P. 1
MAKALAH REKAYASA GENETIKA

MAKALAH REKAYASA GENETIKA

|Views: 8,673|Likes:
Published by Rahmayani Rangkuti

More info:

Published by: Rahmayani Rangkuti on Sep 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

Charles Darwin dengan teori evolusinya menjadi seseorang yang pertama

kali menyinggung variasi genetik di dalam bukunya the origin of species.

Tetapi istilah "genetika" pertama kali diperkenalkan oleh William Bateson pada

suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick yang juga ia gunakan pada

Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.

Perkembangan genetika terus terjadi baik itu dalam bidang genetika murni

ataupun genetika terapan. Dan perkembangan dilakukan pertama kali oleh Gregor

Mendel dengan menyilangkan tanaman pada 1985 yang biasa dikenal dengan

"hukum pewarisan Mendel". Sebuah hukum yang mengenalkan konsep gen

(Mendel menyebutnya 'faktor') sebagai pembawa sifat. Yang menyatakan bahwa

setiap gen memiliki alel yang menjadi ekspresi alternatif dari gen dalam kaitan

dengan suatu sifat. Setiap individu disomik selalu memiliki sepasang alel, yang

berkaitan dengan suatu sifat yang khas, masing-masing berasal dari tetuanya.

Status dari pasangan alel ini dinamakan genotipe. Dan apabila suatu individu

memiliki pasangan alel sama, genotipe individu itu bergenotipe homozigot,

apabila pasangannya berbeda, genotipe individu yang bersangkutan dalam

keadaan heterozigot. Genotipe terkait dengan sifat yang teramati. Sifat yang

terkait dengan suatu genotipe disebut fenotipe.

Setelah penemuan karya Mendel tersebut, genetika berkembang sangat

pesat. Perkembangan genetika sering kali menjadi contoh klasik mengenai

penggunaan metode ilmiah dalam ilmu pengetahuan atau sains. Dan

perkembangan tersebut terjadi dalam bidang genetika murni maupun terapan.

7

C. TUJUAN REKAYASA GENETIKA

Rekayasa genetika pada tanaman mempunyai target dan tujuan antara lain

untuk peningkatan produksi, peningkatan mutu produk agar tahan lama dalam

penyimpanan pascapanen, peningkatan kandungan gizi, tahan terhadap serangan

hama dan penyakit tertentu (serangga, bakteri, jamur, atau virus), tahan terhadap

herbisida, sterilitas dan fertilitas serangga jantan (untuk produksi benih hibrida),

toleransi terhadap pendinginan, penundaan kematangan buah, kualitas aroma dan

nutrisi, serta perubahan pigmentasi.

Rekayasa Genetika pada mikroba bertujuan untuk meningkatkan

efektivitas kerja mikroba tersebut (misalnya mikroba untuk fermentasi, pengikat

nitrogen udara, meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat proses kompos dan

pembuatan makanan ternak, mikroba prebiotik untuk makanan olahan), dan untuk

menghasilkan bahan obat-obatan dan kosmetika.

Di negara-negara maju seperti di Amerika, Eropa, Australia, dan Jepang

organisme hasil rekayasa genetika telah banyak beredar di masyarakatnya maupun

diekspor ke negara-negara lain seperti Indonesia. Organisme hasil rekayasa

genetika dapat berupa mikrooraganisme (bakteri, jamur, ragi, virus), serangga,

tanaman, hewan dan ikan. Di AS produk-produk hasil rekayasa genetika dijual

secara bebas di pasaran, sementara di Eropa dan Jepang diwajibkan untuk

memberi label bagi produk-produk tersebut. Cina juga merupakan negara yang

telah sangat maju dalam pengembangan bioteknologi rekayasa genetika.

8

D. PERKEMBANGAN REKAYASA GENETIKA DARI MASA KE MASA

Kemajuan di bidang bioteknologi khususnya dalam bidang rekayasa

genetika tak lepas dari kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologi.

Bioteknologi sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Garis waktu bioteknologi

1. 8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa

Babilonia, Mesir, dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif

(seleksi artifisal) untuk meningkatkan kualitas ternak.

2. 6000 SM Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat tempe

dengan bantuan ragi.

3. 4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam

laktat.

4. 1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia.

5. 1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke(Inggris) melalui mikroskop.

6. 1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang

Pengembangbiakan hewan.

7. 1880 Mikroorganisme ditemukan.

8. 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan.

9. 1865 Gregor Mendel menemukan hukum-hukum dalam penyampaian sifat

induk keturunannya.

10. 1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi.

11. 1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan

untuk memotong gen-gen.

9

12. 1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan

Milstein.

13. 1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan

bakteri yang terdapat pada usus besar.

14. 1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Model

prokariot nya, E. coli, digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain,

dalam bentuk manusia. Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin

hewan yang sebelumnya tersedia.

15. 1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat “flavor

saver”.

16. 2000 - Ditemukannya enzim pemotong DNA yaitu enzim restriksi

endonuklease.

- Ditemukannya pengatur ekspresi DNA yang diawali dengan penemuan

operon laktosa pada prokariota.

- Ditemukannya perekat biologi yaitu enzim ligase.

- Ditemukannya medium untuk memindahkan gen ke dalam sel

mikroorganisme.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->