PROYEK PENGISLAMAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI

Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya Yang Mengokohkan Islam dengan pertolongan-Nya, yang Menghinakan syirik dengan Keperkasaan-Nya, yang Mengatur segala urusan dengan Perintah-Nya dan Yang memberi ulur orang-orang ahli maksiat dengan makar-Nya. Dia Yang menampakkan dien-Nya atas semua dien, Yang Maha Kuasa atas semua hambahamba-Nya sehingga tidak ada yang bisa mengelak, Yang mengatur hamba-hamba-Nya sehingga tidak ada yang melawan, Dan Yang Maha Bijaksana dalam apa yang Dia inginkan sehingga tidak ada yang bisa menentang. Saya memuji-Nya atas pemuliaan-Nya kepada para wali-Nya, pertolongan-Nya terhadap tentara-tentara-Nya, dan penghinaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta Yang tidak ada tandingan bagi-Nya; dengan kesaksian orang yang membersihkan hatinya dengan tauhid dan yang berusaha meraih ridla Tuhannya dengan melakukan permusuhan terhadap musyrikin dan loyalitas di dalam tauhid itu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menegakkan tauhid dan yang menghancurkan segala kemusyrikan bi’idznillah, Sang Uswatun Hasanah yang wajib dipanuti dan Sang Panglima Besar Revolusioner Tentara Islam Mujahidin yang gagah bijaksana. Serta saya kafir kepada setiap thagut dan mengkafirkannya, memusuhinya, membencinya dan memeranginya dengan lisan dan tangan ini, serta berlepas diri dari para pengusungnya, ideologi dan konstitusinya, aparatur dan rakyat yang membelanya; dengan kebencian dan permusuhan yang dahsyat. Shalawat dan salam tetap terlimpah lestari kepada Muhammad rasulallah, Nabi-Nya, panglima besar tentara Islam yang cerdas, gagah berani nan bijaksana, semoga terlimpah pula kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang bertauhid dari awal hingga tegaknya Hari Kiamat. Sesungguhnya, sebenarbenar perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sungguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) “Barangsiapa mencari peraturan selain peraturan Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (aturan itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maaidah : 51) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat (dien) mu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maaidah : 57) Rasulallah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda, “Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala dan setiap kabilah (kelompok, ormas, jamaah) dari umatku ini, mereka bergabung dengan pemimpin-pemimpin kaum musyrikin (mengikuti penguasa thaghut yang tidak menjalankan hukum Islam -penj).” (HR. Muslim) "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu. Shahabat bertanya: Siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini." (HR. Tirmidzi dan Thabrani) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran, orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Muslim) Hari ini manusia telah terfitnah dengan fitnah syirik akbar dien demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang dilakukan oleh para penghusungnya dari kalangan thaghut-thaghut yang dimana mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah, mereka kaburkan kebatilan dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan, terkadang mereka menamakannya sebagai syuraa dan terkadang berdalih dengan dalih maslahat dakwah dan istihsan (anggapan baik); dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan kebenaran dengan kebathilan dihadapan orang-orang awam, dan mencampuradukan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam. Kini umat telah kembali menyembah berhala dan mengikuti para pemimpin thaghut musyrikin yang memerintah berdasarkan hawa nafsu, mengikuti dien demokrasi yang diusung oleh Zionis dan Salibis, tanpa umat sadari; mereka telah keluar dari Islam dengan mengikuti dien tersebut, bahkan telah termasuk golongan Zionis dan Salibis, walaupun mereka berniat demi maslahat dakwah, karena demokrasi adalah salah satu syirik akbar, sedang syirik akbar adalah kekafiran dan salah satu pembatal keislaman.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
1-

-

Alhamdulillah, atas karunia dan perlindunganNya, saya telah menyusun sebuah buku dalam bentuk tanya-jawab berjudul MENGISLAMKAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI yang dibagi menjadi beberapa pasal yaitu Kajian Tauhid, Kajian Aqidah Islamiyah, dan Seruan Dakwah Islam. Buku ini disusun untuk menjadi hujjah bagi manusia dan sebagai bahan hujjah bagi para da’i tauhid. Buku ini disusun dari buku-buku ulama salaf dan khalaf yang menapaki jejak para nabi dan ahli tauhid terdahulu dan yang konsisten memperjuangkan Islam. Ketahuilah, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dha’if, masih muda belia dan merupakan salah satu prajurit Tentara Islam di Indonesia di tengah jutaan Tentara Islam di negeri ini yang telah berkomitmen kepada Allah untuk berjuang mengembalikan kembali kemerdekaan Negara Islam dengan sempurna dibawah naungan Khilafah Islamiyyah, sampai ruh berpisah dari jasad. Sejarah mencatat, semangat perjuangan Umat Islam di Indonesia telah bermula sejak Islam masuk ke nusantara, pada zaman kerajaan, pada zaman penjajahan kafirin Belanda-Jepang, hingga kini (penjajahan thaghut Negara Kafir Republik Indonesia terhadap umat Islam) dan seterusnya insya Allah hingga Negara Islam merdeka secara de yure, de facto atau kaaffah, bahkan pernah pula tertegak Negara Islam di Indonesia yang merupakan rahim, akar dan basis pergerakan Islam di Indonesia. Setelah thaghut NKRI la’natullah’alaihim berkuasa, pergerakan Islam kembali pada metode dakwah periode Makiyyah yaitu sirryah at tanzhim. Sehingga saat ini atas karuniaNya, kita dapat melihat perkembangan dakwah Islam yang semakin-hari semakin subur dan tumbuh diberbagai tempat. Jutaan mujahidin telah merapatkan barisan dibawah kepemimpinan Islam yang saat ini masih menjaga dan merahasiakan eksistensinya. Mereka bagaikan air yang tertutupi oleh buih (ansharut thaghut) sebagaimana firman-Nya. “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” (Ar Ra’du : 17) Sesungguhnya, musuh-musuh Islam merasa resah dan ketakutan dengan gerakan Islam yang masih memberlakukan Underground System atau Gerakan Bawah Tanah ini (sirriyah at tanzhim). Metode ini adalah salah satu bagian dari Manhaj Haraki Nabi Shalallahu’alaihi wassalam pada permulaan dakwah periode Makkiyyah, yaitu pada saat wilayah Mekkah masih dikuasai oleh pemerintahan thaghut musyrikin, umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas; seperti pada saat kita sekarang ini. Mereka semakin ketakutan ketika bermunculan beberapa mujahidin yang menampakan keislamannya dengan membuat gebrakan-gebrakan aksi yang membuat orang kafir jengkel & ketakutan, walaupun diantara mereka (mujahidin) menemui syahid-nya. Padahal perlu mereka ketahui bahwa terdapat jutaan mujahidin di negeri ini yang siap melakukan hal yang serupa, bahkan lebih dahsyat dari apa yang telah mereka (syuhada) lakukan. Dan ini hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini tidak lepas dari usaha sungguh-sungguh yang telah dilakukan oleh para ulama yang jujur dalam mengemban risalah Islam. Mereka tidak henti-hentinya untuk menyerukan tauhid, meskipun mereka dikejar-kejar, dipenjarakan serta dipersempit ruang gerak dan penghidupan mereka, bahkan ada pula yang dibunuh. Terutama ketika musuh-musuh Allah yang terdiri dari thaghut penguasa negeri ini, pembuat & pelaksana undang-undang kafir, aparatur pemerintahannya, para jurnalis, hartawan, ilmuan dan ulama jahat; berusaha keras menghalangi para du’at dalam menyerukan tauhid kepada manusia yang tengah dibodohi oleh penguasa thaghut, mereka mengaburkan kebenaran dengan kebatilan dan mengusung syirik akbar agama demokrasi. Bahkan mereka membuat “buih” jamaah Islam “binaan” bagaikan anjing piaraan, yang melegalkan perbuatan syirik mereka dengan syubhat yang menutupi kebenaran, seperti menyamakan syuraa’ dengan demokrasi, dan penggunaan istilah-istilah Islam dalam perbuatan syirik mereka, bahkan banyak istilah Islam yang dipergunakan untuk menakut-nakuti manusia, seperti jihad yang disamakan dengan terorisme, bai’at dan infaq disangkut-pautkan dengannya, Jamaah Islamiyah dinisbatkan sebagai nama komunitasnya, dan pemelihara jengot merupakan anggotanya. Padahal, istilah-istilah tersebut merupakan esensi dinul Islam dan memelihara jenggot merupakan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan untuk mencegah rakyatnya dari menerima Dakwah Islam sehingga banyak dari rakyatnya yang berpaling darinya sebelum bertabayun, padahal kaum musyrikin terdahulu tersesat karena sikap tersebut, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu” (Yunus : 36 & 39) Alhamdulillah, ketika ujian itu datang bertubi-tubi, justru Allah memberikan hidayah ke dalam hati manusia yang dikehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk di berbagai belahan bumi, khususnya di bumi nusantara ini. Atas karunia Allah; para pemuda dan orang tua dengan penuh antusias menyambut seruanseruan para ulama Tauhid. Sehingga semakin hari semakin jelas di hadapan kita bahwa pintu kemerdekaan Islam semakin dekat dan terbuka lebar untuk kita. Alhamdulillah, kini telah terkumpul jutaan Tentara Islam di Indonesia dengan kualitas yang mantap; mereka siap berjihad serentak ketika maklumat jihad dikumandankan oleh Imam Umat Islam. Peperangan antara Tentara Islam dengan Tentara Thaghut ini sudah digariskan dalam kitabullah dan hadist Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
2-

-

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah” (An Nisaa : 76) Dien ini akan senantiasa tegak, sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. (HR. Muslim) Melihat kemajuan dakwah ini, saya ingin berperan aktif sebagai wujud dukungan saya kepada umat Islam dan sebagai bentuk sambutan saya terhadap seruan para ulama tauhid untuk terus berjihad. Semoga dapat membantu pelaksanaan jihad yang kita tekuni sampai mendapatkan kemerdekaan Darul Islam (Negara dan Khilafah Islam) dalam waktu yang dekat ini. Adalah suatu keyakinan yang kuat bagi kita akan kemerdekaan Islam seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wassalam. Bahkan musuh-musuh kita; Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya la’natullah‘alaihim; memprediksikan bahwa Khilafah Islamiyyah akan tegak pada tahun ± 2020 Masehi insya Allah. Dan ingatlah, bahwa Kemerdekaan Negara Islam itu adalah janji Allah Yang Maha Menepati Janji, sebagaimana firman-Nya ta’ala; “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh; bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka aturan yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nuur : 55) “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orangorang yang berdosa dan orang-orang yang kafir di antara mereka.” (Al Insaan : 24) “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Al Mu’min : 55) Wahai saudara-saudaraku yang bertauhid, nantikan dengan semangat perjuangan yang membara bahwa Kemerdekan Islam dan Kehancuran Thaghut akan segera tiba dalam waktu dekat. Selamat berjihad, hingga Islam merdeka atau kita binasa karena memperjuangkannya. Allah Yang Maha Perkasa beserta pasukan-Nya. Dia Ta’ala berfirman; “Sungguh, saat jatuhnya azab kepada mereka (thaghut dan pembelanya) ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (Huud : 81)

Penyusun Berikan kesaksian dan komentar Anda kepada : singa_tauhid@rocketmail.com islamic.bussiness@yahoo.com

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
3-

-

Mulkiyah dan Uluhiyah? 4. 5. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. dan sikap mukmin terhadap mereka. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. status dan hukum bagi para pelaku syirik akbar.PASAL KAJIAN TAUHID Visi Kajian : 1. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Apakah Demokrasi itu adalah agama (dien) baru selain Islam? 8. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dipermulaan tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? 20. Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 4- - . tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. 9. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? 14. bagaimana penjelasannya? 23. 22. 7. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? 11. Apakah hakikat tauhid itu? 3. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? 2. Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? 16. Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? 19. Adapun pertanyaan dalam Pasal Kajian Tauhid ini adalah sebagai berikut. sedangkan dia masih shalat. baik eksekutif. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? 21. mereka adalah musyrikin? 18. Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? 15. Apa saja pembatal-pembatal keislaman? Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. 1. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran? 17. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. 2. Tabligh : Menjelaskan mengenai tauhid dan syirik akbar (termasuk demokrasi). zakat. siapakah thaghut itu? 6. legeslatif beragama Islam? dan yudikatif Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? 12. shaum dan melakukan ibadah lainnya? 13. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? 10.

Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. 2. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. Bagaimana hukumnya jika muslim membuat KTP. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. 5. surat nikah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 5- - . Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. 3.24. Barangsiapa yang berniat jahat. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. 4. apakah ia sudah musyrik? 25. Mentabayyuni (membaca. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. SIM dan surat-surat lainnya dari thaghut.

justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39) Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat. tentunya setelah ia ber-Tauhid. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 6- - . shaum. memang mereka rugi karena mereka lelah. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) “Siapa yang melakukan amal shalih. maka hapuslah amalanmu. Allah Ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah. lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan.” (An-Nisa : 48) “Sungguh. mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak. zakat. “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan. bila kamu berbuat syirik. Ya. haji. yang dikira air oleh orang yang dahaga. shaum. berusaha keras. dan kemusyrikan/ kekafiran diserupakan dengan angin topan. Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang. sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa. maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya. capek. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang. maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa perhitungan” (Al Mukmin : 60) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid alias musyrik. namun justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang. zakat. padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. tetap tidak ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut. Ikhlash Orang yang melakukan amal shaleh akan tetapi dia tidak ikhlas. yaitu ikhlash dan mutaba’ah. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan? Tentu lenyaplah debu itu. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman. sedang kuncinya adalah mengikrarkan syahadatain. kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (Al Furqan : 23) Sungguh… sangatlah merugi. Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya : 1. “Siapa yang melakukan amal shalih. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. itulah pintunya. baik itu shalat. tetapi jarang diperhatikan oleh banyak orang. sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4).PASAL KAJIAN TAUHID Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? Syaratnya ialah ber-Tauhid tanpa syirik. birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Allah Ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik. dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik. infaq. serta berjuang untuk amal kebaikan. tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab! Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan. letih. jihad dan sebagainya. sebagaimana firmanNya Ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang musyrik/kafir dengan debu. maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan di atas kemusyrikan. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. jihad dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasi tauhid yang bersih dari syirik. baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin. Nanti kita akan menguak mengenai thaghut itu insya Allah. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan. Tauhid adalah syarat paling mendasar dan asasi. Amal shalih apapun. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama.

Muslim) Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. dan status orang-orang ini adalah sebagai orangorang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang). dan bila dia mengamalkan apa yang menyalahinya berupa syirik maka dia itu kafir meskipun mengucapkannya (Laa ilaaha Illallaah)". dia tawakkal hanya kepada-Nya saja. Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar 1/323 dan Minhajut Ta'siis hal 61: “Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim. dan setiap bid’ah itu sesat” (HR. Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: “Sesungguhnya mengucapkan Laa ilaaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan akan maknanya. dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut. iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. dan dia itu beribadah kepada yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat. dia tidak mencintai makhluk seperti kecintaan dia kepada Allah… siapa yang enggan beribadah kepadaNya maka dia bukan muslim." Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: “Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Allah maka kamu muwahhid (orang bertauhid). dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang muslim". beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya.” Oleh karena itu. saya akan memaparkan beberapa pernyataan ulama tentang hal ini. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku” DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 7- - . maka itu tertolak” (HR. dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya. dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik". Bila dia mengamalkannya secara dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq. Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam) Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlash akan tetapi jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. dan siapa yang disamping beribadah kepada Allah. jadi orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan kepada yang lain disamping kepada Allah. bila dia bukan orang kafir mu'aanid (membangkang) maka dia adalah orang kafir yang jahil. siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu. maka ia itu tidak ikhlas. wajib bagi kita untuk memahami kandungan atau hakikat kalimat tauhid tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dalam surat Adz Dzaariyaat : 56. Jadi. zakat." Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid hal 58: “Siapa yang mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui maknanya. tidak kepada yang lainnya. maka sesungguhnya pengucapan itu tidak sah/tidak bermanfaat berdasarkan ijma para ulama. maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia bukan orang muslim. dalam urusan ibadah. Apakah hakikat tauhid itu? Sebelum memulai kepada hakikat tauhid. dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR. Ibnu Mas’ud radliyallahu 'anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”. shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul Hijratain hal 542 dalam thabaqah yang ke tujuh belas: “Islam adalah mentauhidkan Allah. dan dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna. Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami.“Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya. At Tirmidzi) Sedikit amal tapi di atas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah. serta mengikuti apa yang dibawanya. Muslim) 2. dan justru itu menjadi hujjah atas dia……… Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110) Ayat ini berkenaan dengan ikhlas. dan ketidak-membangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari status sebagai orang-orang kafir. antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang antum jadikan dasar? Karena siapa antum beramal?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : “Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu. maka pasti ditolak. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwat hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja. mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya maka dia itu adalah orang muslim yang sebenarnya.

Tidak akan putus tali itu” (Al-Baqoroh: 256) Maksudnya barangsiapa yang meninggalkan tandingan-tandingan. tentu kita adalah abdi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita hanya menghambakan diri dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Mulkiyah. memelihara. maka setiap apa yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan peribadahan itu. dengan mengarahkan semua bentuk peribadahan hanya kepada Allah semata.Ini tentang tauhid Mulkiyah. (An Nisa:60) yang memutuskan perkara dengan selain apa yang diturunkan Allah. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. Allah sebagai raja maka Ia memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi langit dan bumi. Thaghut itu banyak dan kepalanya ada lima: 1. siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut: Thaghut itu pengertiannya umum. Maalikiyaumiddiin -----. Syetan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah.Rabbinnaas -----. Allah sebagai ilah ialah kita meyakini bahwa Allah saja yang berhak untuk diibadahi. yang merupakan kedudukan Allah Ta’ala. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah. maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir. Kita sebagai hamba Allah. ditaati. dicintai.Ini tentang tauhid Rububiyyah. mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. Dan hal ini dapat dikaji didalam Kitab Tauhid yang sudah bertebaran dimana-mana. Dari al Qur’an surat al Fathihah dan an Naas dapat disimpulkan bahwa tauhid itu dibagi menjadi tiga macam. menghukum dan memberikan pahala hanyalah Dia saja. maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (maksudnya ia telah kokoh urusannya dan istiqomah pada jalan yang paling baik dan pada jalan yang lurus). berhala-berhala dan segala yang diserukan oleh syaitan untuk diibadahi selain Allah. Alhamdulllahi Rabbil’alamiin -----. Ia pun memiliki aparatur kerajaan yang terdiri dari malaikat dan manusia (rasul). yaitu Tauhid Rububiyah. Dalilnya adalah: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut. dirindukan. baik berupa sesuatu yang disembah atau diikuti atau ditaati selain ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah thaghut. Allah sebagai Malik (Raja) ialah kita meyakini bahwa yang berhak memerintah. yang mengabulkan doa (permohonan hamba-hambaNya). padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Ia pun memiliki Undang Undang Kerajaan yaitu kitabNya (al Qur’an). AnNafyu artinya meniadakan peribadahan dari setiap apa yang diibadahi selain Allah. meninggalkan peribadahan itu. dalilnya adalah: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai Bani Adam. yang memurkai. “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dalilnya adalah firman Allah. Dan inilah yang dimaksud dengan beriman kepada Allah yang disebutkan dalam ayat tadi. maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang 3.” (Al-Baqoroh: 256) Dan ayat ini merupakan tafsiran syahadat laa ilaaha illallah. Dalilnya adalah: Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. Dan al-Itsbat artinya menetapkan peribadahan hanya untuk Allah semata. Hal ini direalisasikan dengan meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah. Mulkiyah dan Uluhiyah! Allah sebagai Rabb ialah kita meyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan.Malikinnaas -----. Ia pun memiliki rakyat (umat) yaitu seluruh makhluk ciptaanNya sendiri dan tidak ada lagi Pencipta selain Dia. (Al Maa’idah:44) Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib. Seperti pada kalimat. diikuti. ditakuti. Dipermulaan thaghut itu? tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. karena Ia pula yang meridhai. supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu". Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. membencinya. lalu mentauhidkan Allah dengan beribadah hanya kepadaNya dan bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadahi secara benar kecuali Allah. (Yasin : 60) 2. yang berisi nafyu dan itsbat. Dalilnya adalah : (Dia adalah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 8- . mendidik semua ciptaan-Nya. mengatur.Jadi. Penguasa yang dzolim yang merubah hukum-hukum Allah. Orang 4.Ini tentang tauhid Uluhiyah. Ibnu Katsir berkata: “Dan firman Allah: “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. Iyyaakana’buduwa iyyaakanasta’iin -----. mengurus. Inilah yang dimaksud dengan mengkufuri thaghut. tujuan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hidup di dunia ini adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan mengabdi kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Ilaahinnaas -----. Tali tersebut adalah kalimat tauhid Laa ilaaha illallaah.

akan tetapi maksudnya adalah sebagai bentuk mencari manfaat atau tolak bala. tidak ada tuhan yang diibadati kecuali Allah. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. berarti batu besar ini adalah ilah yang dipertuhankan selain Allah. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan ibadah itu. demokrasi atau nasionalisme dan falsafah sistem syirik lainnya. atau berlepas diri (bara’ah) dari empat hal. berarti menuntut dari kita untuk meninggalkan ilah-ilah selain Allah (tuhan-tuhan selain Allah) dan yang penting bagi kita di sini adalah memahami apa makna ilah. yang artinya tuhan. Kalimat “dengan sesuatu hal” adalah suatu tindakan atau suatu perbuatan. lalu orang datang menuju ke batu besar tersebut dengan sesajen. sehingga pengucapan Laa ilaaha illallaah-nya adalah tidak benar… bohong! Dengan kata lain orang tersebut belum muslim. meskipun dia shalat. Alihah Alihah adalah jamak daripada ilah. dan lainnya. Allah Ta’ala berfirman. 1. maka kita akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh si fulan atau masyarakat fulani itu adalah mempertuhankan selain Allah. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. meninggalkan empat hal tadi dan kita akan membahas satu demi satu dari keempat hal tersebut. Contoh 2 : Nyi Roro Kidul… biasanya orang pantai selatan. Dalilnya adalah: Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan:"Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah". shaum. tetapi dia musyrik. mereka tidak menamakan apa yang mereka ibadati selain Allah itu sebagai ilah (sebagai tuhan) akan tetapi dengan nama-nama yang lain. Ketika orang tadi melakukan “tindakan” pemberian sesajen pada batu besar itu dengan persembahan-persembahan tadi dalam rangka tolak bala atau minta manfaat. tidak… tentu bukan itu maksudnya. Contoh 1 : Batu besar (ini adalah sesuatu). Misalnya minta dijauhkan dari bala (bencana). maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Alihah (Sembahan-sembahan) 2. maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagapenjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. dia bukanlah orang mukmin. “rurujakan” (sebutan salah satu bentuk sesajian dalam masyarakat suku Sunda). Kalau kita memahami makna ilah. Karena kalau kita melihat realita orang yang melakukan kemusyrikan pada zaman sekarang. sehingga shalat. liberalisme. meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung sekulerisme. sesajen. bekakak ayam atau apa saja. karena menurut keyakinannya bahwa pada batu besar itu ada penunggunya. Ilah. menjauhi.ghaib itu. Andad (tandingan-tandingan) 4. Arbab (tuhan-tuhan pengatur) 3. muwahhid dan dengannya pula amalan bisa diterima. kopi pahit. bisa berbentuk cerutu. zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya. “Siapa yang melakukan amal shalih. cerutu. dengan cara melemparkan makanan-makanan ke laut sebagai persembahan kepada Nyi Roro Kidul. Laa ilaaha illallaah ketika kita mengucapkannya : tidak ada ilah. yaitu. Jadi. dll. muslim. demikian Kami memberi balasan kepada orang-oramg zhalim.) dan pemberian sesajen ini pasti ada maksudnya. (Al Jin : 26 . (Al Anbiyaa : 29) Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin. Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri. 1. definisinya adalah Apa yang engkau tuju dengan sesuatu hal dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana). karena tidak mungkin seseorang menyimpan sesajen-sesajen pada batu besar tersebut dengan tujuan agar dimakan semut. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Seseorang dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah dan dikatakan muslim-mukmin adalah apabila dia meninggalkan. haji. mereka datang ke pantai “menuju” Nyi Roro Kidul dengan suatu hal seperti “Pesta Laut”. zakat. sedang orang yang suka membuat tumbal. karena tidak kufur kepada thaghut. shaum.27) 5. atau menjauhi. kata mereka ada maksudnya… Apakah itu? Yaitu tolak bala atau cari DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 9- - . Thaghut Jadi. Batu ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tersebut dengan suatu hal tadi (sesajian.

Mereka yang melakukan pesta laut itu adalah orang-orang musyrik! Bukan orang-orang muslim. Contoh 3 : Orang mau membuat rumah. pohon besar. yang telah dipertuhankan selain Allah. pohon-pohon keramat. minta jodoh. ada juga yang minta agar dijauhkan dari bala. Mereka paham bahwa di antara maknanya adalah sesungguhnya mereka harus meninggalkan alihah selain Allah. Ada yang minta jodoh kepada penghuni kubur tersebut. Dan kalau kita hubungkan dengan realita. 2. Ketika membuat rumah.manfaat. baik itu kuburan Nabi atau kuburan wali atau kuburan siapa saja. maka orang tersebut menuju sesuatu itu (jin) dengan sesuatu hal berupa tumbal (seperti: memotong ayam lalu dikubur sebelum dibuat pondasi rumah) agar tidak diganggu oleh jin tersebut. telah dijadikan sekutu Allah. berbeda dengan orang sekarang. bersih. haji dan yang lainnya. padahal sebelumnya mereka menyebutnya “Al Amin” (yaitu orang jujur lagi terpercaya). ribuan kali akan tetapi perbuatannya bertentangan dengan kandungan Laa ilaaha illallaah. jika orang kotor seperti kami ini minta langsung kepada Allah maka kami malu. akan tetapi melalui orang dekatnya… jadi dia menyamakan Allah dengan makhluk. Perbuatan tersebut adalah penyekutuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Orang menamakan kuburan tersebut adalah kuburan keramat sehingga orang datang ke kuburan tersebut. kemudian Rasulullah mengatakan : “Katakan. ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan!” (sebagiannya diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim) Mereka (kaum musyrik Quraisy) adalah orang Arab asli. atau minta doa. minta rizqi. meskipun dia shalat. kuburan keramat. Berarti kuburan tersebut telah dipertuhankan. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah bukan orang-orang muslim. Walaupun batu besar. sedangkan wali ini adalah orang suci. dan mereka tak perlu diajari artinya. dan para pelakunya adalah orang-orang musyrik. sekaligus diberi tangkapan ikan yang melimpah. Ketika mereka diajak untuk mengatakan dan komitmen dengan Laa ilaaha illallaah maka mereka menolaknya. Ini adalah yang pertama. saya akan memberikannya… bahkan 10x lipat dari kalimat yang kamu minta itu”. Juga ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menawarkan kepada mereka… beliau mengatakan : “Maukah kalian berikan kepada saya satu kalimat yang dengannya kalian akan mampu mendudukan orang-orang Arab dan Ajam?”. zakat. Abu Jahl mengatakan : “Senang sekali. Contoh 4 : Kuburan. walaupun dia tidak mengatakan bahwa dirinya telah mempertuhankan selain Allah. Berarti jin ini adalah sesuatu yang dituju oleh pemilik rumah dengan sesuatu (yaitu tumbal) dalam rangka tolak bala. Jadi. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang-orang kafir Arab. mereka memahami bahwa apabila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah konsekuensinya adalah meninggalkan ilah-ilah tadi (batu-batu keramat. mereka enggan meninggalkannya. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. Mereka itu sebenarnya bukan muslim tapi masih musyrik. mereka sangat paham kandungan Laa ilaaha illallaah. dst). akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. tidak seperti kita. Arbab DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 10 - - . Berarti jin ini telah dipertuhankan. karena di antara kebiasaan mereka adalah menjadikan berhala Latta sebagai perantara. sehingga karena hal itulah mereka menolak. dan dekat dengan Allah. Maka dalam kasus ini berarti Nyi Roro Kidul itu adalah ilah. sebagaimana kalau minta suatu kebutuhan pada penguasa kita tidak langsung datang kepada penguasa tersebut. alihah : sesuatu yang engkau tuju dengan suatu hal dalam rangka tolak bala atau meminta manfaat. mengucapkan mau… bahkan ratusan kali. ternyata yang melakukan hal itu umumnya adalah orang yang mengaku muslim. atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan. Laa ilaaha illallaah”. tidak diterpa badai atau kecelakaan lainnya. shaum. di mana kata masyarakat bahwa di daerah yang akan dibangun rumah itu terdapat jin penunggunya. mereka memohon kepada Latta yang dahulunya orang shalih untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah. sedangkan mereka itu tidak mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. di antaranya mereka ingin mendapat keselamatan jika sedang melaut. bahkan ada yang minta doanya (sedangkan meminta doa kepada yang sudah meninggal adalah tidak dibolehkan). berarti kuburan ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tadi dalam rangka meminta manfaat. Mereka beralasan bahwa kami ini adalah orang kotor. dan orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang musyrik! Bukan muslim. kemudian dituju oleh orang tersebut dengan sesuatu. Kuburan adalah sesuatu. sedangkan Allah itu Maha Suci. dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (As Shaaffaat : 35-36) Dalam ayat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam digelari “penyair gila”. Lalu mereka bangkit dan pergi sambil mengatakan : “Apakah kami harus menjadikan ilah-ilah itu hanya menjadi satu saja?. berarti orangnya adalah orang musyrik dan orang tersebut telah mempertuhankan selain Allah.

(Al An’am : 121) Ayat ini berkenaan dengan masalah bangkai. Ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas. sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai). berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. maka dia disebut mempertuhankan. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan. ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum atau undang-undang. lalu kenapa Allah memvonis kami musyrik. sujud kepada alim ulama kami. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. atau kepada pendeta kami. Jadi. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. apakah kami melanggar Laa ilaaha illallaah dst. maka dia mengklaim bahwa dirinya sebagai tuhan… sebagai Rabb. lalu mereka berkata : “Kambing yang kalian sembelih kalian katakan halal. Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur. dan kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. dan jika kamu menuruti mereka. kambing mati siapa yang membunuhnya?”. mari kita lihat firman Allah : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 11 - - . 2. Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu.Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan Arbab. Jadi Allah disebut Rabbul’aalamiin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). Apakah rabb disini? Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mendefinisikan rabb disini adalah “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran. Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan ketahuilah : “Jika kalian mentaati mereka (ikut setuju dengan hukum dan aturan mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah). Kita sebagai makhluq Allah. kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia. sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih Nashrani. Mereka musyrik 5. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”.” (At Taubah : 31) Pada ayat ini Allah memvonis orang Nashara dengan lima vonis : 1. padahal hanya dalam satu hal saja. berlepas diri dari Arbab. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. Dalam ajaran orang-orang kafir Quraisy. Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan hukum Allah disebut musyrik. yaitu penghalalan bangkai. Jadi yang ada dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim bahwa yang namanya kemusyikan itu adalah shalat. mereka heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama? Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata : “Bukankah alim ulama dan pendeta kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan kemudian kalian juga mengharamkannya?”. yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik…! Dalam ayat yang lain. yang menentukan hukum. sujud atau memohon kepada selain Allah. dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang shahih : “Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul : “Hai Muhammad. Orang-orang Nashara tersebut telah mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka. Dia telah memberikan sarana kehidupan kepada kita. maka Rasul berkata : “Itulah bentuk peribadatan (orang Nashrani) terhadap mereka”. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sehingga mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan. Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur. kalian katakan haram! Berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan. berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan. Apakah Arbab…?? Ia adalah bentuk jamak dari Rabb. Mereka telah beribadah kepada selain Allah 3. maka konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah adalah beriman bahwa yang berhak menentukan aturan… hanyalah Allah. maka ‘Adiy Ibnu Hatim mengatakan : Kami (maksudnya : dia dan orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat. Lalu apa gerangan jika semua hukum Islam diganti? Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan. yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur. Alim ulama dan pendeta mereka telah memposisikan dirinya sebagai Arbab… sebagai Tuhan Ketika ayat ini dibacakan di hadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim (asalnya beliau ini Nashrani). maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb. maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan. maka kalian ini orang-orang musyrik”. dan engkau mengikutinya seraya membenarkan”. lalu ‘Adiy berkata : “Ya!”. beliau berkata : “Allah yang mematikannya”. bangkai adalah sembelihan Allah. seperti hukum/undang-undang. dan orang yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…! Agar lebih kuat lagi. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

undangundang hanya di Tangan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. dan ketika “nyoblos atau nyontreng” itu pada dasarnya mereka mewakilkan hak ketuhanannya kepada wakilnya yang nantinya akan dipajang di gedung Parlemen. sekarang kita hubungkan dengan realita : Bukankah kita mengenal sistem demokrasi?! Orang yang “berpendidikan” pasti mengetahui apa makna demokrasi. Jika dalam surat Al An’am 121 di saat satu hukum saja dipalingkan kepada selain Allah dihukumi syirik dan yang membuatnya disebut wali syaithan (Arbab). Sistem demokrasi mulai populer ketika Revolusi Prancis. Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah. Jadi. 2. atau dengan kata lain bahwa demokrasi itu merampas sifat ketuhanan dari Allah dan diberikan kepada rakyat yang nantinya akan terwujud dalam wakil-wakil rakyat yang ada di gedung Parlemen (MPR/DPR atau yang lainnya). yang berhak memutuskan hukum itu adalah rakyat. Apa yang diinginkan rakyat atau mayoritasnya itu adalah kebenaran yang wajib diikuti. Hukum berada di tangan rakyat 4. maka tinggal membaca kitab Undang Undang Dasar 1945 dan di dalamnya akan didapatkan : Bahwa setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan Rancangan Undang Undang (RUU) atau akan didapatkan juga pasal : Bahwa Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang… dst. dalam sistem demokrasi ini yang berwenang atau menentukan hukum dan undang-undang adalah rakyat. (Al An’am : 121) Apa saja sisi kekafiran Demokrasi? Dari penjelasan sebelumnya. Sehingga nantinya akan membuat hukum atas nama rakyat (bukan atas nama Allah). Jadi.. karena mereka adalah perwakilan rakyat… penyalur aspirasi rakyat. dalam demokrasi pihak yang berdaulat. akan tetapi seluruh hukum dipalingkan dari Allah kepada makhluk (rakyat)…?? Maka dari itu dalam Undang Undang Dasar 1945 dalam Bab 1 (1) ayat 2 dikatakan : “Kedaulatan berada di tangan rakyat”. kediktatoran. aturan. Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. ibadah kepada selain Allah. Itulah agama yang lurus. Itu semua adalah Arbab-Arbab yang ada di Indonesia… Sekali lagi. setiap individiu-individu rakyat memiliki kewenangan membuat hukum. ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu artinya memalingkan ibadah kepada selain Allah. maka sekarang adalah dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. (walau ide-ide dasarnya sudah muncul jauh sebelum itu). dengan kata lain bahwa rakyat itu memiliki sifat ketuhanan yaitu pembuat hukum. Jika sekarang kita ingin mengetahui siapa Arbab-Arbab… para pengaku tuhan di NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) ini. “…dan jika kamu menuruti mereka. yang mana dalam sistem demokrasi perwakilan diwakilkan melalui pemilu (intikhab). dengan kezhaliman. Kebebasan keyakinan. aturan." (Yusuf : 40) Dalam ayat ini. dengan nama lain kebebasan meyakini apa saja sekalipun kekafiran. Kebebasan mengeluarkan pendapat 3.Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. ketika hal itu dipalingkan kepada alim ulama dan pendeta disebut musyrik. Jadi. Jadi. Jika dahulu sebelum di-amandemen dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). undang-undang hanyalah milik Allah. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah. jika ingin mengetahui DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 12 - - . Maka dari itu tidaklah aneh. yang mana bukan hanya satu hukum. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. dan sikap otoriter yang mereka lakukan di atas nama tafwidl ilahiy (atas nama kewenangan Tuhan) maka terjadilah revolusi yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan yang diberikan kepada rakyat yang mana demokrasi ini dibangun di atas beberapa pilar : 1. Mari kita perhatikan bahwa dalam praktek demokrasi. Hal ini terjadi agar terlepas dari kungkungan gereja yang mengekang mereka karena kekuasaan kaisar-kaisar pada saat itu. akan tetapi kalau rakyat yang berjumlahnya berjuta-juta ini berkumpul semuanya adalah tidak mungkin. sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah. yaitu pemegang kekuasaan adalah rakyat atau sering pula disebut : dari rakyat. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Hal ini bisa dilihat pada saat sidang-sidang thaghut itu dimana mereka mengatasnamakan rakyat. Jadi. mempertuhankan alim ulama. Melepaskan norma akhlaq dari agama Dalam masalah ini kita secara khusus mengambil masalah “hukum berada di tangan rakyat”.. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah. Maka apa gerangan dengan sistem demokrasi ini. yang berhak menentukan hukum itu adalah rakyat. kedaulatan atau hak hukum itu berada di tangan rakyat. Juga yang berkaitan dengan otonomi daerah: “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintahan setempat diberikan kewenangan membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah”. hak membuat hukum. di mana yang berhak memutuskan hukum aturan/undang-undang dalam sistem itu adalah rakyat. dengan kata lain adalah syirik dan orangnya disebut musyrik.“. oleh rakyat dan untuk rakyat. itulah dien yang lurus… ajaran yang lurus. maka diwakilkan hak ketuhanannya itu lewat pemilu. dalam satu hal saja orang yang mengikutinya itu disebut musyrik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menetapkan hukum. akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. jaksa. akan tetapi : Tap MPR no sekian… atau perpu no sekian… seperti itulah yang ada. tapi dari sang pembuat hukum yang diakui dalam sistem demokrasi. sekian… atau Perpu No. polisi. Setelah itu kemudian dibuatkan lagi yang baru… digodok lagi… dicetak lagi… sehingga menjadi sebuah berhala baru lagi (hukum dan undang-undang baru). mereka yang memperolok-olok itu mengatakan “Oh… bodoh sekali orang-orang Arab itu. Kita juga melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh para aparat thaghut. kitab hukum yang lainnya mereka pula yang membuatnya sendiri lalu mereka juga yang mengibadatinya (mengikuti dan mentaatinya). dirujuk. Yusuf [12] : 39-40) Ayat “Tuhan-tuhan yang bermacam itu…” maksudnya adalah tuhan-tuhan pengatur atau pembuat hukum yang beraneka ragam. maka akan dibuatkan TAP MPR No. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. fraksi yang lain tentang keamanan…! Mereka menggodok seperti membuat adonan. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada pengaku ‘tuhan-tuhan’ yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab itu. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Fraksi ini membuat bagian tangannya. Jika tidak setuju. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. KUHP juga mereka yang membuatnya… semua itu adalah nama-nama yang mereka ciptakan sendiri. kemudian ketika ada celah atau hukum tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. dijadikan acuan hukum. begitulah keadaannya…!! Jadi semua itu adalah hukum Arbab. padahal semua itu justeru adalah realita yang nyata zaman sekarang. Supaya lebih dipahami. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. Jadi. Jika kita sudah paham bahwa Arbab (mereka para pengaku tuhan) adalah tuhan jadi-jadian dan hukum yang diibadati itu juga tuhan (tuhan yang diibadati bukan dengan shalat atau doa. atau pasal sekian…!”. fraksi itu membuat kepalanya. “nama-nama yang kalian ciptakan” maksudnya adalah seperti apa yang diibadati oleh para anshar thaghut zaman sekarang berupa Undang Undang Dasar. Arbab-Arbab itu adalah pengaku tuhan. manakah yang baik. hakim. saya gambarkan… mungkin kita sering mendengar orang memperolokolokkan Arab Quraisy ketika membuat tuhan dari roti yang terbuat dari adonan yang kemudian diibadati. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka !!! dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. dll… dan ayat “yang kalian ibadati” maksudnya adalah mengikuti hukum. fraksi yang lain tentang pendidikan. fraksi. sekian… lalu disosialisasikan ke tengah masyarakat atau kepada aparatur thaghut ini dan kemudian rame-rame diibadati. mereka menciptakannya dan mereka mengibadatinya. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. (QS. utusan daerah. maka yang keluar adalah perpu no sekian. dan yang lainnya. Jadi. akan tetapi mereka mengatakan : “Sesuai TAP MPR No sekian. komisi-komisi. Perpu-perpu juga mereka yang membuatnya. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. patuh dan loyalitas). bukan adonan roti. Ketika membuatnya : Mereka (partai-partai yang katanya ngaku berasas “Islam”) mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. seperti fraksi anu… menggodok undang-undang buruh (umpamanya). karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. Itulah agama yang lurus. kemudian disembah lagi. kemudian digulirkan (menjadi sebuah berhala). Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman : “Hai kedua penghuni penjara. bukan dengan disembah-sembah seperti shalat atau sujud. maka DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 13 - - . membuat hukum itu adalah sebagai bentuk membuat tuhan yang akan mereka ibadati. maka hakikatnya adalah bukan hukum Allah akan tetapi hukum demokrasi. yang lain membuat kakinya atau bagian yang lainnya sehingga setelah semuanya digodok dan dicetak sampai menjadi sebuah berhala (seperti berhala dari roti). fraksi. akan tetapi dengan ditaati. maka akan diketahui bahwa mereka adalah para pengaku tuhan. tapi mereka menggodok undang-undang dan hukum. karena munculnya bukan dari Allah. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. Jahiliyyah banget gitu lho !!”. maka kita akan mendengar bahasa mereka “menggodok undang-undang”. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik. dan ketika lapar maka tuhan-tuhan itu dimakan. perda no sekian. Ketika hukum dan undang-undang selesai digodok. maka berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka yang membuatnya dengan bahasa mereka “direvisi atau di-amandemen” seperti layaknya tuhan yang terbuat dari roti. mereka itu adalah Arbab. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. fraksi lain tentang perbankan. demokrasi ini adalah sistem syirik sedangkan hukum yang muncul dari bingkai demokrasi dalam bentuk apapun itu adalah syari’at demokrasi… syari’at syirik walaupun “umpamanya” sanksi “potong tangan” bagi pencuri muncul dalam bingkai demokrasi. Setelah disosialisasikan dan diibadati ramai-ramai oleh para aparat. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. maka jelaslah kekafirannya. setelah itu akan terjadi tarik ulur.siapa Arbab atau para pengaku tuhan maka pahamilah Tauhid lalu baca kitab Undang Undang Dasar 1945. tapi dengan taat. jelas bukan : “Sesuai dengan firman Allah surat anu ayat sekian atau sabda Rasulullah…”. dan ketika sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan atau ada celah untuk merubah (misalnya karena ada kepentingan politik partai). yang banyak dari berbagai golongan. yaitu rakyat (wakil rakyat) sehingga bukan ayat Al Qur’an lagi yang tertera. utusan setiap daerah dan lain-lain.

