P. 1
5 Aspek Perkembangan Anak

5 Aspek Perkembangan Anak

|Views: 4,643|Likes:

More info:

Published by: Akhmad Fauzi Hamdani on Sep 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

(http://edukasi.kompasiana.

com/2010/10/25/perkembangan-fisikdan-perseptual-anak-sd/)

Perkembangan fisik dan perseptual anak SD
1. a. Perkembangan Fisik

Anak sekolah dasar umumnya berusia 6-12 tahun. Secara fisik, anak SD memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelum dan sesudanya. 1. Tinggi dan berat badan Pertumbuhan fisik anak pada usia SD cenderung lebih lambat dan konsisten bila dibandingkan dengan masa usia dini. Rata-rata anak usia SD mengalami penambahan berat badan sekitar 2,5-3,5 kg, dan penambahan tinggi badan 5-7 cm pertahhun ( F.A Hadis 1996) 2. Proporsi dan bentuk tubuh Anak SD kelas-kelas awal umumnya memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit mulai berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati seimbang. Berdasarkan tipologi Sheldon ( Hurlock 1980 ) ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD yaitu : • Endomorph yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. • Mesomorph yang kelihatannya kokoh, kuat dan lebih kekar • Ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemak dan seperti tak berotot 3. Otak

Bila dibandingkan dengan pertumbuhan bagian tubuh lain, pertumbuhan otak dan kepala jauh lebih cepat. Menurut Santrock dan Yussen, sebagian besar pertumbuhan otak terjadi pada usia dini. Menjelang umur lima tahun, ukuran otak anak mencapai 90% dari ukuran otak dewasa. Kematangan otak yang dikombinasikan dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak. 4. Keterampilan motorik Pada usia sekolah perkembangan motorik anak lebih halus, lebih sempurna dan terokkordinasi dengan baik seiring dengan bertambahnya berat dan kekuatan badan anak. Pada saat berusia sekitar 10-11 tahun, ank lazimnya sudah mampu melakukan berbagai jenis kegiatan olahraga. Dalam keterampilan motorik kasar yang melibatkan aktivitas otot besar, anak laki-laki memiliiki kemampuan yang lebih baik daripada anak perempuan, karena jumlah sel otot anak laki-laki lebih banyak daripada sel otot anak perempuan. Untuk memperhalus ketrampilan motorik mereka, anak-anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang kadang-kadang dalam bentuk permainan yang informal, permainan yang diatur sendiri oleh anak. Anak usia sekolah mengembangkan kemampuan untuk melakukan game dengan peraturan, sebab mereka sudah dapat memahami dan menaati aturan dari suatu permainan. Dalam waktu yang sama anak mengalami peningkatan dalam koordinasi dan pemilihan waktu yang tepat dalam melakukan berbagai aktivitas tersebut. b. Perkembangan Perseptual Aktivitas perceptual pada dasarnya merupakan proses pengenalan individu terhadap lingkungannya. Ada tiga proses aktivitas perceptual yang perlu dipahami yakni: • Sensasi adalah peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima.

• Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. • Atensi, mengacu kepada selektifitas persepsi. Dengan attensi kesdran seseorang bisa hanya tertuju pada satu objek dengan mengabaiikan objek lainnya. Pada usia anak sekolah dasar, seringkali tampak bahwa anak yang mengungguli temannya dalam perkembangan mental biasanya secara fisik juga lebih besar, lebih kuat, lebih matang dari rata-rata. Anak itu biasanya tampil sebagai pemimpin alami. Anak yang secara fisik lebih unggul juga cenderung menujukan keuggulan mental. Anak usia SD memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda, ia senang bermain, bergerak, senang bekerja dalam kelompok dan senang melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu guru hendaknya mengembangkan pelajaran yang mengandung unsure permainan, mengusahakan siswa berpidah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak. pergaulan dan pembinaan orang tua. antara lain kebutuhan gizi. gigi. Orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering kali diderita anak. dan lain-lain. 2. kurang berdaya dan tidak aktif. perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. panas. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi. 3. Akibat terganggunya perkembangan intelektual . antara lain kesehatan gizi. kebiasaan hidup dan lain-lain. lingkungan. Oleh karena itu orang tua selalu memperhatikan kebutuhan utama anak.KARAKTERISTIK ANAK USIA SD Pertumbuhan Fisik atau Jasmani 1. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi. Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain. sekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama. misalnya bertalian dengan kesehatan penglihatan (mata). Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Perkembangan Intelektual dan Emosional 1. perlakuan orang tua terhadap anak. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. Perkembangan intelektual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama. kebugaran jasmani. 4. lingkungan yang menunjang. kesehatan dan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan setiap hari sekalipun sederhana.

sering kali mendapat marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani. lingkungan. 6. etnik dan bangsa. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan.tersebut anak kurang dapat berpikir operasional. keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. usia. Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang sering kali tidak dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh. Misalnya sangat dimanjakan. psikolog dan sebagainya. keadaan ekonomi orang tua. Perlakuan saudara serumah (kakak-adik). orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras. anak disuruh melakukan . Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh orang tua dan anak. terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya. tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. suka menekan dan selalu menghukum anak sekalipun anak membuat kesalahan sepele juga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional anak. Sedangkan dari pihak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua. psikiatri. frustasi dan ketidakhadiran orang tua. Dengan berkonsultasi tersebut orang tua akan dapat melakukan pembinaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit. 3. 5. pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli. budaya. 4. misalnya dokter anak. Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin. Akan tetapi sikap orang tua yang sangat keras. 2.

(b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan. (f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga harus mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat. (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial. yaitu: (a) anak cengeng. (d) kesempatan berlatih. Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak. . Sosial. dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak. (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua. (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak. (d) sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri. (b) sebagai alat untuk menarik orang lain. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya. mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada ajak apabila berbuat atau berperilaku yang positif. penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan berbagai aktivitas dalam masyarakat. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. Perkembangan Bahasa Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 – 5 bulan. Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal.sesuatu di luar kesanggupannya menyesuaikan diri dengan lingkungan. dan Sikap 1. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara. Perkembangan Moral. (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. (b) kesiapan mental.

(c) sebagai penguat motivasi. (c) konstruktif. (e) harus disertai alasan. yaitu yang berupa materiil dan non materiil. (b) fungsi pendidikan. Terdapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat luas.2. Fungsi hadiah bagi anak. 5. (g) diberikan pada tempat dan waktu yang tepat. 4. (b) konsisten. (d) impresional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya. (b) memberikan motivasi kepada anak. . Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah: (a) fungsi restruktif. (f) sebagai alat kontrol diri. 3. antara lain: (a) memiliki nilai pendidikan. Syarat pemberian hukuman adalah: (a) segera diberikan. (c) memperkuat perilaku dan (d) memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi.

PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK SD Anak usia SD masih memasuki tahap perkembangan yang sangat pesat. Sanrock tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. Berbagai otot dan tulang mengalami penguatan sehingga anak cenderung aktif dalam melakukan kegiatan fisik seperti bergerak. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Perkembangan kognitif anak SD dalam fase operasional konkrit (6-12 tahun). Piaget menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif untuk itu perlu perlakuan dan dukungan yang berbeda. dan tidak pernah diam di tempat. akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. mereka menambah informasi baru tentang pengalaman mereka . maka makin kompleks lah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. Dengan makin bertambahnya umur seseorang. berlari. pemikiran anak SD sedang mengalami pertumbuhan sangat cepat. anak memiliki pengetahuan melalui operasi benda-benda konkrit. Pembelajaran dengan menggunakan referensi benda konkrit sangat membantu anak memahami simbol-simbol abstrak. perkembangan intelektual anak sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. Secara kognitif. Menurut Peaget (dalam Sanrock (1995:308) perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. Ketika anak-anak beradaptasi dengan lingkungan.

Bagaimana anak-anak memperluas tata bahasa mereka dengan begitu cepat? Sebenarnya mereka melakukannya dengan pemetaan secara cepat. yang kurang kongkret. Ada dua proses yang memungkinkan perubahan ini. Pada usia 5 hingga 7 tahun.yang mengharuskan mereka memperbesar kategori yang ada atau membuat kategori baru. saat anak-anak pada usia ini berbicara secara lancar. Mereka berbicara dalam kalimat yang lebih panjang dan lebih rumit. Asimilasi merupakan proses kognitif yang menggabungkan informasi dari lingkungan ke dalam skemata . dan tentang subyek yang dibahas. kemampuan bicara anak-anak menjadi sangat mirip dengan orang dewasa. Masih lagi. Mereka menggunakan kalimat kompleks dan susunan dan dapat menangani semua bagian pembicaraan. Pada basis konteks tersebut. mereka harus menguasai beberapa poin bahasa. dapat dimengerti dan benar menurut tata bahasa. tetapi tampaknya kemungkinan anak-anak menarik apa yang mereka tahu tentang aturan untuk membentuk kata-kata. yang memungkinkan mereka untuk menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam percakapan. anak-anak tampaknya membentuk hipotesis yang cepat mengenai arti kata dan menyimpannya dalam ingatan. Ahli bahasa tidak yakin bagaimana pemetaan secara cepat terjadi. Nama-nama obyek (kata benda) tampaknya lebih mudah untuk dipetakan secara cepat dibandingkan dengan nama-nama tindakan (kata kerja). Mereka menggunakan lebih banyak kata hubung. dan artikel. tentang kata-kata yang sama. tentang konteks yang cepat. kata depan.

b) Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun) . dan dilakukan langkah demi langkah. Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1) Melihat dirinya sendiri sebagai mahkluk yang berbeda dengan objek di sekitarnya. 5) Memperhatikan objek sebagai hal yang tetap. Melalui asimilasi. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu. anak-anak menambahkan informasi baru ke dalam gambaran mereka tentang dunia. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan. akomodasi adalah proses kognitif yang mengubah skemata yang ada atau membuat skemata baru untuk menyesuaikan dengan lingkungan.yang ada. lalu ingin merubah tempatnya. a) Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. melalui akomodasi. Sebaliknya. 3) Suka memperhatikan sesuatu lebih lama. mereka mengubah gambaran mereka tentang dunia berdasarkan informasi baru. 4) Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya. 2) Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara.

Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda. 4) Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif Tahap itu dibagi menjadi dua. walaupun masih sangat sederhana. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya. . tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan. 2) Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Self counter nya sangat menonjol. termasuk kriteria yang benar. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek. Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata. 3) Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda. yaitu pemikiran simbolis dan pemikiran intuitif. Preoperasional (umur 2-4 tahun). anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstraks. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami objek. Tahap intuitif (umur 4-8 tahun). tetapi kurang disadarinya. 5) Dapat menyusun benda-benda secara berderet.

Anak kekekalan masa pada usia 5 tahun. Karakteristik tahap operasional konkret : 1) Sistem kekekalan 2) Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh 3) Melihat dari berbagai segi 4) Seriasi 5) Klasifikasi 6) Bilangan . 3) Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide. kekekalan berat pada usia 6 tahun. dan kekekalan volume pada usia 7 tahun. Dia mengerti terhadap sejumlah objek yang teratur dan cara mengelompokkannya. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan.2) Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal hal yang lebih kompleks. 4) Anak mampu memperoleh prinsip-prinsip secara benar. Anak memahami bahwa jumlah objek adalah tetap sama meskipun objek itu dikelompokkan dengan cara yang berbeda. c) Karakteristik Tahap Operasional konkret (umur 7/8 – 11/ 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis.

menafsirkan dan mengembangkan hipotesa. dengan kemampuan menarik kesimpulan.7) Ruang. dan jelas. lugas. Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1) Bekerja secara efektif dan sistematis 2) Menganalisis secara kombinasi 3) Berpikir secara proporsional 4) Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi. Unsur problematik dalam materi juga akan . Kalau perlu materi disertai gambar dan ilustrasi menarik dan menyenangkan. waktu dan kecepatan 8) Kausalitas 9) Probabilitas 10) Penalaran 11) Egosentrisme dan sosialisme d) Tahap operasional formal (umur 11/12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. kalimatnya sederhana. Materi pembelajaran sebaiknya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh anak. Model berpikir ilmiah sudah mulai dimiliki anak.

