PROYEK PENGISLAMAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI

Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya Yang Mengokohkan Islam dengan pertolongan-Nya, yang Menghinakan syirik dengan Keperkasaan-Nya, yang Mengatur segala urusan dengan Perintah-Nya dan Yang memberi ulur orang-orang ahli maksiat dengan makar-Nya. Dia Yang menampakkan dien-Nya atas semua dien, Yang Maha Kuasa atas semua hambahamba-Nya sehingga tidak ada yang bisa mengelak, Yang mengatur hamba-hamba-Nya sehingga tidak ada yang melawan, Dan Yang Maha Bijaksana dalam apa yang Dia inginkan sehingga tidak ada yang bisa menentang. Saya memuji-Nya atas pemuliaan-Nya kepada para wali-Nya, pertolongan-Nya terhadap tentara-tentara-Nya, dan penghinaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta Yang tidak ada tandingan bagi-Nya; dengan kesaksian orang yang membersihkan hatinya dengan tauhid dan yang berusaha meraih ridla Tuhannya dengan melakukan permusuhan terhadap musyrikin dan loyalitas di dalam tauhid itu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menegakkan tauhid dan yang menghancurkan segala kemusyrikan bi’idznillah, Sang Uswatun Hasanah yang wajib dipanuti dan Sang Panglima Besar Revolusioner Tentara Islam Mujahidin yang gagah bijaksana. Serta saya kafir kepada setiap thagut dan mengkafirkannya, memusuhinya, membencinya dan memeranginya dengan lisan dan tangan ini, serta berlepas diri dari para pengusungnya, ideologi dan konstitusinya, aparatur dan rakyat yang membelanya; dengan kebencian dan permusuhan yang dahsyat. Shalawat dan salam tetap terlimpah lestari kepada Muhammad rasulallah, Nabi-Nya, panglima besar tentara Islam yang cerdas, gagah berani nan bijaksana, semoga terlimpah pula kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang bertauhid dari awal hingga tegaknya Hari Kiamat. Sesungguhnya, sebenarbenar perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sungguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) “Barangsiapa mencari peraturan selain peraturan Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (aturan itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maaidah : 51) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat (dien) mu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Al Maaidah : 57) Rasulallah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda, “Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala dan setiap kabilah (kelompok, ormas, jamaah) dari umatku ini, mereka bergabung dengan pemimpin-pemimpin kaum musyrikin (mengikuti penguasa thaghut yang tidak menjalankan hukum Islam -penj).” (HR. Muslim) "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu. Shahabat bertanya: Siapakah mereka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini." (HR. Tirmidzi dan Thabrani) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran, orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR. Muslim) Hari ini manusia telah terfitnah dengan fitnah syirik akbar dien demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang dilakukan oleh para penghusungnya dari kalangan thaghut-thaghut yang dimana mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah, mereka kaburkan kebatilan dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan, terkadang mereka menamakannya sebagai syuraa dan terkadang berdalih dengan dalih maslahat dakwah dan istihsan (anggapan baik); dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan kebenaran dengan kebathilan dihadapan orang-orang awam, dan mencampuradukan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam. Kini umat telah kembali menyembah berhala dan mengikuti para pemimpin thaghut musyrikin yang memerintah berdasarkan hawa nafsu, mengikuti dien demokrasi yang diusung oleh Zionis dan Salibis, tanpa umat sadari; mereka telah keluar dari Islam dengan mengikuti dien tersebut, bahkan telah termasuk golongan Zionis dan Salibis, walaupun mereka berniat demi maslahat dakwah, karena demokrasi adalah salah satu syirik akbar, sedang syirik akbar adalah kekafiran dan salah satu pembatal keislaman.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
1-

-

Alhamdulillah, atas karunia dan perlindunganNya, saya telah menyusun sebuah buku dalam bentuk tanya-jawab berjudul MENGISLAMKAN PENGIKUT AGAMA DEMOKRASI yang dibagi menjadi beberapa pasal yaitu Kajian Tauhid, Kajian Aqidah Islamiyah, dan Seruan Dakwah Islam. Buku ini disusun untuk menjadi hujjah bagi manusia dan sebagai bahan hujjah bagi para da’i tauhid. Buku ini disusun dari buku-buku ulama salaf dan khalaf yang menapaki jejak para nabi dan ahli tauhid terdahulu dan yang konsisten memperjuangkan Islam. Ketahuilah, saya hanyalah seorang hamba Allah yang dha’if, masih muda belia dan merupakan salah satu prajurit Tentara Islam di Indonesia di tengah jutaan Tentara Islam di negeri ini yang telah berkomitmen kepada Allah untuk berjuang mengembalikan kembali kemerdekaan Negara Islam dengan sempurna dibawah naungan Khilafah Islamiyyah, sampai ruh berpisah dari jasad. Sejarah mencatat, semangat perjuangan Umat Islam di Indonesia telah bermula sejak Islam masuk ke nusantara, pada zaman kerajaan, pada zaman penjajahan kafirin Belanda-Jepang, hingga kini (penjajahan thaghut Negara Kafir Republik Indonesia terhadap umat Islam) dan seterusnya insya Allah hingga Negara Islam merdeka secara de yure, de facto atau kaaffah, bahkan pernah pula tertegak Negara Islam di Indonesia yang merupakan rahim, akar dan basis pergerakan Islam di Indonesia. Setelah thaghut NKRI la’natullah’alaihim berkuasa, pergerakan Islam kembali pada metode dakwah periode Makiyyah yaitu sirryah at tanzhim. Sehingga saat ini atas karuniaNya, kita dapat melihat perkembangan dakwah Islam yang semakin-hari semakin subur dan tumbuh diberbagai tempat. Jutaan mujahidin telah merapatkan barisan dibawah kepemimpinan Islam yang saat ini masih menjaga dan merahasiakan eksistensinya. Mereka bagaikan air yang tertutupi oleh buih (ansharut thaghut) sebagaimana firman-Nya. “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan” (Ar Ra’du : 17) Sesungguhnya, musuh-musuh Islam merasa resah dan ketakutan dengan gerakan Islam yang masih memberlakukan Underground System atau Gerakan Bawah Tanah ini (sirriyah at tanzhim). Metode ini adalah salah satu bagian dari Manhaj Haraki Nabi Shalallahu’alaihi wassalam pada permulaan dakwah periode Makkiyyah, yaitu pada saat wilayah Mekkah masih dikuasai oleh pemerintahan thaghut musyrikin, umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas; seperti pada saat kita sekarang ini. Mereka semakin ketakutan ketika bermunculan beberapa mujahidin yang menampakan keislamannya dengan membuat gebrakan-gebrakan aksi yang membuat orang kafir jengkel & ketakutan, walaupun diantara mereka (mujahidin) menemui syahid-nya. Padahal perlu mereka ketahui bahwa terdapat jutaan mujahidin di negeri ini yang siap melakukan hal yang serupa, bahkan lebih dahsyat dari apa yang telah mereka (syuhada) lakukan. Dan ini hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini tidak lepas dari usaha sungguh-sungguh yang telah dilakukan oleh para ulama yang jujur dalam mengemban risalah Islam. Mereka tidak henti-hentinya untuk menyerukan tauhid, meskipun mereka dikejar-kejar, dipenjarakan serta dipersempit ruang gerak dan penghidupan mereka, bahkan ada pula yang dibunuh. Terutama ketika musuh-musuh Allah yang terdiri dari thaghut penguasa negeri ini, pembuat & pelaksana undang-undang kafir, aparatur pemerintahannya, para jurnalis, hartawan, ilmuan dan ulama jahat; berusaha keras menghalangi para du’at dalam menyerukan tauhid kepada manusia yang tengah dibodohi oleh penguasa thaghut, mereka mengaburkan kebenaran dengan kebatilan dan mengusung syirik akbar agama demokrasi. Bahkan mereka membuat “buih” jamaah Islam “binaan” bagaikan anjing piaraan, yang melegalkan perbuatan syirik mereka dengan syubhat yang menutupi kebenaran, seperti menyamakan syuraa’ dengan demokrasi, dan penggunaan istilah-istilah Islam dalam perbuatan syirik mereka, bahkan banyak istilah Islam yang dipergunakan untuk menakut-nakuti manusia, seperti jihad yang disamakan dengan terorisme, bai’at dan infaq disangkut-pautkan dengannya, Jamaah Islamiyah dinisbatkan sebagai nama komunitasnya, dan pemelihara jengot merupakan anggotanya. Padahal, istilah-istilah tersebut merupakan esensi dinul Islam dan memelihara jenggot merupakan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan untuk mencegah rakyatnya dari menerima Dakwah Islam sehingga banyak dari rakyatnya yang berpaling darinya sebelum bertabayun, padahal kaum musyrikin terdahulu tersesat karena sikap tersebut, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu” (Yunus : 36 & 39) Alhamdulillah, ketika ujian itu datang bertubi-tubi, justru Allah memberikan hidayah ke dalam hati manusia yang dikehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk di berbagai belahan bumi, khususnya di bumi nusantara ini. Atas karunia Allah; para pemuda dan orang tua dengan penuh antusias menyambut seruanseruan para ulama Tauhid. Sehingga semakin hari semakin jelas di hadapan kita bahwa pintu kemerdekaan Islam semakin dekat dan terbuka lebar untuk kita. Alhamdulillah, kini telah terkumpul jutaan Tentara Islam di Indonesia dengan kualitas yang mantap; mereka siap berjihad serentak ketika maklumat jihad dikumandankan oleh Imam Umat Islam. Peperangan antara Tentara Islam dengan Tentara Thaghut ini sudah digariskan dalam kitabullah dan hadist Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
2-

-

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah” (An Nisaa : 76) Dien ini akan senantiasa tegak, sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. (HR. Muslim) Melihat kemajuan dakwah ini, saya ingin berperan aktif sebagai wujud dukungan saya kepada umat Islam dan sebagai bentuk sambutan saya terhadap seruan para ulama tauhid untuk terus berjihad. Semoga dapat membantu pelaksanaan jihad yang kita tekuni sampai mendapatkan kemerdekaan Darul Islam (Negara dan Khilafah Islam) dalam waktu yang dekat ini. Adalah suatu keyakinan yang kuat bagi kita akan kemerdekaan Islam seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wassalam. Bahkan musuh-musuh kita; Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya la’natullah‘alaihim; memprediksikan bahwa Khilafah Islamiyyah akan tegak pada tahun ± 2020 Masehi insya Allah. Dan ingatlah, bahwa Kemerdekaan Negara Islam itu adalah janji Allah Yang Maha Menepati Janji, sebagaimana firman-Nya ta’ala; “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh; bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka aturan yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nuur : 55) “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orangorang yang berdosa dan orang-orang yang kafir di antara mereka.” (Al Insaan : 24) “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Al Mu’min : 55) Wahai saudara-saudaraku yang bertauhid, nantikan dengan semangat perjuangan yang membara bahwa Kemerdekan Islam dan Kehancuran Thaghut akan segera tiba dalam waktu dekat. Selamat berjihad, hingga Islam merdeka atau kita binasa karena memperjuangkannya. Allah Yang Maha Perkasa beserta pasukan-Nya. Dia Ta’ala berfirman; “Sungguh, saat jatuhnya azab kepada mereka (thaghut dan pembelanya) ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” (Huud : 81)

Penyusun Berikan kesaksian dan komentar Anda kepada : singa_tauhid@rocketmail.com islamic.bussiness@yahoo.com

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
3-

-

legeslatif beragama Islam? dan yudikatif Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. 7. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa. 2. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran? 17. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? 12. 9. status dan hukum bagi para pelaku syirik akbar. Mulkiyah dan Uluhiyah? 4. sedangkan dia masih shalat. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? 14. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Apakah Demokrasi itu adalah agama (dien) baru selain Islam? 8. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? 16. Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. bagaimana penjelasannya? 23. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. baik eksekutif. 1. mereka adalah musyrikin? 18. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. Tabligh : Menjelaskan mengenai tauhid dan syirik akbar (termasuk demokrasi). Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? 11. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? 10. Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? 2. Apakah hakikat tauhid itu? 3. siapakah thaghut itu? 6. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? 15. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. Apa saja pembatal-pembatal keislaman? Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. 5. zakat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 4- - .PASAL KAJIAN TAUHID Visi Kajian : 1. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dipermulaan tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? 21. shaum dan melakukan ibadah lainnya? 13. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? 19. 22. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? 20. Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. dan sikap mukmin terhadap mereka. Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. Adapun pertanyaan dalam Pasal Kajian Tauhid ini adalah sebagai berikut.

2. 4. Mentabayyuni (membaca. Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. apakah ia sudah musyrik? 25. 5. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 5- - . Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman. 3. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. SIM dan surat-surat lainnya dari thaghut. Barangsiapa yang berniat jahat. Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. surat nikah.24. Bagaimana hukumnya jika muslim membuat KTP. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya.

yaitu ikhlash dan mutaba’ah. justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39) Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat. infaq. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan? Tentu lenyaplah debu itu. Ya. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan. bila kamu berbuat syirik. maka hapuslah amalanmu. padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. jihad dan sebagainya. Nanti kita akan menguak mengenai thaghut itu insya Allah. tentunya setelah ia ber-Tauhid. kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (Al Furqan : 23) Sungguh… sangatlah merugi. itulah pintunya. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang. tetap tidak ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut. serta berjuang untuk amal kebaikan.” (An-Nisa : 48) “Sungguh. Tauhid adalah syarat paling mendasar dan asasi. yang dikira air oleh orang yang dahaga. sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. haji. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) “Siapa yang melakukan amal shalih.PASAL KAJIAN TAUHID Apakah syarat ibadah kita diterima oleh Allah? Syaratnya ialah ber-Tauhid tanpa syirik. maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 6- - . Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman. zakat. maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan di atas kemusyrikan. zakat. Allah Ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang. dan kemusyrikan/ kekafiran diserupakan dengan angin topan. shaum. memang mereka rugi karena mereka lelah. shaum. baik itu shalat. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama. Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya : 1. capek. Ikhlash Orang yang melakukan amal shaleh akan tetapi dia tidak ikhlas. baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. birrul walidain (berbakti kepada orang tua). letih. mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak. dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4). Amal shalih apapun. Allah Ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah. maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya. “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan. “Siapa yang melakukan amal shalih. tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab! Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan. namun justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang. tetapi jarang diperhatikan oleh banyak orang. sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa. jihad dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasi tauhid yang bersih dari syirik. maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa perhitungan” (Al Mukmin : 60) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. sedang kuncinya adalah mengikrarkan syahadatain. berusaha keras. sebagaimana firmanNya Ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang musyrik/kafir dengan debu. lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin. tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid alias musyrik. dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65) Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik.

dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang muslim". dia tawakkal hanya kepada-Nya saja. Ibnu Mas’ud radliyallahu 'anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”. jadi orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan kepada yang lain disamping kepada Allah. dan justru itu menjadi hujjah atas dia……… Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. dia tidak mencintai makhluk seperti kecintaan dia kepada Allah… siapa yang enggan beribadah kepadaNya maka dia bukan muslim. dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut. Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam) Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlash akan tetapi jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. maka sesungguhnya pengucapan itu tidak sah/tidak bermanfaat berdasarkan ijma para ulama. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku” DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 7- - . antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang antum jadikan dasar? Karena siapa antum beramal?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita. dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya. At Tirmidzi) Sedikit amal tapi di atas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah. dan bila dia mengamalkan apa yang menyalahinya berupa syirik maka dia itu kafir meskipun mengucapkannya (Laa ilaaha Illallaah)". Muslim) 2. Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar 1/323 dan Minhajut Ta'siis hal 61: “Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim. maka ia itu tidak ikhlas. dan status orang-orang ini adalah sebagai orangorang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang). bila dia bukan orang kafir mu'aanid (membangkang) maka dia adalah orang kafir yang jahil. maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia bukan orang muslim. dan dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna. iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. dalam urusan ibadah. Muslim) Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam. dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik". Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: “Sesungguhnya mengucapkan Laa ilaaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan akan maknanya. wajib bagi kita untuk memahami kandungan atau hakikat kalimat tauhid tersebut. Jadi. serta mengikuti apa yang dibawanya. beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya. tidak kepada yang lainnya. dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dalam surat Adz Dzaariyaat : 56. maka itu tertolak” (HR. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul Hijratain hal 542 dalam thabaqah yang ke tujuh belas: “Islam adalah mentauhidkan Allah. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : “Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu. maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110) Ayat ini berkenaan dengan ikhlas. maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR. dan setiap bid’ah itu sesat” (HR. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwat hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja." Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid hal 58: “Siapa yang mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui maknanya." Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: “Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Allah maka kamu muwahhid (orang bertauhid). Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami. Apakah hakikat tauhid itu? Sebelum memulai kepada hakikat tauhid.” Oleh karena itu. maka pasti ditolak. dan dia itu beribadah kepada yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat.“Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya. dan ketidak-membangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari status sebagai orang-orang kafir. siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu. zakat. Bila dia mengamalkannya secara dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq. mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya maka dia itu adalah orang muslim yang sebenarnya. dan siapa yang disamping beribadah kepada Allah. saya akan memaparkan beberapa pernyataan ulama tentang hal ini.

menghukum dan memberikan pahala hanyalah Dia saja. mengatur. Dipermulaan thaghut itu? tadi disebutkan tentang kufur kepada thaghut. AnNafyu artinya meniadakan peribadahan dari setiap apa yang diibadahi selain Allah. dirindukan. memelihara.Ini tentang tauhid Rububiyyah. Mulkiyah dan Uluhiyah! Allah sebagai Rabb ialah kita meyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan. Maalikiyaumiddiin -----. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dari al Qur’an surat al Fathihah dan an Naas dapat disimpulkan bahwa tauhid itu dibagi menjadi tiga macam. mengurus. “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. Iyyaakana’buduwa iyyaakanasta’iin -----. Dalilnya adalah : (Dia adalah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 8- . dicintai. tentu kita adalah abdi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita hanya menghambakan diri dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah sebagai ilah ialah kita meyakini bahwa Allah saja yang berhak untuk diibadahi. yang mengabulkan doa (permohonan hamba-hambaNya). berhala-berhala dan segala yang diserukan oleh syaitan untuk diibadahi selain Allah. diikuti. Dalilnya adalah: Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah.Malikinnaas -----. Tidak akan putus tali itu” (Al-Baqoroh: 256) Maksudnya barangsiapa yang meninggalkan tandingan-tandingan. Ibnu Katsir berkata: “Dan firman Allah: “Maka barang siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat. mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. Syetan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah. Dan al-Itsbat artinya menetapkan peribadahan hanya untuk Allah semata. lalu mentauhidkan Allah dengan beribadah hanya kepadaNya dan bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadahi secara benar kecuali Allah. (Al Maa’idah:44) Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib. siapakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut: Thaghut itu pengertiannya umum. yang memurkai.Ini tentang tauhid Mulkiyah. Kita sebagai hamba Allah. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah. Ia pun memiliki aparatur kerajaan yang terdiri dari malaikat dan manusia (rasul). Inilah yang dimaksud dengan mengkufuri thaghut.” (Al-Baqoroh: 256) Dan ayat ini merupakan tafsiran syahadat laa ilaaha illallah. maka dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (maksudnya ia telah kokoh urusannya dan istiqomah pada jalan yang paling baik dan pada jalan yang lurus). maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir. Alhamdulllahi Rabbil’alamiin -----. yang berisi nafyu dan itsbat. Allah sebagai raja maka Ia memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi langit dan bumi. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Allah sebagai Malik (Raja) ialah kita meyakini bahwa yang berhak memerintah. Seperti pada kalimat. maka setiap apa yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan peribadahan itu. dalilnya adalah: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai Bani Adam. Hal ini direalisasikan dengan meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah. Ia pun memiliki Undang Undang Kerajaan yaitu kitabNya (al Qur’an). ditaati. Apakah pengertian tentang Tauhid Rububiyah. tujuan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hidup di dunia ini adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan mengabdi kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Jadi. Apakah dalil tentang kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah? Dalilnya adalah firman Allah. Dan hal ini dapat dikaji didalam Kitab Tauhid yang sudah bertebaran dimana-mana. Thaghut itu banyak dan kepalanya ada lima: 1. membencinya. ditakuti. karena Ia pula yang meridhai. Orang 4. baik berupa sesuatu yang disembah atau diikuti atau ditaati selain ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah thaghut. (Yasin : 60) 2.Ilaahinnaas -----. Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Mulkiyah. meninggalkan peribadahan itu. (An Nisa:60) yang memutuskan perkara dengan selain apa yang diturunkan Allah. supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu". Dan inilah yang dimaksud dengan beriman kepada Allah yang disebutkan dalam ayat tadi. yaitu Tauhid Rububiyah. mendidik semua ciptaan-Nya.Ini tentang tauhid Uluhiyah. Dalilnya adalah: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut. dengan mengarahkan semua bentuk peribadahan hanya kepada Allah semata. Penguasa yang dzolim yang merubah hukum-hukum Allah. yang merupakan kedudukan Allah Ta’ala.Rabbinnaas -----. Ia pun memiliki rakyat (umat) yaitu seluruh makhluk ciptaanNya sendiri dan tidak ada lagi Pencipta selain Dia. maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang 3. Tali tersebut adalah kalimat tauhid Laa ilaaha illallaah.

Alihah (Sembahan-sembahan) 2. maka kita akan mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh si fulan atau masyarakat fulani itu adalah mempertuhankan selain Allah. 1. karena tidak kufur kepada thaghut. menjauhi. “Siapa yang melakukan amal shalih. cerutu. Contoh 2 : Nyi Roro Kidul… biasanya orang pantai selatan.) dan pemberian sesajen ini pasti ada maksudnya. dan lainnya. maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. berarti batu besar ini adalah ilah yang dipertuhankan selain Allah. sehingga pengucapan Laa ilaaha illallaah-nya adalah tidak benar… bohong! Dengan kata lain orang tersebut belum muslim. Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri. mereka tidak menamakan apa yang mereka ibadati selain Allah itu sebagai ilah (sebagai tuhan) akan tetapi dengan nama-nama yang lain. tidak ada tuhan yang diibadati kecuali Allah. tidak… tentu bukan itu maksudnya. (Al Anbiyaa : 29) Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin. Ketika orang tadi melakukan “tindakan” pemberian sesajen pada batu besar itu dengan persembahan-persembahan tadi dalam rangka tolak bala atau minta manfaat. akan tetapi maksudnya adalah sebagai bentuk mencari manfaat atau tolak bala. 1. Arbab (tuhan-tuhan pengatur) 3. tetapi dia musyrik. bisa berbentuk cerutu. haji. Laa ilaaha illallaah ketika kita mengucapkannya : tidak ada ilah. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan ibadah itu.ghaib itu. atau berlepas diri (bara’ah) dari empat hal.27) 5. atau menjauhi. definisinya adalah Apa yang engkau tuju dengan sesuatu hal dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana). baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin. shaum. meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung sekulerisme. yang artinya tuhan. Kalimat “dengan sesuatu hal” adalah suatu tindakan atau suatu perbuatan. Dalilnya adalah: Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan:"Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah". sedang orang yang suka membuat tumbal. Ilah. Misalnya minta dijauhkan dari bala (bencana). Jadi. dll. meskipun dia shalat. liberalisme. shaum. kata mereka ada maksudnya… Apakah itu? Yaitu tolak bala atau cari DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 9- - . demikian Kami memberi balasan kepada orang-oramg zhalim. zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya. Alihah Alihah adalah jamak daripada ilah. Thaghut Jadi. (Al Jin : 26 . sesajen. karena menurut keyakinannya bahwa pada batu besar itu ada penunggunya. Bagaimana syarat sahnya orang berpegang kepada kalimat Laa ilaaha illallaah? Seseorang dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah dan dikatakan muslim-mukmin adalah apabila dia meninggalkan. demokrasi atau nasionalisme dan falsafah sistem syirik lainnya. dengan cara melemparkan makanan-makanan ke laut sebagai persembahan kepada Nyi Roro Kidul. sehingga shalat. Batu ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tersebut dengan suatu hal tadi (sesajian. berarti menuntut dari kita untuk meninggalkan ilah-ilah selain Allah (tuhan-tuhan selain Allah) dan yang penting bagi kita di sini adalah memahami apa makna ilah. Andad (tandingan-tandingan) 4. Karena kalau kita melihat realita orang yang melakukan kemusyrikan pada zaman sekarang. Allah Ta’ala berfirman. maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagapenjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. zakat. muwahhid dan dengannya pula amalan bisa diterima. meninggalkan empat hal tadi dan kita akan membahas satu demi satu dari keempat hal tersebut. karena tidak mungkin seseorang menyimpan sesajen-sesajen pada batu besar tersebut dengan tujuan agar dimakan semut. Kalau kita memahami makna ilah. mereka datang ke pantai “menuju” Nyi Roro Kidul dengan suatu hal seperti “Pesta Laut”. yaitu. “rurujakan” (sebutan salah satu bentuk sesajian dalam masyarakat suku Sunda). Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. lalu orang datang menuju ke batu besar tersebut dengan sesajen. muslim. maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin. bekakak ayam atau apa saja. dia bukanlah orang mukmin. kopi pahit. Contoh 1 : Batu besar (ini adalah sesuatu).

tidak diterpa badai atau kecelakaan lainnya. atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan. atau minta doa. saya akan memberikannya… bahkan 10x lipat dari kalimat yang kamu minta itu”. shaum. sehingga karena hal itulah mereka menolak. Ketika membuat rumah. Walaupun batu besar. karena di antara kebiasaan mereka adalah menjadikan berhala Latta sebagai perantara. mengucapkan mau… bahkan ratusan kali. Mereka paham bahwa di antara maknanya adalah sesungguhnya mereka harus meninggalkan alihah selain Allah. alihah : sesuatu yang engkau tuju dengan suatu hal dalam rangka tolak bala atau meminta manfaat. bahkan ada yang minta doanya (sedangkan meminta doa kepada yang sudah meninggal adalah tidak dibolehkan). berarti orangnya adalah orang musyrik dan orang tersebut telah mempertuhankan selain Allah. ada juga yang minta agar dijauhkan dari bala. kuburan keramat. mereka sangat paham kandungan Laa ilaaha illallaah. telah dijadikan sekutu Allah. sedangkan Allah itu Maha Suci. ternyata yang melakukan hal itu umumnya adalah orang yang mengaku muslim. zakat. Maka dalam kasus ini berarti Nyi Roro Kidul itu adalah ilah. tidak seperti kita. mereka enggan meninggalkannya. Jadi. Ketika mereka diajak untuk mengatakan dan komitmen dengan Laa ilaaha illallaah maka mereka menolaknya. Mereka beralasan bahwa kami ini adalah orang kotor. di antaranya mereka ingin mendapat keselamatan jika sedang melaut. maka orang tersebut menuju sesuatu itu (jin) dengan sesuatu hal berupa tumbal (seperti: memotong ayam lalu dikubur sebelum dibuat pondasi rumah) agar tidak diganggu oleh jin tersebut. Ada yang minta jodoh kepada penghuni kubur tersebut. yang telah dipertuhankan selain Allah. Contoh 3 : Orang mau membuat rumah. jika orang kotor seperti kami ini minta langsung kepada Allah maka kami malu. walaupun dia tidak mengatakan bahwa dirinya telah mempertuhankan selain Allah. mereka memohon kepada Latta yang dahulunya orang shalih untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah. meskipun dia shalat. dan dekat dengan Allah. Abu Jahl mengatakan : “Senang sekali. dst). di mana kata masyarakat bahwa di daerah yang akan dibangun rumah itu terdapat jin penunggunya. Contoh 4 : Kuburan. haji dan yang lainnya. Juga ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menawarkan kepada mereka… beliau mengatakan : “Maukah kalian berikan kepada saya satu kalimat yang dengannya kalian akan mampu mendudukan orang-orang Arab dan Ajam?”. ribuan kali akan tetapi perbuatannya bertentangan dengan kandungan Laa ilaaha illallaah. akan tetapi melalui orang dekatnya… jadi dia menyamakan Allah dengan makhluk. Ini adalah yang pertama. sedangkan mereka itu tidak mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Berarti jin ini adalah sesuatu yang dituju oleh pemilik rumah dengan sesuatu (yaitu tumbal) dalam rangka tolak bala. pohon-pohon keramat. Laa ilaaha illallaah”. minta rizqi. Arbab DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 10 - - . kemudian dituju oleh orang tersebut dengan sesuatu. berbeda dengan orang sekarang. padahal sebelumnya mereka menyebutnya “Al Amin” (yaitu orang jujur lagi terpercaya). Berarti jin ini telah dipertuhankan. sebagaimana kalau minta suatu kebutuhan pada penguasa kita tidak langsung datang kepada penguasa tersebut. Lalu mereka bangkit dan pergi sambil mengatakan : “Apakah kami harus menjadikan ilah-ilah itu hanya menjadi satu saja?. dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (As Shaaffaat : 35-36) Dalam ayat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam digelari “penyair gila”. dan orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang musyrik! Bukan muslim. pohon besar. Dan kalau kita hubungkan dengan realita. sedangkan wali ini adalah orang suci. baik itu kuburan Nabi atau kuburan wali atau kuburan siapa saja. Mereka yang melakukan pesta laut itu adalah orang-orang musyrik! Bukan orang-orang muslim. Perbuatan tersebut adalah penyekutuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. kemudian Rasulullah mengatakan : “Katakan. Mereka itu sebenarnya bukan muslim tapi masih musyrik. Berarti kuburan tersebut telah dipertuhankan. berarti kuburan ini adalah sesuatu yang dituju oleh orang tadi dalam rangka meminta manfaat.manfaat. akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. mereka memahami bahwa apabila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah konsekuensinya adalah meninggalkan ilah-ilah tadi (batu-batu keramat. dan mereka tak perlu diajari artinya. sekaligus diberi tangkapan ikan yang melimpah. Kuburan adalah sesuatu. dan para pelakunya adalah orang-orang musyrik. Orang menamakan kuburan tersebut adalah kuburan keramat sehingga orang datang ke kuburan tersebut. bersih. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan!” (sebagiannya diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim) Mereka (kaum musyrik Quraisy) adalah orang Arab asli. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah bukan orang-orang muslim. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang-orang kafir Arab. 2. minta jodoh.

Apakah Arbab…?? Ia adalah bentuk jamak dari Rabb. Jadi Allah disebut Rabbul’aalamiin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). Sehingga mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan. Jadi yang ada dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim bahwa yang namanya kemusyikan itu adalah shalat. Ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan ketahuilah : “Jika kalian mentaati mereka (ikut setuju dengan hukum dan aturan mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah). yaitu penghalalan bangkai. dan engkau mengikutinya seraya membenarkan”. maka dia mengklaim bahwa dirinya sebagai tuhan… sebagai Rabb. maka dia disebut mempertuhankan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. maka Rasul berkata : “Itulah bentuk peribadatan (orang Nashrani) terhadap mereka”.” (At Taubah : 31) Pada ayat ini Allah memvonis orang Nashara dengan lima vonis : 1. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Dia telah memberikan sarana kehidupan kepada kita. Apakah rabb disini? Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mendefinisikan rabb disini adalah “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran. dan jika kamu menuruti mereka. Jadi. yang artinya tuhan pengatur atau yang mengatur. yang menentukan hukum. kalian katakan haram! Berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih Nashrani. maka kalian ini orang-orang musyrik”. maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb. berlepas diri dari Arbab. apakah kami melanggar Laa ilaaha illallaah dst. lalu ‘Adiy berkata : “Ya!”. maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan. sujud kepada alim ulama kami. dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan. yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik…! Dalam ayat yang lain. sujud atau memohon kepada selain Allah. maka ‘Adiy Ibnu Hatim mengatakan : Kami (maksudnya : dia dan orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat. seperti hukum/undang-undang. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Al An’am : 121) Ayat ini berkenaan dengan masalah bangkai. sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai). 2. ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum atau undang-undang. lalu mereka berkata : “Kambing yang kalian sembelih kalian katakan halal. beliau berkata : “Allah yang mematikannya”. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. Mereka telah beribadah kepada selain Allah 3. padahal hanya dalam satu hal saja. mari kita lihat firman Allah : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 11 - - . Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. maka konsekuensi sebagai makhluk yang diciptakan Allah adalah beriman bahwa yang berhak menentukan aturan… hanyalah Allah. kambing mati siapa yang membunuhnya?”. Lalu apa gerangan jika semua hukum Islam diganti? Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan. atau kepada pendeta kami. Alim ulama dan pendeta mereka telah memposisikan dirinya sebagai Arbab… sebagai Tuhan Ketika ayat ini dibacakan di hadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim (asalnya beliau ini Nashrani).Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk meninggalkan Arbab. Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu. berarti dia memposisikan dirinya sebagai rabb. lalu kenapa Allah memvonis kami musyrik. Ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas. Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah. dan kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. Jadi Rabb adalah tuhan yang mengatur. Orang-orang Nashara tersebut telah mempertuhankan para alim ulama dan pendeta mereka. mereka heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama? Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata : “Bukankah alim ulama dan pendeta kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan kemudian kalian juga mengharamkannya?”. Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur. dan orang yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…! Agar lebih kuat lagi. kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. berarti kalau kata-kata “atur” maka berhubungan dengan aturan. Dalam ajaran orang-orang kafir Quraisy. Mereka musyrik 5. Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan hukum Allah disebut musyrik. sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. dan dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang shahih : “Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul : “Hai Muhammad. bangkai adalah sembelihan Allah. Kita sebagai makhluq Allah.

sekarang kita hubungkan dengan realita : Bukankah kita mengenal sistem demokrasi?! Orang yang “berpendidikan” pasti mengetahui apa makna demokrasi. jika ingin mengetahui DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 12 - - . aturan. dengan nama lain kebebasan meyakini apa saja sekalipun kekafiran. itulah dien yang lurus… ajaran yang lurus. oleh rakyat dan untuk rakyat. ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu artinya memalingkan ibadah kepada selain Allah. kedaulatan atau hak hukum itu berada di tangan rakyat. Maka apa gerangan dengan sistem demokrasi ini. Sistem demokrasi mulai populer ketika Revolusi Prancis. Jadi. dalam demokrasi pihak yang berdaulat. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Melepaskan norma akhlaq dari agama Dalam masalah ini kita secara khusus mengambil masalah “hukum berada di tangan rakyat”. Jika sekarang kita ingin mengetahui siapa Arbab-Arbab… para pengaku tuhan di NKRI (Negara Kafir Republik Indonesia) ini. undangundang hanya di Tangan Allah." (Yusuf : 40) Dalam ayat ini. akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui. Sehingga nantinya akan membuat hukum atas nama rakyat (bukan atas nama Allah). dengan kata lain adalah syirik dan orangnya disebut musyrik.Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. hak membuat hukum. aturan. ketika hal itu dipalingkan kepada alim ulama dan pendeta disebut musyrik. 2. akan tetapi seluruh hukum dipalingkan dari Allah kepada makhluk (rakyat)…?? Maka dari itu dalam Undang Undang Dasar 1945 dalam Bab 1 (1) ayat 2 dikatakan : “Kedaulatan berada di tangan rakyat”. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Jadi. mempertuhankan alim ulama. yang mana dalam sistem demokrasi perwakilan diwakilkan melalui pemilu (intikhab). ibadah kepada selain Allah. “…dan jika kamu menuruti mereka. (Al An’am : 121) Apa saja sisi kekafiran Demokrasi? Dari penjelasan sebelumnya. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah.“. Itu semua adalah Arbab-Arbab yang ada di Indonesia… Sekali lagi. dalam sistem demokrasi ini yang berwenang atau menentukan hukum dan undang-undang adalah rakyat. Hal ini terjadi agar terlepas dari kungkungan gereja yang mengekang mereka karena kekuasaan kaisar-kaisar pada saat itu. karena mereka adalah perwakilan rakyat… penyalur aspirasi rakyat. Juga yang berkaitan dengan otonomi daerah: “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintahan setempat diberikan kewenangan membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah”. Hal ini bisa dilihat pada saat sidang-sidang thaghut itu dimana mereka mengatasnamakan rakyat. yang berhak memutuskan hukum itu adalah rakyat. Maka dari itu tidaklah aneh. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah. kediktatoran. Jika dahulu sebelum di-amandemen dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). yaitu pemegang kekuasaan adalah rakyat atau sering pula disebut : dari rakyat. sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah. Jadi. atau dengan kata lain bahwa demokrasi itu merampas sifat ketuhanan dari Allah dan diberikan kepada rakyat yang nantinya akan terwujud dalam wakil-wakil rakyat yang ada di gedung Parlemen (MPR/DPR atau yang lainnya). maka diwakilkan hak ketuhanannya itu lewat pemilu. undang-undang hanyalah milik Allah. dan ketika “nyoblos atau nyontreng” itu pada dasarnya mereka mewakilkan hak ketuhanannya kepada wakilnya yang nantinya akan dipajang di gedung Parlemen. Jadi. akan tetapi kalau rakyat yang berjumlahnya berjuta-juta ini berkumpul semuanya adalah tidak mungkin. di mana yang berhak memutuskan hukum aturan/undang-undang dalam sistem itu adalah rakyat. dan sikap otoriter yang mereka lakukan di atas nama tafwidl ilahiy (atas nama kewenangan Tuhan) maka terjadilah revolusi yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan yang diberikan kepada rakyat yang mana demokrasi ini dibangun di atas beberapa pilar : 1. Apa yang diinginkan rakyat atau mayoritasnya itu adalah kebenaran yang wajib diikuti.. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menetapkan hukum. Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah. Kebebasan keyakinan. (walau ide-ide dasarnya sudah muncul jauh sebelum itu). Jadi. yang berhak menentukan hukum itu adalah rakyat. Hukum berada di tangan rakyat 4. setiap individiu-individu rakyat memiliki kewenangan membuat hukum. dengan kezhaliman. Jika dalam surat Al An’am 121 di saat satu hukum saja dipalingkan kepada selain Allah dihukumi syirik dan yang membuatnya disebut wali syaithan (Arbab). dengan kata lain bahwa rakyat itu memiliki sifat ketuhanan yaitu pembuat hukum.. Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. maka sekarang adalah dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. yang mana bukan hanya satu hukum. Kebebasan mengeluarkan pendapat 3. maka tinggal membaca kitab Undang Undang Dasar 1945 dan di dalamnya akan didapatkan : Bahwa setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan Rancangan Undang Undang (RUU) atau akan didapatkan juga pasal : Bahwa Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang… dst. dalam satu hal saja orang yang mengikutinya itu disebut musyrik. Itulah agama yang lurus. Mari kita perhatikan bahwa dalam praktek demokrasi.

fraksi. patuh dan loyalitas). karena munculnya bukan dari Allah. begitulah keadaannya…!! Jadi semua itu adalah hukum Arbab. kemudian digulirkan (menjadi sebuah berhala). demokrasi ini adalah sistem syirik sedangkan hukum yang muncul dari bingkai demokrasi dalam bentuk apapun itu adalah syari’at demokrasi… syari’at syirik walaupun “umpamanya” sanksi “potong tangan” bagi pencuri muncul dalam bingkai demokrasi. maka DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 13 - - . Ketika hukum dan undang-undang selesai digodok. atau pasal sekian…!”. komisi-komisi. utusan daerah. tapi mereka menggodok undang-undang dan hukum.siapa Arbab atau para pengaku tuhan maka pahamilah Tauhid lalu baca kitab Undang Undang Dasar 1945. mereka yang memperolok-olok itu mengatakan “Oh… bodoh sekali orang-orang Arab itu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. dirujuk. dijadikan acuan hukum. jelas bukan : “Sesuai dengan firman Allah surat anu ayat sekian atau sabda Rasulullah…”. maka berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka yang membuatnya dengan bahasa mereka “direvisi atau di-amandemen” seperti layaknya tuhan yang terbuat dari roti. Arbab-Arbab itu adalah pengaku tuhan. yaitu rakyat (wakil rakyat) sehingga bukan ayat Al Qur’an lagi yang tertera. akan tetapi : Tap MPR no sekian… atau perpu no sekian… seperti itulah yang ada. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik. yang lain membuat kakinya atau bagian yang lainnya sehingga setelah semuanya digodok dan dicetak sampai menjadi sebuah berhala (seperti berhala dari roti). kemudian disembah lagi. Jika tidak setuju. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. maka hakikatnya adalah bukan hukum Allah akan tetapi hukum demokrasi. akan tetapi dengan ditaati. sekian… lalu disosialisasikan ke tengah masyarakat atau kepada aparatur thaghut ini dan kemudian rame-rame diibadati. fraksi yang lain tentang keamanan…! Mereka menggodok seperti membuat adonan. Jadi. Perpu-perpu juga mereka yang membuatnya. yang banyak dari berbagai golongan. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". maka akan dibuatkan TAP MPR No. maka akan diketahui bahwa mereka adalah para pengaku tuhan. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian. Setelah itu kemudian dibuatkan lagi yang baru… digodok lagi… dicetak lagi… sehingga menjadi sebuah berhala baru lagi (hukum dan undang-undang baru). polisi. padahal semua itu justeru adalah realita yang nyata zaman sekarang. tapi dari sang pembuat hukum yang diakui dalam sistem demokrasi. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka !!! dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. perda no sekian. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. seperti fraksi anu… menggodok undang-undang buruh (umpamanya). dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. setelah itu akan terjadi tarik ulur. tapi dengan taat. dll… dan ayat “yang kalian ibadati” maksudnya adalah mengikuti hukum. akan tetapi mereka mengatakan : “Sesuai TAP MPR No sekian. KUHP juga mereka yang membuatnya… semua itu adalah nama-nama yang mereka ciptakan sendiri. maka jelaslah kekafirannya. dan ketika sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan atau ada celah untuk merubah (misalnya karena ada kepentingan politik partai). dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. bukan adonan roti. saya gambarkan… mungkin kita sering mendengar orang memperolokolokkan Arab Quraisy ketika membuat tuhan dari roti yang terbuat dari adonan yang kemudian diibadati. bukan dengan disembah-sembah seperti shalat atau sujud. mereka itu adalah Arbab. Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman : “Hai kedua penghuni penjara. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada pengaku ‘tuhan-tuhan’ yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab itu. membuat hukum itu adalah sebagai bentuk membuat tuhan yang akan mereka ibadati. dan yang lainnya. jaksa. Jika kita sudah paham bahwa Arbab (mereka para pengaku tuhan) adalah tuhan jadi-jadian dan hukum yang diibadati itu juga tuhan (tuhan yang diibadati bukan dengan shalat atau doa. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Supaya lebih dipahami. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. utusan setiap daerah dan lain-lain. maka yang keluar adalah perpu no sekian. Ketika membuatnya : Mereka (partai-partai yang katanya ngaku berasas “Islam”) mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. (QS. kemudian ketika ada celah atau hukum tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Itulah agama yang lurus. hakim. fraksi itu membuat kepalanya. “nama-nama yang kalian ciptakan” maksudnya adalah seperti apa yang diibadati oleh para anshar thaghut zaman sekarang berupa Undang Undang Dasar. Jahiliyyah banget gitu lho !!”. Jadi. Setelah disosialisasikan dan diibadati ramai-ramai oleh para aparat. fraksi lain tentang perbankan. kitab hukum yang lainnya mereka pula yang membuatnya sendiri lalu mereka juga yang mengibadatinya (mengikuti dan mentaatinya). Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Yusuf [12] : 39-40) Ayat “Tuhan-tuhan yang bermacam itu…” maksudnya adalah tuhan-tuhan pengatur atau pembuat hukum yang beraneka ragam. fraksi. mereka menciptakannya dan mereka mengibadatinya. fraksi yang lain tentang pendidikan. sekian… atau Perpu No. Fraksi ini membuat bagian tangannya. manakah yang baik. Kita juga melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh para aparat thaghut. dan ketika lapar maka tuhan-tuhan itu dimakan. maka kita akan mendengar bahasa mereka “menggodok undang-undang”.

dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri. nadzar atau istighatsah. padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?" (Al Mukminun : 47) Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan. maka insya Allah masuk surga. dia mengatakan : “Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga). maka akan dipaksa dan diberi sanksi jika menolak. bukan jasadnya yang dimatikan. Jadi. sedangkan apabila di waktu kecil fithrah sudah rusak atau mati sampai dia dewasa lalu tidak bertaubat (tidak kembali kepada tauhid) dan dia mati dalam keadaan seperti itu. akan tetapi yang dia maksudkan : “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!” Bila semua ini kita pahami. 3. Apabila telah paham apa yang diucapkan Fir’aun itu. Pada gambaran yang lain. kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang. jika kita membaca tentang Fir’aun itu. Ini adalah penjelasan tentang Arbab yang mana ini adalah bagian ke dua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah. Jadi. sedangkan jika anak-anak kecil ~yang masih suci fithrahnya~ dibunuh. mentaati. kafir. akan tetapi dengan mengikuti. Akan tetapi ketika dia mengucapkan “Aku adalah tuhan kalian tertinggi” maksudnya adalah tuhan yang hukumnya harus kalian taati… yang mana tidak ada hukum yang harus kalian ikuti kecuali hukum buatan saya ! Jadi ketika Fir’aun mengatakan hal itu. maka setelah dewasa barulah dibunuh jasadnya atau dimasukkan ke penjara-penjara Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang. maka dia akan dijerumuskan ke dalam api neraka… dan ini adalah bahaya !! Sedangkan apabila anak kecil yang mati jasadnya saja. sedangkan Fir’aun zaman sekarang… mereka membunuh fithrah anak-anak kecil dengan didoktrinkan ideologi-ideologi kafir tersebut di sekolah-sekolah milik Fir’aun sehingga fithrahnya mati. barangsiapa yang memegangnya atau yang mengikutinya. berarti kita bisa melihat banyak Fir’aunFir’aun zaman sekarang yang mengatakan bahwa hukumnya harus ditaati ! mereka adalah Fara’inah. jangan selalu mengidentikan pada Fir’aun zaman Nabi Musa saja. maka dia musyrik terhadap Allah. bahkan masyarakatnya pun mengetahui bahwa Fir’aun sendiri terlahir dari manusia. sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an (seperti: KUHP atau kitab hukum dan perundangundangan lainnya) adalah pada hakikatnya kitab syaitan yang merupakan tali syaitan yang di ulurkan dari neraka. tetapi “Sayalah pembuat hukum yang hukumnya harus kalian ikuti…!”. doa. mengatakan : “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan. maka akan ditarik oleh syaitan ke dasar neraka. Jadi. hukum. dan loyalitas terhadapnya. Akan tetapi apabila mereka (Fir’aunFir’aun zaman sekarang) itu tidak mampu membunuh fithrahnya sewaktu masa anak-anak. sujud. sedang fithrahnya tidak. karena sifat-sifat Fir’aun itu banyak dan Fir’aun-Fir’aun zaman sekarang justeru mereka itu lebih dahsyat lagi. maka dia masuk surga. sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman. maka kita akan melihat bahwa pada zaman sekarang banyak sekali yang seperti Fir’aun. berhalaisme atau paganisme itu selalu terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih berbahaya.berhala yang sudah jadi itu dipotong-potong dan dimakan lagi oleh mereka. oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab. lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. begitu dan begitulah seterusnya…!!! Jadi. karena masyarakat mengetahui bahwa sebelum Fir’aun telah ada manusia. Andad (Tandingan-tandingan) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 14 - - . sebagai aturan bagi orang yang beriman. bukanlah karena dia yang menciptakan manusia atau yang bisa memberikan manfaat atau madharat atau yang bisa memberi anak. hal demikian itu adalah sebagai tali Allah yang diulurkan dari sisi-Nya (dari surga) ke bumi. Apabila Fir’aun zaman dulu membunuh anak laki-laki karena takut suatu hari ada yang menyaingi atau membunuh dia (sesuai dengan mimpinya itu). “kitab-kitab suci” selain Al Qur’an pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau ucapan syaitan yang dihasilkan oleh para Arbab (para pengaku tuhan itu) yaitu Undang-Undang Dasar. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun ~salam bagi mereka~. akan tetapi fithrahnya yang dimatikan. karena apabila menyembah berhala yang berbentuk patung tidak akan ada yang memaksa. [Al Hakimiyyah : 56] Jadi. Fir’aun mengatakan “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”. maka disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat. apakah ketika dia mengucapkannya dia mengklaim pencipta langit dan bumi ? atau bahwa dialah yang menyediakan isi dan segala apa yang ada di atasnya ?? Tidak…! dia tidak memaksudkan hal itu. itulah Fir’aun yang mana dia mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia. Barangsiapa yang memegangnya maka ia akan sampai kepada Allah. akan tetapi kalau untuk mentaati hukum thaghut. dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am : 121 dan At Taubah : 31.

Ketahuilah wahai saudaraku. baik itu anak. Kita memahami bahwa yang diinginkan oleh orang tersebut bukanlah ingin kafir atau ingin murtad dan bukan sebagai kebencian kepada Islam… akan tetapi dia menginginkan posisi. Mungkin ketika seseorang telah mengenal Tauhid dia pasti benci dengan sistem ini. Orang-orangnya… baik itu pejabat Legislatif. mereka tidak bisa memegang posisinya. harta. lalu ada orang yang menyarankan kepada si ayah tersebut agar si anak yang sakit itu dibawa ke dukun. harta benda. seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya. Dan dikarenakan harus setia kepada kekafiran sedang hal demikian itu adalah kekafiran maka perbuatan tersebut telah menjadikan orang tersebut terjerumus ke dalam kekafiran. Polisi atau jadi Caleg (Calon Legislatif) yang mana dia tidak bisa meraihnya kecuali kalau mereka setia kepada sistem thaghut tersebut. baik itu berupa jabatan. dst. maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan Allah berfirman : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. kepada apa…?? Kepada berhala Pancasila dan Undang Undang Dasar dan kepada sistem thaghut ini. yaitu sistem demokrasi. (Al Baqarah : 22) Andad itu apa…? Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Al Islam. atau keluarga. dengan demikian keinginan tersebut atau posisi jabatan atau gaji bulanan yang diinginkan tersebut telah menjadi Andad. Nah… keinginan-keinginan tersebut yang menyebabkan orang tersebut meninggalkan Tauhid. Perundang-undangannya juga adalah perundang-undangan thaghut. jabatan. jabatan. maka dia harus bersumpah setia kepada sistem thaghut ini terlebih dahulu. atau dari kalangan bala tentaranya seperti aparat POLRI. sedang si anak tersebut dalam keadaan sakit. sistem syirik. dst. Thaghut. sesuatu yang memalingkan seseorang dari Al Islam atau Tauhid. sedangkan kesetiaan terhadap thaghut merupakan kekafiran ! Kita mengetahui bahwa yang mereka inginkan bukanlah menjadi kafir atau murtad. maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad. Akan tetapi yang diinginkan bukan itu (bukan ingin kafir atau menjadi suka pada sistemnya). benci dengan falsafah yang syirik ini. kalau hal tersebut justeru mamalingkan seseorang dari tauhid. Contoh. Eksekutif. gaji bulanan. TNI atau para pejabatnya atau bahkan pegawai kecilnya sekalipun. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan : “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (An Nahl : 36) Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. Dikarenakan saking sayangnya kepada si anak tersebut akhirnya si ayah datang ke dukun dan mengikuti apa yang disarankan oleh si dukun tersebut. Jadi. kita bisa melihat dalam realita yang ada di dalam kehidupan masyarakat… mereka berbondong-bondong menjadi abdi hukum buatan. atau benci dengan undang-undang ini. Ketika seseorang mau menjadi pegawai di dinas thaghut. suami. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini : “…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. ~umpamanya~ orang mendaftarkan diri menjadi TNI. berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad… tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. harta. baik itu anak. atau sesuatu yang memalingkan kamu dari Tauhid. isteri. Maka dengan demikian si anak tersebut telah memalingkan si ayah tadi dari Tauhid. Kita mengetahui bahwa dalam sistem yang dipakai Pemerintahan ini adalah sistem kafir. kecuali mereka menyatakan ikrar atau janji setia. atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang dari Tauhid atau memalingkan seseorang dari Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan.Andad adalah jamak dari kata nidd. Umpamanya. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih. Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satusatunya. Allah Ta'ala berfirman : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 15 - - . dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik. (Al Baqarah : 22) 4. dan berarti si anak telah menjadi Andad yaitu segala sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid dan Al Islam disebut Andad. Orang tersebut telah meninggalkan Tauhidnya karena ia menjadikan hal-hal tersebut sebagai Andad. sedangkan menyatakan ikrar atau janji setia kepada sistem kafir merupakan kekafiran. isteri. melainkan gaji bulanan atau fasilitas-fasilitas. Undang-Undang Dasar atau undang-undang lainnya yang dibuat oleh manusia adalah kafir. posisi jabatan. Yudikatif. orang tersebut telah menjadikan keinginan-keinginannya sebagai Andad yang memalingkannya dari Tauhid…! Jadi Andad adalah sesuatu yang memalingkan seseorang dari Tauhid… dari Islam. yang artinya tandingan.

Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah. Sembelihan adalah ibadah. Penyandaran hukum kepada Allah adalah bentuk ibadah kepadaNya. Itulah dien yang lurus…” (Yusuf : 40) Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar tidak menyandarkan hukum. kecuali kepada Allah. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah.” (Al An’am : 136) Jadi orang yang menganggap pembuatan dan persembahan sesajen sebagai tradisi yang mesti dilestarikan. jihad dsb. tiada satu sekutupun bagiNya” (Al An’am : 162-163) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (tumbal)”. sedangkan taqarrub kepada jin dan syaitan dengan sesajen adalah syirik lagi bathil. Doa adalah ibadah sebagaimana firman-Nya Ta’ala : “Berdoalah kepadaKu. Allah berfirman tentang syiriknya orang-orang Arab dahulu : “Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut. dan itu harus diyakini bathil. sedangkan bila wewenang itu disandarkan kepada makhluk. sesungguhnya orang-orang yang menolak beribadah kepadaKu. maka hal itu adalah perbuatan syirik. maka orang ini tidak kufur terhadap thaghut. Sedangkan dalam kenyataan.. sedang orang yang meyakini bahwa memohon kepada orang atau wali yang sudah mati adalah sebagai bentuk pengagungan terhadap wali tersebut maka dia belum kufur terhadap thaghut. maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima. Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah : 1. maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah : 256) Bila seseorang beribadah shalat. maka itu adalah syirik dan merupakan suatu bentuk ibadah kepada makhluk tersebut.. bila dipalingkan kepada selain Allah maka hal tersebut adalah syirik lagi bathil.“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah. maka mereka akan masuk nereka Jahannam dalam keadaan hina” (Al Mukmin : 60) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Doa itu adalah ibadah”. gedung. berarti dia tidak kufur terhadap thaghut. Sesungguhnya shalatku. sebagaimana firman-Nya Subhanah: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 16 - - . haji. 5. tentu akan Kukabulkan permohonan kalian. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka : “Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami. orang yang membuat tumbal. Allah Ta'ala berfirman : “…(Hak) hukum itu tidak lain adalah milik Allah. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepadaNya. Engkau meninggalkannya. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. Ibadah adalah hak khusus Allah. baik berupa ayam atau kambing saat hendak membangun rumah. Engkau membencinya. maka ketika dipalingkan kepada selain Allah. hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin. 3. Dan engkau memusuhi para pelakunya. dia menganggap sebagai tradisi yang patut dilestarikan. Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara bersedekah makanan adalah ibadah. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah. dan Allah namakan penyandaran hukum itu sebagai ibadah. 4. Engkau mengkafirkan pelakunya. itu adalah syirik lagi bathil. sembelihanku. zakat. Wewenang (menentukan/membuat) hukum/undang-undang/aturan adalah hak Allah semata. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (Al Mumtahanah : 4) Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : I. sehingga apabila disandarkan kepada makhluk. shaum. Memohon kepada orangorang yang sudah mati adalah di antara bentuk pemalingan ibadah doa kepada selain Allah. jembatan dsb. 2.

padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. meninggalkan perbuatan syirik itu. siapakah yang membunuhnya?” maka Rasulullah menjawab. dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Dia adalah bathil…” (Luqman : 30) II. Hakim] Ucapan tersebut adalah wahyu syaitan untuk mendebat kaum muslimin agar setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah. “Hai Muhammad. Padahal demokrasi berintikan pada penyandaran wewenang hukum kepada kedaulatan rakyat atau wakil-wakilnya. Engkau meninggalkannya Meyakini perbuatan syirik itu adalah bathil belumlah cukup. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. “Ya. Syaitan membisikan kepada wali-walinya. Allah vonis mereka sebagai Arbaab. sedangkan ini adalah syirik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) “Dan saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian seru selain Allah” (Maryam : 48) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 17 - - . maka dia berkata : “Wahai Rasulullah. Seperti orang yang membuat partai-partai berlabel Islam dalam rangka ikut dalam Pesta Demokrasi. maka orang tersebut tidak kufur terhadap thaghut dan dia itu belum muslim. Sedangkan pada masa sekarang. Dan sesungguhnya syaitan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian. sedangkan dalam ajaran kaum musyrikin adalah halal. kalian katakan halal. dan dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman : “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. tetapi dengan dalih “Maslahat Dakwah” lalu ia masuk kedalam sistem demokrasi tersebut. maka Allah tegaskan. Sesungguhnya kufur terhadap thaghut menuntut seseorang untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kemusyrikan tersebut. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah” [HR. Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim. bahwa apabila mereka (kaum muslimin) setuju dengan hal itu berarti mereka telah musyrik. Juga Al Masih putera Maryam. sedangkan yang kalian sembelih dengan tangan-tangan kalian. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. Allah Ta’ala berfirman berkaitan dengan semua peribadatan di atas: “Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq. Orang yang meyakini pembuatan tumbal/sesajen itu bathil. namun harus disertai. dan bila kalian menta‟ati mereka maka sungguh kalian ini adalah orang-orang musyrik” (QS. “Allah yang telah mematikannya” Mereka berkata. Bagaimana jika ada ulama yang masuk parlemen untuk berdakwah. “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. sesungguhnya hal itu adalah fisq. orang Nashrani divonis musyrik karena mereka setuju dengan penyandaran hukum kepada ahli ilmu dan para rahib. Al An’am [6] : 121) Kita mengetahui dalam ajaran Islam bahwa sembelihan yang tidak memakai nama Allah adalah bangkai dan itu haram. “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya ?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata.“Dan janganlah kalian memakan dari (sembelihan) yang tidak disebutkan nama Allah padanya. sudahkah ia kufur pada thaghut? Orang yang meyakini bahwa demokrasi itu syirik. kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata. At Tirmidzi] Jadi. meskipun itu menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. ada kambing mati di pagi hari. akan tetapi karena takut akan dikucilkan masyarakatnya lalu ia melakukan hal tersebut. betul” lalu Rasulullah berkata lagi. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (At Taubah : 31) • • • Dalam ayat ini Allah vonis orang-orang Nashrani sebagai berikut : Mereka telah mempertuhankan para ahli ilmu dan para rahib Mereka telah beribadah kepada selain Allah Mereka telah musyrik Juga para ahli ilmu dan para rahib tersebut. atau minimal boleh menurut mereka. orang meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik. dan agar setuju dengan penyandaran hukum kepada mereka. maka dia tidak kufur terhadap thaghut. “Kambing yang telah Allah sembelih (maksudnya bangkai) dengan tanganNya Yang Mulia kalian haramkan.

yaitu bila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok. sama saja dia itu ahli ibadah atau orang fasik. : “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf : 26) Kata bara’ (berlepas diri) dari syirik itu menuntut adanya kebencian akan adanya syirik itu. dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat. shaum dan mengaku muslim” [Ibthal At Tandid : 76]. zakat dan melakukan amalan Islam lainnya” [Ad Durar As Saniyyah : 1/323. Ini dikarenakan Allah mensyaratkan adanya kebencian terhadap syirik dalam merealisasikan tauhid kepadaNya. atas ijma (para ulama)” [Kitab Taisir] Syaikh Hamd Ibnu Athiq rahimahullah berkata : “Para ulama ijma. dia tidak kufur terhadap thaghut. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya pelafalan laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid. oleh sebab itu Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Dan siapa yang bersyahadat laa ilaaha ilallaah. Majmu’ah tauhid]. maka hal tersebut harus diingkari dengan hatinya yang berbentuk sikap meninggalkan majelis tersebut. dan sama saja maksudnya itu baik atau buruk” [Durar As Saniyyah : 9/270]. Al Imam Su’ud Abdil Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Orang yang memalingkan sedikit dari (ibadah) itu kepada selain Allah. [Riwayat para penyusun As Sunan/ Ashhabus Sunan] DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 18 - - . Sebagai contoh : orang yang hadir di tempat membuat atau mengubur tumbal yang sedang dilakukan. Orang yang melakukan syirik akbar meskipun tujuannya baik maka dia tetap belum kufur terhadap thaghut. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata : “Ulama berijma. Oleh karenanya para shahabat pada masa khalifah Utsman radliyallahu 'anhu berijma atas kafirnya seluruh jamaah mesjid di kota Kuffah saat salah seorang di antara mereka mengatakan : “Saya menilai apa yang dikatakan Musailamah itu bisa jadi benar” dan yang lain hadir di mesjid itu tanpa mengingkari ucapannya seraya pergi darinya”. meninggalkan syirik. Allah Ta'ala berfirman : “Dan sungguh Dia telah menurunkan kepada kalian dalam Al Kitab. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Orang tidak disebut muwahhid kecuali dengan cara menafikan syirik dan bara’ah darinya”. maka dia telah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha ilallaah Muhammadur Rasulullah. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” Kebencian terhadap syirik ini harus berbentuk realita (ada tindakan nyatanya). para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah : 2/545]. Engkau Membencinya Orang yang meninggalkan perbuatan syirik akan tetapi dia tidak membencinya. maka dia belum kufur terhadap thaghut. dia tidak merealisasikan firman-Nya : “Dan mereka itu tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh ketundukan kepadaNya” (Al Bayyinah : 5). Seandainya tidak dapat mengingkari dengan lisannya. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik. Sungguh sebuah kesalahan fatal orang yang mengatakan : “Saya ingkar dan benci di hati saja” sedangkan dia tidak pergi meninggalkan majelis tersebut. maka dia itu sama dengan pelakunya. yaitu dengan tidak hadir di majelis syirik saat syirik sedang berlangsung. namun disamping ibadah kepada Allah. bahwa siapa yang memalingkan sesuatu dari dua macam doa kepada selain Allah. maka dia itu musyrik. orang yang duduk dalam majelis di mana kemusyrikan atau kekufuran sedang berlangsung atau sedang dilakukan atau dilontarkan (diucapkan) dan dia duduk tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari hal tersebut maka dia sama kafir dan musyrik seperti para pelaku kemusyrikan tersebut. orang yang tidak meninggalkan syirik. karena sesungguhnya kalian (bila duduk bersama mereka saat hal itu dilakukan). maka syahadatnya tidak dianggap. Jadi. maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Orang berbuat syirik. shaum. III. meskipun dia shalat. dia beribadah kepada yang lain juga. Allah Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alayhissalam. karena yang dia lakukan bertentangan dengan apa yang dia ucapkan. berarti sama (status) kalian dengan mereka” (An Nisa : 140) Jadi. Minhajut Ta’sis : 61]. maka dia itu tidak dianggap syahadatnya.Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda. maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam. dia shalat. baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in. “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi akan laa ilaaha ilallaah…” (Muttafaq ‘alaih) Sedangkan orang yang tidak meninggalkan syirik.

Orang yang tidak mengagungkan perintahNya.Orang yang tidak membenci ajaran syirik. sedangkan perhitungannya adalah atas Allah” (HR. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang dusta lagi sangat kafir”. (Az Zumar : 3) dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala : “Dan siapa yang menyeru ilaah yang lain bersama Allah yang tidak ada bukti dalil kuat buat itu baginya. Beliau berkata lagi : “Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad. melainkan supaya mereka itu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Siapa yang memiliki sifat ini maka dia telah kafir. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. sesungguhnya kamu tergolong penghuni neraka” (Az Zumar : 8) Dan orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik. memusuhi mereka dan memerangi mereka” [Ad Durar As Saniyyah: 9/291] Jadi. Sesungguhnya Allah memutuskan di antara mereka di hari kiamat dalam apa yang telah mereka perselisihkan. tidak meniti jalanNya dan tidak mengagungkan Allah dan Rasul-Nya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya pengagungan terhadapNya. berlepas diri darinya dan mengkafirkan pelakunya” [Syarh Ashli Dienil Islam – Majmu’ah Tauhid] Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Dan sebagian ulama memandang bahwa hal ini (mengkafirkan pelaku syirik) dan jihad diatasnya adalah salah satu rukun yang mana Islam tidak tegak tanpanya” (Mishbahuzh Zhalam :28). Engkau Mengkafirkan Pelakunya. takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. katakanlah. maka orang yang tidak mengkafirkan mereka berarti tidak membenarkan Allah. Dia Subhanahu Wa Ta’ala juga telah memerintahkan untuk mengkafirkan para pelaku syirik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkafirkan para pelaku syirik akbar dalam banyak ayat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 19 - - . “Nikmatilah kekafiranmu sebentar. IV. “dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah” maksud kalimat tersebut adalah : Mengkafirkan pelaku syirik dan berlepas diri dari mereka dan dari apa yang mereka ibadati [Durar As Saniyyah: 291] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar adalah orang yang tidak kufur kepada thaghut. karena sesungguhnya Allah dalam Al Qur’an telah mengkafirkan para pelaku syirik dan memerintahkan untuk mengkafirkan mereka.. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. di antaranya adalah firman-Nya : “…Dan dia menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah supaya dia menyesatkan dari jalanNya. orang yang menjadikan andaad (tandingan-tandingan) bagi Tuhannya. sistem kafir.Dan orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan selain Allah. kecuali dengan menafikan syirik. dan thaghut berarti ia tidak kufur terhadap thaghut. dan mereka bergelar kafir. bahkan dia itu tidak menghargai kedudukan ulama dan para imam umat ini dengan selayaknya” [Mishbahuzh Zhalam : 29] Para imam dakwah Nejed berkata : “Di antara hal yang mengharuskan pelakunya diperangi adalah sikap tidak mengkafirkan pelaku-pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka karena sesungguhnya hal itu termasuk pembatal dan penggugur keIslaman. maka haramlah harta dan darahnya. dia itu tidak membenarkan Al Qur’an. halal darah dan hartanya serta wajib diperangi sehingga dia mengkafirkan para pelaku syirik” [Durar As Saniyyah: 9/291] Mereka juga mengatakan : “Sesungguhnya orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan para pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. berarti dia menolak perintah Allah. misal: “. maka sikap seperti ini hanyalah ditempuh oleh orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. dan orang yang mengangkat andaad dan arbaab (tuhan-tuhan) bersamaNya. agama kuffar. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam besabda : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. maka dia telah kafir” [Risalah Nawaqidlul Islam] Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Seseorang tidak menjadi muwahhid (orang berTauhid). (mereka mengatakan) : “Kami tidak beribadah kepada mereka. Muslim) Para imam dakwah Najdiyyah telah menjelaskan maksud sabda nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. maka perhitungannya hanyalah disisi Rabbnya. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. sesungguhnya tidak beruntung orang-orang kafir itu” (Al Mukminun : 117) Bila Allah mengkafirkan para pelaku syirik.

Allah Ta’ala berfirman : “Dan siapa yang berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) di antara kalian. mereka benci dan dongkol kepada para muwahhid itu. Ketika kita berbicara mengenai Arbab pada pembahasan tadi telah sedikit terbahas. 1. Majmu At Tauhid:21] Permusuhan lainnya adalah loyalitas kepada orang kafir. maka mari kita kupas ajaran-ajarannya itu dengan membandingkannya dengan ajaran Islam. saudara-saudaranya atau karib kerabatnya” (Al Mujaadilah : 22) Syaikh Muhammad rahimahullah mengatakan : “Sesungguhnya orang tidak tegak keIslamannya walaupun ia mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan kecuali dengan memusuhi para pelaku syirik” [Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Dia tidak bisa membedakan antara Dien para rasul dengan madzhab Khawarij. sedangkan Demokrasi adalah dien kaum musyrikin. Demikianlah realita yang terjadi. Hindu. Dikarenakan rakyat adalah yang berdaulat dan yang berkuasa. Allah berfirman tentang ajaran Ibrahim ‘alayhissalam. pada umumnya dia lebih loyal kepada pelaku syirik dan justru memusuhi para muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik. Sistem tersebut adalah sistem (dien) atau thaghut! Islam adalah dien kaum muslimin. Untuk benar-benar mengetahui kekufuran dien Demokrasi ini. Shinto. akan tetapi Demokrasi adalah dien. Jadi. Yahudi. Dan bila anda membuka Konstitusi (Undang Undang Dasar) semua negara yang bersistem Demokrasi. dia telah mencampakan nash-nash Al Qur’an dan dia mengikuti selain jalan kaum muslimin” [Mishbahuzh zhalam : 72] Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara nau’ (jenis pelaku) maka dia kafir. Tidaklah sah shalat dibelakang orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik secara mu’ayyan. Engkau Memusuhi Mereka Orang yang tidak memusuhi pelaku syirik bukanlah orang yang kufur kepada thaghut. maka dia kafir juga. akan tetapi rakyat. sehingga banyak yang jatuh dalam kekafiran. Sedangkan para pelaku syirik dan munafiqin adalah teman mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Menafikan (meniadakan) keimanan atau tauhid. meskipun mereka itu ayah-ayahnya. baik kaum musyrikin yang mengaku Islam atau yang mengaku bukan Islam. tidak diterima tulisannya. maka sungguh dia telah mencela semua rasul dan umat ini. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan pelaku syirik akbar) atau mengingkari terhadap orang yang mengkafirkan mereka. atau mengklaim bahwa : “perbuatan mereka itu meskipun bathil. Sumber hukum bukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang yang tidak mau mengkafirkan para pelaku syirik. Nasionalisme adalah dien. bila engkau mengamati mereka ternyata kaum muwahhidin adalah musuh mereka. tetapi tidak mengeluarkan mereka pada kekafiran. Undangundang telah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala namakan sebagai dien (agama/jalan hidup yang ditempuh). Akan tetapi hal seperti ini telah menimpa orangorang yang pernah bersama kami di Dir’iyah dan Uyainah yang mana mereka murtad dan benci akan dien ini” [Ad Durar As Saniyyah : 10/92] V. tangkaplah mereka. tidak pula kesaksiannya. kepunglah mereka dan intailah mereka ditempat pengintaian” (At Taubah : 5) Apakah Demokrasi itu adalah agama ( dien ) baru selain Islam? Ya. Kapitalisme adalah dien. anak-anaknya. sedangkan demokrasi itu memilliki undang-undang selain Islam. Sekulerisme adalah dien. Dan para nabi yang bersamanya : “Dan tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) “Kalian tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. adapun kebanyakannya berstatus sebagaimana yang digambarkan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah: “Orang-orang yang merasa keberatan dengan masalah takfir. dien (agama) kafir itu bukan hanya Nashrani. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka” (Al Maaidah : 51) Karena permusuhan ini Allah Ta’ala berfirman : “Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di manapun kalian mendapati mereka.Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah berkata : “Siapa yang menjadikan pengkafiran dengan syirik akbar termasuk aqidah Khawarij. sedangkan orang yang membedakan antara nau’ dengan mu’ayyan (orang tertentu) maka minimal jatuh dalam bid’ah dan bila (sudah) ditegakkan hujjah atasnya. maka sumber hukumnya pun adalah rakyat yang diwakili oleh wakil-wakil mereka di Parlemen (MPR/DPR). maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq. Konghucu. maka pasti mendapatkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 20 - - . dan Majusi saja. serta tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya” [Ad Durar As Saniyyah : 10/53] Ini adalah status minimal. Budha.

tidak ada bedanya dengan tuhan (berhala) dari adonan roti yang mereka (kafir Arab dahulu) buat dan mereka ibadati. sedangkan yang tadi adalah dien Demokrasi yang dianut oleh kaum musyrikin. dan bagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan” (Al Qashash : 70) “Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah. Hukum yang dipakai bukan hukum Allah tapi hukum buatan manusia Tadi telah dijelaskan bahwa sumber hukum agama Demokrasi adalah rakyat. Ini adalah dienullah yang dianut oleh kaum muslimin. kecuali bila sesuai dengan thaghut Latta mereka yaitu Undang Undang Dasar. namun ketika lapar mereka santap habis. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. “Dan Dia-lah Allah. namun beberapa bulan berikutnya dihapuskan (baca : dimakan) atau direvisi.bahwa kekuasaan Legislatif (Tasyri’iyyah/pembuatan hukum) ada di tangan majelis rakyat. dan tidak lupa juga bahwa demokrasi atau aspirasi rakyat ini tidak semuanya digulirkan. maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. tuhan apapun yang lain. 2. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. Padahal Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman. (QS. dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang memutuskan dan hanya kepada-Nyalah putusan itu (disandarkan)”. Sedangkan bila yang menjadi sumber hukum itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan. juga dikarenakan dien Demokrasi ini adalah menyatukan semua pemeluk dien yang beraneka ragam dan mengakuinya serta menampung semua aspirasinya. Islam ataukah Demokrasi…? Bayangkan saja… bila yang menjadi sumber hukum itu adalah manusia yang sangat penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. kekafiran yang nyata serta kemurtadan yang nampak jelas bagi pemeluk Islam yang ridha dengannya atau mendukungnya apalagi menerapkan atau melindunginya. apa jadinya hukum yang diundang-undangkan itu? Bulan ini dibuat dan diibadati. karena sudah tidak relevan lagi. dan janganlah sekalisekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. padahal para pemeluk dien selain Al Islam tidak akan rela dengan hukum Islam sehingga disepakatilah hukum yang menyatukan mereka. dan itu bukan hukum Allah. (Al An’am : 121) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 21 - - . Sungguh ini adalah kerusakan yang besar. maka Dia-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segalanya. sebagaimana firman-Nya : “…keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah…” (Yusuf : 40) “…menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah…” (Al An’am : 57) Setelah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan yang memilih apa yang Dia kehendaki serta bahwa manusia tidak punya hak untuk memilih setelah Allah menentukan. dan ada yang terbatas seperti di negara-negara Arab dan negara timur yang mana Raja. Padahal sumber/kekuasaan/wewenang hukum itu di dalam dien Al Islam ada di Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. tapi hukum rakyat (wakilnya) atau hukum yang disetujui oleh mereka. Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. “…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. dan Presiden sangat menentukan. bagiNya-lah segala puji di dunia dan di akhirat. tapi hukum wali-wali syaitan. Ali Imran [3] : 85) Apakah sama antara dua dien (aturan) ini wahai saudara…? Dan apa yang anda pilih. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah. (Al Qashash : 87-88) Ayat-ayat lainnya yang menjelaskan bahwa hak menentukan hukum dan putusan serta penetapan hanyalah milik Allah dan hak khusus rububiyyah. tidak ada Tuhan yang berhak diibadati melainkan Dia. (Al Maidah : 44) Sekutu dengan hukum buatan itu syirik akbar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya. sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. dan jika kamu menuruti mereka. ada juga yang “bebas” seperti di negara-negara barat. uluhiyyah serta mulkiyah-Nya. Amir. maka sudah pasti hukum yang dipakai adalah bukan hukum Allah. sedangkan untuk kesatuan mereka ini dibutuhkan hukum yang mengikat semua dan disepakati bersama. dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”.

sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik” Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini : “Dimana kamu berpaling dari perintah Allah dan aturan-Nya kepada yang lainnya. mereka berkata : “Kalian makan apa yang kalian bunuh dan tidak makan dari apa yang Allah bunuh” yaitu bangkai. padahal sebagiannya diambil dari syari’at Islam. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para nabi. “Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya. (An Nisaa’ : 61) Jika ada yang serupa dengan ajaran Islam dalam hukum mereka itu. tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Siapa yang melakukan itu. Dalam ajaran Demokrasi hukum yang berlaku adalah hukum jahiliyyah : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki…” (Al Maidah : 50) Dalam ajaran tauhid. padahal Allah berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut. tetap saja itu tidak disebut hukum Allah dan tidak merubah kekafiran penganut dien Demokrasi. dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus). Nashrani. karena jujur dan amanahnya itu bukan atas dorongan tauhid. “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. niscaya kamu lihat orang-orang munafiq menghalangi (manusia) dengan sekuatkuatnya dari (mendekati) kamu”. Allah mengatakan “menurut apa yang diturunkan Allah”. telah Dia Subhanahu Wa Ta’ala vonis musyrik. Ini dikarenakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman. mereka datang kepada Rasul dengan patuh. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah ? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang Yasiq/Ilyasa : “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar. dan yang lainnya. Kalau memang ada satu macam atau beberapa macam hukum yang ada dalam Demokrasi itu serupa dengan ajaran Islam. dan tidak mengatakan “menurut seperti apa yang diturunkan Allah”. serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". maka apa gerangan dengan Demokrasi yang seluruhnya adalah bukan hukum Allah. agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka. maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. terus kamu mendahulukan terhadap aturan Allah yang lainnya. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.Tentang ayat ini Al Hakim dan yang lainnya meriwatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas : Bahwa orang-orang membantah kaum muslimin tentang sembelihan dan pengharaman bangkai. sedangkan Demokrasi mengajak orang-orang untuk beriman kepada thaghut. maka inilah syirik itu” Memakai hukum selain hukum Allah adalah syirik akbar !!! Bila saja orang yang menuruti atau meridhai satu hukum yang menyelisihi aturan Allah.. Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. kecuali dengan kufur kepada thaghut yang di antaranya berbentuk undang-undang buatan manusia.. Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber. apakah itu bisa menyebabkan dia itu disebut muslim karena jujur dan amanah itu ajaran Islam? Sama sekali tidak. tapi kepentingan lain. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. maka Allah berfirman “Dan jika kamu menuruti mereka. maka dia kafir. tidak lebih dari apa yang tidak bertentangan dengan selera dan kepentingan mereka. dari Yahudi. tak ubahnya dengan orang-orang yang Allah firmankan. Millah Islamiyyah. maka begitu juga dengan Demokrasi. atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 22 - - . Oleh sebab itu para ulama tetap ijma atas kafirnya orang yang menerapkan kitab Undangundang hukum Tartar (Yasiq/Ilyasa) yang dibuat oleh Jengis Khan. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu…” (Al Maidah : 49) Dalam ayat itu. [Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119]. orang tidak dikatakan muslim. Andai ada orang Nashrani yang jujur dan amanah.” (An Nisa : 60) Lihatlah realita para demokrat serta para pendukungnya justeru adalah sebagaimana yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala firmankan. selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”. dan itu setelah proses tarik menarik dan diskusi panjang antara mengiakan dengan tidak.

maka bila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu putusan atau hukum. rakyat bebas memilih apa yang mereka inginkan dan mereka memiliki pilihan. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. zandaqah. (Al Baqarah : 147) Dikarenakan kebenaran adalah datang dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya. baik mayoritas menyukainya atau tidak. maka bunuhlah”. dan begitu juga orang Islam jika ingin masuk Kristen atau agama lainnya. Padahal kebenaran itu hanyalah bersumber dari Allah. (Ali Imran : 83) 3. mengakui serta menjamin kebebasannya. maka tentulah dia mendapat hukuman. ilhad. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin.kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zhalim kepada mereka? Sebenarnya. Orang Kristen bila mau masuk Islam maka Demokrasi mempersilahkan dan mengakuinya. padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi. tidak boleh manusia mempertimbangkan antara menerima atau tidak serta tidak ada pilihan lain kecuali menerima dan tunduk kepadanya. walaupun fikiran dan pendapat itu adalah kekufuran. (Al Ahzab : 36) “…sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka…” (Al Qashash : 68) Para ahli tafsir menyatakan bahwa bila Allah telah menentukan sesuatu. Oleh karena itu setiap partai politik yang ingin menguasai Parlemen dan Pemerintahan pasti dia mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat. tuhan mereka yang tertinggi itu adalah Undang Undang Dasar. Allah dan Rasul-Nya dibiarkan dihina siang dan malam. padahal itu ajaran Tauhid. Memberikan kebebasan berkeyakinan dan mengeluarkan fikiran dan pendapat Demokrasi adalah dien yang melindungi semua agama. Saat seorang bapak meninggal dunia dan si anak telah murtad. asal tidak melenceng dari Tuhan mereka tertinggi yang padahal mereka sendiri yang membuatnya. karena itu bertentangan dengan kebebasan berkeyakinan. dan riddah… bukan kebebasan Tauhid ! 4. tentulah dia dikenakan pasal hukuman. maka hukum demokrasi masih menetapkan warisan baginya. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Andai seorang muslim karena ghirahnya sangat tinggi lalu dia membunuh orang murtad. maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus mentaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. dan ajaran Islam dicemoohkan dan dilecehkan dengan dalih kebebasan mengeluarkan fikiran dan pendapat. Namun agama Demokrasi mengatakan lain. sesat yang nyata”. Kebenaran adalah suara terbanyak Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa dien Demokrasi memiliki ajaran bahwa al haq itu bersama suara rakyat atau mayoritasnya. Saat si suami murtad. Begitu juga dien demokrasi memberikan kebebasan untuk mengeluarkan fikiran dan pendapat. karena seandainya ada muwahhid yang mencela dan menghina atau berupaya membunuh thaghut mereka. sedangkan isteri masih muslimah…. Dari itu berarti dien Demokrasi telah menghalalkan pintu-pintu kemurtadan serta menggugurkan hukum-hukum yang berkaitan dengannya. maka itu adalah kebenaran yang harus diterima dan diamalkan meskipun jelas-jelas bertentangan dengan Tauhid. mereka Itulah orang-orang yang zhalim”. Tapi bila rakyat (wakil-wakil mereka tentunya) atau mayoritasnya menentukan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 23 - - . kemudian setelah itu mereka bisa menerapkan putusan apa saja meskipun melanggar aturan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. Begitulah kebebasan yang dimaksud oleh dien Demokrasi… Kebebasan kufur. Memang Demokrasi itu memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi semua faham dan aliran kecuali Tauhid. syirik. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. maka dien Demokrasi tidak mempersalahkannya apalagi memberikan sanksi terhadapnya. (An Nur : 48-50) Apakah anda masih meragukan bahwa Demokrasi itu dien kufriy…? Apakah mau ikut Islam atau demokrasi??? “Maka apakah mereka mencari dien yang lain dari dien Allah. Dari sinilah rahasia kenapa sanksi-sanksi yang bersifat keagamaan ditiadakan dan tidak diberlakukan. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat. Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”. Jadi Demokrasi membuka pintu kekufuran dari berbagai sisi. namun dien Demokrasi tidak mengharuskan pisah (fasakh) di antara keduanya. baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. Adapun yang diinginkan oleh mayoritas.

maka dia langsung mengatakan : “Kami tidak pernah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 24 - - . Tentara. Dukun. bukannya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa. kurang akal. “Enyahlah kalian dan apa yang kalian ibadati selain Allah. sedangkan wakil-wakil rakyat itu jumlahnya sangat banyak. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Ada tuhan yang katanya mengaku Islam. benci terhadap kebenaran. maka itulah kebenaran yang mesti diikuti. auliaa-usy syaithan (wali-wali syaitan). (Al Ankabut : 63) Mayoritas manusia itu kaum yang tidak beriman… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. ada yang dari Budha. bodoh. maka tidak ada pilihan lagi kecuali mengikutinya. bahkan mereka lebih sesat lagi…” (Al A’raf : 179) Katakan kepada kaum demokrat itu. tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ?” (Yusuf : 39) Di dalam Al Qur’an. ada yang Kristen. syuraka. karena Tuhan yang berhak menetapkan ketentuan dalam ajaran Demokrasi adalah para wakil rakyat itu. tidak mau bersyukur lagi menyesatkan. (Yusuf : 103) Mayoritas manusia benci akan kebenaran… “…dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu”. itu dalam dien Demokrasi. bila ia disandarkan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka itu adalah syirik. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah menamakan orang-orang alim dan para rahib Yahudi dan Nashrani sebagai ARBAAB. saat ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim saat itu asalnya Nashrani kemudian masuk Islam. Paranormal. padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menghati-hatikan dari mengikuti keinginan mayoritas manusia… “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. para pembuat hukum itu diberi beberapa nama oleh Allah : Arbaab. maka ia lebih sesat dan lebih bodoh dari kerbau piaraannya…! “…mereka itu sebagai binatang ternak. berarti tuhan-tuhan mereka itu beraneka ragam. thaghut. Bila dien Demokrasi memiliki tolak ukur kebenaran itu berdasarkan pada suara aghlabiyyah (mayoritas). Tuhannya banyak dan beraneka ragam Sudah dijelaskan di awal pembahasan ini bahwa hukum adalah hak khusus Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan ia adalah ibadah. Polisi. (Yusuf : 106) kepada Allah. (Al Jaatsiyah : 26) Mayoritas manusia tidak memahami kebenaran… “…tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)”. Sudah diketahui bahwa rakyat (wakil-wakilnya) adalah pemegang kewenangan hukum. dan yang menerima penyandarannya itu adalah Tuhan (arbab) selain Allah. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al Mukmin/Ghafir : 59) Mayoritas manusia itu tidak bersyukur… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. Dia Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Arbaab (Tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. (Al Mukmin/Ghafir : 61) Itulah sifat-sifat orang yang dijadikan Tuhan (arbab) dalam Agama Demokrasi . Hindu. sehingga apapun yang disuarakan oleh mereka. Maka apakah kalian tidak berakal…??!” 5. melainkan dalam keadaan Mayoritas manusia tidak beriman… “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”. Sedangkan Tauhid mengajarkan bahwa sumber yang berwenang menentukan hukum hanyalah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui… “…manakah yang baik. sesat. Orang yang ridha dan beribadah kepada tuhan-tuhan itu. kafir. dan lain sebagainya.sesuatu. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. (Al Mukminun : 70) Mayoritas manusia tidak mengetahui kebenaran… “…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al An’am : 116) Ini dikarenakan mayoritas (manusia) musyrik… “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman mempersekutukan Allah”. musyrik.

maka sesungguhnya kamu adalah benar-benar musyrik”. berdasarkan alasan-alasan yang banyak. Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila mereka menerapkannya. atau mayoritas orang atau rakyat. serta Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat. Dan berhati-hatilah kamu jangan sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan hukumnya. dan bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya ?”.maka ‘Adiy menjawab : “Ya. Dia berfirman : “…Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada wali-wali mereka agar membantah kamu. Jadi para pembuat hukum dan undang-undang itu adalah wali-wali syaitan. [Atsar ini dihasankan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah] Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: ”Bab : Orang yang mentaati ulama dan penguasa dalam mengharamkan apa yang Allah haramkan atau (dalam) menghalalkan apa yang Allah haramkan”. sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kroni- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 25 - - . dan sedangkan undang-undang dan hukumnya itu adalah syari’at syaitan.” (AlMaaidah:49). sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala memerintahkan Nabi-Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya. sedangkan para penganutnya adalah para penyembah syaitan… demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung. maka ia telah menjadikan mereka sebagai Arbaab selain Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut…” (An Nisa : 60)” Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata tentang beberapa tokoh thaghut: “Penguasa yang zhalim yang merubah ketentuan-ketentuan Allah”." Begitulah mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh agama demokrasi. Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. dan jika kamu menuruti mereka. Kemudian tentang penamaan para pembuat hukum selain Allah sebagai wali-wali syaitan. serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul. supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. (Al An’am : 121) Bisikan syaitan kepada mereka adalah ucapan yang mereka lontarkan kepada kaum muslimin “Kalian makan apa yang kalian bunuh (maksudnya sembelihan) dan tidak makan apa yang dibunuh Allah (maksudnya bangkai)”. Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik. Dia menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang telah Allah turunkan kepadanya. Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut. Dan Rasulullah berkata : “Itulah bentuk ibadah kepada mereka”. Ini dalam ajaran tauhid dan dinul Islam. dan ikutilah keinginan mereka. terus beliau tuturkan ayat di atas. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan bukan hukum Allah subhaanahu wa ta'aala. Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang upaya kaum musyrikin mendebat kaum muslimin supaya setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. di antaranya: 1. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithiy berkata : “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti qawanin wadl’iyyah (undang-undang) yang disyari’atkan oleh syaitan lewat lisan wali-walinya…” Jadi. benar”.sujud dan shalat kepada mereka…”. Ketahuilah… sesungguhnya selain aturan Allah adalah curang lagi bersumber dari hawa nafsu !!! Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dien (aturan) yang tidak diizinkan Allah?” (Asy Syuura : 21) Anda harus ingat dalam memahami ayat ini dan yang lainnya bahwa hukum/aturan adalah dien. dan syirik terhadap Rabb langit dan bumi. maka Rasulullah menjelaskan makna “mereka menjadikan para rahib dan alim itu sebagai Arbab” : “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan kemudian kalian ikut menghalalkannya. Demokrasi adalah ajaran syaitan. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Mujahid rahimahullah berkata : “Thaghut adalah syaitan berwujud manusia yang mana orangorang berhakim kepadanya sedang dia adalah pemegang kendali mereka” Dalam catatan kaki Terjemahan Mushhaf Departemen “Agama” RI : “Termasuk thaghut juga adalah. orang yang menerapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu”. namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih busuk dari itu. maka para penyembahnya berkata: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan rakyat.

zakat. baik eksekutif. dan rajanya sesuai dengan undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini. sedang para pengusungnya serta para penganutnya adalah kaum musyrikin walau mereka menyatakan bahwa dirinya muslim.2. tetapi mereka memperjuangkan syariat Islam dengan masuk ke parlemen thaghut atas niat “Maslahat Dakwah”? Tadi sudah dijelaskan bahwa demokrasi adalah agama baru selain Islam. haji dan yang lainnya. legeslatif dan yudikatif beragama Islam? Dari kajian tadi sudah dibahas bahwa mereka kafir murtad bahkan mereka itu arbab. Karena kroninya. (Asy Syura : 21) Bagaimana dengan status hukum orang/kelompok yang mengklaim menolak thaghut. bila ia mengetahuinya maka dia adalah orang yang membangkang terhadap syariat dan bila ia tidak mengetahuinya maka ia maksiat dengan sebab kebodohannya karena mencari ilmu itu adalah fardlu atas setiap muslim sedangkan kebaikan itu bisa diketahui sebagai kebaikan hanyalah dengan syariat. lalu bagaimana kita mau kafir kepada thaghut sedang kita masih menganggap thaghut sebagai muslim? Sedang pembuat aturan/hukum/undang-undang disebut oleh Allah Ta’ala sebagai syuraka (sesembahan) selain-Nya." (An-Nisaa' : 59) Padahal agama demokrasi mengatakan: “Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan kepada rakyat. aniaya dan maksiat. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). seperti orang yang membicarakan aib seseorang dalam rangka menyenangkan hati orang lain. dan janganlah satu hukum dan satu undang-undang dibuat kecuali setelah ada pengesahan dan persetujuannya…!!! Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata. dan tidak mungkin suatu hukum atau undang-undang ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka jungjung tinggi… silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman: "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. bahkan penyekutuan (Khalik) dengan hamba secara aniaya. shaum." Dengan risalah ini saya bermaksud untuk menggugah manusia agar mengetahui bahwa Demokrasi (dan sistem. karena undang-undang itu adalah bapak segala peraturan dan perundangundangan serta kitab hukumnya yang mereka jungjung tinggi…. walaupun mereka bersyahadah. Rakyat dalam agama demokrasi. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 26 - - . andad dan thaghut. Dan ketahuilah bahwa maksiat tidak diperbolehkan dan tidak berubah menjadi sebuah ketetapan dengan sebab niat sebagaimana ucapan Abu Hamid Al Ghozaliy rahimahullah. Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. maka ini semua adalah kebodohan. bukan yang sesuai dengan syari'at Allah subhaanahu wa ta'aala. Kita diperintahkan untuk kafir kepada Thaghut. zakat. maka tidak selayaknya orang bodoh memahami hal itu dari keumuman sabda Nabi saw "sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya" terus dia menduga bahwa maksiat bisa berubah menjadi ketaatan dengan sebab niat. hukum dan perundang-undangan yang mereka buat tidak bisa diterima – bila memang mereka memutuskan – kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya. maka sebagaimana keburukan itu bisa menjadi kebaikan? Mana mungkin. Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. falsafah. karena niat itu tidak memiliki pengaruh dalam mengeluarkannya dari statusnya sebagai kedhaliman. atau membangun sekolahan atau masjid atau pos penjagaan dengan harta yang haram sedang maksudnya adalah baik…. sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai dengan undang-undang dasar. Al Ghazaliy berkata : bagian pertama : maksiat dan dia itu tidak bisa berubah dari posisinya dengan sebab niat. ajaran. shaum. ideologi selain Islam) itu adalah agama kafir lagi syirik. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. shalat. haji dan mengaku muslim. atau memberi makan orang faqir dari harta orang lain. shalat. justeru yang melariskan hal itu terhadap hati adalah syahwat yang tersembuyi dan hawa nafsu yang terpendam – sampai ia berkata – maksudnya adalah bahwa orang yang memaksudkan kebaikan dengan maksiat karena kebodohan adalah tidak diudzdur kecuali bila ia baru masuk islam dan belum mendapat kesempatan untuk belajar. Apakah mereka mempunyai syuraka (sembahan-sembahan) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka aturan yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Bahkan maksud dia dengan keburukan –yang menyelisihi tuntunan syariat – itu adalah keburukan lain. majlis perwakilannya. Bagaimana jika ada yang berkata bahwa para penguasa.

dan hal-hal yang mubah bisa menjadi maksiat dan ketaatan dengan sebab niat. begitulah keadaannya…!! DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 27 - - . sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik. ya niat memiliki pengaruh didalamnya yaitu bila maksiat itu disertai maksud-maksud yang buruk maka dosanya berlipat ganda dan siksanya semakin besar. Dan katakanlah kepada kelompok sesat yang memperjuangkan syariat Islam lewat jalur parlemen thaghut itu. maka itu tidak bisa terealisasi – ini bila thaghut mempersilahkannya – kecuali lewat jalur undang-undang dasar mereka serta dari arah pasalpasal dan penegasan undang-undang tersebut. setelah itu akan terjadi tarik ulur. dan ketika setuju juga jelas kekafirannya. dan hukum mayoritas. tentulah kamu serupa dengan mereka. sesungguhnya para anggota parlemen para pemegang wewenang dalam pembuatan hukum bagi manusia adalah mereka itu pada hakikatnya adalah tuhan-tuhan (arbab) yang diibadati selain Allah. maka jelaslah kekafirannya. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. maka pernyataan kebolehan dengan dalil maslahat meskipun terpenuhi syarat-syarat syar’inya maka ia adalah sekedar Ijtihad. jadi hukum Allah disodorkan kepada mereka. akan tetapi boleh dengan dalil khusus dari syari’at. Allah atau mereka. apakah kalian mau menerimanya?” Kalau kalian jawab tidak. Dari ketiga macam amalan itu (kedhaliman. mereka (pemilih) telah menjadi musyrik. Wahai saudaraku yang muslim. karena itu adalah kitab suci agama demokrasi. maka yang keluar adalah perpu no sekian. “Dikala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. sedangkan kekafiran itu adalah lebih dahsyat dan lebih besar daripada maksiat. aniaya dan kemaksiatan) tidak berlaku (apalagi syirik & kekafiran –penj). Karena jika kita berbuat demikian maka kita serupa dengan mereka. perda no sekian. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (An Nisa 140) Sehingga tidak boleh kita masuk ke dalam majelis-majelis ini dan tidak boleh pula ikut serta dalam memilih anggota-anggotanya. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). Subhaanallah. karena yang namanya proposal itu muncul berawal dari “bawah” lalu disodorkan ke “atas”. hukum rakyat. Sedangkan orang-orang yang memilih mereka dari kalangan manusia adalah sebenarnya mengangkat mereka sebagai arbab selain Allah. kafirin. dlarurat. Dan kedua pihak ini adalah kafir dengan sebab ini. akan tetapi merekalah yang berhak mengatur sehingga hukum Allah membutuhkan persetujuan mereka!!! Dan ketika digulirkan tidak mungkin nantinya sesuai dengan firman Allah surat ini atau ayat sekian… akan tetapi jika yang mengeluarkannya Pemerintah. Artinya ijtihadnya tidak sah dan haram dilaksanakan. yaitu bergelar musyrikin. baru bisa diterapkan. sedangkan tidak ada Ijtihad di saat ada nash. Allah Ta’ala berfirman: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). maka kenapa kalian menerima bergabung dengan kemusyrikan mereka. dengan kata lain proposal diambil dari Al Qur’an (dari Allah) kemudian disodorkan kepada “tuhan-tuhan” yang ada di gedung MPR/DPR… disodorkan kepada Arbab-Arbab pembuat hukum itu. bila mayoritas mereka menyetujuinya. karena hal itu menunjukan bahwa Allah itu tidak diakui sebagai Rabb pengatur. padahal zina itu lebih ringan dari syirik? Binasalah kalian. Telah jelas dan terang serta meyakinkan bahwa ikut serta di dalam parlemen-parlemen ini dengan pencalonan diri atau dengan pemberian suara pilih adalah termasuk kufur akbar. apalagi duduk di parlemen mereka. dan ketika berada di atas (MPR/DPR) dibahas agar sampai pada kata setuju atau tidak. Bagaimana jika hukum Islam tegak dengan cara mereka yaitu dengan berjuang lewat parlemen mereka? Tidak mungkin akan tegak! Bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini. siapa yang lebih tinggi. Jika tidak setuju. kecuali bila Allah memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali”. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran. Mereka partai-partai “Islam” (padahal Islam berlepas diri dari mereka). dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. “Bagaimana bila para thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih dahulu. Adapun maksiat sama sekali tidak bisa menjadi ketaatan dengan sebab niat. karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai saja– maka itu tidak akan menjadi hukum Allah. sehingga tidak bisa dibolehkan dengan alasan niat. sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu?” Orang-orang yang katanya ingin memperjuangkan Islam lewat parlemen mereka adalah arbaab juga. akan tetapi itu adalah hukum undang-undang. maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah hukum parlemen. mengambil dari Al Qur’an hukum tentang potong tangan. dan maslahat. jika MPR yang menggulirkannya maka yang yang keluar adalah TAP MPR No sekian.Dan Allah ta'ala telah berfirman : "Maka bertanyalah kepada ahli Al Qur'an (ulama') bila kalian tidak mengetahui" – sampai ia berkata – jadi sabdanya saw : "sesungguhnya amal itu tergantung niatnya" adalah khusus bagi ketaatan dan hal-hal yang mubah. ingatlah ketika hukum-hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu. dan tadi telah dikatakan bahwa maksiat itu tidak menjadi boleh dengan sebab niat. karena ketaatan bisa menjadi maksiat dengan sebab niat.

Syirik adalah lawan Tauhid. dia membaca Al Qur’an dan terjemahannya. padahal saat itu dalam kebodohan. maka hukum Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu. syari'at undang-undang. maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya.” (At Taubah : 113). bila mayoritas mereka menyetujuinya.. atau ”dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan. Orang ada unsur paksaan maka dia itu musyrik. maka berilah dia perlindungan sampai dia mendengar firman Allah. meskipun dia belum mendengar firman Allah SWT. dada lapang untuk menerima syari'at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta'aala. As-Sunnah serta ijma dan pernyataan para Tauhid bila syirik terdapat pada diri seseorang. Allah tidak mengatakan: “menurut seperti apa yang Allah turunkan”. dan Allah subhaanahu wa ta'aala juga berfirman: ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah” (AlMaaidah : 49). dan hukum rakyat serta hukum mayoritas. belum ada dakwah dan hujjah risaliyyah (saat itu terjadi kekosongan dakwah). dan meninggal di atas ajaran kaumnya yang syirik. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah. baru bisa diterapkan. bahkan mereka hafal…? Mengapa orang yang mengaku Islam dan rajin beribadah kepada Allah. siapa yang lebih tinggi. tapi dia berbuat syirik akbar karena kebodohannya dikatakan musyrik? Apakah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 28 - . sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu? Dan ini perlu direnungkan dengan mendalam. Ayat ini berkenaan dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam saat meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan bagi ibunya yang meninggal sebelum Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam diutus. berdasarkan dalil-dalil berikut ini. baik mengaku Islam atau Kitabullah (Al-Qur’an) : Al-Qur’an. Allah atau mereka. baik lakitidak. maka apa gerangan dengan pelaku syirik yang telah mendengar firman Allah SWT. dan bila tidak maka tidak bisa diberlakukan. Allah SWT menggolongkan ibunda beliau dalam jajaran kaum musyrikin. zakat. padahal hujjah ada di sekeliling mereka. maka tidak ada yang berbuat syirik akbar dengan sengaja tanpa laki atau perempuan. Bahkan mungkin juga menghafalnya? Bukankah ayat itu berkenaan dengan para penyembah berhala. Subhaanallah. shaum dan melakukan ibadah lainnya? Silakan rujuk kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah supaya lebih jelas. dan Al Qur’an mereka baca. sedangkan dia masih shalat." justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi. Arbabnya banyak… ada Arbab dari berbagai partai politik dari setiap daerah dan lain-lain. “Tidak selayaknya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan bagi kaum musyrikin. Dalil dari “Dan bila ada satu orang dari kalangan orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu. mereka itu adalah Arbab (tuhan-tuhan pembuat hukum).” (Yusuf: 40) Allah tidak mengatakan: “Keputusan itu hanyalah milik manusia".” (At Taubah : 6) Dalam ayat ini Allah menamakan pelaku syirik sebagai orang musyrik. tapi kenapa anda terapkan kepada orang yang mengaku Islam hanya karena dia melakukan syirik akbar. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi. Siapakah yang disebut orang musyrik itu? Kapan seseorang dikatakan musyrik? Apakah ada kaitan antara penamaan musyrik dengan tegaknya hujjah? Apakah pelaku syirik akbar yang jahil bisa dikatakan musyrik? Mari kita mengkajinya dengan berlandaskan ulama dakwah Tauhid. Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar sekarang yang mengaku Islam. karena Allah subhaanahu wa ta'aala telah berfirman: “Keputusan itu hanyalah milik Allah.Jadi semua itu adalah hukum Arbab. Dan kekafiran mereka itu adalah ketika hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi. meskipun mereka itu kerabat dekat.

” Jadi penafian syirik adalah syarat dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa . aku tidak beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati.” (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang-orang Nashrani sebagai orang-orang musyrik. dikarenakan mereka berbuat syirik akbar. padahal di antara tuhan yang mereka ibadati itu adalah Allah. kecuali untuk ibadah kepada Ilah yang satu. beribadah kepada yang lainnya. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 29 - - .” (Al Bayyinah : 5).” (Al Bayyinah : 1-2) Perhatikanlah. (Thariq Al Hijratain. Al Qur’an ada di rumah mereka. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. baik dia itu ahli ibadah atau orang fasiq. padahal mereka tidak mengetahui bahwa sikap mereka mengikuti ‘ulama dan rahib dalam aturan yang bertentangan dengan aturan Allah itu adalah bentuk ibadah kepada ‘ulama dan rahib itu. baik dia ustadz. meskipun rasul belum datang kepada mereka. Rasul telah datang. Maka begitu juga para pejabat dan aparat keamanan di negeri demokrasi. yang mana mereka itu dengan sigap berkomitmen dengan UU yang digulirkan oleh thaghut-thaghut mereka.para ulama atau rakyat yang setuju (karena kejahilannya) dengan syirik demokrasi juga dikatakan musyrik? Ya. Maka dari itu Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa : “Islam adalah mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya…”.” (Yusuf : 76) Orang yang di samping beribadah kepada Allah juga sesungguhnya dia itu tidak dianggap beribadah kepada Allah SWT. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam hadits shahih : “Hak atas hambahamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan mereka tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. bahkan sebagian mengaku sebagai ulama dan ahli Islam ? Tidak ragu lagi –jika mereka berbuat syirik akbar. “Katakanlah : “Wahai orang-orang kafir. tidak ada Ilah (yang berhak diibadati) kecuali Dia. Saya bertanya : “Apakah orang yang menyandarkan hak hukum kepada rakyat atau wakilwakilnya itu telah memurnikan dien (ketundukan) seluruhnya kepada Allah atau sebaliknya? Padahal hukum adalah dien”: “…. wahai orang-orang kafir Quraisy ! ». Saya bertanya : “Apakah orang yang meminta kepada yang sudah mati itu disebut menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak? Apakah yang ikut dalam sistem demokrasi itu menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau tidak?” “Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh dien (ketundukan) hanya kepada-Nya. Al Imam Su’ud Ibnu ‘Abdil ‘Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata : “Siapa yang memalingkan satu macam dari (ibadah) itu kepada selain Allah. yaitu utusan dari Allah yang membaca lembaran-lembaran yang disucikan. “Orang-orang yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dan kaum musyrikin (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (dien-nya) sehingga datang kepada mereka bayyinah. karena syirik dan status musyrik tidak mengenal status atau jabatan. Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan. Tadi telah dijelaskan. maka dia itu musyrik. kyai.” (Al Kaafiruun : 1-2) Dalam surat ini Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk menyatakan : « Saya tidak akan beribadah kepada tuhan-tuhan yang kalian ibadati. Thabaqah yang ke-17). karena mereka juga beribadah kepada yang lain-Nya. sebagaimana yang Rasulullah jelaskan dalam hadits hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim radliyallahu 'anhu. lagi mereka itu hanif…. Apakah ini berarti Rasulullah tidak akan beribadah kepada Allah juga? Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa peribadatan mereka kepada Allah itu tidak dianggap. padahal mereka tidak diperintahkan. ‘ulama atau cendekiawan atau orang umum.” (An Nisaa : 36). “Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para ulama dan para rahib (ahli ibadah) mereka sebagai arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah dan juga Al Masih Ibnu Maryam. Itulah dien yang lurus…. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman : “Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan sesuatupun dengan-Nya. Apa gerangan dengan pelaku syirik masa sekarang. Mereka musyrikin.” (Yusuf : 40) “…Dia (Yusuf) tidak mungkin membawa saudaranya pada dien (UU/Hukum) raja itu….mereka itu adalah kaum musyrikin.Hak hukum (putusan) hanyalah milik Allah. dan sama saja (apakah) tujuannya baik atau buruk.” (Ad Durar As Saniyyah 9/270). maka mereka dinamakan kaum musyrikin.

shalat. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bukan hanya menetapkan status nama di dunia. Ada rombongan dari Banu Al Muntafiq. sehingga anak-anak orang musyrik dijadikan budak. dan Al Qur’an dilantunkan di masjid-masjid.” (Ibthal At Tandid). Hal yang menjadi perdebatan di antara mereka hanyalah masalah adzab di akhirat bagi yang belum tegak hujjah risaliyyah atasnya. Umat para Rasul itu adalah musyrikin saat sebelum menerima dakwahnya. riwayat Al Imam Ahmad). Apa gerangan dengan pelaku syirik akbar masa sekarang. Abdul Muththalib juga berstatus musyrik. namun masalah akhirat adalah lain. dia itu adalah calon penghuni neraka.” (Shahih.Syaikh Muhammad rahimahullah berkata kepada hakim agung Riyadh yang bernama Sulaiman Ibnu Suhaim : “Tapi kamu adalah laki-laki yang bodoh lagi musyrik. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Para ulama ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari 2 doa (doa ibadah dan doa permintaan) kepada selain Allah maka dia itu telah musyrik. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Nama musyrik itu sudah ada sebelum risalah. Dalam hadits ini orang yang meninggal di atas syirik dari kalangan Ahlul Fatrah disebut musyrik. Di dunia tentang nama sepakat. Dari hadits ini Imam Nawawiy rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berbuat syirik akbar. dan ketika dia berpaling. tapi juga langsung hukum pasti bagi ayahnya di akhirat kelak. Para rasul itu mengkhithabi kaumnya atas dasar mereka itu adalah orang-orang musyrik. dan ada pula yang menyandarkan wewenang hukum atau peraturan kepada selain Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. Sehingga mereka sepakat bahwa status anak orang musyrik di dunia adalah musyrik. sedangkan orang muslim itu tidak bisa dijadikan budak di awalnya. maka dari itu banyak yang jatuh kepada kemusyrikan tanpa disadari. baik ada dakwah atau tidak. Di antara mereka ada yang meminta ke kuburan keramat. Umar Ibnul Khaththab radliyallaahu'anhu berkata : “Orang-orang itu telah lalu. kekal di neraka bila mati di atasnya. Bila banyak orang yang berbuat syirik akbar namun dia masih rajin shalat. Sebenarnya masih banyak ayat-ayat yang memvonis pelaku syirik akbar sebagai orang musyrik. Mereka adalah kaum musyrikin tanpa diragukan lagi. maka katakan : “Saya diutus kepada kalian oleh Muhammad untuk memberi kabar bahwa kalian digusur di dalam api neraka. Apa halnya dengan zaman bukan fatrah seperti sekarang ini? Adakah dalil dari ijma para ‘ulama tentang penjelasan tersebut? Para ulama ijma bahwa orang yang berbuat syirik akbar itu dinamakan musyrik. berupa api neraka. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan mengatakan kepadanya : “Ayahku dan ayahmu di neraka. Ayah Rasulullah ~Abdullah~ meninggal pada zaman jahiliyyah. dia ke surga atau ke neraka. Adapun masalah nama di dunia mereka sepakat bahwa ia adalah musyrik. namun demikian para ulama sepakat bahwa orang jahil itu adalah musyrik. Muslim). Azar ayah Ibrahim adalah musyrik sebelum Ibrahim diutus. Itu terjadi tak lain karena dia tidak tahu bahwa yang dia lakukan itu perbuatan syirik atau tidak tahu bahwa dirinya musyrik. dan tidak dimaksud oleh dalil itu kecuali kalian. sungguh mereka itu adalah orang-orang musyrik bukan kaum muslimin. karena Rasulullah sudah diutus. meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. Bahkan para ‘ulama menjelaskan bahwa nama musyrik itu ada sebelum adanya Risalah. mereka bertanya tentang ayah mereka Al Muntafiq yang meninggal pada zaman fatrah. hujjah beraneka ragam bentuknya. saat tidak ada dakwah dan tidak ada hujjah risaliyyah.” Lihat Risalah kepadanya dalam Tarikh Nejd. serta tidak diampuni. dan mengaku muslim. namun perbedaan di antara mereka hanya dalam masalah status akhirat.” Apakah Dalil-dalil dari as sunnah yang menguatkan penjelasan tadi? Dahulu ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tentang ayahnya yang meninggal pada zaman fatrah (zaman ketika tidak ada dakwah) di atas ajaran syirik. padahal sebenarnya dia tahu bahwa orang musyrik itu amalannya tak berarti. Saat membaca ayat-ayat tentang kaum musyrikin kebanyakan orang hanya menafsirkannya dengan orang-orang musyrik Arab dan jarang ada orang yang mau menafsirkan seraya menghubungkannya dengan realita masyarakat di sekelilingnya. ada yang membuat tumbal. mendengar jawaban itu si laki-laki mukanya merah. dsb. kamu tidak melewati satu kuburan pun dari orang ‘Amiriy atau Quraisy dari kalangan orang musyrik. dakwah ada. kemudian beliau menyatakan : “Demi Allah. karena dia DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 30 - - .” (HR. sesajen.” Beliau berkata lagi : “Ikatan-ikatan Islam ini lepas satu demi satu bila tumbuh di dalam Islam ini orang yang tidak mengenal jahiliyyah. meskipun mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah. Sebagian ulama yang lain sepakat dengan penamaan status musyrik di dunia. padahal hujjah risaliyyah belum tegak. baik zaman fatrah atau bukan. Para ‘ulama juga ijma bahwa hal paling pertama yang diserukan semua Rasul adalah ajakan beribadah kepada Allah dan penanggalan syirik yang mereka lakukan. maka Rasulullah menjawab : “Ayahmu di neraka”. Rasulullah menjelaskan bahwa dia itu di neraka.

Orang yang tidak memahami istilah ini dari kalangan maz’uumin di negeri ini. anak-anak. Syaikh Abdullah Aba Buthain rahimahullah berkata : “Orang yang berbuat syirik itu musyrik. Alangkah dungunya mereka itu. terus mereka menerapkannya kepada orang-orang musyrik sekarang di saat hujjah bertebaran dimana-mana bahkan orang musyrik itu sendiri memiliki andil dalam penyebaran hujjah itu. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. wartawan dan pers yang melakukan perbuatan serupa dengan ini. karena perang itu terjadi dengan ucapan atau perbuatan sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taymiyah rahimahullah dalam pembicaraannya tentang memerangi orang-orang kafir asli. Orang-orang yang membela-bela dengan ucapan dan tulisan.(pelakunya) menyekutukan Tuhannya. Mereka kira bahwa jika bukan kafir artinya dia itu muslim. tapi tak kepalang tanggung para thaghut pun ikut mendapatkan pembelaan mereka yang penuh ikhlash tanpa diminta. hal 385). tapi muslim sebagaimana perkataan Syaikh tadi. mereka dikatakan sebagai Musyrikin. dan dia bukan muslim karena melakukan syirik akbar. lama) Pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah dinamakan musyrik. Sehingga atas dasar ini maka ansharut thaghut adalah: 1. Saat mereka mendapatkan pernyataan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah bahwa. Mereka mengambil perkataan Syaikh Muhammad tentang Ahlu Fatrah atau yang belum tersentuh dakwah yang mereka fahami secara keliru itu. menjadikan tandingan bagi-Nya dan mengangkat tuhan-tuhan lain bersama-Nya. manula dan yang semisal mereka maka tidak boleh dibunuh menurut jumhur ulam kecuali bila mereka ikut perang dengan ucapannya dan perbuatannya] (Majmu al Fatawa 28/354) Dan berkata juga. seperti yang dialami kalangan salafiy maz’uum sekarang ini. tapi dia musyrik. Bahkan bukan sekedar orang musyrik yang mereka bela. Siapakah saja ansharut (pembela) thaghut itu? Hal ini penting diketahui karena mereka adalah pelaku syirik akbar dan berperan aktif dalam menjaga kekafiran ? Setiap orang yang membela thaghut dengan ucapan atau dengan perbuatan maka ia adalah termasuk anshar para thaghut tersebut. maka bisa jatuh ke dalam kekeliruan yang luar biasa fatalnya. Ini salah besar yang bersumber dari ketidakfahaman akan hakikat Al Islam. maka mereka ngawur dalam memahami maksud perkataan para ‘ulama dakwah Tauhid. Jadi jelaslah sudah. maka kami tidak memvonis dia kafir hingga hujjah risaliyyah ditegakkan atasnya. Bila kita tidak mengenal (istilah) ini.” (Ad Durar 1/322 cet. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 31 - - . kami vonis mereka itu sebagai orangorang musyrik. dan diantara para pemuka mereka adalah sebagian ulama suu’ (jahat) dan orang-orang yang sok berilmu yang memberikan Syar’iyyah Islamiyah (keabsahan Islam) terhadap penguasa kafir dan mereka membentengi para penguasa itu dari tuduhan kafir. Jarimah mereka itu tidak cukup disitu.” (Majmu Al Fatawa : 20/38) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menjelaskan para pelaku syirik yang mengaku muslim : “Maka macam orang-orang musyrik itu dan yang semisal dengan mereka dari kalangan yang beribadah kepada para wali dan orang-orang shalih. mereka menganggap bodoh kaum muslimin mujahidin yang memberontak para penguasa itu. Begitu juga mereka hanya mencari ucapanucapan yang samar dan meninggalkan ucapan-ucapannya yang jelas yang berlandaskan Al Kitab dan As Sunnah serta Ijma. bahwa orang-orang yang menyetujui sistem demokrasi (sebagai salah satu syirik akbar) atau ikut terlibat didalamnya. Dia bukan orang kafir karena belum tegak hujjah risaliyyah.” (Ad Durar). kakek tua renta. dan kami memandang kekafiran mereka bila hujjah risaliyyah telah tegak atas mereka. mereka tak ubahnya bagaikan lalat yang tidak mau hinggap kecuali pada benda kotor. namun kami tidak menghukumi dia sebagai orang muslim. karena kebodohannya. pendeta. mereka menuduhnya sebagai orang jahat dan sesat serta mereka menyemangati para penguasa untuk menindak mereka. orang buta. tapi mereka menambahnya. sedang yang bersih dijauhinya.” (Al Intishar). Demikianlah sekilas pembahasan tentang penamaan musyrik bagi pelaku syirik akbar. Dan berkata juga. Syaikh Hamd Ibnu Nashir Alu Mu’ammar dan putra-putra Syaikh Muhamamd Ibnu Abdil Wahhab berkata tentang para pelaku syirik yang mengaku Islam yang belum tersentuh dakwah tauhid : “Bila dia melakukan kemusyrikan dan kekafiran karena kebodohan dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. “Bagaimana kami mengkafirkan orang jahil yang menyembah Qubbah Kawwaz…” mereka langsung meloncat girang seraya mengatakan bahwa pelaku syirik akbar yang jahil itu tidak kafir. dengan kesepakatan ulama (Majmu Al Fatawa 28/414). [Dan adapun orang yang tidak tergolong orang orang yang biasa bertempur dan berperang seperti para wanita. baik mau atau tidak (dengan nama itu). Penyerangan itu ada dua macam : penyerangan dengan tangan dan penyerangan dengan lisan –sampai ucapannya dan begitu juga dengan perusakan bisa jadi dengan tangan dan bisa jadi dengan lisan sedangkan apa yang dirusakan oleh lisan dari agama-agama adalah berlipat lipat apa yang dirusakkan dengan tangan (Ash Shorimul Maslul. Sebagaimana juga yang masuk dalam jajaran orang yang membela dengan ucapan adalah sebagian penulis. Dan wanita mereka tidak dibunuh kecuali mereka memerangi dengan ucapan atau perbuatan.

Sedang semua orang musyrik yang mati dalam kemusyrikan. yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). maka dikatakan sebagai mukmin. mereka kafir secara ta’yin (perorangannya) pada hukum dzohirnya. mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah : 257) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan bahwa orang yang walinya atau pemimpinnya adalah thaghut. yaitu kafir sama halnya dengan mereka. Dari ayat ini diambil kaidah baku. FirmanNya : “Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka maka ia termasuk golongan mereka” (Al Maidah : 51) Para ulama menjelaskan bahwa barang siapa membela mereka atas kaum muslimin maka dia termasuk golongan mereka. Dalam kitab tersebut dijelaskan secara mendalam bahwa status hukum bagi ansharut thaghut yang terdiri para ulama’ suu’. Orang yang berperang. baik itu berperang dengan lisan. rasul-rasul-Nya. bahwa hukum asal pada anshar thaghut adalah hukumnya kafir. Dan masuk dalam hal itu pelaksanaan putusan-putusan yang muncul di Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi Thaghut. maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. Atau hukum asal pada orang yang menampakkan sikap pembelaan terhadap thaghut adalah adalah hukum kafir. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). tentara dan lain-lain. maupun karena pembangkangannya. (Al Baqarah : 98) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 32 - - . “Allah pelindung orang-orang yang beriman. Untuk mengkaji permasalahan ini. Apakah status hukum bagi mereka (ansharut thaghut) itu juga kafir. mereka adalah musyrikin? Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pelaku syirik akbar bila belum tegak hujjah (karena kebodohan) dinamakan musyrik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang orang ini : “maka perangilah wali-wali syaitan itu”. dan orang yang berperang atau melakukan pembelaan di jalan thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Barang siapa yang mana dia itu musuh bagi Allah. sedangkan bagi anshar thaghut pemimpin mereka yang mereka bela-bela adalah thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonis secara sharih (jelas dan gamblang) bahwa orang yang berjuang dalam rangka mengokohkan sistem thaghut atau membela thaghut adalah orang kafir. silakan kaji buku Melacak Jejak Thaghut karya Syaikh Abdul Qadir bin Abdul’Aziz. haram masuk surga dan mereka pasti kekal di neraka. pelindung-pelindungnya adalah thaghut. Barangsiapa tawalliy kepada orang kafir apa saja keyakinannya. sedangkan bila sudah tegak hujjah atasnya maka dinamakan musyrik kafir. malaikat-malaikat-Nya.2. pers. maka Allah mencap kafir orang yang menjadikan thaghut menjadi walinya. tulisan atau dengan senjata dan fisiknya. Orang yang tawalliy kepada mereka Allah vonis bahwa dia termasuk golongan mereka. Dalil dari al Qur’an “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. • Menjaga keabsahan UUD : dan ia berarti melindungi penguasa kafir itu sendiri karena dia menurut mereka dianggap sebagai pemimpin yang syah sesuai UUD karena pengangkatannya telah berlangsung menurut proses yang dijelaskan UUD. FirmanNya ta’ala. baik itu dengan lisan/tulisan seperti para ‘ulama suu’ atau orang-orang media ataupun orang yang terjun dengan fisik dan senjata seperti aparat tentara dan polisi atau orang-orang intelejen atau yang sejenisnya. maka dia adalah orang kafir. maka perangilah wali-wali syaitan itu” (An Nisa : 76) Dalam ayat ini secara jelas Allah menetapkan vonis bahwa orang yang berperang di jalan Allah maka dia adalah orang yang beriman. • Mengokohkan kekuasaan UUD: dengan melaksanakan apa yang digariskan UUD. Orang-orang yang membela-bela dengan perbuatannya. Dan sebagai tameng terdepan adalah pasukan para penguasa Kafir baik itu dari pasukan tentara atau polisi. sedangkan orang yang berperang di jalan thaghut adalah orang kafir. Anshar thaghut yang membela-bela dengan lisan/tulisan atau dengan fisik dan senjata ini. baik ia musyrik karena kebodohannya. Atau hukum asal dari barisan anshar thaghut adalah hukum kafir. maka dia sama kafirnya dengan orang kafir tersebut. mereka itu adalah penghuni neraka. maka itu adalah orang kafir. dan orang-orang yang kafir. Jibril dan Mikail. baik itu dalam rangka untuk memerangi kaum muslimin mujahidin atau tawalliy kepada hukumnya itu sendiri berupa sikap setuju dan mengikutinya. para jurnalis. pasukan penopang (dibelakang) sama dengan yang terjun langsung dimedan. Jika dia berperang atau melakukan pembelaannya di jalan Allah. padahal tadi disinggung bahwa orang-orang yang mengikuti thaghut karena kebodohan. Mereka itu sesuai ketentuan UUD dan undang undang yang berlaku dinegeri ini dipersiapkan untuk tugas-tugas berikut : • Menjaga keutuhan negara yang berarti lancarnya keberlangsungan penerapan UUD dan undang – undang kafir buatan serta memberikan sangsi setiap orang yang menentang hal itu atau berusaha merubahnya.

membunuhnya. bahwa para penguasa thaghut itu telah kafir murtad sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu. maka kaum mujahidin tidak disalahkan bila dia (orang yang menyembunyikan keimanan itu) tertembak oleh pasukan mujahidin. orang-orang murtad dan orang zindiq untuk merusak ajaran Allah dan merusak di muka bumi ini… bentuk permusuhan terhadap Allah macam apa yang lebih dasyat dari sikap macam tadi…??! Di sini Allah mengatakan bahwa orang yang seperti itu adalah orang-orang kafir. mereka mendaftarkan diri dengan mendatangi setiap Kodim atau Polda untuk menjadi calon anshar thaghut. maka apa gerangan dengan orang yang berada dibarisan kaum musyrikin atau di barisan thaghut tanpa dipaksa tapi penuh ikhlash dan dengan sukarela ???. mereka memerangi wali-wali Allah yang akan menegakkan hukum Allah. Orang yang memusuhi satu rasul Allah. saya ini dipaksa”. kemudian ketika ditangkap Al ‘Abbas radliyallahu 'anhu mengatakan : “Ya Rasulullah. Mereka mengatakan bahwa “itu (Jibril) adalah musuh kami”. Jika saja Allah Maha Kuasa dan Maha Mampu tidak memilah-milah orang yang berada di barisan kaum musyrikin yang memerangi kaum muslimin. padahal Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang menyembunyikan keimanan di antara mereka dan Maha Mampu untuk memisahkan mereka. Begitu juga bila seandainya ada salah seorang dari barisan thaghut itu yang menyembunyikan keimanannya. padahal kita mengetahui sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam belum ada rasul karena beliau adalah rasul pertama. Jadi. maka apa gerangan dengan seorang mujahid yang hanya manusia biasa yang tidak mengetahui hal yang ghaib ? Dalil Dari Ijma Perlu diingat. Dalil Dari As Sunnah Ketika perang Badr.Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi. musuh malaikatmalaikat-Nya. padahal Al Abbas mengatakan bahwa “saya ini dipaksa”. namun dia belum berlepas diri dari barisannya karena menunggu suatu moment tertentu dan waktu yang tepat. dan dengan tanpa memilah mana orang yang kafir dan mana orang yang muslim. tapi Allah memvonis bahwa kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam mendustakan para Rasul. ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa siapa yang memusuhi satu rasul Allah. Rasul mengatakan tentang kisah ini: “Mereka dihancurkan semuanya dan Allah membangkitkan berdasarkan niatnya”. dan malah memberikan keleluasaan bagi orang-orang bejat. di mana ketika mereka mengetahui bahwa yang turun membawa wahyu kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam adalah malaikat Jibril. musuh rasul-Nya. Sedangkan anshar thaghut. menyiksanya. Sebagaimana Allah juga mengatakan: “Kaum Nuh telah mendustakan semua rasul”. maka sesungguhnya orang itu telah menjadi musuh Allah. Padahal malaikat adalah rasul Allah dan mereka hanya memusuhi Jibril saja. maka Rasul berkata : “Zhahir kamu di barisan kaum musyrikin memerangi kami. kita mengetahui bahwa di antara kaum musyrikin ada orang-orang yang mengaku Islam yang tidak hijrah. Allah katakan bahwa mereka adalah musuh bagi Allah dan mereka adalah orang-orang kafir. Oleh karena itu anshar thaghut dan orang-orang yang semacam mereka. Allah membenamkan mereka semua dengan tanpa memilah-milah antara yang dipaksa dengan yang tidak atau orang yang sedang musafir dalam perjalanannya dan berpapasan dengan pasukan mereka. tebus diri kamu dan dua keponakanmu”. meskipun Al ‘Abbas ini dalam kondisi dipaksa. yang mati dari barisan kaum kafir Quraisy sebanyak 70 orang dan yang menjadi tawanan adalah 70 orang. kemudian mereka dipaksa untuk ikut berperang di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin. sebagaimana juga apa yang menimpa pasukan yang akan menginvasi Ka’bah. orang-orang kafir. mempersempit hidupnya. bahkan dengan cara menyuap agar mereka bisa masuk ke dalam barisannya. maka itu artinya memusuhi semua malaikat dan memusuhi semua para rasul. Dan di antara mereka terdapat Al ‘Abbas (paman Rasulullah). maka orangorang Yahudi tidak menyukainya. baik itu rasul dari kalangan malaikat atau manusia. Bila saja orang yang berada dibarisan kaum musyrikin untuk memerangi kaum muslimin dengan kondisi dipaksa adalah diperlakukan sebagaimana halnya orang kafir (secara hukum dunia). dan ketika sudah masuk menjadi anshar thaghut mereka merasa bangga dengan Korpsnya atau bangga dengan seragamnya ??? maka mereka lebih kafir lagi…! Ini adalah nash hadits dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang memperlakukan Al Abbas sebagai orang kafir karena berada di barisan kaum musyrikin dalam rangka memerangi kaum muslimin di Badr. maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memvonisnya sebagai orang kafir. Orang mendustakan Nabi Nuh ‘alaihissalam maka itu telah mendustakan seluruh rasul-rasul Allah yang akan diutus setelahnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala membenamkan mereka semuanya mulai dari barisan paling depan hingga paling belakang. Jadi hukum orang yang berada di barisan kaum musyrikin adalah kafir. Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memperlakukan Al Abbas radliyallahu 'anhu sebagai orang kafir dengan menawannya dan menyuruh Al Abbas untuk menebus dirinya sendiri. para pelacur. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 33 - - . Bentuk permusuhan macam apa yang lebih dasyat daripada sikap thaghut dan ansharnya yang mana mereka meninggalkan ajaran Allah dan justeru malah membuat ajaran atau hukum sendiri yang diambil dari orang-orang bejat dan cabul. adapun rahasia bathin kamu maka urusan itu atas Allah. mereka dibuat dalam rangka mengokohkan hukum thaghut dan dalam rangka mengokohkan ajaran yang dimusuhi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. mereka memenjarakannya. para penjudi dan orang-orang durjana. akan tetapi mereka Allah vonis dengan ayat ini.

maka Khalid berkata : “Kamu ini sudah berubah dari sebelumnya”. ini adalah di antara syarat yang harus mereka terima. Allah Yang Maha Tinggi berfirman. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). pasti kami akan berlepas diri dari mereka (dari thaghut). Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu (penguasa thaghut) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya (rakyatnya). bahkan para shahabat memerangi mereka sampai akhirnya mereka terdesak dalam peperangan. Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang kabar kematian Amar radliyallahu'anhu : “Kamu akan dibunuh oleh kelompok yang membangkang (baghiy)” dan Amar waktu perang Shiffin ini berada di pihak Ali radliyallahu'anhu dan terbunuh oleh pasukan Mu’awiyyah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 34 - - . maka disyaratkan bahwa mereka harus bersaksi bahwa orang-orang yang mati di antara mereka adalah calon penghuni neraka. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah juga mengatakan bahwa : “Para ‘ulama ijma (setelah menyebutkan bahwa mereka itu tertipu oleh saksi tadi) bahwa mereka itu murtaddun walaupun mereka itu bodoh akan hal itu karena tertipu oleh saksi palsu itu”.Ketika terjadi riddah (kemurtaddan) di kalangan kabilah-kabilah Arab. Padahal kita mengetahui bahwa kebanyakan para pengikut Muslilamah adalah tertipu oleh seorang da’i yang diutus oleh Rasulullah ke Yamamah tapi kemudian dia malah membelot kepada Musailamah dengan membenarkan apa yang diucapkan Musailamah dan bahkan bersaksi di hadapan masyarakat Banu Hanifah (di Yamamah) bahwa benar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menyertakan Musailamah dalam kenabian. dan mereka melihat siksa. di antaranya kelompok Tulaihah Al Asadiy dan kelompok Musailamah Al Kadzdzab si nabi palsu. Muja’ah mengatakan : “Saya ini muslim dan saya tidak pernah merubah keyakinan saya”. maka status individu dalam kelompok ini adalah sama seperti status kepala atau pimpinannya. sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. jika kamu tidak mampu. Abu Bakar radliyallahu 'anhu tidak menerima permintaan damai mereka kecuali dengan syarat-syarat tertentu. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. beliau waktu itu membangkang dan tidak mau berbai’at terhadap Ali radliyallahu 'anhu. Ini merupakan ijma dari para shahabat atas kekafiran atau kemurtaddan anshar thaghut Musailamah Al Kadzdzab dan yang lainnya.000 orang. karena seseorang tidak memikul dosa orang lain”. masyarakatnya pun mempercayainya dan akhirnya mereka ikut mendukung Musailamah. lalu kenapa kamu tidak cepat bergabung dengan kami ketika mendengar pasukan kami datang?”. dan ketika mengambil perjanjian damai dengan mereka. Ini berlaku dalam segala hal. dia ada di antara tawanan pasukan Khalid ibnul Walid. Dalam kaidah fiqih ini dikatakan bahwa Thaifah Mumtani’ah Bisy Syaukah (kelompok yang memiliki kekuatan dan melindungi diri dengannya). “Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. kemudian datang utusan Buzakhakh kelompok Tulaihah Al Asadiy kepada Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu untuk meminta damai. Khalifah Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan semua shahabat ijma (sepakat) bahwa para pengikut Musailamah dan para pengikut nabi-nabi palsu yang lainnya adalah orang-orang murtad. Di dalam Tarikh disebutkan bahwa pengikut Musailamah Al Kadzdzab berjumlah sekitar 100. Seperti kelompok Mu’awiyyah ibnu Abu Sufyan radliyallahu'anhum. di antara kelompok itu adalah Muja’ah Ibnu Murarah. Di sini Khalid ibnu Walid memperlakukan Muja’ah yang ada di barisan Musailamah sebagai orang kafir dengan menjadikannya tawanan. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami (rakyat) dapat kembali (ke dunia). (Al Baqarah : 165-167) Dan masih banyak ayat yang serupa dengannya. Ini adalah ijma para shahabat yang berlandaskan kepada nash tentunya… Berarti dapat disebutkan bahwa status seseorang itu tergantung kepada kelompok dan pemimpinnya? Ya. Dia tidak mengingkari Musailamah dan tidak cepat bergabung dengan pasukan kaum muslimin. Muja’ah mengatakan : “Jika seandainya musailamah itu nabi palsu maka itu urusan dia. Ini adalah vonis kafir di dunia dan di akhirat. jika pimpinannya adalah muslim bughat (pemberontak) maka bawahannya juga bughat. Yang menjadi inti di sini adalah sikap atau ijma shahabat atas kekafiran Musailamah dan ansharnya. padahal Muja’ah tidak mendukungnya dan hanya berada di barisan Musailamah. maka setiap individu dalam kelompok yang membangkang ini disebut bughat. bukan hanya Mu’awiyyah (sebagai pemimpinnya) yang disebut bughat. dan di antara syarat yang diutarakan oleh Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan disepakati oleh para shahabat yang harus mereka terima adalah mereka harus bersaksi bahwa “orang yang mati di barisan mereka (para pengikut Musailamah) itu adalah masuk neraka”. tapi mereka tidak cepat bergabung dengan barisan kaum muslimin padahal ada kemampuan untuk bergabung karena kekuatan pasukan kaum muslimin yang mendominasi." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka. kemudian kata Khalid : “Kenapa kamu tidak mengingkari seperti Tsumamah dan Al Yasykuriy?. Di sini thaghutnya adalah Tulaihah dan Musailamah sedangkan ansharnya adalah para pengikutnya. dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan dalam kisah ini ada sekelompok kaum muslimin dalam barisan anshar Musailamah. Akan tetapi para shahabat ijma bahwa mereka yang mengikuti Musailamah itu divonis murtad. Shahabat ijma atas kafirnya mereka.

Juga seperti kelompok Musailamah Al Kadzdzab. orang kafir para ulama dan sering yang tidak DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 35 - - . bahkan mereka adalah anjing piaraan (binaan/kaki tangan) penguasa thaghut tersebut. Jamaah Islam yang dipimpin oleh Rasulallah shalallahu 'alaihi wasallam pun tidak terdaftar di pemerintahan thaghut Quraisy.radliyallahu. ormas-ormas dan jamaah-jamaah “Islam” yang tawali (loyal) kepadanya maka dihukumi sama. dimana mereka yang memegang kekuasaan. anak-anak mereka. termasuk di antaranya yaitu ajaran syirik dan kekafiran. sedangkan orang-orang di atas tadi justeru mencintai ajaran syirik tersebut. maka haram darah dan hartanya. janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya dengan meninggalkan kaum mukminin…” (An Nisaa : 144) Jadi loyalitas hanya boleh diberikan kepada orang-orang yang beriman. sama dengan thaghut pimpinannya itu sendiri. Empat dalil ini menunjukan bahwa anshar thaghut itu statusnya adalah mereka kafir secara ta’yin (perorangan) pada hukum dzahirnya. maka setiap individu yang ada di dalam kelompoknya adalah murtad sama seperti pimpinannya. “Engkau tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. meskipun mereka itu ayah-ayah mereka. (Komunisme. Allah melarang orang muslim berwala dengan orang kafir. Seperti orang yang mencintai presiden karena dia seorang negarawan atau mencintai si fulan karena dia seorang demokrat sejati. Nasionalisme. dan ini ada empat macam : a) Mencintai orang musyrik atau kafir karena alasan keyakinan kafirnya. an nushrah (pemberian bantuan). Dan sebagai dalilnya adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. loyalitas dalam bahasa Arabnya adalah al Wala atau muwaalah yang bermakna al mahabbah (cinta). Jika ada sebuah kelompok Khawarij di Darul Islam dan mereka melindungi diri dengan kekuatan pasukannya. atau mencintai si fulan karena dia seorang Pancasilais. atau mencintai si fulan karena dia seorang Nasionalis. Karena tidak mungkin Jamaah Islam akan terdaftar di pemerintahan musyrikin. Perlu diperhatikan bahwa bentuk loyalitas ini ada yang mengeluarkan dari Islam disebut muwaalah kubra (tawalliy). sedangkan hanyalah diberi sikap bara’ (berlepas diri). kita kenali dahulu pengertiannya. Adapun hukum berloyalitas kepada orang-orang kafir adalah haram berdasarkan ijma yang berlandaskan Al Qur'an dan As Sunnah. saudara-saudara mereka atau karib kerabatnya…” (Al Mujaadilah : 22) “Wahai orang-orang yang beriman. atau mencintai symbol-simbol kaum kuffar atau mencintai si fulan karena dia anggota DPR/MPR/tentara/polisi. Sebelum ke inti pembahasan. Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin. Muslim] Dalam hadits ini orang dianggap muslim bila kufur kepada segala yang diibadati selain Allah. dan al muwaafaqah (sikap setuju) sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Atsir dalam An Nihayah. dan lain sebagainya. I. Bagaimana hukum berwala’ (loyalitas) terhadap pemerintahan thaghut (kaum musyrikin)? Hukumnya haram. justru musyrikin membenci bahkan memerangi Jamaah Islam itu. Muwaalah Kubra Muwaalah kubra adalah loyalitas yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. dan ini adalah sunatullah. dia murtad di wilayah Darul Islam dan dia melindungi diri dengan pasukannya. maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” (Al Maaidah : 51) “Wahai orang-orang yang beriman. Derajat minimal bentuk kufur kepada ajaran syirik adalah membencinya. demokrasi dan isme-isme sejenisnya yang merupakan paham-paham syirik dan kekufuran). pimpinannya adalah thaghut maka setiap individu atau personperson dari ansharnya seperti polisi atau tentara atau intelejennya adalah sama kafirnya seperti thaghut pimpinannya. dan ada pula yang “hanya” berupa dosa besar mengeluarkan dari Islam dan lebih sering disebut muwaalah shughra. karena sebagian mereka beranggapan dan meyakini bahwa penguasa itu ulil amri. al mutaba’ah (mengikuti). sedangkan perhitungannya atas Allah” [HR. Begitupula dengan ulama-ulama. Jika thaifah mumtani’ah ini ada di luar Darul Islam seperti thaghut (pemerintah) sekarang. maka pimpinan dan seluruh bawahannya adalah Khawarij. sehingga batallah keIslaman macam orang ini. sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain.

meskipun dia itu benci dengan Pancasila dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah engkau tidak melihat orang-orang munafiq. Dalilnya sama dengan dalil di atas (Muhammad : 25-28). Seperti itu pula orang yang ingin membuat lembaga yang diakui thaghut. dan membenci para pelakunya serta cinta dengan Tauhid dan para muwahhid. maka Allah hapuskan amalan-amalan mereka” (Muhammad : 25-28) Bila saja orang yang mengikuti apa yang membuat murka Allah telah divonis murtad oleh-Nya. dimana mereka mengatakan kepada saudarasaudara mereka yang kafir dari kalangan Ahlul Kitab : “Bila kalian diusir. akan tetapi harus meninggalkannya. maka orang-orang yang “sekedar” ikut menyanyikan lagu Garuda Pancasila adalah telah keluar (murtad) dari Islam. Orang yang bergabung (secara aktif di lapangan ataupun berperan di belakang layar) dengan orangorang musyrik dalam rangka menindas dan membungkam kaum muslimin dari dakwah yang mereka serukan kepada manusia. sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka. • Bahkan bila dia berjanji dusta untuk memenuhi syarat itu terhadap thaghut. Undang Undang Dasar 1945. akan tetapi karena alasan takut atau yang lainnya (kecuali dipaksa) mengikuti sistem demokrasi dan ia ikut dalam pesta demokrasi. demokrasi. sungguh kami akan keluar DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 36 - - . maka telah batal keIslamannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang yang kembali ke belakang setelah jelasnya petunjuk bagi mereka. maka dia kafir (kecuali bila dipaksa). Orang yang mengetahui bahwa demokrasi itu syirik. maka syaitan mempermudah mereka (untuk berbuat dosa) dan memperpanjang angan-angan mereka. Saat menghancurkan dan membekuk para mujahidin ada di antara jajaran aparat keamanan yang beralasan “Kami hanya mengikuti aturan yang ada”. atau Pemerintah Iraq memerangi Daulah Islam Iraq. Atau kagum dengannya atau bangga dengannya demi mendapatkan nilai ujian. seperti orang-orang Afghanistan yang bergabung dengan pasukan Salibis pimpinan Amerika Serikat untuk menghancurkan Negara Islam Thaliban. atau ketika dahulu Pemerintah Indonesia memerangi Negara Islam Indonesia. maka dia itu kafir meskipun benci akan hal-hal itu dan para pendukungnya serta cinta kepada Tauhid dan kaum muwahhidin. dan lain-lain. tetap hukumnya sama saja. Kebencian terhadap sistem syirik dan para pelakunya serta kecintaannya terhadap Tauhid dan kaum muwahhidin tidaklah berarti bila dia mengikuti ajaran syirik tersebut. karena dia mengikuti orang-orang musyrik dalam kemusyrikannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “…Barangsiapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian. • Seperti saat ujian siswa memuji dan mengikuti Pancasila. Anak-anak sekolah mengikuti pelajaran falsafah syirik dengan alasan mengikuti proses pembelajaran dan berkata : “Karena jika tidak (ikut). maka apa gerangan dengan • • RT/RW yang menyatakan kepada thaghut atasannya “Kami akan laksanakan semua aturan”. membencinya. maka hukumnya sama saja. meskipun meyakini bathilnya hal itu. maka kami tidak akan lulus”. PKN) lalu mereka menerima syarat itu. Maka bagaimana keadaanya bila mereka itu diwafatkan oleh malaikat seraya malaikat itu memukuli wajah dan punggung mereka ? Yang demikian itu dikarenakan mereka itu telah mengikuti apa yang membuat Allah murka dan mereka membenci apa yang mendatangkan ridha-Nya.b) Membantu orang-orang musyrik untuk menghancurkan kaum muslimin. Mereka yang menjadi pelindung sistem thaghut ini beralasan “Kami hanya mengikuti prosedur yang ada”. sedangkan thaghut mensyaratkan adanya mata pelajaran falsafah syirik (mis. Yang demikian itu disebabkan sesungguhnya mereka mengatakan kepada orang-orang yang benci terhadap apa yang telah Allah turunkan: “Kami akan mematuhi kalian dalam sebagian urusan ini”. maka dia telah keluar dari Islam. Meyakini bahwa suatu perbuatan itu syirik atau kufur belumlah cukup. atau Pemerintah Saudi yang telah membantu Amerika Serikat saat menggempur Negara Islam Thaliban. c) Mengikuti kaum musyrikin dalam kemusyrikannya. Pancasila adalah falsafah syirik. • d) Menampakkan sikap setuju dengan kekufuran atau kemusyrikan Orang yang di hadapan thaghut menampakkan sikap setuju terhadap kekafiran dengan alasan basabasi atau takut atau ingin dunia. maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka…” (Al Maidah : 51) Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata saat menyebutkan di antara pembatal keIslaman : “Membantu kaum musyrikin untuk menghancurkan kaum muslimin”. maka apa gerangan dengan banyaknya orang yang berposisi sebagai bawahan mengatakan kepada masyarakat “Kami hanya menjalankan tugas” setelah sang pejabat atasan membuat undang-undang kafir kemudian si bawahan itu melaksanakannya Bila orang yang taat dalam sebagian kekafiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala memvonisnya sebagai orang murtad. baik karena alasan basa-basi atau karena takut (kecuali dipaksa).

bersama kalian dan kami tidak mentaati seorangpun selama-lamanya dalam hal yang merugikan kalian. maka cukup dijawab “wa’alaikum”. Mereka ini Thaghut Kenapa demikian? Karena mereka dengan dewan legislatifnya dan sebagian eksekutifnya mengklaim sebagai pembuat hukum. Mereka menjadi pembuat hukum yang hukumnya diikuti (baca: diibadati) oleh ansharnya. sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Risalah Fie Ma’na Thaghut. apakah mereka mengajukan kasusnya kepada hukum Allah ataukan kepada hukum selaim hukum Allah? Tentu mereka mengajukannya kepada hukum selain hukum Allah. • Melapangkan jalan bagi mereka. Bila orang kafir mengucapkan salam. 1. dan lain-lain. dan jual beli harus ditunaikan meskipun terhadap orang kafir harbiy sekalipun. Semua dicampakkan dan mereka sepakat tidak memakai hukum yang Allah turunkan. sedangkan amanah. Mengangkat mereka untuk membawahi sebagian kaum muslimin. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut : • Mengucapkan salam kepada mereka. maka sungguh kami akan membantu kalian”. sedangkan Allah bersaksi sesungguhnya mereka benar-benar dusta”. dan bila kalian diperangi. serta tidak tawalliy kepada mereka. semua hukum Allah dirubah… mulai dari hukum pidana. Mengucapkan “Assalamu’ala manit taba’il huda” kepada orang kafir dibolehkan. janji. Bercengkrama dengan mereka. padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu”. Mempersilahkan mereka duduk di depan majelis. Dan dalam hal ini mereka sendiri adalah thaghutnya. yang mana hukum itu dibuat oleh para thaghut tadi di gedung Palemen. ekonomi. dan mengkafirkan mereka. Sedangkan di negeri ini. memusuhi mereka. (Al Hasyr : 11) Orang-orang munafiq di dalam Islam dihukumi muslim secara dhahir. Sedangkan sesesorang tidak bisa dikatakan sebagai orang muslim kecuali bila kafir kepada thaghut. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menziarahi Abu Thalib untuk mendakwahinya. baik yang ada di lembaga legislatif atau lembaga eksekutif maupun para pemutusnya di dewan yudikatif. dan lain sebagainya. Mengulurkan tangan untuk menjabat tangan mereka (maksudnya memulai jabat tangan). Muwaalah Shughra Ini adalah sikap loyalitas yang tidak mengeluarkan dari Islam. utang. • • • • Mengucapkan selamat atas hari-hari bahagia mereka selain hari raya keagamaannya. Definisinya adalah : Setiap perbuatan yang menyebabkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang-orang kafir dengan syarat (tetap) membenci mereka. bahkan mereka telah membuat dan memutuskan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. (An Nisa : 60) Masyarakat atau anshar thaghut atau siapa saja di antara mereka. ketika memiliki kasus di negeri ini. 37 - Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : - DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI . mengklaim yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan. A. Bagaimana kita membantah sebagian ulama jahil dan ulama jahat yang menganggap penguasa di Indonesia ini sebagai mukmin (bahkan ulil amri) sehingga rakyat (umat Islam) harus mengikuti dan mentaatinya? Katakan saja kepada mereka bahwa pemerintah Negara Kafir Republik Indonesia (NKRI). dan Allah memvonis mereka kafir padahal janji mereka itu dusta. maka mereka adalah thaghut itu sendiri. bahwa pentolan thaghut yang ke dua adalah “Penguasa Zhalim Yang Merubah Ketentuan (Hukum) Allah”. dan beliau juga menjenguk anak seorang Yahudi yang sakit untuk beliau dakwahi. • Berkunjung untuk mendakwahi mereka bukan termasuk muwaalah shughra. akan tetapi dianjurkan. perdata. Dalam ayat ini mereka berjanji untuk membantu orang-orang Yahudi dalam memerangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Menyambut uluran tangan orang kafir boleh saja. maka apa gerangan dengan janji yang jujur ? Begitu pula dengan orang yang menampakkan sikap setuju dengan demokrasi dan yang lainnya… II. Mereka adalah thaghut. 2.

lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika menyetujui dan mentaati mereka. dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (At Taubah : 31) Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis : 1. Maka Rasul mengatakan : “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya. dan jika kamu menuruti mereka. tapi dari wali-wali syaitan yang mendapat wahyu dari syaitan jin. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. maka kalian katakan halal. akan tetapi seluruh hukum yang ada di sini adalah bukan dari Allah. (Al An’am : 121) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan tentang keharaman bangkai. kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan : “Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian. padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. yang membuat. kambing mati siapa yang membunuhnya ?”. Orang yang sepakat di atas hukum ini atau yang mengacu atau yang merujuk pada hukum yang mereka gulirkan itu adalah orang yang Allah vonis sebagai orang musyrik yang menyembah atau mengibadati atau mempertuhankan mereka serta telah melanggar Laa ilaaha illallaah. yaitu yang memposisikan dirinya sebagai tuhan pengatur selain Allah. Imam At Tirmidzi meriwayatkan. dua.“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam. yang menggodok. Dalam ayat di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa : • Hukum yang bukan dari-Nya adalah wahyu syaithan. Lalu „Adiy menjawab : “Ya”. Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin. sedangkan orang yang mentaatinya atau setuju dengan hukum buatan tersebut divonis sebagai orang musyrik. Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah. Mereka telah beribadah kepada selain Allah. Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”. baik wali-wali syaitan itu dahulunya orang Belanda (yang mewariskan KUHP) ataupun wali-wali syaitan zaman sekarang yang duduk di kursi parlemen. Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : Orang musyrikin datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Hai Muhammad. atau apapun DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 38 - - . Bila satu hukum saja dipalingkan dalam hak pembuatannya kepada selain Allah. bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam). maka yang mengaku memiliki hak membuat hukum ini disebut arbaab. atau seratus hukum saja. Rasul berkata lagi : Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib) Ketika mereka menyandarkan hak hukum dan pembuatan hukum (tasyri’) kepada selain Allah. dan Allah katakan bahwa itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai. sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram. Mereka telah musyrik 5. maka itu adalah arbab yang disembah. • Yang menyetujuinya atau yang taat atau yang merujuk kepadanya disebut musyrikun. Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rab/arbaab. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. Sedangkan yang ada di NKRI dan negara-negara lainnya adalah bukan satu. dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah. sepuluh. yaitu kepada alim ulama dan para rahib 3. • Para penggulirnya (yang mengklaim dirinya berhak membuat hukum) dari kalangan manusia disebut wali-wali syaithan. kenapa Allah memvonis bahwa kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. maka berdasarkan ayat tadi. yang merancang. Saat hukum itu digulirkan dan diikuti. menyandarkan kewenangan hukum kepada selain Allah meski hanya dalam satu hukum atau kasus saja (yaitu penghalalan bangkai) dengan firman-Nya “Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib 2. Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram. 3. maka „Adiy mengatakan : “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”. tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah 4. ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi. bahwa orang yang membuat hukum itu disebut wali-wali syaithan (thaghut) yang telah mendapat wahyu atau wangsit dari syaithan. Rasulullah mengatakan : “Allah yang membunuhnya (mematikannya)”. tiga.

Mereka merujuk kepada hukum thaghut. akan tetapi termasuk pentolan thaghut. tentang Ru-usuth Thawaghit (tokoh-tokoh para thaghut) yang ke tiga yaitu : Yang Memutuskan Dengan Selain Apa Yang Allah Turunkan. regional maupun internasional Saat menghadapi masalah. akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut. bahkan Allah mevonis orang-orang yang seperti ini sebagai orang-orang zhalim dan fasiq dalam surat Al Maaidah : 45 & 47. siapa saja yang membuat syari’at atau hukum atau undang-undang atau ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah dinamakan syurakaa (sekutu-sekutu). Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat-ayat seperti ini. maka pemerintah ini tidak merujuknya kepada hukum Allah. Apakah di Negara ini ada bai’at untuk taat setia kepada Al Qur’an dan As Sunnah? tentu jawabannya tidak ada! Maka dari itu setelah bai’at kepada Undang Undang Dasar selesai. asal tidak melanggar “hukum suci” mereka. maka Allah memvonisnya sebagai orang musyrik. maka DPR/MPR akan memprotesnya dan mengatakan : “Presiden telah melanggar Undang Undang Dasar atau undang-undang atau… atau…” dan tidak akan mengatakan “Presiden telah melanggar Al Qur’an ayat sekian…” Andaikata seluruh isi Al Qur’an dilanggarpun. lalu bagaimana mungkin Pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim mu’min. baik thaghut lokal. Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki. begitu juga ketika jajaran pemerintahan dewan legislatif. Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali dengan kafir terhadap thaghut. orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang-orang kafir. atau hukum-hukum yang ditetapkan oleh mahkamah Internasional PBB. Sedangkan dalam surat An Nisa : 60 tadi. maka pada hakikatnya mereka adalah wali-wali syaitan dan hukum yang mereka gulirkan hakikatnya adalah hukum syaithan. C.namanya dan siapapun yang membuat hukum. Mereka berhukum dengan selain hukum Allah atau memutuskan dengan hukum thaghut Mereka berhukum dengan hukum thaghut. maka mereka tidak akan mempermasalahkannya. Sedangkan orang-orang yang mentaati atau mengikuti hukum itu disebut orang yang menyembah syuraka tersebut. sedangkan mereka bukan sekedar thaghut. karena selain hukum Allah yang ada hanyalah hukum jahiliyyah atau hukum thaghut. maka apa gerangan dengan orang-orang yang benar-benar bersumpah untuk merujuk kepada hukum thaghut…?! Pemerintah ini. imannya dianggap sekedar klaim dan kebohongan belaka. Perhatikanlah… jika saja orang-orang yang SEKEDAR mentaati mereka. Perhatikanlah. tapi amat sangat kafir!. eksekutif. Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut. Mereka merampas hak pembuatan hukum dari Allah. setiap orang diwajibkan bersumpah setia untuk menjalankan hukum negara. jika seorang Presiden misalnya menyimpang. sedangkan pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 39 - - . masalah apa saja. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Apakah mereka mempunyai syurakaa (sekutu-sekutu) selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (aturan/ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”. menggodok. yaitu Undang Undang Dasar 1945 dan undang-undang turunannya. maka apa gerangan dengan pembuatnya atau orang yang memutuskan dengannya atau orang yang memaksa masyarakat untuk tunduk kepadanya dengan menggunakan besi dan api (kekuatan dan senjata)…?!! 4. orang-orang yang ketika punya masalah justeru ingin berhakim (mengadukan urusan) kepada thaghut. Allah merasa heran atas klaim orang-orang yang mengaku telah beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya. Jadi pemutus hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut. tapi kepada hukum thaghut yang bersifat lokal (seperti Undang Undang Dasar atau undangundang atau yang lainnya). ketika masuk PBB diwajibkan untuk berikrar setuju atas segala peraturan yang digariskannya. dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (Al Maaidah : 50) Dalam ayat-ayat di atas. atau hukum-hukum regional. Sungguh… mereka tidak merujuk kepada Al Qur’an atau As Sunnah. B. (Asy Syuura : 21) Dalam ayat tersebut. mereka selalu mengacu kepadanya. akan tetapi salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir. akan tetapi merujuk kepada selainnya. dalam ayat tersebut sekedar ingin berhukum kepada thaghut sudah Allah nafikan keimanannya. dan menggulirkan di tengah masyarakat. maka mereka itulah orang-orang kafir”. karena mereka memposisikan dirinya untuk diibadati dengan cara menggulirkan hukum agar diikuti. ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Maaidah ayat 44 : “Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan. yudikatif terbentuk. mereka merancang. inilah syahadat mereka! inilah bai’at mereka.

karena memalingkan ibadah penyandaran hukum kepada selain Allah. karena Allah-lah yang berhak untuk membuatnya. Hak ini adalah hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala. akan tetapi kita tidak tahu siapa Tuhan Maha Esa yang dimaksud. dimana hukum itu diambil dari orang-orang Nashrani (seperti orang Belanda dengan KUHP-nya). Al Qur’an dan ajaran ahli bid’ah ditambah dengan hasil buah fikirannya lalu dikodifikasikan menjadi sebuah kitab yang disebut Ilyasa atau Yasiq. Injil orang Nashrani. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Hak memutuskan hukum itu hanyalah khusus kepunyaan Allah. dalam ajaran Pancasila bila ada orang muslim keluar dari Islam. yaitu Pancasila. bebas meyakini apa saja walaupun pendapat syirik atau kekafiran sekalipun. sedangkan perujukan-perujukan ini telah dilakukan oleh pemerintah ini…!! D. penetapan dan pemutusan hukum atau undang-undang). bukankah orang-orang Kristen memiliki Tuhan. hak khusus rububiyyah dan uluhiyyah Allah. Sistem ini merupakan penyerahan hak hukum atau kedaulatan kepada rakyat. semua agama diakui oleh Pancasila serta Tuhan-tuhan yang banyak itu dilindungi dan disatukan oleh “Tuhan Yang Maha Esa” (dalam Pancasila) yaitu Burung Garuda…!!! Ini berhalanya! Perlu diketahui. di atas kebebasan. maka bunuhlah” (HR. Kitab ini merupakan kumpulan hukum yang sebagiannya diambil dari Taurat orang Yahudi. Dan dalam ayat ini penyandaran hukum kepada Allah disebut ibadah. orang yang meminta-minta kekuburan juga dilindungi. Mereka menganut sistem Demokrasi Demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan/kekuasaan). orang-orang Budha juga memiliki banyak Tuhan. Mereka memiliki ideologi/falsafah/asas/pedoman/petunjuk hidup. maka orang tersebut tetap dilindungi dan diakui. dan pokoknya semua bentuk kemurtaddan terbuka lebar dalam naungan Berhala Burung Garuda. agama. Sistem perwakilan yang ada di dalamnya memberikan hak ketuhanan kepada wakil rakyat yang duduk di parlemen untuk membuat. Sedangkan dalam demokrasi. falsafah atau silahkan orang menyebutnya apa saja tapi yang jelas Pancasila adalah dien. bermakna : Kalian diperintahkan untuk tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. Pancasila adalah dien. bahwa Pancasila memberikan kebebasan kepada orang untuk memeluk dan menganut agama serta keyakinan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. maka siapa saja yang merujuk pada Yasiq Modern ini. Demokrasi merupakan salah satu bentuk perampasan hak khusus Allah dalam At Tasyri’ (pembuatan. Jadi ternyata serupa. aturan dan pedoman hidup. Kita heran. Maka demikian pula dengan Yasiq Ashri (Yasiq Modern).Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang berhakim dengan hukum Allah yang telah dihapus adalah kafir. karena Pancasila mengakui berbagai agama dengan tuhan-tuhannya masingmasing yang beraneka ragam. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin. maka dia kafir. Demokrasi tidak mewajibkan menusia untuk taat kepada ajaran Allah. karena dien adalah jalan hidup. tatanan perundang-undangan yang berlaku. Itulah dian yang lurus. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang mengganti agamanya. dan lain-lain. maka demokrasi adalah sistem syirik. dan ada juga dari Islam seperti dalam masalah pernikahan. hak khusus yang seharusnya disandarkan oleh makhluk hanya kepada Allah. Muttafaq ‘Alaih) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 40 - - . Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada Ilyasa (Yasiq) dan dia mendahulukannya daripada ajaran Allah. sedang kaum muslim Tuhan mereka hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. dan agama serta kepercayaan lainnya yang memiliki banyak Tuhan. akan tetapi kenapa sila kesatu dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. KUHP. yang mana notabene adalah hukum buatan manusia. orang-orang Hindu juga memiliki banyak Tuhan. beliau menyatakan : “Barangsiapa meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi. E. Para ulama muslimin sepakat mengatakan bahwa siapa saja yang merujuk kepada kitab hukum ini. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. tapi harus taat kepada kesepakatan rakyat. Apakah satu Tuhan yang diibadati para pemeluk agama-agama dan kepercayaan di Indonesia ini atau banyak tuhan yang berbeda-beda? maka jawabannya adalah banyak Tuhan. dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus. Dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. yaitu Undang Undang Dasar. (Yusuf : 40) Firman-Nya “Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”. Cukuplah falsafah ini menjadi sesuatu yang rancu bagi orang yang berakal. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Akan tetapi demokrasi merampasnya dan justeru hak itu diberikan kepada makhluk. hukum disandarkan kepada rakyat melalui wakil-wakilnya. menetapkan dan memutuskan hukum. Padahal dalam ajaran Islam… sesungguhnya orang murtad itu harus dibunuh. untuk menentukannya. bagaimana hubungannya? mudah sekali jawabannya. Demokrasi adalah sistem syirik yang membangun pilar-pilarnya di atas sekulerisme. maka iapun kafir dengan ijma kaum muslimin. maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al Bidayah Wan Nihayah : 13/119) Ilyasa adalah kitab hukum yang dibuat oleh Jengis Khan Raja Tartar. Singkat saja kita tinjau.

karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya. membiarkan berkembangnya media-media penebar kesyirikan. mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. sedangkan memperolok-olok ajaran Allah adalah kekafiran. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. Setelah memahami hal ini. Akan tetapi yang tepat bagi pemerintah semacam ini adalah : 1. Katakanlah: “Apakah dengan Allah. maka kita bisa menyimpulkan bahwa TIDAK BENAR memerintahkan kaum muslimin untuk loyal kepada pemerintah semacam ini dengan menggunakan dalil surat An Nisa: 59. Itu adalah beberapa perolok-olokan terhadap ajaran Allah. Tidak usah kamu minta maaf. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. akan tetapi justeru mereka adalah thaghut. Apapun yang ditetapkannya maka otomatis diikuti. Begitu juga pemerintahnya. jelaslah isi ayat itu tidak sesuai dengan pemerintah ini. Sedangkan jika pemerintahan ini tidak bertaubat dari kethaghutannya. F. berkiprah dengan segala cara dalam rangka mengokohkan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 41 - - . (At Taubah : 12) Jadi yang tepat bukan harus ditaati. bukan pula diberi loyalitas. jelaslah bahwa Negara dan pemerintahan ini kekafirannya berlipat-lipat. Mereka memperolok-olok ajaran Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang segala bentuk kemungkaran. orang-orang kafir. kekufuran. kerusakan dan kebejatan (dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi) dan lain-lain. sedangkan pemerintahan Negara ini justeru memberikan izin bagi beroperasinya tempat-tempat kemungkaran dengan dalih tempat hiburan. negara zhalim. 3. maksudnya bertaubat dari kemusyrikannya. dari Pancasilanya. karena kamu kafir sesudah beriman”. negara fasiq dan negara jahiliyyah berdasarkan firman Allah tersebut. karena ulil amri dalam ayat tersebut adalah “dari kalangan kalian” yang berarti dari kalangan orang-orang yang beriman. ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka. orang musyrik.Seandainya ada seorang muwahhid membunuh orang murtad tentulah hukum atau Agama Pancasila menindaknya. dari demokrasinya dan dari kekufuran lainnya. orang-orang murtad. Itu hanya satu contoh saja dari ribuan contoh… Burung Garuda itu adalah berhala! Buktinya ia selalu berada diatas gambar Presiden dan Wakil Presiden disetiap ruangan. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. agar supaya mereka berhenti”. 2. bahkan ia dipajang diatas. berperang. “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk loyal kepada orang-orang kafir. tentulah mereka akan manjawab. maka negara tersebut adalah negara kafir. (At Taubah : 65-66) Intinya. maka mereka masih masuk ke dalam cakupan ayat ini. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) Jika mereka bertaubat. tunduk kepada undang-undang internasional dan peraturan lainnya yang ada dalam tubuh PBB. sedangkan pemerintahan NKRI ini sudah kita ketahui bahwa mereka BUKAN orang-orang yang beriman. karena tidak akan berdiri suatu negara tanpa ada pemerintah pelaksananya. Setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk pada aturan Allah. dan tangkaplah mereka. sebab itu perangilah kawan-kawan (wali-wali) syaitan itu” (An Nisa : 76) Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dalam rangka mengokohkan hukum Allah. dari kethaghutannya. “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu). merusak atau membakar berhala tersebut maka pasti akan dikenakan sanksi oleh tentara dan hamba-hambanya. sedangkan orang-orang kafir yang di antaranya adalah pemerintahan NKRI ini dan ansharnya mereka berjuang. Jadi. Allah menyatakan dalam surat Al Maaidah : 51 : “Siapa saja yang tawalliy di antara kalian terhadap mereka maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” G. menjunjung tinggi ajaran-Nya. dari kekafirannya. maka berilah mereka jalan dan jangan diganggu. kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. Tawalliy (loyalitas penuh) kepada kaum musyrikin Mereka loyal kepada Perserikatan Bangsa Bangsa. dihadapan kursi-kursi para pengaku tuhan pengatur (arbab) di sarang paganisme (MPR/DPR). Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Setiap orang yang mencela. akan tetapi yang semestinya ada adalah sikap qital (perang).

sehingga thaghut tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat ini. Merekalah thaghut penguasa negeri ini. maka di antara yang beliau ambil janjinya atas kami adalah kami membai’at(nya) untuk senantiasa mendengar dan taat. maka wajib diperangi. maka tidak usah jauh-jauh pergi berperang untuk mencari orang kafir. karena sistem kafirnya tidak mati dan tetap mengakar. dan dien (ketundukan) hanya bagi Allah semata” (Al Baqarah : 193) Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah. apalagi orang-orang kafir yang jauh… 6. supaya jangan ada fitnah dan supaya dien itu semata-mata untuk Allah”. yang ada di dekat kamu dan dalam realitanya bukan hanya dekat. Bila tidak mampu mencopotnya karena mereka menggunakan kekuasaan untuk mempertahankannya. perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. al qital tidak akan berhenti terhadap para penguasa yang menentang aturan Allah. tapi hanya taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. masih ditangkapi. sampai tidak ada fitnah. mereka berperang di jalan thaghut. 5. Jadi. Mereka telah sekian lama memerangi. maka bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin? Allah menyatakan “sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu”. Namun dalam relaita zaman ini. dan tanah air kita. maka qital tidak akan berhenti terhadap pemerintah yang seperti ini. Mereka mewajibkan ini dan itu yang bertentangan dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Merekalah orang-rang kafir yang dekat. dan jika mereka kembali lagi. akan tetapi yang tepat adalah ayat-ayat yang baru saja dibahas dan ditambah dengan hadits ini. selama fitnah (bencana) terhadap kaum muslimin yang taat dan berkomitmen dengan ajaran Allah masih dikejar-kejar atau dipersempit hidupnya. serta saat kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak merampas urusan dari yang berhak (penguasa) “kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dengan bukti dari Allah yang ada pada kalian”” Sedangkan kita sudah banyak melihat bentuk-bentuk kekafiran yang dianut dan masih senantiasa dilakukan penguasa negeri ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan perangilah mereka itu. Bukhari dam Muslim) “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajak kami. kekafirannya bukanlah kekafiran yang bersifat personal. akan tetapi mereka adalah wali-wali syaitan yang Allah perintahkan untuk memeranginya. Bila pemimpin tersebut asalnya muslim kemudian muncul kekafiran darinya. akan tapi mereka telah menguasai harta. yang menyebar fitnah (bencana) kemusyrikan dan penindasan terhadap kaum muslimin. merampas dan memeras harta kaum muslimin. Dan perangilah mereka. akan tetapi kekafiran yang kolektif dan sistematis. maka wajib untuk mencopotnya dan menggantinya dengan pemimpin yang muslim. Bahkan para ulama sepakat bahwa memerangi penguasa murtad adalah lebih harus didahulukan memeranginya daripada orang-orang kafir asli. diri. Para ulama sepakat bahwa orang kafir tidak sah untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. merekalah orang-orang kafir itu. maka sistemnya belum mati dan orang-orang setelahnya akan menggantikan dia. tidak ada lagi kekafiran. di waktu sulit dan waktu mudah kami. maka al qital (perang) belum berhenti. tidak ada lagi penindasan terhadap kaum muslimin yang taat kepada Allah… bukan taat kepada Pancasila atau Undang Undang Dasar atau demokrasi. baik dengan cara kasar maupun halus. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Perangilah orang-orang yang ada disekitar kamu. sehingga tidak layak berdalil dengan surat An Nisa : 59 untuk menggelari pemerintah ini sebagai ulil amri. Perhatikanlah… mereka bukan ulil amri. saat senang dan saat benci. (Al Anfal : 38-39) Jadi. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu. “Hai orang-orang yang beriman. maka kami membai’atnya. sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”. dipenjarakan dan masih dibunuhi… maka berarti masih ada fitnah !! Selama kemusyrikan didoktrinkan maka fitnah masih ada. tidak ada lagi ideologi syirik. sehingga jika penguasa yang satu mati. menindas diri dan merampas harta kaum muslimin. 4. Hadits Ubadah ibnu Shamit (HR. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya). ini yang dekat justeru sudah memusuhi dan memerangi semenjak dahulu.sistem thaghut. Tugas kita adalah wajib menggalang kekuatan dengan langkah awalnya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menggencarkan dakwah Tauhid yang berkesinambungan untuk mencabut akar-akar loyalitas terhadap thaghut di tengah masyarakat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 42 - - . tidak ada lagi penghalang kepada jalan Allah. Selama fitnah masih ada maka al qital tidak akan berhenti. Selama Ad Dien (ketundukan) belum sepenuhnya kepada Allah.

Demikianlah sikap kita kaum muslim terhadap para thaghut penguasa negeri ini. Mereka adalah pemerintah yang memaksakan diri. sedangkan bentuk kebodohan yang paling dasyat adalah orang-orang yang tidak suka dengan ajaran tauhid. zakat. yaitu : selama tidak melakukan sesuatu yang dilarang syari’at dan selama tidak menzhalimi orang muslim lainnya. kaum muslimin harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini. Begitu pula dalam masalah harta. “Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu” (Al Baqarah : 191) Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka pernah mengusir kaum muslimin. salah satunya yaitu para thaghut. oleh sebab itu kaum muslimin tidak memiliki kewajiban untuk taat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah thaghut ini. tapi… sungguh banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. BERSABARLAH…!!! Proses ini tidak mudah dan tidak akan terjadi begitu saja. sebagaimana para thaghut itu telah menjauhkan orang-orang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari harta mereka. bahkan haji berkali-kali. dukungan kepada thaghut akan berganti dengan penentangan. yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah… Apa saja pembatal pembatal keislaman? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 43 - - . karena perlu penyadaran terhadap masyarakat tentang kenapa penguasa negeri ini dikatakan sebagai penguasa kafir. begitu pula hukum dan undang-undangnya tidak sah. orang yang dangkal pikiran atau orang yang haus dunia dan kekuasaan. Bukan berarti seluruh kaum muslimin harus terjun dengan menenteng senjata. Perhatikan… para thaghut itu telah mengeluarkan orang-orang yang komitmen dengan ajaran Islam dari jajaran masyarakat dengan cara menanamkan image negatif tentang mereka. tahap awal yang patut dilakukan adalah memberikan bayan (penjelasan) atau penyampaian risalah tauhid. kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri” (Al Baqarah : 130) Jadi. Hendaklah diketahui bahwa pemerintahan thaghut ini adalah pemerintahan yang tidak sah. tapi yang paling penting bagi mereka adalah harus memahami betul bahwa penguasa negeri yang mana mereka hidup di dalamnya adalah penguasa murtad kafir yang tidak boleh diberikan loyalitas. Bila ini terwujud. Mereka mengira penguasa negeri ini adalah muslim. tapi ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yang ditindas. tidak memahami Islam secara utuh. dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesusahan sehingga tidak lagi menindas kaum muslimin dan dana yang mereka keluarkan tidak digunakan untuk mendukung hal itu. seharusnya harta yang diambil dari kaum muslimin. Maka haramlah atas setiap muslim untuk membayar atau menyerahkan harta kepada penguasa kafir dalam bentuk apapun. diperangi dengan berbagai cara : kasar dan halus. padahal penguasa negeri ini telah melanggar hal yang paling penting dan fundamental. bahkan bebas untuk melanggarnya selama memenuhi dua syarat. karena para thaghutnya itu shalat. tidak syar’iy. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. kecuali dalam kondisi terdesak atau dipaksa. (Al Maaidah : 2) “Janganlah kalian menyerahkan harta-harta kalian kepada orang-orang bodoh itu” (An Nisa : 5) Perhatikanlah… jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang menyerahkan harta kaum muslimin kepada orang-orang yang tidak bisa menggunakan dengan benar. shaum. Rasulullah diperintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka telah mengusir Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. sehingga dengan kesadaran itu lunturlah dukungan kepada para thaghut dan tumbuhlah loyalitas kepada orang-orang yang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. karena sebagian besar harta yang jatuh ke tangan thaghut digunakan untuk mempersenjatai tentara mereka untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya. bahkan thaghut selalu berupaya mempersulit hidup mereka. memfitnah dan membodoh-bodohi masyarakat dengan menuduh orang-orang yang bertauhid sebagai orang-orang bodoh. sehingga mudahlah untuk menjatuhkan para thaghut itu. maka kondisi akan berubah. bukan loyal dan taat kepada mereka. terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Ini karena kebanyakan kaum muslimin belum memahami hakikat Laa ilaaha illallaah. memprovokasi. maka menjadi wajiblah pula bagi kaum muslimin untuk mencopot para thaghut ini dari benak masyarakat dengan cara menyebarkan ilmu syar’iy. sehingga tidak hanya dipikul oleh kelompok-kelompok tertentu saja. tidak diakui secara Islam. oleh sebab itu Rasulullah shalallahu „alaihi wa sallam pernah mendoakan orangorang Quraiys agar dilanda paceklik.Jihad terhadap thaghut ini haruslah menjadi opini kaum muslimin. bukan di jalan thaghut yang digunakan untuk memerangi Allah dan kaum muslimin. Allah menyatakan : “Dan tidak ada yang benci kepada Millah Ibrahim. khususnya tentang tauhid dan kewajiban memerangi penguasa semacam itu. mereka pergunakan di jalan Allah. maka wajib pula bagi orang-orang yang bertauhid yang komit terhadap ajaran-Nya untuk menjauhkan thaghut dari harta yang mereka miliki.

7. semua yang tidak sesuai dengan kami maka mereka adalah ahlul bid’ah. walaupun • 5. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik. misalnya masalah rajam dan qishash. Dengan modal semangat yang menggebu-gebu dan ilmu seadanya mereka mengaku sebagai kelompok ahlussunnah wal jama’ah. sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini. • • • Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan lebih mengutamakan hukum thaghut daripada hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. Dan sungguh pengertian ini tidaklah mengandung kebenaran sedikitpun. Memang bisa jadi mereka itu Khowarij. Orang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij. lalu dengan tanpa malu-malu mereka mengatakan bahwasanya kami-lah salafi. 2. merekalah orang-orang yang tegak memperjuangkan pemahaman-pemahaman salaful ummah. Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperbolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah Ta’ala dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya. bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan neo murji’ah. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam. maka ia telah kafir. Sungguh betapa mulia dan bernilainya kelompok tersebut seandainya mereka konsekuen dengan sloganslogan yang mereka gembar-gemborkan di berbagai tempat dan kesempatan itu. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 44 - - . namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pembatal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka. 10. 6. Sesungguhnya orang yang memberontak kepada pemerintah yang syah karena takwil adalah ahlul baghyi. Membenci hal-hal mengamalkannya. akan tetapi mereka dikatakan Khowarij karena aqidah mereka. yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pembatal ke-Islam-an. tapi mereka dikatakan Khowarij bukan karena mereka memberontak kepada pemerintahan yang syah. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam. Kalau kita menengok dalam tuliasan-tulisan mereka akan kita dapati bahwasanya kebanyakan mengatakan yang dimaksud dengan khowarij adalah orang-orang yang keluar memberontak kepada imam yang syah. 3. syafa’at dan tawakkal. seperti pahala atau balasan yang akan diterima. meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam. pelakunya dihukumi kafir. Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. bagaimana penjelasannya? Beberapa tahun terakhhir ini mulai nampak semarak dengan muculnya kelompok yang mengklaim diri mereka dengan para pejuang tauhid dan sunnah. Sungguh memprihatinkan keadaan ini bagi mereka yang mempunyai sedikit pemahaman yang benar tentang Islam. Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah: 1. Melakukan sihir. kamilah ahlussunnah. Biasanya kelompok yang mengungkap kajian seperti ini disemati sebagai khawarij. Berpaling dari dien Allah Ta’ala. Mereka tampil di tengahtengah umat Islam ini dengan membawa gebrakan-gebrakan yang memukau menyerang berbagai harokah Islamiyah yang tegak memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah lebih sempurna dan lebih baik. Dengan bermodal taqlid dan ta’assub mereka meneriakkan bahwasanya mereka yang memperjuangkan Islam dengan jihad dan istisyhadiyah ini sebagai kelompok ahlul bid’ah dan khowarij yang harus diperangi. justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. pemberantas syirik dan bid’ah. 9. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. 8. 4. atau bahkan beranggapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabb-nya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin. maka ia telah kafir. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa.

sama asja apakah ia lahir dalam keadaan Islam atau dia dulunya kafir lalu masuk Islam atau ia menjadi Islam karena keislaman kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya. orang-orang zindiq lalu beliau membakar mereka.Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian murtad.”(Al-Majmu’ XX/380) Kedua mereka mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri. maka bunuhlah ia!”) Dan dalam hadits dari Abu Musa. An-Nawawi berkata: “Riddah secara bahasa adalah kembali dari sesuatu menuju yang lainnya. Jika kondisi mereka seperti itu maka mereka wajib diperangi kerena kemurtadan mereka setelah sebelumnya mereka diberi penjelasan tentang Islam dan dalil-dalil dipaparka kepada mereka. dan yang terluka dihabisi. atau perempuan berdasarkan hadits Utsman radhiyallahu’anhu dia atas dan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa berganti agama. Mengenai hukum bagi murtadin. Al-Mawardi berkata: ”Kondisi kedua mereka memiliki daerah sendiri yang terpisah dari wilayah kaum muslimin sehingga mereka bisa mempertahankan diri di sana. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. Asy-Syarozi berkata: ”Dan jika sebuah kelompok murtad dan mempertahankan diri dengan kekuatan.” Dan secara syar’I: qoth’ul Islam (melepaskan. Almawardi) ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid berkata: ”Para ulama’ telah berijma’ atas wajibnya memerangi kelompok apapun yang mempunyai kekuatan yang tidak mau melaksanakan sebuah syari’at dari syari’at-syari’at Islam yang sudah jelas dan mutawatir. Adapun menolak syari’at yang mereka tinggalkan. meskipun mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. maka wajib untuk dibunuh. baik ia orang merdeka atau budak. dan sama saja apakah yang mereka tinggalkan itu sedikit maupun banyak. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. maka bunuhlah ia!” dan ini adalah hadits shohih. baik ia berpindah ke agama ahlul kitab atau tidak. dan membebaskan kaum muslimin dari kekuasaan pemerintah tersebut walaupun harus bersusah payah. Ia bertanya: ”Siapa ini?” ia menjawab:”orang ini dahulu Yahudi lalu masuk Islam kemudian ia masuk Yahudi. An-Nawawi XX/391). membatalkan Islam). Yang kabur diburu. Jika mereka tetap mengakui atas wajibnya syari’at yang mereka tinggalkan. Karena memerangi ahlul harbi saja wajib maka terlebih lagi memerangi kelompok yang telah murtad sedangkan kekafiran mereka lebih besar. Mereka ini wajib untuk diperangi. karena tidak boleh membiarkannya tetap berada dalam kekafiran. Namun aku pasti membunuh mereka karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berganti dien. Dan memerangi dua macam kelompok ini hukumnya wajib atas dasar ijma’. Ketika berjumpa dengannya ia diberi bantal dan berkata:”Turunlah!” Dan ternyata disampingnya ada seseorang yang terikat.” (Al-Qulul Qoti’ fiiman imtana’a ‘anisy syroi’. maka harus mencari jalan yang paling tercepat untuk menggulingkannya. maka imam wajib untuk memeranginya karena Abu Bakar ra telah memerangi kelompok ynag murtad. Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad-Dumaiji berkata tentang memberontak kepada pemerintah kafir dan murtad: ”Hal ini juga merupakan suatu kesepakatan para ulama’. maka mereka diperangi sampai mereka mau melaksanakan apa yang mereka tinggalkan. Dinukil secara ringkas dari Al-Majmu’ XX/369. maka aku tidak akan membakar mereka karena Rasululloh melarang hal itu. yang melarikan diri diburu dan yang terluka dibunuh. bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: ”Pergilah ke Yaman!” Kemudian diikuti oleh Mu’adz bin Jabal. dan mereka diperangi sampai kembali kepada syari’at Islam. Lalu berita itu sampai kepada Ibnu ‘Abbas maka beliau berkata: ”Kalau aku. meskipun kelompok tersebut adalah kelompok Islam. Mereka harus digulingkan dari kekuasaan dengan pedang. 23) Ketiga adalah penguasa yang murtad.” (Al-‘Aziz XI/97 dan Al-Majmu’ XX/369). ‘Ishom Darbalah dan ‘Ashim Abdul Majid hal. adapun jika tidak mempunyai kemampuan untuk menggulingkannya dengan pedang. maka bunuhlah ia!” (HR. Jika mereka ada yang tertawan. bagi yang mampu melaksanakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi. hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Ubadah radhiyallahu’anhu yang telah disebutkan tadi yaitu: DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 45 - - . ”Aku tidak akan duduk sampai ia dibunuh sebagai keputusan Allah dan Rasul-Nya.” (Al majmu’. “Barang siapa berganti dien. Jika mereka ada yang tertawan. maka ia disuruh bertaubat kalau tidak mau maka ia dibunuh. yaitu memberontak dan menggulingkannya dengan pedang bagi siapa saja yang mampu melakukannya. Dan sama juga apakah kemurtadannya kepada kekafiran. mereka mendapat dosa dan bagi yang tidak mempunyai kemampuan ia harus hijrah.” (Al-Ahkam As-Sulthoniyah. Pertama mereka berada dibawah kekuasaan Islam dan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri. Orang yang murtad tidak lepas dari tiga keadaan. Jama’ah kecuali Muslim sedangkan dalam riwayat Ibnu Majah hanya tersebut. maka mereka telah murtad.” (Muttafaq ‘alaih) Ar-Rofi’I dan An-Nawawi berkata: ”Murtad adalah bentuk kekafiran yang paling keji dan yang paling keras hukumnya. Dari ‘Ikrimah beliau berkata: ”Dihadapkan kepada amirul mukminin Ali radhiyallahu’anhu. An-Nawawi berkata: ”Apabila seseorang Murtad.

maka yang demikian ini adalah kufur akbar. Kaum muslimin harus melakukan hal itu. atau ia meremehkannya padahal ia yakin bahwa itu adalah hukum Allah.” (Ad-Difa’.” (Tahdzib Syarhul ‘Aqidah Ath-Thohawiyah. dan begitu pula jika ia lapang dada dengan kekafiran meskipun ia tidak mengucapkannya dan tidak pula melakukannya. Karena kata hukum dalam Al-Qur’an kadang berarti al-qodlo’ sebagaimana firman Allah: “Dan barangsiapa yang tiadk berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.176) Abdul Akhir Hammad dalam mengomentari perkataan diatas berkata: ”Yang pelu diperhatikan juga bahwasanya pembagian seperti ini bermuara pada berhukum yang berarti al-qodlo’ (memutuskan) bukan dalam arti at-tasyri’ (membuat undang-undang). Dan hal ini sudah maklum adanya secara jela dalam kitab-kitab mereka dan barang siapa yang biasa bergaul dengan ilmu pasti ia telah mendengar sebagiannya. meskipun ia membenci dalam hatinya. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi.“…. Hal itu disesuaikan dengan kondisi pelakunya. jika ia ketika mengucapkannya bukan karena terpaksa. bahkan wajib berjihad melawannya. Namun jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. Dan inilah yang dikatakan oleh para ulama’ sunnah dan hadits. sebagaimana yang tersebut dalam hadits ini. baik dosa besar maupun dosa kecil. dan agar kami tidak memberontak kecuali jika melihat kekafiran nyata yang menjadi alasan di sisi Allah. Dengan demikian ia berarti kufur majazi atau kufur ashghor. 28 dan lihat At-Tasyri’ Al-Jina’I II/708 dan kitab Ar-Ridah bainal amsi wal yaum hal. Tapi kalau ia tidak tahu hukum Allah sementara ia sudah berusaha dan mengerahkan segala potensi untuk mengetahui hukum Allah. An-Nawawi XX/369-370). (Fathul Bari XIII/7) Dan beliau berkata pada halaman yang lain: ”Sesungguhnya seorang pemerintah kafir itu harus dipecat menurut ijma’. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. ’sesungguhmya orang murtad adalah orang kafir setelah masuk Islam baik dengan perkataan atau perbuatan atau keyakinan. ia tetap mendapatkan satu pahala karena ijtihadnya sedangkan kesalahannya diampuni.” Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: ”Jika pemerintah melakukan kekafiran yang nyata. mereka pada hakekatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. (An-Nisa’: 65) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.” (Al-Maidah: 45) “Dan barangsiapa yang tidal berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang fasik. Adapun jika hal itu disebabkan oleh perkataan maka sama saja apakah orang yang mengatakan itu karena mengejek. Diantara bentukbentuk kekafiran itu adalah Berhukum dengan selain hukum Allah. Apabila ia berkeyakinan bahwa berhukum dengan hukum Allah itu tidak wajib.” (Al majmu’. maka tidak boleh mentaatinya dalam hal itu. atau menentang atau katas dasar keyakinan.” (Al-Maidah: 47) Ali bin Abil ‘Izz berkata tentang berhukum dengan selain syari’at Islam: ”Disini ada masalah yang harus direnungkan. barang siapa yang mampu mengerjakannya ia mendapat pahala dan bagi yang memberikan toleransi mendapatkan dosa dan bagi yang tidak mempunyai kekuatan wajib hijroh dari negeri tersebut. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (An-Nisa’: 60) “Maka demi Robbmu. 33) Beliau juga mengatakan setelah memaparkan pembatal-pembatal Islam: ”Dan tidak ada bedanya pada seluruh pembatal-pembatal ini antara orang yang bermain-main. “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang di turunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu mereka hendak berhakim kepada thogut padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thogut itu dan syetan bermaksud untuk menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya”.” (Al-Maidah:44) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 46 - - .” (Fathul Bari XIII/123) An-Nawawi berkata: ”Dan murtad itu bisa dihasilkan karena niat untuk kafir atau karena perkataan atau perbuatan.. maka orang tersebut bermaksiat. atau ia bebas memilih.” (Al-Maidah: 44) “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang dholim. Syaikh Hamd bin ‘Atiq hal. namun ia keliru maka ia dianggap bersalah. (Yaitu hadits Ubadah yang tersebut di atas). maka barang siapa perkataan yang mengandung kekafiran.’ Dan mereka telah menetapkan barangsiapa mengucapkan perkataan yang mengandung kekafiran maka ia telah kafir meskipun ia tidak meyakininya dan tidak mengerjakannya.” Muhammad bin Sa’id Al-Qohthoni berkata: ”Adapun riddah adalah kafir setelah beriman. Dan begitu pula jika seseorang melakukan perbuatan kufur maka ia telah kafir ia tidak meyakininya dan tidak pula mengucapkannya. dan mereka mengatakan dalam kitab-kitab. atau melakukannya atau rela dengannya dengan atas kehendaknya (bukan karena terpaksa) maka ia telah kafir. yang serius dan yang takut dan yang terkecuali adalah orang yang terpaksa. Abdul Akhir Hammad hal. yaitu bahwasanya berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah bisa berupa kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kadang hanya berupa maksiyat.

Jengkis Khan. tunduk kepadanya atau mengakuinya. Oleh karena itu anda dapatkan seorang mufassir seperti Ibnu Katsir ketika berbicara tentang ayat: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. dan yang lain-lain. Islam dan yang lainnya. yaitu mengingkari hukum syar’i yang diturunkan Allah. Adapun ketika mentafsirkan ayat: ‫ن نننن نننننننن ننننن‬ Maka kita dapatkan beliau sangat mempertegas masalah ini. ditujukan kepada siapa dan apa yang dimaksud dengan kufur di sini.” (Lihat ‘Umdatut Tafsir ‘anil Hafidz Ibu Katsir IV/172) Syaikh Muhammad bin Ibrohim. Dan inilah yang dimaksud dari riwayat Ibnu Abbas dan yang dipilih Ibnu Jarir. lalu jadilah ia sebagai sebuah syri’at yang diikuti dan lebih diutamakan dari pada hukum AlQur’an dan As-Sunnah.” (Al-Maidah:44) Beliau membahas panjang lebar tentang perselisihan para ulama’ salaf seputar ayat ini. Beliau mengatakan: ”Barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang telah baku yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdulloh sebagai penutup para nabi lalu berhukum dengan syari’at-syari’at lain yang telah mansukh. bahwa hal itu adalah kekufuran yang tidak perlu bantahan lagi. yang tidak berlandaskan dengan syari’at Allah. mufti Arab Saudi dulu. lalu berpaling kepada kepada hukum yang lain berupa pemikiran. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab AlBidayah wan Nihayah sebagai sanggahan terhadap kitab Ilyasa.pengertian inilah yang dimaksud oleh Ali bin Abil ‘Izz ketika menjadikan berhukum kepada hukum kepada selain hukum yang telah Allah turunkan berkisar antara kufur akbar dan kufur ashghor sesuai dengan keadaan pelakunya. yang membuat Ilyasa sebagai buku yang berisi kumpulan hukum yang diambil dari berbagai hukum. Beliau menetapkan bahwa menyeleweng dari syari’at Allah kepada syari’at lain yang dibikin oleh manusia sendiri merupakan kekufuran yang pelakunya harus diperangi sampai kembali kepada ajaran Allah. dan didalamnya juga banyak hukum yang hanya berlandaskan pemikiran dan hawa nafsu belaka. Para muhaqqiq dari kalangan ulama’ pada masa ini menyadari hal itu sehingga mereka sehingga mereka menjelaskan hukum undangundang tersebut dalam Islam. dari Yahudi. Adapun arti yang kedua yaitu at-tasyri’ sebagaimana firman Allah: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. lalu bagaimana halnya dengan orang yang berhukum dengan Ilyasa dan lebih mengutamakannya daripada hukum Allah? Orang yang melakukannya telah kafir berdasarkan ijma’ kaum muslimin. dan dalam hal ini tidak ada perselisihan antara para ulama’. hawa nafsu dan segala atribut hukum buatan manusia. Nasrani.” (Tafsir Ibnu Katsir II/68) Bahkan beliau telah menyatakan ijma’ tentang kafirnya orang menjadikan silain syari’at Allah sebagai syari’at yang dijadikan landasan hukum. ia adalah kafir yang wajib diperangi sampai kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Sehingga tidak ada keputusan hukum baik sedikit maupun banyak kecuali dengan menggunakan hukum Allah. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 47 - - .Beliau mengatakan:”Allah mengingkari orang-orang yang menyeleweng dari hukum Allah yang muhkam dan mencakup segala kebaikan dan larangan segala keburukan. maka ia telah kafir. hal itu adalah kekafiran yang nyata dan tidak ada kesamaran lagi.” (Lihat Al-Bidayah wan Nihayah XIII/119) Dari sini jelas bagi kita keputusan yang tegas berkenaan dengan undang-undang buatan yang menyelisihi syari’at Allah yang merasuki negeri Islam sehingga menjadi undang-undang yang mengikat mereka. Hal itu dapat kita pahami dari perkataan beliau “pada peristiwa yang terjadi “ itu artinya beliau tengah membicarakan suatu kejadian yang diselewengkan oleh hakim sehingga ia tidak memutuskannya sesuai dengan hukum Allah. Maka siapa saja mereka yang melakukan seperti ini. Diantara mereka adalah syaikh Ahmad Syakir dalam komentar beliau mengomentari perkataan Ibnu Katsir diatas: ”Sesungguhnya hukum undang-undang buatan manusia itu telah jelas bagaikan matahari di siang bolong. yang diadopsi dari raja mereka.” (Al-Maidah: 50) Ayat ini berbicara tentang hukum Allah yang berarti syari’at dan manhaj-Nya dibandingkan dengan hukum jahiliyah yang berarti syari’at dan manhaj jahiliyah. Akan tetapi sebenarnya ia tetap kafir secara mutlak baik kufur amali maupun kufur I’tiqodi” Beliau berkata: ”Adapun yang pertama yaitu kufur I’tiqodi. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/57-62). sebagai mana hukum yang diterapkan oleh bangsa Tartar. ini bermacammacam: Pertama: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu mengingkari keabsahan hukum Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan lagi bagi orang yang mengaku Islam untuk mengamalkannya. berkata: ”Dan tidak mungkin Allah menamakan orang yang berhukum dengan selain hukum Allah sebagai orang kafir lalu orang yang melakukan hal tersebut tidak kafir. dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin.

Di antara fenomena-fenomena adalah: Berdalih Atas Keabsahan undang-undang yang mengganti syari’at Allah dan atas penghalalan apa yang diharamkan Allah dengan atsar dari salaf ”kufrun duna kufrin”. Demi Allah. lebih sempurna dan lebih memenuhi kebutuhan manusia sebagai pemutus perkara antara mereka ketika terjadi pereslisihan. dan menempatkan hukum bukan pada tempatnya serta berdusta (mengada-ada) dan aniaya terhadap Habrul Ummah Turjumanul Qur’an (Ibnu Abbas radhiallahu’anhu) dan terhadap generasi terbaik umat ini. Dengan demkian kekufuran apalagi yang lebih besar dari pada itu. Di antara bantahan yang paling baik yang pernah saya lihat akan DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 48 - - . Saya meminta kepada Allah taufiq dan kelurusan dalam ucapan dan amalan. Hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan dan hanya kepada-Nyalah tempat mengadu. pengembangan. Mereka (salaf ini) tidak berbicara tentang masa kita ini dan mereka sama sekali tidak memaksudkan undangundang pengganti syari’at Allah (sekarang ini). Setelah menjelaskan sebab-sebab yang bisa menghantarkan pada pengkaburan kebenaran dengan kebathilan. penyebaran pemahaman. maka seperti ini sama saja dengan dua kelompok sebelunya. Seperti ini juga tidak diragukan lagi atas kekafirannya karena ia lebih mengutamakan hukum buatan makhluk yang hanya merupakan sampah-sampah otak dan kekerdilan hukum dibanding dengan hukum Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Ini adalah FENOMENA PENGKABURAN YANG HAQ DENGAN KEBATHILAN. bahkan juga pemutusan dan pemaksaan paham dengan berbagai rujukan dan referensi yang dimiliki. mahkamah mereka pun juga memiliki referensi yaitu undang-undang yang diadopsi dari berbagai ajaran. yang di mana pada akhirnya menjerumuskan kepada kesesatan dan penyesatan setelah menjelaskan makna labs (samar/tidak jelas) dan talbis (mengaburkan permasalahan. ia kafir keluar dari Islam karena dengan demikian ia menyamakan antara makhluq dengan Kholiq. dan menghati-hatikan kaum muslimin agar mereka tidak terjerat dan terpedaya dengannya. Mereka tetap di atas hukum jahiliyah dan menolak serta benci terhadap hukum Allah dan Rasul-Nya. Ketiga: Keempat: Orang tersebut tidak sampai berkeyakinan bahwa selain hukum Allah itu sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya apalagi berkeyakinan bahwasanya hukum tersebut lebih baik. penentangan mana yang lebih dahsyat dari penentangan perbuatan merka itu terhadap persaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. menurut Ibnul Jauzi menampakan kebathilan dalam bentuk kebenaran). Amerika. tapi susunannya sesuai apa yang ingin saya sampaikan. Saya tidak begitu mementingkan susunan materi-materinya. Inggris dan undang-undang yang lain serta dari berbagai aliran bid’ah yang mengaku berpegang terhadap syareat dan lainlainnya. Orang tersebut tidak berkeyakinan bahwa hukum tersebut lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya.Kedua: Orang yang berhukum dengan selain hukum Allah itu tidak mengingkari keabsahan hukum Allah akan tetapi ia berkeyakinan bahwa selain hukum Rasululloh lebih baik. Serta permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya juga membuat tandingan terhadap mahkamah syar’iyah baik secara persiapan. pengawasan. ini adalah pentahrifan/pengkaburan dalil dari keadaan yang selayaknya. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa para penguasa itu hanya melakukan “kufrun duna kufrin” merujuk pada tafsir Ibnu Abbas ? Mereka juga mengatakan bahwa yang merongrong pemerintah adalah khawarij. Sekarang saya akan menyebutkan beberapa fenomena pengkaburan dan penyesatan itu dengan tujuan agar kita hati-hati supaya tidak jatuh kedalamnya. mereka jadikan sebagai hukum lalu mereka menjadikannya sebagai hukum ketika ada perselisihan. disiapkan dan terbuka bagi seluruh manusia dan banyak orang yang memanfaatkannya yang pada dasarnya adalah fatamorgana. Para hakimnya memutuskan perkara dengan hukum yang bertentangan dengan al Qur’an dan As Sunnah bahkan megesahkannya dan mengharuskan orang untuk mengikutinya. Orang semacam ini sama saja dengan orang-orang sebelunya karena ia berkeyakinan bolehnya mengkuti hukum yang secara jelas bertentangan dengan nash. akan tetapi ia berkeyakinan boleh berhukum dengan hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. berbagai perundang-undangan seperti undang-undang Perancis. akan tetapi ia berkeyakinan bahwasanya keduanya sama saja. Kelima: Yaitu yang paling besar dan paling luas cakupan penentangannya terhadap syari’at dan paling berani menentang hukum-hukumnya. Mahkamah-mahkamah seperti ini sekarang banyak terdapat di negeri-negeri Islam yang disempurnakan. Sebagaimana mahkamah syar’iyah itu mempunyai rujukan dan sandaran yaitu yang semuanya berdasar kitab Allah dan sunnah Rasulullah. sekaligus menyebarkan keraguan-keraguan. Keenam: Hukum-hukum yang digunakan oleh para pemimpin suku dan kabilah yang berupa cerita dari nenek moyang mereka yang mereka namakan Sulumuhum yang mereka warisi secara turun menurun. dukungan. yaitu memoles kebatilan dan syahwat dengan polesan syar’i dengan mentahrif dalil-dalil atau menyembunyikannya. baik secara mutlak maupun hanya terbatas pada masalah-masalah baru yang muncul sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi.

kuat dan tegas.. Saudara saya As Sayyid Mahmud telah menulis hal yang berkenaan dengan dua atsar ini. Nashrani dan orang-orang musyrik. dan dengannya mereka memegang. benar. Orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz adalah kelompok orang dari Bani Amr Ibnu Saduus (sebagaimana dalam AI Atsar 12025). dan beliau itu sangat mencintai Ali sedangkan kaum Abu Miljaz yaitu Banu Syaiban dahulunya adalah pendukung Ali pada kasus perang Jamal dan Shiffin. Orang yang mengamati dua khabar (atsar) ini pasti ingin mengetahui siapa orang yang bertanya dan siapa yang ditanya. Saudara saya As Sayyid Mahmud Muhammad Syakir telah memberikan atas kedua atsar itu ta’liq yang sangat berbobot sekali. sedangkan lbadliyyah adalah bagian dari jama’ah Khawarij Haruriyyah pengikut Abdullah Ibnu lbadl At Tamimiy. dan kepada Islam-lah mereka itu mengajak. apakah mereka (penguasa saat itu) memutuskan dengan apa yang Allah turunkan?” Beliau berkata: “Dia (Islam) adalah agama yang mereka yakini. Mereka berkata: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata Ya.talbis ini adalah apa yang ditulis Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah ta’ala. Dan saya merasa perlu untuk menyebutkan teks riwayat pertama Ath Thabariy ini berikut ta’liq saudara saya atas kedua riwayat itu. dan darah dengan selain apa yang telah Allah turunkan. kehormatan. mereka menjadikan atsar-atsar ini sebagai alasan atau pembolehan bagi qawaniin watsaniyyah maudluu’ah (undang-undang buatan yang syirik) yang telah merambah negeri-negeri Islam”. serta (mencarikan alasan) dalam keberanian mereka mengambil undang-undang orang-orang kafir yang mereka terapkan di negeri-negeri Islam. ini supaya menjadi alasan bagi mereka untuk memberontak para penguasa itu. bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka itu melakukan dosa” Maka mereka berkata: Tidak. demi Allah. 12026. namun engkau merasa takut. langsung mereka jadikan sebagai pendapat (pegangan) yang dengannya dia menganggap benar memutuskan hukum dalam masalah harta. mereka berkata: Wahai Abu Mijlaz beritahu kami tentang firman Allah: Apakah itu benar? Abu Mijlaz berkata: Ya. dan bahwa menyalahi syari’at Allah dalam masalah qadlaa ‘aam (ketentuan/hukum umum atau tasyri ‘aam) tidak membuat kafir orang yang ridla dengannya dan yang melaksanakannya. dan. Waba’du.! Namun ayat itu berkenaan dengan orang-orang Yahudi. Sedangkan dalam madzhab Khawarij bahwa pelaku dosa besar itu adalah kafir. Dua atsar ini telah diriwayatkan oleh Ath Thabariy: 12025. berkata: “Beberapa orang dari Bani Amr Ibnu Saduus mendatangi Abu Mijlaz. dalam pengkafiran Ali karena beliau melakukan tahkim kepada dua orang (sahabat). Mereka itu sepaham dengan kelompok Khawarij lain dalam masalah tahkim.. benar”. maka mereka mendebat seraya menginginkan agar Abu Mijlaz itu merestui pendapat mereka akan kafirnya para penguasa tersebut. dan kedua sanadnya adalah shahih. dan dalam memutuskan hukum yang berkenaan dengan darah.. dan mereka itu adalah golongan dari firqah Ibadliyyah (sebagaimana dalam atsar 12026). Berkata (perawi): “Mereka berkata Wahai Abu Mijlaz. sesungguhnya para penebar keraguan dan fitnah dari kalangan yang berbicara dalam masalah ini pada masa sekarang ini telah mencarikan alasan (udzur) bagi para penguasa dalam meninggalkan berhukum dengan apa yang diturunkan Allah.. sesungguhnya itu adalah darul kufur menurut mereka. namun yang jelas bahwa orang-orang Ibadliyyah seluruhnya mengatakan: Sesungguhnya negeri orang-orang yang berseberangan dengan mereka adalah negeri Tauhid kecuali kelompok penguasa. Abu Mijlaz (Lahiq Ibnu Hurnald Asy Syaibaniy As Sadusiy) adalah tabi’in tsiqah.. Allah saya berlepas diri kepada Engkau dari kesesatan. maka termasuk yang menentang Ali adalah sekelompok orang dari Banu Syaiban dan dari Bani Saduus Ibnu Syaiban Ibnu Dzuhl. saya akan nukilkan seluruhnya karena sangat penting sekali: Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam Umdatut Tafsir: “Dan atsar-atsar ini -dari Ibnu Abbas dan yang lainnya adalah di antara sekian atsar yang sering dipermainkan oleh mudlalliluun (orang-orang yang menyesatkan) pada zaman kita sekarang ini dari kalangan yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dari kalangan yang lainnya yang sangat berani terhadap agama ini. Mereka berkata: Apakah itu benar? Beliau berkata: Ya.. bahwa Ali itu tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah dalam masalah tahkim. tentang perlakuan dlalim yang dilakukan oleh sebagian para penguasa.! Saya tidak melihatnya dan kalian melihat hal ini sedang kalian tidak merasa berdosa. dan tatkala terjadi tahkim pada perang Shiffin dan Khawarij memisahkan diri. namun para pengikutnya tidak sependapat dengannya. Ada juga atsar dari Abu Mijlaz saat orang-orang Khawarij Ibadllyyah mendebatnya. benar. dan ini teksnya: “Ya. Kemudian Abdullah Ibnu Ibadl ini berpendapat bahwa orang yang bersebrangan dengan Khawarij adalah kafir bukan musyrik. Ath Thabary meriwayatkan (12025) dari Imran Ibnu Hudair. mereka (para penguasa itu) dalam sebagian keputusannya menyalahi syari’at karena mengikuti hawa nafsunya atau karena jahil akan hukum. Dan Khawarij menetapkan bahwa hukum-hukum (yang diberlakukan kepada) orang-orang musyrik berlaku pula bagi orang-orang yang bersebrangan dengan mereka. atau yang sejalan dengannya” Kemudian Ath Thabari meriwayatkan (12026) hampir sama maknanya dengan yang tadi. kehormatan dan harta dengan selain syari’at Allah yang telah Dia turunkan dalam kitab-Nya. kami tidak mengetahui dari kelompok mana orang-orang yang ada dalam dua atsar ini. Kemudian mereka mengatakan juga: Sesungguhnya semua yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 49 - - . Kemudian setelah sepeninggal Abdullah Ibnu Ibadl orang-orang Ibadliyyah ini pecah banyak (sekali). Tatkala dia mendapatkan kedua atsar ini.!!! Beliau berkata: Kalian lebih layak akan hal ini daripada saya.

karena mereka berada dilingkungan penguasa (sutlhan). apakah masih boleh orang mengatakan: “Sesungguhnya Ibnu Abbas atau Abu Mijlaz dengan perkataan mereka berdua. maka ini statusnya sama dengan status orang yang melakukan ta’wil yang menyadarkan ta’wilnya dari pengakuan dia akan nash Al Kitab dan Sunnah Rasullah. ini merupakan kekafiran yang tidak diragukan oleh seorangpun. Jadi. berupa memutuskan hukum dalam masalah harta. Dan yang sedang kita hadapi sekarang adalah bentuk menjauhkan atau meninggalkan akan hukum-hukum Allah seluruhnya tanpa kecuali. bukan kufur syirik dan bahwa pelaku dosa besat itu adalah kekal di neraka selama-lamanya. dan ini statusnya sama dengan orang yang jahil akan syari’at. Dan yang lain lagi adalah bahwa si hakim yang memutuskan hukum dalam qodliyyah mu’ayyanah (kasus tertentu) dengan selain hukum Allah. mereka bertanya hanya karena ingin memaksakan hujjah mereka kepada beliau dalam masalah pengkafiran para pejabat pemerintah (saat itu). dan lebih mengutamakan hukum-hukum orang-orang kafir daripada hukum-hukum Allah. Maka perbuatan ini adalah (bentuk) berpaling dari hukum Allah. Jadi jelaslah bahwa orang-orang yang bertanya kepada Abu Mijlaz itu adalah orang-orang Ibadliyyah. dimaksudkan kepada orang-orang pada masa kita ini yang mengganti syari’at Allah dan berpaling dari memutuskan dengannya dan dari berhukum kepadanya dengan alasan tidak selaras dengan zaman mereka ini -begitu mereka mengklaim-?!” Ya Allah sesungguhnya kami berlepas diri dari pengkaburan ini. maka dia itu berstatus sebagai orang kafir yang bersikeras diatas kekufurannya (yang dimana) hukumannya sudah ma’ruf di kalangan para ulama agama ini”. atau orang munafiq yang sengaja menyesatkan yang di mana dia itu tahu akan kenyataan disekelilingnya dan (tahu bahwa kenyataan itu) tidak sama dengan kenyataan yang dibicarakan oleh salaf radliyallahu‘anhum. maka ini adalah dosa yang ditaubati dan mendapatkan ampunan karenanya.Allah wajibkan atas makhluknya adalah iman dan sesungguhnya setiap dosa besar itu adalah kufur nikmat. Adapun bagian yang kedua adalah kekafiran berhukum dengan selain hukum yang Allah turunkan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 50 - - . dan sesungguhnya tidak seorangpun yang menempatkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu atau perkataan Abu Mijlaz terhadap orang-orang yang membabat syari’at Allah pada masa sekarang ini kecuali orang yang bodoh akan kenyataan. dan klaim orang yang berhujah akan hal itu bahwa hukum-hukum syari’at hanyalah turun untuk zaman yang bukan zaman kita ini. ini satu. bahkan masalahnya sudah melebihi itu semua sampai-sampai mereka itu lebih mengunggulkan hukum-hukum undang-undang buatan atas hukum-hukum yang diturunkan Allah. dan kami membebaskan sahabatsahabat Rasulullah. dari kalangan Ahli kiblat dengan berbagai macam golongannya akan pengkafiran orang yang menyatakannya dan orang yang mendakwahkannya. dan menelantarkan semua syari’at-syari’at Allah. Adapun pada zaman Abu Mijlaz atau sebelumnya atau sesudahnya ada hakim yang memutuskan hukum dalam sesuatu hal seraya mengingkari hukum dari hukum-hukum syari’at atau lebih mengutamakan hukum-hukum orang kafir atas hukum-hukum Islam. Dan bisa juga dia memutuskan itu karena hawa nafsu dan maksiat. dan turun untuk alasan-alasan dan hikmah-hikmah tertentu yang telah tiada sehingga hukum-hukum itu pun otomatis gugur karena telah tiadanya hal itu. maka sesungguhnyaa dia melakukan itu bisa karena ketidaktahuan. pertanyaan mereka itu bukan tentang apa yang dijadikan hujjah oleh para ahli bid’ah zaman kita ini. dan darah dengan undangundang yang bertentangan dengan syariat Islam. Apakah ini bisa dibandingkan dengan apa yang telah kami jelaskan dalam perbincangan Abu Mijlaz bersama segolongan orang-orang Ibadliyyah dari kaum Bani Amr Ibnu Suddus…???!!! Seandainya masalah ini sesuai dengan apa yang mereka (para mubthilun) duga dalam khabar Abu Mijlaz bahwa mereka maksudkan penyimpangan penguasa pada hukum-hukum dari hukum syari’at maka sesungguhnya belum pernah terjadi dalam sejarah Islam bahwa ada hakim yang membuat hukum dan menjadikannya sebagai ketentuan (undang-undang) yang harus dipatuhi dalam penentuan keputusan. sehingga dia tidak mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. enggan akan aturanNya. maka ini tidak pernah terjadi. Maka barangsiapa berhujjaah dengan dua atsar ini dan yang lainnya dalam bukan tempatnya. Bisa juga memutuskan hukum itu karena ta’wil yang menyalahi ulama lainnya. mengutamakan hukum-hukum yang lain atas hukumhukum-Nya yang terdapat dalam Kitab-Nya dan sunnah-sunnah Nabi-Nya. namun dia sengaja mengkaburkan masalah dan mencampurkan yang haq dengan kebathilan dalam rangka mengikuti hawa nafsu atau karena dunia yang dia harapkan. kehormatan. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari talbis dan mughalathah ini. Umdatur Tafsir 4/156-158 dalam Tafsir Ath Thabariy 10/348 – 349) Setelah penukilan ini yang tidak memerlukan tambahan lagi. Dan oleh sebab itu beliau berkata kepada mereka dalam khabar yang pertama (no: 12025): Bila mereka meninggalkan sesuatu darinya mereka mengetahui bahwa mereka telah melakukan dosa dan berkata dalam khabar yang kedua: Sesungguhnya mereka itu mengamalkan apa yang mereka amalkan dan mereka mengetahui bahwa itu dosa. serta rela dengan penggantian hukum-hukum itu. dan bukan tentang menggulirkan undang-undang (peraturan-peraturan) yang mengharuskan umat Islam berhukum kepada hukum selain hukum Allah dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Nabi-Nya. dan memalingkannya kepada selain maknanya dalam rangka membela penguasa atau sebagai hillaah (caricari alasan) untuk memperbolehkan memutuskan hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah dalam memaksanya kepada hamba-hambaNya. keras kepala dan mengingkari hukum Allah. sehingga tidak mungkin memalingkan perkataan Abu Mijlaz dan orang-orang Ibadliyyah kepadanya. bila dia bersikeras. dikarenakan mereka itu mungkin saja maksiat dan melakukan apa yang telah diharamkan Allah. (Ini ditulis oleh Mahmud Muhammad Syakir. maka status dia dalam syari’at ini adalah sebagai orang yang mengingkari hukum dari hukum-hukum Allah: Disuruh bertaubat.

Ia mengingkari atas kebenaran hukum Allah dan Rasul-Nya. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. sim dan suratsurat lainnya dari thaghut.” Dan juga perkataan beliau: ”Kekafiran di sini bukanlah kekafiran yang kalian maksudkan. Yaitu perkaaan beliau: ”Kufrun Duna Kufrin. At-Tasyri’ (membuat undang-undang). Adapun yang dia katakan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu bahwa ia mengatakan kufrun duna kufrin adalah TIDAK PASTI DARINYA. Al Maruzy telah meriwayatkan dalam Ta’zhim Qadris Shalah (2/521) dan Al Hakim dalam Mustadraknya (2/313) dari jalan Hisyam bin Hujair dari Thawus dari Ibnu ‘Abbas. Perkara ini demikian jelas bagi orang yang memperhatikan. “Itu adalah kufur” dan dalam lafazh lain “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. Ia menunjukkan keumuman lafaz tersebut dan tidak membatasinya. “itu adalah kufur”. “Cukuplah perbuatan tersebut menyebabkan kekufurannya”. Perkataan istri Tsabit bin Qois. dan ia mengakui atas kesalahannya dan ia juga mengakui bahwa ia telah mengikuti hawa nafsu. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. Disebutkan pula. Al Kamil (7/2569) karya Ibnu ‘Ady. Dalam riwayat lain disebutkan. Kedua: Bagaimana hukumnya jika muslim membuat ktp. Apabila disebutkan ‘kufur’ dan ditulis dalam bentuk ma’rifah dengan huruf alif dan lam. Ia akan termasuk kufur akbar yang menyebabkan dirinya keluar dari Islam jika: 1. lalu ia menyeleweng sedangkan ia tahu bahwa dengan demikian ia berhak mendapatkan siksa. dan ia menyadari hal itu pada peristiwa yang terjadi (yang ia putuskan). apakah ia sudah musyrik? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 51 - - . 3. Ia mengatakan “dalam Islam”. aku membenci kekufuran dalam Islam”.” Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. Inilah yang pasti dari Ibnu ‘Abbas ra. (Lihat: Adh-Dhu’fa’ karya Al ‘Aqily (4/337-3380. yang diriwayatkan oleh Bukhary (5273) dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu tidak menyelisihi kaidah ini dan tidak membatalkan prinsip yang dinyatakan dalam risalah ini.” Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al ’Ulwan Al Qosim dalam kitab Alla Inna Nashrallahi Qoriib. Yahya bin Mu’in Al ‘Aqily dan Al Jamah. maksudnya ayat tersebut menunjukkan keumumannya. Diatas telah disebutkan tafsiran Ibnu Abbas “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir.tidak menyebabkan pelakunya keluar dari radhiallahu’anhu terhadap firman Allah. meskipun ia yakin bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya itu lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum yang lain. Tahdzibul kamal (30/179-180) dan Hadyus Sary (447-448)) Abdullah Thawus menyebutkan dari bapaknya yang mengatakan: ‘Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu ditanya tentang firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Pada prinsipnya. Ia berkeyakinan bahwa hukumnya lebih baik dan lebih sempurna dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya. Jalan Hisyam bin Hujair ini munkar dari dua sisi: Pertama Kedua : Hisyam meriwayatkan sendirian : Hisyam menyelisihi perawi yang lebih tsiqoh darinya Perkataan Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu. surat nikah. kata kufur jika ditulis ma’rifah dengan huruf lam maksudnya adalah kufur akbar sebagaimana dinyatakan Syaikhul Islam rahimahullah dalam kitab Al Iqtidha’ (1/208) kecuali jika dikaitkan dengan qorinah (korelasi) yang mengubah maknanya. ini adalah qarinah yang jelas yang menunjukkan bahwa kufur di sini adalah selain kufur akbar. sedangkan ia tetap berkeyakinan bahwasanya hukum Allah dan Rasul-Nya adalah benar. berkisar antara kufur akbar dan kufur ashgor (kufrun duna kufrin) sesuai dengan keadaan pelakunya. dan ia mengakui kesalahannya dan ia telah mengikuti hawa nafsu. “Perbuatan itu menyebabkan kufur”. “Akan tetapi. Dari uraian tadi dapat kita simpulkan bahwasanya “al-hukmu bighoiri maa anzalAllah” mengandung dua pengertian: Pertama: Al-Qodlo’ (memutuskan perkara) Pada pengertian ini para pelakunya berbeda-beda hukumnya. 2. Ibnu Jarir (6/256).” (Al-Maidah:44) Ayat ini mencakup pengertian bagian ini. Waki’ dalam Akhbarul Qudhah (1/4) dan lainnya dengan sanad shahih. maka maksudnya adalah kufur akbar. Dan perbuatan itu akan hanya sebagai maksiyat atau kufur ashghor atau kufrun duna kufrin jika ia yakin akan keharusan berhukum dengan hukum Allah. Islam.” (Al-Maidah:44) Ibnu ‘Abbas mengatakan. Hal itu adalah ketika ia terdorong oleh hawa nafsunya untuk memutuskan perkara dengan selain hukum yang telah Allah turunkan. 4. Diriwayatkan oleh Abdur Razak dalam tafsirnya (1/191). Hisyam dianggap lemah oleh Imam Ahmad. Ia berkeyakinan boleh berhukum kepada hukum yang menyelisihi hukum Allah dan RasulNya. Pada pengertian yang kedua ini para ulama’ telah berijma’ atas kekafiran mereka dan mereka wajib diperangi sampai mereka mau kembali kepada syari’at Islam.

jika seseorang tidak memiliki KTP. taat dan berwala’ kepada hukum dan pemerintahan bangsa Quraisy. Misal. Konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan di dunia ini. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. karena dengan sebab kemurtaddannya maka kepemimpinannya itu lepas dengan sendirinya. Misal. sama seperti pada mata uang yang digunakan oleh bangsa Quraisy pada zaman Nabi shalallahu’alaihi wassalam (ada gambar Kaisar Romawi). shahih) Jadi keberadaan pemimpin adalah untuk ditaati. seperti orang-orang sesat yang masuk parlemen dengan niat maslahat dakwah. di antaranya : 1. mendengar dan taat… ” (HR. Jika dia tidak mau menanggalkan kepemimpinannya atau tidak mau turun dari jabatannya sebagai pemimpin atau amir maka wajib atas kaum muslimin untuk mencopot jabatannya. akan tetapi ini bermakna larangan bagi orang muslim untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi orang kafir untu menguasai kaum muslimin. maka daripada memperoleh kedzaliman yang lebih besar dari thaghut. yang sifatnya duniawi dan ada konsekuensi-konsekuensi yang bersifat ukhrawi (akhirat). maka dari itu orang kafir atau orang murtad tidak boleh menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. dsb. Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun memanfaatkan Undang-Undang Jahiliyah seperti pada hukum perlindungan dan keamanan. Bukan hanya di surat-surat. Orang murtad tidak memilki wilayah (saitharah). lebih baik ia memanfaatkan hukum tersebut untuk kemaslahatannya. Surat Nikah. karena ia telah mengikuti. Kaum muslimin tidak boleh memberikan kesempatan atau peluang bagi orang murtad. dan itu termasuk kepada hukum idari (hukum penertiban) yang di Islam sendiri dilakukan dan tidak diingkari.Surat-surat tersebut tidak termasuk tahakum (berhukum) kepada thaghut dan tidak termasuk setuju atau tawali terhadap hukum thaghut. tentulah kamu serupa dengan mereka. agama. (an Nissa :140) Bagaimana sikap kita terhadap para pelaku syirik akbar? Banyak sekali konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan terhadap musyrikin. Tetapi bukan berarti Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam setuju. kafirin. tapi ini hanyalah pemanfaatan saja untuk menjauhi mudharat. Karena seorang imam atau amir atau pemimpin itu diangkat untuk ditaati sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Gugur hak perwalian atau penguasaannya terhadap kaum muslimin a. beliau menerima perlindungan dari Abu Thalib. termasuk bagi muslim. tidak boleh diberikan kesempatan untuk menguasai orang muslim. jika tidak ditunaikan maka bisa jadi hartanya disita atau terancam. Sungguh. haram. Jadi. Tidak berlaku bagi hal-hal yang makruh. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). bahkan di mata uang pun tertera simbol atau gambar thaghut. maka orang tersebut akan mendapat sanksi hukum dari thaghut. SIM. dari segala suku bangsa. Ada konsekuensi-konsekuensi atau sikap mukmin terhadap mereka. Begitu juga apabila si orang kafir atau murtad ini asalnya muslim dan menjadi pemimpin (amir) bagi kaum muslimin. Ahmad dan At Tirmidziy. orang yang sudah murtad atau sudah kafir atau sudah keluar dari Islam (baik karena melakukan syirik akbar. kufur akbar ataupun berikrar untuk pindah agama). lebih baik dibayarkan dengan niat bahwa ia terpaksa karena didzalimi. menyetujui dan ikut serta di dalam kemusyrikan dan kekafiran seperti yang telah dijelaskan secara jelas di bagian terdahulu. taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian” (An Nisa : 59) Di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mentaati pemimpinnya. musyrikin atau bagi orang kafir untuk menguasai diri mereka. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). “Dan Allah tidak akan menjadikan bagi orang kafir jalan untuk menguasai kaum muslimin”. juga Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Aku memerintahkan kalian dengan lima hal sebagaimana Allah memerintahkan saya dengannya : berjama’ah. (An Nisa : 141) Ayat ini sifatnya penafian. lalu dalam perjalanannya dia murtad dari Islam. maka wajib atas kaum muslimin untuk melengserkannya. Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. dalam hal perpajakan yang seorang muslim sulit mengelak dari kedzaliman thaghut ini. Misal KTP di Republik Indonesia adalah jaminan perlindungan dari pemerintahan kafir RI kepada seluruh rakyatnya. Semua ini tergantung dari niat dalam perbuatan yang sifatnya mubah dan disunnahkan Nabi shalallahu’alaihi wassalam. tidak termasuk kepada hukum syar’i. daripada seorang Muslim mendapat mudharat semacam itu. akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengancam kepada orang-orang yang mentaati orang kafir : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 52 - - . apalagi kemusyrikan dan kekafiran. kemaksiatan. Allah Ta’ala berfirman.

namun kita tidak mengetahuhi bahwa si imam itu anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai maka shalat kita bermakmum kepadanya tetap sah. baik itu murtad karena mendukung syirik hukum atau pun melakukan syirik tumbal dan sesajian atau yang lainnya. maka si ayah ini –dalam Islam– tidak memiliki perwalian dalam nikahnya karena dia sudah murtad dari Islam. ini berbeda dengan orang yang tidak mengetahui bahwa imamnya ini orang kafir. baik tidak mengetahuinya karena tidak melihat hal-hal yang membatalkan keislaman dari imam tersebut (Masturul Hal) walaupun hakikat sebenarnya si imam itu orang kafir. Oleh sebab itu orang muslim tidak boleh ikut serta mengangkat orang kafir sebagai pemimpin.“Hai orang-orang yang beriman jika kalian mentaati orang-orang kafir tentu mereka mengembalikan kalian ke belakang (murtad)” (Ali Imran : 149) Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam atau menghati-hatikan kepada orang muslim dari mentaati orang kafir. maka tidak boleh shalat di belakang dia. walaupun dia menarik hatimu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang untuk mentaati orang kafir. karena dia sudah mengetahui bahwa shalatnya si imam tersebut tidak sah. Pilkada dll. Gugur hak perwalian dalam masalah pernikahan. baik ayah atau ibu murtad dari Islam. seperti ikut berpartisipasi dalam Pilpres. bila dia melindungi diri dengan kekuatannya maka wajib atas kaum muslimin untuk memerangi kelompok yang melindunginya dengan segenap kemampuan. Orang murtad tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin atau amir atau presiden atau hal-hal yang seperti itu. mengangkat orang yang akan menerapkan atau memberlakukan hukum thaghut terhadap manusia. karena kita tidak diwajibkan untuk menanyananyai apa dan bagaimana tentang si imam tersebut. mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya”. umpamanya shalat dibelakang anggota MPR/DPR atau polisi atau tentara atau anshar tahghut yang lainnya. Kita tidak diwajibkan umtuk mengorek-ngorek keyakinan si imam. shaum atau yang lainnya adalah tidak sah. kemudian ayahnya ini murtad karena melakukan kemusyrikan atau hal-hal apa saja yang membatalkan keislaman. maka dia akan berupaya untuk mendidik anak tersebut di atas keyakinan yang dia anut. maka orang yang shalat di belakangnya adalah sah. karena orang kafir atau orang murtad segala amal-amalnya tidak sah karena syarat sah seluruh ibadah adalah Al Islam atau orangnya bertauhid. dan jihadilah mereka itu dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”. bahwa jika kalian mentaati orang-orang kafir. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. dan bila dia tidak mau turun. ketika muslimah tersebut mau menikah. zakat. Tidak boleh menikahinya dan tidak boleh menikahkan seorang muslim dengannya. tapi kalau dia murtad dari Islam maka amal-amal yang dilakukannya. Bagi orang yang mengetahui bahwa imamnya itu orang kafir atau pelaku syirik akbar. sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik. Tidak boleh shalat (bermakmum) di belakangnya Kita tidak boleh shalat di belakang orang kafir atau orang murtad. maka kepemimpinannya lepas dengan sendirinya. karena hal ini adalah sebuah bentuk pengangkatan orang kafir untuk menjadi pemimpin. 3. sebelum mereka beriman. Seorang ayah dilarang menikahkan puterinya yang muslimah atau laki-laki menikahkan saudarinya kepada laki-laki yang murtad atau yang kafir. yang mana dia menjadi imam shalat. dan ketika dia sudah menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin kemudian dia murtad. Orang muslim tidak dibolehkan menikah atau menikahkan dengan orang yang sudah murtad atau keluar dari Islam dengan bentuk kemurtaddan apa saja. maka orang kafir ini akan mengembalikan kalian ke dalam kekafiran atau ke dalam kemurtaddan. berarti tidak boleh diangkat untuk menjadi pemimpin. maka berarti kepemimpinan orang murtad atau orang kafir atas kaum muslimin itu dilarang. Keberhakkan dalam perwaliannya sudah gugur. 2. (Al Furqan : 52) Jadi. misalnya menjadi Anggota Dewan di DPR/MPR atau dia menjadi anshar thaghut (tentara/polisi). Dan Allah Ta’ala juga menghati-hatikan dalam firman-Nya : “Maka janganlah kamu mentaati orang-orang kafir. Gugur hak pengasuhannya (pengurusan terhadap anak) Bila salah seorang dari orang tua. maka tidak diberikan hak dalam pengasuhan anaknya. maka wajib diturunkan oleh kaum muslimin. Sedangkan setiap orang yang mengurusi anak. karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik. baik itu shalat. sedang kekafiran dia yang sebenarnya dihisab di sisi Allah. dikarenakan tidak boleh ditaati. sedangkan orang murtad walaupun dia mengaku Islam atau melakukan amalan-amalan shalih. dia tidak boleh dibiarkan menjadi pemimpin ketika dia sudah murtad dari Islam. Ini dikarenakan kepengurusan anak memberikan jalan bagi dia untuk menguasai anaknya yang masih muslim ini. akan tetapi karena si imam itu tetap menampakkan keislaman. Bila ada seorang muslimah memiliki ayah. dan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang bagi orang muslim untuk memberikan kekuasaan kepada orang kafir. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik. (Al Baqarah : 221) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 53 - - . walaupun dia menarik hatimu. Misalnya si imam tersebut adalah sebenarnya anggota DPR/MPR atau aktifis sebuah partai.

maka si laki-laki boleh kembali kepadanya tanpa perlu akad nikah kembali. jika masih dalam masa iddah lalu si laki-laki tersebut kembali kepada Islam maka si perempuan boleh menerima kembali si laki-laki tanpa akad yang baru. maka tidak boleh kita muliakan. Tidak boleh memuliakannya atau mengagungkannya Karena orang-orang murtad itu adalah orang-orang yang sudah dihinakan oleh Allah. At Tirmidzi. bukan orang yang asalnya muslim kemudian murtad dan masuk Nashrani atau Yahudi atau murtadnya karena melakukan pembatalpembatal keislaman lainnya seperti orang yang melakukan tumbal atau sesajian atau mendukung demokrasi dan hukum-hukum buatan lainnya. lalu kemudian di tengah perjalanan si perempuannya murtad atau si laki-lakinya murtad. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. maka jangan kalian mengucapkan salam terhadap mereka” . dan sembelihan ahli kitab halal bagi kalian dan sembelihan kalian halal bagi mereka” (Al Maaidah : 5) 5. ada yang mengharuskan kembali akad dengan mahar yang baru dengan wali dan saksi. 6. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan tentang orang yang membuat sembelihan untuk tumbal : ”Hewan ini haramnya dari dua sisi : Pertama. Tidak boleh mengucapkan salam terhadap mereka Ini karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam hadits Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu : “Janganlah kalian mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani” dalam satu riwayat dikatakan : “Jika kalian menjumpai orang-orang musyrik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 54 - - . Begitu juga apabila yang murtadnya itu si laki-laki. ini berdasarkan apa yang terjadi saat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ setelah enam tahun.Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang wali menikahkan wanita yang dalam perwaliannya kepada orang-orang kafir atau musyrik atau orang murtad. sedang yang Allah halalkan sembelihannya hanyalah sembelihan orang muslim atau sembelihan orang yang terlahir dari Ahli Kitab. Jadi. Wajib bara’ (berlepas diri) dari mereka Bara’ di sini adalah membenci dan memusuhinya. dan yang rajih (kuat) –wallahu a’lam– adalah pendapat yang mengatakan tidak perlu akad kembali –jika si wanita tidak menikah dengan laki-laki yang lain sehabis masa iddahnya–. maka pernikahan tersebut lepas dengan sendirinya. dan begitu juga si ayah atau saudara atau laki-laki yang memiliki perwalian kepada perempuan tidak boleh menikahkan perempuan tersebut kepada laki-laki musyrik. maka di sini ada dua pendapat para ulama. maka tidak seorangpun yang memuliakannya” Hajj : 18) (Al Jadi. dan ada yang berpendapat tidak perlu dilakukan akad nikah kembali. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengatakan : “Dan janganlah kalian memegang ikatan (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir” (Al Mumtahanah : 10) Bila asal keduanya atau pada awal penikahannya adalah muslim. yaitu sembelihan orang muslim atau sembelihan ahli kitab. apalagi dengan orang murtad. Haram sembelihannya Orang murtad haram sembelihannya. Apabila dalam masa iddah si perempuan kembali kepada Islam. Jika setelah beberapa waktu masa iddah berlalu dan salah satunya baru kembali kepada Islam. Dia (‘Abul ‘Ash) masuk Islamnya enam tahun setelah masa iddah Zainab berakhir sebagaimana atsar yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu : “Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan puterinya Zainab kepada Abul ‘Ash ibnu Ar Rabi’ dengan nikah yang terdahulu dan tidak mengadakan akad nikah lagi”. Abu Dawud. orang muslim tidak boleh mengucapkan salam kepada orang-orang kafir. Adapun jika mereka mengucapkan salam terhadap kita maka boleh dijawab dengan “Wa ‘alaikum”. Ibnu Majjah dan di shahihkan oleh Imam Ahmad dan Al Hakim) Jika tadi di awal Allah melarang menikahi wanita-wanita musyrik sampai mereka beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Dan barangsiapa yang telah dihinakan oleh Allah. maka tidak boleh orang muslim memuliakan orang kafir. sembelihan orang murtad. orang kafir sudah Allah hinakan. Dan sebagian ulama membolehkan menjawab dengan jelas jika mereka mengucapkannya dengan jelas pula. memuliakan orang kafir adalah haram… 7. Ada kaidah fiqh yang mengatakan bahwa hukum asal sembelihan itu adalah haram kecuali yang dibolehkan oleh syari’at. dan Allah menyiapkan bagi mereka ‘adzab yang menghinakan. dan kedua karena hewan itu sembelihan yang diperuntukan untuk selain Allah”. 4. sedangkan orang yang sudah dihinakan oleh Allah. tapi yang disepekati adalah jawaban wa ‘alaikum. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik.

Ini sebagaimana yang terjadi di zaman Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu 'anhu tatkala memerangi kelompok Musailamah Al Kadzdzab kaum Banu Hanifah di Yamamah. karena pentingnya berlepas diri dari orang atau pelakunya. dan begitu juga sebaliknya. Begitu juga bagi orang murtad yang bersifat thaghutiyyah. saya berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh Khalid”. tapi tidak berlepas diri dari orangnya. maka oleh Abu Bakar mereka langsung diperangi. Jika orang murtad secara individu di darul Islam (Negara Islam) maka akan dipanggil dan dinasehati supaya taubat dan diberi tenggang waktu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kamu tidak akan menemukan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul-Nya walaupun mereka adalah ayah mereka. karena bisa jadi orang berlepas diri dari perbuatannya. akan tetapi langsung diperangi oleh Pemerintahan Islam. memusuhi dan membenci kepada orang dan perbuatannya. Ketika Khalid ibnul Walid melakukan kesalahan dalam peperangan. dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim” (Muttafaq ‘alaih dari Usamah bin Zaid ra ). Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : “Bila mereka maksiat kepada kamu (Muhammad). Kita harus berlepas diri dari musyrikin. dari orangnya dan dari perbuatannya.“Telah ada pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya suri tauladan yang baik bagi kalian saat mereka mengatakan kepada kaumnya : “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah. maka apabila ada harta yang diberikan kepadanya. karena mereka memiliki kekuatan (tentara dan senjata) maka ini juga langsung diperangi saat kaum muslimin memiliki kekuatan. maka si anak yang murtad ini tidak berhak mendapatkan warisan dari si ayah tersebut. maka ini tidak dinasehati atau disuruh taubat terlebih dahulu. lalu ayahnya meninggal dunia. dan bukan dari orangnya. dan atas kerelaan dia. jika orang muslim yang melakukan maksiat maka kita berlepas diri hanya dari perbuatannya dan bukan dari orangnya. mereka murtad dan mengikuti pemimpinnya dan mereka juga mempunyai pasukan dan kekuatan. kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah : 4) Allah mendahulukan berlepas diri dari orangnya. maka itu adalah bukan sebagai bentuk warisan. Orang murtad tidak diakui hidupnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Barangsiapa yang murtad dari Islam. karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Orang muslim tidak mewarisi orang kafir. Akan tetapi dalam kondisi zaman ini (di saat tidak adanya Baitul Mal). Jika orang murtad di Negara Islam maka di samping dibunuh orangnya. ketika kita berlepas diri dari orang musyrik dengan sikap kita terhadap orang muslim yang melakukan maksiat. dan karena Allah mewajibkan untuk memerangi mereka dengan sebab mereka (para thaghut) itu adalah musuh yang telah masuk dan bahkan telah mengakar di negeri-negeri kaum muslimin. maka katakanlah sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian lakukan” (QS. makanya Allah meniadakan keimanan dari orang yang menjalin kasih sayang dengan orang-orang murtad atau orang kafir. maka harta yang jatuh ke tangannya bisa digunakan untuk kepentingan dirinya atau kepentingan kaum muslimin. Ini adalah yang dinamakan bara’. sedangkan jika dengan muslim yang maksiat maka kita berlepas diri dari perbuatannya atau dari maksiatnya. Asy Syu’araa : 216 ) Bila dengan orang kafir dikatakan : “Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah”. 9. maka bunuhlah” (HR. maka dibunuh. 8. jika ada seorang muslim sedangkan ayahnya murtad lalu si ayah tersebut meninggal dunia. saudara mereka atau kerabat mereka” (Al Mujaadilah: 22) Jadi Allah mengatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak mungkin menjalin kasih sayang dengan orang yang murtad atau dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. anak mereka. beliau membunuh orang yang tidak layak untuk dibunuh. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 55 - - . orang-orang murtad. akan tetapi diterima saja karena dikhawatirkan diambil oleh orang lain. jika dia bertaubat maka dilepaskan lagi dan jika tidak bertaubat. Disini ada perbedaan. Jadi kita harus berlepas diri dari mereka karena mereka adalah orang yang sudah Allah vonis kafir. hartanya juga diambil untuk Baitul Mal. Bukhari Muslim). Akan tetapi jika yang murtad itu sifatnya berkelompok dan memiliki kekuatan untuk melindungi diri dari hukum Islam meskipun di wilayah Negara Islam. Tidak boleh saling mewarisi dengan orang muslim Misalkan dalam sebuah keluarga muslim ada anaknya yang murtad. maka Rasul mengatakan : “Ya Allah.

4. keluar dari Islam”. maka itulah yang diperangi terlebih dahulu. akan tetapi oleh Khalifah Abu Bakkar tidak diterima kecuali jika mereka mau menerima syarat-syarat yang di ajukan oleh Abu Bakar dan disepakati oleh para shahabat. umpamanya ada polisi atau tentara atau anggota dewan mati sewaktu dalam dinasnya. Tidak boleh dido’akan Orang yang mati di atas kemurtaddannya atau kemusyrikannya atau kekafirannya haram dido’akan atau memintakan ampunan dari Allah baginya di akhirat. tapi boleh mengatakan “Mudah-mudahan dimasukkan ke surga”. Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah : 5) “Jika mereka taubat” adalah taubat dari kemusyrikannya atau dari kethaghutannya. bukan dinasehati agar bertaubat. Orang murtad jika mati tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan : “Tidak halal darahnya orang muslim yang bersaksi tiada tuhan yang berhak diibadati selain Allah dan aku adalah rasul Allah kecuali dengan salah satu dari tiga hal. Begitu juga bagi orang yang suka membuat tumbal atau sesajian. Jadi kalau orang muslim yang baik dan taat tidak boleh dipastikan masuk surga kecuali jika ada dalil yang khusus. dan intailah di tempat pengintaian. maka kita tidak boleh mengatakan “si fulan calon penghuni neraka”. Al Bukhari dan Muslim). maka kita boleh memastikan bahwa dia calon penghuni neraka. tapi boleh mengatakan “dikhawatirkan dia di ‘adzab di akhirat”. apabila orang muslim yang bertauhid meninggal dunia dan jika semasa hidupnya dia adalah seorang yang taat. Ketika di perang Badar. tangkaplah mereka. karena orang kafir atau orang murtad sudah Allah pastikan masuk neraka. ketika mereka terdesak hingga akhirnya menyerah dan minta damai dengan mengirim utusan Buzakhakh. Ketika Khalifah Abu Bakar radhiyallahu’anhu memerangi kelompok murtad para pengikut Musilamah Al Kadzdzab. tapi langsung apa adanya dimasukkan ke dalam sumur. dan orang yang tidak mau taubat atau dia bersikukuh di dalam kemusyrikan dan kethaghutannya maka berarti dibunuh… Demikianlah konsekuensi-konsekuensi yang dikenakan bagi orang murtad di dunia. bila dia belum taubat lalu mati di atas kemusyikannya maka dia tidak boleh dishalatkan. akan tetapi diperangi… Orang murtad kenapa dibunuh ? karena halal darah dan hartanya. sedangkan perhitungannya atas Allah” (HR. maka boleh dipastikan masuk neraka… 2. Dan jika orang muslim itu semasa hidupnya sering melakukan maksiat. (HR. Orang murtad dibunuh karena dia tidak kafir kepada thaghut. Ini adalah bila yang sifatnya kelompok. Tidak boleh dishalatkan Bila ada anshar (kaki tangan) thaghut seperti polisi atau tentara mati sewaktu dinas. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Maka bunuhilah orang-orang musyrikin itu di mana saja kalian dapatkan mereka. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah maka haram darah dan hartanya. karena orang murtad tidak ada harganya lagi sebab dia sudah menghinakan dirinya sendiri dengan kekafiran atau kemurtaddannya. Tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dikafankan. akan tetapi jika orang kafir atau orang murtad. dan di antara syarat-syarat itu adalah mereka harus mau bersaksi bahwa orang yang mati di antara mereka adalah masuk neraka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan : ”Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selamanya” (At Taubah : 84) Bukannya dapat pahala tapi justru mendapatkan dosa jika kita menshalatkannya. dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah : 123) Para thaghut hukum dan ansharnya adalah orang-orang kafir yang paling dekat dengan kita. maka kita tidak boleh ikut menshalatkannya. sedangkan orang murtad tidak kafir kepada thaghut.“Hai orang-orang yang beriman. Beliau langsung memasukkan mereka ke dalam sumur Badar. Dipastikan sebagai calon ahli neraka Jika orang murtad mati di atas kemurtaddannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tidak layak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang- DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 56 - - . Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat. maka kita tidak boleh mengatakan bahwa “si fulan ini calon penghuni surga”. atau anggota MPR/DPR atau Hakim/Jaksa mati di atas kemusyrikan dan kethaghutannya. zina muhshan. muslim yang fasiq juga tidak boleh dipastikan masuk neraka. kepunglah mereka. Konsekuensi-Konsekuensi di Akhirat : 1. seadanya saja dengan pakaian yang menempel sewaktu mati. Muslim dari Abu Malik Al Asyja’iy). perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu. Tidak dimandikan dan dikafani terlebih dahulu. ini adalah haram karena dia orang kafir. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak mengubur orang-orang musyrik yang mati dalam perang sebanyak 70 orang. qishash. Makna dia kafir terhadap segala yang diibadati selain Allah adalah kafir terhadap thaghut. Sedangkan dalam ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. 3.

Akan tetapi kita hanya dibolehkan mengucapkan rahimahullah (semoga Allah merahmati) kepada orang muslim yang baik. demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat kejahatan” (Al A’raaf : 40) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala tentang keharaman musyrikin masuk ke dalam surga. (Al Baqarah : 217) 8. tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. karena mereka sudah hina dan tidak berharga lagi. dan mereka itulah penghuni neraka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri. maka apa gerangan dengan kita…?! Dan bahkan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri Allah mengatakan : “Andaikata kamu (Muhammad) melakukan syirik maka lenyaplah amalan kamu” (Az Zumar : 65) “Yang demikian itu disebabkan karena mereka membenci apa yang Allah turunkan. dan yang lainnya itu hapus sia-sia : “Barangsiapa yang kafir setelah dia beriman maka hapuslah amalannya. infaq. maka turunlah ayat tadi di atas. (Al Maaidah : 5) “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya. lalu dia mati dalam kekafiran. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. beliau shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : “Saya akan memintakan ampunan kepada Allah untuk engkau selama saya tidak dilarang”. Tidak boleh dikubur di pekuburan kaum muslimin Orang murtad jika dia mati. maka dia tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. Amal ibadahnya hapus Segala amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang murtad seperti. mereka kekal di dalamnya”.orang musyrik. 5. Dan yang lebih haram lagi adalah mengatakan kepada orang murtad “almarhum” atau “almarhumah” yang artinya orang yang dirahmati. Mereka kekal di dalam neraka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya.(Al Baqarah : 217) Dan bahkan para rasul diancam Allah bila mereka melakukan kemusyrikan : “Seandainya mereka melakukan kemusyrikan tentu lenyaplah amalan yang mereka lakukan” (Al An’aam : 88) Ini adalah ancaman kepada para rasul. Dan ketika Abu Thalib yang terkenal suka membela Rasulullah itu meninggal. Haram masuk surga Orang murtad tidak mungkin masuk surga bila dia mati di atas kekafirannya. tapi Allah melarang dan tidak memberikan izin. maka sungguh Allah telah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. lalu dia mati dalam kekafiran. (Al Bayyinah : 6) 7. walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”. haji. dan mereka itulah penghuni neraka. mereka kekal di dalamnya”. mereka kekal di dalamnya. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam”. “Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah. maka terlebih lagi terhadap orang murtad. 6. dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang zhalim. jika saja kepada orang muslim yang baik kita tidak dibolehkan mengucapkannya. dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lobang jarum. maka Allah hapuskan amalan mereka” (Muhammad : 9) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 57 - - . shaum. zakat. (At Taubah : 113) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah meminta izin kepada Allah untuk memintakan ampunan buat ibundanya yang meninggal dalam keadaan musyrik. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam.…” (Al Maaidah : 72) Bahkan Dia Ta’ala mencela musyrikin kafirin sebagai seburuk-buruk makhluk. dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi”.

Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. kitab Majmu’ah tauhid. (Al Referensi Kitab 1. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. semua akan memberikan syafa’at dengan izin Allah. kitab Thariqul Hijratain. 11. itupun bukan dalam bentuk dikeluarkan dari api neraka. Syaikh Abdul Lathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan. Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah. Syaikh Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz. Situs Islam 1. kitab An Nubuwwat. juga orang-orang shalih. Muslim) Satu-satunya orang kafir yang mendapatkan syafa’at hanyalah Abu Thalib. 2. dan kedua. Kitab Taisir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. 5.Jika orang membenci ajaran Allah. 15. kitab Syarah Ashli Dienil Islam. kitab Minhajut Ta'siis.com http:\\abuqital1@wordpress. kitab Ibthal At Tandid. Melacak Jejak Thaghut. 3. 17. 14. Fathul Bari Ibnu Katsir. (Al Mudatstsir : 48) Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Setiap nabi mempunyai do’a yang mustajab dan setiap nabi sudah menyegerakan untuk memakainya di dunia ini. Majmu At Tauhid. Itu pasti didapatkan Insya Allah oleh orang yang mati di antara umatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. kitab Tafsiir Al 'Aziz Al Hamid. kitab Al Bidayah Wan Nihayah. 19. Tidak mendapatkan syafa’at Orang murtad tidak mungkin mendapatkan syafa’at di akhirat dari para nabi dan malaikat yang diizinkan Allah akan memberikan syafa’atnya. kitab Ad Durar Assaniyyah. Sedangkan orang yang paling ringan ‘adzabnya di akhirat mengira bahwa dirinya adalah orang yang paling berat ‘adzabnya. 6. Ibnul Qayyim. dan saya simpan do’a mustajab saya ini sebagai syafa’at bagi umat saya di hari kiamat. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab. 9. Ini karena syafa’at itu memiliki syarat. Syaikh Hamd Ibnu Athiq.arrahmah. dari yang asalnya neraka yang paling dasar diganti dengan sandal dari api neraka yang mana bila dipakai. Allah ridla terhadap orang yang akan diberikan syafa’at. 12. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. akan tetapi ini tidak berlaku bagi orang yang mati di atas kekafiran. 13. dan syarat ridla ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan : “Dan mereka (malaikat) tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah” Anbiya : 28) “Dan Dia tidak meridlai kekafiran bagi hamba-Nya” (Az Zumar : 7) Allah tidak ridla dengan kekafiran. (HR. kitab Majmu Al Fatawa. Al-Hafidz Ibnu Hajar. 3. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. 7. 9. keluar dari Islam dan hapus segala amalannya. sedangkan Allah tidak meridlai kekafiran. kitab Risalah Fie Ma’na Thaghut Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab. 8. 4.com DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 58 - - . kitab Risalah Nawaqidlul Islam. atau bahkan sedikit saja membenci ajaran Allah. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad. tapi hanya diringankan ‘adzabnya saja. 16. kitab Mishbahuzh Zhalam. izin dari Allah terhadap orang yang akan memberikan syafa’at. sedangkan syarat untuk mendapatkan syafa’at adalah Allah ridla kepada orang yang akan diberikan syafaat. kitab Ash Shorimul Maslul. Pertama. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad. maka otak yang ada di kepalanya mendidih. http:\\millahibrahim@wordpress. 2. mereka berkata dengan penuh penyesalan : “tidak ada yang memberikan syafa’at bagi kami” (Asy Syu’araa : 100) “Tidak bermanfaat bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at”. Dan di hari kiamat ketika orang-orang kafir sudah masuk ke dalam neraka. 10. Syaikh Muhammad.com www. orang-orang yang mati syahid dan anak kecil yang meninggal. 18. maka itu adalah suatu bentuk kemurtaddan.

Maksudnya. Kepemimpinan Islam dan Baiat untuk masuk Islam secara benar menurut kitabullah dan sunnah. Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. Adapun pertanyaan dalam Pasal Aqidah Islamiyah ini adalah sebagai berikut. jaga saja diri sendiri dan keluarga”? 8. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". Misi Kajian : Mengemas setiap permasalahan dalam bentuk tanya-jawab. Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? 2. Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? 4. Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? 12. Bila itu benar. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? 11. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. Apakah wajib memiliki pemimpin? 5. 1. Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 59 - - . qishos dan had mesti diberlakukan ? 10. Islam dan Jamaah Islam serta baro’ah (berlepas diri ) dari seluruh kemusyrikan dan kekafiran. maka segala hukum seperti jinayah. Dakwah : Menyeru kepada setiap pembaca atau pendengar kepada Tauhid. Jamaah Mujahidin Darr al Islam ? 15. Jamaah Muslimun. Tabligh : Menjelaskan mengenai Aqidah Islamiyah (Ikatan Islam). bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? 3. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim. Jamaah Islam. artinya bila sudah ada Imam. Jamaah Tauhid. 2. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? 7. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? 6. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". Mengapa syahadatain harus diikrarkan dihadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? 16. Apakah benar mengenai perkataan. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan.PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Visi Kajian : 1. Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih? 13. Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? 9. Jinayah dan Hudud. maka apa sebabnya? 14.

Melapangkan hati untuk menerima kebenaran dan berniat lurus karena Allah. Allah ta’ala berfirman. 4. ta‘at. Nasa-I. 2. Mentabayyuni (membaca. Barang siapa yang menginginkan intinya surga hendaknya mengikuti al Jama‘ah. Barangsiapa yang berniat jahat. Ibnu Abi Ashim dishahihkan oleh Syaikh al Albani) Dari Harits bin Harits al Asy‘ari bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. dan dia lebih jauh dari dua orang.” (HR. Tirmidzi. Memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Berlindung kepada Allah dari segala bisikan syaitan dan mengawalinya dengan basmallah. hijrah dan berjihad di jalan Allah Ta‘ala. dan ulil amri di antara kamu. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya. Dilarang keras membuka halaman berikutnya sebelum mengkaji dan memahami halaman sebelumnya. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih jami’ Shaghir no. 5. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (HR Muslim) “Hendaknya kalian mengikuti al jama‘ah dan jauhilah perpecahan. Risalah ini dilindungi langsung oleh Allah Yang Maha Kuat. Ahmad.” (HR. Al Hakim dan Bukari dalam at tarikh. 3694 dari Ath Thayalisi dan Ibnu Khuzaimah) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 60 - - . menelaah dan mengkaji) risalah ini dari materi awal hingga materi terakhir karena materi ini saling berkaitan agar tidak terjadi kesalah-pahaman.” (Hadist shahih sunan at Tirmizi no. ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan lima hal kepada nabi Yahya bin Zakariya –salam baginyauntuk dikerjakan … dan aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang Allah perintahkan kepadaku yaitu. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. apalagi setelah kita memahami kajian tauhid pada pasal pertama pembahasan ini bahwa jamaah & kepemimpinan Islam adalah bentuk kemulkiyahan Allah di muka bumi. 5530 dan Takhriju Misykatul Mashabih no. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. “Sesungguhnya Allah ridha jika kalian berpegang teguh dengan tali-Nya dan tidak berpecah belah. 3. 1758) “Jama‘ah adalah rahmat dan berpecah belah adalah adzab.17. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. berjama‘ah. merubah dengan al bathil dan/atau mendustakannya. PASAL KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH Apakah wajib berada dalam satu jamaah yang benar? Wajib. (At Taubah : 119) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allah. mendengar. Tangan Allah Ta‘ala bersama jama‘ah. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh ? Tata Tertib Membaca Risalah Ini : 1. dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran : 103) Hai orang-orang yang beriman. 1721. Ibnu Hibban. karena sesungguhnya setan itu bersama satu orang. Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah. Maka akan disiksa dengan siksa yang pedih dan kekal di akhirat. Shahih Targhib wa Tarhib no. (An Nisa : 59) Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda.

Tirmidzi dan Thabrani) Dari 'Auf bin Malik ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. tentu harus mengetahui apa yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam beserta para shahabatnya. siapakah satu golongan itu?". Melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala. 5. dan tidak ada ketaatan kecuali dengan bai’at. tiada kepemimpinan tanpa ada ketaatan. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. atau berdakwah untuk ashabiyyah. 4. Untuk menilai golongan manakah yang pada waktu ini bisa disebut sebagai jamaah yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. Muslim) “Dien ini akan senantiasa tegak. satu golongan masuk surga dan tujuh puluh dua golongan masuk neraka". maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. 9. Kedua. Semuanya di neraka kecuali satu. Memiliki institusi & kepemimpinan yang independent (tidak bekerjasama dengan thaghut). (Yusuf : 103) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 61 - - . Jamaah Islam pasti dibenci dan diperangi oleh penguasa thaghut. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. seperti diantaranya yaitu: 1. dan yang disebut jama'ah itu ialah golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhiallahu’anhum.Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. shaum dan mengaku muslim. Dengan demikian pada akhirnya golongan yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya itu akan tetap eksis dan akan memperoleh kemenangan. 7.” (HR. Jamaah Islam yang didirikan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di Mekkah tidak terdaftar di pemerintahan thaghut.” Bagaimanakah ciri-ciri jamaah yang benar karena umat Islam pecah menjadi 73 golongan sedang yang benar hanya satu jamaah/golongan saja? Setelah dijelaskan dan memahami pasal kajian tauhid. 2. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati. tiada jamaah tanpa kepemimpinan. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjah (alasan membela diri). artinya bahwa yang kelompok yang lurus dalam tauhid akan selalu "tetap ada". Sudah bantu membantu menyusun kekuatan (Q. zakat. kemudian dia mati. sekelompok umat Islam berperang di atas dien ini sampai tegaknya hari kiamat. “(HR. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. tidak samar dalam menentukan mana kawan dan mana lawan. Muslim) Dari hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas itu diambil tiga kesimpulan : Pertama. Hanya mengikuti kitabullah (wahyu) yang diimplementasikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Muslim) Umar bin khatab radhiallahu’anhu berkata. Beliau menjawab: "Al-Jama'ah". (HR Ibnu Majah) “Senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang menegakan kebenaran.S. untuk memahami garis furqan. 6. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera ashabiyyah atau marah karena ashabiyyah. Beliau ditanya: "Ya Rasulullah. Shahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah? Beliau menjawab: mereka itu adalah orang-orang yang mengikuti aku dan para shahabat lakukan hari ini. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. 3. sehingga terjadi "yaqtuluuna wa yuqtaluun" (membunuh atau terbunuh). “Tiada Islam tanpa jamaah. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at (kepada pemimpin). dalam hadits itu disebutkan yang masuk syurga (selamat) hanya satu. Barangsiapa yang mati. 8." (HR. Membuat undang-undang pemerintahan (Piagam Madinah) serta mempertahankannya dengan kekuatan senjata. kita perhatikan empat hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di bawah ini: "Akan berpecah belah Yahudi dan Nashara menjadi 72 golongan dan akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Jumlah anggotanya (umat) sedikit dan tertindas. “Dan mayoritas manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”.8:73) militer dalam struktur kepemimpinan tersendiri sehingga jelas. orang-orang yang membencinya tidak membuat mereka gentar sampai datang ketentuan Allah” (HR." (HR. dinyatakan bahwa yang selamat itu ialah jama'ah. Sudah baro'ah/berlepas diri dari struktur pemerintahan thaghut yang bertolak-belakang dengan hukum-hukum Allah Ta’ala.

sehingga nyata dirasakan oleh diri.S. ”Orang-orang yang tetap baik ketika masyarakat sudah rusak. hanya satu golongan. yakni yang mengikuti jejak Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Para shahabat bertanya. Hal demikian telah menggentarkan dunia yang bukan Islam pada waktu itu. 1273. Bagaimana dengan status hukum bagi kelompok jamaah binaan thaghut? Mengenai harokah atau jamaah yang terdaftar di pemerintahan thaghut maka hal ini sudah diketahui status hukumnya secara dzahir yaitu organisasi (tanzhim) dan anggotanya sama dengan mereka (anshorut thaghut) dan bergelar musyrikin. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 62 - - . bahkan jamaah Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam pun tidak terdaftar di Pemerintahan Kafir Quraisy. 1619) 10. walaupun mereka shalat. tetapi mempraktekkan apa yang diperbuat beliau. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. telah diisyaratkan oleh Nabi dalam hadist shahih. yakni memproklamirkan Negara Islam yang didalamnya menyatakan berlakunya hukum Islam sehingga resikonya memperoleh gempuran dari pihak yang anti penerapan hukum Islam secara keseluruhan. Oleh karena itu. (Al Fath : 29) Sebab. Sebab itu umat Islam Indonesia pun tidak menunggu seluruh umat manusia di mana pun yang tidak bercita-cita untuk Islam. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. bukan hanya menyampaikan dalildalil kepada orang lain sedang diri tidak melakukannya. jika untuk mempraktekkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu harus menunggu semua golongan bersatu.60:4). pahami dulu tauhid niscaya akan terlihat penyimpangan mareka. artinya dalam memproklamasikan kedaulatan Islam tidak menunggu yang golongan banyak yang mana masih dalam kegelapan. walaupun mereka berniat demi mashlahat dakwah. Siapakah mereka wahai Rasulullah. Adapun dalam ayat di atas itu mengingatkan kita. Dalam hadits itu bahwa golongan yang selamat hanya satu. jihad dan mengaku muslim. bukan hanya bicara dalil tanpa perbuatan (Q.61:2). Karena mereka sudah melakukan syirik akbar. dirasakan pula oleh musuhmusuh Islam sehingga 'setan-setan' pun merasa adanya "Asyid daa-u 'alal kuf-fari” (Q. dan terjadilah penderitaan sebagaimana dalam Qur-an Surat 2 Al-Baqarah ayat 214!". menyelisihi millah Ibrahim yang baro’ah (berlepas diri) terhadap musyrikin (QS.S. Melainkan. Hal ini telah dijelaskan dengan panjang lebar. Adapun tentang keberpihakan umat ini kepada thaghut.48:29). Bersikap keras serta menjengkelkan thaghut (musyrikin. Semua sudah tahu bagaimana hukumnya bagi yang sudah tahu adanya perintah-perintah dari Allah. Ketiga. bukan juga mengamalkan syariat dengan dipilih yang enaknya saja. Beliau menjawab. kafirin) Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. zakat. bahwa yang disebut mengikuti jejak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya itu. “Islam itu berawal dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal kehadirannya. bukan cuma mengemukakan dalil. shaum. dan amat sedikitlah mereka ini. dalam Al-Qur'an surat 2 Al-Baqarah ayat 214 dinyatakan yang bunyinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk ke dalam syurga. Sebab itu bahwa yang disebut "Sunnah" Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu. artinya kita tidak bisa menunggu mereka yang ngaku beragama Islam. tetapi tidak menjalankannya. tetapi ideologinya bukan Islam. padahal belum pernah datang kepadamu malapetaka yang pernah diderita oleh orang-orang yang terdahulu dari kamu? Mereka menderita kesengsaraan. Ini jelas menyelisihi kitabullah dan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam. sampai rasul dan orang-orang yang beriman besertanya menanyakan.” (Dalam riwayat lain) Orang-orang sholih yang jumlahnya sedikit di tengah masyarakat yang rusak. "Jangan menyangka akan masuk syurga sebelum mengalami penderitaan seperti orang-orang yang terdahulu. Maka beruntunglah orang-orang yang asing." (Shaad : 24) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Umat Islam pada zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam adalah golongan minoritas. tetapi berkasih sayang sesama mereka.“…kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. tidak kafir kepada thaghut." "Karena dipraktekkan oleh Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersama beliau. Dengan itu sungguh tidak berdasar.” (Silsilah Ahadits Shahihah no." (Al Baqarah : 214) Dalam hadits yang dikemukakan tadi di atas bahwa yang masuk syurga itu hanya satu. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. kemelaratan. Orang yang bermaksiat di antara mereka lebih banyak dari orang-orang yang taat. jelas dan terang pada kajian tauhid terdahulu. goncang-goncangan dahsyat. "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah! Sesungguhnya pertolongan Allah selalu dekat. yakni mereka yang mengikuti jejak Nabi Saw dan para shahabat yang hidup bersamanya. bahwa yang disebut mengikuti jejak (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu ialah yang dalam praktek. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya.

sunnah. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. Maka hendaklah setiap ulil amri memerintahkan dengan apa yang diperintahkan Allah Ta‘ala dan melarang dari apa yang dilarang Allah Ta‘ala.” (Al Ahzab : 36) “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka. mengikuti. Hendaknya setiap orang yang wajib taat kepada ulil amri tersebut untuk mentaatinya selama dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mentaatinya selama dalam kemaksiatan kepada Allah. atau “kami mengkafirkan para penguasanya”. Abu Daud no. ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya. 763) Dari Abu Sa‘id Al Khudri bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. Ini telah dibahas secara terang menurut kitabullah. Dalam disiplin ilmu ushul fiqih. juga dari Abu Hurairah) Imam Syaukani menerangkan makna hadits ini: “Hadits-hadits ini menyebutkan disyariatkannya bagi setiap kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai pemimpin karena hal itu membawa keselamatan bagi mereka dari perselisihan yang DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 63 - - . Dari Abdullah bin Amru bahwasanya Tidak halal bagi tiga orang berada di suatu daerah yang kosong (padang pasir) kecuali mereka harus mengangkat salah satu sebagai amir (pemimpin) mereka. HR. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (Majmu Fatawa 28/180) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda. dishahihkan syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. Dishahihkan syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil 8/106 no. baik ulama (urusan syar‘i) maupun umara‘ (urusan dunia.” (An Nisa‘ :83) Allah Ta‘ala memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para pemegang urusan mereka. mereka bergabung dengan pemimpin kaum musyrikin (pimpinan thaghut/pengusung dien demokrasi -penj). dan semua yang ada di dalamnya. hakikatnya mereka tetap masih belum kafir kepada thaghut. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. sesat yang nyata.” (An Nisa‘ :59) “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan. dan ulil amri di antara kamu. “Jika tiga orang keluar dalam safar hendaklah mereka mengangkat salah satu sebagai pemimpin. kemudian mereka terjun kepada parlemen thaghut dan pesta demokrasi. ormas. mereka lalu menyiarkannya. Allah Maha Raja Diraja Yang Maha Suci berfirman. “tetapi karena kami berniat demi maslahat dakwah”. Adapun bagi mereka yang mengklaim “kami telah kafir kepada thaghut dan berhala Pancasila”. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. kelompok atau harakah yang mengklaim “mujahid Islam”.orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). “Hai orang-orang yang beriman. Dan ijtihad mereka ini batal karena mengikatkan diri dengan kekafiran adalah kekafiran. (HR.” (Al Mukminun : 71) “Apakah kamu tidak perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka berhakim kepada thaghut. Juga dari Abu Hurairah . karena mereka terikat dan mengikatkan diri dengan pemerintahan thaghut. dan bergabung dengan kemusyrikan. bahkan mereka seperti anjing piaraan menjadi objek berbagai partai politik dalam kancah pesta pemilihan pengaku tuhan-tuhan (arbab) atau Pemilu.“Hari kiamat tidak akan tiba sehingga setiap kabilah dari umatku ini kembali menyembah berhala (Pancasila -penj) dan setiap kabilah (kelompok. ijma sahabat dan tabi’in. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Setiap orang yang diikuti adalah ulil amri. Maka urusan jihad sebagai sebuah urusan penting dalam dien juga harus dikerjakan lewat kepemimpinan seorang imam (khalifah saat khilafah masih tegak) atau amir (pimpinan) organisasi jihad ketika khilafah tidak ada. yang terdaftar di Institusi Thaghut (pemerintahan musyrikin) hakikatnya mereka telah menerima. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (An Nisaa : 60) Apakah wajib memiliki pemimpin? Wajib. tentulah orang. Perintah ini berarti juga perintah untuk mengangkat pemimpin dan mentaati mereka. hal ini disebut dengan isyaratu nash. siap membela nusa dan bangsa kaum musyrikin. Muslim) Hadist tersebut dapat kita saksikan sekarang. pasti binasalah langit dan bumi ini.” (HR. dan fatwa ulama-ulama yang mengikuti salafus shalih dalam pasal Kajian Tauhid. Baihaqi. (HR. menyetujui dan berperan aktif untuk melaksanakan undang-undang kafir mereka. rela berada dalam naungan berhala mereka (Pancasila). 2608 dan Abu ‘Iwanah. “kami tidak setuju dengan hukum kafir”. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. jamaah) dari umatku ini. 2454. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka. perang). ormas. Al Bazzar dan Al Haitsami dalam Majma’u Zawaid 5/255. setiap jamaah. padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu.

Bukhari no. dan hal itu tidak mungkin sempurna kecuali dengan imarah (kepemimpinan) dan kekuatan. Seandainya anda melihat ketika Rasulullah mencela habis-habisan kami.” (Ghiyatsul Umam Fi At Tiyatsi Adh Dhulam hal. Ketika pulang. menegakkan sholat Jum‘at.” (Majmu’ Fatawa 28/390-392). menegakkan sholat ied dan menolong orang-orang yang terdzalimi. Ketika ketiga komandan yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam (Zaid bin Haritsah .menyebabkan kehancuran. mereka akan ragu-ragu dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban penting dan kebingungan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi. Imam Ath Thahawi mengatakan. Kemaslahatan manusia tidak akan sempurna kecuali dengan berkumpul (berorganisasi) di antara mereka. maka tentunya mengangkat komandan jihad di saat tidak ada khalifah lebih boleh lagi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merestui mereka dan menggelari shahabat Khalid sebagai saifullah. setiap orang akan memaksakan pendapatnya dan berbuat sesuai hawa nafsunya sendiri sehingga mereka akan binasa. Imam Ibnu hajar berkata : Hadits ini menunjukkan bolehnya mengangkat komandan perang meski tidak diangkat (ditunjuk) oleh khalifah. Ini sama persis dengan peristiwa perang Mu‘tah. hukumnya lebih wajib lagi. Beliau bersabda. (Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari 7/653. Jika demikian halnya dengan pasukan jihad yang diberangkatkan oleh imam. “Apakah kalian tidak bisa mengangkat salah seorang di antara kalian sebagai pemimpin ketika pemimpin yang kutunjuk tidak menjalankan perintahku?” (Shahih Sunan Abu Daud no. Padahal susah atau tidak susah. Allah ta‘ala juga telah mewajibkan amar ma‘ruf nahi munkar. Apakah pemimpin itu ‘harus selalu’ diangkat oleh Khalifah? Memang harus diangkat oleh Khalifah. Uqbah berkata. para shahabat sepakat mengangkat Khalid bin Walid radhiallahu’anhu sebagai komandan perang. karena satu sama lain saling membutuhkan. bahkan dien dan dunia tidak akan tegak tanpa adanya kepemimpinan. nanti juga pemimpin itu akan datang dengan sendirinya ? Perkataan semacam itu biasanya muncul dari satu di antara empat keadaan seseorang: Pertama. maka perintah untuk mengangkat pemimpin atas kelompok yang terdiri dari lebih dari tiga orang yang tinggal di desa-desa dan kota-kota dan dituntut untuk menunaikan hak-hak dan mencegah kedzaliman di antara sesama mereka. ketika seorang komandan pasukan yang ditunjuk oleh imam tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. pasukan berhak mengangkat seorang di antara mereka yang mempunyai kemampuan memimpin tugas sebagai komandan baru. menegakkan keadilan. haji. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mewajibkan mengangkat seorang pemimpin dalam sebuah perkumpulan paling kecil (3 orang) dan paling sebentar dalam perjalanan.” (Nailul Authar 8/257) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Harus diketahui bahwa mengendalikan urusan manusia termasuk kewajiban dien yang paling agung. qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah). bukankah dengan pasukan jihad di zaman tidak ada imam lebih berhak lagi? Imamul Haramain Al Juwaini mengatakan. Perhatikan Firman Allah yang bunyi-Nya: "(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra’:71) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 64 - - . yakni tidak mau susah banyak mikir. diperbolehkan. perkataan terkesan/bernada yang putus asa. mereka melaksanakan arahan dan perintahnya serta menjauhi larangannya. pada Hari Kiamat tiap diri akan didatangkan pimpinannya. 2387) Hadits ini menunjukkan. “Sebagian ulama telah mengatakan. Dengan tidak adanya kepemimpinan.Ja‘far bin abi Thalib . Dengan adanya kepemimpinan. Dari Uqbah bin Malik bahwasanya Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam mengutus sebuah pasukan perang kemudian pasukan ini mempersenjatai salah seorang di antara mereka dengan pedang. tanpa mesti harus menunggu pengangkatan komandan baru dari imam. HR. mikir atau tidak mikir. Jika suatu masa vacum dari seorang imam.Abdulllah bin Rawahah radhiallahu’anhum) terbunuh. perselisihan akan sedikit dan tercapailah kesepakatan (persatuan). Maka yang wajib adalah menjadikan kepemimpinan sebagai sebuah dien (ajaran dien). padahal ia tidak ditunjuk oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Hadits ini menjadi dasar bahwa kaum muslimin harus mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai komandan yang menggantikan posisi khalifah sampai khalifah datang. 387) Bagaimana bila ada yang mengatakan bahwa urusan kepemimpinan itu nanti saja belakangan. Jika kepemimpinan ini diperintahkan atas tiga orang yang berada didaerah kosong (padang pasir) atau sedang melakukan safar. maka menjadi kewajiban penduduk setiap daerah untuk mengangkat seorang imam dari kalangan orang yang berkemampuan . dan setiap perkumpulan harus ada pemimpinnya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam … (beliau menyebutkan hadits-hadits diatas). Ketika pulang ke Madinah. Tetapi jika Khalifah tidak ada dan/atau suasana sudah genting dan darurat maka boleh mengangkat pemimpin. karena mendekatkan diri kepada Allah dalam kepemimpinan dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya merupakan bentuk mendekarkan diri yang paling utama. 4262) Bila menganggkat komandan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada khalifah dengan alasan kondisi genting dan jauhnya khalifah dari pasukan. untuk mengingatkan wajibnya mengangkat pemimpin untuk seluruh perkumpulan lainnya. Demikian juga halnya dengan seluruh perintah lain yang Allah wajibkan seperti jihad. Jika mereka tidak melakukan hal itu.

Berdasarkan ayat di atas itu, sadar atau tidak bahwa di bumi ada dua kepemimpinan. Yakni, jika diri tidak berada dalam kepemimpinan yang haq, berarti berada dalam kepemimpinan batil. Dengan itu sekalipun bagi yang tidak merasakan dalam suatu kepemimpinan maka kepadanya tetap akan didatangkan saksinya yaitu pemimpin, terlepas dari apakah itu yang bathal atau yang haq. Dalam AlQur'an surat 90 ayat 10 dinyatakan yang bunyinya : "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan". Dengan itu jelas bila tidak dalam yang haq, berarti dalam bathil. Jika tidak dalam kepemimpinan Islam, pasti berada di bawah kepemimpinan thaghut. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpinnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(Al Baqarah : 257) Kemudian, sehubungan dengan saksi di Akhirat, kita perhatikan lagi ayat yang bunyinya: "Dan bagaimanakah (jadinya) nanti jika diri tiap-tiap umat kami datangkan seorang saksi, dan kami datangkan engkau sebagai saksi terhadap mereka ?" (An Nisa : 41). Sebuah riwayat menerangkan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu: "Bacakanlah al Qur'an untukku!" Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu’anhu menjawab: Yaa Rasulullah, bagaimana aku membacanya untuk engkau, sedangkan AlQur'an itu turun kepada engkau?" Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menerangkan: "Aku ingin mendengarnya dari yang lain". Kemudian Abdullah bin Mas'ud membacakan surat An-Nisa. Sesaat sampai pada ayat di atas tadi (An Nisa’:41), Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berkata: "Cukuplah sekarang!" Ketika Abdullah bin Mas'ud menolehnya, tampak air mata beliau berlinang-linang. Ada lagi riwayat yang menyebutkan bahwa ketika itu Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menambahkan perkataannya : "Sebagai saksi selama aku berada di tengah-tengah mereka...". Dari keterangan tersebut itu dimengerti Bahwa Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam akan menjadi saksi nanti di akhirat terhadap perbuatan umatnya sewaktu masih dipimpin olehnya, tetapi sesudah mereka ditinggalkan wafat oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, maka persaksian itu bukan haknya lagi. Pada hari kiamat kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan dikejutkan oleh orang-orang yang sewaktu hayat beliau dipandang sebagai orang-orang yang tetap ta'at pada Hukum-Hukum Allah, tetapi sesudah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam itu wafat, dan mereka itu menghadapi macam-macam cobaan, ternyata dari perbuatan mereka itu diantaranya banyak didorong oleh nafsu duniawi, sehingga melanggar aturan-aturan Islam. Mengenai mereka itu kelak Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam akan berkata kepada Allah SWT sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Isa ‘alayhissalam: "...aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu". (Al Maaidah:117) Lebih lanjut kita perhatikan ayat yang bunyinya: "Allah berfirman:"Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain ....".(Al Araf:24) Dari ayat di atas itu dimengerti, disadari atau tidak bahwa di dunia ini terjadi permusuhan. Yaitu antara Hizbullah (Q.S.5:56) dengan Hizbusyaithan (Q.S.58:19), antara yang taat sepenuhnya terhadap hukum Allah dengan manusia-manusia yang mendurhakai-Nya. Pengertian mengenai "syaitan" yaitu suatu sifat bagi makhluk yang melanggar peraturan/hukum dari Allah, yakni yang terdiri dari jin dan manusia. Perhatikan Firman Allah Ta’ala yang bunyi-Nya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (menyesatkan). Jikalau Robbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka kerjakan" (Al An’am : 112) Dari ayat itu dipaham bahwa setiap manusia yang menentang berlakunya seluruh hukum Allah, maka adalah "syaitan" dan jelas berada pada jalan thaghut, terlepas dari apapun namanya, dan terus mengadakan kegiatan dengan saling membantu antara mereka. Dengan demikian jelas ada pemimpinnya. Dari ayat itu juga dipaham bahwa golongan syaitan dari jenis manusia itu adalah umum, artinya tidak mesti dengan nama yang khusus, tetapi bisa saja dengan sebutan yang sesuai dengan kondisi dan situasi zamannya. Dengan demikian dalam versi apapun namanya, baik itu mengatas-namakan Islam atau bukan, tetapi jika keberadaannya tidak memiliki ketegasan memihak kepada yang sepenuhnya ta'at terhadap Allah, maka tetap dalam kepemimpinan "syetan" alias thaghut! Dalam arti tidak memiliki "Furqoon". Sebab, bagaimana akan bisa menjalankan hukum-hukum Allah, jika tidak ada pemimpinnya?

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
65 -

-

Satu contoh saja, yaitu dalam Qur'an surat 5 ayat 89 tertera mengenai "Kaffarat" bagi yang melanggar sumpah yang uraiannya ialah: 1. Memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa diberikan kepada keluarga si pelanggar sumpah. 2. Atau memberi pakaian kepada mereka (untuk sepuluh orang). 3. Atau juga memerdekakan seorang budak (sekarang ini bisa disetarakan kpd yang senilai dengan itu). 4. Jika tidak sanggup melakukan yang sedemikian, maka hukuman/kaffaratnya puasa selama tiga hari. Dalam memutuskan hukum yang harus dipilih dari yang 4 di atas itu haruslah ada hakim untuk mengadili dan menilai kemampuan yang sebenarnya dimiliki oleh si pelanggarnya. Tentu, bagi yang tidak punya pemimpin, maka memilihnya ditentukan oleh yang sesuai dengan keinginan dirinya. Sehingga: Lapornya juga kepada dirinya sendiri. 1. Dihakimi oleh diri sendiri. 2. Divonisnya pun oleh diri sendiri, sehingga bisa dicari-cari mana yang enak atau ringan, walau dia mampu. Disitu pula setan menyelinap pada dirinya. Memang ringan tidak diketahui oleh orang lain, tetapi dimanakah letaknya nilai taubat serta keikhlasan diri untuk menjalankan hukum secara dhohir? Pribadi mu'min tidak lepas dari kewajiban memiliki pemimpin. Apalagi untuk menjalankan hukumhukum seperti "Hudud (Q.S.5:38), Qishas (Q.S.5:45), Jinayah (Q.S.24:2)". Bisa tegaknya hukum-hukum itu jika tegak kedaulatan Islam. Bisanya tegak kedaulatan Islam jika didahului oleh adanya kepemimpinan yang "Furqan", Sebab itu bila tidak butuh dengan kepemimpinan sedemikian, bukanlah seorang Islam, sebab tidak menjalankan Qur'an surat An-Nisa ayat 59. ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” Kedua, jelas, keluar dari yang belum paham tata-cara jihad dalam Islam. Mengapa? Karena, perkataan ini muncul biasanya dari yang kelelahan mencari pemimpin. Apalagi jika yang diikuti selama ini adalah orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu dengan aturan Islam, berangan-angan melamunkan seorang pemimpin ideal. Akhirnya bergonta-ganti pimpinan, maka ujung ceritanya adalah kenyataan di atas: "Sudahlah tidak usah meributkan pimpinan, yang penting kerja saja!" Padahal jihad itu harus dibawah komando Imam. Para sahabat saja sampai terpaksa menunda pengurusan jenazah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam. terlambat dua hari setengah, karena menunggu wujudnya kepemimpinan guna melakukan jihad fisabilillah. Ketiga, bisa juga perkataan di atas tadi itu timbul dari perasaan bahwa ibadahnya sudah sempurna atau tidak lagi mempunyai dosa, karena anggapan cukup dengan menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan. Sehingga merasa tidak perlu adanya pemimpin. Hampir banyak yang hapal akan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang bunyinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan tepat perhitungan waktunya, diampunilah baginya apa-apa yang terdahulu daripada dosanya." (H.R.Bukhori-Muslim) Pengertian dari hadist di atas, yaitu dia berpuasa sesuai dengan aturannya, juga posisi dirinya berada dalam kepemimpinan yang terpisah dari kepemimpinan yang memusuhi hukum Islam. Umpama saja seorang guru kelas 2 S.D. 6 berkata kepada muridnya: "Barangsiapa yang bisa menggambar mobil seperti gambar mobil ini maka akan memperoleh hadiah buku tebal ini". Jelas, hadiah cuma diberikan kepada yang berhasil mengerjakannya dari murid kelas 2 S.D. 6. Jadi, tidak masuk akal kalau ada murid dari kelas atau sekolah lain menggambar mobil memperoleh hadiah buku tebal yang dijanjikan oleh guru kelas 2, S.D. 6 tadi. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak mengemukakan adanya kewajiban berpuasa kepada para pengikut Abu Jahal cs. Karena itu, apa yang disabdakannya juga tidak ditujukan kepada yang masih mengabdikan dirinya bagi "Kebangsaan Quraiys Makkah" sehingga anti pemerintahan Islam di Madinah. Tidak ditujukan kepada yang anti terhadap negara yang didasari Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Tidak ditujukan kepada yang beriman akan sebagian ayat serta ingkar kepada sebagiannya. Tidak pula ditujukan kepada mereka yang menjadi alat pemerintahan yang anti terhadap hukum-hukum Al-Qur'an sehingga ikut terlibat menjegal tegaknya hukum Islam secara keseluruhan. Sungguh tidak ditujukan kepada mereka, sebab terhadap mereka yang sedemikian itu telah dinyatakan dalam Al-Qur'an diantaranya yaitu: Mereka adalah dzalim (Q.S.5:45), mereka adalah kafir (Q.S.5:44), mereka adalah fasik (Q.S.5:47), mereka adalah kafir yang sebenarnya (Q.S.4:150-151), mereka adalah yang mendzalimi diri mereka sendiri, dan tempat mereka adalah Jahannam (Q.S.4:97), dan mereka adalah yang terputus segala amalannya karena membenci hukum-hukum Allah (Q.S.47:9). Dalam hadist di atas tadi disebutkan "didasari keimanan", maka apakah bisa disebut beriman, jika terlibat membela tegaknya hukum-hukum jahiliyah (Q.S.5:50)? Sedangkan banyak ayat yang menunjukkan bahwa tidak dinyatakan beriman sehingga menegakkan semua peraturan Allah (Q.S.5:68, S. 15:90-93).

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
66 -

-

Selama belum kiamat, selama itu pula semua hukum-hukum Al-Qur'an menjadi kewajiban kita menegakkannya. Sebab itu, para "shoimiin (pelaku shoum)" harus dapat menempatkan dirinya pada wadah (jamaah) yang benar-benar tepat, sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Nabi saw, sehingga amalan Ramadhan-nya tidak terhapus, serta sesuai dengan yang dimaksud dalam "Tauhid". Ke-empat, perkataan di atas tadi muncul dari orang yang tidak mengerti tentang pentingnya nilai kepemimpinan dalam Islam. Bila menyusun Shaf tanpa harus mempertimbangkan dasar kepemimpinan, maka atas dasar apa penyusunan itu dilakukan? Atas dasar inisiatip pribadi? Ya, kalau pribadi bisa-bisa seribu pribadi jadi pemimpin, bahkan lebih dari seribu.... Bila dasarnya inisiatip maka ini jelas bukan logika Umat Islam yang mendasarkan dirinya pada keta'atan yang lengkap pada Allah, Rasul dan Ulil Amri (S.4:59). Bagaimana bisa tertib kepemimpinan, kalau awalnya saja sudah tidak teratur. Syarat berdirinya negara, salah satunya adalah adanya pemimpin. Jika syarat utama ini diabaikan/dianggap tidak mendesak, maka secara langsung orang yang berpendapat begitu, meruntuhkan negara itu sendiri. Jadi, perjuangan apa yang sedang disusun itu? Sepanjang sejarah sunnah, gerakan ummat itu muncul dari adanya pemimpin. Sebelum adanya kesatuan muslimin, baik itu di Makkah ataupun di Madinah, didahului adanya pemimpin. Menjawab pertanyaan di atas tadi, perhatikan lebih dahulu ayat-ayat di bawah ini: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orangorang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al Hadid : 16) "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa : "Hai kaumku, bukankah Robbmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Robbmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?". (Thaahaa : 86) Dari kedua ayat di atas itu diambil arti, sebagai mukmin harus bisa bertahan dalam berpegang pada ketetapan Allah, meski waktu telah begitu lama melampauinya. Jika dikaitkan dengan lamanya diri mencari kejelasan pimpinan, sementara belum juga mendapatinya maka dalam hal itu tidak boleh berkata yang menyalahi dari ketetapan Allah, seperti halnya sudah tidak perlu adanya pemimpin. Mestinya, jika diri sudah berusaha mencari pemimpin yang sebenarnya sedangkan belum juga didapati, maka berkatanya pun harus mengandung unsur perlu adanya pemimpin sehingga padanya didapat "nilai kesabaran". Perhatikan ayat yang bunyinya : "Dan di antara mereka kami jadikan pemimpin untuk memberi petunjuk dengan perintah kami pada waktu mereka sabar. Dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami." (As Sajdah : 24) Meskipun ayat di atas itu terkait dengan kisah Bani Israil, namun sejarah tadi termaktub dalam AlQur'an, maka sudah seharusnya segenap Ahlul Qur'an mengambil hikmah. Ayat di atas memberikan gambaran pada kita bahwa munculnya pemimpin sebagai kekuatan de fakto adalah hasil proses kesabaran yang panjang. Untuk jelasnya kita ulangi lagi ayat yang bunyinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik." (Al Hadid :16) Ayat di atas itu mengingatkan kita (khususnya pembaca) bahwa setiap mukmin hendaknya bersegera menerima kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka. Jangan seperti Yahudi/Nasrani, dimana ketika datang kebenaran pada mereka, hati mereka bukan terbuka, malah menutup dan mengeras saking lamanya mereka berketerusan dalam kegamangan tanpa informasi. Ujung ayat dijelaskan bahwa menolak kebenaran yang baru datang , dan tetap berpegang pada informasi lama yang gamang tadi akan menjadikan keliru dalam melangkah dan mengambil keputusan, jadilah orang fasik dalam pandangan-Nya. Naudzubillaahi min dzalik.

Bagaimana terhadap perkataan "Jangan dulu memikirkan mana pemimpin, jaga saja diri sendiri dan keluarga”?
Terlebih dulu saya kemukakan ayat yang bunyinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (Perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6)

DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI
67 -

-

kita tetap harus menjaga diri sediri. terus berlaju tanpa mesti menunggu anggauta keluarga yang tidak mau.. mereka mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka.maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu. sesungguhnya anakku termasuk keluargaku. (H R. Hanya menegakkan hulum-hukum Allah itu harus dengan bersama-sama. artinya jika sudah diri sendiri baru keluarga. jika masih dalam yang bathil berarti tidak menjaga diri dari neraka. maka berkatalah pimpinan mereka (yakni pimpinan kelompok pejuang kebenaran itu) kepada Isa: "Kemarilah. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya : "Dan Nuh berseru kepada Rabbnya seraya berkata : "Ya. lalu kita hanyut terbawa oleh keluarga." (H.. dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallama bersabda: 'Terus menerus dari umatku ada sekelompok orang yang berpegang di atas dasar kebenaran.Dari ayat itu diambil arti bahwa menjaga diri sendiri itu kewajiban yang pokok. Imam Ahmad dalam Musnad) "Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. (Huud : 46) Dengan ayat itu dimengerti bahwa soal keluarga artinya kalau mereka sudah tidak mau untuk berada dalam kepemimpinan Islam. Keluarga juga diajak supaya menjadi sama dengan kita. pimpinlah kami menunaikan shalat". Yang pertama adalah diri sendiri. radhiyallahu'anhu berkata: "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Akan tinggal Dajjal di bumi sampai waktu yang dikehendaki Allah. dan sesungguhnya janji Engkaulah yang benar. yakni wajib memiliki pemimpin. adapun berhasil atau tidak hal itu bukan urusan kita. Tuhanku. penulis akan mengemukakan tiga hadits di bawah ini: "Dari Imran bin Hushain Radiyallahu 'anhu. dia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang berperang atas kebenaran.. sebagaimana Nabi Nuh –salam baginya. bab Fi Dawamil Jihad. "Dari 'Abdillah bin Mughoffal." Kemudian beliau bersabda: "Maka Nabiullah Isa 'alaihis salam turun. Perhatikan ayat-ayat yang bunyinya: "Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangsakala yang kedua). melainkan harus dengan secara bersama-sama. kita tetap menjaga diri dengan kata lain. dari ibu dan bapaknya.. Sebab itu janganlah kamu memohan kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekatnya). jangan sampai keluarga yang sudah tidak mau. Abu Daud. Dan seandainya diantara mereka ada yang tidak mau. Di akhirat pun diri bertanggung jawab hanya oleh dirinya sendiri. Bagaimana jawaban kita terhadap perkataan bahwa untuk kepemimpinan tunggu saja Imam Mahdi yang akan membereskan semua persoalan ? Dalam menjawab pertanyaan di atas itu. sehingga orang-orang terakhir dari mereka ini memerangi al-Masih Dajjal"." (At-Tabrani dalam Al-Kabir & Al-Baihaqi dalam Al Ba'ts) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 68 - - . Apabila seseorang tidak berada dalam kepemimpinan yang haq. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. 2484. Untuk yang kedua ini bagi kita hanya sekedar usaha memelihara sebisa mungkin sesuai dengan batas kemampuan. Maka Isa menjawab: "Tidak.. yakni "kamu sekalian". Dengan itu wajib ada pemimpinnya. sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian yang lainnya sebagai pimpinan sebagai pemulyaan Allah terhadap umat ini.R Muslim) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Abani hafizullah menerangkan: "Perkataan 'pimpinan mereka' di hadits ini yang dimaksud adalah Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah 'alaihis salam sebagaimana yang bisa dilihat dalam hadits-hadits lain." ('Abasa : 33-37) Dengan ayat itu juga dipaham bahwa kewajiban menjaga keluarga itu soal kedua. maka beliau membunuh Dajjal." (Huud : 45) "Allah berfirman:"Hai Nuh. ya. namun tentu harus melalui pertimbangan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Sesungguhnya aku memperingatkan kapadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang jahil". Dan Engkau Hakim yang seadil-adilnya. dari isteri dan anak-anaknya. sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). Lihat petikan ayat di bawah ini yang bunyinya: ". Tiap diri mu'min yang sudah baligh wajib menegakkan hukum-hukum Allah secara keseluruhan. kemudian turunlah Isa bin Maryam yang membenarkan Nabi Muhammad dan berada di atas millah (syari'at)nya dan sebagai hakim yang adil." (Al Maaidah : 48) Menjalankan hukum-hukum Allah tidak bisa dengan cara bersendirian. Perintahnya juga "Kum". Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. No.Demikianlah makna menjaga diri sendiri. sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. mereka itu selalu tampil dengan kebenaran sampai hari kiamat. sama wajibnya dengan menjalankan Sholat yang lima waktu. berarti dalam yang bathil.

maka pelaksanaan hukum potong tangan itu harus ditunda. (HR. artinya bila sudah ada Imam. maka hal itu berarti anda sekarang tidak merasa diperintah Allah untuk memerangi musuh-musuh Islam pada zaman sekarang. Abu Maljam ditemui sedang minum Khamar oleh Sa'ad bin Abi Waqqos. juga datangnya Nabi Isa –salam baginya-. Kesimpulan dari tiga hadits di atas tadi bahwa akan datang Imam Mahdi pada akhir zaman. bilamana selesai berperang ia masih hidup.yang kemudian datang pula Dajjal. Begitu juga yang dijadikan musuhnya. belum datang Imam Mahdi. pasti akan kupotong tanganmu". maka Abu Maljam melompat ke atas kuda Sa'ad. sambil mengawasi situasi berperang. hidup pada zaman sekarang. dan dirinya dikerumuni orang. bila belum bisa menjalankan hukum jinayah Qishos. maka tidak perlu adanya Imam yang didhohirkan. Musuh yang dihadapinya merupakan musuh yang berat yang tidak bisa dihadapi oleh kita sekarang. Tegasnya. melainkan karena kondisi ketidakmampuan kaum muslimin untuk menguasai keadaan orang yang dikenai hukum potong tangan itu. Abu Maljam meminta kepada Ibna Hafsah supaya dilepaskan kakinya dengan janji. dengan bersenjatakan tombak. Ishak bin Ranaiwah. Ketika itu Sa'ad bin Abi Waqqos sedang luka-luka tidak memimpin perang. bahwa tidak boleh dilaksanakannya hukum had itu bukan disebabkan belum didhohirkannya Iman. yaitu Imam Mahdi dan kemudian diturunkan Nabi Isa –salam baginya.Dari tiga hadits itu dipaham bahwa yang disebut "Imam Mahdi" yaitu yang datangnya pada akhir zaman sewaktu sudah mendekati hari kiamat. soal akan datangnya Imam Mahdi. bila sudah di dalam wilayah yang sudah dikuasai dengan sepenuhnya (de facto). Sewaktu Abu Maljam melihat kuda-kuda dihalau untuk dipersiapkan menyerbu musuh. Sehingga akhirnya Nabi Isa as itu membunuh Dajjal itu. Khalifah Umar bin Khathab mengumumkan pelarangan terhadap pelaksanaan hukum dera di waktu perang. Azauza'i juga yang lainnya menentukan. yaitu Dajjal dan bala tentaranya. Apakah benar mengenai perkataan. puluhan musuh terbunuh olehnya. Dia berkata: "Sekiranya aku tak mendengar sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. atau kapan datangnya Dajjal yang disebutkan dalam hadits tadi. maka kita tidak bisa lepas dari kewajiban kita untuk memiliki Imam/pemimpin pada waktu sekarang. Dalam Perang Qodisiah. Allah Maha Bijaksana bahwa akan menguji umat muslimin dengan musuh (Dajjal) yang diberikan keluarbiasaan. olehnya tidak dihukum dera. Dengan itu seandainya anda tidak mau punya pimpinan Islam. musuh anda belum begitu berat seperti nanti pada zaman Imam Mahdi. Artinya. maka tentu pemimpin muslimin yang menerimanya juga "bukanlah yang tidak ma'shum" seperti pemimpin kita sekarang. Ibnu Hafsah menanyakan mengenai Abu Muljam kepada suaminya. sebagai alat penguji keimanan umat muslimin ditakdirkan oleh Allah dengan membawa keluar-biasaannya. bahwa dalam kondisi demikian. maka tidak diperbolehkan melaksanakan hukum had (potong tangan). Jadi. Ada Malaikat! teriak seorang shahabat. tangan-tangan tak boleh dipotong. hal itu urusan nanti. bilamana dirinya membelot kepada musuh. bahwa musuh Islam yang dihadapi oleh Imam Mahdi bukan lagi musuh yang seperti kita lihat sekarang. yang benar yaitu bilamana kondisi dalam berperang atau sedang berada dalam wilayah yang sedang dikuasai musuh. Apabila aku mati. Jadi. Dengan demikian untuk melaksanakan hukum had itu. karena anda mengandalkan datangnya Imam Mahdi.s. sedangkan kewajiban bagi Imam Mahdi itu nanti sezaman dengan datangnya Dajjal. tapi diperingatkan kepada anak buahnya supaya mengikat kedua kaki Abu Maljam. Dan sezaman dengan turunnya Nabi Isa a. ia menerjang musuh dengan gesitnya. kalian (yang melepaskan) terbebas dari pertanggungan jawaban mengenai diriku!" Begitulah ketegasan Abu Maljam. artinya Imam Mahdi tidak bertanggung jawab kepada kehidupan kita sekarang. Ataukah memang anda bersikeras ingin menunggu berperang melawan bala tentara Dajjal? Mestinya anda bersyukur ditakdirkan oleh Allah. Jinayah dan Hudud. Abu Maljam kembali mengikat sendiri kedua kakinya. kemudian maju menyerbu musuh. Sesudah tentara Islam mengalahkan musuh. qishos dan had mesti diberlakukan ? Tidak benar! Melainkan. bahwa dengan adanya berita akan datangnya Imam Mahdi. bahwa hukum tidak boleh dilaksanakan di daerah yang dikuasai musuh. diwaktu perang. Imam Mahdi hanya akan mempertanggungjawabkan umatnya yang pada zaman menjelang kedatangan Dajjal mendekat hari kiamat. yaitu menjelang turunnya Nabi Isa –salam baginya. dirinya akan kembali untuk diikat kakinya. artinya anda tidak akan diminta pertanggungjawaban soal Imam yang akan datang. namun dinaikkan ke atas sebatang pohon. yakni sudah mendekati hari kiamat. maka segala hukum seperti jinayah. Imam Ahmad. Abu Maljam dihukum lalu dibebaskan. Setelah dilepaskan kainnya. sesuai dengan kadar serta keseimbangannya. Jadi. Abul Qosim Al-Khroqi dalam risalahnya meriwayatkan bahwa Bisyr bin Arthaah menangkap seorang tentara (mujahid) yang mencuri barang miliknya. akan diminta pertanggung-jawaban oleh Allah dari hal kehidupan sekarang. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan Nabi Isa –salam baginya-. Melihat hal itu. Sehingga bala tentara Imam Mahdi memerangi bala tentara Dajjal. Kita hidup sekarang. aku akan mendera orang yang memberi kemenangan kepada muslimin". maka akan mendatangkan pimpinan umat yang diberikan keluarbiasaan pula. Abu Daud). Sa'ad bin Abi Waqqos berkata: "Demi Allah. Kita tidak tahu kapan datangnya hari kiamat. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 69 - - .

Karena mengaku khalifah dunia. Adapun muslimin yang berwali kepada NKRI. tetapi berideologi bukan Islam. maka wajar bila untuk eksistensinya menuntut pengakuan seluruh muslimin yang ada di dunia ini. maka kewajiban memiliki Imam sudah ada. bila diterapkan dalam kondisi umat Islam pada zaman Imam Ahmad. berimam pada kepala negaranya. "Di zaman apa perkataan tersebut diucapkan?" Ucapan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah disampaikan di dalam wilayah Daulah Islamiyyah yang berjaya. Hanya berpijak pada kata tanpa melihat konteks peristiwa. tanpa prosedur dan hukum yang berlaku. juga negara Madinah sudah ada. hidup di atas dasar negara selain Islam dan bersepakat menerima hukum non Islam sebagai tata nilai mereka. beribadah kepada Allah dalam pangakuan negara yang menyatakan berlakunya hukum-hukum. Dalam keadaan demikian. sungguh terbalik alias salah. sebelum Ummat Islam berkuasa penuh. Hal demikian tidak ditujukan kepada yang namanya muslimin. atau sebelum berlakunya hukum hukum pidana. Di tempat dimana Pemerintahan Islam eksis dengan segala persyaratannya. sudah dengan lantangnya mengaku diri sebagai khalifah bagi dunia Islam. jika untuk mengadakan imamnya saja belum bisa. Ahlul Halli wal Aqdhi lengkap. yakni ditujukan kepada kaum muslimin yang bernaung dalam Daulah Islamiyyah. maka yang pertama kali ialah dhohirnya Imam. Lain halnya bila yang terangkat adalah seorang khalifah untuk memimpin seluruh dunia. meski hukum-hukum yang menyangkut pidananya itu tidak dijalankan. kembali mentha'ati kekuasaan yang tengah berlangsung dan diakui seluruh muslimin tadi. Maksudnya. Imam yakni kepemimpinan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. Bila pada zaman nabi shalallahu’alaihi wassalam di Madinah ialah beliau sendiri. Dan mengaku sebagai khalifah secara otomatis memikul kewajiban mengurus seluruh nasib muslimin di muka bumi. dan had itu. Ali bin Hasan Al Atsari hal 89-96. tiba tiba ada orang yang mengangkat diri jadi Imam. Ini kudeta namanya. Dengan itu sebelum adanya perintah shalat juga hukum-hukum pidana. wajar saja mereka tidak mengakui kebenaran. Tanggung jawab pertama kita adalah memberlakukan syari'at Islam dengan seluas luasnya dan sempurna di wilayah negeri kita dulu.Dari riwayat itu diketahui bahwa Daulah Islamiyah beserta Imamnya sudah ada yakni dhohir. Qishos. Adapun ketika jutaan muslimin. Adakah kekuatan yang sanggup memikul beban ini sekarang? Dari itu garis besar haluan yang haq amatlah jelas dan berpijak pada kenyataan. baru setelah itu kita akan berpartisipasi aktif dalam perjuangan Islam di dunia internasional menuju terciptanya khilafah Islamiyyah bagi seluruh alam. tidak ada artinya mengangkat Imam bila seluruh muslimin tidak mengakui dia sebagai "Imam". mengambil Al Quran dan Hadits shahih sebagai hukum tertinggi serta menerima semua perundang-undangan dan keputusan Imamah. maka kelompok tadi dinamakan Ahlul Baghiyyah. dimana diantaranya Imam Ahmad pernah berkata bahwa yang dikatakan Imam ialah yang seluruh kaum muslimin berkumpul dibawah kepemimpinannya. Jadi. Secara akal pun dimengerti bagaimana bisa berkuasa penuh. siapa yang sudah menyatakannya? Saudi Arabia saja yang jelas jelas memiliki legalitas Quraisy. Dalam Kitab Ad Da'wah IlAllah. sehingga mempertahankan hukum-hukum kafir. rela diatur kekuasaan Darul Kuffar. maka haruskah sebuah Daulah Islamiyah membiarkan posisi tertinggi negaranya kosong hanya karena menanti seluruh muslimin yang menjadi rakyat Darul Kuffar itu mengakuinya? Bagi kita yang hanya berwali pada Allah. maka wajar saja apabila di saat kekuasaan Islam tengah berlangsung. artinya masih dalam bahaya. had. Mengenai ucapan Imam Ahmad itu adalah benar. Bukan langkah khayal seperti yang diyakini beberapa kelompok sempalan. qishos. diri mereka sendiri masih bertekuk lutut menjadi warga negara Darul Kuffar. Bagaimana dengan Imam dalam sebuah jamaah yang diangkat oleh jamaah tersebut? Orang terkadang lalai dalam mencermati sejarah. begitu juga sungguh salah alias terbalik. bagi yang mengatakan tidak perlu adanya imam karena belum bisa menjalankan hukum jinayah. hal itu tidak merisaukan kami. Dengan demikian. maka menjadi kewajiban tentara Islam untuk memeranginya hingga mereka bertekuk lutut. bagi orang yang mengatakan bahwa shalat itu baru wajib kalau sudah diperintah oleh Imam. wajar bila mereka dipaksa dengan kekuatan untuk kembali pada kebenaran. Bila kelompok ini malah menentang dan mengangkat senjata. berakibat berhadapan dengan seluruh front kekafiran dunia. keadaan dimana muslimin malah menjadi rakyat Negara Kafir. karena didaerah musuh. yakni memiliki wilayah yang sepenuhnya dikuasai. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 70 - - . dan sudah berjaya sebagai sebuah daulah belum berani menyatakan dirinya sebagai khalifah dunia. sebab mereka tinggal di negara kafir. Pandangan Imam Ahmad juga menjadi pijakan kita. Dan untuk saat ini seorang khalifah untuk seluruh dunia belum ada. meski sedang berada di wilayah yang dikuasai musuh. Dan jelas sekali bahwa sebelum diturunkan hukum-hukum pidana. begitu juga jajaran panglima militer yang mengawal negara Islam. Dimana masing masing mereka berkata : "Inilah dia Imam". dan bila dia punya pengikut yang mendukungnya dengan jalan sangka sangka. artinya sebelum adanya kewajiban menjalankan hukum hukum pidana itu didahului dengan adanya Daulah Islamiyyah dengan imamnya. Yang dimaksud dengan Imam ialah pemimpin tertingginya.

Contohnya. Abu Abbas sendiri tidak diketahui oleh penguasa Makah telah mengorganisir gerakan muslimin secara tersembunyi di wilayah Makah. Bila tidak demikian berarti dalam posisi "Dholaalah (sesat)". Hal demikian terjadi pada zaman Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam. atau berdakwah untuk ashabiyyah. Barangsiapa dari umatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang baik-baik dan yang fajir. Begitu juga yang berada di negeri Habsyi. maka dia bukan dari golonganku dan aku tidak termasuk golongan mereka. dia akan berjumpa dengan Allah dengan tanpa hujjoh (alasan membela diri). Muslim) Apakah Etika Timbal-balik Antara Pemimpin & Bawahan Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih ? Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda. setelah ditanda-tangani Perjanjian Damai Hudaibiyah. shaum dan mengaku muslim. "Barangsiapa yang melepaskan 'tangannya' dari ketaatan. 3408)” A. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi Pemimpinnya. Muslim. Nabi Zakaria. jadikanlah ia sebagai pegawai. maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Ingat! kalau untuk berbaiat itu menunggu dulu kepemimpinan yang haq itu berkuasa sehingga memiliki wilayah de facto (futuh). KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN: a. karena mereka tidak boleh menuju Madinah. Banyak ayat yang melarang kita mengangkat pemimpin dari golongan yang anti hukum-hukum Allah. Rasul-Nya. sehingga menjelang Fathu Makah. Dan menunggu hasil tidak didapat dalam Qur'an dan Sunnah. Kita mesti berada pada posisi yang haq dan syarat untuk itu harus berjihad menegakkannya. kemudian dia mati. Dengan itu berarti kita dituntut komitmen kepada pemimpin yang haq. maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya walaupun ia shalat. Memiliki Loyalitas yang Mutlak “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah. yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Kuat & Amanah “Berkata salah seorang diantara anaknya (Syu’aib) : Wahai ayahanda. dan Nabi Musa –kesejahteraan bagi mereka-. (HR Bukhari. XXII/43 no. jumlah mereka yang lari dari Makkah sebanyak 300 orang. Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda.” (HR. tidak berbaiat kepada penguasa Habsyi. mereka berdiam diri di sebuah dusun yang bernama 'ies. Nabi Ibrahim. melainkan "cuma menunggu hasil". Buktinya. Kewajiban berbaiat kepada kepemimpinan yang haq tidak mesti berada di wilayah de facto yang Haq. mereka dikejar-kejar oleh penguasa musyrik karena berada di wilayah pengusa musyrik. Barangsiapa yang berperang dibawah bendera atau marah karena ashabiyyah. meski berada di wilayah yang dikuasai pemerintahan musyrik." (HR. suatu daerah di tepi laut terletak antara Makah dan Madinah. Dari hari ke hari secara diam-diam jumlah mereka semakin bertambah. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada imam dan meninggalkan jamaah kemudian ia mati.” (Al-Qashshash : 26) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 71 - - . “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak. lalu melarikan diri. zakat. berarti merupakan Sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam yang dijadikan dasar perjuangan bagi umat Islam dewasa ini.” (Al-Maidah : 55-56) b. dan tidak memperhatikan urusan mukminin serta tidak menepati janjinya. Belum lagi yang tinggal di Makah bersama Abu Abbas. Barangsiapa yang mati. IX/352 no. karena sebaik-baik pegawai adalah yang kuat lagi bisa dipercaya. Pada waktu itu Abu Abbas yang ditugaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengawasi kota Makah. Muslim) “Barangsiapa yang keluar dari jamaah walaupun sejengkal saja. dan orang-orang yang beriman. maka yang takut ketahuan oleh penguasa. pada akhir tahun kelima hijriyah. Menurut perjanjian Hudaibiyah orangorang Quraisy yang masuk Islam tidak boleh ke Madinah. 6605. karena secara rahasia datang berbaiat masuk Islam diorganisir secara rahasia oleh yang ditugaskan di kota Makkah. Bagi yang bisa lolos tidak tertangkap. ada sekumpulan muslimin yang berada di wilayah kekuasaan pemerintah musyrik. Bahkan sangat hina! Sewaktu Nabi shalallahu’alaihi wassalam masih di Makkah semua ummatnya berada di wilayah yang dikuasai Abu Jahal. seraya mereka tunduk (kepada Allah).Apakah wajib komitmen (berbaiat) kepada pemimpin yang haq meskipun hal itu berada di wilayah yang dikuasai musuh? Komitmen (bai’at) kepada kepemimpinan yang haq itu wajib. mereka tidak berbaiat kepada Abu Jahal. sedang di 'lehernya' belum ada bai'at. maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Ikatan berbaiatnya tetap berlanjut walau Nabi tidak di negeri Habsyi.” (HR. Mereka secara tersembunyi menyusun kekuatan. Dan barangsiapa mengambil Allah. Bisanya hal itu diketahui. maka hal itu bukanlah berjihad. Sedangkan syarat berjihad guna menegakkannya itu ialah didahului dengan komitmen atau berbaiat (berjanji) untuk taat kepada kepemimpinannya. maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.

) Adil & Amanah: Islam menempatkan pemimpin yang adil dan amanah dalam derajat manusia yang tertinggi. Nasa’i VIII/221. 1827. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim. Tidak mungkin seorang yang baik (tanpa keterpaksaan) akan mengangkat atau memilih wakil dan menteri yang merupakan para musuh Allah ta’ala.” (HR Muslim no. seperti para koruptor. 2948. Tirmidzi no. 2626. Sesungguhnya Allah memberikan kekuasaan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA. 1332. Diantaranya ia termasuk kelompok pertama yang dinaungi oleh Allah ta’ala diantara 7 kelompok utama yang dinaungi-NYA pada Hari Kiamat kelak (HR Bukhari II/119 dan 124. Ahmad II/160). sesungguhnya IA Maha Luas (ilmu-NYA) lagi Maha Mengetahui. karena ia memiliki kekuatan fisik dan berilmu. asal mengikuti dan menegakkan syariat maka wajib ditaati. Muslim no. Iapun akan berada di atas mimbar dari cahaya nanti di Hari Kiamat (HR Muslim no. maka mudahkanlah ia. Abu Daud no. Nasa’i VII/160).” (Al-Furqan : 74) B. Muslim no. IX/333-338). menurut Imam al-Mundziri sanad-nya shahih karena ada syahid dari hadits Muadz ra yang diriwayatkan oleh Ahmad V/238-239. Pemimpin Wajib Memilih Bawahan yang Jujur: Seorang pemimpin yang adil tentunya akan memilih pembantu-pembantu. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 72 - - . KEPEMIMPINAN DALAM AS-SUNNAH: Jujur dan Tidak Menipu: Nabi shalallahu’alaihi wassalam melaknat pemimpin yang dipercaya untuk mengurus urusan ummat lalu ia malah menipu atau menyengsarakan mereka. XXII/44. nabi shalallahu’alaihi wassalam sampai menyatakan bahwa pemimpin yang demikian termasuk 3. anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). al-Hakim IV/93-94. 1828) Dan Islam menyatakan bahwa pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan. 4:59) Syarat taat pada pemimpin dalam ayat tersebut adalah mu’allaq/tergantung pada apakah ia taat pada Allah ta’ala dan Rasul shalallahu’alaihi wassalam atau tidak. 1707.” (Al-Baqarah : 247) d. Allah berfirman: Sesungguhnya AKU akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. jika ia memiliki sifat sebaliknya maka tidak wajib sama sekali untuk didengar dan ditaati (Bukhari XIII/109.golongan manusia yang paling utama dan paling berhak masuk Jannah. Merupakan Ujian Allah ta’ala “Dan (ingatlah). 1839. dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. Merupakan Tanda Ketaqwaan “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami. afdhal memilih pemimpin disesuaikan dengan suku/kebangsaan rakyat yg dipimpinnya (HR Bukhari. dimana cirinya adalah ia senantiasa kembali kepada Allah ta’ala dan rasul-NYA shalallahu’alaihi wassalam jika terjadi perbedaan pendapat ataupun perselisihan) dan bukan pemimpin yang memiliki sifat sebaliknya. bab Al-Umara’u min Quraisy. lalu Ibrahim menunaikannya. Kendatipun demikian. maka persulitlah ia. Sehingga dalam salah satu haditsnya. Tidak Wajib Taat pada Pemimpin yang Memerintahkan Maksiat: Oleh karena itu di dalam Islam pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagaimana disebutkan diataslah yang berhak dan wajib untuk ditaati (Tafsir QS An-Nisaa’. ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). Tirmidzi no. disamping orang yang lembut dan penyayang pada keluarganya dan orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta (HR Muslim no.c. kedukaan dan kemiskinannya pada Hari Kiamat kelak (HR Abu Daud no. kedukaan dan kemiskinan ummat maka Allah ta’ala tidak akan memperhatikan kebutuhan. yang memperoleh berbagai penghargaan dan kehormatan.” (Al-Baqarah : 124) e. Sehat & Berilmu “…Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) sebagai rajamu. Dan siapa saja yang diberi kekuasaan lalu ia mempermudah mereka. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Tidak ada Batasan Ras/Kebangsaan: Tentang siapa pemimpin itu Islam tidak membatasi ia dari ras dan kelompok apapun. wakil-wakil dan menteri-menteri yang adil pula. 1031). siapa saja yang diberikan kekuasaan untuk mengurusi ummatku lalu ia menyengsarakan mereka. sekalipun ia adalah seorang yang berkulit sangat hitam yang kepalanya bagaikan kismis (saking hitamnya) (HR Bukhari XIII/108). Dan pemimpin yang demikianlah yang akan senantiasa dicintai dan didoakan oleh rakyatnya karena kebijaksanaannya memimpin rakyatnya (HR Muslim no. 60:1). sebagaimana dalam sabdanya shalallahu’alaihi wassalam : “Ya Allah. 1855). 2865). Muslim. kaum oportunis apalagi para kolaborator asing (Al-Mumtahanah.

Meminta izin dalam setiap urusan pentingnya atau sebelum mengambil keputusannya (An-Nur : 62). IV/57. Lihat kisah Umar bin Khattab ra saat perjanjian Hudhaibiyyah dengan Nabi Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam & Abu Bakar ra (Sirah Nabawiyyah. memohon penjelasan sampai jelas 2. Mendengarkan dan memahami perintah dengan sebaik-baiknya. Ibnu Katsir. Lihat kisah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu dalam perang Khaibar dalam Shahih Bukhari (Fathul Bari’. dalam arti tidak karena penggantian hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum kafir. III/218. V/392.(HR Muslim.1476)” D. Ada yang mengatakan bahwa sebagian ulama salaf (terdahulu) tidak berusaha menggantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja-raja yang zalim.Benarlah pernyataan pemimpin abadi kita nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam : “Jika Allah ta’ala menghendaki kebaikan kepada seorang penguasa. maka tidak diingatkan dan jika ia ingat maka tidak didorong/dibantu. Lihat kisah Jundub bin Makits al-Juhni saat dalam Sariyah (Al-Bidayah wa an-Nihayah. mk Salmah bertanya lagi yg kedua kali. Ibnu Katsir. bab Yuqatilu min Wara’il Imam. Berbeda dengan zaman 'Ahdu 'l-muluka 'l-jabbar seperti sekarang ini. juz-IV. bab Fi Tha’atil Umara’ wa in Mana’u. kitab al-Imarah.61)” b. tetapi hal itu merupakan tindakan pribadi-pribadi raja. 5. DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 73 - - . Melipatgandakan kesabaran saat melaksanakan perintah tersebut.393). Bila itu benar. 1415.171). Wajib Taat pada Pemimpin Islam Bersabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada Allah.(HR Muslim. Dan jika Allah ta’ala menghendaki keburukan kepada seorang penguasa. karena bagi kalian pahala ketaatan kalian dan baginya dosa ketidakadilannya. KEWAJIBAN TAAT PADA PEMIMPIN ISLAM: a. dalam arti memberlakukan hukum Islam.(HR Abu Daud no. hal. maka Ia akan memberikan untuknya menteri-menteri yang jujur. V/22. maka apa sebabnya? Sebab. Jika penguasa itu lupa. 319). 2932. Para penguasa pada zaman ulama salaf itu membela Islam.23. Banyak terjadi konflik antara -pihak raja-raja dengan para ulama salaf. IX/393)” Dalam hadits lainnya: “Barangsiapa meninggalkan ketaatan lalu memisahkan dirinya dari Jama’ah lalu ia meninggal maka ia mati Jahiliyyah. (HR Muslim. dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada Allah. hukum yang berlaku di negara dan di negeri Islam bukan hukum-hukum Islam lagi. Musnad Ahmad. IV/222. IX/384)” c. III/1414.223).58. dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan Islam maka berarti ia telah tidak taat kepadaku. Ibnu Hajar. maka ia kelak akan bertemu dengan Allah tanpa dapat mengemukakan argumentasi apapun. kitab al-Jihad. apa yg anda perintahkan pada kami? Maka Rasulullah SAW memalingkan wajahnya. bab Wujub Mulazamatin Jama’atil Muslimin ‘Inda Zhuhuril Fitan. (yaitu) yang jika ia khilaf maka selalu mengingatkan dan jika ia ingat maka selalu dibantu/didorong. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan Islam maka berarti ia telah taat kepadaku. juga Nasa’i VII/159 dengan sanad yang shahih)” C. Tidak didapat dalam sejarah pada masa-masa itu raja-raja yang berani melarang berlakunya hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (HR Bukhari. Melaksanakan dengan segera perintah tersebut. Dengan itu tuntutan umat Islam sekarang di setiap negeri adalah terwujudnya kembali khilafah (kekuasaan) berdasarkan Manhaj Nubuwwah. Wa’il bin Hajar ra berkata : Bertanya Salmah bin Yazid al-Ju’fiy pd Rasulullah SAW : Wahai Nabi Allah … bagaimana pendapatmu jika ada seorang pemimpin yg selalu meminta ketaatan dari kami tapi tidak memberikan hak kami. Ketaatan tersebut tetap Berlaku Walaupun Di Satu Sisi Seolah Mengorbankan Kepentingan sebagian Rakyatnya Dari Abu Hunaidah. bahwa pemerintah kerajaan pada masa dahulu itu adalah memberlakukan hukum-hukum Islam di masyarakat Islam. walaupun tidak sesuai dengan pendapatnya atau berbeda dengan keinginannya. juz-III hal. maka jawab Rasulullah SAW : Dengarlah oleh kalian semua dan taatilah ia. 3. BENTUK-BENTUK KETAATAN: 1. maka Ia akan memberikan untuknya para menteri yang jahat. 4. Sebab itu para ulama salaf juga tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap raja-raja. dengan sanad yang baik menurut syarat Muslim. Dosanya Memisahkan Diri dari Ketaatan pada Pimpinan Islam: Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan. lihat kisah Hudzaifah bin Yaman saat perang Ahzab (Shahih Muslim. ikhlas dan tidak menguranginya atau menambahinya sedikitpun. kemudian melaksanakannya dengan tidak menunda-nunda dan dengan sebaik-sebaiknya. Saling memberi dan menerima nasihat.

bukan dari Institusi Thaghut seperti KUA atau Depag dsb.” (Az Zumar : 3) Ketika mereka (kaum musyrikin Quraisy) meyakini dan menerima Islam sebagai dien maka ia wajib bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam.” (At Taubah : 20) Ada tiga fase dalam Islam yaitu amanu. hal ini telah dibahas panjang lebar pada Kajian Tauhid. sebagai Ilah yang ditaati dan sebagai Malik yang Memerintah. rukun wudhu. seperti mengikuti syirik akbar sistem agama demokrasi dan/atau syirik akbar lainnya. rukun shalat. Bahkan ada beberapa orang yang hanif yang tidak menyembah berhala dan membenci perbuatan tersebut. meyakini dan siap melaksanakan segala konsekuensi menjadi muslim maka ia wajib mengikrarkan syahadatain sebagai suatu janji kepada Allah untuk taat. Kita melihat Sirah Nabawiyah. walaupun mereka bergelar kiyai haji atau ustadz karena sebenarnya mereka adalah ulama jahil atau ulama suu’ (jahat). ia tetap harus bersyahadah di depan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam. Rukun adalah perwujudan atau rangkaian tindakan yang wajib dilakukan pada pelaksanaan syariat. Dalam merumuskan rukun syahadatain berbeda dengan rukun Islam lainnya. sebagai langkah awal DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 74 - - . tetapi ketika ia mau mengikuti Islam. Rukun Islam yang kedua sampai yang kelima dilaksanakan setelah seseorang menjadi Muslim. Sedangkan syariat syahadatain dilaksanakan oleh seseorang yang akan menjadi Muslim. jika seseorang pernah ikut serta didalamnya walaupun karena kebodohan dan/atau karena niat maslahat dakwah maka sebenarnya ia telah mengikuti sistem syirik tersebut sehingga ia menjadi musyrik dan murtad (keluar) dari tauhid (Islam). Dan amaliah ini erat kaitannya dengan kepemimpinan Islam dan kemusliman seseorang. Hari ini pun banyak yang mengklaim mereka mengikuti millah Ibrahim dan dien yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam (Islam).Bagaimana cara memasuki Jamaah Islamiyah. Demokrasi adalah syirik akbar. lalu mereka menerima Islam. Untuk memperjelas pembahasan ini dan untuk menjawab pertanyaan. Mereka mengikuti aturan berdasarkan hawa nafsu dan berpaling dari hukum Allah. karena ia termasuk Rukun Islam bukan Rukun Iman. syirik akbar kubur. syirik akbar dustur (undang-undang/aturan/hukum) dll. hanya kepunyaan Allah-lah ajaran yang bersih (dari syirik). ternyata mereka berpaling dari tauhid dan mengikuti kemusyrikan. penjelasan lengkapnya telah dibahas di Pasal Kajian Tauhid. baik karena kebodohan ataupun karena pengingkaran. Jamaah Tauhid. rukun zakat. status mereka musyrikin karena tawalli kepada Institusi Thaghut. mereka meninggal di atas ajaran syirik kaumnya. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Mereka mengikuti pemimpin yang menyeru kepada kemusyrikan dan kekafiran. “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. “Ingatlah. karena saat itu belum ada dakwah tauhid dan belum ada hujjah risaliyyah. dan menjadi mukmin. dan ia masuk kepada Agama Demokrasi. Jamaah Muslimun. adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Syariat syahadatain sebagai rukun Islam pertama. Maka ketika mereka mendengar seruan dakwah yang menyeru kepada tauhid. mengapa dalam kitab fiqih rukun syahadatain tidak dibahas. Bahwa syirik akbar merupakan salah satu pembatal keislaman. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orangorang yang pendusta dan sangat ingkar. risalah Islam telah menggema dimana-mana. Pengikraran syahadatain ini dilakukan karena sebelumnya ia telah melakukan syirik akbar. -baik karena kebodohannya maupun karena pembangkangannya terhadap Islam. rukun nikah dsb. Jamaah Mujahidin Darul Islam ? Pahami dulu Tauhid dan hakikat syahadatain beserta konsekuensinya. Tahap amanu adalah seseorang mendengar dan mengkaji penjelasan tentang dinul Islam (ilmu) sehingga jika atas kehendak Allah ia menerima kebenaran Islam. Rukun-rukun tersebut dirumuskan oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih. Mengapa syahadatain harus diikrarkan di hadapan seorang saksi dari petugas institusi Islam ? Karena bagian dari rukun dan tata cara pelaksanaan syariat syahadatain. tetapi Allah memvonisnya sebagai musyrikin karena mereka menyekutukan Allah sebagai Rabb Pengatur. maka wajib baginya untuk bertaslim didepan aparatur/petugas dari Institusi Islam. rukun shaum. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. al Qur’an dibaca. Hari ini. hajaru dan jahadu." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. rukun haji. misalnya mereka melakukan syirik akbar demokrasi. Misalnya. benda dan diri mereka. perlu rukun-rukunnya pula. orang tua Rasulallah pun berada di neraka karena mati ketika berbuat syirik karena kebodohannya. bangsa Quraisy pada zaman nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam mereka mengklaim mengikuti millah Ibrahim (tauhid atau Islam). silakan kaji buku yang berjudul Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam karya Muhammad Umar Jiau al-Haq terbitan Biladi Press. Mereka menyembah berhala untuk menjadi penghubung antara mereka dengan Allah sebagaimana firman-Nya. tetapi jika kita perhatikan mereka.Karena seperti yang telah dibahas di Kajian Tauhid. dihafalkan. Jika seseorang menerima tauhid sebagai dien maka ia wajib mengikrarkan syahadah di depan petugas (syahid/saksi) dari Institusi Islam (Jamaah Islam).

dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. membenci dan memusuhi thaghut (musyrikin). Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (meninggalkan tauhid dan mengikuti thaghut) dan mereka menjadi beberapa golongan. mengaturnya dengan kitabullah dan sunnah serta berjuang bersama-sama untuk menegakan Daulah Islamiyah. Tidak jelas al wala dan al bara. Karena. bahkan mengikuti syirik akbar demokrasi dan kemusyrikan lainnya. memerangi kaum musyrikin yang memerangi Islam serta untuk membebaskan wilayah lain supaya Islam menjadi hukum diwilayah tersebut. Dan orang-orang yang kafir. dan ia tetap mengkafirkan." mereka menjawab: "(Tidak). hijrah kepada Islam. (Al Baqarah : 170) Mengapa hari ini memperjuangkan Islam masih bersembunyi dengan merahasiakan eksistensi jamaah dan pimpinan Islam. Hijrah dibagi menjadi tiga yaitu. serta tidak kafir kepada thaghut. muslim dan muwahhid. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. sehingga setelah ia masuk Islam maka tidak ada lagi loyalitas terhadap thaghut dan ia berada dibawah kepemimpinan Islam. apakah metode ini bagian dari tauhid dan manhaj haraki Nabi shalallahu’alaihi wassalam? Atau takut kepada musuh? Sesungguhnya merahasiakan struktur organisasi (sirriyah at tanzhim) merupakan salah satu sunnah Nabi shalallahu’alaihi wassalam pada periode makiyyah yaitu pada saat wilayah masih dikuasai thaghut Quraisy dan umat Islam masih dalam keadaan lemah dan tertindas. “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman…. mereka masih mengikuti. hari ini manusia yang mengklaim dirinya mukmin. • Hijrah makani : Hijrah tempat seperti hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk mendirikan Negara Islam. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar Rum : 31-32) • • Masih berat meninggalkan ajaran syirik nenek moyang. Jika ia tidak berada di dalam Kepemimpinan Islam dan di dalam Jamaah Islam.berhijrah dari kemusyrikan kepada tauhid (Islam). contoh. akan tetapi jika belum ada darul Islam. mereka kekal di dalamnya. Kemudian ia berjihad untuk memperjuangkan. agar syariat Islam dapat tegak dengan sempurna. mereka tidak mengenal siapa kawan dan lawan. berwala’ dan bahkan membela musuh-musuh Allah (thaghut). Hal ini dapat dikaji pada kitab berjudul Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 75 - - . Jika ia menerima Islam dan bersyahadah maka ia memiliki pemimpin yang memerintah dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. “Ingatlah suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya” (Al Isra : 71) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Padahal dalam Islam. "(Apakah mereka akan mengikuti juga).” (An Nahl : 89) Menolak kepemimpinan Islam dan syariat Islam. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". kepemimpinan itu adalah wajib dan menentukan identitas kita dunia-akhirat sebagaimana firman-Nya. maka dapat dipastikan ia berada dalam Kepemimpinan Thaghut. sedang hijrah kepada Islam adalah berpindah dari kebathilan kepada kebenaran. • Hijrah aqidah : Hijrah keterikatan loyalitas kepemimpinan atau pemerintahan dengan thaghut. pemimpin-pemimpinnya ialah thaghut… Mereka itu adalah penghuni neraka. dan tidak mendapat petunjuk?". Bagaimana jika Syariat Syahadatain tidak dilakukan ? • Ia belum menjadi seorang mukmin. dan ia dipaksa mengikuti aturan thaghut maka ia dapat melakukannya dengan niat bahwa ia menghindar dari mudharat yang lebih besar dan sebagai bentuk kedzaliman thaghut terhadap dirinya. membentuk dan mempertahankan Negara Islam.” (An Nisaa : 76) “…janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (Al Baqarah : 257) “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. • Hijrah syariah : Hijrah peraturan atau pedoman hidup dari din at thaghut kepada din al Islam sehingga setelah ia masuk Islam maka ia tidak boleh mentaati aturan thaghut.

Di sana Jabir mengatakan: " … sehingga tidak ada sebuah rumah anshor pun kecuali di dalamnya ada beberapa orang Islam yang menampakkan Islamnya. setelah beliau menyatakan dan menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan. dia berdoa: "Ya Tuhanku. sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu. dll dari Jabir. akan saya jelaskan landasan dalilnya mengapa kami masih bersembunyi dan lari dari kejaran musuh. tentang bai'atul 'aqobah. yang merupakan dalil untuk persoalan ini. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat." Dan hadits-hadits semacam ini banyak … Dan Allah ta'ala berfirman: Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu". Allah ta'ala berfirman tentang beliau: ”Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa. Yang lain lagi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya III/322. kekacauan) di mana ketika itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. ia berkata: "Tatkala kami bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam di dalam gua. (Al Qoshosh: 20-21) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 76 - - . di mana pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri]. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: “Akan terjadi fitnah (bencana. Babu An Takuna Fitnatul Qa'idi Fiha Khoirun Minal Qo-im [Bab: Terjadi bencana. bukan karena kami takut kepada mereka tetapi kami sedang menyusun strategi dan kekuatan untuk menghadapi mereka. Al Bukhari juga meriwayatkan di dalam Kitabul Fitan. Bagaimana lari bersembunyi dari fitnah (bencana. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir. Lalu Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terjaga dari kejahatan kalian dan kalian terjaga dari kejahatannya. 339.." Dan di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan riwayat dari 'Abdullah bin Mas'ud.. Barangsiapa melongok kepadanya akan tercebur kedalamnya. Ia lari menyelamatkan imannya dari bencana. (At Taubah: 40) Dan dalam kisah hijrah juga terdapat pelajaran tentang masalah ini … Dan lihatlah Nabi Musa 'alaihis salam. cobaan) itu bisa dikategorikan dalam sifat pengecut atau penakut. sementara itu adalah tindakan yang dicontohkan oleh para Nabi dan orang-orang shalih ketika dalam kondisi lemah dan tertindas!!! Lihatlah sang penutup para Nabi dan Rasul (Muhammad Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam ). tiba-tiba turun surat Al Mursalat kepada beliau. Kemudian mereka semua mengadakan pertemuan. Al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih nya pada Kitabul Iman. Oleh karena itu. Hari ini thaghut dan sekutunya sedang memburu kami dan beberapa ikhwan muwahhidin lainnya karena kami merealisasikan tauhid. dan kisah pertemuannya dengan Ali yang mengantarkannya kepada Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam. wallahi. Kami berkata: Sampai kapan kita biarkan Rasulullah shollAllahu 'alaihi wa sallam terusir dan ketakutan di pegunungan Mekah? Maka 70 orang di antara kami datang kepada beliau pada musim haji. Maka kami menemui beliau satu-satu dan dua-dua sampai kami semua berkumpul … sampai akhir hadits. Lalu kami bersepakat untuk bertemu dengan beliau di lembah Al 'Aqabah." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. dan sungguh bibir beliau basah karenanya. Maka barangsiapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat bernaung hendaknya ia berlindung dengannya”. dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. Babu Minad Dini Al Firaru Minal Fitan [Bab: Termasuk ajaran agama adalah melarikan diri dari bencana].Nabawiyah karya Syaikh Munir. di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih. Sungguh beliau membacanya dan aku menerimanya dari mulut beliau langsung. Dalam hadits-hadits tersebut ada pelajaran yang mulia dan agung. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu. sebagaimana yang telah diajarkan Allah dan Rasul-Nya. dan menunjukkan penentangan dan bara'nya terhadap orang-orang kafir dan sesembahan-sesembahan mereka yang bathil … terkadang beliau beserta beberapa sahabatnya menyembunyikan diri … setelah orang-orang kafir menguasai mereka dan menyakiti mereka. dari Abu Sa'id Al Khudri. yaitu disyariatkannya lari dari fitnah (bencana). lalu tiba-tiba ada ular melompat kepada kami. dan jangan sampai kita berjalan atau berlari kesana… Di dalam hadits-hadits tersebut juga diterangkan bahwasanya lari dari fitnah itu termasuk dari ajaran agama dan dari iman … dan hal itu bukanlah termasuk pengecut atau penakut sebagaimana anggapan banyak orang. berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam: Hampir tiba saatnya dimana harta terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang ia bawa ke puncak-puncak gunung dan lembah-lembah. Maka Nabi shollAllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bunuh dia!" Kamipun langsung mengejarnya hingga ia pergi. selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". sesungguhnya Allah beserta kita. Di dalam Shahih Al Bukhari disebutkan kisah masuk Islamnya Abu Dzar.

beliau telah bersembunyi selama kekhilafahan Al Watsiq. dan tidak ada dustan yang lebih baik selain aku tidak melihatnya dan ia tidak melihatku. (Al Kahfi:16) Dan Allah ta'ala berfirman tentang mereka: ”Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian.) secara terang-terangan. Akupun mencarikan tempat untuknya. Lalu tatkala ia keluar dari tempatku ia berkata kepadaku: Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam dahulu bersembunyi di dalam gua selama tiga hari kemudian berpindah." Ia melanjutkan: "Aku mengetahu anjing itu memiliki 70 lebih dustan (makar). dimana beliau senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. tidak memiliki kemampuan apa-apa dan sedikit DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 77 - - . sehingga ia mewakilkannya kepada Ibnu Sirin … Adapun Sufyan Ats Tsauri. maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu. Adapun Al Hasan Al Bashri. atau memaksa kalian kembali kepada ajaran/dien mereka.dari kalangan tabi'in dan generasi setelah mereka. Hal itu ia lakukan setelah ia menyatakan keyakinannya tentang Al Qur'an (yakni bahwa Al Qur'an itu kalam Allah dan bukan makhluq -pen. Al Hasan Al Bashri menyembunyikan diri dari Al Hajjaj. hal. yang kesempurnaannya tidak ternodai dengan kekurangan. (Asy Syu'aro': 26) Dan Allah ta'ala juga berfirman tentang beliau setelah itu: Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".Jika ada yang mengatakan: Itukan terjadi sebelum beliau diangkat sebagai Nabi … Kami jawab: Namun Nabi Musa 'alaihis salam setelah menjadi Nabi pun tidak menyalahkan perbuatannya tersebut. ia bersikap baro' kepada kemusyrikan dan orang-orang musyrik. dan ia mendapatkan ujian yang sangat berat karenannya … maka iapun menyembunyikan diri selama sisa umur Al Watsiq. pendahulu umat ini. Tapi aku tidak mendapatkan orang yang sempurna dalam dua hal tersebut. Akan tetapi yang aku takutkan hanyalah jika mereka memuliakanku sehingga aku tidak lagi memandang kejelekan mereka sebagai kejelekan. bahkan beliau membenarkannya sebagaimana yang Allah ta'ala beritakan dalam firman-Nya: Lalu aku melarikan diri dari kalian tatkala aku ketakutan. kemudian mereka memburunya ketika ia dalam keadaan lemah." Adapun Imam Imam Ahmad. Aku jawab: Aku tidak merasa aman atas dirimu wahai Abu 'Abdillah. beliau bersembunyi di sana sampai Al Watsiq meninggal dunia … Ibrahim bin Hani berkata: Ahmad bin Hanbal bersembunyi di tempatku selama tiga hari … kemudian Ahmad mengatakan: Carikan tempat untukku supaya aku pindah ke tempat tersebut. niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu. bersama orang-orang yang memberontak Al Hajjaj pada peristiwa pemberontakan 'Abdur Rohman bin Al Asy'ats. dan ada yang mengatakan dia diajak memberontak. ia melarikan diri ke Bashroh ketika Kholifah Al Mahdi menawarkan jabatan kepadanya … beliaulah orang yang mengatakan: "Aku tidak takut mereka akan menghinakan aku. dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya".yakni ilmu dan amal -. di mana pada saat itu Ibnu Al Asy'ats bersama sekelompok qurro' (ahli Al Qur'an) dan fuqoha' memberontak atas kedholiman dan kelaliman Al Hajjaj … lalu setelah Ibnu Al Asy'ats kalah. kemudian ia baru kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan. (Al Kahfi : 20) Demikianlah keadaan orang-orang sholih tatkala mereka dalam keadaan tertindas dan lemah … jika engkau mau meneliti kisah-kisah tabi'in. Aku tidak mendapatkan permisalan untuk kekuasaan itu selain seperti lidah musang. kemudian Robbku memberikan kepadaku ilmu dan menjadikanku salah seorang diantara para Rosul. mereka berlindung ke gua … sebagaimana yang Allah ta'ala ceritakan: Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah. 1816. ia memberontak. niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian. setelah mereka menyampaikan tauhid mereka secara terang-terangan dan mereka diancam oleh kaum mereka." Halaman 5. Sufyan Ats Tsauri dan Ahmad bin Hanbal. (Yunus: 87) Ketika itu mereka bersembunyi dan sholat di rumah-rumah mereka … dalam hal ini ada kata-kata Sayyid Quthub yang bagus yang bisa dirujuk kepada Fi Dhilalil Qur-an. Demikian pula para pemuda ash-habul kahfi. Tidak sepantasnya Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam itu diikuti ketika dalam keadaan lapang saja sementara ketika dalam keadaan susah tidak diikuti." Maka apabila seseorang itu menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan sesuai dengan petunjuk para Nabi. tentu engkau akan mendapatkan banyak contoh dalam hal ini … Di sini saya cukup memberikan tiga contoh yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi di dalam kata pengantar kitabnya yang berjudul Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal: "… namun aku mencari orangorang yang telah berhasil mecapai tingkat kesempurnaan dalam dua hal -. kecuali tiga orang: Al Hasan Al Bashri. aku berarti akan membinasakanmu. Ahmad berkata: Lakukanlah! Jika aku melakukannya. sampai-sampai ketika anak perempuannya meninggal ia tidak dapat keluar menemuinya.

com “Hai Nabi. kitab Fathul Baari Syarhu Shahih Bukhari Imam Syaukani. Referensi Kitab 1. Kesalamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Segala puji bagi Allah. Al Qur’an terjemahan Departemen “Agama” Republik Indonesia. apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. Para Pembaca yang telah memahami Islam dan kitabullah tetapi belum menemukan jamaah yang benar menurut nash Al Qur’an dan As Sunnah.” (An Nahl : 89) BELUM SELESAI SERUAN KEPADA ISLAM Bismillahirrahmannirrahiim Dari Kepada : Hamba Allah yang bertauhid dan beriman kepada-Nya : a. http:\\millahibrahim@wordpress. Syaikh Munir. kitab Majmu’ Fatawa 6. kitab Nailul Authar Muhammad Umar Jiau al-Haq. Situs Islam 1.” (An-Nisa : 48) segala Inilah jalanKu yang lurus. Para Pembaca yang sudah menerima seruan Islam tetapi masih ragu dan/atau kafir. 4. 2. Allah ta’ala berfirman. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). kitab Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. (Al An’am : 153) DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 78 - - .pendukungnya. karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Kitab Manhaj Haraki Sistem Politik Pergerakan Nabi shalallahu’alaihi wassalam Dalam Sirah Nabawiyah. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. Rabb semesta alam. Imam Ibnu Hajar. sebagaimana yang antum lihat. 5. b. dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan.com http:\\abuqital1@wordpress. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi.” (An Nisaa’ : 41) “(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. 2. Para Pembaca yang sedang mencari kebenaran dan pernah berbuat syirik akbar seperti pernah ikut serta dalam pesta Demokrasi (Pemilu) dan/atau pernah dan sedang melakukan kemusyrikan lainnya karena kebodohannya terhadap tauhid. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu. Shalawat dan Salam bagi Muhammad dan Muwahhidin. jika ia lari dan bersembunyi dari mereka … karena ini adalah jejak langkah para Nabi dan orang-orang sholih ketika mereka tertindas. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. c. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. maka ia tidak tercela. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. 3. Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan Allah.” (Al Ahzab : 46) “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti). maka ikutilah dia.

Jika Anda mau beriman maka berimanlah dan bertaslim-lah. (Al Mukmin : 44) Semoga Allah Memberimu hidayah dan Melapangkan hatimu untuk menerima kebenaran ini. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. syirik akbar dustur (Undang-Undang). dan perkataan tersebut diabadikan di dalam kitabullah. singa_tauhid@rocketmail. syirik akbar kubur. Dan segala puji bagi Allah yang kepadaNya kita pasti akan kembali. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. syirik akbar loyalitas terhadap thaghut dan syirik akbar lainnya. dan janganlah kamu turut langkah-langkah (sistem) syaitan. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (Anda) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. meninggalkan thaghut dan berbagai macam syirik.Hai orang-orang yang beriman. (Al Baqarah : 256) Saya menyeru Anda untuk masuk Islam dan mengikuti Tauhid. Dan shalawat dan salam bagi Muhammad dan Muwahhidun. maka itulah pilihan hidupmu.com Jamaah Mujahidin Darul Islam DILARANG MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA SEBELUM MEMAHAMI HALAMAN INI 79 - - . dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. (Ali Imran : 31-32) Hai kaum kami. (Yusuf : 108) Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. ikutilah aku. Saya akan berkata kepadamu seperti yang pernah diserukan Rasulallah shalallahu’alaihi wassalam kepada manusia. Inilah jalanku. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk. jika kamu berpaling." (Al Ahqaaf : 32-33) Kini Anda sedang berhadapan dengan seruan Islam. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Karena itu. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah. seperti syirik akbar demokrasi. terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. jika Anda mau kafir. Maha Suci Allah. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. (Al Baqarah : 208) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dinul (Islam).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful