P. 1
Spesifikasi Teknis Semenisasi Dan Drainase Jl. Kapal Layar 5 Gg. 5 Kel. Loktuan

Spesifikasi Teknis Semenisasi Dan Drainase Jl. Kapal Layar 5 Gg. 5 Kel. Loktuan

|Views: 2,018|Likes:
Published by tobi_vance

More info:

Published by: tobi_vance on Sep 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

Syarat – Syarat Teknis

SPESIFIKASI TEKNIS

Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN 1.1. Kegiatan ini bernama Semenisasi dan Drainase Jl. Kapal Layar 5 Gg. 5 Kel. Loktuan Kecamatan Bontang Utara. Untuk pelaksanaan tersebut pemborong hendaknya menyediakan : a. Tenaga kerja dan tenaga ahli yang memadai sepadan dengan jenis dan lingkup pekerjaan. b. Bahan, peralatan kerja dan segala keperluan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan bangunan. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang tertera dalam uraian kerja dan syarat-syarat, gambar bestek dan detail, gambar konstruksi serta keputusan Direksi. Kontruksi pembuatan bangunan bersifat permanen, struktur bangunan terdiri dari - Pekerjaan Pendahuluan - Pekerjaan Tanah a. Galian Tanah Biasa b. Urugan Tanah Biasa - Pekerjaan Struktur a. Beton K-225 b. Baja Tulangan c. Wire Mesh M6 d. Plastik Poliethylene 0,25 mm e. Pas. Batu Kosong f. Pas. Batu dengan mortar camp. 1 : 4 g. Pemancangan Ulin 10 x 10

1.2.

1.3.

1.4.

Syar.Tek - 1
File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011

c. b. Alat – alat P3K.Syarat – Syarat Teknis Pasal 2 S I T U A S I 2. Pemborong diwajibkan meyerahkan barang – barang contoh (sample) dari material yang akan dipakai. Air minum dan Air bersih yang dapat dipakai untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan. Pembangunan fisik bangunan seperti pada pasal 1. Pemborong diwajibkan menyediakan sendiri: a. Loktuan Kecamatan Bontang Utara. Pasal 4 FASILITAS – FASILITAS LAPANGAN 4.1 berlokasi di Jalan Kapal Layar 5 Gg.Tek . untuk mendapat persetujuan. dimana lokasinya mudah dicapai. Pasal 3 PENYIMPANAN BARANG – BARANG DAN MATERIAL 3. Barang – barang dan material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan langsung pada pekerjaan yang bersangkutan. Terhindarnya kerusakan – kerusakan yang diakibatkan oleh cara penyimpanan yang salah. Kamar mandi dan WC untuk para pekerja lapangan Pasal 5 BARANG CONTOH (SAMPEL) 5. Alat – alat pemadam kebakaran. Syar. Pemborong diwajibkan untuk menepatkan barang – barang dan material – material kebutuhan pelaksanaan baik di luar (terbuka) ataupun di dalam gudang sesuai dengan sifat barang dan material tersebut. tidak diperkenankan untuk disimpan di dalam site.1. 5 Kel. 3. sehingga akan menjamin: a. sehingga penyediaan bahan bangunan mudah dilaksanakan di samping itu mobilisasi material mudah untuk dijangkau kendaraan roda empat.1.2 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . d.1.1. Keamanannya b.2.

Syarat – Syarat Teknis 5. kataloge. untuk kebutuhan pemeriksa dan maintenance dikemudian hari. maka pemborong diwajibkan membuat gambar – gambar shop drawing untuk kebutuhan tersebut dan mendapat persetujuan dari pengawas.3 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . gambar kerja atau shop drawing.2. dimana hal – hal tersebut tidak terdapat dalam gambar – gambar kerja.Tek . b.1. Pasal 10 SHOP DRAWING 10. Untuk material – material yang akan didatangkan Site (melalui pemesanan). Gambar – gambar tersebut diserahkan pada masa pemeliharaan kepada petugas. setelah disetujui oleh Direksi (dibuat sebanyak 1 Asli + 5 Copy). Pasal 6 PENGUJIAN ATAS MUTU PEKERJAAN 6. Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar – gambar “As Built Drawing” sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan di lapangan sesuai kenyataan. Syar.1. Pemborong diwajibkan mengadakan pengujian atas mutu pekerjaan ataupun atas pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan kebutuhannnya masing – masing. Pengujian baja tulangan.1. Pasal 7 GAMBAR – GAMBAR “AS BUILT DRAWING” 7. Barang – barang contoh (sample) tertentu harus dilampiri dengan tanda bukti / sertifikat pengujian dan spesifikasi teknis dari material – material tersebut. maka kontraktor diwajibkan menyerahkan brochure. dan semua biaya – biaya yang timbul untuk kebutuhan tersebut ditanggung oleh Pemborongan yang bersangkutan. misalnya : a. Pengujian mutu beton. dan sample yang dianggap perlu oleh Perencana/Pengawas dan harus memndapat persetujuan Perencana/Pengawas 5. Dalam hal – hal tertentu maka untuk kebutuhan pemasangan atau pelaksanaan pekerjaan yang membutuhkan penjelasan – penjelasan.3.

Pengawas berhak memeriksa pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pada setiap waktu.2. tanggal 28 Mei 1994 No.Tek . Peraturan Beton Bertulang Indonesia NI – 2/1971 d.5.Syarat – Syarat Teknis Pasal 11 PERATURAN – PERATURAN SYARAT – SYARAT YANG DIGUNAKAN DALAM PELAKSANAAN 11.4. tidak berarti Kontraktor bebas dari tanggung jawab. B. antara lain kegiatan dalam utizet.W.B (algemen) Voorwarden voor de’uitvoering bij aanneming van openbare werken in Indonesia. Pekerjaan yang tidak memenuhi uraian dan syarat – syarat pelaksnaan (spesifikasi) atau gambar instruksi tertulis dari pengawas harus diperbaiki atau dibongkar. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI – 3/1956 e. Pasal 12 FOTO – FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN 12. jalan dan lain – lain. Untuk pelaksanaan pekerjaan berlaku pearturan – peraturan : a. Dan peraturan – peraturan lain yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan nominasi di Indonesia yang belum tercantum di atas dan mendapat persetujuan Perencana/Pengawas. Kontraktor harus melaksanakan segala pekerjaan menurut uraian dan syarat – syarat pelaksanaan. penempatan peralatan – peralatan lapangan (beton – batcher). c. Pemborong diwajibkan membuat foto – foto dokuemtasi kegiatan meliputi : a. Bagaimanapun juga kelalaian pengawas dalam pengontrolan terhadap kekeliruan – kekeliruan atas pekerjaan yang dilaksnakan oleh Kontraktor. Semua bahan yang akan dipakai harus mendapat persetujuan pengawas. 9 tambahan lembaran Negara No. Syar. 14571.1. b. Foto – foto kegiatan. penempatan material. 11.1. Semua biaya yang diperlukan untuk ini menjadi tanggung jawab pemborong. 11.3. gambar – gambar dan instruksi – instruksi tertulis dari pengawas. A. 11. 1613. Peraturan Semen Portland Indonesia NI – 8/1972 f. 1610. 1604. Peraturan Muatan Indonesia NI – 18 g.4 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . 11.

pembesian. Foto – foto tahapan pekerjaan yang penting antara lain bekisting.1.2.Tek . tdak porous. 2 examplar untuk pemberi tugas dan 1 examplar untuk pengawas.Syarat – Syarat Teknis b. d. dikirim dalam kantong – kantong semen yang masih disegel dan tidak rusak.2. Pasal 14 AGGREGAT ( AGGREGATES) 14. Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama (tidak diperkenankan menggunakan bermacam – macam merk/jenis semen untuk satu konstruksi / struktur yang sama) . Pasal 13 SEMEN 13.3. batu pecah (aggregat kasar) dan pasir beton harus memnuhi syarat – syarat : a. 13. Dan lain – lain kegiatan yang dianggap perlu oleh pengawas. dan pekerjaan finishing. Syar. Peraturan Beton Indonesia (NI> 2/1971) c. dan dapat ditolak penggunannya tanpa melalui test. dalam keadaan baru dan asli. Semua pemakaian koral (kerikil). Peraturan Beton Indonesia NI 2/1971 c. Foto – foto dicetak dalam ukuran postcard (dicetak berwarna) masing – masing 3 examplar. pekerjaan beton sebelum dan sesudah pengecoran. klise diserahkan kepada pemberi tugas. Peraturan Semen Portland Indonesia NI 8/1972 b. Peraturan Umum Pemeriksaan bahan Bangunan (NI. Semua semen yang digunakan adalah Semen Portland dengan syarat – syarat : a. 12. Foto – foto pada kondisi waktu selesainya masa pemeliharaan. Bahan yang ditolak harus segera dikeluakan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2 x 24 jam. Mempunyai sertifikat Uji (test certificate) d. c. Mendapat pesetujuan Perencana / Pengawas. Untuk semen yang diragukan mutu dan kerusakan – kerusakan akibat salah penyimpanan dianggap rusak.3/1956) b.1.5 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . 13. Tidak mudah hancur (tetap keras).

2. Memenuhi syarat Peraturan Beton Indonesia (NI. diajukan kepada Pengawas untuk mendapat persetujuannya.Untuk hal itu sebelumnya pemborong harus membuat gambar pembengkokan baja tulangan (bending schedule).syarat karena kualitasnya tidak sesuai dengan spesifikasi (RKS) harus segera dikeluarkan dari site dalam waktu 2 x 24 jam. Koral (kerikil) dan batu pecah (Aggregat kasar) yang mempunyai ukuran lebih besar dari 38 mm. padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air. tidak mengandung organisme yang dapat memberikan efek merusak campuran. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat – syarat : a. Pasal 16 BESI BETON (STEEL REINFORCEMENT) 16. 2/1971) b. minyak atau lemak. Bebas dari kotoran – kotoran.1. Mempunyai penampang yang sama rata. 2/1971). Air yang akan dipergunakan untuk semua pekerjaan di lapangan adalah air bersih. 15. d. 16. air harus dibeli atau mengambil tempat lain sekitarnya dengan ketentuan sesuai butir 15. Bebas dari tanah / tanah liat atau kotoan – kotoran lainnya.1. 16. dalam proporsi campuran yang akan dipakai. tidak mengandung bahan – bahan kimia (asam alkali). Penggunaan besi beton yang tidak memenuhi syarat .2. lapisan minyak.6 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . Peraturan Beton Indonesia (NI.3.Syarat – Syarat Teknis d. c. Syar. Air yang mengandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk dipakai. karat dan tidak cacat. 14. Gradasi dari aggregat – aggregat tersebut secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang baik.2. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar – gambar. untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan pengawas.1. di atas. Ukuran disesuaikan dengan gambar – gambar.Tek . 14. Pasal 15 AIR 15. tidak berwarna.3.

dengan ketentuan : menggunakan mutu beton K-225 Syar. Pemborong bertanggungjawab atas semua hasil pengecoran readymix. Beton readymix harus dicor pada tempatnya dalam waktu max. Beton adukan Readymix Semua beton redymix harus disupply dari perusahaan yang disetujui oleh Direksi. Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah berada dalam mesin pengaduk. Adukan beton yang dibuat setempat (site Mixing) harus memnuhi syarat – syarat : a. Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus dibersihkan lebeih dahulu sebelum adukan beton yang baru dimulai. Beton harus mempunyai kekukuatan karakteristik K – 225 untuk beton konstruksi beton biasa. Untuk Besi/Baja Tulangan disesuaikan dengan gambar bestek dalam hal dimensi danm ukurannya.4. Perencana berhak mengganti perusahaan readymix atau menghentikannya readymix jika dianggap tidak memenuhi syarat – syarat dari spesifikasi.Tek . Aggergat diukur menurut volume c. h. 2 jam dihitung dari mulai truc mixer keluar dari plan sampai keluar dari proyek.1.Syarat – Syarat Teknis 16. 16. Pasir diukur menurut volume d. Pemborong diharuskan membuat adukan percobaan (trial mixes).7 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . g. Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin pengaduk e. 17. Semen diukur menurut volume b. Adukan beton harus memenuhi syarat – syarat Peratura Beton Indonesia. Konstruksi Beton Struktur. percobaan tersebut harus dilakukan untuk menentukan komposisi adukan yang akan dipakai pada pekerjaan beton selanjutnya.5. Untuk Wire Mesh digunakan Wire Mesh M-6 sesuai petunjuk spesifikasi yang telah ditentukan dalam bestek dan mendapat persetujuan Direksi. Pasal 17 ADUKAN BETON 17.2. f.

pembesian. dan memenuhi syarat – syarat dalam Peraturan Beton Indonesia (NI.35 mm * Agregat Kasar/Kerikil (Koral) * gradasi max. > 0. dengan mencantumkan besarnya kekuatan Syar. Cetakan kubus coba harus berbentuk bujursangkar dalam segala arah. bekisting dan pembersihan.6. pembuatan adukan struktur yang bersangkutan. 2. dituangkan pada acuan beton yang telah disiapkan dan dipadatkan dengan menggunakan Vibrator Concrete. Semua biaya untuk pembuatan dan percobaan kubus menjadi tanggungjawab pemborong. ukuran. Ukuran kubus coba atau benda uji adalah 15 x 15 x 15 cm3 diambil tiap 5 m3 satu buah. Pasal 18 PENGUJIAN MUTU BETON 18. Cara Pelaksanaan * Bagian konstruksi yang akan discor harus merupakan bagian konstruksi yang sudah diakui kebenarannya oleh Pihak Direksi : Tentang bentuk. 3.5 mm * gradasi min. 18.4. Mortar beton. 18. Kubus coba harus ditandai untuk identifikasi dengan suatu code yang dapat menunjukkan tanggal percobaan.1.Tek . 1. 2/1971) 18. * Pengecoran dilaksanakan dengan methode beton molen. Pengawas berhak meminta setiap saat kepada pemborong untuk membuat kubus coba dari adukan beton yang dibuat.Syarat – Syarat Teknis * Agregat Halus/Pasir Beton * gradasi max. mutu K-225. Aggregat dicampur dalam beton molen. 31. > 4 mm Syarat Pemamfaatan Material * Pasir diayak dan dicuci * Batu pecah diayak dan harus bebas dari kotoran.8 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . 18. Laporan hasil percobaan harus diserahkan kepada pengawas segera setelah selesai percobaan.3. Pencetakan kubus coba harus memenuhi syarat – syarat PBI NI 2/1971.2.5. 4 mm = 2 % * gradasi min. dan batu pecah (koral) menurut ketentuan yang telah dipersyaratkan (mix. Design). 18. Komposisi campuran semen. pasir.

Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. kemudian disiram dengan air semen.1. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan pengawas.1. jika tidak ada persetujuan pengawas. 19. 19.4. 18. campuran adukan dan berat kubus coba tersebut. pengeringan oleh angin. hujan atau aliran air dan pengerasan mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. maka pemborong dapat diperintahkan untuk menyingkirkan / membongkar beton yang sudah dicor tanpa persetujuan.3. Pada pengecoran baru (sambungan antara yang lama dan beton baru) maka permukaan beton lama terlebih dahuludibersihkan dan dikasarkan sampai aggergat kasar tampak.Syarat – Syarat Teknis karakteristik. atas biaya pemborong sendiri 19. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton.5.9 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . sehingga tidak memungkinkan adanya pengendapan aggregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan – bahan lain dari luar. Adukan yang tidak dicor dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan betondan juga adukan yang tumpah selama pengangkutan tidak diperkenankan dipakai lagi. Pasal 20 PERAWATAN DAN PERLINDUNGAN BETON 20.2/1971). Pengecoran dilakukan secara terus menerus. Pasal 19 PENGECORAN BETON 19. Syar.2. Percobaan – percobaan ini harus memenuhi syarat – syarat dalam peraturan beton Indoneseia (NI.7. deviasi standar. Adukan beton harus secepatnya dibawa ke tempat pengecoran dengan menggunakan cara yang seperaktis mungkin. 19.Tek . terlebih dahulu memberitahukan pengawas dan mendapat persetujuan.

Di atas tanah urug.Tek . Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 14 hari dengan menyemprotkan air atau mengenai dengan air pada permukaan beton tersebut. pemasangan sparing dan sebagainya harus menurut petunjuk – petunjuk pengawas. membuat lubang atau memotong konstruksi beton yang sudah jadi tanpa sepengetahuan dan seijin pengawas.4. 22. Ukuran dan pembuatan lubang.1. Pemborong tidak dibenarkan untuk membobok. pemasangan sparing dan sebagainya harus menurut petunjuk – petunjuk pengawas. 21. Ukuran dan pembuatan lubang.Syarat – Syarat Teknis 20. Pemadatan tanah urug tidak dibenarkan dengan menyiram air. Syar.10 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . Lapisan tanah ini harus dilakukan selapis demi selapis dipadatkan sehingga menghasilkan tebal yang diperlukan. Pasal 22 TANAH DAN PASIR URUG 22. pemasangan alat – alat di dalam beton. melainkan dengan ditimbris atau digilas dengan alat yang dipersyaratkan seperti vibro roller atau baby roller.2.1. pemasangan alat – alat di dalam beton.2. 22. untuk pasir urug disiram dengan air dan tidak menggenang kemudian dipadatkan dengan alat yang dipersyaratkan. Tanah urug hanya digunakan untuk lapisan dasar dan perbaikan tanah seperti yang tertera pada gambar detail.2.3. 22. 22. Pasal 21 PEMASANGAN ALAT – ALAT DI DALAM BETON 21.1. diberi lapisan pasir urug yang dipadatkan.

25 mm Syar. Semua bagian kayu dan setelah fabrikasi harus lurus dan tidak ada cacat serta ukuran sesuai dengan gambar. kecuali ditentukan lain oleh Direksi secara tertulis. 23.5 Ketentuan spesifikasi Pasangan Batu Gunung yang dipersyaratkan : * Pasir Pasang gradasi . kontraktor meskipun telah menggunakan kayu yang telah disetujui. Porsi adukan untuk pasangan Batu Gunung yang dimaksud adalah 1 Ps : 4 Ps 24. Pemancangan dilakukan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan Direksi. Pasal 24 PEKERJAAN PASANGAN BATU GUNUNG 24. Cerucuk Ulin digunakan Ulin 10 x 10 centimeter.11 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 .2. 24. 23.5.3. biaya pembongkaran ditanggung sendiri oleh Kontraktor. dahulu 24. dalam hal dimensi atau ukuran.1. > 0.4. Sebelum Pasangan Batu Gunung dilaksanakan terlebih dipasangkan Batu Kosong sesuai ketentuan dalam gambar.Tek . Kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan pasangan Batu Gunung yang mengakibatkan cacat mutu menjadi tanggungjawab sepenuhnya Kontraktor. Pengawas dan Direksi berhak mengentikan atau membongkar pekerjaan yang dianggap cacat mutu tersebut. Pemancangan dilakukan dengan menggunakan Alat Pancang yang dipersyaratkan. 24. dimensi dan perletakannya sesuai dengan gambar atau kecuali ditentukan lain oleh Direksi. 23.Syarat – Syarat Teknis Pasal 23 PEKERJAAN PEMANCANGAN 23. Pekerjaan Pasangan Batu Gunung dilakukan berdasarkan ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam gambar. * gradasi max.3.4.2. batu gunung dipasang sedemikian rupa disertai spesi yang telah ditentukan sehingga membentuk pasangan batu yang kuat dan rapi. Untuk pemancangan. Semua material kayu harus baru dan disetujui oleh Direksi. pasal berikut tetap mengikat kontraktor untuk tetap bertanggung jawab.1. Pada pekerjaan Pasangan Batu Gunung. 23. 4 mm * gradasi min.

Mempunyai bentuk yang sama besarnya (merata). Pasal 25 PEKERJAAN PLESTERAN 25.5. * Pelaksanaan galian bagi kepentingan pasangan sesuai gambar kerja yang disetujui oleh Pihak Direksi. Adukan tersebut adalah : a. Untuk semua pekerjaan plesteran tidak diperkenankan menggunakan kapur. Pasir yang digunakan adalah pasir bersih. Apabila hasil plesteran tidak menunjukkan hasil seperti dia atas. .Syarat – Syarat Teknis * Batu Gunung * mempunyai diameter lebih besar 15 cm dan tidak kropos. 25. Datar.12 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . Hal ini menjadi tanggungjawab pemborong. maka pasir – pasir tersebut disaring/diayak sebelum dipergunakan.sudut.4. 25.1. 25. Untuk pekerjaan pelesetran dinding – dinding dan lantai yang membutuhkan ketelitian dan kerapian pekerjaan. siar – siar sebelumnya harus dikerok untuk memberikan pegangan pada pelesteran. * Batu Gunung dipasang sesuai profil yang telah ditentukan. Porsi adukan Plesteran 1 Pc : 4 Ps Syar. tidak keropos (tidak kosong di dalam) dan tidak retak – retak. Pada permukaan dinding beton yang akan diplester harus dibuat kasar . Pekerjaan pleseteran arus rapih menurut bentuk dan ukuran dalam gambar . * Juga digunakan batu gunung yang bersudut.3.2. Lumpur da kotoran – kotoran lainnya. maka bagian tersebut harus dibongkar untuk diperbaiki. untuk finishing bagian luar disiar dengan campuran 1 : 4. sedangkan untuk permukaan dinding batako. tajam pada bagian – bagian sudut. tidak menganduing tanah atau tanah liat. 25. pekerjaan harus lurus. tidak bergelombang. Proporsi adukan : Pada dasarnya pelesteran mempynyai adukan yang sama sengan pasangannya.Tek . * Komposisi campuran 1 : 4 (Pc : Ps).Cara pelaksanaan Turap Pasangan Batu Gunung antara lain: * Sebelum lokasi penimbunan ditimbun. terlebih dahulu dibersihkan sesuai spesifikasi teknik yang telah ditentukan oleh Pihak Direksi.

Lapisan acian – acian rata 2 mm dari adukan pc saja pada bagian – bagian yang akan difinis.Tek . kecuali ditetapkan oleh pengawas. c.Syarat – Syarat Teknis b. Tebal plesetaran rata 15 mm (tidak kurang dari 1 cm atau lebih dari 2 cm). dan bagian – bagian lainnya sesuai dengan petunjuk – petunjuk dan mendapat persetujuan pengawas.13 File/DokumenLelang/SPEK-RKS/DPU/2011 . Syar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->