Fir’aun mengatakan “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”. mentaati. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am : 121 dan At Taubah : 31. 3.berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka. karena masyarakat mengetahui bahwa sebelum Fir’aun telah ada manusia. dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. sedang fithrahnya tidak. itulah Fir’aun yang mana dia mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia. maka setelah dewasa barulah dibunuh jasadnya atau dimasukkan ke penjara-penjara Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang. berarti kita bisa melihat banyak Fir’aunFir’aun zaman sekarang yang mengatakan bahwa hukumnya harus ditaati ! mereka adalah Fara’inah. sedangkan jika anak-anak kecil ~yang masih suci fithrahnya~ dibunuh. Barangsiapa yang memegangnya maka ia akan sampai kepada Allah. sedangkan apabila di waktu kecil fithrah sudah rusak atau mati sampai dia dewasa lalu tidak bertaubat (tidak kembali kepada tauhid) dan dia mati dalam keadaan seperti itu. Jadi. Jadi. dan loyalitas terhadapnya. begitu dan begitulah seterusnya…!!! Jadi. jangan selalu mengidentikan pada Fir’aun zaman Nabi Musa saja. akan tetapi dengan mengikuti. mengatakan : “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan. apakah ketika dia mengucapkannya dia mengklaim pencipta langit dan bumi ? atau bahwa dialah yang menyediakan isi dan segala apa yang ada di atasnya ?? Tidak…! dia tidak memaksudkan hal itu. sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik. [Al Hakimiyyah : 56] Jadi. oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang. “kitab-kitab suci” selain Al Qur’an pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau ucapan syaitan yang dihasilkan oleh para Arbab (para pengaku tuhan itu) yaitu Undang-Undang Dasar. tetapi “Sayalah pembuat hukum yang hukumnya harus kalian ikuti…!”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman. sebagai aturan bagi orang yang beriman. bukanlah karena dia yang menciptakan manusia atau yang bisa memberikan manfaat atau madharat atau yang bisa memberi anak. karena apabila menyembah berhala yang berbentuk patung tidak akan ada yang memaksa. doa. dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun ~salam bagi mereka~. akan tetapi kalau untuk mentaati hukum thaghut. jika kita membaca tentang Fir’aun itu. barangsiapa yang memegangnya atau yang mengikutinya. berhalaisme atau paganisme itu selalu terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih berbahaya. maka kita akan melihat bahwa pada zaman sekarang banyak sekali yang seperti Fir’aun. Jadi. akan tetapi yang dia maksudkan : “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!” Bila semua ini kita pahami. hukum. maka dia musyrik terhadap Allah. bahkan masyarakatnya pun mengetahui bahwa Fir’aun sendiri terlahir dari manusia. maka akan ditarik oleh syaitan ke dasar neraka. hal demikian itu adalah sebagai tali Allah yang diulurkan dari sisi-Nya (dari surga) ke bumi. kafir. padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?" (Al Mukminun : 47) Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan. maka dia akan dijerumuskan ke dalam api neraka… dan ini adalah bahaya !! Sedangkan apabila anak kecil yang mati jasadnya saja. sujud. Apabila Fir’aun zaman dulu membunuh anak laki-laki karena takut suatu hari ada yang menyaingi atau membunuh dia (sesuai dengan mimpinya itu). maka dia masuk surga. maka disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. dia mengatakan : “Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga). bukan jasadnya yang dimatikan. Pada gambaran yang lain. Akan tetapi ketika dia mengucapkan “Aku adalah tuhan kalian tertinggi” maksudnya adalah tuhan yang hukumnya harus kalian taati… yang mana tidak ada hukum yang harus kalian ikuti kecuali hukum buatan saya ! Jadi ketika Fir’aun mengatakan hal itu. Apabila telah paham apa yang diucapkan Fir’aun itu. nadzar atau istighatsah. Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab. Akan tetapi apabila mereka (Fir’aunFir’aun zaman sekarang) itu tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masa anak-anak. sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an (seperti: KUHP atau kitab hukum dan perundangundangan lainnya) adalah pada hakikatnya kitab syaitan yang merupakan tali syaitan yang di ulurkan dari neraka. dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat. maka insya Allah masuk surga. karena sifat-sifat Fir’aun itu banyak dan Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang justeru mereka itu lebih dahsyat lagi. maka akan dipaksa dan diberi sanksi jika menolak. akan tetapi fithrahnya yang dimatikan. sedangkan Fir’aun zaman sekarang… mereka membunuh fithrah anak-anak kecil dengan didoktrinkan ideologi-ideologi kafir tersebut di sekolah-sekolah milik Fir’aun sehingga fithrahnya mati. lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. Ini adalah penjelasan tentang Arbab yang mana ini adalah bagian ke dua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah. Andad (Tandingan-tandingan) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 14 - - .

Maka dengan demikian si anak tersebut telah memalingkan si ayah tadi dari Tauhid. Jadi. Thaghut. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. sedangkan menyatakan ikrar atau janji setia kepada sistem kafir merupakan kekafiran. Perundang-undangannya juga adalah perundang-undangan thaghut. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih. dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik. Ketika seseorang mau menjadi pegawai di dinas thaghut. orang tersebut telah menjadikan keinginan-keinginannya sebagai Andad yang memalingkannya dari Tauhid…! Jadi Andad adalah sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid… dari Islam. sedangkan kesetiaan terhadap thaghut merupakan kekafiran ! Kita mengetahui bahwa yang mereka inginkan bukanlah menjadi kafir atau murtad. Orang-orangnya… baik itu pejabat Legislatif. Mungkin ketika seseorang telah mengenal Tauhid dia pasti benci dengan sistem ini. Dikarenakan saking sayangnya kepada si anak tersebut akhirnya si ayah datang ke dukun dan mengikuti apa yang disarankan oleh si dukun tersebut. Kita mengetahui bahwa dalam sistem yang dipakai Pemerintahan ini adalah sistem kafir. Dan dikarenakan harus setia kepada kekafiran sedang hal demikian itu adalah kekafiran maka perbuatan tersebut telah menjadikan orang tersebut terjerumus ke dalam kekafiran. isteri. baik itu berupa jabatan. yaitu sistem demokrasi. harta. dst. isteri. (Al Baqarah : 22) 4. maka dia harus bersumpah setia kepada sistem thaghut ini terlebih dahulu. harta. atau sesuatu yang memalingkan kamu dari Tauhid. posisi jabatan. sistem syirik. sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan : “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (An Nahl : 36) Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad. jabatan. benci dengan falsafah yang syirik ini. gaji bulanan. Polisi atau jadi Caleg (Calon Legislatif) yang mana dia tidak bisa meraihnya kecuali kalau mereka setia kepada sistem thaghut tersebut. atau dari kalangan bala tentaranya seperti aparat POLRI. Eksekutif. Sedangkan Allah berfirman : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. suami. dengan demikian keinginan tersebut atau posisi jabatan atau gaji bulanan yang diinginkan tersebut telah menjadi Andad. atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang dari Tauhid atau memalingkan seseorang dari Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan. Ketahuilah wahai saudaraku. melainkan gaji bulanan atau fasilitas-fasilitas. baik itu anak. (Al Baqarah : 22) Andad itu apa…? Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Al Islam. Orang tersebut telah meninggalkan Tauhidnya karena ia menjadikan hal-hal tersebut sebagai Andad. dan berarti si anak telah menjadi Andad yaitu segala sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid dan Al Islam disebut Andad. kepada apa…?? Kepada berhala Pancasila dan Undang Undang Dasar dan kepada sistem thaghut ini. Nah… keinginan-keinginan tersebut yang menyebabkan orang tersebut meninggalkan Tauhid. Allah Ta'ala berfirman : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 15 - - . mereka tidak bisa memegang posisinya. Kita memahami bahwa yang diinginkan oleh orang tersebut bukanlah ingin kafir atau ingin murtad dan bukan sebagai kebencian kepada Islam… akan tetapi dia menginginkan posisi.Andad adalah jamak dari kata nidd. Contoh. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satusatunya. kalau hal tersebut justeru mamalingkan seseorang dari tauhid. ~umpamanya~ orang mendaftarkan diri menjadi TNI. yang artinya tandingan. sedang si anak tersebut dalam keadaan sakit. Akan tetapi yang diinginkan bukan itu (bukan ingin kafir atau menjadi suka pada sistemnya). kita bisa melihat dalam realita yang ada di dalam kehidupan masyarakat… mereka berbondong-bondong menjadi abdi hukum buatan. jabatan. berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad… tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. TNI atau para pejabatnya atau bahkan pegawai kecilnya sekalipun. baik itu anak. kecuali mereka menyatakan ikrar atau janji setia. atau benci dengan undang-undang ini. dst. maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Umpamanya. atau keluarga. lalu ada orang yang menyarankan kepada si ayah tersebut agar si anak yang sakit itu dibawa ke dukun. harta benda. sesuatu yang memalingkan seseorang dari Al Islam atau Tauhid. Undang-Undang Dasar atau undang-undang lainnya yang dibuat oleh manusia adalah kafir. Yudikatif.

jembatan dsb. Sedangkan dalam kenyataan. Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah : 1. Doa adalah ibadah sebagaimana firman-Nya Ta’ala : “Berdoalah kepadaKu.” (Al An’am : 136) Jadi orang yang menganggap pembuatan dan persembahan sesajen sebagai tradisi yang mesti dilestarikan. Engkau membencinya. zakat. sedang orang yang meyakini bahwa memohon kepada orang atau wali yang sudah mati adalah sebagai bentuk pengagungan terhadap wali tersebut maka dia belum kufur terhadap thaghut. Allah berfirman tentang syiriknya orang-orang Arab dahulu : “Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. Engkau mengkafirkan pelakunya. Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara bersedekah makanan adalah ibadah. 4. shaum. maka orang ini tidak kufur terhadap thaghut.. hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin. haji. kecuali kepada Allah. Memohon kepada orangorang yang sudah mati adalah di antara bentuk pemalingan ibadah doa kepada selain Allah. Wewenang (menentukan/membuat) hukum/undang-undang/aturan adalah hak Allah semata. 2. maka mereka akan masuk nereka Jahannam dalam keadaan hina” (Al Mukmin : 60) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Doa itu adalah ibadah”. sebagaimana firman-Nya Subhanah: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 16 - - . berarti dia tidak kufur terhadap thaghut. baik berupa ayam atau kambing saat hendak membangun rumah. Penyandaran hukum kepada Allah adalah bentuk ibadah kepadaNya. sedangkan taqarrub kepada jin dan syaitan dengan sesajen adalah syirik lagi bathil. Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah. maka itu adalah syirik dan merupakan suatu bentuk ibadah kepada makhluk tersebut. maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah : 256) Bila seseorang beribadah shalat.“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. sehingga apabila disandarkan kepada makhluk. maka hal itu adalah perbuatan syirik. 3. bila dipalingkan kepada selain Allah maka hal tersebut adalah syirik lagi bathil. Itulah dien yang lurus…” (Yusuf : 40) Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar tidak menyandarkan hukum. Ibadah adalah hak khusus Allah. jihad dsb. Sesungguhnya shalatku. orang yang membuat tumbal. akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka : “Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami. dan Allah namakan penyandaran hukum itu sebagai ibadah. maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima. Engkau meninggalkannya. tiada satu sekutupun bagiNya” (Al An’am : 162-163) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (tumbal)”. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (Al Mumtahanah : 4) Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : I. dia menganggap sebagai tradisi yang patut dilestarikan. dan itu harus diyakini bathil. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. Allah Ta'ala berfirman : “…(Hak) hukum itu tidak lain adalah milik Allah. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. tentu akan Kukabulkan permohonan kalian. Sembelihan adalah ibadah. Dan engkau memusuhi para pelakunya. itu adalah syirik lagi bathil. maka ketika dipalingkan kepada selain Allah. gedung. sedangkan bila wewenang itu disandarkan kepada makhluk.. sembelihanku. sesungguhnya orang-orang yang menolak beribadah kepadaKu. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepadaNya. 5.

tetapi dengan dalih “Maslahat Dakwah” lalu ia masuk kedalam sistem demokrasi tersebut. “Hai Muhammad. Allah vonis mereka sebagai Arbaab. maka Allah tegaskan. betul” lalu Rasulullah berkata lagi. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. Sedangkan pada masa sekarang. Sesungguhnya kufur terhadap thaghut menuntut seseorang untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kemusyrikan tersebut. dan dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman : “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. Bagaimana jika ada ulama yang masuk parlemen untuk berdakwah. namun harus disertai. ada kambing mati di pagi hari. Allah Ta’ala berfirman berkaitan dengan semua peribadatan di atas: “Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq. padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya ?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata. sedangkan yang kalian sembelih dengan tangan-tangan kalian. Juga Al Masih putera Maryam. Al An’am [6] : 121) Kita mengetahui dalam ajaran Islam bahwa sembelihan yang tidak memakai nama Allah adalah bangkai dan itu haram. Hakim] Ucapan tersebut adalah wahyu syaitan untuk mendebat kaum muslimin agar setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) “Dan saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian seru selain Allah” (Maryam : 48) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 17 - - . kalian katakan halal. “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (At Taubah : 31) • • • Dalam ayat ini Allah vonis orang-orang Nashrani sebagai berikut : Mereka telah mempertuhankan para ahli ilmu dan para rahib Mereka telah beribadah kepada selain Allah Mereka telah musyrik Juga para ahli ilmu dan para rahib tersebut. sedangkan dalam ajaran kaum musyrikin adalah halal. Padahal demokrasi berintikan pada penyandaran wewenang hukum kepada kedaulatan rakyat atau wakil-wakilnya. dan bila kalian menta‟ati mereka maka sungguh kalian ini adalah orang-orang musyrik” (QS. Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim. sesungguhnya hal itu adalah fisq. sudahkah ia kufur pada thaghut? Orang yang meyakini bahwa demokrasi itu syirik. bahwa apabila mereka (kaum muslimin) setuju dengan hal itu berarti mereka telah musyrik. Engkau meninggalkannya Meyakini perbuatan syirik itu adalah bathil belumlah cukup. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. dan agar setuju dengan penyandaran hukum kepada mereka. kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata. “Kambing yang telah Allah sembelih (maksudnya bangkai) dengan tanganNya Yang Mulia kalian haramkan. Orang yang meyakini pembuatan tumbal/sesajen itu bathil. maka dia berkata : “Wahai Rasulullah. Seperti orang yang membuat partai-partai berlabel Islam dalam rangka ikut dalam Pesta Demokrasi. meskipun itu menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Ya. Syaitan membisikan kepada wali-walinya. sedangkan ini adalah syirik. dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Dia adalah bathil…” (Luqman : 30) II. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah” [HR. “Allah yang telah mematikannya” Mereka berkata. atau minimal boleh menurut mereka.“Dan janganlah kalian memakan dari (sembelihan) yang tidak disebutkan nama Allah padanya. siapakah yang membunuhnya?” maka Rasulullah menjawab. At Tirmidzi] Jadi. meninggalkan perbuatan syirik itu. akan tetapi karena takut akan dikucilkan masyarakatnya lalu ia melakukan hal tersebut. orang meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik. maka orang tersebut tidak kufur terhadap thaghut dan dia itu belum muslim. Dan sesungguhnya syaitan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian. orang Nashrani divonis musyrik karena mereka setuju dengan penyandaran hukum kepada ahli ilmu dan para rahib.

“Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi akan laa ilaaha ilallaah…” (Muttafaq ‘alaih) Sedangkan orang yang tidak meninggalkan syirik. karena yang dia lakukan bertentangan dengan apa yang dia ucapkan. shaum dan mengaku muslim” [Ibthal At Tandid : 76]. Jadi. maka dia itu sama dengan pelakunya. maka dia belum kufur terhadap thaghut. karena sesungguhnya kalian (bila duduk bersama mereka saat hal itu dilakukan). maka dia telah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha ilallaah Muhammadur Rasulullah. dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat. Orang yang melakukan syirik akbar meskipun tujuannya baik maka dia tetap belum kufur terhadap thaghut. yaitu bila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya pelafalan laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid. zakat dan melakukan amalan Islam lainnya” [Ad Durar As Saniyyah : 1/323. orang yang duduk dalam majelis di mana kemusyrikan atau kekufuran sedang berlangsung atau sedang dilakukan atau dilontarkan (diucapkan) dan dia duduk tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari hal tersebut maka dia sama kafir dan musyrik seperti para pelaku kemusyrikan tersebut. Ini dikarenakan Allah mensyaratkan adanya kebencian terhadap syirik dalam merealisasikan tauhid kepadaNya. yaitu dengan tidak hadir di majelis syirik saat syirik sedang berlangsung.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda. Majmu’ah tauhid]. Oleh karenanya para shahabat pada masa khalifah Utsman radliyallahu 'anhu berijma atas kafirnya seluruh jamaah mesjid di kota Kuffah saat salah seorang di antara mereka mengatakan : “Saya menilai apa yang dikatakan Musailamah itu bisa jadi benar” dan yang lain hadir di mesjid itu tanpa mengingkari ucapannya seraya pergi darinya”. maka hal tersebut harus diingkari dengan hatinya yang berbentuk sikap meninggalkan majelis tersebut. meskipun dia shalat. [Riwayat para penyusun As Sunan/ Ashhabus Sunan] DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 18 - - . para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah : 2/545]. III. dia tidak merealisasikan firman-Nya : “Dan mereka itu tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh ketundukan kepadaNya” (Al Bayyinah : 5). sama saja dia itu ahli ibadah atau orang fasik. meninggalkan syirik. dan sama saja maksudnya itu baik atau buruk” [Durar As Saniyyah : 9/270]. atas ijma (para ulama)” [Kitab Taisir] Syaikh Hamd Ibnu Athiq rahimahullah berkata : “Para ulama ijma. Seandainya tidak dapat mengingkari dengan lisannya. shaum. dia shalat. maka dia itu musyrik. Allah Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alayhissalam. maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam. namun disamping ibadah kepada Allah. orang yang tidak meninggalkan syirik. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Orang tidak disebut muwahhid kecuali dengan cara menafikan syirik dan bara’ah darinya”. maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Orang berbuat syirik. Sebagai contoh : orang yang hadir di tempat membuat atau mengubur tumbal yang sedang dilakukan. dia beribadah kepada yang lain juga. bahwa siapa yang memalingkan sesuatu dari dua macam doa kepada selain Allah. maka syahadatnya tidak dianggap. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik. Minhajut Ta’sis : 61]. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” Kebencian terhadap syirik ini harus berbentuk realita (ada tindakan nyatanya). dia tidak kufur terhadap thaghut. maka dia itu tidak dianggap syahadatnya. baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in. Allah Ta'ala berfirman : “Dan sungguh Dia telah menurunkan kepada kalian dalam Al Kitab. oleh sebab itu Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Dan siapa yang bersyahadat laa ilaaha ilallaah. : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) Kata bara’ (berlepas diri) dari syirik itu menuntut adanya kebencian akan adanya syirik itu. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata : “Ulama berijma. Sungguh sebuah kesalahan fatal orang yang mengatakan : “Saya ingkar dan benci di hati saja” sedangkan dia tidak pergi meninggalkan majelis tersebut. Engkau Membencinya Orang yang meninggalkan perbuatan syirik akan tetapi dia tidak membencinya. Al Imam Su’ud Abdil Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Orang yang memalingkan sedikit dari (ibadah) itu kepada selain Allah. berarti sama (status) kalian dengan mereka” (An Nisa : 140) Jadi.

sesungguhnya kamu tergolong penghuni neraka” (Az Zumar : 8) Dan orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik. Orang yang tidak mengagungkan perintahNya. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. halal darah dan hartanya serta wajib diperangi sehingga dia mengkafirkan para pelaku syirik” [Durar As Saniyyah: 9/291] Mereka juga mengatakan : “Sesungguhnya orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. maka orang yang tidak mengkafirkan mereka berarti tidak membenarkan Allah. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. Muslim) Para imam dakwah Najdiyyah telah menjelaskan maksud sabda nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. Dia Subhanahu Wa Ta’ala juga telah memerintahkan untuk mengkafirkan para pelaku syirik. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam besabda : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. sedangkan perhitungannya adalah atas Allah” (HR. dia itu tidak membenarkan Al Qur’an. katakanlah. Engkau Mengkafirkan Pelakunya. karena sesungguhnya Allah dalam Al Qur’an telah mengkafirkan para pelaku syirik dan memerintahkan untuk mengkafirkan mereka. Sesungguhnya Allah memutuskan di antara mereka di hari kiamat dalam apa yang telah mereka perselisihkan. dan mereka bergelar kafir. maka sikap seperti ini hanyalah ditempuh oleh orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. dan thaghut berarti ia tidak kufur terhadap thaghut. sistem kafir. maka perhitungannya hanyalah disisi Rabbnya.Orang yang tidak membenci ajaran syirik. Beliau berkata lagi : “Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad. maka haramlah harta dan darahnya. tidak meniti jalanNya dan tidak mengagungkan Allah dan Rasul-Nya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya pengagungan terhadapNya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 19 - - .Dan orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan selain Allah. di antaranya adalah firman-Nya : “…Dan dia menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah supaya dia menyesatkan dari jalanNya.. IV. berarti dia menolak perintah Allah. sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang dusta lagi sangat kafir”. agama kuffar. Siapa yang memiliki sifat ini maka dia telah kafir. (mereka mengatakan) : “Kami tidak beribadah kepada mereka. melainkan supaya mereka itu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. misal: “. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. maka dia telah kafir” [Risalah Nawaqidlul Islam] Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Seseorang tidak menjadi muwahhid (orang berTauhid). berlepas diri darinya dan mengkafirkan pelakunya” [Syarh Ashli Dienil Islam – Majmu’ah Tauhid] Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Dan sebagian ulama memandang bahwa hal ini (mengkafirkan pelaku syirik) dan jihad diatasnya adalah salah satu rukun yang mana Islam tidak tegak tanpanya” (Mishbahuzh Zhalam :28). “dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah” maksud kalimat tersebut adalah : Mengkafirkan pelaku syirik dan berlepas diri dari mereka dan dari apa yang mereka ibadati [Durar As Saniyyah: 291] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar adalah orang yang tidak kufur kepada thaghut. orang yang menjadikan andaad (tandingan-tandingan) bagi Tuhannya. memusuhi mereka dan memerangi mereka” [Ad Durar As Saniyyah: 9/291] Jadi. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan para pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. (Az Zumar : 3) dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala : “Dan siapa yang menyeru ilaah yang lain bersama Allah yang tidak ada bukti dalil kuat buat itu baginya. kecuali dengan menafikan syirik. sesungguhnya tidak beruntung orang-orang kafir itu” (Al Mukminun : 117) Bila Allah mengkafirkan para pelaku syirik. bahkan dia itu tidak menghargai kedudukan ulama dan para imam umat ini dengan selayaknya” [Mishbahuzh Zhalam : 29] Para imam dakwah Nejed berkata : “Di antara hal yang mengharuskan pelakunya diperangi adalah sikap tidak mengkafirkan pelaku-pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka karena sesungguhnya hal itu termasuk pembatal dan penggugur keIslaman. dan orang yang mengangkat andaad dan arbaab (tuhan-tuhan) bersamaNya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkafirkan para pelaku syirik akbar dalam banyak ayat. “Nikmatilah kekafiranmu sebentar.

meskipun mereka itu ayah-ayahnya. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan pelaku syirik akbar) atau mengingkari terhadap orang yang mengkafirkan mereka. Undangundang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala namakan sebagai dien (agama/jalan hidup yang ditempuh). Budha. sedangkan Demokrasi adalah dien kaum musyrikin. mereka benci dan dongkol kepada para muwahhid itu.Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah berkata : “Siapa yang menjadikan pengkafiran dengan syirik akbar termasuk aqidah Khawarij. 1. Kapitalisme adalah dien. tangkaplah mereka. Orang yang tidak mau mengkafirkan para pelaku syirik. Untuk benar-benar mengetahui kekufuran dien Demokrasi ini. Sumber hukum bukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Konghucu. atau mengklaim bahwa : “perbuatan mereka itu meskipun bathil. tidak pula kesaksiannya. Sedangkan para pelaku syirik dan munafiqin adalah teman mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Engkau Memusuhi Mereka Orang yang tidak memusuhi pelaku syirik bukanlah orang yang kufur kepada thaghut. maka sumber hukumnya pun adalah rakyat yang diwakili oleh wakil-wakil mereka di Parlemen (MPR/DPR). Allah Ta’ala berfirman : “Dan siapa yang berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) di antara kalian. tidak diterima tulisannya. maka pasti mendapatkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 20 - - . Dan para nabi yang bersamanya : “Dan tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) “Kalian tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. Ketika kita berbicara mengenai Arbab pada pembahasan tadi telah sedikit terbahas. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka” (Al Maaidah : 51) Karena permusuhan ini Allah Ta’ala berfirman : “Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di manapun kalian mendapati mereka. pada umumnya dia lebih loyal kepada pelaku syirik dan justru memusuhi para muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik. Dikarenakan rakyat adalah yang berdaulat dan yang berkuasa. sehingga banyak yang jatuh dalam kekafiran. Hindu. akan tetapi rakyat. kepunglah mereka dan intailah mereka ditempat pengintaian” (At Taubah : 5) Apakah Demokrasi itu adalah agama ( dien ) baru selain Islam? Ya. Menafikan (meniadakan) keimanan atau tauhid. sedangkan demokrasi itu memilliki undang-undang selain Islam. Nasionalisme adalah dien. akan tetapi Demokrasi adalah dien. bila engkau mengamati mereka ternyata kaum muwahhidin adalah musuh mereka. saudara-saudaranya atau karib kerabatnya” (Al Mujaadilah : 22) Syaikh Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya orang tidak tegak keIslamannya walaupun ia mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan kecuali dengan memusuhi para pelaku syirik” [Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Demikianlah realita yang terjadi. Jadi. tetapi tidak mengeluarkan mereka pada kekafiran. maka dia kafir juga. Allah berfirman tentang ajaran Ibrahim ‘alayhissalam. Shinto. Majmu At Tauhid:21] Permusuhan lainnya adalah loyalitas kepada orang kafir. anak-anaknya. dan Majusi saja. serta tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya” [Ad Durar As Saniyyah : 10/53] Ini adalah status minimal. dien (agama) kafir itu bukan hanya Nashrani. dia telah mencampakan nash-nash Al Qur’an dan dia mengikuti selain jalan kaum muslimin” [Mishbahuzh zhalam : 72] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara nau’ (jenis pelaku) maka dia kafir. maka mari kita kupas ajaran-ajarannya itu dengan membandingkannya dengan ajaran Islam. Tidaklah sah shalat dibelakang orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik secara mu’ayyan. maka sungguh dia telah mencela semua rasul dan umat ini. Dia tidak bisa membedakan antara Dien para rasul dengan madzhab Khawarij. Sistem tersebut adalah sistem (dien) atau thaghut! Islam adalah dien kaum muslimin. baik kaum musyrikin yang mengaku Islam atau yang mengaku bukan Islam. sedangkan orang yang membedakan antara nau’ dengan mu’ayyan (orang tertentu) maka minimal jatuh dalam bid’ah dan bila (sudah) ditegakkan hujjah atasnya. maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq. Sekulerisme adalah dien. Dan bila anda membuka Konstitusi (Undang Undang Dasar) semua negara yang bersistem Demokrasi. Yahudi. adapun kebanyakannya berstatus sebagaimana yang digambarkan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah: “Orang-orang yang merasa keberatan dengan masalah takfir. Akan tetapi hal seperti ini telah menimpa orangorang yang pernah bersama kami di Dir’iyah dan Uyainah yang mana mereka murtad dan benci akan dien ini” [Ad Durar As Saniyyah : 10/92] V.

Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. dan jika kamu menuruti mereka. dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu. dan Presiden sangat menentukan. tapi hukum rakyat (wakilnya) atau hukum yang disetujui oleh mereka. tuhan apapun yang lain. 2. (QS. apa jadinya hukum yang diundang-undangkan itu? Bulan ini dibuat dan diibadati. Ali Imran [3] : 85) Apakah sama antara dua dien (aturan) ini wahai saudara…? Dan apa yang anda pilih. (Al An’am : 121) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 21 - - . Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Hukum yang dipakai bukan hukum Allah tapi hukum buatan manusia Tadi telah dijelaskan bahwa sumber hukum agama Demokrasi adalah rakyat. dan janganlah sekalisekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Al Maidah : 44) Sekutu dengan hukum buatan itu syirik akbar. kecuali Allah. Ini adalah dienullah yang dianut oleh kaum muslimin. padahal para pemeluk dien selain Al Islam tidak akan rela dengan hukum Islam sehingga disepakatilah hukum yang menyatukan mereka. dan tidak lupa juga bahwa demokrasi atau aspirasi rakyat ini tidak semuanya digulirkan. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. juga dikarenakan dien Demokrasi ini adalah menyatukan semua pemeluk dien yang beraneka ragam dan mengakuinya serta menampung semua aspirasinya. dan bagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan” (Al Qashash : 70) “Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah. sedangkan yang tadi adalah dien Demokrasi yang dianut oleh kaum musyrikin. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Sungguh ini adalah kerusakan yang besar. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya. uluhiyyah serta mulkiyah-Nya. namun beberapa bulan berikutnya dihapuskan (baca : dimakan) atau direvisi. dan ada yang terbatas seperti di negara-negara Arab dan negara timur yang mana Raja. sebagaimana firman-Nya : “…keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah…” (Yusuf : 40) “…menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah…” (Al An’am : 57) Setelah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan yang memilih apa yang Dia kehendaki serta bahwa manusia tidak punya hak untuk memilih setelah Allah menentukan. tapi hukum wali-wali syaitan. ada juga yang “bebas” seperti di negara-negara barat. maka Dia-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segalanya. namun ketika lapar mereka santap habis. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Padahal Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman. tidak ada Tuhan yang berhak diibadati melainkan Dia. sedangkan untuk kesatuan mereka ini dibutuhkan hukum yang mengikat semua dan disepakati bersama. Padahal sumber/kekuasaan/wewenang hukum itu di dalam dien Al Islam ada di Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. Islam ataukah Demokrasi…? Bayangkan saja… bila yang menjadi sumber hukum itu adalah manusia yang sangat penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. kekafiran yang nyata serta kemurtadan yang nampak jelas bagi pemeluk Islam yang ridha dengannya atau mendukungnya apalagi menerapkan atau melindunginya. kecuali bila sesuai dengan thaghut Latta mereka yaitu Undang Undang Dasar. maka sudah pasti hukum yang dipakai adalah bukan hukum Allah. bagiNya-lah segala puji di dunia dan di akhirat. Sedangkan bila yang menjadi sumber hukum itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. bagi-Nyalah segala penentuan. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. dan itu bukan hukum Allah. karena sudah tidak relevan lagi. “…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. tidak ada bedanya dengan tuhan (berhala) dari adonan roti yang mereka (kafir Arab dahulu) buat dan mereka ibadati. “Dan Dia-lah Allah. (Al Qashash : 87-88) Ayat-ayat lainnya yang menjelaskan bahwa hak menentukan hukum dan putusan serta penetapan hanyalah milik Allah dan hak khusus rububiyyah. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang memutuskan dan hanya kepada-Nyalah putusan itu (disandarkan)”. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.bahwa kekuasaan Legislatif (Tasyri’iyyah/pembuatan hukum) ada di tangan majelis rakyat. Amir. sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu.

telah Dia Subhanahu Wa Ta’ala vonis musyrik. Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber. Ini dikarenakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. tapi kepentingan lain. dari Yahudi. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah ? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka. Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. niscaya kamu lihat orang-orang munafiq menghalangi (manusia) dengan sekuatkuatnya dari (mendekati) kamu”. Millah Islamiyyah. dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus). Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu…” (Al Maidah : 49) Dalam ayat itu.. (An Nisaa’ : 61) Jika ada yang serupa dengan ajaran Islam dalam hukum mereka itu. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul".” (An Nisa : 60) Lihatlah realita para demokrat serta para pendukungnya justeru adalah sebagaimana yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. maka dia kafir. dan itu setelah proses tarik menarik dan diskusi panjang antara mengiakan dengan tidak. kecuali dengan kufur kepada thaghut yang di antaranya berbentuk undang-undang buatan manusia. padahal Allah berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut. sedangkan Demokrasi mengajak orang-orang untuk beriman kepada thaghut. serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya. Kalau memang ada satu macam atau beberapa macam hukum yang ada dalam Demokrasi itu serupa dengan ajaran Islam. tak ubahnya dengan orang-orang yang Allah firmankan. maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Andai ada orang Nashrani yang jujur dan amanah.. maka inilah syirik itu” Memakai hukum selain hukum Allah adalah syirik akbar !!! Bila saja orang yang menuruti atau meridhai satu hukum yang menyelisihi aturan Allah. orang tidak dikatakan muslim. maka apa gerangan dengan Demokrasi yang seluruhnya adalah bukan hukum Allah. Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang Yasiq/Ilyasa : “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 22 - - . mereka datang kepada Rasul dengan patuh. tidak lebih dari apa yang tidak bertentangan dengan selera dan kepentingan mereka. padahal sebagiannya diambil dari syari’at Islam. Allah mengatakan “menurut apa yang diturunkan Allah”. tetap saja itu tidak disebut hukum Allah dan tidak merubah kekafiran penganut dien Demokrasi. [Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119]. lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam. Siapa yang melakukan itu.Tentang ayat ini Al Hakim dan yang lainnya meriwatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas : Bahwa orang-orang membantah kaum muslimin tentang sembelihan dan pengharaman bangkai. maka begitu juga dengan Demokrasi. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. “Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya. maka Allah berfirman “Dan jika kamu menuruti mereka. Nashrani. Oleh sebab itu para ulama tetap ijma atas kafirnya orang yang menerapkan kitab Undangundang hukum Tartar (Yasiq/Ilyasa) yang dibuat oleh Jengis Khan. Dalam ajaran Demokrasi hukum yang berlaku adalah hukum jahiliyyah : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki…” (Al Maidah : 50) Dalam ajaran tauhid. selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”. dan yang lainnya. apakah itu bisa menyebabkan dia itu disebut muslim karena jujur dan amanah itu ajaran Islam? Sama sekali tidak. karena jujur dan amanahnya itu bukan atas dorongan tauhid. Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para nabi. terus kamu mendahulukan terhadap aturan Allah yang lainnya. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik” Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini : “Dimana kamu berpaling dari perintah Allah dan aturan-Nya kepada yang lainnya. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. mereka berkata : “Kalian makan apa yang kalian bunuh dan tidak makan dari apa yang Allah bunuh” yaitu bangkai. dan tidak mengatakan “menurut seperti apa yang diturunkan Allah”. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu.

Adapun yang diinginkan oleh mayoritas. Dari sinilah rahasia kenapa sanksi-sanksi yang bersifat keagamaan ditiadakan dan tidak diberlakukan. Begitu juga dien demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan fikiran dan pendapat. maka tentulah dia mendapat hukuman. dan ajaran Islam dicemoohkan dan dilecehkan dengan dalih kebebasan mengeluarkan fikiran dan pendapat. maka hukum demokrasi masih menetapkan warisan baginya. padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi. Orang Kristen bila mau masuk Islam maka Demokrasi mempersilahkan dan mengakuinya. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. ilhad. maka bila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu putusan atau hukum. baik mayoritas menyukainya atau tidak. sedangkan isteri masih muslimah…. Padahal kebenaran itu hanyalah bersumber dari Allah. maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus mentaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. maka bunuhlah”. (Ali Imran : 83) 3. Begitulah kebebasan yang dimaksud oleh dien Demokrasi… Kebebasan kufur. Saat seorang bapak meninggal dunia dan si anak telah murtad. tidak boleh manusia mempertimbangkan antara menerima atau tidak serta tidak ada pilihan lain kecuali menerima dan tunduk kepadanya. Jadi Demokrasi membuka pintu kekufuran dari berbagai sisi. dan begitu juga orang Islam jika ingin masuk Kristen atau agama lainnya. mengakui serta menjamin kebebasannya. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. tentulah dia dikenakan pasal hukuman. mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. Oleh karena itu setiap partai politik yang ingin menguasai Parlemen dan Pemerintahan pasti dia mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat. Andai seorang muslim karena ghirahnya sangat tinggi lalu dia membunuh orang murtad. rakyat bebas memilih apa yang mereka inginkan dan mereka memiliki pilihan. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. zandaqah. Tapi bila rakyat (wakil-wakil mereka tentunya) atau mayoritasnya menentukan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 23 - - . kemudian setelah itu mereka bisa menerapkan putusan apa saja meskipun melanggar aturan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. Kebenaran adalah suara terbanyak Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa dien Demokrasi memiliki ajaran bahwa al haq itu bersama suara rakyat atau mayoritasnya. namun dien Demokrasi tidak mengharuskan pisah (fasakh) di antara keduanya. maka itu adalah kebenaran yang harus diterima dan diamalkan meskipun jelas-jelas bertentangan dengan Tauhid. padahal itu ajaran Tauhid. karena itu bertentangan dengan kebebasan berkeyakinan. padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. maka dien Demokrasi tidak mempersalahkannya apalagi memberikan sanksi terhadapnya. Dari itu berarti dien Demokrasi telah menghalalkan pintu-pintu kemurtadan serta menggugurkan hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Memberikan kebebasan berkeyakinan dan mengeluarkan fikiran dan pendapat Demokrasi adalah dien yang melindungi semua agama. Saat si suami murtad. Allah dan Rasul-Nya dibiarkan dihina siang dan malam. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Namun agama Demokrasi mengatakan lain. (Al Baqarah : 147) Dikarenakan kebenaran adalah datang dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya. Memang Demokrasi itu memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi semua faham dan aliran kecuali Tauhid. baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. sesat yang nyata”. tuhan mereka yang tertinggi itu adalah Undang Undang Dasar. walaupun fikiran dan pendapat itu adalah kekufuran. (Al Ahzab : 36) “…sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka…” (Al Qashash : 68) Para ahli tafsir menyatakan bahwa bila Allah telah menentukan sesuatu. dan riddah… bukan kebebasan Tauhid ! 4. karena seandainya ada muwahhid yang mencela dan menghina atau berupaya membunuh thaghut mereka.kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka? Sebenarnya. (An Nur : 48-50) Apakah anda masih meragukan bahwa Demokrasi itu dien kufriy…? Apakah mau ikut Islam atau demokrasi??? “Maka apakah mereka mencari dien yang lain dari dien Allah. asal tidak melenceng dari Tuhan mereka tertinggi yang padahal mereka sendiri yang membuatnya. Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”. syirik.

