P. 1
2 Child Bearing Family

2 Child Bearing Family

|Views: 202|Likes:

More info:

Published by: Ashri Aliefah Muthmainnah on Sep 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2014

pdf

text

original

REVISI

HASIL INTERVIEW PERKEMBANGAN KEHIDUPAN KELUARGA “CHILDBEARING FAMILY”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perkembangan Kehidupan Keluarga

Disusun oleh: KELOMPOK 2
Siti Endang Adyningsih Glory Yosephina Anggi Quartri S. Isthiana Nurhadiati Shafia Islaha A. Septina Mustikaningrum Ratu Annissa Apsyari Destri Diana Stella Priscilia Utami Eka Nur Syabanawati Farisa Ulfa Ashri Aliefah Muthmainnah Farida Susanty Muhammad Rizki 190110070045 190110070064 190110070069 190110070075 190110070087 190110070088 190110080016 190110080017 190110080047 190110080064 190110080082 190110080093 190110080115 190110080113

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN 2011

BAB I KAJIAN TEORI
CHILDBEARING FAMILIES Kelahiran Anak Pertama Jutaan anak lahir setiap tahun, dan untuk kebanyakan keluarga, kelahiran anak merupakan pengalaman yang normal. Seorang bayi bisa lahir dari orangtua kandung, bisa pula dari hasil adopsi. Tapi, bagi orangtua pengadopsi sendiri, proses membesarkanlah yang membuat anak itu menjadi anaknya, bukan kelahiran itu sendiri. Anak-anak ini kemudian memasuki tahap pengurusan anak pada tahap perkembangan keluarga, dengan orangtua baru mereka. Menetap dengan Sebuah Keluarga Fase pertama dari keluarga dengan anak adalah penyambutan. Ayah telah melewati krisis kelahiran dari anak pertamanya dengan rasa lega dan puas. Ibu berubah dari kelelahan karena melahirkan dengan perasaan bangga dengan pencapaiannya, sensasi menjadi bagian dari proses kreasi manusia. Mereka sekarang mendapat ucapan selamat dari banyak orang, hadiah-hadiah untuk si bayi. Pada hari ketiga, ibu dan bayi membuat usaha pertama untuk hidup bersama. Ibu mulai mengurus aktif si bayi. Penyesuaian bayi sendiri bisa baik bisa tidak baik. Ayah juga akan terus mengawasi bagaimana suster memperlakukan si bayi, dan membandingkan dengan bayi lain. Tapi ketika ibu dan bayi pulang dari rumahsakitlah tanggung jawab sebagai orangtua mulai terasa. Sekarang, pengurusan bayi yang baru lahir ini bukan tanggungjawab perawat lagi, tapi menjadi tugas sehari penuh keluarga muda itu. Jadwal pemberian makanan pada bayi harus bisa diatur agar memuaskan bayi, usaha untuk memandikan si bayi pertamakali juga mungkin berat untuk ibu yang belum berpengalaman. Menjaga si bayi untuk tetap bersih dan kering juga menjadi tantangan. Kekecewaan seringkali dialami di sini, yang sering disebut sebagai postpartum blues. Ibu berusaha menyesuaikan diri untuk bangun malam mengurus bayi, yang mungkin sulit, dan meningkatkan rasa tidak percaya diri bagi orangtua dalam kompetensi mengurus bayi. Kelahiran anak pertama adalah krisis dan dibutuhkan reorganisasi dalam keluarga. Peran harus diatur ulang, kebutuhan baru harus dipenuhi, nilai keluarga harus diorientasi ulang. Kepuasan berumahtangga terbukti turun dengan tajam pada kedatangan bayi pertama (LeMasters 1957; Dyer 1963; Feldman dan Rogoff 1968; Feldman 1969). Satu interpretasi adalah karena bayi pertama mendorong orangtua untuk mengambil langkah besar menuju dunia kedewasaan dengan tanggungawab ini. 2

Bisa ada perawat untuk yang dapat membayarnya, atau nenek/saudara yang datang untuk membantu pekerjaan rumah tangga dan kebutuhan bayi sementara ibu memulihkan energi dan membuat kemajuan dalam membesarkan bayi. Tanpa bantuan, ayah bisa harus pulang cepat dan membantu ibu membesarkana bayi dan tugas ganda ini bisa menjadi melelahkan dan menjadi karakteristik dari periode ini pada banyak keluarga muda. Setelah beberapa lama, bayi menjadi stabil, dengan jadwal yang dapat diprediksi dan tidur sepanjang malam. Kondisi ibu membaik dan menjadi lebih terlatih dalam mengurus bayi sebagai pekerjaan hariannya. Kegiatan mandi, jalan-jalan, juga menyenangkan. Orang luar yang membantu juga mulai pergi. Perkembangan bayi Bayi biasa tumbuh dengan cepat pada bulan-bulan pertama hidup mereka, lebih cepat dari fase perkembangan berikutnya. Perkembangan ketika bayi menyediakan dasar untuk perkembangan di masa depan. Ini adalah periode paling penting dalam semua fase perkembangan, secara fisik, intelektual, emosional, dan sosial. Perkembangan tubuh terlihat paling cepat ketika sebelum lahir dan ketika bayi. Bayi yang baru lahir memiliki kepala besar, tapi abdomen dan lengan yang kecil. Seminggu setelah lahir, seorang bayi bisa melihat, mendengar, merasa, menyentuh, dan merespon stimulus. Kemampuan sensoris ini menjadi cara untuk perkembangan intelektualnya. Perkembangan intelektualnya terjadi secara progresif sementara bayi itu belajar. Pada bulan pertama, bayi menggerakkan lengan tangan dan kaki, menangis, menyedot, cegukan, dan terbatuk. Lebih banyak dia melakukannya, lebih baik dia melakukannya. Antara 1-5 bulan pertama, bayi itu mengombinasikan keahliannya dengan melihat sementara dia melihat sesuatu atau menggenggam sementara dia menyedot, menyedot apapun yang bisa dia raih, membalikkan kepala untuk melihat objek yang bergerak, dan butuh stimulasi aktif. Antara 69 bulan pertama, bayi belajar untuk memulai perilaku, untuk mencari objek yang hilang, dan mengantisipasi perhatiannya saat orang yang familiar muncul. Di akhir tahun pertama, bayi biasanya berusaha keras untuk mendapat apa yang dia inginkan; dia mengimitasi orang lain, bermain permainan, dan menikmati sosialisasi; dia mungkin telah menguasai kemampuan untuk mengangkat tubuhnya, atau bisa juga telah mampu berjalan. Setengah dari tahun keduanya, dia tertarik pada segalanya, mengeksplorasi dunia. Lebih banyak stimulasi yang diberikan, dia akan semakin senang. Lebih dekat ke umur 2 tahun, dia akan lebih baik dalam memecahkan permasalahan, bicara, mengingat dimana bendabenda, dan menemukan benda-benda tersebut. Dia beroperasi dengan

3

ke pemadam kebakaran. mineral. dan untuk menyenangkan. level toleransi. anak bahkan bisa mengukur otonominya. gambar. dan mengombinasikan berbagai hal. Stimulasi membantu meningkatkan perkembangan intelektual anak. saudara. melempar. menjadi seseorang yang bahkan bisa mandiri dari orang lain. berhubungan secara suportif dengan anak lain dan dengan orangtua 6.simbol lebih banyak ketika dia beralih dari bayi menuju masa anak awal (Piaget 1966. rekaman. mental.. dia bisa menarik diri dari orang lain atau marah pada orangtuanya. perpustakaan. kebun binatang. mengambil makanan padat. diare. Bayi yang ditinggalkan menangis dalam ketidaknyamanan dan tekanannyaakan menyebabkan bayi belajar bahwa tidak ada yang datang untuk menjawab tangisannya. 2. Menyediakan nutrisi yang cukup—protein. block. dan materi ukiran. memukulkan. Riset dan bukti klinis menunjukkan bahwa pengurusan anak awal yang baik dalam bidang fisik. McCandless 1967: 48-54). Tutoring bisa dilakukan dengan pergi ke toko. Sebagai akibatnya. juga mengajak bicara bayi. 1. infeksi. Cara orangtua berhubungan dengan bayi juga secara signifikan mempengaruhi perkembangan anaknya. dan kapasitas untuk menikmati. 3. dan relatif/teman lain (Lois Barclay Murphy. menenangkan. 4. Gangguan belajar. dan pengasuhan bagi bayi 7. puzzle. Menghadapi bayi yang dalam tekanan—colic. dan nutrisi penting lain. sentuhan. “Children under Three. no 2 (Maret-April 1969): 48-49). vitamin. memberi makan. Tugas Perkembangan Bayi dan Anak Awal Bayi mulai dari seseorang yang belum bisa apa-apa tapi berpotensi. untuk menghadapi masalah. Finding Ways to Stimulate Development. bergerak mandiri. dan menguasai langkah-langkah pertama dari sistem kompleks komunikasi. Setiap pencapaian ini merepresentasikan jam-jam latihan dan usaha keras 4 . gangguan perilaku. Pada akhir tahap ini. Mendorong usaha bayi untuk mengembangkan keahlian baru. emosi.” Children 16. dan sebagainya. dan kesulitan dalam menghadapi masalah dapat menyebabkan kekurangan dan frustrasi. Memberikan kesempatan untuk melatih fungsi sensorimotor yang sedang berkembang—rasa. Bisa digunakan pula buku cerita. Meneruskan relasi hangat—ibu. ayah. dan kognitif memiliki 7 elemen dasar. Berkomunikasi dengan bayi—kontak yang taktil dan merangsang pembicaraan penting 5. Menstimulasi sesuai kebutuhan bayi. sosial.

Mengembangkan keahlian untuk menyedot. memanipulasi.Mengenali otoritas dan kontrol orang tua . Belajar untuk mengurus tubuhnya secara efektif . mencintai . Belajar untuk mencintai dan dicintai . menggunakan gelas.anak untuk mencapai tugas perkembangan yang dibutuhkan.Berespon penuh kasih sayang pada oranglain dengan pelukan.Mulai memberi dirinya sendiri secara spontan dan tulus pada oranglain 7.Mendapatkan keahlian dalam pergerakan dengan menendang. meraih. mengunyah.Bereaksi secara positif pada orang yang familiar dan tidak familiar di sekitarnya 6.Berpartisipasi secara kooperatif dan efektif dalam latihan 4. memegang. dan verbal 5 . dari waktu dan tempat dan kesediaan perkembangan. tersenyum. simpanambil) . Tugastugasnya antara lain: 1.Berespon secara berbeda pada ekspektasi orang lain .Puas dengan proses eliminasi awal . berjalan. dan peralatan makan dengan cara yang sesuai umurnya 3. dengan tekanan dari orangtua .Ingin beradaptasi dengan ekspektasi fungsinya. rasa . sendok.Mengembangkan sistem komunikasi nonverbal.Mengelola keseimbangan yang sehat antara istirahat dan aktivitas 2. Mencapai keseimbangan fisiologis .Mengembangkan koordinasi (mata-tangan.Memuaskan kebutuhan emosi dengan memperluas kontak .Belajar untuk tidur pada waktu yang tepat . temperatur baru. Mengembangkan sistem komunikasi . menikmati tekstur. mengikuti. Belajar untuk menyesuaikan diri dengan orang lain . Belajar untuk tahu bagaimana dan kapan-dimana pengeliminasian .Pola belajar dari pengenalan dan respon . tangan-mulut. dan berlari . dan menyesuaikan diri dengan puting secara nyaman . Belajar untuk mengambil makanan dengan puas . preverbal.Mendapatkan kepastian dan kompetensi untuk mengurus dirinya pada berbagai situasi 5. mengambil.Belajar untuk makan makanan padat.Belajar untuk mengenali apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan .

Membangun dan memelihara kegiatan rutin menyehatkan keluarga. dan sebagai dirinya.Melihat dirinya sebagai entitas yang berbeda . Menyediakan penuh peluang perkembangan bayi.Mengelola perasaan takut dan cemas dengan cara yang sehat . menyeimbangkan konsep dari peran-peran tersebut dari orang sekitarnya.Menemukan kesenangan berasama dan tanpa orang lain Tugas Perkembangan Seorang Ibu Pada child bearing families. Ia pun mendapat keahlian yang baru selama masa bayi dari kelahiran anak pertamanya. Menyeimbangkan peran sebagai istri-ibu-diri sendiri Memperjelas perannya sebagai istri-ibu-diri sendiri. Untuk mencapai sikap dan nilai ini. memperhatikan nutrisi makanan. kegiatan menyenangkan bersama keluarga. untuk memiliki kepercayaan diri sebagai istri. atas. datang. sesuai perkembangannya . - 6 . Belajar untuk mengekspresikan dan mengontrol perasaannya . dan marah secara efektif. Menerima dan menyesuaikan diri terhadap ketegangan dan tekanan sebagai ibu muda. yaitu: 1. dan istirahat yang cukup 5. yaitu belajar untuk tahu dan menyayangi bayinya. mencocokkan aktivitas ketika semangat menurunpada saat situasi rumit dan masa menyusui. ibu mengalami tugas perkembangan yang overlapping. Belajar bagaimana cara merawat bayinya dengan terampil dan yakin.Mendapatkan konsep dasar (ya. mengantisipasi dan mengenali apa yang bayi butuhkan.Mengembangkan rasa percaya pada dunianya . yaitu menjadi istri dan ibu. kekecewaan. Membuat fondasi untuk kesadaran diri .Menguasai fundamental bahasa dasar dalam interaksi dengan orang lain 8.Mengekplorasi hak sebagai manusia . pergi. 2. bekerjasama dalam proses meningkatkan kefektifitasan pemberian makan bagi bayi 3. bawah. dan menikmati proses merawat bayi 4.Mengatasi perasaan frustrasi. tidak. dsb) . ibu. ibu harus meraih tugas-tugas pada perkembangan ini. dan membuat dirinya nyaman terhadap peran suaminya sebagai ayah. membuat harapan terhadap bayinya.Mengelola sikap yang dibutuhkan darinya seiring waktu 9. menambah keahlian dalam merawat bayi.

membuat situasi fisik menjadi kondusif. 3. membangun kembali hubungan sebagai pasangan.dan belajar. mendekatkan keluarga dengan keluarga besar Tugas Perkembangan Seorang Ayah Ayah mulai berperan aktif terhadap anaknya ketika anak tersebut sudah dapat untuk pergi atau sudah bisa berjalan bersama. seperti pergi memancing atau berkeliling di sekitar lingkungan rumah.Mengeksplorasi dan mengembangkan rasa puas sebagai keluarga. Tugas perkembangan seorang suami serta ayah untuk mencapai tahap anak dilahirkan dari siklus kehidupan keluarga: 1. 7 . memahami jika hubungan ayah-anak itu penting dan mengikutsertakan ayah dalam merencanakan. mendengarkan keluhan istri. Seorang suami dan ayah ini saling bekerja sama dalam menentukan cara hidup mereka dengan kehadiran anak. memanipulasi. emosional. meningkatnya kebutuhan emosional dan fisik terhadap kehadiran anak. tetapi juga pada anaknya. menyediakan pengalaman dalam mengeksplorasi. menjaga kesenangan sebagai istri dalam hal sexual. Menjaga hubungan yang memuaskan dengan suami. Belajar esensi bayi dan perawatan anak Pengetahuan dini mengenai anak. Konsepsi merekonsiliasi konflik peran Menerima peran-peran baru dengan kehadiran anak. sepenuh hati untuk menggugah perkembangan dan kemajuan dari bayi 6. Membagi tugas pengasuhan dengan suami. melanjutkan pbeberapa aspek pengembangan diri yang berarti dan sesuai dengan kondisi keluarga 10. seperti menyadari bahwa tanggung jawab istri tidak lagi hanya kepada suami. memutuskan dan mengevaluasi proses pengasuhan 7. ikut serta dalam hal finansial keluarga dan merencanakan rumah bagi keluarga 9. Membuat penyesuaian kehidupan praktis yang memuaskan. kecerdasan dan aspek spiritual dari kehidupan keluarga 8. menginisiasi rekreasi keluarga. Membuat jalan untuk tekanan baru membuatnya sebagai seorang ayah muda Menerima tanggung jawab untuk merawat anak. 2. rekreasi. Ayah disini adalah pencari nafkah dan menciptakan pola kehidupan keluarga. Menjaga kekuasaan pribadi tetap hidup melalui masa ibu muda. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang perawatan anaklebih dini yang akan bermanfaat pada kehidupan bayi kelak.

Mempertahankan rasa memuaskan diri sebagai manusia. pola tidur. 4. Memulai pengalaman bagi seluruh keluarga yang akan memperluas cakrawala dan memperkaya kehidupan mereka bersama-sama sebagai sebuah unit keluarga. Membantu perkembangan anak Bersama istri membuat perencanaan dalam memfasilitasi perkembangan anak untuk masa selanjutnya. dlam masa persalinan. Bayi tidur dengan orang tuanya hingga ia cukup besar untuk menjaga dirinya sendiri. Mempertahankan hubungan yang saling memuaskan dengan istri Memberikan dukungan kepada pasangan. 1. sepupu.Mempraktikan bagaimana merawat bayi dan anak.Menjadi seorang pria di keluarga dalam arti sepenuhnya. ayah dan bayi dalam menguatkan satu sama lain sebagai satu kesatuan. Adapting housing. 9. paman. misalnya ketika istri sedang hamil. dan kakek-nenek dari bayi baru. Bertanggung jawab untuk mendapatkan pendapatan keluarga Melakukan perencanaan keuangan dalam pengeluaran dengan adanya penambahan kebutuhan. dll. Keluarga diharapkan 8 . yaitu dengan mencari tambahan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan yang relative tinggi. sekarang dilihat dalam peran baru mereka sebagai bibi. Tugas Perkembangan Childbearing family Fokus dari tahapan ini adalah membangun keluarga muda menjadi sebuah unit yang stabil. Merancang pengaturan baru untuk menjadi hidup sehat bagi keluarga muda Beradaptasi terhadap kebiasaan-kebiasaan baru. akan membuat interaksi pribadi yang intim dengan bayi. 10. Mewakili keluarga dalam komunitas yang lebih luas. dan sebagainya. baik dilakukan sendiri maupun bersama istri dan memahami perkembangan anak. dan saling mendukung kebutuhan perkembangan ibu. 6. menyelesaikan konflik tugas-tugas perkembangan dari anggota-anggota keluarga. 5. arrangement to the little child Tidak ada ketentuan khusus yang perlu dipersiapakan untuk bayi dan anak kecil. 8. Sebagai kepala keluarga yang mewakili keluarganya dalam berhubungan dengan suatu komunitas. seperti pola makan. Mengejar kepentingan pribadi dan kegiatan konsisten dengan keterbatasan dan tanggung jawab terhadap childbearing. Menikmati dimensi baru asosiasi dengan kerabat lainnya. Menemukan kepuasan dalam kegiatan keluarga. 7. Dengan mendapat pengetahuan lebih dini.

pengeluaran meningkat ketika pendapatan keluarga menurun karena ibu tidak lagi bekerja. kapan.memberikan tempat khusus untuk bayi dan menyesuaikan rumah untuk memberikan rasa nyaman dan menyenangkan. biaya untuk furnitur. budaya. mobil. mengetahui tanda-tanda ketika anaknya merasa sedih. Ayah mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan. dan membuat susu. Sehingga nantinya anak dapat membedakan tingkah laku mana yang baik dan buruk sesuai dengan keluarga. 3. baby-sitter dan setidaknya beberapa pakaian baru ibu setelah sembilan bulan mengandung. Kadang ibu mencari pendapatan tambahan sambil membesarkan anak. ia telah belajar pola respon dasar untuk dunia kecilnya. orang tua juga masih memiliki tanggung jawab sebelumnya dalam mengurus rumah. Assuming mutual responsibility Tanggung jawab baru sebagai orang tua muncul ketika anak baru lahir antara lain memberi makan. Jauh sebelum anak berumur 2 tahun. Tanggung jawab tersebut dapat dilakukan bersama. 5. Anak baru lahir biasanya suka memasukkan sesuatu ke mulutnya. mencuci pakaian bayi. dan barang mahal lainnya masih harus dikeluarkan. 2. anak menggunakan semakin banyak konsep secara akurat dan dengan cepat menjadi anggota keluarga yang berkomunikasi secara penuh. dan bagaimana. umur anak. Facilitating members’ role –learning Karena tanggung jawab orang tua terhadap kesejahteraan keluarga meningkat. Diskusi mengenai hal-hal yang umum menjadi bagian dari proses pembagian tanggung jawab. Meeting present and future costs of childbearing Ketika bayi baru lahir. Anak diajarkan tentang tingkah laku apa yang diharapkan muncul. memandikan. Sejalan dengan tumbuh kembang bayi. Biaya membesarkan anak bervariasi tergantung jenis komunitas dan daerah. Ayah memiliki peran mencari nafkah dan bayi merawat bayi. 4. peran tertentu diambil oleh ayah dan peran lainnya diambil oleh ibu sebagai dasar kekuatan. peralatan. pakaian. Di saat bersamaan. Communicating with one another in the family 9 . rumah. Ketika keluarga meninggalkan tahap childbearing family ini. menenangkan. dan orientasi perkembangan. perlengkapan bayi. orang tua bertanggung jawab terhadap tingkah lakunya. Orang tua menyusun peralatan rumah untuk meminimalisasi pengekangan pada anaknya. makanan khusus dan obat. dan pendapatan keluarga. Saat bayi lahir. Biaya yang perlu dikeluarkan untuk anak baru lahir antara lain biaya dokter dan rumah sakit.

8. dan ada juga yang menolak melakukan hubungan seksual dengan suaminya. Hadirnya anak juga menyebabkan pasangan menjadi jarang bersama-sama dan berkembang masing-masing. peran nenek menjadi berkurang. mereka diharapakan tetap dapat memberikan yang terbaik untuk anaknya. Pasangan biasanya mengurangi kegiatan di luar rumah dibandingkan sebelum bayi lahir. suami dan istri mengalami berbagai tekanan dan konflik yang mungkin sampai membuat mereka menangis. Suami dan istri harus membangun kembali komunikasi efektif ketika mereka menjadi orang tua. Di samping konflik10 . Relating to relatives and others Dengan kelahiran anak pertama. Ketika anaknya lahir. Ada sebuah kebutuhan untuk saling mengenali berbagai peran pria dan wanita sebagai pasangan. Ketika ibu sudah mampu mengambil semua tanggung jawab untuk rumah tangganya dengan bantuan ayah. Maintaining motivation and morale Seiringnya dengan waktu dalam mengurus anak dan keluarga. Membangun hubungan seks pasangan bukan hanya sebuah masalah fisiologis biasa tetapi melibatkan aspek-aspek psikologis yang kompleks. saran. dan sebagai individu. Bayi belajar memberikan respon pada orang-orang yang mencintainya yaitu ketika ayah dan ibu menimangnya dan mengekspresikan cinta mereka melalui kontak langsung. nenek biasanya mengambil banyak peran penting dalam masa awal kelahiran bayi. Anggota keluarga lainnya juga turut melihat bayi dan memberikan hadiah. Pasangan berbagi tentang bayi dengan melibatkan pembentukan sistem komunikasi yang sensitif dan responsif. beberapa wanita biasanya lebih fokus pada masa menyusui dan merawat bayi pertama. 7. orang tua. Intensitas komunikasi pasangan yang memiliki bayi menurun dibandingkan sebelum bayi lahir terutama mengenai hal-hal pribadi. dan larangan. 6.Ketika bayi dapat menyampaikan keinginan dan perasaannya melalui tanda-tanda atau panggilan yang sulit dimengerti dan orang tuanya mampu memahaminya dan memberikan respon yang sesuai. Pertanyaan mengenai kehadiran anak berikutnya biasanya datang ketika terjadi sesuatu pada kelahiran anak pertama. maka baik bayi maupun orang tua mendapatkan perasaan puas dalam hubungan mereka. Akan tetapi sebagai orang tua. Planning for future children Untuk menunda kelahiran anak kedua. terjadi hambatan dalam hubungan seks karena istri lebih fokus pada bayi dan suami merasa kurang puas.

konflik yang terjadi. Hal ini dilakukan agar tugas-tugas lebih jelas dan terarah. maka dibuatlah agenda keluarga dan jadwal rutinitas. mereka menemukan makna spiritual dari kehidupan keluarga mereka. Family rituals and routines Supaya tugas-tugas tidak memberatkan pada satu pihak. 9. 11 .

Orangtua melakukan penataan barang-barang di : Menyesuaikan penataan rumah rumah sesuai dengan kebutuhan bayi tangga dengan anak. Definisi Operasional VARIABEL Tugas perkembangan childbearing family SUB DIMENSI INDIKATOR Adopting housing arrangements . : Pasangan dapat mengetahui biaya . Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk Meeting Present and Future sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. dan saling mendukung kebutuhan perkembangan ibu. menyelesaikan konflik tugas-tugas perkembangan dari anggota-anggota keluarga. to the little child. fokus dari tahapan ini adalah membangun keluarga muda menjadi sebuah unit yang stabil.Orangtua membagi perawatan anak tanggungjawab dalam . Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama 12 . ayah dan bayi dalam menguatkan satu sama lain sebagai satu kesatuan.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk perawatan atau anggaran bagi sang sang anak saat ini dan masa depannya anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Costs of Childbearing: pertumbuhan.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak.BAB II PANDUAN INTERVIEW Definisi Konseptual Pada perkembangan childbearing family. dan perkembangan sang anak.

masak. belanja.Adanya cinta diantara hubungan tersebut . membentuk interaksi yang sensitif 13 .adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan .Masing-masing orangtua melakukan tugasnya sesuai peran (misalnya Ibu memberi makan. sedangkan ayah mencari uang dan terkadang membantu istri merawat anak) .adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing .Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive . memandikan. membersihkan rumah. adanya cinta diantara hubungan itu.menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya.Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan . Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. Facilitating members’rolelearning : Adanya pembagian tanggung jawab antara suami dan istri yang diharapkan dapat memunculkan perilaku yang diharapkan pada anak yang pada akhirnya anak dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk sesuai dengan lingkungannya. .Saling menjaga perasaan pasangan .adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada anak Communicating with one another in the family Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka.

memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua .Biasanya ketika orang tua si bayi tidak immaterial dari keluarga besar atau mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya yang lainnya. karena keluarganya jauh). dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi : bagaimana rencana orang tua .pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan .dan responsive.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan.Adanya bantuan dari keluarga dalam bentuk Relating to relatives and others materi atau non-materi : memperoleh bantuan material dan . biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. Family rituals and routines Keluarga mempunyai agenda dan Morning awakening jadwal rutinitas mereka supaya tugas-tugas yang ada tidak Breakfast memberatkan salah satu pihak Naptime Daily Outings Father's homecoming 14 . . misalnya tetangga.saling menghargai antar pasangan . mendapatkan penghargaan. saling menjaga perasaan pasangan mereka Planning for Future Children .tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi setelah memiliki anak pertama . atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak.

Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays 15 .

aman dan nyaman bagi anak. 1 0 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 Coding 1 = orang tua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman & nyaman Coding 2 = orang tua tidak mengetahui bagaimana menata rumah agar aman & nyaman 16 .BAB III HASIL INTERVIEW Responden No Sub dimensi Indikator SSE RENDAH ( ≤ 2 juta rupiah) SSE SEDANG (2 juta <x≤ 5 juta) SSE TINGGI ( > 5 juta rupiah) Kriteria 1 4 1 1 2 1 3 2 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 1 1. Adopting 1 .Orangtua housing mengetahui arrangem bagaimana ents to menata the little rumah agar child.

1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 Coding 1 = melakukan Coding 2 = tidak melakukan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = memiliki anggaran sendiri Coding 2 tidak memiliki anggaran sendiri 17 .Orangtua 1 melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2. Meeting Present and Future Costs of Childbeari ng: .Orang 1 tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkap an sang anak.

Memberi makan .Belanja .Members ihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi .Masak .Memandi kan .. Assuming Mutual Responsib ility .Mencuci baju 2 2 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = mempersiapkan Coding 2 = tidak mempersiapkan 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 3 3 2 Coding 1 = ayah Coding 2 = ibu Coding 3 = pengasuh/keluarga Coding 4 = ayah dan ibu 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 2 4 4 2 1 4 3 3 2 3 3 18 .Orang 1 tua mempersiap kan anggaran untuk masa depan sang anak 3.

4.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masingmasing . Facilitatin g members’ rolelearning 5. Communic ating with one another in the family .adanya pembelajara n mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan 1 1 1 1 4 4 4 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = adanya diskusi atau sharing Coding 2 = tidak ada diskusi atau sharing 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1: ada Coding 2: tidak 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = memiliki kepuasan Coding 2 = tidak memiliki kepuasan 19 .

Membent 2 uk interaksi yang sensitif dan responsive 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = adanya cinta Coding 2 = rasa cinta berkurang Coding 1 = punya waktu khusus untuk bertukar pikiran Coding 2 = tidak punya waktu khusus untuk bertukar pikiran Coding 1 = ingin memiliki anak segera Coding 2 = ingin menunda memiliki anak Coding 1 = memiliki persiapan Coding 2 =tidak memiliki persiapan 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 6. Memiliki persiapa n untuk memiliki anak lagi relating to . 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = ada Coding 2 = tidak 20 . Memiliki children keingina n untuk memiliki anak lagi 1 b. Planning Jika : 2 for the future a.Adanya 1 cinta diantara hubungan tersebut .adanya 1 bantuan dari 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 7.

pasanga ng n saling Motivatio mendukung n and dalam Morale kegiatan pengasuhan .memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua .saling menghargai antar pasangan pasanga n dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Family Morning ada 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = saling mendukung Coding 2 = tidak saling mendukung 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = memiliki kepuasan Coding 2 = tidak memiliki kepuasam 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Coding 1 = saling menghargai Coding 2 = tidak saling menghargai Coding 1 = dapat mengatasi Coding 2 = tidak dapat mengatasi 2 1 2 1 1 2 21 2 2 1 1 1 2 1 1 Coding 1 : ada .relatives and others 8. 9. keluarga dalam bentuk materi atau non-materi Maintaini .

rituals and routines awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays Coding 2 : tidak 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 .

misalnya ketika anak pernah terjatuh dari tempat tidur. responden-responden dari SSE rendah melakukan perubahan secara terbatas. 23 . 100% 80% 60% 40% 20% 0% a pting hous . Seluruh responden yang mengetahui pentingnya perubahan itu melakukannya. a ng ent to da . 20% dari responden (hanya 1 keluarga) tidak mengetahui pentingnya perubahan atau penataan barangbarang di rumah. 79% dari keseluruhan responden yang kami wawancara sudah memenuhi tugas perkembangan ini meskipun. perubahan yang dilakukan hanya menjauhkan steker listrik. arrangement to the little child Secara umum. kemudian orang tua melapisi lantai dekat tempat tidurnya dengan menggunakan karpet. memiliki anak masih seperti mimpi. ing rra em the little child 21% belumm enuhi em tug s a perk ba a em ng n 79% m enuhi tug s em a perk ba a em ng n Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. Responden ini mengakui bahwa baginya. 21% responden lain yang belum memenuhi tugas perkembangan pada tahap ini dikarenakan anak dari pasangan mereka masih usia bayi dan merasa belum perlu melakukan perubahan dalam penataan rumah.BAB IV PEMBAHASAN 1. Adapting housing. Sehingga keluarga ini memiliki anak tanpa persiapan dan pengetahuan sebelumnya tentang anak dan cara menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. Perubahan yang dilakukan oleh orang tua terhadap kondisi isi rumahnya tidak direncanakan. menggunakan tempat tidur tanpa ranjang agar jika anak terjatuh tidak telalu berbahaya dan memindahkan barang pecah belah ke tempat yang lebih tinggi. Mereka biasanya melakukannya ketika telah terjadi suatu kejadian yang dialami oleh anak. Karena alasan finansial. SSE RENDAH 80% responden mengetahui bahwa perlu adanya perubahaan atau penataan barang-barang di dalam rumah agar membuat anak merasa nyaman dan aman dari bahaya.

Peralatan berat seperti buku-buku perkuliahan masih ditempatkan di atas lemari. SSE SEDANG 100% responden mengetahui bahwa perlu adanya perubahaan atau penataan barang-barang di dalam rumah agar membuat anak merasa nyaman dan aman dari bahaya. tapi ukuran kamar menurutnya menjadi kendala. Misalnya. Meeting present and future costs of childbearing Secara umum 86% dari keseluruhan responden yang diwawancara sudah memenuhi tugas perkembangan ini. Perubahan dilakukan dengan menata barangbarang dan menambah barang-barang bayi. Ibu mengakui bahwa ini berbahaya. pada salah satu respoden. c. Seluruh responden yang mengetahui pentingnya perubahan itu melakukannya. Kedua keluarga yang termasuk dalam sosial ekonomi menengah ini masih tinggal bersama orang tua. Ibu menggunakan kamar yang dimilikinya sebelum menikah untuk menjadi kamar keluarga. sedangkan 14%-nya belum memenuhi. SSE TINGGI 100% responden mengetahui bahwa perlu adanya perubahaan atau penataan barang-barang di dalam rumah agar membuat anak merasa nyaman dan aman dari bahaya. 2. dimana responden 24 . Mereka juga ada yang masih tinggal bersama orang tua dari ayah atau ibu. Perubahan yang dilakukan salah satu responden adalah membuat tempat tidur dengan pembatas dan lantai kamar yang diberikan kasur tipis yang empuk.b. sehingga tidak ada perubahan mengenai ukuran kamar. Hal ini dilakukan agar anak tidak terbentur lantai ketika bermain di atas tempat tidur. Yang belum memenuhi tugas perkembangan ini dikarenakan mereka masih belum hidup mandiri secara finansial. hanya 71% yang melakukan penataan atau perubahaan barang-barang di dalam rumah. Sisanya 29% responden tidak melakukan karena mereka menganggap anak mereka masih bayi yang selalu di gendong dan tidur bersama dengan orang tua dalam satu kasur sehingga mereka merasa tidak perlu untuk melakukan perubahan terhadap barang-barang yang ada di rumah. Akan tetapi.

tersebut masih menjalani pendidikan (masih berkuliah). baik biaya pendidikannya dan mereka pun masih diberi uang saku. Pada responden yang memenuhi tahap ini berarti mereka telah hidup mandiri secara finansial. dan shampo. biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua ketika anak lahir antara lain biaya dokter dan rumah sakit. yaitu tidak ada bantuan finansial dari orang tua ayah dan ibu. Penghasilan ayah yang terbatas serta ibu yang tidak bekerja membuat pasangan ini belum memikirkan pada anggaran masa depan anak. bedak. biaya yang diperlukan meliputi biaya pendidikan dan kesehatan. mereka masih dibantu oleh kedua orang tua masing-masing pasangan. SSE Rendah Menurut teori tugas perkembangan childbearing family. Persiapan anggaran ini berupa tabungan umum yang sewaktu-waktu jika ada hal yang mendesak. 80% lainnya telah mempersiapkan anggaran untuk masa depan anak. makanan khusus obat. SSE SEDANG 25 . 100% 80% 60% 40% 20% 0% MeetingP ent a F res nd uture Cos ofchieldbea ts ring 14% 86% s hm enuhi uda em tug s a perk ba a em ng n belumm enuhi em tug s a perk ba a em ng n Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. 100% responden memiliki anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan si anak. misalnya seperti membuat tabungan yang dikhususkan untuk anak. tabungan ini dapat dipergunakan. babysitter dan setidaknya beberapa pakaian baru ibu setelah sembilan bulan mengandung. pakaian. Oleh karena itu. Mereka juga sudah membuat perencanaan untuk anak di masa depan. pampers. perlengkapan bayi. Untuk masa depan anak. Kebutuhan anak seperti susu. Pasangan sudah memiliki pekerjaan yang tetap. b. baik hanya sang suami ataupun keduanya yang bekerja. 20% responden tidak mempersiapkan anggaran untuk masa depan anak karena pasangan ini masih berkonsentrasi pada kebutuhan saat ini.

shampo. pampers. tetapi satu dari responden sudah menyiapkan anggaran yang sudah terfokus untuk pendidikan. Kebutuhan anak seperti susu. Memenuhi kebutuhan anak ini seperti memberi makan. melainkan ke kebutuhan yang lebih urgent. bedak. pampers. Assuming mutual responsibility Pada tugas perkembangan ini sebanyak 36% partisipan sudah memenuhinya. 3.100% responden memiliki anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan si anak. tidak terfokus pada pendidikan atau kesehatan. Sebanyak 64% partisipan belum memenuhi tugas perkembangan ini. c. makanan dan susu formula serta imunisasi. 14% dari responden tidak mempersiapkan anggaran untuk masa depan anak karena pasangan ini masih sama-sama kuliah dan biaya kehidupan sehariharinya masih di tanggung oleh orang tuanya. Tak jarang suami juga turut membantu ketika istri membutuhkan bantuan. Kebutuhan anak seperti bedak. mengajak bermain. 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 64% S h uda m enuhi tug s em a perk ba a em ng n belum m enuhi tug s em a perk ba a em ng n As um m s ing utua l res pons ibility 36% 26 . dan lain-sebagainya. maupun oleh pengasuh atau pembantu rumah tangga. untuk mengurus rumah dan mengurus anak bisanya dilakukan oleh sang istri. karena suami dan istri ini dalam memenuhi kebutuhan anak masih dibantu oleh mertua. 86% telah mempersiapkan anggaran bagi pendidikan anak melalui asuransi pendidikan ataupun tabungan khusus bagi si anak. dan shampo. SSE TINGGI 100% responden memiliki anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan si anak. kesehatan untuk anaknya Satu responden lagi anggaran yang disediakan masih umum. Mereka melakukan pembagian tugas dengan pasangan masing-masing. memandikan anak.Dari seluruh responden kelompok ini menyiapkan anggaran untuk masa depan anak. sanak saudara.

Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH o Memberi makan : 100% dari responden mneyatakan bahwa aktivitas ini dilakukan oleh ibu o Memandikan : 80% dari responden anaknya dimandikan oleh ibu dan 20% oleh orang lain dalam keluarga (misalnya mertua) o Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi :60% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 40% dilakukan orang lain dalam keluarga (misalnya pengasuh atau mertua) o Belanja : 60% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 40% oleh orang lain dalam keluarga o Masak: 60% dari responden mengatakan bahwa kegiatan memasak dilakukan oleh ibu dan 40% oleh orang lain dalam keluarga o Mencuci baju : 60% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu dan 40% dilakukan orang lain dalam keluarga (misalnya pengasuh atau mertua) o Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak: 80% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ayah, sedangkan 20% mengatakan kegiatan ini dilakukan bersama (ibu dan ayah). b. SSE SEDANG o Memberi makan : 100% ibu o Memandikan : 50% ibu, 50% ayah o Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi :100% ayah o Belanja : 50% keluarga,50% ayah dan ibu o Masak: 50% ibu, dan 50% keluarga o Mencuci baju : 50% ayah 50% ayah dan ibu. o Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak: 100% ibu dan ayah c. SSE TINGGI o Memberi makan : 86% dari responden menyatakan bahwa akivitas ini dilakukan oleh ibu dan 14% oleh pengasuh/keluarga o Memandikan : 86% dari responden anaknya dimandikan oleh ibu dan 14% oleh pengasuh/keluarga o Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi :57% dari responden mengatakan
27

kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 29% oleh pengasuh/keluarga dan 14% oleh ayah o Belanja : 29% dari responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu, 29% oleh pengasuh/keluarga, 29% dilakukan bersama (ayah dan ibu), dan 14 % dilakukan oleh ayah o Masak: 71% menyatakan bahwa kegiatan memasak dilakukan oleh pengasuh atau orang lain dalam keluarga besar (misalnya mertua) dan 29% dilakukan oleh ibu o Mencuci baju : 71% responden mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh pengasuh/ atau orang lain dalam keluarga besar (misalnya mertua), 14% dilakukan bersama (ayah dan ibu), 14% dilakukan oleh ayah o Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak: 71% mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh ayah, 14% oleh ibu dan 14% anggota keluarga yang lain misalnya mertua. 4. Facilitating members role-learning Terdapat 93% dari keseluruhan responden sudah memenuhi tugas perkembangan keempat ini, sedangkan 7% partisipan lainnya belum memenuhi. Yang belum memenuhi ini dikarenakan adanya faktor belum siapnya istri menjadi ibu. Misalnya pada salah satu partisipan, dimana seorang istri ini masih belum menyangka kalau sudah mempunyai anak serta kurangnya diskusi yang dilakukan oleh pasangan tersebut.
100% 80% 60% 40% 20% 0% fa cilita tingm bers em role-lea rning 7% 93% s h uda m enuhi em tug s a perk ba a em ng n belum m enuhi em tug s a pek ba a em ng n

Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH 80% dari responden melakukan diskusi antar pasangan mengenai perkembangan anak dan hal-hal yang
28

terjadi setiap hari. Selain itu mereka juga mendiskusikan tentang bagaimana cara mendidik anak, mengajarkan mana yang boleh dan tidak boleh pada anak. Sedangkan 20 % esponden mengatakan bahwa tidak melakukan diskusi antar pasangan mengenai perkembangan dan cara mendidik anak. b. SSE SEDANG 100% responden melakukan diskusi untuk pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga dengan pasangannya. 100% responden melakukan pembelajaran mengenai peran anak. Kedua pasangan tersebut bekerja sehingga mereka tidak saling menggantungkan tanggung jawab rumah tangga mereka. Pada keluarga pertama, ayah bekerja pada malam hari dan ibu bekerja pada siang hari, sehingga pembagian tugas dilakukan sesuai dengan pembagian jam kerja mereka. Pada keluarga kedua, ayah bekerja pada siang hari, jadi anak dititipkan pada mertuanya. c. SSE TINGGI 100% responden melakukan diskusi antar pasangan dan pembelajaran peran terhadap anak. Diskusi yang dilakukan biasanya seputar perkembangan anak dan masalah pekerjaan. Istri menceritakan mengenai sesuatu hal yang menarik yang ia lalui bersama dengan anak serta perkembangan anak kepada suami. Suami pun menceritakan mengenai hal yang menarik ketika berada di kantor. Biasanya mereka melakukan hal ini sebelum tidur. Pasangan pun mengajarkan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh kepada anak melalui teguran, larangan dan bermain.

5. Communicating with one another in the family Pada tugas perkembangan kelima ini terdapat 71% dari keseluruhan partisipan sudah memenuhinya. Hal tersebut dlihat dari intensifnya komunikasi yang terjalin antara suami dan istri serta juga anak mereka. Dengan begitu, mereka menyatakan puas dengan hubungan yang dijalin oleh mereka. Sedangkan 29% sisanya belum memenuhi tugas perkembangan ini. Hal ini dikarenakan kurangnya waktu menjalin komunikasi antara suami dan istri. Dan juga
29

Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. dan lain sebagainya. b. memandikan anak. Kepuasan dalam keluarga ini kebanyakan dari responden 30 .kesibukkan antara pasangan suami dan istri. SSE SEDANG 100% responden menyatakan puas hubungan yang terjalin dengan pasangan masing-masing. Sedangkan 60% lainnya tidak memiliki waktu khusus untuk berdiskusi. c. Hal yang mereka diskusikan biasanya mengenai hubungan diantara mereka berdua. Menurutnya. menjadi wanita sempurna ialah ketika menikah dan memiliki anak. SSE RENDAH 80% responden menyatakan puas atas hubungan yang terjalin dengan pasangan masing-masing. seperti pada salah satu partisipan (istri) yang mengaku bahwa ia jarang berkomunikasi dan kalau ada pun jika ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan. Walaupun waktu untuk berdua sebentar. Indikator kepuasan dari dimensi ini bersifat subjektif. Sang suami pun pulang kerjanya sudah cukup larut malam. 100% responden pun menyatakan bahwa merasa ada cinta dan sayang di dalam keluarga kecil mereka. Ia menyebutkan bahwa ia memiliki perasaan bahagia karena telah menjadi wanita sempurna sekarang. 100% memiliki waktu khusus untuk bertukar pikiran sehingga terjalin interaksi yang responsif dan sensitif diantara pasangan. Ia mengatakan bahwa ia merasa beruntung memiliki suami yang mau mengurus anak. ia merasa mencintai suaminya karena mereka berdua mampu memanfaatkan waktu yang sebentar. SSE TINGGI 100% responden menyatakan puas hubungan yang terjalin dengan pasangan masing-masing. dan tetap bekerja pada malam harinya. 100% responden pun menyatakan merasa bahwa ada cinta dan sayang di dalam keluarga kecil mereka. Sebagai contoh yaitu pada isteri dari salah satu responden. konflik atau masalah yang dialami dalam keluarga. 40% responden memiliki waktu khusus yakni malam hari sebelum tidur atau di akhir pekan untuk bertukar pikiran sehingga terjalin interaksi yang responsif dan sensitif diantara pasangan.

Sedangkan yang menunda untuk memiliki anak kedua ini dikarenakan mereka masih ingin fokus dalam mengasuh dan membesarkan anak pertamanya. Sehingga mereka berencana untuk menundanya hingga 4-5 tahun. 43% responden ingin menunda memiliki anak dan tidak memiliki persiapan. Persiapan yang dimaksudkan yaitu finansial untuk kelahiran anak kedua nanti. Dan 14% lainnya ingin segera memiliki tapi tidak memiliki persiapan. terdapat 86% responden telah memiliki perencanaan dalam memiliki anak kedua. Dengan demikian. Apabila dikaitkan dengan teori. karena mereka ingin 31 . Karena pada teori menyatakan bahwa kebanyakan wanita yang baru menjadi ibu lebih memilih untuk menunda memiliki anak kedua karena tidak ingin melewatkan masa perkembangan anak pertamanya. tetapi sudah mulai mempersiapkannya.menyatakan puas akan komunikasi yang terjalin diantara mereka sebagai suami istri dan sebagai orangtua yang baru. SSE RENDAH 80% dari responden ingin menunda memiliki anak kedua. Mereka pun mengakui belum memiliki persiapan apa pun untuk memiliki anak kedua. 100% responden pun menyatakan bahwa merasa ada cinta dan sayang di dalam keluarga kecil mereka. Planning for future children Terdapat 14% dari keseluruhan responden ingin segera memiliki anak yang kedua dan sudah memiliki persiapan. 6. hal ini sesuai. 86% memiliki waktu khusus untuk bertukar pikiran sehingga terjalin interaksi yang responsif dan sensitif diantara pasangandan 14% lainnya tidak memiliki waktu khusus. 100% 80% 60% 40% 20% 0% Pla nningfor the future children 14% 86% s hberenca uda na m punya a k em i na k edua berenca na m enundaa k na hing a4-5 ta g hun Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. Ada 29% responden menunda memiliki anak kedua.

kesehatan. Mereka pun mengakui belum memiliki persiapan apa pun untuk memiliki anak kedua. 32 . tetapi belum memiliki persiapan untuk memiliki anak kedua. Bantuan yang biasa yang diberikan dalam bentuk materi maupun non materi. Relating to relatives and others 100% dari keseluruhan responden telah memenuhi tugas perkembangan ketujuh ini. baru setelah itu mereka baru memiliki anak kedua 29% ingin segera memiliki anak kedua karena selagi usianya masih muda dan mampu untuk membesarkan anak. c. kesehatan. karena mereka ingin fokus dalam mengasuh anak pertama. dan pendidikan anak. Mereka pun mengakui belum memiliki persiapan apa pun untuk memiliki anak kedua. memikirkan masalah biaya hidup. Alasan tidak ingin memiliki anak lagi disebabkan oleh sudah tuanya umur istri. Selain itu. karena mereka ingin fokus dalam mengasuh anak pertama hingga usia sekitar 4-5 tahun. 14% ingin segera memiliki anak kedua dan telah memiliki persiapan untuk kelahiran anak keduanya nanti. 14% ingin menunda memiliki anak kedua tetapi telah memiliki persiapan tabungan untuk kelahiran anak kedua nantinya. 7.fokus dalam mengasuh anak pertama. Seperti ketika anak sedang sakit. seorang ibu yang baru melahirkan banyak yang memilih untuk menunda keinginan untuk memiliki anak kedua karena ingin lebih fokus merawat anak pertama mereka supaya dapat memperhatikan perkembangan sang anak. Dimana keluarga besar biasanya akan membantu pasangan suami dan istri muda ini dalam membesarkan anak pertamanya. Alasan tidak ingin memiliki anak lagi disebabkan oleh usia isteri yang sudah tua serta memikirkan masalah biaya hidup. SES TINGGI 43% ingin menunda memiliki anak kedua. b. 20% responden mengatakan tidak ingin memiliki anak kedua. misalnya nasehat maupun larangan-larangan yang baik dalam mengasuh anak. Dalam bentuk non materi. istri atau suami terkadang suka bertanya kepada orang tuanya. dan pendidikan anak. Bila dilihat dari teori tugas perkembangan ibu pada childbearing family. SSE SEDANG 50% ingin menunda memiliki anak kedua.50% tidak mau memiliki anak kedua.

Sedangkan 21% partisipan belum memenuhi tugas perkembangan ini. 8. Adapula responden yang diberikan bantuan materi dalam bentuk rumah tinggal oeh keluarga besarnya. Dimana mereka saling membantu dan menghargai satu sama lain dalam menjalankan peran mereka masing-masing maupun dalam mengasuh anak mereka. 33 . SSE TINGGI 100% menyatakan ada bantuan dari keluarga besar seperti kakek dan nenek dalam kegiatan mengasuh dan merawat si anak. ketika anak sakit biasanya harus diapakan. Maintaining motivation and morale Dalam tugas perkembangan ini. Misalnya. nasehat-nasehat serta larangan-larangan dalam mengasuh anak. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya pengertian dan menghargai satu sama lain ketika mengasuh anak mereka. SSE SEDANG 100% menyatakan ada bantuan dari keluarga besar seperti kakek dan nenek dalam mengasuh dan merawat si anak. nasehat-nasehat serta laranganlarangan dalam mengasuh anak. c. SSE RENDAH 100% responden mendapatkan bantuan dari keluarga besar khususnya orangtua responden. Selain itu. Misalnya. terdapat 79% dari seluruh responden telah memenuhinya. Bentuk bantuan yang diberikan oleh keluarga besar yakni berupa nasehat dan saran ketika pasangan mengalami masalah tentang anak. membantu dalam biaya persalinannya dan membantu keuangan bila anak sedang sakit. suami yang menjaga ataupun mengurus anak. bentuk bantuan yang paling menonjol adalah bantuan dalam hal keuangan. Bantuan non materi biasanya seperti masukan. Uang yang diberikan oleh keluarga besar dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan anak dan perawatan anak seperti membantu membiayai kelahiran anak dan perawatan ke dokter. ketika istri sedang sibuk mengurus rumah.Sedangkan dalam bentuk materi misalnya ketika istri melahirkan. Dalam bentuk materi misalnya keluarga memberikan bantuan uang ketika melahirkan ataupun anak sakit. Bantuan non materi yang diberikan biasanya seperti masukan. b. a.

100% 80% 60% 40% 20% 0%

79%

s hm enuhi uda em tug s a perk ba a em ng n 21% belumm enuhi em tug s a perk ba a em ng n

m inta a iningm a otiv tiona nd m le ora

Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH 60% responden belum terpenuhi tugas perkembangan ini. Mereka tidak saling mendukung dan tidak terjalin interaksi yang responsif dan sensitif. Salah satu pasangan menyatakan mereka jarang sekali menanyakan bagaimana perasaan pasangannya. Suami jarang sekali menanyakan apakah isterinya lelah dalam mengurus bayi seharian dan sebagainya. Isteri pun demikian, ia jarang sekali melayani kebutuhan suaminya, bahkan ketika suaminya berangkat kerja, ia justru lebih memilih untuk tidur daripada melayani kebutuhan suaminya sebelum berangkat kerja. Selain itu, adapula seluruh pengasuhan anak dilakukan oleh istri sedangkan suami tidak membantu sama sekali. 40% responden sudah terpenuhi tugas perkembangan ini. Pasangan ini saling membantu ketika mengasuh anak mereka. Mereka saling melengkapi dalam mengasuh anak. Contohnya meskipun ibu lebih fokus merawat anak, Ayah juga sering membantu Ibu dalam merawat anaknya. Ibu juga membantu Ayah di usahanya yakni fotokopian ketika sedang ramai. Istri sedang merasa kesal atau lelah dengan tingkah laku anak, istri terkadang membentak anaknya, namun suami tidak setuju dengan perlakuan istrinya. Tapi hal ini tidak dibiarkan menjadi masalah yang besar dan biasanya langsung dibicarakan bersama. b. SSE SEDANG Dari 100% responden menyatakan bahwa mereka saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan. Selain itu mereka juga memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai
orang tua, saling menghargai antar pasangan, dan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan.

Untuk indikator merasakan adanya cinta dalam hubungan mereka, 100% responden merasakannya. 100% dari responden membentuk interaksi sensitif dan responsive c. SSE TINGGI
34

100% responden menyatakan bahwa mereka saling mendukung, menghargai, memiliki kepuasan serta mampu mengatasi konflik yang muncul dalam mengasuh anak. Suami membantu mempersiapkan peralatan mandi anak, memakaikan pakaian anak, menjaga anak ketika istri sedang sibuk mengurus rumah. Istri pun menghargai suami yang lelah bekerja dengan tidak mengeluh ataupun marah-marah kepada suami. Ketika memiliki masalah dalam mengasuh anak seperti anak sakit, maka suami dan istri akan berdiskusi dalam memecahkan masalah. 9. Family rituals and routines Pada aktivitas Morning awakening, terdapat 57% partisipan melakukan aktivitas ini. Dimana aktivitas ini menjadi rutinitas istri, suami, serta anak mereka. Aktivitas sarapan bersama telah dilakukan 57% partisipan dari keseluruhan. Kegiatan naptime dilakukan oleh 71% partisipan. Aktivitas daily outings dilakukan oleh 57% partisipan. Aktivitas father’s homecoming biasa dilakukan oleh 57% partisipan. Kegiatan baby’s bathtime dilakukan oleh 86% partisipan. Sebanyak 79% partisipan anak tidur bersama orang tuanya. Dan terdapat 86% partisipan melakukan aktivitas special holidays bersama anak. Penjelasan berdasarkan Status Sosial Ekonomi a. SSE RENDAH Morning awakening : 60% dari responden menyatakan ada rutinitas bangun pagi tertentu, 40% responden menyatakan tidak ada. Breakfast : 60% dari responden menyatakan ada kebiasaan sarapan bersama, 40% tidak ada Naptime: : 100% dari responden menyatakan bahwa ibu memiliki waktu tidur siang bersama anaknya Daily Outings : 80% dari responden menyatakan ada rutinitas bepergian setiap harinya, 20% tidak ada Father's homecoming: : 60% dari responden menyatakan ada kebiasaaan menyambut ayah sepulang dari bekerja, 40% tidak ada kebiasaan seperti itu. Baby's bathtime: 80% dari responden menyatakan ada jadwal khusus untuk memandikan bayi dan 20% responden menyatakan tidak ada jadwal khusus. Bedtime for children: 80 % dari responden menyatakan ada jadwal khusus bayi untuk tidur, 20% menyatakan tidak ada
35

Special holidays: 80% dari responden menyatakan ada kegiatan berlibur atau menghabiskan akhir minggu yang dilakukan secara rutin sedangkan 20% tidak b. SSE SEDANG Morning awakening : 100% dari responden menyatakan ada rutinitas bangun pagi tertentu. Breakfast : 50 % dari responden menyatakan ada kebiasaan sarapan bersama, 50% tidak ada Naptime: : 100% tidak ada Daily Outings :50% dari responden menyatakan ada rutinitas bepergian setiap harinya, 50% tidak ada Father's homecoming: : 50 % dari responden menyatakan ada kebiasaaan menyambut ayah sepulang dari bekerja, 50% tidak ada Baby's bathtime: 100% dari responden menyatakan ada jadwal khusus untuk memandikan bayi Bedtime for children: 100 % dari responden menyatakan ada jadwal khusus bayi untuk tidur Special holidays: 100% dari responden menyatakan ada kegiatan berlibur atau menghabiskan akhir minggu yang dilakukan secara rutin. c. SSE TINGGI Morning awakening : 71% dari responden menyatakan ada rutinitas bangun pagi tertentu, 29% responden menyatakan tidak ada. Breakfast : 57 % dari responden menyatakan ada kebiasaan sarapan bersama, 43% tidak ada Naptime: : 71 % dari responden menyatakan ada rutinitas tidur siang, 29% tidak ada Daily Outings : 43% dari responden menyatakan ada rutinitas bepergian seiap harinya, 57% tidak ada Father's homecoming: : 57 % dari responden menyatakan ada kebiasaaan menyambut ayah sepulang dari bekerja, 43% tidak ada kebiasaan seperti itu. Baby's bathtime: 86% dari responden menyatakan ada jadwal khusus untuk memandikan bayi dan 14% responden menyatakan tidak ada jadwal khusus. Bedtime for children: 71 % dari responden menyatakan ada jadwal khusus bayi untuk tidur, 29% menyatakan tidak ada Special holidays: 86% dari responden menyatakan ada kegiatan berlibur atau menghabiskan akhir minggu yang dilakukan secara rutin sedangkan 14% responden menyatakan tidak ada waktu berlibur yang khusus.
36

37 .

Perbedaannya adalah dalam hal pengasuhan anak. dan usia. mereka dalam membantu perkembangan anak dilakukan sekedarnya saja dan pengasuhan anak hampir sepenuhnya dilakukan oleh ibu. dapat dilihat bahwa secara umum dari semua responden yang telah diwawancarai sudah memenuhi tugas perkembangan childbearing family. karena ibunya bekerja maka pengasuhan dilakukan oleh seorang pengasuh atau keluarga. peran ibu mengasuh anak tidak dilakukan sepenuhnya. pengetahuan mengenai anak. Hal itu yang menciptakan corak yang unik dari setiap keluarga dalam menjalani perkembangan kehidupannya. Pada partisipan SSE Rendah. hal tersebut dikarenakan faktor finansial. 38 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa walaupun masih ada kekurangan dalam pemenuhan tugas perkembangan childbearing family ini. kesiapan menjadi ibu atau orang tua. Hal tersebut dikarenakan faktor finansial.BAB V KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan. dimana pada partisipan SSE Sedang hampir sepenuhnya dilakukan oleh suami ataupun istri. mereka dapat membantu dalam hal tersebut. budaya atau kebiasaan yang melekat pada keluarga. Meskipun dalam pemenuhan tugasnya setiap responden berbeda-beda. pengetahuan mengenai anak. dan usia. cara berpikir serta perkembangan diri dan kesiapan dari suami atau isteri itu sendiri. Pada SSE Sedang dan SSE Tinggi memiliki kesamaan dalam pemenuhan kebutuhan perkembangan si anak. salah satunya dapat dilihat dari status sosial ekonominya. banyak faktor yang mempengaruhinya. kesiapan menjadi ibu atau orang tua. sedangkan pada SSE Tinggi. karena terbatasnya financial yang dimiliki. Dan setiap keluarga mempunyai cara mereka sendiri dalam mencapai setiap tahap perkembangan childbearing family ini. seperti status sosial ekonomi.

39 .

Hasil pembahasan data responden baik status sosial tinggi maupun status sosial rendah mayoritas menunjukkan bahwa Ibu lebih berperan dalam mengurus anak sedangkan ayah mencari nafkah. Latar Belakang Berdasarkan pembahasan yang sudah dijelaskan bahwa kesibukan ayah yang bekerja membuat kurangnya komunikasi dengan anaknya maka kelompok kami memberikan penyuluhan dengan tema “Anak juga butuh ayah: Bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi anak dan ayah yang bekerja”. dan sebagainya. merancang pengaturan baru untuk menjadi hidup sehat bagi keluarga muda. ia langsung melanjutkan pekerjaannya. Dalam hal mengurus anak seperti memberi makan.BAB VI PENYULUHAN A. Setelah istirahat sebentar sepulang dari kantor. Namun. membantu perkembangan anak. Padahal dalam teori dijelaskan bahwa ayah juga memiliki tugas perkembangan antara lain belajar esensi dan perawatan anak. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Landasan Teori 40 . memandikan. menghadapi permasalahan yang sama yaitu kurangnya waktu dan perhatian suami terhadap anaknya karena sibuk dengan pekerjaannya. jelas bahwa ayah tidak hanya bertanggung jawab untuk mencari nafkah tetapi juga ikut serta dalam merawat dan tumbuh kembang anak. 2) Suami 2: Seorang fotografer yang asyik dengan hasil gambarnya. kelompok kami memilih fenomena (kasus) ini untuk dibahas dari sudut pandang teori Tugas perkembangan Childbearing family. Tema ini sesuai dengan data responden yang diperoleh. B. Dengan spesifikasi sebagai berikut: 1) Suami 1: Seorang karyawan perusahaan yang selalu pulang malam dan sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak punya waktu untuk anak dan istrinya. membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi lebih banyak dilakukan oleh ibu. Fenomena ini akan digambarkan dalam sebuah video yang mengisahkan dua orang istri yang menceritakan suaminya masing-masing dengan latar belakang yang berbeda.

pergi. bawah. tidak. Belajar untuk mencintai dan dicintai Berespon penuh kasih sayang pada oranglain dengan pelukan. mencintai Memuaskan kebutuhan emosi dengan memperluas kontak Mulai memberi dirinya sendiri secara spontan dan tulus pada oranglain 2. dsb) Menguasai fundamental bahasa dasar dalam interaksi dengan orang lain 3. Mengembangkan sistem komunikasi Pola belajar dari pengenalan dan respon Mengembangkan sistem komunikasi nonverbal. atas. padahal ayah juga memegang peranan penting dalam berinteraksi dengan anaknya agar tugas perkembangan anak diatas dapat terpenuhi dengan 41 . tersenyum. namun faktanya 90 % interaksi antara anak dan orang tuanya lebih banyak dilakukan bersama ibu. preverbal. ayah dan bayi dalam menguatkan satu sama lain sebagai satu kesatuan. sesuai perkembangannya Mengelola sikap yang dibutuhkan darinya seiring waktu Harusnya ketiga tugas diatas dipelajari dari hasil interaksi dengan ayah dan ibunya. datang.Alasan mengangkat tema “Anak juga butuh ayah: bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi anak dan ayah yang bekerja” telah dijelaskan dalam latar belakang. bahwa topik yang di angkat dalam penyuluhan sesuai dengan teori tugas perkembangan Childbearing family. Dimana fokus dari tahapan ini adalah membangun keluarga muda menjadi sebuah unit yang stabil. Sebagaimana yang dijelaskan. Belajar untuk mengekspresikan dan mengontrol perasaannya Mengelola perasaan takut dan cemas dengan cara yang sehat Mengembangkan rasa percaya pada dunianya Mengatasi perasaan frustrasi. kekecewaan. dan verbal Mendapatkan konsep dasar (ya. menyelesaikan konflik tugas-tugas perkembangan dari anggota-anggota keluarga. Dalam tugas perkembangan Childbearing family dijelaskan mengenai tugas perkembangan bayi antara lain: 1. dan saling mendukung kebutuhan perkembangan ibu. dan marah secara efektif.

Dengan mendapat pengetahuan lebih dini. Mempraktikan bagaimana merawat bayi dan anak. meningkatnya kebutuhan emosional dan fisik terhadap kehadiran anak. Alur 42 . Antara lain: 1. Di akhir. Membantu perkembangan anak dalam masa Bersama istri membuat perencanaan memfasilitasi perkembangan anak untuk selanjutnya. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang perawatan anaklebih dini yang akan bermanfaat pada kehidupan bayi kelak. baik dilakukan sendiri maupun bersama istri dan memahami perkembangan anak. akan membuat interaksi pribadi yang intim dengan bayi. Pembawa acara akan menanyakan beberapa hal dan meminta pendapat dari narasumber. mendengarkan keluhan istri. Narasumber adalah seorang Psikolog yang memiliki kompetensi dalam memberikan informasi dan pengetahun seputar Childbearing family. 2. narasumber juga diminta memberikan beberapa tips untuk mengefektifkan kualitan interaksi antara ayah yang bekerja dengan anaknya. Jenis Penyuluhan Penyuluhan dengan tema “Anak juga butuh ayah: bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi anak dan ayah yang bekerja” akan diberikan dalam bentuk acara TV yang dipandu oleh pembawa acara dan menghadirkan seorang narasumber. Selama beberapa menit. pembawa acara bersama narasumber akan membahas fenomena (kasus) yang terjadi. Membuat jalan untuk tekanan baru membuatnya sebagai seorang ayah muda Menerima tanggung jawab untuk merawat anak. Karena ayah juga memiliki tugas perkembangan. Belajar esensi bayi dan perawatan anak Pengetahuan dini mengenai anak. 3.baik. D. C.

Tips Untuk menangani fenomena yang dibahas sebelumnya yaitu “bagaimana mengefektifkan kualitas interaksi antara ayah yang bekerja dengan anak”. Sebaliknya. jauhkan gangguan dan konsentrasikan perhatian kita kepada mereka. jika ingin memiliki 43 . Hubungan orang tua-anak yang baik memerlukan waktu yang memungkinkan mereka berkumpul secara fisik. narasumber memberikan tips Pembawa acara memberikan kesimpulan singkat dan selanjutnya menutup acara. anak itu akan menarik diri dan memilih lebih dekat pada teman. Yang penting. maka narasumber memberikan beberapa tips yaitu: • Luangkan Waktu.• • • • • • • • • • Pembawa acara membuka acara dengan memberikan prolog mengenai fenomena (kasus) yang akan dibahas Pemutaran video yang menunjukkan fenomena tersebut Pembawa acara mengajak pemirsa melihat video selanjutnya Pemutaran video yang menunjukkan bagaimana pendapat masyarakat mengenai “apakah setuju dengan pendapat bahwa tugas ayah hanya mencari nafkah? Sedangkan ibu mengurus anak?” Pembawa acara mempersilakan narasumber duduk Pembawa acara memberikan prolog sebelum masuk segmen diskusi Narasumber memberikan beberapa komentar mengenai fenomena yang ditayangkan sebelumnya Diskusi bersama narasumber mengenai topik “efektifkan kualitas interaksi ayah yang bekerja dengan anak” Di akhir. • Jadilah pendengar yang baik. Ketika bersama mereka. Karenanya. kalau orang tua merendahkan gagasan anaknya atau mengkritik kata-katanya. mereka akan lebih bersemangat untuk berbagi perasaan dan pikiran. orang tua secara konsisten meluangkan sedikit waktu bersama anak-anak hampir setiap hari. Bila anak-anak mengetahui bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan. Tidak perlu berjam-jam. E. Waktu adalah tonggak penyangga pengasuhan yang baik.

Namun.ac. Marriage and Family Development 5th Edition. Ini bagian paling berat sebagai orang tua.B. Memperhatikan mereka sewaktu mereka baik.php? option=com_content&view=article&id=32:10-langkah-bagiayah-ibu-bekerja&catid=3:keluarga&Itemid=6 44 .staff. akan lebih terasa nilainya. Evelyn Millis. memang memerlukan usaha.id/index. • http://khabib. jauh lebih sulit untuk memperhatikan perilaku baik mereka. Pesan materialistis di televisi mudah sekali merasuki anak dan membangkitkan keinginan mereka untuk membeli ini dan itu. Sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui di mana anaknya. mari menjadi pendengar yang baik. 1957.Lippicott Company. Kita dapat membentengi mereka dari pengaruh buruk dengan membuat mereka untuk selalu berusaha bila ingin memperoleh sesuatu. dan sedang apa. sedang bersama siapa. Pengawasan. Philadelphia: J. tetapi jangan gunakan uang sebagai pengganti waktu atau kasih sayang kita. jika ingin anak berperilaku baik.pengaruh dalam kehidupan anak. Kalau anak merasa diabaikan.ugm. Sebaliknya. Sesuatu yang diperoleh melalui bekerja. Berikan perhatian. Memang penting untuk mengajarkan anak-anak bagaimana mengelola uang. • Jangan menggantikan kasih sayang atau waktu dengan uang. secara bawah sadar ia akan berperilaku salah untuk menarik perhatian kita. Kita cenderung lebih memperhatikan anak-anak ketika mereka menjengkelkan. DAFTAR PUSTAKA • • • Duvall. Mereka akan menerima kita bila kita membantu mereka memecahkan masalah. berilah perhatian pada hal-hal yang kita sukai dari mereka.

menyiapkan kebutuhan bayi dan penataan rumah? . lemari. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi ITEM PERTANYAAN . SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. dan lain-lain) .Bagaimana tata letak barang-barang dirumah sebelum dan setelah kelahiran anak? Apakah ada perbedaan yang signifikan antara dua kondisi itu? (misal tata letak meja.Bagaimana aktivitas anak di dalam rumah? 45 . Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang INDIKATOR .LAMPIRAN KISI-KISI PERTANYAAN (GUIDELINE) No .Bagaimana perasaannya ketika anak pertama lahir dan mulai hidup bersama di rumah? . anak anda tidur dengan siapa? (bila dengan orangtua) Apakah ada rencana untuk menyiapkan ruangan khusus untuk anak? (bila sudah tidur sendiri) Bagaimana prosesnya ketika dahulu menyiapkan ruangan khusus untuk anak? . 1. persiapan seperti apa yang anda lakukan? Misalnya persiapan menjadi orangtua.Sebelum anak lahir.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak.(jika ada perubahan) Apa yang menjadi pertimbangan dalam merubah tata letak barangbarang di rumah? . pentanaan ventilasi.Apakah saya boleh tahu.

Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang .Masing-masing orangtua melakukan Biasanya ia bermain dibagian rumah yang mana? .Apakah bapak-ibu pernah mengalami keluhan dalam memenuhi anggaran bagi sang anak? misalnya: karena sibuk mengurus anak.Menurut anda. dan perkembangan sang anak. dokter anak.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan.Bagaimana tanggapan keluarga besar dengan kehidupan anggaran keluarga?apakah ada bantuan dari keluarga besar? . dan sekolah anak kelak? .Apakah bapak dan ibu memiliki atau mencari usaha tambahan untuk kelangsungan kehidupan anak? Apa alasannya bapak-ibu mencari usaha tambahan? . .Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya 3.bagaimana cara anda berdua membagi tugas dalam merawat dan memenuhi kebutuhan anak anda? probing: 46 . .Orangtua membagi tanggungjawab dalam perawatan anak .2.Apakah terdapat perubahan tanggung jawab dari sebelum dan setelah anda memiliki anak? .Bagaimana bapak dan ibu mensiasati atau mempersiapkan anggaran untuk kelahiran sang anak? Seperti biaya rumah sakit.Apakah ada penyesuaian penataan rumah dengan aktivitas anak? . Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. apakah tata letak barang-barang rumah tangga yang sekarang sudah cukup kondusif untuk tumbuh-kembang anak anda? .Bagaimana cara anda melindungi anak dari barang-barang yang sekiranya berbahaya bagi anak? . kerjaan jadi terganggu dll lalu bagaimana solusinya? . pertumbuhan.

apa yang biasanya ibu dan bapak ceritakan di waktu senggang pada malam hari? (apakah ibu berbagi cerita dalam mengurus rumah dan perkembangan anak kepada bapak?) (apakah bapak berbagi cerita dalam pekerjaannya kepada ibu?) .Bagaimana cara bapak/ ibu menjaga kedekatan 47 . Communicating with one another in the family • Interaksi atau Memiliki perasaan bagaimana cara bapak/ ibu bermain bersama anak? puas dalam menjalin . sedangkan ayah mencari uang dan terkadang membantu istri merawat anak) .bagaimana bapak dan ibu menyelesaikan masalah yang biasanya muncul dalam mengurus rumah dan anak? . belanja. memandikan. masak.harus dilakukan oleh orang tuanya.kapan saja bapak/ ibu bermain bersama sang anak? hubungan . biasanya dalam hal apa?) .apakah ada tolong-menolong antara ibu dan bapak dalam mengurus rumah setelah ada anak dalam keluarga? (jika ada.siapa yang memberi makan?memandikan? membersihkan kamar? Belanja?masak?mencuci baju? Mencari nafkah? 4.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada anak .adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing .bagaimana cara ibu/bapak mengajarkan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak dalam keluarga? 5.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . Facilitating members’rolelearning : . tugasnya sesuai peran (misalnya Ibu memberi makan. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. membersihkan rumah.

membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. apa yang akan bapak/ ibu lakukan agar perasaan kesalnya tidak bertahan lama? seberapa besar keinginan untuk memiliki anak kedua? -Bagaimana persiapan untuk mendapatkan anak lagi? -Apa yang diinginkan dari anak kedua dan seterusnya? 48 . dari non-materi tentang mengurus anak dari salah satu anggota keluarga besar atau yang . Apa usaha untuk menghambatnya? untuk memiliki anak lagi Relating to relatives and .Adanya bantuan .Apakah ada bantuan dari pihak lain.Biasanya ketika keluarga (misalnya keluarga besar)? lainnya orang tua si bayi tidak .6. Saling menjaga perasaan pasangan Planning for Future Jika: Children a) memiliki keinginan : bagaimana rencana orang untuk memiliki anak lagi tua setelah memeliki anak pertama -mengapa Saudara tidak ingin punya anak lagi? b) tidak memiliki keinginan -Jika iya. 7.Apakah ada masukan / saran / wejangan material dan immaterial.Bagaimana respon anak ketika bapak/ ibu mengajarkan hal-hal baru kepada sang anak? Bagaimana cara bapak/ ibu memanggil pasangan atau anggota keluarga lainnya? Bagaimana cara bapak/ ibu mempertahankan cinta bapak/ ibu? Apa yang bapak/ ibu lakukan saat melihat pasangan sedang mengalami kesulitan? Jika salah satu pasangan sedang merasa kesal kepada bapak/ ibu. saling menjaga perasaan pasangan mereka Adanya diantara tersebut cinta hubungan Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive dengan sang anak? . adanya cinta diantara hubungan itu.? Biasanya bantuan apa yang hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka.Bagaimana harapan keluarga besar terhadap others dari keluarga dalam kelahiran bayi pertama? : memperoleh bantuan bentuk materi atau . selain karena keluarganya keluarga.Apakah ada tradisi khusus untuk penyambutan mendapatkan bantuan anggota keluarga? dari keluarga (biasanya .

Family rituals and routines .adakah permasalahan yang dihadapi dalam pengasuhan? Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut? 9. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. mendapatkan penghargaan.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . . dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.saling menghargai antar pasangan .Apa yang biasanya dilakukan orangtua ketika bangun tidur? anak dan/atau Breakfast . atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak.Apakah keluarga memiliki kebiasaan sarapan bersama? .pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening diberikan? . biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat.Bagaimana caranya pasangan mendukung satu sama lain dalam melaksanakan perannya sebagai orangtua? .jauh). misalnya tetangga.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . 8.Apa yang biasanya dilakukan sebelum dan sesudah sarapan? 49 .

Apa yang biasanya dilakukan menunggu ayah pulang kerja? .Apakah keluarga memiliki kegiatan khusus bersama? Jika ada.Bagaimana jika ayah pulang? anak sambil Daily Outings Father's homecoming .Naptime .Apakah anak dan ibu memiliki waktu tidur siang bersama? .Dengan siapa anak tidur? .Apa yang biasanya dilakukan anak dan ibu ketika ayah pulang kerja? . tolong jelaskan? Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays 50 .Apakah orangtua sering memandikan anak bersama sambil bermain dengan anak? .Apa yang biasanya ibu dan/atau anak lakukan ketika menjelang waktu tidur? .Apa yang biasanya dilakukan keluarga saat hari libur? .Siapa yang biasanya memandikan anak? .

HASIL INTERVIEW Responden dengan SE Rendah : 1 – 5 RESPONDEN 1 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Eka Nur Syabanawati NPM :190110080064 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial :P Usia : 25 tahun Pendidikan terakhir:SMA Pekerjaan : Pedagang keliling Alamat : Jatinangor Istri Inisial :S Usia : 23 tahun Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan : Ibu rumah tangga Alamat : Jatinangor Anak Inisial Usia Usia pernikahan :N : 1 tahun 11 bulan : 3 tahun 51 .

Selain itu.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak.Masak . Meeting Present and Future Costs of Childbearing: 3. Namun jika ada kesempatan. sehingga tidak bisa ikut merawat anak aehari-harinya. Assuming Mutual Responsibility Merawat anak dipegang oleh istri.Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa depan sang anak . orang tua tidak banyak merubah kondisi rumah. Saat ini yang bekerja hanya suami saja.Memberi makan . INDIKATOR . namun karena anak masih kecil. suami ikut membantu istri. untuk membersihkan rumah dan memasak juga dipegang oleh istri. Salah satu yang dapat dilakukan orang tua adalah memasang kelambu pada kasur mereka.Belanja .Memandikan .NO 1.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. juga menabung untuk masa depan anak. namun sebenarnya istri juga memiliki rencana untuk membantu suami mencari uang. . 2. 52 .Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi .Mencari uang untuk DESKRIPSI Orang tua sebenarnya mengetahui bagaimana kondisi rumah yang aman dan nyaman bagi anak. Suami bekerja setiap hari. Namun. SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. istri menunda dulu sampai anak sudah lebih besar lagi. karena anak mereka sampai sekarang masih tidur bersama orang tua. karena mereka yang mereka tempati sangat kecil dan hanya memiliki satu kamar.Mencuci baju . Orang tua berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari.

53 .memenuhi kebutuhan anak 4. Ketika pasangan sedang mengalami kesulitan. biasanya tidak pernah lama. Misalnya ketika akan tidur. pasangan lain ikut membantu mencari jalan keluarnya. 5. Orangtua juga mengajarkan anak untuk tidak melakukan hal yang tidak baik. Communicating with one another in the family Orang tua mempunyai waktu khusus untuk bertukar pikiran dsb. Hal yang menjadi alasan mereka tidak lama kesal adalah anak mereka. misalnya melihat kelucuan tingkah laku anak. Setiap melihat anak.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Orangtua membiasakan anak untuk bisa melakukan hal baik. Apabila salah satu pasangan sedang kesal terhadap pasangannya. Facilitating members’rolelearning adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . mereka akan cepat luluh dan segera berbaikan.

Bantuan berupa non-materi misalnya wejangan cara mengurus anak. relating to and others Jika : a. Permasalahan yang paling sering muncul adalah anak yang sangat aktif sehingga harus selalu dijaga. Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi relatives .saling menghargai antar pasangan 54 . Ketika ada permasalahan dalam pengasuhan. orang tua juga dapat mengatasinya. mendapatkan penghargaan.6. Orang tua mampu memahami dan menghargai masing-masing.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . namun tetap dalam pengawasan. Keluarga mendapatkan bantuan baik berupa materi maupun non-materi ketika melahirkan anak. Planning for the future children 7. Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi b. 8.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . karena masih fokus dalam hal materi untuk memenuhi kehidupan sehari dan menabung untuk anak pertama mereka. atau bagaimana merawat badan setelah melahirkan. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. biasanya orang tua membiarkan dahulu anaknya bermain. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. . Ketika baru melahirkan. istri juga dibantu oleh ibunya dalam mengurus anaknya.adanya bantuan dari keluarga dalam bentuk materi atau non-materi Orang tua belum memiliki rencana untuk mempunyai anak lagi.

Namun ada beberaoa kebiasaan yang sering dilakukan anak dan ibu. Family rituals and routines . belum ada karena ayah bekerja setiap hari. jadi belum pernah ada waktu libur kecuali libur hari raya Keluarga tidak memiliki waktu khusus untuk berlibur. misalnya.9. Anak juga mempunyai kebiasaan menunggu ayahnya pulang kerja sambil bermain. karena ayah bekerja setiap hari sehingga tidak mempunyai waktu untuk berlibur.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays 2 2 1 1 1 1 2. tidur siang bersama. 55 .

000. SUB DIMENSI INDIKATOR Adopting housing . NPM : 190110070069 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Nama Inisial :H Usia : 36 tahun Pendidikan terakhir: STM Pekerjaan : Wirausahawan fotokopi Alamat : Jatinangor Istri Nama Inisial : Usia : Pendidikan terakhir: Pekerjaan : Alamat Anak Nama Inisial Usia anak K 28 tahun SMEA Ibu Rumah Tangga : Jatinangor :F : ± 3 tahun Usia pernikahan : 4 tahun Penghasilan Total : ± Rp.Orangtua mengetahui DESKRIPSI JAWABAN Persiapan menjadi orang tua dilakukan dengan bertanya kepada 56 .RESPONDEN 2 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Anggi Quartri S.000. 2.-/bulan NO 1.

arrangements to the bagaimana menata little child rumah agar aman dan Menyesuaikan nyaman bagi anak. Tidak terlalu terjadi perubahan bentuk rumah dan penataan di rumah sejak anak lahir karena memang ukuran rumah yang dapat dikatakan relatif kecil dan hanya memiliki 1 kamar. Karena ketika 2 tahun pertama tinggal di rumah neneknya dan hanya bertemu sekali seminggu dengan ibunya. barang-barang berbahaya seperti benda tajam diletakkan di tempat yang tinggi dan sulit dijangkau anak. Dan sekarang ketika anak sudah mulai tidur di kasur sendiri.Orangtua melakukan tangga dengan anak. Menurut ibu ini dia merasa tata letak barang di rumahnya sudah cukup aman tapi memang kurang mengembangkan kreativitas anaknya. Ketika anaknya lahir berusaha ikut asuransi pendidikan meskipun bukan asuransi yang mahal. . mereka pindah ke rumah di Jatinangor untuk persiapan tempat tinggal saat anaknya lahir.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak. anak lebih memiliki banyak teman seumur dan ruang geraknya lebih luas. kasur itu tidak diberi ranjang. Tempat tidur tetap memakai ranjang namun anak selalu di tengah agar anak tidak jatuh. Awalnya pasangan ini tinggal di kosan di Bandung. namun sejak istrinya hamil. Tidak ada usaha tambahan tapi berusaha meningkatkan penghasilan dari 57 . penataan barangMenjaga meubel dan barang di rumah sesuai peralatan rumah dengan kebutuhan bayi tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang 2. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk . Namuan sang istri berhenti bekerja setelah anak berumur 2 tahun karena ingin fokus membesarkan anak sehingga yang bertugas mencari uang hanyalah suami sehingga sang istri harus pintar membagi penghasilan dari usaha fotokopinya. Namun memang ada barang tambahan misalnya lemari khusus anak. penataan rumah . Mempersiapkan sebelumnya dengan menabung karena istri dan suami sama-sama bekerja. dan lain-lain.Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa keluarga dekat bagaimana mengurus anak misalnya susu apa yang diberikan terus bagaimana memilih pengasuh karena ibunya bekerja. Demi keselamatan dan keamanan si anak.

Ketika ada masalah biasanya menyelesaikan ketika suasana sudah mulai baik baru didiskusikan. 4. Jadi anak dititipkan selagi ayah dan ibu bekerja. Misalnya jika main pisau nantinya bisa berdarah.learning - - usahanya sekarang. Belanja Masak Mencuci baju Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 5. Facilitating members’role. Assuming Mutual Responsibility Kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka.masa depan sang anak. pasangan ini memberikan biaya bulanan untuk perawatan anak. istri rumah untuk menjamin berhenti bekerja dan fokus merawat serta mengurus anak. Pasangan ini sering melakukan sharing tentang perkembangan anaknya. Communicating with . Setelah 2 tahun. Dan terkadang tanpa ditanya. Ibu one another in the dalam menjalin selalu menemani anaknya bermain Namun 2 tahun pertama anak . Semua pembiayaan ditanggung sendiri termasuk ketika anak dititipkan pada orang tua. 6 bulan pertama menggunakan pengasuh yaitu tetangga. depan sang anak 3. Lalu mulai dari 6 Memandikan Membersihkan kamar/ bulan-2 tahun anak diurus oleh neneknya. Cara mengajarkan mana yang boleh dan tidak boleh pada anak dilakukan dengan mengajari dengan pelan-pelan namun jika anaknya tidak mau maka akan diberi contoh efek negatif dari perbuatannya. biasanya dia langsung menanyakan kegiatan anaknya atau kadang si anak sendiri yang suka menceritakan pada ayahnya. Memberi makan Ada.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 58 . Mencari uang menjadi tugas utama suami yaitu dengan kesehatan bayi menjalankan usaha fotokopi.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . suami menceritakan pekerjaannya pada istrinya. Ketika suami pulang kerja.Memiliki perasaan puas Setelah berhenti bekerja ketika anaknya berusia 2 tahun.

Namun karena pertimbangan ekonomi yang belum terlalu memadai jika memiliki anak kedua. saling menjaga perasaan pasangan mereka Planning for Future Children : Bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama hubungan . kuda-kudaan bersama ibu dan bermain sepak bola bersama ayah. Ada tradisi khusus yaitu aqiqah yaitu tradisi pemotongan rambut bayi.Membentuk interaksi yang sensitif dan responsif lebih sering bermain bersama nenek kakeknya dan pengasuh. adanya cinta diantara hubungan itu. Ibu juga sempat dibantu merawat anak ketika usia 6 bulan hingga 2 tahun karena Ibu bekerja. 7. Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi 59 . Dan ketika ada masalah akan didiskusikan bersama ketika suasana hati kedua pasangan sudah lebih baik.Adanya cinta diantara hubungan tersebut . Persiapan untuk memiliki anak kedua sudah dimulai dengan berusaha menabung b) Memiliki persiapan sedikit demi sedikit dan pasangan ini ingin memiliki anak kedua untuk memiliki anak berjenis kelamin perempuan. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. ketika masih bekerja ibu selalu berusaha menghabiskan waktu bersama anak ketika dia libur. Biasanya anak akan bermain petak umpet. lalu memilih pengasuh yang baik dan bersih. Ayah memang adalah orang yang sangat perhatian terhadap anak dan suka mengajak ngobrol anak dan istri.6. lagi relatives adanya bantuan dari Ibu menerima banyak masukan dari keluarga besar dan keluarga dalam bentuk lingkungannya misalnya bagaiman menjaga kualitas susu anak materi atau non-materi ketika ditinggal pergi ibunya bekerja. Anak selalu dikenalkan dengan panggilan-panggilan pada orang yang baru dikenalnya. Relating to and others Rencana memiliki anak kedua sudah ada semenjak anak pertama berumur 2 tahun karena merasa rentan jika melahirkan anak di atas usia 30 tahun. family : Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. Untuk menjaga kedekatan dengan anak.

Namun jika anak ingin dimandikan oleh ayah. Bahkan mereka sering menyusul ayah ke tempat usahanya. Bedtime for children Anak tidur sekamar dengan orang tua tapi telah memiliki kasur sendiri. Kalau istri sedang merasa kesal atau lelah dengan tingkah laku anak. 9. Namun Ayah juga sering membantu Ibu dalam merawat anaknya. Baby's bathtime Yang biasanya memandikan anak adalah ibu. Ada permasalah yang terjadi ketika merawat anak misalnya cara mendidik anak. Si ibu yang lebih fokus merawat anak. Keluarga ini sering mengajak anaknya bermain sebelum Harapan keluarga besar terhadap anak adalah menjadi pembawa manfaat dan pemaaf sesuai dengan namanya dan mempererat silahturahmi di keluarga mereka. Father's homecoming Anak dan Ibu tidak akan tidur sebelum ayahnya pulang.8. Namun terkadang anak suka pindah lagi ke kasur orang tuanya. Tapi hal ini tidak dibiarkan menjadi masalah yang besar dan biasanya langsung dibicarakan bersama. memandikan. namun suami tidak setuju dengan perlakuan istrinya. maka ayah akan mengerjakannya. . Daily Outings Ibu merawat anak seperti memberi makan.memiliki kepuasan mendapat kepuasan dalam pengasuhan dalam kegiatan sebagai orang tua pengasuhan. Ada pembagian. Dan Ibu juga membantu Ayah di usaha fotokopinya ketika sedang ramai. istri terkadang membentak anaknya.pasangan saling and Morale mendukung dalam : Pasangan dapat saling kegiatan pengasuhan mendukung dan . menidurkan dan bermain bersama. setelah itu istri akan mengerjakan pekerjaan dalam dalam membereskan rumah. dan . 60 . pengasuhan Family rituals and Morning awakening Anak biasanya bangun ketika ayahnya bangun routines Breakfast Keluarga ini memiliki kebiasaan sarapan bersama Naptime Biasanya istri akan menidurkan anak. Maintaining Motivation .pasangan dapat dapat mengatasi mengatasi konflik yang konflik dalam terjadi dalam pengasuhan.saling menghargai mendapatkan antar pasangan penghargaan.

Keluarga ini juga melakukan kunjungan ke tempat nenek dan kakek sebulan satu kali. Biasanya di hari Sabtu. pasangan ini akan pergi ke pusat perbelanjaan dan hari minggu ke pasar. Terkadang keluarga akan mengikuti piknik bersama keluarga besar. 61 .Special holidays tidur.

. 850.000.RESPONDEN 3 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : A./bulan 62 . Septina Mustikaningrum NPM :190110070088 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami: Inisial : DM Usia : 25 tahun Pendidikan terakhir: SMP Pekerjaan : Office Boy Alamat : Jatinangor Istri inisial : NK Usia : 23 tahun Usia perkawinan : 2 tahun 5 bulan Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Jatinangor Anak Inisial Usia : FS : 5 bulan Usia Pernikahan : 2 tahun 5 bulan Penghasilan Total : ± Rp.

Mereka hanya anak. dan 1 dapur. pasangan ini : Menyesuaikan penataan nyaman bagi anak. apa yang akan mereka lakukan untuk menghindarkan anak 63 . rumah agar aman dan bagaimana penataan rumah yang baik bagi anak. dengan kebutuhan bayi anak yang sedang Ketika ditanya apakah tempat tidur ayun itu digunakan setiap tumbuh dan berkembang hari. Kasur lipat yang ada diruang keluarga pun berfungsi bila ibunya akan menyusui anaknya. yaitu DM dan NK. masih tinggal dirumah mertua dari pihak isteri. ada ruang tamu dan ruang keluarga yang menyatu. Ketika interviewee bertanya bila anak mereka sudah besar. 1 kamar mandi. Karena anak mereka masih bayi. NO SUB DIMENSI INDIKATOR DESKRIPSI . oleh karena itu ia menyiapkan kasur tersebut agar ia dapat menyusui anaknya sambil berbaring dan menonton tv. mengatakan bahwa mereka tidak melakukan rumah tangga dengan . ia menjelaskan bahwa tempat tidur ayun itu hanya digunakan bila ia merasa pegal ketika ingin membuat anaknya tidur (anaknya tidak mau tidur jika tidak sambil digendong). Adopting housing . namun selain itu tidak ada barang-barang barang di rumah sesuai tangga agar aman bagi yang digeser atau dipindahkan. maka mereka mengatakan bahwa bayi tersebut lebih baik tidur bersama mereka agar lebih mudah bila anaknya ingin menyusu pada ibunya.Orangtua melakukan pengubahan tata letak barang dirumah. Ibunya beralasan bahwa menyusui anak sambil duduk atau menggendongnya akan membuatnya pegal. Menjaga meubel menambahkan tempat tidur ayun bagi bayi dan kasur lipat penataan barangdan peralatan rumah diruang keluarga.Orangtua mengetahui Dari interview dan hasil observasi yang dilakukan mengenai arrangements to the bagaimana menata bagaimana kondisi rumah setelah keadaan anak dan little child. responden menjawab “tidak”. Rumah yang mereka tinggali merupakan rumah pemilik kost interviewer. 1. Rumah mereka terdiri dari 3 kamar.Catatan : Pasangan ini semenjak menikah hingga sekarang mempunyai anak.

Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. ia baru bisa mengelap saja.Belanja .Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak mereka dari perabotan rumah tangga yang berbahaya. mertua lah yang sering berusaha 64 .Mencuci baju . mereka mengatakan bahwa mereka belum menyiapkan apa-apa dengan alasan anak mereka masih sangat kecil. NK mengaku belum bisa memandikan bayinya. Bahkan setiap pagi ketika anaknya menangis. Semua kegiatan itu dilakukan oleh ibunya. mereka berkata bahwa mereka akan mengawasi anaknya bermain saja dan bukan melakukan penataan ulang atau mengubah perabotan rumah tangga tersebut agar aman bagi anak bermain di dalam rumah. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. . Isteri (NK) mengatakan bahwa mempunyai anak sekarang ini bagaikan mimpi baginya dan masih tidak percaya bahwa ia telah memiliki anak. baju bayi dan terkadang biaya ke dokter bila anaknya sakit. Ia berkata bahwa ia masih belum berani memandikan bayinya sehingga ibunya lah yang memandikan. Mereka belum terpikirkan untuk membuat tabungan bagi masa depan anak mereka.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya . 3. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk . Kedua responden mengatakan bahwa biaya bagi anaknya saat ini masih bias mereka penuhi karena anak mereka masih kecil dan belum membutuhkan biaya yang besar bagi perawatannya.Memberi makan . Mereka juga mendapat bantuan dari mertua seperti popok.Memandikan . NK juga tidak pernah memasak. dan jarang sekali mencuci baju kecuali baju bayinya. dan perkembangan sang anak. Sehingga itu berdampak pada tugastugas seorang ibu atau isteri yang masih belum bisa ia lakukan. alasannya karena takut dan malas. Selain itu. pertumbuhan. belanja. Untuk biaya masa depan anak. mencuci piring.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi .Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan.Masak .2.

Suami (DM) lebih berkonsentrasi untuk mencari nafkah saja.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 5. mengganti popok. Namun. anaknya sudah tidur. Suami (DM) berperan dalam mencari nafkah. 4. ia bekerja dari pukul 05. dan lain-lain. memberi makan. Pasangan ini mengaku jarang mengobrol. Ketika ditanya apakah ia mengetahui kewajiban sebagai orangtua. Suami hanya berkonsentrasi dalam mencari nafkah dan hanya bermain dengan anak pada akhir minggu atau hari libur saja.30 pagi dan pulang kerumah pukul 19. seperti merawat anak. adanya cinta Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan menenangkan bayinya dan menggendong bayi itu untuk dibawa berjalan-jalan atau sekedar berjemur. karena hampir keseluruhan tugas merawat anak dilimpahkan kepada isteri. biasanya yang dilakukan memang saling diam. mereka mengatakan “Iya syukur Alhamdulillah segini juga”. justru akan semakin membuat kesal. mengganti baju bayi. Mereka hanya mengobrol jika ada hal-hal penting yang urgent untuk dibicarakan. Pembagian tugas yang spesifik dalam mengurus anak tidak ada. Namun. Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. Oleh karena itu mereka akan membiarkan pasangannya yang sedang kesal 65 . Facilitating members’rolelearning : . bila orang yang sedang kesal ditanggapi. ia menjawab iya. DM dapat melakukan tugas-tugas yang biasa dilakukan isteri yaitu mem-bedong bayi. Dalam menghadapi konflik. Ia jarang berinteraksi dengan bayinya karena ketika ia pulang bekerja.alasan mereka adalah.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . mengasuh.anak mereka. mereka justru malah saling diam dan menuggu pasangan mereka untuk bicara duluan.00. Ketika salah satu pasangan sedang kesal terhadap pasangannya. ketika ditanya apakah mereka merasa puas dalam menjalin hubungan.

Ibu dari NK sering membantu NK dalam merawat bayinya karena Nk sendiri belum terlalu terampil dalam mengurus anak. Dengan cara itu lah mereka saling menjaga perasaan satu sala lain. terutama dari orangtua NK karena mereka tinggal dirumah orangtuanya. 7. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). NK sering membawa anaknya mengunjungi rumah saudara-saudaranya. b) tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi relatives . Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama Relating to and others responsive hingga kesalnya hilang kemudian baru menyapanya kembali. suamiistri. 66 . Banyak harapan dan bantuan Peran keluarga besar sangat berpengaruh dalam keluarga NK dan DM. Saling menjaga perasaan pasangan Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi Mereka mengatakan bahwa mereka memang ingin mempunyai anak lagi tetapi hanya jika anak pertama mereka ini sudah berumur 6 atau 7 tahun. Tempat tinggal pasangan ini berdekatan dengan rumah saudara-saudara dari pihak NK. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. Selain itu orangtua NK juga banyak membantu dalam hal biaya perawatan anak seperti membantu membiayai kelahiran anak dan perawatan ke dokter bila anak NK dan DM sakit. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. saling menjaga perasaan pasangan mereka 6.diantara hubungan itu. Banyak yang memberikan wejangan kepadanya seperti bagaimana mengurus bayi dan lain-lain. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive.Keluarga besar memberikan bantuan.

dan sebagainya. dll.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . maka mereka jarang sekali menanyakan bagaimana perasaan pasangannya. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan yang akan muncul dari keluarga besar.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). rencanarencana yang berhubungan dengan financial. . rutinitas dalam berumah tangga.8. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. Isteri pun demikian. khususnya kakek-nenek si bayi. bahkan ketika suaminya berangkat 67 . ia jarang sekali melayani kebutuhan suaminya. . contohnya sumai jarang sekali menanyakan apakah isterinya lelah dalam mengurus bayi seharian.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua Karena komunikasi diantara pasangan ini tidak terlalu baik. misalnya tetangga. seperti persoalan rumah tangga. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak.

Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays Biasanya suami (DM) pergi bekerja pada pukul 05.30 pagi sedangkan isterinya (NK) dan bayinya masih tidur. ia jsutru lebih memilih untuk tidur daripada melayani kebutuhan suaminya sebelum berangkat kerja. mendapatkan penghargaan. 9. makan dan menonton tv.pengasuhan. Family rituals and routines .pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings kerja. ia lebih sering menonton tv Biasanya NK atau ibu mertua membawa bayinya ke rumah saudara yang rumahnya dekat dari rumah mereka Tidak ada hal khusus yang dilakukan ketika ayahnya pulang bekerja. Biasanya sepulang kerja. bermain sebentar dengan anaknya bila masih terbangun kemudian tidur Yang memandikan bayi mereka adalah ibu mertua mereka Biasanya ibunya hanya menyusui anaknya atau mengayunnya dikasur ayun untuk membuat bayinya tidur Ketika akhir minggu saja. keluarga ini mengunjungi rumah saudara merea bersama-sama 68 . Jadi tidak ada rutinitas pagi yang dilakukan bersama Tidak ada aktivitas spesifik yang dilakukan bersama Anak memang memiliki waktu tidur siang tetapi NK jarang melakukan tidur siang.saling menghargai antar pasangan . dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. DM langsung mandi.

2.000.00/Bulan INDIKATOR DESKRIPSI SUB DIMENSI 69 .RESPONDEN 4 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Ratu Annissa Apsyari Npm : 190110080016 IDENTITAS INTERVIEWEE Ayah Inisial : AF Usia : 28 Tahun Pendidikan terakhir: S1 Pekerjaan : Swasta/Fotografer (sampingan) Alamat : Bandung (tinggal bersama orang tua istri) Ibu Inisial : DB Usia : 27 Tahun Pendidikan terakhir: D3 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Bandung (tinggal bersama orang tua istri) Anak inisial Usia Usia pernikahan Penghasilan NO : TZ : 3 Tahun : 4 Tahun : ± Rp.000.

Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. . Ada beberapa penyesuaian yang mencolok ketika anak sudah mulai besar. 1. Kondisi fisik rumah pun. beli box bayi. misalnya beli susu. Anak mereka mempunyai keinginan sendiri untuk memiliki kamar 70 . merapihkan kamar. perlengkapan bayi seperti bajunya. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. seperti colokan listrik tadi. Pertimbangan yang diambil untuk perubahan fisik di dalam rumah menurut pasangan itu dikarenakan kehati-hatian. “makan ya makan aja” sesuka hati. Ada persiapan yang dilakukan sebelum kelahiran tetapi hanya sebatas bersih-bersih. Paling hanya beberapa perubahan posisi dalam kamar karena ada box bayi. setelah umur anak 2. misalnya dulu hura-hura. tetapi sekarang. tidak banyak yang berubah karena dirasa ventilasi udara dan cahaya sudah cukup. mereka merasa senang. yaitu colokan listrik yang diplester karena dirasa terlalu bawah dan takut dipakai main. yang ‘heboh’nya. beli baju untuk anak. anak tidur bersama orang tuanya.. Tetapi persiapan untuk perlengkapan bayi biasanya lebih ke orang tua Ibu. campur aduk antara senang dan khawatir. kalau dari pasangan lebih simple.5 tahun ke atas. mereka berpikir “kalau bagus. Tetapi lama-lama anak senang dan suka tidur-tiduran di karpet ruangan tersebut. dipikir kepakai dan murah” baru dibeli. sebelum dan sesudah kelahiran. Adopting housing arrangements to the little child. tetapi sekarang ia berpkir bahwa ia tidak bisa menggunakan uang sebebas dulu. bersyukur. Menurut Ayah ada proses adaptasi. DB. Dulu. sekarang ada kebutuhan lain. anak tidur sendiri di dalam kamarnya yang pada awalnya ruangan tersebut merupakan ruang bermainnya.Orangtua melakukan penataan barangbarang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi Perasaan Ibu dan Ayah ketika anak mereka lahir. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang .

Untuk keluhan tentang financial mereka pikir cenderung tidak ada karena senang dan sedih dirasa berimbang. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Menurut orangtua dari TZ (anak). . Mereka berpikir jika kurang.2. Tetapi untuk dokter untuk anak. Selain itu. Penataan ruangan yang disesuaikan dengan anak tidak ada karena dirasa usia anak baru 3 tahun. Intinya mereka menyesuaikan dengan keadaan. diantaranya mencari pekerjaan. pasangan tersebut melakukan survey tempat lahir/rumah sakit mana yang murah dan cocok/bagus. . corat-coret. belum sampai jauh kedepan. bermain bersama kelinci. ya berharap/berdoa. tata letak barang rumah tangga yang sekarang belum cukup kondusif untuk tumbuh-kembang anak karena anak belum mempunyai ruang belajar. ada beberapa cara menyiasati masalah keuangan dalam keluarga ini. dan perkembangan sang anak. Mereka berpikir bahwa masalah kerjaan mereka masing-masing 71 . pertumbuhan. usaha. Penataan/penyimpanan mainan anak berada di box dalam kamarnya.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya sendiri. Mulai dari anak umur 2 tahun. mereka baru terpikir sampai Paud. sedangkan untuk masalah pendidikan seperti sekolah anak akan dimana.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Menurut Ayah. mewarnai. Aktivitas sehari-hari yang anak lakukan di rumah biasanya bermain bersama sepupunya karena rumah mereka yang saling berdekatan. dan menyesuaikan (jadi tergantung uang yang ada). Biasanya mereka bermain di lantai 2. ruang keluarga. tetapi sebelum tidur ia meminta tidur di ruangannya sendiri tetapi masih ‘dikelonin’ oleh Ibunya. mereka mencari dokter yang cocok.orang tua mulai menabung untuk persiapan pendidikan selanjutnya. Biasanya mereka bermain masak-masakan. paling hanya colokan listrik tadi. warung-warungan.

Mencuci baju . Cara membagi tugas pada keluarga ini sesadarnya. ayah –AF. Alasan mencari uang tambahan itu untuk menambah uang penghasilan. berjualan strap kamera. diantaranya ketika ayah pulang kerja. Selain jadi pegawai swasta. kadang jika sedang ada kerjaan motret. . Selain menjadi Ibu Rumah Tangga. seperti part-time menjadi fotografer. kadang ada bantuan dari orang tua mereka masing-masing. membersihkan kamar/rumah untuk kesehatan bayi. DB.mempunyai kerja sampingan lain. Mereka membagi tugas dan jika ada yang kesulitan. Memasak dan mencuci baju dikerjakan oleh yang membantu. intinya selama halal dan ada peluang. Tanggapan keluarga tentang keungan keluarga AF ini tebilang cukup.Masak .Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 4. juga mempunyai bisnis kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. sekarang meluangkan waktu bermain bersama anak maupun istrinya. Facilitating members’role- . Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. sedangkan untuk memenuhi kebutuhan anak lebih dominan pada peran ayah. uang yang didapat jika diakumulasi sebulan. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka.Memberi makan .Belanja . dan belanja adalah pekerjaan Ibu. Ada tolong-menolong dan kerjasama antar suami-istri seperti 72 . memandikan anak. Menurut mereka.3. kenapa tidak. Selain itu ada pembagian tugas seperti antara Ayah dan Ibu. Menurut mereka.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . cara membagi tugas dalam perawatan dan memenuhi kebutuhan dalam keluarga ini sesadarnya. lebih besar dari pada gaji pekerjaan rutin tiap bulan.Memandikan . Yang biasa memberi makan anak. sesadarnya bekerjasama dan saling membantu.adanya pembagian jarang terganggu oleh kesibukan mengurus keluarga. ada perbedaan tanggung jawab dari sebelum dan sesudah menikah.

nonton tontonan edukasi seperti baby Einstein. Seringnya ketika libur mereka nonton TV bersama. Aktivitas anak sehari-hari biasanya: bermain bersama kelinci dan saudaranya. Ibu dari DB (masak). Ibu dan Ayah suka bercerita. ayah dan anak jalan keliling komplek dan nonton. Ibu bermain bersama anak di rumah dan ketika ayah pulang. Sesame Street. renang atau jalan-jalan. bersih-bersih rumah). bahkan kadang Ayah terlalu pagi bangun dan ketika anak bangun. Ayah sudah pergi bekerja. Ketika liburan mereka suka menyempatkan kumpul bersama. si kelinci sekarang bagaimana. Ketika sarapan pagi kadang-kadang mereka melakukannya bersamasama karena kadang anak bangun lebih dulu dari ayah. mereka ngobrol. Waktu yang sering untuk kumpul bersama adalah ketika makan malam. baik tentang pekerjaan ayah ketika hari itu maupun perkembangan/aktivitas anak seperti apa yang anak lakukan ketika ayah bekerja. makan apa hari ini. ayah mengeluarkan kelinci karena Ibu geli. biasanya mereka menyelesaikannya dengan cara komunikasi. Ketika ada masalah antara Ibu dan Ayah. Ketika ada waktu senggang. Pasangan tersebut mengajarkan antara apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan pada anaknya dengan 73 . Biasanya ayah komunikasi dengan anak dengan cara bertanya langsung main apa aja hari ini. Ketika hari kerja. ayah mengasuh anak. Ada beberapa orang yang membantu dalam rumah. seperti pembantu (nyetrika.learning : tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . Barney. setidaknya bermain.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi misalnya ketika Ibu sedang dandan.

Bahkan jika ada yang kesal dengan pasangannya. Ketika anak diberitahu dan diberi contoh apa yang harus dilakukan. Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. Ayah suka bertanya pada Ibu “mau titip apa?”. bercerita. dan anak dipanggil ‘detdut’ atau ‘mungil’. mengajak ke acara-acara keluarga untuk mengenalkan anggota lain pada anaknya. bercanda. Ayah dan Ibu suka membawa anaknya berkunjung ke rumah nenek. anak mencontohnya karena kadang-kadang cara membujuknya itu dengan bercerita supaya membuat anak menjadi ‘interest’. Jika dengan Ibu anak lebih senang nonton.5. salah satu dari mereka suka bertanya kenapa kesal. Ketika pasangannya sedang kesulitan. Biasanya anak bermain kapal-kapalan dan lego bersama Ayah. Cara menjaga kedekatan dengan keluarga. intinya jika ada masalah. Dalam keluarga ini ada panggilan-panggilan ‘khusus’ seperti memanggil ayah dengan kata ‘abah’. mereka saling tolong menolong. Mereka meluangkan waktu untuk bermain setiap hari. Selain itu mereka sering bercanda. mereka biasanya mengajak anak bermain. jalan-jalan. mereka memecahkannya dengan berkomunikasi. cerita-cerita tentang pekerjaan apa yang mereka kerjakan masing-masing. ngobrol. ayah tidak 74 . Cara menjaga kedekatan keluarga mereka. Tetapi jika Ibu yang sedang kesal. Jadi anak senang. Kegiatan tersebut mereka lakukan untuk mempertahankan cinta mereka. Menurut mereka dengan komunikasi mereka memahami peranananya masing-masing. Ibu dengan kata ‘ambu’. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. Ketika Ayah pulang kerja lebih awal. naik perosotan. saling menjaga perasaan pasangan mereka Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan cara memberi tahu pada anak dan mencontohkan apa yang benar sampai anak mencontohnya. adanya cinta diantara hubungan itu.

seperti “jangan main tangan karena anak mereka perempuan. orang tua mereka menyarankan untuk mencari pekerjaan lain supaya lebih sejahtera dan mereka men-support untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. dll. Ibu pernah mengalami baby-blues syndrome. kadang menunggu situasi ‘cooling down’. Selain itu ada bantuan keuangan yang diberikan kedua orang tua mereka masing-masing. Dari keluarga besar ada ‘wejangan’ untuk keluarga kecil tersebut. kadang suka memberi uang untuk anaknya. Ibu beranggapan bahwa anaknya masih kecil. pakai perkataan verbal yang halus jika ingin marah”.Keluarga besar memberikan bantuan. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak.Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi . relating to and others relatives terlalu banyak bertanya. 75 . Persiapan yang masih dipikirkan adalah persiapan dan perencanaan dalam pendidikan dan kesehatan anak. Ayah beralasan karena belum ada uang dan psikologis si Ibu juga belum cukup siap karena ketika anak pertama lahir. Ketika bayi pertama mereka lahir. pasangan ini menunda dulu perencanaan tersebut. saudara-saudara mereka juga membantu seperti berbagi cara mengasuh anak.6. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari 7. Tentang perencanaan mempunyai anak lagi.Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi . apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). “menjadi anak yang solehah”. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. suami-istri. Selain dari orang tua mereka. harapan keluarga besar lebih kepada do’a seperti “menjadi anak yang baik”. Selain itu. Planning for the future children .

rencana-rencana yang berhubungan dengan financial. Ayah yang mengeluarkan kelinci dari kegiatan kandangnya. misalnya tetangga. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan keluarga besar. Ayah mengajak anak pengasuhan 76 . Ibu menyuapi mendukung dalam anaknya ketika makan. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat.8. khususnya kakeknenek si bayi. seperti persoalan rumah tangga. .Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). rutinitas dalam berumah tangga. dll. maka Ayah yang menemaninya.pasangan saling renang. Ketika Ayah pulang kerja. Ada pembagian tugas dalam keluarga ini seperti jika Anak .

mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan, mendapatkan penghargaan, dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.

- memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua - saling menghargai antar pasangan - pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening

jalan sore keliling-keliling komplek. Biasanya masalah yang muncul dari anak ini adalah masalah adaptasi dengan orang baru. Biasanya tergantung orang yang mendekati anak itu. Si anak harus dibujuk oleh orang baru itu, selain itu orangtuanya mengenalkan orang baru tersebut kepada anak. Selain itu anak lebih nempel ke Ibunya, misalnya ketika sedang bermain dengan Ayah, lalu si Anak merasa ‘keberadaan’ Ibunya tidak jelas, maka anak akan rewel, lalu Ayah akan membujuknya membawa keluar.

9.

Family rituals and routines

Breakfast

Naptime Daily Outings

Father's homecoming

Baby's bathtime

Yang biasa dilakukan orangtua dengan anak ketika bangun tidur adalah mengajak anak ngobrol pelan-pelan, kalau bangun tidur rewel, biasanya orang tua membujuk untuk melihat kelincinya sedang apa. Mereka jarang sarapan bersama karena kadang-kadang Ayah pergi duluan,kadang-kadang anak bangun lebih awal. Setelah mereka sarapan, mereka mandi karena ketika bangun, mereka biasanya makan pagi terlebih dahulu. Ibu dan anak suka menyempatkan waktu tidur siang walaupun terbilang jarang. Selama menunggu Ayah pulang, biasanya bermain, balajar angka/huruf, bernyanyi. Setelah Ayah tiba di rumah, Anak menyambutnya, biasanya menarik perhatian, lalu Ayah bertanya dan menggendongnya. Sedangkan ketika Ayah pulang, Ibu salam dan bertanya apakah sudah makan atau belum, lalu ngobrol, nonton TV, dan bermain bersama anak. Yang biasanya memandikan anak adalah Ibunya. Ketika

77

Bedtime for children

Special holidays

mandi, anak suka bermain bola atau ketika mandi membawa gelas plastik. Tetapi main ketika mandi ini jarang dilakukan karena takut masuk angin. Mandi sambil bermain ini biasanya dilakukan ketika sedang keramas. Anak tidur sendiri di kamarnya, tetapi suka dikelonin oleh orangtuanya, yang lebih sering adalah Ibunya. Ketika menjelang tidur, biasanya anak dipijit, digaruk-garuk, atau membersihkan kuping. Ketika liburan, mereka jalan-jalan ke Mall, ke tempat bermain, makan di luar, atau ke rumah nenek. Pada keluarga ini tidak ada kegiatan khusus pada saat liburan karena mereka beralasan bahwa ketika kegiatan itu direncanakan, maka kegiatan itu biasanya batal. Jadi mereka lebih memilih untuk ‘mengalir’ begitu saja, gimana nanti saja.

78

RESPONDEN 5 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Ashri Aliefah Muthmainnah NPM : 190110080093 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : AA Pendidikan terakhir: S1 Tehnik Pekerjaan : PNS Alamat : Tasikmalaya Istri Inisial : KS Pendidikan terakhir: S1 Ekonomi Pekerjaan : Ibu rumah Tangga Alamat : Tasikmalaya Anak Inisial Usia

: MNS : 6 bulan

Usia Pernikahan : 3 tahun Penghasilan Total : Rp. 1.700.000,./bulan NO. 1. SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. INDIKATOR DESKRIPSI - Orangtua mengetahui Pada pasangan ini, orang tua sudah cukup memahami kebutuhan bagaimana menata bayi, orang tua menyesuaikan penataan rumah tangga sesuai rumah agar aman dan dengan kebutuhan anaknya, seperti tidur tanpa dipan karena

79

Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Pasangan ini selalu mengutamakan kebutuhan anaknya dibandingkan kebutuhan mereka. 3. dan keluarga besar juga ikut membantu. . Kemudian karena rumah yang dimiliki pasangan ini bertingkat.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya . Pada pasangan ini. dimana ibu 80 .Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. colokan listrik yang ditempatkan agak atas. dan perkembangan sang anak. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama . Dalam hal memilih mainan.Memberi makan . pasangan ini memilih mainan yang terbuat dari bahan plastik. hal tersebut dipilih karena alasan biaya yang tidak cukup besar dan aman bagi anaknya. pertumbuhan. Pasangan ini memiliki tabungan yang khusus disediakan untuk anaknya seperti untuk pendidikan. Pasangan ini juga sudah menyiapkan kamar untuk anaknya. Pasangan ini merasa rumah yang dimilikinya saat ini sudah cukup kondusif dengan tumbuh kembang anak. kesehatan.: Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang nyaman bagi anak.Membersihkan kamar/ rumah untuk anaknya masih bayi (6 bulan). dll. pasangan ini juga memiliki usaha yang sengaja dilakukan untuk menambah-nambah uang untuk biaya anak. terutama halhal yang berkaitan dengan mengurus bayi. di lantai 2 terdapat pager yang sengaja dibuat supaya anak tidak dapat turun sendiri. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2. karena anaknya sudah mulai suka memasukkan mainan ke dalam mulutnya. Untuk memenuhi kebutuhan anak selain dari gaji ayah. hal tersebut dilakukan karena memikirkan untuk ke depannya. Pasangan ini merasa memiliki perubahan tanggung jawab yang berbeda dari sebelum dan setelah memiliki anak. misalnya lebih mendahulukan untuk membelikan susu dibandingkan yang lainnya.Memandikan . tidak dibawah sehingga tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. tidak ada pembagian tugas dalam hal mengurus anak.

adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 5. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. ibu dibantu oleh pembantu rumah tangga. ibu selalu bermain dengan anak setiap harinya. Ketika memiliki waktu senggang. ibu merasa ayah kurang mau membantu dalam hal mengurus bayi. sedangkan yang lainnya ibu yang melakukan. misalnya ketika anak berusia 1 – 3 tahun tidak akan memberikan coklat pada anak. dsb). memandikan.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan . namun ibu memiliki rencana sendiri untuk anaknya ketika anaknya beranjak besar. 81 . dimana ibu akan bercerita tentang anaknya kepada ayah. dimana asisten rumah tangga membantu dalam hal seperti mencuci. Facilitating members’rolelearning : menjamin kesehatan bayi . Dan ketika ada masalah yang berhubungan dengan anak kedua pasangan ini akan menyelesaikannya dengan membicarakan secara baik-baik.Mencuci baju . . Karena anak masih bayi. misalnya ketika ibu mandi dan makan. kecuali pada saat tertentu ayah akan menolong. Pada pasangan ini.Masak . membereskan rumah. maka orang tua belum melakukan aktivitas khusus yang dilakukan bersama.4.Belanja . menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. dan ayah juga akan bercerita kepada ibu tentang pekerjaannya. Communicating - Memiliki perasaan Pada keluarga ini. mengepel. Namun dalam mengurus rumah. sedangkan tugas ayah adalah mencari nafkah . maka pasangan ini akan saling membagi cerita.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak yang mengurus semua kebutuhan anak (mulai dari memberi makan.

ibu dan 82 . namun ayah akan mencoba merespon dengan simpati dan empati. Karena ibu dan ayah ingin fokus pada anaknya yang pertama dan ingin anaknya berkembang dengan maksimal. Untuk menjaga hubungannya. dua hal yang dipegang oleh pasangan ini . yaitu saling percaya dan komunikasi. Sedangkan ayah. walaupun termasuk orang yang santai dalam menghadapi masalah. saling menjaga perasaan pasangan mereka 6. Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi Pasangan ini memiliki rencana jangka panjang untuk anaknya. Planning for the future children puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive sedangkan ayah akan menemani anaknya bermain apabila ketika pulang kantor tidak merasa kecapaian.with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatka n adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. Karena ayah merasa. adanya cinta diantara hubungan itu. Saling menjaga perasaan pasangan Jika : a. Dan ketika pasangan mengalami masalah. membantu memikirkan solusinya. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. hal tersebut sudah menjadi konsekuensi yang harus diterima ketika mereka menikah. ibu akan langsung merespon dengan memberinya semangat. hal ini terlihat bahwa ibu dan ayah memikirkan untuk tidak mempunyai anak lagi sampai 4-7 tahun yang akan datang. dsb. Dalam hal gizi.

Tidak memiliki keinginann untuk memiliki anak lagi . 83 . . apalagi jika itu kelahiran cucu pertama).Biasanya ketika orang tua si bayi tidak ayah memberikan yang terbaik sedangkan untuk urusan pendidikan ayah akan melihat pekembangan anak dan disesuaikan dengan keadaan keuangan. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat.Keluarga besar memberikan bantuan. dll. rutinitas dalam berumah tangga. khususnya kakek-nenek si bayi. Hubungan keluarga ini dengan keluarga besarnya cukup baik. hal tersebut terlihat karena ketika pasangan ini mengalami masalah tentang anaknya. keluarga saling mendukung. keluarga besar akan membantunya dengan memberikan saran dan nasehat yang diterima oleh keluarga ini. seperti persoalan rumah tangga. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. suami-istri. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar.7. Tidak terdapat kecemburuan antara keluarga. dan keluarga besar juga membantu memenuhi kebutuhan lainnya misalnya rumah yang didiaminya saat ini merupakan hasil pemberian dari orang tuanya. relating to relatives and others b.

seperti memberi makan.saling menghargai antar pasangan . Kemudian kedua pasangan ini akan sarapan bersama. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. misalnya tetangga. sehingga sejak awal memiliki anak. Ibu dari pasangan ini juga setiap hari selalu tidur siang bersama anaknya. pasangan ini selalu dibantu oleh keluarga istrinya. Berhubung Morning awakening Breakfast Naptime 84 . dimana pada awalnya sejak pasangan ini memiliki anak. pasangan ini tinggal di rumah keluarga istrinya. ketika mereka sudah tinggal di rumah sendiri.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Pasangan ini baru saja pindah ke rumah baru.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . tugas mengasuh dan mengurus anak dilakukan oleh istrinya. mendapatkan penghargaan.8. setiap paginya orang tua akan memeriksa anaknya dan memenuhi kebutuhan anaknya. namun sekarang.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . Pada pasangan ini. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. dsb. sedangkan ayah jarang membantu. Ayah kurang memberikan penghargaan pada istri secara langsung karena menganggap istrinya tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya ( ketika masih tingga di rumah ibu mertuanya). dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. namun ketika pasangan ini sudah tinggal di rumahnya sendiri. Family rituals and routines mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). 9. . suami mulai menghargai apa yang dilakukan isrinya. membersihkan popoknya yang kotor.

namun tidak ada kegiatan khusus yang harus dilakukan setiap minggunya. sehingga ketika ayah pulang kerja. 85 . sedangkan ibu akan menunggu ayah pulang. anak biasanya sudah tidur.Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays anak masih bayi. Setiap harinya yang memandikan bayi adalah ibu. Pada hari libur biasanya keluarga akan pergi jalan-jalan bersama.dan ibu sangat menikmati acara memandikan bayinya.

3.000..000.Responden dengan SE Sedang : 6 dan 7 RESPONDEN 6 Nama : Muhammad Rizki NPM : 190110080113 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : DKI Usia :26 tahun Pendidikan terakhir: Pekerjaan : Pegawai ITB Alamat : Bandung Istri Inisial : AN Usia : 27 tahun Pendidikan terakhir: Pekerjaan : PNS Alamat : Bandung Anak Inisial Usia Usia Pernikahan Penghasilan total N : KMI :5 bulan : 14 bulan : ± Rp./bulan INDIKATOR DESKRIPSI JAWABAN SUB DIMENSI 86 .

mereka mempersiapkan berbagai keperluan sang anak dan juga menata kamar mereka. Pasangan ini memang memepertimbangkanmasa depan sang anak.o. mental. Sebagai orang tua. Perlengakapan adik bayinya juga. Pasangan ini memang melakukan berbagai persiapan dari sejak kehamilan anak yang tentu juga menadi anak pertama. Letak perabotan jadi berbeda. fisik sih pasti. tabungannya untuk masa depan. asuransi. Anak tidur dengan orang tua dengan alasan agar mudah diawasi di saat malam hari. dibersihkan. Adopting housing arrangements to the little child. Kemudian ruangan dicat. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2. temapt peralatan bayi. bersih-bersih dan sebagainya. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang .Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. dsb. Dengan mempersiapkan tabungan pendidikan. Kedua orang tua 87 . dsb. menjaga kondisi kesehatan. tempat adik bayi. anggaran kesehatan anak setiap bulan. yah. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. Persiapan yang dilakukan persiapan biaya. kaya bajunya. jadi buat lemari. lebih besar ukuran perabotannya. Lebih banyak perabotan. orang tua menginginkan masa depan yang baik untuk anak.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. dan perkembangan sang anak. Setelah anak lahir. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran . tata letak perabotan berbeda namun usah untuk membatasi anak juga belum dipertimbangakan sehubungan dengan gerak anak pun yang masih terbatas di area tempat tidur atau matras. pertumbuhan. 1.

Pekerjaan rumah pun banyak 88 . Karena pasangan ini berkerja. karena tidak bekerja di luar rumah. . Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. Facilitating members’role.Memberi makan . Pasangan ini juga mendapat dukungan moral dan material dari orang tua.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi .bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya 3. terutama dalam fungsi pengasuhan bagi sang ibu dan mencari nafkah bagi sang ayah.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga Pembagian tugas tidak secara rinci disebutkan.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan materi ini. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka.Masak . Pembagian tugas dilakukan secara uum saja. mungkin sehari-hari tidak dilakukan oleh kedua pasangan ini secara penuh kecuali di pagi dan malam hari.Belanja . Meski begitu.Mencuci baju . dalam pekerjaan rumah tangga. tidak spesifik pada perkerjaan tertentu 4. karena tinggal bersama orang tua dan sang anak pun diasuh oleh orang tua. Perubahan tanggung jawab memang dirasakan. umumnya pekerjaan pengasuhan sehari-hari dan pekerjaan rumah tangga dilakukan oleh orang tua dari salah satu pasangan. . dengan keduanya pun bekerja dan sesekali mengerjakan proyek kecil untuk menambah-nambah anggaran setiap bulannya dan juga untuk terus menabung demi keberjalanan keluarganya. sehingga untuk kebutuhan seharihari memang sudah dipenuhi.learning : .Memandikan . seperti dalam dimensi sebelumnya.

terkadang berbelanja. Di samping itu. Di waktu senggang. memang keluarga kecil ini melaukan aktivitas bersama seperti berkunjung ke rumah saudara. mereka juga menanyakan kegiatan yang anak lakukan sepanjang hari apabila di hari kerja karena sang anak diasuh oleh orang tua. atau sekedar berekreasi ke temapt-tempat umum. pasangan menaganggap bahwa komunikasi adalah jalan yang harus dilakukan dalam menyelesaikan masaliah yang dihadapi. pasangan ini dapat dikatakan hangat. Dalam berinteraksi. Hal ini digambarkan dengan keinginan mereka untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lain dalam setiap pekerjaan yang peru mereka lakukan. Pasangan secara rutin setiap hari menanyakan informasi di kala malam dan sesekali menanyakan aktivitas anak di siang hari pada orang tua yang berada di rumah dengan menelepon Aktivitas anak sehari-hari yaitu diasuh oleh orang tua. Apabila terdapat konflik. Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut dibantu orang tua. biasanaya pasangan salain menceritakan kegiatan masing-masing walaupun sang ayah yang lebih sering bercerita pada yang lain. walaupun masih banyak sekali dibantu oleh 89 . Di waktu senggang.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi 5. termasuk bermain di siang hari.antara pasangan . karena anak pun masih kecil. Aktivitas anak belum terlalu leluasa.

Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi b) tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi Pasangan ini ingin memiliki anak apabila anak sudah agak besar. saling menjaga perasaan pasangan mereka Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan banyak orang. Anak yang diharapkan lahir selanjutnya adalah anak 90 . mungkin menurut mereka. Pasangan senang melihat anak berkembang dan berekasi terhadap benda baru. termasuk orang tua. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. main boneka. saudara. Anak pun diperkenalkan pada sanak saudara yang lain. anak sering diperlihatkan gambar saudara dan sering dibawa dalam kegiatan keluarga besar. kadang-kadang juga diajak ngobrol. karena mereka baru akan memiirkan anak keduanya saat anak pertama sudah besar. Ayah masih berpikir mungkin dua anak. Dalam mengatsai konflik. mereka menjaga satu sama lain karena merasa khawatir dengan kondisi anak yang masih kecil pula. Di hari keraj. sedangkan ibu empat anak. sehingga mungkin nantinya akan menjadi tiga anak saja. Pasangan ini belum memperkirakan atau memepersiapkan segaa sesuatu untuk anak kedua mereka. walaupun belum paham. Pasangan ingin memiliki tiga anak. adanya cinta diantara hubungan itu. 6. sekitar empat atau lima tahun. selain saling berkomunikasi. dan sebagainya. karena masih kecil.keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. dan rekan kerja. saat malam hari anak suka diceritakan kisah.

karena selain satu rumah dengan salah satu orang tua. 7. Misalnya. bener. namun hal itu bukan masalah besar. Orang tua pasangan yang mengasuh pun sudah memahami resiko mengasuh cucu yang masih bayi apabila kedua orang tua bekerja. biasanya mendapatkan bantuan dari Banyak harapan yang diinginkan oleh orang tua dan keluarga besar pada sang anak. suami-istri. seperti persoalan rumah tangga. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar. jadi orang yang bener. jadi pengusaha juga. misalnya menggendong anak. atau memberi pengetahuan tentang kondisi anak sesaui dengan pengalaman orang tua. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). pinter. rutinitas dalam berumah tangga. pertolongan pertama kalau anak sakit. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. Bantuan yang diberikan macam- 91 . .perempuan.Keluarga besar memberikan bantuan. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. Keluarga besar juga memberikan masukkan tentang pengasuhan saja. Sehat. dll. Pokoknya berhasil. normal. khususnya kakek-nenek si bayi. Relating to and others relatives . cukup rajin juga mengunjungi orang tua yang satu lagi. karena anak pertama adalah anak laki-laki. panjang umur dan banyak rezeki. bageur. rencana-rencana yang berhubungan dengan financial. Bantuan dari besar yang lain.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). walaupun kadang kerepotan sendiri karena banyak pula kegiatan rumah tangga yang perlu dikerjakan padahal usia telah melebihi lima puluh tahun. solah. Memang ada sedikit permasalahan dalam pengasuhan sehari-hari dan pekerjaan rumah tangga.

. 9. ya main saat kedua orang tua pulang . Juga ada bantuan dari rekan-rekan sejawat. Kalau orang tua yang biasanya bersiap-siap untuk kerja .memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua .Anak biasanya masih tidur ketika orang tua sudah bersiap-siap kerja.Anak biasanya kalau tidak tidur.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening mcam ada yang berupa moral atau material juga pengetahuan. misalnya tetangga.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . Kadang disusui. pasangan memang saling membantu dalam peran yang didapatkan dan saling medukung dalam kegiatan yang menunjang perkembangan anak. Setelahnya bersiap untuk ke kantor.saling menghargai antar pasangan .sda .Biasanya sebelum sarapan ya bersih-bersih kamar. Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime . Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan.pasangan sama-sama beerja keras demi kebutuhan anak dan menabung untuk rumah mereka di masa depan. anak tidur siang di rumah .Orang tua memandikan anak ketika hari 92 . .Ibu tidak tidur siang karena bekerja. Family rituals and routines orang terdekat.Neneknya lebih sering . dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. mendapatkan penghargaan.8. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak.Ya kalau sarapan bersama .

. ya bermain saja.Anak tidur dengan orang tua.Bedtime for children Special holidays libur. berkunjung ke rumah saudara.Ke lapangan olahraga setiap minggu saja. belanja keperluan.Istirahat. dan rekreasi . ya anak dibacakan cerita atau diajak ngobrol kemudian digendong agar tidur . 93 .

INDIKATOR . Perubahan yang terjadi hanya tempat tidur.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan Deskripsi .Perubahan yang terjadi setelah anak lahir tidak terlalu signifikan. Tempat tidur yang berupa ranjang 94 .RESPONDEN 7 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Farisa Ulfa NPM : 190110080082 IDENTITAS INTERVIEWEE: Suami Inisial : JL Usia : 33 tahun Pekerjaan : Pegawai swasta Pendidikan terakhir: SMA Istri Inisial : Usia : Pekerjaan : Pendidikan terakhir: Anak Inisial Usia Usia Perkawinan Penghasilan total No . EA 37 tahun Pegawai Swasta S1 : AYA : 1tahun 9 bulan : 3 tahun : 5 juta/bulan SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. 1.

pertumbuhan. kesehatan. dirubah menjadi kasur tanpa ranjang. tabungan itu dipakai untuk biaya sekolah.Orangtua melakukan penataan barangbarang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 2. merapikan semua kabel-kabel komputer agar tidak ada kemungkinan anak terkena listrik. Tabungan ini dibuat untuk kebutuhan yang mendesak. Barang-barang berat seperti buku jaman perkuliahan dan rice cooker yang tidak dipakai diletakkan di atas lemari. atau yang lainnya.Orang tua dapat ketika baru menikah. Kepala anak beberapa kali pernah terbentur tangan kursi. Tetapi. Kursi terbuat dari bahan yang ada kayunya. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang nyaman bagi anak.Orang tua memiliki tabungan dan keduanya melakukan pekerjaan sambilan untuk menambah pendapatan.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. tabungan tersebut tidak dikhususkan untuk pendidikan. . Untuk saat ini tabungan tersebut dikonsentrasikan untuk membeli rumah 95 . dan perkembangan sang anak. Semua barangbarang berat seperti kursi dan lemari dirasa belum sesuai. tetapi ia mengakui bahwa sudah tidak ada tempat lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut . jadi jika pada waktunya anak sekolah. .Orang tua tahu bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak seperti meletakkan sambungan colokan listrik agak ke atas jauh dari jangkauan anak.: Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. .Orang tua hanya dapat melakukan penataan barang di rumah dengan terbatas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bayi jatuh dari atas tempat tidur . Orang tua pun sadar ini bahaya. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang .

Belanja .Karena suami pergi bekerja pukul 7 serta istri pulang bekerja pukul 5. Menurutnya.Untuk belanja kebutuhan bayi dan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak dilakukan oleh keduanya. Hal ini dikarenakan ibu dan ayah giat mencari pekerjaan tambahan diluar pekerjaan tetapnya .adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan 3. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. mencuci baju. orang tua mampu memenuhi anggaran untuk susu. maka yang melakukan pekerjaan siang seperti memandikan anak.Masak .Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak . membersihkan kamar atau rumah. memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini . .adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . mereka melakukan diskusi untuk membagi tanggung jawab yang dapat dilakukan masing-masing orang. menyuapi anak dilakukan oleh ibu . popok.Mencuci baju . Sedangkan pekerjaan yang dapat dilakukan malam dan dini hari seperti masak.Untuk kebutuhan saat ini. dan mainan.Anak diajarkan untuk memposisikan diri sebagai anak yang menuruti orang tua dan menghormati keluarga besar 5.Secara garis besar. waktu belanja bisa dijadikan saat yang menyenangkan untu menghabiskan waktu berdua .Memandikan . Facilitating members’rolelearning : . Bahkan. karena pekerjaan ayah adalah satpam yang bekerja malam hari dan ibu adalah guru dan asisten notaris. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. mengurus anak adalah pekerjaan ayah.Ibu memiliki perasaan bahagia karena ia telah menjadi wanita sempurna sekarang. Communicating with one another in the family . menjadi wanita sempurna ialah ketika menikah dan 96 .Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi .anak. 4.Memberi makan .

Suami pun sangat mendukung pekerjaannya dengan membantu menggantikan mengurus bayi pada siang hari . mereka menjadikan waktu yang sebentar itu menjadi waktu yang berkualitas untuk berbicara tentang anak mereka dan rencana masa depan. Artinya. Dari hasil observasi pun ia berkali-kali mengucapkan Alhamdulillah dapat menikah dan memiliki anak seperti sekarang. lalu pukul 4 dini hari sampai pukul 7 pagi ketika ayah baru pulang kerja dan sebelum ibu pergi bekerja. Walaupun waktu untuk berdua sebentar. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. Jadi mereka pun sangat memanfaatkan waktu libur untuk rekreasi . ia telah menjalankan hakikatnya sebagai seorang wanita. adanya cinta diantara hubungan itu. Karena mereka sadar waktu yang dapat dihabiskan bersama hanya sebentar. memandikan anak. dan tetap bekerja pada melam harinya.Pada hari senin-jumat waktu bersama hanya 5 jam. ia merasa mencintai suaminya karena mereka berdua mampu memanfaatkan waktu yang sebentar. Yaitu antara pukul 5 sore sampai 7 malam ketika ibu baru pulang sampai ayah pergi kerja. Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan 97 . Sebelum suami atau istri pergi bekerja. saling menjaga perasaan pasangan mereka Adanya cinta diantara hubungan tersebut memiliki anak.• Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka.Ia mengatakan bahwa ia merasa beruntung memiliki suami yang mau mengurus anak.

memandikan anak. jika ayah capai. usia ibu telah mendekati 40 tahun. karena istri lebih tua dari suami. istri tidak manja kepada suami. . Ibu pun merasa jika anak pertama belum terpenuhi kasih sayangnya. sehingga dengan memiliki lebih banyak anak.Ibu dan ayah sama-sama tidak ingin menambah bayi karena anak kedua mereka bisa disebut dengan istilah ’kesalahan KB’. Sehingga kasih sayang dari kedua orang tuanya terbagi. tapi harus memiliki adik. Ibu pun merasa jika biaya pendidikan di masa depan akan semakin mahal. istri tidak pernah meminta atau menuntut apapun. mulai banyak yang Menurut responden. Suami justru sangat mengerti kesibukan istri dan menjaga perasaan istri jika istri merasa cemburu karena suami lebih memiliki waktu banyak dengan anak daripada waktu yang dihabiskan ibu dengan anak. ibu khawatir tidak mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena keterbatasan biaya .6. Alasan lain ibu tidak menginginkan anak lagi ialah. Istri sadar jika penghasilannya lebih besar daripada suami. Sehingga dapat membahayakan kondisi anak jika hamil lagi. Begitu pun dengan suami yang mengerjakan kewajiban istri seperti menggantikan popok anak. Relating to relatives and others . Namun. Ia ingin menjaga perasaan suaminya. bayi 98 . mengurusi dua bayi tidaklah mudah. Bagi ayah.Keluarga besar memberikan bantuan. Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama Jika: a) memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi b) tidak memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi 7.Keluarga besar selalu memberikan bantuan dalam hal mengurusi bayinya. dan mengerjakan pekerjaan lainnya tidak membuat suami mengeluh. Seringnya.

Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar.memiliki kepuasan dalam pengasuhan pertama diasuh oleh bibi yang memiliki anak setara usianya.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan .suami dan istri karena keduanya sama-sama bekerja. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat.Secara materi.Pada saat operasi cesar. Seperti ketika kelahiran bayi pertama dan kedua yang harus melalui operasi cesar. mereka membagi tugas sesuai dengan jam kerja . dll.8. suami-istri. . keluarga besar selalu menyediakan bantuan berupa uang untuk kebutuhan bayi. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). seluruh keluarga besar bergantian untuk menemani istri saat masa penyembuhan setelah operasi. menyediakan semua kebutuhan seperti makanan dan baju yang dibawa .dua-duanya merasakan kepuasan karena samasama berinteraksi dan berperan dalam pengasuhan 99 . . keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. rutinitas dalam berumah tangga. seperti persoalan rumah tangga. . khususnya kakeknenek si bayi.

9. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan.tidak ada waktu siang khusus bagi anak dan ibu karena ibu bekerja. mendapatkan penghargaan. Pada hari libur dan awal bulan.anak tidak bangun pada jam yang tetratur .Anak bermain dengan ayah ketika siang dan bermain dengan ibu ketika sore hari sampai waktunya tidur . Anak sangat suka mainan koin.saling menghargai antar pasangan .konflik biasanya terjadi jika naka sakit. mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. ibu selalu menyempatkan diri untuk menyuapi anaknya .Setiap hari sabtu dan minggu mereka menyempatkan untuk berlibur.keduanya saling menghormati karena memiliki nkesibukan dan tuntutan masing-masing pekerjaan . anak terbiasa menyambut ayah datang walaupun ayah biasa datang pukul 4 pagi karena bekerja sebagai satpam .Bayi memiliki waktu mandi setiap pukul 3 sore . Tetapi ibunya selalu mengingatkan dan meyakinkan melalui telepon .Bayi biasa tidur pukul 8 sambil dininabobokan oleh ibu . Supermarket pun dapat menjadi tempat untuk bermain keluarga.Setiap ayah datang. Ayah tidak tega memberikan obat sesuai jadwal karena tahu rasa tidak enak. Family rituals and routines sebagai orang tua . Anak pun tidak memiliki waktu tidur siang karena suka bermain .sebelum ibu pergi. mereka biasa pergi ke kebun binatang Special holidays 100 .pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children anak .

101 .

-/bulan 102 .000.Responden dengan SE Tinggi : 8 . 6.14 RESPONDEN 8 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Glory Yosephina NPM : 190110070064 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Nama Inisial : MS Usia : 22 tahun Pendidikan : Mahasiswa Semester 8 Pekerjaan : Mahasiswa Alamat : Jakarta (bersama orang tua) Istri Nama Inisial Usia Pendidikan Pekerjaan Alamat Anak Nama Inisial Usia anak Usia pernikahan Penghasilan : : : : IA 20 tahun Mahasiswi Semester 8 Mahasiswi : Jakarta (bersama orang tua) : MA : ± 3 bulan : 1 tahun 5 bulan : ± Rp.000.

bayi lebih sering tidur sama kakek dan neneknya. ia mengontrak rumah sebagai tempat tinggal tangga dengan anak. anak.No 1. keluarga.antara jakarta ke luar kota. mencari informasi-informasi dari orang tua. lemari khusus untuk baju bayi. Istri juga membeli dvd yoga untuk ibu hamil supaya dapat rileks mjelang melahirkan dan ketika melahirkan. karena terkadang ia membawa bayinya. Untuk benda-benda tajam yang berbahaya tidak ada perubahan posisi. Namun dikarenakan istri masih penataan rumah dan nyaman bagi kuliah di luar kota. Namun karena istri sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir dan kuliah hanya hari selasa kamis. suami dan istri masih kuliah. majalah. maka ia sering pulang pergi jakarta sehingga bayi dapat tidur dengan ayah dan ibunya. internet seperti informasi tentang proses melahirkan. Sub Dimensi Indikator Deskripsi jawaban Adopting housing . arrangements to the mengetahui Belum ada rencana pisah rumah dengan orang tua istri karena little child bagaimana menata orang tua tidak setuju. bayi Menjaga meubel dan . Untuk sekarang. tumbuh dan Adanya penambahan peralatan di dalam kamar istri di jakarta kebutuhan bayi berkembang setelah kelahiran bayi.Orangtua melakukan memang lebih sering di jakarta dan istri yang sering pulang pergi peralatan rumah penataan barang. Pada saat bulan pertama.Orangtua Suami dan istri masih tinggal di rumah orang tua istri di jakarta. hal ini dikarenakan istri masih harus mengurus kuliah dan mencari kontrakan di luar kota. istri akan membawanya ke luar kota anak yang sedang sesuai dengan tersebut untuk lebih sering menetap disana sampai lulus kuliah. dan memang Menyesuaikan rumah agar aman belum memiliki rumah sendiri. Ada rencana bahwa jika nanti usia tangga agar aman bagi barang di rumah bayi sudah sekitar 4 bulan. 103 . karena memang berada di laci dan jika dilihat dari usia bayi memang belum bisa meraihnya. Di kamar istri sekarang sudah terdapat tempat tidur bayi. dan perlengkapan bayi. Persiapan yang dilakukan istri sebelum kelahiran bayi adalah mempersiapkan keperluan bayi.

Setelah suami pulang kuliah. Sekitar dua minggu pertama kelahiran bayi. . suami meminta istri untuk membangunkan suami jam 2 malam untuk bergantian dengan istri dalam menjaga dan memberikan susu pada bayi. Assuming Mutual Responsibility Kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. karena selama ini keperluan yang dibutuhkan masih dapat terpenuhi.Mencuci baju . Semua tugas dalam mengurus bayi dikerjakan oleh istri padahal istri juga memiliki tugas kuliah yang cukup banyak pada saat itu. untuk keperluan lain. tetapi jika ada keperluan mendadak yang besar seperti biaya KB. Istri yang biasanya memandikan dan 3.2. mereka menggunakan uang tabungan dari hasil kerja suami sebelumnya.Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa depan sang anak Persiapan anggaran kelahiran adalah dengan menabung dari hasil kerja suami dan dari uang bulanan yang masih diberikan oleh kedua orang tua masing-masing. Namun sekarang bayi sudah tidak terlalu sering bangun tengah malam lagi. Sampai saat ini.Memandikan . seperti imunisasi dan popok. mereka mengaturnya untuk keperluan kuliah dan membeli keperluan rutin anak.Belanja . Namun. Suami menanyakan penyebabnya dan istri pun menceritakan keluhannya. seperti membeli bak mandi bayi.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak.Masak . suami dan istri memang masih ditanggung oleh kedua orang tuanya masing-masing tiap bulannya sampai mereka bisa secara mandiri mendapatkan uang. namun ia berhenti karena ingin fokus menyelesaikan kuliahnya. Tidak ada keluhan dalam anggaran. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk . Kemudian istri terlihat sangat lelah dan stress hingga akhirnya suami merasa bahwa ada yang terjadi pada istrinya.Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 104 . Dari uang yang didapatkan tiap bulannya tersebut. tidak ada pembagian tugas antara suami dan istri dalam mengurus bayi.Memberi makan . ia bermain dengan bayi. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Pada awalnya suami sempat bekerja.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . . Setelah itu. dibantu oleh orangtuanya Tidak ada usaha tambahan untuk mencari uang.

anak mereka. Setelah pulang kuliah biasanya suami menyempatkan diri untuk menggendong. Cara yang biasanya dilakukan agar bayi dapat mengenal keluarganya adalah dengan menggendong dan sambil memberitahu siapakah yang sedang menggendongnya.Adanya cinta diantara hubungan tersebut . pasangan yang lainnya berusaha untuk menanyakan apa yang menyebabkan pasangannya seperti itu. Facilitating members’role. membantu membereskan kamar. bermain.Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan . maupun bbm). seperti “ini papa”. suami dan istri sering mendiskusikan atau membicarakan tentang apa yang terjadi pada anaknya. Istri juga sudah mengerti sinyal kapan ia harusnya bangun untuk memberikan susu sehingga anak tetap tidur dengan nyenyak. Namun ketika istri sedang mengerjakan tugas atau mandi atau memompa asi. Mereka juga sebenarnya memiliki pembantu khusus untuk mengurus keperluan istri dan anaknya. atau tentang berita di televisi yang menyangkut tentang bayi. . sebisa mungkin istri berusaha untuk turun tangan langsung dalam mengurus bayi. suami langsung mengambil alih dalam mengurus bayi. adanya cinta diantara hubungan itu. memberikan susu bayi. dan mengajak ngobrol bayi. seperti mencuci pakaian. Communicating with one another in the family : Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka.Membentuk interaksi yang sensitif dan responsif Walaupun memiliki pembantu khusus. Ketika salah satu pasangan memiliki kesulitan ataupun merasa kesal.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi .learning 5. Selain itu. dan mengurus bayi. apa yang sedang dilakukan anaknya. telepon. Orang tua dari istri juga terkadang ikut mengurus ketika istri dan suami sedang sibuk.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing . Ketika waktu senggang (baik melalui tatap muka langsung. Setelah itu mereka akan bertukar pikiran dan memikirkan 105 . mereka sering menanyakan dan membicarakan tentang kuliah masing-masing. 4.

Jika suami sedang kuliah. Harapan keluarga besar terhadap bayi adalah bisa jadi anak yang sehat. Planning for Future Jika: Children c) memiliki keinginan : Bagaimana rencana untuk memiliki anak orang tua setelah lagi memeliki anak pertama d) Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi Relating to relatives adanya bantuan dari and others keluarga dalam bentuk materi atau non-materi solusinya. Jika istri belum minum susu. Tradisi khusus keluarga yang dilakukan untuk menyambut kelahiran bayi seperti aqiqah. sholeh. Sebaliknya. Ada keinginan untuk memiliki anak kedua untuk 5 tahun lagi. saling menjaga perasaan pasangan mereka 6.membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. minum obat. menjadi ladang pahala untuk orangtuanya. dan anak pertama sudah memiliki usia yang cocok karena untuk 2 tahun ke depan anak pertama masih membutuhkan perhatian sehingga orang tua harus mengajarkan hal ini dan itu. seperti sebelum tidur sebaiknya bayi di lap memakai air hangat supaya segar dan tidurnya nyenyak. Bantuan dalam hal financial juga masih rutin diberikan oleh orang tua dari suami dan istri karena mereka masih belum memiliki penghasilan sendiri. Ada masukan dan saran dari keluarga tentang mengurus bayi. Pertimbangan 5 tahun lagi adalah karena mungkin mereka sudah bisa secara mandiri. yang mengurus anak adalah istri. jika suami sudah pulang kuliah dan istri merasa lelah.memiliki kepuasan 106 . Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan . ataupun minum vitamin. sukses. suami 8.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . 7. memiliki penghasilan sendiri. pintar. suami yang menggantikan istri untuk mengurus bayi. potong kambing lalu dimasak dan dibagiin ke anak yatim. dan hal lainnya yang positif.

. dan lain sebagainya. mengganti popok. Breakfast Biasanya pagi-pagi sekali suami harus berangkat kuliah. dalam kegiatan sebagai orang tua pengasuhan. mengganti pakaian tidur. setelah itu istri akan membereskan kamar. dan lain sebagainya. bermain. dan mengajak ngobrol anak. Yang dilakukan sebelum anak tidur adalah menyiapkan tempat untuk tidur seperti bantal.9. Ketika ayah mengambil alih menemani anak. Naptime Biasanya istri akan menidurkan anak.saling menghargai mendapatkan antar pasangan penghargaan. Bedtime for children Anak tidur sekamar dengan orang tua. dan mengajak ngobrol anaknya. Father's homecoming Setelah ayah pulang kerja biasanya ia menggendong. pengasuhan Family rituals and Morning awakening Anak biasanya bangun ketika lapar dan popok sudah penuh. Jadi tidak ada waktu untuk sarapan bersama. dan . selimut. kemudian membersihkan badan anak dengan mengelap pakai air hangat. Istri routines biasanya memberikan susu. mendapat kepuasan dalam pengasuhan berinisiatif untuk menyiapkannya. Suami biasanya sarapan di kampus. ibu mengistirahatkan tubuh sambil melihat ayah dan anak bermain. 107 . memakaikan minyak khusus untuk bayi. digendong. dimandikan. Daily Outings Anak biasanya diberikan susu. Baby's bathtime Yang biasanya memandikan anak adalah ibu. diajak ngobrol.pasangan dapat dapat mengatasi mengatasi konflik konflik dalam yang terjadi dalam pengasuhan. Yang dilakukan istri untuk suami adalah membuat teh dan memberikan roti untuk mengganjal perut. mengganti popok.

Firmenich Indonesia Alamat : Bogor 108 . mengobrol. Saat hari libur biasanya ayah ibu dan anak pergi jalan-jalan seperti ke rumah orang tua suami atau pergi ke mall. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menghabiskan waktu libur di rumah dengan bersantai-santai.Special holidays dan memberikan asi. dan menonton dvd. RESPONDEN 9 INDENTITAS INTERVIEWER Nama: Isthiana Nurhadiati NPM: 190110070075 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : BTP Usia : 33 Tahun Pendidikan Terakhir : S-2 Manajemen UI Pekerjaan : Manager PT.

mereka menyimpan semua alat permainan bayi di kamar tidur mereka. mereka juga telah mempersiapkan kebutuhan dan peralatan bayi. Meeting present and future costs of childbearing Pasangan ini telah mempersiapkan mengenai anggaran untuk anak-anaknya nanti baik proses kelahiran. Pasangan ini merasa mampu membiayai seluruh kebutuhan- 109 . Tetapi mereka lebih memilih agar sang bayi tidur bersamasama di kamar dengan Ayah dan Ibunya dengan alasan agar lebih terkontrol dan mudah diawasi. perkembangan. Sang suami mengikuti program di suatu Bank dimana ia membuka rekening untuk kebutuhan anaknya kelak. pendidikan. Adapting housing.Istri Inisial Usia Pendidikan Terakhir Pekerjaan Alamat Anak Inisial Usia Usia Pernikahan Penghasilan : MR : 33 Tahun : S-1 Psikologi UI : Staff Konseling di Yayasan Madaniyah : Bogor : GAP : 5 bulan 14 hari : 6 tahun : + 17 juta / bulan GAMBARAN DESKRIPTIF 1. dan sepulang bekerja ibunya akan menjemputnya. Karena kedua pasangan ini sama-sama bekerja. maka sang anak dititipkan di rumah mertua. Ruang keluarga di rumah mertua dijadikan sebagai tempat bermain karena luas dan tidak terdapat benda yang membahayakan. walaupun sebenarnya kamar pribadi telah disiapkan untuk anaknya nanti. Pasangan ini tidak menyiapkan ruangan khusus untuk menyiapkan suatu ruangan lain untuk bermain. 2. arrangement to the little child Pasangan ini menyambut kelahiran bayi pertama dengan perasaan senang dan bahagia. dan lain-lain.

4. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu.3. Communicating with one another in the family Sang ibu sering mengajak ngobrol anaknya. mereka mengajarkan anaknya untuk memanggil Ayah dan Bunda. Dalam waktu senggang. Karena suami bekerja hingga larut malam. hanya saja ketika anak menangis tengah malam. Mereka mengatakan bahwa jujur dan terbuka adalah hal penting dalam sebuah keluarga. dengan alasan memperhitungkan biaya pendidikan yang semakin tinggi. Pasangan ini memiliki panggilan khusus yaitu “hun”. Planning for future children Pasangan ini mengaku ingin segera memiliki anak lagi. Pasangan ini yakin dengan seringnya mengajak ngobrol dan menghabiskan waktu bersama maka akan terjalin kedekatan emosional dengan sang anak. Mereka juga berpikiran untuk membuka suatu usaha yang nantinya juga akan dipakai untuk kebutuhan anak-anak mereka. Mereka merawat anak bersama-sama. hal ini juga di bantu oleh sang suami. pasangan ini sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi. Di waktu senggang. suami lebih siaga dan mengurusnya. namun menunggu hingga anak pertama sudah berumur 4-5 tahun. Relating to relatives and others 110 . 6. Sang istri member makan dan memandikan anak. kebutuhan anaknya. Ini dilakukan rutin setiap minggu. missal jadi ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan sadar akan kebutuhan keluarga. 7. dan bayi menanggapinya dengan senyuman atau tertawa kecil. maka akhir pecan adalah hal yang sangat penting bagi keluarga ini untuk menghabiskan waktu bersama dengan berkunjung ke rumah mertua. pasangan ini juga sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi seperti kebiasaan sang anak yang suka tidur tengkurap. seperti istri yang menceritakan tingkah laku anak begitu juga dengan suami yang menceritakan pekerjaannya. Assuming mutual responsibility Pasangan ini mengungkapkan bahwa memang terdapat perubahan tanggung jawab sebelum dan setelah memiliki anak. meskipun peran istri lebih dominan. Facilitating members role-learning Tidak ada pembagian tugas dalam mengurus rumah tangga sesudah mempunyai anak. 5. Tidak ada pembagian khusus untuk merawat anak. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu.

lalu membawa anak mereka untuk dititpka dirumah mertua. tidak ada pembagian tugas dalam hal pengasuhan anak. 9. seperti “baby spa”. biasanya anak telah tertidur karena ayah pulang larut malam. Tidak ada kebiasaan makan bersama di ruang makan. Ketika ayah pulang kerja. Keluarga mengharapkan agar sang anak kelak menjadi anak yang shaleh dan pemberani seperti nama yang diberikan oleh kedua ibu bapaknya.Meskipun kelahiran anak ini bukan merupakan cucu pertama dalam keluarga. Suami dan istri melakukannya secara bersama meskipun istri lebih dominan. keluarga besar sangat berbahagia dengan kelahiran anak pertama dari pasangan ini. Pasangan ini mengungkapkan bahwa apa yang telah mereka jalani sejauh ini memberikan kepuasan tersendiri terutama dalam mengurus anak. Pasangan ini mengatakan bahwa komunikasi. Maintaining motivation and morale Seperti yang dijelaskan sebelumnya. RESPONDEN 10 IDENTITITAS INTERVIEWER Nama: Shafia Islaha Npm: 190110070087 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : RP Usia : 28 Tahun 111 . Biasanya kedua suami istri ini bersamasama memandikan bayi sebelum berangkat ke kantor. 8. Apabila sang istri pulang cepat. saling mendukung dan menghargai peran masing-masing adalah kunci dalam pengasuhan anak. Family rituals and routines Pasangan ini memulai kegiatan di pagi hari dengan diawali tangisan dari anak sehingga istri dan suami terbangun. Saat hari libur. keluarga ini biasanya menghabiskan waktu bersama dengan mengunjungi rumah mertua dan tempat untuk bayi. ia segera menjemput anaknya dan meluangkan waktu untuk tidur siang bersama.

Perabotan yang terbuat dari bahan mudah pecah pun dijauhkan dari jangkauan anak. Adapting housing. pasangan ini memang telah mempersiapkan kebutuhan bayi. Dari awal menikah pun.Pendidikan Terakhir : S-1 Ilmu Komputer UNISBA Pekerjaan : Owner Wedding Organizer Alamat : Bandung Istri Inisial : IR Usia : 25 Tahun Pendidikan Terakhir : SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Bandung Anak Inisial Usia Usia pernikahan Penghasilan total : MFR : 1 tahun 9 bulan : 3 tahun : + 50 juta / bulan GAMBARAN DESKRIPTIF 1. Pasangan ini juga menyiapkan suatu ruangan lain yang di dalamnya berisi alat-alat permainan seperti set gambar edukatif yang nantinya dapat digunakan saat anak bermain. pasangan ini sudah menyiapkan ruangan kamar untuk anak-anaknya nanti. Pasangan ini juga sadar betul bahwa anak-anak membutuhkan ruang yang luas untuk bergerak. peralatan. dan interior kamar baru disiapkan ketika istri mengandung anak pertama. Oleh karena itu. peralatan seperti tempat tidur. hingga kamar khusus yang di desain sendiri oleh mereka. Hanya saja furniture. 112 . arrangement to the little child Sebelum kelahiran bayi pertama. pasangan ini sepakat tidak membeli perabotan rumah tangga yang berlebihan.

Salah satu contohnya menyiapkan tabungan. Tidak ada pembagian tugas yang spesifik hanya saja dalam merawat bayi mereka lakukan bersama. seperti istri yang menceritakan tingkah laku anak begitu juga dengan suami yang menceritakan pekerjaannya. investasi. tapi pasangan ini telah memikirkan masa depan anak-anaknya. Tidak hanya untuk saat ini. Namun. memandikan. pendidikan. Sebelum memiliki anak. Yang jelas dalam hal merawat anak. mereka melakukannya bersama meskipun peran istri lebih dominan. 3. Dengan pendapatan yang diperoleh dari usahanya. 113 . pakaian. Selain itu. Assuming mutual responsibility Pasangan ini menyebutkan bahwa memang terdapat sedikit perubahan tanggung jawab sebelum dan setelah memiliki anak. Misalnya. memberi makan. obat-obatan. Dalam waktu senggang. suami hanya fokus bekerja untuk mencari nafkah dan istri mengurus rumah tanga. suami tampak lebih antusias. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu. 2. gaji baby sitter. sang suami bersedia untuk mengerjakan hal-hal yang sebelumnya belum pernah ia kerjakan seperti mengganti popok. 4. Namun. dan usaha yang cukup berkembang. pasangan ini mengatakan bahwa berbicara mengenai tumbuh kembangnya anak merupakan topik yang menarik dibandingkan yang lainnya. pasangan ini juga sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi. pasangan ini telah memikirkan anggaran rutin tiap bulan yang harus dikeluarkan untuk membeli kebutuhan bayi. perkembangan. Terlihat bahwa sang suami lebih dominan dalam mengatur biaya dan keuangan rumah tangga. Meeting present and future costs of childbearing Pasangan ini telah memikirkan jauh hari mengenai anggaran untuk anak-anaknya nanti baik proses kelahiran.Ketika ditanyakan perihal perasaan pasangan ini ketika anak pertama yang berjenis kelamin laki-laki lahir. Untuk tugas memasak dan membersihkan rumah telah dikerjakan oleh pembantu. setelah anak pertama lahir pasangan ini harus mencurahkan perhatian dan waktunya untuk merawat anak. dan bermain. Di awal kelahiran bayi. dan lain-lain. suami juga turut mendampingi istri jika istri berbelanja kebutuhan rumah khususnya kebutuhan anak seperti susu. Facilitating members role-learning Tidak ada pembagian tugas yang secara tertulis dibuat oleh pasangan ini. perawatan anak jauh sebelum kelahiran bayi. pasangan ini merasa mampu membiayai seluruh kebutuhan-kebutuhan anaknya.

Menurut pengalamannya. Suami mengatakan bahwa hal yang paling ia nantikan dari cerita istrinya adalah perkembangan yang ditunjukkan oleh sang anak. Karena pasangan ini baru memiliki anak. Pasangan ini juga mengatakan bahwa apa yang telah mereka jalani sejauh ini memberikan kepuasan tersendiri terutama dalam mengurus anak dan tambah memperkuat ikatan cinta di antara mereka. dengan mencurahkan perhatian dan memberikan waktu pada anak maka akan terjalin kedekatan emosional dengan sang anak. maka waktu senggang benar-benar dimanfaatkan oleh suami untuk bermain bersama anak. pasangan ini menunda dulu sampai anak pertama sudah berusia 3-4 tahun. 7. Inilah yang membuat pasangan ini betah bermain dengan anak seperti menonton film kartun dan sebagainya. angka. anak jauh lebih tertarik dengan adanya alat peraga yang menarik sehingga komunikasi dengan anak lebih efektif. Istri yang menghabiskan waktu lebih banyak bersama anaknya mempunyai cara-cara tersendiri dalam mengajarkan hal-hal baru pada anaknya yaitu dengan menggunakan kartu bergambar dan warna menarik Seperti ketika mengajarkan anak dengan jenis-jenis binatang. keluarga besar sangat berbahagia dengan kelahiran anak pertama dari pasangan ini. mereka mendapat banyak nasehat dan saran dalam mengurus bayi seperti 114 . Dalam waktu senggang. seperti istri yang menceritakan tingkah laku anak begitu juga dengan suami yang menceritakan pekerjaannya. Planning for future children Mengenai rencana untuk memiliki anak lagi. pasangan ini sering berdiskusi (sharing) mengenai hal-hal yang telah terjadi. pasangan ini merasa khawatir tidak mampu mengurusnya. Pasangan ini ingin lebih fokus merawat anak pertama mereka supaya dapat memperhatikan setiap tumbuh kembang sang anak. Relating to relatives and others Meskipun kelahiran anak ini bukan merupakan cucu pertama dalam keluarga.Pasangan ini telah sepakat di awal pernikahan untuk saling berdiskusi mengenai segala hal terutama urusan rumah tangga. 5. 6. huruf. Communicating with one another in the family Menurut pasangan ini. Bahkan kakek dan nenek dari pihak suami yang tinggal di Padang sering berkunjung ke Bandung hanya untuk melihat keadaan cucunya. Anak akan merasa bahwa orang tuanya sangat menyanyanginya. Karena jika jarak kelahiran terlalu dekat. Karena suami juga mempunyai pekerjaan yang mengharuskannya terkadang keluar kota.

Seperti yang biasa dilakukan oleh suami yaitu mengajak anak berkeliling rumah sambil melihat tanaman di sekitar rumah dan sesekali bermain dengan kucing peliharaan. Karena orang tua dari pihak wanita telah meninggal maka istri lebih banyak berdiskusi dengan kakak perempuan mengenai makanan yang sehat untuk bayi. Tidak hanya dari keluarga. Pasangan ini mengatakan bahwa apa yang telah mereka jalani sejauh ini memberikan kepuasan tersendiri terutama dalam mengurus anak. mengurus bayi yang sedang sakit. Namun. Setelah ayah pergi. kebiasaan yang dilakukan oleh anak dan istri adalah menyambut kedatangan ayah dengan membuka pintu depan dan 115 . pendidikan dini anak.00 WIB. anak dan Ibu sering tidur siang bersama. Begitu juga dengan istri yang setiap pagi memandikan anak. Meskipun makanan dimasak oleh pembantu. Maintaining motivation and morale Seperti yang dijelaskan sebelumnya. makanan yang bergizi. Mereka memberikan tips-tips seperti desain kamar. keluarga ini biasanya makan pagi bersama sebelum ayah berangkat kerja. Menurut pasangan ini. namun istri tetap mengawasi dan mengarahkan hidangan yang akan disajikan terutama makanan untuk anaknya. dan obatobat yang aman jika bayi sakit. 8. masalah ataupun kesulitan yang terjadi dalam mengurus bayi adalah hal yang lumrah pada pasangan muda yang baru memiliki anak seperti kesulitan menenangkan bayi yang menangis. Ibu dan anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama sembari menunggu sang ayah pulang kerja. tetapi juga dari teman-teman yang lebih dahulu memiliki anak. alat permainan yang aman. pasangan ini lebih banyak berdiskusi dengan saudara mereka yang lebih dulu berkeluarga dan orang tua. Hanya saja ada ritual yang biasa dilakukan. Saat makan pagi. Di siang hari. dan lain-lain. tidak ada pembagian tugas tertulis yang dibuat dalam hal pengasuhan anak. perawatan bayi. Setelah itu. Ibu selalu memberikan susu dan vitamin agar anak memperoleh nutrisi yang seimbang. Suami dan istri melakukannya secara bersama meskipun istri lebih dominan karena memiliki banyak waktu bersama dengan anak. Ketika ayah pulang kerja. hingga pakaian yang nyaman buat bayi. Family rituals and routines Tidak ada jadwal rutin yang dibuat jelas oleh pasangan ini seperti makan pukul 08. Orang tua juga memberikan saran agar pasangan ini dapat saling mendukung dalam mengurus anak dan apabila terdapat masalah lebih baik diselesaikan dengan berdiskusi. obat-obatan.cara memandikan bayi. dan sebagainya. 9. Selain itu. pasangan ini menganggap bahwa saling mendukung dan menghargai peran masing-masing adalah kunci dalam pengasuhan anak.

Pasangan ini saling berbagi baik dalam mengurus anak maupun dalam mengembangkan usaha Wedding Organizer yang mereka rintis sejak sebelum menikah. mainan kesayangan anaknya. kebun binatang. Akan tetapi. Ini dilakukan agar anak dapat mengenal lingkungan sekitar sambil bermain. Sebelum bepergian. Ibu mempunyai ritual yang setiap hari ia lakukan saat menidurkan sang anak yaitu membacakan doa sebelum tidur dan menyanyikan lagu-lagu. keluarga ini biasanya menghabiskan waktu bersama dengan mengunjungi tempat-tempat rekreasi seperti Dufan. pasangan suami istri ini bercerita mengenai hal-hal yang dilakukan sang anak seharian. Istri juga kerap menanyakan perkembangan usaha yang dirintis suaminya. Selain hal di atas. makanan. 116 . jika tidak mempunyai banyak waktu mereka lebih sering mengunjungi keluarga dari pihak istri yang juga berdomisili di kota Bandung. dan sebagainya. Begitu juga dengan sang ayah. Setelah seharian bekerja. obat-obatan. Ancol. Saat hari libur. ia akan langsung menggendong anaknya dan bercengkrama beberapa saat sebelum mengganti pakaiannya. Sebelum tidur.menciumnya. istri biasanya sibuk melakukan persiapan seperti pakaian yang nyaman dipakai.

Adopting housing arrangements to the little child 117 .RESPONDEN 11 IDENTITAS INTERVIEWER Nama: Stella Priscilia Utami NPM : 190110080047 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial :HP Pendidikan terakhir: SMP Pekerjaan : wiraswasta Alamat : Bandung Istri Inisial :M Pendidikan terakhir: D3. 5..ekonomi Pekerjaan : ibu rumah tangga Alamat : Bandung Anak inisial usia Usia Pernikahan Penghasilan total :HPP : 2 tahun 6 bulan : 8 tahun : ± Rp./bulan GAMBARAN DESKRIPSI 1.000.500.

118 . orangtua mempunyai tempat khusus untuk menyimpan mainan anak-anaknya. setelah anak lahir mulai dirapatkan ke dinding. juga menyatakan hal yang serupa dengan teori ini. Hal ini juga dilakukan agar apabila anak terjatuh. Meja makan yang awalnya terletak di tengah ruangan. Hal ini juga terjadi pada responden saya. Tempat tidur yang awalnya diletakkan di tengah kamar. mereka belum menyiapkan anggaran dana untuk anak. responden juga mengakui bahwa tidak menyiapkan ruangan khusus untuk bermain. Selain itu juga. Tetapi saat anak sudah bisa mengambil mainnanya sendiri. Awalnya tangga itu tidak dihalangi oleh apapun. Awalnya penataan rumah dilakukan untuk mempercantik rumah. Ini dilakukan agar orangtua bisa terus memperhatikan anaknya bermain. mereka baru mulai memikirkan anggaran dana untuk anaknya kelak. Meeting present and future costs of childbearing Tahap perkembangan pada subdimensi adalah dimana pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. penataan rumah dilakukan lagi agar keamanan dan kenyamanan yang tercipta sewaktu anak bermain di rumah. Tetapi sejak memiliki anak. perubahan penataan rumah juga dilakukan pada tangga yang menuju lantai 2. orangtua tidak perlu merasa takut bahwa anaknya akan terjatuh dari tempat tidur. Responden yang saya wawancarai. Mainan itu diletakkan di bawah lemari TV.5 tahun. Barulah pada saat sang istri hamil. kursi untuk makan diletakkan merapat dengan tangga sehingga anak tidak akan menaikki lantai 2 tanpa sepengetahuan orangtuanya. maka anak akan jatuh di kasur busa tersebut bukan di lantai. orangtua meletakkan atau menyusun mainnanya di tempat yang mudah dijangkau oleh anaknya. Selain itu juga. Pada responden yang saya wawancara pada saat memiliki anak pertama dan sekarang berusia 2. 2. Hal ini dilakukan agar saat anak mulai sudah bisa melakukan gerakan-gerakan saat tidur.Pada sub dimensi ini yang merupakan tahap perkembangannya adalah menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak serta menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang. orangtua menyiapkan kasur busa di bawah tempat tidur. Selain itu juga. Pada masa awal pernikahan mereka sampai sebelum hamil. Perubahan yang ia lakukan mulai dari saat si anak lahir hingga sekarang adalah tempat tidur yang berada di kamar utama keluarga tersebut. menyatakan bahwa perubahan yang ia lakukan pada rumahnya tidak terlalu signifikan. sekarang dirapatkan ke dinding dekat tangga agar anak bisa leluasa bermain di ruangan tersebut. Pada awal anak bisa bermain dengan menggunakan mainan.

Semua usaha yang mereka rencanakan dan usahakan ini. Hal ini juga sesuai dengan yang responden saya rasakan. sang suami lah yang bertanggung jawab. Tugas itu mereka kerjakan bersama-sama. Mereka merasa sekarang memiliki tanggung jawab yang lebih dalam berkeluarga. Pada responden yang saya wawancarai menyatakan bahwa untuk urusan rumah tangga mereka saling bekerja sama. Anggaran dana yang dipersiapkan itu dimulai dari anggaran untuk kelahiran sang anak hingga pada saat anak masuk sekolah nantinya. maka sang suami akan bertugas untuk membereskan rumah. Kelahiran sang anak membuat ia merasa bertanggung jawab terhadap pengasuhan dan mendidik anaknya. mereka berdua dibantu oleh keponakan dari sang suami. Terutama sang istri yang diwawancarai merasa bahwa tugasnya sebagai istri semakin bertambah sejak kelahiran sang anak. mencuci dsb.Anggran dana sudah mereka persiapkan pada masa awal kehamilan sang istri. didukung sepenuhnya oleh keluarga dari kedua belah pihak. 4. Mereka tidak pernah 119 . Assuming mutual responsibility Pada sub dimensi ini tahap perkembangannya adalah kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orangtua dan orangtau harus membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. walaupun mereka berdua membagi tugas tersebut secara bersama-sama. Pada awal mereka mempunyai anak hingga anak berusia 6 bulan. Facilitating members’ role. mereka juga melakukan usaha tambahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.learning Tahap perkembangannya adalah pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan dan adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi. Namun tidak menutup kemungkinan peran itu sewaktu-waktu akan bertukar jika salah satu dari mereka sakit. Jadi jika sang istri sedang menjaga sang anak. Mereka juga sudah mulai mencari informasi tentang biaya untuk masuk sekolah yang mereka inginkan. Selain itu juga. mulai dari mengepel. Anggaran dana itu mereka dapatkan dengan cara menabung kelebihan uang yang mereka miliki. menyapu. 3. Keponakan itu membantu mereka dalam hal membersihkan rumah. Mereka melakukan usaha jual pulsa elektrik. untuk urusan rumah dan anak sang suami mempercayakannya kepada istri sedangkan untuk mencari nafkah. Walaupun diakui usaha ini sebenarnya hanya iseng untuk keperluan mereka sendiri tapi akhirnya peminatnya lumayan juga. Mereka juga sedang memiliki rencana untuk membuka usaha lainnya dengan membuka usaha fotocopy. Pembagian tugas dilakukan dengan cara.

mereka akan berusaha untuk menyelesaikkannya dengan baik dan segera mungkin. Mereka juga saling memahami satu sama lain. 120 . Apabila terdapat perbedaan pendapat diantara mereka. Mereka tidak pernah menunda mempunyai momongan begitu pula saat anak pertama mereka lahir. Hal-hal yang mereka ceritakan beraneka ragam. Pasangan ini juga terlihat kompak saat mereka menerapkan peraturan di rumah.menggunakan jasa pembantu untuk mengurusa rumah dan mengurus anak mereka. peraturan yang mereka buat bersama juga sama-sama mereka patuhi. hal ini terlihat saat mereka bermain bersama sang anak dan juga kedekatan anak dengan kedua orangtuanya. 6. Bila pasangan sakit mereka juga akan saling menjaga dan merawat pasangan. Saat anak pertama mereka lahir. mulai dari perkembangan sang anak hingga pekerjaan yang mereka lakukan. 5. Mereka malah menantikan agar bisa dapat momongan lagi dengan alasan agar mereka sekali repot untuk mengurus anak-anaknya. adanya interaksi yang baik diantara hubungan tersebut. Hubungan yang mereka miliki cukup baik. semua tahap perkembangan pada sub dimensi ini terlihat nyata. Hubungan dengan angota keluarga lain pun berjalan dengan baik dan sang anakpun diajarkan untuk mengenal anggota kelurga lainnya melalui telepon dan foto-foto yang disimpan. mereka tidak pernah menunda untuk kelahiran anak berikutnya. Mereka juga tidak pernah mempersoalkan jenis kelamin anak ke dua mereka nantinya. Planning for future children Pada pasang yang saya wawancari ini. serta kemampuan untuk saling menjaga perasaan pasangan. membentuk interaksi yang sensitive dan responsive. usia perkawinan mereka sudah menginjak usia 6 tahun dan dengan alasan umur suaminya yang sudah mulai tua. Communicating with one another in the family Tahap perkembangannya adalah memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan. Untuk peraturan di rumah mereka membuatnya secara bersama-sama dan melakukan setiap peraturan yang dibuat sehingga sang anak pun mengerti akan adanya peraturan di rumah. Jika ada konflik. membuat mereka ingin memiliki beberapa orang anak lagi. Pada responden yang diwawancari. Hal yang membuat mereka tidak menggunakan jasa pembantu rumah tangga karena sang istri yang hanya ibu rumah tangga. Selain berbagi tugas rumah tangga mereka juga sering berbagi cerita mengenai hal-hal apa saja yang mereka lakukan selama pasangan tidak ada di samping mereka. dengan artian bahwa jika pasangan sakit maka mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk menggantikan peranan pasangan mereka. mereka sesegera mungkin akan menyelesaikkannya.

Namun. Ternyata hal ini menjadi kebiasaan sang anak hingga sekarang. bahkan terkadang mereka sedikit merayu agar pasangannya tidak terlalu lama marah. keluarga yang saya wawancarai pun memiliki rutinitas atau kegiatan-kegiatan keluarga lainnya. untuk mengurus bayi (yang juga merupakan tahap perkembangan dari sub dimensi ini) tidak pernah karena jarak tempat tinggal mereka yang berbeda. Rutinitas yang mereka lakukan dimulai dari pagi hari dimana biasanya anak bangun dan langsung buang air kecil dan kemudian anak akan langsung diberikan sarapan sebelum anak dimandikan. Hal ini dilakukan agar anak tidak rewel saat disapih. apalagi saat kelahiran anak pertama mereka.7. Family rituals and routines Pada tahapan ini. 121 . Maintaining motivation and morale Pada sub dimensi ini. Kedua pasangan juga saling mendukung apa yang dilakukan pasangan lainnya. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. Biasanya anak akan tidur siang dengan ditemani sang ibu. Pasangan yang saya wawancarai ini memiliki pembagian tugas dalam mengurus rumah dan mengurus anaknya. Anak memiliki kebiasaan untuk makan kue bolu dan kemudian memengan handphone. Rutinitas ini lebih sering dilakukan oleh sang anak bersama sang ibu karena ayah kondisi ayah yang bekerja. Ada hal yang menarik di sini tentang kebiasaan anaknya pada saat akan tidur malam. Relating to relatives and others Pada tahap ini. tahap perkembangan yang akan ditanyakan adalah tentang apakah pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. Pada sorenya anak akan kembali bermain bersama teman-teman yang ada di sekitar komplek rumahnya. Konflik yang ada pun mereka tuntaskan secara cepat dengan diobrolkan secara baik. Setelah sarapan biasanya anak akan dimandikan dan kemudian anak akan bermain bersama ayah dan ibunya. Semua yang ditanyakan pada sub dimensi ini telah banyak terjawab pada sub dimensi lainnya. Sarapan biasanya dibuat oleh sang ibu yang memang selalu bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan bagi keluarganya. Mereka juga tidak menemukan masalah dalam hal pengasuhan anak. responden mendapatkan dukungan keluarga sepenuhnya. Bentuk dukungan dari keluarga adalah saat mereka mengadakan aqiqah untuk anak mereka. 8. 9. Semua keluarga berkumpul dan memberikan bantuan baik yang berupa materi maupun bukan materi. mendapatkan penghargaan. Pada siang hari anak akan tidur siang. Ini dilakukan pada saat sang anak disapih.

122 .

Orangtua mengetahui Pada keluarga yang diwawancarai. 1. Satu-satunya 123 .RESPONDEN 12 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Farida Susanty NPM : 190110080115 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : YF Usia : 41 tahun Pekerjaan : Dokter Spesialis Anak Pendidikan terakhir: Pendidikan Spesialis (setara S2) Istri Inisial : Usia : Pekerjaan : Pendidikan terakhir: Anak Inisial Usia Usia Pernikahan Penghasilan total VH 30 tahun Bidan S1 : VHP : 7 bulan : 2 tahun : 15 juta/bulan NO. belum banyak arrangements to the bagaimana menata perubahan pada tata rumah yang dilakukan. SUB DIMENSI INDIKATOR DESKRIPSI Adopting housing .

dan perkembangan sang anak. Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi 3. mencari uang untuk kebutuhan anak. Menurut pengakuan ibunya 124 .Belanja . jadi belum ada persiapan untuk menata rumah sedemikian rupa. Mainan juga masih sering berantakan. . belum diatur.Memandikan . Orang tua . ibu memegang peranan lebih besar dalam mengurus anak. Anak keluarga yang diwawancarai masih berusia 7 bulan dan belum bisa berjalan.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya . memandikan. Tapi mereka berniat untuk membuat kamar sendiri untuk anak kelak ketika anak sudah 1 tahun. tapi memang ayah mencoba mencari lebih banyak uang di pekerjaannya. Ada bantuan dari pembantu tapi ibu tetap sangat terlibat dalam pengasuhan anak. misalnya dalam memberi makan.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi . keluarga yang diwawancarai melakukan usaha pengencangan ikat pinggang dalam pengeluaran keluarga untuk memenuhi anggaran pemenuhan kebutuhan anak. Untuk memenuhi anggaran. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. Mereka jadi mendahulukan kebutuhan anak dan lebih sedikit membeli barang untuk diri mereka sendiri untuk berhemat. Mereka juga menabung untuk anaknya. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Ayah hanya membantu sesekali. Pada keluarga yang diwawancarai.2. pertumbuhan.Memberi makan . Tidak ada usaha tambahan. mengajak bermain. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. belanja. masak. mengamankan benda pecah belah serta yang ada listriknya. mencari uang.Masak yang berubah adalah tambahan lemari dan boks bayi. little child. Orangtua telah menyiapkan asuransi pendidikan dan kesehatan sebulan setelah anak lahir untuk mempersiapkan masa depannya. baru bisa duduk dan tengkurap. membuatkan anak susu ketika ibu tidak bisa. rumah agar aman dan nyaman bagi anak.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan.

Papanya juga bisa bergabung ketika makan bersama setelah pulang kerja. dan melihat perkembangan masalahnya untuk memutuskan memakai opsi yang mana untuk memecahkan.Mencuci baju juga. orangtua saling memanggil dengan nama menjalin sayang. makan. Ketika ibu akan bekerja. Ayah dan ibu pada keluarga ini juga secara aktif setiap hari memiliki waktu untuk berbagi tentang perkembangan anak. Ketika ada masalah dalam pengasuhan ini. entah itu siang atau malam. Mereka juga sama-sama terlibat dalam mengajari anak hal-hal seperti melambaikan tangan sebelum pergi. dan masing-masing tahu kebiasaan anak mereka. tapi ayah juga tetap mengambil peran. Facilitating members’rolelearning : . Terdapat pula saling membantu dan menggantikan ketika salah satunya tidak bisa. Communicating with one another in the Memiliki puas dalam 125 . ayahnya yang tidur bersama si bayi dan membuatkan susu. Ketika ibu sakit.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi Dikatakan bahwa ada pembagian tugas pada ibu dan ayah dalam mengurus rumah tangga. ayahnya mau . menimbang antar satu opsi dengan opsi lain. harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. perasaan Satu sama lain. tentang anaknya sudah bisa bicara kata-kata atau apa yang dilakukan seharian itu. Ibu tidur.4. dan bermain bersama si bayi. anak . bahkan adzan. pada dua bulan pertama kelahiran. salam. “Papa”-“Mama” atau “Aa”-“Neng” dulu.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan .Mencari uang untuk mengganti pampers anaknya yang harus diganti tiap 3-4 memenuhi kebutuhan jam sekali. tepuk tangan. mereka akan mendiskusikannya. ayah yang belum pergi bekerja mengurus anak mereka. tapi sekarang tidak lagi. Ibu memiliki lebih banyak peran dalam mengurus anak. Ibu 5.

anak juga menurut dan mengikuti petunjuk orangtua. hubungan Adanya diantara tersebut cinta hubungan Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive mengakui cara untuk mempertahankan cinta mereka adalah dengan menahan ego dan saling memahami diri masing-masing. Saling menjaga perasaan pasangan Planning for Future Jika: Orangtua dari keluarga yang diwawancarai mengaku Children a) memiliki keinginan untuk berencana untuk memiliki anak kedua. mereka bisa tiba-tiba mendapat sumber untuk memiliki anak lagi uang yang bisa menutupi. Ibu bahkan mengaku didengarkan oleh suaminya saja sudah terasa membantu. mereka akan menenangkan diri dulu lalu baru menceritakan apa yang membuat mereka kesal. Dengan anak. Jika ada masalah. mereka saling bercerita dan membantu. orangtua berusaha untuk melewatkan banyak waktu dengannya. walau mereka orang tua setelah percaya bahwa setiap anak akan membawa rejekinya memeliki anak pertama sendiri.family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. dia merasa puas dengan komunikasinya. Ketika orangtua mengajari anak. sedangkan kegiatan itu sekarang dilakukan dengan ibunya atau asisten rumah tangganya. walau kadang lupa di harihari berikutnya. adanya cinta diantara hubungan itu. saling menjaga perasaan pasangan mereka 6. Ayahnya dulu bahkan sempat punya kegiatan reguler bersama anak untuk main setiap pagi dan sore ketika ibunya bekerja. Itu juga keyakinan yang dipegang dalam merencanakan keuangan untuk anak 126 . Ketika kesulitan dana saat awal-awal punya anak b) tidak memiliki keinginan pertama pun. Jika ada kesulitan. Persiapan yang : bagaimana rencana memiliki anak lagi dilakukan adalah dengan menabung. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive.

dll.Biasanya ketika orang tua si bayi tidak kedua. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. Terdapat kunjungan pada keluarga besar di kota lain (Bandung) setiap liburan. rutinitas dalam berumah tangga. Keluarga juga mengadakan akikah dalam merayakan kedatangan bayi. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). 127 . . suamiistri. seperti persoalan rumah tangga.7. sedangkan nonmateri berisi saransaran yang menurut sang istri berupa mitos-mitos atau saran seperti membacakan Al-Quran sebelum bayi tidur. Relating to relatives and others . mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar.Keluarga besar memberikan bantuan. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. Keluarga juga membantu secara materi dan nonmateri. dan sebagainya. khususnya kakek-nenek si bayi. Yang materi. misalnya boks bayi atau peralatan bayi.

pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Sebenarnya orangtua pada keluarga yang diwawancarai saling mendukung satu sama lain dalam arti jika satu sedang tidak bisa mengasuh. Family rituals and routines Morning awakening Breakfast Naptime mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya karena keluarganya jauh). 3-4 jam. dan makanan. Ayah-ibu jarang sarapan. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua . Ada saja konflik dalam pengasuhannya seperti misalnya dalam memberi makan anak.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. Di situ saling berdebat tapi akhirnya ayah mengalah. sedangkan ayah maunya simpel saja. yang lain menggantikan.8. Paling menyuapi anaknya. Ayah biasanya masih tidur ketika anak sudah bangun. Anak dan ibu tidur bersama tiap siang. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. 9. mendapatkan penghargaan. membuat susu. ibu lebih rumit dalam memikirkan apa yang diberikan. misalnya tetangga. . 128 . atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. Tidak bisa berkumpul semua dalam waktu lama. Jadi ibu yang memasak air untuk mandi.saling menghargai antar pasangan . Mereka merasa senang dalam mengasuh bayinya.

Tidur bersama ibu. Ketika ayah pulang. Setiap pulang. atau nonton. RESPONDEN 13 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Siti Endang Adyningsih NPM : 190110070045 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami Inisial : AH Usia : 29 tahun Pendidikan terakhir: S1 Pekerjaan : pegawai swasta pertambangan 129 . sambil diajak bernyanyi dan bercanda. Biasanya main dulu sebelum tidur. Keluarga punya ritual pergi ketika liburan ke mall (dalam keluarga ini mall Kelapa Gading) atau ke rumah nenekkakeknya di Bandung. ayah menggendong anaknya. nangis-nangis ingin keluar. Ibulah yang memandikan anak secara reguler.Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children Special holidays Pagi dan sore anak diajak main oleh ibu atau asisten keluarga. anak juga diajak main.

Alamat : Jakarta Istri Inisial : AP Usia : 25 tahun Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan : ibu rumah tangga Alamat : Jakarta Anak Inisial Usia Tinggal Lama pernikahan Penghasilan total : HA : 2 ½ bulan : Rumah orang tua : 1 Tahun 4 Bulan : >5 juta/bulan 130 .

responden menyatakan jika sudah memiliki rumah sendiri pun anak akan ditempatkan pada kamar sendiri. ia dan suami merencanakan untuk tidur bersama anak hingga anak tidak diberikan ASI lagi oleh responden. setiap akhir pekan mereka menginap dirumah mertua responden. mereka menempati kamar tersebut bertiga. ia dan suami menempati kamar miliknya sejak ia masih gadis. Tidak adanya perubahan karena kamarnya kecil sedangkan perabotannya besar-besar sehingga sulit untuk diubah. Kini pun ketika sudah memiliki anak. tetapi ketika ia sudah mampu untuk merangkak ataupun berjalan. Responden pun menyatakan bahwa tidak ada perubahan besar yang terjadi di dalam kamar tersebut sebelum dan sesudah memiliki anak.Sub dimensi Adopting housing arrangements to the little child. Perubahan yang terjadi hanyalah cat dinding dan penambahan list wallpaper serta stiker bunga dan kupu-kupu yang membuat kamar menjadi tampak lebih manis karena kehadiran anak perempuan. responden dan suami pun kembali ke Jakarta dan tinggal bersama orang tua responden. Setelah dinyatakan hamil. Hal ini pun dikarenakan usia 5 tahun. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. kira-kira ketika anak berusia 5 tahun. Setelah menikah. tetapi belum digunakan karena alasan tersebut. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang Indikator Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. responden dan suami tinggal di Surabaya karena suami kerja disana. maka anak akan ditidurkan ke dalam box bayi. Responden menyatakan bahwa sejak hamil. suami dan anaknya tinggal dirumah orang tua responden. Orangtua melakukan penataan barangbarang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi Gambaran Deskriptif Responden. Responden telah menyiapkan box bayi sejak anak baru lahir. anak sudah mampu mengambil botol sendiri dan usia sekolah jadi bisa lebih mandiri. Akan tetapi. Jika anak tidak ASI lagi. Akan tetapi. Responden menyatakan takut kepala anak akan terbentur ke lantai jika anak dibiarkan bermain sendiri di atas lantai. Saat ini anak masih berusia 2 bulan sehingga selalu di bawah pengawasan responden. anak akan ditempatkan di dalam box bayi jika ingin bermain dengan mainannya. 131 . Responden menyatakan sebelum memiliki anak.

tisu. Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. ia dan suami selalu pergi bersama setiap akhir pekan ke supermarket. Akan tetapi. Responden pun menyatakan bahwa ia dibantu oleh saudara yang tinggal bersama di rumah yang membantu ia dalam mencuci dan menyetrika. Responden pun menyatakan bahwa dalam berbelanja kebutuhan anak. Responden yang memandikan. Responden menyatakan bahwa hampir setiap hari berbagi cerita mengenai pengalaman responden seharian bersama anak kepada suami di malam hari sebelum tidur. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. Sedangkan untuk kebutuhan serta biaya kesehatan untuk anak. Responden menyatakan bahwa suami hanya mencari nafkah yakni bekerja. Orang tua mempersiapkan anggaran untuk masa depan sang anak Memberi makan Memandikan Membersihka n kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi Belanja Masak Mencuci baju Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak . dan lain-lainnya setiap harinya. sedangkan responden lah yang mengurus rumah tangga serta merawat anak. Uang asuransi tersebut akan keluar ketika anak sudah mulai masuk sekolah. Facilitating members’rolelearning Pasangan saling Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk kebutuhan dan perlengkapan sang anak.adanya diskusi atau berbagi dalam menjalankan peran masing-masing Responden menyatakan bahwa ia dan suami berencana akan menyiapkan anggaran pendidikan tuk anak dengan cara ikut serta dalam asuransi pendidikan. memakaikan pakaian. Apa saja yang responden dan anak lakukan serta perkembangan apa saja yang telah dimiliki oleh anak mereka 132 .Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. ketika akhir pekan biasanya suami akan membantu menyiapkan peralatan mandi anak. sabun. Uang 1 juta tersebut diluar dari uang asuransi pendidikan si anak. shampo. Responden masih memberikan ASI eksklusif sehingga tidak ada makanan dan susu formula dulu sampai anak berusia 6 bulan. Uang 1 juta tersebut diperuntukan untuk perlengkapan anak seperti bedak. responden dan suami telah menyiapkan uang 1 juta setiap bulannya. pampers serta imunisasi bagi anak.

Responden pun mengaku bahwa sejauh ini merasa senang menjalani hubungannya dengan suami. responden dan suami selalu berdiskusi untuk memecahkan masalahnya. cinta serta sensitif dan responsif dalam menjalin hubungan Memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan Adanya cinta diantara hubungan tersebut Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive 133 . Biasanya responden akan menarik jempol dan mengatakan tidak boleh kepada anak.berbagi mengenai peran masing-masing serta mengajarkan kepada anak mengenai perannya sebagai anak adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi karena suami selalu meng”update” kemajuan si anak kepada responden. Setiap ada masalah di dalam rumah tangganya. Suami pun selalu menceritakan mengenai kegiatan-kegiatan serta masalah yang ditemui oleh suami dikantor kepada responden. anak pun ikut mengoceh. meskipun anak akan menangis. suami tidak ingin membantu. suami baru membantu. Akan tetapi. Biasanya responden akan tidur lebih cepat agar suami dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman. Akan tetapi. Jika responden mengomel. Communicating with one another in the family Interaksi antara pasangan memberikan perasaan puas. ketika responden membutuhkan bantuan saat mengurus rumah tangga dan anak. Responden menyatakan bahwa hanya bisa memberikan dukungan kepada suami jika suami memiliki masalah di kantor seperti di kejar deadline. responden akan merasa kesal dan marah. responden mengaku bahwa ia dan suami berusaha untuk saling pengertian untuk memahami peran masing-masing. Responden dan suami pun biasanya akan mengatakan salah kepada anak ketika anak melakukan sesuatu hal yang salah seperti menghisap jempol setelah disusui oleh responden. Responden pun menyatakan bahwa ia sangat mencintai suaminya. sedangkan ia masih bisa beristrahat di rumah jika lelah mengurus rumah dan anak. Responden menyatakan bahwa suaminya pasti lelah juga seharian bekerja. Begitupun suami akan membantu ketika ia mempunyai waktu luang untuk membantu mengurus rumah. Responden menyatakan bahwa ini salah satu cara mengajarkan anak untuk tidak memiliki kebiasaan yang buruk. Responden dan suami selalu mengajak berbicara anak ketika melakukan kegiatan bersama.

Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan. tetapi setiap akhir pekan responden berserta anak dan suami menginap dari hari jumat malam hingga minggu siang. Sang suami pun akan membantu setiap akhir pekan dalam menyiapkan persiapan mandi anak dan berbelanja kebutuhan anak. Responden menikmati perannya kini sebagai seorang ibu yang memilki anak perempuan yang lucu dan menggemaskan. anggota keluarga banyak yang memberikan perlengkapan untuk anaknya. Selain itu. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. Ketika anaknya pun lahir. Jika anak sakit 134 . Suami responden sibuk bekerja setiap harinya dari jam setengah 7 pagi hingga jam setengah 7 malam baru sampai di rumah. menggendong anak jika responden sedang mandi atau beraktivitas yang lain. responden menyatakan bahwa untuk kebutuhan serta imunisasi anaknya. Responden menyatakan bahwa jika hanya mengurus anak seperti memandikan. Keluarga besar hanya sebatas memberikan nasehat dan masukan serta hadiah berupa pakaian dan mainan untuk anaknya. pendapatan dari sang suami lah yang digunakan.Planning for future children the- relating to relatives and others Memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi . Responden beralasan jika anak pertamanya masuk ke TK. Akan tetapi. anak kedua bisa berusia 1 tahun jadi anak pertama sudah punya adik.Memiliki persiapan untuk memiliki anak lagi adanya bantuan dari keluarga dalam bentuk materi atau non-materi Responden menyatakan bahwa ia dan suami berencana memiliki anak kedua ketika anak pertamanya ini berusia 4 tahun. mendapatkan penghargaan. Suami pun sangat terlihat lelah setiap pulang kantor sehingga responden mengakui ia tidak berani untuk memarahi atau mengeluh dalam mengurus anak. pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua saling menghargai antar pasangan pasangan Responden sekarang tinggal dirumah orang tuanya. Responden mengakui bahwa keluarga dari pihak ia maupun suami sering memberikan masukan dan nasehat dalam mengasuh anak. Sejauh ini responden mengakui merasa senang memiliki anak dan mengasuh anak mereka. memakaikan pakaian dan menidurkan sejauh ini ia mampu melakukan sendiri tanpa bantuan pengasuh.

Sebelum dimandikan. tas. Biasanya anak akan senang ketika direndam di dalam air. pakaian. Suami biasanya setelah pulang kerja akan langsung mandi lalu sholat berjama’ah dengan responden lalu makan. sepatu. Responden mengakui ketika anaknya tidur siang. Respondenlah yang memandikan anaknya. anak pun akan di masukan ke dalam sebuah bak kecil sambil ditopang oleh responden. biasanya anak akan di-massage oleh responden. Biasanya sebelum tidur. suami akan sholat isya lalu tidur. anak pun biasanya mengoceh. suami responden bermain bersama anaknya (mengajak ngobrol). responden dan suami biasanya akan merasa sedikit pusing dalam mengatasinya. Responden mengaku biasanya ia menggendong anaknya ketika membukakan pintu gerbang untuk suami yang akan pergi ke kantor. Responden mengaku tidak memiliki kegiatan berjalan disekitar rumah seperti jalan pagi bersama anak. suami pun biasanya berangkat jam setengah 7 pagi. Biasanya anak bangun pagi dan suami mengajak bicara anak sambil bersiap-siap ke kantor. biasanya responden sambil mengajak bicara anak. Responden mengakui bahwa ia tidak biasa makan pagi sehingga tidak ada aktivitas sarapan bersama suami. Setelah itu. Tidak lama. Seperti waktu anak mereka sakit flu ketika baru berusia beberapa minggu. biasnaya ia akan melakukan aktivitas lain yakni jualan online barang-barang cewek seperti dompet. Ketika melakukan hal ini.dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Family rituals routines and Morning awakening Breakfast Naptime Daily Outings Father's homecoming Baby's bathtime Bedtime for children atau menjadi rewel. responden dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. Responden mengakui bahwa hal ini akan membuat pertumbuhan badan dan otot-otot sang bayi baik. Responden mengakui bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh ia dan suaminya ketika menidurkan anak di malam hari ataupun siang hari 135 .

Sebelum memiliki anak. Mertua responden pun sering mengajak suami. responden dan suami sering bepergian berdua ke mall dia khir pekannya. setiap akhir pekan mereka habiskan di rumah mertua responden. 136 .Special holidays adalah memperdengarkan musik klasik di dalam kamar kepada anak mereka. Akan tetapi kini setelah memiliki anak. respoden berserta anak dan anggota keluarga yang lain mengajak jalan-jalan ke pusat perbelanjaan ataupun suatu tempat wisata.

.RESPONDEN 14 IDENTITAS INTERVIEWER Nama : Destri Diana NPM : 190110080017 IDENTITAS INTERVIEWEE Suami : Inisial : SP Usia : 31 tahun Pendidikan terakhir: S1 Teknik Sipil Pekerjaan : Pegawai swasta Alamat : Tangerang Istri : Inisial : YA Usia : 29 tahun Pendidikan terakhir: S1 Ekonomi Pekerjaan : Pegawai swasta Alamat : Tangerang Anak : Inisial Usia Usia pernikahan Penghasilan total : NAY : 3 tahun : 4 tahun : > Rp./bulan 137 .000.000. 5.

ibu pun terinspirasi dari buku tersebut mengenai pada saat dalam kandungan diberi music klasik. Persiapan ibu sebelum kelahiran bayinya. : Menyesuaikan penataan rumah tangga dengan anak. yaitu ketika anak usia 5 tahun. Pada usia kehamilan 7 bulan. Menjaga meubel dan peralatan rumah tangga agar aman bagi anak yang sedang tumbuh dan berkembang INDIKATOR . bendabenda yang tajam disimpan ditempat yang tidak terjangkau oleh anak. seperti meja dengan yang terbuat dari kayu. Aktivitas anak sehari-hari di dalam rumah adalah bermain. misalnya dari hasil yang telah dibacanya. penataan ventilasi.NO . Orangtua melakukan penataan barang-barang di rumah sesuai dengan kebutuhan bayi DESKRIPSI HASIL INTERVIEW Keluarga ini sudah tinggal dengan rumah sendiri sejak dari awal pernikahan. Dalam mempersiapkan peralatan bayinya yang akan lahir. ia suka membaca buku mengenai kehamilan dan anak. suami-istri sudah mulai mempersiapkan kebutuhan bayi yang akan lahir. yang menurut buku tersebut dapat mengembangkan kognisi anak kelak. tempat tidur. Karena dari sejak awal memiliki rumah sudah direncanakan mengenai barang-barang yang safety bagi anak untuk digunakan. Sang anak sejak lahir hingga sekarang masih tidur bersama kedua orang tuanya. Dalam penataan rumah dari sebelum dan sesudah memiliki anak tidak ada perubahan dan sudah cukup kondusif untuk tumbuh-kembang anak. Pada saat beberapa awal bulan kehamilan sudah mulai mempersiapkan biaya kelahiran sang bayi yang akan lahir dengan menabung dan juga memperisapkan namanya. dan lain-lain. SUB DIMENSI Adopting housing arrangements to the little child. sang ibu ditemani suami dan orang tua dari ibu.Orangtua mengetahui bagaimana menata rumah agar aman dan nyaman bagi anak. 1. misalnya permainan edukatif (seperti puzzle. Dan rencana untuk menyiapkan ruangan khusus bagi anak. mencari mana 138 . seperti baju. kontak listrik dihalangi oleh meja. lemari yang terbuat dari kayu dan plastik. dan perlengkapan bayi lainnya.

tembak-tembakan.Orang tua dapat memenuhi anggaran untuk sang anak saat ini dan masa depannya 3. sang ayah mencari tambahan untuk kelangsungan hidup keluarga. Terlebih lagi kalau sang ayah sedang libur. mobil-mobilan). Assuming Mutual Responsibility : kemunculan anak pertama menyebabkan munculnya tanggung .2. dsb. mencari pekerjaan sampingan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. dan perkembangan sang anak.Orang tua memiliki anggaran tersendiri untuk sang anak dan dapat mensiasati biaya pendidikan. Penataan mainan anak pun disesuaikan dengan jenis permainannya dan mainan anak di simpan dalam box yang khusus sebagai tempat mainan anak. dan permainan lainnya (seperti robotrobotan. yaitu selama satu tahun usia anak. perbaiki. . Pada saat ibu sedang 139 .Memberi makan . yaitu mendesain. Meeting Present and Future Costs of Childbearing: : Pasangan dapat mengetahui biaya perawatan atau anggaran bagi sang anak saat ini dan untuk masa depan sang anak. Pembagian tanggung jawab terhadap tugas rumah tangga atau dalam mengurus rumah dari sebelum dan sesudah memiliki anak tidak ada perubahan. Suamiistri ini juga berusaha untuk tidak menerima bantuan dari keluarga besar dan bahkan mereka tidak ingin merepotkan kedua keluarga besar dalam bantuan materi.Membersihkan kamar/ rumah untuk menjamin kesehatan bayi gambar yang sama. . Oleh karena itu tidak ada tanggapan dari keluarga besar terhadap anggaran pada keluarga ini. karena antara suami-istri saling bekerja sama dalam mengerjakannya. pertumbuhan. Karena keduanya bekerja maka pengahasilan dari keduanya disisihkan untuk masa depan anak. kedua pasangan suami-istri ini sudah membuat buku tabungan yang diatasnamakan anak mereka. Anak sering bermain di ruang keluarga. Suami-istri ini tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi anggaran untuk anak. dan menonton TV.Memandikan .). ataupun membangun rumah. Hal tersebut terjadi saat sang ibu sedang tidak bekerja. Tambahan pemenuhan anggaran keluarga. Selama ini pekerjaan di kantor dari keduanya berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan yang dikarenakan kesibukan dalam mengurus anak. Dalam mempersiapkan anggaran pendidikan anak suatu saat nanti.

memasak maka ayah yang menjaga anak dan belanja kebutuhan rumah tangga dilakukan bersama. Mereka tidak segan untuk saling menceritakan permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaannya atau dengan rekan kerjanya. Pasangan suami-istri ini dalam mengerjakan tugasnya sehari-hari dilakukan bersama-sama. Pada saat ibu sedang repot dengan pekerjaan rumah tangga.Mencuci baju . Facilitating members’rolelearning : . Pekerjaan yang sering ayah lakukan dirumah adalah mengurus merapikan taman dan membetulkan peralatan rumah tangga yang kiranya rusak.). mengasuh dan mendidik anak. memandikan. dan mengurus anak (memberi makan.Belanja .Mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anak 4. Sebelum ibu bekerja. menidurkan anak tidur siang. Baik itu mencuci. mereka bersama-sama menenangkan anak mereka. Orang tua harus saling membagi tanggung jawab apa yang harus mereka berdua lakukan untuk anak mereka. dan membantu pekerjaan istri yang bisa dilakukan. Jadi. masak. .jawab baru yang harus dilakukan oleh orang tuanya. segala pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak dikerjakan oleh pembantu rumah tangga. menemani bermain. membersihkan kamar. ibu yang mengatur pekerjaan rumah tangga dan juga merawat dan mengurus anak (memandikan. Pada waktu senggang pasangan suami-istri ini diisi dengan menceritakan pengalaman dan kegiatan yang dilakukan selama dipekerjaannya. 140 . Setelah sang ibu mulai bekerja. dan lain-lain) ketika sang ibu sedang bekerja. sang ibu adalah ibu rumah tangga. sang ayah turun tangan untuk menjaga anak.Masak . dll.adanya pembelajaran mengenai peran anak yang diberikan pasangan kepada bayi mencuci. yaitu merawat. memberikan makan anak. Pada saat anak mereka ‘rewel’. Setelah menikah sampai dengan anak berusia satu tahun. perubahannya hanyalah adanya tanggung jawab baru dalam keluarga tersebut. Meskipun yang lebih dominan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak adalah ibu.adanya pembagian tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga antara pasangan .

biasa dilakukan bersama adalah menonton TV. Yang kemudian ibu menceritakan kejadian tersebut kepada sang ayah. dimana pengasuhan anak seluruhnya dilakukannya. bermain. Misalnya seperti masalah dalam perilaku anak yang tidak baik. maka untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam rumah tangga. Pada saat hari kerja. ataupun kalau ada bahan pokok yang mulai naik. Apabila sesuatu hal bisa dijelaskan dengan suatu peragaan. Biasanya mereka berpergian ke suatu Mall. Hari libur atau akhir pekan adalah hari yang panjang antara ibu dan anak pada keluarga ini. Di saat libur itu. ibu mengajarkan anak dalam belajar. mereka memberikan arahan kepada anak bahwa perilaku itu tidak baik dan memberi tahu bagaimana yang baiknya. sang ayah seringkali lembur. atau yang lainnya. Kalau dalam hal mengurus rumah atau rumah tangga. ibu lebih menceritakan tentang sesuatu yang akan dibutuhkan. Karena adanya saling keterbukaan diantara keduanya. dan bermain. mereka mencari solusinya bersama-sama. atau ada yang rusak. Kebiasaan anak adalah menonton TV. ketika ada sesuatu yang terjadi pada anak. Terkadang anak suka meminta orang tuanya untuk mengajaknya pergi. seperti mengenalkan angka. huruf. bermain (baik di dalam 141 . sang ibu menjaga dan mengasuh anak sepenuhnya. ibu mengabadikannya dalam bentuk video ataupun foto. cara ibu dan ayah dalam mengajarkan anak. maka dijelaskan demikian. Begitu pula. seperti memunculkan suatu perilaku yang tidak biasanya. Di akhir pekan. dan biasanya anak meminta ke suatu arena permainan yang ada di Mall tersebut. dan sebagainya.Sebelum ibu bekerja.

Anak lebih menyukai menonton film robot ksatria (misalnya. Biasanya bermain bersama itu di saat anak ingin bermain. “tidak ada kata tidak puas. Pada hari kerja. kadang-kadang anak mau mengikuti dan kadang-kadang tidak. power rangers) dan permainan yang disukai anak adalah bongkar pasang puzzle. menonton bersama (dimana orang tuanya menjelaskan cerita dari film yang ditonton). Menurut mereka. pada saat bermain ia terjatuh dan luka (anak menunjukkan lukanya pada orang tuanya). Ketika ayah dan ibu mengajarkan anak sesuatu yang baru. Communicating with one another in the family • Interaksi atau hubungan yang terjadi dalam keluarga yang memperlihatkan adanya perasaan puas dalam hubungan mereka. meminta anak menceritakan kegiatan yang dilakukan. Dengan adanya kepuasan tersebut dikarenakan saling mencintai satu sama lain. jujur. Pengungkapan cinta mereka. disiplin. seperti perhatian yang penuh dengan kasih sayang dan mengetahui keadaan pasangan maupun anak. adanya cinta diantara hubungan itu. semua kegiatan yang dilakukan anak ditemani oleh ibu. saling menjaga perasaan pasangan mereka Memiliki puas dalam hubungan Adanya diantara tersebut perasaan menjalin cinta hubungan Membentuk interaksi yang sensitif dan responsive Saling menjaga perasaan pasangan rumah maupun di luar rumah). Cara orang tua menjaga kedekatan dengan anak adalah dengan mengajak anak bermain bersama (apa ingin anak mainkan). Keluarga ini memiliki perasaan puas dalam menjalin hubungan di antara mereka. Dan biasanya anak suka menceritakan kepada orang tuanya apa yang dilakukannya. misalnya yang dibeli anak ketika ke pasar bersama pengasuh.5. Cara orang tua dalam mendidik anak adalah penuh kasih sayang diajarkan untuk bertanggung jawab. yang penting menjalin hubungan saling percaya. orang tua biasa bermain bersama anak pada malam hari. Pada hari libur. membentuk interaksi yang sensitif dan responsive. mengajari tentqng agama sesuai dengan usianya. Biasa yang dilakukan adalah menonton TV atau apa yang ingin dilakukan anak. 142 .

Baik suami/istri menanyakan ada permasalahan apa. terlebih lagi a) memiliki keinginan untuk anaknya sudah meminta adik. Yaitu dengan menjalin komunikasi yang baik. dan sebagainya.mereka selalu melakukan sharing satu sama lain. pasangan 143 . “ini tante Tia”). baik suami/istri memberikan pendapatnya atau mencoba membantu mengatasinya. Dan kadang terlihat dari rawut wajah suami/istri yang tidak seperti biasanya. biasanya mereka cerita dan meminta maaf. tergantung dari mood anak. Begitu juga ketika suami/istri sedang kesal pada suami/istri. Pada saat keduanya sedang bekerja. yaitu anak menyalami anggota keluarga tersebut dan orang tua memperkenalkannya (misalnya. Ibu memanggil ayah dengan sebutan “Papah”. Cara orang tua memperkenalkan anggota keluarga lainnya. saling mendukung. Begitu juga dalam memperkenalkan anggota keluarga lainnya. mereka juga sering saling sms dan menelepon. memahami satu sama lain. Jika: Kedua pasangan ini sangat ini memiliki anak lagi. Pada saat itulah ibu sudah mulai melepas KB nya. yaitu karena sudah tahu tanggung jawabnya dan tugasnya masing-masing. Itulah cara mereka dalam mempertahankan cintanya kepada suami/istri. Begitu juga terhadap anak. Planning for Future Children : bagaimana rencana orang tua setelah memeliki anak pertama dan orang tua pun tidak memaksakannya. Ketika mengalami kesulitan dalam pekerjaan di kantor maupun dalam rumah tangga. Cara pasangan suami-istri ini dalam memahami peranan pasangannya. Dan mereka pun bercerita. mereka saling menceritakan masalahnya. ayah memanggil ibu dengan sebutan “Bunda”.6. Keinginan dari anak dan melihat memiliki anak lagi anak yang sudah dapat membagi kasih sayang itulah yang membuat suami-istri berencana untuk mendapatkan anak lagi. b) tidak memiliki keinginan Karena sampai saat ini belum diberikan anak.

Harapan keluarga besar terhadap kelahiran anak pertama dalam keluarga ini yaitu bahwa lahir dengan selamat dan sehat. keuangan keluarga (yang dapat menimbulkan kecemburuan dan makin kuatnya ‘power’ dari kedua pihak. dan lain-lain. khususnya kakek-nenek si bayi. rutinitas dalam berumah tangga. seperti persoalan rumah tangga.Keluarga besar memberikan bantuan. seperti mencuci. apalagi jika itu kelahiran cucu pertama). Dengan kelahiran anak pertama. dan cara mengatasi kulit bayi yang sensitive. Misalnya. 144 .Biasanya ketika orang tua si bayi tidak mendapatkan bantuan dari keluarga (biasanya suami-istri sudah mulai mempersiapkan finansial untuk kehadiran anak kedua. Karena ibu juga bekerja. rencanarencana yang berhubungan dengan financial. memposisikan tidur bayi agar tidak terlalu terkena kipas angin. mulai banyak yang ‘ikut campur’ dalam keluarga kecil seperti pemberian nasehat. keluarga ini tidak mendapat bantuan dari keluarga besar. suami-istri. Karena mereka berusaha untuk memenuhi kehidupan dengan semampunya. Kalau dikira kurang. keluarga besar mengadakan acara syukuran dan memotong kambing. maka ibu dibantu oleh seorang pengasuh. Pengasuh ini tidak hanya mengasuh anak saja. Pada saat usia bayi 40 hari. Dalam hal financial. suami ataupun istri mencari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan/penghasilan. dalam hal makanan yang baik untuk bayi. keluarga mendapatkan masukan atau saran dari keluarga besar ataupun kerabat mengenai mengurus anak.untuk memiliki anak lagi 7. Keluarga ini mengadakan syukuran dengan menyantuni anak yatim di suatu pati asuhan. . Relating to relatives and others . memasak. Banyak harapan dan bantuan yang akan muncul dari keluarga besar. dll. tetapi juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Kebiasaan yang sering dilakukan anak bersama orang tuanya ketika bangun tidur adalah anak bangun sendiri yang kemudian langsung mencari orang tuanya. mereka menonton TV bersama.pasangan saling mendukung dalam kegiatan pengasuhan . 8. kemudian orang tuanya ‘mempipiskan’ anak. Maintaining Motivation and Morale : Pasangan dapat saling mendukung dan mendapat kepuasan dalam kegiatan pengasuhan.pasangan dapat mengatasi konflik yang terjadi dalam pengasuhan Dalam pengasuhan anak pasangan suami-istri ini saling bekerja sama. mendapatkan penghargaan. Saat anak sedang rewel. tetapi ayah yang menidurkannya.memiliki kepuasan dalam pengasuhan sebagai orang tua .karena keluarganya jauh). Setelah itu. karena mimpi ataupun sedang sakit. menanyakan apa yang diinginkan oleh anak. misalnya tetangga. Family rituals routines and Morning awakening Breakfast 145 . Kebiasaan sarapan bersama antara anak dan orang tua selalu 9. kedua orang tua bersama-sama untuk menangani atau menjaganya. Pada saat anak sakit.saling menghargai antar pasangan . Misalnya. Apalagi kalau sedang sakit. dan dapat mengatasi konflik dalam pengasuhan. anak tidak hanya ibu saja yang selalu menidurkan anak. Yang lebih sering membuatkan susu di malam hari adalah ibu. . atau biasanya anak mau disuapin oleh ayah atau ibunya. atau lembaga yang menyediakan jasa penitipan anak. sedangkan ayah “mempipiskan” anak di malam hari. biasanya mendapatkan bantuan dari orang terdekat. misalnya saja pada malam hari. Kedua orang tua ini membuat berbagai cara agar anak mau makan. anak susah sekali untuk makan. Pasangan suami-istri ini tidak merasa tidak ada permasalahan dalam mengasuh anak selama ini. mereka bersama-sama menenangkannya.

terutama ibu. Sedangkan saat hari kerja. 146 . Anak selalu tidur bersama kedua orang tuanya. anak tidur siang bersama pengasuh. Pada hari libur. Sedangkan untuk hari kerja. menonton. bermain. mengajarkan anak belajar. sering terjadi bersama ayahnya. sarapan cukup jarang dilakukan bersama.terjadi ketika orang tua sedang libur bekerja. segala pengasuhan dilakukan orang tua. Anak tidur siang bersama dengan ibu sering terjadi ketika ibu Naptime sedang libur bekerja. Kegiatan sebelum dan sesudah makan yang kerap dilakukan adalah menonton TV. Special holidays Saat di hari libur. Biasanya anak mandi sambil bermain. Yang penting ayah dan ibu menemani anak kalau sedang bermain. dimana di ruang tersebut ada televisinya. Hal biasa dilakukan antara ibu dengan anak menjelang tidur adalah ibu Bedtime for children memberikan susu kepada anaknya sambil tiduran dan ibu mengeluskan punggung anak. sarapan bersama jarang terjadi. yang kemudian anak pun jadi tertidur. Menjelang Maghrib anak pulang ke rumah dan anak sambil menunggu kedua orang tuanya. Hal yang biasa dilakukan anak menjelang kedua orang tuanya pulang bekerja (kedua orang tuanya berangkat dan pulang kerja Daily Outings dan Father’s bersama) adalah bermain bersama teman seusianya di luar homecoming rumah dengan pengawasan pengasuh. kadang-kadang anak dan orang tuanya berkunjung ke salah satu rumah kakek dan neneknya. Baik itu memandikan anak. makan. Ruang makan dan ruang keluarga itu menyatu. dan Baby's bathtime tidur siang. ia menonton TV atau bermain bersama pengasunya. Pada saat hari kerja. Tidak kegiatan khusus yang menjadi rutinitas ketika hari libur.

biasanya ke sebuah arena permainan.Kadang-kadang anak suka meminta pergi ke Mall. 147 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->