PROYEK PENGISLAMAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI

Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya Yang Mengokohkan Islam dengan pertolongan-Nya, yang Menghinakan syirik dengan Keperkasaan-Nya, yang Mengatur segala urusan dengan Perintah-Nya dan Yang memberi ulur orang-orang ahli maksiat dengan makar-Nya. Dia Yang menampakkan dien-Nya atas semua dien, Yang Maha Kuasa atas semua hambahamba-Nya sehingga tidak ada yang bisa mengelak, Yang mengatur hamba-hamba-Nya sehingga tidak ada yang melawan, Dan Yang Maha Bijaksana dalam apa yang Dia inginkan sehingga tidak ada yang bisa menentang. Saya memuji-Nya atas pemuliaan-Nya kepada para wali-Nya, pertolongan-Nya terhadap tentara-tentara-Nya, dan penghinaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta Yang tidak ada tandingan bagi-Nya; dengan kesaksian orang yang membersihkan hatinya dengan tauhid dan yang berusaha meraih ridla Tuhannya dengan melakukan permusuhan terhadap musyrikin dan loyalitas di dalam tauhid itu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menegakkan tauhid dan yang menghancurkan segala kemusyrikan bi’idznillah, Sang Uswatun Hasanah yang wajib dipanuti dan Sang Panglima Besar Revolusioner Tentara Islam Mujahidin yang gagah bijaksana. Serta saya kafir kepada setiap thagut dan mengkafirkannya, memusuhinya, membencinya dan memeranginya dengan lisan dan tangan ini, serta berlepas diri dari para pengusungnya, ideologi dan konstitusinya, aparatur dan rakyat yang membelanya; dengan kebencian dan permusuhan yang dahsyat. Shalawat dan salam tetap terlimpah lestari kepada Muhammad rasulallah, Nabi-Nya, panglima besar tentara Islam yang cerdas, gagah berani nan bijaksana, semoga terlimpah pula kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang bertauhid dari awal hingga tegaknya Hari Kiamat. Sesungguhnya, sebenarbenar perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sungguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) “Barangsiapa mencari peraturan selain peraturan Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (aturan itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maaidah : 51) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat (dien) mu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maaidah : 57) Rasulallah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda, “Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala dan setiap kabilah (kelompok, ormas, jamaah) dari umatku ini, mereka bergabung dengan pemimpin-pemimpin kaum musyrikin (mengikuti penguasa thaghut yang tidak menjalankan hukum Islam -penj).” (HR. Muslim) "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu. Shahabat bertanya: Siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini." (HR. Tirmidzi dan Thabrani) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran, orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Muslim) Hari ini manusia telah terfitnah dengan fitnah syirik akbar dien demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang dilakukan oleh para penghusungnya dari kalangan thaghut-thaghut yang dimana mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah, mereka kaburkan kebatilan dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan, terkadang mereka menamakannya sebagai syuraa dan terkadang berdalih dengan dalih maslahat dakwah dan istihsan (anggapan baik); dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan kebenaran dengan kebathilan dihadapan orang-orang awam, dan mencampuradukan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam. Kini umat telah kembali menyembah berhala dan mengikuti para pemimpin thaghut musyrikin yang memerintah berdasarkan hawa nafsu, mengikuti dien demokrasi yang diusung oleh Zionis dan Salibis, tanpa umat sadari; mereka telah keluar dari Islam dengan mengikuti dien tersebut, bahkan telah termasuk golongan Zionis dan Salibis, walaupun mereka berniat demi maslahat dakwah, karena demokrasi adalah salah satu syirik akbar, sedang syirik akbar adalah kekafiran dan salah satu pembatal keislaman.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
1-

-

Alhamdulillah, atas karunia dan perlindunganNya, saya telah menyusun sebuah buku dalam bentuk tanya-jawab berjudul MENGISLAMKAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI yang dibagi menjadi beberapa pasal yaitu Kajian Tauhid, Kajian Aqidah Islamiyah, dan Seruan Dakwah Islam. Buku ini disusun untuk menjadi hujjah bagi manusia dan sebagai bahan hujjah bagi para da’i tauhid. Buku ini disusun dari buku-buku ulama salaf dan khalaf yang menapaki jejak para nabi dan ahli tauhid terdahulu dan yang konsisten memperjuangkan Islam. Ketahuilah, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dha’if, masih muda belia dan merupakan salah satu prajurit Tentara Islam di Indonesia di tengah jutaan Tentara Islam di negeri ini yang telah berkomitmen kepada Allah untuk berjuang mengembalikan kembali kemerdekaan Negara Islam dengan sempurna dibawah naungan Khilafah Islamiyyah, sampai ruh berpisah dari jasad. Sejarah mencatat, semangat perjuangan Umat Islam di Indonesia telah bermula sejak Islam masuk ke nusantara, pada zaman kerajaan, pada zaman penjajahan kafirin Belanda-Jepang, hingga kini (penjajahan thaghut Negara Kafir Republik Indonesia terhadap umat Islam) dan seterusnya insya Allah hingga Negara Islam merdeka secara de yure, de facto atau kaaffah, bahkan pernah pula tertegak Negara Islam di Indonesia yang merupakan rahim, akar dan basis pergerakan Islam di Indonesia. Setelah thaghut NKRI la’natullah’alaihim berkuasa, pergerakan Islam kembali pada metode dakwah periode Makiyyah yaitu sirryah at tanzhim. Sehingga saat ini atas karuniaNya, kita dapat melihat perkembangan dakwah Islam yang semakin-hari semakin subur dan tumbuh diberbagai tempat. Jutaan mujahidin telah merapatkan barisan dibawah kepemimpinan Islam yang saat ini masih menjaga dan merahasiakan eksistensinya. Mereka bagaikan air yang tertutupi oleh buih (ansharut thaghut) sebagaimana firman-Nya. “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” (Ar Ra’du : 17) Sesungguhnya, musuh-musuh Islam merasa resah dan ketakutan dengan gerakan Islam yang masih memberlakukan Underground System atau Gerakan Bawah Tanah ini (sirriyah at tanzhim). Metode ini adalah salah satu bagian dari Manhaj Haraki Nabi Shalallahu’alaihi wassalam pada permulaan dakwah periode Makkiyyah, yaitu pada saat wilayah Mekkah masih dikuasai oleh pemerintahan thaghut musyrikin, umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas; seperti pada saat kita sekarang ini. Mereka semakin ketakutan ketika bermunculan beberapa mujahidin yang menampakan keislamannya dengan membuat gebrakan-gebrakan aksi yang membuat orang kafir jengkel & ketakutan, walaupun diantara mereka (mujahidin) menemui syahid-nya. Padahal perlu mereka ketahui bahwa terdapat jutaan mujahidin di negeri ini yang siap melakukan hal yang serupa, bahkan lebih dahsyat dari apa yang telah mereka (syuhada) lakukan. Dan ini hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini tidak lepas dari usaha sungguh-sungguh yang telah dilakukan oleh para ulama yang jujur dalam mengemban risalah Islam. Mereka tidak henti-hentinya untuk menyerukan tauhid, meskipun mereka dikejar-kejar, dipenjarakan serta dipersempit ruang gerak dan penghidupan mereka, bahkan ada pula yang dibunuh. Terutama ketika musuh-musuh Allah yang terdiri dari thaghut penguasa negeri ini, pembuat & pelaksana undang-undang kafir, aparatur pemerintahannya, para jurnalis, hartawan, ilmuan dan ulama jahat; berusaha keras menghalangi para du’at dalam menyerukan tauhid kepada manusia yang tengah dibodohi oleh penguasa thaghut, mereka mengaburkan kebenaran dengan kebatilan dan mengusung syirik akbar agama demokrasi. Bahkan mereka membuat “buih” jamaah Islam “binaan” bagaikan anjing piaraan, yang melegalkan perbuatan syirik mereka dengan syubhat yang menutupi kebenaran, seperti menyamakan syuraa’ dengan demokrasi, dan penggunaan istilah-istilah Islam dalam perbuatan syirik mereka, bahkan banyak istilah Islam yang dipergunakan untuk menakut-nakuti manusia, seperti jihad yang disamakan dengan terorisme, bai’at dan infaq disangkut-pautkan dengannya, Jamaah Islamiyah dinisbatkan sebagai nama komunitasnya, dan pemelihara jengot merupakan anggotanya. Padahal, istilah-istilah tersebut merupakan esensi dinul Islam dan memelihara jenggot merupakan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan untuk mencegah rakyatnya dari menerima Dakwah Islam sehingga banyak dari rakyatnya yang berpaling darinya sebelum bertabayun, padahal kaum musyrikin terdahulu tersesat karena sikap tersebut, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu” (Yunus : 36 & 39) Alhamdulillah, ketika ujian itu datang bertubi-tubi, justru Allah memberikan hidayah ke dalam hati manusia yang dikehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk di berbagai belahan bumi, khususnya di bumi nusantara ini. Atas karunia Allah; para pemuda dan orang tua dengan penuh antusias menyambut seruanseruan para ulama Tauhid. Sehingga semakin hari semakin jelas di hadapan kita bahwa pintu kemerdekaan Islam semakin dekat dan terbuka lebar untuk kita. Alhamdulillah, kini telah terkumpul jutaan Tentara Islam di Indonesia dengan kualitas yang mantap; mereka siap berjihad serentak ketika maklumat jihad dikumandankan oleh Imam Umat Islam. Peperangan antara Tentara Islam dengan Tentara Thaghut ini sudah digariskan dalam kitabullah dan hadist Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
2-

-

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah” (An Nisaa : 76) Dien ini akan senantiasa tegak, sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. (HR. Muslim) Melihat kemajuan dakwah ini, saya ingin berperan aktif sebagai wujud dukungan saya kepada umat Islam dan sebagai bentuk sambutan saya terhadap seruan para ulama tauhid untuk terus berjihad. Semoga dapat membantu pelaksanaan jihad yang kita tekuni sampai mendapatkan kemerdekaan Darul Islam (Negara dan Khilafah Islam) dalam waktu yang dekat ini. Adalah suatu keyakinan yang kuat bagi kita akan kemerdekaan Islam seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wassalam. Bahkan musuh-musuh kita; Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya la’natullah‘alaihim; memprediksikan bahwa Khilafah Islamiyyah akan tegak pada tahun ± 2020 Masehi insya Allah. Dan ingatlah, bahwa Kemerdekaan Negara Islam itu adalah janji Allah Yang Maha Menepati Janji, sebagaimana firman-Nya ta’ala; “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh; bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka aturan yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nuur : 55) “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orangorang yang berdosa dan orang-orang yang kafir di antara mereka.” (Al Insaan : 24) “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Al Mu’min : 55) Wahai saudara-saudaraku yang bertauhid, nantikan dengan semangat perjuangan yang membara bahwa Kemerdekan Islam dan Kehancuran Thaghut akan segera tiba dalam waktu dekat. Selamat berjihad, hingga Islam merdeka atau kita binasa karena memperjuangkannya. Allah Yang Maha Perkasa beserta pasukan-Nya. Dia Ta’ala berfirman; “Sungguh, saat jatuhnya azab kepada mereka (thaghut dan pembelanya) ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (Huud : 81)

Penyusun Berikan kesaksian dan komentar Anda kepada : singa_tauhid@rocketmail.com islamic.bussiness@yahoo.com

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
3-

-

Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? 2. Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? 19. Mulkiyah dan Uluhiyah? 4. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. 1. dan sikap mukmin terhadap mereka. mereka adalah musyrikin? 18. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dipermulaan tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? 12. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? 11. Apakah hakikat tauhid itu? 3.PASAL KAJIAN TAUHID Visi Kajian : 1. Tabligh : Menjelaskan mengenai tauhid dan syirik akbar (termasuk demokrasi). 7. baik eksekutif. Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. 9. bagaimana penjelasannya? 23. siapakah thaghut itu? 6. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. shaum dan melakukan ibadah lainnya? 13. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. status dan hukum bagi para pelaku syirik akbar. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? 21. Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. 22. Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? 15. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. 5. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? 10. Adapun pertanyaan dalam Pasal Kajian Tauhid ini adalah sebagai berikut. zakat. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? 20. 2. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? 16. sedangkan dia masih shalat. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Apakah Demokrasi itu adalah agama (dien) baru selain Islam? 8. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 4- - . Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran? 17. legeslatif beragama Islam? dan yudikatif Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Apa saja pembatal-pembatal keislaman? Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? 14. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah.

24. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. 2. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 5- - . 4. 3. surat nikah. apakah ia sudah musyrik? 25. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. Barangsiapa yang berniat jahat. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. 5. Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. SIM dan surat-surat lainnya dari thaghut. Mentabayyuni (membaca. Bagaimana hukumnya jika muslim membuat KTP. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman.

Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. jihad dan sebagainya. dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik. memang mereka rugi karena mereka lelah. maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan di atas kemusyrikan. Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya : 1. zakat. Ya.” (An-Nisa : 48) “Sungguh. baik itu shalat. Allah Ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah. sebagaimana firmanNya Ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang musyrik/kafir dengan debu. sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 6- - . haji. kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (Al Furqan : 23) Sungguh… sangatlah merugi. tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab! Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan. capek. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama. tetapi jarang diperhatikan oleh banyak orang. namun justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang. Ikhlash Orang yang melakukan amal shaleh akan tetapi dia tidak ikhlas. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. sedang kuncinya adalah mengikrarkan syahadatain. berusaha keras. “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik. yaitu ikhlash dan mutaba’ah. tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid alias musyrik. baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin. letih. itulah pintunya.PASAL KAJIAN TAUHID Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? Syaratnya ialah ber-Tauhid tanpa syirik. sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa. infaq. dan kemusyrikan/ kekafiran diserupakan dengan angin topan. maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya. maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa perhitungan” (Al Mukmin : 60) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) “Siapa yang melakukan amal shalih. serta berjuang untuk amal kebaikan. bila kamu berbuat syirik. yang dikira air oleh orang yang dahaga. Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang. tetap tidak ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut. dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4). maka hapuslah amalanmu. lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman. justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39) Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat. birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Amal shalih apapun. mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan? Tentu lenyaplah debu itu. shaum. padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. shaum. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang. zakat. tentunya setelah ia ber-Tauhid. jihad dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasi tauhid yang bersih dari syirik. Nanti kita akan menguak mengenai thaghut itu insya Allah. “Siapa yang melakukan amal shalih. Tauhid adalah syarat paling mendasar dan asasi.

maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia bukan orang muslim. Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar 1/323 dan Minhajut Ta'siis hal 61: “Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim. maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110) Ayat ini berkenaan dengan ikhlas. shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam. siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu. mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya maka dia itu adalah orang muslim yang sebenarnya. tidak kepada yang lainnya. zakat. dan bila dia mengamalkan apa yang menyalahinya berupa syirik maka dia itu kafir meskipun mengucapkannya (Laa ilaaha Illallaah)". dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam) Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlash akan tetapi jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam." Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid hal 58: “Siapa yang mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui maknanya. maka sesungguhnya pengucapan itu tidak sah/tidak bermanfaat berdasarkan ijma para ulama. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : “Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu. dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya. dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik". dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang muslim". dia tawakkal hanya kepada-Nya saja. Ibnu Mas’ud radliyallahu 'anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”. dan setiap bid’ah itu sesat” (HR. antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang antum jadikan dasar? Karena siapa antum beramal?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul Hijratain hal 542 dalam thabaqah yang ke tujuh belas: “Islam adalah mentauhidkan Allah. Jadi. maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR. serta mengikuti apa yang dibawanya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dalam surat Adz Dzaariyaat : 56. Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: “Sesungguhnya mengucapkan Laa ilaaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan akan maknanya. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku” DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 7- - . dan siapa yang disamping beribadah kepada Allah. maka ia itu tidak ikhlas. At Tirmidzi) Sedikit amal tapi di atas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah. maka pasti ditolak. saya akan memaparkan beberapa pernyataan ulama tentang hal ini. dan dia itu beribadah kepada yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat. dia tidak mencintai makhluk seperti kecintaan dia kepada Allah… siapa yang enggan beribadah kepadaNya maka dia bukan muslim.“Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya. dan dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna." Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: “Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Allah maka kamu muwahhid (orang bertauhid). bila dia bukan orang kafir mu'aanid (membangkang) maka dia adalah orang kafir yang jahil. wajib bagi kita untuk memahami kandungan atau hakikat kalimat tauhid tersebut. iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya. dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut.” Oleh karena itu. dalam urusan ibadah. Muslim) Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. jadi orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan kepada yang lain disamping kepada Allah. Apakah hakikat tauhid itu? Sebelum memulai kepada hakikat tauhid. dan ketidak-membangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari status sebagai orang-orang kafir. dan justru itu menjadi hujjah atas dia……… Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. maka itu tertolak” (HR. Bila dia mengamalkannya secara dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq. Muslim) 2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwat hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja. dan status orang-orang ini adalah sebagai orangorang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang). Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami.

yang memurkai. Thaghut itu banyak dan kepalanya ada lima: 1. Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Mulkiyah.Ini tentang tauhid Uluhiyah.Malikinnaas -----. Dalilnya adalah: Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. dicintai. maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (maksudnya ia telah kokoh urusannya dan istiqomah pada jalan yang paling baik dan pada jalan yang lurus). dengan mengarahkan semua bentuk peribadahan hanya kepada Allah semata. Dalilnya adalah : (Dia adalah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 8- . supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu". ditaati. Penguasa yang dzolim yang merubah hukum-hukum Allah. “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. ditakuti. Syetan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah. Dari al Qur’an surat al Fathihah dan an Naas dapat disimpulkan bahwa tauhid itu dibagi menjadi tiga macam. Ibnu Katsir berkata: “Dan firman Allah: “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. Maalikiyaumiddiin -----. (Yasin : 60) 2. Orang 4. AnNafyu artinya meniadakan peribadahan dari setiap apa yang diibadahi selain Allah. yang berisi nafyu dan itsbat. Ia pun memiliki rakyat (umat) yaitu seluruh makhluk ciptaanNya sendiri dan tidak ada lagi Pencipta selain Dia. Mulkiyah dan Uluhiyah! Allah sebagai Rabb ialah kita meyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan. mengurus. dalilnya adalah: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai Bani Adam. Dipermulaan thaghut itu? tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. mendidik semua ciptaan-Nya. yaitu Tauhid Rububiyah. Tidak akan putus tali itu” (Al-Baqoroh: 256) Maksudnya barangsiapa yang meninggalkan tandingan-tandingan. memelihara.Jadi. Allah sebagai ilah ialah kita meyakini bahwa Allah saja yang berhak untuk diibadahi. Inilah yang dimaksud dengan mengkufuri thaghut. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dalilnya adalah firman Allah. Alhamdulllahi Rabbil’alamiin -----. diikuti.Ilaahinnaas -----. baik berupa sesuatu yang disembah atau diikuti atau ditaati selain ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah thaghut. maka setiap apa yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan peribadahan itu. Hal ini direalisasikan dengan meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah. dirindukan. Allah sebagai Malik (Raja) ialah kita meyakini bahwa yang berhak memerintah. Tali tersebut adalah kalimat tauhid Laa ilaaha illallaah. tujuan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hidup di dunia ini adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan mengabdi kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir.” (Al-Baqoroh: 256) Dan ayat ini merupakan tafsiran syahadat laa ilaaha illallah.Ini tentang tauhid Rububiyyah. karena Ia pula yang meridhai. Iyyaakana’buduwa iyyaakanasta’iin -----. meninggalkan peribadahan itu. (Al Maa’idah:44) Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Dalilnya adalah: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Seperti pada kalimat. Allah sebagai raja maka Ia memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi langit dan bumi. (An Nisa:60) yang memutuskan perkara dengan selain apa yang diturunkan Allah.Ini tentang tauhid Mulkiyah. Dan al-Itsbat artinya menetapkan peribadahan hanya untuk Allah semata. siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut: Thaghut itu pengertiannya umum. Dan hal ini dapat dikaji didalam Kitab Tauhid yang sudah bertebaran dimana-mana. membencinya. yang mengabulkan doa (permohonan hamba-hambaNya). yang merupakan kedudukan Allah Ta’ala. berhala-berhala dan segala yang diserukan oleh syaitan untuk diibadahi selain Allah. mengatur. Ia pun memiliki Undang Undang Kerajaan yaitu kitabNya (al Qur’an). tentu kita adalah abdi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita hanya menghambakan diri dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan inilah yang dimaksud dengan beriman kepada Allah yang disebutkan dalam ayat tadi. maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang 3.Rabbinnaas -----. lalu mentauhidkan Allah dengan beribadah hanya kepadaNya dan bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadahi secara benar kecuali Allah. Ia pun memiliki aparatur kerajaan yang terdiri dari malaikat dan manusia (rasul). menghukum dan memberikan pahala hanyalah Dia saja. Kita sebagai hamba Allah.

Alihah Alihah adalah jamak daripada ilah. sehingga shalat. zakat. berarti menuntut dari kita untuk meninggalkan ilah-ilah selain Allah (tuhan-tuhan selain Allah) dan yang penting bagi kita di sini adalah memahami apa makna ilah. Ilah.27) 5. tidak ada tuhan yang diibadati kecuali Allah. Jadi. Karena kalau kita melihat realita orang yang melakukan kemusyrikan pada zaman sekarang. Kalimat “dengan sesuatu hal” adalah suatu tindakan atau suatu perbuatan. 1. Thaghut Jadi. Allah Ta’ala berfirman. Laa ilaaha illallaah ketika kita mengucapkannya : tidak ada ilah. bisa berbentuk cerutu. akan tetapi maksudnya adalah sebagai bentuk mencari manfaat atau tolak bala. Kalau kita memahami makna ilah. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. shaum. Arbab (tuhan-tuhan pengatur) 3. zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya. haji. yang artinya tuhan. shaum. maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. lalu orang datang menuju ke batu besar tersebut dengan sesajen. menjauhi. meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung sekulerisme. karena tidak mungkin seseorang menyimpan sesajen-sesajen pada batu besar tersebut dengan tujuan agar dimakan semut. muslim. cerutu. dan lainnya. karena tidak kufur kepada thaghut. definisinya adalah Apa yang engkau tuju dengan sesuatu hal dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana). yaitu. Ketika orang tadi melakukan “tindakan” pemberian sesajen pada batu besar itu dengan persembahan-persembahan tadi dalam rangka tolak bala atau minta manfaat. liberalisme. “Siapa yang melakukan amal shalih. kopi pahit. Andad (tandingan-tandingan) 4. dll. tidak… tentu bukan itu maksudnya. Batu ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tersebut dengan suatu hal tadi (sesajian. mereka tidak menamakan apa yang mereka ibadati selain Allah itu sebagai ilah (sebagai tuhan) akan tetapi dengan nama-nama yang lain. berarti batu besar ini adalah ilah yang dipertuhankan selain Allah. sedang orang yang suka membuat tumbal. Alihah (Sembahan-sembahan) 2. dengan cara melemparkan makanan-makanan ke laut sebagai persembahan kepada Nyi Roro Kidul. mereka datang ke pantai “menuju” Nyi Roro Kidul dengan suatu hal seperti “Pesta Laut”. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan ibadah itu. 1. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya.) dan pemberian sesajen ini pasti ada maksudnya. Dalilnya adalah: Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan:"Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah". Contoh 1 : Batu besar (ini adalah sesuatu). sesajen. tetapi dia musyrik. atau berlepas diri (bara’ah) dari empat hal. Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri.ghaib itu. (Al Anbiyaa : 29) Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin. maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagapenjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. “rurujakan” (sebutan salah satu bentuk sesajian dalam masyarakat suku Sunda). kata mereka ada maksudnya… Apakah itu? Yaitu tolak bala atau cari DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 9- - . maka kita akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh si fulan atau masyarakat fulani itu adalah mempertuhankan selain Allah. Contoh 2 : Nyi Roro Kidul… biasanya orang pantai selatan. Misalnya minta dijauhkan dari bala (bencana). dia bukanlah orang mukmin. demikian Kami memberi balasan kepada orang-oramg zhalim. (Al Jin : 26 . Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Seseorang dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah dan dikatakan muslim-mukmin adalah apabila dia meninggalkan. meskipun dia shalat. karena menurut keyakinannya bahwa pada batu besar itu ada penunggunya. muwahhid dan dengannya pula amalan bisa diterima. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin. meninggalkan empat hal tadi dan kita akan membahas satu demi satu dari keempat hal tersebut. demokrasi atau nasionalisme dan falsafah sistem syirik lainnya. atau menjauhi. bekakak ayam atau apa saja. sehingga pengucapan Laa ilaaha illallaah-nya adalah tidak benar… bohong! Dengan kata lain orang tersebut belum muslim.

Contoh 4 : Kuburan. Mereka itu sebenarnya bukan muslim tapi masih musyrik. kemudian Rasulullah mengatakan : “Katakan. Lalu mereka bangkit dan pergi sambil mengatakan : “Apakah kami harus menjadikan ilah-ilah itu hanya menjadi satu saja?. 2. meskipun dia shalat. Mereka yang melakukan pesta laut itu adalah orang-orang musyrik! Bukan orang-orang muslim. yang telah dipertuhankan selain Allah. di antaranya mereka ingin mendapat keselamatan jika sedang melaut. atau minta doa. saya akan memberikannya… bahkan 10x lipat dari kalimat yang kamu minta itu”. akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. baik itu kuburan Nabi atau kuburan wali atau kuburan siapa saja. walaupun dia tidak mengatakan bahwa dirinya telah mempertuhankan selain Allah. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (As Shaaffaat : 35-36) Dalam ayat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam digelari “penyair gila”. sedangkan mereka itu tidak mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Abu Jahl mengatakan : “Senang sekali. Orang menamakan kuburan tersebut adalah kuburan keramat sehingga orang datang ke kuburan tersebut. ternyata yang melakukan hal itu umumnya adalah orang yang mengaku muslim. mereka memahami bahwa apabila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah konsekuensinya adalah meninggalkan ilah-ilah tadi (batu-batu keramat. minta jodoh. maka orang tersebut menuju sesuatu itu (jin) dengan sesuatu hal berupa tumbal (seperti: memotong ayam lalu dikubur sebelum dibuat pondasi rumah) agar tidak diganggu oleh jin tersebut. pohon-pohon keramat. shaum. berarti kuburan ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tadi dalam rangka meminta manfaat. atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan. haji dan yang lainnya. zakat. telah dijadikan sekutu Allah. Berarti jin ini telah dipertuhankan. dan mereka tak perlu diajari artinya. Ini adalah yang pertama. mereka sangat paham kandungan Laa ilaaha illallaah. akan tetapi melalui orang dekatnya… jadi dia menyamakan Allah dengan makhluk. Mereka paham bahwa di antara maknanya adalah sesungguhnya mereka harus meninggalkan alihah selain Allah. alihah : sesuatu yang engkau tuju dengan suatu hal dalam rangka tolak bala atau meminta manfaat. mereka enggan meninggalkannya. Berarti jin ini adalah sesuatu yang dituju oleh pemilik rumah dengan sesuatu (yaitu tumbal) dalam rangka tolak bala. minta rizqi. dan orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang musyrik! Bukan muslim. mengucapkan mau… bahkan ratusan kali. Berarti kuburan tersebut telah dipertuhankan. dst). karena di antara kebiasaan mereka adalah menjadikan berhala Latta sebagai perantara. Ketika membuat rumah. berarti orangnya adalah orang musyrik dan orang tersebut telah mempertuhankan selain Allah. berbeda dengan orang sekarang. dan dekat dengan Allah. jika orang kotor seperti kami ini minta langsung kepada Allah maka kami malu. Maka dalam kasus ini berarti Nyi Roro Kidul itu adalah ilah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang-orang kafir Arab. bersih. Jadi. kemudian dituju oleh orang tersebut dengan sesuatu. Laa ilaaha illallaah”. mereka memohon kepada Latta yang dahulunya orang shalih untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah. Mereka beralasan bahwa kami ini adalah orang kotor. pohon besar. tidak seperti kita. ada juga yang minta agar dijauhkan dari bala. bahkan ada yang minta doanya (sedangkan meminta doa kepada yang sudah meninggal adalah tidak dibolehkan). sebagaimana kalau minta suatu kebutuhan pada penguasa kita tidak langsung datang kepada penguasa tersebut. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah bukan orang-orang muslim. Contoh 3 : Orang mau membuat rumah. ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan!” (sebagiannya diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim) Mereka (kaum musyrik Quraisy) adalah orang Arab asli. Arbab DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 10 - - . Walaupun batu besar. sekaligus diberi tangkapan ikan yang melimpah. Dan kalau kita hubungkan dengan realita. Kuburan adalah sesuatu. Perbuatan tersebut adalah penyekutuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Juga ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menawarkan kepada mereka… beliau mengatakan : “Maukah kalian berikan kepada saya satu kalimat yang dengannya kalian akan mampu mendudukan orang-orang Arab dan Ajam?”. sedangkan wali ini adalah orang suci. sedangkan Allah itu Maha Suci. kuburan keramat.manfaat. Ada yang minta jodoh kepada penghuni kubur tersebut. tidak diterpa badai atau kecelakaan lainnya. padahal sebelumnya mereka menyebutnya “Al Amin” (yaitu orang jujur lagi terpercaya). di mana kata masyarakat bahwa di daerah yang akan dibangun rumah itu terdapat jin penunggunya. Ketika mereka diajak untuk mengatakan dan komitmen dengan Laa ilaaha illallaah maka mereka menolaknya. dan para pelakunya adalah orang-orang musyrik. sehingga karena hal itulah mereka menolak. ribuan kali akan tetapi perbuatannya bertentangan dengan kandungan Laa ilaaha illallaah.

yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur. sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih Nashrani. dan kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. maka konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah adalah beriman bahwa yang berhak menentukan aturan… hanyalah Allah. dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan. 2. Ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas. dan engkau mengikutinya seraya membenarkan”. sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan. Mereka musyrik 5. berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan. berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb. yaitu penghalalan bangkai. Ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan ketahuilah : “Jika kalian mentaati mereka (ikut setuju dengan hukum dan aturan mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah). Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur. maka kalian ini orang-orang musyrik”. maka Rasul berkata : “Itulah bentuk peribadatan (orang Nashrani) terhadap mereka”. dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang shahih : “Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul : “Hai Muhammad. Apakah rabb disini? Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mendefinisikan rabb disini adalah “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran. bangkai adalah sembelihan Allah. Orang-orang Nashara tersebut telah mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. lalu ‘Adiy berkata : “Ya!”. maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan. ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum atau undang-undang. Apakah Arbab…?? Ia adalah bentuk jamak dari Rabb. maka dia disebut mempertuhankan. apakah kami melanggar Laa ilaaha illallaah dst. dan jika kamu menuruti mereka. lalu mereka berkata : “Kambing yang kalian sembelih kalian katakan halal. (Al An’am : 121) Ayat ini berkenaan dengan masalah bangkai. berlepas diri dari Arbab. lalu kenapa Allah memvonis kami musyrik. kalian katakan haram! Berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. Alim ulama dan pendeta mereka telah memposisikan dirinya sebagai Arbab… sebagai Tuhan Ketika ayat ini dibacakan di hadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim (asalnya beliau ini Nashrani). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. beliau berkata : “Allah yang mematikannya”. Sehingga mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan. mereka heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama? Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata : “Bukankah alim ulama dan pendeta kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan kemudian kalian juga mengharamkannya?”. sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai). Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. Kita sebagai makhluq Allah. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Jadi Allah disebut Rabbul’aalamiin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). maka ‘Adiy Ibnu Hatim mengatakan : Kami (maksudnya : dia dan orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat. Jadi yang ada dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim bahwa yang namanya kemusyikan itu adalah shalat. atau kepada pendeta kami. Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan hukum Allah disebut musyrik. Dalam ajaran orang-orang kafir Quraisy. Dia telah memberikan sarana kehidupan kepada kita. yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik…! Dalam ayat yang lain. Mereka telah beribadah kepada selain Allah 3. Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah. sujud atau memohon kepada selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia.Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan Arbab. mari kita lihat firman Allah : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 11 - - . maka dia mengklaim bahwa dirinya sebagai tuhan… sebagai Rabb. padahal hanya dalam satu hal saja. dan orang yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…! Agar lebih kuat lagi. yang menentukan hukum. sujud kepada alim ulama kami. Lalu apa gerangan jika semua hukum Islam diganti? Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan. Jadi. kambing mati siapa yang membunuhnya?”. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb.” (At Taubah : 31) Pada ayat ini Allah memvonis orang Nashara dengan lima vonis : 1. seperti hukum/undang-undang.

mempertuhankan alim ulama. yang mana bukan hanya satu hukum. kediktatoran. Mari kita perhatikan bahwa dalam praktek demokrasi. setiap individiu-individu rakyat memiliki kewenangan membuat hukum. Kebebasan keyakinan. dan ketika “nyoblos atau nyontreng” itu pada dasarnya mereka mewakilkan hak ketuhanannya kepada wakilnya yang nantinya akan dipajang di gedung Parlemen. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menetapkan hukum. maka sekarang adalah dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. Kebebasan mengeluarkan pendapat 3. Maka apa gerangan dengan sistem demokrasi ini. 2. dengan kata lain adalah syirik dan orangnya disebut musyrik.. akan tetapi seluruh hukum dipalingkan dari Allah kepada makhluk (rakyat)…?? Maka dari itu dalam Undang Undang Dasar 1945 dalam Bab 1 (1) ayat 2 dikatakan : “Kedaulatan berada di tangan rakyat”. Hukum berada di tangan rakyat 4. jika ingin mengetahui DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 12 - - . Jadi. Jadi. “…dan jika kamu menuruti mereka. aturan. dengan nama lain kebebasan meyakini apa saja sekalipun kekafiran. Hal ini bisa dilihat pada saat sidang-sidang thaghut itu dimana mereka mengatasnamakan rakyat. maka tinggal membaca kitab Undang Undang Dasar 1945 dan di dalamnya akan didapatkan : Bahwa setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan Rancangan Undang Undang (RUU) atau akan didapatkan juga pasal : Bahwa Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang… dst. Jika dahulu sebelum di-amandemen dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. oleh rakyat dan untuk rakyat. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah.“. akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui. ibadah kepada selain Allah. Sistem demokrasi mulai populer ketika Revolusi Prancis. dalam sistem demokrasi ini yang berwenang atau menentukan hukum dan undang-undang adalah rakyat. (walau ide-ide dasarnya sudah muncul jauh sebelum itu). Jadi. dalam satu hal saja orang yang mengikutinya itu disebut musyrik. yang berhak memutuskan hukum itu adalah rakyat. akan tetapi kalau rakyat yang berjumlahnya berjuta-juta ini berkumpul semuanya adalah tidak mungkin. undangundang hanya di Tangan Allah. kedaulatan atau hak hukum itu berada di tangan rakyat. Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. dan sikap otoriter yang mereka lakukan di atas nama tafwidl ilahiy (atas nama kewenangan Tuhan) maka terjadilah revolusi yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan yang diberikan kepada rakyat yang mana demokrasi ini dibangun di atas beberapa pilar : 1. Jika sekarang kita ingin mengetahui siapa Arbab-Arbab… para pengaku tuhan di NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) ini." (Yusuf : 40) Dalam ayat ini. Itu semua adalah Arbab-Arbab yang ada di Indonesia… Sekali lagi. Melepaskan norma akhlaq dari agama Dalam masalah ini kita secara khusus mengambil masalah “hukum berada di tangan rakyat”. yaitu pemegang kekuasaan adalah rakyat atau sering pula disebut : dari rakyat. sekarang kita hubungkan dengan realita : Bukankah kita mengenal sistem demokrasi?! Orang yang “berpendidikan” pasti mengetahui apa makna demokrasi. dalam demokrasi pihak yang berdaulat. Jadi. dengan kata lain bahwa rakyat itu memiliki sifat ketuhanan yaitu pembuat hukum. sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah. Hal ini terjadi agar terlepas dari kungkungan gereja yang mengekang mereka karena kekuasaan kaisar-kaisar pada saat itu. Jadi. ketika hal itu dipalingkan kepada alim ulama dan pendeta disebut musyrik. di mana yang berhak memutuskan hukum aturan/undang-undang dalam sistem itu adalah rakyat. itulah dien yang lurus… ajaran yang lurus. Itulah agama yang lurus. Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah. yang mana dalam sistem demokrasi perwakilan diwakilkan melalui pemilu (intikhab). Sehingga nantinya akan membuat hukum atas nama rakyat (bukan atas nama Allah). Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah. aturan. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. dengan kezhaliman. undang-undang hanyalah milik Allah.Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah.. Jika dalam surat Al An’am 121 di saat satu hukum saja dipalingkan kepada selain Allah dihukumi syirik dan yang membuatnya disebut wali syaithan (Arbab). yang berhak menentukan hukum itu adalah rakyat. Juga yang berkaitan dengan otonomi daerah: “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintahan setempat diberikan kewenangan membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah”. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Apa yang diinginkan rakyat atau mayoritasnya itu adalah kebenaran yang wajib diikuti. maka diwakilkan hak ketuhanannya itu lewat pemilu. (Al An’am : 121) Apa saja sisi kekafiran Demokrasi? Dari penjelasan sebelumnya. hak membuat hukum. Maka dari itu tidaklah aneh. ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu artinya memalingkan ibadah kepada selain Allah. karena mereka adalah perwakilan rakyat… penyalur aspirasi rakyat. atau dengan kata lain bahwa demokrasi itu merampas sifat ketuhanan dari Allah dan diberikan kepada rakyat yang nantinya akan terwujud dalam wakil-wakil rakyat yang ada di gedung Parlemen (MPR/DPR atau yang lainnya).

utusan daerah. kemudian digulirkan (menjadi sebuah berhala). Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. Itulah agama yang lurus. tapi dengan taat. kitab hukum yang lainnya mereka pula yang membuatnya sendiri lalu mereka juga yang mengibadatinya (mengikuti dan mentaatinya). polisi. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka !!! dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. maka jelaslah kekafirannya. patuh dan loyalitas). akan tetapi dengan ditaati. perda no sekian. atau pasal sekian…!”. maka DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 13 - - . fraksi. yaitu rakyat (wakil rakyat) sehingga bukan ayat Al Qur’an lagi yang tertera. dan ketika lapar maka tuhan-tuhan itu dimakan. bukan dengan disembah-sembah seperti shalat atau sujud. padahal semua itu justeru adalah realita yang nyata zaman sekarang. jelas bukan : “Sesuai dengan firman Allah surat anu ayat sekian atau sabda Rasulullah…”. maka yang keluar adalah perpu no sekian. Jahiliyyah banget gitu lho !!”. Ketika hukum dan undang-undang selesai digodok. fraksi yang lain tentang keamanan…! Mereka menggodok seperti membuat adonan. akan tetapi mereka mengatakan : “Sesuai TAP MPR No sekian. seperti fraksi anu… menggodok undang-undang buruh (umpamanya). kemudian ketika ada celah atau hukum tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. “nama-nama yang kalian ciptakan” maksudnya adalah seperti apa yang diibadati oleh para anshar thaghut zaman sekarang berupa Undang Undang Dasar. Fraksi ini membuat bagian tangannya. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. begitulah keadaannya…!! Jadi semua itu adalah hukum Arbab. Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman : “Hai kedua penghuni penjara. membuat hukum itu adalah sebagai bentuk membuat tuhan yang akan mereka ibadati. dijadikan acuan hukum. Jika tidak setuju. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". fraksi yang lain tentang pendidikan. dll… dan ayat “yang kalian ibadati” maksudnya adalah mengikuti hukum. fraksi itu membuat kepalanya. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada pengaku ‘tuhan-tuhan’ yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab itu. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. bukan adonan roti. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. saya gambarkan… mungkin kita sering mendengar orang memperolokolokkan Arab Quraisy ketika membuat tuhan dari roti yang terbuat dari adonan yang kemudian diibadati. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. sekian… lalu disosialisasikan ke tengah masyarakat atau kepada aparatur thaghut ini dan kemudian rame-rame diibadati. fraksi lain tentang perbankan. Yusuf [12] : 39-40) Ayat “Tuhan-tuhan yang bermacam itu…” maksudnya adalah tuhan-tuhan pengatur atau pembuat hukum yang beraneka ragam. utusan setiap daerah dan lain-lain. mereka yang memperolok-olok itu mengatakan “Oh… bodoh sekali orang-orang Arab itu. mereka menciptakannya dan mereka mengibadatinya. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. maka hakikatnya adalah bukan hukum Allah akan tetapi hukum demokrasi. Setelah disosialisasikan dan diibadati ramai-ramai oleh para aparat. Ketika membuatnya : Mereka (partai-partai yang katanya ngaku berasas “Islam”) mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. hakim. (QS. sekian… atau Perpu No. Perpu-perpu juga mereka yang membuatnya. Jadi. maka akan diketahui bahwa mereka adalah para pengaku tuhan. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. akan tetapi : Tap MPR no sekian… atau perpu no sekian… seperti itulah yang ada. dan yang lainnya. setelah itu akan terjadi tarik ulur. yang lain membuat kakinya atau bagian yang lainnya sehingga setelah semuanya digodok dan dicetak sampai menjadi sebuah berhala (seperti berhala dari roti). Supaya lebih dipahami. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik. tapi mereka menggodok undang-undang dan hukum. yang banyak dari berbagai golongan. maka akan dibuatkan TAP MPR No. fraksi.siapa Arbab atau para pengaku tuhan maka pahamilah Tauhid lalu baca kitab Undang Undang Dasar 1945. mereka itu adalah Arbab. jaksa. dan ketika sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan atau ada celah untuk merubah (misalnya karena ada kepentingan politik partai). Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. demokrasi ini adalah sistem syirik sedangkan hukum yang muncul dari bingkai demokrasi dalam bentuk apapun itu adalah syari’at demokrasi… syari’at syirik walaupun “umpamanya” sanksi “potong tangan” bagi pencuri muncul dalam bingkai demokrasi. maka kita akan mendengar bahasa mereka “menggodok undang-undang”. maka berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka yang membuatnya dengan bahasa mereka “direvisi atau di-amandemen” seperti layaknya tuhan yang terbuat dari roti. Jika kita sudah paham bahwa Arbab (mereka para pengaku tuhan) adalah tuhan jadi-jadian dan hukum yang diibadati itu juga tuhan (tuhan yang diibadati bukan dengan shalat atau doa. komisi-komisi. KUHP juga mereka yang membuatnya… semua itu adalah nama-nama yang mereka ciptakan sendiri. manakah yang baik. Kita juga melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh para aparat thaghut. dirujuk. Setelah itu kemudian dibuatkan lagi yang baru… digodok lagi… dicetak lagi… sehingga menjadi sebuah berhala baru lagi (hukum dan undang-undang baru). kemudian disembah lagi. karena munculnya bukan dari Allah. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. tapi dari sang pembuat hukum yang diakui dalam sistem demokrasi. Jadi. Arbab-Arbab itu adalah pengaku tuhan.

