PROYEK PENGISLAMAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI

Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya Yang Mengokohkan Islam dengan pertolongan-Nya, yang Menghinakan syirik dengan Keperkasaan-Nya, yang Mengatur segala urusan dengan Perintah-Nya dan Yang memberi ulur orang-orang ahli maksiat dengan makar-Nya. Dia Yang menampakkan dien-Nya atas semua dien, Yang Maha Kuasa atas semua hambahamba-Nya sehingga tidak ada yang bisa mengelak, Yang mengatur hamba-hamba-Nya sehingga tidak ada yang melawan, Dan Yang Maha Bijaksana dalam apa yang Dia inginkan sehingga tidak ada yang bisa menentang. Saya memuji-Nya atas pemuliaan-Nya kepada para wali-Nya, pertolongan-Nya terhadap tentara-tentara-Nya, dan penghinaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta Yang tidak ada tandingan bagi-Nya; dengan kesaksian orang yang membersihkan hatinya dengan tauhid dan yang berusaha meraih ridla Tuhannya dengan melakukan permusuhan terhadap musyrikin dan loyalitas di dalam tauhid itu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menegakkan tauhid dan yang menghancurkan segala kemusyrikan bi’idznillah, Sang Uswatun Hasanah yang wajib dipanuti dan Sang Panglima Besar Revolusioner Tentara Islam Mujahidin yang gagah bijaksana. Serta saya kafir kepada setiap thagut dan mengkafirkannya, memusuhinya, membencinya dan memeranginya dengan lisan dan tangan ini, serta berlepas diri dari para pengusungnya, ideologi dan konstitusinya, aparatur dan rakyat yang membelanya; dengan kebencian dan permusuhan yang dahsyat. Shalawat dan salam tetap terlimpah lestari kepada Muhammad rasulallah, Nabi-Nya, panglima besar tentara Islam yang cerdas, gagah berani nan bijaksana, semoga terlimpah pula kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang bertauhid dari awal hingga tegaknya Hari Kiamat. Sesungguhnya, sebenarbenar perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sungguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) “Barangsiapa mencari peraturan selain peraturan Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (aturan itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maaidah : 51) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat (dien) mu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maaidah : 57) Rasulallah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda, “Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala dan setiap kabilah (kelompok, ormas, jamaah) dari umatku ini, mereka bergabung dengan pemimpin-pemimpin kaum musyrikin (mengikuti penguasa thaghut yang tidak menjalankan hukum Islam -penj).” (HR. Muslim) "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu. Shahabat bertanya: Siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini." (HR. Tirmidzi dan Thabrani) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran, orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Muslim) Hari ini manusia telah terfitnah dengan fitnah syirik akbar dien demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang dilakukan oleh para penghusungnya dari kalangan thaghut-thaghut yang dimana mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah, mereka kaburkan kebatilan dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan, terkadang mereka menamakannya sebagai syuraa dan terkadang berdalih dengan dalih maslahat dakwah dan istihsan (anggapan baik); dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan kebenaran dengan kebathilan dihadapan orang-orang awam, dan mencampuradukan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam. Kini umat telah kembali menyembah berhala dan mengikuti para pemimpin thaghut musyrikin yang memerintah berdasarkan hawa nafsu, mengikuti dien demokrasi yang diusung oleh Zionis dan Salibis, tanpa umat sadari; mereka telah keluar dari Islam dengan mengikuti dien tersebut, bahkan telah termasuk golongan Zionis dan Salibis, walaupun mereka berniat demi maslahat dakwah, karena demokrasi adalah salah satu syirik akbar, sedang syirik akbar adalah kekafiran dan salah satu pembatal keislaman.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
1-

-

Alhamdulillah, atas karunia dan perlindunganNya, saya telah menyusun sebuah buku dalam bentuk tanya-jawab berjudul MENGISLAMKAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI yang dibagi menjadi beberapa pasal yaitu Kajian Tauhid, Kajian Aqidah Islamiyah, dan Seruan Dakwah Islam. Buku ini disusun untuk menjadi hujjah bagi manusia dan sebagai bahan hujjah bagi para da’i tauhid. Buku ini disusun dari buku-buku ulama salaf dan khalaf yang menapaki jejak para nabi dan ahli tauhid terdahulu dan yang konsisten memperjuangkan Islam. Ketahuilah, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dha’if, masih muda belia dan merupakan salah satu prajurit Tentara Islam di Indonesia di tengah jutaan Tentara Islam di negeri ini yang telah berkomitmen kepada Allah untuk berjuang mengembalikan kembali kemerdekaan Negara Islam dengan sempurna dibawah naungan Khilafah Islamiyyah, sampai ruh berpisah dari jasad. Sejarah mencatat, semangat perjuangan Umat Islam di Indonesia telah bermula sejak Islam masuk ke nusantara, pada zaman kerajaan, pada zaman penjajahan kafirin Belanda-Jepang, hingga kini (penjajahan thaghut Negara Kafir Republik Indonesia terhadap umat Islam) dan seterusnya insya Allah hingga Negara Islam merdeka secara de yure, de facto atau kaaffah, bahkan pernah pula tertegak Negara Islam di Indonesia yang merupakan rahim, akar dan basis pergerakan Islam di Indonesia. Setelah thaghut NKRI la’natullah’alaihim berkuasa, pergerakan Islam kembali pada metode dakwah periode Makiyyah yaitu sirryah at tanzhim. Sehingga saat ini atas karuniaNya, kita dapat melihat perkembangan dakwah Islam yang semakin-hari semakin subur dan tumbuh diberbagai tempat. Jutaan mujahidin telah merapatkan barisan dibawah kepemimpinan Islam yang saat ini masih menjaga dan merahasiakan eksistensinya. Mereka bagaikan air yang tertutupi oleh buih (ansharut thaghut) sebagaimana firman-Nya. “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” (Ar Ra’du : 17) Sesungguhnya, musuh-musuh Islam merasa resah dan ketakutan dengan gerakan Islam yang masih memberlakukan Underground System atau Gerakan Bawah Tanah ini (sirriyah at tanzhim). Metode ini adalah salah satu bagian dari Manhaj Haraki Nabi Shalallahu’alaihi wassalam pada permulaan dakwah periode Makkiyyah, yaitu pada saat wilayah Mekkah masih dikuasai oleh pemerintahan thaghut musyrikin, umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas; seperti pada saat kita sekarang ini. Mereka semakin ketakutan ketika bermunculan beberapa mujahidin yang menampakan keislamannya dengan membuat gebrakan-gebrakan aksi yang membuat orang kafir jengkel & ketakutan, walaupun diantara mereka (mujahidin) menemui syahid-nya. Padahal perlu mereka ketahui bahwa terdapat jutaan mujahidin di negeri ini yang siap melakukan hal yang serupa, bahkan lebih dahsyat dari apa yang telah mereka (syuhada) lakukan. Dan ini hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini tidak lepas dari usaha sungguh-sungguh yang telah dilakukan oleh para ulama yang jujur dalam mengemban risalah Islam. Mereka tidak henti-hentinya untuk menyerukan tauhid, meskipun mereka dikejar-kejar, dipenjarakan serta dipersempit ruang gerak dan penghidupan mereka, bahkan ada pula yang dibunuh. Terutama ketika musuh-musuh Allah yang terdiri dari thaghut penguasa negeri ini, pembuat & pelaksana undang-undang kafir, aparatur pemerintahannya, para jurnalis, hartawan, ilmuan dan ulama jahat; berusaha keras menghalangi para du’at dalam menyerukan tauhid kepada manusia yang tengah dibodohi oleh penguasa thaghut, mereka mengaburkan kebenaran dengan kebatilan dan mengusung syirik akbar agama demokrasi. Bahkan mereka membuat “buih” jamaah Islam “binaan” bagaikan anjing piaraan, yang melegalkan perbuatan syirik mereka dengan syubhat yang menutupi kebenaran, seperti menyamakan syuraa’ dengan demokrasi, dan penggunaan istilah-istilah Islam dalam perbuatan syirik mereka, bahkan banyak istilah Islam yang dipergunakan untuk menakut-nakuti manusia, seperti jihad yang disamakan dengan terorisme, bai’at dan infaq disangkut-pautkan dengannya, Jamaah Islamiyah dinisbatkan sebagai nama komunitasnya, dan pemelihara jengot merupakan anggotanya. Padahal, istilah-istilah tersebut merupakan esensi dinul Islam dan memelihara jenggot merupakan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan untuk mencegah rakyatnya dari menerima Dakwah Islam sehingga banyak dari rakyatnya yang berpaling darinya sebelum bertabayun, padahal kaum musyrikin terdahulu tersesat karena sikap tersebut, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu” (Yunus : 36 & 39) Alhamdulillah, ketika ujian itu datang bertubi-tubi, justru Allah memberikan hidayah ke dalam hati manusia yang dikehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk di berbagai belahan bumi, khususnya di bumi nusantara ini. Atas karunia Allah; para pemuda dan orang tua dengan penuh antusias menyambut seruanseruan para ulama Tauhid. Sehingga semakin hari semakin jelas di hadapan kita bahwa pintu kemerdekaan Islam semakin dekat dan terbuka lebar untuk kita. Alhamdulillah, kini telah terkumpul jutaan Tentara Islam di Indonesia dengan kualitas yang mantap; mereka siap berjihad serentak ketika maklumat jihad dikumandankan oleh Imam Umat Islam. Peperangan antara Tentara Islam dengan Tentara Thaghut ini sudah digariskan dalam kitabullah dan hadist Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
2-

-

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah” (An Nisaa : 76) Dien ini akan senantiasa tegak, sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. (HR. Muslim) Melihat kemajuan dakwah ini, saya ingin berperan aktif sebagai wujud dukungan saya kepada umat Islam dan sebagai bentuk sambutan saya terhadap seruan para ulama tauhid untuk terus berjihad. Semoga dapat membantu pelaksanaan jihad yang kita tekuni sampai mendapatkan kemerdekaan Darul Islam (Negara dan Khilafah Islam) dalam waktu yang dekat ini. Adalah suatu keyakinan yang kuat bagi kita akan kemerdekaan Islam seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wassalam. Bahkan musuh-musuh kita; Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya la’natullah‘alaihim; memprediksikan bahwa Khilafah Islamiyyah akan tegak pada tahun ± 2020 Masehi insya Allah. Dan ingatlah, bahwa Kemerdekaan Negara Islam itu adalah janji Allah Yang Maha Menepati Janji, sebagaimana firman-Nya ta’ala; “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh; bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka aturan yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nuur : 55) “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orangorang yang berdosa dan orang-orang yang kafir di antara mereka.” (Al Insaan : 24) “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Al Mu’min : 55) Wahai saudara-saudaraku yang bertauhid, nantikan dengan semangat perjuangan yang membara bahwa Kemerdekan Islam dan Kehancuran Thaghut akan segera tiba dalam waktu dekat. Selamat berjihad, hingga Islam merdeka atau kita binasa karena memperjuangkannya. Allah Yang Maha Perkasa beserta pasukan-Nya. Dia Ta’ala berfirman; “Sungguh, saat jatuhnya azab kepada mereka (thaghut dan pembelanya) ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (Huud : 81)

Penyusun Berikan kesaksian dan komentar Anda kepada : singa_tauhid@rocketmail.com islamic.bussiness@yahoo.com

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
3-

-

Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dipermulaan tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. Apakah hakikat tauhid itu? 3. 1. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? 14. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Apakah Demokrasi itu adalah agama (dien) baru selain Islam? 8. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? 11. Tabligh : Menjelaskan mengenai tauhid dan syirik akbar (termasuk demokrasi). Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. 9. shaum dan melakukan ibadah lainnya? 13. Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. sedangkan dia masih shalat. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? 12. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran? 17. bagaimana penjelasannya? 23. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. status dan hukum bagi para pelaku syirik akbar. 2. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? 20. Mulkiyah dan Uluhiyah? 4. 7. legeslatif beragama Islam? dan yudikatif Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. 22. Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? 21. zakat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 4- - . Adapun pertanyaan dalam Pasal Kajian Tauhid ini adalah sebagai berikut. baik eksekutif.PASAL KAJIAN TAUHID Visi Kajian : 1. Apa saja pembatal-pembatal keislaman? Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? 16. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. dan sikap mukmin terhadap mereka. mereka adalah musyrikin? 18. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? 15. 5. Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? 19. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? 2. siapakah thaghut itu? 6. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? 10. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah.

surat nikah. 5. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. apakah ia sudah musyrik? 25. SIM dan surat-surat lainnya dari thaghut. 2. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 5- - .24. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. Barangsiapa yang berniat jahat. Mentabayyuni (membaca. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. 4. Bagaimana hukumnya jika muslim membuat KTP. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. 3.

tetap tidak ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. birrul walidain (berbakti kepada orang tua).PASAL KAJIAN TAUHID Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? Syaratnya ialah ber-Tauhid tanpa syirik. serta berjuang untuk amal kebaikan. Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya : 1. kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (Al Furqan : 23) Sungguh… sangatlah merugi. mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak. bila kamu berbuat syirik. “Siapa yang melakukan amal shalih. maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya. maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan di atas kemusyrikan. baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin. zakat. dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik. yaitu ikhlash dan mutaba’ah. Ya. tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab! Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan. jihad dan sebagainya. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan? Tentu lenyaplah debu itu.” (An-Nisa : 48) “Sungguh. maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa perhitungan” (Al Mukmin : 60) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. tentunya setelah ia ber-Tauhid. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan. sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa. tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid alias musyrik. memang mereka rugi karena mereka lelah. shaum. yang dikira air oleh orang yang dahaga. letih. dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4). Nanti kita akan menguak mengenai thaghut itu insya Allah. Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang. Ikhlash Orang yang melakukan amal shaleh akan tetapi dia tidak ikhlas. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama. sedang kuncinya adalah mengikrarkan syahadatain. maka hapuslah amalanmu. padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. Tauhid adalah syarat paling mendasar dan asasi. Amal shalih apapun. sebagaimana firmanNya Ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang musyrik/kafir dengan debu. sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman. shaum. haji. baik itu shalat. dan kemusyrikan/ kekafiran diserupakan dengan angin topan. namun justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang. infaq. jihad dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasi tauhid yang bersih dari syirik. itulah pintunya. lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan. tetapi jarang diperhatikan oleh banyak orang. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) “Siapa yang melakukan amal shalih. capek. zakat. Allah Ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah. justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39) Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat. berusaha keras. maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 6- - .

Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam) Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlash akan tetapi jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwat hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja. maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110) Ayat ini berkenaan dengan ikhlas. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku” DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 7- - . dan siapa yang disamping beribadah kepada Allah. dia tidak mencintai makhluk seperti kecintaan dia kepada Allah… siapa yang enggan beribadah kepadaNya maka dia bukan muslim. Jadi. Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami. dan status orang-orang ini adalah sebagai orangorang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang). serta mengikuti apa yang dibawanya. Ibnu Mas’ud radliyallahu 'anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dalam surat Adz Dzaariyaat : 56. At Tirmidzi) Sedikit amal tapi di atas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah.” Oleh karena itu. maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR. dan justru itu menjadi hujjah atas dia……… Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang antum jadikan dasar? Karena siapa antum beramal?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita. saya akan memaparkan beberapa pernyataan ulama tentang hal ini." Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: “Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Allah maka kamu muwahhid (orang bertauhid). Muslim) Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya. Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar 1/323 dan Minhajut Ta'siis hal 61: “Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim. maka sesungguhnya pengucapan itu tidak sah/tidak bermanfaat berdasarkan ijma para ulama.“Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya. dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang muslim". dalam urusan ibadah. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul Hijratain hal 542 dalam thabaqah yang ke tujuh belas: “Islam adalah mentauhidkan Allah. mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya maka dia itu adalah orang muslim yang sebenarnya. maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia bukan orang muslim. maka pasti ditolak. Bila dia mengamalkannya secara dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq. shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam. dan ketidak-membangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari status sebagai orang-orang kafir. dan bila dia mengamalkan apa yang menyalahinya berupa syirik maka dia itu kafir meskipun mengucapkannya (Laa ilaaha Illallaah)". beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya. Apakah hakikat tauhid itu? Sebelum memulai kepada hakikat tauhid. dan dia itu beribadah kepada yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat. dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut. dia tawakkal hanya kepada-Nya saja. zakat. Muslim) 2. jadi orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan kepada yang lain disamping kepada Allah. maka ia itu tidak ikhlas. siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu. wajib bagi kita untuk memahami kandungan atau hakikat kalimat tauhid tersebut. iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. bila dia bukan orang kafir mu'aanid (membangkang) maka dia adalah orang kafir yang jahil. dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik". Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: “Sesungguhnya mengucapkan Laa ilaaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan akan maknanya. tidak kepada yang lainnya. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : “Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu. maka itu tertolak” (HR." Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid hal 58: “Siapa yang mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui maknanya. dan dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna. dan setiap bid’ah itu sesat” (HR.

Dan hal ini dapat dikaji didalam Kitab Tauhid yang sudah bertebaran dimana-mana. Dari al Qur’an surat al Fathihah dan an Naas dapat disimpulkan bahwa tauhid itu dibagi menjadi tiga macam. Orang 4. Dalilnya adalah: Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. Kita sebagai hamba Allah. karena Ia pula yang meridhai. Iyyaakana’buduwa iyyaakanasta’iin -----. Tali tersebut adalah kalimat tauhid Laa ilaaha illallaah. Seperti pada kalimat. dalilnya adalah: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai Bani Adam. tentu kita adalah abdi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita hanya menghambakan diri dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. Dalilnya adalah : (Dia adalah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 8- . memelihara. Syetan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah. yang mengabulkan doa (permohonan hamba-hambaNya). Inilah yang dimaksud dengan mengkufuri thaghut. diikuti. siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut: Thaghut itu pengertiannya umum. menghukum dan memberikan pahala hanyalah Dia saja. meninggalkan peribadahan itu. mendidik semua ciptaan-Nya. mengatur. dengan mengarahkan semua bentuk peribadahan hanya kepada Allah semata. maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir. AnNafyu artinya meniadakan peribadahan dari setiap apa yang diibadahi selain Allah. Ia pun memiliki rakyat (umat) yaitu seluruh makhluk ciptaanNya sendiri dan tidak ada lagi Pencipta selain Dia. dicintai. ditaati. Allah sebagai Malik (Raja) ialah kita meyakini bahwa yang berhak memerintah. mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang 3. Ia pun memiliki aparatur kerajaan yang terdiri dari malaikat dan manusia (rasul). Dan al-Itsbat artinya menetapkan peribadahan hanya untuk Allah semata.Jadi. maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (maksudnya ia telah kokoh urusannya dan istiqomah pada jalan yang paling baik dan pada jalan yang lurus). lalu mentauhidkan Allah dengan beribadah hanya kepadaNya dan bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadahi secara benar kecuali Allah. (Yasin : 60) 2. (An Nisa:60) yang memutuskan perkara dengan selain apa yang diturunkan Allah. tujuan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hidup di dunia ini adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan mengabdi kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Malikinnaas -----. berhala-berhala dan segala yang diserukan oleh syaitan untuk diibadahi selain Allah. membencinya. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. (Al Maa’idah:44) Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib. dirindukan. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. mengurus. yang memurkai. Tidak akan putus tali itu” (Al-Baqoroh: 256) Maksudnya barangsiapa yang meninggalkan tandingan-tandingan. Mulkiyah dan Uluhiyah! Allah sebagai Rabb ialah kita meyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dalilnya adalah firman Allah. Ibnu Katsir berkata: “Dan firman Allah: “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. yang berisi nafyu dan itsbat. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah. supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu". Dalilnya adalah: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Thaghut itu banyak dan kepalanya ada lima: 1. Maalikiyaumiddiin -----. yaitu Tauhid Rububiyah. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. baik berupa sesuatu yang disembah atau diikuti atau ditaati selain ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah thaghut.Rabbinnaas -----. Hal ini direalisasikan dengan meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah. Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Mulkiyah.Ilaahinnaas -----. Dan inilah yang dimaksud dengan beriman kepada Allah yang disebutkan dalam ayat tadi.Ini tentang tauhid Uluhiyah. ditakuti. yang merupakan kedudukan Allah Ta’ala. Penguasa yang dzolim yang merubah hukum-hukum Allah. Alhamdulllahi Rabbil’alamiin -----. Allah sebagai raja maka Ia memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi langit dan bumi.” (Al-Baqoroh: 256) Dan ayat ini merupakan tafsiran syahadat laa ilaaha illallah.Ini tentang tauhid Rububiyyah. Allah sebagai ilah ialah kita meyakini bahwa Allah saja yang berhak untuk diibadahi. maka setiap apa yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan peribadahan itu.Ini tentang tauhid Mulkiyah. Ia pun memiliki Undang Undang Kerajaan yaitu kitabNya (al Qur’an). Dipermulaan thaghut itu? tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut.

Kalau kita memahami makna ilah. Arbab (tuhan-tuhan pengatur) 3. dan lainnya. cerutu. Kalimat “dengan sesuatu hal” adalah suatu tindakan atau suatu perbuatan. Laa ilaaha illallaah ketika kita mengucapkannya : tidak ada ilah. tetapi dia musyrik. yang artinya tuhan. atau berlepas diri (bara’ah) dari empat hal.27) 5. demikian Kami memberi balasan kepada orang-oramg zhalim. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Seseorang dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah dan dikatakan muslim-mukmin adalah apabila dia meninggalkan. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan ibadah itu. sehingga shalat. mereka datang ke pantai “menuju” Nyi Roro Kidul dengan suatu hal seperti “Pesta Laut”. dia bukanlah orang mukmin. sehingga pengucapan Laa ilaaha illallaah-nya adalah tidak benar… bohong! Dengan kata lain orang tersebut belum muslim. bekakak ayam atau apa saja. Contoh 1 : Batu besar (ini adalah sesuatu). sesajen.) dan pemberian sesajen ini pasti ada maksudnya. yaitu. Contoh 2 : Nyi Roro Kidul… biasanya orang pantai selatan. karena tidak mungkin seseorang menyimpan sesajen-sesajen pada batu besar tersebut dengan tujuan agar dimakan semut. menjauhi. kata mereka ada maksudnya… Apakah itu? Yaitu tolak bala atau cari DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 9- - . Dalilnya adalah: Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan:"Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah". muslim. liberalisme. muwahhid dan dengannya pula amalan bisa diterima. dengan cara melemparkan makanan-makanan ke laut sebagai persembahan kepada Nyi Roro Kidul. sedang orang yang suka membuat tumbal. meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung sekulerisme. zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya. maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. meninggalkan empat hal tadi dan kita akan membahas satu demi satu dari keempat hal tersebut. mereka tidak menamakan apa yang mereka ibadati selain Allah itu sebagai ilah (sebagai tuhan) akan tetapi dengan nama-nama yang lain. Thaghut Jadi. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin. Jadi.ghaib itu. Alihah Alihah adalah jamak daripada ilah. shaum. tidak… tentu bukan itu maksudnya. meskipun dia shalat. demokrasi atau nasionalisme dan falsafah sistem syirik lainnya. dll. Ketika orang tadi melakukan “tindakan” pemberian sesajen pada batu besar itu dengan persembahan-persembahan tadi dalam rangka tolak bala atau minta manfaat. kopi pahit. karena menurut keyakinannya bahwa pada batu besar itu ada penunggunya. Ilah. karena tidak kufur kepada thaghut. berarti batu besar ini adalah ilah yang dipertuhankan selain Allah. definisinya adalah Apa yang engkau tuju dengan sesuatu hal dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana). haji. atau menjauhi. maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagapenjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. 1. “rurujakan” (sebutan salah satu bentuk sesajian dalam masyarakat suku Sunda). shaum. akan tetapi maksudnya adalah sebagai bentuk mencari manfaat atau tolak bala. lalu orang datang menuju ke batu besar tersebut dengan sesajen. tidak ada tuhan yang diibadati kecuali Allah. berarti menuntut dari kita untuk meninggalkan ilah-ilah selain Allah (tuhan-tuhan selain Allah) dan yang penting bagi kita di sini adalah memahami apa makna ilah. (Al Anbiyaa : 29) Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin. Misalnya minta dijauhkan dari bala (bencana). Karena kalau kita melihat realita orang yang melakukan kemusyrikan pada zaman sekarang. zakat. Andad (tandingan-tandingan) 4. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri. Batu ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tersebut dengan suatu hal tadi (sesajian. Alihah (Sembahan-sembahan) 2. “Siapa yang melakukan amal shalih. Allah Ta’ala berfirman. 1. bisa berbentuk cerutu. (Al Jin : 26 . maka kita akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh si fulan atau masyarakat fulani itu adalah mempertuhankan selain Allah.

Ini adalah yang pertama. saya akan memberikannya… bahkan 10x lipat dari kalimat yang kamu minta itu”. kemudian dituju oleh orang tersebut dengan sesuatu. akan tetapi melalui orang dekatnya… jadi dia menyamakan Allah dengan makhluk. mereka memahami bahwa apabila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah konsekuensinya adalah meninggalkan ilah-ilah tadi (batu-batu keramat. Mereka paham bahwa di antara maknanya adalah sesungguhnya mereka harus meninggalkan alihah selain Allah. Ketika mereka diajak untuk mengatakan dan komitmen dengan Laa ilaaha illallaah maka mereka menolaknya. walaupun dia tidak mengatakan bahwa dirinya telah mempertuhankan selain Allah. dan dekat dengan Allah. Berarti jin ini adalah sesuatu yang dituju oleh pemilik rumah dengan sesuatu (yaitu tumbal) dalam rangka tolak bala. dan orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang musyrik! Bukan muslim. kuburan keramat. minta jodoh. atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan. atau minta doa. sedangkan mereka itu tidak mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. sedangkan wali ini adalah orang suci. dan mereka tak perlu diajari artinya. dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (As Shaaffaat : 35-36) Dalam ayat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam digelari “penyair gila”. telah dijadikan sekutu Allah. Orang menamakan kuburan tersebut adalah kuburan keramat sehingga orang datang ke kuburan tersebut. Jadi. Perbuatan tersebut adalah penyekutuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. dan para pelakunya adalah orang-orang musyrik. ribuan kali akan tetapi perbuatannya bertentangan dengan kandungan Laa ilaaha illallaah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang-orang kafir Arab. jika orang kotor seperti kami ini minta langsung kepada Allah maka kami malu. padahal sebelumnya mereka menyebutnya “Al Amin” (yaitu orang jujur lagi terpercaya). Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. pohon besar. Berarti kuburan tersebut telah dipertuhankan. akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. kemudian Rasulullah mengatakan : “Katakan. Arbab DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 10 - - . mereka sangat paham kandungan Laa ilaaha illallaah. sekaligus diberi tangkapan ikan yang melimpah. zakat.manfaat. Ada yang minta jodoh kepada penghuni kubur tersebut. sehingga karena hal itulah mereka menolak. alihah : sesuatu yang engkau tuju dengan suatu hal dalam rangka tolak bala atau meminta manfaat. ternyata yang melakukan hal itu umumnya adalah orang yang mengaku muslim. ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan!” (sebagiannya diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim) Mereka (kaum musyrik Quraisy) adalah orang Arab asli. Contoh 3 : Orang mau membuat rumah. yang telah dipertuhankan selain Allah. shaum. Abu Jahl mengatakan : “Senang sekali. Contoh 4 : Kuburan. mereka enggan meninggalkannya. haji dan yang lainnya. Mereka yang melakukan pesta laut itu adalah orang-orang musyrik! Bukan orang-orang muslim. Laa ilaaha illallaah”. maka orang tersebut menuju sesuatu itu (jin) dengan sesuatu hal berupa tumbal (seperti: memotong ayam lalu dikubur sebelum dibuat pondasi rumah) agar tidak diganggu oleh jin tersebut. Ketika membuat rumah. Lalu mereka bangkit dan pergi sambil mengatakan : “Apakah kami harus menjadikan ilah-ilah itu hanya menjadi satu saja?. sebagaimana kalau minta suatu kebutuhan pada penguasa kita tidak langsung datang kepada penguasa tersebut. minta rizqi. Walaupun batu besar. bahkan ada yang minta doanya (sedangkan meminta doa kepada yang sudah meninggal adalah tidak dibolehkan). tidak diterpa badai atau kecelakaan lainnya. meskipun dia shalat. ada juga yang minta agar dijauhkan dari bala. di mana kata masyarakat bahwa di daerah yang akan dibangun rumah itu terdapat jin penunggunya. berarti kuburan ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tadi dalam rangka meminta manfaat. tidak seperti kita. Dan kalau kita hubungkan dengan realita. Kuburan adalah sesuatu. 2. Berarti jin ini telah dipertuhankan. bersih. karena di antara kebiasaan mereka adalah menjadikan berhala Latta sebagai perantara. Maka dalam kasus ini berarti Nyi Roro Kidul itu adalah ilah. Juga ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menawarkan kepada mereka… beliau mengatakan : “Maukah kalian berikan kepada saya satu kalimat yang dengannya kalian akan mampu mendudukan orang-orang Arab dan Ajam?”. pohon-pohon keramat. Mereka itu sebenarnya bukan muslim tapi masih musyrik. sedangkan Allah itu Maha Suci. dst). di antaranya mereka ingin mendapat keselamatan jika sedang melaut. baik itu kuburan Nabi atau kuburan wali atau kuburan siapa saja. Mereka beralasan bahwa kami ini adalah orang kotor. berbeda dengan orang sekarang. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah bukan orang-orang muslim. mengucapkan mau… bahkan ratusan kali. mereka memohon kepada Latta yang dahulunya orang shalih untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah. berarti orangnya adalah orang musyrik dan orang tersebut telah mempertuhankan selain Allah.

kambing mati siapa yang membunuhnya?”. Ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan ketahuilah : “Jika kalian mentaati mereka (ikut setuju dengan hukum dan aturan mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah). padahal hanya dalam satu hal saja. maka ‘Adiy Ibnu Hatim mengatakan : Kami (maksudnya : dia dan orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat. 2. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan hukum Allah disebut musyrik. Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur. Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah. mari kita lihat firman Allah : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 11 - - . yang menentukan hukum. Apakah Arbab…?? Ia adalah bentuk jamak dari Rabb. seperti hukum/undang-undang. Lalu apa gerangan jika semua hukum Islam diganti? Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan. dan orang yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…! Agar lebih kuat lagi. beliau berkata : “Allah yang mematikannya”. berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb. maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb. sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai). bangkai adalah sembelihan Allah. Kita sebagai makhluq Allah. Jadi Allah disebut Rabbul’aalamiin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). (Al An’am : 121) Ayat ini berkenaan dengan masalah bangkai. apakah kami melanggar Laa ilaaha illallaah dst. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. Jadi yang ada dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim bahwa yang namanya kemusyikan itu adalah shalat. sujud kepada alim ulama kami. maka dia disebut mempertuhankan. sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih Nashrani. Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur. Mereka telah beribadah kepada selain Allah 3. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan. kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia. maka dia mengklaim bahwa dirinya sebagai tuhan… sebagai Rabb. Orang-orang Nashara tersebut telah mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka. Dalam ajaran orang-orang kafir Quraisy. maka Rasul berkata : “Itulah bentuk peribadatan (orang Nashrani) terhadap mereka”. dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang shahih : “Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul : “Hai Muhammad. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan.Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan Arbab. sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan. berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan. dan kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. lalu ‘Adiy berkata : “Ya!”. Alim ulama dan pendeta mereka telah memposisikan dirinya sebagai Arbab… sebagai Tuhan Ketika ayat ini dibacakan di hadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim (asalnya beliau ini Nashrani). maka konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah adalah beriman bahwa yang berhak menentukan aturan… hanyalah Allah. Mereka musyrik 5.” (At Taubah : 31) Pada ayat ini Allah memvonis orang Nashara dengan lima vonis : 1. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik…! Dalam ayat yang lain. yaitu penghalalan bangkai. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. lalu mereka berkata : “Kambing yang kalian sembelih kalian katakan halal. sujud atau memohon kepada selain Allah. atau kepada pendeta kami. ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum atau undang-undang. dan jika kamu menuruti mereka. Jadi. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. maka kalian ini orang-orang musyrik”. dan engkau mengikutinya seraya membenarkan”. kalian katakan haram! Berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. Apakah rabb disini? Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mendefinisikan rabb disini adalah “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran. Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu. mereka heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama? Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata : “Bukankah alim ulama dan pendeta kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan kemudian kalian juga mengharamkannya?”. Sehingga mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan. berlepas diri dari Arbab. lalu kenapa Allah memvonis kami musyrik. Ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas. Dia telah memberikan sarana kehidupan kepada kita. yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur.

. maka tinggal membaca kitab Undang Undang Dasar 1945 dan di dalamnya akan didapatkan : Bahwa setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan Rancangan Undang Undang (RUU) atau akan didapatkan juga pasal : Bahwa Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang… dst. Melepaskan norma akhlaq dari agama Dalam masalah ini kita secara khusus mengambil masalah “hukum berada di tangan rakyat”. Itu semua adalah Arbab-Arbab yang ada di Indonesia… Sekali lagi. ketika hal itu dipalingkan kepada alim ulama dan pendeta disebut musyrik. Hal ini terjadi agar terlepas dari kungkungan gereja yang mengekang mereka karena kekuasaan kaisar-kaisar pada saat itu. Kebebasan mengeluarkan pendapat 3. undang-undang hanyalah milik Allah. maka diwakilkan hak ketuhanannya itu lewat pemilu. dan sikap otoriter yang mereka lakukan di atas nama tafwidl ilahiy (atas nama kewenangan Tuhan) maka terjadilah revolusi yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan yang diberikan kepada rakyat yang mana demokrasi ini dibangun di atas beberapa pilar : 1. Sistem demokrasi mulai populer ketika Revolusi Prancis. Itulah agama yang lurus. 2. akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.“. Apa yang diinginkan rakyat atau mayoritasnya itu adalah kebenaran yang wajib diikuti. hak membuat hukum. ibadah kepada selain Allah. Jadi. (walau ide-ide dasarnya sudah muncul jauh sebelum itu). Kebebasan keyakinan. kediktatoran. atau dengan kata lain bahwa demokrasi itu merampas sifat ketuhanan dari Allah dan diberikan kepada rakyat yang nantinya akan terwujud dalam wakil-wakil rakyat yang ada di gedung Parlemen (MPR/DPR atau yang lainnya). Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menetapkan hukum. Jadi. mempertuhankan alim ulama. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah. Maka dari itu tidaklah aneh.. Hukum berada di tangan rakyat 4. akan tetapi kalau rakyat yang berjumlahnya berjuta-juta ini berkumpul semuanya adalah tidak mungkin. Jadi. dan ketika “nyoblos atau nyontreng” itu pada dasarnya mereka mewakilkan hak ketuhanannya kepada wakilnya yang nantinya akan dipajang di gedung Parlemen. akan tetapi seluruh hukum dipalingkan dari Allah kepada makhluk (rakyat)…?? Maka dari itu dalam Undang Undang Dasar 1945 dalam Bab 1 (1) ayat 2 dikatakan : “Kedaulatan berada di tangan rakyat”. ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu artinya memalingkan ibadah kepada selain Allah. di mana yang berhak memutuskan hukum aturan/undang-undang dalam sistem itu adalah rakyat. Sehingga nantinya akan membuat hukum atas nama rakyat (bukan atas nama Allah). Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. Maka apa gerangan dengan sistem demokrasi ini. Jika sekarang kita ingin mengetahui siapa Arbab-Arbab… para pengaku tuhan di NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) ini. “…dan jika kamu menuruti mereka. Jika dahulu sebelum di-amandemen dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah. dengan kezhaliman. undangundang hanya di Tangan Allah. dengan kata lain adalah syirik dan orangnya disebut musyrik. dengan nama lain kebebasan meyakini apa saja sekalipun kekafiran. yang berhak menentukan hukum itu adalah rakyat. dalam demokrasi pihak yang berdaulat. yaitu pemegang kekuasaan adalah rakyat atau sering pula disebut : dari rakyat. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. dengan kata lain bahwa rakyat itu memiliki sifat ketuhanan yaitu pembuat hukum. Juga yang berkaitan dengan otonomi daerah: “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintahan setempat diberikan kewenangan membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah”. Hal ini bisa dilihat pada saat sidang-sidang thaghut itu dimana mereka mengatasnamakan rakyat. kedaulatan atau hak hukum itu berada di tangan rakyat." (Yusuf : 40) Dalam ayat ini. aturan. Jadi. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. karena mereka adalah perwakilan rakyat… penyalur aspirasi rakyat.Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. Mari kita perhatikan bahwa dalam praktek demokrasi. yang mana bukan hanya satu hukum. (Al An’am : 121) Apa saja sisi kekafiran Demokrasi? Dari penjelasan sebelumnya. setiap individiu-individu rakyat memiliki kewenangan membuat hukum. aturan. yang mana dalam sistem demokrasi perwakilan diwakilkan melalui pemilu (intikhab). dalam satu hal saja orang yang mengikutinya itu disebut musyrik. jika ingin mengetahui DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 12 - - . dalam sistem demokrasi ini yang berwenang atau menentukan hukum dan undang-undang adalah rakyat. yang berhak memutuskan hukum itu adalah rakyat. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah. Jadi. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. maka sekarang adalah dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah. itulah dien yang lurus… ajaran yang lurus. sekarang kita hubungkan dengan realita : Bukankah kita mengenal sistem demokrasi?! Orang yang “berpendidikan” pasti mengetahui apa makna demokrasi. Jika dalam surat Al An’am 121 di saat satu hukum saja dipalingkan kepada selain Allah dihukumi syirik dan yang membuatnya disebut wali syaithan (Arbab). oleh rakyat dan untuk rakyat.

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dan ketika lapar maka tuhan-tuhan itu dimakan. membuat hukum itu adalah sebagai bentuk membuat tuhan yang akan mereka ibadati. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. Yusuf [12] : 39-40) Ayat “Tuhan-tuhan yang bermacam itu…” maksudnya adalah tuhan-tuhan pengatur atau pembuat hukum yang beraneka ragam. Fraksi ini membuat bagian tangannya. manakah yang baik. Jahiliyyah banget gitu lho !!”. bukan dengan disembah-sembah seperti shalat atau sujud. yaitu rakyat (wakil rakyat) sehingga bukan ayat Al Qur’an lagi yang tertera. begitulah keadaannya…!! Jadi semua itu adalah hukum Arbab. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. Jika tidak setuju. maka akan diketahui bahwa mereka adalah para pengaku tuhan. Ketika membuatnya : Mereka (partai-partai yang katanya ngaku berasas “Islam”) mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. jaksa. Perpu-perpu juga mereka yang membuatnya. dan ketika sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan atau ada celah untuk merubah (misalnya karena ada kepentingan politik partai). Arbab-Arbab itu adalah pengaku tuhan. Supaya lebih dipahami. akan tetapi mereka mengatakan : “Sesuai TAP MPR No sekian. fraksi lain tentang perbankan. jelas bukan : “Sesuai dengan firman Allah surat anu ayat sekian atau sabda Rasulullah…”. Setelah disosialisasikan dan diibadati ramai-ramai oleh para aparat. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka !!! dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. Jadi. tapi mereka menggodok undang-undang dan hukum. bukan adonan roti. dan yang lainnya. komisi-komisi. maka DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 13 - - . polisi. Setelah itu kemudian dibuatkan lagi yang baru… digodok lagi… dicetak lagi… sehingga menjadi sebuah berhala baru lagi (hukum dan undang-undang baru). Jika kita sudah paham bahwa Arbab (mereka para pengaku tuhan) adalah tuhan jadi-jadian dan hukum yang diibadati itu juga tuhan (tuhan yang diibadati bukan dengan shalat atau doa. Ketika hukum dan undang-undang selesai digodok. maka hakikatnya adalah bukan hukum Allah akan tetapi hukum demokrasi. utusan daerah. setelah itu akan terjadi tarik ulur. maka kita akan mendengar bahasa mereka “menggodok undang-undang”. mereka yang memperolok-olok itu mengatakan “Oh… bodoh sekali orang-orang Arab itu.siapa Arbab atau para pengaku tuhan maka pahamilah Tauhid lalu baca kitab Undang Undang Dasar 1945. mereka itu adalah Arbab. KUHP juga mereka yang membuatnya… semua itu adalah nama-nama yang mereka ciptakan sendiri. dijadikan acuan hukum. fraksi yang lain tentang pendidikan. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. maka berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka yang membuatnya dengan bahasa mereka “direvisi atau di-amandemen” seperti layaknya tuhan yang terbuat dari roti. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. karena munculnya bukan dari Allah. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. Itulah agama yang lurus. maka jelaslah kekafirannya. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman : “Hai kedua penghuni penjara. kemudian ketika ada celah atau hukum tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. maka akan dibuatkan TAP MPR No. fraksi itu membuat kepalanya. mereka menciptakannya dan mereka mengibadatinya. akan tetapi dengan ditaati. tapi dari sang pembuat hukum yang diakui dalam sistem demokrasi. kemudian disembah lagi. sekian… lalu disosialisasikan ke tengah masyarakat atau kepada aparatur thaghut ini dan kemudian rame-rame diibadati. utusan setiap daerah dan lain-lain. maka yang keluar adalah perpu no sekian. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada pengaku ‘tuhan-tuhan’ yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab itu. Jadi. tapi dengan taat. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". padahal semua itu justeru adalah realita yang nyata zaman sekarang. fraksi yang lain tentang keamanan…! Mereka menggodok seperti membuat adonan. yang banyak dari berbagai golongan. Kita juga melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh para aparat thaghut. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik. fraksi. akan tetapi : Tap MPR no sekian… atau perpu no sekian… seperti itulah yang ada. dirujuk. (QS. seperti fraksi anu… menggodok undang-undang buruh (umpamanya). kemudian digulirkan (menjadi sebuah berhala). yang lain membuat kakinya atau bagian yang lainnya sehingga setelah semuanya digodok dan dicetak sampai menjadi sebuah berhala (seperti berhala dari roti). demokrasi ini adalah sistem syirik sedangkan hukum yang muncul dari bingkai demokrasi dalam bentuk apapun itu adalah syari’at demokrasi… syari’at syirik walaupun “umpamanya” sanksi “potong tangan” bagi pencuri muncul dalam bingkai demokrasi. atau pasal sekian…!”. perda no sekian. saya gambarkan… mungkin kita sering mendengar orang memperolokolokkan Arab Quraisy ketika membuat tuhan dari roti yang terbuat dari adonan yang kemudian diibadati. sekian… atau Perpu No. “nama-nama yang kalian ciptakan” maksudnya adalah seperti apa yang diibadati oleh para anshar thaghut zaman sekarang berupa Undang Undang Dasar. dll… dan ayat “yang kalian ibadati” maksudnya adalah mengikuti hukum. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. patuh dan loyalitas). kitab hukum yang lainnya mereka pula yang membuatnya sendiri lalu mereka juga yang mengibadatinya (mengikuti dan mentaatinya). hakim. fraksi.

kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang. maka dia masuk surga. Jadi. dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. hal demikian itu adalah sebagai tali Allah yang diulurkan dari sisi-Nya (dari surga) ke bumi. mengatakan : “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan. “kitab-kitab suci” selain Al Qur’an pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau ucapan syaitan yang dihasilkan oleh para Arbab (para pengaku tuhan itu) yaitu Undang-Undang Dasar. barangsiapa yang memegangnya atau yang mengikutinya. hukum. dia mengatakan : “Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga). dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri. akan tetapi kalau untuk mentaati hukum thaghut. Fir’aun mengatakan “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”. sedangkan apabila di waktu kecil fithrah sudah rusak atau mati sampai dia dewasa lalu tidak bertaubat (tidak kembali kepada tauhid) dan dia mati dalam keadaan seperti itu. mentaati. berhalaisme atau paganisme itu selalu terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih berbahaya. maka akan dipaksa dan diberi sanksi jika menolak. maka insya Allah masuk surga. sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun ~salam bagi mereka~. sebagai aturan bagi orang yang beriman. tetapi “Sayalah pembuat hukum yang hukumnya harus kalian ikuti…!”. Akan tetapi ketika dia mengucapkan “Aku adalah tuhan kalian tertinggi” maksudnya adalah tuhan yang hukumnya harus kalian taati… yang mana tidak ada hukum yang harus kalian ikuti kecuali hukum buatan saya ! Jadi ketika Fir’aun mengatakan hal itu. Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab. maka dia akan dijerumuskan ke dalam api neraka… dan ini adalah bahaya !! Sedangkan apabila anak kecil yang mati jasadnya saja. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman. jangan selalu mengidentikan pada Fir’aun zaman Nabi Musa saja. 3. sedangkan jika anak-anak kecil ~yang masih suci fithrahnya~ dibunuh. karena masyarakat mengetahui bahwa sebelum Fir’aun telah ada manusia. Barangsiapa yang memegangnya maka ia akan sampai kepada Allah. bukanlah karena dia yang menciptakan manusia atau yang bisa memberikan manfaat atau madharat atau yang bisa memberi anak.berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka. kafir. bukan jasadnya yang dimatikan. maka setelah dewasa barulah dibunuh jasadnya atau dimasukkan ke penjara-penjara Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang. sedang fithrahnya tidak. karena apabila menyembah berhala yang berbentuk patung tidak akan ada yang memaksa. maka disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. maka kita akan melihat bahwa pada zaman sekarang banyak sekali yang seperti Fir’aun. dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat. doa. Apabila telah paham apa yang diucapkan Fir’aun itu. oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. sujud. akan tetapi yang dia maksudkan : “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!” Bila semua ini kita pahami. Pada gambaran yang lain. nadzar atau istighatsah. sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an (seperti: KUHP atau kitab hukum dan perundangundangan lainnya) adalah pada hakikatnya kitab syaitan yang merupakan tali syaitan yang di ulurkan dari neraka. maka akan ditarik oleh syaitan ke dasar neraka. berarti kita bisa melihat banyak Fir’aunFir’aun zaman sekarang yang mengatakan bahwa hukumnya harus ditaati ! mereka adalah Fara’inah. Ini adalah penjelasan tentang Arbab yang mana ini adalah bagian ke dua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah. itulah Fir’aun yang mana dia mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia. bahkan masyarakatnya pun mengetahui bahwa Fir’aun sendiri terlahir dari manusia. jika kita membaca tentang Fir’aun itu. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am : 121 dan At Taubah : 31. Andad (Tandingan-tandingan) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 14 - - . Jadi. dan loyalitas terhadapnya. Jadi. karena sifat-sifat Fir’aun itu banyak dan Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang justeru mereka itu lebih dahsyat lagi. [Al Hakimiyyah : 56] Jadi. sedangkan Fir’aun zaman sekarang… mereka membunuh fithrah anak-anak kecil dengan didoktrinkan ideologi-ideologi kafir tersebut di sekolah-sekolah milik Fir’aun sehingga fithrahnya mati. begitu dan begitulah seterusnya…!!! Jadi. apakah ketika dia mengucapkannya dia mengklaim pencipta langit dan bumi ? atau bahwa dialah yang menyediakan isi dan segala apa yang ada di atasnya ?? Tidak…! dia tidak memaksudkan hal itu. Apabila Fir’aun zaman dulu membunuh anak laki-laki karena takut suatu hari ada yang menyaingi atau membunuh dia (sesuai dengan mimpinya itu). akan tetapi dengan mengikuti. lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. Akan tetapi apabila mereka (Fir’aunFir’aun zaman sekarang) itu tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masa anak-anak. padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?" (Al Mukminun : 47) Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan. akan tetapi fithrahnya yang dimatikan. maka dia musyrik terhadap Allah.

sistem syirik. Akan tetapi yang diinginkan bukan itu (bukan ingin kafir atau menjadi suka pada sistemnya). (Al Baqarah : 22) 4. dan berarti si anak telah menjadi Andad yaitu segala sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid dan Al Islam disebut Andad. baik itu berupa jabatan. Allah Ta'ala berfirman : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 15 - - . Sedangkan Allah berfirman : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik. berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad… tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita memahami bahwa yang diinginkan oleh orang tersebut bukanlah ingin kafir atau ingin murtad dan bukan sebagai kebencian kepada Islam… akan tetapi dia menginginkan posisi. Dan dikarenakan harus setia kepada kekafiran sedang hal demikian itu adalah kekafiran maka perbuatan tersebut telah menjadikan orang tersebut terjerumus ke dalam kekafiran. suami. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satusatunya. Polisi atau jadi Caleg (Calon Legislatif) yang mana dia tidak bisa meraihnya kecuali kalau mereka setia kepada sistem thaghut tersebut. Ketahuilah wahai saudaraku. Perundang-undangannya juga adalah perundang-undangan thaghut. seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya. Umpamanya.Andad adalah jamak dari kata nidd. jabatan. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Eksekutif. yaitu sistem demokrasi. Kita mengetahui bahwa dalam sistem yang dipakai Pemerintahan ini adalah sistem kafir. Contoh. maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. TNI atau para pejabatnya atau bahkan pegawai kecilnya sekalipun. isteri. sedang si anak tersebut dalam keadaan sakit. Maka dengan demikian si anak tersebut telah memalingkan si ayah tadi dari Tauhid. dst. harta. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. dst. (Al Baqarah : 22) Andad itu apa…? Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Al Islam. posisi jabatan. kalau hal tersebut justeru mamalingkan seseorang dari tauhid. benci dengan falsafah yang syirik ini. atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang dari Tauhid atau memalingkan seseorang dari Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan. gaji bulanan. maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad. atau dari kalangan bala tentaranya seperti aparat POLRI. kecuali mereka menyatakan ikrar atau janji setia. kepada apa…?? Kepada berhala Pancasila dan Undang Undang Dasar dan kepada sistem thaghut ini. baik itu anak. mereka tidak bisa memegang posisinya. sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan : “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (An Nahl : 36) Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. lalu ada orang yang menyarankan kepada si ayah tersebut agar si anak yang sakit itu dibawa ke dukun. yang artinya tandingan. Orang tersebut telah meninggalkan Tauhidnya karena ia menjadikan hal-hal tersebut sebagai Andad. Ketika seseorang mau menjadi pegawai di dinas thaghut. baik itu anak. harta benda. Undang-Undang Dasar atau undang-undang lainnya yang dibuat oleh manusia adalah kafir. kita bisa melihat dalam realita yang ada di dalam kehidupan masyarakat… mereka berbondong-bondong menjadi abdi hukum buatan. dengan demikian keinginan tersebut atau posisi jabatan atau gaji bulanan yang diinginkan tersebut telah menjadi Andad. atau keluarga. sedangkan kesetiaan terhadap thaghut merupakan kekafiran ! Kita mengetahui bahwa yang mereka inginkan bukanlah menjadi kafir atau murtad. atau benci dengan undang-undang ini. Yudikatif. melainkan gaji bulanan atau fasilitas-fasilitas. orang tersebut telah menjadikan keinginan-keinginannya sebagai Andad yang memalingkannya dari Tauhid…! Jadi Andad adalah sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid… dari Islam. Nah… keinginan-keinginan tersebut yang menyebabkan orang tersebut meninggalkan Tauhid. Mungkin ketika seseorang telah mengenal Tauhid dia pasti benci dengan sistem ini. sedangkan menyatakan ikrar atau janji setia kepada sistem kafir merupakan kekafiran. atau sesuatu yang memalingkan kamu dari Tauhid. harta. sesuatu yang memalingkan seseorang dari Al Islam atau Tauhid. Orang-orangnya… baik itu pejabat Legislatif. ~umpamanya~ orang mendaftarkan diri menjadi TNI. Dikarenakan saking sayangnya kepada si anak tersebut akhirnya si ayah datang ke dukun dan mengikuti apa yang disarankan oleh si dukun tersebut. Thaghut. isteri. Jadi. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih. maka dia harus bersumpah setia kepada sistem thaghut ini terlebih dahulu. jabatan.

Wewenang (menentukan/membuat) hukum/undang-undang/aturan adalah hak Allah semata. jembatan dsb. kecuali kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman : “…(Hak) hukum itu tidak lain adalah milik Allah. sebagaimana firman-Nya Subhanah: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 16 - - . maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima.” (Al An’am : 136) Jadi orang yang menganggap pembuatan dan persembahan sesajen sebagai tradisi yang mesti dilestarikan. jihad dsb. berarti dia tidak kufur terhadap thaghut. dia menganggap sebagai tradisi yang patut dilestarikan. sedangkan bila wewenang itu disandarkan kepada makhluk. gedung. akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut. sembelihanku. Sedangkan dalam kenyataan. tentu akan Kukabulkan permohonan kalian. Dan engkau memusuhi para pelakunya.. 4. 2. maka mereka akan masuk nereka Jahannam dalam keadaan hina” (Al Mukmin : 60) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Doa itu adalah ibadah”. Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah : 1. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (Al Mumtahanah : 4) Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : I. tiada satu sekutupun bagiNya” (Al An’am : 162-163) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (tumbal)”. sedangkan taqarrub kepada jin dan syaitan dengan sesajen adalah syirik lagi bathil.. shaum. maka hal itu adalah perbuatan syirik. Engkau membencinya. Memohon kepada orangorang yang sudah mati adalah di antara bentuk pemalingan ibadah doa kepada selain Allah. Engkau meninggalkannya. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. dan Allah namakan penyandaran hukum itu sebagai ibadah. Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah. Engkau mengkafirkan pelakunya. Sembelihan adalah ibadah. Sesungguhnya shalatku. maka ketika dipalingkan kepada selain Allah. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepadaNya. 5. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. 3. sesungguhnya orang-orang yang menolak beribadah kepadaKu. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. Doa adalah ibadah sebagaimana firman-Nya Ta’ala : “Berdoalah kepadaKu. bila dipalingkan kepada selain Allah maka hal tersebut adalah syirik lagi bathil.“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah. zakat. baik berupa ayam atau kambing saat hendak membangun rumah. sehingga apabila disandarkan kepada makhluk. Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara bersedekah makanan adalah ibadah. hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin. haji. Itulah dien yang lurus…” (Yusuf : 40) Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar tidak menyandarkan hukum. itu adalah syirik lagi bathil. Allah berfirman tentang syiriknya orang-orang Arab dahulu : “Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka : “Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami. Penyandaran hukum kepada Allah adalah bentuk ibadah kepadaNya. dan itu harus diyakini bathil. Ibadah adalah hak khusus Allah. orang yang membuat tumbal. sedang orang yang meyakini bahwa memohon kepada orang atau wali yang sudah mati adalah sebagai bentuk pengagungan terhadap wali tersebut maka dia belum kufur terhadap thaghut. maka orang ini tidak kufur terhadap thaghut. maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah : 256) Bila seseorang beribadah shalat. maka itu adalah syirik dan merupakan suatu bentuk ibadah kepada makhluk tersebut.

bahwa apabila mereka (kaum muslimin) setuju dengan hal itu berarti mereka telah musyrik. meskipun itu menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dan bila kalian menta‟ati mereka maka sungguh kalian ini adalah orang-orang musyrik” (QS. Sedangkan pada masa sekarang. padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.“Dan janganlah kalian memakan dari (sembelihan) yang tidak disebutkan nama Allah padanya. atau minimal boleh menurut mereka. Engkau meninggalkannya Meyakini perbuatan syirik itu adalah bathil belumlah cukup. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. dan agar setuju dengan penyandaran hukum kepada mereka. orang Nashrani divonis musyrik karena mereka setuju dengan penyandaran hukum kepada ahli ilmu dan para rahib. ada kambing mati di pagi hari. “Allah yang telah mematikannya” Mereka berkata. Orang yang meyakini pembuatan tumbal/sesajen itu bathil. orang meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik. tetapi dengan dalih “Maslahat Dakwah” lalu ia masuk kedalam sistem demokrasi tersebut. Sesungguhnya kufur terhadap thaghut menuntut seseorang untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kemusyrikan tersebut. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. Allah vonis mereka sebagai Arbaab. “Ya. “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. Juga Al Masih putera Maryam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) “Dan saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian seru selain Allah” (Maryam : 48) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 17 - - . Al An’am [6] : 121) Kita mengetahui dalam ajaran Islam bahwa sembelihan yang tidak memakai nama Allah adalah bangkai dan itu haram. sesungguhnya hal itu adalah fisq. sedangkan dalam ajaran kaum musyrikin adalah halal. Seperti orang yang membuat partai-partai berlabel Islam dalam rangka ikut dalam Pesta Demokrasi. sedangkan yang kalian sembelih dengan tangan-tangan kalian. kalian katakan halal. meninggalkan perbuatan syirik itu. Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (At Taubah : 31) • • • Dalam ayat ini Allah vonis orang-orang Nashrani sebagai berikut : Mereka telah mempertuhankan para ahli ilmu dan para rahib Mereka telah beribadah kepada selain Allah Mereka telah musyrik Juga para ahli ilmu dan para rahib tersebut. sedangkan ini adalah syirik. Hakim] Ucapan tersebut adalah wahyu syaitan untuk mendebat kaum muslimin agar setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah. Padahal demokrasi berintikan pada penyandaran wewenang hukum kepada kedaulatan rakyat atau wakil-wakilnya. dan dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman : “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. Bagaimana jika ada ulama yang masuk parlemen untuk berdakwah. siapakah yang membunuhnya?” maka Rasulullah menjawab. betul” lalu Rasulullah berkata lagi. Allah Ta’ala berfirman berkaitan dengan semua peribadatan di atas: “Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq. maka Allah tegaskan. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. namun harus disertai. “Kambing yang telah Allah sembelih (maksudnya bangkai) dengan tanganNya Yang Mulia kalian haramkan. “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya ?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah” [HR. At Tirmidzi] Jadi. akan tetapi karena takut akan dikucilkan masyarakatnya lalu ia melakukan hal tersebut. “Hai Muhammad. kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata. maka dia berkata : “Wahai Rasulullah. maka orang tersebut tidak kufur terhadap thaghut dan dia itu belum muslim. Dan sesungguhnya syaitan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian. dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Dia adalah bathil…” (Luqman : 30) II. sudahkah ia kufur pada thaghut? Orang yang meyakini bahwa demokrasi itu syirik. Syaitan membisikan kepada wali-walinya.

maka dia itu tidak dianggap syahadatnya. berarti sama (status) kalian dengan mereka” (An Nisa : 140) Jadi. bahwa siapa yang memalingkan sesuatu dari dua macam doa kepada selain Allah. dia shalat. : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) Kata bara’ (berlepas diri) dari syirik itu menuntut adanya kebencian akan adanya syirik itu. oleh sebab itu Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Dan siapa yang bersyahadat laa ilaaha ilallaah. Jadi. Orang yang melakukan syirik akbar meskipun tujuannya baik maka dia tetap belum kufur terhadap thaghut. maka dia belum kufur terhadap thaghut. Seandainya tidak dapat mengingkari dengan lisannya. shaum. Minhajut Ta’sis : 61]. Oleh karenanya para shahabat pada masa khalifah Utsman radliyallahu 'anhu berijma atas kafirnya seluruh jamaah mesjid di kota Kuffah saat salah seorang di antara mereka mengatakan : “Saya menilai apa yang dikatakan Musailamah itu bisa jadi benar” dan yang lain hadir di mesjid itu tanpa mengingkari ucapannya seraya pergi darinya”. Orang berbuat syirik. maka dia telah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha ilallaah Muhammadur Rasulullah. yaitu dengan tidak hadir di majelis syirik saat syirik sedang berlangsung. Allah Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alayhissalam. dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat. Al Imam Su’ud Abdil Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Orang yang memalingkan sedikit dari (ibadah) itu kepada selain Allah. meninggalkan syirik. dia tidak kufur terhadap thaghut. Sebagai contoh : orang yang hadir di tempat membuat atau mengubur tumbal yang sedang dilakukan. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata : “Ulama berijma. sama saja dia itu ahli ibadah atau orang fasik. Allah Ta'ala berfirman : “Dan sungguh Dia telah menurunkan kepada kalian dalam Al Kitab.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda. maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam. atas ijma (para ulama)” [Kitab Taisir] Syaikh Hamd Ibnu Athiq rahimahullah berkata : “Para ulama ijma. zakat dan melakukan amalan Islam lainnya” [Ad Durar As Saniyyah : 1/323. orang yang duduk dalam majelis di mana kemusyrikan atau kekufuran sedang berlangsung atau sedang dilakukan atau dilontarkan (diucapkan) dan dia duduk tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari hal tersebut maka dia sama kafir dan musyrik seperti para pelaku kemusyrikan tersebut. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” Kebencian terhadap syirik ini harus berbentuk realita (ada tindakan nyatanya). Sungguh sebuah kesalahan fatal orang yang mengatakan : “Saya ingkar dan benci di hati saja” sedangkan dia tidak pergi meninggalkan majelis tersebut. dan sama saja maksudnya itu baik atau buruk” [Durar As Saniyyah : 9/270]. Majmu’ah tauhid]. baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in. “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi akan laa ilaaha ilallaah…” (Muttafaq ‘alaih) Sedangkan orang yang tidak meninggalkan syirik. meskipun dia shalat. para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah : 2/545]. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya pelafalan laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid. [Riwayat para penyusun As Sunan/ Ashhabus Sunan] DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 18 - - . maka dia itu musyrik. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Orang tidak disebut muwahhid kecuali dengan cara menafikan syirik dan bara’ah darinya”. maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. maka syahadatnya tidak dianggap. Ini dikarenakan Allah mensyaratkan adanya kebencian terhadap syirik dalam merealisasikan tauhid kepadaNya. maka dia itu sama dengan pelakunya. namun disamping ibadah kepada Allah. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik. karena yang dia lakukan bertentangan dengan apa yang dia ucapkan. yaitu bila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok. dia tidak merealisasikan firman-Nya : “Dan mereka itu tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh ketundukan kepadaNya” (Al Bayyinah : 5). Engkau Membencinya Orang yang meninggalkan perbuatan syirik akan tetapi dia tidak membencinya. dia beribadah kepada yang lain juga. orang yang tidak meninggalkan syirik. karena sesungguhnya kalian (bila duduk bersama mereka saat hal itu dilakukan). maka hal tersebut harus diingkari dengan hatinya yang berbentuk sikap meninggalkan majelis tersebut. III. shaum dan mengaku muslim” [Ibthal At Tandid : 76].

melainkan supaya mereka itu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. “dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah” maksud kalimat tersebut adalah : Mengkafirkan pelaku syirik dan berlepas diri dari mereka dan dari apa yang mereka ibadati [Durar As Saniyyah: 291] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar adalah orang yang tidak kufur kepada thaghut. sedangkan perhitungannya adalah atas Allah” (HR.. tidak meniti jalanNya dan tidak mengagungkan Allah dan Rasul-Nya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya pengagungan terhadapNya. sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang dusta lagi sangat kafir”. memusuhi mereka dan memerangi mereka” [Ad Durar As Saniyyah: 9/291] Jadi. berarti dia menolak perintah Allah. “Nikmatilah kekafiranmu sebentar. Dia Subhanahu Wa Ta’ala juga telah memerintahkan untuk mengkafirkan para pelaku syirik. maka perhitungannya hanyalah disisi Rabbnya. Beliau berkata lagi : “Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad. di antaranya adalah firman-Nya : “…Dan dia menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah supaya dia menyesatkan dari jalanNya. agama kuffar. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. maka orang yang tidak mengkafirkan mereka berarti tidak membenarkan Allah. sesungguhnya kamu tergolong penghuni neraka” (Az Zumar : 8) Dan orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik. orang yang menjadikan andaad (tandingan-tandingan) bagi Tuhannya. IV.Orang yang tidak membenci ajaran syirik. Orang yang tidak mengagungkan perintahNya. dan orang yang mengangkat andaad dan arbaab (tuhan-tuhan) bersamaNya. sesungguhnya tidak beruntung orang-orang kafir itu” (Al Mukminun : 117) Bila Allah mengkafirkan para pelaku syirik. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 19 - - . maka dia telah kafir” [Risalah Nawaqidlul Islam] Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Seseorang tidak menjadi muwahhid (orang berTauhid). karena sesungguhnya Allah dalam Al Qur’an telah mengkafirkan para pelaku syirik dan memerintahkan untuk mengkafirkan mereka. misal: “. Sesungguhnya Allah memutuskan di antara mereka di hari kiamat dalam apa yang telah mereka perselisihkan. Engkau Mengkafirkan Pelakunya. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. dan mereka bergelar kafir. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. katakanlah. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan para pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. dia itu tidak membenarkan Al Qur’an. sistem kafir. halal darah dan hartanya serta wajib diperangi sehingga dia mengkafirkan para pelaku syirik” [Durar As Saniyyah: 9/291] Mereka juga mengatakan : “Sesungguhnya orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. (Az Zumar : 3) dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala : “Dan siapa yang menyeru ilaah yang lain bersama Allah yang tidak ada bukti dalil kuat buat itu baginya. kecuali dengan menafikan syirik.Dan orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan selain Allah. takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. bahkan dia itu tidak menghargai kedudukan ulama dan para imam umat ini dengan selayaknya” [Mishbahuzh Zhalam : 29] Para imam dakwah Nejed berkata : “Di antara hal yang mengharuskan pelakunya diperangi adalah sikap tidak mengkafirkan pelaku-pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka karena sesungguhnya hal itu termasuk pembatal dan penggugur keIslaman. maka haramlah harta dan darahnya. (mereka mengatakan) : “Kami tidak beribadah kepada mereka. dan thaghut berarti ia tidak kufur terhadap thaghut. Muslim) Para imam dakwah Najdiyyah telah menjelaskan maksud sabda nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. Siapa yang memiliki sifat ini maka dia telah kafir. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkafirkan para pelaku syirik akbar dalam banyak ayat. maka sikap seperti ini hanyalah ditempuh oleh orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam besabda : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. berlepas diri darinya dan mengkafirkan pelakunya” [Syarh Ashli Dienil Islam – Majmu’ah Tauhid] Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Dan sebagian ulama memandang bahwa hal ini (mengkafirkan pelaku syirik) dan jihad diatasnya adalah salah satu rukun yang mana Islam tidak tegak tanpanya” (Mishbahuzh Zhalam :28).

Sumber hukum bukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. akan tetapi Demokrasi adalah dien. tidak pula kesaksiannya. maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq. meskipun mereka itu ayah-ayahnya. Akan tetapi hal seperti ini telah menimpa orangorang yang pernah bersama kami di Dir’iyah dan Uyainah yang mana mereka murtad dan benci akan dien ini” [Ad Durar As Saniyyah : 10/92] V. tidak diterima tulisannya. maka dia kafir juga. maka pasti mendapatkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 20 - - . maka sungguh dia telah mencela semua rasul dan umat ini. Jadi. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan pelaku syirik akbar) atau mengingkari terhadap orang yang mengkafirkan mereka. akan tetapi rakyat. Konghucu. dien (agama) kafir itu bukan hanya Nashrani. Menafikan (meniadakan) keimanan atau tauhid. Allah Ta’ala berfirman : “Dan siapa yang berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) di antara kalian. Budha. Dikarenakan rakyat adalah yang berdaulat dan yang berkuasa. Tidaklah sah shalat dibelakang orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik secara mu’ayyan. tangkaplah mereka. Allah berfirman tentang ajaran Ibrahim ‘alayhissalam. maka sumber hukumnya pun adalah rakyat yang diwakili oleh wakil-wakil mereka di Parlemen (MPR/DPR). 1. Undangundang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala namakan sebagai dien (agama/jalan hidup yang ditempuh). bila engkau mengamati mereka ternyata kaum muwahhidin adalah musuh mereka. dia telah mencampakan nash-nash Al Qur’an dan dia mengikuti selain jalan kaum muslimin” [Mishbahuzh zhalam : 72] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara nau’ (jenis pelaku) maka dia kafir. kepunglah mereka dan intailah mereka ditempat pengintaian” (At Taubah : 5) Apakah Demokrasi itu adalah agama ( dien ) baru selain Islam? Ya. baik kaum musyrikin yang mengaku Islam atau yang mengaku bukan Islam. Sedangkan para pelaku syirik dan munafiqin adalah teman mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Shinto. mereka benci dan dongkol kepada para muwahhid itu. sedangkan Demokrasi adalah dien kaum musyrikin. anak-anaknya. Nasionalisme adalah dien. dan Majusi saja. sedangkan demokrasi itu memilliki undang-undang selain Islam. sedangkan orang yang membedakan antara nau’ dengan mu’ayyan (orang tertentu) maka minimal jatuh dalam bid’ah dan bila (sudah) ditegakkan hujjah atasnya. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka” (Al Maaidah : 51) Karena permusuhan ini Allah Ta’ala berfirman : “Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di manapun kalian mendapati mereka. Dan bila anda membuka Konstitusi (Undang Undang Dasar) semua negara yang bersistem Demokrasi. Majmu At Tauhid:21] Permusuhan lainnya adalah loyalitas kepada orang kafir. Sistem tersebut adalah sistem (dien) atau thaghut! Islam adalah dien kaum muslimin. Hindu. Ketika kita berbicara mengenai Arbab pada pembahasan tadi telah sedikit terbahas. Demikianlah realita yang terjadi. tetapi tidak mengeluarkan mereka pada kekafiran. adapun kebanyakannya berstatus sebagaimana yang digambarkan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah: “Orang-orang yang merasa keberatan dengan masalah takfir. Yahudi. saudara-saudaranya atau karib kerabatnya” (Al Mujaadilah : 22) Syaikh Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya orang tidak tegak keIslamannya walaupun ia mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan kecuali dengan memusuhi para pelaku syirik” [Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. serta tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya” [Ad Durar As Saniyyah : 10/53] Ini adalah status minimal. sehingga banyak yang jatuh dalam kekafiran. Orang yang tidak mau mengkafirkan para pelaku syirik. maka mari kita kupas ajaran-ajarannya itu dengan membandingkannya dengan ajaran Islam. Untuk benar-benar mengetahui kekufuran dien Demokrasi ini. Kapitalisme adalah dien. Sekulerisme adalah dien.Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah berkata : “Siapa yang menjadikan pengkafiran dengan syirik akbar termasuk aqidah Khawarij. atau mengklaim bahwa : “perbuatan mereka itu meskipun bathil. Dan para nabi yang bersamanya : “Dan tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) “Kalian tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. Engkau Memusuhi Mereka Orang yang tidak memusuhi pelaku syirik bukanlah orang yang kufur kepada thaghut. pada umumnya dia lebih loyal kepada pelaku syirik dan justru memusuhi para muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik. Dia tidak bisa membedakan antara Dien para rasul dengan madzhab Khawarij.

sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. ada juga yang “bebas” seperti di negara-negara barat. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya. 2. kekafiran yang nyata serta kemurtadan yang nampak jelas bagi pemeluk Islam yang ridha dengannya atau mendukungnya apalagi menerapkan atau melindunginya. dan jika kamu menuruti mereka. tidak ada Tuhan yang berhak diibadati melainkan Dia. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. dan janganlah sekalisekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. “…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. tapi hukum wali-wali syaitan. kecuali Allah. dan itu bukan hukum Allah. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Ini adalah dienullah yang dianut oleh kaum muslimin. sedangkan untuk kesatuan mereka ini dibutuhkan hukum yang mengikat semua dan disepakati bersama. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah. uluhiyyah serta mulkiyah-Nya. Sedangkan bila yang menjadi sumber hukum itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. namun beberapa bulan berikutnya dihapuskan (baca : dimakan) atau direvisi. (QS. (Al Qashash : 87-88) Ayat-ayat lainnya yang menjelaskan bahwa hak menentukan hukum dan putusan serta penetapan hanyalah milik Allah dan hak khusus rububiyyah. namun ketika lapar mereka santap habis. (Al Maidah : 44) Sekutu dengan hukum buatan itu syirik akbar. bagi-Nyalah segala penentuan. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tapi hukum rakyat (wakilnya) atau hukum yang disetujui oleh mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Ali Imran [3] : 85) Apakah sama antara dua dien (aturan) ini wahai saudara…? Dan apa yang anda pilih. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. sedangkan yang tadi adalah dien Demokrasi yang dianut oleh kaum musyrikin. dan Presiden sangat menentukan. Sungguh ini adalah kerusakan yang besar.bahwa kekuasaan Legislatif (Tasyri’iyyah/pembuatan hukum) ada di tangan majelis rakyat. tidak ada bedanya dengan tuhan (berhala) dari adonan roti yang mereka (kafir Arab dahulu) buat dan mereka ibadati. Hukum yang dipakai bukan hukum Allah tapi hukum buatan manusia Tadi telah dijelaskan bahwa sumber hukum agama Demokrasi adalah rakyat. kecuali bila sesuai dengan thaghut Latta mereka yaitu Undang Undang Dasar. Amir. dan tidak lupa juga bahwa demokrasi atau aspirasi rakyat ini tidak semuanya digulirkan. Islam ataukah Demokrasi…? Bayangkan saja… bila yang menjadi sumber hukum itu adalah manusia yang sangat penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Padahal Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman. “Dan Dia-lah Allah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang memutuskan dan hanya kepada-Nyalah putusan itu (disandarkan)”. dan bagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan” (Al Qashash : 70) “Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah. dan ada yang terbatas seperti di negara-negara Arab dan negara timur yang mana Raja. juga dikarenakan dien Demokrasi ini adalah menyatukan semua pemeluk dien yang beraneka ragam dan mengakuinya serta menampung semua aspirasinya. tuhan apapun yang lain. Padahal sumber/kekuasaan/wewenang hukum itu di dalam dien Al Islam ada di Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. karena sudah tidak relevan lagi. dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. maka Dia-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segalanya. (Al An’am : 121) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 21 - - . padahal para pemeluk dien selain Al Islam tidak akan rela dengan hukum Islam sehingga disepakatilah hukum yang menyatukan mereka. bagiNya-lah segala puji di dunia dan di akhirat. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu. apa jadinya hukum yang diundang-undangkan itu? Bulan ini dibuat dan diibadati. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. maka sudah pasti hukum yang dipakai adalah bukan hukum Allah. sebagaimana firman-Nya : “…keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah…” (Yusuf : 40) “…menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah…” (Al An’am : 57) Setelah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan yang memilih apa yang Dia kehendaki serta bahwa manusia tidak punya hak untuk memilih setelah Allah menentukan.

“Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya. maka dia kafir. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah ? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. mereka datang kepada Rasul dengan patuh.” (An Nisa : 60) Lihatlah realita para demokrat serta para pendukungnya justeru adalah sebagaimana yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan. (An Nisaa’ : 61) Jika ada yang serupa dengan ajaran Islam dalam hukum mereka itu. tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. sedangkan Demokrasi mengajak orang-orang untuk beriman kepada thaghut. padahal sebagiannya diambil dari syari’at Islam. dan yang lainnya.. apakah itu bisa menyebabkan dia itu disebut muslim karena jujur dan amanah itu ajaran Islam? Sama sekali tidak. maka begitu juga dengan Demokrasi. kecuali dengan kufur kepada thaghut yang di antaranya berbentuk undang-undang buatan manusia. agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka. niscaya kamu lihat orang-orang munafiq menghalangi (manusia) dengan sekuatkuatnya dari (mendekati) kamu”. mereka berkata : “Kalian makan apa yang kalian bunuh dan tidak makan dari apa yang Allah bunuh” yaitu bangkai. Allah mengatakan “menurut apa yang diturunkan Allah”. tidak lebih dari apa yang tidak bertentangan dengan selera dan kepentingan mereka. Oleh sebab itu para ulama tetap ijma atas kafirnya orang yang menerapkan kitab Undangundang hukum Tartar (Yasiq/Ilyasa) yang dibuat oleh Jengis Khan.Tentang ayat ini Al Hakim dan yang lainnya meriwatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas : Bahwa orang-orang membantah kaum muslimin tentang sembelihan dan pengharaman bangkai. dan tidak mengatakan “menurut seperti apa yang diturunkan Allah”. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. [Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119]. selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”. lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam. dari Yahudi. padahal Allah berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut.. Andai ada orang Nashrani yang jujur dan amanah. serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya. terus kamu mendahulukan terhadap aturan Allah yang lainnya. Siapa yang melakukan itu. dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus). telah Dia Subhanahu Wa Ta’ala vonis musyrik. karena jujur dan amanahnya itu bukan atas dorongan tauhid. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu…” (Al Maidah : 49) Dalam ayat itu. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". dan itu setelah proses tarik menarik dan diskusi panjang antara mengiakan dengan tidak. Kalau memang ada satu macam atau beberapa macam hukum yang ada dalam Demokrasi itu serupa dengan ajaran Islam. Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para nabi. Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang Yasiq/Ilyasa : “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar. tetap saja itu tidak disebut hukum Allah dan tidak merubah kekafiran penganut dien Demokrasi. tapi kepentingan lain. Dalam ajaran Demokrasi hukum yang berlaku adalah hukum jahiliyyah : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki…” (Al Maidah : 50) Dalam ajaran tauhid. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik” Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini : “Dimana kamu berpaling dari perintah Allah dan aturan-Nya kepada yang lainnya. orang tidak dikatakan muslim. tak ubahnya dengan orang-orang yang Allah firmankan. Nashrani. maka Allah berfirman “Dan jika kamu menuruti mereka. Millah Islamiyyah. maka apa gerangan dengan Demokrasi yang seluruhnya adalah bukan hukum Allah. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 22 - - . Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber. Ini dikarenakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. maka inilah syirik itu” Memakai hukum selain hukum Allah adalah syirik akbar !!! Bila saja orang yang menuruti atau meridhai satu hukum yang menyelisihi aturan Allah.

Begitulah kebebasan yang dimaksud oleh dien Demokrasi… Kebebasan kufur. (An Nur : 48-50) Apakah anda masih meragukan bahwa Demokrasi itu dien kufriy…? Apakah mau ikut Islam atau demokrasi??? “Maka apakah mereka mencari dien yang lain dari dien Allah. rakyat bebas memilih apa yang mereka inginkan dan mereka memiliki pilihan. mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. kemudian setelah itu mereka bisa menerapkan putusan apa saja meskipun melanggar aturan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan riddah… bukan kebebasan Tauhid ! 4. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. maka tentulah dia mendapat hukuman. maka hukum demokrasi masih menetapkan warisan baginya. Begitu juga dien demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan fikiran dan pendapat. ilhad.kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka? Sebenarnya. Andai seorang muslim karena ghirahnya sangat tinggi lalu dia membunuh orang murtad. (Al Ahzab : 36) “…sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka…” (Al Qashash : 68) Para ahli tafsir menyatakan bahwa bila Allah telah menentukan sesuatu. Saat seorang bapak meninggal dunia dan si anak telah murtad. sesat yang nyata”. tentulah dia dikenakan pasal hukuman. mengakui serta menjamin kebebasannya. maka bila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu putusan atau hukum. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”. Dari sinilah rahasia kenapa sanksi-sanksi yang bersifat keagamaan ditiadakan dan tidak diberlakukan. (Al Baqarah : 147) Dikarenakan kebenaran adalah datang dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya. walaupun fikiran dan pendapat itu adalah kekufuran. syirik. tuhan mereka yang tertinggi itu adalah Undang Undang Dasar. Saat si suami murtad. maka itu adalah kebenaran yang harus diterima dan diamalkan meskipun jelas-jelas bertentangan dengan Tauhid. Dari itu berarti dien Demokrasi telah menghalalkan pintu-pintu kemurtadan serta menggugurkan hukum-hukum yang berkaitan dengannya. padahal itu ajaran Tauhid. baik mayoritas menyukainya atau tidak. (Ali Imran : 83) 3. Allah dan Rasul-Nya dibiarkan dihina siang dan malam. Memberikan kebebasan berkeyakinan dan mengeluarkan fikiran dan pendapat Demokrasi adalah dien yang melindungi semua agama. padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi. Orang Kristen bila mau masuk Islam maka Demokrasi mempersilahkan dan mengakuinya. Tapi bila rakyat (wakil-wakil mereka tentunya) atau mayoritasnya menentukan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 23 - - . karena itu bertentangan dengan kebebasan berkeyakinan. Kebenaran adalah suara terbanyak Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa dien Demokrasi memiliki ajaran bahwa al haq itu bersama suara rakyat atau mayoritasnya. dan begitu juga orang Islam jika ingin masuk Kristen atau agama lainnya. sedangkan isteri masih muslimah…. dan ajaran Islam dicemoohkan dan dilecehkan dengan dalih kebebasan mengeluarkan fikiran dan pendapat. padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. Adapun yang diinginkan oleh mayoritas. Padahal kebenaran itu hanyalah bersumber dari Allah. namun dien Demokrasi tidak mengharuskan pisah (fasakh) di antara keduanya. Jadi Demokrasi membuka pintu kekufuran dari berbagai sisi. Namun agama Demokrasi mengatakan lain. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat. zandaqah. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus mentaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. karena seandainya ada muwahhid yang mencela dan menghina atau berupaya membunuh thaghut mereka. maka bunuhlah”. Oleh karena itu setiap partai politik yang ingin menguasai Parlemen dan Pemerintahan pasti dia mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat. maka dien Demokrasi tidak mempersalahkannya apalagi memberikan sanksi terhadapnya. Memang Demokrasi itu memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi semua faham dan aliran kecuali Tauhid. tidak boleh manusia mempertimbangkan antara menerima atau tidak serta tidak ada pilihan lain kecuali menerima dan tunduk kepadanya. asal tidak melenceng dari Tuhan mereka tertinggi yang padahal mereka sendiri yang membuatnya. baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”.

“Enyahlah kalian dan apa yang kalian ibadati selain Allah. maka dia langsung mengatakan : “Kami tidak pernah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 24 - - . Orang yang ridha dan beribadah kepada tuhan-tuhan itu. bahkan mereka lebih sesat lagi…” (Al A’raf : 179) Katakan kepada kaum demokrat itu. dan lain sebagainya. thaghut.sesuatu. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa. maka tidak ada pilihan lagi kecuali mengikutinya. Maka apakah kalian tidak berakal…??!” 5. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. sehingga apapun yang disuarakan oleh mereka. Polisi. ada yang Kristen. syuraka. Hindu. Paranormal. padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menghati-hatikan dari mengikuti keinginan mayoritas manusia… “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. maka itulah kebenaran yang mesti diikuti. maka ia lebih sesat dan lebih bodoh dari kerbau piaraannya…! “…mereka itu sebagai binatang ternak. karena Tuhan yang berhak menetapkan ketentuan dalam ajaran Demokrasi adalah para wakil rakyat itu. sedangkan wakil-wakil rakyat itu jumlahnya sangat banyak. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?” (Yusuf : 39) Di dalam Al Qur’an. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Yusuf : 103) Mayoritas manusia benci akan kebenaran… “…dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu”. para pembuat hukum itu diberi beberapa nama oleh Allah : Arbaab. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al An’am : 116) Ini dikarenakan mayoritas (manusia) musyrik… “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman mempersekutukan Allah”. kurang akal. bodoh. (Al Mukmin/Ghafir : 59) Mayoritas manusia itu tidak bersyukur… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. Dia Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Arbaab (Tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. auliaa-usy syaithan (wali-wali syaitan). Bila dien Demokrasi memiliki tolak ukur kebenaran itu berdasarkan pada suara aghlabiyyah (mayoritas). Sudah diketahui bahwa rakyat (wakil-wakilnya) adalah pemegang kewenangan hukum. benci terhadap kebenaran. (Al Mukmin/Ghafir : 61) Itulah sifat-sifat orang yang dijadikan Tuhan (arbab) dalam Agama Demokrasi . musyrik. kafir. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. bukannya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Tuhannya banyak dan beraneka ragam Sudah dijelaskan di awal pembahasan ini bahwa hukum adalah hak khusus Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan ia adalah ibadah. (Al Jaatsiyah : 26) Mayoritas manusia tidak memahami kebenaran… “…tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)”. (Yusuf : 106) kepada Allah. itu dalam dien Demokrasi. Sedangkan Tauhid mengajarkan bahwa sumber yang berwenang menentukan hukum hanyalah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui… “…manakah yang baik. sesat. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah menamakan orang-orang alim dan para rahib Yahudi dan Nashrani sebagai ARBAAB. ada yang dari Budha. Dukun. melainkan dalam keadaan Mayoritas manusia tidak beriman… “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. Ada tuhan yang katanya mengaku Islam. saat ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim saat itu asalnya Nashrani kemudian masuk Islam. Tentara. (Al Ankabut : 63) Mayoritas manusia itu kaum yang tidak beriman… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (Al Mukminun : 70) Mayoritas manusia tidak mengetahui kebenaran… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. bila ia disandarkan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah syirik. tidak mau bersyukur lagi menyesatkan. dan yang menerima penyandarannya itu adalah Tuhan (arbab) selain Allah. berarti tuhan-tuhan mereka itu beraneka ragam.

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih busuk dari itu. Dia berfirman : “…Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada wali-wali mereka agar membantah kamu. (Al An’am : 121) Bisikan syaitan kepada mereka adalah ucapan yang mereka lontarkan kepada kaum muslimin “Kalian makan apa yang kalian bunuh (maksudnya sembelihan) dan tidak makan apa yang dibunuh Allah (maksudnya bangkai)”. serta Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat. Jadi para pembuat hukum dan undang-undang itu adalah wali-wali syaitan.maka ‘Adiy menjawab : “Ya. Dan berhati-hatilah kamu jangan sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan hukumnya. Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila mereka menerapkannya. maka para penyembahnya berkata: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan rakyat. maka Rasulullah menjelaskan makna “mereka menjadikan para rahib dan alim itu sebagai Arbab” : “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan kemudian kalian ikut menghalalkannya. Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut. Dan Rasulullah berkata : “Itulah bentuk ibadah kepada mereka”. Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang upaya kaum musyrikin mendebat kaum muslimin supaya setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. [Atsar ini dihasankan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah] Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: ”Bab : Orang yang mentaati ulama dan penguasa dalam mengharamkan apa yang Allah haramkan atau (dalam) menghalalkan apa yang Allah haramkan”. Ini dalam ajaran tauhid dan dinul Islam.” (AlMaaidah:49). dan bukan hukum Allah subhaanahu wa ta'aala. Dia menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang telah Allah turunkan kepadanya.sujud dan shalat kepada mereka…”. Kemudian tentang penamaan para pembuat hukum selain Allah sebagai wali-wali syaitan. dan sedangkan undang-undang dan hukumnya itu adalah syari’at syaitan. Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik. dan syirik terhadap Rabb langit dan bumi. dan ikutilah keinginan mereka. terus beliau tuturkan ayat di atas. maka sesungguhnya kamu adalah benar-benar musyrik”. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Demokrasi adalah ajaran syaitan. sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala memerintahkan Nabi-Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya. sedangkan para penganutnya adalah para penyembah syaitan… demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung. maka ia telah menjadikan mereka sebagai Arbaab selain Allah. Ketahuilah… sesungguhnya selain aturan Allah adalah curang lagi bersumber dari hawa nafsu !!! Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dien (aturan) yang tidak diizinkan Allah?” (Asy Syuura : 21) Anda harus ingat dalam memahami ayat ini dan yang lainnya bahwa hukum/aturan adalah dien. dan bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya ?”. dan jika kamu menuruti mereka." Begitulah mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh agama demokrasi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut…” (An Nisa : 60)” Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata tentang beberapa tokoh thaghut: “Penguasa yang zhalim yang merubah ketentuan-ketentuan Allah”. berdasarkan alasan-alasan yang banyak. Mujahid rahimahullah berkata : “Thaghut adalah syaitan berwujud manusia yang mana orangorang berhakim kepadanya sedang dia adalah pemegang kendali mereka” Dalam catatan kaki Terjemahan Mushhaf Departemen “Agama” RI : “Termasuk thaghut juga adalah. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kroni- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 25 - - . orang yang menerapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu”. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithiy berkata : “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti qawanin wadl’iyyah (undang-undang) yang disyari’atkan oleh syaitan lewat lisan wali-walinya…” Jadi. atau mayoritas orang atau rakyat. serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul. di antaranya: 1. benar”.

hukum dan perundang-undangan yang mereka buat tidak bisa diterima – bila memang mereka memutuskan – kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya. (Asy Syura : 21) Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. zakat. bukan yang sesuai dengan syari'at Allah subhaanahu wa ta'aala. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. legeslatif dan yudikatif beragama Islam? Dari kajian tadi sudah dibahas bahwa mereka kafir murtad bahkan mereka itu arbab. Bahkan maksud dia dengan keburukan –yang menyelisihi tuntunan syariat – itu adalah keburukan lain. atau memberi makan orang faqir dari harta orang lain. shalat. Rakyat dalam agama demokrasi. falsafah. maka sebagaimana keburukan itu bisa menjadi kebaikan? Mana mungkin. andad dan thaghut. maka tidak selayaknya orang bodoh memahami hal itu dari keumuman sabda Nabi saw "sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya" terus dia menduga bahwa maksiat bisa berubah menjadi ketaatan dengan sebab niat. karena undang-undang itu adalah bapak segala peraturan dan perundangundangan serta kitab hukumnya yang mereka jungjung tinggi…. haji dan mengaku muslim. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 26 - - . maka ini semua adalah kebodohan. dan janganlah satu hukum dan satu undang-undang dibuat kecuali setelah ada pengesahan dan persetujuannya…!!! Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Karena kroninya. shaum. haji dan yang lainnya. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai dengan undang-undang dasar. atau membangun sekolahan atau masjid atau pos penjagaan dengan harta yang haram sedang maksudnya adalah baik…. Dan ketahuilah bahwa maksiat tidak diperbolehkan dan tidak berubah menjadi sebuah ketetapan dengan sebab niat sebagaimana ucapan Abu Hamid Al Ghozaliy rahimahullah." Dengan risalah ini saya bermaksud untuk menggugah manusia agar mengetahui bahwa Demokrasi (dan sistem. shalat. justeru yang melariskan hal itu terhadap hati adalah syahwat yang tersembuyi dan hawa nafsu yang terpendam – sampai ia berkata – maksudnya adalah bahwa orang yang memaksudkan kebaikan dengan maksiat karena kebodohan adalah tidak diudzdur kecuali bila ia baru masuk islam dan belum mendapat kesempatan untuk belajar. bila ia mengetahuinya maka dia adalah orang yang membangkang terhadap syariat dan bila ia tidak mengetahuinya maka ia maksiat dengan sebab kebodohannya karena mencari ilmu itu adalah fardlu atas setiap muslim sedangkan kebaikan itu bisa diketahui sebagai kebaikan hanyalah dengan syariat. majlis perwakilannya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. seperti orang yang membicarakan aib seseorang dalam rangka menyenangkan hati orang lain. karena niat itu tidak memiliki pengaruh dalam mengeluarkannya dari statusnya sebagai kedhaliman. dan rajanya sesuai dengan undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini. walaupun mereka bersyahadah. shaum. aniaya dan maksiat." (An-Nisaa' : 59) Padahal agama demokrasi mengatakan: “Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan kepada rakyat. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. lalu bagaimana kita mau kafir kepada thaghut sedang kita masih menganggap thaghut sebagai muslim? Sedang pembuat aturan/hukum/undang-undang disebut oleh Allah Ta’ala sebagai syuraka (sesembahan) selain-Nya. Al Ghazaliy berkata : bagian pertama : maksiat dan dia itu tidak bisa berubah dari posisinya dengan sebab niat. ajaran. zakat. Kita diperintahkan untuk kafir kepada Thaghut.2. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? Tadi sudah dijelaskan bahwa demokrasi adalah agama baru selain Islam. Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap. ideologi selain Islam) itu adalah agama kafir lagi syirik. dan tidak mungkin suatu hukum atau undang-undang ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka jungjung tinggi… silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. bahkan penyekutuan (Khalik) dengan hamba secara aniaya. baik eksekutif. Apakah mereka mempunyai syuraka (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka aturan yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. sedang para pengusungnya serta para penganutnya adalah kaum musyrikin walau mereka menyatakan bahwa dirinya muslim.

akan tetapi boleh dengan dalil khusus dari syari’at. baru bisa diterapkan. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). dan maslahat. Dan kedua pihak ini adalah kafir dengan sebab ini. ya niat memiliki pengaruh didalamnya yaitu bila maksiat itu disertai maksud-maksud yang buruk maka dosanya berlipat ganda dan siksanya semakin besar. maka jelaslah kekafirannya. Karena jika kita berbuat demikian maka kita serupa dengan mereka. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (An Nisa 140) Sehingga tidak boleh kita masuk ke dalam majelis-majelis ini dan tidak boleh pula ikut serta dalam memilih anggota-anggotanya. maka pernyataan kebolehan dengan dalil maslahat meskipun terpenuhi syarat-syarat syar’inya maka ia adalah sekedar Ijtihad. siapa yang lebih tinggi. maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah hukum parlemen. karena itu adalah kitab suci agama demokrasi. Allah Ta’ala berfirman: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. karena ketaatan bisa menjadi maksiat dengan sebab niat. akan tetapi itu adalah hukum undang-undang. apalagi duduk di parlemen mereka. sedangkan kekafiran itu adalah lebih dahsyat dan lebih besar daripada maksiat. Artinya ijtihadnya tidak sah dan haram dilaksanakan. perda no sekian. “Dikala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. Wahai saudaraku yang muslim.Dan Allah ta'ala telah berfirman : "Maka bertanyalah kepada ahli Al Qur'an (ulama') bila kalian tidak mengetahui" – sampai ia berkata – jadi sabdanya saw : "sesungguhnya amal itu tergantung niatnya" adalah khusus bagi ketaatan dan hal-hal yang mubah. Sedangkan orang-orang yang memilih mereka dari kalangan manusia adalah sebenarnya mengangkat mereka sebagai arbab selain Allah. dlarurat. hukum rakyat. mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. padahal zina itu lebih ringan dari syirik? Binasalah kalian. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik. bila mayoritas mereka menyetujuinya. kecuali bila Allah memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali”. maka itu tidak bisa terealisasi – ini bila thaghut mempersilahkannya – kecuali lewat jalur undang-undang dasar mereka serta dari arah pasalpasal dan penegasan undang-undang tersebut. Mereka partai-partai “Islam” (padahal Islam berlepas diri dari mereka). Adapun maksiat sama sekali tidak bisa menjadi ketaatan dengan sebab niat. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran. Allah atau mereka. Jika tidak setuju. sehingga tidak bisa dibolehkan dengan alasan niat. yaitu bergelar musyrikin. dan hal-hal yang mubah bisa menjadi maksiat dan ketaatan dengan sebab niat. dan tadi telah dikatakan bahwa maksiat itu tidak menjadi boleh dengan sebab niat. mereka (pemilih) telah menjadi musyrik. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. sesungguhnya para anggota parlemen para pemegang wewenang dalam pembuatan hukum bagi manusia adalah mereka itu pada hakikatnya adalah tuhan-tuhan (arbab) yang diibadati selain Allah. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. maka yang keluar adalah perpu no sekian. Dan katakanlah kepada kelompok sesat yang memperjuangkan syariat Islam lewat jalur parlemen thaghut itu. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? Tidak mungkin akan tegak! Bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini. aniaya dan kemaksiatan) tidak berlaku (apalagi syirik & kekafiran –penj). begitulah keadaannya…!! DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 27 - - . karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai saja– maka itu tidak akan menjadi hukum Allah. setelah itu akan terjadi tarik ulur. apakah kalian mau menerimanya?” Kalau kalian jawab tidak. Dari ketiga macam amalan itu (kedhaliman. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka!!! Dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu?” Orang-orang yang katanya ingin memperjuangkan Islam lewat parlemen mereka adalah arbaab juga. Telah jelas dan terang serta meyakinkan bahwa ikut serta di dalam parlemen-parlemen ini dengan pencalonan diri atau dengan pemberian suara pilih adalah termasuk kufur akbar. Subhaanallah. sedangkan tidak ada Ijtihad di saat ada nash. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. dan hukum mayoritas. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu. ingatlah ketika hukum-hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu. maka kenapa kalian menerima bergabung dengan kemusyrikan mereka. kafirin. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada “tuhan-tuhan” yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab pembuat hukum itu. tentulah kamu serupa dengan mereka. “Bagaimana bila para thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih dahulu.

Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? Mari kita mengkajinya dengan berlandaskan ulama dakwah Tauhid. maka tidak ada yang berbuat syirik akbar dengan sengaja tanpa laki atau perempuan. padahal hujjah ada di sekeliling mereka. maka berilah dia perlindungan sampai dia mendengar firman Allah. Allah atau mereka. siapa yang lebih tinggi. sedangkan dia masih shalat.” (At Taubah : 113). Syirik adalah lawan Tauhid. dan hukum rakyat serta hukum mayoritas. As-Sunnah serta ijma dan pernyataan para Tauhid bila syirik terdapat pada diri seseorang. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar sekarang yang mengaku Islam. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu? Dan ini perlu direnungkan dengan mendalam. atau ”dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi. Ayat ini berkenaan dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam saat meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibunya yang meninggal sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam diutus. Allah tidak mengatakan: “menurut seperti apa yang Allah turunkan”.” (Yusuf: 40) Allah tidak mengatakan: “Keputusan itu hanyalah milik manusia". tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 28 - . syari'at undang-undang. Dalil dari “Dan bila ada satu orang dari kalangan orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu. mereka itu adalah Arbab (tuhan-tuhan pembuat hukum). dan meninggal di atas ajaran kaumnya yang syirik. “Tidak selayaknya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan bagi kaum musyrikin. dia membaca Al Qur’an dan terjemahannya. maka apa gerangan dengan pelaku syirik yang telah mendengar firman Allah SWT." justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi. zakat. Subhaanallah. dan Al Qur’an mereka baca. maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya. meskipun mereka itu kerabat dekat. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik dari setiap daerah dan lain-lain. berdasarkan dalil-dalil berikut ini. Dan kekafiran mereka itu adalah ketika hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. padahal saat itu dalam kebodohan. dan Allah subhaanahu wa ta'aala juga berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah” (AlMaaidah : 49). Allah SWT menggolongkan ibunda beliau dalam jajaran kaum musyrikin. baik mengaku Islam atau Kitabullah (Al-Qur’an) : Al-Qur’an. meskipun dia belum mendengar firman Allah SWT. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah. dada lapang untuk menerima syari'at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta'aala. shaum dan melakukan ibadah lainnya? Silakan rujuk kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah supaya lebih jelas. bila mayoritas mereka menyetujuinya. baik lakitidak.” (At Taubah : 6) Dalam ayat ini Allah menamakan pelaku syirik sebagai orang musyrik.Jadi semua itu adalah hukum Arbab. karena Allah subhaanahu wa ta'aala telah berfirman: “Keputusan itu hanyalah milik Allah.. Bahkan mungkin juga menghafalnya? Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. bahkan mereka hafal…? Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. baru bisa diterapkan. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. Orang ada unsur paksaan maka dia itu musyrik. belum ada dakwah dan hujjah risaliyyah (saat itu terjadi kekosongan dakwah). tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar.

Saya bertanya : “Apakah orang yang meminta kepada yang sudah mati itu disebut menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak? Apakah yang ikut dalam sistem demokrasi itu menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak?” “Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh dien (ketundukan) hanya kepada-Nya. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya.” (Ad Durar As Saniyyah 9/270).para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? Ya. yaitu utusan dari Allah yang membaca lembaran-lembaran yang disucikan.” Jadi penafian syirik adalah syarat dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa . Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam hadits shahih : “Hak atas hambahamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan mereka tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan.Hak hukum (putusan) hanyalah milik Allah. “Katakanlah : “Wahai orang-orang kafir. bahkan sebagian mengaku sebagai ulama dan ahli Islam ? Tidak ragu lagi –jika mereka berbuat syirik akbar. Maka dari itu Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa : “Islam adalah mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya…”. lagi mereka itu hanif…. Maka begitu juga para pejabat dan aparat keamanan di negeri demokrasi. Mereka musyrikin.” (Yusuf : 40) “…Dia (Yusuf) tidak mungkin membawa saudaranya pada dien (UU/Hukum) raja itu…. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 29 - - . maka dia itu musyrik. Tadi telah dijelaskan. padahal di antara tuhan yang mereka ibadati itu adalah Allah. meskipun rasul belum datang kepada mereka. kecuali untuk ibadah kepada Ilah yang satu. wahai orang-orang kafir Quraisy ! ». kyai. Al Imam Su’ud Ibnu ‘Abdil ‘Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Siapa yang memalingkan satu macam dari (ibadah) itu kepada selain Allah. Itulah dien yang lurus…. karena syirik dan status musyrik tidak mengenal status atau jabatan. ‘ulama atau cendekiawan atau orang umum. Al Qur’an ada di rumah mereka.” (Al Bayyinah : 5). yang mana mereka itu dengan sigap berkomitmen dengan UU yang digulirkan oleh thaghut-thaghut mereka.” (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang-orang Nashrani sebagai orang-orang musyrik.” (Al Bayyinah : 1-2) Perhatikanlah. “Orang-orang yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dan kaum musyrikin (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (dien-nya) sehingga datang kepada mereka bayyinah. padahal mereka tidak mengetahui bahwa sikap mereka mengikuti ‘ulama dan rahib dalam aturan yang bertentangan dengan aturan Allah itu adalah bentuk ibadah kepada ‘ulama dan rahib itu. Apa gerangan dengan pelaku syirik masa sekarang. beribadah kepada yang lainnya. Apakah ini berarti Rasulullah tidak akan beribadah kepada Allah juga? Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa peribadatan mereka kepada Allah itu tidak dianggap. (Thariq Al Hijratain. maka mereka dinamakan kaum musyrikin. dan sama saja (apakah) tujuannya baik atau buruk. sebagaimana yang Rasulullah jelaskan dalam hadits hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim radliyallahu 'anhu. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman : “Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (Yusuf : 76) Orang yang di samping beribadah kepada Allah juga sesungguhnya dia itu tidak dianggap beribadah kepada Allah SWT. dikarenakan mereka berbuat syirik akbar. aku tidak beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati.” (Al Kaafiruun : 1-2) Dalam surat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk menyatakan : « Saya tidak akan beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para ulama dan para rahib (ahli ibadah) mereka sebagai arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah dan juga Al Masih Ibnu Maryam. baik dia itu ahli ibadah atau orang fasiq.mereka itu adalah kaum musyrikin. Saya bertanya : “Apakah orang yang menyandarkan hak hukum kepada rakyat atau wakilwakilnya itu telah memurnikan dien (ketundukan) seluruhnya kepada Allah atau sebaliknya? Padahal hukum adalah dien”: “…. Rasul telah datang. Thabaqah yang ke-17). baik dia ustadz.” (An Nisaa : 36). tidak ada Ilah (yang berhak diibadati) kecuali Dia. karena mereka juga beribadah kepada yang lain-Nya. padahal mereka tidak diperintahkan.

Syaikh Muhammad rahimahullah berkata kepada hakim agung Riyadh yang bernama Sulaiman Ibnu Suhaim : “Tapi kamu adalah laki-laki yang bodoh lagi musyrik. dan ketika dia berpaling. Umat para Rasul itu adalah musyrikin saat sebelum menerima dakwahnya. maka Rasulullah menjawab : “Ayahmu di neraka”. kemudian beliau menyatakan : “Demi Allah. Abdul Muththalib juga berstatus musyrik. Saat membaca ayat-ayat tentang kaum musyrikin kebanyakan orang hanya menafsirkannya dengan orang-orang musyrik Arab dan jarang ada orang yang mau menafsirkan seraya menghubungkannya dengan realita masyarakat di sekelilingnya. saat tidak ada dakwah dan tidak ada hujjah risaliyyah. Muslim). Adapun masalah nama di dunia mereka sepakat bahwa ia adalah musyrik. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar masa sekarang. sungguh mereka itu adalah orang-orang musyrik bukan kaum muslimin. kamu tidak melewati satu kuburan pun dari orang ‘Amiriy atau Quraisy dari kalangan orang musyrik. dakwah ada.” (Ibthal At Tandid). Umar Ibnul Khaththab radliyallaahu'anhu berkata : “Orang-orang itu telah lalu. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Para ulama ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari 2 doa (doa ibadah dan doa permintaan) kepada selain Allah maka dia itu telah musyrik. Di dunia tentang nama sepakat. Para rasul itu mengkhithabi kaumnya atas dasar mereka itu adalah orang-orang musyrik. serta tidak diampuni. maka katakan : “Saya diutus kepada kalian oleh Muhammad untuk memberi kabar bahwa kalian digusur di dalam api neraka.” Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? Dahulu ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang ayahnya yang meninggal pada zaman fatrah (zaman ketika tidak ada dakwah) di atas ajaran syirik. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan mengatakan kepadanya : “Ayahku dan ayahmu di neraka. dan tidak dimaksud oleh dalil itu kecuali kalian. Di antara mereka ada yang meminta ke kuburan keramat. sedangkan orang muslim itu tidak bisa dijadikan budak di awalnya.” (HR. Mereka adalah kaum musyrikin tanpa diragukan lagi. baik zaman fatrah atau bukan. Sebagian ulama yang lain sepakat dengan penamaan status musyrik di dunia. Ayah Rasulullah ~Abdullah~ meninggal pada zaman jahiliyyah. namun masalah akhirat adalah lain. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Nama musyrik itu sudah ada sebelum risalah. sesajen.” Beliau berkata lagi : “Ikatan-ikatan Islam ini lepas satu demi satu bila tumbuh di dalam Islam ini orang yang tidak mengenal jahiliyyah. karena Rasulullah sudah diutus. dan ada pula yang menyandarkan wewenang hukum atau peraturan kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. Azar ayah Ibrahim adalah musyrik sebelum Ibrahim diutus. padahal sebenarnya dia tahu bahwa orang musyrik itu amalannya tak berarti. kekal di neraka bila mati di atasnya. tapi juga langsung hukum pasti bagi ayahnya di akhirat kelak. hujjah beraneka ragam bentuknya. Bila banyak orang yang berbuat syirik akbar namun dia masih rajin shalat. dia itu adalah calon penghuni neraka. Sehingga mereka sepakat bahwa status anak orang musyrik di dunia adalah musyrik. Rasulullah menjelaskan bahwa dia itu di neraka. baik ada dakwah atau tidak. ada yang membuat tumbal. Hal yang menjadi perdebatan di antara mereka hanyalah masalah adzab di akhirat bagi yang belum tegak hujjah risaliyyah atasnya. Dalam hadits ini orang yang meninggal di atas syirik dari kalangan Ahlul Fatrah disebut musyrik. Apa halnya dengan zaman bukan fatrah seperti sekarang ini? Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? Para ulama ijma bahwa orang yang berbuat syirik akbar itu dinamakan musyrik. riwayat Al Imam Ahmad). dsb. Sebenarnya masih banyak ayat-ayat yang memvonis pelaku syirik akbar sebagai orang musyrik. Para ‘ulama juga ijma bahwa hal paling pertama yang diserukan semua Rasul adalah ajakan beribadah kepada Allah dan penanggalan syirik yang mereka lakukan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bukan hanya menetapkan status nama di dunia. dan mengaku muslim.” (Shahih. namun demikian para ulama sepakat bahwa orang jahil itu adalah musyrik. shalat. dan Al Qur’an dilantunkan di masjid-masjid.” Lihat Risalah kepadanya dalam Tarikh Nejd. meskipun mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah. Itu terjadi tak lain karena dia tidak tahu bahwa yang dia lakukan itu perbuatan syirik atau tidak tahu bahwa dirinya musyrik. mendengar jawaban itu si laki-laki mukanya merah. Bahkan para ‘ulama menjelaskan bahwa nama musyrik itu ada sebelum adanya Risalah. meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. sehingga anak-anak orang musyrik dijadikan budak. berupa api neraka. Ada rombongan dari Banu Al Muntafiq. Dari hadits ini Imam Nawawiy rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berbuat syirik akbar. karena dia DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 30 - - . mereka bertanya tentang ayah mereka Al Muntafiq yang meninggal pada zaman fatrah. maka dari itu banyak yang jatuh kepada kemusyrikan tanpa disadari. dia ke surga atau ke neraka. padahal hujjah risaliyyah belum tegak. namun perbedaan di antara mereka hanya dalam masalah status akhirat.

Orang-orang yang membela-bela dengan ucapan dan tulisan. terus mereka menerapkannya kepada orang-orang musyrik sekarang di saat hujjah bertebaran dimana-mana bahkan orang musyrik itu sendiri memiliki andil dalam penyebaran hujjah itu. Jarimah mereka itu tidak cukup disitu. Dan wanita mereka tidak dibunuh kecuali mereka memerangi dengan ucapan atau perbuatan. hal 385). Sehingga atas dasar ini maka ansharut thaghut adalah: 1. Sebagaimana juga yang masuk dalam jajaran orang yang membela dengan ucapan adalah sebagian penulis. tapi mereka menambahnya. Penyerangan itu ada dua macam : penyerangan dengan tangan dan penyerangan dengan lisan –sampai ucapannya dan begitu juga dengan perusakan bisa jadi dengan tangan dan bisa jadi dengan lisan sedangkan apa yang dirusakan oleh lisan dari agama-agama adalah berlipat lipat apa yang dirusakkan dengan tangan (Ash Shorimul Maslul. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. mereka menuduhnya sebagai orang jahat dan sesat serta mereka menyemangati para penguasa untuk menindak mereka. Orang yang tidak memahami istilah ini dari kalangan maz’uumin di negeri ini. karena perang itu terjadi dengan ucapan atau perbuatan sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taymiyah rahimahullah dalam pembicaraannya tentang memerangi orang-orang kafir asli. maka mereka ngawur dalam memahami maksud perkataan para ‘ulama dakwah Tauhid. dan diantara para pemuka mereka adalah sebagian ulama suu’ (jahat) dan orang-orang yang sok berilmu yang memberikan Syar’iyyah Islamiyah (keabsahan Islam) terhadap penguasa kafir dan mereka membentengi para penguasa itu dari tuduhan kafir. mereka dikatakan sebagai Musyrikin. kami vonis mereka itu sebagai orangorang musyrik. Demikianlah sekilas pembahasan tentang penamaan musyrik bagi pelaku syirik akbar. maka bisa jatuh ke dalam kekeliruan yang luar biasa fatalnya.” (Ad Durar).” (Majmu Al Fatawa : 20/38) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menjelaskan para pelaku syirik yang mengaku muslim : “Maka macam orang-orang musyrik itu dan yang semisal dengan mereka dari kalangan yang beribadah kepada para wali dan orang-orang shalih. manula dan yang semisal mereka maka tidak boleh dibunuh menurut jumhur ulam kecuali bila mereka ikut perang dengan ucapannya dan perbuatannya] (Majmu al Fatawa 28/354) Dan berkata juga. Saat mereka mendapatkan pernyataan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah bahwa. mereka tak ubahnya bagaikan lalat yang tidak mau hinggap kecuali pada benda kotor. Dia bukan orang kafir karena belum tegak hujjah risaliyyah.” (Ad Durar 1/322 cet. dan kami memandang kekafiran mereka bila hujjah risaliyyah telah tegak atas mereka. Syaikh Hamd Ibnu Nashir Alu Mu’ammar dan putra-putra Syaikh Muhamamd Ibnu Abdil Wahhab berkata tentang para pelaku syirik yang mengaku Islam yang belum tersentuh dakwah tauhid : “Bila dia melakukan kemusyrikan dan kekafiran karena kebodohan dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. pendeta. lama) Pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah dinamakan musyrik. anak-anak. maka kami tidak memvonis dia kafir hingga hujjah risaliyyah ditegakkan atasnya. dengan kesepakatan ulama (Majmu Al Fatawa 28/414). karena kebodohannya. Mereka mengambil perkataan Syaikh Muhammad tentang Ahlu Fatrah atau yang belum tersentuh dakwah yang mereka fahami secara keliru itu. Jadi jelaslah sudah. Ini salah besar yang bersumber dari ketidakfahaman akan hakikat Al Islam. bahwa orang-orang yang menyetujui sistem demokrasi (sebagai salah satu syirik akbar) atau ikut terlibat didalamnya. Begitu juga mereka hanya mencari ucapanucapan yang samar dan meninggalkan ucapan-ucapannya yang jelas yang berlandaskan Al Kitab dan As Sunnah serta Ijma. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 31 - - . dan dia bukan muslim karena melakukan syirik akbar. namun kami tidak menghukumi dia sebagai orang muslim. kakek tua renta. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran ? Setiap orang yang membela thaghut dengan ucapan atau dengan perbuatan maka ia adalah termasuk anshar para thaghut tersebut.” (Al Intishar). Bila kita tidak mengenal (istilah) ini. “Bagaimana kami mengkafirkan orang jahil yang menyembah Qubbah Kawwaz…” mereka langsung meloncat girang seraya mengatakan bahwa pelaku syirik akbar yang jahil itu tidak kafir. tapi dia musyrik. Mereka kira bahwa jika bukan kafir artinya dia itu muslim. Syaikh Abdullah Aba Buthain rahimahullah berkata : “Orang yang berbuat syirik itu musyrik. menjadikan tandingan bagi-Nya dan mengangkat tuhan-tuhan lain bersama-Nya. baik mau atau tidak (dengan nama itu). tapi tak kepalang tanggung para thaghut pun ikut mendapatkan pembelaan mereka yang penuh ikhlash tanpa diminta. tapi muslim sebagaimana perkataan Syaikh tadi. mereka menganggap bodoh kaum muslimin mujahidin yang memberontak para penguasa itu. Alangkah dungunya mereka itu. wartawan dan pers yang melakukan perbuatan serupa dengan ini. [Dan adapun orang yang tidak tergolong orang orang yang biasa bertempur dan berperang seperti para wanita. seperti yang dialami kalangan salafiy maz’uum sekarang ini. Dan berkata juga. Bahkan bukan sekedar orang musyrik yang mereka bela. sedang yang bersih dijauhinya.(pelakunya) menyekutukan Tuhannya. orang buta.

Dalam kitab tersebut dijelaskan secara mendalam bahwa status hukum bagi ansharut thaghut yang terdiri para ulama’ suu’. Mereka itu sesuai ketentuan UUD dan undang undang yang berlaku dinegeri ini dipersiapkan untuk tugas-tugas berikut : • Menjaga keutuhan negara yang berarti lancarnya keberlangsungan penerapan UUD dan undang – undang kafir buatan serta memberikan sangsi setiap orang yang menentang hal itu atau berusaha merubahnya. Dari ayat ini diambil kaidah baku. yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka. silakan kaji buku Melacak Jejak Thaghut karya Syaikh Abdul Qadir bin Abdul’Aziz. Atau hukum asal pada orang yang menampakkan sikap pembelaan terhadap thaghut adalah adalah hukum kafir. mereka adalah musyrikin? Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah (karena kebodohan) dinamakan musyrik. Dan sebagai tameng terdepan adalah pasukan para penguasa Kafir baik itu dari pasukan tentara atau polisi. para jurnalis. maka itu adalah orang kafir. Jibril dan Mikail. tulisan atau dengan senjata dan fisiknya. rasul-rasul-Nya. baik ia musyrik karena kebodohannya. pelindung-pelindungnya adalah thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang ini : “maka perangilah wali-wali syaitan itu”. (Al Baqarah : 98) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 32 - - . Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). • Mengokohkan kekuasaan UUD: dengan melaksanakan apa yang digariskan UUD. sedangkan orang yang berperang di jalan thaghut adalah orang kafir. Anshar thaghut yang membela-bela dengan lisan/tulisan atau dengan fisik dan senjata ini. dan orang-orang yang kafir. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. Orang yang tawalliy kepada mereka Allah vonis bahwa dia termasuk golongan mereka. Jika dia berperang atau melakukan pembelaannya di jalan Allah. baik itu dengan lisan/tulisan seperti para ‘ulama suu’ atau orang-orang media ataupun orang yang terjun dengan fisik dan senjata seperti aparat tentara dan polisi atau orang-orang intelejen atau yang sejenisnya. maka Allah mencap kafir orang yang menjadikan thaghut menjadi walinya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonis secara sharih (jelas dan gamblang) bahwa orang yang berjuang dalam rangka mengokohkan sistem thaghut atau membela thaghut adalah orang kafir. maka dikatakan sebagai mukmin. maka dia sama kafirnya dengan orang kafir tersebut. malaikat-malaikat-Nya. Dan masuk dalam hal itu pelaksanaan putusan-putusan yang muncul di Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi Thaghut. yaitu kafir sama halnya dengan mereka. pers. tentara dan lain-lain. maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. FirmanNya ta’ala. pasukan penopang (dibelakang) sama dengan yang terjun langsung dimedan. • Menjaga keabsahan UUD : dan ia berarti melindungi penguasa kafir itu sendiri karena dia menurut mereka dianggap sebagai pemimpin yang syah sesuai UUD karena pengangkatannya telah berlangsung menurut proses yang dijelaskan UUD. maka perangilah wali-wali syaitan itu” (An Nisa : 76) Dalam ayat ini secara jelas Allah menetapkan vonis bahwa orang yang berperang di jalan Allah maka dia adalah orang yang beriman. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. Barangsiapa tawalliy kepada orang kafir apa saja keyakinannya. “Allah pelindung orang-orang yang beriman. dan orang yang berperang atau melakukan pembelaan di jalan thaghut. haram masuk surga dan mereka pasti kekal di neraka.2. mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah : 257) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan bahwa orang yang walinya atau pemimpinnya adalah thaghut. baik itu dalam rangka untuk memerangi kaum muslimin mujahidin atau tawalliy kepada hukumnya itu sendiri berupa sikap setuju dan mengikutinya. sedangkan bagi anshar thaghut pemimpin mereka yang mereka bela-bela adalah thaghut. mereka kafir secara ta’yin (perorangannya) pada hukum dzohirnya. Untuk mengkaji permasalahan ini. Dalil dari al Qur’an “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. Atau hukum asal dari barisan anshar thaghut adalah hukum kafir. Orang yang berperang. FirmanNya : “Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka maka ia termasuk golongan mereka” (Al Maidah : 51) Para ulama menjelaskan bahwa barang siapa membela mereka atas kaum muslimin maka dia termasuk golongan mereka. bahwa hukum asal pada anshar thaghut adalah hukumnya kafir. maupun karena pembangkangannya. Sedang semua orang musyrik yang mati dalam kemusyrikan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Barang siapa yang mana dia itu musuh bagi Allah. baik itu berperang dengan lisan. Orang-orang yang membela-bela dengan perbuatannya. maka dia adalah orang kafir.

para penjudi dan orang-orang durjana. maka apa gerangan dengan seorang mujahid yang hanya manusia biasa yang tidak mengetahui hal yang ghaib ? Dalil Dari Ijma Perlu diingat. maka kaum mujahidin tidak disalahkan bila dia (orang yang menyembunyikan keimanan itu) tertembak oleh pasukan mujahidin. maka apa gerangan dengan orang yang berada dibarisan kaum musyrikin atau di barisan thaghut tanpa dipaksa tapi penuh ikhlash dan dengan sukarela ???. ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa siapa yang memusuhi satu rasul Allah. maka itu artinya memusuhi semua malaikat dan memusuhi semua para rasul. Mereka mengatakan bahwa “itu (Jibril) adalah musuh kami”. adapun rahasia bathin kamu maka urusan itu atas Allah. kemudian mereka dipaksa untuk ikut berperang di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin. membunuhnya. sebagaimana juga apa yang menimpa pasukan yang akan menginvasi Ka’bah. kemudian ketika ditangkap Al ‘Abbas radliyallahu 'anhu mengatakan : “Ya Rasulullah. Rasul mengatakan tentang kisah ini: “Mereka dihancurkan semuanya dan Allah membangkitkan berdasarkan niatnya”. Sebagaimana Allah juga mengatakan: “Kaum Nuh telah mendustakan semua rasul”. Allah katakan bahwa mereka adalah musuh bagi Allah dan mereka adalah orang-orang kafir. Dan di antara mereka terdapat Al ‘Abbas (paman Rasulullah). maka Rasul berkata : “Zhahir kamu di barisan kaum musyrikin memerangi kami. bahwa para penguasa thaghut itu telah kafir murtad sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu. musuh rasul-Nya. kita mengetahui bahwa di antara kaum musyrikin ada orang-orang yang mengaku Islam yang tidak hijrah. Orang yang memusuhi satu rasul Allah. maka orangorang Yahudi tidak menyukainya. para pelacur. Oleh karena itu anshar thaghut dan orang-orang yang semacam mereka. mereka mendaftarkan diri dengan mendatangi setiap Kodim atau Polda untuk menjadi calon anshar thaghut. maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonisnya sebagai orang kafir. Bila saja orang yang berada dibarisan kaum musyrikin untuk memerangi kaum muslimin dengan kondisi dipaksa adalah diperlakukan sebagaimana halnya orang kafir (secara hukum dunia). dan dengan tanpa memilah mana orang yang kafir dan mana orang yang muslim. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 33 - - . Bentuk permusuhan macam apa yang lebih dasyat daripada sikap thaghut dan ansharnya yang mana mereka meninggalkan ajaran Allah dan justeru malah membuat ajaran atau hukum sendiri yang diambil dari orang-orang bejat dan cabul. saya ini dipaksa”. baik itu rasul dari kalangan malaikat atau manusia. Allah Subhanahu Wa Ta'ala membenamkan mereka semuanya mulai dari barisan paling depan hingga paling belakang. yang mati dari barisan kaum kafir Quraisy sebanyak 70 orang dan yang menjadi tawanan adalah 70 orang. mereka dibuat dalam rangka mengokohkan hukum thaghut dan dalam rangka mengokohkan ajaran yang dimusuhi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. orang-orang kafir. menyiksanya. tapi Allah memvonis bahwa kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam mendustakan para Rasul. namun dia belum berlepas diri dari barisannya karena menunggu suatu moment tertentu dan waktu yang tepat. dan ketika sudah masuk menjadi anshar thaghut mereka merasa bangga dengan Korpsnya atau bangga dengan seragamnya ??? maka mereka lebih kafir lagi…! Ini adalah nash hadits dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang memperlakukan Al Abbas sebagai orang kafir karena berada di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin di Badr. Dalil Dari As Sunnah Ketika perang Badr. musuh malaikatmalaikat-Nya. Orang mendustakan Nabi Nuh ‘alaihissalam maka itu telah mendustakan seluruh rasul-rasul Allah yang akan diutus setelahnya. maka sesungguhnya orang itu telah menjadi musuh Allah. Jadi. di mana ketika mereka mengetahui bahwa yang turun membawa wahyu kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah malaikat Jibril. bahkan dengan cara menyuap agar mereka bisa masuk ke dalam barisannya. Allah membenamkan mereka semua dengan tanpa memilah-milah antara yang dipaksa dengan yang tidak atau orang yang sedang musafir dalam perjalanannya dan berpapasan dengan pasukan mereka. Jika saja Allah Maha Kuasa dan Maha Mampu tidak memilah-milah orang yang berada di barisan kaum musyrikin yang memerangi kaum muslimin. padahal kita mengetahui sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam belum ada rasul karena beliau adalah rasul pertama. Sedangkan anshar thaghut. mempersempit hidupnya. akan tetapi mereka Allah vonis dengan ayat ini. Begitu juga bila seandainya ada salah seorang dari barisan thaghut itu yang menyembunyikan keimanannya. Padahal malaikat adalah rasul Allah dan mereka hanya memusuhi Jibril saja. dan malah memberikan keleluasaan bagi orang-orang bejat. Jadi hukum orang yang berada di barisan kaum musyrikin adalah kafir. mereka memenjarakannya. padahal Al Abbas mengatakan bahwa “saya ini dipaksa”. tebus diri kamu dan dua keponakanmu”.Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi. orang-orang murtad dan orang zindiq untuk merusak ajaran Allah dan merusak di muka bumi ini… bentuk permusuhan terhadap Allah macam apa yang lebih dasyat dari sikap macam tadi…??! Di sini Allah mengatakan bahwa orang yang seperti itu adalah orang-orang kafir. Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memperlakukan Al Abbas radliyallahu 'anhu sebagai orang kafir dengan menawannya dan menyuruh Al Abbas untuk menebus dirinya sendiri. padahal Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang menyembunyikan keimanan di antara mereka dan Maha Mampu untuk memisahkan mereka. meskipun Al ‘Abbas ini dalam kondisi dipaksa. mereka memerangi wali-wali Allah yang akan menegakkan hukum Allah.

“Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). pasti kami akan berlepas diri dari mereka (dari thaghut). dia ada di antara tawanan pasukan Khalid ibnul Walid. Dan dalam kisah ini ada sekelompok kaum muslimin dalam barisan anshar Musailamah. di antara kelompok itu adalah Muja’ah Ibnu Murarah. Dia tidak mengingkari Musailamah dan tidak cepat bergabung dengan pasukan kaum muslimin. bahkan para shahabat memerangi mereka sampai akhirnya mereka terdesak dalam peperangan. masyarakatnya pun mempercayainya dan akhirnya mereka ikut mendukung Musailamah. Dalam kaidah fiqih ini dikatakan bahwa Thaifah Mumtani’ah Bisy Syaukah (kelompok yang memiliki kekuatan dan melindungi diri dengannya). Muja’ah mengatakan : “Saya ini muslim dan saya tidak pernah merubah keyakinan saya”. jika kamu tidak mampu. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. lalu kenapa kamu tidak cepat bergabung dengan kami ketika mendengar pasukan kami datang?”. sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. ini adalah di antara syarat yang harus mereka terima. Abu Bakar radliyallahu 'anhu tidak menerima permintaan damai mereka kecuali dengan syarat-syarat tertentu. kemudian datang utusan Buzakhakh kelompok Tulaihah Al Asadiy kepada Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu untuk meminta damai. dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. jika pimpinannya adalah muslim bughat (pemberontak) maka bawahannya juga bughat. Muja’ah mengatakan : “Jika seandainya musailamah itu nabi palsu maka itu urusan dia. Di sini Khalid ibnu Walid memperlakukan Muja’ah yang ada di barisan Musailamah sebagai orang kafir dengan menjadikannya tawanan. Ini adalah ijma para shahabat yang berlandaskan kepada nash tentunya… Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? Ya. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah juga mengatakan bahwa : “Para ‘ulama ijma (setelah menyebutkan bahwa mereka itu tertipu oleh saksi tadi) bahwa mereka itu murtaddun walaupun mereka itu bodoh akan hal itu karena tertipu oleh saksi palsu itu”. Yang menjadi inti di sini adalah sikap atau ijma shahabat atas kekafiran Musailamah dan ansharnya. maka setiap individu dalam kelompok yang membangkang ini disebut bughat. Shahabat ijma atas kafirnya mereka. Di dalam Tarikh disebutkan bahwa pengikut Musailamah Al Kadzdzab berjumlah sekitar 100. Allah Yang Maha Tinggi berfirman. karena seseorang tidak memikul dosa orang lain”.000 orang. dan mereka melihat siksa. Ini berlaku dalam segala hal. maka status individu dalam kelompok ini adalah sama seperti status kepala atau pimpinannya. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).Ketika terjadi riddah (kemurtaddan) di kalangan kabilah-kabilah Arab. beliau waktu itu membangkang dan tidak mau berbai’at terhadap Ali radliyallahu 'anhu. Ini merupakan ijma dari para shahabat atas kekafiran atau kemurtaddan anshar thaghut Musailamah Al Kadzdzab dan yang lainnya. kemudian kata Khalid : “Kenapa kamu tidak mengingkari seperti Tsumamah dan Al Yasykuriy?. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami (rakyat) dapat kembali (ke dunia). dan ketika mengambil perjanjian damai dengan mereka. (Al Baqarah : 165-167) Dan masih banyak ayat yang serupa dengannya. Padahal kita mengetahui bahwa kebanyakan para pengikut Muslilamah adalah tertipu oleh seorang da’i yang diutus oleh Rasulullah ke Yamamah tapi kemudian dia malah membelot kepada Musailamah dengan membenarkan apa yang diucapkan Musailamah dan bahkan bersaksi di hadapan masyarakat Banu Hanifah (di Yamamah) bahwa benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menyertakan Musailamah dalam kenabian. dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Seperti kelompok Mu’awiyyah ibnu Abu Sufyan radliyallahu'anhum. tapi mereka tidak cepat bergabung dengan barisan kaum muslimin padahal ada kemampuan untuk bergabung karena kekuatan pasukan kaum muslimin yang mendominasi. di antaranya kelompok Tulaihah Al Asadiy dan kelompok Musailamah Al Kadzdzab si nabi palsu. Akan tetapi para shahabat ijma bahwa mereka yang mengikuti Musailamah itu divonis murtad. Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu (penguasa thaghut) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya (rakyatnya). Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan semua shahabat ijma (sepakat) bahwa para pengikut Musailamah dan para pengikut nabi-nabi palsu yang lainnya adalah orang-orang murtad. dan di antara syarat yang diutarakan oleh Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan disepakati oleh para shahabat yang harus mereka terima adalah mereka harus bersaksi bahwa “orang yang mati di barisan mereka (para pengikut Musailamah) itu adalah masuk neraka”. Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang kabar kematian Amar radliyallahu'anhu : “Kamu akan dibunuh oleh kelompok yang membangkang (baghiy)” dan Amar waktu perang Shiffin ini berada di pihak Ali radliyallahu'anhu dan terbunuh oleh pasukan Mu’awiyyah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 34 - - . Di sini thaghutnya adalah Tulaihah dan Musailamah sedangkan ansharnya adalah para pengikutnya. bukan hanya Mu’awiyyah (sebagai pemimpinnya) yang disebut bughat. maka disyaratkan bahwa mereka harus bersaksi bahwa orang-orang yang mati di antara mereka adalah calon penghuni neraka. padahal Muja’ah tidak mendukungnya dan hanya berada di barisan Musailamah. Ini adalah vonis kafir di dunia dan di akhirat." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka. maka Khalid berkata : “Kamu ini sudah berubah dari sebelumnya”.

orang kafir para ulama dan sering yang tidak DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 35 - - . Sebelum ke inti pembahasan. an nushrah (pemberian bantuan). sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. atau mencintai si fulan karena dia seorang Nasionalis. Muwaalah Kubra Muwaalah kubra adalah loyalitas yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Dan sebagai dalilnya adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. Derajat minimal bentuk kufur kepada ajaran syirik adalah membencinya. maka haram darah dan hartanya. (Komunisme. Jika ada sebuah kelompok Khawarij di Darul Islam dan mereka melindungi diri dengan kekuatan pasukannya. ormas-ormas dan jamaah-jamaah “Islam” yang tawali (loyal) kepadanya maka dihukumi sama. janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya dengan meninggalkan kaum mukminin…” (An Nisaa : 144) Jadi loyalitas hanya boleh diberikan kepada orang-orang yang beriman. atau mencintai symbol-simbol kaum kuffar atau mencintai si fulan karena dia anggota DPR/MPR/tentara/polisi. saudara-saudara mereka atau karib kerabatnya…” (Al Mujaadilah : 22) “Wahai orang-orang yang beriman. sama dengan thaghut pimpinannya itu sendiri. Jamaah Islam yang dipimpin oleh Rasulallah shalallahu 'alaihi wasallam pun tidak terdaftar di pemerintahan thaghut Quraisy. dan ini adalah sunatullah. kita kenali dahulu pengertiannya. dan ini ada empat macam : a) Mencintai orang musyrik atau kafir karena alasan keyakinan kafirnya. dan ada pula yang “hanya” berupa dosa besar mengeluarkan dari Islam dan lebih sering disebut muwaalah shughra. Jika thaifah mumtani’ah ini ada di luar Darul Islam seperti thaghut (pemerintah) sekarang. anak-anak mereka. Juga seperti kelompok Musailamah Al Kadzdzab. sehingga batallah keIslaman macam orang ini. janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin. karena sebagian mereka beranggapan dan meyakini bahwa penguasa itu ulil amri. pimpinannya adalah thaghut maka setiap individu atau personperson dari ansharnya seperti polisi atau tentara atau intelejennya adalah sama kafirnya seperti thaghut pimpinannya. Nasionalisme. sedangkan orang-orang di atas tadi justeru mencintai ajaran syirik tersebut. maka pimpinan dan seluruh bawahannya adalah Khawarij. sedangkan hanyalah diberi sikap bara’ (berlepas diri). maka setiap individu yang ada di dalam kelompoknya adalah murtad sama seperti pimpinannya. Muslim] Dalam hadits ini orang dianggap muslim bila kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. bahkan mereka adalah anjing piaraan (binaan/kaki tangan) penguasa thaghut tersebut.radliyallahu. “Engkau tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” (Al Maaidah : 51) “Wahai orang-orang yang beriman. Allah melarang orang muslim berwala dengan orang kafir. dia murtad di wilayah Darul Islam dan dia melindungi diri dengan pasukannya. termasuk di antaranya yaitu ajaran syirik dan kekafiran. meskipun mereka itu ayah-ayah mereka. sedangkan perhitungannya atas Allah” [HR. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? Hukumnya haram. demokrasi dan isme-isme sejenisnya yang merupakan paham-paham syirik dan kekufuran). Perlu diperhatikan bahwa bentuk loyalitas ini ada yang mengeluarkan dari Islam disebut muwaalah kubra (tawalliy). loyalitas dalam bahasa Arabnya adalah al Wala atau muwaalah yang bermakna al mahabbah (cinta). Karena tidak mungkin Jamaah Islam akan terdaftar di pemerintahan musyrikin. dimana mereka yang memegang kekuasaan. Begitupula dengan ulama-ulama. dan al muwaafaqah (sikap setuju) sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Atsir dalam An Nihayah. atau mencintai si fulan karena dia seorang Pancasilais. Adapun hukum berloyalitas kepada orang-orang kafir adalah haram berdasarkan ijma yang berlandaskan Al Qur'an dan As Sunnah. dan lain sebagainya. I. al mutaba’ah (mengikuti). Seperti orang yang mencintai presiden karena dia seorang negarawan atau mencintai si fulan karena dia seorang demokrat sejati. justru musyrikin membenci bahkan memerangi Jamaah Islam itu. Empat dalil ini menunjukan bahwa anshar thaghut itu statusnya adalah mereka kafir secara ta’yin (perorangan) pada hukum dzahirnya.

Pancasila adalah falsafah syirik. • Bahkan bila dia berjanji dusta untuk memenuhi syarat itu terhadap thaghut. akan tetapi harus meninggalkannya. dan lain-lain. akan tetapi karena alasan takut atau yang lainnya (kecuali dipaksa) mengikuti sistem demokrasi dan ia ikut dalam pesta demokrasi. seperti orang-orang Afghanistan yang bergabung dengan pasukan Salibis pimpinan Amerika Serikat untuk menghancurkan Negara Islam Thaliban.b) Membantu orang-orang musyrik untuk menghancurkan kaum muslimin. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “…Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian. karena dia mengikuti orang-orang musyrik dalam kemusyrikannya. Dalilnya sama dengan dalil di atas (Muhammad : 25-28). maka kami tidak akan lulus”. Orang yang bergabung (secara aktif di lapangan ataupun berperan di belakang layar) dengan orangorang musyrik dalam rangka menindas dan membungkam kaum muslimin dari dakwah yang mereka serukan kepada manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang yang kembali ke belakang setelah jelasnya petunjuk bagi mereka. c) Mengikuti kaum musyrikin dalam kemusyrikannya. maka apa gerangan dengan banyaknya orang yang berposisi sebagai bawahan mengatakan kepada masyarakat “Kami hanya menjalankan tugas” setelah sang pejabat atasan membuat undang-undang kafir kemudian si bawahan itu melaksanakannya Bila orang yang taat dalam sebagian kekafiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala memvonisnya sebagai orang murtad. maka dia telah keluar dari Islam. Seperti itu pula orang yang ingin membuat lembaga yang diakui thaghut. tetap hukumnya sama saja. Meyakini bahwa suatu perbuatan itu syirik atau kufur belumlah cukup. Kebencian terhadap sistem syirik dan para pelakunya serta kecintaannya terhadap Tauhid dan kaum muwahhidin tidaklah berarti bila dia mengikuti ajaran syirik tersebut. maka dia itu kafir meskipun benci akan hal-hal itu dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. Undang Undang Dasar 1945. membencinya. sungguh kami akan keluar DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 36 - - . Atau kagum dengannya atau bangga dengannya demi mendapatkan nilai ujian. • d) Menampakkan sikap setuju dengan kekufuran atau kemusyrikan Orang yang di hadapan thaghut menampakkan sikap setuju terhadap kekafiran dengan alasan basabasi atau takut atau ingin dunia. baik karena alasan basa-basi atau karena takut (kecuali dipaksa). Mereka yang menjadi pelindung sistem thaghut ini beralasan “Kami hanya mengikuti prosedur yang ada”. dan membenci para pelakunya serta cinta dengan Tauhid dan para muwahhid. dimana mereka mengatakan kepada saudarasaudara mereka yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab : “Bila kalian diusir. maka apa gerangan dengan • • RT/RW yang menyatakan kepada thaghut atasannya “Kami akan laksanakan semua aturan”. Maka bagaimana keadaanya bila mereka itu diwafatkan oleh malaikat seraya malaikat itu memukuli wajah dan punggung mereka ? Yang demikian itu dikarenakan mereka itu telah mengikuti apa yang membuat Allah murka dan mereka membenci apa yang mendatangkan ridha-Nya. maka dia kafir (kecuali bila dipaksa). maka telah batal keIslamannya. Orang yang mengetahui bahwa demokrasi itu syirik. maka orang-orang yang “sekedar” ikut menyanyikan lagu Garuda Pancasila adalah telah keluar (murtad) dari Islam. meskipun meyakini bathilnya hal itu. Saat menghancurkan dan membekuk para mujahidin ada di antara jajaran aparat keamanan yang beralasan “Kami hanya mengikuti aturan yang ada”. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka…” (Al Maidah : 51) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menyebutkan di antara pembatal keIslaman : “Membantu kaum musyrikin untuk menghancurkan kaum muslimin”. Anak-anak sekolah mengikuti pelajaran falsafah syirik dengan alasan mengikuti proses pembelajaran dan berkata : “Karena jika tidak (ikut). Yang demikian itu disebabkan sesungguhnya mereka mengatakan kepada orang-orang yang benci terhadap apa yang telah Allah turunkan: “Kami akan mematuhi kalian dalam sebagian urusan ini”. demokrasi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah engkau tidak melihat orang-orang munafiq. atau Pemerintah Iraq memerangi Daulah Islam Iraq. atau Pemerintah Saudi yang telah membantu Amerika Serikat saat menggempur Negara Islam Thaliban. meskipun dia itu benci dengan Pancasila dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka. maka syaitan mempermudah mereka (untuk berbuat dosa) dan memperpanjang angan-angan mereka. sedangkan thaghut mensyaratkan adanya mata pelajaran falsafah syirik (mis. maka hukumnya sama saja. atau ketika dahulu Pemerintah Indonesia memerangi Negara Islam Indonesia. maka Allah hapuskan amalan-amalan mereka” (Muhammad : 25-28) Bila saja orang yang mengikuti apa yang membuat murka Allah telah divonis murtad oleh-Nya. PKN) lalu mereka menerima syarat itu. • Seperti saat ujian siswa memuji dan mengikuti Pancasila.

ketika memiliki kasus di negeri ini. sedangkan amanah. dan bila kalian diperangi. baik yang ada di lembaga legislatif atau lembaga eksekutif maupun para pemutusnya di dewan yudikatif. Semua dicampakkan dan mereka sepakat tidak memakai hukum yang Allah turunkan. perdata. 37 - Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : - DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI . Mengucapkan “Assalamu’ala manit taba’il huda” kepada orang kafir dibolehkan. akan tetapi dianjurkan. Bila orang kafir mengucapkan salam. dan Allah memvonis mereka kafir padahal janji mereka itu dusta. Mereka ini Thaghut Kenapa demikian? Karena mereka dengan dewan legislatifnya dan sebagian eksekutifnya mengklaim sebagai pembuat hukum. Muwaalah Shughra Ini adalah sikap loyalitas yang tidak mengeluarkan dari Islam. dan lain sebagainya. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan mereka (maksudnya memulai jabat tangan). Mengangkat mereka untuk membawahi sebagian kaum muslimin. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menziarahi Abu Thalib untuk mendakwahinya. • Melapangkan jalan bagi mereka. sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut. mengklaim yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan. Mempersilahkan mereka duduk di depan majelis. maka mereka adalah thaghut itu sendiri. (An Nisa : 60) Masyarakat atau anshar thaghut atau siapa saja di antara mereka. • • • • Mengucapkan selamat atas hari-hari bahagia mereka selain hari raya keagamaannya. Bercengkrama dengan mereka. utang. (Al Hasyr : 11) Orang-orang munafiq di dalam Islam dihukumi muslim secara dhahir. serta tidak tawalliy kepada mereka. A. bahwa pentolan thaghut yang ke dua adalah “Penguasa Zhalim Yang Merubah Ketentuan (Hukum) Allah”. yang mana hukum itu dibuat oleh para thaghut tadi di gedung Palemen. apakah mereka mengajukan kasusnya kepada hukum Allah ataukan kepada hukum selaim hukum Allah? Tentu mereka mengajukannya kepada hukum selain hukum Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. sedangkan Allah bersaksi sesungguhnya mereka benar-benar dusta”. janji. 1. maka sungguh kami akan membantu kalian”. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? Katakan saja kepada mereka bahwa pemerintah Negara Kafir Republik Indonesia (NKRI). dan jual beli harus ditunaikan meskipun terhadap orang kafir harbiy sekalipun. maka cukup dijawab “wa’alaikum”. Definisinya adalah : Setiap perbuatan yang menyebabkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang-orang kafir dengan syarat (tetap) membenci mereka. dan mengkafirkan mereka. dan lain-lain. memusuhi mereka. ekonomi. Dalam ayat ini mereka berjanji untuk membantu orang-orang Yahudi dalam memerangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut : • Mengucapkan salam kepada mereka. dan beliau juga menjenguk anak seorang Yahudi yang sakit untuk beliau dakwahi. 2. Dan dalam hal ini mereka sendiri adalah thaghutnya.bersama kalian dan kami tidak mentaati seorangpun selama-lamanya dalam hal yang merugikan kalian. maka apa gerangan dengan janji yang jujur ? Begitu pula dengan orang yang menampakkan sikap setuju dengan demokrasi dan yang lainnya… II. • Berkunjung untuk mendakwahi mereka bukan termasuk muwaalah shughra. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu”. Mereka menjadi pembuat hukum yang hukumnya diikuti (baca: diibadati) oleh ansharnya. semua hukum Allah dirubah… mulai dari hukum pidana. Mereka adalah thaghut. Sedangkan sesesorang tidak bisa dikatakan sebagai orang muslim kecuali bila kafir kepada thaghut. Menyambut uluran tangan orang kafir boleh saja. bahkan mereka telah membuat dan memutuskan. Sedangkan di negeri ini.

Sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis : 1. Orang yang sepakat di atas hukum ini atau yang mengacu atau yang merujuk pada hukum yang mereka gulirkan itu adalah orang yang Allah vonis sebagai orang musyrik yang menyembah atau mengibadati atau mempertuhankan mereka serta telah melanggar Laa ilaaha illallaah. yaitu kepada alim ulama dan para rahib 3. ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi. Dalam ayat di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa : • Hukum yang bukan dari-Nya adalah wahyu syaithan. Mereka telah musyrik 5. maka yang mengaku memiliki hak membuat hukum ini disebut arbaab. dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah. Bila satu hukum saja dipalingkan dalam hak pembuatannya kepada selain Allah. padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa. tiga. Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. dan Allah katakan bahwa itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai. akan tetapi seluruh hukum yang ada di sini adalah bukan dari Allah. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. • Yang menyetujuinya atau yang taat atau yang merujuk kepadanya disebut musyrikun. Maka Rasul mengatakan : “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya. Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin. atau apapun DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 38 - - . Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. Saat hukum itu digulirkan dan diikuti. Rasulullah mengatakan : “Allah yang membunuhnya (mematikannya)”. dan jika kamu menuruti mereka. Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rab/arbaab. (Al An’am : 121) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan tentang keharaman bangkai. tapi dari wali-wali syaitan yang mendapat wahyu dari syaitan jin. Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : Orang musyrikin datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Hai Muhammad. yaitu yang memposisikan dirinya sebagai tuhan pengatur selain Allah. tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. kenapa Allah memvonis bahwa kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. kambing mati siapa yang membunuhnya ?”. Lalu „Adiy menjawab : “Ya”. sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram. Rasul berkata lagi : Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib) Ketika mereka menyandarkan hak hukum dan pembuatan hukum (tasyri’) kepada selain Allah. atau seratus hukum saja. yang membuat.“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib 2. bahwa orang yang membuat hukum itu disebut wali-wali syaithan (thaghut) yang telah mendapat wahyu atau wangsit dari syaithan. lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika menyetujui dan mentaati mereka. yang merancang. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. maka kalian katakan halal. maka itu adalah arbab yang disembah. maka berdasarkan ayat tadi. 3. baik wali-wali syaitan itu dahulunya orang Belanda (yang mewariskan KUHP) ataupun wali-wali syaitan zaman sekarang yang duduk di kursi parlemen. kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan : “Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. maka „Adiy mengatakan : “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”. Sedangkan yang ada di NKRI dan negara-negara lainnya adalah bukan satu. menyandarkan kewenangan hukum kepada selain Allah meski hanya dalam satu hukum atau kasus saja (yaitu penghalalan bangkai) dengan firman-Nya “Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. • Para penggulirnya (yang mengklaim dirinya berhak membuat hukum) dari kalangan manusia disebut wali-wali syaithan. yang menggodok. sedangkan orang yang mentaatinya atau setuju dengan hukum buatan tersebut divonis sebagai orang musyrik. dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. sepuluh. namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah. dua. Imam At Tirmidzi meriwayatkan. bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam). Mereka telah beribadah kepada selain Allah.

yudikatif terbentuk. lalu bagaimana mungkin Pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim mu’min. menggodok. begitu juga ketika jajaran pemerintahan dewan legislatif. dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (Al Maaidah : 50) Dalam ayat-ayat di atas. bahkan Allah mevonis orang-orang yang seperti ini sebagai orang-orang zhalim dan fasiq dalam surat Al Maaidah : 45 & 47. siapa saja yang membuat syari’at atau hukum atau undang-undang atau ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah dinamakan syurakaa (sekutu-sekutu). DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 39 - - . akan tetapi termasuk pentolan thaghut. setiap orang diwajibkan bersumpah setia untuk menjalankan hukum negara. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sekutu-sekutu) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (aturan/ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”. akan tetapi merujuk kepada selainnya. Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali dengan kafir terhadap thaghut. mereka merancang. Mereka merampas hak pembuatan hukum dari Allah. maka mereka tidak akan mempermasalahkannya. Perhatikanlah. Mereka berhukum dengan selain hukum Allah atau memutuskan dengan hukum thaghut Mereka berhukum dengan hukum thaghut. Apakah di Negara ini ada bai’at untuk taat setia kepada Al Qur’an dan As Sunnah? tentu jawabannya tidak ada! Maka dari itu setelah bai’at kepada Undang Undang Dasar selesai. maka pada hakikatnya mereka adalah wali-wali syaitan dan hukum yang mereka gulirkan hakikatnya adalah hukum syaithan. masalah apa saja. Jadi pemutus hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut. asal tidak melanggar “hukum suci” mereka. tapi kepada hukum thaghut yang bersifat lokal (seperti Undang Undang Dasar atau undangundang atau yang lainnya). ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Maaidah ayat 44 : “Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. yaitu Undang Undang Dasar 1945 dan undang-undang turunannya. Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki. jika seorang Presiden misalnya menyimpang. karena mereka memposisikan dirinya untuk diibadati dengan cara menggulirkan hukum agar diikuti. orang-orang yang ketika punya masalah justeru ingin berhakim (mengadukan urusan) kepada thaghut. tapi amat sangat kafir!. imannya dianggap sekedar klaim dan kebohongan belaka. orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang-orang kafir. maka apa gerangan dengan pembuatnya atau orang yang memutuskan dengannya atau orang yang memaksa masyarakat untuk tunduk kepadanya dengan menggunakan besi dan api (kekuatan dan senjata)…?!! 4. atau hukum-hukum regional. Perhatikanlah… jika saja orang-orang yang SEKEDAR mentaati mereka. regional maupun internasional Saat menghadapi masalah. tentang Ru-usuth Thawaghit (tokoh-tokoh para thaghut) yang ke tiga yaitu : Yang Memutuskan Dengan Selain Apa Yang Allah Turunkan. maka DPR/MPR akan memprotesnya dan mengatakan : “Presiden telah melanggar Undang Undang Dasar atau undang-undang atau… atau…” dan tidak akan mengatakan “Presiden telah melanggar Al Qur’an ayat sekian…” Andaikata seluruh isi Al Qur’an dilanggarpun. maka Allah memvonisnya sebagai orang musyrik. Sungguh… mereka tidak merujuk kepada Al Qur’an atau As Sunnah. dalam ayat tersebut sekedar ingin berhukum kepada thaghut sudah Allah nafikan keimanannya. akan tetapi salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir. Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat-ayat seperti ini. Mereka merujuk kepada hukum thaghut. maka mereka itulah orang-orang kafir”. ketika masuk PBB diwajibkan untuk berikrar setuju atas segala peraturan yang digariskannya.namanya dan siapapun yang membuat hukum. Sedangkan orang-orang yang mentaati atau mengikuti hukum itu disebut orang yang menyembah syuraka tersebut. mereka selalu mengacu kepadanya. C. karena selain hukum Allah yang ada hanyalah hukum jahiliyyah atau hukum thaghut. baik thaghut lokal. sedangkan mereka bukan sekedar thaghut. dan menggulirkan di tengah masyarakat. Sedangkan dalam surat An Nisa : 60 tadi. maka apa gerangan dengan orang-orang yang benar-benar bersumpah untuk merujuk kepada hukum thaghut…?! Pemerintah ini. atau hukum-hukum yang ditetapkan oleh mahkamah Internasional PBB. maka pemerintah ini tidak merujuknya kepada hukum Allah. inilah syahadat mereka! inilah bai’at mereka. Allah merasa heran atas klaim orang-orang yang mengaku telah beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut. sedangkan pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. (Asy Syuura : 21) Dalam ayat tersebut. B. eksekutif. akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang berhakim dengan hukum Allah yang telah dihapus adalah kafir. Dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. bahwa Pancasila memberikan kebebasan kepada orang untuk memeluk dan menganut agama serta keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. maka orang tersebut tetap dilindungi dan diakui. dan lain-lain. Sedangkan dalam demokrasi. bukankah orang-orang Kristen memiliki Tuhan. menetapkan dan memutuskan hukum. Muttafaq ‘Alaih) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 40 - - . yang mana notabene adalah hukum buatan manusia. hak khusus yang seharusnya disandarkan oleh makhluk hanya kepada Allah. bagaimana hubungannya? mudah sekali jawabannya. orang-orang Hindu juga memiliki banyak Tuhan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Hak memutuskan hukum itu hanyalah khusus kepunyaan Allah. Dan dalam ayat ini penyandaran hukum kepada Allah disebut ibadah. KUHP. Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada Ilyasa (Yasiq) dan dia mendahulukannya daripada ajaran Allah. orang yang meminta-minta kekuburan juga dilindungi. maka bunuhlah” (HR. dan pokoknya semua bentuk kemurtaddan terbuka lebar dalam naungan Berhala Burung Garuda. karena Allah-lah yang berhak untuk membuatnya. maka iapun kafir dengan ijma kaum muslimin. Demokrasi adalah sistem syirik yang membangun pilar-pilarnya di atas sekulerisme. maka dia kafir. falsafah atau silahkan orang menyebutnya apa saja tapi yang jelas Pancasila adalah dien. hukum disandarkan kepada rakyat melalui wakil-wakilnya. Cukuplah falsafah ini menjadi sesuatu yang rancu bagi orang yang berakal. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. dan agama serta kepercayaan lainnya yang memiliki banyak Tuhan. Mereka menganut sistem Demokrasi Demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan/kekuasaan). aturan dan pedoman hidup. Kita heran. bebas meyakini apa saja walaupun pendapat syirik atau kekafiran sekalipun. akan tetapi kenapa sila kesatu dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi ternyata serupa. akan tetapi kita tidak tahu siapa Tuhan Maha Esa yang dimaksud. Apakah satu Tuhan yang diibadati para pemeluk agama-agama dan kepercayaan di Indonesia ini atau banyak tuhan yang berbeda-beda? maka jawabannya adalah banyak Tuhan. (Yusuf : 40) Firman-Nya “Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”. Hak ini adalah hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala. karena Pancasila mengakui berbagai agama dengan tuhan-tuhannya masingmasing yang beraneka ragam. dimana hukum itu diambil dari orang-orang Nashrani (seperti orang Belanda dengan KUHP-nya). Pancasila adalah dien. Akan tetapi demokrasi merampasnya dan justeru hak itu diberikan kepada makhluk. sedang kaum muslim Tuhan mereka hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. tapi harus taat kepada kesepakatan rakyat. yaitu Undang Undang Dasar. hak khusus rububiyyah dan uluhiyyah Allah. Injil orang Nashrani. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119) Ilyasa adalah kitab hukum yang dibuat oleh Jengis Khan Raja Tartar. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Mereka memiliki ideologi/falsafah/asas/pedoman/petunjuk hidup. karena memalingkan ibadah penyandaran hukum kepada selain Allah. orang-orang Budha juga memiliki banyak Tuhan. tatanan perundang-undangan yang berlaku. Itulah dian yang lurus. Al Qur’an dan ajaran ahli bid’ah ditambah dengan hasil buah fikirannya lalu dikodifikasikan menjadi sebuah kitab yang disebut Ilyasa atau Yasiq. untuk menentukannya. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin. dalam ajaran Pancasila bila ada orang muslim keluar dari Islam. karena dien adalah jalan hidup. agama. dan ada juga dari Islam seperti dalam masalah pernikahan. beliau menyatakan : “Barangsiapa meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. di atas kebebasan. E. Demokrasi tidak mewajibkan menusia untuk taat kepada ajaran Allah. dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus. yaitu Pancasila. Singkat saja kita tinjau. Sistem perwakilan yang ada di dalamnya memberikan hak ketuhanan kepada wakil rakyat yang duduk di parlemen untuk membuat. Demokrasi merupakan salah satu bentuk perampasan hak khusus Allah dalam At Tasyri’ (pembuatan. Padahal dalam ajaran Islam… sesungguhnya orang murtad itu harus dibunuh. maka siapa saja yang merujuk pada Yasiq Modern ini. semua agama diakui oleh Pancasila serta Tuhan-tuhan yang banyak itu dilindungi dan disatukan oleh “Tuhan Yang Maha Esa” (dalam Pancasila) yaitu Burung Garuda…!!! Ini berhalanya! Perlu diketahui. sedangkan perujukan-perujukan ini telah dilakukan oleh pemerintah ini…!! D. penetapan dan pemutusan hukum atau undang-undang). Maka demikian pula dengan Yasiq Ashri (Yasiq Modern). Sistem ini merupakan penyerahan hak hukum atau kedaulatan kepada rakyat. bermakna : Kalian diperintahkan untuk tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. Kitab ini merupakan kumpulan hukum yang sebagiannya diambil dari Taurat orang Yahudi. Para ulama muslimin sepakat mengatakan bahwa siapa saja yang merujuk kepada kitab hukum ini. maka demokrasi adalah sistem syirik.

Begitu juga pemerintahnya. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. sedangkan pemerintahan Negara ini justeru memberikan izin bagi beroperasinya tempat-tempat kemungkaran dengan dalih tempat hiburan. maka negara tersebut adalah negara kafir. Mereka memperolok-olok ajaran Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang segala bentuk kemungkaran. “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. sedangkan orang-orang kafir yang di antaranya adalah pemerintahan NKRI ini dan ansharnya mereka berjuang. dari kekafirannya. membiarkan berkembangnya media-media penebar kesyirikan. dari kethaghutannya. (At Taubah : 65-66) Intinya. sedangkan pemerintahan NKRI ini sudah kita ketahui bahwa mereka BUKAN orang-orang yang beriman. merusak atau membakar berhala tersebut maka pasti akan dikenakan sanksi oleh tentara dan hamba-hambanya. orang-orang kafir. akan tetapi justeru mereka adalah thaghut. Sedangkan jika pemerintahan ini tidak bertaubat dari kethaghutannya. Tawalliy (loyalitas penuh) kepada kaum musyrikin Mereka loyal kepada Perserikatan Bangsa Bangsa. maksudnya bertaubat dari kemusyrikannya. Katakanlah: “Apakah dengan Allah. Itu hanya satu contoh saja dari ribuan contoh… Burung Garuda itu adalah berhala! Buktinya ia selalu berada diatas gambar Presiden dan Wakil Presiden disetiap ruangan. sebab itu perangilah kawan-kawan (wali-wali) syaitan itu” (An Nisa : 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dalam rangka mengokohkan hukum Allah. bahkan ia dipajang diatas. negara zhalim. agar supaya mereka berhenti”. maka kita bisa menyimpulkan bahwa TIDAK BENAR memerintahkan kaum muslimin untuk loyal kepada pemerintah semacam ini dengan menggunakan dalil surat An Nisa: 59. kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. negara fasiq dan negara jahiliyyah berdasarkan firman Allah tersebut. karena kamu kafir sesudah beriman”. dari demokrasinya dan dari kekufuran lainnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. Apapun yang ditetapkannya maka otomatis diikuti. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk loyal kepada orang-orang kafir. jelaslah isi ayat itu tidak sesuai dengan pemerintah ini. “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu). maka berilah mereka jalan dan jangan diganggu. berperang. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. dari Pancasilanya. ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. jelaslah bahwa Negara dan pemerintahan ini kekafirannya berlipat-lipat. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) Jika mereka bertaubat. kerusakan dan kebejatan (dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi) dan lain-lain. (At Taubah : 12) Jadi yang tepat bukan harus ditaati. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka. maka mereka masih masuk ke dalam cakupan ayat ini. Allah menyatakan dalam surat Al Maaidah : 51 : “Siapa saja yang tawalliy di antara kalian terhadap mereka maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” G. 3. menjunjung tinggi ajaran-Nya. Itu adalah beberapa perolok-olokan terhadap ajaran Allah. F. Tidak usah kamu minta maaf. bukan pula diberi loyalitas. karena tidak akan berdiri suatu negara tanpa ada pemerintah pelaksananya.Seandainya ada seorang muwahhid membunuh orang murtad tentulah hukum atau Agama Pancasila menindaknya. Akan tetapi yang tepat bagi pemerintah semacam ini adalah : 1. 2. Setiap orang yang mencela. mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. tunduk kepada undang-undang internasional dan peraturan lainnya yang ada dalam tubuh PBB. sedangkan memperolok-olok ajaran Allah adalah kekafiran. berkiprah dengan segala cara dalam rangka mengokohkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 41 - - . Jadi. kekufuran. dan tangkaplah mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. Setelah memahami hal ini. akan tetapi yang semestinya ada adalah sikap qital (perang). karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. Setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk pada aturan Allah. karena ulil amri dalam ayat tersebut adalah “dari kalangan kalian” yang berarti dari kalangan orang-orang yang beriman. orang-orang murtad. orang musyrik. dihadapan kursi-kursi para pengaku tuhan pengatur (arbab) di sarang paganisme (MPR/DPR). tentulah mereka akan manjawab.

dan tanah air kita. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan perangilah mereka itu. akan tetapi yang tepat adalah ayat-ayat yang baru saja dibahas dan ditambah dengan hadits ini. yang menyebar fitnah (bencana) kemusyrikan dan penindasan terhadap kaum muslimin. Selama Ad Dien (ketundukan) belum sepenuhnya kepada Allah. maka sistemnya belum mati dan orang-orang setelahnya akan menggantikan dia. akan tetapi kekafiran yang kolektif dan sistematis. tidak ada lagi penindasan terhadap kaum muslimin yang taat kepada Allah… bukan taat kepada Pancasila atau Undang Undang Dasar atau demokrasi. tidak ada lagi kekafiran. Mereka telah sekian lama memerangi. maka wajib diperangi. Namun dalam relaita zaman ini. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. tidak ada lagi ideologi syirik. Hadits Ubadah ibnu Shamit (HR. ini yang dekat justeru sudah memusuhi dan memerangi semenjak dahulu. saat senang dan saat benci. merekalah orang-orang kafir itu. dipenjarakan dan masih dibunuhi… maka berarti masih ada fitnah !! Selama kemusyrikan didoktrinkan maka fitnah masih ada. menindas diri dan merampas harta kaum muslimin. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 42 - - . Mereka mewajibkan ini dan itu yang bertentangan dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. merampas dan memeras harta kaum muslimin. masih ditangkapi. baik dengan cara kasar maupun halus. yang ada di dekat kamu dan dalam realitanya bukan hanya dekat. maka kami membai’atnya. selama fitnah (bencana) terhadap kaum muslimin yang taat dan berkomitmen dengan ajaran Allah masih dikejar-kejar atau dipersempit hidupnya. “Hai orang-orang yang beriman. Bahkan para ulama sepakat bahwa memerangi penguasa murtad adalah lebih harus didahulukan memeranginya daripada orang-orang kafir asli. serta saat kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak merampas urusan dari yang berhak (penguasa) “kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dengan bukti dari Allah yang ada pada kalian”” Sedangkan kita sudah banyak melihat bentuk-bentuk kekafiran yang dianut dan masih senantiasa dilakukan penguasa negeri ini. Perhatikanlah… mereka bukan ulil amri. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu. supaya jangan ada fitnah dan supaya dien itu semata-mata untuk Allah”. mereka berperang di jalan thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya). 4. Jadi. tidak ada lagi penghalang kepada jalan Allah. maka di antara yang beliau ambil janjinya atas kami adalah kami membai’at(nya) untuk senantiasa mendengar dan taat. sehingga jika penguasa yang satu mati. maka wajib untuk mencopotnya dan menggantinya dengan pemimpin yang muslim. Para ulama sepakat bahwa orang kafir tidak sah untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. sehingga thaghut tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat ini. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Perangilah orang-orang yang ada disekitar kamu. Tugas kita adalah wajib menggalang kekuatan dengan langkah awalnya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menggencarkan dakwah Tauhid yang berkesinambungan untuk mencabut akar-akar loyalitas terhadap thaghut di tengah masyarakat. sehingga tidak layak berdalil dengan surat An Nisa : 59 untuk menggelari pemerintah ini sebagai ulil amri. akan tapi mereka telah menguasai harta. al qital tidak akan berhenti terhadap para penguasa yang menentang aturan Allah. karena sistem kafirnya tidak mati dan tetap mengakar. 5. di waktu sulit dan waktu mudah kami.sistem thaghut. tapi hanya taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. akan tetapi mereka adalah wali-wali syaitan yang Allah perintahkan untuk memeranginya. dan jika mereka kembali lagi. Selama fitnah masih ada maka al qital tidak akan berhenti. dan dien (ketundukan) hanya bagi Allah semata” (Al Baqarah : 193) Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah. Merekalah thaghut penguasa negeri ini. (Al Anfal : 38-39) Jadi. Bila pemimpin tersebut asalnya muslim kemudian muncul kekafiran darinya. apalagi orang-orang kafir yang jauh… 6. diri. maka bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin? Allah menyatakan “sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu”. Merekalah orang-rang kafir yang dekat. Bila tidak mampu mencopotnya karena mereka menggunakan kekuasaan untuk mempertahankannya. sampai tidak ada fitnah. maka al qital (perang) belum berhenti. Dan perangilah mereka. maka tidak usah jauh-jauh pergi berperang untuk mencari orang kafir. Bukhari dam Muslim) “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajak kami. kekafirannya bukanlah kekafiran yang bersifat personal. sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”. maka qital tidak akan berhenti terhadap pemerintah yang seperti ini.

khususnya tentang tauhid dan kewajiban memerangi penguasa semacam itu. karena para thaghutnya itu shalat. dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesusahan sehingga tidak lagi menindas kaum muslimin dan dana yang mereka keluarkan tidak digunakan untuk mendukung hal itu. bahkan thaghut selalu berupaya mempersulit hidup mereka. kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri” (Al Baqarah : 130) Jadi. Perhatikan… para thaghut itu telah mengeluarkan orang-orang yang komitmen dengan ajaran Islam dari jajaran masyarakat dengan cara menanamkan image negatif tentang mereka. bahkan haji berkali-kali. mereka pergunakan di jalan Allah. Rasulullah diperintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka telah mengusir Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. seharusnya harta yang diambil dari kaum muslimin. (Al Maaidah : 2) “Janganlah kalian menyerahkan harta-harta kalian kepada orang-orang bodoh itu” (An Nisa : 5) Perhatikanlah… jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang menyerahkan harta kaum muslimin kepada orang-orang yang tidak bisa menggunakan dengan benar. Demikianlah sikap kita kaum muslim terhadap para thaghut penguasa negeri ini. Allah menyatakan : “Dan tidak ada yang benci kepada Millah Ibrahim. maka wajib pula bagi orang-orang yang bertauhid yang komit terhadap ajaran-Nya untuk menjauhkan thaghut dari harta yang mereka miliki. “Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu” (Al Baqarah : 191) Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka pernah mengusir kaum muslimin. memfitnah dan membodoh-bodohi masyarakat dengan menuduh orang-orang yang bertauhid sebagai orang-orang bodoh. Mereka mengira penguasa negeri ini adalah muslim. Hendaklah diketahui bahwa pemerintahan thaghut ini adalah pemerintahan yang tidak sah. bukan di jalan thaghut yang digunakan untuk memerangi Allah dan kaum muslimin. tapi… sungguh banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah… Apa saja pembatal pembatal keislaman? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 43 - - . sebagaimana para thaghut itu telah menjauhkan orang-orang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari harta mereka. sehingga dengan kesadaran itu lunturlah dukungan kepada para thaghut dan tumbuhlah loyalitas kepada orang-orang yang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. diperangi dengan berbagai cara : kasar dan halus. sedangkan bentuk kebodohan yang paling dasyat adalah orang-orang yang tidak suka dengan ajaran tauhid. karena perlu penyadaran terhadap masyarakat tentang kenapa penguasa negeri ini dikatakan sebagai penguasa kafir. tidak diakui secara Islam. Bukan berarti seluruh kaum muslimin harus terjun dengan menenteng senjata. dukungan kepada thaghut akan berganti dengan penentangan. Mereka adalah pemerintah yang memaksakan diri. zakat. tidak syar’iy. maka kondisi akan berubah. Maka haramlah atas setiap muslim untuk membayar atau menyerahkan harta kepada penguasa kafir dalam bentuk apapun. shaum. karena sebagian besar harta yang jatuh ke tangan thaghut digunakan untuk mempersenjatai tentara mereka untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya. tidak memahami Islam secara utuh. begitu pula hukum dan undang-undangnya tidak sah. memprovokasi. kecuali dalam kondisi terdesak atau dipaksa. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. orang yang dangkal pikiran atau orang yang haus dunia dan kekuasaan. yaitu : selama tidak melakukan sesuatu yang dilarang syari’at dan selama tidak menzhalimi orang muslim lainnya. BERSABARLAH…!!! Proses ini tidak mudah dan tidak akan terjadi begitu saja. Bila ini terwujud. tahap awal yang patut dilakukan adalah memberikan bayan (penjelasan) atau penyampaian risalah tauhid. salah satunya yaitu para thaghut. oleh sebab itu Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam pernah mendoakan orangorang Quraiys agar dilanda paceklik. padahal penguasa negeri ini telah melanggar hal yang paling penting dan fundamental.Jihad terhadap thaghut ini haruslah menjadi opini kaum muslimin. bahkan bebas untuk melanggarnya selama memenuhi dua syarat. Begitu pula dalam masalah harta. Ini karena kebanyakan kaum muslimin belum memahami hakikat Laa ilaaha illallaah. kaum muslimin harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini. oleh sebab itu kaum muslimin tidak memiliki kewajiban untuk taat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah thaghut ini. sehingga tidak hanya dipikul oleh kelompok-kelompok tertentu saja. sehingga mudahlah untuk menjatuhkan para thaghut itu. tapi ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang ditindas. maka menjadi wajiblah pula bagi kaum muslimin untuk mencopot para thaghut ini dari benak masyarakat dengan cara menyebarkan ilmu syar’iy. bukan loyal dan taat kepada mereka. tapi yang paling penting bagi mereka adalah harus memahami betul bahwa penguasa negeri yang mana mereka hidup di dalamnya adalah penguasa murtad kafir yang tidak boleh diberikan loyalitas.

akan tetapi mereka dikatakan Khowarij karena aqidah mereka. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 44 - - . 8. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. pemberantas syirik dan bid’ah. syafa’at dan tawakkal. Dengan bermodal taqlid dan ta’assub mereka meneriakkan bahwasanya mereka yang memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah ini sebagai kelompok ahlul bid’ah dan khowarij yang harus diperangi. Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah: 1. maka ia telah kafir. misalnya masalah rajam dan qishash. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam. yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Berpaling dari dien Allah Ta’ala. Dan sungguh pengertian ini tidaklah mengandung kebenaran sedikitpun. Dengan modal semangat yang menggebu-gebu dan ilmu seadanya mereka mengaku sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah. Membenci hal-hal mengamalkannya. lalu dengan tanpa malu-malu mereka mengatakan bahwasanya kami-lah salafi. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa. bagaimana penjelasannya? Beberapa tahun terakhhir ini mulai nampak semarak dengan muculnya kelompok yang mengklaim diri mereka dengan para pejuang tauhid dan sunnah. tapi mereka dikatakan Khowarij bukan karena mereka memberontak kepada pemerintahan yang syah. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. walaupun • 5. Kalau kita menengok dalam tuliasan-tulisan mereka akan kita dapati bahwasanya kebanyakan mengatakan yang dimaksud dengan khowarij adalah orang-orang yang keluar memberontak kepada imam yang syah. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah lebih sempurna dan lebih baik. atau bahkan beranggapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabb-nya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. maka ia telah kafir. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin. Melakukan sihir. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. 4. Mereka tampil di tengahtengah umat Islam ini dengan membawa gebrakan-gebrakan yang memukau menyerang berbagai harokah Islamiyah yang tegak memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah. • • • Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan lebih mengutamakan hukum thaghut daripada hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. pelakunya dihukumi kafir. merekalah orang-orang yang tegak memperjuangkan pemahaman-pemahaman salaful ummah. kamilah ahlussunnah.Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pembatal ke-Islam-an. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. Sungguh betapa mulia dan bernilainya kelompok tersebut seandainya mereka konsekuen dengan sloganslogan yang mereka gembar-gemborkan di berbagai tempat dan kesempatan itu. Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperbolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah Ta’ala dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya. 3. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya orang yang memberontak kepada pemerintah yang syah karena takwil adalah ahlul baghyi. Memang bisa jadi mereka itu Khowarij. 9. namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pembatal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat. 2. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam. semua yang tidak sesuai dengan kami maka mereka adalah ahlul bid’ah. Takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Sungguh memprihatinkan keadaan ini bagi mereka yang mempunyai sedikit pemahaman yang benar tentang Islam. 6. menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka. seperti pahala atau balasan yang akan diterima. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. 7. meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam. 10. Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij.

Asy-Syarozi berkata: ”Dan jika sebuah kelompok murtad dan mempertahankan diri dengan kekuatan. orang-orang zindiq lalu beliau membakar mereka. ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid hal. “Barang siapa berganti dien. Jika mereka tetap mengakui atas wajibnya syari’at yang mereka tinggalkan. Yang kabur diburu. bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: ”Pergilah ke Yaman!” Kemudian diikuti oleh Mu’adz bin Jabal. maka aku tidak akan membakar mereka karena Rasululloh melarang hal itu. Mengenai hukum bagi murtadin. Jika mereka ada yang tertawan. maka mereka telah murtad. Ketika berjumpa dengannya ia diberi bantal dan berkata:”Turunlah!” Dan ternyata disampingnya ada seseorang yang terikat. dan sama saja apakah yang mereka tinggalkan itu sedikit maupun banyak. Dinukil secara ringkas dari Al-Majmu’ XX/369. Almawardi) ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid berkata: ”Para ulama’ telah berijma’ atas wajibnya memerangi kelompok apapun yang mempunyai kekuatan yang tidak mau melaksanakan sebuah syari’at dari syari’at-syari’at Islam yang sudah jelas dan mutawatir. Lalu berita itu sampai kepada Ibnu ‘Abbas maka beliau berkata: ”Kalau aku. bagi yang mampu melaksanakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi. Jama’ah kecuali Muslim sedangkan dalam riwayat Ibnu Majah hanya tersebut. mereka mendapat dosa dan bagi yang tidak mempunyai kemampuan ia harus hijrah. Mereka harus digulingkan dari kekuasaan dengan pedang. adapun jika tidak mempunyai kemampuan untuk menggulingkannya dengan pedang. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. Jika kondisi mereka seperti itu maka mereka wajib diperangi kerena kemurtadan mereka setelah sebelumnya mereka diberi penjelasan tentang Islam dan dalil-dalil dipaparka kepada mereka.” (Al-Qulul Qoti’ fiiman imtana’a ‘anisy syroi’. Ia bertanya: ”Siapa ini?” ia menjawab:”orang ini dahulu Yahudi lalu masuk Islam kemudian ia masuk Yahudi. Jika mereka ada yang tertawan. Pertama mereka berada dibawah kekuasaan Islam dan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri.” Dan secara syar’I: qoth’ul Islam (melepaskan. Al-Mawardi berkata: ”Kondisi kedua mereka memiliki daerah sendiri yang terpisah dari wilayah kaum muslimin sehingga mereka bisa mempertahankan diri di sana.” (Al-‘Aziz XI/97 dan Al-Majmu’ XX/369). Karena memerangi ahlul harbi saja wajib maka terlebih lagi memerangi kelompok yang telah murtad sedangkan kekafiran mereka lebih besar. Orang yang murtad tidak lepas dari tiga keadaan. maka harus mencari jalan yang paling tercepat untuk menggulingkannya. Dan sama juga apakah kemurtadannya kepada kekafiran. hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Ubadah radhiyallahu’anhu yang telah disebutkan tadi yaitu: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 45 - - . yang melarikan diri diburu dan yang terluka dibunuh.” (Al-Ahkam As-Sulthoniyah. dan membebaskan kaum muslimin dari kekuasaan pemerintah tersebut walaupun harus bersusah payah.Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian murtad.” (Muttafaq ‘alaih) Ar-Rofi’I dan An-Nawawi berkata: ”Murtad adalah bentuk kekafiran yang paling keji dan yang paling keras hukumnya. Namun aku pasti membunuh mereka karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berganti dien. An-Nawawi XX/391). Mereka ini wajib untuk diperangi. atau perempuan berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu’anhu dia atas dan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa berganti agama. maka mereka diperangi sampai mereka mau melaksanakan apa yang mereka tinggalkan. sama asja apakah ia lahir dalam keadaan Islam atau dia dulunya kafir lalu masuk Islam atau ia menjadi Islam karena keislaman kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya. membatalkan Islam). maka bunuhlah ia!” dan ini adalah hadits shohih.”(Al-Majmu’ XX/380) Kedua mereka mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri. 23) Ketiga adalah penguasa yang murtad. meskipun kelompok tersebut adalah kelompok Islam. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad-Dumaiji berkata tentang memberontak kepada pemerintah kafir dan murtad: ”Hal ini juga merupakan suatu kesepakatan para ulama’. Adapun menolak syari’at yang mereka tinggalkan. An-Nawawi berkata: ”Apabila seseorang Murtad. baik ia orang merdeka atau budak. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. yaitu memberontak dan menggulingkannya dengan pedang bagi siapa saja yang mampu melakukannya. maka imam wajib untuk memeranginya karena Abu Bakar ra telah memerangi kelompok ynag murtad. ”Aku tidak akan duduk sampai ia dibunuh sebagai keputusan Allah dan Rasul-Nya. maka bunuhlah ia!”) Dan dalam hadits dari Abu Musa. meskipun mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan memerangi dua macam kelompok ini hukumnya wajib atas dasar ijma’. maka wajib untuk dibunuh. maka bunuhlah ia!” (HR. An-Nawawi berkata: “Riddah secara bahasa adalah kembali dari sesuatu menuju yang lainnya. dan mereka diperangi sampai kembali kepada syari’at Islam.” (Al majmu’. Dari ‘Ikrimah beliau berkata: ”Dihadapkan kepada amirul mukminin Ali radhiyallahu’anhu. baik ia berpindah ke agama ahlul kitab atau tidak. dan yang terluka dihabisi.

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang di turunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu mereka hendak berhakim kepada thogut padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thogut itu dan syetan bermaksud untuk menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya”.” (Ad-Difa’. dan mereka mengatakan dalam kitab-kitab. atau ia bebas memilih. jika ia ketika mengucapkannya bukan karena terpaksa. dan begitu pula jika ia lapang dada dengan kekafiran meskipun ia tidak mengucapkannya dan tidak pula melakukannya. (Yaitu hadits Ubadah yang tersebut di atas). sebagaimana yang tersebut dalam hadits ini.176) Abdul Akhir Hammad dalam mengomentari perkataan diatas berkata: ”Yang pelu diperhatikan juga bahwasanya pembagian seperti ini bermuara pada berhukum yang berarti al-qodlo’ (memutuskan) bukan dalam arti at-tasyri’ (membuat undang-undang).” (Al majmu’. Kaum muslimin harus melakukan hal itu. An-Nawawi XX/369-370).” (Al-Maidah: 44) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang dholim.” Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: ”Jika pemerintah melakukan kekafiran yang nyata. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. ia tetap mendapatkan satu pahala karena ijtihadnya sedangkan kesalahannya diampuni. Hal itu disesuaikan dengan kondisi pelakunya. Dan hal ini sudah maklum adanya secara jela dalam kitab-kitab mereka dan barang siapa yang biasa bergaul dengan ilmu pasti ia telah mendengar sebagiannya. namun ia keliru maka ia dianggap bersalah. 33) Beliau juga mengatakan setelah memaparkan pembatal-pembatal Islam: ”Dan tidak ada bedanya pada seluruh pembatal-pembatal ini antara orang yang bermain-main. Syaikh Hamd bin ‘Atiq hal. (An-Nisa’: 65) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.” (Fathul Bari XIII/123) An-Nawawi berkata: ”Dan murtad itu bisa dihasilkan karena niat untuk kafir atau karena perkataan atau perbuatan. Diantara bentukbentuk kekafiran itu adalah Berhukum dengan selain hukum Allah. maka tidak boleh mentaatinya dalam hal itu. ’sesungguhmya orang murtad adalah orang kafir setelah masuk Islam baik dengan perkataan atau perbuatan atau keyakinan. mereka pada hakekatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. maka orang tersebut bermaksiat. dan agar kami tidak memberontak kecuali jika melihat kekafiran nyata yang menjadi alasan di sisi Allah. Adapun jika hal itu disebabkan oleh perkataan maka sama saja apakah orang yang mengatakan itu karena mengejek. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. bahkan wajib berjihad melawannya. atau ia meremehkannya padahal ia yakin bahwa itu adalah hukum Allah. atau menentang atau katas dasar keyakinan. Dan inilah yang dikatakan oleh para ulama’ sunnah dan hadits.” (Tahdzib Syarhul ‘Aqidah Ath-Thohawiyah. (Fathul Bari XIII/7) Dan beliau berkata pada halaman yang lain: ”Sesungguhnya seorang pemerintah kafir itu harus dipecat menurut ijma’. baik dosa besar maupun dosa kecil.” (Al-Maidah: 45) “Dan barangsiapa yang tidal berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang fasik. meskipun ia membenci dalam hatinya. Namun jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. 28 dan lihat At-Tasyri’ Al-Jina’I II/708 dan kitab Ar-Ridah bainal amsi wal yaum hal. Dengan demikian ia berarti kufur majazi atau kufur ashghor. Karena kata hukum dalam Al-Qur’an kadang berarti al-qodlo’ sebagaimana firman Allah: “Dan barangsiapa yang tiadk berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. yang serius dan yang takut dan yang terkecuali adalah orang yang terpaksa. Dan begitu pula jika seseorang melakukan perbuatan kufur maka ia telah kafir ia tidak meyakininya dan tidak pula mengucapkannya. Tapi kalau ia tidak tahu hukum Allah sementara ia sudah berusaha dan mengerahkan segala potensi untuk mengetahui hukum Allah. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi.” Muhammad bin Sa’id Al-Qohthoni berkata: ”Adapun riddah adalah kafir setelah beriman. (An-Nisa’: 60) “Maka demi Robbmu. Abdul Akhir Hammad hal. maka yang demikian ini adalah kufur akbar. yaitu bahwasanya berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah bisa berupa kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kadang hanya berupa maksiyat. barang siapa yang mampu mengerjakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi mendapatkan dosa dan bagi yang tidak mempunyai kekuatan wajib hijroh dari negeri tersebut. Apabila ia berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah itu tidak wajib.“….. maka barang siapa perkataan yang mengandung kekafiran.” (Al-Maidah: 47) Ali bin Abil ‘Izz berkata tentang berhukum dengan selain syari’at Islam: ”Disini ada masalah yang harus direnungkan.” (Al-Maidah:44) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 46 - - . atau melakukannya atau rela dengannya dengan atas kehendaknya (bukan karena terpaksa) maka ia telah kafir.’ Dan mereka telah menetapkan barangsiapa mengucapkan perkataan yang mengandung kekafiran maka ia telah kafir meskipun ia tidak meyakininya dan tidak mengerjakannya.

hawa nafsu dan segala atribut hukum buatan manusia. lalu bagaimana halnya dengan orang yang berhukum dengan Ilyasa dan lebih mengutamakannya daripada hukum Allah? Orang yang melakukannya telah kafir berdasarkan ijma’ kaum muslimin. Sehingga tidak ada keputusan hukum baik sedikit maupun banyak kecuali dengan menggunakan hukum Allah. Nasrani. yaitu mengingkari hukum syar’i yang diturunkan Allah. bahwa hal itu adalah kekufuran yang tidak perlu bantahan lagi. ditujukan kepada siapa dan apa yang dimaksud dengan kufur di sini. ini bermacammacam: Pertama: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu mengingkari keabsahan hukum Allah dan Rasul-Nya.” (Tafsir Ibnu Katsir II/68) Bahkan beliau telah menyatakan ijma’ tentang kafirnya orang menjadikan silain syari’at Allah sebagai syari’at yang dijadikan landasan hukum.” (Al-Maidah:44) Beliau membahas panjang lebar tentang perselisihan para ulama’ salaf seputar ayat ini.” (Lihat ‘Umdatut Tafsir ‘anil Hafidz Ibu Katsir IV/172) Syaikh Muhammad bin Ibrohim. Adapun ketika mentafsirkan ayat: ‫ن نننن نننننننن ننننن‬ Maka kita dapatkan beliau sangat mempertegas masalah ini. maka ia telah kafir. lalu jadilah ia sebagai sebuah syri’at yang diikuti dan lebih diutamakan dari pada hukum AlQur’an dan As-Sunnah. dan didalamnya juga banyak hukum yang hanya berlandaskan pemikiran dan hawa nafsu belaka. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 47 - - . (Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/57-62). Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab AlBidayah wan Nihayah sebagai sanggahan terhadap kitab Ilyasa. dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin. ia adalah kafir yang wajib diperangi sampai kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya.pengertian inilah yang dimaksud oleh Ali bin Abil ‘Izz ketika menjadikan berhukum kepada hukum kepada selain hukum yang telah Allah turunkan berkisar antara kufur akbar dan kufur ashghor sesuai dengan keadaan pelakunya. Tidak ada alasan lagi bagi orang yang mengaku Islam untuk mengamalkannya. sebagai mana hukum yang diterapkan oleh bangsa Tartar. Maka siapa saja mereka yang melakukan seperti ini. Beliau mengatakan: ”Barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang telah baku yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdulloh sebagai penutup para nabi lalu berhukum dengan syari’at-syari’at lain yang telah mansukh. Diantara mereka adalah syaikh Ahmad Syakir dalam komentar beliau mengomentari perkataan Ibnu Katsir diatas: ”Sesungguhnya hukum undang-undang buatan manusia itu telah jelas bagaikan matahari di siang bolong. Para muhaqqiq dari kalangan ulama’ pada masa ini menyadari hal itu sehingga mereka sehingga mereka menjelaskan hukum undangundang tersebut dalam Islam. dan yang lain-lain. berkata: ”Dan tidak mungkin Allah menamakan orang yang berhukum dengan selain hukum Allah sebagai orang kafir lalu orang yang melakukan hal tersebut tidak kafir. lalu berpaling kepada kepada hukum yang lain berupa pemikiran. yang membuat Ilyasa sebagai buku yang berisi kumpulan hukum yang diambil dari berbagai hukum. mufti Arab Saudi dulu. Oleh karena itu anda dapatkan seorang mufassir seperti Ibnu Katsir ketika berbicara tentang ayat: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Hal itu dapat kita pahami dari perkataan beliau “pada peristiwa yang terjadi “ itu artinya beliau tengah membicarakan suatu kejadian yang diselewengkan oleh hakim sehingga ia tidak memutuskannya sesuai dengan hukum Allah. Dan inilah yang dimaksud dari riwayat Ibnu Abbas dan yang dipilih Ibnu Jarir. Adapun arti yang kedua yaitu at-tasyri’ sebagaimana firman Allah: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki.” (Lihat Al-Bidayah wan Nihayah XIII/119) Dari sini jelas bagi kita keputusan yang tegas berkenaan dengan undang-undang buatan yang menyelisihi syari’at Allah yang merasuki negeri Islam sehingga menjadi undang-undang yang mengikat mereka. Jengkis Khan.” (Al-Maidah: 50) Ayat ini berbicara tentang hukum Allah yang berarti syari’at dan manhaj-Nya dibandingkan dengan hukum jahiliyah yang berarti syari’at dan manhaj jahiliyah. dan dalam hal ini tidak ada perselisihan antara para ulama’. dari Yahudi. Islam dan yang lainnya.Beliau mengatakan:”Allah mengingkari orang-orang yang menyeleweng dari hukum Allah yang muhkam dan mencakup segala kebaikan dan larangan segala keburukan. yang tidak berlandaskan dengan syari’at Allah. Beliau menetapkan bahwa menyeleweng dari syari’at Allah kepada syari’at lain yang dibikin oleh manusia sendiri merupakan kekufuran yang pelakunya harus diperangi sampai kembali kepada ajaran Allah. Akan tetapi sebenarnya ia tetap kafir secara mutlak baik kufur amali maupun kufur I’tiqodi” Beliau berkata: ”Adapun yang pertama yaitu kufur I’tiqodi. yang diadopsi dari raja mereka. tunduk kepadanya atau mengakuinya. hal itu adalah kekafiran yang nyata dan tidak ada kesamaran lagi.

menurut Ibnul Jauzi menampakan kebathilan dalam bentuk kebenaran). Serta permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya juga membuat tandingan terhadap mahkamah syar’iyah baik secara persiapan. Orang semacam ini sama saja dengan orang-orang sebelunya karena ia berkeyakinan bolehnya mengkuti hukum yang secara jelas bertentangan dengan nash. bahkan juga pemutusan dan pemaksaan paham dengan berbagai rujukan dan referensi yang dimiliki. dukungan. Mereka tetap di atas hukum jahiliyah dan menolak serta benci terhadap hukum Allah dan Rasul-Nya. yang di mana pada akhirnya menjerumuskan kepada kesesatan dan penyesatan setelah menjelaskan makna labs (samar/tidak jelas) dan talbis (mengaburkan permasalahan. penyebaran pemahaman. Hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan dan hanya kepada-Nyalah tempat mengadu. Inggris dan undang-undang yang lain serta dari berbagai aliran bid’ah yang mengaku berpegang terhadap syareat dan lainlainnya. yaitu memoles kebatilan dan syahwat dengan polesan syar’i dengan mentahrif dalil-dalil atau menyembunyikannya. akan tetapi ia berkeyakinan boleh berhukum dengan hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. baik secara mutlak maupun hanya terbatas pada masalah-masalah baru yang muncul sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi. ini adalah pentahrifan/pengkaburan dalil dari keadaan yang selayaknya. Saya tidak begitu mementingkan susunan materi-materinya. disiapkan dan terbuka bagi seluruh manusia dan banyak orang yang memanfaatkannya yang pada dasarnya adalah fatamorgana. mereka jadikan sebagai hukum lalu mereka menjadikannya sebagai hukum ketika ada perselisihan. lebih sempurna dan lebih memenuhi kebutuhan manusia sebagai pemutus perkara antara mereka ketika terjadi pereslisihan. Di antara bantahan yang paling baik yang pernah saya lihat akan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 48 - - . Sebagaimana mahkamah syar’iyah itu mempunyai rujukan dan sandaran yaitu yang semuanya berdasar kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Mahkamah-mahkamah seperti ini sekarang banyak terdapat di negeri-negeri Islam yang disempurnakan. Seperti ini juga tidak diragukan lagi atas kekafirannya karena ia lebih mengutamakan hukum buatan makhluk yang hanya merupakan sampah-sampah otak dan kekerdilan hukum dibanding dengan hukum Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.Kedua: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu tidak mengingkari keabsahan hukum Allah akan tetapi ia berkeyakinan bahwa selain hukum Rasululloh lebih baik. sekaligus menyebarkan keraguan-keraguan. penentangan mana yang lebih dahsyat dari penentangan perbuatan merka itu terhadap persaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. maka seperti ini sama saja dengan dua kelompok sebelunya. pengawasan. pengembangan. akan tetapi ia berkeyakinan bahwasanya keduanya sama saja. Keenam: Hukum-hukum yang digunakan oleh para pemimpin suku dan kabilah yang berupa cerita dari nenek moyang mereka yang mereka namakan Sulumuhum yang mereka warisi secara turun menurun. Sekarang saya akan menyebutkan beberapa fenomena pengkaburan dan penyesatan itu dengan tujuan agar kita hati-hati supaya tidak jatuh kedalamnya. Di antara fenomena-fenomena adalah: Berdalih Atas Keabsahan undang-undang yang mengganti syari’at Allah dan atas penghalalan apa yang diharamkan Allah dengan atsar dari salaf ”kufrun duna kufrin”. Saya meminta kepada Allah taufiq dan kelurusan dalam ucapan dan amalan. Setelah menjelaskan sebab-sebab yang bisa menghantarkan pada pengkaburan kebenaran dengan kebathilan. Kelima: Yaitu yang paling besar dan paling luas cakupan penentangannya terhadap syari’at dan paling berani menentang hukum-hukumnya. Demi Allah. Ini adalah FENOMENA PENGKABURAN YANG HAQ DENGAN KEBATHILAN. dan menempatkan hukum bukan pada tempatnya serta berdusta (mengada-ada) dan aniaya terhadap Habrul Ummah Turjumanul Qur’an (Ibnu Abbas radhiallahu’anhu) dan terhadap generasi terbaik umat ini. tapi susunannya sesuai apa yang ingin saya sampaikan. ia kafir keluar dari Islam karena dengan demikian ia menyamakan antara makhluq dengan Kholiq. dan menghati-hatikan kaum muslimin agar mereka tidak terjerat dan terpedaya dengannya. Orang tersebut tidak berkeyakinan bahwa hukum tersebut lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. Mereka (salaf ini) tidak berbicara tentang masa kita ini dan mereka sama sekali tidak memaksudkan undangundang pengganti syari’at Allah (sekarang ini). Para hakimnya memutuskan perkara dengan hukum yang bertentangan dengan al Qur’an dan As Sunnah bahkan megesahkannya dan mengharuskan orang untuk mengikutinya. mahkamah mereka pun juga memiliki referensi yaitu undang-undang yang diadopsi dari berbagai ajaran. Amerika. berbagai perundang-undangan seperti undang-undang Perancis. Ketiga: Keempat: Orang tersebut tidak sampai berkeyakinan bahwa selain hukum Allah itu sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya apalagi berkeyakinan bahwasanya hukum tersebut lebih baik. Dengan demkian kekufuran apalagi yang lebih besar dari pada itu. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas ? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij.

kehormatan dan harta dengan selain syari’at Allah yang telah Dia turunkan dalam kitab-Nya. serta (mencarikan alasan) dalam keberanian mereka mengambil undang-undang orang-orang kafir yang mereka terapkan di negeri-negeri Islam. berkata: “Beberapa orang dari Bani Amr Ibnu Saduus mendatangi Abu Mijlaz.talbis ini adalah apa yang ditulis Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah ta’ala. Tatkala dia mendapatkan kedua atsar ini. Dan Khawarij menetapkan bahwa hukum-hukum (yang diberlakukan kepada) orang-orang musyrik berlaku pula bagi orang-orang yang bersebrangan dengan mereka.! Saya tidak melihatnya dan kalian melihat hal ini sedang kalian tidak merasa berdosa. sesungguhnya itu adalah darul kufur menurut mereka. maka mereka mendebat seraya menginginkan agar Abu Mijlaz itu merestui pendapat mereka akan kafirnya para penguasa tersebut.!!! Beliau berkata: Kalian lebih layak akan hal ini daripada saya. langsung mereka jadikan sebagai pendapat (pegangan) yang dengannya dia menganggap benar memutuskan hukum dalam masalah harta. Orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz adalah kelompok orang dari Bani Amr Ibnu Saduus (sebagaimana dalam AI Atsar 12025). Berkata (perawi): “Mereka berkata Wahai Abu Mijlaz. Waba’du. namun engkau merasa takut. Saudara saya As Sayyid Mahmud telah menulis hal yang berkenaan dengan dua atsar ini. tentang perlakuan dlalim yang dilakukan oleh sebagian para penguasa. dan kepada Islam-lah mereka itu mengajak. dan mereka itu adalah golongan dari firqah Ibadliyyah (sebagaimana dalam atsar 12026). demi Allah. dan kedua sanadnya adalah shahih. saya akan nukilkan seluruhnya karena sangat penting sekali: Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam Umdatut Tafsir: “Dan atsar-atsar ini -dari Ibnu Abbas dan yang lainnya adalah di antara sekian atsar yang sering dipermainkan oleh mudlalliluun (orang-orang yang menyesatkan) pada zaman kita sekarang ini dari kalangan yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dari kalangan yang lainnya yang sangat berani terhadap agama ini. ini supaya menjadi alasan bagi mereka untuk memberontak para penguasa itu. Mereka itu sepaham dengan kelompok Khawarij lain dalam masalah tahkim.. dan ini teksnya: “Ya. Nashrani dan orang-orang musyrik. dan bahwa menyalahi syari’at Allah dalam masalah qadlaa ‘aam (ketentuan/hukum umum atau tasyri ‘aam) tidak membuat kafir orang yang ridla dengannya dan yang melaksanakannya. benar. kami tidak mengetahui dari kelompok mana orang-orang yang ada dalam dua atsar ini. Sedangkan dalam madzhab Khawarij bahwa pelaku dosa besar itu adalah kafir. Kemudian Abdullah Ibnu Ibadl ini berpendapat bahwa orang yang bersebrangan dengan Khawarij adalah kafir bukan musyrik. benar. Saudara saya As Sayyid Mahmud Muhammad Syakir telah memberikan atas kedua atsar itu ta’liq yang sangat berbobot sekali. dan. Orang yang mengamati dua khabar (atsar) ini pasti ingin mengetahui siapa orang yang bertanya dan siapa yang ditanya. Mereka berkata: Apakah itu benar? Beliau berkata: Ya. benar”. Kemudian setelah sepeninggal Abdullah Ibnu Ibadl orang-orang Ibadliyyah ini pecah banyak (sekali). Dua atsar ini telah diriwayatkan oleh Ath Thabariy: 12025. dalam pengkafiran Ali karena beliau melakukan tahkim kepada dua orang (sahabat). namun para pengikutnya tidak sependapat dengannya. namun yang jelas bahwa orang-orang Ibadliyyah seluruhnya mengatakan: Sesungguhnya negeri orang-orang yang berseberangan dengan mereka adalah negeri Tauhid kecuali kelompok penguasa. mereka menjadikan atsar-atsar ini sebagai alasan atau pembolehan bagi qawaniin watsaniyyah maudluu’ah (undang-undang buatan yang syirik) yang telah merambah negeri-negeri Islam”. kuat dan tegas.. Ada juga atsar dari Abu Mijlaz saat orang-orang Khawarij Ibadllyyah mendebatnya. mereka (para penguasa itu) dalam sebagian keputusannya menyalahi syari’at karena mengikuti hawa nafsunya atau karena jahil akan hukum. Mereka berkata: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata Ya. dan dalam memutuskan hukum yang berkenaan dengan darah. Allah saya berlepas diri kepada Engkau dari kesesatan. dan darah dengan selain apa yang telah Allah turunkan. sedangkan lbadliyyah adalah bagian dari jama’ah Khawarij Haruriyyah pengikut Abdullah Ibnu lbadl At Tamimiy. atau yang sejalan dengannya” Kemudian Ath Thabari meriwayatkan (12026) hampir sama maknanya dengan yang tadi.. dan beliau itu sangat mencintai Ali sedangkan kaum Abu Miljaz yaitu Banu Syaiban dahulunya adalah pendukung Ali pada kasus perang Jamal dan Shiffin. dan dengannya mereka memegang. Dan saya merasa perlu untuk menyebutkan teks riwayat pertama Ath Thabariy ini berikut ta’liq saudara saya atas kedua riwayat itu. Ath Thabary meriwayatkan (12025) dari Imran Ibnu Hudair. bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka itu melakukan dosa” Maka mereka berkata: Tidak.! Namun ayat itu berkenaan dengan orang-orang Yahudi. Kemudian mereka mengatakan juga: Sesungguhnya semua yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 49 - - . 12026.. mereka berkata: Wahai Abu Mijlaz beritahu kami tentang firman Allah: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata: Ya. apakah mereka (penguasa saat itu) memutuskan dengan apa yang Allah turunkan?” Beliau berkata: “Dia (Islam) adalah agama yang mereka yakini. kehormatan. Abu Mijlaz (Lahiq Ibnu Hurnald Asy Syaibaniy As Sadusiy) adalah tabi’in tsiqah. dan tatkala terjadi tahkim pada perang Shiffin dan Khawarij memisahkan diri. maka termasuk yang menentang Ali adalah sekelompok orang dari Banu Syaiban dan dari Bani Saduus Ibnu Syaiban Ibnu Dzuhl.. sesungguhnya para penebar keraguan dan fitnah dari kalangan yang berbicara dalam masalah ini pada masa sekarang ini telah mencarikan alasan (udzur) bagi para penguasa dalam meninggalkan berhukum dengan apa yang diturunkan Allah.. bahwa Ali itu tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah dalam masalah tahkim.

Adapun bagian yang kedua adalah kekafiran berhukum dengan selain hukum yang Allah turunkan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 50 - - . dari kalangan Ahli kiblat dengan berbagai macam golongannya akan pengkafiran orang yang menyatakannya dan orang yang mendakwahkannya. maka ini statusnya sama dengan status orang yang melakukan ta’wil yang menyadarkan ta’wilnya dari pengakuan dia akan nash Al Kitab dan Sunnah Rasullah. Jadi jelaslah bahwa orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz itu adalah orang-orang Ibadliyyah. karena mereka berada dilingkungan penguasa (sutlhan). Maka perbuatan ini adalah (bentuk) berpaling dari hukum Allah. dan kami membebaskan sahabatsahabat Rasulullah. Dan bisa juga dia memutuskan itu karena hawa nafsu dan maksiat. Dan oleh sebab itu beliau berkata kepada mereka dalam khabar yang pertama (no: 12025): Bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka telah melakukan dosa dan berkata dalam khabar yang kedua: Sesungguhnya mereka itu mengamalkan apa yang mereka amalkan dan mereka mengetahui bahwa itu dosa. bukan kufur syirik dan bahwa pelaku dosa besat itu adalah kekal di neraka selama-lamanya. bahkan masalahnya sudah melebihi itu semua sampai-sampai mereka itu lebih mengunggulkan hukum-hukum undang-undang buatan atas hukum-hukum yang diturunkan Allah. Dan yang lain lagi adalah bahwa si hakim yang memutuskan hukum dalam qodliyyah mu’ayyanah (kasus tertentu) dengan selain hukum Allah. Adapun pada zaman Abu Mijlaz atau sebelumnya atau sesudahnya ada hakim yang memutuskan hukum dalam sesuatu hal seraya mengingkari hukum dari hukum-hukum syari’at atau lebih mengutamakan hukum-hukum orang kafir atas hukum-hukum Islam. Umdatur Tafsir 4/156-158 dalam Tafsir Ath Thabariy 10/348 – 349) Setelah penukilan ini yang tidak memerlukan tambahan lagi. maka status dia dalam syari’at ini adalah sebagai orang yang mengingkari hukum dari hukum-hukum Allah: Disuruh bertaubat. dan sesungguhnya tidak seorangpun yang menempatkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu atau perkataan Abu Mijlaz terhadap orang-orang yang membabat syari’at Allah pada masa sekarang ini kecuali orang yang bodoh akan kenyataan. Maka barangsiapa berhujjaah dengan dua atsar ini dan yang lainnya dalam bukan tempatnya. pertanyaan mereka itu bukan tentang apa yang dijadikan hujjah oleh para ahli bid’ah zaman kita ini. kehormatan. dan turun untuk alasan-alasan dan hikmah-hikmah tertentu yang telah tiada sehingga hukum-hukum itu pun otomatis gugur karena telah tiadanya hal itu. mengutamakan hukum-hukum yang lain atas hukumhukum-Nya yang terdapat dalam Kitab-Nya dan sunnah-sunnah Nabi-Nya. dan darah dengan undangundang yang bertentangan dengan syariat Islam. dan klaim orang yang berhujah akan hal itu bahwa hukum-hukum syari’at hanyalah turun untuk zaman yang bukan zaman kita ini. maka ini adalah dosa yang ditaubati dan mendapatkan ampunan karenanya. dan ini statusnya sama dengan orang yang jahil akan syari’at. maka ini tidak pernah terjadi. ini satu. Dan yang sedang kita hadapi sekarang adalah bentuk menjauhkan atau meninggalkan akan hukum-hukum Allah seluruhnya tanpa kecuali. berupa memutuskan hukum dalam masalah harta. dikarenakan mereka itu mungkin saja maksiat dan melakukan apa yang telah diharamkan Allah. dan menelantarkan semua syari’at-syari’at Allah. dan memalingkannya kepada selain maknanya dalam rangka membela penguasa atau sebagai hillaah (caricari alasan) untuk memperbolehkan memutuskan hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah dalam memaksanya kepada hamba-hambaNya. sehingga dia tidak mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. apakah masih boleh orang mengatakan: “Sesungguhnya Ibnu Abbas atau Abu Mijlaz dengan perkataan mereka berdua. ini merupakan kekafiran yang tidak diragukan oleh seorangpun. Bisa juga memutuskan hukum itu karena ta’wil yang menyalahi ulama lainnya. Jadi. Apakah ini bisa dibandingkan dengan apa yang telah kami jelaskan dalam perbincangan Abu Mijlaz bersama segolongan orang-orang Ibadliyyah dari kaum Bani Amr Ibnu Suddus…???!!! Seandainya masalah ini sesuai dengan apa yang mereka (para mubthilun) duga dalam khabar Abu Mijlaz bahwa mereka maksudkan penyimpangan penguasa pada hukum-hukum dari hukum syari’at maka sesungguhnya belum pernah terjadi dalam sejarah Islam bahwa ada hakim yang membuat hukum dan menjadikannya sebagai ketentuan (undang-undang) yang harus dipatuhi dalam penentuan keputusan.Allah wajibkan atas makhluknya adalah iman dan sesungguhnya setiap dosa besar itu adalah kufur nikmat. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari talbis dan mughalathah ini. sehingga tidak mungkin memalingkan perkataan Abu Mijlaz dan orang-orang Ibadliyyah kepadanya. dan bukan tentang menggulirkan undang-undang (peraturan-peraturan) yang mengharuskan umat Islam berhukum kepada hukum selain hukum Allah dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Nabi-Nya. dan lebih mengutamakan hukum-hukum orang-orang kafir daripada hukum-hukum Allah. serta rela dengan penggantian hukum-hukum itu. maka sesungguhnyaa dia melakukan itu bisa karena ketidaktahuan. keras kepala dan mengingkari hukum Allah. enggan akan aturanNya. bila dia bersikeras. atau orang munafiq yang sengaja menyesatkan yang di mana dia itu tahu akan kenyataan disekelilingnya dan (tahu bahwa kenyataan itu) tidak sama dengan kenyataan yang dibicarakan oleh salaf radliyallahu‘anhum. maka dia itu berstatus sebagai orang kafir yang bersikeras diatas kekufurannya (yang dimana) hukumannya sudah ma’ruf di kalangan para ulama agama ini”. namun dia sengaja mengkaburkan masalah dan mencampurkan yang haq dengan kebathilan dalam rangka mengikuti hawa nafsu atau karena dunia yang dia harapkan. mereka bertanya hanya karena ingin memaksakan hujjah mereka kepada beliau dalam masalah pengkafiran para pejabat pemerintah (saat itu). dimaksudkan kepada orang-orang pada masa kita ini yang mengganti syari’at Allah dan berpaling dari memutuskan dengannya dan dari berhukum kepadanya dengan alasan tidak selaras dengan zaman mereka ini -begitu mereka mengklaim-?!” Ya Allah sesungguhnya kami berlepas diri dari pengkaburan ini. (Ini ditulis oleh Mahmud Muhammad Syakir.

” Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Perkara ini demikian jelas bagi orang yang memperhatikan. maka maksudnya adalah kufur akbar. Ia mengingkari atas kebenaran hukum Allah dan Rasul-Nya. Perkataan istri Tsabit bin Qois. 3. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. dan ia mengakui kesalahannya dan ia telah mengikuti hawa nafsu. Jalan Hisyam bin Hujair ini munkar dari dua sisi: Pertama Kedua : Hisyam meriwayatkan sendirian : Hisyam menyelisihi perawi yang lebih tsiqoh darinya Perkataan Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu. “itu adalah kufur”. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. At-Tasyri’ (membuat undang-undang). surat nikah. Waki’ dalam Akhbarul Qudhah (1/4) dan lainnya dengan sanad shahih. meskipun ia yakin bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya itu lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum yang lain. dan ia mengakui atas kesalahannya dan ia juga mengakui bahwa ia telah mengikuti hawa nafsu. maksudnya ayat tersebut menunjukkan keumumannya. apakah ia sudah musyrik? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 51 - - . Ia berkeyakinan bahwa hukumnya lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Maidah:44) Ayat ini mencakup pengertian bagian ini. Apabila disebutkan ‘kufur’ dan ditulis dalam bentuk ma’rifah dengan huruf alif dan lam. 4. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. Inilah yang pasti dari Ibnu ‘Abbas ra. (Lihat: Adh-Dhu’fa’ karya Al ‘Aqily (4/337-3380. Dalam riwayat lain disebutkan.” Dan juga perkataan beliau: ”Kekafiran di sini bukanlah kekafiran yang kalian maksudkan. Ia menunjukkan keumuman lafaz tersebut dan tidak membatasinya. Diatas telah disebutkan tafsiran Ibnu Abbas “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Al Kamil (7/2569) karya Ibnu ‘Ady. Disebutkan pula.tidak menyebabkan pelakunya keluar dari radhiallahu’anhu terhadap firman Allah. Pada prinsipnya. Ia akan termasuk kufur akbar yang menyebabkan dirinya keluar dari Islam jika: 1. Dari uraian tadi dapat kita simpulkan bahwasanya “al-hukmu bighoiri maa anzalAllah” mengandung dua pengertian: Pertama: Al-Qodlo’ (memutuskan perkara) Pada pengertian ini para pelakunya berbeda-beda hukumnya. “Akan tetapi. Yaitu perkaaan beliau: ”Kufrun Duna Kufrin. Tahdzibul kamal (30/179-180) dan Hadyus Sary (447-448)) Abdullah Thawus menyebutkan dari bapaknya yang mengatakan: ‘Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu ditanya tentang firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Kedua: Bagaimana hukumnya jika muslim membuat ktp. Dan perbuatan itu akan hanya sebagai maksiyat atau kufur ashghor atau kufrun duna kufrin jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. yang diriwayatkan oleh Bukhary (5273) dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu tidak menyelisihi kaidah ini dan tidak membatalkan prinsip yang dinyatakan dalam risalah ini. Diriwayatkan oleh Abdur Razak dalam tafsirnya (1/191).” (Al-Maidah:44) Ibnu ‘Abbas mengatakan. Yahya bin Mu’in Al ‘Aqily dan Al Jamah. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya.” Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al ’Ulwan Al Qosim dalam kitab Alla Inna Nashrallahi Qoriib. Pada pengertian yang kedua ini para ulama’ telah berijma’ atas kekafiran mereka dan mereka wajib diperangi sampai mereka mau kembali kepada syari’at Islam. “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi (yang ia putuskan). “Itu adalah kufur” dan dalam lafazh lain “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. aku membenci kekufuran dalam Islam”. Ia berkeyakinan boleh berhukum kepada hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. Al Maruzy telah meriwayatkan dalam Ta’zhim Qadris Shalah (2/521) dan Al Hakim dalam Mustadraknya (2/313) dari jalan Hisyam bin Hujair dari Thawus dari Ibnu ‘Abbas. Hisyam dianggap lemah oleh Imam Ahmad. Islam. berkisar antara kufur akbar dan kufur ashgor (kufrun duna kufrin) sesuai dengan keadaan pelakunya. Ia mengatakan “dalam Islam”. sim dan suratsurat lainnya dari thaghut. kata kufur jika ditulis ma’rifah dengan huruf lam maksudnya adalah kufur akbar sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab Al Iqtidha’ (1/208) kecuali jika dikaitkan dengan qorinah (korelasi) yang mengubah maknanya. “Cukuplah perbuatan tersebut menyebabkan kekufurannya”. ini adalah qarinah yang jelas yang menunjukkan bahwa kufur di sini adalah selain kufur akbar. Ibnu Jarir (6/256). Adapun yang dia katakan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu bahwa ia mengatakan kufrun duna kufrin adalah TIDAK PASTI DARINYA. 2.

orang yang sudah murtad atau sudah kafir atau sudah keluar dari Islam (baik karena melakukan syirik akbar. jika tidak ditunaikan maka bisa jadi hartanya disita atau terancam. jika seseorang tidak memiliki KTP. dari segala suku bangsa. lebih baik dibayarkan dengan niat bahwa ia terpaksa karena didzalimi. maka orang tersebut akan mendapat sanksi hukum dari thaghut. Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. akan tetapi ini bermakna larangan bagi orang muslim untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi orang kafir untu menguasai kaum muslimin. kufur akbar ataupun berikrar untuk pindah agama). maka dari itu orang kafir atau orang murtad tidak boleh menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. Jika dia tidak mau menanggalkan kepemimpinannya atau tidak mau turun dari jabatannya sebagai pemimpin atau amir maka wajib atas kaum muslimin untuk mencopot jabatannya. tidak termasuk kepada hukum syar’i. Begitu juga apabila si orang kafir atau murtad ini asalnya muslim dan menjadi pemimpin (amir) bagi kaum muslimin. Konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan di dunia ini. Kaum muslimin tidak boleh memberikan kesempatan atau peluang bagi orang murtad. Jadi. maka wajib atas kaum muslimin untuk melengserkannya. tidak boleh diberikan kesempatan untuk menguasai orang muslim. seperti orang-orang sesat yang masuk parlemen dengan niat maslahat dakwah.Surat-surat tersebut tidak termasuk tahakum (berhukum) kepada thaghut dan tidak termasuk setuju atau tawali terhadap hukum thaghut. akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengancam kepada orang-orang yang mentaati orang kafir : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 52 - - . Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). maka janganlah kamu duduk beserta mereka. lalu dalam perjalanannya dia murtad dari Islam. Tidak berlaku bagi hal-hal yang makruh. Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun memanfaatkan Undang-Undang Jahiliyah seperti pada hukum perlindungan dan keamanan. dalam hal perpajakan yang seorang muslim sulit mengelak dari kedzaliman thaghut ini. beliau menerima perlindungan dari Abu Thalib. Karena seorang imam atau amir atau pemimpin itu diangkat untuk ditaati sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman. musyrikin atau bagi orang kafir untuk menguasai diri mereka. di antaranya : 1. Bukan hanya di surat-surat. (an Nissa :140) Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Banyak sekali konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan terhadap musyrikin. Misal. dsb. lebih baik ia memanfaatkan hukum tersebut untuk kemaslahatannya. maka daripada memperoleh kedzaliman yang lebih besar dari thaghut. Allah Ta’ala berfirman. Ada konsekuensi-konsekuensi atau sikap mukmin terhadap mereka. tapi ini hanyalah pemanfaatan saja untuk menjauhi mudharat. taat dan berwala’ kepada hukum dan pemerintahan bangsa Quraisy. Gugur hak perwalian atau penguasaannya terhadap kaum muslimin a. Sungguh. taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian” (An Nisa : 59) Di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mentaati pemimpinnya. shahih) Jadi keberadaan pemimpin adalah untuk ditaati. dan itu termasuk kepada hukum idari (hukum penertiban) yang di Islam sendiri dilakukan dan tidak diingkari. agama. kafirin. Ahmad dan At Tirmidziy. Misal KTP di Republik Indonesia adalah jaminan perlindungan dari pemerintahan kafir RI kepada seluruh rakyatnya. mendengar dan taat… ” (HR. Orang murtad tidak memilki wilayah (saitharah). Tetapi bukan berarti Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam setuju. menyetujui dan ikut serta di dalam kemusyrikan dan kekafiran seperti yang telah dijelaskan secara jelas di bagian terdahulu. Misal. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). haram. karena dengan sebab kemurtaddannya maka kepemimpinannya itu lepas dengan sendirinya. daripada seorang Muslim mendapat mudharat semacam itu. apalagi kemusyrikan dan kekafiran. yang sifatnya duniawi dan ada konsekuensi-konsekuensi yang bersifat ukhrawi (akhirat). karena ia telah mengikuti. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. SIM. tentulah kamu serupa dengan mereka. juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Aku memerintahkan kalian dengan lima hal sebagaimana Allah memerintahkan saya dengannya : berjama’ah. Surat Nikah. Semua ini tergantung dari niat dalam perbuatan yang sifatnya mubah dan disunnahkan Nabi shalallahu’alaihi wassalam. kemaksiatan. termasuk bagi muslim. bahkan di mata uang pun tertera simbol atau gambar thaghut. sama seperti pada mata uang yang digunakan oleh bangsa Quraisy pada zaman Nabi shalallahu’alaihi wassalam (ada gambar Kaisar Romawi). (An Nisa : 141) Ayat ini sifatnya penafian. “Dan Allah tidak akan menjadikan bagi orang kafir jalan untuk menguasai kaum muslimin”.

karena orang kafir atau orang murtad segala amal-amalnya tidak sah karena syarat sah seluruh ibadah adalah Al Islam atau orangnya bertauhid. Bagi orang yang mengetahui bahwa imamnya itu orang kafir atau pelaku syirik akbar. 2. karena dia sudah mengetahui bahwa shalatnya si imam tersebut tidak sah. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. Bila ada seorang muslimah memiliki ayah. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. maka berarti kepemimpinan orang murtad atau orang kafir atas kaum muslimin itu dilarang. maka orang kafir ini akan mengembalikan kalian ke dalam kekafiran atau ke dalam kemurtaddan. tapi kalau dia murtad dari Islam maka amal-amal yang dilakukannya. yang mana dia menjadi imam shalat. Ini dikarenakan kepengurusan anak memberikan jalan bagi dia untuk menguasai anaknya yang masih muslim ini. sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. Misalnya si imam tersebut adalah sebenarnya anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai. kemudian ayahnya ini murtad karena melakukan kemusyrikan atau hal-hal apa saja yang membatalkan keislaman. shaum atau yang lainnya adalah tidak sah. maka tidak boleh shalat di belakang dia. maka dia akan berupaya untuk mendidik anak tersebut di atas keyakinan yang dia anut. maka si ayah ini –dalam Islam– tidak memiliki perwalian dalam nikahnya karena dia sudah murtad dari Islam. namun kita tidak mengetahuhi bahwa si imam itu anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai maka shalat kita bermakmum kepadanya tetap sah. maka kepemimpinannya lepas dengan sendirinya. mengangkat orang yang akan menerapkan atau memberlakukan hukum thaghut terhadap manusia. Sedangkan setiap orang yang mengurusi anak. dikarenakan tidak boleh ditaati. sedang kekafiran dia yang sebenarnya dihisab di sisi Allah. berarti tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin. zakat. mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang untuk mentaati orang kafir. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. dan jihadilah mereka itu dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”. umpamanya shalat dibelakang anggota MPR/DPR atau polisi atau tentara atau anshar tahghut yang lainnya. Seorang ayah dilarang menikahkan puterinya yang muslimah atau laki-laki menikahkan saudarinya kepada laki-laki yang murtad atau yang kafir.“Hai orang-orang yang beriman jika kalian mentaati orang-orang kafir tentu mereka mengembalikan kalian ke belakang (murtad)” (Ali Imran : 149) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam atau menghati-hatikan kepada orang muslim dari mentaati orang kafir. dan ketika dia sudah menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin kemudian dia murtad. bila dia melindungi diri dengan kekuatannya maka wajib atas kaum muslimin untuk memerangi kelompok yang melindunginya dengan segenap kemampuan. Keberhakkan dalam perwaliannya sudah gugur. Kita tidak diwajibkan umtuk mengorek-ngorek keyakinan si imam. baik tidak mengetahuinya karena tidak melihat hal-hal yang membatalkan keislaman dari imam tersebut (Masturul Hal) walaupun hakikat sebenarnya si imam itu orang kafir. Gugur hak perwalian dalam masalah pernikahan. ini berbeda dengan orang yang tidak mengetahui bahwa imamnya ini orang kafir. seperti ikut berpartisipasi dalam Pilpres. (Al Baqarah : 221) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 53 - - . akan tetapi karena si imam itu tetap menampakkan keislaman. maka tidak diberikan hak dalam pengasuhan anaknya. Orang murtad tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin atau amir atau presiden atau hal-hal yang seperti itu. Dan Allah Ta’ala juga menghati-hatikan dalam firman-Nya : “Maka janganlah kamu mentaati orang-orang kafir. sebelum mereka beriman. baik ayah atau ibu murtad dari Islam. 3. (Al Furqan : 52) Jadi. walaupun dia menarik hatimu. ketika muslimah tersebut mau menikah. baik itu shalat. karena hal ini adalah sebuah bentuk pengangkatan orang kafir untuk menjadi pemimpin. Tidak boleh menikahinya dan tidak boleh menikahkan seorang muslim dengannya. Gugur hak pengasuhannya (pengurusan terhadap anak) Bila salah seorang dari orang tua. Pilkada dll. baik itu murtad karena mendukung syirik hukum atau pun melakukan syirik tumbal dan sesajian atau yang lainnya. dia tidak boleh dibiarkan menjadi pemimpin ketika dia sudah murtad dari Islam. misalnya menjadi Anggota Dewan di DPR/MPR atau dia menjadi anshar thaghut (tentara/polisi). walaupun dia menarik hatimu. Oleh sebab itu orang muslim tidak boleh ikut serta mengangkat orang kafir sebagai pemimpin. maka orang yang shalat di belakangnya adalah sah. karena kita tidak diwajibkan untuk menanyananyai apa dan bagaimana tentang si imam tersebut. Orang muslim tidak dibolehkan menikah atau menikahkan dengan orang yang sudah murtad atau keluar dari Islam dengan bentuk kemurtaddan apa saja. sedangkan orang murtad walaupun dia mengaku Islam atau melakukan amalan-amalan shalih. Tidak boleh shalat (bermakmum) di belakangnya Kita tidak boleh shalat di belakang orang kafir atau orang murtad. dan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang bagi orang muslim untuk memberikan kekuasaan kepada orang kafir. bahwa jika kalian mentaati orang-orang kafir. maka wajib diturunkan oleh kaum muslimin. dan bila dia tidak mau turun.

Tidak boleh memuliakannya atau mengagungkannya Karena orang-orang murtad itu adalah orang-orang yang sudah dihinakan oleh Allah. Adapun jika mereka mengucapkan salam terhadap kita maka boleh dijawab dengan “Wa ‘alaikum”. ini berdasarkan apa yang terjadi saat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ setelah enam tahun. maka tidak boleh orang muslim memuliakan orang kafir. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. sedang yang Allah halalkan sembelihannya hanyalah sembelihan orang muslim atau sembelihan orang yang terlahir dari Ahli Kitab. Dan sebagian ulama membolehkan menjawab dengan jelas jika mereka mengucapkannya dengan jelas pula. maka pernikahan tersebut lepas dengan sendirinya. sedangkan orang yang sudah dihinakan oleh Allah. Dia (‘Abul ‘Ash) masuk Islamnya enam tahun setelah masa iddah Zainab berakhir sebagaimana atsar yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : “Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ dengan nikah yang terdahulu dan tidak mengadakan akad nikah lagi”. tapi yang disepekati adalah jawaban wa ‘alaikum. sembelihan orang murtad. apalagi dengan orang murtad. dan begitu juga si ayah atau saudara atau laki-laki yang memiliki perwalian kepada perempuan tidak boleh menikahkan perempuan tersebut kepada laki-laki musyrik. memuliakan orang kafir adalah haram… 7. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan tentang orang yang membuat sembelihan untuk tumbal : ”Hewan ini haramnya dari dua sisi : Pertama. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengatakan : “Dan janganlah kalian memegang ikatan (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir” (Al Mumtahanah : 10) Bila asal keduanya atau pada awal penikahannya adalah muslim. Apabila dalam masa iddah si perempuan kembali kepada Islam. dan Allah menyiapkan bagi mereka ‘adzab yang menghinakan. Begitu juga apabila yang murtadnya itu si laki-laki. dan kedua karena hewan itu sembelihan yang diperuntukan untuk selain Allah”. 6. maka jangan kalian mengucapkan salam terhadap mereka” . maka tidak boleh kita muliakan. orang muslim tidak boleh mengucapkan salam kepada orang-orang kafir. At Tirmidzi. Tidak boleh mengucapkan salam terhadap mereka Ini karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam hadits Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu : “Janganlah kalian mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani” dalam satu riwayat dikatakan : “Jika kalian menjumpai orang-orang musyrik. Wajib bara’ (berlepas diri) dari mereka Bara’ di sini adalah membenci dan memusuhinya. yaitu sembelihan orang muslim atau sembelihan ahli kitab. Haram sembelihannya Orang murtad haram sembelihannya. jika masih dalam masa iddah lalu si laki-laki tersebut kembali kepada Islam maka si perempuan boleh menerima kembali si laki-laki tanpa akad yang baru. Abu Dawud. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 54 - - . dan sembelihan ahli kitab halal bagi kalian dan sembelihan kalian halal bagi mereka” (Al Maaidah : 5) 5. Jika setelah beberapa waktu masa iddah berlalu dan salah satunya baru kembali kepada Islam. dan yang rajih (kuat) –wallahu a’lam– adalah pendapat yang mengatakan tidak perlu akad kembali –jika si wanita tidak menikah dengan laki-laki yang lain sehabis masa iddahnya–. maka di sini ada dua pendapat para ulama.Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang wali menikahkan wanita yang dalam perwaliannya kepada orang-orang kafir atau musyrik atau orang murtad. dan ada yang berpendapat tidak perlu dilakukan akad nikah kembali. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Dan barangsiapa yang telah dihinakan oleh Allah. lalu kemudian di tengah perjalanan si perempuannya murtad atau si laki-lakinya murtad. ada yang mengharuskan kembali akad dengan mahar yang baru dengan wali dan saksi. maka tidak seorangpun yang memuliakannya” Hajj : 18) (Al Jadi. 4. Jadi. orang kafir sudah Allah hinakan. Ibnu Majjah dan di shahihkan oleh Imam Ahmad dan Al Hakim) Jika tadi di awal Allah melarang menikahi wanita-wanita musyrik sampai mereka beriman. Ada kaidah fiqh yang mengatakan bahwa hukum asal sembelihan itu adalah haram kecuali yang dibolehkan oleh syari’at. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik. maka si laki-laki boleh kembali kepadanya tanpa perlu akad nikah kembali. bukan orang yang asalnya muslim kemudian murtad dan masuk Nashrani atau Yahudi atau murtadnya karena melakukan pembatalpembatal keislaman lainnya seperti orang yang melakukan tumbal atau sesajian atau mendukung demokrasi dan hukum-hukum buatan lainnya.

jika ada seorang muslim sedangkan ayahnya murtad lalu si ayah tersebut meninggal dunia. mereka murtad dan mengikuti pemimpinnya dan mereka juga mempunyai pasukan dan kekuatan. anak mereka. karena pentingnya berlepas diri dari orang atau pelakunya. Ini sebagaimana yang terjadi di zaman Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu 'anhu tatkala memerangi kelompok Musailamah Al Kadzdzab kaum Banu Hanifah di Yamamah. Tidak boleh saling mewarisi dengan orang muslim Misalkan dalam sebuah keluarga muslim ada anaknya yang murtad. Jika orang murtad secara individu di darul Islam (Negara Islam) maka akan dipanggil dan dinasehati supaya taubat dan diberi tenggang waktu. maka apabila ada harta yang diberikan kepadanya. sedangkan jika dengan muslim yang maksiat maka kita berlepas diri dari perbuatannya atau dari maksiatnya. beliau membunuh orang yang tidak layak untuk dibunuh. memusuhi dan membenci kepada orang dan perbuatannya. ketika kita berlepas diri dari orang musyrik dengan sikap kita terhadap orang muslim yang melakukan maksiat. 9. akan tetapi langsung diperangi oleh Pemerintahan Islam. Akan tetapi jika yang murtad itu sifatnya berkelompok dan memiliki kekuatan untuk melindungi diri dari hukum Islam meskipun di wilayah Negara Islam. Akan tetapi dalam kondisi zaman ini (di saat tidak adanya Baitul Mal). dan atas kerelaan dia. akan tetapi diterima saja karena dikhawatirkan diambil oleh orang lain. saya berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh Khalid”. maka oleh Abu Bakar mereka langsung diperangi. Orang murtad tidak diakui hidupnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Barangsiapa yang murtad dari Islam. maka dibunuh. tapi tidak berlepas diri dari orangnya. hartanya juga diambil untuk Baitul Mal. maka ini tidak dinasehati atau disuruh taubat terlebih dahulu. Disini ada perbedaan. Jadi kita harus berlepas diri dari mereka karena mereka adalah orang yang sudah Allah vonis kafir. makanya Allah meniadakan keimanan dari orang yang menjalin kasih sayang dengan orang-orang murtad atau orang kafir. maka si anak yang murtad ini tidak berhak mendapatkan warisan dari si ayah tersebut. dan karena Allah mewajibkan untuk memerangi mereka dengan sebab mereka (para thaghut) itu adalah musuh yang telah masuk dan bahkan telah mengakar di negeri-negeri kaum muslimin. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kamu tidak akan menemukan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul-Nya walaupun mereka adalah ayah mereka. Asy Syu’araa : 216 ) Bila dengan orang kafir dikatakan : “Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah”. maka katakanlah sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian lakukan” (QS. Begitu juga bagi orang murtad yang bersifat thaghutiyyah. karena bisa jadi orang berlepas diri dari perbuatannya. Kita harus berlepas diri dari musyrikin. maka harta yang jatuh ke tangannya bisa digunakan untuk kepentingan dirinya atau kepentingan kaum muslimin. Jika orang murtad di Negara Islam maka di samping dibunuh orangnya. 8. jika orang muslim yang melakukan maksiat maka kita berlepas diri hanya dari perbuatannya dan bukan dari orangnya. maka itu adalah bukan sebagai bentuk warisan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 55 - - . Ini adalah yang dinamakan bara’. dan bukan dari orangnya. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) Allah mendahulukan berlepas diri dari orangnya. Bukhari Muslim). karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir.“Telah ada pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya suri tauladan yang baik bagi kalian saat mereka mengatakan kepada kaumnya : “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. orang-orang murtad. maka bunuhlah” (HR. Ketika Khalid ibnul Walid melakukan kesalahan dalam peperangan. karena mereka memiliki kekuatan (tentara dan senjata) maka ini juga langsung diperangi saat kaum muslimin memiliki kekuatan. dan begitu juga sebaliknya. dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim” (Muttafaq ‘alaih dari Usamah bin Zaid ra ). saudara mereka atau kerabat mereka” (Al Mujaadilah: 22) Jadi Allah mengatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak mungkin menjalin kasih sayang dengan orang yang murtad atau dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. maka Rasul mengatakan : “Ya Allah. jika dia bertaubat maka dilepaskan lagi dan jika tidak bertaubat. dari orangnya dan dari perbuatannya. lalu ayahnya meninggal dunia. Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Bila mereka maksiat kepada kamu (Muhammad).

maka kita tidak boleh ikut menshalatkannya.“Hai orang-orang yang beriman. Tidak boleh dido’akan Orang yang mati di atas kemurtaddannya atau kemusyrikannya atau kekafirannya haram dido’akan atau memintakan ampunan dari Allah baginya di akhirat. akan tetapi diperangi… Orang murtad kenapa dibunuh ? karena halal darah dan hartanya. sedangkan orang murtad tidak kafir kepada thaghut. ketika mereka terdesak hingga akhirnya menyerah dan minta damai dengan mengirim utusan Buzakhakh. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Tidak halal darahnya orang muslim yang bersaksi tiada tuhan yang berhak diibadati selain Allah dan aku adalah rasul Allah kecuali dengan salah satu dari tiga hal. kepunglah mereka. maka kita boleh memastikan bahwa dia calon penghuni neraka. akan tetapi jika orang kafir atau orang murtad. tapi boleh mengatakan “dikhawatirkan dia di ‘adzab di akhirat”. muslim yang fasiq juga tidak boleh dipastikan masuk neraka. bila dia belum taubat lalu mati di atas kemusyikannya maka dia tidak boleh dishalatkan. Sedangkan dalam ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. maka itulah yang diperangi terlebih dahulu. atau anggota MPR/DPR atau Hakim/Jaksa mati di atas kemusyrikan dan kethaghutannya. 4. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrikin itu di mana saja kalian dapatkan mereka. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. karena orang murtad tidak ada harganya lagi sebab dia sudah menghinakan dirinya sendiri dengan kekafiran atau kemurtaddannya. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak mengubur orang-orang musyrik yang mati dalam perang sebanyak 70 orang. sedangkan perhitungannya atas Allah” (HR. 3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidak layak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 56 - - . Ini adalah bila yang sifatnya kelompok. zina muhshan. Tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Ketika Khalifah Abu Bakar radhiyallahu’anhu memerangi kelompok murtad para pengikut Musilamah Al Kadzdzab. Dipastikan sebagai calon ahli neraka Jika orang murtad mati di atas kemurtaddannya. tangkaplah mereka. Orang murtad dibunuh karena dia tidak kafir kepada thaghut. ini adalah haram karena dia orang kafir. tapi langsung apa adanya dimasukkan ke dalam sumur. (HR. qishash. Jadi kalau orang muslim yang baik dan taat tidak boleh dipastikan masuk surga kecuali jika ada dalil yang khusus. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah maka haram darah dan hartanya. Begitu juga bagi orang yang suka membuat tumbal atau sesajian. tapi boleh mengatakan “Mudah-mudahan dimasukkan ke surga”. Tidak boleh dishalatkan Bila ada anshar (kaki tangan) thaghut seperti polisi atau tentara mati sewaktu dinas. Orang murtad jika mati tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Beliau langsung memasukkan mereka ke dalam sumur Badar. maka boleh dipastikan masuk neraka… 2. Ketika di perang Badar. dan orang yang tidak mau taubat atau dia bersikukuh di dalam kemusyrikan dan kethaghutannya maka berarti dibunuh… Demikianlah konsekuensi-konsekuensi yang dikenakan bagi orang murtad di dunia. akan tetapi oleh Khalifah Abu Bakkar tidak diterima kecuali jika mereka mau menerima syarat-syarat yang di ajukan oleh Abu Bakar dan disepakati oleh para shahabat. dan intailah di tempat pengintaian. umpamanya ada polisi atau tentara atau anggota dewan mati sewaktu dalam dinasnya. Al Bukhari dan Muslim). Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) “Jika mereka taubat” adalah taubat dari kemusyrikannya atau dari kethaghutannya. maka kita tidak boleh mengatakan bahwa “si fulan ini calon penghuni surga”. Muslim dari Abu Malik Al Asyja’iy). dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Para thaghut hukum dan ansharnya adalah orang-orang kafir yang paling dekat dengan kita. maka kita tidak boleh mengatakan “si fulan calon penghuni neraka”. keluar dari Islam”. dan di antara syarat-syarat itu adalah mereka harus mau bersaksi bahwa orang yang mati di antara mereka adalah masuk neraka. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Konsekuensi-Konsekuensi di Akhirat : 1. Tidak dimandikan dan dikafani terlebih dahulu. Makna dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah adalah kafir terhadap thaghut. karena orang kafir atau orang murtad sudah Allah pastikan masuk neraka. bukan dinasehati agar bertaubat. seadanya saja dengan pakaian yang menempel sewaktu mati. apabila orang muslim yang bertauhid meninggal dunia dan jika semasa hidupnya dia adalah seorang yang taat. Dan jika orang muslim itu semasa hidupnya sering melakukan maksiat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : ”Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selamanya” (At Taubah : 84) Bukannya dapat pahala tapi justru mendapatkan dosa jika kita menshalatkannya.

dan mereka itulah penghuni neraka.(Al Baqarah : 217) Dan bahkan para rasul diancam Allah bila mereka melakukan kemusyrikan : “Seandainya mereka melakukan kemusyrikan tentu lenyaplah amalan yang mereka lakukan” (Al An’aam : 88) Ini adalah ancaman kepada para rasul. lalu dia mati dalam kekafiran. maka dia tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. maka turunlah ayat tadi di atas. (At Taubah : 113) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan buat ibundanya yang meninggal dalam keadaan musyrik. (Al Bayyinah : 6) 7. Tidak boleh dikubur di pekuburan kaum muslimin Orang murtad jika dia mati. maka Allah hapuskan amalan mereka” (Muhammad : 9) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 57 - - .orang musyrik. karena mereka sudah hina dan tidak berharga lagi. dan yang lainnya itu hapus sia-sia : “Barangsiapa yang kafir setelah dia beriman maka hapuslah amalannya. infaq. mereka kekal di dalamnya”. Amal ibadahnya hapus Segala amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang murtad seperti. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan” (Al A’raaf : 40) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala tentang keharaman musyrikin masuk ke dalam surga. zakat. dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang zhalim. Akan tetapi kita hanya dibolehkan mengucapkan rahimahullah (semoga Allah merahmati) kepada orang muslim yang baik. shaum. dan mereka itulah penghuni neraka. (Al Maaidah : 5) “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya.…” (Al Maaidah : 72) Bahkan Dia Ta’ala mencela musyrikin kafirin sebagai seburuk-buruk makhluk. mereka kekal di dalamnya”. 6. beliau shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : “Saya akan memintakan ampunan kepada Allah untuk engkau selama saya tidak dilarang”. tapi Allah melarang dan tidak memberikan izin. Dan ketika Abu Thalib yang terkenal suka membela Rasulullah itu meninggal. Dan yang lebih haram lagi adalah mengatakan kepada orang murtad “almarhum” atau “almarhumah” yang artinya orang yang dirahmati. jika saja kepada orang muslim yang baik kita tidak dibolehkan mengucapkannya. dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi”. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya. maka terlebih lagi terhadap orang murtad. mereka kekal di dalamnya. tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. haji. dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lobang jarum. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. Haram masuk surga Orang murtad tidak mungkin masuk surga bila dia mati di atas kekafirannya. maka sungguh Allah telah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. (Al Baqarah : 217) 8. 5. lalu dia mati dalam kekafiran. maka apa gerangan dengan kita…?! Dan bahkan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri Allah mengatakan : “Andaikata kamu (Muhammad) melakukan syirik maka lenyaplah amalan kamu” (Az Zumar : 65) “Yang demikian itu disebabkan karena mereka membenci apa yang Allah turunkan. sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam”. “Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri. Mereka kekal di dalam neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”.

Tidak mendapatkan syafa’at Orang murtad tidak mungkin mendapatkan syafa’at di akhirat dari para nabi dan malaikat yang diizinkan Allah akan memberikan syafa’atnya. dari yang asalnya neraka yang paling dasar diganti dengan sandal dari api neraka yang mana bila dipakai. juga orang-orang shalih. izin dari Allah terhadap orang yang akan memberikan syafa’at. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. 7. kitab An Nubuwwat. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. 3. Ini karena syafa’at itu memiliki syarat. 14. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. kitab Mishbahuzh Zhalam. akan tetapi ini tidak berlaku bagi orang yang mati di atas kekafiran. itupun bukan dalam bentuk dikeluarkan dari api neraka. Pertama. sedangkan Allah tidak meridlai kekafiran.com DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 58 - - . Itu pasti didapatkan Insya Allah oleh orang yang mati di antara umatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. kitab Risalah Nawaqidlul Islam. Dan di hari kiamat ketika orang-orang kafir sudah masuk ke dalam neraka. kitab Al Bidayah Wan Nihayah. 18. Situs Islam 1. kitab Majmu’ah tauhid. 2. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab. maka otak yang ada di kepalanya mendidih. kitab Syarah Ashli Dienil Islam. 2. (Al Referensi Kitab 1. atau bahkan sedikit saja membenci ajaran Allah. 15. http:\\millahibrahim@wordpress. Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan. kitab Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid. Melacak Jejak Thaghut. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. 9. dan syarat ridla ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan : “Dan mereka (malaikat) tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah” Anbiya : 28) “Dan Dia tidak meridlai kekafiran bagi hamba-Nya” (Az Zumar : 7) Allah tidak ridla dengan kekafiran. 10. Kitab Taisir. orang-orang yang mati syahid dan anak kecil yang meninggal. keluar dari Islam dan hapus segala amalannya.com www. 13. Fathul Bari Ibnu Katsir. maka itu adalah suatu bentuk kemurtaddan.com http:\\abuqital1@wordpress. Al-Hafidz Ibnu Hajar. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad. kitab Risalah Fie Ma’na Thaghut Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Syaikh Muhammad. 3. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. tapi hanya diringankan ‘adzabnya saja. sedangkan syarat untuk mendapatkan syafa’at adalah Allah ridla kepada orang yang akan diberikan syafaat. 16. dan saya simpan do’a mustajab saya ini sebagai syafa’at bagi umat saya di hari kiamat. (Al Mudatstsir : 48) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Setiap nabi mempunyai do’a yang mustajab dan setiap nabi sudah menyegerakan untuk memakainya di dunia ini. kitab Thariqul Hijratain. dan kedua. mereka berkata dengan penuh penyesalan : “tidak ada yang memberikan syafa’at bagi kami” (Asy Syu’araa : 100) “Tidak bermanfaat bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at”. Syaikh Hamd Ibnu Athiq. Ibnul Qayyim. kitab Ibthal At Tandid.Jika orang membenci ajaran Allah. 8. 17. 9. (HR. 4. kitab Ash Shorimul Maslul. 5. kitab Ad Durar Assaniyyah. semua akan memberikan syafa’at dengan izin Allah. Muslim) Satu-satunya orang kafir yang mendapatkan syafa’at hanyalah Abu Thalib. 12.arrahmah. Allah ridla terhadap orang yang akan diberikan syafa’at. kitab Minhajut Ta'siis. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Sedangkan orang yang paling ringan ‘adzabnya di akhirat mengira bahwa dirinya adalah orang yang paling berat ‘adzabnya. Syaikh Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz. 11. kitab Majmu Al Fatawa. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. 19. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. Majmu At Tauhid. 6.

maka apa sebabnya? 14. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 59 - - . dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. Tabligh : Menjelaskan mengenai Aqidah Islamiyah (Ikatan Islam). Mengapa syahadatain harus diikrarkan dihadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? 16. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? 11. 1. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri ) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. Jamaah Islam. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? 7. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? 4. Jinayah dan Hudud. Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. Apakah benar mengenai perkataan. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. maka segala hukum seperti jinayah. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? 6. Jamaah Muslimun. Apakah wajib memiliki pemimpin? 5. 2. Maksudnya. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? 12. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. Kepemimpinan Islam dan Baiat untuk masuk Islam secara benar menurut kitabullah dan sunnah.PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Visi Kajian : 1. Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? 2. Jamaah Tauhid. artinya bila sudah ada Imam. Bila itu benar. Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih? 13. Jamaah Mujahidin Darr al Islam ? 15. Adapun pertanyaan dalam Pasal Aqidah Islamiyah ini adalah sebagai berikut. Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? 3. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? 9. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. jaga saja diri sendiri dan keluarga”? 8. Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. qishos dan had mesti diberlakukan ? 10. Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah.

apalagi setelah kita memahami kajian tauhid pada pasal pertama pembahasan ini bahwa jamaah & kepemimpinan Islam adalah bentuk kemulkiyahan Allah di muka bumi. 3694 dari Ath Thayalisi dan Ibnu Khuzaimah) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 60 - - . (An Nisa : 59) Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. 2. Tangan Allah Ta‘ala bersama jama‘ah. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). 3. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah.” (HR. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. Mentabayyuni (membaca. 5.” (HR. hijrah dan berjihad di jalan Allah Ta‘ala. Barang siapa yang menginginkan intinya surga hendaknya mengikuti al Jama‘ah. Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? Wajib. Ibnu Hibban. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. 5530 dan Takhriju Misykatul Mashabih no. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. 1758) “Jama‘ah adalah rahmat dan berpecah belah adalah adzab.” (Hadist shahih sunan at Tirmizi no. 4. Ibnu Abi Ashim dishahihkan oleh Syaikh al Albani) Dari Harits bin Harits al Asy‘ari bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Shahih Targhib wa Tarhib no. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh ? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. Al Hakim dan Bukari dalam at tarikh. dan dia lebih jauh dari dua orang. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. dan ulil amri di antara kamu. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. Nasa-I. berjama‘ah. 1721. Ahmad. Tirmidzi. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. mendengar. Allah ta’ala berfirman. “Sesungguhnya Allah ridha jika kalian berpegang teguh dengan tali-Nya dan tidak berpecah belah. karena sesungguhnya setan itu bersama satu orang. dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran : 103) Hai orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang berniat jahat. (At Taubah : 119) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allah. dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (HR Muslim) “Hendaknya kalian mengikuti al jama‘ah dan jauhilah perpecahan.17. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih jami’ Shaghir no. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah. ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan lima hal kepada nabi Yahya bin Zakariya –salam baginyauntuk dikerjakan … dan aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang Allah perintahkan kepadaku yaitu. ta‘at.

Hanya mengikuti kitabullah (wahyu) yang diimplementasikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at (kepada pemimpin).” (HR. atau berdakwah untuk ashabiyyah. satu golongan masuk surga dan tujuh puluh dua golongan masuk neraka". Melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala. 2. Jamaah Islam yang didirikan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di Mekkah tidak terdaftar di pemerintahan thaghut. 9. seperti diantaranya yaitu: 1. “Dan mayoritas manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. Beliau ditanya: "Ya Rasulullah. 8. 4. tidak samar dalam menentukan mana kawan dan mana lawan.Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda." (HR.8:73) militer dalam struktur kepemimpinan tersendiri sehingga jelas. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. 3. dinyatakan bahwa yang selamat itu ialah jama'ah.” (HR. kita perhatikan empat hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di bawah ini: "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. Kedua. dan tidak ada ketaatan kecuali dengan bai’at. 5. (Yusuf : 103) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 61 - - .” Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? Setelah dijelaskan dan memahami pasal kajian tauhid. zakat. Barangsiapa yang mati. dalam hadits itu disebutkan yang masuk syurga (selamat) hanya satu. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjah (alasan membela diri). sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. Muslim) “Dien ini akan senantiasa tegak. (HR Ibnu Majah) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran. 6. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. Shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini. Memiliki institusi & kepemimpinan yang independent (tidak bekerjasama dengan thaghut). artinya bahwa yang kelompok yang lurus dalam tauhid akan selalu "tetap ada". Jamaah Islam pasti dibenci dan diperangi oleh penguasa thaghut.S. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera ashabiyyah atau marah karena ashabiyyah. Muslim) Umar bin khatab radhiallahu’anhu berkata. orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Sudah baro'ah/berlepas diri dari struktur pemerintahan thaghut yang bertolak-belakang dengan hukum-hukum Allah Ta’ala. tentu harus mengetahui apa yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam beserta para shahabatnya. shaum dan mengaku muslim. Muslim) Dari hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas itu diambil tiga kesimpulan : Pertama. sehingga terjadi "yaqtuluuna wa yuqtaluun" (membunuh atau terbunuh). dan yang disebut jama'ah itu ialah golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhiallahu’anhum." (HR. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Jumlah anggotanya (umat) sedikit dan tertindas. tiada jamaah tanpa kepemimpinan. Sudah bantu membantu menyusun kekuatan (Q. “(HR. kemudian dia mati. Membuat undang-undang pemerintahan (Piagam Madinah) serta mempertahankannya dengan kekuatan senjata. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. “Tiada Islam tanpa jamaah. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. 7. siapakah satu golongan itu?". Untuk menilai golongan manakah yang pada waktu ini bisa disebut sebagai jamaah yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. Beliau menjawab: "Al-Jama'ah". Tirmidzi dan Thabrani) Dari 'Auf bin Malik ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya di neraka kecuali satu. Dengan demikian pada akhirnya golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya itu akan tetap eksis dan akan memperoleh kemenangan. untuk memahami garis furqan. tiada kepemimpinan tanpa ada ketaatan.

Beliau menjawab. goncang-goncangan dahsyat. tetapi tidak menjalankannya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).60:4). tetapi mempraktekkan apa yang diperbuat beliau. walaupun mereka shalat. Adapun dalam ayat di atas itu mengingatkan kita. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. yakni mereka yang mengikuti jejak Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersamanya.” (Dalam riwayat lain) Orang-orang sholih yang jumlahnya sedikit di tengah masyarakat yang rusak. shaum. tetapi ideologinya bukan Islam. jika untuk mempraktekkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu harus menunggu semua golongan bersatu. yakni memproklamirkan Negara Islam yang didalamnya menyatakan berlakunya hukum Islam sehingga resikonya memperoleh gempuran dari pihak yang anti penerapan hukum Islam secara keseluruhan. (Al Fath : 29) Sebab. Ini jelas menyelisihi kitabullah dan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam.“…kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. yakni yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. bahkan jamaah Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun tidak terdaftar di Pemerintahan Kafir Quraisy. Oleh karena itu.S. 1619) 10. padahal belum pernah datang kepadamu malapetaka yang pernah diderita oleh orang-orang yang terdahulu dari kamu? Mereka menderita kesengsaraan. jihad dan mengaku muslim. yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. sehingga nyata dirasakan oleh diri.61:2). artinya dalam memproklamasikan kedaulatan Islam tidak menunggu yang golongan banyak yang mana masih dalam kegelapan. bukan juga mengamalkan syariat dengan dipilih yang enaknya saja. dan terjadilah penderitaan sebagaimana dalam Qur-an Surat 2 Al-Baqarah ayat 214!". bahwa yang disebut mengikuti jejak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya itu. bahwa yang disebut mengikuti jejak (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu ialah yang dalam praktek. menyelisihi millah Ibrahim yang baro’ah (berlepas diri) terhadap musyrikin (QS. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? Mengenai harokah atau jamaah yang terdaftar di pemerintahan thaghut maka hal ini sudah diketahui status hukumnya secara dzahir yaitu organisasi (tanzhim) dan anggotanya sama dengan mereka (anshorut thaghut) dan bergelar musyrikin. Maka beruntunglah orang-orang yang asing. Ketiga. 1273.48:29).S. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. hanya satu golongan.” (Silsilah Ahadits Shahihah no. tidak kafir kepada thaghut. walaupun mereka berniat demi mashlahat dakwah." "Karena dipraktekkan oleh Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersama beliau. Sebab itu umat Islam Indonesia pun tidak menunggu seluruh umat manusia di mana pun yang tidak bercita-cita untuk Islam. “Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal kehadirannya. Dalam hadits itu bahwa golongan yang selamat hanya satu. bukan hanya menyampaikan dalildalil kepada orang lain sedang diri tidak melakukannya. kafirin) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Melainkan. Semua sudah tahu bagaimana hukumnya bagi yang sudah tahu adanya perintah-perintah dari Allah. dalam Al-Qur'an surat 2 Al-Baqarah ayat 214 dinyatakan yang bunyinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk ke dalam syurga. dan amat sedikitlah mereka ini. Umat Islam pada zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam adalah golongan minoritas. bukan hanya bicara dalil tanpa perbuatan (Q. Orang yang bermaksiat di antara mereka lebih banyak dari orang-orang yang taat. kemelaratan. tetapi berkasih sayang sesama mereka. "Jangan menyangka akan masuk syurga sebelum mengalami penderitaan seperti orang-orang yang terdahulu. Adapun tentang keberpihakan umat ini kepada thaghut. Dengan itu sungguh tidak berdasar. "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah! Sesungguhnya pertolongan Allah selalu dekat. Bersikap keras serta menjengkelkan thaghut (musyrikin. telah diisyaratkan oleh Nabi dalam hadist shahih. Sebab itu bahwa yang disebut "Sunnah" Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu. artinya kita tidak bisa menunggu mereka yang ngaku beragama Islam. bukan cuma mengemukakan dalil. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Hal ini telah dijelaskan dengan panjang lebar. dirasakan pula oleh musuhmusuh Islam sehingga 'setan-setan' pun merasa adanya "Asyid daa-u 'alal kuf-fari” (Q. Para shahabat bertanya. pahami dulu tauhid niscaya akan terlihat penyimpangan mareka." (Al Baqarah : 214) Dalam hadits yang dikemukakan tadi di atas bahwa yang masuk syurga itu hanya satu. ”Orang-orang yang tetap baik ketika masyarakat sudah rusak. Siapakah mereka wahai Rasulullah. sampai rasul dan orang-orang yang beriman besertanya menanyakan. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 62 - - . Hal demikian telah menggentarkan dunia yang bukan Islam pada waktu itu. zakat. jelas dan terang pada kajian tauhid terdahulu." (Shaad : 24) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Karena mereka sudah melakukan syirik akbar.

karena mereka terikat dan mengikatkan diri dengan pemerintahan thaghut. hal ini disebut dengan isyaratu nash. ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya. Juga dari Abu Hurairah . kelompok atau harakah yang mengklaim “mujahid Islam”. (Majmu Fatawa 28/180) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Muslim) Hadist tersebut dapat kita saksikan sekarang. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. hakikatnya mereka tetap masih belum kafir kepada thaghut. “Jika tiga orang keluar dalam safar hendaklah mereka mengangkat salah satu sebagai pemimpin. perang). Allah Maha Raja Diraja Yang Maha Suci berfirman. Hendaknya setiap orang yang wajib taat kepada ulil amri tersebut untuk mentaatinya selama dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mentaatinya selama dalam kemaksiatan kepada Allah. jamaah) dari umatku ini. dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. menyetujui dan berperan aktif untuk melaksanakan undang-undang kafir mereka. “Hai orang-orang yang beriman. (HR.” (Al Mukminun : 71) “Apakah kamu tidak perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka berhakim kepada thaghut. sunnah. kemudian mereka terjun kepada parlemen thaghut dan pesta demokrasi. pasti binasalah langit dan bumi ini. Baihaqi. mereka bergabung dengan pemimpin kaum musyrikin (pimpinan thaghut/pengusung dien demokrasi -penj). apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. setiap jamaah. dan ulil amri di antara kamu. siap membela nusa dan bangsa kaum musyrikin. 2454. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. Ini telah dibahas secara terang menurut kitabullah. ormas. mengikuti.” (An Nisa‘ :59) “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan. “tetapi karena kami berniat demi maslahat dakwah”. baik ulama (urusan syar‘i) maupun umara‘ (urusan dunia. dan fatwa ulama-ulama yang mengikuti salafus shalih dalam pasal Kajian Tauhid. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. tentulah orang.orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Setiap orang yang diikuti adalah ulil amri.“Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala (Pancasila -penj) dan setiap kabilah (kelompok. bahkan mereka seperti anjing piaraan menjadi objek berbagai partai politik dalam kancah pesta pemilihan pengaku tuhan-tuhan (arbab) atau Pemilu. Al Bazzar dan Al Haitsami dalam Majma’u Zawaid 5/255. dan semua yang ada di dalamnya. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil 8/106 no. Maka hendaklah setiap ulil amri memerintahkan dengan apa yang diperintahkan Allah Ta‘ala dan melarang dari apa yang dilarang Allah Ta‘ala. Abu Daud no. juga dari Abu Hurairah) Imam Syaukani menerangkan makna hadits ini: “Hadits-hadits ini menyebutkan disyariatkannya bagi setiap kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai pemimpin karena hal itu membawa keselamatan bagi mereka dari perselisihan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 63 - - . rela berada dalam naungan berhala mereka (Pancasila). dan bergabung dengan kemusyrikan. atau “kami mengkafirkan para penguasanya”.” (An Nisaa : 60) Apakah wajib memiliki pemimpin? Wajib. ijma sahabat dan tabi’in. 763) Dari Abu Sa‘id Al Khudri bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda.” (HR.” (Al Ahzab : 36) “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka. yang terdaftar di Institusi Thaghut (pemerintahan musyrikin) hakikatnya mereka telah menerima. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Dalam disiplin ilmu ushul fiqih.” (An Nisa‘ :83) Allah Ta‘ala memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para pemegang urusan mereka. ormas. HR. Dari Abdullah bin Amru bahwasanya Tidak halal bagi tiga orang berada di suatu daerah yang kosong (padang pasir) kecuali mereka harus mengangkat salah satu sebagai amir (pemimpin) mereka. Dan ijtihad mereka ini batal karena mengikatkan diri dengan kekafiran adalah kekafiran. “kami tidak setuju dengan hukum kafir”. 2608 dan Abu ‘Iwanah. (HR. Maka urusan jihad sebagai sebuah urusan penting dalam dien juga harus dikerjakan lewat kepemimpinan seorang imam (khalifah saat khilafah masih tegak) atau amir (pimpinan) organisasi jihad ketika khilafah tidak ada. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. sesat yang nyata. mereka lalu menyiarkannya. Perintah ini berarti juga perintah untuk mengangkat pemimpin dan mentaati mereka. Adapun bagi mereka yang mengklaim “kami telah kafir kepada thaghut dan berhala Pancasila”. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka.

Demikian juga halnya dengan seluruh perintah lain yang Allah wajibkan seperti jihad. pada Hari Kiamat tiap diri akan didatangkan pimpinannya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merestui mereka dan menggelari shahabat Khalid sebagai saifullah. perselisihan akan sedikit dan tercapailah kesepakatan (persatuan). “Apakah kalian tidak bisa mengangkat salah seorang di antara kalian sebagai pemimpin ketika pemimpin yang kutunjuk tidak menjalankan perintahku?” (Shahih Sunan Abu Daud no. dan setiap perkumpulan harus ada pemimpinnya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam … (beliau menyebutkan hadits-hadits diatas).menyebabkan kehancuran. 2387) Hadits ini menunjukkan. ketika seorang komandan pasukan yang ditunjuk oleh imam tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Imam Ibnu hajar berkata : Hadits ini menunjukkan bolehnya mengangkat komandan perang meski tidak diangkat (ditunjuk) oleh khalifah. Uqbah berkata. dan hal itu tidak mungkin sempurna kecuali dengan imarah (kepemimpinan) dan kekuatan. mereka melaksanakan arahan dan perintahnya serta menjauhi larangannya. karena satu sama lain saling membutuhkan. Ketika pulang. Hadits ini menjadi dasar bahwa kaum muslimin harus mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai komandan yang menggantikan posisi khalifah sampai khalifah datang. Jika demikian halnya dengan pasukan jihad yang diberangkatkan oleh imam. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mewajibkan mengangkat seorang pemimpin dalam sebuah perkumpulan paling kecil (3 orang) dan paling sebentar dalam perjalanan. mikir atau tidak mikir. tanpa mesti harus menunggu pengangkatan komandan baru dari imam. Kemaslahatan manusia tidak akan sempurna kecuali dengan berkumpul (berorganisasi) di antara mereka.Ja‘far bin abi Thalib . Jika kepemimpinan ini diperintahkan atas tiga orang yang berada didaerah kosong (padang pasir) atau sedang melakukan safar. Tetapi jika Khalifah tidak ada dan/atau suasana sudah genting dan darurat maka boleh mengangkat pemimpin. “Sebagian ulama telah mengatakan. qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah). (Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari 7/653. HR.” (Ghiyatsul Umam Fi At Tiyatsi Adh Dhulam hal. menegakkan sholat Jum‘at. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? Memang harus diangkat oleh Khalifah. Padahal susah atau tidak susah. Dengan tidak adanya kepemimpinan. 4262) Bila menganggkat komandan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada khalifah dengan alasan kondisi genting dan jauhnya khalifah dari pasukan. haji. Ketika pulang ke Madinah. mereka akan ragu-ragu dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban penting dan kebingungan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi. Beliau bersabda. Maka yang wajib adalah menjadikan kepemimpinan sebagai sebuah dien (ajaran dien). Ini sama persis dengan peristiwa perang Mu‘tah. padahal ia tidak ditunjuk oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Imam Ath Thahawi mengatakan. maka perintah untuk mengangkat pemimpin atas kelompok yang terdiri dari lebih dari tiga orang yang tinggal di desa-desa dan kota-kota dan dituntut untuk menunaikan hak-hak dan mencegah kedzaliman di antara sesama mereka. menegakkan keadilan. karena mendekatkan diri kepada Allah dalam kepemimpinan dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya merupakan bentuk mendekarkan diri yang paling utama. yakni tidak mau susah banyak mikir. para shahabat sepakat mengangkat Khalid bin Walid radhiallahu’anhu sebagai komandan perang. Dengan adanya kepemimpinan. Seandainya anda melihat ketika Rasulullah mencela habis-habisan kami. perkataan terkesan/bernada yang putus asa. maka menjadi kewajiban penduduk setiap daerah untuk mengangkat seorang imam dari kalangan orang yang berkemampuan . Bukhari no. hukumnya lebih wajib lagi. Jika suatu masa vacum dari seorang imam. diperbolehkan.” (Majmu’ Fatawa 28/390-392). menegakkan sholat ied dan menolong orang-orang yang terdzalimi. Allah ta‘ala juga telah mewajibkan amar ma‘ruf nahi munkar. maka tentunya mengangkat komandan jihad di saat tidak ada khalifah lebih boleh lagi. pasukan berhak mengangkat seorang di antara mereka yang mempunyai kemampuan memimpin tugas sebagai komandan baru. Dari Uqbah bin Malik bahwasanya Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam mengutus sebuah pasukan perang kemudian pasukan ini mempersenjatai salah seorang di antara mereka dengan pedang. bahkan dien dan dunia tidak akan tegak tanpa adanya kepemimpinan. untuk mengingatkan wajibnya mengangkat pemimpin untuk seluruh perkumpulan lainnya. 387) Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. setiap orang akan memaksakan pendapatnya dan berbuat sesuai hawa nafsunya sendiri sehingga mereka akan binasa. Ketika ketiga komandan yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam (Zaid bin Haritsah .Abdulllah bin Rawahah radhiallahu’anhum) terbunuh. Jika mereka tidak melakukan hal itu. bukankah dengan pasukan jihad di zaman tidak ada imam lebih berhak lagi? Imamul Haramain Al Juwaini mengatakan. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? Perkataan semacam itu biasanya muncul dari satu di antara empat keadaan seseorang: Pertama.” (Nailul Authar 8/257) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Harus diketahui bahwa mengendalikan urusan manusia termasuk kewajiban dien yang paling agung. Perhatikan Firman Allah yang bunyi-Nya: "(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra’:71) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 64 - - .

Berdasarkan ayat di atas itu, sadar atau tidak bahwa di bumi ada dua kepemimpinan. Yakni, jika diri tidak berada dalam kepemimpinan yang haq, berarti berada dalam kepemimpinan batil. Dengan itu sekalipun bagi yang tidak merasakan dalam suatu kepemimpinan maka kepadanya tetap akan didatangkan saksinya yaitu pemimpin, terlepas dari apakah itu yang bathal atau yang haq. Dalam AlQur'an surat 90 ayat 10 dinyatakan yang bunyinya : "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan". Dengan itu jelas bila tidak dalam yang haq, berarti dalam bathil. Jika tidak dalam kepemimpinan Islam, pasti berada di bawah kepemimpinan thaghut. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpinnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(Al Baqarah : 257) Kemudian, sehubungan dengan saksi di Akhirat, kita perhatikan lagi ayat yang bunyinya: "Dan bagaimanakah (jadinya) nanti jika diri tiap-tiap umat kami datangkan seorang saksi, dan kami datangkan engkau sebagai saksi terhadap mereka ?" (An Nisa : 41). Sebuah riwayat menerangkan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu: "Bacakanlah al Qur'an untukku!" Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu menjawab: Yaa Rasulullah, bagaimana aku membacanya untuk engkau, sedangkan AlQur'an itu turun kepada engkau?" Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menerangkan: "Aku ingin mendengarnya dari yang lain". Kemudian Abdullah bin Mas'ud membacakan surat An-Nisa. Sesaat sampai pada ayat di atas tadi (An Nisa’:41), Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berkata: "Cukuplah sekarang!" Ketika Abdullah bin Mas'ud menolehnya, tampak air mata beliau berlinang-linang. Ada lagi riwayat yang menyebutkan bahwa ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menambahkan perkataannya : "Sebagai saksi selama aku berada di tengah-tengah mereka...". Dari keterangan tersebut itu dimengerti Bahwa Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam akan menjadi saksi nanti di akhirat terhadap perbuatan umatnya sewaktu masih dipimpin olehnya, tetapi sesudah mereka ditinggalkan wafat oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, maka persaksian itu bukan haknya lagi. Pada hari kiamat kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan dikejutkan oleh orang-orang yang sewaktu hayat beliau dipandang sebagai orang-orang yang tetap ta'at pada Hukum-Hukum Allah, tetapi sesudah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam itu wafat, dan mereka itu menghadapi macam-macam cobaan, ternyata dari perbuatan mereka itu diantaranya banyak didorong oleh nafsu duniawi, sehingga melanggar aturan-aturan Islam. Mengenai mereka itu kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan berkata kepada Allah SWT sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Isa ‘alayhissalam: "...aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu". (Al Maaidah:117) Lebih lanjut kita perhatikan ayat yang bunyinya: "Allah berfirman:"Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain ....".(Al Araf:24) Dari ayat di atas itu dimengerti, disadari atau tidak bahwa di dunia ini terjadi permusuhan. Yaitu antara Hizbullah (Q.S.5:56) dengan Hizbusyaithan (Q.S.58:19), antara yang taat sepenuhnya terhadap hukum Allah dengan manusia-manusia yang mendurhakai-Nya. Pengertian mengenai "syaitan" yaitu suatu sifat bagi makhluk yang melanggar peraturan/hukum dari Allah, yakni yang terdiri dari jin dan manusia. Perhatikan Firman Allah Ta’ala yang bunyi-Nya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (menyesatkan). Jikalau Robbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka kerjakan" (Al An’am : 112) Dari ayat itu dipaham bahwa setiap manusia yang menentang berlakunya seluruh hukum Allah, maka adalah "syaitan" dan jelas berada pada jalan thaghut, terlepas dari apapun namanya, dan terus mengadakan kegiatan dengan saling membantu antara mereka. Dengan demikian jelas ada pemimpinnya. Dari ayat itu juga dipaham bahwa golongan syaitan dari jenis manusia itu adalah umum, artinya tidak mesti dengan nama yang khusus, tetapi bisa saja dengan sebutan yang sesuai dengan kondisi dan situasi zamannya. Dengan demikian dalam versi apapun namanya, baik itu mengatas-namakan Islam atau bukan, tetapi jika keberadaannya tidak memiliki ketegasan memihak kepada yang sepenuhnya ta'at terhadap Allah, maka tetap dalam kepemimpinan "syetan" alias thaghut! Dalam arti tidak memiliki "Furqoon". Sebab, bagaimana akan bisa menjalankan hukum-hukum Allah, jika tidak ada pemimpinnya?

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
65 -

-

Satu contoh saja, yaitu dalam Qur'an surat 5 ayat 89 tertera mengenai "Kaffarat" bagi yang melanggar sumpah yang uraiannya ialah: 1. Memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa diberikan kepada keluarga si pelanggar sumpah. 2. Atau memberi pakaian kepada mereka (untuk sepuluh orang). 3. Atau juga memerdekakan seorang budak (sekarang ini bisa disetarakan kpd yang senilai dengan itu). 4. Jika tidak sanggup melakukan yang sedemikian, maka hukuman/kaffaratnya puasa selama tiga hari. Dalam memutuskan hukum yang harus dipilih dari yang 4 di atas itu haruslah ada hakim untuk mengadili dan menilai kemampuan yang sebenarnya dimiliki oleh si pelanggarnya. Tentu, bagi yang tidak punya pemimpin, maka memilihnya ditentukan oleh yang sesuai dengan keinginan dirinya. Sehingga: Lapornya juga kepada dirinya sendiri. 1. Dihakimi oleh diri sendiri. 2. Divonisnya pun oleh diri sendiri, sehingga bisa dicari-cari mana yang enak atau ringan, walau dia mampu. Disitu pula setan menyelinap pada dirinya. Memang ringan tidak diketahui oleh orang lain, tetapi dimanakah letaknya nilai taubat serta keikhlasan diri untuk menjalankan hukum secara dhohir? Pribadi mu'min tidak lepas dari kewajiban memiliki pemimpin. Apalagi untuk menjalankan hukumhukum seperti "Hudud (Q.S.5:38), Qishas (Q.S.5:45), Jinayah (Q.S.24:2)". Bisa tegaknya hukum-hukum itu jika tegak kedaulatan Islam. Bisanya tegak kedaulatan Islam jika didahului oleh adanya kepemimpinan yang "Furqan", Sebab itu bila tidak butuh dengan kepemimpinan sedemikian, bukanlah seorang Islam, sebab tidak menjalankan Qur'an surat An-Nisa ayat 59. ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” Kedua, jelas, keluar dari yang belum paham tata-cara jihad dalam Islam. Mengapa? Karena, perkataan ini muncul biasanya dari yang kelelahan mencari pemimpin. Apalagi jika yang diikuti selama ini adalah orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu dengan aturan Islam, berangan-angan melamunkan seorang pemimpin ideal. Akhirnya bergonta-ganti pimpinan, maka ujung ceritanya adalah kenyataan di atas: "Sudahlah tidak usah meributkan pimpinan, yang penting kerja saja!" Padahal jihad itu harus dibawah komando Imam. Para sahabat saja sampai terpaksa menunda pengurusan jenazah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam. terlambat dua hari setengah, karena menunggu wujudnya kepemimpinan guna melakukan jihad fisabilillah. Ketiga, bisa juga perkataan di atas tadi itu timbul dari perasaan bahwa ibadahnya sudah sempurna atau tidak lagi mempunyai dosa, karena anggapan cukup dengan menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan. Sehingga merasa tidak perlu adanya pemimpin. Hampir banyak yang hapal akan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang bunyinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan tepat perhitungan waktunya, diampunilah baginya apa-apa yang terdahulu daripada dosanya." (H.R.Bukhori-Muslim) Pengertian dari hadist di atas, yaitu dia berpuasa sesuai dengan aturannya, juga posisi dirinya berada dalam kepemimpinan yang terpisah dari kepemimpinan yang memusuhi hukum Islam. Umpama saja seorang guru kelas 2 S.D. 6 berkata kepada muridnya: "Barangsiapa yang bisa menggambar mobil seperti gambar mobil ini maka akan memperoleh hadiah buku tebal ini". Jelas, hadiah cuma diberikan kepada yang berhasil mengerjakannya dari murid kelas 2 S.D. 6. Jadi, tidak masuk akal kalau ada murid dari kelas atau sekolah lain menggambar mobil memperoleh hadiah buku tebal yang dijanjikan oleh guru kelas 2, S.D. 6 tadi. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak mengemukakan adanya kewajiban berpuasa kepada para pengikut Abu Jahal cs. Karena itu, apa yang disabdakannya juga tidak ditujukan kepada yang masih mengabdikan dirinya bagi "Kebangsaan Quraiys Makkah" sehingga anti pemerintahan Islam di Madinah. Tidak ditujukan kepada yang anti terhadap negara yang didasari Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Tidak ditujukan kepada yang beriman akan sebagian ayat serta ingkar kepada sebagiannya. Tidak pula ditujukan kepada mereka yang menjadi alat pemerintahan yang anti terhadap hukum-hukum Al-Qur'an sehingga ikut terlibat menjegal tegaknya hukum Islam secara keseluruhan. Sungguh tidak ditujukan kepada mereka, sebab terhadap mereka yang sedemikian itu telah dinyatakan dalam Al-Qur'an diantaranya yaitu: Mereka adalah dzalim (Q.S.5:45), mereka adalah kafir (Q.S.5:44), mereka adalah fasik (Q.S.5:47), mereka adalah kafir yang sebenarnya (Q.S.4:150-151), mereka adalah yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan tempat mereka adalah Jahannam (Q.S.4:97), dan mereka adalah yang terputus segala amalannya karena membenci hukum-hukum Allah (Q.S.47:9). Dalam hadist di atas tadi disebutkan "didasari keimanan", maka apakah bisa disebut beriman, jika terlibat membela tegaknya hukum-hukum jahiliyah (Q.S.5:50)? Sedangkan banyak ayat yang menunjukkan bahwa tidak dinyatakan beriman sehingga menegakkan semua peraturan Allah (Q.S.5:68, S. 15:90-93).

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
66 -

-

Selama belum kiamat, selama itu pula semua hukum-hukum Al-Qur'an menjadi kewajiban kita menegakkannya. Sebab itu, para "shoimiin (pelaku shoum)" harus dapat menempatkan dirinya pada wadah (jamaah) yang benar-benar tepat, sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Nabi saw, sehingga amalan Ramadhan-nya tidak terhapus, serta sesuai dengan yang dimaksud dalam "Tauhid". Ke-empat, perkataan di atas tadi muncul dari orang yang tidak mengerti tentang pentingnya nilai kepemimpinan dalam Islam. Bila menyusun Shaf tanpa harus mempertimbangkan dasar kepemimpinan, maka atas dasar apa penyusunan itu dilakukan? Atas dasar inisiatip pribadi? Ya, kalau pribadi bisa-bisa seribu pribadi jadi pemimpin, bahkan lebih dari seribu.... Bila dasarnya inisiatip maka ini jelas bukan logika Umat Islam yang mendasarkan dirinya pada keta'atan yang lengkap pada Allah, Rasul dan Ulil Amri (S.4:59). Bagaimana bisa tertib kepemimpinan, kalau awalnya saja sudah tidak teratur. Syarat berdirinya negara, salah satunya adalah adanya pemimpin. Jika syarat utama ini diabaikan/dianggap tidak mendesak, maka secara langsung orang yang berpendapat begitu, meruntuhkan negara itu sendiri. Jadi, perjuangan apa yang sedang disusun itu? Sepanjang sejarah sunnah, gerakan ummat itu muncul dari adanya pemimpin. Sebelum adanya kesatuan muslimin, baik itu di Makkah ataupun di Madinah, didahului adanya pemimpin. Menjawab pertanyaan di atas tadi, perhatikan lebih dahulu ayat-ayat di bawah ini: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orangorang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al Hadid : 16) "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa : "Hai kaumku, bukankah Robbmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Robbmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?". (Thaahaa : 86) Dari kedua ayat di atas itu diambil arti, sebagai mukmin harus bisa bertahan dalam berpegang pada ketetapan Allah, meski waktu telah begitu lama melampauinya. Jika dikaitkan dengan lamanya diri mencari kejelasan pimpinan, sementara belum juga mendapatinya maka dalam hal itu tidak boleh berkata yang menyalahi dari ketetapan Allah, seperti halnya sudah tidak perlu adanya pemimpin. Mestinya, jika diri sudah berusaha mencari pemimpin yang sebenarnya sedangkan belum juga didapati, maka berkatanya pun harus mengandung unsur perlu adanya pemimpin sehingga padanya didapat "nilai kesabaran". Perhatikan ayat yang bunyinya : "Dan di antara mereka kami jadikan pemimpin untuk memberi petunjuk dengan perintah kami pada waktu mereka sabar. Dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami." (As Sajdah : 24) Meskipun ayat di atas itu terkait dengan kisah Bani Israil, namun sejarah tadi termaktub dalam AlQur'an, maka sudah seharusnya segenap Ahlul Qur'an mengambil hikmah. Ayat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa munculnya pemimpin sebagai kekuatan de fakto adalah hasil proses kesabaran yang panjang. Untuk jelasnya kita ulangi lagi ayat yang bunyinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik." (Al Hadid :16) Ayat di atas itu mengingatkan kita (khususnya pembaca) bahwa setiap mukmin hendaknya bersegera menerima kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka. Jangan seperti Yahudi/Nasrani, dimana ketika datang kebenaran pada mereka, hati mereka bukan terbuka, malah menutup dan mengeras saking lamanya mereka berketerusan dalam kegamangan tanpa informasi. Ujung ayat dijelaskan bahwa menolak kebenaran yang baru datang , dan tetap berpegang pada informasi lama yang gamang tadi akan menjadikan keliru dalam melangkah dan mengambil keputusan, jadilah orang fasik dalam pandangan-Nya. Naudzubillaahi min dzalik.

Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin, jaga saja diri sendiri dan keluarga”?
Terlebih dulu saya kemukakan ayat yang bunyinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (Perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6)

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
67 -

-

Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya: "Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangsakala yang kedua). maka beliau membunuh Dajjal. sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). Tiap diri mu'min yang sudah baligh wajib menegakkan hukum-hukum Allah secara keseluruhan. kita tetap menjaga diri dengan kata lain. Di akhirat pun diri bertanggung jawab hanya oleh dirinya sendiri. maka berkatalah pimpinan mereka (yakni pimpinan kelompok pejuang kebenaran itu) kepada Isa: "Kemarilah. ya... penulis akan mengemukakan tiga hadits di bawah ini: "Dari Imran bin Hushain Radiyallahu 'anhu." ('Abasa : 33-37) Dengan ayat itu juga dipaham bahwa kewajiban menjaga keluarga itu soal kedua. dari ibu dan bapaknya. Lihat petikan ayat di bawah ini yang bunyinya: ". artinya jika sudah diri sendiri baru keluarga. Abu Daud. radhiyallahu'anhu berkata: "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Akan tinggal Dajjal di bumi sampai waktu yang dikehendaki Allah. bab Fi Dawamil Jihad. Maka Isa menjawab: "Tidak. yakni wajib memiliki pemimpin..maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu. terus berlaju tanpa mesti menunggu anggauta keluarga yang tidak mau." (Al Maaidah : 48) Menjalankan hukum-hukum Allah tidak bisa dengan cara bersendirian. jangan sampai keluarga yang sudah tidak mau. Sesungguhnya aku memperingatkan kapadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang jahil". Perintahnya juga "Kum". sehingga orang-orang terakhir dari mereka ini memerangi al-Masih Dajjal". berarti dalam yang bathil.Demikianlah makna menjaga diri sendiri. lalu kita hanyut terbawa oleh keluarga. Tuhanku. dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallama bersabda: 'Terus menerus dari umatku ada sekelompok orang yang berpegang di atas dasar kebenaran. yakni "kamu sekalian". Imam Ahmad dalam Musnad) "Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. sama wajibnya dengan menjalankan Sholat yang lima waktu.." (At-Tabrani dalam Al-Kabir & Al-Baihaqi dalam Al Ba'ts) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 68 - - . (Huud : 46) Dengan ayat itu dimengerti bahwa soal keluarga artinya kalau mereka sudah tidak mau untuk berada dalam kepemimpinan Islam." (H. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? Dalam menjawab pertanyaan di atas itu. kemudian turunlah Isa bin Maryam yang membenarkan Nabi Muhammad dan berada di atas millah (syari'at)nya dan sebagai hakim yang adil. pimpinlah kami menunaikan shalat". sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian yang lainnya sebagai pimpinan sebagai pemulyaan Allah terhadap umat ini. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. Apabila seseorang tidak berada dalam kepemimpinan yang haq. Hanya menegakkan hulum-hukum Allah itu harus dengan bersama-sama. (H R. No. Sebab itu janganlah kamu memohan kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekatnya)." Kemudian beliau bersabda: "Maka Nabiullah Isa 'alaihis salam turun. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya : "Dan Nuh berseru kepada Rabbnya seraya berkata : "Ya. "Dari 'Abdillah bin Mughoffal. Dan seandainya diantara mereka ada yang tidak mau. sebagaimana Nabi Nuh –salam baginya.Dari ayat itu diambil arti bahwa menjaga diri sendiri itu kewajiban yang pokok. adapun berhasil atau tidak hal itu bukan urusan kita.R Muslim) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Abani hafizullah menerangkan: "Perkataan 'pimpinan mereka' di hadits ini yang dimaksud adalah Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah 'alaihis salam sebagaimana yang bisa dilihat dalam hadits-hadits lain." (Huud : 45) "Allah berfirman:"Hai Nuh. kita tetap harus menjaga diri sediri. Dan Engkau Hakim yang seadil-adilnya. Keluarga juga diajak supaya menjadi sama dengan kita. mereka itu selalu tampil dengan kebenaran sampai hari kiamat. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.. melainkan harus dengan secara bersama-sama. mereka mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka. sesungguhnya anakku termasuk keluargaku. 2484. Yang pertama adalah diri sendiri. dari isteri dan anak-anaknya. jika masih dalam yang bathil berarti tidak menjaga diri dari neraka. namun tentu harus melalui pertimbangan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Untuk yang kedua ini bagi kita hanya sekedar usaha memelihara sebisa mungkin sesuai dengan batas kemampuan. Dengan itu wajib ada pemimpinnya. dia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang berperang atas kebenaran. dan sesungguhnya janji Engkaulah yang benar. sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik.

Abu Daud). soal akan datangnya Imam Mahdi. melainkan karena kondisi ketidakmampuan kaum muslimin untuk menguasai keadaan orang yang dikenai hukum potong tangan itu. maka kita tidak bisa lepas dari kewajiban kita untuk memiliki Imam/pemimpin pada waktu sekarang. Abu Maljam dihukum lalu dibebaskan. maka akan mendatangkan pimpinan umat yang diberikan keluarbiasaan pula. kalian (yang melepaskan) terbebas dari pertanggungan jawaban mengenai diriku!" Begitulah ketegasan Abu Maljam. Dengan demikian untuk melaksanakan hukum had itu.yang kemudian datang pula Dajjal. Sesudah tentara Islam mengalahkan musuh. Imam Mahdi hanya akan mempertanggungjawabkan umatnya yang pada zaman menjelang kedatangan Dajjal mendekat hari kiamat. maka tidak diperbolehkan melaksanakan hukum had (potong tangan). dan dirinya dikerumuni orang. Abu Maljam kembali mengikat sendiri kedua kakinya. olehnya tidak dihukum dera. (HR. Jadi. Apabila aku mati. bahwa musuh Islam yang dihadapi oleh Imam Mahdi bukan lagi musuh yang seperti kita lihat sekarang. Khalifah Umar bin Khathab mengumumkan pelarangan terhadap pelaksanaan hukum dera di waktu perang. bahwa hukum tidak boleh dilaksanakan di daerah yang dikuasai musuh. artinya bila sudah ada Imam. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. Kesimpulan dari tiga hadits di atas tadi bahwa akan datang Imam Mahdi pada akhir zaman. diwaktu perang. namun dinaikkan ke atas sebatang pohon. Tegasnya. dengan bersenjatakan tombak. Begitu juga yang dijadikan musuhnya. Ada Malaikat! teriak seorang shahabat. musuh anda belum begitu berat seperti nanti pada zaman Imam Mahdi. Dia berkata: "Sekiranya aku tak mendengar sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. Dalam Perang Qodisiah. bahwa dalam kondisi demikian. ia menerjang musuh dengan gesitnya. tangan-tangan tak boleh dipotong. Jadi. yaitu menjelang turunnya Nabi Isa –salam baginya. Kita hidup sekarang. bila sudah di dalam wilayah yang sudah dikuasai dengan sepenuhnya (de facto). artinya anda tidak akan diminta pertanggungjawaban soal Imam yang akan datang. yaitu Imam Mahdi dan kemudian diturunkan Nabi Isa –salam baginya. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan Nabi Isa –salam baginya-. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. Dengan itu seandainya anda tidak mau punya pimpinan Islam. puluhan musuh terbunuh olehnya. karena anda mengandalkan datangnya Imam Mahdi. yakni sudah mendekati hari kiamat. akan diminta pertanggung-jawaban oleh Allah dari hal kehidupan sekarang. artinya Imam Mahdi tidak bertanggung jawab kepada kehidupan kita sekarang. hidup pada zaman sekarang. Jinayah dan Hudud. Melihat hal itu. maka hal itu berarti anda sekarang tidak merasa diperintah Allah untuk memerangi musuh-musuh Islam pada zaman sekarang. Sewaktu Abu Maljam melihat kuda-kuda dihalau untuk dipersiapkan menyerbu musuh. hal itu urusan nanti. Sa'ad bin Abi Waqqos berkata: "Demi Allah. sambil mengawasi situasi berperang. maka segala hukum seperti jinayah. Ibnu Hafsah menanyakan mengenai Abu Muljam kepada suaminya.s. juga datangnya Nabi Isa –salam baginya-. yaitu Dajjal dan bala tentaranya. Abul Qosim Al-Khroqi dalam risalahnya meriwayatkan bahwa Bisyr bin Arthaah menangkap seorang tentara (mujahid) yang mencuri barang miliknya. dirinya akan kembali untuk diikat kakinya. Artinya. qishos dan had mesti diberlakukan ? Tidak benar! Melainkan. Abu Maljam ditemui sedang minum Khamar oleh Sa'ad bin Abi Waqqos. tapi diperingatkan kepada anak buahnya supaya mengikat kedua kaki Abu Maljam. Sehingga bala tentara Imam Mahdi memerangi bala tentara Dajjal. maka Abu Maljam melompat ke atas kuda Sa'ad. bahwa tidak boleh dilaksanakannya hukum had itu bukan disebabkan belum didhohirkannya Iman. Apakah benar mengenai perkataan. sesuai dengan kadar serta keseimbangannya. sebagai alat penguji keimanan umat muslimin ditakdirkan oleh Allah dengan membawa keluar-biasaannya. belum datang Imam Mahdi. Jadi. Dan sezaman dengan turunnya Nabi Isa a. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 69 - - . Abu Maljam meminta kepada Ibna Hafsah supaya dilepaskan kakinya dengan janji. kemudian maju menyerbu musuh. Ishak bin Ranaiwah. Musuh yang dihadapinya merupakan musuh yang berat yang tidak bisa dihadapi oleh kita sekarang. bahwa dengan adanya berita akan datangnya Imam Mahdi. maka tentu pemimpin muslimin yang menerimanya juga "bukanlah yang tidak ma'shum" seperti pemimpin kita sekarang. yang benar yaitu bilamana kondisi dalam berperang atau sedang berada dalam wilayah yang sedang dikuasai musuh. Ataukah memang anda bersikeras ingin menunggu berperang melawan bala tentara Dajjal? Mestinya anda bersyukur ditakdirkan oleh Allah. atau kapan datangnya Dajjal yang disebutkan dalam hadits tadi.Dari tiga hadits itu dipaham bahwa yang disebut "Imam Mahdi" yaitu yang datangnya pada akhir zaman sewaktu sudah mendekati hari kiamat. Ketika itu Sa'ad bin Abi Waqqos sedang luka-luka tidak memimpin perang. Kita tidak tahu kapan datangnya hari kiamat. sedangkan kewajiban bagi Imam Mahdi itu nanti sezaman dengan datangnya Dajjal. Azauza'i juga yang lainnya menentukan. Setelah dilepaskan kainnya. pasti akan kupotong tanganmu". Imam Ahmad. Sehingga akhirnya Nabi Isa as itu membunuh Dajjal itu. Allah Maha Bijaksana bahwa akan menguji umat muslimin dengan musuh (Dajjal) yang diberikan keluarbiasaan. maka pelaksanaan hukum potong tangan itu harus ditunda. bilamana dirinya membelot kepada musuh. bilamana selesai berperang ia masih hidup. aku akan mendera orang yang memberi kemenangan kepada muslimin".

Dan untuk saat ini seorang khalifah untuk seluruh dunia belum ada. Imam yakni kepemimpinan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. sebelum Ummat Islam berkuasa penuh. meski hukum-hukum yang menyangkut pidananya itu tidak dijalankan. mengambil Al Quran dan Hadits shahih sebagai hukum tertinggi serta menerima semua perundang-undangan dan keputusan Imamah. yakni ditujukan kepada kaum muslimin yang bernaung dalam Daulah Islamiyyah. meski sedang berada di wilayah yang dikuasai musuh. Bila kelompok ini malah menentang dan mengangkat senjata. dan bila dia punya pengikut yang mendukungnya dengan jalan sangka sangka. maka yang pertama kali ialah dhohirnya Imam. Dalam keadaan demikian. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". "Di zaman apa perkataan tersebut diucapkan?" Ucapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah disampaikan di dalam wilayah Daulah Islamiyyah yang berjaya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 70 - - . maka wajar bila untuk eksistensinya menuntut pengakuan seluruh muslimin yang ada di dunia ini. Secara akal pun dimengerti bagaimana bisa berkuasa penuh. sebab mereka tinggal di negara kafir. sehingga mempertahankan hukum-hukum kafir. Dengan itu sebelum adanya perintah shalat juga hukum-hukum pidana. begitu juga jajaran panglima militer yang mengawal negara Islam. hal itu tidak merisaukan kami. artinya masih dalam bahaya. Mengenai ucapan Imam Ahmad itu adalah benar. bagi yang mengatakan tidak perlu adanya imam karena belum bisa menjalankan hukum jinayah. artinya sebelum adanya kewajiban menjalankan hukum hukum pidana itu didahului dengan adanya Daulah Islamiyyah dengan imamnya. diri mereka sendiri masih bertekuk lutut menjadi warga negara Darul Kuffar. bagi orang yang mengatakan bahwa shalat itu baru wajib kalau sudah diperintah oleh Imam. qishos. hidup di atas dasar negara selain Islam dan bersepakat menerima hukum non Islam sebagai tata nilai mereka. Di tempat dimana Pemerintahan Islam eksis dengan segala persyaratannya. dan sudah berjaya sebagai sebuah daulah belum berani menyatakan dirinya sebagai khalifah dunia. sungguh terbalik alias salah. Dengan demikian. wajar bila mereka dipaksa dengan kekuatan untuk kembali pada kebenaran. rela diatur kekuasaan Darul Kuffar. Ini kudeta namanya. maka haruskah sebuah Daulah Islamiyah membiarkan posisi tertinggi negaranya kosong hanya karena menanti seluruh muslimin yang menjadi rakyat Darul Kuffar itu mengakuinya? Bagi kita yang hanya berwali pada Allah. had. Adapun muslimin yang berwali kepada NKRI. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? Orang terkadang lalai dalam mencermati sejarah. juga negara Madinah sudah ada. bila diterapkan dalam kondisi umat Islam pada zaman Imam Ahmad. Dan jelas sekali bahwa sebelum diturunkan hukum-hukum pidana. Hanya berpijak pada kata tanpa melihat konteks peristiwa. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. kembali mentha'ati kekuasaan yang tengah berlangsung dan diakui seluruh muslimin tadi. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Adakah kekuatan yang sanggup memikul beban ini sekarang? Dari itu garis besar haluan yang haq amatlah jelas dan berpijak pada kenyataan. maka kewajiban memiliki Imam sudah ada. beribadah kepada Allah dalam pangakuan negara yang menyatakan berlakunya hukum-hukum. tetapi berideologi bukan Islam. tanpa prosedur dan hukum yang berlaku. maka menjadi kewajiban tentara Islam untuk memeranginya hingga mereka bertekuk lutut. sudah dengan lantangnya mengaku diri sebagai khalifah bagi dunia Islam. atau sebelum berlakunya hukum hukum pidana. begitu juga sungguh salah alias terbalik. Qishos. maka wajar saja apabila di saat kekuasaan Islam tengah berlangsung. Jadi. baru setelah itu kita akan berpartisipasi aktif dalam perjuangan Islam di dunia internasional menuju terciptanya khilafah Islamiyyah bagi seluruh alam. dan had itu. Bukan langkah khayal seperti yang diyakini beberapa kelompok sempalan. Dan mengaku sebagai khalifah secara otomatis memikul kewajiban mengurus seluruh nasib muslimin di muka bumi. maka kelompok tadi dinamakan Ahlul Baghiyyah. Yang dimaksud dengan Imam ialah pemimpin tertingginya. Pandangan Imam Ahmad juga menjadi pijakan kita. Karena mengaku khalifah dunia. tiba tiba ada orang yang mengangkat diri jadi Imam. Adapun ketika jutaan muslimin. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. jika untuk mengadakan imamnya saja belum bisa. Hal demikian tidak ditujukan kepada yang namanya muslimin. berimam pada kepala negaranya. Ahlul Halli wal Aqdhi lengkap. keadaan dimana muslimin malah menjadi rakyat Negara Kafir. wajar saja mereka tidak mengakui kebenaran. Lain halnya bila yang terangkat adalah seorang khalifah untuk memimpin seluruh dunia. Bila pada zaman nabi shalallahu’alaihi wassalam di Madinah ialah beliau sendiri.Dari riwayat itu diketahui bahwa Daulah Islamiyah beserta Imamnya sudah ada yakni dhohir. siapa yang sudah menyatakannya? Saudi Arabia saja yang jelas jelas memiliki legalitas Quraisy. berakibat berhadapan dengan seluruh front kekafiran dunia. yakni memiliki wilayah yang sepenuhnya dikuasai. Maksudnya. karena didaerah musuh. Tanggung jawab pertama kita adalah memberlakukan syari'at Islam dengan seluas luasnya dan sempurna di wilayah negeri kita dulu.

maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. karena mereka tidak boleh menuju Madinah. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi Pemimpinnya. Dan menunggu hasil tidak didapat dalam Qur'an dan Sunnah. karena secara rahasia datang berbaiat masuk Islam diorganisir secara rahasia oleh yang ditugaskan di kota Makkah. ada sekumpulan muslimin yang berada di wilayah kekuasaan pemerintah musyrik. KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN: a. Rasul-Nya. Bahkan sangat hina! Sewaktu Nabi shalallahu’alaihi wassalam masih di Makkah semua ummatnya berada di wilayah yang dikuasai Abu Jahal.” (Al-Maidah : 55-56) b. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. Pada waktu itu Abu Abbas yang ditugaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengawasi kota Makah. XXII/43 no. Contohnya. Dengan itu berarti kita dituntut komitmen kepada pemimpin yang haq. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. Abu Abbas sendiri tidak diketahui oleh penguasa Makah telah mengorganisir gerakan muslimin secara tersembunyi di wilayah Makah. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. Dari hari ke hari secara diam-diam jumlah mereka semakin bertambah. Kuat & Amanah “Berkata salah seorang diantara anaknya (Syu’aib) : Wahai ayahanda. Bila tidak demikian berarti dalam posisi "Dholaalah (sesat)".” (HR. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. atau berdakwah untuk ashabiyyah. maka hal itu bukanlah berjihad. pada akhir tahun kelima hijriyah. Mereka secara tersembunyi menyusun kekuatan. Memiliki Loyalitas yang Mutlak “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah. Ikatan berbaiatnya tetap berlanjut walau Nabi tidak di negeri Habsyi. 6605. Barangsiapa yang mati. Sedangkan syarat berjihad guna menegakkannya itu ialah didahului dengan komitmen atau berbaiat (berjanji) untuk taat kepada kepemimpinannya. Dan barangsiapa mengambil Allah. Muslim. Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda.Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? Komitmen (bai’at) kepada kepemimpinan yang haq itu wajib. Hal demikian terjadi pada zaman Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak. maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. Banyak ayat yang melarang kita mengangkat pemimpin dari golongan yang anti hukum-hukum Allah. 3408)” A. (HR Bukhari. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera atau marah karena ashabiyyah. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. zakat. jadikanlah ia sebagai pegawai.” (Al-Qashshash : 26) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 71 - - . mereka berdiam diri di sebuah dusun yang bernama 'ies. Menurut perjanjian Hudaibiyah orangorang Quraisy yang masuk Islam tidak boleh ke Madinah. Nabi Zakaria. maka yang takut ketahuan oleh penguasa. shaum dan mengaku muslim. Nabi Ibrahim. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja." (HR. Bagi yang bisa lolos tidak tertangkap. suatu daerah di tepi laut terletak antara Makah dan Madinah. setelah ditanda-tangani Perjanjian Damai Hudaibiyah. kemudian dia mati. sehingga menjelang Fathu Makah. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjoh (alasan membela diri). mereka tidak berbaiat kepada Abu Jahal. dan Nabi Musa –kesejahteraan bagi mereka-. melainkan "cuma menunggu hasil". tidak berbaiat kepada penguasa Habsyi. Kewajiban berbaiat kepada kepemimpinan yang haq tidak mesti berada di wilayah de facto yang Haq. Bisanya hal itu diketahui. jumlah mereka yang lari dari Makkah sebanyak 300 orang. berarti merupakan Sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam yang dijadikan dasar perjuangan bagi umat Islam dewasa ini. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. mereka dikejar-kejar oleh penguasa musyrik karena berada di wilayah pengusa musyrik. Buktinya. meski berada di wilayah yang dikuasai pemerintahan musyrik. IX/352 no. karena sebaik-baik pegawai adalah yang kuat lagi bisa dipercaya. seraya mereka tunduk (kepada Allah). maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. Begitu juga yang berada di negeri Habsyi. yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Ingat! kalau untuk berbaiat itu menunggu dulu kepemimpinan yang haq itu berkuasa sehingga memiliki wilayah de facto (futuh). Muslim) Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih ? Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. Belum lagi yang tinggal di Makah bersama Abu Abbas. dan orang-orang yang beriman. Kita mesti berada pada posisi yang haq dan syarat untuk itu harus berjihad menegakkannya. lalu melarikan diri.

” (Al-Furqan : 74) B.” (Al-Baqarah : 124) e. maka persulitlah ia. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Tidak Wajib Taat pada Pemimpin yang Memerintahkan Maksiat: Oleh karena itu di dalam Islam pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagaimana disebutkan diataslah yang berhak dan wajib untuk ditaati (Tafsir QS An-Nisaa’. Pemimpin Wajib Memilih Bawahan yang Jujur: Seorang pemimpin yang adil tentunya akan memilih pembantu-pembantu. Sehat & Berilmu “…Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) sebagai rajamu. Sehingga dalam salah satu haditsnya. kedukaan dan kemiskinan ummat maka Allah ta’ala tidak akan memperhatikan kebutuhan. yang memperoleh berbagai penghargaan dan kehormatan. Nasa’i VII/160). Sesungguhnya Allah memberikan kekuasaan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA. Ahmad II/160). Muslim no. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. 1828) Dan Islam menyatakan bahwa pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan. Dan pemimpin yang demikianlah yang akan senantiasa dicintai dan didoakan oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya memimpin rakyatnya (HR Muslim no. 1332. karena ia memiliki kekuatan fisik dan berilmu. 1827. KEPEMIMPINAN DALAM AS-SUNNAH: Jujur dan Tidak Menipu: Nabi shalallahu’alaihi wassalam melaknat pemimpin yang dipercaya untuk mengurus urusan ummat lalu ia malah menipu atau menyengsarakan mereka. Tirmidzi no. 60:1). afdhal memilih pemimpin disesuaikan dengan suku/kebangsaan rakyat yg dipimpinnya (HR Bukhari.) Adil & Amanah: Islam menempatkan pemimpin yang adil dan amanah dalam derajat manusia yang tertinggi. Muslim no. maka mudahkanlah ia. menurut Imam al-Mundziri sanad-nya shahih karena ada syahid dari hadits Muadz ra yang diriwayatkan oleh Ahmad V/238-239. anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). 1031). 2626. Nasa’i VIII/221. 1855). Allah berfirman: Sesungguhnya AKU akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. sebagaimana dalam sabdanya shalallahu’alaihi wassalam : “Ya Allah. Diantaranya ia termasuk kelompok pertama yang dinaungi oleh Allah ta’ala diantara 7 kelompok utama yang dinaungi-NYA pada Hari Kiamat kelak (HR Bukhari II/119 dan 124. 1839.golongan manusia yang paling utama dan paling berhak masuk Jannah. al-Hakim IV/93-94. kedukaan dan kemiskinannya pada Hari Kiamat kelak (HR Abu Daud no. 4:59) Syarat taat pada pemimpin dalam ayat tersebut adalah mu’allaq/tergantung pada apakah ia taat pada Allah ta’ala dan Rasul shalallahu’alaihi wassalam atau tidak. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 72 - - . Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim. kaum oportunis apalagi para kolaborator asing (Al-Mumtahanah. 1707. Iapun akan berada di atas mimbar dari cahaya nanti di Hari Kiamat (HR Muslim no. Tirmidzi no. disamping orang yang lembut dan penyayang pada keluarganya dan orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta (HR Muslim no. bab Al-Umara’u min Quraisy. wakil-wakil dan menteri-menteri yang adil pula. Merupakan Ujian Allah ta’ala “Dan (ingatlah). 2865). siapa saja yang diberikan kekuasaan untuk mengurusi ummatku lalu ia menyengsarakan mereka. 2948. Tidak ada Batasan Ras/Kebangsaan: Tentang siapa pemimpin itu Islam tidak membatasi ia dari ras dan kelompok apapun. XXII/44. Tidak mungkin seorang yang baik (tanpa keterpaksaan) akan mengangkat atau memilih wakil dan menteri yang merupakan para musuh Allah ta’ala. lalu Ibrahim menunaikannya. seperti para koruptor. dimana cirinya adalah ia senantiasa kembali kepada Allah ta’ala dan rasul-NYA shalallahu’alaihi wassalam jika terjadi perbedaan pendapat ataupun perselisihan) dan bukan pemimpin yang memiliki sifat sebaliknya. Abu Daud no. Merupakan Tanda Ketaqwaan “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami. sesungguhnya IA Maha Luas (ilmu-NYA) lagi Maha Mengetahui.” (HR Muslim no. ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). Dan siapa saja yang diberi kekuasaan lalu ia mempermudah mereka. sekalipun ia adalah seorang yang berkulit sangat hitam yang kepalanya bagaikan kismis (saking hitamnya) (HR Bukhari XIII/108). Muslim. IX/333-338). jika ia memiliki sifat sebaliknya maka tidak wajib sama sekali untuk didengar dan ditaati (Bukhari XIII/109. asal mengikuti dan menegakkan syariat maka wajib ditaati. Kendatipun demikian.c. nabi shalallahu’alaihi wassalam sampai menyatakan bahwa pemimpin yang demikian termasuk 3.” (Al-Baqarah : 247) d.

memohon penjelasan sampai jelas 2. hukum yang berlaku di negara dan di negeri Islam bukan hukum-hukum Islam lagi. walaupun tidak sesuai dengan pendapatnya atau berbeda dengan keinginannya. III/218. lihat kisah Hudzaifah bin Yaman saat perang Ahzab (Shahih Muslim. Mendengarkan dan memahami perintah dengan sebaik-baiknya. IX/384)” c. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 73 - - . Dengan itu tuntutan umat Islam sekarang di setiap negeri adalah terwujudnya kembali khilafah (kekuasaan) berdasarkan Manhaj Nubuwwah. Musnad Ahmad. juga Nasa’i VII/159 dengan sanad yang shahih)” C. kitab al-Jihad. IV/222. kemudian melaksanakannya dengan tidak menunda-nunda dan dengan sebaik-sebaiknya. mk Salmah bertanya lagi yg kedua kali. 4.171). Sebab itu para ulama salaf juga tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap raja-raja. Saling memberi dan menerima nasihat. maka apa sebabnya? Sebab. IX/393)” Dalam hadits lainnya: “Barangsiapa meninggalkan ketaatan lalu memisahkan dirinya dari Jama’ah lalu ia meninggal maka ia mati Jahiliyyah. Ibnu Katsir. Melipatgandakan kesabaran saat melaksanakan perintah tersebut. Berbeda dengan zaman 'Ahdu 'l-muluka 'l-jabbar seperti sekarang ini. maka Ia akan memberikan untuknya para menteri yang jahat. Dan jika Allah ta’ala menghendaki keburukan kepada seorang penguasa. Melaksanakan dengan segera perintah tersebut. Dosanya Memisahkan Diri dari Ketaatan pada Pimpinan Islam: Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan. bahwa pemerintah kerajaan pada masa dahulu itu adalah memberlakukan hukum-hukum Islam di masyarakat Islam. ikhlas dan tidak menguranginya atau menambahinya sedikitpun. apa yg anda perintahkan pada kami? Maka Rasulullah SAW memalingkan wajahnya.393). Ibnu Katsir. Banyak terjadi konflik antara -pihak raja-raja dengan para ulama salaf. 5. dalam arti memberlakukan hukum Islam. Ibnu Hajar. 3.Benarlah pernyataan pemimpin abadi kita nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam : “Jika Allah ta’ala menghendaki kebaikan kepada seorang penguasa. Lihat kisah Jundub bin Makits al-Juhni saat dalam Sariyah (Al-Bidayah wa an-Nihayah. V/392. hal.(HR Muslim. V/22. dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan Islam maka berarti ia telah tidak taat kepadaku.23. 2932. Lihat kisah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dalam perang Khaibar dalam Shahih Bukhari (Fathul Bari’. karena bagi kalian pahala ketaatan kalian dan baginya dosa ketidakadilannya. 319).58. (HR Bukhari. juz-IV. dengan sanad yang baik menurut syarat Muslim. maka jawab Rasulullah SAW : Dengarlah oleh kalian semua dan taatilah ia.61)” b. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. bab Fi Tha’atil Umara’ wa in Mana’u.223). Wajib Taat pada Pemimpin Islam Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada Allah. maka ia kelak akan bertemu dengan Allah tanpa dapat mengemukakan argumentasi apapun. Jika penguasa itu lupa.(HR Muslim. dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada Allah. IV/57. juz-III hal. Para penguasa pada zaman ulama salaf itu membela Islam. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan Islam maka berarti ia telah taat kepadaku. bab Wujub Mulazamatin Jama’atil Muslimin ‘Inda Zhuhuril Fitan. III/1414. maka Ia akan memberikan untuknya menteri-menteri yang jujur. tetapi hal itu merupakan tindakan pribadi-pribadi raja. kitab al-Imarah. maka tidak diingatkan dan jika ia ingat maka tidak didorong/dibantu. Bila itu benar. 1415. dalam arti tidak karena penggantian hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum kafir. Meminta izin dalam setiap urusan pentingnya atau sebelum mengambil keputusannya (An-Nur : 62). bab Yuqatilu min Wara’il Imam.1476)” D. (HR Muslim. BENTUK-BENTUK KETAATAN: 1. KEWAJIBAN TAAT PADA PEMIMPIN ISLAM: a.(HR Abu Daud no. Lihat kisah Umar bin Khattab ra saat perjanjian Hudhaibiyyah dengan Nabi Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam & Abu Bakar ra (Sirah Nabawiyyah. (yaitu) yang jika ia khilaf maka selalu mengingatkan dan jika ia ingat maka selalu dibantu/didorong. Tidak didapat dalam sejarah pada masa-masa itu raja-raja yang berani melarang berlakunya hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ketaatan tersebut tetap Berlaku Walaupun Di Satu Sisi Seolah Mengorbankan Kepentingan sebagian Rakyatnya Dari Abu Hunaidah. Wa’il bin Hajar ra berkata : Bertanya Salmah bin Yazid al-Ju’fiy pd Rasulullah SAW : Wahai Nabi Allah … bagaimana pendapatmu jika ada seorang pemimpin yg selalu meminta ketaatan dari kami tapi tidak memberikan hak kami.

walaupun mereka bergelar kiyai haji atau ustadz karena sebenarnya mereka adalah ulama jahil atau ulama suu’ (jahat). bangsa Quraisy pada zaman nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam mereka mengklaim mengikuti millah Ibrahim (tauhid atau Islam). dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. ternyata mereka berpaling dari tauhid dan mengikuti kemusyrikan. meyakini dan siap melaksanakan segala konsekuensi menjadi muslim maka ia wajib mengikrarkan syahadatain sebagai suatu janji kepada Allah untuk taat. Mengapa syahadatain harus diikrarkan di hadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? Karena bagian dari rukun dan tata cara pelaksanaan syariat syahadatain. rukun wudhu. silakan kaji buku yang berjudul Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam karya Muhammad Umar Jiau al-Haq terbitan Biladi Press. tetapi Allah memvonisnya sebagai musyrikin karena mereka menyekutukan Allah sebagai Rabb Pengatur. karena ia termasuk Rukun Islam bukan Rukun Iman. Mereka mengikuti aturan berdasarkan hawa nafsu dan berpaling dari hukum Allah. mereka meninggal di atas ajaran syirik kaumnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Dan amaliah ini erat kaitannya dengan kepemimpinan Islam dan kemusliman seseorang. benda dan diri mereka. seperti mengikuti syirik akbar sistem agama demokrasi dan/atau syirik akbar lainnya. baik karena kebodohan ataupun karena pengingkaran. sebagai langkah awal DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 74 - - . rukun shaum. tetapi jika kita perhatikan mereka. Rukun adalah perwujudan atau rangkaian tindakan yang wajib dilakukan pada pelaksanaan syariat. orang tua Rasulallah pun berada di neraka karena mati ketika berbuat syirik karena kebodohannya. hajaru dan jahadu. Pengikraran syahadatain ini dilakukan karena sebelumnya ia telah melakukan syirik akbar.Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. rukun shalat. sebagai Ilah yang ditaati dan sebagai Malik yang Memerintah. Bahkan ada beberapa orang yang hanif yang tidak menyembah berhala dan membenci perbuatan tersebut. hal ini telah dibahas panjang lebar pada Kajian Tauhid. Maka ketika mereka mendengar seruan dakwah yang menyeru kepada tauhid. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. rukun zakat. Kita melihat Sirah Nabawiyah. karena saat itu belum ada dakwah tauhid dan belum ada hujjah risaliyyah. Hari ini. penjelasan lengkapnya telah dibahas di Pasal Kajian Tauhid. Sedangkan syariat syahadatain dilaksanakan oleh seseorang yang akan menjadi Muslim. Syariat syahadatain sebagai rukun Islam pertama. Jika seseorang menerima tauhid sebagai dien maka ia wajib mengikrarkan syahadah di depan petugas (syahid/saksi) dari Institusi Islam (Jamaah Islam). -baik karena kebodohannya maupun karena pembangkangannya terhadap Islam. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Bahwa syirik akbar merupakan salah satu pembatal keislaman. syirik akbar dustur (undang-undang/aturan/hukum) dll. bukan dari Institusi Thaghut seperti KUA atau Depag dsb. Mereka mengikuti pemimpin yang menyeru kepada kemusyrikan dan kekafiran. status mereka musyrikin karena tawalli kepada Institusi Thaghut. jika seseorang pernah ikut serta didalamnya walaupun karena kebodohan dan/atau karena niat maslahat dakwah maka sebenarnya ia telah mengikuti sistem syirik tersebut sehingga ia menjadi musyrik dan murtad (keluar) dari tauhid (Islam). lalu mereka menerima Islam. “Ingatlah. Rukun-rukun tersebut dirumuskan oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. Misalnya. Untuk memperjelas pembahasan ini dan untuk menjawab pertanyaan. mengapa dalam kitab fiqih rukun syahadatain tidak dibahas. Jamaah Muslimun. hanya kepunyaan Allah-lah ajaran yang bersih (dari syirik). syirik akbar kubur. Mereka menyembah berhala untuk menjadi penghubung antara mereka dengan Allah sebagaimana firman-Nya. Dalam merumuskan rukun syahadatain berbeda dengan rukun Islam lainnya. ia tetap harus bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. maka wajib baginya untuk bertaslim didepan aparatur/petugas dari Institusi Islam. Hari ini pun banyak yang mengklaim mereka mengikuti millah Ibrahim dan dien yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam (Islam). Tahap amanu adalah seseorang mendengar dan mengkaji penjelasan tentang dinul Islam (ilmu) sehingga jika atas kehendak Allah ia menerima kebenaran Islam. dan menjadi mukmin. rukun nikah dsb.Karena seperti yang telah dibahas di Kajian Tauhid. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orangorang yang pendusta dan sangat ingkar.” (Az Zumar : 3) Ketika mereka (kaum musyrikin Quraisy) meyakini dan menerima Islam sebagai dien maka ia wajib bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. perlu rukun-rukunnya pula.” (At Taubah : 20) Ada tiga fase dalam Islam yaitu amanu. tetapi ketika ia mau mengikuti Islam. al Qur’an dibaca. risalah Islam telah menggema dimana-mana. Rukun Islam yang kedua sampai yang kelima dilaksanakan setelah seseorang menjadi Muslim. Jamaah Tauhid. Jamaah Mujahidin Darul Islam ? Pahami dulu Tauhid dan hakikat syahadatain beserta konsekuensinya. dan ia masuk kepada Agama Demokrasi. rukun haji. misalnya mereka melakukan syirik akbar demokrasi. dihafalkan. Demokrasi adalah syirik akbar. “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta.

bahkan mengikuti syirik akbar demokrasi dan kemusyrikan lainnya. Dan orang-orang yang kafir. Kemudian ia berjihad untuk memperjuangkan. mereka masih mengikuti. hari ini manusia yang mengklaim dirinya mukmin. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? • Ia belum menjadi seorang mukmin. akan tetapi jika belum ada darul Islam. "(Apakah mereka akan mengikuti juga). Tidak jelas al wala dan al bara. Jika ia tidak berada di dalam Kepemimpinan Islam dan di dalam Jamaah Islam. Hal ini dapat dikaji pada kitab berjudul Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 75 - - .berhijrah dari kemusyrikan kepada tauhid (Islam). tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". (Al Baqarah : 170) Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam.” (Al Baqarah : 257) “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah.” (An Nahl : 89) Menolak kepemimpinan Islam dan syariat Islam. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar Rum : 31-32) • • Masih berat meninggalkan ajaran syirik nenek moyang. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (meninggalkan tauhid dan mengikuti thaghut) dan mereka menjadi beberapa golongan. Karena. berwala’ dan bahkan membela musuh-musuh Allah (thaghut). mengaturnya dengan kitabullah dan sunnah serta berjuang bersama-sama untuk menegakan Daulah Islamiyah. membenci dan memusuhi thaghut (musyrikin). hijrah kepada Islam. Jika ia menerima Islam dan bersyahadah maka ia memiliki pemimpin yang memerintah dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. sehingga setelah ia masuk Islam maka tidak ada lagi loyalitas terhadap thaghut dan ia berada dibawah kepemimpinan Islam. dan tidak mendapat petunjuk?". membentuk dan mempertahankan Negara Islam. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. sedang hijrah kepada Islam adalah berpindah dari kebathilan kepada kebenaran." mereka menjawab: "(Tidak). agar syariat Islam dapat tegak dengan sempurna. contoh. pemimpin-pemimpinnya ialah thaghut… Mereka itu adalah penghuni neraka. mereka kekal di dalamnya. dan ia dipaksa mengikuti aturan thaghut maka ia dapat melakukannya dengan niat bahwa ia menghindar dari mudharat yang lebih besar dan sebagai bentuk kedzaliman thaghut terhadap dirinya. maka dapat dipastikan ia berada dalam Kepemimpinan Thaghut. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh? Sesungguhnya merahasiakan struktur organisasi (sirriyah at tanzhim) merupakan salah satu sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam pada periode makiyyah yaitu pada saat wilayah masih dikuasai thaghut Quraisy dan umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas. muslim dan muwahhid. • Hijrah syariah : Hijrah peraturan atau pedoman hidup dari din at thaghut kepada din al Islam sehingga setelah ia masuk Islam maka ia tidak boleh mentaati aturan thaghut. • Hijrah makani : Hijrah tempat seperti hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan Negara Islam. mereka tidak mengenal siapa kawan dan lawan.” (An Nisaa : 76) “…janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman…. kepemimpinan itu adalah wajib dan menentukan identitas kita dunia-akhirat sebagaimana firman-Nya. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. memerangi kaum musyrikin yang memerangi Islam serta untuk membebaskan wilayah lain supaya Islam menjadi hukum diwilayah tersebut. Padahal dalam Islam. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. • Hijrah aqidah : Hijrah keterikatan loyalitas kepemimpinan atau pemerintahan dengan thaghut. dan ia tetap mengkafirkan. serta tidak kafir kepada thaghut. “Ingatlah suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra : 71) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Hijrah dibagi menjadi tiga yaitu. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

di mana pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri]. Allah ta'ala berfirman tentang beliau: ”Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa. dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. Hari ini thaghut dan sekutunya sedang memburu kami dan beberapa ikhwan muwahhidin lainnya karena kami merealisasikan tauhid. di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih. 339. (At Taubah: 40) Dan dalam kisah hijrah juga terdapat pelajaran tentang masalah ini … Dan lihatlah Nabi Musa 'alaihis salam. Sungguh beliau membacanya dan aku menerimanya dari mulut beliau langsung. dia berdoa: "Ya Tuhanku. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Qoshosh: 20-21) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 76 - - . Ia lari menyelamatkan imannya dari bencana. Babu An Takuna Fitnatul Qa'idi Fiha Khoirun Minal Qo-im [Bab: Terjadi bencana. orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. tiba-tiba turun surat Al Mursalat kepada beliau. Bagaimana lari bersembunyi dari fitnah (bencana. ia berkata: "Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam di dalam gua. Oleh karena itu." Dan di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan riwayat dari 'Abdullah bin Mas'ud. Maka barangsiapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat bernaung hendaknya ia berlindung dengannya”. dan jangan sampai kita berjalan atau berlari kesana… Di dalam hadits-hadits tersebut juga diterangkan bahwasanya lari dari fitnah itu termasuk dari ajaran agama dan dari iman … dan hal itu bukanlah termasuk pengecut atau penakut sebagaimana anggapan banyak orang. sementara itu adalah tindakan yang dicontohkan oleh para Nabi dan orang-orang shalih ketika dalam kondisi lemah dan tertindas!!! Lihatlah sang penutup para Nabi dan Rasul (Muhammad Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam ). selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Maka Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bunuh dia!" Kamipun langsung mengejarnya hingga ia pergi. cobaan) itu bisa dikategorikan dalam sifat pengecut atau penakut. yang merupakan dalil untuk persoalan ini. Babu Minad Dini Al Firaru Minal Fitan [Bab: Termasuk ajaran agama adalah melarikan diri dari bencana]. dll dari Jabir. Dalam hadits-hadits tersebut ada pelajaran yang mulia dan agung. Al Bukhari juga meriwayatkan di dalam Kitabul Fitan.. Barangsiapa melongok kepadanya akan tercebur kedalamnya. sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu.. dan kisah pertemuannya dengan Ali yang mengantarkannya kepada Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam. bukan karena kami takut kepada mereka tetapi kami sedang menyusun strategi dan kekuatan untuk menghadapi mereka. sesungguhnya Allah beserta kita. akan saya jelaskan landasan dalilnya mengapa kami masih bersembunyi dan lari dari kejaran musuh. setelah beliau menyatakan dan menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan. dan sungguh bibir beliau basah karenanya. Maka kami menemui beliau satu-satu dan dua-dua sampai kami semua berkumpul … sampai akhir hadits. kekacauan) di mana ketika itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan kisah masuk Islamnya Abu Dzar. lalu tiba-tiba ada ular melompat kepada kami. Lalu Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terjaga dari kejahatan kalian dan kalian terjaga dari kejahatannya. sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu".Nabawiyah karya Syaikh Munir. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: “Akan terjadi fitnah (bencana. dari Abu Sa'id Al Khudri. tentang bai'atul 'aqobah. berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: Hampir tiba saatnya dimana harta terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang ia bawa ke puncak-puncak gunung dan lembah-lembah. Di sana Jabir mengatakan: " … sehingga tidak ada sebuah rumah anshor pun kecuali di dalamnya ada beberapa orang Islam yang menampakkan Islamnya. Lalu kami bersepakat untuk bertemu dengan beliau di lembah Al 'Aqabah. sebagaimana yang telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Yang lain lagi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya III/322." Dan hadits-hadits semacam ini banyak … Dan Allah ta'ala berfirman: Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. yaitu disyariatkannya lari dari fitnah (bencana). Kami berkata: Sampai kapan kita biarkan Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam terusir dan ketakutan di pegunungan Mekah? Maka 70 orang di antara kami datang kepada beliau pada musim haji. dan menunjukkan penentangan dan bara'nya terhadap orang-orang kafir dan sesembahan-sesembahan mereka yang bathil … terkadang beliau beserta beberapa sahabatnya menyembunyikan diri … setelah orang-orang kafir menguasai mereka dan menyakiti mereka. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir. Kemudian mereka semua mengadakan pertemuan. dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. wallahi. Al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih nya pada Kitabul Iman." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu.

setelah mereka menyampaikan tauhid mereka secara terang-terangan dan mereka diancam oleh kaum mereka. sampai-sampai ketika anak perempuannya meninggal ia tidak dapat keluar menemuinya. niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu. (Al Kahfi : 20) Demikianlah keadaan orang-orang sholih tatkala mereka dalam keadaan tertindas dan lemah … jika engkau mau meneliti kisah-kisah tabi'in. (Al Kahfi:16) Dan Allah ta'ala berfirman tentang mereka: ”Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian. niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian. sehingga ia mewakilkannya kepada Ibnu Sirin … Adapun Sufyan Ats Tsauri. Tidak sepantasnya Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam itu diikuti ketika dalam keadaan lapang saja sementara ketika dalam keadaan susah tidak diikuti. di mana pada saat itu Ibnu Al Asy'ats bersama sekelompok qurro' (ahli Al Qur'an) dan fuqoha' memberontak atas kedholiman dan kelaliman Al Hajjaj … lalu setelah Ibnu Al Asy'ats kalah. kecuali tiga orang: Al Hasan Al Bashri. kemudian mereka memburunya ketika ia dalam keadaan lemah. yang kesempurnaannya tidak ternodai dengan kekurangan. Akan tetapi yang aku takutkan hanyalah jika mereka memuliakanku sehingga aku tidak lagi memandang kejelekan mereka sebagai kejelekan. maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu. dan ada yang mengatakan dia diajak memberontak. pendahulu umat ini. dimana beliau senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Aku jawab: Aku tidak merasa aman atas dirimu wahai Abu 'Abdillah. kemudian ia baru kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan. beliau telah bersembunyi selama kekhilafahan Al Watsiq. atau memaksa kalian kembali kepada ajaran/dien mereka." Maka apabila seseorang itu menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan sesuai dengan petunjuk para Nabi. dan ia mendapatkan ujian yang sangat berat karenannya … maka iapun menyembunyikan diri selama sisa umur Al Watsiq. Ahmad berkata: Lakukanlah! Jika aku melakukannya. Tapi aku tidak mendapatkan orang yang sempurna dalam dua hal tersebut. 1816. Lalu tatkala ia keluar dari tempatku ia berkata kepadaku: Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam dahulu bersembunyi di dalam gua selama tiga hari kemudian berpindah. Adapun Al Hasan Al Bashri. ia bersikap baro' kepada kemusyrikan dan orang-orang musyrik. (Yunus: 87) Ketika itu mereka bersembunyi dan sholat di rumah-rumah mereka … dalam hal ini ada kata-kata Sayyid Quthub yang bagus yang bisa dirujuk kepada Fi Dhilalil Qur-an. (Asy Syu'aro': 26) Dan Allah ta'ala juga berfirman tentang beliau setelah itu: Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".yakni ilmu dan amal -. dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya". Hal itu ia lakukan setelah ia menyatakan keyakinannya tentang Al Qur'an (yakni bahwa Al Qur'an itu kalam Allah dan bukan makhluq -pen." Adapun Imam Imam Ahmad. bahkan beliau membenarkannya sebagaimana yang Allah ta'ala beritakan dalam firman-Nya: Lalu aku melarikan diri dari kalian tatkala aku ketakutan. aku berarti akan membinasakanmu. tidak memiliki kemampuan apa-apa dan sedikit DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 77 - - . Akupun mencarikan tempat untuknya.dari kalangan tabi'in dan generasi setelah mereka. ia memberontak. beliau bersembunyi di sana sampai Al Watsiq meninggal dunia … Ibrahim bin Hani berkata: Ahmad bin Hanbal bersembunyi di tempatku selama tiga hari … kemudian Ahmad mengatakan: Carikan tempat untukku supaya aku pindah ke tempat tersebut. Aku tidak mendapatkan permisalan untuk kekuasaan itu selain seperti lidah musang. bersama orang-orang yang memberontak Al Hajjaj pada peristiwa pemberontakan 'Abdur Rohman bin Al Asy'ats." Ia melanjutkan: "Aku mengetahu anjing itu memiliki 70 lebih dustan (makar). hal. Sufyan Ats Tsauri dan Ahmad bin Hanbal. tentu engkau akan mendapatkan banyak contoh dalam hal ini … Di sini saya cukup memberikan tiga contoh yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi di dalam kata pengantar kitabnya yang berjudul Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal: "… namun aku mencari orangorang yang telah berhasil mecapai tingkat kesempurnaan dalam dua hal -. dan tidak ada dustan yang lebih baik selain aku tidak melihatnya dan ia tidak melihatku.Jika ada yang mengatakan: Itukan terjadi sebelum beliau diangkat sebagai Nabi … Kami jawab: Namun Nabi Musa 'alaihis salam setelah menjadi Nabi pun tidak menyalahkan perbuatannya tersebut. Al Hasan Al Bashri menyembunyikan diri dari Al Hajjaj. kemudian Robbku memberikan kepadaku ilmu dan menjadikanku salah seorang diantara para Rosul. ia melarikan diri ke Bashroh ketika Kholifah Al Mahdi menawarkan jabatan kepadanya … beliaulah orang yang mengatakan: "Aku tidak takut mereka akan menghinakan aku. Demikian pula para pemuda ash-habul kahfi." Halaman 5.) secara terang-terangan. mereka berlindung ke gua … sebagaimana yang Allah ta'ala ceritakan: Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah.

dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. maka ia tidak tercela. kitab Majmu’ Fatawa 6.com “Hai Nabi. Situs Islam 1. jika ia lari dan bersembunyi dari mereka … karena ini adalah jejak langkah para Nabi dan orang-orang sholih ketika mereka tertindas. 4. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Para Pembaca yang sedang mencari kebenaran dan pernah berbuat syirik akbar seperti pernah ikut serta dalam pesta Demokrasi (Pemilu) dan/atau pernah dan sedang melakukan kemusyrikan lainnya karena kebodohannya terhadap tauhid.com http:\\abuqital1@wordpress. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi. apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu.” (An Nisaa’ : 41) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. kitab Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.pendukungnya. maka ikutilah dia. 2. http:\\millahibrahim@wordpress. 2. karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Referensi Kitab 1.” (Al Ahzab : 46) “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti). Shalawat dan Salam bagi Muhammad dan Muwahhidin. kitab Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari Imam Syaukani. dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan. Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan Allah. b. Imam Ibnu Hajar. sebagaimana yang antum lihat. 3. Syaikh Munir. Kitab Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah Nabawiyah. (Al An’am : 153) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 78 - - . Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Kesalamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Segala puji bagi Allah.” (An-Nisa : 48) segala Inilah jalanKu yang lurus. c. Allah ta’ala berfirman. Para Pembaca yang sudah menerima seruan Islam tetapi masih ragu dan/atau kafir. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu. 5. Rabb semesta alam. Para Pembaca yang telah memahami Islam dan kitabullah tetapi belum menemukan jamaah yang benar menurut nash Al Qur’an dan As Sunnah. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. kitab Nailul Authar Muhammad Umar Jiau al-Haq.” (An Nahl : 89) BELUM SELESAI SERUAN KEPADA ISLAM Bismillahirrahmannirrahiim Dari Kepada : Hamba Allah yang bertauhid dan beriman kepada-Nya : a.

(Yusuf : 108) Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Maha Suci Allah. syirik akbar kubur. singa_tauhid@rocketmail. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Dan segala puji bagi Allah yang kepadaNya kita pasti akan kembali. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. dan janganlah kamu turut langkah-langkah (sistem) syaitan. maka itulah pilihan hidupmu. jika kamu berpaling. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Jika Anda mau beriman maka berimanlah dan bertaslim-lah. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. seperti syirik akbar demokrasi. barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah. terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya. (Ali Imran : 31-32) Hai kaum kami. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (Anda) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan perkataan tersebut diabadikan di dalam kitabullah. (Al Baqarah : 256) Saya menyeru Anda untuk masuk Islam dan mengikuti Tauhid. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Inilah jalanku. (Al Baqarah : 208) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dinul (Islam). jika Anda mau kafir. syirik akbar loyalitas terhadap thaghut dan syirik akbar lainnya. Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. meninggalkan thaghut dan berbagai macam syirik. ikutilah aku. Karena itu. Dan shalawat dan salam bagi Muhammad dan Muwahhidun. Saya akan berkata kepadamu seperti yang pernah diserukan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam kepada manusia. Dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. syirik akbar dustur (Undang-Undang)." (Al Ahqaaf : 32-33) Kini Anda sedang berhadapan dengan seruan Islam.com Jamaah Mujahidin Darul Islam DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 79 - - .Hai orang-orang yang beriman. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. (Al Mukmin : 44) Semoga Allah Memberimu hidayah dan Melapangkan hatimu untuk menerima kebenaran ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful