P. 1
Kajian Tauhid

Kajian Tauhid

|Views: 77|Likes:

More info:

Published by: Ahmad Muqorrobin Huda Tumbuan on Sep 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2011

pdf

text

original

PROYEK PENGISLAMAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI

Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya Yang Mengokohkan Islam dengan pertolongan-Nya, yang Menghinakan syirik dengan Keperkasaan-Nya, yang Mengatur segala urusan dengan Perintah-Nya dan Yang memberi ulur orang-orang ahli maksiat dengan makar-Nya. Dia Yang menampakkan dien-Nya atas semua dien, Yang Maha Kuasa atas semua hambahamba-Nya sehingga tidak ada yang bisa mengelak, Yang mengatur hamba-hamba-Nya sehingga tidak ada yang melawan, Dan Yang Maha Bijaksana dalam apa yang Dia inginkan sehingga tidak ada yang bisa menentang. Saya memuji-Nya atas pemuliaan-Nya kepada para wali-Nya, pertolongan-Nya terhadap tentara-tentara-Nya, dan penghinaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta Yang tidak ada tandingan bagi-Nya; dengan kesaksian orang yang membersihkan hatinya dengan tauhid dan yang berusaha meraih ridla Tuhannya dengan melakukan permusuhan terhadap musyrikin dan loyalitas di dalam tauhid itu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menegakkan tauhid dan yang menghancurkan segala kemusyrikan bi’idznillah, Sang Uswatun Hasanah yang wajib dipanuti dan Sang Panglima Besar Revolusioner Tentara Islam Mujahidin yang gagah bijaksana. Serta saya kafir kepada setiap thagut dan mengkafirkannya, memusuhinya, membencinya dan memeranginya dengan lisan dan tangan ini, serta berlepas diri dari para pengusungnya, ideologi dan konstitusinya, aparatur dan rakyat yang membelanya; dengan kebencian dan permusuhan yang dahsyat. Shalawat dan salam tetap terlimpah lestari kepada Muhammad rasulallah, Nabi-Nya, panglima besar tentara Islam yang cerdas, gagah berani nan bijaksana, semoga terlimpah pula kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang bertauhid dari awal hingga tegaknya Hari Kiamat. Sesungguhnya, sebenarbenar perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sungguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) “Barangsiapa mencari peraturan selain peraturan Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (aturan itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maaidah : 51) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat (dien) mu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maaidah : 57) Rasulallah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda, “Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala dan setiap kabilah (kelompok, ormas, jamaah) dari umatku ini, mereka bergabung dengan pemimpin-pemimpin kaum musyrikin (mengikuti penguasa thaghut yang tidak menjalankan hukum Islam -penj).” (HR. Muslim) "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu. Shahabat bertanya: Siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini." (HR. Tirmidzi dan Thabrani) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran, orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Muslim) Hari ini manusia telah terfitnah dengan fitnah syirik akbar dien demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang dilakukan oleh para penghusungnya dari kalangan thaghut-thaghut yang dimana mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah, mereka kaburkan kebatilan dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan, terkadang mereka menamakannya sebagai syuraa dan terkadang berdalih dengan dalih maslahat dakwah dan istihsan (anggapan baik); dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan kebenaran dengan kebathilan dihadapan orang-orang awam, dan mencampuradukan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam. Kini umat telah kembali menyembah berhala dan mengikuti para pemimpin thaghut musyrikin yang memerintah berdasarkan hawa nafsu, mengikuti dien demokrasi yang diusung oleh Zionis dan Salibis, tanpa umat sadari; mereka telah keluar dari Islam dengan mengikuti dien tersebut, bahkan telah termasuk golongan Zionis dan Salibis, walaupun mereka berniat demi maslahat dakwah, karena demokrasi adalah salah satu syirik akbar, sedang syirik akbar adalah kekafiran dan salah satu pembatal keislaman.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
1-

-

Alhamdulillah, atas karunia dan perlindunganNya, saya telah menyusun sebuah buku dalam bentuk tanya-jawab berjudul MENGISLAMKAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI yang dibagi menjadi beberapa pasal yaitu Kajian Tauhid, Kajian Aqidah Islamiyah, dan Seruan Dakwah Islam. Buku ini disusun untuk menjadi hujjah bagi manusia dan sebagai bahan hujjah bagi para da’i tauhid. Buku ini disusun dari buku-buku ulama salaf dan khalaf yang menapaki jejak para nabi dan ahli tauhid terdahulu dan yang konsisten memperjuangkan Islam. Ketahuilah, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dha’if, masih muda belia dan merupakan salah satu prajurit Tentara Islam di Indonesia di tengah jutaan Tentara Islam di negeri ini yang telah berkomitmen kepada Allah untuk berjuang mengembalikan kembali kemerdekaan Negara Islam dengan sempurna dibawah naungan Khilafah Islamiyyah, sampai ruh berpisah dari jasad. Sejarah mencatat, semangat perjuangan Umat Islam di Indonesia telah bermula sejak Islam masuk ke nusantara, pada zaman kerajaan, pada zaman penjajahan kafirin Belanda-Jepang, hingga kini (penjajahan thaghut Negara Kafir Republik Indonesia terhadap umat Islam) dan seterusnya insya Allah hingga Negara Islam merdeka secara de yure, de facto atau kaaffah, bahkan pernah pula tertegak Negara Islam di Indonesia yang merupakan rahim, akar dan basis pergerakan Islam di Indonesia. Setelah thaghut NKRI la’natullah’alaihim berkuasa, pergerakan Islam kembali pada metode dakwah periode Makiyyah yaitu sirryah at tanzhim. Sehingga saat ini atas karuniaNya, kita dapat melihat perkembangan dakwah Islam yang semakin-hari semakin subur dan tumbuh diberbagai tempat. Jutaan mujahidin telah merapatkan barisan dibawah kepemimpinan Islam yang saat ini masih menjaga dan merahasiakan eksistensinya. Mereka bagaikan air yang tertutupi oleh buih (ansharut thaghut) sebagaimana firman-Nya. “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” (Ar Ra’du : 17) Sesungguhnya, musuh-musuh Islam merasa resah dan ketakutan dengan gerakan Islam yang masih memberlakukan Underground System atau Gerakan Bawah Tanah ini (sirriyah at tanzhim). Metode ini adalah salah satu bagian dari Manhaj Haraki Nabi Shalallahu’alaihi wassalam pada permulaan dakwah periode Makkiyyah, yaitu pada saat wilayah Mekkah masih dikuasai oleh pemerintahan thaghut musyrikin, umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas; seperti pada saat kita sekarang ini. Mereka semakin ketakutan ketika bermunculan beberapa mujahidin yang menampakan keislamannya dengan membuat gebrakan-gebrakan aksi yang membuat orang kafir jengkel & ketakutan, walaupun diantara mereka (mujahidin) menemui syahid-nya. Padahal perlu mereka ketahui bahwa terdapat jutaan mujahidin di negeri ini yang siap melakukan hal yang serupa, bahkan lebih dahsyat dari apa yang telah mereka (syuhada) lakukan. Dan ini hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini tidak lepas dari usaha sungguh-sungguh yang telah dilakukan oleh para ulama yang jujur dalam mengemban risalah Islam. Mereka tidak henti-hentinya untuk menyerukan tauhid, meskipun mereka dikejar-kejar, dipenjarakan serta dipersempit ruang gerak dan penghidupan mereka, bahkan ada pula yang dibunuh. Terutama ketika musuh-musuh Allah yang terdiri dari thaghut penguasa negeri ini, pembuat & pelaksana undang-undang kafir, aparatur pemerintahannya, para jurnalis, hartawan, ilmuan dan ulama jahat; berusaha keras menghalangi para du’at dalam menyerukan tauhid kepada manusia yang tengah dibodohi oleh penguasa thaghut, mereka mengaburkan kebenaran dengan kebatilan dan mengusung syirik akbar agama demokrasi. Bahkan mereka membuat “buih” jamaah Islam “binaan” bagaikan anjing piaraan, yang melegalkan perbuatan syirik mereka dengan syubhat yang menutupi kebenaran, seperti menyamakan syuraa’ dengan demokrasi, dan penggunaan istilah-istilah Islam dalam perbuatan syirik mereka, bahkan banyak istilah Islam yang dipergunakan untuk menakut-nakuti manusia, seperti jihad yang disamakan dengan terorisme, bai’at dan infaq disangkut-pautkan dengannya, Jamaah Islamiyah dinisbatkan sebagai nama komunitasnya, dan pemelihara jengot merupakan anggotanya. Padahal, istilah-istilah tersebut merupakan esensi dinul Islam dan memelihara jenggot merupakan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan untuk mencegah rakyatnya dari menerima Dakwah Islam sehingga banyak dari rakyatnya yang berpaling darinya sebelum bertabayun, padahal kaum musyrikin terdahulu tersesat karena sikap tersebut, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu” (Yunus : 36 & 39) Alhamdulillah, ketika ujian itu datang bertubi-tubi, justru Allah memberikan hidayah ke dalam hati manusia yang dikehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk di berbagai belahan bumi, khususnya di bumi nusantara ini. Atas karunia Allah; para pemuda dan orang tua dengan penuh antusias menyambut seruanseruan para ulama Tauhid. Sehingga semakin hari semakin jelas di hadapan kita bahwa pintu kemerdekaan Islam semakin dekat dan terbuka lebar untuk kita. Alhamdulillah, kini telah terkumpul jutaan Tentara Islam di Indonesia dengan kualitas yang mantap; mereka siap berjihad serentak ketika maklumat jihad dikumandankan oleh Imam Umat Islam. Peperangan antara Tentara Islam dengan Tentara Thaghut ini sudah digariskan dalam kitabullah dan hadist Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
2-

-

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah” (An Nisaa : 76) Dien ini akan senantiasa tegak, sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. (HR. Muslim) Melihat kemajuan dakwah ini, saya ingin berperan aktif sebagai wujud dukungan saya kepada umat Islam dan sebagai bentuk sambutan saya terhadap seruan para ulama tauhid untuk terus berjihad. Semoga dapat membantu pelaksanaan jihad yang kita tekuni sampai mendapatkan kemerdekaan Darul Islam (Negara dan Khilafah Islam) dalam waktu yang dekat ini. Adalah suatu keyakinan yang kuat bagi kita akan kemerdekaan Islam seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wassalam. Bahkan musuh-musuh kita; Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya la’natullah‘alaihim; memprediksikan bahwa Khilafah Islamiyyah akan tegak pada tahun ± 2020 Masehi insya Allah. Dan ingatlah, bahwa Kemerdekaan Negara Islam itu adalah janji Allah Yang Maha Menepati Janji, sebagaimana firman-Nya ta’ala; “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh; bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka aturan yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nuur : 55) “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orangorang yang berdosa dan orang-orang yang kafir di antara mereka.” (Al Insaan : 24) “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Al Mu’min : 55) Wahai saudara-saudaraku yang bertauhid, nantikan dengan semangat perjuangan yang membara bahwa Kemerdekan Islam dan Kehancuran Thaghut akan segera tiba dalam waktu dekat. Selamat berjihad, hingga Islam merdeka atau kita binasa karena memperjuangkannya. Allah Yang Maha Perkasa beserta pasukan-Nya. Dia Ta’ala berfirman; “Sungguh, saat jatuhnya azab kepada mereka (thaghut dan pembelanya) ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (Huud : 81)

Penyusun Berikan kesaksian dan komentar Anda kepada : singa_tauhid@rocketmail.com islamic.bussiness@yahoo.com

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
3-

-

Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. status dan hukum bagi para pelaku syirik akbar. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Apakah Demokrasi itu adalah agama (dien) baru selain Islam? 8. Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? 19. Apa saja pembatal-pembatal keislaman? Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran? 17. 2. mereka adalah musyrikin? 18. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? 11. 5. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. 9. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. Adapun pertanyaan dalam Pasal Kajian Tauhid ini adalah sebagai berikut. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? 10. Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? 16. siapakah thaghut itu? 6.PASAL KAJIAN TAUHID Visi Kajian : 1. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? 21. 1. baik eksekutif. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 4- - . Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? 20. Mulkiyah dan Uluhiyah? 4. 22. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? 15. Apakah hakikat tauhid itu? 3. bagaimana penjelasannya? 23. Tabligh : Menjelaskan mengenai tauhid dan syirik akbar (termasuk demokrasi). shaum dan melakukan ibadah lainnya? 13. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. sedangkan dia masih shalat. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dipermulaan tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. dan sikap mukmin terhadap mereka. Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? 12. Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? 2. Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. legeslatif beragama Islam? dan yudikatif Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. zakat. 7. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? 14.

menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. Mentabayyuni (membaca. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. 5. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. 3. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 5- - . Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. SIM dan surat-surat lainnya dari thaghut. Barangsiapa yang berniat jahat. surat nikah.24. 4. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Bagaimana hukumnya jika muslim membuat KTP. 2. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. apakah ia sudah musyrik? 25.

Amal shalih apapun. sedang kuncinya adalah mengikrarkan syahadatain. dan kemusyrikan/ kekafiran diserupakan dengan angin topan. infaq. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) “Siapa yang melakukan amal shalih. justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39) Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat.PASAL KAJIAN TAUHID Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? Syaratnya ialah ber-Tauhid tanpa syirik.” (An-Nisa : 48) “Sungguh. yang dikira air oleh orang yang dahaga. maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa perhitungan” (Al Mukmin : 60) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. zakat. kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (Al Furqan : 23) Sungguh… sangatlah merugi. tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid alias musyrik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama. memang mereka rugi karena mereka lelah. shaum. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan? Tentu lenyaplah debu itu. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. namun justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang. maka hapuslah amalanmu. mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak. berusaha keras. lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan. baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin. maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya. birrul walidain (berbakti kepada orang tua). tentunya setelah ia ber-Tauhid. padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan. capek. Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya : 1. dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik. tetap tidak ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut. sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. tetapi jarang diperhatikan oleh banyak orang. Nanti kita akan menguak mengenai thaghut itu insya Allah. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik. shaum. jihad dan sebagainya. Tauhid adalah syarat paling mendasar dan asasi. sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa. dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4). itulah pintunya. zakat. baik itu shalat. Allah Ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah. serta berjuang untuk amal kebaikan. yaitu ikhlash dan mutaba’ah. haji. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang. Ya. letih. sebagaimana firmanNya Ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang musyrik/kafir dengan debu. maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 6- - . bila kamu berbuat syirik. tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab! Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan. Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang. maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan di atas kemusyrikan. “Siapa yang melakukan amal shalih. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. jihad dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasi tauhid yang bersih dari syirik. Ikhlash Orang yang melakukan amal shaleh akan tetapi dia tidak ikhlas.

dia tawakkal hanya kepada-Nya saja. Muslim) Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. zakat. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul Hijratain hal 542 dalam thabaqah yang ke tujuh belas: “Islam adalah mentauhidkan Allah. dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang muslim". Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar 1/323 dan Minhajut Ta'siis hal 61: “Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim. Ibnu Mas’ud radliyallahu 'anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”. tidak kepada yang lainnya. maka pasti ditolak.“Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya. jadi orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan kepada yang lain disamping kepada Allah. maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia bukan orang muslim." Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: “Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Allah maka kamu muwahhid (orang bertauhid). dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik". serta mengikuti apa yang dibawanya. At Tirmidzi) Sedikit amal tapi di atas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah. dan ketidak-membangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari status sebagai orang-orang kafir. wajib bagi kita untuk memahami kandungan atau hakikat kalimat tauhid tersebut. Jadi. Muslim) 2. antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang antum jadikan dasar? Karena siapa antum beramal?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita. maka ia itu tidak ikhlas. dan dia itu beribadah kepada yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat. bila dia bukan orang kafir mu'aanid (membangkang) maka dia adalah orang kafir yang jahil. dalam urusan ibadah. dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut." Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid hal 58: “Siapa yang mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui maknanya. dan justru itu menjadi hujjah atas dia……… Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. dan bila dia mengamalkan apa yang menyalahinya berupa syirik maka dia itu kafir meskipun mengucapkannya (Laa ilaaha Illallaah)". maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110) Ayat ini berkenaan dengan ikhlas. dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya.” Oleh karena itu. beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya. maka itu tertolak” (HR. dan status orang-orang ini adalah sebagai orangorang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang). shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam. maka sesungguhnya pengucapan itu tidak sah/tidak bermanfaat berdasarkan ijma para ulama. dan setiap bid’ah itu sesat” (HR. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwat hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja. Bila dia mengamalkannya secara dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq. mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya maka dia itu adalah orang muslim yang sebenarnya. siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku” DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 7- - . iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. dan dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna. maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR. Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami. dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : “Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu. saya akan memaparkan beberapa pernyataan ulama tentang hal ini. dia tidak mencintai makhluk seperti kecintaan dia kepada Allah… siapa yang enggan beribadah kepadaNya maka dia bukan muslim. Apakah hakikat tauhid itu? Sebelum memulai kepada hakikat tauhid. dan siapa yang disamping beribadah kepada Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dalam surat Adz Dzaariyaat : 56. Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: “Sesungguhnya mengucapkan Laa ilaaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan akan maknanya. Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam) Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlash akan tetapi jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Dalilnya adalah: Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. karena Ia pula yang meridhai. yaitu Tauhid Rububiyah. (An Nisa:60) yang memutuskan perkara dengan selain apa yang diturunkan Allah.Ini tentang tauhid Mulkiyah. yang berisi nafyu dan itsbat. Orang 4.Ini tentang tauhid Uluhiyah. Dalilnya adalah: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut. maka setiap apa yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan peribadahan itu. Kita sebagai hamba Allah. maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang 3. tentu kita adalah abdi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita hanya menghambakan diri dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. meninggalkan peribadahan itu.Malikinnaas -----. Ia pun memiliki aparatur kerajaan yang terdiri dari malaikat dan manusia (rasul).Jadi. memelihara. mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah. Mulkiyah dan Uluhiyah! Allah sebagai Rabb ialah kita meyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan. maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir. Dipermulaan thaghut itu? tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. Iyyaakana’buduwa iyyaakanasta’iin -----. Allah sebagai ilah ialah kita meyakini bahwa Allah saja yang berhak untuk diibadahi. lalu mentauhidkan Allah dengan beribadah hanya kepadaNya dan bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadahi secara benar kecuali Allah. Hal ini direalisasikan dengan meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah. Dan inilah yang dimaksud dengan beriman kepada Allah yang disebutkan dalam ayat tadi. AnNafyu artinya meniadakan peribadahan dari setiap apa yang diibadahi selain Allah. Seperti pada kalimat. Dari al Qur’an surat al Fathihah dan an Naas dapat disimpulkan bahwa tauhid itu dibagi menjadi tiga macam. Alhamdulllahi Rabbil’alamiin -----. Inilah yang dimaksud dengan mengkufuri thaghut. dicintai. Allah sebagai raja maka Ia memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi langit dan bumi. Ia pun memiliki rakyat (umat) yaitu seluruh makhluk ciptaanNya sendiri dan tidak ada lagi Pencipta selain Dia. dirindukan. yang memurkai.Ilaahinnaas -----.” (Al-Baqoroh: 256) Dan ayat ini merupakan tafsiran syahadat laa ilaaha illallah. baik berupa sesuatu yang disembah atau diikuti atau ditaati selain ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah thaghut. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dalilnya adalah firman Allah. dalilnya adalah: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai Bani Adam. “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. Ia pun memiliki Undang Undang Kerajaan yaitu kitabNya (al Qur’an). Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. Tidak akan putus tali itu” (Al-Baqoroh: 256) Maksudnya barangsiapa yang meninggalkan tandingan-tandingan. (Yasin : 60) 2. yang mengabulkan doa (permohonan hamba-hambaNya). Dan al-Itsbat artinya menetapkan peribadahan hanya untuk Allah semata. Allah sebagai Malik (Raja) ialah kita meyakini bahwa yang berhak memerintah. menghukum dan memberikan pahala hanyalah Dia saja. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. membencinya. siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut: Thaghut itu pengertiannya umum. Maalikiyaumiddiin -----. Ibnu Katsir berkata: “Dan firman Allah: “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. ditakuti. (Al Maa’idah:44) Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib.Ini tentang tauhid Rububiyyah. berhala-berhala dan segala yang diserukan oleh syaitan untuk diibadahi selain Allah. maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (maksudnya ia telah kokoh urusannya dan istiqomah pada jalan yang paling baik dan pada jalan yang lurus). ditaati. yang merupakan kedudukan Allah Ta’ala. Thaghut itu banyak dan kepalanya ada lima: 1. Dalilnya adalah : (Dia adalah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 8- . mengatur. Syetan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah. mengurus.Rabbinnaas -----. Penguasa yang dzolim yang merubah hukum-hukum Allah. dengan mengarahkan semua bentuk peribadahan hanya kepada Allah semata. Dan hal ini dapat dikaji didalam Kitab Tauhid yang sudah bertebaran dimana-mana. Tali tersebut adalah kalimat tauhid Laa ilaaha illallaah. diikuti. mendidik semua ciptaan-Nya. Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Mulkiyah. tujuan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hidup di dunia ini adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan mengabdi kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu".

haji. akan tetapi maksudnya adalah sebagai bentuk mencari manfaat atau tolak bala. 1. atau berlepas diri (bara’ah) dari empat hal. Andad (tandingan-tandingan) 4. Karena kalau kita melihat realita orang yang melakukan kemusyrikan pada zaman sekarang. Alihah Alihah adalah jamak daripada ilah. mereka datang ke pantai “menuju” Nyi Roro Kidul dengan suatu hal seperti “Pesta Laut”. dll. muslim. Allah Ta’ala berfirman.ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung sekulerisme. Alihah (Sembahan-sembahan) 2. (Al Jin : 26 . dia bukanlah orang mukmin. sehingga pengucapan Laa ilaaha illallaah-nya adalah tidak benar… bohong! Dengan kata lain orang tersebut belum muslim. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan ibadah itu. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. Kalau kita memahami makna ilah. Contoh 2 : Nyi Roro Kidul… biasanya orang pantai selatan. Kalimat “dengan sesuatu hal” adalah suatu tindakan atau suatu perbuatan. maka kita akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh si fulan atau masyarakat fulani itu adalah mempertuhankan selain Allah. liberalisme. Dalilnya adalah: Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan:"Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah". kata mereka ada maksudnya… Apakah itu? Yaitu tolak bala atau cari DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 9- - . Arbab (tuhan-tuhan pengatur) 3. kopi pahit. lalu orang datang menuju ke batu besar tersebut dengan sesajen. karena menurut keyakinannya bahwa pada batu besar itu ada penunggunya. shaum. Laa ilaaha illallaah ketika kita mengucapkannya : tidak ada ilah. sesajen. cerutu. Ilah. yaitu. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin. karena tidak kufur kepada thaghut. berarti menuntut dari kita untuk meninggalkan ilah-ilah selain Allah (tuhan-tuhan selain Allah) dan yang penting bagi kita di sini adalah memahami apa makna ilah. maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagapenjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. karena tidak mungkin seseorang menyimpan sesajen-sesajen pada batu besar tersebut dengan tujuan agar dimakan semut. Batu ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tersebut dengan suatu hal tadi (sesajian. dengan cara melemparkan makanan-makanan ke laut sebagai persembahan kepada Nyi Roro Kidul. shaum. sedang orang yang suka membuat tumbal. maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam.27) 5. meskipun dia shalat. dan lainnya. muwahhid dan dengannya pula amalan bisa diterima. 1. menjauhi.) dan pemberian sesajen ini pasti ada maksudnya. “rurujakan” (sebutan salah satu bentuk sesajian dalam masyarakat suku Sunda). berarti batu besar ini adalah ilah yang dipertuhankan selain Allah. yang artinya tuhan. tidak ada tuhan yang diibadati kecuali Allah. Jadi. demokrasi atau nasionalisme dan falsafah sistem syirik lainnya. Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri. meninggalkan empat hal tadi dan kita akan membahas satu demi satu dari keempat hal tersebut. definisinya adalah Apa yang engkau tuju dengan sesuatu hal dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana). bisa berbentuk cerutu. Thaghut Jadi. “Siapa yang melakukan amal shalih. zakat. zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya. Misalnya minta dijauhkan dari bala (bencana). mereka tidak menamakan apa yang mereka ibadati selain Allah itu sebagai ilah (sebagai tuhan) akan tetapi dengan nama-nama yang lain. (Al Anbiyaa : 29) Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin. Ketika orang tadi melakukan “tindakan” pemberian sesajen pada batu besar itu dengan persembahan-persembahan tadi dalam rangka tolak bala atau minta manfaat. atau menjauhi. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Seseorang dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah dan dikatakan muslim-mukmin adalah apabila dia meninggalkan. demikian Kami memberi balasan kepada orang-oramg zhalim. Contoh 1 : Batu besar (ini adalah sesuatu). bekakak ayam atau apa saja. tidak… tentu bukan itu maksudnya. sehingga shalat. tetapi dia musyrik.

Ada yang minta jodoh kepada penghuni kubur tersebut. Ketika membuat rumah. kemudian dituju oleh orang tersebut dengan sesuatu. maka orang tersebut menuju sesuatu itu (jin) dengan sesuatu hal berupa tumbal (seperti: memotong ayam lalu dikubur sebelum dibuat pondasi rumah) agar tidak diganggu oleh jin tersebut. Arbab DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 10 - - . padahal sebelumnya mereka menyebutnya “Al Amin” (yaitu orang jujur lagi terpercaya). di antaranya mereka ingin mendapat keselamatan jika sedang melaut. Walaupun batu besar. ribuan kali akan tetapi perbuatannya bertentangan dengan kandungan Laa ilaaha illallaah. mereka memahami bahwa apabila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah konsekuensinya adalah meninggalkan ilah-ilah tadi (batu-batu keramat. shaum. yang telah dipertuhankan selain Allah. saya akan memberikannya… bahkan 10x lipat dari kalimat yang kamu minta itu”. ternyata yang melakukan hal itu umumnya adalah orang yang mengaku muslim. Maka dalam kasus ini berarti Nyi Roro Kidul itu adalah ilah. ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan!” (sebagiannya diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim) Mereka (kaum musyrik Quraisy) adalah orang Arab asli. sedangkan wali ini adalah orang suci. mereka sangat paham kandungan Laa ilaaha illallaah. sehingga karena hal itulah mereka menolak. zakat. berarti kuburan ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tadi dalam rangka meminta manfaat. akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. baik itu kuburan Nabi atau kuburan wali atau kuburan siapa saja. walaupun dia tidak mengatakan bahwa dirinya telah mempertuhankan selain Allah. Laa ilaaha illallaah”. Ini adalah yang pertama. Jadi. tidak seperti kita. karena di antara kebiasaan mereka adalah menjadikan berhala Latta sebagai perantara. Contoh 4 : Kuburan. dan orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang musyrik! Bukan muslim. Lalu mereka bangkit dan pergi sambil mengatakan : “Apakah kami harus menjadikan ilah-ilah itu hanya menjadi satu saja?. jika orang kotor seperti kami ini minta langsung kepada Allah maka kami malu. minta rizqi. tidak diterpa badai atau kecelakaan lainnya. bersih. minta jodoh. Berarti kuburan tersebut telah dipertuhankan. Abu Jahl mengatakan : “Senang sekali. telah dijadikan sekutu Allah. atau minta doa. mereka enggan meninggalkannya. Mereka paham bahwa di antara maknanya adalah sesungguhnya mereka harus meninggalkan alihah selain Allah. sedangkan Allah itu Maha Suci. dan dekat dengan Allah. Contoh 3 : Orang mau membuat rumah. dan mereka tak perlu diajari artinya. sekaligus diberi tangkapan ikan yang melimpah. Berarti jin ini telah dipertuhankan. atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan. kemudian Rasulullah mengatakan : “Katakan. Mereka beralasan bahwa kami ini adalah orang kotor. dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (As Shaaffaat : 35-36) Dalam ayat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam digelari “penyair gila”. di mana kata masyarakat bahwa di daerah yang akan dibangun rumah itu terdapat jin penunggunya. Kuburan adalah sesuatu. Juga ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menawarkan kepada mereka… beliau mengatakan : “Maukah kalian berikan kepada saya satu kalimat yang dengannya kalian akan mampu mendudukan orang-orang Arab dan Ajam?”. bahkan ada yang minta doanya (sedangkan meminta doa kepada yang sudah meninggal adalah tidak dibolehkan). akan tetapi melalui orang dekatnya… jadi dia menyamakan Allah dengan makhluk. alihah : sesuatu yang engkau tuju dengan suatu hal dalam rangka tolak bala atau meminta manfaat. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. kuburan keramat. Dan kalau kita hubungkan dengan realita. pohon-pohon keramat. dst). mereka memohon kepada Latta yang dahulunya orang shalih untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah. Orang menamakan kuburan tersebut adalah kuburan keramat sehingga orang datang ke kuburan tersebut. Perbuatan tersebut adalah penyekutuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. berarti orangnya adalah orang musyrik dan orang tersebut telah mempertuhankan selain Allah. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah bukan orang-orang muslim. sedangkan mereka itu tidak mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Ketika mereka diajak untuk mengatakan dan komitmen dengan Laa ilaaha illallaah maka mereka menolaknya. ada juga yang minta agar dijauhkan dari bala. berbeda dengan orang sekarang. Berarti jin ini adalah sesuatu yang dituju oleh pemilik rumah dengan sesuatu (yaitu tumbal) dalam rangka tolak bala. dan para pelakunya adalah orang-orang musyrik. haji dan yang lainnya. Mereka itu sebenarnya bukan muslim tapi masih musyrik. meskipun dia shalat. pohon besar. mengucapkan mau… bahkan ratusan kali. Mereka yang melakukan pesta laut itu adalah orang-orang musyrik! Bukan orang-orang muslim. sebagaimana kalau minta suatu kebutuhan pada penguasa kita tidak langsung datang kepada penguasa tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang-orang kafir Arab. 2.manfaat.

lalu ‘Adiy berkata : “Ya!”. Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur. Orang-orang Nashara tersebut telah mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka. sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai). kalian katakan haram! Berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. bangkai adalah sembelihan Allah. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. sujud kepada alim ulama kami. dan engkau mengikutinya seraya membenarkan”. Apakah rabb disini? Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mendefinisikan rabb disini adalah “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu. Jadi Allah disebut Rabbul’aalamiin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). lalu kenapa Allah memvonis kami musyrik. mari kita lihat firman Allah : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 11 - - . berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan. berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb. lalu mereka berkata : “Kambing yang kalian sembelih kalian katakan halal. maka konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah adalah beriman bahwa yang berhak menentukan aturan… hanyalah Allah. Apakah Arbab…?? Ia adalah bentuk jamak dari Rabb. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih Nashrani. ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum atau undang-undang. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. maka ‘Adiy Ibnu Hatim mengatakan : Kami (maksudnya : dia dan orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat. Mereka musyrik 5. yaitu penghalalan bangkai. yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik…! Dalam ayat yang lain. maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb. maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan. atau kepada pendeta kami. maka kalian ini orang-orang musyrik”.Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan Arbab. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. yang menentukan hukum. beliau berkata : “Allah yang mematikannya”. Lalu apa gerangan jika semua hukum Islam diganti? Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan. Sehingga mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan. Jadi. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah. maka dia mengklaim bahwa dirinya sebagai tuhan… sebagai Rabb. dan orang yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…! Agar lebih kuat lagi. kambing mati siapa yang membunuhnya?”. Alim ulama dan pendeta mereka telah memposisikan dirinya sebagai Arbab… sebagai Tuhan Ketika ayat ini dibacakan di hadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim (asalnya beliau ini Nashrani). Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan hukum Allah disebut musyrik. Jadi yang ada dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim bahwa yang namanya kemusyikan itu adalah shalat. (Al An’am : 121) Ayat ini berkenaan dengan masalah bangkai. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dia telah memberikan sarana kehidupan kepada kita. dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan. Ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan ketahuilah : “Jika kalian mentaati mereka (ikut setuju dengan hukum dan aturan mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah). padahal hanya dalam satu hal saja. berlepas diri dari Arbab. dan jika kamu menuruti mereka. seperti hukum/undang-undang. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Kita sebagai makhluq Allah. maka Rasul berkata : “Itulah bentuk peribadatan (orang Nashrani) terhadap mereka”. kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia. 2. Mereka telah beribadah kepada selain Allah 3. dan kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. apakah kami melanggar Laa ilaaha illallaah dst. sujud atau memohon kepada selain Allah. sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan. Dalam ajaran orang-orang kafir Quraisy. mereka heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama? Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata : “Bukankah alim ulama dan pendeta kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan kemudian kalian juga mengharamkannya?”. Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur. maka dia disebut mempertuhankan. dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang shahih : “Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul : “Hai Muhammad.” (At Taubah : 31) Pada ayat ini Allah memvonis orang Nashara dengan lima vonis : 1. yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. karena mereka adalah perwakilan rakyat… penyalur aspirasi rakyat. Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah. Jika dahulu sebelum di-amandemen dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Melepaskan norma akhlaq dari agama Dalam masalah ini kita secara khusus mengambil masalah “hukum berada di tangan rakyat”. maka sekarang adalah dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. dalam sistem demokrasi ini yang berwenang atau menentukan hukum dan undang-undang adalah rakyat. Jadi. maka diwakilkan hak ketuhanannya itu lewat pemilu. dan sikap otoriter yang mereka lakukan di atas nama tafwidl ilahiy (atas nama kewenangan Tuhan) maka terjadilah revolusi yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan yang diberikan kepada rakyat yang mana demokrasi ini dibangun di atas beberapa pilar : 1. Hal ini bisa dilihat pada saat sidang-sidang thaghut itu dimana mereka mengatasnamakan rakyat. ketika hal itu dipalingkan kepada alim ulama dan pendeta disebut musyrik. Jadi. maka tinggal membaca kitab Undang Undang Dasar 1945 dan di dalamnya akan didapatkan : Bahwa setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan Rancangan Undang Undang (RUU) atau akan didapatkan juga pasal : Bahwa Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang… dst. Itu semua adalah Arbab-Arbab yang ada di Indonesia… Sekali lagi. Mari kita perhatikan bahwa dalam praktek demokrasi. Itulah agama yang lurus. mempertuhankan alim ulama. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah. yang berhak menentukan hukum itu adalah rakyat.“. Kebebasan mengeluarkan pendapat 3. yang berhak memutuskan hukum itu adalah rakyat. Hukum berada di tangan rakyat 4. Maka dari itu tidaklah aneh. oleh rakyat dan untuk rakyat.. yang mana bukan hanya satu hukum. Juga yang berkaitan dengan otonomi daerah: “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintahan setempat diberikan kewenangan membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah”. (Al An’am : 121) Apa saja sisi kekafiran Demokrasi? Dari penjelasan sebelumnya. dalam demokrasi pihak yang berdaulat." (Yusuf : 40) Dalam ayat ini. Hal ini terjadi agar terlepas dari kungkungan gereja yang mengekang mereka karena kekuasaan kaisar-kaisar pada saat itu. atau dengan kata lain bahwa demokrasi itu merampas sifat ketuhanan dari Allah dan diberikan kepada rakyat yang nantinya akan terwujud dalam wakil-wakil rakyat yang ada di gedung Parlemen (MPR/DPR atau yang lainnya). undang-undang hanyalah milik Allah. dengan kezhaliman. Jadi. akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui. sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menetapkan hukum. ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu artinya memalingkan ibadah kepada selain Allah. kediktatoran. sekarang kita hubungkan dengan realita : Bukankah kita mengenal sistem demokrasi?! Orang yang “berpendidikan” pasti mengetahui apa makna demokrasi. dengan kata lain adalah syirik dan orangnya disebut musyrik. Kebebasan keyakinan. hak membuat hukum. Sistem demokrasi mulai populer ketika Revolusi Prancis. aturan. yang mana dalam sistem demokrasi perwakilan diwakilkan melalui pemilu (intikhab). Jadi. (walau ide-ide dasarnya sudah muncul jauh sebelum itu). Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah.Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. dalam satu hal saja orang yang mengikutinya itu disebut musyrik. Maka apa gerangan dengan sistem demokrasi ini.. Jika sekarang kita ingin mengetahui siapa Arbab-Arbab… para pengaku tuhan di NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) ini. setiap individiu-individu rakyat memiliki kewenangan membuat hukum. dengan nama lain kebebasan meyakini apa saja sekalipun kekafiran. dengan kata lain bahwa rakyat itu memiliki sifat ketuhanan yaitu pembuat hukum. jika ingin mengetahui DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 12 - - . itulah dien yang lurus… ajaran yang lurus. di mana yang berhak memutuskan hukum aturan/undang-undang dalam sistem itu adalah rakyat. 2. Jadi. Apa yang diinginkan rakyat atau mayoritasnya itu adalah kebenaran yang wajib diikuti. yaitu pemegang kekuasaan adalah rakyat atau sering pula disebut : dari rakyat. akan tetapi seluruh hukum dipalingkan dari Allah kepada makhluk (rakyat)…?? Maka dari itu dalam Undang Undang Dasar 1945 dalam Bab 1 (1) ayat 2 dikatakan : “Kedaulatan berada di tangan rakyat”. aturan. kedaulatan atau hak hukum itu berada di tangan rakyat. ibadah kepada selain Allah. akan tetapi kalau rakyat yang berjumlahnya berjuta-juta ini berkumpul semuanya adalah tidak mungkin. “…dan jika kamu menuruti mereka. dan ketika “nyoblos atau nyontreng” itu pada dasarnya mereka mewakilkan hak ketuhanannya kepada wakilnya yang nantinya akan dipajang di gedung Parlemen. Sehingga nantinya akan membuat hukum atas nama rakyat (bukan atas nama Allah). Jika dalam surat Al An’am 121 di saat satu hukum saja dipalingkan kepada selain Allah dihukumi syirik dan yang membuatnya disebut wali syaithan (Arbab). undangundang hanya di Tangan Allah.

dll… dan ayat “yang kalian ibadati” maksudnya adalah mengikuti hukum. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. Itulah agama yang lurus. maka akan diketahui bahwa mereka adalah para pengaku tuhan. fraksi itu membuat kepalanya. yaitu rakyat (wakil rakyat) sehingga bukan ayat Al Qur’an lagi yang tertera. komisi-komisi. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Jadi. jaksa. kitab hukum yang lainnya mereka pula yang membuatnya sendiri lalu mereka juga yang mengibadatinya (mengikuti dan mentaatinya). Arbab-Arbab itu adalah pengaku tuhan. maka hakikatnya adalah bukan hukum Allah akan tetapi hukum demokrasi. membuat hukum itu adalah sebagai bentuk membuat tuhan yang akan mereka ibadati. saya gambarkan… mungkin kita sering mendengar orang memperolokolokkan Arab Quraisy ketika membuat tuhan dari roti yang terbuat dari adonan yang kemudian diibadati. setelah itu akan terjadi tarik ulur. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada pengaku ‘tuhan-tuhan’ yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab itu. Perpu-perpu juga mereka yang membuatnya. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman : “Hai kedua penghuni penjara. fraksi lain tentang perbankan. tapi dari sang pembuat hukum yang diakui dalam sistem demokrasi. dijadikan acuan hukum. mereka menciptakannya dan mereka mengibadatinya. maka jelaslah kekafirannya. maka akan dibuatkan TAP MPR No. Jadi. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. patuh dan loyalitas). akan tetapi dengan ditaati. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik. bukan dengan disembah-sembah seperti shalat atau sujud. dan ketika lapar maka tuhan-tuhan itu dimakan. kemudian disembah lagi. demokrasi ini adalah sistem syirik sedangkan hukum yang muncul dari bingkai demokrasi dalam bentuk apapun itu adalah syari’at demokrasi… syari’at syirik walaupun “umpamanya” sanksi “potong tangan” bagi pencuri muncul dalam bingkai demokrasi. hakim. maka DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 13 - - . (QS. Jika kita sudah paham bahwa Arbab (mereka para pengaku tuhan) adalah tuhan jadi-jadian dan hukum yang diibadati itu juga tuhan (tuhan yang diibadati bukan dengan shalat atau doa. KUHP juga mereka yang membuatnya… semua itu adalah nama-nama yang mereka ciptakan sendiri. begitulah keadaannya…!! Jadi semua itu adalah hukum Arbab. padahal semua itu justeru adalah realita yang nyata zaman sekarang. Ketika membuatnya : Mereka (partai-partai yang katanya ngaku berasas “Islam”) mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. fraksi. Setelah disosialisasikan dan diibadati ramai-ramai oleh para aparat. kemudian digulirkan (menjadi sebuah berhala). Jika tidak setuju. Ketika hukum dan undang-undang selesai digodok. tapi mereka menggodok undang-undang dan hukum. kemudian ketika ada celah atau hukum tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. maka berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka yang membuatnya dengan bahasa mereka “direvisi atau di-amandemen” seperti layaknya tuhan yang terbuat dari roti. fraksi. manakah yang baik. mereka itu adalah Arbab. dan yang lainnya. “nama-nama yang kalian ciptakan” maksudnya adalah seperti apa yang diibadati oleh para anshar thaghut zaman sekarang berupa Undang Undang Dasar. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka !!! dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. maka kita akan mendengar bahasa mereka “menggodok undang-undang”. Jahiliyyah banget gitu lho !!”. Supaya lebih dipahami. fraksi yang lain tentang keamanan…! Mereka menggodok seperti membuat adonan. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. jelas bukan : “Sesuai dengan firman Allah surat anu ayat sekian atau sabda Rasulullah…”. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. utusan daerah. akan tetapi : Tap MPR no sekian… atau perpu no sekian… seperti itulah yang ada. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. akan tetapi mereka mengatakan : “Sesuai TAP MPR No sekian. atau pasal sekian…!”. sekian… atau Perpu No. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Yusuf [12] : 39-40) Ayat “Tuhan-tuhan yang bermacam itu…” maksudnya adalah tuhan-tuhan pengatur atau pembuat hukum yang beraneka ragam. Fraksi ini membuat bagian tangannya. utusan setiap daerah dan lain-lain. tapi dengan taat. sekian… lalu disosialisasikan ke tengah masyarakat atau kepada aparatur thaghut ini dan kemudian rame-rame diibadati. mereka yang memperolok-olok itu mengatakan “Oh… bodoh sekali orang-orang Arab itu. Setelah itu kemudian dibuatkan lagi yang baru… digodok lagi… dicetak lagi… sehingga menjadi sebuah berhala baru lagi (hukum dan undang-undang baru). yang banyak dari berbagai golongan. karena munculnya bukan dari Allah. polisi. dirujuk. bukan adonan roti. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. seperti fraksi anu… menggodok undang-undang buruh (umpamanya). yang lain membuat kakinya atau bagian yang lainnya sehingga setelah semuanya digodok dan dicetak sampai menjadi sebuah berhala (seperti berhala dari roti). dan ketika sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan atau ada celah untuk merubah (misalnya karena ada kepentingan politik partai).siapa Arbab atau para pengaku tuhan maka pahamilah Tauhid lalu baca kitab Undang Undang Dasar 1945. fraksi yang lain tentang pendidikan. perda no sekian. Kita juga melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh para aparat thaghut. maka yang keluar adalah perpu no sekian. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.

dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat. oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. maka insya Allah masuk surga. maka akan ditarik oleh syaitan ke dasar neraka. akan tetapi dengan mengikuti. “kitab-kitab suci” selain Al Qur’an pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau ucapan syaitan yang dihasilkan oleh para Arbab (para pengaku tuhan itu) yaitu Undang-Undang Dasar. tetapi “Sayalah pembuat hukum yang hukumnya harus kalian ikuti…!”. kafir. karena masyarakat mengetahui bahwa sebelum Fir’aun telah ada manusia. Akan tetapi ketika dia mengucapkan “Aku adalah tuhan kalian tertinggi” maksudnya adalah tuhan yang hukumnya harus kalian taati… yang mana tidak ada hukum yang harus kalian ikuti kecuali hukum buatan saya ! Jadi ketika Fir’aun mengatakan hal itu. bahkan masyarakatnya pun mengetahui bahwa Fir’aun sendiri terlahir dari manusia. Jadi. padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?" (Al Mukminun : 47) Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan. Pada gambaran yang lain. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am : 121 dan At Taubah : 31. sujud. maka dia musyrik terhadap Allah. Barangsiapa yang memegangnya maka ia akan sampai kepada Allah. maka dia masuk surga. maka akan dipaksa dan diberi sanksi jika menolak. jika kita membaca tentang Fir’aun itu. dia mengatakan : “Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga). mentaati. akan tetapi kalau untuk mentaati hukum thaghut. dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri. berarti kita bisa melihat banyak Fir’aunFir’aun zaman sekarang yang mengatakan bahwa hukumnya harus ditaati ! mereka adalah Fara’inah. maka dia akan dijerumuskan ke dalam api neraka… dan ini adalah bahaya !! Sedangkan apabila anak kecil yang mati jasadnya saja. mengatakan : “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan. Jadi. dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. barangsiapa yang memegangnya atau yang mengikutinya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman. karena sifat-sifat Fir’aun itu banyak dan Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang justeru mereka itu lebih dahsyat lagi. begitu dan begitulah seterusnya…!!! Jadi. hal demikian itu adalah sebagai tali Allah yang diulurkan dari sisi-Nya (dari surga) ke bumi. berhalaisme atau paganisme itu selalu terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih berbahaya. [Al Hakimiyyah : 56] Jadi. maka setelah dewasa barulah dibunuh jasadnya atau dimasukkan ke penjara-penjara Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang. sedangkan Fir’aun zaman sekarang… mereka membunuh fithrah anak-anak kecil dengan didoktrinkan ideologi-ideologi kafir tersebut di sekolah-sekolah milik Fir’aun sehingga fithrahnya mati. hukum. Ini adalah penjelasan tentang Arbab yang mana ini adalah bagian ke dua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah. sedang fithrahnya tidak. akan tetapi fithrahnya yang dimatikan. kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang. itulah Fir’aun yang mana dia mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia. Apabila Fir’aun zaman dulu membunuh anak laki-laki karena takut suatu hari ada yang menyaingi atau membunuh dia (sesuai dengan mimpinya itu). maka kita akan melihat bahwa pada zaman sekarang banyak sekali yang seperti Fir’aun. karena apabila menyembah berhala yang berbentuk patung tidak akan ada yang memaksa. 3. lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. akan tetapi yang dia maksudkan : “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!” Bila semua ini kita pahami. apakah ketika dia mengucapkannya dia mengklaim pencipta langit dan bumi ? atau bahwa dialah yang menyediakan isi dan segala apa yang ada di atasnya ?? Tidak…! dia tidak memaksudkan hal itu. sedangkan apabila di waktu kecil fithrah sudah rusak atau mati sampai dia dewasa lalu tidak bertaubat (tidak kembali kepada tauhid) dan dia mati dalam keadaan seperti itu. sedangkan jika anak-anak kecil ~yang masih suci fithrahnya~ dibunuh. Akan tetapi apabila mereka (Fir’aunFir’aun zaman sekarang) itu tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masa anak-anak. Fir’aun mengatakan “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”. doa. maka disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. Jadi. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun ~salam bagi mereka~. nadzar atau istighatsah. Andad (Tandingan-tandingan) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 14 - - . jangan selalu mengidentikan pada Fir’aun zaman Nabi Musa saja. sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik. Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab. bukanlah karena dia yang menciptakan manusia atau yang bisa memberikan manfaat atau madharat atau yang bisa memberi anak.berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka. dan loyalitas terhadapnya. bukan jasadnya yang dimatikan. Apabila telah paham apa yang diucapkan Fir’aun itu. sebagai aturan bagi orang yang beriman. sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an (seperti: KUHP atau kitab hukum dan perundangundangan lainnya) adalah pada hakikatnya kitab syaitan yang merupakan tali syaitan yang di ulurkan dari neraka.

atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang dari Tauhid atau memalingkan seseorang dari Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan. seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya. posisi jabatan. Undang-Undang Dasar atau undang-undang lainnya yang dibuat oleh manusia adalah kafir. kecuali mereka menyatakan ikrar atau janji setia. Orang-orangnya… baik itu pejabat Legislatif. suami. atau dari kalangan bala tentaranya seperti aparat POLRI. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dst. Akan tetapi yang diinginkan bukan itu (bukan ingin kafir atau menjadi suka pada sistemnya). TNI atau para pejabatnya atau bahkan pegawai kecilnya sekalipun. (Al Baqarah : 22) Andad itu apa…? Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Al Islam. harta. atau keluarga. isteri. sedangkan kesetiaan terhadap thaghut merupakan kekafiran ! Kita mengetahui bahwa yang mereka inginkan bukanlah menjadi kafir atau murtad. Ketahuilah wahai saudaraku. sesuatu yang memalingkan seseorang dari Al Islam atau Tauhid. Umpamanya. Nah… keinginan-keinginan tersebut yang menyebabkan orang tersebut meninggalkan Tauhid. Dan dikarenakan harus setia kepada kekafiran sedang hal demikian itu adalah kekafiran maka perbuatan tersebut telah menjadikan orang tersebut terjerumus ke dalam kekafiran. Ketika seseorang mau menjadi pegawai di dinas thaghut. maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. atau sesuatu yang memalingkan kamu dari Tauhid. jabatan.Andad adalah jamak dari kata nidd. mereka tidak bisa memegang posisinya. Perundang-undangannya juga adalah perundang-undangan thaghut. Contoh. sedang si anak tersebut dalam keadaan sakit. harta. benci dengan falsafah yang syirik ini. ~umpamanya~ orang mendaftarkan diri menjadi TNI. Yudikatif. jabatan. (Al Baqarah : 22) 4. Kita mengetahui bahwa dalam sistem yang dipakai Pemerintahan ini adalah sistem kafir. orang tersebut telah menjadikan keinginan-keinginannya sebagai Andad yang memalingkannya dari Tauhid…! Jadi Andad adalah sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid… dari Islam. baik itu anak. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. Kita memahami bahwa yang diinginkan oleh orang tersebut bukanlah ingin kafir atau ingin murtad dan bukan sebagai kebencian kepada Islam… akan tetapi dia menginginkan posisi. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satusatunya. gaji bulanan. sistem syirik. baik itu berupa jabatan. Jadi. atau benci dengan undang-undang ini. dst. harta benda. Orang tersebut telah meninggalkan Tauhidnya karena ia menjadikan hal-hal tersebut sebagai Andad. kalau hal tersebut justeru mamalingkan seseorang dari tauhid. Maka dengan demikian si anak tersebut telah memalingkan si ayah tadi dari Tauhid. dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih. sedangkan menyatakan ikrar atau janji setia kepada sistem kafir merupakan kekafiran. Allah Ta'ala berfirman : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 15 - - . isteri. lalu ada orang yang menyarankan kepada si ayah tersebut agar si anak yang sakit itu dibawa ke dukun. melainkan gaji bulanan atau fasilitas-fasilitas. berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad… tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dengan demikian keinginan tersebut atau posisi jabatan atau gaji bulanan yang diinginkan tersebut telah menjadi Andad. Polisi atau jadi Caleg (Calon Legislatif) yang mana dia tidak bisa meraihnya kecuali kalau mereka setia kepada sistem thaghut tersebut. Dikarenakan saking sayangnya kepada si anak tersebut akhirnya si ayah datang ke dukun dan mengikuti apa yang disarankan oleh si dukun tersebut. maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad. Thaghut. yaitu sistem demokrasi. Eksekutif. yang artinya tandingan. sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan : “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (An Nahl : 36) Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. dan berarti si anak telah menjadi Andad yaitu segala sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid dan Al Islam disebut Andad. kepada apa…?? Kepada berhala Pancasila dan Undang Undang Dasar dan kepada sistem thaghut ini. baik itu anak. Sedangkan Allah berfirman : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. kita bisa melihat dalam realita yang ada di dalam kehidupan masyarakat… mereka berbondong-bondong menjadi abdi hukum buatan. maka dia harus bersumpah setia kepada sistem thaghut ini terlebih dahulu. Mungkin ketika seseorang telah mengenal Tauhid dia pasti benci dengan sistem ini.

Engkau mengkafirkan pelakunya. maka mereka akan masuk nereka Jahannam dalam keadaan hina” (Al Mukmin : 60) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Doa itu adalah ibadah”. sembelihanku. Wewenang (menentukan/membuat) hukum/undang-undang/aturan adalah hak Allah semata. tiada satu sekutupun bagiNya” (Al An’am : 162-163) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (tumbal)”. Ibadah adalah hak khusus Allah. itu adalah syirik lagi bathil. jembatan dsb. dan Allah namakan penyandaran hukum itu sebagai ibadah. sedangkan taqarrub kepada jin dan syaitan dengan sesajen adalah syirik lagi bathil. sesungguhnya orang-orang yang menolak beribadah kepadaKu. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka : “Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami. Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah : 1. sebagaimana firman-Nya Subhanah: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 16 - - . Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara bersedekah makanan adalah ibadah. akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut. jihad dsb. Dan engkau memusuhi para pelakunya. sehingga apabila disandarkan kepada makhluk. maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah : 256) Bila seseorang beribadah shalat. maka hal itu adalah perbuatan syirik. Sesungguhnya shalatku. tentu akan Kukabulkan permohonan kalian. Itulah dien yang lurus…” (Yusuf : 40) Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar tidak menyandarkan hukum. dan itu harus diyakini bathil. sedang orang yang meyakini bahwa memohon kepada orang atau wali yang sudah mati adalah sebagai bentuk pengagungan terhadap wali tersebut maka dia belum kufur terhadap thaghut. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepadaNya. bila dipalingkan kepada selain Allah maka hal tersebut adalah syirik lagi bathil. Allah Ta'ala berfirman : “…(Hak) hukum itu tidak lain adalah milik Allah. kecuali kepada Allah. Sembelihan adalah ibadah. Engkau meninggalkannya. Sedangkan dalam kenyataan. shaum. 5. orang yang membuat tumbal. Penyandaran hukum kepada Allah adalah bentuk ibadah kepadaNya. 2.” (Al An’am : 136) Jadi orang yang menganggap pembuatan dan persembahan sesajen sebagai tradisi yang mesti dilestarikan. 3. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (Al Mumtahanah : 4) Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : I. 4. gedung. dia menganggap sebagai tradisi yang patut dilestarikan. maka orang ini tidak kufur terhadap thaghut.. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima.“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah. haji. hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin. Doa adalah ibadah sebagaimana firman-Nya Ta’ala : “Berdoalah kepadaKu. Engkau membencinya. Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah. baik berupa ayam atau kambing saat hendak membangun rumah. berarti dia tidak kufur terhadap thaghut. maka ketika dipalingkan kepada selain Allah. sedangkan bila wewenang itu disandarkan kepada makhluk. zakat. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. maka itu adalah syirik dan merupakan suatu bentuk ibadah kepada makhluk tersebut.. Memohon kepada orangorang yang sudah mati adalah di antara bentuk pemalingan ibadah doa kepada selain Allah. Allah berfirman tentang syiriknya orang-orang Arab dahulu : “Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak.

akan tetapi karena takut akan dikucilkan masyarakatnya lalu ia melakukan hal tersebut. kalian katakan halal.“Dan janganlah kalian memakan dari (sembelihan) yang tidak disebutkan nama Allah padanya. siapakah yang membunuhnya?” maka Rasulullah menjawab. Allah Ta’ala berfirman berkaitan dengan semua peribadatan di atas: “Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. Padahal demokrasi berintikan pada penyandaran wewenang hukum kepada kedaulatan rakyat atau wakil-wakilnya. “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya ?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata. orang meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik. maka orang tersebut tidak kufur terhadap thaghut dan dia itu belum muslim. sedangkan ini adalah syirik. sedangkan dalam ajaran kaum musyrikin adalah halal. Sedangkan pada masa sekarang. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. maka dia berkata : “Wahai Rasulullah. namun harus disertai. “Kambing yang telah Allah sembelih (maksudnya bangkai) dengan tanganNya Yang Mulia kalian haramkan. “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. dan bila kalian menta‟ati mereka maka sungguh kalian ini adalah orang-orang musyrik” (QS. Hakim] Ucapan tersebut adalah wahyu syaitan untuk mendebat kaum muslimin agar setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah. meskipun itu menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (At Taubah : 31) • • • Dalam ayat ini Allah vonis orang-orang Nashrani sebagai berikut : Mereka telah mempertuhankan para ahli ilmu dan para rahib Mereka telah beribadah kepada selain Allah Mereka telah musyrik Juga para ahli ilmu dan para rahib tersebut. sudahkah ia kufur pada thaghut? Orang yang meyakini bahwa demokrasi itu syirik. Juga Al Masih putera Maryam. Bagaimana jika ada ulama yang masuk parlemen untuk berdakwah. sesungguhnya hal itu adalah fisq. “Allah yang telah mematikannya” Mereka berkata. orang Nashrani divonis musyrik karena mereka setuju dengan penyandaran hukum kepada ahli ilmu dan para rahib. Syaitan membisikan kepada wali-walinya. ada kambing mati di pagi hari. dan dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman : “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. sedangkan yang kalian sembelih dengan tangan-tangan kalian. maka Allah tegaskan. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. dan agar setuju dengan penyandaran hukum kepada mereka. At Tirmidzi] Jadi. Sesungguhnya kufur terhadap thaghut menuntut seseorang untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kemusyrikan tersebut. bahwa apabila mereka (kaum muslimin) setuju dengan hal itu berarti mereka telah musyrik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) “Dan saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian seru selain Allah” (Maryam : 48) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 17 - - . Al An’am [6] : 121) Kita mengetahui dalam ajaran Islam bahwa sembelihan yang tidak memakai nama Allah adalah bangkai dan itu haram. Allah vonis mereka sebagai Arbaab. dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Dia adalah bathil…” (Luqman : 30) II. Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim. Dan sesungguhnya syaitan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian. tetapi dengan dalih “Maslahat Dakwah” lalu ia masuk kedalam sistem demokrasi tersebut. betul” lalu Rasulullah berkata lagi. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah” [HR. “Ya. Seperti orang yang membuat partai-partai berlabel Islam dalam rangka ikut dalam Pesta Demokrasi. meninggalkan perbuatan syirik itu. Orang yang meyakini pembuatan tumbal/sesajen itu bathil. “Hai Muhammad. padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata. atau minimal boleh menurut mereka. Engkau meninggalkannya Meyakini perbuatan syirik itu adalah bathil belumlah cukup.

Minhajut Ta’sis : 61]. [Riwayat para penyusun As Sunan/ Ashhabus Sunan] DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 18 - - . maka dia itu musyrik. dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat. Jadi. : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) Kata bara’ (berlepas diri) dari syirik itu menuntut adanya kebencian akan adanya syirik itu. atas ijma (para ulama)” [Kitab Taisir] Syaikh Hamd Ibnu Athiq rahimahullah berkata : “Para ulama ijma. zakat dan melakukan amalan Islam lainnya” [Ad Durar As Saniyyah : 1/323. Engkau Membencinya Orang yang meninggalkan perbuatan syirik akan tetapi dia tidak membencinya. baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in. bahwa siapa yang memalingkan sesuatu dari dua macam doa kepada selain Allah. karena sesungguhnya kalian (bila duduk bersama mereka saat hal itu dilakukan). Al Imam Su’ud Abdil Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Orang yang memalingkan sedikit dari (ibadah) itu kepada selain Allah. berarti sama (status) kalian dengan mereka” (An Nisa : 140) Jadi. Allah Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alayhissalam. Orang yang melakukan syirik akbar meskipun tujuannya baik maka dia tetap belum kufur terhadap thaghut. maka dia itu sama dengan pelakunya. shaum dan mengaku muslim” [Ibthal At Tandid : 76]. dia tidak kufur terhadap thaghut. Oleh karenanya para shahabat pada masa khalifah Utsman radliyallahu 'anhu berijma atas kafirnya seluruh jamaah mesjid di kota Kuffah saat salah seorang di antara mereka mengatakan : “Saya menilai apa yang dikatakan Musailamah itu bisa jadi benar” dan yang lain hadir di mesjid itu tanpa mengingkari ucapannya seraya pergi darinya”. meninggalkan syirik. yaitu dengan tidak hadir di majelis syirik saat syirik sedang berlangsung. dan sama saja maksudnya itu baik atau buruk” [Durar As Saniyyah : 9/270]. dia shalat. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata : “Ulama berijma. maka syahadatnya tidak dianggap. Allah Ta'ala berfirman : “Dan sungguh Dia telah menurunkan kepada kalian dalam Al Kitab. sama saja dia itu ahli ibadah atau orang fasik. dia beribadah kepada yang lain juga. Ini dikarenakan Allah mensyaratkan adanya kebencian terhadap syirik dalam merealisasikan tauhid kepadaNya. Seandainya tidak dapat mengingkari dengan lisannya. Orang berbuat syirik. maka dia itu tidak dianggap syahadatnya. yaitu bila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok. dia tidak merealisasikan firman-Nya : “Dan mereka itu tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh ketundukan kepadaNya” (Al Bayyinah : 5). Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” Kebencian terhadap syirik ini harus berbentuk realita (ada tindakan nyatanya). maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam. “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi akan laa ilaaha ilallaah…” (Muttafaq ‘alaih) Sedangkan orang yang tidak meninggalkan syirik. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik. Sungguh sebuah kesalahan fatal orang yang mengatakan : “Saya ingkar dan benci di hati saja” sedangkan dia tidak pergi meninggalkan majelis tersebut. oleh sebab itu Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Dan siapa yang bersyahadat laa ilaaha ilallaah. maka hal tersebut harus diingkari dengan hatinya yang berbentuk sikap meninggalkan majelis tersebut. orang yang duduk dalam majelis di mana kemusyrikan atau kekufuran sedang berlangsung atau sedang dilakukan atau dilontarkan (diucapkan) dan dia duduk tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari hal tersebut maka dia sama kafir dan musyrik seperti para pelaku kemusyrikan tersebut. Sebagai contoh : orang yang hadir di tempat membuat atau mengubur tumbal yang sedang dilakukan. shaum.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda. meskipun dia shalat. maka dia belum kufur terhadap thaghut. maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. orang yang tidak meninggalkan syirik. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Orang tidak disebut muwahhid kecuali dengan cara menafikan syirik dan bara’ah darinya”. para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah : 2/545]. Majmu’ah tauhid]. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya pelafalan laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid. maka dia telah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha ilallaah Muhammadur Rasulullah. karena yang dia lakukan bertentangan dengan apa yang dia ucapkan. III. namun disamping ibadah kepada Allah.

Muslim) Para imam dakwah Najdiyyah telah menjelaskan maksud sabda nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. (mereka mengatakan) : “Kami tidak beribadah kepada mereka. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. Engkau Mengkafirkan Pelakunya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkafirkan para pelaku syirik akbar dalam banyak ayat. berarti dia menolak perintah Allah. (Az Zumar : 3) dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala : “Dan siapa yang menyeru ilaah yang lain bersama Allah yang tidak ada bukti dalil kuat buat itu baginya. karena sesungguhnya Allah dalam Al Qur’an telah mengkafirkan para pelaku syirik dan memerintahkan untuk mengkafirkan mereka. maka orang yang tidak mengkafirkan mereka berarti tidak membenarkan Allah.Dan orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan selain Allah. maka dia telah kafir” [Risalah Nawaqidlul Islam] Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Seseorang tidak menjadi muwahhid (orang berTauhid). sedangkan perhitungannya adalah atas Allah” (HR. dia itu tidak membenarkan Al Qur’an. dan mereka bergelar kafir. “Nikmatilah kekafiranmu sebentar. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan para pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. kecuali dengan menafikan syirik. maka sikap seperti ini hanyalah ditempuh oleh orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. bahkan dia itu tidak menghargai kedudukan ulama dan para imam umat ini dengan selayaknya” [Mishbahuzh Zhalam : 29] Para imam dakwah Nejed berkata : “Di antara hal yang mengharuskan pelakunya diperangi adalah sikap tidak mengkafirkan pelaku-pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka karena sesungguhnya hal itu termasuk pembatal dan penggugur keIslaman. melainkan supaya mereka itu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Siapa yang memiliki sifat ini maka dia telah kafir. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. maka haramlah harta dan darahnya. misal: “. sesungguhnya kamu tergolong penghuni neraka” (Az Zumar : 8) Dan orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik. halal darah dan hartanya serta wajib diperangi sehingga dia mengkafirkan para pelaku syirik” [Durar As Saniyyah: 9/291] Mereka juga mengatakan : “Sesungguhnya orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 19 - - . berlepas diri darinya dan mengkafirkan pelakunya” [Syarh Ashli Dienil Islam – Majmu’ah Tauhid] Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Dan sebagian ulama memandang bahwa hal ini (mengkafirkan pelaku syirik) dan jihad diatasnya adalah salah satu rukun yang mana Islam tidak tegak tanpanya” (Mishbahuzh Zhalam :28). Beliau berkata lagi : “Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad. takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. orang yang menjadikan andaad (tandingan-tandingan) bagi Tuhannya. sesungguhnya tidak beruntung orang-orang kafir itu” (Al Mukminun : 117) Bila Allah mengkafirkan para pelaku syirik. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam besabda : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. Sesungguhnya Allah memutuskan di antara mereka di hari kiamat dalam apa yang telah mereka perselisihkan. Orang yang tidak mengagungkan perintahNya. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. dan thaghut berarti ia tidak kufur terhadap thaghut.. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang dusta lagi sangat kafir”. dan orang yang mengangkat andaad dan arbaab (tuhan-tuhan) bersamaNya. IV. maka perhitungannya hanyalah disisi Rabbnya. memusuhi mereka dan memerangi mereka” [Ad Durar As Saniyyah: 9/291] Jadi. “dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah” maksud kalimat tersebut adalah : Mengkafirkan pelaku syirik dan berlepas diri dari mereka dan dari apa yang mereka ibadati [Durar As Saniyyah: 291] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar adalah orang yang tidak kufur kepada thaghut. tidak meniti jalanNya dan tidak mengagungkan Allah dan Rasul-Nya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya pengagungan terhadapNya.Orang yang tidak membenci ajaran syirik. di antaranya adalah firman-Nya : “…Dan dia menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah supaya dia menyesatkan dari jalanNya. katakanlah. Dia Subhanahu Wa Ta’ala juga telah memerintahkan untuk mengkafirkan para pelaku syirik. sistem kafir. agama kuffar.

anak-anaknya. Sedangkan para pelaku syirik dan munafiqin adalah teman mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Orang yang tidak mau mengkafirkan para pelaku syirik. Engkau Memusuhi Mereka Orang yang tidak memusuhi pelaku syirik bukanlah orang yang kufur kepada thaghut. serta tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya” [Ad Durar As Saniyyah : 10/53] Ini adalah status minimal. Sumber hukum bukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. akan tetapi Demokrasi adalah dien. tidak diterima tulisannya. sedangkan demokrasi itu memilliki undang-undang selain Islam. Allah berfirman tentang ajaran Ibrahim ‘alayhissalam. Dia tidak bisa membedakan antara Dien para rasul dengan madzhab Khawarij. Sekulerisme adalah dien. Demikianlah realita yang terjadi. dien (agama) kafir itu bukan hanya Nashrani. Undangundang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala namakan sebagai dien (agama/jalan hidup yang ditempuh). saudara-saudaranya atau karib kerabatnya” (Al Mujaadilah : 22) Syaikh Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya orang tidak tegak keIslamannya walaupun ia mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan kecuali dengan memusuhi para pelaku syirik” [Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Jadi. Budha. kepunglah mereka dan intailah mereka ditempat pengintaian” (At Taubah : 5) Apakah Demokrasi itu adalah agama ( dien ) baru selain Islam? Ya. Akan tetapi hal seperti ini telah menimpa orangorang yang pernah bersama kami di Dir’iyah dan Uyainah yang mana mereka murtad dan benci akan dien ini” [Ad Durar As Saniyyah : 10/92] V. Tidaklah sah shalat dibelakang orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik secara mu’ayyan. Untuk benar-benar mengetahui kekufuran dien Demokrasi ini. Menafikan (meniadakan) keimanan atau tauhid. Ketika kita berbicara mengenai Arbab pada pembahasan tadi telah sedikit terbahas. tangkaplah mereka. baik kaum musyrikin yang mengaku Islam atau yang mengaku bukan Islam. tetapi tidak mengeluarkan mereka pada kekafiran. maka pasti mendapatkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 20 - - . 1. sehingga banyak yang jatuh dalam kekafiran. bila engkau mengamati mereka ternyata kaum muwahhidin adalah musuh mereka. maka dia kafir juga. Dikarenakan rakyat adalah yang berdaulat dan yang berkuasa. sedangkan Demokrasi adalah dien kaum musyrikin. Allah Ta’ala berfirman : “Dan siapa yang berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) di antara kalian. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan pelaku syirik akbar) atau mengingkari terhadap orang yang mengkafirkan mereka. maka mari kita kupas ajaran-ajarannya itu dengan membandingkannya dengan ajaran Islam. atau mengklaim bahwa : “perbuatan mereka itu meskipun bathil. mereka benci dan dongkol kepada para muwahhid itu. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka” (Al Maaidah : 51) Karena permusuhan ini Allah Ta’ala berfirman : “Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di manapun kalian mendapati mereka. maka sumber hukumnya pun adalah rakyat yang diwakili oleh wakil-wakil mereka di Parlemen (MPR/DPR). Majmu At Tauhid:21] Permusuhan lainnya adalah loyalitas kepada orang kafir. Yahudi. maka sungguh dia telah mencela semua rasul dan umat ini. Hindu. Dan bila anda membuka Konstitusi (Undang Undang Dasar) semua negara yang bersistem Demokrasi. tidak pula kesaksiannya. adapun kebanyakannya berstatus sebagaimana yang digambarkan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah: “Orang-orang yang merasa keberatan dengan masalah takfir. dan Majusi saja. Konghucu. Kapitalisme adalah dien. Nasionalisme adalah dien. meskipun mereka itu ayah-ayahnya. sedangkan orang yang membedakan antara nau’ dengan mu’ayyan (orang tertentu) maka minimal jatuh dalam bid’ah dan bila (sudah) ditegakkan hujjah atasnya. akan tetapi rakyat.Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah berkata : “Siapa yang menjadikan pengkafiran dengan syirik akbar termasuk aqidah Khawarij. Dan para nabi yang bersamanya : “Dan tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) “Kalian tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. dia telah mencampakan nash-nash Al Qur’an dan dia mengikuti selain jalan kaum muslimin” [Mishbahuzh zhalam : 72] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara nau’ (jenis pelaku) maka dia kafir. maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq. pada umumnya dia lebih loyal kepada pelaku syirik dan justru memusuhi para muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik. Shinto. Sistem tersebut adalah sistem (dien) atau thaghut! Islam adalah dien kaum muslimin.

kekafiran yang nyata serta kemurtadan yang nampak jelas bagi pemeluk Islam yang ridha dengannya atau mendukungnya apalagi menerapkan atau melindunginya.bahwa kekuasaan Legislatif (Tasyri’iyyah/pembuatan hukum) ada di tangan majelis rakyat. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. tidak ada Tuhan yang berhak diibadati melainkan Dia. dan bagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan” (Al Qashash : 70) “Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah. tuhan apapun yang lain. dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu. padahal para pemeluk dien selain Al Islam tidak akan rela dengan hukum Islam sehingga disepakatilah hukum yang menyatukan mereka. sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. Amir. dan ada yang terbatas seperti di negara-negara Arab dan negara timur yang mana Raja. Ali Imran [3] : 85) Apakah sama antara dua dien (aturan) ini wahai saudara…? Dan apa yang anda pilih. apa jadinya hukum yang diundang-undangkan itu? Bulan ini dibuat dan diibadati. dan itu bukan hukum Allah. sedangkan untuk kesatuan mereka ini dibutuhkan hukum yang mengikat semua dan disepakati bersama. bagi-Nyalah segala penentuan. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. juga dikarenakan dien Demokrasi ini adalah menyatukan semua pemeluk dien yang beraneka ragam dan mengakuinya serta menampung semua aspirasinya. uluhiyyah serta mulkiyah-Nya. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. Hukum yang dipakai bukan hukum Allah tapi hukum buatan manusia Tadi telah dijelaskan bahwa sumber hukum agama Demokrasi adalah rakyat. dan Presiden sangat menentukan. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. maka Dia-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segalanya. dan janganlah sekalisekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Al An’am : 121) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 21 - - . namun beberapa bulan berikutnya dihapuskan (baca : dimakan) atau direvisi. karena sudah tidak relevan lagi. Padahal Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman. Padahal sumber/kekuasaan/wewenang hukum itu di dalam dien Al Islam ada di Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dan tidak lupa juga bahwa demokrasi atau aspirasi rakyat ini tidak semuanya digulirkan. 2. Sungguh ini adalah kerusakan yang besar. ada juga yang “bebas” seperti di negara-negara barat. namun ketika lapar mereka santap habis. (Al Maidah : 44) Sekutu dengan hukum buatan itu syirik akbar. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. dan jika kamu menuruti mereka. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang memutuskan dan hanya kepada-Nyalah putusan itu (disandarkan)”. sebagaimana firman-Nya : “…keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah…” (Yusuf : 40) “…menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah…” (Al An’am : 57) Setelah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan yang memilih apa yang Dia kehendaki serta bahwa manusia tidak punya hak untuk memilih setelah Allah menentukan. kecuali bila sesuai dengan thaghut Latta mereka yaitu Undang Undang Dasar. dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. bagiNya-lah segala puji di dunia dan di akhirat. kecuali Allah. “Dan Dia-lah Allah. (Al Qashash : 87-88) Ayat-ayat lainnya yang menjelaskan bahwa hak menentukan hukum dan putusan serta penetapan hanyalah milik Allah dan hak khusus rububiyyah. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah. tapi hukum rakyat (wakilnya) atau hukum yang disetujui oleh mereka. Ini adalah dienullah yang dianut oleh kaum muslimin. Sedangkan bila yang menjadi sumber hukum itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Islam ataukah Demokrasi…? Bayangkan saja… bila yang menjadi sumber hukum itu adalah manusia yang sangat penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya. (QS. sedangkan yang tadi adalah dien Demokrasi yang dianut oleh kaum musyrikin. tapi hukum wali-wali syaitan. “…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. tidak ada bedanya dengan tuhan (berhala) dari adonan roti yang mereka (kafir Arab dahulu) buat dan mereka ibadati. maka sudah pasti hukum yang dipakai adalah bukan hukum Allah. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. dan tidak mengatakan “menurut seperti apa yang diturunkan Allah”. maka inilah syirik itu” Memakai hukum selain hukum Allah adalah syirik akbar !!! Bila saja orang yang menuruti atau meridhai satu hukum yang menyelisihi aturan Allah. Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang Yasiq/Ilyasa : “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar. tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. maka Allah berfirman “Dan jika kamu menuruti mereka. “Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik” Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini : “Dimana kamu berpaling dari perintah Allah dan aturan-Nya kepada yang lainnya. telah Dia Subhanahu Wa Ta’ala vonis musyrik. agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka. maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. mereka berkata : “Kalian makan apa yang kalian bunuh dan tidak makan dari apa yang Allah bunuh” yaitu bangkai.. tidak lebih dari apa yang tidak bertentangan dengan selera dan kepentingan mereka. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Kalau memang ada satu macam atau beberapa macam hukum yang ada dalam Demokrasi itu serupa dengan ajaran Islam. padahal Allah berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut. dan itu setelah proses tarik menarik dan diskusi panjang antara mengiakan dengan tidak. tapi kepentingan lain. karena jujur dan amanahnya itu bukan atas dorongan tauhid. terus kamu mendahulukan terhadap aturan Allah yang lainnya. Millah Islamiyyah. maka dia kafir. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah ? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. dari Yahudi. Nashrani. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka. Oleh sebab itu para ulama tetap ijma atas kafirnya orang yang menerapkan kitab Undangundang hukum Tartar (Yasiq/Ilyasa) yang dibuat oleh Jengis Khan. Dalam ajaran Demokrasi hukum yang berlaku adalah hukum jahiliyyah : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki…” (Al Maidah : 50) Dalam ajaran tauhid. apakah itu bisa menyebabkan dia itu disebut muslim karena jujur dan amanah itu ajaran Islam? Sama sekali tidak. dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus). supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu…” (Al Maidah : 49) Dalam ayat itu. padahal sebagiannya diambil dari syari’at Islam. lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam. Siapa yang melakukan itu. Allah mengatakan “menurut apa yang diturunkan Allah”. maka apa gerangan dengan Demokrasi yang seluruhnya adalah bukan hukum Allah. tak ubahnya dengan orang-orang yang Allah firmankan. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya. Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para nabi. Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber. sedangkan Demokrasi mengajak orang-orang untuk beriman kepada thaghut. [Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119]. kecuali dengan kufur kepada thaghut yang di antaranya berbentuk undang-undang buatan manusia. Ini dikarenakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. maka begitu juga dengan Demokrasi. niscaya kamu lihat orang-orang munafiq menghalangi (manusia) dengan sekuatkuatnya dari (mendekati) kamu”. dan yang lainnya. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 22 - - . tetap saja itu tidak disebut hukum Allah dan tidak merubah kekafiran penganut dien Demokrasi.” (An Nisa : 60) Lihatlah realita para demokrat serta para pendukungnya justeru adalah sebagaimana yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan. Andai ada orang Nashrani yang jujur dan amanah. mereka datang kepada Rasul dengan patuh. orang tidak dikatakan muslim.Tentang ayat ini Al Hakim dan yang lainnya meriwatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas : Bahwa orang-orang membantah kaum muslimin tentang sembelihan dan pengharaman bangkai. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". (An Nisaa’ : 61) Jika ada yang serupa dengan ajaran Islam dalam hukum mereka itu..

baik mayoritas menyukainya atau tidak. Orang Kristen bila mau masuk Islam maka Demokrasi mempersilahkan dan mengakuinya.kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka? Sebenarnya. tidak boleh manusia mempertimbangkan antara menerima atau tidak serta tidak ada pilihan lain kecuali menerima dan tunduk kepadanya. Dari itu berarti dien Demokrasi telah menghalalkan pintu-pintu kemurtadan serta menggugurkan hukum-hukum yang berkaitan dengannya. sedangkan isteri masih muslimah…. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Begitu juga dien demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan fikiran dan pendapat. karena seandainya ada muwahhid yang mencela dan menghina atau berupaya membunuh thaghut mereka. Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”. Dari sinilah rahasia kenapa sanksi-sanksi yang bersifat keagamaan ditiadakan dan tidak diberlakukan. maka tentulah dia mendapat hukuman. mengakui serta menjamin kebebasannya. kemudian setelah itu mereka bisa menerapkan putusan apa saja meskipun melanggar aturan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. zandaqah. (An Nur : 48-50) Apakah anda masih meragukan bahwa Demokrasi itu dien kufriy…? Apakah mau ikut Islam atau demokrasi??? “Maka apakah mereka mencari dien yang lain dari dien Allah. sesat yang nyata”. Memang Demokrasi itu memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi semua faham dan aliran kecuali Tauhid. maka hukum demokrasi masih menetapkan warisan baginya. dan begitu juga orang Islam jika ingin masuk Kristen atau agama lainnya. Tapi bila rakyat (wakil-wakil mereka tentunya) atau mayoritasnya menentukan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 23 - - . maka dien Demokrasi tidak mempersalahkannya apalagi memberikan sanksi terhadapnya. namun dien Demokrasi tidak mengharuskan pisah (fasakh) di antara keduanya. maka bila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu putusan atau hukum. Saat si suami murtad. (Al Ahzab : 36) “…sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka…” (Al Qashash : 68) Para ahli tafsir menyatakan bahwa bila Allah telah menentukan sesuatu. ilhad. Andai seorang muslim karena ghirahnya sangat tinggi lalu dia membunuh orang murtad. syirik. Oleh karena itu setiap partai politik yang ingin menguasai Parlemen dan Pemerintahan pasti dia mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat. dan ajaran Islam dicemoohkan dan dilecehkan dengan dalih kebebasan mengeluarkan fikiran dan pendapat. walaupun fikiran dan pendapat itu adalah kekufuran. Memberikan kebebasan berkeyakinan dan mengeluarkan fikiran dan pendapat Demokrasi adalah dien yang melindungi semua agama. padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi. Adapun yang diinginkan oleh mayoritas. (Al Baqarah : 147) Dikarenakan kebenaran adalah datang dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya. padahal itu ajaran Tauhid. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat. asal tidak melenceng dari Tuhan mereka tertinggi yang padahal mereka sendiri yang membuatnya. Begitulah kebebasan yang dimaksud oleh dien Demokrasi… Kebebasan kufur. Allah dan Rasul-Nya dibiarkan dihina siang dan malam. maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus mentaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. karena itu bertentangan dengan kebebasan berkeyakinan. padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. tuhan mereka yang tertinggi itu adalah Undang Undang Dasar. (Ali Imran : 83) 3. rakyat bebas memilih apa yang mereka inginkan dan mereka memiliki pilihan. mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. maka itu adalah kebenaran yang harus diterima dan diamalkan meskipun jelas-jelas bertentangan dengan Tauhid. maka bunuhlah”. Jadi Demokrasi membuka pintu kekufuran dari berbagai sisi. tentulah dia dikenakan pasal hukuman. Kebenaran adalah suara terbanyak Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa dien Demokrasi memiliki ajaran bahwa al haq itu bersama suara rakyat atau mayoritasnya. Saat seorang bapak meninggal dunia dan si anak telah murtad. Padahal kebenaran itu hanyalah bersumber dari Allah. Namun agama Demokrasi mengatakan lain. dan riddah… bukan kebebasan Tauhid ! 4.

berarti tuhan-tuhan mereka itu beraneka ragam. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Ada tuhan yang katanya mengaku Islam.sesuatu. Dia Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Arbaab (Tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. Maka apakah kalian tidak berakal…??!” 5. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. dan lain sebagainya. (Al Ankabut : 63) Mayoritas manusia itu kaum yang tidak beriman… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. auliaa-usy syaithan (wali-wali syaitan). Hindu. ada yang dari Budha. musyrik. maka tidak ada pilihan lagi kecuali mengikutinya. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah menamakan orang-orang alim dan para rahib Yahudi dan Nashrani sebagai ARBAAB. “Enyahlah kalian dan apa yang kalian ibadati selain Allah. Paranormal. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al An’am : 116) Ini dikarenakan mayoritas (manusia) musyrik… “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman mempersekutukan Allah”. sehingga apapun yang disuarakan oleh mereka. melainkan dalam keadaan Mayoritas manusia tidak beriman… “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. bila ia disandarkan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah syirik. (Yusuf : 106) kepada Allah. kurang akal. syuraka. Orang yang ridha dan beribadah kepada tuhan-tuhan itu. bukannya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. tidak mau bersyukur lagi menyesatkan. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa. maka dia langsung mengatakan : “Kami tidak pernah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 24 - - . Sudah diketahui bahwa rakyat (wakil-wakilnya) adalah pemegang kewenangan hukum. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. ada yang Kristen. Polisi. padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menghati-hatikan dari mengikuti keinginan mayoritas manusia… “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. kafir. Tentara. Dukun. benci terhadap kebenaran. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. sesat. Sedangkan Tauhid mengajarkan bahwa sumber yang berwenang menentukan hukum hanyalah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui… “…manakah yang baik. (Al Mukmin/Ghafir : 61) Itulah sifat-sifat orang yang dijadikan Tuhan (arbab) dalam Agama Demokrasi . (Al Jaatsiyah : 26) Mayoritas manusia tidak memahami kebenaran… “…tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)”. Bila dien Demokrasi memiliki tolak ukur kebenaran itu berdasarkan pada suara aghlabiyyah (mayoritas). sedangkan wakil-wakil rakyat itu jumlahnya sangat banyak. maka itulah kebenaran yang mesti diikuti. Tuhannya banyak dan beraneka ragam Sudah dijelaskan di awal pembahasan ini bahwa hukum adalah hak khusus Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan ia adalah ibadah. karena Tuhan yang berhak menetapkan ketentuan dalam ajaran Demokrasi adalah para wakil rakyat itu. thaghut. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?” (Yusuf : 39) Di dalam Al Qur’an. bahkan mereka lebih sesat lagi…” (Al A’raf : 179) Katakan kepada kaum demokrat itu. para pembuat hukum itu diberi beberapa nama oleh Allah : Arbaab. saat ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim saat itu asalnya Nashrani kemudian masuk Islam. itu dalam dien Demokrasi. dan yang menerima penyandarannya itu adalah Tuhan (arbab) selain Allah. bodoh. maka ia lebih sesat dan lebih bodoh dari kerbau piaraannya…! “…mereka itu sebagai binatang ternak. (Al Mukmin/Ghafir : 59) Mayoritas manusia itu tidak bersyukur… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. (Al Mukminun : 70) Mayoritas manusia tidak mengetahui kebenaran… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Yusuf : 103) Mayoritas manusia benci akan kebenaran… “…dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu”.

Ini dalam ajaran tauhid dan dinul Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut…” (An Nisa : 60)” Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata tentang beberapa tokoh thaghut: “Penguasa yang zhalim yang merubah ketentuan-ketentuan Allah”. orang yang menerapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu”. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithiy berkata : “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti qawanin wadl’iyyah (undang-undang) yang disyari’atkan oleh syaitan lewat lisan wali-walinya…” Jadi. Dan Rasulullah berkata : “Itulah bentuk ibadah kepada mereka”. maka ia telah menjadikan mereka sebagai Arbaab selain Allah.” (AlMaaidah:49). supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. maka Rasulullah menjelaskan makna “mereka menjadikan para rahib dan alim itu sebagai Arbab” : “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan kemudian kalian ikut menghalalkannya. maka sesungguhnya kamu adalah benar-benar musyrik”.sujud dan shalat kepada mereka…”. dan jika kamu menuruti mereka. dan bukan hukum Allah subhaanahu wa ta'aala. serta Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat. dan sedangkan undang-undang dan hukumnya itu adalah syari’at syaitan. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. berdasarkan alasan-alasan yang banyak. Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut. Ketahuilah… sesungguhnya selain aturan Allah adalah curang lagi bersumber dari hawa nafsu !!! Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dien (aturan) yang tidak diizinkan Allah?” (Asy Syuura : 21) Anda harus ingat dalam memahami ayat ini dan yang lainnya bahwa hukum/aturan adalah dien. namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih busuk dari itu. [Atsar ini dihasankan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah] Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: ”Bab : Orang yang mentaati ulama dan penguasa dalam mengharamkan apa yang Allah haramkan atau (dalam) menghalalkan apa yang Allah haramkan”. Mujahid rahimahullah berkata : “Thaghut adalah syaitan berwujud manusia yang mana orangorang berhakim kepadanya sedang dia adalah pemegang kendali mereka” Dalam catatan kaki Terjemahan Mushhaf Departemen “Agama” RI : “Termasuk thaghut juga adalah. atau mayoritas orang atau rakyat. Demokrasi adalah ajaran syaitan.maka ‘Adiy menjawab : “Ya. serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul. terus beliau tuturkan ayat di atas. dan ikutilah keinginan mereka. Jadi para pembuat hukum dan undang-undang itu adalah wali-wali syaitan. Kemudian tentang penamaan para pembuat hukum selain Allah sebagai wali-wali syaitan. Dia berfirman : “…Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada wali-wali mereka agar membantah kamu. dan syirik terhadap Rabb langit dan bumi. Dia menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang telah Allah turunkan kepadanya. Dan berhati-hatilah kamu jangan sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan hukumnya." Begitulah mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh agama demokrasi. benar”. maka para penyembahnya berkata: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan rakyat. (Al An’am : 121) Bisikan syaitan kepada mereka adalah ucapan yang mereka lontarkan kepada kaum muslimin “Kalian makan apa yang kalian bunuh (maksudnya sembelihan) dan tidak makan apa yang dibunuh Allah (maksudnya bangkai)”. sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala memerintahkan Nabi-Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya. Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik. di antaranya: 1. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang upaya kaum musyrikin mendebat kaum muslimin supaya setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kroni- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 25 - - . dan bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya ?”. sedangkan para penganutnya adalah para penyembah syaitan… demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung. Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila mereka menerapkannya. Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah.

Al Ghazaliy berkata : bagian pertama : maksiat dan dia itu tidak bisa berubah dari posisinya dengan sebab niat. sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai dengan undang-undang dasar. atau membangun sekolahan atau masjid atau pos penjagaan dengan harta yang haram sedang maksudnya adalah baik…. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap. lalu bagaimana kita mau kafir kepada thaghut sedang kita masih menganggap thaghut sebagai muslim? Sedang pembuat aturan/hukum/undang-undang disebut oleh Allah Ta’ala sebagai syuraka (sesembahan) selain-Nya. ideologi selain Islam) itu adalah agama kafir lagi syirik. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 26 - - . tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? Tadi sudah dijelaskan bahwa demokrasi adalah agama baru selain Islam. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. ajaran. legeslatif dan yudikatif beragama Islam? Dari kajian tadi sudah dibahas bahwa mereka kafir murtad bahkan mereka itu arbab. Bahkan maksud dia dengan keburukan –yang menyelisihi tuntunan syariat – itu adalah keburukan lain. Karena kroninya. shaum. Apakah mereka mempunyai syuraka (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka aturan yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan." (An-Nisaa' : 59) Padahal agama demokrasi mengatakan: “Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan kepada rakyat. karena undang-undang itu adalah bapak segala peraturan dan perundangundangan serta kitab hukumnya yang mereka jungjung tinggi…. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. seperti orang yang membicarakan aib seseorang dalam rangka menyenangkan hati orang lain. atau memberi makan orang faqir dari harta orang lain. shaum. dan rajanya sesuai dengan undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini. zakat. zakat. haji dan yang lainnya. maka tidak selayaknya orang bodoh memahami hal itu dari keumuman sabda Nabi saw "sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya" terus dia menduga bahwa maksiat bisa berubah menjadi ketaatan dengan sebab niat.2. baik eksekutif. maka sebagaimana keburukan itu bisa menjadi kebaikan? Mana mungkin. dan janganlah satu hukum dan satu undang-undang dibuat kecuali setelah ada pengesahan dan persetujuannya…!!! Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata. walaupun mereka bersyahadah. dan tidak mungkin suatu hukum atau undang-undang ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka jungjung tinggi… silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. bukan yang sesuai dengan syari'at Allah subhaanahu wa ta'aala. shalat. sedang para pengusungnya serta para penganutnya adalah kaum musyrikin walau mereka menyatakan bahwa dirinya muslim. haji dan mengaku muslim. hukum dan perundang-undangan yang mereka buat tidak bisa diterima – bila memang mereka memutuskan – kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya. aniaya dan maksiat. (Asy Syura : 21) Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. falsafah. maka ini semua adalah kebodohan. Kita diperintahkan untuk kafir kepada Thaghut. karena niat itu tidak memiliki pengaruh dalam mengeluarkannya dari statusnya sebagai kedhaliman. Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. Dan ketahuilah bahwa maksiat tidak diperbolehkan dan tidak berubah menjadi sebuah ketetapan dengan sebab niat sebagaimana ucapan Abu Hamid Al Ghozaliy rahimahullah. bila ia mengetahuinya maka dia adalah orang yang membangkang terhadap syariat dan bila ia tidak mengetahuinya maka ia maksiat dengan sebab kebodohannya karena mencari ilmu itu adalah fardlu atas setiap muslim sedangkan kebaikan itu bisa diketahui sebagai kebaikan hanyalah dengan syariat. justeru yang melariskan hal itu terhadap hati adalah syahwat yang tersembuyi dan hawa nafsu yang terpendam – sampai ia berkata – maksudnya adalah bahwa orang yang memaksudkan kebaikan dengan maksiat karena kebodohan adalah tidak diudzdur kecuali bila ia baru masuk islam dan belum mendapat kesempatan untuk belajar. majlis perwakilannya. Rakyat dalam agama demokrasi. andad dan thaghut. bahkan penyekutuan (Khalik) dengan hamba secara aniaya." Dengan risalah ini saya bermaksud untuk menggugah manusia agar mengetahui bahwa Demokrasi (dan sistem. shalat. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa.

dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. Mereka partai-partai “Islam” (padahal Islam berlepas diri dari mereka). Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). dan tadi telah dikatakan bahwa maksiat itu tidak menjadi boleh dengan sebab niat. apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. sedangkan kekafiran itu adalah lebih dahsyat dan lebih besar daripada maksiat. Adapun maksiat sama sekali tidak bisa menjadi ketaatan dengan sebab niat. akan tetapi boleh dengan dalil khusus dari syari’at. Telah jelas dan terang serta meyakinkan bahwa ikut serta di dalam parlemen-parlemen ini dengan pencalonan diri atau dengan pemberian suara pilih adalah termasuk kufur akbar. dan hukum mayoritas. kafirin. maka yang keluar adalah perpu no sekian. apakah kalian mau menerimanya?” Kalau kalian jawab tidak. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. maka kenapa kalian menerima bergabung dengan kemusyrikan mereka. kecuali bila Allah memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali”. mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. perda no sekian. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu?” Orang-orang yang katanya ingin memperjuangkan Islam lewat parlemen mereka adalah arbaab juga. Jika tidak setuju. dan hal-hal yang mubah bisa menjadi maksiat dan ketaatan dengan sebab niat.Dan Allah ta'ala telah berfirman : "Maka bertanyalah kepada ahli Al Qur'an (ulama') bila kalian tidak mengetahui" – sampai ia berkata – jadi sabdanya saw : "sesungguhnya amal itu tergantung niatnya" adalah khusus bagi ketaatan dan hal-hal yang mubah. “Bagaimana bila para thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih dahulu. mereka (pemilih) telah menjadi musyrik. akan tetapi itu adalah hukum undang-undang. apalagi duduk di parlemen mereka. sesungguhnya para anggota parlemen para pemegang wewenang dalam pembuatan hukum bagi manusia adalah mereka itu pada hakikatnya adalah tuhan-tuhan (arbab) yang diibadati selain Allah. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka!!! Dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. Sedangkan orang-orang yang memilih mereka dari kalangan manusia adalah sebenarnya mengangkat mereka sebagai arbab selain Allah. Allah Ta’ala berfirman: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). dan maslahat. ingatlah ketika hukum-hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu. dlarurat. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. setelah itu akan terjadi tarik ulur. karena itu adalah kitab suci agama demokrasi. karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai saja– maka itu tidak akan menjadi hukum Allah. bila mayoritas mereka menyetujuinya. sedangkan tidak ada Ijtihad di saat ada nash. begitulah keadaannya…!! DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 27 - - . baru bisa diterapkan. Subhaanallah. Wahai saudaraku yang muslim. yaitu bergelar musyrikin. sehingga tidak bisa dibolehkan dengan alasan niat. Artinya ijtihadnya tidak sah dan haram dilaksanakan. maka itu tidak bisa terealisasi – ini bila thaghut mempersilahkannya – kecuali lewat jalur undang-undang dasar mereka serta dari arah pasalpasal dan penegasan undang-undang tersebut. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? Tidak mungkin akan tegak! Bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (An Nisa 140) Sehingga tidak boleh kita masuk ke dalam majelis-majelis ini dan tidak boleh pula ikut serta dalam memilih anggota-anggotanya. aniaya dan kemaksiatan) tidak berlaku (apalagi syirik & kekafiran –penj). Karena jika kita berbuat demikian maka kita serupa dengan mereka. Dan kedua pihak ini adalah kafir dengan sebab ini. ya niat memiliki pengaruh didalamnya yaitu bila maksiat itu disertai maksud-maksud yang buruk maka dosanya berlipat ganda dan siksanya semakin besar. maka pernyataan kebolehan dengan dalil maslahat meskipun terpenuhi syarat-syarat syar’inya maka ia adalah sekedar Ijtihad. maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah hukum parlemen. hukum rakyat. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran. Dari ketiga macam amalan itu (kedhaliman. tentulah kamu serupa dengan mereka. Allah atau mereka. Dan katakanlah kepada kelompok sesat yang memperjuangkan syariat Islam lewat jalur parlemen thaghut itu. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. “Dikala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. siapa yang lebih tinggi. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. maka jelaslah kekafirannya. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada “tuhan-tuhan” yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab pembuat hukum itu. padahal zina itu lebih ringan dari syirik? Binasalah kalian. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu. karena ketaatan bisa menjadi maksiat dengan sebab niat.

meskipun mereka itu kerabat dekat. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 28 - . atau ”dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan. Allah SWT menggolongkan ibunda beliau dalam jajaran kaum musyrikin. baik lakitidak. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. Orang ada unsur paksaan maka dia itu musyrik. Ayat ini berkenaan dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam saat meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibunya yang meninggal sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam diutus. maka apa gerangan dengan pelaku syirik yang telah mendengar firman Allah SWT.. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Allah atau mereka. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar sekarang yang mengaku Islam. karena Allah subhaanahu wa ta'aala telah berfirman: “Keputusan itu hanyalah milik Allah. “Tidak selayaknya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan bagi kaum musyrikin. maka berilah dia perlindungan sampai dia mendengar firman Allah. Dan kekafiran mereka itu adalah ketika hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi." justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi.Jadi semua itu adalah hukum Arbab. padahal saat itu dalam kebodohan. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah.” (At Taubah : 113). Subhaanallah. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu? Dan ini perlu direnungkan dengan mendalam. dan hukum rakyat serta hukum mayoritas. berdasarkan dalil-dalil berikut ini. bahkan mereka hafal…? Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. Allah tidak mengatakan: “menurut seperti apa yang Allah turunkan”. meskipun dia belum mendengar firman Allah SWT. dada lapang untuk menerima syari'at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta'aala. dan Al Qur’an mereka baca. belum ada dakwah dan hujjah risaliyyah (saat itu terjadi kekosongan dakwah). baru bisa diterapkan. padahal hujjah ada di sekeliling mereka. mereka itu adalah Arbab (tuhan-tuhan pembuat hukum). Bahkan mungkin juga menghafalnya? Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik dari setiap daerah dan lain-lain. siapa yang lebih tinggi. syari'at undang-undang. Syirik adalah lawan Tauhid. dan meninggal di atas ajaran kaumnya yang syirik. zakat. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi. maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya.” (At Taubah : 6) Dalam ayat ini Allah menamakan pelaku syirik sebagai orang musyrik. baik mengaku Islam atau Kitabullah (Al-Qur’an) : Al-Qur’an. shaum dan melakukan ibadah lainnya? Silakan rujuk kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah supaya lebih jelas. maka tidak ada yang berbuat syirik akbar dengan sengaja tanpa laki atau perempuan.” (Yusuf: 40) Allah tidak mengatakan: “Keputusan itu hanyalah milik manusia". Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? Mari kita mengkajinya dengan berlandaskan ulama dakwah Tauhid. dan Allah subhaanahu wa ta'aala juga berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah” (AlMaaidah : 49). Dalil dari “Dan bila ada satu orang dari kalangan orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu. sedangkan dia masih shalat. dia membaca Al Qur’an dan terjemahannya. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. As-Sunnah serta ijma dan pernyataan para Tauhid bila syirik terdapat pada diri seseorang. bila mayoritas mereka menyetujuinya.

dan sama saja (apakah) tujuannya baik atau buruk. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Apakah ini berarti Rasulullah tidak akan beribadah kepada Allah juga? Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa peribadatan mereka kepada Allah itu tidak dianggap.” Jadi penafian syirik adalah syarat dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa . padahal mereka tidak diperintahkan. bahkan sebagian mengaku sebagai ulama dan ahli Islam ? Tidak ragu lagi –jika mereka berbuat syirik akbar. tidak ada Ilah (yang berhak diibadati) kecuali Dia. kyai.mereka itu adalah kaum musyrikin. Al Qur’an ada di rumah mereka. karena syirik dan status musyrik tidak mengenal status atau jabatan. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman : “Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam hadits shahih : “Hak atas hambahamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan mereka tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. Mereka musyrikin.” (Yusuf : 40) “…Dia (Yusuf) tidak mungkin membawa saudaranya pada dien (UU/Hukum) raja itu…. Maka begitu juga para pejabat dan aparat keamanan di negeri demokrasi. Saya bertanya : “Apakah orang yang menyandarkan hak hukum kepada rakyat atau wakilwakilnya itu telah memurnikan dien (ketundukan) seluruhnya kepada Allah atau sebaliknya? Padahal hukum adalah dien”: “…. yaitu utusan dari Allah yang membaca lembaran-lembaran yang disucikan. Al Imam Su’ud Ibnu ‘Abdil ‘Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Siapa yang memalingkan satu macam dari (ibadah) itu kepada selain Allah. wahai orang-orang kafir Quraisy ! ».” (Ad Durar As Saniyyah 9/270). ‘ulama atau cendekiawan atau orang umum.” (An Nisaa : 36). padahal di antara tuhan yang mereka ibadati itu adalah Allah. baik dia ustadz. Thabaqah yang ke-17). “Katakanlah : “Wahai orang-orang kafir. padahal mereka tidak mengetahui bahwa sikap mereka mengikuti ‘ulama dan rahib dalam aturan yang bertentangan dengan aturan Allah itu adalah bentuk ibadah kepada ‘ulama dan rahib itu.para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? Ya. “Orang-orang yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dan kaum musyrikin (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (dien-nya) sehingga datang kepada mereka bayyinah. dikarenakan mereka berbuat syirik akbar.Hak hukum (putusan) hanyalah milik Allah. Maka dari itu Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa : “Islam adalah mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya…”. beribadah kepada yang lainnya.” (Al Bayyinah : 1-2) Perhatikanlah. sebagaimana yang Rasulullah jelaskan dalam hadits hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim radliyallahu 'anhu. meskipun rasul belum datang kepada mereka. Tadi telah dijelaskan. lagi mereka itu hanif…. kecuali untuk ibadah kepada Ilah yang satu. Saya bertanya : “Apakah orang yang meminta kepada yang sudah mati itu disebut menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak? Apakah yang ikut dalam sistem demokrasi itu menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak?” “Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh dien (ketundukan) hanya kepada-Nya. (Thariq Al Hijratain. “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para ulama dan para rahib (ahli ibadah) mereka sebagai arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah dan juga Al Masih Ibnu Maryam. karena mereka juga beribadah kepada yang lain-Nya. Itulah dien yang lurus…. aku tidak beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. Rasul telah datang. baik dia itu ahli ibadah atau orang fasiq.” (Yusuf : 76) Orang yang di samping beribadah kepada Allah juga sesungguhnya dia itu tidak dianggap beribadah kepada Allah SWT.” (Al Kaafiruun : 1-2) Dalam surat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk menyatakan : « Saya tidak akan beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati.” (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang-orang Nashrani sebagai orang-orang musyrik. Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan. Apa gerangan dengan pelaku syirik masa sekarang. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 29 - - . yang mana mereka itu dengan sigap berkomitmen dengan UU yang digulirkan oleh thaghut-thaghut mereka.” (Al Bayyinah : 5). maka dia itu musyrik. maka mereka dinamakan kaum musyrikin.

baik ada dakwah atau tidak. dan mengaku muslim. Umat para Rasul itu adalah musyrikin saat sebelum menerima dakwahnya. sesajen. Abdul Muththalib juga berstatus musyrik. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar masa sekarang. sungguh mereka itu adalah orang-orang musyrik bukan kaum muslimin. Adapun masalah nama di dunia mereka sepakat bahwa ia adalah musyrik. namun masalah akhirat adalah lain. dia itu adalah calon penghuni neraka. karena dia DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 30 - - . hujjah beraneka ragam bentuknya. namun perbedaan di antara mereka hanya dalam masalah status akhirat. Sebenarnya masih banyak ayat-ayat yang memvonis pelaku syirik akbar sebagai orang musyrik. Para ‘ulama juga ijma bahwa hal paling pertama yang diserukan semua Rasul adalah ajakan beribadah kepada Allah dan penanggalan syirik yang mereka lakukan.” Lihat Risalah kepadanya dalam Tarikh Nejd. kekal di neraka bila mati di atasnya. serta tidak diampuni. dakwah ada. Dalam hadits ini orang yang meninggal di atas syirik dari kalangan Ahlul Fatrah disebut musyrik. Ayah Rasulullah ~Abdullah~ meninggal pada zaman jahiliyyah. meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. Azar ayah Ibrahim adalah musyrik sebelum Ibrahim diutus.” (Ibthal At Tandid). Di dunia tentang nama sepakat. karena Rasulullah sudah diutus. kemudian beliau menyatakan : “Demi Allah. Rasulullah menjelaskan bahwa dia itu di neraka. namun demikian para ulama sepakat bahwa orang jahil itu adalah musyrik. Para rasul itu mengkhithabi kaumnya atas dasar mereka itu adalah orang-orang musyrik. dan tidak dimaksud oleh dalil itu kecuali kalian. Apa halnya dengan zaman bukan fatrah seperti sekarang ini? Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? Para ulama ijma bahwa orang yang berbuat syirik akbar itu dinamakan musyrik. Bahkan para ‘ulama menjelaskan bahwa nama musyrik itu ada sebelum adanya Risalah. dan ketika dia berpaling. Dari hadits ini Imam Nawawiy rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berbuat syirik akbar. Di antara mereka ada yang meminta ke kuburan keramat. dan Al Qur’an dilantunkan di masjid-masjid. kamu tidak melewati satu kuburan pun dari orang ‘Amiriy atau Quraisy dari kalangan orang musyrik. mereka bertanya tentang ayah mereka Al Muntafiq yang meninggal pada zaman fatrah. meskipun mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah. padahal sebenarnya dia tahu bahwa orang musyrik itu amalannya tak berarti. Sebagian ulama yang lain sepakat dengan penamaan status musyrik di dunia. dia ke surga atau ke neraka. Saat membaca ayat-ayat tentang kaum musyrikin kebanyakan orang hanya menafsirkannya dengan orang-orang musyrik Arab dan jarang ada orang yang mau menafsirkan seraya menghubungkannya dengan realita masyarakat di sekelilingnya. Hal yang menjadi perdebatan di antara mereka hanyalah masalah adzab di akhirat bagi yang belum tegak hujjah risaliyyah atasnya. riwayat Al Imam Ahmad). sedangkan orang muslim itu tidak bisa dijadikan budak di awalnya. shalat.” (HR.” Beliau berkata lagi : “Ikatan-ikatan Islam ini lepas satu demi satu bila tumbuh di dalam Islam ini orang yang tidak mengenal jahiliyyah. tapi juga langsung hukum pasti bagi ayahnya di akhirat kelak. saat tidak ada dakwah dan tidak ada hujjah risaliyyah. Sehingga mereka sepakat bahwa status anak orang musyrik di dunia adalah musyrik. maka Rasulullah menjawab : “Ayahmu di neraka”. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bukan hanya menetapkan status nama di dunia.” (Shahih. Mereka adalah kaum musyrikin tanpa diragukan lagi. baik zaman fatrah atau bukan. ada yang membuat tumbal. berupa api neraka. Muslim). dsb. mendengar jawaban itu si laki-laki mukanya merah. Ada rombongan dari Banu Al Muntafiq. maka katakan : “Saya diutus kepada kalian oleh Muhammad untuk memberi kabar bahwa kalian digusur di dalam api neraka.” Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? Dahulu ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang ayahnya yang meninggal pada zaman fatrah (zaman ketika tidak ada dakwah) di atas ajaran syirik. Umar Ibnul Khaththab radliyallaahu'anhu berkata : “Orang-orang itu telah lalu. Itu terjadi tak lain karena dia tidak tahu bahwa yang dia lakukan itu perbuatan syirik atau tidak tahu bahwa dirinya musyrik.Syaikh Muhammad rahimahullah berkata kepada hakim agung Riyadh yang bernama Sulaiman Ibnu Suhaim : “Tapi kamu adalah laki-laki yang bodoh lagi musyrik. padahal hujjah risaliyyah belum tegak. maka dari itu banyak yang jatuh kepada kemusyrikan tanpa disadari. dan ada pula yang menyandarkan wewenang hukum atau peraturan kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Para ulama ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari 2 doa (doa ibadah dan doa permintaan) kepada selain Allah maka dia itu telah musyrik. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan mengatakan kepadanya : “Ayahku dan ayahmu di neraka. Bila banyak orang yang berbuat syirik akbar namun dia masih rajin shalat. sehingga anak-anak orang musyrik dijadikan budak. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Nama musyrik itu sudah ada sebelum risalah.

namun kami tidak menghukumi dia sebagai orang muslim. manula dan yang semisal mereka maka tidak boleh dibunuh menurut jumhur ulam kecuali bila mereka ikut perang dengan ucapannya dan perbuatannya] (Majmu al Fatawa 28/354) Dan berkata juga. mereka menuduhnya sebagai orang jahat dan sesat serta mereka menyemangati para penguasa untuk menindak mereka. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. Dan wanita mereka tidak dibunuh kecuali mereka memerangi dengan ucapan atau perbuatan. Ini salah besar yang bersumber dari ketidakfahaman akan hakikat Al Islam. karena perang itu terjadi dengan ucapan atau perbuatan sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taymiyah rahimahullah dalam pembicaraannya tentang memerangi orang-orang kafir asli. tapi mereka menambahnya. tapi muslim sebagaimana perkataan Syaikh tadi. dengan kesepakatan ulama (Majmu Al Fatawa 28/414). menjadikan tandingan bagi-Nya dan mengangkat tuhan-tuhan lain bersama-Nya. Jadi jelaslah sudah. maka kami tidak memvonis dia kafir hingga hujjah risaliyyah ditegakkan atasnya. Begitu juga mereka hanya mencari ucapanucapan yang samar dan meninggalkan ucapan-ucapannya yang jelas yang berlandaskan Al Kitab dan As Sunnah serta Ijma.” (Majmu Al Fatawa : 20/38) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menjelaskan para pelaku syirik yang mengaku muslim : “Maka macam orang-orang musyrik itu dan yang semisal dengan mereka dari kalangan yang beribadah kepada para wali dan orang-orang shalih. mereka dikatakan sebagai Musyrikin. Sebagaimana juga yang masuk dalam jajaran orang yang membela dengan ucapan adalah sebagian penulis. kakek tua renta. mereka tak ubahnya bagaikan lalat yang tidak mau hinggap kecuali pada benda kotor. dan dia bukan muslim karena melakukan syirik akbar. hal 385). Alangkah dungunya mereka itu. Syaikh Hamd Ibnu Nashir Alu Mu’ammar dan putra-putra Syaikh Muhamamd Ibnu Abdil Wahhab berkata tentang para pelaku syirik yang mengaku Islam yang belum tersentuh dakwah tauhid : “Bila dia melakukan kemusyrikan dan kekafiran karena kebodohan dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. Orang yang tidak memahami istilah ini dari kalangan maz’uumin di negeri ini. bahwa orang-orang yang menyetujui sistem demokrasi (sebagai salah satu syirik akbar) atau ikut terlibat didalamnya. [Dan adapun orang yang tidak tergolong orang orang yang biasa bertempur dan berperang seperti para wanita. maka bisa jatuh ke dalam kekeliruan yang luar biasa fatalnya. Mereka mengambil perkataan Syaikh Muhammad tentang Ahlu Fatrah atau yang belum tersentuh dakwah yang mereka fahami secara keliru itu. dan diantara para pemuka mereka adalah sebagian ulama suu’ (jahat) dan orang-orang yang sok berilmu yang memberikan Syar’iyyah Islamiyah (keabsahan Islam) terhadap penguasa kafir dan mereka membentengi para penguasa itu dari tuduhan kafir. wartawan dan pers yang melakukan perbuatan serupa dengan ini. Mereka kira bahwa jika bukan kafir artinya dia itu muslim. Bahkan bukan sekedar orang musyrik yang mereka bela. seperti yang dialami kalangan salafiy maz’uum sekarang ini. Jarimah mereka itu tidak cukup disitu. Syaikh Abdullah Aba Buthain rahimahullah berkata : “Orang yang berbuat syirik itu musyrik.” (Ad Durar). Penyerangan itu ada dua macam : penyerangan dengan tangan dan penyerangan dengan lisan –sampai ucapannya dan begitu juga dengan perusakan bisa jadi dengan tangan dan bisa jadi dengan lisan sedangkan apa yang dirusakan oleh lisan dari agama-agama adalah berlipat lipat apa yang dirusakkan dengan tangan (Ash Shorimul Maslul. Bila kita tidak mengenal (istilah) ini.” (Ad Durar 1/322 cet. anak-anak. sedang yang bersih dijauhinya. Dan berkata juga.(pelakunya) menyekutukan Tuhannya. karena kebodohannya. tapi tak kepalang tanggung para thaghut pun ikut mendapatkan pembelaan mereka yang penuh ikhlash tanpa diminta. Dia bukan orang kafir karena belum tegak hujjah risaliyyah. maka mereka ngawur dalam memahami maksud perkataan para ‘ulama dakwah Tauhid. tapi dia musyrik. pendeta. orang buta. lama) Pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah dinamakan musyrik. kami vonis mereka itu sebagai orangorang musyrik. terus mereka menerapkannya kepada orang-orang musyrik sekarang di saat hujjah bertebaran dimana-mana bahkan orang musyrik itu sendiri memiliki andil dalam penyebaran hujjah itu. Saat mereka mendapatkan pernyataan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah bahwa. baik mau atau tidak (dengan nama itu). Orang-orang yang membela-bela dengan ucapan dan tulisan. dan kami memandang kekafiran mereka bila hujjah risaliyyah telah tegak atas mereka. Demikianlah sekilas pembahasan tentang penamaan musyrik bagi pelaku syirik akbar. mereka menganggap bodoh kaum muslimin mujahidin yang memberontak para penguasa itu. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran ? Setiap orang yang membela thaghut dengan ucapan atau dengan perbuatan maka ia adalah termasuk anshar para thaghut tersebut. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 31 - - . Sehingga atas dasar ini maka ansharut thaghut adalah: 1.” (Al Intishar). “Bagaimana kami mengkafirkan orang jahil yang menyembah Qubbah Kawwaz…” mereka langsung meloncat girang seraya mengatakan bahwa pelaku syirik akbar yang jahil itu tidak kafir.

yaitu kafir sama halnya dengan mereka. maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. sedangkan bagi anshar thaghut pemimpin mereka yang mereka bela-bela adalah thaghut. maka dikatakan sebagai mukmin. Atau hukum asal pada orang yang menampakkan sikap pembelaan terhadap thaghut adalah adalah hukum kafir. Dari ayat ini diambil kaidah baku. rasul-rasul-Nya. maupun karena pembangkangannya. Dan masuk dalam hal itu pelaksanaan putusan-putusan yang muncul di Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi Thaghut. mereka adalah musyrikin? Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah (karena kebodohan) dinamakan musyrik. baik ia musyrik karena kebodohannya. dan orang yang berperang atau melakukan pembelaan di jalan thaghut. pasukan penopang (dibelakang) sama dengan yang terjun langsung dimedan. Atau hukum asal dari barisan anshar thaghut adalah hukum kafir. Barangsiapa tawalliy kepada orang kafir apa saja keyakinannya. Orang yang tawalliy kepada mereka Allah vonis bahwa dia termasuk golongan mereka. “Allah pelindung orang-orang yang beriman. FirmanNya : “Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka maka ia termasuk golongan mereka” (Al Maidah : 51) Para ulama menjelaskan bahwa barang siapa membela mereka atas kaum muslimin maka dia termasuk golongan mereka. sedangkan orang yang berperang di jalan thaghut adalah orang kafir. Anshar thaghut yang membela-bela dengan lisan/tulisan atau dengan fisik dan senjata ini. maka dia sama kafirnya dengan orang kafir tersebut. maka itu adalah orang kafir. Dan sebagai tameng terdepan adalah pasukan para penguasa Kafir baik itu dari pasukan tentara atau polisi. haram masuk surga dan mereka pasti kekal di neraka. baik itu berperang dengan lisan. Orang-orang yang membela-bela dengan perbuatannya. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. FirmanNya ta’ala. dan orang-orang yang kafir. mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah : 257) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan bahwa orang yang walinya atau pemimpinnya adalah thaghut. mereka kafir secara ta’yin (perorangannya) pada hukum dzohirnya. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Untuk mengkaji permasalahan ini. tentara dan lain-lain. maka dia adalah orang kafir. Jibril dan Mikail. malaikat-malaikat-Nya. Orang yang berperang. yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). (Al Baqarah : 98) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 32 - - . pelindung-pelindungnya adalah thaghut. maka Allah mencap kafir orang yang menjadikan thaghut menjadi walinya. maka perangilah wali-wali syaitan itu” (An Nisa : 76) Dalam ayat ini secara jelas Allah menetapkan vonis bahwa orang yang berperang di jalan Allah maka dia adalah orang yang beriman. para jurnalis.2. baik itu dengan lisan/tulisan seperti para ‘ulama suu’ atau orang-orang media ataupun orang yang terjun dengan fisik dan senjata seperti aparat tentara dan polisi atau orang-orang intelejen atau yang sejenisnya. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. Jika dia berperang atau melakukan pembelaannya di jalan Allah. Sedang semua orang musyrik yang mati dalam kemusyrikan. bahwa hukum asal pada anshar thaghut adalah hukumnya kafir. Dalil dari al Qur’an “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. • Menjaga keabsahan UUD : dan ia berarti melindungi penguasa kafir itu sendiri karena dia menurut mereka dianggap sebagai pemimpin yang syah sesuai UUD karena pengangkatannya telah berlangsung menurut proses yang dijelaskan UUD. Dalam kitab tersebut dijelaskan secara mendalam bahwa status hukum bagi ansharut thaghut yang terdiri para ulama’ suu’. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang ini : “maka perangilah wali-wali syaitan itu”. • Mengokohkan kekuasaan UUD: dengan melaksanakan apa yang digariskan UUD. pers. tulisan atau dengan senjata dan fisiknya. baik itu dalam rangka untuk memerangi kaum muslimin mujahidin atau tawalliy kepada hukumnya itu sendiri berupa sikap setuju dan mengikutinya. silakan kaji buku Melacak Jejak Thaghut karya Syaikh Abdul Qadir bin Abdul’Aziz. mereka itu adalah penghuni neraka. Mereka itu sesuai ketentuan UUD dan undang undang yang berlaku dinegeri ini dipersiapkan untuk tugas-tugas berikut : • Menjaga keutuhan negara yang berarti lancarnya keberlangsungan penerapan UUD dan undang – undang kafir buatan serta memberikan sangsi setiap orang yang menentang hal itu atau berusaha merubahnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonis secara sharih (jelas dan gamblang) bahwa orang yang berjuang dalam rangka mengokohkan sistem thaghut atau membela thaghut adalah orang kafir. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Barang siapa yang mana dia itu musuh bagi Allah.

padahal Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang menyembunyikan keimanan di antara mereka dan Maha Mampu untuk memisahkan mereka. Jika saja Allah Maha Kuasa dan Maha Mampu tidak memilah-milah orang yang berada di barisan kaum musyrikin yang memerangi kaum muslimin. maka kaum mujahidin tidak disalahkan bila dia (orang yang menyembunyikan keimanan itu) tertembak oleh pasukan mujahidin. Orang mendustakan Nabi Nuh ‘alaihissalam maka itu telah mendustakan seluruh rasul-rasul Allah yang akan diutus setelahnya. musuh rasul-Nya. musuh malaikatmalaikat-Nya. yang mati dari barisan kaum kafir Quraisy sebanyak 70 orang dan yang menjadi tawanan adalah 70 orang.Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi. orang-orang kafir. Bila saja orang yang berada dibarisan kaum musyrikin untuk memerangi kaum muslimin dengan kondisi dipaksa adalah diperlakukan sebagaimana halnya orang kafir (secara hukum dunia). dan malah memberikan keleluasaan bagi orang-orang bejat. dan dengan tanpa memilah mana orang yang kafir dan mana orang yang muslim. sebagaimana juga apa yang menimpa pasukan yang akan menginvasi Ka’bah. tebus diri kamu dan dua keponakanmu”. Padahal malaikat adalah rasul Allah dan mereka hanya memusuhi Jibril saja. meskipun Al ‘Abbas ini dalam kondisi dipaksa. membunuhnya. di mana ketika mereka mengetahui bahwa yang turun membawa wahyu kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah malaikat Jibril. Dan di antara mereka terdapat Al ‘Abbas (paman Rasulullah). maka itu artinya memusuhi semua malaikat dan memusuhi semua para rasul. Bentuk permusuhan macam apa yang lebih dasyat daripada sikap thaghut dan ansharnya yang mana mereka meninggalkan ajaran Allah dan justeru malah membuat ajaran atau hukum sendiri yang diambil dari orang-orang bejat dan cabul. Mereka mengatakan bahwa “itu (Jibril) adalah musuh kami”. Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memperlakukan Al Abbas radliyallahu 'anhu sebagai orang kafir dengan menawannya dan menyuruh Al Abbas untuk menebus dirinya sendiri. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 33 - - . maka orangorang Yahudi tidak menyukainya. Oleh karena itu anshar thaghut dan orang-orang yang semacam mereka. Jadi hukum orang yang berada di barisan kaum musyrikin adalah kafir. maka apa gerangan dengan seorang mujahid yang hanya manusia biasa yang tidak mengetahui hal yang ghaib ? Dalil Dari Ijma Perlu diingat. ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa siapa yang memusuhi satu rasul Allah. mereka dibuat dalam rangka mengokohkan hukum thaghut dan dalam rangka mengokohkan ajaran yang dimusuhi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. mempersempit hidupnya. kemudian mereka dipaksa untuk ikut berperang di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin. akan tetapi mereka Allah vonis dengan ayat ini. Orang yang memusuhi satu rasul Allah. mereka memerangi wali-wali Allah yang akan menegakkan hukum Allah. dan ketika sudah masuk menjadi anshar thaghut mereka merasa bangga dengan Korpsnya atau bangga dengan seragamnya ??? maka mereka lebih kafir lagi…! Ini adalah nash hadits dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang memperlakukan Al Abbas sebagai orang kafir karena berada di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin di Badr. padahal Al Abbas mengatakan bahwa “saya ini dipaksa”. orang-orang murtad dan orang zindiq untuk merusak ajaran Allah dan merusak di muka bumi ini… bentuk permusuhan terhadap Allah macam apa yang lebih dasyat dari sikap macam tadi…??! Di sini Allah mengatakan bahwa orang yang seperti itu adalah orang-orang kafir. Begitu juga bila seandainya ada salah seorang dari barisan thaghut itu yang menyembunyikan keimanannya. kita mengetahui bahwa di antara kaum musyrikin ada orang-orang yang mengaku Islam yang tidak hijrah. tapi Allah memvonis bahwa kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam mendustakan para Rasul. mereka mendaftarkan diri dengan mendatangi setiap Kodim atau Polda untuk menjadi calon anshar thaghut. maka apa gerangan dengan orang yang berada dibarisan kaum musyrikin atau di barisan thaghut tanpa dipaksa tapi penuh ikhlash dan dengan sukarela ???. saya ini dipaksa”. Dalil Dari As Sunnah Ketika perang Badr. Allah katakan bahwa mereka adalah musuh bagi Allah dan mereka adalah orang-orang kafir. Allah membenamkan mereka semua dengan tanpa memilah-milah antara yang dipaksa dengan yang tidak atau orang yang sedang musafir dalam perjalanannya dan berpapasan dengan pasukan mereka. bahkan dengan cara menyuap agar mereka bisa masuk ke dalam barisannya. adapun rahasia bathin kamu maka urusan itu atas Allah. padahal kita mengetahui sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam belum ada rasul karena beliau adalah rasul pertama. para pelacur. namun dia belum berlepas diri dari barisannya karena menunggu suatu moment tertentu dan waktu yang tepat. menyiksanya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala membenamkan mereka semuanya mulai dari barisan paling depan hingga paling belakang. bahwa para penguasa thaghut itu telah kafir murtad sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu. maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonisnya sebagai orang kafir. maka sesungguhnya orang itu telah menjadi musuh Allah. Sebagaimana Allah juga mengatakan: “Kaum Nuh telah mendustakan semua rasul”. baik itu rasul dari kalangan malaikat atau manusia. kemudian ketika ditangkap Al ‘Abbas radliyallahu 'anhu mengatakan : “Ya Rasulullah. Rasul mengatakan tentang kisah ini: “Mereka dihancurkan semuanya dan Allah membangkitkan berdasarkan niatnya”. Jadi. Sedangkan anshar thaghut. maka Rasul berkata : “Zhahir kamu di barisan kaum musyrikin memerangi kami. para penjudi dan orang-orang durjana. mereka memenjarakannya.

Di sini Khalid ibnu Walid memperlakukan Muja’ah yang ada di barisan Musailamah sebagai orang kafir dengan menjadikannya tawanan. Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang kabar kematian Amar radliyallahu'anhu : “Kamu akan dibunuh oleh kelompok yang membangkang (baghiy)” dan Amar waktu perang Shiffin ini berada di pihak Ali radliyallahu'anhu dan terbunuh oleh pasukan Mu’awiyyah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 34 - - . dia ada di antara tawanan pasukan Khalid ibnul Walid. jika pimpinannya adalah muslim bughat (pemberontak) maka bawahannya juga bughat. tapi mereka tidak cepat bergabung dengan barisan kaum muslimin padahal ada kemampuan untuk bergabung karena kekuatan pasukan kaum muslimin yang mendominasi. maka disyaratkan bahwa mereka harus bersaksi bahwa orang-orang yang mati di antara mereka adalah calon penghuni neraka. dan di antara syarat yang diutarakan oleh Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan disepakati oleh para shahabat yang harus mereka terima adalah mereka harus bersaksi bahwa “orang yang mati di barisan mereka (para pengikut Musailamah) itu adalah masuk neraka”. maka status individu dalam kelompok ini adalah sama seperti status kepala atau pimpinannya. Allah Yang Maha Tinggi berfirman. Di dalam Tarikh disebutkan bahwa pengikut Musailamah Al Kadzdzab berjumlah sekitar 100. Ini adalah ijma para shahabat yang berlandaskan kepada nash tentunya… Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? Ya. maka setiap individu dalam kelompok yang membangkang ini disebut bughat. Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu (penguasa thaghut) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya (rakyatnya). dan mereka melihat siksa. Padahal kita mengetahui bahwa kebanyakan para pengikut Muslilamah adalah tertipu oleh seorang da’i yang diutus oleh Rasulullah ke Yamamah tapi kemudian dia malah membelot kepada Musailamah dengan membenarkan apa yang diucapkan Musailamah dan bahkan bersaksi di hadapan masyarakat Banu Hanifah (di Yamamah) bahwa benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menyertakan Musailamah dalam kenabian. Dalam kaidah fiqih ini dikatakan bahwa Thaifah Mumtani’ah Bisy Syaukah (kelompok yang memiliki kekuatan dan melindungi diri dengannya). pasti kami akan berlepas diri dari mereka (dari thaghut). Shahabat ijma atas kafirnya mereka. Akan tetapi para shahabat ijma bahwa mereka yang mengikuti Musailamah itu divonis murtad. kemudian kata Khalid : “Kenapa kamu tidak mengingkari seperti Tsumamah dan Al Yasykuriy?. Yang menjadi inti di sini adalah sikap atau ijma shahabat atas kekafiran Musailamah dan ansharnya. bahkan para shahabat memerangi mereka sampai akhirnya mereka terdesak dalam peperangan. (Al Baqarah : 165-167) Dan masih banyak ayat yang serupa dengannya. Muja’ah mengatakan : “Jika seandainya musailamah itu nabi palsu maka itu urusan dia. dan ketika mengambil perjanjian damai dengan mereka. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah juga mengatakan bahwa : “Para ‘ulama ijma (setelah menyebutkan bahwa mereka itu tertipu oleh saksi tadi) bahwa mereka itu murtaddun walaupun mereka itu bodoh akan hal itu karena tertipu oleh saksi palsu itu”. Di sini thaghutnya adalah Tulaihah dan Musailamah sedangkan ansharnya adalah para pengikutnya. maka Khalid berkata : “Kamu ini sudah berubah dari sebelumnya”. Seperti kelompok Mu’awiyyah ibnu Abu Sufyan radliyallahu'anhum. masyarakatnya pun mempercayainya dan akhirnya mereka ikut mendukung Musailamah. beliau waktu itu membangkang dan tidak mau berbai’at terhadap Ali radliyallahu 'anhu. lalu kenapa kamu tidak cepat bergabung dengan kami ketika mendengar pasukan kami datang?”. Dia tidak mengingkari Musailamah dan tidak cepat bergabung dengan pasukan kaum muslimin. dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Muja’ah mengatakan : “Saya ini muslim dan saya tidak pernah merubah keyakinan saya”. Dan dalam kisah ini ada sekelompok kaum muslimin dalam barisan anshar Musailamah. kemudian datang utusan Buzakhakh kelompok Tulaihah Al Asadiy kepada Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu untuk meminta damai. ini adalah di antara syarat yang harus mereka terima. dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. jika kamu tidak mampu. karena seseorang tidak memikul dosa orang lain”. Abu Bakar radliyallahu 'anhu tidak menerima permintaan damai mereka kecuali dengan syarat-syarat tertentu. padahal Muja’ah tidak mendukungnya dan hanya berada di barisan Musailamah. di antara kelompok itu adalah Muja’ah Ibnu Murarah. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. “Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan semua shahabat ijma (sepakat) bahwa para pengikut Musailamah dan para pengikut nabi-nabi palsu yang lainnya adalah orang-orang murtad.000 orang. Ini adalah vonis kafir di dunia dan di akhirat." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka. di antaranya kelompok Tulaihah Al Asadiy dan kelompok Musailamah Al Kadzdzab si nabi palsu. bukan hanya Mu’awiyyah (sebagai pemimpinnya) yang disebut bughat. Ini merupakan ijma dari para shahabat atas kekafiran atau kemurtaddan anshar thaghut Musailamah Al Kadzdzab dan yang lainnya. Ini berlaku dalam segala hal. sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami (rakyat) dapat kembali (ke dunia).Ketika terjadi riddah (kemurtaddan) di kalangan kabilah-kabilah Arab.

janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya dengan meninggalkan kaum mukminin…” (An Nisaa : 144) Jadi loyalitas hanya boleh diberikan kepada orang-orang yang beriman. kita kenali dahulu pengertiannya. anak-anak mereka. sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. saudara-saudara mereka atau karib kerabatnya…” (Al Mujaadilah : 22) “Wahai orang-orang yang beriman. Sebelum ke inti pembahasan. Empat dalil ini menunjukan bahwa anshar thaghut itu statusnya adalah mereka kafir secara ta’yin (perorangan) pada hukum dzahirnya. dan al muwaafaqah (sikap setuju) sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Atsir dalam An Nihayah. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? Hukumnya haram. dan lain sebagainya. sedangkan orang-orang di atas tadi justeru mencintai ajaran syirik tersebut. atau mencintai symbol-simbol kaum kuffar atau mencintai si fulan karena dia anggota DPR/MPR/tentara/polisi. dan ini adalah sunatullah. Nasionalisme. dia murtad di wilayah Darul Islam dan dia melindungi diri dengan pasukannya. Juga seperti kelompok Musailamah Al Kadzdzab. loyalitas dalam bahasa Arabnya adalah al Wala atau muwaalah yang bermakna al mahabbah (cinta). ormas-ormas dan jamaah-jamaah “Islam” yang tawali (loyal) kepadanya maka dihukumi sama. demokrasi dan isme-isme sejenisnya yang merupakan paham-paham syirik dan kekufuran).radliyallahu. pimpinannya adalah thaghut maka setiap individu atau personperson dari ansharnya seperti polisi atau tentara atau intelejennya adalah sama kafirnya seperti thaghut pimpinannya. Begitupula dengan ulama-ulama. maka setiap individu yang ada di dalam kelompoknya adalah murtad sama seperti pimpinannya. Jika thaifah mumtani’ah ini ada di luar Darul Islam seperti thaghut (pemerintah) sekarang. al mutaba’ah (mengikuti). Allah melarang orang muslim berwala dengan orang kafir. maka haram darah dan hartanya. termasuk di antaranya yaitu ajaran syirik dan kekafiran. Jika ada sebuah kelompok Khawarij di Darul Islam dan mereka melindungi diri dengan kekuatan pasukannya. maka pimpinan dan seluruh bawahannya adalah Khawarij. dan ada pula yang “hanya” berupa dosa besar mengeluarkan dari Islam dan lebih sering disebut muwaalah shughra. Dan sebagai dalilnya adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. sedangkan hanyalah diberi sikap bara’ (berlepas diri). Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. justru musyrikin membenci bahkan memerangi Jamaah Islam itu. (Komunisme. janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin. dan ini ada empat macam : a) Mencintai orang musyrik atau kafir karena alasan keyakinan kafirnya. dimana mereka yang memegang kekuasaan. Muwaalah Kubra Muwaalah kubra adalah loyalitas yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. sehingga batallah keIslaman macam orang ini. Derajat minimal bentuk kufur kepada ajaran syirik adalah membencinya. Seperti orang yang mencintai presiden karena dia seorang negarawan atau mencintai si fulan karena dia seorang demokrat sejati. karena sebagian mereka beranggapan dan meyakini bahwa penguasa itu ulil amri. Perlu diperhatikan bahwa bentuk loyalitas ini ada yang mengeluarkan dari Islam disebut muwaalah kubra (tawalliy). meskipun mereka itu ayah-ayah mereka. Adapun hukum berloyalitas kepada orang-orang kafir adalah haram berdasarkan ijma yang berlandaskan Al Qur'an dan As Sunnah. bahkan mereka adalah anjing piaraan (binaan/kaki tangan) penguasa thaghut tersebut. Muslim] Dalam hadits ini orang dianggap muslim bila kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. I. sama dengan thaghut pimpinannya itu sendiri. an nushrah (pemberian bantuan). atau mencintai si fulan karena dia seorang Pancasilais. Karena tidak mungkin Jamaah Islam akan terdaftar di pemerintahan musyrikin. orang kafir para ulama dan sering yang tidak DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 35 - - . maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” (Al Maaidah : 51) “Wahai orang-orang yang beriman. atau mencintai si fulan karena dia seorang Nasionalis. Jamaah Islam yang dipimpin oleh Rasulallah shalallahu 'alaihi wasallam pun tidak terdaftar di pemerintahan thaghut Quraisy. sedangkan perhitungannya atas Allah” [HR. “Engkau tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.

membencinya. c) Mengikuti kaum musyrikin dalam kemusyrikannya. meskipun dia itu benci dengan Pancasila dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. atau ketika dahulu Pemerintah Indonesia memerangi Negara Islam Indonesia. maka apa gerangan dengan banyaknya orang yang berposisi sebagai bawahan mengatakan kepada masyarakat “Kami hanya menjalankan tugas” setelah sang pejabat atasan membuat undang-undang kafir kemudian si bawahan itu melaksanakannya Bila orang yang taat dalam sebagian kekafiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala memvonisnya sebagai orang murtad. Mereka yang menjadi pelindung sistem thaghut ini beralasan “Kami hanya mengikuti prosedur yang ada”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang yang kembali ke belakang setelah jelasnya petunjuk bagi mereka. dimana mereka mengatakan kepada saudarasaudara mereka yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab : “Bila kalian diusir. maka dia telah keluar dari Islam. atau Pemerintah Iraq memerangi Daulah Islam Iraq. Meyakini bahwa suatu perbuatan itu syirik atau kufur belumlah cukup. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “…Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian. akan tetapi harus meninggalkannya. Pancasila adalah falsafah syirik. baik karena alasan basa-basi atau karena takut (kecuali dipaksa). sedangkan thaghut mensyaratkan adanya mata pelajaran falsafah syirik (mis. Saat menghancurkan dan membekuk para mujahidin ada di antara jajaran aparat keamanan yang beralasan “Kami hanya mengikuti aturan yang ada”. akan tetapi karena alasan takut atau yang lainnya (kecuali dipaksa) mengikuti sistem demokrasi dan ia ikut dalam pesta demokrasi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah engkau tidak melihat orang-orang munafiq. Orang yang bergabung (secara aktif di lapangan ataupun berperan di belakang layar) dengan orangorang musyrik dalam rangka menindas dan membungkam kaum muslimin dari dakwah yang mereka serukan kepada manusia. seperti orang-orang Afghanistan yang bergabung dengan pasukan Salibis pimpinan Amerika Serikat untuk menghancurkan Negara Islam Thaliban. maka apa gerangan dengan • • RT/RW yang menyatakan kepada thaghut atasannya “Kami akan laksanakan semua aturan”. PKN) lalu mereka menerima syarat itu. Dalilnya sama dengan dalil di atas (Muhammad : 25-28). maka telah batal keIslamannya. Yang demikian itu disebabkan sesungguhnya mereka mengatakan kepada orang-orang yang benci terhadap apa yang telah Allah turunkan: “Kami akan mematuhi kalian dalam sebagian urusan ini”. maka syaitan mempermudah mereka (untuk berbuat dosa) dan memperpanjang angan-angan mereka. maka dia itu kafir meskipun benci akan hal-hal itu dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. maka kami tidak akan lulus”. Maka bagaimana keadaanya bila mereka itu diwafatkan oleh malaikat seraya malaikat itu memukuli wajah dan punggung mereka ? Yang demikian itu dikarenakan mereka itu telah mengikuti apa yang membuat Allah murka dan mereka membenci apa yang mendatangkan ridha-Nya. sungguh kami akan keluar DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 36 - - . • Bahkan bila dia berjanji dusta untuk memenuhi syarat itu terhadap thaghut. • Seperti saat ujian siswa memuji dan mengikuti Pancasila. Atau kagum dengannya atau bangga dengannya demi mendapatkan nilai ujian. Anak-anak sekolah mengikuti pelajaran falsafah syirik dengan alasan mengikuti proses pembelajaran dan berkata : “Karena jika tidak (ikut). Orang yang mengetahui bahwa demokrasi itu syirik. dan membenci para pelakunya serta cinta dengan Tauhid dan para muwahhid. karena dia mengikuti orang-orang musyrik dalam kemusyrikannya. maka orang-orang yang “sekedar” ikut menyanyikan lagu Garuda Pancasila adalah telah keluar (murtad) dari Islam. dan lain-lain. Seperti itu pula orang yang ingin membuat lembaga yang diakui thaghut. tetap hukumnya sama saja. • d) Menampakkan sikap setuju dengan kekufuran atau kemusyrikan Orang yang di hadapan thaghut menampakkan sikap setuju terhadap kekafiran dengan alasan basabasi atau takut atau ingin dunia. atau Pemerintah Saudi yang telah membantu Amerika Serikat saat menggempur Negara Islam Thaliban. Undang Undang Dasar 1945. meskipun meyakini bathilnya hal itu. sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka…” (Al Maidah : 51) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menyebutkan di antara pembatal keIslaman : “Membantu kaum musyrikin untuk menghancurkan kaum muslimin”. demokrasi. maka dia kafir (kecuali bila dipaksa). maka Allah hapuskan amalan-amalan mereka” (Muhammad : 25-28) Bila saja orang yang mengikuti apa yang membuat murka Allah telah divonis murtad oleh-Nya. maka hukumnya sama saja. Kebencian terhadap sistem syirik dan para pelakunya serta kecintaannya terhadap Tauhid dan kaum muwahhidin tidaklah berarti bila dia mengikuti ajaran syirik tersebut.b) Membantu orang-orang musyrik untuk menghancurkan kaum muslimin.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menziarahi Abu Thalib untuk mendakwahinya. (An Nisa : 60) Masyarakat atau anshar thaghut atau siapa saja di antara mereka. A. Mempersilahkan mereka duduk di depan majelis. Menyambut uluran tangan orang kafir boleh saja. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut : • Mengucapkan salam kepada mereka. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu”. (Al Hasyr : 11) Orang-orang munafiq di dalam Islam dihukumi muslim secara dhahir. maka sungguh kami akan membantu kalian”. dan jual beli harus ditunaikan meskipun terhadap orang kafir harbiy sekalipun. 1. Muwaalah Shughra Ini adalah sikap loyalitas yang tidak mengeluarkan dari Islam. akan tetapi dianjurkan. janji. maka mereka adalah thaghut itu sendiri. Definisinya adalah : Setiap perbuatan yang menyebabkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang-orang kafir dengan syarat (tetap) membenci mereka. sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut. ketika memiliki kasus di negeri ini. sedangkan amanah. Dan dalam hal ini mereka sendiri adalah thaghutnya. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? Katakan saja kepada mereka bahwa pemerintah Negara Kafir Republik Indonesia (NKRI). yang mana hukum itu dibuat oleh para thaghut tadi di gedung Palemen.bersama kalian dan kami tidak mentaati seorangpun selama-lamanya dalam hal yang merugikan kalian. 37 - Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : - DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI . Semua dicampakkan dan mereka sepakat tidak memakai hukum yang Allah turunkan. Bercengkrama dengan mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. mengklaim yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan. maka cukup dijawab “wa’alaikum”. Mereka menjadi pembuat hukum yang hukumnya diikuti (baca: diibadati) oleh ansharnya. bahkan mereka telah membuat dan memutuskan. Mereka adalah thaghut. dan lain sebagainya. dan beliau juga menjenguk anak seorang Yahudi yang sakit untuk beliau dakwahi. Bila orang kafir mengucapkan salam. Mengangkat mereka untuk membawahi sebagian kaum muslimin. maka apa gerangan dengan janji yang jujur ? Begitu pula dengan orang yang menampakkan sikap setuju dengan demokrasi dan yang lainnya… II. serta tidak tawalliy kepada mereka. sedangkan Allah bersaksi sesungguhnya mereka benar-benar dusta”. dan Allah memvonis mereka kafir padahal janji mereka itu dusta. dan mengkafirkan mereka. semua hukum Allah dirubah… mulai dari hukum pidana. dan lain-lain. • Berkunjung untuk mendakwahi mereka bukan termasuk muwaalah shughra. Dalam ayat ini mereka berjanji untuk membantu orang-orang Yahudi dalam memerangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan mereka (maksudnya memulai jabat tangan). Sedangkan di negeri ini. perdata. memusuhi mereka. Sedangkan sesesorang tidak bisa dikatakan sebagai orang muslim kecuali bila kafir kepada thaghut. baik yang ada di lembaga legislatif atau lembaga eksekutif maupun para pemutusnya di dewan yudikatif. dan bila kalian diperangi. Mereka ini Thaghut Kenapa demikian? Karena mereka dengan dewan legislatifnya dan sebagian eksekutifnya mengklaim sebagai pembuat hukum. ekonomi. • • • • Mengucapkan selamat atas hari-hari bahagia mereka selain hari raya keagamaannya. 2. Mengucapkan “Assalamu’ala manit taba’il huda” kepada orang kafir dibolehkan. apakah mereka mengajukan kasusnya kepada hukum Allah ataukan kepada hukum selaim hukum Allah? Tentu mereka mengajukannya kepada hukum selain hukum Allah. bahwa pentolan thaghut yang ke dua adalah “Penguasa Zhalim Yang Merubah Ketentuan (Hukum) Allah”. utang. • Melapangkan jalan bagi mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. yang merancang. kenapa Allah memvonis bahwa kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. Rasulullah mengatakan : “Allah yang membunuhnya (mematikannya)”. • Yang menyetujuinya atau yang taat atau yang merujuk kepadanya disebut musyrikun. dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. tiga. dua. maka itu adalah arbab yang disembah. Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah. 3. maka berdasarkan ayat tadi. Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : Orang musyrikin datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Hai Muhammad. Orang yang sepakat di atas hukum ini atau yang mengacu atau yang merujuk pada hukum yang mereka gulirkan itu adalah orang yang Allah vonis sebagai orang musyrik yang menyembah atau mengibadati atau mempertuhankan mereka serta telah melanggar Laa ilaaha illallaah. akan tetapi seluruh hukum yang ada di sini adalah bukan dari Allah. sedangkan orang yang mentaatinya atau setuju dengan hukum buatan tersebut divonis sebagai orang musyrik. yang membuat. yaitu kepada alim ulama dan para rahib 3. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika menyetujui dan mentaati mereka. Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin. namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah.“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. • Para penggulirnya (yang mengklaim dirinya berhak membuat hukum) dari kalangan manusia disebut wali-wali syaithan. atau apapun DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 38 - - . sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram. padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa. kambing mati siapa yang membunuhnya ?”. Lalu „Adiy menjawab : “Ya”. Mereka telah musyrik 5. (Al An’am : 121) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan tentang keharaman bangkai. Rasul berkata lagi : Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib) Ketika mereka menyandarkan hak hukum dan pembuatan hukum (tasyri’) kepada selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. Saat hukum itu digulirkan dan diikuti. bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam). maka yang mengaku memiliki hak membuat hukum ini disebut arbaab. dan Allah katakan bahwa itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai. Dalam ayat di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa : • Hukum yang bukan dari-Nya adalah wahyu syaithan. Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. atau seratus hukum saja. tapi dari wali-wali syaitan yang mendapat wahyu dari syaitan jin. bahwa orang yang membuat hukum itu disebut wali-wali syaithan (thaghut) yang telah mendapat wahyu atau wangsit dari syaithan. menyandarkan kewenangan hukum kepada selain Allah meski hanya dalam satu hukum atau kasus saja (yaitu penghalalan bangkai) dengan firman-Nya “Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. Mereka telah beribadah kepada selain Allah. maka „Adiy mengatakan : “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”. maka kalian katakan halal. kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan : “Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian. Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. dan jika kamu menuruti mereka. Bila satu hukum saja dipalingkan dalam hak pembuatannya kepada selain Allah. tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. baik wali-wali syaitan itu dahulunya orang Belanda (yang mewariskan KUHP) ataupun wali-wali syaitan zaman sekarang yang duduk di kursi parlemen. Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rab/arbaab. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis : 1. Maka Rasul mengatakan : “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya. sepuluh. Imam At Tirmidzi meriwayatkan. Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib 2. ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi. Sedangkan yang ada di NKRI dan negara-negara lainnya adalah bukan satu. yang menggodok. yaitu yang memposisikan dirinya sebagai tuhan pengatur selain Allah.

B. (Asy Syuura : 21) Dalam ayat tersebut. akan tetapi merujuk kepada selainnya. maka Allah memvonisnya sebagai orang musyrik.namanya dan siapapun yang membuat hukum. Apakah di Negara ini ada bai’at untuk taat setia kepada Al Qur’an dan As Sunnah? tentu jawabannya tidak ada! Maka dari itu setelah bai’at kepada Undang Undang Dasar selesai. maka pemerintah ini tidak merujuknya kepada hukum Allah. maka DPR/MPR akan memprotesnya dan mengatakan : “Presiden telah melanggar Undang Undang Dasar atau undang-undang atau… atau…” dan tidak akan mengatakan “Presiden telah melanggar Al Qur’an ayat sekian…” Andaikata seluruh isi Al Qur’an dilanggarpun. ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Maaidah ayat 44 : “Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. lalu bagaimana mungkin Pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim mu’min. masalah apa saja. menggodok. sedangkan mereka bukan sekedar thaghut. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 39 - - . yaitu Undang Undang Dasar 1945 dan undang-undang turunannya. dan menggulirkan di tengah masyarakat. siapa saja yang membuat syari’at atau hukum atau undang-undang atau ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah dinamakan syurakaa (sekutu-sekutu). Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki. asal tidak melanggar “hukum suci” mereka. sedangkan pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. akan tetapi salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir. mereka selalu mengacu kepadanya. tentang Ru-usuth Thawaghit (tokoh-tokoh para thaghut) yang ke tiga yaitu : Yang Memutuskan Dengan Selain Apa Yang Allah Turunkan. Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali dengan kafir terhadap thaghut. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut. mereka merancang. regional maupun internasional Saat menghadapi masalah. maka mereka itulah orang-orang kafir”. tapi amat sangat kafir!. begitu juga ketika jajaran pemerintahan dewan legislatif. Sungguh… mereka tidak merujuk kepada Al Qur’an atau As Sunnah. Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat-ayat seperti ini. ketika masuk PBB diwajibkan untuk berikrar setuju atas segala peraturan yang digariskannya. dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (Al Maaidah : 50) Dalam ayat-ayat di atas. setiap orang diwajibkan bersumpah setia untuk menjalankan hukum negara. Allah merasa heran atas klaim orang-orang yang mengaku telah beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya. C. Sedangkan orang-orang yang mentaati atau mengikuti hukum itu disebut orang yang menyembah syuraka tersebut. bahkan Allah mevonis orang-orang yang seperti ini sebagai orang-orang zhalim dan fasiq dalam surat Al Maaidah : 45 & 47. inilah syahadat mereka! inilah bai’at mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sekutu-sekutu) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (aturan/ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”. akan tetapi termasuk pentolan thaghut. Jadi pemutus hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut. karena mereka memposisikan dirinya untuk diibadati dengan cara menggulirkan hukum agar diikuti. karena selain hukum Allah yang ada hanyalah hukum jahiliyyah atau hukum thaghut. baik thaghut lokal. Perhatikanlah. Mereka berhukum dengan selain hukum Allah atau memutuskan dengan hukum thaghut Mereka berhukum dengan hukum thaghut. maka apa gerangan dengan orang-orang yang benar-benar bersumpah untuk merujuk kepada hukum thaghut…?! Pemerintah ini. jika seorang Presiden misalnya menyimpang. atau hukum-hukum regional. imannya dianggap sekedar klaim dan kebohongan belaka. akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut. Mereka merampas hak pembuatan hukum dari Allah. dalam ayat tersebut sekedar ingin berhukum kepada thaghut sudah Allah nafikan keimanannya. maka pada hakikatnya mereka adalah wali-wali syaitan dan hukum yang mereka gulirkan hakikatnya adalah hukum syaithan. Sedangkan dalam surat An Nisa : 60 tadi. orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang-orang kafir. atau hukum-hukum yang ditetapkan oleh mahkamah Internasional PBB. maka apa gerangan dengan pembuatnya atau orang yang memutuskan dengannya atau orang yang memaksa masyarakat untuk tunduk kepadanya dengan menggunakan besi dan api (kekuatan dan senjata)…?!! 4. maka mereka tidak akan mempermasalahkannya. tapi kepada hukum thaghut yang bersifat lokal (seperti Undang Undang Dasar atau undangundang atau yang lainnya). eksekutif. Mereka merujuk kepada hukum thaghut. Perhatikanlah… jika saja orang-orang yang SEKEDAR mentaati mereka. yudikatif terbentuk. orang-orang yang ketika punya masalah justeru ingin berhakim (mengadukan urusan) kepada thaghut.

dan agama serta kepercayaan lainnya yang memiliki banyak Tuhan. Kitab ini merupakan kumpulan hukum yang sebagiannya diambil dari Taurat orang Yahudi. Mereka memiliki ideologi/falsafah/asas/pedoman/petunjuk hidup. bermakna : Kalian diperintahkan untuk tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. bagaimana hubungannya? mudah sekali jawabannya. yaitu Pancasila. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119) Ilyasa adalah kitab hukum yang dibuat oleh Jengis Khan Raja Tartar. Itulah dian yang lurus.Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang berhakim dengan hukum Allah yang telah dihapus adalah kafir. Apakah satu Tuhan yang diibadati para pemeluk agama-agama dan kepercayaan di Indonesia ini atau banyak tuhan yang berbeda-beda? maka jawabannya adalah banyak Tuhan. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Para ulama muslimin sepakat mengatakan bahwa siapa saja yang merujuk kepada kitab hukum ini. maka dia kafir. aturan dan pedoman hidup. hukum disandarkan kepada rakyat melalui wakil-wakilnya. hak khusus rububiyyah dan uluhiyyah Allah. sedangkan perujukan-perujukan ini telah dilakukan oleh pemerintah ini…!! D. Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada Ilyasa (Yasiq) dan dia mendahulukannya daripada ajaran Allah. orang yang meminta-minta kekuburan juga dilindungi. Sedangkan dalam demokrasi. dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus. beliau menyatakan : “Barangsiapa meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi. dimana hukum itu diambil dari orang-orang Nashrani (seperti orang Belanda dengan KUHP-nya). hak khusus yang seharusnya disandarkan oleh makhluk hanya kepada Allah. Cukuplah falsafah ini menjadi sesuatu yang rancu bagi orang yang berakal. KUHP. bebas meyakini apa saja walaupun pendapat syirik atau kekafiran sekalipun. Demokrasi adalah sistem syirik yang membangun pilar-pilarnya di atas sekulerisme. Al Qur’an dan ajaran ahli bid’ah ditambah dengan hasil buah fikirannya lalu dikodifikasikan menjadi sebuah kitab yang disebut Ilyasa atau Yasiq. yang mana notabene adalah hukum buatan manusia. maka siapa saja yang merujuk pada Yasiq Modern ini. maka orang tersebut tetap dilindungi dan diakui. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin. maka demokrasi adalah sistem syirik. bukankah orang-orang Kristen memiliki Tuhan. untuk menentukannya. dan pokoknya semua bentuk kemurtaddan terbuka lebar dalam naungan Berhala Burung Garuda. Maka demikian pula dengan Yasiq Ashri (Yasiq Modern). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Hak memutuskan hukum itu hanyalah khusus kepunyaan Allah. sedang kaum muslim Tuhan mereka hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mereka menganut sistem Demokrasi Demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan/kekuasaan). orang-orang Hindu juga memiliki banyak Tuhan. dan ada juga dari Islam seperti dalam masalah pernikahan. Jadi ternyata serupa. falsafah atau silahkan orang menyebutnya apa saja tapi yang jelas Pancasila adalah dien. menetapkan dan memutuskan hukum. maka iapun kafir dengan ijma kaum muslimin. tapi harus taat kepada kesepakatan rakyat. orang-orang Budha juga memiliki banyak Tuhan. di atas kebebasan. Demokrasi merupakan salah satu bentuk perampasan hak khusus Allah dalam At Tasyri’ (pembuatan. akan tetapi kita tidak tahu siapa Tuhan Maha Esa yang dimaksud. penetapan dan pemutusan hukum atau undang-undang). yaitu Undang Undang Dasar. akan tetapi kenapa sila kesatu dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. bahwa Pancasila memberikan kebebasan kepada orang untuk memeluk dan menganut agama serta keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Injil orang Nashrani. Padahal dalam ajaran Islam… sesungguhnya orang murtad itu harus dibunuh. Dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. karena Pancasila mengakui berbagai agama dengan tuhan-tuhannya masingmasing yang beraneka ragam. karena dien adalah jalan hidup. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. dalam ajaran Pancasila bila ada orang muslim keluar dari Islam. dan lain-lain. Akan tetapi demokrasi merampasnya dan justeru hak itu diberikan kepada makhluk. tatanan perundang-undangan yang berlaku. Dan dalam ayat ini penyandaran hukum kepada Allah disebut ibadah. maka bunuhlah” (HR. karena Allah-lah yang berhak untuk membuatnya. Pancasila adalah dien. Demokrasi tidak mewajibkan menusia untuk taat kepada ajaran Allah. karena memalingkan ibadah penyandaran hukum kepada selain Allah. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. (Yusuf : 40) Firman-Nya “Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”. Singkat saja kita tinjau. E. agama. Muttafaq ‘Alaih) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 40 - - . Sistem ini merupakan penyerahan hak hukum atau kedaulatan kepada rakyat. Hak ini adalah hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sistem perwakilan yang ada di dalamnya memberikan hak ketuhanan kepada wakil rakyat yang duduk di parlemen untuk membuat. Kita heran. semua agama diakui oleh Pancasila serta Tuhan-tuhan yang banyak itu dilindungi dan disatukan oleh “Tuhan Yang Maha Esa” (dalam Pancasila) yaitu Burung Garuda…!!! Ini berhalanya! Perlu diketahui.

tentulah mereka akan manjawab. berkiprah dengan segala cara dalam rangka mengokohkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 41 - - . maka mereka masih masuk ke dalam cakupan ayat ini. dari Pancasilanya. 2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk loyal kepada orang-orang kafir. “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu). sedangkan orang-orang kafir yang di antaranya adalah pemerintahan NKRI ini dan ansharnya mereka berjuang. dari demokrasinya dan dari kekufuran lainnya. negara fasiq dan negara jahiliyyah berdasarkan firman Allah tersebut. “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Allah menyatakan dalam surat Al Maaidah : 51 : “Siapa saja yang tawalliy di antara kalian terhadap mereka maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” G.Seandainya ada seorang muwahhid membunuh orang murtad tentulah hukum atau Agama Pancasila menindaknya. dihadapan kursi-kursi para pengaku tuhan pengatur (arbab) di sarang paganisme (MPR/DPR). Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Setelah memahami hal ini. Itu adalah beberapa perolok-olokan terhadap ajaran Allah. ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. menjunjung tinggi ajaran-Nya. kerusakan dan kebejatan (dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi) dan lain-lain. dan tangkaplah mereka. sedangkan pemerintahan NKRI ini sudah kita ketahui bahwa mereka BUKAN orang-orang yang beriman. kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. F. sedangkan memperolok-olok ajaran Allah adalah kekafiran. membiarkan berkembangnya media-media penebar kesyirikan. agar supaya mereka berhenti”. maka berilah mereka jalan dan jangan diganggu. Sedangkan jika pemerintahan ini tidak bertaubat dari kethaghutannya. karena tidak akan berdiri suatu negara tanpa ada pemerintah pelaksananya. sedangkan pemerintahan Negara ini justeru memberikan izin bagi beroperasinya tempat-tempat kemungkaran dengan dalih tempat hiburan. orang musyrik. jelaslah bahwa Negara dan pemerintahan ini kekafirannya berlipat-lipat. orang-orang kafir. orang-orang murtad. berperang. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) Jika mereka bertaubat. merusak atau membakar berhala tersebut maka pasti akan dikenakan sanksi oleh tentara dan hamba-hambanya. sebab itu perangilah kawan-kawan (wali-wali) syaitan itu” (An Nisa : 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dalam rangka mengokohkan hukum Allah. 3. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. bukan pula diberi loyalitas. maka negara tersebut adalah negara kafir. Tawalliy (loyalitas penuh) kepada kaum musyrikin Mereka loyal kepada Perserikatan Bangsa Bangsa. kekufuran. Setiap orang yang mencela. (At Taubah : 65-66) Intinya. dari kekafirannya. (At Taubah : 12) Jadi yang tepat bukan harus ditaati. Jadi. maka kita bisa menyimpulkan bahwa TIDAK BENAR memerintahkan kaum muslimin untuk loyal kepada pemerintah semacam ini dengan menggunakan dalil surat An Nisa: 59. tunduk kepada undang-undang internasional dan peraturan lainnya yang ada dalam tubuh PBB. karena kamu kafir sesudah beriman”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. Itu hanya satu contoh saja dari ribuan contoh… Burung Garuda itu adalah berhala! Buktinya ia selalu berada diatas gambar Presiden dan Wakil Presiden disetiap ruangan. Apapun yang ditetapkannya maka otomatis diikuti. mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Tidak usah kamu minta maaf. bahkan ia dipajang diatas. maksudnya bertaubat dari kemusyrikannya. akan tetapi yang semestinya ada adalah sikap qital (perang). Setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk pada aturan Allah. jelaslah isi ayat itu tidak sesuai dengan pemerintah ini. Mereka memperolok-olok ajaran Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang segala bentuk kemungkaran. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. negara zhalim. Akan tetapi yang tepat bagi pemerintah semacam ini adalah : 1. karena ulil amri dalam ayat tersebut adalah “dari kalangan kalian” yang berarti dari kalangan orang-orang yang beriman. akan tetapi justeru mereka adalah thaghut. Begitu juga pemerintahnya. Katakanlah: “Apakah dengan Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka. dari kethaghutannya.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 42 - - . “Hai orang-orang yang beriman. dan jika mereka kembali lagi. Namun dalam relaita zaman ini.sistem thaghut. akan tetapi mereka adalah wali-wali syaitan yang Allah perintahkan untuk memeranginya. Jadi. maka tidak usah jauh-jauh pergi berperang untuk mencari orang kafir. Bila tidak mampu mencopotnya karena mereka menggunakan kekuasaan untuk mempertahankannya. menindas diri dan merampas harta kaum muslimin. selama fitnah (bencana) terhadap kaum muslimin yang taat dan berkomitmen dengan ajaran Allah masih dikejar-kejar atau dipersempit hidupnya. merekalah orang-orang kafir itu. maka qital tidak akan berhenti terhadap pemerintah yang seperti ini. Merekalah orang-rang kafir yang dekat. serta saat kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak merampas urusan dari yang berhak (penguasa) “kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dengan bukti dari Allah yang ada pada kalian”” Sedangkan kita sudah banyak melihat bentuk-bentuk kekafiran yang dianut dan masih senantiasa dilakukan penguasa negeri ini. di waktu sulit dan waktu mudah kami. akan tapi mereka telah menguasai harta. Selama Ad Dien (ketundukan) belum sepenuhnya kepada Allah. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Perangilah orang-orang yang ada disekitar kamu. diri. sehingga tidak layak berdalil dengan surat An Nisa : 59 untuk menggelari pemerintah ini sebagai ulil amri. maka wajib diperangi. masih ditangkapi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya). kekafirannya bukanlah kekafiran yang bersifat personal. akan tetapi kekafiran yang kolektif dan sistematis. dipenjarakan dan masih dibunuhi… maka berarti masih ada fitnah !! Selama kemusyrikan didoktrinkan maka fitnah masih ada. tidak ada lagi penghalang kepada jalan Allah. Merekalah thaghut penguasa negeri ini. Mereka telah sekian lama memerangi. maka sistemnya belum mati dan orang-orang setelahnya akan menggantikan dia. mereka berperang di jalan thaghut. baik dengan cara kasar maupun halus. Bukhari dam Muslim) “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajak kami. 5. ini yang dekat justeru sudah memusuhi dan memerangi semenjak dahulu. dan tanah air kita. saat senang dan saat benci. Bila pemimpin tersebut asalnya muslim kemudian muncul kekafiran darinya. apalagi orang-orang kafir yang jauh… 6. tidak ada lagi ideologi syirik. dan dien (ketundukan) hanya bagi Allah semata” (Al Baqarah : 193) Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah. Para ulama sepakat bahwa orang kafir tidak sah untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. maka bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin? Allah menyatakan “sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan perangilah mereka itu. maka wajib untuk mencopotnya dan menggantinya dengan pemimpin yang muslim. Perhatikanlah… mereka bukan ulil amri. Selama fitnah masih ada maka al qital tidak akan berhenti. sehingga jika penguasa yang satu mati. sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”. Dan perangilah mereka. tapi hanya taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hadits Ubadah ibnu Shamit (HR. sehingga thaghut tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat ini. maka al qital (perang) belum berhenti. Bahkan para ulama sepakat bahwa memerangi penguasa murtad adalah lebih harus didahulukan memeranginya daripada orang-orang kafir asli. Tugas kita adalah wajib menggalang kekuatan dengan langkah awalnya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menggencarkan dakwah Tauhid yang berkesinambungan untuk mencabut akar-akar loyalitas terhadap thaghut di tengah masyarakat. yang menyebar fitnah (bencana) kemusyrikan dan penindasan terhadap kaum muslimin. yang ada di dekat kamu dan dalam realitanya bukan hanya dekat. sampai tidak ada fitnah. tidak ada lagi penindasan terhadap kaum muslimin yang taat kepada Allah… bukan taat kepada Pancasila atau Undang Undang Dasar atau demokrasi. merampas dan memeras harta kaum muslimin. supaya jangan ada fitnah dan supaya dien itu semata-mata untuk Allah”. tidak ada lagi kekafiran. akan tetapi yang tepat adalah ayat-ayat yang baru saja dibahas dan ditambah dengan hadits ini. maka di antara yang beliau ambil janjinya atas kami adalah kami membai’at(nya) untuk senantiasa mendengar dan taat. maka kami membai’atnya. (Al Anfal : 38-39) Jadi. Mereka mewajibkan ini dan itu yang bertentangan dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu. karena sistem kafirnya tidak mati dan tetap mengakar. 4. al qital tidak akan berhenti terhadap para penguasa yang menentang aturan Allah. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu.

karena sebagian besar harta yang jatuh ke tangan thaghut digunakan untuk mempersenjatai tentara mereka untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya. yaitu : selama tidak melakukan sesuatu yang dilarang syari’at dan selama tidak menzhalimi orang muslim lainnya. karena perlu penyadaran terhadap masyarakat tentang kenapa penguasa negeri ini dikatakan sebagai penguasa kafir. shaum. tidak memahami Islam secara utuh. oleh sebab itu Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam pernah mendoakan orangorang Quraiys agar dilanda paceklik. tapi yang paling penting bagi mereka adalah harus memahami betul bahwa penguasa negeri yang mana mereka hidup di dalamnya adalah penguasa murtad kafir yang tidak boleh diberikan loyalitas. tidak diakui secara Islam. salah satunya yaitu para thaghut. tapi ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang ditindas. maka wajib pula bagi orang-orang yang bertauhid yang komit terhadap ajaran-Nya untuk menjauhkan thaghut dari harta yang mereka miliki. memfitnah dan membodoh-bodohi masyarakat dengan menuduh orang-orang yang bertauhid sebagai orang-orang bodoh. “Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu” (Al Baqarah : 191) Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka pernah mengusir kaum muslimin. maka menjadi wajiblah pula bagi kaum muslimin untuk mencopot para thaghut ini dari benak masyarakat dengan cara menyebarkan ilmu syar’iy. begitu pula hukum dan undang-undangnya tidak sah. Hendaklah diketahui bahwa pemerintahan thaghut ini adalah pemerintahan yang tidak sah. Maka haramlah atas setiap muslim untuk membayar atau menyerahkan harta kepada penguasa kafir dalam bentuk apapun. diperangi dengan berbagai cara : kasar dan halus.Jihad terhadap thaghut ini haruslah menjadi opini kaum muslimin. sehingga tidak hanya dipikul oleh kelompok-kelompok tertentu saja. seharusnya harta yang diambil dari kaum muslimin. kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri” (Al Baqarah : 130) Jadi. yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah… Apa saja pembatal pembatal keislaman? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 43 - - . Allah menyatakan : “Dan tidak ada yang benci kepada Millah Ibrahim. Ini karena kebanyakan kaum muslimin belum memahami hakikat Laa ilaaha illallaah. tidak syar’iy. tahap awal yang patut dilakukan adalah memberikan bayan (penjelasan) atau penyampaian risalah tauhid. kecuali dalam kondisi terdesak atau dipaksa. karena para thaghutnya itu shalat. Begitu pula dalam masalah harta. Mereka adalah pemerintah yang memaksakan diri. sehingga mudahlah untuk menjatuhkan para thaghut itu. mereka pergunakan di jalan Allah. kaum muslimin harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini. sebagaimana para thaghut itu telah menjauhkan orang-orang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari harta mereka. Mereka mengira penguasa negeri ini adalah muslim. (Al Maaidah : 2) “Janganlah kalian menyerahkan harta-harta kalian kepada orang-orang bodoh itu” (An Nisa : 5) Perhatikanlah… jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang menyerahkan harta kaum muslimin kepada orang-orang yang tidak bisa menggunakan dengan benar. Perhatikan… para thaghut itu telah mengeluarkan orang-orang yang komitmen dengan ajaran Islam dari jajaran masyarakat dengan cara menanamkan image negatif tentang mereka. bahkan thaghut selalu berupaya mempersulit hidup mereka. dukungan kepada thaghut akan berganti dengan penentangan. sehingga dengan kesadaran itu lunturlah dukungan kepada para thaghut dan tumbuhlah loyalitas kepada orang-orang yang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasulullah diperintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka telah mengusir Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. bahkan bebas untuk melanggarnya selama memenuhi dua syarat. bahkan haji berkali-kali. tapi… sungguh banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. Demikianlah sikap kita kaum muslim terhadap para thaghut penguasa negeri ini. orang yang dangkal pikiran atau orang yang haus dunia dan kekuasaan. khususnya tentang tauhid dan kewajiban memerangi penguasa semacam itu. bukan loyal dan taat kepada mereka. oleh sebab itu kaum muslimin tidak memiliki kewajiban untuk taat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah thaghut ini. terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesusahan sehingga tidak lagi menindas kaum muslimin dan dana yang mereka keluarkan tidak digunakan untuk mendukung hal itu. zakat. Bukan berarti seluruh kaum muslimin harus terjun dengan menenteng senjata. memprovokasi. Bila ini terwujud. bukan di jalan thaghut yang digunakan untuk memerangi Allah dan kaum muslimin. BERSABARLAH…!!! Proses ini tidak mudah dan tidak akan terjadi begitu saja. maka kondisi akan berubah. sedangkan bentuk kebodohan yang paling dasyat adalah orang-orang yang tidak suka dengan ajaran tauhid. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. padahal penguasa negeri ini telah melanggar hal yang paling penting dan fundamental.

namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pembatal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat. 8. akan tetapi mereka dikatakan Khowarij karena aqidah mereka. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 44 - - . maka ia telah kafir. Takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. walaupun • 5. Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin. Membenci hal-hal mengamalkannya. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. 9. tapi mereka dikatakan Khowarij bukan karena mereka memberontak kepada pemerintahan yang syah. • • • Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan lebih mengutamakan hukum thaghut daripada hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kalau kita menengok dalam tuliasan-tulisan mereka akan kita dapati bahwasanya kebanyakan mengatakan yang dimaksud dengan khowarij adalah orang-orang yang keluar memberontak kepada imam yang syah. kamilah ahlussunnah. misalnya masalah rajam dan qishash. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa. Sesungguhnya orang yang memberontak kepada pemerintah yang syah karena takwil adalah ahlul baghyi. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. seperti pahala atau balasan yang akan diterima. merekalah orang-orang yang tegak memperjuangkan pemahaman-pemahaman salaful ummah. atau bahkan beranggapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabb-nya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam. Dan sungguh pengertian ini tidaklah mengandung kebenaran sedikitpun. semua yang tidak sesuai dengan kami maka mereka adalah ahlul bid’ah. Sungguh memprihatinkan keadaan ini bagi mereka yang mempunyai sedikit pemahaman yang benar tentang Islam. Sungguh betapa mulia dan bernilainya kelompok tersebut seandainya mereka konsekuen dengan sloganslogan yang mereka gembar-gemborkan di berbagai tempat dan kesempatan itu. Dengan modal semangat yang menggebu-gebu dan ilmu seadanya mereka mengaku sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah. 4. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. 7. menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka. baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah lebih sempurna dan lebih baik. Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperbolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah Ta’ala dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya. 6. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam. maka ia telah kafir. Memang bisa jadi mereka itu Khowarij. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. 2. sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Melakukan sihir. pelakunya dihukumi kafir. lalu dengan tanpa malu-malu mereka mengatakan bahwasanya kami-lah salafi. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mereka tampil di tengahtengah umat Islam ini dengan membawa gebrakan-gebrakan yang memukau menyerang berbagai harokah Islamiyah yang tegak memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah. Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah: 1. yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. syafa’at dan tawakkal. 10. pemberantas syirik dan bid’ah.Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pembatal ke-Islam-an. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam. Dengan bermodal taqlid dan ta’assub mereka meneriakkan bahwasanya mereka yang memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah ini sebagai kelompok ahlul bid’ah dan khowarij yang harus diperangi. bagaimana penjelasannya? Beberapa tahun terakhhir ini mulai nampak semarak dengan muculnya kelompok yang mengklaim diri mereka dengan para pejuang tauhid dan sunnah. 3. Berpaling dari dien Allah Ta’ala. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik.

Dinukil secara ringkas dari Al-Majmu’ XX/369.” (Muttafaq ‘alaih) Ar-Rofi’I dan An-Nawawi berkata: ”Murtad adalah bentuk kekafiran yang paling keji dan yang paling keras hukumnya. 23) Ketiga adalah penguasa yang murtad. Orang yang murtad tidak lepas dari tiga keadaan. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. Yang kabur diburu. membatalkan Islam). Namun aku pasti membunuh mereka karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berganti dien. Jika mereka ada yang tertawan.” (Al-Ahkam As-Sulthoniyah. dan yang terluka dihabisi. maka aku tidak akan membakar mereka karena Rasululloh melarang hal itu. Dari ‘Ikrimah beliau berkata: ”Dihadapkan kepada amirul mukminin Ali radhiyallahu’anhu. dan mereka diperangi sampai kembali kepada syari’at Islam.Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian murtad. Adapun menolak syari’at yang mereka tinggalkan. dan sama saja apakah yang mereka tinggalkan itu sedikit maupun banyak. An-Nawawi XX/391). karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. meskipun mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. atau perempuan berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu’anhu dia atas dan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa berganti agama. maka harus mencari jalan yang paling tercepat untuk menggulingkannya. mereka mendapat dosa dan bagi yang tidak mempunyai kemampuan ia harus hijrah. baik ia berpindah ke agama ahlul kitab atau tidak. yaitu memberontak dan menggulingkannya dengan pedang bagi siapa saja yang mampu melakukannya. Jama’ah kecuali Muslim sedangkan dalam riwayat Ibnu Majah hanya tersebut. maka bunuhlah ia!” dan ini adalah hadits shohih. orang-orang zindiq lalu beliau membakar mereka. Ia bertanya: ”Siapa ini?” ia menjawab:”orang ini dahulu Yahudi lalu masuk Islam kemudian ia masuk Yahudi. Karena memerangi ahlul harbi saja wajib maka terlebih lagi memerangi kelompok yang telah murtad sedangkan kekafiran mereka lebih besar. bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: ”Pergilah ke Yaman!” Kemudian diikuti oleh Mu’adz bin Jabal. Jika mereka ada yang tertawan. sama asja apakah ia lahir dalam keadaan Islam atau dia dulunya kafir lalu masuk Islam atau ia menjadi Islam karena keislaman kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya. adapun jika tidak mempunyai kemampuan untuk menggulingkannya dengan pedang. maka wajib untuk dibunuh. ”Aku tidak akan duduk sampai ia dibunuh sebagai keputusan Allah dan Rasul-Nya.” Dan secara syar’I: qoth’ul Islam (melepaskan. maka imam wajib untuk memeranginya karena Abu Bakar ra telah memerangi kelompok ynag murtad. Ketika berjumpa dengannya ia diberi bantal dan berkata:”Turunlah!” Dan ternyata disampingnya ada seseorang yang terikat. dan membebaskan kaum muslimin dari kekuasaan pemerintah tersebut walaupun harus bersusah payah. maka bunuhlah ia!”) Dan dalam hadits dari Abu Musa.” (Al-‘Aziz XI/97 dan Al-Majmu’ XX/369). maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. meskipun kelompok tersebut adalah kelompok Islam. An-Nawawi berkata: “Riddah secara bahasa adalah kembali dari sesuatu menuju yang lainnya. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. Al-Mawardi berkata: ”Kondisi kedua mereka memiliki daerah sendiri yang terpisah dari wilayah kaum muslimin sehingga mereka bisa mempertahankan diri di sana. Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad-Dumaiji berkata tentang memberontak kepada pemerintah kafir dan murtad: ”Hal ini juga merupakan suatu kesepakatan para ulama’. Jika kondisi mereka seperti itu maka mereka wajib diperangi kerena kemurtadan mereka setelah sebelumnya mereka diberi penjelasan tentang Islam dan dalil-dalil dipaparka kepada mereka. An-Nawawi berkata: ”Apabila seseorang Murtad. “Barang siapa berganti dien.” (Al majmu’. hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Ubadah radhiyallahu’anhu yang telah disebutkan tadi yaitu: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 45 - - . Lalu berita itu sampai kepada Ibnu ‘Abbas maka beliau berkata: ”Kalau aku. Almawardi) ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid berkata: ”Para ulama’ telah berijma’ atas wajibnya memerangi kelompok apapun yang mempunyai kekuatan yang tidak mau melaksanakan sebuah syari’at dari syari’at-syari’at Islam yang sudah jelas dan mutawatir. maka bunuhlah ia!” (HR. ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid hal. Mereka ini wajib untuk diperangi. bagi yang mampu melaksanakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi. yang melarikan diri diburu dan yang terluka dibunuh. maka mereka diperangi sampai mereka mau melaksanakan apa yang mereka tinggalkan. Asy-Syarozi berkata: ”Dan jika sebuah kelompok murtad dan mempertahankan diri dengan kekuatan. Pertama mereka berada dibawah kekuasaan Islam dan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri. Dan sama juga apakah kemurtadannya kepada kekafiran. Mereka harus digulingkan dari kekuasaan dengan pedang. Jika mereka tetap mengakui atas wajibnya syari’at yang mereka tinggalkan.” (Al-Qulul Qoti’ fiiman imtana’a ‘anisy syroi’.”(Al-Majmu’ XX/380) Kedua mereka mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri. Dan memerangi dua macam kelompok ini hukumnya wajib atas dasar ijma’. baik ia orang merdeka atau budak. maka mereka telah murtad. Mengenai hukum bagi murtadin.

dan mereka mengatakan dalam kitab-kitab. maka tidak boleh mentaatinya dalam hal itu. Apabila ia berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah itu tidak wajib.” (Ad-Difa’. ’sesungguhmya orang murtad adalah orang kafir setelah masuk Islam baik dengan perkataan atau perbuatan atau keyakinan. yaitu bahwasanya berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah bisa berupa kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kadang hanya berupa maksiyat. Dengan demikian ia berarti kufur majazi atau kufur ashghor.” (Al-Maidah: 44) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang dholim. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi. Tapi kalau ia tidak tahu hukum Allah sementara ia sudah berusaha dan mengerahkan segala potensi untuk mengetahui hukum Allah. sebagaimana yang tersebut dalam hadits ini. ia tetap mendapatkan satu pahala karena ijtihadnya sedangkan kesalahannya diampuni. yang serius dan yang takut dan yang terkecuali adalah orang yang terpaksa. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. mereka pada hakekatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Adapun jika hal itu disebabkan oleh perkataan maka sama saja apakah orang yang mengatakan itu karena mengejek. 33) Beliau juga mengatakan setelah memaparkan pembatal-pembatal Islam: ”Dan tidak ada bedanya pada seluruh pembatal-pembatal ini antara orang yang bermain-main. maka barang siapa perkataan yang mengandung kekafiran. atau menentang atau katas dasar keyakinan. namun ia keliru maka ia dianggap bersalah. atau melakukannya atau rela dengannya dengan atas kehendaknya (bukan karena terpaksa) maka ia telah kafir. Dan inilah yang dikatakan oleh para ulama’ sunnah dan hadits. Syaikh Hamd bin ‘Atiq hal. (Fathul Bari XIII/7) Dan beliau berkata pada halaman yang lain: ”Sesungguhnya seorang pemerintah kafir itu harus dipecat menurut ijma’.” (Al-Maidah: 47) Ali bin Abil ‘Izz berkata tentang berhukum dengan selain syari’at Islam: ”Disini ada masalah yang harus direnungkan. meskipun ia membenci dalam hatinya. Dan begitu pula jika seseorang melakukan perbuatan kufur maka ia telah kafir ia tidak meyakininya dan tidak pula mengucapkannya.” (Tahdzib Syarhul ‘Aqidah Ath-Thohawiyah. Hal itu disesuaikan dengan kondisi pelakunya.” (Fathul Bari XIII/123) An-Nawawi berkata: ”Dan murtad itu bisa dihasilkan karena niat untuk kafir atau karena perkataan atau perbuatan. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. Dan hal ini sudah maklum adanya secara jela dalam kitab-kitab mereka dan barang siapa yang biasa bergaul dengan ilmu pasti ia telah mendengar sebagiannya.176) Abdul Akhir Hammad dalam mengomentari perkataan diatas berkata: ”Yang pelu diperhatikan juga bahwasanya pembagian seperti ini bermuara pada berhukum yang berarti al-qodlo’ (memutuskan) bukan dalam arti at-tasyri’ (membuat undang-undang).” Muhammad bin Sa’id Al-Qohthoni berkata: ”Adapun riddah adalah kafir setelah beriman. dan agar kami tidak memberontak kecuali jika melihat kekafiran nyata yang menjadi alasan di sisi Allah. (An-Nisa’: 65) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.” (Al-Maidah:44) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 46 - - . Namun jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang di turunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu mereka hendak berhakim kepada thogut padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thogut itu dan syetan bermaksud untuk menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya”. dan begitu pula jika ia lapang dada dengan kekafiran meskipun ia tidak mengucapkannya dan tidak pula melakukannya. Abdul Akhir Hammad hal. baik dosa besar maupun dosa kecil. 28 dan lihat At-Tasyri’ Al-Jina’I II/708 dan kitab Ar-Ridah bainal amsi wal yaum hal.’ Dan mereka telah menetapkan barangsiapa mengucapkan perkataan yang mengandung kekafiran maka ia telah kafir meskipun ia tidak meyakininya dan tidak mengerjakannya. (An-Nisa’: 60) “Maka demi Robbmu.“…. atau ia bebas memilih. maka yang demikian ini adalah kufur akbar.” (Al majmu’. bahkan wajib berjihad melawannya.” Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: ”Jika pemerintah melakukan kekafiran yang nyata.” (Al-Maidah: 45) “Dan barangsiapa yang tidal berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang fasik.. jika ia ketika mengucapkannya bukan karena terpaksa. (Yaitu hadits Ubadah yang tersebut di atas). An-Nawawi XX/369-370). Diantara bentukbentuk kekafiran itu adalah Berhukum dengan selain hukum Allah. Kaum muslimin harus melakukan hal itu. atau ia meremehkannya padahal ia yakin bahwa itu adalah hukum Allah. Karena kata hukum dalam Al-Qur’an kadang berarti al-qodlo’ sebagaimana firman Allah: “Dan barangsiapa yang tiadk berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. maka orang tersebut bermaksiat. barang siapa yang mampu mengerjakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi mendapatkan dosa dan bagi yang tidak mempunyai kekuatan wajib hijroh dari negeri tersebut.

lalu jadilah ia sebagai sebuah syri’at yang diikuti dan lebih diutamakan dari pada hukum AlQur’an dan As-Sunnah. dari Yahudi. lalu bagaimana halnya dengan orang yang berhukum dengan Ilyasa dan lebih mengutamakannya daripada hukum Allah? Orang yang melakukannya telah kafir berdasarkan ijma’ kaum muslimin. berkata: ”Dan tidak mungkin Allah menamakan orang yang berhukum dengan selain hukum Allah sebagai orang kafir lalu orang yang melakukan hal tersebut tidak kafir. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 47 - - . hawa nafsu dan segala atribut hukum buatan manusia. Oleh karena itu anda dapatkan seorang mufassir seperti Ibnu Katsir ketika berbicara tentang ayat: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. dan yang lain-lain. ditujukan kepada siapa dan apa yang dimaksud dengan kufur di sini. Hal itu dapat kita pahami dari perkataan beliau “pada peristiwa yang terjadi “ itu artinya beliau tengah membicarakan suatu kejadian yang diselewengkan oleh hakim sehingga ia tidak memutuskannya sesuai dengan hukum Allah.” (Al-Maidah:44) Beliau membahas panjang lebar tentang perselisihan para ulama’ salaf seputar ayat ini.” (Tafsir Ibnu Katsir II/68) Bahkan beliau telah menyatakan ijma’ tentang kafirnya orang menjadikan silain syari’at Allah sebagai syari’at yang dijadikan landasan hukum. Beliau mengatakan: ”Barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang telah baku yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdulloh sebagai penutup para nabi lalu berhukum dengan syari’at-syari’at lain yang telah mansukh. yang diadopsi dari raja mereka. Beliau menetapkan bahwa menyeleweng dari syari’at Allah kepada syari’at lain yang dibikin oleh manusia sendiri merupakan kekufuran yang pelakunya harus diperangi sampai kembali kepada ajaran Allah.” (Al-Maidah: 50) Ayat ini berbicara tentang hukum Allah yang berarti syari’at dan manhaj-Nya dibandingkan dengan hukum jahiliyah yang berarti syari’at dan manhaj jahiliyah.” (Lihat Al-Bidayah wan Nihayah XIII/119) Dari sini jelas bagi kita keputusan yang tegas berkenaan dengan undang-undang buatan yang menyelisihi syari’at Allah yang merasuki negeri Islam sehingga menjadi undang-undang yang mengikat mereka. sebagai mana hukum yang diterapkan oleh bangsa Tartar. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab AlBidayah wan Nihayah sebagai sanggahan terhadap kitab Ilyasa.Beliau mengatakan:”Allah mengingkari orang-orang yang menyeleweng dari hukum Allah yang muhkam dan mencakup segala kebaikan dan larangan segala keburukan. Nasrani. Tidak ada alasan lagi bagi orang yang mengaku Islam untuk mengamalkannya. mufti Arab Saudi dulu.” (Lihat ‘Umdatut Tafsir ‘anil Hafidz Ibu Katsir IV/172) Syaikh Muhammad bin Ibrohim. yang membuat Ilyasa sebagai buku yang berisi kumpulan hukum yang diambil dari berbagai hukum. lalu berpaling kepada kepada hukum yang lain berupa pemikiran. Sehingga tidak ada keputusan hukum baik sedikit maupun banyak kecuali dengan menggunakan hukum Allah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/57-62). hal itu adalah kekafiran yang nyata dan tidak ada kesamaran lagi. Diantara mereka adalah syaikh Ahmad Syakir dalam komentar beliau mengomentari perkataan Ibnu Katsir diatas: ”Sesungguhnya hukum undang-undang buatan manusia itu telah jelas bagaikan matahari di siang bolong. Jengkis Khan. tunduk kepadanya atau mengakuinya. Para muhaqqiq dari kalangan ulama’ pada masa ini menyadari hal itu sehingga mereka sehingga mereka menjelaskan hukum undangundang tersebut dalam Islam. Maka siapa saja mereka yang melakukan seperti ini. yaitu mengingkari hukum syar’i yang diturunkan Allah. dan dalam hal ini tidak ada perselisihan antara para ulama’. Dan inilah yang dimaksud dari riwayat Ibnu Abbas dan yang dipilih Ibnu Jarir. Akan tetapi sebenarnya ia tetap kafir secara mutlak baik kufur amali maupun kufur I’tiqodi” Beliau berkata: ”Adapun yang pertama yaitu kufur I’tiqodi. bahwa hal itu adalah kekufuran yang tidak perlu bantahan lagi.pengertian inilah yang dimaksud oleh Ali bin Abil ‘Izz ketika menjadikan berhukum kepada hukum kepada selain hukum yang telah Allah turunkan berkisar antara kufur akbar dan kufur ashghor sesuai dengan keadaan pelakunya. Islam dan yang lainnya. ia adalah kafir yang wajib diperangi sampai kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. ini bermacammacam: Pertama: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu mengingkari keabsahan hukum Allah dan Rasul-Nya. dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin. maka ia telah kafir. dan didalamnya juga banyak hukum yang hanya berlandaskan pemikiran dan hawa nafsu belaka. Adapun ketika mentafsirkan ayat: ‫ن نننن نننننننن ننننن‬ Maka kita dapatkan beliau sangat mempertegas masalah ini. yang tidak berlandaskan dengan syari’at Allah. Adapun arti yang kedua yaitu at-tasyri’ sebagaimana firman Allah: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki.

Di antara fenomena-fenomena adalah: Berdalih Atas Keabsahan undang-undang yang mengganti syari’at Allah dan atas penghalalan apa yang diharamkan Allah dengan atsar dari salaf ”kufrun duna kufrin”. sekaligus menyebarkan keraguan-keraguan. akan tetapi ia berkeyakinan boleh berhukum dengan hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas ? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. maka seperti ini sama saja dengan dua kelompok sebelunya. Mahkamah-mahkamah seperti ini sekarang banyak terdapat di negeri-negeri Islam yang disempurnakan. menurut Ibnul Jauzi menampakan kebathilan dalam bentuk kebenaran). dan menempatkan hukum bukan pada tempatnya serta berdusta (mengada-ada) dan aniaya terhadap Habrul Ummah Turjumanul Qur’an (Ibnu Abbas radhiallahu’anhu) dan terhadap generasi terbaik umat ini. penentangan mana yang lebih dahsyat dari penentangan perbuatan merka itu terhadap persaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. mereka jadikan sebagai hukum lalu mereka menjadikannya sebagai hukum ketika ada perselisihan.Kedua: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu tidak mengingkari keabsahan hukum Allah akan tetapi ia berkeyakinan bahwa selain hukum Rasululloh lebih baik. Keenam: Hukum-hukum yang digunakan oleh para pemimpin suku dan kabilah yang berupa cerita dari nenek moyang mereka yang mereka namakan Sulumuhum yang mereka warisi secara turun menurun. dukungan. tapi susunannya sesuai apa yang ingin saya sampaikan. penyebaran pemahaman. Di antara bantahan yang paling baik yang pernah saya lihat akan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 48 - - . Seperti ini juga tidak diragukan lagi atas kekafirannya karena ia lebih mengutamakan hukum buatan makhluk yang hanya merupakan sampah-sampah otak dan kekerdilan hukum dibanding dengan hukum Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. pengembangan. Kelima: Yaitu yang paling besar dan paling luas cakupan penentangannya terhadap syari’at dan paling berani menentang hukum-hukumnya. pengawasan. yaitu memoles kebatilan dan syahwat dengan polesan syar’i dengan mentahrif dalil-dalil atau menyembunyikannya. Orang tersebut tidak berkeyakinan bahwa hukum tersebut lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. Mereka tetap di atas hukum jahiliyah dan menolak serta benci terhadap hukum Allah dan Rasul-Nya. berbagai perundang-undangan seperti undang-undang Perancis. Ketiga: Keempat: Orang tersebut tidak sampai berkeyakinan bahwa selain hukum Allah itu sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya apalagi berkeyakinan bahwasanya hukum tersebut lebih baik. bahkan juga pemutusan dan pemaksaan paham dengan berbagai rujukan dan referensi yang dimiliki. baik secara mutlak maupun hanya terbatas pada masalah-masalah baru yang muncul sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi. ini adalah pentahrifan/pengkaburan dalil dari keadaan yang selayaknya. Ini adalah FENOMENA PENGKABURAN YANG HAQ DENGAN KEBATHILAN. Amerika. Dengan demkian kekufuran apalagi yang lebih besar dari pada itu. akan tetapi ia berkeyakinan bahwasanya keduanya sama saja. lebih sempurna dan lebih memenuhi kebutuhan manusia sebagai pemutus perkara antara mereka ketika terjadi pereslisihan. Mereka (salaf ini) tidak berbicara tentang masa kita ini dan mereka sama sekali tidak memaksudkan undangundang pengganti syari’at Allah (sekarang ini). Orang semacam ini sama saja dengan orang-orang sebelunya karena ia berkeyakinan bolehnya mengkuti hukum yang secara jelas bertentangan dengan nash. yang di mana pada akhirnya menjerumuskan kepada kesesatan dan penyesatan setelah menjelaskan makna labs (samar/tidak jelas) dan talbis (mengaburkan permasalahan. Sekarang saya akan menyebutkan beberapa fenomena pengkaburan dan penyesatan itu dengan tujuan agar kita hati-hati supaya tidak jatuh kedalamnya. disiapkan dan terbuka bagi seluruh manusia dan banyak orang yang memanfaatkannya yang pada dasarnya adalah fatamorgana. dan menghati-hatikan kaum muslimin agar mereka tidak terjerat dan terpedaya dengannya. Inggris dan undang-undang yang lain serta dari berbagai aliran bid’ah yang mengaku berpegang terhadap syareat dan lainlainnya. ia kafir keluar dari Islam karena dengan demikian ia menyamakan antara makhluq dengan Kholiq. Serta permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya juga membuat tandingan terhadap mahkamah syar’iyah baik secara persiapan. Setelah menjelaskan sebab-sebab yang bisa menghantarkan pada pengkaburan kebenaran dengan kebathilan. Saya meminta kepada Allah taufiq dan kelurusan dalam ucapan dan amalan. mahkamah mereka pun juga memiliki referensi yaitu undang-undang yang diadopsi dari berbagai ajaran. Hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan dan hanya kepada-Nyalah tempat mengadu. Sebagaimana mahkamah syar’iyah itu mempunyai rujukan dan sandaran yaitu yang semuanya berdasar kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Saya tidak begitu mementingkan susunan materi-materinya. Para hakimnya memutuskan perkara dengan hukum yang bertentangan dengan al Qur’an dan As Sunnah bahkan megesahkannya dan mengharuskan orang untuk mengikutinya. Demi Allah.

dan dalam memutuskan hukum yang berkenaan dengan darah. saya akan nukilkan seluruhnya karena sangat penting sekali: Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam Umdatut Tafsir: “Dan atsar-atsar ini -dari Ibnu Abbas dan yang lainnya adalah di antara sekian atsar yang sering dipermainkan oleh mudlalliluun (orang-orang yang menyesatkan) pada zaman kita sekarang ini dari kalangan yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dari kalangan yang lainnya yang sangat berani terhadap agama ini. dan dengannya mereka memegang. namun yang jelas bahwa orang-orang Ibadliyyah seluruhnya mengatakan: Sesungguhnya negeri orang-orang yang berseberangan dengan mereka adalah negeri Tauhid kecuali kelompok penguasa. serta (mencarikan alasan) dalam keberanian mereka mengambil undang-undang orang-orang kafir yang mereka terapkan di negeri-negeri Islam. kuat dan tegas. 12026.. Mereka berkata: Apakah itu benar? Beliau berkata: Ya. namun para pengikutnya tidak sependapat dengannya.! Saya tidak melihatnya dan kalian melihat hal ini sedang kalian tidak merasa berdosa. demi Allah. kehormatan dan harta dengan selain syari’at Allah yang telah Dia turunkan dalam kitab-Nya. dan ini teksnya: “Ya. Waba’du. dan. Tatkala dia mendapatkan kedua atsar ini. atau yang sejalan dengannya” Kemudian Ath Thabari meriwayatkan (12026) hampir sama maknanya dengan yang tadi. Allah saya berlepas diri kepada Engkau dari kesesatan. dan kepada Islam-lah mereka itu mengajak. Ada juga atsar dari Abu Mijlaz saat orang-orang Khawarij Ibadllyyah mendebatnya. apakah mereka (penguasa saat itu) memutuskan dengan apa yang Allah turunkan?” Beliau berkata: “Dia (Islam) adalah agama yang mereka yakini. kehormatan..!!! Beliau berkata: Kalian lebih layak akan hal ini daripada saya. dan mereka itu adalah golongan dari firqah Ibadliyyah (sebagaimana dalam atsar 12026). Sedangkan dalam madzhab Khawarij bahwa pelaku dosa besar itu adalah kafir. benar”. Kemudian setelah sepeninggal Abdullah Ibnu Ibadl orang-orang Ibadliyyah ini pecah banyak (sekali). Nashrani dan orang-orang musyrik. dan tatkala terjadi tahkim pada perang Shiffin dan Khawarij memisahkan diri. Kemudian mereka mengatakan juga: Sesungguhnya semua yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 49 - - . bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka itu melakukan dosa” Maka mereka berkata: Tidak. Abu Mijlaz (Lahiq Ibnu Hurnald Asy Syaibaniy As Sadusiy) adalah tabi’in tsiqah. mereka berkata: Wahai Abu Mijlaz beritahu kami tentang firman Allah: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata: Ya. dalam pengkafiran Ali karena beliau melakukan tahkim kepada dua orang (sahabat). Berkata (perawi): “Mereka berkata Wahai Abu Mijlaz.. Ath Thabary meriwayatkan (12025) dari Imran Ibnu Hudair. namun engkau merasa takut. bahwa Ali itu tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah dalam masalah tahkim.talbis ini adalah apa yang ditulis Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah ta’ala.. Mereka berkata: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata Ya. dan darah dengan selain apa yang telah Allah turunkan. ini supaya menjadi alasan bagi mereka untuk memberontak para penguasa itu. Saudara saya As Sayyid Mahmud telah menulis hal yang berkenaan dengan dua atsar ini. Saudara saya As Sayyid Mahmud Muhammad Syakir telah memberikan atas kedua atsar itu ta’liq yang sangat berbobot sekali.. Orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz adalah kelompok orang dari Bani Amr Ibnu Saduus (sebagaimana dalam AI Atsar 12025). Dua atsar ini telah diriwayatkan oleh Ath Thabariy: 12025. sesungguhnya itu adalah darul kufur menurut mereka. dan kedua sanadnya adalah shahih. berkata: “Beberapa orang dari Bani Amr Ibnu Saduus mendatangi Abu Mijlaz. sedangkan lbadliyyah adalah bagian dari jama’ah Khawarij Haruriyyah pengikut Abdullah Ibnu lbadl At Tamimiy. Dan Khawarij menetapkan bahwa hukum-hukum (yang diberlakukan kepada) orang-orang musyrik berlaku pula bagi orang-orang yang bersebrangan dengan mereka. maka mereka mendebat seraya menginginkan agar Abu Mijlaz itu merestui pendapat mereka akan kafirnya para penguasa tersebut. benar. benar. tentang perlakuan dlalim yang dilakukan oleh sebagian para penguasa. Orang yang mengamati dua khabar (atsar) ini pasti ingin mengetahui siapa orang yang bertanya dan siapa yang ditanya. dan beliau itu sangat mencintai Ali sedangkan kaum Abu Miljaz yaitu Banu Syaiban dahulunya adalah pendukung Ali pada kasus perang Jamal dan Shiffin. sesungguhnya para penebar keraguan dan fitnah dari kalangan yang berbicara dalam masalah ini pada masa sekarang ini telah mencarikan alasan (udzur) bagi para penguasa dalam meninggalkan berhukum dengan apa yang diturunkan Allah. maka termasuk yang menentang Ali adalah sekelompok orang dari Banu Syaiban dan dari Bani Saduus Ibnu Syaiban Ibnu Dzuhl. Kemudian Abdullah Ibnu Ibadl ini berpendapat bahwa orang yang bersebrangan dengan Khawarij adalah kafir bukan musyrik. langsung mereka jadikan sebagai pendapat (pegangan) yang dengannya dia menganggap benar memutuskan hukum dalam masalah harta. Dan saya merasa perlu untuk menyebutkan teks riwayat pertama Ath Thabariy ini berikut ta’liq saudara saya atas kedua riwayat itu. Mereka itu sepaham dengan kelompok Khawarij lain dalam masalah tahkim.. dan bahwa menyalahi syari’at Allah dalam masalah qadlaa ‘aam (ketentuan/hukum umum atau tasyri ‘aam) tidak membuat kafir orang yang ridla dengannya dan yang melaksanakannya. mereka (para penguasa itu) dalam sebagian keputusannya menyalahi syari’at karena mengikuti hawa nafsunya atau karena jahil akan hukum. mereka menjadikan atsar-atsar ini sebagai alasan atau pembolehan bagi qawaniin watsaniyyah maudluu’ah (undang-undang buatan yang syirik) yang telah merambah negeri-negeri Islam”. kami tidak mengetahui dari kelompok mana orang-orang yang ada dalam dua atsar ini.! Namun ayat itu berkenaan dengan orang-orang Yahudi.

atau orang munafiq yang sengaja menyesatkan yang di mana dia itu tahu akan kenyataan disekelilingnya dan (tahu bahwa kenyataan itu) tidak sama dengan kenyataan yang dibicarakan oleh salaf radliyallahu‘anhum. berupa memutuskan hukum dalam masalah harta. sehingga tidak mungkin memalingkan perkataan Abu Mijlaz dan orang-orang Ibadliyyah kepadanya. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari talbis dan mughalathah ini. Apakah ini bisa dibandingkan dengan apa yang telah kami jelaskan dalam perbincangan Abu Mijlaz bersama segolongan orang-orang Ibadliyyah dari kaum Bani Amr Ibnu Suddus…???!!! Seandainya masalah ini sesuai dengan apa yang mereka (para mubthilun) duga dalam khabar Abu Mijlaz bahwa mereka maksudkan penyimpangan penguasa pada hukum-hukum dari hukum syari’at maka sesungguhnya belum pernah terjadi dalam sejarah Islam bahwa ada hakim yang membuat hukum dan menjadikannya sebagai ketentuan (undang-undang) yang harus dipatuhi dalam penentuan keputusan. (Ini ditulis oleh Mahmud Muhammad Syakir. dan klaim orang yang berhujah akan hal itu bahwa hukum-hukum syari’at hanyalah turun untuk zaman yang bukan zaman kita ini. sehingga dia tidak mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. dikarenakan mereka itu mungkin saja maksiat dan melakukan apa yang telah diharamkan Allah. Adapun pada zaman Abu Mijlaz atau sebelumnya atau sesudahnya ada hakim yang memutuskan hukum dalam sesuatu hal seraya mengingkari hukum dari hukum-hukum syari’at atau lebih mengutamakan hukum-hukum orang kafir atas hukum-hukum Islam. Jadi jelaslah bahwa orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz itu adalah orang-orang Ibadliyyah. dan sesungguhnya tidak seorangpun yang menempatkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu atau perkataan Abu Mijlaz terhadap orang-orang yang membabat syari’at Allah pada masa sekarang ini kecuali orang yang bodoh akan kenyataan. Bisa juga memutuskan hukum itu karena ta’wil yang menyalahi ulama lainnya. maka ini tidak pernah terjadi. dan kami membebaskan sahabatsahabat Rasulullah. pertanyaan mereka itu bukan tentang apa yang dijadikan hujjah oleh para ahli bid’ah zaman kita ini. Dan oleh sebab itu beliau berkata kepada mereka dalam khabar yang pertama (no: 12025): Bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka telah melakukan dosa dan berkata dalam khabar yang kedua: Sesungguhnya mereka itu mengamalkan apa yang mereka amalkan dan mereka mengetahui bahwa itu dosa. bahkan masalahnya sudah melebihi itu semua sampai-sampai mereka itu lebih mengunggulkan hukum-hukum undang-undang buatan atas hukum-hukum yang diturunkan Allah. maka dia itu berstatus sebagai orang kafir yang bersikeras diatas kekufurannya (yang dimana) hukumannya sudah ma’ruf di kalangan para ulama agama ini”. Adapun bagian yang kedua adalah kekafiran berhukum dengan selain hukum yang Allah turunkan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 50 - - . dan ini statusnya sama dengan orang yang jahil akan syari’at. Jadi. bila dia bersikeras. dimaksudkan kepada orang-orang pada masa kita ini yang mengganti syari’at Allah dan berpaling dari memutuskan dengannya dan dari berhukum kepadanya dengan alasan tidak selaras dengan zaman mereka ini -begitu mereka mengklaim-?!” Ya Allah sesungguhnya kami berlepas diri dari pengkaburan ini. kehormatan. Umdatur Tafsir 4/156-158 dalam Tafsir Ath Thabariy 10/348 – 349) Setelah penukilan ini yang tidak memerlukan tambahan lagi. dan memalingkannya kepada selain maknanya dalam rangka membela penguasa atau sebagai hillaah (caricari alasan) untuk memperbolehkan memutuskan hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah dalam memaksanya kepada hamba-hambaNya. bukan kufur syirik dan bahwa pelaku dosa besat itu adalah kekal di neraka selama-lamanya. Dan bisa juga dia memutuskan itu karena hawa nafsu dan maksiat. maka ini statusnya sama dengan status orang yang melakukan ta’wil yang menyadarkan ta’wilnya dari pengakuan dia akan nash Al Kitab dan Sunnah Rasullah. dan darah dengan undangundang yang bertentangan dengan syariat Islam. namun dia sengaja mengkaburkan masalah dan mencampurkan yang haq dengan kebathilan dalam rangka mengikuti hawa nafsu atau karena dunia yang dia harapkan. Dan yang lain lagi adalah bahwa si hakim yang memutuskan hukum dalam qodliyyah mu’ayyanah (kasus tertentu) dengan selain hukum Allah. dan bukan tentang menggulirkan undang-undang (peraturan-peraturan) yang mengharuskan umat Islam berhukum kepada hukum selain hukum Allah dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Nabi-Nya. ini merupakan kekafiran yang tidak diragukan oleh seorangpun. keras kepala dan mengingkari hukum Allah. enggan akan aturanNya. karena mereka berada dilingkungan penguasa (sutlhan). dan turun untuk alasan-alasan dan hikmah-hikmah tertentu yang telah tiada sehingga hukum-hukum itu pun otomatis gugur karena telah tiadanya hal itu. Dan yang sedang kita hadapi sekarang adalah bentuk menjauhkan atau meninggalkan akan hukum-hukum Allah seluruhnya tanpa kecuali. dari kalangan Ahli kiblat dengan berbagai macam golongannya akan pengkafiran orang yang menyatakannya dan orang yang mendakwahkannya. serta rela dengan penggantian hukum-hukum itu. maka sesungguhnyaa dia melakukan itu bisa karena ketidaktahuan. dan lebih mengutamakan hukum-hukum orang-orang kafir daripada hukum-hukum Allah. mengutamakan hukum-hukum yang lain atas hukumhukum-Nya yang terdapat dalam Kitab-Nya dan sunnah-sunnah Nabi-Nya. maka status dia dalam syari’at ini adalah sebagai orang yang mengingkari hukum dari hukum-hukum Allah: Disuruh bertaubat.Allah wajibkan atas makhluknya adalah iman dan sesungguhnya setiap dosa besar itu adalah kufur nikmat. maka ini adalah dosa yang ditaubati dan mendapatkan ampunan karenanya. mereka bertanya hanya karena ingin memaksakan hujjah mereka kepada beliau dalam masalah pengkafiran para pejabat pemerintah (saat itu). apakah masih boleh orang mengatakan: “Sesungguhnya Ibnu Abbas atau Abu Mijlaz dengan perkataan mereka berdua. Maka perbuatan ini adalah (bentuk) berpaling dari hukum Allah. dan menelantarkan semua syari’at-syari’at Allah. Maka barangsiapa berhujjaah dengan dua atsar ini dan yang lainnya dalam bukan tempatnya. ini satu.

“Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Jalan Hisyam bin Hujair ini munkar dari dua sisi: Pertama Kedua : Hisyam meriwayatkan sendirian : Hisyam menyelisihi perawi yang lebih tsiqoh darinya Perkataan Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu.” (Al-Maidah:44) Ayat ini mencakup pengertian bagian ini. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. (Lihat: Adh-Dhu’fa’ karya Al ‘Aqily (4/337-3380. Al Maruzy telah meriwayatkan dalam Ta’zhim Qadris Shalah (2/521) dan Al Hakim dalam Mustadraknya (2/313) dari jalan Hisyam bin Hujair dari Thawus dari Ibnu ‘Abbas. Perkataan istri Tsabit bin Qois. Apabila disebutkan ‘kufur’ dan ditulis dalam bentuk ma’rifah dengan huruf alif dan lam.” Dan juga perkataan beliau: ”Kekafiran di sini bukanlah kekafiran yang kalian maksudkan. “Cukuplah perbuatan tersebut menyebabkan kekufurannya”. Ia mengatakan “dalam Islam”. Ia menunjukkan keumuman lafaz tersebut dan tidak membatasinya. maka maksudnya adalah kufur akbar. Inilah yang pasti dari Ibnu ‘Abbas ra. Ibnu Jarir (6/256). Yahya bin Mu’in Al ‘Aqily dan Al Jamah. Pada prinsipnya. dan ia mengakui atas kesalahannya dan ia juga mengakui bahwa ia telah mengikuti hawa nafsu. Dan perbuatan itu akan hanya sebagai maksiyat atau kufur ashghor atau kufrun duna kufrin jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. Kedua: Bagaimana hukumnya jika muslim membuat ktp. Adapun yang dia katakan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu bahwa ia mengatakan kufrun duna kufrin adalah TIDAK PASTI DARINYA. Diatas telah disebutkan tafsiran Ibnu Abbas “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. ini adalah qarinah yang jelas yang menunjukkan bahwa kufur di sini adalah selain kufur akbar. Islam. yang diriwayatkan oleh Bukhary (5273) dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu tidak menyelisihi kaidah ini dan tidak membatalkan prinsip yang dinyatakan dalam risalah ini. 4. “itu adalah kufur”.tidak menyebabkan pelakunya keluar dari radhiallahu’anhu terhadap firman Allah. kata kufur jika ditulis ma’rifah dengan huruf lam maksudnya adalah kufur akbar sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab Al Iqtidha’ (1/208) kecuali jika dikaitkan dengan qorinah (korelasi) yang mengubah maknanya. surat nikah. “Akan tetapi. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. Ia mengingkari atas kebenaran hukum Allah dan Rasul-Nya. aku membenci kekufuran dalam Islam”. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. 2. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi (yang ia putuskan). 3. Hisyam dianggap lemah oleh Imam Ahmad. “Itu adalah kufur” dan dalam lafazh lain “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Ia berkeyakinan boleh berhukum kepada hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. Waki’ dalam Akhbarul Qudhah (1/4) dan lainnya dengan sanad shahih. dan ia mengakui kesalahannya dan ia telah mengikuti hawa nafsu. Dalam riwayat lain disebutkan. Al Kamil (7/2569) karya Ibnu ‘Ady. sim dan suratsurat lainnya dari thaghut. meskipun ia yakin bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya itu lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum yang lain. maksudnya ayat tersebut menunjukkan keumumannya. Disebutkan pula. apakah ia sudah musyrik? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 51 - - . Perkara ini demikian jelas bagi orang yang memperhatikan. Yaitu perkaaan beliau: ”Kufrun Duna Kufrin. Pada pengertian yang kedua ini para ulama’ telah berijma’ atas kekafiran mereka dan mereka wajib diperangi sampai mereka mau kembali kepada syari’at Islam.” (Al-Maidah:44) Ibnu ‘Abbas mengatakan.” Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan.” Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al ’Ulwan Al Qosim dalam kitab Alla Inna Nashrallahi Qoriib. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. Ia akan termasuk kufur akbar yang menyebabkan dirinya keluar dari Islam jika: 1. berkisar antara kufur akbar dan kufur ashgor (kufrun duna kufrin) sesuai dengan keadaan pelakunya. Dari uraian tadi dapat kita simpulkan bahwasanya “al-hukmu bighoiri maa anzalAllah” mengandung dua pengertian: Pertama: Al-Qodlo’ (memutuskan perkara) Pada pengertian ini para pelakunya berbeda-beda hukumnya. Tahdzibul kamal (30/179-180) dan Hadyus Sary (447-448)) Abdullah Thawus menyebutkan dari bapaknya yang mengatakan: ‘Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu ditanya tentang firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. At-Tasyri’ (membuat undang-undang). Diriwayatkan oleh Abdur Razak dalam tafsirnya (1/191).

apalagi kemusyrikan dan kekafiran. Sungguh. mendengar dan taat… ” (HR. dari segala suku bangsa. karena dengan sebab kemurtaddannya maka kepemimpinannya itu lepas dengan sendirinya. Misal KTP di Republik Indonesia adalah jaminan perlindungan dari pemerintahan kafir RI kepada seluruh rakyatnya. Jadi. karena ia telah mengikuti. juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Aku memerintahkan kalian dengan lima hal sebagaimana Allah memerintahkan saya dengannya : berjama’ah. akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengancam kepada orang-orang yang mentaati orang kafir : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 52 - - . Karena seorang imam atau amir atau pemimpin itu diangkat untuk ditaati sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman. tidak boleh diberikan kesempatan untuk menguasai orang muslim. lebih baik dibayarkan dengan niat bahwa ia terpaksa karena didzalimi. haram. musyrikin atau bagi orang kafir untuk menguasai diri mereka. Orang murtad tidak memilki wilayah (saitharah). dsb. dan itu termasuk kepada hukum idari (hukum penertiban) yang di Islam sendiri dilakukan dan tidak diingkari. Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun memanfaatkan Undang-Undang Jahiliyah seperti pada hukum perlindungan dan keamanan. Misal. kafirin. Begitu juga apabila si orang kafir atau murtad ini asalnya muslim dan menjadi pemimpin (amir) bagi kaum muslimin. bahkan di mata uang pun tertera simbol atau gambar thaghut. “Dan Allah tidak akan menjadikan bagi orang kafir jalan untuk menguasai kaum muslimin”. termasuk bagi muslim. SIM. taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian” (An Nisa : 59) Di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mentaati pemimpinnya. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. Kaum muslimin tidak boleh memberikan kesempatan atau peluang bagi orang murtad.Surat-surat tersebut tidak termasuk tahakum (berhukum) kepada thaghut dan tidak termasuk setuju atau tawali terhadap hukum thaghut. maka dari itu orang kafir atau orang murtad tidak boleh menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). maka wajib atas kaum muslimin untuk melengserkannya. Semua ini tergantung dari niat dalam perbuatan yang sifatnya mubah dan disunnahkan Nabi shalallahu’alaihi wassalam. Tidak berlaku bagi hal-hal yang makruh. akan tetapi ini bermakna larangan bagi orang muslim untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi orang kafir untu menguasai kaum muslimin. kemaksiatan. (An Nisa : 141) Ayat ini sifatnya penafian. jika seseorang tidak memiliki KTP. Ada konsekuensi-konsekuensi atau sikap mukmin terhadap mereka. tentulah kamu serupa dengan mereka. sama seperti pada mata uang yang digunakan oleh bangsa Quraisy pada zaman Nabi shalallahu’alaihi wassalam (ada gambar Kaisar Romawi). daripada seorang Muslim mendapat mudharat semacam itu. menyetujui dan ikut serta di dalam kemusyrikan dan kekafiran seperti yang telah dijelaskan secara jelas di bagian terdahulu. (an Nissa :140) Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Banyak sekali konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan terhadap musyrikin. seperti orang-orang sesat yang masuk parlemen dengan niat maslahat dakwah. orang yang sudah murtad atau sudah kafir atau sudah keluar dari Islam (baik karena melakukan syirik akbar. Ahmad dan At Tirmidziy. Jika dia tidak mau menanggalkan kepemimpinannya atau tidak mau turun dari jabatannya sebagai pemimpin atau amir maka wajib atas kaum muslimin untuk mencopot jabatannya. Gugur hak perwalian atau penguasaannya terhadap kaum muslimin a. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). beliau menerima perlindungan dari Abu Thalib. Misal. shahih) Jadi keberadaan pemimpin adalah untuk ditaati. lalu dalam perjalanannya dia murtad dari Islam. Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. maka daripada memperoleh kedzaliman yang lebih besar dari thaghut. jika tidak ditunaikan maka bisa jadi hartanya disita atau terancam. Allah Ta’ala berfirman. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. agama. taat dan berwala’ kepada hukum dan pemerintahan bangsa Quraisy. lebih baik ia memanfaatkan hukum tersebut untuk kemaslahatannya. maka orang tersebut akan mendapat sanksi hukum dari thaghut. tapi ini hanyalah pemanfaatan saja untuk menjauhi mudharat. tidak termasuk kepada hukum syar’i. Bukan hanya di surat-surat. di antaranya : 1. yang sifatnya duniawi dan ada konsekuensi-konsekuensi yang bersifat ukhrawi (akhirat). kufur akbar ataupun berikrar untuk pindah agama). Surat Nikah. Konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan di dunia ini. dalam hal perpajakan yang seorang muslim sulit mengelak dari kedzaliman thaghut ini. Tetapi bukan berarti Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam setuju.

ketika muslimah tersebut mau menikah. misalnya menjadi Anggota Dewan di DPR/MPR atau dia menjadi anshar thaghut (tentara/polisi). umpamanya shalat dibelakang anggota MPR/DPR atau polisi atau tentara atau anshar tahghut yang lainnya. Orang murtad tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin atau amir atau presiden atau hal-hal yang seperti itu. Gugur hak pengasuhannya (pengurusan terhadap anak) Bila salah seorang dari orang tua. Sedangkan setiap orang yang mengurusi anak. sebelum mereka beriman. tapi kalau dia murtad dari Islam maka amal-amal yang dilakukannya.“Hai orang-orang yang beriman jika kalian mentaati orang-orang kafir tentu mereka mengembalikan kalian ke belakang (murtad)” (Ali Imran : 149) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam atau menghati-hatikan kepada orang muslim dari mentaati orang kafir. baik tidak mengetahuinya karena tidak melihat hal-hal yang membatalkan keislaman dari imam tersebut (Masturul Hal) walaupun hakikat sebenarnya si imam itu orang kafir. Keberhakkan dalam perwaliannya sudah gugur. Tidak boleh shalat (bermakmum) di belakangnya Kita tidak boleh shalat di belakang orang kafir atau orang murtad. seperti ikut berpartisipasi dalam Pilpres. walaupun dia menarik hatimu. (Al Baqarah : 221) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 53 - - . Pilkada dll. shaum atau yang lainnya adalah tidak sah. Misalnya si imam tersebut adalah sebenarnya anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai. bahwa jika kalian mentaati orang-orang kafir. Orang muslim tidak dibolehkan menikah atau menikahkan dengan orang yang sudah murtad atau keluar dari Islam dengan bentuk kemurtaddan apa saja. maka wajib diturunkan oleh kaum muslimin. maka si ayah ini –dalam Islam– tidak memiliki perwalian dalam nikahnya karena dia sudah murtad dari Islam. Bagi orang yang mengetahui bahwa imamnya itu orang kafir atau pelaku syirik akbar. namun kita tidak mengetahuhi bahwa si imam itu anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai maka shalat kita bermakmum kepadanya tetap sah. dan bila dia tidak mau turun. dia tidak boleh dibiarkan menjadi pemimpin ketika dia sudah murtad dari Islam. maka berarti kepemimpinan orang murtad atau orang kafir atas kaum muslimin itu dilarang. dan jihadilah mereka itu dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”. Dan Allah Ta’ala juga menghati-hatikan dalam firman-Nya : “Maka janganlah kamu mentaati orang-orang kafir. maka orang kafir ini akan mengembalikan kalian ke dalam kekafiran atau ke dalam kemurtaddan. karena dia sudah mengetahui bahwa shalatnya si imam tersebut tidak sah. Tidak boleh menikahinya dan tidak boleh menikahkan seorang muslim dengannya. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. dan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang bagi orang muslim untuk memberikan kekuasaan kepada orang kafir. akan tetapi karena si imam itu tetap menampakkan keislaman. zakat. baik ayah atau ibu murtad dari Islam. Bila ada seorang muslimah memiliki ayah. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. Seorang ayah dilarang menikahkan puterinya yang muslimah atau laki-laki menikahkan saudarinya kepada laki-laki yang murtad atau yang kafir. maka orang yang shalat di belakangnya adalah sah. karena kita tidak diwajibkan untuk menanyananyai apa dan bagaimana tentang si imam tersebut. berarti tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin. Gugur hak perwalian dalam masalah pernikahan. dan ketika dia sudah menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin kemudian dia murtad. (Al Furqan : 52) Jadi. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. Oleh sebab itu orang muslim tidak boleh ikut serta mengangkat orang kafir sebagai pemimpin. kemudian ayahnya ini murtad karena melakukan kemusyrikan atau hal-hal apa saja yang membatalkan keislaman. karena orang kafir atau orang murtad segala amal-amalnya tidak sah karena syarat sah seluruh ibadah adalah Al Islam atau orangnya bertauhid. Ini dikarenakan kepengurusan anak memberikan jalan bagi dia untuk menguasai anaknya yang masih muslim ini. walaupun dia menarik hatimu. baik itu shalat. Kita tidak diwajibkan umtuk mengorek-ngorek keyakinan si imam. baik itu murtad karena mendukung syirik hukum atau pun melakukan syirik tumbal dan sesajian atau yang lainnya. karena hal ini adalah sebuah bentuk pengangkatan orang kafir untuk menjadi pemimpin. 3. yang mana dia menjadi imam shalat. bila dia melindungi diri dengan kekuatannya maka wajib atas kaum muslimin untuk memerangi kelompok yang melindunginya dengan segenap kemampuan. ini berbeda dengan orang yang tidak mengetahui bahwa imamnya ini orang kafir. mengangkat orang yang akan menerapkan atau memberlakukan hukum thaghut terhadap manusia. dikarenakan tidak boleh ditaati. sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. sedang kekafiran dia yang sebenarnya dihisab di sisi Allah. maka tidak diberikan hak dalam pengasuhan anaknya. 2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang untuk mentaati orang kafir. sedangkan orang murtad walaupun dia mengaku Islam atau melakukan amalan-amalan shalih. maka tidak boleh shalat di belakang dia. maka kepemimpinannya lepas dengan sendirinya. mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya”. maka dia akan berupaya untuk mendidik anak tersebut di atas keyakinan yang dia anut.

dan sembelihan ahli kitab halal bagi kalian dan sembelihan kalian halal bagi mereka” (Al Maaidah : 5) 5. Apabila dalam masa iddah si perempuan kembali kepada Islam. dan ada yang berpendapat tidak perlu dilakukan akad nikah kembali. ada yang mengharuskan kembali akad dengan mahar yang baru dengan wali dan saksi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik. Tidak boleh memuliakannya atau mengagungkannya Karena orang-orang murtad itu adalah orang-orang yang sudah dihinakan oleh Allah. maka si laki-laki boleh kembali kepadanya tanpa perlu akad nikah kembali. Ada kaidah fiqh yang mengatakan bahwa hukum asal sembelihan itu adalah haram kecuali yang dibolehkan oleh syari’at. Adapun jika mereka mengucapkan salam terhadap kita maka boleh dijawab dengan “Wa ‘alaikum”. maka di sini ada dua pendapat para ulama. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengatakan : “Dan janganlah kalian memegang ikatan (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir” (Al Mumtahanah : 10) Bila asal keduanya atau pada awal penikahannya adalah muslim. 6. sembelihan orang murtad. dan yang rajih (kuat) –wallahu a’lam– adalah pendapat yang mengatakan tidak perlu akad kembali –jika si wanita tidak menikah dengan laki-laki yang lain sehabis masa iddahnya–. Wajib bara’ (berlepas diri) dari mereka Bara’ di sini adalah membenci dan memusuhinya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan tentang orang yang membuat sembelihan untuk tumbal : ”Hewan ini haramnya dari dua sisi : Pertama. maka tidak boleh orang muslim memuliakan orang kafir. maka tidak boleh kita muliakan. Jika setelah beberapa waktu masa iddah berlalu dan salah satunya baru kembali kepada Islam. Dan sebagian ulama membolehkan menjawab dengan jelas jika mereka mengucapkannya dengan jelas pula. apalagi dengan orang murtad. Jadi. lalu kemudian di tengah perjalanan si perempuannya murtad atau si laki-lakinya murtad. maka jangan kalian mengucapkan salam terhadap mereka” . At Tirmidzi. ini berdasarkan apa yang terjadi saat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ setelah enam tahun. orang kafir sudah Allah hinakan. 4. Dia (‘Abul ‘Ash) masuk Islamnya enam tahun setelah masa iddah Zainab berakhir sebagaimana atsar yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : “Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ dengan nikah yang terdahulu dan tidak mengadakan akad nikah lagi”. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. sedangkan orang yang sudah dihinakan oleh Allah. yaitu sembelihan orang muslim atau sembelihan ahli kitab. dan Allah menyiapkan bagi mereka ‘adzab yang menghinakan. orang muslim tidak boleh mengucapkan salam kepada orang-orang kafir. tapi yang disepekati adalah jawaban wa ‘alaikum. dan kedua karena hewan itu sembelihan yang diperuntukan untuk selain Allah”. bukan orang yang asalnya muslim kemudian murtad dan masuk Nashrani atau Yahudi atau murtadnya karena melakukan pembatalpembatal keislaman lainnya seperti orang yang melakukan tumbal atau sesajian atau mendukung demokrasi dan hukum-hukum buatan lainnya. Tidak boleh mengucapkan salam terhadap mereka Ini karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam hadits Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu : “Janganlah kalian mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani” dalam satu riwayat dikatakan : “Jika kalian menjumpai orang-orang musyrik. memuliakan orang kafir adalah haram… 7.Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang wali menikahkan wanita yang dalam perwaliannya kepada orang-orang kafir atau musyrik atau orang murtad. Abu Dawud. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 54 - - . jika masih dalam masa iddah lalu si laki-laki tersebut kembali kepada Islam maka si perempuan boleh menerima kembali si laki-laki tanpa akad yang baru. maka pernikahan tersebut lepas dengan sendirinya. dan begitu juga si ayah atau saudara atau laki-laki yang memiliki perwalian kepada perempuan tidak boleh menikahkan perempuan tersebut kepada laki-laki musyrik. Ibnu Majjah dan di shahihkan oleh Imam Ahmad dan Al Hakim) Jika tadi di awal Allah melarang menikahi wanita-wanita musyrik sampai mereka beriman. Haram sembelihannya Orang murtad haram sembelihannya. Begitu juga apabila yang murtadnya itu si laki-laki. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Dan barangsiapa yang telah dihinakan oleh Allah. maka tidak seorangpun yang memuliakannya” Hajj : 18) (Al Jadi. sedang yang Allah halalkan sembelihannya hanyalah sembelihan orang muslim atau sembelihan orang yang terlahir dari Ahli Kitab.

maka bunuhlah” (HR. Begitu juga bagi orang murtad yang bersifat thaghutiyyah. maka Rasul mengatakan : “Ya Allah. Jadi kita harus berlepas diri dari mereka karena mereka adalah orang yang sudah Allah vonis kafir. Orang murtad tidak diakui hidupnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Barangsiapa yang murtad dari Islam. dan bukan dari orangnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kamu tidak akan menemukan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul-Nya walaupun mereka adalah ayah mereka. dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim” (Muttafaq ‘alaih dari Usamah bin Zaid ra ). ketika kita berlepas diri dari orang musyrik dengan sikap kita terhadap orang muslim yang melakukan maksiat. Jika orang murtad secara individu di darul Islam (Negara Islam) maka akan dipanggil dan dinasehati supaya taubat dan diberi tenggang waktu. akan tetapi langsung diperangi oleh Pemerintahan Islam. maka ini tidak dinasehati atau disuruh taubat terlebih dahulu. karena pentingnya berlepas diri dari orang atau pelakunya. makanya Allah meniadakan keimanan dari orang yang menjalin kasih sayang dengan orang-orang murtad atau orang kafir. dari orangnya dan dari perbuatannya. Ini adalah yang dinamakan bara’. Asy Syu’araa : 216 ) Bila dengan orang kafir dikatakan : “Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah”. dan begitu juga sebaliknya. Bukhari Muslim). Jika orang murtad di Negara Islam maka di samping dibunuh orangnya. jika ada seorang muslim sedangkan ayahnya murtad lalu si ayah tersebut meninggal dunia. anak mereka. 9. Disini ada perbedaan. karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir. sedangkan jika dengan muslim yang maksiat maka kita berlepas diri dari perbuatannya atau dari maksiatnya. akan tetapi diterima saja karena dikhawatirkan diambil oleh orang lain. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) Allah mendahulukan berlepas diri dari orangnya.“Telah ada pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya suri tauladan yang baik bagi kalian saat mereka mengatakan kepada kaumnya : “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. beliau membunuh orang yang tidak layak untuk dibunuh. jika dia bertaubat maka dilepaskan lagi dan jika tidak bertaubat. Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Bila mereka maksiat kepada kamu (Muhammad). maka oleh Abu Bakar mereka langsung diperangi. maka harta yang jatuh ke tangannya bisa digunakan untuk kepentingan dirinya atau kepentingan kaum muslimin. dan atas kerelaan dia. maka itu adalah bukan sebagai bentuk warisan. maka dibunuh. karena mereka memiliki kekuatan (tentara dan senjata) maka ini juga langsung diperangi saat kaum muslimin memiliki kekuatan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 55 - - . Akan tetapi dalam kondisi zaman ini (di saat tidak adanya Baitul Mal). Akan tetapi jika yang murtad itu sifatnya berkelompok dan memiliki kekuatan untuk melindungi diri dari hukum Islam meskipun di wilayah Negara Islam. mereka murtad dan mengikuti pemimpinnya dan mereka juga mempunyai pasukan dan kekuatan. maka apabila ada harta yang diberikan kepadanya. memusuhi dan membenci kepada orang dan perbuatannya. Tidak boleh saling mewarisi dengan orang muslim Misalkan dalam sebuah keluarga muslim ada anaknya yang murtad. Kita harus berlepas diri dari musyrikin. saya berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh Khalid”. jika orang muslim yang melakukan maksiat maka kita berlepas diri hanya dari perbuatannya dan bukan dari orangnya. Ini sebagaimana yang terjadi di zaman Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu 'anhu tatkala memerangi kelompok Musailamah Al Kadzdzab kaum Banu Hanifah di Yamamah. karena bisa jadi orang berlepas diri dari perbuatannya. saudara mereka atau kerabat mereka” (Al Mujaadilah: 22) Jadi Allah mengatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak mungkin menjalin kasih sayang dengan orang yang murtad atau dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. tapi tidak berlepas diri dari orangnya. maka katakanlah sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian lakukan” (QS. Ketika Khalid ibnul Walid melakukan kesalahan dalam peperangan. 8. hartanya juga diambil untuk Baitul Mal. orang-orang murtad. maka si anak yang murtad ini tidak berhak mendapatkan warisan dari si ayah tersebut. dan karena Allah mewajibkan untuk memerangi mereka dengan sebab mereka (para thaghut) itu adalah musuh yang telah masuk dan bahkan telah mengakar di negeri-negeri kaum muslimin. lalu ayahnya meninggal dunia.

keluar dari Islam”. dan di antara syarat-syarat itu adalah mereka harus mau bersaksi bahwa orang yang mati di antara mereka adalah masuk neraka. maka kita tidak boleh ikut menshalatkannya. Makna dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah adalah kafir terhadap thaghut. Konsekuensi-Konsekuensi di Akhirat : 1. tapi boleh mengatakan “dikhawatirkan dia di ‘adzab di akhirat”. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) “Jika mereka taubat” adalah taubat dari kemusyrikannya atau dari kethaghutannya. umpamanya ada polisi atau tentara atau anggota dewan mati sewaktu dalam dinasnya. karena orang murtad tidak ada harganya lagi sebab dia sudah menghinakan dirinya sendiri dengan kekafiran atau kemurtaddannya. Begitu juga bagi orang yang suka membuat tumbal atau sesajian. Orang murtad jika mati tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : ”Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selamanya” (At Taubah : 84) Bukannya dapat pahala tapi justru mendapatkan dosa jika kita menshalatkannya. Jadi kalau orang muslim yang baik dan taat tidak boleh dipastikan masuk surga kecuali jika ada dalil yang khusus. akan tetapi oleh Khalifah Abu Bakkar tidak diterima kecuali jika mereka mau menerima syarat-syarat yang di ajukan oleh Abu Bakar dan disepakati oleh para shahabat. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. dan orang yang tidak mau taubat atau dia bersikukuh di dalam kemusyrikan dan kethaghutannya maka berarti dibunuh… Demikianlah konsekuensi-konsekuensi yang dikenakan bagi orang murtad di dunia. Ini adalah bila yang sifatnya kelompok. maka itulah yang diperangi terlebih dahulu. ketika mereka terdesak hingga akhirnya menyerah dan minta damai dengan mengirim utusan Buzakhakh. Ketika di perang Badar. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Tidak halal darahnya orang muslim yang bersaksi tiada tuhan yang berhak diibadati selain Allah dan aku adalah rasul Allah kecuali dengan salah satu dari tiga hal. zina muhshan. apabila orang muslim yang bertauhid meninggal dunia dan jika semasa hidupnya dia adalah seorang yang taat. atau anggota MPR/DPR atau Hakim/Jaksa mati di atas kemusyrikan dan kethaghutannya. tangkaplah mereka. Ketika Khalifah Abu Bakar radhiyallahu’anhu memerangi kelompok murtad para pengikut Musilamah Al Kadzdzab. Sedangkan dalam ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. dan intailah di tempat pengintaian. muslim yang fasiq juga tidak boleh dipastikan masuk neraka. 4. Beliau langsung memasukkan mereka ke dalam sumur Badar. bukan dinasehati agar bertaubat.“Hai orang-orang yang beriman. Orang murtad dibunuh karena dia tidak kafir kepada thaghut. seadanya saja dengan pakaian yang menempel sewaktu mati. maka kita tidak boleh mengatakan bahwa “si fulan ini calon penghuni surga”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrikin itu di mana saja kalian dapatkan mereka. tapi boleh mengatakan “Mudah-mudahan dimasukkan ke surga”. kepunglah mereka. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak mengubur orang-orang musyrik yang mati dalam perang sebanyak 70 orang. Al Bukhari dan Muslim). qishash. Tidak boleh dido’akan Orang yang mati di atas kemurtaddannya atau kemusyrikannya atau kekafirannya haram dido’akan atau memintakan ampunan dari Allah baginya di akhirat. bila dia belum taubat lalu mati di atas kemusyikannya maka dia tidak boleh dishalatkan. akan tetapi jika orang kafir atau orang murtad. Muslim dari Abu Malik Al Asyja’iy). (HR. ini adalah haram karena dia orang kafir. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidak layak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 56 - - . Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Para thaghut hukum dan ansharnya adalah orang-orang kafir yang paling dekat dengan kita. sedangkan orang murtad tidak kafir kepada thaghut. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah maka haram darah dan hartanya. maka kita tidak boleh mengatakan “si fulan calon penghuni neraka”. karena orang kafir atau orang murtad sudah Allah pastikan masuk neraka. Dan jika orang muslim itu semasa hidupnya sering melakukan maksiat. akan tetapi diperangi… Orang murtad kenapa dibunuh ? karena halal darah dan hartanya. maka kita boleh memastikan bahwa dia calon penghuni neraka. Dipastikan sebagai calon ahli neraka Jika orang murtad mati di atas kemurtaddannya. sedangkan perhitungannya atas Allah” (HR. tapi langsung apa adanya dimasukkan ke dalam sumur. 3. maka boleh dipastikan masuk neraka… 2. Tidak dimandikan dan dikafani terlebih dahulu. Tidak boleh dishalatkan Bila ada anshar (kaki tangan) thaghut seperti polisi atau tentara mati sewaktu dinas.

dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lobang jarum. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan” (Al A’raaf : 40) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala tentang keharaman musyrikin masuk ke dalam surga. Haram masuk surga Orang murtad tidak mungkin masuk surga bila dia mati di atas kekafirannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. mereka kekal di dalamnya”. Dan yang lebih haram lagi adalah mengatakan kepada orang murtad “almarhum” atau “almarhumah” yang artinya orang yang dirahmati. 5. maka turunlah ayat tadi di atas. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”.(Al Baqarah : 217) Dan bahkan para rasul diancam Allah bila mereka melakukan kemusyrikan : “Seandainya mereka melakukan kemusyrikan tentu lenyaplah amalan yang mereka lakukan” (Al An’aam : 88) Ini adalah ancaman kepada para rasul. jika saja kepada orang muslim yang baik kita tidak dibolehkan mengucapkannya. karena mereka sudah hina dan tidak berharga lagi. beliau shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : “Saya akan memintakan ampunan kepada Allah untuk engkau selama saya tidak dilarang”. (Al Bayyinah : 6) 7. shaum. (At Taubah : 113) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan buat ibundanya yang meninggal dalam keadaan musyrik. lalu dia mati dalam kekafiran. lalu dia mati dalam kekafiran. walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya. (Al Baqarah : 217) 8. mereka kekal di dalamnya”. infaq. haji. Tidak boleh dikubur di pekuburan kaum muslimin Orang murtad jika dia mati. tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. Akan tetapi kita hanya dibolehkan mengucapkan rahimahullah (semoga Allah merahmati) kepada orang muslim yang baik. dan yang lainnya itu hapus sia-sia : “Barangsiapa yang kafir setelah dia beriman maka hapuslah amalannya. zakat. dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi”. maka apa gerangan dengan kita…?! Dan bahkan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri Allah mengatakan : “Andaikata kamu (Muhammad) melakukan syirik maka lenyaplah amalan kamu” (Az Zumar : 65) “Yang demikian itu disebabkan karena mereka membenci apa yang Allah turunkan. maka Allah hapuskan amalan mereka” (Muhammad : 9) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 57 - - .orang musyrik. tapi Allah melarang dan tidak memberikan izin. sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam”. Dan ketika Abu Thalib yang terkenal suka membela Rasulullah itu meninggal. dan mereka itulah penghuni neraka. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. maka dia tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang zhalim. 6. maka terlebih lagi terhadap orang murtad. mereka kekal di dalamnya. “Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah. Amal ibadahnya hapus Segala amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang murtad seperti. maka sungguh Allah telah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. dan mereka itulah penghuni neraka. (Al Maaidah : 5) “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. Mereka kekal di dalam neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya.…” (Al Maaidah : 72) Bahkan Dia Ta’ala mencela musyrikin kafirin sebagai seburuk-buruk makhluk.

maka otak yang ada di kepalanya mendidih. 2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Dan di hari kiamat ketika orang-orang kafir sudah masuk ke dalam neraka. kitab Ash Shorimul Maslul. kitab Syarah Ashli Dienil Islam. mereka berkata dengan penuh penyesalan : “tidak ada yang memberikan syafa’at bagi kami” (Asy Syu’araa : 100) “Tidak bermanfaat bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at”. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.com http:\\abuqital1@wordpress. kitab Mishbahuzh Zhalam. 5. 17. Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. 16. Allah ridla terhadap orang yang akan diberikan syafa’at. Syaikh Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz. (Al Mudatstsir : 48) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Setiap nabi mempunyai do’a yang mustajab dan setiap nabi sudah menyegerakan untuk memakainya di dunia ini. dan kedua. 3. 10. atau bahkan sedikit saja membenci ajaran Allah. 19. semua akan memberikan syafa’at dengan izin Allah. 18. akan tetapi ini tidak berlaku bagi orang yang mati di atas kekafiran. juga orang-orang shalih. http:\\millahibrahim@wordpress. kitab Al Bidayah Wan Nihayah. 11. dari yang asalnya neraka yang paling dasar diganti dengan sandal dari api neraka yang mana bila dipakai. Syaikh Hamd Ibnu Athiq. Tidak mendapatkan syafa’at Orang murtad tidak mungkin mendapatkan syafa’at di akhirat dari para nabi dan malaikat yang diizinkan Allah akan memberikan syafa’atnya. Pertama. Fathul Bari Ibnu Katsir. Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan. Majmu At Tauhid. Syaikh Muhammad. kitab Ad Durar Assaniyyah. 14. Ibnul Qayyim.com DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 58 - - . 7. 4. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad. sedangkan syarat untuk mendapatkan syafa’at adalah Allah ridla kepada orang yang akan diberikan syafaat. kitab Risalah Fie Ma’na Thaghut Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. 9. sedangkan Allah tidak meridlai kekafiran. tapi hanya diringankan ‘adzabnya saja. (HR. kitab Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid. kitab Minhajut Ta'siis.Jika orang membenci ajaran Allah. 3. Sedangkan orang yang paling ringan ‘adzabnya di akhirat mengira bahwa dirinya adalah orang yang paling berat ‘adzabnya. 12. Itu pasti didapatkan Insya Allah oleh orang yang mati di antara umatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. kitab Majmu Al Fatawa. dan syarat ridla ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan : “Dan mereka (malaikat) tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah” Anbiya : 28) “Dan Dia tidak meridlai kekafiran bagi hamba-Nya” (Az Zumar : 7) Allah tidak ridla dengan kekafiran. Situs Islam 1. kitab Ibthal At Tandid. maka itu adalah suatu bentuk kemurtaddan. 8.com www. kitab Majmu’ah tauhid. dan saya simpan do’a mustajab saya ini sebagai syafa’at bagi umat saya di hari kiamat. keluar dari Islam dan hapus segala amalannya. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. (Al Referensi Kitab 1. 13. orang-orang yang mati syahid dan anak kecil yang meninggal. 9. 2. kitab Thariqul Hijratain. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. kitab An Nubuwwat. Melacak Jejak Thaghut. kitab Risalah Nawaqidlul Islam. Al-Hafidz Ibnu Hajar. itupun bukan dalam bentuk dikeluarkan dari api neraka. Kitab Taisir. izin dari Allah terhadap orang yang akan memberikan syafa’at.arrahmah. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. Ini karena syafa’at itu memiliki syarat. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab. 15. 6. Muslim) Satu-satunya orang kafir yang mendapatkan syafa’at hanyalah Abu Thalib.

Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 59 - - . nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? 7. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? 6. Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? 2. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. 2. Kepemimpinan Islam dan Baiat untuk masuk Islam secara benar menurut kitabullah dan sunnah. Adapun pertanyaan dalam Pasal Aqidah Islamiyah ini adalah sebagai berikut. maka segala hukum seperti jinayah. Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin. maka apa sebabnya? 14. Maksudnya. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. qishos dan had mesti diberlakukan ? 10. Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih? 13. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Bila itu benar. Jamaah Tauhid. Jinayah dan Hudud. Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? 3. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. Jamaah Mujahidin Darr al Islam ? 15. 1. Apakah benar mengenai perkataan. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? 9. jaga saja diri sendiri dan keluarga”? 8.PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Visi Kajian : 1. Mengapa syahadatain harus diikrarkan dihadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? 16. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri ) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. Apakah wajib memiliki pemimpin? 5. Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Jamaah Muslimun. Jamaah Islam. Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? 12. artinya bila sudah ada Imam. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? 11. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? 4. Tabligh : Menjelaskan mengenai Aqidah Islamiyah (Ikatan Islam).

Tirmidzi. 1758) “Jama‘ah adalah rahmat dan berpecah belah adalah adzab. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih jami’ Shaghir no. hijrah dan berjihad di jalan Allah Ta‘ala. apalagi setelah kita memahami kajian tauhid pada pasal pertama pembahasan ini bahwa jamaah & kepemimpinan Islam adalah bentuk kemulkiyahan Allah di muka bumi. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. 4. Barangsiapa yang berniat jahat. Shahih Targhib wa Tarhib no.17. (At Taubah : 119) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allah. Allah ta’ala berfirman. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan lima hal kepada nabi Yahya bin Zakariya –salam baginyauntuk dikerjakan … dan aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang Allah perintahkan kepadaku yaitu. dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh ? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. dan dia lebih jauh dari dua orang. ta‘at. Tangan Allah Ta‘ala bersama jama‘ah. Mentabayyuni (membaca. “Sesungguhnya Allah ridha jika kalian berpegang teguh dengan tali-Nya dan tidak berpecah belah. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. dan ulil amri di antara kamu. karena sesungguhnya setan itu bersama satu orang. 5. Nasa-I. 5530 dan Takhriju Misykatul Mashabih no. Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. Ibnu Hibban. berjama‘ah. (An Nisa : 59) Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. Barang siapa yang menginginkan intinya surga hendaknya mengikuti al Jama‘ah. 3694 dari Ath Thayalisi dan Ibnu Khuzaimah) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 60 - - . Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. mendengar. Ibnu Abi Ashim dishahihkan oleh Syaikh al Albani) Dari Harits bin Harits al Asy‘ari bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? Wajib. Ahmad. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. 2. Al Hakim dan Bukari dalam at tarikh.” (HR.” (HR Muslim) “Hendaknya kalian mengikuti al jama‘ah dan jauhilah perpecahan.” (Hadist shahih sunan at Tirmizi no. 1721. 3. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah.” (HR. dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran : 103) Hai orang-orang yang beriman.

shaum dan mengaku muslim. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. (HR Ibnu Majah) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran. siapakah satu golongan itu?". 7.Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Beliau menjawab: "Al-Jama'ah".” (HR. dan tidak ada ketaatan kecuali dengan bai’at. kemudian dia mati. dinyatakan bahwa yang selamat itu ialah jama'ah. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. tentu harus mengetahui apa yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam beserta para shahabatnya. Kedua. tiada jamaah tanpa kepemimpinan. zakat. Membuat undang-undang pemerintahan (Piagam Madinah) serta mempertahankannya dengan kekuatan senjata. Jamaah Islam pasti dibenci dan diperangi oleh penguasa thaghut. Sudah baro'ah/berlepas diri dari struktur pemerintahan thaghut yang bertolak-belakang dengan hukum-hukum Allah Ta’ala. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera ashabiyyah atau marah karena ashabiyyah. Jamaah Islam yang didirikan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di Mekkah tidak terdaftar di pemerintahan thaghut. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. untuk memahami garis furqan. Muslim) Umar bin khatab radhiallahu’anhu berkata. tiada kepemimpinan tanpa ada ketaatan." (HR. Semuanya di neraka kecuali satu. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjah (alasan membela diri). Dengan demikian pada akhirnya golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya itu akan tetap eksis dan akan memperoleh kemenangan. tidak samar dalam menentukan mana kawan dan mana lawan. “Tiada Islam tanpa jamaah. seperti diantaranya yaitu: 1." (HR. dalam hadits itu disebutkan yang masuk syurga (selamat) hanya satu. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. 2. kita perhatikan empat hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di bawah ini: "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. “(HR. Hanya mengikuti kitabullah (wahyu) yang diimplementasikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam.S. (Yusuf : 103) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 61 - - . 5. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at (kepada pemimpin). satu golongan masuk surga dan tujuh puluh dua golongan masuk neraka". 6. 3. Jumlah anggotanya (umat) sedikit dan tertindas.8:73) militer dalam struktur kepemimpinan tersendiri sehingga jelas. Muslim) Dari hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas itu diambil tiga kesimpulan : Pertama. Muslim) “Dien ini akan senantiasa tegak. “Dan mayoritas manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. 9. Tirmidzi dan Thabrani) Dari 'Auf bin Malik ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. artinya bahwa yang kelompok yang lurus dalam tauhid akan selalu "tetap ada".” Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? Setelah dijelaskan dan memahami pasal kajian tauhid. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. Shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. sehingga terjadi "yaqtuluuna wa yuqtaluun" (membunuh atau terbunuh). maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. 8. Untuk menilai golongan manakah yang pada waktu ini bisa disebut sebagai jamaah yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. dan yang disebut jama'ah itu ialah golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhiallahu’anhum. Beliau ditanya: "Ya Rasulullah. orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Barangsiapa yang mati. Melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala. Sudah bantu membantu menyusun kekuatan (Q. sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. 4. Memiliki institusi & kepemimpinan yang independent (tidak bekerjasama dengan thaghut). Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. atau berdakwah untuk ashabiyyah.” (HR.

“…kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. artinya kita tidak bisa menunggu mereka yang ngaku beragama Islam. Sebab itu umat Islam Indonesia pun tidak menunggu seluruh umat manusia di mana pun yang tidak bercita-cita untuk Islam. artinya dalam memproklamasikan kedaulatan Islam tidak menunggu yang golongan banyak yang mana masih dalam kegelapan. yakni mereka yang mengikuti jejak Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersamanya. "Jangan menyangka akan masuk syurga sebelum mengalami penderitaan seperti orang-orang yang terdahulu. bukan juga mengamalkan syariat dengan dipilih yang enaknya saja. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Dalam riwayat lain) Orang-orang sholih yang jumlahnya sedikit di tengah masyarakat yang rusak. Melainkan. Hal ini telah dijelaskan dengan panjang lebar.S. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).48:29). bahwa yang disebut mengikuti jejak (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu ialah yang dalam praktek. Adapun tentang keberpihakan umat ini kepada thaghut. dan amat sedikitlah mereka ini. dirasakan pula oleh musuhmusuh Islam sehingga 'setan-setan' pun merasa adanya "Asyid daa-u 'alal kuf-fari” (Q. 1273. padahal belum pernah datang kepadamu malapetaka yang pernah diderita oleh orang-orang yang terdahulu dari kamu? Mereka menderita kesengsaraan. tetapi berkasih sayang sesama mereka. Dengan itu sungguh tidak berdasar. Orang yang bermaksiat di antara mereka lebih banyak dari orang-orang yang taat. shaum. Oleh karena itu. jika untuk mempraktekkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu harus menunggu semua golongan bersatu. “Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal kehadirannya. bukan hanya menyampaikan dalildalil kepada orang lain sedang diri tidak melakukannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing. pahami dulu tauhid niscaya akan terlihat penyimpangan mareka.60:4). yakni yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. zakat. tetapi tidak menjalankannya. Ini jelas menyelisihi kitabullah dan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam. sehingga nyata dirasakan oleh diri. kafirin) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Ketiga. dan terjadilah penderitaan sebagaimana dalam Qur-an Surat 2 Al-Baqarah ayat 214!". Karena mereka sudah melakukan syirik akbar.61:2).S. Semua sudah tahu bagaimana hukumnya bagi yang sudah tahu adanya perintah-perintah dari Allah. bukan cuma mengemukakan dalil. jelas dan terang pada kajian tauhid terdahulu. dalam Al-Qur'an surat 2 Al-Baqarah ayat 214 dinyatakan yang bunyinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk ke dalam syurga. kemelaratan. menyelisihi millah Ibrahim yang baro’ah (berlepas diri) terhadap musyrikin (QS. walaupun mereka shalat. Adapun dalam ayat di atas itu mengingatkan kita. 1619) 10. ”Orang-orang yang tetap baik ketika masyarakat sudah rusak. yakni memproklamirkan Negara Islam yang didalamnya menyatakan berlakunya hukum Islam sehingga resikonya memperoleh gempuran dari pihak yang anti penerapan hukum Islam secara keseluruhan. bahkan jamaah Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun tidak terdaftar di Pemerintahan Kafir Quraisy. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil.” (Silsilah Ahadits Shahihah no. bukan hanya bicara dalil tanpa perbuatan (Q. tetapi ideologinya bukan Islam. jihad dan mengaku muslim. Umat Islam pada zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam adalah golongan minoritas." (Al Baqarah : 214) Dalam hadits yang dikemukakan tadi di atas bahwa yang masuk syurga itu hanya satu. (Al Fath : 29) Sebab." (Shaad : 24) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Dalam hadits itu bahwa golongan yang selamat hanya satu." "Karena dipraktekkan oleh Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersama beliau. goncang-goncangan dahsyat. Siapakah mereka wahai Rasulullah. Para shahabat bertanya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 62 - - . telah diisyaratkan oleh Nabi dalam hadist shahih. tidak kafir kepada thaghut. Hal demikian telah menggentarkan dunia yang bukan Islam pada waktu itu. yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Bersikap keras serta menjengkelkan thaghut (musyrikin. Sebab itu bahwa yang disebut "Sunnah" Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu. bahwa yang disebut mengikuti jejak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya itu. "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah! Sesungguhnya pertolongan Allah selalu dekat. hanya satu golongan. sampai rasul dan orang-orang yang beriman besertanya menanyakan. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? Mengenai harokah atau jamaah yang terdaftar di pemerintahan thaghut maka hal ini sudah diketahui status hukumnya secara dzahir yaitu organisasi (tanzhim) dan anggotanya sama dengan mereka (anshorut thaghut) dan bergelar musyrikin. tetapi mempraktekkan apa yang diperbuat beliau. Beliau menjawab. walaupun mereka berniat demi mashlahat dakwah.

Baihaqi. Adapun bagi mereka yang mengklaim “kami telah kafir kepada thaghut dan berhala Pancasila”. Abu Daud no.” (Al Mukminun : 71) “Apakah kamu tidak perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka berhakim kepada thaghut. dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. (Majmu Fatawa 28/180) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. HR.“Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala (Pancasila -penj) dan setiap kabilah (kelompok. Dan ijtihad mereka ini batal karena mengikatkan diri dengan kekafiran adalah kekafiran. atau “kami mengkafirkan para penguasanya”. “Jika tiga orang keluar dalam safar hendaklah mereka mengangkat salah satu sebagai pemimpin. (HR. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Setiap orang yang diikuti adalah ulil amri. mereka lalu menyiarkannya. karena mereka terikat dan mengikatkan diri dengan pemerintahan thaghut. tentulah orang.orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Dalam disiplin ilmu ushul fiqih. sunnah.” (An Nisa‘ :83) Allah Ta‘ala memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para pemegang urusan mereka. Dari Abdullah bin Amru bahwasanya Tidak halal bagi tiga orang berada di suatu daerah yang kosong (padang pasir) kecuali mereka harus mengangkat salah satu sebagai amir (pemimpin) mereka. sesat yang nyata. (HR. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Hendaknya setiap orang yang wajib taat kepada ulil amri tersebut untuk mentaatinya selama dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mentaatinya selama dalam kemaksiatan kepada Allah. Maka urusan jihad sebagai sebuah urusan penting dalam dien juga harus dikerjakan lewat kepemimpinan seorang imam (khalifah saat khilafah masih tegak) atau amir (pimpinan) organisasi jihad ketika khilafah tidak ada. “kami tidak setuju dengan hukum kafir”. bahkan mereka seperti anjing piaraan menjadi objek berbagai partai politik dalam kancah pesta pemilihan pengaku tuhan-tuhan (arbab) atau Pemilu. Juga dari Abu Hurairah . ormas. 2454. setiap jamaah. juga dari Abu Hurairah) Imam Syaukani menerangkan makna hadits ini: “Hadits-hadits ini menyebutkan disyariatkannya bagi setiap kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai pemimpin karena hal itu membawa keselamatan bagi mereka dari perselisihan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 63 - - . ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya. Al Bazzar dan Al Haitsami dalam Majma’u Zawaid 5/255. siap membela nusa dan bangsa kaum musyrikin. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. kemudian mereka terjun kepada parlemen thaghut dan pesta demokrasi. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil 8/106 no.” (Al Ahzab : 36) “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka. perang). “Hai orang-orang yang beriman. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Muslim) Hadist tersebut dapat kita saksikan sekarang. baik ulama (urusan syar‘i) maupun umara‘ (urusan dunia. dan bergabung dengan kemusyrikan. mereka bergabung dengan pemimpin kaum musyrikin (pimpinan thaghut/pengusung dien demokrasi -penj).” (An Nisaa : 60) Apakah wajib memiliki pemimpin? Wajib. dan semua yang ada di dalamnya. menyetujui dan berperan aktif untuk melaksanakan undang-undang kafir mereka. dan fatwa ulama-ulama yang mengikuti salafus shalih dalam pasal Kajian Tauhid. yang terdaftar di Institusi Thaghut (pemerintahan musyrikin) hakikatnya mereka telah menerima.” (An Nisa‘ :59) “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan. 2608 dan Abu ‘Iwanah. “tetapi karena kami berniat demi maslahat dakwah”. ormas. Maka hendaklah setiap ulil amri memerintahkan dengan apa yang diperintahkan Allah Ta‘ala dan melarang dari apa yang dilarang Allah Ta‘ala. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. 763) Dari Abu Sa‘id Al Khudri bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. jamaah) dari umatku ini. mengikuti. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. ijma sahabat dan tabi’in. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. hal ini disebut dengan isyaratu nash. pasti binasalah langit dan bumi ini.” (HR. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Perintah ini berarti juga perintah untuk mengangkat pemimpin dan mentaati mereka. kelompok atau harakah yang mengklaim “mujahid Islam”. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka. dan ulil amri di antara kamu. rela berada dalam naungan berhala mereka (Pancasila). Ini telah dibahas secara terang menurut kitabullah. hakikatnya mereka tetap masih belum kafir kepada thaghut. Allah Maha Raja Diraja Yang Maha Suci berfirman.

tanpa mesti harus menunggu pengangkatan komandan baru dari imam. pasukan berhak mengangkat seorang di antara mereka yang mempunyai kemampuan memimpin tugas sebagai komandan baru. haji. Jika mereka tidak melakukan hal itu. Uqbah berkata. menegakkan keadilan. Padahal susah atau tidak susah. yakni tidak mau susah banyak mikir. Imam Ibnu hajar berkata : Hadits ini menunjukkan bolehnya mengangkat komandan perang meski tidak diangkat (ditunjuk) oleh khalifah. ketika seorang komandan pasukan yang ditunjuk oleh imam tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. perselisihan akan sedikit dan tercapailah kesepakatan (persatuan). Beliau bersabda. mereka melaksanakan arahan dan perintahnya serta menjauhi larangannya. pada Hari Kiamat tiap diri akan didatangkan pimpinannya. maka tentunya mengangkat komandan jihad di saat tidak ada khalifah lebih boleh lagi. (Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari 7/653. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merestui mereka dan menggelari shahabat Khalid sebagai saifullah. 2387) Hadits ini menunjukkan. Jika kepemimpinan ini diperintahkan atas tiga orang yang berada didaerah kosong (padang pasir) atau sedang melakukan safar. untuk mengingatkan wajibnya mengangkat pemimpin untuk seluruh perkumpulan lainnya. Ketika ketiga komandan yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam (Zaid bin Haritsah . Ini sama persis dengan peristiwa perang Mu‘tah. karena satu sama lain saling membutuhkan. diperbolehkan.” (Ghiyatsul Umam Fi At Tiyatsi Adh Dhulam hal. Dengan adanya kepemimpinan. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? Memang harus diangkat oleh Khalifah. perkataan terkesan/bernada yang putus asa. Ketika pulang ke Madinah. Dari Uqbah bin Malik bahwasanya Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam mengutus sebuah pasukan perang kemudian pasukan ini mempersenjatai salah seorang di antara mereka dengan pedang.Abdulllah bin Rawahah radhiallahu’anhum) terbunuh. padahal ia tidak ditunjuk oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Allah ta‘ala juga telah mewajibkan amar ma‘ruf nahi munkar. dan setiap perkumpulan harus ada pemimpinnya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam … (beliau menyebutkan hadits-hadits diatas). maka menjadi kewajiban penduduk setiap daerah untuk mengangkat seorang imam dari kalangan orang yang berkemampuan .menyebabkan kehancuran. 387) Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. Demikian juga halnya dengan seluruh perintah lain yang Allah wajibkan seperti jihad. Dengan tidak adanya kepemimpinan.Ja‘far bin abi Thalib . menegakkan sholat ied dan menolong orang-orang yang terdzalimi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mewajibkan mengangkat seorang pemimpin dalam sebuah perkumpulan paling kecil (3 orang) dan paling sebentar dalam perjalanan. para shahabat sepakat mengangkat Khalid bin Walid radhiallahu’anhu sebagai komandan perang. Bukhari no. Jika demikian halnya dengan pasukan jihad yang diberangkatkan oleh imam. Perhatikan Firman Allah yang bunyi-Nya: "(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra’:71) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 64 - - . dan hal itu tidak mungkin sempurna kecuali dengan imarah (kepemimpinan) dan kekuatan. bukankah dengan pasukan jihad di zaman tidak ada imam lebih berhak lagi? Imamul Haramain Al Juwaini mengatakan. mereka akan ragu-ragu dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban penting dan kebingungan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi. setiap orang akan memaksakan pendapatnya dan berbuat sesuai hawa nafsunya sendiri sehingga mereka akan binasa. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? Perkataan semacam itu biasanya muncul dari satu di antara empat keadaan seseorang: Pertama. Jika suatu masa vacum dari seorang imam. qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah). “Apakah kalian tidak bisa mengangkat salah seorang di antara kalian sebagai pemimpin ketika pemimpin yang kutunjuk tidak menjalankan perintahku?” (Shahih Sunan Abu Daud no. Ketika pulang. 4262) Bila menganggkat komandan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada khalifah dengan alasan kondisi genting dan jauhnya khalifah dari pasukan. Seandainya anda melihat ketika Rasulullah mencela habis-habisan kami. HR. Hadits ini menjadi dasar bahwa kaum muslimin harus mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai komandan yang menggantikan posisi khalifah sampai khalifah datang. Maka yang wajib adalah menjadikan kepemimpinan sebagai sebuah dien (ajaran dien). mikir atau tidak mikir. Tetapi jika Khalifah tidak ada dan/atau suasana sudah genting dan darurat maka boleh mengangkat pemimpin. menegakkan sholat Jum‘at. “Sebagian ulama telah mengatakan.” (Nailul Authar 8/257) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Harus diketahui bahwa mengendalikan urusan manusia termasuk kewajiban dien yang paling agung. maka perintah untuk mengangkat pemimpin atas kelompok yang terdiri dari lebih dari tiga orang yang tinggal di desa-desa dan kota-kota dan dituntut untuk menunaikan hak-hak dan mencegah kedzaliman di antara sesama mereka. Kemaslahatan manusia tidak akan sempurna kecuali dengan berkumpul (berorganisasi) di antara mereka. bahkan dien dan dunia tidak akan tegak tanpa adanya kepemimpinan. Imam Ath Thahawi mengatakan. hukumnya lebih wajib lagi.” (Majmu’ Fatawa 28/390-392). karena mendekatkan diri kepada Allah dalam kepemimpinan dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya merupakan bentuk mendekarkan diri yang paling utama.

Berdasarkan ayat di atas itu, sadar atau tidak bahwa di bumi ada dua kepemimpinan. Yakni, jika diri tidak berada dalam kepemimpinan yang haq, berarti berada dalam kepemimpinan batil. Dengan itu sekalipun bagi yang tidak merasakan dalam suatu kepemimpinan maka kepadanya tetap akan didatangkan saksinya yaitu pemimpin, terlepas dari apakah itu yang bathal atau yang haq. Dalam AlQur'an surat 90 ayat 10 dinyatakan yang bunyinya : "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan". Dengan itu jelas bila tidak dalam yang haq, berarti dalam bathil. Jika tidak dalam kepemimpinan Islam, pasti berada di bawah kepemimpinan thaghut. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpinnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(Al Baqarah : 257) Kemudian, sehubungan dengan saksi di Akhirat, kita perhatikan lagi ayat yang bunyinya: "Dan bagaimanakah (jadinya) nanti jika diri tiap-tiap umat kami datangkan seorang saksi, dan kami datangkan engkau sebagai saksi terhadap mereka ?" (An Nisa : 41). Sebuah riwayat menerangkan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu: "Bacakanlah al Qur'an untukku!" Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu menjawab: Yaa Rasulullah, bagaimana aku membacanya untuk engkau, sedangkan AlQur'an itu turun kepada engkau?" Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menerangkan: "Aku ingin mendengarnya dari yang lain". Kemudian Abdullah bin Mas'ud membacakan surat An-Nisa. Sesaat sampai pada ayat di atas tadi (An Nisa’:41), Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berkata: "Cukuplah sekarang!" Ketika Abdullah bin Mas'ud menolehnya, tampak air mata beliau berlinang-linang. Ada lagi riwayat yang menyebutkan bahwa ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menambahkan perkataannya : "Sebagai saksi selama aku berada di tengah-tengah mereka...". Dari keterangan tersebut itu dimengerti Bahwa Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam akan menjadi saksi nanti di akhirat terhadap perbuatan umatnya sewaktu masih dipimpin olehnya, tetapi sesudah mereka ditinggalkan wafat oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, maka persaksian itu bukan haknya lagi. Pada hari kiamat kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan dikejutkan oleh orang-orang yang sewaktu hayat beliau dipandang sebagai orang-orang yang tetap ta'at pada Hukum-Hukum Allah, tetapi sesudah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam itu wafat, dan mereka itu menghadapi macam-macam cobaan, ternyata dari perbuatan mereka itu diantaranya banyak didorong oleh nafsu duniawi, sehingga melanggar aturan-aturan Islam. Mengenai mereka itu kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan berkata kepada Allah SWT sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Isa ‘alayhissalam: "...aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu". (Al Maaidah:117) Lebih lanjut kita perhatikan ayat yang bunyinya: "Allah berfirman:"Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain ....".(Al Araf:24) Dari ayat di atas itu dimengerti, disadari atau tidak bahwa di dunia ini terjadi permusuhan. Yaitu antara Hizbullah (Q.S.5:56) dengan Hizbusyaithan (Q.S.58:19), antara yang taat sepenuhnya terhadap hukum Allah dengan manusia-manusia yang mendurhakai-Nya. Pengertian mengenai "syaitan" yaitu suatu sifat bagi makhluk yang melanggar peraturan/hukum dari Allah, yakni yang terdiri dari jin dan manusia. Perhatikan Firman Allah Ta’ala yang bunyi-Nya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (menyesatkan). Jikalau Robbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka kerjakan" (Al An’am : 112) Dari ayat itu dipaham bahwa setiap manusia yang menentang berlakunya seluruh hukum Allah, maka adalah "syaitan" dan jelas berada pada jalan thaghut, terlepas dari apapun namanya, dan terus mengadakan kegiatan dengan saling membantu antara mereka. Dengan demikian jelas ada pemimpinnya. Dari ayat itu juga dipaham bahwa golongan syaitan dari jenis manusia itu adalah umum, artinya tidak mesti dengan nama yang khusus, tetapi bisa saja dengan sebutan yang sesuai dengan kondisi dan situasi zamannya. Dengan demikian dalam versi apapun namanya, baik itu mengatas-namakan Islam atau bukan, tetapi jika keberadaannya tidak memiliki ketegasan memihak kepada yang sepenuhnya ta'at terhadap Allah, maka tetap dalam kepemimpinan "syetan" alias thaghut! Dalam arti tidak memiliki "Furqoon". Sebab, bagaimana akan bisa menjalankan hukum-hukum Allah, jika tidak ada pemimpinnya?

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
65 -

-

Satu contoh saja, yaitu dalam Qur'an surat 5 ayat 89 tertera mengenai "Kaffarat" bagi yang melanggar sumpah yang uraiannya ialah: 1. Memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa diberikan kepada keluarga si pelanggar sumpah. 2. Atau memberi pakaian kepada mereka (untuk sepuluh orang). 3. Atau juga memerdekakan seorang budak (sekarang ini bisa disetarakan kpd yang senilai dengan itu). 4. Jika tidak sanggup melakukan yang sedemikian, maka hukuman/kaffaratnya puasa selama tiga hari. Dalam memutuskan hukum yang harus dipilih dari yang 4 di atas itu haruslah ada hakim untuk mengadili dan menilai kemampuan yang sebenarnya dimiliki oleh si pelanggarnya. Tentu, bagi yang tidak punya pemimpin, maka memilihnya ditentukan oleh yang sesuai dengan keinginan dirinya. Sehingga: Lapornya juga kepada dirinya sendiri. 1. Dihakimi oleh diri sendiri. 2. Divonisnya pun oleh diri sendiri, sehingga bisa dicari-cari mana yang enak atau ringan, walau dia mampu. Disitu pula setan menyelinap pada dirinya. Memang ringan tidak diketahui oleh orang lain, tetapi dimanakah letaknya nilai taubat serta keikhlasan diri untuk menjalankan hukum secara dhohir? Pribadi mu'min tidak lepas dari kewajiban memiliki pemimpin. Apalagi untuk menjalankan hukumhukum seperti "Hudud (Q.S.5:38), Qishas (Q.S.5:45), Jinayah (Q.S.24:2)". Bisa tegaknya hukum-hukum itu jika tegak kedaulatan Islam. Bisanya tegak kedaulatan Islam jika didahului oleh adanya kepemimpinan yang "Furqan", Sebab itu bila tidak butuh dengan kepemimpinan sedemikian, bukanlah seorang Islam, sebab tidak menjalankan Qur'an surat An-Nisa ayat 59. ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” Kedua, jelas, keluar dari yang belum paham tata-cara jihad dalam Islam. Mengapa? Karena, perkataan ini muncul biasanya dari yang kelelahan mencari pemimpin. Apalagi jika yang diikuti selama ini adalah orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu dengan aturan Islam, berangan-angan melamunkan seorang pemimpin ideal. Akhirnya bergonta-ganti pimpinan, maka ujung ceritanya adalah kenyataan di atas: "Sudahlah tidak usah meributkan pimpinan, yang penting kerja saja!" Padahal jihad itu harus dibawah komando Imam. Para sahabat saja sampai terpaksa menunda pengurusan jenazah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam. terlambat dua hari setengah, karena menunggu wujudnya kepemimpinan guna melakukan jihad fisabilillah. Ketiga, bisa juga perkataan di atas tadi itu timbul dari perasaan bahwa ibadahnya sudah sempurna atau tidak lagi mempunyai dosa, karena anggapan cukup dengan menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan. Sehingga merasa tidak perlu adanya pemimpin. Hampir banyak yang hapal akan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang bunyinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan tepat perhitungan waktunya, diampunilah baginya apa-apa yang terdahulu daripada dosanya." (H.R.Bukhori-Muslim) Pengertian dari hadist di atas, yaitu dia berpuasa sesuai dengan aturannya, juga posisi dirinya berada dalam kepemimpinan yang terpisah dari kepemimpinan yang memusuhi hukum Islam. Umpama saja seorang guru kelas 2 S.D. 6 berkata kepada muridnya: "Barangsiapa yang bisa menggambar mobil seperti gambar mobil ini maka akan memperoleh hadiah buku tebal ini". Jelas, hadiah cuma diberikan kepada yang berhasil mengerjakannya dari murid kelas 2 S.D. 6. Jadi, tidak masuk akal kalau ada murid dari kelas atau sekolah lain menggambar mobil memperoleh hadiah buku tebal yang dijanjikan oleh guru kelas 2, S.D. 6 tadi. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak mengemukakan adanya kewajiban berpuasa kepada para pengikut Abu Jahal cs. Karena itu, apa yang disabdakannya juga tidak ditujukan kepada yang masih mengabdikan dirinya bagi "Kebangsaan Quraiys Makkah" sehingga anti pemerintahan Islam di Madinah. Tidak ditujukan kepada yang anti terhadap negara yang didasari Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Tidak ditujukan kepada yang beriman akan sebagian ayat serta ingkar kepada sebagiannya. Tidak pula ditujukan kepada mereka yang menjadi alat pemerintahan yang anti terhadap hukum-hukum Al-Qur'an sehingga ikut terlibat menjegal tegaknya hukum Islam secara keseluruhan. Sungguh tidak ditujukan kepada mereka, sebab terhadap mereka yang sedemikian itu telah dinyatakan dalam Al-Qur'an diantaranya yaitu: Mereka adalah dzalim (Q.S.5:45), mereka adalah kafir (Q.S.5:44), mereka adalah fasik (Q.S.5:47), mereka adalah kafir yang sebenarnya (Q.S.4:150-151), mereka adalah yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan tempat mereka adalah Jahannam (Q.S.4:97), dan mereka adalah yang terputus segala amalannya karena membenci hukum-hukum Allah (Q.S.47:9). Dalam hadist di atas tadi disebutkan "didasari keimanan", maka apakah bisa disebut beriman, jika terlibat membela tegaknya hukum-hukum jahiliyah (Q.S.5:50)? Sedangkan banyak ayat yang menunjukkan bahwa tidak dinyatakan beriman sehingga menegakkan semua peraturan Allah (Q.S.5:68, S. 15:90-93).

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
66 -

-

Selama belum kiamat, selama itu pula semua hukum-hukum Al-Qur'an menjadi kewajiban kita menegakkannya. Sebab itu, para "shoimiin (pelaku shoum)" harus dapat menempatkan dirinya pada wadah (jamaah) yang benar-benar tepat, sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Nabi saw, sehingga amalan Ramadhan-nya tidak terhapus, serta sesuai dengan yang dimaksud dalam "Tauhid". Ke-empat, perkataan di atas tadi muncul dari orang yang tidak mengerti tentang pentingnya nilai kepemimpinan dalam Islam. Bila menyusun Shaf tanpa harus mempertimbangkan dasar kepemimpinan, maka atas dasar apa penyusunan itu dilakukan? Atas dasar inisiatip pribadi? Ya, kalau pribadi bisa-bisa seribu pribadi jadi pemimpin, bahkan lebih dari seribu.... Bila dasarnya inisiatip maka ini jelas bukan logika Umat Islam yang mendasarkan dirinya pada keta'atan yang lengkap pada Allah, Rasul dan Ulil Amri (S.4:59). Bagaimana bisa tertib kepemimpinan, kalau awalnya saja sudah tidak teratur. Syarat berdirinya negara, salah satunya adalah adanya pemimpin. Jika syarat utama ini diabaikan/dianggap tidak mendesak, maka secara langsung orang yang berpendapat begitu, meruntuhkan negara itu sendiri. Jadi, perjuangan apa yang sedang disusun itu? Sepanjang sejarah sunnah, gerakan ummat itu muncul dari adanya pemimpin. Sebelum adanya kesatuan muslimin, baik itu di Makkah ataupun di Madinah, didahului adanya pemimpin. Menjawab pertanyaan di atas tadi, perhatikan lebih dahulu ayat-ayat di bawah ini: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orangorang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al Hadid : 16) "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa : "Hai kaumku, bukankah Robbmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Robbmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?". (Thaahaa : 86) Dari kedua ayat di atas itu diambil arti, sebagai mukmin harus bisa bertahan dalam berpegang pada ketetapan Allah, meski waktu telah begitu lama melampauinya. Jika dikaitkan dengan lamanya diri mencari kejelasan pimpinan, sementara belum juga mendapatinya maka dalam hal itu tidak boleh berkata yang menyalahi dari ketetapan Allah, seperti halnya sudah tidak perlu adanya pemimpin. Mestinya, jika diri sudah berusaha mencari pemimpin yang sebenarnya sedangkan belum juga didapati, maka berkatanya pun harus mengandung unsur perlu adanya pemimpin sehingga padanya didapat "nilai kesabaran". Perhatikan ayat yang bunyinya : "Dan di antara mereka kami jadikan pemimpin untuk memberi petunjuk dengan perintah kami pada waktu mereka sabar. Dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami." (As Sajdah : 24) Meskipun ayat di atas itu terkait dengan kisah Bani Israil, namun sejarah tadi termaktub dalam AlQur'an, maka sudah seharusnya segenap Ahlul Qur'an mengambil hikmah. Ayat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa munculnya pemimpin sebagai kekuatan de fakto adalah hasil proses kesabaran yang panjang. Untuk jelasnya kita ulangi lagi ayat yang bunyinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik." (Al Hadid :16) Ayat di atas itu mengingatkan kita (khususnya pembaca) bahwa setiap mukmin hendaknya bersegera menerima kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka. Jangan seperti Yahudi/Nasrani, dimana ketika datang kebenaran pada mereka, hati mereka bukan terbuka, malah menutup dan mengeras saking lamanya mereka berketerusan dalam kegamangan tanpa informasi. Ujung ayat dijelaskan bahwa menolak kebenaran yang baru datang , dan tetap berpegang pada informasi lama yang gamang tadi akan menjadikan keliru dalam melangkah dan mengambil keputusan, jadilah orang fasik dalam pandangan-Nya. Naudzubillaahi min dzalik.

Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin, jaga saja diri sendiri dan keluarga”?
Terlebih dulu saya kemukakan ayat yang bunyinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (Perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6)

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
67 -

-

Apabila seseorang tidak berada dalam kepemimpinan yang haq. ya. Tiap diri mu'min yang sudah baligh wajib menegakkan hukum-hukum Allah secara keseluruhan. 2484. Dengan itu wajib ada pemimpinnya. Yang pertama adalah diri sendiri... lalu kita hanyut terbawa oleh keluarga.R Muslim) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Abani hafizullah menerangkan: "Perkataan 'pimpinan mereka' di hadits ini yang dimaksud adalah Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah 'alaihis salam sebagaimana yang bisa dilihat dalam hadits-hadits lain. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? Dalam menjawab pertanyaan di atas itu. sama wajibnya dengan menjalankan Sholat yang lima waktu." ('Abasa : 33-37) Dengan ayat itu juga dipaham bahwa kewajiban menjaga keluarga itu soal kedua. sehingga orang-orang terakhir dari mereka ini memerangi al-Masih Dajjal". artinya jika sudah diri sendiri baru keluarga. Keluarga juga diajak supaya menjadi sama dengan kita. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. terus berlaju tanpa mesti menunggu anggauta keluarga yang tidak mau. penulis akan mengemukakan tiga hadits di bawah ini: "Dari Imran bin Hushain Radiyallahu 'anhu. sesungguhnya anakku termasuk keluargaku. Lihat petikan ayat di bawah ini yang bunyinya: ". sebagaimana Nabi Nuh –salam baginya. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya : "Dan Nuh berseru kepada Rabbnya seraya berkata : "Ya. berarti dalam yang bathil. radhiyallahu'anhu berkata: "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Akan tinggal Dajjal di bumi sampai waktu yang dikehendaki Allah.. mereka itu selalu tampil dengan kebenaran sampai hari kiamat. Tuhanku. jangan sampai keluarga yang sudah tidak mau. yakni wajib memiliki pemimpin. sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian yang lainnya sebagai pimpinan sebagai pemulyaan Allah terhadap umat ini. melainkan harus dengan secara bersama-sama. mereka mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya: "Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangsakala yang kedua). sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik." (H. kita tetap harus menjaga diri sediri. Abu Daud. Di akhirat pun diri bertanggung jawab hanya oleh dirinya sendiri. Sebab itu janganlah kamu memohan kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekatnya). jika masih dalam yang bathil berarti tidak menjaga diri dari neraka. dia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang berperang atas kebenaran.Dari ayat itu diambil arti bahwa menjaga diri sendiri itu kewajiban yang pokok. "Dari 'Abdillah bin Mughoffal. Dan seandainya diantara mereka ada yang tidak mau. Untuk yang kedua ini bagi kita hanya sekedar usaha memelihara sebisa mungkin sesuai dengan batas kemampuan. Maka Isa menjawab: "Tidak. Hanya menegakkan hulum-hukum Allah itu harus dengan bersama-sama. pimpinlah kami menunaikan shalat". yakni "kamu sekalian"." Kemudian beliau bersabda: "Maka Nabiullah Isa 'alaihis salam turun. kemudian turunlah Isa bin Maryam yang membenarkan Nabi Muhammad dan berada di atas millah (syari'at)nya dan sebagai hakim yang adil. dan sesungguhnya janji Engkaulah yang benar. Imam Ahmad dalam Musnad) "Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma.Demikianlah makna menjaga diri sendiri. No. (H R.." (Huud : 45) "Allah berfirman:"Hai Nuh. dari ibu dan bapaknya. dari isteri dan anak-anaknya. (Huud : 46) Dengan ayat itu dimengerti bahwa soal keluarga artinya kalau mereka sudah tidak mau untuk berada dalam kepemimpinan Islam. kita tetap menjaga diri dengan kata lain. bab Fi Dawamil Jihad. dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallama bersabda: 'Terus menerus dari umatku ada sekelompok orang yang berpegang di atas dasar kebenaran. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya.maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu. adapun berhasil atau tidak hal itu bukan urusan kita. maka beliau membunuh Dajjal. sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan).. Dan Engkau Hakim yang seadil-adilnya. namun tentu harus melalui pertimbangan sesuai dengan situasi dan kondisinya." (At-Tabrani dalam Al-Kabir & Al-Baihaqi dalam Al Ba'ts) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 68 - - ." (Al Maaidah : 48) Menjalankan hukum-hukum Allah tidak bisa dengan cara bersendirian. Sesungguhnya aku memperingatkan kapadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang jahil". Perintahnya juga "Kum". maka berkatalah pimpinan mereka (yakni pimpinan kelompok pejuang kebenaran itu) kepada Isa: "Kemarilah.

Dalam Perang Qodisiah. qishos dan had mesti diberlakukan ? Tidak benar! Melainkan. Apakah benar mengenai perkataan. Artinya. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan Nabi Isa –salam baginya-. bahwa hukum tidak boleh dilaksanakan di daerah yang dikuasai musuh. Sehingga bala tentara Imam Mahdi memerangi bala tentara Dajjal. Sehingga akhirnya Nabi Isa as itu membunuh Dajjal itu. ia menerjang musuh dengan gesitnya. puluhan musuh terbunuh olehnya. maka kita tidak bisa lepas dari kewajiban kita untuk memiliki Imam/pemimpin pada waktu sekarang. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. yang benar yaitu bilamana kondisi dalam berperang atau sedang berada dalam wilayah yang sedang dikuasai musuh. bilamana selesai berperang ia masih hidup. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. akan diminta pertanggung-jawaban oleh Allah dari hal kehidupan sekarang. Ketika itu Sa'ad bin Abi Waqqos sedang luka-luka tidak memimpin perang. Kita tidak tahu kapan datangnya hari kiamat. Jinayah dan Hudud. dirinya akan kembali untuk diikat kakinya. Imam Mahdi hanya akan mempertanggungjawabkan umatnya yang pada zaman menjelang kedatangan Dajjal mendekat hari kiamat. maka Abu Maljam melompat ke atas kuda Sa'ad. Jadi. Abu Maljam dihukum lalu dibebaskan. Jadi. namun dinaikkan ke atas sebatang pohon. Melihat hal itu. Abu Maljam ditemui sedang minum Khamar oleh Sa'ad bin Abi Waqqos. Ada Malaikat! teriak seorang shahabat. yakni sudah mendekati hari kiamat. Azauza'i juga yang lainnya menentukan. Musuh yang dihadapinya merupakan musuh yang berat yang tidak bisa dihadapi oleh kita sekarang. artinya bila sudah ada Imam. bahwa dalam kondisi demikian. yaitu menjelang turunnya Nabi Isa –salam baginya. artinya Imam Mahdi tidak bertanggung jawab kepada kehidupan kita sekarang. hal itu urusan nanti. karena anda mengandalkan datangnya Imam Mahdi. Abu Maljam meminta kepada Ibna Hafsah supaya dilepaskan kakinya dengan janji. Sa'ad bin Abi Waqqos berkata: "Demi Allah. Ishak bin Ranaiwah. Abu Daud). sebagai alat penguji keimanan umat muslimin ditakdirkan oleh Allah dengan membawa keluar-biasaannya. maka hal itu berarti anda sekarang tidak merasa diperintah Allah untuk memerangi musuh-musuh Islam pada zaman sekarang. Dan sezaman dengan turunnya Nabi Isa a.Dari tiga hadits itu dipaham bahwa yang disebut "Imam Mahdi" yaitu yang datangnya pada akhir zaman sewaktu sudah mendekati hari kiamat. atau kapan datangnya Dajjal yang disebutkan dalam hadits tadi. maka segala hukum seperti jinayah. dan dirinya dikerumuni orang. Khalifah Umar bin Khathab mengumumkan pelarangan terhadap pelaksanaan hukum dera di waktu perang.s. bilamana dirinya membelot kepada musuh. pasti akan kupotong tanganmu". Abul Qosim Al-Khroqi dalam risalahnya meriwayatkan bahwa Bisyr bin Arthaah menangkap seorang tentara (mujahid) yang mencuri barang miliknya. maka tentu pemimpin muslimin yang menerimanya juga "bukanlah yang tidak ma'shum" seperti pemimpin kita sekarang. Ataukah memang anda bersikeras ingin menunggu berperang melawan bala tentara Dajjal? Mestinya anda bersyukur ditakdirkan oleh Allah. tangan-tangan tak boleh dipotong. hidup pada zaman sekarang. maka tidak diperbolehkan melaksanakan hukum had (potong tangan). yaitu Dajjal dan bala tentaranya. bahwa tidak boleh dilaksanakannya hukum had itu bukan disebabkan belum didhohirkannya Iman. musuh anda belum begitu berat seperti nanti pada zaman Imam Mahdi. yaitu Imam Mahdi dan kemudian diturunkan Nabi Isa –salam baginya. Sesudah tentara Islam mengalahkan musuh. Sewaktu Abu Maljam melihat kuda-kuda dihalau untuk dipersiapkan menyerbu musuh. kemudian maju menyerbu musuh. Begitu juga yang dijadikan musuhnya. Tegasnya. Setelah dilepaskan kainnya. (HR.yang kemudian datang pula Dajjal. diwaktu perang. soal akan datangnya Imam Mahdi. sedangkan kewajiban bagi Imam Mahdi itu nanti sezaman dengan datangnya Dajjal. bahwa dengan adanya berita akan datangnya Imam Mahdi. sambil mengawasi situasi berperang. Kesimpulan dari tiga hadits di atas tadi bahwa akan datang Imam Mahdi pada akhir zaman. Imam Ahmad. artinya anda tidak akan diminta pertanggungjawaban soal Imam yang akan datang. kalian (yang melepaskan) terbebas dari pertanggungan jawaban mengenai diriku!" Begitulah ketegasan Abu Maljam. maka akan mendatangkan pimpinan umat yang diberikan keluarbiasaan pula. melainkan karena kondisi ketidakmampuan kaum muslimin untuk menguasai keadaan orang yang dikenai hukum potong tangan itu. bila sudah di dalam wilayah yang sudah dikuasai dengan sepenuhnya (de facto). Dengan itu seandainya anda tidak mau punya pimpinan Islam. Ibnu Hafsah menanyakan mengenai Abu Muljam kepada suaminya. olehnya tidak dihukum dera. bahwa musuh Islam yang dihadapi oleh Imam Mahdi bukan lagi musuh yang seperti kita lihat sekarang. Allah Maha Bijaksana bahwa akan menguji umat muslimin dengan musuh (Dajjal) yang diberikan keluarbiasaan. Dengan demikian untuk melaksanakan hukum had itu. sesuai dengan kadar serta keseimbangannya. aku akan mendera orang yang memberi kemenangan kepada muslimin". Dia berkata: "Sekiranya aku tak mendengar sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. dengan bersenjatakan tombak. Kita hidup sekarang. belum datang Imam Mahdi. Jadi. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 69 - - . Apabila aku mati. tapi diperingatkan kepada anak buahnya supaya mengikat kedua kaki Abu Maljam. maka pelaksanaan hukum potong tangan itu harus ditunda. juga datangnya Nabi Isa –salam baginya-. Abu Maljam kembali mengikat sendiri kedua kakinya.

Hal demikian tidak ditujukan kepada yang namanya muslimin. hidup di atas dasar negara selain Islam dan bersepakat menerima hukum non Islam sebagai tata nilai mereka. atau sebelum berlakunya hukum hukum pidana. Dan mengaku sebagai khalifah secara otomatis memikul kewajiban mengurus seluruh nasib muslimin di muka bumi. sebab mereka tinggal di negara kafir. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. yakni memiliki wilayah yang sepenuhnya dikuasai. wajar bila mereka dipaksa dengan kekuatan untuk kembali pada kebenaran. juga negara Madinah sudah ada. Jadi.Dari riwayat itu diketahui bahwa Daulah Islamiyah beserta Imamnya sudah ada yakni dhohir. hal itu tidak merisaukan kami. kembali mentha'ati kekuasaan yang tengah berlangsung dan diakui seluruh muslimin tadi. begitu juga jajaran panglima militer yang mengawal negara Islam. Adapun muslimin yang berwali kepada NKRI. dan sudah berjaya sebagai sebuah daulah belum berani menyatakan dirinya sebagai khalifah dunia. dan bila dia punya pengikut yang mendukungnya dengan jalan sangka sangka. Imam yakni kepemimpinan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. keadaan dimana muslimin malah menjadi rakyat Negara Kafir. maka wajar bila untuk eksistensinya menuntut pengakuan seluruh muslimin yang ada di dunia ini. siapa yang sudah menyatakannya? Saudi Arabia saja yang jelas jelas memiliki legalitas Quraisy. maka haruskah sebuah Daulah Islamiyah membiarkan posisi tertinggi negaranya kosong hanya karena menanti seluruh muslimin yang menjadi rakyat Darul Kuffar itu mengakuinya? Bagi kita yang hanya berwali pada Allah. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. Mengenai ucapan Imam Ahmad itu adalah benar. diri mereka sendiri masih bertekuk lutut menjadi warga negara Darul Kuffar. artinya masih dalam bahaya. jika untuk mengadakan imamnya saja belum bisa. tiba tiba ada orang yang mengangkat diri jadi Imam. Yang dimaksud dengan Imam ialah pemimpin tertingginya. Pandangan Imam Ahmad juga menjadi pijakan kita. bagi yang mengatakan tidak perlu adanya imam karena belum bisa menjalankan hukum jinayah. Bila pada zaman nabi shalallahu’alaihi wassalam di Madinah ialah beliau sendiri. Dan untuk saat ini seorang khalifah untuk seluruh dunia belum ada. maka menjadi kewajiban tentara Islam untuk memeranginya hingga mereka bertekuk lutut. Karena mengaku khalifah dunia. Lain halnya bila yang terangkat adalah seorang khalifah untuk memimpin seluruh dunia. Qishos. meski sedang berada di wilayah yang dikuasai musuh. bila diterapkan dalam kondisi umat Islam pada zaman Imam Ahmad. tanpa prosedur dan hukum yang berlaku. yakni ditujukan kepada kaum muslimin yang bernaung dalam Daulah Islamiyyah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 70 - - . meski hukum-hukum yang menyangkut pidananya itu tidak dijalankan. Dengan itu sebelum adanya perintah shalat juga hukum-hukum pidana. "Di zaman apa perkataan tersebut diucapkan?" Ucapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah disampaikan di dalam wilayah Daulah Islamiyyah yang berjaya. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. Secara akal pun dimengerti bagaimana bisa berkuasa penuh. Dan jelas sekali bahwa sebelum diturunkan hukum-hukum pidana. Di tempat dimana Pemerintahan Islam eksis dengan segala persyaratannya. tetapi berideologi bukan Islam. had. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". begitu juga sungguh salah alias terbalik. qishos. beribadah kepada Allah dalam pangakuan negara yang menyatakan berlakunya hukum-hukum. rela diatur kekuasaan Darul Kuffar. maka kewajiban memiliki Imam sudah ada. artinya sebelum adanya kewajiban menjalankan hukum hukum pidana itu didahului dengan adanya Daulah Islamiyyah dengan imamnya. maka yang pertama kali ialah dhohirnya Imam. Bukan langkah khayal seperti yang diyakini beberapa kelompok sempalan. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? Orang terkadang lalai dalam mencermati sejarah. Maksudnya. berimam pada kepala negaranya. wajar saja mereka tidak mengakui kebenaran. sebelum Ummat Islam berkuasa penuh. sungguh terbalik alias salah. bagi orang yang mengatakan bahwa shalat itu baru wajib kalau sudah diperintah oleh Imam. Dalam keadaan demikian. berakibat berhadapan dengan seluruh front kekafiran dunia. Tanggung jawab pertama kita adalah memberlakukan syari'at Islam dengan seluas luasnya dan sempurna di wilayah negeri kita dulu. dan had itu. Adakah kekuatan yang sanggup memikul beban ini sekarang? Dari itu garis besar haluan yang haq amatlah jelas dan berpijak pada kenyataan. maka kelompok tadi dinamakan Ahlul Baghiyyah. Ini kudeta namanya. Adapun ketika jutaan muslimin. Hanya berpijak pada kata tanpa melihat konteks peristiwa. sudah dengan lantangnya mengaku diri sebagai khalifah bagi dunia Islam. Ahlul Halli wal Aqdhi lengkap. Bila kelompok ini malah menentang dan mengangkat senjata. baru setelah itu kita akan berpartisipasi aktif dalam perjuangan Islam di dunia internasional menuju terciptanya khilafah Islamiyyah bagi seluruh alam. sehingga mempertahankan hukum-hukum kafir. maka wajar saja apabila di saat kekuasaan Islam tengah berlangsung. karena didaerah musuh. Dengan demikian. mengambil Al Quran dan Hadits shahih sebagai hukum tertinggi serta menerima semua perundang-undangan dan keputusan Imamah.

suatu daerah di tepi laut terletak antara Makah dan Madinah. Mereka secara tersembunyi menyusun kekuatan. Sedangkan syarat berjihad guna menegakkannya itu ialah didahului dengan komitmen atau berbaiat (berjanji) untuk taat kepada kepemimpinannya. melainkan "cuma menunggu hasil". Muslim) Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih ? Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. lalu melarikan diri. setelah ditanda-tangani Perjanjian Damai Hudaibiyah. Nabi Ibrahim.” (HR. atau berdakwah untuk ashabiyyah. mereka tidak berbaiat kepada Abu Jahal. Nabi Zakaria. maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjoh (alasan membela diri). tidak berbaiat kepada penguasa Habsyi. (HR Bukhari. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. Dan barangsiapa mengambil Allah. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at. karena sebaik-baik pegawai adalah yang kuat lagi bisa dipercaya. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak. Ingat! kalau untuk berbaiat itu menunggu dulu kepemimpinan yang haq itu berkuasa sehingga memiliki wilayah de facto (futuh). maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Barangsiapa yang mati. ada sekumpulan muslimin yang berada di wilayah kekuasaan pemerintah musyrik. dan Nabi Musa –kesejahteraan bagi mereka-. XXII/43 no. Menurut perjanjian Hudaibiyah orangorang Quraisy yang masuk Islam tidak boleh ke Madinah. Buktinya. Kita mesti berada pada posisi yang haq dan syarat untuk itu harus berjihad menegakkannya. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi Pemimpinnya. 3408)” A. Bisanya hal itu diketahui. Abu Abbas sendiri tidak diketahui oleh penguasa Makah telah mengorganisir gerakan muslimin secara tersembunyi di wilayah Makah. 6605. Bila tidak demikian berarti dalam posisi "Dholaalah (sesat)"." (HR. Dari hari ke hari secara diam-diam jumlah mereka semakin bertambah. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. mereka dikejar-kejar oleh penguasa musyrik karena berada di wilayah pengusa musyrik. dan orang-orang yang beriman. Dan menunggu hasil tidak didapat dalam Qur'an dan Sunnah. Hal demikian terjadi pada zaman Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. Belum lagi yang tinggal di Makah bersama Abu Abbas. jadikanlah ia sebagai pegawai. sehingga menjelang Fathu Makah.” (Al-Maidah : 55-56) b. Banyak ayat yang melarang kita mengangkat pemimpin dari golongan yang anti hukum-hukum Allah.” (HR. meski berada di wilayah yang dikuasai pemerintahan musyrik. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. Dengan itu berarti kita dituntut komitmen kepada pemimpin yang haq. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera atau marah karena ashabiyyah. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. kemudian dia mati. karena secara rahasia datang berbaiat masuk Islam diorganisir secara rahasia oleh yang ditugaskan di kota Makkah. Rasul-Nya.Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? Komitmen (bai’at) kepada kepemimpinan yang haq itu wajib. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. Begitu juga yang berada di negeri Habsyi. pada akhir tahun kelima hijriyah. yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. zakat. Bahkan sangat hina! Sewaktu Nabi shalallahu’alaihi wassalam masih di Makkah semua ummatnya berada di wilayah yang dikuasai Abu Jahal. Kuat & Amanah “Berkata salah seorang diantara anaknya (Syu’aib) : Wahai ayahanda. Ikatan berbaiatnya tetap berlanjut walau Nabi tidak di negeri Habsyi. berarti merupakan Sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam yang dijadikan dasar perjuangan bagi umat Islam dewasa ini. Contohnya.” (Al-Qashshash : 26) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 71 - - . maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. jumlah mereka yang lari dari Makkah sebanyak 300 orang. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. karena mereka tidak boleh menuju Madinah. Bagi yang bisa lolos tidak tertangkap. Kewajiban berbaiat kepada kepemimpinan yang haq tidak mesti berada di wilayah de facto yang Haq. Memiliki Loyalitas yang Mutlak “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah. mereka berdiam diri di sebuah dusun yang bernama 'ies. seraya mereka tunduk (kepada Allah). Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. IX/352 no. Muslim. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. shaum dan mengaku muslim. KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN: a. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. maka yang takut ketahuan oleh penguasa. Pada waktu itu Abu Abbas yang ditugaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengawasi kota Makah. maka hal itu bukanlah berjihad.

sesungguhnya IA Maha Luas (ilmu-NYA) lagi Maha Mengetahui. Dan pemimpin yang demikianlah yang akan senantiasa dicintai dan didoakan oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya memimpin rakyatnya (HR Muslim no. Muslim no. anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). kedukaan dan kemiskinan ummat maka Allah ta’ala tidak akan memperhatikan kebutuhan. 4:59) Syarat taat pada pemimpin dalam ayat tersebut adalah mu’allaq/tergantung pada apakah ia taat pada Allah ta’ala dan Rasul shalallahu’alaihi wassalam atau tidak. maka persulitlah ia. seperti para koruptor.” (Al-Baqarah : 124) e. Nasa’i VII/160). Allah berfirman: Sesungguhnya AKU akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. 1828) Dan Islam menyatakan bahwa pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan. Kendatipun demikian. IX/333-338). dimana cirinya adalah ia senantiasa kembali kepada Allah ta’ala dan rasul-NYA shalallahu’alaihi wassalam jika terjadi perbedaan pendapat ataupun perselisihan) dan bukan pemimpin yang memiliki sifat sebaliknya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 72 - - . 2626. 60:1). Tidak mungkin seorang yang baik (tanpa keterpaksaan) akan mengangkat atau memilih wakil dan menteri yang merupakan para musuh Allah ta’ala. Tirmidzi no. Sehat & Berilmu “…Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) sebagai rajamu. sebagaimana dalam sabdanya shalallahu’alaihi wassalam : “Ya Allah. Tirmidzi no. KEPEMIMPINAN DALAM AS-SUNNAH: Jujur dan Tidak Menipu: Nabi shalallahu’alaihi wassalam melaknat pemimpin yang dipercaya untuk mengurus urusan ummat lalu ia malah menipu atau menyengsarakan mereka. Ahmad II/160). Muslim. 2948. 1827. Muslim no. Abu Daud no. karena ia memiliki kekuatan fisik dan berilmu. Merupakan Tanda Ketaqwaan “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami.” (HR Muslim no. Merupakan Ujian Allah ta’ala “Dan (ingatlah).golongan manusia yang paling utama dan paling berhak masuk Jannah. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Sesungguhnya Allah memberikan kekuasaan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA. Nasa’i VIII/221. 1855). kedukaan dan kemiskinannya pada Hari Kiamat kelak (HR Abu Daud no. 1839.) Adil & Amanah: Islam menempatkan pemimpin yang adil dan amanah dalam derajat manusia yang tertinggi.c. bab Al-Umara’u min Quraisy. Tidak Wajib Taat pada Pemimpin yang Memerintahkan Maksiat: Oleh karena itu di dalam Islam pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagaimana disebutkan diataslah yang berhak dan wajib untuk ditaati (Tafsir QS An-Nisaa’. Diantaranya ia termasuk kelompok pertama yang dinaungi oleh Allah ta’ala diantara 7 kelompok utama yang dinaungi-NYA pada Hari Kiamat kelak (HR Bukhari II/119 dan 124. lalu Ibrahim menunaikannya. menurut Imam al-Mundziri sanad-nya shahih karena ada syahid dari hadits Muadz ra yang diriwayatkan oleh Ahmad V/238-239. al-Hakim IV/93-94. 2865). disamping orang yang lembut dan penyayang pada keluarganya dan orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta (HR Muslim no. jika ia memiliki sifat sebaliknya maka tidak wajib sama sekali untuk didengar dan ditaati (Bukhari XIII/109. wakil-wakil dan menteri-menteri yang adil pula. Sehingga dalam salah satu haditsnya. asal mengikuti dan menegakkan syariat maka wajib ditaati. nabi shalallahu’alaihi wassalam sampai menyatakan bahwa pemimpin yang demikian termasuk 3. Tidak ada Batasan Ras/Kebangsaan: Tentang siapa pemimpin itu Islam tidak membatasi ia dari ras dan kelompok apapun. siapa saja yang diberikan kekuasaan untuk mengurusi ummatku lalu ia menyengsarakan mereka. afdhal memilih pemimpin disesuaikan dengan suku/kebangsaan rakyat yg dipimpinnya (HR Bukhari. XXII/44. sekalipun ia adalah seorang yang berkulit sangat hitam yang kepalanya bagaikan kismis (saking hitamnya) (HR Bukhari XIII/108). kaum oportunis apalagi para kolaborator asing (Al-Mumtahanah. Iapun akan berada di atas mimbar dari cahaya nanti di Hari Kiamat (HR Muslim no. yang memperoleh berbagai penghargaan dan kehormatan.” (Al-Furqan : 74) B. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. maka mudahkanlah ia. Pemimpin Wajib Memilih Bawahan yang Jujur: Seorang pemimpin yang adil tentunya akan memilih pembantu-pembantu. 1031). ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). 1332. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim. 1707. Dan siapa saja yang diberi kekuasaan lalu ia mempermudah mereka.” (Al-Baqarah : 247) d.

Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. Ibnu Katsir. Ketaatan tersebut tetap Berlaku Walaupun Di Satu Sisi Seolah Mengorbankan Kepentingan sebagian Rakyatnya Dari Abu Hunaidah.1476)” D.58. (yaitu) yang jika ia khilaf maka selalu mengingatkan dan jika ia ingat maka selalu dibantu/didorong. dengan sanad yang baik menurut syarat Muslim. BENTUK-BENTUK KETAATAN: 1. maka jawab Rasulullah SAW : Dengarlah oleh kalian semua dan taatilah ia. Sebab itu para ulama salaf juga tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap raja-raja.23.223). KEWAJIBAN TAAT PADA PEMIMPIN ISLAM: a. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan Islam maka berarti ia telah taat kepadaku. Mendengarkan dan memahami perintah dengan sebaik-baiknya. III/1414.171). memohon penjelasan sampai jelas 2. maka tidak diingatkan dan jika ia ingat maka tidak didorong/dibantu. maka Ia akan memberikan untuknya menteri-menteri yang jujur. Tidak didapat dalam sejarah pada masa-masa itu raja-raja yang berani melarang berlakunya hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (HR Muslim.(HR Abu Daud no.(HR Muslim. Meminta izin dalam setiap urusan pentingnya atau sebelum mengambil keputusannya (An-Nur : 62). maka ia kelak akan bertemu dengan Allah tanpa dapat mengemukakan argumentasi apapun. kemudian melaksanakannya dengan tidak menunda-nunda dan dengan sebaik-sebaiknya. dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada Allah.61)” b. hukum yang berlaku di negara dan di negeri Islam bukan hukum-hukum Islam lagi. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 73 - - . maka Ia akan memberikan untuknya para menteri yang jahat. Lihat kisah Umar bin Khattab ra saat perjanjian Hudhaibiyyah dengan Nabi Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam & Abu Bakar ra (Sirah Nabawiyyah. V/22. Berbeda dengan zaman 'Ahdu 'l-muluka 'l-jabbar seperti sekarang ini. dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan Islam maka berarti ia telah tidak taat kepadaku. bab Wujub Mulazamatin Jama’atil Muslimin ‘Inda Zhuhuril Fitan. Melaksanakan dengan segera perintah tersebut. kitab al-Imarah. dalam arti memberlakukan hukum Islam. 3. Dosanya Memisahkan Diri dari Ketaatan pada Pimpinan Islam: Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan. 2932. Lihat kisah Jundub bin Makits al-Juhni saat dalam Sariyah (Al-Bidayah wa an-Nihayah. (HR Bukhari. hal. apa yg anda perintahkan pada kami? Maka Rasulullah SAW memalingkan wajahnya. Wajib Taat pada Pemimpin Islam Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada Allah. juz-III hal. mk Salmah bertanya lagi yg kedua kali. walaupun tidak sesuai dengan pendapatnya atau berbeda dengan keinginannya. 4. IV/222. Banyak terjadi konflik antara -pihak raja-raja dengan para ulama salaf. Musnad Ahmad. Lihat kisah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dalam perang Khaibar dalam Shahih Bukhari (Fathul Bari’.393). bahwa pemerintah kerajaan pada masa dahulu itu adalah memberlakukan hukum-hukum Islam di masyarakat Islam.Benarlah pernyataan pemimpin abadi kita nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam : “Jika Allah ta’ala menghendaki kebaikan kepada seorang penguasa. Wa’il bin Hajar ra berkata : Bertanya Salmah bin Yazid al-Ju’fiy pd Rasulullah SAW : Wahai Nabi Allah … bagaimana pendapatmu jika ada seorang pemimpin yg selalu meminta ketaatan dari kami tapi tidak memberikan hak kami. ikhlas dan tidak menguranginya atau menambahinya sedikitpun. IX/393)” Dalam hadits lainnya: “Barangsiapa meninggalkan ketaatan lalu memisahkan dirinya dari Jama’ah lalu ia meninggal maka ia mati Jahiliyyah. Jika penguasa itu lupa. juz-IV. kitab al-Jihad. IV/57.(HR Muslim. karena bagi kalian pahala ketaatan kalian dan baginya dosa ketidakadilannya. III/218. bab Yuqatilu min Wara’il Imam. Ibnu Katsir. Ibnu Hajar. Para penguasa pada zaman ulama salaf itu membela Islam. lihat kisah Hudzaifah bin Yaman saat perang Ahzab (Shahih Muslim. 1415. dalam arti tidak karena penggantian hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum kafir. juga Nasa’i VII/159 dengan sanad yang shahih)” C. IX/384)” c. Dan jika Allah ta’ala menghendaki keburukan kepada seorang penguasa. bab Fi Tha’atil Umara’ wa in Mana’u. maka apa sebabnya? Sebab. 5. Melipatgandakan kesabaran saat melaksanakan perintah tersebut. tetapi hal itu merupakan tindakan pribadi-pribadi raja. Dengan itu tuntutan umat Islam sekarang di setiap negeri adalah terwujudnya kembali khilafah (kekuasaan) berdasarkan Manhaj Nubuwwah. Saling memberi dan menerima nasihat. Bila itu benar. 319). V/392.

tetapi jika kita perhatikan mereka. al Qur’an dibaca. “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. mengapa dalam kitab fiqih rukun syahadatain tidak dibahas. Maka ketika mereka mendengar seruan dakwah yang menyeru kepada tauhid. tetapi Allah memvonisnya sebagai musyrikin karena mereka menyekutukan Allah sebagai Rabb Pengatur. Rukun-rukun tersebut dirumuskan oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. walaupun mereka bergelar kiyai haji atau ustadz karena sebenarnya mereka adalah ulama jahil atau ulama suu’ (jahat). Rukun Islam yang kedua sampai yang kelima dilaksanakan setelah seseorang menjadi Muslim. ia tetap harus bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. Hari ini. risalah Islam telah menggema dimana-mana. Jamaah Tauhid. bangsa Quraisy pada zaman nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam mereka mengklaim mengikuti millah Ibrahim (tauhid atau Islam). -baik karena kebodohannya maupun karena pembangkangannya terhadap Islam.” (At Taubah : 20) Ada tiga fase dalam Islam yaitu amanu. Mereka menyembah berhala untuk menjadi penghubung antara mereka dengan Allah sebagaimana firman-Nya. karena ia termasuk Rukun Islam bukan Rukun Iman. Jamaah Muslimun.” (Az Zumar : 3) Ketika mereka (kaum musyrikin Quraisy) meyakini dan menerima Islam sebagai dien maka ia wajib bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. rukun haji. hajaru dan jahadu. Dan amaliah ini erat kaitannya dengan kepemimpinan Islam dan kemusliman seseorang. rukun wudhu. Mereka mengikuti pemimpin yang menyeru kepada kemusyrikan dan kekafiran. silakan kaji buku yang berjudul Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam karya Muhammad Umar Jiau al-Haq terbitan Biladi Press. seperti mengikuti syirik akbar sistem agama demokrasi dan/atau syirik akbar lainnya. karena saat itu belum ada dakwah tauhid dan belum ada hujjah risaliyyah. Rukun adalah perwujudan atau rangkaian tindakan yang wajib dilakukan pada pelaksanaan syariat. sebagai langkah awal DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 74 - - . Syariat syahadatain sebagai rukun Islam pertama. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. maka wajib baginya untuk bertaslim didepan aparatur/petugas dari Institusi Islam. benda dan diri mereka. rukun shaum. Mereka mengikuti aturan berdasarkan hawa nafsu dan berpaling dari hukum Allah. Dalam merumuskan rukun syahadatain berbeda dengan rukun Islam lainnya. jika seseorang pernah ikut serta didalamnya walaupun karena kebodohan dan/atau karena niat maslahat dakwah maka sebenarnya ia telah mengikuti sistem syirik tersebut sehingga ia menjadi musyrik dan murtad (keluar) dari tauhid (Islam). mereka meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. syirik akbar dustur (undang-undang/aturan/hukum) dll. Jamaah Mujahidin Darul Islam ? Pahami dulu Tauhid dan hakikat syahadatain beserta konsekuensinya. rukun zakat. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orangorang yang pendusta dan sangat ingkar. status mereka musyrikin karena tawalli kepada Institusi Thaghut. hal ini telah dibahas panjang lebar pada Kajian Tauhid. orang tua Rasulallah pun berada di neraka karena mati ketika berbuat syirik karena kebodohannya. rukun shalat. rukun nikah dsb. misalnya mereka melakukan syirik akbar demokrasi. bukan dari Institusi Thaghut seperti KUA atau Depag dsb. Demokrasi adalah syirik akbar. Bahwa syirik akbar merupakan salah satu pembatal keislaman. lalu mereka menerima Islam. perlu rukun-rukunnya pula. hanya kepunyaan Allah-lah ajaran yang bersih (dari syirik).Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. Bahkan ada beberapa orang yang hanif yang tidak menyembah berhala dan membenci perbuatan tersebut. Untuk memperjelas pembahasan ini dan untuk menjawab pertanyaan. ternyata mereka berpaling dari tauhid dan mengikuti kemusyrikan. baik karena kebodohan ataupun karena pengingkaran. dihafalkan. penjelasan lengkapnya telah dibahas di Pasal Kajian Tauhid. Mengapa syahadatain harus diikrarkan di hadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? Karena bagian dari rukun dan tata cara pelaksanaan syariat syahadatain. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Kita melihat Sirah Nabawiyah. dan menjadi mukmin. tetapi ketika ia mau mengikuti Islam. dan ia masuk kepada Agama Demokrasi.Karena seperti yang telah dibahas di Kajian Tauhid. Jika seseorang menerima tauhid sebagai dien maka ia wajib mengikrarkan syahadah di depan petugas (syahid/saksi) dari Institusi Islam (Jamaah Islam). meyakini dan siap melaksanakan segala konsekuensi menjadi muslim maka ia wajib mengikrarkan syahadatain sebagai suatu janji kepada Allah untuk taat. Misalnya. sebagai Ilah yang ditaati dan sebagai Malik yang Memerintah." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Tahap amanu adalah seseorang mendengar dan mengkaji penjelasan tentang dinul Islam (ilmu) sehingga jika atas kehendak Allah ia menerima kebenaran Islam. Hari ini pun banyak yang mengklaim mereka mengikuti millah Ibrahim dan dien yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam (Islam). Sedangkan syariat syahadatain dilaksanakan oleh seseorang yang akan menjadi Muslim. syirik akbar kubur. “Ingatlah. Pengikraran syahadatain ini dilakukan karena sebelumnya ia telah melakukan syirik akbar.

” (An Nahl : 89) Menolak kepemimpinan Islam dan syariat Islam. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman…. hari ini manusia yang mengklaim dirinya mukmin. hijrah kepada Islam. serta tidak kafir kepada thaghut. dan ia tetap mengkafirkan. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. Dan orang-orang yang kafir. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh? Sesungguhnya merahasiakan struktur organisasi (sirriyah at tanzhim) merupakan salah satu sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam pada periode makiyyah yaitu pada saat wilayah masih dikuasai thaghut Quraisy dan umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas. berwala’ dan bahkan membela musuh-musuh Allah (thaghut). Jika ia tidak berada di dalam Kepemimpinan Islam dan di dalam Jamaah Islam. sedang hijrah kepada Islam adalah berpindah dari kebathilan kepada kebenaran." mereka menjawab: "(Tidak). membentuk dan mempertahankan Negara Islam. dan ia dipaksa mengikuti aturan thaghut maka ia dapat melakukannya dengan niat bahwa ia menghindar dari mudharat yang lebih besar dan sebagai bentuk kedzaliman thaghut terhadap dirinya. mereka masih mengikuti.berhijrah dari kemusyrikan kepada tauhid (Islam). tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". Tidak jelas al wala dan al bara. mereka kekal di dalamnya. dan tidak mendapat petunjuk?". yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (meninggalkan tauhid dan mengikuti thaghut) dan mereka menjadi beberapa golongan. bahkan mengikuti syirik akbar demokrasi dan kemusyrikan lainnya. contoh. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. agar syariat Islam dapat tegak dengan sempurna. membenci dan memusuhi thaghut (musyrikin). • Hijrah aqidah : Hijrah keterikatan loyalitas kepemimpinan atau pemerintahan dengan thaghut. • Hijrah syariah : Hijrah peraturan atau pedoman hidup dari din at thaghut kepada din al Islam sehingga setelah ia masuk Islam maka ia tidak boleh mentaati aturan thaghut. pemimpin-pemimpinnya ialah thaghut… Mereka itu adalah penghuni neraka. Hal ini dapat dikaji pada kitab berjudul Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 75 - - . mereka tidak mengenal siapa kawan dan lawan. "(Apakah mereka akan mengikuti juga). (Al Baqarah : 170) Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. mengaturnya dengan kitabullah dan sunnah serta berjuang bersama-sama untuk menegakan Daulah Islamiyah. Jika ia menerima Islam dan bersyahadah maka ia memiliki pemimpin yang memerintah dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. akan tetapi jika belum ada darul Islam. kepemimpinan itu adalah wajib dan menentukan identitas kita dunia-akhirat sebagaimana firman-Nya. sehingga setelah ia masuk Islam maka tidak ada lagi loyalitas terhadap thaghut dan ia berada dibawah kepemimpinan Islam.” (An Nisaa : 76) “…janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kemudian ia berjihad untuk memperjuangkan. Padahal dalam Islam. Hijrah dibagi menjadi tiga yaitu.” (Al Baqarah : 257) “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. Karena. memerangi kaum musyrikin yang memerangi Islam serta untuk membebaskan wilayah lain supaya Islam menjadi hukum diwilayah tersebut. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar Rum : 31-32) • • Masih berat meninggalkan ajaran syirik nenek moyang. • Hijrah makani : Hijrah tempat seperti hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan Negara Islam. maka dapat dipastikan ia berada dalam Kepemimpinan Thaghut. “Ingatlah suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra : 71) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? • Ia belum menjadi seorang mukmin. muslim dan muwahhid.

orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. Maka barangsiapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat bernaung hendaknya ia berlindung dengannya”. dan jangan sampai kita berjalan atau berlari kesana… Di dalam hadits-hadits tersebut juga diterangkan bahwasanya lari dari fitnah itu termasuk dari ajaran agama dan dari iman … dan hal itu bukanlah termasuk pengecut atau penakut sebagaimana anggapan banyak orang. (Al Qoshosh: 20-21) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 76 - - . Babu Minad Dini Al Firaru Minal Fitan [Bab: Termasuk ajaran agama adalah melarikan diri dari bencana]. berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: Hampir tiba saatnya dimana harta terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang ia bawa ke puncak-puncak gunung dan lembah-lembah. lalu tiba-tiba ada ular melompat kepada kami. Ia lari menyelamatkan imannya dari bencana. dll dari Jabir. Kemudian mereka semua mengadakan pertemuan. wallahi. Al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih nya pada Kitabul Iman. Barangsiapa melongok kepadanya akan tercebur kedalamnya. Hari ini thaghut dan sekutunya sedang memburu kami dan beberapa ikhwan muwahhidin lainnya karena kami merealisasikan tauhid. Di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan kisah masuk Islamnya Abu Dzar." Dan di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan riwayat dari 'Abdullah bin Mas'ud. Lalu kami bersepakat untuk bertemu dengan beliau di lembah Al 'Aqabah. yaitu disyariatkannya lari dari fitnah (bencana). yang merupakan dalil untuk persoalan ini. sesungguhnya Allah beserta kita. Al Bukhari juga meriwayatkan di dalam Kitabul Fitan. Babu An Takuna Fitnatul Qa'idi Fiha Khoirun Minal Qo-im [Bab: Terjadi bencana. Lalu Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terjaga dari kejahatan kalian dan kalian terjaga dari kejahatannya. Maka Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bunuh dia!" Kamipun langsung mengejarnya hingga ia pergi. kekacauan) di mana ketika itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu. Maka kami menemui beliau satu-satu dan dua-dua sampai kami semua berkumpul … sampai akhir hadits. setelah beliau menyatakan dan menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan. akan saya jelaskan landasan dalilnya mengapa kami masih bersembunyi dan lari dari kejaran musuh. selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: “Akan terjadi fitnah (bencana. Dalam hadits-hadits tersebut ada pelajaran yang mulia dan agung. tiba-tiba turun surat Al Mursalat kepada beliau. ia berkata: "Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam di dalam gua.Nabawiyah karya Syaikh Munir. dan sungguh bibir beliau basah karenanya.. sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu. 339. Allah ta'ala berfirman tentang beliau: ”Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa. di mana pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri]. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. sementara itu adalah tindakan yang dicontohkan oleh para Nabi dan orang-orang shalih ketika dalam kondisi lemah dan tertindas!!! Lihatlah sang penutup para Nabi dan Rasul (Muhammad Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam ). dia berdoa: "Ya Tuhanku. Kami berkata: Sampai kapan kita biarkan Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam terusir dan ketakutan di pegunungan Mekah? Maka 70 orang di antara kami datang kepada beliau pada musim haji. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. bukan karena kami takut kepada mereka tetapi kami sedang menyusun strategi dan kekuatan untuk menghadapi mereka. cobaan) itu bisa dikategorikan dalam sifat pengecut atau penakut. dari Abu Sa'id Al Khudri. Yang lain lagi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya III/322. Di sana Jabir mengatakan: " … sehingga tidak ada sebuah rumah anshor pun kecuali di dalamnya ada beberapa orang Islam yang menampakkan Islamnya. dan kisah pertemuannya dengan Ali yang mengantarkannya kepada Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam. (At Taubah: 40) Dan dalam kisah hijrah juga terdapat pelajaran tentang masalah ini … Dan lihatlah Nabi Musa 'alaihis salam. dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. Bagaimana lari bersembunyi dari fitnah (bencana. sebagaimana yang telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya." Dan hadits-hadits semacam ini banyak … Dan Allah ta'ala berfirman: Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Sungguh beliau membacanya dan aku menerimanya dari mulut beliau langsung. di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. dan menunjukkan penentangan dan bara'nya terhadap orang-orang kafir dan sesembahan-sesembahan mereka yang bathil … terkadang beliau beserta beberapa sahabatnya menyembunyikan diri … setelah orang-orang kafir menguasai mereka dan menyakiti mereka. Oleh karena itu. sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu".. tentang bai'atul 'aqobah. dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat.

Hal itu ia lakukan setelah ia menyatakan keyakinannya tentang Al Qur'an (yakni bahwa Al Qur'an itu kalam Allah dan bukan makhluq -pen. kemudian ia baru kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan. setelah mereka menyampaikan tauhid mereka secara terang-terangan dan mereka diancam oleh kaum mereka. Demikian pula para pemuda ash-habul kahfi. kemudian Robbku memberikan kepadaku ilmu dan menjadikanku salah seorang diantara para Rosul. niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu. dimana beliau senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Lalu tatkala ia keluar dari tempatku ia berkata kepadaku: Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam dahulu bersembunyi di dalam gua selama tiga hari kemudian berpindah. kemudian mereka memburunya ketika ia dalam keadaan lemah.Jika ada yang mengatakan: Itukan terjadi sebelum beliau diangkat sebagai Nabi … Kami jawab: Namun Nabi Musa 'alaihis salam setelah menjadi Nabi pun tidak menyalahkan perbuatannya tersebut. tidak memiliki kemampuan apa-apa dan sedikit DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 77 - - . hal. bahkan beliau membenarkannya sebagaimana yang Allah ta'ala beritakan dalam firman-Nya: Lalu aku melarikan diri dari kalian tatkala aku ketakutan. dan ia mendapatkan ujian yang sangat berat karenannya … maka iapun menyembunyikan diri selama sisa umur Al Watsiq. Sufyan Ats Tsauri dan Ahmad bin Hanbal. dan ada yang mengatakan dia diajak memberontak.yakni ilmu dan amal -." Ia melanjutkan: "Aku mengetahu anjing itu memiliki 70 lebih dustan (makar). (Al Kahfi : 20) Demikianlah keadaan orang-orang sholih tatkala mereka dalam keadaan tertindas dan lemah … jika engkau mau meneliti kisah-kisah tabi'in. Aku jawab: Aku tidak merasa aman atas dirimu wahai Abu 'Abdillah. Al Hasan Al Bashri menyembunyikan diri dari Al Hajjaj. Tapi aku tidak mendapatkan orang yang sempurna dalam dua hal tersebut. maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu." Halaman 5.) secara terang-terangan. tentu engkau akan mendapatkan banyak contoh dalam hal ini … Di sini saya cukup memberikan tiga contoh yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi di dalam kata pengantar kitabnya yang berjudul Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal: "… namun aku mencari orangorang yang telah berhasil mecapai tingkat kesempurnaan dalam dua hal -. atau memaksa kalian kembali kepada ajaran/dien mereka. 1816. bersama orang-orang yang memberontak Al Hajjaj pada peristiwa pemberontakan 'Abdur Rohman bin Al Asy'ats. mereka berlindung ke gua … sebagaimana yang Allah ta'ala ceritakan: Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah. Ahmad berkata: Lakukanlah! Jika aku melakukannya. dan tidak ada dustan yang lebih baik selain aku tidak melihatnya dan ia tidak melihatku. dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya". ia bersikap baro' kepada kemusyrikan dan orang-orang musyrik. ia melarikan diri ke Bashroh ketika Kholifah Al Mahdi menawarkan jabatan kepadanya … beliaulah orang yang mengatakan: "Aku tidak takut mereka akan menghinakan aku. Adapun Al Hasan Al Bashri. yang kesempurnaannya tidak ternodai dengan kekurangan. Tidak sepantasnya Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam itu diikuti ketika dalam keadaan lapang saja sementara ketika dalam keadaan susah tidak diikuti. ia memberontak. beliau bersembunyi di sana sampai Al Watsiq meninggal dunia … Ibrahim bin Hani berkata: Ahmad bin Hanbal bersembunyi di tempatku selama tiga hari … kemudian Ahmad mengatakan: Carikan tempat untukku supaya aku pindah ke tempat tersebut." Adapun Imam Imam Ahmad. Akupun mencarikan tempat untuknya. sampai-sampai ketika anak perempuannya meninggal ia tidak dapat keluar menemuinya." Maka apabila seseorang itu menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan sesuai dengan petunjuk para Nabi. aku berarti akan membinasakanmu. niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian.dari kalangan tabi'in dan generasi setelah mereka. (Asy Syu'aro': 26) Dan Allah ta'ala juga berfirman tentang beliau setelah itu: Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". kecuali tiga orang: Al Hasan Al Bashri. pendahulu umat ini. Aku tidak mendapatkan permisalan untuk kekuasaan itu selain seperti lidah musang. Akan tetapi yang aku takutkan hanyalah jika mereka memuliakanku sehingga aku tidak lagi memandang kejelekan mereka sebagai kejelekan. sehingga ia mewakilkannya kepada Ibnu Sirin … Adapun Sufyan Ats Tsauri. (Al Kahfi:16) Dan Allah ta'ala berfirman tentang mereka: ”Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian. beliau telah bersembunyi selama kekhilafahan Al Watsiq. di mana pada saat itu Ibnu Al Asy'ats bersama sekelompok qurro' (ahli Al Qur'an) dan fuqoha' memberontak atas kedholiman dan kelaliman Al Hajjaj … lalu setelah Ibnu Al Asy'ats kalah. (Yunus: 87) Ketika itu mereka bersembunyi dan sholat di rumah-rumah mereka … dalam hal ini ada kata-kata Sayyid Quthub yang bagus yang bisa dirujuk kepada Fi Dhilalil Qur-an.

jika ia lari dan bersembunyi dari mereka … karena ini adalah jejak langkah para Nabi dan orang-orang sholih ketika mereka tertindas. kitab Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari Imam Syaukani.com “Hai Nabi.pendukungnya. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi. Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan Allah. kitab Majmu’ Fatawa 6. Para Pembaca yang sedang mencari kebenaran dan pernah berbuat syirik akbar seperti pernah ikut serta dalam pesta Demokrasi (Pemilu) dan/atau pernah dan sedang melakukan kemusyrikan lainnya karena kebodohannya terhadap tauhid. Syaikh Munir. karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya.com http:\\abuqital1@wordpress.” (Al Ahzab : 46) “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti). http:\\millahibrahim@wordpress. Situs Islam 1. maka ia tidak tercela. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.” (An-Nisa : 48) segala Inilah jalanKu yang lurus. Rabb semesta alam.” (An Nisaa’ : 41) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. 5. 2. Imam Ibnu Hajar. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu.” (An Nahl : 89) BELUM SELESAI SERUAN KEPADA ISLAM Bismillahirrahmannirrahiim Dari Kepada : Hamba Allah yang bertauhid dan beriman kepada-Nya : a. Para Pembaca yang telah memahami Islam dan kitabullah tetapi belum menemukan jamaah yang benar menurut nash Al Qur’an dan As Sunnah. Referensi Kitab 1. maka ikutilah dia. 3. kitab Nailul Authar Muhammad Umar Jiau al-Haq. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. c. 4. (Al An’am : 153) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 78 - - . apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. kitab Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Para Pembaca yang sudah menerima seruan Islam tetapi masih ragu dan/atau kafir. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. Shalawat dan Salam bagi Muhammad dan Muwahhidin. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). sebagaimana yang antum lihat. b. dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan. Kesalamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Segala puji bagi Allah. Kitab Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah Nabawiyah. 2. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Allah ta’ala berfirman.

niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. (Yusuf : 108) Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. (Al Baqarah : 256) Saya menyeru Anda untuk masuk Islam dan mengikuti Tauhid. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (Anda) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. singa_tauhid@rocketmail. meninggalkan thaghut dan berbagai macam syirik. ikutilah aku. Maha Suci Allah. maka itulah pilihan hidupmu. dan janganlah kamu turut langkah-langkah (sistem) syaitan. syirik akbar kubur. syirik akbar dustur (Undang-Undang). jika kamu berpaling. Jika Anda mau beriman maka berimanlah dan bertaslim-lah. Dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. jika Anda mau kafir. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (Ali Imran : 31-32) Hai kaum kami. Karena itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya. Saya akan berkata kepadamu seperti yang pernah diserukan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam kepada manusia. Dan segala puji bagi Allah yang kepadaNya kita pasti akan kembali. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan shalawat dan salam bagi Muhammad dan Muwahhidun. barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah.com Jamaah Mujahidin Darul Islam DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 79 - - . syirik akbar loyalitas terhadap thaghut dan syirik akbar lainnya. dan perkataan tersebut diabadikan di dalam kitabullah. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah : 208) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dinul (Islam). Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.Hai orang-orang yang beriman. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. seperti syirik akbar demokrasi. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan. Inilah jalanku. Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya." (Al Ahqaaf : 32-33) Kini Anda sedang berhadapan dengan seruan Islam. (Al Mukmin : 44) Semoga Allah Memberimu hidayah dan Melapangkan hatimu untuk menerima kebenaran ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->