begitu dan begitulah seterusnya…!!! Jadi. Akan tetapi ketika dia mengucapkan “Aku adalah tuhan kalian tertinggi” maksudnya adalah tuhan yang hukumnya harus kalian taati… yang mana tidak ada hukum yang harus kalian ikuti kecuali hukum buatan saya ! Jadi ketika Fir’aun mengatakan hal itu. mengatakan : “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan. lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am : 121 dan At Taubah : 31. sedangkan jika anak-anak kecil ~yang masih suci fithrahnya~ dibunuh. kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang. maka disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. apakah ketika dia mengucapkannya dia mengklaim pencipta langit dan bumi ? atau bahwa dialah yang menyediakan isi dan segala apa yang ada di atasnya ?? Tidak…! dia tidak memaksudkan hal itu. barangsiapa yang memegangnya atau yang mengikutinya. Jadi. sedangkan apabila di waktu kecil fithrah sudah rusak atau mati sampai dia dewasa lalu tidak bertaubat (tidak kembali kepada tauhid) dan dia mati dalam keadaan seperti itu. “kitab-kitab suci” selain Al Qur’an pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau ucapan syaitan yang dihasilkan oleh para Arbab (para pengaku tuhan itu) yaitu Undang-Undang Dasar. maka insya Allah masuk surga. bahkan masyarakatnya pun mengetahui bahwa Fir’aun sendiri terlahir dari manusia. sebagai aturan bagi orang yang beriman. karena sifat-sifat Fir’aun itu banyak dan Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang justeru mereka itu lebih dahsyat lagi. dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat. maka kita akan melihat bahwa pada zaman sekarang banyak sekali yang seperti Fir’aun. Fir’aun mengatakan “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”. Pada gambaran yang lain. [Al Hakimiyyah : 56] Jadi. 3. dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri. hal demikian itu adalah sebagai tali Allah yang diulurkan dari sisi-Nya (dari surga) ke bumi. dan loyalitas terhadapnya. maka akan ditarik oleh syaitan ke dasar neraka. maka dia masuk surga. jangan selalu mengidentikan pada Fir’aun zaman Nabi Musa saja. oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. Akan tetapi apabila mereka (Fir’aunFir’aun zaman sekarang) itu tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masa anak-anak. dia mengatakan : “Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga). sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik. sedang fithrahnya tidak. doa. karena apabila menyembah berhala yang berbentuk patung tidak akan ada yang memaksa. Andad (Tandingan-tandingan) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 14 - - . Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab. akan tetapi dengan mengikuti. Apabila telah paham apa yang diucapkan Fir’aun itu. Jadi. Ini adalah penjelasan tentang Arbab yang mana ini adalah bagian ke dua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah.berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka. Apabila Fir’aun zaman dulu membunuh anak laki-laki karena takut suatu hari ada yang menyaingi atau membunuh dia (sesuai dengan mimpinya itu). itulah Fir’aun yang mana dia mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia. maka dia musyrik terhadap Allah. maka akan dipaksa dan diberi sanksi jika menolak. tetapi “Sayalah pembuat hukum yang hukumnya harus kalian ikuti…!”. akan tetapi yang dia maksudkan : “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!” Bila semua ini kita pahami. berhalaisme atau paganisme itu selalu terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih berbahaya. maka setelah dewasa barulah dibunuh jasadnya atau dimasukkan ke penjara-penjara Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang. Barangsiapa yang memegangnya maka ia akan sampai kepada Allah. hukum. mentaati. sedangkan Fir’aun zaman sekarang… mereka membunuh fithrah anak-anak kecil dengan didoktrinkan ideologi-ideologi kafir tersebut di sekolah-sekolah milik Fir’aun sehingga fithrahnya mati. sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an (seperti: KUHP atau kitab hukum dan perundangundangan lainnya) adalah pada hakikatnya kitab syaitan yang merupakan tali syaitan yang di ulurkan dari neraka. karena masyarakat mengetahui bahwa sebelum Fir’aun telah ada manusia. berarti kita bisa melihat banyak Fir’aunFir’aun zaman sekarang yang mengatakan bahwa hukumnya harus ditaati ! mereka adalah Fara’inah. sujud. padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?" (Al Mukminun : 47) Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan. bukan jasadnya yang dimatikan. akan tetapi kalau untuk mentaati hukum thaghut. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun ~salam bagi mereka~. jika kita membaca tentang Fir’aun itu. kafir. Jadi. akan tetapi fithrahnya yang dimatikan. nadzar atau istighatsah. bukanlah karena dia yang menciptakan manusia atau yang bisa memberikan manfaat atau madharat atau yang bisa memberi anak. maka dia akan dijerumuskan ke dalam api neraka… dan ini adalah bahaya !! Sedangkan apabila anak kecil yang mati jasadnya saja.

(Al Baqarah : 22) 4. atau benci dengan undang-undang ini. baik itu anak. atau dari kalangan bala tentaranya seperti aparat POLRI. dst. Kita mengetahui bahwa dalam sistem yang dipakai Pemerintahan ini adalah sistem kafir. ~umpamanya~ orang mendaftarkan diri menjadi TNI. dan berarti si anak telah menjadi Andad yaitu segala sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid dan Al Islam disebut Andad. posisi jabatan. Umpamanya. sedangkan kesetiaan terhadap thaghut merupakan kekafiran ! Kita mengetahui bahwa yang mereka inginkan bukanlah menjadi kafir atau murtad. Jadi. yang artinya tandingan. maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan : “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (An Nahl : 36) Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. benci dengan falsafah yang syirik ini. Ketika seseorang mau menjadi pegawai di dinas thaghut. dengan demikian keinginan tersebut atau posisi jabatan atau gaji bulanan yang diinginkan tersebut telah menjadi Andad. sedangkan menyatakan ikrar atau janji setia kepada sistem kafir merupakan kekafiran. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satusatunya. (Al Baqarah : 22) Andad itu apa…? Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Al Islam. Orang tersebut telah meninggalkan Tauhidnya karena ia menjadikan hal-hal tersebut sebagai Andad. harta. suami. Yudikatif. sedang si anak tersebut dalam keadaan sakit. isteri. maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad. mereka tidak bisa memegang posisinya. Perundang-undangannya juga adalah perundang-undangan thaghut. kita bisa melihat dalam realita yang ada di dalam kehidupan masyarakat… mereka berbondong-bondong menjadi abdi hukum buatan. maka dia harus bersumpah setia kepada sistem thaghut ini terlebih dahulu. berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad… tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. jabatan. jabatan. gaji bulanan. yaitu sistem demokrasi. Dan dikarenakan harus setia kepada kekafiran sedang hal demikian itu adalah kekafiran maka perbuatan tersebut telah menjadikan orang tersebut terjerumus ke dalam kekafiran. baik itu berupa jabatan. TNI atau para pejabatnya atau bahkan pegawai kecilnya sekalipun. Contoh. kepada apa…?? Kepada berhala Pancasila dan Undang Undang Dasar dan kepada sistem thaghut ini. Undang-Undang Dasar atau undang-undang lainnya yang dibuat oleh manusia adalah kafir. atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang dari Tauhid atau memalingkan seseorang dari Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan. Dikarenakan saking sayangnya kepada si anak tersebut akhirnya si ayah datang ke dukun dan mengikuti apa yang disarankan oleh si dukun tersebut. lalu ada orang yang menyarankan kepada si ayah tersebut agar si anak yang sakit itu dibawa ke dukun. orang tersebut telah menjadikan keinginan-keinginannya sebagai Andad yang memalingkannya dari Tauhid…! Jadi Andad adalah sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid… dari Islam. harta benda.Andad adalah jamak dari kata nidd. harta. seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya. Orang-orangnya… baik itu pejabat Legislatif. Allah Ta'ala berfirman : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 15 - - . Thaghut. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih. Nah… keinginan-keinginan tersebut yang menyebabkan orang tersebut meninggalkan Tauhid. Polisi atau jadi Caleg (Calon Legislatif) yang mana dia tidak bisa meraihnya kecuali kalau mereka setia kepada sistem thaghut tersebut. Sedangkan Allah berfirman : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. atau sesuatu yang memalingkan kamu dari Tauhid. Eksekutif. Kita memahami bahwa yang diinginkan oleh orang tersebut bukanlah ingin kafir atau ingin murtad dan bukan sebagai kebencian kepada Islam… akan tetapi dia menginginkan posisi. Maka dengan demikian si anak tersebut telah memalingkan si ayah tadi dari Tauhid. Akan tetapi yang diinginkan bukan itu (bukan ingin kafir atau menjadi suka pada sistemnya). Ketahuilah wahai saudaraku. atau keluarga. isteri. kalau hal tersebut justeru mamalingkan seseorang dari tauhid. dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik. dst. melainkan gaji bulanan atau fasilitas-fasilitas. kecuali mereka menyatakan ikrar atau janji setia. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. Mungkin ketika seseorang telah mengenal Tauhid dia pasti benci dengan sistem ini. sesuatu yang memalingkan seseorang dari Al Islam atau Tauhid. baik itu anak. sistem syirik.

haji. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepadaNya. tentu akan Kukabulkan permohonan kalian. dan itu harus diyakini bathil. sebagaimana firman-Nya Subhanah: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 16 - - . sedang orang yang meyakini bahwa memohon kepada orang atau wali yang sudah mati adalah sebagai bentuk pengagungan terhadap wali tersebut maka dia belum kufur terhadap thaghut. Engkau membencinya. Sedangkan dalam kenyataan. hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. Engkau meninggalkannya. Penyandaran hukum kepada Allah adalah bentuk ibadah kepadaNya. maka ketika dipalingkan kepada selain Allah. baik berupa ayam atau kambing saat hendak membangun rumah. maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah : 256) Bila seseorang beribadah shalat. shaum. Itulah dien yang lurus…” (Yusuf : 40) Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar tidak menyandarkan hukum. itu adalah syirik lagi bathil. sembelihanku. maka hal itu adalah perbuatan syirik. sehingga apabila disandarkan kepada makhluk. akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut. Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara bersedekah makanan adalah ibadah. 3. orang yang membuat tumbal. Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah. 4. berarti dia tidak kufur terhadap thaghut. Ibadah adalah hak khusus Allah. sesungguhnya orang-orang yang menolak beribadah kepadaKu. maka itu adalah syirik dan merupakan suatu bentuk ibadah kepada makhluk tersebut. kecuali kepada Allah. Engkau mengkafirkan pelakunya. Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah : 1. Memohon kepada orangorang yang sudah mati adalah di antara bentuk pemalingan ibadah doa kepada selain Allah. sedangkan taqarrub kepada jin dan syaitan dengan sesajen adalah syirik lagi bathil. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. maka mereka akan masuk nereka Jahannam dalam keadaan hina” (Al Mukmin : 60) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Doa itu adalah ibadah”. maka orang ini tidak kufur terhadap thaghut.. jihad dsb. 2. Sembelihan adalah ibadah. bila dipalingkan kepada selain Allah maka hal tersebut adalah syirik lagi bathil. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. Doa adalah ibadah sebagaimana firman-Nya Ta’ala : “Berdoalah kepadaKu. jembatan dsb. dan Allah namakan penyandaran hukum itu sebagai ibadah. gedung. Dan engkau memusuhi para pelakunya. maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima. Allah Ta'ala berfirman : “…(Hak) hukum itu tidak lain adalah milik Allah. Wewenang (menentukan/membuat) hukum/undang-undang/aturan adalah hak Allah semata. tiada satu sekutupun bagiNya” (Al An’am : 162-163) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (tumbal)”. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (Al Mumtahanah : 4) Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : I. Allah berfirman tentang syiriknya orang-orang Arab dahulu : “Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak.“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah.. Sesungguhnya shalatku. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka : “Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami. sedangkan bila wewenang itu disandarkan kepada makhluk. 5.” (Al An’am : 136) Jadi orang yang menganggap pembuatan dan persembahan sesajen sebagai tradisi yang mesti dilestarikan. dia menganggap sebagai tradisi yang patut dilestarikan. zakat.

meskipun itu menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Kambing yang telah Allah sembelih (maksudnya bangkai) dengan tanganNya Yang Mulia kalian haramkan. orang meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik. “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya ?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata. “Allah yang telah mematikannya” Mereka berkata. maka Allah tegaskan. At Tirmidzi] Jadi. kalian katakan halal. Sedangkan pada masa sekarang. Hakim] Ucapan tersebut adalah wahyu syaitan untuk mendebat kaum muslimin agar setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah. sesungguhnya hal itu adalah fisq. bahwa apabila mereka (kaum muslimin) setuju dengan hal itu berarti mereka telah musyrik. tetapi dengan dalih “Maslahat Dakwah” lalu ia masuk kedalam sistem demokrasi tersebut.“Dan janganlah kalian memakan dari (sembelihan) yang tidak disebutkan nama Allah padanya. dan dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman : “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Dia adalah bathil…” (Luqman : 30) II. dan bila kalian menta‟ati mereka maka sungguh kalian ini adalah orang-orang musyrik” (QS. “Ya. dan agar setuju dengan penyandaran hukum kepada mereka. orang Nashrani divonis musyrik karena mereka setuju dengan penyandaran hukum kepada ahli ilmu dan para rahib. Dan sesungguhnya syaitan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian. Bagaimana jika ada ulama yang masuk parlemen untuk berdakwah. Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim. Allah Ta’ala berfirman berkaitan dengan semua peribadatan di atas: “Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq. padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) “Dan saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian seru selain Allah” (Maryam : 48) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 17 - - . sedangkan yang kalian sembelih dengan tangan-tangan kalian. Seperti orang yang membuat partai-partai berlabel Islam dalam rangka ikut dalam Pesta Demokrasi. “Hai Muhammad. atau minimal boleh menurut mereka. Padahal demokrasi berintikan pada penyandaran wewenang hukum kepada kedaulatan rakyat atau wakil-wakilnya. siapakah yang membunuhnya?” maka Rasulullah menjawab. kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata. “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. Allah vonis mereka sebagai Arbaab. maka orang tersebut tidak kufur terhadap thaghut dan dia itu belum muslim. meninggalkan perbuatan syirik itu. sedangkan dalam ajaran kaum musyrikin adalah halal. sedangkan ini adalah syirik. maka dia berkata : “Wahai Rasulullah. betul” lalu Rasulullah berkata lagi. sudahkah ia kufur pada thaghut? Orang yang meyakini bahwa demokrasi itu syirik. namun harus disertai. Al An’am [6] : 121) Kita mengetahui dalam ajaran Islam bahwa sembelihan yang tidak memakai nama Allah adalah bangkai dan itu haram. ada kambing mati di pagi hari. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah” [HR. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. akan tetapi karena takut akan dikucilkan masyarakatnya lalu ia melakukan hal tersebut. Engkau meninggalkannya Meyakini perbuatan syirik itu adalah bathil belumlah cukup. Syaitan membisikan kepada wali-walinya. Orang yang meyakini pembuatan tumbal/sesajen itu bathil. Juga Al Masih putera Maryam. Sesungguhnya kufur terhadap thaghut menuntut seseorang untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kemusyrikan tersebut. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (At Taubah : 31) • • • Dalam ayat ini Allah vonis orang-orang Nashrani sebagai berikut : Mereka telah mempertuhankan para ahli ilmu dan para rahib Mereka telah beribadah kepada selain Allah Mereka telah musyrik Juga para ahli ilmu dan para rahib tersebut.

dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat. [Riwayat para penyusun As Sunan/ Ashhabus Sunan] DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 18 - - . maka dia itu tidak dianggap syahadatnya. bahwa siapa yang memalingkan sesuatu dari dua macam doa kepada selain Allah. maka dia itu sama dengan pelakunya. orang yang duduk dalam majelis di mana kemusyrikan atau kekufuran sedang berlangsung atau sedang dilakukan atau dilontarkan (diucapkan) dan dia duduk tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari hal tersebut maka dia sama kafir dan musyrik seperti para pelaku kemusyrikan tersebut. maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sebagai contoh : orang yang hadir di tempat membuat atau mengubur tumbal yang sedang dilakukan. “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi akan laa ilaaha ilallaah…” (Muttafaq ‘alaih) Sedangkan orang yang tidak meninggalkan syirik. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata : “Ulama berijma. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya pelafalan laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid. : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) Kata bara’ (berlepas diri) dari syirik itu menuntut adanya kebencian akan adanya syirik itu. karena yang dia lakukan bertentangan dengan apa yang dia ucapkan. berarti sama (status) kalian dengan mereka” (An Nisa : 140) Jadi. Allah Ta'ala berfirman : “Dan sungguh Dia telah menurunkan kepada kalian dalam Al Kitab. Seandainya tidak dapat mengingkari dengan lisannya. meninggalkan syirik. Al Imam Su’ud Abdil Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Orang yang memalingkan sedikit dari (ibadah) itu kepada selain Allah. maka dia telah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha ilallaah Muhammadur Rasulullah. dia tidak merealisasikan firman-Nya : “Dan mereka itu tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh ketundukan kepadaNya” (Al Bayyinah : 5). maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam. namun disamping ibadah kepada Allah. shaum dan mengaku muslim” [Ibthal At Tandid : 76]. baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in. Majmu’ah tauhid]. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” Kebencian terhadap syirik ini harus berbentuk realita (ada tindakan nyatanya). Orang berbuat syirik. Minhajut Ta’sis : 61]. Engkau Membencinya Orang yang meninggalkan perbuatan syirik akan tetapi dia tidak membencinya. meskipun dia shalat. maka dia belum kufur terhadap thaghut. shaum. para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah : 2/545]. maka hal tersebut harus diingkari dengan hatinya yang berbentuk sikap meninggalkan majelis tersebut. Ini dikarenakan Allah mensyaratkan adanya kebencian terhadap syirik dalam merealisasikan tauhid kepadaNya. yaitu dengan tidak hadir di majelis syirik saat syirik sedang berlangsung. yaitu bila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok. dia tidak kufur terhadap thaghut. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik. Jadi. Oleh karenanya para shahabat pada masa khalifah Utsman radliyallahu 'anhu berijma atas kafirnya seluruh jamaah mesjid di kota Kuffah saat salah seorang di antara mereka mengatakan : “Saya menilai apa yang dikatakan Musailamah itu bisa jadi benar” dan yang lain hadir di mesjid itu tanpa mengingkari ucapannya seraya pergi darinya”. maka syahadatnya tidak dianggap. Orang yang melakukan syirik akbar meskipun tujuannya baik maka dia tetap belum kufur terhadap thaghut. dia shalat. sama saja dia itu ahli ibadah atau orang fasik. karena sesungguhnya kalian (bila duduk bersama mereka saat hal itu dilakukan). zakat dan melakukan amalan Islam lainnya” [Ad Durar As Saniyyah : 1/323. Sungguh sebuah kesalahan fatal orang yang mengatakan : “Saya ingkar dan benci di hati saja” sedangkan dia tidak pergi meninggalkan majelis tersebut. orang yang tidak meninggalkan syirik.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda. Allah Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alayhissalam. dan sama saja maksudnya itu baik atau buruk” [Durar As Saniyyah : 9/270]. III. dia beribadah kepada yang lain juga. maka dia itu musyrik. oleh sebab itu Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Dan siapa yang bersyahadat laa ilaaha ilallaah. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Orang tidak disebut muwahhid kecuali dengan cara menafikan syirik dan bara’ah darinya”. atas ijma (para ulama)” [Kitab Taisir] Syaikh Hamd Ibnu Athiq rahimahullah berkata : “Para ulama ijma.

tidak meniti jalanNya dan tidak mengagungkan Allah dan Rasul-Nya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya pengagungan terhadapNya. maka haramlah harta dan darahnya. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan para pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. memusuhi mereka dan memerangi mereka” [Ad Durar As Saniyyah: 9/291] Jadi. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij.Orang yang tidak membenci ajaran syirik. dia itu tidak membenarkan Al Qur’an. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. sedangkan perhitungannya adalah atas Allah” (HR.. katakanlah. misal: “. sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang dusta lagi sangat kafir”. kecuali dengan menafikan syirik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkafirkan para pelaku syirik akbar dalam banyak ayat. Muslim) Para imam dakwah Najdiyyah telah menjelaskan maksud sabda nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. berlepas diri darinya dan mengkafirkan pelakunya” [Syarh Ashli Dienil Islam – Majmu’ah Tauhid] Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Dan sebagian ulama memandang bahwa hal ini (mengkafirkan pelaku syirik) dan jihad diatasnya adalah salah satu rukun yang mana Islam tidak tegak tanpanya” (Mishbahuzh Zhalam :28). dan orang yang mengangkat andaad dan arbaab (tuhan-tuhan) bersamaNya. “dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah” maksud kalimat tersebut adalah : Mengkafirkan pelaku syirik dan berlepas diri dari mereka dan dari apa yang mereka ibadati [Durar As Saniyyah: 291] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar adalah orang yang tidak kufur kepada thaghut. (mereka mengatakan) : “Kami tidak beribadah kepada mereka. agama kuffar. berarti dia menolak perintah Allah. Orang yang tidak mengagungkan perintahNya. Beliau berkata lagi : “Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. di antaranya adalah firman-Nya : “…Dan dia menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah supaya dia menyesatkan dari jalanNya. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam besabda : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. “Nikmatilah kekafiranmu sebentar. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 19 - - . sesungguhnya kamu tergolong penghuni neraka” (Az Zumar : 8) Dan orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik. dan thaghut berarti ia tidak kufur terhadap thaghut. Engkau Mengkafirkan Pelakunya. karena sesungguhnya Allah dalam Al Qur’an telah mengkafirkan para pelaku syirik dan memerintahkan untuk mengkafirkan mereka. orang yang menjadikan andaad (tandingan-tandingan) bagi Tuhannya. maka sikap seperti ini hanyalah ditempuh oleh orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. Siapa yang memiliki sifat ini maka dia telah kafir.Dan orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan selain Allah. dan mereka bergelar kafir. bahkan dia itu tidak menghargai kedudukan ulama dan para imam umat ini dengan selayaknya” [Mishbahuzh Zhalam : 29] Para imam dakwah Nejed berkata : “Di antara hal yang mengharuskan pelakunya diperangi adalah sikap tidak mengkafirkan pelaku-pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka karena sesungguhnya hal itu termasuk pembatal dan penggugur keIslaman. (Az Zumar : 3) dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala : “Dan siapa yang menyeru ilaah yang lain bersama Allah yang tidak ada bukti dalil kuat buat itu baginya. Dia Subhanahu Wa Ta’ala juga telah memerintahkan untuk mengkafirkan para pelaku syirik. sistem kafir. sesungguhnya tidak beruntung orang-orang kafir itu” (Al Mukminun : 117) Bila Allah mengkafirkan para pelaku syirik. melainkan supaya mereka itu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. maka perhitungannya hanyalah disisi Rabbnya. maka orang yang tidak mengkafirkan mereka berarti tidak membenarkan Allah. IV. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. Sesungguhnya Allah memutuskan di antara mereka di hari kiamat dalam apa yang telah mereka perselisihkan. maka dia telah kafir” [Risalah Nawaqidlul Islam] Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Seseorang tidak menjadi muwahhid (orang berTauhid). halal darah dan hartanya serta wajib diperangi sehingga dia mengkafirkan para pelaku syirik” [Durar As Saniyyah: 9/291] Mereka juga mengatakan : “Sesungguhnya orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik.

pada umumnya dia lebih loyal kepada pelaku syirik dan justru memusuhi para muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik. Allah Ta’ala berfirman : “Dan siapa yang berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) di antara kalian. Sekulerisme adalah dien. Akan tetapi hal seperti ini telah menimpa orangorang yang pernah bersama kami di Dir’iyah dan Uyainah yang mana mereka murtad dan benci akan dien ini” [Ad Durar As Saniyyah : 10/92] V. mereka benci dan dongkol kepada para muwahhid itu. dia telah mencampakan nash-nash Al Qur’an dan dia mengikuti selain jalan kaum muslimin” [Mishbahuzh zhalam : 72] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara nau’ (jenis pelaku) maka dia kafir. adapun kebanyakannya berstatus sebagaimana yang digambarkan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah: “Orang-orang yang merasa keberatan dengan masalah takfir. anak-anaknya. sehingga banyak yang jatuh dalam kekafiran. Sedangkan para pelaku syirik dan munafiqin adalah teman mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. maka sumber hukumnya pun adalah rakyat yang diwakili oleh wakil-wakil mereka di Parlemen (MPR/DPR). Dan bila anda membuka Konstitusi (Undang Undang Dasar) semua negara yang bersistem Demokrasi. meskipun mereka itu ayah-ayahnya. Dia tidak bisa membedakan antara Dien para rasul dengan madzhab Khawarij. kepunglah mereka dan intailah mereka ditempat pengintaian” (At Taubah : 5) Apakah Demokrasi itu adalah agama ( dien ) baru selain Islam? Ya. Dikarenakan rakyat adalah yang berdaulat dan yang berkuasa. saudara-saudaranya atau karib kerabatnya” (Al Mujaadilah : 22) Syaikh Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya orang tidak tegak keIslamannya walaupun ia mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan kecuali dengan memusuhi para pelaku syirik” [Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Hindu.Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah berkata : “Siapa yang menjadikan pengkafiran dengan syirik akbar termasuk aqidah Khawarij. dan Majusi saja. 1. maka mari kita kupas ajaran-ajarannya itu dengan membandingkannya dengan ajaran Islam. Budha. Sistem tersebut adalah sistem (dien) atau thaghut! Islam adalah dien kaum muslimin. akan tetapi rakyat. sedangkan demokrasi itu memilliki undang-undang selain Islam. atau mengklaim bahwa : “perbuatan mereka itu meskipun bathil. tangkaplah mereka. tidak pula kesaksiannya. Orang yang tidak mau mengkafirkan para pelaku syirik. dien (agama) kafir itu bukan hanya Nashrani. Menafikan (meniadakan) keimanan atau tauhid. sedangkan orang yang membedakan antara nau’ dengan mu’ayyan (orang tertentu) maka minimal jatuh dalam bid’ah dan bila (sudah) ditegakkan hujjah atasnya. baik kaum musyrikin yang mengaku Islam atau yang mengaku bukan Islam. Yahudi. Demikianlah realita yang terjadi. Jadi. Tidaklah sah shalat dibelakang orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik secara mu’ayyan. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan pelaku syirik akbar) atau mengingkari terhadap orang yang mengkafirkan mereka. bila engkau mengamati mereka ternyata kaum muwahhidin adalah musuh mereka. maka dia kafir juga. akan tetapi Demokrasi adalah dien. serta tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya” [Ad Durar As Saniyyah : 10/53] Ini adalah status minimal. Majmu At Tauhid:21] Permusuhan lainnya adalah loyalitas kepada orang kafir. Undangundang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala namakan sebagai dien (agama/jalan hidup yang ditempuh). Ketika kita berbicara mengenai Arbab pada pembahasan tadi telah sedikit terbahas. Nasionalisme adalah dien. maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq. tetapi tidak mengeluarkan mereka pada kekafiran. Untuk benar-benar mengetahui kekufuran dien Demokrasi ini. maka pasti mendapatkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 20 - - . Konghucu. Allah berfirman tentang ajaran Ibrahim ‘alayhissalam. Dan para nabi yang bersamanya : “Dan tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) “Kalian tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. Sumber hukum bukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Engkau Memusuhi Mereka Orang yang tidak memusuhi pelaku syirik bukanlah orang yang kufur kepada thaghut. maka sungguh dia telah mencela semua rasul dan umat ini. Shinto. Kapitalisme adalah dien. sedangkan Demokrasi adalah dien kaum musyrikin. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka” (Al Maaidah : 51) Karena permusuhan ini Allah Ta’ala berfirman : “Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di manapun kalian mendapati mereka. tidak diterima tulisannya.

namun beberapa bulan berikutnya dihapuskan (baca : dimakan) atau direvisi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang memutuskan dan hanya kepada-Nyalah putusan itu (disandarkan)”. bagiNya-lah segala puji di dunia dan di akhirat. uluhiyyah serta mulkiyah-Nya. sedangkan yang tadi adalah dien Demokrasi yang dianut oleh kaum musyrikin. Sungguh ini adalah kerusakan yang besar. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. (Al Maidah : 44) Sekutu dengan hukum buatan itu syirik akbar. kecuali bila sesuai dengan thaghut Latta mereka yaitu Undang Undang Dasar. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya. dan janganlah sekalisekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.bahwa kekuasaan Legislatif (Tasyri’iyyah/pembuatan hukum) ada di tangan majelis rakyat. maka Dia-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segalanya. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah. 2. apa jadinya hukum yang diundang-undangkan itu? Bulan ini dibuat dan diibadati. dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu. sedangkan untuk kesatuan mereka ini dibutuhkan hukum yang mengikat semua dan disepakati bersama. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. ada juga yang “bebas” seperti di negara-negara barat. padahal para pemeluk dien selain Al Islam tidak akan rela dengan hukum Islam sehingga disepakatilah hukum yang menyatukan mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Padahal Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman. Ini adalah dienullah yang dianut oleh kaum muslimin. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. dan ada yang terbatas seperti di negara-negara Arab dan negara timur yang mana Raja. Ali Imran [3] : 85) Apakah sama antara dua dien (aturan) ini wahai saudara…? Dan apa yang anda pilih. tidak ada bedanya dengan tuhan (berhala) dari adonan roti yang mereka (kafir Arab dahulu) buat dan mereka ibadati. “Dan Dia-lah Allah. (QS. dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Islam ataukah Demokrasi…? Bayangkan saja… bila yang menjadi sumber hukum itu adalah manusia yang sangat penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Amir. tapi hukum wali-wali syaitan. juga dikarenakan dien Demokrasi ini adalah menyatukan semua pemeluk dien yang beraneka ragam dan mengakuinya serta menampung semua aspirasinya. maka sudah pasti hukum yang dipakai adalah bukan hukum Allah. dan bagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan” (Al Qashash : 70) “Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. Sedangkan bila yang menjadi sumber hukum itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. kekafiran yang nyata serta kemurtadan yang nampak jelas bagi pemeluk Islam yang ridha dengannya atau mendukungnya apalagi menerapkan atau melindunginya. kecuali Allah. tidak ada Tuhan yang berhak diibadati melainkan Dia. Hukum yang dipakai bukan hukum Allah tapi hukum buatan manusia Tadi telah dijelaskan bahwa sumber hukum agama Demokrasi adalah rakyat. namun ketika lapar mereka santap habis. karena sudah tidak relevan lagi. (Al An’am : 121) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 21 - - . tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (Al Qashash : 87-88) Ayat-ayat lainnya yang menjelaskan bahwa hak menentukan hukum dan putusan serta penetapan hanyalah milik Allah dan hak khusus rububiyyah. dan itu bukan hukum Allah. sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. tuhan apapun yang lain. Padahal sumber/kekuasaan/wewenang hukum itu di dalam dien Al Islam ada di Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. sebagaimana firman-Nya : “…keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah…” (Yusuf : 40) “…menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah…” (Al An’am : 57) Setelah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan yang memilih apa yang Dia kehendaki serta bahwa manusia tidak punya hak untuk memilih setelah Allah menentukan. tapi hukum rakyat (wakilnya) atau hukum yang disetujui oleh mereka. dan tidak lupa juga bahwa demokrasi atau aspirasi rakyat ini tidak semuanya digulirkan. bagi-Nyalah segala penentuan. “…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. dan Presiden sangat menentukan. dan jika kamu menuruti mereka.

lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam. tapi kepentingan lain. niscaya kamu lihat orang-orang munafiq menghalangi (manusia) dengan sekuatkuatnya dari (mendekati) kamu”. telah Dia Subhanahu Wa Ta’ala vonis musyrik. Andai ada orang Nashrani yang jujur dan amanah. sedangkan Demokrasi mengajak orang-orang untuk beriman kepada thaghut.. tak ubahnya dengan orang-orang yang Allah firmankan.. karena jujur dan amanahnya itu bukan atas dorongan tauhid. dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus). Dalam ajaran Demokrasi hukum yang berlaku adalah hukum jahiliyyah : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki…” (Al Maidah : 50) Dalam ajaran tauhid. dan tidak mengatakan “menurut seperti apa yang diturunkan Allah”. Oleh sebab itu para ulama tetap ijma atas kafirnya orang yang menerapkan kitab Undangundang hukum Tartar (Yasiq/Ilyasa) yang dibuat oleh Jengis Khan. selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”. Kalau memang ada satu macam atau beberapa macam hukum yang ada dalam Demokrasi itu serupa dengan ajaran Islam. maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka.Tentang ayat ini Al Hakim dan yang lainnya meriwatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas : Bahwa orang-orang membantah kaum muslimin tentang sembelihan dan pengharaman bangkai. apakah itu bisa menyebabkan dia itu disebut muslim karena jujur dan amanah itu ajaran Islam? Sama sekali tidak. maka apa gerangan dengan Demokrasi yang seluruhnya adalah bukan hukum Allah. Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang Yasiq/Ilyasa : “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah ? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. terus kamu mendahulukan terhadap aturan Allah yang lainnya. [Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119]. tetap saja itu tidak disebut hukum Allah dan tidak merubah kekafiran penganut dien Demokrasi. Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber. serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya. mereka berkata : “Kalian makan apa yang kalian bunuh dan tidak makan dari apa yang Allah bunuh” yaitu bangkai. Millah Islamiyyah. dan itu setelah proses tarik menarik dan diskusi panjang antara mengiakan dengan tidak.” (An Nisa : 60) Lihatlah realita para demokrat serta para pendukungnya justeru adalah sebagaimana yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan. Ini dikarenakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 22 - - . orang tidak dikatakan muslim. dari Yahudi. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. padahal sebagiannya diambil dari syari’at Islam. tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. kecuali dengan kufur kepada thaghut yang di antaranya berbentuk undang-undang buatan manusia. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik” Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini : “Dimana kamu berpaling dari perintah Allah dan aturan-Nya kepada yang lainnya. “Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah mengatakan “menurut apa yang diturunkan Allah”. dan yang lainnya. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. (An Nisaa’ : 61) Jika ada yang serupa dengan ajaran Islam dalam hukum mereka itu. Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para nabi. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. maka dia kafir. Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. maka inilah syirik itu” Memakai hukum selain hukum Allah adalah syirik akbar !!! Bila saja orang yang menuruti atau meridhai satu hukum yang menyelisihi aturan Allah. mereka datang kepada Rasul dengan patuh. maka Allah berfirman “Dan jika kamu menuruti mereka. maka begitu juga dengan Demokrasi. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka. tidak lebih dari apa yang tidak bertentangan dengan selera dan kepentingan mereka. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". padahal Allah berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut. Siapa yang melakukan itu. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu…” (Al Maidah : 49) Dalam ayat itu. Nashrani.

maka tentulah dia mendapat hukuman. (An Nur : 48-50) Apakah anda masih meragukan bahwa Demokrasi itu dien kufriy…? Apakah mau ikut Islam atau demokrasi??? “Maka apakah mereka mencari dien yang lain dari dien Allah. (Al Baqarah : 147) Dikarenakan kebenaran adalah datang dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya. dan riddah… bukan kebebasan Tauhid ! 4. baik mayoritas menyukainya atau tidak. tidak boleh manusia mempertimbangkan antara menerima atau tidak serta tidak ada pilihan lain kecuali menerima dan tunduk kepadanya. Saat seorang bapak meninggal dunia dan si anak telah murtad. dan begitu juga orang Islam jika ingin masuk Kristen atau agama lainnya. Kebenaran adalah suara terbanyak Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa dien Demokrasi memiliki ajaran bahwa al haq itu bersama suara rakyat atau mayoritasnya.kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka? Sebenarnya. Namun agama Demokrasi mengatakan lain. Begitulah kebebasan yang dimaksud oleh dien Demokrasi… Kebebasan kufur. Padahal kebenaran itu hanyalah bersumber dari Allah. Dari sinilah rahasia kenapa sanksi-sanksi yang bersifat keagamaan ditiadakan dan tidak diberlakukan. maka hukum demokrasi masih menetapkan warisan baginya. karena seandainya ada muwahhid yang mencela dan menghina atau berupaya membunuh thaghut mereka. maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus mentaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. asal tidak melenceng dari Tuhan mereka tertinggi yang padahal mereka sendiri yang membuatnya. Jadi Demokrasi membuka pintu kekufuran dari berbagai sisi. mengakui serta menjamin kebebasannya. Begitu juga dien demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan fikiran dan pendapat. maka bunuhlah”. rakyat bebas memilih apa yang mereka inginkan dan mereka memiliki pilihan. zandaqah. namun dien Demokrasi tidak mengharuskan pisah (fasakh) di antara keduanya. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Allah dan Rasul-Nya dibiarkan dihina siang dan malam. Oleh karena itu setiap partai politik yang ingin menguasai Parlemen dan Pemerintahan pasti dia mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Memberikan kebebasan berkeyakinan dan mengeluarkan fikiran dan pendapat Demokrasi adalah dien yang melindungi semua agama. ilhad. karena itu bertentangan dengan kebebasan berkeyakinan. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat. Andai seorang muslim karena ghirahnya sangat tinggi lalu dia membunuh orang murtad. Adapun yang diinginkan oleh mayoritas. padahal itu ajaran Tauhid. baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. maka itu adalah kebenaran yang harus diterima dan diamalkan meskipun jelas-jelas bertentangan dengan Tauhid. (Ali Imran : 83) 3. maka bila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu putusan atau hukum. Memang Demokrasi itu memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi semua faham dan aliran kecuali Tauhid. Dari itu berarti dien Demokrasi telah menghalalkan pintu-pintu kemurtadan serta menggugurkan hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”. maka dien Demokrasi tidak mempersalahkannya apalagi memberikan sanksi terhadapnya. dan ajaran Islam dicemoohkan dan dilecehkan dengan dalih kebebasan mengeluarkan fikiran dan pendapat. Tapi bila rakyat (wakil-wakil mereka tentunya) atau mayoritasnya menentukan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 23 - - . kemudian setelah itu mereka bisa menerapkan putusan apa saja meskipun melanggar aturan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi. Orang Kristen bila mau masuk Islam maka Demokrasi mempersilahkan dan mengakuinya. (Al Ahzab : 36) “…sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka…” (Al Qashash : 68) Para ahli tafsir menyatakan bahwa bila Allah telah menentukan sesuatu. tentulah dia dikenakan pasal hukuman. sedangkan isteri masih muslimah…. Saat si suami murtad. tuhan mereka yang tertinggi itu adalah Undang Undang Dasar. syirik. walaupun fikiran dan pendapat itu adalah kekufuran. padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. sesat yang nyata”.

tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Ada tuhan yang katanya mengaku Islam. (Al Ankabut : 63) Mayoritas manusia itu kaum yang tidak beriman… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. dan yang menerima penyandarannya itu adalah Tuhan (arbab) selain Allah. Orang yang ridha dan beribadah kepada tuhan-tuhan itu. Dia Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Arbaab (Tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. Tentara. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. (Al Jaatsiyah : 26) Mayoritas manusia tidak memahami kebenaran… “…tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)”. syuraka. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?” (Yusuf : 39) Di dalam Al Qur’an. karena Tuhan yang berhak menetapkan ketentuan dalam ajaran Demokrasi adalah para wakil rakyat itu.sesuatu. Polisi. maka tidak ada pilihan lagi kecuali mengikutinya. ada yang dari Budha. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah menamakan orang-orang alim dan para rahib Yahudi dan Nashrani sebagai ARBAAB. (Yusuf : 106) kepada Allah. Sedangkan Tauhid mengajarkan bahwa sumber yang berwenang menentukan hukum hanyalah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui… “…manakah yang baik. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. berarti tuhan-tuhan mereka itu beraneka ragam. para pembuat hukum itu diberi beberapa nama oleh Allah : Arbaab. kafir. thaghut. sesat. sedangkan wakil-wakil rakyat itu jumlahnya sangat banyak. Paranormal. benci terhadap kebenaran. tidak mau bersyukur lagi menyesatkan. saat ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim saat itu asalnya Nashrani kemudian masuk Islam. maka itulah kebenaran yang mesti diikuti. Dukun. Hindu. bila ia disandarkan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah syirik. bukannya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menghati-hatikan dari mengikuti keinginan mayoritas manusia… “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. ada yang Kristen. Tuhannya banyak dan beraneka ragam Sudah dijelaskan di awal pembahasan ini bahwa hukum adalah hak khusus Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan ia adalah ibadah. Maka apakah kalian tidak berakal…??!” 5. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa. Bila dien Demokrasi memiliki tolak ukur kebenaran itu berdasarkan pada suara aghlabiyyah (mayoritas). sehingga apapun yang disuarakan oleh mereka. dan lain sebagainya. “Enyahlah kalian dan apa yang kalian ibadati selain Allah. (Al Mukmin/Ghafir : 61) Itulah sifat-sifat orang yang dijadikan Tuhan (arbab) dalam Agama Demokrasi . kurang akal. itu dalam dien Demokrasi. (Yusuf : 103) Mayoritas manusia benci akan kebenaran… “…dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu”. maka ia lebih sesat dan lebih bodoh dari kerbau piaraannya…! “…mereka itu sebagai binatang ternak. auliaa-usy syaithan (wali-wali syaitan). dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al An’am : 116) Ini dikarenakan mayoritas (manusia) musyrik… “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman mempersekutukan Allah”. bodoh. musyrik. Sudah diketahui bahwa rakyat (wakil-wakilnya) adalah pemegang kewenangan hukum. (Al Mukminun : 70) Mayoritas manusia tidak mengetahui kebenaran… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. melainkan dalam keadaan Mayoritas manusia tidak beriman… “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. bahkan mereka lebih sesat lagi…” (Al A’raf : 179) Katakan kepada kaum demokrat itu. maka dia langsung mengatakan : “Kami tidak pernah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 24 - - . (Al Mukmin/Ghafir : 59) Mayoritas manusia itu tidak bersyukur… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”.

dan sedangkan undang-undang dan hukumnya itu adalah syari’at syaitan. atau mayoritas orang atau rakyat. sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kroni- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 25 - - . Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut. dan bukan hukum Allah subhaanahu wa ta'aala. berdasarkan alasan-alasan yang banyak. maka ia telah menjadikan mereka sebagai Arbaab selain Allah. Kemudian tentang penamaan para pembuat hukum selain Allah sebagai wali-wali syaitan. sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala memerintahkan Nabi-Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya. Dan Rasulullah berkata : “Itulah bentuk ibadah kepada mereka”. Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. maka sesungguhnya kamu adalah benar-benar musyrik”. dan jika kamu menuruti mereka. Mujahid rahimahullah berkata : “Thaghut adalah syaitan berwujud manusia yang mana orangorang berhakim kepadanya sedang dia adalah pemegang kendali mereka” Dalam catatan kaki Terjemahan Mushhaf Departemen “Agama” RI : “Termasuk thaghut juga adalah. dan bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya ?”. Demokrasi adalah ajaran syaitan. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. [Atsar ini dihasankan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah] Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: ”Bab : Orang yang mentaati ulama dan penguasa dalam mengharamkan apa yang Allah haramkan atau (dalam) menghalalkan apa yang Allah haramkan”. (Al An’am : 121) Bisikan syaitan kepada mereka adalah ucapan yang mereka lontarkan kepada kaum muslimin “Kalian makan apa yang kalian bunuh (maksudnya sembelihan) dan tidak makan apa yang dibunuh Allah (maksudnya bangkai)”. terus beliau tuturkan ayat di atas. Ini dalam ajaran tauhid dan dinul Islam. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang upaya kaum musyrikin mendebat kaum muslimin supaya setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. orang yang menerapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu”. di antaranya: 1. maka Rasulullah menjelaskan makna “mereka menjadikan para rahib dan alim itu sebagai Arbab” : “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan kemudian kalian ikut menghalalkannya. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithiy berkata : “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti qawanin wadl’iyyah (undang-undang) yang disyari’atkan oleh syaitan lewat lisan wali-walinya…” Jadi. benar”." Begitulah mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh agama demokrasi. dan ikutilah keinginan mereka. Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik. maka para penyembahnya berkata: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan rakyat. Dia berfirman : “…Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada wali-wali mereka agar membantah kamu. Ketahuilah… sesungguhnya selain aturan Allah adalah curang lagi bersumber dari hawa nafsu !!! Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dien (aturan) yang tidak diizinkan Allah?” (Asy Syuura : 21) Anda harus ingat dalam memahami ayat ini dan yang lainnya bahwa hukum/aturan adalah dien. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut…” (An Nisa : 60)” Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata tentang beberapa tokoh thaghut: “Penguasa yang zhalim yang merubah ketentuan-ketentuan Allah”. sedangkan para penganutnya adalah para penyembah syaitan… demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung.” (AlMaaidah:49). Dia menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang telah Allah turunkan kepadanya.maka ‘Adiy menjawab : “Ya. Jadi para pembuat hukum dan undang-undang itu adalah wali-wali syaitan. Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila mereka menerapkannya. serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul. serta Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat. namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih busuk dari itu. Dan berhati-hatilah kamu jangan sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan hukumnya. dan syirik terhadap Rabb langit dan bumi.sujud dan shalat kepada mereka…”.

Dan ketahuilah bahwa maksiat tidak diperbolehkan dan tidak berubah menjadi sebuah ketetapan dengan sebab niat sebagaimana ucapan Abu Hamid Al Ghozaliy rahimahullah. atau membangun sekolahan atau masjid atau pos penjagaan dengan harta yang haram sedang maksudnya adalah baik…. zakat." (An-Nisaa' : 59) Padahal agama demokrasi mengatakan: “Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan kepada rakyat. hukum dan perundang-undangan yang mereka buat tidak bisa diterima – bila memang mereka memutuskan – kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya. bila ia mengetahuinya maka dia adalah orang yang membangkang terhadap syariat dan bila ia tidak mengetahuinya maka ia maksiat dengan sebab kebodohannya karena mencari ilmu itu adalah fardlu atas setiap muslim sedangkan kebaikan itu bisa diketahui sebagai kebaikan hanyalah dengan syariat. ideologi selain Islam) itu adalah agama kafir lagi syirik. dan rajanya sesuai dengan undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini. Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. justeru yang melariskan hal itu terhadap hati adalah syahwat yang tersembuyi dan hawa nafsu yang terpendam – sampai ia berkata – maksudnya adalah bahwa orang yang memaksudkan kebaikan dengan maksiat karena kebodohan adalah tidak diudzdur kecuali bila ia baru masuk islam dan belum mendapat kesempatan untuk belajar. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Bahkan maksud dia dengan keburukan –yang menyelisihi tuntunan syariat – itu adalah keburukan lain. karena undang-undang itu adalah bapak segala peraturan dan perundangundangan serta kitab hukumnya yang mereka jungjung tinggi…. Rakyat dalam agama demokrasi. legeslatif dan yudikatif beragama Islam? Dari kajian tadi sudah dibahas bahwa mereka kafir murtad bahkan mereka itu arbab. shalat. shaum. majlis perwakilannya. andad dan thaghut. Karena kroninya. haji dan mengaku muslim. Kita diperintahkan untuk kafir kepada Thaghut. Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap. Al Ghazaliy berkata : bagian pertama : maksiat dan dia itu tidak bisa berubah dari posisinya dengan sebab niat. seperti orang yang membicarakan aib seseorang dalam rangka menyenangkan hati orang lain. shalat. (Asy Syura : 21) Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah mereka mempunyai syuraka (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka aturan yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. dan janganlah satu hukum dan satu undang-undang dibuat kecuali setelah ada pengesahan dan persetujuannya…!!! Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata. ajaran. haji dan yang lainnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. dan tidak mungkin suatu hukum atau undang-undang ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka jungjung tinggi… silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. walaupun mereka bersyahadah. maka ini semua adalah kebodohan. lalu bagaimana kita mau kafir kepada thaghut sedang kita masih menganggap thaghut sebagai muslim? Sedang pembuat aturan/hukum/undang-undang disebut oleh Allah Ta’ala sebagai syuraka (sesembahan) selain-Nya. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. atau memberi makan orang faqir dari harta orang lain. zakat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 26 - - . aniaya dan maksiat.2. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? Tadi sudah dijelaskan bahwa demokrasi adalah agama baru selain Islam. baik eksekutif. sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai dengan undang-undang dasar. falsafah. shaum. sedang para pengusungnya serta para penganutnya adalah kaum musyrikin walau mereka menyatakan bahwa dirinya muslim. karena niat itu tidak memiliki pengaruh dalam mengeluarkannya dari statusnya sebagai kedhaliman." Dengan risalah ini saya bermaksud untuk menggugah manusia agar mengetahui bahwa Demokrasi (dan sistem. bukan yang sesuai dengan syari'at Allah subhaanahu wa ta'aala. bahkan penyekutuan (Khalik) dengan hamba secara aniaya. maka sebagaimana keburukan itu bisa menjadi kebaikan? Mana mungkin. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). maka tidak selayaknya orang bodoh memahami hal itu dari keumuman sabda Nabi saw "sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya" terus dia menduga bahwa maksiat bisa berubah menjadi ketaatan dengan sebab niat.

apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik. baru bisa diterapkan. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. Karena jika kita berbuat demikian maka kita serupa dengan mereka. karena ketaatan bisa menjadi maksiat dengan sebab niat. apakah kalian mau menerimanya?” Kalau kalian jawab tidak. padahal zina itu lebih ringan dari syirik? Binasalah kalian. akan tetapi itu adalah hukum undang-undang. Telah jelas dan terang serta meyakinkan bahwa ikut serta di dalam parlemen-parlemen ini dengan pencalonan diri atau dengan pemberian suara pilih adalah termasuk kufur akbar. Allah Ta’ala berfirman: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). ya niat memiliki pengaruh didalamnya yaitu bila maksiat itu disertai maksud-maksud yang buruk maka dosanya berlipat ganda dan siksanya semakin besar. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. “Bagaimana bila para thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih dahulu. mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. tentulah kamu serupa dengan mereka. maka itu tidak bisa terealisasi – ini bila thaghut mempersilahkannya – kecuali lewat jalur undang-undang dasar mereka serta dari arah pasalpasal dan penegasan undang-undang tersebut. akan tetapi boleh dengan dalil khusus dari syari’at. hukum rakyat. bila mayoritas mereka menyetujuinya. Dan katakanlah kepada kelompok sesat yang memperjuangkan syariat Islam lewat jalur parlemen thaghut itu. dan hukum mayoritas. Wahai saudaraku yang muslim. kecuali bila Allah memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali”. Sedangkan orang-orang yang memilih mereka dari kalangan manusia adalah sebenarnya mengangkat mereka sebagai arbab selain Allah. dan maslahat. karena itu adalah kitab suci agama demokrasi. aniaya dan kemaksiatan) tidak berlaku (apalagi syirik & kekafiran –penj). maka pernyataan kebolehan dengan dalil maslahat meskipun terpenuhi syarat-syarat syar’inya maka ia adalah sekedar Ijtihad. dlarurat. Subhaanallah. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu. maka kenapa kalian menerima bergabung dengan kemusyrikan mereka. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. Dan kedua pihak ini adalah kafir dengan sebab ini. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka!!! Dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. mereka (pemilih) telah menjadi musyrik. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? Tidak mungkin akan tegak! Bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini. perda no sekian. yaitu bergelar musyrikin. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. Adapun maksiat sama sekali tidak bisa menjadi ketaatan dengan sebab niat. setelah itu akan terjadi tarik ulur. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. maka jelaslah kekafirannya. maka yang keluar adalah perpu no sekian. maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah hukum parlemen. Dari ketiga macam amalan itu (kedhaliman. begitulah keadaannya…!! DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 27 - - . Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (An Nisa 140) Sehingga tidak boleh kita masuk ke dalam majelis-majelis ini dan tidak boleh pula ikut serta dalam memilih anggota-anggotanya. Artinya ijtihadnya tidak sah dan haram dilaksanakan. sesungguhnya para anggota parlemen para pemegang wewenang dalam pembuatan hukum bagi manusia adalah mereka itu pada hakikatnya adalah tuhan-tuhan (arbab) yang diibadati selain Allah. apalagi duduk di parlemen mereka. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai saja– maka itu tidak akan menjadi hukum Allah. sedangkan tidak ada Ijtihad di saat ada nash. dan tadi telah dikatakan bahwa maksiat itu tidak menjadi boleh dengan sebab niat. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu?” Orang-orang yang katanya ingin memperjuangkan Islam lewat parlemen mereka adalah arbaab juga. dan hal-hal yang mubah bisa menjadi maksiat dan ketaatan dengan sebab niat. kafirin. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. “Dikala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain.Dan Allah ta'ala telah berfirman : "Maka bertanyalah kepada ahli Al Qur'an (ulama') bila kalian tidak mengetahui" – sampai ia berkata – jadi sabdanya saw : "sesungguhnya amal itu tergantung niatnya" adalah khusus bagi ketaatan dan hal-hal yang mubah. siapa yang lebih tinggi. sehingga tidak bisa dibolehkan dengan alasan niat. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada “tuhan-tuhan” yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab pembuat hukum itu. Jika tidak setuju. sedangkan kekafiran itu adalah lebih dahsyat dan lebih besar daripada maksiat. ingatlah ketika hukum-hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu. Allah atau mereka. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. Mereka partai-partai “Islam” (padahal Islam berlepas diri dari mereka).

Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? Mari kita mengkajinya dengan berlandaskan ulama dakwah Tauhid. belum ada dakwah dan hujjah risaliyyah (saat itu terjadi kekosongan dakwah). dan Al Qur’an mereka baca. Orang ada unsur paksaan maka dia itu musyrik. Syirik adalah lawan Tauhid. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar sekarang yang mengaku Islam. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. dada lapang untuk menerima syari'at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta'aala. maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya. dia membaca Al Qur’an dan terjemahannya. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi. baik lakitidak. Ayat ini berkenaan dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam saat meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibunya yang meninggal sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam diutus. As-Sunnah serta ijma dan pernyataan para Tauhid bila syirik terdapat pada diri seseorang. Dan kekafiran mereka itu adalah ketika hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. Dalil dari “Dan bila ada satu orang dari kalangan orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu. dan Allah subhaanahu wa ta'aala juga berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah” (AlMaaidah : 49). karena Allah subhaanahu wa ta'aala telah berfirman: “Keputusan itu hanyalah milik Allah. Bahkan mungkin juga menghafalnya? Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. padahal hujjah ada di sekeliling mereka. zakat. maka apa gerangan dengan pelaku syirik yang telah mendengar firman Allah SWT. “Tidak selayaknya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan bagi kaum musyrikin.. maka tidak ada yang berbuat syirik akbar dengan sengaja tanpa laki atau perempuan. baik mengaku Islam atau Kitabullah (Al-Qur’an) : Al-Qur’an. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik dari setiap daerah dan lain-lain. Allah tidak mengatakan: “menurut seperti apa yang Allah turunkan”.” (At Taubah : 6) Dalam ayat ini Allah menamakan pelaku syirik sebagai orang musyrik. Allah SWT menggolongkan ibunda beliau dalam jajaran kaum musyrikin." justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi. baru bisa diterapkan. maka berilah dia perlindungan sampai dia mendengar firman Allah. syari'at undang-undang. atau ”dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan. meskipun mereka itu kerabat dekat. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu? Dan ini perlu direnungkan dengan mendalam. sedangkan dia masih shalat. bahkan mereka hafal…? Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. bila mayoritas mereka menyetujuinya. meskipun dia belum mendengar firman Allah SWT. dan hukum rakyat serta hukum mayoritas. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. padahal saat itu dalam kebodohan. berdasarkan dalil-dalil berikut ini. Subhaanallah. mereka itu adalah Arbab (tuhan-tuhan pembuat hukum). Allah atau mereka.” (At Taubah : 113). tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 28 - .Jadi semua itu adalah hukum Arbab. siapa yang lebih tinggi.” (Yusuf: 40) Allah tidak mengatakan: “Keputusan itu hanyalah milik manusia". shaum dan melakukan ibadah lainnya? Silakan rujuk kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah supaya lebih jelas. dan meninggal di atas ajaran kaumnya yang syirik.

Itulah dien yang lurus….Hak hukum (putusan) hanyalah milik Allah. maka dia itu musyrik. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. “Katakanlah : “Wahai orang-orang kafir.” (An Nisaa : 36).mereka itu adalah kaum musyrikin. “Orang-orang yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dan kaum musyrikin (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (dien-nya) sehingga datang kepada mereka bayyinah. baik dia ustadz.” (Al Kaafiruun : 1-2) Dalam surat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk menyatakan : « Saya tidak akan beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. dan sama saja (apakah) tujuannya baik atau buruk. Maka dari itu Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa : “Islam adalah mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya…”. wahai orang-orang kafir Quraisy ! ». Thabaqah yang ke-17). Apakah ini berarti Rasulullah tidak akan beribadah kepada Allah juga? Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa peribadatan mereka kepada Allah itu tidak dianggap. Saya bertanya : “Apakah orang yang menyandarkan hak hukum kepada rakyat atau wakilwakilnya itu telah memurnikan dien (ketundukan) seluruhnya kepada Allah atau sebaliknya? Padahal hukum adalah dien”: “….para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? Ya. Saya bertanya : “Apakah orang yang meminta kepada yang sudah mati itu disebut menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak? Apakah yang ikut dalam sistem demokrasi itu menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak?” “Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh dien (ketundukan) hanya kepada-Nya. karena syirik dan status musyrik tidak mengenal status atau jabatan. yang mana mereka itu dengan sigap berkomitmen dengan UU yang digulirkan oleh thaghut-thaghut mereka. aku tidak beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. sebagaimana yang Rasulullah jelaskan dalam hadits hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim radliyallahu 'anhu. “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para ulama dan para rahib (ahli ibadah) mereka sebagai arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah dan juga Al Masih Ibnu Maryam. Tadi telah dijelaskan. Apa gerangan dengan pelaku syirik masa sekarang. padahal mereka tidak diperintahkan. meskipun rasul belum datang kepada mereka.” (Ad Durar As Saniyyah 9/270). padahal mereka tidak mengetahui bahwa sikap mereka mengikuti ‘ulama dan rahib dalam aturan yang bertentangan dengan aturan Allah itu adalah bentuk ibadah kepada ‘ulama dan rahib itu. Maka begitu juga para pejabat dan aparat keamanan di negeri demokrasi. dikarenakan mereka berbuat syirik akbar. Al Qur’an ada di rumah mereka. lagi mereka itu hanif…. yaitu utusan dari Allah yang membaca lembaran-lembaran yang disucikan. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 29 - - . tidak ada Ilah (yang berhak diibadati) kecuali Dia. Mereka musyrikin. Rasul telah datang. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam hadits shahih : “Hak atas hambahamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan mereka tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. beribadah kepada yang lainnya. baik dia itu ahli ibadah atau orang fasiq. Al Imam Su’ud Ibnu ‘Abdil ‘Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Siapa yang memalingkan satu macam dari (ibadah) itu kepada selain Allah.” (Al Bayyinah : 1-2) Perhatikanlah.” (Yusuf : 76) Orang yang di samping beribadah kepada Allah juga sesungguhnya dia itu tidak dianggap beribadah kepada Allah SWT. (Thariq Al Hijratain.” Jadi penafian syirik adalah syarat dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa . maka mereka dinamakan kaum musyrikin. kecuali untuk ibadah kepada Ilah yang satu.” (Al Bayyinah : 5). karena mereka juga beribadah kepada yang lain-Nya.” (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang-orang Nashrani sebagai orang-orang musyrik. padahal di antara tuhan yang mereka ibadati itu adalah Allah. bahkan sebagian mengaku sebagai ulama dan ahli Islam ? Tidak ragu lagi –jika mereka berbuat syirik akbar. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman : “Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. kyai.” (Yusuf : 40) “…Dia (Yusuf) tidak mungkin membawa saudaranya pada dien (UU/Hukum) raja itu…. ‘ulama atau cendekiawan atau orang umum. Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan.

” (Ibthal At Tandid). maka Rasulullah menjawab : “Ayahmu di neraka”. padahal hujjah risaliyyah belum tegak. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Para ulama ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari 2 doa (doa ibadah dan doa permintaan) kepada selain Allah maka dia itu telah musyrik.Syaikh Muhammad rahimahullah berkata kepada hakim agung Riyadh yang bernama Sulaiman Ibnu Suhaim : “Tapi kamu adalah laki-laki yang bodoh lagi musyrik. Dari hadits ini Imam Nawawiy rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berbuat syirik akbar. Hal yang menjadi perdebatan di antara mereka hanyalah masalah adzab di akhirat bagi yang belum tegak hujjah risaliyyah atasnya. serta tidak diampuni. Itu terjadi tak lain karena dia tidak tahu bahwa yang dia lakukan itu perbuatan syirik atau tidak tahu bahwa dirinya musyrik. dia ke surga atau ke neraka. Muslim). Ada rombongan dari Banu Al Muntafiq.” Lihat Risalah kepadanya dalam Tarikh Nejd. sesajen. berupa api neraka. tapi juga langsung hukum pasti bagi ayahnya di akhirat kelak. meskipun mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah.” (HR. baik ada dakwah atau tidak. dan ada pula yang menyandarkan wewenang hukum atau peraturan kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. mendengar jawaban itu si laki-laki mukanya merah. Abdul Muththalib juga berstatus musyrik. Umat para Rasul itu adalah musyrikin saat sebelum menerima dakwahnya. Ayah Rasulullah ~Abdullah~ meninggal pada zaman jahiliyyah. Rasulullah menjelaskan bahwa dia itu di neraka. sedangkan orang muslim itu tidak bisa dijadikan budak di awalnya. Saat membaca ayat-ayat tentang kaum musyrikin kebanyakan orang hanya menafsirkannya dengan orang-orang musyrik Arab dan jarang ada orang yang mau menafsirkan seraya menghubungkannya dengan realita masyarakat di sekelilingnya. dan tidak dimaksud oleh dalil itu kecuali kalian. Sebagian ulama yang lain sepakat dengan penamaan status musyrik di dunia. shalat. dan ketika dia berpaling. maka dari itu banyak yang jatuh kepada kemusyrikan tanpa disadari. Adapun masalah nama di dunia mereka sepakat bahwa ia adalah musyrik. Sebenarnya masih banyak ayat-ayat yang memvonis pelaku syirik akbar sebagai orang musyrik. ada yang membuat tumbal. Para rasul itu mengkhithabi kaumnya atas dasar mereka itu adalah orang-orang musyrik. Di antara mereka ada yang meminta ke kuburan keramat. Bahkan para ‘ulama menjelaskan bahwa nama musyrik itu ada sebelum adanya Risalah. dan Al Qur’an dilantunkan di masjid-masjid. Bila banyak orang yang berbuat syirik akbar namun dia masih rajin shalat. hujjah beraneka ragam bentuknya. Di dunia tentang nama sepakat. mereka bertanya tentang ayah mereka Al Muntafiq yang meninggal pada zaman fatrah. kemudian beliau menyatakan : “Demi Allah. Azar ayah Ibrahim adalah musyrik sebelum Ibrahim diutus. Apa halnya dengan zaman bukan fatrah seperti sekarang ini? Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? Para ulama ijma bahwa orang yang berbuat syirik akbar itu dinamakan musyrik. sehingga anak-anak orang musyrik dijadikan budak. dakwah ada.” Beliau berkata lagi : “Ikatan-ikatan Islam ini lepas satu demi satu bila tumbuh di dalam Islam ini orang yang tidak mengenal jahiliyyah. Para ‘ulama juga ijma bahwa hal paling pertama yang diserukan semua Rasul adalah ajakan beribadah kepada Allah dan penanggalan syirik yang mereka lakukan. padahal sebenarnya dia tahu bahwa orang musyrik itu amalannya tak berarti. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bukan hanya menetapkan status nama di dunia. karena Rasulullah sudah diutus. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan mengatakan kepadanya : “Ayahku dan ayahmu di neraka.” (Shahih. karena dia DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 30 - - . Dalam hadits ini orang yang meninggal di atas syirik dari kalangan Ahlul Fatrah disebut musyrik. dia itu adalah calon penghuni neraka. maka katakan : “Saya diutus kepada kalian oleh Muhammad untuk memberi kabar bahwa kalian digusur di dalam api neraka. Sehingga mereka sepakat bahwa status anak orang musyrik di dunia adalah musyrik. dan mengaku muslim. riwayat Al Imam Ahmad). baik zaman fatrah atau bukan. sungguh mereka itu adalah orang-orang musyrik bukan kaum muslimin. namun demikian para ulama sepakat bahwa orang jahil itu adalah musyrik. namun masalah akhirat adalah lain. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar masa sekarang. dsb. saat tidak ada dakwah dan tidak ada hujjah risaliyyah. Mereka adalah kaum musyrikin tanpa diragukan lagi. Umar Ibnul Khaththab radliyallaahu'anhu berkata : “Orang-orang itu telah lalu. namun perbedaan di antara mereka hanya dalam masalah status akhirat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Nama musyrik itu sudah ada sebelum risalah. kekal di neraka bila mati di atasnya. meninggal di atas ajaran syirik kaumnya.” Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? Dahulu ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang ayahnya yang meninggal pada zaman fatrah (zaman ketika tidak ada dakwah) di atas ajaran syirik. kamu tidak melewati satu kuburan pun dari orang ‘Amiriy atau Quraisy dari kalangan orang musyrik.

dan dia bukan muslim karena melakukan syirik akbar. Alangkah dungunya mereka itu. manula dan yang semisal mereka maka tidak boleh dibunuh menurut jumhur ulam kecuali bila mereka ikut perang dengan ucapannya dan perbuatannya] (Majmu al Fatawa 28/354) Dan berkata juga. Syaikh Abdullah Aba Buthain rahimahullah berkata : “Orang yang berbuat syirik itu musyrik. mereka dikatakan sebagai Musyrikin. Orang yang tidak memahami istilah ini dari kalangan maz’uumin di negeri ini. Demikianlah sekilas pembahasan tentang penamaan musyrik bagi pelaku syirik akbar. Syaikh Hamd Ibnu Nashir Alu Mu’ammar dan putra-putra Syaikh Muhamamd Ibnu Abdil Wahhab berkata tentang para pelaku syirik yang mengaku Islam yang belum tersentuh dakwah tauhid : “Bila dia melakukan kemusyrikan dan kekafiran karena kebodohan dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. sedang yang bersih dijauhinya. dengan kesepakatan ulama (Majmu Al Fatawa 28/414).” (Al Intishar). Sehingga atas dasar ini maka ansharut thaghut adalah: 1. Ini salah besar yang bersumber dari ketidakfahaman akan hakikat Al Islam. maka kami tidak memvonis dia kafir hingga hujjah risaliyyah ditegakkan atasnya. maka mereka ngawur dalam memahami maksud perkataan para ‘ulama dakwah Tauhid. terus mereka menerapkannya kepada orang-orang musyrik sekarang di saat hujjah bertebaran dimana-mana bahkan orang musyrik itu sendiri memiliki andil dalam penyebaran hujjah itu. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 31 - - .(pelakunya) menyekutukan Tuhannya.” (Ad Durar 1/322 cet. Jarimah mereka itu tidak cukup disitu. hal 385). mereka menuduhnya sebagai orang jahat dan sesat serta mereka menyemangati para penguasa untuk menindak mereka. karena perang itu terjadi dengan ucapan atau perbuatan sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taymiyah rahimahullah dalam pembicaraannya tentang memerangi orang-orang kafir asli. menjadikan tandingan bagi-Nya dan mengangkat tuhan-tuhan lain bersama-Nya. pendeta. tapi tak kepalang tanggung para thaghut pun ikut mendapatkan pembelaan mereka yang penuh ikhlash tanpa diminta. lama) Pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah dinamakan musyrik. tapi muslim sebagaimana perkataan Syaikh tadi. orang buta. Bila kita tidak mengenal (istilah) ini. bahwa orang-orang yang menyetujui sistem demokrasi (sebagai salah satu syirik akbar) atau ikut terlibat didalamnya. Jadi jelaslah sudah. kakek tua renta. mereka tak ubahnya bagaikan lalat yang tidak mau hinggap kecuali pada benda kotor. tapi dia musyrik. Bahkan bukan sekedar orang musyrik yang mereka bela. Dan wanita mereka tidak dibunuh kecuali mereka memerangi dengan ucapan atau perbuatan. Mereka mengambil perkataan Syaikh Muhammad tentang Ahlu Fatrah atau yang belum tersentuh dakwah yang mereka fahami secara keliru itu. Mereka kira bahwa jika bukan kafir artinya dia itu muslim. Saat mereka mendapatkan pernyataan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah bahwa.” (Majmu Al Fatawa : 20/38) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menjelaskan para pelaku syirik yang mengaku muslim : “Maka macam orang-orang musyrik itu dan yang semisal dengan mereka dari kalangan yang beribadah kepada para wali dan orang-orang shalih. baik mau atau tidak (dengan nama itu). mereka menganggap bodoh kaum muslimin mujahidin yang memberontak para penguasa itu.” (Ad Durar). dan diantara para pemuka mereka adalah sebagian ulama suu’ (jahat) dan orang-orang yang sok berilmu yang memberikan Syar’iyyah Islamiyah (keabsahan Islam) terhadap penguasa kafir dan mereka membentengi para penguasa itu dari tuduhan kafir. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. karena kebodohannya. maka bisa jatuh ke dalam kekeliruan yang luar biasa fatalnya. Sebagaimana juga yang masuk dalam jajaran orang yang membela dengan ucapan adalah sebagian penulis. dan kami memandang kekafiran mereka bila hujjah risaliyyah telah tegak atas mereka. wartawan dan pers yang melakukan perbuatan serupa dengan ini. Penyerangan itu ada dua macam : penyerangan dengan tangan dan penyerangan dengan lisan –sampai ucapannya dan begitu juga dengan perusakan bisa jadi dengan tangan dan bisa jadi dengan lisan sedangkan apa yang dirusakan oleh lisan dari agama-agama adalah berlipat lipat apa yang dirusakkan dengan tangan (Ash Shorimul Maslul. Begitu juga mereka hanya mencari ucapanucapan yang samar dan meninggalkan ucapan-ucapannya yang jelas yang berlandaskan Al Kitab dan As Sunnah serta Ijma. [Dan adapun orang yang tidak tergolong orang orang yang biasa bertempur dan berperang seperti para wanita. kami vonis mereka itu sebagai orangorang musyrik. tapi mereka menambahnya. Dia bukan orang kafir karena belum tegak hujjah risaliyyah. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran ? Setiap orang yang membela thaghut dengan ucapan atau dengan perbuatan maka ia adalah termasuk anshar para thaghut tersebut. “Bagaimana kami mengkafirkan orang jahil yang menyembah Qubbah Kawwaz…” mereka langsung meloncat girang seraya mengatakan bahwa pelaku syirik akbar yang jahil itu tidak kafir. Dan berkata juga. anak-anak. namun kami tidak menghukumi dia sebagai orang muslim. seperti yang dialami kalangan salafiy maz’uum sekarang ini. Orang-orang yang membela-bela dengan ucapan dan tulisan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonis secara sharih (jelas dan gamblang) bahwa orang yang berjuang dalam rangka mengokohkan sistem thaghut atau membela thaghut adalah orang kafir. sedangkan orang yang berperang di jalan thaghut adalah orang kafir. tulisan atau dengan senjata dan fisiknya. maupun karena pembangkangannya. dan orang yang berperang atau melakukan pembelaan di jalan thaghut. dan orang-orang yang kafir. • Menjaga keabsahan UUD : dan ia berarti melindungi penguasa kafir itu sendiri karena dia menurut mereka dianggap sebagai pemimpin yang syah sesuai UUD karena pengangkatannya telah berlangsung menurut proses yang dijelaskan UUD. maka dia sama kafirnya dengan orang kafir tersebut. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. pasukan penopang (dibelakang) sama dengan yang terjun langsung dimedan. yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. Atau hukum asal dari barisan anshar thaghut adalah hukum kafir. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. Mereka itu sesuai ketentuan UUD dan undang undang yang berlaku dinegeri ini dipersiapkan untuk tugas-tugas berikut : • Menjaga keutuhan negara yang berarti lancarnya keberlangsungan penerapan UUD dan undang – undang kafir buatan serta memberikan sangsi setiap orang yang menentang hal itu atau berusaha merubahnya. mereka adalah musyrikin? Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah (karena kebodohan) dinamakan musyrik. Sedang semua orang musyrik yang mati dalam kemusyrikan. maka dia adalah orang kafir. maka Allah mencap kafir orang yang menjadikan thaghut menjadi walinya. “Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Untuk mengkaji permasalahan ini. Orang yang berperang. mereka itu adalah penghuni neraka. • Mengokohkan kekuasaan UUD: dengan melaksanakan apa yang digariskan UUD. Atau hukum asal pada orang yang menampakkan sikap pembelaan terhadap thaghut adalah adalah hukum kafir. Orang-orang yang membela-bela dengan perbuatannya. FirmanNya ta’ala. Dari ayat ini diambil kaidah baku. (Al Baqarah : 98) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 32 - - . Dalam kitab tersebut dijelaskan secara mendalam bahwa status hukum bagi ansharut thaghut yang terdiri para ulama’ suu’. Orang yang tawalliy kepada mereka Allah vonis bahwa dia termasuk golongan mereka. baik itu dalam rangka untuk memerangi kaum muslimin mujahidin atau tawalliy kepada hukumnya itu sendiri berupa sikap setuju dan mengikutinya. Jibril dan Mikail. haram masuk surga dan mereka pasti kekal di neraka. maka itu adalah orang kafir. Dan masuk dalam hal itu pelaksanaan putusan-putusan yang muncul di Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi Thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang ini : “maka perangilah wali-wali syaitan itu”. baik ia musyrik karena kebodohannya. Barangsiapa tawalliy kepada orang kafir apa saja keyakinannya. para jurnalis.2. Dan sebagai tameng terdepan adalah pasukan para penguasa Kafir baik itu dari pasukan tentara atau polisi. mereka kafir secara ta’yin (perorangannya) pada hukum dzohirnya. Jika dia berperang atau melakukan pembelaannya di jalan Allah. Dalil dari al Qur’an “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. yaitu kafir sama halnya dengan mereka. FirmanNya : “Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka maka ia termasuk golongan mereka” (Al Maidah : 51) Para ulama menjelaskan bahwa barang siapa membela mereka atas kaum muslimin maka dia termasuk golongan mereka. pelindung-pelindungnya adalah thaghut. mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah : 257) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan bahwa orang yang walinya atau pemimpinnya adalah thaghut. maka dikatakan sebagai mukmin. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. baik itu berperang dengan lisan. silakan kaji buku Melacak Jejak Thaghut karya Syaikh Abdul Qadir bin Abdul’Aziz. malaikat-malaikat-Nya. sedangkan bagi anshar thaghut pemimpin mereka yang mereka bela-bela adalah thaghut. Anshar thaghut yang membela-bela dengan lisan/tulisan atau dengan fisik dan senjata ini. bahwa hukum asal pada anshar thaghut adalah hukumnya kafir. baik itu dengan lisan/tulisan seperti para ‘ulama suu’ atau orang-orang media ataupun orang yang terjun dengan fisik dan senjata seperti aparat tentara dan polisi atau orang-orang intelejen atau yang sejenisnya. pers. tentara dan lain-lain. maka perangilah wali-wali syaitan itu” (An Nisa : 76) Dalam ayat ini secara jelas Allah menetapkan vonis bahwa orang yang berperang di jalan Allah maka dia adalah orang yang beriman. rasul-rasul-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Barang siapa yang mana dia itu musuh bagi Allah.

Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi. namun dia belum berlepas diri dari barisannya karena menunggu suatu moment tertentu dan waktu yang tepat. maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonisnya sebagai orang kafir. dan ketika sudah masuk menjadi anshar thaghut mereka merasa bangga dengan Korpsnya atau bangga dengan seragamnya ??? maka mereka lebih kafir lagi…! Ini adalah nash hadits dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang memperlakukan Al Abbas sebagai orang kafir karena berada di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin di Badr. para penjudi dan orang-orang durjana. maka apa gerangan dengan seorang mujahid yang hanya manusia biasa yang tidak mengetahui hal yang ghaib ? Dalil Dari Ijma Perlu diingat. Orang mendustakan Nabi Nuh ‘alaihissalam maka itu telah mendustakan seluruh rasul-rasul Allah yang akan diutus setelahnya. musuh malaikatmalaikat-Nya. akan tetapi mereka Allah vonis dengan ayat ini. maka orangorang Yahudi tidak menyukainya. Rasul mengatakan tentang kisah ini: “Mereka dihancurkan semuanya dan Allah membangkitkan berdasarkan niatnya”. Bila saja orang yang berada dibarisan kaum musyrikin untuk memerangi kaum muslimin dengan kondisi dipaksa adalah diperlakukan sebagaimana halnya orang kafir (secara hukum dunia). mereka memenjarakannya. ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa siapa yang memusuhi satu rasul Allah. kemudian mereka dipaksa untuk ikut berperang di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin. orang-orang kafir. mempersempit hidupnya. mereka dibuat dalam rangka mengokohkan hukum thaghut dan dalam rangka mengokohkan ajaran yang dimusuhi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi hukum orang yang berada di barisan kaum musyrikin adalah kafir. bahkan dengan cara menyuap agar mereka bisa masuk ke dalam barisannya. maka kaum mujahidin tidak disalahkan bila dia (orang yang menyembunyikan keimanan itu) tertembak oleh pasukan mujahidin. dan dengan tanpa memilah mana orang yang kafir dan mana orang yang muslim. Dan di antara mereka terdapat Al ‘Abbas (paman Rasulullah). Sebagaimana Allah juga mengatakan: “Kaum Nuh telah mendustakan semua rasul”. Jadi. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 33 - - . kemudian ketika ditangkap Al ‘Abbas radliyallahu 'anhu mengatakan : “Ya Rasulullah. membunuhnya. kita mengetahui bahwa di antara kaum musyrikin ada orang-orang yang mengaku Islam yang tidak hijrah. Bentuk permusuhan macam apa yang lebih dasyat daripada sikap thaghut dan ansharnya yang mana mereka meninggalkan ajaran Allah dan justeru malah membuat ajaran atau hukum sendiri yang diambil dari orang-orang bejat dan cabul. maka Rasul berkata : “Zhahir kamu di barisan kaum musyrikin memerangi kami. menyiksanya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala membenamkan mereka semuanya mulai dari barisan paling depan hingga paling belakang. Allah membenamkan mereka semua dengan tanpa memilah-milah antara yang dipaksa dengan yang tidak atau orang yang sedang musafir dalam perjalanannya dan berpapasan dengan pasukan mereka. bahwa para penguasa thaghut itu telah kafir murtad sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu. padahal Al Abbas mengatakan bahwa “saya ini dipaksa”. Padahal malaikat adalah rasul Allah dan mereka hanya memusuhi Jibril saja. musuh rasul-Nya. Dalil Dari As Sunnah Ketika perang Badr. saya ini dipaksa”. tapi Allah memvonis bahwa kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam mendustakan para Rasul. maka sesungguhnya orang itu telah menjadi musuh Allah. padahal kita mengetahui sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam belum ada rasul karena beliau adalah rasul pertama. sebagaimana juga apa yang menimpa pasukan yang akan menginvasi Ka’bah. padahal Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang menyembunyikan keimanan di antara mereka dan Maha Mampu untuk memisahkan mereka. baik itu rasul dari kalangan malaikat atau manusia. maka apa gerangan dengan orang yang berada dibarisan kaum musyrikin atau di barisan thaghut tanpa dipaksa tapi penuh ikhlash dan dengan sukarela ???. dan malah memberikan keleluasaan bagi orang-orang bejat. orang-orang murtad dan orang zindiq untuk merusak ajaran Allah dan merusak di muka bumi ini… bentuk permusuhan terhadap Allah macam apa yang lebih dasyat dari sikap macam tadi…??! Di sini Allah mengatakan bahwa orang yang seperti itu adalah orang-orang kafir. meskipun Al ‘Abbas ini dalam kondisi dipaksa. Oleh karena itu anshar thaghut dan orang-orang yang semacam mereka. mereka memerangi wali-wali Allah yang akan menegakkan hukum Allah. Jika saja Allah Maha Kuasa dan Maha Mampu tidak memilah-milah orang yang berada di barisan kaum musyrikin yang memerangi kaum muslimin. Begitu juga bila seandainya ada salah seorang dari barisan thaghut itu yang menyembunyikan keimanannya. Orang yang memusuhi satu rasul Allah. tebus diri kamu dan dua keponakanmu”. Allah katakan bahwa mereka adalah musuh bagi Allah dan mereka adalah orang-orang kafir. para pelacur. Sedangkan anshar thaghut. adapun rahasia bathin kamu maka urusan itu atas Allah. yang mati dari barisan kaum kafir Quraisy sebanyak 70 orang dan yang menjadi tawanan adalah 70 orang. maka itu artinya memusuhi semua malaikat dan memusuhi semua para rasul. Mereka mengatakan bahwa “itu (Jibril) adalah musuh kami”. di mana ketika mereka mengetahui bahwa yang turun membawa wahyu kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah malaikat Jibril. Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memperlakukan Al Abbas radliyallahu 'anhu sebagai orang kafir dengan menawannya dan menyuruh Al Abbas untuk menebus dirinya sendiri. mereka mendaftarkan diri dengan mendatangi setiap Kodim atau Polda untuk menjadi calon anshar thaghut.

bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. Dalam kaidah fiqih ini dikatakan bahwa Thaifah Mumtani’ah Bisy Syaukah (kelompok yang memiliki kekuatan dan melindungi diri dengannya). dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan semua shahabat ijma (sepakat) bahwa para pengikut Musailamah dan para pengikut nabi-nabi palsu yang lainnya adalah orang-orang murtad. padahal Muja’ah tidak mendukungnya dan hanya berada di barisan Musailamah. maka disyaratkan bahwa mereka harus bersaksi bahwa orang-orang yang mati di antara mereka adalah calon penghuni neraka. bukan hanya Mu’awiyyah (sebagai pemimpinnya) yang disebut bughat. ini adalah di antara syarat yang harus mereka terima. jika pimpinannya adalah muslim bughat (pemberontak) maka bawahannya juga bughat. Muja’ah mengatakan : “Saya ini muslim dan saya tidak pernah merubah keyakinan saya”. beliau waktu itu membangkang dan tidak mau berbai’at terhadap Ali radliyallahu 'anhu. masyarakatnya pun mempercayainya dan akhirnya mereka ikut mendukung Musailamah.Ketika terjadi riddah (kemurtaddan) di kalangan kabilah-kabilah Arab. dan ketika mengambil perjanjian damai dengan mereka. Abu Bakar radliyallahu 'anhu tidak menerima permintaan damai mereka kecuali dengan syarat-syarat tertentu. Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang kabar kematian Amar radliyallahu'anhu : “Kamu akan dibunuh oleh kelompok yang membangkang (baghiy)” dan Amar waktu perang Shiffin ini berada di pihak Ali radliyallahu'anhu dan terbunuh oleh pasukan Mu’awiyyah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 34 - - . dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). lalu kenapa kamu tidak cepat bergabung dengan kami ketika mendengar pasukan kami datang?”. Muja’ah mengatakan : “Jika seandainya musailamah itu nabi palsu maka itu urusan dia." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka. Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu (penguasa thaghut) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya (rakyatnya). Dia tidak mengingkari Musailamah dan tidak cepat bergabung dengan pasukan kaum muslimin. karena seseorang tidak memikul dosa orang lain”. maka status individu dalam kelompok ini adalah sama seperti status kepala atau pimpinannya. Seperti kelompok Mu’awiyyah ibnu Abu Sufyan radliyallahu'anhum. Padahal kita mengetahui bahwa kebanyakan para pengikut Muslilamah adalah tertipu oleh seorang da’i yang diutus oleh Rasulullah ke Yamamah tapi kemudian dia malah membelot kepada Musailamah dengan membenarkan apa yang diucapkan Musailamah dan bahkan bersaksi di hadapan masyarakat Banu Hanifah (di Yamamah) bahwa benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menyertakan Musailamah dalam kenabian. maka setiap individu dalam kelompok yang membangkang ini disebut bughat. Shahabat ijma atas kafirnya mereka. Ini merupakan ijma dari para shahabat atas kekafiran atau kemurtaddan anshar thaghut Musailamah Al Kadzdzab dan yang lainnya. (Al Baqarah : 165-167) Dan masih banyak ayat yang serupa dengannya. maka Khalid berkata : “Kamu ini sudah berubah dari sebelumnya”. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah juga mengatakan bahwa : “Para ‘ulama ijma (setelah menyebutkan bahwa mereka itu tertipu oleh saksi tadi) bahwa mereka itu murtaddun walaupun mereka itu bodoh akan hal itu karena tertipu oleh saksi palsu itu”. dia ada di antara tawanan pasukan Khalid ibnul Walid. Allah Yang Maha Tinggi berfirman. Ini berlaku dalam segala hal. “Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). kemudian kata Khalid : “Kenapa kamu tidak mengingkari seperti Tsumamah dan Al Yasykuriy?. Ini adalah ijma para shahabat yang berlandaskan kepada nash tentunya… Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? Ya. Ini adalah vonis kafir di dunia dan di akhirat. pasti kami akan berlepas diri dari mereka (dari thaghut). Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami (rakyat) dapat kembali (ke dunia). Di dalam Tarikh disebutkan bahwa pengikut Musailamah Al Kadzdzab berjumlah sekitar 100. sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Di sini Khalid ibnu Walid memperlakukan Muja’ah yang ada di barisan Musailamah sebagai orang kafir dengan menjadikannya tawanan. tapi mereka tidak cepat bergabung dengan barisan kaum muslimin padahal ada kemampuan untuk bergabung karena kekuatan pasukan kaum muslimin yang mendominasi. kemudian datang utusan Buzakhakh kelompok Tulaihah Al Asadiy kepada Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu untuk meminta damai. bahkan para shahabat memerangi mereka sampai akhirnya mereka terdesak dalam peperangan. Di sini thaghutnya adalah Tulaihah dan Musailamah sedangkan ansharnya adalah para pengikutnya. Yang menjadi inti di sini adalah sikap atau ijma shahabat atas kekafiran Musailamah dan ansharnya. dan di antara syarat yang diutarakan oleh Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan disepakati oleh para shahabat yang harus mereka terima adalah mereka harus bersaksi bahwa “orang yang mati di barisan mereka (para pengikut Musailamah) itu adalah masuk neraka”. jika kamu tidak mampu. di antara kelompok itu adalah Muja’ah Ibnu Murarah. dan mereka melihat siksa.000 orang. dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. Dan dalam kisah ini ada sekelompok kaum muslimin dalam barisan anshar Musailamah. Akan tetapi para shahabat ijma bahwa mereka yang mengikuti Musailamah itu divonis murtad. di antaranya kelompok Tulaihah Al Asadiy dan kelompok Musailamah Al Kadzdzab si nabi palsu.

sedangkan perhitungannya atas Allah” [HR. dan lain sebagainya. Jamaah Islam yang dipimpin oleh Rasulallah shalallahu 'alaihi wasallam pun tidak terdaftar di pemerintahan thaghut Quraisy. atau mencintai symbol-simbol kaum kuffar atau mencintai si fulan karena dia anggota DPR/MPR/tentara/polisi. Seperti orang yang mencintai presiden karena dia seorang negarawan atau mencintai si fulan karena dia seorang demokrat sejati. Begitupula dengan ulama-ulama. Adapun hukum berloyalitas kepada orang-orang kafir adalah haram berdasarkan ijma yang berlandaskan Al Qur'an dan As Sunnah. termasuk di antaranya yaitu ajaran syirik dan kekafiran. maka pimpinan dan seluruh bawahannya adalah Khawarij. dan al muwaafaqah (sikap setuju) sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Atsir dalam An Nihayah. Karena tidak mungkin Jamaah Islam akan terdaftar di pemerintahan musyrikin. justru musyrikin membenci bahkan memerangi Jamaah Islam itu. atau mencintai si fulan karena dia seorang Nasionalis. al mutaba’ah (mengikuti). dan ini adalah sunatullah. meskipun mereka itu ayah-ayah mereka. dimana mereka yang memegang kekuasaan. ormas-ormas dan jamaah-jamaah “Islam” yang tawali (loyal) kepadanya maka dihukumi sama. janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin. Dan sebagai dalilnya adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. maka setiap individu yang ada di dalam kelompoknya adalah murtad sama seperti pimpinannya. janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya dengan meninggalkan kaum mukminin…” (An Nisaa : 144) Jadi loyalitas hanya boleh diberikan kepada orang-orang yang beriman. dia murtad di wilayah Darul Islam dan dia melindungi diri dengan pasukannya. Juga seperti kelompok Musailamah Al Kadzdzab. (Komunisme. dan ini ada empat macam : a) Mencintai orang musyrik atau kafir karena alasan keyakinan kafirnya. Derajat minimal bentuk kufur kepada ajaran syirik adalah membencinya. sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. an nushrah (pemberian bantuan). bahkan mereka adalah anjing piaraan (binaan/kaki tangan) penguasa thaghut tersebut. atau mencintai si fulan karena dia seorang Pancasilais. maka haram darah dan hartanya. anak-anak mereka. Empat dalil ini menunjukan bahwa anshar thaghut itu statusnya adalah mereka kafir secara ta’yin (perorangan) pada hukum dzahirnya. dan ada pula yang “hanya” berupa dosa besar mengeluarkan dari Islam dan lebih sering disebut muwaalah shughra. I. karena sebagian mereka beranggapan dan meyakini bahwa penguasa itu ulil amri. sedangkan orang-orang di atas tadi justeru mencintai ajaran syirik tersebut. saudara-saudara mereka atau karib kerabatnya…” (Al Mujaadilah : 22) “Wahai orang-orang yang beriman. maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” (Al Maaidah : 51) “Wahai orang-orang yang beriman.radliyallahu. Nasionalisme. sama dengan thaghut pimpinannya itu sendiri. Sebelum ke inti pembahasan. Muwaalah Kubra Muwaalah kubra adalah loyalitas yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. sedangkan hanyalah diberi sikap bara’ (berlepas diri). sehingga batallah keIslaman macam orang ini. pimpinannya adalah thaghut maka setiap individu atau personperson dari ansharnya seperti polisi atau tentara atau intelejennya adalah sama kafirnya seperti thaghut pimpinannya. Allah melarang orang muslim berwala dengan orang kafir. orang kafir para ulama dan sering yang tidak DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 35 - - . Jika thaifah mumtani’ah ini ada di luar Darul Islam seperti thaghut (pemerintah) sekarang. Muslim] Dalam hadits ini orang dianggap muslim bila kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. Jika ada sebuah kelompok Khawarij di Darul Islam dan mereka melindungi diri dengan kekuatan pasukannya. loyalitas dalam bahasa Arabnya adalah al Wala atau muwaalah yang bermakna al mahabbah (cinta). “Engkau tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. kita kenali dahulu pengertiannya. Perlu diperhatikan bahwa bentuk loyalitas ini ada yang mengeluarkan dari Islam disebut muwaalah kubra (tawalliy). demokrasi dan isme-isme sejenisnya yang merupakan paham-paham syirik dan kekufuran). Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? Hukumnya haram.

atau Pemerintah Saudi yang telah membantu Amerika Serikat saat menggempur Negara Islam Thaliban. dan lain-lain. maka orang-orang yang “sekedar” ikut menyanyikan lagu Garuda Pancasila adalah telah keluar (murtad) dari Islam. Undang Undang Dasar 1945. • d) Menampakkan sikap setuju dengan kekufuran atau kemusyrikan Orang yang di hadapan thaghut menampakkan sikap setuju terhadap kekafiran dengan alasan basabasi atau takut atau ingin dunia. Saat menghancurkan dan membekuk para mujahidin ada di antara jajaran aparat keamanan yang beralasan “Kami hanya mengikuti aturan yang ada”. seperti orang-orang Afghanistan yang bergabung dengan pasukan Salibis pimpinan Amerika Serikat untuk menghancurkan Negara Islam Thaliban. maka dia kafir (kecuali bila dipaksa). maka apa gerangan dengan • • RT/RW yang menyatakan kepada thaghut atasannya “Kami akan laksanakan semua aturan”. c) Mengikuti kaum musyrikin dalam kemusyrikannya. PKN) lalu mereka menerima syarat itu. Orang yang mengetahui bahwa demokrasi itu syirik. meskipun meyakini bathilnya hal itu. akan tetapi karena alasan takut atau yang lainnya (kecuali dipaksa) mengikuti sistem demokrasi dan ia ikut dalam pesta demokrasi. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka…” (Al Maidah : 51) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menyebutkan di antara pembatal keIslaman : “Membantu kaum musyrikin untuk menghancurkan kaum muslimin”. Orang yang bergabung (secara aktif di lapangan ataupun berperan di belakang layar) dengan orangorang musyrik dalam rangka menindas dan membungkam kaum muslimin dari dakwah yang mereka serukan kepada manusia. baik karena alasan basa-basi atau karena takut (kecuali dipaksa). Pancasila adalah falsafah syirik. atau Pemerintah Iraq memerangi Daulah Islam Iraq. Yang demikian itu disebabkan sesungguhnya mereka mengatakan kepada orang-orang yang benci terhadap apa yang telah Allah turunkan: “Kami akan mematuhi kalian dalam sebagian urusan ini”. akan tetapi harus meninggalkannya. membencinya.b) Membantu orang-orang musyrik untuk menghancurkan kaum muslimin. Atau kagum dengannya atau bangga dengannya demi mendapatkan nilai ujian. maka hukumnya sama saja. Mereka yang menjadi pelindung sistem thaghut ini beralasan “Kami hanya mengikuti prosedur yang ada”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang yang kembali ke belakang setelah jelasnya petunjuk bagi mereka. maka syaitan mempermudah mereka (untuk berbuat dosa) dan memperpanjang angan-angan mereka. sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka. maka dia itu kafir meskipun benci akan hal-hal itu dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. • Seperti saat ujian siswa memuji dan mengikuti Pancasila. tetap hukumnya sama saja. maka telah batal keIslamannya. Kebencian terhadap sistem syirik dan para pelakunya serta kecintaannya terhadap Tauhid dan kaum muwahhidin tidaklah berarti bila dia mengikuti ajaran syirik tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah engkau tidak melihat orang-orang munafiq. • Bahkan bila dia berjanji dusta untuk memenuhi syarat itu terhadap thaghut. maka Allah hapuskan amalan-amalan mereka” (Muhammad : 25-28) Bila saja orang yang mengikuti apa yang membuat murka Allah telah divonis murtad oleh-Nya. sungguh kami akan keluar DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 36 - - . meskipun dia itu benci dengan Pancasila dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. Anak-anak sekolah mengikuti pelajaran falsafah syirik dengan alasan mengikuti proses pembelajaran dan berkata : “Karena jika tidak (ikut). maka apa gerangan dengan banyaknya orang yang berposisi sebagai bawahan mengatakan kepada masyarakat “Kami hanya menjalankan tugas” setelah sang pejabat atasan membuat undang-undang kafir kemudian si bawahan itu melaksanakannya Bila orang yang taat dalam sebagian kekafiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala memvonisnya sebagai orang murtad. Dalilnya sama dengan dalil di atas (Muhammad : 25-28). dimana mereka mengatakan kepada saudarasaudara mereka yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab : “Bila kalian diusir. maka dia telah keluar dari Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “…Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian. dan membenci para pelakunya serta cinta dengan Tauhid dan para muwahhid. Maka bagaimana keadaanya bila mereka itu diwafatkan oleh malaikat seraya malaikat itu memukuli wajah dan punggung mereka ? Yang demikian itu dikarenakan mereka itu telah mengikuti apa yang membuat Allah murka dan mereka membenci apa yang mendatangkan ridha-Nya. atau ketika dahulu Pemerintah Indonesia memerangi Negara Islam Indonesia. Seperti itu pula orang yang ingin membuat lembaga yang diakui thaghut. maka kami tidak akan lulus”. demokrasi. karena dia mengikuti orang-orang musyrik dalam kemusyrikannya. sedangkan thaghut mensyaratkan adanya mata pelajaran falsafah syirik (mis. Meyakini bahwa suatu perbuatan itu syirik atau kufur belumlah cukup.

apakah mereka mengajukan kasusnya kepada hukum Allah ataukan kepada hukum selaim hukum Allah? Tentu mereka mengajukannya kepada hukum selain hukum Allah. • • • • Mengucapkan selamat atas hari-hari bahagia mereka selain hari raya keagamaannya. Mengucapkan “Assalamu’ala manit taba’il huda” kepada orang kafir dibolehkan. Menyambut uluran tangan orang kafir boleh saja. mengklaim yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan. • Melapangkan jalan bagi mereka. • Berkunjung untuk mendakwahi mereka bukan termasuk muwaalah shughra. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. akan tetapi dianjurkan. Sedangkan sesesorang tidak bisa dikatakan sebagai orang muslim kecuali bila kafir kepada thaghut. yang mana hukum itu dibuat oleh para thaghut tadi di gedung Palemen. dan jual beli harus ditunaikan meskipun terhadap orang kafir harbiy sekalipun. 37 - Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : - DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI . Mereka ini Thaghut Kenapa demikian? Karena mereka dengan dewan legislatifnya dan sebagian eksekutifnya mengklaim sebagai pembuat hukum. utang. Bercengkrama dengan mereka. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu”. bahkan mereka telah membuat dan memutuskan. Dan dalam hal ini mereka sendiri adalah thaghutnya. dan beliau juga menjenguk anak seorang Yahudi yang sakit untuk beliau dakwahi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menziarahi Abu Thalib untuk mendakwahinya. bahwa pentolan thaghut yang ke dua adalah “Penguasa Zhalim Yang Merubah Ketentuan (Hukum) Allah”. sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut. maka apa gerangan dengan janji yang jujur ? Begitu pula dengan orang yang menampakkan sikap setuju dengan demokrasi dan yang lainnya… II. (Al Hasyr : 11) Orang-orang munafiq di dalam Islam dihukumi muslim secara dhahir. A. Mempersilahkan mereka duduk di depan majelis. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? Katakan saja kepada mereka bahwa pemerintah Negara Kafir Republik Indonesia (NKRI). semua hukum Allah dirubah… mulai dari hukum pidana. Mereka menjadi pembuat hukum yang hukumnya diikuti (baca: diibadati) oleh ansharnya. 1. dan lain sebagainya. Bila orang kafir mengucapkan salam. dan bila kalian diperangi. ketika memiliki kasus di negeri ini. 2. baik yang ada di lembaga legislatif atau lembaga eksekutif maupun para pemutusnya di dewan yudikatif. janji. ekonomi. dan mengkafirkan mereka. Mereka adalah thaghut. Sedangkan di negeri ini. dan lain-lain. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan mereka (maksudnya memulai jabat tangan). sedangkan amanah. serta tidak tawalliy kepada mereka. memusuhi mereka. perdata. maka mereka adalah thaghut itu sendiri. sedangkan Allah bersaksi sesungguhnya mereka benar-benar dusta”. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut : • Mengucapkan salam kepada mereka. maka cukup dijawab “wa’alaikum”. Muwaalah Shughra Ini adalah sikap loyalitas yang tidak mengeluarkan dari Islam. maka sungguh kami akan membantu kalian”. Semua dicampakkan dan mereka sepakat tidak memakai hukum yang Allah turunkan. (An Nisa : 60) Masyarakat atau anshar thaghut atau siapa saja di antara mereka. dan Allah memvonis mereka kafir padahal janji mereka itu dusta.bersama kalian dan kami tidak mentaati seorangpun selama-lamanya dalam hal yang merugikan kalian. Mengangkat mereka untuk membawahi sebagian kaum muslimin. Dalam ayat ini mereka berjanji untuk membantu orang-orang Yahudi dalam memerangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Definisinya adalah : Setiap perbuatan yang menyebabkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang-orang kafir dengan syarat (tetap) membenci mereka.

sedangkan orang yang mentaatinya atau setuju dengan hukum buatan tersebut divonis sebagai orang musyrik. maka yang mengaku memiliki hak membuat hukum ini disebut arbaab. padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa. Dalam ayat di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa : • Hukum yang bukan dari-Nya adalah wahyu syaithan. maka „Adiy mengatakan : “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”. Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Sedangkan yang ada di NKRI dan negara-negara lainnya adalah bukan satu. Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : Orang musyrikin datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Hai Muhammad. ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi. 3. maka berdasarkan ayat tadi. maka itu adalah arbab yang disembah. tapi dari wali-wali syaitan yang mendapat wahyu dari syaitan jin. Rasulullah mengatakan : “Allah yang membunuhnya (mematikannya)”. yang menggodok. Mereka telah beribadah kepada selain Allah. Saat hukum itu digulirkan dan diikuti. atau seratus hukum saja. tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. yaitu kepada alim ulama dan para rahib 3. menyandarkan kewenangan hukum kepada selain Allah meski hanya dalam satu hukum atau kasus saja (yaitu penghalalan bangkai) dengan firman-Nya “Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. akan tetapi seluruh hukum yang ada di sini adalah bukan dari Allah. sepuluh. tiga. Rasul berkata lagi : Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib) Ketika mereka menyandarkan hak hukum dan pembuatan hukum (tasyri’) kepada selain Allah. bahwa orang yang membuat hukum itu disebut wali-wali syaithan (thaghut) yang telah mendapat wahyu atau wangsit dari syaithan. atau apapun DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 38 - - . Maka Rasul mengatakan : “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya. • Yang menyetujuinya atau yang taat atau yang merujuk kepadanya disebut musyrikun. Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib 2. bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam). Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin. lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika menyetujui dan mentaati mereka. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis : 1. Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah. Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah. yang merancang. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Orang yang sepakat di atas hukum ini atau yang mengacu atau yang merujuk pada hukum yang mereka gulirkan itu adalah orang yang Allah vonis sebagai orang musyrik yang menyembah atau mengibadati atau mempertuhankan mereka serta telah melanggar Laa ilaaha illallaah. yaitu yang memposisikan dirinya sebagai tuhan pengatur selain Allah. kenapa Allah memvonis bahwa kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rab/arbaab. yang membuat. Lalu „Adiy menjawab : “Ya”. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan : “Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian. maka kalian katakan halal. (Al An’am : 121) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan tentang keharaman bangkai. Imam At Tirmidzi meriwayatkan. dua. dan jika kamu menuruti mereka. dan Allah katakan bahwa itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. kambing mati siapa yang membunuhnya ?”. baik wali-wali syaitan itu dahulunya orang Belanda (yang mewariskan KUHP) ataupun wali-wali syaitan zaman sekarang yang duduk di kursi parlemen. Mereka telah musyrik 5. sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram. • Para penggulirnya (yang mengklaim dirinya berhak membuat hukum) dari kalangan manusia disebut wali-wali syaithan.“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. Bila satu hukum saja dipalingkan dalam hak pembuatannya kepada selain Allah.

Mereka merampas hak pembuatan hukum dari Allah. akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut. masalah apa saja. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut. maka DPR/MPR akan memprotesnya dan mengatakan : “Presiden telah melanggar Undang Undang Dasar atau undang-undang atau… atau…” dan tidak akan mengatakan “Presiden telah melanggar Al Qur’an ayat sekian…” Andaikata seluruh isi Al Qur’an dilanggarpun. akan tetapi termasuk pentolan thaghut. lalu bagaimana mungkin Pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim mu’min. asal tidak melanggar “hukum suci” mereka. Apakah di Negara ini ada bai’at untuk taat setia kepada Al Qur’an dan As Sunnah? tentu jawabannya tidak ada! Maka dari itu setelah bai’at kepada Undang Undang Dasar selesai. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 39 - - . baik thaghut lokal. tapi kepada hukum thaghut yang bersifat lokal (seperti Undang Undang Dasar atau undangundang atau yang lainnya). dan menggulirkan di tengah masyarakat. Sedangkan orang-orang yang mentaati atau mengikuti hukum itu disebut orang yang menyembah syuraka tersebut. menggodok. Sedangkan dalam surat An Nisa : 60 tadi. ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Maaidah ayat 44 : “Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. eksekutif. dalam ayat tersebut sekedar ingin berhukum kepada thaghut sudah Allah nafikan keimanannya. maka apa gerangan dengan pembuatnya atau orang yang memutuskan dengannya atau orang yang memaksa masyarakat untuk tunduk kepadanya dengan menggunakan besi dan api (kekuatan dan senjata)…?!! 4. dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (Al Maaidah : 50) Dalam ayat-ayat di atas. akan tetapi salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir. maka pemerintah ini tidak merujuknya kepada hukum Allah. Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali dengan kafir terhadap thaghut. Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki. mereka merancang. imannya dianggap sekedar klaim dan kebohongan belaka. Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat-ayat seperti ini. maka mereka tidak akan mempermasalahkannya. ketika masuk PBB diwajibkan untuk berikrar setuju atas segala peraturan yang digariskannya. Mereka merujuk kepada hukum thaghut. Perhatikanlah. maka apa gerangan dengan orang-orang yang benar-benar bersumpah untuk merujuk kepada hukum thaghut…?! Pemerintah ini. Mereka berhukum dengan selain hukum Allah atau memutuskan dengan hukum thaghut Mereka berhukum dengan hukum thaghut. sedangkan pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. orang-orang yang ketika punya masalah justeru ingin berhakim (mengadukan urusan) kepada thaghut. C. maka Allah memvonisnya sebagai orang musyrik.namanya dan siapapun yang membuat hukum. maka mereka itulah orang-orang kafir”. Allah merasa heran atas klaim orang-orang yang mengaku telah beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya. yaitu Undang Undang Dasar 1945 dan undang-undang turunannya. atau hukum-hukum yang ditetapkan oleh mahkamah Internasional PBB. B. siapa saja yang membuat syari’at atau hukum atau undang-undang atau ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah dinamakan syurakaa (sekutu-sekutu). bahkan Allah mevonis orang-orang yang seperti ini sebagai orang-orang zhalim dan fasiq dalam surat Al Maaidah : 45 & 47. karena mereka memposisikan dirinya untuk diibadati dengan cara menggulirkan hukum agar diikuti. setiap orang diwajibkan bersumpah setia untuk menjalankan hukum negara. mereka selalu mengacu kepadanya. sedangkan mereka bukan sekedar thaghut. Perhatikanlah… jika saja orang-orang yang SEKEDAR mentaati mereka. atau hukum-hukum regional. begitu juga ketika jajaran pemerintahan dewan legislatif. yudikatif terbentuk. karena selain hukum Allah yang ada hanyalah hukum jahiliyyah atau hukum thaghut. jika seorang Presiden misalnya menyimpang. (Asy Syuura : 21) Dalam ayat tersebut. orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang-orang kafir. maka pada hakikatnya mereka adalah wali-wali syaitan dan hukum yang mereka gulirkan hakikatnya adalah hukum syaithan. akan tetapi merujuk kepada selainnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sekutu-sekutu) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (aturan/ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”. tentang Ru-usuth Thawaghit (tokoh-tokoh para thaghut) yang ke tiga yaitu : Yang Memutuskan Dengan Selain Apa Yang Allah Turunkan. Jadi pemutus hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut. Sungguh… mereka tidak merujuk kepada Al Qur’an atau As Sunnah. regional maupun internasional Saat menghadapi masalah. inilah syahadat mereka! inilah bai’at mereka. tapi amat sangat kafir!.

maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Hak memutuskan hukum itu hanyalah khusus kepunyaan Allah. yang mana notabene adalah hukum buatan manusia. Demokrasi tidak mewajibkan menusia untuk taat kepada ajaran Allah. Pancasila adalah dien. falsafah atau silahkan orang menyebutnya apa saja tapi yang jelas Pancasila adalah dien. dimana hukum itu diambil dari orang-orang Nashrani (seperti orang Belanda dengan KUHP-nya). Injil orang Nashrani. karena Pancasila mengakui berbagai agama dengan tuhan-tuhannya masingmasing yang beraneka ragam. maka dia kafir. hak khusus rububiyyah dan uluhiyyah Allah. Dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi ternyata serupa. Sistem ini merupakan penyerahan hak hukum atau kedaulatan kepada rakyat. maka demokrasi adalah sistem syirik. Apakah satu Tuhan yang diibadati para pemeluk agama-agama dan kepercayaan di Indonesia ini atau banyak tuhan yang berbeda-beda? maka jawabannya adalah banyak Tuhan. E. maka siapa saja yang merujuk pada Yasiq Modern ini. orang-orang Hindu juga memiliki banyak Tuhan. dan pokoknya semua bentuk kemurtaddan terbuka lebar dalam naungan Berhala Burung Garuda. orang yang meminta-minta kekuburan juga dilindungi.Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang berhakim dengan hukum Allah yang telah dihapus adalah kafir. maka orang tersebut tetap dilindungi dan diakui. Muttafaq ‘Alaih) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 40 - - . Dan dalam ayat ini penyandaran hukum kepada Allah disebut ibadah. Hak ini adalah hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dan agama serta kepercayaan lainnya yang memiliki banyak Tuhan. (Yusuf : 40) Firman-Nya “Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”. yaitu Undang Undang Dasar. Demokrasi adalah sistem syirik yang membangun pilar-pilarnya di atas sekulerisme. karena memalingkan ibadah penyandaran hukum kepada selain Allah. bebas meyakini apa saja walaupun pendapat syirik atau kekafiran sekalipun. karena dien adalah jalan hidup. tapi harus taat kepada kesepakatan rakyat. karena Allah-lah yang berhak untuk membuatnya. bermakna : Kalian diperintahkan untuk tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119) Ilyasa adalah kitab hukum yang dibuat oleh Jengis Khan Raja Tartar. KUHP. aturan dan pedoman hidup. dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus. yaitu Pancasila. sedangkan perujukan-perujukan ini telah dilakukan oleh pemerintah ini…!! D. Sedangkan dalam demokrasi. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. beliau menyatakan : “Barangsiapa meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi. maka bunuhlah” (HR. akan tetapi kita tidak tahu siapa Tuhan Maha Esa yang dimaksud. bukankah orang-orang Kristen memiliki Tuhan. menetapkan dan memutuskan hukum. Singkat saja kita tinjau. Padahal dalam ajaran Islam… sesungguhnya orang murtad itu harus dibunuh. semua agama diakui oleh Pancasila serta Tuhan-tuhan yang banyak itu dilindungi dan disatukan oleh “Tuhan Yang Maha Esa” (dalam Pancasila) yaitu Burung Garuda…!!! Ini berhalanya! Perlu diketahui. tatanan perundang-undangan yang berlaku. Maka demikian pula dengan Yasiq Ashri (Yasiq Modern). orang-orang Budha juga memiliki banyak Tuhan. agama. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. bahwa Pancasila memberikan kebebasan kepada orang untuk memeluk dan menganut agama serta keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. dan ada juga dari Islam seperti dalam masalah pernikahan. penetapan dan pemutusan hukum atau undang-undang). Kita heran. Akan tetapi demokrasi merampasnya dan justeru hak itu diberikan kepada makhluk. Demokrasi merupakan salah satu bentuk perampasan hak khusus Allah dalam At Tasyri’ (pembuatan. di atas kebebasan. dan lain-lain. Sistem perwakilan yang ada di dalamnya memberikan hak ketuhanan kepada wakil rakyat yang duduk di parlemen untuk membuat. Mereka menganut sistem Demokrasi Demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan/kekuasaan). Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada Ilyasa (Yasiq) dan dia mendahulukannya daripada ajaran Allah. bagaimana hubungannya? mudah sekali jawabannya. untuk menentukannya. akan tetapi kenapa sila kesatu dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. Mereka memiliki ideologi/falsafah/asas/pedoman/petunjuk hidup. Para ulama muslimin sepakat mengatakan bahwa siapa saja yang merujuk kepada kitab hukum ini. Itulah dian yang lurus. maka iapun kafir dengan ijma kaum muslimin. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Al Qur’an dan ajaran ahli bid’ah ditambah dengan hasil buah fikirannya lalu dikodifikasikan menjadi sebuah kitab yang disebut Ilyasa atau Yasiq. hukum disandarkan kepada rakyat melalui wakil-wakilnya. hak khusus yang seharusnya disandarkan oleh makhluk hanya kepada Allah. sedang kaum muslim Tuhan mereka hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kitab ini merupakan kumpulan hukum yang sebagiannya diambil dari Taurat orang Yahudi. Cukuplah falsafah ini menjadi sesuatu yang rancu bagi orang yang berakal. dalam ajaran Pancasila bila ada orang muslim keluar dari Islam.

dari kethaghutannya. kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. dari Pancasilanya. tentulah mereka akan manjawab. sedangkan pemerintahan NKRI ini sudah kita ketahui bahwa mereka BUKAN orang-orang yang beriman. negara zhalim. karena tidak akan berdiri suatu negara tanpa ada pemerintah pelaksananya. menjunjung tinggi ajaran-Nya. tunduk kepada undang-undang internasional dan peraturan lainnya yang ada dalam tubuh PBB. negara fasiq dan negara jahiliyyah berdasarkan firman Allah tersebut. merusak atau membakar berhala tersebut maka pasti akan dikenakan sanksi oleh tentara dan hamba-hambanya. Jadi. dari demokrasinya dan dari kekufuran lainnya. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. Tawalliy (loyalitas penuh) kepada kaum musyrikin Mereka loyal kepada Perserikatan Bangsa Bangsa. sedangkan orang-orang kafir yang di antaranya adalah pemerintahan NKRI ini dan ansharnya mereka berjuang. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) Jika mereka bertaubat. ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. agar supaya mereka berhenti”. dari kekafirannya. orang-orang murtad. maka berilah mereka jalan dan jangan diganggu. maka mereka masih masuk ke dalam cakupan ayat ini. “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu). dan tangkaplah mereka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk loyal kepada orang-orang kafir. berperang. Akan tetapi yang tepat bagi pemerintah semacam ini adalah : 1. bahkan ia dipajang diatas. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. 2. Begitu juga pemerintahnya.Seandainya ada seorang muwahhid membunuh orang murtad tentulah hukum atau Agama Pancasila menindaknya. jelaslah bahwa Negara dan pemerintahan ini kekafirannya berlipat-lipat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka. Mereka memperolok-olok ajaran Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang segala bentuk kemungkaran. kekufuran. orang musyrik. Setiap orang yang mencela. Setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk pada aturan Allah. 3. (At Taubah : 65-66) Intinya. karena ulil amri dalam ayat tersebut adalah “dari kalangan kalian” yang berarti dari kalangan orang-orang yang beriman. dihadapan kursi-kursi para pengaku tuhan pengatur (arbab) di sarang paganisme (MPR/DPR). karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. orang-orang kafir. akan tetapi yang semestinya ada adalah sikap qital (perang). Apapun yang ditetapkannya maka otomatis diikuti. maka negara tersebut adalah negara kafir. Itu adalah beberapa perolok-olokan terhadap ajaran Allah. “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. membiarkan berkembangnya media-media penebar kesyirikan. karena kamu kafir sesudah beriman”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah. (At Taubah : 12) Jadi yang tepat bukan harus ditaati. maka kita bisa menyimpulkan bahwa TIDAK BENAR memerintahkan kaum muslimin untuk loyal kepada pemerintah semacam ini dengan menggunakan dalil surat An Nisa: 59. berkiprah dengan segala cara dalam rangka mengokohkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 41 - - . mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. F. sedangkan memperolok-olok ajaran Allah adalah kekafiran. akan tetapi justeru mereka adalah thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. jelaslah isi ayat itu tidak sesuai dengan pemerintah ini. maksudnya bertaubat dari kemusyrikannya. sebab itu perangilah kawan-kawan (wali-wali) syaitan itu” (An Nisa : 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dalam rangka mengokohkan hukum Allah. kerusakan dan kebejatan (dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi) dan lain-lain. Allah menyatakan dalam surat Al Maaidah : 51 : “Siapa saja yang tawalliy di antara kalian terhadap mereka maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” G. bukan pula diberi loyalitas. Setelah memahami hal ini. Tidak usah kamu minta maaf. sedangkan pemerintahan Negara ini justeru memberikan izin bagi beroperasinya tempat-tempat kemungkaran dengan dalih tempat hiburan. Itu hanya satu contoh saja dari ribuan contoh… Burung Garuda itu adalah berhala! Buktinya ia selalu berada diatas gambar Presiden dan Wakil Presiden disetiap ruangan. Sedangkan jika pemerintahan ini tidak bertaubat dari kethaghutannya.

merekalah orang-orang kafir itu. (Al Anfal : 38-39) Jadi. menindas diri dan merampas harta kaum muslimin. Merekalah thaghut penguasa negeri ini. maka wajib diperangi. sampai tidak ada fitnah. supaya jangan ada fitnah dan supaya dien itu semata-mata untuk Allah”. maka qital tidak akan berhenti terhadap pemerintah yang seperti ini. Tugas kita adalah wajib menggalang kekuatan dengan langkah awalnya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menggencarkan dakwah Tauhid yang berkesinambungan untuk mencabut akar-akar loyalitas terhadap thaghut di tengah masyarakat. maka kami membai’atnya. sehingga jika penguasa yang satu mati. Bila pemimpin tersebut asalnya muslim kemudian muncul kekafiran darinya. apalagi orang-orang kafir yang jauh… 6. Hadits Ubadah ibnu Shamit (HR. maka bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin? Allah menyatakan “sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu”. Para ulama sepakat bahwa orang kafir tidak sah untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. “Hai orang-orang yang beriman. mereka berperang di jalan thaghut.sistem thaghut. dan dien (ketundukan) hanya bagi Allah semata” (Al Baqarah : 193) Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah. baik dengan cara kasar maupun halus. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Perangilah orang-orang yang ada disekitar kamu. akan tetapi kekafiran yang kolektif dan sistematis. selama fitnah (bencana) terhadap kaum muslimin yang taat dan berkomitmen dengan ajaran Allah masih dikejar-kejar atau dipersempit hidupnya. saat senang dan saat benci. maka al qital (perang) belum berhenti. Bahkan para ulama sepakat bahwa memerangi penguasa murtad adalah lebih harus didahulukan memeranginya daripada orang-orang kafir asli. sehingga thaghut tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat ini. maka di antara yang beliau ambil janjinya atas kami adalah kami membai’at(nya) untuk senantiasa mendengar dan taat. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu. akan tapi mereka telah menguasai harta. serta saat kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak merampas urusan dari yang berhak (penguasa) “kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dengan bukti dari Allah yang ada pada kalian”” Sedangkan kita sudah banyak melihat bentuk-bentuk kekafiran yang dianut dan masih senantiasa dilakukan penguasa negeri ini. merampas dan memeras harta kaum muslimin. al qital tidak akan berhenti terhadap para penguasa yang menentang aturan Allah. yang ada di dekat kamu dan dalam realitanya bukan hanya dekat. karena sistem kafirnya tidak mati dan tetap mengakar. 5. kekafirannya bukanlah kekafiran yang bersifat personal. Namun dalam relaita zaman ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya). akan tetapi mereka adalah wali-wali syaitan yang Allah perintahkan untuk memeranginya. yang menyebar fitnah (bencana) kemusyrikan dan penindasan terhadap kaum muslimin. tidak ada lagi penghalang kepada jalan Allah. Bukhari dam Muslim) “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajak kami. Selama fitnah masih ada maka al qital tidak akan berhenti. Perhatikanlah… mereka bukan ulil amri. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan perangilah mereka itu. Merekalah orang-rang kafir yang dekat. maka tidak usah jauh-jauh pergi berperang untuk mencari orang kafir. maka wajib untuk mencopotnya dan menggantinya dengan pemimpin yang muslim. di waktu sulit dan waktu mudah kami. Bila tidak mampu mencopotnya karena mereka menggunakan kekuasaan untuk mempertahankannya. Mereka telah sekian lama memerangi. diri. Dan perangilah mereka. masih ditangkapi. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. tidak ada lagi kekafiran. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 42 - - . Mereka mewajibkan ini dan itu yang bertentangan dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. maka sistemnya belum mati dan orang-orang setelahnya akan menggantikan dia. dan jika mereka kembali lagi. ini yang dekat justeru sudah memusuhi dan memerangi semenjak dahulu. sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”. Selama Ad Dien (ketundukan) belum sepenuhnya kepada Allah. tidak ada lagi ideologi syirik. tapi hanya taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. tidak ada lagi penindasan terhadap kaum muslimin yang taat kepada Allah… bukan taat kepada Pancasila atau Undang Undang Dasar atau demokrasi. Jadi. dan tanah air kita. sehingga tidak layak berdalil dengan surat An Nisa : 59 untuk menggelari pemerintah ini sebagai ulil amri. 4. akan tetapi yang tepat adalah ayat-ayat yang baru saja dibahas dan ditambah dengan hadits ini. dipenjarakan dan masih dibunuhi… maka berarti masih ada fitnah !! Selama kemusyrikan didoktrinkan maka fitnah masih ada.

begitu pula hukum dan undang-undangnya tidak sah. sebagaimana para thaghut itu telah menjauhkan orang-orang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari harta mereka. Allah menyatakan : “Dan tidak ada yang benci kepada Millah Ibrahim. Perhatikan… para thaghut itu telah mengeluarkan orang-orang yang komitmen dengan ajaran Islam dari jajaran masyarakat dengan cara menanamkan image negatif tentang mereka. memfitnah dan membodoh-bodohi masyarakat dengan menuduh orang-orang yang bertauhid sebagai orang-orang bodoh. maka kondisi akan berubah. diperangi dengan berbagai cara : kasar dan halus. memprovokasi. Bukan berarti seluruh kaum muslimin harus terjun dengan menenteng senjata. shaum. bukan di jalan thaghut yang digunakan untuk memerangi Allah dan kaum muslimin. maka wajib pula bagi orang-orang yang bertauhid yang komit terhadap ajaran-Nya untuk menjauhkan thaghut dari harta yang mereka miliki. (Al Maaidah : 2) “Janganlah kalian menyerahkan harta-harta kalian kepada orang-orang bodoh itu” (An Nisa : 5) Perhatikanlah… jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang menyerahkan harta kaum muslimin kepada orang-orang yang tidak bisa menggunakan dengan benar. kaum muslimin harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini. khususnya tentang tauhid dan kewajiban memerangi penguasa semacam itu. oleh sebab itu Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam pernah mendoakan orangorang Quraiys agar dilanda paceklik. karena perlu penyadaran terhadap masyarakat tentang kenapa penguasa negeri ini dikatakan sebagai penguasa kafir. dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesusahan sehingga tidak lagi menindas kaum muslimin dan dana yang mereka keluarkan tidak digunakan untuk mendukung hal itu. tapi ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang ditindas. sehingga tidak hanya dipikul oleh kelompok-kelompok tertentu saja. Bila ini terwujud. BERSABARLAH…!!! Proses ini tidak mudah dan tidak akan terjadi begitu saja. Mereka adalah pemerintah yang memaksakan diri. seharusnya harta yang diambil dari kaum muslimin. bahkan thaghut selalu berupaya mempersulit hidup mereka. karena sebagian besar harta yang jatuh ke tangan thaghut digunakan untuk mempersenjatai tentara mereka untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya. bahkan bebas untuk melanggarnya selama memenuhi dua syarat. terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. tapi yang paling penting bagi mereka adalah harus memahami betul bahwa penguasa negeri yang mana mereka hidup di dalamnya adalah penguasa murtad kafir yang tidak boleh diberikan loyalitas. kecuali dalam kondisi terdesak atau dipaksa. bahkan haji berkali-kali. tidak memahami Islam secara utuh. tidak syar’iy.Jihad terhadap thaghut ini haruslah menjadi opini kaum muslimin. maka menjadi wajiblah pula bagi kaum muslimin untuk mencopot para thaghut ini dari benak masyarakat dengan cara menyebarkan ilmu syar’iy. mereka pergunakan di jalan Allah. Hendaklah diketahui bahwa pemerintahan thaghut ini adalah pemerintahan yang tidak sah. Mereka mengira penguasa negeri ini adalah muslim. sehingga dengan kesadaran itu lunturlah dukungan kepada para thaghut dan tumbuhlah loyalitas kepada orang-orang yang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Demikianlah sikap kita kaum muslim terhadap para thaghut penguasa negeri ini. tidak diakui secara Islam. Rasulullah diperintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka telah mengusir Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. sehingga mudahlah untuk menjatuhkan para thaghut itu. Ini karena kebanyakan kaum muslimin belum memahami hakikat Laa ilaaha illallaah. salah satunya yaitu para thaghut. bukan loyal dan taat kepada mereka. sedangkan bentuk kebodohan yang paling dasyat adalah orang-orang yang tidak suka dengan ajaran tauhid. oleh sebab itu kaum muslimin tidak memiliki kewajiban untuk taat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah thaghut ini. “Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu” (Al Baqarah : 191) Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka pernah mengusir kaum muslimin. yaitu : selama tidak melakukan sesuatu yang dilarang syari’at dan selama tidak menzhalimi orang muslim lainnya. kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri” (Al Baqarah : 130) Jadi. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. orang yang dangkal pikiran atau orang yang haus dunia dan kekuasaan. tahap awal yang patut dilakukan adalah memberikan bayan (penjelasan) atau penyampaian risalah tauhid. tapi… sungguh banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. padahal penguasa negeri ini telah melanggar hal yang paling penting dan fundamental. dukungan kepada thaghut akan berganti dengan penentangan. Begitu pula dalam masalah harta. yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah… Apa saja pembatal pembatal keislaman? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 43 - - . zakat. Maka haramlah atas setiap muslim untuk membayar atau menyerahkan harta kepada penguasa kafir dalam bentuk apapun. karena para thaghutnya itu shalat.

Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperbolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah Ta’ala dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya. maka ia telah kafir. misalnya masalah rajam dan qishash. bagaimana penjelasannya? Beberapa tahun terakhhir ini mulai nampak semarak dengan muculnya kelompok yang mengklaim diri mereka dengan para pejuang tauhid dan sunnah. Membenci hal-hal mengamalkannya. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. merekalah orang-orang yang tegak memperjuangkan pemahaman-pemahaman salaful ummah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 44 - - . Mereka tampil di tengahtengah umat Islam ini dengan membawa gebrakan-gebrakan yang memukau menyerang berbagai harokah Islamiyah yang tegak memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah. namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pembatal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat. Dan sungguh pengertian ini tidaklah mengandung kebenaran sedikitpun. Kalau kita menengok dalam tuliasan-tulisan mereka akan kita dapati bahwasanya kebanyakan mengatakan yang dimaksud dengan khowarij adalah orang-orang yang keluar memberontak kepada imam yang syah. yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Memang bisa jadi mereka itu Khowarij. Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. • • • Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan lebih mengutamakan hukum thaghut daripada hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. atau bahkan beranggapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabb-nya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Sesungguhnya orang yang memberontak kepada pemerintah yang syah karena takwil adalah ahlul baghyi. tapi mereka dikatakan Khowarij bukan karena mereka memberontak kepada pemerintahan yang syah. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. Takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. Sungguh betapa mulia dan bernilainya kelompok tersebut seandainya mereka konsekuen dengan sloganslogan yang mereka gembar-gemborkan di berbagai tempat dan kesempatan itu. Melakukan sihir. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa. syafa’at dan tawakkal. 9. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam. sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. walaupun • 5. lalu dengan tanpa malu-malu mereka mengatakan bahwasanya kami-lah salafi. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam. pelakunya dihukumi kafir. Dengan bermodal taqlid dan ta’assub mereka meneriakkan bahwasanya mereka yang memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah ini sebagai kelompok ahlul bid’ah dan khowarij yang harus diperangi. 8. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. 7. semua yang tidak sesuai dengan kami maka mereka adalah ahlul bid’ah. kamilah ahlussunnah. 3. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin. Dengan modal semangat yang menggebu-gebu dan ilmu seadanya mereka mengaku sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah.Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pembatal ke-Islam-an. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. 6. seperti pahala atau balasan yang akan diterima. 10. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. 4. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah lebih sempurna dan lebih baik. pemberantas syirik dan bid’ah. akan tetapi mereka dikatakan Khowarij karena aqidah mereka. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Sungguh memprihatinkan keadaan ini bagi mereka yang mempunyai sedikit pemahaman yang benar tentang Islam. 2. Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah: 1. Berpaling dari dien Allah Ta’ala. maka ia telah kafir.

Jama’ah kecuali Muslim sedangkan dalam riwayat Ibnu Majah hanya tersebut. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. yaitu memberontak dan menggulingkannya dengan pedang bagi siapa saja yang mampu melakukannya. Adapun menolak syari’at yang mereka tinggalkan. hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Ubadah radhiyallahu’anhu yang telah disebutkan tadi yaitu: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 45 - - .” (Al-‘Aziz XI/97 dan Al-Majmu’ XX/369).” (Al-Ahkam As-Sulthoniyah. ”Aku tidak akan duduk sampai ia dibunuh sebagai keputusan Allah dan Rasul-Nya. bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: ”Pergilah ke Yaman!” Kemudian diikuti oleh Mu’adz bin Jabal. dan sama saja apakah yang mereka tinggalkan itu sedikit maupun banyak. ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid hal. dan yang terluka dihabisi. maka wajib untuk dibunuh. Lalu berita itu sampai kepada Ibnu ‘Abbas maka beliau berkata: ”Kalau aku. Mereka harus digulingkan dari kekuasaan dengan pedang. Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad-Dumaiji berkata tentang memberontak kepada pemerintah kafir dan murtad: ”Hal ini juga merupakan suatu kesepakatan para ulama’. maka imam wajib untuk memeranginya karena Abu Bakar ra telah memerangi kelompok ynag murtad. Dari ‘Ikrimah beliau berkata: ”Dihadapkan kepada amirul mukminin Ali radhiyallahu’anhu. orang-orang zindiq lalu beliau membakar mereka. Dan sama juga apakah kemurtadannya kepada kekafiran. mereka mendapat dosa dan bagi yang tidak mempunyai kemampuan ia harus hijrah. bagi yang mampu melaksanakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi. dan membebaskan kaum muslimin dari kekuasaan pemerintah tersebut walaupun harus bersusah payah. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. Mengenai hukum bagi murtadin. “Barang siapa berganti dien. Orang yang murtad tidak lepas dari tiga keadaan. An-Nawawi XX/391). maka bunuhlah ia!” (HR. atau perempuan berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu’anhu dia atas dan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa berganti agama. adapun jika tidak mempunyai kemampuan untuk menggulingkannya dengan pedang. meskipun mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Asy-Syarozi berkata: ”Dan jika sebuah kelompok murtad dan mempertahankan diri dengan kekuatan. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. Yang kabur diburu. Jika kondisi mereka seperti itu maka mereka wajib diperangi kerena kemurtadan mereka setelah sebelumnya mereka diberi penjelasan tentang Islam dan dalil-dalil dipaparka kepada mereka. Dinukil secara ringkas dari Al-Majmu’ XX/369. Almawardi) ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid berkata: ”Para ulama’ telah berijma’ atas wajibnya memerangi kelompok apapun yang mempunyai kekuatan yang tidak mau melaksanakan sebuah syari’at dari syari’at-syari’at Islam yang sudah jelas dan mutawatir. 23) Ketiga adalah penguasa yang murtad. maka aku tidak akan membakar mereka karena Rasululloh melarang hal itu. Mereka ini wajib untuk diperangi. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. maka bunuhlah ia!” dan ini adalah hadits shohih. baik ia orang merdeka atau budak. Karena memerangi ahlul harbi saja wajib maka terlebih lagi memerangi kelompok yang telah murtad sedangkan kekafiran mereka lebih besar. meskipun kelompok tersebut adalah kelompok Islam. Jika mereka tetap mengakui atas wajibnya syari’at yang mereka tinggalkan. Dan memerangi dua macam kelompok ini hukumnya wajib atas dasar ijma’.” (Al-Qulul Qoti’ fiiman imtana’a ‘anisy syroi’. dan mereka diperangi sampai kembali kepada syari’at Islam. Al-Mawardi berkata: ”Kondisi kedua mereka memiliki daerah sendiri yang terpisah dari wilayah kaum muslimin sehingga mereka bisa mempertahankan diri di sana.”(Al-Majmu’ XX/380) Kedua mereka mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri. sama asja apakah ia lahir dalam keadaan Islam atau dia dulunya kafir lalu masuk Islam atau ia menjadi Islam karena keislaman kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya.” (Al majmu’. Jika mereka ada yang tertawan. Jika mereka ada yang tertawan. maka mereka telah murtad. maka bunuhlah ia!”) Dan dalam hadits dari Abu Musa. An-Nawawi berkata: “Riddah secara bahasa adalah kembali dari sesuatu menuju yang lainnya. Ia bertanya: ”Siapa ini?” ia menjawab:”orang ini dahulu Yahudi lalu masuk Islam kemudian ia masuk Yahudi. maka mereka diperangi sampai mereka mau melaksanakan apa yang mereka tinggalkan. membatalkan Islam). yang melarikan diri diburu dan yang terluka dibunuh. Pertama mereka berada dibawah kekuasaan Islam dan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri.Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian murtad. maka harus mencari jalan yang paling tercepat untuk menggulingkannya.” Dan secara syar’I: qoth’ul Islam (melepaskan. baik ia berpindah ke agama ahlul kitab atau tidak. Namun aku pasti membunuh mereka karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berganti dien.” (Muttafaq ‘alaih) Ar-Rofi’I dan An-Nawawi berkata: ”Murtad adalah bentuk kekafiran yang paling keji dan yang paling keras hukumnya. Ketika berjumpa dengannya ia diberi bantal dan berkata:”Turunlah!” Dan ternyata disampingnya ada seseorang yang terikat. An-Nawawi berkata: ”Apabila seseorang Murtad.

meskipun ia membenci dalam hatinya. Dan inilah yang dikatakan oleh para ulama’ sunnah dan hadits. Abdul Akhir Hammad hal. Dengan demikian ia berarti kufur majazi atau kufur ashghor. (Fathul Bari XIII/7) Dan beliau berkata pada halaman yang lain: ”Sesungguhnya seorang pemerintah kafir itu harus dipecat menurut ijma’. atau ia bebas memilih. yaitu bahwasanya berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah bisa berupa kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kadang hanya berupa maksiyat.” (Fathul Bari XIII/123) An-Nawawi berkata: ”Dan murtad itu bisa dihasilkan karena niat untuk kafir atau karena perkataan atau perbuatan. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi. (Yaitu hadits Ubadah yang tersebut di atas). maka yang demikian ini adalah kufur akbar. Diantara bentukbentuk kekafiran itu adalah Berhukum dengan selain hukum Allah.176) Abdul Akhir Hammad dalam mengomentari perkataan diatas berkata: ”Yang pelu diperhatikan juga bahwasanya pembagian seperti ini bermuara pada berhukum yang berarti al-qodlo’ (memutuskan) bukan dalam arti at-tasyri’ (membuat undang-undang). maka orang tersebut bermaksiat. Adapun jika hal itu disebabkan oleh perkataan maka sama saja apakah orang yang mengatakan itu karena mengejek. sebagaimana yang tersebut dalam hadits ini. maka barang siapa perkataan yang mengandung kekafiran.” (Al-Maidah: 45) “Dan barangsiapa yang tidal berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang fasik. “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang di turunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu mereka hendak berhakim kepada thogut padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thogut itu dan syetan bermaksud untuk menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya”.“…. atau melakukannya atau rela dengannya dengan atas kehendaknya (bukan karena terpaksa) maka ia telah kafir. mereka pada hakekatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan.” (Al-Maidah: 44) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang dholim. Tapi kalau ia tidak tahu hukum Allah sementara ia sudah berusaha dan mengerahkan segala potensi untuk mengetahui hukum Allah. (An-Nisa’: 65) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. (An-Nisa’: 60) “Maka demi Robbmu. Kaum muslimin harus melakukan hal itu.” (Ad-Difa’. An-Nawawi XX/369-370). lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. baik dosa besar maupun dosa kecil.” Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: ”Jika pemerintah melakukan kekafiran yang nyata. Hal itu disesuaikan dengan kondisi pelakunya. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. yang serius dan yang takut dan yang terkecuali adalah orang yang terpaksa. namun ia keliru maka ia dianggap bersalah. barang siapa yang mampu mengerjakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi mendapatkan dosa dan bagi yang tidak mempunyai kekuatan wajib hijroh dari negeri tersebut. Dan begitu pula jika seseorang melakukan perbuatan kufur maka ia telah kafir ia tidak meyakininya dan tidak pula mengucapkannya.” (Al-Maidah: 47) Ali bin Abil ‘Izz berkata tentang berhukum dengan selain syari’at Islam: ”Disini ada masalah yang harus direnungkan.” (Tahdzib Syarhul ‘Aqidah Ath-Thohawiyah. Syaikh Hamd bin ‘Atiq hal.” (Al majmu’. ia tetap mendapatkan satu pahala karena ijtihadnya sedangkan kesalahannya diampuni.. jika ia ketika mengucapkannya bukan karena terpaksa. ’sesungguhmya orang murtad adalah orang kafir setelah masuk Islam baik dengan perkataan atau perbuatan atau keyakinan.” Muhammad bin Sa’id Al-Qohthoni berkata: ”Adapun riddah adalah kafir setelah beriman. bahkan wajib berjihad melawannya. dan mereka mengatakan dalam kitab-kitab. 28 dan lihat At-Tasyri’ Al-Jina’I II/708 dan kitab Ar-Ridah bainal amsi wal yaum hal.’ Dan mereka telah menetapkan barangsiapa mengucapkan perkataan yang mengandung kekafiran maka ia telah kafir meskipun ia tidak meyakininya dan tidak mengerjakannya. atau menentang atau katas dasar keyakinan. dan begitu pula jika ia lapang dada dengan kekafiran meskipun ia tidak mengucapkannya dan tidak pula melakukannya. dan agar kami tidak memberontak kecuali jika melihat kekafiran nyata yang menjadi alasan di sisi Allah. Dan hal ini sudah maklum adanya secara jela dalam kitab-kitab mereka dan barang siapa yang biasa bergaul dengan ilmu pasti ia telah mendengar sebagiannya. atau ia meremehkannya padahal ia yakin bahwa itu adalah hukum Allah. Namun jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. Apabila ia berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah itu tidak wajib. maka tidak boleh mentaatinya dalam hal itu.” (Al-Maidah:44) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 46 - - . 33) Beliau juga mengatakan setelah memaparkan pembatal-pembatal Islam: ”Dan tidak ada bedanya pada seluruh pembatal-pembatal ini antara orang yang bermain-main. Karena kata hukum dalam Al-Qur’an kadang berarti al-qodlo’ sebagaimana firman Allah: “Dan barangsiapa yang tiadk berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.

Adapun ketika mentafsirkan ayat: ‫ن نننن نننننننن ننننن‬ Maka kita dapatkan beliau sangat mempertegas masalah ini.” (Tafsir Ibnu Katsir II/68) Bahkan beliau telah menyatakan ijma’ tentang kafirnya orang menjadikan silain syari’at Allah sebagai syari’at yang dijadikan landasan hukum. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab AlBidayah wan Nihayah sebagai sanggahan terhadap kitab Ilyasa. dan yang lain-lain. Beliau mengatakan: ”Barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang telah baku yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdulloh sebagai penutup para nabi lalu berhukum dengan syari’at-syari’at lain yang telah mansukh.” (Al-Maidah: 50) Ayat ini berbicara tentang hukum Allah yang berarti syari’at dan manhaj-Nya dibandingkan dengan hukum jahiliyah yang berarti syari’at dan manhaj jahiliyah. lalu bagaimana halnya dengan orang yang berhukum dengan Ilyasa dan lebih mengutamakannya daripada hukum Allah? Orang yang melakukannya telah kafir berdasarkan ijma’ kaum muslimin. Maka siapa saja mereka yang melakukan seperti ini. ini bermacammacam: Pertama: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu mengingkari keabsahan hukum Allah dan Rasul-Nya. Adapun arti yang kedua yaitu at-tasyri’ sebagaimana firman Allah: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. yaitu mengingkari hukum syar’i yang diturunkan Allah. dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/57-62). dari Yahudi. dan dalam hal ini tidak ada perselisihan antara para ulama’. Para muhaqqiq dari kalangan ulama’ pada masa ini menyadari hal itu sehingga mereka sehingga mereka menjelaskan hukum undangundang tersebut dalam Islam.” (Lihat Al-Bidayah wan Nihayah XIII/119) Dari sini jelas bagi kita keputusan yang tegas berkenaan dengan undang-undang buatan yang menyelisihi syari’at Allah yang merasuki negeri Islam sehingga menjadi undang-undang yang mengikat mereka. Nasrani. ditujukan kepada siapa dan apa yang dimaksud dengan kufur di sini. dan didalamnya juga banyak hukum yang hanya berlandaskan pemikiran dan hawa nafsu belaka. lalu jadilah ia sebagai sebuah syri’at yang diikuti dan lebih diutamakan dari pada hukum AlQur’an dan As-Sunnah. Hal itu dapat kita pahami dari perkataan beliau “pada peristiwa yang terjadi “ itu artinya beliau tengah membicarakan suatu kejadian yang diselewengkan oleh hakim sehingga ia tidak memutuskannya sesuai dengan hukum Allah.” (Lihat ‘Umdatut Tafsir ‘anil Hafidz Ibu Katsir IV/172) Syaikh Muhammad bin Ibrohim. mufti Arab Saudi dulu. Tidak ada alasan lagi bagi orang yang mengaku Islam untuk mengamalkannya. sebagai mana hukum yang diterapkan oleh bangsa Tartar.” (Al-Maidah:44) Beliau membahas panjang lebar tentang perselisihan para ulama’ salaf seputar ayat ini. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 47 - - . Oleh karena itu anda dapatkan seorang mufassir seperti Ibnu Katsir ketika berbicara tentang ayat: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. bahwa hal itu adalah kekufuran yang tidak perlu bantahan lagi. hawa nafsu dan segala atribut hukum buatan manusia. lalu berpaling kepada kepada hukum yang lain berupa pemikiran. ia adalah kafir yang wajib diperangi sampai kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. tunduk kepadanya atau mengakuinya. hal itu adalah kekafiran yang nyata dan tidak ada kesamaran lagi. Beliau menetapkan bahwa menyeleweng dari syari’at Allah kepada syari’at lain yang dibikin oleh manusia sendiri merupakan kekufuran yang pelakunya harus diperangi sampai kembali kepada ajaran Allah. Jengkis Khan.Beliau mengatakan:”Allah mengingkari orang-orang yang menyeleweng dari hukum Allah yang muhkam dan mencakup segala kebaikan dan larangan segala keburukan. yang diadopsi dari raja mereka. Islam dan yang lainnya. berkata: ”Dan tidak mungkin Allah menamakan orang yang berhukum dengan selain hukum Allah sebagai orang kafir lalu orang yang melakukan hal tersebut tidak kafir. Akan tetapi sebenarnya ia tetap kafir secara mutlak baik kufur amali maupun kufur I’tiqodi” Beliau berkata: ”Adapun yang pertama yaitu kufur I’tiqodi. Sehingga tidak ada keputusan hukum baik sedikit maupun banyak kecuali dengan menggunakan hukum Allah. Dan inilah yang dimaksud dari riwayat Ibnu Abbas dan yang dipilih Ibnu Jarir.pengertian inilah yang dimaksud oleh Ali bin Abil ‘Izz ketika menjadikan berhukum kepada hukum kepada selain hukum yang telah Allah turunkan berkisar antara kufur akbar dan kufur ashghor sesuai dengan keadaan pelakunya. yang tidak berlandaskan dengan syari’at Allah. yang membuat Ilyasa sebagai buku yang berisi kumpulan hukum yang diambil dari berbagai hukum. Diantara mereka adalah syaikh Ahmad Syakir dalam komentar beliau mengomentari perkataan Ibnu Katsir diatas: ”Sesungguhnya hukum undang-undang buatan manusia itu telah jelas bagaikan matahari di siang bolong. maka ia telah kafir.

menurut Ibnul Jauzi menampakan kebathilan dalam bentuk kebenaran). dan menempatkan hukum bukan pada tempatnya serta berdusta (mengada-ada) dan aniaya terhadap Habrul Ummah Turjumanul Qur’an (Ibnu Abbas radhiallahu’anhu) dan terhadap generasi terbaik umat ini. akan tetapi ia berkeyakinan bahwasanya keduanya sama saja. Amerika. sekaligus menyebarkan keraguan-keraguan. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas ? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. penyebaran pemahaman. tapi susunannya sesuai apa yang ingin saya sampaikan. mereka jadikan sebagai hukum lalu mereka menjadikannya sebagai hukum ketika ada perselisihan. mahkamah mereka pun juga memiliki referensi yaitu undang-undang yang diadopsi dari berbagai ajaran. Orang tersebut tidak berkeyakinan bahwa hukum tersebut lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. Mereka tetap di atas hukum jahiliyah dan menolak serta benci terhadap hukum Allah dan Rasul-Nya. Dengan demkian kekufuran apalagi yang lebih besar dari pada itu. Di antara bantahan yang paling baik yang pernah saya lihat akan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 48 - - . dan menghati-hatikan kaum muslimin agar mereka tidak terjerat dan terpedaya dengannya. ini adalah pentahrifan/pengkaburan dalil dari keadaan yang selayaknya. bahkan juga pemutusan dan pemaksaan paham dengan berbagai rujukan dan referensi yang dimiliki. ia kafir keluar dari Islam karena dengan demikian ia menyamakan antara makhluq dengan Kholiq. yang di mana pada akhirnya menjerumuskan kepada kesesatan dan penyesatan setelah menjelaskan makna labs (samar/tidak jelas) dan talbis (mengaburkan permasalahan. Inggris dan undang-undang yang lain serta dari berbagai aliran bid’ah yang mengaku berpegang terhadap syareat dan lainlainnya. Saya meminta kepada Allah taufiq dan kelurusan dalam ucapan dan amalan. Serta permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya juga membuat tandingan terhadap mahkamah syar’iyah baik secara persiapan. Orang semacam ini sama saja dengan orang-orang sebelunya karena ia berkeyakinan bolehnya mengkuti hukum yang secara jelas bertentangan dengan nash. Sebagaimana mahkamah syar’iyah itu mempunyai rujukan dan sandaran yaitu yang semuanya berdasar kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Sekarang saya akan menyebutkan beberapa fenomena pengkaburan dan penyesatan itu dengan tujuan agar kita hati-hati supaya tidak jatuh kedalamnya. Kelima: Yaitu yang paling besar dan paling luas cakupan penentangannya terhadap syari’at dan paling berani menentang hukum-hukumnya. pengawasan. Mahkamah-mahkamah seperti ini sekarang banyak terdapat di negeri-negeri Islam yang disempurnakan. Mereka (salaf ini) tidak berbicara tentang masa kita ini dan mereka sama sekali tidak memaksudkan undangundang pengganti syari’at Allah (sekarang ini). yaitu memoles kebatilan dan syahwat dengan polesan syar’i dengan mentahrif dalil-dalil atau menyembunyikannya. Hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan dan hanya kepada-Nyalah tempat mengadu. Keenam: Hukum-hukum yang digunakan oleh para pemimpin suku dan kabilah yang berupa cerita dari nenek moyang mereka yang mereka namakan Sulumuhum yang mereka warisi secara turun menurun. lebih sempurna dan lebih memenuhi kebutuhan manusia sebagai pemutus perkara antara mereka ketika terjadi pereslisihan. Para hakimnya memutuskan perkara dengan hukum yang bertentangan dengan al Qur’an dan As Sunnah bahkan megesahkannya dan mengharuskan orang untuk mengikutinya. akan tetapi ia berkeyakinan boleh berhukum dengan hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. Seperti ini juga tidak diragukan lagi atas kekafirannya karena ia lebih mengutamakan hukum buatan makhluk yang hanya merupakan sampah-sampah otak dan kekerdilan hukum dibanding dengan hukum Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.Kedua: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu tidak mengingkari keabsahan hukum Allah akan tetapi ia berkeyakinan bahwa selain hukum Rasululloh lebih baik. penentangan mana yang lebih dahsyat dari penentangan perbuatan merka itu terhadap persaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. dukungan. pengembangan. Demi Allah. Saya tidak begitu mementingkan susunan materi-materinya. maka seperti ini sama saja dengan dua kelompok sebelunya. Di antara fenomena-fenomena adalah: Berdalih Atas Keabsahan undang-undang yang mengganti syari’at Allah dan atas penghalalan apa yang diharamkan Allah dengan atsar dari salaf ”kufrun duna kufrin”. Ini adalah FENOMENA PENGKABURAN YANG HAQ DENGAN KEBATHILAN. disiapkan dan terbuka bagi seluruh manusia dan banyak orang yang memanfaatkannya yang pada dasarnya adalah fatamorgana. Ketiga: Keempat: Orang tersebut tidak sampai berkeyakinan bahwa selain hukum Allah itu sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya apalagi berkeyakinan bahwasanya hukum tersebut lebih baik. berbagai perundang-undangan seperti undang-undang Perancis. Setelah menjelaskan sebab-sebab yang bisa menghantarkan pada pengkaburan kebenaran dengan kebathilan. baik secara mutlak maupun hanya terbatas pada masalah-masalah baru yang muncul sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi.

! Saya tidak melihatnya dan kalian melihat hal ini sedang kalian tidak merasa berdosa. Mereka itu sepaham dengan kelompok Khawarij lain dalam masalah tahkim. Kemudian mereka mengatakan juga: Sesungguhnya semua yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 49 - - . sedangkan lbadliyyah adalah bagian dari jama’ah Khawarij Haruriyyah pengikut Abdullah Ibnu lbadl At Tamimiy. Berkata (perawi): “Mereka berkata Wahai Abu Mijlaz. serta (mencarikan alasan) dalam keberanian mereka mengambil undang-undang orang-orang kafir yang mereka terapkan di negeri-negeri Islam. dan. Dan Khawarij menetapkan bahwa hukum-hukum (yang diberlakukan kepada) orang-orang musyrik berlaku pula bagi orang-orang yang bersebrangan dengan mereka. berkata: “Beberapa orang dari Bani Amr Ibnu Saduus mendatangi Abu Mijlaz. sesungguhnya para penebar keraguan dan fitnah dari kalangan yang berbicara dalam masalah ini pada masa sekarang ini telah mencarikan alasan (udzur) bagi para penguasa dalam meninggalkan berhukum dengan apa yang diturunkan Allah.. Saudara saya As Sayyid Mahmud telah menulis hal yang berkenaan dengan dua atsar ini. dan darah dengan selain apa yang telah Allah turunkan.. Nashrani dan orang-orang musyrik.. apakah mereka (penguasa saat itu) memutuskan dengan apa yang Allah turunkan?” Beliau berkata: “Dia (Islam) adalah agama yang mereka yakini. dan dalam memutuskan hukum yang berkenaan dengan darah. demi Allah. kehormatan dan harta dengan selain syari’at Allah yang telah Dia turunkan dalam kitab-Nya.talbis ini adalah apa yang ditulis Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah ta’ala. dan ini teksnya: “Ya. dan bahwa menyalahi syari’at Allah dalam masalah qadlaa ‘aam (ketentuan/hukum umum atau tasyri ‘aam) tidak membuat kafir orang yang ridla dengannya dan yang melaksanakannya.. Dua atsar ini telah diriwayatkan oleh Ath Thabariy: 12025. Ath Thabary meriwayatkan (12025) dari Imran Ibnu Hudair.. Orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz adalah kelompok orang dari Bani Amr Ibnu Saduus (sebagaimana dalam AI Atsar 12025). maka mereka mendebat seraya menginginkan agar Abu Mijlaz itu merestui pendapat mereka akan kafirnya para penguasa tersebut. dan beliau itu sangat mencintai Ali sedangkan kaum Abu Miljaz yaitu Banu Syaiban dahulunya adalah pendukung Ali pada kasus perang Jamal dan Shiffin. Saudara saya As Sayyid Mahmud Muhammad Syakir telah memberikan atas kedua atsar itu ta’liq yang sangat berbobot sekali. dan kepada Islam-lah mereka itu mengajak. maka termasuk yang menentang Ali adalah sekelompok orang dari Banu Syaiban dan dari Bani Saduus Ibnu Syaiban Ibnu Dzuhl. Mereka berkata: Apakah itu benar? Beliau berkata: Ya.!!! Beliau berkata: Kalian lebih layak akan hal ini daripada saya. Dan saya merasa perlu untuk menyebutkan teks riwayat pertama Ath Thabariy ini berikut ta’liq saudara saya atas kedua riwayat itu. kehormatan. Kemudian Abdullah Ibnu Ibadl ini berpendapat bahwa orang yang bersebrangan dengan Khawarij adalah kafir bukan musyrik. Sedangkan dalam madzhab Khawarij bahwa pelaku dosa besar itu adalah kafir. mereka menjadikan atsar-atsar ini sebagai alasan atau pembolehan bagi qawaniin watsaniyyah maudluu’ah (undang-undang buatan yang syirik) yang telah merambah negeri-negeri Islam”. benar. dan mereka itu adalah golongan dari firqah Ibadliyyah (sebagaimana dalam atsar 12026). Mereka berkata: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata Ya. benar”. benar. namun para pengikutnya tidak sependapat dengannya. ini supaya menjadi alasan bagi mereka untuk memberontak para penguasa itu. saya akan nukilkan seluruhnya karena sangat penting sekali: Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam Umdatut Tafsir: “Dan atsar-atsar ini -dari Ibnu Abbas dan yang lainnya adalah di antara sekian atsar yang sering dipermainkan oleh mudlalliluun (orang-orang yang menyesatkan) pada zaman kita sekarang ini dari kalangan yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dari kalangan yang lainnya yang sangat berani terhadap agama ini. Waba’du. Abu Mijlaz (Lahiq Ibnu Hurnald Asy Syaibaniy As Sadusiy) adalah tabi’in tsiqah. Ada juga atsar dari Abu Mijlaz saat orang-orang Khawarij Ibadllyyah mendebatnya. dan tatkala terjadi tahkim pada perang Shiffin dan Khawarij memisahkan diri. Tatkala dia mendapatkan kedua atsar ini. dan kedua sanadnya adalah shahih. Allah saya berlepas diri kepada Engkau dari kesesatan. dan dengannya mereka memegang. 12026.. namun engkau merasa takut. sesungguhnya itu adalah darul kufur menurut mereka. mereka berkata: Wahai Abu Mijlaz beritahu kami tentang firman Allah: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata: Ya. atau yang sejalan dengannya” Kemudian Ath Thabari meriwayatkan (12026) hampir sama maknanya dengan yang tadi. tentang perlakuan dlalim yang dilakukan oleh sebagian para penguasa. kami tidak mengetahui dari kelompok mana orang-orang yang ada dalam dua atsar ini.! Namun ayat itu berkenaan dengan orang-orang Yahudi. langsung mereka jadikan sebagai pendapat (pegangan) yang dengannya dia menganggap benar memutuskan hukum dalam masalah harta. namun yang jelas bahwa orang-orang Ibadliyyah seluruhnya mengatakan: Sesungguhnya negeri orang-orang yang berseberangan dengan mereka adalah negeri Tauhid kecuali kelompok penguasa. Kemudian setelah sepeninggal Abdullah Ibnu Ibadl orang-orang Ibadliyyah ini pecah banyak (sekali). kuat dan tegas. bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka itu melakukan dosa” Maka mereka berkata: Tidak. dalam pengkafiran Ali karena beliau melakukan tahkim kepada dua orang (sahabat). mereka (para penguasa itu) dalam sebagian keputusannya menyalahi syari’at karena mengikuti hawa nafsunya atau karena jahil akan hukum. Orang yang mengamati dua khabar (atsar) ini pasti ingin mengetahui siapa orang yang bertanya dan siapa yang ditanya. bahwa Ali itu tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah dalam masalah tahkim.

maka sesungguhnyaa dia melakukan itu bisa karena ketidaktahuan. pertanyaan mereka itu bukan tentang apa yang dijadikan hujjah oleh para ahli bid’ah zaman kita ini. karena mereka berada dilingkungan penguasa (sutlhan). Maka perbuatan ini adalah (bentuk) berpaling dari hukum Allah. berupa memutuskan hukum dalam masalah harta. Adapun bagian yang kedua adalah kekafiran berhukum dengan selain hukum yang Allah turunkan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 50 - - . dan memalingkannya kepada selain maknanya dalam rangka membela penguasa atau sebagai hillaah (caricari alasan) untuk memperbolehkan memutuskan hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah dalam memaksanya kepada hamba-hambaNya. maka status dia dalam syari’at ini adalah sebagai orang yang mengingkari hukum dari hukum-hukum Allah: Disuruh bertaubat. maka ini statusnya sama dengan status orang yang melakukan ta’wil yang menyadarkan ta’wilnya dari pengakuan dia akan nash Al Kitab dan Sunnah Rasullah. dan menelantarkan semua syari’at-syari’at Allah. sehingga dia tidak mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. serta rela dengan penggantian hukum-hukum itu. maka ini tidak pernah terjadi. dan klaim orang yang berhujah akan hal itu bahwa hukum-hukum syari’at hanyalah turun untuk zaman yang bukan zaman kita ini. namun dia sengaja mengkaburkan masalah dan mencampurkan yang haq dengan kebathilan dalam rangka mengikuti hawa nafsu atau karena dunia yang dia harapkan. sehingga tidak mungkin memalingkan perkataan Abu Mijlaz dan orang-orang Ibadliyyah kepadanya. maka ini adalah dosa yang ditaubati dan mendapatkan ampunan karenanya. ini satu. atau orang munafiq yang sengaja menyesatkan yang di mana dia itu tahu akan kenyataan disekelilingnya dan (tahu bahwa kenyataan itu) tidak sama dengan kenyataan yang dibicarakan oleh salaf radliyallahu‘anhum. keras kepala dan mengingkari hukum Allah. Dan yang lain lagi adalah bahwa si hakim yang memutuskan hukum dalam qodliyyah mu’ayyanah (kasus tertentu) dengan selain hukum Allah. bila dia bersikeras. mereka bertanya hanya karena ingin memaksakan hujjah mereka kepada beliau dalam masalah pengkafiran para pejabat pemerintah (saat itu). dan bukan tentang menggulirkan undang-undang (peraturan-peraturan) yang mengharuskan umat Islam berhukum kepada hukum selain hukum Allah dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Nabi-Nya. Adapun pada zaman Abu Mijlaz atau sebelumnya atau sesudahnya ada hakim yang memutuskan hukum dalam sesuatu hal seraya mengingkari hukum dari hukum-hukum syari’at atau lebih mengutamakan hukum-hukum orang kafir atas hukum-hukum Islam. bukan kufur syirik dan bahwa pelaku dosa besat itu adalah kekal di neraka selama-lamanya.Allah wajibkan atas makhluknya adalah iman dan sesungguhnya setiap dosa besar itu adalah kufur nikmat. dan kami membebaskan sahabatsahabat Rasulullah. Apakah ini bisa dibandingkan dengan apa yang telah kami jelaskan dalam perbincangan Abu Mijlaz bersama segolongan orang-orang Ibadliyyah dari kaum Bani Amr Ibnu Suddus…???!!! Seandainya masalah ini sesuai dengan apa yang mereka (para mubthilun) duga dalam khabar Abu Mijlaz bahwa mereka maksudkan penyimpangan penguasa pada hukum-hukum dari hukum syari’at maka sesungguhnya belum pernah terjadi dalam sejarah Islam bahwa ada hakim yang membuat hukum dan menjadikannya sebagai ketentuan (undang-undang) yang harus dipatuhi dalam penentuan keputusan. dimaksudkan kepada orang-orang pada masa kita ini yang mengganti syari’at Allah dan berpaling dari memutuskan dengannya dan dari berhukum kepadanya dengan alasan tidak selaras dengan zaman mereka ini -begitu mereka mengklaim-?!” Ya Allah sesungguhnya kami berlepas diri dari pengkaburan ini. dan turun untuk alasan-alasan dan hikmah-hikmah tertentu yang telah tiada sehingga hukum-hukum itu pun otomatis gugur karena telah tiadanya hal itu. bahkan masalahnya sudah melebihi itu semua sampai-sampai mereka itu lebih mengunggulkan hukum-hukum undang-undang buatan atas hukum-hukum yang diturunkan Allah. kehormatan. (Ini ditulis oleh Mahmud Muhammad Syakir. dan lebih mengutamakan hukum-hukum orang-orang kafir daripada hukum-hukum Allah. ini merupakan kekafiran yang tidak diragukan oleh seorangpun. dan ini statusnya sama dengan orang yang jahil akan syari’at. Jadi. dan darah dengan undangundang yang bertentangan dengan syariat Islam. Jadi jelaslah bahwa orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz itu adalah orang-orang Ibadliyyah. Bisa juga memutuskan hukum itu karena ta’wil yang menyalahi ulama lainnya. dikarenakan mereka itu mungkin saja maksiat dan melakukan apa yang telah diharamkan Allah. apakah masih boleh orang mengatakan: “Sesungguhnya Ibnu Abbas atau Abu Mijlaz dengan perkataan mereka berdua. dari kalangan Ahli kiblat dengan berbagai macam golongannya akan pengkafiran orang yang menyatakannya dan orang yang mendakwahkannya. Umdatur Tafsir 4/156-158 dalam Tafsir Ath Thabariy 10/348 – 349) Setelah penukilan ini yang tidak memerlukan tambahan lagi. Dan oleh sebab itu beliau berkata kepada mereka dalam khabar yang pertama (no: 12025): Bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka telah melakukan dosa dan berkata dalam khabar yang kedua: Sesungguhnya mereka itu mengamalkan apa yang mereka amalkan dan mereka mengetahui bahwa itu dosa. Maka barangsiapa berhujjaah dengan dua atsar ini dan yang lainnya dalam bukan tempatnya. mengutamakan hukum-hukum yang lain atas hukumhukum-Nya yang terdapat dalam Kitab-Nya dan sunnah-sunnah Nabi-Nya. enggan akan aturanNya. Dan yang sedang kita hadapi sekarang adalah bentuk menjauhkan atau meninggalkan akan hukum-hukum Allah seluruhnya tanpa kecuali. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari talbis dan mughalathah ini. maka dia itu berstatus sebagai orang kafir yang bersikeras diatas kekufurannya (yang dimana) hukumannya sudah ma’ruf di kalangan para ulama agama ini”. Dan bisa juga dia memutuskan itu karena hawa nafsu dan maksiat. dan sesungguhnya tidak seorangpun yang menempatkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu atau perkataan Abu Mijlaz terhadap orang-orang yang membabat syari’at Allah pada masa sekarang ini kecuali orang yang bodoh akan kenyataan.