. perasaan yang mendorong anak-anak untuk mendapatkan kesetimbangan.terutama fisik mereka. Jika anak-anak dapat menyesuaikan dengan informasi baru.html? zx=3eba01130f0206b6) Perkembangan Kognitif Anak Usia SD Memang anak di usia SD perkembangannya sangat pesat. Dengan demikian materi yang dikembangkan disesuaikan dengan pekermbangan dan kebutuhan anak. Dan disini juga pengaruh lingkungan sangat berperan. apalagi dalam lingkungan keluarga. anak-anak (dan juga orang dewasa) secara intrinsik termotivasi untuk mencoba memahaminya. yakni keseimbangan yang menyenangkan dengan lingkungan. Dengan kata lain. Disini anak usia SD sudah mulai mengenal bahasa yang banyak. dan juga cara berfikir mereka. tetapi menantang penalaran kritis anak. mulai dari teman sebaya mereka maupun orang lain. Supaya memiliki kebermaknaan pada anak. atau konflik kognitif. (http://wahyudiuksw. materi diangkat dari realitas kehidupan anak sehari-hari.com/2009/05/perkembangan-kognitif-anak-sd. seorang anak bisa mengalami ketidaksetimbangan. Menjumpai sesuatu yang tidak dipahami atau tidak bisa dimengerti. Ketidaksetimbangan biasanya menimbulkan kebingungan dan pergolakan. ketika dihadapkan dengan informasi baru atau berbeda. maka ketidaksetimbangan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru akan memotivasi si anak untuk mempelajari.membuat sajian materi tidak monoton dan menjemukan. tetapi biasanya anak usia SD berpikirnya yang logis2 atau yang dapat mereka terima dengan indra mereka.blogspot.

penggunaan bahasa pada anak. aspek pada penggunaan bahasa adalah narasi dan percakapan. dapat terjadi bila anak tidak menguasai perbendaharaan dari semua kata di dalam kalimat. sehingga mereka dapat memperkaya perbendaharaan katanya lebih banyak melalui bacaan-bacaan yang sifatnya konstekstual. Namun walaupun terjadi peningkatan perbendaharaan kata tidak selalu anak dapat memahami makna suatu kata atau kalimat.Perkembanga bahasa Perkembangan Bahasa dalam Usia Anak SD OPINI | 18 December 2010 | 11:15 409 2 Nihil Sebelum ke perkembangan bahasa.php? n=a80dd573&amp.n=a80dd573" border="0" alt="" /></a> Ads anak sekolah dasar dalam berbahasa terus berkembang. lalu anak usia 5-6 tahun cenderung kurang mampu mengkomunikasikan informasi dari anak yang lebih tua. karena manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya.kompasads. tugas komunikasi menjadi kompleks dan sulit . Sebaliknya. Tentunya bagi sorang guru itu perlu mengetahui bagaimana perkembangan bahasa perserta didiknya. Dan bahasa itu sangat penting bagi manusia.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp. Yaitu dalam masa pertumbuhan pemahaman kata dan hubungannya berlangsung terus menerus.php? zoneid=1033&amp. .kompasads. jadi informasi yang abstrak belum mampu dikomuikasikan pada anak-anak. Perkembangan bahasa pada usia sekolah yaitu antara lain. apa sih pengertian dari bahasa itu? Bahasa itu tentunya untuk alat komunikasi dengan orang lain. tapi anak itu dapat memahami makna kata atau kalimat secara tepat. Umumnya pada usia ini. <a href="http://ads3. sehingga anak-anak usia ini mengalami kesulitan untuk memahami perasann orang lain. anak yang menguasai arti dari seluruh kata dalam suatu kalimat tertentu tidak dapat memahami makna kata atau suatu kalimat.com/new/www/delivery/ck. dan seterusnya. Untuk itu dalam memaknai suatu kata ataupun kalimat diperlukan lebih banyak kemampuan menjustifikasi suatu kata atau kalimat daripada sekedar mengetahui arti kata. Untuk itu perlu kita telusuri apa saja perkembangan bahasa yang dialami oleh perserta didik.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE" target="_blank"><img src="http://ads3. Karena. dari mulai satu kalimat.com/new/www/delivery/avw. Lalu meningkatnya jumlah pembendaharaan dan spesifikasi definisi. peningkatan tersebut mungkin setelah kelas empat SD.

tapi juga menjadi pengguna bahasa yang aktif. apabila guru dan siswa saling komunikasi dengan baik dan anak mengerti apa yang dikatakan oleh seorang guru. dan juga suara seorang guru agar tidak begitu lirih di dalam kelas. Untuk menciptakan suatu lingkungan kondusif dikelas yaitu pengaturan tata letak meja kursi dan lainnya. Penyatuan dan pemahaman fungsi terus berkembang. umumnya. Struktur tambahan mencakup bentuk kalimat pasif. akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan bahasa anak.Selanjutnya. . Sebaliknya. sehingga seorang guru harus mengatur suaranya agar dapat didengar siswa semuanya. Karena dapat membantu anak berkomunikasi dengan baik dan ank tersebut tentunya akan mengerti tentang pemahaman-pemahaman tertentu. penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula. dan paling sulit yang hadapi anak yaitu menenai penggunaan sisipan. pengembangan sintaksis yang ada dan pemerolehan bentuk-bentuk baru secara simultan. Menciptakan perkembangan bahasa yang optimal di KBM SD Untuk menuntun anak dalam mengenai perkembangan bahasa itu sangat penting. proses menulis berkaitan dengan kegiatan menggambar yang menunjukkan simbolis. tentunya dapat menghasilkan pembelajaran yang optimal. Dalam perkembangan morpologi pada anak kelas awal SD dapat ditandai dengan penggunaan kata imbuhan awalan. tidak hanya sebagai pengguna bahasa yang pasif. Dari terjalinnya suatu komunikatif antara seorang guru dan peserta didik. perlu diketahui bahwa faktor yang berpengaruh pada pembaca yang baik yaitu kesediaan orang tua untuk menyediakan serta menciptakan lingkungan kondusif di rumah bagi perkembangan kemampuan membaca melalui penyediaan bacaan. sehingga anak yang kemampuan melukisnya bagus maka menulisnya juga bagus. tentunya pemberian lingkungan kondusif bagi perkembangan bahasa itu sangat penting. Bahasa itu merupakan alat komunikasi dalam pergaulan social sehingga dengan komunikasi bisa menghasilkan pembelajaran efektif untuk mendapat pendidikan yang optimal. Ada tumpang tindih antara menbaca dan menulis. Yaitu anak yang terus menerus mengembangkan kalimat dengan mengelobarasikan kata benda dan kata kerja. untuk itu. Dengan adanya lingkungan kondusif yang tercipta sesuai dengan kebutuhan anak untuk perkembangan bahasa pada saatnya. diharapkan seorang guru agar menggunakan bahasa anak di dalam kelas daripada bahasa orang dewasa. Pembelajaran yang optimal maka sangat perlu bahasa yang komunikatif yang memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar dapat berperan secara aktif dan produktif. Perkembangan membaca dan menulis. Untuk itu perlu sekolah terutama di setiap kelas suatu pembelaajaran yang efektif sehingga perkembangan bahasanya bisa berjalan secara optimal. Membaca bersama-sama merupakan aktivitas yang bernilai sosial tinggi yang melibatkan secara aktif orang tua dan anak.

dan lain sebagainya. yaitu pada masa infancy todlerhood (usia 0-3 tahun). Anak usia 5 tahun • Mampu melompat dan menari • Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala. anak-anak terus melakukan berbagai aktifitas fisikyang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. early childhood (usia 3-6 tahun). Disamping itu. pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. kognitif. Perubahan yang terjadi pada diri anak tersebut meliputi perubahan pada aspek fisik. 1. Perkembangan Fisik Anak Usia Sekolah dasar Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas. Beberapa perkembangan motorik ( kasar maupun halus ) selama periode ini antara lain : a. anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olah raga yang bersifat formal. anak juga makin mampu menjaga keseimbangan badannya. 2. serta ukuran beberapa organ tubuh. Kemudian dalam makalah ini akan dibahas tentang bagaimanakah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak diusia sekolah tepatnya sekolah dasar.perkembangan anak usia sekolah dasar Pendahuluan Masa pertumbuhan anak seharusnya diperhatikan secara seksama oleh orang tua. tetapi hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik yang berarti. middle childhood (usia 6-11 tahun). kira-kira dua tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual. berenang. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot. karena proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan merekapada masa mendatang. seperti senam. Pembahasan A. dan psikososial. Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada usia anak. Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik. Masa ini terjadi dari usia 5 sampai 12 tahun yang ditandai dengan terjadinya perkembangan-perkembangan pada diri anak diantaranya fisik dan juga kognitifnya. Masa usia sekolah dasar merupakan masa kelanjutan dari masa bayi dan prasekolah anak. Perkembangan motorik Dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan. Aspek dari pertumbuhan fisik Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. masa ini sering disebut juga sebagai “periode tenang” sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja. emosi. Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan ( olah raga ). lengan dan badan termasuk kaki . maka pada umumnya untuk anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan. Karena factor perbedaan jumlah sel-sel otot.maka pada masa ini perkembangan motorik menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. meskipun merupakan masa tenang. Oleh karena itu. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat. Jika perkembangan anak luput dari perhatian orang tua maka anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi ( babyfat ) berkurang.

Karena dengan masuk sekolah. Dalam keadaan normal.dalam upaya memahami alam . Anak usia 10-12 tahun • perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai nampak • mampu melakukan aktifitas rumah tangga. Anak usia 8-9 tahun • kecepatan dan kehalusan aktifitas motorik meningkat • mampu menggunakan peralatan rumah tangga • keterampilan lebih individual • ingin terlibat dalam sesuatu • menyukai kelompok dan mode • mencari teman secara aktif e. artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek peristiwa nyata atau kongkrit. Anak usia 7 tahun • tangan anak semakin kuat • mulai membaca dengan lancar • cemas terhadap kegagalan • peningkatan minat pada bidang spiritual • kadang malu dan sedih d. pemikiran anak masa sekolah dasar disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought). Menurut teori piaget. Perkembangan Kognitif Anak Usia Sekolah Seiring dengan masuknya anak kesekolah dasar.• Dapat mnghitung jari-jarinya • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan mampu bercerita • Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya • Menprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya • Mampu membedakan besar dan kecil b. Daya ingatnya menjadi sangat kuat sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadium belajar. pikiran anak usia sekolah berkembang secara berangsur-angsur. Dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak. berarti dunia dan minat anak bertambah luas. seperti mencuci dan lain-lain • adanya keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain • mulai tertarik dengan lawan jenis B. Anak usia 6 tahun • koordinasi mata dan tangan • ketangkasan meningkat • melompat tali • bermain sepeda • mengetahui kanan dan kiri • mungkin bertindak menentang dan tidak sopan • mampu menguraikan objek-objek dengan gambar c. kemapuan kognitifnya urut mengalami perkembangan yang pesat. rasional dan objektif. Kalau pada masa sebelumnya daya fikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris maka pada masa ini daya piker anak berkembang kearah berpikir kongkrit.

Perkembangan pemikiran kritis Perkembangan pemikran kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam. Matlin (1994) menyebutkan empat macam strategi memori yang penting. anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi-operasi. Jadi pada tahap ini anak telah memiliki struktur kognitif yang memungkinkannya dapat berfikir untuk melakukan suatu tindakan tanpa ia sendiri bertindak secara nyata. Dalam masa ini. Seperti anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana mereka duduk dalam satu kelas. karena anak mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya. 3. dan motivasi). yaitu: 1. kesehatan. Imagery (perbandingan) Membandingka sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang. seperti tingkat usia. Identitas Yaitu anak sudah mampu mengenal satu persatu deretan benda yang ada. mereka akan menggunakan secara spontan.sekitarnya mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indera. c. b. Negasi (negation) Yaitu pada masa kongkrit operasional. b. Hubungan timbal balik (Resiprok) Yaitu anak telah mengetahui hubungan sebab-akibat dalam suatu keadaan. a. Akan tetapi. anak berusaha menggunakan strategi memori yaitu merupakan prilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori. Operasi yang terjadi dalam diri anak memungkinkan pula untuk mengetahui suatu perbuatan tanpa melihat bahwa perbuatan tersebut ditunjukkan. Selain strategi-strategi memori diatas. terdapat hal-hal lain yang mempengaruhimemori anak. tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber. Perkembangan kreativitas Dalam tahap ini anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang . Untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut. memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan-keterbatasan. 4. c. Retrieval (pemunculan kembali) Proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. yaitu: a. Perkembangan memori Selama periode ini. Organization (organisasi) Pengelompokan dan pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah memori. anak memahami hubungan-hubungan antara benda atau keadaan yangsatu dengan benda atau keadaan yang lain. 2. Rehalsal (pengulangan) Suatu strategi meningkatkan memoridengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan. mempertahankan pikian agar tetap terbuka. serta pengetahuan yang diperolehanak sebelumnya. serta mampu berpikir secara reflektif dan evaluatif. memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. sifat anak (termasuk sikap.

Perkembangan bahasa Daftar Pustaka Samsunuwiyati Mar’at. Aspek perkembangan kognitif disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought) yang meliputi: a. serta dapat menerapkan berbagai aturantata bahasa secara tepat. d. Aspek perkembangan fisik meliputi perkembangan fisik juga perkembangan motorik 2. Dr.com/id/perkembangan-anak-perkembangan-fisik-motorik-kognitifpsikososial. perkembangan bahasa terus berlanjut. struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat. terutama lingkungan sekolah.g-excess. Perkembangan bahasa Selama masa anak-anak awal. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan. hj. Perkembangan pemikiran kritis c.psi. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Psikologi Perkembangan.baru. Perkembangan ini terlihat dalam cara berpikirtentang kata-kata. Bandung : PT Remaja Rosda Karya 2005. Perkembangan kreativitas d. samsunuwiyati Prof. Perkembangan memori b. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan: 1. www.html . S.

antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.blogspot. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan indranya. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Bayi lahir dengan refleks bawaan. kematangan 2. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya. yaitu : 1.com/2009/06/teori-perkembanganjohnpiaget. Dan teori ini berdasarkan pada hasil penelitian di Negeri Swiss pada tahun 1950-an. asal perpindahanya terlihat. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya. tahap Operasi Konkrit : 7 – 11 tahun . menata letak benda-benda menurut urutan tertentu (seriation). b.http://babay-cute. Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. Piaget mengemukakan ada empat tahap perkembangan kognitif dari setiap individu yang berkembang secara kronologis : 1. dll. equilibrium Selanjutnya Piaget mengemukakan tentang perkembangan kognitif yang dialami setiap individu secara lebih rinci. a. mulai bayi hingga dewasa. Istilah operasi yang digunakan oleh Piaget di sini adalah berupa tindakan-tindakan kognitif. Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol. 2. Sebaran umur pada seiap tahap ersebut adalah rata-rata (sekitar) dan mungkin pula terdapat perbedaan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitiannya.html Teori perkembangan JohnPiaget TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. Pada tahap ini pemikiran anak lebih banyak berdasarkan pada pengalaman konkrit daripada pemikiran . suara binatang. ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. 4. transmisi social 4. pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra) Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya. tahap Sensori Motor : 0 – 2 tahun . skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. (mairer. misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan. Pada masa kanak-kanak ini. pengalaman fisik / lingkungan 3. Teori ini disusun berdasarkan studi klinis terhadap anak-anak dari berbagai usia golongan menengah di Swiss. anak beum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. tahap Pra Operasi : 2 – 7 tahun . Tahap Pra Operasi ( Pre Operational Stage) Tahap ini adalah tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit. seperti mengklasifikasikan sekelompok objek (classifying). 1978 :24). 3. Tahap Sensori Motor (Sensory Motoric Stage) Bagi anak yang berada pada tahap ini. tahap Operasi Formal : 11 keatas. dan membilang (counting).

tetapi masih terbatas pada hal-hal yang dapat dijumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja. Kemudian ditambahkan penjelasan dalam bentuk verbal bahwa “Pak Pendek” itu mempunyai teman “Pak Tinggi”. mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objek Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. dan Lily). Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan. dan pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Tahap Operasi Konkrit (Concrete Operational Stage) Anak-anak yang berada pada tahap ini umumnya sudah berada di Sekolah Dasar. kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. Tahap Operasi Formal (Formal Operation Stage) Tahap operasi formal ini adalah tahap akhir dari perkembangan konitif secara kualitatif.logis. tanpa objek fisik di hadapan mereka. “Rambut Edith lebih terang daripada rambut Lily. dll. c. 1977 : 127) Kesimpulan pada tahap ini adalah : . Namun. Pada tahap ini anak masih berada pada tahap pra operasional belum memahami konsep kekekalan (conservation). yaitu kemampuan untuk menyusun serangkaian hipotesis dan mengujinya (child. Rambut siapakah yang paling gelap?” . Selain dari itu. maka ia mengatakanya berbeda pula. memahami konsep promosi. tidak mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi boneka yang berambut paling gelap. Smith (1998) memberikan contoh. tetapi belum dapatt menghadapi hal-hal yang abstrak (tak berwujud). cirri-ciri anak pada tahap ini belum memahami dan belum dapat memikirkan dua aspek atau lebih secara bersamaan. Karakteristik dari anak pada tahap ini adalah telah memiliki kekampuan untuk melakukan penalaran hipotek-deduktif. Suzan. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. astraksi dan generalisasi. d. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwanya berlangsung. anak harus memerlukan operasi terhadap operasi. Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abtrak dan menggunakan logika. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol. ide-ide. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak telah dapat mengetahui symbol-simbol matematis. Namun. Anak-anak diberi tiga boneka dengan warna rambut yang berlainan (Edith. Lebih lanjut dikatakan bahwa apabila diukur dengan batang korek api tinggi “Pak Pendek”empat batang sedangkan tinggi “Pak Tinggi” enam batang korek api. Berapakah tinggi “Pak Tinggi” bila diukur dengan klip? Dalam memecahkan masalah diatas. anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. ketika diberi peranyaan. Sebagai contoh eksperimen Piaget berikut ini : Seorang anak pada tahap ini dihadapkan pada gambar “pak Pendek” dan untaian klip (penjepit kertas) untuk mengukur tinggi “Pak Pendek” itu. yaitu kekekalan panjang. sehingga jika ia melihat objek-ojek yang kelihatannya berbeda. kekekalan materi. luas. anak-anak pada tahap operasional konkret mengalami kesulitan karena mereka belum mampu berpikir hanya dengan menggunakan lambang-lambang. tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit).

Pada tahap operasional formal, anak-anak sudah mampu memahami bentuk argumen dan tidak dibingungkan oleh isi argument (karena itu disebut operasional formal). Tahap ini mengartikan bahwa anak-anak telah memasuki tahap baru dalam logika orang dewasa, yaitu mampu melakukan penalaran abstrak. Sama halnya dengan penalaran abstrak sistematis, operasi-operasi formal memungkinkan berkembangnya system nilai dan ideal, serta pemahaman untuk masalah-masalah filosofis. Cara-cara dalam mengembangkan pendidikan Tk dan SD menurut teori jean piaget Teori psikologi perkembangan Jean Piaget selama ini telah menjadi rujukan utama kurikulum TK dan bahkan pendidikan secara umum. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung secara tidak langsung dilarang untuk diperkenalkan pada anak-anak di bawah usia 7 tahun. Piaget beranggapan bahwa pada usia di bawah 7 tahun anak belum mencapai fase operasional konkret. Fase itu adalah fase, di mana anak-anak dianggap sudah bisa berpikir terstruktur. Sementara itu, kegiatan belajar calistung sendiri didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir terstruktur. Piaget khawatir otak anak-anak akan terbebani jika pelajaran calistung diajarkan pada anak-anak di bawah 7 tahun. Alih-alih ingin mencerdaskan anak, akhirnya anak-anak malah memiliki persepsi yang buruk tentang belajar dan menjadi benci dengan kegiatan belajar setelah mereka beranjak besar. Persiapan belajar membaca mempunyai tiga unsur pokok. Yaitu minat untuk membaca, kemampuan membedakan secara visual (bentuk, warna, ukuran) dan kemampuan membedakan suara-suara. Untuk memupuk minat baca si kecil, orangtua bisa melatihnya dengan memberikan dan membacakan buku-buku cerita dengan gambar yang menarik. Berorientasi pada Kebutuhan Anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional. Belajar melalui bermain Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Lingkungan yang kondusif Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain. Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak. . Mengembangkan berbagai kecakapan hidup Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri, mandiri

dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahanbahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulang Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berulang-ulang.

http://revyarmy.wordpress.com/2010/04/01/perkembangan-dancara-belajar-anak-di-sd/ Perkembangan dan Cara Belajar Anak di SD
April 1, 2010 pukul 7:41 am | Ditulis dalam pendidikan | 2 Komentar

Perkembangan dan Cara Belajar Anak di SD

PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks. Artinya banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Baik unsure-unsur bawaan maupun unsure-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan ank tersebut. Guru terutama guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak di SD.pemahaman konseptual tersebut meliputi gambaran tentang siapa anak SD dan bagaiamana mereka berkembang, yang mencakup tentang karakteristik perkembangan anak usia SD dalam berbagai aspek fisik biologis, kognitif, bahasa, dan psikososial. Selain itu diperlukan adanya pemahaman tentang prinsip-prinsip belajar anak, proses-proses psikologis yang terjadi dalam belajar anak serta peran motivasi dalam belajar anak. Dengan bekal pemahaman konstektual tersebut, guru diharapkan dapat mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan anak SD. 1.2. RUMUSAN MASALAH

Bagaimanakah perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar ? 1.3. TUJUAN PENULISAN Untuk mengetahui perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar. PEMBAHASAN

Namun setelah itu. Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak. pertumbuhan tulang. ü Pertumbuhan Tinggi Pertumbuhan tinggi badan setiap anak berbeda-beda. 2. 1. ü Perkembangan Berat Tubuh Peserta Didik. Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur tubuh. Anak usia 5 tahun : tinggi tubuh 2x dari tinggi/panjang tubuh saat lahir. otot. yang berdampak dalam melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain. Mengalami pematangan kelamin yang berasal dari hormone. 1.pangkal paha.1 PERKEMBANGAN ANAK SEKOLAH DASAR 1. Anak usia 10-12 tahun (permulaan masa remaja): • • • • • Anak mengalami periode lemak. gigi. PERKEMBANGAN SECARA FISIK Perkembangan fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan. A. dada. Pada akhir usia SD dan anak masuk masa puber. sekitar rahang. 1. pertumbuhan anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan. leher dan pipi. Pertumbuhan tubuh yang cepat. Anak masa anak : berat 35-40 kg. Nafsu makan anak semakin besar. Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain. Setelah itu melambat 7 cm setiap tahun. Anak usia 5 tahun : berat 5x setelah dilahirkan. masih bertambah sampai usia 18 tahun ketika mengakhiri masa remaja.2. . pertumbuhan laki-laki lebih cepat. 3. Anak usia 12/13 thn : tinggi anak 150 cm. pinggul. tapi mengikuti pola yang sama. dan lemak. Penumpukan lemak pada perut.

Pertumbuhan tulang terjadi tidak serempak dan kecepatannya berbeda. Bentuk tubuh endomorph: yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. dsb. Gigi. gizi dan zat mineral yang dikonsumsi. 1. yaitu: 1. • • • Masa ini terjadi perubahan fisik yang sangat pesat dalam ukuran tinggi. 1. dan lebih kekar. 3. dada pipih. terlalu memperhatikan perubahan fisik. 7. Jadwal waktu pertumbuhan fisik tiap anak tidak sama. Pengaruh keluarga ü Faktor keturunan . 3. 2. bersikap negative/menentang. Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap terjadi pada peserta didik usia SD/MI menjadi peristiwa penting karena dapat mempengaruhi perilaku anak.Berdasarkan tipologi Sheldon (Hurlock. berat badan. Pada dua tahun terakhir masa anak akhir dimana terjadi periode lemak. Bentuk tubuh mesomorf: kelihatannya kokoh. ada yang berlangsung cepat. kuat. Berat tubuh ektomorf: tampak jangkung. 5. v Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik Pertumbuhan fisik peserta didik usia SD/MI lebih lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa sebelumnya (masa bayi dan TK awal) dan sesudahnya (masa puber dan remaja). Otot dan Lemak.n: 1. Sebagian peserta usia SD/MI juga berbeda pada masa awal remaja/puber. lemah dan seperti tak berotot. menarik diri dari pergaulan. Pengerasan tulang dan tulang rawan menjadi tulang keras berlangsung terus sampai akhir masa remaja. sedang atau lambat. 4. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak a. kurang PD. perubahan minat/aktivitas bermain. Mengalami ketidakseimbangan. ü Pertumbuhan Tulang. Perkembangan susunan syaraf pada otak dan tulang belakang mempengaruhi perkembangan indra dan berpikir anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam belajar. 2. terjadi pembengkokkan tulang karena tulang belum/tidak cukup keras menompang berat badan. proporsi tubuh. 6. Pertumbuhan tulang (jumlah dan komposis) pada peserta didik usia SD/MI cenderung lambat dibandingkan anak awal dan remaja. tergantung pada hormone. Kematangan kelenjar dan hormone yang berkaitan engan pertumbuhan seksual. 1980) ada tiga kemungkinan bentuk primer anak SD.

Membuat anak menjadi gemuk dari pada anak lainnya. 2. Keadaan status ekonomi mempengaruhi peran keluarga dalam memberi makan. Bagi anak usia SD atau MI. ü Faktor lingkungan Akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan anak tersebut. 4. Gangguan Emosional Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenalin yang berlebihan. akibatnya anak mengalami keterlambatan perkembangan memasuki masa puber. Apabila ukuran-ukuran dan proporsi tubuh anak berbeda jauh dengan teman sebayanya anak akan merasa kelainan. Lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada tinggi tubuh. gizi dan pemeliharan kesehatan serta kegiatan pekerjaan yang dilakukan anak.Eropa. Hal ini menyebabkan berkurangnya hormon pertumbuhan pada kelenjar pituitary. 5. Jenis Kelamin Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan anak perempuan. kecuali pada usia 12-15 tahun. Anak yang sehat dan jarang sakit biasanya mempunyai tubuh sehat dan lebih berat dibanding dengan anak yang sering sakit. 1. 1. Gizi dan kesehatan • • Anak yang memperoleh gizi cukup biasanya lebih tinggitubuhnya dan relatif lebih cepat mencapai masa puber dibandingkan dengan anak yang bergizi kurang. dan Australia cenderung lebih tinggi dari pada orang Asia). 1. PERKEMBANGAN INTELEK . B. reaksi yang diperlihatkan orang lain terutama oleh temanteman sebayanya terhadap ukuran dan proporsi tubuhnya mempunyai makna penting. Status sosial dan ekonomi • • Fisik anak dari kelompok ekonomi rendah cenderung lebih kecil dibandingkan dengan keluarga ekonomi cukup atau tinggi. tidak mampu dan rendah diri. 1. 1. Perbedaan ras suku bangsa (orang Amerika. 3.

dan pemecahan persoalan.v Struktur pengetahuan Pengertian kognitif meliputi aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui sesuatu. Identitas dalam mengenali benda-benda yang ada. maka memungkinkan terjadinya kecerdasan ganda (multiple intelligence). penalaran. sehingga perlu diadakannya semacam tes untuk mengetahui tingkat intelegensi tiap individu yang biasa disebut dengan IQ (Intelligence Quotient). mereka mengalami tahap ketiga dan keempat dari 4 tahap. yaitu: • Tahap 3: Konkret Operasional (7-11 tahun) Pada masa ini anak sudah bisa melakukan berbagai macam tugas.. IQ merupakan hasil bagi usia mental dengan usia kronologis atau kalender dikalikan seratus. Selain itu. 2003): IQ 140-…… 130-139 120-129 110-119 90-109 80-89 70-79 50-69 25-49 ……. dan dalamnya terdapat aspek: persepsi. . struktur pengetahuan juga menjelaskan tentang tingkat kecerdasan peserta didik pada usia SD. maka kecerdasan dikategorikan dalam tabel berikut (Sukmadinata. pikiran. 2. Perkembangan kognitif merupakan proses dan hasil individu dengan lingkungannya. 3. yaitu: 1. ingatan. Dengan adanya beberapa kecerdasan tiap individu.-25 Kategori Genius Sangat cerdas Cerdas Di atas normal Normal Di bawah normal Bodoh Debil Imbecil Idiot vTahap perkembangan kogntif Pada anak usia SD. simbol. Resiprokasi sebagai kemampuan untuk melihat hubungan timbal balik. Dengan berpegang pada satuan ukuran IQ. Negasi sebagai kemampuan anak dalam mengerti proses yang terjadi di antara kegiatan dan memahami hubungan antara keduanya. menkonservasi angka melalui 3 macam proses operasi.

dan membuat perkiraan di masa depan.Dengan demikian. di antaranya : 1. dapat juga terjadi kendala dan berbahaya yang mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. . Kelambanan perkembangan otak yang dapat mempengaruhi kemampuan bermain dan belajar di sekolah serta penyesuaian diri dan social anak. Jadi. Dalam perkembangan intelek. • Tahap 4 : Formal Operasional (11 – 12 tahun) Pada fase ini. Kondisi organ penginderaan sebagai saluran yang dilalui pesan indera dalam perjalanannya ke otak (kesadaran). 5. 2. Jenis kelamin karena pembentukan konsep anak laki-laki atau perempuan telah dilatih sejak kecil dengan cara yang sesuai dengan jenis kelamin. Dengan mengetahui tahap perkembangan kognitif tersebut. memahami. pada tahap ini anak sudah mampu meninjau masalah dari berbagai sudut pandang dan mempertimbangkan alternatif dalam memecahkan masalah. mampu mengkonservasi angka. 6. Tipe pengalaman yang didapat anak secara langsung akan berbeda jika anak mendapat pengalaman seara tidak langsung dari orang lain atau informasi dari buku. Kesempatan belajar yang diperoleh anak. anak sudah dapat berfikir abstrak. antara lain: 1. pada tahap ini anak sudah mampu berfikir konkret dalam memahami sesuatu sebagaimana kenyataannya. Intelegensi mempengaruhi kemampuan anak untuk mengerti dan memahami sesuatu. menggunakan rasio dan logika dalam abstraksi. bernalar berdasarkan hipotesis. 4. diharapkan orang tua dan guru dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan intelektual anak dengan tepat sesuai dengan usia perkembangan kognitifnya. Kepribadian pada anak dalam memandang kehidupan dan menggunakan suatu kerangka acuan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. yang dikarenakan oleh tingkat kecerdasan di bawah normal dan kurangnya mendapat kesempatan memperoleh pengalaman. menggabungkan sejumlah informasi secara sistematis. hipotesis dan sistematis mengenai sesuatu yang abstrak dan memikirkan hal-hal yang akan dan mungkin terjadi. v Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek peserta didik usia SD atau MI. serta memahami konsep melalui pengalaman sendiri dan lebih objektif. 3.

Orang tua yang terlalu melindungi dan selalu mencela hasil pekerjaan anak-anak. pemikiran tidak realistis.in yang mendasar terhadap dunie sekelilingnya dan terhadap orang-orang di sekitarnya. sendiri. akan turnbuhlah pada bayi itu rasa takut serta ketidak-percaya. C. malu-malu dan ragu-ragu. Orang tua sebaiknya menyadari bahwa anak butuh melakukan sendir hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya menurut langkah dan waktunya. Perasaan ini akan terus terbawa pada tingkat-tingkat ptrkembanpan berikutnya. 3. Kesulitan dalam membenarkan konsep yang salah dan tidak relistik. Hal ini biasanya berkenaan dengan konsep diri dan sosial yang bisa membingungkan anak. maka akan tumbuh pada anak itu rasa. Jika pemeliharaan terhadap bayi itu tidak menetap.0). serta salah menafsirkan arti. tidak memadai sebagaimana mestinya. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1. 1. Jika orang dewasa yang mengasuh dan membimbing anak tidak sabar dan selalu membantu mengerjakan segala sesuatu yang sesungguhnya dapat dikerjakannya sendiri oleh anak itu. tetapi juga memanjat. meninggalkan masa perkembangan ini dengan autonomi yang lebih kecil daripada rasa malu dan ragu. Konsep yang salah yang disebabkan oleh informasi yang salah. 1. Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. dorong-dorongannya. serta mengendalikan diri dan lingkungannya. serta terkandung di dalarnnya sikap-sikap menolak. b.0 -1. 1. menarik dan mendorong. menutup-membuka menjatuhkan.2. keresahannya segera terhapus. PERKEMBANGAN AFEKTIF Erikson melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. Sebaliknya anak yang dapal melalui masa ini dengan adanya keseimbangan serta dapat . Yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar (0. selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. berarti telah memupuk rasa malu dan ragu yang berlebihan sehingga anak tidak dapat mengendalikan dunia dan dirinya sendiri. penalaran yang keliru. Anak kemudian akan mengembangkan perasannya bahwa ia dapat mengendalikan otot-ototnya. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri. diajak main dan bicara. pengalaman terbatas. dan imajinasi yang sangat berperan. mudah percaya. Jika anak. memegang dan melepaskan. ia akar mengalami kesulitan untuk memperoleh autonomi pada masa remaja dan masa dewasanya. akan turnbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang di sekitarnya yang selalu bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungknn nasibnya. Pada saat ini bukan hanya berjalan.0) Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy.0 – 3. a.

maka ia sudah siap menghadapi siklus-siklus kehidupan berikutnya.0) Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya. dan masyarakat. Berdasarkan hasilnya mereka dihargai dan di mana perlu diberi hadiah. Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3. la mempunyai perasaanperasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahan-perubahan itubuhnya. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu. memotong. Peran orang tua yang pada masa lalu berpengaruh secara langsung pada krisis perkembangan.mengatasi rasa malu dan ragu dengan rasa outonomus.0 – 5. siswa. la berpikir puh apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. sense of inferiority Anak didorong untuk membuat. teman. tetapi dipengaruhi pula oleh orang-orang dewasa lain yang berhubungan dengan anak itu 1. Ini dapat menimbulkan rasa inferiority (rasa tidak” mampu). 1. Hal yang sama terjadi pada kemampuan anak nnluk menggunakan bahasa dan kegiatan fantasi. la dapat mengendarai sepeda roda tiga. c. Keseimbangan industry dan inferiority bukan hanya bergantung kepada orang tuanya.00) Anak mulai mampu berpikir deduktif. yang dapat diperbandingkannya dengan apa yang dialaminya sendiri.0) Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lianya bereaksi atnu nienirn anak-anak lain. la mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain. e. 1. melakukan dan mengerjakan dengan bendabenda yang praktis. dan lain sebagainya menjadi suatu kesatuan sehingga menunjukkan kontinuitas dengan masa lalu dan siap menghadapi masa datang. dapat lari. Identity vs Role Confusion/Identitas (12.0 – 11 . Dengan demikian rasa/sifat ingin menghasilkan sesuatu dapat dikembangkan. Pada masa ini siswa harus dapat ‘mengirtegrasikan apa yang telah dialami dan dipelajarinya tentang dirinya sebagai anak. la mulai mengrrti tentang keluarga yang ideal.0 – 18. Menurut Erikson. Namun demikian keseimbangan yang diperoleh pada masa ini dapat berubah ke arah positif maupun negatif oleh perisliwa-peristiwa di masa selanjutnya. pada tahap ini dimensi interpersonal yang muncul adalah: ego identity -4 •–>• role confusion. anggota pramuka. Anak dengan IQ 80 atau 90 akan mempunyai pengalaman sek’olah yang kurang memuaskan walaupun sifat indtistri dipupuk dan dikembangkan di ruitiah. maka pada masa ini . Pada usia sekolah dasar ini dunia anak bukan hanya lingkungan rumah saja melainkan meneakup juga lembagaiembaga lain yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu. d. memukul. Pengalaman-pengalaman sekolah anak mempengaruhi industry dan inferiority anak. Dimensi psikososial yang rnuncul pada masa ini adalah: sense of industry. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengilami perkembangan. Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua member! respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melaknkan. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada. agama. Industry vs litferioriry/Produkttvltns (6.

Sebagai rekapitulasi dapat dinyatakan bahwa penahapan perkembangan afektif manusia merupakan perpaduan dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. dengan penuh kepercayaan.0) Generativity berarti bahwa orang mulai memikirkan orang-orang lain di luar keluarganya sendiri. memiliki sifat-sifat industry. 1. Jika anak mencapii masa remaja dengan rasa terima kasih kepada orang tua. akan terdapat apa yang disebut isolation. Guru yang membimbing dan mengasuh peserta didiknya pada berbagai aspek tingknt kelas perlu memahami dan menyadari sikap. yakni kesendirian tanpa adanya orang lain untuk berbagai rasa dan saling memperhatikan. mempunyai autonomy. yaitu guru. Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua. Jika intimacy ini tidak terdapat di antara sesama teman atau suami istri. berinisiatif. serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat. f. memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat generasi ifi liidnp.0) Pada tahap ini usaha-tisaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. kebutuhan dan perkembangan mereka. 1. D. dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan cucu-cucu. tetapi terdapat pula pada individu-individu yang secara aktif memikirkan kesejahteraan kaum muda serta berusaha membuat tempat bekerja yang lebih baik untuk mereka hidup.0 – 25. Intimacy vs Isolation/Keakraban (19. yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah. g. Orang yang tidak berhasil mencapai gereralivily berarti ia berada dalam keadaan self absorption dengan hanyr memutuskart perhatian kepada kebutuhankebutuhan dan kesenang’an pribadinya saja. PERKEMBANGAN MINAT ANAK SD . h. Perkembangan afektif suatu tahap dapat berpengaruh secara positif maupun negatif terhadap tahap berikutnya. Generativily ini bukan hanya terdapat pada orang tua (ayah dan ibu). 1. menurut Erikson. Sedangkan kebalikannya adalah despair.pengaruhnya tidak langsung. maka kesempatannya kepada ego indentiti sudah berkembang. Integrity vs Despair/Integritas (45.0) Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain.0 – 45. Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan. Jika anak mencapai tahap ketiga yang bergaul dengan anak bukan hanya orang tuanya saja melainkan juga orang dewasa lainnya di sekolah. 1.

merupakan faktor-faktor di luar diri anak (melalui pengaruh orang tua. Mereka lebih cenderung “ikut-ikutan“ dalam melakukan suatu kegiatan (pengaruh . Kemauan anak terhadap kegiatan tersebut (meskipun ada dorongan yang besar dari orang-orang tertentu. dan kebutuhan psikologi). guru. misalnya orang tua. Aspek kognitif. yaitu : 1. dan cenderung senang terhadap suatu aktivitas sehingga mereka mau melakukan aktivitas tersebut dengan kemauannya sendiri. sikap. Jadi dapat diartikan bahwa minat adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan. Lilawati (1988) mengartikan minat adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap suatu kegiatan sehingga mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan tersebut dengan kemauan sendiri. Minat pada anak dipengaruhi oleh dua faktor : 1. Suasana hati / keinginan hati (mood) Minat anak SD terhadap suatu kegiatan lebih tergantung pada pengaruh teman sebayanya. jenis. Faktor personal. nampak pada rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut. merupakan faktor-faktor yang ada pada diri anak itu (meliputi usia. kalau dia tidak mempunyai keinginan yang tinggi terhadap kegiatan tersebut dia tidak akan melakukan kegiatan tersebut) 2. Faktor instusional. yaitu : 1. 3. 2. intensif. merasa tertarik. Secara operasional. Dari segi materi dan pengamatan lapangan. intelegensi. dan teman sebaya).Meichati (1975) mengartikan minat adalah perhatian yang kuat. dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas. berupa konsep positif terhadap suatu obyek dan berpusat pada manfaat dari obyek tersebut. kelamin. Aspek afektif. Minat terdiri dari dua aspek. 2. Karakter masing-masing anak. Sinambela (1993) mengartikan minat adalah sikap positif dan adanya rasa ketertarikan dalam diri anak terhadap suatu aktivitas tertentu. kami dapat menyimpulkan bahwa minat pada anak SD pada pada sesuatu umumnya tergantung pada beberapa hal.

uang. 1. Keterampilan membaca meliputi ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas. Pada saat anak mulai masuk sekolah merupakan masa yang paling baik untuk belajar bahasa. dan informasi secara lisan mengenai perkenalan. 4. Pada dasarnya mereka lebih mempunyai minat yang tinggi kepada suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka dan yang memberi kesenangan pada mereka. 3. v Pola Perkembangan Bahasa Anak Anak dikatakan siap atau matang berbicara dan belajar bahasa apabila aspek motorik bicara (koordinasi otot bicara) dan aspek mental bicara (kemampuan berpikir) anak sudah mulai berfungsi dengan baik. deklamasi. kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat. perintah. mengarang.pengenalan benda. 2. Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran.lingkungan). dan bahasa isyarat. Keterampilan mendengarkan Keterampilan berbicara Keterampilan membaca Keterampilan menulis Di sekolah dasar. dan kata popular yang digunakan kelompok anak atau teman sebaya. menulis surat. yaitu bahasa lisan. memberi tanggapan. dimulai dengan kalimat sederhana menjadi kalimat lengkap. 1. Selanjutnya perkembangan bahasa dengan pembentukan kalimat. Anak mulai membangun kosakata yang biasanya merupakan kata benda. pengumuman. perasaan dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama. pendapat/saran. percakapan. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup. dan diskusi. PERKEMBANGAN BAHASA Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan. kata sifat. dan konsep materi pelajaran. keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa. kata kerja. fungsi anggota tubuh. undangan. E. denah. 3. yaitu: 1. drama. tegur sapa. 4. petunjuk. mendeskripsikan benda. dan ringkasan paragraf. kata merangkai/pengganti dari apa saja yang dijumpai anak dalam kehidupan sehari-hari khususnya mengenai warna. beruta. berita. Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan. kata keterangan. dongeng. dikte. waktu. . 2. bahasa dapat dibedakan menjadi 3. perasaan. pendapat. Anak selalu bertanya mengenai segala yang dilihat dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari. kegiatan bertanya. bahasa tulis. Anak sekolah dasar kurang begitu tertarik kepada hal-hal yang menimbulkan kebosanan dan kejenuhan.

2. namun tetapada perbedaan individual. 3.berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut: 1. Kegiatan bicara yang berpusat pada orang lain (sosialisasi). meskipun anak itu sedang berada dalam kelompok. kosa kata maupun keseringan berbahasa. Keinginan dan Dorongan Komunikasi . Kesehatan Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. 1. 2. Sehingga anak mampu melibatkan diri dengan kegiatan social dan mampu berkomunikasi. baik dalam pengucapan. yaitu: 1.Anak type ini lebih banyak berbicara tentang hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan cenderung mendominasi pembicaraan sehingga kurang berminat dan sulit mendekatkan atau menerima pendapat orang lain.Seiring dengan pertambahan usia. 1. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa. sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbicara. kemampuan berbicara atau berbahasa anak semakin baik. Keluarga Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan berbicara. 1. Kegiatan berbicara yang berpusat pada diri sendiri (eosentrik). Isi pembicaraan anak pada umumnya dibedakan menjadi 2. Kecerdasan Anak yang memiliki kecerdasan tinggi. v Faktor Kendala dalam Mempelajari Ketrampilan Berbahasa Meskipun pada umumnya pula perkembangan keterampilan berbahasa anak sama. 5. akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir. Anak type ini cenderung menyesuaikan isi dan cara berbicaranya dengan orang yang sedang berinteraksi dengannya. 4. 1. Jenis kelamin Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki. 1.

Selain itu. Motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi. 2. asosial.Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama teman sebaya. Perkembangan sikap social. Sebab pengalaman sosial awal cenderung menetap. Memainkan peran social yang dapat diterima 3. yaitu: 1. 2. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik melakukan sosialisasi adalah sebagai berikut: 1. 3. Tuntutan sosial pada perilaku sosial anak tergantung dari perbedaan harapan dan tuntutan budaya dalam masyarakat tempat anak tumbuh kembangkan tugas perkembangannya. Pengalaman sosial awal memegang peranan penting bagi perkembangan dan perilaku sosial selanjutnya. Jika peserta didik tidak mampu melakukan 3 proses sosialisasi diatas maka peserta didik tersebut berkembang menjadi orang yang nonsosial. dan anti sosial. Dalam belajar hidup bermasyarakat diperlukan tiga proses dalam bersosialisasi. Metode belajar efisien dan bimbingan bersosialisasi. Anak yang mempunyai pengalaman sosial awal yang baik cenderung lebih aktif dalam kegiatan kelompok social begitu juga sebaliknya. Belajar berperilaku yang dapat diterima social. F. pengalaman sosial awal juga berpengaruh terhadap partisipasi sosial anak. Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dimengerti peserta didik maupun orang dewasa lain. 1. Jadi mudah atau sulitnya perkembangan sosial anak selanjutnya tergantung pada baik buruknya si anak mempelajari sikap dan perilaku sosial. akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa. 1. 4. 6. Kesempatan dan waktu untuk bersosialisai dengan orang lain. Sedangkan peserta didik kelas 5 atau 6 kadang- . Para peserta didik usia SD atau MI yang berada pada posisi anak akhir akan mulai membentuk kelompok bermain yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok belajar dan melakukan aktifitas pada masa anak. PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Kepribadian Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian diri.

Pada masa ini seorang peserta didik mengalami perubahan fisik sensual yang pesat. dilakukan dengan sukarela tanpa ada paksaan/tekanan dari luar apalagi kewajiban. Jika pada masa anak awal terbentuk kelompok bermain yang terbentuk secara spontan. Sarana sosialisasi. Membantu kemandirian anak dengan cara memberikan kepuasan emosional melalui persahabatan dengan teman-teman sebaya. Juga terjadi kemunduran minat untuk bermain dan melakukan aktifitas kelompok serta cenderung bersikap antisocial. Menempa emusi/sikap melalui kegiatan untuk mentaati aturan permainan dan bersikap sportif. Melalui permainan atau bermain. Ada yang menjadi pemimpin dan pengikut. 3. 2. Kelompok pada masa anak akhir merupakan usaha anak untuk menciptakan suatu masyarakat yang sesuai bagi pemenuhan kebutuhannya. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. 3. 2.kadang sudah mengalami masa puber. Pengaruh kelompok terhadap sosialisasi anak dilakukan dalam hal : 1. Permainan atau bermain mempunyai empat manfaat yaitu : 1. informal dan sementara. 4. anak dapat belajar bekerjasama dan saling tolong menolong dalam bermain. Mempelajari sikap social yang pantas melalui pengalamannya dalam menyukai orang an cara menikmati kehidupan serta aktivitas kelompok. Membantu anak bergaul dengan teman sebaya dan berperilaku yang dapat diterima secara social dan kelompoknya. minat dan hoby. Latihan fungsi baik fungsi motorik maupun kognitif. Permainan atau bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan. Mereka melakukan beberapa aktivitas seperti bermain. v Penyesuaian Sosial . maka kelompok yang terbentuk pada masa anak akhir mempunyai struktur yang lebih tegas dan formal. kurang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. 4. hiburan. bahkan kadang mencoba menggangu orang lain. Sehingga seorang anak cenderung menarik diri dari kelompoknya. v Peranan Kelompok dan Permainan Pada masa anak akhir. Mengukur kemampuan terutama untuk permainan yang dilombakan. kelompok atau geng anak memegang peranan penting dalam perkembangan social. Membantu anak mengembangkan kesadaran yang rasional dan skala nilai untuk melengkapi atau mengganti nilai orang tua yang sebelumnya cenderung diterima anak sebagai kata hati yang otoriter. anak tidak hanya memperoleh kesenangan tetapi mereka juga dapat mempelajari sesuatu.

dan teman akrab yang memungkinkan anak dapat berkomunikasi melalui pertukaran ide. 1. 1. anak dapat belajar hal-hal yang penting dalam perkembangan sosial. v Penyesuaian Diri Pada Anak Sekolah Dasar Penyesuaian diri pada anak sekolah dasar terlihat dalam proses sosialisasi. Pergantian teman dapat terjadi karena perubahan minat. dan kepribadiannya. Pada masa anak akhir. teman bermain yang dapat melakukan aktivitas bermain bersamasama. Melalui pergantian teman.Penyesuaian sosial berarti keberhasilan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompok paa khusunya. Anak pun mulai membutuhkan teman dekat. anak menunjukkan perilaku sesuai aturan-aturan sosial yang ditentukan. 1. tetapi juga dengan kelompok lainnya. nilai-nilai dan kedekatan geografis/lokasi. 2. Pemilihan teman biasanya terjadi karena adanya kesamaan sifat. Kepuasan pribadi Karena anak dapat bersosialisasi dengan baik dan dapat berperan dalam kelompok. Penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok. Penerimaan atau penolakan teman kelompok akan berdampak pada perkembangan aspek-aspek lainnya seperti emosi. rasa percaya. minat. tetapi seiring bertambah usia maka jumlah temanpun semakin banyak. Di bawah ini adalah beberapa criteria penyesuaian social yang baik. 1. Kelompok sebaya dapat sebagai model dalam berperilaku. Umumnya teman dekat ini adalah kelompok sebayanya. Teman sebaya sangat berperan dan berpengaruh terhadap kemampuan penyesuaian sosial peserta didik usia SD. di mana anak cenderung meniru perilaku . mobilitas social. Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik mempelajari berbagai ketrampilan seperti kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. atau perpindahan likasi tempat tinggal. Yaitu teman sebagai orang yang dapat membantu jika dibutuhkan. 3. meminta nasehat dan berani mengkritik. maka anak akan merasa kepuasan tersendiri. Jumlah teman peserta didik usia SD sangat bervariasi. Anak dapat menyesuaikan diri bukan hanya dalam kelompoknya sendiri. 4. Sikap social Anak menunjukkan sikap yang menyenangkan terhadap orang lain serta ikut berpartisipasi dan berperan dalam kelompok serta kegiatan social. konsep diri. Ketrampilan nyata Perilaku social anak sesuai dengan standar kelompok dan memenuhi harapan kelompok. 1. ada teman biasa yang hanya memenuhi kebutuhan anak untuk berada dalam kelompoknya.

Adanya peran yang berbeda. sementara seorang wanita menekuni karirnya di bidang keteknikan. Namun dari kesemuanya itu justru lingkungan sosiallah misalnya bagaimana interaksi dan pengalaman anak dengan orang tua. membuat adanya aturan bagi anak laki-laki dan perempuan. Mendapatkan petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada periode usia – usia tertentu 2. dan lain-lain yang paling berperan dalam perkembangan jender. TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK USIA SD Tugas perkembangan atau development tasks menurut Havighurst adalah “tugas – tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu menjadi berbahagia”. anak pun akan mengikutinya. Jika mempunyai teman berperilaku sesuai tuntutan masyarakat. Memberikan motivasi kepada individu untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok social pada usia tertentu sepanjang kehidupannya. pengaruh dari guru. dan lain-lain. pelajaran. Meskipun kelompok sebaya merupakan hal yang diutamakan dalam perkembangan seorang anak. situasi. minat dan keterampilan yang dimiliki. Berbagai karakteristik dari kelompok sebaya menunjukkan bahwa kelompok sebaya memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tidak dijumpai di kelompok yang lain.kelompoknya. Yang perlu ditanamkan adalah bahwa kita harus menghargai apa yang dilakukan anak. Proses perkembangan jender dalam diri seseorang sebenarnya bisa dikarenakan faktor biologis. anak pun belajar tentang peran jender. bukan karena anak itu laki-laki atau perempuan. namun sebagai orang tua maupun guru hendaknya dapat mengajarkan pada anak bahwa peran tersebut dapat berganti karena semua itu sangat tergantung dari kebutuhan. 3. kemampuan kognitif dan sosial. Hal ini pula yang membuat anak sebagai anggota kelompok dapat mempelajari pola-pola perilaku anggota kelompoknya. teman sebaya. faktor – faktor itu antara lain: . Itulah sebabnya kadangkala dijumpai seorang pria yang menekuni karirnya di bidang seni tari. media masa. namun peran guru maupun orang tua tetap diperlukan dalam menanamkan norma yang sesuai dengan tuntutan lingkungan agar apa yang dituntut oleh kelompok seimbang dengan apa yang dituntut oleh lingkungan Dalam menyesuaikan diri dengan kelompoknya. Tujuan mempelajari tugas perkembangan ialah: 1. 1. Menunjukkan kepada individu tentang apa yang akan dihadapi dan tindakan apa yang diharapkan kalau sampai pada tingkat perkembangan berikutnya Selain itu ada Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia. Walaupun kenyataan menunjukkan bahwa peran jender tidak bisa diabaikan di lingkungan masyarakat. G.

4. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak harus mempelajari berbagai konsep agar dapat berpikir efektif mengenai permasalahan sosial di sekitar kehidupan sehari – hari. Mengembangkan pengertian – pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari – hari. Setelah mengetahui tujuan dan faktor perkembangan. di samping kondisi kesehatan dan kecacatan. Dorongan untuk memasuki dunia orang dewasa yang yaitu dunia konsep – konsep logika. menulis dan berhitung. 5. Dorongan untuk ke luar dari rumah dan masuk ke dalam kelompok anak – anak sebaya. sifat dan karakter. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan – permainan yang umum. termasuk juga bergaul dengan musuhnya. 3. 2. harapan serta nilai – nilai ideal pada kehidupan individu yang sedang berkembang. simbol dan komunikasi. minat. serta kegiatan mental lainnya. Berikut akan dijelaskan mengenai karakteristik perkembangan pada periode anak usia Sekolah Dasar. maka untuk tugas perkembangan pada anak usia Sekolah Dasar antara lain: 1. merupakan salah satu faktor penentu munculnya tugas – tugas perkembangan pada periode usia – usia tertentu. 3) Kepribadian seseorang. 2) Kematangan fisik. kecenderungan sosial emosional. sikap. dan belajar membina persahabatan dengan teman sebaya. Dorongan yang bersifat kejasmanian untuk memasuki dunia permainan anak yang menuntut keterampilan tertentu. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar mengembangkan tiga keterampilan dasar yaitu membaca. Belajar menyesuaikan diri dengan teman – teman seusianya. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluq yang sedang tumbuh. Hakikat dari tugas perkembangan ini adalah mempelajari keterampilan – keterampilan yang bersifat fisik/jasmani untuk dapat melakukan permainan. 2. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar memberi dan menerima dalam kehidupan sosial antar teman sebaya.1) Faktor tuntutan kebudayaan yang berbentuk kekuatan. Mengembangkan keterampilan – keterampilan dasar untuk membaca. 3. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar dan bertindak sesuai dengan peran seksnya yaitu sebagai anak laki – laki atau anak perempuan. menulis dan berhitung yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. . antara lain intelegensi. yakni antara lain: 1. Hakikat tugas perkembangan ini adalah belajar mengembangkan sikap kebiasaan untuk hidup sehat. Dilihat dari karakteristik yang ada. 6. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat. norma hidup.

maka hasilnya akan kurang maksimal. Demikianlah “Cara Belajar Anak Sekolah Dasar”. dan mengingat suatu informasi. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata. dalam arti dapat membuat rencana untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. 9. B. jika cara belajar anak tidak dipahami. Mengembangkan sikap terhadap kelompok – kelompok sosial dan lembaga – lembaga. Secara umum. memproses. Sebaliknya. setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. Asimilasi yaitu menghubungkan objek baru dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran. TAHAPAN BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR . mengerti. A.2 CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR 1. Berdasarkan hal tersebut. Cara belajar anak SD dibanding orang dewasa mempunyai perbedaan yang besar. Mengembangkan hati nurani. serta tata dan tingkatan nilai. bebas dari pengaruh orang tua atau orang lain. 8. Dengan demikian anak akan dapat membangun pengetahuan melalui interaksi secara langsung dengan lingkungannya. cara belajar adalah bagaimana seseorang menangkap. Menurutnya. 2. mengungkapkan. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan moral yang bersifat batiniah yaitu hati nurani. 1. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspekaspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. sedangkan akomodasi adalah proses memanfaatkan konsep-konsep yang sudah ada dalam pikiran untuk menafsirkan objek baru. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi dan akomodasi. Menurut Piaget (1950).7. serta mengembangkan pemahaman dan sikap moral terhadap peraturan dan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan anak. Schemata adalah sistem konsep yang merupakan hasil pemahaman anak atas objek yang berada di sekitar anak. Mencapai kebebasan. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. pengertian moral. Kedua proses tersebut akan berlangsung secara terus menerus sehingga membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. PENGERTIAN CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Memahami cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak menjadi individu yang otonom atau bebas. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan sikap sosial yang demokratis dan menghargai orang lain.

3. volume zat cair. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. 4. lebih bermakna. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi. lebih faktual. Mulai berpikir secara operasional. keadaan yang alami. dibaui. sehingga lebih nyata. dan berat. yaitu: 1. panjang. 5. Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. prinsip ilmiah sederhana. sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Sehubungan dengan hal tersebut. luas. didengar. Memahami konsep substansi. 1. lebar. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar. Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. dan diotak atik. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. . 1. 2. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. diraba. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Mulai memandang dunia secara objektif. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. Pada rentang usia sekolah dasar tersebut. anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: 1. keterkaitan antar materi. Konkret mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang dapat dilihat. Konkret. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri.

) karena pada . C. Melalui indra pendengaran/ auditorial 2. Anak-anak visual berpikir dalam bentuk visual dan lebih cepat mengerti jika melihat tampilan gambar misalnya diagram. MACAM-MACAM CARA PENERIMAAN INFORMASI ANAK SEKOLAH DASAR Ada tiga cara seseorang anak menerima sebuah informasi : 1. transparansi. Anak-anak ini lebih senang duduk di depan supaya pandangannya tidak terhalang. buku bergambar. dsb. 2. Seringkali anak-anak auditorial tidak melihat kepada pembicara. Melalui indra penglihatan/ visual 1. misalnya oleh kepala teman. Ciri-ciri anak visual : • • • • • • • Senang bereksperimen dengan warna Senang menonton Sering melamun terutama saat kegiatan verbal Lebih banyak mengamati daripada berbicara Lebih mudah mengingat dengan melihat gambar Umumnya rapi dan bisa memadukan warna Sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan indra penglihatan. 1. Cara belajar orang-orang visual sering disebut sebagai ”Tunjukkan Caranya/ Show Me”. VISUAL – belajar melalui penglihatan Anak-anak visual umumnya senang dengan hal-hal yang dapat dilihat. Melalui indra peraba/ kinestetik Walaupun ketiga indra tersebut selalu digunakan bersamaan dalam menerima sebuah informasi. (menutup mata. Fokus mereka adalah pada perkataan dan suara. video presentasi dan flipchart yang berwarna. AUDITORIAL – belajar melalui pendengaran Anak-anak auditorial menggunakan bahasa secara efektif untuk menggambarkan sesuatu dengan kata-kata.1. 1. misalnya ”Kelihatannya …” 1. umumnya ada satu cara yang lebih disukai (preferred style of learning). Mereka senang melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka guru untuk mengerti isi suatu pelajaran. menunduk. termasuk melihat bagaimana sesuatu hal dikerjakan.

Ciri-ciri anak auditorial : • • • • • Senang mendengar musik/irama. Informasi tertulis mungkin tidak terlalu berarti sampai mereka mendengar informasi tersebut melalui suara. Anak-anak auditorial menginterpretasikan arti yang tersirat dari suatu perkataan dengan mendengarkan nada suara. Mau mencoba hal baru. kecepatan berbicara. KINESTETIK – belajar melalui bergerak. Misalnya. diam. Tangannya tidak bisa diam dan selalu mencoba untuk ’memegang’ sesuatu. . Sering menggunakan kata-kata berdasarkan perasaan. bukan warna yang sesuai. ” Kedengarannya …. Lebih memilih pakaian berdasarkan bahan yang nyaman. melakukan. dan halhal lain yang berkaitan dengan bunyi. dan meraba Anak-anak yang cenderung kinestetik adalah anak-anak yang perlu terlibat secara fisik dalam sebuah proses. Sering menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan indra pendengaran. ”Rasanya…”. yang perlu kita lakukan adalah menggunakan cerita atau pengalaman pribadi untuk menjelaskan suatu poin. Senang dengan peralatan yang bisa mengeluarkan bunyi. membandingkan kata-kata. Agar anak-anak auditorial lebih tertarik untuk belajar.saat itu mereka sedang fokus mendengarkan perkataan yang diucapkan oleh pembicara.” 1. Sensitif terhadap lingkungan yang terlalu panas atau dingin. intonasi. yang perlu kita lakukan adalah membuat aktivitas yang memaksa mereka bergerak. 3. Misalnya. tinggi rendahnya nada. Mereka memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan sintesis informasi. ’Mencari’ sesuatu barang dengan ’meraba’. Sensitif terhadap keributan atau suara yang keras. Agar anak-anak kinestetik tertarik. Bisa mengikuti pembicaraan yang sedang berlangsung walaupun terlihat tidak memperhatikan. membuat latihan dimana mereka membuat dan melakukannya sendiri. penjelasan dalam bentuk narasi. Anak-anak kinestetik senang bergerak. misalnya MP3 player atau iPod. Pembelajaran dari pengalaman adalah cara paling efektif untuk menarik perhatian mereka. Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa dari sebuah proses yang isinya cuma ”duduk. Ciri-ciri anak kinestetik : • • • • • • • Senang bergerak dan tidak bisa duduk diam di dalam kelas. dan dengar”.

Bicaralah dengan nada tenang dan teratur. . finger painting. C. 2. 4. Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung auditorial dapat belajar dengan lebih baik : 1. Yang dapat dilakukan: Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung visual dapat belajar dengan lebih baik : 1. Menonton video dan melihat foto. menghitung. kebun. menggambar. hadiah atau hiasan apa saja. menempel. 6. 3. Pilihkan buku dengan gambar yang berwarna-warni. Memasak : biarkan mereka berkreasi dan belajar mengukur. membuat sesuatu dengan ’play dough’. huruf dan angka. bentuk. Gunakan flash card untuk belajar warna.1. 4. Menari : gunakan lagu dengan irama yang menyenangkan. Berceritalah dalam mengajarkan sesuatu dan gunakan nada yang berbeda untuk menekankan topik tersebut. Mendengarkan musik. Menghias : ajak anak anda memilih hiasan rumah. 2. Pekerjaan tangan (art & craft) : menggunting. 5. 2. Masukkan musik ke dalam topik yang sedang dipelajari. 3. saat (sebagai latar belakang) dan sesudah (sebagai hadiah/reward) belajar. Cari tahu musik apa yang mereka sukai dan gunakan musik untuk mengatur suasana hati mereka sebelum. artinya pengajar harus mampu memberikan pelajaran yang menggunakan semua indera tersebut di atas untuk bisa menjangkau semua murid. Mewarnai. menggambar dan membuat kolase. Membuat kliping dari majalah bekas. Mereka akan lebih cepat menyerap pelajaran tersebut. membaca sambil mengaduk sesuatu. namun bukan buku komik. misalnya irama tertentu untuk mengingat suatu pelajaran. 3. PENGEFEKTIFAN CARA BELAJAR ANAK SD Agar proses pembelajaran efektif. Anak-anak auditorial membedakan guru mereka dari nada dan tinggi rendahnya suara para guru. pola. Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung kinestetik dapat belajar dengan lebih baik: 1.

Dengan mengetahui bahwa para murid kita belajar secara kontinyu. 3. 4. Anak senantiasa belajar. mungkin akan menolong kita untuk lebih berhati-hati mengenai apa yang kita ajarkan secara tidak langsung melalui suasana kelas. Jika mereka secara pribadi tidak terlibat dalam bagian doa dan penyembahan. . Anak belajar secara kontinyu (terus-menerus). boleh jadi mereka “belajar” bahwa Sekolah Minggu sangat membosankan dan tidak menarik. jangan berasumsi apa yang menarik untuk anda. Tak pernah mereka berhenti belajar. Yang Perlu Diingat: 1. Gunakan metode ’hands-on’ dimana anak harus mecoba melakukan sesuatu sendiri dan bukan hanya menyaksikan demo. boleh jadi mereka “belajar” bahwa Alkitab adalah buku kuno yang menjemukan dan tidak ada hubungannya dengan masa sekarang. Bahkan mereka mungkin mempelajari beberapa hal sekaligus. mereka akan jauh lebih tertarik untuk mempelajarinya. Kaitkan pembelajaran tersebut dengan sesuatu yang disukai si anak. Usahakan agar suasana belajar menyenangkan dan tidak terlalu berlarut-larut. Jangan paksa anak anda untuk belajar disaat ia (dan juga anda) sedang kelelahan. mereka akan lebih cepat mengerti. Namun demikian anak-anak mungkin akan mempelajarinya. 1. pastikan suasana yang mendukung. 5. Apapun cara belajar anak anda.4. 1. 1. Pilih topik yang menarik baginya. D. Lebih baik mengulang hal sedikit-sedikit daripada sekaligus banyak. 2. Kita sekali-kali tidak akan sengaja mengajarkan hal-hal ini. Kalau pengajaran kita tidak menantang mereka. boleh jadi mereka “belajar” bahwa saat doa adalah waktu yang baik untuk mengganggu teman yang duduk di sampingnya karena guru sedang menutup mata. Jika anda bisa mengaitkan suatu informasi baru dengan apa yang sudah pernah dipelajarinya. Anak belajar melalui panca inderanya. Contohnya. padahal kita tidak pernah bermaksud mengajarkan hal tersebut kepada mereka. CARA BELAJAR ANAK 1. akan membuat ia tertarik. mereka tidak suka pelajaran matematika dan merasa belajar matematka tidak ada gunanya. Jika penelitian Alkitab tidak membangkitkan minat. 2. Tetapi jika anda membantu mereka untuk mengatur anggaran untuk membeli mainan. Buatlah informasi baru tersebut relevan dengan situasiu anak-anak. Jangan lupa untuk mengulang hal yang sudah dipelajari.

Fakta ini menunjukkan pentingnya penggunaan bermacam-macam bahan bantuan untuk mengajar. 50 persen dari apa yang mereka lihat dan Inilah prinsip yang terpenting tentang cara belajar para murid. tetapi jangan sampai merupakan dorongan satu-satunya. secara tidak langsung karena menempatkan diri dalam keadaan orang lain. sementara mereka melihat. yakni melalui panca inderanya. hadiah. Dalam mengajar di Sekolah Minggu ada tempat bagi dorongan sejenis ini. Anak akan belajar sebaik-baiknya bila ia mempunyai dorongan atau alasan untuk belajar. hasrat. Dorongan inilah yang bekerja bila anak itu dipimpin . Perasaannya dapat dibangkitkan. 30 persen dari apa yang mereka lihat. dan pujian. Dorongan yang kedua adalah dari dalam. pekerjaan tangan. Anak akan paling cepat belajar bila hal itu dijadikan sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan.Mereka belajar: i. Anak hanya mempunyai satu cara belajar. 1. Beberapa contoh dari dorongan sejenis ini ialah ganjaran. iii. sementara mereka melakukannya. secara batin. diskusi dan drama. vi. 20 persen dari apa yang mereka dengar. khayalannya digiatkan. misalnya mengerjakan proyek-proyek. 3. 1. Hal belajar bukanlah sesuatu yang sekedar terjadi pada anak itu. Panca indera itu merupakan pintu masuk ke dalam kesadarannya. 80 persen dari apa yang mereka katakan 70 persen dari apa yang mereka katakan 1 persen dari apa yang mereka baca. v. 4. iv. melainkan adalah sesuatu yang dilakukan oleh anak itu. penghargaan. Dalam hal terlibat kebutuhan dan kepentingan yang dirasakannya. secara lahir. dorongan hati pribadi adalah contoh-contoh dorongan sejenis ini. Dalam proses belajar ada dua macam dorongan. Keinginan. Anak dapat terlibat dalam proses belajar melalui beberapa cara. dengar. Ia bisa belajar secara langsung dalam kegiatan-kegiatan. Yang pertama adalah dorongan dari luar. Anak belajar melalui kegiatan. emosinya digerakkan. Belajar bukanlah pengalaman yang pasif. ii. Anak dapat mengingat paling banyak dari sesuatu yang dipelajarinya dengan cara mengatakan dan melakukan. Atau melalui lukisan-lukisan cerita ia bisa terlibat.

Kita harus mengetahui apa yang sudah diketahui para murid kita.com/2008/05/20/ciri-kecenderunganbelajar-dan-cara-belajar-anak-sd-dan-mi/. Tahapan Cara Belajar Anak. Cara Belajar Anak. para murid siap untuk belajar bila mereka dapat melihat hubungan bagian-bagian pelajaran itu dengan keseluruhan pengajaran tersebut. 1. mereka harus disiapkan untuk menerima kebenaran Alkitab. 2007. baik dengan perbuatan dan sikap maupun dengan perkataan atau gagasan. Anonim. Segala sesuatu mengenai diri kita mengajarkan sesuatu. Anonim. Juga.blogspot. Dalam arti yang sesungguhnya. Fakta ini sekali menunjukkan pentingnya kehidupan pengajar. Suatu prinsip belajar lainnya yang terpaut di sini adalah bahwa para murid belajar hal-hal yang belum diketahuinya berdasarkan hal-hal yang sudah diketahuinya. Kita mengajar. (Online). (Online).com/2009/08/tahapan-cara-belajar-anak. (http://beingmom.org/2009/05/cara-belajaranak/.html. Tanpa tahun. (http://pembelajaranguru. 2008.wordpress. Mungkin sebelumnya pengajar harus memberi uraian pendahuluan tentang seri pelajaran yang baru dan menghubungkan pelajaran-pelajaran yang dahulu dengan keseluruhannya melalui ulangan secara berkala. (http://mitanggel. Anonim. Ciri Kecenderungan Belajar dan Cara Belajar Anak SD dan MI. Sungguh penting bagi kaum remaja dan orang dewasa menginsafi bahwa ajaran Alkitab dapat dipraktekkan bagi keperluan hidup mereka. (http://eduyuk.untuk memahami bagaimana kebutuhannya dipenuhi melalui penerapan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupannya. 6. Ini berarti pengajar harus mengetahui taraf pengertian murid-muridnya dalam hal-hal rohani. diakses tanggal 13 Februari 2010). (Online). diakses tanggal 13 Februari 2010). 2009.” DAFTAR RUJUKAN Anonim. 1. 5.com/2009/03/05/ciri-cara-belajar-anak-sd/. Anak akan belajar paling baik bila mereka sudah siap untuk belajar. Ciri Cara Belajar Anak SD. Ini berarti bahwa sebelum pengajar menarik perhatian anak dan membangkitkan rasa ingin tahu mereka. diakses tanggal 13 Februari 2010).wordpress. (Online). diakses tanggal 13 Februari 2010). Anak belajar dengan jalan meniru. . kita ini adalah “surat … yang dapat dibaca oleh semua orang.

(Online). . Putra.samarinda. Perkembangan dan Belajar Peserta Didik.go. Teori Belajar dan Pembelajaran. diakses tanggal 13 Februari 2010).News Aggregator. Semiawan.id/node/9613. (http://www. 1999. Jakarta: Depdikbud. Pahami Cara Belajar Anak. 2007. Winata Udin S. 2006. Conny R. Jakarta: Universitas Terbuka.

M. karena nutrisi yang diterima anak berhubungan dengan keadaan ekonomi.M. .. Perkembangan Intelektual dan Emosional § Pada umumnya stress disebabkan oleh rasa cemas dan takut dan kebanyakan terjadi pada anak-anak.Search þÿ Search Translator Jumat. § Sumber penyebeb stress adalah: o Penyakit o Tidak senang o Frustasi § Rasa takut sering kali disebabkan karena: o Menghadapi benda-benda besar o Ditinggalkan oleh orang tuanya o Sangat dimanjakan oleh orang tuanya § Menurut Piaget anak usia 5-7 tahun memasuki tahap operasi konkret.S.Pd. § Kebiasaan anak mengunyah makanan yang manis-manis berakibat kerusakan gigi. oleh karenanya harus banyak berolah-raga sehingga obesitasnya dapat dikurangi atau bahkan dapat dicegah. § Ibu yang hamil dan merasa stress akibatnya timbul berbagai masalah dan berdampak negative pada bayinya. § Perkembangan anak pada usia sekolah masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. ini berarti anak telah dapat berfikir secara logis untuk hal-hal yang nyata. 23 Oktober 2009 KARAKTERISTIK ANAK USIA SD RINGKASAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (MKDK4302) Oleh : Muh Rosyid. § Kebanyakan anak di negara barat lebih cerdas dan sehat. § Pertumbuhan anak-anak yang sangat pesat harus diimbangi dengan pemberian nutrisi dan gizi yang seimbang. § Anak usia 6 tahun ke bawah cenderung memiliki pandangan jarak jauh karena mata mereka belum matang dan belum terbentuk seperti mata oaring dewasa.Pd. § Anak-anak yang kegemukan sangat terpengaruh aktifitasnya. Tutor UT-UPBJJ Purwokerto Karakteristik Anak Usia SD § Usia 6-12 tahun adalah masa usia sekolah tingkat SD bagi anak yang normal.

Perkembangan Bahasa § Beberapa fase harus dilalui dalam periode linguistic yaitu: o Satu kata atau holofrase o Lebih dari satu kata o Diferensial § Fungsi bicara antara lain untuk mencapai tujuan. § Anak yang kurang mendapata latihan ketrampilan berbicara seringkali menimbulkan masalah yaitu frustasi. § Penyebab strtes pada anak usia sekolah yaitu: o Harus berhasil dalam pendidikannya o Bersaing dalam aktifitas olah raga o Harus dapat bersosialisasi dengan lingkungannya § Ketakutan yang dirasakan oleh anak pada setiap Negara dengan alasan tertentu. sehingga perlu dikembangkan ketrampilan bergaul melalui kontak dengan lingkungannya § Pemberian hadiah kepada anak yang berprestasi akan dapat meningkatkan nilai pelajaran § Pelanggaran yang dilakukan anak perlu mendapat hukuman agar anak jera dan tidak mengulangi lagi . Moral dan Sikap § Peranan orang tua sangat penting dalam perkembangan social anak.§ Konservasi dapat dikembangkan melalui 3 tahapan yaitu: o Preoperational o Transisitional o Operasional Konservasi tidak berdasarkan keadaan situasi lingkungan § Beberapa hambatan perkembangan anak ketika ibu sedang hamil mengalami stress yaitu: o Pertumbuhan fisik kurang baik o Kurang menguasai ketrampilan motorik o Kesulitan belajar di sekolah § Sumber stress yang dialami anak adalah oaring tua. yaitu anak merasa takut dalam ruan yang gelap. Perkembangan Sosial. misalny: o Anak harus rajin sekolah o Anak harus mandi pada pagi hari o Anak harus membatu pekerjaan orang tua o Tingkat kecemasan orang tua. yaitu sebagai alat untuk: o mengevaluasi diri o menarik perhatian o mempengaruhi perilaku orang lain § Terdapat beberapa pendukung potensi anak berbicara yaitu: o Kematangan alat bicara o Kesempatan berlatih o Motivasi untuk belajar dan berlatih § Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan 2 bahasa disebut bilingual.

§ Kegiatan anak untuk selalu belajar melalui proses peniruan perilaku disebut dengan imitasi. karena: o Ingin mendapat perhatian dari orang tuanya. o Memperkaya pengalaman anak. . o Memberikan pujian. o Sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu. karena menjadi tujuan utama perbuatan. sehingga tidak dilakukan secara terus-menerus. o Dorongan naluri untuk meniru. o Memiliki nilai pendidikan. § Pemberian hadiah tidak selamanya baik. o Memperkuat perilaku.§ Pada umumnya anak usia SD suka meniru perbuatan orang tuanya. § Pemberian hadiah amat penting dalam pendidikan karena: o Memberikan motivasi kepada anak. § Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat antara lain: o Menyediakan sarana yang cukup.

Nama-nama obyek (kata benda) tampaknya lebih mudah untuk dipetakan secara cepat dibandingkan dengan nama-nama tindakan (kata kerja). tentang konteks yang cepat. Ahli bahasa tidak yakin bagaimana pemetaan secara cepat terjadi. akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. berlari. Masih lagi. Bagaimana anak-anak memperluas tata bahasa mereka dengan begitu cepat? Sebenarnya mereka melakukannya dengan pemetaan secara cepat. Sebaliknya. Mereka berbicara dalam kalimat yang lebih panjang dan lebih rumit. '09 11:48 PM untuk semuanya Anak usia SD masih memasuki tahap perkembangan yang sangat pesat. Mereka menggunakan lebih banyak kata hubung. a) Perkembangan Anak SD . dan artikel. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu. Secara kognitif. tetapi tampaknya kemungkinan anak-anak menarik apa yang mereka tahu tentang aturan untuk membentuk kata-kata. anak memiliki pengetahuan melalui operasi benda-benda konkrit. yang kurang kongkret. anak-anak tampaknya membentuk hipotesis yang cepat mengenai arti kata dan menyimpannya dalam ingatan. maka makin kompleks lah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. dapat dimengerti dan benar menurut tata bahasa. Mereka menggunakan kalimat kompleks dan susunan dan dapat menangani semua bagian pembicaraan. perkembangan intelektual anak sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. mereka mengubah gambaran mereka tentang dunia berdasarkan informasi baru. Pada usia 5 hingga 7 tahun. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf.Jun 14. dan tidak pernah diam di tempat. Berbagai otot dan tulang mengalami penguatan sehingga anak cenderung aktif dalam melakukan kegiatan fisik seperti bergerak. Sanrock tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. mereka menambah informasi baru tentang pengalaman mereka yang mengharuskan mereka memperbesar kategori yang ada atau membuat kategori baru. kata depan. anakanak menambahkan informasi baru ke dalam gambaran mereka tentang dunia. saat anak-anak pada usia ini berbicara secara lancar. dan tentang subyek yang dibahas. Pada basis konteks tersebut. Asimilasi merupakan proses kognitif yang menggabungkan informasi dari lingkungan ke dalam skemata yang ada. Menurut Peaget (dalam Sanrock (1995:308) perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. Dengan makin bertambahnya umur seseorang. Pembelajaran dengan menggunakan referensi benda konkrit sangat membantu anak memahami simbol-simbol abstrak. melalui akomodasi. Ketika anak-anak beradaptasi dengan lingkungan. Ada dua proses yang memungkinkan perubahan ini. Perkembangan kognitif anak SD dalam fase operasional konkrit (6-12 tahun). Piaget menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif untuk itu perlu perlakuan dan dukungan yang berbeda. tentang kata-kata yang sama. yang memungkinkan mereka untuk menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam percakapan. pemikiran anak SD sedang mengalami pertumbuhan sangat cepat. akomodasi adalah proses kognitif yang mengubah skemata yang ada atau membuat skemata baru untuk menyesuaikan dengan lingkungan. mereka harus menguasai beberapa poin bahasa. Melalui asimilasi. kemampuan bicara anak-anak menjadi sangat mirip dengan orang dewasa.

lugas. dan kekekalan volume pada usia 7 tahun. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya. menafsirkan dan mengembangkan hipotesa. 3) Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda. Materi pembelajaran sebaiknya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh anak. 2) Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal hal yang lebih kompleks. Tahap intuitif (umur 4-8 tahun). Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1) Bekerja secara efektif dan sistematis 2) Menganalisis secara kombinasi 3) Berpikir secara proporsional 4) Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi. lalu ingin merubah tempatnya. termasuk kriteria yang benar. Anak memahami bahwa jumlah objek adalah tetap sama meskipun objek itu dikelompokkan dengan cara yang berbeda. yaitu pemikiran simbolis dan pemikiran intuitif. 4) Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami objek. 2) Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara. 4) Anak mampu memperoleh prinsip-prinsip secara benar. materi diangkat dari realitas kehidupan anak sehari-hari. dengan kemampuan menarik kesimpulan. Karakteristik tahap operasional konkret : 1) Sistem kekekalan 2) Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh 3) Melihat dari berbagai segi 4) Seriasi 5) Klasifikasi 6) Bilangan 7) Ruang. Kalau perlu materi disertai gambar dan ilustrasi menarik dan menyenangkan. dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif Tahap itu dibagi menjadi dua. dan dilakukan langkah demi langkah. anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstraks. c) Karakteristik Tahap Operasional konkret (umur 7/8 – 11/ 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. Preoperasional (umur 2-4 tahun).Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. 4) Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya. Unsur problematik dalam materi juga akan membuat sajian materi tidak monoton dan menjemukan. tetapi kurang disadarinya. walaupun masih sangat sederhana. Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1) Melihat dirinya sendiri sebagai mahkluk yang berbeda dengan objek di sekitarnya.Menjumpai . dan jelas. Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata. Model berpikir ilmiah sudah mulai dimiliki anak. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Self counter nya sangat menonjol. Anak kekekalan masa pada usia 5 tahun. kalimatnya sederhana. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek. tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan. 3) Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan. 5) Memperhatikan objek sebagai hal yang tetap. 5) Dapat menyusun benda-benda secara berderet. 2) Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok. b) Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda. Dengan demikian materi yang dikembangkan disesuaikan dengan pekermbangan dan kebutuhan anak. 3) Suka memperhatikan sesuatu lebih lama. waktu dan kecepatan 8) Kausalitas 9) Probabilitas 10) Penalaran 11) Egosentrisme dan sosialisme d) Tahap operasional formal (umur 11/12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. kekekalan berat pada usia 6 tahun. Dia mengerti terhadap sejumlah objek yang teratur dan cara mengelompokkannya. Supaya memiliki kebermaknaan pada anak. tetapi menantang penalaran kritis anak.

anak-anak (dan juga orang dewasa) secara intrinsik termotivasi untuk mencoba memahaminya. maka ketidaksetimbangan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru akan memotivasi si anak untuk mempelajari. Ketidaksetimbangan biasanya menimbulkan kebingungan dan pergolakan. ketika dihadapkan dengan informasi baru atau berbeda. seorang anak bisa mengalami ketidaksetimbangan. Jika anak-anak dapat menyesuaikan dengan informasi baru. . perasaan yang mendorong anak-anak untuk mendapatkan kesetimbangan. atau konflik kognitif. yakni keseimbangan yang menyenangkan dengan lingkungan. Dengan kata lain.sesuatu yang tidak dipahami atau tidak bisa dimengerti.

telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). telah mampu berbagi. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. senang berbicara. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. meningkatnya perbendaharaan kata. Menurutnya. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian.Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. mengelompokkan obyek. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. berminat terhadap angka dan tulisan. Oleh karena itu. dapat mengendarai sepeda roda dua. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan . Selain itu. telah dapat mengontrol emosi. Berdasarkan hal tersebut. mempunyai sahabat. dan mandiri.

sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. sikap. diraba. dan kepandaian. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. volume zat cair. lebar. didengar. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. sehingga lebih nyata. 3. dan diotak atik. dibaui. yaitu: 1. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. prinsip ilmiah sederhana. mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. keterkaitan antar materi. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. lebih faktual. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. panjang. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian.memandang unsur-unsur secara serentak. 2. (2) Mulai berpikir secara operasional. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. keadaan yang alami. Sehubungan dengan hal tersebut. kebiasaan. dan (5) Memahami konsep substansi. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. lebih bermakna. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. dan berat. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya . luas. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual.

Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. suasana yang alamiah (natural). (2) konstruktivisme. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. 5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Pengertian Pembelajaran Tematik Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. 6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. karakteristik cara anak belajar. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. dan . agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. Dengan kata lain. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. 2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. konsep-konsep.hubungan antara aspek-aspek. 1983). Dengan demikian. dan (3) humanisme. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. pemantapan. Landasan Pembelajaran Tematik Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. pemberian sejumlah kegiatan. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. atau pengayaan. di antaranya: 1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.

pengalaman dan lingkungannya. potensinya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. dan motivasi yang dimilikinya. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. fenomena. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan . Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.memperhatikan pengalaman siswa. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Arti Penting Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. minat. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Menurut aliran ini. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. Oleh karena itu. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. UU No. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya.

5. pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa.pengetahuan. bukan tujuan akhir. Bersifat fleksibel . toleransi. 4. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. seperti kerjasama. Selain itu. 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Memberikan pengalaman langsung Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). komunikasi. 3. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahankemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. Dengan pengalaman langsung ini. 2. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Dengan demikian. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Berpusat pada siswa Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Karakteristik Pembelajaran Tematik Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini.

menulis. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. 4. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. 6. 7. dan daerah setempat .Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. minat. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral 6. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. jangan dipaksakan untuk dipadukan. lingkungan. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan RAMBU-RAMBU 1. 5.

mengkritik.http://www. Bahasa yang berbeda yang membuat anak sulit berkomunikasi 4.Anak – anak yang cenderung tidak diterima dalam kelompok social diantaranya: . Pembicaraan yang bersifat egosentris. merendahkan orang lain.com/2009/masa-kanak-%E2%80%93kanakakhir-late-childhood/ Masa Kanak –Kanak Akhir ( Late Childhood ) December 26.wanitaimpian. Kesalahan dalam berbicara misalnya : salah ucap. 2009 Leave a Comment masa-akhir-kanak-kanak Perkembangan Mental Yang Penting Pada Akhir Masa Kanak – Kanak • Perkembangan Emosi : anak mulai tahu ungkapan – ungkapan emosi yang diterima dan tidak diterima sekaligus belajar katarsis emosional tapi pada masa ini tidak jarang terjadi ledakan emosi yang disebabkan oleh faktor fisik dan lingkungan yang tidak mendukung Perkembangan Berbicara (komunikasi) • Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi pada akhir masa kanak – kanak : 1. Kosa kata yang kurang dari rata – rata dapat menghambat tugas – tugas disekolah dan komunikasi dengan orang lain 2. membual akan ditentang/ tidak diterima oleh teman. semakin banyak mempunyaii teman akan semakin populer dan bahagia . cacat dalam bicara ( gagap. pelat ) membuat anak rendah diri atau tidak percaya diri 3.teman sebayanya • Perkembangan Sosial : akhir masa kanak merupakan usia berkelompok.

kekompakan. kreatifitas. pengendalian emosi. Selama bermain anak – anak mengembangkan berbagai ketrampilan sosial ex : aturan.> Anak yang tidak serupa cenderung akan ditolak atau diabaikan oleh kelompok sebaya dan kurang mempunyai kesempatan untuk belajar bersosialisasi > Anak – anak yang mempunyai mobilitas sosial yang sangat tinggi akan mengalami kesulitan diterima dalam kelompok > Anak yang berasal dari kelompok ras atau agama yang terkena prasangka > Anak yang mempunyai perilaku yang tidak baik • (hyperaktif). • Moral : akhir masa – masa kanak secara moral masuk pada tingkat moralitas konvensional yang terbagi dalam dua tahap yaitu : > Anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain untuk mempertahankan hubungan yang baik > Menerima aturan yang sesuai untuk semua kelompok untuk menghindari penolakan. Bermain Bagi anak – anak bermain adalah sesuatu yang sangat penting untuk perkembangan fisik dan psikologis. belajar menerima kekalahan dan kemenangan. kompetisi. motivasi dll. pentingnya kerja sama. Incoming search terms: • • • • • • • • • • perkembangan kanak-kanak akhir masa kanak-kanak akhir perkembangan sosial masa kanak-kanak akhir perkembangan sosial masa anak-anak akhir perkembangan sosial kanak-kanak akhir perkembangan moral kanak-kanak akhir perkembangan keterampilan pada masa kanak-kanak akhir artikel akhir masa kanak kanak Masa Kanak-kanak Akhir (Later Chilhood) masa akhir anak-anak .

yaitu: faktor genetik / keturunan. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak : 1.http://tafany. tergantung ras.com/2007/10/30/awal-masa-kanak-kanak-by-fitri-rahma-lia/ 30 Okt 2007 5 Komentar by tafany in Psikoper By Fitri. tetapi tidak dipungkiri seorang ibu akan selalu membantunya walaupun tidak secara penuh. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Faktor heredo konstitusional . lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku.wordpress. Pada masa ini pun peranan ibu kini beralih dari perpanjangan evolusi alamiah kekuatan budaya. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Masa ini pun kita akan melihat bagaimana bayi yang sebelumnya sangat tergantung penuh pada sang ibu. Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait. Rahma & Lia PEMBAHASAN Awal Masa Kanak – Kanak Masa ini berlangsung mulai dari umur 2 tahun sampai 6 tahun. kini mereka harus berusaha bergerak untuk melepaskan kemandiriannya secara perlahan – lahan. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu. jenis kelamin dan kelainan bawaan . Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Tugas ibu kini adalah mendorong pola – pola kelakuan yang memungkinkan anak mengambil tempat dalam masyarakat manusia. genetic.

3. perawatan kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejala penyakit. tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya. perbedaan perkembangan tersebut bisa amat ekstrem. Interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. pujian. insulin . 2. . Perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tua / orang dewasa lainnya. Kebutuhan anak akan kasih sayang. dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin. penyakit. Bahkan. di dalam satu keluarga. . tiroid. Setiap anak memiliki perkembangan mental dan fisik yang berbeda-beda. diperhatikan dan dihargai. ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini) Cikal bakal proses pembelajaran . tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir: gizi. sosio – ekonomi. ASUH ( kebutuhan biomedis) Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya.2. aktivitas fisik. Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan . trauma. si kakak pandai bergaul sementara adiknya luar biasa pemalu. dll. iklim. kebutuhan akan tempat tinggal. pakaian yang layak dan aman . 3. Faktor hormonal .pengalaman baru. Misalnya. Terutama pada usia 4 – 5 tahun pertama ( golden year) . bahkan sejak bayi dalam kandungan. pendidikan . Adapun Kebutuhan dasar seorang anak adalah : 1. hormon sex dan steroid. ASIH ( kebutuhan emosional) Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu.

kemandirian . utnuk melanjutkan tanpa gangguan hingga mereka mendapat kepuasaan sendiri. Dia tersenyum kepada wajah – wajah yang dikenalnya dan menangis apabila wajah – wajah yang tidak dikenalnya menghampirinya. seperti minta makan. minum dan sebagainya. Bicaranya pun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan dirinya. arif. Anak itu telah belajar utnuk menghubungkan senyum dengan rasa senang. ke dalam mulutnya sebagai satu cara untuk • ketika anak – anak mulai tumbuh gigi mereka cenderung untuk menggigit dengan giginya itu. . maka pada saat itu ia telah mulai memilih orang – orang yang hendak ditanggapinya. Pada awalnya anak masih mempertahankan sifat egosentriknya. mulai bergerak kesana. kebanggaan dan dasar-dasar kemandirian. dengan kecerdasan. mereka lebih bisa berkelakuan agresif kecuali anak itu dibantu oleh orang tua yang mendampinginya. hingga mereka bisa menyadari kalau menggigit itu bisa melukai.kemari dan berbicara untuk mewujudkan keinginannya dalam bentuk ucapan dan perbuatan yang masih bersifat impulsif. • ketika anak itu belajar tanggap terhadap sesamanya. Pola Tingkah laku Kanak – kanak dan hubungannya dengan pertumbuhan • Ketika anak mulai mampu bergerak merangkak sendiri dan melakukan lebih banyak lagi kegiatan. • anak – anak juga cenderung menghendaki meneruskan setiap kegiatan yang sedang dilakukannya.sehingga akan terwujud etika.ketrampilan dan produktivitas yang baik. • mereka suka memasukkan hampir semua apa yang diraih dan digenggamnya menyelidikinya. namun belum dapat menerima pendapat orang lain. kepribadian yang mantap. Pada usia ini si Kecil sudah bisa berjalan.. Anak umur 2 sampai 6 tahun Usia 2 -4 tahun merupakan masa pembentukan rasa percaya diri.

dapat dikatakan bahwa penanaman dasar-dasar kepada anak usia 4 sampai 6 tahun (masa kanak-kanak) akan sangat menentukan perkembangan selanjutnya. cerita-cerita tertentu tentang hewan dan kejadian sehari-hari (Hurlock. berbicara dan berinteraksi dengan anak lain dan orang yang lebih tua. Apabila penanaman dasar-dasar ini baik. 1998). akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan ketertarikan anak. nyanyian anak-anak. <!–[endif]–>Pemilihan Pendidikan kanak-kanak Pada usia 4 tahun seorang anak telah membentuk 50% dari intelegensi yang akan dimilikinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock. Sebaliknya apabila penanaman dasar-daar ini kurang baik atau bahkan sangat kurang maka akan mengganggu perkembangan serta pertumbuhan anak selanjutnya. meniru norma dan perilaku orang dewasa dan mulai bermasyarakat. Disamping itu penggunaan sarana atau alat yang menarik akan membuat anak menjadi senang dan tidak merasa terpaksa. bahwa pada awal masa kanakkanak anak senang dibacakan dan melihat gambar-gambar dari buku. berkelompok serta melakukannya dengan gembira. dongengdongeng. 1971). Inisiatifnya juga mulai berkembang dan ia mulai belajar merencakan suatu permainan bersama bersama teman-temanya. namun masih belum mampu berpikir secara timbal balik. Pada usia ini anak akan sangat aktif bergerak.Sedangkan usia 5 – 6 tahun merupakan masa pengembangan inisiatif. Cara bagaimana menanamkan dasaar-dasar yang baik kepada anak. pada waktu dia dewasa seblum berusia 8 tahun anak telah membentuk 80% dari intelegensi yang akan dimilikinya pada waktu dewasa (Bichler. <!–[if !supportLists]–>E. maka akan membantu perkembangan dan pertumbuhan di masa yang akan datang. Selanjutnya Freud mengatakan bahwa kepribadian sebenarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar. Ia mulai belajar mengembangkan kemampuannya untuk bermasyarakat. Memperhatikan pendapat Bichler dan Freud tersebut. .

<!–[endif]–>Pola bermain pada anak – anak •Βερ µ α ι ν δ ε ν γ α ν µ α ι ν α ν •∆ρα µ α τ ι σ α σ ι • Κο ν σ τ ρ υ κ σ ι . apabila anak seusia ini dimasukkan pada pendidikan prasekolah yaitu Taman Kanak-Kanak. bahwa perkembangan intelektual anak usia 5-6 tahun termasuk fase pra-operasional. <!–[if !supportLists]–>F. yaitu suatu masa prasekolah. Pada masa ini anak belum bisa membedakan dengan tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realita dunia luar. <!–[endif]–>Macam – Macam Emosi pada anak – anak • • • • • • • • Amarah Takut Cemburu Ingin tahu Iri hati Gembira Sedih Kasih sayang <!–[if !supportLists]–>G.Menurut Jean Piaget. Taman Kanak-Kanak (TK) didirikan sebagai usaha mengembangkan seluruh segi kepribadian anak dalam rangka menjembatani pendidikan dalam keluarga ke pendidikan sekolah. memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu bagaimana cara memberikan konsep dasar kepada anak yang menarik dan membuat anak merasa senang (tidak trpaksa). TK merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada dijalur pendidikan sekolah. 27 th 1990 ). Penanaman dasar-dasar kepada anak pada usia 4 tahun sampai 6 tahun ini akan sangat efektif. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan utnuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diagram luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. sehingga pada taraf ini kemungkinan utnuk menyampaikan konsepkonsep tertentu kepada anak masih terbatas (Nasution 1998). (peraturan pemerintah no.

<!–[endif]–>Maya Inayah Pada umur 2-6 tahun adalah masa anak meniru segala hal.•Πε ρ µ α ι ν α ν • Membaca • Film. Kel 3 : Apa faktor dari heredokontitutional ? <!–[if !supportLists]–>a.asuhan dari orang tua sangat dibutuhkan bagi anak. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini terkenal sebagai hereditas.sikap apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan saja namun orang tua juga berperan sebagai kontroling untuk sang anak.jenis kelamin dankelainaa bawaan <!–[if !supportLists]–>2.dan seharusnya orang tua melihat lingkungan mana yang baik bagi sang anak.bagaimana jika ada seorang anak berada dalam lingkungan yang buruk. radio dan televise Pertanyaan : <!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Gen yang terdapat didalam nekleus. <!–[endif]–>Ras. Peran guru juga dapat membantu anak tampil berani dan tidak pemalu.. <!–[endif]–>Dari Nunuk Ponco. <!–[if !supportLists]–>3. Kewajiban orang tua juga mengajarkan mana hal baik yang harus dilakukan atau tidak bagi si anak. DNA yang membentuk gen mempunyai peran penting dalam trasmisi sifat-sifat herediter. dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu.pemalu dan penakut. Bila kemungkinankemungkinan itu terjadi biasanya orang tua langsung Intropeksi diri untuk merubah sikap. <!–[if !supportLists]–>4. Dan dapat kemungkinan anak akan menjadi tidak penurut (membangkang) karena orang tua yang selalu mengatur gerak langkah sang anak. Menurut psikikologi hereditas lbh byk mempengaruhi intelegensi daripada lingkungan <!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Siksha Putri Dengan orangtua yang otoriter bagaiman cara menumbuhkan/menambah minat anak? Orang tua yang otoriter akan membuat anak menjadi pendiam. <!–[endif]–>Listiyati Sugiono .

dia menganggap bahwa dia sebagai ibu dari boneka tersebut dan ia meniru tingkah laku yang dilakukan seorang ibu untuk sang anak. masa meniru.Cara membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi manusia sehat mental dan cedas.bisa jadi ibu yang tidak sekolah mempunyai kemauan untuk mengurusi anak. Erlangga Kramer Rita. Daftar Pustaka HurlockB. Psikologi perkembangan. <!–[if !supportLists]–>7..Jakarta. Jakarta.Dr. tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang dan pengertian terhadap anak.salk lee.Bandung Majalah Ibu dan anak .Sinar Kumala. <!–[endif]–>Mengapa anak kecil senang sekali dengan boneka dan mobil-mobilan? Awal masa kanak-kanak adalah masa permaian.Adakah pengaruh terhadap anak atas ibu yang mempunyai jenjang sekolah lebih tinggi dengan ibu yang tidak sekolah? Ada. Tapi semua itu harus disertai dari kemauan dan kemampuan seorang ibu.Gunung jati Arstein holene. karena akan berpengaruh juga terhadap daya tangkap anak. Perkembangan jiwa anak. <!–[if !supportLists]–>5. <!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Yuniarsih H Bagaimana dengan anak yang takut dengan ayah dan cendrung manja terhadap ibu? Setiap anak pasti membutuhkan kasih sayang dan kenyamanan. <!–[endif]–>Ikah Sari Bagaimana memanage anak yang selalu ingin sesuatu barang tetapi ia sudah mempunyainya Orang tua harus memberi pemahaman terhadap anak dan Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan . Jadi anak memvisualisasikan mainan tersebut sebagai teman pengganti dan disanalah bisa meniru peran – peran yang ia lihat.tahap mainan. orang tua adalah tempat kasi sayang itu jadi pola asuh yang diberikan oleh ibu dan ayah haruslah seimbang. contoh : ketika ia bermain boneka.Elizabeth.

Tabloid Nova • .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->