P. 1
SISTEM INFORMASI KESEHATAN

SISTEM INFORMASI KESEHATAN

|Views: 53|Likes:
Published by Rosma Butarbutar

More info:

Published by: Rosma Butarbutar on Sep 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2012

pdf

text

original

SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Oleh karena itu. mecoba menjaga . tidak dimanfaatkan oleh manajemen. Sistem informasi sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup sistem Seperti lahir. Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis. mantap dan akhirnya mati atau berubah menjadi sistem yang baru. karena teknologinya ketinggalan jaman (outdated) sehingga layanan pemeliharaan perangkat keras tidak dapat lagi dilakukan oleh perusahaan pemasok perangkat keras.adalah sistem informasi yang berbasis komputer. perusahaan pengembang perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut. Adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel. Oleh karena itu perlu disadari bahwa pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti. Panjang pendeknya umur layak guna sistem informasi tersebut ditentukan diantaranya oleh: a. Perkembangan organisasi tersebut Makin cepat organisasi tersebut berkembang. d. e. Perkembangan teknologi informasi Perkembangan teknologi informasi yang cepat menyebabkan perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung beroperasinya sistem informasi tidak bisa berfungsi secara efisien dan efektif. tidak akurat. Adanya duplikasi data (data redundancy). Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika perkembangan organisasi tersebut. Informasi yang tersedia. tidak relevan. Informasi yang ada. g. Informasi yang tersedia. Versi terbaru itu umumnya mempunyai feature yang lebih banyak. Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan informasi. sudah mengeluarkan versi terbaru. h. maka kebutuhan informasi juga akan berkembang sedemikian rupa sehingga sistem informasi yang sekarang digunakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan organisasi tersebut. Hal ini disebabkan: 1) Perangkat keras yang digunakan sudah tidak di produksi lagi. 2) Perusahaan pembuat perangkat lunak yang sedang digunakan. c. 2. Informasi yang ada. Isu penting yang mendorong pemanfaatan teknologi komputer atau teknologi informasi dalam sistem informasi suatu organisasi adalah : a. 3. b. Terlalu banyak informasi. berkembang. f. Meskipun pada umumnya. tidak tepat waktu. b. melakukan optimasi proses dari versi sebelumnya dan memanfaatkan feature baru dari perangkat keras yang juga telah berkembang. sistem informasi memiliki umur layak guna.

harus tepat. apabila diperlukan. Konsekuensi dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah: 1) Dalam melakukan antisipasi perkembangan teknologi. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat. maka pemanfaatan infrastruktur tersebut tidak efektif. 2) Harus selalu siap untuk melakukan pembaharuan perangkat keras maupun perangkat lunak pendukungnya. maka para pengguna harus sigap dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi tersebut.kompatibilitas dengan versi terdahulu. 3) Harus siap untuk melakukan migrasi ke sistem yang baru. Hal ini disebabkan karena feature-feature yang baru tidak termanfaatkan dengan baik. namun kalau dilihat dari sisi efektivitasnya. .

.

juga mengikuti perkembangan desain sistem perangkat keras tersebut diatas. baik dari sisi : 1) Tingkat pemahaman mengenai teknologi informasi. Dari sisi pemakai. Pada pola terdistrubusi.Arah perkembangan teknologi informasi dalam kurun waktu 3-5 tahun mendatang adalah sebagai berikut: 1) Perkembangan perangkat keras dan komunikasi. sedangkan perangkat lunak front-end adalah perangkat lunak yang dikembangkan dengan pemrograman visual berdasarkan 4GL dari DBMS tersebut atau dengan perangkat lunak antarmuka (interface) untuk berbagai DBMS seperti ODBC (open database connectivity). desain ini disebut sebagai clientserver achitecture. Mengingat bervariasinya kemampuan EUC dan sulitnya melakukan pemantauan serta pengendalian terhadap EUC. 2) Kecenderungan perkembangan perangkat lunak. dari sistem dengan pola tersentralisasi menjadi sistem dengan pola terdistribusi. Sistem informasi yang baik. Perkembangan perangkat komunikasi menyebabkan perubahan desain sistem perangkat keras yang digunakan. Kecenderungan perkembangan perangkat keras: a) Peningkatan kecepatan. maka EUC akan menyebabkan masalah yang serius dalam . akan dikembangkan berdasarkan tingkat kemampuan dari para pemakai. terutama perangkat lunak basis data (database). Pada server diletakkan perangkat lunak back-end dan pada client diletakkan perangkat lunak front-end. Perangkat lunak backend adalah perangkat lunak pengelola sistem basis data (database management system/DBMS). dikenal istilah end-usercomputing (EUC). Perkembangan tingkat kemampuan pengguna (user) sistem informasi. dan 3) Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sistem. c. satu diletakkan pada komputer induk yang berfungsi sebagai pelayan (server) dan yang satu lagi diletakkan di komputer pengguna (client). EUC adalah pemakai yang melakukan pengembangan sistem untuk keperluan dirinya sendiri. d) Turn over alat yang semakin cepat. c) Penurunan harga. 2) Kemampuan belajar dari para pemakai. kemampuan pengolahan data (computing power) di pecah menjadi dua. b) Peningkatan kemampuan.

jika dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. pada dasarnya terdiri dari minimal 2 aspek yang harus berjalan secara selaras. Ancaman yang paling serius adalah adanya disintegrasi sistem menjadi sistem yang terfragmentasi. Sinkronisasi antar sistem yang ada dalam sistem informasi itu. Usaha untuk melakukan integrasi sistem yang ada didalam suatu organisasi menjadi satu sistem yang utuh merupakan usaha yang berat dengan biaya yang cukup besar dan harus dilakukan secara berkesinambungan. 4. Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi.pengembangan maupun dalam pemeliharaan sistem informasi. Daya guna sistem informasi sangat ditentukan oleh tingkat integritas sistem informasi itu sendiri. merupakan prasyarat yang mutlak untuk dapat mendapatkan sistem informasi yang terpadu. Sistem informasi. yaitu aspek manual dan aspek yang .

.

Pembuatan Rancangan Rinci. merupakan salah satu penyebab kegagalam implementasi dan operasionalisasi sistem informasi. Pengembangan Sistem Informasi organisasi harus menggunakan pendekatan fungsi dan dilakukan secara menyeluruh (holistik). Sebagai pengembang sistem informasi hanya bertanggung jawab dalam mengintegrasikan fungsi-fungsi dan sistem yang ada didalam organisasi tersebut menjadi satu sistem informasi yang terpadu. Dalam pemilihan strategi harus dipertimbangkan berbagai faktor seperti : keadaan yang sekarang dihadapi. Sering kali pengembang sistem informasi hanya memfokuskan diri pada pengembangan aspek komputernya saja. Ketidaktepatan dalam melakukan prediksi keadaan dimasa mendatang. Keberhasilan pengembangan sistem informasi sangat bergantung pada strategi yang dipilih untuk pengembangan sistem tersebut. Pada banyak kasus. Hal ini di akibatkan adanya asumsi bahwa aspek manual lebih mudah diatasi dari pada aspek komputernya. 6. Pengembangan sistem informasi yang berhasil apabila dilakukan dengan mengembangkan kedua aspek tersebut. Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat bergantung kepada besar kecilnya cakupan dan tingkat kompleksitas dari sistem informasi tersebut. Pembuatan Rancangan Global. tanpa memperhatikan aspek manualnya. keadaan pada waktu sistem informasi siap dioperasionalkan dan keadaan dimasa mendatang. termasuk antisipasi perkembangan organisasi dan perkembangan teknologi.terotomatisasi (aspek komputer). Pengembangan sistem yang dilakukan . dimana para pengguna sangat terkait dengan sistem dan prosedur dari sistem informasi pada aspek manualnya. Pemetaan fungsi-fungsi dan sistem ke dalam unit-unit struktural yang ada di dalam organisasi tersebut adalah wewenang dan tanggungjawab dari pimpinan organisasi tersebut. Implementasi dan Operasionalisasi. pengembangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan struktur organisasi dan pada umumnya mereka mengalami kegagalan. Penyusunan rancang bangun/desain sistem informasi seharusnya dilakukan secara menyeluruh sedangkan dalam pembuatan aplikasi bisa dilakukan secara sektoral atau segmental menurut prioritas dan ketersediaan dana. 5. Untuk sistem informasi yang cakupannya luas dan tingkat kompleksitas yang tinggi diperlukan tahapan pengembangan seperti: Penyusunan Rencana Induk Pengembangan. karena struktur organisasi sering kali kurang mencerminkan semua fungsi yang ada didalam organisasi. Padahal salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan sistem informasi adalah dukungan perilaku dari para pengguna sistem informasi tersebut.

selain uang. Informasi telah menjadi aset organisasi. b. 7. . Dalam konsep manajemen modern. SDM.segmental atau sektoral tanpa adanya desain sistem informasi yang menyeluruh akan menyebabkan kesulitan dalam melakukan intergrasi sistem. karena keberadaan informasi tersebut: a. Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja. sarana dan prasarana. Menjadi ukuran kinerja organisasi/perusahaan. informasi telah menjadi salah satu aset dari suatu organisasi. Penguasaan informasi internal dan eksternal organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif (competitive advantage).

.

Namun demikian dengan keterbatasa sumberdaya yang dimiliki. Terbatasnya kemampuan dan kemauan sumber daya manusia untuk mengelola dan mengembangkan sistem informasi 4. Departemen Kesehatan telah menetapkan visi Indonesia Sehat 2010 yan ditandai dengan penduduknya yang hidup sehat dalam lingkungan yang sehat berperilaku sehat. 5. sehingga seringkali timbul keengganan bagi petugas untuk memasuki atau dipromosikan menjadi pengelola sistem informasi. Terbatasnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) di berbagai jenjang. kabupaten da seterusnya sampai ke pelosok. Jaringan sistem pelayanan kesehatn tersebut memerlukan sistem informas yang saling mendukung dan terkait. dan di luar sektor kesehatan. Sehingga bila diperlukan informasi yang menyeluruh diperlukan waktu yang cukup lama. Departeme Kesehatan telah membangun sistem informasi kesehatan yang disebu SIKNAS yang melingkupi sistem jaringan informasi kesehatan mulai dar kabupaten sampai ke pusat. . Belum adanya sistem pengembangan karir bagi pengelola sistem informasi. Dengan demikian sangat dibutuhkan sekali dibangunnya sistem informas kesehatan yang terintegrasi baik di dalam sektor kesehatan (antar program da antar jenjang). Sistem informasi yang ada saat ini dapat digambarkan sebagai berikut: 1. padahal kapabilitas untuk itu dirasa memadai. 2. diantisipasi dan di kelola dengan sebaik-baiknya. Setiap jenjang tersebut memiliki sistem kesehatan yang yang saling terkait mulai dari pelayanan kesehatan dasar d desa dan kecamatan sampai ke tingkat nasional. 3. Setiap unit infrastruktur pelayanan kesehata tersebut menjalankan program dan pelayanan kesehatan menuju pencapaia visi dan misi Depkes tersebut. propinsi. baik piranti lunak maupun perangkat kerasnya dalam upanya membantu penanganan manajemen yang sebelumnya dilakukan secara manual. sert ditandainya adanya peran serta masyarakat dan berbagai sektor pemerinta dalam upaya upaya kesehatan. sehingga setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat dapat diketahui difahami. yaitu dengan sistem jaringa informasi pemerintah daerah dan jaringan informasi di pusat.kemajuan komputer. Dalam upaya mencapai visi dan misi yang tela ditetapkan tersebut. Masing-masing program memiliki sistem informasi sendiri yang belum terintegrasi. dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermut yang disediakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat sendiri. infrastruktur pelayanan kesehatan telah dibangu sedemikian rupa mulai dari tingkat nasional. SIKNAS belum berjalan sebagaimana mestinya. Masih belum membudayanya pengambilan keputusan berdasarkan data/informasi.

Konsep-konsep tersebut antara lain: 1. Sistem informasi yang memanfaatkan teknologi komputer dalam implementasinya disebut sebagai Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information System). ada beberapa konsep dasar yang harus dipahami oleh para pengembang atau pembuat rancang bangun sistem informasi (designer). Pada pembahasan selanjutnya. Sistem informasi tidak identik dengan sistem komputerisasi Pada dasarnya sistem informasi tidak bergantung kepada penggunaan teknologi komputer.Konsep-konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Sistem informasi kesehatan harus dibangun untuk mengatasi kekurangan maupun ketidakkompakan antar badan kesehatan. yang dimaksudkan dengan sistem informasi . Dalam melakukan pengembangan sistem informasi secara umum.

.

Sistem informasi sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup sistem Seperti lahir. tidak dimanfaatkan oleh manajemen. sudah mengeluarkan versi terbaru. 2.adalah sistem informasi yang berbasis komputer. c. Informasi yang ada. Meskipun pada umumnya. Informasi yang tersedia. Informasi yang ada. d. tidak akurat. tidak relevan. e. 3. karena teknologinya ketinggalan jaman (outdated) sehingga layanan pemeliharaan perangkat keras tidak dapat lagi dilakukan oleh perusahaan pemasok perangkat keras. maka kebutuhan informasi juga akan berkembang sedemikian rupa sehingga sistem informasi yang sekarang digunakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan organisasi tersebut. Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan informasi. mantap dan akhirnya mati atau berubah menjadi sistem yang baru. f. Oleh karena itu perlu disadari bahwa pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti. Perkembangan organisasi tersebut Makin cepat organisasi tersebut berkembang. mecoba menjaga . Informasi yang tersedia. perusahaan pengembang perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut. Adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel. b. Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis. Adanya duplikasi data (data redundancy). g. berkembang. Terlalu banyak informasi. 2) Perusahaan pembuat perangkat lunak yang sedang digunakan. b. tidak tepat waktu. Hal ini disebabkan: 1) Perangkat keras yang digunakan sudah tidak di produksi lagi. h. Perkembangan teknologi informasi Perkembangan teknologi informasi yang cepat menyebabkan perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung beroperasinya sistem informasi tidak bisa berfungsi secara efisien dan efektif. Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika perkembangan organisasi tersebut. melakukan optimasi proses dari versi sebelumnya dan memanfaatkan feature baru dari perangkat keras yang juga telah berkembang. Versi terbaru itu umumnya mempunyai feature yang lebih banyak. Isu penting yang mendorong pemanfaatan teknologi komputer atau teknologi informasi dalam sistem informasi suatu organisasi adalah : a. sistem informasi memiliki umur layak guna. Panjang pendeknya umur layak guna sistem informasi tersebut ditentukan diantaranya oleh: a. Oleh karena itu.

maka pemanfaatan infrastruktur tersebut tidak efektif. Hal ini disebabkan karena feature-feature yang baru tidak termanfaatkan dengan baik. . Konsekuensi dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah: 1) Dalam melakukan antisipasi perkembangan teknologi. namun kalau dilihat dari sisi efektivitasnya. 3) Harus siap untuk melakukan migrasi ke sistem yang baru.kompatibilitas dengan versi terdahulu. maka para pengguna harus sigap dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi tersebut. 2) Harus selalu siap untuk melakukan pembaharuan perangkat keras maupun perangkat lunak pendukungnya. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat. harus tepat. apabila diperlukan.

.

c. c) Penurunan harga. Kecenderungan perkembangan perangkat keras: a) Peningkatan kecepatan. baik dari sisi : 1) Tingkat pemahaman mengenai teknologi informasi. Mengingat bervariasinya kemampuan EUC dan sulitnya melakukan pemantauan serta pengendalian terhadap EUC. 2) Kemampuan belajar dari para pemakai. dan 3) Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sistem. Pada server diletakkan perangkat lunak back-end dan pada client diletakkan perangkat lunak front-end. Pada pola terdistrubusi. kemampuan pengolahan data (computing power) di pecah menjadi dua. Perkembangan tingkat kemampuan pengguna (user) sistem informasi. sedangkan perangkat lunak front-end adalah perangkat lunak yang dikembangkan dengan pemrograman visual berdasarkan 4GL dari DBMS tersebut atau dengan perangkat lunak antarmuka (interface) untuk berbagai DBMS seperti ODBC (open database connectivity). akan dikembangkan berdasarkan tingkat kemampuan dari para pemakai. b) Peningkatan kemampuan. dari sistem dengan pola tersentralisasi menjadi sistem dengan pola terdistribusi.Arah perkembangan teknologi informasi dalam kurun waktu 3-5 tahun mendatang adalah sebagai berikut: 1) Perkembangan perangkat keras dan komunikasi. Dari sisi pemakai. Perkembangan perangkat komunikasi menyebabkan perubahan desain sistem perangkat keras yang digunakan. 2) Kecenderungan perkembangan perangkat lunak. juga mengikuti perkembangan desain sistem perangkat keras tersebut diatas. desain ini disebut sebagai clientserver achitecture. satu diletakkan pada komputer induk yang berfungsi sebagai pelayan (server) dan yang satu lagi diletakkan di komputer pengguna (client). Sistem informasi yang baik. d) Turn over alat yang semakin cepat. terutama perangkat lunak basis data (database). dikenal istilah end-usercomputing (EUC). Perangkat lunak backend adalah perangkat lunak pengelola sistem basis data (database management system/DBMS). maka EUC akan menyebabkan masalah yang serius dalam . EUC adalah pemakai yang melakukan pengembangan sistem untuk keperluan dirinya sendiri.

Daya guna sistem informasi sangat ditentukan oleh tingkat integritas sistem informasi itu sendiri. Sistem informasi yang terpadu (integrated) mempunyai daya guna yang tinggi. jika dibandingkan dengan sistem informasi yang terfragmentasi. Ancaman yang paling serius adalah adanya disintegrasi sistem menjadi sistem yang terfragmentasi.pengembangan maupun dalam pemeliharaan sistem informasi. pada dasarnya terdiri dari minimal 2 aspek yang harus berjalan secara selaras. Sistem informasi. Sinkronisasi antar sistem yang ada dalam sistem informasi itu. 4. merupakan prasyarat yang mutlak untuk dapat mendapatkan sistem informasi yang terpadu. yaitu aspek manual dan aspek yang . Usaha untuk melakukan integrasi sistem yang ada didalam suatu organisasi menjadi satu sistem yang utuh merupakan usaha yang berat dengan biaya yang cukup besar dan harus dilakukan secara berkesinambungan.

.

Pembuatan Rancangan Rinci. dimana para pengguna sangat terkait dengan sistem dan prosedur dari sistem informasi pada aspek manualnya. Strategi yang dipilih untuk melakukan pengembangan sistem sangat bergantung kepada besar kecilnya cakupan dan tingkat kompleksitas dari sistem informasi tersebut. Untuk sistem informasi yang cakupannya luas dan tingkat kompleksitas yang tinggi diperlukan tahapan pengembangan seperti: Penyusunan Rencana Induk Pengembangan. keadaan pada waktu sistem informasi siap dioperasionalkan dan keadaan dimasa mendatang.terotomatisasi (aspek komputer). Padahal salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan sistem informasi adalah dukungan perilaku dari para pengguna sistem informasi tersebut. Dalam pemilihan strategi harus dipertimbangkan berbagai faktor seperti : keadaan yang sekarang dihadapi. Implementasi dan Operasionalisasi. pengembangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan struktur organisasi dan pada umumnya mereka mengalami kegagalan. Hal ini di akibatkan adanya asumsi bahwa aspek manual lebih mudah diatasi dari pada aspek komputernya. Penyusunan rancang bangun/desain sistem informasi seharusnya dilakukan secara menyeluruh sedangkan dalam pembuatan aplikasi bisa dilakukan secara sektoral atau segmental menurut prioritas dan ketersediaan dana. 5. Pengembangan sistem yang dilakukan . Sebagai pengembang sistem informasi hanya bertanggung jawab dalam mengintegrasikan fungsi-fungsi dan sistem yang ada didalam organisasi tersebut menjadi satu sistem informasi yang terpadu. karena struktur organisasi sering kali kurang mencerminkan semua fungsi yang ada didalam organisasi. Pada banyak kasus. Ketidaktepatan dalam melakukan prediksi keadaan dimasa mendatang. tanpa memperhatikan aspek manualnya. Keberhasilan pengembangan sistem informasi sangat bergantung pada strategi yang dipilih untuk pengembangan sistem tersebut. Pemetaan fungsi-fungsi dan sistem ke dalam unit-unit struktural yang ada di dalam organisasi tersebut adalah wewenang dan tanggungjawab dari pimpinan organisasi tersebut. merupakan salah satu penyebab kegagalam implementasi dan operasionalisasi sistem informasi. Pengembangan sistem informasi yang berhasil apabila dilakukan dengan mengembangkan kedua aspek tersebut. 6. Sering kali pengembang sistem informasi hanya memfokuskan diri pada pengembangan aspek komputernya saja. Pembuatan Rancangan Global. termasuk antisipasi perkembangan organisasi dan perkembangan teknologi. Pengembangan Sistem Informasi organisasi harus menggunakan pendekatan fungsi dan dilakukan secara menyeluruh (holistik).

Dalam konsep manajemen modern. Informasi telah menjadi aset organisasi.segmental atau sektoral tanpa adanya desain sistem informasi yang menyeluruh akan menyebabkan kesulitan dalam melakukan intergrasi sistem. selain uang. informasi telah menjadi salah satu aset dari suatu organisasi. . Menentukan kelancaran dan kualitas proses kerja. sarana dan prasarana. karena keberadaan informasi tersebut: a. SDM. b. 7. Penguasaan informasi internal dan eksternal organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif (competitive advantage). Menjadi ukuran kinerja organisasi/perusahaan.

Penjabaran sistem sampai ke aplikasi menggunakan struktur hirarkis yang mudah dipahami. Dalam semua kepustakaan yang membahasa konsep sistem. Menjadi acuan yang pada akhirnya menentukan kedudukan/peringkat organisasi tersebut dalam persaingan lokal maupun global. Hal ini akan menimbulkan kesulitan dalam melakukan penjabaran sistem informasi yang cukup luas .c. 8. hanya dikenal istilah sistem dan subsistem.

cakupannya. C. Pada beberapa kondisi tidak perlukan penjabaran sampai 5 tingkat. Modul d. perlu kita mengetahui sedikit tentang sistem informasi rumah sakit . misalnya sebuah modul tidak perlu lagi dijabarkan dalam sub-sub modul. Struktur hirarki seperti ini sangat memudahkan dari segi pemahaman maupun penamaan. Aplikasi Masing-masing subsistem dapat terdiri atas beberapa modul. dalam penjabaran sering digunakan istilah sebagai berikut: a. Oleh karena itu. karena jabaran berikutnya sudah sampai tingkatan aplikasi. Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan pada Sistem Informasi Rumah Sakit Sistem informasi rumah sakit tidak dapat lepas kaitannya dengan sistem informasi kesehatan karena sistem ini merupakan aplikasi dari sistem informasi kesehatan itu sendiri. Submodul e. Untuk itu. Sistem b. masingmasing modul dapat terdiri dari beberapa submodul dan masingmasing submodul dapat terdiri dari beberapa aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Subsistem c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->