Sejarah Qurban Sabtu, 21 November 2009 11:38 Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban

), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (Al Hajj: 34). 1. Qurban Di masa Nabi Adam As. "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Maidah: 27). Allâh memerintah Adam agar mengawinkan Qabil dengan saudara perempuan kembar Habil yang bernama Lubuda yang tidak bagus rupa, dan mengawinkan Habil dengan saudara perempuan kembar Qabil yang bernama Iqlima yang cantik rupa. Pada saat itu Adam dilarang Allâh mengawinkan perempuan kepada saudara laki-lakinya yang kembar. Namun Qabil menolak hal ini, sementara Habil menerima. Qabil ingin kawin dengan saudara perempuan kembarnya sendiri yang cantik rupa. Maka Adam menyuruh kedua anaknya untuk berqurban, siapa yang diterima qurbannya, itu yang menjadi suami bagi saudara perempuan kembar Qabil yang cantik Kemudian kedua anak Adam itu berqurban, Habîl adalah seorang peternak kambing dan ia berqurban denganKambing Qibas yang berwarna putih, matanya bundar dan bertanduk mulus, dan berqurban dengan jiwa yang bersih. Dan Qabil adalah tukang bercocok tanam, Ia berqurban dengan makanan yang jelek, dan niat yang tidak baik. Maka diterima qurbannya Habil dan tidak diterima qurbannya Qabil. Dan qurban-qurban itu diletakkan di sebuah gunung dan tanda diterimanya qurban itu ialah dengan datangnya api dari langit lalu membakarnya. Dan ternyata api menyambar Kambing Qibas qurbannya Habil, sebagai tanda diterima qurbannya. Melihat hal demikian Qabil marah, dan membunuh saudaranya.

2. Qurban di masa Nabi Idris As. Disunnahkan kepada kaum Nabi Idris As yang taat kepadanya antara lain; beragama Allâh, bertauhid, ibadah kepada khaliq, membersihkan jiwa dari siksa akhirat dengan cara beramal shalih di dunia, bersifat Zuhud, adil, puasa pada hari yang ditentukan pada tiap bulan, berjihad, berzakat dan sebagainya. Dan bagi kaum Idris ditetapkan hari-hari raya pada waktu-waktu yang tertentu, serta berqurban; di antaranya saat terbenam matahari ke ufuk dan saat melihat hilal. Mereka diperintah berqurban antara lain dengan al-Bakhûr (dupa atau wangi-wangian), al-

Ibrahim bermimpi lagi dengan mimpi yang tidak berbeda pula. Qurban di masa Nabi Ibrohim As. . Sejak dilahirkan sampai sebesar itu Nabi Ismail senantiasa menjadi anak kesayangan. berjalan meninggalkan tempat tinggalnya. dan al-hubûb biji-bijian. di antaranya alWardu (bunga ros). 4. sebagaimana firman Allah dalam surat Ash-Shaffaat: 102 : “Maka ketika sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha. Rencana itu pun berubah drastis. sesudah terjadi taufan (banjir) Nûh. Demikian juga ketika di Arafah. yang nantinya qurban tersebut sesudah diletakkan di tempat tadi dibakar. Kambing Qibas Dalam mimpinya. Ibrahim berkata: Hai anakku aku melihat (bermimpi) dalam tidur bahwa aku menyembelihmu. kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Baru saja Ibrahim berjalan meninggalkan rumah. Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail. sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya. Dan Kami panggillah Dia: "Hai Ibrohim. Nabi Nûh As membuat tempat yang sengaja dan tertentu untuk meletakkan qurban. sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Ash-Shaffaat ayat 103-107: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya. Ibrahim kemudian mengajak putranya. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Akhirnya Siti Hajar. Setibanya di Jabal Qurban. nyatalah kesabaran keduanya. dan juga berqurban dengan al-Fawâkih (buah-buahan). Ibrahim mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih putranya Nabi Ismail. 3. seperti al-‘Inab (buah anggur). Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa usia Ismail sekitar 6 atau 7 tahun. Qurban di masa Nabi Nuh As. syaitan menggoda Siti Hajar: “Hai Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail?”.Dzabâih (sembelihan). Ismail. Ketika sampai di Mina. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu” Ia menjawab: “Hai bapakku. Ibrahim menginap dan bermimpi lagi dengan mimpi yang sama. sambil berteriakteriak: “Ya Ibrahim. seperti al-Hinthah (biji gandum). Mina. al-Rayyâhîn (tumbuhan-tumbuhan yang harum baunya). ya Ibrahim mau diapakan anakku?” Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT tersebut. malamnya di Mina. Tiba-tiba Allah memberi ujian kepadanya.

api itu tidak muncul. Dan sebagian lagi disembelih. Nabi Zakaria As dan Nabi Yahya As adalah di antara nabi dan rosul dari Bani Isroil. jika seorang dari mereka berqurban. tidak cacat. antara lain: Persembahan missa seorang Kahin berupa roti dan arak. Yang menurut keyakinan pada mereka hakekatnya. Sementara Bani Isrâ’îl adalah keturunan Nabi Ya’qub As. 6. Ummat dulu sebelum kita. sebagai rasa syukur kepada al-Rabb . Isrâ’îl. orang-orang keluar menyaksikan apakah qurban mereka itu diterima atau tidak. Penyembelihan qurban berlaku hingga zaman Nabi Musa As. Jika diterima datang api putih (Baidhâ`u) dari langit membakar apa yang diqurbankan. Qurbannya ada binatang yang disembelih untuk berhala. Qurban Pada Bangsa Arab Jahilliyah. Bangsa Arab Jahiliyah juga suka berqurban. yaitu melakukan pengurbanan dengan membakar sebagai sesaji yang bertujuan mengingat-ingat kesalahan. 5.“Kamu telah membenarkan mimpi itu. mereka percikan daging dan darahnya pada al-baet (ka’bah). Pada bangsa Yahudi terdapat qurban yang biasa mereka lakukan demikian juga pada bangsa Nashrani. lalu membakar apa yang mereka sodaqohkan. Dan bila seorang laki-laki dari mereka (Bani Isrâ’îl) bershadaqah. . Nabi Ya’kub bergelar. roti dan arak yang mereka qurbankan ditukar dengan daging dan darah al-Masih. sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik”. yaitu mereka jika menyembelih binatang qurban. 8. Cara qurban Arab Jahiliyah. Qurban mereka dipersembahkan untuk berhalaberhala yang mereka sembah. Qurban Pada Bangsa Yahudi dan Nashrani Bangsa Yahudi merupakan sebagian dari bani Isrâ’îl. Qurban Bani Isroil. Qurban di masa Nabi zakaria As dan Nabi Yahya As. Dengan menghidangkan: tepung. 7. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Qurban pada bangsa Nashrani. seperti unta. sebagian dilepaskan saja dan dibiarkan berkeliaran sesudah di beri tanda yang diperlukan. Dan rupa api itu Lâ dukhâna lahâ wa lahâ dawiyun (api yang tidak berasap dan berbunyi). jika diterima turun api dari langit. dan ada binatang yang dilepas bebas berkeliaran. pada keduanya ada qurban. Dan qurbannya adalah binatang dan Amti'atun (barang-barang) lalu di bakar api. yaitu dengan menyembelih sapi dan kambing jantan yang mulus. 9. Qurban di masa Nabi Musa As. minyak dan susu. Qurban pada bangsa Yahudi dan bangsa Nashrani. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “. Nabi Musa membagi binatang yang disediakan untuk qurban kepada dua bagian. juga untuk berhala. Qurban karena adanya ketentraman. Jika qurbannya tidak diterima.

Sembelihan untuk maksud ini dibakar. maka salah seorang dari mereka akan dijadikan qurban di muka berhala yang ada di sisi Ka'bah yang biasa di puja oleh bangsawan Quraisy. bahwa jika anaknya laki-laki sudah ada sepuluh orang .Arab Jahili jika mereka menyembelih binatang. baik bagi laki-laki atau wanita. tidak boleh oleh wanita. tidak boleh diganggu-gugat lagi. dan mereka berikan kepada Kahin (dukun). mereka tidak menyembelih yang jantan karena buat Tuhan mereka. Orang Arab Jahiliyyah jika mereka sakit atau sesuatu yang hilang kembali lagi. setelah istri Abdul Muthalib melahirkan anak laki-laki maka mereka itu genaplah . mereka makan. Untuk maksud ini mereka makan. dan memotong-motong dagingnya lalu mereka simpan di atas batu. Abdul Muthalib pernah bernazar kepada berhalanya. Untuk meminta ampun. Jika lahir jantan dipersembahkan buat Tuhan mereka. yaitu Bahîrah. belum dilahirkan. 2. mereka ambil kulitnya saja. * Washîlah. * Sâibah. Jika anak yang kelima jantan. 10. Jika Betina dibelah telinganya. untuk Tuhan mereka. Abdullah bin Abdul Muthalib. 3. Selain qurban yang disembelih. Oleh sebab itu. mereka sembelih dan boleh dimakan baik oleh laki-laki atau perempuan. memercikan darahnya pada permukaan ka’bah. hâm. juga ada qurban Jahiliyah yang dilepas untuk sembahan mereka. mereka jadikan unta jantan saibah ini sebagai qurban. Untuk memohon keselamatan. ialah unta betina yang telah beranak lima kali. * Bahîrah. halal. 100 Ekor pengganti qurban Ayah Nabi. dan separuhnya lagi diberikan kepada kahin (dukun). Untuk mendekatkan diri kepada sesuatu yang dipuja. Sembelihan Jahiliyyah itu terbagi tiga: 1. ialah domba betina jika melahirkan betina. dibakar separuh. Jika kembar. * Hâm. washîlah. yaitu unta jantan yang dilepas tidak boleh diganggu karena dipakai nazar pada Thaugut-thaugut mereka. sâibah. Qurban Abdul Muthalib (Kakek Nabi SAW). dan hanya dapat diambil manfaatnya oleh laki-laki. Pada waktu Ayah Nabi. Jika betina itu mati. dibebaskan. tidak boleh di ganggu. Untuk maksud ini. ialah unta jantan yang telah dapat membuntingkan unta betina 10 kali.

Hal ini berulang sampai undian yang kesembilan yang keluar Abdullah. Beliau menyembelih 100 ekor unta. Qurban Nabi Muhammad SAW. Undian pertama keluar Abdullah. Binatang . Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Lalu mereka kembali ke Makkah. "Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah. Kahin Yatsrib menghukumi mereka supaya mengundi antara Abdullah dengan unta. Abdul Muthalib bermimpi pada suatu malam ada suara yang memanggil. Dengan adanya peristiwa itu. cara menyembelih hewan qurban.'Aku anak laki-laki dari dua orang yang di sembelih "Ibnu Dzabihain". undian jatuh kepadanya. Nabi Muhammad SAW melakukan qurban pada waktu Haji Wada di Mina setelah solat Iedul Adha. siapa yang dapat memakan daging qurban. Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam Keadaan berdiri (dan telah terikat). dan Abdullah menurut saja apa yang menjadi kehendak ayahnya. kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya. Ihfir Madhmûnah! dan malam keempat suara dalam mimpinya yaitu. Mudah-mudahan kamu bersyukur. yaitu. Hingga mereka mendatangi seorang al-‘Arâfat yaitu kahin di Yatsrib. 70 ekor di sembelih dengan tangannya sendiri dan 30 ekor di sembelih oleh Sayyidina Ali Ra. Ihfir Zamzam!. berikutnya bermimpi." 11.sepuluh orang. Sebelum pelaksanaan qurban itu. yang paling bagus rupanya. bahwa Abdul Muthalib akan mengurbankan anaknya yang paling muda. Setelah itu baru ia mengerti dan bermaksud untuk melaksanakan mimpinya itu. Ihfir Barrah!. lalu pada malam kedua bermimpi lagi. Maka Nabi SAW setelah beberapa tahun lamanya menjadi rosul pernah bersabda. kapan memakan daging qurban. Jika yang keluar Abdullah maka setiap kali keluar diganti dengan 10 ekor unta. Ayat ini menjelaskan binatang yang dijadikan qurban. tujuan qurban. Dan dengan demikian Abdullah urung untuk dijadikan qurban oleh ayahnya. dan yang paling dicintainya. Abdul Muthalib mengumpulkan semua anak laki-lakinya dan mengadakan undian. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu. Tetapi apa boleh buat. dan melakukan undian antara Abdullah dengan 10 ekor unta. maka sembelih unta. Seketika tersiar kabar di seluruh kota Mekkah. Ihfir Thayyibah!. Bila keluar unta. yang ia tidak mengerti maknanya. Maka Abdul Muthalib mengganti Abdullah dengan 100 ekor unta untuk berqurban. lalu diganti dengan 10 ekor unta. Namun ketika itu orang-orang quraisy menolak dan menghalanginya. kemudian apabila telah roboh (mati). baru yang kesepuluh keluar unta. Pada saat itu undian telah jatuh pada diri Abdullah." (Al Hajj:36). Padahal Abdullah itu seorang anak yang paling muda.

yaitu al-Budnu. Dari berbagai sumber." WaAllhu A'lam bi showab. Ke Atas . "Unta dijadikan dalam tujuh (bentuk) dan sapi merupakan bagian dari ketujuh bentuk itu. dalam bahasa ialah nama yang khusus bagi unta. Sedangkan sapi dipandang sama menempati tempat unta dalam hukumnya karena Nabi Saw berkata.qurban.