apakah ia sudah musyrik? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 51 - - . lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. “Akan tetapi. 4. yang diriwayatkan oleh Bukhary (5273) dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu tidak menyelisihi kaidah ini dan tidak membatalkan prinsip yang dinyatakan dalam risalah ini. Al Kamil (7/2569) karya Ibnu ‘Ady. “itu adalah kufur”.” Dan juga perkataan beliau: ”Kekafiran di sini bukanlah kekafiran yang kalian maksudkan. berkisar antara kufur akbar dan kufur ashgor (kufrun duna kufrin) sesuai dengan keadaan pelakunya. 2. 3. Ibnu Jarir (6/256).” Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Ia akan termasuk kufur akbar yang menyebabkan dirinya keluar dari Islam jika: 1.” (Al-Maidah:44) Ayat ini mencakup pengertian bagian ini. (Lihat: Adh-Dhu’fa’ karya Al ‘Aqily (4/337-3380. Ia mengatakan “dalam Islam”. Disebutkan pula. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. Ia berkeyakinan boleh berhukum kepada hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya.” Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al ’Ulwan Al Qosim dalam kitab Alla Inna Nashrallahi Qoriib. Tahdzibul kamal (30/179-180) dan Hadyus Sary (447-448)) Abdullah Thawus menyebutkan dari bapaknya yang mengatakan: ‘Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu ditanya tentang firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Yaitu perkaaan beliau: ”Kufrun Duna Kufrin. surat nikah. Dan perbuatan itu akan hanya sebagai maksiyat atau kufur ashghor atau kufrun duna kufrin jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. Dalam riwayat lain disebutkan. Pada prinsipnya.” (Al-Maidah:44) Ibnu ‘Abbas mengatakan. Ia menunjukkan keumuman lafaz tersebut dan tidak membatasinya. “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Pada pengertian yang kedua ini para ulama’ telah berijma’ atas kekafiran mereka dan mereka wajib diperangi sampai mereka mau kembali kepada syari’at Islam. “Cukuplah perbuatan tersebut menyebabkan kekufurannya”. Adapun yang dia katakan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu bahwa ia mengatakan kufrun duna kufrin adalah TIDAK PASTI DARINYA. Yahya bin Mu’in Al ‘Aqily dan Al Jamah. maka maksudnya adalah kufur akbar. dan ia mengakui atas kesalahannya dan ia juga mengakui bahwa ia telah mengikuti hawa nafsu. Inilah yang pasti dari Ibnu ‘Abbas ra. ini adalah qarinah yang jelas yang menunjukkan bahwa kufur di sini adalah selain kufur akbar. Diriwayatkan oleh Abdur Razak dalam tafsirnya (1/191). Kedua: Bagaimana hukumnya jika muslim membuat ktp. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi (yang ia putuskan). Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Perkataan istri Tsabit bin Qois. dan ia mengakui kesalahannya dan ia telah mengikuti hawa nafsu. Islam. Al Maruzy telah meriwayatkan dalam Ta’zhim Qadris Shalah (2/521) dan Al Hakim dalam Mustadraknya (2/313) dari jalan Hisyam bin Hujair dari Thawus dari Ibnu ‘Abbas. kata kufur jika ditulis ma’rifah dengan huruf lam maksudnya adalah kufur akbar sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab Al Iqtidha’ (1/208) kecuali jika dikaitkan dengan qorinah (korelasi) yang mengubah maknanya. Hisyam dianggap lemah oleh Imam Ahmad. Ia mengingkari atas kebenaran hukum Allah dan Rasul-Nya. sim dan suratsurat lainnya dari thaghut. Apabila disebutkan ‘kufur’ dan ditulis dalam bentuk ma’rifah dengan huruf alif dan lam. Dari uraian tadi dapat kita simpulkan bahwasanya “al-hukmu bighoiri maa anzalAllah” mengandung dua pengertian: Pertama: Al-Qodlo’ (memutuskan perkara) Pada pengertian ini para pelakunya berbeda-beda hukumnya.tidak menyebabkan pelakunya keluar dari radhiallahu’anhu terhadap firman Allah. “Itu adalah kufur” dan dalam lafazh lain “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Waki’ dalam Akhbarul Qudhah (1/4) dan lainnya dengan sanad shahih. meskipun ia yakin bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya itu lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum yang lain. aku membenci kekufuran dalam Islam”. Diatas telah disebutkan tafsiran Ibnu Abbas “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. maksudnya ayat tersebut menunjukkan keumumannya. Perkara ini demikian jelas bagi orang yang memperhatikan. Jalan Hisyam bin Hujair ini munkar dari dua sisi: Pertama Kedua : Hisyam meriwayatkan sendirian : Hisyam menyelisihi perawi yang lebih tsiqoh darinya Perkataan Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. At-Tasyri’ (membuat undang-undang).

maka orang tersebut akan mendapat sanksi hukum dari thaghut. beliau menerima perlindungan dari Abu Thalib. lebih baik ia memanfaatkan hukum tersebut untuk kemaslahatannya. agama. jika tidak ditunaikan maka bisa jadi hartanya disita atau terancam. musyrikin atau bagi orang kafir untuk menguasai diri mereka. haram. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Tetapi bukan berarti Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam setuju. termasuk bagi muslim. (an Nissa :140) Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Banyak sekali konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan terhadap musyrikin. Begitu juga apabila si orang kafir atau murtad ini asalnya muslim dan menjadi pemimpin (amir) bagi kaum muslimin. Sungguh. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). seperti orang-orang sesat yang masuk parlemen dengan niat maslahat dakwah. tentulah kamu serupa dengan mereka. Jadi. lebih baik dibayarkan dengan niat bahwa ia terpaksa karena didzalimi. (An Nisa : 141) Ayat ini sifatnya penafian. di antaranya : 1. maka wajib atas kaum muslimin untuk melengserkannya. kemaksiatan. Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun memanfaatkan Undang-Undang Jahiliyah seperti pada hukum perlindungan dan keamanan. orang yang sudah murtad atau sudah kafir atau sudah keluar dari Islam (baik karena melakukan syirik akbar. akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengancam kepada orang-orang yang mentaati orang kafir : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 52 - - . kufur akbar ataupun berikrar untuk pindah agama). mendengar dan taat… ” (HR. Ada konsekuensi-konsekuensi atau sikap mukmin terhadap mereka. kafirin. maka daripada memperoleh kedzaliman yang lebih besar dari thaghut. Gugur hak perwalian atau penguasaannya terhadap kaum muslimin a. bahkan di mata uang pun tertera simbol atau gambar thaghut. Jika dia tidak mau menanggalkan kepemimpinannya atau tidak mau turun dari jabatannya sebagai pemimpin atau amir maka wajib atas kaum muslimin untuk mencopot jabatannya. apalagi kemusyrikan dan kekafiran. karena dengan sebab kemurtaddannya maka kepemimpinannya itu lepas dengan sendirinya. taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian” (An Nisa : 59) Di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mentaati pemimpinnya. maka dari itu orang kafir atau orang murtad tidak boleh menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. dalam hal perpajakan yang seorang muslim sulit mengelak dari kedzaliman thaghut ini. Misal. karena ia telah mengikuti. dari segala suku bangsa. tapi ini hanyalah pemanfaatan saja untuk menjauhi mudharat. Orang murtad tidak memilki wilayah (saitharah). Konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan di dunia ini. akan tetapi ini bermakna larangan bagi orang muslim untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi orang kafir untu menguasai kaum muslimin. taat dan berwala’ kepada hukum dan pemerintahan bangsa Quraisy. SIM. tidak termasuk kepada hukum syar’i. Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. Ahmad dan At Tirmidziy. Tidak berlaku bagi hal-hal yang makruh. jika seseorang tidak memiliki KTP. shahih) Jadi keberadaan pemimpin adalah untuk ditaati. Allah Ta’ala berfirman. Bukan hanya di surat-surat. menyetujui dan ikut serta di dalam kemusyrikan dan kekafiran seperti yang telah dijelaskan secara jelas di bagian terdahulu. dan itu termasuk kepada hukum idari (hukum penertiban) yang di Islam sendiri dilakukan dan tidak diingkari. Misal. sama seperti pada mata uang yang digunakan oleh bangsa Quraisy pada zaman Nabi shalallahu’alaihi wassalam (ada gambar Kaisar Romawi). yang sifatnya duniawi dan ada konsekuensi-konsekuensi yang bersifat ukhrawi (akhirat).Surat-surat tersebut tidak termasuk tahakum (berhukum) kepada thaghut dan tidak termasuk setuju atau tawali terhadap hukum thaghut. tidak boleh diberikan kesempatan untuk menguasai orang muslim. Surat Nikah. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. daripada seorang Muslim mendapat mudharat semacam itu. Semua ini tergantung dari niat dalam perbuatan yang sifatnya mubah dan disunnahkan Nabi shalallahu’alaihi wassalam. “Dan Allah tidak akan menjadikan bagi orang kafir jalan untuk menguasai kaum muslimin”. Karena seorang imam atau amir atau pemimpin itu diangkat untuk ditaati sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman. Misal KTP di Republik Indonesia adalah jaminan perlindungan dari pemerintahan kafir RI kepada seluruh rakyatnya. dsb. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). Kaum muslimin tidak boleh memberikan kesempatan atau peluang bagi orang murtad. juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Aku memerintahkan kalian dengan lima hal sebagaimana Allah memerintahkan saya dengannya : berjama’ah. lalu dalam perjalanannya dia murtad dari Islam.

dikarenakan tidak boleh ditaati. maka berarti kepemimpinan orang murtad atau orang kafir atas kaum muslimin itu dilarang. ketika muslimah tersebut mau menikah. maka wajib diturunkan oleh kaum muslimin. Keberhakkan dalam perwaliannya sudah gugur. sedang kekafiran dia yang sebenarnya dihisab di sisi Allah. baik ayah atau ibu murtad dari Islam. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. karena orang kafir atau orang murtad segala amal-amalnya tidak sah karena syarat sah seluruh ibadah adalah Al Islam atau orangnya bertauhid. tapi kalau dia murtad dari Islam maka amal-amal yang dilakukannya. Misalnya si imam tersebut adalah sebenarnya anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai. sebelum mereka beriman. kemudian ayahnya ini murtad karena melakukan kemusyrikan atau hal-hal apa saja yang membatalkan keislaman. maka tidak boleh shalat di belakang dia. misalnya menjadi Anggota Dewan di DPR/MPR atau dia menjadi anshar thaghut (tentara/polisi). Seorang ayah dilarang menikahkan puterinya yang muslimah atau laki-laki menikahkan saudarinya kepada laki-laki yang murtad atau yang kafir. Gugur hak pengasuhannya (pengurusan terhadap anak) Bila salah seorang dari orang tua. maka tidak diberikan hak dalam pengasuhan anaknya. maka dia akan berupaya untuk mendidik anak tersebut di atas keyakinan yang dia anut. walaupun dia menarik hatimu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang untuk mentaati orang kafir. Bagi orang yang mengetahui bahwa imamnya itu orang kafir atau pelaku syirik akbar. Orang muslim tidak dibolehkan menikah atau menikahkan dengan orang yang sudah murtad atau keluar dari Islam dengan bentuk kemurtaddan apa saja. mengangkat orang yang akan menerapkan atau memberlakukan hukum thaghut terhadap manusia. Orang murtad tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin atau amir atau presiden atau hal-hal yang seperti itu. bila dia melindungi diri dengan kekuatannya maka wajib atas kaum muslimin untuk memerangi kelompok yang melindunginya dengan segenap kemampuan. maka orang yang shalat di belakangnya adalah sah. yang mana dia menjadi imam shalat. baik itu shalat. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. dan ketika dia sudah menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin kemudian dia murtad. karena hal ini adalah sebuah bentuk pengangkatan orang kafir untuk menjadi pemimpin. zakat. dan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang bagi orang muslim untuk memberikan kekuasaan kepada orang kafir. berarti tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Tidak boleh menikahinya dan tidak boleh menikahkan seorang muslim dengannya. shaum atau yang lainnya adalah tidak sah. bahwa jika kalian mentaati orang-orang kafir. seperti ikut berpartisipasi dalam Pilpres. dan jihadilah mereka itu dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”. dia tidak boleh dibiarkan menjadi pemimpin ketika dia sudah murtad dari Islam. maka orang kafir ini akan mengembalikan kalian ke dalam kekafiran atau ke dalam kemurtaddan. Oleh sebab itu orang muslim tidak boleh ikut serta mengangkat orang kafir sebagai pemimpin. Sedangkan setiap orang yang mengurusi anak. Ini dikarenakan kepengurusan anak memberikan jalan bagi dia untuk menguasai anaknya yang masih muslim ini. Kita tidak diwajibkan umtuk mengorek-ngorek keyakinan si imam. 2. namun kita tidak mengetahuhi bahwa si imam itu anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai maka shalat kita bermakmum kepadanya tetap sah. walaupun dia menarik hatimu. Pilkada dll. sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. Dan Allah Ta’ala juga menghati-hatikan dalam firman-Nya : “Maka janganlah kamu mentaati orang-orang kafir.“Hai orang-orang yang beriman jika kalian mentaati orang-orang kafir tentu mereka mengembalikan kalian ke belakang (murtad)” (Ali Imran : 149) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam atau menghati-hatikan kepada orang muslim dari mentaati orang kafir. karena kita tidak diwajibkan untuk menanyananyai apa dan bagaimana tentang si imam tersebut. maka kepemimpinannya lepas dengan sendirinya. mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya”. baik itu murtad karena mendukung syirik hukum atau pun melakukan syirik tumbal dan sesajian atau yang lainnya. (Al Furqan : 52) Jadi. (Al Baqarah : 221) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 53 - - . baik tidak mengetahuinya karena tidak melihat hal-hal yang membatalkan keislaman dari imam tersebut (Masturul Hal) walaupun hakikat sebenarnya si imam itu orang kafir. karena dia sudah mengetahui bahwa shalatnya si imam tersebut tidak sah. ini berbeda dengan orang yang tidak mengetahui bahwa imamnya ini orang kafir. Tidak boleh shalat (bermakmum) di belakangnya Kita tidak boleh shalat di belakang orang kafir atau orang murtad. maka si ayah ini –dalam Islam– tidak memiliki perwalian dalam nikahnya karena dia sudah murtad dari Islam. 3. akan tetapi karena si imam itu tetap menampakkan keislaman. Gugur hak perwalian dalam masalah pernikahan. dan bila dia tidak mau turun. umpamanya shalat dibelakang anggota MPR/DPR atau polisi atau tentara atau anshar tahghut yang lainnya. Bila ada seorang muslimah memiliki ayah. sedangkan orang murtad walaupun dia mengaku Islam atau melakukan amalan-amalan shalih.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengatakan : “Dan janganlah kalian memegang ikatan (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir” (Al Mumtahanah : 10) Bila asal keduanya atau pada awal penikahannya adalah muslim. Abu Dawud. maka pernikahan tersebut lepas dengan sendirinya. 4. dan ada yang berpendapat tidak perlu dilakukan akad nikah kembali. Dan sebagian ulama membolehkan menjawab dengan jelas jika mereka mengucapkannya dengan jelas pula. Apabila dalam masa iddah si perempuan kembali kepada Islam. maka jangan kalian mengucapkan salam terhadap mereka” . Haram sembelihannya Orang murtad haram sembelihannya. sembelihan orang murtad. maka di sini ada dua pendapat para ulama. memuliakan orang kafir adalah haram… 7. dan begitu juga si ayah atau saudara atau laki-laki yang memiliki perwalian kepada perempuan tidak boleh menikahkan perempuan tersebut kepada laki-laki musyrik. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. dan Allah menyiapkan bagi mereka ‘adzab yang menghinakan. ada yang mengharuskan kembali akad dengan mahar yang baru dengan wali dan saksi. Wajib bara’ (berlepas diri) dari mereka Bara’ di sini adalah membenci dan memusuhinya. maka tidak boleh orang muslim memuliakan orang kafir. Jika setelah beberapa waktu masa iddah berlalu dan salah satunya baru kembali kepada Islam. Ada kaidah fiqh yang mengatakan bahwa hukum asal sembelihan itu adalah haram kecuali yang dibolehkan oleh syari’at. dan kedua karena hewan itu sembelihan yang diperuntukan untuk selain Allah”. Ibnu Majjah dan di shahihkan oleh Imam Ahmad dan Al Hakim) Jika tadi di awal Allah melarang menikahi wanita-wanita musyrik sampai mereka beriman. Tidak boleh mengucapkan salam terhadap mereka Ini karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam hadits Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu : “Janganlah kalian mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani” dalam satu riwayat dikatakan : “Jika kalian menjumpai orang-orang musyrik. ini berdasarkan apa yang terjadi saat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ setelah enam tahun. maka si laki-laki boleh kembali kepadanya tanpa perlu akad nikah kembali. At Tirmidzi. Tidak boleh memuliakannya atau mengagungkannya Karena orang-orang murtad itu adalah orang-orang yang sudah dihinakan oleh Allah. Adapun jika mereka mengucapkan salam terhadap kita maka boleh dijawab dengan “Wa ‘alaikum”. sedang yang Allah halalkan sembelihannya hanyalah sembelihan orang muslim atau sembelihan orang yang terlahir dari Ahli Kitab. apalagi dengan orang murtad. maka tidak seorangpun yang memuliakannya” Hajj : 18) (Al Jadi. Jadi. bukan orang yang asalnya muslim kemudian murtad dan masuk Nashrani atau Yahudi atau murtadnya karena melakukan pembatalpembatal keislaman lainnya seperti orang yang melakukan tumbal atau sesajian atau mendukung demokrasi dan hukum-hukum buatan lainnya. sedangkan orang yang sudah dihinakan oleh Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Dan barangsiapa yang telah dihinakan oleh Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik. Begitu juga apabila yang murtadnya itu si laki-laki.Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang wali menikahkan wanita yang dalam perwaliannya kepada orang-orang kafir atau musyrik atau orang murtad. dan yang rajih (kuat) –wallahu a’lam– adalah pendapat yang mengatakan tidak perlu akad kembali –jika si wanita tidak menikah dengan laki-laki yang lain sehabis masa iddahnya–. jika masih dalam masa iddah lalu si laki-laki tersebut kembali kepada Islam maka si perempuan boleh menerima kembali si laki-laki tanpa akad yang baru. Dia (‘Abul ‘Ash) masuk Islamnya enam tahun setelah masa iddah Zainab berakhir sebagaimana atsar yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : “Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ dengan nikah yang terdahulu dan tidak mengadakan akad nikah lagi”. orang muslim tidak boleh mengucapkan salam kepada orang-orang kafir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan tentang orang yang membuat sembelihan untuk tumbal : ”Hewan ini haramnya dari dua sisi : Pertama. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 54 - - . 6. lalu kemudian di tengah perjalanan si perempuannya murtad atau si laki-lakinya murtad. orang kafir sudah Allah hinakan. yaitu sembelihan orang muslim atau sembelihan ahli kitab. tapi yang disepekati adalah jawaban wa ‘alaikum. maka tidak boleh kita muliakan. dan sembelihan ahli kitab halal bagi kalian dan sembelihan kalian halal bagi mereka” (Al Maaidah : 5) 5.

maka katakanlah sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian lakukan” (QS. maka itu adalah bukan sebagai bentuk warisan. Akan tetapi jika yang murtad itu sifatnya berkelompok dan memiliki kekuatan untuk melindungi diri dari hukum Islam meskipun di wilayah Negara Islam. Jika orang murtad di Negara Islam maka di samping dibunuh orangnya. makanya Allah meniadakan keimanan dari orang yang menjalin kasih sayang dengan orang-orang murtad atau orang kafir. Orang murtad tidak diakui hidupnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Barangsiapa yang murtad dari Islam. sedangkan jika dengan muslim yang maksiat maka kita berlepas diri dari perbuatannya atau dari maksiatnya. hartanya juga diambil untuk Baitul Mal. 8. saudara mereka atau kerabat mereka” (Al Mujaadilah: 22) Jadi Allah mengatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak mungkin menjalin kasih sayang dengan orang yang murtad atau dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. karena pentingnya berlepas diri dari orang atau pelakunya. Ketika Khalid ibnul Walid melakukan kesalahan dalam peperangan. maka dibunuh. jika dia bertaubat maka dilepaskan lagi dan jika tidak bertaubat. ketika kita berlepas diri dari orang musyrik dengan sikap kita terhadap orang muslim yang melakukan maksiat. 9. maka bunuhlah” (HR. karena mereka memiliki kekuatan (tentara dan senjata) maka ini juga langsung diperangi saat kaum muslimin memiliki kekuatan. Akan tetapi dalam kondisi zaman ini (di saat tidak adanya Baitul Mal). orang-orang murtad. maka oleh Abu Bakar mereka langsung diperangi. Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Bila mereka maksiat kepada kamu (Muhammad). Ini adalah yang dinamakan bara’. maka harta yang jatuh ke tangannya bisa digunakan untuk kepentingan dirinya atau kepentingan kaum muslimin. Disini ada perbedaan. Tidak boleh saling mewarisi dengan orang muslim Misalkan dalam sebuah keluarga muslim ada anaknya yang murtad. memusuhi dan membenci kepada orang dan perbuatannya. anak mereka. dan karena Allah mewajibkan untuk memerangi mereka dengan sebab mereka (para thaghut) itu adalah musuh yang telah masuk dan bahkan telah mengakar di negeri-negeri kaum muslimin. dan begitu juga sebaliknya. maka si anak yang murtad ini tidak berhak mendapatkan warisan dari si ayah tersebut. maka apabila ada harta yang diberikan kepadanya. Jadi kita harus berlepas diri dari mereka karena mereka adalah orang yang sudah Allah vonis kafir. lalu ayahnya meninggal dunia. dan bukan dari orangnya. Ini sebagaimana yang terjadi di zaman Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu 'anhu tatkala memerangi kelompok Musailamah Al Kadzdzab kaum Banu Hanifah di Yamamah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kamu tidak akan menemukan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul-Nya walaupun mereka adalah ayah mereka. Jika orang murtad secara individu di darul Islam (Negara Islam) maka akan dipanggil dan dinasehati supaya taubat dan diberi tenggang waktu. mereka murtad dan mengikuti pemimpinnya dan mereka juga mempunyai pasukan dan kekuatan. beliau membunuh orang yang tidak layak untuk dibunuh. dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim” (Muttafaq ‘alaih dari Usamah bin Zaid ra ). akan tetapi diterima saja karena dikhawatirkan diambil oleh orang lain. tapi tidak berlepas diri dari orangnya. akan tetapi langsung diperangi oleh Pemerintahan Islam. Asy Syu’araa : 216 ) Bila dengan orang kafir dikatakan : “Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah”. dari orangnya dan dari perbuatannya. Bukhari Muslim). karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir. dan atas kerelaan dia. maka ini tidak dinasehati atau disuruh taubat terlebih dahulu. maka Rasul mengatakan : “Ya Allah. jika ada seorang muslim sedangkan ayahnya murtad lalu si ayah tersebut meninggal dunia. Kita harus berlepas diri dari musyrikin. saya berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh Khalid”. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) Allah mendahulukan berlepas diri dari orangnya. karena bisa jadi orang berlepas diri dari perbuatannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 55 - - . Begitu juga bagi orang murtad yang bersifat thaghutiyyah. jika orang muslim yang melakukan maksiat maka kita berlepas diri hanya dari perbuatannya dan bukan dari orangnya.“Telah ada pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya suri tauladan yang baik bagi kalian saat mereka mengatakan kepada kaumnya : “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah.

karena orang murtad tidak ada harganya lagi sebab dia sudah menghinakan dirinya sendiri dengan kekafiran atau kemurtaddannya. (HR. zina muhshan. keluar dari Islam”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrikin itu di mana saja kalian dapatkan mereka. Al Bukhari dan Muslim). Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : ”Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selamanya” (At Taubah : 84) Bukannya dapat pahala tapi justru mendapatkan dosa jika kita menshalatkannya. akan tetapi jika orang kafir atau orang murtad. Beliau langsung memasukkan mereka ke dalam sumur Badar. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak mengubur orang-orang musyrik yang mati dalam perang sebanyak 70 orang. maka itulah yang diperangi terlebih dahulu. dan di antara syarat-syarat itu adalah mereka harus mau bersaksi bahwa orang yang mati di antara mereka adalah masuk neraka. sedangkan perhitungannya atas Allah” (HR. karena orang kafir atau orang murtad sudah Allah pastikan masuk neraka. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Tidak halal darahnya orang muslim yang bersaksi tiada tuhan yang berhak diibadati selain Allah dan aku adalah rasul Allah kecuali dengan salah satu dari tiga hal. Tidak boleh dishalatkan Bila ada anshar (kaki tangan) thaghut seperti polisi atau tentara mati sewaktu dinas. bila dia belum taubat lalu mati di atas kemusyikannya maka dia tidak boleh dishalatkan. Sedangkan dalam ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Orang murtad dibunuh karena dia tidak kafir kepada thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidak layak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 56 - - . kepunglah mereka. 4. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Para thaghut hukum dan ansharnya adalah orang-orang kafir yang paling dekat dengan kita. akan tetapi diperangi… Orang murtad kenapa dibunuh ? karena halal darah dan hartanya. ini adalah haram karena dia orang kafir. 3. Dipastikan sebagai calon ahli neraka Jika orang murtad mati di atas kemurtaddannya. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. tangkaplah mereka. maka kita boleh memastikan bahwa dia calon penghuni neraka. Ini adalah bila yang sifatnya kelompok. Dan jika orang muslim itu semasa hidupnya sering melakukan maksiat. umpamanya ada polisi atau tentara atau anggota dewan mati sewaktu dalam dinasnya. ketika mereka terdesak hingga akhirnya menyerah dan minta damai dengan mengirim utusan Buzakhakh. seadanya saja dengan pakaian yang menempel sewaktu mati. sedangkan orang murtad tidak kafir kepada thaghut. Begitu juga bagi orang yang suka membuat tumbal atau sesajian. dan orang yang tidak mau taubat atau dia bersikukuh di dalam kemusyrikan dan kethaghutannya maka berarti dibunuh… Demikianlah konsekuensi-konsekuensi yang dikenakan bagi orang murtad di dunia. atau anggota MPR/DPR atau Hakim/Jaksa mati di atas kemusyrikan dan kethaghutannya. maka boleh dipastikan masuk neraka… 2. Muslim dari Abu Malik Al Asyja’iy).“Hai orang-orang yang beriman. tapi boleh mengatakan “dikhawatirkan dia di ‘adzab di akhirat”. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) “Jika mereka taubat” adalah taubat dari kemusyrikannya atau dari kethaghutannya. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah maka haram darah dan hartanya. Tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Ketika di perang Badar. Jadi kalau orang muslim yang baik dan taat tidak boleh dipastikan masuk surga kecuali jika ada dalil yang khusus. Orang murtad jika mati tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Ketika Khalifah Abu Bakar radhiyallahu’anhu memerangi kelompok murtad para pengikut Musilamah Al Kadzdzab. maka kita tidak boleh ikut menshalatkannya. Konsekuensi-Konsekuensi di Akhirat : 1. apabila orang muslim yang bertauhid meninggal dunia dan jika semasa hidupnya dia adalah seorang yang taat. tapi boleh mengatakan “Mudah-mudahan dimasukkan ke surga”. akan tetapi oleh Khalifah Abu Bakkar tidak diterima kecuali jika mereka mau menerima syarat-syarat yang di ajukan oleh Abu Bakar dan disepakati oleh para shahabat. bukan dinasehati agar bertaubat. muslim yang fasiq juga tidak boleh dipastikan masuk neraka. Tidak boleh dido’akan Orang yang mati di atas kemurtaddannya atau kemusyrikannya atau kekafirannya haram dido’akan atau memintakan ampunan dari Allah baginya di akhirat. Makna dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah adalah kafir terhadap thaghut. dan intailah di tempat pengintaian. Tidak dimandikan dan dikafani terlebih dahulu. maka kita tidak boleh mengatakan “si fulan calon penghuni neraka”. qishash. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. maka kita tidak boleh mengatakan bahwa “si fulan ini calon penghuni surga”. tapi langsung apa adanya dimasukkan ke dalam sumur.

Mereka kekal di dalam neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. (Al Maaidah : 5) “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”. maka turunlah ayat tadi di atas. sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam”. maka sungguh Allah telah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. (Al Baqarah : 217) 8. haji. tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lobang jarum.…” (Al Maaidah : 72) Bahkan Dia Ta’ala mencela musyrikin kafirin sebagai seburuk-buruk makhluk. lalu dia mati dalam kekafiran. mereka kekal di dalamnya”. tapi Allah melarang dan tidak memberikan izin.(Al Baqarah : 217) Dan bahkan para rasul diancam Allah bila mereka melakukan kemusyrikan : “Seandainya mereka melakukan kemusyrikan tentu lenyaplah amalan yang mereka lakukan” (Al An’aam : 88) Ini adalah ancaman kepada para rasul. 5. dan mereka itulah penghuni neraka. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. Tidak boleh dikubur di pekuburan kaum muslimin Orang murtad jika dia mati. walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. zakat. dan mereka itulah penghuni neraka. dan yang lainnya itu hapus sia-sia : “Barangsiapa yang kafir setelah dia beriman maka hapuslah amalannya. jika saja kepada orang muslim yang baik kita tidak dibolehkan mengucapkannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri. maka Allah hapuskan amalan mereka” (Muhammad : 9) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 57 - - . demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan” (Al A’raaf : 40) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala tentang keharaman musyrikin masuk ke dalam surga. maka apa gerangan dengan kita…?! Dan bahkan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri Allah mengatakan : “Andaikata kamu (Muhammad) melakukan syirik maka lenyaplah amalan kamu” (Az Zumar : 65) “Yang demikian itu disebabkan karena mereka membenci apa yang Allah turunkan. maka terlebih lagi terhadap orang murtad. Dan yang lebih haram lagi adalah mengatakan kepada orang murtad “almarhum” atau “almarhumah” yang artinya orang yang dirahmati. Amal ibadahnya hapus Segala amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang murtad seperti. (Al Bayyinah : 6) 7. Dan ketika Abu Thalib yang terkenal suka membela Rasulullah itu meninggal. “Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah. infaq. Haram masuk surga Orang murtad tidak mungkin masuk surga bila dia mati di atas kekafirannya.orang musyrik. lalu dia mati dalam kekafiran. karena mereka sudah hina dan tidak berharga lagi. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. Akan tetapi kita hanya dibolehkan mengucapkan rahimahullah (semoga Allah merahmati) kepada orang muslim yang baik. 6. maka dia tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. beliau shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : “Saya akan memintakan ampunan kepada Allah untuk engkau selama saya tidak dilarang”. dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang zhalim. mereka kekal di dalamnya. shaum. dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi”. mereka kekal di dalamnya”. (At Taubah : 113) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan buat ibundanya yang meninggal dalam keadaan musyrik.

kitab Ash Shorimul Maslul. 13. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. 3. kitab Ad Durar Assaniyyah. Melacak Jejak Thaghut. kitab Risalah Fie Ma’na Thaghut Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. tapi hanya diringankan ‘adzabnya saja. Syaikh Hamd Ibnu Athiq. Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. Allah ridla terhadap orang yang akan diberikan syafa’at. 3. atau bahkan sedikit saja membenci ajaran Allah.com http:\\abuqital1@wordpress. kitab Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid. kitab Majmu Al Fatawa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. keluar dari Islam dan hapus segala amalannya. kitab Syarah Ashli Dienil Islam. (Al Mudatstsir : 48) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Setiap nabi mempunyai do’a yang mustajab dan setiap nabi sudah menyegerakan untuk memakainya di dunia ini. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad. maka otak yang ada di kepalanya mendidih. Muslim) Satu-satunya orang kafir yang mendapatkan syafa’at hanyalah Abu Thalib. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. mereka berkata dengan penuh penyesalan : “tidak ada yang memberikan syafa’at bagi kami” (Asy Syu’araa : 100) “Tidak bermanfaat bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at”. Ibnul Qayyim. 12. kitab Thariqul Hijratain. 8. Al-Hafidz Ibnu Hajar.com DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 58 - - . itupun bukan dalam bentuk dikeluarkan dari api neraka. sedangkan Allah tidak meridlai kekafiran. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad.arrahmah. Sedangkan orang yang paling ringan ‘adzabnya di akhirat mengira bahwa dirinya adalah orang yang paling berat ‘adzabnya. dan kedua. Kitab Taisir. dan syarat ridla ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan : “Dan mereka (malaikat) tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah” Anbiya : 28) “Dan Dia tidak meridlai kekafiran bagi hamba-Nya” (Az Zumar : 7) Allah tidak ridla dengan kekafiran. Ini karena syafa’at itu memiliki syarat. kitab Risalah Nawaqidlul Islam. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. Pertama.Jika orang membenci ajaran Allah. 9. kitab Majmu’ah tauhid. dan saya simpan do’a mustajab saya ini sebagai syafa’at bagi umat saya di hari kiamat. 10. 5. 17. 9. kitab Al Bidayah Wan Nihayah. akan tetapi ini tidak berlaku bagi orang yang mati di atas kekafiran. Itu pasti didapatkan Insya Allah oleh orang yang mati di antara umatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. 2. juga orang-orang shalih. semua akan memberikan syafa’at dengan izin Allah. maka itu adalah suatu bentuk kemurtaddan. Dan di hari kiamat ketika orang-orang kafir sudah masuk ke dalam neraka. Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Tidak mendapatkan syafa’at Orang murtad tidak mungkin mendapatkan syafa’at di akhirat dari para nabi dan malaikat yang diizinkan Allah akan memberikan syafa’atnya. 15. kitab Ibthal At Tandid. Fathul Bari Ibnu Katsir. 18. kitab Mishbahuzh Zhalam. kitab An Nubuwwat. Majmu At Tauhid. 4. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. 6. dari yang asalnya neraka yang paling dasar diganti dengan sandal dari api neraka yang mana bila dipakai. sedangkan syarat untuk mendapatkan syafa’at adalah Allah ridla kepada orang yang akan diberikan syafaat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. http:\\millahibrahim@wordpress. Situs Islam 1. 16. izin dari Allah terhadap orang yang akan memberikan syafa’at. (Al Referensi Kitab 1. kitab Minhajut Ta'siis. Syaikh Muhammad. 7. 11. Syaikh Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz. (HR.com www. orang-orang yang mati syahid dan anak kecil yang meninggal. 2. 14. 19.

Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. Tabligh : Menjelaskan mengenai Aqidah Islamiyah (Ikatan Islam). nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? 7. Apakah wajib memiliki pemimpin? 5. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". Jamaah Muslimun. Mengapa syahadatain harus diikrarkan dihadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? 16. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri ) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran.PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Visi Kajian : 1. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? 9. Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. Jamaah Mujahidin Darr al Islam ? 15. Kepemimpinan Islam dan Baiat untuk masuk Islam secara benar menurut kitabullah dan sunnah. 1. jaga saja diri sendiri dan keluarga”? 8. Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? 12. artinya bila sudah ada Imam. Adapun pertanyaan dalam Pasal Aqidah Islamiyah ini adalah sebagai berikut. qishos dan had mesti diberlakukan ? 10. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? 6. Jamaah Tauhid. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. maka apa sebabnya? 14. Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? 2. Jamaah Islam. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? 4. maka segala hukum seperti jinayah. Maksudnya. Bila itu benar. Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? 3. 2. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? 11. Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih? 13. Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. Jinayah dan Hudud. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 59 - - . Apakah benar mengenai perkataan.

Al Hakim dan Bukari dalam at tarikh. (An Nisa : 59) Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? Wajib. dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. Nasa-I. (At Taubah : 119) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allah. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih jami’ Shaghir no. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. ta‘at. 5. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. 3. dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran : 103) Hai orang-orang yang beriman. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. 1721.” (Hadist shahih sunan at Tirmizi no. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. berjama‘ah. Barang siapa yang menginginkan intinya surga hendaknya mengikuti al Jama‘ah. Ahmad.” (HR.” (HR. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya).” (HR Muslim) “Hendaknya kalian mengikuti al jama‘ah dan jauhilah perpecahan. Mentabayyuni (membaca. 1758) “Jama‘ah adalah rahmat dan berpecah belah adalah adzab. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah. mendengar. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. Tangan Allah Ta‘ala bersama jama‘ah. 3694 dari Ath Thayalisi dan Ibnu Khuzaimah) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 60 - - . Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. hijrah dan berjihad di jalan Allah Ta‘ala. Barangsiapa yang berniat jahat. 5530 dan Takhriju Misykatul Mashabih no. Ibnu Abi Ashim dishahihkan oleh Syaikh al Albani) Dari Harits bin Harits al Asy‘ari bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan lima hal kepada nabi Yahya bin Zakariya –salam baginyauntuk dikerjakan … dan aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang Allah perintahkan kepadaku yaitu. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. 2. 4. Tirmidzi. Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. dan ulil amri di antara kamu. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. “Sesungguhnya Allah ridha jika kalian berpegang teguh dengan tali-Nya dan tidak berpecah belah. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya.17. Allah ta’ala berfirman. Shahih Targhib wa Tarhib no. karena sesungguhnya setan itu bersama satu orang. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Ibnu Hibban. apalagi setelah kita memahami kajian tauhid pada pasal pertama pembahasan ini bahwa jamaah & kepemimpinan Islam adalah bentuk kemulkiyahan Allah di muka bumi. dan dia lebih jauh dari dua orang. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh ? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1.

Semuanya di neraka kecuali satu. “(HR. dinyatakan bahwa yang selamat itu ialah jama'ah. Jamaah Islam pasti dibenci dan diperangi oleh penguasa thaghut. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Barangsiapa yang mati. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjah (alasan membela diri). satu golongan masuk surga dan tujuh puluh dua golongan masuk neraka". Kedua. tiada jamaah tanpa kepemimpinan. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. sehingga terjadi "yaqtuluuna wa yuqtaluun" (membunuh atau terbunuh). maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. artinya bahwa yang kelompok yang lurus dalam tauhid akan selalu "tetap ada". Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. dalam hadits itu disebutkan yang masuk syurga (selamat) hanya satu. dan tidak ada ketaatan kecuali dengan bai’at. orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. siapakah satu golongan itu?". Muslim) Dari hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas itu diambil tiga kesimpulan : Pertama. Memiliki institusi & kepemimpinan yang independent (tidak bekerjasama dengan thaghut). Muslim) “Dien ini akan senantiasa tegak.” Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? Setelah dijelaskan dan memahami pasal kajian tauhid. sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. shaum dan mengaku muslim. tidak samar dalam menentukan mana kawan dan mana lawan. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. kemudian dia mati. Shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini. Untuk menilai golongan manakah yang pada waktu ini bisa disebut sebagai jamaah yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. dan yang disebut jama'ah itu ialah golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhiallahu’anhum. 8. Jumlah anggotanya (umat) sedikit dan tertindas. tentu harus mengetahui apa yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam beserta para shahabatnya. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Dengan demikian pada akhirnya golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya itu akan tetap eksis dan akan memperoleh kemenangan. Melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala. Sudah baro'ah/berlepas diri dari struktur pemerintahan thaghut yang bertolak-belakang dengan hukum-hukum Allah Ta’ala. Tirmidzi dan Thabrani) Dari 'Auf bin Malik ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Jamaah Islam yang didirikan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di Mekkah tidak terdaftar di pemerintahan thaghut. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at (kepada pemimpin). Muslim) Umar bin khatab radhiallahu’anhu berkata.” (HR.Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Membuat undang-undang pemerintahan (Piagam Madinah) serta mempertahankannya dengan kekuatan senjata. 9. “Dan mayoritas manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. Beliau menjawab: "Al-Jama'ah". atau berdakwah untuk ashabiyyah.8:73) militer dalam struktur kepemimpinan tersendiri sehingga jelas. 3. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan." (HR. 4. untuk memahami garis furqan. Hanya mengikuti kitabullah (wahyu) yang diimplementasikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. 2.” (HR. Beliau ditanya: "Ya Rasulullah. 5. 7. tiada kepemimpinan tanpa ada ketaatan. seperti diantaranya yaitu: 1.S." (HR. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera ashabiyyah atau marah karena ashabiyyah. (Yusuf : 103) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 61 - - . zakat. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. kita perhatikan empat hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di bawah ini: "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Sudah bantu membantu menyusun kekuatan (Q. “Tiada Islam tanpa jamaah. 6. (HR Ibnu Majah) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran.

S. sehingga nyata dirasakan oleh diri. 1619) 10. Para shahabat bertanya. bukan juga mengamalkan syariat dengan dipilih yang enaknya saja. Oleh karena itu. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.61:2). tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. bahwa yang disebut mengikuti jejak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya itu. sampai rasul dan orang-orang yang beriman besertanya menanyakan. Karena mereka sudah melakukan syirik akbar. kemelaratan. telah diisyaratkan oleh Nabi dalam hadist shahih. tidak kafir kepada thaghut. tetapi mempraktekkan apa yang diperbuat beliau. dirasakan pula oleh musuhmusuh Islam sehingga 'setan-setan' pun merasa adanya "Asyid daa-u 'alal kuf-fari” (Q. goncang-goncangan dahsyat. (Al Fath : 29) Sebab. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. walaupun mereka shalat. dan amat sedikitlah mereka ini.S. Orang yang bermaksiat di antara mereka lebih banyak dari orang-orang yang taat. bahkan jamaah Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun tidak terdaftar di Pemerintahan Kafir Quraisy. jelas dan terang pada kajian tauhid terdahulu. 1273. hanya satu golongan. yakni memproklamirkan Negara Islam yang didalamnya menyatakan berlakunya hukum Islam sehingga resikonya memperoleh gempuran dari pihak yang anti penerapan hukum Islam secara keseluruhan. tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Dalam riwayat lain) Orang-orang sholih yang jumlahnya sedikit di tengah masyarakat yang rusak. menyelisihi millah Ibrahim yang baro’ah (berlepas diri) terhadap musyrikin (QS.60:4). bahwa yang disebut mengikuti jejak (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu ialah yang dalam praktek. kafirin) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Bersikap keras serta menjengkelkan thaghut (musyrikin. zakat. Semua sudah tahu bagaimana hukumnya bagi yang sudah tahu adanya perintah-perintah dari Allah. jihad dan mengaku muslim. walaupun mereka berniat demi mashlahat dakwah. Dalam hadits itu bahwa golongan yang selamat hanya satu. Dengan itu sungguh tidak berdasar.48:29)." (Shaad : 24) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. pahami dulu tauhid niscaya akan terlihat penyimpangan mareka. Hal demikian telah menggentarkan dunia yang bukan Islam pada waktu itu. Umat Islam pada zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam adalah golongan minoritas. Ini jelas menyelisihi kitabullah dan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam. artinya kita tidak bisa menunggu mereka yang ngaku beragama Islam. Sebab itu umat Islam Indonesia pun tidak menunggu seluruh umat manusia di mana pun yang tidak bercita-cita untuk Islam. dalam Al-Qur'an surat 2 Al-Baqarah ayat 214 dinyatakan yang bunyinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk ke dalam syurga. Siapakah mereka wahai Rasulullah. Melainkan. tetapi tidak menjalankannya. padahal belum pernah datang kepadamu malapetaka yang pernah diderita oleh orang-orang yang terdahulu dari kamu? Mereka menderita kesengsaraan. yakni mereka yang mengikuti jejak Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersamanya.“…kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 62 - - . jika untuk mempraktekkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu harus menunggu semua golongan bersatu. Adapun dalam ayat di atas itu mengingatkan kita. shaum." "Karena dipraktekkan oleh Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersama beliau. yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. artinya dalam memproklamasikan kedaulatan Islam tidak menunggu yang golongan banyak yang mana masih dalam kegelapan. "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah! Sesungguhnya pertolongan Allah selalu dekat.” (Silsilah Ahadits Shahihah no. Beliau menjawab. bukan cuma mengemukakan dalil. ”Orang-orang yang tetap baik ketika masyarakat sudah rusak. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Ketiga. Adapun tentang keberpihakan umat ini kepada thaghut. "Jangan menyangka akan masuk syurga sebelum mengalami penderitaan seperti orang-orang yang terdahulu. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. tetapi ideologinya bukan Islam. yakni yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya." (Al Baqarah : 214) Dalam hadits yang dikemukakan tadi di atas bahwa yang masuk syurga itu hanya satu. “Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal kehadirannya. Hal ini telah dijelaskan dengan panjang lebar. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Sebab itu bahwa yang disebut "Sunnah" Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu. bukan hanya menyampaikan dalildalil kepada orang lain sedang diri tidak melakukannya. bukan hanya bicara dalil tanpa perbuatan (Q. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? Mengenai harokah atau jamaah yang terdaftar di pemerintahan thaghut maka hal ini sudah diketahui status hukumnya secara dzahir yaitu organisasi (tanzhim) dan anggotanya sama dengan mereka (anshorut thaghut) dan bergelar musyrikin. dan terjadilah penderitaan sebagaimana dalam Qur-an Surat 2 Al-Baqarah ayat 214!".

atau “kami mengkafirkan para penguasanya”. 2608 dan Abu ‘Iwanah. sesat yang nyata. ormas. bahkan mereka seperti anjing piaraan menjadi objek berbagai partai politik dalam kancah pesta pemilihan pengaku tuhan-tuhan (arbab) atau Pemilu. dan bergabung dengan kemusyrikan. menyetujui dan berperan aktif untuk melaksanakan undang-undang kafir mereka. baik ulama (urusan syar‘i) maupun umara‘ (urusan dunia. 763) Dari Abu Sa‘id Al Khudri bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Maka urusan jihad sebagai sebuah urusan penting dalam dien juga harus dikerjakan lewat kepemimpinan seorang imam (khalifah saat khilafah masih tegak) atau amir (pimpinan) organisasi jihad ketika khilafah tidak ada. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. jamaah) dari umatku ini. rela berada dalam naungan berhala mereka (Pancasila). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Setiap orang yang diikuti adalah ulil amri.“Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala (Pancasila -penj) dan setiap kabilah (kelompok. (Majmu Fatawa 28/180) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Allah Maha Raja Diraja Yang Maha Suci berfirman. pasti binasalah langit dan bumi ini. tentulah orang. Ini telah dibahas secara terang menurut kitabullah. “tetapi karena kami berniat demi maslahat dakwah”. kelompok atau harakah yang mengklaim “mujahid Islam”.orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). kemudian mereka terjun kepada parlemen thaghut dan pesta demokrasi. Al Bazzar dan Al Haitsami dalam Majma’u Zawaid 5/255.” (An Nisa‘ :83) Allah Ta‘ala memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para pemegang urusan mereka.” (Al Mukminun : 71) “Apakah kamu tidak perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka berhakim kepada thaghut. hakikatnya mereka tetap masih belum kafir kepada thaghut. Perintah ini berarti juga perintah untuk mengangkat pemimpin dan mentaati mereka. ormas. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Dan ijtihad mereka ini batal karena mengikatkan diri dengan kekafiran adalah kekafiran. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. mereka lalu menyiarkannya. dan semua yang ada di dalamnya. Hendaknya setiap orang yang wajib taat kepada ulil amri tersebut untuk mentaatinya selama dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mentaatinya selama dalam kemaksiatan kepada Allah. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. Muslim) Hadist tersebut dapat kita saksikan sekarang.” (An Nisa‘ :59) “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya. (HR. Dari Abdullah bin Amru bahwasanya Tidak halal bagi tiga orang berada di suatu daerah yang kosong (padang pasir) kecuali mereka harus mengangkat salah satu sebagai amir (pemimpin) mereka. (HR. siap membela nusa dan bangsa kaum musyrikin. Dalam disiplin ilmu ushul fiqih. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Maka hendaklah setiap ulil amri memerintahkan dengan apa yang diperintahkan Allah Ta‘ala dan melarang dari apa yang dilarang Allah Ta‘ala. sunnah. mereka bergabung dengan pemimpin kaum musyrikin (pimpinan thaghut/pengusung dien demokrasi -penj). perang). Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. “Jika tiga orang keluar dalam safar hendaklah mereka mengangkat salah satu sebagai pemimpin. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil 8/106 no. Baihaqi. 2454. “kami tidak setuju dengan hukum kafir”. HR. “Hai orang-orang yang beriman. yang terdaftar di Institusi Thaghut (pemerintahan musyrikin) hakikatnya mereka telah menerima. Juga dari Abu Hurairah . ijma sahabat dan tabi’in. juga dari Abu Hurairah) Imam Syaukani menerangkan makna hadits ini: “Hadits-hadits ini menyebutkan disyariatkannya bagi setiap kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai pemimpin karena hal itu membawa keselamatan bagi mereka dari perselisihan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 63 - - .” (HR. dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. Abu Daud no. dan fatwa ulama-ulama yang mengikuti salafus shalih dalam pasal Kajian Tauhid. dan ulil amri di antara kamu.” (An Nisaa : 60) Apakah wajib memiliki pemimpin? Wajib. setiap jamaah. Adapun bagi mereka yang mengklaim “kami telah kafir kepada thaghut dan berhala Pancasila”. mengikuti. karena mereka terikat dan mengikatkan diri dengan pemerintahan thaghut. hal ini disebut dengan isyaratu nash.” (Al Ahzab : 36) “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka.

Uqbah berkata.” (Majmu’ Fatawa 28/390-392). Demikian juga halnya dengan seluruh perintah lain yang Allah wajibkan seperti jihad. Ketika pulang ke Madinah. Ketika pulang. “Apakah kalian tidak bisa mengangkat salah seorang di antara kalian sebagai pemimpin ketika pemimpin yang kutunjuk tidak menjalankan perintahku?” (Shahih Sunan Abu Daud no. perselisihan akan sedikit dan tercapailah kesepakatan (persatuan). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merestui mereka dan menggelari shahabat Khalid sebagai saifullah. Tetapi jika Khalifah tidak ada dan/atau suasana sudah genting dan darurat maka boleh mengangkat pemimpin. pada Hari Kiamat tiap diri akan didatangkan pimpinannya. Imam Ibnu hajar berkata : Hadits ini menunjukkan bolehnya mengangkat komandan perang meski tidak diangkat (ditunjuk) oleh khalifah. menegakkan sholat Jum‘at. HR. 2387) Hadits ini menunjukkan. Kemaslahatan manusia tidak akan sempurna kecuali dengan berkumpul (berorganisasi) di antara mereka. 4262) Bila menganggkat komandan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada khalifah dengan alasan kondisi genting dan jauhnya khalifah dari pasukan. hukumnya lebih wajib lagi. Hadits ini menjadi dasar bahwa kaum muslimin harus mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai komandan yang menggantikan posisi khalifah sampai khalifah datang. haji. (Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari 7/653. dan hal itu tidak mungkin sempurna kecuali dengan imarah (kepemimpinan) dan kekuatan.menyebabkan kehancuran. pasukan berhak mengangkat seorang di antara mereka yang mempunyai kemampuan memimpin tugas sebagai komandan baru. untuk mengingatkan wajibnya mengangkat pemimpin untuk seluruh perkumpulan lainnya. maka tentunya mengangkat komandan jihad di saat tidak ada khalifah lebih boleh lagi. Perhatikan Firman Allah yang bunyi-Nya: "(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra’:71) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 64 - - . tanpa mesti harus menunggu pengangkatan komandan baru dari imam. Dari Uqbah bin Malik bahwasanya Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam mengutus sebuah pasukan perang kemudian pasukan ini mempersenjatai salah seorang di antara mereka dengan pedang. dan setiap perkumpulan harus ada pemimpinnya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam … (beliau menyebutkan hadits-hadits diatas). Jika suatu masa vacum dari seorang imam. menegakkan sholat ied dan menolong orang-orang yang terdzalimi. qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah).” (Nailul Authar 8/257) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Harus diketahui bahwa mengendalikan urusan manusia termasuk kewajiban dien yang paling agung. Imam Ath Thahawi mengatakan. Seandainya anda melihat ketika Rasulullah mencela habis-habisan kami.Abdulllah bin Rawahah radhiallahu’anhum) terbunuh. Ketika ketiga komandan yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam (Zaid bin Haritsah . setiap orang akan memaksakan pendapatnya dan berbuat sesuai hawa nafsunya sendiri sehingga mereka akan binasa. para shahabat sepakat mengangkat Khalid bin Walid radhiallahu’anhu sebagai komandan perang. karena satu sama lain saling membutuhkan. padahal ia tidak ditunjuk oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. “Sebagian ulama telah mengatakan. Jika kepemimpinan ini diperintahkan atas tiga orang yang berada didaerah kosong (padang pasir) atau sedang melakukan safar. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? Perkataan semacam itu biasanya muncul dari satu di antara empat keadaan seseorang: Pertama. bahkan dien dan dunia tidak akan tegak tanpa adanya kepemimpinan. Ini sama persis dengan peristiwa perang Mu‘tah. Beliau bersabda. karena mendekatkan diri kepada Allah dalam kepemimpinan dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya merupakan bentuk mendekarkan diri yang paling utama. Dengan adanya kepemimpinan. menegakkan keadilan. Bukhari no. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? Memang harus diangkat oleh Khalifah. maka perintah untuk mengangkat pemimpin atas kelompok yang terdiri dari lebih dari tiga orang yang tinggal di desa-desa dan kota-kota dan dituntut untuk menunaikan hak-hak dan mencegah kedzaliman di antara sesama mereka. mereka melaksanakan arahan dan perintahnya serta menjauhi larangannya. 387) Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. perkataan terkesan/bernada yang putus asa. diperbolehkan. Padahal susah atau tidak susah.Ja‘far bin abi Thalib .” (Ghiyatsul Umam Fi At Tiyatsi Adh Dhulam hal. Maka yang wajib adalah menjadikan kepemimpinan sebagai sebuah dien (ajaran dien). Allah ta‘ala juga telah mewajibkan amar ma‘ruf nahi munkar. ketika seorang komandan pasukan yang ditunjuk oleh imam tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Jika demikian halnya dengan pasukan jihad yang diberangkatkan oleh imam. mikir atau tidak mikir. maka menjadi kewajiban penduduk setiap daerah untuk mengangkat seorang imam dari kalangan orang yang berkemampuan . Dengan tidak adanya kepemimpinan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mewajibkan mengangkat seorang pemimpin dalam sebuah perkumpulan paling kecil (3 orang) dan paling sebentar dalam perjalanan. yakni tidak mau susah banyak mikir. mereka akan ragu-ragu dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban penting dan kebingungan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi. bukankah dengan pasukan jihad di zaman tidak ada imam lebih berhak lagi? Imamul Haramain Al Juwaini mengatakan. Jika mereka tidak melakukan hal itu.

Berdasarkan ayat di atas itu, sadar atau tidak bahwa di bumi ada dua kepemimpinan. Yakni, jika diri tidak berada dalam kepemimpinan yang haq, berarti berada dalam kepemimpinan batil. Dengan itu sekalipun bagi yang tidak merasakan dalam suatu kepemimpinan maka kepadanya tetap akan didatangkan saksinya yaitu pemimpin, terlepas dari apakah itu yang bathal atau yang haq. Dalam AlQur'an surat 90 ayat 10 dinyatakan yang bunyinya : "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan". Dengan itu jelas bila tidak dalam yang haq, berarti dalam bathil. Jika tidak dalam kepemimpinan Islam, pasti berada di bawah kepemimpinan thaghut. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpinnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(Al Baqarah : 257) Kemudian, sehubungan dengan saksi di Akhirat, kita perhatikan lagi ayat yang bunyinya: "Dan bagaimanakah (jadinya) nanti jika diri tiap-tiap umat kami datangkan seorang saksi, dan kami datangkan engkau sebagai saksi terhadap mereka ?" (An Nisa : 41). Sebuah riwayat menerangkan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu: "Bacakanlah al Qur'an untukku!" Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu menjawab: Yaa Rasulullah, bagaimana aku membacanya untuk engkau, sedangkan AlQur'an itu turun kepada engkau?" Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menerangkan: "Aku ingin mendengarnya dari yang lain". Kemudian Abdullah bin Mas'ud membacakan surat An-Nisa. Sesaat sampai pada ayat di atas tadi (An Nisa’:41), Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berkata: "Cukuplah sekarang!" Ketika Abdullah bin Mas'ud menolehnya, tampak air mata beliau berlinang-linang. Ada lagi riwayat yang menyebutkan bahwa ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menambahkan perkataannya : "Sebagai saksi selama aku berada di tengah-tengah mereka...". Dari keterangan tersebut itu dimengerti Bahwa Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam akan menjadi saksi nanti di akhirat terhadap perbuatan umatnya sewaktu masih dipimpin olehnya, tetapi sesudah mereka ditinggalkan wafat oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, maka persaksian itu bukan haknya lagi. Pada hari kiamat kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan dikejutkan oleh orang-orang yang sewaktu hayat beliau dipandang sebagai orang-orang yang tetap ta'at pada Hukum-Hukum Allah, tetapi sesudah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam itu wafat, dan mereka itu menghadapi macam-macam cobaan, ternyata dari perbuatan mereka itu diantaranya banyak didorong oleh nafsu duniawi, sehingga melanggar aturan-aturan Islam. Mengenai mereka itu kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan berkata kepada Allah SWT sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Isa ‘alayhissalam: "...aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu". (Al Maaidah:117) Lebih lanjut kita perhatikan ayat yang bunyinya: "Allah berfirman:"Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain ....".(Al Araf:24) Dari ayat di atas itu dimengerti, disadari atau tidak bahwa di dunia ini terjadi permusuhan. Yaitu antara Hizbullah (Q.S.5:56) dengan Hizbusyaithan (Q.S.58:19), antara yang taat sepenuhnya terhadap hukum Allah dengan manusia-manusia yang mendurhakai-Nya. Pengertian mengenai "syaitan" yaitu suatu sifat bagi makhluk yang melanggar peraturan/hukum dari Allah, yakni yang terdiri dari jin dan manusia. Perhatikan Firman Allah Ta’ala yang bunyi-Nya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (menyesatkan). Jikalau Robbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka kerjakan" (Al An’am : 112) Dari ayat itu dipaham bahwa setiap manusia yang menentang berlakunya seluruh hukum Allah, maka adalah "syaitan" dan jelas berada pada jalan thaghut, terlepas dari apapun namanya, dan terus mengadakan kegiatan dengan saling membantu antara mereka. Dengan demikian jelas ada pemimpinnya. Dari ayat itu juga dipaham bahwa golongan syaitan dari jenis manusia itu adalah umum, artinya tidak mesti dengan nama yang khusus, tetapi bisa saja dengan sebutan yang sesuai dengan kondisi dan situasi zamannya. Dengan demikian dalam versi apapun namanya, baik itu mengatas-namakan Islam atau bukan, tetapi jika keberadaannya tidak memiliki ketegasan memihak kepada yang sepenuhnya ta'at terhadap Allah, maka tetap dalam kepemimpinan "syetan" alias thaghut! Dalam arti tidak memiliki "Furqoon". Sebab, bagaimana akan bisa menjalankan hukum-hukum Allah, jika tidak ada pemimpinnya?

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
65 -

-

Satu contoh saja, yaitu dalam Qur'an surat 5 ayat 89 tertera mengenai "Kaffarat" bagi yang melanggar sumpah yang uraiannya ialah: 1. Memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa diberikan kepada keluarga si pelanggar sumpah. 2. Atau memberi pakaian kepada mereka (untuk sepuluh orang). 3. Atau juga memerdekakan seorang budak (sekarang ini bisa disetarakan kpd yang senilai dengan itu). 4. Jika tidak sanggup melakukan yang sedemikian, maka hukuman/kaffaratnya puasa selama tiga hari. Dalam memutuskan hukum yang harus dipilih dari yang 4 di atas itu haruslah ada hakim untuk mengadili dan menilai kemampuan yang sebenarnya dimiliki oleh si pelanggarnya. Tentu, bagi yang tidak punya pemimpin, maka memilihnya ditentukan oleh yang sesuai dengan keinginan dirinya. Sehingga: Lapornya juga kepada dirinya sendiri. 1. Dihakimi oleh diri sendiri. 2. Divonisnya pun oleh diri sendiri, sehingga bisa dicari-cari mana yang enak atau ringan, walau dia mampu. Disitu pula setan menyelinap pada dirinya. Memang ringan tidak diketahui oleh orang lain, tetapi dimanakah letaknya nilai taubat serta keikhlasan diri untuk menjalankan hukum secara dhohir? Pribadi mu'min tidak lepas dari kewajiban memiliki pemimpin. Apalagi untuk menjalankan hukumhukum seperti "Hudud (Q.S.5:38), Qishas (Q.S.5:45), Jinayah (Q.S.24:2)". Bisa tegaknya hukum-hukum itu jika tegak kedaulatan Islam. Bisanya tegak kedaulatan Islam jika didahului oleh adanya kepemimpinan yang "Furqan", Sebab itu bila tidak butuh dengan kepemimpinan sedemikian, bukanlah seorang Islam, sebab tidak menjalankan Qur'an surat An-Nisa ayat 59. ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” Kedua, jelas, keluar dari yang belum paham tata-cara jihad dalam Islam. Mengapa? Karena, perkataan ini muncul biasanya dari yang kelelahan mencari pemimpin. Apalagi jika yang diikuti selama ini adalah orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu dengan aturan Islam, berangan-angan melamunkan seorang pemimpin ideal. Akhirnya bergonta-ganti pimpinan, maka ujung ceritanya adalah kenyataan di atas: "Sudahlah tidak usah meributkan pimpinan, yang penting kerja saja!" Padahal jihad itu harus dibawah komando Imam. Para sahabat saja sampai terpaksa menunda pengurusan jenazah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam. terlambat dua hari setengah, karena menunggu wujudnya kepemimpinan guna melakukan jihad fisabilillah. Ketiga, bisa juga perkataan di atas tadi itu timbul dari perasaan bahwa ibadahnya sudah sempurna atau tidak lagi mempunyai dosa, karena anggapan cukup dengan menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan. Sehingga merasa tidak perlu adanya pemimpin. Hampir banyak yang hapal akan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang bunyinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan tepat perhitungan waktunya, diampunilah baginya apa-apa yang terdahulu daripada dosanya." (H.R.Bukhori-Muslim) Pengertian dari hadist di atas, yaitu dia berpuasa sesuai dengan aturannya, juga posisi dirinya berada dalam kepemimpinan yang terpisah dari kepemimpinan yang memusuhi hukum Islam. Umpama saja seorang guru kelas 2 S.D. 6 berkata kepada muridnya: "Barangsiapa yang bisa menggambar mobil seperti gambar mobil ini maka akan memperoleh hadiah buku tebal ini". Jelas, hadiah cuma diberikan kepada yang berhasil mengerjakannya dari murid kelas 2 S.D. 6. Jadi, tidak masuk akal kalau ada murid dari kelas atau sekolah lain menggambar mobil memperoleh hadiah buku tebal yang dijanjikan oleh guru kelas 2, S.D. 6 tadi. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak mengemukakan adanya kewajiban berpuasa kepada para pengikut Abu Jahal cs. Karena itu, apa yang disabdakannya juga tidak ditujukan kepada yang masih mengabdikan dirinya bagi "Kebangsaan Quraiys Makkah" sehingga anti pemerintahan Islam di Madinah. Tidak ditujukan kepada yang anti terhadap negara yang didasari Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Tidak ditujukan kepada yang beriman akan sebagian ayat serta ingkar kepada sebagiannya. Tidak pula ditujukan kepada mereka yang menjadi alat pemerintahan yang anti terhadap hukum-hukum Al-Qur'an sehingga ikut terlibat menjegal tegaknya hukum Islam secara keseluruhan. Sungguh tidak ditujukan kepada mereka, sebab terhadap mereka yang sedemikian itu telah dinyatakan dalam Al-Qur'an diantaranya yaitu: Mereka adalah dzalim (Q.S.5:45), mereka adalah kafir (Q.S.5:44), mereka adalah fasik (Q.S.5:47), mereka adalah kafir yang sebenarnya (Q.S.4:150-151), mereka adalah yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan tempat mereka adalah Jahannam (Q.S.4:97), dan mereka adalah yang terputus segala amalannya karena membenci hukum-hukum Allah (Q.S.47:9). Dalam hadist di atas tadi disebutkan "didasari keimanan", maka apakah bisa disebut beriman, jika terlibat membela tegaknya hukum-hukum jahiliyah (Q.S.5:50)? Sedangkan banyak ayat yang menunjukkan bahwa tidak dinyatakan beriman sehingga menegakkan semua peraturan Allah (Q.S.5:68, S. 15:90-93).

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
66 -

-

Selama belum kiamat, selama itu pula semua hukum-hukum Al-Qur'an menjadi kewajiban kita menegakkannya. Sebab itu, para "shoimiin (pelaku shoum)" harus dapat menempatkan dirinya pada wadah (jamaah) yang benar-benar tepat, sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Nabi saw, sehingga amalan Ramadhan-nya tidak terhapus, serta sesuai dengan yang dimaksud dalam "Tauhid". Ke-empat, perkataan di atas tadi muncul dari orang yang tidak mengerti tentang pentingnya nilai kepemimpinan dalam Islam. Bila menyusun Shaf tanpa harus mempertimbangkan dasar kepemimpinan, maka atas dasar apa penyusunan itu dilakukan? Atas dasar inisiatip pribadi? Ya, kalau pribadi bisa-bisa seribu pribadi jadi pemimpin, bahkan lebih dari seribu.... Bila dasarnya inisiatip maka ini jelas bukan logika Umat Islam yang mendasarkan dirinya pada keta'atan yang lengkap pada Allah, Rasul dan Ulil Amri (S.4:59). Bagaimana bisa tertib kepemimpinan, kalau awalnya saja sudah tidak teratur. Syarat berdirinya negara, salah satunya adalah adanya pemimpin. Jika syarat utama ini diabaikan/dianggap tidak mendesak, maka secara langsung orang yang berpendapat begitu, meruntuhkan negara itu sendiri. Jadi, perjuangan apa yang sedang disusun itu? Sepanjang sejarah sunnah, gerakan ummat itu muncul dari adanya pemimpin. Sebelum adanya kesatuan muslimin, baik itu di Makkah ataupun di Madinah, didahului adanya pemimpin. Menjawab pertanyaan di atas tadi, perhatikan lebih dahulu ayat-ayat di bawah ini: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orangorang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al Hadid : 16) "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa : "Hai kaumku, bukankah Robbmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Robbmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?". (Thaahaa : 86) Dari kedua ayat di atas itu diambil arti, sebagai mukmin harus bisa bertahan dalam berpegang pada ketetapan Allah, meski waktu telah begitu lama melampauinya. Jika dikaitkan dengan lamanya diri mencari kejelasan pimpinan, sementara belum juga mendapatinya maka dalam hal itu tidak boleh berkata yang menyalahi dari ketetapan Allah, seperti halnya sudah tidak perlu adanya pemimpin. Mestinya, jika diri sudah berusaha mencari pemimpin yang sebenarnya sedangkan belum juga didapati, maka berkatanya pun harus mengandung unsur perlu adanya pemimpin sehingga padanya didapat "nilai kesabaran". Perhatikan ayat yang bunyinya : "Dan di antara mereka kami jadikan pemimpin untuk memberi petunjuk dengan perintah kami pada waktu mereka sabar. Dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami." (As Sajdah : 24) Meskipun ayat di atas itu terkait dengan kisah Bani Israil, namun sejarah tadi termaktub dalam AlQur'an, maka sudah seharusnya segenap Ahlul Qur'an mengambil hikmah. Ayat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa munculnya pemimpin sebagai kekuatan de fakto adalah hasil proses kesabaran yang panjang. Untuk jelasnya kita ulangi lagi ayat yang bunyinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik." (Al Hadid :16) Ayat di atas itu mengingatkan kita (khususnya pembaca) bahwa setiap mukmin hendaknya bersegera menerima kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka. Jangan seperti Yahudi/Nasrani, dimana ketika datang kebenaran pada mereka, hati mereka bukan terbuka, malah menutup dan mengeras saking lamanya mereka berketerusan dalam kegamangan tanpa informasi. Ujung ayat dijelaskan bahwa menolak kebenaran yang baru datang , dan tetap berpegang pada informasi lama yang gamang tadi akan menjadikan keliru dalam melangkah dan mengambil keputusan, jadilah orang fasik dalam pandangan-Nya. Naudzubillaahi min dzalik.

Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin, jaga saja diri sendiri dan keluarga”?
Terlebih dulu saya kemukakan ayat yang bunyinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (Perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6)

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
67 -

-

Maka Isa menjawab: "Tidak.. sama wajibnya dengan menjalankan Sholat yang lima waktu. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. sebagaimana Nabi Nuh –salam baginya. jika masih dalam yang bathil berarti tidak menjaga diri dari neraka. berarti dalam yang bathil. Untuk yang kedua ini bagi kita hanya sekedar usaha memelihara sebisa mungkin sesuai dengan batas kemampuan. dan sesungguhnya janji Engkaulah yang benar. dari ibu dan bapaknya. No. dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallama bersabda: 'Terus menerus dari umatku ada sekelompok orang yang berpegang di atas dasar kebenaran.. Dan Engkau Hakim yang seadil-adilnya.maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu. sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). Apabila seseorang tidak berada dalam kepemimpinan yang haq. Tiap diri mu'min yang sudah baligh wajib menegakkan hukum-hukum Allah secara keseluruhan.Demikianlah makna menjaga diri sendiri. adapun berhasil atau tidak hal itu bukan urusan kita. lalu kita hanyut terbawa oleh keluarga. Imam Ahmad dalam Musnad) "Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya : "Dan Nuh berseru kepada Rabbnya seraya berkata : "Ya. mereka itu selalu tampil dengan kebenaran sampai hari kiamat." (At-Tabrani dalam Al-Kabir & Al-Baihaqi dalam Al Ba'ts) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 68 - - . bab Fi Dawamil Jihad.. Hanya menegakkan hulum-hukum Allah itu harus dengan bersama-sama.R Muslim) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Abani hafizullah menerangkan: "Perkataan 'pimpinan mereka' di hadits ini yang dimaksud adalah Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah 'alaihis salam sebagaimana yang bisa dilihat dalam hadits-hadits lain. sesungguhnya anakku termasuk keluargaku. jangan sampai keluarga yang sudah tidak mau. radhiyallahu'anhu berkata: "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Akan tinggal Dajjal di bumi sampai waktu yang dikehendaki Allah. sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian yang lainnya sebagai pimpinan sebagai pemulyaan Allah terhadap umat ini. Sesungguhnya aku memperingatkan kapadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang jahil". kita tetap harus menjaga diri sediri.Dari ayat itu diambil arti bahwa menjaga diri sendiri itu kewajiban yang pokok. kita tetap menjaga diri dengan kata lain. sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. (H R. pimpinlah kami menunaikan shalat"." (Al Maaidah : 48) Menjalankan hukum-hukum Allah tidak bisa dengan cara bersendirian. Dengan itu wajib ada pemimpinnya. namun tentu harus melalui pertimbangan sesuai dengan situasi dan kondisinya. yakni "kamu sekalian". Dan seandainya diantara mereka ada yang tidak mau. 2484. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? Dalam menjawab pertanyaan di atas itu. Sebab itu janganlah kamu memohan kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekatnya). yakni wajib memiliki pemimpin." (Huud : 45) "Allah berfirman:"Hai Nuh. mereka mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka. Di akhirat pun diri bertanggung jawab hanya oleh dirinya sendiri. artinya jika sudah diri sendiri baru keluarga.. "Dari 'Abdillah bin Mughoffal. kemudian turunlah Isa bin Maryam yang membenarkan Nabi Muhammad dan berada di atas millah (syari'at)nya dan sebagai hakim yang adil. ya. Keluarga juga diajak supaya menjadi sama dengan kita. dia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang berperang atas kebenaran." ('Abasa : 33-37) Dengan ayat itu juga dipaham bahwa kewajiban menjaga keluarga itu soal kedua. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya: "Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangsakala yang kedua).. Lihat petikan ayat di bawah ini yang bunyinya: ". Perintahnya juga "Kum". melainkan harus dengan secara bersama-sama. maka beliau membunuh Dajjal. terus berlaju tanpa mesti menunggu anggauta keluarga yang tidak mau. (Huud : 46) Dengan ayat itu dimengerti bahwa soal keluarga artinya kalau mereka sudah tidak mau untuk berada dalam kepemimpinan Islam." Kemudian beliau bersabda: "Maka Nabiullah Isa 'alaihis salam turun. Tuhanku. maka berkatalah pimpinan mereka (yakni pimpinan kelompok pejuang kebenaran itu) kepada Isa: "Kemarilah. sehingga orang-orang terakhir dari mereka ini memerangi al-Masih Dajjal". Abu Daud. Yang pertama adalah diri sendiri. dari isteri dan anak-anaknya." (H. penulis akan mengemukakan tiga hadits di bawah ini: "Dari Imran bin Hushain Radiyallahu 'anhu.

s. Imam Ahmad. Kesimpulan dari tiga hadits di atas tadi bahwa akan datang Imam Mahdi pada akhir zaman. artinya anda tidak akan diminta pertanggungjawaban soal Imam yang akan datang. atau kapan datangnya Dajjal yang disebutkan dalam hadits tadi. dan dirinya dikerumuni orang. maka kita tidak bisa lepas dari kewajiban kita untuk memiliki Imam/pemimpin pada waktu sekarang. Melihat hal itu. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 69 - - . Ataukah memang anda bersikeras ingin menunggu berperang melawan bala tentara Dajjal? Mestinya anda bersyukur ditakdirkan oleh Allah. Begitu juga yang dijadikan musuhnya. Jadi. Kita hidup sekarang. maka Abu Maljam melompat ke atas kuda Sa'ad. maka hal itu berarti anda sekarang tidak merasa diperintah Allah untuk memerangi musuh-musuh Islam pada zaman sekarang. kemudian maju menyerbu musuh. bahwa tidak boleh dilaksanakannya hukum had itu bukan disebabkan belum didhohirkannya Iman. kalian (yang melepaskan) terbebas dari pertanggungan jawaban mengenai diriku!" Begitulah ketegasan Abu Maljam. Dalam Perang Qodisiah. Abul Qosim Al-Khroqi dalam risalahnya meriwayatkan bahwa Bisyr bin Arthaah menangkap seorang tentara (mujahid) yang mencuri barang miliknya. belum datang Imam Mahdi. ia menerjang musuh dengan gesitnya. sambil mengawasi situasi berperang. namun dinaikkan ke atas sebatang pohon. Dan sezaman dengan turunnya Nabi Isa a. hal itu urusan nanti. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. akan diminta pertanggung-jawaban oleh Allah dari hal kehidupan sekarang. yaitu Imam Mahdi dan kemudian diturunkan Nabi Isa –salam baginya. sebagai alat penguji keimanan umat muslimin ditakdirkan oleh Allah dengan membawa keluar-biasaannya. Tegasnya. Musuh yang dihadapinya merupakan musuh yang berat yang tidak bisa dihadapi oleh kita sekarang. diwaktu perang. dengan bersenjatakan tombak.Dari tiga hadits itu dipaham bahwa yang disebut "Imam Mahdi" yaitu yang datangnya pada akhir zaman sewaktu sudah mendekati hari kiamat. Jadi. maka tentu pemimpin muslimin yang menerimanya juga "bukanlah yang tidak ma'shum" seperti pemimpin kita sekarang. yaitu menjelang turunnya Nabi Isa –salam baginya. Ibnu Hafsah menanyakan mengenai Abu Muljam kepada suaminya. Setelah dilepaskan kainnya. bahwa dengan adanya berita akan datangnya Imam Mahdi. maka pelaksanaan hukum potong tangan itu harus ditunda. bilamana selesai berperang ia masih hidup. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan Nabi Isa –salam baginya-. Abu Maljam kembali mengikat sendiri kedua kakinya. Jinayah dan Hudud. juga datangnya Nabi Isa –salam baginya-. sesuai dengan kadar serta keseimbangannya. maka segala hukum seperti jinayah. bilamana dirinya membelot kepada musuh. qishos dan had mesti diberlakukan ? Tidak benar! Melainkan. Sehingga akhirnya Nabi Isa as itu membunuh Dajjal itu. karena anda mengandalkan datangnya Imam Mahdi. yakni sudah mendekati hari kiamat. Apabila aku mati. melainkan karena kondisi ketidakmampuan kaum muslimin untuk menguasai keadaan orang yang dikenai hukum potong tangan itu. Sesudah tentara Islam mengalahkan musuh. Sehingga bala tentara Imam Mahdi memerangi bala tentara Dajjal. yaitu Dajjal dan bala tentaranya. Abu Maljam dihukum lalu dibebaskan. Ishak bin Ranaiwah. Apakah benar mengenai perkataan. hidup pada zaman sekarang. aku akan mendera orang yang memberi kemenangan kepada muslimin". puluhan musuh terbunuh olehnya. Dia berkata: "Sekiranya aku tak mendengar sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. Abu Daud). bahwa hukum tidak boleh dilaksanakan di daerah yang dikuasai musuh. Allah Maha Bijaksana bahwa akan menguji umat muslimin dengan musuh (Dajjal) yang diberikan keluarbiasaan. dirinya akan kembali untuk diikat kakinya. Ada Malaikat! teriak seorang shahabat. Dengan demikian untuk melaksanakan hukum had itu. Khalifah Umar bin Khathab mengumumkan pelarangan terhadap pelaksanaan hukum dera di waktu perang. bahwa dalam kondisi demikian. musuh anda belum begitu berat seperti nanti pada zaman Imam Mahdi. bahwa musuh Islam yang dihadapi oleh Imam Mahdi bukan lagi musuh yang seperti kita lihat sekarang. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. soal akan datangnya Imam Mahdi. Kita tidak tahu kapan datangnya hari kiamat. tapi diperingatkan kepada anak buahnya supaya mengikat kedua kaki Abu Maljam. maka tidak diperbolehkan melaksanakan hukum had (potong tangan). Abu Maljam meminta kepada Ibna Hafsah supaya dilepaskan kakinya dengan janji. Imam Mahdi hanya akan mempertanggungjawabkan umatnya yang pada zaman menjelang kedatangan Dajjal mendekat hari kiamat. Sa'ad bin Abi Waqqos berkata: "Demi Allah. sedangkan kewajiban bagi Imam Mahdi itu nanti sezaman dengan datangnya Dajjal. olehnya tidak dihukum dera. artinya bila sudah ada Imam. Artinya. bila sudah di dalam wilayah yang sudah dikuasai dengan sepenuhnya (de facto). Jadi. Ketika itu Sa'ad bin Abi Waqqos sedang luka-luka tidak memimpin perang. maka akan mendatangkan pimpinan umat yang diberikan keluarbiasaan pula. yang benar yaitu bilamana kondisi dalam berperang atau sedang berada dalam wilayah yang sedang dikuasai musuh. Sewaktu Abu Maljam melihat kuda-kuda dihalau untuk dipersiapkan menyerbu musuh. Azauza'i juga yang lainnya menentukan.yang kemudian datang pula Dajjal. (HR. Abu Maljam ditemui sedang minum Khamar oleh Sa'ad bin Abi Waqqos. tangan-tangan tak boleh dipotong. Dengan itu seandainya anda tidak mau punya pimpinan Islam. pasti akan kupotong tanganmu". artinya Imam Mahdi tidak bertanggung jawab kepada kehidupan kita sekarang.

dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. maka yang pertama kali ialah dhohirnya Imam. sebelum Ummat Islam berkuasa penuh. hal itu tidak merisaukan kami. sebab mereka tinggal di negara kafir. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". wajar bila mereka dipaksa dengan kekuatan untuk kembali pada kebenaran. Hal demikian tidak ditujukan kepada yang namanya muslimin. maka haruskah sebuah Daulah Islamiyah membiarkan posisi tertinggi negaranya kosong hanya karena menanti seluruh muslimin yang menjadi rakyat Darul Kuffar itu mengakuinya? Bagi kita yang hanya berwali pada Allah. "Di zaman apa perkataan tersebut diucapkan?" Ucapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah disampaikan di dalam wilayah Daulah Islamiyyah yang berjaya. Qishos. Imam yakni kepemimpinan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. qishos. jika untuk mengadakan imamnya saja belum bisa. sudah dengan lantangnya mengaku diri sebagai khalifah bagi dunia Islam. wajar saja mereka tidak mengakui kebenaran. diri mereka sendiri masih bertekuk lutut menjadi warga negara Darul Kuffar. berakibat berhadapan dengan seluruh front kekafiran dunia. Adapun muslimin yang berwali kepada NKRI. sehingga mempertahankan hukum-hukum kafir. maka kewajiban memiliki Imam sudah ada. Dan jelas sekali bahwa sebelum diturunkan hukum-hukum pidana. tanpa prosedur dan hukum yang berlaku. yakni ditujukan kepada kaum muslimin yang bernaung dalam Daulah Islamiyyah. bagi yang mengatakan tidak perlu adanya imam karena belum bisa menjalankan hukum jinayah. Bila pada zaman nabi shalallahu’alaihi wassalam di Madinah ialah beliau sendiri. Bila kelompok ini malah menentang dan mengangkat senjata. Mengenai ucapan Imam Ahmad itu adalah benar. Dan mengaku sebagai khalifah secara otomatis memikul kewajiban mengurus seluruh nasib muslimin di muka bumi. maka wajar bila untuk eksistensinya menuntut pengakuan seluruh muslimin yang ada di dunia ini. Lain halnya bila yang terangkat adalah seorang khalifah untuk memimpin seluruh dunia. dan sudah berjaya sebagai sebuah daulah belum berani menyatakan dirinya sebagai khalifah dunia. beribadah kepada Allah dalam pangakuan negara yang menyatakan berlakunya hukum-hukum. siapa yang sudah menyatakannya? Saudi Arabia saja yang jelas jelas memiliki legalitas Quraisy. kembali mentha'ati kekuasaan yang tengah berlangsung dan diakui seluruh muslimin tadi. Adakah kekuatan yang sanggup memikul beban ini sekarang? Dari itu garis besar haluan yang haq amatlah jelas dan berpijak pada kenyataan. juga negara Madinah sudah ada. dan had itu. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. tiba tiba ada orang yang mengangkat diri jadi Imam. begitu juga sungguh salah alias terbalik. maka kelompok tadi dinamakan Ahlul Baghiyyah. meski sedang berada di wilayah yang dikuasai musuh. Secara akal pun dimengerti bagaimana bisa berkuasa penuh. bila diterapkan dalam kondisi umat Islam pada zaman Imam Ahmad. Karena mengaku khalifah dunia. Ini kudeta namanya. Dalam keadaan demikian. artinya sebelum adanya kewajiban menjalankan hukum hukum pidana itu didahului dengan adanya Daulah Islamiyyah dengan imamnya. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? Orang terkadang lalai dalam mencermati sejarah. Dan untuk saat ini seorang khalifah untuk seluruh dunia belum ada. begitu juga jajaran panglima militer yang mengawal negara Islam. Ahlul Halli wal Aqdhi lengkap. had. maka wajar saja apabila di saat kekuasaan Islam tengah berlangsung. yakni memiliki wilayah yang sepenuhnya dikuasai. Hanya berpijak pada kata tanpa melihat konteks peristiwa. atau sebelum berlakunya hukum hukum pidana. hidup di atas dasar negara selain Islam dan bersepakat menerima hukum non Islam sebagai tata nilai mereka. baru setelah itu kita akan berpartisipasi aktif dalam perjuangan Islam di dunia internasional menuju terciptanya khilafah Islamiyyah bagi seluruh alam. Maksudnya. Jadi. Dengan demikian. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 70 - - . Dengan itu sebelum adanya perintah shalat juga hukum-hukum pidana. Tanggung jawab pertama kita adalah memberlakukan syari'at Islam dengan seluas luasnya dan sempurna di wilayah negeri kita dulu. Adapun ketika jutaan muslimin. mengambil Al Quran dan Hadits shahih sebagai hukum tertinggi serta menerima semua perundang-undangan dan keputusan Imamah. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". maka menjadi kewajiban tentara Islam untuk memeranginya hingga mereka bertekuk lutut. Bukan langkah khayal seperti yang diyakini beberapa kelompok sempalan. bagi orang yang mengatakan bahwa shalat itu baru wajib kalau sudah diperintah oleh Imam. Yang dimaksud dengan Imam ialah pemimpin tertingginya.Dari riwayat itu diketahui bahwa Daulah Islamiyah beserta Imamnya sudah ada yakni dhohir. Pandangan Imam Ahmad juga menjadi pijakan kita. karena didaerah musuh. rela diatur kekuasaan Darul Kuffar. berimam pada kepala negaranya. sungguh terbalik alias salah. tetapi berideologi bukan Islam. Di tempat dimana Pemerintahan Islam eksis dengan segala persyaratannya. keadaan dimana muslimin malah menjadi rakyat Negara Kafir. meski hukum-hukum yang menyangkut pidananya itu tidak dijalankan. dan bila dia punya pengikut yang mendukungnya dengan jalan sangka sangka. artinya masih dalam bahaya.

Muslim. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi Pemimpinnya. setelah ditanda-tangani Perjanjian Damai Hudaibiyah. sehingga menjelang Fathu Makah. Abu Abbas sendiri tidak diketahui oleh penguasa Makah telah mengorganisir gerakan muslimin secara tersembunyi di wilayah Makah. Banyak ayat yang melarang kita mengangkat pemimpin dari golongan yang anti hukum-hukum Allah. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. Bahkan sangat hina! Sewaktu Nabi shalallahu’alaihi wassalam masih di Makkah semua ummatnya berada di wilayah yang dikuasai Abu Jahal. Nabi Ibrahim. mereka berdiam diri di sebuah dusun yang bernama 'ies. Kuat & Amanah “Berkata salah seorang diantara anaknya (Syu’aib) : Wahai ayahanda. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. Mereka secara tersembunyi menyusun kekuatan. karena sebaik-baik pegawai adalah yang kuat lagi bisa dipercaya. Contohnya.” (HR. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at." (HR. Sedangkan syarat berjihad guna menegakkannya itu ialah didahului dengan komitmen atau berbaiat (berjanji) untuk taat kepada kepemimpinannya. Buktinya. 6605. yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. tidak berbaiat kepada penguasa Habsyi. jadikanlah ia sebagai pegawai. Ikatan berbaiatnya tetap berlanjut walau Nabi tidak di negeri Habsyi. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. Pada waktu itu Abu Abbas yang ditugaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengawasi kota Makah. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. Memiliki Loyalitas yang Mutlak “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah. lalu melarikan diri. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjoh (alasan membela diri). maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. Ingat! kalau untuk berbaiat itu menunggu dulu kepemimpinan yang haq itu berkuasa sehingga memiliki wilayah de facto (futuh). maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Dan barangsiapa mengambil Allah.Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? Komitmen (bai’at) kepada kepemimpinan yang haq itu wajib. Nabi Zakaria. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Rasul-Nya. melainkan "cuma menunggu hasil". zakat. jumlah mereka yang lari dari Makkah sebanyak 300 orang. 3408)” A.” (Al-Maidah : 55-56) b. Belum lagi yang tinggal di Makah bersama Abu Abbas. mereka tidak berbaiat kepada Abu Jahal. meski berada di wilayah yang dikuasai pemerintahan musyrik. berarti merupakan Sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam yang dijadikan dasar perjuangan bagi umat Islam dewasa ini. atau berdakwah untuk ashabiyyah. IX/352 no. dan orang-orang yang beriman. shaum dan mengaku muslim. (HR Bukhari. XXII/43 no. Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. Bisanya hal itu diketahui. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera atau marah karena ashabiyyah. maka hal itu bukanlah berjihad. Dengan itu berarti kita dituntut komitmen kepada pemimpin yang haq. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. Dan menunggu hasil tidak didapat dalam Qur'an dan Sunnah. karena mereka tidak boleh menuju Madinah. karena secara rahasia datang berbaiat masuk Islam diorganisir secara rahasia oleh yang ditugaskan di kota Makkah. Menurut perjanjian Hudaibiyah orangorang Quraisy yang masuk Islam tidak boleh ke Madinah.” (Al-Qashshash : 26) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 71 - - . maka yang takut ketahuan oleh penguasa. ada sekumpulan muslimin yang berada di wilayah kekuasaan pemerintah musyrik.” (HR. mereka dikejar-kejar oleh penguasa musyrik karena berada di wilayah pengusa musyrik. Muslim) Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih ? Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. suatu daerah di tepi laut terletak antara Makah dan Madinah. kemudian dia mati. Kewajiban berbaiat kepada kepemimpinan yang haq tidak mesti berada di wilayah de facto yang Haq. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. pada akhir tahun kelima hijriyah. Kita mesti berada pada posisi yang haq dan syarat untuk itu harus berjihad menegakkannya. Hal demikian terjadi pada zaman Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. seraya mereka tunduk (kepada Allah). Begitu juga yang berada di negeri Habsyi. dan Nabi Musa –kesejahteraan bagi mereka-. Dari hari ke hari secara diam-diam jumlah mereka semakin bertambah. KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN: a. Bagi yang bisa lolos tidak tertangkap. Bila tidak demikian berarti dalam posisi "Dholaalah (sesat)". Barangsiapa yang mati.

sebagaimana dalam sabdanya shalallahu’alaihi wassalam : “Ya Allah. anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Dan pemimpin yang demikianlah yang akan senantiasa dicintai dan didoakan oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya memimpin rakyatnya (HR Muslim no. Tidak Wajib Taat pada Pemimpin yang Memerintahkan Maksiat: Oleh karena itu di dalam Islam pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagaimana disebutkan diataslah yang berhak dan wajib untuk ditaati (Tafsir QS An-Nisaa’. Muslim. Merupakan Ujian Allah ta’ala “Dan (ingatlah). IX/333-338). asal mengikuti dan menegakkan syariat maka wajib ditaati. ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). XXII/44. Muslim no. siapa saja yang diberikan kekuasaan untuk mengurusi ummatku lalu ia menyengsarakan mereka. Pemimpin Wajib Memilih Bawahan yang Jujur: Seorang pemimpin yang adil tentunya akan memilih pembantu-pembantu. Sesungguhnya Allah memberikan kekuasaan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA. 1855). Nasa’i VII/160). Nasa’i VIII/221. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. 4:59) Syarat taat pada pemimpin dalam ayat tersebut adalah mu’allaq/tergantung pada apakah ia taat pada Allah ta’ala dan Rasul shalallahu’alaihi wassalam atau tidak. Tidak ada Batasan Ras/Kebangsaan: Tentang siapa pemimpin itu Islam tidak membatasi ia dari ras dan kelompok apapun. Allah berfirman: Sesungguhnya AKU akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. 1332. maka mudahkanlah ia.” (HR Muslim no.c. 2626. karena ia memiliki kekuatan fisik dan berilmu. Ahmad II/160). Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim. yang memperoleh berbagai penghargaan dan kehormatan. Tidak mungkin seorang yang baik (tanpa keterpaksaan) akan mengangkat atau memilih wakil dan menteri yang merupakan para musuh Allah ta’ala. 1828) Dan Islam menyatakan bahwa pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan. maka persulitlah ia. dimana cirinya adalah ia senantiasa kembali kepada Allah ta’ala dan rasul-NYA shalallahu’alaihi wassalam jika terjadi perbedaan pendapat ataupun perselisihan) dan bukan pemimpin yang memiliki sifat sebaliknya. Muslim no.” (Al-Baqarah : 247) d. Tirmidzi no. 2948. Diantaranya ia termasuk kelompok pertama yang dinaungi oleh Allah ta’ala diantara 7 kelompok utama yang dinaungi-NYA pada Hari Kiamat kelak (HR Bukhari II/119 dan 124. seperti para koruptor. 1707. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 72 - - . 1839. 1827.” (Al-Baqarah : 124) e. kedukaan dan kemiskinannya pada Hari Kiamat kelak (HR Abu Daud no. al-Hakim IV/93-94. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. 2865). menurut Imam al-Mundziri sanad-nya shahih karena ada syahid dari hadits Muadz ra yang diriwayatkan oleh Ahmad V/238-239.” (Al-Furqan : 74) B.) Adil & Amanah: Islam menempatkan pemimpin yang adil dan amanah dalam derajat manusia yang tertinggi. KEPEMIMPINAN DALAM AS-SUNNAH: Jujur dan Tidak Menipu: Nabi shalallahu’alaihi wassalam melaknat pemimpin yang dipercaya untuk mengurus urusan ummat lalu ia malah menipu atau menyengsarakan mereka. Merupakan Tanda Ketaqwaan “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami. sesungguhnya IA Maha Luas (ilmu-NYA) lagi Maha Mengetahui. 1031). kedukaan dan kemiskinan ummat maka Allah ta’ala tidak akan memperhatikan kebutuhan. disamping orang yang lembut dan penyayang pada keluarganya dan orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta (HR Muslim no. afdhal memilih pemimpin disesuaikan dengan suku/kebangsaan rakyat yg dipimpinnya (HR Bukhari. Dan siapa saja yang diberi kekuasaan lalu ia mempermudah mereka. Iapun akan berada di atas mimbar dari cahaya nanti di Hari Kiamat (HR Muslim no. lalu Ibrahim menunaikannya.golongan manusia yang paling utama dan paling berhak masuk Jannah. Kendatipun demikian. sekalipun ia adalah seorang yang berkulit sangat hitam yang kepalanya bagaikan kismis (saking hitamnya) (HR Bukhari XIII/108). nabi shalallahu’alaihi wassalam sampai menyatakan bahwa pemimpin yang demikian termasuk 3. 60:1). Sehat & Berilmu “…Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) sebagai rajamu. Sehingga dalam salah satu haditsnya. wakil-wakil dan menteri-menteri yang adil pula. kaum oportunis apalagi para kolaborator asing (Al-Mumtahanah. bab Al-Umara’u min Quraisy. Tirmidzi no. jika ia memiliki sifat sebaliknya maka tidak wajib sama sekali untuk didengar dan ditaati (Bukhari XIII/109. Abu Daud no.

5. maka jawab Rasulullah SAW : Dengarlah oleh kalian semua dan taatilah ia. karena bagi kalian pahala ketaatan kalian dan baginya dosa ketidakadilannya. Musnad Ahmad. (yaitu) yang jika ia khilaf maka selalu mengingatkan dan jika ia ingat maka selalu dibantu/didorong. dengan sanad yang baik menurut syarat Muslim.171). memohon penjelasan sampai jelas 2. IX/384)” c. bahwa pemerintah kerajaan pada masa dahulu itu adalah memberlakukan hukum-hukum Islam di masyarakat Islam. Ketaatan tersebut tetap Berlaku Walaupun Di Satu Sisi Seolah Mengorbankan Kepentingan sebagian Rakyatnya Dari Abu Hunaidah. Dosanya Memisahkan Diri dari Ketaatan pada Pimpinan Islam: Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan. 3. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. (HR Bukhari. 4. dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan Islam maka berarti ia telah tidak taat kepadaku. tetapi hal itu merupakan tindakan pribadi-pribadi raja. Lihat kisah Umar bin Khattab ra saat perjanjian Hudhaibiyyah dengan Nabi Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam & Abu Bakar ra (Sirah Nabawiyyah. V/392. Lihat kisah Jundub bin Makits al-Juhni saat dalam Sariyah (Al-Bidayah wa an-Nihayah.58. hukum yang berlaku di negara dan di negeri Islam bukan hukum-hukum Islam lagi.223). Para penguasa pada zaman ulama salaf itu membela Islam. III/1414. juz-IV. KEWAJIBAN TAAT PADA PEMIMPIN ISLAM: a. Dan jika Allah ta’ala menghendaki keburukan kepada seorang penguasa. kemudian melaksanakannya dengan tidak menunda-nunda dan dengan sebaik-sebaiknya. Wa’il bin Hajar ra berkata : Bertanya Salmah bin Yazid al-Ju’fiy pd Rasulullah SAW : Wahai Nabi Allah … bagaimana pendapatmu jika ada seorang pemimpin yg selalu meminta ketaatan dari kami tapi tidak memberikan hak kami. Saling memberi dan menerima nasihat. hal. Meminta izin dalam setiap urusan pentingnya atau sebelum mengambil keputusannya (An-Nur : 62). Berbeda dengan zaman 'Ahdu 'l-muluka 'l-jabbar seperti sekarang ini. IV/57. Ibnu Katsir. 1415. dalam arti tidak karena penggantian hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum kafir. Dengan itu tuntutan umat Islam sekarang di setiap negeri adalah terwujudnya kembali khilafah (kekuasaan) berdasarkan Manhaj Nubuwwah. Ibnu Hajar. Bila itu benar. Melipatgandakan kesabaran saat melaksanakan perintah tersebut. IX/393)” Dalam hadits lainnya: “Barangsiapa meninggalkan ketaatan lalu memisahkan dirinya dari Jama’ah lalu ia meninggal maka ia mati Jahiliyyah. kitab al-Imarah.23.Benarlah pernyataan pemimpin abadi kita nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam : “Jika Allah ta’ala menghendaki kebaikan kepada seorang penguasa. dalam arti memberlakukan hukum Islam. maka apa sebabnya? Sebab. dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada Allah. maka Ia akan memberikan untuknya menteri-menteri yang jujur. 319). Jika penguasa itu lupa. III/218. bab Fi Tha’atil Umara’ wa in Mana’u.(HR Abu Daud no. Mendengarkan dan memahami perintah dengan sebaik-baiknya. walaupun tidak sesuai dengan pendapatnya atau berbeda dengan keinginannya.(HR Muslim.(HR Muslim. lihat kisah Hudzaifah bin Yaman saat perang Ahzab (Shahih Muslim. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 73 - - . Tidak didapat dalam sejarah pada masa-masa itu raja-raja yang berani melarang berlakunya hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. kitab al-Jihad. ikhlas dan tidak menguranginya atau menambahinya sedikitpun. V/22. IV/222. Ibnu Katsir. apa yg anda perintahkan pada kami? Maka Rasulullah SAW memalingkan wajahnya. juga Nasa’i VII/159 dengan sanad yang shahih)” C. bab Wujub Mulazamatin Jama’atil Muslimin ‘Inda Zhuhuril Fitan. maka ia kelak akan bertemu dengan Allah tanpa dapat mengemukakan argumentasi apapun. 2932.393). BENTUK-BENTUK KETAATAN: 1. mk Salmah bertanya lagi yg kedua kali. bab Yuqatilu min Wara’il Imam.1476)” D. Melaksanakan dengan segera perintah tersebut. maka tidak diingatkan dan jika ia ingat maka tidak didorong/dibantu. Banyak terjadi konflik antara -pihak raja-raja dengan para ulama salaf. juz-III hal. Sebab itu para ulama salaf juga tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap raja-raja. (HR Muslim. Wajib Taat pada Pemimpin Islam Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada Allah.61)” b. Lihat kisah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dalam perang Khaibar dalam Shahih Bukhari (Fathul Bari’. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan Islam maka berarti ia telah taat kepadaku. maka Ia akan memberikan untuknya para menteri yang jahat.

Kita melihat Sirah Nabawiyah. perlu rukun-rukunnya pula. rukun zakat." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orangorang yang pendusta dan sangat ingkar. syirik akbar dustur (undang-undang/aturan/hukum) dll. jika seseorang pernah ikut serta didalamnya walaupun karena kebodohan dan/atau karena niat maslahat dakwah maka sebenarnya ia telah mengikuti sistem syirik tersebut sehingga ia menjadi musyrik dan murtad (keluar) dari tauhid (Islam). silakan kaji buku yang berjudul Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam karya Muhammad Umar Jiau al-Haq terbitan Biladi Press.” (Az Zumar : 3) Ketika mereka (kaum musyrikin Quraisy) meyakini dan menerima Islam sebagai dien maka ia wajib bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. Bahwa syirik akbar merupakan salah satu pembatal keislaman. bangsa Quraisy pada zaman nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam mereka mengklaim mengikuti millah Ibrahim (tauhid atau Islam). dan menjadi mukmin. Mereka mengikuti aturan berdasarkan hawa nafsu dan berpaling dari hukum Allah. Dan amaliah ini erat kaitannya dengan kepemimpinan Islam dan kemusliman seseorang. penjelasan lengkapnya telah dibahas di Pasal Kajian Tauhid.Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. baik karena kebodohan ataupun karena pengingkaran. mengapa dalam kitab fiqih rukun syahadatain tidak dibahas.” (At Taubah : 20) Ada tiga fase dalam Islam yaitu amanu. Rukun-rukun tersebut dirumuskan oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. tetapi ketika ia mau mengikuti Islam. Jamaah Tauhid. Demokrasi adalah syirik akbar.Karena seperti yang telah dibahas di Kajian Tauhid. Rukun adalah perwujudan atau rangkaian tindakan yang wajib dilakukan pada pelaksanaan syariat. tetapi Allah memvonisnya sebagai musyrikin karena mereka menyekutukan Allah sebagai Rabb Pengatur. Dalam merumuskan rukun syahadatain berbeda dengan rukun Islam lainnya. seperti mengikuti syirik akbar sistem agama demokrasi dan/atau syirik akbar lainnya. “Ingatlah. ia tetap harus bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. meyakini dan siap melaksanakan segala konsekuensi menjadi muslim maka ia wajib mengikrarkan syahadatain sebagai suatu janji kepada Allah untuk taat. -baik karena kebodohannya maupun karena pembangkangannya terhadap Islam. Mengapa syahadatain harus diikrarkan di hadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? Karena bagian dari rukun dan tata cara pelaksanaan syariat syahadatain. maka wajib baginya untuk bertaslim didepan aparatur/petugas dari Institusi Islam. benda dan diri mereka. status mereka musyrikin karena tawalli kepada Institusi Thaghut. orang tua Rasulallah pun berada di neraka karena mati ketika berbuat syirik karena kebodohannya. Jamaah Mujahidin Darul Islam ? Pahami dulu Tauhid dan hakikat syahadatain beserta konsekuensinya. Mereka mengikuti pemimpin yang menyeru kepada kemusyrikan dan kekafiran. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. tetapi jika kita perhatikan mereka. rukun wudhu. sebagai Ilah yang ditaati dan sebagai Malik yang Memerintah. risalah Islam telah menggema dimana-mana. Untuk memperjelas pembahasan ini dan untuk menjawab pertanyaan. rukun shalat. Syariat syahadatain sebagai rukun Islam pertama. karena ia termasuk Rukun Islam bukan Rukun Iman. hajaru dan jahadu. Rukun Islam yang kedua sampai yang kelima dilaksanakan setelah seseorang menjadi Muslim. karena saat itu belum ada dakwah tauhid dan belum ada hujjah risaliyyah. hal ini telah dibahas panjang lebar pada Kajian Tauhid. Tahap amanu adalah seseorang mendengar dan mengkaji penjelasan tentang dinul Islam (ilmu) sehingga jika atas kehendak Allah ia menerima kebenaran Islam. syirik akbar kubur. misalnya mereka melakukan syirik akbar demokrasi. Sedangkan syariat syahadatain dilaksanakan oleh seseorang yang akan menjadi Muslim. al Qur’an dibaca. rukun haji. Pengikraran syahadatain ini dilakukan karena sebelumnya ia telah melakukan syirik akbar. rukun nikah dsb. Jika seseorang menerima tauhid sebagai dien maka ia wajib mengikrarkan syahadah di depan petugas (syahid/saksi) dari Institusi Islam (Jamaah Islam). hanya kepunyaan Allah-lah ajaran yang bersih (dari syirik). Hari ini. Misalnya. mereka meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. dihafalkan. ternyata mereka berpaling dari tauhid dan mengikuti kemusyrikan. Hari ini pun banyak yang mengklaim mereka mengikuti millah Ibrahim dan dien yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam (Islam). dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. rukun shaum. Mereka menyembah berhala untuk menjadi penghubung antara mereka dengan Allah sebagaimana firman-Nya. sebagai langkah awal DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 74 - - . lalu mereka menerima Islam. Bahkan ada beberapa orang yang hanif yang tidak menyembah berhala dan membenci perbuatan tersebut. dan ia masuk kepada Agama Demokrasi. walaupun mereka bergelar kiyai haji atau ustadz karena sebenarnya mereka adalah ulama jahil atau ulama suu’ (jahat). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Maka ketika mereka mendengar seruan dakwah yang menyeru kepada tauhid. bukan dari Institusi Thaghut seperti KUA atau Depag dsb. Jamaah Muslimun.

mereka kekal di dalamnya. membenci dan memusuhi thaghut (musyrikin). "(Apakah mereka akan mengikuti juga). serta tidak kafir kepada thaghut. hari ini manusia yang mengklaim dirinya mukmin. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. mengaturnya dengan kitabullah dan sunnah serta berjuang bersama-sama untuk menegakan Daulah Islamiyah." mereka menjawab: "(Tidak). dan ia dipaksa mengikuti aturan thaghut maka ia dapat melakukannya dengan niat bahwa ia menghindar dari mudharat yang lebih besar dan sebagai bentuk kedzaliman thaghut terhadap dirinya. • Hijrah syariah : Hijrah peraturan atau pedoman hidup dari din at thaghut kepada din al Islam sehingga setelah ia masuk Islam maka ia tidak boleh mentaati aturan thaghut.” (An Nahl : 89) Menolak kepemimpinan Islam dan syariat Islam. bahkan mengikuti syirik akbar demokrasi dan kemusyrikan lainnya. mereka tidak mengenal siapa kawan dan lawan. mereka masih mengikuti. membentuk dan mempertahankan Negara Islam. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman…. dan ia tetap mengkafirkan. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Jika ia tidak berada di dalam Kepemimpinan Islam dan di dalam Jamaah Islam. agar syariat Islam dapat tegak dengan sempurna. “Ingatlah suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra : 71) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. kepemimpinan itu adalah wajib dan menentukan identitas kita dunia-akhirat sebagaimana firman-Nya. akan tetapi jika belum ada darul Islam.” (An Nisaa : 76) “…janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. muslim dan muwahhid. Jika ia menerima Islam dan bersyahadah maka ia memiliki pemimpin yang memerintah dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. sehingga setelah ia masuk Islam maka tidak ada lagi loyalitas terhadap thaghut dan ia berada dibawah kepemimpinan Islam. contoh. hijrah kepada Islam. memerangi kaum musyrikin yang memerangi Islam serta untuk membebaskan wilayah lain supaya Islam menjadi hukum diwilayah tersebut. Hal ini dapat dikaji pada kitab berjudul Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 75 - - . apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh? Sesungguhnya merahasiakan struktur organisasi (sirriyah at tanzhim) merupakan salah satu sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam pada periode makiyyah yaitu pada saat wilayah masih dikuasai thaghut Quraisy dan umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas.” (Al Baqarah : 257) “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar Rum : 31-32) • • Masih berat meninggalkan ajaran syirik nenek moyang. maka dapat dipastikan ia berada dalam Kepemimpinan Thaghut. • Hijrah makani : Hijrah tempat seperti hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan Negara Islam. Tidak jelas al wala dan al bara. • Hijrah aqidah : Hijrah keterikatan loyalitas kepemimpinan atau pemerintahan dengan thaghut. (Al Baqarah : 170) Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (meninggalkan tauhid dan mengikuti thaghut) dan mereka menjadi beberapa golongan. berwala’ dan bahkan membela musuh-musuh Allah (thaghut). Kemudian ia berjihad untuk memperjuangkan. Karena. Hijrah dibagi menjadi tiga yaitu. pemimpin-pemimpinnya ialah thaghut… Mereka itu adalah penghuni neraka. Padahal dalam Islam. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? • Ia belum menjadi seorang mukmin. Dan orang-orang yang kafir. sedang hijrah kepada Islam adalah berpindah dari kebathilan kepada kebenaran. dan tidak mendapat petunjuk?".berhijrah dari kemusyrikan kepada tauhid (Islam).

" Dan di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan riwayat dari 'Abdullah bin Mas'ud. Ia lari menyelamatkan imannya dari bencana. dan jangan sampai kita berjalan atau berlari kesana… Di dalam hadits-hadits tersebut juga diterangkan bahwasanya lari dari fitnah itu termasuk dari ajaran agama dan dari iman … dan hal itu bukanlah termasuk pengecut atau penakut sebagaimana anggapan banyak orang. dll dari Jabir. yaitu disyariatkannya lari dari fitnah (bencana). wallahi. bukan karena kami takut kepada mereka tetapi kami sedang menyusun strategi dan kekuatan untuk menghadapi mereka. tiba-tiba turun surat Al Mursalat kepada beliau. Oleh karena itu. sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu". selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". Lalu Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terjaga dari kejahatan kalian dan kalian terjaga dari kejahatannya. akan saya jelaskan landasan dalilnya mengapa kami masih bersembunyi dan lari dari kejaran musuh. sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu. Al Bukhari juga meriwayatkan di dalam Kitabul Fitan. yang merupakan dalil untuk persoalan ini. Maka Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bunuh dia!" Kamipun langsung mengejarnya hingga ia pergi. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir. setelah beliau menyatakan dan menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan. Bagaimana lari bersembunyi dari fitnah (bencana. Babu Minad Dini Al Firaru Minal Fitan [Bab: Termasuk ajaran agama adalah melarikan diri dari bencana]. orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. Di sana Jabir mengatakan: " … sehingga tidak ada sebuah rumah anshor pun kecuali di dalamnya ada beberapa orang Islam yang menampakkan Islamnya. Hari ini thaghut dan sekutunya sedang memburu kami dan beberapa ikhwan muwahhidin lainnya karena kami merealisasikan tauhid. dari Abu Sa'id Al Khudri." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. dan sungguh bibir beliau basah karenanya. berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: Hampir tiba saatnya dimana harta terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang ia bawa ke puncak-puncak gunung dan lembah-lembah. Maka barangsiapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat bernaung hendaknya ia berlindung dengannya”. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Babu An Takuna Fitnatul Qa'idi Fiha Khoirun Minal Qo-im [Bab: Terjadi bencana. sementara itu adalah tindakan yang dicontohkan oleh para Nabi dan orang-orang shalih ketika dalam kondisi lemah dan tertindas!!! Lihatlah sang penutup para Nabi dan Rasul (Muhammad Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam ).. di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih. Kemudian mereka semua mengadakan pertemuan.Nabawiyah karya Syaikh Munir. di mana pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri]. cobaan) itu bisa dikategorikan dalam sifat pengecut atau penakut. Barangsiapa melongok kepadanya akan tercebur kedalamnya. dan menunjukkan penentangan dan bara'nya terhadap orang-orang kafir dan sesembahan-sesembahan mereka yang bathil … terkadang beliau beserta beberapa sahabatnya menyembunyikan diri … setelah orang-orang kafir menguasai mereka dan menyakiti mereka. (At Taubah: 40) Dan dalam kisah hijrah juga terdapat pelajaran tentang masalah ini … Dan lihatlah Nabi Musa 'alaihis salam. dia berdoa: "Ya Tuhanku. (Al Qoshosh: 20-21) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 76 - - . dan kisah pertemuannya dengan Ali yang mengantarkannya kepada Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. 339. Allah ta'ala berfirman tentang beliau: ”Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa. Kami berkata: Sampai kapan kita biarkan Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam terusir dan ketakutan di pegunungan Mekah? Maka 70 orang di antara kami datang kepada beliau pada musim haji. dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu. Al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih nya pada Kitabul Iman." Dan hadits-hadits semacam ini banyak … Dan Allah ta'ala berfirman: Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan kisah masuk Islamnya Abu Dzar. Dalam hadits-hadits tersebut ada pelajaran yang mulia dan agung.. sebagaimana yang telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: “Akan terjadi fitnah (bencana. tentang bai'atul 'aqobah. lalu tiba-tiba ada ular melompat kepada kami. Maka kami menemui beliau satu-satu dan dua-dua sampai kami semua berkumpul … sampai akhir hadits. kekacauan) di mana ketika itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Sungguh beliau membacanya dan aku menerimanya dari mulut beliau langsung. sesungguhnya Allah beserta kita. Lalu kami bersepakat untuk bertemu dengan beliau di lembah Al 'Aqabah. dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Yang lain lagi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya III/322. ia berkata: "Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam di dalam gua.

sehingga ia mewakilkannya kepada Ibnu Sirin … Adapun Sufyan Ats Tsauri. (Al Kahfi:16) Dan Allah ta'ala berfirman tentang mereka: ”Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian. Sufyan Ats Tsauri dan Ahmad bin Hanbal. Hal itu ia lakukan setelah ia menyatakan keyakinannya tentang Al Qur'an (yakni bahwa Al Qur'an itu kalam Allah dan bukan makhluq -pen. ia memberontak. kemudian mereka memburunya ketika ia dalam keadaan lemah. Aku tidak mendapatkan permisalan untuk kekuasaan itu selain seperti lidah musang.) secara terang-terangan. beliau telah bersembunyi selama kekhilafahan Al Watsiq. di mana pada saat itu Ibnu Al Asy'ats bersama sekelompok qurro' (ahli Al Qur'an) dan fuqoha' memberontak atas kedholiman dan kelaliman Al Hajjaj … lalu setelah Ibnu Al Asy'ats kalah. Tapi aku tidak mendapatkan orang yang sempurna dalam dua hal tersebut. dan ada yang mengatakan dia diajak memberontak. Demikian pula para pemuda ash-habul kahfi. mereka berlindung ke gua … sebagaimana yang Allah ta'ala ceritakan: Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah. aku berarti akan membinasakanmu.dari kalangan tabi'in dan generasi setelah mereka. (Al Kahfi : 20) Demikianlah keadaan orang-orang sholih tatkala mereka dalam keadaan tertindas dan lemah … jika engkau mau meneliti kisah-kisah tabi'in. tentu engkau akan mendapatkan banyak contoh dalam hal ini … Di sini saya cukup memberikan tiga contoh yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi di dalam kata pengantar kitabnya yang berjudul Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal: "… namun aku mencari orangorang yang telah berhasil mecapai tingkat kesempurnaan dalam dua hal -. ia melarikan diri ke Bashroh ketika Kholifah Al Mahdi menawarkan jabatan kepadanya … beliaulah orang yang mengatakan: "Aku tidak takut mereka akan menghinakan aku. (Yunus: 87) Ketika itu mereka bersembunyi dan sholat di rumah-rumah mereka … dalam hal ini ada kata-kata Sayyid Quthub yang bagus yang bisa dirujuk kepada Fi Dhilalil Qur-an. beliau bersembunyi di sana sampai Al Watsiq meninggal dunia … Ibrahim bin Hani berkata: Ahmad bin Hanbal bersembunyi di tempatku selama tiga hari … kemudian Ahmad mengatakan: Carikan tempat untukku supaya aku pindah ke tempat tersebut. yang kesempurnaannya tidak ternodai dengan kekurangan. Akupun mencarikan tempat untuknya. ia bersikap baro' kepada kemusyrikan dan orang-orang musyrik. dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya". bahkan beliau membenarkannya sebagaimana yang Allah ta'ala beritakan dalam firman-Nya: Lalu aku melarikan diri dari kalian tatkala aku ketakutan. dan ia mendapatkan ujian yang sangat berat karenannya … maka iapun menyembunyikan diri selama sisa umur Al Watsiq. Adapun Al Hasan Al Bashri. setelah mereka menyampaikan tauhid mereka secara terang-terangan dan mereka diancam oleh kaum mereka. Tidak sepantasnya Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam itu diikuti ketika dalam keadaan lapang saja sementara ketika dalam keadaan susah tidak diikuti. (Asy Syu'aro': 26) Dan Allah ta'ala juga berfirman tentang beliau setelah itu: Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". sampai-sampai ketika anak perempuannya meninggal ia tidak dapat keluar menemuinya." Maka apabila seseorang itu menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan sesuai dengan petunjuk para Nabi." Ia melanjutkan: "Aku mengetahu anjing itu memiliki 70 lebih dustan (makar). kecuali tiga orang: Al Hasan Al Bashri. maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu.yakni ilmu dan amal -. pendahulu umat ini. kemudian Robbku memberikan kepadaku ilmu dan menjadikanku salah seorang diantara para Rosul." Halaman 5. dimana beliau senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. tidak memiliki kemampuan apa-apa dan sedikit DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 77 - - . Lalu tatkala ia keluar dari tempatku ia berkata kepadaku: Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam dahulu bersembunyi di dalam gua selama tiga hari kemudian berpindah. hal. Aku jawab: Aku tidak merasa aman atas dirimu wahai Abu 'Abdillah.Jika ada yang mengatakan: Itukan terjadi sebelum beliau diangkat sebagai Nabi … Kami jawab: Namun Nabi Musa 'alaihis salam setelah menjadi Nabi pun tidak menyalahkan perbuatannya tersebut. atau memaksa kalian kembali kepada ajaran/dien mereka. 1816. niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian. Al Hasan Al Bashri menyembunyikan diri dari Al Hajjaj." Adapun Imam Imam Ahmad. bersama orang-orang yang memberontak Al Hajjaj pada peristiwa pemberontakan 'Abdur Rohman bin Al Asy'ats. Akan tetapi yang aku takutkan hanyalah jika mereka memuliakanku sehingga aku tidak lagi memandang kejelekan mereka sebagai kejelekan. niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu. Ahmad berkata: Lakukanlah! Jika aku melakukannya. dan tidak ada dustan yang lebih baik selain aku tidak melihatnya dan ia tidak melihatku. kemudian ia baru kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan.

5. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Rabb semesta alam. sebagaimana yang antum lihat. 2.com http:\\abuqital1@wordpress. dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan. Syaikh Munir.pendukungnya. 4. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). b. Para Pembaca yang telah memahami Islam dan kitabullah tetapi belum menemukan jamaah yang benar menurut nash Al Qur’an dan As Sunnah. apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. Situs Islam 1.com “Hai Nabi. Para Pembaca yang sedang mencari kebenaran dan pernah berbuat syirik akbar seperti pernah ikut serta dalam pesta Demokrasi (Pemilu) dan/atau pernah dan sedang melakukan kemusyrikan lainnya karena kebodohannya terhadap tauhid. Referensi Kitab 1. maka ia tidak tercela. kitab Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Shalawat dan Salam bagi Muhammad dan Muwahhidin. 3.” (An-Nisa : 48) segala Inilah jalanKu yang lurus. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. 2.” (Al Ahzab : 46) “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti). Allah ta’ala berfirman. jika ia lari dan bersembunyi dari mereka … karena ini adalah jejak langkah para Nabi dan orang-orang sholih ketika mereka tertindas. Kitab Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah Nabawiyah. kitab Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari Imam Syaukani. (Al An’am : 153) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 78 - - . Kesalamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Segala puji bagi Allah. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan Allah.” (An Nisaa’ : 41) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. kitab Nailul Authar Muhammad Umar Jiau al-Haq. http:\\millahibrahim@wordpress.” (An Nahl : 89) BELUM SELESAI SERUAN KEPADA ISLAM Bismillahirrahmannirrahiim Dari Kepada : Hamba Allah yang bertauhid dan beriman kepada-Nya : a. kitab Majmu’ Fatawa 6. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi. c. maka ikutilah dia. Para Pembaca yang sudah menerima seruan Islam tetapi masih ragu dan/atau kafir. karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Imam Ibnu Hajar.

niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (Anda) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. (Yusuf : 108) Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Jika Anda mau beriman maka berimanlah dan bertaslim-lah. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Al Mukmin : 44) Semoga Allah Memberimu hidayah dan Melapangkan hatimu untuk menerima kebenaran ini. ikutilah aku. Dan shalawat dan salam bagi Muhammad dan Muwahhidun. (Ali Imran : 31-32) Hai kaum kami. jika kamu berpaling. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Karena itu. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. singa_tauhid@rocketmail. Dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk." (Al Ahqaaf : 32-33) Kini Anda sedang berhadapan dengan seruan Islam. (Al Baqarah : 208) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dinul (Islam). meninggalkan thaghut dan berbagai macam syirik. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah. Maha Suci Allah. syirik akbar kubur. terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan. Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya.Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Inilah jalanku. maka itulah pilihan hidupmu. dan janganlah kamu turut langkah-langkah (sistem) syaitan. seperti syirik akbar demokrasi. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Al Baqarah : 256) Saya menyeru Anda untuk masuk Islam dan mengikuti Tauhid. syirik akbar loyalitas terhadap thaghut dan syirik akbar lainnya. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. Dan segala puji bagi Allah yang kepadaNya kita pasti akan kembali.com Jamaah Mujahidin Darul Islam DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 79 - - . syirik akbar dustur (Undang-Undang). Saya akan berkata kepadamu seperti yang pernah diserukan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam kepada manusia. jika Anda mau kafir. dan perkataan tersebut diabadikan di dalam kitabullah.