Ada tuhan yang katanya mengaku Islam. (Yusuf : 106) kepada Allah. Tuhannya banyak dan beraneka ragam Sudah dijelaskan di awal pembahasan ini bahwa hukum adalah hak khusus Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan ia adalah ibadah. Tentara. saat ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim saat itu asalnya Nashrani kemudian masuk Islam. ada yang dari Budha. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dia Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Arbaab (Tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. sesat. auliaa-usy syaithan (wali-wali syaitan). (Al Mukmin/Ghafir : 59) Mayoritas manusia itu tidak bersyukur… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. (Al Ankabut : 63) Mayoritas manusia itu kaum yang tidak beriman… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. sehingga apapun yang disuarakan oleh mereka. maka tidak ada pilihan lagi kecuali mengikutinya. ada yang Kristen. syuraka. Sudah diketahui bahwa rakyat (wakil-wakilnya) adalah pemegang kewenangan hukum. maka itulah kebenaran yang mesti diikuti. kurang akal. para pembuat hukum itu diberi beberapa nama oleh Allah : Arbaab. maka ia lebih sesat dan lebih bodoh dari kerbau piaraannya…! “…mereka itu sebagai binatang ternak. karena Tuhan yang berhak menetapkan ketentuan dalam ajaran Demokrasi adalah para wakil rakyat itu. itu dalam dien Demokrasi. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al An’am : 116) Ini dikarenakan mayoritas (manusia) musyrik… “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman mempersekutukan Allah”. Sedangkan Tauhid mengajarkan bahwa sumber yang berwenang menentukan hukum hanyalah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui… “…manakah yang baik. dan lain sebagainya. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah menamakan orang-orang alim dan para rahib Yahudi dan Nashrani sebagai ARBAAB. Orang yang ridha dan beribadah kepada tuhan-tuhan itu. “Enyahlah kalian dan apa yang kalian ibadati selain Allah. bahkan mereka lebih sesat lagi…” (Al A’raf : 179) Katakan kepada kaum demokrat itu. berarti tuhan-tuhan mereka itu beraneka ragam. thaghut. bila ia disandarkan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah syirik. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa. dan yang menerima penyandarannya itu adalah Tuhan (arbab) selain Allah. Maka apakah kalian tidak berakal…??!” 5. Paranormal. tidak mau bersyukur lagi menyesatkan. padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menghati-hatikan dari mengikuti keinginan mayoritas manusia… “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. bodoh. (Yusuf : 103) Mayoritas manusia benci akan kebenaran… “…dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu”. Polisi. (Al Jaatsiyah : 26) Mayoritas manusia tidak memahami kebenaran… “…tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)”. (Al Mukminun : 70) Mayoritas manusia tidak mengetahui kebenaran… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Bila dien Demokrasi memiliki tolak ukur kebenaran itu berdasarkan pada suara aghlabiyyah (mayoritas). (Al Mukmin/Ghafir : 61) Itulah sifat-sifat orang yang dijadikan Tuhan (arbab) dalam Agama Demokrasi . melainkan dalam keadaan Mayoritas manusia tidak beriman… “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. Hindu. bukannya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. maka dia langsung mengatakan : “Kami tidak pernah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 24 - - . tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?” (Yusuf : 39) Di dalam Al Qur’an. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. sedangkan wakil-wakil rakyat itu jumlahnya sangat banyak. musyrik. kafir.sesuatu. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. benci terhadap kebenaran. Dukun.

sedangkan para penganutnya adalah para penyembah syaitan… demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang upaya kaum musyrikin mendebat kaum muslimin supaya setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut…” (An Nisa : 60)” Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata tentang beberapa tokoh thaghut: “Penguasa yang zhalim yang merubah ketentuan-ketentuan Allah”. dan bukan hukum Allah subhaanahu wa ta'aala. (Al An’am : 121) Bisikan syaitan kepada mereka adalah ucapan yang mereka lontarkan kepada kaum muslimin “Kalian makan apa yang kalian bunuh (maksudnya sembelihan) dan tidak makan apa yang dibunuh Allah (maksudnya bangkai)”." Begitulah mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh agama demokrasi. dan bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya ?”. maka sesungguhnya kamu adalah benar-benar musyrik”. berdasarkan alasan-alasan yang banyak.maka ‘Adiy menjawab : “Ya. di antaranya: 1. Dan berhati-hatilah kamu jangan sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan hukumnya. sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kroni- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 25 - - .sujud dan shalat kepada mereka…”. maka Rasulullah menjelaskan makna “mereka menjadikan para rahib dan alim itu sebagai Arbab” : “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan kemudian kalian ikut menghalalkannya. Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. terus beliau tuturkan ayat di atas. Mujahid rahimahullah berkata : “Thaghut adalah syaitan berwujud manusia yang mana orangorang berhakim kepadanya sedang dia adalah pemegang kendali mereka” Dalam catatan kaki Terjemahan Mushhaf Departemen “Agama” RI : “Termasuk thaghut juga adalah. [Atsar ini dihasankan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah] Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: ”Bab : Orang yang mentaati ulama dan penguasa dalam mengharamkan apa yang Allah haramkan atau (dalam) menghalalkan apa yang Allah haramkan”. Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. dan sedangkan undang-undang dan hukumnya itu adalah syari’at syaitan. Dia berfirman : “…Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada wali-wali mereka agar membantah kamu. maka para penyembahnya berkata: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan rakyat. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithiy berkata : “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti qawanin wadl’iyyah (undang-undang) yang disyari’atkan oleh syaitan lewat lisan wali-walinya…” Jadi. orang yang menerapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu”. namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih busuk dari itu. Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut. dan jika kamu menuruti mereka. Ketahuilah… sesungguhnya selain aturan Allah adalah curang lagi bersumber dari hawa nafsu !!! Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dien (aturan) yang tidak diizinkan Allah?” (Asy Syuura : 21) Anda harus ingat dalam memahami ayat ini dan yang lainnya bahwa hukum/aturan adalah dien. dan ikutilah keinginan mereka. Kemudian tentang penamaan para pembuat hukum selain Allah sebagai wali-wali syaitan. sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala memerintahkan Nabi-Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya.” (AlMaaidah:49). Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan Rasulullah berkata : “Itulah bentuk ibadah kepada mereka”. Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila mereka menerapkannya. Jadi para pembuat hukum dan undang-undang itu adalah wali-wali syaitan. dan syirik terhadap Rabb langit dan bumi. Demokrasi adalah ajaran syaitan. atau mayoritas orang atau rakyat. Ini dalam ajaran tauhid dan dinul Islam. serta Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat. Dia menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang telah Allah turunkan kepadanya. benar”. maka ia telah menjadikan mereka sebagai Arbaab selain Allah. serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul.

Bahkan maksud dia dengan keburukan –yang menyelisihi tuntunan syariat – itu adalah keburukan lain. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 26 - - . shalat. legeslatif dan yudikatif beragama Islam? Dari kajian tadi sudah dibahas bahwa mereka kafir murtad bahkan mereka itu arbab. dan tidak mungkin suatu hukum atau undang-undang ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka jungjung tinggi… silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. atau membangun sekolahan atau masjid atau pos penjagaan dengan harta yang haram sedang maksudnya adalah baik…." Dengan risalah ini saya bermaksud untuk menggugah manusia agar mengetahui bahwa Demokrasi (dan sistem. ideologi selain Islam) itu adalah agama kafir lagi syirik. majlis perwakilannya. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. zakat. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Al Ghazaliy berkata : bagian pertama : maksiat dan dia itu tidak bisa berubah dari posisinya dengan sebab niat. Karena kroninya. Apakah mereka mempunyai syuraka (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka aturan yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. lalu bagaimana kita mau kafir kepada thaghut sedang kita masih menganggap thaghut sebagai muslim? Sedang pembuat aturan/hukum/undang-undang disebut oleh Allah Ta’ala sebagai syuraka (sesembahan) selain-Nya. seperti orang yang membicarakan aib seseorang dalam rangka menyenangkan hati orang lain. haji dan yang lainnya. aniaya dan maksiat. maka tidak selayaknya orang bodoh memahami hal itu dari keumuman sabda Nabi saw "sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya" terus dia menduga bahwa maksiat bisa berubah menjadi ketaatan dengan sebab niat. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? Tadi sudah dijelaskan bahwa demokrasi adalah agama baru selain Islam. Kita diperintahkan untuk kafir kepada Thaghut. shaum. bukan yang sesuai dengan syari'at Allah subhaanahu wa ta'aala. Dan ketahuilah bahwa maksiat tidak diperbolehkan dan tidak berubah menjadi sebuah ketetapan dengan sebab niat sebagaimana ucapan Abu Hamid Al Ghozaliy rahimahullah. bila ia mengetahuinya maka dia adalah orang yang membangkang terhadap syariat dan bila ia tidak mengetahuinya maka ia maksiat dengan sebab kebodohannya karena mencari ilmu itu adalah fardlu atas setiap muslim sedangkan kebaikan itu bisa diketahui sebagai kebaikan hanyalah dengan syariat. haji dan mengaku muslim. Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. karena niat itu tidak memiliki pengaruh dalam mengeluarkannya dari statusnya sebagai kedhaliman. shaum. walaupun mereka bersyahadah. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). zakat. shalat. bahkan penyekutuan (Khalik) dengan hamba secara aniaya. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. ajaran. falsafah." (An-Nisaa' : 59) Padahal agama demokrasi mengatakan: “Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan kepada rakyat. sedang para pengusungnya serta para penganutnya adalah kaum musyrikin walau mereka menyatakan bahwa dirinya muslim. hukum dan perundang-undangan yang mereka buat tidak bisa diterima – bila memang mereka memutuskan – kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya. sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai dengan undang-undang dasar. Rakyat dalam agama demokrasi. dan janganlah satu hukum dan satu undang-undang dibuat kecuali setelah ada pengesahan dan persetujuannya…!!! Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata. (Asy Syura : 21) Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. atau memberi makan orang faqir dari harta orang lain. maka sebagaimana keburukan itu bisa menjadi kebaikan? Mana mungkin. Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap. justeru yang melariskan hal itu terhadap hati adalah syahwat yang tersembuyi dan hawa nafsu yang terpendam – sampai ia berkata – maksudnya adalah bahwa orang yang memaksudkan kebaikan dengan maksiat karena kebodohan adalah tidak diudzdur kecuali bila ia baru masuk islam dan belum mendapat kesempatan untuk belajar. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. andad dan thaghut. baik eksekutif. maka ini semua adalah kebodohan. karena undang-undang itu adalah bapak segala peraturan dan perundangundangan serta kitab hukumnya yang mereka jungjung tinggi….2. dan rajanya sesuai dengan undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini.

karena ketaatan bisa menjadi maksiat dengan sebab niat. Allah atau mereka. “Bagaimana bila para thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih dahulu. mereka (pemilih) telah menjadi musyrik. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran. dan hukum mayoritas. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. akan tetapi boleh dengan dalil khusus dari syari’at. maka jelaslah kekafirannya. Allah Ta’ala berfirman: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). maka yang keluar adalah perpu no sekian. perda no sekian. kecuali bila Allah memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali”. baru bisa diterapkan. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka!!! Dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. padahal zina itu lebih ringan dari syirik? Binasalah kalian. Mereka partai-partai “Islam” (padahal Islam berlepas diri dari mereka). hukum rakyat. apalagi duduk di parlemen mereka. yaitu bergelar musyrikin. siapa yang lebih tinggi. “Dikala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. sedangkan tidak ada Ijtihad di saat ada nash. Subhaanallah. ingatlah ketika hukum-hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. akan tetapi itu adalah hukum undang-undang. maka itu tidak bisa terealisasi – ini bila thaghut mempersilahkannya – kecuali lewat jalur undang-undang dasar mereka serta dari arah pasalpasal dan penegasan undang-undang tersebut. aniaya dan kemaksiatan) tidak berlaku (apalagi syirik & kekafiran –penj). karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. maka pernyataan kebolehan dengan dalil maslahat meskipun terpenuhi syarat-syarat syar’inya maka ia adalah sekedar Ijtihad. Dan katakanlah kepada kelompok sesat yang memperjuangkan syariat Islam lewat jalur parlemen thaghut itu. Karena jika kita berbuat demikian maka kita serupa dengan mereka. ya niat memiliki pengaruh didalamnya yaitu bila maksiat itu disertai maksud-maksud yang buruk maka dosanya berlipat ganda dan siksanya semakin besar. Dan kedua pihak ini adalah kafir dengan sebab ini. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada “tuhan-tuhan” yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab pembuat hukum itu. Adapun maksiat sama sekali tidak bisa menjadi ketaatan dengan sebab niat. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. tentulah kamu serupa dengan mereka. karena itu adalah kitab suci agama demokrasi. Artinya ijtihadnya tidak sah dan haram dilaksanakan. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. apakah kalian mau menerimanya?” Kalau kalian jawab tidak. mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. dan maslahat. maka kenapa kalian menerima bergabung dengan kemusyrikan mereka. sedangkan kekafiran itu adalah lebih dahsyat dan lebih besar daripada maksiat. dlarurat. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? Tidak mungkin akan tegak! Bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. bila mayoritas mereka menyetujuinya.Dan Allah ta'ala telah berfirman : "Maka bertanyalah kepada ahli Al Qur'an (ulama') bila kalian tidak mengetahui" – sampai ia berkata – jadi sabdanya saw : "sesungguhnya amal itu tergantung niatnya" adalah khusus bagi ketaatan dan hal-hal yang mubah. kafirin. apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (An Nisa 140) Sehingga tidak boleh kita masuk ke dalam majelis-majelis ini dan tidak boleh pula ikut serta dalam memilih anggota-anggotanya. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu. Wahai saudaraku yang muslim. maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah hukum parlemen. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu?” Orang-orang yang katanya ingin memperjuangkan Islam lewat parlemen mereka adalah arbaab juga. dan tadi telah dikatakan bahwa maksiat itu tidak menjadi boleh dengan sebab niat. dan hal-hal yang mubah bisa menjadi maksiat dan ketaatan dengan sebab niat. begitulah keadaannya…!! DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 27 - - . Sedangkan orang-orang yang memilih mereka dari kalangan manusia adalah sebenarnya mengangkat mereka sebagai arbab selain Allah. karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai saja– maka itu tidak akan menjadi hukum Allah. sesungguhnya para anggota parlemen para pemegang wewenang dalam pembuatan hukum bagi manusia adalah mereka itu pada hakikatnya adalah tuhan-tuhan (arbab) yang diibadati selain Allah. Jika tidak setuju. Dari ketiga macam amalan itu (kedhaliman. sehingga tidak bisa dibolehkan dengan alasan niat. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. Telah jelas dan terang serta meyakinkan bahwa ikut serta di dalam parlemen-parlemen ini dengan pencalonan diri atau dengan pemberian suara pilih adalah termasuk kufur akbar. setelah itu akan terjadi tarik ulur.

. dan meninggal di atas ajaran kaumnya yang syirik. zakat. atau ”dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan. mereka itu adalah Arbab (tuhan-tuhan pembuat hukum). siapa yang lebih tinggi. Allah atau mereka. Subhaanallah. Syirik adalah lawan Tauhid. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi. padahal hujjah ada di sekeliling mereka. maka tidak ada yang berbuat syirik akbar dengan sengaja tanpa laki atau perempuan. dan Allah subhaanahu wa ta'aala juga berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah” (AlMaaidah : 49). sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu? Dan ini perlu direnungkan dengan mendalam. baru bisa diterapkan. Allah SWT menggolongkan ibunda beliau dalam jajaran kaum musyrikin. maka apa gerangan dengan pelaku syirik yang telah mendengar firman Allah SWT. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar.” (At Taubah : 113). bahkan mereka hafal…? Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya." justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi. baik lakitidak. Dalil dari “Dan bila ada satu orang dari kalangan orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu. Dan kekafiran mereka itu adalah ketika hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi.Jadi semua itu adalah hukum Arbab. bila mayoritas mereka menyetujuinya. Bahkan mungkin juga menghafalnya? Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar sekarang yang mengaku Islam. sedangkan dia masih shalat. As-Sunnah serta ijma dan pernyataan para Tauhid bila syirik terdapat pada diri seseorang.” (At Taubah : 6) Dalam ayat ini Allah menamakan pelaku syirik sebagai orang musyrik. dada lapang untuk menerima syari'at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta'aala. dia membaca Al Qur’an dan terjemahannya. belum ada dakwah dan hujjah risaliyyah (saat itu terjadi kekosongan dakwah). tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 28 - . dan hukum rakyat serta hukum mayoritas. shaum dan melakukan ibadah lainnya? Silakan rujuk kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah supaya lebih jelas. baik mengaku Islam atau Kitabullah (Al-Qur’an) : Al-Qur’an. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? Mari kita mengkajinya dengan berlandaskan ulama dakwah Tauhid. berdasarkan dalil-dalil berikut ini.” (Yusuf: 40) Allah tidak mengatakan: “Keputusan itu hanyalah milik manusia". Orang ada unsur paksaan maka dia itu musyrik. meskipun dia belum mendengar firman Allah SWT. meskipun mereka itu kerabat dekat. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. padahal saat itu dalam kebodohan. Ayat ini berkenaan dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam saat meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibunya yang meninggal sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam diutus. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik dari setiap daerah dan lain-lain. Allah tidak mengatakan: “menurut seperti apa yang Allah turunkan”. maka berilah dia perlindungan sampai dia mendengar firman Allah. syari'at undang-undang. “Tidak selayaknya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan bagi kaum musyrikin. karena Allah subhaanahu wa ta'aala telah berfirman: “Keputusan itu hanyalah milik Allah. dan Al Qur’an mereka baca.

Al Imam Su’ud Ibnu ‘Abdil ‘Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Siapa yang memalingkan satu macam dari (ibadah) itu kepada selain Allah. karena mereka juga beribadah kepada yang lain-Nya. baik dia ustadz.para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? Ya.Hak hukum (putusan) hanyalah milik Allah. beribadah kepada yang lainnya. baik dia itu ahli ibadah atau orang fasiq. Rasul telah datang. Apakah ini berarti Rasulullah tidak akan beribadah kepada Allah juga? Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa peribadatan mereka kepada Allah itu tidak dianggap. dan sama saja (apakah) tujuannya baik atau buruk. wahai orang-orang kafir Quraisy ! ».” (Yusuf : 76) Orang yang di samping beribadah kepada Allah juga sesungguhnya dia itu tidak dianggap beribadah kepada Allah SWT. Maka begitu juga para pejabat dan aparat keamanan di negeri demokrasi. karena syirik dan status musyrik tidak mengenal status atau jabatan. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 29 - - .” (Ad Durar As Saniyyah 9/270). ‘ulama atau cendekiawan atau orang umum. “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para ulama dan para rahib (ahli ibadah) mereka sebagai arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah dan juga Al Masih Ibnu Maryam. Maka dari itu Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa : “Islam adalah mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya…”. Apa gerangan dengan pelaku syirik masa sekarang.” Jadi penafian syirik adalah syarat dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa . yang mana mereka itu dengan sigap berkomitmen dengan UU yang digulirkan oleh thaghut-thaghut mereka. maka mereka dinamakan kaum musyrikin. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman : “Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. kecuali untuk ibadah kepada Ilah yang satu. meskipun rasul belum datang kepada mereka.” (Al Kaafiruun : 1-2) Dalam surat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk menyatakan : « Saya tidak akan beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. kyai.” (An Nisaa : 36). Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam hadits shahih : “Hak atas hambahamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan mereka tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (Al Bayyinah : 5). Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan.” (Al Bayyinah : 1-2) Perhatikanlah. padahal di antara tuhan yang mereka ibadati itu adalah Allah. padahal mereka tidak diperintahkan. “Orang-orang yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dan kaum musyrikin (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (dien-nya) sehingga datang kepada mereka bayyinah. lagi mereka itu hanif…. dikarenakan mereka berbuat syirik akbar. yaitu utusan dari Allah yang membaca lembaran-lembaran yang disucikan. bahkan sebagian mengaku sebagai ulama dan ahli Islam ? Tidak ragu lagi –jika mereka berbuat syirik akbar. Saya bertanya : “Apakah orang yang meminta kepada yang sudah mati itu disebut menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak? Apakah yang ikut dalam sistem demokrasi itu menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak?” “Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh dien (ketundukan) hanya kepada-Nya. Mereka musyrikin. maka dia itu musyrik. “Katakanlah : “Wahai orang-orang kafir. Tadi telah dijelaskan.” (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang-orang Nashrani sebagai orang-orang musyrik. Al Qur’an ada di rumah mereka. Thabaqah yang ke-17). Itulah dien yang lurus…. padahal mereka tidak mengetahui bahwa sikap mereka mengikuti ‘ulama dan rahib dalam aturan yang bertentangan dengan aturan Allah itu adalah bentuk ibadah kepada ‘ulama dan rahib itu.mereka itu adalah kaum musyrikin.” (Yusuf : 40) “…Dia (Yusuf) tidak mungkin membawa saudaranya pada dien (UU/Hukum) raja itu…. (Thariq Al Hijratain. tidak ada Ilah (yang berhak diibadati) kecuali Dia. aku tidak beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. sebagaimana yang Rasulullah jelaskan dalam hadits hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim radliyallahu 'anhu. Saya bertanya : “Apakah orang yang menyandarkan hak hukum kepada rakyat atau wakilwakilnya itu telah memurnikan dien (ketundukan) seluruhnya kepada Allah atau sebaliknya? Padahal hukum adalah dien”: “….

Umat para Rasul itu adalah musyrikin saat sebelum menerima dakwahnya. dan Al Qur’an dilantunkan di masjid-masjid. dan ketika dia berpaling. dan ada pula yang menyandarkan wewenang hukum atau peraturan kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. kekal di neraka bila mati di atasnya. dia ke surga atau ke neraka. meskipun mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah. Para ‘ulama juga ijma bahwa hal paling pertama yang diserukan semua Rasul adalah ajakan beribadah kepada Allah dan penanggalan syirik yang mereka lakukan. Mereka adalah kaum musyrikin tanpa diragukan lagi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Nama musyrik itu sudah ada sebelum risalah. tapi juga langsung hukum pasti bagi ayahnya di akhirat kelak. Rasulullah menjelaskan bahwa dia itu di neraka. kemudian beliau menyatakan : “Demi Allah. sungguh mereka itu adalah orang-orang musyrik bukan kaum muslimin. dakwah ada. Hal yang menjadi perdebatan di antara mereka hanyalah masalah adzab di akhirat bagi yang belum tegak hujjah risaliyyah atasnya. shalat. kamu tidak melewati satu kuburan pun dari orang ‘Amiriy atau Quraisy dari kalangan orang musyrik.” Lihat Risalah kepadanya dalam Tarikh Nejd. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar masa sekarang. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan mengatakan kepadanya : “Ayahku dan ayahmu di neraka. Bahkan para ‘ulama menjelaskan bahwa nama musyrik itu ada sebelum adanya Risalah.Syaikh Muhammad rahimahullah berkata kepada hakim agung Riyadh yang bernama Sulaiman Ibnu Suhaim : “Tapi kamu adalah laki-laki yang bodoh lagi musyrik. Bila banyak orang yang berbuat syirik akbar namun dia masih rajin shalat. ada yang membuat tumbal. serta tidak diampuni. maka dari itu banyak yang jatuh kepada kemusyrikan tanpa disadari. dia itu adalah calon penghuni neraka. saat tidak ada dakwah dan tidak ada hujjah risaliyyah. hujjah beraneka ragam bentuknya. Adapun masalah nama di dunia mereka sepakat bahwa ia adalah musyrik. Sebagian ulama yang lain sepakat dengan penamaan status musyrik di dunia. namun perbedaan di antara mereka hanya dalam masalah status akhirat. namun demikian para ulama sepakat bahwa orang jahil itu adalah musyrik. mendengar jawaban itu si laki-laki mukanya merah. padahal hujjah risaliyyah belum tegak. Ada rombongan dari Banu Al Muntafiq.” (Ibthal At Tandid). Azar ayah Ibrahim adalah musyrik sebelum Ibrahim diutus. padahal sebenarnya dia tahu bahwa orang musyrik itu amalannya tak berarti. baik zaman fatrah atau bukan. Umar Ibnul Khaththab radliyallaahu'anhu berkata : “Orang-orang itu telah lalu. maka Rasulullah menjawab : “Ayahmu di neraka”. maka katakan : “Saya diutus kepada kalian oleh Muhammad untuk memberi kabar bahwa kalian digusur di dalam api neraka. Saat membaca ayat-ayat tentang kaum musyrikin kebanyakan orang hanya menafsirkannya dengan orang-orang musyrik Arab dan jarang ada orang yang mau menafsirkan seraya menghubungkannya dengan realita masyarakat di sekelilingnya. berupa api neraka. Sehingga mereka sepakat bahwa status anak orang musyrik di dunia adalah musyrik. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Para ulama ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari 2 doa (doa ibadah dan doa permintaan) kepada selain Allah maka dia itu telah musyrik. Di antara mereka ada yang meminta ke kuburan keramat. baik ada dakwah atau tidak. Muslim). Itu terjadi tak lain karena dia tidak tahu bahwa yang dia lakukan itu perbuatan syirik atau tidak tahu bahwa dirinya musyrik. karena Rasulullah sudah diutus. karena dia DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 30 - - . namun masalah akhirat adalah lain. Abdul Muththalib juga berstatus musyrik. dan tidak dimaksud oleh dalil itu kecuali kalian.” (HR. sedangkan orang muslim itu tidak bisa dijadikan budak di awalnya. Ayah Rasulullah ~Abdullah~ meninggal pada zaman jahiliyyah. Sebenarnya masih banyak ayat-ayat yang memvonis pelaku syirik akbar sebagai orang musyrik. Dari hadits ini Imam Nawawiy rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berbuat syirik akbar.” Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? Dahulu ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang ayahnya yang meninggal pada zaman fatrah (zaman ketika tidak ada dakwah) di atas ajaran syirik. Di dunia tentang nama sepakat. dsb. dan mengaku muslim. mereka bertanya tentang ayah mereka Al Muntafiq yang meninggal pada zaman fatrah.” (Shahih. Apa halnya dengan zaman bukan fatrah seperti sekarang ini? Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? Para ulama ijma bahwa orang yang berbuat syirik akbar itu dinamakan musyrik. Dalam hadits ini orang yang meninggal di atas syirik dari kalangan Ahlul Fatrah disebut musyrik.” Beliau berkata lagi : “Ikatan-ikatan Islam ini lepas satu demi satu bila tumbuh di dalam Islam ini orang yang tidak mengenal jahiliyyah. riwayat Al Imam Ahmad). Para rasul itu mengkhithabi kaumnya atas dasar mereka itu adalah orang-orang musyrik. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bukan hanya menetapkan status nama di dunia. meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. sesajen. sehingga anak-anak orang musyrik dijadikan budak.

Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran ? Setiap orang yang membela thaghut dengan ucapan atau dengan perbuatan maka ia adalah termasuk anshar para thaghut tersebut. Sehingga atas dasar ini maka ansharut thaghut adalah: 1. Saat mereka mendapatkan pernyataan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah bahwa. [Dan adapun orang yang tidak tergolong orang orang yang biasa bertempur dan berperang seperti para wanita.” (Al Intishar). namun kami tidak menghukumi dia sebagai orang muslim. dengan kesepakatan ulama (Majmu Al Fatawa 28/414). tapi mereka menambahnya. baik mau atau tidak (dengan nama itu). Mereka kira bahwa jika bukan kafir artinya dia itu muslim. Alangkah dungunya mereka itu. Penyerangan itu ada dua macam : penyerangan dengan tangan dan penyerangan dengan lisan –sampai ucapannya dan begitu juga dengan perusakan bisa jadi dengan tangan dan bisa jadi dengan lisan sedangkan apa yang dirusakan oleh lisan dari agama-agama adalah berlipat lipat apa yang dirusakkan dengan tangan (Ash Shorimul Maslul. seperti yang dialami kalangan salafiy maz’uum sekarang ini. mereka menuduhnya sebagai orang jahat dan sesat serta mereka menyemangati para penguasa untuk menindak mereka. Syaikh Hamd Ibnu Nashir Alu Mu’ammar dan putra-putra Syaikh Muhamamd Ibnu Abdil Wahhab berkata tentang para pelaku syirik yang mengaku Islam yang belum tersentuh dakwah tauhid : “Bila dia melakukan kemusyrikan dan kekafiran karena kebodohan dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. wartawan dan pers yang melakukan perbuatan serupa dengan ini. hal 385). Orang-orang yang membela-bela dengan ucapan dan tulisan. Syaikh Abdullah Aba Buthain rahimahullah berkata : “Orang yang berbuat syirik itu musyrik. Bila kita tidak mengenal (istilah) ini. menjadikan tandingan bagi-Nya dan mengangkat tuhan-tuhan lain bersama-Nya.(pelakunya) menyekutukan Tuhannya. Demikianlah sekilas pembahasan tentang penamaan musyrik bagi pelaku syirik akbar. manula dan yang semisal mereka maka tidak boleh dibunuh menurut jumhur ulam kecuali bila mereka ikut perang dengan ucapannya dan perbuatannya] (Majmu al Fatawa 28/354) Dan berkata juga.” (Ad Durar). Sebagaimana juga yang masuk dalam jajaran orang yang membela dengan ucapan adalah sebagian penulis. pendeta.” (Ad Durar 1/322 cet. terus mereka menerapkannya kepada orang-orang musyrik sekarang di saat hujjah bertebaran dimana-mana bahkan orang musyrik itu sendiri memiliki andil dalam penyebaran hujjah itu. maka mereka ngawur dalam memahami maksud perkataan para ‘ulama dakwah Tauhid. Jarimah mereka itu tidak cukup disitu. Dan wanita mereka tidak dibunuh kecuali mereka memerangi dengan ucapan atau perbuatan. sedang yang bersih dijauhinya. Jadi jelaslah sudah. mereka tak ubahnya bagaikan lalat yang tidak mau hinggap kecuali pada benda kotor. “Bagaimana kami mengkafirkan orang jahil yang menyembah Qubbah Kawwaz…” mereka langsung meloncat girang seraya mengatakan bahwa pelaku syirik akbar yang jahil itu tidak kafir. tapi tak kepalang tanggung para thaghut pun ikut mendapatkan pembelaan mereka yang penuh ikhlash tanpa diminta. Dia bukan orang kafir karena belum tegak hujjah risaliyyah. anak-anak. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 31 - - . mereka dikatakan sebagai Musyrikin. dan diantara para pemuka mereka adalah sebagian ulama suu’ (jahat) dan orang-orang yang sok berilmu yang memberikan Syar’iyyah Islamiyah (keabsahan Islam) terhadap penguasa kafir dan mereka membentengi para penguasa itu dari tuduhan kafir. lama) Pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah dinamakan musyrik. Ini salah besar yang bersumber dari ketidakfahaman akan hakikat Al Islam. karena perang itu terjadi dengan ucapan atau perbuatan sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taymiyah rahimahullah dalam pembicaraannya tentang memerangi orang-orang kafir asli. orang buta. Bahkan bukan sekedar orang musyrik yang mereka bela. dan kami memandang kekafiran mereka bila hujjah risaliyyah telah tegak atas mereka. mereka menganggap bodoh kaum muslimin mujahidin yang memberontak para penguasa itu. maka bisa jatuh ke dalam kekeliruan yang luar biasa fatalnya. bahwa orang-orang yang menyetujui sistem demokrasi (sebagai salah satu syirik akbar) atau ikut terlibat didalamnya. dan dia bukan muslim karena melakukan syirik akbar. tapi muslim sebagaimana perkataan Syaikh tadi. kakek tua renta. Mereka mengambil perkataan Syaikh Muhammad tentang Ahlu Fatrah atau yang belum tersentuh dakwah yang mereka fahami secara keliru itu. Dan berkata juga. kami vonis mereka itu sebagai orangorang musyrik. Orang yang tidak memahami istilah ini dari kalangan maz’uumin di negeri ini. maka kami tidak memvonis dia kafir hingga hujjah risaliyyah ditegakkan atasnya. tapi dia musyrik. karena kebodohannya.” (Majmu Al Fatawa : 20/38) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menjelaskan para pelaku syirik yang mengaku muslim : “Maka macam orang-orang musyrik itu dan yang semisal dengan mereka dari kalangan yang beribadah kepada para wali dan orang-orang shalih. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. Begitu juga mereka hanya mencari ucapanucapan yang samar dan meninggalkan ucapan-ucapannya yang jelas yang berlandaskan Al Kitab dan As Sunnah serta Ijma.

mereka adalah musyrikin? Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah (karena kebodohan) dinamakan musyrik. Dalil dari al Qur’an “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. yaitu kafir sama halnya dengan mereka. maka perangilah wali-wali syaitan itu” (An Nisa : 76) Dalam ayat ini secara jelas Allah menetapkan vonis bahwa orang yang berperang di jalan Allah maka dia adalah orang yang beriman. FirmanNya ta’ala. Orang yang berperang. maupun karena pembangkangannya. Untuk mengkaji permasalahan ini. para jurnalis. pelindung-pelindungnya adalah thaghut. tentara dan lain-lain. (Al Baqarah : 98) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 32 - - . maka dia sama kafirnya dengan orang kafir tersebut. maka Allah mencap kafir orang yang menjadikan thaghut menjadi walinya. sedangkan bagi anshar thaghut pemimpin mereka yang mereka bela-bela adalah thaghut. • Mengokohkan kekuasaan UUD: dengan melaksanakan apa yang digariskan UUD. Dan masuk dalam hal itu pelaksanaan putusan-putusan yang muncul di Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi Thaghut. dan orang yang berperang atau melakukan pembelaan di jalan thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonis secara sharih (jelas dan gamblang) bahwa orang yang berjuang dalam rangka mengokohkan sistem thaghut atau membela thaghut adalah orang kafir. haram masuk surga dan mereka pasti kekal di neraka. Atau hukum asal dari barisan anshar thaghut adalah hukum kafir. maka dia adalah orang kafir. “Allah pelindung orang-orang yang beriman. mereka kafir secara ta’yin (perorangannya) pada hukum dzohirnya. Mereka itu sesuai ketentuan UUD dan undang undang yang berlaku dinegeri ini dipersiapkan untuk tugas-tugas berikut : • Menjaga keutuhan negara yang berarti lancarnya keberlangsungan penerapan UUD dan undang – undang kafir buatan serta memberikan sangsi setiap orang yang menentang hal itu atau berusaha merubahnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Barang siapa yang mana dia itu musuh bagi Allah. • Menjaga keabsahan UUD : dan ia berarti melindungi penguasa kafir itu sendiri karena dia menurut mereka dianggap sebagai pemimpin yang syah sesuai UUD karena pengangkatannya telah berlangsung menurut proses yang dijelaskan UUD. Jika dia berperang atau melakukan pembelaannya di jalan Allah. Dalam kitab tersebut dijelaskan secara mendalam bahwa status hukum bagi ansharut thaghut yang terdiri para ulama’ suu’. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. baik itu dalam rangka untuk memerangi kaum muslimin mujahidin atau tawalliy kepada hukumnya itu sendiri berupa sikap setuju dan mengikutinya. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. dan orang-orang yang kafir. Orang-orang yang membela-bela dengan perbuatannya. yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). bahwa hukum asal pada anshar thaghut adalah hukumnya kafir. FirmanNya : “Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka maka ia termasuk golongan mereka” (Al Maidah : 51) Para ulama menjelaskan bahwa barang siapa membela mereka atas kaum muslimin maka dia termasuk golongan mereka. sedangkan orang yang berperang di jalan thaghut adalah orang kafir. pers. pasukan penopang (dibelakang) sama dengan yang terjun langsung dimedan. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). tulisan atau dengan senjata dan fisiknya. Dari ayat ini diambil kaidah baku. Jibril dan Mikail. mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah : 257) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan bahwa orang yang walinya atau pemimpinnya adalah thaghut. baik itu dengan lisan/tulisan seperti para ‘ulama suu’ atau orang-orang media ataupun orang yang terjun dengan fisik dan senjata seperti aparat tentara dan polisi atau orang-orang intelejen atau yang sejenisnya. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. Sedang semua orang musyrik yang mati dalam kemusyrikan. Anshar thaghut yang membela-bela dengan lisan/tulisan atau dengan fisik dan senjata ini. maka dikatakan sebagai mukmin. silakan kaji buku Melacak Jejak Thaghut karya Syaikh Abdul Qadir bin Abdul’Aziz. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang ini : “maka perangilah wali-wali syaitan itu”. baik ia musyrik karena kebodohannya. malaikat-malaikat-Nya. maka itu adalah orang kafir. Atau hukum asal pada orang yang menampakkan sikap pembelaan terhadap thaghut adalah adalah hukum kafir. rasul-rasul-Nya. Barangsiapa tawalliy kepada orang kafir apa saja keyakinannya. baik itu berperang dengan lisan. mereka itu adalah penghuni neraka. Orang yang tawalliy kepada mereka Allah vonis bahwa dia termasuk golongan mereka. Dan sebagai tameng terdepan adalah pasukan para penguasa Kafir baik itu dari pasukan tentara atau polisi.2.

tapi Allah memvonis bahwa kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam mendustakan para Rasul. dan ketika sudah masuk menjadi anshar thaghut mereka merasa bangga dengan Korpsnya atau bangga dengan seragamnya ??? maka mereka lebih kafir lagi…! Ini adalah nash hadits dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang memperlakukan Al Abbas sebagai orang kafir karena berada di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin di Badr. maka itu artinya memusuhi semua malaikat dan memusuhi semua para rasul. kemudian ketika ditangkap Al ‘Abbas radliyallahu 'anhu mengatakan : “Ya Rasulullah. dan dengan tanpa memilah mana orang yang kafir dan mana orang yang muslim. Orang yang memusuhi satu rasul Allah. para pelacur. orang-orang murtad dan orang zindiq untuk merusak ajaran Allah dan merusak di muka bumi ini… bentuk permusuhan terhadap Allah macam apa yang lebih dasyat dari sikap macam tadi…??! Di sini Allah mengatakan bahwa orang yang seperti itu adalah orang-orang kafir. meskipun Al ‘Abbas ini dalam kondisi dipaksa. Jadi. Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memperlakukan Al Abbas radliyallahu 'anhu sebagai orang kafir dengan menawannya dan menyuruh Al Abbas untuk menebus dirinya sendiri. maka kaum mujahidin tidak disalahkan bila dia (orang yang menyembunyikan keimanan itu) tertembak oleh pasukan mujahidin. Allah Subhanahu Wa Ta'ala membenamkan mereka semuanya mulai dari barisan paling depan hingga paling belakang. bahkan dengan cara menyuap agar mereka bisa masuk ke dalam barisannya. mereka memerangi wali-wali Allah yang akan menegakkan hukum Allah. Allah membenamkan mereka semua dengan tanpa memilah-milah antara yang dipaksa dengan yang tidak atau orang yang sedang musafir dalam perjalanannya dan berpapasan dengan pasukan mereka. bahwa para penguasa thaghut itu telah kafir murtad sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu. maka apa gerangan dengan orang yang berada dibarisan kaum musyrikin atau di barisan thaghut tanpa dipaksa tapi penuh ikhlash dan dengan sukarela ???. maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonisnya sebagai orang kafir. adapun rahasia bathin kamu maka urusan itu atas Allah. namun dia belum berlepas diri dari barisannya karena menunggu suatu moment tertentu dan waktu yang tepat. Jadi hukum orang yang berada di barisan kaum musyrikin adalah kafir. musuh rasul-Nya. menyiksanya. Rasul mengatakan tentang kisah ini: “Mereka dihancurkan semuanya dan Allah membangkitkan berdasarkan niatnya”. maka sesungguhnya orang itu telah menjadi musuh Allah. tebus diri kamu dan dua keponakanmu”. orang-orang kafir. padahal Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang menyembunyikan keimanan di antara mereka dan Maha Mampu untuk memisahkan mereka. Dalil Dari As Sunnah Ketika perang Badr. Bila saja orang yang berada dibarisan kaum musyrikin untuk memerangi kaum muslimin dengan kondisi dipaksa adalah diperlakukan sebagaimana halnya orang kafir (secara hukum dunia). Dan di antara mereka terdapat Al ‘Abbas (paman Rasulullah). Sedangkan anshar thaghut. di mana ketika mereka mengetahui bahwa yang turun membawa wahyu kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah malaikat Jibril. Oleh karena itu anshar thaghut dan orang-orang yang semacam mereka. yang mati dari barisan kaum kafir Quraisy sebanyak 70 orang dan yang menjadi tawanan adalah 70 orang. membunuhnya. kemudian mereka dipaksa untuk ikut berperang di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin. Allah katakan bahwa mereka adalah musuh bagi Allah dan mereka adalah orang-orang kafir. mereka memenjarakannya. saya ini dipaksa”. Mereka mengatakan bahwa “itu (Jibril) adalah musuh kami”. Padahal malaikat adalah rasul Allah dan mereka hanya memusuhi Jibril saja. Bentuk permusuhan macam apa yang lebih dasyat daripada sikap thaghut dan ansharnya yang mana mereka meninggalkan ajaran Allah dan justeru malah membuat ajaran atau hukum sendiri yang diambil dari orang-orang bejat dan cabul. kita mengetahui bahwa di antara kaum musyrikin ada orang-orang yang mengaku Islam yang tidak hijrah. maka apa gerangan dengan seorang mujahid yang hanya manusia biasa yang tidak mengetahui hal yang ghaib ? Dalil Dari Ijma Perlu diingat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 33 - - . mereka mendaftarkan diri dengan mendatangi setiap Kodim atau Polda untuk menjadi calon anshar thaghut.Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi. akan tetapi mereka Allah vonis dengan ayat ini. Sebagaimana Allah juga mengatakan: “Kaum Nuh telah mendustakan semua rasul”. padahal kita mengetahui sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam belum ada rasul karena beliau adalah rasul pertama. Begitu juga bila seandainya ada salah seorang dari barisan thaghut itu yang menyembunyikan keimanannya. maka orangorang Yahudi tidak menyukainya. sebagaimana juga apa yang menimpa pasukan yang akan menginvasi Ka’bah. mereka dibuat dalam rangka mengokohkan hukum thaghut dan dalam rangka mengokohkan ajaran yang dimusuhi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Orang mendustakan Nabi Nuh ‘alaihissalam maka itu telah mendustakan seluruh rasul-rasul Allah yang akan diutus setelahnya. maka Rasul berkata : “Zhahir kamu di barisan kaum musyrikin memerangi kami. para penjudi dan orang-orang durjana. musuh malaikatmalaikat-Nya. ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa siapa yang memusuhi satu rasul Allah. Jika saja Allah Maha Kuasa dan Maha Mampu tidak memilah-milah orang yang berada di barisan kaum musyrikin yang memerangi kaum muslimin. dan malah memberikan keleluasaan bagi orang-orang bejat. baik itu rasul dari kalangan malaikat atau manusia. mempersempit hidupnya. padahal Al Abbas mengatakan bahwa “saya ini dipaksa”.

