(http://edukasi.kompasiana.

com/2010/10/25/perkembangan-fisikdan-perseptual-anak-sd/)

Perkembangan fisik dan perseptual anak SD
1. a. Perkembangan Fisik

Anak sekolah dasar umumnya berusia 6-12 tahun. Secara fisik, anak SD memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelum dan sesudanya. 1. Tinggi dan berat badan Pertumbuhan fisik anak pada usia SD cenderung lebih lambat dan konsisten bila dibandingkan dengan masa usia dini. Rata-rata anak usia SD mengalami penambahan berat badan sekitar 2,5-3,5 kg, dan penambahan tinggi badan 5-7 cm pertahhun ( F.A Hadis 1996) 2. Proporsi dan bentuk tubuh Anak SD kelas-kelas awal umumnya memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit mulai berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati seimbang. Berdasarkan tipologi Sheldon ( Hurlock 1980 ) ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD yaitu : • Endomorph yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. • Mesomorph yang kelihatannya kokoh, kuat dan lebih kekar • Ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemak dan seperti tak berotot 3. Otak

Bila dibandingkan dengan pertumbuhan bagian tubuh lain, pertumbuhan otak dan kepala jauh lebih cepat. Menurut Santrock dan Yussen, sebagian besar pertumbuhan otak terjadi pada usia dini. Menjelang umur lima tahun, ukuran otak anak mencapai 90% dari ukuran otak dewasa. Kematangan otak yang dikombinasikan dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak. 4. Keterampilan motorik Pada usia sekolah perkembangan motorik anak lebih halus, lebih sempurna dan terokkordinasi dengan baik seiring dengan bertambahnya berat dan kekuatan badan anak. Pada saat berusia sekitar 10-11 tahun, ank lazimnya sudah mampu melakukan berbagai jenis kegiatan olahraga. Dalam keterampilan motorik kasar yang melibatkan aktivitas otot besar, anak laki-laki memiliiki kemampuan yang lebih baik daripada anak perempuan, karena jumlah sel otot anak laki-laki lebih banyak daripada sel otot anak perempuan. Untuk memperhalus ketrampilan motorik mereka, anak-anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang kadang-kadang dalam bentuk permainan yang informal, permainan yang diatur sendiri oleh anak. Anak usia sekolah mengembangkan kemampuan untuk melakukan game dengan peraturan, sebab mereka sudah dapat memahami dan menaati aturan dari suatu permainan. Dalam waktu yang sama anak mengalami peningkatan dalam koordinasi dan pemilihan waktu yang tepat dalam melakukan berbagai aktivitas tersebut. b. Perkembangan Perseptual Aktivitas perceptual pada dasarnya merupakan proses pengenalan individu terhadap lingkungannya. Ada tiga proses aktivitas perceptual yang perlu dipahami yakni: • Sensasi adalah peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima.

• Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. • Atensi, mengacu kepada selektifitas persepsi. Dengan attensi kesdran seseorang bisa hanya tertuju pada satu objek dengan mengabaiikan objek lainnya. Pada usia anak sekolah dasar, seringkali tampak bahwa anak yang mengungguli temannya dalam perkembangan mental biasanya secara fisik juga lebih besar, lebih kuat, lebih matang dari rata-rata. Anak itu biasanya tampil sebagai pemimpin alami. Anak yang secara fisik lebih unggul juga cenderung menujukan keuggulan mental. Anak usia SD memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda, ia senang bermain, bergerak, senang bekerja dalam kelompok dan senang melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu guru hendaknya mengembangkan pelajaran yang mengandung unsure permainan, mengusahakan siswa berpidah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

misalnya bertalian dengan kesehatan penglihatan (mata). Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi. lingkungan. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban. 4. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. antara lain kebutuhan gizi. Akibat terganggunya perkembangan intelektual . Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. 3.KARAKTERISTIK ANAK USIA SD Pertumbuhan Fisik atau Jasmani 1. dan lain-lain. Perkembangan Intelektual dan Emosional 1. perlakuan orang tua terhadap anak. kebiasaan hidup dan lain-lain. Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain. antara lain kesehatan gizi. bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. lingkungan yang menunjang. pergaulan dan pembinaan orang tua. Perkembangan intelektual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama. kebugaran jasmani. panas. sekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama. gigi. Orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering kali diderita anak. kesehatan dan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan setiap hari sekalipun sederhana. Oleh karena itu orang tua selalu memperhatikan kebutuhan utama anak. kurang berdaya dan tidak aktif. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi. 2. perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak.

Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh orang tua dan anak. Sedangkan dari pihak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua. 4. Misalnya sangat dimanjakan. usia. orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan. lingkungan.tersebut anak kurang dapat berpikir operasional. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit. terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya. etnik dan bangsa. Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang sering kali tidak dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras. rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh. 6. biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli. Perlakuan saudara serumah (kakak-adik). Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin. anak disuruh melakukan . Akan tetapi sikap orang tua yang sangat keras. 3. keadaan ekonomi orang tua. budaya. suka menekan dan selalu menghukum anak sekalipun anak membuat kesalahan sepele juga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional anak. sering kali mendapat marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani. 5. Dengan berkonsultasi tersebut orang tua akan dapat melakukan pembinaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak. misalnya dokter anak. 2. tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. frustasi dan ketidakhadiran orang tua. pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. psikiatri. keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. psikolog dan sebagainya.

Sosial. (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. (d) kesempatan berlatih. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya. (b) sebagai alat untuk menarik orang lain. (b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain. yaitu: (a) anak cengeng. Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak.sesuatu di luar kesanggupannya menyesuaikan diri dengan lingkungan. mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada ajak apabila berbuat atau berperilaku yang positif. (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua. penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan berbagai aktivitas dalam masyarakat. dan Sikap 1. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan. dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak. (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial. Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga harus mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat. (f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. Perkembangan Moral. . Perkembangan Bahasa Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 – 5 bulan. (d) sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri. (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara. (b) kesiapan mental.

(d) impresional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya. Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah: (a) fungsi restruktif. (g) diberikan pada tempat dan waktu yang tepat. Syarat pemberian hukuman adalah: (a) segera diberikan. (b) konsisten. . 3. Fungsi hadiah bagi anak. (e) harus disertai alasan. 4. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat luas. (b) memberikan motivasi kepada anak. (f) sebagai alat kontrol diri. (c) memperkuat perilaku dan (d) memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi.2. (c) sebagai penguat motivasi. (c) konstruktif. yaitu yang berupa materiil dan non materiil. Terdapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak. antara lain: (a) memiliki nilai pendidikan. 5. (b) fungsi pendidikan.

Dengan makin bertambahnya umur seseorang. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. Berbagai otot dan tulang mengalami penguatan sehingga anak cenderung aktif dalam melakukan kegiatan fisik seperti bergerak. Perkembangan kognitif anak SD dalam fase operasional konkrit (6-12 tahun). mereka menambah informasi baru tentang pengalaman mereka . perkembangan intelektual anak sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. anak memiliki pengetahuan melalui operasi benda-benda konkrit. maka makin kompleks lah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Pembelajaran dengan menggunakan referensi benda konkrit sangat membantu anak memahami simbol-simbol abstrak. akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. Piaget menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif untuk itu perlu perlakuan dan dukungan yang berbeda.PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK SD Anak usia SD masih memasuki tahap perkembangan yang sangat pesat. dan tidak pernah diam di tempat. Secara kognitif. berlari. pemikiran anak SD sedang mengalami pertumbuhan sangat cepat. Menurut Peaget (dalam Sanrock (1995:308) perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. Sanrock tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. Ketika anak-anak beradaptasi dengan lingkungan.

Asimilasi merupakan proses kognitif yang menggabungkan informasi dari lingkungan ke dalam skemata . Ahli bahasa tidak yakin bagaimana pemetaan secara cepat terjadi. tentang kata-kata yang sama. Bagaimana anak-anak memperluas tata bahasa mereka dengan begitu cepat? Sebenarnya mereka melakukannya dengan pemetaan secara cepat. Nama-nama obyek (kata benda) tampaknya lebih mudah untuk dipetakan secara cepat dibandingkan dengan nama-nama tindakan (kata kerja). mereka harus menguasai beberapa poin bahasa. Masih lagi. tentang konteks yang cepat. Ada dua proses yang memungkinkan perubahan ini. kemampuan bicara anak-anak menjadi sangat mirip dengan orang dewasa. dan tentang subyek yang dibahas.yang mengharuskan mereka memperbesar kategori yang ada atau membuat kategori baru. kata depan. Mereka menggunakan lebih banyak kata hubung. anak-anak tampaknya membentuk hipotesis yang cepat mengenai arti kata dan menyimpannya dalam ingatan. Pada usia 5 hingga 7 tahun. Pada basis konteks tersebut. Mereka menggunakan kalimat kompleks dan susunan dan dapat menangani semua bagian pembicaraan. saat anak-anak pada usia ini berbicara secara lancar. dan artikel. yang kurang kongkret. yang memungkinkan mereka untuk menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam percakapan. tetapi tampaknya kemungkinan anak-anak menarik apa yang mereka tahu tentang aturan untuk membentuk kata-kata. Mereka berbicara dalam kalimat yang lebih panjang dan lebih rumit. dapat dimengerti dan benar menurut tata bahasa.

4) Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya. 2) Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara. Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1) Melihat dirinya sendiri sebagai mahkluk yang berbeda dengan objek di sekitarnya. akomodasi adalah proses kognitif yang mengubah skemata yang ada atau membuat skemata baru untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Melalui asimilasi. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan. 3) Suka memperhatikan sesuatu lebih lama. a) Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. Sebaliknya. 5) Memperhatikan objek sebagai hal yang tetap. mereka mengubah gambaran mereka tentang dunia berdasarkan informasi baru. melalui akomodasi. anak-anak menambahkan informasi baru ke dalam gambaran mereka tentang dunia. lalu ingin merubah tempatnya. dan dilakukan langkah demi langkah. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu.yang ada. b) Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun) .

4) Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. . termasuk kriteria yang benar. walaupun masih sangat sederhana. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek.Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda. Preoperasional (umur 2-4 tahun). dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif Tahap itu dibagi menjadi dua. tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan. 3) Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda. Tahap intuitif (umur 4-8 tahun). Karakteristik tahap ini adalah: 1) Self counter nya sangat menonjol. anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstraks. Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata. tetapi kurang disadarinya. yaitu pemikiran simbolis dan pemikiran intuitif. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami objek. 2) Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok. 5) Dapat menyusun benda-benda secara berderet.

Dia mengerti terhadap sejumlah objek yang teratur dan cara mengelompokkannya. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan.2) Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal hal yang lebih kompleks. 4) Anak mampu memperoleh prinsip-prinsip secara benar. Karakteristik tahap operasional konkret : 1) Sistem kekekalan 2) Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh 3) Melihat dari berbagai segi 4) Seriasi 5) Klasifikasi 6) Bilangan . dan kekekalan volume pada usia 7 tahun. kekekalan berat pada usia 6 tahun. Anak kekekalan masa pada usia 5 tahun. c) Karakteristik Tahap Operasional konkret (umur 7/8 – 11/ 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. Anak memahami bahwa jumlah objek adalah tetap sama meskipun objek itu dikelompokkan dengan cara yang berbeda. 3) Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide.

kalimatnya sederhana.7) Ruang. dengan kemampuan menarik kesimpulan. menafsirkan dan mengembangkan hipotesa. Unsur problematik dalam materi juga akan . Model berpikir ilmiah sudah mulai dimiliki anak. Materi pembelajaran sebaiknya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh anak. Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1) Bekerja secara efektif dan sistematis 2) Menganalisis secara kombinasi 3) Berpikir secara proporsional 4) Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi. lugas. dan jelas. Kalau perlu materi disertai gambar dan ilustrasi menarik dan menyenangkan. waktu dan kecepatan 8) Kausalitas 9) Probabilitas 10) Penalaran 11) Egosentrisme dan sosialisme d) Tahap operasional formal (umur 11/12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”.

html? zx=3eba01130f0206b6) Perkembangan Kognitif Anak Usia SD Memang anak di usia SD perkembangannya sangat pesat. Jika anak-anak dapat menyesuaikan dengan informasi baru. seorang anak bisa mengalami ketidaksetimbangan. Dengan demikian materi yang dikembangkan disesuaikan dengan pekermbangan dan kebutuhan anak. Dan disini juga pengaruh lingkungan sangat berperan. tetapi menantang penalaran kritis anak. materi diangkat dari realitas kehidupan anak sehari-hari. tetapi biasanya anak usia SD berpikirnya yang logis2 atau yang dapat mereka terima dengan indra mereka. ketika dihadapkan dengan informasi baru atau berbeda. maka ketidaksetimbangan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru akan memotivasi si anak untuk mempelajari. apalagi dalam lingkungan keluarga. anak-anak (dan juga orang dewasa) secara intrinsik termotivasi untuk mencoba memahaminya. yakni keseimbangan yang menyenangkan dengan lingkungan. Dengan kata lain.membuat sajian materi tidak monoton dan menjemukan. Ketidaksetimbangan biasanya menimbulkan kebingungan dan pergolakan. mulai dari teman sebaya mereka maupun orang lain. (http://wahyudiuksw.blogspot. perasaan yang mendorong anak-anak untuk mendapatkan kesetimbangan. Supaya memiliki kebermaknaan pada anak. atau konflik kognitif. . Disini anak usia SD sudah mulai mengenal bahasa yang banyak. Menjumpai sesuatu yang tidak dipahami atau tidak bisa dimengerti. dan juga cara berfikir mereka.com/2009/05/perkembangan-kognitif-anak-sd.terutama fisik mereka.

Yaitu dalam masa pertumbuhan pemahaman kata dan hubungannya berlangsung terus menerus.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp.n=a80dd573" border="0" alt="" /></a> Ads anak sekolah dasar dalam berbahasa terus berkembang.kompasads. Namun walaupun terjadi peningkatan perbendaharaan kata tidak selalu anak dapat memahami makna suatu kata atau kalimat. anak yang menguasai arti dari seluruh kata dalam suatu kalimat tertentu tidak dapat memahami makna kata atau suatu kalimat. Lalu meningkatnya jumlah pembendaharaan dan spesifikasi definisi. jadi informasi yang abstrak belum mampu dikomuikasikan pada anak-anak. dan seterusnya. tapi anak itu dapat memahami makna kata atau kalimat secara tepat. <a href="http://ads3. Sebaliknya. Tentunya bagi sorang guru itu perlu mengetahui bagaimana perkembangan bahasa perserta didiknya. Untuk itu dalam memaknai suatu kata ataupun kalimat diperlukan lebih banyak kemampuan menjustifikasi suatu kata atau kalimat daripada sekedar mengetahui arti kata. dapat terjadi bila anak tidak menguasai perbendaharaan dari semua kata di dalam kalimat.php? n=a80dd573&amp. karena manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk itu perlu kita telusuri apa saja perkembangan bahasa yang dialami oleh perserta didik.com/new/www/delivery/avw. . peningkatan tersebut mungkin setelah kelas empat SD. Umumnya pada usia ini. tugas komunikasi menjadi kompleks dan sulit .kompasads. Dan bahasa itu sangat penting bagi manusia. penggunaan bahasa pada anak. sehingga mereka dapat memperkaya perbendaharaan katanya lebih banyak melalui bacaan-bacaan yang sifatnya konstekstual. aspek pada penggunaan bahasa adalah narasi dan percakapan. sehingga anak-anak usia ini mengalami kesulitan untuk memahami perasann orang lain. apa sih pengertian dari bahasa itu? Bahasa itu tentunya untuk alat komunikasi dengan orang lain.com/new/www/delivery/ck. lalu anak usia 5-6 tahun cenderung kurang mampu mengkomunikasikan informasi dari anak yang lebih tua. Perkembangan bahasa pada usia sekolah yaitu antara lain.php? zoneid=1033&amp.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE" target="_blank"><img src="http://ads3.Perkembanga bahasa Perkembangan Bahasa dalam Usia Anak SD OPINI | 18 December 2010 | 11:15 409 2 Nihil Sebelum ke perkembangan bahasa. Karena. dari mulai satu kalimat.

untuk itu. penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula. Pembelajaran yang optimal maka sangat perlu bahasa yang komunikatif yang memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar dapat berperan secara aktif dan produktif. Karena dapat membantu anak berkomunikasi dengan baik dan ank tersebut tentunya akan mengerti tentang pemahaman-pemahaman tertentu. dan juga suara seorang guru agar tidak begitu lirih di dalam kelas. Yaitu anak yang terus menerus mengembangkan kalimat dengan mengelobarasikan kata benda dan kata kerja. Perkembangan membaca dan menulis. diharapkan seorang guru agar menggunakan bahasa anak di dalam kelas daripada bahasa orang dewasa. Untuk menciptakan suatu lingkungan kondusif dikelas yaitu pengaturan tata letak meja kursi dan lainnya. tentunya pemberian lingkungan kondusif bagi perkembangan bahasa itu sangat penting. akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan bahasa anak. sehingga anak yang kemampuan melukisnya bagus maka menulisnya juga bagus. Menciptakan perkembangan bahasa yang optimal di KBM SD Untuk menuntun anak dalam mengenai perkembangan bahasa itu sangat penting. Untuk itu perlu sekolah terutama di setiap kelas suatu pembelaajaran yang efektif sehingga perkembangan bahasanya bisa berjalan secara optimal. apabila guru dan siswa saling komunikasi dengan baik dan anak mengerti apa yang dikatakan oleh seorang guru. proses menulis berkaitan dengan kegiatan menggambar yang menunjukkan simbolis. Ada tumpang tindih antara menbaca dan menulis. pengembangan sintaksis yang ada dan pemerolehan bentuk-bentuk baru secara simultan. Bahasa itu merupakan alat komunikasi dalam pergaulan social sehingga dengan komunikasi bisa menghasilkan pembelajaran efektif untuk mendapat pendidikan yang optimal. Dengan adanya lingkungan kondusif yang tercipta sesuai dengan kebutuhan anak untuk perkembangan bahasa pada saatnya. Penyatuan dan pemahaman fungsi terus berkembang. . Membaca bersama-sama merupakan aktivitas yang bernilai sosial tinggi yang melibatkan secara aktif orang tua dan anak.Selanjutnya. tidak hanya sebagai pengguna bahasa yang pasif. Struktur tambahan mencakup bentuk kalimat pasif. perlu diketahui bahwa faktor yang berpengaruh pada pembaca yang baik yaitu kesediaan orang tua untuk menyediakan serta menciptakan lingkungan kondusif di rumah bagi perkembangan kemampuan membaca melalui penyediaan bacaan. Sebaliknya. Dari terjalinnya suatu komunikatif antara seorang guru dan peserta didik. dan paling sulit yang hadapi anak yaitu menenai penggunaan sisipan. tapi juga menjadi pengguna bahasa yang aktif. Dalam perkembangan morpologi pada anak kelas awal SD dapat ditandai dengan penggunaan kata imbuhan awalan. tentunya dapat menghasilkan pembelajaran yang optimal. umumnya. sehingga seorang guru harus mengatur suaranya agar dapat didengar siswa semuanya.

Perkembangan Fisik Anak Usia Sekolah dasar Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas. Perkembangan motorik Dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan. Oleh karena itu. Perubahan yang terjadi pada diri anak tersebut meliputi perubahan pada aspek fisik. serta ukuran beberapa organ tubuh. lengan dan badan termasuk kaki . berenang. karena proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan merekapada masa mendatang. Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada usia anak. maka pada umumnya untuk anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan. Anak usia 5 tahun • Mampu melompat dan menari • Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala. 1. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot.perkembangan anak usia sekolah dasar Pendahuluan Masa pertumbuhan anak seharusnya diperhatikan secara seksama oleh orang tua. anak juga makin mampu menjaga keseimbangan badannya. early childhood (usia 3-6 tahun). Masa ini terjadi dari usia 5 sampai 12 tahun yang ditandai dengan terjadinya perkembangan-perkembangan pada diri anak diantaranya fisik dan juga kognitifnya.maka pada masa ini perkembangan motorik menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan ( olah raga ). Kemudian dalam makalah ini akan dibahas tentang bagaimanakah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak diusia sekolah tepatnya sekolah dasar. pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. kira-kira dua tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual. Masa usia sekolah dasar merupakan masa kelanjutan dari masa bayi dan prasekolah anak. Jika perkembangan anak luput dari perhatian orang tua maka anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka. 2. kognitif. anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olah raga yang bersifat formal. Karena factor perbedaan jumlah sel-sel otot. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat. Disamping itu. dan psikososial. masa ini sering disebut juga sebagai “periode tenang” sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja. Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi ( babyfat ) berkurang. meskipun merupakan masa tenang. yaitu pada masa infancy todlerhood (usia 0-3 tahun). dan lain sebagainya. Pembahasan A. emosi. middle childhood (usia 6-11 tahun). seperti senam. anak-anak terus melakukan berbagai aktifitas fisikyang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Beberapa perkembangan motorik ( kasar maupun halus ) selama periode ini antara lain : a. Aspek dari pertumbuhan fisik Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. tetapi hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik yang berarti.

pemikiran anak masa sekolah dasar disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought). Perkembangan Kognitif Anak Usia Sekolah Seiring dengan masuknya anak kesekolah dasar. Anak usia 10-12 tahun • perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai nampak • mampu melakukan aktifitas rumah tangga. Anak usia 7 tahun • tangan anak semakin kuat • mulai membaca dengan lancar • cemas terhadap kegagalan • peningkatan minat pada bidang spiritual • kadang malu dan sedih d. Dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak. Anak usia 8-9 tahun • kecepatan dan kehalusan aktifitas motorik meningkat • mampu menggunakan peralatan rumah tangga • keterampilan lebih individual • ingin terlibat dalam sesuatu • menyukai kelompok dan mode • mencari teman secara aktif e. pikiran anak usia sekolah berkembang secara berangsur-angsur. berarti dunia dan minat anak bertambah luas. Daya ingatnya menjadi sangat kuat sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadium belajar. seperti mencuci dan lain-lain • adanya keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain • mulai tertarik dengan lawan jenis B. kemapuan kognitifnya urut mengalami perkembangan yang pesat. artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek peristiwa nyata atau kongkrit. Anak usia 6 tahun • koordinasi mata dan tangan • ketangkasan meningkat • melompat tali • bermain sepeda • mengetahui kanan dan kiri • mungkin bertindak menentang dan tidak sopan • mampu menguraikan objek-objek dengan gambar c. Dalam keadaan normal. rasional dan objektif. Karena dengan masuk sekolah. Kalau pada masa sebelumnya daya fikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris maka pada masa ini daya piker anak berkembang kearah berpikir kongkrit.dalam upaya memahami alam .• Dapat mnghitung jari-jarinya • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan mampu bercerita • Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya • Menprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya • Mampu membedakan besar dan kecil b. Menurut teori piaget.

yaitu: a. Matlin (1994) menyebutkan empat macam strategi memori yang penting. dan motivasi). memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. serta mampu berpikir secara reflektif dan evaluatif. a. Perkembangan kreativitas Dalam tahap ini anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang . kesehatan. seperti tingkat usia. yaitu: 1. b. Perkembangan pemikiran kritis Perkembangan pemikran kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam. serta pengetahuan yang diperolehanak sebelumnya.sekitarnya mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indera. c. Rehalsal (pengulangan) Suatu strategi meningkatkan memoridengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan. Jadi pada tahap ini anak telah memiliki struktur kognitif yang memungkinkannya dapat berfikir untuk melakukan suatu tindakan tanpa ia sendiri bertindak secara nyata. Akan tetapi. Operasi yang terjadi dalam diri anak memungkinkan pula untuk mengetahui suatu perbuatan tanpa melihat bahwa perbuatan tersebut ditunjukkan. c. Dalam masa ini. Negasi (negation) Yaitu pada masa kongkrit operasional. tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber. karena anak mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya. 3. Perkembangan memori Selama periode ini. Retrieval (pemunculan kembali) Proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. terdapat hal-hal lain yang mempengaruhimemori anak. anak berusaha menggunakan strategi memori yaitu merupakan prilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori. Hubungan timbal balik (Resiprok) Yaitu anak telah mengetahui hubungan sebab-akibat dalam suatu keadaan. memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan-keterbatasan. 4. Selain strategi-strategi memori diatas. Organization (organisasi) Pengelompokan dan pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Imagery (perbandingan) Membandingka sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang. anak memahami hubungan-hubungan antara benda atau keadaan yangsatu dengan benda atau keadaan yang lain. Untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut. Identitas Yaitu anak sudah mampu mengenal satu persatu deretan benda yang ada. mempertahankan pikian agar tetap terbuka. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah memori. sifat anak (termasuk sikap. Seperti anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana mereka duduk dalam satu kelas. mereka akan menggunakan secara spontan. anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi-operasi. b. 2.

samsunuwiyati Prof.com/id/perkembangan-anak-perkembangan-fisik-motorik-kognitifpsikososial. d. Bandung : PT Remaja Rosda Karya 2005. Perkembangan bahasa Selama masa anak-anak awal. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. www. Aspek perkembangan fisik meliputi perkembangan fisik juga perkembangan motorik 2.baru. serta dapat menerapkan berbagai aturantata bahasa secara tepat. S. Perkembangan bahasa Daftar Pustaka Samsunuwiyati Mar’at. Aspek perkembangan kognitif disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought) yang meliputi: a. Perkembangan pemikiran kritis c. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan: 1. Perkembangan kreativitas d. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Perkembangan memori b. Psikologi Perkembangan. Perkembangan ini terlihat dalam cara berpikirtentang kata-kata. hj.g-excess. terutama lingkungan sekolah. perkembangan bahasa terus berlanjut.psi.html . Dr. struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat.

Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan indranya. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya. Berdasarkan hasil penelitiannya. ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. pengalaman fisik / lingkungan 3. Sebaran umur pada seiap tahap ersebut adalah rata-rata (sekitar) dan mungkin pula terdapat perbedaan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya.blogspot. seperti mengklasifikasikan sekelompok objek (classifying). Teori ini disusun berdasarkan studi klinis terhadap anak-anak dari berbagai usia golongan menengah di Swiss. dll. anak beum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya. pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra) Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya. yaitu : 1. b. misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan. transmisi social 4. Istilah operasi yang digunakan oleh Piaget di sini adalah berupa tindakan-tindakan kognitif. Pada masa kanak-kanak ini.html Teori perkembangan JohnPiaget TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. mulai bayi hingga dewasa. kematangan 2. Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. tahap Operasi Konkrit : 7 – 11 tahun . tahap Operasi Formal : 11 keatas. tahap Sensori Motor : 0 – 2 tahun . 2. Tahap Pra Operasi ( Pre Operational Stage) Tahap ini adalah tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit.com/2009/06/teori-perkembanganjohnpiaget. equilibrium Selanjutnya Piaget mengemukakan tentang perkembangan kognitif yang dialami setiap individu secara lebih rinci. Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol. suara binatang. Pada tahap ini pemikiran anak lebih banyak berdasarkan pada pengalaman konkrit daripada pemikiran . (mairer. asal perpindahanya terlihat. 1978 :24).http://babay-cute. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. Tahap Sensori Motor (Sensory Motoric Stage) Bagi anak yang berada pada tahap ini. 4. Piaget mengemukakan ada empat tahap perkembangan kognitif dari setiap individu yang berkembang secara kronologis : 1. menata letak benda-benda menurut urutan tertentu (seriation). antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Dan teori ini berdasarkan pada hasil penelitian di Negeri Swiss pada tahun 1950-an. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Bayi lahir dengan refleks bawaan. a. 3. dan membilang (counting). tahap Pra Operasi : 2 – 7 tahun .

Namun. Berapakah tinggi “Pak Tinggi” bila diukur dengan klip? Dalam memecahkan masalah diatas.logis. tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi. astraksi dan generalisasi. Kemudian ditambahkan penjelasan dalam bentuk verbal bahwa “Pak Pendek” itu mempunyai teman “Pak Tinggi”. Suzan. dan pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. tanpa objek fisik di hadapan mereka. Sebagai contoh eksperimen Piaget berikut ini : Seorang anak pada tahap ini dihadapkan pada gambar “pak Pendek” dan untaian klip (penjepit kertas) untuk mengukur tinggi “Pak Pendek” itu. yaitu kekekalan panjang. cirri-ciri anak pada tahap ini belum memahami dan belum dapat memikirkan dua aspek atau lebih secara bersamaan. anak harus memerlukan operasi terhadap operasi. “Rambut Edith lebih terang daripada rambut Lily. memahami konsep promosi. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan. Tahap Operasi Formal (Formal Operation Stage) Tahap operasi formal ini adalah tahap akhir dari perkembangan konitif secara kualitatif. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwanya berlangsung. dll. Rambut siapakah yang paling gelap?” . Tahap Operasi Konkrit (Concrete Operational Stage) Anak-anak yang berada pada tahap ini umumnya sudah berada di Sekolah Dasar. maka ia mengatakanya berbeda pula. sehingga jika ia melihat objek-ojek yang kelihatannya berbeda. Smith (1998) memberikan contoh. Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abtrak dan menggunakan logika. ide-ide. tetapi belum dapatt menghadapi hal-hal yang abstrak (tak berwujud). Selain dari itu. tidak mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi boneka yang berambut paling gelap. yaitu kemampuan untuk menyusun serangkaian hipotesis dan mengujinya (child. Lebih lanjut dikatakan bahwa apabila diukur dengan batang korek api tinggi “Pak Pendek”empat batang sedangkan tinggi “Pak Tinggi” enam batang korek api. Pada tahap ini anak masih berada pada tahap pra operasional belum memahami konsep kekekalan (conservation). ketika diberi peranyaan. mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objek Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. d. Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. dan Lily). 1977 : 127) Kesimpulan pada tahap ini adalah : . kekekalan materi. luas. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol. anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. Anak-anak diberi tiga boneka dengan warna rambut yang berlainan (Edith. Namun. c. tetapi masih terbatas pada hal-hal yang dapat dijumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak telah dapat mengetahui symbol-simbol matematis. anak-anak pada tahap operasional konkret mengalami kesulitan karena mereka belum mampu berpikir hanya dengan menggunakan lambang-lambang. Karakteristik dari anak pada tahap ini adalah telah memiliki kekampuan untuk melakukan penalaran hipotek-deduktif.

Pada tahap operasional formal, anak-anak sudah mampu memahami bentuk argumen dan tidak dibingungkan oleh isi argument (karena itu disebut operasional formal). Tahap ini mengartikan bahwa anak-anak telah memasuki tahap baru dalam logika orang dewasa, yaitu mampu melakukan penalaran abstrak. Sama halnya dengan penalaran abstrak sistematis, operasi-operasi formal memungkinkan berkembangnya system nilai dan ideal, serta pemahaman untuk masalah-masalah filosofis. Cara-cara dalam mengembangkan pendidikan Tk dan SD menurut teori jean piaget Teori psikologi perkembangan Jean Piaget selama ini telah menjadi rujukan utama kurikulum TK dan bahkan pendidikan secara umum. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung secara tidak langsung dilarang untuk diperkenalkan pada anak-anak di bawah usia 7 tahun. Piaget beranggapan bahwa pada usia di bawah 7 tahun anak belum mencapai fase operasional konkret. Fase itu adalah fase, di mana anak-anak dianggap sudah bisa berpikir terstruktur. Sementara itu, kegiatan belajar calistung sendiri didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir terstruktur. Piaget khawatir otak anak-anak akan terbebani jika pelajaran calistung diajarkan pada anak-anak di bawah 7 tahun. Alih-alih ingin mencerdaskan anak, akhirnya anak-anak malah memiliki persepsi yang buruk tentang belajar dan menjadi benci dengan kegiatan belajar setelah mereka beranjak besar. Persiapan belajar membaca mempunyai tiga unsur pokok. Yaitu minat untuk membaca, kemampuan membedakan secara visual (bentuk, warna, ukuran) dan kemampuan membedakan suara-suara. Untuk memupuk minat baca si kecil, orangtua bisa melatihnya dengan memberikan dan membacakan buku-buku cerita dengan gambar yang menarik. Berorientasi pada Kebutuhan Anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional. Belajar melalui bermain Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Lingkungan yang kondusif Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain. Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak. . Mengembangkan berbagai kecakapan hidup Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri, mandiri

dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahanbahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulang Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berulang-ulang.

http://revyarmy.wordpress.com/2010/04/01/perkembangan-dancara-belajar-anak-di-sd/ Perkembangan dan Cara Belajar Anak di SD
April 1, 2010 pukul 7:41 am | Ditulis dalam pendidikan | 2 Komentar

Perkembangan dan Cara Belajar Anak di SD

PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks. Artinya banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Baik unsure-unsur bawaan maupun unsure-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan ank tersebut. Guru terutama guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak di SD.pemahaman konseptual tersebut meliputi gambaran tentang siapa anak SD dan bagaiamana mereka berkembang, yang mencakup tentang karakteristik perkembangan anak usia SD dalam berbagai aspek fisik biologis, kognitif, bahasa, dan psikososial. Selain itu diperlukan adanya pemahaman tentang prinsip-prinsip belajar anak, proses-proses psikologis yang terjadi dalam belajar anak serta peran motivasi dalam belajar anak. Dengan bekal pemahaman konstektual tersebut, guru diharapkan dapat mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan anak SD. 1.2. RUMUSAN MASALAH

Bagaimanakah perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar ? 1.3. TUJUAN PENULISAN Untuk mengetahui perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar. PEMBAHASAN

Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak.2. ü Perkembangan Berat Tubuh Peserta Didik. Anak usia 10-12 tahun (permulaan masa remaja): • • • • • Anak mengalami periode lemak. dan lemak. Anak usia 12/13 thn : tinggi anak 150 cm. Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur tubuh. Mengalami pematangan kelamin yang berasal dari hormone. Nafsu makan anak semakin besar.pangkal paha. dada. ü Pertumbuhan Tinggi Pertumbuhan tinggi badan setiap anak berbeda-beda. leher dan pipi. masih bertambah sampai usia 18 tahun ketika mengakhiri masa remaja. yang berdampak dalam melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain. pertumbuhan anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan. Pada akhir usia SD dan anak masuk masa puber. Pertumbuhan tubuh yang cepat. Setelah itu melambat 7 cm setiap tahun. otot. Anak usia 5 tahun : berat 5x setelah dilahirkan. gigi. pertumbuhan laki-laki lebih cepat. 1. sekitar rahang. 2.1 PERKEMBANGAN ANAK SEKOLAH DASAR 1. . Penumpukan lemak pada perut. pinggul. PERKEMBANGAN SECARA FISIK Perkembangan fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan. 1. Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain. Namun setelah itu. A. 1. Anak usia 5 tahun : tinggi tubuh 2x dari tinggi/panjang tubuh saat lahir. pertumbuhan tulang. Anak masa anak : berat 35-40 kg. tapi mengikuti pola yang sama. 3.

kuat. Gigi. • • • Masa ini terjadi perubahan fisik yang sangat pesat dalam ukuran tinggi. 3. dada pipih. v Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik Pertumbuhan fisik peserta didik usia SD/MI lebih lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa sebelumnya (masa bayi dan TK awal) dan sesudahnya (masa puber dan remaja). Kematangan kelenjar dan hormone yang berkaitan engan pertumbuhan seksual. ada yang berlangsung cepat. 3. dsb. 1980) ada tiga kemungkinan bentuk primer anak SD. terlalu memperhatikan perubahan fisik. Pengerasan tulang dan tulang rawan menjadi tulang keras berlangsung terus sampai akhir masa remaja. 4. 1. berat badan. menarik diri dari pergaulan. kurang PD. Otot dan Lemak. Pada dua tahun terakhir masa anak akhir dimana terjadi periode lemak. 2. Bentuk tubuh mesomorf: kelihatannya kokoh. ü Pertumbuhan Tulang. yaitu: 1. bersikap negative/menentang. Pengaruh keluarga ü Faktor keturunan . Bentuk tubuh endomorph: yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. sedang atau lambat. proporsi tubuh. dan lebih kekar. Pertumbuhan tulang terjadi tidak serempak dan kecepatannya berbeda. 6. Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap terjadi pada peserta didik usia SD/MI menjadi peristiwa penting karena dapat mempengaruhi perilaku anak.Berdasarkan tipologi Sheldon (Hurlock. 7. gizi dan zat mineral yang dikonsumsi. Pertumbuhan tulang (jumlah dan komposis) pada peserta didik usia SD/MI cenderung lambat dibandingkan anak awal dan remaja. Berat tubuh ektomorf: tampak jangkung. Jadwal waktu pertumbuhan fisik tiap anak tidak sama. Sebagian peserta usia SD/MI juga berbeda pada masa awal remaja/puber.n: 1. lemah dan seperti tak berotot. 5. Perkembangan susunan syaraf pada otak dan tulang belakang mempengaruhi perkembangan indra dan berpikir anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam belajar. 1. terjadi pembengkokkan tulang karena tulang belum/tidak cukup keras menompang berat badan. tergantung pada hormone. Mengalami ketidakseimbangan. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak a. 2. perubahan minat/aktivitas bermain.

1. Bagi anak usia SD atau MI. dan Australia cenderung lebih tinggi dari pada orang Asia). Keadaan status ekonomi mempengaruhi peran keluarga dalam memberi makan. tidak mampu dan rendah diri. B. Anak yang sehat dan jarang sakit biasanya mempunyai tubuh sehat dan lebih berat dibanding dengan anak yang sering sakit. 1. Gangguan Emosional Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenalin yang berlebihan. PERKEMBANGAN INTELEK . 3. Jenis Kelamin Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan anak perempuan.Eropa. Gizi dan kesehatan • • Anak yang memperoleh gizi cukup biasanya lebih tinggitubuhnya dan relatif lebih cepat mencapai masa puber dibandingkan dengan anak yang bergizi kurang. 5. Lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada tinggi tubuh. 1. 1. kecuali pada usia 12-15 tahun.Membuat anak menjadi gemuk dari pada anak lainnya. reaksi yang diperlihatkan orang lain terutama oleh temanteman sebayanya terhadap ukuran dan proporsi tubuhnya mempunyai makna penting. akibatnya anak mengalami keterlambatan perkembangan memasuki masa puber. Status sosial dan ekonomi • • Fisik anak dari kelompok ekonomi rendah cenderung lebih kecil dibandingkan dengan keluarga ekonomi cukup atau tinggi. Hal ini menyebabkan berkurangnya hormon pertumbuhan pada kelenjar pituitary. ü Faktor lingkungan Akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan anak tersebut. Perbedaan ras suku bangsa (orang Amerika. Apabila ukuran-ukuran dan proporsi tubuh anak berbeda jauh dengan teman sebayanya anak akan merasa kelainan. gizi dan pemeliharan kesehatan serta kegiatan pekerjaan yang dilakukan anak. 2. 4. 1.

sehingga perlu diadakannya semacam tes untuk mengetahui tingkat intelegensi tiap individu yang biasa disebut dengan IQ (Intelligence Quotient). IQ merupakan hasil bagi usia mental dengan usia kronologis atau kalender dikalikan seratus. Dengan adanya beberapa kecerdasan tiap individu. Resiprokasi sebagai kemampuan untuk melihat hubungan timbal balik. dan dalamnya terdapat aspek: persepsi. yaitu: 1. simbol. Dengan berpegang pada satuan ukuran IQ. Selain itu. maka memungkinkan terjadinya kecerdasan ganda (multiple intelligence). mereka mengalami tahap ketiga dan keempat dari 4 tahap. 3. . Identitas dalam mengenali benda-benda yang ada. Negasi sebagai kemampuan anak dalam mengerti proses yang terjadi di antara kegiatan dan memahami hubungan antara keduanya. struktur pengetahuan juga menjelaskan tentang tingkat kecerdasan peserta didik pada usia SD. penalaran. yaitu: • Tahap 3: Konkret Operasional (7-11 tahun) Pada masa ini anak sudah bisa melakukan berbagai macam tugas. ingatan. pikiran.v Struktur pengetahuan Pengertian kognitif meliputi aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui sesuatu.-25 Kategori Genius Sangat cerdas Cerdas Di atas normal Normal Di bawah normal Bodoh Debil Imbecil Idiot vTahap perkembangan kogntif Pada anak usia SD. 2. Perkembangan kognitif merupakan proses dan hasil individu dengan lingkungannya. 2003): IQ 140-…… 130-139 120-129 110-119 90-109 80-89 70-79 50-69 25-49 ……. menkonservasi angka melalui 3 macam proses operasi.. maka kecerdasan dikategorikan dalam tabel berikut (Sukmadinata. dan pemecahan persoalan.

Tipe pengalaman yang didapat anak secara langsung akan berbeda jika anak mendapat pengalaman seara tidak langsung dari orang lain atau informasi dari buku. Jadi. diharapkan orang tua dan guru dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan intelektual anak dengan tepat sesuai dengan usia perkembangan kognitifnya. yang dikarenakan oleh tingkat kecerdasan di bawah normal dan kurangnya mendapat kesempatan memperoleh pengalaman. mampu mengkonservasi angka. pada tahap ini anak sudah mampu meninjau masalah dari berbagai sudut pandang dan mempertimbangkan alternatif dalam memecahkan masalah. Kondisi organ penginderaan sebagai saluran yang dilalui pesan indera dalam perjalanannya ke otak (kesadaran). bernalar berdasarkan hipotesis. serta memahami konsep melalui pengalaman sendiri dan lebih objektif. Dengan mengetahui tahap perkembangan kognitif tersebut. Jenis kelamin karena pembentukan konsep anak laki-laki atau perempuan telah dilatih sejak kecil dengan cara yang sesuai dengan jenis kelamin. menggunakan rasio dan logika dalam abstraksi. Kelambanan perkembangan otak yang dapat mempengaruhi kemampuan bermain dan belajar di sekolah serta penyesuaian diri dan social anak. 3. menggabungkan sejumlah informasi secara sistematis. Intelegensi mempengaruhi kemampuan anak untuk mengerti dan memahami sesuatu. antara lain: 1. Dalam perkembangan intelek. di antaranya : 1. 4. • Tahap 4 : Formal Operasional (11 – 12 tahun) Pada fase ini. dan membuat perkiraan di masa depan. Kesempatan belajar yang diperoleh anak. dapat juga terjadi kendala dan berbahaya yang mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. v Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek peserta didik usia SD atau MI. hipotesis dan sistematis mengenai sesuatu yang abstrak dan memikirkan hal-hal yang akan dan mungkin terjadi. Kepribadian pada anak dalam memandang kehidupan dan menggunakan suatu kerangka acuan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. 2. . memahami. 6. pada tahap ini anak sudah mampu berfikir konkret dalam memahami sesuatu sebagaimana kenyataannya.Dengan demikian. anak sudah dapat berfikir abstrak. 5.

berarti telah memupuk rasa malu dan ragu yang berlebihan sehingga anak tidak dapat mengendalikan dunia dan dirinya sendiri. keresahannya segera terhapus. malu-malu dan ragu-ragu. Yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun. Jika anak. serta terkandung di dalarnnya sikap-sikap menolak. maka akan tumbuh pada anak itu rasa. 1. akan turnbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang di sekitarnya yang selalu bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungknn nasibnya. Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. Perasaan ini akan terus terbawa pada tingkat-tingkat ptrkembanpan berikutnya. ia akar mengalami kesulitan untuk memperoleh autonomi pada masa remaja dan masa dewasanya. menutup-membuka menjatuhkan. menarik dan mendorong.0) Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy. diajak main dan bicara. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1. mudah percaya. selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. Jika pemeliharaan terhadap bayi itu tidak menetap. pemikiran tidak realistis. tetapi juga memanjat. Orang tua yang terlalu melindungi dan selalu mencela hasil pekerjaan anak-anak. 1. penalaran yang keliru. a. Jika orang dewasa yang mengasuh dan membimbing anak tidak sabar dan selalu membantu mengerjakan segala sesuatu yang sesungguhnya dapat dikerjakannya sendiri oleh anak itu. tidak memadai sebagaimana mestinya. Pada saat ini bukan hanya berjalan. C. PERKEMBANGAN AFEKTIF Erikson melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. Konsep yang salah yang disebabkan oleh informasi yang salah. Anak kemudian akan mengembangkan perasannya bahwa ia dapat mengendalikan otot-ototnya. Sebaliknya anak yang dapal melalui masa ini dengan adanya keseimbangan serta dapat . Orang tua sebaiknya menyadari bahwa anak butuh melakukan sendir hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya menurut langkah dan waktunya. serta mengendalikan diri dan lingkungannya.2.0 -1. pengalaman terbatas. 1. dan imajinasi yang sangat berperan. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar (0. memegang dan melepaskan. meninggalkan masa perkembangan ini dengan autonomi yang lebih kecil daripada rasa malu dan ragu.0). Hal ini biasanya berkenaan dengan konsep diri dan sosial yang bisa membingungkan anak. sendiri. akan turnbuhlah pada bayi itu rasa takut serta ketidak-percaya. b.in yang mendasar terhadap dunie sekelilingnya dan terhadap orang-orang di sekitarnya. 3. serta salah menafsirkan arti. dorong-dorongannya.0 – 3. Kesulitan dalam membenarkan konsep yang salah dan tidak relistik. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri.

d.mengatasi rasa malu dan ragu dengan rasa outonomus. Berdasarkan hasilnya mereka dihargai dan di mana perlu diberi hadiah.0) Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya.0 – 5. kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lianya bereaksi atnu nienirn anak-anak lain. memotong. dan masyarakat. Pengalaman-pengalaman sekolah anak mempengaruhi industry dan inferiority anak. maka pada masa ini . e. Ini dapat menimbulkan rasa inferiority (rasa tidak” mampu). Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3. la dapat mengendarai sepeda roda tiga.0 – 18. Industry vs litferioriry/Produkttvltns (6. Pada usia sekolah dasar ini dunia anak bukan hanya lingkungan rumah saja melainkan meneakup juga lembagaiembaga lain yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu. memukul. Hal yang sama terjadi pada kemampuan anak nnluk menggunakan bahasa dan kegiatan fantasi. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada. siswa. la berpikir puh apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. pada tahap ini dimensi interpersonal yang muncul adalah: ego identity -4 •–>• role confusion. Identity vs Role Confusion/Identitas (12. la mulai mengrrti tentang keluarga yang ideal.0 – 11 . 1. yang dapat diperbandingkannya dengan apa yang dialaminya sendiri. Namun demikian keseimbangan yang diperoleh pada masa ini dapat berubah ke arah positif maupun negatif oleh perisliwa-peristiwa di masa selanjutnya. Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua member! respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melaknkan. anggota pramuka. tetapi dipengaruhi pula oleh orang-orang dewasa lain yang berhubungan dengan anak itu 1. Dengan demikian rasa/sifat ingin menghasilkan sesuatu dapat dikembangkan. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengilami perkembangan.00) Anak mulai mampu berpikir deduktif. dan lain sebagainya menjadi suatu kesatuan sehingga menunjukkan kontinuitas dengan masa lalu dan siap menghadapi masa datang. maka ia sudah siap menghadapi siklus-siklus kehidupan berikutnya. la mempunyai perasaanperasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahan-perubahan itubuhnya. dapat lari. Keseimbangan industry dan inferiority bukan hanya bergantung kepada orang tuanya. 1. la mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain.0) Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu. Pada masa ini siswa harus dapat ‘mengirtegrasikan apa yang telah dialami dan dipelajarinya tentang dirinya sebagai anak. teman. Dimensi psikososial yang rnuncul pada masa ini adalah: sense of industry. sense of inferiority Anak didorong untuk membuat. agama. Menurut Erikson. Anak dengan IQ 80 atau 90 akan mempunyai pengalaman sek’olah yang kurang memuaskan walaupun sifat indtistri dipupuk dan dikembangkan di ruitiah. c. Peran orang tua yang pada masa lalu berpengaruh secara langsung pada krisis perkembangan. melakukan dan mengerjakan dengan bendabenda yang praktis.

dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan cucu-cucu. memiliki sifat-sifat industry. Sebagai rekapitulasi dapat dinyatakan bahwa penahapan perkembangan afektif manusia merupakan perpaduan dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. kebutuhan dan perkembangan mereka.0) Generativity berarti bahwa orang mulai memikirkan orang-orang lain di luar keluarganya sendiri. D.pengaruhnya tidak langsung. Integrity vs Despair/Integritas (45. g. Perkembangan afektif suatu tahap dapat berpengaruh secara positif maupun negatif terhadap tahap berikutnya. dengan penuh kepercayaan. Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25. Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan. yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah.0) Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain. yaitu guru. akan terdapat apa yang disebut isolation. Intimacy vs Isolation/Keakraban (19.0) Pada tahap ini usaha-tisaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat generasi ifi liidnp. Generativily ini bukan hanya terdapat pada orang tua (ayah dan ibu). Jika anak mencapii masa remaja dengan rasa terima kasih kepada orang tua. Jika anak mencapai tahap ketiga yang bergaul dengan anak bukan hanya orang tuanya saja melainkan juga orang dewasa lainnya di sekolah. berinisiatif. yakni kesendirian tanpa adanya orang lain untuk berbagai rasa dan saling memperhatikan. h. Jika intimacy ini tidak terdapat di antara sesama teman atau suami istri. Guru yang membimbing dan mengasuh peserta didiknya pada berbagai aspek tingknt kelas perlu memahami dan menyadari sikap.0 – 45. menurut Erikson. Sedangkan kebalikannya adalah despair. Orang yang tidak berhasil mencapai gereralivily berarti ia berada dalam keadaan self absorption dengan hanyr memutuskart perhatian kepada kebutuhankebutuhan dan kesenang’an pribadinya saja. 1. PERKEMBANGAN MINAT ANAK SD . 1. 1. serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat. mempunyai autonomy. 1. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua. f.0 – 25. maka kesempatannya kepada ego indentiti sudah berkembang. tetapi terdapat pula pada individu-individu yang secara aktif memikirkan kesejahteraan kaum muda serta berusaha membuat tempat bekerja yang lebih baik untuk mereka hidup.

intelegensi. misalnya orang tua. 3. Aspek kognitif. dan teman sebaya). Dari segi materi dan pengamatan lapangan. Aspek afektif. yaitu : 1. dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas. merupakan faktor-faktor di luar diri anak (melalui pengaruh orang tua. Faktor instusional. yaitu : 1. Karakter masing-masing anak. Kemauan anak terhadap kegiatan tersebut (meskipun ada dorongan yang besar dari orang-orang tertentu. kelamin. Lilawati (1988) mengartikan minat adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap suatu kegiatan sehingga mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan tersebut dengan kemauan sendiri. jenis. Sinambela (1993) mengartikan minat adalah sikap positif dan adanya rasa ketertarikan dalam diri anak terhadap suatu aktivitas tertentu. guru. intensif. merasa tertarik. merupakan faktor-faktor yang ada pada diri anak itu (meliputi usia. 2. dan kebutuhan psikologi). sikap. Mereka lebih cenderung “ikut-ikutan“ dalam melakukan suatu kegiatan (pengaruh . Minat pada anak dipengaruhi oleh dua faktor : 1. dan cenderung senang terhadap suatu aktivitas sehingga mereka mau melakukan aktivitas tersebut dengan kemauannya sendiri. kami dapat menyimpulkan bahwa minat pada anak SD pada pada sesuatu umumnya tergantung pada beberapa hal. kalau dia tidak mempunyai keinginan yang tinggi terhadap kegiatan tersebut dia tidak akan melakukan kegiatan tersebut) 2. berupa konsep positif terhadap suatu obyek dan berpusat pada manfaat dari obyek tersebut. nampak pada rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut. Minat terdiri dari dua aspek. Secara operasional. Jadi dapat diartikan bahwa minat adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan. 2.Meichati (1975) mengartikan minat adalah perhatian yang kuat. Faktor personal. Suasana hati / keinginan hati (mood) Minat anak SD terhadap suatu kegiatan lebih tergantung pada pengaruh teman sebayanya.

Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran. Selanjutnya perkembangan bahasa dengan pembentukan kalimat. Anak mulai membangun kosakata yang biasanya merupakan kata benda. percakapan. memberi tanggapan. waktu. dan ringkasan paragraf. dan informasi secara lisan mengenai perkenalan. kata kerja. Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan. dan konsep materi pelajaran. kata sifat. dan diskusi. beruta. pendapat/saran. dikte.lingkungan). Pada dasarnya mereka lebih mempunyai minat yang tinggi kepada suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka dan yang memberi kesenangan pada mereka. E. mengarang. 3. Keterampilan membaca meliputi ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas. pendapat. mendeskripsikan benda. kegiatan bertanya. perasaan dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama. v Pola Perkembangan Bahasa Anak Anak dikatakan siap atau matang berbicara dan belajar bahasa apabila aspek motorik bicara (koordinasi otot bicara) dan aspek mental bicara (kemampuan berpikir) anak sudah mulai berfungsi dengan baik. yaitu: 1. 4. dongeng. deklamasi. kata merangkai/pengganti dari apa saja yang dijumpai anak dalam kehidupan sehari-hari khususnya mengenai warna. 2. keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa. 3. tegur sapa. dan kata popular yang digunakan kelompok anak atau teman sebaya. perasaan. kata keterangan. fungsi anggota tubuh. denah. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup. 1. Keterampilan mendengarkan Keterampilan berbicara Keterampilan membaca Keterampilan menulis Di sekolah dasar. . dimulai dengan kalimat sederhana menjadi kalimat lengkap. perintah. dan bahasa isyarat. berita. bahasa tulis. Pada saat anak mulai masuk sekolah merupakan masa yang paling baik untuk belajar bahasa. menulis surat. PERKEMBANGAN BAHASA Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan. petunjuk. bahasa dapat dibedakan menjadi 3. undangan. 1. uang. 4.pengenalan benda. yaitu bahasa lisan. kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat. pengumuman. drama. 2. Anak selalu bertanya mengenai segala yang dilihat dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Anak sekolah dasar kurang begitu tertarik kepada hal-hal yang menimbulkan kebosanan dan kejenuhan.

Keluarga Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan berbicara. 1. yaitu: 1. 2. Kegiatan berbicara yang berpusat pada diri sendiri (eosentrik). meskipun anak itu sedang berada dalam kelompok. baik dalam pengucapan. Keinginan dan Dorongan Komunikasi . 2. sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbicara. 5.Seiring dengan pertambahan usia. kemampuan berbicara atau berbahasa anak semakin baik. 1. Sehingga anak mampu melibatkan diri dengan kegiatan social dan mampu berkomunikasi. akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir. 1. Kesehatan Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. kosa kata maupun keseringan berbahasa. 4. namun tetapada perbedaan individual. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa. 1. Kecerdasan Anak yang memiliki kecerdasan tinggi. Kegiatan bicara yang berpusat pada orang lain (sosialisasi).Anak type ini lebih banyak berbicara tentang hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan cenderung mendominasi pembicaraan sehingga kurang berminat dan sulit mendekatkan atau menerima pendapat orang lain. 1.berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut: 1. v Faktor Kendala dalam Mempelajari Ketrampilan Berbahasa Meskipun pada umumnya pula perkembangan keterampilan berbahasa anak sama. 3. Isi pembicaraan anak pada umumnya dibedakan menjadi 2. Jenis kelamin Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki. Anak type ini cenderung menyesuaikan isi dan cara berbicaranya dengan orang yang sedang berinteraksi dengannya.

Pengalaman sosial awal memegang peranan penting bagi perkembangan dan perilaku sosial selanjutnya. Kepribadian Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian diri. Memainkan peran social yang dapat diterima 3. Dalam belajar hidup bermasyarakat diperlukan tiga proses dalam bersosialisasi. 2. PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Jadi mudah atau sulitnya perkembangan sosial anak selanjutnya tergantung pada baik buruknya si anak mempelajari sikap dan perilaku sosial. Tuntutan sosial pada perilaku sosial anak tergantung dari perbedaan harapan dan tuntutan budaya dalam masyarakat tempat anak tumbuh kembangkan tugas perkembangannya. 3. pengalaman sosial awal juga berpengaruh terhadap partisipasi sosial anak. Perkembangan sikap social. Selain itu. Anak yang mempunyai pengalaman sosial awal yang baik cenderung lebih aktif dalam kegiatan kelompok social begitu juga sebaliknya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik melakukan sosialisasi adalah sebagai berikut: 1. Para peserta didik usia SD atau MI yang berada pada posisi anak akhir akan mulai membentuk kelompok bermain yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok belajar dan melakukan aktifitas pada masa anak. Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dimengerti peserta didik maupun orang dewasa lain. Motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi. 4. Jika peserta didik tidak mampu melakukan 3 proses sosialisasi diatas maka peserta didik tersebut berkembang menjadi orang yang nonsosial. Belajar berperilaku yang dapat diterima social. yaitu: 1. Kesempatan dan waktu untuk bersosialisai dengan orang lain. dan anti sosial. 2. Metode belajar efisien dan bimbingan bersosialisasi. Sedangkan peserta didik kelas 5 atau 6 kadang- . 1. 1. 6. asosial. Sebab pengalaman sosial awal cenderung menetap. F.Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama teman sebaya. akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa.

v Peranan Kelompok dan Permainan Pada masa anak akhir. Membantu anak bergaul dengan teman sebaya dan berperilaku yang dapat diterima secara social dan kelompoknya. informal dan sementara. Membantu anak mengembangkan kesadaran yang rasional dan skala nilai untuk melengkapi atau mengganti nilai orang tua yang sebelumnya cenderung diterima anak sebagai kata hati yang otoriter. Mereka melakukan beberapa aktivitas seperti bermain. Mengukur kemampuan terutama untuk permainan yang dilombakan. Permainan atau bermain mempunyai empat manfaat yaitu : 1. v Penyesuaian Sosial . Membantu kemandirian anak dengan cara memberikan kepuasan emosional melalui persahabatan dengan teman-teman sebaya. anak dapat belajar bekerjasama dan saling tolong menolong dalam bermain. 4. kelompok atau geng anak memegang peranan penting dalam perkembangan social. kurang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Jika pada masa anak awal terbentuk kelompok bermain yang terbentuk secara spontan. dilakukan dengan sukarela tanpa ada paksaan/tekanan dari luar apalagi kewajiban. Permainan atau bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan. minat dan hoby. Mempelajari sikap social yang pantas melalui pengalamannya dalam menyukai orang an cara menikmati kehidupan serta aktivitas kelompok. Pengaruh kelompok terhadap sosialisasi anak dilakukan dalam hal : 1. maka kelompok yang terbentuk pada masa anak akhir mempunyai struktur yang lebih tegas dan formal. Latihan fungsi baik fungsi motorik maupun kognitif. 3. Melalui permainan atau bermain. bahkan kadang mencoba menggangu orang lain. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Juga terjadi kemunduran minat untuk bermain dan melakukan aktifitas kelompok serta cenderung bersikap antisocial. Ada yang menjadi pemimpin dan pengikut. Sehingga seorang anak cenderung menarik diri dari kelompoknya. 3. Pada masa ini seorang peserta didik mengalami perubahan fisik sensual yang pesat. Sarana sosialisasi. 2. Menempa emusi/sikap melalui kegiatan untuk mentaati aturan permainan dan bersikap sportif.kadang sudah mengalami masa puber. anak tidak hanya memperoleh kesenangan tetapi mereka juga dapat mempelajari sesuatu. Kelompok pada masa anak akhir merupakan usaha anak untuk menciptakan suatu masyarakat yang sesuai bagi pemenuhan kebutuhannya. 2. hiburan. 4.

Kelompok sebaya dapat sebagai model dalam berperilaku. 1. Umumnya teman dekat ini adalah kelompok sebayanya. Kepuasan pribadi Karena anak dapat bersosialisasi dengan baik dan dapat berperan dalam kelompok. 4. 3. Teman sebaya sangat berperan dan berpengaruh terhadap kemampuan penyesuaian sosial peserta didik usia SD. 1. dan teman akrab yang memungkinkan anak dapat berkomunikasi melalui pertukaran ide. Sikap social Anak menunjukkan sikap yang menyenangkan terhadap orang lain serta ikut berpartisipasi dan berperan dalam kelompok serta kegiatan social. 1. maka anak akan merasa kepuasan tersendiri. Pada masa anak akhir. konsep diri. nilai-nilai dan kedekatan geografis/lokasi. Pergantian teman dapat terjadi karena perubahan minat. Penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok. mobilitas social. 1. Anak pun mulai membutuhkan teman dekat. Ketrampilan nyata Perilaku social anak sesuai dengan standar kelompok dan memenuhi harapan kelompok. v Penyesuaian Diri Pada Anak Sekolah Dasar Penyesuaian diri pada anak sekolah dasar terlihat dalam proses sosialisasi. Penerimaan atau penolakan teman kelompok akan berdampak pada perkembangan aspek-aspek lainnya seperti emosi. anak dapat belajar hal-hal yang penting dalam perkembangan sosial. teman bermain yang dapat melakukan aktivitas bermain bersamasama. tetapi seiring bertambah usia maka jumlah temanpun semakin banyak.Penyesuaian sosial berarti keberhasilan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompok paa khusunya. anak menunjukkan perilaku sesuai aturan-aturan sosial yang ditentukan. Pemilihan teman biasanya terjadi karena adanya kesamaan sifat. Melalui pergantian teman. 1. meminta nasehat dan berani mengkritik. Di bawah ini adalah beberapa criteria penyesuaian social yang baik. tetapi juga dengan kelompok lainnya. Anak dapat menyesuaikan diri bukan hanya dalam kelompoknya sendiri. 2. dan kepribadiannya. Yaitu teman sebagai orang yang dapat membantu jika dibutuhkan. Jumlah teman peserta didik usia SD sangat bervariasi. Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik mempelajari berbagai ketrampilan seperti kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. di mana anak cenderung meniru perilaku . minat. atau perpindahan likasi tempat tinggal. rasa percaya. ada teman biasa yang hanya memenuhi kebutuhan anak untuk berada dalam kelompoknya.

Hal ini pula yang membuat anak sebagai anggota kelompok dapat mempelajari pola-pola perilaku anggota kelompoknya. teman sebaya. 3. Adanya peran yang berbeda. Walaupun kenyataan menunjukkan bahwa peran jender tidak bisa diabaikan di lingkungan masyarakat. media masa. faktor – faktor itu antara lain: . situasi. namun sebagai orang tua maupun guru hendaknya dapat mengajarkan pada anak bahwa peran tersebut dapat berganti karena semua itu sangat tergantung dari kebutuhan. anak pun belajar tentang peran jender.kelompoknya. Meskipun kelompok sebaya merupakan hal yang diutamakan dalam perkembangan seorang anak. pengaruh dari guru. pelajaran. namun peran guru maupun orang tua tetap diperlukan dalam menanamkan norma yang sesuai dengan tuntutan lingkungan agar apa yang dituntut oleh kelompok seimbang dengan apa yang dituntut oleh lingkungan Dalam menyesuaikan diri dengan kelompoknya. sementara seorang wanita menekuni karirnya di bidang keteknikan. 1. dan lain-lain. Namun dari kesemuanya itu justru lingkungan sosiallah misalnya bagaimana interaksi dan pengalaman anak dengan orang tua. Berbagai karakteristik dari kelompok sebaya menunjukkan bahwa kelompok sebaya memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tidak dijumpai di kelompok yang lain. Jika mempunyai teman berperilaku sesuai tuntutan masyarakat. kemampuan kognitif dan sosial. Mendapatkan petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada periode usia – usia tertentu 2. Itulah sebabnya kadangkala dijumpai seorang pria yang menekuni karirnya di bidang seni tari. membuat adanya aturan bagi anak laki-laki dan perempuan. TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK USIA SD Tugas perkembangan atau development tasks menurut Havighurst adalah “tugas – tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu menjadi berbahagia”. Proses perkembangan jender dalam diri seseorang sebenarnya bisa dikarenakan faktor biologis. anak pun akan mengikutinya. dan lain-lain yang paling berperan dalam perkembangan jender. Memberikan motivasi kepada individu untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok social pada usia tertentu sepanjang kehidupannya. minat dan keterampilan yang dimiliki. G. Menunjukkan kepada individu tentang apa yang akan dihadapi dan tindakan apa yang diharapkan kalau sampai pada tingkat perkembangan berikutnya Selain itu ada Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia. Tujuan mempelajari tugas perkembangan ialah: 1. Yang perlu ditanamkan adalah bahwa kita harus menghargai apa yang dilakukan anak. bukan karena anak itu laki-laki atau perempuan.

Dorongan yang bersifat kejasmanian untuk memasuki dunia permainan anak yang menuntut keterampilan tertentu. 5. merupakan salah satu faktor penentu munculnya tugas – tugas perkembangan pada periode usia – usia tertentu. 2. . norma hidup. antara lain intelegensi. sifat dan karakter. 2) Kematangan fisik. yakni antara lain: 1. Dorongan untuk ke luar dari rumah dan masuk ke dalam kelompok anak – anak sebaya. di samping kondisi kesehatan dan kecacatan. serta kegiatan mental lainnya. Hakikat tugas perkembangan ini adalah belajar mengembangkan sikap kebiasaan untuk hidup sehat. Hakikat dari tugas perkembangan ini adalah mempelajari keterampilan – keterampilan yang bersifat fisik/jasmani untuk dapat melakukan permainan. maka untuk tugas perkembangan pada anak usia Sekolah Dasar antara lain: 1. 3. Mengembangkan keterampilan – keterampilan dasar untuk membaca. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar memberi dan menerima dalam kehidupan sosial antar teman sebaya. 6. minat. Dilihat dari karakteristik yang ada. Dorongan untuk memasuki dunia orang dewasa yang yaitu dunia konsep – konsep logika.1) Faktor tuntutan kebudayaan yang berbentuk kekuatan. menulis dan berhitung. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat. sikap. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak harus mempelajari berbagai konsep agar dapat berpikir efektif mengenai permasalahan sosial di sekitar kehidupan sehari – hari. Setelah mengetahui tujuan dan faktor perkembangan. Belajar menyesuaikan diri dengan teman – teman seusianya. termasuk juga bergaul dengan musuhnya. harapan serta nilai – nilai ideal pada kehidupan individu yang sedang berkembang. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluq yang sedang tumbuh. simbol dan komunikasi. 3. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan – permainan yang umum. Berikut akan dijelaskan mengenai karakteristik perkembangan pada periode anak usia Sekolah Dasar. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar mengembangkan tiga keterampilan dasar yaitu membaca. 4. dan belajar membina persahabatan dengan teman sebaya. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar dan bertindak sesuai dengan peran seksnya yaitu sebagai anak laki – laki atau anak perempuan. kecenderungan sosial emosional. 2. 3) Kepribadian seseorang. menulis dan berhitung yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. Mengembangkan pengertian – pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari – hari.

memproses. setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. 9. Menurut Piaget (1950). B. Sebaliknya. Mengembangkan sikap terhadap kelompok – kelompok sosial dan lembaga – lembaga. Cara belajar anak SD dibanding orang dewasa mempunyai perbedaan yang besar. cara belajar adalah bagaimana seseorang menangkap. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak menjadi individu yang otonom atau bebas. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan moral yang bersifat batiniah yaitu hati nurani. pengertian moral. bebas dari pengaruh orang tua atau orang lain. serta tata dan tingkatan nilai. Mengembangkan hati nurani. Mencapai kebebasan. mengungkapkan. Schemata adalah sistem konsep yang merupakan hasil pemahaman anak atas objek yang berada di sekitar anak. dalam arti dapat membuat rencana untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. 1. PENGERTIAN CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Memahami cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspekaspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Asimilasi yaitu menghubungkan objek baru dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran. jika cara belajar anak tidak dipahami. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata. Demikianlah “Cara Belajar Anak Sekolah Dasar”. Berdasarkan hal tersebut. TAHAPAN BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR . Menurutnya.7. Dengan demikian anak akan dapat membangun pengetahuan melalui interaksi secara langsung dengan lingkungannya. dan mengingat suatu informasi. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. A. 8. mengerti. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi dan akomodasi. Kedua proses tersebut akan berlangsung secara terus menerus sehingga membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan sikap sosial yang demokratis dan menghargai orang lain. sedangkan akomodasi adalah proses memanfaatkan konsep-konsep yang sudah ada dalam pikiran untuk menafsirkan objek baru.2 CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR 1. serta mengembangkan pemahaman dan sikap moral terhadap peraturan dan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan anak. 2. maka hasilnya akan kurang maksimal. Secara umum.

anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. Mulai memandang dunia secara objektif. Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. luas. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. lebih bermakna. lebih faktual. 1. didengar. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. dan diotak atik. keadaan yang alami. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. dibaui. 1. mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. keterkaitan antar materi. . 2. panjang. prinsip ilmiah sederhana. lebar. 4. volume zat cair. sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi. dan berat. 3. Konkret mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang dapat dilihat. diraba. sehingga lebih nyata. Memahami konsep substansi. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar. yaitu: 1. Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. Pada rentang usia sekolah dasar tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. Mulai berpikir secara operasional. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: 1. 5.Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Konkret.

1.) karena pada . Melalui indra penglihatan/ visual 1. transparansi. Cara belajar orang-orang visual sering disebut sebagai ”Tunjukkan Caranya/ Show Me”. Seringkali anak-anak auditorial tidak melihat kepada pembicara. umumnya ada satu cara yang lebih disukai (preferred style of learning). 1. (menutup mata. 1. Mereka senang melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka guru untuk mengerti isi suatu pelajaran. Ciri-ciri anak visual : • • • • • • • Senang bereksperimen dengan warna Senang menonton Sering melamun terutama saat kegiatan verbal Lebih banyak mengamati daripada berbicara Lebih mudah mengingat dengan melihat gambar Umumnya rapi dan bisa memadukan warna Sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan indra penglihatan. Anak-anak visual berpikir dalam bentuk visual dan lebih cepat mengerti jika melihat tampilan gambar misalnya diagram. buku bergambar. 2. menunduk. video presentasi dan flipchart yang berwarna. VISUAL – belajar melalui penglihatan Anak-anak visual umumnya senang dengan hal-hal yang dapat dilihat. Melalui indra pendengaran/ auditorial 2. Anak-anak ini lebih senang duduk di depan supaya pandangannya tidak terhalang. AUDITORIAL – belajar melalui pendengaran Anak-anak auditorial menggunakan bahasa secara efektif untuk menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Fokus mereka adalah pada perkataan dan suara. dsb. misalnya ”Kelihatannya …” 1. Melalui indra peraba/ kinestetik Walaupun ketiga indra tersebut selalu digunakan bersamaan dalam menerima sebuah informasi. termasuk melihat bagaimana sesuatu hal dikerjakan. misalnya oleh kepala teman. MACAM-MACAM CARA PENERIMAAN INFORMASI ANAK SEKOLAH DASAR Ada tiga cara seseorang anak menerima sebuah informasi : 1. C.

Pembelajaran dari pengalaman adalah cara paling efektif untuk menarik perhatian mereka. dan meraba Anak-anak yang cenderung kinestetik adalah anak-anak yang perlu terlibat secara fisik dalam sebuah proses. 3. ”Rasanya…”. Ciri-ciri anak kinestetik : • • • • • • • Senang bergerak dan tidak bisa duduk diam di dalam kelas. Lebih memilih pakaian berdasarkan bahan yang nyaman. kecepatan berbicara. ” Kedengarannya …. Misalnya. Agar anak-anak kinestetik tertarik. dan dengar”. Mau mencoba hal baru. Sensitif terhadap lingkungan yang terlalu panas atau dingin.saat itu mereka sedang fokus mendengarkan perkataan yang diucapkan oleh pembicara. Sering menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan indra pendengaran. Sering menggunakan kata-kata berdasarkan perasaan. ’Mencari’ sesuatu barang dengan ’meraba’. misalnya MP3 player atau iPod. Ciri-ciri anak auditorial : • • • • • Senang mendengar musik/irama. Bisa mengikuti pembicaraan yang sedang berlangsung walaupun terlihat tidak memperhatikan. penjelasan dalam bentuk narasi.” 1. tinggi rendahnya nada. Misalnya. KINESTETIK – belajar melalui bergerak. yang perlu kita lakukan adalah menggunakan cerita atau pengalaman pribadi untuk menjelaskan suatu poin. Anak-anak auditorial menginterpretasikan arti yang tersirat dari suatu perkataan dengan mendengarkan nada suara. Informasi tertulis mungkin tidak terlalu berarti sampai mereka mendengar informasi tersebut melalui suara. dan halhal lain yang berkaitan dengan bunyi. bukan warna yang sesuai. Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa dari sebuah proses yang isinya cuma ”duduk. Sensitif terhadap keributan atau suara yang keras. Mereka memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan sintesis informasi. Senang dengan peralatan yang bisa mengeluarkan bunyi. melakukan. Agar anak-anak auditorial lebih tertarik untuk belajar. membuat latihan dimana mereka membuat dan melakukannya sendiri. diam. yang perlu kita lakukan adalah membuat aktivitas yang memaksa mereka bergerak. . membandingkan kata-kata. Anak-anak kinestetik senang bergerak. Tangannya tidak bisa diam dan selalu mencoba untuk ’memegang’ sesuatu. intonasi.

Cari tahu musik apa yang mereka sukai dan gunakan musik untuk mengatur suasana hati mereka sebelum. Mereka akan lebih cepat menyerap pelajaran tersebut. . Yang dapat dilakukan: Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung visual dapat belajar dengan lebih baik : 1. Anak-anak auditorial membedakan guru mereka dari nada dan tinggi rendahnya suara para guru. Masukkan musik ke dalam topik yang sedang dipelajari. menempel. Menari : gunakan lagu dengan irama yang menyenangkan. Memasak : biarkan mereka berkreasi dan belajar mengukur. PENGEFEKTIFAN CARA BELAJAR ANAK SD Agar proses pembelajaran efektif. namun bukan buku komik. menggambar dan membuat kolase. Berceritalah dalam mengajarkan sesuatu dan gunakan nada yang berbeda untuk menekankan topik tersebut. pola. membaca sambil mengaduk sesuatu. Gunakan flash card untuk belajar warna. Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung auditorial dapat belajar dengan lebih baik : 1. 3. finger painting. menggambar. 5.1. menghitung. misalnya irama tertentu untuk mengingat suatu pelajaran. Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung kinestetik dapat belajar dengan lebih baik: 1. 2. hadiah atau hiasan apa saja. kebun. 4. 3. Pekerjaan tangan (art & craft) : menggunting. Mendengarkan musik. C. 6. artinya pengajar harus mampu memberikan pelajaran yang menggunakan semua indera tersebut di atas untuk bisa menjangkau semua murid. Pilihkan buku dengan gambar yang berwarna-warni. 4. Mewarnai. 2. 3. Bicaralah dengan nada tenang dan teratur. Menghias : ajak anak anda memilih hiasan rumah. 2. membuat sesuatu dengan ’play dough’. Membuat kliping dari majalah bekas. saat (sebagai latar belakang) dan sesudah (sebagai hadiah/reward) belajar. Menonton video dan melihat foto. huruf dan angka. bentuk.

akan membuat ia tertarik. Kaitkan pembelajaran tersebut dengan sesuatu yang disukai si anak. mereka akan jauh lebih tertarik untuk mempelajarinya. Namun demikian anak-anak mungkin akan mempelajarinya. padahal kita tidak pernah bermaksud mengajarkan hal tersebut kepada mereka. . Jika mereka secara pribadi tidak terlibat dalam bagian doa dan penyembahan. Jika penelitian Alkitab tidak membangkitkan minat. Jangan paksa anak anda untuk belajar disaat ia (dan juga anda) sedang kelelahan. Yang Perlu Diingat: 1. Jangan lupa untuk mengulang hal yang sudah dipelajari. Kita sekali-kali tidak akan sengaja mengajarkan hal-hal ini. Kalau pengajaran kita tidak menantang mereka. Gunakan metode ’hands-on’ dimana anak harus mecoba melakukan sesuatu sendiri dan bukan hanya menyaksikan demo. boleh jadi mereka “belajar” bahwa Sekolah Minggu sangat membosankan dan tidak menarik. 1. Buatlah informasi baru tersebut relevan dengan situasiu anak-anak. Pilih topik yang menarik baginya. CARA BELAJAR ANAK 1. 1. 5. mungkin akan menolong kita untuk lebih berhati-hati mengenai apa yang kita ajarkan secara tidak langsung melalui suasana kelas. mereka tidak suka pelajaran matematika dan merasa belajar matematka tidak ada gunanya. boleh jadi mereka “belajar” bahwa Alkitab adalah buku kuno yang menjemukan dan tidak ada hubungannya dengan masa sekarang. Jika anda bisa mengaitkan suatu informasi baru dengan apa yang sudah pernah dipelajarinya. 1. Anak belajar secara kontinyu (terus-menerus). Anak senantiasa belajar. Dengan mengetahui bahwa para murid kita belajar secara kontinyu. 2. Bahkan mereka mungkin mempelajari beberapa hal sekaligus. 4. Contohnya. D. jangan berasumsi apa yang menarik untuk anda. Lebih baik mengulang hal sedikit-sedikit daripada sekaligus banyak. mereka akan lebih cepat mengerti. Usahakan agar suasana belajar menyenangkan dan tidak terlalu berlarut-larut. Apapun cara belajar anak anda. Tetapi jika anda membantu mereka untuk mengatur anggaran untuk membeli mainan. Tak pernah mereka berhenti belajar. boleh jadi mereka “belajar” bahwa saat doa adalah waktu yang baik untuk mengganggu teman yang duduk di sampingnya karena guru sedang menutup mata. 2. pastikan suasana yang mendukung. Anak belajar melalui panca inderanya. 3.4.

khayalannya digiatkan. Beberapa contoh dari dorongan sejenis ini ialah ganjaran. 4. Panca indera itu merupakan pintu masuk ke dalam kesadarannya. Yang pertama adalah dorongan dari luar. diskusi dan drama. 20 persen dari apa yang mereka dengar. Hal belajar bukanlah sesuatu yang sekedar terjadi pada anak itu. 80 persen dari apa yang mereka katakan 70 persen dari apa yang mereka katakan 1 persen dari apa yang mereka baca. dengar. v. Anak dapat terlibat dalam proses belajar melalui beberapa cara. Belajar bukanlah pengalaman yang pasif. iii. Atau melalui lukisan-lukisan cerita ia bisa terlibat. Dorongan yang kedua adalah dari dalam. Anak akan paling cepat belajar bila hal itu dijadikan sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan. vi. sementara mereka melakukannya. hadiah. hasrat. Dalam hal terlibat kebutuhan dan kepentingan yang dirasakannya. 30 persen dari apa yang mereka lihat. 1. dorongan hati pribadi adalah contoh-contoh dorongan sejenis ini. sementara mereka melihat. secara tidak langsung karena menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Anak dapat mengingat paling banyak dari sesuatu yang dipelajarinya dengan cara mengatakan dan melakukan. melainkan adalah sesuatu yang dilakukan oleh anak itu. pekerjaan tangan. secara batin. Anak akan belajar sebaik-baiknya bila ia mempunyai dorongan atau alasan untuk belajar. Anak belajar melalui kegiatan. iv. secara lahir. ii.Mereka belajar: i. misalnya mengerjakan proyek-proyek. Fakta ini menunjukkan pentingnya penggunaan bermacam-macam bahan bantuan untuk mengajar. penghargaan. Anak hanya mempunyai satu cara belajar. 50 persen dari apa yang mereka lihat dan Inilah prinsip yang terpenting tentang cara belajar para murid. yakni melalui panca inderanya. 1. 3. Keinginan. emosinya digerakkan. tetapi jangan sampai merupakan dorongan satu-satunya. dan pujian. Dalam proses belajar ada dua macam dorongan. Ia bisa belajar secara langsung dalam kegiatan-kegiatan. Dalam mengajar di Sekolah Minggu ada tempat bagi dorongan sejenis ini. Dorongan inilah yang bekerja bila anak itu dipimpin . Perasaannya dapat dibangkitkan.

blogspot. Anonim. Kita harus mengetahui apa yang sudah diketahui para murid kita. Anonim. baik dengan perbuatan dan sikap maupun dengan perkataan atau gagasan. Ini berarti bahwa sebelum pengajar menarik perhatian anak dan membangkitkan rasa ingin tahu mereka. para murid siap untuk belajar bila mereka dapat melihat hubungan bagian-bagian pelajaran itu dengan keseluruhan pengajaran tersebut. diakses tanggal 13 Februari 2010).com/2008/05/20/ciri-kecenderunganbelajar-dan-cara-belajar-anak-sd-dan-mi/. Segala sesuatu mengenai diri kita mengajarkan sesuatu. (http://beingmom. (http://eduyuk. diakses tanggal 13 Februari 2010). Cara Belajar Anak. Tanpa tahun. Juga. Ini berarti pengajar harus mengetahui taraf pengertian murid-muridnya dalam hal-hal rohani.untuk memahami bagaimana kebutuhannya dipenuhi melalui penerapan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupannya. . 5. mereka harus disiapkan untuk menerima kebenaran Alkitab. 2008. 1. (Online). Dalam arti yang sesungguhnya. Fakta ini sekali menunjukkan pentingnya kehidupan pengajar. (http://pembelajaranguru.org/2009/05/cara-belajaranak/. Ciri Kecenderungan Belajar dan Cara Belajar Anak SD dan MI. 6. Kita mengajar. Anonim. Ciri Cara Belajar Anak SD. kita ini adalah “surat … yang dapat dibaca oleh semua orang. diakses tanggal 13 Februari 2010). 1.com/2009/03/05/ciri-cara-belajar-anak-sd/. 2007. diakses tanggal 13 Februari 2010). Anak belajar dengan jalan meniru. (Online). Anak akan belajar paling baik bila mereka sudah siap untuk belajar. Mungkin sebelumnya pengajar harus memberi uraian pendahuluan tentang seri pelajaran yang baru dan menghubungkan pelajaran-pelajaran yang dahulu dengan keseluruhannya melalui ulangan secara berkala. (http://mitanggel.wordpress.com/2009/08/tahapan-cara-belajar-anak.” DAFTAR RUJUKAN Anonim. Tahapan Cara Belajar Anak. (Online).wordpress. Sungguh penting bagi kaum remaja dan orang dewasa menginsafi bahwa ajaran Alkitab dapat dipraktekkan bagi keperluan hidup mereka.html. Suatu prinsip belajar lainnya yang terpaut di sini adalah bahwa para murid belajar hal-hal yang belum diketahuinya berdasarkan hal-hal yang sudah diketahuinya. (Online). 2009.

Putra.News Aggregator.id/node/9613.go. Jakarta: Depdikbud.samarinda. (http://www. Jakarta: Universitas Terbuka. Winata Udin S. Conny R. 1999. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Perkembangan dan Belajar Peserta Didik. diakses tanggal 13 Februari 2010). 2006. . (Online). Pahami Cara Belajar Anak. Semiawan.

§ Ibu yang hamil dan merasa stress akibatnya timbul berbagai masalah dan berdampak negative pada bayinya.Pd.Search þÿ Search Translator Jumat. § Sumber penyebeb stress adalah: o Penyakit o Tidak senang o Frustasi § Rasa takut sering kali disebabkan karena: o Menghadapi benda-benda besar o Ditinggalkan oleh orang tuanya o Sangat dimanjakan oleh orang tuanya § Menurut Piaget anak usia 5-7 tahun memasuki tahap operasi konkret. oleh karenanya harus banyak berolah-raga sehingga obesitasnya dapat dikurangi atau bahkan dapat dicegah. karena nutrisi yang diterima anak berhubungan dengan keadaan ekonomi. § Anak-anak yang kegemukan sangat terpengaruh aktifitasnya. § Perkembangan anak pada usia sekolah masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga.S. .M.Pd. § Kebiasaan anak mengunyah makanan yang manis-manis berakibat kerusakan gigi. § Kebanyakan anak di negara barat lebih cerdas dan sehat. § Anak usia 6 tahun ke bawah cenderung memiliki pandangan jarak jauh karena mata mereka belum matang dan belum terbentuk seperti mata oaring dewasa.M.. 23 Oktober 2009 KARAKTERISTIK ANAK USIA SD RINGKASAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (MKDK4302) Oleh : Muh Rosyid. Tutor UT-UPBJJ Purwokerto Karakteristik Anak Usia SD § Usia 6-12 tahun adalah masa usia sekolah tingkat SD bagi anak yang normal. ini berarti anak telah dapat berfikir secara logis untuk hal-hal yang nyata. Perkembangan Intelektual dan Emosional § Pada umumnya stress disebabkan oleh rasa cemas dan takut dan kebanyakan terjadi pada anak-anak. § Pertumbuhan anak-anak yang sangat pesat harus diimbangi dengan pemberian nutrisi dan gizi yang seimbang.

sehingga perlu dikembangkan ketrampilan bergaul melalui kontak dengan lingkungannya § Pemberian hadiah kepada anak yang berprestasi akan dapat meningkatkan nilai pelajaran § Pelanggaran yang dilakukan anak perlu mendapat hukuman agar anak jera dan tidak mengulangi lagi . § Anak yang kurang mendapata latihan ketrampilan berbicara seringkali menimbulkan masalah yaitu frustasi.§ Konservasi dapat dikembangkan melalui 3 tahapan yaitu: o Preoperational o Transisitional o Operasional Konservasi tidak berdasarkan keadaan situasi lingkungan § Beberapa hambatan perkembangan anak ketika ibu sedang hamil mengalami stress yaitu: o Pertumbuhan fisik kurang baik o Kurang menguasai ketrampilan motorik o Kesulitan belajar di sekolah § Sumber stress yang dialami anak adalah oaring tua. misalny: o Anak harus rajin sekolah o Anak harus mandi pada pagi hari o Anak harus membatu pekerjaan orang tua o Tingkat kecemasan orang tua. yaitu anak merasa takut dalam ruan yang gelap. yaitu sebagai alat untuk: o mengevaluasi diri o menarik perhatian o mempengaruhi perilaku orang lain § Terdapat beberapa pendukung potensi anak berbicara yaitu: o Kematangan alat bicara o Kesempatan berlatih o Motivasi untuk belajar dan berlatih § Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan 2 bahasa disebut bilingual. Perkembangan Sosial. Perkembangan Bahasa § Beberapa fase harus dilalui dalam periode linguistic yaitu: o Satu kata atau holofrase o Lebih dari satu kata o Diferensial § Fungsi bicara antara lain untuk mencapai tujuan. Moral dan Sikap § Peranan orang tua sangat penting dalam perkembangan social anak. § Penyebab strtes pada anak usia sekolah yaitu: o Harus berhasil dalam pendidikannya o Bersaing dalam aktifitas olah raga o Harus dapat bersosialisasi dengan lingkungannya § Ketakutan yang dirasakan oleh anak pada setiap Negara dengan alasan tertentu.

o Memberikan pujian. o Memiliki nilai pendidikan. sehingga tidak dilakukan secara terus-menerus. o Dorongan naluri untuk meniru. karena menjadi tujuan utama perbuatan. § Pemberian hadiah tidak selamanya baik. o Memperkuat perilaku. § Kegiatan anak untuk selalu belajar melalui proses peniruan perilaku disebut dengan imitasi. § Pemberian hadiah amat penting dalam pendidikan karena: o Memberikan motivasi kepada anak. § Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat antara lain: o Menyediakan sarana yang cukup.§ Pada umumnya anak usia SD suka meniru perbuatan orang tuanya. . karena: o Ingin mendapat perhatian dari orang tuanya. o Memperkaya pengalaman anak. o Sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu.

maka makin kompleks lah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. Mereka menggunakan lebih banyak kata hubung. Mereka menggunakan kalimat kompleks dan susunan dan dapat menangani semua bagian pembicaraan. dan tidak pernah diam di tempat. dan artikel. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. anakanak menambahkan informasi baru ke dalam gambaran mereka tentang dunia. anak memiliki pengetahuan melalui operasi benda-benda konkrit. Sebaliknya. Bagaimana anak-anak memperluas tata bahasa mereka dengan begitu cepat? Sebenarnya mereka melakukannya dengan pemetaan secara cepat. mereka harus menguasai beberapa poin bahasa. anak-anak tampaknya membentuk hipotesis yang cepat mengenai arti kata dan menyimpannya dalam ingatan. Piaget menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif untuk itu perlu perlakuan dan dukungan yang berbeda. Pada usia 5 hingga 7 tahun. Menurut Peaget (dalam Sanrock (1995:308) perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. akomodasi adalah proses kognitif yang mengubah skemata yang ada atau membuat skemata baru untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Pada basis konteks tersebut. Masih lagi. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Sanrock tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. mereka mengubah gambaran mereka tentang dunia berdasarkan informasi baru. a) Perkembangan Anak SD . kata depan. Ada dua proses yang memungkinkan perubahan ini. akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. Ahli bahasa tidak yakin bagaimana pemetaan secara cepat terjadi. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu.Jun 14. perkembangan intelektual anak sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. melalui akomodasi. Nama-nama obyek (kata benda) tampaknya lebih mudah untuk dipetakan secara cepat dibandingkan dengan nama-nama tindakan (kata kerja). Dengan makin bertambahnya umur seseorang. Pembelajaran dengan menggunakan referensi benda konkrit sangat membantu anak memahami simbol-simbol abstrak. pemikiran anak SD sedang mengalami pertumbuhan sangat cepat. yang kurang kongkret. dapat dimengerti dan benar menurut tata bahasa. berlari. Mereka berbicara dalam kalimat yang lebih panjang dan lebih rumit. tentang konteks yang cepat. Melalui asimilasi. Perkembangan kognitif anak SD dalam fase operasional konkrit (6-12 tahun). kemampuan bicara anak-anak menjadi sangat mirip dengan orang dewasa. yang memungkinkan mereka untuk menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam percakapan. '09 11:48 PM untuk semuanya Anak usia SD masih memasuki tahap perkembangan yang sangat pesat. tetapi tampaknya kemungkinan anak-anak menarik apa yang mereka tahu tentang aturan untuk membentuk kata-kata. dan tentang subyek yang dibahas. Berbagai otot dan tulang mengalami penguatan sehingga anak cenderung aktif dalam melakukan kegiatan fisik seperti bergerak. Ketika anak-anak beradaptasi dengan lingkungan. Secara kognitif. saat anak-anak pada usia ini berbicara secara lancar. Asimilasi merupakan proses kognitif yang menggabungkan informasi dari lingkungan ke dalam skemata yang ada. mereka menambah informasi baru tentang pengalaman mereka yang mengharuskan mereka memperbesar kategori yang ada atau membuat kategori baru. tentang kata-kata yang sama.

5) Memperhatikan objek sebagai hal yang tetap. termasuk kriteria yang benar. Materi pembelajaran sebaiknya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh anak. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan. 3) Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide. Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata. lalu ingin merubah tempatnya. dengan kemampuan menarik kesimpulan. kekekalan berat pada usia 6 tahun. tetapi kurang disadarinya. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Self counter nya sangat menonjol. menafsirkan dan mengembangkan hipotesa. Unsur problematik dalam materi juga akan membuat sajian materi tidak monoton dan menjemukan. 4) Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1) Bekerja secara efektif dan sistematis 2) Menganalisis secara kombinasi 3) Berpikir secara proporsional 4) Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi.Menjumpai . yaitu pemikiran simbolis dan pemikiran intuitif. Model berpikir ilmiah sudah mulai dimiliki anak.Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. Anak kekekalan masa pada usia 5 tahun. 4) Anak mampu memperoleh prinsip-prinsip secara benar. 3) Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda. walaupun masih sangat sederhana. Dia mengerti terhadap sejumlah objek yang teratur dan cara mengelompokkannya. Preoperasional (umur 2-4 tahun). lugas. 3) Suka memperhatikan sesuatu lebih lama. materi diangkat dari realitas kehidupan anak sehari-hari. Supaya memiliki kebermaknaan pada anak. Karakteristik tahap operasional konkret : 1) Sistem kekekalan 2) Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh 3) Melihat dari berbagai segi 4) Seriasi 5) Klasifikasi 6) Bilangan 7) Ruang. Kalau perlu materi disertai gambar dan ilustrasi menarik dan menyenangkan. 2) Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal hal yang lebih kompleks. dan kekekalan volume pada usia 7 tahun. waktu dan kecepatan 8) Kausalitas 9) Probabilitas 10) Penalaran 11) Egosentrisme dan sosialisme d) Tahap operasional formal (umur 11/12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. 4) Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya. kalimatnya sederhana. Anak memahami bahwa jumlah objek adalah tetap sama meskipun objek itu dikelompokkan dengan cara yang berbeda. c) Karakteristik Tahap Operasional konkret (umur 7/8 – 11/ 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. 2) Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok. dan jelas. dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif Tahap itu dibagi menjadi dua. 5) Dapat menyusun benda-benda secara berderet. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek. 2) Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara. Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1) Melihat dirinya sendiri sebagai mahkluk yang berbeda dengan objek di sekitarnya. Tahap intuitif (umur 4-8 tahun). Dengan demikian materi yang dikembangkan disesuaikan dengan pekermbangan dan kebutuhan anak. tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan. tetapi menantang penalaran kritis anak. b) Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda. dan dilakukan langkah demi langkah. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya. anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstraks. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami objek.

ketika dihadapkan dengan informasi baru atau berbeda. seorang anak bisa mengalami ketidaksetimbangan. atau konflik kognitif. . perasaan yang mendorong anak-anak untuk mendapatkan kesetimbangan. yakni keseimbangan yang menyenangkan dengan lingkungan. maka ketidaksetimbangan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru akan memotivasi si anak untuk mempelajari. Ketidaksetimbangan biasanya menimbulkan kebingungan dan pergolakan. Jika anak-anak dapat menyesuaikan dengan informasi baru. anak-anak (dan juga orang dewasa) secara intrinsik termotivasi untuk mencoba memahaminya.sesuatu yang tidak dipahami atau tidak bisa dimengerti. Dengan kata lain.

Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan . Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. dan mandiri. Menurutnya. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. telah mampu berbagi. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. telah dapat mengontrol emosi. Oleh karena itu. mempunyai sahabat. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. Selain itu. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut. mengelompokkan obyek. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. meningkatnya perbendaharaan kata. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. senang berbicara. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain.Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. dapat mengendarai sepeda roda dua. berminat terhadap angka dan tulisan. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan.

(4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. lebar. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai.memandang unsur-unsur secara serentak. didengar. 2. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. prinsip ilmiah sederhana. dibaui. lebih bermakna. diraba. lebih faktual. luas. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . dan berat. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. keterkaitan antar materi. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. dan (5) Memahami konsep substansi. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. sehingga lebih nyata. volume zat cair. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. dan diotak atik. keadaan yang alami. mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. sikap. dan kepandaian. 3. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya . kebiasaan. Sehubungan dengan hal tersebut. panjang. (2) Mulai berpikir secara operasional. yaitu: 1. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. 6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. atau pengayaan. Pengertian Pembelajaran Tematik Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. 5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. pemberian sejumlah kegiatan. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. Dengan demikian. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. 1983). agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. dan . dan (3) humanisme. konsep-konsep. 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. karakteristik cara anak belajar. Landasan Pembelajaran Tematik Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. Dengan kata lain. 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. 2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. suasana yang alamiah (natural). waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial.hubungan antara aspek-aspek. pemantapan. di antaranya: 1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. (2) konstruktivisme.

Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran.memperhatikan pengalaman siswa. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Menurut aliran ini. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan . minat. fenomena. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. UU No. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. potensinya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. Oleh karena itu. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. pengalaman dan lingkungannya. dan motivasi yang dimilikinya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Arti Penting Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa.

3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. Dengan demikian. pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. seperti kerjasama. 3. komunikasi. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. Karakteristik Pembelajaran Tematik Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Bersifat fleksibel . karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Berpusat pada siswa Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). toleransi. Memberikan pengalaman langsung Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). 2. 4. bukan tujuan akhir. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini. Dengan pengalaman langsung ini. 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. Selain itu. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahankemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. 5.pengetahuan. 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya.

Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. 5. 4. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral 6. lingkungan. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. dan daerah setempat . Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan RAMBU-RAMBU 1. 6. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. menulis. minat. jangan dipaksakan untuk dipadukan. 7.

membual akan ditentang/ tidak diterima oleh teman. 2009 Leave a Comment masa-akhir-kanak-kanak Perkembangan Mental Yang Penting Pada Akhir Masa Kanak – Kanak • Perkembangan Emosi : anak mulai tahu ungkapan – ungkapan emosi yang diterima dan tidak diterima sekaligus belajar katarsis emosional tapi pada masa ini tidak jarang terjadi ledakan emosi yang disebabkan oleh faktor fisik dan lingkungan yang tidak mendukung Perkembangan Berbicara (komunikasi) • Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi pada akhir masa kanak – kanak : 1. Kosa kata yang kurang dari rata – rata dapat menghambat tugas – tugas disekolah dan komunikasi dengan orang lain 2.Anak – anak yang cenderung tidak diterima dalam kelompok social diantaranya: .teman sebayanya • Perkembangan Sosial : akhir masa kanak merupakan usia berkelompok. Bahasa yang berbeda yang membuat anak sulit berkomunikasi 4. Kesalahan dalam berbicara misalnya : salah ucap. mengkritik.wanitaimpian.http://www.com/2009/masa-kanak-%E2%80%93kanakakhir-late-childhood/ Masa Kanak –Kanak Akhir ( Late Childhood ) December 26. pelat ) membuat anak rendah diri atau tidak percaya diri 3. cacat dalam bicara ( gagap. Pembicaraan yang bersifat egosentris. semakin banyak mempunyaii teman akan semakin populer dan bahagia . merendahkan orang lain.

belajar menerima kekalahan dan kemenangan. kekompakan. pengendalian emosi. pentingnya kerja sama.> Anak yang tidak serupa cenderung akan ditolak atau diabaikan oleh kelompok sebaya dan kurang mempunyai kesempatan untuk belajar bersosialisasi > Anak – anak yang mempunyai mobilitas sosial yang sangat tinggi akan mengalami kesulitan diterima dalam kelompok > Anak yang berasal dari kelompok ras atau agama yang terkena prasangka > Anak yang mempunyai perilaku yang tidak baik • (hyperaktif). kompetisi. Selama bermain anak – anak mengembangkan berbagai ketrampilan sosial ex : aturan. motivasi dll. • Moral : akhir masa – masa kanak secara moral masuk pada tingkat moralitas konvensional yang terbagi dalam dua tahap yaitu : > Anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain untuk mempertahankan hubungan yang baik > Menerima aturan yang sesuai untuk semua kelompok untuk menghindari penolakan. Incoming search terms: • • • • • • • • • • perkembangan kanak-kanak akhir masa kanak-kanak akhir perkembangan sosial masa kanak-kanak akhir perkembangan sosial masa anak-anak akhir perkembangan sosial kanak-kanak akhir perkembangan moral kanak-kanak akhir perkembangan keterampilan pada masa kanak-kanak akhir artikel akhir masa kanak kanak Masa Kanak-kanak Akhir (Later Chilhood) masa akhir anak-anak . kreatifitas. Bermain Bagi anak – anak bermain adalah sesuatu yang sangat penting untuk perkembangan fisik dan psikologis.

Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait. Tugas ibu kini adalah mendorong pola – pola kelakuan yang memungkinkan anak mengambil tempat dalam masyarakat manusia.com/2007/10/30/awal-masa-kanak-kanak-by-fitri-rahma-lia/ 30 Okt 2007 5 Komentar by tafany in Psikoper By Fitri. Pada masa ini pun peranan ibu kini beralih dari perpanjangan evolusi alamiah kekuatan budaya. yaitu: faktor genetik / keturunan. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. kini mereka harus berusaha bergerak untuk melepaskan kemandiriannya secara perlahan – lahan. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak : 1. tetapi tidak dipungkiri seorang ibu akan selalu membantunya walaupun tidak secara penuh. jenis kelamin dan kelainan bawaan . tergantung ras. genetic. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu.http://tafany. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu. Rahma & Lia PEMBAHASAN Awal Masa Kanak – Kanak Masa ini berlangsung mulai dari umur 2 tahun sampai 6 tahun. lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku.wordpress. Masa ini pun kita akan melihat bagaimana bayi yang sebelumnya sangat tergantung penuh pada sang ibu. Faktor heredo konstitusional .

perbedaan perkembangan tersebut bisa amat ekstrem. pendidikan . 3. perawatan kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejala penyakit. 2. pujian. Perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tua / orang dewasa lainnya. sosio – ekonomi. trauma. si kakak pandai bergaul sementara adiknya luar biasa pemalu. Interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. Terutama pada usia 4 – 5 tahun pertama ( golden year) . aktivitas fisik. . di dalam satu keluarga. penyakit. Bahkan. ASUH ( kebutuhan biomedis) Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya. diperhatikan dan dihargai. Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan . . 3. pakaian yang layak dan aman . iklim. kebutuhan akan tempat tinggal. ASIH ( kebutuhan emosional) Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu.pengalaman baru. dll. Setiap anak memiliki perkembangan mental dan fisik yang berbeda-beda. Misalnya. insulin . tiroid.2. tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Adapun Kebutuhan dasar seorang anak adalah : 1. hormon sex dan steroid. Kebutuhan anak akan kasih sayang. Faktor hormonal . ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini) Cikal bakal proses pembelajaran . dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin. tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya. Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir: gizi. bahkan sejak bayi dalam kandungan.

Pola Tingkah laku Kanak – kanak dan hubungannya dengan pertumbuhan • Ketika anak mulai mampu bergerak merangkak sendiri dan melakukan lebih banyak lagi kegiatan. minum dan sebagainya. ke dalam mulutnya sebagai satu cara untuk • ketika anak – anak mulai tumbuh gigi mereka cenderung untuk menggigit dengan giginya itu. maka pada saat itu ia telah mulai memilih orang – orang yang hendak ditanggapinya. • anak – anak juga cenderung menghendaki meneruskan setiap kegiatan yang sedang dilakukannya. seperti minta makan. Pada usia ini si Kecil sudah bisa berjalan. kebanggaan dan dasar-dasar kemandirian. mulai bergerak kesana.. kepribadian yang mantap. namun belum dapat menerima pendapat orang lain. utnuk melanjutkan tanpa gangguan hingga mereka mendapat kepuasaan sendiri. • mereka suka memasukkan hampir semua apa yang diraih dan digenggamnya menyelidikinya. hingga mereka bisa menyadari kalau menggigit itu bisa melukai. Anak itu telah belajar utnuk menghubungkan senyum dengan rasa senang.kemari dan berbicara untuk mewujudkan keinginannya dalam bentuk ucapan dan perbuatan yang masih bersifat impulsif.ketrampilan dan produktivitas yang baik. . kemandirian . Anak umur 2 sampai 6 tahun Usia 2 -4 tahun merupakan masa pembentukan rasa percaya diri. dengan kecerdasan. Pada awalnya anak masih mempertahankan sifat egosentriknya. mereka lebih bisa berkelakuan agresif kecuali anak itu dibantu oleh orang tua yang mendampinginya.sehingga akan terwujud etika. Bicaranya pun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan dirinya. Dia tersenyum kepada wajah – wajah yang dikenalnya dan menangis apabila wajah – wajah yang tidak dikenalnya menghampirinya. arif. • ketika anak itu belajar tanggap terhadap sesamanya.

Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock. akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan ketertarikan anak. berbicara dan berinteraksi dengan anak lain dan orang yang lebih tua. Apabila penanaman dasar-dasar ini baik. namun masih belum mampu berpikir secara timbal balik. Sebaliknya apabila penanaman dasar-daar ini kurang baik atau bahkan sangat kurang maka akan mengganggu perkembangan serta pertumbuhan anak selanjutnya. Ia mulai belajar mengembangkan kemampuannya untuk bermasyarakat. Memperhatikan pendapat Bichler dan Freud tersebut. maka akan membantu perkembangan dan pertumbuhan di masa yang akan datang. 1998). Selanjutnya Freud mengatakan bahwa kepribadian sebenarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar. cerita-cerita tertentu tentang hewan dan kejadian sehari-hari (Hurlock. pada waktu dia dewasa seblum berusia 8 tahun anak telah membentuk 80% dari intelegensi yang akan dimilikinya pada waktu dewasa (Bichler. Cara bagaimana menanamkan dasaar-dasar yang baik kepada anak.Sedangkan usia 5 – 6 tahun merupakan masa pengembangan inisiatif. meniru norma dan perilaku orang dewasa dan mulai bermasyarakat. <!–[endif]–>Pemilihan Pendidikan kanak-kanak Pada usia 4 tahun seorang anak telah membentuk 50% dari intelegensi yang akan dimilikinya. Inisiatifnya juga mulai berkembang dan ia mulai belajar merencakan suatu permainan bersama bersama teman-temanya. Disamping itu penggunaan sarana atau alat yang menarik akan membuat anak menjadi senang dan tidak merasa terpaksa. Pada usia ini anak akan sangat aktif bergerak. bahwa pada awal masa kanakkanak anak senang dibacakan dan melihat gambar-gambar dari buku. . berkelompok serta melakukannya dengan gembira. 1971). dapat dikatakan bahwa penanaman dasar-dasar kepada anak usia 4 sampai 6 tahun (masa kanak-kanak) akan sangat menentukan perkembangan selanjutnya. <!–[if !supportLists]–>E. nyanyian anak-anak. dongengdongeng.

memegang peranan yang sangat penting. bahwa perkembangan intelektual anak usia 5-6 tahun termasuk fase pra-operasional. <!–[if !supportLists]–>F. Oleh karena itu bagaimana cara memberikan konsep dasar kepada anak yang menarik dan membuat anak merasa senang (tidak trpaksa). (peraturan pemerintah no. <!–[endif]–>Pola bermain pada anak – anak •Βερ µ α ι ν δ ε ν γ α ν µ α ι ν α ν •∆ρα µ α τ ι σ α σ ι • Κο ν σ τ ρ υ κ σ ι . 27 th 1990 ). Pada masa ini anak belum bisa membedakan dengan tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realita dunia luar. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan utnuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diagram luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. TK merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada dijalur pendidikan sekolah. apabila anak seusia ini dimasukkan pada pendidikan prasekolah yaitu Taman Kanak-Kanak. Taman Kanak-Kanak (TK) didirikan sebagai usaha mengembangkan seluruh segi kepribadian anak dalam rangka menjembatani pendidikan dalam keluarga ke pendidikan sekolah. sehingga pada taraf ini kemungkinan utnuk menyampaikan konsepkonsep tertentu kepada anak masih terbatas (Nasution 1998). Penanaman dasar-dasar kepada anak pada usia 4 tahun sampai 6 tahun ini akan sangat efektif.Menurut Jean Piaget. <!–[endif]–>Macam – Macam Emosi pada anak – anak • • • • • • • • Amarah Takut Cemburu Ingin tahu Iri hati Gembira Sedih Kasih sayang <!–[if !supportLists]–>G. yaitu suatu masa prasekolah.

Peran guru juga dapat membantu anak tampil berani dan tidak pemalu. <!–[endif]–>Listiyati Sugiono .dan seharusnya orang tua melihat lingkungan mana yang baik bagi sang anak. Kewajiban orang tua juga mengajarkan mana hal baik yang harus dilakukan atau tidak bagi si anak. <!–[if !supportLists]–>4. Dan dapat kemungkinan anak akan menjadi tidak penurut (membangkang) karena orang tua yang selalu mengatur gerak langkah sang anak. Menurut psikikologi hereditas lbh byk mempengaruhi intelegensi daripada lingkungan <!–[if !supportLists]–>b. <!–[if !supportLists]–>3. Kel 3 : Apa faktor dari heredokontitutional ? <!–[if !supportLists]–>a.jenis kelamin dankelainaa bawaan <!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Siksha Putri Dengan orangtua yang otoriter bagaiman cara menumbuhkan/menambah minat anak? Orang tua yang otoriter akan membuat anak menjadi pendiam. radio dan televise Pertanyaan : <!–[if !supportLists]–>1.. <!–[endif]–>Gen yang terdapat didalam nekleus.bagaimana jika ada seorang anak berada dalam lingkungan yang buruk.pemalu dan penakut. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini terkenal sebagai hereditas.asuhan dari orang tua sangat dibutuhkan bagi anak. <!–[endif]–>Maya Inayah Pada umur 2-6 tahun adalah masa anak meniru segala hal. DNA yang membentuk gen mempunyai peran penting dalam trasmisi sifat-sifat herediter. <!–[endif]–>Ras. dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Bila kemungkinankemungkinan itu terjadi biasanya orang tua langsung Intropeksi diri untuk merubah sikap. <!–[endif]–>Dari Nunuk Ponco.•Πε ρ µ α ι ν α ν • Membaca • Film.sikap apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan saja namun orang tua juga berperan sebagai kontroling untuk sang anak.

dia menganggap bahwa dia sebagai ibu dari boneka tersebut dan ia meniru tingkah laku yang dilakukan seorang ibu untuk sang anak.. <!–[endif]–>Ikah Sari Bagaimana memanage anak yang selalu ingin sesuatu barang tetapi ia sudah mempunyainya Orang tua harus memberi pemahaman terhadap anak dan Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan . <!–[if !supportLists]–>7.Sinar Kumala. Jakarta.Gunung jati Arstein holene.bisa jadi ibu yang tidak sekolah mempunyai kemauan untuk mengurusi anak. <!–[if !supportLists]–>6. Daftar Pustaka HurlockB. Erlangga Kramer Rita. Perkembangan jiwa anak.Bandung Majalah Ibu dan anak . tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang dan pengertian terhadap anak.Cara membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi manusia sehat mental dan cedas. contoh : ketika ia bermain boneka. Jadi anak memvisualisasikan mainan tersebut sebagai teman pengganti dan disanalah bisa meniru peran – peran yang ia lihat.Elizabeth.salk lee. masa meniru. <!–[if !supportLists]–>5.Jakarta.Adakah pengaruh terhadap anak atas ibu yang mempunyai jenjang sekolah lebih tinggi dengan ibu yang tidak sekolah? Ada. <!–[endif]–>Mengapa anak kecil senang sekali dengan boneka dan mobil-mobilan? Awal masa kanak-kanak adalah masa permaian.Dr.tahap mainan. karena akan berpengaruh juga terhadap daya tangkap anak. Tapi semua itu harus disertai dari kemauan dan kemampuan seorang ibu. <!–[endif]–>Yuniarsih H Bagaimana dengan anak yang takut dengan ayah dan cendrung manja terhadap ibu? Setiap anak pasti membutuhkan kasih sayang dan kenyamanan. Psikologi perkembangan. orang tua adalah tempat kasi sayang itu jadi pola asuh yang diberikan oleh ibu dan ayah haruslah seimbang.

Tabloid Nova • .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful