dengan demkian kekufuran apalagi yang lebih besar dari pada itu. berbagai perundang-undangan seperti undang-undang Perancis. ia kafir keluar dari Islam karena dengan demikian ia menyamakan antara makhluq dengan Kholiq. Demi Allah. penentangan mana yang lebih dahsyat dari penentangan perbuatan merka itu terhadap persaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan dan hanya kepada-Nyalah tempat mengadu. mahkamah mereka pun juga memiliki referensi yaitu undang-undang yang diadopsi dari berbagai ajaran. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas ? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. Ketiga: Keempat: Orang tersebut tidak sampai berkeyakinan bahwa selain hukum Allah itu sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya apalagi berkeyakinan bahwasanya hukum tersebut lebih baik. Mahkamah-mahkamah seperti ini sekarang banyak terdapat di negeri-negeri Islam yang disempurnakan. Sebagaimana mahkamah syar’iyah itu mempunyai rujukan dan sandaran yaitu yang semuanya berdasar kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Kelima: Yaitu yang paling besar dan paling luas cakupan penentangannya terhadap syari’at dan paling berani menentang hukum-hukumnya. Seperti ini juga tidak diragukan lagi atas kekafirannya karena ia lebih mengutamakan hukum buatan makhluk yang hanya merupakan sampah-sampah otak dan kekerdilan hukum dibanding dengan hukum Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. maka seperti ini sama saja dengan dua kelompok sebelunya. baik secara mutlak maupun hanya terbatas pada masalah-masalah baru yang muncul sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi. bahkan juga pemutusan dan pemaksaan paham dengan berbagai rujukan dan referensi yang dimiliki. Mereka tetap di atas hukum jahiliyah dan menolak serta benci terhadap hukum Allah dan Rasul-Nya. yaitu memoles kebatilan dan syahwat dengan polesan syar’i dengan mentahrif dalil-dalil atau menyembunyikannya. lebih sempurna dan lebih memenuhi kebutuhan manusia sebagai pemutus perkara antara mereka ketika terjadi pereslisihan. Amerika. Di antara bantahan yang paling baik yang pernah saya lihat akan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 48 - - . Inggris dan undang-undang yang lain serta dari berbagai aliran bid’ah yang mengaku berpegang terhadap syareat dan lainlainnya. Di antara fenomena-fenomena adalah: Berdalih Atas Keabsahan undang-undang yang mengganti syari’at Allah dan atas penghalalan apa yang diharamkan Allah dengan atsar dari salaf ”kufrun duna kufrin”. penyebaran pemahaman. Orang semacam ini sama saja dengan orang-orang sebelunya karena ia berkeyakinan bolehnya mengkuti hukum yang secara jelas bertentangan dengan nash. Ini adalah FENOMENA PENGKABURAN YANG HAQ DENGAN KEBATHILAN. disiapkan dan terbuka bagi seluruh manusia dan banyak orang yang memanfaatkannya yang pada dasarnya adalah fatamorgana. dan menempatkan hukum bukan pada tempatnya serta berdusta (mengada-ada) dan aniaya terhadap Habrul Ummah Turjumanul Qur’an (Ibnu Abbas radhiallahu’anhu) dan terhadap generasi terbaik umat ini. Keenam: Hukum-hukum yang digunakan oleh para pemimpin suku dan kabilah yang berupa cerita dari nenek moyang mereka yang mereka namakan Sulumuhum yang mereka warisi secara turun menurun. Sekarang saya akan menyebutkan beberapa fenomena pengkaburan dan penyesatan itu dengan tujuan agar kita hati-hati supaya tidak jatuh kedalamnya. dan menghati-hatikan kaum muslimin agar mereka tidak terjerat dan terpedaya dengannya. Orang tersebut tidak berkeyakinan bahwa hukum tersebut lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. pengembangan. menurut Ibnul Jauzi menampakan kebathilan dalam bentuk kebenaran). ini adalah pentahrifan/pengkaburan dalil dari keadaan yang selayaknya. Saya tidak begitu mementingkan susunan materi-materinya. pengawasan.

Sedangkan dalam madzhab Khawarij bahwa pelaku dosa besar itu adalah kafir. benar. tentang perlakuan dlalim yang dilakukan oleh sebagian para penguasa. Orang yang mengamati dua khabar (atsar) ini pasti ingin mengetahui siapa orang yang bertanya dan siapa yang ditanya. dan bahwa menyalahi syari’at Allah dalam masalah qadlaa ‘aam (ketentuan/hukum umum atau tasyri ‘aam) tidak membuat kafir orang yang ridla dengannya dan yang melaksanakannya. namun yang jelas bahwa orang-orang Ibadliyyah seluruhnya mengatakan: Sesungguhnya negeri orang-orang yang berseberangan dengan mereka adalah negeri Tauhid kecuali kelompok penguasa. namun engkau merasa takut. dan beliau itu sangat mencintai Ali sedangkan kaum Abu Miljaz yaitu Banu Syaiban dahulunya adalah pendukung Ali pada kasus perang Jamal dan Shiffin. kuat dan tegas.! Namun ayat itu berkenaan dengan orang-orang Yahudi. demi Allah.talbis ini adalah apa yang ditulis Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah ta’ala. berkata: “Beberapa orang dari Bani Amr Ibnu Saduus mendatangi Abu Mijlaz. Ada juga atsar dari Abu Mijlaz saat orang-orang Khawarij Ibadllyyah mendebatnya. kami tidak mengetahui dari kelompok mana orang-orang yang ada dalam dua atsar ini. dalam pengkafiran Ali karena beliau melakukan tahkim kepada dua orang (sahabat). Mereka berkata: Apakah itu benar? Beliau berkata: Ya. Dua atsar ini telah diriwayatkan oleh Ath Thabariy: 12025. dan kedua sanadnya adalah shahih. maka termasuk yang menentang Ali adalah sekelompok orang dari Banu Syaiban dan dari Bani Saduus Ibnu Syaiban Ibnu Dzuhl. Saudara saya As Sayyid Mahmud Muhammad Syakir telah memberikan atas kedua atsar itu ta’liq yang sangat berbobot sekali. Mereka berkata: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata Ya. dan ini teksnya: “Ya. Orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz adalah kelompok orang dari Bani Amr Ibnu Saduus (sebagaimana dalam AI Atsar 12025).. mereka berkata: Wahai Abu Mijlaz beritahu kami tentang firman Allah: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata: Ya.. dan kepada Islam-lah mereka itu mengajak. Mereka itu sepaham dengan kelompok Khawarij lain dalam masalah tahkim. langsung mereka jadikan sebagai pendapat (pegangan) yang dengannya dia menganggap benar memutuskan hukum dalam masalah harta.. Tatkala dia mendapatkan kedua atsar ini.! Saya tidak melihatnya dan kalian melihat hal ini sedang kalian tidak merasa berdosa. Kemudian mereka mengatakan juga: Sesungguhnya semua yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 49 - - . sesungguhnya para penebar keraguan dan fitnah dari kalangan yang berbicara dalam masalah ini pada masa sekarang ini telah mencarikan alasan (udzur) bagi para penguasa dalam meninggalkan berhukum dengan apa yang diturunkan Allah. bahwa Ali itu tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah dalam masalah tahkim. Kemudian setelah sepeninggal Abdullah Ibnu Ibadl orang-orang Ibadliyyah ini pecah banyak (sekali). maka mereka mendebat seraya menginginkan agar Abu Mijlaz itu merestui pendapat mereka akan kafirnya para penguasa tersebut. Dan Khawarij menetapkan bahwa hukum-hukum (yang diberlakukan kepada) orang-orang musyrik berlaku pula bagi orang-orang yang bersebrangan dengan mereka. benar. dan dalam memutuskan hukum yang berkenaan dengan darah. benar”. dan.. dan darah dengan selain apa yang telah Allah turunkan. sedangkan lbadliyyah adalah bagian dari jama’ah Khawarij Haruriyyah pengikut Abdullah Ibnu lbadl At Tamimiy. mereka menjadikan atsar-atsar ini sebagai alasan atau pembolehan bagi qawaniin watsaniyyah maudluu’ah (undang-undang buatan yang syirik) yang telah merambah negeri-negeri Islam”. kehormatan. kehormatan dan harta dengan selain syari’at Allah yang telah Dia turunkan dalam kitab-Nya. saya akan nukilkan seluruhnya karena sangat penting sekali: Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam Umdatut Tafsir: “Dan atsar-atsar ini -dari Ibnu Abbas dan yang lainnya adalah di antara sekian atsar yang sering dipermainkan oleh mudlalliluun (orang-orang yang menyesatkan) pada zaman kita sekarang ini dari kalangan yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dari kalangan yang lainnya yang sangat berani terhadap agama ini. serta (mencarikan alasan) dalam keberanian mereka mengambil undang-undang orang-orang kafir yang mereka terapkan di negeri-negeri Islam. Saudara saya As Sayyid Mahmud telah menulis hal yang berkenaan dengan dua atsar ini. atau yang sejalan dengannya” Kemudian Ath Thabari meriwayatkan (12026) hampir sama maknanya dengan yang tadi. Nashrani dan orang-orang musyrik. mereka (para penguasa itu) dalam sebagian keputusannya menyalahi syari’at karena mengikuti hawa nafsunya atau karena jahil akan hukum. Berkata (perawi): “Mereka berkata Wahai Abu Mijlaz. sesungguhnya itu adalah darul kufur menurut mereka. dan tatkala terjadi tahkim pada perang Shiffin dan Khawarij memisahkan diri. Kemudian Abdullah Ibnu Ibadl ini berpendapat bahwa orang yang bersebrangan dengan Khawarij adalah kafir bukan musyrik. dan mereka itu adalah golongan dari firqah Ibadliyyah (sebagaimana dalam atsar 12026).. apakah mereka (penguasa saat itu) memutuskan dengan apa yang Allah turunkan?” Beliau berkata: “Dia (Islam) adalah agama yang mereka yakini. Abu Mijlaz (Lahiq Ibnu Hurnald Asy Syaibaniy As Sadusiy) adalah tabi’in tsiqah.. 12026. ini supaya menjadi alasan bagi mereka untuk memberontak para penguasa itu. Allah saya berlepas diri kepada Engkau dari kesesatan. Dan saya merasa perlu untuk menyebutkan teks riwayat pertama Ath Thabariy ini berikut ta’liq saudara saya atas kedua riwayat itu. dan dengannya mereka memegang.!!! Beliau berkata: Kalian lebih layak akan hal ini daripada saya. bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka itu melakukan dosa” Maka mereka berkata: Tidak. Ath Thabary meriwayatkan (12025) dari Imran Ibnu Hudair. namun para pengikutnya tidak sependapat dengannya. Waba’du.

karena mereka berada dilingkungan penguasa (sutlhan). dikarenakan mereka itu mungkin saja maksiat dan melakukan apa yang telah diharamkan Allah. dari kalangan Ahli kiblat dengan berbagai macam golongannya akan pengkafiran orang yang menyatakannya dan orang yang mendakwahkannya. dimaksudkan kepada orang-orang pada masa kita ini yang mengganti syari’at Allah dan berpaling dari memutuskan dengannya dan dari berhukum kepadanya dengan alasan tidak selaras dengan zaman mereka ini -begitu mereka mengklaim-?!” Ya Allah sesungguhnya kami berlepas diri dari pengkaburan ini. Jadi jelaslah bahwa orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz itu adalah orang-orang Ibadliyyah. maka sesungguhnyaa dia melakukan itu bisa karena ketidaktahuan. kehormatan. Dan oleh sebab itu beliau berkata kepada mereka dalam khabar yang pertama (no: 12025): Bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka telah melakukan dosa dan berkata dalam khabar yang kedua: Sesungguhnya mereka itu mengamalkan apa yang mereka amalkan dan mereka mengetahui bahwa itu dosa. maka ini tidak pernah terjadi. ini satu. dan turun untuk alasan-alasan dan hikmah-hikmah tertentu yang telah tiada sehingga hukum-hukum itu pun otomatis gugur karena telah tiadanya hal itu. namun dia sengaja mengkaburkan masalah dan mencampurkan yang haq dengan kebathilan dalam rangka mengikuti hawa nafsu atau karena dunia yang dia harapkan. dan ini statusnya sama dengan orang yang jahil akan syari’at. Apakah ini bisa dibandingkan dengan apa yang telah kami jelaskan dalam perbincangan Abu Mijlaz bersama segolongan orang-orang Ibadliyyah dari kaum Bani Amr Ibnu Suddus…???!!! Seandainya masalah ini sesuai dengan apa yang mereka (para mubthilun) duga dalam khabar Abu Mijlaz bahwa mereka maksudkan penyimpangan penguasa pada hukum-hukum dari hukum syari’at maka sesungguhnya belum pernah terjadi dalam sejarah Islam bahwa ada hakim yang membuat hukum dan menjadikannya sebagai ketentuan (undang-undang) yang harus dipatuhi dalam penentuan keputusan. dan darah dengan undangundang yang bertentangan dengan syariat Islam. Dan bisa juga dia memutuskan itu karena hawa nafsu dan maksiat. Dan yang sedang kita hadapi sekarang adalah bentuk menjauhkan atau meninggalkan akan hukum-hukum Allah seluruhnya tanpa kecuali. sehingga dia tidak mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. Umdatur Tafsir 4/156-158 dalam Tafsir Ath Thabariy 10/348 – 349) Setelah penukilan ini yang tidak memerlukan tambahan lagi. (Ini ditulis oleh Mahmud Muhammad Syakir. Dan yang lain lagi adalah bahwa si hakim yang memutuskan hukum dalam qodliyyah mu’ayyanah (kasus tertentu) dengan selain hukum Allah. dan sesungguhnya tidak seorangpun yang menempatkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu atau perkataan Abu Mijlaz terhadap orang-orang yang membabat syari’at Allah pada masa sekarang ini kecuali orang yang bodoh akan kenyataan. dan menelantarkan semua syari’at-syari’at Allah. ini merupakan kekafiran yang tidak diragukan oleh seorangpun. mengutamakan hukum-hukum yang lain atas hukumhukum-Nya yang terdapat dalam Kitab-Nya dan sunnah-sunnah Nabi-Nya. sehingga tidak mungkin memalingkan perkataan Abu Mijlaz dan orang-orang Ibadliyyah kepadanya. maka ini statusnya sama dengan status orang yang melakukan ta’wil yang menyadarkan ta’wilnya dari pengakuan dia akan nash Al Kitab dan Sunnah Rasullah. Adapun pada zaman Abu Mijlaz atau sebelumnya atau sesudahnya ada hakim yang memutuskan hukum dalam sesuatu hal seraya mengingkari hukum dari hukum-hukum syari’at atau lebih mengutamakan hukum-hukum orang kafir atas hukum-hukum Islam. maka status dia dalam syari’at ini adalah sebagai orang yang mengingkari hukum dari hukum-hukum Allah: Disuruh bertaubat. dan bukan tentang menggulirkan undang-undang (peraturan-peraturan) yang mengharuskan umat Islam berhukum kepada hukum selain hukum Allah dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Nabi-Nya. Bisa juga memutuskan hukum itu karena ta’wil yang menyalahi ulama lainnya. Adapun bagian yang kedua adalah kekafiran berhukum dengan selain hukum yang Allah turunkan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 50 - - . bahkan masalahnya sudah melebihi itu semua sampai-sampai mereka itu lebih mengunggulkan hukum-hukum undang-undang buatan atas hukum-hukum yang diturunkan Allah. dan lebih mengutamakan hukum-hukum orang-orang kafir daripada hukum-hukum Allah. dan memalingkannya kepada selain maknanya dalam rangka membela penguasa atau sebagai hillaah (caricari alasan) untuk memperbolehkan memutuskan hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah dalam memaksanya kepada hamba-hambaNya. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari talbis dan mughalathah ini. serta rela dengan penggantian hukum-hukum itu. berupa memutuskan hukum dalam masalah harta. atau orang munafiq yang sengaja menyesatkan yang di mana dia itu tahu akan kenyataan disekelilingnya dan (tahu bahwa kenyataan itu) tidak sama dengan kenyataan yang dibicarakan oleh salaf radliyallahu‘anhum. Maka perbuatan ini adalah (bentuk) berpaling dari hukum Allah. maka ini adalah dosa yang ditaubati dan mendapatkan ampunan karenanya. maka dia itu berstatus sebagai orang kafir yang bersikeras diatas kekufurannya (yang dimana) hukumannya sudah ma’ruf di kalangan para ulama agama ini”. bila dia bersikeras. mereka bertanya hanya karena ingin memaksakan hujjah mereka kepada beliau dalam masalah pengkafiran para pejabat pemerintah (saat itu). dan klaim orang yang berhujah akan hal itu bahwa hukum-hukum syari’at hanyalah turun untuk zaman yang bukan zaman kita ini. enggan akan aturanNya. bukan kufur syirik dan bahwa pelaku dosa besat itu adalah kekal di neraka selama-lamanya. keras kepala dan mengingkari hukum Allah. Jadi.Allah wajibkan atas makhluknya adalah iman dan sesungguhnya setiap dosa besar itu adalah kufur nikmat. pertanyaan mereka itu bukan tentang apa yang dijadikan hujjah oleh para ahli bid’ah zaman kita ini. apakah masih boleh orang mengatakan: “Sesungguhnya Ibnu Abbas atau Abu Mijlaz dengan perkataan mereka berdua. Maka barangsiapa berhujjaah dengan dua atsar ini dan yang lainnya dalam bukan tempatnya. dan kami membebaskan sahabatsahabat Rasulullah.

” Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al ’Ulwan Al Qosim dalam kitab Alla Inna Nashrallahi Qoriib. Disebutkan pula. Yaitu perkaaan beliau: ”Kufrun Duna Kufrin. 2. “itu adalah kufur”. aku membenci kekufuran dalam Islam”. “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Tahdzibul kamal (30/179-180) dan Hadyus Sary (447-448)) Abdullah Thawus menyebutkan dari bapaknya yang mengatakan: ‘Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu ditanya tentang firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. sim dan suratsurat lainnya dari thaghut. Inilah yang pasti dari Ibnu ‘Abbas ra. “Cukuplah perbuatan tersebut menyebabkan kekufurannya”. Pada prinsipnya. maka maksudnya adalah kufur akbar. Diatas telah disebutkan tafsiran Ibnu Abbas “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Dari uraian tadi dapat kita simpulkan bahwasanya “al-hukmu bighoiri maa anzalAllah” mengandung dua pengertian: Pertama: Al-Qodlo’ (memutuskan perkara) Pada pengertian ini para pelakunya berbeda-beda hukumnya. Al Kamil (7/2569) karya Ibnu ‘Ady. berkisar antara kufur akbar dan kufur ashgor (kufrun duna kufrin) sesuai dengan keadaan pelakunya. Hisyam dianggap lemah oleh Imam Ahmad. dan ia mengakui atas kesalahannya dan ia juga mengakui bahwa ia telah mengikuti hawa nafsu. Islam. ini adalah qarinah yang jelas yang menunjukkan bahwa kufur di sini adalah selain kufur akbar. yang diriwayatkan oleh Bukhary (5273) dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu tidak menyelisihi kaidah ini dan tidak membatalkan prinsip yang dinyatakan dalam risalah ini. Waki’ dalam Akhbarul Qudhah (1/4) dan lainnya dengan sanad shahih. Ibnu Jarir (6/256). Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. Ia mengingkari atas kebenaran hukum Allah dan Rasul-Nya. apakah ia sudah musyrik? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 51 - - . “Akan tetapi. Apabila disebutkan ‘kufur’ dan ditulis dalam bentuk ma’rifah dengan huruf alif dan lam. (Lihat: Adh-Dhu’fa’ karya Al ‘Aqily (4/337-3380.” Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Perkara ini demikian jelas bagi orang yang memperhatikan. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. dan ia mengakui kesalahannya dan ia telah mengikuti hawa nafsu. Ia menunjukkan keumuman lafaz tersebut dan tidak membatasinya.” Dan juga perkataan beliau: ”Kekafiran di sini bukanlah kekafiran yang kalian maksudkan. “Itu adalah kufur” dan dalam lafazh lain “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi (yang ia putuskan). Yahya bin Mu’in Al ‘Aqily dan Al Jamah.tidak menyebabkan pelakunya keluar dari radhiallahu’anhu terhadap firman Allah. At-Tasyri’ (membuat undang-undang). lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. Ia akan termasuk kufur akbar yang menyebabkan dirinya keluar dari Islam jika: 1. Perkataan istri Tsabit bin Qois. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. Pada pengertian yang kedua ini para ulama’ telah berijma’ atas kekafiran mereka dan mereka wajib diperangi sampai mereka mau kembali kepada syari’at Islam. Kedua: Bagaimana hukumnya jika muslim membuat ktp.” (Al-Maidah:44) Ayat ini mencakup pengertian bagian ini. Ia berkeyakinan boleh berhukum kepada hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. meskipun ia yakin bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya itu lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum yang lain. Dalam riwayat lain disebutkan. 4. Al Maruzy telah meriwayatkan dalam Ta’zhim Qadris Shalah (2/521) dan Al Hakim dalam Mustadraknya (2/313) dari jalan Hisyam bin Hujair dari Thawus dari Ibnu ‘Abbas. maksudnya ayat tersebut menunjukkan keumumannya. surat nikah. Ia mengatakan “dalam Islam”. 3. kata kufur jika ditulis ma’rifah dengan huruf lam maksudnya adalah kufur akbar sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab Al Iqtidha’ (1/208) kecuali jika dikaitkan dengan qorinah (korelasi) yang mengubah maknanya. Adapun yang dia katakan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu bahwa ia mengatakan kufrun duna kufrin adalah TIDAK PASTI DARINYA. Diriwayatkan oleh Abdur Razak dalam tafsirnya (1/191). Jalan Hisyam bin Hujair ini munkar dari dua sisi: Pertama Kedua : Hisyam meriwayatkan sendirian : Hisyam menyelisihi perawi yang lebih tsiqoh darinya Perkataan Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu. Dan perbuatan itu akan hanya sebagai maksiyat atau kufur ashghor atau kufrun duna kufrin jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah.” (Al-Maidah:44) Ibnu ‘Abbas mengatakan. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar.

maka orang tersebut akan mendapat sanksi hukum dari thaghut. (An Nisa : 141) Ayat ini sifatnya penafian. Allah Ta’ala berfirman. Tetapi bukan berarti Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam setuju. Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun memanfaatkan Undang-Undang Jahiliyah seperti pada hukum perlindungan dan keamanan. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. lebih baik dibayarkan dengan niat bahwa ia terpaksa karena didzalimi. karena dengan sebab kemurtaddannya maka kepemimpinannya itu lepas dengan sendirinya. bahkan di mata uang pun tertera simbol atau gambar thaghut. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). menyetujui dan ikut serta di dalam kemusyrikan dan kekafiran seperti yang telah dijelaskan secara jelas di bagian terdahulu. akan tetapi ini bermakna larangan bagi orang muslim untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi orang kafir untu menguasai kaum muslimin. SIM. akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengancam kepada orang-orang yang mentaati orang kafir : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 52 - - . taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian” (An Nisa : 59) Di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mentaati pemimpinnya. jika seseorang tidak memiliki KTP. Tidak berlaku bagi hal-hal yang makruh. maka daripada memperoleh kedzaliman yang lebih besar dari thaghut. tidak boleh diberikan kesempatan untuk menguasai orang muslim. Orang murtad tidak memilki wilayah (saitharah). yang sifatnya duniawi dan ada konsekuensi-konsekuensi yang bersifat ukhrawi (akhirat). agama. karena ia telah mengikuti. “Dan Allah tidak akan menjadikan bagi orang kafir jalan untuk menguasai kaum muslimin”. dsb. kemaksiatan. Misal. mendengar dan taat… ” (HR. Surat Nikah. (an Nissa :140) Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Banyak sekali konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan terhadap musyrikin. Misal. Gugur hak perwalian atau penguasaannya terhadap kaum muslimin a. sama seperti pada mata uang yang digunakan oleh bangsa Quraisy pada zaman Nabi shalallahu’alaihi wassalam (ada gambar Kaisar Romawi). termasuk bagi muslim. jika tidak ditunaikan maka bisa jadi hartanya disita atau terancam. beliau menerima perlindungan dari Abu Thalib. haram. shahih) Jadi keberadaan pemimpin adalah untuk ditaati. juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Aku memerintahkan kalian dengan lima hal sebagaimana Allah memerintahkan saya dengannya : berjama’ah. lebih baik ia memanfaatkan hukum tersebut untuk kemaslahatannya. kufur akbar ataupun berikrar untuk pindah agama). musyrikin atau bagi orang kafir untuk menguasai diri mereka. Kaum muslimin tidak boleh memberikan kesempatan atau peluang bagi orang murtad. dan itu termasuk kepada hukum idari (hukum penertiban) yang di Islam sendiri dilakukan dan tidak diingkari. dalam hal perpajakan yang seorang muslim sulit mengelak dari kedzaliman thaghut ini. Misal KTP di Republik Indonesia adalah jaminan perlindungan dari pemerintahan kafir RI kepada seluruh rakyatnya. Semua ini tergantung dari niat dalam perbuatan yang sifatnya mubah dan disunnahkan Nabi shalallahu’alaihi wassalam.Surat-surat tersebut tidak termasuk tahakum (berhukum) kepada thaghut dan tidak termasuk setuju atau tawali terhadap hukum thaghut. Ahmad dan At Tirmidziy. apalagi kemusyrikan dan kekafiran. di antaranya : 1. Begitu juga apabila si orang kafir atau murtad ini asalnya muslim dan menjadi pemimpin (amir) bagi kaum muslimin. Konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan di dunia ini. orang yang sudah murtad atau sudah kafir atau sudah keluar dari Islam (baik karena melakukan syirik akbar. Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. maka wajib atas kaum muslimin untuk melengserkannya. Jadi. maka dari itu orang kafir atau orang murtad tidak boleh menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. daripada seorang Muslim mendapat mudharat semacam itu. lalu dalam perjalanannya dia murtad dari Islam. tentulah kamu serupa dengan mereka. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. kafirin. Sungguh. tidak termasuk kepada hukum syar’i. Bukan hanya di surat-surat. Karena seorang imam atau amir atau pemimpin itu diangkat untuk ditaati sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman. tapi ini hanyalah pemanfaatan saja untuk menjauhi mudharat. Jika dia tidak mau menanggalkan kepemimpinannya atau tidak mau turun dari jabatannya sebagai pemimpin atau amir maka wajib atas kaum muslimin untuk mencopot jabatannya. taat dan berwala’ kepada hukum dan pemerintahan bangsa Quraisy. dari segala suku bangsa. seperti orang-orang sesat yang masuk parlemen dengan niat maslahat dakwah. Ada konsekuensi-konsekuensi atau sikap mukmin terhadap mereka.

Bila ada seorang muslimah memiliki ayah. dan bila dia tidak mau turun. mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya”. Orang murtad tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin atau amir atau presiden atau hal-hal yang seperti itu. Gugur hak perwalian dalam masalah pernikahan. mengangkat orang yang akan menerapkan atau memberlakukan hukum thaghut terhadap manusia. maka wajib diturunkan oleh kaum muslimin. baik itu shalat. Bagi orang yang mengetahui bahwa imamnya itu orang kafir atau pelaku syirik akbar. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. dan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang bagi orang muslim untuk memberikan kekuasaan kepada orang kafir. Keberhakkan dalam perwaliannya sudah gugur. namun kita tidak mengetahuhi bahwa si imam itu anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai maka shalat kita bermakmum kepadanya tetap sah. baik tidak mengetahuinya karena tidak melihat hal-hal yang membatalkan keislaman dari imam tersebut (Masturul Hal) walaupun hakikat sebenarnya si imam itu orang kafir. 3. tapi kalau dia murtad dari Islam maka amal-amal yang dilakukannya. berarti tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang untuk mentaati orang kafir. sebelum mereka beriman. ketika muslimah tersebut mau menikah. sedang kekafiran dia yang sebenarnya dihisab di sisi Allah. karena orang kafir atau orang murtad segala amal-amalnya tidak sah karena syarat sah seluruh ibadah adalah Al Islam atau orangnya bertauhid. seperti ikut berpartisipasi dalam Pilpres. maka si ayah ini –dalam Islam– tidak memiliki perwalian dalam nikahnya karena dia sudah murtad dari Islam. Sedangkan setiap orang yang mengurusi anak. Kita tidak diwajibkan umtuk mengorek-ngorek keyakinan si imam. 2. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. yang mana dia menjadi imam shalat. baik itu murtad karena mendukung syirik hukum atau pun melakukan syirik tumbal dan sesajian atau yang lainnya. shaum atau yang lainnya adalah tidak sah. Pilkada dll. akan tetapi karena si imam itu tetap menampakkan keislaman. walaupun dia menarik hatimu.“Hai orang-orang yang beriman jika kalian mentaati orang-orang kafir tentu mereka mengembalikan kalian ke belakang (murtad)” (Ali Imran : 149) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam atau menghati-hatikan kepada orang muslim dari mentaati orang kafir. karena hal ini adalah sebuah bentuk pengangkatan orang kafir untuk menjadi pemimpin. maka berarti kepemimpinan orang murtad atau orang kafir atas kaum muslimin itu dilarang. bahwa jika kalian mentaati orang-orang kafir. baik ayah atau ibu murtad dari Islam. bila dia melindungi diri dengan kekuatannya maka wajib atas kaum muslimin untuk memerangi kelompok yang melindunginya dengan segenap kemampuan. (Al Baqarah : 221) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 53 - - . Oleh sebab itu orang muslim tidak boleh ikut serta mengangkat orang kafir sebagai pemimpin. Orang muslim tidak dibolehkan menikah atau menikahkan dengan orang yang sudah murtad atau keluar dari Islam dengan bentuk kemurtaddan apa saja. umpamanya shalat dibelakang anggota MPR/DPR atau polisi atau tentara atau anshar tahghut yang lainnya. Tidak boleh menikahinya dan tidak boleh menikahkan seorang muslim dengannya. maka tidak boleh shalat di belakang dia. dia tidak boleh dibiarkan menjadi pemimpin ketika dia sudah murtad dari Islam. Misalnya si imam tersebut adalah sebenarnya anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai. zakat. maka kepemimpinannya lepas dengan sendirinya. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. ini berbeda dengan orang yang tidak mengetahui bahwa imamnya ini orang kafir. maka orang yang shalat di belakangnya adalah sah. misalnya menjadi Anggota Dewan di DPR/MPR atau dia menjadi anshar thaghut (tentara/polisi). Ini dikarenakan kepengurusan anak memberikan jalan bagi dia untuk menguasai anaknya yang masih muslim ini. Dan Allah Ta’ala juga menghati-hatikan dalam firman-Nya : “Maka janganlah kamu mentaati orang-orang kafir. (Al Furqan : 52) Jadi. Gugur hak pengasuhannya (pengurusan terhadap anak) Bila salah seorang dari orang tua. sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. Seorang ayah dilarang menikahkan puterinya yang muslimah atau laki-laki menikahkan saudarinya kepada laki-laki yang murtad atau yang kafir. walaupun dia menarik hatimu. dikarenakan tidak boleh ditaati. maka orang kafir ini akan mengembalikan kalian ke dalam kekafiran atau ke dalam kemurtaddan. dan jihadilah mereka itu dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”. maka dia akan berupaya untuk mendidik anak tersebut di atas keyakinan yang dia anut. kemudian ayahnya ini murtad karena melakukan kemusyrikan atau hal-hal apa saja yang membatalkan keislaman. Tidak boleh shalat (bermakmum) di belakangnya Kita tidak boleh shalat di belakang orang kafir atau orang murtad. dan ketika dia sudah menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin kemudian dia murtad. karena dia sudah mengetahui bahwa shalatnya si imam tersebut tidak sah. karena kita tidak diwajibkan untuk menanyananyai apa dan bagaimana tentang si imam tersebut. maka tidak diberikan hak dalam pengasuhan anaknya. sedangkan orang murtad walaupun dia mengaku Islam atau melakukan amalan-amalan shalih.

maka tidak seorangpun yang memuliakannya” Hajj : 18) (Al Jadi. maka di sini ada dua pendapat para ulama. At Tirmidzi. dan sembelihan ahli kitab halal bagi kalian dan sembelihan kalian halal bagi mereka” (Al Maaidah : 5) 5. lalu kemudian di tengah perjalanan si perempuannya murtad atau si laki-lakinya murtad. dan kedua karena hewan itu sembelihan yang diperuntukan untuk selain Allah”. maka pernikahan tersebut lepas dengan sendirinya. dan yang rajih (kuat) –wallahu a’lam– adalah pendapat yang mengatakan tidak perlu akad kembali –jika si wanita tidak menikah dengan laki-laki yang lain sehabis masa iddahnya–. Apabila dalam masa iddah si perempuan kembali kepada Islam. dan Allah menyiapkan bagi mereka ‘adzab yang menghinakan. maka jangan kalian mengucapkan salam terhadap mereka” . sedang yang Allah halalkan sembelihannya hanyalah sembelihan orang muslim atau sembelihan orang yang terlahir dari Ahli Kitab. 4. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik. Ada kaidah fiqh yang mengatakan bahwa hukum asal sembelihan itu adalah haram kecuali yang dibolehkan oleh syari’at. memuliakan orang kafir adalah haram… 7. Dia (‘Abul ‘Ash) masuk Islamnya enam tahun setelah masa iddah Zainab berakhir sebagaimana atsar yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : “Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ dengan nikah yang terdahulu dan tidak mengadakan akad nikah lagi”. orang muslim tidak boleh mengucapkan salam kepada orang-orang kafir. maka tidak boleh orang muslim memuliakan orang kafir. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. bukan orang yang asalnya muslim kemudian murtad dan masuk Nashrani atau Yahudi atau murtadnya karena melakukan pembatalpembatal keislaman lainnya seperti orang yang melakukan tumbal atau sesajian atau mendukung demokrasi dan hukum-hukum buatan lainnya. ada yang mengharuskan kembali akad dengan mahar yang baru dengan wali dan saksi. Tidak boleh memuliakannya atau mengagungkannya Karena orang-orang murtad itu adalah orang-orang yang sudah dihinakan oleh Allah. tapi yang disepekati adalah jawaban wa ‘alaikum. maka tidak boleh kita muliakan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan tentang orang yang membuat sembelihan untuk tumbal : ”Hewan ini haramnya dari dua sisi : Pertama. 6. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 54 - - . dan begitu juga si ayah atau saudara atau laki-laki yang memiliki perwalian kepada perempuan tidak boleh menikahkan perempuan tersebut kepada laki-laki musyrik. ini berdasarkan apa yang terjadi saat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ setelah enam tahun. yaitu sembelihan orang muslim atau sembelihan ahli kitab. jika masih dalam masa iddah lalu si laki-laki tersebut kembali kepada Islam maka si perempuan boleh menerima kembali si laki-laki tanpa akad yang baru. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Dan barangsiapa yang telah dihinakan oleh Allah. Jika setelah beberapa waktu masa iddah berlalu dan salah satunya baru kembali kepada Islam. Adapun jika mereka mengucapkan salam terhadap kita maka boleh dijawab dengan “Wa ‘alaikum”. maka si laki-laki boleh kembali kepadanya tanpa perlu akad nikah kembali. Dan sebagian ulama membolehkan menjawab dengan jelas jika mereka mengucapkannya dengan jelas pula. Abu Dawud. sembelihan orang murtad. Begitu juga apabila yang murtadnya itu si laki-laki. Jadi.Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang wali menikahkan wanita yang dalam perwaliannya kepada orang-orang kafir atau musyrik atau orang murtad. Haram sembelihannya Orang murtad haram sembelihannya. orang kafir sudah Allah hinakan. Ibnu Majjah dan di shahihkan oleh Imam Ahmad dan Al Hakim) Jika tadi di awal Allah melarang menikahi wanita-wanita musyrik sampai mereka beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengatakan : “Dan janganlah kalian memegang ikatan (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir” (Al Mumtahanah : 10) Bila asal keduanya atau pada awal penikahannya adalah muslim. dan ada yang berpendapat tidak perlu dilakukan akad nikah kembali. apalagi dengan orang murtad. Wajib bara’ (berlepas diri) dari mereka Bara’ di sini adalah membenci dan memusuhinya. Tidak boleh mengucapkan salam terhadap mereka Ini karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam hadits Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu : “Janganlah kalian mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani” dalam satu riwayat dikatakan : “Jika kalian menjumpai orang-orang musyrik. sedangkan orang yang sudah dihinakan oleh Allah.

hartanya juga diambil untuk Baitul Mal. 8. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 55 - - . makanya Allah meniadakan keimanan dari orang yang menjalin kasih sayang dengan orang-orang murtad atau orang kafir. jika orang muslim yang melakukan maksiat maka kita berlepas diri hanya dari perbuatannya dan bukan dari orangnya. maka bunuhlah” (HR. maka oleh Abu Bakar mereka langsung diperangi. orang-orang murtad. maka katakanlah sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian lakukan” (QS. saudara mereka atau kerabat mereka” (Al Mujaadilah: 22) Jadi Allah mengatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak mungkin menjalin kasih sayang dengan orang yang murtad atau dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. memusuhi dan membenci kepada orang dan perbuatannya. dari orangnya dan dari perbuatannya. Disini ada perbedaan. anak mereka. dan atas kerelaan dia. Akan tetapi dalam kondisi zaman ini (di saat tidak adanya Baitul Mal). saya berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh Khalid”. Ini adalah yang dinamakan bara’. mereka murtad dan mengikuti pemimpinnya dan mereka juga mempunyai pasukan dan kekuatan. Asy Syu’araa : 216 ) Bila dengan orang kafir dikatakan : “Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah”. beliau membunuh orang yang tidak layak untuk dibunuh. Kita harus berlepas diri dari musyrikin. Tidak boleh saling mewarisi dengan orang muslim Misalkan dalam sebuah keluarga muslim ada anaknya yang murtad. dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim” (Muttafaq ‘alaih dari Usamah bin Zaid ra ). karena mereka memiliki kekuatan (tentara dan senjata) maka ini juga langsung diperangi saat kaum muslimin memiliki kekuatan. Ini sebagaimana yang terjadi di zaman Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu 'anhu tatkala memerangi kelompok Musailamah Al Kadzdzab kaum Banu Hanifah di Yamamah. karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir. dan karena Allah mewajibkan untuk memerangi mereka dengan sebab mereka (para thaghut) itu adalah musuh yang telah masuk dan bahkan telah mengakar di negeri-negeri kaum muslimin. karena bisa jadi orang berlepas diri dari perbuatannya. karena pentingnya berlepas diri dari orang atau pelakunya.“Telah ada pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya suri tauladan yang baik bagi kalian saat mereka mengatakan kepada kaumnya : “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. Orang murtad tidak diakui hidupnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Barangsiapa yang murtad dari Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kamu tidak akan menemukan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul-Nya walaupun mereka adalah ayah mereka. maka ini tidak dinasehati atau disuruh taubat terlebih dahulu. tapi tidak berlepas diri dari orangnya. maka Rasul mengatakan : “Ya Allah. dan begitu juga sebaliknya. akan tetapi langsung diperangi oleh Pemerintahan Islam. jika ada seorang muslim sedangkan ayahnya murtad lalu si ayah tersebut meninggal dunia. maka dibunuh. Ketika Khalid ibnul Walid melakukan kesalahan dalam peperangan. maka itu adalah bukan sebagai bentuk warisan. Jika orang murtad secara individu di darul Islam (Negara Islam) maka akan dipanggil dan dinasehati supaya taubat dan diberi tenggang waktu. akan tetapi diterima saja karena dikhawatirkan diambil oleh orang lain. Jadi kita harus berlepas diri dari mereka karena mereka adalah orang yang sudah Allah vonis kafir. Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Bila mereka maksiat kepada kamu (Muhammad). maka si anak yang murtad ini tidak berhak mendapatkan warisan dari si ayah tersebut. 9. maka apabila ada harta yang diberikan kepadanya. ketika kita berlepas diri dari orang musyrik dengan sikap kita terhadap orang muslim yang melakukan maksiat. Jika orang murtad di Negara Islam maka di samping dibunuh orangnya. maka harta yang jatuh ke tangannya bisa digunakan untuk kepentingan dirinya atau kepentingan kaum muslimin. lalu ayahnya meninggal dunia. Begitu juga bagi orang murtad yang bersifat thaghutiyyah. dan bukan dari orangnya. Akan tetapi jika yang murtad itu sifatnya berkelompok dan memiliki kekuatan untuk melindungi diri dari hukum Islam meskipun di wilayah Negara Islam. sedangkan jika dengan muslim yang maksiat maka kita berlepas diri dari perbuatannya atau dari maksiatnya. jika dia bertaubat maka dilepaskan lagi dan jika tidak bertaubat. Bukhari Muslim). kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) Allah mendahulukan berlepas diri dari orangnya.

Ketika di perang Badar. tapi boleh mengatakan “dikhawatirkan dia di ‘adzab di akhirat”. kepunglah mereka. maka kita tidak boleh mengatakan bahwa “si fulan ini calon penghuni surga”. tangkaplah mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrikin itu di mana saja kalian dapatkan mereka. maka kita tidak boleh ikut menshalatkannya. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Para thaghut hukum dan ansharnya adalah orang-orang kafir yang paling dekat dengan kita. karena orang kafir atau orang murtad sudah Allah pastikan masuk neraka. akan tetapi oleh Khalifah Abu Bakkar tidak diterima kecuali jika mereka mau menerima syarat-syarat yang di ajukan oleh Abu Bakar dan disepakati oleh para shahabat. apabila orang muslim yang bertauhid meninggal dunia dan jika semasa hidupnya dia adalah seorang yang taat. 4. maka itulah yang diperangi terlebih dahulu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidak layak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 56 - - . karena orang murtad tidak ada harganya lagi sebab dia sudah menghinakan dirinya sendiri dengan kekafiran atau kemurtaddannya. Makna dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah adalah kafir terhadap thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : ”Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selamanya” (At Taubah : 84) Bukannya dapat pahala tapi justru mendapatkan dosa jika kita menshalatkannya. akan tetapi diperangi… Orang murtad kenapa dibunuh ? karena halal darah dan hartanya. muslim yang fasiq juga tidak boleh dipastikan masuk neraka. tapi boleh mengatakan “Mudah-mudahan dimasukkan ke surga”. ini adalah haram karena dia orang kafir. Muslim dari Abu Malik Al Asyja’iy). Tidak boleh dido’akan Orang yang mati di atas kemurtaddannya atau kemusyrikannya atau kekafirannya haram dido’akan atau memintakan ampunan dari Allah baginya di akhirat. tapi langsung apa adanya dimasukkan ke dalam sumur. atau anggota MPR/DPR atau Hakim/Jaksa mati di atas kemusyrikan dan kethaghutannya. dan orang yang tidak mau taubat atau dia bersikukuh di dalam kemusyrikan dan kethaghutannya maka berarti dibunuh… Demikianlah konsekuensi-konsekuensi yang dikenakan bagi orang murtad di dunia. Dan jika orang muslim itu semasa hidupnya sering melakukan maksiat. Ini adalah bila yang sifatnya kelompok. Orang murtad dibunuh karena dia tidak kafir kepada thaghut.“Hai orang-orang yang beriman. zina muhshan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah maka haram darah dan hartanya. maka kita tidak boleh mengatakan “si fulan calon penghuni neraka”. Jadi kalau orang muslim yang baik dan taat tidak boleh dipastikan masuk surga kecuali jika ada dalil yang khusus. Tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. umpamanya ada polisi atau tentara atau anggota dewan mati sewaktu dalam dinasnya. Al Bukhari dan Muslim). akan tetapi jika orang kafir atau orang murtad. Orang murtad jika mati tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Tidak halal darahnya orang muslim yang bersaksi tiada tuhan yang berhak diibadati selain Allah dan aku adalah rasul Allah kecuali dengan salah satu dari tiga hal. sedangkan orang murtad tidak kafir kepada thaghut. bukan dinasehati agar bertaubat. seadanya saja dengan pakaian yang menempel sewaktu mati. ketika mereka terdesak hingga akhirnya menyerah dan minta damai dengan mengirim utusan Buzakhakh. Ketika Khalifah Abu Bakar radhiyallahu’anhu memerangi kelompok murtad para pengikut Musilamah Al Kadzdzab. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak mengubur orang-orang musyrik yang mati dalam perang sebanyak 70 orang. (HR. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Konsekuensi-Konsekuensi di Akhirat : 1. bila dia belum taubat lalu mati di atas kemusyikannya maka dia tidak boleh dishalatkan. maka boleh dipastikan masuk neraka… 2. Tidak boleh dishalatkan Bila ada anshar (kaki tangan) thaghut seperti polisi atau tentara mati sewaktu dinas. Begitu juga bagi orang yang suka membuat tumbal atau sesajian. maka kita boleh memastikan bahwa dia calon penghuni neraka. qishash. Sedangkan dalam ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. 3. keluar dari Islam”. sedangkan perhitungannya atas Allah” (HR. Beliau langsung memasukkan mereka ke dalam sumur Badar. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) “Jika mereka taubat” adalah taubat dari kemusyrikannya atau dari kethaghutannya. Tidak dimandikan dan dikafani terlebih dahulu. dan intailah di tempat pengintaian. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. Dipastikan sebagai calon ahli neraka Jika orang murtad mati di atas kemurtaddannya. dan di antara syarat-syarat itu adalah mereka harus mau bersaksi bahwa orang yang mati di antara mereka adalah masuk neraka.

maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. infaq. mereka kekal di dalamnya. zakat. Tidak boleh dikubur di pekuburan kaum muslimin Orang murtad jika dia mati. lalu dia mati dalam kekafiran. Haram masuk surga Orang murtad tidak mungkin masuk surga bila dia mati di atas kekafirannya. mereka kekal di dalamnya”. maka sungguh Allah telah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka.…” (Al Maaidah : 72) Bahkan Dia Ta’ala mencela musyrikin kafirin sebagai seburuk-buruk makhluk. maka Allah hapuskan amalan mereka” (Muhammad : 9) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 57 - - . Dan yang lebih haram lagi adalah mengatakan kepada orang murtad “almarhum” atau “almarhumah” yang artinya orang yang dirahmati. maka apa gerangan dengan kita…?! Dan bahkan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri Allah mengatakan : “Andaikata kamu (Muhammad) melakukan syirik maka lenyaplah amalan kamu” (Az Zumar : 65) “Yang demikian itu disebabkan karena mereka membenci apa yang Allah turunkan. mereka kekal di dalamnya”. 5. dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lobang jarum. maka dia tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. shaum. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri. tapi Allah melarang dan tidak memberikan izin. jika saja kepada orang muslim yang baik kita tidak dibolehkan mengucapkannya. Mereka kekal di dalam neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. (Al Baqarah : 217) 8. (Al Maaidah : 5) “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya.orang musyrik. sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam”. dan mereka itulah penghuni neraka. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. beliau shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : “Saya akan memintakan ampunan kepada Allah untuk engkau selama saya tidak dilarang”. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”. haji. (Al Bayyinah : 6) 7. Dan ketika Abu Thalib yang terkenal suka membela Rasulullah itu meninggal. karena mereka sudah hina dan tidak berharga lagi. lalu dia mati dalam kekafiran. walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya. maka turunlah ayat tadi di atas. Akan tetapi kita hanya dibolehkan mengucapkan rahimahullah (semoga Allah merahmati) kepada orang muslim yang baik. dan mereka itulah penghuni neraka. maka terlebih lagi terhadap orang murtad. dan yang lainnya itu hapus sia-sia : “Barangsiapa yang kafir setelah dia beriman maka hapuslah amalannya. 6. dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi”. “Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah. demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan” (Al A’raaf : 40) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala tentang keharaman musyrikin masuk ke dalam surga. tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang zhalim. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. (At Taubah : 113) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan buat ibundanya yang meninggal dalam keadaan musyrik.(Al Baqarah : 217) Dan bahkan para rasul diancam Allah bila mereka melakukan kemusyrikan : “Seandainya mereka melakukan kemusyrikan tentu lenyaplah amalan yang mereka lakukan” (Al An’aam : 88) Ini adalah ancaman kepada para rasul. Amal ibadahnya hapus Segala amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang murtad seperti.

(Al Mudatstsir : 48) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Setiap nabi mempunyai do’a yang mustajab dan setiap nabi sudah menyegerakan untuk memakainya di dunia ini. dan kedua. 5. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. atau bahkan sedikit saja membenci ajaran Allah. Melacak Jejak Thaghut. kitab An Nubuwwat. juga orang-orang shalih. Itu pasti didapatkan Insya Allah oleh orang yang mati di antara umatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. kitab Majmu Al Fatawa.Jika orang membenci ajaran Allah. kitab Minhajut Ta'siis. akan tetapi ini tidak berlaku bagi orang yang mati di atas kekafiran. 2. dari yang asalnya neraka yang paling dasar diganti dengan sandal dari api neraka yang mana bila dipakai. 18. Sedangkan orang yang paling ringan ‘adzabnya di akhirat mengira bahwa dirinya adalah orang yang paling berat ‘adzabnya. keluar dari Islam dan hapus segala amalannya. Pertama. 9. kitab Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid. 16. Kitab Taisir. Situs Islam 1. kitab Majmu’ah tauhid. Allah ridla terhadap orang yang akan diberikan syafa’at. kitab Mishbahuzh Zhalam. 9. 13. kitab Ibthal At Tandid. sedangkan syarat untuk mendapatkan syafa’at adalah Allah ridla kepada orang yang akan diberikan syafaat. kitab Risalah Fie Ma’na Thaghut Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Syaikh Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz. tapi hanya diringankan ‘adzabnya saja. 14. 7. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Syaikh Muhammad. Al-Hafidz Ibnu Hajar. (Al Referensi Kitab 1. 6.com http:\\abuqital1@wordpress. dan saya simpan do’a mustajab saya ini sebagai syafa’at bagi umat saya di hari kiamat. 15. izin dari Allah terhadap orang yang akan memberikan syafa’at. itupun bukan dalam bentuk dikeluarkan dari api neraka. Syaikh Hamd Ibnu Athiq. kitab Ad Durar Assaniyyah. 19. http:\\millahibrahim@wordpress. Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. kitab Syarah Ashli Dienil Islam. Tidak mendapatkan syafa’at Orang murtad tidak mungkin mendapatkan syafa’at di akhirat dari para nabi dan malaikat yang diizinkan Allah akan memberikan syafa’atnya. 8. 17. 10.com www. 3. kitab Al Bidayah Wan Nihayah. 4. mereka berkata dengan penuh penyesalan : “tidak ada yang memberikan syafa’at bagi kami” (Asy Syu’araa : 100) “Tidak bermanfaat bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at”. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. kitab Ash Shorimul Maslul. Dan di hari kiamat ketika orang-orang kafir sudah masuk ke dalam neraka. sedangkan Allah tidak meridlai kekafiran. 11.arrahmah. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab. maka otak yang ada di kepalanya mendidih. Ibnul Qayyim. orang-orang yang mati syahid dan anak kecil yang meninggal. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. dan syarat ridla ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan : “Dan mereka (malaikat) tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah” Anbiya : 28) “Dan Dia tidak meridlai kekafiran bagi hamba-Nya” (Az Zumar : 7) Allah tidak ridla dengan kekafiran. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. semua akan memberikan syafa’at dengan izin Allah. maka itu adalah suatu bentuk kemurtaddan. (HR. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad. Fathul Bari Ibnu Katsir. 12. kitab Thariqul Hijratain. 3. Ini karena syafa’at itu memiliki syarat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Majmu At Tauhid. Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan. Muslim) Satu-satunya orang kafir yang mendapatkan syafa’at hanyalah Abu Thalib. 2. kitab Risalah Nawaqidlul Islam.com DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 58 - - .

Maksudnya. Mengapa syahadatain harus diikrarkan dihadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? 16. Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? 6. jaga saja diri sendiri dan keluarga”? 8. Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? 2. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? 9. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya.PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Visi Kajian : 1. Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Adapun pertanyaan dalam Pasal Aqidah Islamiyah ini adalah sebagai berikut. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? 11. 2. Apakah benar mengenai perkataan. Jamaah Islam. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. Apakah wajib memiliki pemimpin? 5. Jinayah dan Hudud. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? 7. Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? 3. Jamaah Tauhid. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri ) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih? 13. artinya bila sudah ada Imam. Kepemimpinan Islam dan Baiat untuk masuk Islam secara benar menurut kitabullah dan sunnah. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". qishos dan had mesti diberlakukan ? 10. maka segala hukum seperti jinayah. Tabligh : Menjelaskan mengenai Aqidah Islamiyah (Ikatan Islam). Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? 4. maka apa sebabnya? 14. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". Bila itu benar. Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? 12. Jamaah Mujahidin Darr al Islam ? 15. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 59 - - . 1. Jamaah Muslimun. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab.

taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. 1721. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. Ibnu Abi Ashim dishahihkan oleh Syaikh al Albani) Dari Harits bin Harits al Asy‘ari bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda.” (Hadist shahih sunan at Tirmizi no. mendengar. Barang siapa yang menginginkan intinya surga hendaknya mengikuti al Jama‘ah.” (HR Muslim) “Hendaknya kalian mengikuti al jama‘ah dan jauhilah perpecahan. dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. Nasa-I. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. Barangsiapa yang berniat jahat. Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. “Sesungguhnya Allah ridha jika kalian berpegang teguh dengan tali-Nya dan tidak berpecah belah. Tirmidzi. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan lima hal kepada nabi Yahya bin Zakariya –salam baginyauntuk dikerjakan … dan aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang Allah perintahkan kepadaku yaitu. Ahmad. Mentabayyuni (membaca. 4. dan ulil amri di antara kamu. Al Hakim dan Bukari dalam at tarikh. Tangan Allah Ta‘ala bersama jama‘ah.” (HR. 5530 dan Takhriju Misykatul Mashabih no.” (HR. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih jami’ Shaghir no.17. berjama‘ah. Ibnu Hibban. dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran : 103) Hai orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah. 1758) “Jama‘ah adalah rahmat dan berpecah belah adalah adzab. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. ta‘at. 5. (An Nisa : 59) Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. dan dia lebih jauh dari dua orang. Allah ta’ala berfirman. karena sesungguhnya setan itu bersama satu orang. 3694 dari Ath Thayalisi dan Ibnu Khuzaimah) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 60 - - . jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh ? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. (At Taubah : 119) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allah. hijrah dan berjihad di jalan Allah Ta‘ala. 2. apalagi setelah kita memahami kajian tauhid pada pasal pertama pembahasan ini bahwa jamaah & kepemimpinan Islam adalah bentuk kemulkiyahan Allah di muka bumi. 3. Shahih Targhib wa Tarhib no. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? Wajib.

Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. Jumlah anggotanya (umat) sedikit dan tertindas." (HR. 5.” (HR. kemudian dia mati. dinyatakan bahwa yang selamat itu ialah jama'ah. shaum dan mengaku muslim. (HR Ibnu Majah) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran.” (HR. kita perhatikan empat hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di bawah ini: "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya.S. Shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini. Jamaah Islam pasti dibenci dan diperangi oleh penguasa thaghut. untuk memahami garis furqan.8:73) militer dalam struktur kepemimpinan tersendiri sehingga jelas. Muslim) Dari hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas itu diambil tiga kesimpulan : Pertama. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjah (alasan membela diri). dan tidak ada ketaatan kecuali dengan bai’at. zakat. Beliau ditanya: "Ya Rasulullah. tiada kepemimpinan tanpa ada ketaatan." (HR. Muslim) “Dien ini akan senantiasa tegak. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala. 4. Untuk menilai golongan manakah yang pada waktu ini bisa disebut sebagai jamaah yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. “Tiada Islam tanpa jamaah. Hanya mengikuti kitabullah (wahyu) yang diimplementasikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Membuat undang-undang pemerintahan (Piagam Madinah) serta mempertahankannya dengan kekuatan senjata. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. Sudah baro'ah/berlepas diri dari struktur pemerintahan thaghut yang bertolak-belakang dengan hukum-hukum Allah Ta’ala. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. seperti diantaranya yaitu: 1. Muslim) Umar bin khatab radhiallahu’anhu berkata. “(HR. sehingga terjadi "yaqtuluuna wa yuqtaluun" (membunuh atau terbunuh). sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. “Dan mayoritas manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. 6. tentu harus mengetahui apa yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam beserta para shahabatnya. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. (Yusuf : 103) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 61 - - . Tirmidzi dan Thabrani) Dari 'Auf bin Malik ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. satu golongan masuk surga dan tujuh puluh dua golongan masuk neraka". Memiliki institusi & kepemimpinan yang independent (tidak bekerjasama dengan thaghut). atau berdakwah untuk ashabiyyah. 9. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera ashabiyyah atau marah karena ashabiyyah. 2. dalam hadits itu disebutkan yang masuk syurga (selamat) hanya satu. 8. Sudah bantu membantu menyusun kekuatan (Q.Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Beliau menjawab: "Al-Jama'ah". Jamaah Islam yang didirikan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di Mekkah tidak terdaftar di pemerintahan thaghut. 3.” Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? Setelah dijelaskan dan memahami pasal kajian tauhid. Kedua. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at (kepada pemimpin). Semuanya di neraka kecuali satu. 7. artinya bahwa yang kelompok yang lurus dalam tauhid akan selalu "tetap ada". tidak samar dalam menentukan mana kawan dan mana lawan. siapakah satu golongan itu?". tiada jamaah tanpa kepemimpinan. dan yang disebut jama'ah itu ialah golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhiallahu’anhum. Dengan demikian pada akhirnya golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya itu akan tetap eksis dan akan memperoleh kemenangan. Barangsiapa yang mati.

jika untuk mempraktekkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu harus menunggu semua golongan bersatu. Sebab itu bahwa yang disebut "Sunnah" Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu. Sebab itu umat Islam Indonesia pun tidak menunggu seluruh umat manusia di mana pun yang tidak bercita-cita untuk Islam. tetapi tidak menjalankannya. “Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal kehadirannya. tetapi ideologinya bukan Islam. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Umat Islam pada zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam adalah golongan minoritas. zakat. bahwa yang disebut mengikuti jejak (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu ialah yang dalam praktek.S. tetapi berkasih sayang sesama mereka. Maka beruntunglah orang-orang yang asing. Melainkan. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. Dalam hadits itu bahwa golongan yang selamat hanya satu. padahal belum pernah datang kepadamu malapetaka yang pernah diderita oleh orang-orang yang terdahulu dari kamu? Mereka menderita kesengsaraan. bukan hanya bicara dalil tanpa perbuatan (Q. yakni memproklamirkan Negara Islam yang didalamnya menyatakan berlakunya hukum Islam sehingga resikonya memperoleh gempuran dari pihak yang anti penerapan hukum Islam secara keseluruhan. Hal ini telah dijelaskan dengan panjang lebar. kemelaratan. jelas dan terang pada kajian tauhid terdahulu. artinya kita tidak bisa menunggu mereka yang ngaku beragama Islam. goncang-goncangan dahsyat. (Al Fath : 29) Sebab. bukan juga mengamalkan syariat dengan dipilih yang enaknya saja." (Shaad : 24) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda.60:4). Siapakah mereka wahai Rasulullah. Ketiga. Beliau menjawab." (Al Baqarah : 214) Dalam hadits yang dikemukakan tadi di atas bahwa yang masuk syurga itu hanya satu. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 62 - - . dirasakan pula oleh musuhmusuh Islam sehingga 'setan-setan' pun merasa adanya "Asyid daa-u 'alal kuf-fari” (Q. artinya dalam memproklamasikan kedaulatan Islam tidak menunggu yang golongan banyak yang mana masih dalam kegelapan. Hal demikian telah menggentarkan dunia yang bukan Islam pada waktu itu.61:2). jihad dan mengaku muslim. Semua sudah tahu bagaimana hukumnya bagi yang sudah tahu adanya perintah-perintah dari Allah. telah diisyaratkan oleh Nabi dalam hadist shahih. walaupun mereka shalat. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Bersikap keras serta menjengkelkan thaghut (musyrikin. Adapun tentang keberpihakan umat ini kepada thaghut. Dengan itu sungguh tidak berdasar.S. tidak kafir kepada thaghut. Orang yang bermaksiat di antara mereka lebih banyak dari orang-orang yang taat. sehingga nyata dirasakan oleh diri. bahkan jamaah Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun tidak terdaftar di Pemerintahan Kafir Quraisy. Para shahabat bertanya.” (Silsilah Ahadits Shahihah no. yakni mereka yang mengikuti jejak Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersamanya. menyelisihi millah Ibrahim yang baro’ah (berlepas diri) terhadap musyrikin (QS. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? Mengenai harokah atau jamaah yang terdaftar di pemerintahan thaghut maka hal ini sudah diketahui status hukumnya secara dzahir yaitu organisasi (tanzhim) dan anggotanya sama dengan mereka (anshorut thaghut) dan bergelar musyrikin. shaum. bukan cuma mengemukakan dalil. ”Orang-orang yang tetap baik ketika masyarakat sudah rusak. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya." "Karena dipraktekkan oleh Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersama beliau. tetapi mempraktekkan apa yang diperbuat beliau. dan terjadilah penderitaan sebagaimana dalam Qur-an Surat 2 Al-Baqarah ayat 214!".” (Dalam riwayat lain) Orang-orang sholih yang jumlahnya sedikit di tengah masyarakat yang rusak. "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah! Sesungguhnya pertolongan Allah selalu dekat. Ini jelas menyelisihi kitabullah dan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam.48:29). dalam Al-Qur'an surat 2 Al-Baqarah ayat 214 dinyatakan yang bunyinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk ke dalam syurga. 1619) 10. bahwa yang disebut mengikuti jejak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya itu. Adapun dalam ayat di atas itu mengingatkan kita. walaupun mereka berniat demi mashlahat dakwah. sampai rasul dan orang-orang yang beriman besertanya menanyakan. kafirin) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. dan amat sedikitlah mereka ini. 1273. yakni yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. bukan hanya menyampaikan dalildalil kepada orang lain sedang diri tidak melakukannya. hanya satu golongan. pahami dulu tauhid niscaya akan terlihat penyimpangan mareka. Oleh karena itu. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).“…kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Karena mereka sudah melakukan syirik akbar. "Jangan menyangka akan masuk syurga sebelum mengalami penderitaan seperti orang-orang yang terdahulu. yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya.

Maka hendaklah setiap ulil amri memerintahkan dengan apa yang diperintahkan Allah Ta‘ala dan melarang dari apa yang dilarang Allah Ta‘ala. (HR. kemudian mereka terjun kepada parlemen thaghut dan pesta demokrasi. Dalam disiplin ilmu ushul fiqih. bahkan mereka seperti anjing piaraan menjadi objek berbagai partai politik dalam kancah pesta pemilihan pengaku tuhan-tuhan (arbab) atau Pemilu.“Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala (Pancasila -penj) dan setiap kabilah (kelompok. (HR. mereka bergabung dengan pemimpin kaum musyrikin (pimpinan thaghut/pengusung dien demokrasi -penj). Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka.” (An Nisaa : 60) Apakah wajib memiliki pemimpin? Wajib. atau “kami mengkafirkan para penguasanya”. hakikatnya mereka tetap masih belum kafir kepada thaghut.orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Maka urusan jihad sebagai sebuah urusan penting dalam dien juga harus dikerjakan lewat kepemimpinan seorang imam (khalifah saat khilafah masih tegak) atau amir (pimpinan) organisasi jihad ketika khilafah tidak ada. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. “tetapi karena kami berniat demi maslahat dakwah”. juga dari Abu Hurairah) Imam Syaukani menerangkan makna hadits ini: “Hadits-hadits ini menyebutkan disyariatkannya bagi setiap kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai pemimpin karena hal itu membawa keselamatan bagi mereka dari perselisihan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 63 - - . ormas. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Setiap orang yang diikuti adalah ulil amri. Adapun bagi mereka yang mengklaim “kami telah kafir kepada thaghut dan berhala Pancasila”. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Hendaknya setiap orang yang wajib taat kepada ulil amri tersebut untuk mentaatinya selama dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mentaatinya selama dalam kemaksiatan kepada Allah. Baihaqi. mereka lalu menyiarkannya. dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. “Hai orang-orang yang beriman. dan ulil amri di antara kamu. tentulah orang. ijma sahabat dan tabi’in. baik ulama (urusan syar‘i) maupun umara‘ (urusan dunia. “Jika tiga orang keluar dalam safar hendaklah mereka mengangkat salah satu sebagai pemimpin. ormas. 763) Dari Abu Sa‘id Al Khudri bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Dari Abdullah bin Amru bahwasanya Tidak halal bagi tiga orang berada di suatu daerah yang kosong (padang pasir) kecuali mereka harus mengangkat salah satu sebagai amir (pemimpin) mereka. siap membela nusa dan bangsa kaum musyrikin. perang). sunnah.” (HR. karena mereka terikat dan mengikatkan diri dengan pemerintahan thaghut. menyetujui dan berperan aktif untuk melaksanakan undang-undang kafir mereka. Al Bazzar dan Al Haitsami dalam Majma’u Zawaid 5/255. kelompok atau harakah yang mengklaim “mujahid Islam”.” (An Nisa‘ :59) “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan. dan semua yang ada di dalamnya. setiap jamaah. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Dan ijtihad mereka ini batal karena mengikatkan diri dengan kekafiran adalah kekafiran. jamaah) dari umatku ini. rela berada dalam naungan berhala mereka (Pancasila). yang terdaftar di Institusi Thaghut (pemerintahan musyrikin) hakikatnya mereka telah menerima. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. pasti binasalah langit dan bumi ini. Abu Daud no. (Majmu Fatawa 28/180) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat.” (An Nisa‘ :83) Allah Ta‘ala memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para pemegang urusan mereka. Perintah ini berarti juga perintah untuk mengangkat pemimpin dan mentaati mereka. dan fatwa ulama-ulama yang mengikuti salafus shalih dalam pasal Kajian Tauhid. ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya.” (Al Mukminun : 71) “Apakah kamu tidak perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka berhakim kepada thaghut. 2454. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil 8/106 no. sesat yang nyata. mengikuti. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Juga dari Abu Hurairah . 2608 dan Abu ‘Iwanah. hal ini disebut dengan isyaratu nash. HR. Muslim) Hadist tersebut dapat kita saksikan sekarang. “kami tidak setuju dengan hukum kafir”. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan bergabung dengan kemusyrikan. Allah Maha Raja Diraja Yang Maha Suci berfirman.” (Al Ahzab : 36) “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka. Ini telah dibahas secara terang menurut kitabullah.

karena mendekatkan diri kepada Allah dalam kepemimpinan dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya merupakan bentuk mendekarkan diri yang paling utama. Demikian juga halnya dengan seluruh perintah lain yang Allah wajibkan seperti jihad.Ja‘far bin abi Thalib .” (Nailul Authar 8/257) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Harus diketahui bahwa mengendalikan urusan manusia termasuk kewajiban dien yang paling agung. Perhatikan Firman Allah yang bunyi-Nya: "(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra’:71) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 64 - - . perselisihan akan sedikit dan tercapailah kesepakatan (persatuan).” (Majmu’ Fatawa 28/390-392). Dengan adanya kepemimpinan. ketika seorang komandan pasukan yang ditunjuk oleh imam tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. maka menjadi kewajiban penduduk setiap daerah untuk mengangkat seorang imam dari kalangan orang yang berkemampuan . Seandainya anda melihat ketika Rasulullah mencela habis-habisan kami. tanpa mesti harus menunggu pengangkatan komandan baru dari imam. haji. pada Hari Kiamat tiap diri akan didatangkan pimpinannya. Imam Ibnu hajar berkata : Hadits ini menunjukkan bolehnya mengangkat komandan perang meski tidak diangkat (ditunjuk) oleh khalifah. maka tentunya mengangkat komandan jihad di saat tidak ada khalifah lebih boleh lagi. qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah). “Apakah kalian tidak bisa mengangkat salah seorang di antara kalian sebagai pemimpin ketika pemimpin yang kutunjuk tidak menjalankan perintahku?” (Shahih Sunan Abu Daud no. Kemaslahatan manusia tidak akan sempurna kecuali dengan berkumpul (berorganisasi) di antara mereka. Ketika ketiga komandan yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam (Zaid bin Haritsah . maka perintah untuk mengangkat pemimpin atas kelompok yang terdiri dari lebih dari tiga orang yang tinggal di desa-desa dan kota-kota dan dituntut untuk menunaikan hak-hak dan mencegah kedzaliman di antara sesama mereka. untuk mengingatkan wajibnya mengangkat pemimpin untuk seluruh perkumpulan lainnya. 2387) Hadits ini menunjukkan. karena satu sama lain saling membutuhkan. hukumnya lebih wajib lagi.menyebabkan kehancuran. Jika mereka tidak melakukan hal itu. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? Perkataan semacam itu biasanya muncul dari satu di antara empat keadaan seseorang: Pertama. Uqbah berkata. menegakkan sholat Jum‘at. Tetapi jika Khalifah tidak ada dan/atau suasana sudah genting dan darurat maka boleh mengangkat pemimpin. HR. Allah ta‘ala juga telah mewajibkan amar ma‘ruf nahi munkar. Hadits ini menjadi dasar bahwa kaum muslimin harus mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai komandan yang menggantikan posisi khalifah sampai khalifah datang. perkataan terkesan/bernada yang putus asa. diperbolehkan. Dengan tidak adanya kepemimpinan. menegakkan sholat ied dan menolong orang-orang yang terdzalimi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merestui mereka dan menggelari shahabat Khalid sebagai saifullah. Jika kepemimpinan ini diperintahkan atas tiga orang yang berada didaerah kosong (padang pasir) atau sedang melakukan safar. Ketika pulang ke Madinah. “Sebagian ulama telah mengatakan. 4262) Bila menganggkat komandan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada khalifah dengan alasan kondisi genting dan jauhnya khalifah dari pasukan. setiap orang akan memaksakan pendapatnya dan berbuat sesuai hawa nafsunya sendiri sehingga mereka akan binasa.Abdulllah bin Rawahah radhiallahu’anhum) terbunuh. Ini sama persis dengan peristiwa perang Mu‘tah. bukankah dengan pasukan jihad di zaman tidak ada imam lebih berhak lagi? Imamul Haramain Al Juwaini mengatakan. Imam Ath Thahawi mengatakan. mikir atau tidak mikir. Dari Uqbah bin Malik bahwasanya Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam mengutus sebuah pasukan perang kemudian pasukan ini mempersenjatai salah seorang di antara mereka dengan pedang.” (Ghiyatsul Umam Fi At Tiyatsi Adh Dhulam hal. yakni tidak mau susah banyak mikir. 387) Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. mereka melaksanakan arahan dan perintahnya serta menjauhi larangannya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mewajibkan mengangkat seorang pemimpin dalam sebuah perkumpulan paling kecil (3 orang) dan paling sebentar dalam perjalanan. Beliau bersabda. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? Memang harus diangkat oleh Khalifah. pasukan berhak mengangkat seorang di antara mereka yang mempunyai kemampuan memimpin tugas sebagai komandan baru. dan hal itu tidak mungkin sempurna kecuali dengan imarah (kepemimpinan) dan kekuatan. menegakkan keadilan. bahkan dien dan dunia tidak akan tegak tanpa adanya kepemimpinan. Jika demikian halnya dengan pasukan jihad yang diberangkatkan oleh imam. padahal ia tidak ditunjuk oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Jika suatu masa vacum dari seorang imam. Maka yang wajib adalah menjadikan kepemimpinan sebagai sebuah dien (ajaran dien). Padahal susah atau tidak susah. (Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari 7/653. para shahabat sepakat mengangkat Khalid bin Walid radhiallahu’anhu sebagai komandan perang. mereka akan ragu-ragu dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban penting dan kebingungan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi. Bukhari no. Ketika pulang. dan setiap perkumpulan harus ada pemimpinnya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam … (beliau menyebutkan hadits-hadits diatas).

Berdasarkan ayat di atas itu, sadar atau tidak bahwa di bumi ada dua kepemimpinan. Yakni, jika diri tidak berada dalam kepemimpinan yang haq, berarti berada dalam kepemimpinan batil. Dengan itu sekalipun bagi yang tidak merasakan dalam suatu kepemimpinan maka kepadanya tetap akan didatangkan saksinya yaitu pemimpin, terlepas dari apakah itu yang bathal atau yang haq. Dalam AlQur'an surat 90 ayat 10 dinyatakan yang bunyinya : "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan". Dengan itu jelas bila tidak dalam yang haq, berarti dalam bathil. Jika tidak dalam kepemimpinan Islam, pasti berada di bawah kepemimpinan thaghut. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpinnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(Al Baqarah : 257) Kemudian, sehubungan dengan saksi di Akhirat, kita perhatikan lagi ayat yang bunyinya: "Dan bagaimanakah (jadinya) nanti jika diri tiap-tiap umat kami datangkan seorang saksi, dan kami datangkan engkau sebagai saksi terhadap mereka ?" (An Nisa : 41). Sebuah riwayat menerangkan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu: "Bacakanlah al Qur'an untukku!" Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu menjawab: Yaa Rasulullah, bagaimana aku membacanya untuk engkau, sedangkan AlQur'an itu turun kepada engkau?" Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menerangkan: "Aku ingin mendengarnya dari yang lain". Kemudian Abdullah bin Mas'ud membacakan surat An-Nisa. Sesaat sampai pada ayat di atas tadi (An Nisa’:41), Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berkata: "Cukuplah sekarang!" Ketika Abdullah bin Mas'ud menolehnya, tampak air mata beliau berlinang-linang. Ada lagi riwayat yang menyebutkan bahwa ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menambahkan perkataannya : "Sebagai saksi selama aku berada di tengah-tengah mereka...". Dari keterangan tersebut itu dimengerti Bahwa Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam akan menjadi saksi nanti di akhirat terhadap perbuatan umatnya sewaktu masih dipimpin olehnya, tetapi sesudah mereka ditinggalkan wafat oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, maka persaksian itu bukan haknya lagi. Pada hari kiamat kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan dikejutkan oleh orang-orang yang sewaktu hayat beliau dipandang sebagai orang-orang yang tetap ta'at pada Hukum-Hukum Allah, tetapi sesudah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam itu wafat, dan mereka itu menghadapi macam-macam cobaan, ternyata dari perbuatan mereka itu diantaranya banyak didorong oleh nafsu duniawi, sehingga melanggar aturan-aturan Islam. Mengenai mereka itu kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan berkata kepada Allah SWT sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Isa ‘alayhissalam: "...aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu". (Al Maaidah:117) Lebih lanjut kita perhatikan ayat yang bunyinya: "Allah berfirman:"Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain ....".(Al Araf:24) Dari ayat di atas itu dimengerti, disadari atau tidak bahwa di dunia ini terjadi permusuhan. Yaitu antara Hizbullah (Q.S.5:56) dengan Hizbusyaithan (Q.S.58:19), antara yang taat sepenuhnya terhadap hukum Allah dengan manusia-manusia yang mendurhakai-Nya. Pengertian mengenai "syaitan" yaitu suatu sifat bagi makhluk yang melanggar peraturan/hukum dari Allah, yakni yang terdiri dari jin dan manusia. Perhatikan Firman Allah Ta’ala yang bunyi-Nya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (menyesatkan). Jikalau Robbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka kerjakan" (Al An’am : 112) Dari ayat itu dipaham bahwa setiap manusia yang menentang berlakunya seluruh hukum Allah, maka adalah "syaitan" dan jelas berada pada jalan thaghut, terlepas dari apapun namanya, dan terus mengadakan kegiatan dengan saling membantu antara mereka. Dengan demikian jelas ada pemimpinnya. Dari ayat itu juga dipaham bahwa golongan syaitan dari jenis manusia itu adalah umum, artinya tidak mesti dengan nama yang khusus, tetapi bisa saja dengan sebutan yang sesuai dengan kondisi dan situasi zamannya. Dengan demikian dalam versi apapun namanya, baik itu mengatas-namakan Islam atau bukan, tetapi jika keberadaannya tidak memiliki ketegasan memihak kepada yang sepenuhnya ta'at terhadap Allah, maka tetap dalam kepemimpinan "syetan" alias thaghut! Dalam arti tidak memiliki "Furqoon". Sebab, bagaimana akan bisa menjalankan hukum-hukum Allah, jika tidak ada pemimpinnya?

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
65 -

-

Satu contoh saja, yaitu dalam Qur'an surat 5 ayat 89 tertera mengenai "Kaffarat" bagi yang melanggar sumpah yang uraiannya ialah: 1. Memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa diberikan kepada keluarga si pelanggar sumpah. 2. Atau memberi pakaian kepada mereka (untuk sepuluh orang). 3. Atau juga memerdekakan seorang budak (sekarang ini bisa disetarakan kpd yang senilai dengan itu). 4. Jika tidak sanggup melakukan yang sedemikian, maka hukuman/kaffaratnya puasa selama tiga hari. Dalam memutuskan hukum yang harus dipilih dari yang 4 di atas itu haruslah ada hakim untuk mengadili dan menilai kemampuan yang sebenarnya dimiliki oleh si pelanggarnya. Tentu, bagi yang tidak punya pemimpin, maka memilihnya ditentukan oleh yang sesuai dengan keinginan dirinya. Sehingga: Lapornya juga kepada dirinya sendiri. 1. Dihakimi oleh diri sendiri. 2. Divonisnya pun oleh diri sendiri, sehingga bisa dicari-cari mana yang enak atau ringan, walau dia mampu. Disitu pula setan menyelinap pada dirinya. Memang ringan tidak diketahui oleh orang lain, tetapi dimanakah letaknya nilai taubat serta keikhlasan diri untuk menjalankan hukum secara dhohir? Pribadi mu'min tidak lepas dari kewajiban memiliki pemimpin. Apalagi untuk menjalankan hukumhukum seperti "Hudud (Q.S.5:38), Qishas (Q.S.5:45), Jinayah (Q.S.24:2)". Bisa tegaknya hukum-hukum itu jika tegak kedaulatan Islam. Bisanya tegak kedaulatan Islam jika didahului oleh adanya kepemimpinan yang "Furqan", Sebab itu bila tidak butuh dengan kepemimpinan sedemikian, bukanlah seorang Islam, sebab tidak menjalankan Qur'an surat An-Nisa ayat 59. ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” Kedua, jelas, keluar dari yang belum paham tata-cara jihad dalam Islam. Mengapa? Karena, perkataan ini muncul biasanya dari yang kelelahan mencari pemimpin. Apalagi jika yang diikuti selama ini adalah orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu dengan aturan Islam, berangan-angan melamunkan seorang pemimpin ideal. Akhirnya bergonta-ganti pimpinan, maka ujung ceritanya adalah kenyataan di atas: "Sudahlah tidak usah meributkan pimpinan, yang penting kerja saja!" Padahal jihad itu harus dibawah komando Imam. Para sahabat saja sampai terpaksa menunda pengurusan jenazah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam. terlambat dua hari setengah, karena menunggu wujudnya kepemimpinan guna melakukan jihad fisabilillah. Ketiga, bisa juga perkataan di atas tadi itu timbul dari perasaan bahwa ibadahnya sudah sempurna atau tidak lagi mempunyai dosa, karena anggapan cukup dengan menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan. Sehingga merasa tidak perlu adanya pemimpin. Hampir banyak yang hapal akan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang bunyinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan tepat perhitungan waktunya, diampunilah baginya apa-apa yang terdahulu daripada dosanya." (H.R.Bukhori-Muslim) Pengertian dari hadist di atas, yaitu dia berpuasa sesuai dengan aturannya, juga posisi dirinya berada dalam kepemimpinan yang terpisah dari kepemimpinan yang memusuhi hukum Islam. Umpama saja seorang guru kelas 2 S.D. 6 berkata kepada muridnya: "Barangsiapa yang bisa menggambar mobil seperti gambar mobil ini maka akan memperoleh hadiah buku tebal ini". Jelas, hadiah cuma diberikan kepada yang berhasil mengerjakannya dari murid kelas 2 S.D. 6. Jadi, tidak masuk akal kalau ada murid dari kelas atau sekolah lain menggambar mobil memperoleh hadiah buku tebal yang dijanjikan oleh guru kelas 2, S.D. 6 tadi. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak mengemukakan adanya kewajiban berpuasa kepada para pengikut Abu Jahal cs. Karena itu, apa yang disabdakannya juga tidak ditujukan kepada yang masih mengabdikan dirinya bagi "Kebangsaan Quraiys Makkah" sehingga anti pemerintahan Islam di Madinah. Tidak ditujukan kepada yang anti terhadap negara yang didasari Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Tidak ditujukan kepada yang beriman akan sebagian ayat serta ingkar kepada sebagiannya. Tidak pula ditujukan kepada mereka yang menjadi alat pemerintahan yang anti terhadap hukum-hukum Al-Qur'an sehingga ikut terlibat menjegal tegaknya hukum Islam secara keseluruhan. Sungguh tidak ditujukan kepada mereka, sebab terhadap mereka yang sedemikian itu telah dinyatakan dalam Al-Qur'an diantaranya yaitu: Mereka adalah dzalim (Q.S.5:45), mereka adalah kafir (Q.S.5:44), mereka adalah fasik (Q.S.5:47), mereka adalah kafir yang sebenarnya (Q.S.4:150-151), mereka adalah yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan tempat mereka adalah Jahannam (Q.S.4:97), dan mereka adalah yang terputus segala amalannya karena membenci hukum-hukum Allah (Q.S.47:9). Dalam hadist di atas tadi disebutkan "didasari keimanan", maka apakah bisa disebut beriman, jika terlibat membela tegaknya hukum-hukum jahiliyah (Q.S.5:50)? Sedangkan banyak ayat yang menunjukkan bahwa tidak dinyatakan beriman sehingga menegakkan semua peraturan Allah (Q.S.5:68, S. 15:90-93).

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
66 -

-

Selama belum kiamat, selama itu pula semua hukum-hukum Al-Qur'an menjadi kewajiban kita menegakkannya. Sebab itu, para "shoimiin (pelaku shoum)" harus dapat menempatkan dirinya pada wadah (jamaah) yang benar-benar tepat, sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Nabi saw, sehingga amalan Ramadhan-nya tidak terhapus, serta sesuai dengan yang dimaksud dalam "Tauhid". Ke-empat, perkataan di atas tadi muncul dari orang yang tidak mengerti tentang pentingnya nilai kepemimpinan dalam Islam. Bila menyusun Shaf tanpa harus mempertimbangkan dasar kepemimpinan, maka atas dasar apa penyusunan itu dilakukan? Atas dasar inisiatip pribadi? Ya, kalau pribadi bisa-bisa seribu pribadi jadi pemimpin, bahkan lebih dari seribu.... Bila dasarnya inisiatip maka ini jelas bukan logika Umat Islam yang mendasarkan dirinya pada keta'atan yang lengkap pada Allah, Rasul dan Ulil Amri (S.4:59). Bagaimana bisa tertib kepemimpinan, kalau awalnya saja sudah tidak teratur. Syarat berdirinya negara, salah satunya adalah adanya pemimpin. Jika syarat utama ini diabaikan/dianggap tidak mendesak, maka secara langsung orang yang berpendapat begitu, meruntuhkan negara itu sendiri. Jadi, perjuangan apa yang sedang disusun itu? Sepanjang sejarah sunnah, gerakan ummat itu muncul dari adanya pemimpin. Sebelum adanya kesatuan muslimin, baik itu di Makkah ataupun di Madinah, didahului adanya pemimpin. Menjawab pertanyaan di atas tadi, perhatikan lebih dahulu ayat-ayat di bawah ini: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orangorang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al Hadid : 16) "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa : "Hai kaumku, bukankah Robbmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Robbmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?". (Thaahaa : 86) Dari kedua ayat di atas itu diambil arti, sebagai mukmin harus bisa bertahan dalam berpegang pada ketetapan Allah, meski waktu telah begitu lama melampauinya. Jika dikaitkan dengan lamanya diri mencari kejelasan pimpinan, sementara belum juga mendapatinya maka dalam hal itu tidak boleh berkata yang menyalahi dari ketetapan Allah, seperti halnya sudah tidak perlu adanya pemimpin. Mestinya, jika diri sudah berusaha mencari pemimpin yang sebenarnya sedangkan belum juga didapati, maka berkatanya pun harus mengandung unsur perlu adanya pemimpin sehingga padanya didapat "nilai kesabaran". Perhatikan ayat yang bunyinya : "Dan di antara mereka kami jadikan pemimpin untuk memberi petunjuk dengan perintah kami pada waktu mereka sabar. Dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami." (As Sajdah : 24) Meskipun ayat di atas itu terkait dengan kisah Bani Israil, namun sejarah tadi termaktub dalam AlQur'an, maka sudah seharusnya segenap Ahlul Qur'an mengambil hikmah. Ayat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa munculnya pemimpin sebagai kekuatan de fakto adalah hasil proses kesabaran yang panjang. Untuk jelasnya kita ulangi lagi ayat yang bunyinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik." (Al Hadid :16) Ayat di atas itu mengingatkan kita (khususnya pembaca) bahwa setiap mukmin hendaknya bersegera menerima kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka. Jangan seperti Yahudi/Nasrani, dimana ketika datang kebenaran pada mereka, hati mereka bukan terbuka, malah menutup dan mengeras saking lamanya mereka berketerusan dalam kegamangan tanpa informasi. Ujung ayat dijelaskan bahwa menolak kebenaran yang baru datang , dan tetap berpegang pada informasi lama yang gamang tadi akan menjadikan keliru dalam melangkah dan mengambil keputusan, jadilah orang fasik dalam pandangan-Nya. Naudzubillaahi min dzalik.

Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin, jaga saja diri sendiri dan keluarga”?
Terlebih dulu saya kemukakan ayat yang bunyinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (Perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6)

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
67 -

-

Dan seandainya diantara mereka ada yang tidak mau. jika masih dalam yang bathil berarti tidak menjaga diri dari neraka. Maka Isa menjawab: "Tidak. Dengan itu wajib ada pemimpinnya. Abu Daud. sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian yang lainnya sebagai pimpinan sebagai pemulyaan Allah terhadap umat ini. Apabila seseorang tidak berada dalam kepemimpinan yang haq. Yang pertama adalah diri sendiri. Untuk yang kedua ini bagi kita hanya sekedar usaha memelihara sebisa mungkin sesuai dengan batas kemampuan. sebagaimana Nabi Nuh –salam baginya. kita tetap harus menjaga diri sediri. bab Fi Dawamil Jihad. jangan sampai keluarga yang sudah tidak mau.. lalu kita hanyut terbawa oleh keluarga. Dan Engkau Hakim yang seadil-adilnya. maka berkatalah pimpinan mereka (yakni pimpinan kelompok pejuang kebenaran itu) kepada Isa: "Kemarilah. Tiap diri mu'min yang sudah baligh wajib menegakkan hukum-hukum Allah secara keseluruhan. ya. Perintahnya juga "Kum".. sama wajibnya dengan menjalankan Sholat yang lima waktu. kemudian turunlah Isa bin Maryam yang membenarkan Nabi Muhammad dan berada di atas millah (syari'at)nya dan sebagai hakim yang adil. terus berlaju tanpa mesti menunggu anggauta keluarga yang tidak mau.. Imam Ahmad dalam Musnad) "Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya : "Dan Nuh berseru kepada Rabbnya seraya berkata : "Ya. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya: "Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangsakala yang kedua). penulis akan mengemukakan tiga hadits di bawah ini: "Dari Imran bin Hushain Radiyallahu 'anhu.Demikianlah makna menjaga diri sendiri. dari isteri dan anak-anaknya. pimpinlah kami menunaikan shalat". Di akhirat pun diri bertanggung jawab hanya oleh dirinya sendiri. "Dari 'Abdillah bin Mughoffal. Hanya menegakkan hulum-hukum Allah itu harus dengan bersama-sama. dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallama bersabda: 'Terus menerus dari umatku ada sekelompok orang yang berpegang di atas dasar kebenaran." (Huud : 45) "Allah berfirman:"Hai Nuh. Lihat petikan ayat di bawah ini yang bunyinya: ". sesungguhnya anakku termasuk keluargaku. adapun berhasil atau tidak hal itu bukan urusan kita." (Al Maaidah : 48) Menjalankan hukum-hukum Allah tidak bisa dengan cara bersendirian. dari ibu dan bapaknya. Keluarga juga diajak supaya menjadi sama dengan kita. artinya jika sudah diri sendiri baru keluarga. Sesungguhnya aku memperingatkan kapadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang jahil". sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. (H R. namun tentu harus melalui pertimbangan sesuai dengan situasi dan kondisinya. maka beliau membunuh Dajjal. No. Sebab itu janganlah kamu memohan kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekatnya). kita tetap menjaga diri dengan kata lain. radhiyallahu'anhu berkata: "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Akan tinggal Dajjal di bumi sampai waktu yang dikehendaki Allah.Dari ayat itu diambil arti bahwa menjaga diri sendiri itu kewajiban yang pokok. dia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang berperang atas kebenaran." Kemudian beliau bersabda: "Maka Nabiullah Isa 'alaihis salam turun. berarti dalam yang bathil. yakni wajib memiliki pemimpin." (At-Tabrani dalam Al-Kabir & Al-Baihaqi dalam Al Ba'ts) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 68 - - . yakni "kamu sekalian". dan sesungguhnya janji Engkaulah yang benar. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? Dalam menjawab pertanyaan di atas itu. melainkan harus dengan secara bersama-sama.." (H. sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). (Huud : 46) Dengan ayat itu dimengerti bahwa soal keluarga artinya kalau mereka sudah tidak mau untuk berada dalam kepemimpinan Islam. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. sehingga orang-orang terakhir dari mereka ini memerangi al-Masih Dajjal". mereka mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka. Tuhanku. mereka itu selalu tampil dengan kebenaran sampai hari kiamat.R Muslim) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Abani hafizullah menerangkan: "Perkataan 'pimpinan mereka' di hadits ini yang dimaksud adalah Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah 'alaihis salam sebagaimana yang bisa dilihat dalam hadits-hadits lain.." ('Abasa : 33-37) Dengan ayat itu juga dipaham bahwa kewajiban menjaga keluarga itu soal kedua.maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. 2484.

qishos dan had mesti diberlakukan ? Tidak benar! Melainkan. belum datang Imam Mahdi. Dia berkata: "Sekiranya aku tak mendengar sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. Dan sezaman dengan turunnya Nabi Isa a. Begitu juga yang dijadikan musuhnya. Dengan demikian untuk melaksanakan hukum had itu. bahwa tidak boleh dilaksanakannya hukum had itu bukan disebabkan belum didhohirkannya Iman. dirinya akan kembali untuk diikat kakinya. diwaktu perang. Abu Daud). soal akan datangnya Imam Mahdi. Ketika itu Sa'ad bin Abi Waqqos sedang luka-luka tidak memimpin perang. Tegasnya. Azauza'i juga yang lainnya menentukan.Dari tiga hadits itu dipaham bahwa yang disebut "Imam Mahdi" yaitu yang datangnya pada akhir zaman sewaktu sudah mendekati hari kiamat. Dalam Perang Qodisiah. artinya Imam Mahdi tidak bertanggung jawab kepada kehidupan kita sekarang. Khalifah Umar bin Khathab mengumumkan pelarangan terhadap pelaksanaan hukum dera di waktu perang. sedangkan kewajiban bagi Imam Mahdi itu nanti sezaman dengan datangnya Dajjal. sambil mengawasi situasi berperang. yaitu Imam Mahdi dan kemudian diturunkan Nabi Isa –salam baginya. dengan bersenjatakan tombak. bahwa musuh Islam yang dihadapi oleh Imam Mahdi bukan lagi musuh yang seperti kita lihat sekarang. Apabila aku mati. puluhan musuh terbunuh olehnya. Ibnu Hafsah menanyakan mengenai Abu Muljam kepada suaminya. maka pelaksanaan hukum potong tangan itu harus ditunda. Apakah benar mengenai perkataan. bilamana dirinya membelot kepada musuh. Ada Malaikat! teriak seorang shahabat. maka Abu Maljam melompat ke atas kuda Sa'ad. Allah Maha Bijaksana bahwa akan menguji umat muslimin dengan musuh (Dajjal) yang diberikan keluarbiasaan. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan Nabi Isa –salam baginya-. Musuh yang dihadapinya merupakan musuh yang berat yang tidak bisa dihadapi oleh kita sekarang. Dengan itu seandainya anda tidak mau punya pimpinan Islam. Setelah dilepaskan kainnya. Jadi. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. pasti akan kupotong tanganmu". (HR. Sehingga bala tentara Imam Mahdi memerangi bala tentara Dajjal. karena anda mengandalkan datangnya Imam Mahdi. musuh anda belum begitu berat seperti nanti pada zaman Imam Mahdi. Abu Maljam meminta kepada Ibna Hafsah supaya dilepaskan kakinya dengan janji. Sehingga akhirnya Nabi Isa as itu membunuh Dajjal itu. sebagai alat penguji keimanan umat muslimin ditakdirkan oleh Allah dengan membawa keluar-biasaannya. bahwa hukum tidak boleh dilaksanakan di daerah yang dikuasai musuh. maka hal itu berarti anda sekarang tidak merasa diperintah Allah untuk memerangi musuh-musuh Islam pada zaman sekarang. Sa'ad bin Abi Waqqos berkata: "Demi Allah. maka tidak diperbolehkan melaksanakan hukum had (potong tangan). sesuai dengan kadar serta keseimbangannya. Artinya. maka tentu pemimpin muslimin yang menerimanya juga "bukanlah yang tidak ma'shum" seperti pemimpin kita sekarang. Abu Maljam dihukum lalu dibebaskan.s. yakni sudah mendekati hari kiamat. Imam Ahmad. Sesudah tentara Islam mengalahkan musuh. bahwa dengan adanya berita akan datangnya Imam Mahdi. tapi diperingatkan kepada anak buahnya supaya mengikat kedua kaki Abu Maljam. aku akan mendera orang yang memberi kemenangan kepada muslimin". Jinayah dan Hudud. Jadi. Kita hidup sekarang. maka akan mendatangkan pimpinan umat yang diberikan keluarbiasaan pula. Abul Qosim Al-Khroqi dalam risalahnya meriwayatkan bahwa Bisyr bin Arthaah menangkap seorang tentara (mujahid) yang mencuri barang miliknya. Abu Maljam ditemui sedang minum Khamar oleh Sa'ad bin Abi Waqqos.yang kemudian datang pula Dajjal. Imam Mahdi hanya akan mempertanggungjawabkan umatnya yang pada zaman menjelang kedatangan Dajjal mendekat hari kiamat. artinya bila sudah ada Imam. tangan-tangan tak boleh dipotong. melainkan karena kondisi ketidakmampuan kaum muslimin untuk menguasai keadaan orang yang dikenai hukum potong tangan itu. yaitu menjelang turunnya Nabi Isa –salam baginya. Kita tidak tahu kapan datangnya hari kiamat. bahwa dalam kondisi demikian. yaitu Dajjal dan bala tentaranya. akan diminta pertanggung-jawaban oleh Allah dari hal kehidupan sekarang. Jadi. Ataukah memang anda bersikeras ingin menunggu berperang melawan bala tentara Dajjal? Mestinya anda bersyukur ditakdirkan oleh Allah. Sewaktu Abu Maljam melihat kuda-kuda dihalau untuk dipersiapkan menyerbu musuh. juga datangnya Nabi Isa –salam baginya-. yang benar yaitu bilamana kondisi dalam berperang atau sedang berada dalam wilayah yang sedang dikuasai musuh. maka kita tidak bisa lepas dari kewajiban kita untuk memiliki Imam/pemimpin pada waktu sekarang. Melihat hal itu. bilamana selesai berperang ia masih hidup. dan dirinya dikerumuni orang. maka segala hukum seperti jinayah. Abu Maljam kembali mengikat sendiri kedua kakinya. namun dinaikkan ke atas sebatang pohon. kalian (yang melepaskan) terbebas dari pertanggungan jawaban mengenai diriku!" Begitulah ketegasan Abu Maljam. atau kapan datangnya Dajjal yang disebutkan dalam hadits tadi. hal itu urusan nanti. Kesimpulan dari tiga hadits di atas tadi bahwa akan datang Imam Mahdi pada akhir zaman. kemudian maju menyerbu musuh. artinya anda tidak akan diminta pertanggungjawaban soal Imam yang akan datang. bila sudah di dalam wilayah yang sudah dikuasai dengan sepenuhnya (de facto). Ishak bin Ranaiwah. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. ia menerjang musuh dengan gesitnya. hidup pada zaman sekarang. olehnya tidak dihukum dera. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 69 - - .

sudah dengan lantangnya mengaku diri sebagai khalifah bagi dunia Islam. rela diatur kekuasaan Darul Kuffar. kembali mentha'ati kekuasaan yang tengah berlangsung dan diakui seluruh muslimin tadi. Ini kudeta namanya. Dengan itu sebelum adanya perintah shalat juga hukum-hukum pidana. Adapun ketika jutaan muslimin. maka wajar saja apabila di saat kekuasaan Islam tengah berlangsung. Di tempat dimana Pemerintahan Islam eksis dengan segala persyaratannya. maka kelompok tadi dinamakan Ahlul Baghiyyah. hal itu tidak merisaukan kami. Dengan demikian. Bukan langkah khayal seperti yang diyakini beberapa kelompok sempalan. maka kewajiban memiliki Imam sudah ada. Adakah kekuatan yang sanggup memikul beban ini sekarang? Dari itu garis besar haluan yang haq amatlah jelas dan berpijak pada kenyataan. hidup di atas dasar negara selain Islam dan bersepakat menerima hukum non Islam sebagai tata nilai mereka. Imam yakni kepemimpinan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. wajar bila mereka dipaksa dengan kekuatan untuk kembali pada kebenaran. diri mereka sendiri masih bertekuk lutut menjadi warga negara Darul Kuffar. beribadah kepada Allah dalam pangakuan negara yang menyatakan berlakunya hukum-hukum. dan sudah berjaya sebagai sebuah daulah belum berani menyatakan dirinya sebagai khalifah dunia. begitu juga sungguh salah alias terbalik. juga negara Madinah sudah ada. atau sebelum berlakunya hukum hukum pidana. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". sebelum Ummat Islam berkuasa penuh. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. tiba tiba ada orang yang mengangkat diri jadi Imam. sehingga mempertahankan hukum-hukum kafir. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Hal demikian tidak ditujukan kepada yang namanya muslimin. qishos. bagi orang yang mengatakan bahwa shalat itu baru wajib kalau sudah diperintah oleh Imam. maka yang pertama kali ialah dhohirnya Imam. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 70 - - . maka haruskah sebuah Daulah Islamiyah membiarkan posisi tertinggi negaranya kosong hanya karena menanti seluruh muslimin yang menjadi rakyat Darul Kuffar itu mengakuinya? Bagi kita yang hanya berwali pada Allah. dan had itu. meski hukum-hukum yang menyangkut pidananya itu tidak dijalankan. tanpa prosedur dan hukum yang berlaku. karena didaerah musuh. tetapi berideologi bukan Islam. had. Bila pada zaman nabi shalallahu’alaihi wassalam di Madinah ialah beliau sendiri. keadaan dimana muslimin malah menjadi rakyat Negara Kafir. wajar saja mereka tidak mengakui kebenaran. Qishos. bagi yang mengatakan tidak perlu adanya imam karena belum bisa menjalankan hukum jinayah. yakni memiliki wilayah yang sepenuhnya dikuasai. sebab mereka tinggal di negara kafir. "Di zaman apa perkataan tersebut diucapkan?" Ucapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah disampaikan di dalam wilayah Daulah Islamiyyah yang berjaya. baru setelah itu kita akan berpartisipasi aktif dalam perjuangan Islam di dunia internasional menuju terciptanya khilafah Islamiyyah bagi seluruh alam. Yang dimaksud dengan Imam ialah pemimpin tertingginya. dan bila dia punya pengikut yang mendukungnya dengan jalan sangka sangka. Lain halnya bila yang terangkat adalah seorang khalifah untuk memimpin seluruh dunia. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. Dan jelas sekali bahwa sebelum diturunkan hukum-hukum pidana. Maksudnya. Mengenai ucapan Imam Ahmad itu adalah benar. Tanggung jawab pertama kita adalah memberlakukan syari'at Islam dengan seluas luasnya dan sempurna di wilayah negeri kita dulu. Dan mengaku sebagai khalifah secara otomatis memikul kewajiban mengurus seluruh nasib muslimin di muka bumi. Adapun muslimin yang berwali kepada NKRI.Dari riwayat itu diketahui bahwa Daulah Islamiyah beserta Imamnya sudah ada yakni dhohir. artinya masih dalam bahaya. jika untuk mengadakan imamnya saja belum bisa. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. meski sedang berada di wilayah yang dikuasai musuh. maka wajar bila untuk eksistensinya menuntut pengakuan seluruh muslimin yang ada di dunia ini. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? Orang terkadang lalai dalam mencermati sejarah. Ahlul Halli wal Aqdhi lengkap. mengambil Al Quran dan Hadits shahih sebagai hukum tertinggi serta menerima semua perundang-undangan dan keputusan Imamah. sungguh terbalik alias salah. Secara akal pun dimengerti bagaimana bisa berkuasa penuh. begitu juga jajaran panglima militer yang mengawal negara Islam. Pandangan Imam Ahmad juga menjadi pijakan kita. Dalam keadaan demikian. berakibat berhadapan dengan seluruh front kekafiran dunia. artinya sebelum adanya kewajiban menjalankan hukum hukum pidana itu didahului dengan adanya Daulah Islamiyyah dengan imamnya. Jadi. Bila kelompok ini malah menentang dan mengangkat senjata. Dan untuk saat ini seorang khalifah untuk seluruh dunia belum ada. yakni ditujukan kepada kaum muslimin yang bernaung dalam Daulah Islamiyyah. Karena mengaku khalifah dunia. berimam pada kepala negaranya. maka menjadi kewajiban tentara Islam untuk memeranginya hingga mereka bertekuk lutut. bila diterapkan dalam kondisi umat Islam pada zaman Imam Ahmad. siapa yang sudah menyatakannya? Saudi Arabia saja yang jelas jelas memiliki legalitas Quraisy. Hanya berpijak pada kata tanpa melihat konteks peristiwa.

Kewajiban berbaiat kepada kepemimpinan yang haq tidak mesti berada di wilayah de facto yang Haq. dan orang-orang yang beriman. mereka tidak berbaiat kepada Abu Jahal. mereka berdiam diri di sebuah dusun yang bernama 'ies.” (HR. maka yang takut ketahuan oleh penguasa." (HR. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjoh (alasan membela diri). Menurut perjanjian Hudaibiyah orangorang Quraisy yang masuk Islam tidak boleh ke Madinah. Bisanya hal itu diketahui. Belum lagi yang tinggal di Makah bersama Abu Abbas.” (HR. KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN: a. Muslim. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera atau marah karena ashabiyyah. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. Memiliki Loyalitas yang Mutlak “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah. setelah ditanda-tangani Perjanjian Damai Hudaibiyah. karena secara rahasia datang berbaiat masuk Islam diorganisir secara rahasia oleh yang ditugaskan di kota Makkah. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. suatu daerah di tepi laut terletak antara Makah dan Madinah. maka hal itu bukanlah berjihad. Banyak ayat yang melarang kita mengangkat pemimpin dari golongan yang anti hukum-hukum Allah. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. Dari hari ke hari secara diam-diam jumlah mereka semakin bertambah. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. Mereka secara tersembunyi menyusun kekuatan. Begitu juga yang berada di negeri Habsyi. Buktinya. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. Bila tidak demikian berarti dalam posisi "Dholaalah (sesat)". Hal demikian terjadi pada zaman Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam.Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? Komitmen (bai’at) kepada kepemimpinan yang haq itu wajib. Muslim) Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih ? Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda.” (Al-Qashshash : 26) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 71 - - . Pada waktu itu Abu Abbas yang ditugaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengawasi kota Makah. melainkan "cuma menunggu hasil". 3408)” A. maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. Barangsiapa yang mati. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi Pemimpinnya. Nabi Ibrahim. ada sekumpulan muslimin yang berada di wilayah kekuasaan pemerintah musyrik. (HR Bukhari. karena sebaik-baik pegawai adalah yang kuat lagi bisa dipercaya. Dan menunggu hasil tidak didapat dalam Qur'an dan Sunnah. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. seraya mereka tunduk (kepada Allah). dan Nabi Musa –kesejahteraan bagi mereka-. XXII/43 no. Contohnya. Dengan itu berarti kita dituntut komitmen kepada pemimpin yang haq. lalu melarikan diri. pada akhir tahun kelima hijriyah. Bagi yang bisa lolos tidak tertangkap. yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Nabi Zakaria. Abu Abbas sendiri tidak diketahui oleh penguasa Makah telah mengorganisir gerakan muslimin secara tersembunyi di wilayah Makah. mereka dikejar-kejar oleh penguasa musyrik karena berada di wilayah pengusa musyrik. jadikanlah ia sebagai pegawai. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. tidak berbaiat kepada penguasa Habsyi. atau berdakwah untuk ashabiyyah. Dan barangsiapa mengambil Allah. jumlah mereka yang lari dari Makkah sebanyak 300 orang. zakat. berarti merupakan Sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam yang dijadikan dasar perjuangan bagi umat Islam dewasa ini. Ikatan berbaiatnya tetap berlanjut walau Nabi tidak di negeri Habsyi. Sedangkan syarat berjihad guna menegakkannya itu ialah didahului dengan komitmen atau berbaiat (berjanji) untuk taat kepada kepemimpinannya. sehingga menjelang Fathu Makah. kemudian dia mati. IX/352 no.” (Al-Maidah : 55-56) b. Rasul-Nya. meski berada di wilayah yang dikuasai pemerintahan musyrik. Kita mesti berada pada posisi yang haq dan syarat untuk itu harus berjihad menegakkannya. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. shaum dan mengaku muslim. Bahkan sangat hina! Sewaktu Nabi shalallahu’alaihi wassalam masih di Makkah semua ummatnya berada di wilayah yang dikuasai Abu Jahal. Kuat & Amanah “Berkata salah seorang diantara anaknya (Syu’aib) : Wahai ayahanda. Ingat! kalau untuk berbaiat itu menunggu dulu kepemimpinan yang haq itu berkuasa sehingga memiliki wilayah de facto (futuh). 6605. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak. Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at. karena mereka tidak boleh menuju Madinah. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah.

Tidak ada Batasan Ras/Kebangsaan: Tentang siapa pemimpin itu Islam tidak membatasi ia dari ras dan kelompok apapun. Merupakan Ujian Allah ta’ala “Dan (ingatlah). Merupakan Tanda Ketaqwaan “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami. 1827. 4:59) Syarat taat pada pemimpin dalam ayat tersebut adalah mu’allaq/tergantung pada apakah ia taat pada Allah ta’ala dan Rasul shalallahu’alaihi wassalam atau tidak.” (HR Muslim no.” (Al-Baqarah : 247) d. IX/333-338). karena ia memiliki kekuatan fisik dan berilmu. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Nasa’i VIII/221. seperti para koruptor. Sehat & Berilmu “…Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) sebagai rajamu. 1332. Tidak Wajib Taat pada Pemimpin yang Memerintahkan Maksiat: Oleh karena itu di dalam Islam pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagaimana disebutkan diataslah yang berhak dan wajib untuk ditaati (Tafsir QS An-Nisaa’. Kendatipun demikian. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. 1828) Dan Islam menyatakan bahwa pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan. maka persulitlah ia. Nasa’i VII/160). 1855). menurut Imam al-Mundziri sanad-nya shahih karena ada syahid dari hadits Muadz ra yang diriwayatkan oleh Ahmad V/238-239. nabi shalallahu’alaihi wassalam sampai menyatakan bahwa pemimpin yang demikian termasuk 3. Muslim no. Iapun akan berada di atas mimbar dari cahaya nanti di Hari Kiamat (HR Muslim no. yang memperoleh berbagai penghargaan dan kehormatan. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 72 - - . Sesungguhnya Allah memberikan kekuasaan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA. Muslim no. ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). al-Hakim IV/93-94. asal mengikuti dan menegakkan syariat maka wajib ditaati. 60:1). dimana cirinya adalah ia senantiasa kembali kepada Allah ta’ala dan rasul-NYA shalallahu’alaihi wassalam jika terjadi perbedaan pendapat ataupun perselisihan) dan bukan pemimpin yang memiliki sifat sebaliknya.golongan manusia yang paling utama dan paling berhak masuk Jannah. KEPEMIMPINAN DALAM AS-SUNNAH: Jujur dan Tidak Menipu: Nabi shalallahu’alaihi wassalam melaknat pemimpin yang dipercaya untuk mengurus urusan ummat lalu ia malah menipu atau menyengsarakan mereka. disamping orang yang lembut dan penyayang pada keluarganya dan orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta (HR Muslim no. kaum oportunis apalagi para kolaborator asing (Al-Mumtahanah. Dan siapa saja yang diberi kekuasaan lalu ia mempermudah mereka. Sehingga dalam salah satu haditsnya. Dan pemimpin yang demikianlah yang akan senantiasa dicintai dan didoakan oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya memimpin rakyatnya (HR Muslim no. anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Muslim.” (Al-Baqarah : 124) e. Tirmidzi no. maka mudahkanlah ia.) Adil & Amanah: Islam menempatkan pemimpin yang adil dan amanah dalam derajat manusia yang tertinggi. afdhal memilih pemimpin disesuaikan dengan suku/kebangsaan rakyat yg dipimpinnya (HR Bukhari. 1707. sekalipun ia adalah seorang yang berkulit sangat hitam yang kepalanya bagaikan kismis (saking hitamnya) (HR Bukhari XIII/108). siapa saja yang diberikan kekuasaan untuk mengurusi ummatku lalu ia menyengsarakan mereka. kedukaan dan kemiskinan ummat maka Allah ta’ala tidak akan memperhatikan kebutuhan. 2626. Diantaranya ia termasuk kelompok pertama yang dinaungi oleh Allah ta’ala diantara 7 kelompok utama yang dinaungi-NYA pada Hari Kiamat kelak (HR Bukhari II/119 dan 124. 2948. 2865). 1839. sesungguhnya IA Maha Luas (ilmu-NYA) lagi Maha Mengetahui. lalu Ibrahim menunaikannya. wakil-wakil dan menteri-menteri yang adil pula. Ahmad II/160). 1031).” (Al-Furqan : 74) B. Tirmidzi no. Allah berfirman: Sesungguhnya AKU akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. jika ia memiliki sifat sebaliknya maka tidak wajib sama sekali untuk didengar dan ditaati (Bukhari XIII/109.c. Tidak mungkin seorang yang baik (tanpa keterpaksaan) akan mengangkat atau memilih wakil dan menteri yang merupakan para musuh Allah ta’ala. Abu Daud no. XXII/44. Pemimpin Wajib Memilih Bawahan yang Jujur: Seorang pemimpin yang adil tentunya akan memilih pembantu-pembantu. bab Al-Umara’u min Quraisy. kedukaan dan kemiskinannya pada Hari Kiamat kelak (HR Abu Daud no. sebagaimana dalam sabdanya shalallahu’alaihi wassalam : “Ya Allah.

(yaitu) yang jika ia khilaf maka selalu mengingatkan dan jika ia ingat maka selalu dibantu/didorong. maka Ia akan memberikan untuknya para menteri yang jahat. V/392. Berbeda dengan zaman 'Ahdu 'l-muluka 'l-jabbar seperti sekarang ini. kitab al-Jihad. Mendengarkan dan memahami perintah dengan sebaik-baiknya. bab Yuqatilu min Wara’il Imam. hukum yang berlaku di negara dan di negeri Islam bukan hukum-hukum Islam lagi. juz-IV. juz-III hal. 5. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan Islam maka berarti ia telah taat kepadaku. maka apa sebabnya? Sebab.58.(HR Abu Daud no. IX/384)” c. maka tidak diingatkan dan jika ia ingat maka tidak didorong/dibantu. Ibnu Hajar. Lihat kisah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dalam perang Khaibar dalam Shahih Bukhari (Fathul Bari’. (HR Muslim. dengan sanad yang baik menurut syarat Muslim. Meminta izin dalam setiap urusan pentingnya atau sebelum mengambil keputusannya (An-Nur : 62). kitab al-Imarah. Sebab itu para ulama salaf juga tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap raja-raja. dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan Islam maka berarti ia telah tidak taat kepadaku. IV/57.223). Ibnu Katsir. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 73 - - . IV/222. tetapi hal itu merupakan tindakan pribadi-pribadi raja. ikhlas dan tidak menguranginya atau menambahinya sedikitpun. 2932. maka jawab Rasulullah SAW : Dengarlah oleh kalian semua dan taatilah ia. Wajib Taat pada Pemimpin Islam Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada Allah. walaupun tidak sesuai dengan pendapatnya atau berbeda dengan keinginannya. Lihat kisah Umar bin Khattab ra saat perjanjian Hudhaibiyyah dengan Nabi Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam & Abu Bakar ra (Sirah Nabawiyyah.393). Para penguasa pada zaman ulama salaf itu membela Islam. Dan jika Allah ta’ala menghendaki keburukan kepada seorang penguasa. apa yg anda perintahkan pada kami? Maka Rasulullah SAW memalingkan wajahnya. Banyak terjadi konflik antara -pihak raja-raja dengan para ulama salaf. dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada Allah.61)” b. dalam arti tidak karena penggantian hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum kafir.(HR Muslim. III/218. III/1414. hal. bab Wujub Mulazamatin Jama’atil Muslimin ‘Inda Zhuhuril Fitan. Musnad Ahmad. Melaksanakan dengan segera perintah tersebut. 3. Ibnu Katsir. Jika penguasa itu lupa. Saling memberi dan menerima nasihat. karena bagi kalian pahala ketaatan kalian dan baginya dosa ketidakadilannya. maka Ia akan memberikan untuknya menteri-menteri yang jujur. kemudian melaksanakannya dengan tidak menunda-nunda dan dengan sebaik-sebaiknya.Benarlah pernyataan pemimpin abadi kita nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam : “Jika Allah ta’ala menghendaki kebaikan kepada seorang penguasa. (HR Bukhari. Wa’il bin Hajar ra berkata : Bertanya Salmah bin Yazid al-Ju’fiy pd Rasulullah SAW : Wahai Nabi Allah … bagaimana pendapatmu jika ada seorang pemimpin yg selalu meminta ketaatan dari kami tapi tidak memberikan hak kami. V/22. lihat kisah Hudzaifah bin Yaman saat perang Ahzab (Shahih Muslim. Lihat kisah Jundub bin Makits al-Juhni saat dalam Sariyah (Al-Bidayah wa an-Nihayah. Ketaatan tersebut tetap Berlaku Walaupun Di Satu Sisi Seolah Mengorbankan Kepentingan sebagian Rakyatnya Dari Abu Hunaidah. Bila itu benar.1476)” D. bab Fi Tha’atil Umara’ wa in Mana’u. IX/393)” Dalam hadits lainnya: “Barangsiapa meninggalkan ketaatan lalu memisahkan dirinya dari Jama’ah lalu ia meninggal maka ia mati Jahiliyyah. KEWAJIBAN TAAT PADA PEMIMPIN ISLAM: a. maka ia kelak akan bertemu dengan Allah tanpa dapat mengemukakan argumentasi apapun. Tidak didapat dalam sejarah pada masa-masa itu raja-raja yang berani melarang berlakunya hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. bahwa pemerintah kerajaan pada masa dahulu itu adalah memberlakukan hukum-hukum Islam di masyarakat Islam. 4. BENTUK-BENTUK KETAATAN: 1. Dosanya Memisahkan Diri dari Ketaatan pada Pimpinan Islam: Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan. dalam arti memberlakukan hukum Islam. Melipatgandakan kesabaran saat melaksanakan perintah tersebut. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim.(HR Muslim.171). mk Salmah bertanya lagi yg kedua kali. 319). juga Nasa’i VII/159 dengan sanad yang shahih)” C. 1415.23. Dengan itu tuntutan umat Islam sekarang di setiap negeri adalah terwujudnya kembali khilafah (kekuasaan) berdasarkan Manhaj Nubuwwah. memohon penjelasan sampai jelas 2.

Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Pengikraran syahadatain ini dilakukan karena sebelumnya ia telah melakukan syirik akbar.Karena seperti yang telah dibahas di Kajian Tauhid. karena saat itu belum ada dakwah tauhid dan belum ada hujjah risaliyyah. “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. bangsa Quraisy pada zaman nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam mereka mengklaim mengikuti millah Ibrahim (tauhid atau Islam). rukun zakat. ia tetap harus bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. perlu rukun-rukunnya pula. syirik akbar kubur. meyakini dan siap melaksanakan segala konsekuensi menjadi muslim maka ia wajib mengikrarkan syahadatain sebagai suatu janji kepada Allah untuk taat. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orangorang yang pendusta dan sangat ingkar. hajaru dan jahadu. Jamaah Mujahidin Darul Islam ? Pahami dulu Tauhid dan hakikat syahadatain beserta konsekuensinya.Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. rukun shaum. Tahap amanu adalah seseorang mendengar dan mengkaji penjelasan tentang dinul Islam (ilmu) sehingga jika atas kehendak Allah ia menerima kebenaran Islam. al Qur’an dibaca. bukan dari Institusi Thaghut seperti KUA atau Depag dsb. tetapi jika kita perhatikan mereka. tetapi Allah memvonisnya sebagai musyrikin karena mereka menyekutukan Allah sebagai Rabb Pengatur. rukun haji. Dalam merumuskan rukun syahadatain berbeda dengan rukun Islam lainnya. Untuk memperjelas pembahasan ini dan untuk menjawab pertanyaan. dan menjadi mukmin. benda dan diri mereka. jika seseorang pernah ikut serta didalamnya walaupun karena kebodohan dan/atau karena niat maslahat dakwah maka sebenarnya ia telah mengikuti sistem syirik tersebut sehingga ia menjadi musyrik dan murtad (keluar) dari tauhid (Islam). Demokrasi adalah syirik akbar. mereka meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. Jika seseorang menerima tauhid sebagai dien maka ia wajib mengikrarkan syahadah di depan petugas (syahid/saksi) dari Institusi Islam (Jamaah Islam). sebagai langkah awal DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 74 - - . Misalnya. Dan amaliah ini erat kaitannya dengan kepemimpinan Islam dan kemusliman seseorang. rukun wudhu. seperti mengikuti syirik akbar sistem agama demokrasi dan/atau syirik akbar lainnya. Mereka mengikuti aturan berdasarkan hawa nafsu dan berpaling dari hukum Allah. hal ini telah dibahas panjang lebar pada Kajian Tauhid. Hari ini. maka wajib baginya untuk bertaslim didepan aparatur/petugas dari Institusi Islam. silakan kaji buku yang berjudul Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam karya Muhammad Umar Jiau al-Haq terbitan Biladi Press. walaupun mereka bergelar kiyai haji atau ustadz karena sebenarnya mereka adalah ulama jahil atau ulama suu’ (jahat). sebagai Ilah yang ditaati dan sebagai Malik yang Memerintah. Maka ketika mereka mendengar seruan dakwah yang menyeru kepada tauhid. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. rukun shalat. Jamaah Muslimun. Mengapa syahadatain harus diikrarkan di hadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? Karena bagian dari rukun dan tata cara pelaksanaan syariat syahadatain. Rukun adalah perwujudan atau rangkaian tindakan yang wajib dilakukan pada pelaksanaan syariat. Hari ini pun banyak yang mengklaim mereka mengikuti millah Ibrahim dan dien yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam (Islam). misalnya mereka melakukan syirik akbar demokrasi. mengapa dalam kitab fiqih rukun syahadatain tidak dibahas. Bahkan ada beberapa orang yang hanif yang tidak menyembah berhala dan membenci perbuatan tersebut. tetapi ketika ia mau mengikuti Islam. ternyata mereka berpaling dari tauhid dan mengikuti kemusyrikan.” (Az Zumar : 3) Ketika mereka (kaum musyrikin Quraisy) meyakini dan menerima Islam sebagai dien maka ia wajib bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. risalah Islam telah menggema dimana-mana. “Ingatlah. Rukun Islam yang kedua sampai yang kelima dilaksanakan setelah seseorang menjadi Muslim. dihafalkan.” (At Taubah : 20) Ada tiga fase dalam Islam yaitu amanu. rukun nikah dsb. Mereka menyembah berhala untuk menjadi penghubung antara mereka dengan Allah sebagaimana firman-Nya. karena ia termasuk Rukun Islam bukan Rukun Iman. Bahwa syirik akbar merupakan salah satu pembatal keislaman. status mereka musyrikin karena tawalli kepada Institusi Thaghut. dan ia masuk kepada Agama Demokrasi. syirik akbar dustur (undang-undang/aturan/hukum) dll. hanya kepunyaan Allah-lah ajaran yang bersih (dari syirik). Syariat syahadatain sebagai rukun Islam pertama. Mereka mengikuti pemimpin yang menyeru kepada kemusyrikan dan kekafiran. orang tua Rasulallah pun berada di neraka karena mati ketika berbuat syirik karena kebodohannya. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Kita melihat Sirah Nabawiyah. baik karena kebodohan ataupun karena pengingkaran. lalu mereka menerima Islam. Rukun-rukun tersebut dirumuskan oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. penjelasan lengkapnya telah dibahas di Pasal Kajian Tauhid. Sedangkan syariat syahadatain dilaksanakan oleh seseorang yang akan menjadi Muslim. -baik karena kebodohannya maupun karena pembangkangannya terhadap Islam. Jamaah Tauhid.

” (An Nisaa : 76) “…janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. maka dapat dipastikan ia berada dalam Kepemimpinan Thaghut. mereka masih mengikuti. contoh. berwala’ dan bahkan membela musuh-musuh Allah (thaghut). Padahal dalam Islam. sedang hijrah kepada Islam adalah berpindah dari kebathilan kepada kebenaran. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". Dan orang-orang yang kafir. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (meninggalkan tauhid dan mengikuti thaghut) dan mereka menjadi beberapa golongan. dan ia tetap mengkafirkan. kepemimpinan itu adalah wajib dan menentukan identitas kita dunia-akhirat sebagaimana firman-Nya. Jika ia menerima Islam dan bersyahadah maka ia memiliki pemimpin yang memerintah dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. "(Apakah mereka akan mengikuti juga). mengaturnya dengan kitabullah dan sunnah serta berjuang bersama-sama untuk menegakan Daulah Islamiyah. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? • Ia belum menjadi seorang mukmin. dan tidak mendapat petunjuk?". memerangi kaum musyrikin yang memerangi Islam serta untuk membebaskan wilayah lain supaya Islam menjadi hukum diwilayah tersebut. akan tetapi jika belum ada darul Islam. muslim dan muwahhid. hijrah kepada Islam. “Ingatlah suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra : 71) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Kemudian ia berjihad untuk memperjuangkan. mereka kekal di dalamnya. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman…. mereka tidak mengenal siapa kawan dan lawan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar Rum : 31-32) • • Masih berat meninggalkan ajaran syirik nenek moyang. Karena. Jika ia tidak berada di dalam Kepemimpinan Islam dan di dalam Jamaah Islam. hari ini manusia yang mengklaim dirinya mukmin." mereka menjawab: "(Tidak). Hijrah dibagi menjadi tiga yaitu. serta tidak kafir kepada thaghut.” (Al Baqarah : 257) “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah.berhijrah dari kemusyrikan kepada tauhid (Islam). membenci dan memusuhi thaghut (musyrikin). membentuk dan mempertahankan Negara Islam. sehingga setelah ia masuk Islam maka tidak ada lagi loyalitas terhadap thaghut dan ia berada dibawah kepemimpinan Islam. (Al Baqarah : 170) Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam.” (An Nahl : 89) Menolak kepemimpinan Islam dan syariat Islam. • Hijrah syariah : Hijrah peraturan atau pedoman hidup dari din at thaghut kepada din al Islam sehingga setelah ia masuk Islam maka ia tidak boleh mentaati aturan thaghut. agar syariat Islam dapat tegak dengan sempurna. Hal ini dapat dikaji pada kitab berjudul Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 75 - - . apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh? Sesungguhnya merahasiakan struktur organisasi (sirriyah at tanzhim) merupakan salah satu sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam pada periode makiyyah yaitu pada saat wilayah masih dikuasai thaghut Quraisy dan umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. bahkan mengikuti syirik akbar demokrasi dan kemusyrikan lainnya. • Hijrah makani : Hijrah tempat seperti hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan Negara Islam. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. • Hijrah aqidah : Hijrah keterikatan loyalitas kepemimpinan atau pemerintahan dengan thaghut. pemimpin-pemimpinnya ialah thaghut… Mereka itu adalah penghuni neraka. dan ia dipaksa mengikuti aturan thaghut maka ia dapat melakukannya dengan niat bahwa ia menghindar dari mudharat yang lebih besar dan sebagai bentuk kedzaliman thaghut terhadap dirinya. Tidak jelas al wala dan al bara.

dan jangan sampai kita berjalan atau berlari kesana… Di dalam hadits-hadits tersebut juga diterangkan bahwasanya lari dari fitnah itu termasuk dari ajaran agama dan dari iman … dan hal itu bukanlah termasuk pengecut atau penakut sebagaimana anggapan banyak orang. (Al Qoshosh: 20-21) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 76 - - . Kemudian mereka semua mengadakan pertemuan. Al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih nya pada Kitabul Iman. sebagaimana yang telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya. selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". tentang bai'atul 'aqobah. Sungguh beliau membacanya dan aku menerimanya dari mulut beliau langsung. Kami berkata: Sampai kapan kita biarkan Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam terusir dan ketakutan di pegunungan Mekah? Maka 70 orang di antara kami datang kepada beliau pada musim haji. dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Barangsiapa melongok kepadanya akan tercebur kedalamnya. dia berdoa: "Ya Tuhanku. yaitu disyariatkannya lari dari fitnah (bencana)." Dan di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan riwayat dari 'Abdullah bin Mas'ud. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir. sesungguhnya Allah beserta kita. dari Abu Sa'id Al Khudri. Maka kami menemui beliau satu-satu dan dua-dua sampai kami semua berkumpul … sampai akhir hadits. Ia lari menyelamatkan imannya dari bencana. ia berkata: "Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam di dalam gua. lalu tiba-tiba ada ular melompat kepada kami. dan kisah pertemuannya dengan Ali yang mengantarkannya kepada Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam.. Yang lain lagi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya III/322. Bagaimana lari bersembunyi dari fitnah (bencana. Babu An Takuna Fitnatul Qa'idi Fiha Khoirun Minal Qo-im [Bab: Terjadi bencana. dan sungguh bibir beliau basah karenanya. berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: Hampir tiba saatnya dimana harta terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang ia bawa ke puncak-puncak gunung dan lembah-lembah. sementara itu adalah tindakan yang dicontohkan oleh para Nabi dan orang-orang shalih ketika dalam kondisi lemah dan tertindas!!! Lihatlah sang penutup para Nabi dan Rasul (Muhammad Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam ). wallahi. Di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan kisah masuk Islamnya Abu Dzar. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. kekacauan) di mana ketika itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. cobaan) itu bisa dikategorikan dalam sifat pengecut atau penakut. 339. Di sana Jabir mengatakan: " … sehingga tidak ada sebuah rumah anshor pun kecuali di dalamnya ada beberapa orang Islam yang menampakkan Islamnya. dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. Lalu Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terjaga dari kejahatan kalian dan kalian terjaga dari kejahatannya." Dan hadits-hadits semacam ini banyak … Dan Allah ta'ala berfirman: Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. (At Taubah: 40) Dan dalam kisah hijrah juga terdapat pelajaran tentang masalah ini … Dan lihatlah Nabi Musa 'alaihis salam. Maka barangsiapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat bernaung hendaknya ia berlindung dengannya”. Dalam hadits-hadits tersebut ada pelajaran yang mulia dan agung. setelah beliau menyatakan dan menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: “Akan terjadi fitnah (bencana.Nabawiyah karya Syaikh Munir. Allah ta'ala berfirman tentang beliau: ”Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. akan saya jelaskan landasan dalilnya mengapa kami masih bersembunyi dan lari dari kejaran musuh. di mana pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri]. tiba-tiba turun surat Al Mursalat kepada beliau. dll dari Jabir. sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu.. Babu Minad Dini Al Firaru Minal Fitan [Bab: Termasuk ajaran agama adalah melarikan diri dari bencana]. sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu". Al Bukhari juga meriwayatkan di dalam Kitabul Fitan. Hari ini thaghut dan sekutunya sedang memburu kami dan beberapa ikhwan muwahhidin lainnya karena kami merealisasikan tauhid. di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih. Lalu kami bersepakat untuk bertemu dengan beliau di lembah Al 'Aqabah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu. yang merupakan dalil untuk persoalan ini. Maka Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bunuh dia!" Kamipun langsung mengejarnya hingga ia pergi. dan menunjukkan penentangan dan bara'nya terhadap orang-orang kafir dan sesembahan-sesembahan mereka yang bathil … terkadang beliau beserta beberapa sahabatnya menyembunyikan diri … setelah orang-orang kafir menguasai mereka dan menyakiti mereka. bukan karena kami takut kepada mereka tetapi kami sedang menyusun strategi dan kekuatan untuk menghadapi mereka. Oleh karena itu. orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan.

Tidak sepantasnya Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam itu diikuti ketika dalam keadaan lapang saja sementara ketika dalam keadaan susah tidak diikuti. aku berarti akan membinasakanmu. Demikian pula para pemuda ash-habul kahfi.) secara terang-terangan. niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu. kecuali tiga orang: Al Hasan Al Bashri. Tapi aku tidak mendapatkan orang yang sempurna dalam dua hal tersebut. dimana beliau senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. beliau telah bersembunyi selama kekhilafahan Al Watsiq. yang kesempurnaannya tidak ternodai dengan kekurangan. sehingga ia mewakilkannya kepada Ibnu Sirin … Adapun Sufyan Ats Tsauri. Adapun Al Hasan Al Bashri. Hal itu ia lakukan setelah ia menyatakan keyakinannya tentang Al Qur'an (yakni bahwa Al Qur'an itu kalam Allah dan bukan makhluq -pen. hal. atau memaksa kalian kembali kepada ajaran/dien mereka. (Yunus: 87) Ketika itu mereka bersembunyi dan sholat di rumah-rumah mereka … dalam hal ini ada kata-kata Sayyid Quthub yang bagus yang bisa dirujuk kepada Fi Dhilalil Qur-an. kemudian mereka memburunya ketika ia dalam keadaan lemah. Ahmad berkata: Lakukanlah! Jika aku melakukannya. Sufyan Ats Tsauri dan Ahmad bin Hanbal." Maka apabila seseorang itu menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan sesuai dengan petunjuk para Nabi. ia memberontak. Al Hasan Al Bashri menyembunyikan diri dari Al Hajjaj. Aku tidak mendapatkan permisalan untuk kekuasaan itu selain seperti lidah musang. Lalu tatkala ia keluar dari tempatku ia berkata kepadaku: Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam dahulu bersembunyi di dalam gua selama tiga hari kemudian berpindah. (Asy Syu'aro': 26) Dan Allah ta'ala juga berfirman tentang beliau setelah itu: Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman"." Ia melanjutkan: "Aku mengetahu anjing itu memiliki 70 lebih dustan (makar). di mana pada saat itu Ibnu Al Asy'ats bersama sekelompok qurro' (ahli Al Qur'an) dan fuqoha' memberontak atas kedholiman dan kelaliman Al Hajjaj … lalu setelah Ibnu Al Asy'ats kalah. beliau bersembunyi di sana sampai Al Watsiq meninggal dunia … Ibrahim bin Hani berkata: Ahmad bin Hanbal bersembunyi di tempatku selama tiga hari … kemudian Ahmad mengatakan: Carikan tempat untukku supaya aku pindah ke tempat tersebut. niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian. setelah mereka menyampaikan tauhid mereka secara terang-terangan dan mereka diancam oleh kaum mereka. Aku jawab: Aku tidak merasa aman atas dirimu wahai Abu 'Abdillah.dari kalangan tabi'in dan generasi setelah mereka.yakni ilmu dan amal -. mereka berlindung ke gua … sebagaimana yang Allah ta'ala ceritakan: Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah. dan tidak ada dustan yang lebih baik selain aku tidak melihatnya dan ia tidak melihatku. Akan tetapi yang aku takutkan hanyalah jika mereka memuliakanku sehingga aku tidak lagi memandang kejelekan mereka sebagai kejelekan. bersama orang-orang yang memberontak Al Hajjaj pada peristiwa pemberontakan 'Abdur Rohman bin Al Asy'ats. 1816. tentu engkau akan mendapatkan banyak contoh dalam hal ini … Di sini saya cukup memberikan tiga contoh yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi di dalam kata pengantar kitabnya yang berjudul Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal: "… namun aku mencari orangorang yang telah berhasil mecapai tingkat kesempurnaan dalam dua hal -. ia bersikap baro' kepada kemusyrikan dan orang-orang musyrik. sampai-sampai ketika anak perempuannya meninggal ia tidak dapat keluar menemuinya. bahkan beliau membenarkannya sebagaimana yang Allah ta'ala beritakan dalam firman-Nya: Lalu aku melarikan diri dari kalian tatkala aku ketakutan. pendahulu umat ini. dan ia mendapatkan ujian yang sangat berat karenannya … maka iapun menyembunyikan diri selama sisa umur Al Watsiq. Akupun mencarikan tempat untuknya. (Al Kahfi : 20) Demikianlah keadaan orang-orang sholih tatkala mereka dalam keadaan tertindas dan lemah … jika engkau mau meneliti kisah-kisah tabi'in.Jika ada yang mengatakan: Itukan terjadi sebelum beliau diangkat sebagai Nabi … Kami jawab: Namun Nabi Musa 'alaihis salam setelah menjadi Nabi pun tidak menyalahkan perbuatannya tersebut. maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu. dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya". ia melarikan diri ke Bashroh ketika Kholifah Al Mahdi menawarkan jabatan kepadanya … beliaulah orang yang mengatakan: "Aku tidak takut mereka akan menghinakan aku. tidak memiliki kemampuan apa-apa dan sedikit DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 77 - - . kemudian ia baru kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan. kemudian Robbku memberikan kepadaku ilmu dan menjadikanku salah seorang diantara para Rosul." Halaman 5. (Al Kahfi:16) Dan Allah ta'ala berfirman tentang mereka: ”Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian." Adapun Imam Imam Ahmad. dan ada yang mengatakan dia diajak memberontak.

” (An Nahl : 89) BELUM SELESAI SERUAN KEPADA ISLAM Bismillahirrahmannirrahiim Dari Kepada : Hamba Allah yang bertauhid dan beriman kepada-Nya : a. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu. Referensi Kitab 1. kitab Majmu’ Fatawa 6. Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Para Pembaca yang telah memahami Islam dan kitabullah tetapi belum menemukan jamaah yang benar menurut nash Al Qur’an dan As Sunnah. 3. Syaikh Munir. Situs Islam 1. Kesalamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Segala puji bagi Allah. sebagaimana yang antum lihat.com http:\\abuqital1@wordpress.” (An Nisaa’ : 41) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia.pendukungnya. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. http:\\millahibrahim@wordpress. 4. (Al An’am : 153) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 78 - - .” (Al Ahzab : 46) “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti). Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. 5. Rabb semesta alam. maka ia tidak tercela. Para Pembaca yang sedang mencari kebenaran dan pernah berbuat syirik akbar seperti pernah ikut serta dalam pesta Demokrasi (Pemilu) dan/atau pernah dan sedang melakukan kemusyrikan lainnya karena kebodohannya terhadap tauhid. apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. jika ia lari dan bersembunyi dari mereka … karena ini adalah jejak langkah para Nabi dan orang-orang sholih ketika mereka tertindas. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi. Allah ta’ala berfirman. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.com “Hai Nabi. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. maka ikutilah dia. Kitab Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah Nabawiyah. b. Para Pembaca yang sudah menerima seruan Islam tetapi masih ragu dan/atau kafir. 2. karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. 2. kitab Nailul Authar Muhammad Umar Jiau al-Haq. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia.” (An-Nisa : 48) segala Inilah jalanKu yang lurus. Imam Ibnu Hajar. dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan. c. kitab Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. kitab Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari Imam Syaukani. Shalawat dan Salam bagi Muhammad dan Muwahhidin.

masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (Anda) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. meninggalkan thaghut dan berbagai macam syirik. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. singa_tauhid@rocketmail. terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya. Inilah jalanku.com Jamaah Mujahidin Darul Islam DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 79 - - . (Yusuf : 108) Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. seperti syirik akbar demokrasi. syirik akbar dustur (Undang-Undang). Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. jika kamu berpaling. (Al Baqarah : 256) Saya menyeru Anda untuk masuk Islam dan mengikuti Tauhid. Dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Jika Anda mau beriman maka berimanlah dan bertaslim-lah. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. dan janganlah kamu turut langkah-langkah (sistem) syaitan. dan perkataan tersebut diabadikan di dalam kitabullah. ikutilah aku. (Ali Imran : 31-32) Hai kaum kami.Hai orang-orang yang beriman. Saya akan berkata kepadamu seperti yang pernah diserukan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam kepada manusia. syirik akbar kubur. maka itulah pilihan hidupmu." (Al Ahqaaf : 32-33) Kini Anda sedang berhadapan dengan seruan Islam. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Maha Suci Allah. (Al Baqarah : 208) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dinul (Islam). (Al Mukmin : 44) Semoga Allah Memberimu hidayah dan Melapangkan hatimu untuk menerima kebenaran ini. Dan shalawat dan salam bagi Muhammad dan Muwahhidun. Dan segala puji bagi Allah yang kepadaNya kita pasti akan kembali. jika Anda mau kafir. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah. syirik akbar loyalitas terhadap thaghut dan syirik akbar lainnya. Karena itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful