P. 1
Askep Anak Dengan Broncho Pneumonia

Askep Anak Dengan Broncho Pneumonia

|Views: 462|Likes:
Published by mads

More info:

Published by: mads on Sep 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

http://anosetiabudi.blogspot.com/2009/11/askep-pada-anak-dengan-bronchopneumonia.

html

askep anak dengan bronchopneumonia
ASKEP PADA ANAK DENGAN BRONCHOPNEUMONIA 1. Pengertian Bronchopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak Infiltrat (Whalley and Wong, 1996). Bronchopneumina adalah frekwensi komplikasi pulmonary, batuk produktif yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne G. Bare, 1993). Bronchopneumonia disebut juga pneumoni lobularis, yaitu radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus,jamur dan benda-benda asing (Sylvia Anderson, 1994). Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri,virus, jamur dan benda asing. 2. Etiologi Bakteri : Diplococus Pneumonia, Pneumococcus, Stretococcus Hemoliticus Aureus, Haemophilus Influenza, Basilus Friendlander (Klebsial Pneumoni), Mycobacterium Tuberculosis. Virus : Respiratory syntical virus, virus influenza, virus sitomegalik. Jamur : Citoplasma Capsulatum, Criptococcus Nepromas, Blastomices Dermatides, Cocedirides Immitis, Aspergillus Sp, Candinda Albicans, Mycoplasma Pneumonia. Aspirasi benda asing. Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya Bronchopnemonia adalah daya tahan tubuh yang menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein (MEP), penyakit menahun, pengobatan antibiotik yang tidak sempurna. 3. Fatofisiologi Bronkopneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus penyebab Bronchopneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan broncus dan alveolus. Inflamasi bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. Bila penyebaran kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalahkolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan atelektasis. Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura. Emfisema (tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru) adalah tindak lanjut dari pembedahan. Atelektasis mngakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas. Secara singkat patofisiologi dapat digambarkan pada skema proses. 4. Manifestasi klinis Biasanya didahului infeksi traktus respiratorius bagian atas. Penyakit ini umumnya timbul mendadak, suhu meningkat 39-40O C disertai menggigil, napas sesak dan cepat, batuk-batuk yang non produktif “napas bunyi” pemeriksaan paru saat perkusi redup, saat auskultasi suara napas ronchi basah yang halus dan nyaring. Batuk pilek yang mungkin berat sampai terjadi insufisiensi pernapasan dimulai dengan infeksi saluran bagian atas, penderita batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia dan kesulitan menelan. 5. Pemeriksaan penunjang 1. Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung, biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar. 2. Secara laboratorik ditemukan leukositosis biasa 15.000 – 40.000 / m dengan pergeseran LED meninggi. 3. Foto thorax bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus. 6. Penatalaksanaan Kemotherapi untuk mycoplasma pneumonia, dapat diberikan Eritromicin 4 X 500 mg sehari atau

c. a. Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.html Tetrasiklin 3 – 4 mg sehari.http://anosetiabudi. Perkembangan menitikberatkan pada aspek diferensiasi bentuk dan fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi. Obat-obatan ini meringankan dan mempercepat penyembuhan terutama pada kasus yang berat. f. Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang. Dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan 7. Menggunakan bahasa sebagai alat komuniukasi verbal 4. membuat model dan bermain alat musik.blogspot. Dampak hospitalisasi Hospitalisasi atau sakit dan dirawat di RS bagi anak dan keluarga akan menimbulkan stress dan tidak merasa aman. umumnya penderita tidak perlu dirawat. Simptomatik terhadap batuk. Antibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan penyebab yang mempunyai spektrum sempit. Badminton 3. Obatobat penghambat sintesis SNA (Sintosin Antapinosin dan Indoksi Urudin) dan interperon inducer seperti polinosimle. kecuali untuk kasus berat. Motorik kasar dibawah kendali kognitif dan secara bertahap meningkatkan irama dan kehalusan. Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan. 2. Endokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial. Psikososial Berpisah dengan orang tua. Menunjukan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan 2. Memukul 4. d.com/2009/11/askep-pada-anak-dengan-bronchopneumonia. dan lendir serta ada febris. Komplikasi Komplikasi dari bronchopneumonia adalah : a. 3. besar. Dapat memahami konsep dahulu. Dapat mempertimbangkan sejumlah alternatif dalam pemecahan masalah 3. sekarang dan yang akan datang d. ukuran atau dimensi tingkat sel. Kognitif 1. Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang. Bahasa 1. b. Motorik halus 1. Istirahat. poliudikocid pengobatan simtomatik seperti : 1. Batuk yang produktif jangan ditekan dengan antitusif 4. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun dan pada anak wanita sudah mulai mengembangkan ciri sex sekundernya. teman dan perubahan peran 2. Bila terdapat obstruksi jalan napas. Memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat. 5. Motorik kasar 1. Loncat tali 2. Dapat meningkatkan kemampuan menjahit. Dapat berfokus pada lebih dari satu asfek dan situasi 2. Infeksi sitemik e. Penyebab anak stress meliputi . c. Dapat membalikan cara kerja dan melacak urutan kejadian kembali sejak awal 4. 7. kata keterangan. Mengerti kebanyakan kata-kata abstrak 2. diberikan broncodilator. 8. Tumbuh kembang anak usia 6 – 12 tahun Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalahperubahan dalam jumlah. b. 1. Fisiologis . Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak. anggota keluarga lain. Jumlah dan efek stress tergantung pada persepsi anak dan keluarga terhadap kerusakan penyakit dan pengobatan. kata penghubung dan kata depan 3. cukup istirahat dirumah.

ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS 1. gelisah. 7) Cemas anak berhubungan dengan dampak hospitalisasi 3. Diagnosa keperawatan 1) Tidak efektifnya bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret. sianosis. Kecemasan dan ketakutan akibat dari seriusnya penyakit. Pemeriksaan fisik 1) Demam.blogspot.com/2009/11/askep-pada-anak-dengan-bronchopneumonia. Pengkajian a. . 2) Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan kapiler alveoli. imobilisasi dan tidak mengontrol diri 3.http://anosetiabudi. konsolidasi yang tersebar pada kedua paru) c. Selalu ingin tahu alasan tindakan 4. Pemberian obat kimia Reaksi anak saat dirawat di Rumah sakit usia sekolah (6-12 tahun) 1. Factor fsikologis / perkembangan memahami tindakan 1) Usia tingkat perkembangan 2) Toleransi / kemampuan memahami tindakan 3) Koping 4) Pengalaman terpisah dari keluarga / orang tua 5) Pengalaman infeksi saluran pernafasan sebelumnya d. 3) Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas seperti malnutrisi. kaji adanya peningkatan pernapasan dan bunyi napas abnormal. Frustasi karena kurang informasi terhadap prosedur dan pengobatan serta tidak familiernya peraturan Rumah sakit B.html Kurang tidur. 4) Anggota keluarga lain yang mengalami sakit saluran pernapasan 5) Batuk produktif. sukar menelan. pilek. LED meningkat ataunormal 4) Rontgent dada abnormal (bercak. Berusaha independen dan produktif Reaksi orang tua 1. Monitor status respirasi setiap 2 jam. KH : sekret dapat keluar. Rencana tindakan : 1. mual dan muntah. Riwayat kesehatan 1) Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk. 4) Resti pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi yang tidak adekuat. demam. Lingkungan asing Kebiasaan sehari-hari berubah 4. 2) Anorexia. pernapasan cepat dan dangkal. Intervensi Diagnosa 1 Tujuan : Bersihan jalan nafas kembali efektif. pengobatan dan dampaknya terhadap masa depan anak 2. pernafasan cuping hidung. pernapasan cuping hidung 2) Auskultasi paru ronchi basah 3) Laboratorium leukositosis. Pengetahuan keluarga / orang tua 1) Tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit saluran pernapasan 2) Pengalaman keluarga tentang penyakit saluran pernafasan 3) Kesiapan / kemauan keluarga untuk belajar merawat anaknya 2. perasaan nyeri. 5) Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi 6) Kurang pengetahuan orang tua tentang perawatan klien berhubungan dengan kurangnya informasi. Dapat mengekpresikan perasaan dan mampu bertoleransi terhadap rasa nyeri 3. 3) Defisit volume cairan berhubungan dengan output yang berlebihan. takipnea. prosedur. sianosis b. Merasa khawatir akan perpisahan dengan sekolah dan teman sebayanya 2.

Catat intake dan output cairan (balanc cairan) 2. nadi cepat. 4. Rencana tindakan : 1. KH : Klien memperlihatkan perbaikan ventilasi. Observasi tanda-tanda vital (nadi. Kaji adanya mual dan muntah 5.http://anosetiabudi. Observasi tingkat kesadaran. Lakukan suction sesuai indikasi. Lakukan perkusi dada 8. Diagnosa 6 Tujuan : Pengetahuan orang tua klien tentang proses penyakit anaknya meningkat setelah dilakukan tindakan keperawatan KH : Orang tua klien mengerti tentang penyakit anaknya. turgor kulit. Cegah terjadinya kelelahan Diagnosa 3. respirasi) Diagnosa 4. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat penurun panas. Sediakan sputum untuk kultur / test sensitifitas Diagnosa 2 Tujuan : pertujaran gas kembali normal. membran mukosa. Kaji status nutrisi klien 2. Observasi tanda-tanda vital 2. Rencana tindakan : 1. 3.blogspot. KH : Hipertermi/peningkatan suhu dapat teratasi dengan proses infeksi hilang Rencana tindakan : 1. Berikan minum per oral 5. Berikandan anjurkan keluarga untuk memberikan kompresdengan air pada daerah dahi dan ketiak 3. Berikan diet sedikit tapi sering 6. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan 4. 4. pertukaran gas secara optimal dan oksigenisasi jaringan secara adekuat Rencana tindakan : 1. Tujuan : Klien akan mempertahankan cairan tubuh yang normal KH : Tanda dehidrasi tidak ada. tanda-tanda vital. Monitor analisa gas darah untuk mengkaji status pernapasan 7.html 2. Monitor AGD 5. Beri posisi fowler sesuai program / semi fowler 3. Timbang BB klien setiap hari.com/2009/11/askep-pada-anak-dengan-bronchopneumonia. suhu. dan inspeksi) 3. KH : Klien dapat mempertahankan/meningkatkan pemasukan nutrisi. Ciprtakan lingkungan yang nyaman 6. Beri oksigen sesuai program 4. Ciptakan lingkungan / nyaman sehingga pasien dapat tidur dengan tenang 5. Ganti pakaian yang basah oleh keringat 6. tanda-tanda cianosis 2. Monitor keseimbangan cairan . Lakukan pemeriksaan fisik abdomen klien (auskultasi. Beri posisi yang nyaman bagi pasien 6. kesadaran menurun.. Anjurkan ibu untuk tetap memberikan cairan peroral 3. palpasi. Pertahankan keakuratan tetesan infus 5. Beri terapi oksigen setiap 6 jam 4. perkusi. Tujuan : Kebuituhan nutrisi terpenuhi. kolaborasi dengan tim gizi Diagnosa 5 Tujuan : Tidak terjadi peningkatan suhu tubuh. Berikan makanan dalam keadaan hangat 7. . status pernafasan.

Cemas teratasi Diposkan oleh Ncithea hari : Sabtu. Bantu orang tua klien untuk mengembangkan rencana asuhan keperawatan dirumah sakit seperti : diet. 5.blogspot. 2008 Label: Askep Anak . Kaji tingkat kecemasan klien 2. b. tanda dan gejala. Intake nutrisi adekuat e. 3. Evaluasi Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan Brochopneumonia dalah : a. Beri kesempatan pada orang tua klien untuk bertanya tentang hal yang belum dimengertinya Diagnosa 7 Tujuan : Cemas anak hilang KH : Klien dapat tenang. pencegahan dan komplikasi dengan memberikan penkes. Tekankan perlunya melindungi anak.com/2009/11/askep-pada-anak-dengan-bronchopneumonia. penyebab. Kaji tingkat pengetahuan orang tua klien tentang proses penyakit anaknya 2.html Rencana tindakan : 1. Lakukan kunjungan. Kaji tingkat pendidikan orang tua klien 3. 6. pengobatan. Januari 12. Dorong ibu / keluarga klien mensufort anaknya dengan cara ibu selalu didekat klien. Intake dan output seimbang d. Suhu tubuh dalam batas normal f. Pertukaran gas normal. Berikan mainan sesuai kesukaan klien dirumah 4.istirahat dan aktivitas yang sesuai 4. Bersihan jalan napas kembali efektif c. Jelaskan pada keluarga klien tentang Pengertian. rasa nyaman terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan Rencana tindakan : 1.http://anosetiabudi. kontak dengan klien 5. Anjurkan keluarga yang lain mengunjungi klien 6. Fasilitasi rasa nyaman dengan cara ibu berperan sertamerawat anaknya 4. cemas hilang. Pengetahuan keluarga meningkat g.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->