maka setiap individu dalam kelompok yang membangkang ini disebut bughat. Ini adalah ijma para shahabat yang berlandaskan kepada nash tentunya… Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? Ya. masyarakatnya pun mempercayainya dan akhirnya mereka ikut mendukung Musailamah.000 orang. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Di sini thaghutnya adalah Tulaihah dan Musailamah sedangkan ansharnya adalah para pengikutnya. di antara kelompok itu adalah Muja’ah Ibnu Murarah. dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Di sini Khalid ibnu Walid memperlakukan Muja’ah yang ada di barisan Musailamah sebagai orang kafir dengan menjadikannya tawanan. Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu (penguasa thaghut) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya (rakyatnya). Shahabat ijma atas kafirnya mereka. “Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). Di dalam Tarikh disebutkan bahwa pengikut Musailamah Al Kadzdzab berjumlah sekitar 100. lalu kenapa kamu tidak cepat bergabung dengan kami ketika mendengar pasukan kami datang?”. tapi mereka tidak cepat bergabung dengan barisan kaum muslimin padahal ada kemampuan untuk bergabung karena kekuatan pasukan kaum muslimin yang mendominasi. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami (rakyat) dapat kembali (ke dunia). Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah juga mengatakan bahwa : “Para ‘ulama ijma (setelah menyebutkan bahwa mereka itu tertipu oleh saksi tadi) bahwa mereka itu murtaddun walaupun mereka itu bodoh akan hal itu karena tertipu oleh saksi palsu itu”. dan mereka melihat siksa. jika pimpinannya adalah muslim bughat (pemberontak) maka bawahannya juga bughat. Padahal kita mengetahui bahwa kebanyakan para pengikut Muslilamah adalah tertipu oleh seorang da’i yang diutus oleh Rasulullah ke Yamamah tapi kemudian dia malah membelot kepada Musailamah dengan membenarkan apa yang diucapkan Musailamah dan bahkan bersaksi di hadapan masyarakat Banu Hanifah (di Yamamah) bahwa benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menyertakan Musailamah dalam kenabian. (Al Baqarah : 165-167) Dan masih banyak ayat yang serupa dengannya. Dalam kaidah fiqih ini dikatakan bahwa Thaifah Mumtani’ah Bisy Syaukah (kelompok yang memiliki kekuatan dan melindungi diri dengannya). dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. maka disyaratkan bahwa mereka harus bersaksi bahwa orang-orang yang mati di antara mereka adalah calon penghuni neraka. dan di antara syarat yang diutarakan oleh Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan disepakati oleh para shahabat yang harus mereka terima adalah mereka harus bersaksi bahwa “orang yang mati di barisan mereka (para pengikut Musailamah) itu adalah masuk neraka”. di antaranya kelompok Tulaihah Al Asadiy dan kelompok Musailamah Al Kadzdzab si nabi palsu. kemudian kata Khalid : “Kenapa kamu tidak mengingkari seperti Tsumamah dan Al Yasykuriy?." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka. beliau waktu itu membangkang dan tidak mau berbai’at terhadap Ali radliyallahu 'anhu. padahal Muja’ah tidak mendukungnya dan hanya berada di barisan Musailamah. maka Khalid berkata : “Kamu ini sudah berubah dari sebelumnya”. Muja’ah mengatakan : “Saya ini muslim dan saya tidak pernah merubah keyakinan saya”. karena seseorang tidak memikul dosa orang lain”. sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. pasti kami akan berlepas diri dari mereka (dari thaghut). Yang menjadi inti di sini adalah sikap atau ijma shahabat atas kekafiran Musailamah dan ansharnya. Seperti kelompok Mu’awiyyah ibnu Abu Sufyan radliyallahu'anhum. Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan semua shahabat ijma (sepakat) bahwa para pengikut Musailamah dan para pengikut nabi-nabi palsu yang lainnya adalah orang-orang murtad. jika kamu tidak mampu. Akan tetapi para shahabat ijma bahwa mereka yang mengikuti Musailamah itu divonis murtad. Ini merupakan ijma dari para shahabat atas kekafiran atau kemurtaddan anshar thaghut Musailamah Al Kadzdzab dan yang lainnya. dia ada di antara tawanan pasukan Khalid ibnul Walid. Ini berlaku dalam segala hal. Dia tidak mengingkari Musailamah dan tidak cepat bergabung dengan pasukan kaum muslimin. kemudian datang utusan Buzakhakh kelompok Tulaihah Al Asadiy kepada Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu untuk meminta damai. Abu Bakar radliyallahu 'anhu tidak menerima permintaan damai mereka kecuali dengan syarat-syarat tertentu. Ini adalah vonis kafir di dunia dan di akhirat. Dan dalam kisah ini ada sekelompok kaum muslimin dalam barisan anshar Musailamah. maka status individu dalam kelompok ini adalah sama seperti status kepala atau pimpinannya. bukan hanya Mu’awiyyah (sebagai pemimpinnya) yang disebut bughat. Allah Yang Maha Tinggi berfirman. dan ketika mengambil perjanjian damai dengan mereka. Muja’ah mengatakan : “Jika seandainya musailamah itu nabi palsu maka itu urusan dia. Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang kabar kematian Amar radliyallahu'anhu : “Kamu akan dibunuh oleh kelompok yang membangkang (baghiy)” dan Amar waktu perang Shiffin ini berada di pihak Ali radliyallahu'anhu dan terbunuh oleh pasukan Mu’awiyyah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 34 - - . ini adalah di antara syarat yang harus mereka terima. bahkan para shahabat memerangi mereka sampai akhirnya mereka terdesak dalam peperangan. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya.Ketika terjadi riddah (kemurtaddan) di kalangan kabilah-kabilah Arab.

radliyallahu. Jika ada sebuah kelompok Khawarij di Darul Islam dan mereka melindungi diri dengan kekuatan pasukannya. Nasionalisme. ormas-ormas dan jamaah-jamaah “Islam” yang tawali (loyal) kepadanya maka dihukumi sama. Sebelum ke inti pembahasan. Derajat minimal bentuk kufur kepada ajaran syirik adalah membencinya. Begitupula dengan ulama-ulama. meskipun mereka itu ayah-ayah mereka. maka setiap individu yang ada di dalam kelompoknya adalah murtad sama seperti pimpinannya. janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya dengan meninggalkan kaum mukminin…” (An Nisaa : 144) Jadi loyalitas hanya boleh diberikan kepada orang-orang yang beriman. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? Hukumnya haram. karena sebagian mereka beranggapan dan meyakini bahwa penguasa itu ulil amri. Jamaah Islam yang dipimpin oleh Rasulallah shalallahu 'alaihi wasallam pun tidak terdaftar di pemerintahan thaghut Quraisy. Jika thaifah mumtani’ah ini ada di luar Darul Islam seperti thaghut (pemerintah) sekarang. dan ada pula yang “hanya” berupa dosa besar mengeluarkan dari Islam dan lebih sering disebut muwaalah shughra. Perlu diperhatikan bahwa bentuk loyalitas ini ada yang mengeluarkan dari Islam disebut muwaalah kubra (tawalliy). sedangkan perhitungannya atas Allah” [HR. Juga seperti kelompok Musailamah Al Kadzdzab. atau mencintai si fulan karena dia seorang Pancasilais. sedangkan orang-orang di atas tadi justeru mencintai ajaran syirik tersebut. saudara-saudara mereka atau karib kerabatnya…” (Al Mujaadilah : 22) “Wahai orang-orang yang beriman. dan al muwaafaqah (sikap setuju) sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Atsir dalam An Nihayah. (Komunisme. Karena tidak mungkin Jamaah Islam akan terdaftar di pemerintahan musyrikin. dimana mereka yang memegang kekuasaan. an nushrah (pemberian bantuan). Adapun hukum berloyalitas kepada orang-orang kafir adalah haram berdasarkan ijma yang berlandaskan Al Qur'an dan As Sunnah. sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Empat dalil ini menunjukan bahwa anshar thaghut itu statusnya adalah mereka kafir secara ta’yin (perorangan) pada hukum dzahirnya. Muslim] Dalam hadits ini orang dianggap muslim bila kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. Muwaalah Kubra Muwaalah kubra adalah loyalitas yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. maka haram darah dan hartanya. termasuk di antaranya yaitu ajaran syirik dan kekafiran. al mutaba’ah (mengikuti). “Engkau tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. sama dengan thaghut pimpinannya itu sendiri. maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” (Al Maaidah : 51) “Wahai orang-orang yang beriman. dan lain sebagainya. Dan sebagai dalilnya adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. Allah melarang orang muslim berwala dengan orang kafir. sehingga batallah keIslaman macam orang ini. dan ini adalah sunatullah. anak-anak mereka. justru musyrikin membenci bahkan memerangi Jamaah Islam itu. I. bahkan mereka adalah anjing piaraan (binaan/kaki tangan) penguasa thaghut tersebut. dan ini ada empat macam : a) Mencintai orang musyrik atau kafir karena alasan keyakinan kafirnya. dia murtad di wilayah Darul Islam dan dia melindungi diri dengan pasukannya. maka pimpinan dan seluruh bawahannya adalah Khawarij. atau mencintai si fulan karena dia seorang Nasionalis. janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin. kita kenali dahulu pengertiannya. sedangkan hanyalah diberi sikap bara’ (berlepas diri). atau mencintai symbol-simbol kaum kuffar atau mencintai si fulan karena dia anggota DPR/MPR/tentara/polisi. pimpinannya adalah thaghut maka setiap individu atau personperson dari ansharnya seperti polisi atau tentara atau intelejennya adalah sama kafirnya seperti thaghut pimpinannya. Seperti orang yang mencintai presiden karena dia seorang negarawan atau mencintai si fulan karena dia seorang demokrat sejati. orang kafir para ulama dan sering yang tidak DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 35 - - . Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. loyalitas dalam bahasa Arabnya adalah al Wala atau muwaalah yang bermakna al mahabbah (cinta). demokrasi dan isme-isme sejenisnya yang merupakan paham-paham syirik dan kekufuran).

membencinya. Yang demikian itu disebabkan sesungguhnya mereka mengatakan kepada orang-orang yang benci terhadap apa yang telah Allah turunkan: “Kami akan mematuhi kalian dalam sebagian urusan ini”. maka kami tidak akan lulus”. Orang yang mengetahui bahwa demokrasi itu syirik. akan tetapi harus meninggalkannya. c) Mengikuti kaum musyrikin dalam kemusyrikannya. maka syaitan mempermudah mereka (untuk berbuat dosa) dan memperpanjang angan-angan mereka. maka Allah hapuskan amalan-amalan mereka” (Muhammad : 25-28) Bila saja orang yang mengikuti apa yang membuat murka Allah telah divonis murtad oleh-Nya. Orang yang bergabung (secara aktif di lapangan ataupun berperan di belakang layar) dengan orangorang musyrik dalam rangka menindas dan membungkam kaum muslimin dari dakwah yang mereka serukan kepada manusia.b) Membantu orang-orang musyrik untuk menghancurkan kaum muslimin. Maka bagaimana keadaanya bila mereka itu diwafatkan oleh malaikat seraya malaikat itu memukuli wajah dan punggung mereka ? Yang demikian itu dikarenakan mereka itu telah mengikuti apa yang membuat Allah murka dan mereka membenci apa yang mendatangkan ridha-Nya. Atau kagum dengannya atau bangga dengannya demi mendapatkan nilai ujian. • Seperti saat ujian siswa memuji dan mengikuti Pancasila. Anak-anak sekolah mengikuti pelajaran falsafah syirik dengan alasan mengikuti proses pembelajaran dan berkata : “Karena jika tidak (ikut). Meyakini bahwa suatu perbuatan itu syirik atau kufur belumlah cukup. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka…” (Al Maidah : 51) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menyebutkan di antara pembatal keIslaman : “Membantu kaum musyrikin untuk menghancurkan kaum muslimin”. akan tetapi karena alasan takut atau yang lainnya (kecuali dipaksa) mengikuti sistem demokrasi dan ia ikut dalam pesta demokrasi. sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka. baik karena alasan basa-basi atau karena takut (kecuali dipaksa). atau Pemerintah Saudi yang telah membantu Amerika Serikat saat menggempur Negara Islam Thaliban. maka apa gerangan dengan banyaknya orang yang berposisi sebagai bawahan mengatakan kepada masyarakat “Kami hanya menjalankan tugas” setelah sang pejabat atasan membuat undang-undang kafir kemudian si bawahan itu melaksanakannya Bila orang yang taat dalam sebagian kekafiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala memvonisnya sebagai orang murtad. maka apa gerangan dengan • • RT/RW yang menyatakan kepada thaghut atasannya “Kami akan laksanakan semua aturan”. demokrasi. seperti orang-orang Afghanistan yang bergabung dengan pasukan Salibis pimpinan Amerika Serikat untuk menghancurkan Negara Islam Thaliban. sedangkan thaghut mensyaratkan adanya mata pelajaran falsafah syirik (mis. • Bahkan bila dia berjanji dusta untuk memenuhi syarat itu terhadap thaghut. meskipun dia itu benci dengan Pancasila dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. sungguh kami akan keluar DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 36 - - . maka telah batal keIslamannya. meskipun meyakini bathilnya hal itu. maka dia telah keluar dari Islam. Dalilnya sama dengan dalil di atas (Muhammad : 25-28). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang yang kembali ke belakang setelah jelasnya petunjuk bagi mereka. Saat menghancurkan dan membekuk para mujahidin ada di antara jajaran aparat keamanan yang beralasan “Kami hanya mengikuti aturan yang ada”. maka hukumnya sama saja. karena dia mengikuti orang-orang musyrik dalam kemusyrikannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah engkau tidak melihat orang-orang munafiq. Mereka yang menjadi pelindung sistem thaghut ini beralasan “Kami hanya mengikuti prosedur yang ada”. maka dia kafir (kecuali bila dipaksa). Seperti itu pula orang yang ingin membuat lembaga yang diakui thaghut. maka dia itu kafir meskipun benci akan hal-hal itu dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. atau ketika dahulu Pemerintah Indonesia memerangi Negara Islam Indonesia. dan membenci para pelakunya serta cinta dengan Tauhid dan para muwahhid. Pancasila adalah falsafah syirik. dan lain-lain. atau Pemerintah Iraq memerangi Daulah Islam Iraq. • d) Menampakkan sikap setuju dengan kekufuran atau kemusyrikan Orang yang di hadapan thaghut menampakkan sikap setuju terhadap kekafiran dengan alasan basabasi atau takut atau ingin dunia. maka orang-orang yang “sekedar” ikut menyanyikan lagu Garuda Pancasila adalah telah keluar (murtad) dari Islam. dimana mereka mengatakan kepada saudarasaudara mereka yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab : “Bila kalian diusir. Undang Undang Dasar 1945. tetap hukumnya sama saja. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “…Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian. PKN) lalu mereka menerima syarat itu. Kebencian terhadap sistem syirik dan para pelakunya serta kecintaannya terhadap Tauhid dan kaum muwahhidin tidaklah berarti bila dia mengikuti ajaran syirik tersebut.

(Al Hasyr : 11) Orang-orang munafiq di dalam Islam dihukumi muslim secara dhahir. Mereka ini Thaghut Kenapa demikian? Karena mereka dengan dewan legislatifnya dan sebagian eksekutifnya mengklaim sebagai pembuat hukum. yang mana hukum itu dibuat oleh para thaghut tadi di gedung Palemen. ekonomi. • • • • Mengucapkan selamat atas hari-hari bahagia mereka selain hari raya keagamaannya. dan jual beli harus ditunaikan meskipun terhadap orang kafir harbiy sekalipun. Mereka adalah thaghut. maka sungguh kami akan membantu kalian”. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? Katakan saja kepada mereka bahwa pemerintah Negara Kafir Republik Indonesia (NKRI). Mempersilahkan mereka duduk di depan majelis. Dalam ayat ini mereka berjanji untuk membantu orang-orang Yahudi dalam memerangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Semua dicampakkan dan mereka sepakat tidak memakai hukum yang Allah turunkan. Mengucapkan “Assalamu’ala manit taba’il huda” kepada orang kafir dibolehkan. maka cukup dijawab “wa’alaikum”. apakah mereka mengajukan kasusnya kepada hukum Allah ataukan kepada hukum selaim hukum Allah? Tentu mereka mengajukannya kepada hukum selain hukum Allah. janji. memusuhi mereka. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan mereka (maksudnya memulai jabat tangan). Dan dalam hal ini mereka sendiri adalah thaghutnya. 37 - Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : - DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI . baik yang ada di lembaga legislatif atau lembaga eksekutif maupun para pemutusnya di dewan yudikatif. Sedangkan di negeri ini. sedangkan Allah bersaksi sesungguhnya mereka benar-benar dusta”. mengklaim yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan. dan lain-lain. • Berkunjung untuk mendakwahi mereka bukan termasuk muwaalah shughra. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu”. Bila orang kafir mengucapkan salam. Mereka menjadi pembuat hukum yang hukumnya diikuti (baca: diibadati) oleh ansharnya. Menyambut uluran tangan orang kafir boleh saja. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. A. akan tetapi dianjurkan. dan bila kalian diperangi.bersama kalian dan kami tidak mentaati seorangpun selama-lamanya dalam hal yang merugikan kalian. dan Allah memvonis mereka kafir padahal janji mereka itu dusta. bahkan mereka telah membuat dan memutuskan. semua hukum Allah dirubah… mulai dari hukum pidana. sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut. Mengangkat mereka untuk membawahi sebagian kaum muslimin. 1. • Melapangkan jalan bagi mereka. Definisinya adalah : Setiap perbuatan yang menyebabkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang-orang kafir dengan syarat (tetap) membenci mereka. utang. dan beliau juga menjenguk anak seorang Yahudi yang sakit untuk beliau dakwahi. dan lain sebagainya. bahwa pentolan thaghut yang ke dua adalah “Penguasa Zhalim Yang Merubah Ketentuan (Hukum) Allah”. ketika memiliki kasus di negeri ini. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menziarahi Abu Thalib untuk mendakwahinya. maka mereka adalah thaghut itu sendiri. serta tidak tawalliy kepada mereka. Muwaalah Shughra Ini adalah sikap loyalitas yang tidak mengeluarkan dari Islam. 2. Bercengkrama dengan mereka. sedangkan amanah. maka apa gerangan dengan janji yang jujur ? Begitu pula dengan orang yang menampakkan sikap setuju dengan demokrasi dan yang lainnya… II. (An Nisa : 60) Masyarakat atau anshar thaghut atau siapa saja di antara mereka. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut : • Mengucapkan salam kepada mereka. Sedangkan sesesorang tidak bisa dikatakan sebagai orang muslim kecuali bila kafir kepada thaghut. dan mengkafirkan mereka. perdata.

yang menggodok. • Para penggulirnya (yang mengklaim dirinya berhak membuat hukum) dari kalangan manusia disebut wali-wali syaithan. (Al An’am : 121) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan tentang keharaman bangkai. Mereka telah musyrik 5. Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah. maka berdasarkan ayat tadi. yaitu kepada alim ulama dan para rahib 3. atau seratus hukum saja. Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rab/arbaab. dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika menyetujui dan mentaati mereka. maka itu adalah arbab yang disembah. bahwa orang yang membuat hukum itu disebut wali-wali syaithan (thaghut) yang telah mendapat wahyu atau wangsit dari syaithan. dan jika kamu menuruti mereka. kambing mati siapa yang membunuhnya ?”. Orang yang sepakat di atas hukum ini atau yang mengacu atau yang merujuk pada hukum yang mereka gulirkan itu adalah orang yang Allah vonis sebagai orang musyrik yang menyembah atau mengibadati atau mempertuhankan mereka serta telah melanggar Laa ilaaha illallaah. Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. baik wali-wali syaitan itu dahulunya orang Belanda (yang mewariskan KUHP) ataupun wali-wali syaitan zaman sekarang yang duduk di kursi parlemen. Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin. Bila satu hukum saja dipalingkan dalam hak pembuatannya kepada selain Allah. atau apapun DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 38 - - . Rasulullah mengatakan : “Allah yang membunuhnya (mematikannya)”. namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah. yang merancang. tapi dari wali-wali syaitan yang mendapat wahyu dari syaitan jin. yang membuat. bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam). Saat hukum itu digulirkan dan diikuti. akan tetapi seluruh hukum yang ada di sini adalah bukan dari Allah. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. sedangkan orang yang mentaatinya atau setuju dengan hukum buatan tersebut divonis sebagai orang musyrik. maka yang mengaku memiliki hak membuat hukum ini disebut arbaab. maka kalian katakan halal. dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. • Yang menyetujuinya atau yang taat atau yang merujuk kepadanya disebut musyrikun. Rasul berkata lagi : Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib) Ketika mereka menyandarkan hak hukum dan pembuatan hukum (tasyri’) kepada selain Allah. kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan : “Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian. Dalam ayat di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa : • Hukum yang bukan dari-Nya adalah wahyu syaithan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Imam At Tirmidzi meriwayatkan. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis : 1. 3. kenapa Allah memvonis bahwa kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : Orang musyrikin datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Hai Muhammad. Maka Rasul mengatakan : “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya. maka „Adiy mengatakan : “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”. Lalu „Adiy menjawab : “Ya”. Mereka telah beribadah kepada selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. sepuluh. tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. menyandarkan kewenangan hukum kepada selain Allah meski hanya dalam satu hukum atau kasus saja (yaitu penghalalan bangkai) dengan firman-Nya “Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi. Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib 2. Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram.“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. dua. tiga. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. dan Allah katakan bahwa itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai. sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram. yaitu yang memposisikan dirinya sebagai tuhan pengatur selain Allah. padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. Sedangkan yang ada di NKRI dan negara-negara lainnya adalah bukan satu.

orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang-orang kafir. yudikatif terbentuk. lalu bagaimana mungkin Pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim mu’min. Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki. Perhatikanlah. baik thaghut lokal. mereka merancang. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut. (Asy Syuura : 21) Dalam ayat tersebut. Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat-ayat seperti ini. sedangkan mereka bukan sekedar thaghut. sedangkan pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. siapa saja yang membuat syari’at atau hukum atau undang-undang atau ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah dinamakan syurakaa (sekutu-sekutu). ketika masuk PBB diwajibkan untuk berikrar setuju atas segala peraturan yang digariskannya. karena mereka memposisikan dirinya untuk diibadati dengan cara menggulirkan hukum agar diikuti. maka Allah memvonisnya sebagai orang musyrik. Perhatikanlah… jika saja orang-orang yang SEKEDAR mentaati mereka. bahkan Allah mevonis orang-orang yang seperti ini sebagai orang-orang zhalim dan fasiq dalam surat Al Maaidah : 45 & 47. tentang Ru-usuth Thawaghit (tokoh-tokoh para thaghut) yang ke tiga yaitu : Yang Memutuskan Dengan Selain Apa Yang Allah Turunkan. imannya dianggap sekedar klaim dan kebohongan belaka. setiap orang diwajibkan bersumpah setia untuk menjalankan hukum negara. dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (Al Maaidah : 50) Dalam ayat-ayat di atas. C. akan tetapi salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir. dan menggulirkan di tengah masyarakat. atau hukum-hukum yang ditetapkan oleh mahkamah Internasional PBB. menggodok. ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Maaidah ayat 44 : “Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. dalam ayat tersebut sekedar ingin berhukum kepada thaghut sudah Allah nafikan keimanannya.namanya dan siapapun yang membuat hukum. atau hukum-hukum regional. akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut. orang-orang yang ketika punya masalah justeru ingin berhakim (mengadukan urusan) kepada thaghut. maka apa gerangan dengan orang-orang yang benar-benar bersumpah untuk merujuk kepada hukum thaghut…?! Pemerintah ini. yaitu Undang Undang Dasar 1945 dan undang-undang turunannya. jika seorang Presiden misalnya menyimpang. akan tetapi merujuk kepada selainnya. begitu juga ketika jajaran pemerintahan dewan legislatif. maka mereka itulah orang-orang kafir”. asal tidak melanggar “hukum suci” mereka. Apakah di Negara ini ada bai’at untuk taat setia kepada Al Qur’an dan As Sunnah? tentu jawabannya tidak ada! Maka dari itu setelah bai’at kepada Undang Undang Dasar selesai. masalah apa saja. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 39 - - . maka DPR/MPR akan memprotesnya dan mengatakan : “Presiden telah melanggar Undang Undang Dasar atau undang-undang atau… atau…” dan tidak akan mengatakan “Presiden telah melanggar Al Qur’an ayat sekian…” Andaikata seluruh isi Al Qur’an dilanggarpun. Sedangkan dalam surat An Nisa : 60 tadi. maka pada hakikatnya mereka adalah wali-wali syaitan dan hukum yang mereka gulirkan hakikatnya adalah hukum syaithan. Allah merasa heran atas klaim orang-orang yang mengaku telah beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya. tapi amat sangat kafir!. Mereka berhukum dengan selain hukum Allah atau memutuskan dengan hukum thaghut Mereka berhukum dengan hukum thaghut. Jadi pemutus hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut. akan tetapi termasuk pentolan thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sekutu-sekutu) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (aturan/ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”. Sedangkan orang-orang yang mentaati atau mengikuti hukum itu disebut orang yang menyembah syuraka tersebut. maka pemerintah ini tidak merujuknya kepada hukum Allah. karena selain hukum Allah yang ada hanyalah hukum jahiliyyah atau hukum thaghut. Sungguh… mereka tidak merujuk kepada Al Qur’an atau As Sunnah. Mereka merampas hak pembuatan hukum dari Allah. maka apa gerangan dengan pembuatnya atau orang yang memutuskan dengannya atau orang yang memaksa masyarakat untuk tunduk kepadanya dengan menggunakan besi dan api (kekuatan dan senjata)…?!! 4. regional maupun internasional Saat menghadapi masalah. mereka selalu mengacu kepadanya. tapi kepada hukum thaghut yang bersifat lokal (seperti Undang Undang Dasar atau undangundang atau yang lainnya). eksekutif. inilah syahadat mereka! inilah bai’at mereka. B. Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali dengan kafir terhadap thaghut. Mereka merujuk kepada hukum thaghut. maka mereka tidak akan mempermasalahkannya.

hak khusus yang seharusnya disandarkan oleh makhluk hanya kepada Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Hak memutuskan hukum itu hanyalah khusus kepunyaan Allah. hukum disandarkan kepada rakyat melalui wakil-wakilnya. dan ada juga dari Islam seperti dalam masalah pernikahan. dalam ajaran Pancasila bila ada orang muslim keluar dari Islam. karena memalingkan ibadah penyandaran hukum kepada selain Allah. hak khusus rububiyyah dan uluhiyyah Allah. Padahal dalam ajaran Islam… sesungguhnya orang murtad itu harus dibunuh. tapi harus taat kepada kesepakatan rakyat. Maka demikian pula dengan Yasiq Ashri (Yasiq Modern). karena Pancasila mengakui berbagai agama dengan tuhan-tuhannya masingmasing yang beraneka ragam. sedangkan perujukan-perujukan ini telah dilakukan oleh pemerintah ini…!! D. Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada Ilyasa (Yasiq) dan dia mendahulukannya daripada ajaran Allah. beliau menyatakan : “Barangsiapa meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi.Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang berhakim dengan hukum Allah yang telah dihapus adalah kafir. Mereka memiliki ideologi/falsafah/asas/pedoman/petunjuk hidup. Sistem ini merupakan penyerahan hak hukum atau kedaulatan kepada rakyat. Demokrasi adalah sistem syirik yang membangun pilar-pilarnya di atas sekulerisme. dimana hukum itu diambil dari orang-orang Nashrani (seperti orang Belanda dengan KUHP-nya). bermakna : Kalian diperintahkan untuk tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. dan agama serta kepercayaan lainnya yang memiliki banyak Tuhan. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. aturan dan pedoman hidup. Sistem perwakilan yang ada di dalamnya memberikan hak ketuhanan kepada wakil rakyat yang duduk di parlemen untuk membuat. Al Qur’an dan ajaran ahli bid’ah ditambah dengan hasil buah fikirannya lalu dikodifikasikan menjadi sebuah kitab yang disebut Ilyasa atau Yasiq. Demokrasi merupakan salah satu bentuk perampasan hak khusus Allah dalam At Tasyri’ (pembuatan. bahwa Pancasila memberikan kebebasan kepada orang untuk memeluk dan menganut agama serta keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. KUHP. maka iapun kafir dengan ijma kaum muslimin. Sedangkan dalam demokrasi. karena Allah-lah yang berhak untuk membuatnya. Demokrasi tidak mewajibkan menusia untuk taat kepada ajaran Allah. Singkat saja kita tinjau. maka siapa saja yang merujuk pada Yasiq Modern ini. Akan tetapi demokrasi merampasnya dan justeru hak itu diberikan kepada makhluk. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. E. di atas kebebasan. maka dia kafir. Kitab ini merupakan kumpulan hukum yang sebagiannya diambil dari Taurat orang Yahudi. agama. karena dien adalah jalan hidup. orang yang meminta-minta kekuburan juga dilindungi. Itulah dian yang lurus. Muttafaq ‘Alaih) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 40 - - . semua agama diakui oleh Pancasila serta Tuhan-tuhan yang banyak itu dilindungi dan disatukan oleh “Tuhan Yang Maha Esa” (dalam Pancasila) yaitu Burung Garuda…!!! Ini berhalanya! Perlu diketahui. dan pokoknya semua bentuk kemurtaddan terbuka lebar dalam naungan Berhala Burung Garuda. maka orang tersebut tetap dilindungi dan diakui. falsafah atau silahkan orang menyebutnya apa saja tapi yang jelas Pancasila adalah dien. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin. akan tetapi kita tidak tahu siapa Tuhan Maha Esa yang dimaksud. sedang kaum muslim Tuhan mereka hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mereka menganut sistem Demokrasi Demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan/kekuasaan). Apakah satu Tuhan yang diibadati para pemeluk agama-agama dan kepercayaan di Indonesia ini atau banyak tuhan yang berbeda-beda? maka jawabannya adalah banyak Tuhan. maka bunuhlah” (HR. Pancasila adalah dien. Hak ini adalah hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jadi ternyata serupa. menetapkan dan memutuskan hukum. yaitu Undang Undang Dasar. Injil orang Nashrani. bagaimana hubungannya? mudah sekali jawabannya. yaitu Pancasila. dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus. (Yusuf : 40) Firman-Nya “Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”. orang-orang Budha juga memiliki banyak Tuhan. orang-orang Hindu juga memiliki banyak Tuhan. Kita heran. akan tetapi kenapa sila kesatu dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. Para ulama muslimin sepakat mengatakan bahwa siapa saja yang merujuk kepada kitab hukum ini. penetapan dan pemutusan hukum atau undang-undang). dan lain-lain. bukankah orang-orang Kristen memiliki Tuhan. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119) Ilyasa adalah kitab hukum yang dibuat oleh Jengis Khan Raja Tartar. Cukuplah falsafah ini menjadi sesuatu yang rancu bagi orang yang berakal. Dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. untuk menentukannya. maka demokrasi adalah sistem syirik. bebas meyakini apa saja walaupun pendapat syirik atau kekafiran sekalipun. yang mana notabene adalah hukum buatan manusia. tatanan perundang-undangan yang berlaku. Dan dalam ayat ini penyandaran hukum kepada Allah disebut ibadah.

merusak atau membakar berhala tersebut maka pasti akan dikenakan sanksi oleh tentara dan hamba-hambanya. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) Jika mereka bertaubat. akan tetapi justeru mereka adalah thaghut. Apapun yang ditetapkannya maka otomatis diikuti. jelaslah bahwa Negara dan pemerintahan ini kekafirannya berlipat-lipat. (At Taubah : 12) Jadi yang tepat bukan harus ditaati. Begitu juga pemerintahnya. kekufuran. akan tetapi yang semestinya ada adalah sikap qital (perang). Allah menyatakan dalam surat Al Maaidah : 51 : “Siapa saja yang tawalliy di antara kalian terhadap mereka maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” G. berperang. bahkan ia dipajang diatas. maka kita bisa menyimpulkan bahwa TIDAK BENAR memerintahkan kaum muslimin untuk loyal kepada pemerintah semacam ini dengan menggunakan dalil surat An Nisa: 59. orang musyrik. berkiprah dengan segala cara dalam rangka mengokohkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 41 - - . Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. maka negara tersebut adalah negara kafir. dan tangkaplah mereka. sebab itu perangilah kawan-kawan (wali-wali) syaitan itu” (An Nisa : 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dalam rangka mengokohkan hukum Allah. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. membiarkan berkembangnya media-media penebar kesyirikan. negara fasiq dan negara jahiliyyah berdasarkan firman Allah tersebut. negara zhalim. bukan pula diberi loyalitas. Jadi. “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. sedangkan orang-orang kafir yang di antaranya adalah pemerintahan NKRI ini dan ansharnya mereka berjuang. Setelah memahami hal ini. Mereka memperolok-olok ajaran Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang segala bentuk kemungkaran. dari kethaghutannya. dari Pancasilanya. kerusakan dan kebejatan (dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi) dan lain-lain. tunduk kepada undang-undang internasional dan peraturan lainnya yang ada dalam tubuh PBB. maka berilah mereka jalan dan jangan diganggu. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. dihadapan kursi-kursi para pengaku tuhan pengatur (arbab) di sarang paganisme (MPR/DPR). mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Itu adalah beberapa perolok-olokan terhadap ajaran Allah. ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. sedangkan memperolok-olok ajaran Allah adalah kekafiran. Sedangkan jika pemerintahan ini tidak bertaubat dari kethaghutannya. jelaslah isi ayat itu tidak sesuai dengan pemerintah ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. Katakanlah: “Apakah dengan Allah. Setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk pada aturan Allah. F. Setiap orang yang mencela. orang-orang murtad. Tidak usah kamu minta maaf. sedangkan pemerintahan Negara ini justeru memberikan izin bagi beroperasinya tempat-tempat kemungkaran dengan dalih tempat hiburan. karena kamu kafir sesudah beriman”. dari demokrasinya dan dari kekufuran lainnya. orang-orang kafir. agar supaya mereka berhenti”. maka mereka masih masuk ke dalam cakupan ayat ini. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. Itu hanya satu contoh saja dari ribuan contoh… Burung Garuda itu adalah berhala! Buktinya ia selalu berada diatas gambar Presiden dan Wakil Presiden disetiap ruangan. sedangkan pemerintahan NKRI ini sudah kita ketahui bahwa mereka BUKAN orang-orang yang beriman. “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu). karena ulil amri dalam ayat tersebut adalah “dari kalangan kalian” yang berarti dari kalangan orang-orang yang beriman. Akan tetapi yang tepat bagi pemerintah semacam ini adalah : 1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk loyal kepada orang-orang kafir. 2. menjunjung tinggi ajaran-Nya. (At Taubah : 65-66) Intinya. dari kekafirannya. 3. Tawalliy (loyalitas penuh) kepada kaum musyrikin Mereka loyal kepada Perserikatan Bangsa Bangsa. tentulah mereka akan manjawab. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka.Seandainya ada seorang muwahhid membunuh orang murtad tentulah hukum atau Agama Pancasila menindaknya. maksudnya bertaubat dari kemusyrikannya. karena tidak akan berdiri suatu negara tanpa ada pemerintah pelaksananya.

maka sistemnya belum mati dan orang-orang setelahnya akan menggantikan dia. maka wajib diperangi. serta saat kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak merampas urusan dari yang berhak (penguasa) “kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dengan bukti dari Allah yang ada pada kalian”” Sedangkan kita sudah banyak melihat bentuk-bentuk kekafiran yang dianut dan masih senantiasa dilakukan penguasa negeri ini. baik dengan cara kasar maupun halus. tidak ada lagi ideologi syirik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan perangilah mereka itu. akan tetapi yang tepat adalah ayat-ayat yang baru saja dibahas dan ditambah dengan hadits ini. “Hai orang-orang yang beriman. yang menyebar fitnah (bencana) kemusyrikan dan penindasan terhadap kaum muslimin. tidak ada lagi kekafiran. dan jika mereka kembali lagi. maka kami membai’atnya. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu. Bukhari dam Muslim) “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajak kami. merekalah orang-orang kafir itu. di waktu sulit dan waktu mudah kami. akan tetapi mereka adalah wali-wali syaitan yang Allah perintahkan untuk memeranginya. sehingga tidak layak berdalil dengan surat An Nisa : 59 untuk menggelari pemerintah ini sebagai ulil amri. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Perangilah orang-orang yang ada disekitar kamu. al qital tidak akan berhenti terhadap para penguasa yang menentang aturan Allah. Merekalah orang-rang kafir yang dekat. dipenjarakan dan masih dibunuhi… maka berarti masih ada fitnah !! Selama kemusyrikan didoktrinkan maka fitnah masih ada. Hadits Ubadah ibnu Shamit (HR. Bahkan para ulama sepakat bahwa memerangi penguasa murtad adalah lebih harus didahulukan memeranginya daripada orang-orang kafir asli. yang ada di dekat kamu dan dalam realitanya bukan hanya dekat. Namun dalam relaita zaman ini. sehingga thaghut tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat ini. diri. selama fitnah (bencana) terhadap kaum muslimin yang taat dan berkomitmen dengan ajaran Allah masih dikejar-kejar atau dipersempit hidupnya. Perhatikanlah… mereka bukan ulil amri. maka bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin? Allah menyatakan “sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu”. Bila pemimpin tersebut asalnya muslim kemudian muncul kekafiran darinya. karena sistem kafirnya tidak mati dan tetap mengakar. sampai tidak ada fitnah. sehingga jika penguasa yang satu mati. tidak ada lagi penindasan terhadap kaum muslimin yang taat kepada Allah… bukan taat kepada Pancasila atau Undang Undang Dasar atau demokrasi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya). akan tetapi kekafiran yang kolektif dan sistematis. 4. mereka berperang di jalan thaghut. akan tapi mereka telah menguasai harta. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. menindas diri dan merampas harta kaum muslimin. Tugas kita adalah wajib menggalang kekuatan dengan langkah awalnya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menggencarkan dakwah Tauhid yang berkesinambungan untuk mencabut akar-akar loyalitas terhadap thaghut di tengah masyarakat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 42 - - . 5. saat senang dan saat benci. Selama Ad Dien (ketundukan) belum sepenuhnya kepada Allah. maka al qital (perang) belum berhenti. maka di antara yang beliau ambil janjinya atas kami adalah kami membai’at(nya) untuk senantiasa mendengar dan taat. tidak ada lagi penghalang kepada jalan Allah. Mereka mewajibkan ini dan itu yang bertentangan dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. tapi hanya taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Para ulama sepakat bahwa orang kafir tidak sah untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. Jadi. dan dien (ketundukan) hanya bagi Allah semata” (Al Baqarah : 193) Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah. Merekalah thaghut penguasa negeri ini.sistem thaghut. Selama fitnah masih ada maka al qital tidak akan berhenti. maka wajib untuk mencopotnya dan menggantinya dengan pemimpin yang muslim. Bila tidak mampu mencopotnya karena mereka menggunakan kekuasaan untuk mempertahankannya. dan tanah air kita. maka qital tidak akan berhenti terhadap pemerintah yang seperti ini. Dan perangilah mereka. ini yang dekat justeru sudah memusuhi dan memerangi semenjak dahulu. maka tidak usah jauh-jauh pergi berperang untuk mencari orang kafir. Mereka telah sekian lama memerangi. apalagi orang-orang kafir yang jauh… 6. sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”. merampas dan memeras harta kaum muslimin. (Al Anfal : 38-39) Jadi. kekafirannya bukanlah kekafiran yang bersifat personal. masih ditangkapi. supaya jangan ada fitnah dan supaya dien itu semata-mata untuk Allah”.

Jihad terhadap thaghut ini haruslah menjadi opini kaum muslimin. begitu pula hukum dan undang-undangnya tidak sah. dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesusahan sehingga tidak lagi menindas kaum muslimin dan dana yang mereka keluarkan tidak digunakan untuk mendukung hal itu. maka menjadi wajiblah pula bagi kaum muslimin untuk mencopot para thaghut ini dari benak masyarakat dengan cara menyebarkan ilmu syar’iy. “Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu” (Al Baqarah : 191) Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka pernah mengusir kaum muslimin. tahap awal yang patut dilakukan adalah memberikan bayan (penjelasan) atau penyampaian risalah tauhid. bahkan haji berkali-kali. padahal penguasa negeri ini telah melanggar hal yang paling penting dan fundamental. tidak diakui secara Islam. Bukan berarti seluruh kaum muslimin harus terjun dengan menenteng senjata. BERSABARLAH…!!! Proses ini tidak mudah dan tidak akan terjadi begitu saja. Bila ini terwujud. oleh sebab itu Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam pernah mendoakan orangorang Quraiys agar dilanda paceklik. tidak memahami Islam secara utuh. tapi yang paling penting bagi mereka adalah harus memahami betul bahwa penguasa negeri yang mana mereka hidup di dalamnya adalah penguasa murtad kafir yang tidak boleh diberikan loyalitas. khususnya tentang tauhid dan kewajiban memerangi penguasa semacam itu. Demikianlah sikap kita kaum muslim terhadap para thaghut penguasa negeri ini. Hendaklah diketahui bahwa pemerintahan thaghut ini adalah pemerintahan yang tidak sah. kaum muslimin harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini. seharusnya harta yang diambil dari kaum muslimin. yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah… Apa saja pembatal pembatal keislaman? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 43 - - . orang yang dangkal pikiran atau orang yang haus dunia dan kekuasaan. sehingga tidak hanya dipikul oleh kelompok-kelompok tertentu saja. shaum. Perhatikan… para thaghut itu telah mengeluarkan orang-orang yang komitmen dengan ajaran Islam dari jajaran masyarakat dengan cara menanamkan image negatif tentang mereka. mereka pergunakan di jalan Allah. Begitu pula dalam masalah harta. tapi… sungguh banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. (Al Maaidah : 2) “Janganlah kalian menyerahkan harta-harta kalian kepada orang-orang bodoh itu” (An Nisa : 5) Perhatikanlah… jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang menyerahkan harta kaum muslimin kepada orang-orang yang tidak bisa menggunakan dengan benar. Allah menyatakan : “Dan tidak ada yang benci kepada Millah Ibrahim. Rasulullah diperintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka telah mengusir Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. yaitu : selama tidak melakukan sesuatu yang dilarang syari’at dan selama tidak menzhalimi orang muslim lainnya. tidak syar’iy. sehingga dengan kesadaran itu lunturlah dukungan kepada para thaghut dan tumbuhlah loyalitas kepada orang-orang yang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. karena para thaghutnya itu shalat. salah satunya yaitu para thaghut. terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. bukan di jalan thaghut yang digunakan untuk memerangi Allah dan kaum muslimin. Maka haramlah atas setiap muslim untuk membayar atau menyerahkan harta kepada penguasa kafir dalam bentuk apapun. karena perlu penyadaran terhadap masyarakat tentang kenapa penguasa negeri ini dikatakan sebagai penguasa kafir. tapi ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang ditindas. Mereka mengira penguasa negeri ini adalah muslim. dukungan kepada thaghut akan berganti dengan penentangan. sedangkan bentuk kebodohan yang paling dasyat adalah orang-orang yang tidak suka dengan ajaran tauhid. maka kondisi akan berubah. diperangi dengan berbagai cara : kasar dan halus. bahkan bebas untuk melanggarnya selama memenuhi dua syarat. bahkan thaghut selalu berupaya mempersulit hidup mereka. maka wajib pula bagi orang-orang yang bertauhid yang komit terhadap ajaran-Nya untuk menjauhkan thaghut dari harta yang mereka miliki. Ini karena kebanyakan kaum muslimin belum memahami hakikat Laa ilaaha illallaah. sehingga mudahlah untuk menjatuhkan para thaghut itu. Mereka adalah pemerintah yang memaksakan diri. sebagaimana para thaghut itu telah menjauhkan orang-orang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari harta mereka. memfitnah dan membodoh-bodohi masyarakat dengan menuduh orang-orang yang bertauhid sebagai orang-orang bodoh. memprovokasi. oleh sebab itu kaum muslimin tidak memiliki kewajiban untuk taat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah thaghut ini. zakat. kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri” (Al Baqarah : 130) Jadi. kecuali dalam kondisi terdesak atau dipaksa. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. bukan loyal dan taat kepada mereka. karena sebagian besar harta yang jatuh ke tangan thaghut digunakan untuk mempersenjatai tentara mereka untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya.

Dan sungguh pengertian ini tidaklah mengandung kebenaran sedikitpun. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam. 2. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. Sungguh memprihatinkan keadaan ini bagi mereka yang mempunyai sedikit pemahaman yang benar tentang Islam. sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. seperti pahala atau balasan yang akan diterima. 4. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam. baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. 6. maka ia telah kafir. walaupun • 5. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. • • • Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan lebih mengutamakan hukum thaghut daripada hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. semua yang tidak sesuai dengan kami maka mereka adalah ahlul bid’ah. Dengan modal semangat yang menggebu-gebu dan ilmu seadanya mereka mengaku sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah. menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka. 10. meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam. lalu dengan tanpa malu-malu mereka mengatakan bahwasanya kami-lah salafi. yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin. Kalau kita menengok dalam tuliasan-tulisan mereka akan kita dapati bahwasanya kebanyakan mengatakan yang dimaksud dengan khowarij adalah orang-orang yang keluar memberontak kepada imam yang syah. 3. Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperbolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah Ta’ala dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. 8. 9. Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa. kamilah ahlussunnah. misalnya masalah rajam dan qishash. Mereka tampil di tengahtengah umat Islam ini dengan membawa gebrakan-gebrakan yang memukau menyerang berbagai harokah Islamiyah yang tegak memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 44 - - . Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah lebih sempurna dan lebih baik. syafa’at dan tawakkal. akan tetapi mereka dikatakan Khowarij karena aqidah mereka. tapi mereka dikatakan Khowarij bukan karena mereka memberontak kepada pemerintahan yang syah. Melakukan sihir. Sesungguhnya orang yang memberontak kepada pemerintah yang syah karena takwil adalah ahlul baghyi. Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah: 1. namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pembatal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. Berpaling dari dien Allah Ta’ala. Takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. pemberantas syirik dan bid’ah. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. atau bahkan beranggapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabb-nya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. 7. Sungguh betapa mulia dan bernilainya kelompok tersebut seandainya mereka konsekuen dengan sloganslogan yang mereka gembar-gemborkan di berbagai tempat dan kesempatan itu. maka ia telah kafir.Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pembatal ke-Islam-an. Membenci hal-hal mengamalkannya. Memang bisa jadi mereka itu Khowarij. bagaimana penjelasannya? Beberapa tahun terakhhir ini mulai nampak semarak dengan muculnya kelompok yang mengklaim diri mereka dengan para pejuang tauhid dan sunnah. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. merekalah orang-orang yang tegak memperjuangkan pemahaman-pemahaman salaful ummah. Dengan bermodal taqlid dan ta’assub mereka meneriakkan bahwasanya mereka yang memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah ini sebagai kelompok ahlul bid’ah dan khowarij yang harus diperangi. pelakunya dihukumi kafir.

Al-Mawardi berkata: ”Kondisi kedua mereka memiliki daerah sendiri yang terpisah dari wilayah kaum muslimin sehingga mereka bisa mempertahankan diri di sana. bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: ”Pergilah ke Yaman!” Kemudian diikuti oleh Mu’adz bin Jabal. maka harus mencari jalan yang paling tercepat untuk menggulingkannya. Mengenai hukum bagi murtadin. Jika mereka tetap mengakui atas wajibnya syari’at yang mereka tinggalkan. Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad-Dumaiji berkata tentang memberontak kepada pemerintah kafir dan murtad: ”Hal ini juga merupakan suatu kesepakatan para ulama’. An-Nawawi XX/391). Almawardi) ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid berkata: ”Para ulama’ telah berijma’ atas wajibnya memerangi kelompok apapun yang mempunyai kekuatan yang tidak mau melaksanakan sebuah syari’at dari syari’at-syari’at Islam yang sudah jelas dan mutawatir. Pertama mereka berada dibawah kekuasaan Islam dan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri. “Barang siapa berganti dien. orang-orang zindiq lalu beliau membakar mereka. An-Nawawi berkata: “Riddah secara bahasa adalah kembali dari sesuatu menuju yang lainnya. dan yang terluka dihabisi. maka imam wajib untuk memeranginya karena Abu Bakar ra telah memerangi kelompok ynag murtad. dan sama saja apakah yang mereka tinggalkan itu sedikit maupun banyak. bagi yang mampu melaksanakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi. Karena memerangi ahlul harbi saja wajib maka terlebih lagi memerangi kelompok yang telah murtad sedangkan kekafiran mereka lebih besar. Ia bertanya: ”Siapa ini?” ia menjawab:”orang ini dahulu Yahudi lalu masuk Islam kemudian ia masuk Yahudi. Dan memerangi dua macam kelompok ini hukumnya wajib atas dasar ijma’.” (Al-Qulul Qoti’ fiiman imtana’a ‘anisy syroi’.” (Al-‘Aziz XI/97 dan Al-Majmu’ XX/369). yaitu memberontak dan menggulingkannya dengan pedang bagi siapa saja yang mampu melakukannya. sama asja apakah ia lahir dalam keadaan Islam atau dia dulunya kafir lalu masuk Islam atau ia menjadi Islam karena keislaman kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya. Orang yang murtad tidak lepas dari tiga keadaan. Lalu berita itu sampai kepada Ibnu ‘Abbas maka beliau berkata: ”Kalau aku. maka bunuhlah ia!”) Dan dalam hadits dari Abu Musa. maka mereka telah murtad. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. adapun jika tidak mempunyai kemampuan untuk menggulingkannya dengan pedang. maka aku tidak akan membakar mereka karena Rasululloh melarang hal itu. meskipun kelompok tersebut adalah kelompok Islam. Dinukil secara ringkas dari Al-Majmu’ XX/369. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. Asy-Syarozi berkata: ”Dan jika sebuah kelompok murtad dan mempertahankan diri dengan kekuatan. Adapun menolak syari’at yang mereka tinggalkan. Jika mereka ada yang tertawan. Yang kabur diburu.” (Al majmu’.”(Al-Majmu’ XX/380) Kedua mereka mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri. membatalkan Islam). ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid hal. maka bunuhlah ia!” (HR. baik ia berpindah ke agama ahlul kitab atau tidak. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. baik ia orang merdeka atau budak. Ketika berjumpa dengannya ia diberi bantal dan berkata:”Turunlah!” Dan ternyata disampingnya ada seseorang yang terikat. Dari ‘Ikrimah beliau berkata: ”Dihadapkan kepada amirul mukminin Ali radhiyallahu’anhu. Dan sama juga apakah kemurtadannya kepada kekafiran.” (Muttafaq ‘alaih) Ar-Rofi’I dan An-Nawawi berkata: ”Murtad adalah bentuk kekafiran yang paling keji dan yang paling keras hukumnya. An-Nawawi berkata: ”Apabila seseorang Murtad. hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Ubadah radhiyallahu’anhu yang telah disebutkan tadi yaitu: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 45 - - . dan membebaskan kaum muslimin dari kekuasaan pemerintah tersebut walaupun harus bersusah payah. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. maka mereka diperangi sampai mereka mau melaksanakan apa yang mereka tinggalkan.Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian murtad. meskipun mereka mengucapkan dua kalimat syahadat.” (Al-Ahkam As-Sulthoniyah.” Dan secara syar’I: qoth’ul Islam (melepaskan. 23) Ketiga adalah penguasa yang murtad. Mereka ini wajib untuk diperangi. dan mereka diperangi sampai kembali kepada syari’at Islam. maka bunuhlah ia!” dan ini adalah hadits shohih. yang melarikan diri diburu dan yang terluka dibunuh. ”Aku tidak akan duduk sampai ia dibunuh sebagai keputusan Allah dan Rasul-Nya. Jika mereka ada yang tertawan. Jama’ah kecuali Muslim sedangkan dalam riwayat Ibnu Majah hanya tersebut. mereka mendapat dosa dan bagi yang tidak mempunyai kemampuan ia harus hijrah. atau perempuan berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu’anhu dia atas dan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa berganti agama. maka wajib untuk dibunuh. Namun aku pasti membunuh mereka karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berganti dien. Jika kondisi mereka seperti itu maka mereka wajib diperangi kerena kemurtadan mereka setelah sebelumnya mereka diberi penjelasan tentang Islam dan dalil-dalil dipaparka kepada mereka. Mereka harus digulingkan dari kekuasaan dengan pedang.

“…. dan mereka mengatakan dalam kitab-kitab.” Muhammad bin Sa’id Al-Qohthoni berkata: ”Adapun riddah adalah kafir setelah beriman. baik dosa besar maupun dosa kecil.” (Fathul Bari XIII/123) An-Nawawi berkata: ”Dan murtad itu bisa dihasilkan karena niat untuk kafir atau karena perkataan atau perbuatan. Karena kata hukum dalam Al-Qur’an kadang berarti al-qodlo’ sebagaimana firman Allah: “Dan barangsiapa yang tiadk berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. 28 dan lihat At-Tasyri’ Al-Jina’I II/708 dan kitab Ar-Ridah bainal amsi wal yaum hal.” Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: ”Jika pemerintah melakukan kekafiran yang nyata. 33) Beliau juga mengatakan setelah memaparkan pembatal-pembatal Islam: ”Dan tidak ada bedanya pada seluruh pembatal-pembatal ini antara orang yang bermain-main. Adapun jika hal itu disebabkan oleh perkataan maka sama saja apakah orang yang mengatakan itu karena mengejek.” (Al-Maidah:44) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 46 - - . atau melakukannya atau rela dengannya dengan atas kehendaknya (bukan karena terpaksa) maka ia telah kafir. jika ia ketika mengucapkannya bukan karena terpaksa. dan agar kami tidak memberontak kecuali jika melihat kekafiran nyata yang menjadi alasan di sisi Allah. Abdul Akhir Hammad hal.” (Ad-Difa’. Tapi kalau ia tidak tahu hukum Allah sementara ia sudah berusaha dan mengerahkan segala potensi untuk mengetahui hukum Allah. (Yaitu hadits Ubadah yang tersebut di atas). maka yang demikian ini adalah kufur akbar.” (Al-Maidah: 47) Ali bin Abil ‘Izz berkata tentang berhukum dengan selain syari’at Islam: ”Disini ada masalah yang harus direnungkan. Syaikh Hamd bin ‘Atiq hal. Kaum muslimin harus melakukan hal itu. Hal itu disesuaikan dengan kondisi pelakunya. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. Diantara bentukbentuk kekafiran itu adalah Berhukum dengan selain hukum Allah. meskipun ia membenci dalam hatinya. mereka pada hakekatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. dan begitu pula jika ia lapang dada dengan kekafiran meskipun ia tidak mengucapkannya dan tidak pula melakukannya.’ Dan mereka telah menetapkan barangsiapa mengucapkan perkataan yang mengandung kekafiran maka ia telah kafir meskipun ia tidak meyakininya dan tidak mengerjakannya. Namun jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. yang serius dan yang takut dan yang terkecuali adalah orang yang terpaksa. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi. (An-Nisa’: 65) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.” (Al-Maidah: 44) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang dholim. (An-Nisa’: 60) “Maka demi Robbmu. Apabila ia berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah itu tidak wajib. (Fathul Bari XIII/7) Dan beliau berkata pada halaman yang lain: ”Sesungguhnya seorang pemerintah kafir itu harus dipecat menurut ijma’. Dengan demikian ia berarti kufur majazi atau kufur ashghor.. “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang di turunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu mereka hendak berhakim kepada thogut padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thogut itu dan syetan bermaksud untuk menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya”. ia tetap mendapatkan satu pahala karena ijtihadnya sedangkan kesalahannya diampuni. ’sesungguhmya orang murtad adalah orang kafir setelah masuk Islam baik dengan perkataan atau perbuatan atau keyakinan. atau menentang atau katas dasar keyakinan.” (Al-Maidah: 45) “Dan barangsiapa yang tidal berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang fasik. Dan hal ini sudah maklum adanya secara jela dalam kitab-kitab mereka dan barang siapa yang biasa bergaul dengan ilmu pasti ia telah mendengar sebagiannya.176) Abdul Akhir Hammad dalam mengomentari perkataan diatas berkata: ”Yang pelu diperhatikan juga bahwasanya pembagian seperti ini bermuara pada berhukum yang berarti al-qodlo’ (memutuskan) bukan dalam arti at-tasyri’ (membuat undang-undang). lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa.” (Al majmu’. maka tidak boleh mentaatinya dalam hal itu. atau ia bebas memilih. barang siapa yang mampu mengerjakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi mendapatkan dosa dan bagi yang tidak mempunyai kekuatan wajib hijroh dari negeri tersebut. An-Nawawi XX/369-370). namun ia keliru maka ia dianggap bersalah. bahkan wajib berjihad melawannya. Dan begitu pula jika seseorang melakukan perbuatan kufur maka ia telah kafir ia tidak meyakininya dan tidak pula mengucapkannya. maka barang siapa perkataan yang mengandung kekafiran. sebagaimana yang tersebut dalam hadits ini. atau ia meremehkannya padahal ia yakin bahwa itu adalah hukum Allah. yaitu bahwasanya berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah bisa berupa kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kadang hanya berupa maksiyat.” (Tahdzib Syarhul ‘Aqidah Ath-Thohawiyah. Dan inilah yang dikatakan oleh para ulama’ sunnah dan hadits. maka orang tersebut bermaksiat.

Para muhaqqiq dari kalangan ulama’ pada masa ini menyadari hal itu sehingga mereka sehingga mereka menjelaskan hukum undangundang tersebut dalam Islam.” (Al-Maidah: 50) Ayat ini berbicara tentang hukum Allah yang berarti syari’at dan manhaj-Nya dibandingkan dengan hukum jahiliyah yang berarti syari’at dan manhaj jahiliyah. tunduk kepadanya atau mengakuinya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 47 - - . dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin. Beliau menetapkan bahwa menyeleweng dari syari’at Allah kepada syari’at lain yang dibikin oleh manusia sendiri merupakan kekufuran yang pelakunya harus diperangi sampai kembali kepada ajaran Allah. berkata: ”Dan tidak mungkin Allah menamakan orang yang berhukum dengan selain hukum Allah sebagai orang kafir lalu orang yang melakukan hal tersebut tidak kafir. Hal itu dapat kita pahami dari perkataan beliau “pada peristiwa yang terjadi “ itu artinya beliau tengah membicarakan suatu kejadian yang diselewengkan oleh hakim sehingga ia tidak memutuskannya sesuai dengan hukum Allah. Sehingga tidak ada keputusan hukum baik sedikit maupun banyak kecuali dengan menggunakan hukum Allah. Tidak ada alasan lagi bagi orang yang mengaku Islam untuk mengamalkannya. dari Yahudi. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/57-62).” (Al-Maidah:44) Beliau membahas panjang lebar tentang perselisihan para ulama’ salaf seputar ayat ini. ditujukan kepada siapa dan apa yang dimaksud dengan kufur di sini. maka ia telah kafir. yang diadopsi dari raja mereka. yaitu mengingkari hukum syar’i yang diturunkan Allah. Adapun ketika mentafsirkan ayat: ‫ن نننن نننننننن ننننن‬ Maka kita dapatkan beliau sangat mempertegas masalah ini. Akan tetapi sebenarnya ia tetap kafir secara mutlak baik kufur amali maupun kufur I’tiqodi” Beliau berkata: ”Adapun yang pertama yaitu kufur I’tiqodi. mufti Arab Saudi dulu. lalu bagaimana halnya dengan orang yang berhukum dengan Ilyasa dan lebih mengutamakannya daripada hukum Allah? Orang yang melakukannya telah kafir berdasarkan ijma’ kaum muslimin. Diantara mereka adalah syaikh Ahmad Syakir dalam komentar beliau mengomentari perkataan Ibnu Katsir diatas: ”Sesungguhnya hukum undang-undang buatan manusia itu telah jelas bagaikan matahari di siang bolong. yang tidak berlandaskan dengan syari’at Allah. hal itu adalah kekafiran yang nyata dan tidak ada kesamaran lagi.” (Lihat Al-Bidayah wan Nihayah XIII/119) Dari sini jelas bagi kita keputusan yang tegas berkenaan dengan undang-undang buatan yang menyelisihi syari’at Allah yang merasuki negeri Islam sehingga menjadi undang-undang yang mengikat mereka. lalu jadilah ia sebagai sebuah syri’at yang diikuti dan lebih diutamakan dari pada hukum AlQur’an dan As-Sunnah. hawa nafsu dan segala atribut hukum buatan manusia. Jengkis Khan.” (Tafsir Ibnu Katsir II/68) Bahkan beliau telah menyatakan ijma’ tentang kafirnya orang menjadikan silain syari’at Allah sebagai syari’at yang dijadikan landasan hukum. bahwa hal itu adalah kekufuran yang tidak perlu bantahan lagi. lalu berpaling kepada kepada hukum yang lain berupa pemikiran. sebagai mana hukum yang diterapkan oleh bangsa Tartar. yang membuat Ilyasa sebagai buku yang berisi kumpulan hukum yang diambil dari berbagai hukum. Islam dan yang lainnya. Beliau mengatakan: ”Barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang telah baku yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdulloh sebagai penutup para nabi lalu berhukum dengan syari’at-syari’at lain yang telah mansukh. ia adalah kafir yang wajib diperangi sampai kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. dan yang lain-lain.pengertian inilah yang dimaksud oleh Ali bin Abil ‘Izz ketika menjadikan berhukum kepada hukum kepada selain hukum yang telah Allah turunkan berkisar antara kufur akbar dan kufur ashghor sesuai dengan keadaan pelakunya. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab AlBidayah wan Nihayah sebagai sanggahan terhadap kitab Ilyasa. Adapun arti yang kedua yaitu at-tasyri’ sebagaimana firman Allah: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. dan dalam hal ini tidak ada perselisihan antara para ulama’. Nasrani. Maka siapa saja mereka yang melakukan seperti ini. Dan inilah yang dimaksud dari riwayat Ibnu Abbas dan yang dipilih Ibnu Jarir. Oleh karena itu anda dapatkan seorang mufassir seperti Ibnu Katsir ketika berbicara tentang ayat: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. ini bermacammacam: Pertama: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu mengingkari keabsahan hukum Allah dan Rasul-Nya. dan didalamnya juga banyak hukum yang hanya berlandaskan pemikiran dan hawa nafsu belaka.Beliau mengatakan:”Allah mengingkari orang-orang yang menyeleweng dari hukum Allah yang muhkam dan mencakup segala kebaikan dan larangan segala keburukan.” (Lihat ‘Umdatut Tafsir ‘anil Hafidz Ibu Katsir IV/172) Syaikh Muhammad bin Ibrohim.

dukungan. Sebagaimana mahkamah syar’iyah itu mempunyai rujukan dan sandaran yaitu yang semuanya berdasar kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas ? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. Dengan demkian kekufuran apalagi yang lebih besar dari pada itu. penyebaran pemahaman. Mereka (salaf ini) tidak berbicara tentang masa kita ini dan mereka sama sekali tidak memaksudkan undangundang pengganti syari’at Allah (sekarang ini). Seperti ini juga tidak diragukan lagi atas kekafirannya karena ia lebih mengutamakan hukum buatan makhluk yang hanya merupakan sampah-sampah otak dan kekerdilan hukum dibanding dengan hukum Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. menurut Ibnul Jauzi menampakan kebathilan dalam bentuk kebenaran). Di antara bantahan yang paling baik yang pernah saya lihat akan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 48 - - . Ini adalah FENOMENA PENGKABURAN YANG HAQ DENGAN KEBATHILAN. Demi Allah. baik secara mutlak maupun hanya terbatas pada masalah-masalah baru yang muncul sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi. mahkamah mereka pun juga memiliki referensi yaitu undang-undang yang diadopsi dari berbagai ajaran. Mereka tetap di atas hukum jahiliyah dan menolak serta benci terhadap hukum Allah dan Rasul-Nya. akan tetapi ia berkeyakinan bahwasanya keduanya sama saja. penentangan mana yang lebih dahsyat dari penentangan perbuatan merka itu terhadap persaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Sekarang saya akan menyebutkan beberapa fenomena pengkaburan dan penyesatan itu dengan tujuan agar kita hati-hati supaya tidak jatuh kedalamnya. Orang tersebut tidak berkeyakinan bahwa hukum tersebut lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. Ketiga: Keempat: Orang tersebut tidak sampai berkeyakinan bahwa selain hukum Allah itu sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya apalagi berkeyakinan bahwasanya hukum tersebut lebih baik. Orang semacam ini sama saja dengan orang-orang sebelunya karena ia berkeyakinan bolehnya mengkuti hukum yang secara jelas bertentangan dengan nash. dan menempatkan hukum bukan pada tempatnya serta berdusta (mengada-ada) dan aniaya terhadap Habrul Ummah Turjumanul Qur’an (Ibnu Abbas radhiallahu’anhu) dan terhadap generasi terbaik umat ini. Inggris dan undang-undang yang lain serta dari berbagai aliran bid’ah yang mengaku berpegang terhadap syareat dan lainlainnya. lebih sempurna dan lebih memenuhi kebutuhan manusia sebagai pemutus perkara antara mereka ketika terjadi pereslisihan. Amerika. akan tetapi ia berkeyakinan boleh berhukum dengan hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. Saya tidak begitu mementingkan susunan materi-materinya. ia kafir keluar dari Islam karena dengan demikian ia menyamakan antara makhluq dengan Kholiq. Serta permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya juga membuat tandingan terhadap mahkamah syar’iyah baik secara persiapan. berbagai perundang-undangan seperti undang-undang Perancis. disiapkan dan terbuka bagi seluruh manusia dan banyak orang yang memanfaatkannya yang pada dasarnya adalah fatamorgana. Hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan dan hanya kepada-Nyalah tempat mengadu. Para hakimnya memutuskan perkara dengan hukum yang bertentangan dengan al Qur’an dan As Sunnah bahkan megesahkannya dan mengharuskan orang untuk mengikutinya. Keenam: Hukum-hukum yang digunakan oleh para pemimpin suku dan kabilah yang berupa cerita dari nenek moyang mereka yang mereka namakan Sulumuhum yang mereka warisi secara turun menurun. tapi susunannya sesuai apa yang ingin saya sampaikan. pengembangan. sekaligus menyebarkan keraguan-keraguan. pengawasan. bahkan juga pemutusan dan pemaksaan paham dengan berbagai rujukan dan referensi yang dimiliki. Kelima: Yaitu yang paling besar dan paling luas cakupan penentangannya terhadap syari’at dan paling berani menentang hukum-hukumnya. maka seperti ini sama saja dengan dua kelompok sebelunya. yaitu memoles kebatilan dan syahwat dengan polesan syar’i dengan mentahrif dalil-dalil atau menyembunyikannya. Mahkamah-mahkamah seperti ini sekarang banyak terdapat di negeri-negeri Islam yang disempurnakan. mereka jadikan sebagai hukum lalu mereka menjadikannya sebagai hukum ketika ada perselisihan. yang di mana pada akhirnya menjerumuskan kepada kesesatan dan penyesatan setelah menjelaskan makna labs (samar/tidak jelas) dan talbis (mengaburkan permasalahan.Kedua: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu tidak mengingkari keabsahan hukum Allah akan tetapi ia berkeyakinan bahwa selain hukum Rasululloh lebih baik. ini adalah pentahrifan/pengkaburan dalil dari keadaan yang selayaknya. Di antara fenomena-fenomena adalah: Berdalih Atas Keabsahan undang-undang yang mengganti syari’at Allah dan atas penghalalan apa yang diharamkan Allah dengan atsar dari salaf ”kufrun duna kufrin”. Saya meminta kepada Allah taufiq dan kelurusan dalam ucapan dan amalan. dan menghati-hatikan kaum muslimin agar mereka tidak terjerat dan terpedaya dengannya. Setelah menjelaskan sebab-sebab yang bisa menghantarkan pada pengkaburan kebenaran dengan kebathilan.

kehormatan. dan darah dengan selain apa yang telah Allah turunkan. Allah saya berlepas diri kepada Engkau dari kesesatan. dan ini teksnya: “Ya. namun engkau merasa takut. Saudara saya As Sayyid Mahmud Muhammad Syakir telah memberikan atas kedua atsar itu ta’liq yang sangat berbobot sekali. sedangkan lbadliyyah adalah bagian dari jama’ah Khawarij Haruriyyah pengikut Abdullah Ibnu lbadl At Tamimiy. mereka (para penguasa itu) dalam sebagian keputusannya menyalahi syari’at karena mengikuti hawa nafsunya atau karena jahil akan hukum. mereka berkata: Wahai Abu Mijlaz beritahu kami tentang firman Allah: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata: Ya. Kemudian setelah sepeninggal Abdullah Ibnu Ibadl orang-orang Ibadliyyah ini pecah banyak (sekali). Saudara saya As Sayyid Mahmud telah menulis hal yang berkenaan dengan dua atsar ini. dan... dan mereka itu adalah golongan dari firqah Ibadliyyah (sebagaimana dalam atsar 12026). Orang yang mengamati dua khabar (atsar) ini pasti ingin mengetahui siapa orang yang bertanya dan siapa yang ditanya. benar. dan dengannya mereka memegang. Orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz adalah kelompok orang dari Bani Amr Ibnu Saduus (sebagaimana dalam AI Atsar 12025). demi Allah. Kemudian mereka mengatakan juga: Sesungguhnya semua yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 49 - - . Ada juga atsar dari Abu Mijlaz saat orang-orang Khawarij Ibadllyyah mendebatnya.. ini supaya menjadi alasan bagi mereka untuk memberontak para penguasa itu. Dan saya merasa perlu untuk menyebutkan teks riwayat pertama Ath Thabariy ini berikut ta’liq saudara saya atas kedua riwayat itu. dalam pengkafiran Ali karena beliau melakukan tahkim kepada dua orang (sahabat). sesungguhnya para penebar keraguan dan fitnah dari kalangan yang berbicara dalam masalah ini pada masa sekarang ini telah mencarikan alasan (udzur) bagi para penguasa dalam meninggalkan berhukum dengan apa yang diturunkan Allah. dan dalam memutuskan hukum yang berkenaan dengan darah.. kuat dan tegas. sesungguhnya itu adalah darul kufur menurut mereka. serta (mencarikan alasan) dalam keberanian mereka mengambil undang-undang orang-orang kafir yang mereka terapkan di negeri-negeri Islam.! Saya tidak melihatnya dan kalian melihat hal ini sedang kalian tidak merasa berdosa. bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka itu melakukan dosa” Maka mereka berkata: Tidak.. kehormatan dan harta dengan selain syari’at Allah yang telah Dia turunkan dalam kitab-Nya. Waba’du. Mereka berkata: Apakah itu benar? Beliau berkata: Ya.talbis ini adalah apa yang ditulis Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah ta’ala.! Namun ayat itu berkenaan dengan orang-orang Yahudi. 12026. Berkata (perawi): “Mereka berkata Wahai Abu Mijlaz. Ath Thabary meriwayatkan (12025) dari Imran Ibnu Hudair. apakah mereka (penguasa saat itu) memutuskan dengan apa yang Allah turunkan?” Beliau berkata: “Dia (Islam) adalah agama yang mereka yakini. dan kepada Islam-lah mereka itu mengajak. bahwa Ali itu tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah dalam masalah tahkim. tentang perlakuan dlalim yang dilakukan oleh sebagian para penguasa. atau yang sejalan dengannya” Kemudian Ath Thabari meriwayatkan (12026) hampir sama maknanya dengan yang tadi. dan beliau itu sangat mencintai Ali sedangkan kaum Abu Miljaz yaitu Banu Syaiban dahulunya adalah pendukung Ali pada kasus perang Jamal dan Shiffin. maka mereka mendebat seraya menginginkan agar Abu Mijlaz itu merestui pendapat mereka akan kafirnya para penguasa tersebut. Abu Mijlaz (Lahiq Ibnu Hurnald Asy Syaibaniy As Sadusiy) adalah tabi’in tsiqah. Sedangkan dalam madzhab Khawarij bahwa pelaku dosa besar itu adalah kafir. dan tatkala terjadi tahkim pada perang Shiffin dan Khawarij memisahkan diri. Dan Khawarij menetapkan bahwa hukum-hukum (yang diberlakukan kepada) orang-orang musyrik berlaku pula bagi orang-orang yang bersebrangan dengan mereka. namun yang jelas bahwa orang-orang Ibadliyyah seluruhnya mengatakan: Sesungguhnya negeri orang-orang yang berseberangan dengan mereka adalah negeri Tauhid kecuali kelompok penguasa. Mereka itu sepaham dengan kelompok Khawarij lain dalam masalah tahkim. Mereka berkata: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata Ya. dan bahwa menyalahi syari’at Allah dalam masalah qadlaa ‘aam (ketentuan/hukum umum atau tasyri ‘aam) tidak membuat kafir orang yang ridla dengannya dan yang melaksanakannya. kami tidak mengetahui dari kelompok mana orang-orang yang ada dalam dua atsar ini. dan kedua sanadnya adalah shahih. Kemudian Abdullah Ibnu Ibadl ini berpendapat bahwa orang yang bersebrangan dengan Khawarij adalah kafir bukan musyrik. namun para pengikutnya tidak sependapat dengannya. benar”.. maka termasuk yang menentang Ali adalah sekelompok orang dari Banu Syaiban dan dari Bani Saduus Ibnu Syaiban Ibnu Dzuhl. langsung mereka jadikan sebagai pendapat (pegangan) yang dengannya dia menganggap benar memutuskan hukum dalam masalah harta.!!! Beliau berkata: Kalian lebih layak akan hal ini daripada saya. benar. berkata: “Beberapa orang dari Bani Amr Ibnu Saduus mendatangi Abu Mijlaz. Dua atsar ini telah diriwayatkan oleh Ath Thabariy: 12025. Nashrani dan orang-orang musyrik. Tatkala dia mendapatkan kedua atsar ini. saya akan nukilkan seluruhnya karena sangat penting sekali: Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam Umdatut Tafsir: “Dan atsar-atsar ini -dari Ibnu Abbas dan yang lainnya adalah di antara sekian atsar yang sering dipermainkan oleh mudlalliluun (orang-orang yang menyesatkan) pada zaman kita sekarang ini dari kalangan yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dari kalangan yang lainnya yang sangat berani terhadap agama ini. mereka menjadikan atsar-atsar ini sebagai alasan atau pembolehan bagi qawaniin watsaniyyah maudluu’ah (undang-undang buatan yang syirik) yang telah merambah negeri-negeri Islam”.

ini merupakan kekafiran yang tidak diragukan oleh seorangpun. Umdatur Tafsir 4/156-158 dalam Tafsir Ath Thabariy 10/348 – 349) Setelah penukilan ini yang tidak memerlukan tambahan lagi. Jadi jelaslah bahwa orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz itu adalah orang-orang Ibadliyyah. maka ini statusnya sama dengan status orang yang melakukan ta’wil yang menyadarkan ta’wilnya dari pengakuan dia akan nash Al Kitab dan Sunnah Rasullah. dan klaim orang yang berhujah akan hal itu bahwa hukum-hukum syari’at hanyalah turun untuk zaman yang bukan zaman kita ini. dan bukan tentang menggulirkan undang-undang (peraturan-peraturan) yang mengharuskan umat Islam berhukum kepada hukum selain hukum Allah dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Nabi-Nya. serta rela dengan penggantian hukum-hukum itu. sehingga tidak mungkin memalingkan perkataan Abu Mijlaz dan orang-orang Ibadliyyah kepadanya. maka ini tidak pernah terjadi. sehingga dia tidak mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. dan ini statusnya sama dengan orang yang jahil akan syari’at. Apakah ini bisa dibandingkan dengan apa yang telah kami jelaskan dalam perbincangan Abu Mijlaz bersama segolongan orang-orang Ibadliyyah dari kaum Bani Amr Ibnu Suddus…???!!! Seandainya masalah ini sesuai dengan apa yang mereka (para mubthilun) duga dalam khabar Abu Mijlaz bahwa mereka maksudkan penyimpangan penguasa pada hukum-hukum dari hukum syari’at maka sesungguhnya belum pernah terjadi dalam sejarah Islam bahwa ada hakim yang membuat hukum dan menjadikannya sebagai ketentuan (undang-undang) yang harus dipatuhi dalam penentuan keputusan. Adapun pada zaman Abu Mijlaz atau sebelumnya atau sesudahnya ada hakim yang memutuskan hukum dalam sesuatu hal seraya mengingkari hukum dari hukum-hukum syari’at atau lebih mengutamakan hukum-hukum orang kafir atas hukum-hukum Islam. Dan yang sedang kita hadapi sekarang adalah bentuk menjauhkan atau meninggalkan akan hukum-hukum Allah seluruhnya tanpa kecuali. dan memalingkannya kepada selain maknanya dalam rangka membela penguasa atau sebagai hillaah (caricari alasan) untuk memperbolehkan memutuskan hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah dalam memaksanya kepada hamba-hambaNya. maka ini adalah dosa yang ditaubati dan mendapatkan ampunan karenanya. dan darah dengan undangundang yang bertentangan dengan syariat Islam. (Ini ditulis oleh Mahmud Muhammad Syakir. bukan kufur syirik dan bahwa pelaku dosa besat itu adalah kekal di neraka selama-lamanya. Bisa juga memutuskan hukum itu karena ta’wil yang menyalahi ulama lainnya. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari talbis dan mughalathah ini. keras kepala dan mengingkari hukum Allah. maka sesungguhnyaa dia melakukan itu bisa karena ketidaktahuan. apakah masih boleh orang mengatakan: “Sesungguhnya Ibnu Abbas atau Abu Mijlaz dengan perkataan mereka berdua. bila dia bersikeras. kehormatan. dan lebih mengutamakan hukum-hukum orang-orang kafir daripada hukum-hukum Allah. mereka bertanya hanya karena ingin memaksakan hujjah mereka kepada beliau dalam masalah pengkafiran para pejabat pemerintah (saat itu). Dan yang lain lagi adalah bahwa si hakim yang memutuskan hukum dalam qodliyyah mu’ayyanah (kasus tertentu) dengan selain hukum Allah. enggan akan aturanNya. dan kami membebaskan sahabatsahabat Rasulullah. Maka barangsiapa berhujjaah dengan dua atsar ini dan yang lainnya dalam bukan tempatnya.Allah wajibkan atas makhluknya adalah iman dan sesungguhnya setiap dosa besar itu adalah kufur nikmat. Dan bisa juga dia memutuskan itu karena hawa nafsu dan maksiat. namun dia sengaja mengkaburkan masalah dan mencampurkan yang haq dengan kebathilan dalam rangka mengikuti hawa nafsu atau karena dunia yang dia harapkan. karena mereka berada dilingkungan penguasa (sutlhan). dikarenakan mereka itu mungkin saja maksiat dan melakukan apa yang telah diharamkan Allah. mengutamakan hukum-hukum yang lain atas hukumhukum-Nya yang terdapat dalam Kitab-Nya dan sunnah-sunnah Nabi-Nya. atau orang munafiq yang sengaja menyesatkan yang di mana dia itu tahu akan kenyataan disekelilingnya dan (tahu bahwa kenyataan itu) tidak sama dengan kenyataan yang dibicarakan oleh salaf radliyallahu‘anhum. Adapun bagian yang kedua adalah kekafiran berhukum dengan selain hukum yang Allah turunkan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 50 - - . ini satu. maka dia itu berstatus sebagai orang kafir yang bersikeras diatas kekufurannya (yang dimana) hukumannya sudah ma’ruf di kalangan para ulama agama ini”. pertanyaan mereka itu bukan tentang apa yang dijadikan hujjah oleh para ahli bid’ah zaman kita ini. berupa memutuskan hukum dalam masalah harta. dan turun untuk alasan-alasan dan hikmah-hikmah tertentu yang telah tiada sehingga hukum-hukum itu pun otomatis gugur karena telah tiadanya hal itu. dari kalangan Ahli kiblat dengan berbagai macam golongannya akan pengkafiran orang yang menyatakannya dan orang yang mendakwahkannya. Jadi. dan sesungguhnya tidak seorangpun yang menempatkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu atau perkataan Abu Mijlaz terhadap orang-orang yang membabat syari’at Allah pada masa sekarang ini kecuali orang yang bodoh akan kenyataan. bahkan masalahnya sudah melebihi itu semua sampai-sampai mereka itu lebih mengunggulkan hukum-hukum undang-undang buatan atas hukum-hukum yang diturunkan Allah. Maka perbuatan ini adalah (bentuk) berpaling dari hukum Allah. dimaksudkan kepada orang-orang pada masa kita ini yang mengganti syari’at Allah dan berpaling dari memutuskan dengannya dan dari berhukum kepadanya dengan alasan tidak selaras dengan zaman mereka ini -begitu mereka mengklaim-?!” Ya Allah sesungguhnya kami berlepas diri dari pengkaburan ini. Dan oleh sebab itu beliau berkata kepada mereka dalam khabar yang pertama (no: 12025): Bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka telah melakukan dosa dan berkata dalam khabar yang kedua: Sesungguhnya mereka itu mengamalkan apa yang mereka amalkan dan mereka mengetahui bahwa itu dosa. dan menelantarkan semua syari’at-syari’at Allah. maka status dia dalam syari’at ini adalah sebagai orang yang mengingkari hukum dari hukum-hukum Allah: Disuruh bertaubat.

maka maksudnya adalah kufur akbar. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi (yang ia putuskan). Ibnu Jarir (6/256). Perkataan istri Tsabit bin Qois. Ia akan termasuk kufur akbar yang menyebabkan dirinya keluar dari Islam jika: 1. Ia menunjukkan keumuman lafaz tersebut dan tidak membatasinya. Ia mengatakan “dalam Islam”. dan ia mengakui atas kesalahannya dan ia juga mengakui bahwa ia telah mengikuti hawa nafsu. Yaitu perkaaan beliau: ”Kufrun Duna Kufrin. Adapun yang dia katakan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu bahwa ia mengatakan kufrun duna kufrin adalah TIDAK PASTI DARINYA. Diatas telah disebutkan tafsiran Ibnu Abbas “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Diriwayatkan oleh Abdur Razak dalam tafsirnya (1/191). Dan perbuatan itu akan hanya sebagai maksiyat atau kufur ashghor atau kufrun duna kufrin jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. berkisar antara kufur akbar dan kufur ashgor (kufrun duna kufrin) sesuai dengan keadaan pelakunya. 3. kata kufur jika ditulis ma’rifah dengan huruf lam maksudnya adalah kufur akbar sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab Al Iqtidha’ (1/208) kecuali jika dikaitkan dengan qorinah (korelasi) yang mengubah maknanya. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Al Kamil (7/2569) karya Ibnu ‘Ady. Dalam riwayat lain disebutkan. Perkara ini demikian jelas bagi orang yang memperhatikan. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar.” Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al ’Ulwan Al Qosim dalam kitab Alla Inna Nashrallahi Qoriib. 4. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. (Lihat: Adh-Dhu’fa’ karya Al ‘Aqily (4/337-3380. meskipun ia yakin bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya itu lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum yang lain. Disebutkan pula. Hisyam dianggap lemah oleh Imam Ahmad. “Cukuplah perbuatan tersebut menyebabkan kekufurannya”. Pada pengertian yang kedua ini para ulama’ telah berijma’ atas kekafiran mereka dan mereka wajib diperangi sampai mereka mau kembali kepada syari’at Islam. dan ia mengakui kesalahannya dan ia telah mengikuti hawa nafsu. “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Al Maruzy telah meriwayatkan dalam Ta’zhim Qadris Shalah (2/521) dan Al Hakim dalam Mustadraknya (2/313) dari jalan Hisyam bin Hujair dari Thawus dari Ibnu ‘Abbas. aku membenci kekufuran dalam Islam”. 2.” Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Ia mengingkari atas kebenaran hukum Allah dan Rasul-Nya. Tahdzibul kamal (30/179-180) dan Hadyus Sary (447-448)) Abdullah Thawus menyebutkan dari bapaknya yang mengatakan: ‘Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu ditanya tentang firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Islam. apakah ia sudah musyrik? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 51 - - . Pada prinsipnya. maksudnya ayat tersebut menunjukkan keumumannya.” (Al-Maidah:44) Ayat ini mencakup pengertian bagian ini. Dari uraian tadi dapat kita simpulkan bahwasanya “al-hukmu bighoiri maa anzalAllah” mengandung dua pengertian: Pertama: Al-Qodlo’ (memutuskan perkara) Pada pengertian ini para pelakunya berbeda-beda hukumnya. Waki’ dalam Akhbarul Qudhah (1/4) dan lainnya dengan sanad shahih. At-Tasyri’ (membuat undang-undang). ini adalah qarinah yang jelas yang menunjukkan bahwa kufur di sini adalah selain kufur akbar. Yahya bin Mu’in Al ‘Aqily dan Al Jamah. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. Apabila disebutkan ‘kufur’ dan ditulis dalam bentuk ma’rifah dengan huruf alif dan lam. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. “Akan tetapi. “itu adalah kufur”. Jalan Hisyam bin Hujair ini munkar dari dua sisi: Pertama Kedua : Hisyam meriwayatkan sendirian : Hisyam menyelisihi perawi yang lebih tsiqoh darinya Perkataan Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu. surat nikah. sim dan suratsurat lainnya dari thaghut. Kedua: Bagaimana hukumnya jika muslim membuat ktp. yang diriwayatkan oleh Bukhary (5273) dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu tidak menyelisihi kaidah ini dan tidak membatalkan prinsip yang dinyatakan dalam risalah ini.tidak menyebabkan pelakunya keluar dari radhiallahu’anhu terhadap firman Allah. “Itu adalah kufur” dan dalam lafazh lain “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Ia berkeyakinan boleh berhukum kepada hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya.” Dan juga perkataan beliau: ”Kekafiran di sini bukanlah kekafiran yang kalian maksudkan.” (Al-Maidah:44) Ibnu ‘Abbas mengatakan. Inilah yang pasti dari Ibnu ‘Abbas ra.

Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). jika seseorang tidak memiliki KTP. Gugur hak perwalian atau penguasaannya terhadap kaum muslimin a. Misal. maka dari itu orang kafir atau orang murtad tidak boleh menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. bahkan di mata uang pun tertera simbol atau gambar thaghut. Bukan hanya di surat-surat. Allah Ta’ala berfirman. menyetujui dan ikut serta di dalam kemusyrikan dan kekafiran seperti yang telah dijelaskan secara jelas di bagian terdahulu. di antaranya : 1. sama seperti pada mata uang yang digunakan oleh bangsa Quraisy pada zaman Nabi shalallahu’alaihi wassalam (ada gambar Kaisar Romawi). beliau menerima perlindungan dari Abu Thalib. lebih baik ia memanfaatkan hukum tersebut untuk kemaslahatannya. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sungguh. termasuk bagi muslim. lebih baik dibayarkan dengan niat bahwa ia terpaksa karena didzalimi. agama. Tetapi bukan berarti Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam setuju. Jadi. yang sifatnya duniawi dan ada konsekuensi-konsekuensi yang bersifat ukhrawi (akhirat). Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. Misal. “Dan Allah tidak akan menjadikan bagi orang kafir jalan untuk menguasai kaum muslimin”. maka daripada memperoleh kedzaliman yang lebih besar dari thaghut. Ada konsekuensi-konsekuensi atau sikap mukmin terhadap mereka. jika tidak ditunaikan maka bisa jadi hartanya disita atau terancam. SIM. tidak termasuk kepada hukum syar’i. (An Nisa : 141) Ayat ini sifatnya penafian. shahih) Jadi keberadaan pemimpin adalah untuk ditaati. seperti orang-orang sesat yang masuk parlemen dengan niat maslahat dakwah. Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun memanfaatkan Undang-Undang Jahiliyah seperti pada hukum perlindungan dan keamanan. lalu dalam perjalanannya dia murtad dari Islam. Kaum muslimin tidak boleh memberikan kesempatan atau peluang bagi orang murtad. musyrikin atau bagi orang kafir untuk menguasai diri mereka. tidak boleh diberikan kesempatan untuk menguasai orang muslim. daripada seorang Muslim mendapat mudharat semacam itu. karena ia telah mengikuti. Konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan di dunia ini. taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian” (An Nisa : 59) Di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mentaati pemimpinnya. Begitu juga apabila si orang kafir atau murtad ini asalnya muslim dan menjadi pemimpin (amir) bagi kaum muslimin.Surat-surat tersebut tidak termasuk tahakum (berhukum) kepada thaghut dan tidak termasuk setuju atau tawali terhadap hukum thaghut. Misal KTP di Republik Indonesia adalah jaminan perlindungan dari pemerintahan kafir RI kepada seluruh rakyatnya. Ahmad dan At Tirmidziy. Surat Nikah. kufur akbar ataupun berikrar untuk pindah agama). dari segala suku bangsa. Orang murtad tidak memilki wilayah (saitharah). tapi ini hanyalah pemanfaatan saja untuk menjauhi mudharat. kemaksiatan. tentulah kamu serupa dengan mereka. kafirin. karena dengan sebab kemurtaddannya maka kepemimpinannya itu lepas dengan sendirinya. Jika dia tidak mau menanggalkan kepemimpinannya atau tidak mau turun dari jabatannya sebagai pemimpin atau amir maka wajib atas kaum muslimin untuk mencopot jabatannya. akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengancam kepada orang-orang yang mentaati orang kafir : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 52 - - . dan itu termasuk kepada hukum idari (hukum penertiban) yang di Islam sendiri dilakukan dan tidak diingkari. Semua ini tergantung dari niat dalam perbuatan yang sifatnya mubah dan disunnahkan Nabi shalallahu’alaihi wassalam. maka orang tersebut akan mendapat sanksi hukum dari thaghut. mendengar dan taat… ” (HR. apalagi kemusyrikan dan kekafiran. juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Aku memerintahkan kalian dengan lima hal sebagaimana Allah memerintahkan saya dengannya : berjama’ah. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). Tidak berlaku bagi hal-hal yang makruh. taat dan berwala’ kepada hukum dan pemerintahan bangsa Quraisy. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. maka wajib atas kaum muslimin untuk melengserkannya. Karena seorang imam atau amir atau pemimpin itu diangkat untuk ditaati sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman. dsb. dalam hal perpajakan yang seorang muslim sulit mengelak dari kedzaliman thaghut ini. haram. orang yang sudah murtad atau sudah kafir atau sudah keluar dari Islam (baik karena melakukan syirik akbar. (an Nissa :140) Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Banyak sekali konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan terhadap musyrikin. akan tetapi ini bermakna larangan bagi orang muslim untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi orang kafir untu menguasai kaum muslimin.

Orang murtad tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin atau amir atau presiden atau hal-hal yang seperti itu. tapi kalau dia murtad dari Islam maka amal-amal yang dilakukannya. walaupun dia menarik hatimu. baik itu shalat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang untuk mentaati orang kafir. maka si ayah ini –dalam Islam– tidak memiliki perwalian dalam nikahnya karena dia sudah murtad dari Islam. bahwa jika kalian mentaati orang-orang kafir. Tidak boleh shalat (bermakmum) di belakangnya Kita tidak boleh shalat di belakang orang kafir atau orang murtad. ketika muslimah tersebut mau menikah. baik itu murtad karena mendukung syirik hukum atau pun melakukan syirik tumbal dan sesajian atau yang lainnya. zakat. dan jihadilah mereka itu dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”. dan ketika dia sudah menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin kemudian dia murtad. maka tidak diberikan hak dalam pengasuhan anaknya. dan bila dia tidak mau turun. Oleh sebab itu orang muslim tidak boleh ikut serta mengangkat orang kafir sebagai pemimpin. bila dia melindungi diri dengan kekuatannya maka wajib atas kaum muslimin untuk memerangi kelompok yang melindunginya dengan segenap kemampuan. (Al Furqan : 52) Jadi. maka tidak boleh shalat di belakang dia. kemudian ayahnya ini murtad karena melakukan kemusyrikan atau hal-hal apa saja yang membatalkan keislaman. sebelum mereka beriman. misalnya menjadi Anggota Dewan di DPR/MPR atau dia menjadi anshar thaghut (tentara/polisi). karena kita tidak diwajibkan untuk menanyananyai apa dan bagaimana tentang si imam tersebut. mengangkat orang yang akan menerapkan atau memberlakukan hukum thaghut terhadap manusia. baik tidak mengetahuinya karena tidak melihat hal-hal yang membatalkan keislaman dari imam tersebut (Masturul Hal) walaupun hakikat sebenarnya si imam itu orang kafir. namun kita tidak mengetahuhi bahwa si imam itu anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai maka shalat kita bermakmum kepadanya tetap sah. berarti tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin. akan tetapi karena si imam itu tetap menampakkan keislaman. 3. mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya”. dia tidak boleh dibiarkan menjadi pemimpin ketika dia sudah murtad dari Islam. dan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang bagi orang muslim untuk memberikan kekuasaan kepada orang kafir. Kita tidak diwajibkan umtuk mengorek-ngorek keyakinan si imam. dikarenakan tidak boleh ditaati. umpamanya shalat dibelakang anggota MPR/DPR atau polisi atau tentara atau anshar tahghut yang lainnya. Bagi orang yang mengetahui bahwa imamnya itu orang kafir atau pelaku syirik akbar. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. Keberhakkan dalam perwaliannya sudah gugur. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. Tidak boleh menikahinya dan tidak boleh menikahkan seorang muslim dengannya. maka orang yang shalat di belakangnya adalah sah. Sedangkan setiap orang yang mengurusi anak. Bila ada seorang muslimah memiliki ayah. Misalnya si imam tersebut adalah sebenarnya anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai. maka wajib diturunkan oleh kaum muslimin. maka orang kafir ini akan mengembalikan kalian ke dalam kekafiran atau ke dalam kemurtaddan. Pilkada dll. Dan Allah Ta’ala juga menghati-hatikan dalam firman-Nya : “Maka janganlah kamu mentaati orang-orang kafir. sedang kekafiran dia yang sebenarnya dihisab di sisi Allah. (Al Baqarah : 221) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 53 - - . 2. yang mana dia menjadi imam shalat. Ini dikarenakan kepengurusan anak memberikan jalan bagi dia untuk menguasai anaknya yang masih muslim ini. ini berbeda dengan orang yang tidak mengetahui bahwa imamnya ini orang kafir. shaum atau yang lainnya adalah tidak sah. Gugur hak perwalian dalam masalah pernikahan. maka kepemimpinannya lepas dengan sendirinya. maka dia akan berupaya untuk mendidik anak tersebut di atas keyakinan yang dia anut. baik ayah atau ibu murtad dari Islam. Gugur hak pengasuhannya (pengurusan terhadap anak) Bila salah seorang dari orang tua. maka berarti kepemimpinan orang murtad atau orang kafir atas kaum muslimin itu dilarang.“Hai orang-orang yang beriman jika kalian mentaati orang-orang kafir tentu mereka mengembalikan kalian ke belakang (murtad)” (Ali Imran : 149) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam atau menghati-hatikan kepada orang muslim dari mentaati orang kafir. karena hal ini adalah sebuah bentuk pengangkatan orang kafir untuk menjadi pemimpin. karena orang kafir atau orang murtad segala amal-amalnya tidak sah karena syarat sah seluruh ibadah adalah Al Islam atau orangnya bertauhid. walaupun dia menarik hatimu. seperti ikut berpartisipasi dalam Pilpres. sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. karena dia sudah mengetahui bahwa shalatnya si imam tersebut tidak sah. sedangkan orang murtad walaupun dia mengaku Islam atau melakukan amalan-amalan shalih. Orang muslim tidak dibolehkan menikah atau menikahkan dengan orang yang sudah murtad atau keluar dari Islam dengan bentuk kemurtaddan apa saja. Seorang ayah dilarang menikahkan puterinya yang muslimah atau laki-laki menikahkan saudarinya kepada laki-laki yang murtad atau yang kafir.

Ibnu Majjah dan di shahihkan oleh Imam Ahmad dan Al Hakim) Jika tadi di awal Allah melarang menikahi wanita-wanita musyrik sampai mereka beriman. ada yang mengharuskan kembali akad dengan mahar yang baru dengan wali dan saksi. maka di sini ada dua pendapat para ulama. Begitu juga apabila yang murtadnya itu si laki-laki. maka tidak boleh kita muliakan. sedangkan orang yang sudah dihinakan oleh Allah. lalu kemudian di tengah perjalanan si perempuannya murtad atau si laki-lakinya murtad. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan tentang orang yang membuat sembelihan untuk tumbal : ”Hewan ini haramnya dari dua sisi : Pertama. dan sembelihan ahli kitab halal bagi kalian dan sembelihan kalian halal bagi mereka” (Al Maaidah : 5) 5. maka pernikahan tersebut lepas dengan sendirinya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengatakan : “Dan janganlah kalian memegang ikatan (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir” (Al Mumtahanah : 10) Bila asal keduanya atau pada awal penikahannya adalah muslim. Haram sembelihannya Orang murtad haram sembelihannya. Jadi. Abu Dawud. Jika setelah beberapa waktu masa iddah berlalu dan salah satunya baru kembali kepada Islam. dan Allah menyiapkan bagi mereka ‘adzab yang menghinakan. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. dan kedua karena hewan itu sembelihan yang diperuntukan untuk selain Allah”. dan ada yang berpendapat tidak perlu dilakukan akad nikah kembali.Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang wali menikahkan wanita yang dalam perwaliannya kepada orang-orang kafir atau musyrik atau orang murtad. Tidak boleh memuliakannya atau mengagungkannya Karena orang-orang murtad itu adalah orang-orang yang sudah dihinakan oleh Allah. Apabila dalam masa iddah si perempuan kembali kepada Islam. apalagi dengan orang murtad. ini berdasarkan apa yang terjadi saat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ setelah enam tahun. 6. sedang yang Allah halalkan sembelihannya hanyalah sembelihan orang muslim atau sembelihan orang yang terlahir dari Ahli Kitab. sembelihan orang murtad. tapi yang disepekati adalah jawaban wa ‘alaikum. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik. maka tidak boleh orang muslim memuliakan orang kafir. Dia (‘Abul ‘Ash) masuk Islamnya enam tahun setelah masa iddah Zainab berakhir sebagaimana atsar yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : “Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ dengan nikah yang terdahulu dan tidak mengadakan akad nikah lagi”. jika masih dalam masa iddah lalu si laki-laki tersebut kembali kepada Islam maka si perempuan boleh menerima kembali si laki-laki tanpa akad yang baru. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Dan barangsiapa yang telah dihinakan oleh Allah. maka si laki-laki boleh kembali kepadanya tanpa perlu akad nikah kembali. Ada kaidah fiqh yang mengatakan bahwa hukum asal sembelihan itu adalah haram kecuali yang dibolehkan oleh syari’at. memuliakan orang kafir adalah haram… 7. dan yang rajih (kuat) –wallahu a’lam– adalah pendapat yang mengatakan tidak perlu akad kembali –jika si wanita tidak menikah dengan laki-laki yang lain sehabis masa iddahnya–. orang kafir sudah Allah hinakan. maka jangan kalian mengucapkan salam terhadap mereka” . maka tidak seorangpun yang memuliakannya” Hajj : 18) (Al Jadi. Wajib bara’ (berlepas diri) dari mereka Bara’ di sini adalah membenci dan memusuhinya. dan begitu juga si ayah atau saudara atau laki-laki yang memiliki perwalian kepada perempuan tidak boleh menikahkan perempuan tersebut kepada laki-laki musyrik. At Tirmidzi. Tidak boleh mengucapkan salam terhadap mereka Ini karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam hadits Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu : “Janganlah kalian mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani” dalam satu riwayat dikatakan : “Jika kalian menjumpai orang-orang musyrik. bukan orang yang asalnya muslim kemudian murtad dan masuk Nashrani atau Yahudi atau murtadnya karena melakukan pembatalpembatal keislaman lainnya seperti orang yang melakukan tumbal atau sesajian atau mendukung demokrasi dan hukum-hukum buatan lainnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 54 - - . Adapun jika mereka mengucapkan salam terhadap kita maka boleh dijawab dengan “Wa ‘alaikum”. Dan sebagian ulama membolehkan menjawab dengan jelas jika mereka mengucapkannya dengan jelas pula. yaitu sembelihan orang muslim atau sembelihan ahli kitab. 4. orang muslim tidak boleh mengucapkan salam kepada orang-orang kafir.

Akan tetapi dalam kondisi zaman ini (di saat tidak adanya Baitul Mal). beliau membunuh orang yang tidak layak untuk dibunuh. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) Allah mendahulukan berlepas diri dari orangnya. sedangkan jika dengan muslim yang maksiat maka kita berlepas diri dari perbuatannya atau dari maksiatnya. Ketika Khalid ibnul Walid melakukan kesalahan dalam peperangan. maka dibunuh. orang-orang murtad. ketika kita berlepas diri dari orang musyrik dengan sikap kita terhadap orang muslim yang melakukan maksiat. tapi tidak berlepas diri dari orangnya. akan tetapi langsung diperangi oleh Pemerintahan Islam. saya berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh Khalid”. Akan tetapi jika yang murtad itu sifatnya berkelompok dan memiliki kekuatan untuk melindungi diri dari hukum Islam meskipun di wilayah Negara Islam. maka itu adalah bukan sebagai bentuk warisan. makanya Allah meniadakan keimanan dari orang yang menjalin kasih sayang dengan orang-orang murtad atau orang kafir. Jika orang murtad secara individu di darul Islam (Negara Islam) maka akan dipanggil dan dinasehati supaya taubat dan diberi tenggang waktu. maka apabila ada harta yang diberikan kepadanya. Tidak boleh saling mewarisi dengan orang muslim Misalkan dalam sebuah keluarga muslim ada anaknya yang murtad. maka Rasul mengatakan : “Ya Allah. karena mereka memiliki kekuatan (tentara dan senjata) maka ini juga langsung diperangi saat kaum muslimin memiliki kekuatan. jika orang muslim yang melakukan maksiat maka kita berlepas diri hanya dari perbuatannya dan bukan dari orangnya. dari orangnya dan dari perbuatannya. Kita harus berlepas diri dari musyrikin. lalu ayahnya meninggal dunia. dan begitu juga sebaliknya. dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim” (Muttafaq ‘alaih dari Usamah bin Zaid ra ). Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Bila mereka maksiat kepada kamu (Muhammad). Jika orang murtad di Negara Islam maka di samping dibunuh orangnya. karena bisa jadi orang berlepas diri dari perbuatannya. maka harta yang jatuh ke tangannya bisa digunakan untuk kepentingan dirinya atau kepentingan kaum muslimin. maka ini tidak dinasehati atau disuruh taubat terlebih dahulu. memusuhi dan membenci kepada orang dan perbuatannya. saudara mereka atau kerabat mereka” (Al Mujaadilah: 22) Jadi Allah mengatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak mungkin menjalin kasih sayang dengan orang yang murtad atau dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. jika dia bertaubat maka dilepaskan lagi dan jika tidak bertaubat. akan tetapi diterima saja karena dikhawatirkan diambil oleh orang lain. mereka murtad dan mengikuti pemimpinnya dan mereka juga mempunyai pasukan dan kekuatan.“Telah ada pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya suri tauladan yang baik bagi kalian saat mereka mengatakan kepada kaumnya : “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 55 - - . jika ada seorang muslim sedangkan ayahnya murtad lalu si ayah tersebut meninggal dunia. maka si anak yang murtad ini tidak berhak mendapatkan warisan dari si ayah tersebut. Asy Syu’araa : 216 ) Bila dengan orang kafir dikatakan : “Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah”. Disini ada perbedaan. 8. dan bukan dari orangnya. karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir. karena pentingnya berlepas diri dari orang atau pelakunya. maka oleh Abu Bakar mereka langsung diperangi. dan karena Allah mewajibkan untuk memerangi mereka dengan sebab mereka (para thaghut) itu adalah musuh yang telah masuk dan bahkan telah mengakar di negeri-negeri kaum muslimin. hartanya juga diambil untuk Baitul Mal. Ini sebagaimana yang terjadi di zaman Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu 'anhu tatkala memerangi kelompok Musailamah Al Kadzdzab kaum Banu Hanifah di Yamamah. dan atas kerelaan dia. maka katakanlah sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian lakukan” (QS. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kamu tidak akan menemukan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul-Nya walaupun mereka adalah ayah mereka. anak mereka. Orang murtad tidak diakui hidupnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Barangsiapa yang murtad dari Islam. Bukhari Muslim). maka bunuhlah” (HR. Begitu juga bagi orang murtad yang bersifat thaghutiyyah. 9. Ini adalah yang dinamakan bara’. Jadi kita harus berlepas diri dari mereka karena mereka adalah orang yang sudah Allah vonis kafir.

maka kita tidak boleh mengatakan bahwa “si fulan ini calon penghuni surga”. Tidak dimandikan dan dikafani terlebih dahulu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidak layak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 56 - - . akan tetapi diperangi… Orang murtad kenapa dibunuh ? karena halal darah dan hartanya. keluar dari Islam”. maka kita boleh memastikan bahwa dia calon penghuni neraka. Sedangkan dalam ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. tangkaplah mereka. Ketika Khalifah Abu Bakar radhiyallahu’anhu memerangi kelompok murtad para pengikut Musilamah Al Kadzdzab. umpamanya ada polisi atau tentara atau anggota dewan mati sewaktu dalam dinasnya. Makna dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah adalah kafir terhadap thaghut. ini adalah haram karena dia orang kafir. (HR. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. muslim yang fasiq juga tidak boleh dipastikan masuk neraka. Al Bukhari dan Muslim). tapi boleh mengatakan “dikhawatirkan dia di ‘adzab di akhirat”. Orang murtad dibunuh karena dia tidak kafir kepada thaghut. Dipastikan sebagai calon ahli neraka Jika orang murtad mati di atas kemurtaddannya. Tidak boleh dishalatkan Bila ada anshar (kaki tangan) thaghut seperti polisi atau tentara mati sewaktu dinas. maka kita tidak boleh ikut menshalatkannya. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Tidak halal darahnya orang muslim yang bersaksi tiada tuhan yang berhak diibadati selain Allah dan aku adalah rasul Allah kecuali dengan salah satu dari tiga hal. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrikin itu di mana saja kalian dapatkan mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : ”Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selamanya” (At Taubah : 84) Bukannya dapat pahala tapi justru mendapatkan dosa jika kita menshalatkannya. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Para thaghut hukum dan ansharnya adalah orang-orang kafir yang paling dekat dengan kita. karena orang kafir atau orang murtad sudah Allah pastikan masuk neraka. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. apabila orang muslim yang bertauhid meninggal dunia dan jika semasa hidupnya dia adalah seorang yang taat. tapi langsung apa adanya dimasukkan ke dalam sumur. ketika mereka terdesak hingga akhirnya menyerah dan minta damai dengan mengirim utusan Buzakhakh. Muslim dari Abu Malik Al Asyja’iy). 4. maka boleh dipastikan masuk neraka… 2. tapi boleh mengatakan “Mudah-mudahan dimasukkan ke surga”. seadanya saja dengan pakaian yang menempel sewaktu mati. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah maka haram darah dan hartanya. atau anggota MPR/DPR atau Hakim/Jaksa mati di atas kemusyrikan dan kethaghutannya. bila dia belum taubat lalu mati di atas kemusyikannya maka dia tidak boleh dishalatkan. karena orang murtad tidak ada harganya lagi sebab dia sudah menghinakan dirinya sendiri dengan kekafiran atau kemurtaddannya. Ini adalah bila yang sifatnya kelompok. Jadi kalau orang muslim yang baik dan taat tidak boleh dipastikan masuk surga kecuali jika ada dalil yang khusus. maka itulah yang diperangi terlebih dahulu. akan tetapi jika orang kafir atau orang murtad. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) “Jika mereka taubat” adalah taubat dari kemusyrikannya atau dari kethaghutannya. maka kita tidak boleh mengatakan “si fulan calon penghuni neraka”. Tidak boleh dido’akan Orang yang mati di atas kemurtaddannya atau kemusyrikannya atau kekafirannya haram dido’akan atau memintakan ampunan dari Allah baginya di akhirat. Konsekuensi-Konsekuensi di Akhirat : 1. zina muhshan. akan tetapi oleh Khalifah Abu Bakkar tidak diterima kecuali jika mereka mau menerima syarat-syarat yang di ajukan oleh Abu Bakar dan disepakati oleh para shahabat. dan intailah di tempat pengintaian. sedangkan perhitungannya atas Allah” (HR. Orang murtad jika mati tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. dan orang yang tidak mau taubat atau dia bersikukuh di dalam kemusyrikan dan kethaghutannya maka berarti dibunuh… Demikianlah konsekuensi-konsekuensi yang dikenakan bagi orang murtad di dunia. dan di antara syarat-syarat itu adalah mereka harus mau bersaksi bahwa orang yang mati di antara mereka adalah masuk neraka. qishash. Dan jika orang muslim itu semasa hidupnya sering melakukan maksiat. kepunglah mereka.“Hai orang-orang yang beriman. Tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak mengubur orang-orang musyrik yang mati dalam perang sebanyak 70 orang. Ketika di perang Badar. bukan dinasehati agar bertaubat. sedangkan orang murtad tidak kafir kepada thaghut. 3. Beliau langsung memasukkan mereka ke dalam sumur Badar. Begitu juga bagi orang yang suka membuat tumbal atau sesajian.

tapi Allah melarang dan tidak memberikan izin. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”. infaq. maka turunlah ayat tadi di atas. dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang zhalim. 6. maka apa gerangan dengan kita…?! Dan bahkan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri Allah mengatakan : “Andaikata kamu (Muhammad) melakukan syirik maka lenyaplah amalan kamu” (Az Zumar : 65) “Yang demikian itu disebabkan karena mereka membenci apa yang Allah turunkan. haji. maka terlebih lagi terhadap orang murtad. Haram masuk surga Orang murtad tidak mungkin masuk surga bila dia mati di atas kekafirannya. (Al Maaidah : 5) “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. beliau shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : “Saya akan memintakan ampunan kepada Allah untuk engkau selama saya tidak dilarang”. lalu dia mati dalam kekafiran. mereka kekal di dalamnya. lalu dia mati dalam kekafiran.orang musyrik. maka dia tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. dan mereka itulah penghuni neraka. maka Allah hapuskan amalan mereka” (Muhammad : 9) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 57 - - . “Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah. Tidak boleh dikubur di pekuburan kaum muslimin Orang murtad jika dia mati. (At Taubah : 113) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan buat ibundanya yang meninggal dalam keadaan musyrik. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. mereka kekal di dalamnya”. Akan tetapi kita hanya dibolehkan mengucapkan rahimahullah (semoga Allah merahmati) kepada orang muslim yang baik. mereka kekal di dalamnya”. dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi”. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. 5. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri.(Al Baqarah : 217) Dan bahkan para rasul diancam Allah bila mereka melakukan kemusyrikan : “Seandainya mereka melakukan kemusyrikan tentu lenyaplah amalan yang mereka lakukan” (Al An’aam : 88) Ini adalah ancaman kepada para rasul. Amal ibadahnya hapus Segala amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang murtad seperti. dan mereka itulah penghuni neraka. walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya. karena mereka sudah hina dan tidak berharga lagi. jika saja kepada orang muslim yang baik kita tidak dibolehkan mengucapkannya. dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lobang jarum. Dan yang lebih haram lagi adalah mengatakan kepada orang murtad “almarhum” atau “almarhumah” yang artinya orang yang dirahmati. tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam”. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. Dan ketika Abu Thalib yang terkenal suka membela Rasulullah itu meninggal. dan yang lainnya itu hapus sia-sia : “Barangsiapa yang kafir setelah dia beriman maka hapuslah amalannya.…” (Al Maaidah : 72) Bahkan Dia Ta’ala mencela musyrikin kafirin sebagai seburuk-buruk makhluk. maka sungguh Allah telah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. zakat. demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan” (Al A’raaf : 40) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala tentang keharaman musyrikin masuk ke dalam surga. Mereka kekal di dalam neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. (Al Bayyinah : 6) 7. (Al Baqarah : 217) 8. shaum.

Jika orang membenci ajaran Allah. 7. Syaikh Muhammad. Ibnul Qayyim.arrahmah. Melacak Jejak Thaghut. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. orang-orang yang mati syahid dan anak kecil yang meninggal. 11. http:\\millahibrahim@wordpress. kitab Risalah Nawaqidlul Islam. kitab Ad Durar Assaniyyah. 8. Al-Hafidz Ibnu Hajar. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. mereka berkata dengan penuh penyesalan : “tidak ada yang memberikan syafa’at bagi kami” (Asy Syu’araa : 100) “Tidak bermanfaat bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at”. tapi hanya diringankan ‘adzabnya saja. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. kitab Thariqul Hijratain. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Dan di hari kiamat ketika orang-orang kafir sudah masuk ke dalam neraka. kitab Majmu Al Fatawa. atau bahkan sedikit saja membenci ajaran Allah. kitab Majmu’ah tauhid. Majmu At Tauhid. Itu pasti didapatkan Insya Allah oleh orang yang mati di antara umatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. semua akan memberikan syafa’at dengan izin Allah. kitab Ibthal At Tandid. 12. itupun bukan dalam bentuk dikeluarkan dari api neraka. izin dari Allah terhadap orang yang akan memberikan syafa’at. Ini karena syafa’at itu memiliki syarat. (HR. kitab Syarah Ashli Dienil Islam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Syaikh Hamd Ibnu Athiq. dan saya simpan do’a mustajab saya ini sebagai syafa’at bagi umat saya di hari kiamat. maka otak yang ada di kepalanya mendidih. kitab Minhajut Ta'siis. (Al Mudatstsir : 48) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Setiap nabi mempunyai do’a yang mustajab dan setiap nabi sudah menyegerakan untuk memakainya di dunia ini. 3. Fathul Bari Ibnu Katsir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. kitab Ash Shorimul Maslul. kitab Mishbahuzh Zhalam. dan syarat ridla ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan : “Dan mereka (malaikat) tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah” Anbiya : 28) “Dan Dia tidak meridlai kekafiran bagi hamba-Nya” (Az Zumar : 7) Allah tidak ridla dengan kekafiran. Kitab Taisir. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab.com DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 58 - - . Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan. 9. maka itu adalah suatu bentuk kemurtaddan. 18. Allah ridla terhadap orang yang akan diberikan syafa’at. kitab Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid. Sedangkan orang yang paling ringan ‘adzabnya di akhirat mengira bahwa dirinya adalah orang yang paling berat ‘adzabnya. 3. Syaikh Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab. Pertama. (Al Referensi Kitab 1. keluar dari Islam dan hapus segala amalannya. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad. kitab Al Bidayah Wan Nihayah. 5. 4. 2. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. juga orang-orang shalih. 9. 2. Muslim) Satu-satunya orang kafir yang mendapatkan syafa’at hanyalah Abu Thalib. 6. kitab Risalah Fie Ma’na Thaghut Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. kitab An Nubuwwat. 17. akan tetapi ini tidak berlaku bagi orang yang mati di atas kekafiran. sedangkan syarat untuk mendapatkan syafa’at adalah Allah ridla kepada orang yang akan diberikan syafaat. Situs Islam 1. dari yang asalnya neraka yang paling dasar diganti dengan sandal dari api neraka yang mana bila dipakai. 15. sedangkan Allah tidak meridlai kekafiran. dan kedua. 10.com http:\\abuqital1@wordpress. 19. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. 16. 13. Tidak mendapatkan syafa’at Orang murtad tidak mungkin mendapatkan syafa’at di akhirat dari para nabi dan malaikat yang diizinkan Allah akan memberikan syafa’atnya. 14.com www. Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah.

Jamaah Tauhid. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? 6. qishos dan had mesti diberlakukan ? 10. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. Jamaah Muslimun. Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? 3. artinya bila sudah ada Imam. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? 7. Mengapa syahadatain harus diikrarkan dihadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? 16. Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? 2. Jamaah Mujahidin Darr al Islam ? 15. maka apa sebabnya? 14. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri ) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. Jinayah dan Hudud. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya.PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Visi Kajian : 1. Maksudnya. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". jaga saja diri sendiri dan keluarga”? 8. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. maka segala hukum seperti jinayah. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 59 - - . Adapun pertanyaan dalam Pasal Aqidah Islamiyah ini adalah sebagai berikut. Tabligh : Menjelaskan mengenai Aqidah Islamiyah (Ikatan Islam). Kepemimpinan Islam dan Baiat untuk masuk Islam secara benar menurut kitabullah dan sunnah. Jamaah Islam. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Apakah wajib memiliki pemimpin? 5. Apakah benar mengenai perkataan. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. 1. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. 2. Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih? 13. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? 4. Bila itu benar. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? 12. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? 9. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? 11. Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin.

Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. Tirmidzi. dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. hijrah dan berjihad di jalan Allah Ta‘ala. Barangsiapa yang berniat jahat. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. 3. (An Nisa : 59) Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Ibnu Hibban. karena sesungguhnya setan itu bersama satu orang. 5. mendengar. PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? Wajib. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). Nasa-I. “Sesungguhnya Allah ridha jika kalian berpegang teguh dengan tali-Nya dan tidak berpecah belah. berjama‘ah. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih jami’ Shaghir no. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh ? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1.17. Al Hakim dan Bukari dalam at tarikh.” (HR Muslim) “Hendaknya kalian mengikuti al jama‘ah dan jauhilah perpecahan. dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran : 103) Hai orang-orang yang beriman. Ibnu Abi Ashim dishahihkan oleh Syaikh al Albani) Dari Harits bin Harits al Asy‘ari bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. apalagi setelah kita memahami kajian tauhid pada pasal pertama pembahasan ini bahwa jamaah & kepemimpinan Islam adalah bentuk kemulkiyahan Allah di muka bumi. 2. ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan lima hal kepada nabi Yahya bin Zakariya –salam baginyauntuk dikerjakan … dan aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang Allah perintahkan kepadaku yaitu.” (HR. Tangan Allah Ta‘ala bersama jama‘ah.” (HR. Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam.” (Hadist shahih sunan at Tirmizi no. Barang siapa yang menginginkan intinya surga hendaknya mengikuti al Jama‘ah. (At Taubah : 119) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allah. dan ulil amri di antara kamu. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. dan dia lebih jauh dari dua orang. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. Shahih Targhib wa Tarhib no. Ahmad. 1758) “Jama‘ah adalah rahmat dan berpecah belah adalah adzab. 4. Allah ta’ala berfirman. 5530 dan Takhriju Misykatul Mashabih no. Mentabayyuni (membaca. ta‘at. 3694 dari Ath Thayalisi dan Ibnu Khuzaimah) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 60 - - . jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. 1721.

“Dan mayoritas manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. tiada jamaah tanpa kepemimpinan.” (HR. 3. Melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala. Semuanya di neraka kecuali satu. satu golongan masuk surga dan tujuh puluh dua golongan masuk neraka"." (HR.Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Tirmidzi dan Thabrani) Dari 'Auf bin Malik ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. 9. sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. Hanya mengikuti kitabullah (wahyu) yang diimplementasikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. dan tidak ada ketaatan kecuali dengan bai’at. 4. Muslim) “Dien ini akan senantiasa tegak. Dengan demikian pada akhirnya golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya itu akan tetap eksis dan akan memperoleh kemenangan. siapakah satu golongan itu?". untuk memahami garis furqan. “Tiada Islam tanpa jamaah. “(HR. tiada kepemimpinan tanpa ada ketaatan. seperti diantaranya yaitu: 1. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat." (HR. 7. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. tidak samar dalam menentukan mana kawan dan mana lawan. kita perhatikan empat hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di bawah ini: "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Kedua. Untuk menilai golongan manakah yang pada waktu ini bisa disebut sebagai jamaah yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. atau berdakwah untuk ashabiyyah.8:73) militer dalam struktur kepemimpinan tersendiri sehingga jelas. zakat. 8. tentu harus mengetahui apa yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam beserta para shahabatnya. Beliau ditanya: "Ya Rasulullah. Barangsiapa yang mati. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjah (alasan membela diri). Muslim) Dari hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas itu diambil tiga kesimpulan : Pertama. artinya bahwa yang kelompok yang lurus dalam tauhid akan selalu "tetap ada". dan yang disebut jama'ah itu ialah golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhiallahu’anhum. Membuat undang-undang pemerintahan (Piagam Madinah) serta mempertahankannya dengan kekuatan senjata. Beliau menjawab: "Al-Jama'ah". (Yusuf : 103) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 61 - - . Sudah baro'ah/berlepas diri dari struktur pemerintahan thaghut yang bertolak-belakang dengan hukum-hukum Allah Ta’ala. sehingga terjadi "yaqtuluuna wa yuqtaluun" (membunuh atau terbunuh).” Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? Setelah dijelaskan dan memahami pasal kajian tauhid. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. 5. Jamaah Islam pasti dibenci dan diperangi oleh penguasa thaghut. 2. kemudian dia mati. Jumlah anggotanya (umat) sedikit dan tertindas. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. Jamaah Islam yang didirikan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di Mekkah tidak terdaftar di pemerintahan thaghut. shaum dan mengaku muslim. Sudah bantu membantu menyusun kekuatan (Q. dinyatakan bahwa yang selamat itu ialah jama'ah. Muslim) Umar bin khatab radhiallahu’anhu berkata. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. 6. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at (kepada pemimpin).S. orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini. Memiliki institusi & kepemimpinan yang independent (tidak bekerjasama dengan thaghut). (HR Ibnu Majah) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera ashabiyyah atau marah karena ashabiyyah.” (HR. dalam hadits itu disebutkan yang masuk syurga (selamat) hanya satu.

(Al Fath : 29) Sebab. ”Orang-orang yang tetap baik ketika masyarakat sudah rusak. yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Sebab itu bahwa yang disebut "Sunnah" Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu. pahami dulu tauhid niscaya akan terlihat penyimpangan mareka. yakni memproklamirkan Negara Islam yang didalamnya menyatakan berlakunya hukum Islam sehingga resikonya memperoleh gempuran dari pihak yang anti penerapan hukum Islam secara keseluruhan. zakat. bahwa yang disebut mengikuti jejak (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu ialah yang dalam praktek. kafirin) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. artinya kita tidak bisa menunggu mereka yang ngaku beragama Islam.” (Dalam riwayat lain) Orang-orang sholih yang jumlahnya sedikit di tengah masyarakat yang rusak. Adapun tentang keberpihakan umat ini kepada thaghut. walaupun mereka shalat. telah diisyaratkan oleh Nabi dalam hadist shahih. dirasakan pula oleh musuhmusuh Islam sehingga 'setan-setan' pun merasa adanya "Asyid daa-u 'alal kuf-fari” (Q. padahal belum pernah datang kepadamu malapetaka yang pernah diderita oleh orang-orang yang terdahulu dari kamu? Mereka menderita kesengsaraan.S. Ini jelas menyelisihi kitabullah dan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam. Semua sudah tahu bagaimana hukumnya bagi yang sudah tahu adanya perintah-perintah dari Allah. Para shahabat bertanya. dalam Al-Qur'an surat 2 Al-Baqarah ayat 214 dinyatakan yang bunyinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk ke dalam syurga. Umat Islam pada zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam adalah golongan minoritas. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil.S. "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah! Sesungguhnya pertolongan Allah selalu dekat. bukan cuma mengemukakan dalil. bukan hanya menyampaikan dalildalil kepada orang lain sedang diri tidak melakukannya. jika untuk mempraktekkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu harus menunggu semua golongan bersatu. Karena mereka sudah melakukan syirik akbar. Siapakah mereka wahai Rasulullah. Ketiga. bukan hanya bicara dalil tanpa perbuatan (Q. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin)." "Karena dipraktekkan oleh Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersama beliau. Orang yang bermaksiat di antara mereka lebih banyak dari orang-orang yang taat. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? Mengenai harokah atau jamaah yang terdaftar di pemerintahan thaghut maka hal ini sudah diketahui status hukumnya secara dzahir yaitu organisasi (tanzhim) dan anggotanya sama dengan mereka (anshorut thaghut) dan bergelar musyrikin. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. yakni mereka yang mengikuti jejak Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersamanya." (Shaad : 24) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. kemelaratan. 1619) 10. Maka beruntunglah orang-orang yang asing. dan terjadilah penderitaan sebagaimana dalam Qur-an Surat 2 Al-Baqarah ayat 214!". Melainkan. tetapi ideologinya bukan Islam. Bersikap keras serta menjengkelkan thaghut (musyrikin.“…kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh.48:29). Adapun dalam ayat di atas itu mengingatkan kita. jelas dan terang pada kajian tauhid terdahulu. sampai rasul dan orang-orang yang beriman besertanya menanyakan. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 62 - - . tetapi tidak menjalankannya. “Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal kehadirannya.61:2). bahkan jamaah Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun tidak terdaftar di Pemerintahan Kafir Quraisy. "Jangan menyangka akan masuk syurga sebelum mengalami penderitaan seperti orang-orang yang terdahulu. bahwa yang disebut mengikuti jejak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya itu. tetapi mempraktekkan apa yang diperbuat beliau. jihad dan mengaku muslim. Hal ini telah dijelaskan dengan panjang lebar. menyelisihi millah Ibrahim yang baro’ah (berlepas diri) terhadap musyrikin (QS. hanya satu golongan. Hal demikian telah menggentarkan dunia yang bukan Islam pada waktu itu." (Al Baqarah : 214) Dalam hadits yang dikemukakan tadi di atas bahwa yang masuk syurga itu hanya satu. dan amat sedikitlah mereka ini. Sebab itu umat Islam Indonesia pun tidak menunggu seluruh umat manusia di mana pun yang tidak bercita-cita untuk Islam. Beliau menjawab. artinya dalam memproklamasikan kedaulatan Islam tidak menunggu yang golongan banyak yang mana masih dalam kegelapan. shaum.60:4). Oleh karena itu. tetapi berkasih sayang sesama mereka. goncang-goncangan dahsyat. Dengan itu sungguh tidak berdasar. walaupun mereka berniat demi mashlahat dakwah. 1273. tidak kafir kepada thaghut. yakni yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. Dalam hadits itu bahwa golongan yang selamat hanya satu.” (Silsilah Ahadits Shahihah no. sehingga nyata dirasakan oleh diri. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. bukan juga mengamalkan syariat dengan dipilih yang enaknya saja.

pasti binasalah langit dan bumi ini. kemudian mereka terjun kepada parlemen thaghut dan pesta demokrasi. “tetapi karena kami berniat demi maslahat dakwah”. HR. ijma sahabat dan tabi’in. hal ini disebut dengan isyaratu nash.“Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala (Pancasila -penj) dan setiap kabilah (kelompok. ormas. Maka hendaklah setiap ulil amri memerintahkan dengan apa yang diperintahkan Allah Ta‘ala dan melarang dari apa yang dilarang Allah Ta‘ala. sunnah. mereka lalu menyiarkannya. rela berada dalam naungan berhala mereka (Pancasila). juga dari Abu Hurairah) Imam Syaukani menerangkan makna hadits ini: “Hadits-hadits ini menyebutkan disyariatkannya bagi setiap kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai pemimpin karena hal itu membawa keselamatan bagi mereka dari perselisihan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 63 - - . dan bergabung dengan kemusyrikan. siap membela nusa dan bangsa kaum musyrikin. hakikatnya mereka tetap masih belum kafir kepada thaghut. Dari Abdullah bin Amru bahwasanya Tidak halal bagi tiga orang berada di suatu daerah yang kosong (padang pasir) kecuali mereka harus mengangkat salah satu sebagai amir (pemimpin) mereka.” (An Nisaa : 60) Apakah wajib memiliki pemimpin? Wajib. ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya. Muslim) Hadist tersebut dapat kita saksikan sekarang. “Jika tiga orang keluar dalam safar hendaklah mereka mengangkat salah satu sebagai pemimpin. perang). mereka bergabung dengan pemimpin kaum musyrikin (pimpinan thaghut/pengusung dien demokrasi -penj). (HR. 2454. sesat yang nyata.” (An Nisa‘ :83) Allah Ta‘ala memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para pemegang urusan mereka. (HR. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. ormas. (Majmu Fatawa 28/180) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. 763) Dari Abu Sa‘id Al Khudri bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. “Hai orang-orang yang beriman. Dalam disiplin ilmu ushul fiqih. menyetujui dan berperan aktif untuk melaksanakan undang-undang kafir mereka.” (Al Mukminun : 71) “Apakah kamu tidak perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka berhakim kepada thaghut. tentulah orang. Hendaknya setiap orang yang wajib taat kepada ulil amri tersebut untuk mentaatinya selama dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mentaatinya selama dalam kemaksiatan kepada Allah. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Abu Daud no. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil 8/106 no. 2608 dan Abu ‘Iwanah. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. karena mereka terikat dan mengikatkan diri dengan pemerintahan thaghut. setiap jamaah. Juga dari Abu Hurairah .” (An Nisa‘ :59) “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan. jamaah) dari umatku ini. yang terdaftar di Institusi Thaghut (pemerintahan musyrikin) hakikatnya mereka telah menerima. dan semua yang ada di dalamnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Setiap orang yang diikuti adalah ulil amri. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Perintah ini berarti juga perintah untuk mengangkat pemimpin dan mentaati mereka. Al Bazzar dan Al Haitsami dalam Majma’u Zawaid 5/255. Allah Maha Raja Diraja Yang Maha Suci berfirman. baik ulama (urusan syar‘i) maupun umara‘ (urusan dunia. Ini telah dibahas secara terang menurut kitabullah. “kami tidak setuju dengan hukum kafir”. Adapun bagi mereka yang mengklaim “kami telah kafir kepada thaghut dan berhala Pancasila”. bahkan mereka seperti anjing piaraan menjadi objek berbagai partai politik dalam kancah pesta pemilihan pengaku tuhan-tuhan (arbab) atau Pemilu. dan fatwa ulama-ulama yang mengikuti salafus shalih dalam pasal Kajian Tauhid. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka.” (Al Ahzab : 36) “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. dan ulil amri di antara kamu. Maka urusan jihad sebagai sebuah urusan penting dalam dien juga harus dikerjakan lewat kepemimpinan seorang imam (khalifah saat khilafah masih tegak) atau amir (pimpinan) organisasi jihad ketika khilafah tidak ada. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Dan ijtihad mereka ini batal karena mengikatkan diri dengan kekafiran adalah kekafiran.orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Baihaqi. kelompok atau harakah yang mengklaim “mujahid Islam”.” (HR. atau “kami mengkafirkan para penguasanya”. mengikuti.

nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? Perkataan semacam itu biasanya muncul dari satu di antara empat keadaan seseorang: Pertama. Maka yang wajib adalah menjadikan kepemimpinan sebagai sebuah dien (ajaran dien). Bukhari no. Dengan tidak adanya kepemimpinan.Abdulllah bin Rawahah radhiallahu’anhum) terbunuh. Padahal susah atau tidak susah.Ja‘far bin abi Thalib . “Sebagian ulama telah mengatakan. perselisihan akan sedikit dan tercapailah kesepakatan (persatuan). Ketika ketiga komandan yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam (Zaid bin Haritsah . dan setiap perkumpulan harus ada pemimpinnya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam … (beliau menyebutkan hadits-hadits diatas). bahkan dien dan dunia tidak akan tegak tanpa adanya kepemimpinan. Beliau bersabda. “Apakah kalian tidak bisa mengangkat salah seorang di antara kalian sebagai pemimpin ketika pemimpin yang kutunjuk tidak menjalankan perintahku?” (Shahih Sunan Abu Daud no. dan hal itu tidak mungkin sempurna kecuali dengan imarah (kepemimpinan) dan kekuatan. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? Memang harus diangkat oleh Khalifah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merestui mereka dan menggelari shahabat Khalid sebagai saifullah. Jika mereka tidak melakukan hal itu. maka menjadi kewajiban penduduk setiap daerah untuk mengangkat seorang imam dari kalangan orang yang berkemampuan . untuk mengingatkan wajibnya mengangkat pemimpin untuk seluruh perkumpulan lainnya. Allah ta‘ala juga telah mewajibkan amar ma‘ruf nahi munkar.” (Majmu’ Fatawa 28/390-392). Perhatikan Firman Allah yang bunyi-Nya: "(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra’:71) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 64 - - . HR. mereka melaksanakan arahan dan perintahnya serta menjauhi larangannya. Imam Ath Thahawi mengatakan. maka tentunya mengangkat komandan jihad di saat tidak ada khalifah lebih boleh lagi. Jika suatu masa vacum dari seorang imam. Uqbah berkata. Kemaslahatan manusia tidak akan sempurna kecuali dengan berkumpul (berorganisasi) di antara mereka. Tetapi jika Khalifah tidak ada dan/atau suasana sudah genting dan darurat maka boleh mengangkat pemimpin.menyebabkan kehancuran. ketika seorang komandan pasukan yang ditunjuk oleh imam tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Ketika pulang ke Madinah. maka perintah untuk mengangkat pemimpin atas kelompok yang terdiri dari lebih dari tiga orang yang tinggal di desa-desa dan kota-kota dan dituntut untuk menunaikan hak-hak dan mencegah kedzaliman di antara sesama mereka. pada Hari Kiamat tiap diri akan didatangkan pimpinannya.” (Nailul Authar 8/257) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Harus diketahui bahwa mengendalikan urusan manusia termasuk kewajiban dien yang paling agung. setiap orang akan memaksakan pendapatnya dan berbuat sesuai hawa nafsunya sendiri sehingga mereka akan binasa. qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah). para shahabat sepakat mengangkat Khalid bin Walid radhiallahu’anhu sebagai komandan perang. Dari Uqbah bin Malik bahwasanya Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam mengutus sebuah pasukan perang kemudian pasukan ini mempersenjatai salah seorang di antara mereka dengan pedang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mewajibkan mengangkat seorang pemimpin dalam sebuah perkumpulan paling kecil (3 orang) dan paling sebentar dalam perjalanan. mikir atau tidak mikir. hukumnya lebih wajib lagi. 387) Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. karena mendekatkan diri kepada Allah dalam kepemimpinan dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya merupakan bentuk mendekarkan diri yang paling utama. menegakkan sholat ied dan menolong orang-orang yang terdzalimi. pasukan berhak mengangkat seorang di antara mereka yang mempunyai kemampuan memimpin tugas sebagai komandan baru. Jika kepemimpinan ini diperintahkan atas tiga orang yang berada didaerah kosong (padang pasir) atau sedang melakukan safar. karena satu sama lain saling membutuhkan. diperbolehkan. Ketika pulang. menegakkan keadilan.” (Ghiyatsul Umam Fi At Tiyatsi Adh Dhulam hal. perkataan terkesan/bernada yang putus asa. (Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari 7/653. Demikian juga halnya dengan seluruh perintah lain yang Allah wajibkan seperti jihad. tanpa mesti harus menunggu pengangkatan komandan baru dari imam. Seandainya anda melihat ketika Rasulullah mencela habis-habisan kami. 4262) Bila menganggkat komandan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada khalifah dengan alasan kondisi genting dan jauhnya khalifah dari pasukan. 2387) Hadits ini menunjukkan. padahal ia tidak ditunjuk oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. menegakkan sholat Jum‘at. Hadits ini menjadi dasar bahwa kaum muslimin harus mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai komandan yang menggantikan posisi khalifah sampai khalifah datang. Imam Ibnu hajar berkata : Hadits ini menunjukkan bolehnya mengangkat komandan perang meski tidak diangkat (ditunjuk) oleh khalifah. Ini sama persis dengan peristiwa perang Mu‘tah. mereka akan ragu-ragu dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban penting dan kebingungan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi. haji. Dengan adanya kepemimpinan. Jika demikian halnya dengan pasukan jihad yang diberangkatkan oleh imam. bukankah dengan pasukan jihad di zaman tidak ada imam lebih berhak lagi? Imamul Haramain Al Juwaini mengatakan. yakni tidak mau susah banyak mikir.

Berdasarkan ayat di atas itu, sadar atau tidak bahwa di bumi ada dua kepemimpinan. Yakni, jika diri tidak berada dalam kepemimpinan yang haq, berarti berada dalam kepemimpinan batil. Dengan itu sekalipun bagi yang tidak merasakan dalam suatu kepemimpinan maka kepadanya tetap akan didatangkan saksinya yaitu pemimpin, terlepas dari apakah itu yang bathal atau yang haq. Dalam AlQur'an surat 90 ayat 10 dinyatakan yang bunyinya : "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan". Dengan itu jelas bila tidak dalam yang haq, berarti dalam bathil. Jika tidak dalam kepemimpinan Islam, pasti berada di bawah kepemimpinan thaghut. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpinnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(Al Baqarah : 257) Kemudian, sehubungan dengan saksi di Akhirat, kita perhatikan lagi ayat yang bunyinya: "Dan bagaimanakah (jadinya) nanti jika diri tiap-tiap umat kami datangkan seorang saksi, dan kami datangkan engkau sebagai saksi terhadap mereka ?" (An Nisa : 41). Sebuah riwayat menerangkan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu: "Bacakanlah al Qur'an untukku!" Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu menjawab: Yaa Rasulullah, bagaimana aku membacanya untuk engkau, sedangkan AlQur'an itu turun kepada engkau?" Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menerangkan: "Aku ingin mendengarnya dari yang lain". Kemudian Abdullah bin Mas'ud membacakan surat An-Nisa. Sesaat sampai pada ayat di atas tadi (An Nisa’:41), Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berkata: "Cukuplah sekarang!" Ketika Abdullah bin Mas'ud menolehnya, tampak air mata beliau berlinang-linang. Ada lagi riwayat yang menyebutkan bahwa ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menambahkan perkataannya : "Sebagai saksi selama aku berada di tengah-tengah mereka...". Dari keterangan tersebut itu dimengerti Bahwa Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam akan menjadi saksi nanti di akhirat terhadap perbuatan umatnya sewaktu masih dipimpin olehnya, tetapi sesudah mereka ditinggalkan wafat oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, maka persaksian itu bukan haknya lagi. Pada hari kiamat kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan dikejutkan oleh orang-orang yang sewaktu hayat beliau dipandang sebagai orang-orang yang tetap ta'at pada Hukum-Hukum Allah, tetapi sesudah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam itu wafat, dan mereka itu menghadapi macam-macam cobaan, ternyata dari perbuatan mereka itu diantaranya banyak didorong oleh nafsu duniawi, sehingga melanggar aturan-aturan Islam. Mengenai mereka itu kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan berkata kepada Allah SWT sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Isa ‘alayhissalam: "...aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu". (Al Maaidah:117) Lebih lanjut kita perhatikan ayat yang bunyinya: "Allah berfirman:"Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain ....".(Al Araf:24) Dari ayat di atas itu dimengerti, disadari atau tidak bahwa di dunia ini terjadi permusuhan. Yaitu antara Hizbullah (Q.S.5:56) dengan Hizbusyaithan (Q.S.58:19), antara yang taat sepenuhnya terhadap hukum Allah dengan manusia-manusia yang mendurhakai-Nya. Pengertian mengenai "syaitan" yaitu suatu sifat bagi makhluk yang melanggar peraturan/hukum dari Allah, yakni yang terdiri dari jin dan manusia. Perhatikan Firman Allah Ta’ala yang bunyi-Nya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (menyesatkan). Jikalau Robbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka kerjakan" (Al An’am : 112) Dari ayat itu dipaham bahwa setiap manusia yang menentang berlakunya seluruh hukum Allah, maka adalah "syaitan" dan jelas berada pada jalan thaghut, terlepas dari apapun namanya, dan terus mengadakan kegiatan dengan saling membantu antara mereka. Dengan demikian jelas ada pemimpinnya. Dari ayat itu juga dipaham bahwa golongan syaitan dari jenis manusia itu adalah umum, artinya tidak mesti dengan nama yang khusus, tetapi bisa saja dengan sebutan yang sesuai dengan kondisi dan situasi zamannya. Dengan demikian dalam versi apapun namanya, baik itu mengatas-namakan Islam atau bukan, tetapi jika keberadaannya tidak memiliki ketegasan memihak kepada yang sepenuhnya ta'at terhadap Allah, maka tetap dalam kepemimpinan "syetan" alias thaghut! Dalam arti tidak memiliki "Furqoon". Sebab, bagaimana akan bisa menjalankan hukum-hukum Allah, jika tidak ada pemimpinnya?

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
65 -

-

Satu contoh saja, yaitu dalam Qur'an surat 5 ayat 89 tertera mengenai "Kaffarat" bagi yang melanggar sumpah yang uraiannya ialah: 1. Memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa diberikan kepada keluarga si pelanggar sumpah. 2. Atau memberi pakaian kepada mereka (untuk sepuluh orang). 3. Atau juga memerdekakan seorang budak (sekarang ini bisa disetarakan kpd yang senilai dengan itu). 4. Jika tidak sanggup melakukan yang sedemikian, maka hukuman/kaffaratnya puasa selama tiga hari. Dalam memutuskan hukum yang harus dipilih dari yang 4 di atas itu haruslah ada hakim untuk mengadili dan menilai kemampuan yang sebenarnya dimiliki oleh si pelanggarnya. Tentu, bagi yang tidak punya pemimpin, maka memilihnya ditentukan oleh yang sesuai dengan keinginan dirinya. Sehingga: Lapornya juga kepada dirinya sendiri. 1. Dihakimi oleh diri sendiri. 2. Divonisnya pun oleh diri sendiri, sehingga bisa dicari-cari mana yang enak atau ringan, walau dia mampu. Disitu pula setan menyelinap pada dirinya. Memang ringan tidak diketahui oleh orang lain, tetapi dimanakah letaknya nilai taubat serta keikhlasan diri untuk menjalankan hukum secara dhohir? Pribadi mu'min tidak lepas dari kewajiban memiliki pemimpin. Apalagi untuk menjalankan hukumhukum seperti "Hudud (Q.S.5:38), Qishas (Q.S.5:45), Jinayah (Q.S.24:2)". Bisa tegaknya hukum-hukum itu jika tegak kedaulatan Islam. Bisanya tegak kedaulatan Islam jika didahului oleh adanya kepemimpinan yang "Furqan", Sebab itu bila tidak butuh dengan kepemimpinan sedemikian, bukanlah seorang Islam, sebab tidak menjalankan Qur'an surat An-Nisa ayat 59. ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” Kedua, jelas, keluar dari yang belum paham tata-cara jihad dalam Islam. Mengapa? Karena, perkataan ini muncul biasanya dari yang kelelahan mencari pemimpin. Apalagi jika yang diikuti selama ini adalah orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu dengan aturan Islam, berangan-angan melamunkan seorang pemimpin ideal. Akhirnya bergonta-ganti pimpinan, maka ujung ceritanya adalah kenyataan di atas: "Sudahlah tidak usah meributkan pimpinan, yang penting kerja saja!" Padahal jihad itu harus dibawah komando Imam. Para sahabat saja sampai terpaksa menunda pengurusan jenazah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam. terlambat dua hari setengah, karena menunggu wujudnya kepemimpinan guna melakukan jihad fisabilillah. Ketiga, bisa juga perkataan di atas tadi itu timbul dari perasaan bahwa ibadahnya sudah sempurna atau tidak lagi mempunyai dosa, karena anggapan cukup dengan menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan. Sehingga merasa tidak perlu adanya pemimpin. Hampir banyak yang hapal akan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang bunyinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan tepat perhitungan waktunya, diampunilah baginya apa-apa yang terdahulu daripada dosanya." (H.R.Bukhori-Muslim) Pengertian dari hadist di atas, yaitu dia berpuasa sesuai dengan aturannya, juga posisi dirinya berada dalam kepemimpinan yang terpisah dari kepemimpinan yang memusuhi hukum Islam. Umpama saja seorang guru kelas 2 S.D. 6 berkata kepada muridnya: "Barangsiapa yang bisa menggambar mobil seperti gambar mobil ini maka akan memperoleh hadiah buku tebal ini". Jelas, hadiah cuma diberikan kepada yang berhasil mengerjakannya dari murid kelas 2 S.D. 6. Jadi, tidak masuk akal kalau ada murid dari kelas atau sekolah lain menggambar mobil memperoleh hadiah buku tebal yang dijanjikan oleh guru kelas 2, S.D. 6 tadi. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak mengemukakan adanya kewajiban berpuasa kepada para pengikut Abu Jahal cs. Karena itu, apa yang disabdakannya juga tidak ditujukan kepada yang masih mengabdikan dirinya bagi "Kebangsaan Quraiys Makkah" sehingga anti pemerintahan Islam di Madinah. Tidak ditujukan kepada yang anti terhadap negara yang didasari Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Tidak ditujukan kepada yang beriman akan sebagian ayat serta ingkar kepada sebagiannya. Tidak pula ditujukan kepada mereka yang menjadi alat pemerintahan yang anti terhadap hukum-hukum Al-Qur'an sehingga ikut terlibat menjegal tegaknya hukum Islam secara keseluruhan. Sungguh tidak ditujukan kepada mereka, sebab terhadap mereka yang sedemikian itu telah dinyatakan dalam Al-Qur'an diantaranya yaitu: Mereka adalah dzalim (Q.S.5:45), mereka adalah kafir (Q.S.5:44), mereka adalah fasik (Q.S.5:47), mereka adalah kafir yang sebenarnya (Q.S.4:150-151), mereka adalah yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan tempat mereka adalah Jahannam (Q.S.4:97), dan mereka adalah yang terputus segala amalannya karena membenci hukum-hukum Allah (Q.S.47:9). Dalam hadist di atas tadi disebutkan "didasari keimanan", maka apakah bisa disebut beriman, jika terlibat membela tegaknya hukum-hukum jahiliyah (Q.S.5:50)? Sedangkan banyak ayat yang menunjukkan bahwa tidak dinyatakan beriman sehingga menegakkan semua peraturan Allah (Q.S.5:68, S. 15:90-93).

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
66 -

-

Selama belum kiamat, selama itu pula semua hukum-hukum Al-Qur'an menjadi kewajiban kita menegakkannya. Sebab itu, para "shoimiin (pelaku shoum)" harus dapat menempatkan dirinya pada wadah (jamaah) yang benar-benar tepat, sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Nabi saw, sehingga amalan Ramadhan-nya tidak terhapus, serta sesuai dengan yang dimaksud dalam "Tauhid". Ke-empat, perkataan di atas tadi muncul dari orang yang tidak mengerti tentang pentingnya nilai kepemimpinan dalam Islam. Bila menyusun Shaf tanpa harus mempertimbangkan dasar kepemimpinan, maka atas dasar apa penyusunan itu dilakukan? Atas dasar inisiatip pribadi? Ya, kalau pribadi bisa-bisa seribu pribadi jadi pemimpin, bahkan lebih dari seribu.... Bila dasarnya inisiatip maka ini jelas bukan logika Umat Islam yang mendasarkan dirinya pada keta'atan yang lengkap pada Allah, Rasul dan Ulil Amri (S.4:59). Bagaimana bisa tertib kepemimpinan, kalau awalnya saja sudah tidak teratur. Syarat berdirinya negara, salah satunya adalah adanya pemimpin. Jika syarat utama ini diabaikan/dianggap tidak mendesak, maka secara langsung orang yang berpendapat begitu, meruntuhkan negara itu sendiri. Jadi, perjuangan apa yang sedang disusun itu? Sepanjang sejarah sunnah, gerakan ummat itu muncul dari adanya pemimpin. Sebelum adanya kesatuan muslimin, baik itu di Makkah ataupun di Madinah, didahului adanya pemimpin. Menjawab pertanyaan di atas tadi, perhatikan lebih dahulu ayat-ayat di bawah ini: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orangorang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al Hadid : 16) "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa : "Hai kaumku, bukankah Robbmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Robbmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?". (Thaahaa : 86) Dari kedua ayat di atas itu diambil arti, sebagai mukmin harus bisa bertahan dalam berpegang pada ketetapan Allah, meski waktu telah begitu lama melampauinya. Jika dikaitkan dengan lamanya diri mencari kejelasan pimpinan, sementara belum juga mendapatinya maka dalam hal itu tidak boleh berkata yang menyalahi dari ketetapan Allah, seperti halnya sudah tidak perlu adanya pemimpin. Mestinya, jika diri sudah berusaha mencari pemimpin yang sebenarnya sedangkan belum juga didapati, maka berkatanya pun harus mengandung unsur perlu adanya pemimpin sehingga padanya didapat "nilai kesabaran". Perhatikan ayat yang bunyinya : "Dan di antara mereka kami jadikan pemimpin untuk memberi petunjuk dengan perintah kami pada waktu mereka sabar. Dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami." (As Sajdah : 24) Meskipun ayat di atas itu terkait dengan kisah Bani Israil, namun sejarah tadi termaktub dalam AlQur'an, maka sudah seharusnya segenap Ahlul Qur'an mengambil hikmah. Ayat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa munculnya pemimpin sebagai kekuatan de fakto adalah hasil proses kesabaran yang panjang. Untuk jelasnya kita ulangi lagi ayat yang bunyinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik." (Al Hadid :16) Ayat di atas itu mengingatkan kita (khususnya pembaca) bahwa setiap mukmin hendaknya bersegera menerima kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka. Jangan seperti Yahudi/Nasrani, dimana ketika datang kebenaran pada mereka, hati mereka bukan terbuka, malah menutup dan mengeras saking lamanya mereka berketerusan dalam kegamangan tanpa informasi. Ujung ayat dijelaskan bahwa menolak kebenaran yang baru datang , dan tetap berpegang pada informasi lama yang gamang tadi akan menjadikan keliru dalam melangkah dan mengambil keputusan, jadilah orang fasik dalam pandangan-Nya. Naudzubillaahi min dzalik.

Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin, jaga saja diri sendiri dan keluarga”?
Terlebih dulu saya kemukakan ayat yang bunyinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (Perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6)

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
67 -

-

sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). maka berkatalah pimpinan mereka (yakni pimpinan kelompok pejuang kebenaran itu) kepada Isa: "Kemarilah. sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian yang lainnya sebagai pimpinan sebagai pemulyaan Allah terhadap umat ini. Yang pertama adalah diri sendiri. berarti dalam yang bathil." (Huud : 45) "Allah berfirman:"Hai Nuh. terus berlaju tanpa mesti menunggu anggauta keluarga yang tidak mau. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya : "Dan Nuh berseru kepada Rabbnya seraya berkata : "Ya. "Dari 'Abdillah bin Mughoffal. Imam Ahmad dalam Musnad) "Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma.. pimpinlah kami menunaikan shalat". (H R. Lihat petikan ayat di bawah ini yang bunyinya: ". sesungguhnya anakku termasuk keluargaku. dari ibu dan bapaknya. yakni wajib memiliki pemimpin." (Al Maaidah : 48) Menjalankan hukum-hukum Allah tidak bisa dengan cara bersendirian. Keluarga juga diajak supaya menjadi sama dengan kita. namun tentu harus melalui pertimbangan sesuai dengan situasi dan kondisinya. yakni "kamu sekalian". Tuhanku. dia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang berperang atas kebenaran. lalu kita hanyut terbawa oleh keluarga.maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu. sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. adapun berhasil atau tidak hal itu bukan urusan kita. Sebab itu janganlah kamu memohan kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekatnya). dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallama bersabda: 'Terus menerus dari umatku ada sekelompok orang yang berpegang di atas dasar kebenaran. radhiyallahu'anhu berkata: "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Akan tinggal Dajjal di bumi sampai waktu yang dikehendaki Allah.Demikianlah makna menjaga diri sendiri.." (H. bab Fi Dawamil Jihad. mereka mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka.. artinya jika sudah diri sendiri baru keluarga.Dari ayat itu diambil arti bahwa menjaga diri sendiri itu kewajiban yang pokok. penulis akan mengemukakan tiga hadits di bawah ini: "Dari Imran bin Hushain Radiyallahu 'anhu. kita tetap menjaga diri dengan kata lain. sehingga orang-orang terakhir dari mereka ini memerangi al-Masih Dajjal". Dengan itu wajib ada pemimpinnya. jika masih dalam yang bathil berarti tidak menjaga diri dari neraka. maka beliau membunuh Dajjal. mereka itu selalu tampil dengan kebenaran sampai hari kiamat. sebagaimana Nabi Nuh –salam baginya.R Muslim) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Abani hafizullah menerangkan: "Perkataan 'pimpinan mereka' di hadits ini yang dimaksud adalah Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah 'alaihis salam sebagaimana yang bisa dilihat dalam hadits-hadits lain. Tiap diri mu'min yang sudah baligh wajib menegakkan hukum-hukum Allah secara keseluruhan. sama wajibnya dengan menjalankan Sholat yang lima waktu. Sesungguhnya aku memperingatkan kapadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang jahil". 2484." ('Abasa : 33-37) Dengan ayat itu juga dipaham bahwa kewajiban menjaga keluarga itu soal kedua." (At-Tabrani dalam Al-Kabir & Al-Baihaqi dalam Al Ba'ts) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 68 - - . Dan Engkau Hakim yang seadil-adilnya. Perintahnya juga "Kum". Dan seandainya diantara mereka ada yang tidak mau. Hanya menegakkan hulum-hukum Allah itu harus dengan bersama-sama. Di akhirat pun diri bertanggung jawab hanya oleh dirinya sendiri. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? Dalam menjawab pertanyaan di atas itu... dan sesungguhnya janji Engkaulah yang benar. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. No. kemudian turunlah Isa bin Maryam yang membenarkan Nabi Muhammad dan berada di atas millah (syari'at)nya dan sebagai hakim yang adil. kita tetap harus menjaga diri sediri. melainkan harus dengan secara bersama-sama. ya. Apabila seseorang tidak berada dalam kepemimpinan yang haq. (Huud : 46) Dengan ayat itu dimengerti bahwa soal keluarga artinya kalau mereka sudah tidak mau untuk berada dalam kepemimpinan Islam. Maka Isa menjawab: "Tidak. jangan sampai keluarga yang sudah tidak mau." Kemudian beliau bersabda: "Maka Nabiullah Isa 'alaihis salam turun. Untuk yang kedua ini bagi kita hanya sekedar usaha memelihara sebisa mungkin sesuai dengan batas kemampuan. Abu Daud. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya: "Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangsakala yang kedua). dari isteri dan anak-anaknya.

Abul Qosim Al-Khroqi dalam risalahnya meriwayatkan bahwa Bisyr bin Arthaah menangkap seorang tentara (mujahid) yang mencuri barang miliknya. Abu Maljam kembali mengikat sendiri kedua kakinya. pasti akan kupotong tanganmu". karena anda mengandalkan datangnya Imam Mahdi. bilamana selesai berperang ia masih hidup. artinya Imam Mahdi tidak bertanggung jawab kepada kehidupan kita sekarang. sedangkan kewajiban bagi Imam Mahdi itu nanti sezaman dengan datangnya Dajjal. yaitu Imam Mahdi dan kemudian diturunkan Nabi Isa –salam baginya. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan.yang kemudian datang pula Dajjal. Artinya. bahwa hukum tidak boleh dilaksanakan di daerah yang dikuasai musuh. yang benar yaitu bilamana kondisi dalam berperang atau sedang berada dalam wilayah yang sedang dikuasai musuh. bahwa dengan adanya berita akan datangnya Imam Mahdi. Khalifah Umar bin Khathab mengumumkan pelarangan terhadap pelaksanaan hukum dera di waktu perang. dengan bersenjatakan tombak. Musuh yang dihadapinya merupakan musuh yang berat yang tidak bisa dihadapi oleh kita sekarang. Ishak bin Ranaiwah. yakni sudah mendekati hari kiamat. dan dirinya dikerumuni orang. maka kita tidak bisa lepas dari kewajiban kita untuk memiliki Imam/pemimpin pada waktu sekarang. namun dinaikkan ke atas sebatang pohon. Dalam Perang Qodisiah. Melihat hal itu. yaitu Dajjal dan bala tentaranya. Sewaktu Abu Maljam melihat kuda-kuda dihalau untuk dipersiapkan menyerbu musuh. diwaktu perang. bilamana dirinya membelot kepada musuh. yaitu menjelang turunnya Nabi Isa –salam baginya. Apakah benar mengenai perkataan. qishos dan had mesti diberlakukan ? Tidak benar! Melainkan. juga datangnya Nabi Isa –salam baginya-. maka pelaksanaan hukum potong tangan itu harus ditunda. Abu Maljam ditemui sedang minum Khamar oleh Sa'ad bin Abi Waqqos. Ketika itu Sa'ad bin Abi Waqqos sedang luka-luka tidak memimpin perang. olehnya tidak dihukum dera. Apabila aku mati. Sesudah tentara Islam mengalahkan musuh. maka Abu Maljam melompat ke atas kuda Sa'ad. maka segala hukum seperti jinayah. Ibnu Hafsah menanyakan mengenai Abu Muljam kepada suaminya. maka tentu pemimpin muslimin yang menerimanya juga "bukanlah yang tidak ma'shum" seperti pemimpin kita sekarang. tapi diperingatkan kepada anak buahnya supaya mengikat kedua kaki Abu Maljam. Jadi. tangan-tangan tak boleh dipotong. Ada Malaikat! teriak seorang shahabat. akan diminta pertanggung-jawaban oleh Allah dari hal kehidupan sekarang. maka tidak diperbolehkan melaksanakan hukum had (potong tangan). Sehingga akhirnya Nabi Isa as itu membunuh Dajjal itu. maka hal itu berarti anda sekarang tidak merasa diperintah Allah untuk memerangi musuh-musuh Islam pada zaman sekarang. Imam Mahdi hanya akan mempertanggungjawabkan umatnya yang pada zaman menjelang kedatangan Dajjal mendekat hari kiamat. Jinayah dan Hudud.s. kalian (yang melepaskan) terbebas dari pertanggungan jawaban mengenai diriku!" Begitulah ketegasan Abu Maljam. belum datang Imam Mahdi. Kita tidak tahu kapan datangnya hari kiamat. Setelah dilepaskan kainnya. sesuai dengan kadar serta keseimbangannya. bila sudah di dalam wilayah yang sudah dikuasai dengan sepenuhnya (de facto). Abu Daud). puluhan musuh terbunuh olehnya. (HR. Jadi. bahwa tidak boleh dilaksanakannya hukum had itu bukan disebabkan belum didhohirkannya Iman. bahwa musuh Islam yang dihadapi oleh Imam Mahdi bukan lagi musuh yang seperti kita lihat sekarang. Dia berkata: "Sekiranya aku tak mendengar sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam.Dari tiga hadits itu dipaham bahwa yang disebut "Imam Mahdi" yaitu yang datangnya pada akhir zaman sewaktu sudah mendekati hari kiamat. bahwa dalam kondisi demikian. melainkan karena kondisi ketidakmampuan kaum muslimin untuk menguasai keadaan orang yang dikenai hukum potong tangan itu. ia menerjang musuh dengan gesitnya. Jadi. Dan sezaman dengan turunnya Nabi Isa a. artinya anda tidak akan diminta pertanggungjawaban soal Imam yang akan datang. Sehingga bala tentara Imam Mahdi memerangi bala tentara Dajjal. sambil mengawasi situasi berperang. hidup pada zaman sekarang. artinya bila sudah ada Imam. Tegasnya. Abu Maljam meminta kepada Ibna Hafsah supaya dilepaskan kakinya dengan janji. Allah Maha Bijaksana bahwa akan menguji umat muslimin dengan musuh (Dajjal) yang diberikan keluarbiasaan. musuh anda belum begitu berat seperti nanti pada zaman Imam Mahdi. Ataukah memang anda bersikeras ingin menunggu berperang melawan bala tentara Dajjal? Mestinya anda bersyukur ditakdirkan oleh Allah. maka akan mendatangkan pimpinan umat yang diberikan keluarbiasaan pula. Imam Ahmad. atau kapan datangnya Dajjal yang disebutkan dalam hadits tadi. Dengan demikian untuk melaksanakan hukum had itu. hal itu urusan nanti. dirinya akan kembali untuk diikat kakinya. Azauza'i juga yang lainnya menentukan. Begitu juga yang dijadikan musuhnya. Kesimpulan dari tiga hadits di atas tadi bahwa akan datang Imam Mahdi pada akhir zaman. sebagai alat penguji keimanan umat muslimin ditakdirkan oleh Allah dengan membawa keluar-biasaannya. aku akan mendera orang yang memberi kemenangan kepada muslimin". Sa'ad bin Abi Waqqos berkata: "Demi Allah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 69 - - . Dengan itu seandainya anda tidak mau punya pimpinan Islam. soal akan datangnya Imam Mahdi. Abu Maljam dihukum lalu dibebaskan. kemudian maju menyerbu musuh. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan Nabi Isa –salam baginya-. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. Kita hidup sekarang.

sebelum Ummat Islam berkuasa penuh. Hanya berpijak pada kata tanpa melihat konteks peristiwa. tiba tiba ada orang yang mengangkat diri jadi Imam. Imam yakni kepemimpinan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. sungguh terbalik alias salah. Ini kudeta namanya. artinya masih dalam bahaya. Adapun ketika jutaan muslimin. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". Maksudnya. karena didaerah musuh. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". meski hukum-hukum yang menyangkut pidananya itu tidak dijalankan. had. Yang dimaksud dengan Imam ialah pemimpin tertingginya. yakni memiliki wilayah yang sepenuhnya dikuasai. begitu juga jajaran panglima militer yang mengawal negara Islam. Bila kelompok ini malah menentang dan mengangkat senjata. bila diterapkan dalam kondisi umat Islam pada zaman Imam Ahmad. berakibat berhadapan dengan seluruh front kekafiran dunia. Jadi. hidup di atas dasar negara selain Islam dan bersepakat menerima hukum non Islam sebagai tata nilai mereka. Dan mengaku sebagai khalifah secara otomatis memikul kewajiban mengurus seluruh nasib muslimin di muka bumi. mengambil Al Quran dan Hadits shahih sebagai hukum tertinggi serta menerima semua perundang-undangan dan keputusan Imamah. maka haruskah sebuah Daulah Islamiyah membiarkan posisi tertinggi negaranya kosong hanya karena menanti seluruh muslimin yang menjadi rakyat Darul Kuffar itu mengakuinya? Bagi kita yang hanya berwali pada Allah. bagi yang mengatakan tidak perlu adanya imam karena belum bisa menjalankan hukum jinayah. juga negara Madinah sudah ada. "Di zaman apa perkataan tersebut diucapkan?" Ucapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah disampaikan di dalam wilayah Daulah Islamiyyah yang berjaya. beribadah kepada Allah dalam pangakuan negara yang menyatakan berlakunya hukum-hukum.Dari riwayat itu diketahui bahwa Daulah Islamiyah beserta Imamnya sudah ada yakni dhohir. wajar bila mereka dipaksa dengan kekuatan untuk kembali pada kebenaran. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. maka wajar saja apabila di saat kekuasaan Islam tengah berlangsung. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 70 - - . wajar saja mereka tidak mengakui kebenaran. tanpa prosedur dan hukum yang berlaku. Adapun muslimin yang berwali kepada NKRI. maka kelompok tadi dinamakan Ahlul Baghiyyah. diri mereka sendiri masih bertekuk lutut menjadi warga negara Darul Kuffar. Karena mengaku khalifah dunia. kembali mentha'ati kekuasaan yang tengah berlangsung dan diakui seluruh muslimin tadi. Mengenai ucapan Imam Ahmad itu adalah benar. bagi orang yang mengatakan bahwa shalat itu baru wajib kalau sudah diperintah oleh Imam. dan bila dia punya pengikut yang mendukungnya dengan jalan sangka sangka. Dan jelas sekali bahwa sebelum diturunkan hukum-hukum pidana. Bukan langkah khayal seperti yang diyakini beberapa kelompok sempalan. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. siapa yang sudah menyatakannya? Saudi Arabia saja yang jelas jelas memiliki legalitas Quraisy. sehingga mempertahankan hukum-hukum kafir. Di tempat dimana Pemerintahan Islam eksis dengan segala persyaratannya. artinya sebelum adanya kewajiban menjalankan hukum hukum pidana itu didahului dengan adanya Daulah Islamiyyah dengan imamnya. maka kewajiban memiliki Imam sudah ada. hal itu tidak merisaukan kami. Tanggung jawab pertama kita adalah memberlakukan syari'at Islam dengan seluas luasnya dan sempurna di wilayah negeri kita dulu. Ahlul Halli wal Aqdhi lengkap. begitu juga sungguh salah alias terbalik. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? Orang terkadang lalai dalam mencermati sejarah. maka yang pertama kali ialah dhohirnya Imam. Qishos. rela diatur kekuasaan Darul Kuffar. Hal demikian tidak ditujukan kepada yang namanya muslimin. atau sebelum berlakunya hukum hukum pidana. baru setelah itu kita akan berpartisipasi aktif dalam perjuangan Islam di dunia internasional menuju terciptanya khilafah Islamiyyah bagi seluruh alam. berimam pada kepala negaranya. Lain halnya bila yang terangkat adalah seorang khalifah untuk memimpin seluruh dunia. maka menjadi kewajiban tentara Islam untuk memeranginya hingga mereka bertekuk lutut. keadaan dimana muslimin malah menjadi rakyat Negara Kafir. jika untuk mengadakan imamnya saja belum bisa. Dalam keadaan demikian. sudah dengan lantangnya mengaku diri sebagai khalifah bagi dunia Islam. dan had itu. maka wajar bila untuk eksistensinya menuntut pengakuan seluruh muslimin yang ada di dunia ini. Pandangan Imam Ahmad juga menjadi pijakan kita. qishos. yakni ditujukan kepada kaum muslimin yang bernaung dalam Daulah Islamiyyah. Adakah kekuatan yang sanggup memikul beban ini sekarang? Dari itu garis besar haluan yang haq amatlah jelas dan berpijak pada kenyataan. Dengan itu sebelum adanya perintah shalat juga hukum-hukum pidana. Dan untuk saat ini seorang khalifah untuk seluruh dunia belum ada. Dengan demikian. Bila pada zaman nabi shalallahu’alaihi wassalam di Madinah ialah beliau sendiri. Secara akal pun dimengerti bagaimana bisa berkuasa penuh. tetapi berideologi bukan Islam. dan sudah berjaya sebagai sebuah daulah belum berani menyatakan dirinya sebagai khalifah dunia. meski sedang berada di wilayah yang dikuasai musuh. sebab mereka tinggal di negara kafir.

” (Al-Qashshash : 26) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 71 - - . Abu Abbas sendiri tidak diketahui oleh penguasa Makah telah mengorganisir gerakan muslimin secara tersembunyi di wilayah Makah. jadikanlah ia sebagai pegawai. IX/352 no. Rasul-Nya. KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN: a. zakat. Menurut perjanjian Hudaibiyah orangorang Quraisy yang masuk Islam tidak boleh ke Madinah.” (HR. jumlah mereka yang lari dari Makkah sebanyak 300 orang. kemudian dia mati.” (Al-Maidah : 55-56) b. mereka berdiam diri di sebuah dusun yang bernama 'ies. Bahkan sangat hina! Sewaktu Nabi shalallahu’alaihi wassalam masih di Makkah semua ummatnya berada di wilayah yang dikuasai Abu Jahal. maka yang takut ketahuan oleh penguasa. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera atau marah karena ashabiyyah. Sedangkan syarat berjihad guna menegakkannya itu ialah didahului dengan komitmen atau berbaiat (berjanji) untuk taat kepada kepemimpinannya. Dan menunggu hasil tidak didapat dalam Qur'an dan Sunnah. Begitu juga yang berada di negeri Habsyi. Kewajiban berbaiat kepada kepemimpinan yang haq tidak mesti berada di wilayah de facto yang Haq. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. sehingga menjelang Fathu Makah. Nabi Ibrahim. Banyak ayat yang melarang kita mengangkat pemimpin dari golongan yang anti hukum-hukum Allah. (HR Bukhari. pada akhir tahun kelima hijriyah. Mereka secara tersembunyi menyusun kekuatan. Barangsiapa yang mati.” (HR. tidak berbaiat kepada penguasa Habsyi. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjoh (alasan membela diri). berarti merupakan Sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam yang dijadikan dasar perjuangan bagi umat Islam dewasa ini. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Muslim.Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? Komitmen (bai’at) kepada kepemimpinan yang haq itu wajib. Kuat & Amanah “Berkata salah seorang diantara anaknya (Syu’aib) : Wahai ayahanda. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. Dengan itu berarti kita dituntut komitmen kepada pemimpin yang haq. Bila tidak demikian berarti dalam posisi "Dholaalah (sesat)". Dari hari ke hari secara diam-diam jumlah mereka semakin bertambah. Contohnya. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. mereka tidak berbaiat kepada Abu Jahal. 6605. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. dan orang-orang yang beriman. seraya mereka tunduk (kepada Allah). maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. 3408)” A. Hal demikian terjadi pada zaman Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. mereka dikejar-kejar oleh penguasa musyrik karena berada di wilayah pengusa musyrik. Ikatan berbaiatnya tetap berlanjut walau Nabi tidak di negeri Habsyi. Ingat! kalau untuk berbaiat itu menunggu dulu kepemimpinan yang haq itu berkuasa sehingga memiliki wilayah de facto (futuh). Dan barangsiapa mengambil Allah. maka hal itu bukanlah berjihad. Nabi Zakaria. shaum dan mengaku muslim. Kita mesti berada pada posisi yang haq dan syarat untuk itu harus berjihad menegakkannya. melainkan "cuma menunggu hasil". maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. meski berada di wilayah yang dikuasai pemerintahan musyrik. lalu melarikan diri. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. Muslim) Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih ? Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. Pada waktu itu Abu Abbas yang ditugaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengawasi kota Makah. Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda." (HR. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak. dan Nabi Musa –kesejahteraan bagi mereka-. karena mereka tidak boleh menuju Madinah. XXII/43 no. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at. atau berdakwah untuk ashabiyyah. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi Pemimpinnya. ada sekumpulan muslimin yang berada di wilayah kekuasaan pemerintah musyrik. setelah ditanda-tangani Perjanjian Damai Hudaibiyah. Memiliki Loyalitas yang Mutlak “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah. Buktinya. suatu daerah di tepi laut terletak antara Makah dan Madinah. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. karena secara rahasia datang berbaiat masuk Islam diorganisir secara rahasia oleh yang ditugaskan di kota Makkah. Bagi yang bisa lolos tidak tertangkap. Bisanya hal itu diketahui. yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. karena sebaik-baik pegawai adalah yang kuat lagi bisa dipercaya. Belum lagi yang tinggal di Makah bersama Abu Abbas.

Merupakan Ujian Allah ta’ala “Dan (ingatlah). Sehat & Berilmu “…Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) sebagai rajamu. KEPEMIMPINAN DALAM AS-SUNNAH: Jujur dan Tidak Menipu: Nabi shalallahu’alaihi wassalam melaknat pemimpin yang dipercaya untuk mengurus urusan ummat lalu ia malah menipu atau menyengsarakan mereka. 4:59) Syarat taat pada pemimpin dalam ayat tersebut adalah mu’allaq/tergantung pada apakah ia taat pada Allah ta’ala dan Rasul shalallahu’alaihi wassalam atau tidak. Ahmad II/160). Muslim no. anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). IX/333-338). Sesungguhnya Allah memberikan kekuasaan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA. disamping orang yang lembut dan penyayang pada keluarganya dan orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta (HR Muslim no. jika ia memiliki sifat sebaliknya maka tidak wajib sama sekali untuk didengar dan ditaati (Bukhari XIII/109.) Adil & Amanah: Islam menempatkan pemimpin yang adil dan amanah dalam derajat manusia yang tertinggi. asal mengikuti dan menegakkan syariat maka wajib ditaati. Muslim. sesungguhnya IA Maha Luas (ilmu-NYA) lagi Maha Mengetahui. kedukaan dan kemiskinannya pada Hari Kiamat kelak (HR Abu Daud no. al-Hakim IV/93-94. menurut Imam al-Mundziri sanad-nya shahih karena ada syahid dari hadits Muadz ra yang diriwayatkan oleh Ahmad V/238-239. Allah berfirman: Sesungguhnya AKU akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. 1332. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 72 - - . maka persulitlah ia.” (Al-Baqarah : 124) e. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. Tidak Wajib Taat pada Pemimpin yang Memerintahkan Maksiat: Oleh karena itu di dalam Islam pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagaimana disebutkan diataslah yang berhak dan wajib untuk ditaati (Tafsir QS An-Nisaa’. nabi shalallahu’alaihi wassalam sampai menyatakan bahwa pemimpin yang demikian termasuk 3. 1855). Kendatipun demikian. Dan pemimpin yang demikianlah yang akan senantiasa dicintai dan didoakan oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya memimpin rakyatnya (HR Muslim no. wakil-wakil dan menteri-menteri yang adil pula. dimana cirinya adalah ia senantiasa kembali kepada Allah ta’ala dan rasul-NYA shalallahu’alaihi wassalam jika terjadi perbedaan pendapat ataupun perselisihan) dan bukan pemimpin yang memiliki sifat sebaliknya. 60:1). 1839. lalu Ibrahim menunaikannya. Nasa’i VII/160).golongan manusia yang paling utama dan paling berhak masuk Jannah.c. 1707. kedukaan dan kemiskinan ummat maka Allah ta’ala tidak akan memperhatikan kebutuhan.” (Al-Baqarah : 247) d. Tidak ada Batasan Ras/Kebangsaan: Tentang siapa pemimpin itu Islam tidak membatasi ia dari ras dan kelompok apapun. Iapun akan berada di atas mimbar dari cahaya nanti di Hari Kiamat (HR Muslim no. sebagaimana dalam sabdanya shalallahu’alaihi wassalam : “Ya Allah. maka mudahkanlah ia. karena ia memiliki kekuatan fisik dan berilmu. kaum oportunis apalagi para kolaborator asing (Al-Mumtahanah. Merupakan Tanda Ketaqwaan “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami. ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). Pemimpin Wajib Memilih Bawahan yang Jujur: Seorang pemimpin yang adil tentunya akan memilih pembantu-pembantu.” (HR Muslim no. Muslim no. 2626.” (Al-Furqan : 74) B. 1031). XXII/44. sekalipun ia adalah seorang yang berkulit sangat hitam yang kepalanya bagaikan kismis (saking hitamnya) (HR Bukhari XIII/108). Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. 1828) Dan Islam menyatakan bahwa pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim. Tirmidzi no. Tidak mungkin seorang yang baik (tanpa keterpaksaan) akan mengangkat atau memilih wakil dan menteri yang merupakan para musuh Allah ta’ala. 2865). 1827. bab Al-Umara’u min Quraisy. Nasa’i VIII/221. siapa saja yang diberikan kekuasaan untuk mengurusi ummatku lalu ia menyengsarakan mereka. Sehingga dalam salah satu haditsnya. seperti para koruptor. Tirmidzi no. Abu Daud no. 2948. Diantaranya ia termasuk kelompok pertama yang dinaungi oleh Allah ta’ala diantara 7 kelompok utama yang dinaungi-NYA pada Hari Kiamat kelak (HR Bukhari II/119 dan 124. Dan siapa saja yang diberi kekuasaan lalu ia mempermudah mereka. yang memperoleh berbagai penghargaan dan kehormatan. afdhal memilih pemimpin disesuaikan dengan suku/kebangsaan rakyat yg dipimpinnya (HR Bukhari.

Tidak didapat dalam sejarah pada masa-masa itu raja-raja yang berani melarang berlakunya hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ibnu Hajar. juz-IV. bab Fi Tha’atil Umara’ wa in Mana’u. III/218. Para penguasa pada zaman ulama salaf itu membela Islam.(HR Muslim. BENTUK-BENTUK KETAATAN: 1.(HR Muslim. maka Ia akan memberikan untuknya menteri-menteri yang jujur. walaupun tidak sesuai dengan pendapatnya atau berbeda dengan keinginannya. Mendengarkan dan memahami perintah dengan sebaik-baiknya. Jika penguasa itu lupa. kitab al-Jihad. dalam arti tidak karena penggantian hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum kafir. maka apa sebabnya? Sebab. karena bagi kalian pahala ketaatan kalian dan baginya dosa ketidakadilannya. maka tidak diingatkan dan jika ia ingat maka tidak didorong/dibantu. Ketaatan tersebut tetap Berlaku Walaupun Di Satu Sisi Seolah Mengorbankan Kepentingan sebagian Rakyatnya Dari Abu Hunaidah. Dan jika Allah ta’ala menghendaki keburukan kepada seorang penguasa. 4. Dengan itu tuntutan umat Islam sekarang di setiap negeri adalah terwujudnya kembali khilafah (kekuasaan) berdasarkan Manhaj Nubuwwah. KEWAJIBAN TAAT PADA PEMIMPIN ISLAM: a. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. IV/57.223). dalam arti memberlakukan hukum Islam. 3. Lihat kisah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dalam perang Khaibar dalam Shahih Bukhari (Fathul Bari’.1476)” D. Melipatgandakan kesabaran saat melaksanakan perintah tersebut. Saling memberi dan menerima nasihat. juga Nasa’i VII/159 dengan sanad yang shahih)” C. lihat kisah Hudzaifah bin Yaman saat perang Ahzab (Shahih Muslim. bahwa pemerintah kerajaan pada masa dahulu itu adalah memberlakukan hukum-hukum Islam di masyarakat Islam. dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada Allah. IX/393)” Dalam hadits lainnya: “Barangsiapa meninggalkan ketaatan lalu memisahkan dirinya dari Jama’ah lalu ia meninggal maka ia mati Jahiliyyah. Banyak terjadi konflik antara -pihak raja-raja dengan para ulama salaf. ikhlas dan tidak menguranginya atau menambahinya sedikitpun. memohon penjelasan sampai jelas 2. (yaitu) yang jika ia khilaf maka selalu mengingatkan dan jika ia ingat maka selalu dibantu/didorong. maka jawab Rasulullah SAW : Dengarlah oleh kalian semua dan taatilah ia. (HR Bukhari. Wa’il bin Hajar ra berkata : Bertanya Salmah bin Yazid al-Ju’fiy pd Rasulullah SAW : Wahai Nabi Allah … bagaimana pendapatmu jika ada seorang pemimpin yg selalu meminta ketaatan dari kami tapi tidak memberikan hak kami.Benarlah pernyataan pemimpin abadi kita nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam : “Jika Allah ta’ala menghendaki kebaikan kepada seorang penguasa. 1415.171). maka Ia akan memberikan untuknya para menteri yang jahat. Ibnu Katsir. dengan sanad yang baik menurut syarat Muslim. Musnad Ahmad.58. bab Yuqatilu min Wara’il Imam. Sebab itu para ulama salaf juga tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap raja-raja. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 73 - - . IV/222. IX/384)” c. 2932.(HR Abu Daud no. III/1414.23. Meminta izin dalam setiap urusan pentingnya atau sebelum mengambil keputusannya (An-Nur : 62). apa yg anda perintahkan pada kami? Maka Rasulullah SAW memalingkan wajahnya. mk Salmah bertanya lagi yg kedua kali. bab Wujub Mulazamatin Jama’atil Muslimin ‘Inda Zhuhuril Fitan. Melaksanakan dengan segera perintah tersebut. V/22. hukum yang berlaku di negara dan di negeri Islam bukan hukum-hukum Islam lagi. 5. Lihat kisah Jundub bin Makits al-Juhni saat dalam Sariyah (Al-Bidayah wa an-Nihayah. Berbeda dengan zaman 'Ahdu 'l-muluka 'l-jabbar seperti sekarang ini. Dosanya Memisahkan Diri dari Ketaatan pada Pimpinan Islam: Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan. hal. juz-III hal.61)” b. kemudian melaksanakannya dengan tidak menunda-nunda dan dengan sebaik-sebaiknya. (HR Muslim. maka ia kelak akan bertemu dengan Allah tanpa dapat mengemukakan argumentasi apapun. Wajib Taat pada Pemimpin Islam Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada Allah. Bila itu benar. dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan Islam maka berarti ia telah tidak taat kepadaku. Lihat kisah Umar bin Khattab ra saat perjanjian Hudhaibiyyah dengan Nabi Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam & Abu Bakar ra (Sirah Nabawiyyah. Ibnu Katsir. V/392. kitab al-Imarah. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan Islam maka berarti ia telah taat kepadaku. 319).393). tetapi hal itu merupakan tindakan pribadi-pribadi raja.

Demokrasi adalah syirik akbar. Jamaah Tauhid. Misalnya. tetapi Allah memvonisnya sebagai musyrikin karena mereka menyekutukan Allah sebagai Rabb Pengatur. status mereka musyrikin karena tawalli kepada Institusi Thaghut. jika seseorang pernah ikut serta didalamnya walaupun karena kebodohan dan/atau karena niat maslahat dakwah maka sebenarnya ia telah mengikuti sistem syirik tersebut sehingga ia menjadi musyrik dan murtad (keluar) dari tauhid (Islam). seperti mengikuti syirik akbar sistem agama demokrasi dan/atau syirik akbar lainnya. Tahap amanu adalah seseorang mendengar dan mengkaji penjelasan tentang dinul Islam (ilmu) sehingga jika atas kehendak Allah ia menerima kebenaran Islam. baik karena kebodohan ataupun karena pengingkaran. tetapi ketika ia mau mengikuti Islam. bangsa Quraisy pada zaman nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam mereka mengklaim mengikuti millah Ibrahim (tauhid atau Islam). hanya kepunyaan Allah-lah ajaran yang bersih (dari syirik). adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. karena saat itu belum ada dakwah tauhid dan belum ada hujjah risaliyyah. Mengapa syahadatain harus diikrarkan di hadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? Karena bagian dari rukun dan tata cara pelaksanaan syariat syahadatain." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. rukun shaum. “Ingatlah.” (Az Zumar : 3) Ketika mereka (kaum musyrikin Quraisy) meyakini dan menerima Islam sebagai dien maka ia wajib bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. rukun nikah dsb. Rukun-rukun tersebut dirumuskan oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. dan menjadi mukmin. Kita melihat Sirah Nabawiyah. dan ia masuk kepada Agama Demokrasi. sebagai langkah awal DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 74 - - . rukun shalat. penjelasan lengkapnya telah dibahas di Pasal Kajian Tauhid. Jika seseorang menerima tauhid sebagai dien maka ia wajib mengikrarkan syahadah di depan petugas (syahid/saksi) dari Institusi Islam (Jamaah Islam). hajaru dan jahadu. “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. ia tetap harus bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. silakan kaji buku yang berjudul Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam karya Muhammad Umar Jiau al-Haq terbitan Biladi Press. Sedangkan syariat syahadatain dilaksanakan oleh seseorang yang akan menjadi Muslim. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orangorang yang pendusta dan sangat ingkar. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. meyakini dan siap melaksanakan segala konsekuensi menjadi muslim maka ia wajib mengikrarkan syahadatain sebagai suatu janji kepada Allah untuk taat. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. mereka meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. tetapi jika kita perhatikan mereka. karena ia termasuk Rukun Islam bukan Rukun Iman. Rukun adalah perwujudan atau rangkaian tindakan yang wajib dilakukan pada pelaksanaan syariat. Mereka mengikuti pemimpin yang menyeru kepada kemusyrikan dan kekafiran. Rukun Islam yang kedua sampai yang kelima dilaksanakan setelah seseorang menjadi Muslim. maka wajib baginya untuk bertaslim didepan aparatur/petugas dari Institusi Islam. bukan dari Institusi Thaghut seperti KUA atau Depag dsb.” (At Taubah : 20) Ada tiga fase dalam Islam yaitu amanu.Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. syirik akbar dustur (undang-undang/aturan/hukum) dll. Bahwa syirik akbar merupakan salah satu pembatal keislaman. Jamaah Mujahidin Darul Islam ? Pahami dulu Tauhid dan hakikat syahadatain beserta konsekuensinya. hal ini telah dibahas panjang lebar pada Kajian Tauhid. rukun wudhu. ternyata mereka berpaling dari tauhid dan mengikuti kemusyrikan. Maka ketika mereka mendengar seruan dakwah yang menyeru kepada tauhid. Jamaah Muslimun. al Qur’an dibaca. -baik karena kebodohannya maupun karena pembangkangannya terhadap Islam. Bahkan ada beberapa orang yang hanif yang tidak menyembah berhala dan membenci perbuatan tersebut. Untuk memperjelas pembahasan ini dan untuk menjawab pertanyaan. Syariat syahadatain sebagai rukun Islam pertama. risalah Islam telah menggema dimana-mana. rukun zakat. mengapa dalam kitab fiqih rukun syahadatain tidak dibahas. Dan amaliah ini erat kaitannya dengan kepemimpinan Islam dan kemusliman seseorang. Hari ini. rukun haji. Hari ini pun banyak yang mengklaim mereka mengikuti millah Ibrahim dan dien yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam (Islam). Mereka menyembah berhala untuk menjadi penghubung antara mereka dengan Allah sebagaimana firman-Nya. perlu rukun-rukunnya pula. sebagai Ilah yang ditaati dan sebagai Malik yang Memerintah. lalu mereka menerima Islam. Dalam merumuskan rukun syahadatain berbeda dengan rukun Islam lainnya. benda dan diri mereka. orang tua Rasulallah pun berada di neraka karena mati ketika berbuat syirik karena kebodohannya. syirik akbar kubur. dihafalkan. misalnya mereka melakukan syirik akbar demokrasi. walaupun mereka bergelar kiyai haji atau ustadz karena sebenarnya mereka adalah ulama jahil atau ulama suu’ (jahat). Mereka mengikuti aturan berdasarkan hawa nafsu dan berpaling dari hukum Allah. Pengikraran syahadatain ini dilakukan karena sebelumnya ia telah melakukan syirik akbar.Karena seperti yang telah dibahas di Kajian Tauhid.

sehingga setelah ia masuk Islam maka tidak ada lagi loyalitas terhadap thaghut dan ia berada dibawah kepemimpinan Islam. akan tetapi jika belum ada darul Islam. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". (Al Baqarah : 170) Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. mengaturnya dengan kitabullah dan sunnah serta berjuang bersama-sama untuk menegakan Daulah Islamiyah. contoh. dan ia tetap mengkafirkan. Hijrah dibagi menjadi tiga yaitu. Jika ia menerima Islam dan bersyahadah maka ia memiliki pemimpin yang memerintah dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Jika ia tidak berada di dalam Kepemimpinan Islam dan di dalam Jamaah Islam. memerangi kaum musyrikin yang memerangi Islam serta untuk membebaskan wilayah lain supaya Islam menjadi hukum diwilayah tersebut.” (An Nisaa : 76) “…janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. maka dapat dipastikan ia berada dalam Kepemimpinan Thaghut. sedang hijrah kepada Islam adalah berpindah dari kebathilan kepada kebenaran.berhijrah dari kemusyrikan kepada tauhid (Islam). kepemimpinan itu adalah wajib dan menentukan identitas kita dunia-akhirat sebagaimana firman-Nya. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman…." mereka menjawab: "(Tidak). dan tidak mendapat petunjuk?". • Hijrah aqidah : Hijrah keterikatan loyalitas kepemimpinan atau pemerintahan dengan thaghut. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. hijrah kepada Islam. pemimpin-pemimpinnya ialah thaghut… Mereka itu adalah penghuni neraka. "(Apakah mereka akan mengikuti juga). mereka tidak mengenal siapa kawan dan lawan. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? • Ia belum menjadi seorang mukmin. muslim dan muwahhid. • Hijrah makani : Hijrah tempat seperti hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan Negara Islam. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (meninggalkan tauhid dan mengikuti thaghut) dan mereka menjadi beberapa golongan. berwala’ dan bahkan membela musuh-musuh Allah (thaghut). agar syariat Islam dapat tegak dengan sempurna. Karena. membenci dan memusuhi thaghut (musyrikin). Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Dan orang-orang yang kafir. • Hijrah syariah : Hijrah peraturan atau pedoman hidup dari din at thaghut kepada din al Islam sehingga setelah ia masuk Islam maka ia tidak boleh mentaati aturan thaghut.” (Al Baqarah : 257) “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. mereka masih mengikuti. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar Rum : 31-32) • • Masih berat meninggalkan ajaran syirik nenek moyang. serta tidak kafir kepada thaghut. Tidak jelas al wala dan al bara.” (An Nahl : 89) Menolak kepemimpinan Islam dan syariat Islam. hari ini manusia yang mengklaim dirinya mukmin. “Ingatlah suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra : 71) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Padahal dalam Islam. membentuk dan mempertahankan Negara Islam. bahkan mengikuti syirik akbar demokrasi dan kemusyrikan lainnya. Kemudian ia berjihad untuk memperjuangkan. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh? Sesungguhnya merahasiakan struktur organisasi (sirriyah at tanzhim) merupakan salah satu sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam pada periode makiyyah yaitu pada saat wilayah masih dikuasai thaghut Quraisy dan umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas. Hal ini dapat dikaji pada kitab berjudul Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 75 - - . mereka kekal di dalamnya. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. dan ia dipaksa mengikuti aturan thaghut maka ia dapat melakukannya dengan niat bahwa ia menghindar dari mudharat yang lebih besar dan sebagai bentuk kedzaliman thaghut terhadap dirinya.

di mana pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri]. Sungguh beliau membacanya dan aku menerimanya dari mulut beliau langsung. Yang lain lagi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya III/322. sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu. Oleh karena itu. Barangsiapa melongok kepadanya akan tercebur kedalamnya. Al Bukhari juga meriwayatkan di dalam Kitabul Fitan. dia berdoa: "Ya Tuhanku. Lalu kami bersepakat untuk bertemu dengan beliau di lembah Al 'Aqabah. Ia lari menyelamatkan imannya dari bencana. kekacauan) di mana ketika itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. (At Taubah: 40) Dan dalam kisah hijrah juga terdapat pelajaran tentang masalah ini … Dan lihatlah Nabi Musa 'alaihis salam. dan sungguh bibir beliau basah karenanya. dll dari Jabir. Allah ta'ala berfirman tentang beliau: ”Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa. tiba-tiba turun surat Al Mursalat kepada beliau. setelah beliau menyatakan dan menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan. Kami berkata: Sampai kapan kita biarkan Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam terusir dan ketakutan di pegunungan Mekah? Maka 70 orang di antara kami datang kepada beliau pada musim haji." Dan di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan riwayat dari 'Abdullah bin Mas'ud. Maka barangsiapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat bernaung hendaknya ia berlindung dengannya”. dari Abu Sa'id Al Khudri.Nabawiyah karya Syaikh Munir. dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. tentang bai'atul 'aqobah. sebagaimana yang telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya.. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir. cobaan) itu bisa dikategorikan dalam sifat pengecut atau penakut. di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: “Akan terjadi fitnah (bencana. wallahi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Babu Minad Dini Al Firaru Minal Fitan [Bab: Termasuk ajaran agama adalah melarikan diri dari bencana]. yaitu disyariatkannya lari dari fitnah (bencana). Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. yang merupakan dalil untuk persoalan ini. Lalu Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terjaga dari kejahatan kalian dan kalian terjaga dari kejahatannya. sesungguhnya Allah beserta kita." Dan hadits-hadits semacam ini banyak … Dan Allah ta'ala berfirman: Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. Hari ini thaghut dan sekutunya sedang memburu kami dan beberapa ikhwan muwahhidin lainnya karena kami merealisasikan tauhid. Di sana Jabir mengatakan: " … sehingga tidak ada sebuah rumah anshor pun kecuali di dalamnya ada beberapa orang Islam yang menampakkan Islamnya. berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: Hampir tiba saatnya dimana harta terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang ia bawa ke puncak-puncak gunung dan lembah-lembah. Maka kami menemui beliau satu-satu dan dua-dua sampai kami semua berkumpul … sampai akhir hadits. lalu tiba-tiba ada ular melompat kepada kami. Al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih nya pada Kitabul Iman. ia berkata: "Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam di dalam gua. dan kisah pertemuannya dengan Ali yang mengantarkannya kepada Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam. selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". akan saya jelaskan landasan dalilnya mengapa kami masih bersembunyi dan lari dari kejaran musuh. 339. Dalam hadits-hadits tersebut ada pelajaran yang mulia dan agung.. Babu An Takuna Fitnatul Qa'idi Fiha Khoirun Minal Qo-im [Bab: Terjadi bencana. dan jangan sampai kita berjalan atau berlari kesana… Di dalam hadits-hadits tersebut juga diterangkan bahwasanya lari dari fitnah itu termasuk dari ajaran agama dan dari iman … dan hal itu bukanlah termasuk pengecut atau penakut sebagaimana anggapan banyak orang. Kemudian mereka semua mengadakan pertemuan. (Al Qoshosh: 20-21) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 76 - - . dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bunuh dia!" Kamipun langsung mengejarnya hingga ia pergi. sementara itu adalah tindakan yang dicontohkan oleh para Nabi dan orang-orang shalih ketika dalam kondisi lemah dan tertindas!!! Lihatlah sang penutup para Nabi dan Rasul (Muhammad Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam ). bukan karena kami takut kepada mereka tetapi kami sedang menyusun strategi dan kekuatan untuk menghadapi mereka. sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu". dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu. orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. dan menunjukkan penentangan dan bara'nya terhadap orang-orang kafir dan sesembahan-sesembahan mereka yang bathil … terkadang beliau beserta beberapa sahabatnya menyembunyikan diri … setelah orang-orang kafir menguasai mereka dan menyakiti mereka. Di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan kisah masuk Islamnya Abu Dzar. Bagaimana lari bersembunyi dari fitnah (bencana.

Aku tidak mendapatkan permisalan untuk kekuasaan itu selain seperti lidah musang. (Al Kahfi:16) Dan Allah ta'ala berfirman tentang mereka: ”Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian.yakni ilmu dan amal -. kecuali tiga orang: Al Hasan Al Bashri. dan ia mendapatkan ujian yang sangat berat karenannya … maka iapun menyembunyikan diri selama sisa umur Al Watsiq. dimana beliau senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu. ia bersikap baro' kepada kemusyrikan dan orang-orang musyrik. setelah mereka menyampaikan tauhid mereka secara terang-terangan dan mereka diancam oleh kaum mereka. Akan tetapi yang aku takutkan hanyalah jika mereka memuliakanku sehingga aku tidak lagi memandang kejelekan mereka sebagai kejelekan. ia memberontak. kemudian Robbku memberikan kepadaku ilmu dan menjadikanku salah seorang diantara para Rosul. tentu engkau akan mendapatkan banyak contoh dalam hal ini … Di sini saya cukup memberikan tiga contoh yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi di dalam kata pengantar kitabnya yang berjudul Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal: "… namun aku mencari orangorang yang telah berhasil mecapai tingkat kesempurnaan dalam dua hal -. (Asy Syu'aro': 26) Dan Allah ta'ala juga berfirman tentang beliau setelah itu: Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". dan ada yang mengatakan dia diajak memberontak. aku berarti akan membinasakanmu. kemudian mereka memburunya ketika ia dalam keadaan lemah. ia melarikan diri ke Bashroh ketika Kholifah Al Mahdi menawarkan jabatan kepadanya … beliaulah orang yang mengatakan: "Aku tidak takut mereka akan menghinakan aku. Lalu tatkala ia keluar dari tempatku ia berkata kepadaku: Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam dahulu bersembunyi di dalam gua selama tiga hari kemudian berpindah. Hal itu ia lakukan setelah ia menyatakan keyakinannya tentang Al Qur'an (yakni bahwa Al Qur'an itu kalam Allah dan bukan makhluq -pen. dan tidak ada dustan yang lebih baik selain aku tidak melihatnya dan ia tidak melihatku. (Al Kahfi : 20) Demikianlah keadaan orang-orang sholih tatkala mereka dalam keadaan tertindas dan lemah … jika engkau mau meneliti kisah-kisah tabi'in. Akupun mencarikan tempat untuknya." Maka apabila seseorang itu menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan sesuai dengan petunjuk para Nabi. sampai-sampai ketika anak perempuannya meninggal ia tidak dapat keluar menemuinya.Jika ada yang mengatakan: Itukan terjadi sebelum beliau diangkat sebagai Nabi … Kami jawab: Namun Nabi Musa 'alaihis salam setelah menjadi Nabi pun tidak menyalahkan perbuatannya tersebut. Tapi aku tidak mendapatkan orang yang sempurna dalam dua hal tersebut. beliau telah bersembunyi selama kekhilafahan Al Watsiq. Sufyan Ats Tsauri dan Ahmad bin Hanbal. kemudian ia baru kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan. hal. atau memaksa kalian kembali kepada ajaran/dien mereka.dari kalangan tabi'in dan generasi setelah mereka." Ia melanjutkan: "Aku mengetahu anjing itu memiliki 70 lebih dustan (makar). beliau bersembunyi di sana sampai Al Watsiq meninggal dunia … Ibrahim bin Hani berkata: Ahmad bin Hanbal bersembunyi di tempatku selama tiga hari … kemudian Ahmad mengatakan: Carikan tempat untukku supaya aku pindah ke tempat tersebut. Tidak sepantasnya Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam itu diikuti ketika dalam keadaan lapang saja sementara ketika dalam keadaan susah tidak diikuti. Aku jawab: Aku tidak merasa aman atas dirimu wahai Abu 'Abdillah. maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu." Adapun Imam Imam Ahmad.) secara terang-terangan. Adapun Al Hasan Al Bashri. Ahmad berkata: Lakukanlah! Jika aku melakukannya. sehingga ia mewakilkannya kepada Ibnu Sirin … Adapun Sufyan Ats Tsauri. (Yunus: 87) Ketika itu mereka bersembunyi dan sholat di rumah-rumah mereka … dalam hal ini ada kata-kata Sayyid Quthub yang bagus yang bisa dirujuk kepada Fi Dhilalil Qur-an. bersama orang-orang yang memberontak Al Hajjaj pada peristiwa pemberontakan 'Abdur Rohman bin Al Asy'ats. pendahulu umat ini. 1816." Halaman 5. bahkan beliau membenarkannya sebagaimana yang Allah ta'ala beritakan dalam firman-Nya: Lalu aku melarikan diri dari kalian tatkala aku ketakutan. Demikian pula para pemuda ash-habul kahfi. tidak memiliki kemampuan apa-apa dan sedikit DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 77 - - . di mana pada saat itu Ibnu Al Asy'ats bersama sekelompok qurro' (ahli Al Qur'an) dan fuqoha' memberontak atas kedholiman dan kelaliman Al Hajjaj … lalu setelah Ibnu Al Asy'ats kalah. mereka berlindung ke gua … sebagaimana yang Allah ta'ala ceritakan: Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah. yang kesempurnaannya tidak ternodai dengan kekurangan. Al Hasan Al Bashri menyembunyikan diri dari Al Hajjaj. niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian. dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya".

Para Pembaca yang telah memahami Islam dan kitabullah tetapi belum menemukan jamaah yang benar menurut nash Al Qur’an dan As Sunnah. maka ia tidak tercela.” (An Nahl : 89) BELUM SELESAI SERUAN KEPADA ISLAM Bismillahirrahmannirrahiim Dari Kepada : Hamba Allah yang bertauhid dan beriman kepada-Nya : a. b. kitab Majmu’ Fatawa 6. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. kitab Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari Imam Syaukani. Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Imam Ibnu Hajar. http:\\millahibrahim@wordpress. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. Referensi Kitab 1. Shalawat dan Salam bagi Muhammad dan Muwahhidin. Syaikh Munir.com http:\\abuqital1@wordpress. (Al An’am : 153) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 78 - - . Kesalamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Segala puji bagi Allah. Para Pembaca yang sedang mencari kebenaran dan pernah berbuat syirik akbar seperti pernah ikut serta dalam pesta Demokrasi (Pemilu) dan/atau pernah dan sedang melakukan kemusyrikan lainnya karena kebodohannya terhadap tauhid. 2. kitab Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. 2. 5. Para Pembaca yang sudah menerima seruan Islam tetapi masih ragu dan/atau kafir. apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. Kitab Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah Nabawiyah. kitab Nailul Authar Muhammad Umar Jiau al-Haq. maka ikutilah dia.” (An Nisaa’ : 41) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. sebagaimana yang antum lihat. dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan. Situs Islam 1. jika ia lari dan bersembunyi dari mereka … karena ini adalah jejak langkah para Nabi dan orang-orang sholih ketika mereka tertindas. c.” (Al Ahzab : 46) “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti). Rabb semesta alam. 3. Allah ta’ala berfirman. 4.pendukungnya. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.” (An-Nisa : 48) segala Inilah jalanKu yang lurus.com “Hai Nabi.

Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. syirik akbar kubur. barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah. Maha Suci Allah. singa_tauhid@rocketmail. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (Anda) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.com Jamaah Mujahidin Darul Islam DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 79 - - . (Yusuf : 108) Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. syirik akbar dustur (Undang-Undang). jika Anda mau kafir. jika kamu berpaling. Dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Mukmin : 44) Semoga Allah Memberimu hidayah dan Melapangkan hatimu untuk menerima kebenaran ini. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan shalawat dan salam bagi Muhammad dan Muwahhidun. syirik akbar loyalitas terhadap thaghut dan syirik akbar lainnya. Inilah jalanku. (Al Baqarah : 256) Saya menyeru Anda untuk masuk Islam dan mengikuti Tauhid. Jika Anda mau beriman maka berimanlah dan bertaslim-lah. Karena itu. seperti syirik akbar demokrasi. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan. dan janganlah kamu turut langkah-langkah (sistem) syaitan. meninggalkan thaghut dan berbagai macam syirik. Dan segala puji bagi Allah yang kepadaNya kita pasti akan kembali. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya." (Al Ahqaaf : 32-33) Kini Anda sedang berhadapan dengan seruan Islam. dan perkataan tersebut diabadikan di dalam kitabullah. maka itulah pilihan hidupmu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.Hai orang-orang yang beriman. Saya akan berkata kepadamu seperti yang pernah diserukan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam kepada manusia. (Al Baqarah : 208) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dinul (Islam). niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. ikutilah aku. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya. (Ali Imran : 31-32) Hai kaum kami. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.