Tujuan Negara Republik Indonesia Hanyalah Utopi

dengan 9 komentar “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa …” Demikianlah sebagian kalimat dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang konon katanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konstitusi Republik Indonesia. Dalam pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila, sekarang mungkin sudah tidak ada) yang Kang Kombor terima sejak SD, SMP sampai SMA, ada pelajaran mengenai tujuan negara Republik Indonesia. Tujuan negara Republik Indonesia ada empat, yaitu seperti yang disebutkan pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Keempat tujuan negara itu adalah:

1. 2. 3. 4.

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia Memajukan kesejahteraan umum Mencerdaskan kehidupan bangsa Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

“Mungkinkah para founding fathers kita waktu itu merumuskan utopi? Mungkinkah mereka dulu merumuskan sesuatu yang sejujurnya tidak akan pernah dapat diwujudkan oleh siapa pun anggota bangsa ini?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut terkadang melintas di pikiran Kang Kombor. Pertanyaan-pertanyaan yang oleh para penatar dalam Penataran P4 mungkin dianggap sebagai pertanyaan orang-orang yang tidak mengerti P4 dan UUD 1945 dan oleh karenanya manusia-manusia yang benaknya dilintasi pertanyaan tersebut harus diberi cuci otak ala Penataran P4. Berbahagialah anak-anak sekarang yang tidak perlu menghabiskan waktu tiga hari sampai satu minggu untuk ditatar oleh penatar-penatar yang Pancasilais itu. Apakah itu utopi? “an imaginary and indefinitely remote place of ideal perfection especially in laws, government, and social conditions; an ideal and perfect place or state, where everyone lives in harmony and everything is for the best; or a description of such a place” http://www.infinitefutures.com/resources/glossary.shtml Dictionary.com mengartikan utopia dalam tiga hal: 1. an imaginary island described in Sir Thomas More’s Utopia (1516) as enjoying perfection in law, politics, etc. 2. (usually lowercase) an ideal place or state. 3. (usually lowercase ) any visionary system of political or social perfection.

Di dalam negeri saja mereka dibegitukan. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia Kita masih ingat betapa Pemerintah Indonesia selalu tidak maksimal dalam melindungi para buruh migran kita. babu-babu kita pada disiksa. Ibaratnya. Memajukan Kesejahteraan Umum Gombal. kalau di dalam negeri saja dikuyo-kuyo oleh aparat negara. Ou berarti tidak dan topos berarti tempat. Lihat saja rakyat kecil yang selalu dikuyo-kuyo Polisi Pamong Praja. Silakan bandingkan dengan usaha-usaha pemerintah kita dalam memberikan perlindungan terhadap buruh-buruh migran kita yang tersandung perkara di luar negeri. Utopia sendiri berasal dari Bahasa Yunani ou dan topos. Karena hanya merupakan cita-cita dan sebuah visi mengenai Indonesia yang sempurna maka tujuan negara itu tidak akan pernah dapat diwujudkan oleh bangsa Indonesia. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Halah… Gimana bangsa mau cerdas kalau gedung sekolah pada rubuh? Anggaran pendidikan yang diamanatkan konstitusi sebesar 20% selalu ditawar dan saat ini mau dimanipulasi dengan memasukkan gaji guru ke dalam anggaran pendidikan. Secara bodoh-bodohan kita bisa mengartikan utopi sebagai tempat yang tidak ada. Sampai saat ini pun bangsa masih belum cerdas. Dimodifikasi sedikit biar klop dengan judul tulisan ini. Sampeyan mau bukti? Mari kita babar satu per satu tujuan itu. Mengapa tidak ada? Karena dia itu merupakan ideal place or state dan selain itu.Masih banyak lagi pengertian mengenai utopi/utopia yang bisa didapatkan dari internet. utopi hanya merupakan any visionary system of political or social perfection. . Saat ini mungkin itu sudah terwujud karena kita sudah tidak menjajah Timor Leste. Jadi. Demi kesejahteraan Lapindo. Kalau bangsa ini cerdas. yang berangkat ke luar negeri bukan babu. mosok di luar negeri akan dilindungi. Kita hanya mampu ngirim babu. Lihat bagaimana usaha Pemerintah Philipina dulu dalam membela Madame Contemplation. Tujuan Negara RI hanya utopi? Pinter! Tujuan negara Republik Indonesia hanyalah merupakan suatu cita-cita. Suatu hal yang harus ditolak. Pemerintahnya pun belum cerdas karena masih mengijinkan ekspor babu ke luar negeri. Pantas saja kalau di Malaysia dan Arab. utopi bisa kita artikan sesuatu yang tidak ada. Biaya rutin pegawai pengajar akan dimasukkan dalam anggaran pendidikan. Mungkin orang-orang Arab dan Malaysia pada suka nonton berita dari televisi kita di mana orang yang mencari makan selalu saja disemena-menakan oleh Polisi Pamong Praja. Permintaan tenaga terdidik seperti perawat banyak tetapi kita tidak mampu menciptakan perawat yang bisa dikirim ke luar negeri. Halah! Ikut Melaksanakan Perdamaian Abadi yang Berdasarkan bla-bla-bla Yang terakhir nggak usah dibahas. itu hanya merupakan visi mengenai Indonesia yang sempurna dari para pendiri negeri ini. atau dengan kata lain. seluruh desa Porong ditenggelamkan.

Kalau kita menetapkan tujuan yang tidak mungkin dicapai. sih. “Apakah tujuan negara itu tidak masuk akal?” Sebenarnya masuk akal.Tujuan adalah sesuatu yang dirumuskan untuk dicapai. kita akan sampai pada pertanyaan: Buat apa kita mempertahankan negara? Nah loh… . Tujuan harus masuk akal dan mampu untuk dicapai. sih. Mungkin karena tujuan negara itu dulu yang membuat adalah para pendiri negara sedangkan sekarang yang mengusahakan untuk mewujudkan tujuan itu bukan mereka para pendiri negara sehingga para pewujud tujuan negara saat ini tidak bisa bekerja dengan semangat dan jiwa para pendiri negara. “Lalu mengapa kok sepertinya tujuan negara itu sangat sulit untuk dicapai? Sudah 62 tahun kita merdeka kok sepertinya masih jauh sekali untuk bisa mewujudkan tujuan negara itu?” Nggak tahulah. sampai kiamat pun tujuan negara RI ini tidak akan pernah dicapai. Jalani saja sekenanya. “Apakah tujuan negara itu tidak mampu dicapai?” Sebenarnya mampu untuk dicapai. Kalau sudah begitu. lebih baik tidak usah memiliki tujuan. Tanpa semangat dan jiwa para pendiri negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful