Pengertian Membilang
Membilang adalah suatu cara untuk dapat menentukan banyaknya benda atau sesuatu yang ingin kita ketahui jumlahnya (eksak). Contoh : 1. Banyaknya siswa SMK Wijaya Putra 2. Banyaknya jumlah kendaraan roda dua di parkir 3. Banyaknya hari dalam satu minggu, dll

Pengertian Mengukur Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan ukur. Volume air dalam bak mandi. Panjang papan tulis 2. Tinggi gedung bertingkat 3. dll . Contoh : 1.

Pembulatan ke satuan ukuran terdekat 2. Pembulatan ke banyaknya angka atau tempat desimal 3.Ada 3 cara pendekatan dalam pembulatan 1. Pembulatan ke banyaknya angka penting atau signifikan .

Jika angka berikutnya lebih dari atau sama dengan 5 (≥ 5). maka angka didepannya ditambah satu dan jika angka berikutnya kurang dari 5 (< 5).Pembulatan ke satuan ukuran terdekat Aturan pembulatan . . maka angka ini dihilangkan dan angka didepannya tetap.

Contoh Bulatkan 8. Kekilogram terdekat .1282 gram ke satuan ukuran berikut : a.423. Perseratusan gram terdekat d. Persepuluh gram terdekat c. Gram terdekat b.

423.423 gram . 2 + 1 = 3 3 < 5 sehingga angka ini dihilangkan 1 < 5 sehingga angka ini dihilangkan Hasilnya = 8. sehingga angka didepannya ditambah satu.423.8.1282 gram Tempat satuan ukuran yg diinginkan 2 < 5 sehingga angka ini dihilangkan 8 ≥ 5.1282 gram ke gram terdekat Penyelesaian : 8.

423.423.1282 gram ke persepuluh terdekat Penyelesaian : 8. sehingga angka didepannya ditambah satu. 2 + 1 = 3 3 < 5 sehingga angka ini dihilangkan Hasilnya = 8.1282 gram Tempat satuan ukuran yg diinginkan 2 < 5 sehingga angka ini dihilangkan 8 ≥ 5.1 gram .423.8.

sehingga angka didepannya ditambah satu.423.1282 gram ke perseratusan terdekat Penyelesaian : 8.8. 2 + 1 = 3 Hasilnya = 8.423.13 gram .423.1282 gram Tempat satuan ukuran yg diinginkan 2 < 5 sehingga angka ini dihilangkan 8 ≥ 5.

1282 gram ke kilogram terdekat Penyelesaian : 8.1282 : 1000) kilogram = 8.8.1282 gram Tempat satuan ukuran yg diinginkan = (8.423.423.4231282 Kilogram = 8 Kilogram .423.

4 tempat desimal c. . 5 tempat desimal b. 2 tempat desimal .127539 gram sampai dengan : a.Pembulatan ke banyaknya angka desimal Contoh : Bulatkan hasil pengukuran 43. 3 tempat desimal d.

127539 gram (5 tempat desimal) Tempat satuan ukuran yg diinginkan 9 ≥ 5. c. dan d silahkan Anda coba untuk menyederhanakan . sehingga angka didepannya ditambah satu. 3 + 1 = 4 Hasilnya = 43.12754 gram Untuk b.Penyelesaian 43.

dan angka nol adalah penting kecuali angka yang berada di depan angka bukan nol pada bilangan desimal kurang dari satu.Pembulatan ke banyaknya angka penting (signifikan) Semua angka bukan nol adalah penting. .

4.000 kg .167 m b.305 ton c. 0. 6.00100480 ampere d.Contoh : Tentukan banyaknya angka-angka penting dari bilangan berikut : a. 0.

dan d silahkan Anda coba ! . kenapa ? b.167 m Memiliki empat angka penting . kenapa ? Untuk c.Penyelesaian (Angka penting) a. . 0.305 ton Bukan angka penting Ada tiga angka penting. 4.

KESALAHAN PENGUKURAN .

mempunyai satuan ukuran terkecil 0.01 km . Kesalahan pengukuran itu mungkin bisa terjadi. mempunyai satuan ukuran terkecil 1 cm 2.Kesalahan Pengukuran Kesalahan pengukuran adalah selisih antara ukuran sebenarnya dengan ukuran yang diperoleh dari hasil pengukuran.55 km. 100 cm. mempunyai satuan ukuran terkecil 0.1 m 3. 12.5 m. Contoh : 1. baik karena ketidakakuratan alat ukur atau bisa juga kesalahan dalam membaca alat ukur. 12. Dalam pengukuran dimulai dari satuan ukuran terkecil.

Salah Mutlak Salah mutlak adalah setengah dari satuan ukuran terkecil. 1 Salah mutlak  2 x Satuan ukuran terkecil Batas atas hasil pengukuran adalah hasil pengukuran ditambah salah mutlak Batas atas = Hasil pengukuran + Salah Mutlak Batas bawah hasil pengukuran adalah hasil pengukuran dikurangi salah mutlak Batas bawah = Hasil pengukuran – Salah Mutlak .

Contoh Sebuah pabrik memproduksi Compact disc.54 mm. Tebal minimum pengukuran d. Tebal maksimum pengukuran . Dari hasil pengukuran diperoleh salah satu Compact disc dengan ketebalan 1. Satuan ukuran terkecil b. tentukan : a. Salah mutlak pengukuran c. yaitu mengambil beberapa sampel kemudian mengukurnya. Untuk mengontrol ketepatan dari ukuran dilakukan pengujian secara random.

05 = 1.005 = 1.535 mm Tebal maksimum = 1.01 = 0.545 mm .54 – 0.005 mm Tebal minimum = 1.01 mm 1 Salah mutlak = 2 x 0.Penyelesaian Satuan ukuran terkecil = 0.54 + 0.

Salah Relatif dan Persentase Kesalahan Salah relatif (nisbi) adalah salah mutlak dibagi hasil pengukuran. Persentase kesalahan = salah relatif x 100% . Salah mutlak Salah relatif  Hasil pengukuran Persentase kesalahan adalah salah relatif dikalikan dengan 100%.

4) = 0. Penyelesaian. Satuan ukuran terkecil = 0. Salah mutlak = 12 x 0.1 mm.0147 x 100% = 1.4 mm.47 % .Contoh Tentukan salah relatif dan persentase kesalahan hasil pengukuran 3.05 Salah relatif = (0.0147 Persentase kesalahan = 0.05 : 3.1 = 0.

Toleransi pengukuran merupakan batas-batas pengukuran yang masih dapat diterima. Contoh : Tuliskan batas-batas pengukuran yang dapat diterima berikut dan toleransinya : a.Toleransi Pengukuran Toleransi pengukuran didefinisikan sebagai selisih antara pengukuran terbesar (ukuran maksimum) yang dapat diterima dan pengukuran terkecil (ukuran minimum) yang dapat diterima. (5  0. ( 1.31) detik b.862  1) cm .

31) = 5.69 = 0.69 dt Toleransi pengukuran = 5.861 = 2   .31) = 4.862 + 1) = 1.62 ( 1.31 – 4.863 cm Batas bawah pengukuran = (1.31 detik Batas bawah pengukuran = (5 – 0.863 – 1.862 1) cm Batas atas pengukuran = (1.862 – 1) = 1.31) detik Batas atas pengukuran = (5 + 0.Penyelesaian (5 0.861 Toleransi pengukuran = 1.

34 – 0.335 = 0.345 – 20.335 Toleransi = 20.34 + 0.005 = 20. Tentukan toleransi hasil pengukuran tersebut ! Penyelesaian.34 ohm.005 = 20.01 ohm .01 ohm. Salah mutlak = 1 x 0.345 Batas bawah pengukuran = 20.005 2 Batas atas pengukuran = 20.01 = 0. Satuan ukuran terkecil = 0.Contoh Hasil pengukuran terhadap rangkaian elektronika dengan menggunakan multimeter diperoleh bahwa hambatan total rangkaian tersebut adalah 20.

Untuk lebih jelas dalam pemahaman tentang pengertian membilang dan mengukur serta kesalahan pengukuran coba Anda kerjakan latihan halaman 50 – 51 (Paket Erlangga) SELESAI SELAMAT BELAJAR .

9 °  ¾ff°  ###VW` S`S_S`S_\WZYaa^SZ ### ##VW` S`S_TScS\WZYaa^SZ Ê ###  V` [W^SZ_\WZYaa^SZ ##Ê  # # # ##U S`S_S`S_\WZYaa^SZ# ### #U S`S_TScS\WZYaa^SZ# #Ê ## # [W^SZ_\WZYaa^SZ# #Ê # ## I I .

.

° S_ \WZYaa^SZ `W^SVS\ ^SZYSSZ WW`^[ZS VWZYSZ WZYYaZSSZ a`W`W^ V\W^[W TScS STS`SZ `[`S^SZYSSZ `W^_WTa` SVSS ### [ WZ`aSZ `[W^SZ_ S_ \WZYaa^SZ `W^_WTa`  WZ WW_SSZ S`aSZ aa^SZ `W^WU ###[  SS a`S  ######   S`S_S`S_ \WZYaa^SZ ### ### ###  S`S_TScS \WZYaa^SZ ### Ê ### #### [W^SZ_ ### Ê #### ###[ .

Z`a WT WS_ VSS \WSSSZ `WZ`SZY \WZYW^`SZ WTSZY VSZ WZYaa^ _W^`S W_SSSZ \WZYaa^SZ U[TS ZVS W^SSZ S`SZ SSSZ Ê  SW` ^SZYYS $$ .@  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful