P. 1
Tips Pola Tidur Sehat

Tips Pola Tidur Sehat

|Views: 223|Likes:
Published by thi3f_lov3

More info:

Published by: thi3f_lov3 on Sep 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

Tips Pola Tidur Sehat

Jakarta, Setiap orang pastinya membutuhkan istirahat agar tubuh dan pikirannya kembali segar. Namun apa Anda yakin kamar tidur dan pola tidur Anda sudah sesuai dengan kebutuhan istirahat? Simak tips berikut ini Waktu tidur yang dianggap baik adalah selama 7-8 jam. Namun kini waktu itu tak lagi menjadi patokan. Selama kualitas tidur itu baik, tak peduli lama atau sebentar, Anda juga bisa kembali fresh keesokan harinya. Ini dia triknya! 1. Sesungguhnya para peneliti hanya mengenal kamar tidur sebagai dua fungsi. Yang pertama untuk melakukan aktivitas seks dan untuk tidur. Bila kamar tidur dan kasur Anda telah digunakan untuk fungsi lain, ini justru akan mengurangi kualitas ruang istirahat. Jadi jangan sekali-kali menyatukan ruang tidur dengan ruang kerja atau belajar. Untuk Anda yang masih kos sebaiknya fungsikan bagian-bagian kecil di kamar dengan sebaik mungkin. Sehingga kasur hanya dipakai untuk tidur selebihnya lakukan aktivitas lain seperti belajar atau menonton TV di tempat lain. 2. Hindari ornamen ruang tidur dengan interior berwarna terang atau ramai. Untuk mengubah jam malam Anda coba gantungkan jam dinding berlawanan dengan arah pandang. 3. Jika belum bisa tidur juga jangan berlama-lama berbaring di atas tempat tidur. Lebih baik bangun dan lakukan aktivitas lain. Hindari tempat tidur sebelum Anda merasa terkantuk. 4. Tetapkan waktu tidur yang teratur. Jam tidur yang berantakan bisa mengganggu jam biologis Anda. Walau telat tidur bukan berarti Anda bisa bangun lebih siang. Awalnya memang sulit namun jika pola itu sudah tertanam dengan baik pasti bisa dijalani. 5. Tak usah memaksakan diri jika tak bisa tidur siang. Tidur siang hanyak akan memulihkan keletihan sesaat saja namun akibatnya Anda jadi susah tidur di malam hari. Pola Anda akan berubah jika hal ini terjadi. 6. Setelah makan siang hindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung caffein atau zat stimulan lainnya. Caffein yang terdapat pada kopi ata teh dan zat stimulan pada minuman ringan dan cokelat terbukti bisa menyebabkan pola tidur terganggu. 7. Dua jam sebelum tidur hindari rokok dan minuman beralkohol. Rokok juga bisa merupakan stimulan bagi pusat syaraf manusia yang membuat susah tidur. Minuman beralkohol mungkin saja membuat Anda cepat tidur tapi ini malah mengakibatkan kerap terbangun di malam hari. 8. Hindari juga makan besar dua jam sebelum waktu tidur tiba. Ini akan membuat perut tak enak saat berbaring akibatnya Anda pun susah terlelap. 9. Tenangkan pikiran dan mental Anda. Jangan terlalu banyak memikirkan masalah ketika menjelang tidur malam. Siapkan diri untuk tidur dan mimpi indah.

Tips Tidur yang Sehat dan Larangan Dalam Tidur
Manusia dapat bertahan 2 minggu tanpa makan, tetapi hanya bertahan 1 minggu saja tanpa istirahat. Tidur adalah waktu istirahat yang sangat baik, dgn tidur organs tubuh kita dapat beristirahat. Kekurangan tidur dapat merusak organ dan otak kita. Ada 5 LARANGAN DALAM TIDUR : JANGAN TIDUR MENGENAKAN JAM TANGAN Jam bisa menimbulkan radioaktif, walaupun hanya sedikit, tapi kalau terlalu lama memakainya bisa berbahaya . JANGAN TIDUR MEMAKAI BH (buat yg cewe ^_^ ) Para ilmuwan di Amerika mensinyalir bahwa pemakain BH diatas 12 jam, dpt mengakibatkan Kanker Payudara. JANGAN TIDUR MEMBAWA TELP ANDA KE RANJANG Gelombang Medan magnet yang ditimbulkan oleh alat electronik ini, dapat merusak system syaraf kita. JANGAN TIDUR MASIH MENGENAKAN MAKE-UP Hal ini dapat menimbulkan masalah pada kulit kita,karena kulit tdk dpt bernafas. Selain itu bisa bikin jerawatan. JANGAN TIDUR DGN ISTRI ORANG Jangan-jangan anda tidak bakalan bangun lagi (karena dibunuh suaminya).

Cara terbaik menikmati istirahat malam yaitu selalu tidur pada waktunya. Kualitas tidur merupakan sumber kesegaran, tenaga, dan vitalitas yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan produktivitas keesokan harinya. Pengen punya pola tidur sehat? Simak dulu tips nya. Kualitas tidur adalah kebutuhan mutlak yang sama pentingnya dengan makanan bergizi dan olah raga. Jika setiap hari kamu mengalami insomnia, apa kamu yakin keesokan harinya kamu bisa lebih fresh. Mulai sekarang mulailah pola tidur sehat. 1. Disiplin Selalu tidur pada waktunya. Agar jam biologis tubuh kamu tetap bangunlah pada waktu yang sama. Tidak peduli apakah kamu merasa cukup tidur atau tidak. Usahakan untuk menjaga keteraturan tidur dan bangun pagi baik hari kerja maupun hari libur. 2. Olah Raga Teratur Olah raga teratur adalah obat mujarab untuk menetralisir fisik dan fikiran kamu. Hal ini sedikit banyak membantu meningkatkan kualitas tidur kamu. Jangan terlambat

olah raga. Cukup lakukan sedikit olah raga ringan. Waktu paling ideal untuk berolahraga adalah pagi atau sore hari atau maksimum menjelang petang. 3. Suasana dan Ritual Ciptakan suasana yang nyaman. Jaga kelembaban dan suhu udara kamar tidurmu. Usahakan sedemikian rupa begitu pagi datang, matahari akan masuk ke kamarmu. Sebalum tidur, usahakan relaks. Tidak perlu terlalu banyak berfikir. Lakukan ritual tidur yang menyenangkan seperti mendengarkan musik lembut sambil membaca bacaan ringan. Sesuaikan juga penerangan ruang tidur kamu. 4. Kualitas, Bukan Kuantitas! Yang penting kualitas bukan kuantitas. Tak masalah jika kamu hanya bisa tidur selama 5 jam saja tapi kamu merasa segar. Jika merasa sudah cukup tidur, lebih baik gunakan waktumu untuk melaksanakan kegiatan lain. 5. Jangan Tidur dalam Keadaan Lapar atau Kekenyangan Semaksimal mungkin kamu harus bisa menghindari tidur karena kelelahan dan bukan pada jam tidur kamu. Jangan tidur dalam keadaan lapar atau malah kekenyangan. Hindari kacang-kacangan atau buahbuahan yang mengandung gas seperti durian. Hindari juga ngemil dengan kandungan lemak tinggi karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Kalau lagi diet, jangan pernah tidur dalam keadaan lapar. Lebih baik makanlah buah-buahan rendah kalori seperti pisang atau apel. 6. Kurangi Mengkonsumsi Hal yang Tak Penting Hindari zat perangsang seperti kopi juga hindari kafein dari teh, minuman cola dan coklat. Minum kopi pada malam hari biasanya akan membuat orang sulit tidur. Jangan merokok menjelang tidur. Mereka yang rata-rata selalu merokok setiap harinya akan menikmati separuh waktu tidurnya dengan terjaga. Jangan mengkonsumsi alkohol berlebihan karena walaupun alkohol bisa membuat kamu tidur terlelap tapi dijamin keesokan harinya kamu akan terbangun dalam keadaan lelah. Sudahkah kamu memenuhi tips-tips diatas? Satu lagi, kasur juga bisa mempengaruhi kualitas tidur kamu. Gunakan kasur yang menurutmu paling nyaman. Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat diganggu gugat pelaksanaannya. Secara biologis normal, manusia dapat bertahan tidak makan selama 2 minggu namun akan mengalami gangguan kesehatan serius jika tidak tidur dalam waktu 3X24 jam. Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat diganggu gugat pelaksanaannya. Secara biologis normal, manusia dapat bertahan tidak makan selama 2 minggu namun akan mengalami gangguan kesehatan serius jika tidak tidur dalam waktu 3X24 jam. Tidur sehat adalah dambaan setiap orang. Dengan tidur yang sehat maka akan memberikan dampak jangka panjang pada kesejahteraan fisik dan psikis manusia.

INSOMNIA bisa disebabkan gaya hidup yang tak sehat atau gangguan fisik dan psikologis. Bayangkan, pada malam hari saat semua orang tertidur pulas, orang insomnia justru harus berjuang memejamkan mata.

Petang yang seharusnya menjadi “sinyal” alami tubuh untuk tidur pun tak bermakna sama pada orang insomnia. Ada rasa tidak nyaman bagi mereka yang mengalaminya. Beragam hal bisa menjadi penyebab insomnia,mulai masalah fisik, psikologis, hingga gaya hidup. “Biasanya, kalau sudah lewat jam sebelas malam,mata sulit terpejam. Efeknya, sampai pagi tidak tidur,” kata Sarah, 27, yang mengalami insomnia sejak duduk di bangku SMA. Dia menyangka, penyebabnya adalah beban pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk dan les tambahan menjelang tes kelulusan. Setiap hari Sarah harus beraktivitas di sekolah sejak pukul 06.30 pagi hingga 18.30 petang. Akibatnya, sampai di rumah sudah kelelahan. “Jam tujuh malam saya tidur dan terbangun jam sepuluh malam. Lalu mengerjakan PR sampai pagi. Jadi, waktu efektif tidur rata-rata hanya 3 jam. Kebiasaan ini berlangsung lebih dari setahun. Pas kuliah, saya masih sering kesulitan tidur,” ujar penyuka sepak bola itu. Pengalaman Sarah hanya sebagian kecil kasus insomnia pada remaja. Saat ini merebaknya game dan PlayStation yang membuat orang kecanduan, juga bisa menjadi pemicu kasus kesulitan tidur.Selain itu,kebiasaan anak muda nongkrong atau clubbing sampai pagi menambah daftar panjang remaja insomnia. “Gaya hidup atau kebiasaan yang demikian memang bisa memicu insomnia karena yang bersangkutan menjadi terkondisi atau terbiasa. Namun, insomnia bisa juga disebabkan faktor lain seperti gangguan kesehatan fisik dan psikologis,” kata psikiater anak dan remaja FKUI Tjhin Wiguna. Tjhin menjelaskan bahwa kondisi kesehatan fisik seseorang yang kurang baik bisa membuatnya insomnia. Misalnya, pasien remaja berusia 16 tahun mengeluh insomnia. Setelah diperiksa, ternyata disebabkan gangguan arthritis rhematoid atau semacam gangguan sendi yang dideritanya. Sementara dari sisi psikologis, remaja depresi juga rentan mengalami insomnia. Sebuah penelitian di Amerika yang dimuat dalam The Journal Sleep, belum lama ini, melaporkan bahwa insomnia pada anak atau remaja dapat memprediksikan kemungkinan gejala yang sama pada masa depannya. Profesor ilmu perilaku dari Fakultas Kesehatan Umum Universitas Texas di Houston dan ketua tim studi tersebut, Robert E Roberts PhD, mengumpulkan data dari 4.175 partisipan remaja berusia 11- 17 tahun. Mereka diwawancarai dan diminta mengisi kuesioner tentang gejala kesulitan tidur yang mengarah pada insomnia, juga frekuensi dan durasinya. Kesimpulannya, remaja dengan insomnia, terutama yang kronis,berisiko lebih besar terkena gejala somatis di masa depan, termasuk masalah psikologis. “Data kami menunjukkan, beban kasus insomnia pada remaja terkait kelainan psikologis lainnya seperti depresi, cemas,dantindakan abuse,” kata Robert. Pesan moralnya,lanjutnya, penyedia layanan kesehatan harus memberi perhatian lebih dalam mendeteksi dan menangani insomnia pada remaja. Insomnia dikategorikan

sebagaigangguantidur, yangmana orang tersebut kesulitan untuktertidur, tetapterjaga,atau terbangundaritidurterlalucepat. Gangguan itu bisa digambarkan dengan berbagai kualitas tidur yang buruk. Orang yang terlalu lelah bekerja seharian mungkin saja tidak mengalami insomnia. Namun, biasanya mereka mengeluh lelah, bosan atau depresi. Pada akhirnya, itu bisa berkontribusi pada gejala insomnia juga. Penanganan insomnia biasanya tergantung latar belakang penyebabnya. Tjhin Wiguna menegaskan, orangtua yang punya anak remaja insomnia sebaiknya waspada jika sudah timbul keluhan yang mengganggu keseharian si anak. Misalkan sulit berkonsentrasi atau nilai ujian turun. Jika tak ada sebab medis atau psikologis umumnya tidak perlu diobati, cukup mengubah gaya hidup. Sementara, jika ada keluhan medis atau insomnia yang disebabkan adanya penyakit. “Tentu harus diatasi dulu penyakitnya. Adapun jika disebabkan depresi, pemberian obat antidepresan juga dimungkinkan,”papar Tjhin. Kaum remaja umumnya masih dalam masa pertumbuhan sehingga direkomendasikan tidur malam sekitar 9 jam per hari. The American Academy of Sleep Medicine mengemukakan beberapa tips bagi remaja, yang juga penting dibaca orangtua untuk membantu mengembangkan pola tidur yang sehat. Cobalah tidur malam 9 jam setiap malam. Dengan tidur cukup, ketika bangun badan lebih bugar dan siap memulai hari dengan bersemangat. Bersantai sebelum tidur. Saat jam tidur, hindari kegiatan belajar yang terlalu memeras otak, berdiskusi, atau berolahraga yang menguras tenaga. Ciptakan nuansa tenang dan sepi sebelum tidur. Matikan video dan berhentilah bermain game atau PlayStation. Atur pencahayaan yang tidak terlalu terang di kamar tidur. Pencahayaan temaram membuat badan “tune-in” bahwa inilah saatnya tidur. Sebaliknya, nyalakan lampu yang terang di pagi hari. Bila perlu, lakukan olahraga atau gerakan ringan. Cobalah mengganti kekurangan jam tidur sebisa mungkin. Misalnya tidur sejenak, tapi jangan di sore hari. Tidurlah lebih lama di akhir pekan. Namun, jangan lebih dari 12 jam. Hindari konsumsi stimulan seperti kafein saat siang dan petang, apalagi menjelang tidur. Hindari juga mengemudi saat mata mengantuk. Makanan jenis karbohidrat seperti snack dari beras atau gandum umumnya lebih memicu kantuk ketimbang makanan berlemak atau protein tinggi. Jika tak bisa tidur, bangkit dan pergilah ke ruang lain, lalu lakukan sesuatu. Merajut adalah salah satu yang terbaik. Sebab, pekerjaan ini cenderung monoton sehingga mengantar kita untuk terkantuk-kantuk. Kita selalu mendambakan hidup yang tenang, nyaman dan aman. salah satunya ada lah tidur. Tidur menjadi sebuah sarana refreshing yang wajib dan pasti kita alami. Bayangkan selama 1 per 4 hidup kita dihabiskan untuk melakukan kegiatan ini. Masalahnya jika kita tidak tidur dengan benar, akan memberikan dampak negatif seperti kurang konsentrasi, cepat lelah atau sakit. Dan masalah ini sudah menjadi sebuah masalah umum yang sering kita alami. Pada posting kali ini

saya mencoba memberikan beberapa informasi (sumber : http://sleepclinicjakarta.tblog.com) seputar pola tidur yang sehat. ingat! pola tidur yang sehat akan memberikan dampak positif bagi kita seperti selalu merasa bersemangat, tidak cepat lelah dan konsentrasi terjaga dengan baik Pola tidur sehat kali ini ditujukan bagi remaja-dewasa muda yang padat akan aktivitas. Tidur pada remaja – dewasa muda (16-30 th.) mempunyai pola yang berbeda dibandingkan usia lainnya. Ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi di akhir masa pubertas. Pada masa ini mereka mengalami pergeseran irama sirkadian, sehingga jam tidur pun bergeser. Secara umum kebutuhan tidur meningkat menjadi 8,5-9,25 jam setiap harinya. Tetapi waktu tidurnya berubah, rasa kantuk baru menyerang sekitar tengah malam, dimana orang lain sudah tertidur. Saat orang lain mulai mengantuk pada pukul 21:00 atau 22:00, orang muda justru baru bersemangat untuk berkarya, baik itu belajar atau menyelesaikan pekerjaan. Sementara di pagi hari sudah harus bangun awal untuk mempersiapkan diri ke sekolah, kuliah atau bekerja. Secara umum, orang muda sebenarnya mengalami kekurangan tidur, sehingga banyak diantara mereka yang tertidur di kelas atau terkantuk-kantuk di kantor. Belum lagi karena tuntutan sosial yang menggoda untuk “bermain” hingga larut, bahkan pagi hari. Tidak mengherankan, jika di akhir minggu kita banyak menjumpai orang muda yang tidur hingga jauh siang hari. Hutang tidur yang dibiarkan menumpuk sepanjang minggu dibayarkan dalam satu hari. Tahukah Anda bahwa kekurangan tidur dapat merugikan? Pertama, kurang tidur akan menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Kurang tidur juga mengakibatkan penurunan kemampuan mental. Kemampuan otak untuk menghapal mungkin masih optimal, tetapi kreativitas untuk menggunakan bahan hapalan tersebut akan menurun. Tentu saja produktifitas juga ikut menurun. Stabilitas emosional pun terganggu. Biasanya, wanita muda lebih mengantuk di siang – sore hari dibandingkan pria seusianya. Dengan jam tidur yang lebih panjang, wanita lebih mudah untuk bangun daripada pria. Yang paling berbahaya adalah kemampuan mengendara. Sebesar 60% dewasa muda di Amerika mengendara saat mengantuk, dengan 24% diantaranya tertidur di depan setir. Dua puluh dua persen remaja juga dilaporkan mengendara lebih cepat untuk melawan kantuk. Angka-angka ini menunjukkan betapa banyak orang dewasa muda yang mengambil resiko berbahaya untuk mengendara saat mengantuk. Sebuah tarik pendapat yang dilakukan di Amerika oleh National Sleep Foundation mendapatkan bahwa:

Lebih dari sepertiga (36%) dewasa muda usia 18-29 tahun dilaporkan mengalami kesulitan untuk bangun pagi (dibandingkan dengan 20% pada usia 30-64 tahun dan 9% di atas usia 65 tahun).

Hampir seperempat dewasa muda (22%) sering terlambat masuk kelas atau bekerja karena sulit bangun (dibandingkan dengan 11% pada pekerja usia 30-64 tahun dan 5% di atas usia 65 tahun). Empat persen dewasa muda mengeluhkan kantuk saat bekerja sekurangnya 2 hari dalam seminggu atau lebih (dibandingkan dengan 23% pada usia 30-64 tahun dan 19% di atas usia 65 tahun).

Kebiasaan menonton TV, bekerja ataupun bermain di depan komputer sebelum tidur juga memperburuk keadaan. Ketegangan yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas tadi bisa menyebabkan mata terlalu segar untuk dipejamkan. Belum lagi efek cahaya terang yang dapat mengelabui jam biologis yang sebenarnya diciptakan untuk membedakan waktu siang dan malam. Orang muda yang sudah terbiasa dengan rasa kantuk, merasa kemampuan akademis, produktifitas kerja, kreatifitas maupun kemampuan komunikasinya tidak menurun sama sekali. Beberapa pekerjaan atau tugas yang logis, menyenangkan dan amat menyita perhatian dapat menyingkirkan sejenak rasa kantuk hingga memberi gambaran yang keliru tentang kemampuan mental seseorang. Semua dapat dikerjakan dengan baik dan cepat. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat dengan mudah mengingat beberapa hal tetapi kemudian sulit untuk menggunakan informasi tersebut dengan kreatif dan konstruktif. Seseorang dapat saja mengungkapkan pikiran-pikiran yang logis, tetapi kurang dapat mengeluarkan ide-ide segar secara spontan. Tips bagi remaja – dewasa muda (disadur dari National Sleep Foundation):

• •

Tidur adalah sumber energi bagi otak: Tidurlah dalam jumlah yang cukup. Kantuk ringan pun sudah dapat mengganggu performa akademis maupun olah raga. Kurang tidur membuat seseorang lesu, mudah marah hingga tertekan. Buat dan ikuti jadwal tidur yang teratur. Jika harus keluar dari jadwal, hindari menunda tidur hingga lebih dari 1 jam dari jadwal, dan bangunlah dalam jarak 2 jam dari jadwal. Jangan lakukan melebihi 2 malam berturut-turut. Jika mengantuk, tidur sianglah lebih awal. Amati jumlah tidur yang optimal bagi dirimu. Setiap orang akan berbeda, tetapi pada remaja/dewasa muda selalu di antara 8,5 hingga 9,25 jam setiap malamnya. Ketika bangun di pagi hari, segera nyalakan lampu atau bukalah jendela, agar terekspos cahaya terang. Tapi jangan lakukan ini saat bangun tidur siang. Cahaya akan memberikan sinyal pada otak saat-saat untuk bangun atau tidur. Pahami irama sirkadian-mu. Buat kegiatan yang memaksimalkan jam biologis dalam diri mu. Misalkan untuk mengatasi kantuk di jam-jam tertentu, lakukanlah kegiatan yang menyenangkan atau penuh semangat. Setelah makan siang, jauhi kopi, minuman bersoda yang mengandung caffein dan nikotin, karena semua minuman ini bersifat stimulan yang dapat mengganggu jam biologis. Hindari juga alkohol yang dapat mengganggu proses tidur normal. Hindari membaca bacaan yang berat, belajar, atau bermain ’games’ komputer dalam 1 jam sebelum tidur. Jangan biarkan TV menyala selama tidur, cahayanya akan menghambat tidur yang efektif sehingga tidur terasa kurang menyegarkan. Setiap kali

habis belajar, ambil kegiatan yang santai sebelum tidur, seperti membaca majalah misalnya. Jangan pernah bergadang, karena ini akan mengganggu pola tidur dan performa di keesokan harinya. Ingat, jalan terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian, adalah dengan tidur yang cukup. Penelitian membuktikan bahwa siswa dengan tidur yang cukup mempunyai nilai akhir yang lebih baik .

Dr. Andreas A. Prasadja, sleepclinic@mitrakeluarga .com

Kalbe.co.id - Angka kejadan hipertensi pada anak semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hipertensi pada anak dapat terjadi karena penyebab yang tidak diketahui (hipertensi esensial) atau dapat disebabkan oleh karena penyakit lain (hipertensi sekunder). Hipertensi sekunder lebih banyak pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Penyebab utama hipertensi sekunder pada anak diantaranya adalah penyakit ginjal, coarctation of the aorta, dan penyakit-penyakit endokrin. Hipertensi pada anak diperkirakan berhubungan dengan riwayat hipertensi dalam keluarga, kelahiran dengan berat badan rendah dan kelebihan berat badan. Sebuah penelitian baru memperkirakan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan tekanan darah pada remaja sehat. Dr. Sogol Javaheri dan rekan dari Case Western Reserve School of Medicine, Cleveland, melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur yang buruk dengan prehipertensi atau hipertensi pada remaja, dan penelitian ini adalah penelitian pertama yang dilakukan dengan tujuan untuk meneliti hubungan tersebut. Penelitian ini dipublikasikan pada tanggal 18 Agustus 2008 dalam jurnal Circulation. Dr. Javaheri mengatakan bahwa data mengenai hubungan antara peningkatan tekanan darah karena kualitas tidur yang buruk pada orang dewasa sudah banyak, sedangkan pada remaja hubungan ini belum jelas benar. Dr Susan Redline dari Case Western Reserve, yang merupakan salah seorang peneliti senior dalam penelitian ini, mengatakan bahwa dokter jantung perlu memberikan perhatian khusus terhadap pasien yang mengalami gangguan tidur, karena gangguan tidur dianggap sebagai salah satu faktor risiko hipertensi, baik pada pasien dewasa maupun pada pasien anak dan remaja. Kualitas dan kuantitas tidur dapat mempengaruhi proses hemostasis dan bila proses ini terganggu, dapat menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Jadi, selain modifikasi gaya hidup (pengaturan diet dan olah raga), kualitas tidur sangatlah penting dalam mempertahankan kesehatan. Dr. Javaheri dan rekan melakukan penelitian yang melibatkan 238 remaja dengan rentang umur

13-16 tahun dan mengukur pola tidur. Pengukuran pola tidur ini dilakukan di rumah menggunakan wrist actigraphy dan di laboratorium tidur (sleep lab) menggunakan overnight polysomnography, anthropometry. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebanyak 9 kali selama 2 hari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa remaja dengan efisiensi tidur yang buruk (sulit tidur dan sulit untuk bangun, tidur <=6,5 jam) mengalami peningkatan odds ratio untuk mengalami prehipertensi (ditentukan ≥ 90th percentile untuk umur, jenis kelamin dan tinggi). Bahkan setelah melakukan penyesuaian terhadap faktor-faktor lainnya yang berhubungan, remaja dengan pola tidur yang buruk mengalami peningkatan tekanan darah sistolik 4 ± 1,2 mmHg lebih tinggi dibandingkan dengan remaja lainnya (p<0,01) Berdasarkan hasil peneltian ini, para ahli mengambil kesimpulan bahwa kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan prehipertensi pada remaja sehat. Para ahli menambahkan juga bahwa penyebab gangguan tidur pada remaja-remaja yang mengikuti penelitian ini tidak diketehui dengan pasti. Data-data yang dikumpulkan oleh para peneliti menunjukkan menurunnya jam tidur lebih dari 1 jam dalam 20-30 tahun terakhir. Faktor-faktor sosial seperti akses internet, peralatan elektronik di kamar tidur seperti televisi, jadwal sekolah yang padat, peningkatan konsumsi kafein dan faktor-faktor stres lainnya dapat mempengaruhi kualitas tidur. Dr. Redline dan rekan mengatakan perlunya penelitian lanjutan untuk menentukan strategi lebih lanjut dalam mencegah terjadinya hipertensi pada anak-anak. Pencegahan hipertensi di masa yang akan datang bukan hanya terbatas pada program olah raga dan pengaturan berat badan, namun juga optimalisasi jam tidur. Sangatlah penting untuk memantau kualitas dan kuantitas tidur pada anak, sebagai bagian dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini didukung oleh The National Institutes of Health (NIH) Kesimpulan:

Kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan meningkatnya risiko prehipertensi pada remaja, dan dengan demikian meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada usia dewasa dan lanjut. Kelompok remaja yang memiliki efisiensi tidur yang rendah dalam penelitian ini memiliki tekanan darah sistolik lebih tinggi (4.0 ± 1.2-mm Hg) dibandingkan dengan remaja lainnya Perlu penelitian yang lebih lanjut dan lebih besar mengenai hubungan antara kualitas dan kuantitas tidur terhadap tekanan darah ada anak untuk memastikan apakah kurangnya kualitas dan kuantitas tidur termasuk salah satu faktor risiko meningkatnya penyakit kardiovaskular pada usia dewasa atau usia lanjut. Pencegahan hipertensi pada anak-anak, remaja dan dewasa di masa yang akan datang bukan hanya terbatas pada program olah raga dan pengaturan berat badan, namun juga optimalisasi jam tidur.

Beginilah suasana tidur yang tidak baik dia mengunakan tanganya sebagai sandaran ,kepala(bantal) dan posisi tubuh yang merangkap sehinggga proses peredaran darah(aliran darah)menjadi tidak lancar keseluruh tubuh

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->