12

GAYA - GAYA PADA MEKANISME

12.1. KESETIMBANGAN GAYA - GAYA STATIS
Gaya - gaya pada mekanisme antara lain: 1. Gaya - gay a statis 2. Gaya - gaya dinamis Gaya - gaya statis, misalnya gaya berat, gaya luar yang bekerja, dan lain - lain. Sedangkan gaya - gaya dinamis misalnya gaya yang timbul karena percepatan yang disebut gaya inersia. Analisa gaya - gaya pada mekanisme dilakukan dengan metoda grafis, karen a cara ini dianggap lebih sederhana. dapat dibedakan menjadi dua macam type gaya

12.1.1. Gaya dan Kopel
Gaya didefinisikan sebagai besaran vektor yang mempunyai harga atau nilai, garis kerja dan arah. Sedangkan kopel didefinisikan sebagai dua buah gaya yang sejajar, sarna besar, berlawanan arah dan terletak pada jarak tertentu satu terhadap yang lain.

213

F Gambar 12.1. [(opel

Kedua gaya F yang ditunjukkan pada Gambar 12.1, di atas, memberikan kopel sebesar: M
=

F.h

(12.1)

Sekarang kita akan menghitung momen yang ditimbulkan oleh gaya - gaya terse but di atas, di sembarang titik 0, yang berada pada jarak x, dari gaya F, seperti pada Gambar 12.1 di atas. Mo
=

F (h + x) - F. x

=

Eh

(12.2)

Ternyata nilai Mo sama dengan momen kopel M Hal ini menunjukkan bahwa mom en kopel, besarnya tidak tergantung pada pusat momen yang dipilih, tetapi bekerja pada bidang kerjanya dengan besar yang sama. Apabila pada suatu sistem ditambahkan sistem lain yang dalam kesetimbangan, maka sistem yang pertama tetap tidak berubah.
p p

A

(a)

(c)

Gambar 12.2. Penguraian Gaya Menjadl Gaya dan Kopel

214

Dimana: Gambar 12.2.a : menunjukkan suatu body yang dikenai gaya P di titik A.

Gambar 12.2.b : apabila pada titik B yang berjarak a dari gaya P diberi 2 gaya yang seimbang Sf dan S2 ' dimana Sf = S2 = P, maka kondisi body tidak berubah. Gambar 12.2.c : GayaP dan S', = P adalah2 buahgayayangmembentuk kopel sebesar M = P a. Sehingga body di atas sekarang dikenai beban berupa gaya sebesar P di titik B dan beban berupa kopel sebesar M = Pa. Kondisi body pada Gambar 12.2.a, 12.2.b dan 12.2.c adalah sama. Uraian di atas menjelaskan bagaimana sebuah gaya diuraikan menjadi sebuah gaya dan kopel. Dan sebaliknya sebuah gaya dan kopel dapat digabung menj adi sebuah gaya saja.
p

p J'v[

Gambar 12.3. Gaya dan Kopel Digantl Dengan Sebuah Gaya P

pambar 12.3 di atas menunjukkan bahwa sebuah gaya P dan momen M yang bekerja pada sebuah body, dapat diganti dengan sebuah gaya P saja, yang garis kerjanya berada padajarak d. dari garis kerja gaya P semula. Dalam hal inijarak a, adalah : a=-

M
P

(12.3)

215

. Kesetimbangan Tiga Bualt Gaya Yang Tidak Sejajar 216 .4.1.5.. ... Kesetimbangan Dua Buah Gaya 12. ..5 di bawah. Ketiga gaya terse but harus berpotongan di satu titik dan membentuk poligon tertutup.Di sini perlu diperhatikan arah pergeseran a dari gaya P tersebut.. Kesetimbangan Tiga Buah Gaya Yang Tidak Sejajar Tiga buah gaya dikatakan berada dalam kesetimbangan. agar mornen yang ditimbulkan di titik tangkapnya semula. Pada Gambar 12. Gombar 12.3.. serta ketiga gaya terse but membentuk poligon tertutup. ··gcii:. apabila garis kerjanya bertemu di satu titik. dikatakan berada dalam kesetimbangan.2. berlawanan arah dan garis kerjanya berimpit.... Kesetimbangan Dua Buah Gaya Dua buah gaya FI dan F] ... sama dengan arah momen M.s kerja FI danF: _ . 12..... menunjukkan bahwa tiga buah gaya yaitu FI ' F) dan F3 berada dalam kesetimbangan.. Gambar 12..1.. apabila sama besar.

FJ dan F4 yang tidak sejajar. F.6. misalkan R = F1 + F} ./ GllInbar 12. Sebuah gaya diketahui besar dan arahnya. Kondisi 1 : Pada Gambar 12. Pembuktlan Kesetimbangan Tiga Buah Gaya Yang Tidak Sejajar 12. Kesetimbangan Empat Buah Gaya Yang Tidak Sejajar Kita akan mempelajari kesetimbangan empat buah gaya yang tidak sejajar. yang bekerja pada body dengan kondisi sebagai berikut : 1. berikutmenunjukkan suatu body dalam kesetimbangan di bawah pengaruh gaya . Sekarang pada body bekerja gaya R dan F. Dimana F1 diketahui besar dan arahnya. Dua buah gaya diketahui besar dan arahnya.1. sebuah gaya hanya diketahui arahnya saja. 2. j.4. sedangkan F] . 217 . serta memiliki harga dan garis kerja yang sarna dengan F tetapi berlawanan arah. (lihat Gambar 12.6.Ketiga gaya tersebut tidak akan menimbulkan kopel dan momen disembarang titik pada body.gaya F1 ' F] . Hal ini dapat dibuktikan dengan penjelasan sebagai berikut : Jumlahkan dua dari tiga gaya tersebut. tetapi tidak diketahui besar dan arahnya. di bawah) nol dan tidak . harganya pasti sarna dengan no1.7. sedangkan sebuah gaya lagi diketahui titik tangkapnya. sedangkan tiga gaya yang lain hanya diketahui arahnya saja. dan FJ hanya diketahui arahnya saja. Resultan R pasti melalui titik potongan 0. yang jumlahnya menirnbulkan kope1.

.. di bawah ..... ~ .8.. Gambar 12. . a ·.... 218 ..8.... . b 7····················· . .... ..F2 ." ~1/ .. 7......~ dan F.... 11 .. Kesetimbangan Empat Buah Gaya Yang Tidak Sejajar Bila kitajumlahkan momen terhadap titik m. .> . .... b = 0 (12. sehingga F3 dan F.. ' maka diperoleh persamaan sebagai berikut : F......4) F2 =-~ b a Sekarang F2 diketahui besarnya maupun arahnya......... Menentukan Besarnya F......... . ......" ····················· F4 arah ".........•••... Gambar 12.... perpotongan dari gaya F3 dan F. ... a ... dapat ditentukan dengan cara po ligon seperti terlihat pada Gambar 12... arah F] ....

... sedang F. (Lihat Gambar 12.....J dapat ditentukan dengan po ligon seperti Gambar 12...../ ... F3 hanya diketahui arahnya..... tetapi tidak diketahui besar maupun arahnya. Karena total momen terhadap titik 111 maupun total momen terhadap titik n. maka resultan dari F.10.... 2 -c.J' garis kerjanya pasti berimpit dengan garis 111-n. .. ......... F3 dan F.J di atas dapatjuga ditentukan dengan cara yang lebih sederhana. F3 dan F. Bila dan F2 diketahui besar dan arahnya..9... . Sekarang besarnya gaya F2... <..... ". di bawah menjelaskan suatu rigid body yang berada dalam kesetimbangan di bawah pengaruh gaya Fj' F2....... ...... arah F3 .. .. ... ../ diketahui titik tangkapnya..9.. arah F.. F3 dan F.. . ........ ... .9.... ./ ..>: .... .b.... \ m ...a. .../ ... arah F . . harganya sama dengan nol (body dalam kesetimbangan). di bawah).Gaya F2....... r.. + F2 maupun resultan dari F3 + F. . (a) (b) Gambar 12... Cam Lain Untuk Menentukan FJ• F3 dan F4 Kondisi 2 : Pada Gambar 12......... .. 219 .. di bawah ... ....../ .

.. Apabila gaya ... Gambar 12..gaya tersebut harus sama dengan nol..·~:ngkaP F4 ' ... kita jumlahkan terlebih dahulu gaya F.. F3 dan F4 yang berada dalam kesetimbangan...... Gaya Yang Tidak Sejajar Untuk keadaan ini.. maka persyaratan kesetirnbangan gaya ..1. ....6) 220 .. Jadi persyaratan kesetimbangan..... menjadi : LF LF x =0 = x 0 LM= 0 .. ...... Persamaan Kesetimbangan Apabila sejumlah gaya yang bekerja pada suatu bidang datar.gaya tersebut tidak menimbulkan kopel......... + F2 = R. Kesetimbangan Empat Buah.5) 0 Apabila gaya ....·····Ti...... adalah: LF= 0 LM = ... .gaya pada bidang datar........... maka besarnya momen di sembarang titik pada bidang datar tersebut sarna dengan nol. berada dalam kesetimbangan. maka : • • Resultan gaya ../.gaya di atas diuraikan ke arah sumbu x dan sumbu y......... - ....... 12.....gaya terse but tidak menimbulkan kopel.... Resultan gaya . sehingga kasusnya menjadi tiga buah gaya tidak sejajar R..10.... (12... (12.5....

Tabel12. Berikut ini adalah tabel beberapa contoh free body diagram dari suatu sistem mekanisme. Gambarkan semua vektor gaya atau momen atau torsi yang bekerja pada body atau sistem body tersebut. 2.2. dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1.12. Gambarkan body atau sistem body yang dimaksud secara terpisah. Contoh Free Body Diagram Darl Sistem Mekanisme SISTEM MEKANISME A FREE BODY DIAGRAM M Keterangan : kontak di D ficin N • p A • ~ Ketemngan : C = pusat berat A = engsel kontak di pen B licin 221 .langkah untuk membuat free body diagram. Langkah .l. FREE BODY DIAGRAM Definisi free body diagram adalah diagram dari semua gaya maupun momen atau torsi yang bekerja pada suatu body atau suatu sistem body.

Gaya luar tersebut antara lain gaya dari gas bakar pada piston dari motor bakar. gaya tahanan fluida pada piston atau plunyer pada pompa. maka gaya .gaya yang bekerja adalah gaya luar atau torsi luar. 222 . gaya berat dan gaya reaksi pada engsel atau sambungan.3. gaya tahanan pemotongan pada mekanisme skapper dan lain sebagainya.Keterangan : Sistem diam W = berat balok Q = berat roll G = pusat berat balok C =pusat berat roll A p Keterangan : G2 = pusat G3 = pusat G~ = pusat Fu = gaya F23 = gaya F" = zava berat link 2 berat link 3 (a) berat link s oleh link 1 kepada link 4 oleh link 2 kepada link 3 oleh link 1 ketiada link 2 Keterangan : (a) (b) = free = free body diagram link 3 dan link 4 body diagram link 2 12. ANALISA GAYA STATIS PADA MEKANISME Pada mekanisme yang dalam keadaan diam.

12. adalah berat body 21. di bawah. G3 dan G4 adalah pusat berat body 2.11. sedangkan G2. serta gaya pada engsel B.gaya Statis Pada Mekanisme Torak Pada Gambar 12.11. Gaya .gaya pada body 3 dipengaruhi oleh body 4. Dimana P adalah gaya luar yang bekerja pada piston 4. A 3 p (a) 3 a b (b) (c) (e) Gambar 12. yang mendapat beban luar P. Karena gaya . hams diketahui terlebih dahulu gaya oleh body 3. Akan tetapi sebelum ini kita hams menentukan gaya oleh body 4 kepada body 3 (atau gaya F43 ). body 3 dan body 4. ditunjukkan sebuah mekanisme torak. engsel A dan engsel 02 . Mekanisme Torak 223 . Kita akan menghitung torsi yang harus diberikan pada body 2. body 3 dan body 4. Pada analisa ini semua gesekan diabaikan. maka pertama kali kita hams membuat free body diagram body 4. agar mekanisme dalam keadaan diam. ke arah body 2 (atau gaya F32).3. Untuk menghitung torsi yang hams diberikan pada body 2. W3 dan W-. W2.1.

c) Gaya . maka akan diperoleh besar gaya F3-/ H • EFH = 0 F3-/H = p (12. .11.W4 = FJ-I .b) Gaya . Dengan rnenjurnlabkan mornen di titik A akan diperoleh besar gaya F43 V.d.F3/ 0 (12. FJ-I dapat dicari dengan menjurnlahkan gaya .11.8) Sedangkan gaya engsel F23 dapat diperoleh dengan rnernbuat poligon dari gayagaya yang bekerja pada body 3.gaya yang bekerja pada body 3 adalah F34 v. (12. seperti pada Gambar 12. W4. EMA = 0 F43 V = H F43 . Mekanisme Torak Free body diagram body 4 (Gambar 12.gaya ke arab horizontal.C b + W3·a. F14.11.tidak diketahui besamya. Jadi : F3/ = F-// dan .gaya ke arah vertikal yang bekerja pada body 4.9) 224 . dirnana gaya F3/ sarna besar dan berlawanan arah dengan F4/ .Keterangan : (a) Mekanisme Torak (b) Free body diagram body 4 (c) Free body diagram body 3 (d) Poligon gaya pada body 3 (e) Free body diagram body 2 (f) Poligon gaya pada body 2 Gambar 12. F34 H dan F3/' dimana F]4' F34 H dan F3/ .11.7) Free body diagram body 3 (Gam bar 12. sedang gaya F23 tidak diketabui besar dan arahnya.gaya yang bekerja pada body 4 adalah P. F4/ ' W3 dan F23 ' dirnana gaya F43 H sarna besar dan berlawanan arab dengan gaya F3t ' gaya F43 v hanya diketahui arahnya. Gaya reaksi body 1terhadap body 4. Dengan menjurnlahkan gaya .

° F3/" . link 3 dan link 4 adalah W2. F12 dan T2 ' dimana torsi T2 tidak diketahui. sedang gayaF12 tidak diketahui besar dan arahnya. Berat link 2.10) Sedangkan gaya F12 dapat ditentukan dengan membuat poligon dari gaya . link 3 dan link 4. di bawah.W" .P .a.(a) + W4. agar mekanisme berada dalam keadaan diam (setimbang).2. Yang tidak diketahui adalah besar serta arah gaya F'4 dan gaya F34. Gaya Statis Pada Mekanisme Empat Batang Pada Gambar 12. Gaya F32 sama dengan gaya F23. G3 dan G4 adalah pusat berat link 2.11) F 34 t4 = P. kita dapat menghitung gaya F34t4 . Kita akan menghitung torsi pemutar yang harus diberikan pada link 2. Pada analisa ini kita mulai dengan membuatfree body diagram link 4 . tetapi berlawanan arah.(b) 0B 4 225 .3. A dan 02 .W2· e (12.11. (0.b. W3 dan W4 .(b) =0 (12. T2 = F32 . Dengan menjumlahkan momen di titik 02 akan diperoleh torsi T2 . W2. Di samping itu kita juga akan menghitung 'aya engsel di 0".12.f.11. d .12.gaya yang bekerja pada body 2.Free body diagram body 2 (Gambar 12. seperti pada Gambar 12. ditunjukkan sebuah mekanisme empat batangyang mendapat beban gaya horizontal P tepat di pusat berat link 4.sedangkan G2. seperti terlihat pada Gambar 12. 12.gaya yang bekerja pada body 2 adalah F32. B. Apabila gaya F34 kita uraikan ke arah tangensial link 4 (F34'4) dan ke arah longitudinal link 4 (F3414) .e) Gaya .rB) . (a) .maka F3414 tidak akan menimbulkan momen terhadap titik 0" Dengan menjumlahkan momen di titik 4.

c. Mekanisme Empat Batang o. wi ~ /1.Sekarang kita perhatikan free body diagram link 3b seperti terlihat pada Gambar 12. B 4 p (a) Gambar 12.12.1 o.I 14 F 13 34 F34 13 _ (d) 226 . dengan besar dan arah gaya F43 dan gaya F23 yang tidak diketahui.12.] p F23 (c) FJ.

gaya yang bekerja pada link 3 (f) Poligon gaya .d. Gaya F4/3 dapat ditentukan dengan cara menjumlahkan momen di titik A. (e) = 0 (12.B W3 . seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 12. sehingga menjadi: J:.12.gaya yang bekerja pada link 2 p (f) (h) Gambar 12. 227 .gaya yang bekerja pada link 3.MA=O . Setelah gaya F34. (A.12.12) • F .(e) (g) Keterangan : (a) Mekanisme empat body (b) Free body diagram link 4 (c) Free body diagram link 3 (d) Kombinasi gaya F3414dan F3/3 untuk menentukan F34.(c) Dimana gaya F3/3 adalah sarna besar dan berlawanan arah dengan gaya F43t3 Sekarang dengan mengkombinasikan gaya F3t dan gaya F3/3 ./3 /3 _ - ~.B) + A. kita dapat menentukan gaya F34. kita dapatkan.e.F4/3 .12. maka gaya F43 dapat diuraikan ke arah tangensial link 3 (gaya F4/3) dan ke arah longitudinal link 3 (gaya F4313). seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12. (e) Poligon gaya .gaya yang bekerja pada link 4 (g) Free body diagram link 2 (h) Poligon gaya . Mekanisme Empat Batang (Lanjutan) Sarna seperti pada link 4 di atas. gaya F23 dapat ditentukan dengan membuat poligon dari gaya .

gaya yang bekerja pada link 2.g. dengan persamaan sebagai berikut : IMo2 = 0 = .13) Kemudian gaya engsel FJ2 dapat ditentukan dengan membuat poligon gaya .h.lMelalui ujung vektor gaya F3/4 . Dan melalui ujung vektor gaya F3/3 .4.. lihat Gambar 12. yang ' yang Perpotongan kedua garis tegak lurus terse but akan berpotongan di ujung vektor gaya F34 .W2. dim ana yang tidak diketahui adalah besar serta arah gaya FJ2 dan torsi pemutar T2.f. PRINSIP D' ALEMBERT INERSIA GAYA INERSIA DAN TORSI Pada setiap body yang mempunyai percepatan.' (a) (b) Gambar 12. 12.(e) 0 . F. (12. Sekarang kita perhatikan free body diagram link 2. F/ F. seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 12. dibuat garis tegak lurus arah gaya F34U merupakan temp at kedudukan ujung vektor gaya F34 . dibuat garis tegak lurus arah gaya F3/ merupakan temp at kedudukan ujung vektor gaya F34 . (e) + T2 T2 = F32• (d) . Dengan menjumlahkan momen di titik 02 ' besarnya torsi pemutar T2 yang harus diberikan pada link 2 dapat dihitung.13.12. Gaya engsel FJ4 dapat ditentukan dengan rnembuat poligon dari gaya .gaya yang bekerja pada link 4.12. padanya akan timbul gaya inersia yang besarnya sebanding dengan percepatannya dan arahnya melawan arah percepatan. Slstem Yang Dinamis 228 . . seperti terlihat pada Gambar 12.F32· (d) + W2 .12. .

.b..... Apabila gaya . Cara ini disebut sebagai prinsip D' Alembert.......a Dimana: m arah gaya inersia berlawanan dengan arah percepatannya...hukum statika. dengan kecepatan sudut co dan percepatan sudut a.percepatan di atas..... mempunyai percepatan dan percepatan sudut x .. Pada sistem ini berlaku hukum . . maka sistem tersebut dikatakan berada dalam kesetimbangan dinamis.y l Tel = Ie.r Tc = Ic·a l ...... seperti terlihat pada Gambar 12..x l F'_v = m. adalah : Fn' = m.O)2 ... maka gaya inersia yang timbul.14) Dimana: Fn' Te = gaya inersia ke arah normal inersia ke arah tangensial F/ = gaya I = torsi inersia 229 . dan a......... = massa body Ie = momen inersia body terhadap sumbu lewat C.. akan timbul gaya .gaya inersia dan torsi inersia..... di atas menunjukkan suatu sistem yang dinamis.... Sekarang apabila suatu body berputar terhadap engsel 0.. dimana suatu body yang bergerak general......gaya inersia dan torsi inersia tersebut digambarkan pada body.Pada Gambar 12.i = m..14..13 .. di bawah.......13.. karena gaya F:x' Fy dan momen Me yang bekerja padanya..r F...a. Akibat percepatan . yang besarnya : Fx = m. yaitu : IF: =O} IFy = 0 IM=O termasuk gaya inersia dan torsi inersia. (12... seperti terlihat pada Gambar 12.a..

Kita akan menentukan gaya inersia dan torsi inersia yang timbul pada tiap .tiap body.' n Gombar 12. di bawah.tiap body. yang crank shaftnya mempunyai kecepatan sudut (0 dan percepatan sudut a. percepatan dari tiap . sehingga yang kita peroleh adalah percepatan total dari pusat berat tiap . sehingga gaya inersia yang kita perhitungkan adalah gaya inersia total yang bekerja di pusat berat tiap . Body Yang Berputar terhadap 0 Pada analisa gaya mekanisme.15. Sebagai contoh kita perhatikan suatu mekanisme torak.14.F. seperti terlihat pada Gambar 12.tiap body.. A (a) 230 .tiap body didapatkan secara grafis.

tiap body.16.16.mula kita gambarkan diagram percepatan dari mekanisme terse but.15.b' = G/ 0' ba (b) Go Gambar 12. seperti terlihat pada Gambar 12. sebagai berikut : A Gambar 12.1S. Gaya Inersia dan Torsi Inersia PadaMekanisme Torak 231 .b. Mekanisme Torak Mula . seperti terlihat pada Gambar 12. Dari gambar tersebut kita tentukan percepatan pusat berat dan percepatan sudut tiap body. Kemudian kita hitung gaya inersia maupun torsi inersia tiap .

searah putaran jarum jam (cw). Pada mekanisme yang mempunyai kecepatan menengah sampai tinggi.gaya Statis dan Dinamis Pad a Mekanisme Torak Pada mekanisme torak (slider crank mechanism) seperti pada Gambar 12. m3 dan m4 massa body 2.tiap link pada mekanisme tersebut mempunyai percepatan dan percepatan sudut. Gaya .5. torsi Iuar dan gaya berat. Gaya .5.l7. Gaya .gaya atau torsi statis Antara lain gaya Iuar.G3 = m4• a. Sedangkan gaya Iuar P bekerja pada body 4 sejajar dengan gerakan link 4. sering kali besamya gaya berat body diabaikan terhadap gayainersia dan gaya luar yang bekerja.Dimana: F/ F3' = m2• a. Kita akan menghitung semua gaya antar link (gaya engseI) dan torsi pemutar yang harus diberikan pada link 2. Percepatan dan percepatan sudut terse but akan menyebabkan timbulnya gaya inersia dan torsi inersia. yaitu : 1. berputar dengan kecepatan konstan co2. Pada analisa ini gaya berat tiap . Gaya . =0 = fG2 dan fG3 = m2.G4 = fG2· «. maka tiap .tiap link diabaikan terhadap gaya luar P dan gaya inersia yang timbul.gaya atau torsi yang bekerja pada mekanisme yang dalam kondisi bergerak dibedakan menjadi dua macam. massa body 3 dan massa body 4 momen inersia body 2 dan body 3 terhadap pusat berat G2 dan G3• 12.a. 12. = fG3· =. inputnya adalah body 2. ANALISA GAYA-GAYA STATIS DAN DINAMIS PADA MEKANISME Apabila mekanisme berada dalam keadaan bergerak.G2 F/ T/ T3' T4' = m3· a. 2. di bawah.gaya atau torsi dinamis Yaitu gaya inersia dan torsi inersia karen a mekanisme mempunyai percepatan dan percepatan sudut. 232 .1.

tiap body dan percepatan sudut body dapat dihitung berdasarkan diagram percepatan yang ditunjukkan pada Gambar 12.17) W2.a2 = 1w(O) = 0 I Pada link 3 : (12.G3 dan a.fG3 dan fG-/ = momen inersia terhadap sumbu lewat pusat berat dari link 2.17.G2 W g T2' = 1m.15) ~' = 1G3. link 3 dan link 4 fG2 .b. link 3 dan link 4 a2. dengan cara sebagai berikut : Pada link 2 : . = percepatan pusat berat Vink 2. Gaya inersia dan torsi inersia yang timbul pada tiap body dihitung. a.G2. link 3 dan link 4 a.16) ~' = 1G4.a3 Pada link 4 : searah putaran jarum jam (cw) (12. F2 2 =-a. W3 dan W-/ = berat link 2.a-/ = 1G4(O) = 0 Dalam hal ini : (12. a3 dan a2 = percepatan sudut link 2.G. link 3 dan link 4.Percepatan pusat berat tiap . A 2 3 p (a) 233 .

F3' .F4' J.b' 0' =G/ q ba F34 p a' (b) b F14 (c) F4' (e) F/ p (d) F/ F14~ P (f) Gambar 12.c.d+T/ 234 . sehingga berlaku : IMA = 0 = .17. Yang tidak diketahui adalah besar gaya Fu serta besar d~ arah gaya F23 • Gaya Fu dapat dihitung dengan menjumlahkan momen di titikA.17. Mekanisme Torak Analisa gaya kita mulai dengan membuat free body diagram link 3 dan link 4 seperti terlihat pada Gambar 12.F14 ' P + (P .18) = (P-F/)~F/.q . d + T3' ~4 0 (12.

seperti terlihat pada Gambar 12.17. Dari diagram percepatan kita dapat menghitung semua gaya inersia pada tiap .17. yang arahnya berlawanan dengan arah percepatan pusat berat tiap body. Analisa gaya kita mulai dari free body diagram link 6. adalah free body diagram link 2. dengan cara sebagai berikut : IF}! F56 =0 = P + F6' (12. Kemudian kita akan menghitung semua gaya antara link (gaya engsel) dan torsi pemutar yang hams diberikan pada link 2. Dengan menjumlahkan gaya . ° 2.tiap body.g. Sedangkan torsi pemutar T2 ' dapat dihitung dengan menjumlahkan momen di titik seperti penjelasan berikut : LM02 = 0 T2 = R .a.gaya yang bekerja pada link 4. Gambar 12.18. Pada Gambar 12.19) 12.f.gay a yang bekerja pada link 3 dan link 4. seperti ditunjukkan pada Garnbar 12. link 2 sebagai penggerak berputar dengan kecepatan tetap co2 ' dan arah ccw. maka akan diperoleh F56H. Gaya berat tiap . adalahfree body diagram link 4.d . r dengan arah cw (12.18.gaya Statis dan Dinamis Pada Mekanisme Shapper Pada mekanisme shapper. dimana yang tidak diketahui adalah besar dan arah gaya F34 • Gaya F34 ini dapat dihitung dengan membuat poligon dari gaya .17. yaitu gaya F23 dapat ditentukan dengan membuat poligon dari gaya .Sedangkan gaya engsel di A.c.5. di bawah.17.b adalah diagram percepatan dari mekanisme. Gaya .2. Sedangkan torsi inersia yang timbul pada body. Gaya R adalah resultan dari gaya F2 dan F32 • Karena dalam hal ini satu . seperti yang terlihat pada Gambar 12. Sedangkan Gambar 12. arahnya berlawanan dengan arah percepatan sudutnya.gaya ke arah horizontal.20) 235 .e.satunya gaya yang belum diketahui adalah FJ2 ' maka gaya FJ2 tersebut sarna besar dan berlawanan arah dengan gaya resultan R.tiap link diabaikan terhadap gaya inersia yang timbul. seperti pada Gambar 12.18. . maupun gaya luar yang bekerja.

..18.. F5/ F6' .D p c q (a) . F56 I' FH d P l 5 5 pi 6 F'6 (c) F/ (j) Gambar 12. Mekanisme Shapper 236 .

. MekanismeShapper(Lanjutan) 237 ..........(h) (g) .... .18... F/ (i) F12 = R 0) Gambar 12......•.....

GayaF34 dapat ditentukan dengan menjumlahkan momen di titik 0•. Sedangkan gaya Fu dapat ditentukan dengan membuat poligon dari gaya .gaya yang bekerja pada body 4.f.18.e. seperti pada Gambar 12. Sedangkan torsi parameter T2 ' adalah : T2 = R.·r+~.18.18. yang dapat kita hitung adalah torsi TB yang besamya sarna dengan torsi T3 dan arahnya berlawanan dengan gaya FB ' sedangkan gaya F23 belum dapat ditentukan. adalahfree body diagram body 2.j. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12.21) Gaya F. 3.d adalahfree body diagram link 5.i.Gambar 12. Gambar 12.d.18.d (12. Sekarang kita perhatikanfree body diagram link 4.22) Gaya F. Darifree body diagram link 3. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12. sedang yang tidak diketahui adalah gaya F/] dan torsi T] Apabila gaya R adalah resultan dari gaya F32 dan F2 ' maka gaya reaksi F/2 sarna besar dan berlawanan arah dengan gaya R.18. - (0.g.23) 238 .18.gaya yang diketahui adalah gaya F3] dan F]' . seperti terlihat pada Gambar 12.5 adalah satu . yang dapat dicari dengan membuat poligon dari gaya .h. +T/ +F/. IM04 = 0 F _ F5. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12.gaya yang bekerja pada link 5. IMc =0 (12. Gaya F5/ dapat ditentukan dengan menjumlahkan momen terhadap titik C.18.gaya yang bekerja pada link 3.3 sarna dan berlawanan arah dengan gaya F3 s : Sekarang kita dapat menghitung gaya F23 ' dengan membuat poligon dari gaya . B) (12.satunya gaya yang belum diketahui besar dan arahnya. Dengan gaya .

tentukan reaksi di engsel O. 10 = 12 em. sehingga mempunyai kecepatan sudut sebesar OJ = 100 rad/detik dan percepatan sudut a = 1000 rad/ detik/ .jari girasi body terhadap engsel 0.SOAL LATlHAN 1.12. Tentukan besar dan arah gaya C dan T pada truss joint. 239 . Soal Latihan No. Sebuah body OAB diputar oleh sebuah torsi T di sekitar engsel. Gaya P = 400 kg.19 di bawah.6. seperti terlihat pada Gambar 12. Bila tali Tyang diikatkan di titik A ditarik dengan gaya T = 3 kN. + 3 kN T 16kN 8kN Gambar 12. Bila diketahui OA = 24 em.1 2. OB = BA = 15 em. SOAL . pusat beratnya berada di titik G serta ditumpu engsel di 0 dan tumpuan batang di B. A p 3. dengan berat W = 2 kN.19. berat body W = 20 kg dan jari . serta gaya reaksi di engsel O.20 di bawah. bekerja pada ujung A dengan arah seperti Gambar 12.21 di bawah. Batang berbentuk huruf "T" seperti terlihat pada Gambar 12. tentukan besar dan arah torsi pemutar tersebut.

3 4. Soal Latihan No. berada dalam kesetimbangan.5m w 2m 4m Gambar 12. Tentukan besar dan arah gaya yang harus diberikan melalui titik P.22.5 m 2. p FJ = 30 lb 5" I~ 4" ~~ I 3" ~I Gambar 12.22 di bawah. Soal Latihan No.4 240 . agar sistem pada Gambar 12.21.3kN tali 2.

' serta besar gaya F2 ' agar sistem dalam kesetimbangan. sedangkan FJ adalah gaya yang harus diberikan melalui titikA. Soal Latihan No.f" 8" Gambar 12. Soal Latihan No. sedang gaya F3 hanya diketahui garis kerjanya.5. diketahui gaya F3 = 5000 lb. Pada sebuah sistem seperti pada Gambar 12. Tentukan besar dan arah gaya F/ ' serta besar gaya F2 ' agar sistem dalam kesetimbangan. tidak diketahui besar maupun arahnya. Coba kerjakan kembali. 2. p 8" Gambar 12. Tentukan gaya yang harus diberikan pada titik P. sedangkan FJ adalah gaya yang hams diberikan melalui titikA.gaya F. agar sistem dalam kesetimbangan.5 6. apabila diketahui gaya F3 = 7500 lb.23 di bawah.6 241 . gaya F2 hanya diketahui arahnya. tidak diketahui besar maupun arahnya. gaya F] hanya diketahui arahnya. Tentukan besar dan arah gaya F. diketahui gaya. Pada sistem seperti pada Gambar 12. = 20 lb.24.23. sedangkan jarak titik A ke titik B dan titik A ke titik C tetap. F] = 40 lb.24 di bawah.

Soal Latlhan No. Gaya engsel di titik O2 dan O~ . Torsi pemutar yang harus diberikan pada body 2. dengan mengabaikan beratnya./ p Gombar 12.7. agar mekanisme dalam keadaan kesetim bangan. b./ B.7 242 .25 di bawah.25. . diketahui: 0lA O~A = = 12 em 18 em O~B= 36 em P = 4000 N Tentukan: a. Pada mekanisme seperti pada Gambar 12.

agar mekanisme dalam keadaan .slider tersebut dapat meluncur tanpa gesekan pada slotslot yang tetap. . Bila pada slider B diberi gaya sebesar P = 1000 N. Sebuah batang langsing homogen AB. Slider . . Pertanyaan : a. Batang tersebut dihubungkan dengan slider di A dan di B yang beratnya sama yaitu 80 N. B Gombar 12. Gaya engsel di titik 0] dan 04 ..26. tentukan gaya yang harus diberikan pada slider A ke arah gerakan slider agar sistem dalam keadaan kesetimbangan. Pada mekanisme seperti pada Gambar 12. dengan arah seperti pada Gambar 12. dengan mengabaikan beratnya. Soal Latihan No.8. panjangnya 40 em.8 9. b. diketahui: 0r4 0.1 P = = 10 em = 20 em 0. harus diberikan pada body 2. b. .26 di bawah. Gaya engsel di titik A dan B ./3 = 40 em 5000 N Tentukan: a. pusat beratnya di C dan beratnya 200 N.. 243 . Torsi pemutaryang kesetimbangan. i~ .27 di bawah.

Soal Latihan No. 244 . seperti terlihat pada Gambar 10. b. Soal Latihan No. Percepatan pusat berat batang.27. Batang langsing OA dengan panjang 40 em dan massa 8 kg. ae =113 m/det' dan percepatan sudutnya a = 400 rad/detik/. agar kondisi di atas terpenuhi.F. Tentukan torsi pemutar Tyang hams diberikan pada batang.II p Gombar 12. momen inersia terhadap sumbu lewat pusat berat C. p 20cm o Gombar 12.28. diengsel di titik 0 dan diberi gayaP = 100 N pada ujung A dari batang.9 10.28 di bawah. a. Hitung gaya reaksi engsel O. Ie = 1112 m. 10.

-- -_ .--. Soal Lutihun No.25 in 100 rad/detik 8 lb 0.11..-...30. A 3 -----------\-------------------------------------------0] G] = Gambar 12.29 di bawah).-_ .....-.ft.. Pada Gambar 12.~ - 02~' T) .030 lb.--.detiki .-- ~ 2 ! Gombar 12. diketahui : 02A = 3 in AB (02 = = = = 11.. Soal Latihan No.30 di bawah... Hitung gaya engsel di A dan B..-.....masing adalah momen inersia roda gigi 2 terhadap 02 dan momen inersia roda gigi 3 terhadap 03 ' tentukan torsi pemutar dan gaya di engsel. adalah pasangan roda gigi 2 dan roda gigi 3. 11 12. Roda gigi 2 diputar dengan torsi pemutar T2 ' sehingga roda gigi 2 mempunyai percepatan a2 ' bila 12 dan 13 masing . 12 245 .-~. konstan AG3= 5 in W2 W-/ P = = 5 lb 6lb W3 IG3 = 200 lb. Pada mekanisme torak (lihat Gambar 12.29.. ~~ (_ ! -~] .03~' ..--~ .-.--.

Batang berbentuk huruf "T" seperti terlihat pada Gambar 12. dengan berat W = 1.5 G ~ 5_n_l +~· B Gambar 12.detik/ .13. 246 . Soal Latihan No. tentukan reaksi di engsel O.31 di bawah.31. 13 14.32 di bawah). diketahui : 02A AG3 = = = = 7. Bila tali Tyang diikatkan di titik A ditarik dengan gaya T =5 kN.m. 5kN tali 2.5 em 2 kg 3 kg 30 rad/detik konstan W2 W~ P = W3= 5 kg 1(. pusat beratnya berada di titik G serta ditumpu engsel di 0 dan tumpuan batang di B.5 kN. Pada mekanisme torak (Iihat Gambar 12.3 = 0. 100 N Hitung gaya engsel di A dan B.5 em AB= 29 em OJ2 = 12.030 kg.

OB = BA = 7. Bila diketahui panjang OA = 12 em. 15 247 . Soal Latihan No. Soal Latihan No.32. sehingga mempunyai kecepatan sudut OJ = 50 rad/detik dan percepatan sudut a = 10 rad/detik' . 14 15. Gaya P = 100 N. tentukan besar dan arah torsi pemutar tersebut. bekerja pada ujung A dengan arah seperti terlihat pada Gambar 12. berat body W = 10 kg dan jarijari girasi body terhadap engsel 0.33.33 di bawah. Body OAB diputar oleh sebuah torsi T di sekitar engsel. 10 = 6 em. Tentukan pula gaya reaksi di engsel O.A Gambar 12. A -T-------------------------Gambar 12.5 em.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful